Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.14 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Pembicaraan Pengguna:Lany pirna 3 26659 309801 92100 2026-08-09T14:18:46Z Rachmat04 3937 Notifikasi: Pemberitahuan penghapusan halaman · [[w:id:Pengguna:Rachmat04/Tengu.js|⛩️]] 309801 wikitext text/x-wiki == Pengumuman == <div style="width: 100%; color: #4e606e; {{box-shadow|0|3px|3px|rgba(0, 0, 0, 0.30)}} {{border-radius|3px}}"> <div style="overflow:hidden; height:auto; background: #FDEBD0; width: 100%; padding-bottom:18px;"> <div style="font-size: 36px; margin-top: 24px; margin-left: 25px; font-family: sans-serif; line-height: 1.3em;">Periode Kompetisi Wikisource 2021 akan berakhir</div> <div style="font-size: 20px; margin-left: 25px; font-family: sans-serif; line-height: 1.3em;">Periksa lagi hasil karyamu sebelum periodenya berakhir</div> <div style="font-size: 14px; margin-top: 24px; margin-left: 25px; margin-right: 25px; font-family: sans-serif; line-height:1.5em; color: #496160; "> '''Halo Lany pirna,''' Tidak terasa Kompetisi Wikisource 2021 telah berjalan selama 12 hari, dan periodenya akan segera berakhir. Sebelum itu, panitia kompetisi ini akan melakukan patroli untuk memeriksa halaman buku yang telah dikerjakan. Anda berkesempatan untuk memperbaiki hasil uji-baca sebelum 30 April 2021. * Pastikan bahwa halaman yang ditandai dengan warna hijau telah sesuai dengan teks asli. Anda tidak perlu memvalidasinya jika ragu. Biarkan panitia yang memperbaiki atau mengoreksi halaman tersebut nanti. * Jika Anda menemukan bahwa ada halaman yang bergambar tetapi pada teks yang dikerjakan belum disisipkan gambar, tandai dengan warna biru. Hal ini akan memudahkan pengguna lain dan panitia untuk memasukkan gambar ke dalam halamannya. * Disarankan untuk bertanya kepada panitia jika ragu apakah status halaman tertentu perlu diubah. Kami tidak menyarankan untuk mengubah status sebuah halaman jika dirasa tidak yakin. * Panitia berhak melakukan modifikasi pada halaman yang telah diuji-baca jika dianggap perlu, seperti menghapus templat atau pemformatan halaman yang menyebabkan tidak harmonisnya ketika ditransklusikan. Jika Anda menemukan bahwa halaman Anda telah diubah dan perlu penjelasan, hubungi kami. * Setelah periode kompetisi berakhir, peserta dapat melanjutkan penyuntingan, tetapi tidak akan tercatat pada perkakas skoring. Pastikan untuk melakukannya sebelum itu. Periode kompetisi ini akan selesai pada 30 April 2021 pukul 07.00 WIB. Pemenang akan diumumkan pada 7 Mei 2021. Kunjungi '''[[:wmid:Kompetisi Wikisource 2021|halaman ini]]''' untuk informasi lebih lengkap. </div> </div> </div> Dari kami, panitia Kompetisi Wikisource 2021 ({{user0|Rachmat (WMID)}} & {{user0|Harditaher (WMID)}}) 27 April 2021 13.22 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Rachmat04@idwikisource dengan menggunakan daftar di https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Pengguna:Rachmat_(WMID)/Peserta_Kompetisi_Wikisource_2021&oldid=77162 --> == Masalah spasi di awal paragraf == Tidak usah pakai hii ya. coba dibaca rulenya lagi. Terima kasih [[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Agus Damanik|bicara]]) 9 April 2022 05.18 (UTC) :oh iya baik, terima kasih ya infonya.. [[Pengguna:Lany pirna|Lany pirna]] ([[Pembicaraan Pengguna:Lany pirna|bicara]]) 9 April 2022 05.35 (UTC) == Pemberitahuan penghapusan halaman == Halo Lany pirna, Halaman "Resep:Bika jawa pona" yang Anda buat telah dihapus dengan alasan berikut: Bukan ranah Wikisource. Halaman yang dihapus tidak lagi dapat diakses secara publik. Jika Anda yakin penghapusan ini keliru, silakan sampaikan di halaman pembicaraan saya atau ikuti prosedur pemulihan halaman wiki ini. Pemberitahuan ini dikirimkan secara otomatis. Silakan sampaikan pertanyaan atau keberatan ke halaman pembicaraan saya. '''· · ·''' <span title="Cherry blossom">🌸</span> [[User:Rachmat04|'''Rachmat04''']] '''·''' [[User talk:Rachmat04|<span title="Let's discuss!">🍵</span>]] 9 Agustus 2026 14.18 (UTC) jx546l4vnqalkw9u6ap2lb8lxfhu848 Pengguna:Aeia aai 2 55475 309965 298508 2026-08-10T01:44:44Z Aeia aai 24023 309965 wikitext text/x-wiki {{Peserta Kompetisi Wikisource 2024}} {{Peserta Kompetisi Wikisource 2025}} {{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}} {{Peserta WikiPandu}} {{Peserta Tantangan WikiPandu}} sets467394gz1858ogc8ach8tvh3bum Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/6 104 85664 309876 255072 2026-08-09T23:14:59Z Ibrohim tijani 26379 /* Tervalidasi */ 309876 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ibrohim tijani" />{{rh||-4-}}</noinclude>„Apa njonja dateng sendirian atawa bersama-sama toean?" „Nonja dateng sendirian sadja, Matvei. Bilang djoega ini sama prinses". „Sama prinses Daria Alexandrovna?" tanja Matvei dengen roepa sangsi. „Ja, sama 'koe poenja istri. Kasilah ini kawat dau kamoedian bertajeken padakoe apa jang prinses bilang. Oblonsky sedeng berdandan tempo Matvei dateng kembali sembari pegang itoe kawat di tangannja dan bilang „Njonja prinses minta 'koe bertaoeken pada toean prins jang njonja prinses hendak pergi dan tentang dirinja, kaloe maoe boleh bikin apa jang orang soeka." Mendenger itoe Oblonsky toendoekin kepalanja dan moekanja kombali menoendjoekin satoe paras jang djaoe daripada bisa dikata manis. „Keada'an begini tiada bisa diantepin", demikianlah ia kata pada dirinja sendiri dan dengan tindakan pesat ia kaloear dari itoekamer, boeka pintoe jang teroes menoedjoe ka kamernja prinses. {{c|---}} Daria Alexandrovna sedang hadepken berbagi bagi barang di dalem satoe latih medja dan dari gerakannja ia sedeng tjari ada apa di sitoe. Tempo denger tindakan soeminja ia liat ka djoeroesan pintoe, o[...]n[...]joek moeka asem dan awasin itoe prins dengen lakoe jang menghina. Dalem tiga hari lamanja soeda lebi dari 10 kali dengen sia sia ia tjoba benaken pakeannja dan begitoe djoega pakean iapoenja anak anak boeat dibawa sama iapoenja iboe. Aken tetapi itoe niatan tida djoega bisa dilakoeken. Saban² ia kata maoe pergi maskipoen diri sendiri taoe jang itoe ada satoe hal jang tiada bisa dilakoeken. „Dolly", kata prins Oolonsky dengen soeara terpoetoes poetoes dan moeka sedi dengen penoe rasa menjesel. Dengen hati jang berdebar debar prinses Daria Alexandrovna awasken soeaminja dari kepala sampe di kaki dan tanja dengen lakoe adem dan ketoes: ,Ada apa ?" „Dolly, a begitoslah ia oelangin paela selaloe masi dengen soeara goemeter. „Anna dateng ini hari." „Ara 'koe mace perdoeli, 'koe tiada bisa trima dia" kata ia dengen soeara kras. „Doily, menoeroet pantes...." „Pergi kau, pergi!" kata ia dengen menangis Zonder liat paela moekanja, dengen soeara sebagi orang jang mengandoeng sakit. Saking tjinta pada istrinja Oblonsky taban atinja aken bisa berlakoe sabar sembari taro harepan jang semoea pertjidrahan masi bisa di bikin baek, maka itoe dengen lakoe jang sabar ia batja soerat kabar sembari minoem satoe tjangkir kopi, aken tetapi itoe moeka jang tjembroetoet, itoe badan jang goemeteran, itoe soeara jang ketoes menjebabken ia tiada bisa doedoek<noinclude></noinclude> 1bhp2okyhmogxqyhckcjqtr1jylbd9o Halaman:005a Batak, Mandailing.djvu/1 104 87447 309789 252189 2026-08-09T13:15:50Z Aldiperkasa 25632 309789 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|'''BATAK, MANDAILING'''}} '''1. GENERAL INFORMATION''' '''1.1. ''BASIC DAT''A''' {| |Language/dialect ||:||Batak, Mandailing |- |Number of the list||:|| 5a |- |Mentioned in ||:||NBG. 1895 |- |Year of investigation ||:||1895 |- |Place of investigation ||:||Panyabungan |- |Name of investigator ||:||V. L. Helfrich |} '''1.2. ''OTHER DETAILS''''' 1.2.2. Notes This questionaire consists of three lists: 5a Mandailing :::::::::::5b Angkola :::::::::::5c Andong<noinclude></noinclude> oeiixencci3u7qd2mhq37abemm5m1my 309790 309789 2026-08-09T13:16:58Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 309790 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>{{c|'''BATAK, MANDAILING'''}} '''1. GENERAL INFORMATION''' '''1.1. ''BASIC DAT''A''' {| |Language/dialect ||:||Batak, Mandailing |- |Number of the list||:|| 5a |- |Mentioned in ||:||NBG. 1895 |- |Year of investigation ||:||1895 |- |Place of investigation ||:||Panyabungan |- |Name of investigator ||:||V. L. Helfrich |} '''1.2. ''OTHER DETAILS''''' 1.2.2. Notes This questionaire consists of three lists: 5a Mandailing :::::::::::5b Angkola :::::::::::5c Andong<noinclude></noinclude> ngoeklb7uil0f0ocy2v7l5k8q4f1nyo 309799 309790 2026-08-09T13:35:07Z Aldiperkasa 25632 309799 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>{{c|'''BATAK, MANDAILING'''}} '''1. GENERAL INFORMATION''' '''1.1. ''BASIC DAT''A''' {| |Language/dialect ||:||Batak, Mandailing |- |Number of the list||:|| 5a |- |Mentioned in ||:||NBG. 1895 |- |Year of investigation ||:||1895 |- |Place of investigation ||:||Panyabungan |- |Name of investigator ||:||V. L. Helfrich |} '''1.2. ''OTHER DETAILS''''' 1.2.2. Notes This questionaire consists of three lists: 5a Mandailing :::::::::::5b Angkola :::::::::::5c Andong<noinclude>{{rh||157}}</noinclude> p89zp3yw99d1rb735rd074jsry4hput Halaman:005a Batak, Mandailing.djvu/2 104 87527 309791 252397 2026-08-09T13:17:52Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 309791 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>'''2. BATAK, MANDAILING LIST''' {{multicol}} 1. Pamatàng<br> 2. Oeloe<br> 3. Tompa<br> 4. Boī<br> 5. Ḇorkoe borkoe<br> 6. Oboek <1><br> 8. Àmboeboe<br> 9. Soepīng<br> 11. Mata<br> 15. Salībon<br> 17. Īloe<br> 18. Īgoeng<br> 21. Oeroem<br> 22. Baba (papangàn)<br> 25. Bībīr<br> 27. Sīsoengoet<br> 28. Djànggoet<br> 29. Īsàng<br> 30. Goerambe<br> 31. Dīla (pàrnanàm)<br> 32. Ola ola<br> 34. Ngadol<br> 33/<br> 35. Panjolkōtī<br> 37. Aroeng aroeng<br> 38. Tōlōnàn<br> 41. Indōra<br> 42. Soesoe<br> 45. Oeloe nī soesoe<br> 46. aèk nī soesoe<br> 47. aèk nī soesoe<br> 48. Manjoesoe<br> 50. Roesoek<br> 52. Atē ate<br> 53. Bītoewa gōdàng<br> 54. Boltok<br> 56. Limpa<br> 61. Poèsot 62. Ījot nī poesot<br> 63. Goeroeng goeroeng<br> 66. Alīpkip {{multicol-break}} 68. Poenggoeng<br> 69. poetīng balijoeng<br> 70. Pàngkàl ijoer<br> 72. Mītīng<br> 73. Te<br> 75. Moentoet<br> 77. Pīlàt<br> 78. Oempīt<br> 82. Mōjō<br> 83. Ōjō<br> 84. Olī olī<br> 86. Pat<br> 88. Mata nī arī nī pàt<br> 90. Aroempang<br> 91. Tot<br> 93. Pīra nī bītīs<br> 94. Bītīs<br> 95. Pàrgōlangàn<br> 97. Tangan<br> 99. Kīhik<br> 100. Soewi soewi<br> 102. Tompap<br> 105. Djarī djarī<br> 107. Sīsīlon<br> 108. Īndoek tangàn<br> 109. Sītoemoedoe<br> 110. Sītoewalàng<br> 111. Djarī manīs<br> 112. Indīkīl<br> 115. Olī olī<br> 116. Daro<br> 117. Djoehoet<br> 118. Oerador<br> 121. Olīngkoelīng<br> 122. Abong<br> 123. Abong<br> 124. Ōdok<br> 125. Īdjoer<br> 127. Oemōsa<br> 128. Mangan<br> 129. Male {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 4m57h5p9lj4zg7x89obr8hb1k53eo19 Halaman:005a Batak, Mandailing.djvu/3 104 87528 309792 252398 2026-08-09T13:19:53Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 309792 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>{{multicol}} 130. Mangínoem<br> 132. Mangoewàs<br> 133. Boetong<br> 137. Manōlon<br> 138. Modom<br> 139. Màrnīpī<br> 140. Nīpī<br> 144. Djongdjong<br> 145. Màrdalàn, toemàntàn simàndjodjàk<br> 146. Sīnggalàk<br> 147. Manoengkap<br> 148. Tībàl<br> 149. Djoegoek <2><br> 150. Màrkombàng sīla<br> 151. Màrsīmpoe<br> 152. Sīnggang<br> 153. Màrlange<br> 154. Marīdī<br> 156. Arōtot<br> 157. Tīroer<br> 158. Sōra<br> 160. Marsoeràk<br> 161. Màntàta<br> 163. Tangīs<br> 165. Oejom<br> 166. Màndōngoes<br> 167. Màrsītīdjoer<br> 169. Barsī<br> 170. Batoek<br> 176. Màrkoewajàm<br> 177. Marsītoendoe<br> 182. Na mangoloe<br> 183. Mate<br> 184. Na mate<br> 185. Mate<br> 188. Na mate<br> 191. Tanōmàn<br> 192. Mainoenoe<br> 193. Maneàn<br> 194. Tejanàn<br> 196. Maboejàng {{multicol-break}} 197. <3><br> 198. Tījas<br> 199. Màrnjae<br> 200. Marnjae<br> 201. Māntjīt<br> 202. Tōrkīs<br> 203. Barō<br> 205. Aroen<br> 207. Màntjīt boltok<br> 209. Saroer, moroes<br> 210. Oerīs<br> 211. Sàmpàk sàmpàk<br> 214. Màrgoembàng<br> 219. Màntjīt oeloe<br> 220. Ōjàng<br> 222. Monmōnon<br> 223. Mangàmpīr<br> 224. Mamoelosī<br> 225. Mate (ngada màrgōgō)<br> 227. Ōtō<br> 228. Īngol<br> 229. Na pītoeng<br> 231. Panaīlī na sèrbèng, na sīrik<br> 232. Nīoebatan<br> 233. Poeloengan<br> 234. Sōsō nī tondoeng<br> 233/<br> 234. Oebàt<br> 235. Datoe<br> 236. Manīsīja<br> 237. Alàk<br> 238. Alàk<br> 239. Gōràr<br> 240. Aradjaān<br> 241. Bajo<br> 242. Dadabōroe, anak bōroe<br> 243. Alàklaī<br> 244. Djàntàn, paoetàn<br> 243/<br> 244. Djàntàn<br> 245. Dadabōroe<br> 246. Bōroe bōroe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> qsc46ihmq4awfbv8r7smu6rj8ie5vju 309793 309792 2026-08-09T13:22:55Z Aldiperkasa 25632 /* Telah diuji baca */ 309793 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aldiperkasa" /></noinclude>{{multicol}} 130. Mangínoem<br> 132. Mangoewàs<br> 133. Boetong<br> 137. Manōlon<br> 138. Modom<br> 139. Màrnīpī<br> 140. Nīpī<br> 144. Djongdjong<br> 145. Màrdalàn, toemàntàn simàndjodjàk<br> 146. Sīnggalàk<br> 147. Manoengkap<br> 148. Tībàl<br> 149. Djoegoek <2><br> 150. Màrkombàng sīla<br> 151. Màrsīmpoe<br> 152. Sīnggang<br> 153. Màrlange<br> 154. Marīdī<br> 156. Arōtot<br> 157. Tīroer<br> 158. Sōra<br> 160. Marsoeràk<br> 161. Màntàta<br> 163. Tangīs<br> 165. Oejom<br> 166. Màndōngoes<br> 167. Màrsītīdjoer<br> 169. Barsī<br> 170. Batoek<br> 176. Màrkoewajàm<br> 177. Marsītoendoe<br> 182. Na mangoloe<br> 183. Mate<br> 184. Na mate<br> 185. Mate<br> 188. Na mate<br> 191. Tanōmàn<br> 192. Mainoenoe<br> 193. Maneàn<br> 194. Tejanàn<br> 196. Maboejàng {{multicol-break}} 197. <3><br> 198. Tījas<br> 199. Màrnjae<br> 200. Marnjae<br> 201. Māntjīt<br> 202. Tōrkīs<br> 203. Barō<br> 205. Aroen<br> 207. Màntjīt boltok<br> 209. Saroer, moroes<br> 210. Oerīs<br> 211. Sàmpàk sàmpàk<br> 214. Màrgoembàng<br> 219. Màntjīt oeloe<br> 220. Ōjàng<br> 222. Monmōnon<br> 223. Mangàmpīr<br> 224. Mamoelosī<br> 225. Mate (ngada màrgōgō)<br> 227. Ōtō<br> 228. Īngol<br> 229. Na pītoeng<br> 231. Panaīlī na sèrbèng, na sīrik<br> 232. Nīoebatan<br> 233. Poeloengan<br> 234. Sōsō nī tondoeng<br> 233/<br> 234. Oebàt<br> 235. Datoe<br> 236. Manīsīja<br> 237. Alàk<br> 238. Alàk<br> 239. Gōràr<br> 240. Aradjaān<br> 241. Bajo<br> 242. Dadabōroe, anak bōroe<br> 243. Alàklaī<br> 244. Djàntàn, paoetàn<br> 243/<br> 244. Djàntàn<br> 245. Dadabōroe<br> 246. Bōroe bōroe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 2hnocjna2ml3calyc9dfyohsq65k4om Indeks:Tokoh-Tokoh Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.pdf 102 88574 310052 254653 2026-08-10T02:58:52Z Jeromi Mikhael 10376 ([[c:GR|GR]]) [[c:COM:FR|File renamed]]: [[File:Tokoh-Tokoh Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.pdf]] → [[File:Tokoh-Tokoh Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia II.pdf]] 310052 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=Tokoh-Tokoh Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia II.pdf |Subtitle= |Language=id |Volume=2 |Edition= |Author=MPB. Manus |Co-author1=Zulfikar Gazali |Co-author2=Susanto Zuhdi |Co-author3=Sumardi |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Zulfikar Gazali |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Direktorat Sejarah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan |Address=Jakarta |Printer= |Year=1993 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 13lj8d5mly6m84u7eknsdzqi39pdvql Pembicaraan Pengguna:Pluviophille 3 89092 309802 255793 2026-08-09T14:20:38Z Rachmat04 3937 Notifikasi: Pemberitahuan penghapusan halaman · [[w:id:Pengguna:Rachmat04/Tengu.js|⛩️]] 309802 wikitext text/x-wiki == Selamat datang == <div style="border:2px solid #f3e4f2; background-color:#ffffff; font-size:95%; margin-right:1em; margin-left :1em; margin-bottom : 1em; padding: 5px;"> {{larger|'''Selamat datang, ''{{BASEPAGENAME}}''!'''}} Halo dan [[Wikisource:Selamat datang|selamat datang]] di [[Wikisource bahasa Indonesia|Wikisumber bahasa Indonesia]]! '''[[Wikisource:Apakah Wikisource itu?|Wikisumber]]''' adalah sumber dokumen bebas multibahasa yang isinya ditulis bersama-sama oleh para penggunanya dan disusun agar dapat dibaca dan disunting oleh siapa pun juga. * Anda bisa mengucapkan selamat datang kepada Wikipustakawan lainnya di [[Wikisource:Halaman perkenalan|Halaman perkenalan]] * Pertanyaan, usulan, dan komentar tentang Wikisumber bahasa Indonesia bisa dilakukan di [[Wikisource:Warung Kopi|Warung Kopi]]. Jangan lupa untuk menandatangani pesan Anda, sehingga pengguna lain mengetahui siapa sang penulis pesan. Caranya: ketik &#126;&#126;&#126;&#126; (empat kali tanda gelombang/tilde). * '''Baca dan pelajarilah terlebih dahulu [[wikisource:kebijakan dan pedoman|kebijakan dan pedoman]] yang berlaku di Wikisumber bahasa Indonesia.''' * Untuk bereksperimen, mencoba-coba, atau tes, lakukanlah di [[Wikisource:Bak pasir|bak pasir]]. * Walaupun begitu perhatikan juga [[Wikisource:Hindari kesalahan umum|hal-hal yang tidak boleh dilakukan di {{SITENAME}}]]. * Untuk menulis profil atau sekilas informasi tentang Anda, bisa dilakukan di [[Pengguna:{{PAGENAME}}]], sehingga pengguna lain bisa mengenal sedikit tentang Anda. <div class="tabbertab" title="Contributing texts" lang="en"> {{larger|'''Welcome to Wikisource, ''{{BASEPAGENAME}}''!'''}} *Hope you enjoy contributing to Wikisource ''Bahasa Indonesia'', the library that is free for everyone to use! *If you are not an Indonesian speaker, you may want to visit the [[:w:Wikipedia:Kedutaan|Indonesian Wikisource embassy]] or get some [[:w:Wikipedia:Babel/id-0|information about finding users who speak your language]]. Or just '''<span class="plainlinks">[{{fullurl:User talk:{{BASEPAGENAME}}|action=edit&section=new}} edit]</span>''' this page and ask your question here. Be sure to place <code><nowiki>{{</nowiki>[[:Kategori:Pengguna mencari bantuan|helpme]]<nowiki>}}</nowiki></code> before your question to get the attention of [[:Kategori:Pengurus Wikisource|our administrators]]. Finally, ''please "sign" your comments on [[Wikisource:Warung kopi|discussion pages]] by using four tildes (<nowiki>~~~~</nowiki>)''; this will automatically produce your username (or IP address if you're not logged in) and the current date. '''Enjoy!''' </div> </div> [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 15 November 2025 03.13 (UTC) == Pemberitahuan penghapusan halaman == Halo Pluviophille, Halaman "Indeks:UU NO 2 2026.pdf" yang Anda buat telah dihapus dengan alasan berikut: Artikel yang baru dibuat dan menduplikasi artikel yang sudah ada atau membahas subjek yang telah dicakup di tempat lain: [[Indeks:Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2026.pdf]]. Halaman yang dihapus tidak lagi dapat diakses secara publik. Jika Anda yakin penghapusan ini keliru, silakan sampaikan di halaman pembicaraan saya atau ikuti prosedur pemulihan halaman wiki ini. Pemberitahuan ini dikirimkan secara otomatis. Silakan sampaikan pertanyaan atau keberatan ke halaman pembicaraan saya. '''· · ·''' <span title="Cherry blossom">🌸</span> [[User:Rachmat04|'''Rachmat04''']] '''·''' [[User talk:Rachmat04|<span title="Let's discuss!">🍵</span>]] 9 Agustus 2026 14.20 (UTC) 4iy1tgc13b61lzj3v7l6dy132hatax7 Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/24 104 89223 309796 256340 2026-08-09T13:27:40Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 309796 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>d. Meningkatkan hasil bahan export bidang: perkebunan, kehutanan, dan bahan-bahan hasil pertambangan dan industri Rakjat. D. PERIODE PANTJA WARSA MANIPOL (1959-1964). Tahun 1959 benar-benar merupakan tahun tantangan (challenge) bagi usaha peningkatan produksi nasional, baik sandang pangan maupun bahan-bahan penghasil devisa. Disamping itu masih ada ,,challenge” jalah menghantjurkan kontra Revolusi. kaum pentjoleng dan Pantjasila-Manipol munafik jang mengchianati Republik Proklamasi 17-Agustus-1945. Sendjata ampuh ''',,Pantjasila”''' ''',,U.U.D.-1945”,''' ''',,Manipol/Usdek”''' dan ''',,Dekon”''' adalah pegangan maha kuat untuk membawa arah kegiatan nassional kita untuk ,,Berproduksi” dan ,,Berselfsupporting”. Sedjalan dengan garis politik baru setelah dekrit 5 Djuli 1959, maka organ pembantu Presiden disempurnakan dimana Kabinet Kerdja ke I direvisi kembali berdasarkan Keputusan Presiden No. 94 tahun 1962 (Regrouping) demi diperolehnja team pembantu Presiden jang baik dan tertjapainja effisiensi kerdja dan karya setjara maksimal dan dihapusnja institut ,,Menteri Inti” dan di-introdusir mendjadi institut, ,,Wakil Menteri Pertama” dimana diharapkan dengan susunan baru ini dapat tjepat dipetjahkan segala persoalan dan masalah-masalah, baik politis, militer, sosial kulturil, sosial ekonomis dan lain-lain hal jang prinsipiil. Diantara 8 (delapan) Wakil Menteri Pertama itu terdapat Wakil Menteri Pertama jang mengurus ,,Bidang Produksi” dan salah satu pelaku utama jang harus menanggulangi ,,Program- pertama” Kabinet ini ialah: {{c|Sandang Pangan.}} Disamping tugas-tugas pembangunan lainnja jang perlu pula memperoleh perhatian chusus adalah ,,Projek Serba Guna Djatiluhur” dan lain-lain sesuai dengan ketetapan M.P.R.S. No. I dan II tahun 1960 dalam bidang produksi. Dalam tugas dan pimpinannja Wakil Menteri Pertama Bidang Produksi aktip mengadakan koordinasi dan sinkronisasi dalam segi kebidjaksanaan, perentjanaan, pelaksanaan dan pengawasan jang meliputi bidang-bidang: 1. Perindustrian Dasar dan Pertambangan. 2. Perindustrian Rakjat,<noinclude>{{rvh|10}}</noinclude> ixplj8rhfy90cu3fbes4z7zgykw6yc2 Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/28 104 89443 309797 256852 2026-08-09T13:33:08Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 309797 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>2. Peningkatan Produksi bahan-bahan sebagai salah satu sjarat ,,Berdikari” (penghapusan impor beras) disamping pendjebolan dan pembangunan-pembangunan pada sektor jang lain. (Garis Umum ,,Banting Stir” dalam kebidjaksanaan dan pelaksanaan Ekonomi dan Pembangunan, pasal 1 dan 2 Ketetapan M.P.R.S. No. VI/MPRS1965). E. PERIODE MENDJELANG ,,BERDIKARI"” (1965). Ulang tahun ke-V lahirnja ,/Manifesto/Politik Republik Indonesia” (Manipol) jang bertepatan dengan Amanat Negara P.J.M. Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Bersentus 1959 s/d 17 Agustus 1964) jang berdjudul, Tahun Vivere Pericoloso” merupakan, Sendjata Penggugah Dan Landasan Baru” untuk mendalami dasar tudjuan Revolusi sebagai diamanatkan dalam, Tavip” jang dikenal dalam pengertian istilah: Romantika, Dinamika dan Dialektika-nja Revolusi Indonesia. Sesuai dengan perkembangan Revolusi, maka konsepsi-konsepsi pembangunan nasional pada umumnja, dan chususnja ngunan disesuaikan dengan arah dan sasaran pokoknja, jaitu Amanat Politik P.J.M. Presiden Panglima Tertinggi Abri/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno dalam sidang umum ke-III M.P.R.S. tahun 1965 dengan berpegang teguh pada prinsip Tri Sakti Sukarno jaitu: <ol type="a" start="1"> <li>Berdaulat dalam bidang Politik</li> <li>Berdikari dalam bidang Ekonomi.</li> <li>Berkepribadian dalam bidang Kebudajaan.</ol><noinclude>{{rvh|14}}</noinclude> 20ufub68i2guba6lk2vuyow0hi2e02x Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/32 104 89444 309798 256853 2026-08-09T13:33:48Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 309798 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>B. KESIMPULAN-KESIMPULAN SEGI OPERASIONIL. 1. Pada umumnja tugas chusus dalam bidang, Pembangunan” apabila ditarik dari dasar, Strategi Politis” menundjukkan suatu grafik tandjakan jang, Terdjal” sesuai dengan derap langkahnja Revolusi Indonesia. 2. Dalam, Inzet Teknis” mengalami beberapa, Kelambanan, satu dan lain hal tidaklah terlepas dari faktor politis dalam arti keseluruhan, namun, demikian sampai babak, Berdikari” menundjukkan hasil-hasil jang tjukup memberi harapan, jaitu telah tertjapainja target penjelesaian 55 — 10075 dari pada apa jang telah ditetapkan oleh Ketetapan M.P.R.S. tahun 1960.<noinclude>{{rvh|18}}</noinclude> tbkdnjv4wp2u31fmo5r3a4sxx6nfpqo Pengguna:Link PB 2 93665 309986 297996 2026-08-10T01:51:44Z Link PB 26772 309986 wikitext text/x-wiki Tetaplah menjadi Orang Baik karena kita baik bukan karena orang baik kepada kita: <br>5. Tantangan Pandu <nowiki>{{Peserta Tantangan WikiPandu}}</nowiki><br> 4. Belajar, belajar dan belajar {{Peserta WikiPandu}} <br><br><br><br> 3. Yuk Bisa Yuk {{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}} Juara 1 Alhamdulillah <br> 2. Anggota Komunitas Wikimedia Banjarnegara <br><br> 1. Awal yang baik {{Peserta WikiLatih|tgl= 15 Februari 2026|di=Banjarnegara}} tpjjmr07ej5pmbzocxphjkl8d5g2z1u 309988 309986 2026-08-10T01:54:17Z Link PB 26772 309988 wikitext text/x-wiki Tetaplah menjadi Orang Baik karena kita baik bukan karena orang baik kepada kita: <br>5. Tantangan Pandu {{Peserta Tantangan WikiPandu}} <br><br> <br> 4. Belajar, belajar dan belajar {{Peserta WikiPandu}} <br><br><br><br> 3. Yuk Bisa Yuk {{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}} Juara 1 Alhamdulillah <br> 2. Anggota Komunitas Wikimedia Banjarnegara <br><br> 1. Awal yang baik {{Peserta WikiLatih|tgl= 15 Februari 2026|di=Banjarnegara}} tun7i2eg48u583jtuy8qr3184vgcfvz 310056 309988 2026-08-10T03:02:44Z Link PB 26772 310056 wikitext text/x-wiki Tetaplah menjadi Orang Baik karena kita baik bukan karena orang baik kepada kita: <br>5. Tantangan Pandu {{Peserta Tantangan WikiPandu}} <br><br><br> 4. Belajar, belajar dan belajar {{Peserta WikiPandu}} <br><br><br><br> 3. Yuk Bisa Yuk {{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}} Juara 1 Alhamdulillah <br> 2. Anggota Komunitas Wikimedia Banjarnegara <br><br> 1. Awal yang baik {{Peserta WikiLatih|tgl= 15 Februari 2026|di=Banjarnegara}} jbepx5cgizut77c4s20cxj3yjkruyio 310058 310056 2026-08-10T03:03:08Z Link PB 26772 310058 wikitext text/x-wiki Tetaplah menjadi Orang Baik karena kita baik bukan karena orang baik kepada kita: <br> 5. Tantangan Pandu {{Peserta Tantangan WikiPandu}} <br><br><br> 4. Belajar, belajar dan belajar {{Peserta WikiPandu}} <br><br><br> 3. Yuk Bisa Yuk {{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}} Juara 1 Alhamdulillah <br> 2. Anggota Komunitas Wikimedia Banjarnegara <br><br> 1. Awal yang baik {{Peserta WikiLatih|tgl= 15 Februari 2026|di=Banjarnegara}} ao7kevon5ysyw7qc50h0v0ofzhn1ux3 310059 310058 2026-08-10T03:03:21Z Link PB 26772 310059 wikitext text/x-wiki Tetaplah menjadi Orang Baik karena kita baik bukan karena orang baik kepada kita: <br><br><br> 5. Tantangan Pandu {{Peserta Tantangan WikiPandu}} <br><br><br> 4. Belajar, belajar dan belajar {{Peserta WikiPandu}} <br><br><br> 3. Yuk Bisa Yuk {{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}} Juara 1 Alhamdulillah <br> 2. Anggota Komunitas Wikimedia Banjarnegara <br><br> 1. Awal yang baik {{Peserta WikiLatih|tgl= 15 Februari 2026|di=Banjarnegara}} tcv5bjdnu9mkudlyg6w5l0we9fumcje Pengguna:Ibrohim tijani 2 96412 310025 305002 2026-08-10T02:36:46Z Ibrohim tijani 26379 310025 wikitext text/x-wiki Halo, aku Baim, Kontributor aktif di Wikimedia. jika ada yang ingin diperbincangan, silahkan jalin komunikasi di halaman Pembicaraan. {{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}} {{Peserta WikiPandu}} {{Peserta Tantangan WikiPandu}} 9w69d1pq1mafrnma166zvevd729gl18 Pengguna:Mengsky 2 99463 309803 297412 2026-08-09T15:05:53Z Mengsky 25963 309803 wikitext text/x-wiki Panggil saja akit, penikmat belajar {{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}} {{Peserta WikiPandu}} {{Peserta Tantangan WikiPandu}} rx3h5tazt7mlr3itpkevuqxruibgfrc Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/18 104 103028 309800 290123 2026-08-09T13:54:43Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 309800 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>Mendengar kata² ibu angkatnya itu (Tek tay ho uw sesungguhnya adalah bibi kaisar) baginda ternganga dan tak dapat mengucapkan sepatah kata pun. Terdengar Tek tay houw melanjutkan kata²nya pula. ― Tek ceng adalah satu²nya kerat daging, tulang dan setetes darah keturunan kurun keluarga Tek. Kalau Tek ceng di hukum mati, tak ada lagi keturunanku yang bakal merawat dan memelihara HIO HWEE ku (abu leluhur). Sungguh sedih hatiku, orang yang kehilangan kurun keluarganya merupakan malapetaka yang paling hebat Ibarat sebuah rumah, genteng yang pecah dapat diganti, akan tetapi penghidupan manusia ? Sebelum baginda dan para menteri itu dapat berkata kata, Tek tay houw sudah menyambung pula kata katanya. — Andaikata Tek ceng melakukan kesalahan yang berat, orang toh harus mengingat akan jasa jasanya yang begitu besar. Sebangsa hewanpun kenal akan budi, masakan manusia akan lebih liar dan biadab daripada hewan ? Kemudian Tek tay höuw berpaling kepada Pauw bun cin cs yang hadir diistana itu. — Kalian juga berkedudukan sebagai menteri.<noinclude>{{rh|18}}</noinclude> 48tgka9hnmm7efbvrio8c464ils9zpx Pengguna:Ammachemist 2 105975 309942 298481 2026-08-10T01:38:12Z Ammachemist 27288 309942 wikitext text/x-wiki Saya Rahmah seorang ibu rumah tangga yang senang menulis, fotografi dan desain. Domisili di Surabaya {{Peserta WikiPandu}} {{Peserta Tantangan WikiPandu}} 4mf8679irop65fx7rmpxmnai0qwn74u Mustikarasa/Lodeh Ikan Tjutjut 0 108532 310444 303808 2026-08-10T09:26:43Z Ichi Ocha 26099 310444 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Kementerian Pertanian | translator = | section = Lodeh Ikan Tjutjut | previous = [[mustikarasa/Lodeh Djantung Pisang]] | next = [[mustikarasa/Lodeh Kol]] | notes = }} <pages index="Mustikarasa.pdf" from=271 fromsection="lodehikantjuttjut" to=272 tosection="lodehikantjuttjut"/> c0983h8xr13zn0e19ovf1r6aghik8cz 310445 310444 2026-08-10T09:27:49Z Ichi Ocha 26099 310445 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Kementerian Pertanian | translator = | section = Lodeh Ikan Tjutjut | previous = [[mustikarasa/Lodeh Djantung|Lodeh Djantung Pisang]] | next = [[mustikarasa/Lodeh Kol|Lodeh Kol]] | notes = }} <pages index="Mustikarasa.pdf" from=271 fromsection="lodehikantjuttjut" to=272 tosection="lodehikantjuttjut"/> do2hwms5t6fsn19rjmx4gz73vtjbx0h 310449 310445 2026-08-10T09:29:55Z Ichi Ocha 26099 310449 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Kementerian Pertanian | translator = | section = Lodeh Ikan Tjutjut | previous = [[mustikarasa/Lodeh Djantung|Lodeh Djantung Pisang]] | next = [[mustikarasa/Lodeh Kol|Lodeh Kol]] | notes = }} <pages index="Mustikarasa.pdf" from=270 fromsection="lodehikantjuttjut" to=272 tosection="lodehikantjuttjut"/> sy0usppoa06yxs5xnpk3on65qe98sjz Mustikarasa/Sajur Asam Kangkung 0 108533 310453 303809 2026-08-10T09:32:12Z Ichi Ocha 26099 310453 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Kementerian Pertanian | translator = | section = Sajur Asam Kangkung | previous = [[mustikarasa/Sajur Asam Djakarta|Sajur Asam Djakarta]] | next = [[mustikarasa/Sajur Asam Katjang Rudji|Sajur Asam Katjang Rudji]] | notes = }} <pages index="Mustikarasa.pdf" from=286 fromsection="sajurasamkangkung" to=288 tosection="sajurasamkangkung"/> c72qr2lbvflafwllyiusv4y35o12xor Mustikarasa/Soto Banten 0 108871 310380 304674 2026-08-10T07:42:34Z Lemonwithices 26124 310380 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Kementerian Pertanian | translator = | section = Soto Banten | previous = [[Mustikarasa/Soto Bandung|Soto Bandung]] | next = [[Mustikarasa/Soto Kedu|Soto Kedu]] | notes = }} <pages index="Mustikarasa.pdf" from=362 fromsection="sotobanten" to=362 tosection="sotoabanten"/> ik9i0mw85cl36luowqrgdy2uo3y69qn Mustikarasa/Tuturaga Penju 0 108876 310392 306596 2026-08-10T07:58:46Z Lemonwithices 26124 310392 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Kementerian Pertanian | translator = | section = Tuturuga Penju | previous = [[Mustikarasa/Tuturaga|Tuturuga]] | next = [[Mustikarasa/'''LAUK PAUK BASAH TIDAK BERKUAH'''|Bagian 4]] | notes = }} <pages index="Mustikarasa.pdf" from=366 fromsection="tuturugapenju" to=367 tosection="tuturugapenju"/> 8kk1dupu7hwxpa2zahjemvavqtykyhd Mustikarasa/Tuturaga 0 108877 310390 306595 2026-08-10T07:55:48Z Lemonwithices 26124 310390 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Kementerian Pertanian | translator = | section = Tuturuga | previous = [[Mustikarasa/Soto Selada Air|Soto Selada Air]] | next = [[Mustikarasa/Tuturaga Penju|Tuturuga Penju]] | notes = }} <pages index="Mustikarasa.pdf" from=365 fromsection="tuturuga" to=366 tosection="tuturuga"/> t48ilugqk2sx3pqy5c57k62whdjseq9 Mustikarasa/Bagian 4 0 110091 310395 307400 2026-08-10T08:00:13Z Lemonwithices 26124 Lemonwithices memindahkan halaman [[Mustikarasa/'''LAUK PAUK BASAH TIDAK BERKUAH''']] ke [[Mustikarasa/Bagian 4]] 307400 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Kementerian Pertanian | translator = | section = '''LAUK PAUK BASAH TIDAK BERKUAH''' | previous = | next = [[Mustikarasa/Ajam Bumbu Menado|Ajam Bumbu Menado]] | notes = }} <pages index="Mustikarasa.pdf" include=369 /> 0ummbxzgwbljg54j7vs189gzfagyqa6 Mustikarasa/Bagian 6 0 110092 310401 307401 2026-08-10T08:01:39Z Lemonwithices 26124 Lemonwithices memindahkan halaman [[Mustikarasa/'''LAUK PAUK BAKAR BAKARAN''']] ke [[Mustikarasa/Bagian 6]] 307401 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Kementerian Pertanian | translator = | section = '''LAUK PAUK BAKAR BAKARAN''' | previous = | next = [[Mustikarasa/Ajam Kodok|Ajam Kodok]] | notes = }} <pages index="Mustikarasa.pdf" include=719 /> rkcxepmfa7j9or1fcx7byirwesvdofn Mustikarasa/Bagian 8 0 110093 310406 307402 2026-08-10T08:02:17Z Lemonwithices 26124 Lemonwithices memindahkan halaman [[Mustikarasa/'''DJIADJANAN''']] ke [[Mustikarasa/Bagian 8]] 307402 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Kementerian Pertanian | translator = | section = '''DJIADJANAN''' | previous = | next = [[Mustikarasa/Abug Matjan Ubi Kaju|Abug Matjan Ubi Kaju]] | notes = }} <pages index="Mustikarasa.pdf" include=801 /> ces4kc9xv5labjmifb5bits29n67zyb Mustikarasa/Bagian 9 0 110094 310410 307403 2026-08-10T08:02:35Z Lemonwithices 26124 Lemonwithices memindahkan halaman [[Mustikarasa/'''MINUMAN''']] ke [[Mustikarasa/Bagian 9]] 307403 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Kementerian Pertanian | translator = | section = '''MINUMAN''' | previous = | next = [[Mustikarasa/Badjigur|Badjigur]] | notes = }} <pages index="Mustikarasa.pdf" include=1147 /> icf4t4ap272en4eupacuj49x5zlniex Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan 1728 111111 310294 309779 2026-08-10T05:53:21Z Quraeni 22485 /* Tantangan Ujibaca */ menambahkan pranala fountain 310294 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Logo WikiPandu.svg|150px|center|frameless]] {| class="wikitable" style="width:100%; text-align:center; background:#006699; font-size:150%; font-weight:bold; color:white;" |- | Tantangan WikiPandu |} {| border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center" |- style="white-space: nowrap; font-size: 150%; font-family:Monospace, sans-serif;" | style="{{#ifeq: {{FULLPAGENAME}} | Acara:Tantangan WikiPandu | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; text-align: center; padding: 1em 0em; }}" | [[Image:Home Icon by Lakas.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu| Beranda]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Checklist Noun project 5166.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan|<span style="color: #0645ad;">Ketentuan</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Documents icon - noun project 5020.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas|<span style="color: #0645ad;">Buku</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil| | border-bottom: 8px #f2b9df solid;}}" | [[Image:SVG Trophy Star.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil|<span style="color: #0645ad;">Hasil</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | |} __NOTOC__ <div style="box-shadow: 0 0 .3em #999; border-radius: .2em; margin: 1em 0 2em 0; padding: 1px;"> <div style="font-size:1.2em; border-left: 12px solid #d57cb6; padding-left:.8em; background:#f6f6f6; padding-top:.1em; padding-bottom:.1em; color:#F1AFD3"> === Aturan Umum === </div> <div style="padding: 1em;"> # Peserta merupakan '''kontributor dalam proyek-proyek Wikimedia''' (akun dibuat sebelum 1 Agustus 2026). # Mendaftarkan diri di halaman acara [[Acara:Tantangan WikiPandu|Tantangan WikiPandu.]] # Menambahkan templat <code><nowiki>{{Peserta Tantangan WikiPandu}}</nowiki></code> di [[Special:MyPage|halaman pengguna Wikisource bahasa Indonesia]]. ''' Penempatan tanda ini '''wajib'''; peserta yang belum meletakkan tanda tersebut tidak dianggap sebagai peserta. # Setiap peserta wajib menaati [https://id.wikimedia.org/wiki/Kebijakan_ruang_ramah_acara Kebijakan Ruang Ramah Acara] dan [https://foundation.wikimedia.org/wiki/Policy:Universal_Code_of_Conduct/id#2_-_Perilaku_yang_diharapkan Kode Etik Universal Wikimedia] dalam berkomunikasi dengan sesama peserta di wiki, di grup WA, dan/atau dengan panitia. # Hadiah utama (Juara 1–3) hanya diperuntukkan bagi [[:Kategori:Peserta WikiPandu|Peserta WikiPandu]]. Peserta umum yang berhasil meraih peringkat 1–3 hanya akan mendapatkan souvenir. Apabila peringkat 1–3 diraih oleh peserta umum, hadiah utama akan diberikan kepada Peserta WikiPandu dengan peringkat berikutnya. {{gap}} '''Peserta WikiPandu adalah peserta yang memenuhi ketiga persyaratan berikut:''' </br> {{gap}} 📚 Terdaftar dalam halaman acara [[:meta:event:WikiPandu|WikiPandu]]; </br> {{gap}} 📚 Tercantum dalam daftar [[:Kategori:Peserta WikiPandu|Peserta WikiPandu]]; </br> {{gap}} 📚 Telah mengisi [http://wmid.info/evaluasi-WikiPandu formulir evaluasi kegiatan.] </div> </div> == Tantangan Ujibaca == # Menyelaraskan teks sejumlah buku yang telah ditentukan. Peserta wajib menyamakan teks yang dihasilkan oleh komputer (dalam gambar sebelah kiri) dengan teks asli (dalam gambar sebelah kanan). # Poin hanya diberikan terhadap kegiatan ujibaca, validasi bukan merupakan bagian yang mendapatkan poin pada tantangan ini. # Buka halaman indeks buku di '''[[Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas|halaman ini]]'''. Klik halaman indeks buku yang akan diuji-baca. #* Nomor halaman yang berwarna <font style="background:red; color:white; padding:5px;">merah</font> menandakan bahwa teks dalam halaman tersebut '''sudah ditandai oleh peserta lain'''. Hindari nomor halaman berwarna ini kecuali ditandai oleh diri sendiri. #* Nomor halaman yang berwarna <font style="background:yellow; padding:5px;>kuning</font> menandakan bahwa teks dalam halaman tersebut telah [[#Status halaman|diuji-baca]]. Peserta silakan melakukan [[#Status halaman|validasi]] pada halaman-halaman seperti ini, tetapi poin pada Tantangan WikiPandu hanya untuk ujibaca. # Setorkan hasil ujibaca melalui [https://fountain.toolforge.org/editathons/wp-ujibaca Fountain, klik di sini.] # Panduan mengujibaca di Wikisource/Wikisumber, silakan baca [https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Salindia_WikiPandu_-_Cara_Mengujibaca_dan_Memvalidasi_halaman_di_Wikisource.pdf Salindia WikiPandu sesi 2] ==== Status halaman ==== Jalur validasi [[:id:Bantuan:Uji-baca|pengujibacaan]] meliputi lima tingkat: <center> {| |- |colspan = 2, align=center| ↗ <span style="background:lightgrey; padding:5px;">Tanpa naskah</span> | |- |<span style="color:#C00000">''halaman kosong'' </span> |→ <span style="background:red; color:white; padding:5px;">Belum diuji-baca</span> |→ <span style="background:yellow; padding:5px;">Telah diuji-baca</span> |→ <span style="background:green; color:white; padding:5px;">Telah divalidasi</span> |- | align=right | ↘ → |colspan = 2, align=center| ↘ <span style="background:purple; color:white; padding:5px;">Bermasalah</span> ↗ |} </center> Tiga yang pertama merupakan status normal: *<span style="background:red; color:white; padding:5px;">Belum diuji baca</span> merupakan status standar. *# Ketika Anda menyunting sebuah halaman baru, maka status baku (''default'') ketika Anda menyimpan halaman adalah "Belum diuji-baca" (merah). *<span style="background:yellow; padding:5px;">Telah diuji baca</span> berarti telah diuji-baca oleh satu kontributor. *# Jika Anda sudah menguji baca halaman tersebut dengan memperhatikan tampilannya supaya tidak berantakan, Anda dapat menyimpannya dengan status "Telah diuji-baca" (kuning). *# Uji baca yang dinilai: Tampilan secara keseluruhan sudah rapi, penggunaan templat sesuai, baris-baris puisi diapit dengan kode HTML "'''poem'''", penggunaan tabel di mana perlu, penggunaan poin-poin penomoran (''numbered list'') maupun tidak bernomor (''bullet list''), kata yang terpotong dengan tanda hubung ke baris berikutnya disatukan kembali. *<span style="background:green; color:white; padding:5px;">Tervalidasi</span> berarti telah diuji-baca oleh dua kontributor. Tombolnya hanya akan muncul hanya jika halaman tersebut telah diuji-baca sebelumnya oleh kontributor lain. *# Tantangan WikiPandu tidak memberikan poin terhadap validasi namun tidak ada larangan bagi peserta untuk melakukan validasi. *# Jika seorang peserta (A) sudah menguji-baca, maka peserta lain (B) bisa meningkatkan statusnya menjadi "Tervalidasi" (hijau), dengan syarat halaman tersebut sudah tidak ada kesalahan lain dari segi tampilan maupun kata-katanya. *# '''Paragraf yang menjorok ke dalam''': atau (''hanging indent''): Dalam kompetisi ini, penguji-baca tidak perlu memasukkan templat {{tl|Hii}} (untuk menjorokkan paragraf). Sebagai tambahan, *<span style="background:lightgrey; padding:5px;">Tanpa teks</span> adalah untuk halaman kosong, atau halaman lain yang tidak memerlukan uji-baca ganda. *# Peserta dianjurkan melompati halaman kosong atau simpan dengan status abu-abu. *# Halaman-halaman kosong dengan cap atau penanda dari perpustakaan (mis. kartu peminjaman buku) atau tanda-tanda lainnya yang tidak memiliki kepentingan tinggi (mis. coret-coretan tidak jelas), dapat dianggap sebagai halaman kosong. *<span style="background:purple; color:white; padding:5px;">Bermasalah</span> menandakan adanya suatu masalah, misalnya ada karakter yang tidak bisa diketik, ada gambar, sumber gambar blur/tidak jelas, terpotong, atau rusak, dll.. *# Peserta dianjurkan melompati halaman rusak atau bermasalah, atau simpan dengan status bermasalah. Panitia akan memeriksa halaman tersebut dan mengupayakan untuk memperbaikinya. Anda akan menemukan tombol terkait untuk menandakan apa yang telah Anda lakukan di bawah kotak suntingan seperti berikut ini jika ada peserta yang telah mengujibaca suatu halaman: [[File:Wikisource page proofread buttons.png|Lima Tombol]] atau seperti ini jika hanya Anda yang menguji baca suatu halaman dan harus divalidasi oleh peserta lain: [[File:Wikisource page not proofread buttons.png|Empat tombol]] ====Peraturan tantangan terkait status halaman==== # Peserta hanya diperbolehkan menyimpan halaman dari status apa pun selain hijau ke kuning, dan dari kuning ke merah. Peserta '''dilarang''' menurunkan status hijau dan kuning ke status apa pun di bawahnya. # Peserta hanya diperbolehkan mengerjakan satu halaman per waktu. Halaman yang belum selesai dikerjakan boleh disimpan dengan status "Belum diuji baca" (merah). Peserta memiliki waktu untuk mengerjakan halaman tersebut hingga berstatus "Telah teruji baca" (kuning) hingga kompetisi berakhir, tetapi sebelum halaman merah tersebut diuji baca, peserta tidak diperkenankan mengerjakan halaman lain.<br />a. Peserta lain diharap untuk tidak menyunting halaman merah yang sedang dikerjakan oleh orang lain.<br />b. Apabila Anda berubah pikiran dan ingin meninggalkan halaman yang Anda kerjakan, silakan mengganti statusnya dengan warna ungu (Bermasalah), dan <u>tinggalkan komentar: "Saya tidak mengerjakan halaman ini lagi"</u> # Peserta boleh sewaktu-waktu menyunting halaman yang sedang dikerjakan, baik yang masih berstatus merah, kuning, maupun yang sudah berstatus hijau. Peserta lain hanya boleh menyunting halaman berstatus kuning yang bukan hasil uji bacanya (dikerjakan oleh peserta yang berbeda).<br />a. Apabila seorang peserta menyimpan halaman dengan status kuning, dan peserta lain "menghijaukannya", peserta pertama boleh menyunting halaman tersebut. Namun, ia tidak boleh menurunkan status halamannya (hanya panitia yang berhak menurunkan status halaman).<br />b. Peserta pertama (yang menguningkan) akan mendapatkan '''+1''', sementara peserta kedua (yang menghijaukan) tidak mendapatkan poin. Silakan menguji baca halaman selanjutnya. # Setiap peserta hanya diperbolehkan memiliki '''maksimal 2 (dua) halaman yang akan dikerjakan dengan memberi tanda status merah selama satu (1) hari'''. Jika peserta tersebut memberi tanda merah lebih dari dua halaman dan membiarkannya lebih dari sehari, peserta lain boleh mengambil alih dan mengerjakan uji baca pada halaman yang ditandai tersebut. ====Penghitungan Poin==== Penghitungan kontribusi akan menggunakan perkakas khusus bernama Fountain. Pelajari sistemnya di bawah. Komponen yang akan dimasukkan ke dalam sistem skoring adalah poin uji baca halaman yang dikerjakan. {| class="wikitable" style="margin: auto; width: 60%;" |+ Sistem skoring Tantangan WikiPandu: Ujibaca ! Legenda ! Tindakan yang dilakukan ! Poin |- | [[File:Wikisource proofread yellow.svg|20px]] | Dari status apa pun menjadi telah diuji baca sesuai ketentuan | 1 poin |- | [[File:Wikisource proofread green circle.svg|20px]] | Dari telah diuji baca menjadi telah divalidasi | 0 poin |- | [[File:Wikisource proofread green revert.svg|20px]] | Jika status halaman yang telah divalidasi dicabut | 0 poin |- | [[File:Wikisource proofread yellow revert.svg|20px]] | Jika status halaman yang telah diuji baca dicabut | -1 poin |- | [[File:Wikisource proofread violate circle.svg|20px]] | Halaman bermasalah | 0 poin |- | [[File:Wikisource proofread grey circle.svg|20px]] | Halaman tanpa teks | 0 poin |- | [[File:Wikisource proofread red circle.svg|20px]] | Halaman belum diuji baca | — |} Panitia akan menilai status uji baca yang sesuai ketentuan, apabila tidak sesuai ketentuan maka poin di Fountain menjadi 0. Tidak ada perbaikan setelah peserta menginput laman uji baca di Fountain. === Hadiah === {| class="wikitable" style="margin: auto; width: 50%;" |+ Hadiah utama akan diberikan kepada 3 pemenang ! style="text-align: center; font-weight:bold;" | Juara ! style="text-align: center; font-weight:bold;" | Hadiah |- ! style="text-align: center; | I | '''Voucer ShopeePay Rp500.000''' + Souvenir ekslusif WikiPandu |- ! style="text-align: center; | II | '''Voucer ShopeePay Rp300.000''' + Souvenir ekslusif WikiPandu |- ! style="text-align: center; | III | '''Voucer ShopeePay Rp200.000''' + Souvenir ekslusif WikiPandu |- | colspan="2" style="text-align: center; | Selain pemenang, 4 peserta dengan poin tertinggi akan mendapatkan suvenir ekslusif WikiPandu. |} == Tantangan Transklusi == # Peserta mentransklusikan halaman buku yang telah diujibaca ke ruang nama utama, sehingga halaman tersebut layak dibaca secara daring. # Poin hanya diberikan terhadap hasil transklusi yang sesuai dengan ketentuan. # Buka halaman indeks buku di '''[[Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas|halaman ini]]'''. Klik halaman indeks buku yang akan ditransklusi. # Pastikan halaman transklusi yang dibuat belum pernah dibuat sebelumnya untuk menghindari halaman ganda. # Panduan mentransklusi di Wikisource/Wikisumber, silakan baca [https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Salindia_WikiPandu_-_Cara_Tranklusi_di_Wikisource.pdf Salindia WikiPandu sesi 3] ==== Penghitungan Poin ==== {|class="wikitable" style="margin: auto; width: 60%;" |+ Sistem skoring Tantangan WikiPandu: Transklusi ! Penilaian ! Poin |- | xxx | {{c|+2}} |- | xxx | {{c|+1}} |- | xxx | {{c|+0}} |- | xxx | {{c|+0}} |- | xxx | {{c|+0}} |} === Hadiah === {| class="wikitable" style="margin: auto; width: 50%;" |+ Hadiah utama akan diberikan kepada 3 pemenang ! style="text-align: center; font-weight:bold;" | Juara ! style="text-align: center; font-weight:bold;" | Hadiah |- ! style="text-align: center; | I | '''Voucer ShopeePay Rp1.000.000''' + Souvenir ekslusif WikiPandu |- ! style="text-align: center; | II | '''Voucer ShopeePay Rp600.000''' + Souvenir ekslusif WikiPandu |- ! style="text-align: center; | III | '''Voucer ShopeePay Rp400.000''' + Souvenir ekslusif WikiPandu |- | colspan="2" style="text-align: center; | Selain pemenang, 4 peserta dengan poin tertinggi mendapatkan suvenir ekslusif WikiPandu. |} gu4jk4gg13c05u3j8r2g56fze5uzrvk 310295 310294 2026-08-10T05:54:22Z Quraeni 22485 /* Tantangan Transklusi */ 310295 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Logo WikiPandu.svg|150px|center|frameless]] {| class="wikitable" style="width:100%; text-align:center; background:#006699; font-size:150%; font-weight:bold; color:white;" |- | Tantangan WikiPandu |} {| border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center" |- style="white-space: nowrap; font-size: 150%; font-family:Monospace, sans-serif;" | style="{{#ifeq: {{FULLPAGENAME}} | Acara:Tantangan WikiPandu | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; text-align: center; padding: 1em 0em; }}" | [[Image:Home Icon by Lakas.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu| Beranda]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Checklist Noun project 5166.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan|<span style="color: #0645ad;">Ketentuan</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Documents icon - noun project 5020.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas|<span style="color: #0645ad;">Buku</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil| | border-bottom: 8px #f2b9df solid;}}" | [[Image:SVG Trophy Star.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil|<span style="color: #0645ad;">Hasil</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | |} __NOTOC__ <div style="box-shadow: 0 0 .3em #999; border-radius: .2em; margin: 1em 0 2em 0; padding: 1px;"> <div style="font-size:1.2em; border-left: 12px solid #d57cb6; padding-left:.8em; background:#f6f6f6; padding-top:.1em; padding-bottom:.1em; color:#F1AFD3"> === Aturan Umum === </div> <div style="padding: 1em;"> # Peserta merupakan '''kontributor dalam proyek-proyek Wikimedia''' (akun dibuat sebelum 1 Agustus 2026). # Mendaftarkan diri di halaman acara [[Acara:Tantangan WikiPandu|Tantangan WikiPandu.]] # Menambahkan templat <code><nowiki>{{Peserta Tantangan WikiPandu}}</nowiki></code> di [[Special:MyPage|halaman pengguna Wikisource bahasa Indonesia]]. ''' Penempatan tanda ini '''wajib'''; peserta yang belum meletakkan tanda tersebut tidak dianggap sebagai peserta. # Setiap peserta wajib menaati [https://id.wikimedia.org/wiki/Kebijakan_ruang_ramah_acara Kebijakan Ruang Ramah Acara] dan [https://foundation.wikimedia.org/wiki/Policy:Universal_Code_of_Conduct/id#2_-_Perilaku_yang_diharapkan Kode Etik Universal Wikimedia] dalam berkomunikasi dengan sesama peserta di wiki, di grup WA, dan/atau dengan panitia. # Hadiah utama (Juara 1–3) hanya diperuntukkan bagi [[:Kategori:Peserta WikiPandu|Peserta WikiPandu]]. Peserta umum yang berhasil meraih peringkat 1–3 hanya akan mendapatkan souvenir. Apabila peringkat 1–3 diraih oleh peserta umum, hadiah utama akan diberikan kepada Peserta WikiPandu dengan peringkat berikutnya. {{gap}} '''Peserta WikiPandu adalah peserta yang memenuhi ketiga persyaratan berikut:''' </br> {{gap}} 📚 Terdaftar dalam halaman acara [[:meta:event:WikiPandu|WikiPandu]]; </br> {{gap}} 📚 Tercantum dalam daftar [[:Kategori:Peserta WikiPandu|Peserta WikiPandu]]; </br> {{gap}} 📚 Telah mengisi [http://wmid.info/evaluasi-WikiPandu formulir evaluasi kegiatan.] </div> </div> == Tantangan Ujibaca == # Menyelaraskan teks sejumlah buku yang telah ditentukan. Peserta wajib menyamakan teks yang dihasilkan oleh komputer (dalam gambar sebelah kiri) dengan teks asli (dalam gambar sebelah kanan). # Poin hanya diberikan terhadap kegiatan ujibaca, validasi bukan merupakan bagian yang mendapatkan poin pada tantangan ini. # Buka halaman indeks buku di '''[[Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas|halaman ini]]'''. Klik halaman indeks buku yang akan diuji-baca. #* Nomor halaman yang berwarna <font style="background:red; color:white; padding:5px;">merah</font> menandakan bahwa teks dalam halaman tersebut '''sudah ditandai oleh peserta lain'''. Hindari nomor halaman berwarna ini kecuali ditandai oleh diri sendiri. #* Nomor halaman yang berwarna <font style="background:yellow; padding:5px;>kuning</font> menandakan bahwa teks dalam halaman tersebut telah [[#Status halaman|diuji-baca]]. Peserta silakan melakukan [[#Status halaman|validasi]] pada halaman-halaman seperti ini, tetapi poin pada Tantangan WikiPandu hanya untuk ujibaca. # Setorkan hasil ujibaca melalui [https://fountain.toolforge.org/editathons/wp-ujibaca Fountain, klik di sini.] # Panduan mengujibaca di Wikisource/Wikisumber, silakan baca [https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Salindia_WikiPandu_-_Cara_Mengujibaca_dan_Memvalidasi_halaman_di_Wikisource.pdf Salindia WikiPandu sesi 2] ==== Status halaman ==== Jalur validasi [[:id:Bantuan:Uji-baca|pengujibacaan]] meliputi lima tingkat: <center> {| |- |colspan = 2, align=center| ↗ <span style="background:lightgrey; padding:5px;">Tanpa naskah</span> | |- |<span style="color:#C00000">''halaman kosong'' </span> |→ <span style="background:red; color:white; padding:5px;">Belum diuji-baca</span> |→ <span style="background:yellow; padding:5px;">Telah diuji-baca</span> |→ <span style="background:green; color:white; padding:5px;">Telah divalidasi</span> |- | align=right | ↘ → |colspan = 2, align=center| ↘ <span style="background:purple; color:white; padding:5px;">Bermasalah</span> ↗ |} </center> Tiga yang pertama merupakan status normal: *<span style="background:red; color:white; padding:5px;">Belum diuji baca</span> merupakan status standar. *# Ketika Anda menyunting sebuah halaman baru, maka status baku (''default'') ketika Anda menyimpan halaman adalah "Belum diuji-baca" (merah). *<span style="background:yellow; padding:5px;">Telah diuji baca</span> berarti telah diuji-baca oleh satu kontributor. *# Jika Anda sudah menguji baca halaman tersebut dengan memperhatikan tampilannya supaya tidak berantakan, Anda dapat menyimpannya dengan status "Telah diuji-baca" (kuning). *# Uji baca yang dinilai: Tampilan secara keseluruhan sudah rapi, penggunaan templat sesuai, baris-baris puisi diapit dengan kode HTML "'''poem'''", penggunaan tabel di mana perlu, penggunaan poin-poin penomoran (''numbered list'') maupun tidak bernomor (''bullet list''), kata yang terpotong dengan tanda hubung ke baris berikutnya disatukan kembali. *<span style="background:green; color:white; padding:5px;">Tervalidasi</span> berarti telah diuji-baca oleh dua kontributor. Tombolnya hanya akan muncul hanya jika halaman tersebut telah diuji-baca sebelumnya oleh kontributor lain. *# Tantangan WikiPandu tidak memberikan poin terhadap validasi namun tidak ada larangan bagi peserta untuk melakukan validasi. *# Jika seorang peserta (A) sudah menguji-baca, maka peserta lain (B) bisa meningkatkan statusnya menjadi "Tervalidasi" (hijau), dengan syarat halaman tersebut sudah tidak ada kesalahan lain dari segi tampilan maupun kata-katanya. *# '''Paragraf yang menjorok ke dalam''': atau (''hanging indent''): Dalam kompetisi ini, penguji-baca tidak perlu memasukkan templat {{tl|Hii}} (untuk menjorokkan paragraf). Sebagai tambahan, *<span style="background:lightgrey; padding:5px;">Tanpa teks</span> adalah untuk halaman kosong, atau halaman lain yang tidak memerlukan uji-baca ganda. *# Peserta dianjurkan melompati halaman kosong atau simpan dengan status abu-abu. *# Halaman-halaman kosong dengan cap atau penanda dari perpustakaan (mis. kartu peminjaman buku) atau tanda-tanda lainnya yang tidak memiliki kepentingan tinggi (mis. coret-coretan tidak jelas), dapat dianggap sebagai halaman kosong. *<span style="background:purple; color:white; padding:5px;">Bermasalah</span> menandakan adanya suatu masalah, misalnya ada karakter yang tidak bisa diketik, ada gambar, sumber gambar blur/tidak jelas, terpotong, atau rusak, dll.. *# Peserta dianjurkan melompati halaman rusak atau bermasalah, atau simpan dengan status bermasalah. Panitia akan memeriksa halaman tersebut dan mengupayakan untuk memperbaikinya. Anda akan menemukan tombol terkait untuk menandakan apa yang telah Anda lakukan di bawah kotak suntingan seperti berikut ini jika ada peserta yang telah mengujibaca suatu halaman: [[File:Wikisource page proofread buttons.png|Lima Tombol]] atau seperti ini jika hanya Anda yang menguji baca suatu halaman dan harus divalidasi oleh peserta lain: [[File:Wikisource page not proofread buttons.png|Empat tombol]] ====Peraturan tantangan terkait status halaman==== # Peserta hanya diperbolehkan menyimpan halaman dari status apa pun selain hijau ke kuning, dan dari kuning ke merah. Peserta '''dilarang''' menurunkan status hijau dan kuning ke status apa pun di bawahnya. # Peserta hanya diperbolehkan mengerjakan satu halaman per waktu. Halaman yang belum selesai dikerjakan boleh disimpan dengan status "Belum diuji baca" (merah). Peserta memiliki waktu untuk mengerjakan halaman tersebut hingga berstatus "Telah teruji baca" (kuning) hingga kompetisi berakhir, tetapi sebelum halaman merah tersebut diuji baca, peserta tidak diperkenankan mengerjakan halaman lain.<br />a. Peserta lain diharap untuk tidak menyunting halaman merah yang sedang dikerjakan oleh orang lain.<br />b. Apabila Anda berubah pikiran dan ingin meninggalkan halaman yang Anda kerjakan, silakan mengganti statusnya dengan warna ungu (Bermasalah), dan <u>tinggalkan komentar: "Saya tidak mengerjakan halaman ini lagi"</u> # Peserta boleh sewaktu-waktu menyunting halaman yang sedang dikerjakan, baik yang masih berstatus merah, kuning, maupun yang sudah berstatus hijau. Peserta lain hanya boleh menyunting halaman berstatus kuning yang bukan hasil uji bacanya (dikerjakan oleh peserta yang berbeda).<br />a. Apabila seorang peserta menyimpan halaman dengan status kuning, dan peserta lain "menghijaukannya", peserta pertama boleh menyunting halaman tersebut. Namun, ia tidak boleh menurunkan status halamannya (hanya panitia yang berhak menurunkan status halaman).<br />b. Peserta pertama (yang menguningkan) akan mendapatkan '''+1''', sementara peserta kedua (yang menghijaukan) tidak mendapatkan poin. Silakan menguji baca halaman selanjutnya. # Setiap peserta hanya diperbolehkan memiliki '''maksimal 2 (dua) halaman yang akan dikerjakan dengan memberi tanda status merah selama satu (1) hari'''. Jika peserta tersebut memberi tanda merah lebih dari dua halaman dan membiarkannya lebih dari sehari, peserta lain boleh mengambil alih dan mengerjakan uji baca pada halaman yang ditandai tersebut. ====Penghitungan Poin==== Penghitungan kontribusi akan menggunakan perkakas khusus bernama Fountain. Pelajari sistemnya di bawah. Komponen yang akan dimasukkan ke dalam sistem skoring adalah poin uji baca halaman yang dikerjakan. {| class="wikitable" style="margin: auto; width: 60%;" |+ Sistem skoring Tantangan WikiPandu: Ujibaca ! Legenda ! Tindakan yang dilakukan ! Poin |- | [[File:Wikisource proofread yellow.svg|20px]] | Dari status apa pun menjadi telah diuji baca sesuai ketentuan | 1 poin |- | [[File:Wikisource proofread green circle.svg|20px]] | Dari telah diuji baca menjadi telah divalidasi | 0 poin |- | [[File:Wikisource proofread green revert.svg|20px]] | Jika status halaman yang telah divalidasi dicabut | 0 poin |- | [[File:Wikisource proofread yellow revert.svg|20px]] | Jika status halaman yang telah diuji baca dicabut | -1 poin |- | [[File:Wikisource proofread violate circle.svg|20px]] | Halaman bermasalah | 0 poin |- | [[File:Wikisource proofread grey circle.svg|20px]] | Halaman tanpa teks | 0 poin |- | [[File:Wikisource proofread red circle.svg|20px]] | Halaman belum diuji baca | — |} Panitia akan menilai status uji baca yang sesuai ketentuan, apabila tidak sesuai ketentuan maka poin di Fountain menjadi 0. Tidak ada perbaikan setelah peserta menginput laman uji baca di Fountain. === Hadiah === {| class="wikitable" style="margin: auto; width: 50%;" |+ Hadiah utama akan diberikan kepada 3 pemenang ! style="text-align: center; font-weight:bold;" | Juara ! style="text-align: center; font-weight:bold;" | Hadiah |- ! style="text-align: center; | I | '''Voucer ShopeePay Rp500.000''' + Souvenir ekslusif WikiPandu |- ! style="text-align: center; | II | '''Voucer ShopeePay Rp300.000''' + Souvenir ekslusif WikiPandu |- ! style="text-align: center; | III | '''Voucer ShopeePay Rp200.000''' + Souvenir ekslusif WikiPandu |- | colspan="2" style="text-align: center; | Selain pemenang, 4 peserta dengan poin tertinggi akan mendapatkan suvenir ekslusif WikiPandu. |} == Tantangan Transklusi == # Peserta mentransklusikan halaman buku yang telah diujibaca ke ruang nama utama, sehingga halaman tersebut layak dibaca secara daring. # Poin hanya diberikan terhadap hasil transklusi yang sesuai dengan ketentuan. # Buka halaman indeks buku di '''[[Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas|halaman ini]]'''. Klik halaman indeks buku yang akan ditransklusi. # Pastikan halaman transklusi yang dibuat belum pernah dibuat sebelumnya untuk menghindari halaman ganda. # Setorkan halaman transklusi yang telah dibuat melalui Fountain, klik di sini. # Panduan mentransklusi di Wikisource/Wikisumber, silakan baca [https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Salindia_WikiPandu_-_Cara_Tranklusi_di_Wikisource.pdf Salindia WikiPandu sesi 3] ==== Penghitungan Poin ==== {|class="wikitable" style="margin: auto; width: 60%;" |+ Sistem skoring Tantangan WikiPandu: Transklusi ! Penilaian ! Poin |- | xxx | {{c|+2}} |- | xxx | {{c|+1}} |- | xxx | {{c|+0}} |- | xxx | {{c|+0}} |- | xxx | {{c|+0}} |} === Hadiah === {| class="wikitable" style="margin: auto; width: 50%;" |+ Hadiah utama akan diberikan kepada 3 pemenang ! style="text-align: center; font-weight:bold;" | Juara ! style="text-align: center; font-weight:bold;" | Hadiah |- ! style="text-align: center; | I | '''Voucer ShopeePay Rp1.000.000''' + Souvenir ekslusif WikiPandu |- ! style="text-align: center; | II | '''Voucer ShopeePay Rp600.000''' + Souvenir ekslusif WikiPandu |- ! style="text-align: center; | III | '''Voucer ShopeePay Rp400.000''' + Souvenir ekslusif WikiPandu |- | colspan="2" style="text-align: center; | Selain pemenang, 4 peserta dengan poin tertinggi mendapatkan suvenir ekslusif WikiPandu. |} 14z94jecaefnw49ynexzngql9izx262 Halaman:080 Loda.djvu/20 104 111172 310139 309482 2026-08-10T03:51:14Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 310139 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="96">the pleiades : pariama<br> # the moisture <of the dew> : gāgini<br> # anchorage: lolēoto<br> # (cape)<br> # "they who plant a garden" (not a spearate class of people; everyone does it)<br> # a span = tanga<br>lower arm = àsita <asita?><br>a fathom = mongo<br>10 fathoms = taranu<br> # for dry substances : 1 bowl ¼ tjupak = udomo<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}1 tjupak = kulà<br>for fluids: 1 bottle = bòtōli<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}10 bottles = pělésoku<br> # see the sketch in the Galela list <list 79, note 138><br>canoe <dug-out> : deru-deru ma ròèsé<br>without outriggers : dadé or bolòtu<br>"national" canoe, smaller or larger : pakatā<br>the keel = ma rōese; planks extending the keel for and aft : ma pakatā<br>the outriggers : ma diaduku; the outrigger floats : ma samana<br>the built-up decorated prow and stern (here more pointed <than in Galela>) : kaluku<br>the knee-timbers at the extremities of the outriggers : ma séké<br>the cross-sticks to which the knee-timbers are fastened : ma bobènga<br>the planks = ma iwànga<br>the wooden blocks see the Galela list, note 138 = ma mamaru<br>the cross-beams = mangalo<br> # is steered by means of an oar<br> # not used with these canoes<br> # these canoes are not rowed<br> # (also 'thick' of round objects)<noinclude></noinclude> at3lrngeuvxplh976erayozhegjvhl3 Halaman:080 Loda.djvu/18 104 111174 310284 309484 2026-08-10T05:41:45Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 310284 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="60">(the yield = dalamnja) # (the rice is put in small holes in the ground) # (to plant rice (with a digging stick) = tūaka) # factually dja ò'u # when they climb up to them: dola<br>when they put them off: ūtuku<br>when they knock them off: sàkara # strictly speaking: kahitèla i gogòta # kinds of beans : green : tamèlo<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}brown : puwoko<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}yellow: jaba # (has little or no bulb) # watermelon : samaka<br>red labu : sàmbiki<br>white labu : kòko # colacasia species = ubi, dilago widelé, o siāu # (species?) # ritja kokèné, ritja namora ma bêbêlěké, ritja ugè, gò'ma ritja # is not found here (lotari) # (in the Loda region one soaks bitter roots in it causing the palm wine to be only <slightly> intoxicating) # (boiled sap of sugarcane) # the staple food (this is sago country) # different kinds : bokumu, tānono-ngaura séwèsé-oro-oro gagārisi-ngòma boló; general term manārama # (many different kinds) # tonga-djawa-gatauru-galau<br>gilāu-tětéwanga-tabadiko # blossom: bunga # takiü, wari-dòku-djèla-djèla, etc. # "it's child"<noinclude></noinclude> m7hltp59unhhif2vx53jcg6f7pbp4bx Halaman:20 Mei Pelopor 17 Agustus.pdf/3 104 111208 309794 309625 2026-08-09T13:25:19Z Aldiperkasa 25632 309794 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>''<big><big><big>Pengantar:</big></big></big>'' <center> <big><big>BUKAN KARENA AJAM DJANTAN BERKOKOK<br>MAKA MATAHARI TERBIT.<br>TAPI, SEBALIKNJA.</big></big> </center> {{dropinitial|''B''}}<big>UKAN karena proklamasi 17 Agustus 1945, maka bangsa Indonesia bangkit. Sebaliknja, Proklamasi 17 Agustus 1945, adalah wudjud jang lebih njata dari pada kebangkitan bangsa Indonesia.</big> Wudjud jang lebih njata itu kita pertahankan, adalah karena kita tak mau kehilangan tempat berdjeadjak. Tak mau kehilangan batu lontjatan menudju rakjat, bangsa, negara dan dunia bahagia. Akan tetapi, tak benarlah kiranja, kalau setelah berada diatas batu lontjatan ini, kita lupa akan kenjataan bahwa batu itu terletak diatas tanah dasar. Tanah dasar itulah jang kita sebut Kebangkitan bangsa Indonesia. Bergerak menentang pendjadjahan, menjiapkan revolusi nasional. Mendatangkan, mematangkan bahan-bahan negeri merdeka. Dengan istilah lain, bergerak, menjiapkan revolusi nasional. Mendatangkan, mematangkan situasi Revolusioner. Karena itu maka lepas daripada Tudjuan jang tertentu, hari 20 Mei, hari kebangkitan bangsa Indonesia, adalah suatu tiang djarak, suatu mijlpaal daripada perdjalanan sedjarah.<noinclude>{{rh|||3|}}</noinclude> 6wp8deo9dcaenz69qr5pgneen3nrog3 309795 309794 2026-08-09T13:25:51Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 309795 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>''<big><big><big>Pengantar:</big></big></big>'' <center> <big><big>BUKAN KARENA AJAM DJANTAN BERKOKOK<br>MAKA MATAHARI TERBIT.<br>TAPI, SEBALIKNJA.</big></big> </center> {{dropinitial|''B''}}<big>UKAN karena proklamasi 17 Agustus 1945, maka bangsa Indonesia bangkit. Sebaliknja, Proklamasi 17 Agustus 1945, adalah wudjud jang lebih njata dari pada kebangkitan bangsa Indonesia.</big> Wudjud jang lebih njata itu kita pertahankan, adalah karena kita tak mau kehilangan tempat berdjeadjak. Tak mau kehilangan batu lontjatan menudju rakjat, bangsa, negara dan dunia bahagia. Akan tetapi, tak benarlah kiranja, kalau setelah berada diatas batu lontjatan ini, kita lupa akan kenjataan bahwa batu itu terletak diatas tanah dasar. Tanah dasar itulah jang kita sebut Kebangkitan bangsa Indonesia. Bergerak menentang pendjadjahan, menjiapkan revolusi nasional. Mendatangkan, mematangkan bahan-bahan negeri merdeka. Dengan istilah lain, bergerak, menjiapkan revolusi nasional. Mendatangkan, mematangkan situasi Revolusioner. Karena itu maka lepas daripada Tudjuan jang tertentu, hari 20 Mei, hari kebangkitan bangsa Indonesia, adalah suatu tiang djarak, suatu mijlpaal daripada perdjalanan sedjarah.<noinclude>{{rh|||3|}}</noinclude> f3tvgrn01lk6i5ttkvurp7hgzmwg7of Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas 1728 111286 309804 309780 2026-08-09T20:20:46Z Quraeni 22485 menambahkan berkas 309804 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Logo WikiPandu.svg|150px|center|frameless]] {| class="wikitable" style="width:100%; text-align:center; background:#006699; font-size:150%; font-weight:bold; color:white;" |- | Tantangan WikiPandu |} {| border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center" |- style="white-space: nowrap; font-size: 150%; font-family:Monospace, sans-serif;" | style="{{#ifeq: {{FULLPAGENAME}} | Acara:Tantangan WikiPandu | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; text-align: center; padding: 1em 0em; }}" | [[Image:Home Icon by Lakas.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu| Beranda]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Checklist Noun project 5166.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan|<span style="color: #0645ad;">Ketentuan</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Documents icon - noun project 5020.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas|<span style="color: #0645ad;">Buku</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil| | border-bottom: 8px #f2b9df solid;}}" | [[Image:SVG Trophy Star.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil|<span style="color: #0645ad;">Hasil</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | |} __NOTOC__ {{ambox | type = notice | image = [[File:Noto Emoji Pie 1f4e2.svg|40px]] | text = Panitia menyediakan buku-buku untuk diuji-baca dan ditransklusi. Selain yang tercantum di bawah, kontribusi Anda tidak akan dicatat sebagai bagian dari kontribusi Tantangan WikiPandu. Panitia akan menambah jumlah buku jika diperlukan. }} == Berkas untuk Diujibaca == Penghitungan kontribusi menggunakan perkakas khusus. Halaman yang telah diujibaca disetorkan melalui [https://fountain.toolforge.org/editathons/wikipandu-ujibaca Fountain di sini.] {| class="wikitable" {{ts|wa}} ! style="text-align: center;" |No ! style="text-align: center;" |Halaman depan ! style="text-align: center;" |Judul buku ! style="text-align: center;" |Halaman indeks ! style="text-align: center;" |Catatan khusus |- |1. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf|100px]] | [[Anna Karenine 1]] | [[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf]] | |- |2. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf|100px]] | [[Anna Karenine 2]] | [[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf]] | |- |3. | style="text-align: center;" | [[Berkas:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf|100px]] | [[Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia (Civics)]] | [[Indeks:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf]] | |- |4. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf|100px]] | [[Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan]] | [[Indeks:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf]] | |- |5. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf|100px]] | [[Perkembangan Situasi Politik di Indonesia Proloog dan Epiloog Gestapu PKI]] | [[Indeks:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf]] | |- |6. | style="text-align: center;" | [[Berkas:San min chu i.pdf|100px]] | [[San Min Chu I]] | [[Indeks:San min chu i.pdf]] | |- |7. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf|100px]] | [[Menudju Republik Indonesia]] | [[Indeks:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf]] | |- |8. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Sair rempah rempah.pdf|100px]] | [[Sair rempah rempah]] | [[Indeks:Sair rempah rempah.pdf]] | |- |} == Halaman untuk Ditransklusi == Penghitungan kontribusi menggunakan perkakas khusus. Halaman yang telah ditransklusi disetorkan melalui Fountain di sini. {| class="wikitable" {{ts|wa}} ! style="text-align: center;" |No ! style="text-align: center;" |Judul ! style="text-align: center;" |Halaman indeks ! style="text-align: center;" |Halaman Transklusi (Utama) ! style="text-align: center;" |Catatan khusus |- |1. | | | | |- |2. | | | |- |} fhsmq6hstavldr3oh5a7sugg8o1np4i 310082 309804 2026-08-10T03:15:37Z Quraeni 22485 /* Berkas untuk Diujibaca */ revisi pranala fountain 310082 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Logo WikiPandu.svg|150px|center|frameless]] {| class="wikitable" style="width:100%; text-align:center; background:#006699; font-size:150%; font-weight:bold; color:white;" |- | Tantangan WikiPandu |} {| border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center" |- style="white-space: nowrap; font-size: 150%; font-family:Monospace, sans-serif;" | style="{{#ifeq: {{FULLPAGENAME}} | Acara:Tantangan WikiPandu | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; text-align: center; padding: 1em 0em; }}" | [[Image:Home Icon by Lakas.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu| Beranda]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Checklist Noun project 5166.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan|<span style="color: #0645ad;">Ketentuan</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Documents icon - noun project 5020.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas|<span style="color: #0645ad;">Buku</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil| | border-bottom: 8px #f2b9df solid;}}" | [[Image:SVG Trophy Star.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil|<span style="color: #0645ad;">Hasil</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | |} __NOTOC__ {{ambox | type = notice | image = [[File:Noto Emoji Pie 1f4e2.svg|40px]] | text = Panitia menyediakan buku-buku untuk diuji-baca dan ditransklusi. Selain yang tercantum di bawah, kontribusi Anda tidak akan dicatat sebagai bagian dari kontribusi Tantangan WikiPandu. Panitia akan menambah jumlah buku jika diperlukan. }} == Berkas untuk Diujibaca == Penghitungan kontribusi menggunakan perkakas khusus. Halaman yang telah diujibaca disetorkan melalui [https://fountain.toolforge.org/editathons/wp-ujibaca Fountain di sini.] {| class="wikitable" {{ts|wa}} ! style="text-align: center;" |No ! style="text-align: center;" |Halaman depan ! style="text-align: center;" |Judul buku ! style="text-align: center;" |Halaman indeks ! style="text-align: center;" |Catatan khusus |- |1. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf|100px]] | [[Anna Karenine 1]] | [[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf]] | |- |2. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf|100px]] | [[Anna Karenine 2]] | [[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf]] | |- |3. | style="text-align: center;" | [[Berkas:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf|100px]] | [[Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia (Civics)]] | [[Indeks:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf]] | |- |4. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf|100px]] | [[Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan]] | [[Indeks:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf]] | |- |5. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf|100px]] | [[Perkembangan Situasi Politik di Indonesia Proloog dan Epiloog Gestapu PKI]] | [[Indeks:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf]] | |- |6. | style="text-align: center;" | [[Berkas:San min chu i.pdf|100px]] | [[San Min Chu I]] | [[Indeks:San min chu i.pdf]] | |- |7. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf|100px]] | [[Menudju Republik Indonesia]] | [[Indeks:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf]] | |- |8. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Sair rempah rempah.pdf|100px]] | [[Sair rempah rempah]] | [[Indeks:Sair rempah rempah.pdf]] | |- |} == Halaman untuk Ditransklusi == Penghitungan kontribusi menggunakan perkakas khusus. Halaman yang telah ditransklusi disetorkan melalui Fountain di sini. {| class="wikitable" {{ts|wa}} ! style="text-align: center;" |No ! style="text-align: center;" |Judul ! style="text-align: center;" |Halaman indeks ! style="text-align: center;" |Halaman Transklusi (Utama) ! style="text-align: center;" |Catatan khusus |- |1. | | | | |- |2. | | | |- |} p2sknlqz05asoi6lowsli318ujl4cds Halaman:Sair rempah rempah.pdf/7 104 111290 309805 2026-08-09T21:46:14Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309805 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Kartodikromo, Marco Sair rempah-rempah (Photocopy)<noinclude></noinclude> o9pyxtw89vzvb4nd16phmyadget1oz2 310577 309805 2026-08-10T10:37:37Z Ibrohim tijani 26379 310577 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||Kartodikromo, Marco}} {{rh||Sair rempah-rempah}} (Photocopy)<noinclude></noinclude> he6v1z6lkctrqkv355ju0cj8nur1lf1 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/10 104 111291 309806 2026-08-09T21:49:12Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309806 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>SAMA RASA dan SAMA RATA. Sair inilah dari pendjara, Waktoe kami biroe dihcekocтnja, Di-Weltevreden tempat tinggalnja, Doea belas boelan poenja lama. Ini bockan sair Indie Weerbaar, Sair mana jang bisa mengantar, Dalam hoei jang tidak sebentar, Membikin hatinja orang gentar.. Kami bersair bockan kronjongan, Seperti si orang pelantjongan, Mondar mandir kebingoengan, Jaitoe: pemocda Semarangan. Docloe kita socka krontjongan,. Tetapi sekarang socka terbangan Dalam S.. Semarang jang aman, Fergerak keras eheng-cbengan. ini sair nama ; „ Sama rasa” Dan Sara rata" ituelah njata, Tapi bockan sair bangsanja Jang menghela kami dipendjara Didalam pendjara tidak enak, Tertjere dengan Istri dan anak, Koempoel maling dan perampok banjak, Seperti bangsanja si pengampak. Tapi dia djcega bangsa orang Seperti mancesia jang memegang Kocasa dan harta benda orang, Dengan berlakce jang tidak terang. Ada perampok aloes dan kasar, Djoega perampok ketji dan besar. Bertopeng beschaving dan terpeladjar : Ada jang merampok dengan nasar. Dia itoclak sama perampoknja , Minta orang dengan lakoe paksa, Tidak mengingat kebangsaannja, Bangsa manoesia didoenia.<noinclude></noinclude> khtoalcjwlupywdzj6e0notaazjsrx4 310579 309806 2026-08-10T10:40:28Z Ibrohim tijani 26379 310579 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||SAMA RASA dan SAMA RATA.}} {{rh||_.._}} ''Sair inilah dari pendjara, Waktoe kami biroe dihcekocтnja, Di-Weltevreden tempat tinggalnja, Doea belas boelan poenja lama.'' Ini bockan sair Indie Weerbaar, Sair mana jang bisa mengantar, Dalam hoei jang tidak sebentar, Membikin hatinja orang gentar.. Kami bersair bockan kronjongan, Seperti si orang pelantjongan, Mondar mandir kebingoengan, Jaitoe: pemocda Semarangan. Docloe kita socka krontjongan,. Tetapi sekarang socka terbangan Dalam S.. Semarang jang aman, Fergerak keras eheng-cbengan. ini sair nama ; „ Sama rasa” Dan Sara rata" ituelah njata, Tapi bockan sair bangsanja Jang menghela kami dipendjara Didalam pendjara tidak enak, Tertjere dengan Istri dan anak, Koempoel maling dan perampok banjak, Seperti bangsanja si pengampak. Tapi dia djcega bangsa orang Seperti mancesia jang memegang Kocasa dan harta benda orang, Dengan berlakce jang tidak terang.'' Ada perampok aloes dan kasar, Djoega perampok ketji dan besar. Bertopeng beschaving dan terpeladjar : Ada jang merampok dengan nasar. Dia itoclak sama perampoknja , Minta orang dengan lakoe paksa, Tidak mengingat kebangsaannja, Bangsa manoesia didoenia.<noinclude></noinclude> mbxs3x1zw27jvhlygncympqp85t2svc Halaman:Sair rempah rempah.pdf/1 104 111292 309807 2026-08-09T21:55:39Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309807 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>ASIA WA SON PL 5089 K1857 S2 1918a<noinclude></noinclude> fwyu366nb9rks6he8vg42i66by3gvrk Halaman:Sair rempah rempah.pdf/2 104 111293 309808 2026-08-09T21:56:15Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309808 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>CORNELL UNIVERSITY LIBRARIES ITHACA, N. Y. 14853 John M. Echols Collection on Southeast Asia JOHN M. OLIN LIBRARY<noinclude></noinclude> 8lsaz9zdk7rn9ihw82kjxlrelqecc43 310575 309808 2026-08-10T10:36:15Z Ibrohim tijani 26379 310575 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||CORNELL UNIVERSITY}} {{rh||LIBRARIES}} {{rh||ITHACA, N. Y. 14853}} {{rh||John M. Echols}} {{rh||Collection on Southeast Asia}} {{rh||JOHN M. OLIN LIBRARY}}<noinclude></noinclude> gfsso0c1socmbu9hnutnn13zsscgydi Halaman:Sair rempah rempah.pdf/3 104 111294 309809 2026-08-09T21:58:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309809 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>OUIN FIRDADY DATE DUEON Due Back Upon Recall or Leaving The University Interfibrant Loan Interlibrary Loan Interbrary Loan University Library Sair rempah -rempah / 3 1924 011 030 735<noinclude></noinclude> 9chp4wt1reueu3su6aeawe9hpv9tdsk Halaman:Sair rempah rempah.pdf/4 104 111295 309810 2026-08-09T21:58:25Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309810 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7jta6iv9ag2arsifdiauwzc658j9oci Halaman:Sair rempah rempah.pdf/5 104 111296 309811 2026-08-09T21:58:35Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309811 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7jta6iv9ag2arsifdiauwzc658j9oci Halaman:Sair rempah rempah.pdf/6 104 111297 309812 2026-08-09T21:58:47Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309812 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7jta6iv9ag2arsifdiauwzc658j9oci Halaman:Sair rempah rempah.pdf/8 104 111298 309813 2026-08-09T21:59:33Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309813 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Waso PL 5089 K1859 Sa 17180 dekols 108<noinclude></noinclude> glvu2mkh3dtn13vulf7ac4bzrmjtucr 309814 309813 2026-08-09T22:00:13Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309814 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Waso PL 5089 K1859 S2 17180 dekols 108<noinclude></noinclude> 7qcn7rmj2wxsxfv9kwo3hm4cc91l8la Halaman:Sair rempah rempah.pdf/9 104 111299 309815 2026-08-09T22:00:52Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309815 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>と 二度目 の 月 後 ( 1917 ) -19189-914x12 SinalHinds 参加 しえ まもなく 発表 ― シ 443 この詩は 単獄 から われら が刑 に 処 られ に ところは ヴェルトフレミン た 。 の 刑期 これは インド 防衛 では いずこ に 詩 を 送る べきょ ・ しばし ならぬ 獄 に 人の心 を 揺さぶる に R.UNIV. BIBLIOTHEEK LEIDEN われら は、クロンチョン の詩 にあらず 旅人 の ごとく あわてふためき 神住居 これをすなわち マラン かってわれら は クロン チョンミ する しかし 今では 飛 平和 なる スマラン S に 激しく エベン の 踊り を 足 : この詩 の 名は ..Etz Sama,rata , the しかし 民族 の では な われら を祈る 民 宇宙 に ある は 楽します 妻 と子とひきさか れ 姿 多く の こそどろ おお なた か に 異様 か と 唇 を もつ 数 のご め 明らかならこず 強気 に は 品 のむ また 大小 あり 文明 と 教念 オマスク を ちふむ タカ を もっ て<noinclude></noinclude> t9g87aqhpbrfehs9k52jf4j7vlezf31 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/11 104 111300 309816 2026-08-09T22:03:25Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309816 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />2</noinclude>Hal ini baik kami koentjikan, Lain hal jang kami bit'arakan, Perkara jang mesti difahamkan, Dan achirnja kita melakoekan. Banjak orang jang mengatahoei, Doea kali kami kena dōeri Artike! wetboek jang menakocti, Djoega panasnja scperti api. Kakik kami soeda sama lockak Kena doeri iang koeintjak- intjak, Djoega palang - palang jang koedoepak Sordah ada sedikit terboekak. Haraplah socdarakoe ! di tendang Semcea baring jarg malang - malang, Soepaja kita berdjalin senang Ketempat kita jang amat terang. Bocat sebentar kami berhenti Didjalan perempat tempat kami, Merasakan ketjapaian diri Sambil melihati djalan ini. Djangan takoet kami poetoes hasa, Merasakan kotoran doenia, Seperti anak jang beloem oesia, Dan beloen bangoen dari tidoernja. Kami sampe didjalan perempat, Kami berdjalan terlaloe tjepat, Temen kita jang berdjalan lambat Ketinggalan misih djaoeh amat. Kami berniat berdjalan teroes, Tetapi kami terasa aoes. Ad : poen pengharapan ta' poetoes, Kalock perice boleh sampe mampces. Djalan jang koetoedjoe amat panas , Banjak doeri poen anginnja keras, Tali -tali mesti kami tatas, Palang-palang djoega kami papas. Soepaja djalannja SAMA PATA, Jang berdjalan poen SAMA meRASA Enak dan senang bersama- sama, ja'toe : ",Sama rasa, sama rata.”<noinclude></noinclude> 5j27hp2yqx7n9eliquamltjqdl5mlhv Halaman:Sair rempah rempah.pdf/12 104 111301 309817 2026-08-09T22:06:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309817 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />3</noinclude> Baik kami toenggoe temen kita Jang misih ada diblakang sana, Soepaja dia bisa bekerdja Dengan kami dan bisa sampoerna. Kami taoe ada banjak orang Lebin socka berdjaian jang gampans Selatan dan Oetara jang lapang, Kerna ini tempat ada terang Itoe tjahja boekan sesoenggoehnja, Seperti jang djadi maksoed kita, Tetapi itoe tjahjanja katja Jang bisa membikin kaboer mata. ini waktoelah merasa senang, Sehab dia dapat dia an terang, Tetapi hari jang dibelakang, Bahaja hina datang menjerang. Dia orang jang djalan kembali, Kerna tidak brani melaloci Djalan jang soesah d'n banjak doeri. Toeroennja selaloe djadi kocli . Orang-orang jang berdjalan teroes, Dia tentoe dapat tempat bagoes, Asal sadja berhati jang locroes, Brani soesah sampe leher petoe Didoenia itoe sama rasa, Soesah, pajah itoe tidak ada, Asal bisa bikin sama rata, Dialah sesoenggochnja manoesia . Ampir loepa jang koebitjarakan, Ijalan prapatan jang koetccliskan Kami brenti soedah kocoetjapkan, Teman-teman, kami menantikan Soedarakoe djangan ketil hati, Tidak nanti kami akan jari, Dari tempat kita jang sedjati, Jaitoe : tempat jang amat soetji. Kini djalan ada roepa empat, Jang doea ditoclis : „ djilat - djilat Jung satoe ditoelis : ,,amat lambat", Lainnya ditoclis : „ sama rapat",<noinclude></noinclude> 006coekifcrnxflxp2n07pln9r13jm7 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/13 104 111302 309818 2026-08-09T22:08:48Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309818 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />4</noinclude>Empat djalan itoe kami bisa Memilih mana kami jang soeka, Poen dia terboeka boeat kita, Siapa soeka melaloeinja. Kami memilih djalan jang terocs, Tidak bengkok, tapi amat loeroes. dengan hoeroe jang bagoes Sama rapat," dan papannja aloes. Soedara S. 1. inilah pedang Boeat memoetocs jang malang-malang, Ini pedang boeatan di -Djipang, ang membikin Ario Penangsang. Ini pedang namanja : „ berani" , Siapa jang pake besar hati, Maski jang memake sampe mati, Tidak akan mengoendoerkan diri. Ini pedang dari besi koening, Kamioe haroes jang bersih dan henning Socpaja hatimoe tidak miring, Mengadepi kita poenja tanding. Djangan berperang seperti boeto, Tjoema bisa memboeka soeworo, Soeka oeang tidak brani loro, Itoe bcekan adatnja Satrijo . Djaman doeloe Satrijo sedjati, 1a' takoct masek didalam api, Terdjoem dilanet poen didjalani, Boeat mengedjar maksoednja hati. Pertjajalah soeda ra- soedara, Menoedjoe kearah Timoer sadja; Disitoe betoel tempatnja tjahja, Jang bisa menerangi doenia. Matahari kita menamai, Jang menerangi di ini boemi, Siang bertjahja, malam sembi enji, Terang dan gelap soedah terdjadi. Kaloek soedara menoedjoe djalan Jang ke Oetara dan Selatan , Tentce kamoe bakal kedinginan, Tidoer poelas ta' ada ingatan .<noinclude></noinclude> q7t5ythbhw1klj71xu8y8j7q0wacs6e Halaman:Sair rempah rempah.pdf/14 104 111303 309819 2026-08-09T22:10:46Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309819 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />5</noinclude>Itoe tempat nama Pool namanja , Laoet ijs jang ta' ada poetoesja, Kalock socdara metalocinja, Temtoe badanmoe djadi binasa. Badan kamoe tentoe djadi bekoe Seperti besi jang amat kakoe, Bekaкasnja pabriek-pabrick teboe Djadi stoomwals menindes bangsanice ! Djalan ka-Timoer bisa berpoetar Sampe Barat, kalock socdah sesar, Djadi socdara berkitar kitar, Kerana doenia ini boendar. Baik, boesoek barang didocnia, Menoeroct waktoe djoega djamannja, Seperti api dengan acrnja, Panas dan dingin itoe rasanja. Ini boekan pikiran Satrijo, Jang berperang dengan beto olo, Tapi ini hatinja Pandito, Waktoe dia di- Gocwo Baroto. Baik socdara berhati doea, Batin Pendito, lahir Satrijo, Waktoe perang berhati Satrijo, Kaloek kalah berhati Pendito. Ach ! penna kami ampir terlandjoer. Mengoesik hal- hal jang tidak djoedjoer, Baiklah kami sedikit moendoer, Hendak brenti doeloe pergi tidoer. Broeders ! Laat mij even blijven rusten ; Laat den anderen zijn rol vervullen, Ik zal wel met genoegen gaan spelen , Zoodra het derde bedrijf moet komen.<noinclude></noinclude> b6ovhgxrfwokosd57kufwys07ftp9as Halaman:Sair rempah rempah.pdf/15 104 111304 309820 2026-08-09T22:12:09Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309820 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />6</noinclude> '''BOTJAH ANGON.''' '''-0-''' Ajam berkrekcek selocroch desa, Tanda watoe pagi socdah njata, Hawa dingin poen soedah terasa , Mata hari molai bertjahja. Kerbo dikandang soedh bediri, Ekornja bergerak kian kemari, Goena mengoesir lalat didiri, Menggigit badan dengan berani. Kerbo menoenggoe pengnembalanja, Minta kaloear dari kandangnja, Peroet lapar soedah dirasanja, Minta makan roempoet satjoekoepnja. Si Podo bangoen dari tidcernja, Berdebar- debar rasa hatinja Mendengar swara semoea kerbonja, Mendoepak- doepak palang kandangnja. Dengan sigera Podo berlontjat, Seperti orang bermain silat, Memboeka palang jang misih rapat, Kerbonja keloear dengaʼn tjepat. Ma'aflah kerbokoe pada saja,“ ,,Saja baharoe inemboeka mata," „ Marilah kita bersama- sama,“ ,,Mentjari makan jang enak rasanja." .Go ! go ! gol kamoe berjalan teroes ! " Kata Podo dengan hati loeroes , Podo boenjikan tjamboek jang bagoes, Soepaja kerbonja berdjalan teroes. Dengan soesah Podo tjari djalan Jang menoedjoe titempat makanan, Banjak bahaja ada didjalan, Di tendangnja dengan kebranian. Podo berdjalan seloeroch ladang, Otan jang besar banjak binatang, Babi roesa , harimau dan kidang, Podo melibat merasa senang.<noinclude></noinclude> qanfetnivvyezmly9rjtj1dneyggqkh 309821 309820 2026-08-09T22:12:43Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309821 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />6</noinclude>'''BOTJAH ANGON.''' '''-0-''' Ajam berkrekcek selocroch desa, Tanda watoe pagi socdah njata, Hawa dingin poen soedah terasa , Mata hari molai bertjahja. Kerbo dikandang soedh bediri, Ekornja bergerak kian kemari, Goena mengoesir lalat didiri, Menggigit badan dengan berani. Kerbo menoenggoe pengnembalanja, Minta kaloear dari kandangnja, Peroet lapar soedah dirasanja, Minta makan roempoet satjoekoepnja. Si Podo bangoen dari tidcernja, Berdebar- debar rasa hatinja Mendengar swara semoea kerbonja, Mendoepak- doepak palang kandangnja. Dengan sigera Podo berlontjat, Seperti orang bermain silat, Memboeka palang jang misih rapat, Kerbonja keloear dengaʼn tjepat. Ma'aflah kerbokoe pada saja,“ ,,Saja baharoe inemboeka mata," „ Marilah kita bersama- sama,“ ,,Mentjari makan jang enak rasanja." .Go ! go ! gol kamoe berjalan teroes ! " Kata Podo dengan hati loeroes , Podo boenjikan tjamboek jang bagoes, Soepaja kerbonja berdjalan teroes. Dengan soesah Podo tjari djalan Jang menoedjoe titempat makanan, Banjak bahaja ada didjalan, Di tendangnja dengan kebranian. Podo berdjalan seloeroch ladang, Otan jang besar banjak binatang, Babi roesa , harimau dan kidang, Podo melibat merasa senang.<noinclude></noinclude> 6nlc06fd4wkd93a8zfbbt20lcclgnjk Halaman:Sair rempah rempah.pdf/16 104 111305 309822 2026-08-09T22:13:39Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309822 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />7</noinclude>Kalock kamce brani ganggoe kita," ,,Soedah tentoelah kamce binasa,“ Sebab kamoe boekan manoesia,“ ,,Tapi kamoe kotoran doenia ! “ Begitoe kata Podo dihati, Mata melirik dan melihati Binatang jang bocas amat kedji, Hendak dipoekol sampe mati. ,,Kerbo ! djangan tidak, kamoc awas !" „Disini banjak binatang boeas "!" ,,Dia itoe jang akan merampas," „ Badan kita jang sekarang lemas ! ' Kerbo mencendjockkan gocmbiranja , Mendengar socara pengoembalanja, Tandock jang tadjam ditoendjoekkannja, Bocat membinasakan moesoehnja. Mata hari soedah amat terang, Menjinarkan tjahjanja diledang, Podo memikirkan tidak senang. Kerna 10empoet toembceh amat djarang. ,,Diotan sitoe banjak roempoetnja, “ Kata Podo didalam hatinja, ,.Tetapi selaloe didjaganja," ,,Binatang jang tergendoet „peroctnja.“ ,,Itoe otan kita poenja milik," „Nenek kita jang bikin baik," ,,Kita boleh ambil dan menarik," ‚Hasilnja jang besar dan jang tjilik.“ ,,Kerbo ! mari kita masoek sitce," ,,Boeat memakan roempoet jang lemoe," ,,Tidak perloelah takoet diganggoe," ,,Sebab peroet kita amat lesce.' ,,Saja poen soedah sedia tjamboek," Goena melawan moesoeh jang ngamock," ,,Djangan loepa kamae poenja tandoek, Bocat menoesock peroet jang gemoek." ,.Tjah Angon ! djangan kamce kemari," Berkata seorang bidadari, Jang ada dipohon amat sari, .,Saja Radjanja otan disini.“<noinclude></noinclude> 6nqu7qwc3wbq243hbwucrm5j0cyzpne Halaman:Sair rempah rempah.pdf/17 104 111306 309823 2026-08-09T22:14:54Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309823 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />8</noinclude>,,Saja tidak kenal pada kamoe,“ Kata si Podo dengan bernapsoe , ,,Diotan sini bockan tempatmor ,“ ,,Pergilah lekas dari tempatkoe .“ ,,'ni otan, otan poesaka ," ,,Dari nenek jang meninggal doenia," ,,Kamoe tidak boleh bocka swara," ,,Bahwa ini otan kamoc poenja ." ,,Tempat ini soedah kita beli," ,,Dari nenekmoe jang soedah mati,“ ,,Denpan oeang dan bebrapa djandji,“ ,,Begitoelah kata bidadari." ,,Kamoe berkata bohong sekali,“ ,,Nenek mojangmoe jang soedah mati ," ,,Jang mengocwasai ini boemi,“ ,,Dengan menipoe berlakoe kedji.“ Berkata Tjah Angon dengan keras : ,,Iotanlah doeloe dirampas," ,,Oleh nenekmoc jang amat bocas," ,,Sekarang kita akan membalas.“ Bala Radja- otan jang dibawah, Menoendjoekkan gişi dengan marah, Mendengar swaranja itoe botjah, Jang amat brani dan marah-marah . Si Podo memboenjik un samhocknja, Boeat memberi tanda temannja, Soepaja koempoel, ada bahaja, Jang berniat menjerang bangsanja . Kerbo medengar tjamboek berboeni, Tandock dipasang ekor berdiri, Soedah sedia dan melihati, Siapa menjerang ditandoeki. Ajo madjcelalı kamoe sibangsat," ,,Kamoe maklock jang amat kianat,', ,,Sekarang kita soedan menek it," ,,Sebab socdah kamoe bikin mlarat." Begitoe kata kerbo jang brani, Kepada moesoehnja jang dibentji, ,,Ini waktoe kita sampe hati," ,,Sebab kamoe tidak menetepi.“ (Akan disambceng. )<noinclude></noinclude> 99jsklt5xx6vymrn7hujsh0u5qthybl Halaman:Sair rempah rempah.pdf/18 104 111307 309824 2026-08-09T22:15:46Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309824 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>'''Harga 10.20. SAIR Rempah - rempah OLEH MARCO. DJILID II ___________________________________ Druk. N. V. Sinar Djawa, Semarang. 1918.'''<noinclude></noinclude> ij530vo9ewapg6wqs7tml8790udww1m Halaman:Sair rempah rempah.pdf/19 104 111308 309825 2026-08-09T22:16:19Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309825 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>'''R.UNIV. BIBLIOTHEEK LEIDEN'''<noinclude></noinclude> nunmj24lfh60hhkabeeeja8ygg6g8it Halaman:Sair rempah rempah.pdf/20 104 111309 309826 2026-08-09T22:17:03Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309826 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />9</noinclude>་་Djandjimoe , djandji djoesta belaka," ,,Tjoema akan membikin tjelaka ," Kepada bangsa kita semoea,” Soepaja bangsamoe djadi kaja." · Sampe lara kita menoeroet," „Atoeran kamce jang tidak patoet ," Jang bisa membikin sakit peroct," Sampe bangsa kita kalang kaboet!" ,,Kerbo ! djanganlah terlaloe marah,” Kata matjan jang bermoeka merali, ,,Kita berlakoe terlaloe merah ,” Tapi kamoe bilang misih salah." Matjan kamoc betoel tidak adi!!" Kamoe membikin bangsamoe voordeel !" Bangsa kerbo kamoe bikin nadeel !" ,,ltoe atoeran jang kamoe ambil !“ Kata Podo melotot matanja , Djari menoendjoek aer- moekanja, Dan atoeran jang tidak njata , ,,Kamoe hetoel bangsa jang doeraka !' ,,Djangan kamue main poeta: balik !“ ,,Kata tjai Angon dengan melirik," „ Kaloek kita soedah amat serik !" ,,Kamoe adjar kenal dengan bodix !“ ,.Kam e selaloe main klentengan," ,,Sampe kita tidak bisa makan ,“ ,,Koeroes kering kita poenja badan ,“ ,,Kerna tidak dapat makanan.“ ,,Diamlah diangan berseroe- scroe ! ' ,, ita membikin atoeran baroe !" Begitoe kat orang jang ajoe, Seperti Radjanja bangsa jocjoc, ,,Inilah ada roempoet jang kering," „ Tapi kame djangan moering-moering," ,,Sebab kepalakoe djadi posing," ,,Suepaja kita tidak djeleding." ,,Kembali kamoe tidoer jane poelas," ,,Djangan bitjara terlaloe keras," ..Soepaja bangsakoe djadi poeas,“ ,,Mengisap darah jang beloem panas."<noinclude></noinclude> 6jqj2ceml4uk309sh1mf2cbtqjcgtja 310610 309826 2026-08-10T11:24:43Z Ibrohim tijani 26379 310610 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||9}}</noinclude>་་Djandjimoe , djandji djoesta belaka," ,,Tjoema akan membikin tjelaka ," Kepada bangsa kita semoea,” Soepaja bangsamoe djadi kaja." · Sampe lara kita menoeroet," „Atoeran kamce jang tidak patoet ," Jang bisa membikin sakit peroct," Sampe bangsa kita kalang kaboet!" ,,Kerbo ! djanganlah terlaloe marah,” Kata matjan jang bermoeka merali, ,,Kita berlakoe terlaloe merah ,” Tapi kamoe bilang misih salah." Matjan kamoc betoel tidak adi!!" Kamoe membikin bangsamoe voordeel !" Bangsa kerbo kamoe bikin nadeel !" ,,ltoe atoeran jang kamoe ambil !“ Kata Podo melotot matanja , Djari menoendjoek aer- moekanja, Dan atoeran jang tidak njata , ,,Kamoe hetoel bangsa jang doeraka !' ,,Djangan kamue main poeta: balik !“ ,,Kata tjai Angon dengan melirik," „ Kaloek kita soedah amat serik !" ,,Kamoe adjar kenal dengan bodix !“ ,.Kam e selaloe main klentengan," ,,Sampe kita tidak bisa makan ,“ ,,Koeroes kering kita poenja badan ,“ ,,Kerna tidak dapat makanan.“ ,,Diamlah diangan berseroe- scroe ! ' ,, ita membikin atoeran baroe !" Begitoe kat orang jang ajoe, Seperti Radjanja bangsa jocjoc, ,,Inilah ada roempoet jang kering," „ Tapi kame djangan moering-moering," ,,Sebab kepalakoe djadi posing," ,,Suepaja kita tidak djeleding." ,,Kembali kamoe tidoer jane poelas," ,,Djangan bitjara terlaloe keras," ..Soepaja bangsakoe djadi poeas,“ ,,Mengisap darah jang beloem panas."<noinclude></noinclude> nbmf77rryocu23pod6i1349c5uh728s Halaman:Sair rempah rempah.pdf/21 104 111310 309827 2026-08-09T22:18:59Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309827 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />10</noinclude>,,Kerbokee ! djangan kita pertjaja ! ' ,,Socara jag tidak ada njata," ,,Kita melawan dengan prekosa , “ „ Socpaja dapat nikmat doenia !" Kata Podo dengan kesabaran, Hati gojang berdebar-debaran, Takoet kalock dapat tipocan, Seperti jang telah kedjalanan . .,Mari socdara kita titeni," ,,Apa betoel dibelakang kali," ,,Sama-sama diberi redjeki ,“ ,,Makan kentang, bestik, kedjoc, roti ! ' ,,Allahoe toean jang amat Esa," ,,Rasa hatikoe socnggoe poen soesa," ,,Kalock Toelian tidak bikin moclja," „O ! barangkali djadi binasa !“ '''KEMARDIKAʼAN''' -0- Kita merd!ka diatas boemi, Boleh berlakoe sesoeka kami , Asal kita poenja hati brani , Semoea boleh kita djalani . Orang takoet kata sebetoelnja , Sebab hilang kemanoesiaännja, Djoega tjinta kepada hidoepnja, Tidak mengingat kematiannja. Kita hideep didalem tindesan, Kita tidak berani melawan, Sebab kita kalah kekoewatan , Dengan dia jang berhati setan. Tidak gampang orang mengerdjakan , Kemardika'an jang menjenangkan, Bocat manoesia jang ditekan, Oleh orang jang memerentahkan . .<noinclude></noinclude> 3r84duj7wrpkbgr8dhk9k8krnp94hl2 310611 309827 2026-08-10T11:26:11Z Ibrohim tijani 26379 310611 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||10}}</noinclude>,,Kerbokee ! djangan kita pertjaja ! ' ,,Socara jag tidak ada njata," ,,Kita melawan dengan prekosa , “ „ Socpaja dapat nikmat doenia !" Kata Podo dengan kesabaran, Hati gojang berdebar-debaran, Takoet kalock dapat tipocan, Seperti jang telah kedjalanan . .,Mari socdara kita titeni," ,,Apa betoel dibelakang kali," ,,Sama-sama diberi redjeki ,“ ,,Makan kentang, bestik, kedjoc, roti ! ' ,,Allahoe toean jang amat Esa," ,,Rasa hatikoe socnggoe poen soesa," ,,Kalock Toelian tidak bikin moclja," „O ! barangkali djadi binasa !“ {{rh||'''KEMARDIKAʼAN'''}} -0- Kita merd!ka diatas boemi, Boleh berlakoe sesoeka kami , Asal kita poenja hati brani , Semoea boleh kita djalani . Orang takoet kata sebetoelnja , Sebab hilang kemanoesiaännja, Djoega tjinta kepada hidoepnja, Tidak mengingat kematiannja. Kita hideep didalem tindesan, Kita tidak berani melawan, Sebab kita kalah kekoewatan , Dengan dia jang berhati setan. Tidak gampang orang mengerdjakan , Kemardika'an jang menjenangkan, Bocat manoesia jang ditekan, Oleh orang jang memerentahkan . .<noinclude></noinclude> 2j9odybe4an4ejg4icf1uq8y5bnwcvd Halaman:Sair rempah rempah.pdf/22 104 111311 309828 2026-08-09T22:20:19Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309828 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />11</noinclude>Djalau kemardika'an aniat soesah, Bocat orang jang hatinja lemah. Dan berdjalan setengah-setengah, Tidak bisa dapat jang diarah. Djalan itoe amat berbahaja , Bockan harimau atau bocaja, Jang mendjaga ditempat mardika, Tetapi orang seperti kita. Orang itoe bersifat mancesia , Tetapi makan daging manoesia , Djoega minoem darah manoesia, En toch dia mengakoe manoesia. Orang mentjari kemardika'an, Ta'dapat pangkat dan kekaja'an, Tapi sering mendapat hoekoeman , Dan achirnja djoega kematian . Jang tidak berani melaloci, Hal ito jang amat menakoeti, Soedah tentoe ta'bisa terdjadi , Kemardika'annja jang ditjari . Mesti berani kerana benar, Djikalau orang hendak mengedjar, Kemerdika'an jang benar-benar, Tetapi boekan merdika menasar. Orang djangan terlaloe merdika , terlalu Sehab ,,terlalee“ dikatakannja, Tidak baik boeat semocanja , atasama Hal hal itoe jang dikoeboengkannjs. Merdika itoe bagocs sekali, Asal sadja hatinja soetji . Diangan berlavoe jang kedji - kedjl , Tentoe dia dikatakan Wali . Wali itoe sring dikata gila, Kerna dia orang locar biasa, Seban anch semoca lakoenja, Djoega dia tidak socka kaja . Kemerdika'an jang kita tjari , Jaitoe kemianoesia'an kami , Soepaja bangsakoe memadai , Dengan bangsa jang dipandang ting<noinclude></noinclude> ccbxee5asfxjwgw16hdw5xog22dbplv 310612 309828 2026-08-10T11:26:57Z Ibrohim tijani 26379 310612 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||11}}</noinclude>Djalau kemardika'an aniat soesah, Bocat orang jang hatinja lemah. Dan berdjalan setengah-setengah, Tidak bisa dapat jang diarah. Djalan itoe amat berbahaja , Bockan harimau atau bocaja, Jang mendjaga ditempat mardika, Tetapi orang seperti kita. Orang itoe bersifat mancesia , Tetapi makan daging manoesia , Djoega minoem darah manoesia, En toch dia mengakoe manoesia. Orang mentjari kemardika'an, Ta'dapat pangkat dan kekaja'an, Tapi sering mendapat hoekoeman , Dan achirnja djoega kematian . Jang tidak berani melaloci, Hal ito jang amat menakoeti, Soedah tentoe ta'bisa terdjadi , Kemardika'annja jang ditjari . Mesti berani kerana benar, Djikalau orang hendak mengedjar, Kemerdika'an jang benar-benar, Tetapi boekan merdika menasar. Orang djangan terlaloe merdika , terlalu Sehab ,,terlalee“ dikatakannja, Tidak baik boeat semocanja , atasama Hal hal itoe jang dikoeboengkannjs. Merdika itoe bagocs sekali, Asal sadja hatinja soetji . Diangan berlavoe jang kedji - kedjl , Tentoe dia dikatakan Wali . Wali itoe sring dikata gila, Kerna dia orang locar biasa, Seban anch semoca lakoenja, Djoega dia tidak socka kaja . Kemerdika'an jang kita tjari , Jaitoe kemianoesia'an kami , Soepaja bangsakoe memadai , Dengan bangsa jang dipandang ting<noinclude></noinclude> 50a29hg9vcjabi63y8f81t0n8fgjyyl Halaman:Sair rempah rempah.pdf/23 104 111312 309829 2026-08-09T22:22:07Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309829 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />12</noinclude> Djangan scialce kita dihina, Seperti boekan bangsa manoesia, Kita ini maneesia djoera , Sama dengan si besar dan kaja. Kita tidak mengerti bedanja, Orang djadi Wali dan Gila, Hal itoe tjoema dikira- kira, Begitoe orang banjak berkata. , Dimanakak djalannja merdika ?" Begitoe orang sering bertanja, Kepada handai dan tau'annja, Karana dia ingin merdika. Diatas sredah kami toetoerkan, Dihagi doea kemerdika'an , Merdika terlaloe" dan jang bockan , Doea docanja poen ada djalan. Djalannja hanja berlakee soctji, Hatinja tetap dan jang berani, Djangan memikir soesalınja diri, Dan bahaja jang menempoeh diri. Disitoe tempat ker..ardikaan , Jang bisa memberi kemocljaan , Diachirat dan kedoeniaan , Tempatnja enak hawanja njaman. Bidadari tocroen dari sorga. Memberikan socrat Contract kita, Jang kita soedah bockan 1 oedaknja, Tetapi manoesia oetama. Sekarang kemerdika'an Wali ; Misih hidoep tapi soedah mati , Itoe ocpamanja bangsa Wali, Sebab dia orang soedah soctji. Doenia ini penoch kotoran , Roenoch memboenoeh makan meniakan ; Menocrueti hati penasaran ; Tidak ingat hari kematian. Seorang Wali berani mlarat ; Kalock perloe brani tlandjang boclat ; Perloe bocat mengocmpoelkan tekat, Hatinja kentjang seperti sipat.<noinclude></noinclude> 4i6ah7dp21tk4obw1zqs3h9cd60gl6o 310614 309829 2026-08-10T11:27:45Z Ibrohim tijani 26379 310614 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||12}}</noinclude>Djangan scialce kita dihina, Seperti boekan bangsa manoesia, Kita ini maneesia djoera , Sama dengan si besar dan kaja. Kita tidak mengerti bedanja, Orang djadi Wali dan Gila, Hal itoe tjoema dikira- kira, Begitoe orang banjak berkata. , Dimanakak djalannja merdika ?" Begitoe orang sering bertanja, Kepada handai dan tau'annja, Karana dia ingin merdika. Diatas sredah kami toetoerkan, Dihagi doea kemerdika'an , Merdika terlaloe" dan jang bockan , Doea docanja poen ada djalan. Djalannja hanja berlakee soctji, Hatinja tetap dan jang berani, Djangan memikir soesalınja diri, Dan bahaja jang menempoeh diri. Disitoe tempat ker..ardikaan , Jang bisa memberi kemocljaan , Diachirat dan kedoeniaan , Tempatnja enak hawanja njaman. Bidadari tocroen dari sorga. Memberikan socrat Contract kita, Jang kita soedah bockan 1 oedaknja, Tetapi manoesia oetama. Sekarang kemerdika'an Wali ; Misih hidoep tapi soedah mati , Itoe ocpamanja bangsa Wali, Sebab dia orang soedah soctji. Doenia ini penoch kotoran , Roenoch memboenoeh makan meniakan ; Menocrueti hati penasaran ; Tidak ingat hari kematian. Seorang Wali berani mlarat ; Kalock perloe brani tlandjang boclat ; Perloe bocat mengocmpoelkan tekat, Hatinja kentjang seperti sipat.<noinclude></noinclude> hi5yqfr4pq0bt0pn9eqnf5h6mk7l5pr Halaman:Sair rempah rempah.pdf/24 104 111313 309830 2026-08-09T22:23:46Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309830 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />13</noinclude>Regitoe kata ora.p jang tahoe , Kelakocan orang djaman doeloe , Jang hendak merdika soenggoe-soenggoe. Itoe betoel dia poenja lakoc . Tetapi bocat kami sendiri. Trima kasih bocat mendjalani, Seperti lakoenja itoe Wali, Jang dikata hidoep, tapi mati. Lebin baik kami makan roti. Melihat Bioscoop dan komidi , Boeat memberi makanan hati, Saben Minggoe pergi Sri Wederi. Kreping kami misih amat soekak, Mendengarkan pending pangkoer, enak, Saben hari misih senang matjak, Mordar- mandir djadi orang roesak. Mata kami kalock melihati, Pakaian scetra jang serba rapi, Intan berlian jang peni-peni, Kami tidak soeka bila mati. Kami misih sceka lihat tooneel, Opera, cansah dan bangsa godril, Hati kami misih koewal-kocwil. Djikalock tidak menandak bribil. Lebih senang kami pelesiran, Dengan nonah kami poenja teman , Di : cheveningen terces pergi strand, Mentjari angin dan tertawaan . Kalock malain pergi di - Café , Dengan nonah ang amat perlenté, Bakvisch moeda ramboetnja teroeré, Jang bisa membikin hati tjapė . Had tje me maar met je lokji opsi," Kata orang jang socka sekali, Kotoran boemi jang tidak wangi , Djcega bisa mengantjeerkan hati. Diatas itoe gambar- gambarnja , Hati orang di dalam dcenia ; Matjami - matjam tentce tidak same, S: mcea me :: oeroct keherdaknja.<noinclude></noinclude> qo7psiwzcssmlg7l6k7u8tw7852gfmp 310615 309830 2026-08-10T11:28:12Z Ibrohim tijani 26379 310615 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||13}}</noinclude>Regitoe kata ora.p jang tahoe , Kelakocan orang djaman doeloe , Jang hendak merdika soenggoe-soenggoe. Itoe betoel dia poenja lakoc . Tetapi bocat kami sendiri. Trima kasih bocat mendjalani, Seperti lakoenja itoe Wali, Jang dikata hidoep, tapi mati. Lebin baik kami makan roti. Melihat Bioscoop dan komidi , Boeat memberi makanan hati, Saben Minggoe pergi Sri Wederi. Kreping kami misih amat soekak, Mendengarkan pending pangkoer, enak, Saben hari misih senang matjak, Mordar- mandir djadi orang roesak. Mata kami kalock melihati, Pakaian scetra jang serba rapi, Intan berlian jang peni-peni, Kami tidak soeka bila mati. Kami misih sceka lihat tooneel, Opera, cansah dan bangsa godril, Hati kami misih koewal-kocwil. Djikalock tidak menandak bribil. Lebih senang kami pelesiran, Dengan nonah kami poenja teman , Di : cheveningen terces pergi strand, Mentjari angin dan tertawaan . Kalock malain pergi di - Café , Dengan nonah ang amat perlenté, Bakvisch moeda ramboetnja teroeré, Jang bisa membikin hati tjapė . Had tje me maar met je lokji opsi," Kata orang jang socka sekali, Kotoran boemi jang tidak wangi , Djcega bisa mengantjeerkan hati. Diatas itoe gambar- gambarnja , Hati orang di dalam dcenia ; Matjami - matjam tentce tidak same, S: mcea me :: oeroct keherdaknja.<noinclude></noinclude> e53p2oppkdi171mrubt1uhy4xyzsnyi Halaman:Sair rempah rempah.pdf/25 104 111314 309831 2026-08-09T22:26:30Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309831 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />14</noinclude>Manakah jang dikata merdika ? Jaitoe anyan-angan belaka , Jang boleh menceroeti maoenja, Tetapi tidak dengan dipaksa. Memaksa itoelah dilarangnja Oleh semoca igama kita, Islam , Christen atawa poen Boedia Soedah sama menjeriterakannja. Semoea Nabi sama mentjarl Akal seepaja bisa damai, Sekalian manoesia diboemi Hidcep rockoen tjinta mentjintai. Ada Korän, Bijbel dan lainnja, Semoea itoe mengendakinja Segala orang melakoekannja Hidoep roekoen tjinta mentjintai Marika ta'soeka melakoekan Nasehat bagoes jang menjenangkan . Masing- masing hendak meninggikan Diri dan hendak memerentahkan . Kalock orang soedah memerentahkan Tabeat paksa'an. dilakoekan, Dengan lakoe jang ta'menjenangkan Sermoea orang jang dibawahkan . Paksa'an itoc banjak djalannja, Kasar, aloes dan lain lainnja. Memaksa kasar dikatakannja : Merampok, begal dan sesamanja. Merampok aloes djalann'a lain, Dengan menipoe toelah jakin, Dia memeras orang miskin, Menarik bea orang jang radjin . Aloes dan kasar kami berkata , Tapi docanja sama rampoknja, Kerana dia dengan memaksa Minta hasiinja orang rekerdja. Ini atoeran tjara doenia, Kata orang jang socka inemaksa . Dan bertopeng ,,mengakoe kocasa" , Djadi wakilnja Tochan jang Esa".<noinclude></noinclude> faiaf0zmqpvfve8hu6mcda6iqq1w4ha 310616 309831 2026-08-10T11:28:40Z Ibrohim tijani 26379 310616 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|14}}</noinclude>Manakah jang dikata merdika ? Jaitoe anyan-angan belaka , Jang boleh menceroeti maoenja, Tetapi tidak dengan dipaksa. Memaksa itoelah dilarangnja Oleh semoca igama kita, Islam , Christen atawa poen Boedia Soedah sama menjeriterakannja. Semoea Nabi sama mentjarl Akal seepaja bisa damai, Sekalian manoesia diboemi Hidcep rockoen tjinta mentjintai. Ada Korän, Bijbel dan lainnja, Semoea itoe mengendakinja Segala orang melakoekannja Hidoep roekoen tjinta mentjintai Marika ta'soeka melakoekan Nasehat bagoes jang menjenangkan . Masing- masing hendak meninggikan Diri dan hendak memerentahkan . Kalock orang soedah memerentahkan Tabeat paksa'an. dilakoekan, Dengan lakoe jang ta'menjenangkan Sermoea orang jang dibawahkan . Paksa'an itoc banjak djalannja, Kasar, aloes dan lain lainnja. Memaksa kasar dikatakannja : Merampok, begal dan sesamanja. Merampok aloes djalann'a lain, Dengan menipoe toelah jakin, Dia memeras orang miskin, Menarik bea orang jang radjin . Aloes dan kasar kami berkata , Tapi docanja sama rampoknja, Kerana dia dengan memaksa Minta hasiinja orang rekerdja. Ini atoeran tjara doenia, Kata orang jang socka inemaksa . Dan bertopeng ,,mengakoe kocasa" , Djadi wakilnja Tochan jang Esa".<noinclude></noinclude> 4ij1kzcmlnlm17lg1wofedwqjx6yfms Halaman:Sair rempah rempah.pdf/26 104 111315 309832 2026-08-09T22:28:19Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309832 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />15</noinclude>'''TAE EAT APAKAN ?!''' -0- Ja : ,,Trappen op wien het onder zich weet". Dan : „ Likken al wie het boven zich weet" Itoc tabeat ja bangsa demit Of pendiat jang mentjari docwit. ,,Di intjak-injak orang jang ilarat", „ Didjilat-ċjilät orang jang k‹ eat“, Begitoe arti doca kelimat, Bahasa Belanda jang koesoerat. Tab at itoe membikin roesak, Menjebabkan orang djadi galak, Sama berlakoe jang tidak lajak, Kapingin bisa mengindjak-indjak. Menoesia memeres bangsanja, Dipandang ladzin sclocroch doenia, Siapa tidak melakockandja,、 Mendjadi orang hidoep sengsara. Kaloek kelimat itoe dibalik, Orang jang tinggi haroes ditarik Kebawah, soepaja djadi baik, Si rendah diberi antjik-antjik. Bila itoc tidak dilakockan, Orang tidak bisa didamaikan, Kerana dia hendak menekan , O Marika itce jang dibawahkan . Kaloek orang jang ada di bawah, Selale dia radjin menjen: balı Pada dia jang dipandang Loerah, Si orang tinggi bertambah tjongkah . Manoesia jang meninggikan diri, Dia itoe orang ta' berboedi , Dia loepa besock kalock mati, Hantjoer djoega dia pocnja diri. Si rendah jang sceka djadi kodok, Kerap menjen bah dan gemar djongkok, Dia takoet sebab ada moinok, Jaitce si tinggi, Radja kodOK.<noinclude></noinclude> obqynw9bhc2mtq1jg5tulrzrig4a8x1 310618 309832 2026-08-10T11:29:50Z Ibrohim tijani 26379 310618 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||15}}</noinclude>{{rh||'''TAE EAT APAKAN ?!'''}} {{rh||-0-}} Ja : ,,Trappen op wien het onder zich weet". Dan : „ Likken al wie het boven zich weet" Itoc tabeat ja bangsa demit Of pendiat jang mentjari docwit. ,,Di intjak-injak orang jang ilarat", „ Didjilat-ċjilät orang jang k‹ eat“, Begitoe arti doca kelimat, Bahasa Belanda jang koesoerat. Tab at itoe membikin roesak, Menjebabkan orang djadi galak, Sama berlakoe jang tidak lajak, Kapingin bisa mengindjak-indjak. Menoesia memeres bangsanja, Dipandang ladzin sclocroch doenia, Siapa tidak melakockandja,、 Mendjadi orang hidoep sengsara. Kaloek kelimat itoe dibalik, Orang jang tinggi haroes ditarik Kebawah, soepaja djadi baik, Si rendah diberi antjik-antjik. Bila itoc tidak dilakockan, Orang tidak bisa didamaikan, Kerana dia hendak menekan , O Marika itce jang dibawahkan . Kaloek orang jang ada di bawah, Selale dia radjin menjen: balı Pada dia jang dipandang Loerah, Si orang tinggi bertambah tjongkah . Manoesia jang meninggikan diri, Dia itoe orang ta' berboedi , Dia loepa besock kalock mati, Hantjoer djoega dia pocnja diri. Si rendah jang sceka djadi kodok, Kerap menjen bah dan gemar djongkok, Dia takoet sebab ada moinok, Jaitce si tinggi, Radja kodOK.<noinclude></noinclude> 5hbiglpz6swxqa2nxocivhb6iel9i2x Halaman:Sair rempah rempah.pdf/27 104 111316 309833 2026-08-09T22:30:10Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309833 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />16</noinclude>Bila kita ada perasa'an Seperti orang jang ada iman, Tentoe tidak socka tindes-tindesan , Jang membikin Alam tidak aman . Perloenia apa kita disembah ? Bockannja Nabi octoesan Allah, Tapi tjoema bangsa orang loemprah, Jaitoe sebangsa orang rendah. Kami tahoe barjak manoesia M ngakue dirinja djadi Radja, Djoega wakina Tehan jang Esa, Jang merentahkan banjak manoesia. Djikaloek orang mengakoe Rad´a, Haroeś memikirkan kesoesalannja Sekalian rajat dibawahnja, Jang kesoesahan dan jang sangsara. Djikaloek Radja tjoema menindes Kepada rajatnja sampe boendes, Poen jang tertindes berasa pedes, Radja matjam itoe tidak pantes. Radja seroepa ini achirnja, Bahaja mendatangi dirinja, Seperti Radja Rusland adanja, Dilorot dari keradja'annja . Radja tjelaka seroepa itoe, Anak tjoetjoenja mendjadi satroe Sekalian rajatnja disitoe Radja terlentar seperti batoe. Banjak orang besar tidak ingat, Bahwa dia memakan keringat, Rajat jang bekerdja berat sangat, Terpoeter-poeter sampai moemat. Orang besar tidak memikirkan , Bila cirinya seakan -akan Boedaknja si rendah jang dibawahkar , Marika itoe jang .enegcehkan . Semoca tanah rajat jang poenja, Kami ini bilang sabetoelnja, Kaloek Radja ta' ada rajatnja, Tentue dia ta' diseboet Radja.<noinclude></noinclude> 2erz0l5zn05zxyg4vq5mh220mmejg4e 310620 309833 2026-08-10T11:30:35Z Ibrohim tijani 26379 310620 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|16}}</noinclude>Bila kita ada perasa'an Seperti orang jang ada iman, Tentoe tidak socka tindes-tindesan , Jang membikin Alam tidak aman . Perloenia apa kita disembah ? Bockannja Nabi octoesan Allah, Tapi tjoema bangsa orang loemprah, Jaitoe sebangsa orang rendah. Kami tahoe barjak manoesia M ngakue dirinja djadi Radja, Djoega wakina Tehan jang Esa, Jang merentahkan banjak manoesia. Djikaloek orang mengakoe Rad´a, Haroeś memikirkan kesoesalannja Sekalian rajat dibawahnja, Jang kesoesahan dan jang sangsara. Djikaloek Radja tjoema menindes Kepada rajatnja sampe boendes, Poen jang tertindes berasa pedes, Radja matjam itoe tidak pantes. Radja seroepa ini achirnja, Bahaja mendatangi dirinja, Seperti Radja Rusland adanja, Dilorot dari keradja'annja . Radja tjelaka seroepa itoe, Anak tjoetjoenja mendjadi satroe Sekalian rajatnja disitoe Radja terlentar seperti batoe. Banjak orang besar tidak ingat, Bahwa dia memakan keringat, Rajat jang bekerdja berat sangat, Terpoeter-poeter sampai moemat. Orang besar tidak memikirkan , Bila cirinya seakan -akan Boedaknja si rendah jang dibawahkar , Marika itoe jang .enegcehkan . Semoca tanah rajat jang poenja, Kami ini bilang sabetoelnja, Kaloek Radja ta' ada rajatnja, Tentue dia ta' diseboet Radja.<noinclude></noinclude> ilk4u0wkta7qsj32tiepeqgm218fip5 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/11 104 111317 309834 2026-08-09T22:30:22Z Ichi Ocha 26099 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'I ]4 - han}ak, kendati tiada taoe oake.nnja tra oeroeng ia bisa ken alken djoel!a. Nona Kitty menoerodt anggepannja Levine, ada Ors.D~ jang paling eHok di antara itoe non al dan de · ngen ati moendoer madjoe ia mensnja pad a dinnja sendiri, begini: .Apa ia aken bitlara sama nona Kitty di ijs ? Di tempat dlwanl nona KiUy oer· diarr roepa1nja Ma satoe tempat jang paling oaek aken' L~vine sampeken iapoenla maksoe .! . Aken tet8pi keroa LeviDe a j... 309834 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" /></noinclude>I ]4 - han}ak, kendati tiada taoe oake.nnja tra oeroeng ia bisa ken alken djoel!a. Nona Kitty menoerodt anggepannja Levine, ada Ors.D~ jang paling eHok di antara itoe non al dan de · ngen ati moendoer madjoe ia mensnja pad a dinnja sendiri, begini: .Apa ia aken bitlara sama nona Kitty di ijs ? Di tempat dlwanl nona KiUy oer· diarr roepa1nja Ma satoe tempat jang paling oaek aken' L~vine sampeken iapoenla maksoe .! . Aken tet8pi keroa LeviDe a ja saoran/! jang gampang sekali pe m81oeaD, achirnja ia bernillt aken ber, laloe. sadja dar i itoe tem Dat. Apalagi ia taoe ddngen baek banjsll sekali oranl!! jang ajoega ,.tjinta& pad a Dons Kitty dan hpan doega'annja ada betoel begitoe ia tra bisa kasi· laen penga. koean daripada menjataken kedatengannja di itoe kebon meloeloe boeat maen schaatsen sadja. Betoel . kakinja bertindak di ijs, aken tet&pi . mataoja ting~al tetep meliat n(lna Kityy. Orsng l jang maen schaatsen roe~a roepanja soeda kenal satoe eama laen. Saben sa ben ie. liat orang orang jan~ maen scbaatsen liwatken non a Kittij den gen tiada herKata apa apa, kadang l ada · dloega jang bikin pemoitjara an, aken tetapi oemoemnJa kebanjakan pada lebi perhatiken plesiran dari pada perhatiken itoe nona jang eHok. NJcJ}aas Tcherbafzkr, kaponakan JeJaki dari Kittij, sedeng mengomong sama nona Kittij àan apa maoe niatanja dapet lIat Levine. . "Hallo, toekaI'g maen schaatsen jang paling panda di Rusland!· kata ia dangen soeara kras . . • Apa kau soedaI lama dateng di sini? Ijs ada - ]5 - bagoes, Ja? Pake13h kau poeo'a pchaatseu.« . "Sajang iOOe barang 'roe tia1a ada bawa • kata Levine aengen lakve orang jang 3mat heran lant.ran Ma tii baflepannja oon8 Klttij ia dladi soeks mengomong. .. II:oe dat':lng di sini baroe ini bad sadJa," llegitoelah Lc:.vine landJoetken pembitJara'annJa lsntaraD tia'la taoe apa jang ia moesti bilang. ,,'koe tiada taoe jang nona soeka maen scbaatsen dan ada pantte poela da.l· m ioi." Nona Kitty dengen mata jaD~ mendjoereng tetep meogawaslD Levine, seoagi djoe~a orang )ang'bendak taoe kenspa ia ini boleb moe~anja sebentar poeti dan sebent!!r mera. . tlatoe poedjian jaog besar se~ali r DIn itoe di;etjapken oleh saorang jang di siDi terkensl sebagi saoraog jang maen schaatsen p8liD~ paode. Ajo, cendjoek kau Doenja kepandean. Marilab kita djalan bersama sama." ,,8ama 88ma I Marilah kit a djalan bersama · sams I Begitoe nona Kitty bilaDg. Satoe kasena· Dgan jang tiada ada bandingannja ! Apa sekalang sadJa 'koe njataten pikirankoe ? Ach, tisa8, sekarang 'goe rasaken amat broentoeng ••• 'koe takoet.. . Tabain kan poenja ati, ojsngso tersaogsi poeIs," begitoelab ia bHaog pad a oiri. nja sendiri. Levjne papak noos Kitty di tenga djalanan. Dengen tiada berkata apa apa nona Kitty sMor· . ken iapoenja tangan dao dengen satilldsk dengen satindak perdjalanan dilandjoetkell. Semi ogkin kras marika poenja tiDdakau, semingkin kenijeng DOna Kitt~ pegang tangsIlnja Levine.. . 1 I I<noinclude></noinclude> 1l2u6bkrz43nrbfri4svnu7zcubqpwv 309837 309834 2026-08-09T22:31:56Z Ichi Ocha 26099 309837 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" />rh||14</noinclude> banjak, kendati tiada taoe oake.nnja tra oeroeng ia bisa ken alken djoel!a. Nona Kitty menoerodt anggepannja Levine, ada Ors.D~ jang paling eHok di antara itoe non al dan de · ngen ati moendoer madjoe ia mensnja pad a dinnja sendiri, begini: .Apa ia aken bitlara sama nona Kitty di ijs ? Di tempat dlwanl nona KiUy oer· diarr roepa1nja Ma satoe tempat jang paling oaek aken' L~vine sampeken iapoenla maksoe .! . Aken tet8pi keroa LeviDe a ja saoran/! jang gampang sekali pe m81oeaD, achirnja ia bernillt aken ber, laloe. sadja dar i itoe tem Dat. Apalagi ia taoe ddngen baek banjsll sekali oranl!! jang ajoega ,.tjinta& pad a Dons Kitty dan hpan doega'annja ada betoel begitoe ia tra bisa kasi· laen penga. koean daripada menjataken kedatengannja di itoe kebon meloeloe boeat maen schaatsen sadja. Betoel . kakinja bertindak di ijs, aken tet&pi . mataoja ting~al tetep meliat n(lna Kityy. Orsng l jang maen schaatsen roe~a roepanja soeda kenal satoe eama laen. Saben sa ben ie. liat orang orang jan~ maen scbaatsen liwatken non a Kittij den gen tiada herKata apa apa, kadang l ada · dloega jang bikin pemoitjara an, aken tetapi oemoemnJa kebanjakan pada lebi perhatiken plesiran dari pada perhatiken itoe nona jang eHok. NJcJ}aas Tcherbafzkr, kaponakan JeJaki dari Kittij, sedeng mengomong sama nona Kittij àan apa maoe niatanja dapet lIat Levine. . "Hallo, toekaI'g maen schaatsen jang paling panda di Rusland!· kata ia dangen soeara kras . . • Apa kau soedaI lama dateng di sini? Ijs ada - ]5 - bagoes, Ja? Pake13h kau poeo'a pchaatseu.« . "Sajang iOOe barang 'roe tia1a ada bawa • kata Levine aengen lakve orang jang 3mat heran lant.ran Ma tii baflepannja oon8 Klttij ia dladi soeks mengomong. .. II:oe dat':lng di sini baroe ini bad sadJa," llegitoelah Lc:.vine landJoetken pembitJara'annJa lsntaraD tia'la taoe apa jang ia moesti bilang. ,,'koe tiada taoe jang nona soeka maen scbaatsen dan ada pantte poela da.l· m ioi." Nona Kitty dengen mata jaD~ mendjoereng tetep meogawaslD Levine, seoagi djoe~a orang )ang'bendak taoe kenspa ia ini boleb moe~anja sebentar poeti dan sebent!!r mera. . tlatoe poedjian jaog besar se~ali r DIn itoe di;etjapken oleh saorang jang di siDi terkensl sebagi saoraog jang maen schaatsen p8liD~ paode. Ajo, cendjoek kau Doenja kepandean. Marilab kita djalan bersama sama." ,,8ama 88ma I Marilah kit a djalan bersama · sams I Begitoe nona Kitty bilaDg. Satoe kasena· Dgan jang tiada ada bandingannja ! Apa sekalang sadJa 'koe njataten pikirankoe ? Ach, tisa8, sekarang 'goe rasaken amat broentoeng ••• 'koe takoet.. . Tabain kan poenja ati, ojsngso tersaogsi poeIs," begitoelab ia bHaog pad a oiri. nja sendiri. Levjne papak noos Kitty di tenga djalanan. Dengen tiada berkata apa apa nona Kitty sMor· . ken iapoenja tangan dao dengen satilldsk dengen satindak perdjalanan dilandjoetkell. Semi ogkin kras marika poenja tiDdakau, semingkin kenijeng DOna Kitt~ pegang tangsIlnja Levine.. . 1 I I<noinclude></noinclude> 3b9q4202ctuej54oxsolp9ke1hmg31w 309846 309837 2026-08-09T22:43:41Z Ichi Ocha 26099 309846 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" />{{rh||14}}</noinclude> banjak, kendati tiada taoe akeannja tra oeroeng ia bisa kenalken djoega. Nona Kitty menoeroet anggepannja Levine, ada orang jang paling ellok di antara itoe nona2 dan dengen ati moendoer madjoe ia menanja pada dirinnja sendiri, begini: .Apa ia aken bitjara sama nona Kitty di ijs ? Di tempat dimana nona Kitty berdiam roepannja ada satoe tempat jang paling baek aken Levine sampeken ia poenja maksod. Aken tetapi kerna Levine ada saorang jang gampang sekali pemalsoean, achirnja ia bernat aken berlaloe sadja dari itoe tempat. Apalagi ia taoe dengen baek banjak sekali orang jang ajoega tjinta2 pada Nona Kitty dan kapan doega'annja ada betoel begitoe ia tra bisa kasi laen pengakoean daripada menjataken kedatengannja di itoe kebon meloeloe boeat maen schaatsen sadja. Betoel. kakinja bertindak di ijs, aken tetapi mataoja tinggal tetep meliat Nona Kityy. Orang2 jang maen schaatsen roepa roepanja soeda kenal satoe sama laen. Saben saben ia liat orang orang jang maen scbaatsen liwatken nona Kitti dengen tiada berkata apa apa, kadang2 ada djoega jang bikin pembitjaraan, aken tetapi oemoemnja kebanjakan pada lebi perhatiken plesiran dari pada perhatiken itoe nona jang ellok. Nicholaas Tcherbaizky, kaponakan JeJaki dari Kittij, sedeng mengomong sama nona Kittij dan apa maoe matanja dapet liat Levine. „Hallo, toekang maen schaatsen jang paling panda di Rusland!" kata ia dangen soeara kras. „Apa kau soeda lama dateng di sini? Ijs ada {{rh||15}} bagoes, Ja? Pake13h kau poeo'a pchaatseu.« . "Sajang iOOe barang 'roe tia1a ada bawa • kata Levine aengen lakve orang jang 3mat heran lant.ran Ma tii baflepannja oon8 Klttij ia dladi soeks mengomong. .. II:oe dat':lng di sini baroe ini bad sadJa," llegitoelah Lc:.vine landJoetken pembitJara'annJa lsntaraD tia'la taoe apa jang ia moesti bilang. ,,'koe tiada taoe jang nona soeka maen scbaatsen dan ada pantte poela da.l· m ioi." Nona Kitty dengen mata jaD~ mendjoereng tetep meogawaslD Levine, seoagi djoe~a orang )ang'bendak taoe kenspa ia ini boleb moe~anja sebentar poeti dan sebent!!r mera. . tlatoe poedjian jaog besar se~ali r DIn itoe di;etjapken oleh saorang jang di siDi terkensl sebagi saoraog jang maen schaatsen p8liD~ paode. Ajo, cendjoek kau Doenja kepandean. Marilab kita djalan bersama sama." ,,8ama 88ma I Marilah kit a djalan bersama · sams I Begitoe nona Kitty bilaDg. Satoe kasena· Dgan jang tiada ada bandingannja ! Apa sekalang sadJa 'koe njataten pikirankoe ? Ach, tisa8, sekarang 'goe rasaken amat broentoeng ••• 'koe takoet.. . Tabain kan poenja ati, ojsngso tersaogsi poeIs," begitoelab ia bHaog pad a oiri. nja sendiri. Levjne papak noos Kitty di tenga djalanan. Dengen tiada berkata apa apa nona Kitty sMor· . ken iapoenja tangan dao dengen satilldsk dengen satindak perdjalanan dilandjoetkell. Semi ogkin kras marika poenja tiDdakau, semingkin kenijeng DOna Kitt~ pegang tangsIlnja Levine.. . 1 I I<noinclude></noinclude> fqswx42cakzgh8fqntwifpvgzq1nsdy Halaman:Sair rempah rempah.pdf/28 104 111318 309835 2026-08-09T22:30:44Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309835 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>‬<noinclude></noinclude> giny92wb5b92xb6c628ok1qhk7ybj8z Halaman:Sair rempah rempah.pdf/29 104 111319 309836 2026-08-09T22:31:02Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309836 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>894 546 '''R.UNIV. 319LIOTHEEK LEIDEN'''<noinclude></noinclude> 5h1mlqpsr99qsx2rdtok37lfmcombhq Halaman:Sair rempah rempah.pdf/30 104 111320 309838 2026-08-09T22:32:22Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309838 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />17</noinclude>Bila rajat tidak poenja Radja, Dengan gampang dia membikinnja. Dan bisa pilih Radja oetama. Poen ada perasaän manocsia. Radja sekarang sama mitenah Kepada rajat jang amat lemah, Dia mengakoe wakilnja Allah . Maar ! sesoenggoehnja mengisap darah Brapa Radja jang tidak begitoe ? Barang kali tidak ada satoe ! Hal ini banjak orang jang tahoe, Rajat itoe banjak jang menipoe. Begitoelah TOLSTOY berkata Ada dalam boekoe karangannja : ..Gelijkenis van cen profeet" nama, Dari bahasa Rus disalinnja. Dia berkata orang jang kaja, Orang berpangkat atawa Radja. Dia orang kotoran docnia, Menindes sesamanja manoesia. Orang baik selamanja mlarat, Sebab ta' socka pat - pat- goclipat. Mentjari asil mandi keringat, Radjin bekerdja samai sambat. Manoesia djikaloek berharta Banjak jang loepa pada bangsanja, Kaloek dia tinggi deradjatnja, Berlakoe kedji soeka meniksa, Djikalock orang dipandang pintar. Laloe dia socka main poctar, Menipoe orang dipandang benar. Bocat mentjari makan sekedar. Banjak orang akaina begitoe. Dipandang ladzim tabeat iloc, Walaupoen pakerdjaän jang kliroc . Panjak orang jang soeka meniroe Membocnoch orang dipandang djahat. Ini hal semoca orang mocfakat. Tapi manoesia jang lebih djahat. Dia berkata orang berpangkat.<noinclude></noinclude> os5mz2sko51m0n80u79sqs3q1gzsvjx 310621 309838 2026-08-10T11:31:08Z Ibrohim tijani 26379 310621 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||17}}</noinclude>Bila rajat tidak poenja Radja, Dengan gampang dia membikinnja. Dan bisa pilih Radja oetama. Poen ada perasaän manocsia. Radja sekarang sama mitenah Kepada rajat jang amat lemah, Dia mengakoe wakilnja Allah . Maar ! sesoenggoehnja mengisap darah Brapa Radja jang tidak begitoe ? Barang kali tidak ada satoe ! Hal ini banjak orang jang tahoe, Rajat itoe banjak jang menipoe. Begitoelah TOLSTOY berkata Ada dalam boekoe karangannja : ..Gelijkenis van cen profeet" nama, Dari bahasa Rus disalinnja. Dia berkata orang jang kaja, Orang berpangkat atawa Radja. Dia orang kotoran docnia, Menindes sesamanja manoesia. Orang baik selamanja mlarat, Sebab ta' socka pat - pat- goclipat. Mentjari asil mandi keringat, Radjin bekerdja samai sambat. Manoesia djikaloek berharta Banjak jang loepa pada bangsanja, Kaloek dia tinggi deradjatnja, Berlakoe kedji soeka meniksa, Djikalock orang dipandang pintar. Laloe dia socka main poctar, Menipoe orang dipandang benar. Bocat mentjari makan sekedar. Banjak orang akaina begitoe. Dipandang ladzim tabeat iloc, Walaupoen pakerdjaän jang kliroc . Panjak orang jang soeka meniroe Membocnoch orang dipandang djahat. Ini hal semoca orang mocfakat. Tapi manoesia jang lebih djahat. Dia berkata orang berpangkat.<noinclude></noinclude> 32gr00q33jc61e41dnnzyu8ue38hx0v Halaman:Sair rempah rempah.pdf/31 104 111321 309839 2026-08-09T22:34:36Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309839 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />18</noinclude>Semoca orang banjak jang taoe, Bahwa bekerdja djadi soldadoe, Memboenoeh orang beriboe-riboe, Dengan bajonet djocga peloeroe. Orang begini dikatakanja, Gagah brani didalam doenia. Dia djoega dapat keroenia . Bintang perak, emas dari Radja. Berapa orang mendapat bintang ? Kerana dia memboenoch orang ? Hal ini soenggoch tidak djarang , Sekalian orang soedah terang . Tidak seorang jang mengharapnja Soepaja dia djadi boehaja . Pentjoeri, perampok sesamanja. Tapi dia orang lebih soeka. Apakah jang dikata oetama ? Penipoe itoe boekan oetama ! Perampok djoega bockan oetama ! Poen pemboenoeh tentoe ta' oetama ! Tjoba kipir maksoednja jang dalam Dengan hati soetji dan jang tadjam , Tentoe pembatja mendjadi mengsem. Didalam hati merasa ajem. Bintang perak, emas dan soewasa. Pajoeng koening , hidjo dan lainoja. Apakah iioe dikatakannja Toekang penipoe dan sesamanja ?! Banjak tanda jang menoendjoekkannja, Keboeasan semoea manoesia, Tapi dia orang memandangnja Anoegrahan dari Toehan jang Esa. Begitcelah tabeat manoesia . Hidoep ta ' lama didalam docnia, Menipoc, mentjoeri sesemanja , Gemar sekali mengerdjakannja . DONGGO WARSITO telah berkata. Didalam abadnja orang gila. Siapa jang tidak toeroet gila, Akan terserang hidoep sengsara.<noinclude></noinclude> 5l1geb39n2cbnlmaww8f0zj9w4ayk5e 310624 309839 2026-08-10T11:32:49Z Ibrohim tijani 26379 310624 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||18}}</noinclude>Semoca orang banjak jang taoe, Bahwa bekerdja djadi soldadoe, Memboenoeh orang beriboe-riboe, Dengan bajonet djocga peloeroe. Orang begini dikatakanja, Gagah brani didalam doenia. Dia djoega dapat keroenia . Bintang perak, emas dari Radja. Berapa orang mendapat bintang ? Kerana dia memboenoch orang ? Hal ini soenggoch tidak djarang , Sekalian orang soedah terang . Tidak seorang jang mengharapnja Soepaja dia djadi boehaja . Pentjoeri, perampok sesamanja. Tapi dia orang lebih soeka. Apakah jang dikata oetama ? Penipoe itoe boekan oetama ! Perampok djoega bockan oetama ! Poen pemboenoeh tentoe ta' oetama ! Tjoba kipir maksoednja jang dalam Dengan hati soetji dan jang tadjam , Tentoe pembatja mendjadi mengsem. Didalam hati merasa ajem. Bintang perak, emas dan soewasa. Pajoeng koening , hidjo dan lainoja. Apakah iioe dikatakannja Toekang penipoe dan sesamanja ?! Banjak tanda jang menoendjoekkannja, Keboeasan semoea manoesia, Tapi dia orang memandangnja Anoegrahan dari Toehan jang Esa. Begitcelah tabeat manoesia . Hidoep ta ' lama didalam docnia, Menipoc, mentjoeri sesemanja , Gemar sekali mengerdjakannja . DONGGO WARSITO telah berkata. Didalam abadnja orang gila. Siapa jang tidak toeroet gila, Akan terserang hidoep sengsara.<noinclude></noinclude> amzlgfxgtny7txxtae583il4dfrwiri 310625 310624 2026-08-10T11:33:08Z Ibrohim tijani 26379 310625 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|18}}</noinclude>Semoca orang banjak jang taoe, Bahwa bekerdja djadi soldadoe, Memboenoeh orang beriboe-riboe, Dengan bajonet djocga peloeroe. Orang begini dikatakanja, Gagah brani didalam doenia. Dia djoega dapat keroenia . Bintang perak, emas dari Radja. Berapa orang mendapat bintang ? Kerana dia memboenoch orang ? Hal ini soenggoch tidak djarang , Sekalian orang soedah terang . Tidak seorang jang mengharapnja Soepaja dia djadi boehaja . Pentjoeri, perampok sesamanja. Tapi dia orang lebih soeka. Apakah jang dikata oetama ? Penipoe itoe boekan oetama ! Perampok djoega bockan oetama ! Poen pemboenoeh tentoe ta' oetama ! Tjoba kipir maksoednja jang dalam Dengan hati soetji dan jang tadjam , Tentoe pembatja mendjadi mengsem. Didalam hati merasa ajem. Bintang perak, emas dan soewasa. Pajoeng koening , hidjo dan lainoja. Apakah iioe dikatakannja Toekang penipoe dan sesamanja ?! Banjak tanda jang menoendjoekkannja, Keboeasan semoea manoesia, Tapi dia orang memandangnja Anoegrahan dari Toehan jang Esa. Begitcelah tabeat manoesia . Hidoep ta ' lama didalam docnia, Menipoc, mentjoeri sesemanja , Gemar sekali mengerdjakannja . DONGGO WARSITO telah berkata. Didalam abadnja orang gila. Siapa jang tidak toeroet gila, Akan terserang hidoep sengsara.<noinclude></noinclude> azt8gidhd06f8oaj6qzos1qjlo8wsyy Halaman:Sair rempah rempah.pdf/32 104 111322 309840 2026-08-09T22:35:24Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309840 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />19</noinclude>Maski dia sengsara sekali, Asal tawakal didalam hati, Berlakoe baik dan hati soctji, Dia dikata orang sedjati. Siapa soeka hidoep sengsara ? Barang kali ta' seorang ada, Kerna keadaan didoenia Banjak sekali setan menggoda. Banjak jang memilih hidoep gila. Maski memeres darah bangsanja, Poen memakan daging menoesia, Asal sadja bisa dapat harta. Harta itoelah perloe sekali. Agar dia bisa menocroeti, Hawa safsocnja jang disockai. Baik jang boesock baik jang soetji. Harta itoe dipandangnja Allah, Tetapi harta bisa memetjah. Antara soedara satoe darah, Ini hal tidak boleh dibantah. Ada orang jang mengatakannja. Harta itoe setanlah adanja , Kerna dia membikin manoesia. Djad: boeas seperti raksasa. Sairan ini saja koentjikan, Semoca jang socdah koetoelikan, Soepaja soedara memikirkan, Hal mana jang soeka dilakockan. Saja hanjalah berkata sadja. Ta tentoe bisa melakoekannja, Seperti adjarannja Pendita. TOLSTOY, itoe dia namanja.<noinclude></noinclude> 740sw87k45ubzxvsf1s9kvnrn3bkr5l 310626 309840 2026-08-10T11:33:39Z Ibrohim tijani 26379 310626 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||19}}</noinclude>Maski dia sengsara sekali, Asal tawakal didalam hati, Berlakoe baik dan hati soctji, Dia dikata orang sedjati. Siapa soeka hidoep sengsara ? Barang kali ta' seorang ada, Kerna keadaan didoenia Banjak sekali setan menggoda. Banjak jang memilih hidoep gila. Maski memeres darah bangsanja, Poen memakan daging menoesia, Asal sadja bisa dapat harta. Harta itoelah perloe sekali. Agar dia bisa menocroeti, Hawa safsocnja jang disockai. Baik jang boesock baik jang soetji. Harta itoe dipandangnja Allah, Tetapi harta bisa memetjah. Antara soedara satoe darah, Ini hal tidak boleh dibantah. Ada orang jang mengatakannja. Harta itoe setanlah adanja , Kerna dia membikin manoesia. Djad: boeas seperti raksasa. Sairan ini saja koentjikan, Semoca jang socdah koetoelikan, Soepaja soedara memikirkan, Hal mana jang soeka dilakockan. Saja hanjalah berkata sadja. Ta tentoe bisa melakoekannja, Seperti adjarannja Pendita. TOLSTOY, itoe dia namanja.<noinclude></noinclude> br98uphmyvdu4dfon7g42kol9x875v2 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/33 104 111323 309841 2026-08-09T22:36:38Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309841 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />20</noinclude>'''PENOENTOEN. ''' '''----------''' Tidak gampang mendjadi penoentoen, Kromo tertindas bertaoen-taoen, Dia bertereak minta ampoen, Seperti orang memakan ratjoen. Menoesia jang mendengarkannja, Socaranja jang seperti disiksa, Soenggoch ta'bisa tahan hatinja, Mengepil tangan dengan berkata : ..Hai ! pengisap darahnja Kromo. Dengarkanlah soearanja kang Kromo, Kamoe mengisap seperti boeto, Boeto sabrangan jang amat moerko. " Begitoe kata Leider jang brani, Tida menghitoeng apa jang djadi, Jang mengenai diri sendiri. Asal soedah berkata brani . Bagaimanakah akalnja Leider ? Menoeloeng kang Kromo jang dipoeter ? Dia selaloe dioeber - oeber. Seloeroeh negeri soedah kiter. Politie tentoe memboeka mata, Kepada penoentoen jang membela Bangsa kita jang dibikin soesa, Oleh orang bangsanja raksasa. Beranikah kamoe mendjalani ? Mendjadi penoentoen jang sedjati ? Jang tida takoet pada Justitie, Dan tida mengkirik masock boei ? Itoe djalan jang paling octama , Goena membela bangsa jang tjilak. Membikin dia djadi manoesia. Manocsia sedjati dan moclia. Kita harap bisa mengibarkan , Bandera merdika ditoendjoekkan , Bangsa orang jang sama menekan. Bangsa tjilaka jang dihinakan.<noinclude></noinclude> kipzdrbeoh5kewche7jf3psp9mqxekt 309842 309841 2026-08-09T22:37:07Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309842 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />20</noinclude>'''PENOENTOEN. ''' '''----------''' Tidak gampang mendjadi penoentoen, Kromo tertindas bertaoen-taoen, Dia bertereak minta ampoen, Seperti orang memakan ratjoen. Menoesia jang mendengarkannja, Socaranja jang seperti disiksa, Soenggoch ta'bisa tahan hatinja, Mengepil tangan dengan berkata : ..Hai ! pengisap darahnja Kromo. Dengarkanlah soearanja kang Kromo, Kamoe mengisap seperti boeto, Boeto sabrangan jang amat moerko. " Begitoe kata Leider jang brani, Tida menghitoeng apa jang djadi, Jang mengenai diri sendiri. Asal soedah berkata brani . Bagaimanakah akalnja Leider ? Menoeloeng kang Kromo jang dipoeter ? Dia selaloe dioeber - oeber. Seloeroeh negeri soedah kiter. Politie tentoe memboeka mata, Kepada penoentoen jang membela Bangsa kita jang dibikin soesa, Oleh orang bangsanja raksasa. Beranikah kamoe mendjalani ? Mendjadi penoentoen jang sedjati ? Jang tida takoet pada Justitie, Dan tida mengkirik masock boei ? Itoe djalan jang paling octama , Goena membela bangsa jang tjilak. Membikin dia djadi manoesia. Manocsia sedjati dan moclia. Kita harap bisa mengibarkan , Bandera merdika ditoendjoekkan , Bangsa orang jang sama menekan. Bangsa tjilaka jang dihinakan.<noinclude></noinclude> 5nwzzzqgjwzzaio3w2a86j0b57y5ncx 310628 309842 2026-08-10T11:35:29Z Ibrohim tijani 26379 310628 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||20}}</noinclude>{{rh||'''PENOENTOEN. '''}} '''____________''' Tidak gampang mendjadi penoentoen, Kromo tertindas bertaoen-taoen, Dia bertereak minta ampoen, Seperti orang memakan ratjoen. Menoesia jang mendengarkannja, Socaranja jang seperti disiksa, Soenggoch ta'bisa tahan hatinja, Mengepil tangan dengan berkata : ..Hai ! pengisap darahnja Kromo. Dengarkanlah soearanja kang Kromo, Kamoe mengisap seperti boeto, Boeto sabrangan jang amat moerko. " Begitoe kata Leider jang brani, Tida menghitoeng apa jang djadi, Jang mengenai diri sendiri. Asal soedah berkata brani . Bagaimanakah akalnja Leider ? Menoeloeng kang Kromo jang dipoeter ? Dia selaloe dioeber - oeber. Seloeroeh negeri soedah kiter. Politie tentoe memboeka mata, Kepada penoentoen jang membela Bangsa kita jang dibikin soesa, Oleh orang bangsanja raksasa. Beranikah kamoe mendjalani ? Mendjadi penoentoen jang sedjati ? Jang tida takoet pada Justitie, Dan tida mengkirik masock boei ? Itoe djalan jang paling octama , Goena membela bangsa jang tjilak. Membikin dia djadi manoesia. Manocsia sedjati dan moclia. Kita harap bisa mengibarkan , Bandera merdika ditoendjoekkan , Bangsa orang jang sama menekan. Bangsa tjilaka jang dihinakan.<noinclude></noinclude> popw2r14cbtnkui9v2ok71hnrotitj2 310629 310628 2026-08-10T11:35:58Z Ibrohim tijani 26379 310629 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||20}}</noinclude>{{rh||'''PENOENTOEN. '''}} {{rh||'''____________'''}} Tidak gampang mendjadi penoentoen, Kromo tertindas bertaoen-taoen, Dia bertereak minta ampoen, Seperti orang memakan ratjoen. Menoesia jang mendengarkannja, Socaranja jang seperti disiksa, Soenggoch ta'bisa tahan hatinja, Mengepil tangan dengan berkata : ..Hai ! pengisap darahnja Kromo. Dengarkanlah soearanja kang Kromo, Kamoe mengisap seperti boeto, Boeto sabrangan jang amat moerko. " Begitoe kata Leider jang brani, Tida menghitoeng apa jang djadi, Jang mengenai diri sendiri. Asal soedah berkata brani . Bagaimanakah akalnja Leider ? Menoeloeng kang Kromo jang dipoeter ? Dia selaloe dioeber - oeber. Seloeroeh negeri soedah kiter. Politie tentoe memboeka mata, Kepada penoentoen jang membela Bangsa kita jang dibikin soesa, Oleh orang bangsanja raksasa. Beranikah kamoe mendjalani ? Mendjadi penoentoen jang sedjati ? Jang tida takoet pada Justitie, Dan tida mengkirik masock boei ? Itoe djalan jang paling octama , Goena membela bangsa jang tjilak. Membikin dia djadi manoesia. Manocsia sedjati dan moclia. Kita harap bisa mengibarkan , Bandera merdika ditoendjoekkan , Bangsa orang jang sama menekan. Bangsa tjilaka jang dihinakan.<noinclude></noinclude> msugvxrs1pqbkol0l8vbe8i1ncmxyef Halaman:Sair rempah rempah.pdf/34 104 111324 309843 2026-08-09T22:38:02Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309843 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />21</noinclude>Kita orang djocga hamba Allah. Seperti orang jang memerentah . Kita orang tentoe tidak salah. Mentjari djalan socpaja gagah. Penocatoen mesti berlakoc soetji. Bocat menarik semoca hati Manoesia jang sama mengikoeti. Berdjalan lempang dan jang titi. Penoentoen haroes poenja sendjata. Lahir batin djangan sampei loepa. Hati letap. lahirnja bekerdja. Tocan Allah diangan sampai loepa. Waktoe soesah ta'ada jang toeloeng. Tjoema Tochanlah jang Maha Agoeng ! Bisa mengilangkan hati bingoeng. Kesoesahanja sebab dikoeroeng . Didalam boci jang amat soenji, Tidak ada socara berboenji. Tjoema si setan jang menggodai Barang doenia jang amat rapi. Barang itoclah barang kotoran. Achiraja membikin kesockaran , Bila docnia socdah lebaran. Hatinja jang takoet berhamboeran. Tjoema hatinja orang jang tetep. Semoea rintangan jang dihadep . Walaupoen dia tidak diharep. Tapi berani dengan hati mantep. Penoentoen itoe bockan berdagang . Seperti orang mentjari oeang . Sana menegarock sini memegang . Seperti geldteller dikantor bank. Kalau ada penoentoen begitoe . Scolah olah dia memaloe Kepala lidnja jang amat dengoe. Ini boleh dikata Penipoe . Kalau memang sengadja menipoe. Djangan manoesia jang tidak mampoe . Tipoclah dia , si ket; oe - ketjoe. Jang merampas barang kita itoс.<noinclude></noinclude> kxlxvon3xd9jd1lpin1hyd05pagqehj 310634 309843 2026-08-10T11:46:49Z Ibrohim tijani 26379 310634 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||21}}</noinclude>Kita orang djocga hamba Allah. Seperti orang jang memerentah . Kita orang tentoe tidak salah. Mentjari djalan socpaja gagah. Penocatoen mesti berlakoc soetji. Bocat menarik semoca hati Manoesia jang sama mengikoeti. Berdjalan lempang dan jang titi. Penoentoen haroes poenja sendjata. Lahir batin djangan sampei loepa. Hati letap. lahirnja bekerdja. Tocan Allah diangan sampai loepa. Waktoe soesah ta'ada jang toeloeng. Tjoema Tochanlah jang Maha Agoeng ! Bisa mengilangkan hati bingoeng. Kesoesahanja sebab dikoeroeng . Didalam boci jang amat soenji, Tidak ada socara berboenji. Tjoema si setan jang menggodai Barang doenia jang amat rapi. Barang itoclah barang kotoran. Achiraja membikin kesockaran , Bila docnia socdah lebaran. Hatinja jang takoet berhamboeran. Tjoema hatinja orang jang tetep. Semoea rintangan jang dihadep . Walaupoen dia tidak diharep. Tapi berani dengan hati mantep. Penoentoen itoe bockan berdagang . Seperti orang mentjari oeang . Sana menegarock sini memegang . Seperti geldteller dikantor bank. Kalau ada penoentoen begitoe . Scolah olah dia memaloe Kepala lidnja jang amat dengoe. Ini boleh dikata Penipoe . Kalau memang sengadja menipoe. Djangan manoesia jang tidak mampoe . Tipoclah dia , si ket; oe - ketjoe. Jang merampas barang kita itoс.<noinclude></noinclude> 5ddm80dd9traszi0s8l956lhgxz18kx Halaman:Sair rempah rempah.pdf/35 104 111325 309844 2026-08-09T22:38:48Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309844 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />22</noinclude>Diangan nienoentoen setengah djalaa . Tjoema berkata diperkoempoelan, Katanja berani mendjadi korban . Tapi selaloe bersemboenjian. Mari saudara bersatoe hati, Melakoekan pekerdja'an soetji . Seepaja kita bisa berganti. Atoeran adil jang kita tjari . Bocat semoea orang Hindia. Dan bocat semoea manoesia, Jang hidoep diseloeroch doenia, Hidoep damai dan tidak sengsara. Itoe hal - hal koeadjiban kita . .Bocat membikin baik doznia. Meskipoen berat tidak mengapa. Jang mengerti tentoe ta merasa. Semoea Nabi telah bersabda: Berat, enteng, soesah dan tjilaka. Hanja tergantoeng di hati kita, Itoelah tempatnja rasa kita. Itoe rasa bisa kita koempoel, Seperti emas jang misih woengkoel . Bertjahja terang poen soenggoeh betoel. Semoea niat akan terkaboel . Kita tidak akan djadi Nabi , Tapi meneroeskan lakoe soetji. Semoea orang telah mengarti. Jang ada di dalam alam ini . Boeda . Isa baik itoe njata, Peladjarannja boeat manoesia . Agar hidoep damai di docnia, Tetapi tidak dilakockannja. Jang kita toentoet Igama Islam . Nabi Mohamad kocwasa Alam. Peladjarannja poen tidak kedjam. Socka damai dengan toeroen adam . Lahir dan batin kita disoeroch, Menoentoet ilmoe jang berpengaroch , Doenia acherat jang tidak roesoch. Dilarang keras mentjari mocsoch.<noinclude></noinclude> s5ce987pxr91pwtbz4211hq7aaqbkte 310635 309844 2026-08-10T11:47:18Z Ibrohim tijani 26379 310635 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|22}}</noinclude>Diangan nienoentoen setengah djalaa . Tjoema berkata diperkoempoelan, Katanja berani mendjadi korban . Tapi selaloe bersemboenjian. Mari saudara bersatoe hati, Melakoekan pekerdja'an soetji . Seepaja kita bisa berganti. Atoeran adil jang kita tjari . Bocat semoea orang Hindia. Dan bocat semoea manoesia, Jang hidoep diseloeroch doenia, Hidoep damai dan tidak sengsara. Itoe hal - hal koeadjiban kita . .Bocat membikin baik doznia. Meskipoen berat tidak mengapa. Jang mengerti tentoe ta merasa. Semoea Nabi telah bersabda: Berat, enteng, soesah dan tjilaka. Hanja tergantoeng di hati kita, Itoelah tempatnja rasa kita. Itoe rasa bisa kita koempoel, Seperti emas jang misih woengkoel . Bertjahja terang poen soenggoeh betoel. Semoea niat akan terkaboel . Kita tidak akan djadi Nabi , Tapi meneroeskan lakoe soetji. Semoea orang telah mengarti. Jang ada di dalam alam ini . Boeda . Isa baik itoe njata, Peladjarannja boeat manoesia . Agar hidoep damai di docnia, Tetapi tidak dilakockannja. Jang kita toentoet Igama Islam . Nabi Mohamad kocwasa Alam. Peladjarannja poen tidak kedjam. Socka damai dengan toeroen adam . Lahir dan batin kita disoeroch, Menoentoet ilmoe jang berpengaroch , Doenia acherat jang tidak roesoch. Dilarang keras mentjari mocsoch.<noinclude></noinclude> 3or3ds3pscurmmc2yvd5bc2m0gtt2i6 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/36 104 111326 309845 2026-08-09T22:39:34Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309845 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />23</noinclude>Mentjari moesoeh itoe berarti, Menipoe, memboenoeh, menjakiti, Sesama hidoep di alam ini, Jang poenja perasa'an di hati . Kalau ada orang jang membikin Kamoc socsah soedah amat jakin, Kamoe membalas lahir dan batin. Seperti apa jang dia bikin. Bocat penoentoen tidak begitoe, Tetapi diocga haroes begitoe, Siapa salah haroes di paloc, Soepaja dia berasa djitoe. Kalau tidak mengakoe salahnja, Kepada orang - orang temannja. Jang membikin dia djadi kaja, Haroes dipetjat dari pangkatnja. Lihatlah itoc saudara kita. Jang sama hidoep amat sengsara. Seaken akan dipandang kera Oleh orang - orang jang berharta. Dia dihina, ditindas keras, Dipoetar kiisap terlaloe keras . Si pengisap belocm pocas - pocas. Maski kita bertereak keras. Semoca djalan dikasih palang. Jang bisa datang di tempat lapang. Kemadjoean jang berisi barang, Jang membikin peroct kita kenjang . Orang, penoentoen djangan berlagak Pada lidnja jang diindjak - indjak Oleh orang bangsanja katak. Tetapi haroes berdiri tegak. Penoentoen djangan mengakoe tinggi Dari ledennja jang mengikoeti . Sebab dialah jang memegangi . Kekoeatannja jnng kita tjari. Penoemoen bangsa djanganlah sombong, Mengakoe pintar berkata kosong, Bermaksoed hendak mengisi kantong, Jang socdah lama selaloe kosong.<noinclude></noinclude> jijcifx7pb6hqg8trpirvbu0ezj07to 310636 309845 2026-08-10T11:47:42Z Ibrohim tijani 26379 310636 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||23}}</noinclude>Mentjari moesoeh itoe berarti, Menipoe, memboenoeh, menjakiti, Sesama hidoep di alam ini, Jang poenja perasa'an di hati . Kalau ada orang jang membikin Kamoc socsah soedah amat jakin, Kamoe membalas lahir dan batin. Seperti apa jang dia bikin. Bocat penoentoen tidak begitoe, Tetapi diocga haroes begitoe, Siapa salah haroes di paloc, Soepaja dia berasa djitoe. Kalau tidak mengakoe salahnja, Kepada orang - orang temannja. Jang membikin dia djadi kaja, Haroes dipetjat dari pangkatnja. Lihatlah itoc saudara kita. Jang sama hidoep amat sengsara. Seaken akan dipandang kera Oleh orang - orang jang berharta. Dia dihina, ditindas keras, Dipoetar kiisap terlaloe keras . Si pengisap belocm pocas - pocas. Maski kita bertereak keras. Semoca djalan dikasih palang. Jang bisa datang di tempat lapang. Kemadjoean jang berisi barang, Jang membikin peroct kita kenjang . Orang, penoentoen djangan berlagak Pada lidnja jang diindjak - indjak Oleh orang bangsanja katak. Tetapi haroes berdiri tegak. Penoentoen djangan mengakoe tinggi Dari ledennja jang mengikoeti . Sebab dialah jang memegangi . Kekoeatannja jnng kita tjari. Penoemoen bangsa djanganlah sombong, Mengakoe pintar berkata kosong, Bermaksoed hendak mengisi kantong, Jang socdah lama selaloe kosong.<noinclude></noinclude> 3fnzt62si2f8nu250xwlrqcxvh6uei5 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/37 104 111327 309847 2026-08-09T22:46:03Z Ichi Ocha 26099 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '24 1 Soedah tentoe ledennja mennjerit Kalau penoentoen bermain tjoebit. Karena dia ta'poenja doeit. Oeang sepitjis ditjoebit demit. Lebih boesoek penoentoen mendjilat Kepada orang - orang jang kocat. Bitjaranja bisa main silat. Tjocma mentjari enaknja hilat. Penoentoen haroes berani mati, Socsah badan dengan soesah hati. Djangan memikir enaknja diri. Kocadjiban mesti didjalani . Penoentoen mesti kasar dan aloes. Orang bocas dimaki teroes, Orang... 309847 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" /></noinclude>24 1 Soedah tentoe ledennja mennjerit Kalau penoentoen bermain tjoebit. Karena dia ta'poenja doeit. Oeang sepitjis ditjoebit demit. Lebih boesoek penoentoen mendjilat Kepada orang - orang jang kocat. Bitjaranja bisa main silat. Tjocma mentjari enaknja hilat. Penoentoen haroes berani mati, Socsah badan dengan soesah hati. Djangan memikir enaknja diri. Kocadjiban mesti didjalani . Penoentoen mesti kasar dan aloes. Orang bocas dimaki teroes, Orang jang baik Penoentoen haroes. Memberi perkata'an jang bagoes. Sekarang banjak orang jang bocas, Bertopeng beschaving dia ngrampas. Darah kita seperti diperas . Badan kita seperti dikoepas. Manoesia jang sematjam ini, Lajak amat kita maki maki, Mareka itoe terang sekali , Orang jang terlaloe amat kedji . Brapa Redacteur jang betoel bangsat ? Jang gemar amat soeka mengoepat ? Dia itoelah orang keparat, Seharoesnja kita belah empat. Kita selaloe dimaki maki, Dikatakannja seperti babi. Sebab kita inlander di sini, Boekan mestinja didjoendjoeng tinggi. Orang jang poenja rasa manoesia. Toch tida socka dikatakannja. Itoe Redacteur orang doerhaka , Berlakoe djahat menghina kita. Kalau kita membalas maki, Sigra Justitie menghockoem kami, Katanja mengasoet anak boemi . Dan hendak mendjatoehkan negeri .<noinclude></noinclude> jjjcuz1hg8om84tjf06ej2bht2q8f78 309848 309847 2026-08-09T22:48:40Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 309848 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh|24}}</noinclude>Soedah tentoe ledennja mennjerit Kalau penoentoen bermain tjoebit. Karena dia ta'poenja doeit. Oeang sepitjis ditjoebit demit. Lebih boesoek penoentoen mendjilat Kepada orang - orang jang kocat. Bitjaranja bisa main silat. Tjoema mentjari enaknja hilat. Penoentoen haroes berani mati, Socsah badan dengan soesah hati. Djangan memikir enaknja diri. Kocadjiban mesti didjalani . Penoentoen mesti kasar dan aloes. Orang bocas dimaki teroes, Orang jang baik Penoentoen haroes. Memberi perkata'an jang bagoes. Sekarang banjak orang jang bocas, Bertopeng beschaving dia ngrampas. Darah kita seperti diperas . Badan kita seperti dikoepas. Manoesia jang sematjam ini, Lajak amat kita maki maki, Mareka itoe terang sekali , Orang jang terlaloe amat kedji . Brapa Redactcur jang betoel bangsat? Jang gemar amat soeka mengoepat ? Dia itoelah orang keparat, Seharoesnja kita belah empat. Kita selaloe dimaki maki, Dikatakannja seperti babi. Sebab kita inlander di sini, Boekan mestinja didjoendjoeng tinggi. Orang jang poenja rasa manoesia. Toch tida socka dikatakannja. Itoe Redacteur orang doerhaka , Berlakoe djahat menghina kita. Kalau kita membalas maki, Sigra Justitie menghockoem kami, Katanja mengasoet anak boemi . Dan hendak mendjatoehkan negeri .<noinclude></noinclude> 7qxmduxowfas3x31glda76jxs891wdo 309849 309848 2026-08-09T22:50:19Z Ichi Ocha 26099 309849 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh|24}}</noinclude>Soedah tentoe ledennja mennjerit Kalau penoentoen bermain tjoebit. Karena dia ta'poenja doeit. Oeang sepitjis ditjoebit demit. Lebih boesoek penoentoen mendjilat Kepada orang - orang jang kocat. Bitjaranja bisa main silat. Tjoema mentjari enaknja hilat. Penoentoen haroes berani mati, Socsah badan dengan soesah hati. Djangan memikir enaknja diri. Kocadjiban mesti didjalani . Penoentoen mesti kasar dan aloes. Orang bocas dimaki teroes, Orang jang baik Penoentoen haroes. Memberi perkata'an jang bagoes. Sekarang banjak orang jang bocas, Bertopeng beschaving dia ngrampas. Darah kita seperti diperas . Badan kita seperti dikoepas. Manoesia jang sematjam ini, Lajak amat kita maki maki, Mareka itoe terang sekali , Orang jang terlaloe amat kedji . Brapa Redactcur jang betoel bangsat? Jang gemar amat soeka mengoepat ? Dia itoelah orang keparat, Seharoesnja kita belah empat. Kita selaloe dimaki maki, Dikatakannja seperti babi. Sebab kita inlander di sini, Boekan mestinja didjoendjoeng tinggi. Orang jang poenja rasa manoesia. Toch tida socka dikatakannja. Itoe Redacteur orang doerhaka , Berlakoe djahat menghina kita. Kalau kita membalas maki, Sigra Justitie menghockoem kami, Katanja mengasoet anak boemi . Dan hendak mendjatoehkan negeri .<noinclude></noinclude> 3bm85rvovxw9ppnvqum6ymzrgnoydmw Halaman:Sair rempah rempah.pdf/46 104 111328 309850 2026-08-09T22:51:14Z Ichi Ocha 26099 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '33 Djawijah manis laloc berkata Kepada Jan jang djadi lakinja. Socpaja itoe anak- anaknja Diberinja makan setjoekoepnja. Tetapi Jan poera poc a tocli. Tidak medengar sama sekali Socara sambat jang amat ngeri. Dari toe dia ta perdocli. Anak Djawijah bersama -sama . Dia berkata pada iboenja. Djawijah jang manis disocrochnja Mentjari socami jang oetama. Sebab papahnja terlaioe bocas. Ta' memikir anaknja jang lemas. Djocga selaloe main merampas . Me... 309850 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" /></noinclude>33 Djawijah manis laloc berkata Kepada Jan jang djadi lakinja. Socpaja itoe anak- anaknja Diberinja makan setjoekoepnja. Tetapi Jan poera poc a tocli. Tidak medengar sama sekali Socara sambat jang amat ngeri. Dari toe dia ta perdocli. Anak Djawijah bersama -sama . Dia berkata pada iboenja. Djawijah jang manis disocrochnja Mentjari socami jang oetama. Sebab papahnja terlaioe bocas. Ta' memikir anaknja jang lemas. Djocga selaloe main merampas . Mengisap darah ta ' pocas-pocas lboe, kamoe kawin lagi sadja ! Pilihlah lelaki jang octama Jang pocnja pikiran manoesia. Djoega jang soeka menocloeng kıra". ...Lihatlah Ibockoe ! kita orang Koeroes kering seperti binatang ! Pakean robek ampir teiandjang ! Romah roesak dari alang -alang !" Begitoelah berkata anaknja Djawijah jang terlaloe sengsara Dan merasakan kesoesahannja. Semoea soedara-soedaranja.<noinclude></noinclude> ejqjk76sfgwya0fn5d9z75vqlcuqg7p 309851 309850 2026-08-09T22:53:55Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 309851 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh|||33}}</noinclude> Djawijah manis laloc berkata Kepada Jan jang djadi lakinja. Socpaja itoe anak- anaknja Diberinja makan setjoekoepnja. Tetapi Jan poera poera toeli. Tidak medengar sama sekali Socara sambat jang amat ngeri. Dari itoe dia ta perdoeli. Anak Djawijah bersama -sama . Dia berkata pada iboenja. Djawijah jang manis disocrochnja Mentjari socami jang oetama. Sebab papahnja terlaioe boeas. Ta' memikir anaknja jang lemas. Djoega selaloe main merampas. Mengisap darah ta ' poeas-poeas ...lboe, kamoe kawin lagi sadja! Pilihlah lelaki jang oetama Jang poenja pikiran manoesia. Djoega jang soeka menocloeng kıta". ...Lihatlah Ibockoe! kita orang Koeroes kering seperti binatang! Pakean robek ampir teiandjang ! Romah roesak dari alang-alang!" Begitoelah berkata anaknja Djawijah jang terlaloe sengsara Dan merasakan kesoesahannja. Semoea soedara-soedaranja.<noinclude></noinclude> 4woe3t7xbyecsos5imm5xca62p63jqg Halaman:Sair rempah rempah.pdf/47 104 111329 309852 2026-08-09T22:58:32Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 309852 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh|34}}</noinclude><center>{{xx-larger|'''Dari negri Blanda'''}} {{rule}}{{rule|height=4px}} Rasa hatikoe berdebar-debar, Sebab mendengar Indië-Weerbaar: Saja poenja hati tidak sabar, Karna tanah kita hendak boebar. Koran Hindia jang kita trima, Waktoe saja ada negri Blanda. Rame-rame membitjarakenja. Indie Weerbaar di gerakenja. Saja berkata pada Soewardi. Djoega pada dia poenja istri : ..Tjoba batja koran-koran ini, Bisa bikin panas hati kami... ..Soenggoeh saja ini ta'bergoena, Bertempat tinggal di negeri Blanda. Karena bangsa kita di Hindia, Ini masa diantjam bahaja.” Soewardi dengan Raden Ajoenja. Dia bersama sama tertawa, Sebab mendengar saja berkata. Dia mendjawab kepada saja : ..Kamoe bisa bekerdja di sini. Boeat keperloean bangsa kami. Ta perloe kamoe lekas kembali. Keboeroe boeroe pergi Betawi." ...Mati hidoep sama sama kita, Djaoeh sanak familie dan bangsa, Terbocang djaoeh di negri Blanda, Kerena membela bangsa kita." ..Nee! tidak saja mesti berangkat, Poelang tanah Djawa dengan tjepat. Kalau perioe saja berani nekat, Menjerang kepada si kianat. " Tergesa gesa saja bitjara Kepada Agent kapal Hindia, Socpaja saja bisa menjewa. Tooroet berlajar ke tanah Djawa.<noinclude></noinclude> 7cd1ivcyegusekba8q7qr83hay11u8d 309879 309852 2026-08-09T23:16:11Z Ibrohim tijani 26379 /* Tervalidasi */ 309879 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ibrohim tijani" />{{rh|34}}</noinclude><center>{{xx-larger|'''Dari negri Blanda'''}} {{rule}}{{rule|height=4px}} Rasa hatikoe berdebar-debar, Sebab mendengar Indië-Weerbaar: Saja poenja hati tidak sabar, Karna tanah kita hendak boebar. Koran Hindia jang kita trima, Waktoe saja ada negri Blanda. Rame-rame membitjarakenja. Indie Weerbaar di gerakenja. Saja berkata pada Soewardi. Djoega pada dia poenja istri : ..Tjoba batja koran-koran ini, Bisa bikin panas hati kami... ..Soenggoeh saja ini ta'bergoena, Bertempat tinggal di negeri Blanda. Karena bangsa kita di Hindia, Ini masa diantjam bahaja.” Soewardi dengan Raden Ajoenja. Dia bersama sama tertawa, Sebab mendengar saja berkata. Dia mendjawab kepada saja : ..Kamoe bisa bekerdja di sini. Boeat keperloean bangsa kami. Ta perloe kamoe lekas kembali. Keboeroe boeroe pergi Betawi." ...Mati hidoep sama sama kita, Djaoeh sanak familie dan bangsa, Terbocang djaoeh di negri Blanda, Kerena membela bangsa kita." ..Nee! tidak saja mesti berangkat, Poelang tanah Djawa dengan tjepat. Kalau perioe saja berani nekat, Menjerang kepada si kianat. " Tergesa gesa saja bitjara Kepada Agent kapal Hindia, Socpaja saja bisa menjewa. Tooroet berlajar ke tanah Djawa.<noinclude></noinclude> svs14oo410ctfrlwgs81m1f6osetwwu Halaman:Sair rempah rempah.pdf/38 104 111330 309853 2026-08-09T23:04:05Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309853 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />25</noinclude>Tetapi si Redacteur Belanda Bisa sepocasnja maki kita, Justitie ta memperdoelikannja, Sebab dia si bangsa Belanda . Tahoekah socdah penoentoen kita ? Apa kabar pemerentah Belanda ? Boekankah dia memchak bangsa ? Itoelah socdah terlaloe njata ! Djangan bermain pat - pat goelipat. Djadi Penoentoen mendjilat pantat Kepada orang - orang jang koeat, Berniat hendak mentjari pangkat. Banjak tjontonja orang begini . Brani ocang tapi takoet mati. Lebih senang sama mendjilati Orang - orang jang menindas kami . Saudara kita mesti jang awas ! Kalau ada penoentoen jang boeas. Lebih baik sigera dilepas . Soepaja djangan bisa merampas . Leider djangan seperti ajam. Dikockoeri nasi soedah diam . Itoelat, nasi socdah kotoran. Dia orang socdah tidak dojan ! Leider djangan biasa menangis . Hatinja djail seperti iblis. Srenta dikasih goela jang manis. Lekas menrima seperti ngemis! Leider begitoe bockan orang. Lebih baik discboet binatang . Dia bertreak setinggi bintang. Tjoema bermaksoca mentjari ocang . Dia mengakoe intellectueel. Sesoenggoehnja toekang mengoetii . Hau binatang jang amat djail. Ditoetoep dengan intellectueel. Penoentoen djangan soeka mengakoe, Mendjadi manoesia klas satoe Menocroct nenek mojangnja doeloe, Bockan bangsa orang mikoel batoc..<noinclude></noinclude> 874m9ml92qyg2eji1goy6qogl0vnred 310637 309853 2026-08-10T11:48:23Z Ibrohim tijani 26379 310637 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|25}}</noinclude>Tetapi si Redacteur Belanda Bisa sepocasnja maki kita, Justitie ta memperdoelikannja, Sebab dia si bangsa Belanda . Tahoekah socdah penoentoen kita ? Apa kabar pemerentah Belanda ? Boekankah dia memchak bangsa ? Itoelah socdah terlaloe njata ! Djangan bermain pat - pat goelipat. Djadi Penoentoen mendjilat pantat Kepada orang - orang jang koeat, Berniat hendak mentjari pangkat. Banjak tjontonja orang begini . Brani ocang tapi takoet mati. Lebih senang sama mendjilati Orang - orang jang menindas kami . Saudara kita mesti jang awas ! Kalau ada penoentoen jang boeas. Lebih baik sigera dilepas . Soepaja djangan bisa merampas . Leider djangan seperti ajam. Dikockoeri nasi soedah diam . Itoelat, nasi socdah kotoran. Dia orang socdah tidak dojan ! Leider djangan biasa menangis . Hatinja djail seperti iblis. Srenta dikasih goela jang manis. Lekas menrima seperti ngemis! Leider begitoe bockan orang. Lebih baik discboet binatang . Dia bertreak setinggi bintang. Tjoema bermaksoca mentjari ocang . Dia mengakoe intellectueel. Sesoenggoehnja toekang mengoetii . Hau binatang jang amat djail. Ditoetoep dengan intellectueel. Penoentoen djangan soeka mengakoe, Mendjadi manoesia klas satoe Menocroct nenek mojangnja doeloe, Bockan bangsa orang mikoel batoc..<noinclude></noinclude> sd72dek547qp5o62dfqtudqmgpk00mx Halaman:Sair rempah rempah.pdf/39 104 111331 309854 2026-08-09T23:04:49Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309854 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />26</noinclude>Sama rata toelah jang baik, Hati jang soetji haroes ditarik, Djangan bersobatan dengan pabrik, Agar kang Kromo djangan mendhelik. Penoentoen djangan bermoeka gedek, Di tjoetji ledennja misih teblck, Seperti dia moesoeh dengan blek, Tentoe sadja dia gedek-gedek . Penoentoen 'djangan mandjangken hidoeng. Mendjaga ledennja djangan moetoeng. Tidak oesah takoet moesoch mentoeng, Maskipoen diserang dengan wadoeng. Ingat Penoentoen diblakangmoe Berdjalan hari kematianmoe, Berlari-lari dia menboeroe, Hendak memisah tjinta hatimoe. Lahir dan batin saja berkata, ' Lahir setria batin pendita, Doenia bagoes baik ditrima, Doenia bocsoek tidak mengapa. Ingat ! ertinja ini doenia : Bisa membikin manoesia gila, Djoega boekan barang jang sempoerna, Tapi betoel ta'kekal belaka. Hal itoe tidak boleh diboeang, Laloe berdjalan dengan telandjang . Kerna mengarti djahatnja oeang . Tentoe dia. lidmoe koerang senang . Sekali lagi saja berkata. Lahir batin itoe jang sempoerna, Bocat menjampekan maksoed kita, Jang di gemari semoea bangsa. Setrija itoe boekan Pendita, Begitoe djoega poen sebaliknja. Tetapi penocntoen jang octama , Gambang sekali mengoempoelkanoja. Doca hal itoc berkoempoel boender. Tidak takoet socara ..geleger", Djalan sendiri zonder dianter. Itoclah namanja socdah manter.<noinclude></noinclude> coo88h7k2ylw2iuo6dawva53zds1agz 310638 309854 2026-08-10T11:48:51Z Ibrohim tijani 26379 310638 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|26}}</noinclude>Sama rata toelah jang baik, Hati jang soetji haroes ditarik, Djangan bersobatan dengan pabrik, Agar kang Kromo djangan mendhelik. Penoentoen djangan bermoeka gedek, Di tjoetji ledennja misih teblck, Seperti dia moesoeh dengan blek, Tentoe sadja dia gedek-gedek . Penoentoen 'djangan mandjangken hidoeng. Mendjaga ledennja djangan moetoeng. Tidak oesah takoet moesoch mentoeng, Maskipoen diserang dengan wadoeng. Ingat Penoentoen diblakangmoe Berdjalan hari kematianmoe, Berlari-lari dia menboeroe, Hendak memisah tjinta hatimoe. Lahir dan batin saja berkata, ' Lahir setria batin pendita, Doenia bagoes baik ditrima, Doenia bocsoek tidak mengapa. Ingat ! ertinja ini doenia : Bisa membikin manoesia gila, Djoega boekan barang jang sempoerna, Tapi betoel ta'kekal belaka. Hal itoe tidak boleh diboeang, Laloe berdjalan dengan telandjang . Kerna mengarti djahatnja oeang . Tentoe dia. lidmoe koerang senang . Sekali lagi saja berkata. Lahir batin itoe jang sempoerna, Bocat menjampekan maksoed kita, Jang di gemari semoea bangsa. Setrija itoe boekan Pendita, Begitoe djoega poen sebaliknja. Tetapi penocntoen jang octama , Gambang sekali mengoempoelkanoja. Doca hal itoc berkoempoel boender. Tidak takoet socara ..geleger", Djalan sendiri zonder dianter. Itoclah namanja socdah manter.<noinclude></noinclude> q1nkxsl6poi6foz233f9ib4c2hvhdke Halaman:Sair rempah rempah.pdf/40 104 111332 309855 2026-08-09T23:05:27Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309855 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />27</noinclude> '''DJAWIJAH.''' Djawijah seorang dara manis, Terlaloe kaja emas dan pitjis. Roepa molek tabeatnja manis. Moerah hati. djoega tidak bengis. Panjak orang jang menarock tjinta Pada Djawijah jang misih dara . Maski dia anak Kromo desa. Semoca orang tergila - gila. Djawijah memakai tali pinggang Dari djemeroct jang amat terang . Siapa jang kasih itoe barang ? Tocan Allah jang terlaloe sajang. Djawijah lahir soedah begitoe, Dipinggangnja socdah ada batoe Smaragd bagoes idjoe rijoe- rijoc . Menambahi roepanja jang hajoe. Pak Kromo soenggochpoen amat senang Anaknja lahir bertali pinggang . Batoc hidjo jang terlaloe terang , Tertampak mata seperti konang . Didesa Hindijadi namanja : Djawijah manis tempat tinggalnja ; Hidoep senang seperti disorga, Sebab dia banjak harta benda. Tiap-tiap pockoel lima pagi. Djawijah kesoengi hendak mandi : Memakai badjoenja loerik teki Jang kelihatan terialoe rapi . Kalau mata hari hendak terbit : Sinar merah seloeroch langit ; Menerangi oedjoeng bockit-bockit : Boeroeng poen berboenji tjoewit -tjoewit. Djawijah merasa amat senang Melihat sawah dan ladang -ladang, Dan kebon-kebon jang banjak kembang. Oetannja besar banjak binatang.<noinclude></noinclude> gw01upj48hhrxuipz0dxngqygbu076m 310640 309855 2026-08-10T11:49:50Z Ibrohim tijani 26379 310640 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||27}}</noinclude> {{rh|||'''DJAWIJAH.'''}} Djawijah seorang dara manis, Terlaloe kaja emas dan pitjis. Roepa molek tabeatnja manis. Moerah hati. djoega tidak bengis. Panjak orang jang menarock tjinta Pada Djawijah jang misih dara . Maski dia anak Kromo desa. Semoca orang tergila - gila. Djawijah memakai tali pinggang Dari djemeroct jang amat terang . Siapa jang kasih itoe barang ? Tocan Allah jang terlaloe sajang. Djawijah lahir soedah begitoe, Dipinggangnja socdah ada batoe Smaragd bagoes idjoe rijoe- rijoc . Menambahi roepanja jang hajoe. Pak Kromo soenggochpoen amat senang Anaknja lahir bertali pinggang . Batoc hidjo jang terlaloe terang , Tertampak mata seperti konang . Didesa Hindijadi namanja : Djawijah manis tempat tinggalnja ; Hidoep senang seperti disorga, Sebab dia banjak harta benda. Tiap-tiap pockoel lima pagi. Djawijah kesoengi hendak mandi : Memakai badjoenja loerik teki Jang kelihatan terialoe rapi . Kalau mata hari hendak terbit : Sinar merah seloeroch langit ; Menerangi oedjoeng bockit-bockit : Boeroeng poen berboenji tjoewit -tjoewit. Djawijah merasa amat senang Melihat sawah dan ladang -ladang, Dan kebon-kebon jang banjak kembang. Oetannja besar banjak binatang.<noinclude></noinclude> sffnepqi337lb1ihqs1ti8kjt0s09eo 310641 310640 2026-08-10T11:50:03Z Ibrohim tijani 26379 310641 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||27}}</noinclude> {{rh||'''DJAWIJAH.'''}} Djawijah seorang dara manis, Terlaloe kaja emas dan pitjis. Roepa molek tabeatnja manis. Moerah hati. djoega tidak bengis. Panjak orang jang menarock tjinta Pada Djawijah jang misih dara . Maski dia anak Kromo desa. Semoca orang tergila - gila. Djawijah memakai tali pinggang Dari djemeroct jang amat terang . Siapa jang kasih itoe barang ? Tocan Allah jang terlaloe sajang. Djawijah lahir soedah begitoe, Dipinggangnja socdah ada batoe Smaragd bagoes idjoe rijoe- rijoc . Menambahi roepanja jang hajoe. Pak Kromo soenggochpoen amat senang Anaknja lahir bertali pinggang . Batoc hidjo jang terlaloe terang , Tertampak mata seperti konang . Didesa Hindijadi namanja : Djawijah manis tempat tinggalnja ; Hidoep senang seperti disorga, Sebab dia banjak harta benda. Tiap-tiap pockoel lima pagi. Djawijah kesoengi hendak mandi : Memakai badjoenja loerik teki Jang kelihatan terialoe rapi . Kalau mata hari hendak terbit : Sinar merah seloeroch langit ; Menerangi oedjoeng bockit-bockit : Boeroeng poen berboenji tjoewit -tjoewit. Djawijah merasa amat senang Melihat sawah dan ladang -ladang, Dan kebon-kebon jang banjak kembang. Oetannja besar banjak binatang.<noinclude></noinclude> s5wi7do4098msyamoihpzbj06clgez7 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/45 104 111333 309856 2026-08-09T23:06:37Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 309856 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>32 Itoe waktoe Djawijah poen awas, Memegang kantongnja oeang emas, Soepaja tidak bisa dirampas Oleh tamoenja jang amat boeas. Si Jan akalnja terlaloe pinter, Soepaja dia bisa menjeler. Kantong si Djawijah nengan angler, Dan jang poenja poen tidak gemeter. Jan mempoenjai ilmoe pemisah, Keroekoenannja anak Djawijah, · Soepaja dia, si botjah - botjah, Tidak koempoel dan terpisah - pisah. Djawijah dan Jari tinggal sendiri. Kerna anak - anak soedah lari, Mentjari tempat dilain negri. Goena hidoep dan berhati soetji. Dengan tipoean, djoega memaksa , Jan Zeventien minta harta benda Pada Djawijah jarg amat kaja. Jan mengantjam akan memboenoehnja. Kaloek Djawijah ta ' menoeroeti, Kemaocannja Jan poenja hati. Akan diboenoeh sampai mati. Dan harta bendanja dirampasi. Djawijah menoeroet kehendaknja, Tamoenja jang seperti boeaja. Poen Djawijah mendjadi istrinja, Sampe beranak berdjoeta - djoeta Jan Zeventien tidak memikirkan Anak Djawijah jang dilahirkan . Biar anaknja mati klaperan. Asal dia dapat kekajaän . Djawijah lihat anak - anaknja . Dia orang jang amat sengsara. Kerna disiksa oleh Bapaknja. Jaitoe : si Bapak jang doeraka. Djawijah betoel amat kasian . Banjak anaknja jang kelaperan, Bersambat sambat minta makanan . Agar tidak datang kematian .<noinclude></noinclude> 82ptubnmylyoy416rvgc2dlbvltql4j 309862 309856 2026-08-09T23:09:19Z Ichi Ocha 26099 309862 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh|32}}</noinclude> Itoe waktoe Djawijah poen awas, Memegang kantongnja oeang emas, Soepaja tidak bisa dirampas Oleh tamoenja jang amat boeas. Si Jan akalnja terlaloe pinter, Soepaja dia bisa menjeler. Kantong si Djawijah nengan angler, Dan jang poenja poen tidak gemeter. Jan mempoenjai ilmoe pemisah, Keroekoenannja anak Djawijah, · Soepaja dia, si botjah - botjah, Tidak koempoel dan terpisah - pisah. Djawijah dan Jann tinggal sendiri. Kerna anak - anak soedah lari, Mentjari tempat dilain negri. Goena hidoep dan berhati soetji. Dengan tipoean, djoega memaksa, Jan Zeventien minta harta benda Pada Djawijah jang amat kaja. Jan mengantjam akan memboenoehnja. Kaloek Djawijah ta' menoeroeti, Kemaocannja Jan poenja hati. Akan diboenoeh sampai mati. Dan harta bendanja dirampasi. Djawijah menoeroet kehendaknja, Tamoenja jang seperti boeaja. Poen Djawijah mendjadi istrinja, Sampe beranak berdjoeta - djoeta Jan Zeventien tidak memikirkan Anak Djawijah jang dilahirkan . Biar anaknja mati klaperan. Asal dia dapat kekajaän. Djawijah lihat anak - anaknja . Dia orang jang amat sengsara. Kerna disiksa oleh Bapaknja. Jaitoe : si Bapak jang doeraka. Djawijah betoel amat kasian . Banjak anaknja jang kelaperan, Bersambat sambat minta makanan . Agar tidak datang kematian .<noinclude></noinclude> a0721f1zkvkho4wkbcgonwrmi9xpoiv Halaman:Sair rempah rempah.pdf/41 104 111334 309857 2026-08-09T23:06:38Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309857 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />28</noinclude>Djawijah beloen poenja Igama , Baik Islam. Christen atau Boedha ; Dia merasa bahwa hidoepnja Tidak berarti socatoe apa. Hati Djawijah merasa heran Melihat mata hari dan boelan , Poen bintang jang kelihatan . Dia disangka seperti Toehan. Saben hari dan sore Djawijah Menjembah mata hari jang merah, Dia bersocdjoed ada di tanah : Mati hidoep dia socdah pasrah. Semoca hal itoe adjarannja Pak Kromo papahnja, orang desa, Jang beloen lama meninggal doenia, Tapi meninggal harta benda . Didesa sitoe ada tetamoe, Saroso nama, seorang Hindoe. Dia melihat gadis jang hajoe :, Merasa senang tinggal disitoe. Dengan senang Djawijah menrima Dia poenja tamoe orang Boedha . Jang haloes boedi dan bahasanja ; Dia dipandang djadi soedara. Tamoe memikir didalam hati : Dia kepingin mengambil istri Djawijah manis jang baik boedi. Boeat temannja hidoep dan mati. Lama-lama Djawijah ketarik Hatinja pada tamoc jang tjerdik. Menjerahkannja diri dan milik. Dia orang kawin baik-baik . Djawijah djadi penganten baroe, Berkawin dengan seorang Hindoe : Dia dipandangnja djadi goeroe, Jang haroes ditoeroet dan ditiroe. „ Djawijah diadjar ilmoe Boedha, Dioega atoeran dan Igamanja, Dia menoeroet peladjarannja , Orang Bocdha jang djadi lakinja.<noinclude></noinclude> rix770d5nfwvm4rpx5vxg860xfaaokm Halaman:Sair rempah rempah.pdf/48 104 111335 309858 2026-08-09T23:06:54Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 309858 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>35 Har berangkatkoe telah datang . Pikiran saja moelai terang , Kerena soedah berangkat pociang . Di dalam kapal bisa mengarang . Soewardi, Sosrokartono. Samoct. Soerjo Poetro, Samsi sama toeroet. Masih ada jang tidak koeseboet, Mengantarkan saja ke setoomboot. Ke Rotterdam kita naik spoor. Hawa dingin hoedjan sneeuw melantoer. Di dalam spoor banjak orang tidoer, Omong omong sambil minoem anggoer. Kapal api kita telah brangkat, Menjoesoer laoetan dengan lambat. Golombang besar terlaloe haibat. Hoedjan Sneeuw hawanja dingin amat. Kita selaloe ada di kamar. Sebab tidak berani keloear, Kapal kita selaloe terdampar, Golombang laoet jang amat besar. Siang dan malam kita mendoa. Djangan sampe mendapat bahaja . Karena di Noordzee ini masa ; Banjak mijn jang membinasakannja. Kapal kapai jang laloe di sitoc . Ada jang antjoer memdjadi aboc. Bila kita mengengat hal itoc, Hati kita pocn berasa piloe. Di Spaansche Zee moelai mengarang . Semoea hal jang terbajang bajang : Di hati saja tertambak terang. Bertjahja bagoes gilang goemilang. Apa djadinja itoe toclisan ? Jang koctoclis ditengah laoctan ? Dan jang ada dibockoe sebaran ? Menghela saja di pembocïan ! Bravo ! katakoe di dalam hati. Waktoe saja di panggil Justitie. Dan diantarkan kedalam boci. Seperti maling jang amat kedji.<noinclude></noinclude> e4foo061258eoo9cxkev51nibl4p0mp 309877 309858 2026-08-09T23:15:14Z Ichi Ocha 26099 309877 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh|35}}</noinclude> Hari berangkatkoe telah datang . Pikiran saja moelai terang, Kerena soedah berangkat poelang . Di dalam kapal bisa mengarang . Soewardi, Sosrokartono. Samoct. Soerjo Poetro, Samsi sama toeroet. Masih ada jang tidak koeseboet, Mengantarkan saja ke setoomboot. Ke Rotterdam kita naik spoor. Hawa dingin hoedjan snecuw melantoer. Di dalam spoor banjak orang tidoer, Omong omong sambil minoem anggoer. Kapal api kita telah brangkat, Menjoesoer laoetan dengan lambat. Golombang besar terlaloe haibat. Hoedjan Snecuw hawanja dingin amat. Kita selaloe ada di kamar. Sebab tidak berani keloear, Kapal kita selaloe terdampar, Golombang laoet jang amat besar. Siang dan malam kita mendoa. Djangan sampe mendapat bahaja . Karena di Noordzee ini masa; Banjak mijn jang membinasakannja. Kapal kapai jang laloe di sitoe. Ada jang antjoer memdjadi aboe. Bila kita mengengat hal itoe, Hati kita pocn berasa piloe. Di Spaansche Zee moelai mengarang. Semoea hal jang terbajang bajang: Di hati saja tertambak terang. Bertjahja bagoes gilang goemilang. Apa djadinja itoe toelisan? Jang koetoelis ditengah laoetan? Dan jang ada diboekoe sebaran? Menghela saja di pembocïan ! Bravo ! katakoe di dalam hati. Waktoe saja di panggil Justitie. Dan diantarkan kedalam boci. Seperti maling jang amat kedji.<noinclude></noinclude> fb42i2apg6s9sktcn3xy8bgcz0ffrdc 309878 309877 2026-08-09T23:15:28Z Ichi Ocha 26099 309878 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh|||35}}</noinclude> Hari berangkatkoe telah datang . Pikiran saja moelai terang, Kerena soedah berangkat poelang . Di dalam kapal bisa mengarang . Soewardi, Sosrokartono. Samoct. Soerjo Poetro, Samsi sama toeroet. Masih ada jang tidak koeseboet, Mengantarkan saja ke setoomboot. Ke Rotterdam kita naik spoor. Hawa dingin hoedjan snecuw melantoer. Di dalam spoor banjak orang tidoer, Omong omong sambil minoem anggoer. Kapal api kita telah brangkat, Menjoesoer laoetan dengan lambat. Golombang besar terlaloe haibat. Hoedjan Snecuw hawanja dingin amat. Kita selaloe ada di kamar. Sebab tidak berani keloear, Kapal kita selaloe terdampar, Golombang laoet jang amat besar. Siang dan malam kita mendoa. Djangan sampe mendapat bahaja . Karena di Noordzee ini masa; Banjak mijn jang membinasakannja. Kapal kapai jang laloe di sitoe. Ada jang antjoer memdjadi aboe. Bila kita mengengat hal itoe, Hati kita pocn berasa piloe. Di Spaansche Zee moelai mengarang. Semoea hal jang terbajang bajang: Di hati saja tertambak terang. Bertjahja bagoes gilang goemilang. Apa djadinja itoe toelisan? Jang koetoelis ditengah laoetan? Dan jang ada diboekoe sebaran? Menghela saja di pembocïan ! Bravo ! katakoe di dalam hati. Waktoe saja di panggil Justitie. Dan diantarkan kedalam boci. Seperti maling jang amat kedji.<noinclude></noinclude> 14rzy3qt4c7cxin8h4hiwfc0ilm6uku 309937 309878 2026-08-10T01:31:30Z Ibrohim tijani 26379 /* Tervalidasi */ 309937 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||35}}</noinclude> Hari berangkatkoe telah datang . Pikiran saja moelai terang, Kerena soedah berangkat poelang . Di dalam kapal bisa mengarang . Soewardi, Sosrokartono. Samoct. Soerjo Poetro, Samsi sama toeroet. Masih ada jang tidak koeseboet, Mengantarkan saja ke setoomboot. Ke Rotterdam kita naik spoor. Hawa dingin hoedjan snecuw melantoer. Di dalam spoor banjak orang tidoer, Omong omong sambil minoem anggoer. Kapal api kita telah brangkat, Menjoesoer laoetan dengan lambat. Golombang besar terlaloe haibat. Hoedjan Snecuw hawanja dingin amat. Kita selaloe ada di kamar. Sebab tidak berani keloear, Kapal kita selaloe terdampar, Golombang laoet jang amat besar. Siang dan malam kita mendoa. Djangan sampe mendapat bahaja . Karena di Noordzee ini masa; Banjak mijn jang membinasakannja. Kapal kapai jang laloe di sitoe. Ada jang antjoer memdjadi aboe. Bila kita mengengat hal itoe, Hati kita pocn berasa piloe. Di Spaansche Zee moelai mengarang. Semoea hal jang terbajang bajang: Di hati saja tertambak terang. Bertjahja bagoes gilang goemilang. Apa djadinja itoe toelisan? Jang koetoelis ditengah laoetan? Dan jang ada diboekoe sebaran? Menghela saja di pembocïan ! Bravo ! katakoe di dalam hati. Waktoe saja di panggil Justitie. Dan diantarkan kedalam boci. Seperti maling jang amat kedji.<noinclude></noinclude> a0h9c4sydpayxfjco4brnpfg5b7bc9l Halaman:Sair rempah rempah.pdf/42 104 111336 309859 2026-08-09T23:07:29Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309859 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />29</noinclude>Dia orang sama hidoep roekoen Sampe beranak bermiljoen -miljoen. Desanja djadi negri besar, poen Tidak ada orang jang manjamoen. Dia orang sama bikin artja Gambar orang biasa dan Radja. Romah. Chewan dan sekaliannja, Dibikinnja dari tanah sadja. Roepa- roepa akainja Saroso Bocat membikin tanda hidoepnja, Oentoek tinggalan toeroen -toeroennja Jang misih hidoep ada doenia. Si Djawijah ketamocan poela Scorang Arab poen socdah njata. Igama Islam jang dipelocknja, Jaitoe hendak disiarkandja. Saroso tidak socka menrima Peladjaran Igama tamoenja . Dia berkata semangkin lama,. Doea doeanja mendjadi moerka. Hadji Madhjo nama si tamoe Jang berbantahan perkara ilmoe. Anak Djawijah, jang amat ajoc Ada djoega jang sama setoedjoc. Jang setoedjoe dengan ilmoe Islam. Memehak tamoenja dan mengantjam , Menantang perang berlakoe kedjam : Membikin rame sclocroch alam. Scioeroch negri semoea santri, Jang ta' mènoeroet dipeladjari . Dia orang sama pergi lari Njebrang laoctan ketanah Bali . Rocpa Djawijah mendjadi mashoer. Poen tanahnja jang terlaloe mamoer Banjak tanemannja pohon nioer. Djocga lainnja hertoenboch socboer. Ada datang lagi orang sebrang Pada Djawijah jang banjak ocang. Orang itoe mengakoe berdagang Dan minta tempat bocat menoempang.<noinclude></noinclude> dz9171jv9wge1ngvcdy998knilixye2 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/43 104 111337 309860 2026-08-09T23:08:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309860 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />30</noinclude>Djawijah jang memang moerah hati , Permintaan itoe ditoeroeti, Asal dia ta' berhati kedji , Men.bikin roesoeh diitoe negri. Tetamoc itoe orang Portegis. Kipingin melihat djanda manis Jang termashoer banjak emas pitjis. Dia poen hendak tocroet mengemis. Dia berniat hendak mengawin Djawijah molek jang seperti djin. Tetamoe sanggoep bekerdja radjin, Asai Djawijah soeka dikawin. Djawijah ta' soeka menoeroeti, Sebab dia soedah poenja swami Orang dari Arab bangsa hadji, Poen Igamanja terlaloe soetji. Portegis djoega tidak memaksa Tentang itoe hal penolakannja , Tjoema minta tinggal di tanahnja 1 Boeat dagang selama lamanja . Tiada lama dari datangnja Orang Portegis diitoe desa, Datang pocla seorang Belanda , Djoega berdagang , dia berkata . Blanda itoe pocn minta menoempang Ditanah Djawijah terlapang. Djoega dia maksoednja berdagang , Beli hasil tanah dengan oeang . Mata Blanda itoe nglirak-nglirik Melihatkan Djawijah jang tjantik . Dia berniat hendak menarik Djawijah akan dibikin goendik. Portegis itoc mengatahoei, Si orang baroc main koemidi Pada Djawijah jang amat soetji, Tapi Djawijah ta' menocroeti. Si Portegis laloc menjerang Bangsa Blanda orang dari sebrang . Laloe disitoe timbocllah perang . Kerana sama mereboet ocang.<noinclude></noinclude> 9ci2r1vqr6wplb4wxy02jajsgskbusz Halaman:Sair rempah rempah.pdf/44 104 111338 309861 2026-08-09T23:08:44Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309861 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />31</noinclude>Dia berperang mati- matian Boeat mendapatkan kekajaän, Kepoenjaän Djawijah hartawan, Tapi ta mereboet ketjintään. Orang Inggris jang medengar kabar Itoe perang jang membikin gentar, Dia datang dengan hati sabar, Peprangan itoe dibikin bocbar. Kedovanja dioesir kembali Ketanahnja sendiri-sendiri , Tetapi si Inggris jang mengganti Bersobatan dengan tocan poetri . Poetri Djawijah djoega menocroct Kehandaknja si Inggris jang patost, Tapi dilarang membikin riboet Didesanja jang banjak djoewawoet. Tidak lama Blanda datang poela Pada Djawijah jang banjak harta, Dia mengakoe berdagang sadja . Ta' membikin lagi hiroc hara. Orang Inggris pergi dari sitoe Mentjari tempat jang bisa madjoe, Agar dagangannja bisa lakoc, Jang dimocatkan bebrapa prahoe. Jan Zeventien nama itoc Blanda . Jang datang pada Djawijah pocla . Dia berdagang beras dan mritja. Jang ditanam oleh orang desa . Jan Zeventien selamanja berdagang. Dengan Djawijah merasa senang . Sebab dapat banjak oentoeng ocang , Tetapi misih merasa koerang . Banjak dagangan sama diangkat, Dengan prahoe kenegeri Barat. jaitoe negri ketil dan miarat. Poen pinter main pat - pat - goelipat. Jan Zeventien selaloe melirik Kantong Djawijah isi docwik, Tempo- tempo Jan hendak menarik Kantongnja dengan lakoe ta' baik.<noinclude></noinclude> 5hk9p1rqxeoakksljd0a4n3qjxoa3aj 309880 309861 2026-08-09T23:17:10Z Ibrohim tijani 26379 309880 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||31}}</noinclude>Dia berperang mati- matian Boeat mendapatkan kekajaän, Kepoenjaän Djawijah hartawan, Tapi ta mereboet ketjintään. Orang Inggris jang medengar kabar Itoe perang jang membikin gentar, Dia datang dengan hati sabar, Peprangan itoe dibikin bocbar. Kedovanja dioesir kembali Ketanahnja sendiri-sendiri , Tetapi si Inggris jang mengganti Bersobatan dengan tocan poetri . Poetri Djawijah djoega menocroct Kehandaknja si Inggris jang patost, Tapi dilarang membikin riboet Didesanja jang banjak djoewawoet. Tidak lama Blanda datang poela Pada Djawijah jang banjak harta, Dia mengakoe berdagang sadja . Ta' membikin lagi hiroc hara. Orang Inggris pergi dari sitoe Mentjari tempat jang bisa madjoe, Agar dagangannja bisa lakoc, Jang dimocatkan bebrapa prahoe. Jan Zeventien nama itoc Blanda . Jang datang pada Djawijah pocla . Dia berdagang beras dan mritja. Jang ditanam oleh orang desa . Jan Zeventien selamanja berdagang. Dengan Djawijah merasa senang . Sebab dapat banjak oentoeng ocang , Tetapi misih merasa koerang . Banjak dagangan sama diangkat, Dengan prahoe kenegeri Barat. jaitoe negri ketil dan miarat. Poen pinter main pat - pat - goelipat. Jan Zeventien selaloe melirik Kantong Djawijah isi docwik, Tempo- tempo Jan hendak menarik Kantongnja dengan lakoe ta' baik.<noinclude></noinclude> oqualvurbdxbzo3276va64e97rrx39x Halaman:Sair rempah rempah.pdf/49 104 111339 309863 2026-08-09T23:09:40Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309863 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />36</noinclude>Memang itoclah wetnja docnia. Sapa menoeloeng orang sengsara, Besar halanganja socdah njata. Pengabisannja meninggal docnia. Sajang sedikit toelisan saja, Beloem habis dimocat semoea. Jaitoc : ..Sama rasa , sama rata, " Di Pantjaran Warta koran kita. Itoe waktos di Hindia riboet. Pemerentah kita kalang kaboer. Merampas boekoe saja terseboet. Jang di pandangnja mengasoet asoet. En toch boekoc itoc masock desa. Sebab orang ingin membarjanja . Itoe bockockoc jang dilarangnja Oleh Pemerentah di Hindia , Dia semangkin tambah harganja. Dari sebab saja di toentoetnja, Dia di simpan seperti harta, Bocat tinggalan anak tjoetjoenja. Bangsa kita jang berhati brani.. Mentjari akal dengan semboenji. Soepaja boekoekoe di batjai. Oleh sekalian anak boemi. Trima kasih saudara saudara, Jang socdah soeka menjiarkannja, Boekoekoe itoe kedesa desa . Agar kita lekas sama rata.<noinclude></noinclude> pgo0v5gnu9yfjt7smd08uvuj001ltn2 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/58 104 111340 309864 2026-08-09T23:10:15Z Ichi Ocha 26099 /* Tanpa teks */ 309864 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ichi Ocha" /></noinclude><noinclude></noinclude> 8ksr9rdfjackq99j4sovcea3572yyse Halaman:Sair rempah rempah.pdf/54 104 111341 309865 2026-08-09T23:10:31Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 309865 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>41 Badjak laoct ta'memperdoelikan . Sambatnja orang jang kelaparan, Si badjak selaloe meneroeskan , Mengisap marika sampe pingsan. Maka hal ini haroes dipikir. Akan goenanja merobah takdir. Soepaja kita bisa mengoesir ! (*) Manoesia bangsa orang (*) Ini Sair telah dimoeat dalam Sinar Hindia tanggal 23 December 1918 . Lantaran itoe titik - titik saja di periksa oleh toean Assistent Resident politie Semarang , apa maksoed titik -titik itoe (Zie S. H. 4 Januari 1919) . Dan ketrangan kami di S. H. tanggal 8 Januari 1919 seperti dibawah ini : KETRANGAN . Jang bertanda di bawah ini saja. MARCO KARTODIKROMO , Redacteur Sinar -Hindia menerangkan dengan soenggoch soenggoeh , bahwa perkataan ..Badjak Laoet" didalam sair kami jang termoeat didalam Sinar - Hindia tertanggal 23 December 1918 No. 255 tidak tentoe orang - orang Belanda jang ditoedjoe , tetapi orang - orang asing jang berniat djahat datang di Hindia , seperti orang-orang Hindoe , Arab, Portugal . Belanda , Tjina. Inggris dll . jang tabeatnja djahat. Lagi poela perkataän pengabisan „ Manoesia bangsa orang fakir dan boekan „Manoesia bangsa orang kafir". MARCO.<noinclude></noinclude> l4r3a83zsjo3j5cy178rdenlwfx8dhx Halaman:Sair rempah rempah.pdf/50 104 111342 309866 2026-08-09T23:10:42Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309866 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />37</noinclude>'''BADJAK LAOET.''' ...Hal ini tanah bagocs sekali , Soedah tentoelah kita diami, Djalan mana jang kita laloei . Boeat merampasi tanah ini !" Begitor berkata badjak laoet. Melihat tanah toemboch djoewawoet, Jang bisa membikin kenjang peroet, Dan bisa djoega membikin gendoet. ..Baik kita orang mendekati. Poelo jang bagoes tertampak asri, Berkenalan dengan orang boemi. Dia oranglah jang mempoenjai ." Begitoelah kata kepalanja , Badjak laoet bengsa jang doeraka. Hendak mendekati ditepinja. Tanah jang penoeh harta doenia. Badjak laoet poerak poerak dagang . Barang makanan ditockar ocang. Si Badjak Laoet merasa senang . Dan timboel tabiatnja binatang . Dia orang bikin hiroe hara , Dia melakockan dengan paksa, Bertabiat seperti raksasa . Pada orang jang tidak berdosa . Toean tanah selaloe melawan , Dengan gagah dan keberanian. Banjak badjak laoet jang ditawan , Diikat tali seperti chewan. Minta dame kepalanja badjak , Dengan berdjandj : ang enak enak . Asal temannia tidak dirocsak . Ditendang, dipockoel dan didocpak. Tocan tanah djocga menoerocti . Permintaännja dengan berdjandji. Tiada boleh berlakoe kedji. Kepada semoca orang boemi.<noinclude></noinclude> iu66pw1fovf2znrrx4diulwjc78unjb Halaman:Sair rempah rempah.pdf/53 104 111343 309867 2026-08-09T23:10:52Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 309867 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>40 Si badjak menanam pengarochnja, Pada orang jang di bawahkannja, Agar dia gampang di pidjatnja. Dan merampası harta bendanja. Banjak orang tidak mengerti. Tipoc mocslihat jang mengenai Kepada semoca orang bocmi. Sebab ta' di pikir dalam hati. Dari itoe orang orang boemi, Hidoep melarat setengah mati. Dia bekerdja seperti sapi. Tjoema mendapat oeang setali . Si badjak laoet mendjadi gemock. Ocangnja banjak bertoempock-toempoek. Hasilnja banjak tinggal menggaroek, Saban hari mocsti main mabock. Apa kabar orang boemi sitoe ? Banjak jang mengoeli mikoel batoe. Badannja roesak hatinja piloe, Pikiran bingoeng mendjadi denggoe. Schari -hari bertambah-tambah, Bangsa badjak jang datang mitenah . Ditanah itoe jang amat moerah , Mentjari makan ta ' dengan soesah. Djangan tanja lagi orang boemi, Bertambah soesah mentjari nasi, Sebab tanahnja jang kloear padi, Banjak jang sama di djoeali. Oentoeng sekali si badjak laoct, Pinter menipoe bisa memikoet, Socpaja dia soeka menoeroet, Percntahaja jang tiada patoet. Si Badjak laoet semangkin koeat. Pendjaga annja poen soedah rapat. Bertambah pinter pat-pat goelipat. Sampe marika itoc bersambat. Dia sambat- sambat minta makan. Kerna dia socdah kelaparan. Dan di hinakan seperti chewan , Oleh bangsa orang pemaboekan.<noinclude></noinclude> 2y9ueb8ewao6kz7o1g1a4g4olfpa8l8 309883 309867 2026-08-09T23:20:25Z Ichi Ocha 26099 309883 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh|40}}</noinclude> Si badjak menanam pengaroehnja, Pada orang jang di bawahkannja, Agar dia gampang di pidjatnja. Dan merampası harta bendanja. Banjak orang tidak mengerti. Tipoe moeslihat jang mengenai Kepada semoea orang boemi. Sebab ta' di pikir dalam hati. Dari itoe orang orang boemi, Hidoep melarat setengah mati. Dia bekerdja seperti sapi. Tjoema mendapat oeang setali . Si badjak laoet mendjadi gemoek. Oeangnja banjak bertoempoek-toempoek. Hasilnja banjak tinggal menggaroek, Saban hari moesti main maboek. Apa kabar orang boemi sitoe? Banjak jang mengoeli mikoel batoe. Badannja roesak hatinja piloe, Pikiran bingoeng mendjadi denggoe. Sehari -hari bertambah-tambah, Bangsa badjak jang datang mitenah . Ditanah itoe jang amat moerah, Mentjari makan ta ' dengan soesah. Djangan tanja lagi orang boemi, Bertambah soesah mentjari nasi, Sebab tanahnja jang kloear padi, Banjak jang sama di djoeali. Oentoeng sekali si badjak laoct, Pinter menipoe bisa memikoet, Soepaja dia soeka menoeroet, Perentahaja jang tiada patoet. Si Badjak laoet semangkin koeat. Pendjagaannja poen soedah rapat. Bertambah pinter pat-pat goelipat. Sampe marika itoe bersambat. Dia sambat- sambat minta makan. Kerna dia soedah kelaparan. Dan di hinakan seperti chewan , Oleh bangsa orang pemaboekan.<noinclude></noinclude> sexbmvpu966ka6c0jcbumxmeof00drk Halaman:Sair rempah rempah.pdf/52 104 111344 309868 2026-08-09T23:11:28Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 309868 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>39 Banjak orang jang sama diboenoch Oleh si Badjak jang djadi tegoch . Dita nah itoe mendjadi roesoch. Si Badjak laoet mendjadi moesoch. Orang boemi banjak jang melawan. Menjerang keras mati matian . Soedah tentoe banjak keroesaän . Banjak orang jang sama di tawan. Kepala orang boemi jang takoet. Lebih senang marika menoeroet, Kehendaknja badjak badjak laoct. Maskipoen temannja kalang kaboet. Banjak orang boemi jang ta' soekak Toeroet kepalanja jang mengadjak Berdamal dengan si badjak badjak. Dia ta' sockak mendjadı boedoek . ...Lebih baik kita orang mati, Dari pada kita menoeroeti, Kehendak badjak jang amat kedji." Bagitoc kata orang jang brani. Si kepalanja mentjari akal . Soepaja temannja ta'menjangkai . Menoeroct kehendaknja jang nakal . Bocat menoeroet badjak jang brutaal . Kepalanja orang orang boemi. Tidak memikir diblakang hari. Tjoema memikir diri sendiri , Higoep besar dan berasa mocktı. Marika itoe kena di bocdjoek Oleh temanaja jang socdah mabock Pangkat besar. pajoong kocr : ng koclock. Itoe barang tanda dia taklock. Dia taklock pada badjak laoct. En toch mengakoe orang jang ketoet. Merentah bangsanja jang menoeroet. Sabetocinja dia si pengetjoet. Si badjak laoct tinggal tertoewa, Sebab dia bisa memrentahinja . Orang boemi jang djadi kepala. Djoega di pandang seperti Radja.<noinclude></noinclude> iuglp70rvl5eaoozip62rlal6hkjlfv 309894 309868 2026-08-09T23:55:28Z Ichi Ocha 26099 309894 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh|||39}}</noinclude>Banjak orang jang sama diboenoeh Oleh si Badjak jang djadi tegoeh. Dita nah itoe mendjadi roesoeh. Si Badjak laoet mendjadi moesoeh. Orang boemi banjak jang melawan. Menjerang keras mati matian. Soedah tentoe banjak keroesaän . Banjak orang jang sama di tawan. Kepala orang boemi jang takoet. Lebih senang marika menoeroet, Kehendaknja badjak badjak laoet Maskipoen temannja kalang kaboet. Banjak orang boemi jang ta' soekak Toeroet kepalanja jang mengadjak Berdamal dengan si badjak badjak. Dia ta' soekak mendjadı boedoek . ...Lebih baik kita orang mati, Dari pada kita menoeroeti, Kehendak badjak jang amat kedji" Bagitoe kata orang jang brani. Si kepalanja mentjari akal. Soepaja temannja ta'menjangkai . Menoeroet kehendaknja jang nakal. Bocat menoeroet badjak jang brutaal . Kepalanja orang orang boemi. Tidak memikir diblakang hari. Tjoema memikir diri sendiri , Hidoep besar dan berasa mocktı. Marika itoe kena di boedjoek Oleh temanaja jang soedah maboek Pangkat besar. pajoong koening koeloek. Itoe barang tanda dia takloek. Dia takloek pada badjak laoet. En toch mengakoe orang jang ketoet. Merentah bangsanja jang menoeroet. Sabetoelnja dia si pengetjoet. Si badjak laoct tinggal tertoewa, Sebab dia bisa memrentahinja . Orang boemi jang djadi kepala. Djoega di pandang seperti Radja.<noinclude></noinclude> kd3ln694tog3136l5jd5kftaxgwv5cm Halaman:Sair rempah rempah.pdf/56 104 111345 309869 2026-08-09T23:11:43Z Ichi Ocha 26099 /* Tanpa teks */ 309869 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ichi Ocha" /></noinclude>1<noinclude></noinclude> e7ejjfgpabzmg588e026gw127hgtzvo Halaman:Sair rempah rempah.pdf/51 104 111346 309870 2026-08-09T23:11:43Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Badjak laoet poen soedah menoeroet, Berkata „baik" dan manggoet manggoet, Bersanggoep tidak membikin kaloet. Semoca prentah akan menoeroet. Tocan tanah poen socdah medengar, Dia poenja djandji jang klocar. Dia diberi makan sekedar, Oleh orang boemi jang ta'besar. ..Kamoe boleh berdiam disini , Kamoe mendjadi sahabat kami," Kata kepalanja orang boemi, Jang dermawan lagi moerah hati. Kepala disitoe menjiarkan, Kepada orang jang di bawahkan, O... 309870 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" />38</noinclude>Badjak laoet poen soedah menoeroet, Berkata „baik" dan manggoet manggoet, Bersanggoep tidak membikin kaloet. Semoca prentah akan menoeroet. Tocan tanah poen socdah medengar, Dia poenja djandji jang klocar. Dia diberi makan sekedar, Oleh orang boemi jang ta'besar. ..Kamoe boleh berdiam disini , Kamoe mendjadi sahabat kami," Kata kepalanja orang boemi, Jang dermawan lagi moerah hati. Kepala disitoe menjiarkan, Kepada orang jang di bawahkan, Orang asing socdah diidinkan Bertempat tinggal didesa Bantan . Semoea orang boemipoetera, Menganggapnja seperti saudara, Bolch berlakoe dengan merdika . Tapi djangan membikin doeraka. ..Disini poen banjak orang sabrang . Mareka itoe sama berdagang , Dia hidoep dengan kita senang, Hidoep roekoen tidak dengan perang." Begitoe berkata toean tanah , Pada badjak laoet jang menjerah, Karena dia orang socdah lemah, Dia poen soedah mengakoe kalah. Badjak laoct berdaja oepaja, Persepekatan dengan temanja, Soepaja djadi kepoenjaännja. Itoe tanah jang bagocs dan kaja. Badjak laoet mengirimkan soerat Kapada temannja jang moefakat, Jang misih ada di tanah mlarat. Minta seadjata dan obat obat !! Bekakas perang socdah sedia. Goena merampas tanah jang kaja , Dan jang pocnja dibikin binasa.. Soepaja tanah djadi miliknja.<noinclude></noinclude> p3hk6fl47540xnw4rypcd9ujjg63yum 309871 309870 2026-08-09T23:11:52Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309871 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />38</noinclude>Badjak laoet poen soedah menoeroet, Berkata „baik" dan manggoet manggoet, Bersanggoep tidak membikin kaloet. Semoca prentah akan menoeroet. Tocan tanah poen socdah medengar, Dia poenja djandji jang klocar. Dia diberi makan sekedar, Oleh orang boemi jang ta'besar. ..Kamoe boleh berdiam disini , Kamoe mendjadi sahabat kami," Kata kepalanja orang boemi, Jang dermawan lagi moerah hati. Kepala disitoe menjiarkan, Kepada orang jang di bawahkan, Orang asing socdah diidinkan Bertempat tinggal didesa Bantan . Semoea orang boemipoetera, Menganggapnja seperti saudara, Bolch berlakoe dengan merdika . Tapi djangan membikin doeraka. ..Disini poen banjak orang sabrang . Mareka itoe sama berdagang , Dia hidoep dengan kita senang, Hidoep roekoen tidak dengan perang." Begitoe berkata toean tanah , Pada badjak laoet jang menjerah, Karena dia orang socdah lemah, Dia poen soedah mengakoe kalah. Badjak laoct berdaja oepaja, Persepekatan dengan temanja, Soepaja djadi kepoenjaännja. Itoe tanah jang bagocs dan kaja. Badjak laoet mengirimkan soerat Kapada temannja jang moefakat, Jang misih ada di tanah mlarat. Minta seadjata dan obat obat !! Bekakas perang socdah sedia. Goena merampas tanah jang kaja , Dan jang pocnja dibikin binasa.. Soepaja tanah djadi miliknja.<noinclude></noinclude> 3sjozivhtkjitm04wl0m4oxua7m70ph Halaman:Sair rempah rempah.pdf/57 104 111347 309872 2026-08-09T23:12:05Z Ichi Ocha 26099 /* Tanpa teks */ 309872 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ichi Ocha" /></noinclude><noinclude></noinclude> 8ksr9rdfjackq99j4sovcea3572yyse Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/43 104 111348 309873 2026-08-09T23:12:26Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 160 - ~arang atinja dJldi amat koeatir daa takoet. Iskipoen begitoe tocn ia maOe njltaken dJoega ·apa Jan( ia maksoedken maka Hoe ia bHang lebi djaoe: "Akoe tiada bisa dJadi kan poeDJa istri se.. den~ .• •. " ,DC}Dgen laioe adem lian mara Karenine ber, 'lieoloe1l1 dan bilan~: !IR )splnl!' kau poenJa pi. lkiran ada be<er<Jja keras boeat bu poenJs pe. ngidoepan Jang btroe. Akoe hal'gaken kau poe. Dj& pengidoepan JaUll doeloe aken tetapi tJel... 309873 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>- 160 - ~arang atinja dJldi amat koeatir daa takoet. Iskipoen begitoe tocn ia maOe njltaken dJoega ·apa Jan( ia maksoedken maka Hoe ia bHang lebi djaoe: "Akoe tiada bisa dJadi kan poeDJa istri se.. den~ .• •. " ,DC}Dgen laioe adem lian mara Karenine ber, 'lieoloe1l1 dan bilan~: !IR )splnl!' kau poenJa pi. lkiran ada be<er<Jja keras boeat bu poenJs pe. ngidoepan Jang btroe. Akoe hal'gaken kau poe. Dj& pengidoepan JaUll doeloe aken tetapi tJela .:saDget kan poenla peo~itfoepan jsog sekaraog, ·(1so tjlhlta kir" sama sskah Jan2 aroe poenja '.perIJ ata' .. n ksu artlken begltoe. Kau tiada bi. MlD kebratsn aken mengakoe kau poeoj. pertoeatan boesOdk. kenapa aan kau boleh biiin kebratan aken p,noeken ltoe li:ewadJiban sebag, .sltOe ietri ••• "An!!. toch jang kau iogin dari akOe '(11 "Àroe maOe kau poetoesten perhoeboeDgan deugen itoe lelaki. Akoe maoe soepaja kau tiada ketemo ~in lui sama dia itoa, Alroe lIira .apa jaog akoe minta dan ingic, hoekan perkaTa-. perkala Isog meliwatin watss P' Al)JS bilang begitoe ia menoedJoe ka pintoe 'aken tetapi tempo is liat Anna ban~oen djoega ·dari tempat doedoeknJ', ia bODgkokin 1irinja -dIn silaken Anoa kaloear dari itoe kaaler. --- Di soeatoa bari D~lly bal oe poelaDg dari em. pang, di mana ia anis mandi'io aDat·aoak, jang .ada dJalan di dampingnja dengen ram boet baSI, •<noinclude></noinclude> g8n26r7bhu1scxtx0mkzey107uv0k9e 309884 309873 2026-08-09T23:20:31Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309884 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||− 160 −}}</noinclude>{{hwe|karang|sekarang}} atinja djadi amat koeatir dan takoet. Maskipoen begitoe toch ia maoe njataken djoega apa jang ia maksoedken maka itoe ia bilang lebi djaoe: „Akoe tiada bisa djadi kau poenja istri sedeng{{...|4}}” Dengen lakoe adem dan mara Karenine ber enjoem dan bilang: „Roepanja kau poenja pikiran ada bekerdja keras boeat kau poenja pengidoepan jang baroe. Akoe hargaken kau poenja pengidoepan jang doeloe aken tetapi tjela sanget kau poenja pengidoepan jang sekarang, dan tiada kira sama sekali jang akoe poenja perkatatan kau artiken begitoe. Kau tiada bikin kebratan aken mengakoe kau poenja pertoeatan boesoek, kenapa dan kau boleh bikin kebratan aken penoeken itoe kewadjiban sebagai satoe istri{{...|1}}“ „Apa toch jang kau ingin dari akoe?“ „Akoe maoe kau poetoesken perhoeboengan dengen itoe lelaki. Akoe maoe soepaja kau tiada ketemoein lagi sama dia itoe. Akoe kira apa jang akoe minta dan ingin, boekan perkara-perkara jang meliwatin wates!“ Abis bilang begitoe ia menoedjoe ka pintoe aken tetapi tempo ia liat Anna bangoen djoega dari tempat doedoeknje, ia bongkokin dirinja dan silaken Anna kaloear dari itoe kamer. {{rule|6em}} Di soeatoe hari Dolly baroe poelang dari empang, di mana ia abis mandi'in anak-anak, jang ada djalan di dampingnja dengen ramboet basa,<noinclude></noinclude> bo06538wotmg4rqjrm9j5bw917gsgdq Halaman:Sair rempah rempah.pdf/59 104 111349 309874 2026-08-09T23:13:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309874 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7jta6iv9ag2arsifdiauwzc658j9oci Halaman:Sair rempah rempah.pdf/60 104 111350 309875 2026-08-09T23:13:14Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309875 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7jta6iv9ag2arsifdiauwzc658j9oci Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/1 104 111351 309881 2026-08-09T23:18:45Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309881 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>'''MANUSIA DAN' MASJARAKAT BARU INDONESIA CIVICS''' Socpardo SH M. Hoetanercek SH Socroyo Warsid SH Soemardjo Chalid Rasjidi Soekarno 1.CT. Simorangkle S P.N. BALAI PUSTAKA<noinclude></noinclude> 59kgs8267j7gdj7mj0gzj20c2b6ntdj Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/3 104 111352 309882 2026-08-09T23:19:42Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309882 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh|SAMBUTAN}} Dalam suasana Pendekritan kita kembali kepada Undang-undang Dasar '45 dan pidato P. J. M. Presiden Sukarno pada tanggal17 Agustus 1959, maka sudah sewadjarnjalah bahwa pembaharuan pendidikan nasional kita jang sudah lama kita rentjanakan dan dalam beberapa bidang sudah didjalankan, misalnja dengan usaha Sapta Usaha Tama dan instruksi pembaharuan buku-buku di Universitas-Universitas, kita sempurnakan dengan usaha-usaña lain. Prinsip Pantja Wardhana, ialah,,Lima Perkembangan" atau The Five Principles of Education, sudah mulai kita bitjarakan dikalangan petugas-petugas Departemen P.P. dan K. Salah suatu hal lagi untuk menjempurnakan pendidikan kita itu ialah usaha menimbulkan pengertian dan djiwa patriotisme didalam hati murid. Oleh karena itu maka dengan surat keputusan no. 122274/S, tg. 10 Desember 1959 di Departemen P.P. dan K. telah dibentuk panitia jang terdiri atas 7 orang pegawai Departe. men P.P. dan K. jang namanja antara lain termaktub pada kulit buku ini, jang diberi tugas untuk membuat buku pedoman menge- nai kewadjiban-kewadjiban dan hak-hak warganegara Indonesia disertai dengan hal-hal jang akan menginsafkan mereka tentang sebab-sebab sedjarah dan tudjuan Revolusi Kemerdekaan kita. Buku ini barangkali dapat disebut dengan istilah Djerman Staatsbürgerkende dengan istilah Inggeris Civics atau dengan istilah Indonesia,,Kewarganegaraan". Akan tetapi oleh karena isi buku ini agak luas, maka nama,,Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia" agaknja lebih tepat. Mudah-mudahan buku ini akan dapat mentjapai maksudnja, jaitu membentuk manusia Indonesia baru jang berdjiwa patriotik, mengerti dan mendukung Manifesto Politik Republik Indonesia beserta USDEK-nja, sehingga ia akan berusaha keras untuk men bangun Masjarakat baru, jang oleh Presiden Sukarno disebut masjarakat Sosialis Indonesia, didalam rangka Negara Republik Kesatuan Indonesia jang meliputi djuga Irian Barat dan jang ingin hidup damai dengan segala bangsa diseluruh Dunia jang besar dan segala matjam penindasan dan pendjadjahan.<noinclude></noinclude> kk6skkdnhulouxre61hn7s7dduhrxro 309885 309882 2026-08-09T23:22:34Z Ibrohim tijani 26379 309885 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||SAMBUTAN}} Dalam suasana Pendekritan kita kembali kepada Undang-undang Dasar '45 dan pidato P. J. M. Presiden Sukarno pada tanggal17 Agustus 1959, maka sudah sewadjarnjalah bahwa pembaharuan pendidikan nasional kita jang sudah lama kita rentjanakan dan dalam beberapa bidang sudah didjalankan, misalnja dengan usaha Sapta Usaha Tama dan instruksi pembaharuan buku-buku di Universitas-Universitas, kita sempurnakan dengan usaha-usaña lain. Prinsip Pantja Wardhana, ialah,,Lima Perkembangan" atau The Five Principles of Education, sudah mulai kita bitjarakan dikalangan petugas-petugas Departemen P.P. dan K. Salah suatu hal lagi untuk menjempurnakan pendidikan kita itu ialah usaha menimbulkan pengertian dan djiwa patriotisme didalam hati murid. Oleh karena itu maka dengan surat keputusan no. 122274/S, tg. 10 Desember 1959 di Departemen P.P. dan K. telah dibentuk panitia jang terdiri atas 7 orang pegawai Departe. men P.P. dan K. jang namanja antara lain termaktub pada kulit buku ini, jang diberi tugas untuk membuat buku pedoman menge- nai kewadjiban-kewadjiban dan hak-hak warganegara Indonesia disertai dengan hal-hal jang akan menginsafkan mereka tentang sebab-sebab sedjarah dan tudjuan Revolusi Kemerdekaan kita. Buku ini barangkali dapat disebut dengan istilah Djerman Staatsbürgerkende dengan istilah Inggeris Civics atau dengan istilah Indonesia,,Kewarganegaraan". Akan tetapi oleh karena isi buku ini agak luas, maka nama,,Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia" agaknja lebih tepat. Mudah-mudahan buku ini akan dapat mentjapai maksudnja, jaitu membentuk manusia Indonesia baru jang berdjiwa patriotik, mengerti dan mendukung Manifesto Politik Republik Indonesia beserta USDEK-nja, sehingga ia akan berusaha keras untuk menbangun Masjarakat baru, jang oleh Presiden Sukarno disebut masjarakat Sosialis Indonesia, didalam rangka Negara Republik Kesatuan Indonesia jang meliputi djuga Irian Barat dan jang ingin hidup damai dengan segala bangsa diseluruh Dunia jang besar dan segala matjam penindasan dan pendjadjahan.<noinclude></noinclude> h5pcwtzxp3eekwxoi2w8oxn8v87ggr8 Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/4 104 111353 309886 2026-08-09T23:26:28Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309886 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Mudah-mudahan buku ini akan mendjad' sumbangan dalam pembentukan miasjarakat baru di Indonesia dimana tidak berlaku lagi utjapan Titus Maccius Plautus bahwa,homo homini lupus, manusia adalah serigala bagi manusia, akan tetapi akan berlaku idar-idamkan tiap-tiap pendukung sosialisme Indonesia, ialah homo homini socias", manusia adalah kawan bagi manusia. {{rh|||Djakarta, 12 November 1960 Menteri Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan,}} {{rh|||ced.}} {{rh|||Prijono}} {{rh||KATA PENDAHULUAN}} Buku Manusia dan Majerakat Bars Indonesia (Civics) tjetakan ke-I ternjara mendapat sambutan dan perhatian besar dari masjarakat serta instansi-instansi. Hal ini menimbulkan kejakinan, bahwa penggunaan buku tersebut oleh petugas-petugas, pengasuh dan penjebar pendidikan nasional adalah memang sesuai. Atas perhatian dau sambutan dari segala pihak, djuga jang telah sudi memberikan bantuannja berapa andjuran-andjuran, saran dan sebagainja guna tertjapainja kesempurnaan buku peladjáran Civics, dengan ini Panitia menjampaikan rasa hormat dan terima kasih, sehingga dalam suasana pelaksanaan atas terjetsnja TRI KOMANDO RAKJAT ini tjetakan ke-II dapat diterbitkan. Tje- takan ke-11 ini sedikit mengalami perubahan istilah dan susunan bibliography, namun tidak mengurangi maksud dan tudjasnoja. Dalam pada itu istilah kewarga-negaraan mendjadi kewargaan negara. Saran ini datang dari J.M. Menteri Kehakiman Mr Sa- hardjo jang lebih menekankan pengertian dan isi dan kewajiban dan tugas serta hak warga. Tjara penjusunan bibliography diubah dan disesuaikan dengan kenjataan dan kebenaran, bahwa sumber pertama dan utama dari buku ini adalah pidato-pidato berikut pendjelasan-pendjelasannja dari pada P.J.M. Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia. Dengan diterbitkannja tjetakan ke-II ini belum berarti, bahwa buku ini sudah sempurna sesempurna-sempurnanja. Oleh karena itu Panitia sepenuh keichlasan tetap menantikan bantuan pikiran, saran dan pertimbangan dari pada pembatja buku ini. Mudah-mudahan tjetakan ke-II ini akan merupakan sumbangan jang lebih bermanfaat dan mendjadi pegangan kuat, istimewa bagi kalangan pengasuls pensbina pendidikan nasional dan masjarakat pada umumnja. Djakarta, 2 Djanuari 1962. Itd Soepardo SH<noinclude></noinclude> r7pgemiz1utpmiha962qugmuli63bon Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/1 104 111354 309887 2026-08-09T23:29:01Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309887 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>[[Berkas:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan (page 1 crop).jpg|300px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude> 3ycg8c9qdnlb3aa1m05x4227dbyfaf4 309888 309887 2026-08-09T23:29:23Z Iripseudocorus 23824 309888 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>[[Berkas:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan (page 1 crop).jpg|600px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude> px4f5vlsa2p690couxl6g7zk5b25gau Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/3 104 111355 309889 2026-08-09T23:30:46Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'KATA PENGANTAR. Dengan penerbitan buku ini tidak lain maksud si penulis daripada mernberi sekadar kenang-kenangan guna perlengkapan ,,dokurnentasi nasional" jant bertali denqan peruerakan rakjat, mulai ,,Hari Kebangunan Nasional", 20 Mei 1908, sam. pai ,,Hari Froklamasi", i7 Agustus 1945. Apabila nanti ada oranq berhadjat menulis sedjarah ban_rsa kita, janq berhubungan dengan ,,bergantinja zaman kolonial mendjadi zaman nasional", sejogyanjalah... 309889 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>KATA PENGANTAR. Dengan penerbitan buku ini tidak lain maksud si penulis daripada mernberi sekadar kenang-kenangan guna perlengkapan ,,dokurnentasi nasional" jant bertali denqan peruerakan rakjat, mulai ,,Hari Kebangunan Nasional", 20 Mei 1908, sam. pai ,,Hari Froklamasi", i7 Agustus 1945. Apabila nanti ada oranq berhadjat menulis sedjarah ban_rsa kita, janq berhubungan dengan ,,bergantinja zaman kolonial mendjadi zaman nasional", sejogyanjalah mereka dapat bahan-bahan penjelidikan dari sinrpanan rakjat l:ita sendiri. Djanganlah mereka mer tjari+jari bahan-bahan itu hanja dari lembaran-lembaran buah penjelidikan, berasal dari golongan-golongan lain; golongangolonuan jang mungkin tidak mudah dapat rnenghargai atau rnengerti tjita-tjita rakiat kita dengan ,,netral" dan ,,obiekrif" sepenuhnja. Tiap..tiap kisah dalam sediarah banesa kita seharusnjalah dituiis oleh bangsa kita sendiri, atau dikarang dengan menggunakan bahan-bahan dari arsip simpanan rakjat kita sendiri. Isi buku jang ketjil dan djauh daripada lenskap ini, sematanrata hanja mengenai ,,pergerakan rakjat sesudah tahun 1908", atau disekitar tahun timbulnja pergerakan nasional di-tanahair kita itu. Djanganlah kiranja ada anggapan, bahwa penulis karangan ini kurang mengindahkan gerakan-gerakan jang dilakukan berbagai golongan rakjat kita di-zaman sebelumnja' Sekali-kali tidak ! Kita tahu, ,bahwa gerakan bangsa kita dahulu pada umumnja ditudjukan kearah hantjur leburnja kekuasaan bangsa-bangsa asing ditanah-air kita djuga, sama dengan maksud dan tudjuan gerakan bangsa kita sesudah tahun 1908' Kegiatan rnereka dalarn segala tjara mereka berdjoang, kita akui sepenuhnja. Kerap kali sepak terdjang mereka mengagumkan kita jang hidup didalam djaman sekarang ini. Keichlasan dan<noinclude></noinclude> hfi3oy6sd4a1fzhm5cdwvsmzh3ewzu2 309890 309889 2026-08-09T23:36:18Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309890 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{Larger|'''KATA PENGANTAR.'''}} Dengan penerbitan buku ini tidak lain maksud si penulis daripada memberi sekadar kenang-kenangan guna perlengkapan „dokumentasi nasional” jang bertali dengan pergerakan rakjat, mulai „Hari Kebangunan Nasional”, 20 Mei 1908, sampai „Hari Proklamasi”, 17 Agustus 1945. Apabila nanti ada orang berhadjat menulis sedjarah bangsa kita, jang berhubungan dengan „bergantinja zaman kolonial mendjadi zaman nasional”, sejogyanjalah mereka dapat bahan-bahan penjelidikan dari simpanan rakjat kita sendiri. Djanganlah mereka mentjari-tjari bahan-bahan itu hanja dari lembaran-lembaran buah penjelidikan, berasal dari golongan-golongan lain; golongan-golongan jang mungkin tidak mudah dapat menghargai atau mengerti tjita-tjita rakjat kita dengan „netral” dan „''objektif''” sepenuhnja. Tiap-tiap kisah dalam sedjarah bangsa kita seharusnjalah ditulis oleh bangsa kita sendiri, atau dikarang dengan menggunakan bahan-bahan dari arsip simpanan rakjat kita sendiri. Isi buku jang ketjil dan djauh daripada lengkap ini, semata-mata hanja mengenai „pergerakan rakjat sesudah tahun 1908”, atau disekitar tahun timbulnja pergerakan nasional di-tanah-air kita itu. Djanganlah kiranja ada anggapan, bahwa penulis karangan ini kurang mengindahkan gerakan-gerakan jang dilakukan berbagai golongan rakjat kita di-zaman sebelumnja. Sekali-kali tidak ! Kita tahu, bahwa gerakan bangsa kita dahulu pada umumnja ditudjukan kearah hantjur leburnja kekuasaan bangsa-bangsa asing ditanah-air kita djuga, sama dengan maksud dan tudjuan gerakan bangsa kita sesudah tahun 1908. Kegiatan mereka dalam segala tjara mereka berdjoang, kita akui sepenuhnja. Kerap kali sepak terdjang mereka mengagumkan kita jang hidup didalam djaman sekarang ini. Keichlasan dan<noinclude></noinclude> 67ovga5njamqn0hr3vgtl9l9e720r12 309891 309890 2026-08-09T23:36:54Z Iripseudocorus 23824 309891 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{Larger|{{C|'''KATA PENGANTAR.'''}}}} Dengan penerbitan buku ini tidak lain maksud si penulis daripada memberi sekadar kenang-kenangan guna perlengkapan „dokumentasi nasional” jang bertali dengan pergerakan rakjat, mulai „Hari Kebangunan Nasional”, 20 Mei 1908, sampai „Hari Proklamasi”, 17 Agustus 1945. Apabila nanti ada orang berhadjat menulis sedjarah bangsa kita, jang berhubungan dengan „bergantinja zaman kolonial mendjadi zaman nasional”, sejogyanjalah mereka dapat bahan-bahan penjelidikan dari simpanan rakjat kita sendiri. Djanganlah mereka mentjari-tjari bahan-bahan itu hanja dari lembaran-lembaran buah penjelidikan, berasal dari golongan-golongan lain; golongan-golongan jang mungkin tidak mudah dapat menghargai atau mengerti tjita-tjita rakjat kita dengan „netral” dan „''objektif''” sepenuhnja. Tiap-tiap kisah dalam sedjarah bangsa kita seharusnjalah ditulis oleh bangsa kita sendiri, atau dikarang dengan menggunakan bahan-bahan dari arsip simpanan rakjat kita sendiri. Isi buku jang ketjil dan djauh daripada lengkap ini, semata-mata hanja mengenai „pergerakan rakjat sesudah tahun 1908”, atau disekitar tahun timbulnja pergerakan nasional di-tanah-air kita itu. Djanganlah kiranja ada anggapan, bahwa penulis karangan ini kurang mengindahkan gerakan-gerakan jang dilakukan berbagai golongan rakjat kita di-zaman sebelumnja. Sekali-kali tidak ! Kita tahu, bahwa gerakan bangsa kita dahulu pada umumnja ditudjukan kearah hantjur leburnja kekuasaan bangsa-bangsa asing ditanah-air kita djuga, sama dengan maksud dan tudjuan gerakan bangsa kita sesudah tahun 1908. Kegiatan mereka dalam segala tjara mereka berdjoang, kita akui sepenuhnja. Kerap kali sepak terdjang mereka mengagumkan kita jang hidup didalam djaman sekarang ini. Keichlasan dan<noinclude></noinclude> qr1zpj92j8z7i0xc1yvkk640n1nijwm Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/4 104 111356 309892 2026-08-09T23:37:34Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'kereiaan nenek mojang kita untuk mengorbankan diri, mengorbankan segala kenikmatan hidup dan penthiduoan, rn"n!o._ bankan harta-benda dar 'iwa guna maksud dan tudjuannja jang sutji itu, hingga kr,r, Letop kita hargai setinggi+ingginja. Nama para pahlawan za,man dahulu kita masukkan t<eOatam pengadjaran sedjarah jang kita beri,kan kepada anak-anak kita dizarnan ini. Segala gerak-gerik mereka, baik jang mengenai taktik perdjoa,ngan mereka, maupun... 309892 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>kereiaan nenek mojang kita untuk mengorbankan diri, mengorbankan segala kenikmatan hidup dan penthiduoan, rn"n!o._ bankan harta-benda dar 'iwa guna maksud dan tudjuannja jang sutji itu, hingga kr,r, Letop kita hargai setinggi+ingginja. Nama para pahlawan za,man dahulu kita masukkan t<eOatam pengadjaran sedjarah jang kita beri,kan kepada anak-anak kita dizarnan ini. Segala gerak-gerik mereka, baik jang mengenai taktik perdjoa,ngan mereka, maupun jang berhubunlan. deirgan pandangan-hidup atau kebidjaksanaan mereka kita-ambil jan kita djadikan tjontoh-tjontoh dan teladan bagi kita jang hidup dizaman sekarang. Apabila dalam buku kita ini hanja termuat ichtisar sedjarah singkat.9lr_upu jang terdjadi dalam periode 1908 _ ig4i, maka tidak lainlah maksudnja daripadi menggambarkan sifai pcrdjoangan rakjat kita d-alam waktu itu, wat<iri ,,lahirnja tjitatjita nasional" dan-,,diperdjoangkannja dengan t1a'ra-t1aia barul', jang sesuai dengan aiim dan iamannii. fune ooiing q.llTg dalam oerdjoangan rakjat jang achir-achir itu ialahi 1.. hidup tumbuh dan berkembanlnlaillti-tjita nasional ,,fndonesia jang wutuh Satu" ;-2-. diingali-dan dipenuhinja sjaiat-sjarat ,,kenegaraan menurut faham modern". Disinilah'tetak bedanja dengan gerakan-gerakan di zamannja nenek-mojanq kita, jang sesudah zaman Madjapait, merupakan zaman perpetjahan. ' " Dari zaman sesudah 1908 itu pun tidak semua peristiwa-orung-orang peristiwa penting dan nama-na-a pemimpin jang terkemuka atau berdjasa kami dapat atau berani memasukkanl nja dalarn ichtisar jang sependek karangan ini. Dalam hal itu sebaiknjalah orang-orang jang mempunjai bakat mengarang, suka,rnelgumpulkan bahan-bahan dan kenang-kenangan jang mengenai golon.gannja masing-masinq, untuk dibukukan keiaknja. Kami sendiri dalam buku ini hanja dapat memberi uraian tentang golonaan kami sendiri, jaitu ,,Indische partij',, dalam bentuk jang lebih luas daripada aoa jang saja dapaf uraikannja tentang golongan-golongan lainnja. pun tentang I. p., partai kami, tidak semua hal kami mengetahuinja dengar lengkap atau<noinclude></noinclude> iw6a1p5cwbhosyoixgzzydqeh6zzks8 309893 309892 2026-08-09T23:55:15Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309893 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>kerelaan nenek mojang kita untuk mengorbankan diri, mengorbankan segala kenikmatan hidup dan penghidupan, mengorbankan harta-benda dar jiwa guna maksud dan tudjuannja jang sutji itu, hingga k{{illegible}} tetap kita hargai setinggi-tingginja. Nama para pahlawan zaman dahulu kita masukkan kedalam pengadjaran sedjarah jang kita berikan kepada anak-anak kita dizaman ini. Segala gerak-gerik mereka, baik jang mengenai taktik perdjoangan mereka, maupun jang berhubungan dengan pandangan-hidup atau kebidjaksanaan mereka kita ambil dan kita djadikan tjontoh-tjontoh dan teladan bagi kita jang hidup dizaman sekarang. Apabila dalam buku kita ini hanja termuat ichtisar sedjarah singkat dari apa jang terdjadi dalam periode 1908 - 1945, maka tidak lainlah maksudnja daripada menggambarkan sifat perdjoangan rakjat kita dalam waktu itu, waktu „lahirnja tjita-tjita nasional” dan „diperdjoangkannja dengan tjara-tjara baru”, jang sesuai dengan alam dan zamannja. Jang paling penting dalam perdjoangan rakjat jang achir-achir itu ialah: 1. hidup tumbuh dan berkembangnja tjita-tjita nasional „Indonesia jang wutuh Satu”; 2. diingati dan dipenuhinja sjarat-sjarat „kenegaraan menurut faham modern”. Disinilah letak bedanja dengan gerakan-gerakan di zamannja nenek-mojang kita, jang sesudah zaman Madjapait, merupakan zaman perpetjahan. Dari zaman sesudah 1908 itu pun tidak semua peristiwa-peristiwa penting dan nama-nama orang-orang pemimpin jang terkemuka atau berdjasa kami dapat atau berani memasukkannja dalam ichtisar jang sependek karangan ini. Dalam hal itu sebaiknjalah orang-orang jang mempunjai bakat mengarang, suka mengumpulkan bahan-bahan dan kenang-kenangan jang mengenai golongannja masing-masing, untuk dibukukan kelaknja. Kami sendiri dalam buku ini hanja dapat memberi uraian tentang golongan kami sendiri, jaitu „Indische Partij”, dalam bentuk jang lebih luas daripada apa jang saja dapat uraikannja tentang golongan-golongan lainnja. Pun tentang I. P., partai kami, tidak semua hal kami mengetahuinja dengan lengkap atau<noinclude></noinclude> s2rmj5hpc93zb8oa2v0d9069reeojdw Halaman:San min chu i.pdf/3 104 111357 309895 2026-08-09T23:56:58Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 309895 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:San min chu i.pdf/1 104 111358 309896 2026-08-09T23:57:14Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 309896 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:San min chu i.pdf/4 104 111359 309897 2026-08-09T23:57:37Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 309897 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:San min chu i.pdf/5 104 111360 309898 2026-08-09T23:57:47Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 309898 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:San min chu i.pdf/6 104 111361 309899 2026-08-09T23:58:34Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309899 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude> {{C|{{x-larger|{{sp|SAN MIN CHU I}}}}}}<noinclude></noinclude> 0yy8az247b3rrtjlo0y0yo21xvjjmw9 309967 309899 2026-08-10T01:45:19Z Ibrohim tijani 26379 /* Tervalidasi */ 309967 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ibrohim tijani" /></noinclude> {{C|{{x-larger|{{sp|SAN MIN CHU I}}}}}}<noinclude></noinclude> 41sccpk47705jx14y5t4dqsauk16hal Halaman:San min chu i.pdf/2 104 111362 309900 2026-08-10T00:00:41Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309900 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>[[Berkas:San min chu i (page 2 crop).jpg|600px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude> obokaznlz4oco6yqgrfpsvvx8h394w1 309966 309900 2026-08-10T01:44:50Z Ibrohim tijani 26379 /* Tervalidasi */ 309966 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>[[Berkas:San min chu i (page 2 crop).jpg|600px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude> 7yq02vootfxag7lkuybj0dhupqz7kb8 Halaman:San min chu i.pdf/7 104 111363 309901 2026-08-10T00:01:53Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309901 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>[[Berkas:San min chu i (page 7 crop).jpg|400px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude> njqe4sjo7cz9phvjf78vlltqxlz3gki 309969 309901 2026-08-10T01:45:36Z Ibrohim tijani 26379 /* Tervalidasi */ 309969 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>[[Berkas:San min chu i (page 7 crop).jpg|400px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude> 4oqdgxeuhrpnqxi26kcbid0l9mbg482 Halaman:San min chu i.pdf/8 104 111364 309902 2026-08-10T00:03:41Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309902 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|Dr. SUN YAT SEN}}}} {{xxx-larger|{{C|SAN MIN CHU I}}}} {{x-larger|{{C|TIGA ASAS POKOK RAKJAT}}}} {{C|{{sp|BALAI PUSTAKA - DJAKARTA - 1951}}}}<noinclude></noinclude> svkds2w1ihr07zgskg5lvn33hl89d4i 309903 309902 2026-08-10T00:04:47Z Iripseudocorus 23824 309903 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|Dr. SUN YAT SEN}}<br>{{xxx-larger|SAN MIN CHU I}}<br>{{x-larger|TIGA ASAS POKOK RAKJAT}}}} {{C|{{sp|BALAI PUSTAKA - DJAKARTA - 1951}}}}<noinclude></noinclude> 9p7boqhaxygfbog63jce2aurksr6ija 309904 309903 2026-08-10T00:05:26Z Iripseudocorus 23824 309904 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{sp|{{larger|Dr. SUN YAT SEN}}<br>{{xxx-larger|SAN MIN CHU I}}<br>{{x-larger|TIGA ASAS POKOK RAKJAT}}}}}} {{C|{{sp|BALAI PUSTAKA - DJAKARTA - 1951}}}}<noinclude></noinclude> czjoxsynedvazhilf8aj47dgle2uf5n 309970 309904 2026-08-10T01:45:56Z Ibrohim tijani 26379 /* Tervalidasi */ 309970 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{C|{{sp|{{larger|Dr. SUN YAT SEN}}<br>{{xxx-larger|SAN MIN CHU I}}<br>{{x-larger|TIGA ASAS POKOK RAKJAT}}}}}} {{C|{{sp|BALAI PUSTAKA - DJAKARTA - 1951}}}}<noinclude></noinclude> c05hue869d9b7pm2c0h4xzd2kn372js Halaman:San min chu i.pdf/9 104 111365 309905 2026-08-10T00:07:59Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309905 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{smaller|Diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia setjara bebas oleh:}}<br>{{larger|'''AZINAR IBRAHIM'''}}}} {{C|{{smaller|dari susunan:}}<br>FRANK W. PRICE}} {{C|'''R 25,−'''}} {{C|{{sc|B. P. No. 1755<br>HAK PENGARANG<br>DILINDUNGI OLEH<br>UNDANG-UNDANG}}}}<noinclude></noinclude> mo3mv8n96w9gaklg9d1m3vgisf1kysy 309971 309905 2026-08-10T01:46:20Z Ibrohim tijani 26379 /* Tervalidasi */ 309971 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{C|{{smaller|Diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia setjara bebas oleh:}}<br>{{larger|'''AZINAR IBRAHIM'''}}}} {{C|{{smaller|dari susunan:}}<br>FRANK W. PRICE}} {{C|'''R 25,−'''}} {{C|{{sc|B. P. No. 1755<br>HAK PENGARANG<br>DILINDUNGI OLEH<br>UNDANG-UNDANG}}}}<noinclude></noinclude> ckchljckscc0yrhd017i48g63ipgcop Halaman:San min chu i.pdf/10 104 111366 309906 2026-08-10T00:12:12Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309906 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|''AMANAT Dr. SUN YAT-SEN}''}}} ''Selama 40 tahun saja mengabdi untuk kepentingan rakjat hanja bertudjuan satu, jaitu: mendirikan negara Tiongkok jang merdeka dan sederadjat dengan negara-negara lain didunia ini. Pengalaman saja selama 40 tahun mejakinkan saja, bahwa untuk mentjapai hasil tudjuan ini kita perlu membangunkan dan mempersatukan rakjat seperti negara-negara lain. Disamping itu kita harus berdjuang bersama-sama dengan bangsa-bangsa lain, jang memperlakukan kita atas dasar persamaan.'' ''Pergolakan revolusi kita belum selesai. Baiklah semua kawan-kawan kita membatja uraian-uraian saja jang berikut : „Rantjangan-rantjangan pembangunan nasional”, „Sendi² pembangunan nasional”, „Tiga asas pokok rakjat” dan „Manifes”, jang dikeluarkan atas usaha Konvensi Nasional Pertama Partai kita; marilah kita sungguh-sungguh berusaha melakukan tudjuan revolusi kita. Tambahan pula, pengumuman-pengumuman kita berkenaan dengan sidang nasional baru-baru ini dan tentang penghapusan perdjandjian-perdjandjian jang merugikan kita, harus kita selesaikan sampai berhasil dengan setjepat-tjepatnja.'' ''Kewadjiban inilah jang saja serahkan kepada Tuan-tuan. '' {{Block right|''SUN WEN<br> 11 Maret 1925''}} ''Ditulis tanggal 20 Pebruari 1925'' {{C|767}}<noinclude></noinclude> e1acbvykfv1ohi4g7yer7j8kak65cjr 309907 309906 2026-08-10T00:12:26Z Iripseudocorus 23824 309907 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|''AMANAT Dr. SUN YAT-SEN''}}}} ''Selama 40 tahun saja mengabdi untuk kepentingan rakjat hanja bertudjuan satu, jaitu: mendirikan negara Tiongkok jang merdeka dan sederadjat dengan negara-negara lain didunia ini. Pengalaman saja selama 40 tahun mejakinkan saja, bahwa untuk mentjapai hasil tudjuan ini kita perlu membangunkan dan mempersatukan rakjat seperti negara-negara lain. Disamping itu kita harus berdjuang bersama-sama dengan bangsa-bangsa lain, jang memperlakukan kita atas dasar persamaan.'' ''Pergolakan revolusi kita belum selesai. Baiklah semua kawan-kawan kita membatja uraian-uraian saja jang berikut : „Rantjangan-rantjangan pembangunan nasional”, „Sendi² pembangunan nasional”, „Tiga asas pokok rakjat” dan „Manifes”, jang dikeluarkan atas usaha Konvensi Nasional Pertama Partai kita; marilah kita sungguh-sungguh berusaha melakukan tudjuan revolusi kita. Tambahan pula, pengumuman-pengumuman kita berkenaan dengan sidang nasional baru-baru ini dan tentang penghapusan perdjandjian-perdjandjian jang merugikan kita, harus kita selesaikan sampai berhasil dengan setjepat-tjepatnja.'' ''Kewadjiban inilah jang saja serahkan kepada Tuan-tuan. '' {{Block right|''SUN WEN<br> 11 Maret 1925''}} ''Ditulis tanggal 20 Pebruari 1925'' {{C|767}}<noinclude></noinclude> 8l4j7uai7ubqvrs75ssu4muqbaq7wxr 309973 309907 2026-08-10T01:46:47Z Ibrohim tijani 26379 /* Tervalidasi */ 309973 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{C|{{larger|''AMANAT Dr. SUN YAT-SEN''}}}} ''Selama 40 tahun saja mengabdi untuk kepentingan rakjat hanja bertudjuan satu, jaitu: mendirikan negara Tiongkok jang merdeka dan sederadjat dengan negara-negara lain didunia ini. Pengalaman saja selama 40 tahun mejakinkan saja, bahwa untuk mentjapai hasil tudjuan ini kita perlu membangunkan dan mempersatukan rakjat seperti negara-negara lain. Disamping itu kita harus berdjuang bersama-sama dengan bangsa-bangsa lain, jang memperlakukan kita atas dasar persamaan.'' ''Pergolakan revolusi kita belum selesai. Baiklah semua kawan-kawan kita membatja uraian-uraian saja jang berikut : „Rantjangan-rantjangan pembangunan nasional”, „Sendi² pembangunan nasional”, „Tiga asas pokok rakjat” dan „Manifes”, jang dikeluarkan atas usaha Konvensi Nasional Pertama Partai kita; marilah kita sungguh-sungguh berusaha melakukan tudjuan revolusi kita. Tambahan pula, pengumuman-pengumuman kita berkenaan dengan sidang nasional baru-baru ini dan tentang penghapusan perdjandjian-perdjandjian jang merugikan kita, harus kita selesaikan sampai berhasil dengan setjepat-tjepatnja.'' ''Kewadjiban inilah jang saja serahkan kepada Tuan-tuan. '' {{Block right|''SUN WEN<br> 11 Maret 1925''}} ''Ditulis tanggal 20 Pebruari 1925'' {{C|767}}<noinclude></noinclude> qcad275ux7ao1r4v1kd743of4so5656 Halaman:San min chu i.pdf/397 104 111367 309908 2026-08-10T00:13:08Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 309908 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:San min chu i.pdf/396 104 111368 309909 2026-08-10T00:13:21Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 309909 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:San min chu i.pdf/395 104 111369 309910 2026-08-10T00:13:33Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 309910 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:San min chu i.pdf/394 104 111370 309911 2026-08-10T00:14:45Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 309911 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/1 104 111371 309912 2026-08-10T00:18:01Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309912 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>[[Berkas:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962) (page 1 crop).jpg|600px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude> 0pnz8h4p9ptl935fkrlyi52ouvnorp8 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/267 104 111372 309913 2026-08-10T00:19:42Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 309913 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude>PUSTAK, RAKJAT N.V.<noinclude></noinclude> 4jsoqi6t4bdljbaksyo9zjrx33ynte9 309914 309913 2026-08-10T00:19:55Z Iripseudocorus 23824 ←Mengosongkan halaman 309914 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:San min chu i.pdf/11 104 111373 309915 2026-08-10T00:23:19Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 309915 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN Dr. Sun Yat-sen pentjipta Republik Tiongkok dan pemimpin revolusi, dilahirkan sebagai anak seorang tani pada duabelas Nopember 1866 disebuah desa dekat Hsiangshan di Provinsi Kwantung. Ditempat kelahirannja ini ia mengundjungi sekolah desa bersama-sama dengan anak2 desa Kwantung. Ketika ia berusia 13 tahun ia pergi ke Honolulu untuk melandjutkan sekolahnja pada Sekolah Landjutan selama 5 tahun. Disini ia mengetjap hawa kemerdekaan dan terpengaruh oleh penghidupan orang-orang Amerika. Karena itu, ketika ia kembali ke Hongkong dan memasuki Queen's College", ia merasa tak puas lagi dengan djalan politik tanah air jang ditjintainja itu. Pada umur 20 tahun ia tamat sekolah , Queen's College" dan melandjutkan peladjaran pada ,,Hongkong Medical College" dan lulus dalam tahun 1892. " Tetapi ia tak lama mendjalankan prakteknja, karena ia mentjeburkan diri dalam gelanggang politik, sesudah Tiongkok dikalahkan dalam peperangan Tiongkok-Djepang pada tahun 1894. Hal ini bukan suatu peristiwa jang menggembirakan, akan tetapi ada djuga kebaikan baginja, jaitu mendapat kesempatan untuk membuat ,,carriere" dalam lapangan politik, jang diidam-idamkannja sedjak ia masih di Sekolah Landjutan. Hongkong sebuah daerah djadjahan Inggeris dipilihnja sebagai tempat tinggal. Setiap hari ia menghirup udara Hongkong dibawah kekuasaan Inggeris, setiap kali Tiongkok menderita kekalahan dari negara asing, ia bertambah jakin bahwa pemerintah negaranja busuk sampai keakar-akarnja. Hanja revolusilah salah suatu obat jang mandjur buat penjakit ini. Pikiran ini mulailah disiarkannja diantara para mahasiswa. Mendirikan negara Tiongkok merdeka dan berdaulat adalah mendjadi tudjuan hidupnja. Untuk melaksanakan tudjuan ini banjak bahaja jang mengantjamnja. Pertjobaan pemberontakan jang tergesa-gesa telah digagalkan ; ia terpaksa melarikan diri dalam tahun 1895 dan memulai penghidupan dalam pembuangan. Meskipun djiwanja selalu terantjam, ia pergi djuga ke Djepang dan kemudian ke Amerika Serikat ; tetapi achirnja ia<noinclude></noinclude> lslvhfbvzmdnkeuzhkb4rx4jrpbxi8h 309918 309915 2026-08-10T00:26:23Z Ichi Ocha 26099 309918 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude><center>{{xx-larger|'''RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN'''}} Dr. Sun Yat-sen pentjipta Republik Tiongkok dan pemimpin revolusi, dilahirkan sebagai anak seorang tani pada duabelas Nopember 1866 disebuah desa dekat Hsiangshan di Provinsi Kwantung. Ditempat kelahirannja ini ia mengundjungi sekolah desa bersama-sama dengan anak2 desa Kwantung. Ketika ia berusia 13 tahun ia pergi ke Honolulu untuk melandjutkan sekolahnja pada Sekolah Landjutan selama 5 tahun. Disini ia mengetjap hawa kemerdekaan dan terpengaruh oleh penghidupan orang-orang Amerika. Karena itu, ketika ia kembali ke Hongkong dan memasuki ,,Queen's College", ia merasa tak puas lagi dengan djalan politik tanah air jang ditjintainja itu. Pada umur 20 tahun ia tamat sekolah, Queen's College" dan melandjutkan peladjaran pada ,,Hongkong Medical College" dan lulus dalam tahun 1892. Tetapi ia tak lama mendjalankan prakteknja, karena ia mentjeburkan diri dalam gelanggang politik, sesudah Tiongkok dikalahkan dalam peperangan Tiongkok-Djepang pada tahun 1894. Hal ini bukan suatu peristiwa jang menggembirakan, akan tetapi ada djuga kebaikan baginja, jaitu mendapat kesempatan untuk membuat ,,carriere" dalam lapangan politik, jang diidam-idamkannja sedjak ia masih di Sekolah Landjutan. Hongkong sebuah daerah djadjahan Inggeris dipilihnja sebagai tempat tinggal. Setiap hari ia menghirup udara Hongkong dibawah kekuasaan Inggeris, setiap kali Tiongkok menderita kekalahan dari negara asing, ia bertambah jakin bahwa pemerintah negaranja busuk sampai keakar-akarnja. Hanja revolusilah salah suatu obat jang mandjur buat penjakit ini. Pikiran ini mulailah disiarkannja diantara para mahasiswa. Mendirikan negara Tiongkok merdeka dan berdaulat adalah mendjadi tudjuan hidupnja. Untuk melaksanakan tudjuan ini banjak bahaja jang mengantjamnja. Pertjobaan pemberontakan jang tergesa-gesa telah digagalkan; ia terpaksa melarikan diri dalam tahun 1895 dan memulai penghidupan dalam pembuangan. Meskipun djiwanja selalu terantjam, ia pergi djuga ke Djepang dan kemudian ke Amerika Serikat ; tetapi achirnja ia<noinclude></noinclude> 2bjf8pu1qq60xxa39ex7p5gi01v6ygq 309975 309918 2026-08-10T01:47:33Z Ibrohim tijani 26379 /* Tervalidasi */ 309975 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><center>{{xx-larger|'''RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN'''}} Dr. Sun Yat-sen pentjipta Republik Tiongkok dan pemimpin revolusi, dilahirkan sebagai anak seorang tani pada duabelas Nopember 1866 disebuah desa dekat Hsiangshan di Provinsi Kwantung. Ditempat kelahirannja ini ia mengundjungi sekolah desa bersama-sama dengan anak2 desa Kwantung. Ketika ia berusia 13 tahun ia pergi ke Honolulu untuk melandjutkan sekolahnja pada Sekolah Landjutan selama 5 tahun. Disini ia mengetjap hawa kemerdekaan dan terpengaruh oleh penghidupan orang-orang Amerika. Karena itu, ketika ia kembali ke Hongkong dan memasuki ,,Queen's College", ia merasa tak puas lagi dengan djalan politik tanah air jang ditjintainja itu. Pada umur 20 tahun ia tamat sekolah, Queen's College" dan melandjutkan peladjaran pada ,,Hongkong Medical College" dan lulus dalam tahun 1892. Tetapi ia tak lama mendjalankan prakteknja, karena ia mentjeburkan diri dalam gelanggang politik, sesudah Tiongkok dikalahkan dalam peperangan Tiongkok-Djepang pada tahun 1894. Hal ini bukan suatu peristiwa jang menggembirakan, akan tetapi ada djuga kebaikan baginja, jaitu mendapat kesempatan untuk membuat ,,carriere" dalam lapangan politik, jang diidam-idamkannja sedjak ia masih di Sekolah Landjutan. Hongkong sebuah daerah djadjahan Inggeris dipilihnja sebagai tempat tinggal. Setiap hari ia menghirup udara Hongkong dibawah kekuasaan Inggeris, setiap kali Tiongkok menderita kekalahan dari negara asing, ia bertambah jakin bahwa pemerintah negaranja busuk sampai keakar-akarnja. Hanja revolusilah salah suatu obat jang mandjur buat penjakit ini. Pikiran ini mulailah disiarkannja diantara para mahasiswa. Mendirikan negara Tiongkok merdeka dan berdaulat adalah mendjadi tudjuan hidupnja. Untuk melaksanakan tudjuan ini banjak bahaja jang mengantjamnja. Pertjobaan pemberontakan jang tergesa-gesa telah digagalkan; ia terpaksa melarikan diri dalam tahun 1895 dan memulai penghidupan dalam pembuangan. Meskipun djiwanja selalu terantjam, ia pergi djuga ke Djepang dan kemudian ke Amerika Serikat ; tetapi achirnja ia<noinclude></noinclude> 8lczmrr0q740eof6cn1yh4wtq7wsh9b Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/2 104 111374 309916 2026-08-10T00:24:24Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309916 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude> {{Xxx-larger|dari Kebangunan Nasional <br> sampai Proklamasi Kemerdekaan}} {{C|KENANG²AN<br>KI HADJAR DEWANTARA}} {{Larger|N.V PUSTAKA PENERBIT "ENDANG" DJAKARTA}}<noinclude></noinclude> 9imwmse0rki1027yda3il2b5yujkd4m 309917 309916 2026-08-10T00:24:50Z Iripseudocorus 23824 309917 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude> {{Xxx-larger|''dari Kebangunan Nasional <br> sampai Proklamasi Kemerdekaan''}} {{C|KENANG²AN<br>KI HADJAR DEWANTARA}} {{Larger|N.V PUSTAKA PENERBIT "ENDANG" DJAKARTA}}<noinclude></noinclude> 00jb69g3dv58pcvomky01mb9dk5pn62 Halaman:San min chu i.pdf/12 104 111375 309919 2026-08-10T00:26:45Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 309919 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>7 ditjulik dikota London dan disembunjikan dikedutaan Tiongkok ; disitu ia tinggal duabelas hari lamanja. Berkat pertolongan Dr. Yames Cantlie dapatlah ia melarikan diri, hingga maksud pemerin- tah mengembalikan dia ke Tiongkok untuk ditembak mati dapat dihindarkan. Selama beberapa tahun kemudian dipeladjarinja sung- guh-sungguh hukum-hukum politik dan sosial dari beberapa negara Eropah jang dikundjunginja. Pada waktu itu ia menulis tentang Tiga Asas-pokok Rakjat" dengan menjiarkan andjuran revolusi ini dimana-mana. Pikiran ini meluas, sesudah keributan Bokser terdjadi dalam tahun 1900. Tudjuannja terutama diarahkannja untuk merubuhkan dinasti Manchu, dan orang-orang Tionghoa diseluruh dunia, baik laki-laki maupun perempuan, semua menjokongnja. Pada tahun 1905 diadakan suatu sidang di Tiongkok dimana ditetapkan : 1. Penganut-penganut revolusi bersatu dengan nama Tung Meng Hui. 2. Pemerintah sekarang harus digulingkan dan diubah mendjadi suatu Republik. Diantara anggota-anggota jang mengundjungi sidang tersebut terdapat wakil-wakil dari provinsi-provinsi diseluruh Tiongkok dan sedjumlah besar pedagang-pedagang Tionghoa diluar negeri. Mereka dari provinsi-provinsi menjediakan diri untuk mengadakan kampanje propaganda rahasia didalam negeri ; dan para saudagar bersedia untuk menanggung segala ongkos-ongkos jang diderita. Derma suka-rela ini memungkinkan revolusi dapat didjalankan sampai berhasil. Revolusi mulai meletus pada tahun 1911 dalam musim gugur, ketika pertempuran timbul di Wuchang. Ibu kota ini segera djatuh ketangan kaum pemberontak. Meskipun rantjangan-rantjangan untuk memberontak belum siap, tetapi dalam sekedjap mata sadja pemberontak meluas meliputi seluruh negara dan dalam waktu seratus hari boleh dikatakan seluruh Tiongkok telah dikuasai oleh kaum pemberontak. Pemerintahan Manchu jang lemah dapat didjatuhkan hingga angan-angan Dr. Sun mendjadi suatu kenjataan. Semangat Sun Yat-sen jang tak kundjung padam itu achirnja dapat memenuhi keinginannja dan sekarang dapatlah ia melepaskan lelah. Tetapi rupa-rupanja belum waktunja untuk beristirahat, karena tak lama<noinclude></noinclude> t6jgn4fh89oy2brbm17m3iamdrii3z1 309920 309919 2026-08-10T00:29:02Z Ichi Ocha 26099 309920 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||7}}</noinclude>ditjulik dikota London dan disembunjikan dikedutaan Tiongkok ; disitu ia tinggal duabelas hari lamanja. Berkat pertolongan Dr. Yames Cantlie dapatlah ia melarikan diri, hingga maksud pemerintah mengembalikan dia ke Tiongkok untuk ditembak mati dapat dihindarkan. Selama beberapa tahun kemudian dipeladjarinja sungguh-sungguh hukum-hukum politik dan sosial dari beberapa negara Eropah jang dikundjunginja. Pada waktu itu ia menulis tentang Tiga Asas-pokok Rakjat" dengan menjiarkan andjuran revolusi ini dimana-mana. Pikiran ini meluas, sesudah keributan Bokser terdjadi dalam tahun 1900. Tudjuannja terutama diarahkannja untuk merubuhkan dinasti Manchu, dan orang-orang Tionghoa diseluruh dunia, baik laki-laki maupun perempuan, semua menjokongnja. Pada tahun 1905 diadakan suatu sidang di Tiongkok dimana ditetapkan : 1. Penganut-penganut revolusi bersatu dengan nama Tung Meng Hui. 2. Pemerintah sekarang harus digulingkan dan diubah mendjadi suatu Republik. Diantara anggota-anggota jang mengundjungi sidang tersebut terdapat wakil-wakil dari provinsi-provinsi diseluruh Tiongkok dan sedjumlah besar pedagang-pedagang Tionghoa diluar negeri. Mereka dari provinsi-provinsi menjediakan diri untuk mengadakan kampanje propaganda rahasia didalam negeri ; dan para saudagar bersedia untuk menanggung segala ongkos-ongkos jang diderita. Derma suka-rela ini memungkinkan revolusi dapat didjalankan sampai berhasil. Revolusi mulai meletus pada tahun 1911 dalam musim gugur, ketika pertempuran timbul di Wuchang. Ibu kota ini segera djatuh ketangan kaum pemberontak. Meskipun rantjangan-rantjangan untuk memberontak belum siap, tetapi dalam sekedjap mata sadja pemberontak meluas meliputi seluruh negara dan dalam waktu seratus hari boleh dikatakan seluruh Tiongkok telah dikuasai oleh kaum pemberontak. Pemerintahan Manchu jang lemah dapat didjatuhkan hingga angan-angan Dr. Sun mendjadi suatu kenjataan. Semangat Sun Yat-sen jang tak kundjung padam itu achirnja dapat memenuhi keinginannja dan sekarang dapatlah ia melepaskan lelah. Tetapi rupa-rupanja belum waktunja untuk beristirahat, karena tak lama<noinclude></noinclude> lnfxwq5hrcvtunyeol9gf0j5ano7ty5 309976 309920 2026-08-10T01:47:53Z Ibrohim tijani 26379 /* Tervalidasi */ 309976 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ibrohim tijani" />{{rh||7}}</noinclude>ditjulik dikota London dan disembunjikan dikedutaan Tiongkok ; disitu ia tinggal duabelas hari lamanja. Berkat pertolongan Dr. Yames Cantlie dapatlah ia melarikan diri, hingga maksud pemerintah mengembalikan dia ke Tiongkok untuk ditembak mati dapat dihindarkan. Selama beberapa tahun kemudian dipeladjarinja sungguh-sungguh hukum-hukum politik dan sosial dari beberapa negara Eropah jang dikundjunginja. Pada waktu itu ia menulis tentang Tiga Asas-pokok Rakjat" dengan menjiarkan andjuran revolusi ini dimana-mana. Pikiran ini meluas, sesudah keributan Bokser terdjadi dalam tahun 1900. Tudjuannja terutama diarahkannja untuk merubuhkan dinasti Manchu, dan orang-orang Tionghoa diseluruh dunia, baik laki-laki maupun perempuan, semua menjokongnja. Pada tahun 1905 diadakan suatu sidang di Tiongkok dimana ditetapkan : 1. Penganut-penganut revolusi bersatu dengan nama Tung Meng Hui. 2. Pemerintah sekarang harus digulingkan dan diubah mendjadi suatu Republik. Diantara anggota-anggota jang mengundjungi sidang tersebut terdapat wakil-wakil dari provinsi-provinsi diseluruh Tiongkok dan sedjumlah besar pedagang-pedagang Tionghoa diluar negeri. Mereka dari provinsi-provinsi menjediakan diri untuk mengadakan kampanje propaganda rahasia didalam negeri ; dan para saudagar bersedia untuk menanggung segala ongkos-ongkos jang diderita. Derma suka-rela ini memungkinkan revolusi dapat didjalankan sampai berhasil. Revolusi mulai meletus pada tahun 1911 dalam musim gugur, ketika pertempuran timbul di Wuchang. Ibu kota ini segera djatuh ketangan kaum pemberontak. Meskipun rantjangan-rantjangan untuk memberontak belum siap, tetapi dalam sekedjap mata sadja pemberontak meluas meliputi seluruh negara dan dalam waktu seratus hari boleh dikatakan seluruh Tiongkok telah dikuasai oleh kaum pemberontak. Pemerintahan Manchu jang lemah dapat didjatuhkan hingga angan-angan Dr. Sun mendjadi suatu kenjataan. Semangat Sun Yat-sen jang tak kundjung padam itu achirnja dapat memenuhi keinginannja dan sekarang dapatlah ia melepaskan lelah. Tetapi rupa-rupanja belum waktunja untuk beristirahat, karena tak lama<noinclude></noinclude> siuwhyiwxhvzhokhebhpv9f4oqexgeo Halaman:San min chu i.pdf/13 104 111376 309921 2026-08-10T00:31:19Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 309921 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>8 kemudian ia diminta djadi presiden pertama Republik baru ini dan timbullah pengharapan bahwa negara Tiongkok jang kuat dan makmur akan membuat sedjarah baru. Tetapi peristiwa-peristiwa tahun 1911 membuktikan, bahwa Tiongkok masih menghadapi bermatjam-matjam kesukaran, sebelum pengharapan ini mendapat kenjataan. Terbukti pemberontak-pemberontak dipengaruhi oleh dua aliran. Aliran pertama dipimpin oleh Yüan-Shih-Kai dan aliran lain dibawah Sun-Yat-sen. Aliran per- tama berpendirian bahwa negara dapat dipertahankan hanjalah dengan kekuatan militer, sedangkan aliran lain menaruh pengharapan terhadap bangunnja keinsafan rakjat. Supaja tudjuan dapat tertjapai lekas, Dr. Sun menjerahkan djabatannja kepada Yüan setelah tiga bulan mendjadi presiden. Ia lebih suka menjediakan dirinja untuk mendidik rakjat hingga mereka tahu benar akan dasar-dasar demokrasi dan untuk memperbaiki tingkat penghidupan mereka. Tung Meng Hui diubah djadi partai politik dengan dasar jang lebih luas dan sekarang bernama Kuomintang. Lalu dia- dakan dengan segera suatu rantjangan untuk mengadakan djalan kereta api diseluruh negara, sebagai langkah pertama menudju keindustrialisasi negara Tiongkok. Tetapi Yüan-Shih-Kai tetap tinggal mementingkan keperluannja sendiri. Dari pada bekerdja buat kepentingan umum, ia lebih baik memakai keadaan ini sebagai suatu kesempatan untuk memperkokoh kedudukannja. Ia menga- baikan Parlemen dan berusaha sekuat tenaga mendjadi radja. Dr. Sun terlambat baru mengetahui bahwa kepertjajaan jang dilimpahkannja itu adalah salah dan bahwa revolusi tertahan oleh karena pengchianatan. Kechilafan jang menjedihkan ini memperlambat djalannja revo- lusi ; baru dalam musim gugur jang baru lalu ( 1926) Chiang Kai-shek mengikuti djedjak Dr. Sun, jang pada waktu itu telah wafat. Ia menjerbu ke Utara dari Kanton dengan memperoleh kemenangan jang gilang gemilang. Sementara itu Yüan telah meninggalkan warisan penindasan-penindasan militer, jang senantiasa masih meradjalela di Tiongkok. Djika waktu selama 16 tahun itu sesudah kemenangan revolusi di Wuchang dianggap terbuang, hal ini adalah anggapan salah. Usaha-usaha Dr. Sun jang tak kenal pajah membimbing rakjat kearah patriotisme dan kesadaran bangsa. Hal ini mengakibatkan<noinclude></noinclude> aqda10nmwwoizlql9au0prvbjene34a 309923 309921 2026-08-10T00:33:23Z Ichi Ocha 26099 309923 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||8}}</noinclude>kemudian ia diminta djadi presiden pertama Republik baru ini dan timbullah pengharapan bahwa negara Tiongkok jang kuat dan makmur akan membuat sedjarah baru. Tetapi peristiwa-peristiwa tahun 1911 membuktikan, bahwa Tiongkok masih menghadapi bermatjam-matjam kesukaran, sebelum pengharapan ini mendapat kenjataan. Terbukti pemberontak-pemberontak dipengaruhi oleh dua aliran. Aliran pertama dipimpin oleh Yüan-Shih-Kai dan aliran lain dibawah Sun Yat-sen. Aliran pertama berpendirian bahwa negara dapat dipertahankan hanjalah dengan kekuatan militer, sedangkan aliran lain menaruh pengharapan terhadap bangunnja keinsafan rakjat. Supaja tudjuan dapat tertjapai lekas, Dr. Sun menjerahkan djabatannja kepada Yüan setelah tiga bulan mendjadi presiden. Ia lebih suka menjediakan dirinja untuk mendidik rakjat hingga mereka tahu benar akan dasar-dasar demokrasi dan untuk memperbaiki tingkat penghidupan mereka. Tung Meng Hui diubah djadi partai politik dengan dasar jang lebih luas dan sekarang bernama Kuomintang. Lalu diadakan dengan segera suatu rantjangan untuk mengadakan djalan kereta api diseluruh negara, sebagai langkah pertama menudju keindustrialisasi negara Tiongkok. Tetapi Yüan-Shih-Kai tetap tinggal mementingkan keperluannja sendiri. Dari pada bekerdja buat kepentingan umum, ia lebih baik memakai keadaan ini sebagai suatu kesempatan untuk memperkokoh kedudukannja. Ia mengabaikan Parlemen dan berusaha sekuat tenaga mendjadi radja. Dr. Sun terlambat baru mengetahui bahwa kepertjajaan jang dilimpahkannja itu adalah salah dan bahwa revolusi tertahan oleh karena pengchianatan. Kechilafan jang menjedihkan ini memperlambat djalannja revolusi ; baru dalam musim gugur jang baru lalu (1926) Chiang Kai-shek mengikuti djedjak Dr. Sun, jang pada waktu itu telah wafat. Ia menjerbu ke Utara dari Kanton dengan memperoleh kemenangan jang gilang gemilang. Sementara itu Yüan telah meninggalkan warisan penindasan-penindasan militer, jang senantiasa masih meradjalela di Tiongkok. Djika waktu selama 16 tahun itu sesudah kemenangan revolusi di Wuchang dianggap terbuang, hal ini adalah anggapan salah. Usaha-usaha Dr. Sun jang tak kenal pajah membimbing rakjat kearah patriotisme dan kesadaran bangsa. Hal ini mengakibatkan<noinclude></noinclude> a9f6pf2s52mcdksbxytxd4u3ipguf5u 309977 309923 2026-08-10T01:48:05Z Ibrohim tijani 26379 /* Tervalidasi */ 309977 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ibrohim tijani" />{{rh||8}}</noinclude>kemudian ia diminta djadi presiden pertama Republik baru ini dan timbullah pengharapan bahwa negara Tiongkok jang kuat dan makmur akan membuat sedjarah baru. Tetapi peristiwa-peristiwa tahun 1911 membuktikan, bahwa Tiongkok masih menghadapi bermatjam-matjam kesukaran, sebelum pengharapan ini mendapat kenjataan. Terbukti pemberontak-pemberontak dipengaruhi oleh dua aliran. Aliran pertama dipimpin oleh Yüan-Shih-Kai dan aliran lain dibawah Sun Yat-sen. Aliran pertama berpendirian bahwa negara dapat dipertahankan hanjalah dengan kekuatan militer, sedangkan aliran lain menaruh pengharapan terhadap bangunnja keinsafan rakjat. Supaja tudjuan dapat tertjapai lekas, Dr. Sun menjerahkan djabatannja kepada Yüan setelah tiga bulan mendjadi presiden. Ia lebih suka menjediakan dirinja untuk mendidik rakjat hingga mereka tahu benar akan dasar-dasar demokrasi dan untuk memperbaiki tingkat penghidupan mereka. Tung Meng Hui diubah djadi partai politik dengan dasar jang lebih luas dan sekarang bernama Kuomintang. Lalu diadakan dengan segera suatu rantjangan untuk mengadakan djalan kereta api diseluruh negara, sebagai langkah pertama menudju keindustrialisasi negara Tiongkok. Tetapi Yüan-Shih-Kai tetap tinggal mementingkan keperluannja sendiri. Dari pada bekerdja buat kepentingan umum, ia lebih baik memakai keadaan ini sebagai suatu kesempatan untuk memperkokoh kedudukannja. Ia mengabaikan Parlemen dan berusaha sekuat tenaga mendjadi radja. Dr. Sun terlambat baru mengetahui bahwa kepertjajaan jang dilimpahkannja itu adalah salah dan bahwa revolusi tertahan oleh karena pengchianatan. Kechilafan jang menjedihkan ini memperlambat djalannja revolusi ; baru dalam musim gugur jang baru lalu (1926) Chiang Kai-shek mengikuti djedjak Dr. Sun, jang pada waktu itu telah wafat. Ia menjerbu ke Utara dari Kanton dengan memperoleh kemenangan jang gilang gemilang. Sementara itu Yüan telah meninggalkan warisan penindasan-penindasan militer, jang senantiasa masih meradjalela di Tiongkok. Djika waktu selama 16 tahun itu sesudah kemenangan revolusi di Wuchang dianggap terbuang, hal ini adalah anggapan salah. Usaha-usaha Dr. Sun jang tak kenal pajah membimbing rakjat kearah patriotisme dan kesadaran bangsa. Hal ini mengakibatkan<noinclude></noinclude> 4ehjzjip0k2mkmhyn8e9tfead1m9un0 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/5 104 111377 309922 2026-08-10T00:31:39Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309922 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>luas. Hendaknja hal ini diingati agar orang dapat mengerti apa sebabnja kami seakan-akan lebih mengutamakan golongan kami sendiri, lebih dari golongan lainnja. Saja pertjaja, bahwa para pembatja mengerti tentang hal itu dan mungkin mereka dapat menghargai pula, bahwa peristiwa-peristiwa jang kami dapat memasukkannja dalam buku ketjil ini, sebagian besar saja telah mengalaminja sendiri atau ikut mengalaminja bersama-sama kawan-kawan perdjoangan lain-lainnja. Selain itu mungkin para pembatja dapat menghargai djuga, bahwa dalam buku kita ini dapat kami muatkan sumbangan kenang-kenangan dari enam orang „pemimpin-pemimpin terkemuka jang tertua”, jang kini masih hidup di-tengah-tengah kita; jaitu „Bapak-bapak Kusumo-Utojo, Surjopranoto, Radjiman Wédyodiningrat, Agus Salim, Wurjaningrat dan Alimin”. *)<ref>{{rule|align=left|6em}}Dengan terkedjut pada hari 20 September 1952 kami dengar, bahwa pada hari itu Bapak Dr. Radjiman Wedyadiningrat wafat di Walikukun dan pada hari berikutnja dimakamkan di desa Melati-Jogjakarta, dimana saudara sepupu-nja. jaitu Dr. Wahidin Sudirohusodo sudah sedjak tahun 1917 beristirahat untuk se-lama²nja.</ref> Semoga buku kenang-kenangan ini dapat bermanfaat dan memperoleh tempat dalam perpustakaan dokumentasi pergerakan rakjat, mulai „Hari Kebangsaan Nasional” sampai „HariProklamasi Kemerdekaan.” Sudah barang tentu tiap-tiap pembetulan dari pihak pembatja tentang segala kesalahan dan kekeliruan atau kurang lengkapnja sesuatu uraian dalam buku ini, akan sangat kami hargakan. Selamat membatja! Djakarta/Jogjakarta, September 1952. {{R|KI HADJAR DEWANTARA.}}<noinclude></noinclude> a4sv8okk3b3lb0gsnxnvf3vx7uv9rkl Halaman:San min chu i.pdf/14 104 111378 309924 2026-08-10T00:34:00Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 309924 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>9 banjak pemimpin-pemimpin dan tak terhitung banjaknja patriot negara melandjutkan revolusi sampai berhasil dibawah pimpinannja. Makin banjak rintangan jang dialami, makin besar pengaruhnja terhadap pengikut-pengikutnja. Di Kanton kerap kali didirikannja pemerintahan terasing dan tiap kali pula rantjangan ini digagalkan, tetapi achirnja pada tahun 1923 dapat djuga ia mendirikan sebuah pemerintah jang kuat dan effektif. Pada waktu itulah ia mereorganisasi Kuomintang buat ketiga kalinja. Disini ia terangkan dengan njata praktek suatu pemerintah. Dibentangkannja dengan saksama pengertian filsafat politik dari „Tiga Asas-pokok" dalam sedjumlah tulisan-tulisan jang populer, dimana ia mentjela perdjandjian2 negara Tiongkok jang merugikan rakjat dan memutuskan akan mengadakan sebuah perdjandjian dengan Rusia. Hasil-hasil tersebut djadi dasar tjita-tjita dan politik pergerakan revolusioner. ,,Tiga Asas-pokok" itu memberikan kepada rakjat suatu pengertian politik; dan dengan menjalahkan perdjandjian-perdjandjian jang merugikan, membangkitkan semangat rakjat untuk mengadakan perdjandjian persahabatan dengan Rusia. Gunanja untuk mengupas tjara bekerdja dalam soal-soal diplomatik Tiongkok jang kalut. Dr. Sun Yat-sen adalah seorang mahasiswa jang radjin, seorang pemimpin negara jang luas pandangannja, seorang pekerdja jang tak tahu lelah, seorang optimis jang tak dapat dipatahkan semangatnja ; dan terutama seorang pemimpin negara Tiongkok jang penuh harapan, berpikiran djernih dan bertudjuan tetap. Ia bukan hanja pemimpin pembangunan Tiongkok baru, tetapi djuga seorang jang mendjelaskan tjara2 jang harus diambil untuk menjelamatkan revolusi kita sampai berhasil. Dengan susah pajah ia dapat suatu djalan jang terbaik untuk memperoleh kembali kemerdekaan bangsa bagi keturunan2 jang akan datang. Pada tanggal 12 Maret 1925 ketika kesatuan Tiongkok hampir mendjadi kenjataan, ia wafat di Peking. Dalam waktu jang singkat sesudah itu ada desas-desus jang mengatakan bahwa Partai Kuomintang, jang didirikannja dengan susah pajah itu, akan menghadapi keruntuhan, akan tetapi kenjataan membuktikan, bahwa Partai ini sepeninggal Sun Yat-sen malah bertambah kuat. Semangat Sun Yat-sen jang tak kundjung padam itu, mendorong pengikut-pengikutnja untuk bekerdja lebih<noinclude></noinclude> 951v2oh7bpyan5ddyle7u00jjkj879o 309925 309924 2026-08-10T00:35:47Z Ichi Ocha 26099 309925 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||9}}</noinclude>banjak pemimpin-pemimpin dan tak terhitung banjaknja patriot negara melandjutkan revolusi sampai berhasil dibawah pimpinannja. Makin banjak rintangan jang dialami, makin besar pengaruhnja terhadap pengikut-pengikutnja. Di Kanton kerap kali didirikannja pemerintahan terasing dan tiap kali pula rantjangan ini digagalkan, tetapi achirnja pada tahun 1923 dapat djuga ia mendirikan sebuah pemerintah jang kuat dan effektif. Pada waktu itulah ia mereorganisasi Kuomintang buat ketiga kalinja. Disini ia terangkan dengan njata praktek suatu pemerintah. Dibentangkannja dengan saksama pengertian filsafat politik dari „Tiga Asas-pokok" dalam sedjumlah tulisan-tulisan jang populer, dimana ia mentjela perdjandjian2 negara Tiongkok jang merugikan rakjat dan memutuskan akan mengadakan sebuah perdjandjian dengan Rusia. Hasil-hasil tersebut djadi dasar tjita-tjita dan politik pergerakan revolusioner. ,,Tiga Asas-pokok" itu memberikan kepada rakjat suatu pengertian politik; dan dengan menjalankan perdjandjian-perdjandjian jang merugikan, membangkitkan semangat rakjat untuk mengadakan perdjandjian persahabatan dengan Rusia. Gunanja untuk mengupas tjara bekerdja dalam soal-soal diplomatik Tiongkok jang kalut. Dr. Sun Yat-sen adalah seorang mahasiswa jang radjin, seorang pemimpin negara jang luas pandangannja, seorang pekerdja jang tak tahu lelah, seorang optimis jang tak dapat dipatahkan semangatnja ; dan terutama seorang pemimpin negara Tiongkok jang penuh harapan, berpikiran djernih dan bertudjuan tetap. Ia bukan hanja pemimpin pembangunan Tiongkok baru, tetapi djuga seorang jang mendjelaskan tjara2 jang harus diambil untuk menjelamatkan revolusi kita sampai berhasil. Dengan susah pajah ia dapat suatu djalan jang terbaik untuk memperoleh kembali kemerdekaan bangsa bagi keturunan2 jang akan datang. Pada tanggal 12 Maret 1925 ketika kesatuan Tiongkok hampir mendjadi kenjataan, ia wafat di Peking. Dalam waktu jang singkat sesudah itu ada desas-desus jang mengatakan bahwa Partai Kuomintang, jang didirikannja dengan susah pajah itu, akan menghadapi keruntuhan, akan tetapi kenjataan membuktikan, bahwa Partai ini sepeninggal Sun Yat-sen malah bertambah kuat. Semangat Sun Yat-sen jang tak kundjung padam itu, mendorong pengikut-pengikutnja untuk bekerdja lebih<noinclude></noinclude> 0yspyuatqeib72yz4ens5m49l045umr 309978 309925 2026-08-10T01:48:26Z Ibrohim tijani 26379 /* Tervalidasi */ 309978 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ibrohim tijani" />{{rh||9}}</noinclude>banjak pemimpin-pemimpin dan tak terhitung banjaknja patriot negara melandjutkan revolusi sampai berhasil dibawah pimpinannja. Makin banjak rintangan jang dialami, makin besar pengaruhnja terhadap pengikut-pengikutnja. Di Kanton kerap kali didirikannja pemerintahan terasing dan tiap kali pula rantjangan ini digagalkan, tetapi achirnja pada tahun 1923 dapat djuga ia mendirikan sebuah pemerintah jang kuat dan effektif. Pada waktu itulah ia mereorganisasi Kuomintang buat ketiga kalinja. Disini ia terangkan dengan njata praktek suatu pemerintah. Dibentangkannja dengan saksama pengertian filsafat politik dari „Tiga Asas-pokok" dalam sedjumlah tulisan-tulisan jang populer, dimana ia mentjela perdjandjian2 negara Tiongkok jang merugikan rakjat dan memutuskan akan mengadakan sebuah perdjandjian dengan Rusia. Hasil-hasil tersebut djadi dasar tjita-tjita dan politik pergerakan revolusioner. ,,Tiga Asas-pokok" itu memberikan kepada rakjat suatu pengertian politik; dan dengan menjalankan perdjandjian-perdjandjian jang merugikan, membangkitkan semangat rakjat untuk mengadakan perdjandjian persahabatan dengan Rusia. Gunanja untuk mengupas tjara bekerdja dalam soal-soal diplomatik Tiongkok jang kalut. Dr. Sun Yat-sen adalah seorang mahasiswa jang radjin, seorang pemimpin negara jang luas pandangannja, seorang pekerdja jang tak tahu lelah, seorang optimis jang tak dapat dipatahkan semangatnja ; dan terutama seorang pemimpin negara Tiongkok jang penuh harapan, berpikiran djernih dan bertudjuan tetap. Ia bukan hanja pemimpin pembangunan Tiongkok baru, tetapi djuga seorang jang mendjelaskan tjara2 jang harus diambil untuk menjelamatkan revolusi kita sampai berhasil. Dengan susah pajah ia dapat suatu djalan jang terbaik untuk memperoleh kembali kemerdekaan bangsa bagi keturunan2 jang akan datang. Pada tanggal 12 Maret 1925 ketika kesatuan Tiongkok hampir mendjadi kenjataan, ia wafat di Peking. Dalam waktu jang singkat sesudah itu ada desas-desus jang mengatakan bahwa Partai Kuomintang, jang didirikannja dengan susah pajah itu, akan menghadapi keruntuhan, akan tetapi kenjataan membuktikan, bahwa Partai ini sepeninggal Sun Yat-sen malah bertambah kuat. Semangat Sun Yat-sen jang tak kundjung padam itu, mendorong pengikut-pengikutnja untuk bekerdja lebih<noinclude></noinclude> kdk0cr5tba9usc6bamvgmcc9a2xuhf7 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/6 104 111379 309926 2026-08-10T00:38:50Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309926 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{larger|'''KEBANGUNAN NASIONAL 20 MEI 1908.'''}} Didalam hidup tiap² bangsa diseluruh dunia, ada ''hari² istimewa'', jang dimuliakan oleh rakjat dengan maksud untuk memperingati peristiwa penting dalam hidup kebangsaannja masing². Hari² istimewa itu kebanjakan berasal dari ''hidup keagamaan'', diantaranja dari zaman lama, zaman purbakala, terbukti dari bentuk dan tjaranja peringatan, jang kadang² masih bersifat agak animistis. Ada pula peringatan² hari² mulia itu, jang erat berhubungan dengan ''hidup kemasjarakatan'', misalnja hidup pertanian, hidup kenegaraan, hidup ketentaraan dll. sebagainja. Apakah jang terkandung didalam adat memperingati peristiwa² jang penting itu? ''Pertama:'' orang mementingkan dan mendjundjung tinggi kedjadian² jang diperingati itu. ''Kedua:'' orang ingin mengalami kembali segala perasaan, baik jang gembira, maupun jang sedih jang disebabkan oleh kedjadian² tadi. ''Ketiga:'' orang ingin menarik peladjaran dari segala peristiwa² jang penting² itu, guna se-dapat² menambah keselamatan dan kebahagiaan hidupnja, lahir dan batin. Begitulah kiranja maksud ''Bung Karno'', ketika beliau pada tahun 1948 mengambil initiatif untuk menggerakkan rakjat, supaja ''hari 20 Mei 1908 dirajakan setjara besar2an''. Hari itu menurut beliau adalah hari jang ''patut dianggap hari mulia'' oleh bangsa Indonesia, karena pada hari itu perhimpunan kebangsaan jang pertama, jaitu „Budi Utomo”, didirikan dengan maksud untuk menjatukan rakjat, jang dulu masih terpetjah-belah, agar dapat mewudjudkan satu bangsa jang besar dan kuat. ''Selain itu „Budi-Utomo” men-tjita²kan berubahnja segala keadaan jang merintangi kemadjuan rakjat'', agar nanti ''rakjat dalam segala lapisannja dapat mengetjap kesedjahteraan jang lajak bagi manusia''. Dalam pada itu rakjat harus dipersiapkan untuk<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude> 6rosfmjtn77tg1xhseh21s5anktbwc4 309927 309926 2026-08-10T00:39:13Z Iripseudocorus 23824 309927 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|'''KEBANGUNAN NASIONAL 20 MEI 1908.'''}}}} Didalam hidup tiap² bangsa diseluruh dunia, ada ''hari² istimewa'', jang dimuliakan oleh rakjat dengan maksud untuk memperingati peristiwa penting dalam hidup kebangsaannja masing². Hari² istimewa itu kebanjakan berasal dari ''hidup keagamaan'', diantaranja dari zaman lama, zaman purbakala, terbukti dari bentuk dan tjaranja peringatan, jang kadang² masih bersifat agak animistis. Ada pula peringatan² hari² mulia itu, jang erat berhubungan dengan ''hidup kemasjarakatan'', misalnja hidup pertanian, hidup kenegaraan, hidup ketentaraan dll. sebagainja. Apakah jang terkandung didalam adat memperingati peristiwa² jang penting itu? ''Pertama:'' orang mementingkan dan mendjundjung tinggi kedjadian² jang diperingati itu. ''Kedua:'' orang ingin mengalami kembali segala perasaan, baik jang gembira, maupun jang sedih jang disebabkan oleh kedjadian² tadi. ''Ketiga:'' orang ingin menarik peladjaran dari segala peristiwa² jang penting² itu, guna se-dapat² menambah keselamatan dan kebahagiaan hidupnja, lahir dan batin. Begitulah kiranja maksud ''Bung Karno'', ketika beliau pada tahun 1948 mengambil initiatif untuk menggerakkan rakjat, supaja ''hari 20 Mei 1908 dirajakan setjara besar2an''. Hari itu menurut beliau adalah hari jang ''patut dianggap hari mulia'' oleh bangsa Indonesia, karena pada hari itu perhimpunan kebangsaan jang pertama, jaitu „Budi Utomo”, didirikan dengan maksud untuk menjatukan rakjat, jang dulu masih terpetjah-belah, agar dapat mewudjudkan satu bangsa jang besar dan kuat. ''Selain itu „Budi-Utomo” men-tjita²kan berubahnja segala keadaan jang merintangi kemadjuan rakjat'', agar nanti ''rakjat dalam segala lapisannja dapat mengetjap kesedjahteraan jang lajak bagi manusia''. Dalam pada itu rakjat harus dipersiapkan untuk<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude> mzywy7z6aqdn2xrv7z6yxf9our4sld9 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/7 104 111380 309928 2026-08-10T00:48:50Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309928 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>dapat ''mengurus dirinja sendiri'', kalau nanti datang waktunja jang tepat. Tidak ini sadjalah kiranja jang mendorong Bung Karno untuk mengambi {{illegible}}atifnja guna mengadakan peringatan besar²an tadi. Beliau {{illegible}}nja bermaksud pula untuk menginsjafkan rakjat, bahwa kemerdekaan jang telah kita tjapai sedjak 17 Agustus 1945 itu, adalah hasil perdjoangan segenap rakjat, mulai 20 Mei 1908. Karenanja: djanganlah buah perdjoangan jang 40 tahun lamanja itu nanti batal disebabkan ''perpetjahan'' dan ''kegelisahan'' didalam kalangan rakjat, djustru pada waktu ''Belanda melakukan agressi setjara hebat''. Menurut Bung Karno perlulah kita mengenangkan segala kedjadian dalam 40 tahun jang silam itu, sambil mengenangkan pula segala djasa sekalian mereka jang dalam perdjoangan sedjak 1908 itu telah mengorbankan djiwa dan raganja sebagai pahlawan² kebangsaan. Begitulah kira² laku fikiran Bung Karno jang mendorong beliau untuk merajakan hari 20 Mei tersebut sebagai hari kebangsaan. Disinilah saja ingat keterangan Wakil Presiden Moh. Hatta dalam pertjakapannja dengan seorang wartawan, jang menanjakan apakah hari 20 Mei tahun itu (1950) akan dirajakan atau tidak. Bung Hatta menerangkan, bahwa hari 20 Mei tidak akan dirajakan. karena kita hanja mempunjai „hari Nasional” satu sadja, jaitu 17 Agustus 1945. Hari proklamasi itu menurut Bung Hatta tidak boleh disampingi hari nasional jang lain. Djuga tidak boleh umpamanja hari penerimaan penjerahan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia itu didjadjarkan „hari nasional” jang satu²nja itu. Keterangan Bung Hatta itu ada benarnja. tetapi ada salahnja pula. Benar, karena „hari nasional” jang diresmikan sebagai „hari raja” atau „hari besar” ''umum'' oleh negeri, memang hanja hari 17 Agustus. ''Tidak benar, karena'' sebetulnja rakjat kita, dan dalam hal ini sama dengan rakjat dinegeri-negeri lain, sebetulnja mempunjai beberapa ''hari-hari nasional''. Misalnja kita kini mempunjai: ''Hari Angkatan Perang, Hari Kartini. Hari Diponegoro, Hari Pahlawan'' dan mungkin nanti akan tambah hari-hari peringatan lain-lainnja. Alangkah miskinnja rakjat jang hanja mempunjai satu hari nasional sadja. Saja sendiri berpendapat, bahwa peringatan peristiwa apa sadja,<noinclude>{{rh|8}}</noinclude> a39d2cp09vn28m9l597peqtdorvjezo Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/8 104 111381 309929 2026-08-10T00:54:32Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309929 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>jang dapat memberi didikan kepada rakjat kearah keutamaan, adalah perlu. Tjara memperingati tadi tidak usah besar²an, tidak usah setjara perajaan, tidak {{Illegible}} menutup kantor atau sekolah, seperti peringatan jang {{Illegible}} lakukan terhadap „Hari Proklamasi” kita itu, kalau rakjat kita sudah kebanjakan hari² libur. Kepentingan apakah jang terkandung dalam pemuliaan hari 20 Mei itu? Pada hari 20 Mei 1908, berdirilah di Djakarta sebuah perhimpunan nasional jang pertama, jaitu „Budi Utomo” jang sangat menarik perhatian, baik dari pihak rakjat maupun dari pihak pemerintah Hindia Belanda. Oleh para pentjiptanja, jaitu peladjar² kita di ''Stovia'' (School tot opleiding van inlandsche artsen, sekolah tinggi Ketabiban jang dulu ada di Djakarta) dibawah pimpinan dua orang pemuda, jang kelaknja sangat terkenal sebagai „Dr. Sutomo" dan „Dr. Gunawan Mangunkusumo”, dinjatakan dengan tegas, bahwa maksud mereka ialah memulai ''gerakan nasional umum,'' menudju kearah berubahnja djaman „kolonial” mendjadi djaman „nasional”, dengan tjara jang oleh mereka disebut tjara jang „radikal”. Panggilan dari para peladjar di STOVIA, jang merupakan „proklamasi” dan ditudjukan kepada sekalian para tjerdik pandai itu tidak sadja diikuti oleh sekalian pemuda peladjar di sekolah kepandaian menengah tinggi, jang dulu ada (seperti „Middelbare Landbouw-school” dan „Veeartsenschoo!” di Bogor, sekolah² OSVIA dan „KWEEKSCHOOL” diseluruh Djawa), pun kaum tjendekiawan dewasa dan tua mendengarkan suara pemuda dari Djakarta itu dengan perhatian besar serta menjanggupkan segala bantuannja. Terbuktilah pada saat itu, bahwa sebenarnja diseluruh masjarakat kita sudah tersedia tenaga pemimpin, jang penuh tjita² dan hasjrat untuk bergerak disegala lapangan: ekonomi, kebudajaan, bahkan djuga dilapangan politik. Dalam pada itu nampak tegas tjorak-warnanja jang sama, jaitu „revolusioner” dan „nasionalistis”. Sebagai keadaan air jang berderadjat djauh dibawah „nol” Celsius, pada satu saat sekaligus mendjadi beku dan mendjadi<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude> 2lng1uls5ldnhcik25xlhbhucag3p57 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/9 104 111382 309930 2026-08-10T00:55:09Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ',,ès", hanja karena sesuatu gerak ketjil sadja, demikianlah ma- sjarakat kita pada saat itu dengan,,serentak" bangun dan ber- gerak, hanja karena par n dari pihak pemuda di STOVIA tadi. Dalam tahun 1900. djuga, dapatlah diadakan,,Kong- res Nasional" di Jogjakarta, kongres umum jang pertama dan dikundjungi oleh wakil dari segala lapisan rakjat, kaum tua dan muda, golongan Islam, Keristen dan Katholiek, golongan² rakjat, mulai jang ta' bergelar sa... 309930 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>,,ès", hanja karena sesuatu gerak ketjil sadja, demikianlah ma- sjarakat kita pada saat itu dengan,,serentak" bangun dan ber- gerak, hanja karena par n dari pihak pemuda di STOVIA tadi. Dalam tahun 1900. djuga, dapatlah diadakan,,Kong- res Nasional" di Jogjakarta, kongres umum jang pertama dan dikundjungi oleh wakil dari segala lapisan rakjat, kaum tua dan muda, golongan Islam, Keristen dan Katholiek, golongan² rakjat, mulai jang ta' bergelar sampai para pangeran, dibawah pimpinan Dokter Wahidin Sudirohusodo itu? Dengan diadakannja kongres nasional di Jogjakarta, sert. di- dirikannja persatuan kebangsaan, jang terkenal dengan namanja ,,Budi-Utomo" tadi, terbuktilah dengan djelas, bahwa rakjat kita dengan segala lapisannja, dapat dipersatukan, apabila ada ke- pentingan bersama, jang sungguh2 dirasai dan diinsjaji. Dan kepentingan bersama tadi ta' bukan dan ta' lain ialah adanja ,,antithese" atau pertentangan antara,,s-pendjadjah" dan,,siter- ajadjah", antara,,Jaham kolonial" dan faham-nasional", antara ,,kekuasaan bangsa asing" dan,,nasib masjarakat kebangsaan". Antithese itulah jang terdapat, ja'ni dirasai disemua golongan dan lapisan rakjat kita. Antithese itulah jang berakibat mele- mahkan dan mengatjaukan hidup dan penghidupan rakjat dise- luruh kepulauan Indonesia. Sjukur bahwa antithese itulah pula, jang menjebabkan adanja rasa satu dan (sedjak berdirinja ,,Budi-Utomo" pada hari 20 Mei 1908) adanja keinsjajan dan timbulnja kejakinan, bahwa hanja kesatuan tekad dan laku, jang bertjorak,,revolusioner" dan nasional" menudju kearah Indo- nesia jang Satu dan Merdeka, hanja itulah dapat memusnahkan pendjadjahan dari bangsa asing. Segera sesudah ,,Budi-Utomo" berdiri, berdirilah pula per- himpunan lainnja diseluruh Indonesia, dengan maksud dan tudjuan memperbaiki nasib rakjat dipelbagai lapangan, sosial, ekonomi, kebudajaan dll., termasuk persatuan sedjenis B.U., jang merupakan pusat perdjoangan nasional guna menentang pendjadjahan dari bangsa Belanda. Walaupun pada waktu itu persatuan tadi biasanja hanja meliputi satu daerah atau satu kepulauan, karena belum adanja hubungan organisatoris jang 10<noinclude></noinclude> auy51ocump2pzpbciqogqjsxryququc 309931 309930 2026-08-10T01:06:57Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309931 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>„ès”, hanja karena sesuatu gerak ketjil sadja, demikianlah masjarakat kita pada saat itu dengan „serentak” bangun dan bergerak, hanja karena pa{{Illegible}} dari pihak pemuda di STOVIA tadi. Dalam tahun 190{{Illegible}} djuga, dapatlah diadakan „Kongres Nasional” di Jogjakarta, kongres umum jang pertama dan dikundjungi oleh wakil² dari ''segala lapisan rakjat'', kaum ''tua'' dan ''muda'', golongan ''Islam'', ''Keristen'' dan ''Katholiek'', golongan² ''rakjat'', mulai jang ta' bergelar sampai para pangeran, dibawah pimpinan ''Dokter Wahidin Sudirohusodo'' itu? Dengan diadakannja ''kongres nasional di Jogjakarta'', serta didirikannja ''persatuan kebangsaan'', jang terkenal dengan namanja „Budi-Utomo” tadi, terbuktilah dengan djelas, bahwa rakjat kita dengan segala lapisannja, dapat dipersatukan, apabila ada ''kepentingan bersama'', jang sungguh² ''dirasai'' dan ''diinsjaji''. Dan kepentingan bersama tadi ta' bukan dan ta' lain ialah adanja „''antithese” atau pertentangan antara „s-pendjadjah”"'' dan „''siterajadjah''”, antara „''faham kolonial''” dan „''faham-nasional''” antara „''kekuasaan bangsa asing''” dan „''nasib masjarakat kebangsaan''”. Antithese itulah jang terdapat, ja'ni dirasai disemua golongan dan lapisan rakjat kita. Antithese itulah jang berakibat ''melemahkan dan mengatjaukan hidup dan penghidupan rakjat diseluruh kepulauan Indonesia''. Sjukur bahwa antithese itulah pula, jang menjebabkan adanja rasa satu dan (sedjak berdirinja „Budi-Utomo” pada hari 20 Mei 1908) adanja ''keinsjafan'' dan timbulnja ''kejakinan'', bahwa hanja ''kesatuan tekad dan laku, jang bertjorak „revolusioner” dan „nasional” menudju kearah Indonesia jang Satu dan Merdeka, hanja itulah dapat memusnahkan pendjadjahan dari bangsa asing.'' Segera sesudah „Budi-Utomo” berdiri, berdirilah pula ''perhimpunan² lainnja diseluruh Indonesia'', dengan maksud dan tudjuan memperbaiki nasib rakjat dipelbagai lapangan, sosial, ekonomi, kebudajaan dll., termasuk ''persatuan² sedjenis B.U.'', jang merupakan pusat perdjoangan nasional guna menentang pendjadjahan dari bangsa Belanda. Walaupun pada waktu itu persatuan² tadi biasanja hanja meliputi ''satu daerah'' atau ''satu kepulauan'', karena belum adanja hubungan organisatoris jang<noinclude>{{rh|10}}</noinclude> jwfus64eyb5b0ftw796d76oy88kn95q Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/10 104 111383 309932 2026-08-10T01:08:17Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'mewudjudkan persatuan untuk seluruh tanah air, akibat politik ,,divide et impera" dari si-pendjadjah namun,,understanding" atau hubungan batin sebetulnja su ada dan dirasai benar. Tidak sudja karena seluruh rakjat a: uasai oleh satu kekuasaan kolonial dan karenanja memikul penderitaan jang sama, namun pula karena dalam djaman lama jang megah dan gemilang, kita sudah pernah merupakan satu bangsa, jang merdeka dan ber- daulat penuh. Kebesaran Seri... 309932 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>mewudjudkan persatuan untuk seluruh tanah air, akibat politik ,,divide et impera" dari si-pendjadjah namun,,understanding" atau hubungan batin sebetulnja su ada dan dirasai benar. Tidak sudja karena seluruh rakjat a: uasai oleh satu kekuasaan kolonial dan karenanja memikul penderitaan jang sama, namun pula karena dalam djaman lama jang megah dan gemilang, kita sudah pernah merupakan satu bangsa, jang merdeka dan ber- daulat penuh. Kebesaran Seriwidjaja dan Madjapait belum lenjan dari peringatan rakjat. Djuga runtuhnja Madjapait, sebagai permulaan kemundu: an hidun kebangsaan kita, belumlah kita lupa. Ingat akan sebab³- nja Madjapait djatuh, karena adanja perpetjahan didalam negeri, pula tidak herdaja keradiaan Mataram, Banten, Tjirebon, Jon lain daerah, seperti Atjeh, Minangkabau, Kalimantan, Sulawesi. Maluku dll.-nja, disebabkan karena semua daerah tadi tidak merupakan kesatuan bangsa dan negara", ingat akan se- muanja tadi sungguh sangat perlu. Disamping ingat pada keadaan² dan peristiwa perpetjahan, jang menjedihkan itu, perlu pula kita ingat akan kedjadian didalam sedjarah kebangsaan kita, jang menggembirakan. Jaitu bahwa sedjak adanja pendjadjahan asing, ber-turut dari bangsa Portegis, Belanda, Inggris, Perantjis dan Belanda pula, sampai pada hari Proklamasi 17 Agustus 1945, belum pernah kaum pendjadjah dapat hidup senang, tenteram dan damai, di tanah air kita ini. Pemberontakan jang ta' da- pat terhitung djumlahnja, perang besar dan ketjil, diseluruh kepulauan kita, menundjukkan dengan njata dan djelas, bahwa rakjat kita tidak pernah dojan didjadjah. Jang penting dan patut selalu kita ingati, jaitu bahwa tiap ada kesatuan tekad dan tenaga dari rakjat, disitulah rakjat sanggup dan mampu mengalahkan musuh setjara integral. Daripada perhimpunan² jang menjusul berdiri dan mengusahakan pelbagai kepentingan hidup dan penghidupan tadi (misalnja perkumpulan² agama, pengadjaran, penabungan, sripah (kematian), kepanduan, per- tanggungan djiwa, ko-operasi, pertanian, perdagangan, kera- djinan dll. sebagainja) maka jang patut diperhatikan ialah badan perhimpunan, jang bertendens politik. 11<noinclude></noinclude> 1zgesvbw5wew7wh0cgwb8cbscy05bwc 309933 309932 2026-08-10T01:15:40Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309933 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>mewudjudkan persatuan untuk seluruh tanah air, akibat politik „divide et impera” dari si-pendjadjah namun „understanding” atau hubungan batin sebetulnja su{{illegible}} ada dan dirasai benar. Tidak sudja karena seluruh rakjat di{{Illegible}}sai oleh satu kekuasaan kolonial dan karenanja memikul penderitaan jang sama, namun pula karena dalam djaman² lama jang megah dan gemilang, kita ''sudah pernah merupakan satu bangsa, jang merdeka dan berdaulat penuh''. Kebesaran ''Seriwidjaja'' dan ''Madjapait'' belum lenjap dari peringatan rakjat. Djuga runtuhnja Madjapait, sebagai permulaan kemunduran hidup kebangsaan kita, belumlah kita lupa. Ingat akan sebab²nja ''Madjapait djatuh, karena adanja perpetjahan didalam negeri'', pula tidak berdaja keradjaan² ''Mataram, Banten, Tjirebon'', dan lain daerah, seperti ''Atjeh, Minangkabau, Kalimantan, Sulawesi. Maluku dll.-nja'', disebabkan karena semua daerah tadi ''tidak merupakan „kesatuan bangsa dan negara”'', ingat akan semuanja tadi sungguh sangat perlu. Disamping ingat pada keadaan² dan peristiwa perpetjahan, jang menjedihkan itu, perlu pula kita ingat akan kedjadian² didalam sedjarah kebangsaan kita, jang ''menggembirakan''. Jaitu bahwa sedjak adanja pendjadjahan asing, ber-turut² dari bangsa ''Portegis, Belanda, Inggris, Perantjis'' dan ''Belanda'' pula, sampai pada ''hari Proklamasi 17 Agustus 1945'', belum pernah kaum pendjadjah dapat hidup senang, tenteram dan damai, di tanah air kita ini. ''Pemberontakan²'' jang ta' dapat terhitung djumlahnja, ''perang² besar dan ketjil'', diseluruh kepulauan kita, menundjukkan dengan njata dan djelas, bahwa rakjat kita ''tidak pernah dojan didjadjah''. Jang penting dan patut selalu kita ingati, jaitu bahwa ''tiap² ada kesatuan tekad dan tenaga dari rakjat'', disitulah ''rakjat sanggup dan mampu mengalahkan musuh setjara integral''. Daripada perhimpunan² jang menjusul berdiri dan mengusahakan pelbagai kepentingan hidup dan penghidupan tadi (misalnja perkumpulan² agama, pengadjaran, penabungan, sripah (kematian), kepanduan, pertanggungan djiwa, ko-operasi, pertanian, perdagangan, keradjinan dll. sebagainja) maka jang patut diperhatikan ialah badan perhimpunan, jang ''bertendens politik''.<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude> qpwr9mgxk4znpefpvq8ihl7tgi9sxba Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/11 104 111384 309934 2026-08-10T01:16:33Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Tadi sudah saja uraikan, bahwa didalam B.U. tergabung para pemuda, para tua dan setengah tua. Sungguhpun mereka itu semuanja menghe adanja persatuan nasional, ingin atau menghendaki kem... aan nusa dan bangsa, namun dapat dimengerti, bahwa dalam tekad, sepak dan terdjangnja nampaklah adanja perbedaan, jang kadang2 sangat besar. Hal ini sudah dapat dilihat selama berlangsungnja „Kongres Nasional" jang pertama dan diadakan di Jogja itu. Kaum muda... 309934 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Tadi sudah saja uraikan, bahwa didalam B.U. tergabung para pemuda, para tua dan setengah tua. Sungguhpun mereka itu semuanja menghe adanja persatuan nasional, ingin atau menghendaki kem... aan nusa dan bangsa, namun dapat dimengerti, bahwa dalam tekad, sepak dan terdjangnja nampaklah adanja perbedaan, jang kadang2 sangat besar. Hal ini sudah dapat dilihat selama berlangsungnja „Kongres Nasional" jang pertama dan diadakan di Jogja itu. Kaum muda dan kaum tua didalam B.U. tadi masing2 merupakan sajap kiri" dan,,sajap kanan". Makin lama makin besarlah djurang jang memisahkan kedua sajap tadi. Inilah jang menjebabkan atau mempertjepat timbulnja Sjurikat Islam", jang tadinja dipimpin oleh Hadji Samanhudi dalam bentuknja sebagai Syarikat Dagang Islam"), kemudian diperbaharui oleh almarhum H.O.S. Tjokroaminoto pada tahun 1912. Sebagai diketahui S.1. itu memusatkan ke- giatannja dalam gerakan ekonomi dan ke-Islaman, namun di- samping itu mulai mempunjai tendens politik jang bertjorak revolusioner dan nasionalistis. Banja anggauta dan sementara pemimpin2 B.U. meninggalkan organisasinja dan masuk ke- dalam S.I. untuk inentjahari kepuasan hati. Pada tahun itu djuga berdirilah .Indische Partij" atas initiatif E.F.E. Douwes Dekker (Dr. D. D. Setyabudi). Douwes Dekker adalah seorang ,,indo", jang tidak mau digerombolkan dalam golongan,,Euro- peaan", oleh karena ia merasa seorang Indonesia dan berbangsa Indonesia. Partainja I.P. tsb. didirikan sebagai partai politik'. bukannja,.berselimut" sebagai suatu perhimpunan sosial" jang hanja bertendens atau bertjorak .,politik". Menurut statutennja I.P. akan melakukan segala usaha. jang dapat menudju kearah ke- merdekaan nusa dan bangsa. Tiap orang tak dengan diperbe- dakan agamanja, warna kulitnja, asalkan ia merasa dirinja se- orang putera Indonesia, boleh masuk. sekalipun ia berasal dari turunan bangsa lain, (Tionghoa. Arab, Eropa, India dll. sbg.). Perkembangan gerakan rakjat, jang mulai dengan kesadaran kebangsaan umum dalam arti ..kultureel" dalam gerakan B.U., nielalui kesadaran Ekonomi dan ke-Tuhanan dalam gerakan S.I. dan achirnja kesadaran politik dalam gerakan I.P. sungguh 12<noinclude>{{rh|12}}</noinclude> hs6mn0yzc3wwhi78nex45qm2fzad3bq 309935 309934 2026-08-10T01:24:36Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309935 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Tadi sudah saja uraikan, bahwa didalam B.U. tergabung para ''pemuda'', para ''tua dan setengah tua''. Sungguhpun mereka itu semuanja ''menghe {{illegible}}i adanja persatuan nasional'', ingin atau menghendaki ''kem{{Illegible}}aan nusa dan bangsa'', namun dapat dimengerti, bahwa dalam tekad, sepak dan terdjangnja nampaklah adanja perbedaan, jang kadang² sangat besar. Hal ini sudah dapat dilihat selama berlangsungnja „Kongres Nasional” jang pertama dan diadakan di Jogja itu. Kaum muda dan kaum tua didalam B.U. tadi masing² merupakan „sajap kiri” dan „sajap kanan”. Makin lama makin besarlah djurang jang memisahkan kedua sajap tadi. Inilah jang menjebabkan atau mempertjepat timbulnja „Sjarikat Islam”, jang tadinja dipimpin oleh „Hadji Samanhudi” dalam bentuknja sebagai „Syarikat Dagang Islam”), kemudian diperbaharui oleh almarhum ''H.O.S. Tjokroaminoto'' pada tahun 1912. Sebagai diketahui S.I. itu memusatkan kegiatannja dalam ''gerakan ekonomi dan ke-Islaman'', namun disamping itu mulai mempunjai tendens politik jang bertjorak ''revolusioner'' dan ''nasionalistis''. Banjak anggauta² dan sementara pemimpin² B.U. meninggalkan organisasinja dan masuk kedalam S.I. untuk mentjahari kepuasan hati. Pada tahun itu djuga berdirilah „Indische Partij” atas initiatif E.F.E. Douwes Dekker (Dr. D. D. Setyabudi). Douwes Dekker adalah seorang „indo”, jang tidak mau digerombolkan dalam golongan „Europeaan”, oleh karena ia merasa ''seorang Indonesia dan berbangsa Indonesia''. Partainja I.P. tsb. didirikan sebagai „partai politik”, bukannja „berselimut” sebagai suatu „perhimpunan sosial” jang hanja bertendens atau bertjorak „politik”. Menurut statutennja I.P. akan melakukan segala usaha. jang dapat menudju kearah ''kemerdekaan nusa dan bangsa''. Tiap² orang tak dengan diperbedakan agamanja, warna kulitnja, asalkan ia ''merasa dirinja seorang putera Indonesia'', boleh masuk. sekalipun ia berasal dari ''turunan'' bangsa² lain, (Tionghoa. Arab, Eropa, India dll. sbg.). Perkembangan gerakan rakjat, jang mulai dengan kesadaran kebangsaan umum dalam arti „kultureel” dalam gerakan B.U., melalui ''kesadaran Ekonomi dan ke-Tuhanan'' dalam gerakan S.I. dan achirnja ''kesadaran politik'' dalam gerakan I.P. sungguh<noinclude>{{rh|12}}</noinclude> 1denjoc3dtste6tgdlrtgx3y3fzql0u Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/12 104 111385 309936 2026-08-10T01:25:04Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'nakin tambah gelisah. ken, dikirimkan ke-ka- menundjukkan kemadjuan jang sehat. Differensiasi nampak njata disini, menudju kearah kesempurnaan. Dapat dimengerti, bahwa kaum pendjadjah makin la Dr. Hazeu, adviseur voor Inlandsch Jangan B.U. untuk melemahkan kaum tua dan kaum moderate. Dr. Rinkes diperbantukan kepada S.I. (Rinkes berkewadjiban ,,meringkas", kata orang), dan terhadap I.P. jang tak kenal kompromis an, bukannja dikirimkan seorang dip... 309936 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>nakin tambah gelisah. ken, dikirimkan ke-ka- menundjukkan kemadjuan jang sehat. Differensiasi nampak njata disini, menudju kearah kesempurnaan. Dapat dimengerti, bahwa kaum pendjadjah makin la Dr. Hazeu, adviseur voor Inlandsch Jangan B.U. untuk melemahkan kaum tua dan kaum moderate. Dr. Rinkes diperbantukan kepada S.I. (Rinkes berkewadjiban ,,meringkas", kata orang), dan terhadap I.P. jang tak kenal kompromis an, bukannja dikirimkan seorang diplomat, tetapi gobnor-djenderal Idenburg sendiri, jang bersembojan:,,Indië zal nooit onafhankelijk worden", 1) dan ze zullen op ijrer bijten". 2) Dia membuang, menginterneer tiga orang pemimpin I.P. jang terkemuka, jaitu Douwes Dekker, Tjipto Mangunku- sumo dan Suwardi Suryaningrat. Pemerintah kolonial mengira dengan tangan-besinja itu akan dapat mematahkan semangat pergerakan, namun sebaliknjalah jang akan dialami oleh pihak pendjadjah. Makin berkobarlah semangat revolusioner: 1.P. dimatikan, pada saat itu djuga,,Insulinde" berdiri;,,Insu- linde" dilarang, N.I.P. (Nationaal Indische Partij berdiri. Achirnja I.P. dinjatakan sebagai,,verboden vereeniging". Sesudah periode jang pertama itu, ja'ni zamannja B.U., S.I. dan I.P. lalu berdirilah ber-turut2 partai² lainnja. Diluar gerakan politik terus berkembang pula gerakan² lain- nja, dilapangan ekonomi, sosial, kebudajaan, keagamaan dll. Diantaranja jang terpenting ialah berdirinja perguruan² parti- kelir, seperti a.l. Muhammadiah, Neutrale Schoolvereeniging, Ardjuno-Schoolvereeniging, Adhi Dharmo, Taman Siswa dll.nja. Para pemuda tidak tinggal diam dan mengikuti panggilan dja- Dalam pada itu kadang2 mereka memberi tjontoh per- satuan jang tegas dan kokoh. Misalnja timbulnja,,Sumpah Pemuda" pada tahun 1928:,,Satu-Bangsa, Satu-Negara, Satu- Bahasa". man. 1) Hindia Belanda tidak akan mendjadi negara Merdeka". a) Mereka akan menggigit besi": ini ditudjukan kepada para pemim- pin I.P. 13<noinclude></noinclude> fndeep42wus44yptbk9cpyz4ndxlfoo 309951 309936 2026-08-10T01:40:33Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309951 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>menundjukkan kemadjuan jang sehat. ''Differensiasi'' nampak njata disini, menudju kearah kesempurnaan. Dapat dimengerti, bahwa kaum pendjadjah makin la{{illegible}} makin Dr. Hazeu, adviseur voor Inlandsch {{Illegible}} dikirimkan ke-kalanangan B.U. untuk melemahkan kaum tua dan kaum moderate. ''Dr. Rinkes'' diperbantukan kepada S.I. (Rinkes berkewadjiban „meringkas”, kata orang), dan terhadap I.P. jang ''tak kenal kompromis²an'', bukannja dikirimkan seorang diplomat, tetapi ''gobnor-djenderal Idenburg sendiri, jang'' bersembojan: „Indië zal nooit onafhankelijk worden”,<ref> {{rule|align=left|6em}} „Hindia Belanda tidak akan mendjadi negara Merdeka”.</ref>dan ''„ze zullen op ijrer bijten”''.<ref>„Mereka akan menggigit besi”: ini ditudjukan kepada para pemimpin I.P.</ref> Dia membuang, menginterneer tiga orang pemimpin I.P. jang terkemuka, jaitu ''Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat''. Pemerintah kolonial mengira dengan tangan-besinja itu akan dapat mematahkan semangat pergerakan, namun {{...|7}} sebaliknjalah jang akan dialami oleh pihak pendjadjah. Makin berkobarlah semangat revolusioner: I.P. dimatikan, pada saat itu djuga „Insulinde” berdiri; „Insulinde” dilarang, N.I.P. (Nationaal Indische Partij) berdiri. Achirnja I.P. dinjatakan sebagai „verboden vereeniging”. Sesudah periode jang pertama itu, ja'ni zamannja B.U., S.I. dan I.P. lalu berdirilah ber-turut² partai² lainnja. Diluar gerakan politik terus berkembang pula gerakan² lainnja, dilapangan ekonomi, sosial, kebudajaan, keagamaan dll. Diantaranja jang terpenting ialah berdirinja perguruan² partikelir, seperti a.l. ''Muhammadiah, Neutrale Schoolvereeniging, Ardjuno-Schoolvereeniging, Adhi Dharmo, Taman Siswa dll.nja. Para pemuda'' tidak tinggal diam dan mengikuti panggilan djaman. Dalam pada itu kadang² mereka memberi ''tjontoh persatuan jang tegas dan kokoh''. Misalnja timbulnja ''„Sumpah Pemuda”'' pada tahun 1928: „Satu-Bangsa, Satu-Negara, Satu-Bahasa”.<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude> kaw1aho3pihr9rdfkr89hha0e23pz4c Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/2 104 111386 309938 2026-08-10T01:32:07Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309938 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>CORNELL UNIVERSITY LIBRARY ITHACA, N.Y. 14853 John M. Echols Collection on Southeast Asia KROCH LIBRARY<noinclude></noinclude> h5t51zyi542xyo9iq6i2u031lh7hxsz 310174 309938 2026-08-10T04:30:28Z Ammachemist 27288 310174 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{C|CORNELL UNIVERSITY}} {{C|LIBRARY}} {{C|ITHACA, N.Y. 14853}} [[File:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf (page 2).jpg|100px|pus]] {{C|John M. Echols Collection}} {{C|on Southeast Asia}} {{C|KROCH LIBRARY}}<noinclude></noinclude> 74zrj2a9b4c3vnk8n3t1c7st41adliy Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/4 104 111387 309939 2026-08-10T01:32:49Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309939 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>ASIA DS 644 .32 P47 1966<noinclude></noinclude> 0tpc5jggte653sb9fmsvphonte92pyv Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/6 104 111388 309940 2026-08-10T01:33:18Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309940 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>σ<noinclude></noinclude> luz2ve8fsxhtptbp793ern8745ohd52 Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/7 104 111389 309941 2026-08-10T01:36:58Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309941 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>PERKEMBANGAN SITUASI POLITIK DI INDONESIA Sdr2 jang terhormat , Bersama ini kami berusaha untuk memberikan pendjelasan kepada Sdr2 jang berkisar kepada persoalan " GESTAPU/PKI " dan perkembangan2 terachir di Indonesia . Pendjelasan ini dapat dikatakan sebagai pendjelasan resmi untuk dipergunakan sebagai landasan daripada kesatuan kesimpulan atas kedjadian2 untuk kemudian didjadikan dasar bagi satunja kata dan perbuatan didalam pelaksanaan tugas kita masing2 . PROLOOG GESTAPU/PKI Apabila kita menindjau kebelakang sebelum terdjadinja peristiwa terkutuk G 30 S , maka terlihat dengan djelas kepada kita kegiatan2 PKI dalam berbagai bidang di Indonesia dalam usahanja untuk mempersiapkan gerakannja jang ment japai kulminasinja dalam kudeta 30 September 1965 jang dapat digagalkan oleh ABRI dengan bantuan massa rakjat jang sangat heroik itu . Kegiatan2 PKI itu sesungguhnja sudah tertjium oleh alat2 negara kita djauh sebelum 30 September 1965 , akan tetapi karena PKI selalu dapat menggunakan legalitas jang ada pada Pemerintah seperti Dr.Subandrio cs dengan BPI-nja , maka alat2 negara jbs . tidak dapat berbuat banjak dan walaupun dilaporkan , segera jang bersangkutan dituduh dihinggapi Komunisto -phobi . Tudjuan utama dalam tahun sebelum tahun 1965 dari PKI ialah untuk menjingkirkan organisasi2 lawan politiknja dengan legalitas jang ada pada antek2nja seperti Subandrio cs . Dalam Bidang Politik Pada suatu saat di Indonesia kita melihat usaha2 untuk meningkatkan demokrasi terpimpin itu dengan meniadakan hak2 demokrasi lainnja serta memonopoli kekuasaan pada tangan beberapa kontjo2 mereka . Tegasnja mereka mentjiptakan suatu kondisi atau keadaan politik dimana menurut perhitungan mereka lawan2 politiknja akan mengadakan reaksi . Dan betul , reaksi itu datang dalam bentuk pembentukan Liga Demokrasi jang dipelopori oleh beberapa partai politik . Alhasil kita melihat orang2 Liga Demokrasi ditangkapi dan dijebloskan dalam pendjara tanpa pemeriksaan dan tidak pernah diadjukan kepengadilan . Dalam rangka inilah antara lain turut tertangkap Sutan Sjahrir almarhum dan Mohammad Rum , Imron Rosjadi dari NU dan tokoh2 lainnja . Achirnja pada tahun 1962 ini meningkat pada<noinclude></noinclude> ino4ph7ob55typ4frwupt4ju8u8vag9 309943 309941 2026-08-10T01:38:39Z Ibrohim tijani 26379 309943 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>PERKEMBANGAN SITUASI POLITIK DI INDONESIA Sdr2 jang terhormat , Bersama ini kami berusaha untuk memberikan pendjelasan kepada Sdr2 jang berkisar kepada persoalan " GESTAPU/PKI " dan perkembangan2 terachir di Indonesia . Pendjelasan ini dapat dikatakan sebagai pendjelasan resmi untuk dipergunakan sebagai landasan daripada kesatuan kesimpulan atas kedjadian2 untuk kemudian didjadikan dasar bagi satunja kata dan perbuatan didalam pelaksanaan tugas kita masing2 . PROLOOG GESTAPU/PKI Apabila kita menindjau kebelakang sebelum terdjadinja peristiwa terkutuk G 30 S , maka terlihat dengan djelas kepada kita kegiatan2 PKI dalam berbagai bidang di Indonesia dalam usahanja untuk mempersiapkan gerakannja jang ment japai kulminasinja dalam kudeta 30 September 1965 jang dapat digagalkan oleh ABRI dengan bantuan massa rakjat jang sangat heroik itu . Kegiatan2 PKI itu sesungguhnja sudah tertjium oleh alat2 negara kita djauh sebelum 30 September 1965 , akan tetapi karena PKI selalu dapat menggunakan legalitas jang ada pada Pemerintah seperti Dr.Subandrio cs dengan BPI-nja , maka alat2 negara jbs . tidak dapat berbuat banjak dan walaupun dilaporkan , segera jang bersangkutan dituduh dihinggapi Komunisto -phobi . Tudjuan utama dalam tahun sebelum tahun 1965 dari PKI ialah untuk menjingkirkan organisasi2 lawan politiknja dengan legalitas jang ada pada antek2nja seperti Subandrio cs . Dalam Bidang Politik Pada suatu saat di Indonesia kita melihat usaha2 untuk meningkatkan demokrasi terpimpin itu dengan meniadakan hak2 demokrasi lainnja serta memonopoli kekuasaan pada tangan beberapa kontjo2 mereka . Tegasnja mereka mentjiptakan suatu kondisi atau keadaan politik dimana menurut perhitungan mereka lawan2 politiknja akan mengadakan reaksi . Dan betul , reaksi itu datang dalam bentuk pembentukan Liga Demokrasi jang dipelopori oleh beberapa partai politik . Alhasil kita melihat orang2 Liga Demokrasi ditangkapi dan dijebloskan dalam pendjara tanpa pemeriksaan dan tidak pernah diadjukan kepengadilan . Dalam rangka inilah antara lain turut tertangkap Sutan Sjahrir almarhum dan Mohammad Rum , Imron Rosjadi dari NU dan tokoh2 lainnja . Achirnja pada tahun 1962 ini meningkat pada<noinclude></noinclude> pxd6np5csjjkhv4qrw5makiaka352t2 Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/8 104 111390 309944 2026-08-10T01:38:55Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309944 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>σ<noinclude></noinclude> luz2ve8fsxhtptbp793ern8745ohd52 Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/10 104 111391 309945 2026-08-10T01:39:12Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309945 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>0 σ<noinclude></noinclude> l641p56lxvg3kox0es1u4er9qb17jr7 Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/12 104 111392 309946 2026-08-10T01:39:25Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309946 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>στ<noinclude></noinclude> cupllmxhgp71q3w7yuxpo7rsqul8ic6 Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/14 104 111393 309947 2026-08-10T01:39:37Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309947 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>0<noinclude></noinclude> gjkeaonzfditecp9cp0tfd769j6y2zf 310169 309947 2026-08-10T04:26:29Z Ammachemist 27288 /* Tanpa teks */ 310169 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ammachemist" /></noinclude>0<noinclude></noinclude> 41ec0h066dhprwxchylv6evasvs0tdx Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/16 104 111394 309948 2026-08-10T01:39:51Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309948 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7jta6iv9ag2arsifdiauwzc658j9oci 310155 309948 2026-08-10T04:22:34Z Ammachemist 27288 /* Tanpa teks */ 310155 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ammachemist" /></noinclude><noinclude></noinclude> kginar3ns9d2qnc9d4hpw8a58x8ah1i Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/18 104 111395 309949 2026-08-10T01:40:09Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309949 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7jta6iv9ag2arsifdiauwzc658j9oci 310157 309949 2026-08-10T04:22:50Z Ammachemist 27288 /* Tanpa teks */ 310157 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ammachemist" /></noinclude><noinclude></noinclude> kginar3ns9d2qnc9d4hpw8a58x8ah1i Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/20 104 111396 309950 2026-08-10T01:40:19Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309950 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7jta6iv9ag2arsifdiauwzc658j9oci 310249 309950 2026-08-10T05:18:11Z Ammachemist 27288 /* Tanpa teks */ 310249 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ammachemist" /></noinclude><noinclude></noinclude> kginar3ns9d2qnc9d4hpw8a58x8ah1i Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/22 104 111397 309952 2026-08-10T01:40:33Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309952 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7jta6iv9ag2arsifdiauwzc658j9oci 310248 309952 2026-08-10T05:17:51Z Ammachemist 27288 /* Tanpa teks */ 310248 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ammachemist" /></noinclude><noinclude></noinclude> kginar3ns9d2qnc9d4hpw8a58x8ah1i Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/24 104 111398 309953 2026-08-10T01:40:45Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309953 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7jta6iv9ag2arsifdiauwzc658j9oci 310168 309953 2026-08-10T04:26:15Z Ammachemist 27288 /* Tanpa teks */ 310168 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ammachemist" /></noinclude><noinclude></noinclude> kginar3ns9d2qnc9d4hpw8a58x8ah1i Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/26 104 111399 309954 2026-08-10T01:40:58Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309954 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>•<noinclude></noinclude> f2nkriqkzcc1c3chj7t6jj757f349m7 310167 309954 2026-08-10T04:25:55Z Ammachemist 27288 /* Tanpa teks */ 310167 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ammachemist" /></noinclude>•<noinclude></noinclude> opgy57mkl4776wyctdtbqlkh5iyhl6j Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/28 104 111400 309955 2026-08-10T01:41:10Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309955 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7jta6iv9ag2arsifdiauwzc658j9oci 310166 309955 2026-08-10T04:25:40Z Ammachemist 27288 /* Tanpa teks */ 310166 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ammachemist" /></noinclude><noinclude></noinclude> kginar3ns9d2qnc9d4hpw8a58x8ah1i Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/30 104 111401 309956 2026-08-10T01:41:23Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309956 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7jta6iv9ag2arsifdiauwzc658j9oci 310165 309956 2026-08-10T04:25:27Z Ammachemist 27288 /* Tanpa teks */ 310165 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ammachemist" /></noinclude><noinclude></noinclude> kginar3ns9d2qnc9d4hpw8a58x8ah1i Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/32 104 111402 309957 2026-08-10T01:41:37Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309957 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>0<noinclude></noinclude> gjkeaonzfditecp9cp0tfd769j6y2zf 310158 309957 2026-08-10T04:23:34Z Ammachemist 27288 /* Tanpa teks */ 310158 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ammachemist" /></noinclude>0<noinclude></noinclude> 41ec0h066dhprwxchylv6evasvs0tdx Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/34 104 111403 309958 2026-08-10T01:41:54Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309958 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>0<noinclude></noinclude> gjkeaonzfditecp9cp0tfd769j6y2zf 310160 309958 2026-08-10T04:24:08Z Ammachemist 27288 /* Tanpa teks */ 310160 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ammachemist" /></noinclude><noinclude></noinclude> kginar3ns9d2qnc9d4hpw8a58x8ah1i Sair rempah rempah 0 111404 309959 2026-08-10T01:41:57Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Sair rempah rempah | author = Marco Kartodikromo | translator = | section = | previous = | next = | year = 1918 | notes = }} <pages index="Sair rempah rempah.pdf" from=1 to=60/>' 309959 wikitext text/x-wiki {{header | title = Sair rempah rempah | author = Marco Kartodikromo | translator = | section = | previous = | next = | year = 1918 | notes = }} <pages index="Sair rempah rempah.pdf" from=1 to=60/> 0d2i72eqtiyv4wrjn7fxhaeklfqvkyt Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/36 104 111405 309960 2026-08-10T01:42:05Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309960 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>0<noinclude></noinclude> gjkeaonzfditecp9cp0tfd769j6y2zf 309961 309960 2026-08-10T01:42:22Z Ibrohim tijani 26379 ←Mengosongkan halaman 309961 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7jta6iv9ag2arsifdiauwzc658j9oci 310161 309961 2026-08-10T04:24:23Z Ammachemist 27288 /* Tanpa teks */ 310161 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ammachemist" /></noinclude><noinclude></noinclude> kginar3ns9d2qnc9d4hpw8a58x8ah1i Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/38 104 111406 309962 2026-08-10T01:42:35Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309962 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>C<noinclude></noinclude> kugmvh55u4hc2b11ys5erz2hqancu1o 310162 309962 2026-08-10T04:24:40Z Ammachemist 27288 /* Tanpa teks */ 310162 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ammachemist" /></noinclude>C<noinclude></noinclude> 8mkzt5nhoge4z7ud5xpikbpckmvwa7l Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/39 104 111407 309963 2026-08-10T01:42:48Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309963 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7jta6iv9ag2arsifdiauwzc658j9oci 310163 309963 2026-08-10T04:24:55Z Ammachemist 27288 /* Tanpa teks */ 310163 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ammachemist" /></noinclude><noinclude></noinclude> kginar3ns9d2qnc9d4hpw8a58x8ah1i Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/40 104 111408 309964 2026-08-10T01:43:52Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309964 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7jta6iv9ag2arsifdiauwzc658j9oci 310164 309964 2026-08-10T04:25:13Z Ammachemist 27288 /* Tanpa teks */ 310164 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ammachemist" /></noinclude><noinclude></noinclude> kginar3ns9d2qnc9d4hpw8a58x8ah1i Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/2 104 111409 309968 2026-08-10T01:45:35Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 309968 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||— 1 —}}</noinclude><u>SEKADAR KATA PENGANTAR</u> Sesudah lama berusaha mendapatkan tulisan-tulisan Sdr. TAN KALAKA almarhum, terutama jang ditjetak dan disiarkan dari Luar Negeri, sewaktu beliau dibuang keluar Indonesia oleh kekuasaan pendjadjah Belanda,maka baru-baru ini kita beruntung dapat menerima tulisan beliau jang berkepals: <u>NAAR DE REPUBLIK INDONESIA</u> Tjetakan pertama disiarkan dari Canton pada bulan April 1925. Dan tjetakan kedua disiarkan dari Tokyo pada bulan Dosenber 1925 itu djuga. Duku tersebut sengadja ditulis dalam bahasa Belanda untuk para mahasiswa di Indonesia, jang diharapkan akan lebih mudah menerima diwaktu itu, jang sedang berjoang untuk kemerdekaan tanah air. Isi dari buku ini memberikan penerangan setjera politis dan beberapa pedoman tjukup untuk ment japai. setu Republik bagi Indonesia dalam perdjoangan revolusioner. Kalau dalam buku ini digabarkan perjoengan P.K.I. mosti diukung djustru oleh pemuda peladjar (para mahasiswa) ialah disebal kan karens Sar. TAN MALAKA mendjadi wakil kanintern di Timur Djauh jang berkedudukan di Canton pada waktu itu. Kita hormaksud untuk mem-populerkan buku ini dalam bahasa Indonesia dan dalam bahasa2 Daerah jang lain, untuk tetap senghidupkan tjita2 dan ili seorang pemimpin jang telah mendjadi korban mendjalankan tjita-tjitanja. Mudah-mudahan dengan penerbitan ini akan membawa arti jang seluas-luasnja bagi ilmu perdjoangan revolusioner di Indonesia, terutama<noinclude></noinclude> fm8y18yq2whs2fymaaejr82pgc7a3cz 309972 309968 2026-08-10T01:46:21Z Ammachemist 27288 309972 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||— 1 —}}</noinclude>{{c|<u>SEKADAR KATA PENGANTAR</u>}} Sesudah lama berusaha mendapatkan tulisan-tulisan Sdr. TAN KALAKA almarhum, terutama jang ditjetak dan disiarkan dari Luar Negeri, sewaktu beliau dibuang keluar Indonesia oleh kekuasaan pendjadjah Belanda,maka baru-baru ini kita beruntung dapat menerima tulisan beliau jang berkepals: {{C|<u>NAAR DE REPUBLIK INDONESIA</u>}} Tjetakan pertama disiarkan dari Canton pada bulan April 1925. Dan tjetakan kedua disiarkan dari Tokyo pada bulan Dosenber 1925 itu djuga. Duku tersebut sengadja ditulis dalam bahasa Belanda untuk para mahasiswa di Indonesia, jang diharapkan akan lebih mudah menerima diwaktu itu, jang sedang berjoang untuk kemerdekaan tanah air. Isi dari buku ini memberikan penerangan setjera politis dan beberapa pedoman tjukup untuk ment japai. setu Republik bagi Indonesia dalam perdjoangan revolusioner. Kalau dalam buku ini digabarkan perjoengan P.K.I. mosti diukung djustru oleh pemuda peladjar (para mahasiswa) ialah disebal kan karens Sar. TAN MALAKA mendjadi wakil kanintern di Timur Djauh jang berkedudukan di Canton pada waktu itu. Kita hormaksud untuk mem-populerkan buku ini dalam bahasa Indonesia dan dalam bahasa2 Daerah jang lain, untuk tetap senghidupkan tjita2 dan ili seorang pemimpin jang telah mendjadi korban mendjalankan tjita-tjitanja. Mudah-mudahan dengan penerbitan ini akan membawa arti jang seluas-luasnja bagi ilmu perdjoangan revolusioner di Indonesia, terutama<noinclude></noinclude> 0b3ap9dwwmrpy0pnax5vvcrqm2pqv3f Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/48 104 111410 309974 2026-08-10T01:47:18Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Dan kesatuan atau persatuan ini, bukan sadja untuk meng- hadapi bahaja jang mengantjam kita dari peperangan itu, tetapi, sebagai saudara katakan sendiri, djuga untuk melaksanakan ke- putusan saudara ad 2 a-b-c-d serta eputusan saudara ad 3 pula. Mendjadi: baik tertindjau dari sudut luar negeri, maupun tertindjau dari sudut dalam negeri, kita ini di konfrontir dengan keharusan-mutlak akan persatuan. Way-out lain memang tidak ala Satu2nja way-out... 309974 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>Dan kesatuan atau persatuan ini, bukan sadja untuk meng- hadapi bahaja jang mengantjam kita dari peperangan itu, tetapi, sebagai saudara katakan sendiri, djuga untuk melaksanakan ke- putusan saudara ad 2 a-b-c-d serta eputusan saudara ad 3 pula. Mendjadi: baik tertindjau dari sudut luar negeri, maupun tertindjau dari sudut dalam negeri, kita ini di konfrontir dengan keharusan-mutlak akan persatuan. Way-out lain memang tidak ala Satu2nja way-out adalah persatuan ini ! Galanglah persa- tuan dan kesatuan itu inikali benar! Djangan seperti didalam tahun 1948. jang persatuan dan kesatuan itu kemudian tidak terwudjud sama sekali Didalam pidatonja tadi Ki Hadjar De- wantara tentang tahun 1948 itu berkata:,,Sajang scribu sajang! Pelbagai bahaja jang tadinja hanja mengantiam, datanglah me- njerbu dengan se-konjong.... sebelum Front Nasional jang kita runiuskan mendjadi kenjataan, Dikalangan kita sendiri timbul ke-raguan tentang sifat, bentuk dan isi kesatuan perdjo angan. Sisa perselisihan dan persengketaan antara golongan jang satu dengan jang lain, karena tidak segera diwudjudkan Front Nasional tadi, dapat kesempatan untuk tumbuh kembali. Pada saat datangnja bahaja, kita tidak siap. Bahaja jang satu, disusul bahaja jang lain, begitu seterusnja. Kita tidak tjakup berdaja untuk menolaknja. Sebaliknja perpetjaban nampak timbul kem- bali....... Demikianlah keluhan Ki Hadjar, dan demikian pulalah keluh- anku. Djanganlah pengalaman-sedih dari tahun 1948 itu terulang kembali Kita-ini malam mengadakan peringatan Hari Keba ngunan Nasional, buat apa kita mengadakan peringatan itu, kalau tidak untuk mengambil pengadjaran dari pengalaman jang sudah? Ja, ada persamaan antara pergerakan nasional kita sebelum Proklamasi dan pergerakan nasional kita sesudah Prok- lamasi, tetapi ada djuga perbedaan'nja. Persamaannja ialah, se- bagai tadi telah kukatakan, adanja diversiteit antara partai, baik mengenai ideologi, maupun mengenai tjara memperdjoangkan tudjuan. Dulu ada diversiteit itu, sekarangpun ada diversiteit itu. Itulah persamaan. Tetapi ada pula perbedaan antara dulu dan se- 49<noinclude></noinclude> gcwhmzz2vdnt8hhijgvre91ardw8kox 309995 309974 2026-08-10T01:57:52Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 309995 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>Dan kesatuan atau persatuan ini, bukan sadja untuk menghadapi bahaja jang mengantjam kita dari peperangan itu, tetapi, sebagai saudara² katakan sendiri, djuga untuk melaksanakan keputusan saudara² ad 2 a-b-c-d serta eputusan saudara² ad 3 pula. Mendjadi: baik tertindjau dari sudut luar negeri, maupun tertindjau dari sudut dalam negeri, kita ini di konfrontir dengan keharusan-mutlak akan persatuan. ''Way-out lain memang tidak ada!'' Satu²nja way-out adalah persatuan ini ! Galanglah persatuan dan kesatuan itu inikali benar²! Djangan seperti didalam tahun 1948. jang persatuan dan kesatuan itu kemudian tidak terwudjud sama sekali Didalam pidatonja tadi Ki Hadjar Dewantara tentang tahun 1948 itu berkata: „Sajang scribu sajang! Pelbagai bahaja jang tadinja hanja mengantiam, datanglah menjerbu dengan se-konjong²{{...|15}} sebelum Front Nasional jang kita rumuskan mendjadi kenjataan. Dikalangan kita sendiri timbul ke-ragu²an tentang sifat, bentuk dan isi kesatuan perdjoangan. Sisa² perselisihan dan persengketaan antara golongan jang satu dengan jang lain, karena tidak segera diwudjudkan Front Nasional tadi, dapat kesempatan untuk tumbuh kembali. Pada saat datangnja bahaja, kita tidak siap. Bahaja jang satu, disusul bahaja jang lain, begitu seterusnja. Kita tidak tjakup berdaja untuk menolaknja. Sebaliknja perpetjaban nampak timbul kembali {{...|24}}”. Demikianlah keluhan Ki Hadjar, dan demikian pulalah keluhanku. Djanganlah pengalaman-sedih dari tahun 1948 itu terulang kembali! Kita-ini malam mengadakan peringatan Hari Kebangunan Nasional, ― buat apa kita mengadakan peringatan itu, kalau tidak untuk mengambil pengadjaran² dari pengalaman jang sudah²? Ja, ada persamaan² antara pergerakan nasional kita sebelum Proklamasi dan pergerakan nasional kita sesudah Proklamasi, tetapi ada djuga perbedaan²nja. Persamaannja ialah, sebagai tadi telah kukatakan, adanja diversiteit antara partai², baik mengenai ideologi, maupun mengenai tjara memperdjoangkan tudjuan. Dulu ada diversiteit itu, sekarangpun ada diversiteit itu. Itulah persamaan. Tetapi ada pula perbedaan antara dulu dan {{hws|se|sekarang}}<noinclude>{{rh|||49}}</noinclude> dhroy4osqyik9tlavmjhfs3qa1geeea 309996 309995 2026-08-10T01:58:41Z Aeia aai 24023 309996 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>Dan kesatuan atau persatuan ini, bukan sadja untuk menghadapi bahaja jang mengantjam kita dari peperangan itu, tetapi, sebagai saudara² katakan sendiri, djuga untuk melaksanakan keputusan saudara² ad 2 a-b-c-d serta eputusan saudara² ad 3 pula. Mendjadi: baik tertindjau dari sudut luar negeri, maupun tertindjau dari sudut dalam negeri, kita ini di konfrontir dengan keharusan-mutlak akan persatuan. ''Way-out lain memang tidak ada!'' Satu²nja way-out adalah persatuan ini ! Galanglah persatuan dan kesatuan itu inikali benar²! Djangan seperti didalam tahun 1948. jang persatuan dan kesatuan itu kemudian tidak terwudjud sama sekali Didalam pidatonja tadi Ki Hadjar Dewantara tentang tahun 1948 itu berkata: „Sajang scribu sajang! Pelbagai bahaja jang tadinja hanja mengantiam, datanglah menjerbu dengan se-konjong²{{...|15}} sebelum Front Nasional jang kita rumuskan mendjadi kenjataan. Dikalangan kita sendiri timbul ke-ragu²an tentang sifat, bentuk dan isi kesatuan perdjoangan. Sisa² perselisihan dan persengketaan antara golongan jang satu dengan jang lain, karena tidak segera diwudjudkan Front Nasional tadi, dapat kesempatan untuk tumbuh kembali. Pada saat datangnja bahaja, kita tidak siap. Bahaja jang satu, disusul bahaja jang lain, begitu seterusnja. Kita tidak tjakup berdaja untuk menolaknja. Sebaliknja perpetjahan nampak timbul kembali {{...|24}}”. Demikianlah keluhan Ki Hadjar, dan demikian pulalah keluhanku. Djanganlah pengalaman-sedih dari tahun 1948 itu terulang kembali! Kita-ini malam mengadakan peringatan Hari Kebangunan Nasional, ― buat apa kita mengadakan peringatan itu, kalau tidak untuk mengambil pengadjaran² dari pengalaman jang sudah²? Ja, ada persamaan² antara pergerakan nasional kita sebelum Proklamasi dan pergerakan nasional kita sesudah Proklamasi, tetapi ada djuga perbedaan²nja. Persamaannja ialah, sebagai tadi telah kukatakan, adanja diversiteit antara partai², baik mengenai ideologi, maupun mengenai tjara memperdjoangkan tudjuan. Dulu ada diversiteit itu, sekarangpun ada diversiteit itu. Itulah persamaan. Tetapi ada pula perbedaan antara dulu dan {{hws|se|sekarang}}<noinclude>{{rh|||49}}</noinclude> tnjxhb1b51te4m1m2o5vjsk5zml3z93 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/13 104 111411 309979 2026-08-10T01:48:33Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ 309979 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Djuga ''kaum wanita'' menundjukkan kesadaran dan kegiatannja. Pelbagai perhimpunan² wanita didirikan. Pemerintah Hindia B{{Illegible}}a untuk seterusnja tidak dapat melakukan diplomasi „{{Illegible}}ne Koers”nja (Politik Budi-baik) ta' mempan lagi. Karena itu pemerintah pendjadjah lalu melakukan segala matjam kekerasan, tangkapan² dan pembuangan². Jang setjara besar²an jaitu pada tahun 1926, sesudah ada pemberontakan kaum Komunis. Banjak pemimpin² nasionalis dan komunis dibuang ke-''Digul'' dan pulau² ketjil. Namun gerakan rakjat terus madju, terus aktif, bahkan makin lama makin tambah giat, makin revolusioner. Hingga {{...|7}} datanglah hari ''17 Agustus 194''5! Gerakan Rakjat memuntjak pada saat ''Proklamasi jang terkenal. Revolusi nasional'' bermulai, dengan barisan² pelopornja, jaitu ''para pemuda''. Seluruh Indonesia mendjadi negara jang ''Satu dan Merdeka''. Dengan berdirinja ''negara-kesatuan „Republik Indonesia”'', selesailah sebenarnja „pergerakan kemerdekaan nasional”, tetapi tidaklah ini berarti selesainja ''perdjuangan rakjat''. Tidak sadja perdjuangan harus terus ada, untuk dapat ''membangun hidup dan penghidupan jang benar² nasional'', namun ''suasana pendjadjahan kolonial'', jang 350 tahun lamanja meradjalela diseluruh Indonesia, ''ta' mungkin lenjap dengan'' sekali-gus. Ini terbukti njata dalam berbagai usaha dan daja-upaja pihak Belanda, untuk „redden wat te redden valt” (mempertahankan segala apa jang dapat dipertahankan). Masih perlu ada rundingan² dan persetudjuan², mulai ''Linggardjati'' melalui ''Renville'' sam{{Illegible}} ''K.M.B.'' dengan dua kali „perang kolonial” di-tengah²nja. Djuga ''diluar negeri'' kita masih harus melakukan perdjuangan, untuk memperkuat kedudukan kita sebagai bangsa dan negara jang merdeka dan berdaulat. ''Kekatjauan didalam negeri'', baik ''bikinan Belanda'' maupun sebagai ''akibat revolusi (seperti kurangnja rasa bertanggung djawab'' dan ''perpetjahan'' dikalangan kita sendiri), masih tetap memerlukan semangat perdjuangan dari rakjat. Sisa² „pendjadjahan kolonial” baik jang berupa tradisi atau jang sudah mendjelma didalam sanubari setengah orang putera²<noinclude>{{rh|14}}</noinclude> hfhwvok6x0o7ycxjj3vo2j8qxzg327l 309980 309979 2026-08-10T01:48:55Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309980 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Djuga ''kaum wanita'' menundjukkan kesadaran dan kegiatannja. Pelbagai perhimpunan² wanita didirikan. Pemerintah Hindia B{{Illegible}}a untuk seterusnja tidak dapat melakukan diplomasi „{{Illegible}}ne Koers”nja (Politik Budi-baik) ta' mempan lagi. Karena itu pemerintah pendjadjah lalu melakukan segala matjam kekerasan, tangkapan² dan pembuangan². Jang setjara besar²an jaitu pada tahun 1926, sesudah ada pemberontakan kaum Komunis. Banjak pemimpin² nasionalis dan komunis dibuang ke-''Digul'' dan pulau² ketjil. Namun gerakan rakjat terus madju, terus aktif, bahkan makin lama makin tambah giat, makin revolusioner. Hingga {{...|7}} datanglah hari ''17 Agustus 194''5! Gerakan Rakjat memuntjak pada saat ''Proklamasi jang terkenal. Revolusi nasional'' bermulai, dengan barisan² pelopornja, jaitu ''para pemuda''. Seluruh Indonesia mendjadi negara jang ''Satu dan Merdeka''. Dengan berdirinja ''negara-kesatuan „Republik Indonesia”'', selesailah sebenarnja „pergerakan kemerdekaan nasional”, tetapi tidaklah ini berarti selesainja ''perdjuangan rakjat''. Tidak sadja perdjuangan harus terus ada, untuk dapat ''membangun hidup dan penghidupan jang benar² nasional'', namun ''suasana pendjadjahan kolonial'', jang 350 tahun lamanja meradjalela diseluruh Indonesia, ''ta' mungkin lenjap dengan'' sekali-gus. Ini terbukti njata dalam berbagai usaha dan daja-upaja pihak Belanda, untuk „redden wat te redden valt” (mempertahankan segala apa jang dapat dipertahankan). Masih perlu ada rundingan² dan persetudjuan², mulai ''Linggardjati'' melalui ''Renville'' sam{{Illegible}} ''K.M.B.'' dengan dua kali „perang kolonial” di-tengah²nja. Djuga ''diluar negeri'' kita masih harus melakukan perdjuangan, untuk memperkuat kedudukan kita sebagai bangsa dan negara jang merdeka dan berdaulat. ''Kekatjauan didalam negeri'', baik ''bikinan Belanda'' maupun sebagai ''akibat revolusi (seperti kurangnja rasa bertanggung djawab'' dan ''perpetjahan'' dikalangan kita sendiri), masih tetap memerlukan semangat perdjuangan dari rakjat. Sisa² „pendjadjahan kolonial” baik jang berupa tradisi atau jang sudah mendjelma didalam sanubari setengah orang putera²<noinclude>{{rh|14}}</noinclude> 4boytciaoq6p1ft3vcw3b1eyyuzw5e4 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/14 104 111412 309981 2026-08-10T01:49:06Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'indonesia, masih terus perlu diberantas. Sjukurlah, bahwa Tuhan scnantiasa ada pada kita, k;,rena perdiuangan kita adalah perdjuangan jang berdjiwa ,,Pantja-Silr '' 15' 309981 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>indonesia, masih terus perlu diberantas. Sjukurlah, bahwa Tuhan scnantiasa ada pada kita, k;,rena perdiuangan kita adalah perdjuangan jang berdjiwa ,,Pantja-Silr '' 15<noinclude></noinclude> hipjq4ahh4y0zshk2xaj4dw2jkbbaqf 309984 309981 2026-08-10T01:49:59Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309984 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>indonesia, masih terus perlu diberantas. Sjukurlah, bahwa Tuhan senantiasa ada pada kita, karena perdjuangan kita adalah perdjuangan jang berdjiwa „Pantja-Sila” {{rule|6em}}<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude> 2xv1qvk5oejn357r1kcw68ycd188cd7 Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/3 104 111413 309982 2026-08-10T01:49:22Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 309982 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh — 2 —}}</noinclude>untuk kles M U R B A ! {{rh|||DJAKARTA, 1 Djanuari 62}} {{rh|||Penerbit}} {{rh|||JAJASAN "MASSA"}} Penterdjemah dari bahasa Belanda kebahasa Indonesia. {{rh|||(O N G K O D.)}}<noinclude></noinclude> 4fyycs25wnuy20r1w7ufxubhi1qu8x9 309983 309982 2026-08-10T01:49:39Z Ammachemist 27288 309983 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||— 2 —}}</noinclude>untuk kles M U R B A ! {{rh|||DJAKARTA, 1 Djanuari 62}} {{rh|||Penerbit}} {{rh|||JAJASAN "MASSA"}} Penterdjemah dari bahasa Belanda kebahasa Indonesia. {{rh|||(O N G K O D.)}}<noinclude></noinclude> nvqt9dhmu9gvbh6ye6m4hb46frj2rgz Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/15 104 111414 309985 2026-08-10T01:50:14Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'IIARI 20 MilT .IERLU DIPERINGA.TI. Sedjak berdirinja pada 17 Agustus 1945 Republik kita tidak terluput dari banjak kesukaran2 jang ber-anekawarna, baik jang datang dari luar maup'un dari dalam negeri kita sendiri. Bermatjam2 muslihat dari bekas pendjadjah kita, mulai zaman rundingan Linggardjati samnai zaman Renville, daoatlah kita menjaksikan scndiri betana giatnja pemerintah Nederiand menggerakan para diplcrnat:nja jang ulun-e, untuk se-dapat:... 309985 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>IIARI 20 MilT .IERLU DIPERINGA.TI. Sedjak berdirinja pada 17 Agustus 1945 Republik kita tidak terluput dari banjak kesukaran2 jang ber-anekawarna, baik jang datang dari luar maup'un dari dalam negeri kita sendiri. Bermatjam2 muslihat dari bekas pendjadjah kita, mulai zaman rundingan Linggardjati samnai zaman Renville, daoatlah kita menjaksikan scndiri betana giatnja pemerintah Nederiand menggerakan para diplcrnat:nja jang ulun-e, untuk se-dapat:nja mempertahankan segala apa jang kiranja masih dapat dioertahankan. Djikalau tidak mungkin mengembalikan keadaan iama, menghidupkan kembali st.atus ,,kolonie" dari pada Indoresia. jang telah menjatakan diri dan bersikap serta bertindak sebagai negara jang merdeka dan bebas sedjak Hari proklamasi kita itu, maka nampaklah dalam segala taktiknja, untuk menerima kembali negeri kita Indonesia paling sedikit sebaqai negeri setengah djadjahan, sebagai daerah semi-kolonial. persetudjuan ,,Linggardjati" tak lainlah maksud, dan tudjuannja daripada lang tersebut. Pemirnpin2 kita sebenarnja menginsjafi, segala gerak_gerik para diplomat Belanda itu, dan mereka pun *enuidjukk"an tekad dan melihatkan sepak terdjangnja untuk djuga ,,mempertahan_ kan apa jang dapat dipertahankan,', -dilam urii selalu menegakkan kemerdekaan Indonesia j,ane sudah kitp t;apai dengan djalan revolusi sedjak 17 Agustus 1945 itu'. Tetapi rakjat dapat melihat djuga betaoa kuatnja desakan2 pihak Belanda, dibantu oleh negara2 kawannja, jung kekuatan dan kekuasaannja nampak lebih besar daripada jant' drpat ditundjy]<ka1 oleh. para diplomat kita. Initah jang-senantiasa menggelisahkan rakjat rnurba dan lambat laun se-akan2 menjebabkin turunnja penghargaan dan rasa baik, pula berkurangnja kesediaan untuk taat dan patuh terhadap kedaulatan pemerintah kita. Lebih2 sesudah terbukti diplomat2 kita terpaksa menjetu1,6<noinclude></noinclude> bb4sn33lz1ipx29qgk69uzuejmjz4qh 309991 309985 2026-08-10T01:55:47Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 309991 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|'''HARI 20 MEI PERLU DIPERINGATI.'''}}}} Sedjak berdirinja pada 17 Agustus 1945 Republik kita tidak terluput dari banjak kesukaran² jang ber-anekawarna, baik jang datang dari luar maupun dari dalam negeri kita sendiri. Bermatjam² muslihat dari bekas pendjadjah kita, mulai zaman rundingan Linggardjati sampai zaman Renville, dapatlah kita menjaksikan sendiri betapa giatnja pemerintah Nederland menggerakan para diplomat²nja jang ulung, untuk se-dapat²nja mempertahankan segala apa jang kiranja masih dapat dipertahankan. Djikalau tidak mungkin mengembalikan keadaan lama, menghidupkan kembali ''status „kolonie”'' dari pada Indonesia, jang telah menjatakan diri dan bersikap serta bertindak sebagai ''negara jang merdeka dan bebas'' sedjak Hari Proklamasi kita itu, maka nampaklah dalam segala taktiknja, untuk menerima kembali negeri kita Indonesia paling sedikit sebagai negeri setengah djadjahan, sebagai ''daérah semi-kolonial''. Persetudjuan „Linggardjati” tak lainlah maksud dan tudjuannja daripada jang tersebut. Pemimpin² kita sebenarnja menginsjafi segala gerak-gerik para diplomat Belanda itu, dan mereka pun menundjukkan tekad dan melihatkan sepak terdjangnja untuk djuga „mempertahankan apa jang dapat dipertahankan”, dalam arti selalu menegakkan kemerdekaan Indonesia jang sudah kita tjapai dengan djalan revolusi sedjak 17 Agustus 1945 itu. Tetapi rakjat dapat melihat djuga betapa kuatnja desakan² pihak Belanda, dibantu oleh negara² kawannja, jang kekuatan dan kekuasaannja nampak lebih besar daripada jang dapat ditundjukkan oleh para diplomat kita. Inilah jang senantiasa menggelisahkan rakjat murba dan lambat laun se-akan² menjebabkan turunnja penghargaan dan rasa baik, pula berkurangnja kesediaan untuk taat dan patuh terhadap kedaulatan pemerintah kita. Lebih² sesudah terbukti diplomat² kita terpaksa {{hwe|menjetu|menjetudjui}}<noinclude>{{rh|16}}</noinclude> lj3qca4d2xhxu0il35wxa9eds70mfov 309993 309991 2026-08-10T01:57:36Z Iripseudocorus 23824 309993 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|'''HARI 20 MEI PERLU DIPERINGATI.'''}}}} Sedjak berdirinja pada 17 Agustus 1945 Republik kita tidak terluput dari banjak kesukaran² jang ber-anekawarna, baik jang datang dari luar maupun dari dalam negeri kita sendiri. Bermatjam² muslihat dari bekas pendjadjah kita, mulai zaman rundingan Linggardjati sampai zaman Renville, dapatlah kita menjaksikan sendiri betapa giatnja pemerintah Nederland menggerakan para diplomat²nja jang ulung, untuk se-dapat²nja mempertahankan segala apa jang kiranja masih dapat dipertahankan. Djikalau tidak mungkin mengembalikan keadaan lama, menghidupkan kembali ''status „kolonie”'' dari pada Indonesia, jang telah menjatakan diri dan bersikap serta bertindak sebagai ''negara jang merdeka dan bebas'' sedjak Hari Proklamasi kita itu, maka nampaklah dalam segala taktiknja, untuk menerima kembali negeri kita Indonesia paling sedikit sebagai negeri setengah djadjahan, sebagai ''daérah semi-kolonial''. Persetudjuan „Linggardjati” tak lainlah maksud dan tudjuannja daripada jang tersebut. Pemimpin² kita sebenarnja menginsjafi segala gerak-gerik para diplomat Belanda itu, dan mereka pun menundjukkan tekad dan melihatkan sepak terdjangnja untuk djuga „mempertahankan apa jang dapat dipertahankan”, dalam arti selalu menegakkan kemerdekaan Indonesia jang sudah kita tjapai dengan djalan revolusi sedjak 17 Agustus 1945 itu. Tetapi rakjat dapat melihat djuga betapa kuatnja desakan² pihak Belanda, dibantu oleh negara² kawannja, jang kekuatan dan kekuasaannja nampak lebih besar daripada jang dapat ditundjukkan oleh para diplomat kita. Inilah jang senantiasa menggelisahkan rakjat murba dan lambat laun se-akan² menjebabkan turunnja penghargaan dan rasa baik, pula berkurangnja kesediaan untuk taat dan patuh terhadap kedaulatan pemerintah kita. Lebih² sesudah terbukti diplomat² kita terpaksa {{hws|menjetu|menjetudjui}}<noinclude>{{rh|16}}</noinclude> n0aoj0u362zgxaggmoc4f5zlb8ushmw Halaman:San min chu i.pdf/15 104 111415 309987 2026-08-10T01:52:56Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309987 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||10}}</noinclude>''giat melaksanakan tjita-tjitanja. Ada djuga jang mengatakan bahwa wafatnja mempertjepat kemadjuan revolusi.Tetapi menurut pendapat Dr. Sun revolusi itu adalah suatu proses jang berdjalan terus. „Zaman kemenangan militer" pada permulaan revolusi tak begitu penting kalau dibandingkan dengan „Zaman latihan" jang berikut. Baru kalau proses latihan telah selesai, dapatlah revolusi kita mentjiptakan demokrasi jang sedjati, jang membawa kebahagiaan rakjat. Perkataan-perkataan jang diutjapkannja ketika ia hendak wafat : revolusi kita belum selesai, Kawan-kawan-ku sekalian, landjutkanlah !'' ''Dr. Sun wafat dengan tak meninggalkan harta banjak. Ia hanja meninggalkan sebuah rumah jang dibelikan pengikut-pengikutnja diluar negeri sepuluh tahun jang lalu. Djuga sebuah taman batjaan, jang terkenal taman batjaan jang terbaik dalam ilmu-ilmu sosial dan politik. Selama ia bekerdja sungguh-sungguh dalam empat puluh tahun untuk mentjapai kemerdekaan dan persamaan bagi bangsa Tionghoa, iaditjintai sebagai bapak Tiongkok baru dan dipandang sebagai pemimpin jang sedjadjar dengan pemimpin-pemimpin jang terkemuka dalam sedjarah. {{rh|||l.T.CHEN}}<noinclude></noinclude> na5vkgjka12t0vuuka8ro4wehcyz7yt Halaman:San min chu i.pdf/16 104 111416 309989 2026-08-10T01:54:31Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309989 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||BAGIAN PERTAMA}} {{rh||ASAS-POKOK NASIONALISME}}<noinclude></noinclude> ba4rwh188oves576waczg7j5gjj8s8f Halaman:San min chu i.pdf/17 104 111417 309990 2026-08-10T01:54:42Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309990 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7jta6iv9ag2arsifdiauwzc658j9oci Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/16 104 111418 309992 2026-08-10T01:57:08Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'ctjui apa jan;: dikehendaki pihak Belanda dan pemerintah- kita r,icnar'r.1a-ianeani,,Persetudjuan Lin st""djati" inng terken.l -itu' 'k puas, rasa dendam Perke;-,rbangutn rasa gelisah. ra'' dapat daja pengaruh .,1.r seben" iakjat dirlelrrn hati sanubari ianq tidak sedikit d:rri segala keadaan pada rvaktu itu' Per* i.jcttrtgu;t ret,oiu.ti be!unt i;ercicliir, diauh d:r ipadir itu, rakjat nr:rsih tetap Lrergel,:ra, tidak sadja dalam d.jiwanja nalnu... 309992 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>ctjui apa jan;: dikehendaki pihak Belanda dan pemerintah- kita r,icnar'r.1a-ianeani,,Persetudjuan Lin st""djati" inng terken.l -itu' 'k puas, rasa dendam Perke;-,rbangutn rasa gelisah. ra'' dapat daja pengaruh .,1.r seben" iakjat dirlelrrn hati sanubari ianq tidak sedikit d:rri segala keadaan pada rvaktu itu' Per* i.jcttrtgu;t ret,oiu.ti be!unt i;ercicliir, diauh d:r ipadir itu, rakjat nr:rsih tetap Lrergel,:ra, tidak sadja dalam d.jiwanja nalnun dalam segaia scpak terdjang seria tindakan2nja jang konkrit; rakjat masih acle didaiir.n: pelaksanaan oerang-geriljanja, ber-samas dengan tentara nasional kita. Tambah-tambah rakjat mrsih ad;r didalrm tekanan djirva massal jang disebabkan karena per:uaruh petjarhnjri revolusi serta tjiuanja revoirisi dilakukan. bunuh uienibunuir setjara bc:sar-besaran dan se-olah2 diboieh^ kan, dihalrlkan, birhkan ditieirarkan. Semua ini di-andjur:kan sekalipun teroleh per.ninrpin-nja, jang rvaktu itu menerima p3[sa meli]ratkan usul perundingan Linegardjati, l"emudian - l:ulang berdajanja c{irlanr menghadapi nrusiihart dan tidak atau gertak lnlvan, achirnja terpaksa nrengaiah. I)alam keaciaa:r jang scdemikian maka dapat mudah diurerrr:erti tinrbulnja l,.erpisahan atau perpetjahan dikalangan rakjat. f)an ini maliin hari tidak makin berkurang, narrun sepcrti biasanja seb:.rlikn.ia. Apalagi karena baranil {gntu membesar3{n golongan: ketiga, jang giat beri-rsaha terijaCi - segaia p€rtentangan, meruntjing-runtjingkan segala besarkan perselisihan juog rda didalant kalangan rakjat. Dengan tjara mentjari ikan diair jarg keruh mereka berusaha menambah kelicruhan dan kegaduhan dikalangan rakjat murba, dengan rnaksud mcmpcrtirhantran ke-centingannja sendiri. Ada jang nlcmans digurial;.an olch pihak .nrusuh, ada pula jang bertindak atas clirsar ,,oirportunisme", nrentjari dan mengedjar keuntungane uniuk dirinja scndiri. Bolehiah disini kita tambahkan pengaruh dari pada perdiounga.,t kepartaitin tjirr:a modern. jeng dulu sudah dirnulai pada bulan i'lolelnber 1945, tiga buian sesudah revolusi dimulai, atas rlorr:ngan dzrn tel:anan l:aum Sekutu (Inggeris) jang berttrgas,: otrenr:opet: kekuasaan dinegeri kita untuk diserahkan kembali kelada kairvan-sckutr-rnja Lrangsa Belanda. Sebetulnja sedjak saat ittilah perpetjahan terus berkembang dan perebutan kekuasaan L7<noinclude></noinclude> 91g9b8m0jcfqijnkbyqkr4lgrec8rnp 310000 309992 2026-08-10T02:05:54Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310000 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{hwe|djui|menjetudjui}} apa jang dikehendaki pihak Belanda dan pemerintah kita menanda-tangani „Persetudjuan Linggardjati” jang terkenal itu. Perkembangan rasa gelisah. ras{{Illegible}}k puas, rasa dendam didalam hati sanubari rakjat seben{{Illegible}}ja dapat daja pengaruh jang tidak sedikit dari segala keadaan pada waktu itu. ''Perdj{{Illegible}}ngan revolusi belum berachir'', djauh daripada itu. rakjat msih tetap bergelora. tidak sadja dalam djiwanja namun dalam segala sepak terdjang serta tindakan²nja jang konkrit; rakjat masih ada didalam pelaksanaan perang-geriljanja, ber-sama² dengan tentara nasional kita. Tambah-tambah rakjat masih ada didalam tekanan djiwa massal jang disebabkan karena pengaruh petjahnja revolusi serta tjaranja revolusi dilakukan, bunuh membunuh setjara besar-besaran dan se-olah² dibolehkan, dihalalkan, bahkan dibenarkan. Semua ini diandjur²kan oleh pemimpin²nja, jang waktu itu menerima — sekalipun terpaksa — usul perundingan Linggardjati, kemudian melihatkan tidak atau kurang berdajanja dalam menghadapi muslihat dan gertak lawan. achirnja terpaksa mengalah. Dalam keadaan jang sedemikian maka dapat mudah dimengerti timbulnja perpisahan atau perpetjahan dikalangan rakjat. Dan ini makin hari tidak makin berkurang, namun sebaliknja. Apalagi karena barang tentu — seperti biasanja terdjadi — ada golongan² ketiga, jang giat berusaha membesar-besarkan segala pertentangan. meruntjing-runtjingkan segala perselisihan jang ada didalam kalangan rakjat. Dengan tjara mentjari ikan diair jang keruh mereka berusaha menambah kekeruhan dan kegaduhan dikalangan rakjat murba, dengan maksud mempertahankan kepentingannja sendiri. Ada jang memang digunakan oleh pihak musuh, ada pula jang bertindak atas dasar, „opportunisme”, mentjari dan mengedjar keuntungan² untuk dirinja sendiri. Bolehlah disini kita tambahkan pengaruh dari pada ''perdjoangan kepartaian'' tjara modern. jang dulu sudah dimulai pada bulan Nopember 1945. tiga bulan sesudah revolusi dimulai, atas dorongan dan tekanan kaum Sekutu (Inggeris) jang bertugas: mengoper kekuasaan dinegeri kita untuk diserahkan kembali kepada kawan-sekutunja bangsa Belanda. Sebetulnja sedjak saat itulah perpetjahan terus berkembang dan perebutan kekuasaan<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude> kin0fnotub8hlyhgqqp1sb4mosk82l7 Halaman:San min chu i.pdf/18 104 111419 309994 2026-08-10T01:57:52Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309994 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh|Uraian I}} ''Kekurangan semangat kebangsaan di Tiongkok nasionalitet atau bangsa dan negara-- Perbedaan antara Faktor-faktor jang mentjiptakan suatu bangsa ; pertalian darah, persatuan bahasa, persamaan tjara hidup, agama dan persamaan adat istiadat Bangsa Tionghoa adalah suatu bangsa jang homogin ; tetapi meskipun begitu tidak pernah bersatu Bahaja-bahaja jang mengantjam bangsa Tionghoa : perkembangan tjepat bangsa-bangsa ' lain Kemadjuan bangsa-bangsa Inggeris, Djepang, Rusia, Djerman, Amerika dan Perantjis dalam abad jang achir ini Pembaharuan Djepang dan Revolusi Rusia jang berfaedah bagi Tiongkok Bangsa Tionghoa dalam zaman dahulu menelan bangsa jang menindasnja, tetapi dalam zaman jang akan datang tak mungkin berbuat lagi Pembatasan djumlah kelahiran adalah suatu haluan jang sangat berbahaja bagi Tiongkok'' ''Tuan-tuan, hari ini saja datang kemari untuk membitjarakan asas-asas-pokok San Min. Apakah jang dinamakan asas-asas-pokok San Min itu? Dalam arti jang sederhana asas-asas-pokok San Min ini menundjukkan satu pokok haluan jang bertudjuan mentjapai keselamatan abadi bagi bangsa kita. Apakah arti perkataan asas-pokok ? Jang dimaksudkan dengan asas-pokok ialah suatu pikiran, suatu kepertjajaan dan suatu kekuatan. Ketika manusia mulai memahamkan suatu soal, maka pertama-tama timbullah dalamdirinja suatu pikiran ; kalau pikiran ini sudah agak terang baginja, maka hal itu menimbulkan suatu kepertjajaan ; dan berdasarkan kepertjajaan ini, maka kekuatan akan tertjipta. Sebab itu suatu asaspokok harus dimulai dengan timbulnja suatu pikiran, pikiran ini mengakibatkan kepertjajaan dan kepertjaan ini selandjutnja melahirkan kekuatan dan barulah sesudah meliwati fase-fase ini semuanja, asas-pokok itu dapat berdiri dengan teguh. Mengapakah kita berani mengatakan bahwa asas-asas-pokok San Min dapat menjelamatkan bangsa kita? Karena asas-asas-pokok ini dapat mengangkat negara Tiongkok dari lembah kehinaan sekarang ini kekedudukan jang sedjadjar dengan bangsa-bangsa lain dalam soal-soal internasional, pemerintahan dan penghidupan ekonomi, hingga ia dapat berdiri dengan kekal dan sentausa. Asas-asas-pokok San Min adalah suatu pokok haluan bagi bangsa kita untuk mentjapai keselamatan. Bukankah Tiongkok pada waktu ini sangat membutuhkan kese-''<noinclude></noinclude> qlqod8uv1oj2pwgtuli8gg2kv8vyosz Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/50 104 111420 309997 2026-08-10T01:58:50Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'tusamarain. dan supaia saudarn2 dalarn pacta nremelihara port'^f dan organisasi2 itu ioch mengut{rma7an Negura diatas partait dan organiiasit saudara2 ittr. lni bukan berarti aku ta' ilIengerti pertuirbuhan partai2 rian orglinisasis dut^- r alatn demokrasi, bukatl; inipun ti.dai berirrti ak* nrercmehkan paitaiz clan or-qa.nisasi2 jang *ckarong aila, samasekali tidak. -_- ini ilanja berarti aku urengatakan bihwa bagi kita Negara haruslah printair... 309997 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>tusamarain. dan supaia saudarn2 dalarn pacta nremelihara port'^f dan organisasi2 itu ioch mengut{rma7an Negura diatas partait dan organiiasit saudara2 ittr. lni bukan berarti aku ta' ilIengerti pertuirbuhan partai2 rian orglinisasis dut^- r alatn demokrasi, bukatl; inipun ti.dai berirrti ak* nrercmehkan paitaiz clan or-qa.nisasi2 jang *ckarong aila, samasekali tidak. -_- ini ilanja berarti aku urengatakan bihwa bagi kita Negara haruslah printair' Tidak mungkin partai dan organisasi2 kita bergerak seperti sekarang ini, kalatr I Oleh karena itu saja ulangi disini citaat-Quezon jang sudah saia sitirkan ilalam siCang K'N I.F. plcno di N{alang beberapa tahun jang la|u: ,,14x- loycrltl'ttt iiduk od" Negara Repubiik kita ,ny part;* ends, wlrcre my loyalty to t't|!- coLtnlrl- begi.ns". Ja kita hidup dalam zallian derrokrasi, dan demr:krasi berarti kernerdekaan berfikir, dan malahan kita memutuskan unnlk ',m:' laksanakan r.ictrrokrasi dalam segala laparlgan". Tetapi denlolra:'tpun harus tahu memLlatasi diri. Dsmokrasi bLrkan sesuatu hal lang :iaCa lkatatl samasekali, dernokrasi Qnr;ebcldenheid. Ke iatrlitafr. bahwa demokrasi bukanlah doel, melainkan sekadar satu b:ririrl-dlrrdr. satu djalan, satv tiara untuk mentjapai sesttatu. Ljuluk mentjapai sesuattl apa ? Untuk mentjapai ke sentausaan dan kesehatan hiegarr.. untilk rnentiaoai kesentausaan dan kcsehatan Bangsa. untuk mentjanai kesediahteraitn dan kemakmuran masjaraknt. Ibarat badan Negara sekaraug sedang -sakit' rtaka djalan mengobarinia ialah djalan cemokrasi. diur bukarr misalnja cijalan fiscisme atau rljalan fecrdaiisnre. Djanganlalt .i1alan-menaobati sesuatu bacian jang sakit: diutamakan diata's fladan janf sakit itu. Djanganlah obar diiebih pcntingkan dari pacia tubu*h. Iljanganlah badan jang sakit it-rr tlikorhttnkan kc' pada djaian mengohatinja itu. Mendiacli. saudarae' kesimlulan krta ialah: narilah kita Lrrnar? sutii bersatu. iriarilah kiia sarna? mengutamakan Negara^ marilah kita bekerdja konstrukti{ daiani arti benar! mclaksanakan Pentbangunail Naliicnai. Marilah kita ,.seoi lritlg tramrih. ralnc hiue garve"' marllah krta mensulat kepada keichlasan pemimpirr2 cian oerdjoangan" keichlasan jang begrtu indah mekita jang "telah mangkat, jang malarn i'i kita peringati berNasional .iinaii {ebangunan 51<noinclude></noinclude> ehh8ejyb6w6af9tm7ha9jpk3h54vun0 310012 309997 2026-08-10T02:23:52Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310012 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{hwe|tusamalain|satusamalain}}, dan supaja saudara² dalam pada memelihara partai² dan organisasi² itu toch ''mengutamakan Negara'' diatas partai² dan organisasi² saudara² itu. Ini bukan berarti aku ta' mengerti pertumbuhan partai² dan organisasi² da alam demokrasi, bukan. inipun tidak berarti aku meremehkan partai² dan organisasi² jang sekarang ada, samasekali tidak. ― ini hanja berarti aku mengatakan bahwa bagi kita Negara haruslah primair. Tidak mungkin partai² dan organisasi² kita bergerak seperti sekarang ini, kalau tidak ada Negara Republik kita! Oleh karena itu saja ulangi disini citaat-Quezon jang sudah saja sitirkan Jalam sidang K.N.I.P. pleno di Malang beberapa tahun jang lalu: ''„My loyalty to my party ends, where my loyalty to my country begins”. Ja kita hidup dalam zaman demokrasi, dan demokrasi berarti kemerdekaan berfikir, dan malahan kita memutuskan untuk „melaksanakan demokrasi dalam segala lapangan”. Tetapi demokra pun harus tahu membatasi diri. Demokrasi bukan sesuatu hal jang tiada ikatan samasekali, demokrasi ongebondenheid. Ketahuilah. bahwa demokrasi bukanlah ''doel'', melainkan sekadar satu ''bumi-dasar''. satu ''djalan'', satu ''tjara'' untuk mentjapai sesuatu. Untuk mentjagai sesuatu apa? Untuk mentjapai kesentausaan dan kesehatan Negara. untuk mentiapai kesentausaan dan kesehatan Bangsa. untuk mentjapai kesedjahteraan dan kemakmuan masjarakat. Ibarat badan Negara sekarang sedang saki. maka djalan mengobatinja ialah djalan demokrasi, dan bukan misalnja djalan fascisme atau djalan feodalisme. Djanganlah djalan-mengobati sesuatu badan jang sakit: diutamakan ''diatas'' badan jang sakit itu. Djanganlah obat dilebih pentingkan dari pada tubuh. Djanganlah badan jang sakit itu ''dikorbankan'' kc-pada djalan mengobatinja itu. Mendjadi. saudara², kesimputan kita ialah: marilah kita bc-nar² sutji bersatu, marilah kita sama² mengutamakan Negara. marilah kita bekerdja konstruktif dalam arti benar² melaksanakan Pembangunan Nasional. Marilah kita „sepi hing pamrih. rame hung gawe”. marilah kita mensulat kepada keichlasan pemimpin² dan perdjoangan² kita jang telah mangkat, ― keichlasan jang begitu indah mc-rjinari Kebangunan Nasional jang malam ini kita peringati {{hws|ber|bersama}}<noinclude>{{rh|||51}}</noinclude> idb2kp9w07ciprmbgj5ovgww96xnpkk Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/49 104 111421 309998 2026-08-10T01:59:01Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'karang. Dulu, se beium Prokiamasi. dalani istiiah .,ge scheiden sa,mengaan" diletakkanlah tekanan-kata kepada sa,neng{rdn, kequfl_diuFl berharcrr,r, kepada persatuan. Ingat p.p.p.K.I., ingat CAPffiekarang sesudai 'rslilamasi, tidaklah tekanan klta terialu dilctakkan kepada gt.;cheirien, kepada nerpisahan ? Djikalau saudaraz benar, ingin nrengcalang nersatuan, djangan* lah nanti ada sesuatu partai jang selaiu ingin ,,main menang". Uj,ungu4... 309998 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>karang. Dulu, se beium Prokiamasi. dalani istiiah .,ge scheiden sa,mengaan" diletakkanlah tekanan-kata kepada sa,neng{rdn, kequfl_diuFl berharcrr,r, kepada persatuan. Ingat p.p.p.K.I., ingat CAPffiekarang sesudai 'rslilamasi, tidaklah tekanan klta terialu dilctakkan kepada gt.;cheirien, kepada nerpisahan ? Djikalau saudaraz benar, ingin nrengcalang nersatuan, djangan* lah nanti ada sesuatu partai jang selaiu ingin ,,main menang". Uj,ungu4u! ada sesuatu pafiai jang ,selalu ingin ,,main jang dipertuan". Persatuan rnenghendaki,,good relationship", menglendaki menghargai satu samalain. Fersatuan Nasional rnenghendaki disipline ftssist:lal, dan tidak,rnenekankzrn uccctLt kepada disipline partai. Persatuan Nasional tidck danat berdjalan, djikalau sesuatu partai ingin memainlian dominasi pa,rtuinjt diatas partai2 jang lnin didalarn psrsatuan iru. Djikalau rnain do,nrinasi, nistjajalah nanti nersatuan bubar I Saja melihat bahn'a belum sernua jang menan.datalgani pernjataan bersama tangcal 20 Mei i948 di Djokjakarta dulu, turut menandatangani pernjataan sekarang ini. Saja tidak mengetahui sebrb2nja. Saja berharap, kalau melnang ada sebabz, djangan itu te-rdjadi karena terasa adanja ber-lainzan niat diantari jang sama' menand;:tangani. sehingga akan liandaslah usaha did;h; pengJaksanaannja nanti. Dengan demikian bukanlah kesatuan jang akan mendjadi buah, tetapi perpetjahan jang lebih besar" jqrg telah dibr:krikan oieh sedjarair NegarJ kita sesudah 1e_p9rti_ Mei 948. hderrans daiam saat seperti sekaran_q ini cliperiukan "'l sekali adanja persatuan cl.jiwa dan'tenaga daii, pada" seluruh lapisan masjarakat dalam usahanja niemperkokoh dan nembangun Negara, tetapi dalam kesemFatannja itu tindakan2 harus sesuai dengan lv{artabat 1{egara iang nCtth nr.erdeka ! iai* suttah n.rcrdeka dan Rakjat Ketjuali Cari pada itu" m*sih adalah pesananku jang lain: - Benar, seira_uai jg rertuiis dalarn pERTih{,tsA}.{GAN saudara? fasal F, pnrtai? dan rlrganisasi2 ridak harus dihapuskan, partai? dan .organisasi2 tetap ada. rugas l<ewadjiban masingz tiaat Ai_ hentikan. dnsar2 dan asas2 misingz tidak dirahirkanitetapi permintaan.saja kepada suudaraz ialih, supaja persatuan itu Uetult urengandurrg persatratt-l,alir, artinja tid-ak hintai-menghintai sa5o<noinclude></noinclude> ai5wet0glcv58j8mv0loqmy7tbeqod6 310003 309998 2026-08-10T02:10:21Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310003 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{hwe|karang|sekarang}}. Dulu sebelum Proklamasi, dalam istilah „gescheiden samengaan” diletakkanlah tekanan-kata kepada ''samengaan'', kepada djalan berbareng, kepada persatuan. Ingat P.P.P.K.I., ingat GAPI! Sekarang, sesudai roklamasi, ―tidaklah tekanan kata terlalu diletakkan kepada ''gescheiden'', kepada perpisahan? Djikalau saudara² benar² ingin menggalang persatuan, djanganlah nanti ada sesuatu partai jang selalu ingin „main menang”. Djanganlah ada sesuatu partai jang selalu ingin „main jang di-pertuan”. Persatuan menghendaki „good relationship”, menghendaki menghargai satu samalain. Persatuan Nasional menghendaki ''disipline nasional'', dan tidak menekankan ''accent'' kepada disipline partai. Persatuan Nasional tidak dapat berdjalan, djikalau sesuatu partai ingin memainkan dominasi ''partoinja'' diatas partai² jang lain didalam persatuan itu. Djikalau main dominasi, nistjajalah nanti persatuan bubar ! Saja melihat bahwa belum semua jang menandatangani pernjataan bersama tanggal 20 Mei 1948 di Djokjakarta dulu. turut menandatangani pernjataan sekarang ini. Saja tidak mengetahui sebab²nja. Saja berharap, kalau memang ada sebab², djangan itu terdjadi karena terasa adanja ber-lain²an ''niat'' diantara jang sama² menandatangani. sehingga akan kandaslah usaha didalam penglaksanaannja nanti. Dengan demikian bukanlah kesatuan jang akan mendjadi buah. tetapi perpetjahan jang lebih besar. seperti jang telah dibuktikan oleh sedjarah Negara kita sesudah Mei 1948. Memang dalam saat seperti sekarang ini diperlukan sekali adanja persatuan djiwa dan tenaga dari pada seluruh lapisan masjarakat dalam usahanja memperkokoh dan membangun Negara, tetapi dalam kesempatannja itu tindakan² harus sesuai dengan Martabat Negara ''jang sudah merdeka'' dan Rakjat ''jang sudah merdeka!'' Ketjuali dari pada itu. masih adalah pesananku jang lain: Benar, sebagai jg tertulis dalam PERTIMBANGAN saudara² fasal ''b'', partai² dan Organisasi² tidak harus dihapuskan, partai² dan organisasi² tetap ada, tugas kewadjiban masing² tidak dihentikan. dasar² dan asas² masing² tidak dilahirkan, tetapi permintaan saja kepada saudara² ialah, supaja persatuan itu betul² mengandung ''persatuan-batin'', artinja tidak hintai-menghintai {{hws|sa|satusamalain}} 50<noinclude>{{rh|50}}</noinclude> ie2o7mv1qhixxzb2zp7m1lfxwd3rjb6 310004 310003 2026-08-10T02:11:41Z Aeia aai 24023 310004 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{hwe|karang|sekarang}}. Dulu sebelum Proklamasi, dalam istilah „gescheiden samengaan” diletakkanlah tekanan-kata kepada ''samengaan'', kepada djalan berbareng, kepada persatuan. Ingat P.P.P.K.I., ingat GAPI! Sekarang, sesudai roklamasi, ―tidaklah tekanan kata terlalu diletakkan kepada ''gescheiden'', kepada perpisahan? Djikalau saudara² benar² ingin menggalang persatuan, djanganlah nanti ada sesuatu partai jang selalu ingin „main menang”. Djanganlah ada sesuatu partai jang selalu ingin „main jang di-pertuan”. Persatuan menghendaki „good relationship”, menghendaki menghargai satu samalain. Persatuan Nasional menghendaki ''disipline nasional'', dan tidak menekankan ''accent'' kepada disipline partai. Persatuan Nasional tidak dapat berdjalan, djikalau sesuatu partai ingin memainkan dominasi ''partoinja'' diatas partai² jang lain didalam persatuan itu. Djikalau main dominasi, nistjajalah nanti persatuan bubar ! Saja melihat bahwa belum semua jang menandatangani pernjataan bersama tanggal 20 Mei 1948 di Djokjakarta dulu. turut menandatangani pernjataan sekarang ini. Saja tidak mengetahui sebab²nja. Saja berharap, kalau memang ada sebab², djangan itu terdjadi karena terasa adanja ber-lain²an ''niat'' diantara jang sama² menandatangani. sehingga akan kandaslah usaha didalam penglaksanaannja nanti. Dengan demikian bukanlah kesatuan jang akan mendjadi buah. tetapi perpetjahan jang lebih besar. seperti jang telah dibuktikan oleh sedjarah Negara kita sesudah Mei 1948. Memang dalam saat seperti sekarang ini diperlukan sekali adanja persatuan djiwa dan tenaga dari pada seluruh lapisan masjarakat dalam usahanja memperkokoh dan membangun Negara, tetapi dalam kesempatannja itu tindakan² harus sesuai dengan Martabat Negara ''jang sudah merdeka'' dan Rakjat ''jang sudah merdeka!'' Ketjuali dari pada itu. masih adalah pesananku jang lain: Benar, sebagai jg tertulis dalam PERTIMBANGAN saudara² fasal ''b'', partai² dan Organisasi² tidak harus dihapuskan, partai² dan organisasi² tetap ada, tugas kewadjiban masing² tidak dihentikan. dasar² dan asas² masing² tidak dilahirkan, tetapi permintaan saja kepada saudara² ialah, supaja persatuan itu betul² mengandung ''persatuan-batin'', artinja tidak hintai-menghintai {{hws|sa|satusamalain}}<noinclude>{{rh|50}}</noinclude> 8zby4ipcxhsl8spqlx9rvy68jv3np3y Halaman:San min chu i.pdf/19 104 111422 309999 2026-08-10T01:59:45Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 309999 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||14}}</noinclude>''lamatan ? Oleh karena itu, baiklah Tuan-tuan pertjaja penuh akan asas-asas-pokok San Min dan kepertjajaan ini tentu akan menghasilkan suatu kekuatan jang sanggup menjelamatkan Tiongkok. Sekarang akan saja mulai membitjarakan asas-pokok nasiona-lisme. Ketika Kuomintang baru-baru ini mengubah susunan organisasinja , maka tjita-tjita untuk menjelamatkan bangsa, pertamatama bergantung kepada propaganda. Propaganda jang luas dalam masjarakat memerlukan penerangan jang djelas tentang asas-asaspokok tadi. Selama lebih kurang 10 tahun belakangan ini, mereka jang berpengertian sudah biasa mendengarkan tentang tiga asaspokok rakjat, akan tetapi kebanjakan diantara mereka masih belum dapat memahamkannja dengan sungguh2 . Maka itu pertama kali akan saja bitjarakan asas-pokok nasionalisme berkenaan dengan beberapa soal.'' ''Apakah asas-pokok nasionalisme itu? Djika kita kembali menindjau sedjarah Tiongkok jang berkenaan dengan penghidupan soal dan adat istiadatnja, maka dapat saja katakan dengan singkat bahwa asas-pokok nasionalisme itu dapat disamakan dengan „Ideologi negara" . Rakjat Tiongkok telah menundjukkan keluhuran pekerti terhadap keluarga dan kaum, sehingga di Tiongkok pernah berkembang faham kekeluargaan dan perkauman, tetapi tak ada faham kebangsaan ( nasionalisme) . Para penindjau bangsa asing mengatakan, bahwa bangsa Tiongkok itu laksana seonggok pasir berderai. Mengapakah disebut demikian ? Karena bangsa kita hanja menundjukkan pertaliannja terhadap keluarga dan kaum dan tidak terhadap bangsa seluruhnja, nasionalisme belum pernah dikenal. Keluarga dan suku atau kaum telah pernah merupakan persatuan kekuatan ; tak djarang bangsa Tionghoa mengorbankan diri sendiri, keluarga dan segala-galanja untuk membela suku mereka. Sebagai perumpamaan, dalam permusuhan antara dua suku di Kwantung, kedua belah pihak tak mau mengalah ; anggota-anggota kedua suku berani mengorbankan segala-galanja ; semuanja hanjalah akibat dari tjita2 persukuan jang berurat-berakar dalam perasaan rakjat, sehingga mereka setiap saat bersedia untuk mengorbankan apa sadja guna membela nama sukunja. Akan tetapi untuk kepentingan bangsa tak pernah mereka mau berkorban. Persatuan rakjat Tiongkok hanja sampai kebatas lingkungan keluarga dan suku dan tak pernah meluas menudju kepada persatuan bangsa.''<noinclude></noinclude> klvmrj3kwno9fyf2omlac7pnv2smfyh Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/53 104 111423 310001 2026-08-10T02:06:31Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310001 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{Right|{{Xx-larger|'''MANUSIA'''}}}} {{Right|{{X-larger|'''DAN'''}}}} {{Right|{{X-larger|'''MASJARAKAT'''}}}} {{Right|{{X-larger|'''BARU'''}}}} {{Right|{{X-larger|'''INDONESIA'''}}}} {{Right|{{X-larger|'''CIVICS'''}}}} :::::Soepardo SH :::::M. Hoetaoeroek SH :::::Soeroyo Warsid SH :::::Soemardjo :::::Chalid Rasjidi :::::Soekarno :::::J.C.T. Simorangkir SH<noinclude>{{rh||P.N. BALAI PUSTAKA}}</noinclude> m5qz8oiqk03srqg9fejfnsj2f657vi5 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/17 104 111424 310002 2026-08-10T02:07:24Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'dikalangan para pemimpin kita semangkin nampak. Daja upaja untuk menjalurkan semaneat kepartaian, mulai dengan disiarkan- nja Amanat Presiden Sc supaja hanja mengadakan gerakan nasional, djangan perdjua.. an partai, sampai pada saat krisis jang menimbulkan berontaknja gerombolan, rupa-rupanja tuk berdaja. Sudah sementara kali ditjoba usaha untuk menggabung kan segala kekuatan dalam satu ikatan, agar ber-sama² rakjat dapat menghadapi segala bahaj... 310002 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>dikalangan para pemimpin kita semangkin nampak. Daja upaja untuk menjalurkan semaneat kepartaian, mulai dengan disiarkan- nja Amanat Presiden Sc supaja hanja mengadakan gerakan nasional, djangan perdjua.. an partai, sampai pada saat krisis jang menimbulkan berontaknja gerombolan, rupa-rupanja tuk berdaja. Sudah sementara kali ditjoba usaha untuk menggabung kan segala kekuatan dalam satu ikatan, agar ber-sama² rakjat dapat menghadapi segala bahaja jang selalu mengantjam, tetapi semua itu tidak dapat terus berdjalan. Sudah selajaknjalab kekuatan rakjat makin lama makin berkurang dan ini berarti tambahnja daja kekuatan dipihak musuh. Dibalik itu rakjat tidak pernah kehilangan pengharapan atau berputus-asa. Mulai dengan zaman pendudukan Djepang segala perkembangan keadaan, segala proses didalam masjarakat bangsa kita, selalu menundjukkan bahwa awal atau achir rakjat atau bangsa kita selalu keluar dari segala kesulitan sebagai pihak jang menang. Penjerbuan Djepang menjebabkan djatuhnja Hindia Belanda; kekalahan Djepang menimbulkan revolusi kita, revolusi membawa kemerdekaan kita; kemenangan Sekutu me lahirkan hak uzasi kemanusiaan serta keharusan menjuluhu segala bentuk pendjadjahan dari bangsa jang satu terhadap hangsa jang lain; revolusi kita menarik perhatian dunia interna- simal: kegiatan usaha para diplomat kita, jang di Indonésia sendiri nampak kalah kekuatan dan penguasa, menjebabkan ter tjapainja beberapa kemenangan di-Luar-negeri umumnja, chusus nja dikalangan P.B.B. di Lake-Succes. Selain itu perbawa (gezag) revolusi kita di-Luar-negeri besar sekali, lebih di- negeri jang masih terdjadjah oleh bangsa lain. Dengan terus terang negeri Arab, negeri Asia dil. menjatakan kagum" terhadap tjaranja rakjat indonesia melemparkan dan memusaah kan pendjadjahan Belanda dinegerinja. Dalam pada itu ternjatalah selalu, bahwa selama kitu adu di dahun perpe:jahan, gampang sekalilah tiap musuh dapat mengu lahkan kita. Sebaliknja dalam waktu ada kebulan tekad terbuk- tilah bahwa tiap lawan, djuga jang terkuat, tidak sanggup an mampu untuk menaklukkan kita. Ingatlah kita pada tjaza dan kesudahanaja rakjat melawan kekuasaan Djepang, tjara dan kesudahannja para pahlawan kita menjerang tentara Sekutu Ji<noinclude></noinclude> jcgj25ttr94nttx6vhj0igzu4hpsp1e 310007 310002 2026-08-10T02:15:56Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310007 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>dikalangan para pemimpin kita semangkin nampak. Daja upaja untuk ''menjalurkan'' semangat kepartaian, mulai dengan disiarkannja Amanat Presiden S{{Illegible}} supaja hanja mengadakan ''gerakan nasional'', djangan perdjuoangan partai², sampai pada saat² krisis jang menimbulkan berontaknja gerombolan², rupa-rupanja tuk berdaja. Sudah sementara kali ditjoba usaha untuk menggabungkan segala kekuatan dalam satu ikatan, agar bersama² rakjat dapat menghadapi segala bahaja jang selalu mengantjam, tetapi semua itu tidak dapat terus berdjalan. Sudah selajaknjalah kekuatan rakjat makin lama makin berkurang dan ini berarti tambahnja daja kekuatan dipihak musuh. Dibalik itu rakjat tidak pernah kehilangan pengharapan atau berputus-asa. Mulai dengan zaman pendudukan Djepang segala perkembangan keadaan, segala proses didalam masjarakat bangsa kita, selalu menundjukkan bahwa awal atau achir rakjat atau bangsa kita selalu keluar dari segala kesulitan sebagai ''pihak jang menang. Penjerbuan Djepang menjebabkan djatuhnja Hindia Belanda; kekalahan Djepang menimbulkan revolusi kita, revolusi membawa kemerdekaan kita; kemenangan Sekutu melahirkan hak² uzasi kemanusiaan serta keharusan menjudahi segala bentuk pendjadjahan dari bangsa jang satu terhadap'' bangsa jang lain; ''revolusi kita menarik perhatian dunia internasional''; kegiatan usaha para diplomat kita, jang di Indonésia sendiri nampak kalah kekuatan dan penguasa, menjebabkan tertjapainja beberapa kemenangan di-Luar-negeri umumnja, chususnja ''dikalangan P.B.B.'' di Lake-Succes. Selain itu perbawa (gezag) revolusi kita di-Luar-negeri besar sekali, lebih dinegeri² jang masih terdjadjah oleh bangsa lain. Dengan terus terang negeri² Arab, negeri² Asia dll. menjatakan „kagum” terhadap tjaranja rakjat indonesia melemparkan dan mem{{Illegible}}kan pendjadjahan Belanda dinegerinja. Dalam pada itu ternjatalah selalu, bahwa ''selama kita ada di dalam perpetjahan, gampang sekalilah tiap² musuh dapat mengalahkan kita.'' Sebaliknja dalam waktu ada ''kebulatan tekad'' terbuktilah bahwa tiap² lawan, djuga jang terkuat, ''tidak sanggup atau mampu untuk menaklukkan kita''. Ingatlah kita pada tjara dan kesudahanaja rakjat melawan kekuasaan Djepang, tjara dan kesudahannja para pahlawan kita menjerang tentara Sekutu di<noinclude>{{rh|18}}</noinclude> sk87sv4stg0np2s37al4c75xa8inkuz Halaman:San min chu i.pdf/20 104 111425 310005 2026-08-10T02:14:16Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310005 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude> ''Keterangan jang saja kemukakan, bahwa asas kebangsaan itu, sama artinja dengan ideologi negara, hanja chusus tjotjok bagi Tiongkok dan bukan bagi negeri Barat. Bangsa asing berpendapat, bahwa antara bangsa dan negara ada perbedaan. Min t'su dalam bahasa Inggeris ialah nation" ; perkataan nation" mempunjai dua arti, bangsa ( ras) dan negara. Meskipun perkataan ini mempunjai dua arti jang hampir bersamaan, tetapi mereka tak boleh ditjampuradukkan satu sama lain. Perkataan Tionghoa kebanjakan mempunjai dua arti : misalnja, She-hui ( masjarakat) berarti segolongan manusia, tetapi djuga dapat digunakan untuk menundjukkan suatu badan jang tersusun. Bangsa dan negara sudah tentu mempunjai pertalian jang rapat dan hampir tak perlu membeda-bedakan kedua perkataan ini terlalu teliti, tetapi diantara kedua pengertian ini ada terdapat garis pemisahan jang njata, dan kita harus membedakan dengan hati-hati pengertian negara dan bangsa. Tetapi kalau saja katakan, bahwa bangsa dan negara menundjukkan pengertian jang sama, mengapakah hal ini hanja benar untuk Tiongkok ? Ialah karena Tiongkok sedjak pemerintahan dinasti-dinasti Ch'in dan Han merupakan satu negara dari satu bangsa, sedangkan negerinegeri asing membentuk berbagai-bagai negara jang terdiri dari satu bangsa dan memasukkan beberapa matjam bangsa kedalam satu negara. Misalnja keradjaan Inggeris jang mendjadi negara terkuat didunia pada dewasa ini dengan bangsa kulit putih sebagai sendi dasarnja memasukkan pula bangsa kulit tjoklat, kulit hitam dan bangsa lain-lain kedalam keradjaannja ; karena itu, bagi Inggeris tidaklah dapat dikatakan bahwa pengertian bangsa sama dengan negara. Djuga Hongkong adalah daerah djadjahan Inggeris, selain mempunjai penduduk jang berbangsa Inggeris, djuga mempunjai berpuluh ribu orang Tionghoa ; alangkah djanggalnja kalau kita katakan negara Inggeris di Hongkong itu menundjukkan pula pengertian bangsa Inggeris. Atau lihatlah ke India, djadjahan Inggeris pada waktu ini ; didalam bagian negara Inggeris ini terhadap tiga ratus lima puluh djuta bangsa India. Sangat keliru kalau kita katakan bahwa negara Inggeris di India ini sama artinja dengan bangsa Inggeris. Kita semua tahu, bahwa bangsa Inggeris jang asli ialah turunan bangsa Anglosaxon, tetapi keturunan mereka tidak terbatas dikepulauan Inggeris sadja ; umum''<noinclude></noinclude> be46c48xl0hzvphw0s6nqo2cwb9mlkc Halaman:San min chu i.pdf/21 104 111426 310006 2026-08-10T02:15:28Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310006 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||16}}</noinclude>''nja penduduk Amerika Serikatpun berasal dari bangsa itu djuga. Demikianlah kalau kita melihat kenegeri-negeri lain, tak dapat kita mengatakan bahwa bangsa dan negara itu mempunjai pengertian jang sama. Dua pengertian itu mempunjai garis pemisah jang njata. Bagaimanakah tjaranja supaja kita dapat membuat perbedaan jang terang antara kedua perkataan itu ? Tjara jang paling tepat ialah dengan djalan mempeladjari kekuatan-kekuatan jang membentuk kedua perkataan tadi. Dengan singkat dapatlah dikatakan bahwa sesuatu bangsa tertjipta karena kekuatan Alam, sedangkan negara terbentuk oleh kekuatan sendjata. Marilah kita melihat beberapa pendjelasan dalam sedjarah politik Tiongkok; bangsa Tionghoa berpendapat bahwa wangtao, djalan jang luhur atau djalan jang benar menurut kemauan Alam ; dengan perkataan lain, kekuatan Alam adalah djalan jang luhur. Golongan masjarakat jang terbentuk oleh kekuatan luhur inilah jang dinamakan bangsa. Kekuatan tentara atau djalan kekerasan ialah pa-tao; kesatuan jang terbentuk dengan djalan kekuatan atau kekerasan dinamakan negara. Misalnja, Hongkong tidak didirikan karena seribu orang penduduk Hongkong ingin supaja Inggeris jang mendirikannja; Hongkong dirampas oleh Inggeris dengan kekuatan tentara. Karena Tiongkok kalah dalam peperangan dengan Inggeris maka Hongkong diserahkannja untuk didjadikan djadjahan Inggeris dan seketika itu djuga didirikan Inggeris Hongkong baru. Setali tiga uang dengan sedjarah Hongkong, ialah sedjarah India. Djadjahan2 Inggeris sekarang bersebar diseluruh dunia. Peribahasa Inggeris mengatakan: „tak pernah matahari terbenam dikeradjaan Inggeris". Dengan perkataan lain, dimana sadja mata-hari menjinari bumi kita, disana tentu terdapat daerah negara Inggeris. Seandainja kita, penduduk Dunia Timur mengikuti djalan matahari, maka kita akan melihat jang tjahajanja mula-mula menjinari Zelandia-Baru, Australi, Hongkong dan Singapura ; kalau matahari menudju ke Barat, maka ia akan menjinari Ceylor dan India; lebih ke Barat lagi Aden dan Malta ; dan makin ke Barat lagi kepulauan Inggeris sendiri; dalam pergerakannja diatas Dunia Barat, matahari akan sampai di Kanada dan achirnja diatas Hongkong dan Singapura lagi. Djadi, dimana sadja mata-hari bersinar dalam waktu dua puluh empat djam itu, disana tentu terdapat daerah negara Inggeris. Satu daerah jang luas seperti keradjaan Inggeris hanja mungkin didirikan berkat kekerasan ; semendjak''<noinclude></noinclude> qji3js13cubyj84q6o1zvzq1msnnh53 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/18 104 111427 310008 2026-08-10T02:16:40Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Surabaja dibawah pinrpinan Bung ilomo. Djangan dilupakan tjara dan kesudahannja rakjat melak'"'-an gerilja dalam Perang Kr.tlonial ke-[ dan ke-2. Akan tetapi, kita tidak boleh lupa;"trta, bahrva tiaf kenrenangan jang gilang-gemilarrg itu, selalu elisusul dengan perpetiakan, jang barang tentu sangat rnele,mahkart kita. I'ebih-lebih djanganlah ciilupakan, bahwa sebenarnja rtampai saat tnipun negara kita bclurn djuga bebas dari antjarrran2 bahaja,... 310008 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Surabaja dibawah pinrpinan Bung ilomo. Djangan dilupakan tjara dan kesudahannja rakjat melak'"'-an gerilja dalam Perang Kr.tlonial ke-[ dan ke-2. Akan tetapi, kita tidak boleh lupa;"trta, bahrva tiaf kenrenangan jang gilang-gemilarrg itu, selalu elisusul dengan perpetiakan, jang barang tentu sangat rnele,mahkart kita. I'ebih-lebih djanganlah ciilupakan, bahwa sebenarnja rtampai saat tnipun negara kita bclurn djuga bebas dari antjarrran2 bahaja, baik dari laar maupun dari dalarn. Karena itu djanganlah sekali-kali kita melengahkan kewadjiban kita untuk tetap tnemelihara ke,vatuan seluruh ra,ial.. Kesatuan dikalangan l;epradjuritan' kesatuan dikalangan kema,riarakatan: kesatuan dikalangan politik; pendek kesatuan dise. rllua kalangan. Wudjudkanlah batas2 jang patut dan mutlak afitara hidup diri dengan hidup bersamn, antara tr'idup kenegaruan Mtnuftt dengan hidup kepolitiknn partai. f ikiran! jang tersebut tadilah sebenarnja. jang mendjadi alasan bagi Bung Karno untuk mengaldjurkan diadakannja peringatan setjara besar-besaran akan artinja hari 20 Mei 1908 sebagai hari kebangnnan nusionctl, hari lahirnju tiita-tjitu kemertleku&n nuusa dan bangsa, hari tinftulnja tekcd untuk 6cr:ratu wutult, ;tgar dapat nrengladapi segala kesukaran bersama. Fcnrbitjaraan jang pertarra kali diadakan oleh Mr" A.ssant sebagai rvakil Bung Karno, dengan perwakilan golongan3 dan parlai?, dapat berlarlgsung den-{an baik dan dnpat menghasilkan dihenLtuknja Panitl'a Pu.rctt, jang terdiri atas saudarar: i Kl lladjur I)erruuturdt scbugai Kctua; 2. Tirrgilr, rrakil ,.lrront Dcmokrnsi Rakjat"; 3. A"il,{. Sangadji irnarhun"r) wakii ,,S,'lasjunri": '4. Sultilu! Ret,t'iutl , wrrkil F.N.l.i 5. Nj" A. fli!ui, wakil .,[,ionrrcs Wanita lndr;nrsia"; 6. dan 7. 'l'aton,q fuIulittttttl ei:rn ff. Benjamin {ntarirunr r lftrrgai rvakil: I}rmLitia ii.P P.} rlan G.P.l.i. i Scsilui r-lengan prrsanall 13urtg Kanrr.r tnalia panitS,ae p*ringat;ln, hriik jang pusat ,nraupun jang tlielirikan di-da€rah: terCiri atas orafig2, jairg r"c:srurnja ataupun njatanja lrenar: dapat dian-ug;rp nir'.rl'iikili rakjat. Para ketua atilLr inggautae perwakilan rakjat dalanr Dewanr jang resrni, lvakill partai politik dan golonganl Iq<noinclude></noinclude> gy0i70cc6uuzjh7k1y623ns35djt9to 310017 310008 2026-08-10T02:31:37Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310017 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Surabaja dibawah pimpinan Bung Tomo. Djangan dilupakan tjara dan kesudahannja rakjat melakan gerilja dalam ''Perang Kolonial ke-1 dan ke-2''. Akan tetapi, kita tidak boleh lupa pula, bahwa tiap² kemenangan jang gilang-gemilang itu, selalu disusul dengan ''perpetjahan'', jang barang tentu sangat melemahkan kita. Lebih-lebih djanganlah dilupakan, bahwa sebenarnja ''sampai saat inipun'' negara kita belum djuga bebas dari antjaman² bahaja, baik dari ''luar'' maupun dari ''dalam''. Karena itu djanganlah sekali-kali kita melengahkan kewadjiban kita untuk tetap ''memelihara kesatuan seluruh rakjat'' Kesatuan dikalangan ''kepradjuritan''; kesatuan dikalangan ''kemasjarakatan'': kesatuan dikalangan ''politik''; pendek kesatuan disemua kalangan. Wudjudkanlah batas² jang patut dan mutlak antara ''hidup diri'' dengan ''hidup bersama'', antara hidup ''kenegaraan umum'' dengan hidup ''kepolitikan partai''. Fikiran² jang tersebut tadilah sebenarnja, jang mendjadi alasan bagi Bung Karno untuk mengandjurkan diadakannja peringatan setjara besar-besaran akan artinja hari 20 Mei 1908 sebagai ''hari kebangunan nasional, hari lahirnja tjita-tjita kemerdekaan'' nusa dan bangsa, ''hari timbulnja tekad'' untuk ''bersatu wutuh'', agar dapat menghadapi segala kesukaran bersama. Pembitjaraan jang pertama kali diadakan oleh ''Mr. Assaat'' sebagai wakil Bung Karno. dengan perwakilan golongan² dan partai², dapat berlangsung dengan baik dan dapat menghasilkan dibentuknja ''Panitya Pusat'', jang terdiri atas saudara²: 1 ''Ki Hadjar Dewantara'' sebagai Ketua; 2. ''Tjugito'', wakil „Front Demokrasi Rakjat”; 3. ''A.M. Sangadji'' (marhum) wakil „Masjumi”; 4. ''Sabilal Rasjad''. wakil P.N.I.; 5. ''Nj. A. Hilal'', wakil „Kongres Wanita Indonesia”; 6. dan 7. ''Tatang Mahmud'' dan ''H. Benjamin'' marhum: sebagai wakil Pemuda : I.P.P.I dan G.P.I.I. . Sesuai dengan pesanan Bung Karno naka panitya² peringatan, baik jang pusat maupun jang didirikan di-daérah² terdiri atas orang² jang resminja ataupun njatanja benar dapat dianggap mewakili rakjat. Para ketua atau anggauta² perwakilan rakjat dalam Dewan jang resmi, wakil partai politik dan golongan²<noinclude>{{rh|||19}}</noinclude> obbdbuek2b397hqt7hpg3opxbhgstdx Halaman:San min chu i.pdf/22 104 111428 310009 2026-08-10T02:19:47Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310009 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||17}}</noinclude>''zaman purbakala, belum pernah ada sesuatu negara jang dapat didirikan dengan tidak memakai kekerasan. Tetapi berbeda sekali riwajat kemadjuan suatu ras atau bangsa ; suatu bangsa sematamata berkembang karena kemauan Alam dan tidak karena kekuatan atau kekerasan. Misalnja, ribuan orang Tionghoa di Hongkong tergabung mendjadi satu bangsa oleh kekuatan Alam ; kekuatan apapun djuga jang akan dipergunakan .Irggeris, tidak akan dapat mengubah hal ini. Karena itu, sekumpulan manusia jang bersatu dan berkembang menurut tjara jang luhur, djadi oleh kekuatan Alam, dinamakan bangsa ; sekumpulan manusia jang disatukan dan berkembang oleh karena kekuasaan, djadi oleh kekuatan manusia, dinamakan negara. Inilah perbedaan antara ras atau bangsa dan negara. Sekarang akan saja uraikan tentang asal usul suatu bangsa. Sungguhpun manusia itu djauh berbeda dengan burung biasa, tetapi pada asalnja ia sedjenis dengan hewan ; ia adalah ,,sukma segala tjiptaan" . Mula-mula djenis manusia itu terbagi atas lima golongan bangsa jang terpenting : putih, hitam, merah, kuning, tjoklat. Pembagian selandjutnja dalam bangsa-bangsa jang lebih ketjil, seperti bangsa-bangsa jang tinggal dibenua Asia ialah : Mongol, Melaju, Djepang, Manchuria dan Tionghoa. Kekuatan jang mengembangkan atau menjusun bangsa-bangsa ini pada umumnja, ialah kekuatan Alam. Akan tetapi kalau kita mentjoba meng- uraikannja lebih landjut, maka banjak ditemui seluk beluknja. Kekuatan terbesar ialah pertalian darah. Bangsa Tionghoa termasuk golongan bangsa kulit kuning, karena mereka berasal sedarah keturunan dari bangsa kulit kuning. Darah nenek-mojang jang turun temurun mendjadikan ikatan pertalian jang sangat kuat. Kekuatan kedua ialah penghidupan ; karena tjara hidup jang berlainan, perkembangan bangsa djuga menundjukkan perbedaan. Tempat kediaman ialah didekat sungai dan dipadang rumput, mereka hidup mengembara dan berkemah dekat sungai atau dipa- dang rumput dan dari penghidupan dan kebiasaan mengembara ini berkembanglah suatu bangsa, jang achirnja merupakan kekuasaan Mongol. Pada zaman keemasannja, tentara dinasti Yüan ( Mongol ) menaklukkan Asia-Tengah, Arab dan disebelah Barat menduduki sebagian dari Eropah, sedangkan disebelah Timur mempersatukan Tiongkok dan hampir menaklukkan seluruh Djepang ; sehingga mereka dapat menjatukan Eropah dengan Asia. Bandingkanlah deSan Min Chu I''<noinclude>{{rh|||2}}</noinclude> 78b8q283i0ahrkm21hd5wclsjws0j0c Halaman:San min chu i.pdf/23 104 111429 310010 2026-08-10T02:21:00Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310010 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||18}}</noinclude> ''-ngan zaman kebesaran bangsa lain, seperti zaman keradjaan Han dan T'ang, tatkala batas keradjaan disebelah Barat hanja sampai kelaut Kaspia atau dengan zaman keradjaan Roma jang tak dapat meluaskan batas keradjaan meliwati laut Hitam, meskipun tentaranja ada pada puntjak kekuatannja. Tak pernah suatu bangsa berhasil menaklukkan benua Asia dan Eropah kedua-duanja, ketjuali bangsa Mongol dari keradjaan Yüan dalam zaman kebesarannja . Bangsa Mongol dapat mengeluarkan tenaga jang luar biasa ini, terutama karena mereka tak segan-segan berdjalan berdjuta-djuta mil, disebabkan oleh kebiasaan mereka hidup mengembara. Kekuatan ketiga jang membentuk suatu bangsa ialah bahasa. Kalau bangsa asing mempeladjari bahasa kita, dengan gampang mereka dapat dipengaruhi, hingga achirnja mereka sungguh-sungguh merasa sebangsa dengan kita. Sebaliknja, kalau kita mengetahui bahasa-bahasa asing, maka kitapun akan mudah dipengaruhi bangsabangsa asing itu. Kalau dua orang seketurunan dan sebahasa, maka makin gampanglah mereka dapat mempengaruhi satu sama lain . Karena itulah, bahasa termasuk pula kekuatan jang mengembangkan suatu bangsa. Kekuatan keempat ialah agama. Manusia akan merasa sebangsa, bila mereka menjembah dewa-dewa jang sama atau memuliakan nenek-nenek mojang jang sama ; karena itu agamapun adalah satu faktor penting dalam perkembangan suatu bangsa. Perhatikarlah keradjaan Arab dan Jahudi jang sudah sekian lama runtuh, akan tetapi meskipun demikian bangsa Arab dan Jahudi masih tetap ada. Hal jang menjebabkan tetap adanja bangsa-bangsa ini, meskipun negara-negara mereka telah runtuh, ialah agama mereka. Kita semua mengetahui, bahwa orang Jahudi pada dewasa ini bertebaran diseluruh dunia. Beberapa orang tjerdik-pandai seperti Marx dan Einstein adalah orang Jahudi. Di Inggeris, Amerika dan negeri-negeri lain, urusan keuangan sebagian besar dikuasai oleh orang-orang Jahudi. Karena ketadjaman otak bangsa Jahudi jang telah djadi bakat mereka beserta pula keteguhan kepertjajaan akan agama mereka, maka biarpun mereka bertebaran diseluruh dunia, mereka sanggup mempertahankan kesatuan bangsa mereka sampai sekarang ini. Hal jang menjebabkan tetap adanja bangsa Arabpun agama Islam. Ada lagi tjontoh lain, jaitu bangsa India jang sung-''<noinclude></noinclude> awiel6doyk772by233kqof9ytwxmp2l Halaman:San min chu i.pdf/24 104 111430 310011 2026-08-10T02:22:57Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310011 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||19}}</noinclude>''guh-sungguh pertjaja akan agama Buddha, meskipun negerinja djadi djadjahan Inggeris, mereka sebagai bangsa tak pernah runtuh. Kekuatan kelima ialah adat dan kebiasaan. Djika manusia djelas mempunjai adat dan kebiasaan jang sama, maka pada suatu waktu mereka akan bersatu dan membentuk satu bangsa. Oleh karena itu, kalau penduduk suatu negeri kelihatan bersatu dan membentuk suatu bangsa, maka tentulah perkembangannja disebabkan oleh lima matjam faktor tadi - pertalian darah, persatuan bahasa, persamaan tjara hidup, persatuan agama dan persamaan adat istiadat - jang semuanja tak dapat ditjiptakan oleh suatu pendudukan tentara, tetapi terlahir berkat kehendak Alam. Perbandingan antara kelima kekuatan Alam ini dengar kekuatan tentara, akan menggampangkan usaha kita dalam mentjari perbedaan antara ras atau bangsa dengan negara.'' ''Kalau kita ingin menjempurnakan negeri Tiongkok dan menjelamatkan bangsa Tionghoa, dengan menindjau hukum bangsa-bangsa kuno jang masih ada pada masa ini dan hukum bangsa-bangsa modern, maka tak dapat tidak haruslah kita memupuk tjita-tjita ke-bangsaan ( nasionalisme ) . Supaja asas ini dapat dipakai dengan sempurna guna menjelamatkan negara Tiongkok, maka pertamatama dasar-dasar atau sjarat-sjaratnja itu harus kita fahami de- ngan sungguh-sungguh. Bangsa Tionghoa berdjumlah empat ratus djuta orang ; bangsa tjampuran hanja terdiri atas beberapa djuta bangsa Mongol, lebih kurang satu djuta bangsa Manchu, beberapa djuta bangsa Tibet dan satu djuta bangsa Turki Islam. Djumlah semua bangsa tjampuran ini tak melebihi sepuluh djuta, sehingga bagian terbesar rakjat Tionghoa, ialah jang berasal dari keradjaan Han atau bangsa Tionghoa jang mempunjai pertalian darah, persasatu bangsa tuan bahasa, persatuan agama dan persamaan adat jang sedjati. Sekarang bagaimanakah kedudukan bangsa kita didunia ini ? Kalau dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain, bangsa kitalah jang terbanjak djiwanja serta berkebudajaan tentu, jakni semendjak empat ribu tahun jang lalu. Kita harus mentjapai kemadjuan sedjadjar dengan bangsa-bangsa di Eropah dan Amerika. Tetapi rakjat Tiongkok terpetjah belah dalam beberapa gerombolan suku atau djiwa kebangsaan tak ada. Akibatnja, biarpun empat ratus djuta orang berkampung dibumi Tiongkok, tetapi sesungguhnjalah kita''<noinclude></noinclude> s21w8kduv00ssxj1d4w7f2guxwgqvm8 Halaman:San min chu i.pdf/25 104 111431 310013 2026-08-10T02:24:40Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310013 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||20}}</noinclude>''dapat dianggap segenggam pasir berderai. Diantara negara-negara didunia, negara kitalah jang paling miskin dan paling lemah, serta menduduki tempat jang paling rendah didunia internasional ; kalau bangsa-bangsa jang lain itu kita misalkan pisau dan tjawan, maka kita ini dapat dimisalkan ikan dan dagingnja. Kedudukan kita dewasa ini sangat berbahaja ; kalau kita tidak berusaha memupuk djiwa kebangsaan kita dengan sungguh-sungguh dan mengerahkan seluruh empat ratus djuta bangsa kita dalam satu negara jang kuat, maka kita akan menghadapi suatu bentjana sedih : lenjapnja tanah air kita dan musnahnja bangsa kita. Supaja kita dapat terhindar dari bentjana ini, kita harus mendjundjung nasionalisme dan mem-pergunakan djiwa kebangsaan untuk menjelamatkan tanah air.'' ''Kalau hal ini hendak kita laksanakan, maka jang sebetulnja terlebih dahulu harus kita ketahui ialah dari djurusan manakah bentjana itu datang mengantjam bangsa kita. Djalan sebaik-baiknja untuk mengetahui hal ini, ialah dengan membanding-bandingkan bangsa Tionghoa dengan Negara-negara Besar. Sebelum Peperangan Eropah, ada terdapat tudjuh atau delapan Negara Besar : jang terbesar ialah Inggeris ; jang terkuat Djerman, Ustria dan Rusia ; jang terkaja Amerika Serikat ; dan jang termuda Djepang dan Itali. Peperangan Eropah mengakibatkan runtuhnja tiga buah negara Besar hingga negara-negara kelas satu hanja tinggal Inggeris, Amerika Serikat, Perantjis, Djepang dan Itali. Inggeris, Perantjis , Rusia dan Amerika Serikat masing-masing membentuk sebuah negara dari satu rupa bangsa. Bangsa asli jang mendirikan negara Inggeris ialah bangsa Anglo-saxon ; daerah aslinja, Inggeris dan Wales bagian sebelah Barat kepulauan Inggeris jang berpenduduk tidak lebih dari tiga puluh delapan djuta orang ; mereka dapat kita anggap bangsa Anglo-saxon jang sedjati . Meskipun demikian, mereka dapat mendirikan negara terkuat diseluruh dunia. Seratus tahun jang lampau penduduknja hanja berdjumlah duabelas djuta orang ; sekarang telah naik sampai tiga puluh delapan djuta orang, djadi bertambah tiga ratus persen setiap abad. Didunia Timur kita ketemukan satu keradjaan jang dapat kita sebut Keradjaan Inggeris di Timur. Keradjaan ini ialah Djepang . Negara Djepangpun dibentuk dari satu matjam bangsa, jakni bangsa Yamato ( Perdamaian Abadi) . Sedjak permulaan keradjaan sampai sekarang, Djepang belum pernah diduduki oleh kekuasaan asing.''<noinclude></noinclude> pvmaikhk5w6h01d1sbl415mtjqw0hv6 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/100 104 111432 310014 2026-08-10T02:26:22Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310014 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>derland drijf", bahwa: „Indid verloren, rampspoed geboren, bahwa Indonesia adalah : „een gordel van smaragd" dan sebagainja. Akan tetapi mereka itu menganggap kita sebagai „on beschaafd volk" jang harus mendapat tuntunan dan periolongan serta pendidikan kulturil dari bancsa tselanda. Inilah semuanja jang ,rnendjadi alasan bagi pemuda2 kita di Nederland, untuk menundjukkan dan mernbuktikan pada rakjat Belanda, bahwa Indonesia adalah bangsa jang lebih tua dari pada Nederland dan lama sebelum Nederland, sebelum Holland lahir dimuka bumi ini, sudah merupakan negara dan bangsa jang beradab dan berkebudajaan. Untuk_keperluan itulah dirasa sangat perlu oleh para peladjar kita, di-kotaz jang agak besar atau kota jang berkebudajaan, misalnja Leiden, Delft, Den Flaag, Amsterdam, R.otterdam, dsb. kadang2 diadakan pertundjukanz dan atau pidato2, jang dapat memberi bukti2 jang njata kepada bangsa Belanda tentang adanja kebudajaan Indonesia jang asli, jang luhur dan halus. Pengaruh dari pada usaha ini, tidak sedikit. Banjak orangz ahli kesenian, ahli keagamaan, ahli pengetahuan dll. sebagainja, ingin hidup berdekatan dengan bangsa kita, setelah mereka itu dapat pengcrtian jang benar tentang bangsa kita, sesudah mereka itu mengundjungi lezingen dan atau cultureele demonstraties, jang diselenggarakan oleh studenten kita Sebelum „Indonesisch Persbureau" ada, lezingen dan demonstraties itu djuga sudah diadakan, tetaoi belum setjara besar-besaran. Baiklah kiranja disini diperingati, bahwa pemimpin I.P.-Bureau sendiri jaitu Suwardi Surya Ningrat, atas permintaan dari Universiteit Leiden dan Utrecht, Landbouw-Hoogeschool Wageningen dan Handels-Hoogeschool Roterdam pernah meng, adakan lezing pada para studenten dan professoren dari madrasahz luhur jang tersebut itu. Patut pula disini diperingati, bahwa studenten kita di Nederland pada tg. 20 Mei 1918 mengadakan perajaan „Hari Nasional" sambil memperingati berdirinja perhimpunan nasional jang pertama „Budi {Jtomo" pada hari 20 Mei 1908. Pada hari itulah diterbitkan buku peringatan „Sumbangsih", jang merupakan sebuah kitab besar dan tebal serta dihiasi dengan gambarz jang<noinclude>{{rh|102}}</noinclude> a6nmmgczvtd04mauve0pgic3kk4mym3 310312 310014 2026-08-10T06:22:10Z Ammachemist 27288 310312 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>derland drijf", bahwa: „Indid verloren, rampspoed geboren, bahwa Indonesia adalah : „een gordel van smaragd" dan sebagainja. Akan tetapi mereka itu menganggap kita sebagai „on beschaafd volk" jang harus mendapat tuntunan dan periolongan serta pendidikan kulturil dari bancsa tselanda. Inilah semuanja jang ,rnendjadi alasan bagi pemuda2 kita di Nederland, untuk menundjukkan dan mernbuktikan pada rakjat Belanda, bahwa Indonesia adalah bangsa jang lebih tua dari pada Nederland dan lama sebelum Nederland, sebelum Holland lahir dimuka bumi ini, sudah merupakan negara dan bangsa jang beradab dan berkebudajaan. Untuk_keperluan itulah dirasa sangat perlu oleh para peladjar kita, di-kotaz jang agak besar atau kota jang berkebudajaan, misalnja Leiden, Delft, Den Flaag, Amsterdam, R.otterdam, dsb. kadang2 diadakan pertundjukanz dan atau pidato2, jang dapat memberi bukti2 jang njata kepada bangsa Belanda tentang adanja kebudajaan Indonesia jang asli, jang luhur dan halus. Pengaruh dari pada usaha ini, tidak sedikit. Banjak orangz ahli kesenian, ahli keagamaan, ahli pengetahuan dll. sebagainja, ingin hidup berdekatan dengan bangsa kita, setelah mereka itu dapat pengcrtian jang benar tentang bangsa kita, sesudah mereka itu mengundjungi lezingen dan atau cultureele demonstraties, jang diselenggarakan oleh studenten kita Sebelum „Indonesisch Persbureau" ada, lezingen dan demonstraties itu djuga sudah diadakan, tetaoi belum setjara besar-besaran. Baiklah kiranja disini diperingati, bahwa pemimpin I.P.-Bureau sendiri jaitu Suwardi Surya Ningrat, atas permintaan dari Universiteit Leiden dan Utrecht, Landbouw-Hoogeschool Wageningen dan Handels-Hoogeschool Roterdam pernah meng, adakan lezing pada para studenten dan professoren dari madrasah² luhur jang tersebut itu. Patut pula disini diperingati, bahwa studenten kita di Nederland pada tg. 20 Mei 1918 mengadakan perajaan „Hari Nasional" sambil memperingati berdirinja perhimpunan nasional jang pertama „Budi UJtomo" pada hari 20 Mei 1908. Pada hari itulah diterbitkan buku peringatan ''„Sumbangsih"'', jang merupakan sebuah kitab besar dan tebal serta dihiasi dengan gambar² jang<noinclude>{{rh|102}}</noinclude> e1ng9xau31u6e6mdkgjza2ow27k62y8 Halaman:San min chu i.pdf/26 104 111433 310015 2026-08-10T02:28:02Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310015 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||21}}</noinclude>''Meskipun keradjaan Yuan luas sekali, tetapi bangsa Mongol tidak djuga berhasil mengalahkan Djepang. Tak terhitung bangsa Koreadan Formosa, djumlah penduduknja sekarang lima puluh enam djuta orang. Seratus tahun jang liwat sukar bagi kita memastikan djumlah jang tepat, tetapi kalau kita pergunakan disini persentase perkembangan penduduk setiap abad seperti Inggeris, djadi tiga ratus persen, maka djumlah penduduk Djepang pada waktu itu kira-kira dua puluh djuta orang. Ketjerdasan otak bangsa Yamato belum pernah mengetjewakan ; dengan mentjontoh kemadjuan peradaban Barat dan menjamakan tingkat kebudajaan mereka dengan Barat, mereka berhasil memadjukan kedudukan negara mereka ; dan dengan mempeladjari ilmu-ilmu pengetahuan modern, dalam waktu setengah abad sadja mereka dapat mendjadi bangsa terkuat di Timur, sedjadjar dengan bangsa-bangsa di Eropah dan di Amerika.Bangsa Eropah dan Amerika tak berani memandang negara Djepang sebagai negara jang lebih rendah. Sungguhpun bangsa kita berdjumlah djauh lebih banjak daripada bangsa Djepang, tapi tidak diatjuhkan orang. Apakah sebabnja ? Jang satu berdjiwa kebangsaan ;sedangkan jang lain hampa belaka. Sebelum diselenggarakan pembangunan, negara Djepangpun sangat lemah. Sungguhpun luas daerah dan penduduknja tidak sebesar provinsi Szechwan, Djepangpun telah menderita penghinaan-penghinaan dari negara Barat. Tetapi karena djiwa kebangsaan jang kuat jang melahirkan pahlawan-pahlawan negara, dalam tempoh lebih kurang lima puluh tahun, mereka berhasil mendirikan satu keradjaan jang kuat. Kalau kita ingin memperkuat kedudukan Tiongkok, maka Djepang adalah tjontoh jang sebaik-baiknja bagi kita. ''Marilah kita bandingkan sekarang bangsa Eropah dengan bangsa Asia. Pada mulanja bangsa kulit putih menganggap bahwa hanja merekalah jang mempunjai ketjerdasan dan kesanggupan serta berhak menentukan segala-galanja. Karena tak mendapat kesempatan mempeladjari kekuatan negeri Barat dan tjara mendirikanbnegara jang kuat, kita, bangsa Asia, sangat merasa putus asa keadaan ini tidak hanja terdapat pada bangsa Tionghoa, tetapi pada setiap bangsa di Asia. Tetapi dengan tidak disangka-sangka muntjullah keradjaan Djepang, jang tergolong negara kelas satu, dan kemadjuan bangsa Djepang itu, menimbulkan kembali pengharapan besar bangsa-bangsa Asia lainnja. Mereka mengetahui, bahwa<noinclude></noinclude> m311x8l8po8fhabznovy98m4xq60yqe Halaman:San min chu i.pdf/27 104 111434 310016 2026-08-10T02:29:25Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310016 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>''pada mulanja negara Djepang tidak melebihi kekuatan negara Annam dan Birma pada waktu ini; sekarang kedua negeri ini djauh terbelakang. Djepang telah mendapat kesempatan meniru Barat, dan sedjak dimulai pembangunan, dapatlah Eropah disusulnja. Sesudah peperangan Eropah, jakni pada Konperensi Perdamaian di Versailles, Djepang hadir sebagai salah satu diantara Lima Negara Besar. Disana Djepang mengemukakan soal-soal jang berkenaan dengan Asia ; dan selain negara-negara lain tak lupa memperhati- kan usul-usulnja , merekapun menganggapnja sebagai „pelopor " . Karena itulah dapat kita katakan, bahwa apa jang dapat dilakukan bangsa kulit putih terbukti dapat djuga dikerdjakan Djepang ; meskipun bangsa-bangsa berbeda warna, tetapi ternjata tak ada perbe- daan ketjerdasan dan kesanggupan diantaranja. Karena Djepang termasuk Asia, bangsa kulit putih tak berani lagi menghina Djepang atau bangsa Asia lainnja. Demikianlah timbulnja Djepang, tidak sadja memberi nama baik kepadanja, tetapi bangsa Asia seluruhnja merasakan keuntungan pula. Mula-mula kita merasa bahwa kita tak dapat menjamai bangsa Barat, tetapi Djepang sekarang telah membuktikan, bahwa kalau ada kemauan jang teguh sadja, tentu kita dapat pula berdiri sedjadjar dengan bangsa Barat. Waktu peperangan Eropah meletuslah revolusi di Rusia jang berakibat tergulingnja pemerintahan imperialisme kuno. Sedjak itu muntjullah satu pemerintahan sosialis di Rusia jang djauh berbeda dengan pemerintahan jang lalu. Orang Rusia berasal dari bangsa Slavia ; satu abad jang lalu djumlahnja empat puluh djuta, sekarang seratus enam puluh djuta, djadi angka perkembangannja empat ratus persen. Kekuatan pemerintahannjapun bertambah empat kali lipat, dar dalam seratus tahun jang lewat ini sudah terhitung negara terkuat didunia, sehingga serangannja tidak sadja menggentarkan bangsa Asia, seperti Djepang dan Tiongkok, tetapi djuga bangsa Barat, seperti Inggeris dan Djerman. Diwaktu Rusia bertjorak im- perialistis, politik pemerintahannja ditudjukan kepada penjerangan dan pengluasan daerah, sehingga Eropah dapat dipertalikanr.ja dengan Asia karena seperdua dari Barat dapat ditaklukkannja. Waktu peperangan Rusia-Djepang, dunia sangat chawatir bahwa Rusia akan mengadakan serangan pula terhadap Tiongkok, jang dapat dianggap sebagai usaha pertama menudju kekekuasaan seluruh dunia. Kalau Rusia berhasil melangkahkan kakinja jang''<noinclude></noinclude> 0j1x6zise4i2urpqcs9gy0qdb93p6d0 Halaman:San min chu i.pdf/28 104 111435 310018 2026-08-10T02:31:49Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310018 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>''pertama, tentu langkah jang kedua akan menjusul jaitu pertjobaan menguasai dunia seluruhnja. Sudah selajaknja bangsa-bangsa lain merasa gelisah. Persetudjuan Inggeris-Djepang adalah suatu perlawanan terhadap politik Rusia. Tetapi setelah ternjata bahwa Djepang berhasil mengusir Rusia dari Korea dan MansjuriaSelatan, menghantjur leburkan angan-angan Rusia menguasai seluruh dunia dan memperoleh kekuasan disegenap Asia-Timur, maka peristiwa maha dahsjat ini membawa perkisaran dalam politik dunia internasional. Dan tambahan pula, sesudah peperangan Eropah, Rusia melemparkan pemerintahan imperialisnja dan di- tukarnja dengan satu pemerintahan sosialistis, hingga timbullah lagi satu perubahan besar. Sedjak petjah revolusi ini, hanja dalam tempoh enam tahun sadja. Rusia berhasil mengubah susunan tatanegaranja, merombak politik kunonja, dari politik kekerasan dahulu kepolitik perdamaian sekarang. Politiknja jang baru ini, bukan sadja membuang niatan buruk menguasai seluruh dunia, tetapi malahan berkehendak menghambat jang kuat dan menolong jang lemah ; dengan singkat dapat dikatakan, bahwa politiknja berdasarkan ke- adilan. Akan tetapi karena politik Rusia bukan sadja bertudjuan meruntuhkan imperialisme dinegerinja sendiri, tetapi menggulingkan imperialisme diseluruh dunia, maka hal ini menimbulkan kegelisahan dikalangan bangsa-bangsa lain jang lebih sangat dari pada keadaan jang sudah-sudah : Lebih djauh lagi, ia bertudjuan melenjapkan kapitalisme dari seluruh dunia ini. Tiap-tiap negara nampaknja kekuasaan ada ditangan pemerintahannja, tetapi sesungguhnja kaum kapitalislah jang berkuasa; politik Rusia sekarang hendak melenjapkan kepintjangan ini; sudah tentu kaum kapitalis diseluruh dunia merasa terantjam. Inilah sebab timbulnja suatu perubahan besar dalam politik dunia internasional jang mem- pengaruhi pula aliran-aliran dunia dihari depan. Dalam sedjarah Eropah, peperangan internasional adalah barang biasa : peperangan Eropah jang paling baru, ialah antara negaranegara Sekutu Djerman, Ustria, Turki, Bulgaria dengan negara-negara Entente - Inggeris, Perantjis, Rusia, Djepang, Itali dan Amerika Serikat. Achirnja sesudah empat tahun peperangan kedua belah fihak meletakkan sendjata karena kehabisan tenaga. {{ano}} Beberapa orang pandai mengatakan, bahwa dihari kelak tak akan timbul lagi suatu pergolakan internasional seperti jang baru liwat, tetapi sebaliknja akan meletus suatu peperangan besar antara dua bangsa jang berlainan, misalnja antara bangsa kulit putih dan''<noinclude></noinclude> 2tsj9mqtylp7zd9q58ozd5y8v2tita6 310020 310018 2026-08-10T02:32:18Z Ibrohim tijani 26379 310020 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>''pertama, tentu langkah jang kedua akan menjusul jaitu pertjobaan menguasai dunia seluruhnja. Sudah selajaknja bangsa-bangsa lain merasa gelisah. Persetudjuan Inggeris-Djepang adalah suatu perlawanan terhadap politik Rusia. Tetapi setelah ternjata bahwa Djepang berhasil mengusir Rusia dari Korea dan MansjuriaSelatan, menghantjur leburkan angan-angan Rusia menguasai seluruh dunia dan memperoleh kekuasan disegenap Asia-Timur, maka peristiwa maha dahsjat ini membawa perkisaran dalam politik dunia internasional. Dan tambahan pula, sesudah peperangan Eropah, Rusia melemparkan pemerintahan imperialisnja dan di- tukarnja dengan satu pemerintahan sosialistis, hingga timbullah lagi satu perubahan besar. Sedjak petjah revolusi ini, hanja dalam tempoh enam tahun sadja. Rusia berhasil mengubah susunan tatanegaranja, merombak politik kunonja, dari politik kekerasan dahulu kepolitik perdamaian sekarang. Politiknja jang baru ini, bukan sadja membuang niatan buruk menguasai seluruh dunia, tetapi malahan berkehendak menghambat jang kuat dan menolong jang lemah ; dengan singkat dapat dikatakan, bahwa politiknja berdasarkan ke- adilan. Akan tetapi karena politik Rusia bukan sadja bertudjuan meruntuhkan imperialisme dinegerinja sendiri, tetapi menggulingkan imperialisme diseluruh dunia, maka hal ini menimbulkan kegelisahan dikalangan bangsa-bangsa lain jang lebih sangat dari pada keadaan jang sudah-sudah : Lebih djauh lagi, ia bertudjuan melenjapkan kapitalisme dari seluruh dunia ini. Tiap-tiap negara nampaknja kekuasaan ada ditangan pemerintahannja, tetapi sesungguhnja kaum kapitalislah jang berkuasa; politik Rusia sekarang hendak melenjapkan kepintjangan ini; sudah tentu kaum kapitalis diseluruh dunia merasa terantjam. Inilah sebab timbulnja suatu perubahan besar dalam politik dunia internasional jang mem- pengaruhi pula aliran-aliran dunia dihari depan. Dalam sedjarah Eropah, peperangan internasional adalah barang biasa : peperangan Eropah jang paling baru, ialah antara negaranegara Sekutu Djerman, Ustria, Turki, Bulgaria dengan negara-negara Entente - Inggeris, Perantjis, Rusia, Djepang, Itali dan Amerika Serikat. Achirnja sesudah empat tahun peperangan kedua belah fihak meletakkan sendjata karena kehabisan tenaga. Beberapa orang pandai mengatakan, bahwa dihari kelak tak akan timbul lagi suatu pergolakan internasional seperti jang baru liwat, tetapi sebaliknja akan meletus suatu peperangan besar antara dua bangsa jang berlainan, misalnja antara bangsa kulit putih dan''<noinclude></noinclude> rrgookrrzop2k5kc4ziendcogjdqh7k Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/19 104 111436 310019 2026-08-10T02:32:00Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'ki:masjarai<atan, orangs jang clalarn djanian pergerakan nasiona,{ kita.jang lampau ikut serf.a serjara ittit Oon Tain, sebagainja" hendaknja nrereka jru c' 'r rkut serta setjara aktif. D"engarr begitu maka sc{enap. ra^r, -iah jang melaksanakan peringatln, hingga pcrin.tatan lmri na.tionql tadi .sungguh: bersifat p eriigararr ytcr.sir*al. Dalani ptda itu pemerintah dengan segala djawalan?*ja, terutana Djarvatarr petrerangannja i,enberikan bantu... 310019 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>ki:masjarai<atan, orangs jang clalarn djanian pergerakan nasiona,{ kita.jang lampau ikut serf.a serjara ittit Oon Tain, sebagainja" hendaknja nrereka jru c' 'r rkut serta setjara aktif. D"engarr begitu maka sc{enap. ra^r, -iah jang melaksanakan peringatln, hingga pcrin.tatan lmri na.tionql tadi .sungguh: bersifat p eriigararr ytcr.sir*al. Dalani ptda itu pemerintah dengan segala djawalan?*ja, terutana Djarvatarr petrerangannja i,enberikan bantuana jang diperiukan. Adanja bantuen2 dari Psmerintrih, atau dari golongan rakjaf ticlak bcrarti, bahrva kita laiu merajakan hari 20"Mei iu de;rsan nrcgalr ditn mewah; ticiak i Sesuai dcngan tjorai<nja ;:eri.,r_i:iiirrt r:r:ika didaianr segaia usaha da* rrpatjaia kita harus secierharra" Ini sesu.i djuga ciengan kcadaantr pada waktu kesukar.an *tau iicsusirhin dan saat jang genting lvaktu itu. Jang perlu jaitu rtienginsjti!i:utr ntkjot.dengan tjara jang praktis, jat ni gamfang dilakuka'. akan arri kebangsaern kiti, t<enegaraa*kita, ie,u,,,'ii raliaian kita,. bidup dan penghidupan kita, demikian scte*rsnjl, jang semuanja scdjak hari 20 Mei r90B sudah m'1ai diir.kukan r,errinla p*rsiapannja, .jang sewutr.ilrnja clisebut gerctkart ke bartgsctnn, sanrpai waktu niendjeirniinj. tjita: kebangsaan itu rneiraladi Negara Kesatuan Republik Indonesia. f1l1m penerangarinja maka panitya pusat hanja ,meruberikan garis2 besar, mis.alnja tentang nlencridukan penerangan, A.ngun perantaraan rodio Can pers, atart rapat2 dcni:a'i.,icit,trr,,;in.r perlu2,_ tentang mengadakan .,sajenibari" atau ,lteka_teki', dalam sckolalr2. perl.;rndirr:ani'ten_u::'rilbtr al"ir. melukis, olah_rasa dsb.. pertund,ukken2 kcseniarr. sandi-^. lra dil. jang daput r:.:iilrbulk;rn atau menambah kesadaran rakjat. Rapatt samuclera cran paw-ai; d_up"! di,relenegarakan, asal- djangan memberatkrrn _ rakjat. Lebih baik diadakan rroat2, di,rnani pira kadernju ;o;;t penerangan setjara djitu, jang boleh diharapkan at<in tebih mcndaiam dan r,eningqalka' bekas2 daram anganr. puta eriand.jurkan oleh Panill,a Fusat untuk nengadaxirl uu";r,,; 1r"r,r_ banqunan, n-iulai dengan pembersihan rrlmah dun p"ko.n"gan masin-q2, pernbersihan kot', untuk keperluan mana Kementcrian Pembangunan dan Pemuda .memberikan bantuannja. Ticlak ketin_uga.lan andjuran memperingati djasa2 para pemimpin, jang rnendjadi korban pergerakan zaman dahulu dan jang acnird ini 2b<noinclude></noinclude> j04gq1zrv7rwfcintwqm7m80nmjhm0m 310029 310019 2026-08-10T02:43:06Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310029 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>kemasjarakatan, orang² jang dalam djaman pergerakan nasional kita jang lampau ikut serta setjara aktif dan lain² sebagainja, hendaknja mereka itu {{illegible}} ikut serta setjara aktif. Dengan begitu maka segenap {{Illegible}} jang melaksanakan peringatan, hingga peringatan ''hari nasional'' tadi sungguh² bersifat ''peringatan nasional''. Dalam pada itu Pemerintah dengan segala djawatan²nja, terutama Djawatan Penerangannja memberikan bantuan² jang diperlukan. Adanja bantuan² dari Pemerintah, atau dari golongan rakjat tidak berarti, bahwa kita lalu merajakan hari 20 Mei itu dengan megah dan mewah: tidak: Sesuai dengan tjoraknja peringatan maka didalam segala usaha dan upatjara kita harus sederhana. Ini sesuai djuga dengan keadaan² pada waktu kesukaran atau kesusahan dan saat jang genting waktu itu. Jang perlu jaitu ''menginsjafkan rakjat'' dengan tjara jang praktis, jakni gampang dilakukan, akan arti kebangsaan kita, kenegaraan kita, kemasarakatan kita. hidup dan penghidupan kita, demikian seterusnja, jang semuanja sedjak hari 20 Mei 1903 sudah mulai dilakukan segala persiapannja, jang sewutuhnja disebut ''gerakan kebangsaan'', sampai waktu mendjelmanja tjita² kebangsaan itu mendjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam penerangannja maka Panitya Pusat hanja memberikan garis² besar, misalnja tentang mengadakan penerangan² dengan perantaraan radio dan pers. atau rapat² dengan pidato² jang perlu², tentang mengadakan „sajembara” atau „teka-teki” dalam sekolah, pertandingan menggambar atau melukis, olah-raga dsb., pertundjukkan kesenian, sandiwara dll, jang dapat menimbulkan atau menambah kesadaran rakjat. Rapat samudera dan pawai dapat diselenggarakan. asal djangan memberatkan rakjat. Lebih baik diadakan rapat², dimana para kadernja dapat penerangan setjara djitu, jang boleh diharapkan akan lebih mendalam dan meninggalkan bekas² dalam angan². Pula diandjurkan oleh Panitya Pusat untuk mengadakan usaha² ''pembanguna''n, mulai dengan pembersihan rumah dan pekarangan masing², pembersihan kota, untuk keperluan mana Kementerian Pembangunan dan Pemuda memberikan bantuannja. Tidak ketinggalan andjuran memperingati djasa² para pemimpin, jang mendjadi korban pergerakan zaman dahulu dan jang achir² ini.<noinclude>{{rh|20}}</noinclude> 2ygesfizyx8blflxa1pj0js1nx0naxu Halaman:San min chu i.pdf/29 104 111437 310021 2026-08-10T02:33:23Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310021 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||24}}</noinclude>''bangsa kulit kuning. Kalau saja menjelidiki kekuatan-kekuatan dalam sedjarah dan melajangkan pandangan saja terhadap beberapa wudjud kemungkinan dimasa depan, maka dapatlah saja pastikan bahwa pertarungan internasional akan semakin dahsjat dimasa depan. Akan tetapi pergolakan ini tidak akan timbul diantara dua bangsa jang berlainan, pergolakan akan meletus dikalangan bangsa-bangsa itu sendiri. Bangsa-bangsa kulit putih akan berpetjah belah - bangsa kulit kuning akan berpetjah belah pula dalam suatu pergolakan kaum; antara sipenindas dan jang ditindas dan antara ketjurangan dan keadilan. Sedjak revolusi Rusia, bangsa Slaviapun insjaf bahwa mereka harus menentang sikuat dan membela silemah, memusnahkan sikaja dan menjokong simiskin, menegakkan keadilan dan menghantjurkan ketidak sama-rataan antara umat manusia guna mentjapai keselamatan manusia pada umumnja . Ketika tjita-tjita ini masuk ke Eropah, mereka disambut dengan hangat oleh rakjat negara-negara ketjil dan lemah, terutama oleh rakjat Turki . Sebelum peperangan Eropah, Turki adalah suatu negara jang sangat miskin dan lemah, serta tampaknja tak sanggup memperbaharui susunan tata-negaranja ; negeri-negeri Barat menganggap Turki sebagai ,,sisakit dari Timur ", dan berpendapat bahwa negeri itu sudah dekat sampai adjalnja. Dalam peperangan Eropah, Turki menjebelah pada Djerman sebagai pihak jang kalah ; negeri-negeri lain kemudian hendak menghapuskan negeri ini dan daerahnja hendak mereka bagi-bagikan diantara mereka sendiri. Untunglah Rusia berpihak kepada Turki dan membantunja mengusir keluar orang-orang Junani dari daerahnja serta mengawas-awasi perdjandjian jang berat sebelah. Sungguhpun sekarang tidak tergolong negara kelas satu, tetapi berkat pertolongan Rusia, Turki berhasil mendjadi negara kelas dua atau kelas tiga. Melihat peristiwa ini dapatlah diharap-harapkan, bahwa dimasa depan negara-negara jang terdjadjah akan bersatu padu menentang kepintjangan politik dunia internasional. Negara-negara manakah pada waktu itu jang disebut negara terdjadjah ? Inggeris dan Perantjis, dalam peperangan Eropah menghantjurkan imperialisme Djerman ; dan Rusia, pada permulaan peperangan berpihak kepada mereka, serta mengorbankan manusia maupun kekajaan jang tak terhitung djumlahnja. Akan tetapi pada waktu peperangan Eropah sedang berkobar dengan dahsjatnja, Rusia tiba-tiba menarik tentaranja kembali dari medan perdjuangan karena timbulnja satu revolusi dalam negaranja sendiri.''<noinclude></noinclude> 93h4dlk66o9ojtd839vcxb3oo2hu6sz Halaman:San min chu i.pdf/30 104 111438 310022 2026-08-10T02:33:57Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310022 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||25}}</noinclude>''Apakah sebabnja ? Ialah karena rakjat Rusia diperlakukan sedemikian kedjamnja sehingga ia terpaksa memilih djalan pemberontakan untuk mentjapai maksudnja, ialah satu pemerintahan sosialistis jang sanggup menentang politik kekerasan. Pemerintahan inilah jang kemudian ditentang oleh negara-negara Barat, malahan dikirimkannja pasukan-pasukan tentara gabungan untuk memerangi Rusia. Untunglah berkat djiwa Slavia jang asli, Rusia sanggup menahan serangan ini. Negara-negara itu sekarang tak berani menghadapi Rusia dengan kekerasan, sehingga terpaksa mereka memilih djalan lain, ialah tidak mengakui pemerintahannja. ( Inggeris sekarang setjara formil telah mengakui Sovjet Rusia) . Apakah sebabnja bangsa-bangsa Barat menentang pemerintahan jang baru itu ? Karena mereka mengemukakan politik penjerangan dan kekerasan, sedangkan Rusia berdjuang untuk keadilan dan menentang tjara kekerasan itu. Tidak mengherankan bahwa negara-negara itu mentjoba menghantjurkan aliran politik jang sama sekali bertentangan dengan pendirian mereka itu. Sebelum revolusi, Rusia tergolong negara jang sangat reaksioner, jang lebih suka berfihak kepada negara-negara jang memakai kekuasaan dari pada negaranegara jang mendjundjung tinggi keadilan. Berdasarkan ini saja berpendapat, bahwa kemungkinan besar sekali, meletusnja suatu peperangan dimasa depan antara kekuasaan dan keadilan. Pada dewasa ini Djermanlah negara di Eropah jang menderita penindasan. Negara-negara ketjil dan lemah di Asia (ketjuali Djepang) semuanja merasakan penindasan kedjam dan mengalami berbagai matjam penderitaan. Dengan adanja kesatuan hati antara bangsa-bangsa tertindas, maka pada suatu waktu mereka akan dapat bersatu dan menentang negara-negara jang menindas dalam satu pergolakan jang mendahsjatkan. Bangsa-bangsa berkulit kuning dan putih jarg mempertahankan keadilan diseluruh dunia, akan bersatu padu menentang bangsa-bangsa, putih maupun kuning, jang mendewa-dewakan kekuasaan. Kenjataan-kenjataan ini menambah kejakinan kita, bahwa peperangan dunia jang baru tidak mungkin dapat dielakkan. Seratus tahun jang lalu penduduk Djerman berdjumlah dua puluh empat djuta. Sungguhpun peperangan Eropah mengurangi djumlah penduduk, namun rakjat Djerman sekarang sudah berdjumlah 60 djuta, menundjukkan perkembangan 250 persen dalam seabad.''<noinclude></noinclude> l2q7m7wys4s5rddbrhcu7nwhrh3f65t 310023 310022 2026-08-10T02:34:15Z Ibrohim tijani 26379 310023 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||25}}</noinclude>''Apakah sebabnja ? Ialah karena rakjat Rusia diperlakukan sedemikian kedjamnja sehingga ia terpaksa memilih djalan pemberontakan untuk mentjapai maksudnja, ialah satu pemerintahan sosialistis jang sanggup menentang politik kekerasan. Pemerintahan inilah jang kemudian ditentang oleh negara-negara Barat, malahan dikirimkannja pasukan-pasukan tentara gabungan untuk memerangi Rusia. Untunglah berkat djiwa Slavia jang asli, Rusia sanggup menahan serangan ini. Negara-negara itu sekarang tak berani menghadapi Rusia dengan kekerasan, sehingga terpaksa mereka memilih djalan lain, ialah tidak mengakui pemerintahannja. ( Inggeris sekarang setjara formil telah mengakui Sovjet Rusia) . Apakah sebabnja bangsa-bangsa Barat menentang pemerintahan jang baru itu ? Karena mereka mengemukakan politik penjerangan dan kekerasan, sedangkan Rusia berdjuang untuk keadilan dan menentang tjara kekerasan itu. Tidak mengherankan bahwa negara-negara itu mentjoba menghantjurkan aliran politik jang sama sekali bertentangan dengan pendirian mereka itu. Sebelum revolusi, Rusia tergolong negara jang sangat reaksioner, jang lebih suka berfihak kepada negara-negara jang memakai kekuasaan dari pada negaranegara jang mendjundjung tinggi keadilan. Berdasarkan ini saja berpendapat, bahwa kemungkinan besar sekali, meletusnja suatu peperangan dimasa depan antara kekuasaan dan keadilan. Pada dewasa ini Djermanlah negara di Eropah jang menderita penindasan. Negara-negara ketjil dan lemah di Asia (ketjuali Djepang) semuanja merasakan penindasan kedjam dan mengalami berbagai matjam penderitaan. Dengan adanja kesatuan hati antara bangsa-bangsa tertindas, maka pada suatu waktu mereka akan dapat bersatu dan menentang negara-negara jang menindas dalam satu pergolakan jang mendahsjatkan. Bangsa-bangsa berkulit kuning dan putih jarg mempertahankan keadilan diseluruh dunia, akan bersatu padu menentang bangsa-bangsa, putih maupun kuning, jang mendewa-dewakan kekuasaan. Kenjataan-kenjataan ini menambah kejakinan kita, bahwa peperangan dunia jang baru tidak mungkin dapat dielakkan. Seratus tahun jang lalu penduduk Djerman berdjumlah dua puluh empat djuta. Sungguhpun peperangan Eropah mengurangi djumlah penduduk, namun rakjat Djerman sekarang sudah berdjumlah 60 djuta, menundjukkan perkembangan 250 persen dalam seabad.''<noinclude></noinclude> 9h7hsidlic5gpx45z6d96eb5rarjant Halaman:San min chu i.pdf/365 104 111439 310024 2026-08-10T02:34:23Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 310024 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-360-}}</noinclude>Untuk mentjapai ini kita harus simpan kelebihan tiap tahun. Bukan sadja kita harus menunggu dan melihat apakah tjukup produksi tahun ini akan tetapi kita harus menunggu sampai persediaan tahun datang, dan tahun sesudah itu melimpah-limpah, sebelum kita me-ngirimkan barang makanan keluar negeri untuk didjual. Kalau sesudah tiga tahun persediaan makanan masih tetap kurang, tak bolehlah kita mengirim makanan keluar negeri. Kalau kita dapat melaksanakan Min sheng Chu 1 dengan tjara ini dan mendjadikan tudjuan produksi memenuhi hadjat rakjat, dan bukan keuntungan. maka bolehlah diharapkan, Tiongkok akan punja persediaan ma-kanan jang me-limpah. Perbedaan jang fundamentil antara Min-sheng Chu I dan kapitalisme ialah sebagai berikut: kapitalisme men-djadikan keuntungan djadi tudjuan utama, sedangkan Min-sheng Chu I bertudjuan keselamatan penghidupan rakjat seluruhnja. Dengan Asas jang semulia ini dapatlah kita membasmi sistim kapi-talis jang tua dan djahat itu. Tetapi dalam kita melaksanakan Min-sheng Chu I sebagai alat menjelesaikan soal makanan di Tiongkok, kita hanja bisa mengalami perubahan berangsur-angsur dalam sistim kapitalis; kita tak boleh mentjoba merubuhkannja dengan langsung dan segera. Tudjuan kita jang pertama ialah memberi makanan jang melimpah-limpah kepada Tiongkok: kalau keadaan ini telah tertjapai akan mudah bagi kita bertindak lebih djauh, dan menurunkan harga barang-barang makanan. Dewasa ini di Tiongkok beras sama mahalnja seperti mutiara dan bahan pembakar sukar didapat seperti cassia", dan sebabnja ialah karena negeri-negeri lain mengambil sebagian dari barang-barang makanan Tiongkok. Impor dan ekpor kita tak seimbang. Karena tindasan ekonomi oleh bangsa asing, kita tak dapat membajar dengan barang lain ketjuali dengan harang makanan jang sebetulnja sangat kita butuhkan. Karena hal ini, berdjuta-djuta manusia di Tiongkok mederita kekurangan makanan, angkatan jang hidup sekarang berada dalam bahaja maut, angkatan jang belum lahir akan makin lebih berkurang djumlahnja: perlahan-lahan rakjat diseluruh negeri mendjadi sedikit dan dari rakjat jang berdjumlah empat ratus djuta kita men-djadi rakjat jang berdjumlah tiga ratus sepuluh djuta ini semua disebabkan karena kita belum dapat memetjahkan soal makanan dan belum dapat melaksanakan Min-sheng Chu I.<noinclude></noinclude> h53hvh33ieacpzucchsglg66e9d5o1p Halaman:San min chu i.pdf/366 104 111440 310026 2026-08-10T02:37:13Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 310026 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-361-}}</noinclude>Bagaimanakah rantjangan kita terhadap pembagian barang ma-kanan? Barang makanan ialah kebutuhan jang terpenting bagi kita dalam melandjutkan penghidupan. Ahli-ahli ekonomi selalu ber-kata tentang tiga kebutuhan hidup makanan, pakaian dan tempat berlindung. Menurut penjelidikan saja, kita harus tambah dengan kebutuhan keempat, jang djuga tak kurang pentingnja pengangkutan. Supaja kita dapat memetjahkan soal penghidupan. bukan sadja kita harus mengurangi ongkos-ongkos keempat keperluan ini, tetapi djuga kita harus membikin keempat kebutuhan ini gampang dapat dimiliki oleh rakjat seluruhnja. Kalau San Min Chu I sudah dilaksanakan dengan berhasil dan suatu dunia baru sudah tersusun diatasnja dan tak seorangpun akan menderita keku-rangan salah satu dari keempat kebutuhan hidup itu. Sudahlah men-djadi anasir negara, bahwa ia bertanggung djawab tentang peme-nuhan kebutuhan tersebut tiap orang berhak, meminta kepada negara melakukan kewadjibannja itu, kalau ia tak tjukup mendapat kebutuhan-kebutuhannja. Kewadjiban apakah jang harus dipenuhi rakjat terhadap negara? Rakjat ada mempunjai kewadjiban-kewa-djiban jang pasti: petani harus menghasilkan barang makanan, kaum buruh pabrik harus membuat perkakas-perkakas, kaum pedagang harus menghubungkan persediaan dan permintaan kaum sardjana harus mentjurahkan inteligensi dan kepandaiannja- tiap orang harus memenuhi kewadjibannja masing2. Achirnja tiap-tiap orang akan diperlengkapi dengan keempat kebutuhan hidup itu. Kita sedang menjeädiki Min-sheng Chư I, supaja dapat mentjøri djalan memetjahkan soal-soal jang berhubungan dengan keempat matjam kebutuhan hidup itu. Hari ini saja mulai dengan mengurai-kan soal makanan. Tindakan pertama dalam menjelesaikan soal makanan ialah memetjahkan soal produksi, kemudian datang soal pembagian. Supaja dapat melakukan pembagian barang makanan jang adil, kita harus menjimpan persediaan barang makanan tiap tahun. Kalau kita sudah lebih dari tjukup menjimpan barang makanan buat tiga tahun, barulah boleh kita mengirim kelebihannja keluar negeri untuk didjual. Rentjana menjimpan barang makanan sematjam ini menjerupai sistim kuno jang berupa lumbung-lumbung umum. Dalam waktu belakangan ini, sistim lumbung umum itu sudah runtuh; dan hal ini ditambah dengan tindasan ekonomi oleh bangsa asing telah menjebabkan kemiskinan jang meluas dan<noinclude></noinclude> b0yuhkcvmkinpjcic2nhwabxld5i6jk Halaman:San min chu i.pdf/367 104 111441 310027 2026-08-10T02:40:14Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 310027 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-362-}}</noinclude>bangkrut nasional. Oleh karena itu, waktu sekarang adalah waktu jang genting untuk memetjahkan soal penghidupan kita. Kalau kita gagal mempergunakan kesempatan pada waktu ini dan menunggu sampai lain dimasa datang, kita akan menemui kesukaran jang lebih sulit untuk diselesaikan. Partai Kuomintang memadjukan San Min Chu I sebagai dasar untuk membangunkan bangsa kita jang djadi baru kembali. Dalam kita melaksanakan Asas-pokok Penghidupan, djanganlah kita hanja mementingkan teori-teori jang berkenaan dengan hal itu, tetapi hendaklah kita memperhatikan djuga dengan sungguh-sungguh tjara-tjara praktis dalam mendjalankannja. Soal praktis jang pertama jang harus kita selesaikan ialah soal makanan. Pemetjahan soal ini bergantung pertama sekali padą produksi jang melimpah-limpah dan kemudian pada pembagian jang adil. Tetapi sesudah produksi bertambah dan pembagian dapat diatur baik. rakjat masih tetap harus mendjalankan kewadjiban-kewadjibannja. Kalau seluruh rakjat mendjalankan kewadjibannja sudah tentu mereka akan dapat mengetjap perdamaian dan kesedjahteraan dan soal makanan akan djadi beres. Apabila soal makanan sudah dapat dipetjahkan, soal-soal lain jang berhubungan dengan penghidupan akan mudah dapat diselesaikan. 17 Agustus 1924.<noinclude></noinclude> mzidgjcvs8f58fdplklew9sliou1sk0 Halaman:San min chu i.pdf/368 104 111442 310028 2026-08-10T02:41:51Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 310028 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>..Soal pakaian" Kema-Suatu soal jang muntjul bersama peradaban djuan standard-standard penghidupan: kebutuhan, kesenangan dan berba-gai kemewahan Pakaian jang dibutuhkan rakjat Tiongkok merupakan soal kita Bermatjam-matjam sumber bahan pakaian sutera. hennep. kapas dan wol Industri sutera Tiongkok kuno disaingi sekarang oleh Industri sutera negeri-negeri lain Metode ilmu pengetahuan modern tentang pemeliharaan sutera Pendapatan Pasteur Perbaikan pemeli-haraan sutera dibutuhkan di Tiongkok-Hasil sutera Tiongkok sebahagian besar dikirim keluar negeri Pemeliharaan hennep dan kemadjuan industri linnen di Tiongkok Hasil produksi kapas Tiongkok sebagian besar dikirim keluar negeri dan dibawa kembali ke Tiongkok sebagai bahan kain Akibat-akibat tindasan ekonomi dan politik asing terhadap industri kain di Tiongkok Sebabuja kegagalan pabrik-pabrik kain Tiongkok sehabis Peperangan Eropah Benang dan kain buatan negeri sendiri tak dapat bersaingan dengan kain buatan bangsa asing. karena disana terdapat tarip bea jang rendah Tiongkok harus pula mengada-kan tarip bea murah untuk melindungi kehidupan industri katunnja - Agi-tasi supaja rakjat memakai barang-barang buatan negeri sendiri dan memboikot barang-barang asing tentu tak akan berhasil, kalau tarip bea tak dinaikkan seluruhnja Fungsi pakaian Negara harus mengadakan dan mengatur pabrik-pabrik kain, supaja dapat mentjukupi kebutuhan rakjat seluruhnja Kerdjasama antara rakjat dan pemerintah penting sekali Semuanja harus mendapat bagiannja dalam produksi. Isi pembitjaraan saja hari ini mengenai soal pakaian. Soal pertama jang terpenting dalam Asas-pokok penghidupan ialah soal makanan, kedua soal pakaian dan itulah jang hendak saja uraikan sekarang. Djika kita mengambil suatu tindjauan evolusioner tentang hidup dalam alam semesta ini, maka kita lihat bahwa semua machluk hidup pohon-pohonan dan binatang-binatang seluruhnja bergantung pada makanan, pada sesuatu bagi pelandjutan hidup mereka. Tiada hal ini berarti hidup dimusnahkan. Itulah sebabnja soal makanan penting sekali, baik dalam dunia tumbuh-tumbuhan maupun dalam dunia hewan. Tetapi manusia adalah satu-satunja bentuk hidup da-lam alam semesta ini jang menghadapi soal pakaian. Hanja manusia sopan dan beradablah semata-mata jang memakai pakaian. Bina-tang-binatang dan tumbuh-tumbuhan tak memerlukan pakaian; demikian djuga suku-suku bangsa liar tak memakai pakaian. Makanan adalah soal pokok dan pakaian soal kedua dalam peng-hidupan. Suku-suku bangsa tak beradab dibenua Afrika dan Malesia hidup dengan tak berpakaian dan demikian djuga keadaannja dengan nenek mojang kita dahulu kala. Merekapun<noinclude></noinclude> 5qrmjcel61wqmrmdx0pdd5it1ma3wue Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/101 104 111443 310030 2026-08-10T02:43:29Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310030 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>historisch. Penerbitannja sesungguhnja diserahkan kepada suatu panitya, akan tetapi pemimpin I.P. Bureau duduk dalam panitya penjelenggaraan tersebut. Kerdja sama antara Indonesisch Persbureau" dengan badan² penerbit lain kadang2 dilakukan pula, jaitu misalnja penerbitan buku ketjil jang meriwajatkan (biographie) hidupnja pemimpin pertama dari Budi Utomo" (dr. Wahidin Sudirohusodo) dan pemimpin ke 2 (Pangeran Ario Notodirodjo). Kedua-duanja kitab biographie itu dikarang oleh Suwardi Surya Ningrat dan diterbitkan oleh Uitgeversmaatschappij „Adi-Pustaka" kepunjaan R.M. Noto Suroto di Den Haag. Demikian pula penerbitan „Kinanti Sandung. proeve eener pianobewerking, met tekst van wijlen Mangkunagoro IV en vertaling van Noto Suroto", jang diterbitkan oleh I.P.-Bureau dengan bantuan cliché dari „Adi-Pustaka". Tjukuplah kiranja kenang²an saja ini untuk menggambarkan usaha dari pada „Indonesisch Persbureau" di Den Haag, dalam tahun 1913 sampai 1919, jang diselenggarakan oleh Suwardi Surya Ningrat dengan bantuan para Studenten Indonesia di Nederland. Saja ulangi pula, bahwa I.P.-Bureau tsb. bukannja Persbureau semata-mata akan tetapi boleh disebut sebuah ''badan-propaganda'' umum dari pada gerakan rakjat Indonesia, lebih tegas sebuah, ''badan-perdjoangan'', jang mewakili seluruh perdjoangan rakjat Indonesia dalam segala kepentingan ''politik'' dan ''kulturii'' I.P. Bureau tidak hanja menggunakan alat2 pers, ja'ni penerbitan madjalah, risalah, bulletins, pantjaran berita di harian² dsb., akan tetapi „Indonesisch Persbureau" menjelenggarakan pula pertundjukkan kesenian, pidato (lezingen dan voor-drachten) dengan pertundjukkan „lichtbeelden", djuga expo-sitics. I.P.-Bureau tidak berdiri atas commercieeie basis, tetapi menggunakan „zelfbedruipingssysteem" dengan bantuan dari segala pibak, djuga jang berupa financieel, asal tidak mengikat. I.P.-Bureau bekerdja bersama dengan beberapa badan, baik badan penerbitan dan kantor² pekabaran (Vas Dias, Neder-<noinclude>{{rh|||103}}</noinclude> hf46cx10tt4fflv4ic5jhf8fkle4mb2 Halaman:San min chu i.pdf/369 104 111444 310031 2026-08-10T02:43:29Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 310031 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-364-}}</noinclude>tak berpakaian. Muntjulnja pemakaian pakaian berbimbingan dengan madjunja peradaban makin madju peradaban makin sulit soal pakaian. Orang primitif mempunjai pakaian asli untuk melindungi tubuhnja. Seperti djuga burung dan binatang-binatang lain mendapat bulu atau rambut, jang dianugerahi alam. Djadi badan manusia ketika itu tertutup dengan bulu berupa rambut. Kemudian setelah peradaban manusia madju kezaman pengemba-raan, manusia mulai beladjar bagaimana mereka harus menangkap ikan dan memburu binatang. Semendjak itu mereka mulai membuat badju dari kulit binatang dan setelah praktek ini dilandjutkannja, bulu badan mereka lama kelamaan makin hilang fungsinja. Makin madju peradaban, makin lengkap pakaian dan semangkin pendek hulu tumbuh. Demikianlah suku-suku jang madju sekali dalam peradaban terdapat sedikit sekali bulu dibadannja, sedangkan suku-suku bangsa liar dan jang baru sadja beradab, badan mereka masih berbulu banjak. Tjobalah bandingkan bangsa Tionghoa dan bangsa Eropah semua bangsa Eropah lebih banjak bulu diba-dannja dari pada bangsa Tionghoa dan alasannja ialah karena mereka balum begitu madju dan lama dalam proses evolusi seperti bangsa Tionghoa. Maka dapat kita lihat bahwa mula-mula pakaian diberikan oleh Alam berupa bulu badan setelah manusia madju. ia mulai membunuh binatang buas dan mengambil kulit mangsanja sebagai alat penutup badan dan dagingnja sebagai bahan untuk dimakan. Kulit binatang adalah pakaian pertama jang dipakai oleh manusia purbakala. Pepatah kuno mengatakan: Memakan daging binatang dan tidur diatas kulitnja"; pepatah ini mengandung maksud mentjela dan melukiskan orang jang berkelakuan sebagai binatang tetapi pepatah ini membuktikan djuga, bahwa manusia dahulu kala bilamana membunuh binatang, mengambil dagingnja untuk dimakan dan kulitnja untuk dibuat pakaian. Kemudian, tat-kala manusia bertambah djuga, dan binatang makin kurang, maka kulit binatang tak mentjukupi lagi untuk dibuat pakaian. lalu ma-nusia mentjari bahan lain untuk didjadikan pakaian. Dimana mereka temukan bahan-bahan sematjam itu? Dalam uraian saja jang belakangan ini, saja telah mengatakan bahwa bahan makanan biasa ialah daging binatang dan buah-buahan dan bidji tanam-ta-naman. Bahan pakaian seperti djuga bahan makanan tergantung<noinclude></noinclude> pvp05w9wqkrm83pv8ll9au60mhx2vqe Halaman:San min chu i.pdf/31 104 111445 310032 2026-08-10T02:43:44Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310032 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||26}}</noinclude> ''Bangsa Djerman tergolong bangsa Teuton jang sangat rapat pertaliannja dengan bangsa Inggeris. Pikiran mereka sangat tadjam dan negara mereka pernah sangat kuat. Setelah peperangan Eropah berachir, dengan kekalahan militer difihak Djerman, sudah tertu mereka lebih tjondong kepada politik jang mengutamakan keadilan dari pada jang mengemukakan kekerasan. Penduduk Amerika Serikat seratus tahun jang lalu belum berdjumlah sembilan djuta ; sekarang sudah melebihi seratus djuta orang. Satu perkembangan jang sangat besar, 1000 persen dalam satu abad. Hal ini terutama disebabkan oleh kaum perantau Eropah jang pindah ke Amerika Serikat setjara besar-besaran dan bukan oleh kembang biaknja rakjat asli. Tiap-tiap negara di Eropah mengandjurkan pemindahan ke Amerika-Serikat guna mentjari penghidupan disana, karena kekurangan daerah, kesesakan penduduk dan kesukaran mata pentjaharian dinegeri asal. Itulah sebabnja dalam waktu jang singkat penduduk Amerika serikat bertambah beribu-ribu kali lipat ; perkembangan bangsa-bangsa lain semuanja disebabkan oleh kelahiran, sedangkan perkembangan penduduk Amerika disebabkan oleh kebandjiran bangsa-bangsa. Penduduk Amerika lebih banjak ragamnja dari pada penduduk negara lain, karena pemasukan bangsa-bangsa dari semua negara. Bangsa jang terwudjud sesudah pentjampuran ini agak berbeda dengan unsur aslinja. Inggeris, Perantjis, Djerman, Itali dan bangsa EropahSelatan lainnja, hingga dapat dikatakan bahwa kita berdjumpa dengan suatu bangsa baru jang dinamakan bangsa Amerika. Amerika Serikat dengan bangsa jang merdeka ini sudah mendjadi satu negara merdeka pula. Orang Perantjis tergolong bangsa Latin. Mereka bertebar keberapa negeri di Eropah - seperti Spanjol, Portugis, Itali, dan karena imigrasi, djuga keseluruh benua Amerika Mexico, Peru, Chili , Columbia Brasilia, Argentina dan beberapa republik ketjil di Amerika-Tengah. Karena bangsa Latin inilah, maka Amerika-Selatan sering disebut Amerika Latin. Perkembangan penduduk Perantjis lambat sekali. Djumlah penduduknja seratus tahun jang lalu tiga puluh djuta, sekarang tiga puluh sembilan djuta, djadi tambahannja hanja dua puluh lima persen dalam seabad. Sekarang marilah kita bandingkan angka perkembangan manusia seluruh dunia dalam abad terkebelakang ini : Amerika Serikat 1000% ; Inggeris 300 % ; Djepang djuga 300% ; Rusia 400 % ;''<noinclude></noinclude> qxjodbzdahgxrmbcjo4dbbkxa6wkmpd Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/20 104 111446 310033 2026-08-10T02:44:04Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'haik karena kekedjaman Djepang maupun agressi Belanda, dengan menghibur para keluarganja serta memuliakan makam² dan taman-bahagia". Bila tidak mungkin menjelenggarakan asaha pada hari tanggal 20 Me: hendaknja hari itu di- tetapkan sebagai permulaan berusaha. mi misalnja jang mengenai penerbitan kitab2 peringatan. kitab batjaan dengan gambar untuk rakjat murba (jang dapat dihubungkan dengan usaha pemberantasan buta-huruf, mendirikan gedung" nasi... 310033 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>haik karena kekedjaman Djepang maupun agressi Belanda, dengan menghibur para keluarganja serta memuliakan makam² dan taman-bahagia". Bila tidak mungkin menjelenggarakan asaha pada hari tanggal 20 Me: hendaknja hari itu di- tetapkan sebagai permulaan berusaha. mi misalnja jang mengenai penerbitan kitab2 peringatan. kitab batjaan dengan gambar untuk rakjat murba (jang dapat dihubungkan dengan usaha pemberantasan buta-huruf, mendirikan gedung" nasional dll. sebagainja. Oieh Panitya Pusat sendiri mulai tg. 10 diadakan siaran radio istimewa, jang bertali dengan peringatan nasional itu, tidak hanja untuk dalam-negeri, tetapi djuga untuk kar- negeri. ditudjukan kepada sekalian putera-puteri Indonesia yang ada diluar tanah-air. Berhubung dengan sempitnja waktu per siapan. maka ditetapkan. bahwa antara Panitya2 Daerah tidak diadakan hubungan organisatoris dan segala instruksi dari Pusat e-mata harus dianggap sebagai tuntunan dalam garis besarnja. Hanja Kementerian Penerangan dengan djawatan2nja didaerah* disiapkan untuk mendjadi penghubung dan perantara serta untuk memberi segala bantuan jang perlu². Sambutan dari golongan rakjat sungguh mengharukan. Semua partai politik, badan gerakan kaum buruh, golongan² keagama- an dan kebudajaon. gerakan pemuda, para pemimpin wanita, pendek segenap badan perdjoangan dan sosial ikut serta dalam peringatan nasional itu. Ini dapat dianggap sebagai bukti jang njata akan adanja keinsjafan. bahwa seruan Bung Karno sungguh tepat dan perlu dilaksanakan. Adanja bahaja jang terus-menerus mengantjam kemerdekaan negara dan bangsa kita, begitulah seruan Panitya Pusat, keharusan untuk mempersatukan djiwa dan tenaga, agar kita tjukup kuat untuk menolak segala bahaja, jang mengantjam sampai jang menimpa, ingat pada semua korban agressi kolonial. agressi lascis dengan rasa terima. kasih dan hormat-batin terhadap arwah jang mulia dan bahagia itulah semua kita rasai, kita akui setjara dalam². Dan itulah semua jang pada saat itu mendorong kita, untuk enghentikan segala pertentangan antara kita sama kita, untuk memusatkan segala kekuatan tenaga kita kearah luar. kearah hantjur-leburnja musuh kita bersama. Dan pemusatan itu akan kita teruskan, selama bahaja mengantjam, selama kemerdekaan itu ......... 21<noinclude></noinclude> tug1sacs84nxfbw6ffl183orm40uyiw 310314 310033 2026-08-10T06:27:06Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310314 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>baik karena kekedjaman Djepang maupun agressi Belanda, dengan menghibur para keluarganja serta memuliakan makam² dan „taman² bahagia”. Bila tidak mungkin menjelenggarakan usaha pada hari tanggal 20 Mei hendaknja hari itu ditetapkan sebagai permulaan berusaha mi misalnja jang mengenai penerbitan kitab² peringatan. kitab² batjaan dengan gambar untuk rakjat murba (jang dapat dihubungkan dengan usaha pemberantasan buta-huruf, mendirikan gedung² nasional dll. sebagainja. Oleh Panitya Pusat sendiri mulai tg. 10 diadakan siaran² radio istimewa, jang bertali dengan peringatan nasional itu, tidak hanja untuk dalam-negeri, tetapi djuga untuk {{illegible}}negeri. ditudjukan kepada sekalian putera-puteri Indonesia yang ada diluar tanah-air. Berhubung dengan sempitnja waktu persiapan. maka ditetapkan. bahwa antara Panitya² Daerah tidak diadakan hubungan organisatoris dan segala instruksi dari Pusat se-mata² harus dianggap sebagai tuntunan dalam garis² besarnja. Hanja Kementerian Penerangan dengan djawatan²nja didaerah disiapkan untuk mendjadi penghubung dan perantara serta untuk memberi segala bantuan jang perlu². Sambutan dari golongan rakjat sungguh mengharukan. Semua partai² politik, badan gerakan kaum buruh, golongan² keagamaan dan kebudajaan. gerakan pemuda, para pemimpin wanita, pendek segenap badan² perdjoangan dan sosial ikut serta dalam peringatan nasional itu. Ini dapat dianggap sebagai bukti jang njata akan adanja keinsjafan. bahwa seruan Bung Karno sungguh tepat dan perlu dilaksanakan. Adanja bahaja jang terus-menerus mengantjam kemerdekaan negara dan bangsa kita, begitulah seruan Panitya Pusat, keharusan untuk mempersatukan djiwa dan tenaga, agar kita tjukup kuat untuk menolak segala bahaja, jang mengantjam sampai jang menimpa, ingat pada semua korban agressi kolonial. agressi lascis dengan rasa terima kasih dan hormat-batin terhadap arwah jang mulia dan bahagia itu {{...|7}} itulah semua kita rasai, kita akui setjara dalam². Dan itulah semua jang pada saat itu mendorong kita, untuk menghentikan segala pertentangan antara kita sama kita, untuk memusatkan segala kekuatan tenaga kita kearah luar. kearah hantjur-leburnja musuh kita bersama. Dan pemusatan itu akan kita teruskan, selama bahaja mengantjam, selama kemerdekaan<noinclude>{{rh|||21}}</noinclude> e1y83ci251v5ky8179mp2hugs2d6u2u Halaman:San min chu i.pdf/370 104 111447 310034 2026-08-10T02:44:39Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 310034 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-365-}}</noinclude>kepada binatang dan tanam-tanaman; tak adalah sumber lain jang lebih penting. Sampai berapa djauhkah kita madju dalam pemetjahan soal pa-kaian? Pakaian adalah salah satu kebutuhan penghidupan. Dalam kemadjuan peradaban manusia, standar penghidupan madju meliwati tiga tingkatan. Babak pertama ialah kebutuhan utama. Sonder kebutuhan-kebutuhan ini, tentu penghidupan manusia tak dapat berlangsung dan dengan tak terdapatnja kebutuhan-kebutu-han jang memadai, penghidupan manusia tidak sempurna, tak ubahnja seperti ..setengah mati dan setengah hidup". Kebutuhan tingkat pertama harus dimiliki manusia. Kemudian madju ketingkat kedua ialah tingkat kesenangan. Kalau manusia sampai ditingkat penghidupan ini, ia tidak semata-mata mentjari barang-barang keperluan penghidupan sadja, tetapi djuga mentjari kesenangan dan kegembiraan. Achirnja manusia melangkah setapak lagi kemuka dan mentjari kemewahan. Ambillah pakaian sebagai tjontohnja. Dizaman purbakala pakaian rumput dimusim panas dan pakaian berbulu dimusim dingin" sudah dianggap tjukup. Tetapi apabila manusia meningkat kestandar kesenangan, ia tak merasa puas dengan pakaian jang memenuhi keperluan djasmani sadja: ia ingin djuga supaja pakaiannja tjotjok dibadannja dan merasa senang kalau bergerak. Kemudian manusia madju selangkah lagi dan mulai mentjari kebagusan serta kehalusan pakaian, seperti sutera halus jang terang dan berkilau-kilauan: pakaian sematjam ini menggantikan pakaian rumput musim panas pakaian berbulu halus dan enak dipakai menggantikan kulit berbulu kasar dari binatang diwaktu musim dingin. Djadi soal pakaian itu meningkat dari pemakaian perlu kepemakaian senang, dari pemakaian senang kepemakaian bagus dan kemewahan. Demikian pula halnja barang makanan mengalami kemadjuan. Mula-mula manusia hanja mentjari ..sajur-majur dan beras kasar untuk pengisi perutnja. Kemudian mulai ia menginginkan jang manis dan sedap, anggur serta daging jang dimasak. Seterusnja ia mulai mendaki gunung-gunung dan mengarungi lautan akan mentjari makanan-makanan enak. Itulah sebabnja maka dalam pesta-pesta kita dikota Canton sekarang. disadjikan dimedja bermatjam-matjam daging binatang, sarang-sarang burung dan sirip-sirip ikan ju, sesuatu jang aneh dan enak<noinclude></noinclude> be43zwur5559yacfph2ila513zkx8ct Halaman:San min chu i.pdf/32 104 111448 310035 2026-08-10T02:45:17Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310035 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>''Djerman 250% ; Perantjis 25% . Angka perkembangan jang tinggi ini terutama disebabkan oleh kemadjuan ilmu pengetahuan, kemadjuan dalam hal obat-obatan, perbaikan keadaan kesehatan tiap-tiap tahun dan segala usaha jang bertudjuan mengurangkan djumlah kematian dan menambah djumlah kelahiran. Apakah arti ketjepatan perkembangan bangsa-bangsa lain ini bagi Tiongkok ? Gemetar badan saja kalau membandingkan angka perkembangan mereka cdengan angka perkembangan bangsa Tiongkok. Perhatikanlah Amerika Serikat ; seratus tahun jang lalu djumlah penduduknja hanja sembilan djuta, sekarang sudah melebihi seratus djuta ; kalau demikian seterusnja, maka pada achir abad jang akan datang akan mendjadi seribu djuta. Kita bangsa Tionghoa selalu bermegah diri dengan djumlah kita jang banjak itu, jang tak dapat dimusnahkan dengan mudah oleh bangsa lain. Ketika bangsa Mongol dari keradjaan Yüan mengindjak bumi Tiongkok mereka bukan sadja tak berhasil melenjapkan bangsa Tionghoa dari muka bumi ini, tetapi mereka ditelan sendiri oleh bangsa Tionghoa. Bangsa Tionghoa tak sadja hidup terus, bahkan bangsa Mongol itu mereka telan. Tiongkok pernah ditaklukkan oleh bangsa Manchu dan lebih dari dua ratus enam puluh tahun berada dibawah pemerintahannja ; bangsa Manchu tak hanja gagal dalam usaha mereka melenjapkan bangsa Tionghoa, tetapi mereka ditelan oleh bangsa Tiongkok dan lambat laun mendjadi orang Tionghoa sedjati. Banjak bangsa Manchu sekarang memakai nama tambahan Tionghoa. Karena itu banjak mahasiswa dalam ilmu sedjarah menjatakan bah-wa Tiongkok tak perlu mengchawatirkan penjerangan dan pendudukan Djepang atau bangsa kulit putih, karena bangsa Tionghoa untuk sekian kali akan sanggup lagi menelan mereka. Mereka lupa memikirkan, bahwa diabad jang akan datang penduduk Amerika Serikat akan bertambah mendjadi seribu djuta, dua setengah kali lipat djumlah kita. Sebab-sebabnja kegagalan bangsa Manchu melenjapkan bangsa Tiongkok ialah karena mereka hanja berdjumlah sedikit, kira-kira satu djuta. Sudah tentu djumlah jang ketjil ini dapat ditelan oleh bangsa Tionghoa jang banjak djumlahja itu . Tetapi kalau bangsa Amerika seratus tahun jang akan datang ingin menduduki Tiongkok, maka sepuluh orang Amerika akan berhadapan dengan empat orang Tionghoa dan bangsa Tionghoa tentu akan tertelan oleh bangsa Amerika. ''<noinclude></noinclude> 662bo4yo9dwedc5lszarkpcrww9a9ol Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/102 104 111449 310036 2026-08-10T02:46:32Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310036 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>landsch Persbureau dil.) maupun dengan partai politik, (teristimewa S.D.A.P. dan C.P.N.) dan kaum Seniman-merdeka pada umumnja. Mudah-mudahan keterangan jang agak global dan summier ini dapat djuga terpakai sebagai dokumentasi, jang membuktikan bahwa systeem perdjoangan dengan Pers dan Kulturecle Propaganda pada tahun 1913 sudah ada jang melakukan, jaitu pemuda kita di negeri asing, di Nederland, untuk menjelang Kolonialisme dan Kapitalisme Belanda, dinegerinja sendiri. {{rule|width=8em|height=2px}}<noinclude>{{rh|104}}</noinclude> hilufhr3hkbla07si0o5bcf3ce70bky Halaman:San min chu i.pdf/33 104 111450 310037 2026-08-10T02:46:43Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310037 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||28}}</noinclude>Kita semua mengetahui bahwa bangsa Tionghoa berdjumlah 400 djuta, tetapi tahukah Tuan-tuan pada waktu mana tjatjah djiwa ini dilangsungkan. Dalam zaman pemerintah Chien Lung ( 1734 1795 ) dari keradjaan Manchu. Sedjak Ch'ien Lung tak pernah diadakan tjatjah djiwa. Dalam waktu dua ratus tahun ini djumlah bangsa kita tetap, tak bertambah dan tak berkurang empat ratus djuta. Seratus tahun jang lalu empat ratus djuta, seratus tahun sesudah itu masih tetap empat ratus djuta. Pemerintahan Perantjis, karena melihat penduduk sedikit, mentjoba memperbesar angka perkembangannja dengan membagi-bagikan hadiah berupa uang kepada warga negaranja jang melahirkan anak ; siapa jang mempunjai tiga orang anak memperoleh hadiah ; jang beranak empat atau lima orang mendapat hadiah istimewa dan jang beranak kembar, memperoleh hadiah ekstra. Kaum lelaki jang mentjapai umur tiga puluh tahun dan kaum perempuan jang sampai umur dua puluh tahun dan tak kawin sebelumnja, disandjung dan dibanggakan. Dari kenjataan-kenjataan ini dapat dilihat bahwa Perantjis mentjoba memperbesar angka perkembangan penduduknja. Sebenarnja penduduk Perantjis tak susut ; hanja angka perkembangannja tak begitu tinggi seperti bangsa-bangsa lain. Disamping itu bangsa Perantjis tergolong bangsa pertanian ; rakjatnja makmur dan negaranja aman dan sentausa. Satu abad jang lalu, seorang ahli bangsa Inggeris bernama Malthus, merasa chawatir ketika membandingkan penduduk dunia jang begitu tjepat bertam- bahnja dengan bahan-bahan Alam jang tersedia baginja hingga ia mengandjurkan segala usaha jang bertudjuan menjusutkan djumlah penduduk, dan mengemukakar teorinja jang termashur: ,,perkembangan manusia diatas dunia menurut pergandaan ilmu ukur, sedangkan barang-barang makanan menurut pergandaan ilmu hitung ". Teori Malthus ini sesuai dengan djiwa bangsa Perantjis jang suka bersenang-senang itu. Mereka lalu mulai mengandjurkan agar kaum lelaki djangan dibebankan lagi suatu keluarga dan kaum perempuan melahirkan anak. Dalam usaha membatasi djumlah kelahiran, mereka bukan sadja mempergunakan tjara jang menurut hukum Alam tetapi djuga tjara jang didapatkan manusia. Seabad jang lalu negara Perantjis mempunjai penduduk terbanjak dibenua Eropah, tetapi karena penglaksanaan teori Malthus di Perantjis, orang-orang mulai mendjalankan pemusnahan bangsa" dan sekarang Perantjis''<noinclude></noinclude> 5u3ba9554fec4kuddvy3x9idzw1zm40 Halaman:San min chu i.pdf/371 104 111451 310038 2026-08-10T02:47:24Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 310038 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-366-}}</noinclude>rasanja; kemewahan memuntjak dan tiap-tiap keinginan terkabul; hal ini ialah tingkatan kemewahan dalam soal makanan. Tetapi dalam mentjari suatu pemetjahan bagi soal penghidupan kita, tak perlulah kesenangan dan kemewahan; kita hanja berusaha memetjahkan soal kebutuhan-kebutuhan. Kita ingin supaja rakjat jang empat ratus djuta seluruhnja memperoleh makanan dan pakaian jang dibutuhinja, tjukup untuk dimakan dan dipakai. Seperti telah saja katakan, rakjat Tiongkok susut dari empat ratus djuta djadi tiga ratus sepuluh djuta djiwa. Sekarang kita harus mengadakan suatu rantjangan jang baik jang akan melingkupi kedua soal pro-duksi dan manufaktur, agar memenuhi kebutuhan tiga ratus sepuluh djuta manusia itu. Kita harus mentjari suatu tjara untuk memetjah-kan soal pakaian, kalau pemetjahan ini tak terwudjud dalam dua atau tiga tahun ini, rakjat Tiongkok barangkali akan susut djum-lahnja beberapa djuta lagi. Kalau tahun ini tjatjah djiwa rakjat Tiongkok menundjukkan angka tiga ratus sepuluh djuta, mungkin sesudah beberapa tahun lagi djumlah ini masih berkurang. mari kita katakan sadja tiga ratus djuta. Kita harus memulai merentja-nakan dengan baik setjara besar-besaran membadjui djumlah rakjat ini. Tindakan pertama menudju pemetjahan soal ini, ialah penje-lidikan tentang bagaimana pembuatan bahan-bahan pakaian. Bahan-bahan jang diperdapat dari binatang dan tumbuh-tumbuhan dua matjam binatang dan dua ragam tanam-tanaman. Keempat matjam bahan ini ialah sutera, hennep, kapas dan wol. Kapas dan hennep diperoleh dari tanam-tanaman, sutera dan wol diperoleh dari binatang. Sutera dihasilkan oleh ulat sutera wol tumbuh dibadan unta dan binatang-binatang lain. Keempat produksi ini ialah bahan-bahan jang diperlukan untuk membuat pakaian manusia. Marilah kita bitjarakan soal sutera lebih dahulu. Sutera adalah bahan halus, mula-mula ditemukan di Tiongkok. Orang Tionghoa zaman dahulu memakai pakaian sutera. Biarpun peradaban negeri-negeri Barat sekarang mengalahkan kita dalam banjak hal, tetapi ketika bangsa Tiongkok mendapatkan sutera, rakjat mereka masih berada dalam zaman liar dan masih makan daging mentah dan minum darah". Mereka bukan sadja tak berpakaian sutera, tetapi mereka tak berpakaian sama sekali dan badan mereka ditutupi oleh bulu. Mereka masih bangsa liar dan memakai pakaian pemberian<noinclude></noinclude> 3vxozy2i6yrqhfus5uzea16pmi2ul73 Halaman:San min chu i.pdf/34 104 111452 310039 2026-08-10T02:47:45Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310039 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||29}}</noinclude>''menderita kekurangan penduduk, semuanja disebabkan oleh ratjunnja teori Malthus. Angkatan muda Tionghoa jang modernpun turut mabuk oleh adjaran Malthus dan mengandjurkan pembatasan djumlah penduduk ; mereka tidak mengetahui akan kesedihan jang diderita Perantjis. Haluan politik kita menjerukan dan mengandjur- kan perkembangan penduduk, agar bangsa Tionghoa djangan sampai lenjap dari atas dunia ini dan tetap menduduki tempat disamping bangsa Perantjis dan bangsa-bangsa lain . Berapa besarkah djumlah penduduk Tiongkok pada dewasa ini ? Sungguhpun berkembangnja bangsa kita tak setjepat perkembangan bangsa Inggeris dan Djepang, rakjat kita sekarang harus berdjumlah lima ratus djuta ; kenjataan ini dikemukakan dengan berpegang- an kepada tjatjah djiwa pada zaman Ch'ien Lung. Sebaliknja, bekas menteri Amerika Serikat Rockhill, jang mengadakan penjelidikan diseluruh Tiongkok menarik kesimpulan, bahwa pada waktu sekarang penduduk Tiongkok sebanjak-banjaknja berdjumlah tiga ratus djuta. Kalau dalam zaman pemerintahan Ch'ien Lung kita sudah berpenduduk empat ratus djuta, maka menurut bekas menteri Amerika kita kehilangan seperempat djumlah itu. Anggaplah djumlah kita sekarang empat ratus djuta, maka berdasarkan perhitungan seperti diatas, djumlah kita pada penghabisan abad dimuka akan tetap empat ratus djuta. Negara Djepang sekarang berpenduduk enam puluh djuta orang ; seratus tahun lagi djumlah ini akan naik sampai dua ratus empat puluh djuta. Karena tak sanggup lagi memberi nafkah kepada seluruh penduduknja, Djepang mengeluh bahwa negerinja terlalu penuh sesak dan karena itu bangsanja terpaksa disebarkan kenegeri-negeri lain. Djepang kemudian mengarahkan pandangannja kedjurusan Timur, ke Amerika Serikat, tetapi California tertutup baginja; lalu ia berpaling ke Selatan, ke Australi, tetapi disana pun orang-orang Inggeris ramai membitjarakan Australi buat orang kulit putih" , hingga negeri itu djuga tak mau menerimanja. Karena sikap negara-negara tadi, Djepang berpendapat bahwa pendudukan dan perkembangan Manchuria-Selatan dan Korea adalah haknja. Bangsa-bangsa lain mengetahui hal ini, tetapi tak ada jang mengalang-alanginja, malahan dengan diam-diam mereka setudju. Tetapi kenjataan bahwa Djepang menjerang dan menduduki daerah Tiongkok tak mereka perdulikan sama sekali. Dalam abad jang akan datang, penduduk dunia tentu akan bertambah beberapa kali lipat.<noinclude></noinclude> 7r2uitbq07dya4tgcx34kdvpal51czf Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/103 104 111453 310040 2026-08-10T02:48:25Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' <center> === DJAMAN KOLONIAL === </center>' 310040 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude> <center> === DJAMAN KOLONIAL === </center><noinclude></noinclude> 877v2gvtcd5jvuse3zub7sr3lf1t2u2 310041 310040 2026-08-10T02:48:42Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310041 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude> <center> === DJAMAN KOLONIAL === </center><noinclude></noinclude> ctllekhv7apjg1zcmxanng75hpaqszz Halaman:San min chu i.pdf/35 104 111454 310042 2026-08-10T02:49:02Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310042 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||30}}</noinclude>''Untuk mengedjar kehilangan djiwa jang diderita dalam peperangan, Djerman dan Perantjis berichtiar sekuat tenaga untuk mempertinggi djumlah kelahiran bangsanja, hingga tentu penduduknja akan bertambah dua atau tiga kali lipat. Akan tetapi kalau kita bandingkan luas muka bumi ini dengan djumlah manusia jang hidup diatasnja, maka ternjata bahwa dunia sudah terlalu banjak penduduknja. Beberapa orang mengatakan bahwa Peperangan Eropah adalah suatu pertarungan memperoleh tempat dibawah matahari. " Negara2 Eropah pada umumnja letaknja didekat daerah dingin ; karena itu dapatlah dikatakan bahwa salah satu sebab peperangan meletus ialah perebutan mendapat daerah jang lebih panas. Djadi disini benar kalau dikatakan bahwa peperangan itu petjah karena pertjektjokan memperoleh lebih banjak matahari. Iklim di Tiongkok sangat baik dan kekajaannja berlimpah-limpah. Negara-negara lain sampai sekarang tak dapat menguasai Tiongkok karena djumlah bangsanja djauh lebih sedikit dari bangsa Tionghoa. Dalam seratus tahun lagi djumlah bangsa mereka akan bertambah terus, sedangkan tak demikian halnja dengan kita ; maka karena sudah lazim bahwa sibanjak menguasai sisedikit, dalam satu abad lagi bangsa Tionghoa tentu akan ditelan bangsa-bangsa lain. Dengan demikian, bangsa Tionghoa tak hanja akan kehilangan kekuasaannja, tetapi malahan akan hantjur dan musnah. Penguasa-penguasa Tiongkok, orang Mongol dan Manchu berhasil menaklukkan djumlah jang besar dengan mempergunakan pasukan-pasukan ketjil ; kemudian mereka berichtiar membuat djumlah jang besar ini djadi hamba sahaja mereka. Kalau Negara-negara pada suatu waktu ingin menduduki Tiongkok tentu djumlah jang besar akan mengalahkan djumlah jang ketjil dan kalau hal ini terdjadi, kita tak akan berguna bagi mereka, malahan buat hamba sahaja sekalipun. ~27 Djanuari 1924~''<noinclude></noinclude> 259rbesd3haa3zi4y15rrotwrm3xixp 310043 310042 2026-08-10T02:49:40Z Ibrohim tijani 26379 310043 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||30}}</noinclude>''Untuk mengedjar kehilangan djiwa jang diderita dalam peperangan, Djerman dan Perantjis berichtiar sekuat tenaga untuk mempertinggi djumlah kelahiran bangsanja, hingga tentu penduduknja akan bertambah dua atau tiga kali lipat. Akan tetapi kalau kita bandingkan luas muka bumi ini dengan djumlah manusia jang hidup diatasnja, maka ternjata bahwa dunia sudah terlalu banjak penduduknja. Beberapa orang mengatakan bahwa Peperangan Eropah adalah suatu pertarungan memperoleh tempat dibawah matahari. " Negara2 Eropah pada umumnja letaknja didekat daerah dingin ; karena itu dapatlah dikatakan bahwa salah satu sebab peperangan meletus ialah perebutan mendapat daerah jang lebih panas. Djadi disini benar kalau dikatakan bahwa peperangan itu petjah karena pertjektjokan memperoleh lebih banjak matahari. Iklim di Tiongkok sangat baik dan kekajaannja berlimpah-limpah. Negara-negara lain sampai sekarang tak dapat menguasai Tiongkok karena djumlah bangsanja djauh lebih sedikit dari bangsa Tionghoa. Dalam seratus tahun lagi djumlah bangsa mereka akan bertambah terus, sedangkan tak demikian halnja dengan kita ; maka karena sudah lazim bahwa sibanjak menguasai sisedikit, dalam satu abad lagi bangsa Tionghoa tentu akan ditelan bangsa-bangsa lain. Dengan demikian, bangsa Tionghoa tak hanja akan kehilangan kekuasaannja, tetapi malahan akan hantjur dan musnah. Penguasa-penguasa Tiongkok, orang Mongol dan Manchu berhasil menaklukkan djumlah jang besar dengan mempergunakan pasukan-pasukan ketjil ; kemudian mereka berichtiar membuat djumlah jang besar ini djadi hamba sahaja mereka. Kalau Negara-negara pada suatu waktu ingin menduduki Tiongkok tentu djumlah jang besar akan mengalahkan djumlah jang ketjil dan kalau hal ini terdjadi, kita tak akan berguna bagi mereka, malahan buat hamba sahaja sekalipun.'' ''27 Djanuari 1924''<noinclude></noinclude> ddvg0ijdd5isq4j6fb2afafwav8jc3x Halaman:San min chu i.pdf/36 104 111455 310044 2026-08-10T02:51:17Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310044 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||Uraian II }} ''Rakjat Tiongkok sekarang bukan sadja dipengaruhi oleh kekuatan seleksi dari Alam, tetapi djuga oleh tekanan pendjadjahan politik dan Pengaekonomi Banjak daerah djadjahan negara Tiongkok hilang wasan ekonomi tak dapat kita rasakan, tetapi tetap sangat membahajakan Tiongkok satu „hypokoloni " Pengawasan bangsa asing atas bea Kerugian Tiongkok dilapangan ekopelabuhan-pelabuhan Tiongkok nomi, karena pemasukan barang-barang asing, uang kertas asing, bankbank penukar kepunjaan bangsa asing, pemuatan barang-barang bangsa asing, keuntungan dalam daerah konsesi dan keleluasaan berspekulasi. '' ''Sedjak zaman purbakala, perkembangan dan penjusutan manusia berpengaruh besar atas timbul tenggelamnja bangsa-bangsa. Hal ini disebut hukum seleksi alam. Sedjak masjarakat manusia belum kuat menentang kekuatan-kekuatan Alam, banjak bangsabangsa kuno jang ternama punah dengan tidak meninggalkan djedjak. Bangsa-bangsa Tionghoa, jang sebenarnja sudah bersedjarah 4000 tahun dan dengan sendirinja paling sedikit lima atau enam ribu tahun jang lalu sudah berdiri, pun termasuk salah satu diantara bangsa-bangsa kuno jang terbesar. Sungguhpun sepandjang masa sedjarah itu, kita sangat hebat diombang-ambingkan oleh kekuatan Alam, namun bangsa kita tetap abadi karena Alam, malahan Alam mempersubur keadaan bangsa kita. Kita sudah berkembang, mentjapai djumlah 400 djuta manusia, dan masih tetap berdjumlah terbanjak diantara bangsa-bangsa didunia ; kita lebih banjak mengetjap hikmat Alam dari pada bangsa-bangsa lain, sehingga berkat pengalaman jang beribu-ribu tahun lamanja, pergerakan kemanusiaan dan perubahan, kita lihat bahwa peradaban kita madju terus mentjapai deradjat tinggi serta terhindar dari sifat-sifat jang membawa kemunduran. Generasi berganti generasi, dan sampai sekarang kita masih tetap djadi satu bangsa jang berkebudajaan djauh lebih tinggi dari bangsa-bangsa lain didunia. Maka itu ada segolongan jang optimis, karena bangsa Tionghoa telah tabah menahan penderitaan-penderitaan diwaktu jang sudah-sudah, mengambil kesimpulan, bahwa bangsa Tionghoa akan tetap berdiri dimasa depan. Tetapi, keterangan dan pengharapan ini , menurut pikiran saja keliru. Kalau keadaan tersebut itu betul menurut seleksi Alam, maka bangsa kita tak akan hantjur ; akan tetapi kemadjuan didunia ini''<noinclude></noinclude> dghfy1u85353yjsonduppoejpv4d9v3 Halaman:San min chu i.pdf/37 104 111456 310045 2026-08-10T02:53:18Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310045 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||32}}</noinclude>bukan bergantung pada kekuatan-kekuatan Alam semata-mata, tetapi bergantung pada paduan antara kekuatan Alam dan kekuatan manusia. Kekuatan manusia mungkin menggantikan kekuatan Alam , naka ,,usaha manusia dapat mengubah kehendak Alam" . Jang paling kuasa diantara kekuatan-kekuatan buatan manusia ini, ialah kekuatan politik dan ekonomi. Pengaruh kedua faktor ini melebihi pengaruh kekuatan Alam dalam timbul tenggelamnja bangsa-bangsa kita, dan tengah mengikuti kemadjuan dunia modern, bangsa kita tidak sadja merasa dihimpit oleh kekuatan kedua faktor itu , tetapi djuga sudah hantjur dalam lembah kehinaan, jang bergantung kepada kekuatan kedua faktor tadi djuga. Dalam masa ribuan tahun ini sudah dua kali Tiongkok diperas oleh kekuasaar. politik sampai tak mempunjai kemerdekaan samasekali, jakni selama penindasan Mongol dan Manchu. Tetapi dalam kedua peristiwa ini, kita menjerah tidak kepada bangsa jang berkita dapat menelan djumlah lebih besar - tetapi sebaliknja bangsa itu. Itulah sebabnja, sungguhpun Tiongkok sudah dua kali mengetjap pahitnja tekanan politik, namun bangsa Tionghoa belum djuga merasa ditindas dengan sesungguh-sungguhnja. Akan tetapi keadaan sekarang, mengenai Negara-negara Besar sangat berlainan sekali dengan keadaan-keadaan dulu. Seperti jang saja bandingkan baru-baru ini : Inggeris dan Rusia mentjapai angka perkembangan 300 sampai 400%; Amerika Serikat 1000%. Dilihat dari perkembangan kita sendiri selama seratus tahun jang achir-achir ini, maka untuk memperoleh kemadjuan sederadjat dengan bangsa lain dalam waktu seratus tahun jang akan datang, kita akan mengalami kesukaran hebat, sekalipun bagaimana besarnja kurnia Allah jang kita peroleh. Sebagai tjontoh : satu abad jang lalu, penduduk di Amerika Serikat kurang dari sembilan djuta ; sekarang sudah seratus djuta lebih dan diabad jang akan datang akan berdjumlah lebih dari seribu djuta. Penduduk Inggeris, Djerman, Rusia dan Djepang akan berkembang dalam beberapa tingkat berlipat ganda. Dalam daftar angka perkembangan ini, pada abad jang akan datang rakjat kita akan tertjatat dengan angka jang ketjil, sedangkan bangsa- bangsa lain dengan angka jang tinggi. Andai kata tidak akan menderita tekanan politik dan ekonomi, tetapi didalam proses kemadjuan Alam sadja bangsa Tionghoa seolah-olah sudah musnah dan seratus tahun lagi kita tidak sadja akan menjerah kepada<noinclude></noinclude> jzmzjbkjz70h1p8jx7vn48beqjskms9 Halaman:San min chu i.pdf/38 104 111457 310046 2026-08-10T02:54:04Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310046 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>33 kekuatan Alam tetapi djuga kepada mereka jang menguasai kekuatan politik dan ekonomi jang djauh lebih berkuasa memperdekat djarak kita kepintu kubur. Meskipun kerdjanja kekuatan Alam itu lambat, tetapi ia sanggup djuga memusnahkan bangsa-bangsa jang besar. Hal-hal jang dialami oleh bangsa asli Amerika-Utara dan Selatan pada beberapa ratus tahun jang lalu menjatakan bukti jang tepat. Dua atau tiga ratus tahun jang lalu, penduduk asli benua Amerika ialah bangsa kulit merah. Dalam gerombolan-gerombolan jang besar mereka bertebar diseluruh benua itu, akan tetapi sesudah bangsa kulit putih masuk, dengan berangsur-angsur mereka musnah sehingga sekarang hampir lenjap seluruhnja. Disini kita lihat bagaimana kekuatan Alam dapat memusnahkan satu bangsa jang besar. Akan tetapi tenaga politik dan ekonomi bekerdja lebih tjepat dari pada kekuatan Alam, dan lebih mudah memusnahkan satu bangsa jang besar. Apabila Tiongkok hanja menghadapi kekuatan Alam , maka diabad jang akan datang keadaannja masih akan tetap ; akan tetapi apabila ia dihimpit oleh kekuasan politik dan ekonomi, umurnja mungkin berkesudahan dalam waktu lebih kurang sepuluh tahun ini. Karena itulah waktu sepuluh tahun dimuka ini, merupakan saat genting bagi Tiongkok. Kalau dalam waktu sepuluh tahun ini dapat kita mentjari djalan supaja terlepas dari djepitan politik dan ekonomi, barulah terbit pengharapan bagi kita untuk tetap hidup disamping bangsa lain ; kalau hal demikian itu gagal, maka negaranegara Besar akan mendjerumuskan kita kedasar lembah kemusnahan. Apabila Negara-negara Besar ini tak mampu mendjalankan rantjangan itu, barulah kita berhadapan dengan kekuatan Alam. Mulai dari sekarang bangsa Tionghoa akan merasai tekanan kekuatan Alam, politik dan ekonomi, jang bersama datang menjerang. Dengan djalan demikian, mengertilah Tuan-tuan bagaimana hebatnja kegentingan suasana jang dihadapi oleh bangsa kita sekarang ini. Satu abad lamanja Tiongkok dibawah pengaruh kekuasaan politik Barat ; sebelum waktu ini, jakni waktu bangsa Manchu mentjekik leher kita dengan hebat, pada hakekatnja kedudukan tanah air kita masih kuat. Pada saat itu Inggeris sedang berusaha menaklukkan India, dan karena chawatir bahwa tenaga pemberontakan Tiongkok akan menghalangi lantjar djalannja rentjana perampasan atas India, maka Inggris menahar nafsu menaklukkan Tiongkok. Akan tetapi selama abad jang berlalu, Tiongkok San Min Chu I 3<noinclude></noinclude> ra4a0dauibksgmjd7e06d1jmnvtxpyu 310047 310046 2026-08-10T02:56:24Z Ibrohim tijani 26379 310047 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||33}}</noinclude>''kekuatan Alam tetapi djuga kepada mereka jang menguasai kekuatan politik dan ekonomi jang djauh lebih berkuasa memperdekat djarak kita kepintu kubur. Meskipun kerdjanja kekuatan Alam itu lambat, tetapi ia sanggup djuga memusnahkan bangsa-bangsa jang besar. Hal-hal jang dialami oleh bangsa asli Amerika-Utara dan Selatan pada beberapa ratus tahun jang lalu menjatakan bukti jang tepat. Dua atau tiga ratus tahun jang lalu, penduduk asli benua Amerika ialah bangsa kulit merah. Dalam gerombolan-gerombolan jang besar mereka bertebar diseluruh benua itu, akan tetapi sesudah bangsa kulit putih masuk, dengan berangsur-angsur mereka musnah sehingga sekarang hampir lenjap seluruhnja. Disini kita lihat bagaimana kekuatan Alam dapat memusnahkan satu bangsa jang besar. Akan tetapi tenaga politik dan ekonomi bekerdja lebih tjepat dari pada kekuatan Alam, dan lebih mudah memusnahkan satu bangsa jang besar. Apabila Tiongkok hanja menghadapi kekuatan Alam , maka diabad jang akan datang keadaannja masih akan tetap ; akan tetapi apabila ia dihimpit oleh kekuasan politik dan ekonomi, umurnja mungkin berkesudahan dalam waktu lebih kurang sepuluh tahun ini. Karena itulah waktu sepuluh tahun dimuka ini, merupakan saat genting bagi Tiongkok. Kalau dalam waktu sepuluh tahun ini dapat kita mentjari djalan supaja terlepas dari djepitan politik dan ekonomi, barulah terbit pengharapan bagi kita untuk tetap hidup disamping bangsa lain ; kalau hal demikian itu gagal, maka negaranegara Besar akan mendjerumuskan kita kedasar lembah kemusnahan. Apabila Negara-negara Besar ini tak mampu mendjalankan rantjangan itu, barulah kita berhadapan dengan kekuatan Alam. Mulai dari sekarang bangsa Tionghoa akan merasai tekanan kekuatan Alam, politik dan ekonomi, jang bersama datang menjerang. Dengan djalan demikian, mengertilah Tuan-tuan bagaimana hebatnja kegentingan suasana jang dihadapi oleh bangsa kita sekarang ini. Satu abad lamanja Tiongkok dibawah pengaruh kekuasaan politik Barat ; sebelum waktu ini, jakni waktu bangsa Manchu mentjekik leher kita dengan hebat, pada hakekatnja kedudukan tanah air kita masih kuat. Pada saat itu Inggeris sedang berusaha menaklukkan India, dan karena chawatir bahwa tenaga pemberontakan Tiongkok akan menghalangi lantjar djalannja rentjana perampasan atas India, maka Inggris menahar nafsu menaklukkan Tiongkok. Akan tetapi selama abad jang berlalu, Tiongkok San Min Chu I''<noinclude>{{rh|||3}}</noinclude> 45425euq9qzn2pvgnd38gx5zr06w0i0 310048 310047 2026-08-10T02:57:03Z Ibrohim tijani 26379 310048 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||33}}</noinclude>''kekuatan Alam tetapi djuga kepada mereka jang menguasai kekuatan politik dan ekonomi jang djauh lebih berkuasa memperdekat djarak kita kepintu kubur. Meskipun kerdjanja kekuatan Alam itu lambat, tetapi ia sanggup djuga memusnahkan bangsa-bangsa jang besar. Hal-hal jang dialami oleh bangsa asli Amerika-Utara dan Selatan pada beberapa ratus tahun jang lalu menjatakan bukti jang tepat. Dua atau tiga ratus tahun jang lalu, penduduk asli benua Amerika ialah bangsa kulit merah. Dalam gerombolan-gerombolan jang besar mereka bertebar diseluruh benua itu, akan tetapi sesudah bangsa kulit putih masuk, dengan berangsur-angsur mereka musnah sehingga sekarang hampir lenjap seluruhnja. Disini kita lihat bagaimana kekuatan Alam dapat memusnahkan satu bangsa jang besar. Akan tetapi tenaga politik dan ekonomi bekerdja lebih tjepat dari pada kekuatan Alam, dan lebih mudah memusnahkan satu bangsa jang besar. Apabila Tiongkok hanja menghadapi kekuatan Alam , maka diabad jang akan datang keadaannja masih akan tetap ; akan tetapi apabila ia dihimpit oleh kekuasan politik dan ekonomi, umurnja mungkin berkesudahan dalam waktu lebih kurang sepuluh tahun ini. Karena itulah waktu sepuluh tahun dimuka ini, merupakan saat genting bagi Tiongkok. Kalau dalam waktu sepuluh tahun ini dapat kita mentjari djalan supaja terlepas dari djepitan politik dan ekonomi, barulah terbit pengharapan bagi kita untuk tetap hidup disamping bangsa lain ; kalau hal demikian itu gagal, maka negaranegara Besar akan mendjerumuskan kita kedasar lembah kemusnahan. Apabila Negara-negara Besar ini tak mampu mendjalankan rantjangan itu, barulah kita berhadapan dengan kekuatan Alam. Mulai dari sekarang bangsa Tionghoa akan merasai tekanan kekuatan Alam, politik dan ekonomi, jang bersama datang menjerang. Dengan djalan demikian, mengertilah Tuan-tuan bagaimana hebatnja kegentingan suasana jang dihadapi oleh bangsa kita sekarang ini. Satu abad lamanja Tiongkok dibawah pengaruh kekuasaan politik Barat ; sebelum waktu ini, jakni waktu bangsa Manchu mentjekik leher kita dengan hebat, pada hakekatnja kedudukan tanah air kita masih kuat. Pada saat itu Inggeris sedang berusaha menaklukkan India, dan karena chawatir bahwa tenaga pemberontakan Tiongkok akan menghalangi lantjar djalannja rentjana perampasan atas India, maka Inggris menahan nafsu menaklukkan Tiongkok. Akan tetapi selama abad jang berlalu, Tiongkok San Min Chu I''<noinclude>{{rh|||3}}</noinclude> 6unfs928fnb9zz6j8vzzycyzr6oaho7 310049 310048 2026-08-10T02:57:40Z Ibrohim tijani 26379 /* Tervalidasi */ 310049 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ibrohim tijani" />{{rh||33}}</noinclude>''kekuatan Alam tetapi djuga kepada mereka jang menguasai kekuatan politik dan ekonomi jang djauh lebih berkuasa memperdekat djarak kita kepintu kubur. Meskipun kerdjanja kekuatan Alam itu lambat, tetapi ia sanggup djuga memusnahkan bangsa-bangsa jang besar. Hal-hal jang dialami oleh bangsa asli Amerika-Utara dan Selatan pada beberapa ratus tahun jang lalu menjatakan bukti jang tepat. Dua atau tiga ratus tahun jang lalu, penduduk asli benua Amerika ialah bangsa kulit merah. Dalam gerombolan-gerombolan jang besar mereka bertebar diseluruh benua itu, akan tetapi sesudah bangsa kulit putih masuk, dengan berangsur-angsur mereka musnah sehingga sekarang hampir lenjap seluruhnja. Disini kita lihat bagaimana kekuatan Alam dapat memusnahkan satu bangsa jang besar. Akan tetapi tenaga politik dan ekonomi bekerdja lebih tjepat dari pada kekuatan Alam, dan lebih mudah memusnahkan satu bangsa jang besar. Apabila Tiongkok hanja menghadapi kekuatan Alam , maka diabad jang akan datang keadaannja masih akan tetap ; akan tetapi apabila ia dihimpit oleh kekuasan politik dan ekonomi, umurnja mungkin berkesudahan dalam waktu lebih kurang sepuluh tahun ini. Karena itulah waktu sepuluh tahun dimuka ini, merupakan saat genting bagi Tiongkok. Kalau dalam waktu sepuluh tahun ini dapat kita mentjari djalan supaja terlepas dari djepitan politik dan ekonomi, barulah terbit pengharapan bagi kita untuk tetap hidup disamping bangsa lain ; kalau hal demikian itu gagal, maka negaranegara Besar akan mendjerumuskan kita kedasar lembah kemusnahan. Apabila Negara-negara Besar ini tak mampu mendjalankan rantjangan itu, barulah kita berhadapan dengan kekuatan Alam. Mulai dari sekarang bangsa Tionghoa akan merasai tekanan kekuatan Alam, politik dan ekonomi, jang bersama datang menjerang. Dengan djalan demikian, mengertilah Tuan-tuan bagaimana hebatnja kegentingan suasana jang dihadapi oleh bangsa kita sekarang ini. Satu abad lamanja Tiongkok dibawah pengaruh kekuasaan politik Barat ; sebelum waktu ini, jakni waktu bangsa Manchu mentjekik leher kita dengan hebat, pada hakekatnja kedudukan tanah air kita masih kuat. Pada saat itu Inggeris sedang berusaha menaklukkan India, dan karena chawatir bahwa tenaga pemberontakan Tiongkok akan menghalangi lantjar djalannja rentjana perampasan atas India, maka Inggris menahan nafsu menaklukkan Tiongkok. Akan tetapi selama abad jang berlalu, Tiongkok San Min Chu I''<noinclude>{{rh|||3}}</noinclude> ev1tc4hmyvg9ho0q9oqmtvkc5dg9q25 Halaman:San min chu i.pdf/39 104 111458 310050 2026-08-10T02:58:46Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310050 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||34}}</noinclude>''sudah kehilangan daerah-daerah sangat luas sekali. Semendjak waktu itu kita kehilangan Weihaiwei, Port Arthur, Dairen, Tsingtao, Kowloon, Kwangchow-wan. Sesudah Peperangan Eropah, Negara-negara Besar memulangkan sebagian dari daerah jang dirampas mereka, diantaranja jang dikembalikan ialah Tsingtao dan beberapa lama kemudian Weihaiwei. Akan tetapi semua ini adalah daerah-daerah jang ketjil. Sikap Negara-negara Besar tadinja adalah sebagai berikut : karena Tiongkok terbukti tidak sanggup bangun dan memerintah diri sendiri, mereka berhak menduduki beberapa tempat dipesisir seperti Dairen , Weihaiwei dan Kowloon sebagai langkah pertama membagi-bagi daerah Tiongkok. Baru tatkala api revolusi meletus di Tiongkok, Negara-negara Besar melepaskan tjita-tjita mereka - sungguhpun agak lama kemudian - membagi-bagi negeri Tiongkok. Tatkala nafsu tamak dari Negara-negara Besar ditudjukan kepada Tiongkok, maka beberapa orang anti-revolusioner mengatakan bahwa revolusi jang sedang berkobar itu hanjalah tipu muslihat supaja Tiongkok dengan mudah dapat dipetjah belahkan ; tetapi bukti menjatakan sebaliknja, rantjangan bangsa asing terhadap Tiongkok digagalkan oleh revolusi . Djauh sebelum ini semua terdjadi, kita sudah kehilangan daerah-daerah seperti Korea, Taiwan (Formosa ) dan Kepulauan Pescadores jang diserahkan kepada Djepang sebagai akibat Peperangan Tiongkok-Djepang. Peperangan inilah jang pertama kali menimbulkan pikiran diantara Negara-negara Besar untuk membagi-bagi Tiongkok. Ditindjau lebih djauh lagi dalam sedjarah, kita kehilangan Birma dan Annam. Oposisi Tiongkok tatkala penjelesaian Annam agak keras. Dalam pertempuran Chen-nan-kwan (perbatasan Selatan) pada hakekatnja Tiongkok menang, akan tetapi karena hebatnja hasutan Perantjis, achirnja Tiongkoklah jang meminta perdamaian dan dipaksa menjerahkan Annam kepada Perantjis. Hanja beberapa hari sadja sebelum perdamaian ini ditanda tangani, tentara Tiong- kok memperoleh kemenangan besar di Hiang-shan (Langson ) dekat perbatasan Selatan ( 1885 ) dan seluruh tentara Perantjis dimusnahkan. Biarpun Tiongkok memperoleh kemenangan, ia meminta perdamaian djuga ; orang-orang Perantjis terkedjut dan setengah di- antara mereka mengatakan: „Segala jang dilakukan oleh bangsa Tionghoa sedikitpun tak memakai perhitungan. Sudah galibnja suatu bangsa jang menang perang berkaok-kaok menginginkan kem-''<noinclude></noinclude> etk20kbu73myuixj5o6ykk9l1f1y1f0 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/104 104 111459 310051 2026-08-10T02:58:47Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310051 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{C|'''ZAMAN DISEKITAR TAHUN 1908'''}}. Berhubung dengan terdjadinja adat peringatan „Hari Kebangunan Nasional" pada tian tg. 20 Mei, maka beberapa peristiwa penting disekitar hari 20 Mei tahun 1908, ditjeriterakan; baik Gisurat² kabar maupun dalam pidato² peringatan. Meskipun sebagai ichtisar untuk memberi gambaran „global" dari segala apa jang ada dalam zaman disekitar 1908 itu, uraian² tsb. mungkin tjukup, namun sangat boleh djadi tentang n i l a i peristiwa tadi orang dizaman sekarang kurang tepat p e n g h a r g a a n n j a. Ini disebabkan karena tiap2 peristiwa, tiap2 kedjadian. tidak terlepas dari s u a s a n a jang meliputinja. „Suasana" itu berisikan dua arti a l a m n j a dan z a m a n n j a dan 2 inti itulah jang ikut menetapkan nilai" dan,,penghargaan" terhadap peristiwa tersebut. Dalam a r t i k e b u d a j a a n maka „alam" itu tidak lain dari pada s e l u r u h k e a d a a n jang ada dan merupakan anasir jang „statis". sedangkan jang disebut „zaman" ialah s e g e n a p m a n u s i a, jang dalam w a k t u j a n g t e r t e n t u merupakan m a s j a r a k a t j a n g h i d u p serta mewudjudkan sifat „dynamis" atau gerak-gerik lahir dan batin. Inilah jang biasanja disebut „zaman". Begitulah alam dan zaman jang ada di sekitar tahun 1908, harus dikenali benar², apabila kita hendak mendapat k e s a n² j a n g b e n a r, agar dapat menetapkan „nilai" jang tepat dari pada peristiwa² tsb. Marilah untuk maksud itu kita menindjau suasana jang ada pada zaman kebangkitan atau kebangunan nasional pada tanggal 20 Mei 1908, pula s e b e l u m n j a dan s e s u d a h n j a itu. Zaman itu ialah waktu beralihnja a b a d j a n g ke-19 mendjadi a b a d j a n g ke-20. Ditanah air kita masih berkuasa sepenuhnja bangsa Belanda, dengan hukum pendjadjahannja diatas negeri kita. Pemerintah „Hindia Belanda" bukan pemerintah jang bertanggung djawab kepada rakjat, namun semata-mata badan penjelenggara, jang bekerdja dibawah pe-<noinclude>{{rh|||107}}</noinclude> s5tk2cg0imtp000iimpj1gslf8wy7wl Halaman:San min chu i.pdf/40 104 111460 310053 2026-08-10T03:00:52Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310053 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||35}}</noinclude>''bali daerah-daerahnja dan meminta ganti kerugian-kerugian dari bangsa jang dapat dikalahkannja; tetapi dalam kemenangan, Tuantuan menjerahkan daerah-daerah Tuan, tuan meminta perdamaian, menjerahkan Annam kepada Perantjis dan menerima berbagai ma- tjam perdjandjian. Ini adalah suatu peristiwa jang belum pernah terdjadi dalam sedjarah, karena sipemenang biasanja memaksakan sjarat-sjarat kepada sikalah sesudah peperangan berachir! " Sebabsebabnja maka terdjadi bantahan atas kenjataan bangsa jang menang ini, ialah karena kebodohan pemerintah Manchu . Tadinja Annam dan Birma masuk lingkungan daerah Tiongkok; tetapi sekarang Annam didjadjah Perantjis, Birmapun dirampas Inggeris , sedangkan Tiongkok tak berdaja merintanginja. Kehilangan dae- rah ini sebenarnja sudah didahului dengan penjerahan muara sungai Amur dan Ussuri dan sebelum waktu ini djuga daerahdaerah sebelah utara sungai Ili, Khokand dan Amur ialah daerahdaerah jang mendjadikan Republik Timur Djauh jang baru-baru ini didirikan seluruhnja diserahkan Tiongkok kepada bangsa asing dengan berpangku tangan dengan tidak membantah sedikitpun. Ditambahkan lagi dengan beberapa negeri ketjil jang pernah membajar upeti kepada Tiongkok Kepulauan Lochoo, Siam, Borneo, Pulau-pulau Sulu, Djawa, Ceylon, Nepal dan Bhutan. Semasa memuntjaknja kekuasaan pemerintah Tiongkok, daerahnja sangat luas; kedjurusan Utara meliputi Amur-Utara, ke Selatan sampai ke Himalaya-Selatan, ke Timur sampai kelautan Tiongkok dan ke Barat sampai kepegunungan T'sung Lin. Dalam tahun pertama zaman Republik Tiongkok, Nepal masih membajar upeti kepada Szechwan, dan baru dihapuskan sesudah djalan melalui Thibet tak mungkin dilalui lagi. Selama Tiongkok berpergaruh besar, tenaga politiknja mendapat tundjangan dari segenap pendjuru dar bukan dari satu bangsa sadja, tetapi tiap-tiap negara baik dari Selatan maupun dari Barat menganggap dirinja wadjib membajar upeti kepada Tiongkok. Pada saat itu, Asia bebas dari tjengkeraman negara2 imperialis, dan satu-satunja jang boleh disebut negara imperialis di Asia ialah Tiongkok. Negara-negara jang lemah lagi ketjil, waktu itu sangatlah segannja kepada Tiongkok dan takluk dibawah kekuasaan politiknja, karena itu Tiongkok sampai seka- rang merupakan satu negara jang ditjurigai mereka. Konperensi Kuomir.tang di Kanton jang baru-baru ini kita langsungkan men-<noinclude></noinclude> 4w9y401hl8fa4jl7am42283taqcrymp 310054 310053 2026-08-10T03:01:10Z Ibrohim tijani 26379 310054 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||35}}</noinclude>''bali daerah-daerahnja dan meminta ganti kerugian-kerugian dari bangsa jang dapat dikalahkannja; tetapi dalam kemenangan, Tuantuan menjerahkan daerah-daerah Tuan, tuan meminta perdamaian, menjerahkan Annam kepada Perantjis dan menerima berbagai ma- tjam perdjandjian. Ini adalah suatu peristiwa jang belum pernah terdjadi dalam sedjarah, karena sipemenang biasanja memaksakan sjarat-sjarat kepada sikalah sesudah peperangan berachir! " Sebabsebabnja maka terdjadi bantahan atas kenjataan bangsa jang menang ini, ialah karena kebodohan pemerintah Manchu . Tadinja Annam dan Birma masuk lingkungan daerah Tiongkok; tetapi sekarang Annam didjadjah Perantjis, Birmapun dirampas Inggeris , sedangkan Tiongkok tak berdaja merintanginja. Kehilangan dae- rah ini sebenarnja sudah didahului dengan penjerahan muara sungai Amur dan Ussuri dan sebelum waktu ini djuga daerahdaerah sebelah utara sungai Ili, Khokand dan Amur ialah daerahdaerah jang mendjadikan Republik Timur Djauh jang baru-baru ini didirikan seluruhnja diserahkan Tiongkok kepada bangsa asing dengan berpangku tangan dengan tidak membantah sedikitpun. Ditambahkan lagi dengan beberapa negeri ketjil jang pernah membajar upeti kepada Tiongkok Kepulauan Lochoo, Siam, Borneo, Pulau-pulau Sulu, Djawa, Ceylon, Nepal dan Bhutan. Semasa memuntjaknja kekuasaan pemerintah Tiongkok, daerahnja sangat luas; kedjurusan Utara meliputi Amur-Utara, ke Selatan sampai ke Himalaya-Selatan, ke Timur sampai kelautan Tiongkok dan ke Barat sampai kepegunungan T'sung Lin. Dalam tahun pertama zaman Republik Tiongkok, Nepal masih membajar upeti kepada Szechwan, dan baru dihapuskan sesudah djalan melalui Thibet tak mungkin dilalui lagi. Selama Tiongkok berpergaruh besar, tenaga politiknja mendapat tundjangan dari segenap pendjuru dar bukan dari satu bangsa sadja, tetapi tiap-tiap negara baik dari Selatan maupun dari Barat menganggap dirinja wadjib membajar upeti kepada Tiongkok. Pada saat itu, Asia bebas dari tjengkeraman negara2 imperialis, dan satu-satunja jang boleh disebut negara imperialis di Asia ialah Tiongkok. Negara-negara jang lemah lagi ketjil, waktu itu sangatlah segannja kepada Tiongkok dan takluk dibawah kekuasaan politiknja, karena itu Tiongkok sampai seka- rang merupakan satu negara jang ditjurigai mereka. Konperensi Kuomir.tang di Kanton jang baru-baru ini kita langsungkan men-<noinclude></noinclude> jbovc970tb0p022vgsdrjacews0ayob Halaman:San min chu i.pdf/85 104 111461 310055 2026-08-10T03:02:33Z Ichi Ocha 26099 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '80 kita bebas dari tuduhan melakukan penindasan ekonomi terhadap bangsa lain. Sekarang bandingkanlah kebudajaan Tiongkok dengan kebudajaan Eropah jang kuno. Kebudajaan Eropah berada pada puntjak kedjajaan dalam masa Junani dan Rumawi, meskipun begitu, zaman kedjajaan semasa dengan keradjaan Han dari Tiongkok. Pada saat itu, pengertian politik bangsa Tionghoa sudah sangat dalam; banjak ahli-ahli pidato setjara terang-terangan menentang imperiali... 310055 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" /></noinclude>80 kita bebas dari tuduhan melakukan penindasan ekonomi terhadap bangsa lain. Sekarang bandingkanlah kebudajaan Tiongkok dengan kebudajaan Eropah jang kuno. Kebudajaan Eropah berada pada puntjak kedjajaan dalam masa Junani dan Rumawi, meskipun begitu, zaman kedjajaan semasa dengan keradjaan Han dari Tiongkok. Pada saat itu, pengertian politik bangsa Tionghoa sudah sangat dalam; banjak ahli-ahli pidato setjara terang-terangan menentang imperialisme. dan buku-buku anti-imperialismepun banjak diterbitkan; jang pa- ling terkenal bernama „Uraian-uraian meninggalkan Karang Mutiara " ( Discussions on Abandoning the Pearl Cliffs ) . Tulisan ini mentjela dan menentang usaha-usaha keradjaan Tiongkok meluaskan daerahnja serta perdjuangannja guna kepentingan ini dengan bangsa pengembara didaerah Selatan. Peristiwa-peristiwa ini mem- buktikan bahwa semasa keradjaan Han, bangsa Tionghoa sudah menentang peperangan serta mengembangkan tjita-tjita perdamaian guna mempererat tali persaudaraan . Dalam zaman keradjaan Sung, Tiongkok tidak sadja berhenti mendjadjah bangsa-bangsa lain, tetapi malahan ia sendiri mengalami penindasan bangsa asing. Keradjaan Sung dihantjurkan oleh bangsa Mongol, sehingga baru pada zaman keradjaan Ming, negara dapat bangun kembali. Setelah negara timbul kembali, sangat kekurangan sifat agresifnja. Tetapi meskipun demikian, banjak negaranegara ketjil di Laut Tiongkok-Selatan ingin djuga membajar upeti, dan meniru kebudajaan Tiongkok, karena kagumnja mereka akan kebudajaan kita dan sekali-kali bukan disebabkan oleh tekanan militer dari Tiongkok. Negara-negara ketjil dikepulauan Melaju dan di Laut Tiongkok-Selatan menganggap pendjadjahan Tiongkok dan pembajaran upeti kepadanja sebagai satu penghormatan bagi mereka; penolakan Tiongkok tentu akan sangat mengetjewa- kan mereka. Negara-negara jang terkuat didunia pada masa ini, masih sadja belum berhasil memegang rol jang mengagumkan seper- ti ini. Lihatlah tindakan Amerika terhadap bangsa Pilipina; Amerika Serikat mengizinkan rakjat Pilipina menjusun Dewan Perwaki lannja sendiri dan turut mengambil bagian dalam Pemerintah ; ia mengizinkan mereka pula menundjuk suatu delegasi untuk mewakili mereka dalam Kongres di Washington dan bukan sadja tidak meminta sumbangan uang, akan tetapi malahan memberikan bantuan<noinclude></noinclude> ls1ksivdt58qktlsnkgvn5e7ld13wc6 310057 310055 2026-08-10T03:03:07Z Ichi Ocha 26099 310057 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" />{{rh||80}}</noinclude>kita bebas dari tuduhan melakukan penindasan ekonomi terhadap bangsa lain. Sekarang bandingkanlah kebudajaan Tiongkok dengan kebudajaan Eropah jang kuno. Kebudajaan Eropah berada pada puntjak kedjajaan dalam masa Junani dan Rumawi, meskipun begitu, zaman kedjajaan semasa dengan keradjaan Han dari Tiongkok. Pada saat itu, pengertian politik bangsa Tionghoa sudah sangat dalam; banjak ahli-ahli pidato setjara terang-terangan menentang imperialisme. dan buku-buku anti-imperialismepun banjak diterbitkan; jang pa- ling terkenal bernama „Uraian-uraian meninggalkan Karang Mutiara " ( Discussions on Abandoning the Pearl Cliffs ) . Tulisan ini mentjela dan menentang usaha-usaha keradjaan Tiongkok meluaskan daerahnja serta perdjuangannja guna kepentingan ini dengan bangsa pengembara didaerah Selatan. Peristiwa-peristiwa ini mem- buktikan bahwa semasa keradjaan Han, bangsa Tionghoa sudah menentang peperangan serta mengembangkan tjita-tjita perdamaian guna mempererat tali persaudaraan . Dalam zaman keradjaan Sung, Tiongkok tidak sadja berhenti mendjadjah bangsa-bangsa lain, tetapi malahan ia sendiri mengalami penindasan bangsa asing. Keradjaan Sung dihantjurkan oleh bangsa Mongol, sehingga baru pada zaman keradjaan Ming, negara dapat bangun kembali. Setelah negara timbul kembali, sangat kekurangan sifat agresifnja. Tetapi meskipun demikian, banjak negaranegara ketjil di Laut Tiongkok-Selatan ingin djuga membajar upeti, dan meniru kebudajaan Tiongkok, karena kagumnja mereka akan kebudajaan kita dan sekali-kali bukan disebabkan oleh tekanan militer dari Tiongkok. Negara-negara ketjil dikepulauan Melaju dan di Laut Tiongkok-Selatan menganggap pendjadjahan Tiongkok dan pembajaran upeti kepadanja sebagai satu penghormatan bagi mereka; penolakan Tiongkok tentu akan sangat mengetjewa- kan mereka. Negara-negara jang terkuat didunia pada masa ini, masih sadja belum berhasil memegang rol jang mengagumkan seper- ti ini. Lihatlah tindakan Amerika terhadap bangsa Pilipina; Amerika Serikat mengizinkan rakjat Pilipina menjusun Dewan Perwaki lannja sendiri dan turut mengambil bagian dalam Pemerintah ; ia mengizinkan mereka pula menundjuk suatu delegasi untuk mewakili mereka dalam Kongres di Washington dan bukan sadja tidak meminta sumbangan uang, akan tetapi malahan memberikan bantuan<noinclude></noinclude> 59bdw9wsuywfiwr4u478b231ed7nptn 310062 310057 2026-08-10T03:07:01Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310062 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||80}}</noinclude>kita bebas dari tuduhan melakukan penindasan ekonomi terhadap bangsa lain. Sekarang bandingkanlah kebudajaan Tiongkok dengan kebudajaan Eropah jang kuno. Kebudajaan Eropah berada pada puntjak kedjajaan dalam masa Junani dan Rumawi, meskipun begitu, zaman kedjajaan semasa dengan keradjaan Han dari Tiongkok. Pada saat itu, pengertian politik bangsa Tionghoa sudah sangat dalam; banjak ahli-ahli pidato setjara terang-terangan menentang imperialisme dan buku-buku anti-imperialisme pun banjak diterbitkan; jang paling terkenal bernama „Uraian-uraian meninggalkan Karang Mutiara" (Discussions on Abandoning the Pearl Cliffs). Tulisan ini mentjela dan menentang usaha-usaha keradjaan Tiongkok meluaskan daerahnja serta perdjuangannja guna kepentingan ini dengan bangsa pengembara didaerah Selatan. Peristiwa-peristiwa ini membuktikan bahwa semasa keradjaan Han, bangsa Tionghoa sudah menentang peperangan serta mengembangkan tjita-tjita perdamaian guna mempererat tali persaudaraan. Dalam zaman keradjaan Sung, Tiongkok tidak sadja berhenti mendjadjah bangsa-bangsa lain, tetapi malahan ia sendiri mengalami penindasan bangsa asing. Keradjaan Sung dihantjurkan oleh bangsa Mongol, sehingga baru pada zaman keradjaan Ming, negara dapat bangun kembali. Setelah negara timbul kembali, sangat kekurangan sifat agresifnja. Tetapi meskipun demikian, banjak negaranegara ketjil di Laut Tiongkok-Selatan ingin djuga membajar upeti, dan meniru kebudajaan Tiongkok, karena kagumnja mereka akan kebudajaan kita dan sekali-kali bukan disebabkan oleh tekanan militer dari Tiongkok. Negara-negara ketjil dikepulauan Melaju dan di Laut Tiongkok-Selatan menganggap pendjadjahan Tiongkok dan pembajaran upeti kepadanja sebagai satu penghormatan bagi mereka; penolakan Tiongkok tentu akan sangat mengetjewakan mereka. Negara-negara jang terkuat didunia pada masa ini, masih sadja belum berhasil memegang rol jang mengagumkan seperti ini. Lihatlah tindakan Amerika terhadap bangsa Pilipina; Amerika Serikat mengizinkan rakjat Pilipina menjusun Dewan Perwakilannja sendiri dan turut mengambil bagian dalam Pemerintah; ia mengizinkan mereka pula menundjuk suatu delegasi untuk mewakili mereka dalam Kongres di Washington dan bukan sadja tidak meminta sumbangan uang, akan tetapi malahan memberikan bantuan<noinclude></noinclude> lwlot8wfhbtp3b5wlc5rvmcabk65kao Halaman:San min chu i.pdf/41 104 111462 310060 2026-08-10T03:04:44Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310060 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||36}}</noinclude>''dapat kundjungar beberapa anggota delegasi Mongolia, untuk menjelidiki apakah Pemerintahan Kanton masih mengikuti aliran imperialistis dalam hubungannja terhadap negara-negara lain. Setelah ternjata bahwa prinsip politik jang diterima oleh konperensi tidak berbau imperialisme, malahan sebaliknja menguntungkan negara-negara ketjil dan masjarakat jang lemah, maka merekapun turut memberikan persetudjuannja dan mengusulkan supaja bersatu untuk membentuk satu negara besar di Timur. Bukan hanja Mongolia sadja, akan tetapi seluruh negara-negara ketjil di Timur mendjundjung tinggi politik kita ini. Dengan kekuatan imperialisme dan ekonomi, Negara-negara Barat sekarang sedang menggentjet Tiongkok sehingga sedikit demi sedikit daerah Tiongkok bertambah ketjil, malahan beberapa daerah didalam 18 provinsi harus diserahkannja djuga. Sesudah revolusi Tiongkok selesai, Negara-negara Besar tahu betul bahwa mereka akan menemui kesukaran-kesukaran hebat da- lam usaha mereka memetjah belahkan Tiongkok dengan sendjata politik. Tiongkok jang sudah pernah berpengalaman dalam perlawananja terhadap tindasan Manchu, pada suatu saat tentu akan bangkit pula menentang Negara-negara Besar jang mendjalankan ketjurangan politik itu. Karena keadaan jang mungkin terdjadi ini akan membahajakan kedudukan mereka, maka tindakan politik menindas Tiongkok diperlonggarnja dan untuk menggulingkan Tiongkok mereka pilih sendjata lain, jaitu pengepungan dilapangan ekonomi. Mereka mengira, bahwa kalau rentjana politiknja membagi-bagi Tiongkok disampingkan tentu pertentangan artara Negara-negara Besar akan hilang; sungguhpun rentjana ini membawa hasil di Tiongkok, akan tetapi pergeseran di Eropah terus berdjalan. Soal Balkan sudah menjebabkan meletusr.ja Peperangan Ero- pah ; dan sungguhpun Negara-negara Besar di Eropah mendapat tamparan hebat dan beberapa negara seperti Djerman dan Ustria dapat dikalahkan, namun perubahan tak sedikitpun tampak dalam haluan imperialismer.ja. Diantara negara2 jang masih tetap beraliran imperialisme ini ialah Inggeris, Perantjis dar. Itali, sedangkan Amerika Serikat melemparkan adjaran-adjaran Monru dan turut dengan jang lain berlomba-lomba mengedjar keuntungan. Sungguhpun Negara-negara Besar sudah berpengalaman pahit dalam Peperangan Eropah, hingga untuk seketika waktu politik imperialisme mereka lepaskan di Eropah; akan tetapi sebagaimana dapat dilihat''<noinclude></noinclude> lu0lmhe8urffik99uz2fzli0c4uqru8 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/105 104 111463 310061 2026-08-10T03:06:24Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310061 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>rintah dan atas tanggung djawab pemerintah Nederland, jang untuk itu mempunjai kementerian sendiri, ja'ni „ministerie van koloniën" di Den Haag. Disini hanja diadakan „wali negara" (landvoogd), jang dengan bantuan para anggauta „Raad van Nederlands Indië" menjerahkan segala tugas ewadjibannja kepada,,departementen van algemeen bestuur". Begitu pula kepala daerah provincie" (jang bertitel „gouverneur"), kepala² „residensi" (resident) dan kepala „afdeeling" (asistent-resident) semuanja bangsa Belanda. Mulai daerah „kabupaten" dipimpin seorang „bupati", namun dibawah „pengawasan" (sebenarnja „dibawah perintah") seorang „controleur" Belanda. (Sutjara sambil lalu baiklah diingati disini, bahwa waktu itu ada seorang academicus keluaran Üniversitet Leiden, bagian „Indologie", jaitu R.M.A. Kusumojudo, tidak dibolehkan, seperti temannja beladjar, mendjadi „controleur B.B." sebab ia seorang „in lander. Kelak dizaman sesudah pergerakan rakjat kita merupakan suatu kekuatan jang ditakuti Belanda, Kusumojudo itu, jang tadinja berdjabat „regent", diangkat mendjadi „edeleer"). Meskipun zaman itu sebenarnja segala pekerdjaan praktis dikerdjakan oleh pegawai bangsa kita, dan belum banjak orang Belanda, tetapi „djiwa kenasionalan" tidak sanggup menjelundup kedalam pemerintahan. Ini disebabkan karena systimnja dan organisasinja pemerintahan semata-mata bersifat „kolonial". Ini berarti hidup suburnja djiwa „fascis" dan „dictator" serta terpeliharanja baik² haluan „imperialis" dan „kapitalis". Sebenarnja ada djuga bangsa kita jang termasuk dalam golongan jang dipentingkan, jaitu para bupati. Mereka ini diberi kedudukan sebagai „radja"² ketjil, misalnja dengan diadakannja „erfopvolgingsysteem" bagi anak-turunannja untuk menggantikan kedudukan ajahnja. Para bupati tadi dan semua orang jang merupakan „kelas-atasan", dipakainja oleh Belanda untuk membantu mempertahankan kedudukan Belanda, sehingga mereka semua itu terpaksa ikut serta dalam menekan dan menindas rakjat. Pernah seorang pemuda zaman kini, berhubung dengan susunan pemerintahan seperti jang tersebut tadi, terkeluar fikirannja, bahwa sebetulnja waktu itu gampang sekali untuk mengerahkan rakjat guna melakukan revolusi. Memang begitu! Beberapa<noinclude>{{rh|108}}</noinclude> h16zsvc64uliyfrwlnk7yfpgnn1ggf4 Halaman:San min chu i.pdf/42 104 111464 310063 2026-08-10T03:07:10Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310063 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||37}}</noinclude>''pada demonstrasi armada di Kanton baru-baru ini oleh beberapa lusin kapal meriam berbagai-bagai kebangsaan, faham politik mereka masih tetap imperialistis. Supaja mendapat kemadjuan dilapangan ekonomi, sendjata imperialisme terus mereka pergunakan dan perasaan tekanan ekonomi ini djauh lebih perih dari pada tekanan im- perialisme atau politik. Tekanan politik adalah suatu tindakan jang njata; waktu kapal2 meriam bangsa asing jang dua puluh sekian itu berdemonstrasi disini, pada saat itu djuga penduduk Kanton merasa seolah-olah hulu hatinja disajat-sajat dan seluruh bangsa Tionghoa merasa djidjik dan marah atas perbuatan jang melanggar kehormatan negaranja itu. Umumnja manusia itu lebih lekas sadar dan memberontak karena menderita tekanan politik, sebaliknja mereka tidak sadar sedikitpun kalau ditindas dengan kekuatan ekonomi. Sudah berpuluh-puluh tahun Tiongkok merasakan pahit getirnja pengekangan ekonomi Negara-negara Besar dan tidak seorangpun merasa dirinja digentjet. Kesudahannja, dimana-mana tempat di Tiongkok didapat djadjahan bangsa asing. Bangsa Tionghoa masih sadja mengira bahwa negeri mereka hanjalah negeri setengah-djadjahan" , dan sekalikali tidak merasa terhina mendengar perkataan ini, pada hal sebe- narnja mereka ditindas oleh Negara-negara Besar dengan kekuatan sendjata ekonomi jang lebih membahajakan dari pada mendjadi tanah djadjahan seratus persen. Sebagai tjontoh: Annam dan Korea adalah protektorat negeri Perantjis dan Djepang dan pendu- duknja tak beda dengan budak. Bangsa Korea dan Annam kita beri nama edjekan ,,wang-kuo nu" (bangsa budak jang tak bertanah air) , sedangkan kita sendiri tidak insjaf bahwa kedudukan kita djauh lebih rendah dari kedudukan mereka. Dalam ,,setengah-djadjahan" matjam manakah Tiongkok itu tergolong ? Tiongkok adalah djadjahan tiap2 bangsa jang membuat perdjandjiar. dengannja dan tiap-tiap bangsa jang membuat perdjandjian dengan Tiongkok itulah jang dipertuan. Tiongkok bukanlah djadjahan satu bangsa, akan tetapi djadjahan semua bangsa dan kita bukanlah budak satu negara, melainkan budak semua negara. Manakah jang lebih ringan, mendjadi budak satu bangsa atau mendjali budak semua bangsa? Apabila kita men- djadi budak satu bangsa dan kalau berketjamuk bahaja Alam, umpamanja bardjir atau musim kemarau kering, maka jang dipertuan itu tentu akan mentjoba mendapatkan bermatjam-matjam so-''<noinclude></noinclude> pehe773ux6fgswnub0d7shoxr1e58mi Halaman:San min chu i.pdf/86 104 111465 310064 2026-08-10T03:07:16Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310064 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>81 uang untuk membuat djalan-djalan baru dan menjelenggarakan pendidikan bagi rakjat Pilipina. Tindakan ichlas sutji seperti itu, dianggapnja sebagai batas kemurahan hati, tetapi meskipun begitu, bangsa Pilipina tidak djuga menganggap pendjadjahan Amerika sebagai satu penghormatan bagi bangsa mereka dan saban saat mereka menuntut kemerdekaan . Atau saksikanlah pula negara Nepal di India. Penduduknja ialah bangsa Gurka jang terkenal sangat berani dan gemar berperang; sungguhpun Inggeris telah menundukkan India, bangsa Gurka masih djuga ditakuti olehnja. Inggeris sangat berhati-hati memperlakukan mereka dan tiap-tiap tahun mengirimkan uang, sebagaimana djuga keradjaan Tsung di Tiongkok mengirimkan uang kenegeri Tartar karena terdorong oleh ketakutan; perbedaan hanja terletak dalam sebutannja sadja, karena uang jang diberikan Tsung kepada bangsa Tartar dinamakar upeti, sedangkan uang jang diberikan Inggeris kepada bangsa Gurka disebut hadiah. Akan tetapi sampai tahun pertama Republik kita, bangsa Gurka masih sadja membajar upeti kepada kita, jang menjatakan bahwa bangsa-bangsa ketjil disekitar Tiongkok belum putus pengharapan akan kesutjian Tiongkok dan belum hilang kepertjajaan kepadanja. Kira2 sepuluh tahun jang lalu, ketika saja mengundjungi Kementerian Luar Negeri Siam, saja telah mengadakan pertjakapan dengan Wakil Menteri Luar Negeri. Bermatjam-matjam hal tentang Asia kami persoal-djawabkan. Tiba2 pembesar itu berkata : „Seandainja bangsa Tionghoa dapat menjalakan suatu revolusi sehingga negararja kuat kembali seperti dahulu, maka dengan sangat gembira kami, bangsa Siam akan mengatakan kesetiaan kami kembali kepada Tiongkok dan negeri kami akan kami djadikan suatu propinsi dari keradjaan Tiongkok " . Pembitjaraan ini berlangsung dalam sebuah kantor Kementerian dari pemerintah Siam dan pembitjara ialah Wakil Menteri Luar Negeri, djadi tak dapatlah dikatakan, bahwa apa jang dibitjarakannja tadi semata-mata anggapannja sendiri ; ia ha- nja menjatakan perasaan seluruh bangsanja. Hal ini menundjukkan bahwa bangsa Siampun memandang tinggi bangsa Tionghoa. Akan tetapi pada tahun-tahun terkebelakang, Siam telah mendjadi suatu negara merdeka di Asia, jang telah memperbaharui perhubungar. dan perdjandjian-perdjandjian jang pandjang dengan bangsa2 lain dan San Min Chu I 6<noinclude></noinclude> etjm6li2oljw952a2wzx8002ay7e659 310067 310064 2026-08-10T03:09:25Z Ichi Ocha 26099 310067 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||81}}</noinclude>uang untuk membuat djalan-djalan baru dan menjelenggarakan pendidikan bagi rakjat Pilipina. Tindakan ichlas sutji seperti itu, dianggapnja sebagai batas kemurahan hati, tetapi meskipun begitu, bangsa Pilipina tidak djuga menganggap pendjadjahan Amerika sebagai satu penghormatan bagi bangsa mereka dan saban saat mereka menuntut kemerdekaan . Atau saksikanlah pula negara Nepal di India. Penduduknja ialah bangsa Gurka jang terkenal sangat berani dan gemar berperang; sungguhpun Inggeris telah menundukkan India, bangsa Gurka masih djuga ditakuti olehnja. Inggeris sangat berhati-hati memperlakukan mereka dan tiap-tiap tahun mengirimkan uang, sebagaimana djuga keradjaan Tsung di Tiongkok mengirimkan uang kenegeri Tartar karena terdorong oleh ketakutan; perbedaan hanja terletak dalam sebutannja sadja, karena uang jang diberikan Tsung kepada bangsa Tartar dinamakar upeti, sedangkan uang jang diberikan Inggeris kepada bangsa Gurka disebut hadiah. Akan tetapi sampai tahun pertama Republik kita, bangsa Gurka masih sadja membajar upeti kepada kita, jang menjatakan bahwa bangsa-bangsa ketjil disekitar Tiongkok belum putus pengharapan akan kesutjian Tiongkok dan belum hilang kepertjajaan kepadanja. Kira2 sepuluh tahun jang lalu, ketika saja mengundjungi Kementerian Luar Negeri Siam, saja telah mengadakan pertjakapan dengan Wakil Menteri Luar Negeri. Bermatjam-matjam hal tentang Asia kami persoal-djawabkan. Tiba2 pembesar itu berkata: „Seandainja bangsa Tionghoa dapat menjalakan suatu revolusi sehingga negararja kuat kembali seperti dahulu, maka dengan sangat gembira kami, bangsa Siam akan mengatakan kesetiaan kami kembali kepada Tiongkok dan negeri kami akan kami djadikan suatu propinsi dari keradjaan Tiongkok". Pembitjaraan ini berlangsung dalam sebuah kantor Kementerian dari pemerintah Siam dan pembitjara ialah Wakil Menteri Luar Negeri, djadi tak dapatlah dikatakan, bahwa apa jang dibitjarakannja tadi semata-mata anggapannja sendiri; ia hanja menjatakan perasaan seluruh bangsanja. Hal ini menundjukkan bahwa bangsa Siampun memandang tinggi bangsa Tionghoa. Akan tetapi pada tahun-tahun terkebelakang, Siam telah mendjadi suatu negara merdeka di Asia, jang telah memperbaharui perhubungar. dan perdjandjian-perdjandjian jang pandjang dengan bangsa2 lain dan<noinclude>{{rh|San Min Chu I}} {{rh|||6}}</noinclude> fmar35abd17ueroh9iuyq5uooixmads Halaman:San min chu i.pdf/43 104 111466 310065 2026-08-10T03:08:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310065 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||38}}</noinclude>''kongan, sebagai kewadjiban mengatasi kesukaran itu. Sokongan ini lalu dipergunakan untuk menolong jang mengalami kerugian diantara kita. Tatkala beberapa tahun jang lalu Tiongkok-Utara mengalami satu bentjana Alam, peristiwa ini sama sekali tak diindah- kan oleh bangsa asing. Mereka tak merasa sedikitpun bertanggung djawab terhadap kedjadian itu, selain dari beberapa orang bangsa asing jang tinggal di Tiongkok dan memungut sekadarnja derma untuk menolong orang2 jang ditimpa ketjelakaan itu. Orangorang Tionghoa jang melihat keadaan ini, memperhitung-hitungkan bagaimana dermawan dan halusnja perasaan kemanusiaan bangsa-bangsa asing itu, sedangkan sebenarnja tak berartilah pertolongan mereka ini kalau dibandingkan dengan pertolongan jang diberikan sipenindas kepada jang tertindas. Hal ini menundjukkan bahwa negeri kita belum sederadjat dengan Annam dan Korea dan kedudukan membudak terhadap satu negeri itu djauh lebih tinggi dan menguntungkan dari, pada membudak terhadap beberapa regeri . Djadi perkataan setengah djadjahan" bukan suatu pengertian tepat bagi kedudukan Tiongkok; saja kira, nama jang lebih tepat bagi kita ialah hypo-djadjahan" . Kata tambahan ,,hypo" berasal dari istilah ilmu pisah, seperti perkataan hypofosfit. Satu bahan kimia jang mengandung unsur fosfor, akan tetapi bertingkat lebih rendah dari tjampuran fosfor, jang murni dinamakan suatu tjampuran fosforis. Tingkat jang lebih rendah dari matjam tjampurar ini dinamakan hypōfosforus , laksana sebuah organisasi jang mempunjai kantor bertingkat dua. Tadinja kita mengira, bahwa Tiongkok itu adalah suatu negeri ,,setengah dja- djahan" sedangkan keadaan seperti inipun telah memalukan. Tambahan lagi kita tidak insjaf bahwa deradjat kita sesungguhnja dibawah kedudukan Annam dan Korea. Negeri kita bukan suatu semi-djadjahan, tetapi suatu hypo-djadjahan. Di Kwantung terdjadi pertentangan dengan kekuasaan asing mengenai kelebihan uang bea. Kelebihan uang bea ini memang sebetulnja hak milik kita, tetapi apakah alasannja maka mereka bertengkar dalam hal ini? Hal ini disebabkan oleh karena bea atas barang di Tiongkok sekarang diurus oleh bangsa-bangsa lain. Bea atas barang (customs ) berupa demikian, dahulu tak diketahui oleh rakjat Tiongkok; pelabuhan-pelabuhan kita, kita tutup dan kita hidup terasing. Dalam pada itu Inggeris datang ke Tiongkok dan<noinclude></noinclude> s5pehebkmemqom0ph609i13sxjrzwme Halaman:San min chu i.pdf/44 104 111467 310066 2026-08-10T03:09:13Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310066 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||39}}</noinclude>''mentjari djalan untuk berhubungan dagang; tetapi Tiongkok menutup pintunja dan menolak kedatangan bangsa asing itu. Dengan paduan tenaga imperialisme dan ekonomi, Inggeris mendepak pagar dan merompak pintu, lalu masuk ke Tiongkok. Pada saat itu djuga, tentara Inggeris merampas Kanton, akan tetapi mereka mengundurkan diri setelah ternjata bahwa Kanton tak sang- gup dipertahankannja. Kemudian mereka menaklukkan pulau Hongkong. Tak pula mereka lupa meminta uang kerugian; akan tetapi setelah ternjata Tiongkok tak mampu membajarnja, maka sebagai penggantinja diserahkan kepada Inggeris hak-hak pemu- ngutan bea dipelabuhan dan diizinkan bulat-bulat menagih dan menerima bea-beanja. Menurut perhitungan pemerintahan Manchu, maka waktu untuk meluraskan kerugian-kerugian itu, tentu akan sangat lama ; akan tetapi setelah pengawas bea-bea dipegang penuh oleh Inggeris, segala uang pemungutan bea dalam beberapa tahun lamanja sudah tjukup sebagai pengganti uang kerugiarnja dahulu. Dari keadaan-keadaan ini barulah pemerintahan Manchu dapat mengetahui bagaimana busuknja pegawai-pegawairja sendiri. Sedjak dahulu keburukan-keburukan besar dari penagihan bea-bea ialah karena sebagian besar dari uang bea itu masuk saku pegawai- pegawai. Demikianlah hak-hak pemungutan bea diseluruh pelabuhan Tiongkok diserahkan kebawah pengawasan Inggeris dan sedjak itu, bangsa Inggeris didjadikan komisioner pemungutan bea. Kemudian bangsa-bangsa asing lain jang datang berdagang dengan Tiongkok tak setudju dengan pengawasan bea jang diurus bangsa Inggeris dan karena itu, dengan litjin Inggeris kemudian mengatur dan membagi-bagikan hak pengawasan bea menurut besar-ketjilnja perdagangan bangsa-bangsa asing itu. Akibatnja, seluruh bea-bea pelabuhan Tiongkok djatuh ketangan bangsa asing. Tiap-tiap perdjardjian baru antara Tiongkok dan suatu negara asing membawa kerugian besar bagi Tiongkok, karena perdjandjian-perdjandjiar itu isinja selalu berat sebelah. Besar-ketjilnja tarip bea ditetapkan oleh bangsa-bangsa asing dan Tiongkok sekali-kali tak berhak menagih dan mempergunakan taripnja sendiri; keadaan-keadaan seperti demikianlah jang menjebabkan timbulnja pergolakan karena tak adilnja penagihan bea jang dilakukan oleh bangsa asing. Sekarang bagaimanakah tjaranja negara-negara lain berhadapan dengan tekanan dan penindasan ekonomi bangsa asing jang masuk''<noinclude></noinclude> h6qs46ypnj99md5t803pa1nn39v7dve Halaman:San min chu i.pdf/87 104 111468 310068 2026-08-10T03:09:43Z Ichi Ocha 26099 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '82 mengangkat kedudukan bangsanja sendiri; sesudah ini terdjadi, tentu ia tidak ingin kembali djadi sebuah provinsi Tiongkok. Saja dapat mentjeritakan satu peristiwa lagi jang sangat menarik hati. Tatkala perang Eropah berkobar dengan dahsjatnja, saja sedang mendirikan sebuah pemerintahan nasional di Kantor. Pada suatu hari datanglah seorang konsol Inggeris ke Markas Besar Panglima Tertinggi untuk menemui saja dan memperbintjangkan kemungkina... 310068 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" /></noinclude>82 mengangkat kedudukan bangsanja sendiri; sesudah ini terdjadi, tentu ia tidak ingin kembali djadi sebuah provinsi Tiongkok. Saja dapat mentjeritakan satu peristiwa lagi jang sangat menarik hati. Tatkala perang Eropah berkobar dengan dahsjatnja, saja sedang mendirikan sebuah pemerintahan nasional di Kantor. Pada suatu hari datanglah seorang konsol Inggeris ke Markas Besar Panglima Tertinggi untuk menemui saja dan memperbintjangkan kemungkinan Pemerintah Selatan menggabungkan diri dengan negara-negara Entente serta mengirimkan tentaranja ke Eropah . Kemudian saja bertanja kepada konsol Inggeris itu. „Apakah perlunja kami mengirimkan tentara ?" Ia mendjawab : „Untuk memerangi Djerman, karena semendjak Djerman memasuki daerah Tiongkok dan merampas Tsingtau, selajaknjalah Tuan-tuan memerangi mereka serta merebut kembali hak-hak Tuan. " Lalu saja mengatakan : „Tsingtau agak djauh letaknja dari Kanton. Tetapi bagaimanakah halnja dengan Hongkong jang paling dekat dari sini atau negeri-negeri jang agak lebih djauh lagi, seperti Birma, Butan. Nepal jang dahulunja semua daerah Tiongkok? Dan sekarang Tuan datang hendak merebut Tibet dari tangan kami. Pada dewasa ini Tiongkok belum tjukup kuat untuk merampas kembali daerah-daerahnja jang hilang ; seandainja mereka mulai bertindak kearah itu, daerah-daerah jang dikuasai Inggerislah jang pertama kali harus mereka rebut kembali. Dibandingkan dengan daerah-daerah djadjahan Inggeris di Tiongkok, maka daerah jang dikuasai Djerman - Tsingtau - djauh lebih ketjil; Birma djauh lebih besar dan Tibet lebih besar lagi. Kalau kami sudah berani menuntut kembali hak-hak kami, maka kami akan mulai dengan daerah-daerah terbesar. " Mendengar djawaban saja ini, tak dapat ia menahan amarahnja dan berkata : „Kedatangan saja ini untuk memperbintjangkan urusan pemerintahan dengan Tuan". Dengan segera saja djawab: „Jang saja katakan tadi memanglah urusan pemerintahan! " Lama kami berlawanan kata, tetapi tak seorang mau mengalah. Achirnja saja berkata : „Peradaban kami dua ribu tahun lebih madju dari pada peradaban Tuan. Kami tak berkeberatan menunggu sampai Tuan sama djauh dengan kami, akan tetapi kami tak dapat dan tak mau kembali mundur kebelakang serta membiarkan Tuan mérubuhkan kami. Dua ribu tahun jang lampau kami mengenjahkan imperialisme dan menganut faham politik perdamai<noinclude></noinclude> d8tfk8g1ccnwogsssjnb7if41msona5 310071 310068 2026-08-10T03:11:05Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310071 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>82 mengangkat kedudukan bangsanja sendiri; sesudah ini terdjadi, tentu ia tidak ingin kembali djadi sebuah provinsi Tiongkok. Saja dapat mentjeritakan satu peristiwa lagi jang sangat menarik hati. Tatkala perang Eropah berkobar dengan dahsjatnja, saja sedang mendirikan sebuah pemerintahan nasional di Kantor. Pada suatu hari datanglah seorang konsol Inggeris ke Markas Besar Panglima Tertinggi untuk menemui saja dan memperbintjangkan kemungkinan Pemerintah Selatan menggabungkan diri dengan negara-negara Entente serta mengirimkan tentaranja ke Eropah . Kemudian saja bertanja kepada konsol Inggeris itu. „Apakah perlunja kami mengirimkan tentara ?" Ia mendjawab : „Untuk memerangi Djerman, karena semendjak Djerman memasuki daerah Tiongkok dan merampas Tsingtau, selajaknjalah Tuan-tuan memerangi mereka serta merebut kembali hak-hak Tuan. " Lalu saja mengatakan : „Tsingtau agak djauh letaknja dari Kanton. Tetapi bagaimanakah halnja dengan Hongkong jang paling dekat dari sini atau negeri-negeri jang agak lebih djauh lagi, seperti Birma, Butan. Nepal jang dahulunja semua daerah Tiongkok? Dan sekarang Tuan datang hendak merebut Tibet dari tangan kami. Pada dewasa ini Tiongkok belum tjukup kuat untuk merampas kembali daerah-daerahnja jang hilang ; seandainja mereka mulai bertindak kearah itu, daerah-daerah jang dikuasai Inggerislah jang pertama kali harus mereka rebut kembali. Dibandingkan dengan daerah-daerah djadjahan Inggeris di Tiongkok, maka daerah jang dikuasai Djerman - Tsingtau - djauh lebih ketjil; Birma djauh lebih besar dan Tibet lebih besar lagi. Kalau kami sudah berani menuntut kembali hak-hak kami, maka kami akan mulai dengan daerah-daerah terbesar. " Mendengar djawaban saja ini, tak dapat ia menahan amarahnja dan berkata : „Kedatangan saja ini untuk memperbintjangkan urusan pemerintahan dengan Tuan". Dengan segera saja djawab: „Jang saja katakan tadi memanglah urusan pemerintahan! " Lama kami berlawanan kata, tetapi tak seorang mau mengalah. Achirnja saja berkata : „Peradaban kami dua ribu tahun lebih madju dari pada peradaban Tuan. Kami tak berkeberatan menunggu sampai Tuan sama djauh dengan kami, akan tetapi kami tak dapat dan tak mau kembali mundur kebelakang serta membiarkan Tuan mérubuhkan kami. Dua ribu tahun jang lampau kami mengenjahkan imperialisme dan menganut faham politik perdamai<noinclude></noinclude> 1u03yvg473jltcm0s31v3pe3jpt7m8m 310075 310071 2026-08-10T03:13:49Z Ichi Ocha 26099 310075 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||82}}</noinclude> mengangkat kedudukan bangsanja sendiri; sesudah ini terdjadi, tentu ia tidak ingin kembali djadi sebuah provinsi Tiongkok. Saja dapat mentjeritakan satu peristiwa lagi jang sangat menarik hati. Tatkala perang Eropah berkobar dengan dahsjatnja, saja sedang mendirikan sebuah pemerintahan nasional di Kantor. Pada suatu hari datanglah seorang konsol Inggeris ke Markas Besar Panglima Tertinggi untuk menemui saja dan memperbintjangkan kemungkinan Pemerintah Selatan menggabungkan diri dengan negara-negara Entente serta mengirimkan tentaranja ke Eropah. Kemudian saja bertanja kepada konsol Inggeris itu. „Apakah perlunja kami mengirimkan tentara?" Ia mendjawab : „Untuk memerangi Djerman, karena semendjak Djerman memasuki daerah Tiongkok dan merampas Tsingtau, selajaknjalah Tuan-tuan memerangi mereka serta merebut kembali hak-hak Tuan. " Lalu saja mengatakan: „Tsingtau agak djauh letaknja dari Kanton. Tetapi bagaimanakah halnja dengan Hongkong jang paling dekat dari sini atau negeri-negeri jang agak lebih djauh lagi, seperti Birma, Butan. Nepal jang dahulunja semua daerah Tiongkok? Dan sekarang Tuan datang hendak merebut Tibet dari tangan kami. Pada dewasa ini Tiongkok belum tjukup kuat untuk merampas kembali daerah-daerahnja jang hilang; seandainja mereka mulai bertindak kearah itu, daerah-daerah jang dikuasai Inggerislah jang pertama kali harus mereka rebut kembali. Dibandingkan dengan daerah-daerah djadjahan Inggeris di Tiongkok, maka daerah jang dikuasai Djerman - Tsingtau - djauh lebih ketjil; Birma djauh lebih besar dan Tibet lebih besar lagi. Kalau kami sudah berani menuntut kembali hak-hak kami, maka kami akan mulai dengan daerah-daerah terbesar. " Mendengar djawaban saja ini, tak dapat ia menahan amarahnja dan berkata: „Kedatangan saja ini untuk memperbintjangkan urusan pemerintahan dengan Tuan". Dengan segera saja djawab: „Jang saja katakan tadi memanglah urusan pemerintahan! "Lama kami berlawanan kata, tetapi tak seorang mau mengalah. Achirnja saja berkata: „Peradaban kami dua ribu tahun lebih madju dari pada peradaban Tuan. Kami tak berkeberatan menunggu sampai Tuan sama djauh dengan kami, akan tetapi kami tak dapat dan tak mau kembali mundur kebelakang serta membiarkan Tuan mérubuhkan kami. Dua ribu tahun jang lampau kami mengenjahkan imperialisme dan menganut faham politik perdamai<noinclude></noinclude> lpgwpzriiamibpuvcryprxoyp056jqr Halaman:San min chu i.pdf/45 104 111469 310069 2026-08-10T03:10:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310069 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||40}}</noinclude>''dari luar kedalam negeri itu? Biasanja tarip itu ditudjukan untuk melindungi perekonomian dalam negeri dan mentjegah bahaja jang datang dari luar. Tak ubahnja seperti usaha pertahanan didjalan masuk pelabuhan untuk menghindarkan serangan negeri asing, demikian pula halnja dengan tarip bea jang didjalankan untuk menghambat tekanan ekonomi luar, membatasi pemasukan barangbarang asing; inilah salah satu djalan untuk memungkinkan tertjapainja kemadjuan industri-industri dalam negeri. Marilah kita ambil Amerika Serikat sebagai tjontoh : sesudah memusnahkan bangsa kulit merah, mulailah Amerika Serikat berhubungan dagang dengan negara-negara Eropah. Diketika itu Amerika Serikat berupa negeri pertanian, sedangkan negara-negara di Eropah berupa negeri industri. Oleh karena dalam perdagangan internasional, suatu negeri industri lebih menguntungkar. dari pada negeri pertanian, maka Amerika Serikat mengadakan tarip pelindung untuk mendjaga perindustrian dan perdagangannja. Tudjuan tarip pelindung ini ialah, supaja barang-barang impor dapat dialangi dan dibatasi dengan mengenakan bea jang berat atas barang-barang itu, misalnja, kalau sebuah barang impor berharga 100 dolar, maka misalnja bea jang harus dipungut kantor bea 80 atau 100 dolar. Rata-rata tinggi tarip bea itu dibeberapa negara 50 atau 60 persen dari djumlah harga barang. Bea jang tinggi mempertinggi pula harga barang impor, sehingga barang-barang asing itu sukar sekali beredar, sebaliknja barang-barang negeri sendiri dibebaskan dari bea dan dengan sendirinja akan lebih mudah laku dan tersebar luas, karena harganja lebih murah dari pada barang impor. Bagaimanakah suasana sekarang dinegara Tiongkok? Sebelum Tiongkok berhubungan dagang dengan luar negeri, barang-barang jang dipakai penduduknja, ialah hasil keradjinan tangan mereka sendiri. Peribahasa kuno jang berbunji: ,,laki-laki membadjak, perempuan bertenun", membuktikan bahwa pertanian dan pertenunan adalah kedua-duanja perindustrian jang sudah tua di Tiongkok. Dalam pada itu barang-barang dari luarpun mulailah masuk. Bea masuk demikian rendahnja, sehingga harga bahan kain jang di- impor djauh lebih murah dari pada harga kain buatan negeri sendiri. Apalagi semendjak sebagian besar penduduk memandang kain asing itu lebih berharga dari pada kain perindustriannja sendiri. maka perindustrian dalam negeri semakin remuk. Kehantjuran per- ''<noinclude></noinclude> 2qw0lr6woc9i1gq7m4xdxe76iaiywa6 Halaman:San min chu i.pdf/46 104 111470 310070 2026-08-10T03:10:45Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310070 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||41}}</noinclude>''industrian peri bumi ini mengakibatkan banjak pekerdja-pekerdja tangan tak mempunjai pentjaharian lagi dan lalu menganggur. Hal inilah buntut gentjetan ekonomi asing. Sungguhpun sekarang bangsa Tionghoa masih mempergunakan alat-alat tenun tangan, akan tetapi benang katunnja berasal dari luar negeri. Baru dalam tahun jang achir-achir ini bahan-bahan katun Tiongkok dipergunakan untuk pabrik-pabrik luar negeri. Di Sjanghai banjak terdapat pabrik-pabrik kain dan katun jang dapat berangsur-angsur memungkinkan menjaingi barang-barang asing jang diimpor, akan tetapi tjelakanja, bea-bea pelabuhan masih dikuasai bangsa asing. Bukan sadja bahan-bahan kain buatan negeri sendiri kalau diekspor harus membajar bea jang sangat tinggi, akan tetapi dalam perputaran dalam negeri sendiripun kain-kain tersebut diberati dengan bea jang tidak sedikit pula. Oleh karena itu, negara Tiongkok djangankan mempunjai tarip pelindung, malahan barang-barang dalam negeri sendiripun dibekukan dengan bea jang sangat tinggi untuk memesatkan lakunja barang-barang jang di impor. Selama Peperangan Eropah, diwaktu bangsa asing teralang mengimpor barangbarang pabrik ke Tiongkok, selama itulah barang-barang pabrik katun dan kain di Sjanghai mengalami kemadjuan jang pesat. Ketika inilah diperoleh keuntungan besar, dividen 100% tak asing lagi, djumlah orang jang bermodalpun berlipat ganda. Akan tetapi setelah peperangan selesai, Tiongkok dibandjiri oleh barang-barang impor kembali, sedangkan barang-barang dari Sjanghai jang begitu berdjasa kepada negara dan masjarakat kembali tidak laku. Selama persaingan dilakukan antara barang-barang asing dan barang-barang buatan negeri sendiri, djangankan kita mendapat bantuan dari kantor bea dengan djalan mempertinggi bea masuk umpamanja, sebaliknja aturan bea melindungi saudagar bangsa asing! Tak ubahnja seperti orang-orang jang menggali lubang-lubang perlindungan dimedan perang, jang sekali-kali tak dipergunakannja untuk bertahan dan menolak musuh, tetapi sebaliknja musuh jang mempergunakannja untuk menghantjurkan kita. Itulah sebabnja dikatakan. gentjetan politik gampang terasa dengan njata dan terang bagi jang tak insjaf sekalipun, akan tetapi gentjetan ekonomi adalah satu sendjata gaib jang tak mungkin dan mudah digambarkan atau dirasakan.''<noinclude></noinclude> 0kum788vkd0pli88068fvcrfg2twqje Halaman:San min chu i.pdf/47 104 111471 310072 2026-08-10T03:11:36Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310072 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||42}}</noinclude>''Semendjak Tiongkok membuka perdagangan dengan bangsa asing. neratja perdagangan mendjadi membubung, seperti sebuah sungai dikala pasang naik. Menurut penjelidikan 10 tahun jang lalu, neratja tersebut menundjukkan djumlah $ 200.000.000. Menurut laporan kantor bea dalam waktu belakangan ini ternjata bahwa dalam tahun 1921 djumlah impor $ 500.000.000, lebih besar dari ekspor, djadi menundjukkan kenaikan 250% dalam 10 tahun. Menurut perhitungan ini maka neratja perdagangan 10 tahun lagi akan memperlihatkan djumlah $ 1.250.000.000. Dengan perkataan lain, dalam 10 tahun jang akan datang Tiongkok harus membajar kepada bangsa asing sedjumlah 1.250.000.000 dolar. Djumlah ini baru mengenai perdagangan sadja. Bukankah ini satu djumlah besar jang terlepas dari tangan kita ? Selain dari pada itu terdapat lagi tindasan ekonomi asing berkenaan dengan bank-bank. Tjuriga kepada bank sendiri dan pertjaja penuh kepada bank-bank asing, demikianlah suasana masjarakat Tiongkok pada dewasa ini. Misalnja di Kwantung, bank-bank asing dapat beredar luas karena mendapat kepertjajaan, sedangkan bank-bank sendiri tak sedikitpun mendapat perhatian. Tadinja, uang kertas jang laku ialah uang kertas keluaran Kwantung Provincial Bank kita, tetapi sekarang tidak berharga sama sekali dan kita hanja mempergunakan uang perak sadja. Uang kertas jang dikeluarkan bank negara harganja lebih rendah dari pada uang kertas keluaran bank asing, malahan sekarang uang perak negeri kita djauh lebih rendah harganja dari uang kertas asing. Uang kertas asing jang sudah beredar diprovinsi Kwantung sampai sekarang diduga sudah mentjapai djumlah berpuluh-puluh djuta. Dari pada mengumpulkan uang perak keluaran Tiongkok, kebanja- kan orang lebih suka menumpuk uang kertas asing. Di Sjanghai, Tientsin, Hankow dan dibeberapa kota perniagaanpun demikian djuga halnja. Kalau kita selidiki sebabnja, maka ternjata bahwa masjarakat sudah kena ratjun tindasan ekonomi asing sehingga demikian rupa keadaannja. Boleh dikatakan sudah mendjadi tabiat kita menganggap bangsa asing itu mampu semuanja ; dalam pada itu, kita tak insjaf bahwa barang kita pertukarkan dengan kertas. Bangsa-bangsa asing jang disini itu mula-mula memang tak mempunjai banjak modal; pada hakekatnja mereka kebanjakan dapat mendjadi kaum bermodal hanja karena pemberian kita. Mereka hanja mentjetak beberapa djuta uang kertas jang mau diterima ma''<noinclude></noinclude> f0s14rj6jjs4pr5vpmdh4yn7pkwnzjx Halaman:San min chu i.pdf/48 104 111472 310073 2026-08-10T03:12:24Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310073 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>''sjarakat kita, sesudah itu mereka edarkan uang kertas itu dengan harga berdjuta-djuta dolar dan hal ini berarti keuntungan besar bagi mereka. Uang kertas jang ditjetak dan diedarkan itu memakan ongkos tjetak beberapa persen sadja ; tetapi lembaran kertas jang gampang dan murah dibuat itu memperoleh harga nilai jang tinggi sekali dengan menempelkan angka-angka satu, sepuluh atau seratus dolar diatasnja. Dalam keadaan leluasa dengan tak mendapat rintangan sedikitpun, bersimaharadja lelalah bangsa asing mentjetak uang kertas dengan djumlah jang tak terbatas sampai harga berdjuta-djuta dolar; kemudian uang kertas ini ditukarkannja dengan harta milik kita seharga berdjuta-djuta dolar pula. Tuantuan bukankah ini suatu kerugian jang sangat mengerikan? Apakah sebabnja mereka dapat mengeluarkan uang kertas sedemikian banjaknja? Dan mengapakah kita tak mungkin berbuat begitu? Sebabnja terletak dalam masjarakat kita jang telah diratjun oleh pengaruh kekuasaan ekonomi asing jang mengakibatkan sikap tjuriga terhadap bangsa sendiri dan kepertjajaan penuh kepada bangsa asing hingga uang kertas sendiri tak laku dan tak dapat diedarkan. Disamping bank jang mengeluarkan uang kertas ada lagi bank penukaran (bank exchange) . Kita bangsa Tionghoa jang tinggal dikota-kota pelabuhan mempertjajai djuga bank-bank ini, jang memberi kita kesempatan tukar menukar uang. Dalam diberi kesempatan menukar uangnja, bangsa Tionghoa bukan sadja setudju ditjekik dengan bunga satu setengah persen, tetapi disampingnja ini, bankbank mentjari keuntungan lagi dengan djalan lain. Waktu terdjadi pembajaran satu surat wesel, maka dalam mempertukarkan mata uang Tiongkok (tael) dengan uang dolar, bangsa Tionghoa kehilangan uang, baik ditempat terdjadinja pembaharuan perhitungan maupun ditempat pembajaran, sedjumlah dua atau tiga persen paling sedikit. Misalnja, kalau bank asing di Kwantung hendak mengeluarkan surat wesel buat Sjanghai seharga $ 10.000 maka dikenakan $ 500; lain dari pada itu dalam mempertukarkan uang perak ( ketjil ) dengan mata uang tael Sjanghai, selalu uang perak Kwantung mereka rendahkan harganja dan mata uang Sjanghai mereka tinggikan, supaja dapat keuntungan menurut semau mereka, paling sedikit 100 200 dolar. Dalam pembajaran surat wesel itu di Sjanghai, tidak mereka bajar dengan mata uang tael, tetapi''<noinclude></noinclude> 7g6s5r3yuye386howuu5kpcbm4rzcoq Halaman:San min chu i.pdf/49 104 111473 310074 2026-08-10T03:13:24Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310074 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||44}}</noinclude>''dengan dolar; dalam mempertukarkan tael Sjanghai dengan dolar, harga tael Sjanghai diturunkan, sedangkan harga dolar ditinggikan, supaja keuntungan jang didapat sekurang-kurangnja 200 300 dolar; dengan tak melebihi 30 surat wesel sematjam demikian. maka djumlah tadipun tertjapailah ( 10.000 dolar) . Sebab-sebabnja maka penduduk menderita nasib seperti itu ialah karena mere- ka mau sadja tunduk kepada gentjetan ekonomi asing. Terketjuali bank-bank biasa, bank deposito bangsa asingpun njata kelihatan berkuasa di Tiongkok. Kalau seorang Tionghoa umpamanja mempunjai uang dan ingin menjimpannja dalam bank, maka pertanjaan jang timbul dalam hatinja bukanlah bank Tionghoa manakah jang banjak atau sedikit modalnja atau jang banjak sedikit memberi bunga. Kalau pada suatu ketika ia mengetahui, bahwa bank itu bank Tionghoa, pada ketika itu pula ia merasa bahwa uang jang akan disimpannja itu tak akan aman, sedangkan bank tersebut tidak akan dapat memberi djaminan atas simpanannja itu. Mereka tidak mengambil pusing tentang dipertjajai atau tidaknja atau tinggi rendahnja bunga jang dibajar oleh bank asing; asal sadja mereka mendengar bahwa bank itu kepunjaan bangsa asing serta ada tanda-tanda jang menundjukkan hal itu, sudah tjukup buat mengabui mata dan pikiran mereka; lalu merasa sangat aman, simpananpun akan terdjaga dengan serapi-rapinja, demikianlah pen- dapat mereka. Berapapun djuga rendah bunganja,' mereka akan tetap merasa puas. Pada tahun 1911 ada suatu peristiwa jang menarik perhatian. Sesudah gerakan revolusi dimulai di Wuchang, hampir semua keluarga diistana radja Manchu dan pegawai-pegawainja menjimpan semua barang mas, perak, pendeknja segala kekajaan jang dapat disimpan, dalam berbagai-bagai matjam bank asing, karena mereka takut bahwa tjukup merasa puas asal bank-bank bangsa asing mau menerima simpanannja, sungguhpun mereka tidak diberi bunga. Ketika tentara Manchu dapat dikalahkan pasukan-pasukan revolusioner di Wuchang bank-bank asing pada Legation Quarter di Peking menerima deposito dari emas, perak dan lain-lain kekajaan bangsa Manchu jang tak terhitung djumlahnja itu, sehingga mereka tak mempunjai tempat lagi untuk menjimpannja, karena bertimbun-timbun harta benda jang mereka terima. Selain dari pada bank-bank bangsa asing itu tidak''<noinclude></noinclude> azc9z85pwkr19u10md1mhnwtj3bvn2u Halaman:San min chu i.pdf/50 104 111474 310076 2026-08-10T03:14:19Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310076 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||45}}</noinclude>''membajar deposito bunga terhadap sipenjimpan, orang-orang jang menjimpan wang pada waktu itu diberati pula dengan sewa gudang- gudang atau tempat-tempat penjimpanan barang-barang lainnja. Bank-bank ini tahu, bahwa satu-satunja jang dikehendaki oleh sipenjimpan ialah asal sadja bank-bank asing mau menerima simpanannja, karena itu apa sadja jang ditagih terhadap mereka akan mereka bajar. Pada waktu itu bank-bank asing di Tiongkok menerima simpanan sedjumlah $ 12 billiun. Sungguhpun sebagian sudah dikembalikan , namun dalam waktu kira-kira 10 tahun ber- selang segolongan militer dan orang-orang terkemuka seperti Fen Kuo-chung, Wan Chan-Yuan, Li Shun dan Tsho Kun telah menggelapkan kas negara, hingga mereka masing-masing telah mendapat dengan tak halal sedjumlah ribuan djuta dolar. Karena nafsu mereka menghendaki dan mau mengamankan buat selama-lamanja kekajaan jang didapat dengan djalan tidak halal itu, achirnja diri mereka sendiri terdjebak kedalam lukah bank-bank asing itu. Demikianlah, semendjak tahun 1911 belum djuga didapat angka penjusutan atau penambahan jang tepat dari orang-orang jang menaruh deposito dibank-bank asing. Bunga jang dibajar oleh bank-bank ini kepada penjimpan jang mempunjai uang sedjumlah 12 miliar itu, pasti tidak lebih dari 4 atau 5% , sedangkan pindjaman-pindjaman terhadap saudagar-saudagar ketjil dari bank-bank ini di Tiongkok, harus disertai dengan bunga jang sangat tinggi, 7-8 malahan sampai melebihi 10% . Djadi selain dari pada bank-bank asing itu tak usah mengeluarkan modal sendiri, dengan amat mudah mereka dapat pula menghisap modal bangsa Tionghoa, dari mana mereka banjak dapat keuntungan. Berdjuta-djuta dolar keuntungan tiap-tiap tahun jang diperoleh bangsa asing dari penjimpan-per.jimpan bangsa Tionghoa ini, adalah satu kerugian jang tak dapat dikira-kira. Sebab-sebabnja maka masjarakat Tionghoa dapat diabui oleh bangsa asing itu, ialah karena kejakinan kita sendiri, bahwa dibank-bank Tionghoa itu tak terdapat djaminan bagi uang kita, sedangkan kepada bank-bank bangsa asing kepertjajaan kita tertjurah penuh. Tak ada terlintas dipikiran mereka, bahwa bank-bank asing itu mungkin djuga bangkrut; akan tetapi tjobalah selidiki apakah Banque Industrielle de Chine jang telah membawa bangkrut deposito bangsa Tionghoa jang disimpan di bank itu bukan suatu bank asing? Betulkah bank<noinclude></noinclude> 6ztlli9h6s4d2ksv4xkgwf34pll96aj Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/200 104 111475 310077 2026-08-10T03:14:37Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310077 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Pada masa itu ia turut mendirikan dan pernah pula mendjabat sebagai Ketua dari "Indonesische Vereniging" jang kemudian berganti nama: "Perhimpunan Indonesia". Pada bulan Djuli tahun 1923 ia bertolak ke Indonesia kembali. Ia berpesan kepada teman²nja di Negeri Belanda, supaja meneruskan perdjuangannja. Dan diharap bertemu kembali di Indonesia dalam pergerakan totaal. Setelah tiba di tanah air ia lalu ditempatkan sebagai Guru pada Sekolah Kedokteran di Surabaja. Disamping itu ia diangkat sebagai anggauta Dewan Kota (Gemeenteraad). Perdjuangannja dalam dewan kota itu terbukti tidak berhasil. Kemudian terdjadilah peristiwa pemogokan pertama. Dia bersama teman²nja jaitu: R. M. H. Soejono, M. Soendjoto, dan Asmowinangoen telah mogok! Dari kalangan mesjarakat sudah tentu timbul reaksi hebat. Diantaranja jang menjesali tindakan Dr. Soetomo ialah Tan Malaka. Akan tetapi walaupun demikian Dr. Sutomo tetap hendak keluar dari Dewan Kota dan akan meneruskan perdjuangannja diluar. Karena ia jakin, bahwa diluar Dewan itu perdjuangannja akan mentjapai hasil jang lebih memuaskan bagi kepentingan rakjat! Tanggal 4 Djuli 1924 berdirilah "Indonesische Studieclub". Satu perhimpunan jang menjelidiki hal² dan kemungkinan² dapat memadjukan ketjerdasan dan perkembangan politik jang berguna bagi rakjat Indonesia. Untuk menimbulkan tali persatuan dalam perhimpunan itu, maka para pengurusnja telah sengadja dipilih dari pelbagai suku bangsa dari daerah Indonesia. Pada tanggal 11 Djuli 1925 telah diadakan "interinsulaire dag" sebagai tindakan dalam usaha pemberantasan semangat kedaerahan. Pada hari tersebut telah diundang putra Indonesia dari pelbagai daerah Indonesia untuk berkumpul di Gedung Perlindungan Peladjar, Surabaja. Indonesische Studieclub telah menerbitkan sebuah Madjalah Bulanan berbahasa Belanda: "Suluh Indonesia". Hampir tiap nomor terdapat tulisan dari Dr. Soetomo. Kemudian madjalah ini disatukan dengan Madjalah "Indonesia Muda" jang diterbitkan oleh Algemeene Studieclub jang dipimpin oleh Ir. Soekarno di Bandung. Nama madjalah baru itu mendjadi: "Suluh {{hws|Indo|Indonesia}}<noinclude>{{rh|||205|}}</noinclude> hud2mlb9pcgf3l8l9u2rabe2ilsxang 310090 310077 2026-08-10T03:20:14Z Link PB 26772 310090 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Pada masa itu ia turut mendirikan dan pernah pula mendjabat sebagai Ketua dari "Indonesische Vereniging" jang kemudian berganti nama: "Perhimpunan Indonesia". Pada bulan Djuli tahun 1923 ia bertolak ke Indonesia kembali. Ia berpesan kepada teman²nja di Negeri Belanda, supaja meneruskan perdjuangannja. Dan diharap bertemu kembali di Indonesia dalam pergerakan totaal. Setelah tiba di tanah air ia lalu ditempatkan sebagai Guru pada Sekolah Kedokteran di Surabaja. Disamping itu ia diangkat sebagai anggauta Dewan Kota (Gemeenteraad). Perdjuangannja dalam dewan kota itu terbukti tidak berhasil. Kemudian terdjadilah peristiwa pemogokan pertama. Dia bersama teman²nja jaitu: R. M. H. Soejono, M. Soendjoto, dan Asmowinangoen telah mogok! Dari kalangan mesjarakat sudah tentu timbul reaksi hebat. Diantaranja jang menjesali tindakan Dr. Soetomo ialah Tan Malaka. Akan tetapi walaupun demikian Dr. Sutomo tetap hendak keluar dari Dewan Kota dan akan meneruskan perdjuangannja diluar. Karena ia jakin, bahwa diluar Dewan itu perdjuangannja akan mentjapai hasil jang lebih memuaskan bagi kepentingan rakjat! Tanggal 4 Djuli 1924 berdirilah "Indonesische Studieclub". Satu perhimpunan jang menjelidiki hal² dan kemungkinan² dapat memadjukan ketjerdasan dan perkembangan politik jang berguna bagi rakjat Indonesia. Untuk menimbulkan tali persatuan dalam perhimpunan itu, maka para pengurusnja telah sengadja dipilih dari pelbagai suku bangsa dari daerah Indonesia. Pada tanggal 11 Djuli 1925 telah diadakan "interinsulaire dag" sebagai tindakan dalam usaha pemberantasan semangat kedaerahan. Pada hari tersebut telah diundang putra Indonesia dari pelbagai daerah Indonesia untuk berkumpul di Gedung Perlindungan Peladjar, Surabaja. Indonesische Studieclub telah menerbitkan sebuah Madjalah Bulanan berbahasa Belanda: "Suluh Indonesia". Hampir tiap nomor terdapat tulisan dari Dr. Soetomo. Kemudian madjalah ini disatukan dengan Madjalah "Indonesia Muda" jang diterbitkan oleh Algemeene Studieclub jang dipimpin oleh Ir. Soekarno di Bandung. Nama madjalah baru itu mendjadi: "Suluh {{hws|Indo|Indonesia}}<noinclude>{{rh|||205}}</noinclude> 2s7iwooj6d810kvofsud8igugkabevg 310093 310090 2026-08-10T03:20:55Z Link PB 26772 310093 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Pada masa itu ia turut mendirikan dan pernah pula mendjabat sebagai Ketua dari "Indonesische Vereniging" jang kemudian berganti nama: "Perhimpunan Indonesia". Pada bulan Djuli tahun 1923 ia bertolak ke Indonesia kembali. Ia berpesan kepada teman²nja di Negeri Belanda, supaja meneruskan perdjuangannja. Dan diharap bertemu kembali di Indonesia dalam pergerakan totaal. Setelah tiba di tanah air ia lalu ditempatkan sebagai Guru pada Sekolah Kedokteran di Surabaja. Disamping itu ia diangkat sebagai anggauta Dewan Kota (Gemeenteraad). Perdjuangannja dalam dewan kota itu terbukti tidak berhasil. Kemudian terdjadilah peristiwa pemogokan pertama. Dia bersama teman²nja jaitu: R. M. H. Soejono, M. Soendjoto, dan Asmowinangoen telah mogok! Dari kalangan mesjarakat sudah tentu timbul reaksi hebat. Diantaranja jang menjesali tindakan Dr. Soetomo ialah Tan Malaka. Akan tetapi walaupun demikian Dr. Sutomo tetap hendak keluar dari Dewan Kota dan akan meneruskan perdjuangannja diluar. Karena ia jakin, bahwa diluar Dewan itu perdjuangannja akan mentjapai hasil jang lebih memuaskan bagi kepentingan rakjat! Tanggal 4 Djuli 1924 berdirilah "Indonesische Studieclub". Satu perhimpunan jang menjelidiki hal² dan kemungkinan² dapat memadjukan ketjerdasan dan perkembangan politik jang berguna bagi rakjat Indonesia. Untuk menimbulkan tali persatuan dalam perhimpunan itu, maka para pengurusnja telah sengadja dipilih dari pelbagai suku bangsa dari daerah Indonesia. Pada tanggal 11 Djuli 1925 telah diadakan "interinsulaire dag" sebagai tindakan dalam usaha pemberantasan semangat kedaerahan. Pada hari tersebut telah diundang putra Indonesia dari pelbagai daerah Indonesia untuk berkumpul di Gedung Perlindungan Peladjar, Surabaja. Indonesische Studieclub telah menerbitkan sebuah Madjalah Bulanan berbahasa Belanda: "Suluh Indonesia". Hampir tiap nomor terdapat tulisan dari Dr. Soetomo. Kemudian madjalah ini disatukan dengan Madjalah "Indonesia Muda" jang diterbitkan oleh Algemeene Studieclub jang dipimpin oleh Ir. Soekarno di Bandung. Nama madjalah baru itu mendjadi: "Suluh {{hws|Indo|Indonesia}}<noinclude> {{rh|||205}}</noinclude> ocwzo3ylb8gu1mw4h5a03jklwhfxpfo Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/201 104 111476 310078 2026-08-10T03:14:43Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310078 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|nesia|Indonesia}} Muda''. Untuk rakjat umum telah diterbitkan: "Suluh Rakjat Indonesia'. Dr. Soetomo selain terkenal sebagai pemimpin besar, djuga orang jang dapat mendamaikan seutu perselisihan. Diantaranja pada tahun 1962, sewaktu ada peristiwa perselisihan antara kaum buruh dan madjikan, Dr. Soetomo telah berhasil mendamaikan kedua pihak. Begitu djuga sewaktu Sarekat Islam dan Muhammadijah bertentangan satu sama lain, berkat Dr. Soetomo kedua²nja saling mengerti. Pada tahun 1927 Dr. Soetomo menerima surat angkatan mendjadi anggota Dewan Rakjat. Akan tetapi ''studieclub'' jang mementingkan tenaga Dr. Soetomo untuk perdjuangan diluar, telah menolak pengangkatan itu. Pada achir tahun 1927 berdiri sebuah Madjelis jang merupakan badan gabungan dari pergerakan politik jang bernama: P.P.P.K.I. ialah singkatan dari Permufakatan Perkumpulan-Perkumpulan Politik Kebangsaan Indonesia. Didalamnja termasuk antara lain Budi Utomo, Partai Nasional Indonésia, Serikat Islam, Pagujuban Pasundan, Serikat Kaum Betawi Sumatranenbond, beberapa ''Studieclub''. Sebagai ketua madjelis diangkat Dr. Soetomo. Pada tahun 1930 tanggal 16 Oktober berdirilah Persatuan Bangsa Indonesia (P.B.I.) jang diketuai oleh Dr. Soetomo sendiri. Partai ini sebenarnja adalah hasil leburan dari ''Studieclub'' jang telah dirasakan sudah masak untuk dilebur dan bekerdja langsung untuk kepentingan rakjat. Disamping itu ia berusaha menerbitkann sebuah madjalah berbahasa Djawa dan Madura: "Swara Umum'. Dan sesudah itu mendjelma mendjadi harian nasional "Suara Umum'' jang berbahasa Indonesia. Pada tahun 1931 achir Desember telah diadakan kongres Indonesia Raya atas inisiatipnja. Ir. Sukarno jang pada waktu mendjabat sebagai ketua dari partai Nasional Indonesia bertepatan keluar dari Sukamiskin. Djustru untuk menjokong pemimpin kita jang besar ini kongres diadakan. Pada tanggal 24 Desember tahun 1935 telah diadakan fusi antara Persatuan Bangsa Indonesia (P.B.I.) dengan Budi Utomo. Ini adalah hasil gilang gemilang dalam langkah persatuan. Kemudian partai kedua jang berfusi ini mendjelma mendjadi<noinclude>{{rh|206|||}}</noinclude> bzcxrx7k2nw3iwjiwjv134w8s56aow7 310083 310078 2026-08-10T03:15:57Z Link PB 26772 310083 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|nesia|Indonesia}} Muda". Untuk rakjat umum telah diterbitkan: "Suluh Rakjat Indonesia'. Dr. Soetomo selain terkenal sebagai pemimpin besar, djuga orang jang dapat mendamaikan seutu perselisihan. Diantaranja pada tahun 1962, sewaktu ada peristiwa perselisihan antara kaum buruh dan madjikan, Dr. Soetomo telah berhasil mendamaikan kedua pihak. Begitu djuga sewaktu Sarekat Islam dan Muhammadijah bertentangan satu sama lain, berkat Dr. Soetomo kedua²nja saling mengerti. Pada tahun 1927 Dr. Soetomo menerima surat angkatan mendjadi anggota Dewan Rakjat. Akan tetapi "studieclub" jang mementingkan tenaga Dr. Soetomo untuk perdjuangan diluar, telah menolak pengangkatan itu. Pada achir tahun 1927 berdiri sebuah Madjelis jang merupakan badan gabungan dari pergerakan politik jang bernama: P.P.P.K.I. ialah singkatan dari Permufakatan Perkumpulan-Perkumpulan Politik Kebangsaan Indonesia. Didalamnja termasuk antara lain Budi Utomo, Partai Nasional Indonésia, Serikat Islam, Pagujuban Pasundan, Serikat Kaum Betawi Sumatranenbond, beberapa "Studieclub". Sebagai ketua madjelis diangkat Dr. Soetomo. Pada tahun 1930 tanggal 16 Oktober berdirilah Persatuan Bangsa Indonesia (P.B.I.) jang diketuai oleh Dr. Soetomo sendiri. Partai ini sebenarnja adalah hasil leburan dari "Studieclub" jang telah dirasakan sudah masak untuk dilebur dan bekerdja langsung untuk kepentingan rakjat. Disamping itu ia berusaha menerbitkann sebuah madjalah berbahasa Djawa dan Madura: "Swara Umum'. Dan sesudah itu mendjelma mendjadi harian nasional "Suara Umum" jang berbahasa Indonesia. Pada tahun 1931 achir Desember telah diadakan kongres Indonesia Raya atas inisiatipnja. Ir. Sukarno jang pada waktu mendjabat sebagai ketua dari partai Nasional Indonesia bertepatan keluar dari Sukamiskin. Djustru untuk menjokong pemimpin kita jang besar ini kongres diadakan. Pada tanggal 24 Desember tahun 1935 telah diadakan fusi antara Persatuan Bangsa Indonesia (P.B.I.) dengan Budi Utomo. Ini adalah hasil gilang gemilang dalam langkah persatuan. Kemudian partai kedua jang berfusi ini mendjelma mendjadi<noinclude>{{rh|206|||}}</noinclude> 0ifg61ah43rxx7d069fxb0nb012dv5k 310092 310083 2026-08-10T03:20:53Z Link PB 26772 310092 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|nesia|Indonesia}} Muda". Untuk rakjat umum telah diterbitkan: "Suluh Rakjat Indonesia'. Dr. Soetomo selain terkenal sebagai pemimpin besar, djuga orang jang dapat mendamaikan seutu perselisihan. Diantaranja pada tahun 1962, sewaktu ada peristiwa perselisihan antara kaum buruh dan madjikan, Dr. Soetomo telah berhasil mendamaikan kedua pihak. Begitu djuga sewaktu Sarekat Islam dan Muhammadijah bertentangan satu sama lain, berkat Dr. Soetomo kedua²nja saling mengerti. Pada tahun 1927 Dr. Soetomo menerima surat angkatan mendjadi anggota Dewan Rakjat. Akan tetapi "studieclub" jang mementingkan tenaga Dr. Soetomo untuk perdjuangan diluar, telah menolak pengangkatan itu. Pada achir tahun 1927 berdiri sebuah Madjelis jang merupakan badan gabungan dari pergerakan politik jang bernama: P.P.P.K.I. ialah singkatan dari Permufakatan Perkumpulan-Perkumpulan Politik Kebangsaan Indonesia. Didalamnja termasuk antara lain Budi Utomo, Partai Nasional Indonésia, Serikat Islam, Pagujuban Pasundan, Serikat Kaum Betawi Sumatranenbond, beberapa "Studieclub". Sebagai ketua madjelis diangkat Dr. Soetomo. Pada tahun 1930 tanggal 16 Oktober berdirilah Persatuan Bangsa Indonesia (P.B.I.) jang diketuai oleh Dr. Soetomo sendiri. Partai ini sebenarnja adalah hasil leburan dari "Studieclub" jang telah dirasakan sudah masak untuk dilebur dan bekerdja langsung untuk kepentingan rakjat. Disamping itu ia berusaha menerbitkann sebuah madjalah berbahasa Djawa dan Madura: "Swara Umum'. Dan sesudah itu mendjelma mendjadi harian nasional "Suara Umum" jang berbahasa Indonesia. Pada tahun 1931 achir Desember telah diadakan kongres Indonesia Raya atas inisiatipnja. Ir. Sukarno jang pada waktu mendjabat sebagai ketua dari partai Nasional Indonesia bertepatan keluar dari Sukamiskin. Djustru untuk menjokong pemimpin kita jang besar ini kongres diadakan. Pada tanggal 24 Desember tahun 1935 telah diadakan fusi antara Persatuan Bangsa Indonesia (P.B.I.) dengan Budi Utomo. Ini adalah hasil gilang gemilang dalam langkah persatuan. Kemudian partai kedua jang berfusi ini mendjelma mendjadi<noinclude> {{rh|206||}}</noinclude> dis9t7525ijomtv3xun78zqcpjorjmo Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/106 104 111477 310079 2026-08-10T03:15:07Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310079 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>„pemberontakan" telah dilakukan oleh berbagai golongan. Bahkan ada jang sampai merupakan „perang", karena bersifat umum dan berdjiwa „nasional", seperti a.l. perangnja rakjat Atjeh di bawah pimpinan Tengku Umar, perangnja rakjat Sumatra Tengah jang dipimpin Imam Bondjo!, perangnja rakjat Sulawesi dibawah komando pahlawan Hasanuddin, rakjat Ambon di bawah kemudi Pattimura, rakjat di Djawa jang berturut-turut dipimpin oleh Sultan Agung, Mangkubumi dan Diponegoro, pula lain² pahlawan di seluruh Indonesia. Namun semuanja tidak dapat memusnahkan kekuasaan Belanda. Djustru itulah, jang mendjadi salah satu alasan bagi para pelopor „kebangunan nasional" tahun 1908, untuk melakukan siasat lain, jang pokoknja ialah: 1. m e n j a t u k a n r a k j a t d e n g a n i k a t a n n a s i o n a l; 2. m e m p e r k u a t d j i w a d a n r a g a d a l a m a r t i s e-l u a s² n j a, chususnja dalam arti „moril" dan „intelektuil", djuga „sosial" dan „ekonomis" achirnja dalam arti politik"; 3. s e g a l a a k s i d a n u s a h a d i l a k u k a n s e t j a r a m o d e r n. dengan mengingati segala keadaan jang njata, ja'ni „objektif" dan „konkrit". Djanganlah dilupakan adanja perlengkapan pemerintah Belanda, jang mempunjai K. L. dan K.N.I.L.-nja jang serba modern dan terpelihara baik. Djanganlah pula dilupakan adanja alat2 kekuasaan dan kedaulatan lain²nja, jang serba lengkap: p o l i s i, jang b i a s a dan jang r a h a s i a, dengan P.I.D.-nja. Semua alat kekuasaan tadi bertugas mendjaga keamanan dan berwadjib bertindak keras, dengan tjara jang sering kali melampaui batas perikemanusiaan, menangkap, membelenggu, membuang, me-ngcdrél (menembak mati setjara besar²an), dll. sebagainja. Waktu itu mulai bertumbuh rasa kemanusiaan dikalangan sementara golongan Belanda di Nederland. Timbullah sikap „ethik" (baik-budi jang mengakibatkan timbulnja siasat „ethische politik"). Pemerintah mulai melakukan sikap atau s i a s a t e t h i k disini membantu usaha (jang tidak membahajakan kepentingan2nja kolonial, tentunja), disana mentjari contact dengan pemuka² rakjat. Orang² jang berbudi baik, seperti Snouck Murgronje dan Hazeu, dimasukan kedalam „markas ethische<noinclude>{{rh|||109}}</noinclude> roa7gtonbpoc70vbkm6i8k6yztb0x9v Halaman:San min chu i.pdf/51 104 111478 310080 2026-08-10T03:15:14Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310080 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||46}}</noinclude>''kepunjaan bangsa asing itu sungguh-sungguh dapat dipertjaja? Kalau tidak, apakah gerangan sebabnja maka kita bangsa Tionghoa seta'at dan setunduk itu menjokongnja ? Sebab-sebab terdjadinja pembajaran bunga jang sebanjak ini kepada bangsa asing, tidak pula lain dari sikap buta tuli terhadap pengaruh kekuasaan ekonomi bangsa asing. Keuntungan bank asing semuanja, seperti dalam pengeluaran uang kertas, dalam penukaran uang dengan deposito, sekurang2nja berdjumlah kurang lebih $ 100 djuta tiap-tiap tahun. Selain daripada bank-bank asing ini, ada lagi soal tarip pelajaran. Dapat atau tidaknja pengiriman barang-barang Tionghoa keluar negeri bergantung kepada perkapalan bangsa asing, begitupun pengiriman kedaerah-daerah lingkungan Tiongkok, seperti Hankow. Changsha dan Kanton, hampir semuanja dilakukan oleh kapal- kapal bangsa asing. Dalam waktu jang singkat perkapalan Djepang dapat mengalami kemadjuan pesat sekali. Pada permulaannja, Djepangpun hanja mempunjai satu Serikat Pelajaran, Nippon Yusen Kaisha ( Serikat Pelajaran Djepang) ; berkat usahanja jang tak kenal pajah, perusahaan ini kemudian meluas dan disusul oleh Toyo Kisen Kaisha, Osaka Shosen Kaisha dan Nishin Kisen Kaisha dan sedjak itu perhubungan pelajaran kepelosok-pelosok negara Tiongkok dan keseluruh pendjuru duniapun dimulai. Subsidi dan perlindungan chusus dari pemerintahlah jang menjebabkan pesatnja kemadjuan perusahaan kapal dagang Djepang ini. Menurut pandangan bangsa Tionghoa tak ada keuntungannja kalau pemerintah memberikan bantuan terhadap perusahaan kapal dagang, tetapi Djepang ingin bersaingan dengan kekuatan ekonomi bangsa asing. Demikianlah dalam hal-hal jang bersangkutan dengan pengangkutan memakai kapal, mereka djuga mengadakan perdjandjian dengan lain-lain negara, mengadakan penetapan tarip pengangkutan sebegitu banjak untuk satu ton. Muatan jang dikirim dari Eropah ke Asia terlebih dahulu harus melalui Sjanghai dari sini ke Nagasaki terus ke Yokohama, karena Sjanghai djauh lebih dekat ke Eropah dari pada pelabuhan-pelabuhan Djepang. Djumlah tarip pelajaran untuk satu ton dari Eropah ke Nagasaki dan Yokohama tidak begitu tinggi, akan tetapi jang ke Sjanghai, karena tidak ada jang menjaingi pengangkutan disini, taripnja meliwati batas, sehingga barang-barang Eropah jang ke Djepang djauh lebih murah ongkos pengangkutannja dari pada jang ke''<noinclude></noinclude> 5i3t2hec4owasdaj0sfljegmwkrus6r Halaman:San min chu i.pdf/88 104 111479 310081 2026-08-10T03:15:30Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310081 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||83}}</noinclude>an, dan pandangan hidup bangsa Tionghoa pada dewasa ini diliputi oleh tjita-tjita jang demikian itu. Tuanpun mengadakan peperangan ini guna mentjapai perdamaian kekal. Pada mulanja kami seia sekata dengan Tuan, tetapi kemudian ternjata bahwa Tuan bukan membitjarakan perdamaian tetapi peperangan dan bukan keadilan tetapi pemaksaan. Saja memandang kesukaan Tuan akan peperangan sebagai suatu kebuasan jang tak ada taranja. Turutilah hawa nafsu Tuan dan berperanglah, tetapi djanganlah diharapharapkan bahwa kami akan mengikuti Tuan. Apabila Tuan sudah djemu dan pajah berperang, dan pada suatu ketika insaf dan ingin membitjarakan perdamaian jang sungguh-sungguh, maka barulah kami akan memilih fihak Tuan serta mengusahakan bersama-sama dengan Tuan suatu perdamaian bagi seluruh dunia. Ada lagi suatu alasan jang kuat, mengapa kami tidak mau diseret dalam peperangan serta mengirimkan tentara, ialah karena kami bangsa Tionghoa tidak ingin mempunjai negara atau pemerintahan jang lalim seperti pemerintah Tuan. Kalau kami turut adjakan Tuan dan menggabungkan diri dengan Negara-negara Entente, tentu Tuan sanggup mengirimkan opsir-opsir pelatih ke Tiongkok; dibawah pimpinan opsir-opsir Tuan jang berpengalaman serta dengan memakai alat-alat peperangan jang lengkap, dalam tempoh enam bulan sadja tentulah Tuan dapat melatih sedjumlah tiga sampai limaratus ribu pradjurit jang dapat dikirim ke Eropah buat memerangi Djerman. Lalu Tuan akan sangat pajah". ..Mengapa pajah? " tanja konsol Inggeris tersebut. Maka saja djawab : „Sungguhpun negara Tuan telah memadjukan beberapa djuta pradjurit dimedan pertempuran dan berperang bertahun-tahun lamanja, Djerman tak dapat djuga Tuan taklukkan, meskipun begitu Tuan mengira bahwa bantuan beberapa ratus ribu pradjurit Tionghoa akan mengakibatkan kehantjurannja. Akibat jang sungguh-sungguh akan terdjadi, ialah bangunnja semangat ketentaraan dikalangan rakjat Tiongkok; tentara jang beberapa ratus ribu ini, akan berkembang mendjadi tentara Tiongkok jang berdjuta-djuta djumlahnja dan keadaan jang demikian itu tentu akan sangat memajahkan Tuan. Sekarang Djepang memihak Tuan, dan telah mendjadi sebuah negara besar didunia; dengan kekuatan tentaranja ia menguasai seluruh Asia. Politiknja tak berbeda dengan negara-negara imperialisme lainnja dan Tuan sangat chawa-<noinclude></noinclude> d6hb5jnyiclg77jl4wpcjexahb6jjim Halaman:San min chu i.pdf/52 104 111480 310084 2026-08-10T03:16:02Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310084 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>''Sjanghai. Karena itu pendjualan barang-barang Eropah di Djepang djauh lebih pantas dan murah dari pada di Sjanghai. Demikian pula, kalau barang-barang Tiongkok diangkut ke Eropah melalui Sjanghai, orgkos pengangkutannja djauh lebih tinggi dari pada jang berasal dari Nagasaki dan Yokohama. Kalau barang- barang Tiongkok diekspor ke Eropah seharga $ 100 djuta, ongkos pelajaran jang harus dibajar berdjumlah $ 10 djuta. Semendjak harga barang-barang ekspor dar impor Tiongkok memuntjak sampai sedjumlah $ 1.000.000.000 tiap-tiap tahun, kerugian dilapangan tarip ongkos pelajaran sadja (tarip pelajaran jang harus dibajar kepada perusahaan pelajaran bangsa asing) tidak kurang dari $ 100.000.000 . Disamping itu terdapat tiga matjam padjak, sewa tanah dan harga tanah jang harus dibajar didaerah-daerah kolonisasi dan didaerahdaerah dibawah pengawasan bangsa asing, jang tidak pula sedikit djumlahnja. Misalnja selidikilah keadaan bangsa Tionghoa di Hongkong, Formosa, Sjanghai, Tientsin, Dalny, Hankow dan beberapa konsesi-konsesi asing lainnja; mereka disitu tiap-tiap ta- hun harus membajar kepada bangsa asing sedjumlah $ 200.000.000 sebagai pelunasan berbagai-bagai padjak. Dahulu pembajaran Formosa kepada Djepang hanja $ 20.000.000, sekarang djumlah padjak sudah bertambah mendjadi $ 100.000.000. Padjak di Hong- kong jang harus dibajar kepada Inggeris diwaktu jang lalu bolehlah dikatakan hanja beberapa djuta dolar sadja setahun; sekarang raik sampai $ 30.000.000 dan setingkat demi setingkat akan memuntjak saban tahun. Karena penilikan jang kurang saksama dan ukuran jang tidak pasti terhadap padjak sewa jang dipungut oleh bangsa-bangsa asing dan bangsa Tionghoa itu, sesungguhnja tidak mungkin diberikan suatu kepastian djumlah uang jang diterima, tetapi tidak terdapat keraguraguan sedikitpun, bahwa bangsa-bangsa asing itu mendapat lebih banjak dari pada bangsa Tionghoa sendiri. Sudah dapat dipastikan, bahwa pembajaran sewa tanah sama sekali sepuluh kali lebih banjak dari pada djumlah padjak. Harga tanah naik tiap-tiap tahun; semendjak pengawasan bangsa asing atas ekonomi kita berlangsung di Tiongkok, tanah-tanah dikonsesi-konsesi jang mereka kuasai dibeli dengan harga murah dan didjual dengan harga mahal, dan dengan sendirinja dikatakan, bahwa kekajaan membuat saudagar''<noinclude></noinclude> 5llkzbb7jozmwl8lux5a7394xcvf194 Halaman:San min chu i.pdf/53 104 111481 310085 2026-08-10T03:16:56Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310085 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||48}}</noinclude>''saudagar tjerdik". Dengan terdapatnja ketiga djalan ini, kerugian jang diderita oleh bangsa Tionghoa jang hidup dalam daerahdaerah konsesi tak kurang dari 4 sampai 5 ratus djuta dolar tiaptiap tahun. Selandjutnja terdapat lagi di Tiongkok banjak maskapai-maskapai asing dan tak terhitung pula djumlah badan perseroan bangsa asing jang berniaga dinegeri kita; mereka ini sekalian karena menerima hak-hak istimewa berkat perdjandjian, telah merampas hak-hak kita. Ditindjau dari keadaan ini semakin sulitlah bagi kita untuk mengukur besar kerugian jang diakibatkan oleh keadaan ini, akan tetapi djika menilik perusahaan „The South Manchuria Railway Company" sadja, jarg menghasilkan keuntungan bersih lebih dari $ 50.000.000. setahun, maka tak boleh tidak keuntungan jarg diper- oleh berbagai matjam badan-badan asing berdjumlah beratus-ratus djuta dolar setahun. Selain dari itu ada lagi sesuatu hal jang merugikan kita, jaitu pekerdjaan spekulasi. Didaerah-daerah konsesi, bangsa-bangsa asing mengambil keuntungan dari kelemahan jang berupa keserakahan dalam tabiat dan sifat bangsa Tionghoa dan memberikan berkali kesempatan berspekulasi setjara ketjil-ketjilan, kemudian dari tingkat ini dalam beberapa tahun sekali diberi kesempatan kepada bangsa Tionghoa untuk melepaskan nafsu berdjudi seluas-luasnja. Dalam tiap-tiap kota diberi kesempatan berspekulasi di Beurs atau dipasar karet; bangsa Tionghoa dalam hal ini mengalami kerugian berdjumlah berpuluh-puluh djuta dolar. Dan biasanja spekulasi ketjil-ketjilan itu, achirnja berupa uang banjak djuga. Uang pengganti kerugian perang kita bermatjam-matjam pada tahun 1894, 250.000.000 tael kepada Djepang; pada tahun 1900, 900.000.000 tael kepada Negara-negara Besar, disebabkan karena tekanan politik dan militer mereka terhadap kita dan hal ini tak boleh digolongkan dalam kerugian-kerugian jang kita derita oleh tekanan ekonomi. Bea-bea ini tidak kekal dar. tidak tentu, djika dibandingkan dengan penindasan oleh serdjata ekonomi. Tjobalah pikirkan kerugian2 jang tak sadja terdapat dalam negara Tiongkok, tetapi djuga dalam negara-negara jang dahulu mendjadi tanah djadjahan Tiongkok dan diantara Hoakiao dinegara lain, maka djumlahnja sungguh-sungguh tak dapat dihitung. Alangkah berbahajanja penggentjetan ekonomi itu !<noinclude></noinclude> ba2xqryw1mjfbt49upq9szuf8myuh06 310087 310085 2026-08-10T03:17:42Z Ibrohim tijani 26379 310087 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||48}}</noinclude>''saudagar tjerdik". Dengan terdapatnja ketiga djalan ini, kerugian jang diderita oleh bangsa Tionghoa jang hidup dalam daerahdaerah konsesi tak kurang dari 4 sampai 5 ratus djuta dolar tiaptiap tahun. Selandjutnja terdapat lagi di Tiongkok banjak maskapai-maskapai asing dan tak terhitung pula djumlah badan perseroan bangsa asing jang berniaga dinegeri kita; mereka ini sekalian karena menerima hak-hak istimewa berkat perdjandjian, telah merampas hak-hak kita. Ditindjau dari keadaan ini semakin sulitlah bagi kita untuk mengukur besar kerugian jang diakibatkan oleh keadaan ini, akan tetapi djika menilik perusahaan „The South Manchuria Railway Company" sadja, jarg menghasilkan keuntungan bersih lebih dari $ 50.000.000. setahun, maka tak boleh tidak keuntungan jarg diper- oleh berbagai matjam badan-badan asing berdjumlah beratus-ratus djuta dolar setahun. Selain dari itu ada lagi sesuatu hal jang merugikan kita, jaitu pekerdjaan spekulasi. Didaerah-daerah konsesi, bangsa-bangsa asing mengambil keuntungan dari kelemahan jang berupa keserakahan dalam tabiat dan sifat bangsa Tionghoa dan memberikan berkali kesempatan berspekulasi setjara ketjil-ketjilan, kemudian dari tingkat ini dalam beberapa tahun sekali diberi kesempatan kepada bangsa Tionghoa untuk melepaskan nafsu berdjudi seluas-luasnja. Dalam tiap-tiap kota diberi kesempatan berspekulasi di Beurs atau dipasar karet; bangsa Tionghoa dalam hal ini mengalami kerugian berdjumlah berpuluh-puluh djuta dolar. Dan biasanja spekulasi ketjil-ketjilan itu, achirnja berupa uang banjak djuga. Uang pengganti kerugian perang kita bermatjam-matjam pada tahun 1894, 250.000.000 tael kepada Djepang; pada tahun 1900, 900.000.000 tael kepada Negara-negara Besar, disebabkan karena tekanan politik dan militer mereka terhadap kita dan hal ini tak boleh digolongkan dalam kerugian-kerugian jang kita derita oleh tekanan ekonomi. Bea-bea ini tidak kekal dar. tidak tentu, djika dibandingkan dengan penindasan oleh serdjata ekonomi. Tjobalah pikirkan kerugian2 jang tak sadja terdapat dalam negara Tiongkok, tetapi djuga dalam negara-negara jang dahulu mendjadi tanah djadjahan Tiongkok dan diantara Hoakiao dinegara lain, maka djumlahnja sungguh-sungguh tak dapat dihitung. Alangkah berbahajanja penggentjetan ekonomi itu !<noinclude></noinclude> shpz5h89vx33vqwb4hgzmkpvy790ga1 Halaman:San min chu i.pdf/89 104 111482 310086 2026-08-10T03:17:07Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310086 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>84 tir kepadanja. Meskipun begitu penduduk dan sumber-sumber alam di Tiongkok djauh melebihi Djepang. Seandainja kami ikuti adjakan Tuan dan Tiongkok turut berperang difihak Tuan, nistjaja sebelum waktu sepuluh tahun sadja Tiongkok akan mendjadi Djepang jang kedua. Kalau Tuan pikirkan djumlah penduduk Tiongkok dan luas daerah Tiongkok, kekuatan kami mungkin akan mendjadi sepuluh kali Djepang; maka kekuatan Tuan diseluruh dunia tak mudah mengalahkan Tiongkok. Karena kami dua ribu tahun lebih madju dari pada Tuan dan bebas dari kebuasan-kebuasan ku- no serta keinginan-keinginan untuk berperang, dan djuga karena kita mengharapkan agar Tiongkok buat selama-lamanja menghendaki perdamaian seluruh dunia, maka itu kita tak mau terdjun dalam peperangan ini. " Setelah mendengar utjapan-utjapan saja, konsol Inggeris jang satu setengah djam berselang masih bersedia-sedia memerangi saja, mendjadi sangat terharu dan berkata: „Seandainja saja seorang Tionghoa, pastilah saja akan sependapat dengan Tuan." Tuan2 tahu bahwa revolusi itu ialah satu peristiwa jang meminta penumpahan darah. Dimasa revolusi Tang dan Wu setiap orang pemberontak mengatakan bahwa ia ,,takluk dan tunduk kepada Tuhan serta tjinta pada sesama manusia " , akan tetapi dikatakan bahwa peperangan jang mereka lakukan dan penumpahan darah jang mereka alamkar. dimedan peperangan sedemikian besarnja hingga ,,majat-majat pemimpin pertempuran mengambang diatas sungai darah" . Didalam Revolusi tahun 1911, tatkala kita berperang mele- njapkan bangsa Manchu, banjakkah darah jang kita tumpahkan ? Sebab-sebab maka pertumpahan darah sangat sedikit terutama karena ketjintaan bangsa Tionghoa akan perdamaian serta kwalitet tinggi wataknja. Pada hakekatnja bangsa Tionghoa adalah pentjinta perdamaian jang paling besar didunia. Saja sudah berkalikali mengadjak bangsa-bangsa lain mentjontoh Tiongkok ; sekarang bangsa Slavia dari Rusia telah mengikuti kita dan menganut faham perdamaian djuga, serta seratus djuta rakjatnja ingin bekerdja bersama-sama dengan kita. Empat ratus djuta rakjat kita, bukan sadja tergolong bangsa jang paling suka akan perdamaian, tetapi djuga jang paling beradab. Kebudajaan baru jang tak beberapa lama ini berkembang di Eropah,<noinclude></noinclude> d4i2vse7z6lr7arxzmmsscinrakxnzh 310089 310086 2026-08-10T03:18:52Z Ichi Ocha 26099 310089 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||84}}</noinclude>tir kepadanja. Meskipun begitu penduduk dan sumber-sumber alam di Tiongkok djauh melebihi Djepang. Seandainja kami ikuti adjakan Tuan dan Tiongkok turut berperang difihak Tuan, nistjaja sebelum waktu sepuluh tahun sadja Tiongkok akan mendjadi Djepang jang kedua. Kalau Tuan pikirkan djumlah penduduk Tiongkok dan luas daerah Tiongkok, kekuatan kami mungkin akan mendjadi sepuluh kali Djepang; maka kekuatan Tuan diseluruh dunia tak mudah mengalahkan Tiongkok. Karena kami dua ribu tahun lebih madju dari pada Tuan dan bebas dari kebuasan-kebuasan kuno serta keinginan-keinginan untuk berperang, dan djuga karena kita mengharapkan agar Tiongkok buat selama-lamanja menghendaki perdamaian seluruh dunia, maka itu kita tak mau terdjun dalam peperangan ini. " Setelah mendengar utjapan-utjapan saja, konsol Inggeris jang satu setengah djam berselang masih bersedia-sedia memerangi saja, mendjadi sangat terharu dan berkata: „Seandainja saja seorang Tionghoa, pastilah saja akan sependapat dengan Tuan." Tuan2 tahu bahwa revolusi itu ialah satu peristiwa jang meminta penumpahan darah. Dimasa revolusi Tang dan Wu setiap orang pemberontak mengatakan bahwa ia ,,takluk dan tunduk kepada Tuhan serta tjinta pada sesama manusia", akan tetapi dikatakan bahwa peperangan jang mereka lakukan dan penumpahan darah jang mereka alamkar dimedan peperangan sedemikian besarnja hingga ,,majat-majat pemimpin pertempuran mengambang diatas sungai darah" . Didalam Revolusi tahun 1911, tatkala kita berperang melenjapkan bangsa Manchu, banjakkah darah jang kita tumpahkan? Sebab-sebab maka pertumpahan darah sangat sedikit terutama karena ketjintaan bangsa Tionghoa akan perdamaian serta kwalitet tinggi wataknja. Pada hakekatnja bangsa Tionghoa adalah pentjinta perdamaian jang paling besar didunia. Saja sudah berkalikali mengadjak bangsa-bangsa lain mentjontoh Tiongkok; sekarang bangsa Slavia dari Rusia telah mengikuti kita dan menganut faham perdamaian djuga, serta seratus djuta rakjatnja ingin bekerdja bersama-sama dengan kita. Empat ratus djuta rakjat kita, bukan sadja tergolong bangsa jang paling suka akan perdamaian, tetapi djuga jang paling beradab. Kebudajaan baru jang tak beberapa lama ini berkembang di Eropah,<noinclude></noinclude> 6qhgnsyrdzkuvpeb94v1hxapuh35lco Halaman:San min chu i.pdf/54 104 111483 310088 2026-08-10T03:18:48Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310088 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||49}}</noinclude>''Marilah kita perhatikan! Kalau diukur dengan uang, kerugian kita tiap-tiap tahun karena perampasan hak dan keuntungan kita : pertama, disebabkan oleh pemasukan barang asing sedjumlah $ 500.000.000; kedua, karena pemasukan uang kertas asing kedalam pasar uang kita; selandjutnja diskonto bank asing atau kertas wesel, bunga atas deposito kita, semuarja berdjumlah kira2 $ 100.000.000; ketiga, karena tarip ongkos muatan untuk impor dan ekspor kita, jang sampai sekarang berdjumlah $ 100.000.000 ; keempat, karena berbagai-bagai bea, bunga, sewaan dan pendjualan tanah didaerah-daerah jang diawasi bangsa asing paling sedikit berdjumlah $ 400.000.000 atau $ 500.000.000 ; kelima, keuntungan-keuntungan jang diperoleh karena terdapatnja hak-hak istimewa perda- gangan bagi bangsa-bangsa asing di Tiongkok, sedjumlah kira-kira $ 100.000.000 ; keenam, dari perdagangan spekulasi dan dari per- mainan untung-untungan, lainnja tidak kurang dari beratus-ratus djuta dolar djumlahnja. Keenam matjam pemerasan dilapangan ekonomi ini, menjebabkan kita menderita kerugian tiap2 tahun tak kurang dari $ 1.200.000.000. Selama kita belum mendapat suatu tjara bagaimana menghindarkan bentjana ini, selama itu pula penanggungan kita akan semakin berkembang sadja tiap2 tahun ; tak ada kemungkinan akan sembuhnja penjakit ini dengan sendirinja. Tiongkok mengalami bangkrut nasional dan kalau kita tak lekas dapat menjelamatkan bangsa kita, maka pengawasan asing atas ekonomi kita setjepat kilat akan menjebabkan hantjur-leburnja bangsa kita. Diwaktu zaman keemasan Tiongkok, tiap-tiap tahun negara-negara tetangga datang berkundjung membawa persembahan mereka kesinggasana keradjaan Tiongkok; sungguhpun djumlah persembahan tiap-tiap tahun itu hanja lebih sedikit dari satu djuta dolar, tetapi hal ini membawa kehormatan besar bagi kita. Tatkala keradjaan Sung lenjap dan kita harus membajar upeti pada Kin Tartar, djumlah seluruhnja hanja kira-kira 100 djuta dolar, tetapi hal demikian sadja sudah kita pandang sebagai satu penghinaan besar sekali. Padjak jang harus kita bajar sekarang kepada bangsa asing 1200 djuta tiap-tiap tahun atau 12.000 djuta dalam sepuluh tahun. Adanja gentjetan ekonomi seperti demikian, pembajaran upeti sebesar itu, tidak pernah terlintas dipikiran kita dan sampai sekarang belum djuga kita sadar akan kebodohan kita itu. Akan tetapi sungguhpun begitu, kita tidak djuga merasa malu karena San Min Chu I''<noinclude>{{rh|||4}}</noinclude> 3dicvqgif2fdb6p4g4a180h9f4ncdua Halaman:San min chu i.pdf/55 104 111484 310091 2026-08-10T03:20:26Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310091 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>''penghinaan jang sangat besar itu. Andaikan kita menerima upeti sebesar $ 1.200.000.000 itu untuk kas negara kita, apakah jang hendak kita lakukan dengan penghasilan sebesar demikian? Tak terkira-kira kemadjuan jang akan ditjapai masjarakat kita! Karena ekonomi Tiongkok dikekang dan dikungkung, sehingga tiap2 tahun akibatnja menimbulkan kerugian semata-mata, maka terhalanglah masjarakat kita mentjapai kemadjuan karena tak didapatnja kebebasan dan disamping itu pula menjebabkan rakjat Tiongkok hampir-hampir tak mempunjai pentjaharian. Pengawasan atas ekonomi kita ini sudah lebih mengerikan dari pada berdjuta-djuta pradjurit jang siap-sedia untuk melakukan penjembelihan terhadap kita. Dan selama imperialisme asing memperhebat dorongan gentjetan ekonomi, penghidupan sehari-hari masjarakat Tionghoa makin lama makin menakutkan, kaum penganggur bertambah lama bertambah banjak, dan akibatnja bagi negeri kita ialah kelemahan jang makin lama makin mendjadi. Dalam seratus tahun jang achir ini, penderitaan Tiongkok ditambah lagi dengan soal penduduk ; bangsa Tionghoa tak berkembang lagi sedangkan bangsa-bangsa lain terus berlipat ganda. Pada waktu ini kita rasai pula gentjetan politik dan gentjetan ekonomi. Djika kita tak berusaha menghindarkan diri dari tindasan ketiga hal jang berbahaja ini, kita tak boleh bersandar kepada luasnja daerah Tiongkok dan djumlah penduduknja, karena pada abad depan akan kita saksikan sendiri kemusnahan negeri kita dan kepunahan bangsa kita. Djumlah jang 400 djuta bukan barang kekal. Ambillah tjontoh pada kemusnahan bangsa Amerika asli jang mula-mula bertebar diseluruh benua Amerika. Karena kita sekarang sudah insjaf akan kerugian-kerugian jang disebabkan gentjetan dilapangan politik, dan penindasan dilapangan ekonomi jang lebih mengerikan lagi, maka adalah barang mustahil bahwa djumlah kita jang 400 djuta dapat dipertahankan dengan mudah buat selama-lamanja. Sebelum ini, dalam sedjarah Tiongkok jang ribuan tahun itu, belum pernah tersua penderitaan bangsa Tionghoa jang serupa dengan penderitaan jang disebabkan oleh tindasan ketiga faktor dalam satu masa. Untuk menolong nasib bangsa Tionghoa dimasa depan, wadjiblah kita berusaha sekuat tenaga menemukan satu djalan untuk menghantjurkan kekangan-kekangan tsb.'' -3 Pebruari 1923-<noinclude></noinclude> 8ldepo4odns2urwv625cltq52wgr8k8 310096 310091 2026-08-10T03:21:21Z Ibrohim tijani 26379 310096 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>''penghinaan jang sangat besar itu. Andaikan kita menerima upeti sebesar $ 1.200.000.000 itu untuk kas negara kita, apakah jang hendak kita lakukan dengan penghasilan sebesar demikian? Tak terkira-kira kemadjuan jang akan ditjapai masjarakat kita! Karena ekonomi Tiongkok dikekang dan dikungkung, sehingga tiap2 tahun akibatnja menimbulkan kerugian semata-mata, maka terhalanglah masjarakat kita mentjapai kemadjuan karena tak didapatnja kebebasan dan disamping itu pula menjebabkan rakjat Tiongkok hampir-hampir tak mempunjai pentjaharian. Pengawasan atas ekonomi kita ini sudah lebih mengerikan dari pada berdjuta-djuta pradjurit jang siap-sedia untuk melakukan penjembelihan terhadap kita. Dan selama imperialisme asing memperhebat dorongan gentjetan ekonomi, penghidupan sehari-hari masjarakat Tionghoa makin lama makin menakutkan, kaum penganggur bertambah lama bertambah banjak, dan akibatnja bagi negeri kita ialah kelemahan jang makin lama makin mendjadi. Dalam seratus tahun jang achir ini, penderitaan Tiongkok ditambah lagi dengan soal penduduk ; bangsa Tionghoa tak berkembang lagi sedangkan bangsa-bangsa lain terus berlipat ganda. Pada waktu ini kita rasai pula gentjetan politik dan gentjetan ekonomi. Djika kita tak berusaha menghindarkan diri dari tindasan ketiga hal jang berbahaja ini, kita tak boleh bersandar kepada luasnja daerah Tiongkok dan djumlah penduduknja, karena pada abad depan akan kita saksikan sendiri kemusnahan negeri kita dan kepunahan bangsa kita. Djumlah jang 400 djuta bukan barang kekal. Ambillah tjontoh pada kemusnahan bangsa Amerika asli jang mula-mula bertebar diseluruh benua Amerika. Karena kita sekarang sudah insjaf akan kerugian-kerugian jang disebabkan gentjetan dilapangan politik, dan penindasan dilapangan ekonomi jang lebih mengerikan lagi, maka adalah barang mustahil bahwa djumlah kita jang 400 djuta dapat dipertahankan dengan mudah buat selama-lamanja. Sebelum ini, dalam sedjarah Tiongkok jang ribuan tahun itu, belum pernah tersua penderitaan bangsa Tionghoa jang serupa dengan penderitaan jang disebabkan oleh tindasan ketiga faktor dalam satu masa. Untuk menolong nasib bangsa Tionghoa dimasa depan, wadjiblah kita berusaha sekuat tenaga menemukan satu djalan untuk menghantjurkan kekangan-kekangan tsb.'' 3 Pebruari 1923<noinclude></noinclude> oqrtcmms62l0s7e90kbu6ozco45ea3t Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/202 104 111485 310094 2026-08-10T03:21:01Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310094 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Partai Indonesia Raya atau disingkat Parindra. Setelah diadakan pemilihan ketua antara Dr. Soetomo atau K.R.T.H. Woerjaningrat, maka Dr. Soetomo-lah jang terpilih. Kemudian terdengar pula bahwa Perhimpunan Kaum Betawi jang dipimpin oleh M. H. Thamrin dan perhimpunan ,,Tirtajasa'' menggabungkan diri pada Parindra. Pada bulan Maret 1636 Dr. Soetomo melawat keluar negeri. Negeri² jang ditudju ialah: Djepang, Malaka, India, Sailan, Mesir, Nederland, Inggeris, Turki dan Palestina. Disemua negeri jang dikundjungi itu ia memetik buah jang dapat dibuat tjermin oleh bangsa Indonesia pada umumnja. Dalam satu pertemuan jang lain ada seorang Belanda terkemuka jang memadjukan pertanjaan, bagaimana sikap bangsa Indonesia kelak kiranja, apabila bangsa Indonesia sudah sungguh² mentjapai kemerdekaannja, apakah kiranja orang² Belanda akan diusir? Pertanjaan ini dibalas oleh pertanjaan kembali ,,Apakah ketika Nederland dulu dilepaskan oleh Spanjol, bangsa Spanjol itu diusir oleh bangsa Belanda?'' Pada tanggal 15 Mei 1937, sewaktu Parindra mengadakan kongresnja Dr. Soetomo dipilih kembali mendjadi Ketua Umum Partai. Waktu itu baru sadja dia kembali dari perantauannja keluar negeri. Sebagai dokter jang tjinta kepada rakjat, maka disamping pekerdjaan dinasnja, maka sering² dia menerima be-ratus² tamu dan rakjat djelata jang berobat dengan tidak memungut bajaran sedikitpun. Pada bulan April tahun 1938 Dr. Soetomo djatuh sakit. Baru itulah dia menderita sakit sedjak mengindjak usia dewasa. Dan sakitnja makin lama makin keras. Sehingga tanggal 30 Mei tahun 1938 hari Senin Kliwon, pada djam 16.15 pemimpin jang sangat kita hargai ini telah mangkat untuk meninggalkan kita selama²nja. Pesannja terachir ialah, supaja teman²nja dapat meneruskan perdjuangannja mentjapai tjita² mulia bagi seluruh bangsa Indonésia. Djenazahnja diminta sedapat mungkin dikubur digedung Nasional.<noinclude> {{rh|||207}}</noinclude> 6l27gxk61acsksrwukmiqlsg0vaipny Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/107 104 111486 310095 2026-08-10T03:21:10Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310095 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>koers"-nja. Namun anehnja lagi: Djenderal Van Heutsz mendapat tugas setjara „vol mandaat" untuk membersihkan Atjeh dll. daerah jang dichawatirkan. Nampaklah disini gerak-gerik bangsa Belanda zaman itu, jang serupa dengan gerak-gerik djiwa seorang manusia, jang menderita „minderwaardigheids-complexen". Ingin berkuasa, insjaf akan kelemahannja (moril dan fysik), karena itu terus menerus gelisah, dengan menundjukkan sikap jang penuh dengan „anti-thesen" (sikap jang saling bertentangan). Waktu itu rakjat pada umumnja terus menerus berketakutan, boleh djadi seperti dalam waktu „pendudukan" dan „pembersihan", ketika clash ke-II j.I. Perkataan,,merdeka" sekali-kali tak boleh diutjapkan; tiap kritik terhadap sesuatu tindakan vemerintah, sangat membahajakan, karena dapat menjebabkan „spreekdelict" jang kerap kali disertai penahanan preventif. Aksi politik tidak mungkin dan dilarang menurut fasal III R.R., ja'ni „Undang-undang-dasar" Hindia Belanda, jaitu jang disebut „regeeringsreglement. Tidak usah kami djelaskan bahwa sikap jang sedemikian itu adalah tabiatnja orang jang menderita penjakit „rasa-rendah" atau „minderwaardigheidscomplexen" jang terkenal itu. Diluar lingkungan politik (betulnja lingkungan masjarakat umum, tetapi mengandung tudjuan politik) zaman itu, ada adat jang sangat anehnja, apabila dipandang dengan katjamata sekarang. Jaitu misalnja adanja peraturan, bahwa seorang „resident" mempunjai hak atas penghormatan, jang sama dengan penghormatan rakjat terhadap Sultan atau Sunan. Mereka itu harus dihormati dengan „dodok" dan sembah" dan......... memakai „pajung" jang sama dengan pajungnja radja Djawa jaitu„songsong gilap" (pajung berwarna emas). Djuga „asistent-resident" dapat dodok sembah dan pakai pajung „endog-setugel", ja'ni jang bertjorak: emas-putih-emas, sseperti pajungnja seorang pangeran. Adanja sebutan „kandjeng tuan" untuk seorang resident assistent-resident, controleur dll. sebagainja tjukup diketahui, karena hingga zaman jang achir² ini masih dapat kita dengar.<noinclude>{{rh|110}}</noinclude> lucaqhmkjr5qcistotyrfqvi7hawfep Halaman:San min chu i.pdf/56 104 111487 310097 2026-08-10T03:22:29Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310097 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||Uraian III}} Sudah beberapa abad Tiongkok kehilangan semangat kebangsaannja Tantangan terhadap penerangan pemerintah tentang wudjud kebangsaan dan haluan Revolusi Gerakan Revolusi dulu untuk menentang kekuasaan Manchu sudah padam - Golongan intelektuil menundjang kaum Manchu, tetapi nasionalisme terus hidup subur dalam perkumpulan-perkumpulan rahasia dikalangan rakjat. Daja upaja pemerintah Manchu untuk melenjapkan semangat kebangsaan Tionghoa - Kegagalan perkumpulan-perkumpulan rahasia dalam pemberontakan Taiping - Sebab-sebab makanja Tiongkok kehilangan semangat kebangsaannja: menggantungkan nasib kepada bangsa asing Benih kemunduran pemerintahan imperialisme kuno di Tiongkok dan teori tentang kosmopolitisme. Kemadjuan adjaran kosmopolitisme didjadikan dunia Barat alat imperialisme, merupakan satu bahaja bagi Tiongkok - Keturunan asli dari bangsa Tionghoa dilembah Sungai Kuning Riwajat seorang kuli melemparkan kekajaan jang disimpan atau disembunjikan dalam pikulan bambu sebagai perumpamaan masjarakat Tiongkok jang telah mendjauhkan diri dari semangat kebangsaannja - Sesungguhnja mempersubur arti kebangsaan itu, satu usaha untuk melandjutkan sedjarah bangsa Tionghoa.'' ''Nasionalisme atau djiwa kebangsaan adalah satu milik jang tak ternilai harganja, satu sendjata bagi negara untuk mentjapai kemadjuan dan alat bagi satu bangsa untuk mengekalkan perdjalanan sedjarahnja. Pada masa ini Tiongkok sudah kehilangan perbendaharaan itu. Apakah sebabnja? Untuk mendjawab pertanjaan ini dan untuk mempeladjari semangat kebangsaan matjam apakah sebenarnja jang sudah tak ada lagi pada kita, memang inilah jarg mendjadi pokok pembitjaraan saja sekali ini. Bagi saja sudah njata, bahwa kita kehilangan djiwa kebangsaan itu tidak untuk sehari, akan tetapi akan larut sampai berabad-abad. Perhatikanlah riwajat anti-Revolusi jang muntjul sebelumnja Revolusi, jang semuanja menentang nasionalisme ! Sudah beratusratus tahun lamanja tjita-tjita kebangsaan ini musnah di Tiongkok ; dalam semua kesusasteraan dewasa ini, andainja seseorang memperhatikan sjair-sjair atau njanjian-njanjian bangsa Tionghoa, ten- tulah hanja akan berdjumpa dengan pudjian-pudjian terhadap ,,Bangsa Manchu jang budiman " ,,sifat kebesaran dan kemurahan hati jang tak ada taranja " ; „kami hidup berkat kekajaanmu dan berpidjak dibumimu " . Tak seorangpun jang berani mengeluarkan perkataan jang bersifat menentang terhadap bangsa Manchu. Biarpun semendjak hidupnja kembali tjita-tjita Revolusi ditahun''<noinclude></noinclude> 52wvc660utyjs5vcf0iw8qkk6dpd7ac Halaman:San min chu i.pdf/57 104 111488 310098 2026-08-10T03:23:33Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310098 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||52}}</noinclude>''tahun jang achir ini, orang-orang Tionghoa jang tjerdik pandai dan terpeladjar setiap hari masih sadja membitjarakan kebaikankebaikan bangsa Manchu, tak ubahnja seperti terompet. Pada masa kita menerbitkan Min Pao ( Harian Rakjat) di Tokio jang bermaksud mempertahankan deradjat kebangsaan kita, ada beberapa orang jang berlainan pendirian mengatakan, bahwa kita sekali-kali tak mendjadi bangsa tertindas waktu ditaklukkan bangsa Manchu. Semendjak hak memerintah Tiongkok diserahkan kepada bangsa Manchu pada peristiwa gelar Lunghu (djendral) diberikan kepada mereka oleh kaisar Ming, maka bangsa Manchu tak mendjatuhkan keradjaan Ming, tetapi mewarisi tachta keradjaan jang telah mendjadi pusaka turur-temurun. Tak dapat disangkal bahwa telah timbul suatu dinasti baru, akan tetapi rakjatnja bukan tergolong bangsa jang terdjadjah, demikianlah pendapat mereka. Umpamanja, inspektur djendral jang dahulu dari kantor Inggeris bernama Hart, jang djuga diberi mendjabat pangkat Menteri Keuangan ; seandainja ia datang kemari untuk menaklukkan Tiongkok dan berhasil mendjadi seorang kaisar, dapatkah kita katakan bahwa Tiongkok bukan sebuah negara jang ditaklukkan ? Berbagai-bagai alasan telah dikemukakan oleh golongan tadi untuk membela bangsa Manchu dan malahan mereka menjusun sebuah perkumpulan jang bersifat pro-monarchi guna kepentingan keradjaan Manchu ; perkumpulan tersebut dinamakan Pao-huang-tang ; tudjuannja terutama menghantjurkan semangat kebangsaan dikalangan masjarakat Tionghoa. Golongan monarchi ini bukan orang-orang Manchu; mereka semua terdiri dari orangorang Tionghoa. Kalangan masjarakat Tionghoa diluar negeri menjambut berdirinja perkumpulan ini dengan penuh kehormatan dan banjak diantara mereka jang turut serta. Kemudian setelah tjitatjita revolusi mulai berkembang, dengan berangsur-angsur orangorang jang diluarpun bertukar pendirian dan berbalik menjokong tjita-tjita revolusi. Dengan djalan demikian timbullah dimana-mana partai-partai revolusi. Hung-men San-ho-hui ( dinamai djuga Chih-kung-tang ) adalah salah satu diantaranja jang mendasarkan perdjuangannja menentang bangsa Manchu dan hendak mengembalikan dinasti Ming. Perkumpulan ini mentjintai dan memupuk rasa kebangsaan jang sedjati. Akan tetapi setelah golongan pro-monarchi tersebar dimana- mana merekapun bertukar bulu mendjadi golongan pro-monarchi''<noinclude></noinclude> 2mqwooizpqf4asuio3uncizmnya8rlm Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/203 104 111489 310099 2026-08-10T03:23:43Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310099 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Beberapa golongan seperti keluarga Mangkunegoro VII minta untuk mengubur djenazahnja di keluarga istana di Surakarta. Sedang para bangsawan Surabaja minta agar dimakamkan ditempat makam para bupati di Surabaja. Akan tetapi achirnja diputuskan untuk memakamkan djenazahnja itu ditengah² halaman Gedung Nasional Surabaja. Banjak pula jang hadir dalam upatjara penguburan itu antara lain tampak Ki Hadjar Dewantara, K.R.T. Woerjaningrat, Mr. Muhammad Yamin, M. H. Thamrin dan lain2. Semuanja ditaksir kl. dari 60.000 orang. Dipandang sebagai orang biasa, Dr. Soetomo adalah seorang jang gemar bergaul dan tidak membedakan pangkat dan deradjat. Hidupnja sehari² bila dibandingkan dengan penghasilannja, adalah sangat sederhana. Ketjuali pengadjaran sekolah, Dr. Soetomo djuga pengandjur bagi pendidikan masjarakat umumnja. Kursus pemberantasan Buta Huruf, Kursus Pengetahuan Umum dan penerangan setjara tertulis. Disamping ia melakukan sebagai dokter sehari²nja, tidak djarang pula ia sempat menulis karangan² ang bersifat penerangan antara lain kita kenal buku²nja seperti: „Sesalan kawin' 1928. Perkawinan dan Perkawinan anak-anak'' 1928, „Pelita Buruh", „Suluh Sarekat Kerdja'' 1934, „Puspa Rinontje'' 1938. Usaha Dr. Soetomo dalam lapangan penerbitan surat² kabar ialah terdorong oleh hasrat memberikan penerangan untuk kepentingan masjarakat pada umumnja. <hr style="width:20%; margin:left;" /><noinclude> {{rh|208||}}</noinclude> fnyh6jpr4expv2gny5n82zu12y1knjv 310101 310099 2026-08-10T03:23:59Z Link PB 26772 310101 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Beberapa golongan seperti keluarga Mangkunegoro VII minta untuk mengubur djenazahnja di keluarga istana di Surakarta. Sedang para bangsawan Surabaja minta agar dimakamkan ditempat makam para bupati di Surabaja. Akan tetapi achirnja diputuskan untuk memakamkan djenazahnja itu ditengah² halaman Gedung Nasional Surabaja. Banjak pula jang hadir dalam upatjara penguburan itu antara lain tampak Ki Hadjar Dewantara, K.R.T. Woerjaningrat, Mr. Muhammad Yamin, M. H. Thamrin dan lain2. Semuanja ditaksir kl. dari 60.000 orang. Dipandang sebagai orang biasa, Dr. Soetomo adalah seorang jang gemar bergaul dan tidak membedakan pangkat dan deradjat. Hidupnja sehari² bila dibandingkan dengan penghasilannja, adalah sangat sederhana. Ketjuali pengadjaran sekolah, Dr. Soetomo djuga pengandjur bagi pendidikan masjarakat umumnja. Kursus pemberantasan Buta Huruf, Kursus Pengetahuan Umum dan penerangan setjara tertulis. Disamping ia melakukan sebagai dokter sehari²nja, tidak djarang pula ia sempat menulis karangan² ang bersifat penerangan antara lain kita kenal buku²nja seperti: „Sesalan kawin' 1928. Perkawinan dan Perkawinan anak-anak'' 1928, „Pelita Buruh", „Suluh Sarekat Kerdja'' 1934, „Puspa Rinontje'' 1938. Usaha Dr. Soetomo dalam lapangan penerbitan surat² kabar ialah terdorong oleh hasrat memberikan penerangan untuk kepentingan masjarakat pada umumnja. <hr style="width:20%; margin:center;" /><noinclude> {{rh|208||}}</noinclude> odd80eipmgspmv2rxnau8oq3zxgym3w 310103 310101 2026-08-10T03:24:25Z Link PB 26772 310103 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Beberapa golongan seperti keluarga Mangkunegoro VII minta untuk mengubur djenazahnja di keluarga istana di Surakarta. Sedang para bangsawan Surabaja minta agar dimakamkan ditempat makam para bupati di Surabaja. Akan tetapi achirnja diputuskan untuk memakamkan djenazahnja itu ditengah² halaman Gedung Nasional Surabaja. Banjak pula jang hadir dalam upatjara penguburan itu antara lain tampak Ki Hadjar Dewantara, K.R.T. Woerjaningrat, Mr. Muhammad Yamin, M. H. Thamrin dan lain2. Semuanja ditaksir kl. dari 60.000 orang. Dipandang sebagai orang biasa, Dr. Soetomo adalah seorang jang gemar bergaul dan tidak membedakan pangkat dan deradjat. Hidupnja sehari² bila dibandingkan dengan penghasilannja, adalah sangat sederhana. Ketjuali pengadjaran sekolah, Dr. Soetomo djuga pengandjur bagi pendidikan masjarakat umumnja. Kursus pemberantasan Buta Huruf, Kursus Pengetahuan Umum dan penerangan setjara tertulis. Disamping ia melakukan sebagai dokter sehari²nja, tidak djarang pula ia sempat menulis karangan² ang bersifat penerangan antara lain kita kenal buku²nja seperti: „Sesalan kawin' 1928. Perkawinan dan Perkawinan anak-anak'' 1928, „Pelita Buruh", „Suluh Sarekat Kerdja'' 1934, „Puspa Rinontje'' 1938. Usaha Dr. Soetomo dalam lapangan penerbitan surat² kabar ialah terdorong oleh hasrat memberikan penerangan untuk kepentingan masjarakat pada umumnja. <hr style="width:40%; margin:center" /><noinclude> {{rh|208||}}</noinclude> 9guz8vkw1ljnvpuepz8kkxohauwm4cw 310104 310103 2026-08-10T03:24:53Z Link PB 26772 310104 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Beberapa golongan seperti keluarga Mangkunegoro VII minta untuk mengubur djenazahnja di keluarga istana di Surakarta. Sedang para bangsawan Surabaja minta agar dimakamkan ditempat makam para bupati di Surabaja. Akan tetapi achirnja diputuskan untuk memakamkan djenazahnja itu ditengah² halaman Gedung Nasional Surabaja. Banjak pula jang hadir dalam upatjara penguburan itu antara lain tampak Ki Hadjar Dewantara, K.R.T. Woerjaningrat, Mr. Muhammad Yamin, M. H. Thamrin dan lain2. Semuanja ditaksir kl. dari 60.000 orang. Dipandang sebagai orang biasa, Dr. Soetomo adalah seorang jang gemar bergaul dan tidak membedakan pangkat dan deradjat. Hidupnja sehari² bila dibandingkan dengan penghasilannja, adalah sangat sederhana. Ketjuali pengadjaran sekolah, Dr. Soetomo djuga pengandjur bagi pendidikan masjarakat umumnja. Kursus pemberantasan Buta Huruf, Kursus Pengetahuan Umum dan penerangan setjara tertulis. Disamping ia melakukan sebagai dokter sehari²nja, tidak djarang pula ia sempat menulis karangan² ang bersifat penerangan antara lain kita kenal buku²nja seperti: „Sesalan kawin' 1928. Perkawinan dan Perkawinan anak-anak'' 1928, „Pelita Buruh", „Suluh Sarekat Kerdja'' 1934, „Puspa Rinontje'' 1938. Usaha Dr. Soetomo dalam lapangan penerbitan surat² kabar ialah terdorong oleh hasrat memberikan penerangan untuk kepentingan masjarakat pada umumnja. <c><hr style="width:20%;" /></c><noinclude> {{rh|208||}}</noinclude> aa1gu2li0eclit9ht58qzinzn93lu8b 310105 310104 2026-08-10T03:25:58Z Link PB 26772 310105 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Beberapa golongan seperti keluarga Mangkunegoro VII minta untuk mengubur djenazahnja di keluarga istana di Surakarta. Sedang para bangsawan Surabaja minta agar dimakamkan ditempat makam para bupati di Surabaja. Akan tetapi achirnja diputuskan untuk memakamkan djenazahnja itu ditengah² halaman Gedung Nasional Surabaja. Banjak pula jang hadir dalam upatjara penguburan itu antara lain tampak Ki Hadjar Dewantara, K.R.T. Woerjaningrat, Mr. Muhammad Yamin, M. H. Thamrin dan lain2. Semuanja ditaksir kl. dari 60.000 orang. Dipandang sebagai orang biasa, Dr. Soetomo adalah seorang jang gemar bergaul dan tidak membedakan pangkat dan deradjat. Hidupnja sehari² bila dibandingkan dengan penghasilannja, adalah sangat sederhana. Ketjuali pengadjaran sekolah, Dr. Soetomo djuga pengandjur bagi pendidikan masjarakat umumnja. Kursus pemberantasan Buta Huruf, Kursus Pengetahuan Umum dan penerangan setjara tertulis. Disamping ia melakukan sebagai dokter sehari²nja, tidak djarang pula ia sempat menulis karangan² ang bersifat penerangan antara lain kita kenal buku²nja seperti: „Sesalan kawin' 1928. Perkawinan dan Perkawinan anak-anak'' 1928, „Pelita Buruh", „Suluh Sarekat Kerdja'' 1934, „Puspa Rinontje'' 1938. Usaha Dr. Soetomo dalam lapangan penerbitan surat² kabar ialah terdorong oleh hasrat memberikan penerangan untuk kepentingan masjarakat pada umumnja. <hr style="width:20%; margin:center;" /><noinclude> {{rh|208||}}</noinclude> odd80eipmgspmv2rxnau8oq3zxgym3w 310108 310105 2026-08-10T03:27:12Z Link PB 26772 310108 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Beberapa golongan seperti keluarga Mangkunegoro VII minta untuk mengubur djenazahnja di keluarga istana di Surakarta. Sedang para bangsawan Surabaja minta agar dimakamkan ditempat makam para bupati di Surabaja. Akan tetapi achirnja diputuskan untuk memakamkan djenazahnja itu ditengah² halaman Gedung Nasional Surabaja. Banjak pula jang hadir dalam upatjara penguburan itu antara lain tampak Ki Hadjar Dewantara, K.R.T. Woerjaningrat, Mr. Muhammad Yamin, M. H. Thamrin dan lain2. Semuanja ditaksir kl. dari 60.000 orang. Dipandang sebagai orang biasa, Dr. Soetomo adalah seorang jang gemar bergaul dan tidak membedakan pangkat dan deradjat. Hidupnja sehari² bila dibandingkan dengan penghasilannja, adalah sangat sederhana. Ketjuali pengadjaran sekolah, Dr. Soetomo djuga pengandjur bagi pendidikan masjarakat umumnja. Kursus pemberantasan Buta Huruf, Kursus Pengetahuan Umum dan penerangan setjara tertulis. Disamping ia melakukan sebagai dokter sehari²nja, tidak djarang pula ia sempat menulis karangan² ang bersifat penerangan antara lain kita kenal buku²nja seperti: „Sesalan kawin' 1928. Perkawinan dan Perkawinan anak-anak" 1928, „Pelita Buruh", „Suluh Sarekat Kerdja" 1934, „Puspa Rinontje" 1938. Usaha Dr. Soetomo dalam lapangan penerbitan surat² kabar ialah terdorong oleh hasrat memberikan penerangan untuk kepentingan masjarakat pada umumnja.<noinclude> {{rh|208||}}</noinclude> pahg9hfhj7wydius1eswdka5wl5drec Halaman:San min chu i.pdf/90 104 111490 310100 2026-08-10T03:23:54Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310100 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>85 dan dinamakan anarchisme dan komunisme, bukan barang asing bagi Tiongkok; misalnja, filsafat politik dari Hwang-Lao' 1) sesungguhnjalah anarchisme, dan angan2 atau impian Lieh-Tze 2) tentang masjarakat bangsa-bangsa Hua-Hsü jang tidak mempunjai pemerintahan dan undang-undang bukankah suatu matjam anarchisme jang lain ? Pemuda-pemuda modern bangsa kita jang kurang teliti mempeladjari teori-teori Tiongkok jang kuno ini, me- ngira bahwa tjita-tjita mereka baru sekarang ini disiarkan di Tiongkok. Mereka tidak insjaf, bahwa adjaran-adjaran ini sudah hidup beribu-ribu tahun di Tiongkok tetapi sebaliknja baru sekarang tersiar di Eropah. Apa jang dilaksanakan Rusia, bukan komunisme murni, akan tetapi Marxisme ; Marxisme bukan komunisme sedjati. Komunisme jang semurni-murninja, ialah buah fikiran Proudhon dan Bakunin. Komunisme dinegara-negara lain masih sadja djadi soal perbantahar ; komunisme murni belum pernah dipraktekkan sepenuhnja. Akan tetapi di Tiongkok adjaran ini sudah dilaksanakan dalam zaman Hung-Hsiu-Ch'uan ; sistim ekonominja adalah komunisme sedjati dan bukan merupakan teori belaka. Ketinggian Eropah bukan terletak dalam lapangan filsafat politik, akan tetapi semata-mata dalam kemadjuan peradaban materinja. Berkat kemadjuan Eropah dalam peradaban materi itu, semua kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, makanan keperluan rumah tangga dan alat-alat perhubungan amat mudah dibuat dan tak memerlukan banjak waktu serta alat-alat perang gas beratjun dsb. mendjadi lebih dahsjat dan mengerikan. Semua pendapatan-pendapatan serta alat-alat sendjata jang baru ini, diketemukan sedjak perkembangan dan kemadjuar. ilmu pengetahuan. Jakni sesudah abad ke-17 dan ke-18, dikala Bacon, Newton dan orang-orang tjerdik pandai lainnja mulai membuat pertjobaan-pertjobaan dan penjelidikan-penjelidikan untuk mengenal dan mengetahui segala barang sesuatu hingga semua ini mengakibatkan lahirnja ilmu pengetahuan. Karena itu, kalau kita memperbintjangkan kemadjuan ilmu pengetahuan, dan peradaban materi dari bangsa Eropah, kita harus insjaf, bahwa kita membitjarakan barang sesuatu jang baru mempunjai sedjarah 200 tahun. Beberapa ratus tahun jarg lalu, - 1) Hwangti dan Laotze. 2) Nama seorang filsuf dalam keradjaan Chow.<noinclude></noinclude> outf0ysk1vkpxh6yoe26qo5op4n6xtn 310109 310100 2026-08-10T03:28:29Z Ichi Ocha 26099 310109 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||85}}</noinclude>dan dinamakan anarchisme dan komunisme, bukan barang asing bagi Tiongkok; misalnja, filsafat politik dari Hwang-Lao' 1) sesungguhnjalah anarchisme, dan angan2 atau impian Lieh-Tze 2) tentang masjarakat bangsa-bangsa Hua-Hsü jang tidak mempunjai pemerintahan dan undang-undang bukankah suatu matjam anarchisme jang lain ? Pemuda-pemuda modern bangsa kita jang kurang teliti mempeladjari teori-teori Tiongkok jang kuno ini, mengira bahwa tjita-tjita mereka baru sekarang ini disiarkan di Tiongkok. Mereka tidak insjaf, bahwa adjaran-adjaran ini sudah hidup beribu-ribu tahun di Tiongkok tetapi sebaliknja baru sekarang tersiar di Eropah. Apa jang dilaksanakan Rusia, bukan komunisme murni, akan tetapi Marxisme; Marxisme bukan komunisme sedjati. Komunisme jang semurni-murninja, ialah buah fikiran Proudhon dan Bakunin. Komunisme dinegara-negara lain masih sadja djadi soal perbantahar; komunisme murni belum pernah dipraktekkan sepenuhnja. Akan tetapi di Tiongkok adjaran ini sudah dilaksanakan dalam zaman Hung-Hsiu-Ch'uan ; sistim ekonominja adalah komunisme sedjati dan bukan merupakan teori belaka. Ketinggian Eropah bukan terletak dalam lapangan filsafat politik, akan tetapi semata-mata dalam kemadjuan peradaban materinja. Berkat kemadjuan Eropah dalam peradaban materi itu, semua kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, makanan keperluan rumah tangga dan alat-alat perhubungan amat mudah dibuat dan tak memerlukan banjak waktu serta alat-alat perang gas beratjun dsb mendjadi lebih dahsjat dan mengerikan. Semua pendapatan-pendapatan serta alat-alat sendjata jang baru ini, diketemukan sedjak perkembangan dan kemadjuar. ilmu pengetahuan. Jakni sesudah abad ke-17 dan ke-18, dikala Bacon, Newton dan orang-orang tjerdik pandai lainnja mulai membuat pertjobaan-pertjobaan dan penjelidikan-penjelidikan untuk mengenal dan mengetahui segala barang sesuatu hingga semua ini mengakibatkan lahirnja ilmu pengetahuan. Karena itu, kalau kita memperbintjangkan kemadjuan ilmu pengetahuan, dan peradaban materi dari bangsa Eropah, kita harus insjaf, bahwa kita membitjarakan barang sesuatu jang baru mempunjai sedjarah 200 tahun. Beberapa ratus tahun jarg lalu,<noinclude>1) Hwangti dan Laotze. 2) Nama seorang filsuf dalam keradjaan Chow.</noinclude> ec7twubqgd3ch4fyole7oweoltbvqi1 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/44 104 111491 310102 2026-08-10T03:24:18Z Quraeni 22485 /* Telah diuji baca */ 310102 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Quraeni" /></noinclude>- 78njonja roema dan deo gen berseojoem sodorke°zt iapoenja tangin. , Dengen paras begitoe djoega ia mem ori hormat pad. Vronslty. ltoe officier bales itoe>dengen 1akoe jang Amat hormat dan k.moe1ian tawarken itoe DJonJa doedoek di Satoe korsi. Den gen m8n~goetin iapoen)a kepala ia atoerken trima kasi, aamentsra itoe parasoja telab beroba mera dan kamoedian dengen mata Jang tiada berkesip ia mengawasin tetamoel ,. Datengnja. Anna itoe pembitjara'an seperti ditoetoerken tti atas telab brenti, betoel setagi dJoega lampoe Jang dltioep. "Apa betael Vlassievi Jang moeda bakal kawin dengen toean Tapov? 'koe tiada mengarti kenapa orang toeanJa bisa berJakoe begitoe. OranJr bilang itoe perDlkahan dibikin lantaran tjinta..• &. .Satoe. perkawinan llntaran tjinta I Bodo be· toet kapan oran2 hen ak pertja'a lag,i itoe, obrolan kOBno. Masa ada orang is;ng hendak pertjàJa lagi pada tjinta ?- mnja njonja gezlnt~ • Betoel ltoe ada satoe mode jang koene l1an gel0 tapi toch sampe sekarang tinggal tetep djadi soeatoe kapertjaja'an di antara Olang banjak," kata Vronsky. .Lebi tjilaka lig i boeat oràng orang Jang ter.. 1aloe pertjaJa dengen itoe••• 'koe rasa tiada ada pp.rnikahan 'ang lebi tJeroentoeng 119rip&!la tatoe pernikallan Jang dibikin dengen lakoe ati ati. "Tapi brapa banjak pernikah8n begitoe jang dJadi moeSna eebagi dJoega ab,oe jang tersap06 -79 angin dJika satoe sama laen tiada ada poenJ"- rasa tjinta," kata Vronsty. . Betoel begitoe, tapi kits na~ak~n perkaW,I-na~ jang dibikin den gen laloe atl aU se~oedan]a to same. laen kenal. Betoel sepertl dJ,oega. ~~an~ jang masoek di roema, .j~ng soedadtaoje , di mana adaoJa kamer dan dl mana a In a kebc.n. • •• t' takoet ' Din kaloe begitoe semoea orang moes 1 ~a3a pertjinta'an sebagi djoaga ~raog, takoet , ' paria pe~lakit, tjatJ.ar dengen kasl lebl dOeloEt , dirin1a dlsoeobk, • . 'I ' Zonder banjak nonBens, 'koe he~da~ bi ang!' si;pa jaog hendak kenal be~o,el pertJlnta,ao, le~ ' doeloe moesti sesatken dmnla dalem ltoe ~, dan sesoedanja itoe baroe kenal apa jang (lIbllang tjinta, - kata prioses Betsy. . , "Apa oraDg Inoesti . ber1ak~e belutoe dJoega.. 'sesoedaDja kawin?· tan]a nj~nJa gez~ot. _ Se80enggoenja djoega begltoe. Hb~lmana, ada nj~ kau poenja pikiran, Anna?" taoja pnnses,. Betsy pada' itoe njoDja JaDg sakean wak~e.la man)a tinggal diam sadJa sem,baIi dengerJn ltoe· orang oráng poenJA pembltjara an. Akoe senàiri, t4 kata Anna sembari memaen de~gen iapoenja sala satoe saroe~g tangjank aDggep lantaraa di doenla ada tlegltoe ban a ~ang tentre ada begitoe banjak kemaoean, 'begit~e banjak ati dan begitoe baDjak dJoega. adaoja matjem ~eltjinta'an .•. " Dengen ati berdetlar debar Vronsiy ~enoeDg­ goe dJawabannja Anna dan tempo ablS denger' i I<noinclude></noinclude> dheux4bejwramv0y8vryprpwg4qtbl3 Halaman:San min chu i.pdf/58 104 111492 310106 2026-08-10T03:26:05Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310106 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||52}}</noinclude>''dan hanja bertudjuan mempertahankan radja „Tay Tjen" ( 1 ) diatas tachta keradjaannja. Pertukaran haluan dari golongan ke- bangsaan mendjadi golongan pro-monarchi ini menundjukkan betapa Tiongkok telah kehilangan semangat kebangsaannja sama sekali. Dalam memperkatakan seluk beluk perkumpulan rahasia jang bersifat revolusioner itu, pertama-tama perlu kita mengetahui asal-usulnja. Dimasa pemerintahan dibawah radja K'ang Hsi ( 2 ) kekuasaan dan kedudukan mereka sangat kuat! Setelahnja Shun Chi menaklukkan dinasti Ming dan menguasai seluruh Tiongkok, maka dimanamana bangunlah menteri-menteri dan orang-orang terpeladjar jang berpendirian teguh pada keradjaan Ming menentang Shun Chi. Malahan sampai kepada tahun permulaan dari radja K'ang Hsi, pertentangan masih berdjalan terus, dan tatkala itu Tiongkok belum seluruhnja ditaklukkan oleh Manchu. Dalam zaman pemerintahan K'ang Hsi, setelah orang-orang berfaham kuno berangsurangsur hilang dari pertjaturan masjarakat, bangkitlah segerombolan kaum nasionalis jang berhati teguh dan berperhitungan djauh serta insaf bahwa zaman bagi orang-orang jang berfaham kolot sudah lampau dan peninggalan usaha mereka tidak tjukup kuat untuk menentang bangsa Manchu; lalu mereka bangkit serentak memperhatikan gelagat masjarakatnja dan merantjangkan satu program untuk membangunkan masjarakat jang revollusioner setjara rahasia. Mereka adalah orang-orang jang berpemandangan luas, berpikir tadjam dan berpengalaman sempurna tentang soal kemasjarakatan. Tepat pada waktu mereka sedang menggabungkan dan menjusun perkumpulan-perkumpulan bermatjam-matjam tjoraknja itu, pada ketika itu pula K'ang Hsi memulai udjian2 Po-Hsüeh Hung-t'su ; sebagian besar jang turut mengambil bagian terdiri dari mereka jang bekerdja dimasa Ming dulu ; mereka ini semua terdjerat didalam djawatan pemerintahan Manchu. Dikalangan jang berpikiran tadjam mulai timbul keinsjafan bahwa untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaar. tak dapat diharapkan sokongan sematamata dari orang2 terpeladjar sadja, tetapi terutama harus ditudjukan kepada rakjat djelata, jang tak mempunjai rumah dan bergelan''<noinclude>(1) Gelar jang dipakai radja Manchu, (2) 1661-1722</noinclude> d96nn16qinokudo7i6ivprgt57zl2by 310113 310106 2026-08-10T03:29:57Z Ibrohim tijani 26379 310113 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||52}}</noinclude>''dan hanja bertudjuan mempertahankan radja „Tay Tjen" ( 1 ) diatas tachta keradjaannja. Pertukaran haluan dari golongan ke- bangsaan mendjadi golongan pro-monarchi ini menundjukkan betapa Tiongkok telah kehilangan semangat kebangsaannja sama sekali. Dalam memperkatakan seluk beluk perkumpulan rahasia jang bersifat revolusioner itu, pertama-tama perlu kita mengetahui asal-usulnja. Dimasa pemerintahan dibawah radja K'ang Hsi ( 2 ) kekuasaan dan kedudukan mereka sangat kuat! Setelahnja Shun Chi menaklukkan dinasti Ming dan menguasai seluruh Tiongkok, maka dimanamana bangunlah menteri-menteri dan orang-orang terpeladjar jang berpendirian teguh pada keradjaan Ming menentang Shun Chi. Malahan sampai kepada tahun permulaan dari radja K'ang Hsi, pertentangan masih berdjalan terus, dan tatkala itu Tiongkok belum seluruhnja ditaklukkan oleh Manchu. Dalam zaman pemerintahan K'ang Hsi, setelah orang-orang berfaham kuno berangsurangsur hilang dari pertjaturan masjarakat, bangkitlah segerombolan kaum nasionalis jang berhati teguh dan berperhitungan djauh serta insaf bahwa zaman bagi orang-orang jang berfaham kolot sudah lampau dan peninggalan usaha mereka tidak tjukup kuat untuk menentang bangsa Manchu; lalu mereka bangkit serentak memperhatikan gelagat masjarakatnja dan merantjangkan satu program untuk membangunkan masjarakat jang revollusioner setjara rahasia. Mereka adalah orang-orang jang berpemandangan luas, berpikir tadjam dan berpengalaman sempurna tentang soal kemasjarakatan. Tepat pada waktu mereka sedang menggabungkan dan menjusun perkumpulan-perkumpulan bermatjam-matjam tjoraknja itu, pada ketika itu pula K'ang Hsi memulai udjian2 Po-Hsüeh Hung-t'su ; sebagian besar jang turut mengambil bagian terdiri dari mereka jang bekerdja dimasa Ming dulu ; mereka ini semua terdjerat didalam djawatan pemerintahan Manchu. Dikalangan jang berpikiran tadjam mulai timbul keinsjafan bahwa untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaar. tak dapat diharapkan sokongan sematamata dari orang2 terpeladjar sadja, tetapi terutama harus ditudjukan kepada rakjat djelata, jang tak mempunjai rumah dan bergelan'' _____________ ''(1) Gelar jang dipakai radja Manchu,'' ''(2) 1661-1722''<noinclude></noinclude> rb5k6a76x4ghnxq9u0tvxvdx85rj8rk Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/108 104 111493 310107 2026-08-10T03:26:50Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310107 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>Belum habis tjeritera kami tentang adanja adat kebiasaan jang aneh di zaman itu. Ketika marhum R. Ismangun Danuwinoto dan Raden Kamil (ke-dua nja terkenal sebagai inspecteur onderwijs jang ulung) menempuh udjian „hoofdakte", bersama-sama dengan guru Belanda, maka diruangan udjian keduanja intellektuil kita itu tidak boleh duduk dikorsi dengan medja tulis, namun bagi kedua mereka itu disediakan tempat duduk dibawah, dengan tikar diatas lantai. Dokter² kita, para patih, wedana sebawahannja, zaman itu selalu duduk dibawah. Sebaliknja tiap² orang Tionghoa, Arab, Hindu, selalu duduk dikursi, bersamaa-sama dengan orang² Belanda. Dalam tjaranja bangsa Belanda bertjakap-tjakap dengan orang bangsa kita di daerah Djawa ada keanehan pula. Mereka menggunakan bahasanja sendiri (Belanda) atau bahasa Melaju, tetapi bangsa kita hanja dibolehkan berbahasa Djawa (barang tentu bahasa „kromo-inggil"), sedangkan terhadap pembesar Belanda, jang belum mengerti bahasa Djawa, harus digunakan bahasa Melaju. Jang aneh itu, tidak dibolehkannja bangsa kita menggunakan bahasa Belanda. Rupa²nja djangan sampai timbul pergaulan ramah-tamah atau sama-rata, antara mereka jang berkulit putih dengan bangsa kita jang dianggap sesama „sudra". Masih ada hal jang aneh pula. Zaman itu rakjat tidak dibolehkan dengan naik kendaraan menjeberang alun-alun, dimuka istana keraton atau istana para regen. (Baiklah disini diperingati, bahwa untuk Solo hapusnja peraturan itu disebabkan karena aksinja marhum Dr. Tjipto Mangunkusumo, jang diikuti oleh rakjat murba). Tjukup sekian tjontoh jang dapat menggambarkan suasana di zaman dulu, lima puluh tahun jang lalu. Teranglah kini kiranja, betapa besar keberananja Dokter Sutomo dan kawan²nja, jang pada tanggal 20 Mei 1908 memulaikan gerakannja ke-arah kenasionalan dan kedemokrasian, dengan mengobarkan semangat revolusioner. Dalam pada itu perlu diingat djuga, bahwa sebelum perang Djepang-Rusia, sebetulnja sudah mulai ada bukti² kesadaran, lepas dari peristiwa² diluar negeri. Timbulnja tjita baru didalam djiwa K a r t i n i, segala usaha Dr. W a h i d i n<noinclude>{{rh|||111}}</noinclude> rl606s7zazpiu869tmdchzg6avrgatw Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/204 104 111494 310110 2026-08-10T03:28:33Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310110 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''Sedjarah hidup: M. Husni Thamrin.'''</center> <center>== M. HUSNI THAMRIN ==</center> Moehammad Hoesni Thamrin dilahirkan pada tanggal 16 Februari tahun 1894 di kota Djakarta. Ia adalah anak dari Tuan Tabri Thamrin jang pada waktu itu mendjabat sebagai Wedana Batavia (Djakarta). Wedana Tabri Thamrin adalah seorang jang mengetahui seluk beluknja kota Betawi sampai kepelosok²nju. Pekerdjaannjna sangat berat, karena pada waktu itu banjak kedjadian perampokan² dan pentjurian². Akan tetapi walaupun kewadjibannja jang berat menekan bebaannja sehari², tak lupa dia memikirkan nasib pendidikan anak²nja jang berdjumlah enam itu. Diantaranja ialah Moehammad Hoesni Thamrin! Setelah tjukup usianja, maka Husni dimasukkan ke sekolah Instituut Bosch. Disana ia mendapat peladjaran bahasa Belanda ilmu berhitung. Dari instituut Bosch peladjarannja diteruskan ke sekolah menengah ,,Koning Willem III'' serupa dengan H.B.S. sekarang, djuga di Djakarta. Duduk dibangku sekolah Willem III tidak sama dengan sewaktu di instituut Bosch. Sekarang Husni harus memikirkan nasibnja kemudian hari. Dahulu ia selalu dimandjakan dengan dimandjakan dengan diberi uang saku tiap² bulan, tetapi dalam sekolah Willem III uang saku tidak lagi diterima. Karena itu sebelum ia tammat sekolah, maka ia telah mentjeburkan diri sebagai buruh di kantor Kepatihan (magang). Dari kantor patih ia dipindahkan ke Resident Kantor Batavia dan dengan begitu gadjihnja sudah lumajan. Dia sudah lama berhenti dari sekolahnja dan begitu pula di kantor Keresidenan itu tidak lama ia tinggal bekerdja. Lalu pindah di kantor K.P.M.<noinclude> {{rh|||209}}</noinclude> fk9ll7nnbvp83m1535eo15qrd5woexv 310111 310110 2026-08-10T03:29:05Z Link PB 26772 310111 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>Sedjarah hidup: M. Husni Thamrin.</center> <center>'''M. HUSNI THAMRIN'''</center> Moehammad Hoesni Thamrin dilahirkan pada tanggal 16 Februari tahun 1894 di kota Djakarta. Ia adalah anak dari Tuan Tabri Thamrin jang pada waktu itu mendjabat sebagai Wedana Batavia (Djakarta). Wedana Tabri Thamrin adalah seorang jang mengetahui seluk beluknja kota Betawi sampai kepelosok²nju. Pekerdjaannjna sangat berat, karena pada waktu itu banjak kedjadian perampokan² dan pentjurian². Akan tetapi walaupun kewadjibannja jang berat menekan bebaannja sehari², tak lupa dia memikirkan nasib pendidikan anak²nja jang berdjumlah enam itu. Diantaranja ialah Moehammad Hoesni Thamrin! Setelah tjukup usianja, maka Husni dimasukkan ke sekolah Instituut Bosch. Disana ia mendapat peladjaran bahasa Belanda ilmu berhitung. Dari instituut Bosch peladjarannja diteruskan ke sekolah menengah ,,Koning Willem III'' serupa dengan H.B.S. sekarang, djuga di Djakarta. Duduk dibangku sekolah Willem III tidak sama dengan sewaktu di instituut Bosch. Sekarang Husni harus memikirkan nasibnja kemudian hari. Dahulu ia selalu dimandjakan dengan dimandjakan dengan diberi uang saku tiap² bulan, tetapi dalam sekolah Willem III uang saku tidak lagi diterima. Karena itu sebelum ia tammat sekolah, maka ia telah mentjeburkan diri sebagai buruh di kantor Kepatihan (magang). Dari kantor patih ia dipindahkan ke Resident Kantor Batavia dan dengan begitu gadjihnja sudah lumajan. Dia sudah lama berhenti dari sekolahnja dan begitu pula di kantor Keresidenan itu tidak lama ia tinggal bekerdja. Lalu pindah di kantor K.P.M.<noinclude> {{rh|||209}}</noinclude> 4v4ponr1y1ebtb2oiy8e2o7nal2yl6v 310112 310111 2026-08-10T03:29:36Z Link PB 26772 310112 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>Sedjarah hidup: M. Husni Thamrin.</center> <center>'''M. HUSNI THAMRIN'''</center> Moehammad Hoesni Thamrin dilahirkan pada tanggal 16 Februari tahun 1894 di kota Djakarta. Ia adalah anak dari Tuan Tabri Thamrin jang pada waktu itu mendjabat sebagai Wedana Batavia (Djakarta). Wedana Tabri Thamrin adalah seorang jang mengetahui seluk beluknja kota Betawi sampai kepelosok²nju. Pekerdjaannjna sangat berat, karena pada waktu itu banjak kedjadian perampokan² dan pentjurian². Akan tetapi walaupun kewadjibannja jang berat menekan bebaannja sehari², tak lupa dia memikirkan nasib pendidikan anak²nja jang berdjumlah enam itu. Diantaranja ialah Moehammad Hoesni Thamrin! Setelah tjukup usianja, maka Husni dimasukkan ke sekolah Instituut Bosch. Disana ia mendapat peladjaran bahasa Belanda ilmu berhitung. Dari instituut Bosch peladjarannja diteruskan ke sekolah menengah "Koning Willem III" serupa dengan H.B.S. sekarang, djuga di Djakarta. Duduk dibangku sekolah Willem III tidak sama dengan sewaktu di instituut Bosch. Sekarang Husni harus memikirkan nasibnja kemudian hari. Dahulu ia selalu dimandjakan dengan dimandjakan dengan diberi uang saku tiap² bulan, tetapi dalam sekolah Willem III uang saku tidak lagi diterima. Karena itu sebelum ia tammat sekolah, maka ia telah mentjeburkan diri sebagai buruh di kantor Kepatihan (magang). Dari kantor patih ia dipindahkan ke Resident Kantor Batavia dan dengan begitu gadjihnja sudah lumajan. Dia sudah lama berhenti dari sekolahnja dan begitu pula di kantor Keresidenan itu tidak lama ia tinggal bekerdja. Lalu pindah di kantor K.P.M.<noinclude> {{rh|||209}}</noinclude> 6u6zxxt0a6rive92waumd1pc677nprk Halaman:San min chu i.pdf/91 104 111495 310114 2026-08-10T03:30:01Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310114 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>86 Eropah tak mungkin membandingi Tiongkok, karena itu kalau kita sekarang mau beladjar dari Eropah, marilah kita mengedjar kekuilmu pengetahuan - dan sekali-kali bukan filsafat rangan kita politik. Tuan sekalian mengetahui bahwa orang-orang terpandai pada dewasa ini diketemukan di Djerman. Meskipun begitu orang- orang Djerman masih djuga mempeladjari filsafat Tionghoa dan asas-asas adjaran Buddha dari India untuk menambah kekurangan mereka dalam ilmu pengetahuan. Kosmopolitisme di Eropah baru berkembang selama angkatan baru ini, akan tetapi di Tiongkok sudah diperbintjangkan dua ribu tahun jang silam. Bangsa-bangsa Eropah belum dapat menjelami peradaban kuno kita, sedangkan dikalangan bangsa kita sudah banjak jang memikir dan merentjanakan masalah-masalah peradaban politik dunia ; dan berkenaan dengan moral dunia, empat ratus djuta rakjat kita menganut asasasas perdamaian dunia. Akan tetapi karena lenjapnja semangat nasionalisme kita, moral dan peradaban kita jang kuno itupun tak dapat memperlihatkan diri dan sekarang semakin mundur. Kosmopolitisme jang digembar-gemborkan oleh bangsa Eropah sekarang ini, sebenarnja satu asas jang ditundjang oleh kekerasan dengan tidak mengenal keadilan. Pepatah Inggeris jang berbunji : ,,Kekuasaan adalah kebenaran", menundjukkan, bahwa peperangan untuk merampas dianggapnja adil. Bargsa Tionghoa belum pernah mengatakan, bahwa menduduki negeri orang dengan djalan kekuatan sendjata adalah kebenaran ; mereka tetap beranggapan bahwa peperangan dengan tentara merupakan tindakan diluar peri kemanusiaan. Moral perdamaian inilah jang mendjadi djiwa asli adjaran kosmopolitisme. Berdasarkan apakah djiwa serupa ini dapat kita pertahankan dan bangunkan ? Berdasarkan nasionalisme. Bangsa Rusia jang berdjumlah 150 djuta mendjadi sendi bagi kosmopolitisme Eropah, dan penduduk Tiongkok jang berdjumlah 400 djuta mendjadi sendi kosmopolitisme Asia. Sebagai langkah pertama untuk melaksanakannja, haruslah nasionalisme didahulukan sebelum kosmopolitisme dipersoalkan. Mereka jang bertjita-tjita mentjapai perdamaian dunia terlebih dahulu harus memerintah ne- garanja sendiri ". Karena itu, marilah kita hidupkan kembali nasionalisme kita jang sudah lenjap itu dan setelah tudjuan ini tertjapai, barulah akan kita perbintjangkan soal internasionalisme.<noinclude></noinclude> 44syevuc9oa37an7h56rtehwekwlafm 310116 310114 2026-08-10T03:31:46Z Ichi Ocha 26099 310116 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||86}}</noinclude> Eropah tak mungkin membandingi Tiongkok, karena itu kalau kita sekarang mau beladjar dari Eropah, marilah kita mengedjar kekuilmu pengetahuan - dan sekali-kali bukan filsafat rangan kita politik. Tuan sekalian mengetahui bahwa orang-orang terpandai pada dewasa ini diketemukan di Djerman. Meskipun begitu orang-orang Djerman masih djuga mempeladjari filsafat Tionghoa dan asas-asas adjaran Buddha dari India untuk menambah kekurangan mereka dalam ilmu pengetahuan. Kosmopolitisme di Eropah baru berkembang selama angkatan baru ini, akan tetapi di Tiongkok sudah diperbintjangkan dua ribu tahun jang silam. Bangsa-bangsa Eropah belum dapat menjelami peradaban kuno kita, sedangkan dikalangan bangsa kita sudah banjak jang memikir dan merentjanakan masalah-masalah peradaban politik dunia ; dan berkenaan dengan moral dunia, empat ratus djuta rakjat kita menganut asasasas perdamaian dunia. Akan tetapi karena lenjapnja semangat nasionalisme kita, moral dan peradaban kita jang kuno itupun tak dapat memperlihatkan diri dan sekarang semakin mundur. Kosmopolitisme jang digembar-gemborkan oleh bangsa Eropah sekarang ini, sebenarnja satu asas jang ditundjang oleh kekerasan dengan tidak mengenal keadilan. Pepatah Inggeris jang berbunji : ,,Kekuasaan adalah kebenaran", menundjukkan, bahwa peperangan untuk merampas dianggapnja adil. Bargsa Tionghoa belum pernah mengatakan, bahwa menduduki negeri orang dengan djalan kekuatan sendjata adalah kebenaran ; mereka tetap beranggapan bahwa peperangan dengan tentara merupakan tindakan diluar peri kemanusiaan. Moral perdamaian inilah jang mendjadi djiwa asli adjaran kosmopolitisme. Berdasarkan apakah djiwa serupa ini dapat kita pertahankan dan bangunkan? Berdasarkan nasionalisme. Bangsa Rusia jang berdjumlah 150 djuta mendjadi sendi bagi kosmopolitisme Eropah, dan penduduk Tiongkok jang berdjumlah 400 djuta mendjadi sendi kosmopolitisme Asia. Sebagai langkah pertama untuk melaksanakannja, haruslah nasionalisme didahulukan sebelum kosmopolitisme dipersoalkan. Mereka jang bertjita-tjita mentjapai perdamaian dunia terlebih dahulu harus memerintah negaranja sendiri". Karena itu, marilah kita hidupkan kembali nasionalisme kita jang sudah lenjap itu dan setelah tudjuan ini tertjapai, barulah akan kita perbintjangkan soal internasionalisme.<noinclude></noinclude> j0lcw8xr3hzsfd9h5hqlp3s2quwz3ii Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/205 104 111496 310115 2026-08-10T03:30:59Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310115 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Perdjuangan jang pertama ialah di Gemeenteraad jang tertua di Indonesia. Jaitu di gementeraad Betawi (Djakarta). Oleh karena kota Betawi tambah lama besar, tambah sulit djuga soal² untuk mengatur kebersihan, kampung² dan simpang siur, apalagi anggaran belandja. Karena itu diadakan gementeraad jang anggauta²nja pada semula di angkat oleh Pemerintah. Pada waktu itu Husni Thamrin masih mendjadi buruh di K.P.M. Namanja dikalangan kaumnja sendiri tjukup populer. Sampai didirikan orang perhimpunan "Kaum Betawi". Thamrin pada waktu itu sudah tidak merasa puas dengan kedudukannja. Semangatnja tidak mau terikat pada sesuatu Pergaulannja dengan socialist van der Zee lebih rapat. Antara mereka berdua selalu dilakukan perdebatan politik sehari². Kiesvereniging menawarkan kepada Thamrin untuk duduk di Gemeenteraad ketika kesempatan terbuka pada bulan September 1919. Permintaan itu tidak ditolaknja. Pada tanggal 27 Oktober 1919 pembukaan zitting gemeenteraad, kelihatan Thamrin sudah mendjadi anggauta resmi. Usianja jang baru 25 tahun itu adalah usia jang paling muda diantara anggauta lainnja. Perdjuangan digemcente didampingi oleh socialist van der Zee. Thamrin tetap sebagai pemuda jang radjin beladjar. Dan pekerdjaannja sebagai pemegang buku di K.P.M. tidak diabaikan. Tetapi semangat jang telah berkobar² dalam dadanja terus menjala dan pada achirnja ia telah minta berhenti dari pekerdjaannja. Aksinja mulai dikenal oleh rakjat. Suaranja di gementeraad tetap mengupas keburukan² kampung² rakjat Betawi tahun 1921. Hasil kritiknja mendapat sokongan pula dari golongan socialisten. Dengan begitu saluran air, Tjiliwung Kanaal telah siap dikerdjakan dalam tahun 1922. Gemeenteraad Betawi semakin menghargai tenaga Thamrin. Pada tanggal 17 September 1924 raad itu membutuhkan tenaga 4 orang wethouders, maka pilihan jang pertama sekali djatuh kepada Thamrin. Pada tahun 1928 dia lalu mendirikan "Nationale Fractie" antara anggauta Indonesiers dalam raad itu. Dan pada tahun 1929 Fraksi bekerdia keras.<noinclude> {{rh|210||}}</noinclude> fw6a8c7nziyvpwbssdt5l3k7drharue Halaman:San min chu i.pdf/59 104 111497 310117 2026-08-10T03:32:21Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310117 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>54 dangan kian kemari. Kaum marhaen inilah jang mereka gabungkan sehingga merupakan satu golongan baru dan mereka suntik dengan semangat kebangsaan, dengan tudjuar agar semangat kebangsaan itu djangan lenjap begitu sadja. Karena mereka berasal dari tingkatan masjarakat jang serendah-rendahnja, karena adat-istiadat sederhana itu tak menimbulkan ketjurigaan terhadap mereka dan karena bahasa jang mereka pakai tidak terpakai oleh orang jang terpeladjar guna mengembangkan ilmunja, maka terhadap gerakgerik mereka (dalam gerakan antidinasti) tidak sedikitpun menarik perhatian. Orang-orang jang pintar dan berpengalaman serta setia terhadap tjita-tjita Ming itu, menundjukkan ilmu dan kepintaran tjukup untuk bertindak dengan tepat dalam rentjana menjimpan tjita-tjita kebangsaan. Tak ubahnja seperti orang-orang kaja, jang diwaktu aman menjimpan harta kekajaannja dalam peti besi jang kuat, dan apabila mereka ketahui ada maling jang hendak memasuki rumahnja, mereka ketakutan kalau-kalau diantara barang-barang jang ada dirumahnja terdapat peti besi itulah jang pertama-tama akan ditjuri; oleh karena itu peti itu mereka kuburkan disuatu tempat jang tersembunji dan tempat jang tak akan disangka orang ; dan sedapat mungkin selama keadaan bahaja itu masih mengantjam, akan mereka kuburkan peti itu ditengah-tengah kotoran jang paling kotor; pun demikian pendapat orang-orang jang berpengalaman dimasa Ming dalam mentjari akal menjelamatkan perbendaharaan Tiongkok jang berharga itu dengan mengikuti djedjak tempat persembunjian peti itu jaitu ditengah-tengah masjarakat jang sekasarkasar dan sehina-hinanja. Djadi, taklah diatjuhkan betul bagaimana bengisnja pemerintahan Manchu dalam 200 tahun belakang ini, tetapi mereka tetap memupuk semangat kebangsaan turun-temurun dengan perantaraan keaktipan perkumpulan-perkumpulan rahasia tadi. Apakah sebabnja, tatkala perkumpulan Hung-men hendak meruntuhkan dinasti Manchu dan berniat mengembalikan Ming ditachta keradjaan, mereka itu sekalian tidak menanamkan tjita-tjita kebangsaan dikalangan golongan terpeladjar dan tidak pula mereka bukukan tjita-tjita kebangsaan itu agar dapat turun- temurun dituruti keturunan sebagaimana kata seorang ahli sedjarah termasjhur, Ssû- Ma-Chien untuk disimpan ditengah-tengah gunung sakti dan diserahkan kepada orang-orang jang termasjhur ? " Sebabnja ialah, tatkala orang-orang berpengalaman jang<noinclude></noinclude> 7carqmoz5yxjeeaxevgcj8mxghc5prf 310118 310117 2026-08-10T03:33:53Z Ibrohim tijani 26379 310118 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||54}}</noinclude>''dangan kian kemari. Kaum marhaen inilah jang mereka gabungkan sehingga merupakan satu golongan baru dan mereka suntik dengan semangat kebangsaan, dengan tudjuar agar semangat kebangsaan itu djangan lenjap begitu sadja. Karena mereka berasal dari tingkatan masjarakat jang serendah-rendahnja, karena adat-istiadat sederhana itu tak menimbulkan ketjurigaan terhadap mereka dan karena bahasa jang mereka pakai tidak terpakai oleh orang jang terpeladjar guna mengembangkan ilmunja, maka terhadap gerakgerik mereka (dalam gerakan antidinasti) tidak sedikitpun menarik perhatian. Orang-orang jang pintar dan berpengalaman serta setia terhadap tjita-tjita Ming itu, menundjukkan ilmu dan kepintaran tjukup untuk bertindak dengan tepat dalam rentjana menjimpan tjita-tjita kebangsaan. Tak ubahnja seperti orang-orang kaja, jang diwaktu aman menjimpan harta kekajaannja dalam peti besi jang kuat, dan apabila mereka ketahui ada maling jang hendak memasuki rumahnja, mereka ketakutan kalau-kalau diantara barang-barang jang ada dirumahnja terdapat peti besi itulah jang pertama-tama akan ditjuri; oleh karena itu peti itu mereka kuburkan disuatu tempat jang tersembunji dan tempat jang tak akan disangka orang ; dan sedapat mungkin selama keadaan bahaja itu masih mengantjam, akan mereka kuburkan peti itu ditengah-tengah kotoran jang paling kotor; pun demikian pendapat orang-orang jang berpengalaman dimasa Ming dalam mentjari akal menjelamatkan perbendaharaan Tiongkok jang berharga itu dengan mengikuti djedjak tempat persembunjian peti itu jaitu ditengah-tengah masjarakat jang sekasarkasar dan sehina-hinanja. Djadi, taklah diatjuhkan betul bagaimana bengisnja pemerintahan Manchu dalam 200 tahun belakang ini, tetapi mereka tetap memupuk semangat kebangsaan turun-temurun dengan perantaraan keaktipan perkumpulan-perkumpulan rahasia tadi. Apakah sebabnja, tatkala perkumpulan Hung-men hendak meruntuhkan dinasti Manchu dan berniat mengembalikan Ming ditachta keradjaan, mereka itu sekalian tidak menanamkan tjita-tjita kebangsaan dikalangan golongan terpeladjar dan tidak pula mereka bukukan tjita-tjita kebangsaan itu agar dapat turun- temurun dituruti keturunan sebagaimana kata seorang ahli sedjarah termasjhur, Ssû- Ma-Chien untuk disimpan ditengah-tengah gunung sakti dan diserahkan kepada orang-orang jang termasjhur ? " Sebabnja ialah, tatkala orang-orang berpengalaman jang''<noinclude></noinclude> i0r739v7appg7l7xf37z1179nyiezh1 310121 310118 2026-08-10T03:35:08Z Ibrohim tijani 26379 310121 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||54}}</noinclude>''dangan kian kemari. Kaum marhaen inilah jang mereka gabungkan sehingga merupakan satu golongan baru dan mereka suntik dengan semangat kebangsaan, dengan tudjuar agar semangat kebangsaan itu djangan lenjap begitu sadja. Karena mereka berasal dari tingkatan masjarakat jang serendah-rendahnja, karena adat-istiadat sederhana itu tak menimbulkan ketjurigaan terhadap mereka dan karena bahasa jang mereka pakai tidak terpakai oleh orang jang terpeladjar guna mengembangkan ilmunja, maka terhadap gerakgerik mereka (dalam gerakan antidinasti) tidak sedikitpun menarik perhatian. Orang-orang jang pintar dan berpengalaman serta setia terhadap tjita-tjita Ming itu, menundjukkan ilmu dan kepintaran tjukup untuk bertindak dengan tepat dalam rentjana menjimpan tjita-tjita kebangsaan. Tak ubahnja seperti orang-orang kaja, jang diwaktu aman menjimpan harta kekajaannja dalam peti besi jang kuat, dan apabila mereka ketahui ada maling jang hendak memasuki rumahnja, mereka ketakutan kalau-kalau diantara barang-barang jang ada dirumahnja terdapat peti besi itulah jang pertama-tama akan ditjuri; oleh karena itu peti itu mereka kuburkan disuatu tempat jang tersembunji dan tempat jang tak akan disangka orang ; dan sedapat mungkin selama keadaan bahaja itu masih mengantjam, akan mereka kuburkan peti itu ditengah-tengah kotoran jang paling kotor; pun demikian pendapat orang-orang jang berpengalaman dimasa Ming dalam mentjari akal menjelamatkan perbendaharaan Tiongkok jang berharga itu dengan mengikuti djedjak tempat persembunjian peti itu jaitu ditengah-tengah masjarakat jang sekasarkasar dan sehina-hinanja. Djadi, taklah diatjuhkan betul bagaimana bengisnja pemerintahan Manchu dalam 200 tahun belakang ini, tetapi mereka tetap memupuk semangat kebangsaan turun-temurun dengan perantaraan keaktipan perkumpulan-perkumpulan rahasia tadi. Apakah sebabnja, tatkala perkumpulan Hung-men hendak meruntuhkan dinasti Manchu dan berniat mengembalikan Ming ditachta keradjaan, mereka itu sekalian tidak menanamkan tjita-tjita kebangsaan dikalangan golongan terpeladjar dan tidak pula mereka bukukan tjita-tjita kebangsaan itu agar dapat turun- temurun dituruti keturunan sebagaimana kata seorang ahli sedjarah termasjhur, Ssû- Ma-Chien untuk disimpan ditengah-tengah gunung sakti dan diserahkan kepada orang-orang jang termasjhur ? " Sebabnja ialah, tatkala orang-orang berpengalaman jang''<noinclude></noinclude> mdubmzasnzlonuv42dwi8wwn9dlbqyz Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/109 104 111498 310119 2026-08-10T03:34:26Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'S u d i r o h u s o d o (sebelum „Budi-Utomo" lahir), dan lain sebagainja, adalah bukti kebangunan, meskipun waktu itu masih individueel. Dalam suasana jang sedemikian dapat dimengerti, bahwa kemenangan Djepang tadi menambah geraknja sentimen dalam djiwa para tjerdik pandai dan pemuda² peladjar kita. Mereka waktu itu merupakan generasi baru, jang boleh digambarkan sebagai orang² jang tjukup „berpribadi" untuk melakukan aksi pembaharuan, nasional... 310119 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>S u d i r o h u s o d o (sebelum „Budi-Utomo" lahir), dan lain sebagainja, adalah bukti kebangunan, meskipun waktu itu masih individueel. Dalam suasana jang sedemikian dapat dimengerti, bahwa kemenangan Djepang tadi menambah geraknja sentimen dalam djiwa para tjerdik pandai dan pemuda² peladjar kita. Mereka waktu itu merupakan generasi baru, jang boleh digambarkan sebagai orang² jang tjukup „berpribadi" untuk melakukan aksi pembaharuan, nasional dan sosial. Pelopor² kita para pemuda peladjar tahun 1908 itu terang² merupakan orang „berpribadi", karena mereka semua memiliki sifat jang tersendiri, jang lain dari sifat² kebanjakan orang pada zaman itu. Mereka semua nampaknja djemu terhadap adat-istiadat, jang mengikat manusia dan kadang² bahkan mematikan semangat perikemanusiaan pada umumnja. Subjectiviteit djarang terlihat dalam segala usaha rakjat kita waktu itu. Spontaniteit nihil. Zaman itu adalah zaman 100% kolonial. Orang² bangsa kita biasanja hanja bertindak, kalau ada perintah atau takut kepada hukuman jang mengantjam. Keadaan jang sedemikian itu menjebabkan adanja banjak orang, jang dipandang dari sudut kelahiran, disebut orang² jang „putus asa". Dan ini mempunyai akibat pula, jang merugikan perkembangan hidup kemasjarakatan kita setjara normal. Misalnja banjak orang (dan mereka ini orang jang berpribadi) meninggalkan keramaian hidup bersama, untuk mentjari alam lain, jang mungkin dapat memberi sekedar kepuasan batin. Mereka mendjadi orang „tapa" untuk mentjari „kesempurnaan", ja'ni kesempurnaan hidup batin dengan menjatukan diri dengan Hjang jang Maha-Esa. Biasanja mereka itu memang orang jang mempunjai dasar kedjiwaan jang „idealistis", djauh dari semangat „kebendaan" atau „materialisme", dan pula mempunjai bakat „mystik", (tertarik kepada segala so'al jang bertali dengan hidup „gaib"). Kalau dalam djiwa mereka itu terdapat „correlasi" (tjampuran atau hubungan) dengan dasar „djiwa politik" maka kadang achirnja mereka itu ada jang lalu merupakan type „mysticus" jang „revolusioner". Banjak pemberontak² melawan pemerintah, gerakan „ratu adil" dsb. termasuk dalam golongan tadi. Meskipun gerakan² itu boleh dianggap ada gunanja sebagai penghalang siasat kolonial, jang imperialistis, dan kapitalistis, pula sebagai<noinclude>{{rh|112}}</noinclude> 4ipqg4lctur8rr75s6jbjl4nzy34cuj 310120 310119 2026-08-10T03:34:38Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310120 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>S u d i r o h u s o d o (sebelum „Budi-Utomo" lahir), dan lain sebagainja, adalah bukti kebangunan, meskipun waktu itu masih individueel. Dalam suasana jang sedemikian dapat dimengerti, bahwa kemenangan Djepang tadi menambah geraknja sentimen dalam djiwa para tjerdik pandai dan pemuda² peladjar kita. Mereka waktu itu merupakan generasi baru, jang boleh digambarkan sebagai orang² jang tjukup „berpribadi" untuk melakukan aksi pembaharuan, nasional dan sosial. Pelopor² kita para pemuda peladjar tahun 1908 itu terang² merupakan orang „berpribadi", karena mereka semua memiliki sifat jang tersendiri, jang lain dari sifat² kebanjakan orang pada zaman itu. Mereka semua nampaknja djemu terhadap adat-istiadat, jang mengikat manusia dan kadang² bahkan mematikan semangat perikemanusiaan pada umumnja. Subjectiviteit djarang terlihat dalam segala usaha rakjat kita waktu itu. Spontaniteit nihil. Zaman itu adalah zaman 100% kolonial. Orang² bangsa kita biasanja hanja bertindak, kalau ada perintah atau takut kepada hukuman jang mengantjam. Keadaan jang sedemikian itu menjebabkan adanja banjak orang, jang dipandang dari sudut kelahiran, disebut orang² jang „putus asa". Dan ini mempunyai akibat pula, jang merugikan perkembangan hidup kemasjarakatan kita setjara normal. Misalnja banjak orang (dan mereka ini orang jang berpribadi) meninggalkan keramaian hidup bersama, untuk mentjari alam lain, jang mungkin dapat memberi sekedar kepuasan batin. Mereka mendjadi orang „tapa" untuk mentjari „kesempurnaan", ja'ni kesempurnaan hidup batin dengan menjatukan diri dengan Hjang jang Maha-Esa. Biasanja mereka itu memang orang jang mempunjai dasar kedjiwaan jang „idealistis", djauh dari semangat „kebendaan" atau „materialisme", dan pula mempunjai bakat „mystik", (tertarik kepada segala so'al jang bertali dengan hidup „gaib"). Kalau dalam djiwa mereka itu terdapat „correlasi" (tjampuran atau hubungan) dengan dasar „djiwa politik" maka kadang achirnja mereka itu ada jang lalu merupakan type „mysticus" jang „revolusioner". Banjak pemberontak² melawan pemerintah, gerakan „ratu adil" dsb. termasuk dalam golongan tadi. Meskipun gerakan² itu boleh dianggap ada gunanja sebagai penghalang siasat kolonial, jang imperialistis, dan kapitalistis, pula sebagai<noinclude>{{rh|112}}</noinclude> r0eko9a05ay79j35noy0ncn5aqfj9ep Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/206 104 111499 310122 2026-08-10T03:35:42Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310122 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Pada tahun 1930 bulan Djanuari Thamrin diangkat mendjadi Loco Burgemeester II. Dan enam bulan kemudian dia dinaikkan mendjadi Loco Burgemeester I. Semendjak itu sampai pada achirnja ia tetap berdjuang dalam lapangan gemeenteraad ini. Didalam surat² kabar semakin hebatnja sambutan terhadap verslag Thamrin dalam gemeenteraad tersebut. Pada waktu itu pergerakan politik sudah mentjapai puntjaknja. Di Volksraad terbuka lowongan. Dan tawaran diberikan kepada H.O.S. Tjokroaminoto dan Dr. Soetomo alm. Tetapi kedua²nja menolak. Oleh Dr. Sardjito maka wali negeri mengundjukkan Thamrin sebagai tjalon Volksraad. Dan pada tanggal 16 Mei tahun 1927 Thamrin telah masuk gelanggang Dewan Rakjat. Pergerakan politik bangsa Indonesia kian tampak madju. Mulai tahun 1927 sampai tahun 1928 P.N.I. mendjadi perhatian rakjat jang terbesar. Partai ini langsung dibawah pimpinan Ir. Soekarno. Pada malam tanggal 17-18 Desember 1928 didirikanlah Perikatan Perkumpulan Politik Kebangsaan Indonesia (P.P.P.K.I.) di Bandung. Thamrin datang sebagai utusan "Kaum Betawi". Oleh suara terbanjak maka dia terpilih mendjadi penningmeester. Mulai saat itu perdjuangan tampak njata. Tiap² ada rapat P.N.I. dan ada Ir. Soekarno berbitjara, disitu ada Thamrin. Sementara itu karena terseret oleh semangat kebangsaan, banjak kaum pergerakan jang djatuh karena pengabdiannja. Maka didirikanlah Fonds Nasional jang diketuai oleh Thamrin sendiri. Njatalah dari semendjak iut Thamrin makin tjenderung kepergerakan kiri. Akan tetapi kewadjibannja sebagai anggauta Volksraad tidak diabaikan. Di tahun² 1927 sampai 1930 keadaan kuli² kontrak di Djawa dan tanah seberang sangat sulitnja, karena adanja Poenale Sanctie. Penjelidikan di onderneming² telah dilakukan dengan seksama oleh Thamrin dengan Tuan Kusumo Utojo. Dan dimana-mana<noinclude> {{rh|||211}}</noinclude> a3zhcpykve4lx2zfirq38pl7q9xesnf Halaman:San min chu i.pdf/60 104 111500 310123 2026-08-10T03:36:13Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310123 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||55}}</noinclude>''menundjang Ming melihat bahwa pada waktu diadakan udjian oleh bangsa Manchu, hampir semua orang2 pandai serta terpeladjarterpeladjar dapat tertipu dan tertarik kena perangkap; njatalah keadaan-keadaan tersebut bagi mereka, sebagai bukti, bahwa golongan terpeladjar itu tak dapat dipertjajai, bahwa „harta benda tak ada djaminan akan selamat, biarpun ditengah-tengah gunung sakti dan diserahkan kepada orang-orang ternama " , dan karena itulah harus disimpan ditengah-tengah masjarakat jang terdiri dari rakjat murba. Itulah sebabnja mereka mendirikan dan meng- gabungkan perkumpulan-perkumpulan rahasia dikalangan rakjat murba dalam satu organisasi sederhana dan lagi efektif sekali; organisasi sematjam ini memberi harapan besar serta dapat diharapkan berkobarnja dengan tetap perasaan kebangsaan dikalangan rakjat murba. Itulah sebabnja mereka mengembangkan perasaan kebangsaan bukan dengan djalan buku-buku, tetapi dengan tutur kata dari mulut kemulut dikalangan rakjat murba. Karena itulah bagi kita sekarang sangat sulit untuk membuka tambo-asli tentang timbulnja perkumpulan-perkumpulan rahasia itu, sebab sedjarah jang dipusakai dengan djalan tjeritera-tjeritera dan dongengan dari mulut-kemulut itu hanja sedikit sekali. Andaikan orang-orang dulu itu membentangkan kedjadian-kedjadian itu dalam buku-buku, tentulah buku-buku ini akan dihantjurkan dimasa pemerintahan Ch'ien Lung. Selama pemerintahan K'ang Hsi dan Yung Cheng, aksi anti dinasti masih kuat sekali, dan pemerintah banjak sekali mengeluarkan buku-buku seperti Ta-i-chio-mi-lu. Buku-buku ini membentangkan alasan-alasan dan keterangan, apa sebabnja orang Tionghoa tak boleh menentang pemerintahan Manchu dengan alasan bahwa Shun ( 1 ) itu adalah orang biadab" disebelah Timur, dan Wen Wang ,orang biadab" disebelah Barat; dan karena bangsa Manchu itu djuga ,,bangsa biadab" tentu tak ada alangan baginja memerintah di Tiongkok. Keterangan ini menundjukkan sekadarnja ketulusan K'ang Hsi dan Yung Cheng dengan berterus terang mengakui bahwa mereka itu adalah orang-orang Manchu. Akan tetapi dimasa Ch'ien Lung, perkataan-perkataan Man dan Han ( Manchu dan Tionghoa) dibuang, buku-buku sedjarah diselidiki dengan teliti, ( 1) Kaisar-kaisar dizaman purbakala di Tiongkok.''<noinclude></noinclude> lnmwlnnh7ic4re8p5h8t0cx7kk9t1vw 310124 310123 2026-08-10T03:37:04Z Ibrohim tijani 26379 310124 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||55}}</noinclude>''menundjang Ming melihat bahwa pada waktu diadakan udjian oleh bangsa Manchu, hampir semua orang2 pandai serta terpeladjarterpeladjar dapat tertipu dan tertarik kena perangkap; njatalah keadaan-keadaan tersebut bagi mereka, sebagai bukti, bahwa golongan terpeladjar itu tak dapat dipertjajai, bahwa „harta benda tak ada djaminan akan selamat, biarpun ditengah-tengah gunung sakti dan diserahkan kepada orang-orang ternama " , dan karena itulah harus disimpan ditengah-tengah masjarakat jang terdiri dari rakjat murba. Itulah sebabnja mereka mendirikan dan meng- gabungkan perkumpulan-perkumpulan rahasia dikalangan rakjat murba dalam satu organisasi sederhana dan lagi efektif sekali; organisasi sematjam ini memberi harapan besar serta dapat diharapkan berkobarnja dengan tetap perasaan kebangsaan dikalangan rakjat murba. Itulah sebabnja mereka mengembangkan perasaan kebangsaan bukan dengan djalan buku-buku, tetapi dengan tutur kata dari mulut kemulut dikalangan rakjat murba. Karena itulah bagi kita sekarang sangat sulit untuk membuka tambo-asli tentang timbulnja perkumpulan-perkumpulan rahasia itu, sebab sedjarah jang dipusakai dengan djalan tjeritera-tjeritera dan dongengan dari mulut-kemulut itu hanja sedikit sekali. Andaikan orang-orang dulu itu membentangkan kedjadian-kedjadian itu dalam buku-buku, tentulah buku-buku ini akan dihantjurkan dimasa pemerintahan Ch'ien Lung. Selama pemerintahan K'ang Hsi dan Yung Cheng, aksi anti dinasti masih kuat sekali, dan pemerintah banjak sekali mengeluarkan buku-buku seperti Ta-i-chio-mi-lu. Buku-buku ini membentangkan alasan-alasan dan keterangan, apa sebabnja orang Tionghoa tak boleh menentang pemerintahan Manchu dengan alasan bahwa Shun ( 1 ) itu adalah orang biadab" disebelah Timur, dan Wen Wang ,orang biadab" disebelah Barat; dan karena bangsa Manchu itu djuga ,,bangsa biadab" tentu tak ada alangan baginja memerintah di Tiongkok. Keterangan ini menundjukkan sekadarnja ketulusan K'ang Hsi dan Yung Cheng dengan berterus terang mengakui bahwa mereka itu adalah orang-orang Manchu. Akan tetapi dimasa Ch'ien Lung, perkataan-perkataan Man dan Han ( Manchu dan Tionghoa) dibuang, buku-buku sedjarah diselidiki dengan teliti,'' ---------- ( 1) Kaisar-kaisar dizaman purbakala di Tiongkok.<noinclude></noinclude> qcltww5vepo30jf999ftjlb5587r01s Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/207 104 111501 310125 2026-08-10T03:37:59Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310125 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>mereka ini mengadakan pidato² untuk mengobarkan² semangat massa membantu Fonds Nasional. Hasilnja sangat memuaskan dan banjak pula uang sokongan masuk. Setelah tiba di Djakarta kembali, maka hasil penjelidikan² mengenai akibat Poenale Sanctie dimulai dalam Volsraad. Betapa marahnja pers dan golongan Belanda dan Eropa tidak dapat dibentangkan. Pers Amerika mengutip verslag tersebut untuk disalin dalam surat kabar di Amerika Serikat. Tak lama kemudian timbullah propaganda luas di U.S.A. memboycot tembakau Deli selama kuli² Djawa masih dikerdjakan dibawah tangan-besi Poenale Sanctie. Dan pemboycotan itu berhasil. Poenale Sanctie makin lama makin kendur. Dan dihapuskan dengan berangsur². Persidangan tahun 1930 dilangsungkan pada 27 Djanuari. Ketika itu anggauta² bangsa Indonesia menjusun barisan kesatuan merupakan "Fraksi Nasional". Ketuanja tidak lain ialah .......... Thamrin. Dalam tahun 1932 Thamrin terus berhubungan dengan Ir. Soekarno dan tidak sedikit ia mendapat bahan untuk dibitjarakan dipersidangan Volksraad dari sahabat²nja itu. Antara lain djuga Mr. Sartono. Perdjuangan Thamrin masih banjak di Volksraad, meskipun dalam dunia pergerakan tenaganja tidak boleh diabaikan. Tetapi meskipun ia kelihatan tertarik kepada Soekarno dan Sartono, tetapi dalam hati ketjilnja ia bertjondong kepada pergerakan Dr. Soetomo jang bersembojan: biar lambat asal selamat. Pada achir tahun 1932 tanggal 10 Desember atas inisiatif beberapa peladjar di Djakarta telah didirikan Vereniging van Indonesische Academici (V.I.A.) Disini djuga Thamrin tidak ketinggalan. Pada tahun 1933 hari Senen tanggal 1 Agustus terdjadilah peristiwa penangkapan Ir. Soekarno dirumah Thamrin. Peristiwa ini sungguh mengedjutkan Thamrin. Seakan² mendjadi luluh perdjuangannja. Tetapi dia tegak terus menghadapi tjita²nja. Thamrin semakin gemas.<noinclude> {{rh|212||}}</noinclude> rjh15mluk928twt5pdhhzc97t5rxvx4 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/110 104 111502 310126 2026-08-10T03:40:54Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310126 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>„pro-paganda semangat kebangsaan", namun dapat dimengerti adanja bahaja jang mudah mendjadi akibatnja pemberontakan² atau gerakan, jang se-mata2 didasarkan atas kepertjajaan dan fanatisme „kegaiban", tidak dengan perhitungan fikiran jang sehat serta mengabaikan realiteit, ja'ni keadaan jang njata adanja. Disinilah letaknja perbedaan antara sikap para pemuda kita, jang pada tanggal 20 Mei 1908 memulai aksinja, jang nasionalistis dan revolusioner itu, bedanja dengan gerakan² menentang pendjadjahan pada zaman sebelumnja. Mereka menginsjafi akan hakekatnja pendjadjahan Belanda di tanah-airnja, akan kekuasaan Belanda di Indonesia. Mereka mengerti adanja hubungan antara negeri Belanda dengan negeri² lain di Eropa, jang semuanja mendjadi bangsa² pendjadjah diseluruh benua Asia. Pemuda² kita waktu itu tahu benar akan sifatnja kapitalisme, jang internasional dan karenanja sangat kuat. Mereka sadar benar akan adanja alat² kekuasaan dan kedaulatan kepunjaan Belanda, jang ada di Indonesia, dan siap sedia untuk menghantjurkan tiap² gerakan jang berani melawan pemerintahan Hindia Belanda. Untuk dapat menjelami apa jang hidup dalam kalbu para pelopor kita pada waktu itu, hendaknja diketahui, bahwa djustru sebelum beralihnja abad ke-19 kedalam abad ke-20, ada p e r a n g b e s a r a n t a r a D j e p a n g d a n R u s i a. Kita tahu bahwa Djepang jang menang. Waktu itu kita belum kenal apa dan siapa Djepang itu, apa dan siapa Rusia itu, namun kita tahu bahwa Djepang adalah negara dan b a n g s a A s i a, dan bahwa Rusia adalah negara dan b a n g s a E r o p a. Rasa ikut bangga hati atas kemenangan negara Asia dalam perangnja melawan negara Eropa, itu membuktikan adanja rasa „solidér", rasa „senasib" dengan bangsa Asia lain. Di-inilah nampak keinsjafan, sekalipun masih suram², akan adanja sifat pendjadjahan bangsa² Asia oleh bangsa² Eropa, se-tidak²nja keinsjafan akan adanja „antithese" atau pertentangan antara Eropa dan Asia. Kemenangan Djepang seakan-akan menjadarkan djiwa kita dan menginsjafkan rakjat akan kedudukan kita sebagai „rakjat negeri jang didjadjah". Lebih² para pemuda kita jang masih berdjiwa murni, pula karena ketjerdasannja<noinclude>{{rh|||113}}</noinclude> m2q53k9p384egozfooej6jlfmfvcvlp Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/208 104 111503 310127 2026-08-10T03:41:13Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310127 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Sampai pada tahun 1935 ketika berlangsung fusi P.B.I. dengan B.O. lahirlah Parindra. Disitulah nama Thamrin kian mendjadi populer. Apalagi dia telah diangkat mendjadi Ketua Departemen Politik. Dalam achir tahun 1935 lahirlah Partai Indonesia Raya. Dengan lahirnja Parindra ini, maka terbuka seluas²nja bagi Thamrin untuk melakukan tjita²nja jang selama itu masih terkandung dalam hatinja. Tahun 1935 dan tahun 1936 inilah, nama Thamrin bersedjarah sebagai pemuka bangsa jang tulen. Karena dia sudah mentjeburkan diri kedunia politik. Pada tanggal 21 Mei 1939 telah timbul satu persatuan partai politik jang bernama GAPI ialah singkatan dari Gabungan Politik Indonesia. Kantor sekretariat di Djakarta dipimpin oleh: Abikusno (PSII), Sjarifudin (Gerindo) dan Thamrin (Parindra). Sebulan kemudian jaitu pada bulan Juni 1939 terdjadilah pemilihan Volksraad. Setelah dilangsungkan pemilihan, maka dengan suara 45 lawan 14 Thamrin telah terpilih mendjadi 1e Plv. Voorzitter dari Dewan itu. Pada tahun 1940 bulan Mei tanggal 17 terdjadilah peristiwa jang menggemparkan, jaitu surat kabar "Pemandangan" jang dipimpin Thamrin telah kena breidel. Tidak boleh terbit selama 7 hari. Sesudah itu berturut terdjadi peristiwa² jang penting, ja'ni pada bulan Juni 1940! GAPI telah menjiarkan manifest menuntut Parlemen Indonesia. Manifest² ini berlawanan sama sekali dengan wakil Pemerintah di Volksraad. Sehingga dengan demikian terdjadilah penangkapan² terhadap para pemimpin² Gapi. Dianatranja Mr. Amir Sjarifudin. Kemudian terdjadilah perang pena dalam surat² kabar saling tuduh menuduh. Kesudahannja, sekretariat GAPI diganti. Akan tetapi nama Thamrin tetap masih harum. Bukan sadja Prof. Mexinesia, bahkan Mme. Genevieve Tabouis djuga tidak ketinggalan memudja² Thamrin dalam tulisannja.<noinclude> {{rh|||213}}</noinclude> hk9aiqpnosg6y5gav6omg3qp81llbqq Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/209 104 111504 310128 2026-08-10T03:42:19Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310128 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Pada tanggal 6-7 Djanuari 1940 diadakan penggledahan dirumah Thamrin. Pada waktu itu dia masih dalam keadaan sakit demam, malariatropica. Sekonjong-ong telah terdengar berita bahwa Thamrin pada djam 4 pagi hari Saptu tanggal 11 Djanuari tahun 1940 telah meninggal dunia. Demikianlah riwajat singkat Thamrin, satu diantara orang-orang besar di tanah air. Dia meninggal ditengah-tengah iklim pergerakan.<noinclude> {{rh|214||}}</noinclude> kxttuaqfnajbovjg2r3z7iixka0sqwm Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/210 104 111505 310129 2026-08-10T03:43:45Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310129 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''DOKTER TJIPTO MANGUNKUSUMO.'''</center> Marhum Dr. Tjipto adalah salah seorang pemimpin pergerakan rakjat, jang sangat menarik perhatian karena kepribadiannja, jang lain dari pada jang lain. Saja kenal dia dizaman sebelum berdirinja Budi-Utama, dizaman ia masih beladjar di Stovia. Pada waktu itu ia dikenali orang, guru²nja maupun kawan²nja, sebagai seorang peladjar jang paling baik, dalam arti paling radjin dan paling "pintar". Selama hidup sebagai "peladjar”, Tjipto mempunjai sembojan jang terkenal: „kewadjiban tiap² orang peladjar ialah: beladjar, beladjar, beladjar!” Namun dalam pada itu peladjar Tjipto selalu menundjukkan perhatiannja jang besar terhadap segala kedjadian dan perkembangan didalam masjarakat seumum nja, baik jang mengenai soal² politik maupun soal² kemasjarakatan dan lain²nja. Sekalipun kerap kali ia menggusarkan para dosen²nja, lebih² mereka jang masih berdjiwa „kolonial” dan karenanja senantiasa menolak semangat nasionalistis dari para peladjar, namun ta'ada satu orang gurunja berani menegor atau mendebat Tjipto tentang kepolitikan dan kemasjarakatan. Mereka semua menghormati pribadinja Tjipto, tidak sadja karena radjinnja dan pintarnja namun karena dalam tjaranja Tjipto berfikir selalu nampak adjanja tuntunan logika jang sehat serta kejakinan batin jang kuat. Ada pula satu sifat jang selalu nampak dalam pribadi Tjipto, jaitu: kedjudjurannja dalam segala gerak-gerik budipekertinja. Ketika Budi-Utama lahir pada tahun 1908, atas initiatif para pemuda Stovia (diantaranja selain pemuda Sutomo djuga pemuda Gunawan Mangunkusumo, adik Dokter Tjipto) maka Dr. Tjiptolah jang pada pertama kali dimintai nasehat serta andjuran²nja. Waktu itu Tjipto sudah dua tahun bekerdja sebagai dokter negeri di Demak. Teringatlah saja sangat gembiranja para intiatiefnemers, ketika pada suatu rapat kerdja dibatjakan surat dari Dr. Tjipto, dalam mana disanggupkan segala<noinclude> {{rh|||215}}</noinclude> 3yxw405ymjucqtz3h6ukpwrn15rzlcz Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/211 104 111506 310130 2026-08-10T03:45:25Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310130 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} '''DOKTOR TJIPTO MANGUNKUSUMO DAN ISTRI'''<noinclude></noinclude> d2rq197ii5ebe7ymuv6nlhjm9dta0z3 310131 310130 2026-08-10T03:45:43Z Link PB 26772 310131 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <c>'''DOKTOR TJIPTO MANGUNKUSUMO DAN ISTRI'''</c><noinclude></noinclude> 8535719d9b8eotnmy2868xjiwfqv7iz 310132 310131 2026-08-10T03:45:54Z Link PB 26772 310132 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <c>'''DOKTOR TJIPTO MANGUNKUSUMO DAN ISTRI'''<c/><noinclude></noinclude> t6h0wnzur8yo1q2dx574c6sz5w0y1j4 310133 310132 2026-08-10T03:46:16Z Link PB 26772 310133 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>'''DOKTOR TJIPTO MANGUNKUSUMO DAN ISTRI'''</center><noinclude></noinclude> ghi7t9n7zqhsiba2k7dl4129sy4a0dm Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/111 104 111507 310134 2026-08-10T03:47:05Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310134 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>serta idealismenja pada zaman itu merasakan bergeloranja semangat didalam djiwanja. Hanja kekuatan seluruh rakjat jang bersatu, tidak berpetjah belah, digerakan setjara teratur. dengan perhitungan logika. hanja itulah jang dapat dipakai pada instansi pertama, untuk dapat menghadapi kekuasaan dan kekuatan pemerintah kolonial pada zaman itu. Sebelum S u t o m o, G u n a w a n M a n g u n k u s u m o dan lain²nja memulaikan aksinja disekitar hari 20 Mei 1908 itu, sebenarnja sudah ada usaha kearah persatuan nasional, jaitu jang dilakukan oleh Dr. W a h i d i n dan kawan²nja (diantaranja: P a n g e r a n N o t o d i r e d j o, M. B u d i a r d j o, R. Ng. D w i d j o s e w o j o, dan banjak lain²nja, semuanja di Jogjakarta). Namun aksi tsb., tidak berhasil karena para bupati kebanjakan takut untuk ikut beserta, padahal oleh Dr. Wahidin djustru merekalah jang diperlukan. Baru sesudah para pemuda di Djakarta memproklamirkan berdirinja B.U., dan Dr. Wahidin menggabungkan aksinja dengan aksi para pemuda tersebut dapatlah dimulaikan aksi kearah persatuan nasional setjara besar-besaran. Sebagai dokumentasi ada baiknja, disini kami sebut djuga pertjobaan R. A. K a r t i n i dan R. A. R u k m i n i, bersama-sama dengan puteri² di P a k u a l a m a n - J o g j a k a r t a, (sebelum 20 Mei 1908) untuk mengadakan persatuan kaum wanita, guna meneruskan tjita² marhum R.A. Kartini. Seperti djuga aksi Dr. Wahidin jang pertama, pertjobaan puteri tadi gagal, karena tak dapat sambutan jang diperlukan dari kalangan kaum wanita zaman itu. Apabila kegagalan ini dan kegagalan Dr. Wahidin dalam usahanja jang pertama tadi kita bandingkan dengan aksi para pemuda kita jang bersuksés besar itu, maka dapatlah kita menetapkan, bahwa berhasilnja aksi Sutomo, Gunawan d.k.k. itu disebabkan karena mengandung tendens a n t i-p e n d j a d j a h a n dan p r o-d e m o k r a s i dengan terang². Perkembangan pergerakan rakjat seterusnja membuktikan, bahwa tendens tsb. memang hidup didalam tjita² rakjat seumumnja.<noinclude>{{rh|114}}</noinclude> flpvn4m4p39umizs2k4b3dcg5n0etz3 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/212 104 111508 310135 2026-08-10T03:47:38Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310135 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>'''Dr. Tjipto Mangunkusumo''' dan Isteri.</center><noinclude></noinclude> 031o83jhi2ru80a4nnfe9hx0cymf3c8 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/112 104 111509 310136 2026-08-10T03:48:38Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310136 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>Timbulnja pergerakan² jang bersifat chusus (sosial, ekonomis, politis, kulturil dll. sebagainja) segera sesudah B. U. berdiri, hendaknja dipandang sebagai satu bukti pula, jaitu bukti bahwa waktu itu diseluruh lapisan dan golongan masjarakat sudah hidup tjita progresif, dan sudah banjak orang jang tidak sadja sanggup, namun mampu pula untuk memimpin atau melaksanakan segala usaha kearah kemadjuan dalam pelbagai lapangan. {{rule|width=8em|height=2px}}<noinclude>{{rh|||115}}</noinclude> rczoro3odk2g7qiinyehohpmelskh8z Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/213 104 111510 310137 2026-08-10T03:49:43Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310137 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>bantuan, moril dan materiil, untuk mengobar-kobarkan semangat „perang melawan pendjadjahan dan kemelaratan.” Apakah kiranja jang menjebabkan, bahwa baru pada tahun 1908 B.U. berdiri atas usaha pemuda² jang lebih muda dari pada Tjipto? Mengapa tidak di tahun 1906 atau sebelumnja, ketika Tjipto masih beladjar di Stovia? Pertanjaan ini kita madjukan, karena sebelum 1908 pemuda Tjipto sudah terkenal sebagai „bintang” diantara para peladjar. Selain itu kita hendak mengemukakan disini, bahwa rupa²nja memang ada tjorak-warna pada sifat djiwa pemuda Sutomo jg istimewa dan tidak terdapat pada karakter pemuda Tjipto. Seperti senantiasa nampak didalam hidupnja kedua pemimpin kita almarhum tadi, ternjatalah bahwa Dr. Tjipto mempunjai sifat „penggempur” sedangkan Dr. Sutomo disamping ke-radikalannja memiliki hasrat „membangun”. Hal ini misalnja terbukti dengan initiatif serta usaha Dokter Sutomo mendirikan serta memelihara „Bank Nasional” dan lain² usaha di lapangan per-ékonomian dsb. Ada pula satu sebab jang memberi ketentuan dalam hal jg. tersebut. Jaitu bertemunja pemuda Sutomo dengan ''Dr. Wahidin Sudirohusodo'', pula kesediaannja untuk menjerahkan segala pimpinan gerakan B.U. kepada Bapak Wahidin, jang sudah sementara waktu mengadakan persiapan² guna terlaksananja pembentukan badan-persatuan, sekalipun hanja dalam lapangan pendidikan dan pengadjaran bagi rakjat. Hubungan pemuda Sutomo dengan Bapak Wahidin itulah sebenarnja jang mengakibatkan berdirinja Budi-Utama sebagai perhimpunan umum, tidak sebagai persatuan peladjar atau persatuan pemuda. Dalam hal ini teringatlah pula kita pada usaha pemuda² ''Surjopranoto'' dan ''Achmad'', waktu itu peladjar pada "Middelbare Landbouwschool" di Bogor, jang sebelumnja Sutomo memulai aksinja, mengadjak para peladjar untuk mendirikan badan persatuan seperti jang kemudiannja dapat diberidirikan oleh Sutomo di Stovia pada 20 Mei 1908 itu. Bolehlah kiranja disini kita katakan, bahwa atjap kali sesuatu peristiwa itu terdjadi disebabkan karena adanja hal² jang tiba².<noinclude> {{rh|218||}}</noinclude> 4w8xglaqndzxbnb5bpvowgksytn23ok Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/113 104 111511 310138 2026-08-10T03:50:02Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310138 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude><center> === PERSIAPAN KEMERDEKAAN === </center><noinclude></noinclude> 0grx65orfshub1xwxhfdixnja6mbp2o Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/214 104 111512 310140 2026-08-10T03:51:37Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310140 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Kembalilah kita pada pembitjaraaan tentang sifat budipekerti almarhum Dokter Tjipto. Apa jang olehnja disanggupkan dan didjandjikan kepada para pendiri B.U., tetap dipenuhinja. Ini terbukti pada Kongres Budi-Utama jg pertama di Jogjakarta di tahun 1908 itu djuga. Terlihatlah disitu bagaimana tjaranja Tjipto melahirkan fikirannja, memadjukan usul²nja, mengemukakan saran²nja, melemparkannja, ketjaman²nja, jg. pedas. Segala²nja dilakukan setjara sengit dan hebat. Nampaklah disitu tjorak-warna karakter Tjipto jang dimuka telah saja gambarkan sebagai "djiwa penggempur". Tidak sadja waktu itu Tjipto menggempur segala sifat pendjadjahan dari pihak Belanda, namun diserangnjalah djuga sekalian pemimpin² rakjat, teristimewa jang ada dalam lingkungan pemerintahan Hindia-Belanda, jang tidak ingat, malah ada jang tidak suka ingat, pada nasib rakjat murba. Karena sepak terdjangnja didalam Kongres tersebut, maka Tjipto tidak sadja dengan sendiri berdiri disitu se-olah² seorang "panglima"-nja para pemuda jang mendirikan B.U. di Djakarta, namun pemuda² lainnja dan orang²tua dan setengah-tua jang berwatak radikal dan nasionalistis, dengan sendiri pula menempatkan diri dibelakang Tjipto. Seperti dilain halaman dalam buku ini sudah saja gambarkan, sebetulnja pada saat berdirinja B.U. sebagai persatuan kebangsaan umum (jang untuk pertama kali diketuai seorang Bupati, kemudian diganti seorang Pangeran, dan dibantu oleh kaum-tua dan kaum-muda), sudah pada waktu itu didalam organisasi B.U. terdapat dua golongan, kaum "moderate" dan kaum "radikal" atau "progressif" atau "revolusioner", jang terus menerus menundjukkan sikap saling bertentangan. Disitulah Tjipto berdiri sebagai pemimpin golongan radikal, golongan mana kemudian terbagi mendjadi dua golongan lagi, jaitu mereka jang achirnja menjeburkan diri kedalam gerakan "Sjarikat Islam" dan jang lainnja mentjahari kepuasan dengan memasuki "Indische Partij" (1912). Dalam I.P. inilah marhum Tjipto berleluasa membimbing kaum "kader" jang diperlukan untuk berbagai aksinja, baik politis maupun ekonomis atau sosial, jg semuanja ditudjukan kearah kemerdekaan dan kesedjahteraan nusa dan bangsa.<noinclude> {{rh|||219}}</noinclude> ha3fa7mea9comfqj79wyjnyh0rfxadj Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/215 104 111513 310141 2026-08-10T03:53:14Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310141 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Dalam golongan I.P. Tjipto terpilih sebagai Ketua ke-II dari Pengurus-Besar, sedangkan disamping itu ia mendjabat Redacteur harian-partai „De Expres”. Dalam kedudukannja sebagai pengarang harian tersebut maka Tjipto segera menundjukkan sifat² jg. istimewa. Tidak sadja gaja atau tjaranja ia menulis sangat menarik, namun sangat mejakinkan para pembatja pula. Ini disebabkan karena Tjipto biasa menggunakan kalimat² pendek setjara penting-ringkas, dalam kalimat² mana ia dapat memasukkan perkataan² jang tepat. Dan semua ini tak bukan dan tak lain ialah sifat djiwanja, sifat wataknja, sifat budi-pekertinja, jaitu: djudjur dan sederhana. Watak jang sedemikian memang tidak membutuhkan „tèdèng aling-aling”, tidak memerlukan kalimat² pandjang atau indah. Sebagai pengarang Tjipto selalu melahirkan apa jang didalam hatinja se-mata². Ia selalu menundjukkan sifat dan tjaranja berfikir, jang istimewa pula: jaitu djernih dan tadjam. Dalam sifat²nja jang istimewa itu Tjipto dilihat, dipandang dan dikenali chalajak ramai di-medan perdjoangannja didalam „Volksraad”. Dengan bekal sembojan: „Rawé² rantas malang² putung”, ia selalu melahirkan ketjaman² jang hebat terhadap segala sepak terdjang pemerintah Hindia-Belanda jang serba merugikan rakjat. Itu dan begitulah sifat pribadi Tjipto Mangunkusumo, jang dapat kita lihat dan kita kenali didalam perdjoangannja dizaman Kebangsaan Nasional (1908) ketika ia berdiri sebagai panglimanja para pemuda. Begitulah pula kita lihat dan kita kenali Tjipto sebagai pemimpin „Indische Partij” dan Harian „De Expres”. Begitulah djuga kita lihat dan kita kenali Tjipto sebagai anggauta „Volksraad”. Apabila kita, dizaman kita sekarang ini dapat menghargai dan mendjundjung tinggi djasa² marhum Dokter Tjipto Mangunkusumo (dizaman dan dalam kedudukannja seperti jang diuraikan tadi) maka orang dapat mengertinja. Akan tetapi masih banjak lagi djasa² Tjipto jang terletak diluar lingkungan² jang tersebut. Apakah djasa² itu dan di-lingkungan apa sadjakah Tjipto boleh dianggap berdjasa pula? Marilah kita sekarang<noinclude> {{rh|220||}}</noinclude> 696aeqdxk9rr7qvjoy0sdzw74uhok27 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/114 104 111514 310142 2026-08-10T03:56:56Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310142 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{C|'''PERSIAPAN KEMERDEKAAN 1942 —— 1945.'''}}. Timbulnja ''revolusi nasional'', mulai dengan direbutnja kekuasaan Djepang oleh pemuda kita, dan diproklamasikannja kemerdekaan Indonesia pada h.b. 17 Agustus 1945 oleh pemimpin rakjat, dibawah komando ''Bung Karno'' dan ''Bung Hatta'', adalah pemuntjakan perdjoangan nasional rakjat kita. Kerap kali dinjatakan, bahwa tertjapainja kemerdekaan pada hari jang beriwajat itu, adalah hasil perdjoangan rakjat sedjak 20 Mei 1908, ja'ni „Hari Kebangunan Nasional“ kita. Akan tetapi djanganlah dalam pada itu dilupakan, bahwa sebenarnja sudah sedjak bangsa Eropa mendarat di pantai² Indonesia, mulai dengan Portegis dan kemudian Belanda, menjusul Perantjis dan Inggeris (dalam djaman Napoleon Bonaparte) achirnja Belanda mendjadi bangsa jang untuk seterusnja berkuasa dikepulauan kita Indonesia itu, sudah bermulai perdjoangan nasional itu. Radja seluruh Indonesia dari Atjeh sampai Maluku dan Irian, terus menerus melakukan segala usaha untuk menjelamatkan rakjatnja, dengan melakukan perlawanan² jang kadang amat hebatnja,, dibawah pimpinan para panglima jang gagahdan berani, seperti Tengku ''Umar, Imam Bondjol, Sultan Agung, Dinponegoro, Trunodjojo, Patimura, Hasanuddin'' dan banjak lain²nja. Dari kalangan rakjat sendiri ta berputus timbulnja pemberontakan² dan perlawanan setjara gerilja, serangan² setjara bergerombolan atau individueel. Semuanja itu membuktikan, bahwa rakjat kita bukanlah sekali-kali rakjat jg. berwatak „budak", sebaliknja njata² mempunjai tjorak² djiwa, jang boleh disebut watak kesatria: gagah dan berani. Sungguhpun dalam zaman jg. achir² tjorak gagah-berani itu agak suram² tampaknja dan ini disebabkan karena siasat Belanda, baik dalam lapangan politik dan kelentaraan, maupun dalam usaha²nja dilapangan pendidikan, kemasjarakatan, kebudajaan dl.l.-nja, akan tetapi dimana ada kesempatan terluang. disitulah masih kerap kali nampak watak atau tjorak djiwa kesatria tadi. Timbulnja gerakan „Ratu Adil",<noinclude>{{rh|||117}}</noinclude> 22apklpr0gwh97bzxa3tr0jzhf2bm8f Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/216 104 111515 310143 2026-08-10T03:59:46Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310143 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>mengikuti djalan-hidup Tjipto Mangunkusumo di-lapangan² jang lain. Ketahuilah bahwa Dokter Tjipto, sebagai tabib dalam dines negeri, untuk pertama kalinja ditempatkan di Demak (1906). Waktu itu jang mendjadi pubati ditempat tersebut adalah seorang bangsawan jang ber-type "kuna". Di-daerah kabupatennja ia oleh rakjat se-olah² dianggap seorang "radja", jaitu seorang jang berkuasa setjara tak terbatas. Hal ini mungkin kita mengertinja, namun sebenarnja memang begitulah keadaan dizaman itu. Pemerintah kolonial tidak sadja membiarkan keadaan jang sedemikian, sebaliknja pemerintah Hindia-Belanda memang bermaksud memberi kekuasaan jang luar biasa, jang istimewa itu kepada para "regent"-nja. Dengan begitu Belanda dapat menjelamatkan hasjrat kolonialnja, dapat memerintah negeri kita dengan menggunakan segala perbawa para bupati terhadap rakjat, jang pada umumnja masih sangat terikat oleh adatnja. menurut adat lama memang bupati dianggap wakil jang tertinggi dari pada penguasa negeri. Pemerintah Hindia Belanda melandjutkan tradisi tersebut, bahkan lebih dari itu, Belanda menghidupkan systim pemerintahan, dalam systim mana para bupati diberi hak untuk ''berkuasa setjara turun-menurun''. Apabila ia meninggal dunia maka anak laki²nja jang tertualah jang menggantikannja, atau seorang keluarga lain jang ditundjuk oleh-nja, apabila tidak ada "kroon-pretendent" seperti jang dimaksud. Systim inilah jang terkenal sebagai "erf-opvolgingssysteem" bagi para regenten dalam "regiem kolonial", dan ''systim inilah jang oleh marhum Dokter Tjipto Magungkusumo terus-menerus diserang dan digempur''. Kalau dizaman Belanda systim feodal jang sangat merugikan rakjat itu, setjara ber-angsur² achirnja toh dapat dimusnahkan, maka bukan orang lain namun Tjiptolah jang paling berdjasa. Tidak sampai sekian sadja djasa marhum Dokter Tjipto terhadap rakjat. Lihatlah misalnja perdjoangan Tjipto didaerah "Zelfbestuur" Surakarta dan Mangkunegaran. Disitu Tjipto terdjun didalam hidup dan penghidupan rakjat murba. Ber-sama² dengan marhum Hadji Misbach (jang dengan isterinja dibuang ke Boven-Digul dan ke-dua²nja meninggal disana karena {{hws|serang|serangan}}<noinclude> {{rh|||211}}</noinclude> j0h09065r7z8hczojpu5o5dezfdpo7p Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/217 104 111516 310144 2026-08-10T04:04:02Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310144 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|an|serangan}} „gele koorts’ jang sangat meradjalela di-tempat perasingan jang terkenal itu) marhum Tjipto dapat menggerakkan rakjat di-desa² untuk dapat perbaikan nasib. Tidak perduli siapa jang dihadapi Tjipto, baik para pengusaha tanah dan pabrik. ja’ni orang² Belanda, maupun para pegawai tinggi bangsa sendiri, dari Kesunanan dan Mangkunegaran, terus-menerus diserang oleh Tjipto dengan tjara mati²an. Sekalipun karena aksinja itu kemudian Tjipto ''di-interneer'', di Solo dan achirnja dipindahkan tempat-internirannja ke Bandung, namun rakjat Surakarta dan Mangkunegaran. setjara ber-angsur² pula, memperoleh perbaikan nasib dalam umumnja, chususnja dalam hidup pertaniannja. Dimuka sudah tergambar sifat² Tjipto jang istimewa, jaitu : ''djudjur, sederhana, berani, radikal, d.s.b''.; sekarang terbukti, bahwa Tjipto didalam hidupnja di-tengah² masjarakatnja, setjara istimewa pula, selalu menundjukkan sifatnja sebagai seorang ''demokrat tulén'', sebagai orang ''anti-feodalisme'' dan ''anti-kapitalisme'', jang dengan terus-menerus me-ngedjar² sekalian orang dan golongan, jang olehnja dianggap musuh rakjat. Sedjak ia tinggal di Solo maka Tjipto menerbitkan „Panggugah”, mingguan dalam bahasa Djawa, jang sangat digemari rakjat, sebaliknja sangat disegani pihak pemerintah. Dapat dimengerti, bahwa „Panggugah” kerapkali dikenakan „persdelict”, jang sementara kali menjérét penulis²nja (jang ingin bertanggung-djawab sendiri) kedalam pendjara. Marilah kini kita menindjau hidup marhum Tjipto Mangunkusumo sebagai ''dokter''. Sebagai tabib Tjipto termasuk golongan dokter jang ''modern''. Sebelum dokter² lain melakukan „suntikan” (ini ada hubungannja dengan sifat kolotnja orang² jang mendjadi passien), maka Tjiptolah jang mulai memperaktikkan tjara pengobatan model baru itu. Memang Dokter Tjipto ada seorang arts jang terus memelihara ilmu-pengetahuannja dengan baik² serta tetap terus mengikuti segala perkembangan ilmu ketabiban. jang terdapat didunia kesehatan internasional. Jang dalam pada itu sangat menarik perhatian umum ialah tjaranja Dokter Tjipto menetapkan „tarief’-nja terhadap para passiènnja. Jaitu ''mahal'' terhadap orang² passièn jang kaja, {{hws|se|serangan}}<noinclude> {{rh|222||}}</noinclude> hzn7q24mvlnnmw93pj4065rqjf7lkyo Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/218 104 111517 310145 2026-08-10T04:04:19Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310145 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|baliknja|sebaliknja}} gratis bagi orang² jang tidak mampu. Malah seringkali ia memberi uang untuk pembelian obat kepada golongan pasièn jang olehnja dianggap tidak mampu tadi. Masih ada satu peristiwa penting dalam hidup marhum Tipto sebagai dokter; satu peristiwa jang amat menarik perhatian umum dan menempatkan peribadi Tjipto pada tingkatan ''orang pahlawan''. Peristiwa tersebut ialah ketika di Kepandjèn dekat Malang berdjangkit ''wabah pes''. Wabah penjakit jang sangat ditakuti orang dan dinegeri kita untuk pertama kalinja terdjadi, menjebabkan timbulnja kegelisan disegala kalangan rakjat; tidak sadja rakjat disekitar daerah Malang, namun diseluruh Indonesia. Orang mengerti bahwa penjakit pes gampang sekali menularnja ke-lain² tempat dan daerah. Orang tahu djuga bahwa belum ada obat jang dapat menjembuhkan orang jang menderita sakit tersebut. Pemerintah Hindia-Belanda waktu itu sangat kekurangan tenaga dokter. Ditjoba memindahkan dokter² negeri dari tempat² lain ke-daerah Malang jang sedang ditimpa bahaja maut itu, namun pertjobaan tersebut gagal se-mata². Dokter² jang dipindah Indonesia, semuanja takut dan tidak bersedia dipindahkan ke dan tidak bersedia dipindahkan ke Malang untuk melawan musuh jang belum pernah dapat dilawan itu.................. Pada saat itulah timbul suatu ilham dalam djiwa Dokter Tjipto Mangunkusumo, suatu ilham jang terasa murni dan mendorong setjara kuat. Segera Tjipto mengirimkan kawat kepada Kepala Djawatan Kesehatan, dalam kawat mana ia menjediakan dirinja untuk segera dikirim ke Kepandjen-Malang, guna ikut serta dalam pemberantasan wabah pes jang sedangnja meradjalela dengan hebat itu. Ketika ditandja dengan kawat, sjarat² apakah jang kiranja dimadjukan olehnja maka Tjipto mendjawabnja dengan singkat namun tukup djelas : „Tidak bersjarat ttk bahkan tidak dengan gadjih apabila perlu.” Sudah barang tentu sikap jang sedemikian tadi menarik perhatian publik. Jang penting dalam pada ialah akibat dari pada pertukaran kawat antara Dr. Tjipto dan pihak pemerintah<noinclude> {{rh|||223}}</noinclude> lkvuutvwp29ltqi9hufrng5mvd6jysb Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/115 104 111518 310146 2026-08-10T04:05:43Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310146 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>sekalipun bentuk dan tjara melaksanakannja biasanja sangat terpengaruh oleh dorongan² fanatisme, namun ta' boleh dipungkirinja bahwa sifatnja jang pokok ialah semata-mata memberontak kekuasaan pendjadjahan dengan segala peralatannja. Apabila kita menjelidiki semangat sikap rakjat seluruhnja, baik di-desa maupun di-kota, maka sebenarnja tidak pernah ada „perasaan baik" atau „sympathie" terhadap bangsa Belanda. ''Rakjat merasa dipaksa dan diperalat, ditindas dan diperas.'' Di samping itu rakjat merasa ta'berdaja untuk mewudjudkan perlawanan jang kuat, tertib dan teratur. Barang tentu ada hubungan jang erat antara perasaan itu dengan kemiskinan dan kelemahan djiwa raga pada umumnja. Bagaimana djuga bolehlah disini ditetapkan, bahwa sebenarnja tidak pernah rakjat kita mengakui pemerintahan Hindia-Belanda sebagai pemerintahnja. Sebaliknja berkali-kali terbukti, bahwa rakjat djelata di Djawa kebanjakan menganggap Sunan Solo dan Sultan Jogja-lah, jang berhak untuk berkuasa di Djawa. Dipandang dari sudut kedjiwaan dapatlah hal itu dianggap sebagai sifat dan wudjudnja kepertjajaan rakjat murba, bahwa radja itu adalah lambang kemerdekaan bangsanja. Djadi, baik kerap timbulnja gerakan² „Ratu Adil" diseluru tanah-air kita, maupun rasa keta'atan terhadap radja²nja itu, mempunjai arti jang penting. Jaitu bahwa rakjat djelata dengan ta berputus senantiasa berdjoang untuk dapat terlaksananja dua tjita² jang pokok, jaitu ''keadilan sosial'' dan ''kemerdekaan bangsa''. Kini tiap² 17 Agustus seluruh rakjat memperingati berdirinja Republik kita pada hari bulan 17 Agustus 1945. Barang tentu banjak peristiwa² serta keadaan² sedjak tanggal itu, diperingati, baik dalam karangan² disurat-surat-kabar maupun dalam pidato di rapat² atau dimuka tjorong radio. Semua karangan² dan pidato² itu barang tentu banjak faedahnja dan besar gunanja. Uraian jang satu menebalkan hati kita; jang lain memberi bukti² akan benarnja kedjadian jang sebelumnja hanja kita dengar dengan tjara sambil lalu. Lain pemandangan membuka fikiran kita tentang sesuatu so'al jang berkenaan dengan kemerdekaan negara kita. Lainnja lagi memberi kesempatan bagi kita untuk melakukan „self-koreksi" atau untuk menguatkan usaha² jang ternjata baik, bagi rakjat dan negara kita. Demikianlah seterusnja<noinclude>{{rh|118}}</noinclude> 935603k0x39guc6atmkgst2txrz3kwd Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/219 104 111519 310147 2026-08-10T04:06:15Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310147 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>tadi. Apakah akibatnja ?........... Beberapa dokter Indonesia dan kemudian dokter² Belanda jang tadinja be-ragu² atau segan² ataupun berketakutan untuk dipindahkan ke Malang itu, segera mengikuti djedjak kawan sedjawatnja Tjipto dan menawarkan diri untuk ikut serta dalam pemberantasan pes jang sedang mengamuk itu. Didalam melakukan tugasnja Dokter Tjipto tidak sadja menolong para penderita, namun disana-sini ia terpaksa memberi pertolongannja kepada keluarga² jang ditinggalkan oleh para korban pes itu, karena kadang² tidak ada orang² lain jang dapat melakukan pertolongan jang diperlukan tadi. Malah pernah Dokter Tjipto menemukan seorang baji didalam suatu rumah, jang semua penghuninja selain baji tadi telah mati karena serangan pes. Anak baji tadi dibawa pulang oleh Dokter Tjipto dan untukseterusnja dipelihara sebagai anaknja sendiri. Anak tersebut diberi nama ''Pestiati'' dan tetap terus tinggal dirumahnja sebagai anaknja sendiri, sampai waktu Pestiati bersuami. Karena djasanja jang besar tadi, baik sebagai dokter maupun sebagai manusia, maka pemerintah Hindia-Belanda merasa perlu memberi tanda penghormatan kepada sang Tabib dan Pahlawan Dokter Tjipto : ''Tjipto Mangunkusumo diangkat mendjadi „Ridder in de Orde van Oranje-Nassau”.'' Dekorasi Dokter Tjipto oleh pemerintah Belanda, dengan bintang Oranje Nassau-Orde, jang menurut protocolnja dihadiahkan oleh Sri Maharadja Wilhelmina, sungguh terasa ada tidak enaknja. Masa ia, seorang revolusioner nasionalis diangkat mendjadi „Satrija Oranje-Nassau”. Mana boleh ! Banjak kawan² Tjipto mengandjurkan kepadanja, supaja dekorasi tadi diterimanja sadja. Mungkin nantinja akan ada gunanja, sekalipun dipandang dari sudut pergerakan dan dianggap sebagai „siasat”. Akan tetapi Tjipto tetap tidak suka merasa ada hubungan dengan symbool keradjaan Belanda. Dengan tjara jang ia sebut „diplomatis” Tjipto menulis surat kepada pemerintah Hindia-Belanda, bahwa ia merasa tidak berdjasa dan semata² melakukan kewadjiban selaku manusia, ketika ia menjerahkan tenaganja untuk pemberantasan wabah pes di Kepandjèn<noinclude> {{rh|224||}}</noinclude> 68jgg89h91jgg73906hqon7agk1g4hj Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/1 104 111520 310148 2026-08-10T04:07:28Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310148 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>ASIA .DS 644 .32 .P47 1966 +<noinclude></noinclude> 5z9nb356795eylc6brs6c2824uvlvhv 310149 310148 2026-08-10T04:09:18Z Ammachemist 27288 310149 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>ASIA <br> .DS <br> 644 <br> .32 <br> .P47 <br> 1966 <br> +<noinclude></noinclude> ndqafuqh7efxmbdqf5prfanrq1b2ekb Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/220 104 111521 310150 2026-08-10T04:16:21Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310150 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>dulu itu. Kepada kawan²nja ia berkata: "Saja tidak membutuhkan perhiasan blok di-dadaku." Sekalipun begitu namun pemerintah H.B. toh mengundang Dokter Tjipto Mangunkusumo, untuk datang ke-départemén Kesehatan guna menerima dekorasi tersebut, jaitu pada hari 1 April tahun itu (1912). Disitulah Tjipto teringat, bahwa hari ''satu April'' itu adalah ''hari gila'an'' dalam tradisi Belanda. "Een April doet wat hij wil." Baik, katanja. Tjipto menulis kepada pihak jang bersangkutan, bahwa ia tidak suka di-permain²kan pada hari gila²an itu. Ia tidak bersedia menerima "het blikken versiersel". Begitulah watak Tjipto; djudjur, berani, tak suka terikat, sekalipun...... ia mendapat tjap "tidak bidjaksana". Mungkin karena terus-menerus dapat halangan dan serangan dari pihak Belanda dan pihak kolonial, rupa²nja makin lama Dokter Tjipto makin nampak sebagai orang jang dalam segala keadaan menundjukkan sikap "tra'perduli". Banjak tjeritera² pendek, jang penuh kelutjuan, namun mengandung ''tjorak-warna djiwa Tjipto'' jang "karakteristik" (dalam bahasa asing disebut "anecdoten"), jang dikenali orang. ''Anekdoten'' itu misalnja sebagai jang berikut: Selama Tjipto djadi orang "geinterneerde" di Solo dan di Bandung, ia selalu diawasi polisi. Seorang rechercheur dengan tjara ber-ganti² selalu ada didekat rumahnja. Kalau Tjipto bepergian (hanja dibolehkan didalam kota) maka selalu rechercheur tadi mengikuti dia. Kalau Tjipto naik andong atau kendaraan lain, maka orang pengawas tersebut menaiki spédanja; apabila Tjipto berdjalan kaki maka si-pengawas berdjalan kaki dan menuntun spédanja. Ditjeriterakan, bahwa Dokter Tjipto kadang² suka mempermainkan si rechercheur tadi; jaitu ia meninggalkan rumahnja dengan berdjalan kaki, lalu......... menjeberangi sungai. (Tjipto selalu berpakaian tjara adat Djawa: berkain). Kalau sudah di-tepi lainnja, dan si-pengawas dengan memanggul spédanja telah sampai pula di-tepi itu, maka Tjipto kembali menjeberang, katanja: "O, kelupaan tidak bawa uang dsb." Dapat dimengerti bahwa si-rechercheur mendjadi pajah,<noinclude> {{rh|||225}}</noinclude> nttcf4c4vf2uj2cnym5d8v5xw0s3smk Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/9 104 111522 310151 2026-08-10T04:16:22Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310151 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||— 2 —}}</noinclude>pembubaran MAS JUMI dan PSI, tentunja bukan hanja ini jang didjadikan alasan untuk pembubaran partai2 itu. Disamping kegiatan2 ini banjak lagi ditumpukkan sebab2 jang ditjari-tjari untuk menangkapi orang2 dan menghant jurkan lawan politikmja. Topeng mereka ini kemudian terbongkar dengan keputusan Presiden untuk mengangkat Sutan Sjahrir almarhum sebagai Pahlawan Nasional. {{Underline|Dalam Bidang Kebudajaan}} Djuga dalam bidang kebuda jaan mereka jang dipelopori oleh LEKRA PKI ment jiptakan keadaan dan kondisi2 jang melulu menguntungkan bagi partai PKI daa kont jo2nja seperti P.RTINDO dll. Sama halnja seperti diatas, kemudian timbul reaksi untuk mempertahankan kebudajaan Indonesia dan menolak pengaruh dari kebudajaan Leninisma atau Mao-isme. Alhasil kemudian dengan manipulasi politik, intrik2 jang litjik serta legalitas jang ada pada Subandrio c.s., maka MANIFESTO KEBUDAJAAN jang dipelopori oleh golongan2 patriot pentjinta kebudajaan Indonesia, MANIKEBU ditjap kontra-revolusi untuk kemudian mereka kubur setjara resmi. {{Underline|Dalam Bidrar Hass-media}} Dalam bidang sangat vitai inipun 2x2 c.s. bekerdja mati2an untuk ment jiptakan keadaan/kondisi sedemikian rupa. sehingga mereka menguasai praktis seluruh mass-media jang ada dengan legalitas kawan2nja jang bertjokol sebagai WAREDAM itu. Reaksi timbul dengan mengadjukan konsep2 untuk memelihara kurnian daripada adjaran2 Bung Karno, bersih daripada pengaruh2 Atheisme, Maoisme dan Leninisme jang merupakan unsur asing dalam kehidupan bangsa Indonesia. Mereka menggabungkan diri dalam apa jang kita kenal dengan BPS (Badan Pendukung Sukarnoisme). Kemudian badan ini dipodjokkan dalam posisi kontra-revolusi dan dengan intrika, manipulasi politik dan legalitas mereka, badan ini kemudian dilarang dan pendukungaja ditangkap dan diasingkan dari penghidupannja sehari-hari sebagai penulis atau wartawan. Sukses mereka, mereka konsolidir dengan bengeluaran seluruh surat2 kabar jang tadinja mendukung BPS ibreidel atau ditutup untuk seterusnja, Untuk kesekian kalinja kaum GESTAPU/PKI berhasil menggondol kemenangan. Mass-media seluruhnja praktis berada dibawah penguasaan mereka.<noinclude>{{rh||| Digitezed by Google}}</noinclude> 284e87fqc2670mloc9idf8zsds02m81 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/221 104 111523 310152 2026-08-10T04:18:41Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310152 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>bolak-balik menjeberang dengan memikul spéda. Pernah Tjipto menjeberangi sawah jang agak luas, hingga si-rechercheur tidak berani mengikutinja. sekalipun dengan begitu ia melalaikan kewajibannja. Pernah Dokter Tjipto ber-sama² kawan²nja, bangsa Belanda dan Indo-Belanda, duduk beramah-tamah di salah satu Hotel-restaurant besar, jang biasanja hanja diperuntukkan bagi orang² Eropa. Pada suatu saat Tjipto harus ke-kamar-ketjil; ia pergi ke-belakang dengan melalui ruangan "buffet". Karena Tjipto berpakaian kain pandjang dengan ikat-kepalanja, maka "chef de buffet" (seorang Belanda besar dan gemuk) menegor Tjipto dengan berkata setjara menggertak: "Hééé, kowé mau apa!"......... Dokter Tjipto se-kali² tidak gentar; ia mendekati si chef de buffet tadi dan mendjawab setjara mengedjek: "Aku mau kentjing, kowé mau apa!" Pada suatu rapat openbaar "Sjarikat Islam" di Bandung Dokter Tjipto datang berhadlir. Babelumnja ia telah dengar, bahwa polisi akan bertindak terhadap salah satu orang jang akan berpidato. Karena ia lihat ada Commissaris Belanda duduk dibarisan paling muka, di-tengah² , precis berhadapan dengan tangga podium, maka Dokter Tjipto segera duduk paling muka; tidak disalah satu korsi, namun ......... di-tangga tersebut. Ketika komissaris polisi bertanja kepadanja: "Dokter, waarom zit U op de trap?" maka dengan ketawa Tjipto mendjawab: "Ik houd eenmaal van trappen." (Dalam bahasa Belanda perkataan "trap" itu mempunjai dua arti, jaitu "tangga" atau "tendangan".) Sehingga pertanjaan: "kenapa doktor duduk di-tangga", didjawab oleh Tjipto dengan: "memang saja senang tendang²an." Sebagai diketahui Dokter Tjipto menerima angkatan mendjadi anggauta "Volksraad". Ketika ditanja anggauta² bangsa Belanda, kenapa Dokter Tjipto menerimanja, sedangkan Douwes Dekker (Setyabuddi) dan Suwardi Suryaningrat menolak, maka Tjipto mendjawab: "Ik wil mijn landgenoten in de Volksraad leeren, hoe ze kabaal moeten trappen." (Artinja "Saja hendak mengadjar kawan² saja, bangsa Indonesia didalam Volksraad, bagaimana tjaranja mereka harus mengatjau.")<noinclude> {{rh|226||}}</noinclude> etpyg9m6pryx5hcuc9q31ujc58j8pfn Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/222 104 111524 310153 2026-08-10T04:20:59Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310153 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Sekian sementara "anekdoten" jang menggambarkan watak Dokter Tjipto, se-tidak²nja beberapa tjorak dan warna jang terdapat didalam djiwanja. Sebagai tertera diatas semua tadi maka djelaslah sifat budipekerti almarhum Dokter Tjipto Mangunkusumo, baik sebagai nasionalis jang bersemangat revolusioner, maupun sebagai manusia jang progressif dan sebagai dokter jang bertjorak pahlawan. Barang tentu orang ingin mengetahui tentang asal-usul atau keturunan almarhum Dokter Tjipto Mangunkusumo, pula tentang keluarganja sendiri. Dokter Tjipto adalah putera sulung dari Bapak Mangunkusumo, seorang guru pemimpin sekolah H.I.S. negeri di Semarang. Saudara² sekandungnja adalah: Dokter Boediardjo, Dokter Gunawan Mangunkusumo, marhum Dokter Samsulma'arif, Ir. Dermawan Mangunkusumo, Mr. Sujitno dan tiga orang lainnja, diantaranja dua orang puteri. Dengan mengetahui saudara² Dokter Tjipto tsb. dengan kedudukan²nja, dapatlah kita mengerti bahwa keluarga Bapak Mangunkusumo adalah keluarga jang sudah hidup setjara baru. Menurut buku biograafi tentang Dokter Tjipto (jang diterbitkant oleh "Djambatan") marhum Bapak Mangunkusumo adalah putera dari seorang guru-agama Islam, dan meskipun beliau mendidik putera²nja, setjara adat baru, jaitu sudah mementingkan pendidikan Barat, namun disamping itu masih memberi didikan Islam kepada putera²nja, djuga kepada Tjipto. Saja sendiri dalam hal ini dapat menjaksikan bahwa Dokter Tjipto memang mempunjai tjorak² religieus, sekalipun tidak menurut adat sjari'at Islam. Ketika kita berada di Bandung (1913) maka saban "malam Selasa Kliwon" Tjipto mengundang kawan²nja karib untuk mengadakan batjaan² jang mengadung keagamaan; misalnja dari Bhagavad Gita dari "Maulid Nabi Muhammad", dari "Baabad Tanah Djawi" teristimewa jang mengenai "Wali-Sanga" jang terkenal d.l.l. sebagainja. Waktu itu Tjipto hidup berdekatan dengan kaum Theosoof, teristimewa dengan pemimpinnja D. van Hinlopen Labberton. Dokter Tjipto beristeri tiga kali dalam hidupnja. Dengan isteri jang pertama (puteri seorang patih didaerah Bagelen dan<noinclude> {{rh|||227}}</noinclude> fnwnrz268aab7dl6gdnzpe9690apy59 Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/11 104 111525 310154 2026-08-10T04:21:45Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310154 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||— 3 —}}</noinclude>{{U|Dalam Bidang Pemerintahan dan Legislatio}} Dalam badan2 ini setjara mudah mereka memasukkan pengaruhnja berkat bantuan jang tidak ternilai dari legalitas jang ada pada Subandrio cs sehingga dalam waktu jang tidak begitu lama, praktis mereka sudah mempunjai orang2 dimana-mana dari tingkat pemerintahan jang terendah sampai jang tertinggi dan wakil2 mereka berhasil memaksakan untuk duduk dalam badan2 perwakilan dimana seorang anggota mereka tadinja tidak diwakili karena ketiadaan anggota mereka. Dengan manipulasi daripada ad ja ran Bung Karno seperti NASAKOM misainja, mereka mendobrak semua pintu2 jang tadinja masih tertutup bagi mereka. {{U|Dibidang ABRI}} Setelah mereka dengan hasil jang gilang-gemilang dan tanpa kerugian apa2 sudah berhasil memusnahkan lawan politikn ja menghantjurkan pendukung2 kebudajaan Indonesia, menghantjurkan opposisi pers/mass-media jang tidak sukn kepada mereka, menginfiltrasi semua bidang pemerintahan dan badan2 legislatip, kemudian mereka beralih untuk menghantjurkan ABRI jang menurut perhitungan tahap terachir untuk memperoleh kemenangan mutlak di Indonesia dengan pengambilalihan pemerintahan jang dipimpin oleh Bung Karno seperti kemudian ternjata dengan kudeta 30 September 1966 jang gagal itu. Mereka menseleksi perwira2 jang mereka kia bisa diadjak, untuk kemudian diberikan penasihat2, pembina2 idiologis, sehingga nanti bisa disuruh mengambil oper kekuasaan dari dalam. Mereka lansir adanja diskriminasi dalam angkatan, perwira dan bawahan, misalnja ingat sadja peristiwa jang terdjadi di Surabaya. Mereka adudombakan satu angkatan dengan angkatan jang lain, misalnja dengan demonstrasi dengan ye12 jang berbunji; Hidup Polisi, Polisi dengan Rakjat, maksudnja tidak lain untuk memisahkan Polisi dari Angkatan Bersendjata. Kemudian dalam rangka ini djuga mereka merapatkan diri dengan URI jang boleh dikatakan tidak ikut dalam penumpasan PKI di Madiun dalam tahun 1948, ketika mereka melakukan pemberontakan. Dan didalam meningkatnja konfrontasi kita kepada "Malaysia", mereka melansir perlunja dibentuk Angkatan Kelima jang terdiri dari Buruh dan Tani. Usaha2 mereka untuk mendiskreditkan TNI dan menanam perpet jahan dalam kalangan ABRI setjara insidentil memang berhasil, tetapi TNI selalu mengikuti gerak-gerik mereka setjara teliti sehingga TNI tidak djadi masuk perangkap, bahkan mengkonsolidir dirinja sampai kedesa-desa.<noinclude>{{rh|||Digitized by Google}}</noinclude> 6abd0o30hz6nsd8tg8dk2ua3cfad943 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/223 104 111526 310156 2026-08-10T04:22:40Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310156 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>kakak sdr. R. Rudjito, pemimpin O.L. Mij „Bumiputera” di Jogjakarta) ia tidak dapat anak. Dengan isterinja jang ke-2 Dokter Tjipto dapat seorang anak, namun kemudian anak itu meninggal. Dengan isterinja jang ke-3, jang boleh disebut kawan-perdjoangan, kawan-keagamaan dan karenanja kawan hidup sedjati, pun djuga Dokter Tjipto tidak mendapat anak. Isteri tsb. ialah seorang djanda, jaitu njonja Vogel dari Surakarta, jang banjak dikenal orang Solo sebagai seorang Theosoof jang sudah lama mendjadi anggauta „Indische Partij”. Njonjah Tjipto-Vogel itulah jang mulai zamannja Tjipto di-interneer di Solo, lalu di Bandung dan achirnja di tempat pembuangannja jang terakhir, Banda, terus mengikuti sang suami dengan penuh tjintakasih dan kesetiaannja. Berhubung dengan sakitnja Tjipto. jang terus-terusan mengganggu kesehatannja, sampai saat wafatnja, jaitu penjakit asthma jang terkenal, maka njonja Tjipto geboran Vogel boleh dibilang sangat berdjasa sebagai „verpleegster” jang berkorban. Baiklah disini diperingati, bahwa dua orang kemanakan njonjah Tjipto oleh Dokter Tjipto telah di-adopteer sebagai anaknja. Sekianlah tjukup kiranja sekadar keterangan tentang hidup dan penghidupan almarhum Dokter Tjipto Mangunkusumo. jang kita uraikan disini tidak untuk memberikan sedjarahnja, namun se-mata² sebagai gambaran jang mendjelaskan tjorak-warnanja budipekerti almarhum. Barang siapa ingin mengetahui sedjarah hidupnja jang agak lengkap, dipersilahkan membatja buku biografi ''„Dr. Tjipto Mangunkusumo” Demokrat sedjati'' , jang dikarang ''M. Balfas'' dan diterbitkan oleh „Penerbit ''Djambatan''” Djakarta/Amsterdam 1952.<noinclude> {{rh|228||}}</noinclude> 2gic93iv2cpru498svryssswnmdd7qp Halaman:San min chu i.pdf/93 104 111527 310159 2026-08-10T04:24:02Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310159 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>88 Menurut pendapat nenek mojang kita ,,Suatu negara jang tak mempunjai musuh dan bahaja-bahaja dari luar, tentu akar hantjur " dan ,,Banjaknja kesusahan itulah biasanja jang membangun kembali suatu negara" . ,,Musuh-musuh dan bahaja-bahaja dari luar ' itu umpamanja : Kalau suatu negara mengira, bahwa ia tak diantjam bahaja luar, dan merasa sungguh-sungguh aman dan menganggap bahwa ia adalah jang terkuat didunia dan djuga orang-orang asing tak berani menjerangnja, menjebabkan ia tak memikirkan pertahanannja, achirnja negara itu akan runtuh djuga. Banjaknja kesusahan-kesusahan itulah biasanja membangunkan kembali suatu negara. Makin lekas kita menginsjafi kesusahan-kesusahan ini makin baik ; maka usaha kita akan ditundjukan kearah tindakan-tindakan jang njata. Hal ini adalah menurut Ilmu Djiwa (psychologi) . Kalau keadaan jang saja uraikan dalam uraian IV bagian pertama memang benar, maka kita harus ingat dengan tabah hati akan bahaja jang kita alami sekarang didalam waktu-waktu sulit, sebelum kita mengerti benar-benar, bagaimana kita harus membangunkan kembali perasaan kebangsaan jang telah pupus itu. Kalau kita tjoba membangunkannja kembali dengan tidak mengingat keadaan, maka segala pengharapan kita akan hilang lenjap buat selama-lamanja, mengakibatkan rakjat Tiongkok lebih tjepat lenjap dari muka bumi ini. Dengan menjatukan garis-garis besar uraian saja dahulu, kita dapat mengambil kesimpulan bahaja-bahaja mana jang mengantjam kita dan dari arah mana datangnja. Bahaja-bahaja tersebut akan datang dari pihak negara-negara besar (the great powers) dan bersifat : pertama, tekanan dilapangan politik ; kedua, tekanan dilapangan perekonomian dan ketiga, makin tjepat bertambahnja djumlah penduduk dinegara-negara besar tadi. Dengan tak setahu kita, ketiga bahaja ini telah ada diatas kepala kita, mengakibatkan rakjat berada dalam keadaan genting. Bahaja jang pertama, jaitu hantjurnja suatu negara oleh tekanan politik, mungkin datang dengan tiba-tiba. Tiongkok jang sekarang berada dibawah penindasan politik Negara-negara Besar, memungkinkan<noinclude></noinclude> lb7s9h3g4sc8yjmbr4dhn3n593keewd 310171 310159 2026-08-10T04:27:51Z Ichi Ocha 26099 310171 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||88}}</noinclude>Menurut pendapat nenek mojang kita ,,Suatu negara jang tak mempunjai musuh dan bahaja-bahaja dari luar, tentu akar hantjur" dan ,,Banjaknja kesusahan itulah biasanja jang membangun kembali suatu negara". ,,Musuh-musuh dan bahaja-bahaja dari luar ' itu umpamanja: Kalau suatu negara mengira, bahwa ia tak diantjam bahaja luar, dan merasa sungguh-sungguh aman dan menganggap bahwa ia adalah jang terkuat didunia dan djuga orang-orang asing tak berani menjerangnja, menjebabkan ia tak memikirkan pertahanannja, achirnja negara itu akan runtuh djuga. Banjaknja kesusahan-kesusahan itulah biasanja membangunkan kembali suatu negara. Makin lekas kita menginsjafi kesusahan-kesusahan ini makin baik; maka usaha kita akan ditundjukan kearah tindakan-tindakan jang njata. Hal ini adalah menurut Ilmu Djiwa(psychologi) . Kalau keadaan jang saja uraikan dalam uraian IV bagian pertama memang benar, maka kita harus ingat dengan tabah hati akan bahaja jang kita alami sekarang didalam waktu-waktu sulit, sebelum kita mengerti benar-benar, bagaimana kita harus membangunkan kembali perasaan kebangsaan jang telah pupus itu. Kalau kita tjoba membangunkannja kembali dengan tidak mengingat keadaan, maka segala pengharapan kita akan hilang lenjap buat selama-lamanja, mengakibatkan rakjat Tiongkok lebih tjepat lenjap dari muka bumi ini. Dengan menjatukan garis-garis besar uraian saja dahulu, kita dapat mengambil kesimpulan bahaja-bahaja mana jang mengantjam kita dan dari arah mana datangnja. Bahaja-bahaja tersebut akan datang dari pihak negara-negara besar (the great powers) dan bersifat: pertama, tekanan dilapangan politik ; kedua, tekanan dilapangan perekonomian dan ketiga, makin tjepat bertambahnja djumlah penduduk dinegara-negara besar tadi. Dengan tak setahu kita, ketiga bahaja ini telah ada diatas kepala kita, mengakibatkan rakjat berada dalam keadaan genting. Bahaja jang pertama, jaitu hantjurnja suatu negara oleh tekanan politik, mungkin datang dengan tiba-tiba. Tiongkok jang sekarang berada dibawah penindasan politik Negara-negara Besar, memungkinkan<noinclude></noinclude> i2xnhhwylhrr46gdpmshwqchdrl4rsp Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/225 104 111528 310170 2026-08-10T04:26:53Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310170 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>DR. SETYABOEDDI (DOUWES DEKKER) DAN KI HADJAR DEWANTARA<br> ''sedang menjesuaikan pendapat.''</center><noinclude></noinclude> 1y7ivh3r4fuy6mqtxjmyj5j97e4nb4a Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/226 104 111529 310172 2026-08-10T04:28:57Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310172 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|man|zaman}} „Kebangunan Nasional”. sampai ke-zaman Perdjongan revolusi-nasional kita, jang pada hari „Proklamasi 17 Agustus 1945” memuntjak, hingga melahirkan Negara Indonesia jang Merdeka dan Berdaulat sepenuhnja. Untuk dapat melaksanakan tugas jang amat penting tadi, maka Setyabuddi sudah dapat mengumpulkan banjak bahan² dokumentasi. pula sudah ada sebagian jang telah terkarang. Semua itu hilang lenjap karena dibeslah oleh anggauta² tentara Belanda di Kali-Urang, dimana Setyabuddi bertempat-tinggal. Usaha jang telah dilakukan oleh beberapa kawan (a.l. saja sendiri) dengan dibantu oleh Kementerian Penerangan, Kementerian Kehakiman dan D.P.A.) ta' dapat berhasil sebagai jang diharapkan. Sebagai diketahui Dr. Setyabuddi pernah diangkat mendjadi ''Menteri Negara'' dalam Kabinet Sjahrir. Teringatlah saja pernjataan Setyabuddi, ketika ia untuk pertama kali menghadap Presiden Sukarno. Ia berkata: „Sepenuh diriku kuserahkan kepada Republik kita. Pemerintah boleh menggunakan tenagaku untuk segala apa jang diperlukan dan dapat kukerdjakan. Dimana perlu djuga untuk ikut berperang: sebab............ „ik ben een goed schutter”. (Saja seorang penembak jang lantjar dan pandai). Setyabuddi dapat kembali ke Indonesia itu dengan tjara jang aneh dan avontuurlijk pula. Ketika saudara² kita bangsa Indonesia akan dikembalikan dari Nederland ke Indonesia, maka Setyabuddi ta' dibolehkan turut, karena dia dianggap seorang Orang-Belanda, apa lagi seorang Belanda jang dianggap „Staatsgevaarlijk” (membahajakan negeri, jaitu Hindia-Belanda). Sebagai diketahui pada saat Djerman menjerbu ke Nederland, Setyabuddi (waktu itu masih bernama ''Douwes Dekker'') ditangkap dan ditawan oleh Belanda di Ngawi, kemudian ia dibawa ke Suriname, ber-sama² dengan orang² bangsa Djerman, jang ada di Indonesia. Sesudah Djepang menjerah, ia dibawa ke Nederland. Djadi sebetulnja Setyabuddi ta' dapat kembali ke Indonesia, namun......... tiba² salah seorang pemuda kita, jaitu putera marhum Dr. Radjiman Wedyodiningrat, berhalangan untuk ikut berangkat dengan kapal jang<noinclude> {{rh|||231}}</noinclude> 4wkr5niz9cwy2mbkj9bh1kqpn1jtci9 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/224 104 111530 310173 2026-08-10T04:29:09Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310173 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''Dr. D. D. SETYABUDDI DALAM SEDJARAH<br>PERDJOANGAN KITA.'''</center> Meskipun kami dan banjak kawan² lainnja tahu, bahwa Setyabuddi sudah sedjak lama ada dalam keadaan sakit, menurut dugaan ta' akan ia dapat sembuh kembali, namun chabar tentang wafatnja pada 28 Agustus 1950 pun masih mengedjutkan. Memang, begitulah biasanja kesan jang timbul, apabila seseorang jang sangat dihargai, meninggalkan kita, djuga kalau diketahui lebih dulu akan wafatnja tadi. Se-olah² orang tetap meng-harap² sangat akan kesembuhan itu, se-olah² ia lupa kepada hukum kodrati, jang bertali dengan kesakitan dan kematian manusia. Satu bulan sebelum ia meninggal, ketika saja memberitahukan kepadanja, bahwa ta' lama lagi kami berdua akan saling berdjumpa di-gedung Parlemen di Djakarta (karena Setyabuddi sebagai ''anggauta'' D.P.A. akan dimasukkan kedalam D.P.R. "Republik Indonesia" jang baru) maka ia mendjawab, bahwa mungkin djiwanja akan mengikuti upatjara pembukaan Parlemen kita, akan tetapi dia jakin, bahwa badannja ta' akan ikut beserta, karena ia telah ber-siap² untuk meninggalkan dunia jang fana ini. Jang amat mengharukan ialah pernjataannja, bahwa kesedihan hatinja terhadap dirampasnja arsip dan banjak dokumen²nja jang penting², oleh tentara Belanda dalam "clash jang ke-II" pasti akan dibawanja kedalam liang kuburnja, jang sudah lama menanti kedatangannja. Tentang peristiwa jang sangat menjedihkan itu, (tidak sadja menjedihkan Setyabuddi, namun pula menjedihkan Kementerian Penerangan kita), hendaknja diketahui, bahwa Setyabuddi disamping pekerdjaannja sebagai ''guru-besar'' dari pada "Akademi Ilmu Politik", pula berkedudukan sebagai ''pegawai tinggi Kementerian Penerangan'' kita, dengan tugas membukukan sedjarah perdjoangan nasional kita seluruhnja mulai berkuasanja bangsa Belanda atas Indonesia, dengan melalui {{hws|za|zaman}}<noinclude> {{rh|||229}}</noinclude> 3zlosilanyisz883zwmkvnl72d7ed9o Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/227 104 111531 310175 2026-08-10T04:31:01Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310175 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>sudah ditentukan. Disitulah Setyabuddi muntjul sebagai: "S. Radjiman", nama mana sudah tertulis dalam daftar. Tjukup sekianlah penerangan singkat dari kami tentang masuknja Setyabuddi kedalam alam-perdjoangan dan alam-pemerintahan R.I. kita. Tentang riwajat hidup Setyabuddy pada umumnja, harian² dan madjalah² sudah memuat atau akan memuat ber-djenis² penerangan. Bagi kami tjukuplah kiranja sekedar ichtisar dan sementara tjeritera, jang mungkin belum diketahui oleh chalajak umum, sebagai jang berikut. Banjak orang dulu mengira bahwa Setyabuddi baru pada tahun 1912 (jaitu tahun berdirinja "Indische Partij) memasuki alam perdjoangan rakjat kita. Sebenarnja sudah lama sebelum itu, pada tahun 1908, waktu "Budi-Utomo" didirikan oleh marhum Dr. Sutomo dengan kawan²nja, D.D. (singkatan namanja jang dulu jaitu "Douwes Dekker") sudah ikut serta dalam segala persiapan²nja. Rumahnja adalah rumah permusjawaratan, pula mendjadi tempat pembatjaan dan perpustakaan bagi para pemuda peladjar kita di Djakarta. Waktu itu D.D. mendjabat redacteur harian "Bataviaasch Nieuwsblad", dalam harian mana dia terus menerus membela segala kepentingan rakjat kita. Karena pemimpin² kita, jang pandai menulis, setiap waktu diberi kesempatan se-banjak²nja untuk mengisi hariannja, jang berbahasa Belanda itu, maka dalam satu tahun sadja tjukuplah segala tjita² kebangsaan, jang tertera dalam harian itu, dapat tersiar dikalangan Belanda dan dikenal oleh orang² jang terkemuka atau jang berkuasa dalam lingkungan pemerintahan dan masjarakat Hindia-Belanda. D.D. sendiri mulai waktu itu digolongkan pada gerombolan orang² jang dianggap membahajakan keamanan. Oleh directie "Bat. Nbl." ia dikeluarkan dari djabatannja; tetapi mulai saat itu D.D. menerbitkan madjalah sendiri, jaitu "Het Tijdschrift", jang tjukup tersiar dan terbatja dalam kalangan kaum intelectueelen bangsa kita. Beberapa orang pemimpin kita jang bersemangat nationalistis dan revolusioner, mendjadi pembantu tetap dari madjalah tersebut. Sesudah dengan djalan siaran² tertulis itu D.D. dapat memasuki alam fikiran dan alam perasaan bangsa kita, maka<noinclude> {{rh|232||}}</noinclude> 1v5q4pbsk39a21f37crqedlvh1y8ha8 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/228 104 111532 310176 2026-08-10T04:34:13Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310176 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>pada tahun 1912 ia mendirikan I.P. jang pada lahirnja terus mengenalkan diri sebagai "partai politik" jang berhaluan ''kebangsaan, kerakjatan dan kemerdekaan.'' Pada waktu itu D.D. tidak mengadakan "partai-discipline", bahkan ia mengandjurkan adanja hubungan jang erat antara I.P. dengan "Budi Utomo" dan "Sarikat Islam". Berdirinja I.P. sebagai partai politik dimaksudkan semata² untuk mewudjudkan tjita² bersama, jaitu tertjapainja kemerdekaan dengan djalan politik. Hendaknja diketahui, bahwa B.U. waktu itu memusatkan perhatian dan usahanja pada tjita² kultureel, dengan sifat ke-Djawaan. sedangkan S.I. memakai agama Islam sebagai sjarat keanggautaannja. Pernah dinjatakan oleh D.D., bahwa dia bersedia untuk membubarkan I.P. apabila sjarat ke-Islaman dari S.I. dan sjarat ke-Djawaan dari B.U. dihapuskan. Ini tjita²nja dalam hal bentuk² kepartaian. Memang begitulah tjorak djiwanja Setyabuddi. Untukseterusnja, sampai djaman Republik kita, dia tidak suka memasuki sesuatu partai; sebaliknja ia sedia untuk menjokong tiap² partai, jang menudju kearah kemerdekaan Indonésia. Dulu banjak orang² dan golongan² serta partai² pula, jang tidak suka menerima D.D. kedalam kalangannja, karena mereka memandang D.D. adalah seorang "Belanda-Indo." Sebenarnja D.D. sendiri tidak suka disebut Belanda, tidak mau disebut Indo; dia menamakan kebangsaannja ialah dengan sebutan "Indier" (perkataan "Indonesia" dulu belum ada). Ketika D.D. hendak dipromoveer sebagai "doctor ekonomi" di Universiteit Zürich, dan harus menjatakan kebangsaannja, maka dengan konsekwen ia menjebut nama "Indiër" Dari pihak Universiteit itu ditolak, karena sebutan "Indiër" dikalangan internasional hanja diakui sebagai nama kebangsaan India. Lalu D.D. mengisi daftar kebangsaannja dengan sebutan "Javaan". Tentang sebutan "Nederlander" D.D. tidak sadja tidak menjukainja. namun sebetulnja ia sudah kehilangan statusnja sebagai "Nederlander", disebabkan karena ia memasuki tentara Transvaal, tidak dengan dispensasi dari radja Belanda. Pada zaman itu Transvaal diserang setjara tidak adil oleh Inggeris,<noinclude> {{rh|||233}}</noinclude> frrjumokgd9kdre1in9jb2izmfaba5n Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/3 104 111533 310177 2026-08-10T04:34:41Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310177 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{C|EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA}} {{C|WASHINGTON 6 , D. C.}} {{R|2020 MASSACHUSETTS AVENUE , N. W.}} {{L|OFFICE OF THE MILITARY ATTACHÉ}} {{R|PHONE : HUDSON 3-6600}} {{R|CORNELL UNIVERSITY LIBRARY}} {{R|3 1924 087 127 886}} {{C|PERKEMBANGAN SITUASI POLITIK DI INDONESIA}} {{C|PROLOOG DAN EPILOOG GESTAPU/PKI}} <center> ''Disampaikan kepada'' ''Permias Wilajah Timur'' ''Seminar" Industrialisasi dan'' ''Perkembangan Politik" 21-22 Mei 1966'' ''Sekedar sebagai'' ''bahan umum''. </center> {{C|WASHINGTON.D.C.}} {{C|April 1966}}<noinclude></noinclude> 21lqgwefms9mf61om8gz4qutahn068e 310179 310177 2026-08-10T04:36:14Z Ammachemist 27288 310179 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{C|EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA}} {{C|WASHINGTON 6 , D. C.}} {{R|2020 MASSACHUSETTS AVENUE , N. W.}} {{R|PHONE : HUDSON 3-6600}} {{Left|OFFICE OF THE MILITARY ATTACHÉ}} {{R|CORNELL UNIVERSITY LIBRARY}} {{R|3 1924 087 127 886}} {{C|PERKEMBANGAN SITUASI POLITIK DI INDONESIA}} {{C|PROLOOG DAN EPILOOG GESTAPU/PKI}} <center> ''Disampaikan kepada'' ''Permias Wilajah Timur'' ''Seminar" Industrialisasi dan'' ''Perkembangan Politik" 21-22 Mei 1966'' ''Sekedar sebagai'' ''bahan umum''. </center> {{C|WASHINGTON.D.C.}} {{C|April 1966}}<noinclude></noinclude> ja1lkkuwv6aal8hng1w3km2u78z3bei Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/229 104 111534 310178 2026-08-10T04:35:58Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310178 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>dan D.D. merasa tertarik oleh perdjoangan bangsa Afrika Selatan (jaitu bangsa "Boer"), jang ditindas oleh bangsa Inggeris itu. Setahun lamanja ia ikut berperang setjara gerilja di Afrika Selatan. Kemudian ia ditawan dan sesudah perang di Transvaal selesai, ia kembali ke Indonesia. Pernah D.D. menerangkan, bahwa perang gerilja adalah satu²nja tjara melawan tentara jang bersendjata modern, sedangkan seluruh bumi Indonesia benar² sangat memudahkan perang gerilja. Lebih dari itu ia meramalkan, bahwa awal atau akhir rakjat Indonesia akan serentak berontak dengan melakukan siasat gerilja, dan itulah siasat satu²nja jang akan ditakuti dan akan dapat mengalahkan tentara Belanda, betapa modern persendjataannja pun djuga. Djadi bergolaknja revolusi nasional kita sesudah 17 Agustus 1945 itu benar² sesuai dengan pandangan dan pikiran Setyabuddi. Ketika D.D. mendirikan I.P.-nja pada tahun 1912, banjak orang² Indo Belanda masuk kedalam partai itu. Akan tetapi lambat laun mereka meninggalkan I.P., karena D.D. tidak menjukai adanja golongan "minoriteit" dan menuntut leburnja sifat "Indo" kedalam rakjat murba. Salah satu pernjataan dari mulut Setyabuddi, jang sangat mengetjewakan orang³ Indo-Belanda, jaitu jang mengenai "milik tanah". Setyabuddi berkata, bahwa orang Indo-Belanda selali² djangan dibolehkan memiliki tanah. Bumi Indonesia hanja untuk putera² Indonesia. Tiap² Indo jang suka mempunjai tanah milik, harus mendjadi orang Indonesia lebih dahulu, dengan bersedia melakukan segala kewadjiban rakjat, sampai harus ikut melakukan "ronda malam" dll. pekerdjaan jang biasanja disebut pekerdjaan rendah. Ia harus bersatu hidup dan penghidupan dengan rakjat murba. Dimuka sudah di-sebut² tentang tugas Setyabuddi untuk mengumpulkan bahan² jang historis dokumentèr, guna membukan sedjarah perdjoangan Rakjat Indonésia seumumnja. Dalam pekerdjaan itu memang Setyabuddi mempunjai kesanggupan jang istimewa. Dalam dissertasinja (buku untuk menem-<noinclude> {{rh|234||}}</noinclude> t33htzz349m6m9krn2lyd9lka23181r 310185 310178 2026-08-10T04:40:27Z Link PB 26772 310185 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>dan D.D. merasa tertarik oleh perdjoangan bangsa Afrika Selatan (jaitu bangsa "Boer"), jang ditindas oleh bangsa Inggeris itu. Setahun lamanja ia ikut berperang setjara gerilja di Afrika Selatan. Kemudian ia ditawan dan sesudah perang di Transvaal selesai, ia kembali ke Indonesia. Pernah D.D. menerangkan, bahwa perang gerilja adalah satu²nja tjara melawan tentara jang bersendjata modern, sedangkan seluruh bumi Indonesia benar² sangat memudahkan perang gerilja. Lebih dari itu ia meramalkan, bahwa awal atau akhir rakjat Indonesia akan serentak berontak dengan melakukan siasat gerilja, dan itulah siasat satu²nja jang akan ditakuti dan akan dapat mengalahkan tentara Belanda, betapa modern persendjataannja pun djuga. Djadi bergolaknja revolusi nasional kita sesudah 17 Agustus 1945 itu benar² sesuai dengan pandangan dan pikiran Setyabuddi. Ketika D.D. mendirikan I.P.-nja pada tahun 1912, banjak orang² Indo Belanda masuk kedalam partai itu. Akan tetapi lambat laun mereka meninggalkan I.P., karena D.D. tidak menjukai adanja golongan "minoriteit" dan menuntut leburnja sifat "Indo" kedalam rakjat murba. Salah satu pernjataan dari mulut Setyabuddi, jang sangat mengetjewakan orang³ Indo-Belanda, jaitu jang mengenai "milik tanah". Setyabuddi berkata, bahwa orang Indo-Belanda selali² djangan dibolehkan memiliki tanah. Bumi Indonesia hanja untuk putera² Indonesia. Tiap² Indo jang suka mempunjai tanah milik, harus mendjadi orang Indonesia lebih dahulu, dengan bersedia melakukan segala kewadjiban rakjat, sampai harus ikut melakukan "ronda malam" dll. pekerdjaan jang biasanja disebut pekerdjaan rendah. Ia harus bersatu hidup dan penghidupan dengan rakjat murba. Dimuka sudah di-sebut² tentang tugas Setyabuddi untuk mengumpulkan bahan² jang historis dokumentèr, guna membukan sedjarah perdjoangan Rakjat Indonésia seumumnja. Dalam pekerdjaan itu memang Setyabuddi mempunjai kesanggupan jang istimewa. Dalam dissertasinja (buku untuk {{hws|menem|menempuh}}<noinclude> {{rh|234||}}</noinclude> o64zqzzp9aew7ag9xbgozaaiuiyv6nr Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/51 104 111535 310180 2026-08-10T04:37:02Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'sama2. Ach, saudara2, aku pernah melawat Tjokroamiiloto dalam gubuknja-miskin di Kedungdjati, aku pernah ureguru kepada Setiabuddi waktu beliau berdagang telur-ajam di Selatan Bandung, aku pernah rn, -oundjungi mereka dalam keaclaan sakit didalam pendjara, aku pernah berkorrespondensi bertahun2 dengan Tjipto Mangunkusumo dite,moat pembuangannja dr pulau Banda, aku pernah bergaul denqan IVIas Maru dirumahnja ketjil dikampung Keprabon Soio, aku pe... 310180 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>sama2. Ach, saudara2, aku pernah melawat Tjokroamiiloto dalam gubuknja-miskin di Kedungdjati, aku pernah ureguru kepada Setiabuddi waktu beliau berdagang telur-ajam di Selatan Bandung, aku pernah rn, -oundjungi mereka dalam keaclaan sakit didalam pendjara, aku pernah berkorrespondensi bertahun2 dengan Tjipto Mangunkusumo dite,moat pembuangannja dr pulau Banda, aku pernah bergaul denqan IVIas Maru dirumahnja ketjil dikampung Keprabon Soio, aku pernah menerima sn* rat dari ciua pemimtin kita iang hendak mendjalani hukuman mati, aku perna,h melihat ocnderitaannja ber-ouluh2 penlimrring lain besar dan ketjil, pemimpin2 jang kadangz tidak mcrnpunjai ana2 rnelainkan- seriikit pakaian janr: menutuci tubuhnra bclaka, ach, saudaraz, siaoa dari kita sekarang jing seictilis mereka -itu ? En toch, saudara2, nereka jang melarat dan mcn" derita itulah arsitek2nja Kebangunan Nasional kita jang tclah lanDau, mereka dus arsitek2nja Kemerdekaan kita dizarnan sq. karang. h{ereka jang ketjil3 tubuh itu adalah raksasa2 keichlasan, dan oleh karena itulah rnereka raksasaz oembinaan. Tundukkanlah kepale kita terhaclro kcichlrsan *cr.ko itu, dan tunciukkan pula kepala kita terhada-o keichlasannja se,mua p.;Jb;;;, krta jang telah gugur clipadan*e perdjoangan. Tundukkanfin nipala kita, dalam arti menjedari tjatjadz kita sendiri, dan dalani arti hendak mentaulad dan mentjontoh keichlasan-budi mercka rtu. Ja, mereka orangz jang besar, sebagaimana didalam sedjarah. nia bangqaz jang besar selalu adalah brang2 jang besar. Mereka orang2_jang besar, tetaoi sun_eguhoun begitu, lebih besar ia,gi tlaripada mereka adalah Idee, Tjiiaz, janf bersemajarn didalail merekaprunjs kalbu. Idee itulah jang memberi tenaga kepada mereka untuk berkorban, untuk tetap bersenjurn meski mcnderita kemiskinan, tetap bersenjurn meski meringkuk didalam pcndjara atau dialam pembuangan, tetap bersenjum mesjii menghadapi tiang-oenggantungan. ldee itulah Wahju TjaLraningrat rnereka, dan meski mereka teiah mati, ICee itulah-tidak mati, Idee itulah terus hidug, Idee itulah malah mer,vahjui kita puia dizaman sekarang. Idee itulah Mata-airnja Supgii Kcbangunan Nasional, jang kini telah mengalir 44 tahun. 52<noinclude></noinclude> df43mrq414mt79vtxnc8lv1rdjrkxje 310231 310180 2026-08-10T05:06:36Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310231 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{hwe|sama²|bersama²}}. Ach, saudara², aku pernah melawat Tjokroaminoto dalam gubuknja-miskin di Kedungdjati, aku pernah meguru kepada Setiabuddi waktu beliau berdagang telur-ajam di Selatan Bandung, aku pernah m{{illegible}}undjungi mereka dalam keadaan sakit didalam pendjara, aku pernah berkorrespondensi bertahun² dengan Tjipto Mangunkusumo ditempat pembuangannja di pulau Banda, aku pernah bergaul denqan Mas Maru dirumahnja ketjil dikampung Keprabon Solo, aku pernah menerima surat dari dua pemimpin kita jang hendak mendjalani hukuman mati, aku pernah melihat penderitaannja ber-puluh² pemimpin² lain besar dan ketjil, ― pemimpin² jang kadang² tidak mempunjai apa² melainkan sedikit pakaian jang menutupi tubuhnja bclaka, ― ach, saudara², siapa dari kita sekarang jing seichlas mereka itu ? En toch, saudara², mereka jang melarat dan mcnderita itulah arsitek²nja Kebangunan Nasional kita jang telah lampau, mereka dus arsitek²nja Kemerdekaan kita dizaman sekarang. Mereka jang ketjil² tubuh itu adalah raksasa² keichlasan, dan oleh karena itulah mereka raksasa² pembinaan. Tundukkanlah kepala kita terhadap keichlasan mereka itu, dan tundukkan pula kepala kita terhadap keichlasannja semua pedjoang² krta jang telah gugur dipadang perdjoangan. Tundukkanlah kepala kita, dalam arti menjedari tjatjad² kita sendiri, dan dalam arti hendak mentaulad dan mentjontoh keichlasan-budi mereka itu. Ja, mereka orang² jang besar, sebagaimana didalam sedjarahnja bangsa² jang besar selalu adalah orang² jang besar. Mereka orang² jang besar, tetapi sungguhpun begitu, ''lebih besar lagi'' daripada mereka adalah ''Idee, Tjita², jang bersemajam didalam merekapunja kalbu. Idee itulah jang memberi tenaga kepada mereka untuk berkorban, untuk tetap bersenjum meski menderita kemiskinan, tetap bersenjum meski meringkuk didalam pendjara atau dialam pembuangan, tetap bersenjum meski menghadapi tiang-penggantungan. ldee itulah Wahju Tjakraningrat mereka, dan meski mereka telah mati, Idee itulah tidak mati, Idee itulah terus hidup, Idee itulah malah mewahjui kita pula dizaman sekarang. Idee itulah Mata-airnja Sungai Kebangunan Nasional, jang kini telah mengalir 44 tahun.<noinclude>{{rh|52}}</noinclude> mfdjr6bbrzsn4a79s320wte2waq4yov Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/52 104 111536 310181 2026-08-10T04:37:29Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Maka, __ mengalirlah Sungai itu terus!'Mengalirlah ta' tettahan ! Panta Rei ! Kelautan terlaksananja Tjita2 t Mengaliriah ia terus, dengan kita didalamnja, dengan generasl jang akan datangpun didalamnja, nri,ngatrirlah ia terus, ke Lautan Besar, Lautan tsesarnja keagungan bangsa, Lautan Bsnegara, Lautan -Besarnja kesedjahteraan sarnja kesentausaan ruasjarakat, Lautan Besarnja kebahagiaan kemanusiaan. Mengalirlah ia terus -- terus --, karena set... 310181 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>Maka, __ mengalirlah Sungai itu terus!'Mengalirlah ta' tettahan ! Panta Rei ! Kelautan terlaksananja Tjita2 t Mengaliriah ia terus, dengan kita didalamnja, dengan generasl jang akan datangpun didalamnja, nri,ngatrirlah ia terus, ke Lautan Besar, Lautan tsesarnja keagungan bangsa, Lautan Bsnegara, Lautan -Besarnja kesedjahteraan sarnja kesentausaan ruasjarakat, Lautan Besarnja kebahagiaan kemanusiaan. Mengalirlah ia terus -- terus --, karena setia kepada Asalnja Scbagai kukatakan di Surabaja tempchari: ,,Door de zee op te zoeken, is de rivier trouw aan haar bron". Ilengan mengalirnja kelautan, sungai setia kepada swmbernia ! Mogaz Tuhan menrberkatinja Sekian ! ! Terimakasih fuIerdeka I I 53<noinclude></noinclude> 6izigybsquwjrt5767iitvytn1j5rk5 310238 310181 2026-08-10T05:13:26Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310238 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>Maka, ― mengalirlah Sungai itu terus! Mengalirlah ta' tertahan ! Panta Rei ! Kelautan terlaksananja Tjita² ! Mengalirlah ia terus, dengan kita didalamnja, dengan generasi jang akan datangpun didalamnja, mengalirlah ia terus, ke Lautan Besar. ― Lautan Besarnja keagungan bangsa, Lautan Besarnja kesentausaan negara, Lautan Besarnja kesedjahteraan masjarakat, Lautan Besarnja kebahagiaan kemanusiaan. Mengalirlah ia terus ― terus ―, karena setia kepada Asalnja Sebagai kukatakan di Surabaja tempohari: „Door de zee op te zoeken, is de rivier trouw aan haar bron”. ''Dengan mengalirnja kelautan, sungai setia kepada sumbernja!'' Moga² Tuhan memberkatinja ! Sekian ! Terimakasih ! {{sp|Merdeka!}} {{rule|8em}}<noinclude>{{rh|||53}}</noinclude> sigw5jemggubjmrk5oyk7xo4fime2q1 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/230 104 111537 310182 2026-08-10T04:37:35Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310182 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>puh udjian doctor di Universiteit) jang kemudian diperluas untuk didjadikan "buku-standaard" dengan berkepala "Indië" (tiga dari l.k. 6 djilid jang direntjanakan sudah terbit) maka Setyabuddi dapat mengumumkan naskah² beberapa surat² dokumentér a.l. jang mengenai instruksi gobnor-djenderal untuk membinasakan pohon² tjengkéh di Maluku (guna menaikkan harga pasar di Amsterdam). Djuga surat instruksi dari Staten-generaal di Nederland kepada gobnor-djenderal di Djakarta, untuk mengadu radja jang satu terhadap jang lain, lalu membantu pihak jang lebih kuat, dan lain² tipu muslihat. Dalam surat itulah terdapat sembojan "divide et impera". Apabila ikut berperangnja Setyabuddi di Afrika Selatan kami sebut sebagai hasrat untuk membela bangsa "Boer" serta memprotes agressi Inggeris, maka ada pula suatu tjontoh akan kesanggupan Setyabuddi untuk membela kepentingan² bangsa² kulit-berwarna terhadap imperialisme dan kapitalisme Eropa pada umumnja. Jaitu ketika Setyabuddi oleh golongan "Sekutu" (dalam perang-dunia jang pertama) ditangkap di San Francisco, kemudian dikirim ke Hongkong dan achirnja di-interneer di Singapura. Waktu itu memang ada hubungan antara pergerakan² diberbagai negeri² djadjahan (India, Filipina, Korea dll) dan Indonesia dengan perantaraan D.D. selaku pemimpin umum "Indische Partij." Maksud D.D. ialah mengadakan aksi "Pan-Asia". Rupa²nja ini diketahui oleh "Intelligence Service" Sekutu, sesudah diketahui, bahwa pusat gerakan itu terletak di Berlin dibawah pemimpin² India, seperti Chattopadaya, Chempakaraman Pillai d.l.l. Waktu itu Setyabuddi disinjaleer oleh dunia Eropa sebagai "international scoundrel" (pendjahat internasional), sebutan mana membuktikan keberanian D.D., jang ta' kundjung padam, pula kebentjihannja terhadap agresi bangsa² Barat terhadap negeri² Asia. Bahwa kebentjihan itu ta' pernah ia tutup²i, terbukti pula ketika ia memihak Djepang dalam zaman Belanda. Setyabuddy ada seorang ahli seni-sastera, namun ia tak berkesempatan untuk berkembang sabagai auteur pengarang. Bagaimana djuga buku² karangannja, jang tidak banjak itu,<noinclude> {{rh|||235}}</noinclude> az6ap175gtm2n8mz8bhte0b2yevtikr 310186 310182 2026-08-10T04:40:35Z Link PB 26772 310186 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hws|puh|menempuh}} udjian doctor di Universiteit) jang kemudian diperluas untuk didjadikan "buku-standaard" dengan berkepala "Indië" (tiga dari l.k. 6 djilid jang direntjanakan sudah terbit) maka Setyabuddi dapat mengumumkan naskah² beberapa surat² dokumentér a.l. jang mengenai instruksi gobnor-djenderal untuk membinasakan pohon² tjengkéh di Maluku (guna menaikkan harga pasar di Amsterdam). Djuga surat instruksi dari Staten-generaal di Nederland kepada gobnor-djenderal di Djakarta, untuk mengadu radja jang satu terhadap jang lain, lalu membantu pihak jang lebih kuat, dan lain² tipu muslihat. Dalam surat itulah terdapat sembojan "divide et impera". Apabila ikut berperangnja Setyabuddi di Afrika Selatan kami sebut sebagai hasrat untuk membela bangsa "Boer" serta memprotes agressi Inggeris, maka ada pula suatu tjontoh akan kesanggupan Setyabuddi untuk membela kepentingan² bangsa² kulit-berwarna terhadap imperialisme dan kapitalisme Eropa pada umumnja. Jaitu ketika Setyabuddi oleh golongan "Sekutu" (dalam perang-dunia jang pertama) ditangkap di San Francisco, kemudian dikirim ke Hongkong dan achirnja di-interneer di Singapura. Waktu itu memang ada hubungan antara pergerakan² diberbagai negeri² djadjahan (India, Filipina, Korea dll) dan Indonesia dengan perantaraan D.D. selaku pemimpin umum "Indische Partij." Maksud D.D. ialah mengadakan aksi "Pan-Asia". Rupa²nja ini diketahui oleh "Intelligence Service" Sekutu, sesudah diketahui, bahwa pusat gerakan itu terletak di Berlin dibawah pemimpin² India, seperti Chattopadaya, Chempakaraman Pillai d.l.l. Waktu itu Setyabuddi disinjaleer oleh dunia Eropa sebagai "international scoundrel" (pendjahat internasional), sebutan mana membuktikan keberanian D.D., jang ta' kundjung padam, pula kebentjihannja terhadap agresi bangsa² Barat terhadap negeri² Asia. Bahwa kebentjihan itu ta' pernah ia tutup²i, terbukti pula ketika ia memihak Djepang dalam zaman Belanda. Setyabuddy ada seorang ahli seni-sastera, namun ia tak berkesempatan untuk berkembang sabagai auteur pengarang. Bagaimana djuga buku² karangannja, jang tidak banjak itu,<noinclude> {{rh|||235}}</noinclude> 4xndqt01cd7yg92oh2detaq6zs1wmoz Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/231 104 111538 310183 2026-08-10T04:38:45Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310183 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>membuktikan adanja pembawaan atau bakat mengarang dalam djiwanja. Ia pernah menulis buku roman-sedjarah jang berkepala „Ratu Darawati” (melukiskan djatuhnja keradjaan Modjopahit), pula buku „Siman de Javaan” (menggambarkan nasib rakjat djelata dan tani, jang diperkuda oleh bangsa Belanda). Saja sendiri pernah membatja berbagai „tjeritera” jang ditulis oleh D.D. ketika ia ada dalam tawanan di Ceylon, terhias dengan gambaran² lukisan dari tangannja. Sajang tjeritera² tadi ta' pernah diterbitkan dan hanja diserahkan kepada anak²nja, karena semuanja memang berupa tjeritera² untuk kanak². Dapatlah kami menjatakan disini, bahwa Setyabuddy memang ada seorang seniman. Filsafat jang dianut oleh Setyabuddy boleh dikatakan ''filsafat budi jang berontak'', djiwanja adalah djiwa revolusioner. Berdekatannja Setyabuddy dengan Nietsche dan Bolland, mungkin dianggap tanda² bahwa Setyabuddy adalah seorang jang ta' berketuhanan, namun ini tidak benar. Ini dapat dibuktikan dengan penghargaannja jang sangat besar terhadap Jezus Christus dan Bijbelnja, D.D. selalu membawa Bijbel ketjil didalam sakunja. Sungguhpun ia biasanja ambil dari Bijbel itu segala peladjaran jang menjemangatkan revolusioner, namun pada umumnja ia sangat menghargai Kitab Sutji tadi. Lebih² dalil² dari Reshi Buddha dipakai oleh Setyabuddy untuk mendjelaskan segala apa jang hidup dalam djiwa budi manusia. Dalam hal kepertjajaannja terhadap keagamaan, nampaklah dalam waktu jang akhir² ini tertariknja Setyabuddy kepada agama Islam. Ia berpendapat, bahwa peladjaran² Islam sangat sesuai dengan hidup manusia jang riëel pada umumnja, chususnja sesuai dengan djiwa rakjat Indonesia. Lebih² semangat orang² jang beragama Islam terhadap perdjoangan untuk keadilan sosial, demokrasi dll. bagian dari „Pantjasila” sangat dipudji olehnja Seperti diketahui Setyabuddy telah masuk kedalam agama Islam, sedjak ia datang kembali dalam zaman Indonesia sudah merdeka. Dalam hubungan ini bolehlah disini kami njatakan, bahwa dalam djiwa nasionalnja Setyabuddy terdapat banjak inti sosialisme, jang olehnja dianggap inti hidup perikemanusiaan se-mata².<noinclude> {{rh|236||}}</noinclude> 0twyuu7e263ho8m51vzl08zz8fisszf Halaman:San min chu i.pdf/61 104 111539 310184 2026-08-10T04:40:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310184 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||56}}</noinclude>''tiap2 sesuatu jang ada hubungannja dengan pertalian antara Sung dengan Mongol atau antara dinasti Ming dengan Manchu semuanja dihapuskan; semua buku jang berkenaan dengar sedjarah Manchu, Hun dan Tartar disampingkan, malahan dihartjurkan dan dilarang mengumpulkan atau membatjanja. Sesudah ber-matjam² kedjadian jang banjak memakan korban djiwa manusia karena menulis dan membatja buku-buku jang terlarang itu, maka semangat kebangsaan Tionghoa jang digambarkan oleh buku-buku dan kesusasteraan-kesusasteraan itu dengan berangsur-angsur tak dapat tidak akan lenjap. Sampai kepada pertengahan zaman dinasti Manchu, ternjata satu-satunja golongan jang masih tinggal dan masih mempunjai tjita-tjita kebangsaan, ialah golongan rahasia Hung-mên. Dimasa Hung Hsiu-ch'uan (pemimpin kaum Taiping) mengerahkan barisan pemberontaknja, golongan Hung-mên semuanja turut serta, menjebabkan menjala-njalanja kembali semangat kebangsaan. Akan timbullah dalam pikiran, bahwa nama Hung-mên ini bukan berasal dari nama Hung-Hsiu-ch'uan akan tetapi mungkin dari nama Hung-wu atau dari nama Chu Hung-chu ( pemimpin-pemimpin pemberontakan dimasa pemerintahan K'ang Hsi) . Sesudah keruntuhan Hung-ch'uan, semangat kebangsaan dapat mendjalar dikalangan tentera dan gerombolan-gerombolan pengembara. Tentera dimasa itu, seperti divisi Hunan dan divisi Sungai Huai, semuanja mendjadi anggota perkumpulan² itu, dan golongan Ching-pang dan Hung-pang jang sekarang ini adalah landjutan perkumpulan-perkumpulan rahasia tersebut tadi. Seperti telah dikatakan, orang- orang jang menundjang Ming menjiarkan tjita-tjita kebangsaan dikalangan rakjat murba; akan tetapi, karena rendahnja pengertian rakjat djelata itu mereka sedikitpun tidak tahu apa jang akan dapat diperbuatnja dengan tjita-tjita itu, malahan sebaliknja - mereka didjadikan perkakas oleh fihak lain. Didalam zaman Hung Hsich'uan, waktu berkembang tjita-tjita untuk mendirikan keradjaan Ming kembali dengan mendapat sokongan keras dari kalangan tentera, anggota-anggota Hung-men gagal dalam mempergunakan kesempatan jang baik itu, sebab kebanjakan dari tentera tetap tinggal setia pada bangsa Manchu. Insiden-insiden jang terdjadi sesudahnja, boleh didjadikan bukti keterangan saja ini.''<noinclude></noinclude> kyfp06yh2rtbwl6ovhgqvidck6ga1iu Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/5 104 111540 310187 2026-08-10T04:40:38Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'PERKEMBANGAN SITUASI POLITIK DI INDONESIA {| |{{Gap}}PROLOOG GESTAPU/PKI||{{gap}} Halaman|| Dalam Bidang Politik Dalam Bidang Kebuda jaan Dalam Bidang Mass -media 1 1 2 2 Dalam Bidang Pemerintahan dan Legislatip 3 Dibidang ABRI Usaha Pisahkan TNI Dari PBR 3 4 Pelaksanaan Operasi PKI EPILOOG GESTAPU/PKI 5 Amarah Rakjat Terhadap Gestapu/PKI 5 Usaha2 & Maneuver2 PKI dan Antek2nja 5 Reaksi Mahasiswa & ABRI 7 Masaalah Barisan Sukarn... 310187 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>PERKEMBANGAN SITUASI POLITIK DI INDONESIA {| |{{Gap}}PROLOOG GESTAPU/PKI||{{gap}} Halaman|| Dalam Bidang Politik Dalam Bidang Kebuda jaan Dalam Bidang Mass -media 1 1 2 2 Dalam Bidang Pemerintahan dan Legislatip 3 Dibidang ABRI Usaha Pisahkan TNI Dari PBR 3 4 Pelaksanaan Operasi PKI EPILOOG GESTAPU/PKI 5 Amarah Rakjat Terhadap Gestapu/PKI 5 Usaha2 & Maneuver2 PKI dan Antek2nja 5 Reaksi Mahasiswa & ABRI 7 Masaalah Barisan Sukarno 8 Trituntutan Rakjat Jang Dipelopori Mahasiswa Poros Mahasiswa -ABRI -Rakjat Versus 8 Poros Subandrio - Chaerui Saleh cs 10 Angkatan Darat Berusaha Menjelamatkan Presiden 11 Peristiwa Pendelegasian Kekuasaan Kepada dral Suharto 12 akan2 MEN/PANGAD : Pertama-tama Bubarkan PKI 13 Pengamanan Sedjumlah Menteri2 Kabinet Jang Lebih Disempurnakan Kebidjaksanaan Kabinet Baru 14 15 16<noinclude></noinclude> b0h3czrbaxirxwagu89hlhf3p0w18cc Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/19 104 111541 310188 2026-08-10T04:40:43Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '110 -7- Reaksi Mahasiswa & ABRI Setelah manuver2 politik dan ant jaman2 serta intimi- dasi dari Subandrio - Chaerul Saleh c.s. menemui kegagalan , maka para mahasiswa mengambil inisiatip untuk melantjarkan demonstrasi2 untuk mendjatuhkan Subandrio -Chaerul Saleh c.s. Demonstra- si2 hebat jang dilakukan gelombang demi gelombang ment japai hasil , sehingga Bung Karno memanggil mereka untuk turut menghadiri suatu rapat paripurna Kabinet di Bog... 310188 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>110 -7- Reaksi Mahasiswa & ABRI Setelah manuver2 politik dan ant jaman2 serta intimi- dasi dari Subandrio - Chaerul Saleh c.s. menemui kegagalan , maka para mahasiswa mengambil inisiatip untuk melantjarkan demonstrasi2 untuk mendjatuhkan Subandrio -Chaerul Saleh c.s. Demonstra- si2 hebat jang dilakukan gelombang demi gelombang ment japai hasil , sehingga Bung Karno memanggil mereka untuk turut menghadiri suatu rapat paripurna Kabinet di Bogor , jaitu tgl . 15 Djanuari 1966 . Ketika rapat paripurna tersebut dilangsungkan di Bogor , berpuluh -puluh ribu mahasiswa mengelilingi Istana Bogor dengan berteriak-teriak , sehingga terpaksa Pak Suharto dan Pak Martadinata turun tangan untuk mententeramkannja . Anehnja pada rapat Kabinet paripurna tersebut , Presiden mengadakan suatu pidato jang sama sekali tidak diharapkan . Intisari dari pidato tsb . adalah hendak mengadakan alternatip kepada Rakjat/ABRI/Mahasiswa dalam arti hendak mendorong setiap orang jang tidak setudju kepada beleidnja untuk berdiri dipihak oposisi . Bahkan dalam pidato tsb . tertanam antjaman tersembunji untuk menggilas siapa sadja jang menghalang -halangi djalannja beleid Pemimpin Besar Revolusi . Pidato inijang diketahui segera adalah atas dorongan dari Subandrio dan Chaerul Saleh c.s. pada hari itu djuga diolah oleh pimpinan Angkatan Darat dan pada hari itu djuga pimpinan Angkatan Darat mengeluarkan suatu pernjataan jang pada pokolmja adalah sbb : 1. Bahwa AD tepap setia kepada tinggi/PBR/Mandataris MPRS . Presiden/Panglima Ter- 2. Bahwa AD sebagai anak kandung Revolusi , berasal dari Rakjat dan akan tetap berdjuang dipihak Rakjat . 3. Bahwa AD adalah alat Revolusi jang sudah bertekad bulat untuk menjelamatkan Revolusi Indonesia . 4. Bahwa AD adalah alat negara jang bertanggung -djawab penuh atas keamanan dan ketertiban umum . Pada sore harinja Djendral Nasution sebagai KASAB/Menteri Pertahanan- Keamanan mengadakan suatu pertemuan dengan keempat panglima angkatan dan segera mengeluarkan pernjataan resmi jang isinja serupa dengan pernjataan pihak A.D. tsb . diatas . Disamping itu diadakan usaha2 untuk memberi pendjelasan2 kepada parpo12 , orpol2 , ormas2 dan kepada chalajak ramai tentang situasi terachir.<noinclude></noinclude> bpwuppk5j336768utghtzkxeh1i4qxn 310247 310188 2026-08-10T05:17:32Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310247 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||-7-}}</noinclude>{{U|Reaksi Mahasiswa & ABRI}} Setelah manuver2 politik dan ant jaman2 serta intimidasi dari Subandrio-Chaerul Saleh c.s. menemui kegagalan, maka para mahasiswa mengambil inisiatip untuk melant jarkan demonstrasi2 untuk mendjatuhkan Subandrio-Chaerul Saleh c.s. Demonstrasi2 hebat jang dilakukan gelombang demi gelombang mentjapai hasil, sehingga Bung Karno memanggil mereka untuk turut menghadiri suatu rapat paripurna Kabinet di Bogor, jaitu tgl. 15 Djanuari 1966. Ketika rapat paripurna tersebut dilangsungkan di Bogor, berpuluh-puluh ribu mahasiswa mengelilingi Istana Bogor dengan berteriak-teriak, sehingga terpaksa Pak Suharto dan Pak Martadinata turun tangan untuk mententeramkannja. Anehnja pada rapat Kabinet paripuma tersebut, Presiden mengadakan suatu pidato jang sama sekali tidak diharapkan. Intisari dari pidato tsb. adalah hendak mengadakan alternatip kepada Rakjat/ABRI/Mahasiswa dalam arti hendak mendorong setiap orang jang tidak setudju kepada beleidnja untuk berdiri dipihak oposisi. Bahkan dalam pidato tsb. tertanam antjanan tersembunji untuk menggilas siapa sadja jang menghalang-halangi djalannja beleid Pemimpin Besar Revolusi. Pidato ini jang diketahui segera adalah atas dorongan dari Subandrio dan Chaerul Saleh c.s. pada hari itu djuga di lah oleh pimpinan Angkatan Darat dan pada hari itu djuga pimpinan Angkatan Darat mengeluarkan suatu pernjataan jang pada pokolaja adalah sbb : 1. Bahwa AD tetap setia kepada Presiden/Panglima Tertinggi/PBR/Mandataris MPRS. 2. Bahwa AD sebagai anak kandung Revolusi, berasal dari Rakjat dan akan tetap berdjuang dipihak Rakjat. 3. Bahwa AD adalah alat Revolusi jang sudah bertekad bulat untuk menjelamatkan Revolusi Indonesia. 4. Bahwa AD adalah alat negara jang bertanggung-djawab penuh atas keamanan dan ketertiban umum. Pada sore harinja jendral Nasution sebagai KASAB/Menteri Pertahanan-Keamanan mengadakan suatu pertemuan dengan keempat panglima angkatan dan segera mengeluarkan pernjataan resmi jang isinja serupa dengan pernjataan pihak A.D. tsb. diatas. Disamping itu diadakan usaha2 untuk memberi pendjelasan2 kepada parpol2, orpol2, ormas2 dan kepada chalajak ramai tentang situasi terachir.<noinclude></noinclude> skrx3sv6x8t04uefx07gp0jihsc0ywt Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/17 104 111542 310189 2026-08-10T04:40:57Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '10 ane 6 - mereka untuk melakukan pengrusakan2 jang tidak bertanggungdjawab . Pada demonstrasi di Hotel Indonesia dimana ditimbulkan kerusakan2 , ternjata jang merusak adalah anggota2 CGMI dan ketika demonstrasi di Deparlu , jang merusak adalah anggota2 Kongres Buruh Marhaenis jang dibajar . Banjak lagi tertangkap infiltran2 mereka kedalam Gerakan Mahasiswa ini . Maneuver inipun tidak membawa hasil jang mereka harapkan , karena walaupun KAM... 310189 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>10 ane 6 - mereka untuk melakukan pengrusakan2 jang tidak bertanggungdjawab . Pada demonstrasi di Hotel Indonesia dimana ditimbulkan kerusakan2 , ternjata jang merusak adalah anggota2 CGMI dan ketika demonstrasi di Deparlu , jang merusak adalah anggota2 Kongres Buruh Marhaenis jang dibajar . Banjak lagi tertangkap infiltran2 mereka kedalam Gerakan Mahasiswa ini . Maneuver inipun tidak membawa hasil jang mereka harapkan , karena walaupun KAMI sempat dibubarkan dan Universitas Indonesia ditutup , namun tekad bulat daripada mahasiswa achirnja menggagalkan maneuver2 mereka itu . C. Oleh Pemerintah Subandrio dibentuk suatu Facts Finding Committee untuk menjelidiki sampai seberapa djauh dan seberapa banjak korban dari pihak Gestapu/PKI . Sementara itu BPI-nja ubandrio sudah menjebut -njebut angka2 sebesar 150.000 orang korban . Tetapi setelah Komite ini kembali , mereka melaporkan bahwa korban manusia jang diperoleh angkanja ialah sebesar 87.000 orang dari le duabelah fihak . Usaha ini tidak membantu mereka dan tidak ada terbuka djalan untuk mempergunakan legalitas Dr.Subandrio untuk mengkambing-hitamkan Angkatan Darat . d. Serentak dengan usaha2 tersebut diatas , Gestapu/PKI djuga mengadakan infiltrasi kepihak partai2seperti PNI, PSII , NU , PERTI , dll dan boleh dikatakan bahwa pada waktu itu infiltrasi ini telah sempat membawa hasil jang lumajan bagi mereka , apalagi dengan plintat -plintunja golongan PNI Ali-Surachman , pertentangan2 didalam partai itu menguntungkan bagi PKI . e . Setelah maneuver2 tsb . diatas tidak membawa hasil jang diharapkan oleh Eestapu/PKI beserta antek2nja seperti SubandrioChaerul Saleh cs , maka mereka lebih kalap dan membabi buta karena mereka sudah dekat kepada kehantjuran totalnja . Dalam suatu rapat Kabinet , oleh Dr. Subandrio dikemukakan setjara blak-blakan bahwa tindakan MAHMILUB dan alat2 negara lainnja sudah lewat batas dan korban jang djatuh sekian banjaknja adalah karena ketidak-mampuan ABRI dan ABRI dipersalahhkannja sebagai pihak jang bertanggung-djawab atas terus berlangsungnja gontok2an jang sampai membawa korban sedemikian banjak . Tuduhan ini setjara blak-blakan pula telah didjawab oleh Djendral Suharto (Men/Pangad) dengan mengatakan kira2 sbb : Kami sudah mengetahui dan sudah bersedia bahwa pada suatu saat kami djustru jang akan dituduh sebagai kaum kontrarevolusi . Dan kami sudah bersedia dan bersiap - siap untuk memindahkan djenazah para pahlawan Revolusi dari Makam Pahlawan . Dan djika memang sudah tiba waktunja untuk itu sekarang , maka kami tidak akan ragu2 . Dengan utjapan itu jang ditafsirkan oleh Subandrio cs sebagai tantangan pada blok mereka , maka masalah ini terpaksa dihentikan sampai disitu sadja .<noinclude></noinclude> qcvmmogp0jl27hx2e9abnnfsa5f3iu2 310239 310189 2026-08-10T05:13:39Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310239 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>mereka untuk melakukan pengrusakan2 jang tidak bertanggungdjawab. Pada demonstrasi di Hotel Indonesia dimana ditimbulkan kerusakan2, ternjata jang merusak adalah anggota2 CGMI dan ketika demonstrasi di Deparlu, jang merusak adalah anggota2 Kongres Buruh Marhaenis jang dibajar. Banjak lagi tertangkap infiltran2 mereka kedalam Gerakan Mahasiswa ini. Maneuver inipun tidak membawa hasi jang mereka harapkan, karena walaupun KAMI sempat dibubarkan dan Universitas Indonesia ditutup, namun tekad bulat daripada mahasiswa achirnja menggagalkan maneuver2 mereka itu. c. Oleh Pemerintah Subandrio dibentuk suatu Facts Finding Committee untuk menjelidiki sampai seberapa djauh dan seberapa banjak korban dari pihak Castopu/PKI. Sementara itu BPI-nja Subandrio sudah menjebut-njebut angka2 sebesar 150.000 orang korban. Tetapi setelah Komite ini kembali, mereka melaporkan bahwa korban manusia jang diperoleh angkanja iaiah sebesar 87.000 orang dari ke duabelah fihak. Usaha ini tidak membantu mereka dan tidak ada terbuka djalan untuk mempergunakan legalitas Dr.Suband rio untuk mengkambing-hitamkan Angkatan Darat. d. Serentak dengan usaha2 tersebut diatas, Gestapu/PKI djuga mengadakan infiltrasi kepihak parts2 seperti PN, PSII, NU, PERTI, dll dan boleh dikatakan bahwa pada waktu itu infiltrasi ini telah sempat membawa hasil jang lumajan bagi mereka, apalagi dengan plintat-plintunja golongan PNI Ali-Surachman, pertentangan2 didalan partai itu menguntungkan bagi PKI. e. Setelah maneuver2 tsb. diatas tidak membawa hasil jang diharapkan oleh Gestapu/PKI beserta antekanja seperti Subandrio-Chaerul Saleh cs, maka mereka lebih kalap dan membabi buta karena mereka sudah dekat kepada kehantjuran totalnja. Dalam suatu rapat Kabinet, oleh Dr. Subandrio dikemukakan setjara blak-blakan bahwa tindakan MAHMILUB dan alat2 negara lainnja sudah lewat batas dan korban jang djatuh sekian banjanja adalah karena ketidakmampuan ABRI dan ABRI dipersalahhkannja sebagai pihak jang bertanggung-djawab atas terus berlangsungnja gontok2an jang sampai membawa korban sedemikian banjak. Tuduhan ini setjara blak-blakan pula telah did jawab oleh Dandral Suharto (Men/Pangad) dengan mengatakan kira2 sbb : Kami sudah mengetahui dan sudah bersedia bahwa pada suatu saat kami djustru jang akan dituduh sebagai kaum kontra- revolusi. Dan kami sudah bersedia dan bersiap-siap untuk memindahkan djenazah para pahlawan Revolusi dari Makam Pahlawan. Dan djika memang sudah tiba waktun ja untuk itu sekarang, maka kami tidak akan ragu2. Dengan utjapan itu jang ditafsirkan oleh Subandrio cs sebagai tantangan pada blok mereka, maka masalah ini terpaksa dihentikan sampai disitu sadja.<noinclude></noinclude> 5pkd2i5u0emdsdun4qcwng0iqvbgi0a Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/13 104 111543 310190 2026-08-10T04:41:09Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '4- - Usaha Pisahkan TNI Dari PBR Usaha PKI dan Subandrio c.s. untuk memisahkan TNI dari PBR dilantjarkan dengan melaporkan kepada Presiden bahwa dikalangan TNI banjak jang tidak suka lagi kepada PBR bahkan mengatakan bahwa sudah ada Dewan Djendral jang mau mengadakan kup terhadap Bung Karno . Mereka sudah menentukan suatu program untuk suatu saat mengambil oper kekuasaan dari Bung Karno . Akan tetapi , berhubung karena timbulnja hal2 jang t... 310190 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>4- - Usaha Pisahkan TNI Dari PBR Usaha PKI dan Subandrio c.s. untuk memisahkan TNI dari PBR dilantjarkan dengan melaporkan kepada Presiden bahwa dikalangan TNI banjak jang tidak suka lagi kepada PBR bahkan mengatakan bahwa sudah ada Dewan Djendral jang mau mengadakan kup terhadap Bung Karno . Mereka sudah menentukan suatu program untuk suatu saat mengambil oper kekuasaan dari Bung Karno . Akan tetapi , berhubung karena timbulnja hal2 jang tadinja mereka tidak duga , maka rentjana mereka itu lantas dipertjepat , terutama karena sakitnja Bung Karno dalam bulan Djuni 1965. Seterusnja Sugito dan Njoto memberikan laporan bahwa TNI mau mengadakan penangkapan2 dikalangan PKI , Disamping ini , para pembina dari anggota ABRI jaitu agen2 PKI didalam ABRI melaporkan kepada PKI bahwa " pembi- naan" mereka sudah berhasil baik dan djika Djakarta bisa diambil oper , maka daerah2 lainnja dengan mudah akan dapat dikuasai . Para "pembina" PKI dikalangan AURI ketika itu sudah berkejakinan bahwa AURI sudah ditangan , dst . dst . Faktor2 ini semua mempert jepat rent jana PKI mengadakan kudeta , sehingga PKI melalui Politbiro - nja jang dipimpin oleh Aidit memutuskan untuk mengambil oper kekuasaan Pemerintah R.I. dengan memulai pembunuhan2 kedjam pada tg1 . 30 September 1965 atau 1 Oktober pagi2 . Inilah jang kita kenal sebagai GESTAPU dari PKI jaitu pengchianatan PKI jang ke - II sesudah Madiun • Pelaksanaan Operasi PKI Dalam langkah2 pertama daripada realisasi kudeta PKI itu , Politibiro PKI telah mengadakan sidang2 rahasia untuk membitjarakan situasi dan langkah2 jang akan dilaksanakan . Mengenai hari jang ditentukan untuk melantjarkan kudeta itu , keputusannja adalah pada Aidit sendiri . Pembagian tugas lainnja adalah sbb : Aidit Pimpinan operasi tertinggi Pendamping dari Dr.Subandrio : Koordinasi kedaerah -daerah : Lukman : Njoto Koordinasi Pemuda Rakjat Djakarta Raya : Pelaksana Gerakan Operasi Njono : Unsur militer Pertimbangan untuk sampai kepada keputusan melaksanakan kudeta itu jang terpenting adalah sakitnja Presiden jang diduga oleh PKI ketika itu mungkin dapat mengakibatkan meninggainja Pre- siden . Dalam pelaksanaan keputusan ini fitnah mengenai adanja " Dewan Djendral" ( jaitu kreasi PKI sendiri) diintensipkan dengan tekanan bahwa " Dewan Djendral" jang dikreer oleh PKI itu akan mengadakan kudeta . Aidit memutuskan hari D-nja (D-Day) tg1 . 30 September 1965 , tetapi kenjataannja mulai dilakukan pada tgl . 1 Oktober 1965 djam 2.00 pagi . Pent julikan dan kemudian pembunuhan kedjam terhadap<noinclude></noinclude> 6bjxw0p6v4y1moq3uz96ltatz1rdfy3 310225 310190 2026-08-10T05:02:35Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310225 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|— 4 —}}</noinclude>{{U|Usaha Pisahkan TNI Dari PBR}} Usaha PKI dan Subandrio c.s. untuk memisahkan TNI dari PBR dilantjarkan dengan melaporkan kepada Presiden bahwa dikalangan TNI banjak jang tidak suka lagi kepada PBR bahkan mengatakan bahwa sudah ada Dewan Djendral jang mau mengadakan kup terhadap Bung Karno . Mereka sudah menentukan suatu program untuk suatu saat mengambil oper kekuasaan dari Bung Karno . Akan tetapi , berhubung karena timbulnja hal2 jang tadinja mereka tidak duga, maka rentjana mereka itu lantas dipertjepat, terutama karena sakitnja Bung Karno dalam bulan Djuni 1965. Seterusnja Sugito dan Njoto memberikan laporan bahwa TNI mau mengadakan penangkapan2 dikalangan PKI , Disamping ini, para pembina dari anggota ABRI jaitu agen2 PKI didalam ABRI melaporkan kepada PKI bahwa "pembinaan" mereka sudah berhasil baik dan djika Djakarta bisa diambil oper, maka daerah2 lainnja dengan mudah akan dapat dikuasai . Para "pembina" PKI dikalangan AURI ketika itu sudah berkejakinan bahwa AURI sudah ditangan, dst. dst. Faktor2 ini semua mempert jepat rent jana PKI mengadakan kudeta , sehingga PKI melalui Politbironja jang dipimpin oleh Aidit memutuskan untuk mengambil oper kekuasaan Pemerintah R.I. dengan memulai pembunuhan2 kedjam pada tg1 . 30 September 1965 atau 1 Oktober pagi2 . Inilah jang kita kenal sebagai GESTAPU dari PKI jaitu pengchianatan PKI jang ke-II sesudah Madiun. {{U|Pelaksanaan Operasi PKI}} Dalam langkah2 pertama daripada realisasi kudeta PKI itu, Politibiro PKI telah mengadakan sidang2 rahasia untuk membitjarakan situasi dan langkah2 jang akan dilaksanakan. Mengenai hari jang ditentukan untuk melantjarkan kudeta itu, keputusannja adalah pada Aidit sendiri. Pembagian tugas lainnja adalah sbb: {| class="wikisource-table" style="width:50%; text-align:left; line-height:1;" | Pimpinan operasi tertinggi || : || Aidit |- | Pendamping dari Dr.Subandrio || : || Njoto |- | Koordinasi kedaerah -daerah || : || Lukman |- | Koordinasi Pemuda Rakjat Djakarta Raya || : || N j o n o |- | Pelaksana Gerakan Operasi || : || Unsur militer |- |} Pertimbangan untuk sampai kepada keputusan melaksanakan kudeta itu jang terpenting adalah sakitnja Presiden jang diduga oleh PKI ketika itu mungkin dapat mengakibatkan meninggainja Presiden. Dalam pelaksanaan keputusan ini fitnah mengenai adanja "Dewan Djendral" ( jaitu kreasi PKI sendiri) diintensipkan dengan tekanan bahwa "Dewan Djendral" jang dikreer oleh PKI itu akan mengadakan kudeta. Aidit memutuskan hari D-nja (D-Day) tg1. 30 September 1965 , tetapi kenjataannja mulai dilakukan pada tgl. 1 Oktober 1965 djam 2.00 pagi. Pentjulikan dan kemudian pembunuhan kedjam terhadap<noinclude></noinclude> mwdnyn4ja5pa7xtc41b1dv9ggn08how 310227 310225 2026-08-10T05:03:45Z Ammachemist 27288 310227 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|— 4 —}}</noinclude>{{U|Usaha Pisahkan TNI Dari PBR}} Usaha PKI dan Subandrio c.s. untuk memisahkan TNI dari PBR dilantjarkan dengan melaporkan kepada Presiden bahwa dikalangan TNI banjak jang tidak suka lagi kepada PBR bahkan mengatakan bahwa sudah ada Dewan Djendral jang mau mengadakan kup terhadap Bung Karno . Mereka sudah menentukan suatu program untuk suatu saat mengambil oper kekuasaan dari Bung Karno . Akan tetapi , berhubung karena timbulnja hal2 jang tadinja mereka tidak duga, maka rentjana mereka itu lantas dipertjepat, terutama karena sakitnja Bung Karno dalam bulan Djuni 1965. Seterusnja Sugito dan Njoto memberikan laporan bahwa TNI mau mengadakan penangkapan2 dikalangan PKI , Disamping ini, para pembina dari anggota ABRI jaitu agen2 PKI didalam ABRI melaporkan kepada PKI bahwa "pembinaan" mereka sudah berhasil baik dan djika Djakarta bisa diambil oper, maka daerah2 lainnja dengan mudah akan dapat dikuasai . Para "pembina" PKI dikalangan AURI ketika itu sudah berkejakinan bahwa AURI sudah ditangan, dst. dst. Faktor2 ini semua mempert jepat rent jana PKI mengadakan kudeta , sehingga PKI melalui Politbironja jang dipimpin oleh Aidit memutuskan untuk mengambil oper kekuasaan Pemerintah R.I. dengan memulai pembunuhan2 kedjam pada tg1 . 30 September 1965 atau 1 Oktober pagi2 . Inilah jang kita kenal sebagai GESTAPU dari PKI jaitu pengchianatan PKI jang ke-II sesudah Madiun. {{U|Pelaksanaan Operasi PKI}} Dalam langkah2 pertama daripada realisasi kudeta PKI itu, Politibiro PKI telah mengadakan sidang2 rahasia untuk membitjarakan situasi dan langkah2 jang akan dilaksanakan. Mengenai hari jang ditentukan untuk melantjarkan kudeta itu, keputusannja adalah pada Aidit sendiri. Pembagian tugas lainnja adalah sbb: {| class="wikisource-table" style="width:50%; text-align:left; line-height:1;" | Pimpinan operasi tertinggi : || Aidit |- | Pendamping dari Dr.Subandrio: || Njoto |- | Koordinasi kedaerah -daerah: || Lukman |- | Koordinasi Pemuda Rakjat Djakarta Raya: || N j o n o |- | Pelaksana Gerakan Operasi: || Unsur militer |- |} Pertimbangan untuk sampai kepada keputusan melaksanakan kudeta itu jang terpenting adalah sakitnja Presiden jang diduga oleh PKI ketika itu mungkin dapat mengakibatkan meninggainja Presiden. Dalam pelaksanaan keputusan ini fitnah mengenai adanja "Dewan Djendral" ( jaitu kreasi PKI sendiri) diintensipkan dengan tekanan bahwa "Dewan Djendral" jang dikreer oleh PKI itu akan mengadakan kudeta. Aidit memutuskan hari D-nja (D-Day) tg1. 30 September 1965 , tetapi kenjataannja mulai dilakukan pada tgl. 1 Oktober 1965 djam 2.00 pagi. Pentjulikan dan kemudian pembunuhan kedjam terhadap<noinclude></noinclude> 5bvxufqa5a4ndtjgsw74zgy3feqxp48 Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/15 104 111544 310191 2026-08-10T04:41:17Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'D - 5 - Djendra12 TNI , diikuti dengan pengambil- alihan RRI dan gedung telekomunikasi , pembentukan Dewan Revolusi tanpa Bung Karno dan penurunan pangkat dari perwira2 tinggi Angkatan Darat . EPILOOG GESTAPU/PKI Amarah Rakjat Terhadap Gestapu/PKI Saudara2 sekalian , Kita semua sudah mengetahui bagaimana perkembangan seland jutnja . Tindakan2 jang diambil oleh Angkatan Darat untuk menjelamatkan Revolusi dan Pemimpin Besar Revolusi adalah de... 310191 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>D - 5 - Djendra12 TNI , diikuti dengan pengambil- alihan RRI dan gedung telekomunikasi , pembentukan Dewan Revolusi tanpa Bung Karno dan penurunan pangkat dari perwira2 tinggi Angkatan Darat . EPILOOG GESTAPU/PKI Amarah Rakjat Terhadap Gestapu/PKI Saudara2 sekalian , Kita semua sudah mengetahui bagaimana perkembangan seland jutnja . Tindakan2 jang diambil oleh Angkatan Darat untuk menjelamatkan Revolusi dan Pemimpin Besar Revolusi adalah dengan bantuan sepenuhnja dari Rakjat jang progressip - revolusioner jang heroik itu , jaitu dengan penghantjuran kekuatan kaum kontra -revolusi Gestapu/PKI . Amarah Rakjat terhadap Gestapu/PKI tidak dapat ditahan . Dalam waktu jang kurang dari 24 djam , potensi kaum kontra- revolusi habis ter- gulung, sehingga mythos tentang kekuatan PKI/Gestapu lenjap sama sekali . Gerakan Gestapu/PKI jang setjara serentak ditimbulkan diseluruh Indonesia dihadapi dengan serentak pula oleh Rakjat jang setia kepada Pantja Sila dan Bung Karno , sehingga musuh2 Revolusi itu punah . 10 Pembunuhan2 jang dilakukan oleh PKI/Gestapu pada hari2 pertama dari kudetanja dibalas oleh keamarahan Rakjat jang sukar dikendalikan lagi sehingga roda Revolusi jang selalu mereka (PKI ) dengung-dengungkan menggilas mereka sendiri . Dengan tindakan spontan serta menjeluruh dari Rakjat , maka Gestapu/PKI tidak bisa berkutik lagi sehingga pengedjaran terhadap sisa2 jang ada dapat berejalan terus dengan lantjar . Maneuver2 PKI Dan Antek2nja Untuk mentjegah kehantjuran total Gestapu/PKI , maka mereka mengadakan maneuver2 jang sangat litjik jang hampir2 kita tidak bisa kendalikan . Maneuver2 itu antara lain dilakukan dalam bentuk sbb : a . Mereka mentjetuskan idee jang kelihatannja menarik, tetapi pada waktu itu timingnja dipilih untuk mengat jaukan suasana , seperti pengisian djabatan Wakil Presiden . Sempat masaalah ini mendjadi pembitjaraan Rakjat tetapi setelah Angkatan Darat jang kemudian disusul oleh SAB dan seluruh Angkatan Bersendjata menjatakan bahwa mereka merasa belum ada kebutuhan untuk mengisi djabatantsb . , sedang Djendral Nasution jang disebutkan sebagai tjalon untuk kedudukan Wakil Presiden segera membantah berita itu , maka maneuver ini pun gagal . b . Kemudian setelah timbul demonstrasi2 untuk menuntut pem- bubaran PKI , maka Gestapu/PKI menginfiltrasi gerakan mahasiswa dengan menjelundupkan anggota2 mereka atau orang2 jang dibajar oleh<noinclude></noinclude> q4480y3irdrhyt2zkez06c0twwmdmta 310233 310191 2026-08-10T05:08:32Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310233 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh| — 5 —}}</noinclude>Djendral2 TNI,diikuti dengan pengambil-alihan RRI dan gedung telekomunikasi, pembentukan Dewan Revolusi tanpa Bung Karno dan penurunan pangkat dari perwira2 tinggi Angkatan Darat. {{U|EPILOOG GESTAPU/PKI}} {{U|Amarah Rakjat Terhadap Gestapu/PKI}} Saudara2 sekalian, Kita semua sudah mengetahui bagaimana perkembangan selandjutnja. Tindakan2 jang diambil oleh Angkatan Darat untuk menjelamatkan Revolusi dan Pemimpin Besar Revolusi adalah dengan bantuan sepenuhnja dari Rakjat jang progressip-revolusioner jang heroik itu, jaitu dengan penghantjuran kekuatan kaum kontra-revolusi Gestapu/PKI. Amarah Rakjat terhadap Gestapu/PKI tidak dapat ditahan. Dalam waktu jang kurang dari 24 djam, potensi kaum kontra-revolusi habis tergulung, sehingga mythos tentang kekuatan PKI/Gestapu lenjap sama sekali. Gerakan Gestapu/PXI jang setjara serentak ditimbulkan di seluruh Indonesia dihadapi dengan serentak pula oleh Rakjat jang setia kepada Pantja Sila dan Bung Karno, sehingga musuh2 Revolusi: itu Pembunuhan2 jang dilakukan oleh PKI/Gestapu pada hari2 pertama dari kudetanja dibalas oleh keamarahan Rakjat jang sukar dikendalikan lagi sehingga roda Revolusi jang selalu mereka (PKI) dengung dengungkan menggilas mereka sendiri. Dengan tindakan spontan serta menjeluruh dari Rakjat, maka Gestapu/PKI tidak bisa berkutik lagi sehingga pengedjaran terhadap sisa2 jang ada dapat berdjalan terus dengan lantjar. {{U|Maneuver2 PKI Dan Antek2nja}} Untuk mentjegah kehantjuran total Gestapu/PKI, maka mereka mengadakan maneuver2 jang sangat litjik jang hampir2 kita tidak bisa kendalikan. Maneuver2 itu antara lain dilakukan dalam bentuk sbb : a. Mereka ment jetuskan idee jang kelihatannja menarik, tetapi pada waktu itu timingnja dipilih untuk mengat jaukan suasana, seperti pengisian djabatan Wakil Presiden. Sempat masaalah ini mendjadi pembit jaraan Rakjat tetapi setelah Angkatan Darat jang kemudian disusul oleh SAB dan seluruh Angkatan Bersendjata menjatakan bahwa mereka merasa belum ada kebutuhan untuk mengisi djabatan tsb., sedang Djendral Nasution jang disebutkan sebagai tjalon untuk kedudukan Wakil Presiden segera membantah berita itu, maka maneuver ini pun gagal. b. Kemudian setelah timbul demonstrasi2 untuk menuntut pembubaran PKI, maka Gestapu/PKI menginfiltrasi gerakan mahasiswa dengan menjelundupkan anggota2 mereka atau orang2 jang dibajar oleh<noinclude></noinclude> m7f010tddfunhjrk09o92pfrwbww26a Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/21 104 111545 310192 2026-08-10T04:41:31Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '-- 8- Barisan Sukarno Dr.Subandrio jang pada waktu itu masih sebagai Wakil Perdana Menteri I mengambil inisiatip untuk berpidato didepan DPR-GR mengenai pentingnja pembentukan "Barisan Sukarno" setjara physik, karena katanja ada usaha2 gelap jang mendongke 12 kedudukan dari PBR. Dr. Subandrio menggerakkan orang2nja untuk mempelopori pembentukan " Barisan Sukarno" ini . Disamping itu , Chaerul Saleh pun berusaha membentuk " Barisan Sukarno" m... 310192 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>-- 8- Barisan Sukarno Dr.Subandrio jang pada waktu itu masih sebagai Wakil Perdana Menteri I mengambil inisiatip untuk berpidato didepan DPR-GR mengenai pentingnja pembentukan "Barisan Sukarno" setjara physik, karena katanja ada usaha2 gelap jang mendongke 12 kedudukan dari PBR. Dr. Subandrio menggerakkan orang2nja untuk mempelopori pembentukan " Barisan Sukarno" ini . Disamping itu , Chaerul Saleh pun berusaha membentuk " Barisan Sukarno" melalui Front Nasional . Pengurus Barisan Sukarno dibentuk setjara phisik dengan dai sendiri sebagai Pangliman ja dan diangkatnja Djendral Suharto sebagai Kepala Stafnja , tanpa setahu Djendral Suharto sendiri . Ketika Djendral Suharto diadjak oleh Chaerul Saleh , maka Djendral Suharto keberatan , karena dianggap tidak ada kegunaannja berhubung ABRI sudah ada , bahkan djika toh nanti direaksikan setjara phisik, bisa menimbulkan bentrokan2 phisik. Rupanja Chaerul Saleh melaporkan ini kepada Presiden , karena kemudian Djendral Suharto dipanggil dan dimarahi oleh Bung Karno . Presiden mengatakan bahwa Barisan Sukarno perlu , dan dalam revolusi bila perlu boleh ada gontok2an . Kemudian oleh Djendral Suharto diusulkan , djika toh diperlukan , lebih baik pembentukannja melewati KOTI c.q. Komando Kesatuan Nasio- nal ( KOSATNAS ) . Masalah ini diteruskan kepada KOTI untuk segera direalisir . Sementara itu demonstrasi2 mahasiswa berdjalan terus dan telah terbentuk pula Kabinet Dwikora " jang disempurnakan" , jang tetap tidak berterima pada Rakjat/ABRI dan Mahasiswa/Pemuda Trituntutan Rakjat Jang Dipelopori Mahasiswa Demonstrasi2 para mahasiswa jang dipelopori oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia ( KAMI) semakin keras , sehingga melumpuhkan kegiatan kehidupan di Djakarta dan lain2 kota besar di Indonesia . Berhubung Pemerintah tidak tahan lagi menghadapi aksi2 Mahasiswa ini , maka achirnja KAMI dibubarkan dan Universitas Indonesia ditutup . Tetapi para mahasiswa bersumpah untuk berdjuang terus menentang kebidjaksanaan Pemerintah dengan memperdjuangkan Trituntutan Rakjat , jaitu : * Pembubaran PKI * Reshuffle Kabinet bersih dari anasir Gestapu/PKI dan golongan plintat -plintut * Perbaikan ekonomi , terutama penurunan harga dan stabilisasi perekonomian pada umumnja .<noinclude></noinclude> fst0n1izsr6txifow7t12q0wigrk81y 310252 310192 2026-08-10T05:22:56Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310252 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||- 8 -}}</noinclude>{{U|Barisan Sukarno}} Dr.Subandrio jang pada waktu itu masih sebagai Wakil Perdana Menteri I mengambil inisiatip untuk berpidato didepan DPR-GR mengenai pentingnja pembentukan "Barisan Sukarno" setjara physik, karena katanja ada usaha2 gelap jang mendong ke 12 kedudukan dari PBR. Dr.Subandrio menggerakkan orang2nja untuk mempelopori pembentukan "Barisan Sukarno" ini. Disamping itu, Chaerul Saleh pun berusaha membentuk "Barisan Sukarno" melalui Front Nasional. Pengurus Barisan Sukarno dibentuk setjara phisik dengan dai sendiri sebagai Panglimanja dan diangkatnja Djendrai Suharto sebagai Kepala Stafnja, tanpa setahu Djendral Suharto sendiri. Ketika Djendral Suharto diadjak oleh Chaerul Saleh, maka Djendral Suharto keberatan, karena dianggap tidak ada kegunaannja berhubung ABRI sudah ada, bahkan jika toh nanti direaksikan setjara phisik, bisa menimbulkan bentrokan2 phisik. Rupanja Chaerul Saleh melaporkan ini kepada Presiden, karena kemudian Djendral Suharto dipanggil dan dimarahi oleh Bung Karno. Presiden mengatakan bahwa Barisan Sukarno perlu, dan dalam revolusi bila perlu boleh ada gontok2an. Kemudian oleh Djendral Suharto diusulkan djika toh diperlukan, lebih baik pembentukann ja melewati KOTI c.q. Komando Kesatuan Nasional (KOSATNAS). Masalah ini diteruskan kepada KOTI untuk segera direalisir. Sementara itu demonstrasi2 mahasiswa berdjalan terus dan telah terbentuk pula Kabinet Dwikora "jang disempurnakan", jang tetap tidak berterima pada Rakjat/ABRI dan Mahasiswa/Pemuda. {{U|Trituntutan Rakjat Jang Dipelopori Mahasiswa}} Demonstrasi2 para mahasiswa jang dipelopori oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) semakin keras, sehingga melumpuhkan kegiatan kehidupan di Djakarta dan lain2 kota besar di Indonesia. Berhubung Pemerintah tidak tahan lagi menghadapi aksi2 Mahasiswa ini, maka achirnja KAMI dibubarkan dan Univer- sitas Indonesia ditutup. Tetapi para mahasiswa bersumpah untuk berjuang terus menentang kebidjaksanaan Pemerintah dengan memperjuangkan Trituntutan Raxjat, jaitu : ::* Pembubaran PKI ::* Reshuffle Kabinet bersih dari anasir Gestapu/PKI dan golongan plintat-plintut ::*Perbaikan ekonomi, terutama penurunan harga dan stabilisasi perekonomian pada umumnja.<noinclude></noinclude> t348zfzu899h1u9rzp4mn2crhu85fhe Halaman:San min chu i.pdf/62 104 111546 310193 2026-08-10T04:41:32Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310193 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||57}}</noinclude>''Diwaktu Tso Tsung-tang memimpin pasukan untuk menjerang Sinkiang, ia berangkat dari Hankow menjeberang Sungai Yangtze kedjurusan kota Sian, dengan tentera terdiri dari pasukan-pasukan Hunan dan Lembah Sungai Huai jang besar sekali djumlahnja . Golongan-golongan revolusioner dilembah sungai Tsekiang dinamai San-ho-hui, dan jang dilembah sungai Yangtze dinamai Kolao-hui. Pemimpin golongan terachir digelari „Pemimpin Naga Besar " ( Great Dragon Head). Pemimpin perkumpulan jang bergelar Naga Besar pernah melanggar undang-undang dihilir Sungai Yangtze dan lalu melarikan diri ke Hankow. Pesuruh-pesuruh bangsa Manchu sangat kentjang membawa berita-berita, akan tetapi pe- nunggang-penunggang kuda Ko-lao-hui lebih kentjang lagi. Waktu Djendral Tso Tsung-t'ang sedang dalam perdjalanan, pada suatu hari dia melihat bahwa tenteranja berbaris merupakan garis jang pandjangnja berapa mil dengan kemauar sendiri. Melihat keadaan itu, ia sedikitpun tak mengerti. Tak lama antaranja diterimanja surat dari seorang radja muda dari Kiongsu dan Kiangsi, bahwa seorang kepala bandit jang masjhur melarikan diri dari Hankow ke Sian, dan meminta kepadanja supaja pelarian tersebut ditangkap. Untuk mendjalankan perintah itu dengan segera, bagi Djendral Tso tak mungkin dikerdjakan dan ia berpikir supaja perintah itu buat sementara dibiarkan sadja dahulu. Dalam pada itu tiba-tiba ia mendengar huru-hara disepandjang barisan tentera tadi; dari mereka itu didengarnja berita, bahwa mereka hendak pergi mengutjap- kan selamat dan terima kasih kepada „Pemimpin Naga Besar" ; Djendral itu makin lama makin tak mengerti akan hal-hal tersebut. Tetapi setelah ia mengetahui bahwa Pemimpin Naga Besar jang hendak didjumpai oleh serdadu-serdadunja itu tidak lain dari pada Kepala bandit jang hendak ditangkap oleh radja muda tadi; maka timbullah panas hatinja, dan achirnja ia bertanja kepada sekretarisnja: „Bagaimana hal desas-desus jang saja dengar tentang Ko-laohui? Bagaimanakah hubungannja antara Pemimpin Naga Besar dengan kepala bandit itu ? " Sekretarisnja mendjawab : „Orang2 tentera kita, mulai dari serdadu biasa sampai kepada opsir jang setinggi-tingginja, semuanja anggauta perkumpulan Ko-lao-hui. Dan Pemimpin Naga Besar jang ditjari-tjari itu, ialah pemimpin Ko-lao-hui kita " . ,, Djadi, apakah jang akan saja usahakan supaja mereka djangan berontak?", tanja Djendral Tso lagi. Lalu sekreta''<noinclude></noinclude> lqbf2he7vgagc7r8d9hfyjgw9yiw4pc Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/232 104 111547 310194 2026-08-10T04:42:09Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310194 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Tentang keturunan dan hidup keluarga-nja maka hendaknja diketahui, bahwa D.D. berasal dari kebangsaan Belanda. ''Eduard Douwes Dekker'', jang termasjhur sebagai pengarang dengan namanja ''Multatuli'', bagi bangsa kita lebih² termasjhur sebagai pengarang "Max Havelaar", adalah kakak dari pada nenek marhum Dr. Setyabuddi. Hingga se-olah² Setyabuddi itu melandjutkan perdjoangan Max Havelaar, jang selaku assistent-resident di Lebak setjara hebat melindungi dan membela rakjat didaerah Banten itu, dengan "Saidja²" dan .. Adinda"-nja. Setyabuddi berketurunan djuga dari kebangsaan Perantjis dan Djerman. Mungkin untuk menundjukkan hal itu nama-ketjilnja Setyabuddi atau Douwes Dekker itu ialah: ''Ernest Francois Eugène''. Dan ia sangat gemar pada bahasa² Perantjis dan Djerman. ''Ernest'' sendiri (begitulah kawan²nja menjebut namanja, jang kadang² bahkan disingkat lagi mnedjadi "Nés") ber-ibu seorang wanita "Indo", sedangkan kedua nenenknja (dari keturunan ibunja itu) suami-isteri adalah orang² Djawa asli dari Pasuruan, dimana ajah Setyabuddi bekerdja sebagai employé pada salah satu perusahaan tembako. Marhum Dr. Danu Birdjo Setyabuddi pada pertama kalinja beristerikan seorang wanita Djerman, Clara Deye, seorang puteri ''Officier van Gezondheid'' dalam Tentara Hindia Belanda: dr. Deye, kelahiran di Munchen. Dari isterinja jang pertama itu Setyabuddi menurunkan tiga orang anak perempuan, jang ketiga²nja telah bersuami dengan orang² Belanda, hingga mereka itu kembali kepada kebangsaan Belanda, dan berpisahan dengan ajahnja. Dengan isterinja tadi DD. kemudian bertjerai. Pada kedua kalinja Setyabuddi beristerikan seorang wanita Indo, guru di-sekolah "Ksatryan-Instituut"-nja di Bandung. Kemudian sesudah ia bertjerai dengan isterinja jang ke-dua tadi maka untuk ke-tiga kalinja, jaitu sudah dizaman Indonesia Merdeka, Setyabuddi bernikah setjara Islam dengan seorang wanita Indo pula, seorang djuru-rawat, berasal dari Bandung. Dengan isterinja jang ke-dua dan ke-tiga itu ia tidak mendapat turunan.<noinclude> {{rh|||237}}</noinclude> t2gxx8plhjfwdjjfyzr8skig7tv2iys Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/233 104 111548 310195 2026-08-10T04:43:47Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310195 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>'''Dr. Hampaka'''<br> Zaman Silam salah seorang pemimpin India, National Congress jang mendjadi penghubung dengan gerakan Nasional Indonésia</center><noinclude></noinclude> 99jitqhkn4huqnoyl7wbi74fc841wr5 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/234 104 111549 310196 2026-08-10T04:44:34Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310196 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>'''H. Samanhudi'''</center><noinclude></noinclude> f6pwamna28k3v4jweslg5mk3bmxdgi7 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/235 104 111550 310197 2026-08-10T04:45:55Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310197 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>'''R. Adipati Sintokusumo'''<br>Ketua Umum Budi Utomo (1908-1911)</center><noinclude></noinclude> 32mxa4fatuj7ctoef1qe3nxim4v2oqd Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/236 104 111551 310198 2026-08-10T04:46:46Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310198 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>'''Dr. Gunawan Mangunkusumo'''</center><noinclude></noinclude> r125c2q3jaukj9paxt04k6o6tr6mrm8 Halaman:San min chu i.pdf/63 104 111552 310199 2026-08-10T04:47:39Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310199 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||58}}</noinclude>''risnja mendjawab: „ Mendjadi Pemimpin Naga Besar itulah satusatunja djalan bagi Tuan untuk mendjaga supaja tentera tuan djangan berontak. Apabila tuan elakkan djalan itu, putuslah harapan kita untuk sampai di Sinkiang". Daja jang lebih baik dari daja inipun memang tak terbajang oleh Djendral Tso; apalagi ia per- lu sekali akan tenaga tentera untuk mentjapai maksudnja , sebab itu diadakannja suatu permusjawaratan dengan orang-orang bawahannja; maka disitu ia diangkat mendjadi Pemimpin Naga Besar dan perkumpulan rahasia itu seluruhnja berada dibawah perintahnja. Dari sini djelaslah, bahwa jang diinginkan Djendral Tso, semata-mata kesentausaan Sinkiang; hal ini ditjapainja dengan mempergunakan semangat kebangsaan Tionghoa jang berdjangkit dikalangan tenteranja, djadi tudjuannja bukan ditjapainja dengan kekerasan sebagai dikehendaki oleh bangsa Manchu. Semendjak permulaan keradjaan Manchu, semangat nasionalisme sudah terpelihara baik djuga; akan tetapi setelah Tso Tsung-t'ang mendjadi Pemimpin Naga Besar, ia mempeladjari dan menjelidiki djalannja gerak- gerik perkumpulan-perkumpulan revolusioner itu, dan kemudian dengan djalan litjin diubrak-abrikkannja organisasi revolusioner serta pemimpin-pemimpinnja dihukum mati, sehingga pada waktu terbitnja Revolusi baru ini tak terdapat suatu perkumpulan rahasiapun lagi jang dapat dipakai sebagai alat bantuan, HungMin-Hui sudah dipakai sebagai sendjata didalam genggaman tangan fihak lain dan semangat kebangsaan Tiongkok sebenarnja sudah lama padam . Sekarang hendak saja kemukakan , sebab-sebab makanja kita kehilangan semangat kebangsaan atau nasionalisme itu. Diantara sebabsebab jang terpenting sekali ialah karena kita ditaklukkan oleh bangsa asing. Bilamana suatu bangsa menundjukkan bangsa jang lain, pastilah bangsa jang menundukkan itu tidak akan memperkenankan kemerdekaan berpikir kepada bangsa jang ditaklukkan itu. Ambillah misalnja Djepang, jang berusaha memutar haluan pandangan hidup bangsa Korea, sesudahnja bangsa itu ditundukkannja. Semua tjita-tjita jang berbau kebangsaan dihapuskan dari rentjana peladjaran sekolah-sekolah Korea, sehingga tiga puluh tahun lagi nanti , anak-anak Korea tidak akan mengetahui akan adanja Korea atau pernahnja terdiri bangsa Korea sendiri. Bangsa Manchupun mengandung tjita-tjita seperti itu terhadap kita. Bangsa jang ber''<noinclude></noinclude> irr6p7i0xr4e7c70md9zv4ec4w35wp0 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/237 104 111553 310200 2026-08-10T04:47:52Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310200 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>'''R.A. Kartini'''<br>Pendekar Wanita Indonesia</center><noinclude></noinclude> izoj8tfo9hsaz0vol3qcafwjg7wk344 Halaman:San min chu i.pdf/64 104 111554 310201 2026-08-10T04:48:29Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310201 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||59}}</noinclude>''kuasa mentjoba menghantjurkan bahan2 jang dapat memelihara tumbuhnja semangat kebangsaan dari bangsa jang ditaklukkan. Sikap ini berguna bagi kemadjuan djalannja pemerintahan si penakluk. Dengan maksud seperti demikian pulalah bangsa Manchu mendjalankan segala tipu muslihat dan daja upaja jang sangat litjin terhadap Tiongkok. Dengan terang-terangan K'ang Hsi menjatakan larangan terhadap beberapa buku, akan tetapi Ch'ien Lung lebih litjin lagi dalam usahanja memusnahkan semangat kebangsaan kita. K'ang Hsi mengatakan bahwa ia diturunkan dari kajangan untuk menguasai Tiongkok, dan memaksa supaja semua orang djangan menentang kemauan Tuhan ; akan tetapi Ch'ien Lung menghapuskan semua perbedaan antara bangsa Manchu dan Tionghoa, sehingga sebahagian besar dari golongan terpeladjar tidak mempunjai keinsjafan kebangsaan lagi sesudahnja tindakan itu. Keinsjafan kebangsaan itu hanja terdapat pada golongan rendah, akan tetapi sungguhpun mereka mengetahui bahwa mereka harus membunuh bangsa Tartar, tetap gelap bagi mereka apa jang mendjadi sebabsebabnja itu. Djadi teranglah bagi kita, bahwa dalam beratus-ratus tahun lamanja ini, tjita-tjita kebangsaan Tionghoa itu hilang lenjap disebabkan karena kelitjikan bangsa Manchu semata-mata. Semangat kebangsaan Tiongkok terutama dimusnahkan oleh penindasan pemerintahan asing ; didunia ini masih terdapat lagi bangsabangsa lain jang ditindas, selain dari bangsa Tionghoa. Bangsa Jahudi, adalah satu bangsa jang telah kehilangan tanah air, sedjak sebelum Nabi Isa dilahirkan. Mereka djuga telah merupakan suatu bangsa jang ditaklukkan. Ketika Nabi Isa diutus kedunia, beliau dipandang oleh pengikut-pengikutnja sebagai seorang revolusioner dan mereka ingin supaja beliau mendjadi seorang pemimpin revolusi, beliau pernah digelari „Radja bangsa Jahudi" . Pada suatu ketika, ibu-bapak dua orang pengikutnja berkata kepada beliau : ,,Tuan, kalau tuan telah menepati atau memenuhi apa jang Tuan tjita-tjitakan, dudukkanlah anak kami jang tua ditargan kiri Tuan dan anak kami jang muda ditangan kanan Tuan" , bertepatan sesuai dengan kedudukan Tso Yu Tsai Siang perdana menteri di Tiongkok. Utjapan itu menundjukkan bahwa pengikut-pengikutnja menganggap Nabi mereka sebagai seorang revolusioner. Boleh djadi adjaran jang disiarkan Nabi Isa berisi pula pikiran-pikiran tentang suatu revolusi politik, tetapi salah satu pengikutnja berkejakinan bahwa''<noinclude></noinclude> st5nv5flxejq10xrfj2ky7b5f4nu762 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/238 104 111555 310202 2026-08-10T04:48:46Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310202 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>'''Drs. Moh. Hatta'''<br>gambar semasa dalam pembuangan</center><noinclude></noinclude> n0qqf5szh55xlld53xmedeldiznmjto Halaman:San min chu i.pdf/65 104 111556 310203 2026-08-10T04:49:26Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310203 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>''revolusi politik telah gagal hingga kemudian ia berchianat kepada Nabinja. Ia tak dapat mengerti bahwa Nabi Isa adalah seorang pemimpin agama jang revolusioner jang menganggap Keradjaan Kajangan sebagai tanah airnja. Karena itu, meskipun negara mereka telah lama musnah, bangsa Jahudi tetap berdiri terus sedjak zaman Nabi Isa sampai sekarang. Perhatikan pulalah Ir.dia jang djuga tergolong bangsa jang ditaklukkan ; meskipun demikian, semangat kebangsaannja tak dapat diubrak-abrikkan begitu sadja oleh bangsa jang berhasil menaklukkannja itu, sebagaimana kita lihat pada Tiongkok. Atau marilah kita melihat ke Polan ; sungguhpun sudah beratus-ratus tahun menderita sebagai bangsa jang terdjadjah, tetapi kesadaran kebangsaan tak kundjung dapat dipadamkan: demikianlah sesudah Peperangan Eropah selesai, bangsa Pelan dapat kembali menjusun pemerintahannja jang lama, sehingga sekarang ia terhitung salah satu dari negara-negara tingkat dua atau tingkat tiga di Eropah. Djadi djika kita bandingkan, djelas bahwa bangsa Tionghoa sekarang, tergolong satu bangsa jang ditaklukkan laksana bangsa Jahudi, India dan Polan ; tetapi, apakah sebabnja maka mereka tidak kehilangan djiwa kebangsaannja, sedangkan Tiongkok, sesudah melalui dua zaman penindasan sadja, semangat kebangsaannja musnah sama sekali ? Keadaan ini adalah suatu kenjataan jang sangat adjaib, dan menjelidiki sebab-sebabnja adalah suatu pekerdjaan jang sangat menarik hati. Sebelumnja ditindas atau ditaklukkan, bangsa Tionghoa adalah suatu bangsa jang berkebudajaan tjukup dan berpemerintah kuat. Mereka menjebut negeri mereka sebagai „Negeri Terbesar" atau „Negeri jang berperadaban tinggi ", sedangkan negeri lainnja mereka pandang sebagai negeri-negeri biadab ; karena mereka menganggap negeri mereka itu terletak dipusat dunia, mereka namai pula negerinja „Tiongkok" atau „Keradjaan Pusat" . Sebutan-sebutan jang lain seperti Pemadu Besar" ,,, Langit hanja mempunjai satu matahari, machluk hanja mempunjai satu radja " . ,,Orang-orang bangsawan dari semua bangsa bersudjud dihadapan satu mahkota dan mutu " , lazim dipakai dimasa sebelumnja penindasan atas Tiongkok dilakukan, dimasa nasionalisme-nja berangsur-angsur berkembang mendjadi internasionalisme dan kemudian angkatan baru mulai mempergunakan haluan imperialisme untuk menghantjurkan bangsa-bangsa lain. Chang Po-wang dan Pan''<noinclude></noinclude> 44drv7znsq8q2jy5tzb1ezzx07phzci Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/239 104 111557 310204 2026-08-10T04:49:31Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310204 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>'''Senawi.'''</center><noinclude></noinclude> o45fsexdfu6fmyqqqxfqzmptju54ixx Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/240 104 111558 310205 2026-08-10T04:50:21Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310205 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>'''Ir. Sukarno.'''semasa Muda.</center><noinclude></noinclude> 2g99ci1uos7ozeh1bv9nrki32zwed2i Halaman:San min chu i.pdf/66 104 111559 310206 2026-08-10T04:50:31Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310206 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||61}}</noinclude>''Tingyuan dari keradjaan Han telah menghantjurkan tiga puluh buah negara, sebagaimana djuga Clive, jaitu pemimpin dari Maskapai India Timur (East India Company) , menggabungkan negaranegara ketjil di Hindustan dalam satu pemerintahan, tatkala India dikendalikannja. Beribu-ribu tahun sudah, Tiongkok mentjoba menaklukkan seluruh dunia dan telah beruntung pula menundukkan semua negara-negara ketjil di Asia, akan tetapi tjara penaklukan jang dipakai oleh bangsa Tionghoa tidaklah seganas tjaranja bangsa Eropah. Jang ditempuh oleh Tiongkok ialah djalan damai, dengan maksud memberi teladan atau mempengaruhi bangsa-bangsa lain ; jang dinamakan djalan luhur ( royal way) " , untuk membawa negara-negara ketjil dan lemah dibawah pengaruhnja. Kalau kita fahamkan betul-betul tjara atau aliran pikiran ini, akan mulai tampak bagi kita sebab-sebabnja Tiongkok kehilangan semangat kebangsaannja, sedangkan bangsa-bangsa lain, seperti Jahudi dapat mempertahankannja selama dua ribu tahun dan apakah sebabnja biarpun Tiongkok dikuasai hanja tiga ratus tahun, semangat kebangsaannja terkikis sama sekali. Mempeladjari sebab-sebabnja, tak ubahnja seperti kita menjelidiki penjakit seseorang. Bagaimanapun djuga penjakit seseorang, dapat djuga ditemukan faktor-faktor jang menjebabkan timbulnja penjakit itu pada badan jang lemah atau suatu kelemahan, sebelumnja orang itu djatuh sakit. Sebelum Tiongkok kehilangan kedaulatannja jang dipertuan, didalam bentuk dan susunan negerinja sudah terdapat djuga urat2 busuk ; baru sadja ditaklukkan, dengan segera dan mudah semangat kebangsaannja dapat dimusnahkan. Sebab-sebabnja jang tersembunji ialah karena selama beribu-ribu tahun itu Tiongkok berpemerintahan imperialistis, seperti djuga Inggeris Raya dan Rusia sebelumnja revolusi, jang merupakan negeri-negeri terkuat diantara negeri-negeri sedunia. Imperialisme Tiongkok kuno rupa-ruparja lebih hebat dari pada imperialisme modern Inggeris, jang sekarang sedang mengalami kemadjuan. Di Inggeris dan Rusia muntjul satu teori baru, dikemukakan oleh orang-orang pandai, jang maksudnja menentang nasionalisme, dengan alasan bahwa nasionalisme itu berfaham sempit dan beraliran paksaan ; karena itu mereka adjukan teori kosmopolitisme (kewargaan-dunia) , Inggeris jang sekarang, serta Rusia jang dahulu dan Djerman, bersama-sama dengan angkatan muda modern jang<noinclude></noinclude> deygnd4ue12wxc4ys68upfv0qeby5s5 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/241 104 111560 310207 2026-08-10T04:50:57Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310207 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>'''Mr. SARTONO'''</center><noinclude></noinclude> 78m3iilauqamhlkt635xsjdvyp2go2m Halaman:San min chu i.pdf/67 104 111561 310208 2026-08-10T04:51:28Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310208 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||62}}</noinclude>''mempertahankan kebudajaan baru di Tiongkok, semuanja menjokong aliran dan adjaran baru itu dan menentang nasionalisme. Dengan tegas saja mendengar pemuda-pemuda mengatakan : „Asasasas San Min tidak sesuai lagi dengan kemauan zaman modern ; adjaran jang paling baik dan jang tak akan ada tandingannja lagi, ialah aliran kosmopolitisme. Apakah ini sesungguhnja betul ? Aliran kosmolitisme itu tak ada bedanja dengan tjara pemerintahan dunia dari Tiongkok pada waktu dua ribu tahun jang lalu. Kalau kita selidiki teori ini, bagaimanakah pendapat kita, baik atau tidak ? Setjara teori dapat kita anggap adjaran jang baik, akan tetapi karena orang-orang tjerdik pandai di Tiongkok memegang teguh akar. tjara inilah, makanja bangsa Manchu dapat menerobos perbatasan Tiongkok, sehingga seluruh bangsa Tiongkok takluk kepadanja. K'ang Hsi sibuk dengan aliran kosmopolitisme, sambil mengatakan bahwa Shun itu ialah seorang biadab (barbar ) disebelah Timur, Wen Wang seorang biadab disebelah Barat, dan kalau seorang biadab disebelah Barat dan seorang biadab disebelah Timur dapat djadi radja di Tiongkok, pendek kata tak ada lagi perbedaan terdapat antara bangsa biadab dengan Hua-hsia (sebutan bagi bangsa Tionghoa waktu dulu) aliran sematjam inilah jang disebut aliran kosmopolitisme. Dengan tidak melihat hasilnja dalam praktek lebih dahulu tak dapat kita memastikan atau menentukan, mana tjita-tjita jang baik dan mana jang tidak baik. Kalau dalam prakteknja, satu tjita-tjita bermanfaat bagi kita dan bagi dunia, maka baiklah tjitatjita itu ; akan tetapi apabila tjita-tjita itu tak praktis, tentu tak akan membawa manfaat bagi kita. Bangsa-bangsa jang mempergunakan imperialisme sebagai sendjata untuk menaklukkan bangsa-bangsa lain, dan jang mentjoba mentjapai dan mempertahankan kedudukan jang melangit, laksana radja jang menguasai seluruh pemerintahan didunia, maka mereka itu bertindak seolah-olah mereka pelopor dan penundjang teori kewar- gaan dunia, dan berharap supaja negeri lain menuruti pahampaham mereka. Tiongkok pada ketika itu ingin mendjadi penguasa seluruh pemerintahan didunia dan berkedudukan tinggi dari pada bangsa-bangsa lain, karena itulah sistim kewargaan dunia dipegang teguh. Karena masjarakat Tiongkok umumnja pada ketika ini dapat dipengaruhi oleh pengertian atau angan-angan inilah, maka tak terdapat perlawanan tatkala bangsa Manchu menerobos Dinding''<noinclude></noinclude> fpokrx69ziinsgfbbgajgtkdgatprtu Halaman:San min chu i.pdf/68 104 111562 310209 2026-08-10T04:52:21Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310209 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||63}}</noinclude>''Besar, sampai Tiongkok djatuh. Bangsa Manchu masuk, hanja dengan pasukan jang amat ketjil, tidak lebih dari seratus ribu orang. Entah bagaimana djalannja, maka pasukan jang seketjil ini dapat menaklukkan beratus-ratus djuta rakjat Tiongkok ! Sebab-sebabnja, ialah karena sebahagian besar dari bangsa Tionghoa pada masa itu lebih mempertjajai teori internasionalisme kewargaan dunia dari pada nasionalisme, dan menjambut kedatangan siapa sadja jang hendak berkuasa di Tiongkok sebagai radja jang berhak. Demikian- lah, sungguhpun Shih K'o-fah menentang Manchu, pengikutnja sedikit sekali untuk mengadakan perlawanan jang dapat memberi hasil baik ; apalagi setelah sebahagian besar bangsa Tionghoa menjambut kedatangan bangsa Manchu dengan tangan terbuka dan dengan senang hati membiarkan mereka bertachta diatas singgasara kekuasaan, tak berartilah lagi perlawanan Shih K'o-fah itu. Bukan sadja mereka tjuma mengutjapkan selamat datang kepada bangsa Manchu, malahan djuga kebanjakan dari mereka berdujun-dujun pergi bernaung dibawah pandji-pandji tentera Manchu, dan mereka jang masuk kedalam tentera itu dinamai pasukan Tionghoa dari tentera Manchu dan banjak diantara mereka itu mengaku dirinja bangsa Manchu. Negara terkuat didunia pada waktu ini, ialah Inggeris dan Amerika. Ada lagi beberapa negeri besar, jaitu jang dinamakan „Negaranegara Besar " ( Great Powers) , jang politik dan nama baiknja belum mengalami tanda perubahan atau tjatjat. Achirnja mungkin nanti Inggeris dan Amerika dapat meruntuhkan kekuasaan Negeri-regeri Besar jang lain, sehingga tinggal lagi mereka sadja jang terkuat. Andai kata ini mungkin terdjadi, sehingga Tiongkok akan dikuasai oleh Inggeris dan bangsa kita mendjadi rakjat Inggeris , - akan baiklah hal ini bagi kita ? Kalau bangsa Tionghoa bertukar warga negara, mendjadi warga Inggeris atau warga Amerika, karena hendak mempraktekkan dasar2 kewargaan dunia, dan bersama-sama dengan orang-orang Inggeris dan Amerika menghantjurkan Tiong- kok, maka saja hendak bertanja, apakah isi hati kita tak akan berontak terhadap keadaan seperti demikian ? Kalau isi hati kita berontak dan bernjala-njala (ibarat api dalam sekam) maka hal ini menjatakan, bahwa kita masih mengandung perasaan kebangsaan dan tjinta tanah air ; karena itulah saja mengatakan, bahwa nasionalisme itu satu sendjata atau perbendaharaan jang tak ternilai har-''<noinclude></noinclude> o7ejhn1k2fy9fd251o9gtp284zxhjxw Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/242 104 111563 310210 2026-08-10T04:52:41Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310210 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>'''UPATJARA PERINGATAN 20 MEI 1948 DI NEDERLAND'''</center><noinclude></noinclude> gthv3h633z4knp8kikqt250q2og5m3l Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/243 104 111564 310211 2026-08-10T04:53:38Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310211 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>BAHAN-BAHAN DOKUMENTASI</center><noinclude></noinclude> oznkpb868karw94c2g62y2rd7muuj99 Halaman:San min chu i.pdf/69 104 111565 310212 2026-08-10T04:53:46Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310212 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||64}}</noinclude>''ganja bagi siapa jang hendak mentjapai kekekalan perdjalanan sedjarah bangsanja. Tak ubahnja seperti seorang terpeladjar mempergunakan penanja untuk mentjari sesuap nasi, maka begitu pulalah oleh bangsa-bangsa nasionalisme dipergunakan sebagai alat mempertahankan keturunan atau perkembangan bangsa. Djika nasiona- lisme tidak lagi supur, dan apabila paham kosmopolitisme mendalam dan berkembang baik, maka tentulah kita tak kan sanggup lagi bertahan, malahan akan dihantjurkan oleh bangsa-bangsa lain, didalam proses-seleksi dari alam . Orang2 tua Tionghoa berkata : „Buanglah atau masukkanlah ketiga suku Miao kedalam San Wei " , dan buru- lah mereka sampai kebatas Yünan dan Kweishow; dan djangan memusnahkan mereka seluruhnja, sehingga tak terdapat harapan lagi bagi mereka untuk mendapat kesempatan buat melandjutkan keturunan mereka. Ketiga suku Miao ini pernah djadi penduduk jang paling pertama di Tiongkok; pada suatu ketika bangsa Tionghoa mungkin sekali berpengalaman serupa dengan mereka itu. Kalau bangsa asli Tiongkok diperbintjangkan, ada setengah orang jang mengatakan, bahwa „Seratus keluarga " bangsa kita datang dari sebelah Barat, bertolak meliwati pegunungan T'sung-Ling ke Tien-Shan, menjeberangi Sinkiang dan terus masuk kelembah Sungai Hoang Ho. Bersandarkan tempat lahirnja kebudajaan dan peradaban Tiongkok, keadaan belakang ini tepat sekali diuraikan, karena kalau seandainja peradaban dan kebudajaan Tiongkok itu tidak datang mendjelma dari luar, tetapi tumbuh dan berkembang didalam negeri sendiri, maka menurut asas-asas dan kehendak alam, lembah Sungai Tsukiang (1 ) jang mendjadi pusatnja, bukanlah lembah Sungai Hoang Ho. Lembah Sungai Tsu-kiang berhawa sedang, kaja dengan hasil bumi dan gampang untuk mentjari nafkah hidup ; keadaan-keadaan ini semua tentu membawa kepada tingkat tumbuhnja satu kemadjuan peradaban. Tetapi kalau kita menjelidiki sedjarah, ternjata bahwa Yao, Shun, Yu, T'ang, Wen dan Wu tidak dilahirkan dilembah Sungai Tsu-kiang, akan tetapi di Barat Laut Tiongkok. Dizaman keradjaan Han (2) lembah Sungai Tsu-kiang itu masih terhitung daerah kediaman bangsa ---- (1) Diprovinsi Kwantung. (2)206 B.C. hingga A.D. 25.<noinclude></noinclude> mj84z3cr9fnnpn337ua31agnkuh5gqw Halaman:San min chu i.pdf/70 104 111566 310213 2026-08-10T04:55:01Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310213 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||65}}</noinclude>''biadab, sehingga kemadjuan Tiongkok itu tak mungkin tidak mestilah datang dari Barat Laut Tiongkok dan dari negeri-negeri lain. Bangsa Tionghoa mengatakan, bahwa bangsa Tionghoa berasal dari „Seratus keluarga". Para ahli-ahli pengetahuan bangsa asing mengatakan, bahwa bangsa jang melahirkan seratus keluarga" itu tinggalnja djauh di Barat, dan achirnja pindah ke Tiongkok, kemudian salah satu diantara dua kemungkinan terdjadi ; kalau mereka tak menghantjurkan bangsa Miao, tentu mereka berpadu dengannja, jang mengakibatkan terdjelmanja bangsa Tionghoa jang sekarang ini. Menurut evolusi hukum alam, jang tjerdik dan kuat berdiri terus dan jang bodoh lemah punah, jang kuat menang dan jang lemah lenjap. Apakah kita satu bangsa jang kuat atau lemah , satu bangsa jang mungkin hidup terus atau tidak ? Tidak ada seorangpun diantara kita jang mau melihat bangsa kita punah atau susut ; tiap2 orang Tionghoa ingin akan kekekalan dan kemenangan bangsanja dalam segala pergolakan zaman hal ini adalah akibat perasaan naluri dan setiap bangsa ingin melihat rakjatnja kekal dan kuat. Akan tetapi tanah air kita pada waktu ini ada dalam bahaja. Nampaknja, bangsa kita pasti akan mengalami kemusnahan, disebabkan oleh ketiga tenaga penghantjur didunia ini - perkembangan pen- duduk bangsa lain ; penindasan politik dan ekonomi dari bangsa asing. Karena tindasan politik dan ekonomi bangsa asing itu, kita sekarang didesak kepinggir dinding, akan tetapi negara Tiongkok, kita rasa masih tjukup luas, sehingga kita tinggal diam sadja dan tidak sedikitpun mau insaf akan akibatnja perkembangan bangsa lain didunia. Akan tetapi seratus tahun lagi, baru akan kita rasai akibatnja. Karena kita sekarang sudah kehilangan semangat kebang- saan, kita biarkan sadja desakan politik dan ekonomi bangsa asing leluasa menerobos kedalam negari kita. Seandainja semangat kebangsaan kita terpupuk subur, hal jang demikian tidak mungkin dan tidak masuk diakal akan terdjadi. Sukar djuga untuk menerangkan sebab-sebab kita kehilangan semangat kebangsaan itu. Untuk mendjelaskannja hendak saja kemukakan satu kedjadian, jang mungkin nampaknja menjimpang serta tak ada hubungannja dengan atjara jang dimaksud sekarang ini, akan tetapi barangkali dapat mendjelaskan sebab-sebabnja hal jang kita bitjarakan. Pernah terdjadi suatu peristiwa di Hongkong San Min Chu I<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude> jfabk4krr05v9lpo5ydigttf51vs3kk Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/244 104 111567 310214 2026-08-10T04:55:34Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310214 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>"ALS IK EENS NEDERLANDER WAS......".<br> door<br> Suwardi Suryaningrat.</center> In couranten-artikelen wordt thans ten overvloede het denkbeeld gepropageerd om een groot feest hier in Indië te houden: ''het eeuwfeest van Neêrlands Vrijheid''. Het mag voor de inwoners van deze landen niet ongemerkt voorbij gaan, dat het in de komende maand November juist honderd jaren geleden zal zijn, dat Nederland een koninkrijk werd en de Nederlanden een onafhankelijke natie vormden, al stond het als zoodanig ook achteraan in het gelid der mogendheden. Uit een oogpunt van redelijkheid valt inderdaad veel te zeggen voor deze aanstaande viering van een nationale gebeurtenis. Immers pleit dat alleen voor de vaderlandsliefde der Nederlanders, voor hun piëteit jegens het land, waar eens hun voorvaderen heldendaden verrichtten. De herdenking zal zijn een uitdrukking van hun gemoed van trots, dat een eeuw geleden het aan Nederland gelukt was, het vreemde overheersingsjuk af te schudden en zelf een natie te vormen. Ik kan mij gemakkelijk in den gemoedstoestand indenken van den Nederlandse patriot van thans, wien het gegeven is zulk een jubileum te vieren. Want ook ik ben patriot, en, gelijk de Nederlander van zuiver national richting zijn Vaderland lief heeft, zoo heb ik ook mijn eigen Vaderland lief, meer dan ik zeggen kan. Wat een vreugd, wat een genot zal het wezen een nationalen dag van zoo groot gewicht te kunnen herdenken. Ik wilde, dat ik voor een oogenblik Nederlander kon wezen, niet een Staatsblad-Nederlander, doch een zuiver onvervalste zoon van Groot Nederland, geheel vrij van vreemde smetten. Wat zou ik dan jubelen als straks in November de lang verbeide dag komt, de dag der vrijheidsfeesten. Wat zou ik dan juichen bij het vrijelijk zien wapperen der Nederlandse vlag met het strookje Oranje<noinclude> {{rh|250||}}</noinclude> c87ncqcxl4ndph7swyw7qmqqa6jbco3 Halaman:San min chu i.pdf/71 104 111568 310215 2026-08-10T04:55:49Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310215 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||66}}</noinclude>''jang saja sendiri turut menjaksikannja. Kedjadian ini mengenai seorang kuli jang sehari-hari bekerdja dipelabuhan menolong mengangkut barang-barang atau muatan penumpang kapal dengan mempergunakan bambunja serta dua utas tali. Penghasilannja sehari-hari terbatas - tjukup sekedar untuk belandja sehari sadja, akan tetapi achirnja ia dapat djuga berhasil menjimpan lebih dari 10 dolar. Kebetulan pada waktu itu sedang beredar undian uang Luzon, dan uang simpanannja tadi achirnja dipakainja pembeli sehelai surat undian itu. Dia tidak mempunjai rumah atau tempat menjimpan undian jang dibelinja itu. Modal penghidupannja tak lain dari pada sebuah pedagang bambu dengan dua utas tali jang senantiasa disandangnja kemana-mana ia pergi. Karena itu disembunjikanlah surat undian itu kedalam lobang pendagang bambunja, dan semendjak saat itu tak dapat lagi ia melihat surat undian tersebut tiaptiap kali; karena itu dihafalkannja sadja nomor surat undian itu, dan tidak dilupakannja barang sedikitpun. Setelah hari penarikannja tiba, pergilah ia ketempat pendjualan lot untuk menjamakan nomor lotnja dan baru sadja ia melihat pada daftar nomor-nomor itu, dike- tahuinja bahwa ialah jang mendapat hadiah nomor satu, mendapat kekajaan terdjumlah $ 100.000 dengan tiba2. Tak terkatakan gembiranja ia, malahan hampir gila ia karena kesukaan. Dalam memikirmikirkan bahwa ia tak akan berkuli lagi dan tak pula lagi mempergunakan pedagang bambu dan dua utas talinja, karena ia sekarang sudah mendjadi orang kaja untuk selama-lamanja, maka dengan pe- nuh kegirangan diambilnjalah pedagang bambu dan dua utas talinja itu, lalu dilemparkannja kelaut dengar. tak berpikir pandjang lagi. Pendagang bambu kepunjaan kuli ini bolehlah dimisalkan dengan nasionalisme satu alat untuk dapat hidup kekal ; kemenangannja dengan mendapat hadiah nomor satu itu sebagai perumpamaan zaman kemadjuan imperialisme Tiongkok jang sedang berfaham kosmopolitisme dan waktu nenek mojang kita itu jakin, bahwa Tiongkok itu adalah suatu negara berpemerintahan paling terpebahwa ,,langit hanja mempunjai satu matahari, ngaruh didunia machluk hanja mempunjai satu radja", bahwa ,,kaum bangsawan bermatjam-matjam bangsa bersudjud dihadapan mahkota dan mu- tiara itu" ; bahwa keselamatan umum akan didjamin seterusnja dan satu-satunja hal jang sangat penting ialah kerukunan dan perdamaian diantara machluk sedunia ini, dimana bangsa-bangsa lain''<noinclude></noinclude> ozhw0cd7l7k3thdpcuo6uz4qx16y2oa Halaman:San min chu i.pdf/72 104 111569 310216 2026-08-10T04:57:04Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310216 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>''bersembah sudjud dibawah telapak kaki radja Tiongkok - dan membuang nasionalisme atau semangat kebangsaan, sebagaimana kuli tadi melemparkan pendagang bambunja kedalam laut. Kemudian ketika negara Tiongkok ditaklukkan oleh bangsa Manchu, djangankan Tiongkok sanggup menguasai dunia seluruhnja, menjelenggarakan pusaka nenek mojangnja jang begitu murni, itupun lagi tak mampu. Semangat kebangsaan rakjat telah dimusnahkan, tak ubahnja sebagai kuli itu melemparkan pendagang bambunja kelaut. Wu-San-Kueilah jang mendjadi penundjuk djalan tatkala tentara Manchu memasuki dan merompak Dinding Besar ; dan ketika Sih K'o-fah mentjoba mempertahankan dan memperdjoangkan tetap menjalanja semangat kebangsaan dengan mengusulkan seorang radja Tiongkok. Fuhwang, menaiki tachta keradjaan dan supa- ja keradjaan Ming didirikan lagi di Nanking, maka To-erh-kun 1 ) seorang bangsa Manchu berkata kepadanja : „Sungai-sungai dan gunung-gunung ini tidak kami pusakai dari keradjaan besar Ming, tetapi kami rebut dari kaum pemberontakan Li Chuang", maksudnja : Sungai-sungai dan gunung-gunung keradjaan Ming telah dibuang oleh Ming sendiri, tak ubahnja seperti kuli tadi melemparkan pendagang bambunja. Mahasiswa-mahasiswa angkatan muda jang hangat menundjang dan membitjarakan peradaban dan kebudajaan baru dari kosmopolitisme itu, mengatakan bahwa nasionalisme itu sudah ketinggalan zaman ; sungguhpun peradaban baru ini boleh dikatakan ada djuga artinja bagi Inggeris dan Amerika atau bagi nenek mojang kita sendiri, akan tetapi kalau pembitjaraan ditudjukan terhadap keadaan negara Tiongkok pada waktu ini, mereka chilaf sama sekali. Sebelumnja negara Djerman terkepung, negara itupun anti-nasionalisme, mengidamkan satu pemerintahan dunia dan satu kewargaan dunia. Saja pertjaja, bahwa Djerman sekarang ini sudah berhenti mempropagandakan kewargaan dunia mulai sekarang, sedikit demi sedikit perasaan kebangsaan itu dipupuk lagi. Sedianja kita akan mendapat hadiah nomor satu, seandainja nenek mojang kita tidak melemparkan pendagang bambunja; akan tetapi apa hendak dikata, kita terlalu terburu nafsu melemparkannja, lupa bahwa surat undian itu tersembunji didalamnja. Segera negara berada dibawah'' --- 1)Durgan<noinclude></noinclude> 7lihqyhb5p7gwog0ij4wozelw5v9ffq 310218 310216 2026-08-10T04:57:42Z Ibrohim tijani 26379 310218 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>''bersembah sudjud dibawah telapak kaki radja Tiongkok - dan membuang nasionalisme atau semangat kebangsaan, sebagaimana kuli tadi melemparkan pendagang bambunja kedalam laut. Kemudian ketika negara Tiongkok ditaklukkan oleh bangsa Manchu, djangankan Tiongkok sanggup menguasai dunia seluruhnja, menjelenggarakan pusaka nenek mojangnja jang begitu murni, itupun lagi tak mampu. Semangat kebangsaan rakjat telah dimusnahkan, tak ubahnja sebagai kuli itu melemparkan pendagang bambunja kelaut. Wu-San-Kueilah jang mendjadi penundjuk djalan tatkala tentara Manchu memasuki dan merompak Dinding Besar ; dan ketika Sih K'o-fah mentjoba mempertahankan dan memperdjoangkan tetap menjalanja semangat kebangsaan dengan mengusulkan seorang radja Tiongkok. Fuhwang, menaiki tachta keradjaan dan supa- ja keradjaan Ming didirikan lagi di Nanking, maka To-erh-kun 1 ) seorang bangsa Manchu berkata kepadanja : „Sungai-sungai dan gunung-gunung ini tidak kami pusakai dari keradjaan besar Ming, tetapi kami rebut dari kaum pemberontakan Li Chuang", maksudnja : Sungai-sungai dan gunung-gunung keradjaan Ming telah dibuang oleh Ming sendiri, tak ubahnja seperti kuli tadi melemparkan pendagang bambunja. Mahasiswa-mahasiswa angkatan muda jang hangat menundjang dan membitjarakan peradaban dan kebudajaan baru dari kosmopolitisme itu, mengatakan bahwa nasionalisme itu sudah ketinggalan zaman ; sungguhpun peradaban baru ini boleh dikatakan ada djuga artinja bagi Inggeris dan Amerika atau bagi nenek mojang kita sendiri, akan tetapi kalau pembitjaraan ditudjukan terhadap keadaan negara Tiongkok pada waktu ini, mereka chilaf sama sekali. Sebelumnja negara Djerman terkepung, negara itupun anti-nasionalisme, mengidamkan satu pemerintahan dunia dan satu kewargaan dunia. Saja pertjaja, bahwa Djerman sekarang ini sudah berhenti mempropagandakan kewargaan dunia mulai sekarang, sedikit demi sedikit perasaan kebangsaan itu dipupuk lagi. Sedianja kita akan mendapat hadiah nomor satu, seandainja nenek mojang kita tidak melemparkan pendagang bambunja; akan tetapi apa hendak dikata, kita terlalu terburu nafsu melemparkannja, lupa bahwa surat undian itu tersembunji didalamnja. Segera negara berada dibawah ___ 1)Durgan<noinclude></noinclude> jqhtf619vmfh580e4i1geqlo0ard368 310219 310218 2026-08-10T04:58:02Z Ibrohim tijani 26379 310219 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>''bersembah sudjud dibawah telapak kaki radja Tiongkok - dan membuang nasionalisme atau semangat kebangsaan, sebagaimana kuli tadi melemparkan pendagang bambunja kedalam laut. Kemudian ketika negara Tiongkok ditaklukkan oleh bangsa Manchu, djangankan Tiongkok sanggup menguasai dunia seluruhnja, menjelenggarakan pusaka nenek mojangnja jang begitu murni, itupun lagi tak mampu. Semangat kebangsaan rakjat telah dimusnahkan, tak ubahnja sebagai kuli itu melemparkan pendagang bambunja kelaut. Wu-San-Kueilah jang mendjadi penundjuk djalan tatkala tentara Manchu memasuki dan merompak Dinding Besar ; dan ketika Sih K'o-fah mentjoba mempertahankan dan memperdjoangkan tetap menjalanja semangat kebangsaan dengan mengusulkan seorang radja Tiongkok. Fuhwang, menaiki tachta keradjaan dan supa- ja keradjaan Ming didirikan lagi di Nanking, maka To-erh-kun 1 ) seorang bangsa Manchu berkata kepadanja : „Sungai-sungai dan gunung-gunung ini tidak kami pusakai dari keradjaan besar Ming, tetapi kami rebut dari kaum pemberontakan Li Chuang", maksudnja : Sungai-sungai dan gunung-gunung keradjaan Ming telah dibuang oleh Ming sendiri, tak ubahnja seperti kuli tadi melemparkan pendagang bambunja. Mahasiswa-mahasiswa angkatan muda jang hangat menundjang dan membitjarakan peradaban dan kebudajaan baru dari kosmopolitisme itu, mengatakan bahwa nasionalisme itu sudah ketinggalan zaman ; sungguhpun peradaban baru ini boleh dikatakan ada djuga artinja bagi Inggeris dan Amerika atau bagi nenek mojang kita sendiri, akan tetapi kalau pembitjaraan ditudjukan terhadap keadaan negara Tiongkok pada waktu ini, mereka chilaf sama sekali. Sebelumnja negara Djerman terkepung, negara itupun anti-nasionalisme, mengidamkan satu pemerintahan dunia dan satu kewargaan dunia. Saja pertjaja, bahwa Djerman sekarang ini sudah berhenti mempropagandakan kewargaan dunia mulai sekarang, sedikit demi sedikit perasaan kebangsaan itu dipupuk lagi. Sedianja kita akan mendapat hadiah nomor satu, seandainja nenek mojang kita tidak melemparkan pendagang bambunja; akan tetapi apa hendak dikata, kita terlalu terburu nafsu melemparkannja, lupa bahwa surat undian itu tersembunji didalamnja. Segera negara berada dibawah __________ 1)Durgan<noinclude></noinclude> p9zoqiq47fsuk5djztgk81ffrextw3s Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/245 104 111570 310217 2026-08-10T04:57:28Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310217 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>daarboven. Ik zou tot hees worden toe medezingen het "Wilhelmus" en het "Wien Neêrlands bloed", als straks de muziek zou inzetten. Ik zou verwaand kunnen zijn van al die manifestaties, ik zou God danken in de Christelijke kerk voor zijn goedheid, ik ou een wens, een smeekbede ten hemel zenden om 't behoud van Nederlands macht, ook in deze Koloniën, opdat het ons mogelijk zou blijven, onze grootheid te handhaven met deze kolossale macht achter ons. Ik zou alle Nederlanders hier in Insulinde vragen om financiële steun, niet alleen voor het feest zelf, doch ook voor de vlootplannen van Colijn, die zo ijverde voor het behoud van Nederlands onafhankelijkheid, ik zou ......... ik weet waarlijk niet, wat ik dan verder zou doen, als ik Nederlander was; want ik zou tot alles in staat zijn, geloof ik. Neen, toch niet! Als ik Nederlander was, zou ik nog niet tot alles in staat zijn. Ik zou inderdaad wensen, de komende onafhankelijkheidsfeesten zoo uitgebreid mogelijk te organiseeren, doch ik zou niet willen, dat de inboorlingen dezer landen aan die herdenking meededen, ik zou hen verbieden mee te jubelen bij de festiviteiten, ik zou zelfs het feestterrein wensen af te zetten, opdat geen inlander wat zoude kunnen zien van onze uitgelaten vreugde bij deze herdenking van onzen vrijheidsdag. Daar ligt dukt me, zoo iets van onwelvoegelijkheid in, het lijkt me zo ongegeneerd, zo ongepast, indien wij — ik ben nog altijd Nederlander in verbeelding — den inlander laten mede juichen bij de herdenking onzer onafhankelijkheid. Wij kwetsen hen eerstens in hun fijn eergevoel, doordat wij hier in hun geboorteland, waar wij overheerschen, onze eigen vrijheid herdenken. Wij jubelen thans, omdat we honderd jaren geleden verlost werden van een vreemde heerschappij; dan nog steeds onder onze heerschappij staan [1].<noinclude> {{rh|||251}}</noinclude> bh199cxiiqu7ijshx3o5vcj14r8aa8y Halaman:San min chu i.pdf/73 104 111571 310220 2026-08-10T04:59:01Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310220 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||68}}</noinclude>''penindasan politik ekonomi bangsa asing serta menghadapi pula bahaja atau bentjana alam, maka bangsa kita satu demi satu menghadapi segala matjam hal jang menjedihkan, jang dapat mengakibatkan kerubuhan dan kemusnahan negara dan bangsa kita. Kalau kita bangsa Tionghoa dimasa depan dapat mentjari daja upaja untuk menghidupkan kembali nasionalisme kita, dapat menemui satu pedagang bambu jang lain, maka tak ada bentuk kekuatan politik dan ekonomi asing matjam manapun akan dapat menindas kita dan bangsa kita akan dapat kekal hidup keachir zaman. Kekuatan-kekuatan serangan alam dapat kita atasi; kurnia alam jang merupakan empat ratus djuta bangsa Tionghoa, sampai sekarang menundjukkan bahwa alam itu sendiri tidak berkehendak menghantjurkan kita; andai kata Tiongkok musnah, jang salah dan jang bertanggung-djawab ialah kita sendiri dan kitalah akan djadi bangsa jang durhaka besar didunia ini terhadap negaranja sendiri. Alam telah mengamanati bangsa Tionghoa dengan tanggungdjawab jang besar; alam akan mengutuki kita, kalau kita tidak mentjintai diri sendiri dan kita dapat dianggap sebagai kafir jang tak menuruti perintah Tuhan. Saat bagi Tiongkok untuk memikul tanggung-djawab jang amat besar sudah datang. Djika alam tidak berkehendak kepada kesudahan riwajat kita, pastilah ia ingin supaja kita dapat melandjutkan hidupnja bangsa kita didunia ini. Djika Tiongkok musnah ; maka kemusnahan itu tentulah disebabkan oleh Negara-negara Besar ; tegasnja : Negara-negara Besar itulah jang akan mendjadi perintang kemadjuan bangsa kita didunia ini. Barubaru ini seorang Rus berkata kepada saja: „Apakah sebabnja Lenin diserang atau ditentang oleh semua Negara-negara Besar? Tidak lain karena Lenin berani mengatakan bahwa masjarakat dunia itu terbagi atas dua golongan atau tingkatan - jang 1250 djuta dan jang 250 djuta; jang 1250 djuta masih berada dibawah tindasan jang 250 djuta, dan jang menindas ini tidaklah bertindak menurut kehendak alam, malahan sebaliknja, menentang kehendak alam. Hanja kalau kita atasi kekuatan itu, barulah kita bergerak menurut kehendak alam." Kalau kita mau mengatasi kekuatan itu, maka haruslah kita padu djumlah jang 400 djuta itu dan kita padukan dengan jang 1250 djuta machluk tertindas dari seluruh dunia. Kita mesti menganut nasionalisme jang hanja dapat ditjapai dengan me- menuhi sjarat-sjarat jang utama jaitu persatuan dikalangan kita''<noinclude></noinclude> m5e1c8p760kc0gtn56h7z3r1096g3xn Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/246 104 111572 310221 2026-08-10T04:59:15Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310221 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>zielsgevoelens hadden gedood? Dan zouden wij toch zeer zeker bedrogen uitkomen, want zelfs de onbeschaafdste volken verwensen allen vorm van overheersching. Als ik Nederlander was, zou ik dan ook geen onafhankelijkheidsfeest vieren in een land, waar wij het volk zijn onafhankelijkheid onthouden. Geheel in de lijn van dezen gedachtengang is het onbillijk niet alleen, maar ook ongepast, om de inlanders te doen bijdragen ten bate van het feestfonds. Beledigt men ze reeds door de idee der feestelijke herdenking zelf van Nederlands vrijheid, thans maakt men ook hun beurzen ledig. Voorwaar een moreele en stoffelijke belediging! Wat denkt men toch met al dat feestgevier te kunnen bereiken, hier in Indië? Als het een uiting van nationale vreugde moet beduiden, dan is het wel onverstandig om het hier in een overheerst land te doen. Men stoot het volk hier voor het hoofd. Of wil men daarmede een grootheids-betoog in politieken zin? Vooral in deze tijden, waar het volk van Indië bezig is zich te vormen en nog in een slaapdronken periode van ontwaking verkeert, is het een tactische fout, om dat volk het voorbeeld te geven, hoe het eventueel zijn vrijheid moet vieren. Men prikkelt zo de hartstochten, men ontwikkelt onbewust den vrijheidszin, de hoop op een komende onafhankelijkheid. Zonder opzet roept men het inlandsche volk toe: „Kijk, mensen, hoe wij onze onafhankelijkheid herdenken; heb de vrijheid lief, want het is een waar genot, om een vrij volk te wezen, vrij van alle overheersing!” Als de maand November dezes jaars voorbij zal zijn, zullen de Nederlandse kolonisten een politiek waagstuk hebben uitgehaald. Het risico zij dan op hun rekening. Ik zou de verantwoordelijkheid niet willen dragen, al was ik ook een Nederlander. Als ik Nederlander was, nu op dit moment, dan zou ik protesteren tegen het denkbeeld dezer herdenking. Ik zou in alle couranten schrijven, dat het verkeerd is, ik zou mijn medekolonisten waarschuwen, dat het gevaarlijk is in dezen tijd vrijheidsfeesten te houden, ik zou alle Nederlanders afraden,<noinclude> {{rh|252||}}</noinclude> a2gy0oah9vgo8epyl49t5l08c127wmj Halaman:San min chu i.pdf/74 104 111573 310222 2026-08-10T05:00:29Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310222 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>''sendiri, sesudah itu barulah kita dapat memikirkan golongan-golongan lain, membantu jang lemah dan ketjil, menggabungkan mereka dalam satu perdjuangan jang luas, menentang jang 250 djuta tadi. Baiklah kita ber-sama2 menggunakan Keadilan untuk menem-pur Kekuasaan jang memperkosa tadi, dan djika kaum jang memperkosa itu sudah lenjap dari dunia ini, barulah datang masanja untuk memperbintjangkan soal kewargaan dunia.'' ''-10 Pebruari 1924.''<noinclude></noinclude> tj4teholtvhd5pe8yggmqzorfinrlej Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/247 104 111574 310223 2026-08-10T05:01:09Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310223 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>om het ontwakende, vrijmoedig geworden volk van Nederlands Indie voor het hoofd te stoten en het mogelijk tot brutaliteit te brengen. Waarachtig, ik zou protesteren met alle kracht, die in mij is. Doch ... ik ben geen Nederlander, ik ben slechts een bruine zoon van dit tropisch land, een inboorling van deze Nederlandsse Kolonie, en daarom ook zal ik niet protesteren. Want als ik protesteerde, zou het mij kwalijk worden genomen. Ik zou immers het Nederlandsche volk, dat hier in mijn land regeert, beledigen en van mij afstoten. En dat wil ik niet, dat mag ik niet. Als ik Nederlander was zou ik immers het inlandsche volk niet voor het hoofd willen stoten? Ook zou men mij brutaal kunnen noemen tegenover Hare Majesteit, onze geëerbiedigde Koningin, en dat zou onvergeeflijk zijn, want ik hen Haar onderdaan, die Haar steeds trouw moet blijven. En daarom protesteer ik niet! Integendeel, ik zal aan de feesten deelnemen. Als straks een collecte wordt gehouden, dan zal ik mijn bijdrage doen, al moest ik daardoor mijn huishoudelijke begrooting tot op de helft terug brengen. Het is mijn plicht als inlander van Neêrland's Kolonie, om den onafhankelijkheidsdag van Nederland, het land van onze meesters, met luister mede te herdenken. Ik zal mijn landgenoten en mede-onderdanen van het Koninkrijk der Nederlanden allen vragen, om aan 't feest deel te nemen, want al is dit feest van zuiver Nederlandse betekenis, dan nog hebben we daarin de beste gelegenheid, om onze trouw en ons medevoelen aan Nederland te betuigen. Alzo zullen we houden een "aanhankelijkheidsdemonstratie" wat een genot zal het mij wezen. Goddank, dat ik geen Nederlander ben. Alle ironie terzijde thans. Zooals ik in den aanhef van dit opstel reeds gezegd heb, pleit het meervermelde 100 jarig jubileum van Neêrlands onafhankelijkheid voor de overal zo hoog verheven trouw aan het vaderland, in ons geval van de Nederlanders. Ik gun dezen dan ook ten volle de vreugde, die ze zullen genieten van hun nationale herdenking. Wat mij en velen mijner landgenoten<noinclude> {{rh|||253}}</noinclude> 33wiow1l9vcdtmu9igqkhmvbfs9ips8 Halaman:San min chu i.pdf/75 104 111575 310224 2026-08-10T05:02:02Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310224 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||Uraian IV}} Ekspansi bangsa-bangsa kulit putih - Kekuasaan bangsa Anglo Saxon Sebab-sebab perang dunia; persaingan bangsa dan perebutan daerah Amerika Serikat terlibat dalam peperangan karena pertalian bangsa dengan Inggeris- Hasil faham Presiden Wilson tentang menentukan nasib sendiri bagi bangsa-bangsa jang ketjil Pengchianatan terhadap tjitaPada hakekatnja peperangan itu satu tjita ini sesudah peperangan Satu akibat peperangan jang sangat pertarungan kaum-kaum kapitalis Pertarungan dunia jang inemberi pengharapan ialah revolusi Rusia Dibandingkan akan datang antara jang ditindas dan jang menindas dengan imperialisme modern, imperialisme kuno di Tiongkok lumajan Pertjakapan dengan konsol Inggeris Kekuasaan Amerika di Pilipina berkenaan dengan turut sertanja Tiongkok dalam peperangan Dunia Kesedjadjaran Tudjuan Negara-negara Sekutu jang pura-pura tjita-tjita politik Tiongkok kuno dengan tjita-tjita politik modern Keunggulan peradaban Eropah kalau dibandingkan dengan peradaban Ilmu pengetaTiongkok hanja terletak dalam lapangan materi sadja Tiongkok harus mentjintai tjitahuan Barat suatu prestasi jang baru tjita leluhurnja - Nasionalisme tangga pertama kearah internasionalisme. Penduduk dunia dewasa ini sudah mendekati angka seribu lima ratus djuta. Seperempat dari djumlah ini terdapat di Tiongkok, hingga berarti bahwa dari tiap-tiap empat orang didunia ini terdapat seorang Tionghoa. Bangsa kulit putih di Eropah, semuanja djuga berdjumlah 400 djuta. Bangsa kulit putih jang sekarang sedang meningkat kepuntjak kemadjuan itu, dapat kita bagikan dalam empat matjam bangsa: di Eropah-Tengah dan Utara bangsa Teuton, jang telah mendirikan berbagai-bagai negara. Jang terbesar diantaranja ialah Djerman dan lain-lainnja: Ustria, Sweden, Norwegia, Belanda dan Danmark. Di Eropah-Timur bangsa Slavia, jang telah pula membentuk beberapa negara. Jang terbesar diantaranja ialah Rusia, sedangkan Peperangan Eropah mengakibatkan timbulnja negara-negara muda seperti: Tjekoslowakia dan Jugoslavia; di Eropah-Barat bangsa Saxon atau Anglo-Saxon, jang mentjiptakan dua negara besar: Inggeris dan Amerika Serikat; di Eropah-Selatan bangsa Latin, jang mendirikan berbagai-bagai negara. Jang terbesar ialah Prantjis, Itali, Spanjol dan Portugis. Bangsa ini sebagian pindah ke Amerika-Selatan dan membentuk pemerintahan disana, seperti bangsa Anglo-Saxon jang pindah ke Amerika-Utara dan membentuk negara Kanada dan Amerika Serikat. Bangsa kulit putih di Eropah jang sekarang hanja berdjumlah 400 djuta, terbagi''<noinclude></noinclude> ba0duf9ipxwkyaaji23fx9dfqqovvnk Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/248 104 111576 310226 2026-08-10T05:02:59Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310226 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>echter tegen de borst stuit, is hoofdzakelijk het feit, dat thans weder de inlanders hebben mede te betalen voor een zaak, die hun niet in het minst aanbelangt. Wat zal het feest, dat wij helpen tot stand komen, ons wel brengen? Niemendal, hoogstens een herinnering aan ons adres, dat wij geen vrij volk zijn en dat "Nederland ons nimmer onafhankelijkheid zal schenken", voor zolang althans de heer Idenburg de landvoogdij blijft voeren, en dan — raar toch — de les, die wij uit de feesten zullen trekken: dat het n.l. een plicht moet zijn van een ieder, om den dag der onafhankelijkheidsverklaring zijns volks op waardige wijze te herdenken. Ik voel dan ook veel meer voor het denkbeeld, dezer dagen het eerst in het inlandsche dagblad "Kaoem Moeda" en in "De Expres" ontvouwd om te Bandoeng, vanwaar de idee der herdenking is uitgegaan en waar ook het hoofdcomité gevestigd is, een commissie van ontwikkelde inlanders te vormen, welk lichaam op den dag der herdenking een telegram van gelukwensch aan de Koningin zal zenden, waarbij echter tevens aangedrongen wordt op de buitenwerkingstelling van artikel 111 R.R., en op spoedige instelling van een Indisch Parlement,. Het resultaat van het verzoek — vooral wat betreft het laatste gedeelte daarvan — laat ik liever buiten beschouwing; de betekenis daarvan alleen kan ons reeds van grote waarde zijn. Houdt zulk een verzoek niet reeds een protest in zich, dat ons ten eerste, alle recht wordt en blijft onthouden om over politieke zaken te spreken. dat ons m.a.w. alle vrijheid op dat gebied is ontzegd? Een vrijheidlievend volk als het Nederlandsche. dat thans zijn vrijheidsfeesten gaat houden. moet zulk verzoek wel billijken. Wat de instelling van het parlement aangaat, daaruit spreekt ten duidelijkste de innige wensch, om coûte que coûte een stem in het kapittel te hebben. Dit is dan ook zeer nodig Waar uit de manier van ontwaken van het Indische volk genoegzaam kan blijken, dat de emancipatie met bijzondere snelheid voortschrijdt, daar mag zeker worden gedacht aan de mogelijkheid, dat dit nu nog overheerst volk op eenmaal zijn meester over het hoofd zal groeien. Wat dan, als veertig millioen goed ontwaakte mensen verantwoording komen eisen van<noinclude> {{rh|254||}}</noinclude> 2dnu8vabv9tgateou7ndz6wisp2p4x2 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/249 104 111577 310228 2026-08-10T05:04:01Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310228 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>dat honderdtal, dat de Tweede Kamer moet vormen en een volksvertegenwoordiging wordt genoemd? Wil men dan liever te elfder ure kapituleren, als de crisis daar zal zijn? Het klinkt een beetje wonderbaar, dat het meergemeld comité om een parlement zal vragen. Terwijl door de Regeering slechts schoorvoetend wordt te werk gegaan tot creëering ener koloniale vertegenwoordiging, waar hoogstwaarschijnlijk enkel uitgezochten door de Regeering worden benoemd als onze (z.g.) afgevaardigden in dien (z.g.) Kolonialen Raad — vide gementeraden! — komt daar het comité in galop aan met een geweldig voorstel, niets meer of minder dan een Indisch Parlement. Blijkbaar heeft het Comité slechts het oog gehad op het protest, in dat voorhands niet in te willigen verzoek vervat, en minder op het resultaat daarvan. Merkwaardig is het immers, dat juist op den dag, dat Nederlanders hun vrijheidsdag herdenken, het comité komt aanwaaien bij de Koningin, om de opheffing te verkrijgen van de absolute heerschappij van Nederland over een volk van veertig millioen zielen. Ziedaar nu reeds de invloed van het denkbeeld der herdenking! Neen, voorwaar, als ik Nederlander was, ik zou nimmer zulk jubileum willen vieren hier in een door ons overheerst land. Eérst dat geknechte volk zijn vrijheid geven, dan pas onze eigen vrijheid herdenken.<noinclude> {{rh|||255}}</noinclude> agf2qqsejldrqmn2oq3j52tu50126zh Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/250 104 111578 310229 2026-08-10T05:06:03Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310229 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''"ANDAI AKU SEORANG NEDERLANDER......".''' <br><br>oleh : <br><br>Suwardi Suryaningrat.</center> Dalam surat² kabar, kini setjara ramai² di-andjur"kan, supaja diadakan peradjaan di Hindia-Belanda ini, ''peradjaan kemerdekaan Nederland seratus tahun.'' Rupa²nja segenap penduduk negeri ini diharuskan mengetahuinja, bahwa tepat dalam bulan Nopember j.a.d. ini, Nederland mendjadi keradjaan kembali dan rakjatnja mendjadi bangsa lagi jang merdeka dan berdaulat, sekalipun dalam barisan negara² jang merdeka berdiri paling belakang. Dipandang dari sudut pengertian jang lajak, memang dapatlah orang membenarkan hadjat merajakan peristiwa nasional jang tersebut itu. Bukankah sudah sepatutnja kita menghargai ketjintaan dan penghormatan orang² Belanda terhadap negerinja sendiri, dengan pahlawan²nja?! Peringatan jang dimaksudkan itu adalah wudjudnja rasa kebanggaan, bahwa satu abad jang lalu Nederland berhasil melempar-kan pendjadjahan asing dan merupakan suatu bangsa sendiri. Saja dapat menempatkan diriku didalam rasa-batinnja para patriot Belanda sekarang, jang berkesempatan mengadakan peradjaan jang mulia itu. Karena saja sendiri ada seorang patriot dan seperti orang² Belanda jang berhaluan nasional dan mentjintai tanah tumpah darahnja itu, akupun mentjintai djuga tanah airku sendiri, lebih daripada jang dapat saja lahirkan dengan kata². Alangkah gembiranja, alangkah bahagianja, orang dapat memperingati peristiwa jang maha penting itu! Alangkah senangnja rasaku, apabila aku untuk sebentar sadja dalam angan²-ku djadi seorang Nederlander! Bukan Nederlander menurut "Staatsblad", namun Nederlander benar² dalam<noinclude> {{rh|256||}}</noinclude> 5e83stt6kus5qypr7ng6p3l0aapl9g1 310230 310229 2026-08-10T05:06:18Z Link PB 26772 310230 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''"ANDAI AKU SEORANG NEDERLANDER......".''' <br>oleh : <br>Suwardi Suryaningrat.</center> Dalam surat² kabar, kini setjara ramai² di-andjur"kan, supaja diadakan peradjaan di Hindia-Belanda ini, ''peradjaan kemerdekaan Nederland seratus tahun.'' Rupa²nja segenap penduduk negeri ini diharuskan mengetahuinja, bahwa tepat dalam bulan Nopember j.a.d. ini, Nederland mendjadi keradjaan kembali dan rakjatnja mendjadi bangsa lagi jang merdeka dan berdaulat, sekalipun dalam barisan negara² jang merdeka berdiri paling belakang. Dipandang dari sudut pengertian jang lajak, memang dapatlah orang membenarkan hadjat merajakan peristiwa nasional jang tersebut itu. Bukankah sudah sepatutnja kita menghargai ketjintaan dan penghormatan orang² Belanda terhadap negerinja sendiri, dengan pahlawan²nja?! Peringatan jang dimaksudkan itu adalah wudjudnja rasa kebanggaan, bahwa satu abad jang lalu Nederland berhasil melempar-kan pendjadjahan asing dan merupakan suatu bangsa sendiri. Saja dapat menempatkan diriku didalam rasa-batinnja para patriot Belanda sekarang, jang berkesempatan mengadakan peradjaan jang mulia itu. Karena saja sendiri ada seorang patriot dan seperti orang² Belanda jang berhaluan nasional dan mentjintai tanah tumpah darahnja itu, akupun mentjintai djuga tanah airku sendiri, lebih daripada jang dapat saja lahirkan dengan kata². Alangkah gembiranja, alangkah bahagianja, orang dapat memperingati peristiwa jang maha penting itu! Alangkah senangnja rasaku, apabila aku untuk sebentar sadja dalam angan²-ku djadi seorang Nederlander! Bukan Nederlander menurut "Staatsblad", namun Nederlander benar² dalam<noinclude> {{rh|256||}}</noinclude> 2a26tk4msl08nspplx1eo4ajiy8oj48 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/251 104 111579 310232 2026-08-10T05:08:06Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310232 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>arti kata putera aseli daripada "Groot Nederland" jang berdarah murni. Dalam anan² jang sedemikian aku akan ber-sorak² dengan rasa jang serba riang, kalau dalam bulan Nopember nanti datang hari jang ku-nanti²kan itu, hari perajaan kemerdekaan. Aku akan ber-teriak² gembira sambil melihat ber-kibar²nja Sang Tri-warna, bendera Nederland dengan pita lampirannja jang berwarna ORANJE itu. Tak djemu² aku akan menjanjikan lagu² kebangsaanku "Wilhelmus" dan "Wien Neêrlands bloed" pada tiap² saat musik akan melagukannja. Aku mungkin akan berbesar kepala karena pernjataan² kegembiraan itu; aku akan berterima kasih terhadap Tuhan di-geredja Kristen akan kebaikanNja. Aku akan berdo'a kepada Tuhan semoga kekuasaan Nederland, djuga di-tanah² djadjahannja, tetap ada dan dapat tetap mempertahankan kebesaran Nederland dengan kekuatan raksasa jang ada di-negeri² djadjahan itu. Kepada semua orang Belanda di Insulinde ini aku akan minta bantuan uang, tidak sadja untuk membiajai perajaan² tersebut, namun pula untuk membantu "rentjana tentara-laut"-nja ''Colijn'', jang amat giat berusaha guna mempertahankan kemerdekaan Nederland itu; aku akan .............. Ja, entah aku akan berbuat apa se-andainja aku seorang Nederlander; karena aku merasa mungkin akan berbuat apa sadja, kiraku. Tetapi, tidak betullah itu! Andai aku seorang Nederlander, tidaklah aku akan sampai hati untuk begitu. Benar aku akan meng-harap² supaja perajaan² kemerdekaan tadi dilakukan se-luas²nja, namun tidaklah aku akan menjetudjui, apabila rakjat dinegeri ini akan ikut serta dalam perajaan² itu. Aku akan mempagari tempat² perajaan, agar tidak seorang bumi-putera dapat melihat kegembiraan kita jang me-luap² dalam kita memperingati hari kemerdekaan kita itu. Menurut rasaku adalah sedikit banjak tidak sopan, memalukan dan kurang ber-adat, kalau kita (aku masih seorang Nederlander dalam angan²-ku) mengadjak orang² bumi-putera turut bergembira merajakan kemerdekaan negara dan bangsaku. Pertama kali pastilah kita akan menjinggung rasa-kehormatan-nja, karena kita dinegeri tumpah darahnja jang kita djadjah,<noinclude> {{rh|||257}}</noinclude> gy4x21e3ayd03y7sttas2vy5ciuhgm1 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/252 104 111580 310234 2026-08-10T05:10:54Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310234 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>memperingati kemerdekaan kita. Kita bergembira raja, karena seratus tahun j.l. kita dimerdekakan dari penguasa asing; dan ini akan berlangsung dengan dilihat oleh mereka jang kini masih kita djadjah itu, dan tentunja meng-harap²kan djugaa akan datangnja saat mereka dapat mengadakan peradjaan² kemerdekaan, seperti jang kini akan kita langsungkan itu?! Atau kita mengirakah, bahwa para inlander tadi sudah mati sama sekali perasaan batinnja, sebagai akibat politik pendjadjahan kita, jang menekan dan mematikan hati manusia itu? Djika begitu maka kita pasti akan menjaksikan kegagalan politik jang sedemikian itu, sebab tiap² rakjat, bahkan jang belum beradab pun sebetulnja menjangkal akan kebenaran tiap² pendjadjahan. Andai aku seorang Nederlander, tidaklah aku akan merajakan peradjaan kemerdekaan bangsaku dinegeri jang rakjatnja tidak kita beri kemerdekaan. Sesuai dengan laku fikiranku itu maka sungguh tidak sadja tidak adil, namun tidak patut pula rakjat dinegeri ini kita mintai bantuan uang guna membiajai pesta² kita itu. Kita sudah menghina mereka, berhubung dengan sifatnja peringatan kemerdekaan Nederand, disamping itu kita mengosongkan kantong-uangnja pula. Sungguh² penghinaan moreel dan materieel. Meng-harap²kan keuntungan apakah kita dengan mengadakan pesta² tadi dinegeri ini? Kalau itu merupakan pernjataan kegembiraan nasional, maka sungguh bodohlah kita mengadakan peradjaan kemerdekaan itu dinegeri jang terdjadjah. Orang melukai perasaan rakjat disini. Ataukah orang memang bermaksud mewudjudkan propaganda politik setjara besar²-an?! Di-waktu² ini, dimana rakjat sedang berusaha mendjadi bangsa, dan kini masih dalam waktu permulaan kesadaran, adalah salah belaka, apabila kita memberi tjontoh atau petundjuk bagaimana tjaranja mereka nanti akan merajakan kemerdekaannja. Orang me-ngobar²kan hawa nafsu serta keinginan rakjat jang tidak disadari, terhadap tjita² kemerdekaan dan kemungkinan akan datangnja. Tidak dengan disengadja se-olah² kita ber-teriak²: "Lihatlah, hai orang², bagaimana tjaranja kita memperingati kemerdekaan kita; tjintailah kemerdekaan, {{hws|ka|karena}}<noinclude> {{rh|258||}}</noinclude> l3lbx5zijakcl7npjn7xgct8rr0p3qb Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/253 104 111581 310235 2026-08-10T05:11:12Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310235 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hws|rena|karena}} sungguh bahagialah rakjat jang merdeka, lepas dari pendjadjahan!" Kalau nanti, bulan Nopember tahun ini sudah silam, maka akan terbuktilah orang kolonis Belanda telah melakukan politik jang berbahaja, segala akibatnja adalah tanggung djawab mereka. Aku tidak akan suka ikut bertanggung djawab, sekali-pun aku seorang Nederlander. Andai aku seorang Nederlander, pada saat ini djuga aku akan memprotes hadjat mengadakan peringatan itu. Aku akan menulis di surat² kabar, bahwa hadjat itu salah; aku akan mengingatkan kawan²ku se-kolonie, bahwa berbahajalah diwaktu ini mengadakan perajaan² kemerdekaan itu; aku akan menasehatkan sekalian orang Belanda supaja djanganlah menghina rakjat di Hindia Belanda, jang kini mulai menundjukkan keberanian dan mungkin akan berani bertindak pula; sungguh aku akan protes dengan segala kekuatan jang ada padaku. Tetapi ......... aku bukan seorang Nederlander; aku hanja seorang putera dari negeri ini, seorang "inboorling" dinegeri djadjahan Nederland ini; karena itu aku tidak akan protes. Sebab kalau aku protes pastilah aku akan dimarahi; aku akan menghina rakjat Nederland; dan aku akan mendjauhkan diri dari mereka jang kini berkuasa dinegeri ini. Dan itu bukanlah jang ku-kehendaki! Seandainja aku seorang Nederlander, pun aku djuga tidak akan suka menghina rakjat di negeri ini bukan?! Djuga aku akan didakwa bertindak kurang-adjar terhadap Seri Baginda Maharadja; dan ini akan dianggap kesalahan jang sangat besar dari seorang hamba; kesalahan karena tidak taat kepada Seri Baginda. Karena itu aku tidak akan protes. Sebaliknja aku akan ikut serta dalam perajaan tadi. Kalau nanti ada pengumpulan uang aku akan memberi derma, meski-pun untuk itu aku akan terpaksa mengurangi biaja hidupku dengan separohnja. Aku berwadjib sebagai "inlander" di negeri djadjahan Nederland ini, untuk ikut meramaikan perajaan hari kemerdekaan Nederland, jakni: negeri tuan² kita. Aku akan mengadjak<noinclude> {{rh|||259}}</noinclude> 01njg6m72h3f3x5zsnlft6wstha0ip2 Pembicaraan:Mustikarasa/Opor Nangka Muda 1 111582 310236 2026-08-10T05:11:30Z Mbee-wiki 5975 /* Header */ bagian baru 310236 wikitext text/x-wiki == Header == Halo @[[Pengguna:Badak Jawa|Badak Jawa]], terima kasih sudah berkontribusi di WS ID :) Terdapat kekurangan kecil pada header, mohon baris <code>previous=</code> dan <code>next=</code> dapat diisi dengan judul resep sebelumnya dan sesudahnya. Terima kasih :) [[Pengguna:Mbee-wiki|Mbee-wiki]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mbee-wiki|bicara]]) 10 Agustus 2026 05.11 (UTC) 2po0uwvrovpuyuxryemav7xe0j2ol6t Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/254 104 111583 310237 2026-08-10T05:12:41Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310237 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>segenap bangsaku jang djuga mendjadi hamba dari keradjaan Nederland, untuk ikut meradjakan hari kemerdekaan tadi, karena sekalipun peradjaan itu semata² kepentingan Belanda, namun kita akan dapat kesempatan untuk menjatakan perasaan kesetiaan kita. Djadi kita akan mengadakan "demonstrasi kesetiaan”. Alangkah besarnja rasa bahagia kita. Sjukur Alhamdulillah, aku bukan seorang Nederlander ! Tjukup sekian dan marilah sekarang kita meninggalkan sikap kita me-njindir² itu. Seperti sudah saja sebut pada permulaan karangan ini, hadjat meradjakan "seratus tahun kemerdekaan Nederland” itu menundjukkan kesetiaan rakjat Belanda kepada tanah airnja. Terhadap orang² Belanda itu saja tidak akan irihati berhubung dengan kebahagian jang akan mereka rasai dengan peringatan nasional mereka itu. Tetapi, jang dalam pada itu sangat melukai perasaan saja ialah bahwa untuk sekian kalinja rakjat disuruh ikut membiajai usaha, jang sama sekali bukan kepentingannja. Akan memberi keuntungan apakah peradjaan jang kita harus ikut membiajai itu ? Bagi mereka sedikitpun ta’ ada. Sebaliknja bagi kita ada ke-untungannja, ''pertama'' : bahwa niat peradjaan kemerdekaan tadi mengingatkan kepada rakjat, bahwa "Nederland tidak akan memberi kemerdekaan kepada kita.” Artinja ......... selama Gobnor Djenderal Idenburg berkuasa sebagai wali Negara. ''Kedua'' : hadjat peradjaan itu memberi pengadjaran kepada kita, bahwa tiap² orang wadjib memperingati hari pernjataan kemerdekaan rakjatnja dengan se-chidmat²nja. Berhubung dengan itu saja sangat menjetudjui buah fikiran jang baru² ini dimuat dalam harian² "Kaoem Moeda” dan "De Expres” supaja di Bandung, dimana hadjat peradjaan kemerdekaan timbul dan kemudian mendjadi tempat kedudukan hoofd-comiténja, nanti kita mendirikan "Panitya Nasional” dari orang² bangsa kita jang terkemuka, dengan maksud pada hari peradjaan kemerdekaan Nederland itu, mengirimkan tilgram<noinclude> {{rh|||260}}</noinclude> 8y1kmz3fn0iq4e4aqyijzdbf04bgxkm Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/53 104 111584 310240 2026-08-10T05:13:45Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'INTtr PIDATO BUI{G KARNO r20 Mei 1948 di Jogjakarra). ' Galungltth Persutuan Nasiowtl Kita hitrus nwniusun ! macht.spoli.tik ! Dalam pidato jang diutjapkan pada upatjara hari 40 tahun hebangunan Nasicnal. Presiden Sukarno menurut Harian l.Iasional di Jogja antara lain rnengandjurkan supaja segera dibentuk suatu pauit_1,a jang akan n:errjiapkan pembuatan (barang milik nasionall jang l;csar. misainja gedong rakjat. stadion, bibliotheek diur... 310240 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>INTtr PIDATO BUI{G KARNO r20 Mei 1948 di Jogjakarra). ' Galungltth Persutuan Nasiowtl Kita hitrus nwniusun ! macht.spoli.tik ! Dalam pidato jang diutjapkan pada upatjara hari 40 tahun hebangunan Nasicnal. Presiden Sukarno menurut Harian l.Iasional di Jogja antara lain rnengandjurkan supaja segera dibentuk suatu pauit_1,a jang akan n:errjiapkan pembuatan (barang milik nasionall jang l;csar. misainja gedong rakjat. stadion, bibliotheek diur iain-lain. Djuga diar'djurkan supaja setiap 10 tahun Hari li,iasional ini tliperingati setjara besar-ites;rran l ebih djauh Presiden menjatakan, bahwa dalanr 40 tahun ini kita niengiriami djatuh dan bangun, serta beberapa kekalahan, terapi garis besarnja pada umun:nj,a iaiah rerus naik, karena tiap kekaiahan selalu kita pergunakan untuk mcngembil peiadjaran dari padanja. Dikatakann.ya, tidaklirh benar kalau orang menganggap per, gerakan kebangsaan kila ini sebagai suatu oergerakan jlng berdiri sendiri, teriepas dari kebangunan Asia umum. Kebangkitan itu adalah suatu peristiwa dalam proses revolusi kemerdekaan seluruh bangsa-bangsa djadjahan, suatu tjintjin dalam rantai revolusi kemerrjekaan seluruh l:angsa-bangsa djadjahan itaklukan). Ia adalalr historis-revolusionair, bukan bikinan suatu hukurn konstitutioneel bukan pula bikinan suatu instantie diluar negeri. Banjak pemrmpin-pe,rnimpin kit;r telah rvafat, terapi idee kita terus hidup Sebalilrnja apakah evolusi idee itu pada pihak Belanda 5.i. ?<noinclude></noinclude> 4k7nr7d9ni1hjscvyack1sv42jyj4va 310256 310240 2026-08-10T05:25:29Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310256 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{c|'''INTI PIDATO BUNG KARNO'''<br>(20 Mei 1948 di Jogjakarta).}} {{c|'''Galanglah Persatuan Nasional !'''<br>'''Kita harus menjusun machtspolitik !'''}} Dalam pidato jang diutjapkan pada upatjara hari 40 tahun kebangunan Nasional. Presiden Sukarno menurut Harian Nasional di Jogja antara lain mengandjurkan supaja segera dibentuk suatu panitya jang akan menjiapkan pembuatan (barang milik nasional) jang besar, misalnja gedong rakjat, stadion, bibliotheek dan lain-lain. Djuga diandjurkan supaja setiap 10 tahun Hari Nasional ini diperingati setjara besar-besaran lebih djauh Presiden menjatakan, bahwa dalam 40 tahun ini kita mengalami djatuh dan bangun. serta beberapa kekalahan. tetapi garis besarnja pada umumnja ialah terus naik, karena tiap kekalahan selalu kita pergunakan untuk mengambil peladjaran dari padanja. Dikatakannja, tidaklah benar kalau orang menganggap pergerakan kebangsaan kita ini sebagai suatu pergerakan jang berdiri sendiri, terlepas dari kebangunan Asia umum. Kebangkitan itu adalah suatu peristiwa dalam proses revolusi kemerdekaan seluruh bangsa-bangsa djadjahan, suatu tjintjin dalam rantai revolusi kemerdekaan seluruh bangsa-bangsa djadjahan (taklukan). Ia adalah historis-revolusionair, bukan bikinan suatu hukum konstitutioneel bukan pula bikinan suatu instantie diluar negeri. Banjak pemimpin-pemimpin kita telah wafat, tetapi idee kita terus hidup Sebaliknja apakah evolusi idee itu pada pihak Belanda ?<noinclude>{{rh|54}}</noinclude> lanl0p16svi99afsf5cs9ditegubscy 310257 310256 2026-08-10T05:26:03Z Aeia aai 24023 310257 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{c|'''INTI PIDATO BUNG KARNO'''<br>(20 Mei 1948 di Jogjakarta).}} {{c|''Galanglah Persatuan Nasional !''<br>''Kita harus menjusun machtspolitik !''}} Dalam pidato jang diutjapkan pada upatjara hari 40 tahun kebangunan Nasional. Presiden Sukarno menurut Harian Nasional di Jogja antara lain mengandjurkan supaja segera dibentuk suatu panitya jang akan menjiapkan pembuatan (barang milik nasional) jang besar, misalnja gedong rakjat, stadion, bibliotheek dan lain-lain. Djuga diandjurkan supaja setiap 10 tahun Hari Nasional ini diperingati setjara besar-besaran lebih djauh Presiden menjatakan, bahwa dalam 40 tahun ini kita mengalami djatuh dan bangun. serta beberapa kekalahan. tetapi garis besarnja pada umumnja ialah terus naik, karena tiap kekalahan selalu kita pergunakan untuk mengambil peladjaran dari padanja. Dikatakannja, tidaklah benar kalau orang menganggap pergerakan kebangsaan kita ini sebagai suatu pergerakan jang berdiri sendiri, terlepas dari kebangunan Asia umum. Kebangkitan itu adalah suatu peristiwa dalam proses revolusi kemerdekaan seluruh bangsa-bangsa djadjahan, suatu tjintjin dalam rantai revolusi kemerdekaan seluruh bangsa-bangsa djadjahan (taklukan). Ia adalah historis-revolusionair, bukan bikinan suatu hukum konstitutioneel bukan pula bikinan suatu instantie diluar negeri. Banjak pemimpin-pemimpin kita telah wafat, tetapi idee kita terus hidup Sebaliknja apakah evolusi idee itu pada pihak Belanda ?<noinclude>{{rh|54}}</noinclude> r8f7vbndttajq3qqsosft6a95sfk9wu Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/54 104 111585 310241 2026-08-10T05:14:03Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Sajang sekali tidak, l;ata Burtg Karrut. Memang pada hakekatnja irnperiaiisme adalah saudara kandung Jari-pada fasisme. Didala- 40 tahun itu dipihak kita tr:mbuhTah tjiti-tjita d,emokrasi, tetapi berbaren-san,dengan-itu banjaklah diumtan peinirnpin-pemimpin ki'ta jang dilempa-rkan t<edalarn p"ndiut^ atau dalam pcngasingan' Kita makin lama makin ilentjintai ldee kemerdel<aan. fihak sana makin lama makin mendjauhi. kita mcnaik niereka nlenurun'... 310241 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>Sajang sekali tidak, l;ata Burtg Karrut. Memang pada hakekatnja irnperiaiisme adalah saudara kandung Jari-pada fasisme. Didala- 40 tahun itu dipihak kita tr:mbuhTah tjiti-tjita d,emokrasi, tetapi berbaren-san,dengan-itu banjaklah diumtan peinirnpin-pemimpin ki'ta jang dilempa-rkan t<edalarn p"ndiut^ atau dalam pcngasingan' Kita makin lama makin ilentjintai ldee kemerdel<aan. fihak sana makin lama makin mendjauhi. kita mcnaik niereka nlenurun' Presiden kemudian meneranskan, bahwa ditahun se::ibu ,".Lilun ratus dua puluh semLilan sudah terang bagi kita traf,wa perang Pasifiir ak-an petjah jang ak'an menj€ret imperia- lisrne lielanda d;dalam hamuknja taufan prahara peperangan itu. (Ini rantalan Bung Kamo pada th' 1929 KfiD')' iada waktu itu kita cljuga tahu:" kalau imperialisme Bela'da sudah remuk, rnaka itu aclalah suatu situatie revolusionair jang baik untuk rnelepaskan lndon6'sia dari imperiailisme itu' Pada saat dernikianiah mulai sedjarah jang paling baru' jaitu sedjarahnja RePublik. lvfeski .,Renville" telah ditanda tangani, ichtiar untuk meremukkan Republilr dengan djalan larn berlaku terus menerus' Bahaja tetao mengantjam ltepubiik dari segala pendjuru' kitaIetapi kita tidak perlu char'vatir, achirnja insja Alleh - sjarar lah jang akan menang, asal kita 'memenuhi beberapa jang perlu untuk kemenangan itu. Kemudian Presiden menguraikan ichtisar sedjarah oergerakan Indonesia sedjak tahun 190E. Dapatkah oartai-partai didalam bentuknja jang dulu itu membawa rakjat lndonesia kepada kemerdekaan jang kekal dan abadi? Djawabnja: Tidak i Sebabnja ialah partai-partai itu semuanja satu persatu menderita kekurangan'kekurangan. Misalnja, partai Komunis rncionesia dan Serikat Rakjat dalam beniuk dan politiknla jang dulu tidak bisa mentjapai Indonesia merdeka, karena politik meieka memiruat suatu kesalahan fundamenteel, jaitu ,,mau<noinclude></noinclude> d3wrdq0ubcmmdnqq8ptin2ajs7v283w 310265 310241 2026-08-10T05:31:57Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310265 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>Sajang sekali tidak, kata ''Bung Karno''. Memang pada hakekatnja imperialisme adalah saudara kandung dari pada fasisme. Didalam 40 tahun itu dipihak kita tumbuhlah tjita-tjita demokrasi, tetapi berbarengan dengan itu banjaklah djumlah pemimpin-pemimpin kita jang dilemparkan kedalam pendjara atau dalam pengasingan. Kita makin lama makin mentjintai idee kemerdekaan. fihak sana makin lama makin mendjauhi. kita menaik mereka menurun. Presiden kemudian menerangkan, bahwa ditahun seribu sembilan ratus dua puluh sembilan sudah terang bagi kita bahwa perang Pasifik akan petjah jang akan menjérét imperialisme Belanda didalam hamuknja taufan prahara peperangan itu. (Ini ramalan Bung Karno pada th. 1929 KHD.). Pada waktu itu kita djuga tahu kalau imperialisme Belanda sudah remuk, maka itu adalah suatu situatie revolusionair jang baik untuk melepaskan Indonésia dari imperialisme itu. Pada saat demikianlah mulai sedjarah jang paling baru. jaitu sedjarahnja Republik. Meski „Renville” telah ditanda tangani, ichtiar untuk meremukkan Republik dengan djalan lain berlaku terus menerus. Bahaja tetap mengantjam Republik dari segala pendjuru. Tetapi kita tidak perlu chawatir, achirnja insja Allah ― kitalah jang akan menang, asal kita memenuhi beberapa sjarat jang perlu untuk kemenangan itu. Kemudian Presiden menguraikan ichtisar sedjarah pergerakan Indonesia sedjak tahun 1908. Dapatkah partai-partai didalam bentuknja jang dulu itu membawa rakjat Indonesia kepada kemerdekaan jang kekal dan abadi? Djawabnja: Tidak ! Sebabnja ialah partai-partai itu semuanja satu persatu menderita kekurangan-kekurangan. Misalnja, partai Komunis indonesia dan Serikat Rakjat dalam bentuk dan politiknja jang dulu tidak bisa mentjapai Indonesia merdeka, karena politik mereka membuat suatu kesalahan fundamenteel, jaitu „mau<noinclude>{{rh|||55}}</noinclude> ixbx8263acndqzqmpudyp7c89dsunnc Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/255 104 111586 310242 2026-08-10T05:14:34Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310242 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>pernjataan selamat kepada Ratu Nederland, dalam mana dengan kuat akan didorongkan: <ol type="1" start="a."> <li>pembatalan artikel 111 R.R. dan</li> <li>segera dibentuknja Parlemen.</li> </ol> Hasil daripada permintaan itu, lebih² jang mengenai bagian jang terachir, disini tidak akan saja bitjarakan; jang penting ialah artinja, jang pasti akan sangat berharga. Permintaan keras seperti jang dimaksudkan itu dengan sendirinja mengandung ''protes'', bahwa hingga kini rakjat sama sekali tidak diberi hak untuk ikut membitjarakan soal² politik. Dengan perkataan lain, bahwa kita sama sekali tidak diberi hak untuk bertjita-tjita kemerdekaan. Rakjat jang tjinta kemerdekaan, seperti rakjat Nederland jang kini akan merajakan hari kemerdekaannja itu, harus membenarkan permintaan Panitya kita itu. Tentang andjuran jang bertali dengan pembentukan parlemen, adjuran itu dengan njata mewudjudkan ke-inginan rakjat untuk diberi hak ikut bersuara. bagaimanapun nanti tjaranja. Ini perlu sekali. Dimana sifat kebangunan rakjat dengan djelas membuktikan tjepatnja perkembangan ke-arah kemerdekaan, maka mungkin sekali, rakjat jang kini masih didjadjah itu, nanti akan melampaui segala pembatasan² jang diadakan oleh pihak jang berkuasa. Bagaimana nanti?! Bagaimana kalau 10 djuta orang² jang telah sadar nanti minta perhitungan kepada sedjumlah 100 orang jang menduduki „Tweede Kamer" dan disebut „Perwakilan Rakjat" itu?! Apakah mereka ingin se-konjong² melakukan „kapitulasi" nanti, kalau saat memuntjak mendjadi krisis? Sebenarnja ada anéh sekali, panitya kita tadi mendesak akan adanja Parlemen. Oleh pemerintah Hindia - Belanda hanja setjara ragu² kita dibolehkan ikut memperhatikan soal diwudjudkannja sebuah badan perwakilan, jang bersifat kolonial, jang didalamnja mungkin sekali hanja duduk orang² jang diangkat oleh pemerintah dan nantinja akan dianggap wakil² kita didalam dewan perwakilan jang akan disebut „Koloniale Raad" itu; sama hal dan keadaannja dengan „gemeenteraden" jang ada. Dan sekarang panitya tersebut memadjukan sebuah usul jang hebat, jaitu tak kurang dan tak lebih daripada dibentuknja Parlemen!<noinclude> {{rh|||261}}</noinclude> fcfbwr5ifqatmymw75c9xg2qyjmp8hv 310243 310242 2026-08-10T05:14:56Z Link PB 26772 310243 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>pernjataan selamat kepada Ratu Nederland, dalam mana dengan kuat akan didorongkan: <ol type="a." start="a"> <li>pembatalan artikel 111 R.R. dan</li> <li>segera dibentuknja Parlemen.</li> </ol> Hasil daripada permintaan itu, lebih² jang mengenai bagian jang terachir, disini tidak akan saja bitjarakan; jang penting ialah artinja, jang pasti akan sangat berharga. Permintaan keras seperti jang dimaksudkan itu dengan sendirinja mengandung ''protes'', bahwa hingga kini rakjat sama sekali tidak diberi hak untuk ikut membitjarakan soal² politik. Dengan perkataan lain, bahwa kita sama sekali tidak diberi hak untuk bertjita-tjita kemerdekaan. Rakjat jang tjinta kemerdekaan, seperti rakjat Nederland jang kini akan merajakan hari kemerdekaannja itu, harus membenarkan permintaan Panitya kita itu. Tentang andjuran jang bertali dengan pembentukan parlemen, adjuran itu dengan njata mewudjudkan ke-inginan rakjat untuk diberi hak ikut bersuara. bagaimanapun nanti tjaranja. Ini perlu sekali. Dimana sifat kebangunan rakjat dengan djelas membuktikan tjepatnja perkembangan ke-arah kemerdekaan, maka mungkin sekali, rakjat jang kini masih didjadjah itu, nanti akan melampaui segala pembatasan² jang diadakan oleh pihak jang berkuasa. Bagaimana nanti?! Bagaimana kalau 10 djuta orang² jang telah sadar nanti minta perhitungan kepada sedjumlah 100 orang jang menduduki „Tweede Kamer" dan disebut „Perwakilan Rakjat" itu?! Apakah mereka ingin se-konjong² melakukan „kapitulasi" nanti, kalau saat memuntjak mendjadi krisis? Sebenarnja ada anéh sekali, panitya kita tadi mendesak akan adanja Parlemen. Oleh pemerintah Hindia - Belanda hanja setjara ragu² kita dibolehkan ikut memperhatikan soal diwudjudkannja sebuah badan perwakilan, jang bersifat kolonial, jang didalamnja mungkin sekali hanja duduk orang² jang diangkat oleh pemerintah dan nantinja akan dianggap wakil² kita didalam dewan perwakilan jang akan disebut „Koloniale Raad" itu; sama hal dan keadaannja dengan „gemeenteraden" jang ada. Dan sekarang panitya tersebut memadjukan sebuah usul jang hebat, jaitu tak kurang dan tak lebih daripada dibentuknja Parlemen!<noinclude> {{rh|||261}}</noinclude> gufbo74opb18wtf2syv4o6hw1a6hfck 310244 310243 2026-08-10T05:15:16Z Link PB 26772 310244 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>pernjataan selamat kepada Ratu Nederland, dalam mana dengan kuat akan didorongkan: <ol type="a"> <li>pembatalan artikel 111 R.R. dan</li> <li>segera dibentuknja Parlemen.</li> </ol> Hasil daripada permintaan itu, lebih² jang mengenai bagian jang terachir, disini tidak akan saja bitjarakan; jang penting ialah artinja, jang pasti akan sangat berharga. Permintaan keras seperti jang dimaksudkan itu dengan sendirinja mengandung ''protes'', bahwa hingga kini rakjat sama sekali tidak diberi hak untuk ikut membitjarakan soal² politik. Dengan perkataan lain, bahwa kita sama sekali tidak diberi hak untuk bertjita-tjita kemerdekaan. Rakjat jang tjinta kemerdekaan, seperti rakjat Nederland jang kini akan merajakan hari kemerdekaannja itu, harus membenarkan permintaan Panitya kita itu. Tentang andjuran jang bertali dengan pembentukan parlemen, adjuran itu dengan njata mewudjudkan ke-inginan rakjat untuk diberi hak ikut bersuara. bagaimanapun nanti tjaranja. Ini perlu sekali. Dimana sifat kebangunan rakjat dengan djelas membuktikan tjepatnja perkembangan ke-arah kemerdekaan, maka mungkin sekali, rakjat jang kini masih didjadjah itu, nanti akan melampaui segala pembatasan² jang diadakan oleh pihak jang berkuasa. Bagaimana nanti?! Bagaimana kalau 10 djuta orang² jang telah sadar nanti minta perhitungan kepada sedjumlah 100 orang jang menduduki „Tweede Kamer" dan disebut „Perwakilan Rakjat" itu?! Apakah mereka ingin se-konjong² melakukan „kapitulasi" nanti, kalau saat memuntjak mendjadi krisis? Sebenarnja ada anéh sekali, panitya kita tadi mendesak akan adanja Parlemen. Oleh pemerintah Hindia - Belanda hanja setjara ragu² kita dibolehkan ikut memperhatikan soal diwudjudkannja sebuah badan perwakilan, jang bersifat kolonial, jang didalamnja mungkin sekali hanja duduk orang² jang diangkat oleh pemerintah dan nantinja akan dianggap wakil² kita didalam dewan perwakilan jang akan disebut „Koloniale Raad" itu; sama hal dan keadaannja dengan „gemeenteraden" jang ada. Dan sekarang panitya tersebut memadjukan sebuah usul jang hebat, jaitu tak kurang dan tak lebih daripada dibentuknja Parlemen!<noinclude> {{rh|||261}}</noinclude> apsts3s5ftbfqsr71w4qzdx5mgu2v7v Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/256 104 111587 310245 2026-08-10T05:16:15Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310245 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Rupa²nja panitya kita hanja mengutamakan sifat pokoknja protes sadja, belum mementingkan bagaimana nanti akan hasilnja. Bukankah menarik perhatian, bahwa djustru pada Hari Kemerdekaan bangsa Belanda panitya memadjukan permintaan kepada Radja Puteri Belanda, untuk mengachiri pendjadjahan Nederland terhadap rakjat jang 40 djuta banjaknja itu. Itulah pengaruh jang kini sudah timbul, pengaruh daripada niat atau hadjat mengadakan peradjaan kemerdekaan, jang kini sedangnja dipersiapkan itu. Sungguh, se-andainja saja seorang Nederlander, tidaklah saja akan merajakan peringatan kemerdekaan dinegeri jang masih terdjadjah itu. Lebih dahulu berilah kemerdekaan kepada rakjat jang masih kita kuasai, barulah boleh orang memperingati kemerdekaannja sendiri.<noinclude> {{rh|262||}}</noinclude> o8kc4q3iawb78mivocwcembxom23ppy Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/257 104 111588 310246 2026-08-10T05:17:17Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310246 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''AZAS PERDJUANGAN TAMAN SISWA'''</center> Dalam masa 20 Mei 1908 sampai 17 Agustus 1945 banjaklah kita dapati kedjadian, beruntai merupakan rantai kedjadian, jang bagaimanapun djuga memberi peseronja jang tak dapat dikatakan ketjil dalam melaksanakan lahirnja 17 Agustus. Karena, kedjadian-kedjadian itu, disamping lahir dari sebab iang sama, mempunjai stempel jang sama pula jang dapat dirumuskan: membebaskan diri dari kekuasaan Belanda dan menudju masjarakat baru, politik baru, ekonomi baru, kebudajaan baru dan djiwa baru. Satu dari mata rantai kedjadian itu ialah pendirian perguruan Taman Siswa pada 3 Djuli 1922, jang pertama kali memakai nama „Instituut Nasionaal Onderwijs Taman Siswa", kemudian Perguruan Kebangsaan Taman Siswa" dan achirnja „Perguruan Taman Siswa". Pada waktu itu kita masih hidjau dalam dunia pergerakan. Kesalahan-kesalahan dalam siasat tentu ada. Dan ternjata ada, jang membukakan kesempatan seluas-luasnja bagi Gubernur Djendral Hindia Belanda untuk memakai exorbitante rechten-nja. Pendigulan dan pembuangan keluar Indonesia adalah hasilnja. Pembuangan pada waktu itu dianggap sebagai satu kebanggaan, tetapi djika ditindjau lebih dalam adalah hal jang sangat merugikan, karena mereka ditjeraikan dari samping kita dalam waktu belum mempunjai kesempatan untuk menjerahkan pertanggungan djawab perdjuangan pada jang ditinggalkan. Dalam hal jang sedemikian haruslah berani kita mentjari djalan keluar dengan berpedoman pada kesalahan-kesalahan jang dibuat, jang mengerahkan tenaga kearah revolusi sosial dengan melangkahi revolusi nasional. Kesalahan-kesalahan ini harus dibersihkan. Kesalahan-kesalahan akibat ideologie. Dan ideologie harus ditentang dengan ideologie pula. Ideologie harus dapat mengeluarkan kita dari hubungan kolonial jang pintjang, jang penuh dengan politik handicap. Harus ditjari djalan keluar dari susunan jang dibuat Belanda, susunan jajng tidak<noinclude> {{rh|||263}}</noinclude> awd0pxyk0cxxmttuvv31gq2tafbhzi3 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/258 104 111589 310250 2026-08-10T05:18:37Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310250 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>kenal hak manusia untuk dapat mengatur hidupnja sendiri sesuaî dengan kodratnja, membentuk suatu masjarakat jang memungkinkan lahirnja manusia-manusia merdeka, susunan jang dapat merupakan satu wisselwerking jang harmonis antara individu dengan masjarakatnja sebagai satu kesatuan hidup-bersama, sedar akan hak dan kewadjibannja, mengecap hidup-budaja jang laras dengan kebutuhan kita. Susunan jang memungkinkan kesemuanja ini tidak ada. Dan ini bukan mendjadi satu keheranan, karena antara pendjadjah dan jang terdjadjah tiada mungkin bersamaan kepentingan. Djustru inilah tanah tempat berpîdjak sangat berlainan. Kompromis memang sukar didapat. Kita tahu, kita berada dalam keadaan urai-sendi. Perubahan dan perbaikan tidak mungkin diharapkan. Kita harus berusaha sendiri. Tanah air harus merdeka. Maka keluarlah Taman Siswa dengan nation-making education-nja. Dari orang terdjadjah sampai mendjadi nation, merupakan satu metamorphose jang besar, bukan metamorphose dalam bentuk lahir sadja, tetapi djuga reorganisasi kedjiwaan. Untuk mengikis karat-karat kolonial jang telah melekat didjiwa berabad-abad bukanlah soal mudah. Dan kalau dengan tenaga jang ada kita kerahkan untuk menumbangkan benteng kolonial, jang ternjata memang tangguh, dan tidak pandai memainkan siasat, maka akan berkesudahan dengan dabacle sadja dan tergelintjir dalam Todestrieb. Harus ditjari djalan jang tertentu dan tegas sehingga kita jakin akan kemenangan. Ini harus berlaku systematis. Setelah mengingat faktor-faktor tersebut, melihat keadaan jang akan datang, maka putuslah sebagai azas dipakai jang tertera dibawah ini: # Hak seorang akan mengatur dirinja (zelfbeschikkingsrecht) dengan mengintai tertibnja persatuan dalam perikhidupan umum (maatschappelijk saamhorigheid), itulah azas kita jang pertama. :''Tertib dan Damai'' (Tata lan Tentrem, Orde en Vrede) itulah tudjuan kita jang setinggi-tingginja. Tidak adalah ketertiban terdapat, kalau tidak bersandar pada ''perdamaian''. Sebaliknja tak akan ada orang ''damai'' djika ia dirintangi dalam segala sjarat kehidupannja.<noinclude> {{rh|264||}}</noinclude> 5n74vmh2memqwax4tm5c67hm8eqrewq 310251 310250 2026-08-10T05:19:31Z Link PB 26772 310251 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>kenal hak manusia untuk dapat mengatur hidupnja sendiri sesuaî dengan kodratnja, membentuk suatu masjarakat jang memungkinkan lahirnja manusia-manusia merdeka, susunan jang dapat merupakan satu wisselwerking jang harmonis antara individu dengan masjarakatnja sebagai satu kesatuan hidup-bersama, sedar akan hak dan kewadjibannja, mengecap hidup-budaja jang laras dengan kebutuhan kita. Susunan jang memungkinkan kesemuanja ini tidak ada. Dan ini bukan mendjadi satu keheranan, karena antara pendjadjah dan jang terdjadjah tiada mungkin bersamaan kepentingan. Djustru inilah tanah tempat berpîdjak sangat berlainan. Kompromis memang sukar didapat. Kita tahu, kita berada dalam keadaan urai-sendi. Perubahan dan perbaikan tidak mungkin diharapkan. Kita harus berusaha sendiri. Tanah air harus merdeka. Maka keluarlah Taman Siswa dengan nation-making education-nja. Dari orang terdjadjah sampai mendjadi nation, merupakan satu metamorphose jang besar, bukan metamorphose dalam bentuk lahir sadja, tetapi djuga reorganisasi kedjiwaan. Untuk mengikis karat-karat kolonial jang telah melekat didjiwa berabad-abad bukanlah soal mudah. Dan kalau dengan tenaga jang ada kita kerahkan untuk menumbangkan benteng kolonial, jang ternjata memang tangguh, dan tidak pandai memainkan siasat, maka akan berkesudahan dengan dabacle sadja dan tergelintjir dalam Todestrieb. Harus ditjari djalan jang tertentu dan tegas sehingga kita jakin akan kemenangan. Ini harus berlaku systematis. Setelah mengingat faktor-faktor tersebut, melihat keadaan jang akan datang, maka putuslah sebagai azas dipakai jang tertera dibawah ini: <ol type="1" start="1"> <li>Hak seorang akan mengatur dirinja (zelfbeschikkingsrecht) dengan mengintai tertibnja persatuan dalam perikhidupan umum (maatschappelijk saamhorigheid), itulah azas kita jang pertama.</li> </ol> ''Tertib dan Damai'' (Tata lan Tentrem, Orde en Vrede) itulah tudjuan kita jang setinggi-tingginja. Tidak adalah ketertiban terdapat, kalau tidak bersandar pada ''perdamaian''. Sebaliknja tak akan ada orang ''damai'' djika ia dirintangi dalam segala sjarat kehidupannja.<noinclude> {{rh|264||}}</noinclude> 6hjnqg9tc7t1hpn8fim9kw2vey316rb Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/259 104 111590 310253 2026-08-10T05:23:20Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310253 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Bertumbuh menurut kodrat (natuurlijke kroei) itulah perlu sekali untuk segala kemadjuan (evolutie) dan harus dimerdekakan seluasnja. Maka dari itu pendidikan jang beralaskan sjarat "paksaan-hukum-ketertiban" (regering-tucht-orde, inilah perkataan opvoedkunde) itu kita anggap memperkosa hidup kebatinan anak. Jang kita pakai sebagai alat pendidikan jaitu ''pemeliharaan dengan sebesar perhatian'' untuk mendapat tubuhnja hidup anak, lahir dan batin, menurut kodratnja sendiri. Inilah kita namakan "Among-methode". <ol type="1" start="2"> <li>Dalam systeem ini maka pengadjaran berarti mendidik anak akan mendjadi manusia jang merdeka batinnja, merdeka fikirannja dan merdeka tenaganja. Guru djangan hanja memberi pengetahuan jang perlu dan baik sadja akan tetapi harus djuga mendidik simurid akan dapat mentjari sendiri pengetahuan itu dan memakainja guna amal keperluan umum. Pengetahuan jang baik dan perlu, jaitu manfaat untuk keperluan lahir dan batin dalam hidup bersama (sociaal belang).</li> <li>Tentang zaman jang akan datang, maka Rakjat kita ada didalam kebingungan. Seringkali kita tertipu oleh keadaan jang kita pandang perlu dan laras untuk hidup kita, padahal itu adalah keperluan bangsa asing jang sukar didapatnja dengan alat penghidupan kita sendiri.</li> </ol> Demikian atjap kali kita merusak sendiri kedamaian hidup kita. Lagi pula kita sering djuga memntingkan pengadjaran jang hanja menudju terlepasnja fikiran (intellectualisme), padahal pengadjaran itu membawa kita pada gelombang penghidupan jang tidak merdeka (economisch afhankelijk) dan memisahkan orang² jang terpeladjar dengan rakjatnja. Didalam zaman kebingungan ini seharusnjalah ''keadaban kita sendiri'' (cultuurhistorie), kita pakai sebagai penundjuk djalan untuk mentjari kehidupan baru jang selaras dengan kodrat kita ,dan akan memberikan kedamaian dalam hidup kita. Dengan keadaban bangsa kita sendiri kita lalu pantas berhubungan bersama-sama dengan keadaan bangsa asing. <ol type="1" start="4"> <li>Oleh karena pengadjaran jang hanja terdapat oleh sebagian ketil dari rakjat kita itu tidak berfaedah untuk bangsa, maka haruslah golongan rakjat jang terbesar dapat pengadjaran</li> </ol><noinclude> {{rh|||265}}</noinclude> 7oxcwrgm0utiy5j1eb39qnsb4qeple0 Halaman:San min chu i.pdf/94 104 111591 310254 2026-08-10T05:23:36Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310254 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>89 hantjurr.ja Tiongkok setiap waktu. Kita tak dapat meramalkan apaapa jang akan terdjadi diwaktu datang. Tekanan politik jang dapat merusakkan sesuatu bangsa dapat dilakukan dengan dua djalan : pertama, dengan kekuatan militer kedua, dengan diplomasi. Untuk memeriksa bagaimana kekuatan militer dapat menghantjurkan suatu negara dalam satu hari, kita dapat lihat dalam sedjarah Tiongkok. Dalam pertempuran Yaimên, dinasti Sung di Tiongkok telah dilumpuhkan oleh bangsa Mongol ; didalam pertempuran Yanchow dinasti Ming dikalahkan. Dalam sedjarah Eropah, suatu pertempuran di Waterloo tjukup untuk menghantjurkan keradjaan Napoleon I dan didalam pertempuran di sedan keradjaan Napoleon III dibinasakan. Kalau suatu pertempuran membuktikan, bahwa suatu bangsa dapat ditaklukkan, maka Tiongkok dalam kehidupan se-hari2 tentu berada dalam bahaja keruntuhannja, karena angkatan darat dan laut kita dar. tempat-tempat penting tak disiapkan untuk pertahanan, sehingga tentara asing setiap waktu dapat melanggar dan menaklukkan kita . Djepang adalah negara jang terdekat dan dapat menghantjurkan kita ; diwaktu damai mereka mempunjai 1 djuta pradjurit dan dimasa perang 3 djuta. Angkatan laut merekapun sangat kuat dan dapat menjaingi angkatan laut Inggeris dan Amerika, sampai diwaktu konperensi Washington, dimana kekuatan angkatan laut mereka dikurangkan hingga 300 ribu ton. Kapal-kapal perang Djepang, seperti kapal penggempur, kapal selam dan kapal perusak sangat baik buatannja dan tenaga bertempurnja sangat mengagumkan. Umpamanja, ketika Djepang mengirimkan dua buah kapal perusak ke Pai-o-t'an ( sebuah kota dekat Kanton), Tiongkok tak mempunjai kapal-kapal untuk melawan kapal-kapal Djepang. Djepang mempunjai lebih dari 100 kapal perusak seperti jang dikirimkannja itu untuk menjerang kita. Mereka dengan mudah dan tjepat dapat mematahkan pertahanan-pertahanan nasional kita dan memberikan pukulan penghabisan . Apalagi tempat2 penting disepandjang partai jang tak mempunjai benteng-benteng sama sekali untuk perlawanan jang kuat. Dengar. demikian Djepang sebagai negara tetangga disebelah<noinclude></noinclude> bfbh0e88dxr6pi1e4t3bxwjoativvtr 310261 310254 2026-08-10T05:27:08Z Ichi Ocha 26099 310261 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>89 hantjurrja Tiongkok setiap waktu. Kita tak dapat meramalkan apaapa jang akan terdjadi diwaktu datang. Tekanan politik jang dapat merusakkan sesuatu bangsa dapat dilakukan dengan dua djalan : ''pertama'', dengan kekuatan militer ''kedua'', dengan diplomasi. Untuk memeriksa bagaimana kekuatan militer dapat menghantjurkan suatu negara dalam satu hari, kita dapat lihat dalam sedjarah Tiongkok. Dalam pertempuran Yaimên, dinasti Sung di Tiongkok telah dilumpuhkan oleh bangsa Mongol; didalam pertempuran Yanchow dinasti Ming dikalahkan. Dalam sedjarah Eropah, suatu pertempuran di Waterloo tjukup untuk menghantjurkan keradjaan Napoleon I dan didalam pertempuran di sedan keradjaan Napoleon III dibinasakan. Kalau suatu pertempuran membuktikan, bahwa suatu bangsa dapat ditaklukkan, maka Tiongkok dalam kehidupan se-hari2 tentu berada dalam bahaja keruntuhannja, karena angkatan darat dan laut kita dari tempat-tempat penting tak disiapkan untuk pertahanan, sehingga tentara asing setiap waktu dapat melanggar dan menaklukkan kita . Djepang adalah negara jang terdekat dan dapat menghantjurkan kita; diwaktu damai mereka mempunjai 1 djuta pradjurit dan dimasa perang 3 djuta. Angkatan laut merekapun sangat kuat dan dapat menjaingi angkatan laut Inggeris dan Amerika, sampai diwaktu konperensi Washington, dimana kekuatan angkatan laut mereka dikurangkan hingga 300 ribu ton. Kapal-kapal perang Djepang, seperti kapal penggempur, kapal selam dan kapal perusak sangat baik buatannja dan tenaga bertempurnja sangat mengagumkan. Umpamanja, ketika Djepang mengirimkan dua buah kapal perusak ke Pai-o-t'an (sebuah kota dekat Kanton), Tiongkok tak mempunjai kapal-kapal untuk melawan kapal-kapal Djepang. Djepang mempunjai lebih dari 100 kapal perusak seperti jang dikirimkannja itu untuk menjerang kita. Mereka dengan mudah dan tjepat dapat mematahkan pertahanan-pertahanan nasional kita dan memberikan pukulan penghabisan . Apalagi tempat2 penting disepandjang partai jang tak mempunjai benteng-benteng sama sekali untuk perlawanan jang kuat. Dengar. demikian Djepang sebagai negara tetangga disebelah<noinclude></noinclude> m6zszqldzf32oikd5aedvpcvajdgekd 310442 310261 2026-08-10T09:24:41Z Ichi Ocha 26099 310442 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||89}}</noinclude>hantjurrja Tiongkok setiap waktu. Kita tak dapat meramalkan apaapa jang akan terdjadi diwaktu datang. Tekanan politik jang dapat merusakkan sesuatu bangsa dapat dilakukan dengan dua djalan : ''pertama'', dengan kekuatan militer ''kedua'', dengan diplomasi. Untuk memeriksa bagaimana kekuatan militer dapat menghantjurkan suatu negara dalam satu hari, kita dapat lihat dalam sedjarah Tiongkok. Dalam pertempuran Yaimên, dinasti Sung di Tiongkok telah dilumpuhkan oleh bangsa Mongol; didalam pertempuran Yanchow dinasti Ming dikalahkan. Dalam sedjarah Eropah, suatu pertempuran di Waterloo tjukup untuk menghantjurkan keradjaan Napoleon I dan didalam pertempuran di sedan keradjaan Napoleon III dibinasakan. Kalau suatu pertempuran membuktikan, bahwa suatu bangsa dapat ditaklukkan, maka Tiongkok dalam kehidupan se-hari2 tentu berada dalam bahaja keruntuhannja, karena angkatan darat dan laut kita dari tempat-tempat penting tak disiapkan untuk pertahanan, sehingga tentara asing setiap waktu dapat melanggar dan menaklukkan kita . Djepang adalah negara jang terdekat dan dapat menghantjurkan kita; diwaktu damai mereka mempunjai 1 djuta pradjurit dan dimasa perang 3 djuta. Angkatan laut merekapun sangat kuat dan dapat menjaingi angkatan laut Inggeris dan Amerika, sampai diwaktu konperensi Washington, dimana kekuatan angkatan laut mereka dikurangkan hingga 300 ribu ton. Kapal-kapal perang Djepang, seperti kapal penggempur, kapal selam dan kapal perusak sangat baik buatannja dan tenaga bertempurnja sangat mengagumkan. Umpamanja, ketika Djepang mengirimkan dua buah kapal perusak ke Pai-o-t'an (sebuah kota dekat Kanton), Tiongkok tak mempunjai kapal-kapal untuk melawan kapal-kapal Djepang. Djepang mempunjai lebih dari 100 kapal perusak seperti jang dikirimkannja itu untuk menjerang kita. Mereka dengan mudah dan tjepat dapat mematahkan pertahanan-pertahanan nasional kita dan memberikan pukulan penghabisan . Apalagi tempat2 penting disepandjang partai jang tak mempunjai benteng-benteng sama sekali untuk perlawanan jang kuat. Dengar. demikian Djepang sebagai negara tetangga disebelah<noinclude></noinclude> 6boxm4u19s14mckg0z89bb87z0rz9hw Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/260 104 111592 310255 2026-08-10T05:25:14Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310255 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>setjukupnja. Kekuatan bangsa dan negeri itu djumlahnja kekuatan orang-orangnja. Maka dari itu lebih baik memadjukan pengadjaran untuk rakjat umum dari pada meninggikan pengadjaran, kalau usaha meninggikan ini seolah-olah mengurangi tersebarnja pengadjaran. <ol type="1" start="5"> <li>Untuk dapat berusaha menurut azas dengan merdeka jang leluasa, maka kita harus bekerdja menurut kekuatan kita sendiri.</li> </ol> Walaupun kita tidak menolak bantuan orang lain, akan tetapi kalau bantuan itu akan mengurangi kemerdekaan kita lahir atau batin haruslah ditolak. Itulah djalannja orang jang tak mau terikat atau terperintah pada kekuasaan, karena berkehendak mengusahakan kekuatan sendiri. <ol type="1" start="6"> <li>Oleh karena kita bersandar pada kekuatan kita sendiri, maka haruslah segala belandja dari usaha kita itu dipikul sendiri dengan uang pendapatan biasa. Inilah jang kita namakan ,,zelfbedruipingssysteem", jang djadi alatnja semua usaha jang hendak hidup tetap dengan berdiri sendiri.</li> <li>Dengan tidak terikat lahir dan batin, serta kesutjian hati, berniatlah kita berdekatan dengan Sang Anak. Kita tidak meminta sesuatu hak, akan tetapi menjerah diri akan berhamba kepada Sang Anak.</li> </ol><noinclude> {{rh|266||}}</noinclude> cemaj5nw1t2jydvcciw7eku3zqoqi2q Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/23 104 111593 310258 2026-08-10T05:26:05Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310258 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||- 9 -}}</noinclude>Sementara itu pihak Angkatan Darat telah mengambil kebid jaksanaan untuk membentuk "Barisan Sukarno" diseluruh Indonesia dengan Panglima2 daerah langsung mend jadi Panglima barisan tersbut. Dengan tindakan ini A.D. sekaligus mentjegah dipertentangkann ja ABRI dengan "Angkatan Barisan Sukarno", jang memang dimaksudkan oleh golongan Subandrio cs. Pembentukan "Barisan Sukarno" melalui KOTI menemui kesulitan2, achirnja KOTI didiskreditkan sebagai suatu badan jang telah dikuasai Djendra12. Tuduhan2 dilontarkan seolah-olah KOTI merupakan kabinet bajangan dan achirnja KOTI dibubarkan dan dengan sendirinja Komando Kesatuan Nasional jang ada didalamnja. Subandrio cs tidak tinggal diam, maka ia bersama-sama dengan Achmadi dan Achadi berusaha terus membentuk Barisan Sukarno, walaupun Achmadi sebagai Menteri telah menjatakan bahwa Barisan Sukarno itu adalah barisan mental. Sebagai imbangan, Barisan Sukarno bentukan Angkatan Darat mengadakan appel serentak mengenai kesetiaan kepada PBR Dalam pada itu para mahasiswa dengan Trituntutan Rakjat terus bergerak dan berdjuang melalui demonstrasi2. Walaupun KAMI dibubarkan, para mahasiswa segera merobah namanja mendjadi KITA dan mereka tetap bertahan ai U.I. Sumba gan dari mana2 mengalir, dapur umum pada berdiri dimana-mana, sehingga gerakan mahasiswa dapat berdjalan terus. Kesatuan dan persatuan mahasiswa semakin membadja setelah mulai djatuh korban diantara mereka, jaitu gugurnja Arief Hakim pada salah satu demonstrasi. Pemakaman djenazah Almarhum Arief Rachman Hakim mendapat perhatian jang hangat dari seluruh akjat sehingga djumlah manusia jang turut mengantarkan djenazah tsb. mendekati kira2 1 djuta orang. Tekad buiat para mahasiswa tidak dapat ditawar-tawar lagi. Mere ka membentuk Resimen Arief Rachman Hakim dengan mempunjai bataljon2 jang diberi nama para Pahlawan Revolusi, misanja bataljon Yani, bataljon Suprapto, dst. Perlu ditambahkan, bahwa ada kalanja gerakan KAMI ini diinfiltreer oleh kaum kontra-revolusi sengaja untuk mengeruhkan suasana dan merugikan nama KAMI, sehingga kadang2 timbul ekses seperti pengrusakan2 kantor dll. Sering telah tertangkap mereka jang menginfiltrasi itu, kadang2 mereka anggota CGMI, kadang2 dari KBM Ali-Surachman dsb.<noinclude></noinclude> hsjd6athhm9rppowsgikdwed9tlpp0n Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/261 104 111594 310259 2026-08-10T05:26:34Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310259 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''DASAR PENDIDIKAN TAMAN SISWA.'''</center> Bahwa Azas Taman Siswa jang dalam pokoknja sesuai dengan azas dan pedoman hidup manusia, baik bagi hidup seorang maupun bagi bangsa, terus dan tetap sesuai dan dapat dipakai dalam djaman dan keadaan apapun djuga. Azas Taman Siswa jang isinja dapat disimpulkan dalam dasar: :<ol> :<li>Kodrat Alam,</li> :<li>Kemerdekaan,</li> :<li>Kebudajaan,</li> :<li>Kebangsaan,</li> :<li>Kemanusiaan.</li> :</ol> mengandung pokok-pokok dan pedoman hidup manusia, didjadikan dasar oleh Taman Siswa sebagai pedoman dalam mendidik anak² bangsa kita kearah tudjuan keselamatan dan kebahagiaan manusia (lahir dan batin), dan didjadikan pedoman dan dasar dalam mengatur hidupnja diantara segenap anggota-anggotanja keluarga Taman Siswa. Didalam Zaman Pendjadjahan, Azas Taman Siswa merupakan pokok² dan pedoman perdjuangan bangsa melalui pendidikan anak² sebagai salah satu lapangan perdjuangan Rakjat umumnja, kearah kemerdekaan Bangsa sebagai satu ''tingkat tudjuannja''. Sedjak hari 17 Agustus 1945, berachirlah pendjadjahan ditanah air kita dan lahirlah Negara Merdeka dengan Pemerintah-nja, melalui djalan revolusi, berkat dan hasil perdjuangan seluruh Rakjat Kita. Dengan berhasilnja perdjuangan Rakjat kitat berupa kemerdekaan politik berarti djuga berhasilnja perdjuangan Taman Siswa sebagai peserta dalam perdjuangan revolusioner, dalam tingkat tudjuannja. Isi kemerdekaan lebih landjut sebagai tudjuan lebih landjut, ialah keselamatan dan kebahagiaan Rakjat umumnja, masih<noinclude> {{rh|||267}}</noinclude> ay6212fsgjp952825lcekbfzh6w0ax5 310260 310259 2026-08-10T05:27:06Z Link PB 26772 310260 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''DASAR PENDIDIKAN TAMAN SISWA.'''</center> Bahwa Azas Taman Siswa jang dalam pokoknja sesuai dengan azas dan pedoman hidup manusia, baik bagi hidup seorang maupun bagi bangsa, terus dan tetap sesuai dan dapat dipakai dalam djaman dan keadaan apapun djuga. Azas Taman Siswa jang isinja dapat disimpulkan dalam dasar: <ol type="1" start="1"> <li>Kodrat Alam,</li> <li>Kemerdekaan,</li> <li>Kebudajaan,</li> <li>Kebangsaan,</li> <li>Kemanusiaan.</li> </ol> mengandung pokok-pokok dan pedoman hidup manusia, didjadikan dasar oleh Taman Siswa sebagai pedoman dalam mendidik anak² bangsa kita kearah tudjuan keselamatan dan kebahagiaan manusia (lahir dan batin), dan didjadikan pedoman dan dasar dalam mengatur hidupnja diantara segenap anggota-anggotanja keluarga Taman Siswa. Didalam Zaman Pendjadjahan, Azas Taman Siswa merupakan pokok² dan pedoman perdjuangan bangsa melalui pendidikan anak² sebagai salah satu lapangan perdjuangan Rakjat umumnja, kearah kemerdekaan Bangsa sebagai satu ''tingkat tudjuannja''. Sedjak hari 17 Agustus 1945, berachirlah pendjadjahan ditanah air kita dan lahirlah Negara Merdeka dengan Pemerintah-nja, melalui djalan revolusi, berkat dan hasil perdjuangan seluruh Rakjat Kita. Dengan berhasilnja perdjuangan Rakjat kitat berupa kemerdekaan politik berarti djuga berhasilnja perdjuangan Taman Siswa sebagai peserta dalam perdjuangan revolusioner, dalam tingkat tudjuannja. Isi kemerdekaan lebih landjut sebagai tudjuan lebih landjut, ialah keselamatan dan kebahagiaan Rakjat umumnja, masih<noinclude> {{rh|||267}}</noinclude> rvrfrazigdmodwr36c63oolcav3bcoy 310262 310260 2026-08-10T05:27:58Z Link PB 26772 310262 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''DASAR PENDIDIKAN TAMAN SISWA.'''</center> Bahwa Azas Taman Siswa jang dalam pokoknja sesuai dengan azas dan pedoman hidup manusia, baik bagi hidup seorang maupun bagi bangsa, terus dan tetap sesuai dan dapat dipakai dalam djaman dan keadaan apapun djuga. Azas Taman Siswa jang isinja dapat disimpulkan dalam dasar: <ol type="1" start="1"> <li>Kodrat Alam,</li> <li>Kemerdekaan,</li> <li>Kebudajaan,</li> <li>Kebangsaan,</li> <li>Kemanusiaan.</li> </ol> mengandung pokok-pokok dan pedoman hidup manusia, didjadikan dasar oleh Taman Siswa sebagai pedoman dalam mendidik anak² bangsa kita kearah tudjuan keselamatan dan kebahagiaan manusia (lahir dan batin), dan didjadikan pedoman dan dasar dalam mengatur hidupnja diantara segenap anggota-anggotanja keluarga Taman Siswa. Didalam Zaman Pendjadjahan, Azas Taman Siswa merupakan pokok² dan pedoman perdjuangan bangsa melalui pendidikan anak² sebagai salah satu lapangan perdjuangan Rakjat umumnja, kearah kemerdekaan Bangsa sebagai satu ''tingkat tudjuannja''. Sedjak hari 17 Agustus 1945, berachirlah pendjadjahan ditanah air kita dan lahirlah Negara Merdeka dengan Pemerintah-nja, melalui djalan revolusi, berkat dan hasil perdjuangan seluruh Rakjat Kita. Dengan berhasilnja perdjuangan Rakjat kitat berupa kemerdekaan politik berarti djuga berhasilnja perdjuangan Taman Siswa sebagai peserta dalam perdjuangan revolusioner, dalam tingkat tudjuannja. Isi kemerdekaan lebih landjut sebagai tudjuan lebih landjut, ialah keselamatan dan kebahagiaan Rakjat umumnja, masih <span style="letter-spacing: 0.3em;">Kemerdekaan,</span><noinclude> {{rh|||267}}</noinclude> kdpsi2z80wbyftxkn1e9eoipde4vp4j 310263 310262 2026-08-10T05:29:29Z Link PB 26772 310263 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''DASAR PENDIDIKAN TAMAN SISWA.'''</center> Bahwa Azas Taman Siswa jang dalam pokoknja sesuai dengan azas dan pedoman hidup manusia, baik bagi hidup seorang maupun bagi bangsa, terus dan tetap sesuai dan dapat dipakai dalam djaman dan keadaan apapun djuga. Azas Taman Siswa jang isinja dapat disimpulkan dalam dasar: <ol type="1" start="1"> <li><span style="letter-spacing: 0.3em;">Kodrat Alam,</span></li> <li><span style="letter-spacing: 0.3em;">Kemerdekaan,</span></li> <li><span style="letter-spacing: 0.3em;">Kebudajaan,</span></li> <li><span style="letter-spacing: 0.3em;">Kebangsaan,</span></li> <li><span style="letter-spacing: 0.3em;">Kemanusiaan.</span></li> </ol> mengandung pokok-pokok dan pedoman hidup manusia, didjadikan dasar oleh Taman Siswa sebagai pedoman dalam mendidik anak² bangsa kita kearah tudjuan keselamatan dan kebahagiaan manusia (lahir dan batin), dan didjadikan pedoman dan dasar dalam mengatur hidupnja diantara segenap anggota-anggotanja keluarga Taman Siswa. Didalam Zaman Pendjadjahan, Azas Taman Siswa merupakan pokok² dan pedoman perdjuangan bangsa melalui pendidikan anak² sebagai salah satu lapangan perdjuangan Rakjat umumnja, kearah kemerdekaan Bangsa sebagai satu ''tingkat tudjuannja''. Sedjak hari 17 Agustus 1945, berachirlah pendjadjahan ditanah air kita dan lahirlah Negara Merdeka dengan Pemerintah-nja, melalui djalan revolusi, berkat dan hasil perdjuangan seluruh Rakjat Kita. Dengan berhasilnja perdjuangan Rakjat kitat berupa kemerdekaan politik berarti djuga berhasilnja perdjuangan Taman Siswa sebagai peserta dalam perdjuangan revolusioner, dalam tingkat tudjuannja. Isi kemerdekaan lebih landjut sebagai tudjuan lebih landjut, ialah keselamatan dan kebahagiaan Rakjat umumnja, masih<noinclude> {{rh|||267}}</noinclude> myqbt6uoqgxmku0331gecj8pj6a8vr1 Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/25 104 111595 310264 2026-08-10T05:30:35Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310264 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||- 10 -}}</noinclude>{{U|Poros Mahasiswa-ABRI-Rakjat Versus Poros Subandrio-Chaerul Saleh.cs}} Sedjadjar dengan KMI ini telah terbentuk terlebih dulu Kesatuan Aksi Pengganjangan Gestapu/PKI jang terdiri dari semua orpol & ormas minus PNI Ali-Surachman dan Partindo. Kemudian nama ini dirobah mendjadi Front Pantja Sila. Gerakan ini selalu bekerdja-sama erat dengan TNI/ABRI. Maka,djika diadakan suatu abstraksi,dje laslah kelihatan garis kerdjasama jang erat antara Mahasiswa-Rakjat dan ABRI, sedang pada lain pihak terlihat poros Subandrio-Chaerul Saleh-Achmadi jang didampingi oleh PNI Ali-Surachman dan Yartindo. Masaalah Kabinet Dwikora jang disempurnakan ketika itu mendjadi persoalan hangat. Seperti diketahui, setelah para mahasiswa,pemuda, peladjar jang mendapat dukungan dari rakjat progressip-revolusioner terus menerus mengadakan demonstrasi dengan trituntutan Rakjat, termasuk reshuffle Kabinet, Bung Karno lalu mengadakan reshuffle Kabinet Dwikora Jang kemudian melahirkan kabinet "jang disempurnakan" pada tanggal 22 Februari 1966. Proses pembentukan kabinet ini adalah kira2 demikian: Seperti biasa dalam pembentukan Kabinet, Bung Karno memanggili orang2 dari berbagai golongan untuk didengar pendapat dan pandangannja. Demikianlah sampai giliran kepada MEN/PANGAD Djendral Suharto. Oleh Presiden did jelaskan tentang struktur kabinet baru, serta diberitahu bahwa dalam kabinet baru nanti Djendral Nasution tidak diikut-sertakan, karena disangsikan loyalitasnja terhadap Pant ja Sila, tegasnja Pantja Sila mau diislamkan oleh Djendral Nasution, oleh karena itu ia akan dipinggirkan. Dalam mendjelaskan ini,Bung Karno sebagai biasa di dampingi oleh Dr.Subandrio. Djendral Suharto dengan tegas membantah tuduhan dan membeberkan ajasa2 Djendral: Nasution serta sikepnja jang selamanja tegas membela Pantja Sila seperti di Peristiwa Madiun, MS, DI/TII, PRRI/Permesta dan terachir Gestapu/PKI. Ditambahkan oleh Djendral Suharto,djika benar terbukti bahwa Djendral Nasution bersalah karena menjeleweng, supaja segera diperiksa, diadili untuk ditembak mati djika perlu. Pada waktu itu Subandrio menjelip dengan mengatakan bahwa soal "PRRI sebenarnja adalah perkelahian cian Nasution dan clan Lubis jang diverpolitiseer. Bung Karno terus menanjakan apa Djendral Suharto bersedia mendjadi Menteri Pertahanan & Keamanan. Oleh Djendral Suharto didjawab bahwa ia tidak sanggup dan ia ingin tetap tinggal dalam pimpinan AD sadja.<noinclude></noinclude> e81i8ey2402ciwpixictr0bt8zcc0i6 Pembicaraan:Mustikarasa/Lodeh Ikan Tjutjut 1 111596 310266 2026-08-10T05:32:12Z Mbee-wiki 5975 /* Header & Isi */ bagian baru 310266 wikitext text/x-wiki == Header & Isi == Halo @[[Pengguna:Ichi Ocha|Ichi Ocha]], terima kasih sudah berkontribusi di WS ID :) Terdapat dua hal yang perlu diperbaiki: # Isian pranala pada baris <code>previous=</code> dan <code>next=</code> perlu dirapikan, dapat mencontoh bentuk di [[Mustikarasa/Lodeh Kol|halaman berikut]]. # Nomor halaman yang diinput kurang tepat, seharusnya halaman 271 dan 272, serta di halaman 272 terdapat salah letak <code><section begin></code>. Terima kasih :) [[Pengguna:Mbee-wiki|Mbee-wiki]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mbee-wiki|bicara]]) 10 Agustus 2026 05.32 (UTC) bza0qjxll0al88dju2qko3633fzgb2q 310447 310266 2026-08-10T09:29:03Z Ichi Ocha 26099 /* Header & Isi */ Balas 310447 wikitext text/x-wiki == Header & Isi == Halo @[[Pengguna:Ichi Ocha|Ichi Ocha]], terima kasih sudah berkontribusi di WS ID :) Terdapat dua hal yang perlu diperbaiki: # Isian pranala pada baris <code>previous=</code> dan <code>next=</code> perlu dirapikan, dapat mencontoh bentuk di [[Mustikarasa/Lodeh Kol|halaman berikut]]. # Nomor halaman yang diinput kurang tepat, seharusnya halaman 271 dan 272, serta di halaman 272 terdapat salah letak <code><section begin></code>. Terima kasih :) [[Pengguna:Mbee-wiki|Mbee-wiki]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mbee-wiki|bicara]]) 10 Agustus 2026 05.32 (UTC) :Halo kak, terima kasih atas koreksinya. Tapi setelah disimak kembali, untuk koreksi nomor 2 ini di halaman 271 bukan Mustikarasa/Lodeh Ikan Tjutjut tapi LODEH KOL. Saya sudah perbaiki sesuai arahan, kak. [[Pengguna:Ichi Ocha|Ichi Ocha]] ([[Pembicaraan Pengguna:Ichi Ocha|bicara]]) 10 Agustus 2026 09.29 (UTC) jap51k5gt3tdy67czz1l17ebxpktzhs Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/55 104 111597 310267 2026-08-10T05:32:20Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'dengan sekaligus mengadakan revolusi sosial dengan melompat,,revciursi Nasionai". Fai'tai Nasicnal lndcnesia dulu tidak akan bisa mentjapai lndonesia h{erCeka, karc.,a ia terialu memandang perdjuangan Rakjat Indonesia sebagai suatu oerdjuangan Nasional teisendiri, dan kuran.g manrpel'harikan kedudulian perdjuangan bangsa Indonesla sebagai suatu bahagian dari Revolusi Besar Internasional. Kita sekarang telah nrerdeka, sudah mempunjai Republik, t... 310267 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>dengan sekaligus mengadakan revolusi sosial dengan melompat,,revciursi Nasionai". Fai'tai Nasicnal lndcnesia dulu tidak akan bisa mentjapai lndonesia h{erCeka, karc.,a ia terialu memandang perdjuangan Rakjat Indonesia sebagai suatu oerdjuangan Nasional teisendiri, dan kuran.g manrpel'harikan kedudulian perdjuangan bangsa Indonesla sebagai suatu bahagian dari Revolusi Besar Internasional. Kita sekarang telah nrerdeka, sudah mempunjai Republik, tetaui itepublik kita si:kaian*t lebih ketjil den maiahan lrrndak dipepeskan orauc sama sekali. Kalau kita tidak memperhatikan per.galaman-pelgalaman se.djarah dan tidak memberi bentuk dan pcliiik jang benar kenaria Derdjuangan kita, rrraka kemerdekaan itu mungkin terbang keawang-ar,r'ang. ,,Apakah jarrg harus kita perhatikan ?" Pertarnct.' I{ita harus menjusun suatu machtspolitik; artinja dibeiakarrg adilnja tuntritan kita, haruslah berdiri kekuatan rieel jang sebtslr-beslrnja. Karena itu peliharalah bergeloranja masa, dinamiknja masa. Perdjuangan politik zondcr masa adalah percijriangan djendral zonder tentara. Kedua.' Kita harus mengealang persatuan. Djanganlah persatuan Nasional itu dipetjahkan cleh pertentangan-pertentaugan keias, djanganlah mendjalankan klassenstrijd, tetaui hirnpuniah semua tenaga, jang anti imperialisrne itu. Irigatiah bahwa kita sekararig sedang dalam revolusi Nasional. Meskipun Republik sekarang lebih ketjil badannja dari pada dulu, djanganlah ia lebih ketjil didalam hatinja. Tetaplah hendaknja ia djrrcii rnodal perdjuangan seluruh Indonesia. Ke'rudian Presiden rnenegaskin bahwa kita ini tidak anti Belanda, tetapi hanja anti imperialisme dan anti exploi- tatie. Fresiden bertanja kepada Belanda : ,,Kenapa tidak mengambil .. sikap jang royal, rnereiakan kita benar-binar ,rnerdeki dan kenudian mengadal.:an kerclja sama antara Nederland Merdeka dan Indonesia lVlerdeka ? 56<noinclude></noinclude> 99gs5h1ezbusfaa57irhoxk7dtaygsz 310287 310267 2026-08-10T05:45:11Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310287 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>dengan sekaligus mengadakan revolusi sosial dengan melompat „revolusi Nasional”. Partai Nasional Indonesia dulu tidak akan bisa mentjapai Indonesia Merdeka, kar{{illegible}} ia terlalu memandang perdjuangan Rakjat Indonesia sebagai suatu perdjuangan Nasional tersendiri, dan kurang memperhatikan kedudukan perdjuangan bangsa Indonesia sebagai suatu bahagian dari Revolusi Besar Internasional. Kita sekarang telah merdeka, sudah mempunjai Republik, tetapi Republik kita sekarang lebih ketjil dan malahan hendak dipepeskan orang sama sekali. Kalau kita tidak memperhatikan pengalaman-pengalaman sedjarah dan tidak memberi bentuk dan pelitik jang benar kepada perdjuangan kita, maka kemerdekaan itu mungkin terbang kcawang-awang. „Apakah jang harus kita perhatikan ?” ''Pertama:'' Kita harus menjusun suatu machtspolitik: artinja dibelakang adilnja tuntutan kita, haruslah berdiri kekuatan rieel jang sebesar-besarnja. Karena itu peliharalah bergeloranja masa, dinamiknja masa. Perdjuangan politik zonder masa adalah perdjuangan djendral zonder tentara. ''Kedua:'' Kita harus menggalang persatuan. Djanganlah persatuan Nasional itu dipetjahkan oleh pertentangan-pertentangan kelas, djanganlah mendjalankan klassenstrijd, tetapi himpunlah semua tenaga, jang anti imperialisme itu. Ingatlah bahwa kita sekarang sedang dalam revolusi Nasional. Meskipun Republik sekarang lebih ketjil badannja dari pada dulu, djanganlah ia lebih ketjil didalam hatinja. Tetaplah hendaknja ia djadi modal perdjuangan seluruh Indonesia. Kemudian Presiden menegaskan bahwa kita ini tidak anti Belanda, tetapi hanja anti imperialisme dan anti exploitatic. Presiden bertanja kepada Belanda : „Kenapa tidak mengambil sikap jang royal, merelakan kita benar-benar merdeka dan kemudian mengadakan kerdja sama antara Nederland Merdeka dan Indonesia Merdeka ?<noinclude>{{rh|56}}</noinclude> sojmuky6r4lbo4bko2mi1t21ozbq66v Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/56 104 111598 310268 2026-08-10T05:32:32Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'tsuat aSra koloniaie verhoudi:rg, meski dengan tjara tefiutuppun, masih diulur-ulur ?. ,,Tiada suatu bangsa jang tjukuo baik untuk memerintah bangsa lain", kata Lincoln. Kepada kauirr buruh lJelanda Bang Karno menjampaikan peringatan Marx: ,,Rakjat jang menindas rakjat lain tidak bisa merdeka". K;merdekaan tak dapat dibagi-brgi. Dunia tak dapat an.ran elengan seraroh tlunia dalam keadaan merdeka dan separoh dalam kerdaan pendjacijahan. Achirnja... 310268 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>tsuat aSra koloniaie verhoudi:rg, meski dengan tjara tefiutuppun, masih diulur-ulur ?. ,,Tiada suatu bangsa jang tjukuo baik untuk memerintah bangsa lain", kata Lincoln. Kepada kauirr buruh lJelanda Bang Karno menjampaikan peringatan Marx: ,,Rakjat jang menindas rakjat lain tidak bisa merdeka". K;merdekaan tak dapat dibagi-brgi. Dunia tak dapat an.ran elengan seraroh tlunia dalam keadaan merdeka dan separoh dalam kerdaan pendjacijahan. Achirnja Bwtg Karno rnenip:rlngi.rtkan brh,va susllnan organisasi :rpapun akan inendjadi barang mati daian tanean manusia kalau tidak ada idee iang hidup diidalamnia. Djanganlah kita, terutama para pemimpil, berhenti ideenja. Idee kita iiu harus dievoiusikan dari idee ,,partai" ke idee ,,negara". Kalau pe,mimpin berhenti, maka itLr b:rarti mendurhakai rakjat djelata, nrendurhakai massa. Sebab r:rrl.sa tidak pernah berhenti, massa selalu berd;a1an. Ke;ijarlaii terus Fersatuan Nasional dan Kenrerdekaan Nasional, dilil<anlai: kesedjahteraan Rakjat. Dengan ingat kcpada Tuhan kita jekin Lrirh''ra kiia akan menang! 57<noinclude></noinclude> sfxr67nl1q4nwhf80oj85rk6lohhva7 310299 310268 2026-08-10T06:00:01Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310299 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>Buat apa koloniale verhouding, meski dengan tjara tertutuppun, masih diulur-ulur?. „Tiada suatu bangsa jang jukup baik untuk memerintah bangsa lain”, kata Lincoln. Kepada kaum buruh Belanda ''Bung Karno'' menjampaikan peringatan Marx: „Rakjat jang menindas rakjat lain tidak bisa merdeka”. Kemerdekaan tak dapat dibagi-bagi. Dunia tak dapat aman dengan separoh dunia dalam keadaan merdeka dan separoh dalam keadaan pendjadjahan. Achirnja ''Bung Karno'' memperingatkan bahwa susunan organisasi apapun akan mendjadi barang mati dalam tangan manusia kalau tidak ada idee jang hidup didalamnja. Djanganlah kita, terutama para pemimpin, berhenti ideenja. Idee kita itu harus diévolusikan dari idee „partai” ke idee „negara”. Kalau pemimpin berhenti, maka itu berarti mendurhakai rakjat djelata, mendurhakai massa. Sebab massa tidak pernah berhenti, massa selalu berdjalan. Kediarlah terus Persatuan Nasional dan Kemerdekaan Nasional, dirikanlah kesedjahteraan Rakjat. Dengan ingat kepada ''Tuhan'' kita jakin bahwa kita akan menang! {{rule|8em}}<noinclude>{{rh|||57}}</noinclude> pku3lrlqpuyof1i6nf3ixrhezliz73i Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/262 104 111599 310269 2026-08-10T05:33:04Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310269 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>terus harus diperdjuangkan. Hanja tjara dan arahnja jang berganti, sesuai dengan keadaan jang dihadapi. Dari perdjuangan menentang pendjadjahan (perdjuangan nasional) berganti mendjadi perdjuangan menghadapi segala systeem jang bertentangan dengan perikemanusiaan, jang masih selalu mungkin aada didalam Negara dan masjarakat bangsa jang merdeka sekalipun. Perdjuangan ini akan terus berlaku, selama tudjuan keselamatan dan kebahagiaan manusia belum tertjapai. Dan dalam hal ini, maka Azas Taman Siswa dapat terus berlaku sebagai pedomannja. Sebagai kelangsungan Azas Taman Siswa dalam masa dan tempat kelahirannja, berlakulah systeem dan tjara perdjuangan jang ditudjukan dan diarahkan melulu kepada kekuasaan kolonial, jang sesudah habisnja kekuasaan kolonial itu sebagian sudah tidak sesuai lagi. Maka dengan tidak mengurangi sedikitpun Azas Taman Siswa sesuai dengan Piagam Perdjandjian Pendirian Taman Siswa, jang didjandjikan oleh Ki Hadjar Dewantara sebagai pendiri Taman Siswa kepada Badan Persatuan Taman Siswa pada tanggal 7 Agustus 1930 dengan pengesjahan Rapat Besar Umum (R.B.U.) ke- I pada tanggal 7 Agustus 1930, segala ketentuan jang hanja mengenai ''tjara'' dan ''siasat'' mendjalankan Azas Taman Sisswa jang dulu dimasukkan dalam fasal keterangan azas, sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan jang dihadapi sekarang ini. Dengan begitu tetap hiduplah Azas Taman Siswa jang tersimpul dalam 5 pokok tersebut diatas, dan dengan pangkal pendirian dan pikiran tersebut Taman Siswa tetap hidup mendjalankan tugas kewadjibannja, sesuai dengan perkembangan bangsa ditengah-tengah gelanggang kemadjuan dunia. ''Keterangan Dasar Pendidikan Taman Siswa.'' <ol type="1" start="2"> <li>Pendidikan adalah usaha kebudajaan jang bermaksud memberi tuntunan didalam hidup bertumbuhnja tubuh dan djiwa anak², agar dalam garis² kodrat pribadinja, dapat kemadjuan dalam hidupnja lahir dan batin, menudju kearah adab-kemanusiaan.</li> </ol><noinclude> {{rh|268||}}</noinclude> s0560rcxyqh08rnyevyirbxe1tyzdpx 310270 310269 2026-08-10T05:33:16Z Link PB 26772 310270 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>terus harus diperdjuangkan. Hanja tjara dan arahnja jang berganti, sesuai dengan keadaan jang dihadapi. Dari perdjuangan menentang pendjadjahan (perdjuangan nasional) berganti mendjadi perdjuangan menghadapi segala systeem jang bertentangan dengan perikemanusiaan, jang masih selalu mungkin aada didalam Negara dan masjarakat bangsa jang merdeka sekalipun. Perdjuangan ini akan terus berlaku, selama tudjuan keselamatan dan kebahagiaan manusia belum tertjapai. Dan dalam hal ini, maka Azas Taman Siswa dapat terus berlaku sebagai pedomannja. Sebagai kelangsungan Azas Taman Siswa dalam masa dan tempat kelahirannja, berlakulah systeem dan tjara perdjuangan jang ditudjukan dan diarahkan melulu kepada kekuasaan kolonial, jang sesudah habisnja kekuasaan kolonial itu sebagian sudah tidak sesuai lagi. Maka dengan tidak mengurangi sedikitpun Azas Taman Siswa sesuai dengan Piagam Perdjandjian Pendirian Taman Siswa, jang didjandjikan oleh Ki Hadjar Dewantara sebagai pendiri Taman Siswa kepada Badan Persatuan Taman Siswa pada tanggal 7 Agustus 1930 dengan pengesjahan Rapat Besar Umum (R.B.U.) ke- I pada tanggal 7 Agustus 1930, segala ketentuan jang hanja mengenai ''tjara'' dan ''siasat'' mendjalankan Azas Taman Sisswa jang dulu dimasukkan dalam fasal keterangan azas, sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan jang dihadapi sekarang ini. Dengan begitu tetap hiduplah Azas Taman Siswa jang tersimpul dalam 5 pokok tersebut diatas, dan dengan pangkal pendirian dan pikiran tersebut Taman Siswa tetap hidup mendjalankan tugas kewadjibannja, sesuai dengan perkembangan bangsa ditengah-tengah gelanggang kemadjuan dunia. ''Keterangan Dasar Pendidikan Taman Siswa.'' <ol type="1" start="1"> <li>Pendidikan adalah usaha kebudajaan jang bermaksud memberi tuntunan didalam hidup bertumbuhnja tubuh dan djiwa anak², agar dalam garis² kodrat pribadinja, dapat kemadjuan dalam hidupnja lahir dan batin, menudju kearah adab-kemanusiaan.</li> </ol><noinclude> {{rh|268||}}</noinclude> h1onr28g2j5sb5uqfdkrshbxsw7m97q Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/263 104 111600 310271 2026-08-10T05:36:13Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310271 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><ol type="1" start="2"> <li>''Kodrat hidup manusia'' menundjukkan adanja segala kekuatan pada segala machluk manusia sebagai dasar hidupnja untuk pemeliharaan dan kemadjuan hidupnja, sehingga dengan berangsur-angsur dapatlah manusia mentjapai keselamatan dalam hidupnja lahir dan batin baik untuk diri pribadi maupun untuk masjarakat.</ol> <li>''Kemerdekaan'' adalah sjarat mutlak didalam tiap² usaha pendidikan jang berdasarkan kejakinan, bahwa manusia karena kodratnja sendiri dan hanja terbatas oleh pengaruh-pengaruh kodrat alam serta djaman dan masjarakat, dapat memelihara serta memadjukan, mempertinggi dan menjempurnakan hidupnja sendiri²; perkosaan akan menjukarkan dan menghambat kemadjuan anak².</ol> <li>''Kebudajaan'' sebagai buah dan hasil perdjuangan manusia menghadapi kekuatan alam dan djaman membuktikan kesanggupan manusia, untuk mengatasi segala rintangan dan kesukaran didalam hidupnja bersama, jang bersifat tertib dan damai pada umumnja dan chususnja guna memudahkan dan memfaedahkan, mempertinggi dan menghaluskan hidupnja.</ol> <li>Sebagai usaha kebudajaan, maka tiap² pendidikan berkewadjiban memelihara dan meneruskan tjorak warna dan garis-garis hidup jang terdapat dalam tiap² <span style="letter-spacing: 0.3em;">aliran kebatinan</span> dan <span style="letter-spacing: 0.3em;">kemasjarakatan</span> untuk mentjari keluhuran dan kehalusan hidup dan penghidupan, menurut masing² aliran jang menudju kearah adab kemanusiaan.</ol> <li>''Adab-Kemanusiaan'' mengandung arti keharusan serta kesanggupan manusia untuk menuntut ketjerdasan dan budi-pekerti bagi dirinja, serta bersama-sama masjarakat dengan jang beradab dalam satu lingkungan alam dan djaman menimbulkan kebudajaan bersama, jang bertjorak chusus dan pasti, akan tetapi tetap berdasar atas adab-kemanusiaan sedunia, hingga berwudjud alam diri, alam kebangsaan dan alam kemanusiaan jang saling berhubungan karena bersamaan dasarnja.</li> </ol><noinclude> {{rh|||269}}</noinclude> rsfjpw5kfsyol3wc1fsosz357u51lfp 310272 310271 2026-08-10T05:36:26Z Link PB 26772 310272 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><ol type="1" start="2"> <li>''Kodrat hidup manusia'' menundjukkan adanja segala kekuatan pada segala machluk manusia sebagai dasar hidupnja untuk pemeliharaan dan kemadjuan hidupnja, sehingga dengan berangsur-angsur dapatlah manusia mentjapai keselamatan dalam hidupnja lahir dan batin baik untuk diri pribadi maupun untuk masjarakat.</ol> <li>''Kemerdekaan'' adalah sjarat mutlak didalam tiap² usaha pendidikan jang berdasarkan kejakinan, bahwa manusia karena kodratnja sendiri dan hanja terbatas oleh pengaruh-pengaruh kodrat alam serta djaman dan masjarakat, dapat memelihara serta memadjukan, mempertinggi dan menjempurnakan hidupnja sendiri²; perkosaan akan menjukarkan dan menghambat kemadjuan anak².</ol> <li>''Kebudajaan'' sebagai buah dan hasil perdjuangan manusia menghadapi kekuatan alam dan djaman membuktikan kesanggupan manusia, untuk mengatasi segala rintangan dan kesukaran didalam hidupnja bersama, jang bersifat tertib dan damai pada umumnja dan chususnja guna memudahkan dan memfaedahkan, mempertinggi dan menghaluskan hidupnja.</ol> <li>Sebagai usaha kebudajaan, maka tiap² pendidikan berkewadjiban memelihara dan meneruskan tjorak warna dan garis-garis hidup jang terdapat dalam tiap² <span style="letter-spacing: 0.3em;">aliran kebatinan</span> dan <span style="letter-spacing: 0.3em;">kemasjarakatan</span> untuk mentjari keluhuran dan kehalusan hidup dan penghidupan, menurut masing² aliran jang menudju kearah adab kemanusiaan.</ol> <li>''Adab-Kemanusiaan'' mengandung arti keharusan serta kesanggupan manusia untuk menuntut ketjerdasan dan budi-pekerti bagi dirinja, serta bersama-sama masjarakat dengan jang beradab dalam satu lingkungan alam dan djaman menimbulkan kebudajaan bersama, jang bertjorak chusus dan pasti, akan tetapi tetap berdasar atas adab-kemanusiaan sedunia, hingga berwudjud alam diri, alam kebangsaan dan alam kemanusiaan jang saling berhubungan karena bersamaan dasarnja.</li> </ol><noinclude> {{rh|||269}}</noinclude> gduz490p58bp2x6916ipdk673ebr555 310274 310272 2026-08-10T05:36:51Z Link PB 26772 310274 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><ol type="1" start="2"> <li>''Kodrat hidup manusia'' menundjukkan adanja segala kekuatan pada segala machluk manusia sebagai dasar hidupnja untuk pemeliharaan dan kemadjuan hidupnja, sehingga dengan berangsur-angsur dapatlah manusia mentjapai keselamatan dalam hidupnja lahir dan batin baik untuk diri pribadi maupun untuk masjarakat.</li> <li>''Kemerdekaan'' adalah sjarat mutlak didalam tiap² usaha pendidikan jang berdasarkan kejakinan, bahwa manusia karena kodratnja sendiri dan hanja terbatas oleh pengaruh-pengaruh kodrat alam serta djaman dan masjarakat, dapat memelihara serta memadjukan, mempertinggi dan menjempurnakan hidupnja sendiri²; perkosaan akan menjukarkan dan menghambat kemadjuan anak².</li> <li>''Kebudajaan'' sebagai buah dan hasil perdjuangan manusia menghadapi kekuatan alam dan djaman membuktikan kesanggupan manusia, untuk mengatasi segala rintangan dan kesukaran didalam hidupnja bersama, jang bersifat tertib dan damai pada umumnja dan chususnja guna memudahkan dan memfaedahkan, mempertinggi dan menghaluskan hidupnja.</li> <li>Sebagai usaha kebudajaan, maka tiap² pendidikan berkewadjiban memelihara dan meneruskan tjorak warna dan garis-garis hidup jang terdapat dalam tiap² <span style="letter-spacing: 0.3em;">aliran kebatinan</span> dan <span style="letter-spacing: 0.3em;">kemasjarakatan</span> untuk mentjari keluhuran dan kehalusan hidup dan penghidupan, menurut masing² aliran jang menudju kearah adab kemanusiaan.</li> <li>''Adab-Kemanusiaan'' mengandung arti keharusan serta kesanggupan manusia untuk menuntut ketjerdasan dan budi-pekerti bagi dirinja, serta bersama-sama masjarakat dengan jang beradab dalam satu lingkungan alam dan djaman menimbulkan kebudajaan bersama, jang bertjorak chusus dan pasti, akan tetapi tetap berdasar atas adab-kemanusiaan sedunia, hingga berwudjud alam diri, alam kebangsaan dan alam kemanusiaan jang saling berhubungan karena bersamaan dasarnja.</li> </ol><noinclude> {{rh|||269}}</noinclude> e5t936ltwhih79ek7i8094qvk59qo0e Pembicaraan:Mustikarasa/Sajur Asam Kangkung 1 111601 310273 2026-08-10T05:36:44Z Mbee-wiki 5975 /* Header & Isi */ bagian baru 310273 wikitext text/x-wiki == Header & Isi == Halo @[[Pengguna:Ichi Ocha|Ichi Ocha]], terima kasih sudah berkontribusi di WS ID :) Terdapat dua hal yang perlu diperbaiki: # Isian pranala pada baris <code>previous=</code> dan <code>next=</code> perlu dirapikan, dapat mencontoh bentuk di [[Mustikarasa/Lodeh Kol|halaman berikut]]. # Nomor halaman yang diinput kurang tepat, seharusnya halaman 287, dan perlu ditambahkan section pada halaman tersebut. Terima kasih :) [[Pengguna:Mbee-wiki|Mbee-wiki]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mbee-wiki|bicara]]) 10 Agustus 2026 05.36 (UTC) nsnjziysj64bikqp6ci8x7plx019xvj Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/264 104 111602 310275 2026-08-10T05:38:23Z Link PB 26772 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '<ol type="1" start="7"> <li>Pendidikan dan pengadjaran rakjat sebagai usaha untuk mempertinggi dan menjempurnakan hidup dan penghidupan rakjat, adalah ''Kewadjiban Negara'' jang oleh pemerintah harus dilakukan sebaik-baiknja dengan mengingat atau memperhatikan segala kechususun dan keistimewaan, jang bertali dengan hidup kebatinan dan/atau kemasjarakatan jang sehat dan kuat, serta memberi kesempatan kepada kepandaian jang se-tinggi²nja, menurut... 310275 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Link PB" /></noinclude><ol type="1" start="7"> <li>Pendidikan dan pengadjaran rakjat sebagai usaha untuk mempertinggi dan menjempurnakan hidup dan penghidupan rakjat, adalah ''Kewadjiban Negara'' jang oleh pemerintah harus dilakukan sebaik-baiknja dengan mengingat atau memperhatikan segala kechususun dan keistimewaan, jang bertali dengan hidup kebatinan dan/atau kemasjarakatan jang sehat dan kuat, serta memberi kesempatan kepada kepandaian jang se-tinggi²nja, menurut kesanggupannja masing².</li> </ol><noinclude> {{rh|||270}}</noinclude> cs5tnejaatjwvf5niv1msfkkw4s0gbn 310277 310275 2026-08-10T05:38:32Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310277 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><ol type="1" start="7"> <li>Pendidikan dan pengadjaran rakjat sebagai usaha untuk mempertinggi dan menjempurnakan hidup dan penghidupan rakjat, adalah ''Kewadjiban Negara'' jang oleh pemerintah harus dilakukan sebaik-baiknja dengan mengingat atau memperhatikan segala kechususun dan keistimewaan, jang bertali dengan hidup kebatinan dan/atau kemasjarakatan jang sehat dan kuat, serta memberi kesempatan kepada kepandaian jang se-tinggi²nja, menurut kesanggupannja masing².</li> </ol><noinclude> {{rh|||270}}</noinclude> j9e2ct92m2u1doco3rlyt2bqa0l69mb Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/27 104 111603 310276 2026-08-10T05:38:26Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310276 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||- 11 -}}</noinclude>Achirnja di djuilah Major Djendral Sarbini mendjadi Menko HANKAM dan sebagai wakil Menko HANKAM adalah Djendral Major . Mengenai lain2 p lia dalam Kabinet Dwikora "jang mempergunakan" itu tidak diadakan konsultasi dengan pimpinan sehingga AD sendiri terperandjat ketika misalnja Letkol. Sjafii diangkat mendjadi Menteri serta masih dipertahankannja orang2 jang sudah djelas merupakan opportunis2 dan kaum plin-plan. Teenjata Chaerul Saleh jang mendorong Supa ja Sjafii didjadikan Menteri. Tapi bagaimanapun, achirnja Kabinet dilantik dan bekerdja, tetapi dengan mendapat tentangan hebat dari Rakjat, terutama fihak Mahasiswa. {{U|AD Berusaha Menjelamatkan Presiden}} Berhubung demonstrasi2 mahasiswa semakin meningkat dan ada gedjala2 bahwa nama baik Bung Karno mungkin terbawa-bawa, maka AD mengadalan diskusi dengan golongan2 progressip-revoiusioner, termasuk gerakan mahasiswa. Kesimpulan penbit jaraan ini adalah antara lain sbb : :: 1. Segala kedjadian terachir itu orisinilaja bukanlah dari Bung Karno, tetapi dari pengaruh orang2 sekitarnja seperti golongan Subandrio, Chaerul Saleh jang mempunjai kepentingan2 sendiri. :: 2. Karena itu tindakan2/demonstrasi2 harus dipusatkan untuk memisahkan Bung Karno dari pengaruh2 jang buruk dan djahat ini. :: 3. Poros PBR-Rakjat-ABRI harus tetap diperkuat. Setelah itu offensif demonstrasi diperhebat kembali dengan tema tsb. diatas. Briefing dan konsultasi dengan semua golongan seperti Front Pantja Sila, serta nusjawarah senantiasa diadakan. Dengan KAMI, orpo12, parpo12, ormas2 pun djuga diadakan konsultasi dan mus jawarah. Demonstrasi2 didaerah-daerahpun berdjalan gelombang demi gelombang. Sementara itu Front Pantja Sila (dimana semua partai politik, bergabung minus PNI A-Su dan Partindo) telah menjiapkan suatu nota politik jang hendak disampaikan kepada Presiden, tetapi nota ini achirnja tidak djadi disampaikan. Pada tanggal 10 Maret 1966 Presiden mengadakan sidang paripurna Kabinet di Istana Negara Djakarta. Pada waktu sidang berdjalan, Presiden didatangi oleh salah seorang adjudan dan disodori sebuah "kattebelletje". Kemudian diketahui bahwa disitu tertulis bahwa ada pasukan2 liar jang mendekati Istana. Presiden kemudian memerintahkan Dr.Leimena untuk terus memimpin rapat. Sementara itu Presiden dengan diiringi oleh Subandrio dan<noinclude></noinclude> s7uvbtt6kchy3rwmy8f2sur8aymcmwj Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/29 104 111604 310278 2026-08-10T05:38:44Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Ω ene 12 - Chaerul Saleh meninggalkan sidang dan terus ke Bogor . Pada waktu itulah Dr.Leimena mendesak ke - 9 parpol supaja menanda-tangani sebuah statement jang telah disiapkan Presidium, dimana antara lain termuat tentang pengutukan terhadap demonstrasi2 dan gerakan2 dari KAMI . Semula semua utusan partai2 politikamenentangnja dan me- minta waktu untuk berfikir . Sementara itu/pekarangan Istana sudah banjak anggota2 Tjakrabirawa menga... 310278 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>Ω ene 12 - Chaerul Saleh meninggalkan sidang dan terus ke Bogor . Pada waktu itulah Dr.Leimena mendesak ke - 9 parpol supaja menanda-tangani sebuah statement jang telah disiapkan Presidium, dimana antara lain termuat tentang pengutukan terhadap demonstrasi2 dan gerakan2 dari KAMI . Semula semua utusan partai2 politikamenentangnja dan me- minta waktu untuk berfikir . Sementara itu/pekarangan Istana sudah banjak anggota2 Tjakrabirawa mengawal tempat sidang tsb . dan achirnja mereka menanda - tangani djuga statement jang sudah disiapkan tadi . Statement itu malam itu djuga dibat jakan di RRI Djakarta , tetapi keesokan harinja disangkal oleh para utusan dari partai politik jbs . Peristiwa Pendelegasian Kekuasaan kepada Djendral Suharto a Setelah Presiden jang diiringi oleh Subandrio dan Chaerul Saleh meninggalkan sidang paripurna di Istana Negara ke Bogor , dan sidang jg kemudian dipimpin oleh Dr. Leimena itu selesai , Maj .Djendral Basuki Rachmat dan Brig .Djen .Amir Machmud serta Brig.Djen . M.Jusuf pergi memberi laporan kepada Djendral Suharto P jang pada waktu itu sedang sakit dirumah . Turut dilaporkan tentang apa jang dikira sebagai pasukan liar disekitar Istana itu , jang ternjata hanjach pasukan Zeni AD jang sedang bekerdja dilapangan Monumen Nasional , dan jg sedang mendekati Istana diwaktu istirahat karena disanalah ada tempat jang teduh . Djendral Suharto segera memerintahkan ketiga perwira tinggi tsb . untuk pergi ke Bogor untuk memberi laporan kepada Presiden serta menjatakan kepada Presiden bahwa AD masih sanggup mend jamin keselamatan/keamanan pribadi Presiden , asalkan Presiden bersedia memberikan lebih banjak wewenang jang berhubungan dengan itu kepada AD . Pada sore hari tanggal 10 Maret 1966 di Istana Bogor , ketiga perwira tinggi tsb . menjampaikan laporan tentang situasi jang sebenarnja kepada Presiden jang berhubungan dengan apa jang disebut " pasukan liarjang tidak dikenal itu . Djuga disampaikan pernjataan AD bahwa AD tetap sanggup mendjamin keselamatan pribadi dan keluarga Presiden . Sekaligus dimohon agar diberi perintah jang tegas kepada Menteri/PanglimanAngkatan Darat untuk pelaksanaan tugas tsb . serta wewenang2 jang berhubungan dengan tindakan pengamanan . Pembitjaraan ini tidak dihadiri oleh Subandrio dan Chaerul Saleh , tetapi Brigdjen Sabur jang mengantar ketiga perwirattinggi tsb . menghadiri pembitjaraan2 . Presiden menerima baik laporan tsb . dan kelihatan merasa lega serta segera memerintahkan kepada ketiga perwira tsb . bersama Brigdjen Sabur untuk membuat konsep surat perintah jang dimaksud . Konsep surat<noinclude></noinclude> o2j14958t772q7gzdh1smvkt6gij1ij 310333 310278 2026-08-10T06:42:42Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310333 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||- 12 -}}</noinclude>Chaerul Saleh meninggalkan sidang dan terus ke Bogor. Pada waktu itulah Dr.Leimena mendesak ke-9 parpol supaja menanda-tangani sebuah statement jang telah disiapkan Presidium, dimana antara lain termuat tentang pengutukan terhadap demonstrasi2 dan gerakan2 dari KAMI. Semula semua utusan partai2 politikenenentangnja dan meminta waktu untuk berfikir. Sementara itu/pekarangan Istana sudah banjak anggota2 Tjakrabirawa mengawal tempat sidang tsb. dan achirnja mereka menanda-tangani djuga statement jang sudah disiapkan tadi. Statement itu naian itu djuga dibatjakan di RRI Djakarta, tetapi keesokan harinja disangkal oleh para utusan dari partai2 politik jbs. {{U|Peristiwa Pendelegasian Kekuasaan kepada Djendral Suharto}} Setelah Presiden jang diiringi oleh Subandrio dan Chaerul Saleh meninggalkan sidang paripurna di Istana Negara ke Bogor, dan sidang jg kemudian dipimpin oleh Dr. Leimena itu selesai, Maj. Djendral Basuki Rachmat dan Brig.Djen.Anir Machmud serta Brig.Djen. M.Jusuf pergi memberi laporan kepada Djendral Suharto jang pada waktu itu sedang sakit dirumah. Turut dilaporkan tentang apa jang dikira sebagai pasukan liar disekitar Istana itu, jang ternjata haajakh pasukan Zeni AD Jang sedang bekerdja dilapangan Monumen Nasional, dan jg sedang mendekati Istana diwaktu istirahat karena disanalah ada tempat jang teduh. Djendral Suharto segera memerintahkan ketiga perwira tinggi tso. untuk pergi ke Bogor untuk memberi laporan kepada Presiden serta menjatakan kepada Presiden bahwa AD masih sanggup mend jamin keselamatan/keamanan pribadi Presiden, asalkan Presiden bersedia memberikan lebih banjak wewenang jang berhubungan dengan itu kepada AD. Pada sore hari tanggal 10 Maret 1966 di Istana Bogor, ketiga perwira tinggi tsb. menjanpaikan laporan tentang situasi jang sebenarnja kepada Presiden jang berhubungan dengan apa jang disebut "pasukan liar jang tidak dikenal" itu. Djuga disampaikan pernjataan AD bahwa AD tetap sanggup mendjanin keselamatan pribadi dan keluarga Presiden. Sekaligus dimohon agar diberi perintah jang tegas kepada Menteri/Panglima. Angkatan Darat untuk pelaksanaan tugas tsb. serta wewenang2 jang berhubungan dengan tindakan pengamanan. Pembitjaraan ini tidak dihadiri oleh Subandrio dan Chaerul Saleh, tetapi Brigdjen Sabur jang mengantar ketiga perwira tinggi tsb. menghadiri pembitjaraan2. Presiden menerima baik laporan tsb. dan kelihatan merasa lega serta: segera memerintahkan kepada ketiga perwira tsb. bersama Brigdjen Sabur untuk membuat konsep surat perintah jang dimaksud. Konsep surat<noinclude></noinclude> s1ij13pr1eqhs1g69nt5ziu6f5vodg9 Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/31 104 111605 310279 2026-08-10T05:38:47Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '10 - 13 - perintah itu disusun oleh keempat perwira itu dan kemudian di- adjukan kepada Presiden untuk dikoreksi . Presiden mengadakan perobahan2 seperlunja , sesudah itu diperintahkan untuk ditik guna ditanda-tangani . Hal itu dilakukan oleh Brigdjen Sabur sendiri dan setelah selesai diserahkan kepada Presiden . Setelah itu Presiden memanggil Dr.Subandrio dan Chaerul Saleh jang ada diruangan Istana pada waktu itu dan dengan dihadiri oleh... 310279 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>10 - 13 - perintah itu disusun oleh keempat perwira itu dan kemudian di- adjukan kepada Presiden untuk dikoreksi . Presiden mengadakan perobahan2 seperlunja , sesudah itu diperintahkan untuk ditik guna ditanda-tangani . Hal itu dilakukan oleh Brigdjen Sabur sendiri dan setelah selesai diserahkan kepada Presiden . Setelah itu Presiden memanggil Dr.Subandrio dan Chaerul Saleh jang ada diruangan Istana pada waktu itu dan dengan dihadiri oleh keempat perwira tsb . diatas , Presiden menundjukkan surat perintah itu kepada kedua WAPERDAM itu . Ada beberapa pertanjaan dari dr . Subandrio dan Chaerul Saleh jang diberi pendjelasan oleh Presiden . Sesudah itu , dengan disaksikan oleh mereka itu , surat perintah Presiden kepada MEN/PANGAD itu ditanda -tangani , kemudian diserahkan kepada Majdjen Basuki Rachmat untuk diteruskan kepada MEN/PANGAD guna dilaksanakan sebagaimana mestinja . Inilah jang terkenal dengan Surat Perintah Presiden tertanggal 11 Maret 1966 kepada MEN/PANGAD . Setelah MEN/PANGAD menerima surat perintah tsb . , beliau segera mengadakan rapat staf , kemudian diadakan konsultasi dengan Menteri/Panglima Angkatan Laut , Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian dan karena Menteri/Panglima Angkatan Udara tidak di- tempat , kontak diadakan dengan Deputy-nja . Pada tanggal 11 Maret pagi2 djuga diadakan konsultasi dengan partai2politik . Setelah semua sependapat bahwa Surat Perintah harus segera dilaksanakan dan bahwa dalam Surat Perintah itu termuat pemberian mandat penting kepada MEN/PANGAD , maka pada tanggal 11 Maret 1966 Surat Perintah Presiden itu diumumkan oleh Presiden sendiri mela- lui RRI . Kemudian disusul dengan pidato MEN/PANGAD sebagai sambutan . Surat Perintah jang bersedjarah ini jang mendelegasikan sebagian kekuasaan Presiden kepada MEN/PANGAD mendapat sambutan jang luar biasa dari Rak jat serta dukungan penuh atas kebidjak- sanaan Presiden . Pernjataan2 dukungan dan kesiap - sediaan membantu MEN/PANGAD dalam melaksanakan surat perintah tsb . mengalir dari segala pelosok Tanah Air dan mas jarakat Indonesia diluar negeri . Tindakan2 MEN/PANGAD : Pertama Bubarkan PKI : Tindakan pertama jang dilakukan oleh MEN/PANGAD dengan kuasa Presiden ialah pembubaran PKI serta meredakan situasi jang Tindakan jang sudah lama dinanti -nantikan sudah eksplosif itu . oleh Rakjat ini memang segera meredakan suasana jang sudah eksplosif itu . Suasana beralih mendjadi lega dan gembira dan ini dapat dilihat pada demonstrasi2 para mahasiswa dengan berratus ribu demonstrandiibukota menjambut pembubaran PKI itu dengan gembira .<noinclude></noinclude> o2vsreldhg5sevjkd9s6jqkdsnfdzh9 310324 310279 2026-08-10T06:34:25Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310324 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|- 13 -}}</noinclude>perintah itu disusun oleh keempat perwira itu dan kemudian diadjukan kepada Presiden untuk dikoreksi. Presiden mengadakan perobahan2 seperlunja, sesudah itu diperintahkan untuk ditik guna ditanda-tangani. Hal itu dilakukan oleh Brigdjen Sabur sendiri dan setelah selesai diserahkan kepada Presiden. Setelah itu Presiden memanggil Dr.Subandrio dan Chaerul Saleh jang ada diruangan Istana pada waktu itu dan dengan dihadiri oleh keempat perwira tsb. diatas, Presiden menundjukkan surat perintah itu kepada kedua WAPERDAM itu. Ada beberapa pertanjaan dari dr. Subandrio dan Chaerul Saleh jang diberi pendjelasan oleh Presiden. Sesudah itu, dengan disaksikan oleh mereka itu, surat perintah Presiden kepada MEN/PANGAD itu ditanda-tangani, kemudian diserahkan kepada Majdjen Basuki Rachmat untuk diteruskan kepada MEN/PANGAD guna dilaksanakan sebagaimana mestinja. Inilah jang terkenal dengan Surat Perintah Presiden tertanggal 11 Maret 1966 kepada MEN/PANGAD. Setelah MEN/PANGAD menerima surat perintah tsb., beliau segera mengadakan rapat staf , kemudian diadakan konsultasi dengan Menteri/Panglima Angkatan Laut, Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian dan karena Menteri/Panglima Angkatan Udara tidak di tempat, kontak diadakan dengan Deputy-nja. Pada tanggal 11 Maret pagi2 djuga diadakan konsultasi dengan partai2 politik. Setelah semua sependapat bahwa Surat Perintah harus segera dilaksanakan dan bahwa dalam Surat Perintah itu termuat pemberian mandat penting kepada MEN/PANGAD , maka pada tanggal 11 Maret 1966. Surat Perintah Presiden itu diumumkan oleh Presiden sendiri melalui RRI. Kemudian disusul dengan pidato MEN/PANGAD sebagai sambutan. Surat Perintah jang bersedjarah ini jang mendelegasikan sebagian kekuasaan Presiden kepada MEN/PANGAD mendapat sambutan jang luar biasa dari Rakjat serta dukungan penuh atas kebidjaksanaan Presiden. Pernjataan2 dukungan dan kesiap-sediaan membantu MEN/PANGAD dalam melaksanakan surat perintah tsb. mengalir dari segala pelosok Tanah Air dan masjarakat Indonesia diluar negeri . {{U|Tindakan2 MEN/PANGAD : Pertama Bubarkan PKI}} Tindakan pertama jang dilakukan oleh MEN/PANGAD dengan kuasa Presiden ialah pembubaran PKI serta meredakan situasi jang Tindakan jang sudah lama dinanti-nantikan sudah eksplosif itu oleh Rakjat ini memang segera meredakan suasana jang sudah eksplosif itu . Suasana beralih mendjadi lega dan gembira dan ini dapat dilihat pada demonstrasi2 para mahasiswa dengan berratus ribu demonstran di ibukota menjambut pembubaran PKI itu dengan gembira.<noinclude></noinclude> 2mm0sdzfujk2n3bse8opv6u4bagwds5 310325 310324 2026-08-10T06:34:39Z Ammachemist 27288 310325 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||- 13 -}}</noinclude>perintah itu disusun oleh keempat perwira itu dan kemudian diadjukan kepada Presiden untuk dikoreksi. Presiden mengadakan perobahan2 seperlunja, sesudah itu diperintahkan untuk ditik guna ditanda-tangani. Hal itu dilakukan oleh Brigdjen Sabur sendiri dan setelah selesai diserahkan kepada Presiden. Setelah itu Presiden memanggil Dr.Subandrio dan Chaerul Saleh jang ada diruangan Istana pada waktu itu dan dengan dihadiri oleh keempat perwira tsb. diatas, Presiden menundjukkan surat perintah itu kepada kedua WAPERDAM itu. Ada beberapa pertanjaan dari dr. Subandrio dan Chaerul Saleh jang diberi pendjelasan oleh Presiden. Sesudah itu, dengan disaksikan oleh mereka itu, surat perintah Presiden kepada MEN/PANGAD itu ditanda-tangani, kemudian diserahkan kepada Majdjen Basuki Rachmat untuk diteruskan kepada MEN/PANGAD guna dilaksanakan sebagaimana mestinja. Inilah jang terkenal dengan Surat Perintah Presiden tertanggal 11 Maret 1966 kepada MEN/PANGAD. Setelah MEN/PANGAD menerima surat perintah tsb., beliau segera mengadakan rapat staf , kemudian diadakan konsultasi dengan Menteri/Panglima Angkatan Laut, Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian dan karena Menteri/Panglima Angkatan Udara tidak di tempat, kontak diadakan dengan Deputy-nja. Pada tanggal 11 Maret pagi2 djuga diadakan konsultasi dengan partai2 politik. Setelah semua sependapat bahwa Surat Perintah harus segera dilaksanakan dan bahwa dalam Surat Perintah itu termuat pemberian mandat penting kepada MEN/PANGAD , maka pada tanggal 11 Maret 1966. Surat Perintah Presiden itu diumumkan oleh Presiden sendiri melalui RRI. Kemudian disusul dengan pidato MEN/PANGAD sebagai sambutan. Surat Perintah jang bersedjarah ini jang mendelegasikan sebagian kekuasaan Presiden kepada MEN/PANGAD mendapat sambutan jang luar biasa dari Rakjat serta dukungan penuh atas kebidjaksanaan Presiden. Pernjataan2 dukungan dan kesiap-sediaan membantu MEN/PANGAD dalam melaksanakan surat perintah tsb. mengalir dari segala pelosok Tanah Air dan masjarakat Indonesia diluar negeri . {{U|Tindakan2 MEN/PANGAD : Pertama Bubarkan PKI}} Tindakan pertama jang dilakukan oleh MEN/PANGAD dengan kuasa Presiden ialah pembubaran PKI serta meredakan situasi jang Tindakan jang sudah lama dinanti-nantikan sudah eksplosif itu oleh Rakjat ini memang segera meredakan suasana jang sudah eksplosif itu . Suasana beralih mendjadi lega dan gembira dan ini dapat dilihat pada demonstrasi2 para mahasiswa dengan berratus ribu demonstran di ibukota menjambut pembubaran PKI itu dengan gembira.<noinclude></noinclude> 4pl5932s0flnizfurbtws7bbmaur34s Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/35 104 111606 310280 2026-08-10T05:38:53Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '0 - 15 - sangat complex jang sedemikian itu jang diiringi oleh tun- tutan2/demonstrasi2 mahasiswa , pemuda peladjar dan Rakjat banjak, maka MEN/PANGAD atas nama Presiden mengambil kebidjaksanaan untuk mengisi vacuum dalam Presidium Kabinet dengan mengangkat Sultan Djogja , Adam Malik, dll untuk mendjabat kedudukan Waperdam . Semua kedjadian2 ini berlangsung dalam beberapa hari sadja serta laporan kemudian disampaikan kepada Presiden dengan... 310280 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>0 - 15 - sangat complex jang sedemikian itu jang diiringi oleh tun- tutan2/demonstrasi2 mahasiswa , pemuda peladjar dan Rakjat banjak, maka MEN/PANGAD atas nama Presiden mengambil kebidjaksanaan untuk mengisi vacuum dalam Presidium Kabinet dengan mengangkat Sultan Djogja , Adam Malik, dll untuk mendjabat kedudukan Waperdam . Semua kedjadian2 ini berlangsung dalam beberapa hari sadja serta laporan kemudian disampaikan kepada Presiden dengan pendjelasan2 . Presiden dapat memahami kesulitan2 jang ada dan memerintahkan kepada MEN/PANGAD untuk mengadjukan struktur , dan komposisi serta personalia dari kabinet jang lebih sempurna . Setelah diadakan perundingan beberapa kali , maka achirnja Presiden merestui susunan " kabinet jang lebih disempurnakan" pada tanggal 27Maret 1966 dan kabinet ini telah berdjalan hingga sekarang . Kabinet Jang Lebih Disempurnakan Setelah kabinet jang lebih disempurnakan dilantik oleh Presiden , dapat dimengerti adanja perasaan jang belum puas atas susunannja . Bahkan Djendral Suharto sendiri menerangkan bahwa susunan ini adalah hasil maksimal jang bisa ditjapai pada waktu itu serta perbaikannja lebih landjut masih harus kitas perdjuangkan terus . Alasan2 dari pihak jang tidak merasa puas terhadap susunan kabinet baru ini adalah a.l .: a. masih adanja terlihat dalam susunan kabinet itu orang2 jang digolongkan "plintat -plintut " dan nama2 jang disebut -sebut adalah seperti Leimena , Ruslan Abdulgani , Sarino , Sumarno , Muljadi , dll . b . djumlah menteri masih terlalu banjak dan belum menundjukkan efisiensi dengan djumlah jang sekarang itu . MEN/PANGAD memberi pendjelasan bahwa keenam Waperdam jang duduk dalam Presidium itu mempunjai pembagian tugas garis besar sbb : tiga orang Wakil Perdana Menteri , jaitu Sri Sultan, Adam Malik dan Men/Pangad sendiri jang diserahi tanggung-djawab penuh , sedang ketiga lainnja , jaitu Idham Chalid , Leimena dan Ruslan Abdulgani hanja mempunjai wewenang administratip sadja . Djumlah Menteri 24 orang sadja sedang selebihnja adalah deputy menteri , jang statusnja djelas bukanlah Menteri . MEN/PANGAD menjerukan supaja semua demonstrasi disalurkan setjara tertib melalui forum2 jang sudah ada , seperti DPRGR, Front Nasional, dsb<noinclude></noinclude> 7ahirkbdoefhtlmk7rulduvzkrdichz 310356 310280 2026-08-10T07:01:12Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310356 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||- 15 -}}</noinclude>sangat complex jang sedemikian itu jang diiringi oleh tuntutan2/demonstrasiž mahasiswa,pemuda peladjar dan Rakijat banjak, maka MEN/PANGAU atas nama Presicen mengambil kebidjaksanaan untuk mengisi vacuum dalam Presidium Kabinet dengan mengangkat Sultan Djogja, Adam Malik, dll untuk mendjabat kedudukan Waperdam. Semua kedjadian2 ini berlangsung dalam beberapa hari sadja serta laporan kemudian disampaikan kepada Presiden dengan pendjelasan2. Presiden dapat memahami kesulitan2 jang ada dan memerintahkan ke ada MEN/PANGAD untuk mengadjukan struktur, dan komposisi serta personalia dari kabinet jang lebih sempurna. Setelah diadakan perundingan beberapa kali, maka achirnja Presiden merestui susunan {{U|"kabinet img lebih disempurnakan"}} pada tanggal 27 Maret 1966 dan kabinet ini telah berdjalan hingga sekarang. {{U|Kabinet Jang Lebih Disempurnakan}} Setelah kabinet jang lebih disempurnakan dilantik oleh Presiden, dapat dimengerti adanja perasaan jang belum puas atas susunannja. Bahkan Djendral Suharto sendiri menerangkan bahwa susunan ini adalah hasil maksimal jang bisa ditjapai pada waktu itu serta perbaikannja lebih landjut masih harus kita perdjuangkan terus. Alasan2 dari pihak jang tidak merasa puas terhadap susunan kabinet baru ini adalah a.l. : ::: a. masih adanja terlihat dalam susunan kabinet itu orang2 jang digolongkan "plintat-plintut" dan nama2 jang disebut-sebut adalah seperti Leimena, Ruslan Abdulgani, Sarino, Sumarno, Muljadi, dll ::: b. djumlah menteri masih terlalu banjak dan belum menundjukkan efisiensi cengan jumlah jang sekarang itu. MEN/PANGAD memberi pendjelasan bahwa keenam Waperdam jang duduk dalam Presidium itu mempunjai pembagian tugas garis besar sbb: tiga orang Wakil Perdana Menteri, jaitu Sri Sultan, Adam Malik dan Men/Pangad sendiri jang diserahi tanggung-djawab penuh, sedang ketiga lainnja, jaitu Idham Chalid, Leimena dan Ruslan Abdulgani hanja mempunjai wewenang administratip sadja. Djumlah Menteri 24 orang sadja sedang selebihnja adalah {{U|deputy menteri}}, jang statusnja djelas bukanlah Menteri. MEN/PANGAD menjerukan supaja semua demonstrasi disalurkan setjara tertib melalui forum2 jang sudah ada, seperti DPRGR,Front Nasional, dsb.<noinclude></noinclude> gjg8ttvge4xvrg05u0p6poximpm2tal Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/37 104 111607 310281 2026-08-10T05:39:00Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 16 - Kebidjaksanaan Kabinet baru Dari trituntutan Rakjat , dua sudah dipenuhi , jaitu * Pembubaran PKI * Reshuffle Kabinet Tinggal sekarang tuntutan jang ketiga jang memang paling sulit untuk dipenuhi , jaitu memperbaiki keadaan ekonomi jang diwariskan dari resim2 jang lalu . Untuk djangka pendek, jang berhubungan dengan penurunan harga , halmana bertalian pula dengan inflasi dan kestabilan keuangan umumnja , dapat difahami tidak mudah pen... 310281 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>- 16 - Kebidjaksanaan Kabinet baru Dari trituntutan Rakjat , dua sudah dipenuhi , jaitu * Pembubaran PKI * Reshuffle Kabinet Tinggal sekarang tuntutan jang ketiga jang memang paling sulit untuk dipenuhi , jaitu memperbaiki keadaan ekonomi jang diwariskan dari resim2 jang lalu . Untuk djangka pendek, jang berhubungan dengan penurunan harga , halmana bertalian pula dengan inflasi dan kestabilan keuangan umumnja , dapat difahami tidak mudah penjelesaiannja . Semoga Pemerintah , dengan bantuan segenap lapisan Rakjat dan Masjarakat dapat mengatasi kesulitan ekonomi jang sudah bertahun-tahun mendjadi problima Negara kita itu .<noinclude></noinclude> ces1htp0qarugjjsaifs2rdsn47d9o6 310359 310281 2026-08-10T07:04:07Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310359 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|| - 16 -}}</noinclude>{{U|Kebidjaksanaan Kabinet baru}} Dari trituntutan Rakjat, dua sudah dipenuhi, jaitu ::: *Pembubaran PKI ::: *Reshuffle Kabinet Tinggal sekarang tuntutan jang ketiga jang memang paling sulit untuk dipenuhi, jaitu memperbaiki keadaan ekonomi jang diwariskan dari resim2 jang lalu. Untuk djangka pendek, jang berhubungan dengan penurunan harga, halmana bertalian pula dengan inflasi dan kestabilan keuangan umumnja, dapat difahami tidak mudah penjelesaiannja. Semoga Pemerintah, dengan bantuan segenap lapisan Rakjat dan asjarakat dapat mengatasi kesulitan ekonomi jang sudah bertahun-tahun mendjadi problima Negara kita itu.<noinclude></noinclude> g2y75shtxeep9rmgg89y8arb0xkga5s Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/33 104 111608 310282 2026-08-10T05:39:09Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 14 - Rupan ja ada djuga jang tidak senang atas tindakan MEN/PANGAD itu dan memberikan laporan jang diputar-balikkan kepada Presiden , seolah - olah MEN/PANGAD telah merong-rongi hak2 Presiden , dsb . Melalui Dr.Leimena , MEN/PANGAD dipanggil dan ditanjakan apa betul ada maksud2 Djendral Suharto untuk merongrongi kewiba- waan Presiden . Segera MEN/PANGAD mengerti tentang propokasi jang dibuat -buat itu dan setjara tulus - ichlas membebe... 310282 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>- 14 - Rupan ja ada djuga jang tidak senang atas tindakan MEN/PANGAD itu dan memberikan laporan jang diputar-balikkan kepada Presiden , seolah - olah MEN/PANGAD telah merong-rongi hak2 Presiden , dsb . Melalui Dr.Leimena , MEN/PANGAD dipanggil dan ditanjakan apa betul ada maksud2 Djendral Suharto untuk merongrongi kewiba- waan Presiden . Segera MEN/PANGAD mengerti tentang propokasi jang dibuat -buat itu dan setjara tulus - ichlas membeberkan semua tin- dakan jang telah diambilnja setelah menerima surat perintah Presiden tsb . Djuga didjelaskan bahwa amarah Rakjat tidaklah ditudjukan kepada Presiden , tetapi kepada pembantu2nja , termasuk Waperdam2 jang tidak djudjur kepada Presiden dan jang selalu memutar- balikkan kenjataan2 . Keterangan2 jang diberikan oleh MEN/PANGAD diterima baik oleh Presiden , tetapi selandjutnja diminta supaja selalu melapor kepada Presiden tentang setiap perkembangan . Djadi tuduhan semen- tara antek2 PKI dan golongan plin-plan serta kaum " safe -players " bahwa Presiden tidak menjetudjui pembubaran PKI jang telah dilaku- kan oleh MEN/PANGAD atas nama Presiden itu sama sekali tidak berdasar . Setiap orang jang masih meragukan hal ini tentu mempunjai maksud2 tertentu untuk mengadu-domba Presiden dengan ABRI serta Rakjat . Setelah PKI setjara resmi dibubarkan Pemerintah serta dinajatakan sebagai partai terlarang , maka sewadjarnjalah apabila segera disusuli dengan follow-upnja , jaitu mengambil tindakan2 terhadap Menteri2 jang menurut bahan2 jang ada , ternjata tersangkut dalam masaalah Gestapu atau setidak- tidaknja disangsikan loyalitasnja kepada Revolusi dan Rakjat . Pengamanan Sedjumlah Menteri2 Pengamanan sedjumlah menteri2 termasuk Subandrio , Chaerül Saleh c.S. segeraldilakukan , satu dan lain karena terlihat tanda2 bahwa Rakjat jang sudah meluap - luap amarahnja terhadap mereka sudah mau mendjadi hakim sendiri . Dari daftar jang disusun pertama , dua orang dapat meloloskan diri , jaitu Surachman (PNI ) dan Achadi . Suriadarma diamankan oleh fihak AURI sendiri . Setelah pengamanan ini , maka sedjumlah lebih kurang 45 orang Menteri2 memberikan pernjataan kepada MEN/PANGAD bahwa mereka , dalam mem- bantu tugas2 MEN/PANGAD setjara sukarela akan mengundurkan diri , apabila hal itu dapat melantjarkan tugas MEN/PANGAD seperti jang termuat dalam surat perintah Presiden tertanggal 11 Maret itu . Dengan diamankannja sedjumiah menteri itu , maka terdapatlah sedjumlah kerosi2 menteri jang kosong . Dalam situasi jang<noinclude></noinclude> m4d3rs3kn4td1atj09ph87yn8tcxqxp 310346 310282 2026-08-10T06:52:26Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310346 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||- 14 -}}</noinclude>Rupanja ada djuga jang tidak senang atas tindakan MEN/PANGAD itu dan memberikan Laporan jang diputar-balikkan kepada Presiden, seolah-olah MEN/PANGAD telah merong-rongi hak2 Presiden, dsb. Melalui Dr.Leinena,MaN/PANGAD dipanggil dan ditanjakan apa betul ada maksud2 Djendral Suharto untuk merongrongi kewibawaan Presiden. Segera MEN/PANGAD mengerti tentang propokasi jang dibuat-buat itu dan setjara tulus-ichlas membeberkan semua tindakan jang telah diambilnja setelah menerima surat perintah Presiden tsb. Djuga didjelaskan bahwa amarah Rakjat tidaklah ditudjukan kepada Presiden, tetapi kepada pembantu2nja, termasuk Waperdam2 jang tidak djudjur kepada Presiden dan jang selalu memutar-balikkan kenjataan2. Keterangan2 jang diberikan oleh MEN/PANGAD diterima baik oleh Presiden, tetapi selandjutnja diminta suvaja selalu melapor kepada Presiden tentang setiap perkembangan. Djadi tuduhan sementara antek2 PKI dan golongan plin-plan serta kaum "safe-players" bahwa Presiden tidak menje tudjui pembubaran PKI jang telah dilakukan oleh MEN/PANGAD atas nama Presiden itu sama sekali tidak berdasar. Setiap orang jang masih meragukan hal ini tentu mempunjai maksud2 tertentu untuk mengadu-domba Presiden dengan ABRI serta Rakjat. Setelah PKI setjara resmi dibubarkan Pemerintah serta dinajatakan sebagai partai terlarang, maka sewad jarn jaiah apabila segera disusuli dengan follow-upnja, jaitu mengambil tindakan2 terhadap Menteri2 jang menurut bahan2 jang ada, ternjata tersangkut dalam masaalah Gestapu atau setidak-tidaknja disangsikan loyalitasnja kepada Revolusi dan Rakjat. {{U|Реngamanan Sedjumlah Menteri2}} Pengamanan sedjumlah menteri2 termasuk Subandrio, Chaerul Saleh c.s. segera dilakukan, satu dan lain karena terlihat tanda2 bahwa Rakjat jang sudah meluap-luap amarahnja terhadap mereka sudah mau mendjadi hakim sendiri. Dari daftar jang disusun pertama, dua orang dapat meloloskan diri, jaitu Surachman (PNI) den Achadi. Suriadarma diamankan oleh fihak AURI sendiri. Setelah pengamanan ini, maka sed jumlah lebih kurang 45 orang Menteri2 memberikan pern jataan kepada MEN/PANGAD bahwa mereka, dalam membantu tugas2 MEN/PANGAD setjara sukarela akan mengundurkan diri, apabila hal itu dapat melant jarkan tugas MEN/PANGAD seperti jang termuat dalam surat perintah Presiden tertanggal 11 Maret itu. Dengan diamankannja sedjumiah menteri2 itu, maka terdapatlah sedjumlah kerosi2 menteri jang kosong. Dalam situasi jang<noinclude></noinclude> mmpl2i0slgggax969rfhx5vb5q709qd Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/199 104 111609 310283 2026-08-10T05:41:00Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310283 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>'''Dr. R. Sutomo. '''Ketua Umum Parindra</center><noinclude></noinclude> mdqoht1yhdwhqkh3rltu3bhrnp1hlam Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/198 104 111610 310285 2026-08-10T05:42:22Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310285 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''Sedjarah hidup: Dr. SOETOMO'''</center> Ngepeh, kabupaten Ngandjuk termasuk karesidenan Kediri adalah tempat kelahiran Dr. Soetomo. Dr. Soetomo adalah bapak pergerakan nasional Indonesia. Para pengikut²nja terdiri dari rakjat Indonesia dari segala tingkatan dan golongan. Baik lapisan atas, maupun bawah. Pak Tom, begitulah sebutan jang ia dapat dari kawan²nja sehari.² Ia dilahirkan pada tanggal 30 Djuli 1888. Setelah menamatkan peladjarannja di Sekolah Rendah, maka ia meneruskan peladjaran pada Sekolah Kedokteran di Djakarta. Pada masa mendjadi siswa itulah ia mendirikan Budi Utomo. Semula hanja bertjorak perhimpunan jang mementingkan kemadjuan pengadjaran sadja. Tetapi makin lama kelihatan tumbuh mendjadi perkumpulan jang bersifat nasional. Bergerak dalam lapangan politik, sosial dan ekonomi. Tanggal kelahiran Budi Utomo inilah selandjutnja dianggap sebagai tanggal kelahiran pergerakan nasional Indonesia. Pada tahun 1911 Dr. Soetomo lulus dari udjiannja. Kemudian dia diangkat sebagai dokter di Stadsverband Semarang. Sesudah itu berturut² ia dipindahkan ke pelbagai tempat. Seperti: Tuban, Lubuk Pakam (Sumatera), Kepandjen, Magetan, Blora dan Baturadja (Sumatera) sampai tahun 1919. Disamping mendjabat dokter itu, ia tidak lupa bekerdja dalam lapangan jang bekerdja untuk kepentingan umum. Dan tidak lupa ia menolong badan² jang mengurus penderitaan² rakjat² dimasa itu. Pada tahun 1917 ia telah kawin dengan zuster E. Bruring jang pada waktu itu bekerdja di rumah sakit zending Blora. Dalam tahun 1919 ia meninggalkan Indonesia untuk meneruskan peladjarannja di Negeri Belanda. Sesudah menempuh udjian ia bekerdja pada klinik dermatologie Universitet jang dipimpin oleh Prof. Mendes da Costa di Amsterdam. Kemudian ia pindah pada Dermatologicum Prof. Unna di Hamburg, lalu mendjadi pembantu Prof. Dr. Plant di Weenen.<noinclude> {{rh|||203}}</noinclude> nbuewefjj3vbc8nc1e5pjy0gfumzx4t Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/197 104 111611 310286 2026-08-10T05:44:37Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310286 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Didalam zaman Djepang Pak Dokter Radjiman termasuk orang² pemimpin, jang diperlukan oleh "Bung Karno" guna melakukan persiapan setjara diam² kearah kemerdekaan negara dan bangsa. Pak Radjiman mendjadi Ketua "Sangi-kai" di Madiun dan anggauta "Tjuuoo Sangi-in" djuga. Dalam "Badan Penjelidik Kemerdekaan Indonesia" beliau bahkan diangkat mendjadi ketuanja. Dalam kedudukan itu pernah beliau bersama² dengan Bung Karno dan Bung Hatta terbang ke Birma untuk menemui Djendral Terautji. Dalam zaman Indonesia Merdeka Bapak Radjiman diangkat oleh Presiden mendjadi anggauta K.N.I.P. dan kemudian mendjadi anggauta "Dewan Pertimbangan Agung". Sebagai anggauta D.P.A. tsb. maka pada bulan Agustus 1950 Pak Dokter Radjiman dengan sendirinja beralih tempat keanggautaannja, dan mendjadi anggauta Parlemen, sampai hari wafatnja tanggal 19 September 1952 dirumahnja di Walikukun dekat Madiun. Tentang asal keturunan Dr. Radjiman baiklah diketahui bahwa beliau adalah "saudara misanan" dari Dr. Wahidin Sudirohusodo. Dengan begitu Pak Dr. Radjiman mempunjai darah Bugis. Selain itu Ibu beliau adalah seorang wanita Gorontalo. Ajahnja adalah ''Ki Sutodrono'', seorang Jogja "tulen", pensiunan "onder-officier". Barang tentu segenap pembatja akan bersedia mengutjapkan do'a dalam hatinja: Semoga Tuhan memberikan kurnia-nja kepada Arwah almarhum Bapak Dokter Radjiman Wedyodiningrat. Amin !<noinclude> {{rh|202||}}</noinclude> 8ysegcxc4mpfb45lyuhvflvnhom6967 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/57 104 111612 310288 2026-08-10T05:45:35Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'PHRINGATAN 20 E{EI DIZ,dMAN PENDTiDT-IKAI{. {}i,,-iurl;an t!iselLtruh lndonesin oleh K.H. Dewant$rd tlengan tenugu p{ir{t anggauta P.P.l. di togjakarta" 'Iepat I tuihun jang lalu, kita seluruh lndonesja -_ nlemperingati hari 20 l,,iei sebairai -rakjat ,,f{ari Kebangunan Nasicnal'". tserdirinja pcrhiiiipunan nosional jang pertama, ja'ni ,,Br'rdi Utonrc", pada hari 20 Mei 1908, terbukti mendjadi isjarat atau tenaga keirangunen bangsa kita indon... 310288 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>PHRINGATAN 20 E{EI DIZ,dMAN PENDTiDT-IKAI{. {}i,,-iurl;an t!iselLtruh lndonesin oleh K.H. Dewant$rd tlengan tenugu p{ir{t anggauta P.P.l. di togjakarta" 'Iepat I tuihun jang lalu, kita seluruh lndonesja -_ nlemperingati hari 20 l,,iei sebairai -rakjat ,,f{ari Kebangunan Nasicnal'". tserdirinja pcrhiiiipunan nosional jang pertama, ja'ni ,,Br'rdi Utonrc", pada hari 20 Mei 1908, terbukti mendjadi isjarat atau tenaga keirangunen bangsa kita indonesifi. Beberapa dan peibagai 1:erhinrpunan, baik jang bersifat kultureel dan sosial, rnaupun jang berdasarkan agarlra, pclitik dan ekonomi, segera menjusul berdiri ditengair-tengah rnasjarakat kita di'segenap daerahcirrrah tunah..air kita. Bairw'a perajaan p€rin{:atan pada tahun jang lalu itu dapat lai,:saaakar rbersama setjara besar-besaran, dengan ikut sertanja semua golongan politik, agama, kebudajaan, kemasjarakatan, keekonli-lian, penciidikan, kepanduan, pemuda, keputerian dll. membuktikan acianja kesafuan djiwa nasionat dalam kiia dada sekalian pemimpin rakjat kita. Untuk memupuk dan mernbinrbir:g, niemcliiura dan rnengembangkan kesatuan djiwa itu, menudiu ke-arah keselt;nwlan dan kehehagiaan rakjat kita, kesetijahtercayt dan keluhut'att Nttsa den Bangsa kita sewutuhnja, malla se-tahun jang lalu kita berdjandji, akan memperingati Hari Ketrangunln t.l*asional kita itu untuk seterusnja. 'l'ahun ini, keadaan dan suasana tidak membolehkan, kita bersama nrerrperingati Ftari Kebangunan Nasional 20 Mei itu setjara besarzan, setjara .umum, setjara demonstratif. Tjukuplalr kiranr.,, apabila kita masing2 dirumah kita sendiri, dalarn sua3anu tenterarn dapat rnengheningkan tjipta, bersjukur terhadap Tuhan jang Maha*Esa, serta berrerima kasih kepada sekalian, jang mu58<noinclude></noinclude> 54ewc5e76a0dt4vhg34td4ina4nnbo3 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/196 104 111613 310289 2026-08-10T05:46:11Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310289 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>tahun 1903 beliau diangkat mendjadi „Assistent-leeraar” di Stovia, dalam waktu mana beliau meneruskan peladjarannja, teristimewa dalam vak „Obstetri” atau „Ilmu Bersalin”. Tahun 1904 beliau lulus dalam udjian „Inlands Arts”. Beliau terus beladjar di Universiteit Amsterdam, dimana pada tahun 1910 beliau tamat beladjar dengan mendapat deradjat „Arts”. Lalu Bapak Radjiman meneruskan peladjarannja dalam „Ilmu Bersalin” (Verloskunde), ilmu „Penjakit Kandungan”, ilmu „Endoscopieurinaire” dan „Ilmu Bedah” di Universiteit Berlin, pada tahun 1911. Pada tahun 1919-1920 beliau datang lagi di Amsterdam untuk beladjar dalam ilmu „Rontgenologie”. Djuga di Paris Dr. Radjiman memperdalam keahliannja dalam vak² jang telah dipeladjarinja di Berlin tadi, pada tahun 1930, dalam tahun mana beliau memperoleh tiga matjam „keterangan keahlian” atau „certificaat”. Perlu diketahui pula, bahwa Dr. Radjiman menuntut peladjaran di Amerika djuga, jaitu di Washington, New York dan Frisco. Berhubung dengan nama-baiknja sebagai „Dokter” maka Bapak Radjiman kemudian diminta oleh Sri Susuhunan Surakarta, untuk bekerdja pada djawatan ketabiban di Swapradja tsb. Disitulah Pak Raadjiman kemudian dinaikkan pangkatnja (sesudah beliau berderadjat „arts”) mendjadi pemimpin djawatan serta mendapat titel „Kangdjeng Raden Tumenggung” sedangkan kepada beliau dianugerahi nama „Wedyodiningrat”. Sedjak itulah beliau terkenal sebagai: ''Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat''. Djanganlah orang mengira, bahwa Pak Dokter Radjiman setelah memperoleh titel dan nama jang luhur itu, lalu hidup mewah atau berlagak-lagu dan mengatur penghidupannja setjara adat feodal, tidak se-kali². Beliau tetap hidup sederhana dan tetap bersikap ramah-tamah terhadap tiap² orang dari kalangan rakjat murba. Dalam ''djaman Belanda'' Dr. Radjiman pernah mendjadi anggauta „Volksraad” sbagai wakil Budi Utomo dalam kedudukan mana beliau kerap kali dengan bebas dan berani mengritik tindakan² pemerintah jang bersifat „kolonial”, baik kolonial dalam arti politik maupun kulturil.<noinclude></noinclude> hs2y7wok64iyj1fdzjm5j2knf8nrdkk Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/195 104 111614 310290 2026-08-10T05:48:37Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310290 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Dalam hubungan ini kita dapat mengutjapkan sjukur, bahwa satu bulan sebelum Dr. Radjiman meninggalkan dunia jang fana ini, ja'ni tepat pada hari 17 Augustus 1952, berkat usaha sdr. Sutedjo Brodjonagoro (pemimpin madjalah „Djiwa Baru” di Jogjakarta) dapatlah diterbitkan sebuah buku „Himpunan karangan Dr. Radjiman Wedyodiningrat”, jang berisikan 10 karangan dalam bahasa Indonesia (jang tertulis dalam bahasa Djawa disampingi terdjemahannja dalam bahasa Indonesia). Barang siapa ingin kenal dengan djiwa almarhum Dr. Wedyodiningrat dipersilahkan membatja buku tersebut. <ref>Dapat dipesan pada penerbit madjalah „Djiwa Baru” Jogja.*) Jang kami uraikan dimuka tadi (jaitu djasa² beliau sebagai pedjuang sedjak „Hari Kebangunan Nasional”, sampai djaman sesudah Indonesia berdiri sebagai Negara jang Merdeka dan Berdaulat, pula sifat almarhum sebagai seorang pemelihara kebudajaan kebangsaan pada umumnja, chususnja sebagai orang jang mementingkan soal² filsafat nasional) dapat chalajak ramai mengetahuinja serta menghargainja, djustru karena Bapak Radjiman sedjak berpulihnja Republik kita pada bulan Augustus 1950 menduduki kursi dalam Parlemen kita di djalan Dr. Wahidin itu. Karena kebanjakan orang mengira, bahwa hanja itu sadjalah jang merupakan djasa² atau sifat jang baik dari pada beliau, maka perlulah kita mengetahui, bahwa masih ada pula djasa² beliau dalam lapangan lain; jaitu lapangan ''ilmu pengetahuan ketabiban.'' Dr. Radjiman, jang lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jogjakarta, menerima didikannja permulaan disekolah E.L.S. (Eropese Lagere School) di Jogjakarta djuga. Beliau meneruskan peladjarannja di „Dokter Djawaschool” di Djakarta, jang waktu itu mempunjai 6 kelas tahunan. (Pada djamannja Dr. Wahidin Sekolah Dokter Djawa terdiri atas 3 kelas, sedang didjamannja marhum Dr. Tjipto sekolah tersebut berganti nama „Stovia” dan sudah mempunjai 9 kelas tahunan). Pada tahun 1898 Bapak Radjiman tamat sekolah Dokter Djawa. Sesudah berpraktek 5 tahun sebagai dokter negeri, pada <hr style="width:20%; margin:left;" /> * Dapat dipesan pada penerbit madjalah "Djiwa baru" Jogja.<noinclude> {{rh|200||}}</noinclude> guiylqae0rua1j8af55e8tbvlgkmg3t 310291 310290 2026-08-10T05:49:25Z Link PB 26772 310291 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Dalam hubungan ini kita dapat mengutjapkan sjukur, bahwa satu bulan sebelum Dr. Radjiman meninggalkan dunia jang fana ini, ja'ni tepat pada hari 17 Augustus 1952, berkat usaha sdr. ''Sutedjo Brodjonagoro'' (pemimpin madjalah „Djiwa Baru” di Jogjakarta) dapatlah diterbitkan sebuah buku „Himpunan karangan Dr. Radjiman Wedyodiningrat”, jang berisikan 10 karangan dalam bahasa Indonesia (jang tertulis dalam bahasa Djawa disampingi terdjemahannja dalam bahasa Indonesia). Barang siapa ingin kenal dengan djiwa almarhum Dr. Wedyodiningrat dipersilahkan membatja buku tersebut. <ref>Dapat dipesan pada penerbit madjalah „Djiwa Baru” Jogja.*) Jang kami uraikan dimuka tadi (jaitu djasa² beliau sebagai pedjuang sedjak „Hari Kebangunan Nasional”, sampai djaman sesudah Indonesia berdiri sebagai Negara jang Merdeka dan Berdaulat, pula sifat almarhum sebagai seorang pemelihara kebudajaan kebangsaan pada umumnja, chususnja sebagai orang jang mementingkan soal² filsafat nasional) dapat chalajak ramai mengetahuinja serta menghargainja, djustru karena Bapak Radjiman sedjak berpulihnja Republik kita pada bulan Augustus 1950 menduduki kursi dalam Parlemen kita di djalan Dr. Wahidin itu. Karena kebanjakan orang mengira, bahwa hanja itu sadjalah jang merupakan djasa² atau sifat jang baik dari pada beliau, maka perlulah kita mengetahui, bahwa masih ada pula djasa² beliau dalam lapangan lain; jaitu lapangan ''ilmu pengetahuan ketabiban.'' Dr. Radjiman, jang ''lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jogjakarta'', menerima didikannja permulaan disekolah E.L.S. (Eropese Lagere School) di Jogjakarta djuga. Beliau meneruskan peladjarannja di „Dokter Djawaschool” di Djakarta, jang waktu itu mempunjai 6 kelas tahunan. (Pada djamannja Dr. Wahidin Sekolah Dokter Djawa terdiri atas 3 kelas, sedang didjamannja marhum Dr. Tjipto sekolah tersebut berganti nama „Stovia” dan sudah mempunjai 9 kelas tahunan). Pada tahun 1898 Bapak Radjiman tamat sekolah Dokter Djawa. Sesudah berpraktek 5 tahun sebagai dokter negeri, pada <hr style="width:20%; margin:left;" /> * Dapat dipesan pada penerbit madjalah "Djiwa baru" Jogja.<noinclude> {{rh|200||}}</noinclude> 7le26el9zk7i7fup3omhofgs4hc109l Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/193 104 111615 310292 2026-08-10T05:52:47Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310292 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Dilapangan politik sebelum dan sesudah „Hari Proklamasi” saja berdekatan lagi dengan beliau. Dalam zaman Djepang dapatlah saja menjaksikan sendiri betapa giat dan uletnja djiwa marhum Bapak Radjiman, mulai dalam Badan „Tjuuoo Sangi In” sampai dalam Badan „Penjelidik” dan Badan „Persiapan Kemerdekaan”. Sesudah itu masih djuga saja berdekatan dengan beliau, jaitu didalam „Dewan Pertimbangan Agung” dizaman R.I. dan kemudian didalam „Parlemen” sesudah „Negara Kesatuan” terbentuk (17 Augustus 1950). Kawan-kawan beliau didalam Parlemen semua tahu, bahwa Bapak Dr. Radjiman sudah sedjak bulan Djuli 1952 tidak nampak duduk didalam gedung Parlemen karena sakit. Akan tetapi kabar tentang wafatnja pada 19 September tahun itu masih djuga mengedjutkan kita sekalian. Sebenarnja kita masih meng-harap² akan datangnja kembali Bapak Raadjiman ditengah² para anggauta kawan²nja di Parlemen. Sebagai diketahui, pada bulan Mei 1952 Bapak Radjiman selama satu minggu, untuk pertama kali, tidak menduduki kursinja disebelah kiri kursi Ketua D.P.R. didalam gedung di Djalan Dr. Wahidin jang kita kenali itu. Untuk pertama kali Pak Wedyodiningrat mangkir! Biasanja beliau nampak duduk dikursinja itu, tiap² hari sidang. Beliau selalu datang paling awal, lebih awal dari pada lain² anggauta jang muda². Dan tidak pernah Pak Dokter meninggalkan tempat duduknja itu, ketjuali kalau beliau harus kekamar ketjil. Dua, tiga, empat djam beliau duduk disitu dan... tidak pernah pergi pulang ke-hotelnja (Hotel Des Indes) sebelum rapat ditutup. Pada tahun 1950, ketika pak dokter Radjiman untuk pertama kalinja memasuki Gedung D.P.R., orang dapat lihat betapa sukarnja beliau berdjalan dan beliau selalu dituntun oleh seorang pegawai Parlemen. Sesudah satu tahun kita lihat beliau tidak lagi berdjalan dengan tuntunan orang, tjukuplah beliau dapat bantuan kekuatan dari tongkatnja jang besar itu. Selain itu kita dapat menjaksikan sendiri betapa madjunja kesehatan beliau, baik jang nampak pada wadjah beliau maupun pada gerak gerik badannja. Hal ini menjenangkn sekalian kawan²nja didalam Parlemen, karena kita semua jakin, bahwa seorang jang banjak pengalamannja seperti Bapak {{hws|Radji|Radjiman}}<noinclude> {{rh|198||}}</noinclude> oic6vqdastf3jcbdfszoct9w2fxy549 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/194 104 111616 310293 2026-08-10T05:52:51Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310293 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|man|Radjiman}} itu, pasti masih akan banjak faedahnja didalam Parlemen kita, sekalipun beliau tidak ikut aktif dalam pekerdjaan Dewan Perwakilan Rakjat itu dan hanja duduk ditengah-tengah para anggauta lainnja se-mata² sebagai seorang penasehat, jang sangat dihargai. Ketika Dr. Radjiman Wedyodiningrat, atas nasehat prof. dr. Asikin, memutuskan untuk "mengundurkan diri", banjak kawan²nja mengandjurkan kepada Pak Dokter, untuk "beristirahat" sadja, tidak usah keluar sebagai anggauta Parlemen. Perunja supaja nanti, kalau beliau sembuh kembali, dapat sewaktu hadlir kedalam Gedung D.P.R. lagi sebagai anggauta. Disini terbukti bahwa orang masih berpengharapan baik atas kesehatan Bapak Radjiman sebagai anggauta D.P.R. jang tertua. Kebanjakan orang mengira, bahwa Dokter Radjiman Wedyodiningrat hanja berdjasa pada djaman "Kebangunan Nasional" disekitar berdirinja "Budi Utomo" pada hari 20 Mei 1908. Ada pula jang tahu, bahwa beliau tidak sadja aktif dalam gerakan B.U. tsb., namun ber-tahun² ikut serta pula dalam beberapa usaha kebangsaan, baik jang bersifat politik (didalam B.U. dan Parindra) maupun jang bertali dengan kebudajaan. Misalnja orang tahu betapa aktifnja Bapak Radjiman didalam beberapa usaha pendidikan dan pengadjaran, usaha bimbingan perkembangan bahasa Djawa, kesenian Wajang, dan Musik Djawa dan lain² sebagainja. Didalam "Java Instituut" barang tentu beliau termasuk anggauta jang sangat dihargakan. Dalam pada itu banjak orang tahu djuga, betapa giatnja Pak Dokter Wedyodiningrat mempeladjari serta memelihara pelbagai pengetahuan hidup kebatinan pada umumnja, chususnja dalam soal² mystik. Beliau jakin, bahwa kemadjuan bangsa kita tidak akan berdjalan lantjar, apabila kita hanja mengedjar kesedjahteraan materieel, melupakan inti hidup manusia jang sedjati, jang terpenting, jaitu hidup kebatinan. Djanganlah hidup batin kita diperintah oleh nafsu kita, jang bergolak untuk mengedjar kemewahan dan kenikmatan hidup didunia ini. Sebaliknja haruslah segala gerak-gerik hidup kita, segala nafsu terhadap hidup lahir kita didunia ini, diperintah dan dikendalikan oleh djiwa kita jang luhur dan murni, jakni buddi kita.<noinclude> {{rh|||199}}</noinclude> 49jvx8m91ozv6wan0trwdj53jk0esk5 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/192 104 111617 310296 2026-08-10T05:54:36Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310296 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>'''DR. K.R.T. RADJIMAN WEDYODININGRAT</center><noinclude></noinclude> klqjt51yjju9nff5x66tgxp88poqjpm Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/191 104 111618 310297 2026-08-10T05:56:12Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310297 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''DR. K.R.T. RADJIMAN WEDYODININGRAT.'''</center> Pada tanggal 19 September 1952 Dr. Radjiman Wedyodiningrat, salah seorang pemimpin jang termasuk golongan „pinisepuh", ja'ni ''orang tua jang dihormati'', meninggalkan kita. Waktu itu Presiden Sukarno sedangnja berkeliling menindjau sebagian daerah Djawa Tengah, djustru di wilajah Madiun. Dapat dimengerti dan orang sudah menduga sebelumnja, bahwa beliau tentunja akan memerlukan mampir ke Walikukun, dirumah marhum Dr. Radjiman, untuk memberi hormat jang penghabisan kepada pemimpin jg. mangkat dan oleh pemimpin besar kita Ir. Sukarno selalu dihormati setjara istimewa itu. Peristiwa ini memperlambangkan penghormatan seluruh masjarakat kebangsaan Indonesia terhadap almarhum Bapak Radjiman Wedyodiningrat. Saja kenal beliau sedjak tahun 1903, ketika saja memasuki Stovia di Djakarta dan selama 1½ tahun mondok dirumah beliau. Waktu itu Dr. Radjiman mendjabat „assistent-leraar" di perguruan tabib jg. terkenal dengan namanja „Stovia" tadi. Sesudah itu saja selalu dekat dengan beliau, karena dalam pergerakan ''politik'' meskipun marhum Dr. Radjiman memasuki Budi-Utomo, namun selalu berhubungan setjara bebas dan ramah-tamah dengan pemimpin² golongan² lainnja. Djuga dalam gerakan ''kebudajaan'', lebih² dalaam usaha pendidikan dan kesenian, Bapak Radjiman selalu bersikap membimbing para pemuda. Teringatlah saja pada bantuan beliau ketika Taman Siswa di Jogjakarta berhadjat membeli gamelan jang pertama kali pada tgl. 1-1-'26. Pula patut diperingati, bahwa tiap² kali datang menindjau perguruan jang saja pimpin itu, selaiu beliau memberi nasehat² jang berharga, djuga kadang² tidak lupa memberi sokongan materieel sekadarnja. Lagi tak dapat dilupakan kerelaan beliau memberi karangan untuk madjalah kita „Wasita" tentang apa jg. selalu mendjadi tjita²nja, jalah tjita² „Déwarutji".<noinclude> {{rh|196||}}</noinclude> h9fkae75xlv3rt77wxrkn6kg2fda9jl Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/190 104 111619 310298 2026-08-10T05:58:05Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310298 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>padanja. Kadang² ia megirimkan uang sokongan djuga karena tahu, bahwa kami sebagai orang-buangan jang merdeka, tidak dapat apa² dari pemerintah Hindia Belanda dan hanja menerima sokongan dari partijfonds kami (jang terkenal dengan namanja "Tado-fonds", jaitu "Tot Aan De Onafhankelijkheids-fonds"), ditambah dengan hasil keringat sendiri. Disitu terbuktilah, betapa luasnja pandangan djiwa almarhum Tjokroaminoto dan betapa kesediaan-nja untuk berkorban. Tidak memandang partainja, asal aksinja ditudjukan kearah tudjuan kemerdekaan Indonesia, pemimpin-besar S.I. Tjokroaminoto selalu menjokong. Tjukuplah apa jang termuat diatas, semata² sebagai "kenang²an". Bagi mereka jang ingin mengetahui kisah perdjoangan marhum H.O.S. Tjokroaminoto jang lengkap, hendaknja membatja buku jang telah terbit sebagai buku tebal, jaitu: "''H.O.S. Tjokroaminoto, Hidup dan Perdjoangannja''" disusun oleh Amelz; penerbitan "Bulan Bintang" di Djakarta. Buku tsb. dapatlah saja sejogjakan untuk dibatja oleh sekalian orang jang ingin menjelami akan sifat, bentuk, isi dan tjara melakukannja pergerakan rakjat kita menudju kearah kemerdekaan nasional.<noinclude> {{rh|||195}}</noinclude> atm9wey3ptysa5myj2wffga6lyrbtay 310301 310298 2026-08-10T06:01:00Z Link PB 26772 310301 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwE|padanja|kepadanja}}. Kadang² ia megirimkan uang sokongan djuga karena tahu, bahwa kami sebagai orang-buangan jang merdeka, tidak dapat apa² dari pemerintah Hindia Belanda dan hanja menerima sokongan dari partijfonds kami (jang terkenal dengan namanja "Tado-fonds", jaitu "Tot Aan De Onafhankelijkheids-fonds"), ditambah dengan hasil keringat sendiri. Disitu terbuktilah, betapa luasnja pandangan djiwa almarhum Tjokroaminoto dan betapa kesediaan-nja untuk berkorban. Tidak memandang partainja, asal aksinja ditudjukan kearah tudjuan kemerdekaan Indonesia, pemimpin-besar S.I. Tjokroaminoto selalu menjokong. Tjukuplah apa jang termuat diatas, semata² sebagai "kenang²an". Bagi mereka jang ingin mengetahui kisah perdjoangan marhum H.O.S. Tjokroaminoto jang lengkap, hendaknja membatja buku jang telah terbit sebagai buku tebal, jaitu: "''H.O.S. Tjokroaminoto, Hidup dan Perdjoangannja''" disusun oleh Amelz; penerbitan "Bulan Bintang" di Djakarta. Buku tsb. dapatlah saja sejogjakan untuk dibatja oleh sekalian orang jang ingin menjelami akan sifat, bentuk, isi dan tjara melakukannja pergerakan rakjat kita menudju kearah kemerdekaan nasional.<noinclude> {{rh|||195}}</noinclude> ds429t1rfe35zkdmwdszna4d23rw2hx Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/58 104 111620 310300 2026-08-10T06:00:20Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'lai 20 Mei l90B hingga kini dengan giat telah berdjoang daiam Iapangannja masing2, dengan ichlas mengorbankan hiduonja untuk kemadjuan dan liemuliaan Nusa. Bangsa dan Rakjat Indonesia. Sentoga Tuhan melimpahkan z,^.ugerah-Nja kepada mereka semua itu, baik jang kini masih ada di-tengahz kita, maupun jang telah mendahului kita meninggalkan dunia jang fana ini. Selain itu maka dalam kita mernperineati Hari Kebangutran Nasional kita itu, perlula... 310300 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>lai 20 Mei l90B hingga kini dengan giat telah berdjoang daiam Iapangannja masing2, dengan ichlas mengorbankan hiduonja untuk kemadjuan dan liemuliaan Nusa. Bangsa dan Rakjat Indonesia. Sentoga Tuhan melimpahkan z,^.ugerah-Nja kepada mereka semua itu, baik jang kini masih ada di-tengahz kita, maupun jang telah mendahului kita meninggalkan dunia jang fana ini. Selain itu maka dalam kita mernperineati Hari Kebangutran Nasional kita itu, perlulah kita se,nria berdjand.li, akan menerus- kan perdjoangan rakjat kita se-umumnja, jang dengan segala keinsjafan kita tudjukan ke-arah keselamatan dan kebahagiaan rakjat. d,alam arti jang seluas-luasnja, sedalam-dalamnja dan seluhur-luhurnja. Kini kita rnenghadapi status kernerrJekaan Nusa dan Banqsa kita Indonesia seluruhnja, tidak sebagai tjita-tjita, tidak sebagar perdjoangan, pun tidak sebagai ,,hadiah" bangsa lain, karena untr:k itu kita telah berdjoang dan berkorban selama 41 tahun. Status Kemerdekaan kita, jang sedjak Proklantasi 17 Agustus 1945 telah kita njatakan bersama untuk seluruh trndonesia, kini mungkin segera akan diresmikan, disjahkan serta diakui oleh i,jederland, di-muka mata dunia Internasional. Marilah kita semua ,menjongsong saat jang mulia itu. Marilah kita seluruh rakjat mendjaga, djangan sampai datangnja ke.merdekaan, jang sentpurna clan ta' bersj*rat itu, terhalang di-tengahicngah djialan. MariJah kita bersiap-siao dan bersedia, untuk membuktikan kepada seiuruh dunia,. bahwa kita sanggup dan mampu untuk mewudjudkan hiclup rnerdeka jang wutuh dan $empurna, dalam arti jang seluas-luasnja dan sebaik-baikn1a, sebagai bangsa jang hidup bersarna dengan bangsa-bangsa lain se-dunia raja ! Sebagai penutup kata, perkenankanlah disini saja mengula* ngi apa jang selalu saja nasehatkan kepada sekalian, j,ang berdjaang untuk kemerdekaan : 1. Merdeka tidak hanja berarti bebas dari irerintah paksaan crrang lain, tetapi berarti puia siap-sedia, settggup serta mampu untuk mewudjudkan hidup sendirl lahir dan batin dengan kekuatan sendiri.<noinclude></noinclude> 740jdadqrwpcpui8ew4j54n0qicv4uz Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/189 104 111621 310302 2026-08-10T06:02:49Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310302 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwE|noto|Tjokroaminoto}} dipendjarakan selama 8 bulan. Menurut uraian, jang kami pakai sebagai sumber untuk karangan jang amat singkat ini, (jaitu uraian sdr. ''Loethan Mohd. Isa'' dalam "Pandji Islam", no. 38 tg. 10 Oktober 1938) maka jang dinamakan "S.I. Afdeeling B" itu sebenarnja golongan S.I. jang menamakan dirinja dengan S.I. djuga, namun berhaluan komunis. Oleh penulis L. Moh. Isa tsb. ditjeriterakan pula segala kritik dan fitnahan jang hebat jang disiar²kan mengenai hidup Tjokroaminoto, menurut penulis tadi oleh golongan jang ingin memutar S.I. agar mendjadi komunis. Karena tjatjian dan fitnahan tadi maka S.I. jang tadinja beranggauta 2½ djuta itu kemudian hanja tinggal ribuan sadja anggautanja. Akan tetapi berkat kegiatan H.O.S. Tjokroaminoto dan kawan-kawannja jang terus taat lambat laun tambah djuga djumlah anggautanja, apalagi sesudah S.I. diperubah bentuknja mendjadi P.S.I.I., jaitu dengan terang²-an formil dan materiil mendjadi partai politik dengan nama "Partai Sjarikat Islam Indonesia". Saja sendiri, penulis buku kenang²an ini, kenal marhum Kanda Tjokroaminoto karena saja pada tahun 1912, sebelum menjeburkan diri kedalam "Indische Partij", mendjadi anggauta S.I. bahkan pernah duduk dalam pimpinan S.I. tjabang Bandung, bersama² dengan saudara Abdul Muis (seorang ahli kesusasteraan dan pengarang jang terkenal, jg. kini hidup sebagai orang-tani di Garut), dan saudara St. Muhamad Zain (kini Kepala Balai Bahasa di Djakarta). Selain itu saja mendjadi pembantu pula dari harian "Utusan Hindia" di Surabaja, jang dipimpin marhum saudara Tjokroaminoto sendiri. Patutlah disini saja mengingati djasa Kanda Tjokro terhadap aksi kami di Nederland, ketika saja bersama² Douwes Dekkers (Setya buddi) dan Tjipto Mangunkusumo sebagai "orang-buangan" berada di negeri Belanda dan menjemangatkan para peladjar kita disana. Lebih² ketika kami berusaha mendirikan "Indonesisch Persbureau", dan menerbitkan madjallah "De Indiër" dan "Hindia Putera", ja'ni orgaannja para peladjar kita, maka marhum saudara Tjokroaminoto menjokong kami, baik dengan mengirimkan berita² untuk disiarkan di Nederland, maupun dengan menjiarkan berita² jang kami kirimkan {{hws|ke|kepadanja}}<noinclude> {{rh|194||}}</noinclude> shmr6tm9wv2dttdnwlcn5k01fh0kpe5 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/188 104 111622 310303 2026-08-10T06:03:04Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310303 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Besari di desa Tegalsari daerah Ponorogo. Kijai ini adalah putera menantu Susuhunan ke-III di Surakarta. Dari perkawinan tersebut lahir seorang putera jang kelak mendjadi bupati Ponorogo, jaitu Raden Mas Adipati Tjokronegoro, jang berputera ''R. M. Tjokroamiseno'', seorang Wedana district Klétjo, dan inilah ajah ''H.O.S. Tjokroaminoto'', pemimpin besar jang kini sedang kita peringati ini. H.O.S. Tjokroaminoto dilahirkan di tahun 1883 di-desa Bakur. Diwaktu ketjilnja ia terkenal sebagai anak jang nakal, tidak suka bersekolah setjara tertib dan radjin, hingga seringkali dikeluarkan dari perguruannja dan karenanja terpaksa berpindah-pindah sekolahnja. Akan tetapi perkembangan djiwanja rupa-rupanja tidak tergantung pada sekolahnja. Buktinja Raden Mas Umar Said dapat djuga meningkat pengadjarannja hingga sampai tamat O.s.v.i.a (Opleidingsschool voor Inlandsche Ambtenaren) di Magelang. Ketika berumur 19 tahun, jaitu di tahun 1902, Tjokroaminoto tamat bersekolah di O.s.v.i.a. Magelang, kemudian masuk kedalam kalangan B.B. (Binnenlandsch Bestuur) mendjadi djuru-tulis patih di Ngawi. Tiga tahun kemudian ia meninggalkan djabatannja dan mendjadi pegawai pada Firma KOOY & Co di Surabaja, sedangkan pada malam harinja ia bersekolah di „Burgerlijke Avondschool”, bagian „werktuigkundige”, jaitu dalam tahun 1907 — 1910. Selandjutnja untuk dua tahun lamanja ia bekerdja sebagai „leerling machinist” dan kemudian mendjadi „chemiker” di fabrik gula didekat Surabaja. Sesudah itu beliau ''memasuki dunia journalistik'', dan itulah waktu Tjokroaminoto mentjampuri gerakan Hadji ''Sjamanhudi'', pemimpin „Sjarikat Dagang Islam” di Solo, gerakan mana oleh H.O.S. Tjokroaminoto direorganiseer mendjadi „Sjarikat Islam” jang sangat termasjhur itu dan hingga kini masih tetap hidup, sekalipun dengan nama lain, jaitu „P.S.I.I.” Selama berdjoang sebagai pemimpin-umum S.I. maka amat banjaklah kesukaran² jang dihadapi, kesusahan² jang diderita, tidak sadja jang berasal dari kaum pendjadjah namun dari golongan² perdjoangan lainnja. Salah satu kesulitan jang terpenting jaitu misalnja kesulitan² jang bertali dengan apa jang disebut „''S.I. Afdeling B.''” Berhubung dengan perkara itu {{hws|Tjokroami|Tjokroaminoto}}<noinclude> {{rh|||193}}</noinclude> aphavqied8toas9uu0ns48tciymnw1y Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/187 104 111623 310304 2026-08-10T06:04:25Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310304 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>'''H.O.S. TJOKROAMINOTO'''<br>Ketua Komite Sarikat Islam</center><noinclude></noinclude> 6o252hfc8iipyn0y3oy8rl28t8us246 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/186 104 111624 310305 2026-08-10T06:07:40Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310305 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{center|'''H.O.S. TJOKROAMINOTO.'''}} {{center|''Seorang Nasionalis jang berdjiwa Islam.''}} Namanja jang lengkap ialah: ''Raden Mas Hadji Oemar Said Tjokroaminoto'', tetapi tidak pernah ia memakai sebutannja "radenmas" dan orang hanja tahu bahwa dimuka namanja hanja ada tiga huruf H.O.S. Apabila Tjokroaminoto membuang titel bangsawannja itu tidak berarti bahwa ia meninggalkan sifat kebudajaan suku bangsanja, jaitu kebudajaan Djawa. Sekali tidak. Tjokroaminoto adalah ''orang Indonesia'', jang berdjiwa ''Islam'' dan ''berbentuk Djawa''. Dulu ia selalu berpakaian Djawa, berkain Djawa dan ber-ikat-kepala Djawa. Tidak sadja dalam tjaranja ia berpakaian orang dapat tahu bahwa ia ada seorang berasal Djawa-Tengah, djuga dalam hidup batinnja jang mengenai rasa-keseniannja, Tjokroaminoto tidak pernah berpisahan dengan sifat kebudajaan suku-bangsanja, suku bangsa Djawa. Ia bukan sadja seorang jang faham dalam kesusasteraan Djawa, namun saban orang tahu bahwa Tjokroaminoto penggemar kesenian wajang pula. Ini berarti bahwa ia tidak asing dalam kesenian sastera dan gending, ja'ni musik Djawa, karena seni wajang mengandung beberapa anasir² kesenian, diantaranja seni "sastera" dan "gending". Sifat hidup batin seperti jang tergambar tadi sebenarnja bukan sifat chusus dari pada seorang jang istimewa, jang terkenal sebagai H.O.S. Tjokroaminoto. Bukan! Sifat itu adalah sifat jang terdapat pada hidupnja orang² Djawa-Tengah jang berasal turunan bangsawan Djawa, ''turunan Keraton'', dan ''memeluk agama Islam.'' Dalam pada itu Tjokroaminoto sebagai orang jang berketurunan bangsawan Djawa jang beragama Islam, pun agak berbeda djuga dengan orang² lain jang bersamaan turunan dan beragama Islam pula. Hidup ke-Islaman Bapak Tjokroaminoto lebih tebal dan lebih dalam. Hal ini dapat kita mengerti kalau kita mengetahui bahwa Tjokroaminoto adalah ''turunan seorang Kijai'' jang besar dan ternama. Ia adalah tjutju ''Kijai Bagus Kasan''<noinclude> {{rh|||191}}</noinclude> s4pkm099s3agrmnidnp3favn2z8k5b8 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/185 104 111625 310306 2026-08-10T06:09:54Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310306 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Dr. Wahidin berputera dua orang; jang sulung ialah marhum ''Dokter Suleiman Mangunhusodo'', jang dulu lama mendjabat "hofarts" di Solo, dan kemudiaan di djaman Republik mendjadi dokter Kotapradja Surakarta. Jang bungsu ialah marhum "Abdullah Sr.", seorang pelukis jang terkenal, teristimewa sebagai "aquarellist". Kita semua kenal akan ''Basuki Abdullah.'', seorang pelukis jang ulung pula, teristimewa terkenal sebagai "portretschilder". Pelukis muda ini adalah putera Abdullah Sr. Djuga pelukis ''Sudjono'', saudara Besuki, adalah putera marhum Abdullah Senior. Jang sangat menarik perhatian pula ialah seorang puteri Abdullah Senior pula, jaitu ''Nji Tridjoto'', isteri marhum ''Ki Tjokrosuharto'', jang dulu berkedudukan di Bandung, achirnja di Jogjakarta. Nji Tridjoto Tjokrosuharto itu sedjak lama terkenal sebagai puteri ''pemahatartja'' jang pertama. Banjak sudah tjiptaan² Tri Tjokrosuharto jang menarik perhatian para seniman; misalnja artja² jang menggambarkan Drs. Sosrokartono, jang mewudjudkan seorang puteranja sendiri, borstbeeld Sri Sultan Hamengkubuwono ke VIII, dan lain²nja. Sebagai diketahui maka monument "Banteng Kurdo" di Madiun, jang memperlambatkan perdjoangan kemerdekaan kita, adalah tjiptaan serta buah tangan Nji Tridjoto. Baru² ini Nji Tjokro dapat pesanan dari AURI untuk membuat patung peringatan para pahlawan Angkatan Udara jang telah gugur, patung mana waktu ini sudah dimulai di-dekat lapang terbang Maguwo.<noinclude> {{rh|190||}}</noinclude> quweq4om96jenz0rhz2h015c9rvt48n Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/184 104 111626 310307 2026-08-10T06:14:17Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310307 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|hasa|bahasa}} pengantar ialah bahasa „Melaju“. Wahidin hanja beladjar 22 bulan, lalu dipandang tjukup pandai untuk mendapat idjazah „Dokter Djawa“. Kemudian Dr. Wahidin pernah mendjabat „assistent-leeraar“ pada „alma mater“-nja Sekolah Dokter itu. Dalam madjallah „Tanah Air“ tadi dapat kami batja pula, bahwa Dr. Wahidin Sudirohusodo dilahirkan pada tahun 1850 dan meninggal pada tahun 1916, djadi mentjapai usia 66 tahun. ''12. Keluarga Dr. Wahidin.'' Mungkin berdasarkan kejakinan „eugenetik“, ilmu kebaikan turunan jang antara lain mengadjarkan guna dan faedahnja pertjampuran darah untuk menjehatkan turunan, maka banjak didalam keluarga Wahidin Sudirohusodo itu terdapat perkawinan dengan anggauta² suku bangsa lain. Se-tidak²nja adat pernikahan dengan saudara² „misan“ atau „mindo“ dan sebagainja tidak terdapat. Dr. Wahidin sendiri bernikah dengan seorang puteri „Betawi“. Seorang puteranja, ''Abdullah Senior'', jang terkenal sebagai pelukis jang ulung, bernikah dengan seorang puteri Sunda. ''Basuki Abdullah Junior'', tjutju Wahidin beristerikan seorang puteri Belanda. Dr. Wahidin adalah putera seorang tani jang terhormat di desa Mlati dan tjutju Lurah desa tersebut. Salah seorang saudara Bapak Lurah tadi adalah nenek Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Disinilah kita lihat, seorang pemimpin jang dalam tahun 1908 ikut mengemudikan „Budi-Utomo“, kemudian terkenal sebagai tabib jang ulung dan tabib-keraton jang berdjasa (hingga dapat kerunia sebutan „Kandjeng Raden Tumenggung“ dari Sri Sunan Paku-Buwono ke-X), djuga terkenal sebagai seorang tjerdik-pandai jang bersemangat filsafat, bekas anggauta „Dewan Pertimbangan Agung“ dan sampai hari wafatnja anggauta Parlemen kita, adalah saudara „misan“ Wahidin Sudirohusodo, jang sama berketurunan Daeng Kraeng Nobo djuga.<noinclude> {{rh|||189}}</noinclude> t5yws4mfg1oi71fftnkouq8lop0e5y0 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/183 104 111627 310308 2026-08-10T06:15:32Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310308 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|njelidikan|penjelidikan}} tentang Bapak pergerakan nasional itu, maka dibawah ini kami sadjikan sekedar penerangan hal asal-usul Dr. Wahidin, seperti jang kami dapat dalam harian "Tanah Air-", No. 3, th. I bulan Maret 1918, ditulis oleh "Pembantu Istimewa" harian tersebut jang ada di Solo dan rupa²nja sebagai hasil interview dengan ''Dr. Suleman Mangunhusodo'', putera sulung Bapak Wahidin, jang dulu mendjabat tabib dalam Kotapradja Surakarta, kini sudah marhum. Menurut interview tersebut ajah Wahidin adalah seorang "ronggo" didaerah Bagelen. Setamatnja dari sekolah Djawa di Jogja, Wahidin dipungut oleh tuan Frits Kahle, administrateur-eigenaar onderneming gula di Wonolopo sebelah Timur Tasikmadu, daerah Sragen, Surakarta. Frits Kahle tadi adalah ipar ajah Wahidin, karena saudara perempuan Pak-Ronggo (djadi bibi Wahidin) menjisih hidup Frits Kahle sebagai isteri nikah. ''Begitulah dapat kita batjakan dalam interview tsb., akan tetapi di-bagian ini interview itu disangkai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Menurut beliau Frits Kahle tadi adalah ipar Wahidin, karena kakak perempuan Dokter Wahidin mendjadi isterinja. Wahidin adalah adik njonja Kahle.'' Tentang Wahidin disekolahkan di Solo, inipun dibantah oleh Dr. Wedyodiningrat karena menurut beliau Wahidin disekolahkan di "Europeesche Lagere School" di Jogjakarta. Jang pula tidak dibenarkan oleh Dr. Wedyodiningrat jaitu bahwa isteri Dokter Wahidin ada seorang wanita Indo, asal Bengkulu dari keluarga Feuilletau de Bruyne. Menurut Dr. Radjiman Dr. Wahidin beristerikan seorang wanita Djakarta, jang djadi saudara "tunggal ibu" dengan seorang ''hoofdofficier'' De Bruyne. Ketika berusia 16 tahun Wahidin sudah tamat sekolah, lalu dimasukkan "Sekolah Dokter Djawa" di Djakarta. Karena Wahidin pandai bahasa Belanda, maka dapatlah ia menambah pengetahuan jang didapatnja dari para dokter³ guru, dengan mempergunakan bahan² ilmu kedokteran dari buku² bahasa Belanda. Djaman itu Sekolah Dokter Djawa masih bertingkat rendah dan hanja mempunjai 3 kelas tahunan, sedangkan {{hws|ba|bahasa}}<noinclude> {{rh|188||}}</noinclude> sq3k2qy1p6sb5bqhww1sf2swbqv9k8j Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/182 104 111628 310309 2026-08-10T06:16:27Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310309 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>menghindarkan diri ke Djawa, untuk mentjari bantuan ketentaraan. Di Mataram Daeng Kraeng Nobo, dapat menghadap Sri Sultan sendiri, jaitu Sunan Mangkurat Tegal-arum, jang ingin menggunakan tenaga sang Hulubalang Bugis itu, karena Mataram kala itu sangat terdesak oleh pasukan² pemberontakan sang Trunodjojo. Demikianlah keadaan memaksa Daeng Kraeng Nobo ikut bertempur, sebagai pemimpin Pasukan Bugis di Mataram. Bersangkutan dengan masuknja Kraeng Nobo dalam tentara Mataram itu ditjeriterakan pula, bahwa saudara-mudanja, djuga seorang pemimpin pradjurit Bugis, bernama Daeng Aru Palaka, dan jang lebih dahulu datang ke Djawa dengan maksud jang sama, setibanja di Mataram, tidak langsung menghadap Sri Sultan, melainkan terus menjerahkan diri kepada Trunodjojo dengan sangkaan, bahwa inilah Sultan Mataram. Karena djasa²nja, maka kemudian Aru Palaka mendjadi anak menantu sang Trunodjojo. Adapun Sultan Mangkurat memberi titah kepada Kraeng Nobo, untuk menarik saudara mudanja, Aru Palaka, kedalam tentara Mataram. Karena usaha itu berhasil, maka Kraeng Nobo kemudian mendapat hadiah sebidang tanah jang luas dikaki Gunung Merapi, serta dapat bernikah dengan seorang puteri bangsawan. Ksatrya Bugis dan puteri Mataram inilah jang kelak menurunkan Dr. Wahidin Sudirohusodo. (Tentang Daeng Aru Palaka ditjeriterakan, bahwa kemudian dia dapat dipegang kembali oleh Trunodjojo dan dihukum mati menurut adat-perang). ''11. Hubungan dengan famili Kahle.'' Keterangan tentang asal-usul Dr. Wahidin seperti tertera di-atas tadi, ialah jang kami dapat dari Dr. Radjiman Wedyodiningrat, seorang saudara sepupu Wahidin Sudirohusodo, jang sampai tg. 19 September 1952 masih ada di-tengah² kita hidup sebagai orang-tani di Walikukun dan anggauta Parlemen kita, bekas anggauta "Dewan Pertimbangan Agung". Untuk melengkap dokumentasi. perlu bagi mereka jang hendak meneruskan {{hws|pe|penjelidikan}}<noinclude> {{rh|||187}}</noinclude> fqu10y74g7acj82rc2npyk0nocbh76b Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/181 104 111629 310310 2026-08-10T06:18:10Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310310 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>''9. Keturunan Dr. Wahidin.'' Sudah mendjadi kebiasaan, orang ingin mengetahui asal-usul keturunan seseorang, jang mempunjai sifat jang luar biasa. Begitulah banjak orang ingin tahu akan hubungan sifat pribadi Dr. Wahidin Sudirohusodo dengan darah jang mengalir dalam tubuh djasmaninja. Siapakah gerangan orang², jang menurunkan dia, Wahidin, seorang anak-desa di kaki gunung Merapi, jang kini menarik perhatian seluruh rakjat Indonesia itu? Pabila kita melihat tubuh dan wadjahnja, jang berbeda dengan tubuh wadjah seseorang dari lapisan rakjat djelata umumnja, tentulah kita mudah dapat sangkaan bahwa pastilah Dr. Wahidin bukan seorang jang berdarah Djawa-murni. Mungkin dia berketurunan Hindu-Djawa, sama dengan kebanjakan orang² bangsawan di Djawa, Bali, dan lain² daerah kepulauan kita Indonesia, jang pernah mendjadi pusat kolonisasi Hindu didjaman purba. Sangkaan tentang adanja darah bertjampur dalam baju² dan djantung sanubari Dr. Wahidin, timbul pula berhubung dengan adanja teori dalam ilmu-keturunan, jang antara lain mengajarkan sering terdapatnja kemadjuan hidup tumbuh rochani dan djasmani, bila dua djenis bangsa bersua dalam perkawinan, jang menurunkan. Marilah kita menindjau asal-usul Wahidin Sudirohusodo — dan keluarganja — agar sangkaan² tadi dapat kita simpulkan mendjadi keteguhan, untuk memuaskan mereka jang ingin mengetahuinja, pun untuk melengkapkan "dokumentasi" sedjarah bangsa kita sedjak 20 Mei. ''10. Turunan Daéng Kraéng Nobo.'' Sangkaan, bahwa Dr. Wahidin bukan seorang jang berdarah Djawa murni, sungguh benar. Salah seorang jang menurunkan dia ialah Daeng Kraeng Nobo, seorang bangsawan Mangkasar, golongan pradjurit, jang dalam djaman Mataram ke-II (Mataram-Islam) dengan pasukannja mendarat di Djawa, karena huru-hara dalam negeri di Sulawesi Selatan memaksa dia<noinclude> {{rh|186||}}</noinclude> 1sb0lr48i36oweqdip36gablwwufph9 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/180 104 111630 310311 2026-08-10T06:20:06Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310311 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>pemuda² H.B.S., Artsenschool Landbouw dan Veeartsenijschool, Kweek dan Opleidingsscholen dll. Kata² diutjapkan oleh Dr. Wahidin senantiasa memberi kesan jang dalam kepada pemuda tersebut. Sesungguhnjalah, Dr. Wahidin adalah pemimpin jang paling disukai dalam pergerakan kebangsaan diwaktu itu. Kaum nasionalis kita dengan tjoraknja masing² memandang kepadanja sebagai kepada seorang saudara tua jang bidjaksana dan jang selalu dibutuhkan petundjuk²nja. Bahkan mereka jang melihat keketjawaan „Budi-Utomo” dan achirnja berdjoang dibawah pandji² „Indische-Partij atau „Sarikat Islam” jang revolusioner itu, tiada se-kali² djuga memutuskan hubungan dengan Sudirohusodo, pendorong dan pelopor gerakan kebangsaan. Semoga segala pikiran baik menjampingi dia dalam persemadiantja dialam baka. Amin. ''8. Pendorong usaha perekonomian.'' Dr. Wahidin Sudirohusodo bukan sadja seorang ahli kebudajaan, penggemar gending, tari dan wajang, seorang perintis persuratkabaran dan pengadjaran, dia sangat mementingkan pula so'al ekonomi pada umumnja. Sudah disebutkan dimuka tentang penerbitan madjalah „Guru Desa” oleh Budi-Utomo, jang dipimpin sendiri oleh Bapak Wahidin. Madjalah tsb. bermaksud mendidik rakjat di-desa² kearah kesadaran sosial pada umumnja, misalnja dalam segala so'al kesehatan, tetapi tiap² nomor madjalah itu memuat pelbagai nasehat dan pengadjaran tentang perekonomian djuga. Ilmu pertanian, perdagangan, koperasi dll. sebagainja, setjara populer agar mudah dimengerti, selalu terdapat didalam madjalah tsb. Teringat disini pada saja, bahwa sudah lama sebelum ada pergerakan, kira² tahun 1895, dr. Wahidin mendirikan paberiksabun setjara ketjil²an. Boleh djadi usaha itu se-mata² untuk mendorong rakjat kearah hidup ekonomi setjara baru, untuk mengadjarkan pada rakjat tjaranja membikin sabun; boleh djadi hanja sebagai „experiment”. Bagaimanapun djuga perusahaaan industri sabun tadi tidak hidup landjut.<noinclude> {{rh|||185}}</noinclude> 86oadvi4tyl518dlo7y4d3077661cfz Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/179 104 111631 310313 2026-08-10T06:25:21Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310313 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>sardja. Sebagai seorang Djawa jang mentjapai kemadjuan setjara Barat, akan tetapi dalam segala hal masih tetap seorang Djawa, Dr. Wahidin adalah satu²nja jang dapat menuntun kaum tjerdik pandai bangsa Barat mendjelang alam pikiran Djawa jang sukar difahamkan itu. Sebagai seorang ahli musik Dr. Wahidin tjakap memainkan segala alat gamelan dan hafalah ia banjak tjiptaan gending lama dan baru. Pada sebuah tempat jang tertentu diruangan pendapanja selalu tersedia alat² gamelan, siap lengkap untuk seketika dimainkan. Djuga sebagai dalang ialah jang terbaik diantara penggemar² dalam kalangan kesenian di Djogjakarta. Dikatakan bahwa tidak banjak dalang jang lebih digemari dan lebih terkenal dari dia. Oleh karena itu seringlah benar Dr. Wahidin mendapat kesempatan untuk mempertundjukkan ketjakapannja jang berdjenis² itu. ''7. Penghormatan dan penghargaan, para Tjendekiawan.'' Mas Ngabèhi Dr. Wahidin Sudirohusodo njata benar seorang jang luar biasa dalam masjarakat Djawa. Kebanjakan kaum tjendekiawan kita mengenal dia dari dekat, karena orang selalu bangga dapat berdjabatan tangan dengan dia. Dalam bulan Puasa, pabila orang² pergerakan banjak jang singgah di Djogjakarta untuk mengunddjung rapat², maka dapat dipastikan rumah Dr. Wahidin mendjadi pusat pertemuan ramah-tamah. Disanalah ber-ulang² telah tertambat tali persaudaraan antara pelbagai kaum nasionalis kita, karena memang selalu diusahakan oleh Dr. Wahidin untuk mempertemukan segala tenaga jang berguna bagi gerakan kebangsaan Indonesia. Begitupun peladjar² sekolah menengah jang telah dapat menginsjafi tugas kewadjibannja terhadap Nusa dihari depan, semuanja menganggap suatu kehormatan dapat berhadapan sendiri dengan Dr. Wahidin, serta dapat mendengarkan wedjanganja jang bidjaksana. Di-hari² liburan sering kita lihat Dr. Wahidin sebagai seorang bapak dan teman dikerumuni oleh<noinclude> {{rh|184||}}</noinclude> m32nzz9lnnyjxpderbnc4yjpet8mqh3 310320 310313 2026-08-10T06:30:32Z Link PB 26772 310320 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|sardja|Bangsasardja}}. Sebagai seorang Djawa jang mentjapai kemadjuan setjara Barat, akan tetapi dalam segala hal masih tetap seorang Djawa, Dr. Wahidin adalah satu²nja jang dapat menuntun kaum tjerdik pandai bangsa Barat mendjelang alam pikiran Djawa jang sukar difahamkan itu. Sebagai seorang ahli musik Dr. Wahidin tjakap memainkan segala alat gamelan dan hafalah ia banjak tjiptaan gending lama dan baru. Pada sebuah tempat jang tertentu diruangan pendapanja selalu tersedia alat² gamelan, siap lengkap untuk seketika dimainkan. Djuga sebagai dalang ialah jang terbaik diantara penggemar² dalam kalangan kesenian di Djogjakarta. Dikatakan bahwa tidak banjak dalang jang lebih digemari dan lebih terkenal dari dia. Oleh karena itu seringlah benar Dr. Wahidin mendapat kesempatan untuk mempertundjukkan ketjakapannja jang berdjenis² itu. ''7. Penghormatan dan penghargaan, para Tjendekiawan.'' Mas Ngabèhi Dr. Wahidin Sudirohusodo njata benar seorang jang luar biasa dalam masjarakat Djawa. Kebanjakan kaum tjendekiawan kita mengenal dia dari dekat, karena orang selalu bangga dapat berdjabatan tangan dengan dia. Dalam bulan Puasa, pabila orang² pergerakan banjak jang singgah di Djogjakarta untuk mengunddjung rapat², maka dapat dipastikan rumah Dr. Wahidin mendjadi pusat pertemuan ramah-tamah. Disanalah ber-ulang² telah tertambat tali persaudaraan antara pelbagai kaum nasionalis kita, karena memang selalu diusahakan oleh Dr. Wahidin untuk mempertemukan segala tenaga jang berguna bagi gerakan kebangsaan Indonesia. Begitupun peladjar² sekolah menengah jang telah dapat menginsjafi tugas kewadjibannja terhadap Nusa dihari depan, semuanja menganggap suatu kehormatan dapat berhadapan sendiri dengan Dr. Wahidin, serta dapat mendengarkan wedjanganja jang bidjaksana. Di-hari² liburan sering kita lihat Dr. Wahidin sebagai seorang bapak dan teman dikerumuni oleh<noinclude> {{rh|184||}}</noinclude> kkt0ka0odfzqbwbl5msid5n36mk6zjq Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/21 104 111632 310315 2026-08-10T06:27:22Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'kita belum diakui, baik de jure maupun de facto-nja. Lebih baik hantjur-lebur dari pada kembali didjadjah. Untuk itu kita sang gup menghentikan segala bertentangan jang dapat melemahkan kita, dan kita jakin a ampu melaksanakan kesanggupan kita itu. karena tjinta k terhadap Negara dan Bangsa kita bersama. 22 222' 310315 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>kita belum diakui, baik de jure maupun de facto-nja. Lebih baik hantjur-lebur dari pada kembali didjadjah. Untuk itu kita sang gup menghentikan segala bertentangan jang dapat melemahkan kita, dan kita jakin a ampu melaksanakan kesanggupan kita itu. karena tjinta k terhadap Negara dan Bangsa kita bersama. 22 222<noinclude></noinclude> hm8w9a0x8iuwssgjek75y0pooxy6jj6 310316 310315 2026-08-10T06:28:46Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310316 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>kita belum diakui, baik ''de jure'' maupun ''de facto-nja''. Lebih baik hantjur-lebur dari pada kembali didjadjah. Untuk itu kita sanggup menghentikan segala bertentangan jang dapat melemahkan kita, dan kita jakin a{{Illegible}} ampu melaksanakan kesanggupan kita itu. karena tjinta {{illegible}} terhadap Negara dan Bangsa kita bersama. {{rule|6em}}<noinclude>{{rh|22}}</noinclude> cb3jrkabczzixobac77ja0wxddidq41 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/22 104 111633 310317 2026-08-10T06:29:06Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'l""f'AN. {-,PAT.fARA FEH :0 Mi:l 1948 Lli JOGJAKARiA Orrrr,.q sucl:lh ,^."cnrluga seri:cluntn3a, bi]'ll$'a up;itjarir peringatan ,,'i0 T'ahun ltc+rngunin l*iasion:tl" pacla tg. 20 t4ei 1948 di .trogjaliilrt:r iltr likan niendjiicii r":patiar* jang a-uak merupakan ,,pitj"r,., keresmian, sokalipun iormt:el Pemerintah tt.I" berada ciiiuarnja. licperli sirdah tersebltt dinluki!. Bttng Karno rlengi;:]lhii initiatiinja untni; nrengitclakan itu tidai.... 310317 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>l""f'AN. {-,PAT.fARA FEH :0 Mi:l 1948 Lli JOGJAKARiA Orrrr,.q sucl:lh ,^."cnrluga seri:cluntn3a, bi]'ll$'a up;itjarir peringatan ,,'i0 T'ahun ltc+rngunin l*iasion:tl" pacla tg. 20 t4ei 1948 di .trogjaliilrt:r iltr likan niendjiicii r":patiar* jang a-uak merupakan ,,pitj"r,., keresmian, sokalipun iormt:el Pemerintah tt.I" berada ciiiuarnja. licperli sirdah tersebltt dinluki!. Bttng Karno rlengi;:]lhii initiatiinja untni; nrengitclakan itu tidai. sclll<u.'Kepah' f,lli-::ra.'" tr*r*,.,n <.1;tllnr kcCuiluliannja sebllgai ,,pcntimpin bcsar". rrasiclna!. Fcnj,;rahan pelaksanaannja kcpacla rrl,r' perlic::l,i..arl ",4;:,i;itii, w*kt;i itu Ketua K.N.l.. ric!irk beradi p'enjerahan kcp;rda .. Iictul i].P, R.'' niinrtlr'! nrclanrbangkan penjcrah;tn kepacla crang ',rel:tu itu formcrl rncndudirki telnpat pemusatan. kcmlttan nrr. Assaat nienjerahkan tugasnja kepaela Farriti';i 1e,ng dibentuk oleh rva,kili se-nala golongan dan semua nurta.i jang rvaktu itr-r ada di lbu-kotr li.l. dulu. Hcndaknia dike{ahLri birhw'a disemping tcngirirran surat ttndangan kepada gllc,ngan2 dln partaiz jang ciiketahtti aiatniitnja diumumkan pula tinclang;rn dengan djaian pers dan radio" clitudjukan kepada gnionran: dan par{triz. jang mungkin betum dapat surat undangin. Sctringga ra,olt persiapan jang diadrkan ditrangsal Kepatihan ,logjakart;r iiu sungguh: mertlDakan rapat perwilkilan- rakiali jang serha icngkap. jrkni ..;r:lrlcmen", meskipun hanja bersifat jan11 n;rl<Jut. Sclli-rcljirtnja .,el* fa,cti:". Pemerinttrh meniediakan segala alat2 jang ciiperiukan untuk peringatan besarean itu dengan melalui Kenrenteriall llenerangtmnja. --T'id;k Jan"g wtrktu itu dipimpin oleh Menteri NIoh' sadJa Kementerian tersebut nrenjerahi<an djaNiatsir. vratan2n.la pers dan raclio dan lain2nja jang diperlukan olell Fanit},1" Pusat, nilmun segala hlrbungan dengan Kementeriac Selain itu lain:nja, a.l. Dalan-r-negeri. Luirr-negeri. Keuangan dll'*ja' Dapai dimengerti bahwa denga-n begitu peringatan hari iang dianggap ..hiri-nasional" tacli nampak sebagai usaha p)merintah. 23<noinclude></noinclude> b0o5wzh5zuwj7v6dml1hb674tio4ojp 310326 310317 2026-08-10T06:36:54Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310326 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|'''UPATJARA PE{{Illegible}}VTAN.<br> 20 MEI 1948 DI JOGJAKARTA'''}} Oreng sudah menduga sebelumnja, bahwa upatjara peringatan „40 Tahun Kebangunan Nasional” pada tg. 20 Mei 1948 di Jogjakarta itu akan mendjadi upatjara jang agak merupakan upatjara keresmian. sekalipun formeel Pemerintah R.I. berada diluarnja. Seperti sudah tersebut dimuka, ''Bung Karno'' menganbil initiatifnja untuk mengadakan itu tidak selaku „Kepala Negara” namun dalam kedudukannja sebagai „pemimpin besar” pergerakan nasional. Perjerahan pelaksanaannja kepada mr. Assaat, waktu itu Ketua K.N.I.. tidak berarti penjerahan kepada „Ketua D.P.R.” namun melambangkan penjerahan kepada orang jang waktu itu formeel menduduki tempat pemusatan kemauan rajat. Selandjutnja mr. Assaat menjerahkan tugasnja kepada Panitya jang dibentuk oleh wakil segala golongan dan semua partai jang waktu itu ada di Ibu-kota R.I. dulu. Hendaknja diketahui bahwa disamping pengiriman surat undangan kepada golongan² dan partai² jang diketahui alamatnja diumumkan pula undangan dengan djalan pers dan radio. ditudjukan kepada golongan² dan partai². jang mungkin belum dapat surat undangan. Sehingga rapat persiapan jang diadakan dibangsal Kepatihan Jogjakarta itu sungguh² merupakan rapat perwakilan rakjat jang serba lengkap. jakni „parlemen”, meskipun hanja bersifat „de facto”. Selain itu Pemerintah menjediakan segala alat² jang diperlukan untuk peringatan besaran itu dengan melalui Kementerian Penerangannja. jang waktu itu dipimpin oleh Menteri Moh. Natsir. Tidak sadja Kementerian tersebut menjerahkan djawatan'nja pers dan radio dan lain²nja jang diperlukan oleh Panitya Pusat, namun segala hubungan dengan Kementerian lain²nja. al. Dalam-negeri. Luar-negeri, Keuangan dll.-nja. Dapat dimengerti bahwa dengan begitu peringatan hari jang dianggap „hari-nasional” tadi nampak sebagai usaha pemerintah.<noinclude>{{rh|||23}}</noinclude> k5e9ighac6tlcn1mx4mo48i36fz9oi2 Halaman:080 Loda.djvu/14 104 111634 310318 2026-08-10T06:29:21Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 310318 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1449. -ika <156><br> 1450. ma dòdjà-ka <157><br> 1451. ma dodja-ino<br> 1452. i dūmuku<br> 1453. ma dongala i kurutu<br> 1454. i kilòli<br> 1460. kià-ka<br> 1461. so konòké<br> 1462. so kòmanège - so kòmanėna<br> 1465. dja dòaso - òkiaso<br> 1466. i gogōungu<br> 1467. nāgala, ikia - gogāka<br> 1469. dé {{multicol-break}} 1470. dé<br> 1471. uwa<br> 1472. ǐja<br> 1474. uwa <158><br> 1475. uwa <159><br> 1476. ka <160><br> 1477. ka / kaka; tjawali <161><br> 1478. ma regu-osi dé <162><br> 1479. duru<br> 1481. duru<br> 1482. mutuādé; ngāro <163><br> 1486. moi-uwa-méǐja {{multicol-end}} '''No. 80''' # <li value="1522">Moruwo dé adjé dumulè manėna dja tūaka<br> # Dumulè manėgé adjé bira djo tūaka?<br> # Ngodji to fangu ma lamoko manėgé to hòluku<br> # Tabàko to si bangu<br> # Ronga moī manègė no mi būkunu ngom'ika <moi?><br> # Òna rupa-rupa dja tugala ngom'īka<br> # Ma kolano nag'ungu ī sinoā-ka, o dadi to una ai sosuloko?<br> # Ani kolano njawa dja moruwo wo dja parèta?<br> # Àkére manéna wa sòlèté w'àkun' ūwa (is nīet op te varen)<br>Wo déru déàkèré manėna wa motéké w'àkun'ūwa<br>(Going down this river by canoe is impossible)<br> # Wo déru dé wa kaòko dai téongò-ko, dòne ma dòngala ōrasi muruwo?<br> # Ma dodòku méǐja so àkéréta to laka ta dodòa?<br> # Angé mi si gèto-gètongo wongan'isa mi ja kaǐsa, gòtoe ma sōwoko mi nònu<br> # To man adji djara ma inomo, djèla-djèla, ta nònu<br> # Manèna angé moruwo i bèsàk ūwa?<br> # Okia òna i si dèmo ma ngalé ngòné, nègé i banari-uwa<br> # Ngèkomo i sago, so kiàka wa kaǐka?<br> # Borūa manèna nag' òngo dja mòku dj'àkunu?<br> # Àkéré na djè, adji pakéang no si wòkala<br> # Namoro moruwo-naga no ma gòloko una-ika, ikia on'iké<br> # Nagóngo dja mòteké dj'akun' ūwa, bolàsu manéoka djo gògéré<br> # Nauru dja sinòto mané òka to dja màdja<br> # Ma kolano o son i ng'òka de o gudoti im'àkana<br> # Gudoti manègé dé i iàkuru nag'ongo? <dė?><noinclude></noinclude> tnw90sa5pgcvgcx8elc6rt02dnrv0hz Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/178 104 111635 310319 2026-08-10T06:30:29Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310319 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>merangkap mendjadi penasehat umum dan mendjadi sahabat karib dari Pangéran Notodirodjo. Dalam pada itu ia masih sanggup datang kesana-sini, terutama kalau pertolongannja sangat dibutuhkan. Dr. Suleman datang, dan tinggal serumah dengan ajahnja. Tetapi pekerdjaan jang diharapkan semula tiada mendjadi bagiannja, karena tiap kali datang suruhan dengan permintaan, agar "dokter jang tua" suka datang. Bukan sadja penduduk asli, bahkan penduduk Tionghoa sekalipun lebih menjukai dia daripada tabib² lainnja. Dan sekali orang memilih dia sebagai dokter, akan tetaplah ia berobat kepadanja. Ja, bagi kebanjakan orang ia bukan sadja seorang tabib, bahkan terutama seorang teman, jang sangat dipertjajai dan dihormati. Agaknja tiada mengherankan lagi, bahwa ia pernah dipanggil oleh suatu keluarga Tionghoa, karena tuan dan njonja saling bertengkar dengan hebatnja. Dan waktu Dr. Wahidin kehilangan seorang anaknja perempuan, jang kemudian dimakamkan di Mlati, maka ber-dujun⁵ penduduk Tionghoa mengundjungti tempat jang djauh itu, sekedar untuk memberi penghormatan jang terakhir. Seorang diantara mereka menjatakan dengan kata² jang keluar dari hati sutjinja, betapa besar arti Dr. Wahidin bagi seluruh masjarakat Tionghoa di Jogjakarta. Meskipun orang² pada umumnja mengerti, bahwa dokter jang tua itu perlu beristirahat, namun Wahidin tetap mendjadi tabib sampai pada hari² achirnja, terutama disana, pabila orang sangat membutuhkan pertolongannja. ''Ahli Kebudajaan Dan Seniman'' Tinggallah kini pada kita untuk menghormat Dr. Wahidin sebagai seorang ahli kebudajaan Djawa dan sebagai orang jang penuh berbakat seni. Diantara kaum tjendekiawan kita dewasa ini boleh dikata hanja sedikit orang sadja jang telah berhasil menjelami djiwa kebudajaan bangsanja seperti pernah diselami oleh Dr. Wahidin. Ahli² bahasa serta ahli² bangsa dari Eropa jang untuk keperluan penjelidikannja datang sendiri mengundjungti pusat tanah Djawa akan dapat menjatakan betapa dalam dan luas pengertian Dr. Wahidin tentang Nusa dan {{hws|Bangsa|Bangsasardja}}<noinclude> {{rh|||183}}</noinclude> hh6cz14cxnbr9nlnxsqf21hocmw1c97 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/177 104 111636 310321 2026-08-10T06:31:41Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310321 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>ia berpesan : „Minumlah dari obat itu, tiap hari tiga kali sesendok téh”. Setelah Dr. Wahidin pergi, puteri tersebut memasukkan kertas berisikan tulisan jang tak dapat difahamkannja tadi, kedalam mangkuk putih berisikan air. Kemudian air jang pada pendapatnja telah disutjikan itu diminumnja, tiap hari tiga kali sesendok téh. Demikian djuga selalu diperbuat dengan kertas berchasiat dari para dukun. Pada hari jang ketiga Dr. Wahidin datang dan mendjumpai „patient”nja dalam keadaan sehat-wal-'afiat. Seminggu kemudian patient jang sangat berterima kasih itu, mengirimkan tiga ékor ajam besar bewarna hitam kerumah Dr. Wahidin. Itulah semua ajam jang biasanja disadjikan dalam selamatan dan selalu mendjadi hak milik sidukun. Lebih² dimusim penjakit berdjangkit merupakan wabah, Dr. Wahidin djugalah satunja tenaga jang paling dibutuhkan. Sedangkan tabib² bangsa Eropah, ja, bahkan tabib² Djawa lainnja sekalipun sering dipersukar, kalau hendak memasuki kampung jang terserang penjakit, maka kundjungan Dr. Wahidin selalu disambut dengan suka-gembira dan tiap orang melakukan segala petundjuknja. Terkenal dan sangat digemari orang segala tulisan Dr. Wahidin dalam madjalah „Guru-Desa”; demikian djuga halnja dengan pidato², jang dengan bantuan dari fihak atas sering diutjapkan pada rapat² jang dikundjungi oleh rakjat. Tempat demi tempat dikundjunginja, semata-mata hanja untuk mengingatkan penduduk, apa jang harus dilakukan dalam keadaan bahaja penjakit. Dalam hal ini Surabaja pun tak ketinggalan mendatangkan dia. ''5. Tidak sempat beristirahat.'' Sekali terpikir oléh Dr. Wahidin, — jang dalam usia landjut masih terlampau banjak pekerdjaannja, — akan ber-angsur mengundurkan diri dan achirnja hendak menemph hidup jang lebih tenang dan tenteram. Maka dipanggillah anaknja jang bernama Mas Suleman, seorang dokter-djawa djuga, untuk diserahi segala pekerdjaan ketabiban. Selandjutnja ia sendiri berhasrat akan hanja terus melajani keluarga Sri Paku-Alam, karena selain mendjadi tabib-pura (hofarts), sedjak dahulu ia<noinclude> {{rh|182||}}</noinclude> srrqvgfr49c5j3ej6g0xp8aea86y94w Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/176 104 111637 310322 2026-08-10T06:32:54Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310322 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Pabila kini rangkaian kedjadian jang lampau itu kita kenang-an kembali, satu demi satu, maka terbajanglah Dr. Wahidin dalam pikiran kita, djiwa besar jang memisahkan waktu jang silam daripada masa jang akan datang. ''4. Dokter dan Dukun, Kawan dan Pengetua jang ulung.'' Adapun kekuatan besar, jang senantiasa memperteguh semangat Dr. Wahidin dalam segala perdjuangannja, ialah tjinta jang dalam terhadap bangsanja. Dan kita jakin tjintanja itu pasti akan meliputi seluruh umat manusia, pabila kebetulan bangsanja bukanlah golongan jang tertindas. Maka sesungguhnjalah tjinta, jang memberi kekuatan kepadanja itu, adalah tjinta kepada sesama manusia. Masih perlukah kiranja orang ber-tanja², apakah Dr. Wahidin sebagai tabib dapat memenuhi sjarat²nja? Dengan singkat telah kita tuliskan diatas, bahwa ia pernah mendjadi guru-bantu pada sekolah Dokter-Djawa di Djakarta. Kemudian setelah ia berkedudukan di Jogjakarta, se-akan² seluruh penghargaan dan kepertjajaan penduduk ditumpahkan kepadanja, karena orang menjaksikan sendiri, bahwa Dr. Wahidin menganggap pekerdjaan tabib itu sebagai panggilannja. Terutama terkenal sekali ketjakapannja, dan jang lebih penting lagi dikalangan rakjat, sikapnja tiada bertjela. Djika orang² kaja memandang dia sebagai seorang tabib, jang dapat menjembuhkan segala penjakit, maka bagi si miskin ialah seorang jang besar kasih sajangnja serta ta' pernah menghitung diri. Tidak sedikit djasanja dalam hal memadjukan tjara pengobatan modern dikalangan penduduk jang paling kolot. Kalau dalam mengedjar kesehatan biasanja harus ada paksaan dari atas, maka dengan sangat mudahnja Dr. Wahidin senantiasa berhasil mejakinkan penduduk untuk melakukan hal², jang berhubungan dengan kesehatan. Sebuah tjontoh daripada daja pengaruhnja kita saksikan dibawah ini. Seorang puteri bangsawan kolot, jang mendapat gangguan penjakit kepala pening dan tak berhasil menolaknja dengan obat²an buatan sendiri, memanggil Sudirohusodo, tabib jang tersohor itu. Dr. Wahidin pun datang. Resep ditulisnja dan<noinclude> {{rh|||181}}</noinclude> 4stjoi374ybono1w7ojrscivup59yir Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/175 104 111638 310323 2026-08-10T06:34:01Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310323 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Wahidin seraja menerangkan, bahwa kebanjakan bupati beriri-hati, karena usaha pendirian perkoempulan jang sangat berguna itu tidak pula datang dari fihak mereka sendiri. Padahal, lepas dari bantuan para bupati, sedikit sadjalah jang boleh diharapkan dari pegawai² kabupaten jang barang tentu sangat tergantung dari fihak atasan. Untunglah Mas Ngabèhi Sudirohusodo bukan orang jang mudah dipatahkan semangatnja. Tetapi belum lagi dimulai-kan nja mengadakan gerakan baru, telah tersiar kabar dari beberapa sudut, bahwa usahanja itu akan segera dilandjutkan oleh tenaga² muda. Dua orang jang kemudian mendjadi tabib, Raden Sutomo dan Mas Gunawan Mangunkusumo, waktu itu masih bersekolah di Djakarta, mengumumkan pendirian „Budi Utomo” pada tahun 1908. Semua peladjar sekolah kepandaian menengah (middelbare vakscholen) menggabungkan diri dalam perkumpulan tersebut dan kemudian diputuskanlah untuk menjerahkan seluruh pimpinan pergerakan kepada Dr. Wahidin, nanti didalam Kongres jang segera akan dilangsungkan di Jogjakarta. Sementara itu propagandis kita tiada berhenti mendjalankan rentjananja. Setelah selesai mengadakan rapat² persediaan dengan pendiri² di Djakarta, iapun bertolak lagi dari tempat ketempat, sehingga segera djuga persiapan kongres dapat disudahi. Siapa dahulu turut mengundjungki kongres jang pertama itu, pasti ta' kan dapat melupakan, betapa tjakapnja Dr. Wahidin selaku ketua kongres memikat dan menguasai seluruh rapat dengan pidato pembukaannja. „Bangsa Djawa menghadapi hari gemilang”, demikian udjarnja. Hari itu dibuktikan dengan mengupas perdjalanan sedjarah. Kata² Dr. Wahidin itu menjalakan keberanian serta memperteguh kepertjajaan para tjendekiawan kita, jang hadir serta memperteguh kepertjajaan para tjendekiawan kita, jang hadir pada saat itu. Maka ta' dapat disangkal lagi, dialah sesungguhnja pembawa suara bahagia: hidupnja tjita² kebangsaan. Tatkala kongres bubar, segera dimulai-kan orang mengadakan gerakan jang teratur. Demikian maka tumbuhlah pergerakan kebangsaan dengan Dr. Wahidin sebagai Bapaknja.<noinclude> {{rh|180||}}</noinclude> 9u5k1zfy5pcetejkglr6omxmo3vyhw0 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/23 104 111639 310327 2026-08-10T06:37:24Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Anehnja dalam hal itu ialah ikut besertanja semua golongan dan partai ta' dengan ketjualinju, dan jang paling penting ialah Japatnja diperoleh kata-senakat jang bulat tentang rentjana ..Statement Bersama". apama tidak terhalang oleh kea- daan jang mendadak. patlah kiranja statement" tersebut menjatukan rakjat didalani suatu Front Nasional" jang me- nurut perhitungan dapat dipakainja untuk menghadapi segala bahaja jang mengantjam bangsa dan negar... 310327 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Anehnja dalam hal itu ialah ikut besertanja semua golongan dan partai ta' dengan ketjualinju, dan jang paling penting ialah Japatnja diperoleh kata-senakat jang bulat tentang rentjana ..Statement Bersama". apama tidak terhalang oleh kea- daan jang mendadak. patlah kiranja statement" tersebut menjatukan rakjat didalani suatu Front Nasional" jang me- nurut perhitungan dapat dipakainja untuk menghadapi segala bahaja jang mengantjam bangsa dan negara kita politik. mi- liter. ekononi dsb. baik jang datang dari luar maupun jang seiriu dapat bertumbuh didalam lingkungan sendiri, karena kurang rapatnja hubungan dan kerdja-sama antara golo.gan dan partai kita. Sebenarnja itulah semua jang mendjadi alasan bagi penulis ichtisar sedjarah pergerakan nasional jang sedang- nja kita batja sekarang ini, untuk membukukan segala apa jeng berhubungan dengan perajaan hari ..20 Mei" pada tahun 1948 itu. Upatjara peringatan dilakukan di Gedung Presidenan di Jogja- Anta dengan tjara jang tidak berbeda dengan upatjara peri- ngatan hari 17 Agustus dan lain2 hari nasional. jang tiap tahun diadakan di Ciedung Negara jang resmi itu. Dalam kartu atjara terdapat antara lain: pidato Kena Panitya, jang men- djelaskan maksud dan tudjuan upatjara peringatan sebagai aksi nasional, pidato anggauta jang tertua dan masih hidup dari pada persatuan nasional Budi-Utomo" di tahun 1908, jantu Dr. Radiman Wedyodiningrat sekarang almarhum dan sambutan Presiden Soekarno. Tentang pidato Bapak Wedyodiningrat baiklah disini kita ke- tahui. bahwa beliau hanja memberi gambaran tentang segala keadaan, hubungan antara rakjat dan pemerintah Hindia- Belanda pud, ajaan itu. dalam mana didjelaskan, hetapa bu- ruknja semuanja u. Kadang pora hadlirin tertjengang. mi. sainja bila Dr Wedyodiningrat nientjeriterakan bahwa marhum Dokter Wahidin Sudirohusodo harus berdjongkok dan herdu duk sila" serta harus memberi sembah terhadap seorang assistent-resident. Para hadirin lalu dapat mengerti apa se babnja marhum Dr. Wahidin memandang perlu mendekati para 24<noinclude></noinclude> qmz5wi8kyrtg57n6i2cuevm0lotnevg 310354 310327 2026-08-10T06:59:16Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310354 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Anehnja dalam hal itu ialah ikut besertanja ''semua golongan dan partai² ta' dengan ketjualinja'', dan jang paling penting ialah dapatnja diperoleh ''kata-sepakat jang bulat²'' tentang rentjana „Statement Bersama” {{illegible}} mpama tidak terhalang oleh keadaan jang mendadak dapatlah kiranja „statement” tersebut menjatukan rakjat didalam suatu „Front Nasional” jang menurut perhitungan dapat dipakainja untuk menghadapi segala bahaja jang mengantjam bangsa dan negara kita politik. militer. ekononi dsb. baik jang datang dari luar maupun jang selalu dapat bertumbuh didalam lingkungan sendiri, karena kurang rapatnja hubungan dan kerdja-sama antara golongan² dan partai² kita. Sebenarnja itulah semua jang mendjadi alasan bagi penulis ichtisar sedjarah pergerakan nasional jang sedangnja kita batja sekarang ini, untuk membukukan segala apa jeng berhubungan dengan perajaan hari „20 Mei” pada tahun 1948 itu. Upatjara peringatan dilakukan di Gedung Presidenan di Jogjakarta dengan tjara jang tidak berbeda dengan upatjara peringatan hari 17 Agustus dan lain² hari nasional. jang tiap tahun diadakan di Ciedung Negara jang resmi itu. Dalam kartu atjara terdapat antara lain: ''pidato Ketua Panitya'', jang mendjelaskan maksud dan tudjuan upatjara peringatan sebagai „aksi nasional”, ''pidato anggauta jang tertua'' dan ''masih hidup'' dari pada persatuan nasional „Budi-Utomo” di tahun 1908, jantu ''Dr. Radjiman Wedyodiningrat'' sekarang almarhum dan ''sambutan Presiden Soekarno''. Tentang pidato ''Bapak Wedyodiningrat'' baiklah disini kita ketahui. bahwa beliau hanja memberi gambaran tentang segala keadaan, hubungan² antara rakjat dan pemerintah Hindia-Belanda pada djaman itu. dalam mana didjelaskan, betapa buruknja semuanja itu. Kadang² pora hadlirin tertjengang. misalnja bila Dr Wedyodiningrat mentjeriterakan bahwa marhum Dokter Wahidin Sudirohusodo harus ''berdjongkok'' dan ''berduduk „sila”'' serta harus ''memberi sembah'' terhadap seorang assistent-resident. Para hadirin lalu dapat mengerti apa sebabnja marhum Dr. Wahidin memandang perlu mendekati para<noinclude>{{rh|24}}</noinclude> nddcqs17s45ih8sd1zk7sooq79bnthh Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/174 104 111640 310328 2026-08-10T06:39:01Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310328 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>penduduk Jogjakarta ber-lomba² membawa anak²nja kesekolah. Hasil jang baik ini mendorong Dr. Wahidin untuk melandjutkan gerakannja. Terlebih dahulu akan dimulaikannja mendirikan "studiefonds", karena ternjata kebanjakan pemuda tidak puas dengan pendidikan sekolah rendah sadja, sedangkan usaha melandjutkan peladjaran sering kandas dirintangi oleh biaja. Setelah beberapa orang terkemuka menjanggupi bantuan lahir-batin, maka Dr. Wahidin lalu mengambil keputusan akan melakukan perdjalanan propaganda keseluruh Djawa. Diantara orang² jang sangat besar pengaruhnja perlu disebut nama Pangeran Notodirodjo dari kelurga Sri Paku-Alam, seorang bangsawan jang sedjiwa dengan Dr. Wahidin dan jang turut giat membantu usahanja. Persahabatan karib antara kedua orang ini, masing² dari lapisan jang paling berdjauhan, se-akan² membawa bukti, bahwa perbedaan golongan didalam masjarakat sedikitpun tidak berarti bagi djiwa kita. Pada th. 1906 Dr. Wahidin mulai menolakkan langkahnja. Maksudnja terlebih dahulu akan mengadakan rapat² pada tempat² penting di Djawa Barat. Harapannja tiada lain, hendaknjalah golongan prijaji makin pertjaja akan keharusannja mengadakan suatu gerakan jang meliputi seluruh masjarakat serta bertudjuan mempertinggi deradjat bangsa. Menurut rentjananja pendirian studiefonds nasional harus dikerdjakan lebih dahulu. Dalam beberapa pertemuan jang rapat antara Dr. Wahidin dan golongan prijaji dipelbagai tempat, untuk pertama kalinja bangsa kita menindjau dan menjadari kedudukannja didalam masjarakat. Kelak terbukti pula, bahwa saat itulah mulai tertanamnja benih kesadaran, jang kemudian tumbuh bersemi mengembangkan pergerakan nasional. ''3. Gerakan para Pemuda minta pimpinannja.'' Tiba dirumah dari perdjalanan berat, propagandis kita harus menjaksikan pula, bahwa penjokong tidaklah tjukup banjak untuk dapat mendirikan studiefonds. Dalam harian "Java-Bode", tertanggal 5 Nopember 1906, J.E. Jasper menulis tentang perdjalanan-propaganda, jang telah dilakukan oleh Dr.<noinclude> {{rh|||179}}</noinclude> gj2gz9q1i8zpdd54iubhgnf8vkyedeg Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/173 104 111641 310329 2026-08-10T06:40:16Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310329 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>''2. Pendidikan dan Pengadjaran pintu pembangunan.'' Terkenanglah kita akan masa jang belum djauh lampau, lk. 50 tahun berselang, tatkala orang belum dapat menjaksikan kegiatan hidup seperti kita alami sekarang ini. Tetapi sebagaimana sering kita djumpai, keadaan jang tenang-tenteram diwaktu itu disebabkan belum adanja pengertian serta belum tumbuhnja keinsjafan. Barang tentu diwaktu itu sudah mulai tampak usaha² mengedjar kemadjuan, lebih dari pada jang biasa diperoleh di sekolah rakjat atau volksschool. Akan tetapi oleh karena tiap kesempatan untuk melandjutkan peladjaran memerlukan biaja banjak, maka sebenarnjalah kemadjuan setjara modern hanja mungkin dikedjar oleh golongan kaum berada sadja. Kala itulah tumbuh kejakinan pada Dr. Wahidin, bahwa kepada lapisan jang terbesar didalam masjarakat perlu diberikan pengadjaran jang se-baik²nja. Perdjoangan hidup tidak terelakkan lagi dan bangsa Djawa harus memilih: ''berdjoang'' atau ''mati''. Namun perkataan „mati” tiada sedjenak djuga mendjelang alam pikiran Dr. Wahidin, sehingga lekas² disiapkanlah bangsanja menghadapi perdjoangan. Dua soal memikat hati-sanubarinja: memperluas pengadjaran jang sempurna dan memperhebat kesadaran nasional. Suatu hal jang ta' boleh dibiarkan demikian sadja ialah, bahwa anak² dari golongan jang tidak berada tetapi luar biasa kepandaiannja, — seperti dia sendiri sebagai tjontoh jang paling njata — masih terlalu banjak jang belum dapat melandjutkan peladjaran. Selain itu ia mempersalahkan djalannja kemadjuan setjara Barat, jang tidak sedikit merugikan sifat murni dari bangsa Djawa. Kedjadian itu ta' boleh terulang, kata Dr. Wahidin. Dengan diam² lagi bersungguh hati iapun ber-siap² melaksanakan tjita²nja. Dalam madjallah Djawa „Retno-Dumilah” jang dipimpinnja sendiri, tiada djemunja ia berusaha menginsjafkan pembatja akan pentingnja pengadjaran. Disamping itu dipergunakannja madjallah tersebut untuk mempropagandakan tjita²nja, jang ternjata tidak sia² belaka. Buktinja, banjak nian<noinclude> {{rh|178||}}</noinclude> pmx8vptu6wsee8wtwemaldwknrqiggg Halaman:080 Loda.djvu/2 104 111642 310330 2026-08-10T06:40:48Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 310330 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. LODA LIST''' {{multicol}} 1. ròèsé<br> 2. sāèki<br> 3. biono, djamani<br> 4. biono ma lòa<br> 5. sāèkima kokowo <1><br> 6. utu<br> 8. sāèkima mūmuku<br> 9. ngāuku<br> 11. làko<br> 15. gònga<br> 17. kòngo<br> 18. ngūnungu<br> 20. sirằngutu<br> 21. gotōaka<br> 22. uru<br> 25. uru ma Kāǐ<br> 27. kukumi<br> 28. kukumi<br> 29. saduku - okoko<br> 30. kukumi <2><br> 31. àkéri<br> 32. gåkaka <gàkaka?><br> 33. īngiri<br> 34. nangeri<br> 35. rīsikī<br> 37. ngòmasa <3><br> 38. tòlo / tòlo ma gòla<br> 41/<br> 42. alé ma ngūnungu, susu <4><br> 45. susu ma ngàwoko<br> 46. susu ma dabu<br> 48. susu <5><br> 50. gagara <6><br> 52. fūo<br> 53. òdju<br> 54. pòkoro<br> 56. gàté-, òko<br> 57. mirimi<br> 61. pòtiti<br> 62. pòtiti ma dodòmi {{multicol-break}} 63. dūdunu<br> 66. sārimi<br> 68. bobòkala<br> 69. gòla<br> 70. gūgumu / gòla ma gūgumu<br> 72. ma hò'ko <ma hòko?><br> 73. ihoko<br> 75. kosiki<br> 76. (i na) mèla<br> 77. òso<br> 78. télémé<br> 82. ma òsisi<br> 83. òsisi<br> 84. witasa - djòu<br> 86. djòu<br> 88. djòu ma bobòlo - djòu ma tòlo<br> 90. ūguru<br> 91. wuwuku<br> 93. namoro ma tōunu <7><br> 94. witasa<br> 95. bětěkono<br> 97. giama<br> 99. gūgutu<br> 100. papànga<br> 102. sòata<br> 105. raraga<br> 107. gitiwiri<br> 108. gulu-djèdja<br> 109. dudūmutu<br> 110. kolano<br> 112. gělétiti<br> 115. kōbongo<br> 116. aūnu<br> 117. lākémé <8><br> 118. ngūroto<br> 121. kāi<br> 122/<br> 123. gògo <9><br> 124. garasāuku<br> 125. kōbiri {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> jc9qwuesz2iwxu6wdi1m3quv2vb1b19 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/172 104 111643 310331 2026-08-10T06:41:39Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310331 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Sebagai „dokter-djawa” diwaktu itu iapun boleh dikata luar biasa sehingga dipandang patut serta terpilih untuk mendjadi geru-bantu atau asistent-leraar” pada sekolaheja. Keluk sesudah itu ia berkedudukan tetap di Jogjakarta, tempat ia mengetjap pendidikan jang pertama dan achirnja mendjadi salah seorang penduduknja jang terkenal dan budiman. Disana Dr. Wahidin tinggal sampai wafatnja, jalah pada hari bulan Mei, tahun 1917. Siapa kelak membuka kitab² sedjarah kebangsaan kita, iapun pasti akan menghadapi lembaran bersih berhiaskan nama orang, jang sedang kita peringati djasa²nja dengan terbitnja risalah ini. Ber-tahun² nama Dr. Wahidin (dikalangan Djawa terkenal dengan sebutan ''Mas Ngabehi Sudirohusodo'') terikat erat dengan pergerakan nasional, sehingga orang jang meriwajatkan hidupnja ta’ boleh tidak harus memberi pandangan tentang pergolakan masa diwaktu itu, masa jang sungguh² merupakan titik perhentian dalam perdjalanan sedjarah bangsa kita. Orang menamakan Dr. Wahidin Bapak dari „''Budi-Utomo''”, perkumpulan pemuda Djawa, tetapi setelah tiada lagi ia hidup di-tengah² kita, lazimlah djuga orang mengakui dia sebagai ''Bapak pergerakan kebangsaan Indonesia.'' Memang antara lain ta’ dapat disangkal, bahwa „''Budi Utomo''” adalah ibu-perkumpulan jang melahirkan ber-djenis² aliran dalam masjarakat Indonesia. Hal ini tidak sadja dinjakan oleh kaum „''Budi Utomo''”, melainkan diakui djuga oleh wakil² pelbagai aliran dan golongan. Dan meskipun „''Budi Utomo''” tidak dapat memadai segala harapan ataupun idam²an, tetaplah orang berpendapat, bahwa terlahirnja pergerakan jang mula² bersifat revolusioner-nasionalistis itu adalah peristiwa jang maha-raja, karena kala itulah mulai terdengarnja detik kebangunan dari ber-djuta² rakjat jang diperbudak. Lain dari pada itu, meskipun Dr. Wahidin sebenarnja bukan pendiri „''Budi-Utomo''” seperti akan kita ketahui nanti, dialah jang memberi isjarat untuk memulaikan kebangunan nasional.<noinclude> {{rh|||177}}</noinclude> re3hp0f4yg8kk97xbjw9tz2ci1f2r4o Halaman:San min chu i.pdf/372 104 111644 310332 2026-08-10T06:42:40Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 310332 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-367-}}</noinclude>Alam. Dua tiga ratus tahun kemudian mulai peradaban mereka madju meliwati peradaban kita dan sedjak itu barulah mereka beladjar menggunakan sutera sebagai bahan pakaian jang indah. Meskipun bangsa Tionghoa menemukan sutera sedjak beberapa ribu tahun jang lalu, tetapi kuntji pemetjahan soal pakaian tiga ratus djuta rakjat kita bukanlah sutera. Bahan-bahan keperluan bagi pakaian kita bukan dibuat dari sutera; sedjumlah besar rakjat kita tak sanggup mengadakan pakaian sutera. Bahan sutera jang kita hasilkan tiap-tiap tahun kebanjakan dikirim kenegeri-negeri asing untuk didjadikan barang-barang mewah. Ketika Tiongkok mulai membuka perdagangan bagi negeri-negeri asing, suteralah bahan ekspor jang terutama negeri kita. Tiongkok mengirim sedjum-lah besar sutera keluar negeri, sedangkan barang-barang asing sedikit dimasukkannja. Tatkala itu, ekspor Tiongkok bukan sadja tak seimbang harganja dengan jang diimporkan, malahan bahan ekspor itu djauh lebih banjak. Selainnja sutera, tehpun mendjadi barang ekspor Tiongkok terpenting. Sutera dan teh adalah bahan ekspor terutama dari Tiongkok, selama Barat belum dapat meng-hasilkan barang-barang itu. Sebelum mereka menggunakan teh, semua bangsa asing minum anggur; kemudian setelah teh Tiongkok dimasukkan, mereka mulai minum teh sebagai pengganti anggur; peminuman teh lama kelamaan djadi satu kebiasaan jang achirnja merupakan satu kebutuhan penting bagi mereka. Karena Tiongkok dahulu adalah satu-satunja negeri jang mengeluarkan sutera dan teh, sedangkan negeri-negeri lain tak dapat menghasilkannja dan sebab bangsa Tionghoa tak begitu perlu akan barang-barang asing dan lagi pula negeri-negeri asing pada ketika itu belum membuat barang-barang berdjumlah besar seperti sekarang ini, ekspor sutera dan teh kita selama beberapa puluh tahun dapat membajar barang-barang. impor kita itulah sebabnja maka barang-barang ekspor dan impor kita seimbang harganja. Tetapi beberapa puluh tahun belakangan ini barang impor asing sehari demi sehari makin ber-tambah, sedang ekspor sutera dan teh kita makin lama makin berkurang. Barang ekspor kita tak dapat lagi mengimbangi besar harganja barang impor. Sekarang negeri asing telah dapat meme-tjahkan rahasia pengeluaran sutera Tionghoa. Di Eropah sekarang. Perantjis dan Italia mengeluarkan sutera sedjumlah besar mereka<noinclude></noinclude> 6tvgbmwbg3ke26gg0q80kmq102es7iu Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/171 104 111645 310334 2026-08-10T06:43:07Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310334 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>'''DOKTER WAHIDIN SUDIROHUSODO.''' ''1. Anak désa mendjadi pemimpin besar.'' Dalam sebuah dusun, teratur indah dikaki gunung Merapi jang tampak kehidjau²an, tinggal l.k satu abad berselang suatu keluarga, jang dalam segala kesederhanaannja tetap menarik perhatian orang. Sebagai salah seorang penduduk jang tertua di Mlati, — demikian nama dusun jang tahu memegang namanja — kepala keluarga tersebut sangatlah dihormati serta disajangi oleh orang² sekampungnja; dan adjaib djuga, orang² lain pada umumnjapun sangat menghargai dia. Njatalah hal sedemikian itu disebabkan karena keunggulan budinja, sifat jang dimiliki djuga oleh seluruh anggauta keluarganja. Keadaan jang luar biasa pada keluarga tersebut, tiada luput dari perhatian orang² kota, jang untuk sementara waktu meninggalkan ibu kota Jogjakarta dan datang berkundjung ke Mlati, baik untuk keperluan, maupun untuk beristirahat. Lebih² Wahidin jang kala itu masih kanak², tetapi telah menundjukkan pandangan mata jang memantjar djernih, selalu mendjadi pusat perhatian. Dalam kalangan² terkemuka, baik kalangan Eropa maupun kalangan Djawa, orang berpendapat bahwa Wahidin harus bersekolah. Demikianlah maka Wahidin meninggalkan dusun menudju kekota, kemudian kita lihat dia sebagai seorang dari beberapa anak Djawa, jang mula² sekali mengundjungii „Europese lagere school” (sekolah rendah Belanda). Oleh sebab Wahidin djauh melebihi teman²nja karena fikirannja jang tjerdas tiada terhingga, orangpun mengusahakan agar dapatlah ia melandjutkan peladjarannja, sehingga achirnja tertjatatlah djuga nama Wahidin sebagai murid „Sekolah Dokter-Djawa” di Djakarta (dulu Betawi). Disinipun dalam kalangan guru² ia terkenal sebagai seorang murid jang giat bekerdja, tjerdas otaknja serta sehat djiwanja.<noinclude> {{rh|176||}}</noinclude> lxxfj2qz8ojlm2znfs1ea1wruakwgzj Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/170 104 111646 310335 2026-08-10T06:43:59Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310335 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''SATU DAN LAIN DARI HIDUP<br> ALMARHUM²'''<center><noinclude></noinclude> mn6t1xz029gb084in7m7j026bsz36m3 310337 310335 2026-08-10T06:44:22Z Link PB 26772 310337 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''SATU DAN LAIN DARI HIDUP<br> ALMARHUM'''²<center><noinclude></noinclude> 3aurce5u0wwsb6xlmvys8mh6qia0369 310338 310337 2026-08-10T06:44:37Z Link PB 26772 310338 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''SATU DAN LAIN DARI HIDUP<br> ALMARHUM²'''<center><noinclude></noinclude> o2a8yqvhju1otojlabtc78mrth0cjpo Halaman:San min chu i.pdf/373 104 111647 310336 2026-08-10T06:44:02Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 310336 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-368-}}</noinclude>inipun mengadakan penjelidikan teliti tentang pemeliharaan ulat benang sutera. Dalam pertjobaan-pertjobaan mereka, banjak sekali mereka mendapat pendapatan-pendapatan baru dan mengadakan pertjobaan-pertjobaan. Industri sutera Djepang bukan sadja meniru tjara Tionghoa, tetapi djuga mentjari dan menggunakan penda-patan-pendapatan Eropah terbaru. Kwalitet sutera Djepang baik sekali, penghasilannja melebihi penghasilan Tiongkok, lagi pula barang-barang dari sutera Djepang lebih baik dari pada barang-barang sutera Tiongkok. Itulah sebabnja sutera dan teh Tiongkok sekarang tak mendapat banjak pembeli dipasar-pasar internasio-nal: sutera dan teh negeri-negeri lain merebut pasar-pasar pendjualan kita. Demikianlah sekarang djumlah sutera dan teh jang kita ekspor makin lama makin sedikit sedangkan barang-barang kita jang dapat dikirim kepasar-pasar dunia untuk dapat mengimbangi barang impor kita tak ada. Itulah sebabnja, tiap-tiap tahun kita membajar sedjumlah lima djuta dollar kepada negeri-negeri lain sebagai hutang dalam perdagangan internasi-onal. Hal inilah jang disebut orang kekuasaan ekonomi asing terhadap bangsa kita. Kalau kekuasaan ekonomi makin bertambah hebat, tentu pemetjahan soal penghidupan kita akan bertambah susah. Sutera Tiongkok sudah terusir keluar seluruhnja oleh sutera asing dari pasar internasional: barang-barang sutera Tiongkok lebih buruk kwalitetnja dari pada barang-barang sutera asing. Tetapi karena kita membutuhkan memakai barang dan benang kapas asing untuk membuat barang-barang kebutuhan kita, kita tak dapat menggunakan sutera kita untuk keperluan sendiri, te-tapi harus dikirim keluar negeri sebagai alat penukaran kain dan tjita katun jang lebih murah. Perusahaan sutera kita, tjara pengeluaran sutera dan pembuatan barang-barang sutera jang kita pergunakan. dulunja sangat ba-gus. Tetapi kita sudah merasa puas dengan pendapatan kita jang mula-mula itu; hingga tak mentjari pertjobaan baru lagi, kemudian ketika bangsa asing meniru industri kita mereka menggunakan tjara ilmu pengetahuan modern dalam perbaikan sutera mereka dan mengadakan beberapa perubahan-perubahan dalam mengusa-hakannja mereka dapat menghasilkan sutera djauh lebih baik dari<noinclude></noinclude> 3coyqij18n0lp5jap27xxinjs6o9tcx Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/169 104 111648 310339 2026-08-10T06:45:38Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310339 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Dan selandjutnja, saja sebagai salah seorang anggota Partaı jang tertua berpendapat, bahwa dalam waktu 32 tahun darı sedjak lahirnja dan hingga kini, P.K.I. telah mengutamakan perdjuanqan nasional daripada lain² hal. Satu²nja tudjuan jang masuk akal dan kongkrit buat waktu inı jalah memerdekakan dan membebaskan Rakjat Indonesia dari segala pengaruh dan penindesan imperialis. P.K.I. sebagai partai² nasional lainnja ber-tjita² dan berdjuang guna mendapatkan kemerdekaan nasional, mengkonsolidası semua hasil² jang didapat dari perdjoangan nasional sedjak petjah revolusi nasional dalam 1945, dan selandjutnja melaksanakan program pembangunan nasional sebagai sjarat untuk pembentuk masjarakat Indonesia jang aman dan adil.<noinclude> {{rh|||173}}</noinclude> 0g7zer6w0rqg2v8in2syv0z930pgxao Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/168 104 111649 310340 2026-08-10T06:47:26Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310340 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>sama antara partai² nasional dan sedjak tahun tersebut ting katan kemadjuannja daripada beberapa partai politik nasional mulai mendjadi lebih tinggi lagi daripada jang sudah². Harus di- terangkan disini, bahwa P.K.I. sebagai partai² nasional lainnja menghendaki dan berdjuang untuk membebaskan Rakjat Indo- nesia dari segala pengaruh dan tindakan imperialis. Meskipun semua itu sudah mendjadi djelas, akan tetapi ada desas desus dan kegelisahan antara beberapa partai nasional lainnja jang menundjukkan kekuatan se-olah² P.K.I. mau menjelewengkan program persatuan keluar garis² nasional. Ada jang mengata- kan, bahwa P.K.I. hendak memaksakan bentuk suatu masjara- kat Komunis, satu sistim masjarakat baru. Kekuatiran dan ke- gelisahan ini adalah dugaan² jang tidak beralasan. P.K.I. tidak dapat memaksakan hal² jang belum mungkin, jang belum ada sjaratnja dalam masjarakat Indonesia sendiri. Untuk memben- tuk masjarakat Komunis harus diadakan persiapan setjara be- sar²an. Pertama Indonesia harus berindustri. Indonesia adalah negeri setengah djadjahan jang terbelakang. Tjara hidup Ra'jat dan hubungan sosial umumnja masih berlaku setjara feodal atau setengah feodal. Untuk membentuk masjarakat Komunis pertama harus diubah keadaan ekonomi dan ideologie dari ber- bagai² golongan dalam masjarakat. Untuk membentuk masjara- kat Komunis harus didahului dengan pendidikan kader² buruh dan tani untuk mendjadi pedjuang jang dengan sukarela beker- dja untuk menambah dan memperbesar produksi untuk kepen- tingan Rakjat umum. Harus diketahui, bahwa bentuk daripada masjarakat Komunis itu adalah bentuk masjarakat jang terting- gi. Masjarakat Komunis tidak djatuh dari langit, djadi tidak mungkin dibentuk dengan begitu sadja. Menurut keadaan umum di Indonesia sekarang, belum dapat didjandjikan untuk mem- bentuk masjarakat Komunis di-waktu² jang dekat. Djadi terang- lah, bahwa untuk membentuk masjarakat Komunis membutuh- kan perdjuangan jang lama dan ulet. Djadi semua kechawatiran dan kegelisahan, se-olah² P.K.I. mau memaksakan bentuk ma- sjarakat Komunis di Indonesia, adalah dugaan² jang tidak ber- alasan.<noinclude> {{rh|172||}}</noinclude> cefweaqa7l36ir36pbeudvhuliuv23p 310344 310340 2026-08-10T06:51:20Z Link PB 26772 310344 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|sama|kerdjasama}} antara partai² nasional dan sedjak tahun tersebut ting katan kemadjuannja daripada beberapa partai politik nasional mulai mendjadi lebih tinggi lagi daripada jang sudah². Harus di- terangkan disini, bahwa P.K.I. sebagai partai² nasional lainnja menghendaki dan berdjuang untuk membebaskan Rakjat Indo- nesia dari segala pengaruh dan tindakan imperialis. Meskipun semua itu sudah mendjadi djelas, akan tetapi ada desas desus dan kegelisahan antara beberapa partai nasional lainnja jang menundjukkan kekuatan se-olah² P.K.I. mau menjelewengkan program persatuan keluar garis² nasional. Ada jang mengata- kan, bahwa P.K.I. hendak memaksakan bentuk suatu masjara- kat Komunis, satu sistim masjarakat baru. Kekuatiran dan ke- gelisahan ini adalah dugaan² jang tidak beralasan. P.K.I. tidak dapat memaksakan hal² jang belum mungkin, jang belum ada sjaratnja dalam masjarakat Indonesia sendiri. Untuk memben- tuk masjarakat Komunis harus diadakan persiapan setjara be- sar²an. Pertama Indonesia harus berindustri. Indonesia adalah negeri setengah djadjahan jang terbelakang. Tjara hidup Ra'jat dan hubungan sosial umumnja masih berlaku setjara feodal atau setengah feodal. Untuk membentuk masjarakat Komunis pertama harus diubah keadaan ekonomi dan ideologie dari ber- bagai² golongan dalam masjarakat. Untuk membentuk masjara- kat Komunis harus didahului dengan pendidikan kader² buruh dan tani untuk mendjadi pedjuang jang dengan sukarela beker- dja untuk menambah dan memperbesar produksi untuk kepen- tingan Rakjat umum. Harus diketahui, bahwa bentuk daripada masjarakat Komunis itu adalah bentuk masjarakat jang terting- gi. Masjarakat Komunis tidak djatuh dari langit, djadi tidak mungkin dibentuk dengan begitu sadja. Menurut keadaan umum di Indonesia sekarang, belum dapat didjandjikan untuk mem- bentuk masjarakat Komunis di-waktu² jang dekat. Djadi terang- lah, bahwa untuk membentuk masjarakat Komunis membutuh- kan perdjuangan jang lama dan ulet. Djadi semua kechawatiran dan kegelisahan, se-olah² P.K.I. mau memaksakan bentuk ma- sjarakat Komunis di Indonesia, adalah dugaan² jang tidak ber- alasan.<noinclude> {{rh|172||}}</noinclude> 1ssksbm1nefr6y7qk2lggq6pcjmc8jz Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/167 104 111650 310341 2026-08-10T06:48:22Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310341 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>nja kekuasaan imperialisme. Pada achir perang dunia kedua negeri² imperialis kehilangan Tiongkok sebagai pasaran jang terbesar. Sedangkan pasar² lainnja seperti India, Philipina, Malaja, Vietnam, Indonesia, negara² di Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah dll. mendjadi pasar jang tidak aman bagi imperialisme. Kekalahan² ini memperdalam krisis umum dalam tubuh imperiaslime. Oleh keadaan jang sematjam ini, maka golongan imperialis berdaja upaja dengan segenap kekuatannja dan dengan tipu muslihat untuk mempertahankan kedudukannja. Djuga dengan djalan paksaan mereka mau merebut kembali negeri² djadjahan jang telah terlepas. Kedjadian jang sematjam itu dapat dilihat di Korea dan dinegeri Tiongkok dimana imperialis Amerika dengan segala kekedjaman bertindak se-wenang² untuk merebut kembali negeri² tersebut. Sebagai partai nasional lainnja, P.K.I. berdjuang untuk pertama-tama memerdekakan Rakjat Indonesia dari tjengkeraman pendjadjahan Belanda. Berhubung dengan adanja politik expansi setjara baru antara golongan imperialis, maka P.K.I. pandang perlu menambah taktik perdjuangan nasional itu dengan bahan² dan pengalaman internasional jang baru. Taktik dan sjarat² nasional jang lama tidak dapat lagi menentang serangan dan infiltrasi politik, ekonomi dan militer daripada golongan imperialis. Dari golongan imperialis sudah dengan njata hendak mengadakan lagi peperangan dunia jang baru dengan maksud untuk mengadakan „redivision“ (membagi-bagi kembali) negeri² djadjahan dalam bentuk baru antara golongan imperialis. Maka itu sekarang telah tiba waktunja bagi Rakjat Indonesia untuk lebih bersatu daripada jang sudah². Seperti telah diketahui, P.K.I. adalah suatu partai jang mempunjai dua program perdjuangan, jaitu program maximum dan program minimum, program djauh dan program dekat, program nasional) P.K.I. dengan ulet telah berdjuang untuk menggalang persatuan nasional dengan mendapat sukses². Program nasional P.K.I. jaitu program perdjuangan jang progressif, telah mendapat sambutan jang baik dari partai² politik nasional di Indonesia. Sedjak tahun 1950—1951 banjak partai² nasional jang telah mengikuti aliran ini. Ada partai nasional jang telah menginsjafi betapa pentingnja ada kerdja-<noinclude> {{rh|||171}}</noinclude> 34xv3xd493ls9kfrwtn13bbq0lmoc86 310345 310341 2026-08-10T06:51:27Z Link PB 26772 310345 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|nja|runtuhnja}} kekuasaan imperialisme. Pada achir perang dunia kedua negeri² imperialis kehilangan Tiongkok sebagai pasaran jang terbesar. Sedangkan pasar² lainnja seperti India, Philipina, Malaja, Vietnam, Indonesia, negara² di Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah dll. mendjadi pasar jang tidak aman bagi imperialisme. Kekalahan² ini memperdalam krisis umum dalam tubuh imperiaslime. Oleh keadaan jang sematjam ini, maka golongan imperialis berdaja upaja dengan segenap kekuatannja dan dengan tipu muslihat untuk mempertahankan kedudukannja. Djuga dengan djalan paksaan mereka mau merebut kembali negeri² djadjahan jang telah terlepas. Kedjadian jang sematjam itu dapat dilihat di Korea dan dinegeri Tiongkok dimana imperialis Amerika dengan segala kekedjaman bertindak se-wenang² untuk merebut kembali negeri² tersebut. Sebagai partai nasional lainnja, P.K.I. berdjuang untuk pertama-tama memerdekakan Rakjat Indonesia dari tjengkeraman pendjadjahan Belanda. Berhubung dengan adanja politik expansi setjara baru antara golongan imperialis, maka P.K.I. pandang perlu menambah taktik perdjuangan nasional itu dengan bahan² dan pengalaman internasional jang baru. Taktik dan sjarat² nasional jang lama tidak dapat lagi menentang serangan dan infiltrasi politik, ekonomi dan militer daripada golongan imperialis. Dari golongan imperialis sudah dengan njata hendak mengadakan lagi peperangan dunia jang baru dengan maksud untuk mengadakan „redivision“ (membagi-bagi kembali) negeri² djadjahan dalam bentuk baru antara golongan imperialis. Maka itu sekarang telah tiba waktunja bagi Rakjat Indonesia untuk lebih bersatu daripada jang sudah². Seperti telah diketahui, P.K.I. adalah suatu partai jang mempunjai dua program perdjuangan, jaitu program maximum dan program minimum, program djauh dan program dekat, program nasional) P.K.I. dengan ulet telah berdjuang untuk menggalang persatuan nasional dengan mendapat sukses². Program nasional P.K.I. jaitu program perdjuangan jang progressif, telah mendapat sambutan jang baik dari partai² politik nasional di Indonesia. Sedjak tahun 1950—1951 banjak partai² nasional jang telah mengikuti aliran ini. Ada partai nasional jang telah menginsjafi betapa pentingnja ada {{hws|kerdja|kerdja}}<noinclude> {{rh|||171}}</noinclude> qxzrgd5k75686e45j4hm4kp8518dthe Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/166 104 111651 310342 2026-08-10T06:49:20Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310342 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>setjara revolusioner guna memerdekakan Rakjat Indonesia dari genggaman imperialisme Belanda. P.K.I. berpendirian, bahwa sebelum klas proletar dapat melaksanakan suatu bentuk negara atau suatu bentuk masjarakat, lebih dahulu dan pertama-tama Rakjat dan negaranja harus dimerdekakan dari kekuasaan pendjadjahan. Djadi kemerdekaan nasional adalah sjarat mutlak bagi bangsa² jang terdjadjah. Dalam proses pertumbuhannja, selama 32 tahun P.K.I. telah melakukan perdjuangan revolusioner dengan satu²nja maksud untuk memerdekakan Rakjat Indonesia dari kekuasaan pendjadjahan. Dalam proses pertumbuhannja P.K.I. telah banjak mendapat pengalaman dan mempeladjari banjak teori² penting, menginsjafi akan kekuatan dan tenaga raksasa daripada Rakjat sebagai sendjata untuk mendjatuhkan organisasi imperialisme dunia. Menurut tjatatan setjara ilmu, sedjak achir abad ke 19 imperialisme dunia telah berhasil menguasai seluruh tanah djadjahan jang ada diatas bumi. Maka untuk menentang kekuatan raksasa ini harus diwudjudkan suatu persatuan bulat dari seluruh bangsa² jang tertindas dan terdjadjah. Menurut pendapat P.K.I. hanja dengan persatuan perdjuangan dari bangsa² tertindas sadja, bangsa² jang tertindas itu dapat menentang tindasan² imperialisme dan achirnja untuk menggempur kekuasaan jang teguh itu. Telah diketahui, bahwa mati hidupnja imperialisme itu tergantung pada tanah djadjahan. Soal tanah djadjahan sering menimbulkan bentrokan antara negeri² imperialis sendiri, dan inilah jang mendjadi sebab dari peperangan². Tetapi rakjat² terdjadjah, mendjadikan peperangan imperialis mendjadi peperangan kemerdekaan jang revolusioner. Dengan bebasnja negeri djadjahan dari kekuasaan imperialis, berarti berangsur-angsur lenjaplah kekuasaan imperialis dunia. Dahulu sebelum petjahnja perang dunia pertama kedudukan imperialisme masih kuat. Akan tetapi setelah habis perang dunia pertama dan perang dunia kedua kedudukan negeri² imperialis mendjadi lemah. Dalam perang dunia pertama Rusia sebagai salah satu negeri jang terbesar di Eropa bagian Timur telah terlepas dari tjengkeraman imperialisme dan telah mendjadi suatu negara jang merdeka dan bebas. Dari sinilah mulai runtuh—<noinclude> {{rh|170||}}</noinclude> o9gf0q128ehkmaj0aj0ffa49jnix5by 310343 310342 2026-08-10T06:50:13Z Link PB 26772 310343 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>setjara revolusioner guna memerdekakan Rakjat Indonesia dari genggaman imperialisme Belanda. P.K.I. berpendirian, bahwa sebelum klas proletar dapat melaksanakan suatu bentuk negara atau suatu bentuk masjarakat, lebih dahulu dan pertama-tama Rakjat dan negaranja harus dimerdekakan dari kekuasaan pendjadjahan. Djadi kemerdekaan nasional adalah sjarat mutlak bagi bangsa² jang terdjadjah. Dalam proses pertumbuhannja, selama 32 tahun P.K.I. telah melakukan perdjuangan revolusioner dengan satu²nja maksud untuk memerdekakan Rakjat Indonesia dari kekuasaan pendjadjahan. Dalam proses pertumbuhannja P.K.I. telah banjak mendapat pengalaman dan mempeladjari banjak teori² penting, menginsjafi akan kekuatan dan tenaga raksasa daripada Rakjat sebagai sendjata untuk mendjatuhkan organisasi imperialisme dunia. Menurut tjatatan setjara ilmu, sedjak achir abad ke 19 imperialisme dunia telah berhasil menguasai seluruh tanah djadjahan jang ada diatas bumi. Maka untuk menentang kekuatan raksasa ini harus diwudjudkan suatu persatuan bulat dari seluruh bangsa² jang tertindas dan terdjadjah. Menurut pendapat P.K.I. hanja dengan persatuan perdjuangan dari bangsa² tertindas sadja, bangsa² jang tertindas itu dapat menentang tindasan² imperialisme dan achirnja untuk menggempur kekuasaan jang teguh itu. Telah diketahui, bahwa mati hidupnja imperialisme itu tergantung pada tanah djadjahan. Soal tanah djadjahan sering menimbulkan bentrokan antara negeri² imperialis sendiri, dan inilah jang mendjadi sebab dari peperangan². Tetapi rakjat² terdjadjah, mendjadikan peperangan imperialis mendjadi peperangan kemerdekaan jang revolusioner. Dengan bebasnja negeri djadjahan dari kekuasaan imperialis, berarti berangsur-angsur lenjaplah kekuasaan imperialis dunia. Dahulu sebelum petjahnja perang dunia pertama kedudukan imperialisme masih kuat. Akan tetapi setelah habis perang dunia pertama dan perang dunia kedua kedudukan negeri² imperialis mendjadi lemah. Dalam perang dunia pertama Rusia sebagai salah satu negeri jang terbesar di Eropa bagian Timur telah terlepas dari tjengkeraman imperialisme dan telah mendjadi suatu negara jang merdeka dan bebas. Dari sinilah mulai {{hws|runtuh|runtuhnja}}<noinclude> {{rh|170||}}</noinclude> 9ufjg407mtiuu5vf5qwk7ikypus8w30 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/165 104 111652 310347 2026-08-10T06:52:59Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310347 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''SEDIKIT TENTANG PARTAI KOMUNIS INDONESIA.'''<br/> Oleh : Alimin.</center> Atas inisiatif Ki Hadjar Dewantara sekarang telah dimulai menghimpun beberapa tulisan dari golongan tua untuk diterbitkan sebagai brosur kenang²an kepada perdjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Inisiatif ini patut disambut dengan baik dan patut disokong. Brosur ini akan memberikan beberapa penerangan dan pendjelasan atas beberapa hal jang telah terdjadi dihari jang telah lampau, oleh karena itu akan besar artinja bagi pedjuang² angkatan baru jang mau mengenal sedjarah perdjuangannja sendiri. Dalam hal ini saja sendiri hanja dapat menjumbangkan sekedar tulisan singkat untuk sekedar mendjelaskan pendirian dan tjita² dari Partai Komunis Indonesia. Partai Komunis Indonesia didirikan kira² pada pertengahan tahun 1920. Golongan progresif jang membentuk partai ini adalah berasal dari kalangan suatu organisasi besar, jaitu ''Sarekat Islam'' jang dipimpin oleh almarhum O.S. Tjokroaminoto. Sebelum ada ''Sarekat Islam'' sudah lahir lebih dahulu ''Sarekat Dagang Islam'', jaitu gerakan golongan dagang menengah jang sedjak lahirnja telah mengumumkan pemboikotan umum terhadap „modal asing” (terutama dituduhkan pada kaum menengah Tionghoa, jang berakibat adanja pertentangan² hebat dengan golongan ini). Kemudian ''Sarekat Dagang Islam'' mendjelma mendjadi suatu gerakan politik dengan nama ''Sarekat Islam''. Dalam prinsipnja ''Sarekat Islam'' adalah gerakan nasional jang pertama, dimana tergabung ber-matjam² aliran, jang menentang imperialisme. Menurut penjelidikan kita, P.K.I. jang didirikan tahun 1920 adalah suatu partai baru jang merupakan continuiteit (kelandjutan) dari inti jang revolusioner jang ada dalam ''Sarekat Islam''. Djadi P.K.I. itu adalah suatu partai nasional jang lahir dan tumbuh di-tengah² masjarakat Indonesia. Sedjak lahirnja hingga kini P.K.I. dengan tidak henti²nja melakukan perdjuangan nasional<noinclude> {{rh|||169}}</noinclude> avj8j7ikvwcbmwlsf9gi8iezxiv8dqk Halaman:San min chu i.pdf/374 104 111653 310348 2026-08-10T06:53:20Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 310348 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-369-}}</noinclude>pada sutera Tiongkok dan merampas kedudukan industri sutera Tiongkok dipasar internasional. Pemeriksaan-pemeriksaan akan menundjukkan, bahwa kemunduran industri sutera Tiongkok di-sebabkan oleh tjara memproduksinja fang djelek. Banjak ulat-ulat sutera Tiongkok menderita penjakit; terbukti, bahwa setengah dari ulat-ulat sutera ternjata buruk dan mati sebelum dewasa. Kalau ulat-ulat itu beruntung dapat hidup terus, sutera mentah jang dihasilkan oleh ulat sutera berpenjakitan itu tak dapat mengatasi kwalitet atau warna sutera jang dikehendaki. Tjara penenunan sutera pun tak sempurna; benang-benang sutera putus-putus terlalu banjak dan tak tjotjok untuk digunakan dipertenu-nan asing. Itulah sebabnja lama-kelamaan sutera Tiongkok men-derita kekalahan dalam persaingan dengan sutera asing. Beberapa puluh tahun jang silam; tjara pemeliharaan ulat sutera asing serupa seperti tjara-tjara bangsa Tionghoa. Kalau petani Tionghoa memelihara ulat sutera, kadang-kadang hasilnja memuaskan; tetapi kerap kali djuga tak memberi hasil sedikitpun. Petani tak dapat memikirkan dan memberi keterangan akan kedjadian-kedjadian perbedaan hasil pengeluaran, tetapi menghubungkan kedjadian itu kepada nasib belaka. Pun keadaan ini terdapat pada petani-petani asing. Kemudian ahli-ahli ilmu mendapatkan asas-asas mengenai ilmu binatang dan tumbuh-tumbuhan, serta menjelidiki seteliti-telitinja segala bentuk penghidupan, bukan sadja jang kelihatan oleh mata biasa, tetapi djuga menggunakan mikroskop-mikroskop jang dapat membesarkan sampai beribu kali hingga machluk-mach-luk ketjil sekali dapat dilihat dengan mata. Menurut pemeriksaan seorang ahli ilmu bangsa Perantjis bernama Pasteur ia telah mendapatkan bahwa segala penjakit binatang, baik dari manusia, maupun dari ulat sutera disebabkan oleh organisme halus atau mikrobe. Kalau mikrobe ini telah dapat dibasmi, binatang jang mengandung penjakit itu tentu akan binasa. Sesudah membu-ang waktu banjak dan mengadakan penjelidikan jang lebih teliti, achirnja Pasteur tahu dan mengerti betul akan kedjadian-kedjadian dalam alam mikro-organisme ini; lalu ia berhasil mendapatkan sebuah tjara pembasminja dan ia djuga dapat membasmi penjakit-penjakit jang terdapat pada ulat sutera. Setelah tjara Pasteur ini dipraktekkan terhadap ulat-ulat sutera oleh pemeliharaan-peme-<noinclude>{{rh|{{asc|San Min Chu I.}}{{gap}}|||24}}</noinclude> coltahuqpt03hy2y9d36ocij6hb0n5n 310364 310348 2026-08-10T07:14:12Z Lemonwithices 26124 310364 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-369-}}</noinclude>pada sutera Tiongkok dan merampas kedudukan industri sutera Tiongkok dipasar internasional. Pemeriksaan-pemeriksaan akan menundjukkan, bahwa kemunduran industri sutera Tiongkok di-sebabkan oleh tjara memproduksinja fang djelek. Banjak ulat-ulat sutera Tiongkok menderita penjakit; terbukti, bahwa setengah dari ulat-ulat sutera ternjata buruk dan mati sebelum dewasa. Kalau ulat-ulat itu beruntung dapat hidup terus, sutera mentah jang dihasilkan oleh ulat sutera berpenjakitan itu tak dapat mengatasi kwalitet atau warna sutera jang dikehendaki. Tjara penenunan sutera pun tak sempurna; benang-benang sutera putus-putus terlalu banjak dan tak tjotjok untuk digunakan dipertenu-nan asing. Itulah sebabnja lama-kelamaan sutera Tiongkok men-derita kekalahan dalam persaingan dengan sutera asing. Beberapa puluh tahun jang silam; tjara pemeliharaan ulat sutera asing serupa seperti tjara-tjara bangsa Tionghoa. Kalau petani Tionghoa memelihara ulat sutera, kadang-kadang hasilnja memuaskan; tetapi kerap kali djuga tak memberi hasil sedikitpun. Petani tak dapat memikirkan dan memberi keterangan akan kedjadian-kedjadian perbedaan hasil pengeluaran, tetapi menghubungkan kedjadian itu kepada nasib belaka. Pun keadaan ini terdapat pada petani-petani asing. Kemudian ahli-ahli ilmu mendapatkan asas-asas mengenai ilmu binatang dan tumbuh-tumbuhan, serta menjelidiki seteliti-telitinja segala bentuk penghidupan, bukan sadja jang kelihatan oleh mata biasa, tetapi djuga menggunakan mikroskop-mikroskop jang dapat membesarkan sampai beribu kali hingga machluk-mach-luk ketjil sekali dapat dilihat dengan mata. Menurut pemeriksaan seorang ahli ilmu bangsa Perantjis bernama Pasteur ia telah mendapatkan bahwa segala penjakit binatang, baik dari manusia, maupun dari ulat sutera disebabkan oleh organisme halus atau mikrobe. Kalau mikrobe ini telah dapat dibasmi, binatang jang mengandung penjakit itu tentu akan binasa. Sesudah membu-ang waktu banjak dan mengadakan penjelidikan jang lebih teliti, achirnja Pasteur tahu dan mengerti betul akan kedjadian-kedjadian dalam alam mikro-organisme ini; lalu ia berhasil mendapatkan sebuah tjara pembasminja dan ia djuga dapat membasmi penjakit-penjakit jang terdapat pada ulat sutera. Setelah tjara Pasteur ini dipraktekkan terhadap ulat-ulat sutera oleh pemeliharaan-peme-<noinclude>{{rh|San Min Chu I.{{gap}}|||24}}</noinclude> l9l6ulhw9u4x4qxqsc5h8u9k4iz90le Halaman:San min chu i.pdf/375 104 111654 310349 2026-08-10T06:54:04Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 310349 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-370-}}</noinclude>liharaannja di Perantjis dan Italia, ulat-ulat sutera jang mengan-dung penjakit makin lama makin sedikit dan benang-benang sarangnja makin lama makin bagus. Dengan djalan demikian, industri sutera semakin mengalami kemadjuan. Kemudian Dje-pangpun menjelidiki tjara-tjara tadi dan industri suteranjapun djadi madju. Hanja petani-petani Tiongkok sadja jang tak suka atau berminat menggunakan tjara-tjara baru itu, sehingga peru-sahaan suteranja makin mundur. Pedagang-pedagang sutera di Shanghai sekarang mendirikan sebuah stasion pertjobaan untuk menjelidiki kwalitet sutera mereka mengharapkan terdapatnja suatu tjara perbaikan sutera. Universitet Lingnam di Canton menggunakan metode ilmu untuk memperbaiki pemeliharaan telur-telur ulat sutera. Telur-telur jang telah mengalami perbaikan memberikan hasil sutera-sutera halus dan bagus. Tetapi metode perbaikan berdasarkan ilmu ini hanja diketahui oleh sedjumlah ketjil orang sadja, kebanjakan pemelihara-pemelihara sutera tak mengetahui atau tak begitu kenal akan tjara ini. Kalau Tiongkok hendak memperbaiki industri suteranja dan hendak menambah hasil produksi suteranja, pemelihara-pemelihara sutera haruslah mempeladjari metode setjara ilmu jang asing ini, dan harus pula mereka memperbaiki pemeliharaan telur-telur ulat sutera dan daun-daun murbai; mereka harus djuga menjelidiki metode terbaik dalam menggulung benang sutera dari sarang ulat sutera; djuga harus memperbaiki tjara memilih bermatjam-matjam tingka-tan, kwalitet dan warna benang sutera mentah. Barulah kalau metode ini didjalankan, Tiongkok akan mengalami kemadjuan dalam perusahaan suteranja dan lambat laun akan dapat bersaing lagi dipasar sutera dunia. Kalau bangsa Tionghoa tak ingin memper-baiki daun-daun murbai serta telur-telur ulat sutera kwalitet benang sutera mentah, akan tetapi berpegang djuga pada metode kuno: perusahaan sutera Tiongkok bukan sadja akan mengalami kegaga-lan, tetapi mungkin akan tersapu bersih sama sekali dengan sendirinja. Sekarang kebanjakan orang di Tiongkok tak memakai sutera; sutera mentah dikirim keluar negeri dan sebagai gantinja dimasukkan kain dan benang katun. Kalau sutera Tiongkok buruk kwalitetnja, negeri-negeri lain tentu tak mau menerimanja dan sutera kita tak mungkin mendapat pasar. Kalau keadaan seperti<noinclude></noinclude> 63yqb5x6gedktw5jujnlg6m21n4zz8m Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/164 104 111655 310350 2026-08-10T06:54:15Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310350 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>dojongnja kemerdekaan. Ingatlah pada pemimpin-pemimpin jang telah mendahului kita, jakni almarhum Dr. Soetomo dan Thamrin. Pada waktu itu walaupun PARINDRA mendjalankan politiek, akan tetapi tidak lupa realiteit. Sentimenpun dipakai djuga, karena ini adalah kekuatan jang besar, akan tetapi harus dipimpin oleh redelijkheid dan bidjaksana. Seperti telah saja sebutkan tudjuan PARINDRA Indonésia merdeka, tetapi bukanlah tjita-tjita jang terachir. Tjita-tjita terachir dari PARINDRA ialah "hidup mulia bangsa Indonésia". Meskipun PARINDRA dapat berdiri lagi, tetapi djangan lupa mengambil initiatief untuk sedapat mungkin berfusi dengan partai-partai jang azas-tudjuannja sama. Sebab banjaknja kepartaian dapat membingungkan Rakjat dan menimbulkan perpetjahan. Maafkanlah beribu maaf, sekarang saja tak dapat memangku PARINDRA lagi berhubung dengan keadaan badan dan usia saja. Dalam keadaan seperti saja ini, tepatnja hanja sedapat-dapat "heneng". Tetapi saja siap sedia akan membantunja. Sebagai penutup uraian saja ini, mengingat negara kita merdeka masih muda, mengingat keadaan dunia masih sama ruwet, mengingat pula bahwa PARINDRA bangun kembali, maka pudji-do'a saja simpulkan dalam sembojan perkumpulan kita jang pertama, jakni Budi Utomo, jang saja pandang tepat, berbunji : ''Santosa waspada anggajuh utomo.''<noinclude> {{rh|168||}}</noinclude> cgn15us7s813jwfhm334djh1ie34i7f Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/163 104 111656 310351 2026-08-10T06:55:28Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310351 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>budajaan kita sendiri. Artinja sudah tepat dan selaras dengan keadaan alam, sehingga dapat dikatakan Kehendak Tuhan atau telah mendjadi hukum alam. Sudah barang tentu saja tak dapat tidak senang dan gembira, bahwa PARINDRA — partai politiek kebangsaan — jang pernah saja pangku bangun kembali. Menurut zaman ini partai kebangsaan perlu ada. Djika tidak bangsa kita akan mumet diombang-ambingkan, tersérét kian kemari oleh gelombang aliran. Selain dari itu PARINDRA adalah pendjelmaan atau pertumbuhan dari Budi Utomo. Djadi walaupun berpolitiek tentu tidak akan mengabaikan kebatinan dalam kebudajaan kita. Ini adalah kekuatan jang djitu. Pun PARINDRA — jakni Partai Indonésia Raya — perkataan RAYA ini politis amat luas. Suatu partai kebangsaan tak dapat diperbudak, malahan dapat fanatiek dan mendjadi — isme. Inilah jang perlu kita ingati, sebab sering-sering mendjadi adigang-adigung, kurang humaniteit dan dynamis. Bagi saja sendiri tidak chawatir djika bangsa kita mendjadi fanatiek, karena kebudajaan kita adalah ke-Tuhanan. Ke-Tuhanan dalam kebudajaan kita sudah terang, semua manusia ada benih satu. Hanja karena perbedaan keadaan tanah air maka manusia berbeda-beda. Pun semua jang tersebut dalam Pantjasila sudah termasuk Ke-Tuhanan dalam kebudajaan kita. Didesa-desa jang mendjadi sendi bangsa semangat gotong rojong, rukun, damai, prasadja (suka berterus terang), gastvrijheid, masih hidup berkobar. Maka bangsa kita disebut bangsa jang tidak rendah dan dapat menjesuaikan diri. Disini bukan tempatnja menguraikannja lebih landjut. Adapun andjuran saja kepada PARINDRA jang baru bangun ini, oleh karena keadaan sudah berlainan, jakni kita telah merdeka, pendjadjahan sudah lenjap, sehingga kita berhadapan dengan kita sendiri dan tak boleh tidak berhubungan dengan internasional, maka hendaknja tudjuan, sikap, dan sepak-terdjang PARINDRA diobah, disesuaikan. Harapan saja supaja PARINDRA mendjalankan politiek jang waardig. Djauhkanlah segala sesuatu jang dapat mengakibatkan<noinclude> {{rh|||167}}</noinclude> osumpt6vtggqj1r9521yui7bjttsuls 310352 310351 2026-08-10T06:57:09Z Link PB 26772 310352 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|budajaan|kebudajaan}} kita sendiri. Artinja sudah tepat dan selaras dengan keadaan alam, sehingga dapat dikatakan Kehendak Tuhan atau telah mendjadi hukum alam. Sudah barang tentu saja tak dapat tidak senang dan gembira, bahwa PARINDRA — partai politiek kebangsaan — jang pernah saja pangku bangun kembali. Menurut zaman ini partai kebangsaan perlu ada. Djika tidak bangsa kita akan mumet diombang-ambingkan, tersérét kian kemari oleh gelombang aliran. Selain dari itu PARINDRA adalah pendjelmaan atau pertumbuhan dari Budi Utomo. Djadi walaupun berpolitiek tentu tidak akan mengabaikan kebatinan dalam kebudajaan kita. Ini adalah kekuatan jang djitu. Pun PARINDRA — jakni Partai Indonésia Raya — perkataan RAYA ini politis amat luas. Suatu partai kebangsaan tak dapat diperbudak, malahan dapat fanatiek dan mendjadi — isme. Inilah jang perlu kita ingati, sebab sering-sering mendjadi adigang-adigung, kurang humaniteit dan dynamis. Bagi saja sendiri tidak chawatir djika bangsa kita mendjadi fanatiek, karena kebudajaan kita adalah ke-Tuhanan. Ke-Tuhanan dalam kebudajaan kita sudah terang, semua manusia ada benih satu. Hanja karena perbedaan keadaan tanah air maka manusia berbeda-beda. Pun semua jang tersebut dalam Pantjasila sudah termasuk Ke-Tuhanan dalam kebudajaan kita. Didesa-desa jang mendjadi sendi bangsa semangat gotong rojong, rukun, damai, prasadja (suka berterus terang), gastvrijheid, masih hidup berkobar. Maka bangsa kita disebut bangsa jang tidak rendah dan dapat menjesuaikan diri. Disini bukan tempatnja menguraikannja lebih landjut. Adapun andjuran saja kepada PARINDRA jang baru bangun ini, oleh karena keadaan sudah berlainan, jakni kita telah merdeka, pendjadjahan sudah lenjap, sehingga kita berhadapan dengan kita sendiri dan tak boleh tidak berhubungan dengan internasional, maka hendaknja tudjuan, sikap, dan sepak-terdjang PARINDRA diobah, disesuaikan. Harapan saja supaja PARINDRA mendjalankan politiek jang waardig. Djauhkanlah segala sesuatu jang dapat mengakibatkan<noinclude> {{rh|||167}}</noinclude> onwd4uw3dus3p303uxx09dxfdjx404v Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/162 104 111657 310353 2026-08-10T06:57:27Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310353 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Untuk memadjukan desa disempurnakannja bagiannja Rukun Tani jang sangat berfaedah bagi Rakjat desa umumnja dan jang mempunjai anggauta beribu-ribu djumlahnja. Pun PARINDRA melindungi vakverenigingen, sedang hal politiek — oleh karena berhubungan dengan umum — didjalankan oleh PARINDRA. Djadi teranglah sudah bagi kita semua, bahwa Budi Utomo menanam bahan-bahan untuk tjita-tjita Indonésia merdeka, dan tjita-tjita Indonésia merdeka ini berwudjud dalam PARINDRA. Pada tahun 1941 Djepang datang, memerintahkan semua perkumpulan — termasuk PARINDRA — dibubarkan. Meskipun demikian djiwa keberanian untuk merdeka telah berkobar menjala-njala didalam dada bangsa Indonésia. Menurut riwajat jang saja uraikan dimuka terang dan tak dapat dipungkiri lagi, bahwa kemerdekaan jang kita tjapai sekarang ini adalah hasil pergerakan kebangsaan, dimulai sedjak didirikannja perkumpulan kita jang pertama Budi Utomo. Berdirinja Negara kita sekarang telah sesuai dengan tjita-tjita kebanjakan pergerakan kebangsaan, jakni merdeka, negara kesatuan. Hanja tinggal bagaimana mengisinja agar dapat sentausa, makmur, aman dan tenteram. Sebab djika ini tidak tertjapai, kemerdekaan mungkin dojong. Apa jang saja sebutkan diatas — hemat saja — tergantung pada kesatuan perdjoangan kita sendiri. Telah terbukti dalam riwajat-riwajat banjak negara jang mula-mula kuat mendjadi surut atau djatuh. Sebaliknja negara jang tadinja lemah mendjadi kuat. Riwajat ini patut kita peladjari supaja kita tidak djatuh dalam keadaan jang kurang sejogja. Menurut pemandangan saja, keadaan jang kurang sejogja itu tak hanja kurang memperhatikan kelahiran sadja melainkan djuga kurang memikirkan kebatinan. Djika pemandangan saja ini benar, tepatlah sudah seperti kehendak Pemerintah, kita dewasa ini mengedjar pembangunan. Dalam pada itu kita djangan sampai melalaikan dasar-dasar kebatinan kebudajaan kita. Sesungguhnja menurut sedjarah serta bukti-buktipun ada, tak hanja kita sendiri, bangsa lain djuga ada jang mengatakan bahwa kebatinan bangsa Indonésia adalah baik dan sesuai dengan {{hws|ke|ke}}<noinclude> {{rh|166||}}</noinclude> 9qgdhs7tm4f3fz0fz3qgujd5hhqkmeo Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/24 104 111658 310355 2026-08-10T07:00:35Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'bupati dan menggunakan mereka untuk keperluan gerakan na- sional jang direntjanakan beliau dan marhum Dr. Sutomo di- zaman itu. Kalau para bupati ikut serta maka itu tidak sadja berarti pemerintah Hindia-Belar ak akan meng-halangi dan menjukarkan aksi jang dirent..kan, namun rakjat pula lalu akan berani membantu gerakan baru tadi. Maklumlah dizaman itu pemerintah melakukan kekuasaannja dengan tjara jang sangat menakutkan rakjat. Disamping mendek... 310355 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>bupati dan menggunakan mereka untuk keperluan gerakan na- sional jang direntjanakan beliau dan marhum Dr. Sutomo di- zaman itu. Kalau para bupati ikut serta maka itu tidak sadja berarti pemerintah Hindia-Belar ak akan meng-halangi dan menjukarkan aksi jang dirent..kan, namun rakjat pula lalu akan berani membantu gerakan baru tadi. Maklumlah dizaman itu pemerintah melakukan kekuasaannja dengan tjara jang sangat menakutkan rakjat. Disamping mendekati, mem- beri hati dan menjokong terhadap lapisan atas dari pada rakjat, pemerintah kadang melakukan sikap jang fascistis terhadap rakjat murba. Pidato Bapak Dr. R. Wedyodiningrat kita muat selengkapnja dibagian Kenangan para Pengetua" dibelakang. 25<noinclude></noinclude> rfuxiiy1d4r9v8yz3m58ux3c5lti4rg 310357 310355 2026-08-10T07:03:14Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310357 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>bupati dan menggunakan mereka untuk keperluan gerakan nasional jang direntjanakan beliau dan marhum Dr. Sutomo dizaman itu. Kalau para bupati ikut serta maka itu tidak sadja berarti pemerintah Hindia-Belan ak akan meng-halang²i dan menjukarkan aksi jang dirent{{Illegible}}kan, namun rakjat pula lalu akan berani membantu gerakan baru tadi. Maklumlah dizaman itu pemerintah melakukan kekuasaannja dengan tjara jang sangat menakutkan rakjat. Disamping mendekati, memberi hati dan menjokong terhadap lapisan atas dari pada rakjat, pemerintah kadang² melakukan sikap jang fascistis terhadap rakjat murba. Pidato Bapak Dr. R. Wedyodiningrat kita muat selengkapnja dibagian „Kenang²an para Pengetua” dibelakang. {{rule|6em}}<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude> rfjczs91e6x52xlh30baq213rms5sre Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/25 104 111659 310358 2026-08-10T07:03:48Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '*{AKSE- "ANfitJi}"XLrAf. Jang snnEurt pcnting durr disini palur dipcringari ial*h dapatrijilr ditet*pkan suatu pern.iatlan bersama, suatu ,,Staterfrailt flersanra"'_. ilng, telah dintufakati eileh sescnan goi*ngan dan irartai' politik, scl-.erti trdi sudah kira sebutkan. Staterirent ter. sel',ut prtutlah kiranja c'lisimp:rn sehryai ,.doku,rnentasi,. ,en- {in.s dalarn ,.irrchicf irasionali' kitii. q-uar ntnti dimunu g*rfiu h*lchlnh dok*mcn r:id... 310358 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>*{AKSE- "ANfitJi}"XLrAf. Jang snnEurt pcnting durr disini palur dipcringari ial*h dapatrijilr ditet*pkan suatu pern.iatlan bersama, suatu ,,Staterfrailt flersanra"'_. ilng, telah dintufakati eileh sescnan goi*ngan dan irartai' politik, scl-.erti trdi sudah kira sebutkan. Staterirent ter. sel',ut prtutlah kiranja c'lisimp:rn sehryai ,.doku,rnentasi,. ,en- {in.s dalarn ,.irrchicf irasionali' kitii. q-uar ntnti dimunu g*rfiu h*lchlnh dok*mcn r:idi kita n,kai sebagai peturrdjuk ntau ijc.,nti.lh trladarl trntuk' waiitu, inng irkan rlatang. Agar kit:i dapirl nr*rgikuti iriku fikiraii jang ter"*jat:r tlapal hnsil jang blik clisekitar pr:rajaan peringatan 'renrl,.au't ",L{ai* Kel-rangunan Nasional" tacli naka dibawah ini kita tj:ntulnfu.am lchih dahulu pidato Ketuir Panitrv;,r pLrs:rt tlal;rnr nrilam upa.tiarir t!:,. 20 h4ci 1948 iang rersehut. P..1.l.1. IlresiCrn clan lakii presiden ! J..! Fara rltenteri dan Panglinra llesiir! Sekaliar lJadlirin jiinu lerhornr;rt ljerdeka I I Hari ini. hari 20 Mei. adalrrh hari inulia rlan bahas-ia; boik bagi kitr,6 .iang kini dengan scgala chiclmat secliing rrtelakuka.n tupafjara_ peringatan dalam bangs:rl istana kira ini. maupun bagl saudara? di-luar ruangali ini. discluruh Indonesia, Uahtan diseluruh duni;r" janr'; utengikrrti upatjara ini clengan, perantara6"n, pesarvat'radionja. Hari 20 L4ei ialah hari bangurrnja trangsa trndonesia" hari brangkitnja semangat kebangsaan. jang denfan pcnuh keinsjafan ditudjulcan kearah runtuhnja pendjadjalra-rr Belandr di Indonesia" hari dimulainja segata persiapan setjana nrodern untuk menjongsong kemerdekaan bangsa dan neg,al'*. kita. tepat 40 tahun jang lalu. 26<noinclude></noinclude> ftwyahzvuyoyl49paq3vvugsexk7coz 310360 310358 2026-08-10T07:08:48Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310360 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{larger|{{C|'''MAKSU{{illegible}}AN TUDJUAN.'''}}}} Jang sangat penting dan disini patut diperingati ialah dapatnya ditetapkan suatu pernjataan bersama, suatu „Statement Bersama” jang telah dimufakati oleh segenap golongan dan partai² politik, seperti tadi sudah kita sebutkan. Statement tersebut patutlah kiranja disimpan sebagai „dokumentasi” penting dalam „archief nasional” kita. agar nanti dimana perlu bolehlah dokumen tadi kita pakai sebagai petundjuk atau tjontoh teladan untuk waktu² jang akan datang. Agar kita dapat mengikuti laku fikiran jang ternjata dapat membawa hasil jang baik disekitar perajaan peringatan „Hari Kebangunan Nasional” tadi maka dibawah ini kita tjantumkan lebih dahulu pidato Ketua Panitya Pusat dalam malam upatjara tg. 20 Mei 1948 jang tersebut. {{blockright|P.J.M. Presiden dan Wakil Presiden J.M<br> Para Menteri dan Panglima Besar! Sekalian<br> Hadlirin jang terhormat!<br>Merdeka!}} Hari ini. hari 20 Mei. adalah hari mulia dan bahagia; baik bagi kita, jang kini dengan segala chidmat sedang melakukan upatjara peringatan dalam bangsal istana kita ini, maupun bagi saudara² di-luar ruangan ini. diseluruh Indonesia, bahkan diseluruh dunia. jang mengikuti upatjara ini dengan perantaraan pesawat-radionja. Hari 20 Mei ialah hari bangunnja bangsa Indonesia. hari bangkitnja semangat kebangsaan. jang dengan penuh keinsjafan ditudjukan kearah runtuhnja pendjadjahan Belanda di Indonesia, hari dimulainja segala persiapan setjara modern untuk menjongsong kemerdekaan bangsa dan negara kita. tepat 40 tahun jang lalu.<noinclude>{{rh|26}}</noinclude> bfkfx49jh7ul8mnremrre1czcog28ox 310361 310360 2026-08-10T07:09:11Z Iripseudocorus 23824 310361 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{larger|{{C|'''MAKSU{{illegible}}AN TUDJUAN.'''}}}} Jang sangat penting dan disini patut diperingati ialah dapatnya ditetapkan suatu pernjataan bersama, suatu „Statement Bersama” jang telah dimufakati oleh segenap golongan dan partai² politik, seperti tadi sudah kita sebutkan. Statement tersebut patutlah kiranja disimpan sebagai „dokumentasi” penting dalam „archief nasional” kita. agar nanti dimana perlu bolehlah dokumen tadi kita pakai sebagai petundjuk atau tjontoh teladan untuk waktu² jang akan datang. Agar kita dapat mengikuti laku fikiran jang ternjata dapat membawa hasil jang baik disekitar perajaan peringatan „Hari Kebangunan Nasional” tadi maka dibawah ini kita tjantumkan lebih dahulu pidato Ketua Panitya Pusat dalam malam upatjara tg. 20 Mei 1948 jang tersebut. {{block right|P.J.M. Presiden dan Wakil Presiden J.M<br> Para Menteri dan Panglima Besar! Sekalian<br> Hadlirin jang terhormat!<br>Merdeka!}} Hari ini. hari 20 Mei. adalah hari mulia dan bahagia; baik bagi kita, jang kini dengan segala chidmat sedang melakukan upatjara peringatan dalam bangsal istana kita ini, maupun bagi saudara² di-luar ruangan ini. diseluruh Indonesia, bahkan diseluruh dunia. jang mengikuti upatjara ini dengan perantaraan pesawat-radionja. Hari 20 Mei ialah hari bangunnja bangsa Indonesia. hari bangkitnja semangat kebangsaan. jang dengan penuh keinsjafan ditudjukan kearah runtuhnja pendjadjahan Belanda di Indonesia, hari dimulainja segala persiapan setjara modern untuk menjongsong kemerdekaan bangsa dan negara kita. tepat 40 tahun jang lalu.<noinclude>{{rh|26}}</noinclude> ft5ey08pmalwtpd5ra3izrnrnd6509c 310362 310361 2026-08-10T07:09:31Z Iripseudocorus 23824 310362 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{larger|{{C|'''MAKSU{{illegible}}AN TUDJUAN.'''}}}} Jang sangat penting dan disini patut diperingati ialah dapatnya ditetapkan suatu pernjataan bersama, suatu „Statement Bersama” jang telah dimufakati oleh segenap golongan dan partai² politik, seperti tadi sudah kita sebutkan. Statement tersebut patutlah kiranja disimpan sebagai „dokumentasi” penting dalam „archief nasional” kita. agar nanti dimana perlu bolehlah dokumen tadi kita pakai sebagai petundjuk atau tjontoh teladan untuk waktu² jang akan datang. Agar kita dapat mengikuti laku fikiran jang ternjata dapat membawa hasil jang baik disekitar perajaan peringatan „Hari Kebangunan Nasional” tadi maka dibawah ini kita tjantumkan lebih dahulu pidato Ketua Panitya Pusat dalam malam upatjara tg. 20 Mei 1948 jang tersebut. {{block right|P.J.M. Presiden dan Wakil Presiden J.M<br> Para Menteri dan Panglima Besar! Sekalian<br> Hadlirin jang terhormat!<br>Merdeka!}} Hari ini. hari 20 Mei. adalah hari mulia dan bahagia; baik bagi kita, jang kini dengan segala chidmat sedang melakukan upatjara peringatan dalam bangsal istana kita ini, maupun bagi saudara² di-luar ruangan ini. diseluruh Indonesia, bahkan diseluruh dunia. jang mengikuti upatjara ini dengan perantaraan pesawat-radionja. Hari 20 Mei ialah hari bangunnja bangsa Indonesia. hari bangkitnja semangat kebangsaan. jang dengan penuh keinsjafan ditudjukan kearah runtuhnja pendjadjahan Belanda di Indonesia, hari dimulainja segala persiapan setjara modern untuk menjongsong kemerdekaan bangsa dan negara kita. tepat 40 tahun jang lalu.<noinclude>{{rh|26}}</noinclude> bq1seu8juu7ckpqokuoiebiwado60u6 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/26 104 111660 310363 2026-08-10T07:09:45Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '(ierakirn nasional sedjak 20 Mci 1908 itu, sudah bera{rhir Xrada saat diproklanrasikannjil Negara l{esatuan Republik Indonesia pad,:r l7 Agustus 1945. Berrchil!"r"i* .,gerakan nasional" krrena telah tertjapainja tucljuan. berarti selesainja perd joungtut ba_si rat(jat kit-a. F{ari 1 r ngustus '45 adalah hari herftibantju Renrlera R.e'v'niusi Ntts'ionnt k!til, hlri Pernjatawt K.tnttrrlaku;ur nelraia cl;xr bangr;:l kita. pernjataan mana ftcrrus t!... 310363 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>(ierakirn nasional sedjak 20 Mci 1908 itu, sudah bera{rhir Xrada saat diproklanrasikannjil Negara l{esatuan Republik Indonesia pad,:r l7 Agustus 1945. Berrchil!"r"i* .,gerakan nasional" krrena telah tertjapainja tucljuan. berarti selesainja perd joungtut ba_si rat(jat kit-a. F{ari 1 r ngustus '45 adalah hari herftibantju Renrlera R.e'v'niusi Ntts'ionnt k!til, hlri Pernjatawt K.tnttrrlaku;ur nelraia cl;xr bangr;:l kita. pernjataan mana ftcrrus t!i,,'txlltrdkcti. llengan slrrllur <.lan rasa bangga kita dapat rnciljrl.:sikan ketaatan sch-rruh r:ikiat paila isi proklamasi 17 Agus{ir,- iirr. seril kcgiatan-nja clan keichl;rsannja da.laru mereka :ri:l:rk:,iinakar segirla konsekwensi dari nada pernjataan kenr;r* sl;.:klririi iLliii. iJiirrntun oleh Fcmrr<lat kitit, tidek dengan nlengrlii-Tirruk:tr scgale bzih:rja nliiut. s.i-h:rui: rakjat sr:rciitak nrcnjeri:u i'c-l,rihu? rJan pirngkalan? Djcpangr ri.iellurunkan lrend€rax Hirl.lrr1r:1rirj nrcrebi-rt serru& scndjltl: dari tangan musuh dan mo:n.gil-n,;iian Sang [4erah-Firti]r. lJe-ribu! clirri pada n]sreka iitlt kini [r,:ri:,tirahat untuls se-lirnla'nja di Tixnlti2-Bahagia. jalg "rL:tlrrl chidmat dipelihara s*-baikznjer clan clinruliirkan *leh llrkirrt" dcrr',:an heg-itu nrclnpr,'rlnrlbangkan rirsa terirriikasih r.crlu hori:'r;rt-batinnja icrhadap Fr:hlawrn2 kita itu. 9*.'.rrjrrh rakjat herrh;rsil rrei;ritiahl:an keku;rsaan tcnttlra Dje1,-rrr:.1.:. cl:itangluh ivaktirnjfi, tentar{i peldud';knn Sekutu, kerr-lucii;rLl disusul oieh Belanda. n'iengope!: kekuasaan; pun rvaktu? itu djriu.a penrucla2, ber-sama2 dengan rakjat, nradju kedepan kemerdekaan negara kita. Sungguh holelr disangsikan kesanggupur, kegiatan, keichlasan dan lefuui;,rrr rirkjat, untuk ,men-uatasi segala kesukaran dan pencle:iilair Dan ini terbukti l:rgr deng;n terang, sesudah rakjat dan Fencrirrtah iliserang dari scgala djurusan oleh agressi Belanela uliluk rnr:rnpertahanktrn t*' serner,djrk 2l tljuli 1947. K:rrri pertjaja" ta' adii seoranllpun berani nrenjangkal, bahwa seb'cn:irnja sedjak berdirinja Negara Kesatuan Republik Indonesi;.i pirda l7 Agustus '45 itu, rakjat kitir belum terluput dan kesukaran' dan pcnderitai:n2, karena terus-menerus adanja bahajar jang n:engrntjarn atau menimpa, sebagai akibat tipumn-qllhat senta kekerasan atau agryessi Belanda dalam segala tapangan. tr-'ristimeurl dalam la.pangnn politik. ekonomi dan ketentaraan. 27<noinclude></noinclude> dyp910rqq6geo4o8bcn8rfhk4idt1xm 310373 310363 2026-08-10T07:19:49Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310373 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Gerakan nasional sedjak 20 Mei 1908 itu, sudah berachir pada saat diproklamasikannja Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Berachirnja „gerakan nasional” karena telah tertjapainja tudjuan, berarti selesainja perdjoangan bagi rakjat kita. Hari 17 Agustus 45 adalah hari ''berkibarnja Bendera Revolusi Nasional'' kita, hari ''Pernjataan Kemerdekaan'' negara dan bangsa kita. pernjataan mana ''harus diwujudkan''. Dengan sjakur dan rasa bangga kita dapat menjaksikan ketaatan seluruh rakjat pada isi proklamasi 17 Agustus itu. serta kegiatan-nja dan keichlasannja dalam mereka. laksanakan segala konsekwensi dari pada pernjataan kemerdekaan tadi. Dituntun oleh Pemuda kita, tidak dengan mengdihiraukan segala bahaja maut. seluruh rakjat serentak menjerbu ke{{Illegible}} dan pangkalan² Djepang, menurunkan bendera² Hi{{Illegible}}. merebut semua sendjata² dari tangan musuh dan mengibarkan Sang Merah-Putih. Be-ribu² dari pada mereka itu kini beristirahat untuk se-lama²nja di Taman² Bahagia. Jang setjara chidmat dipelihara se-baik²nja dan dimuliakan oleh rakjat dengan begitu memperlambangkan rasa terimakasih erta hormat-batinnja terhadap Pahlawan² kita itu. Sesudah rakjat berhasil mematahkan kekuasaan tentara Djepang datanglah waktunja. tentara pendudukan Sekutu, kemudian disusul oleh Belanda. mengoper kekuasaan; pun waktu² itu djuga pemuda². ber-sama dengan rakjat, madju kedepan untuk mempertahankan kemerdekaan negara kita. Sungguh ta' boleh disangsikan kesanggupan, kegiatan, keichlasan dan ketaatan rakjat, untuk mengatasi segala kesukaran dan penderitaan Dan ini terbukti lagi dengan terang, sesudah rakjat dan Pemerintah diserang dari segala djurusan oleh agressi Belanda semendjak 21 Djuli 1947. Kami pertjaja, ta' ada seorangpun berani menjangkat, bahwa sebenarnja sedjak berdirinja Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Agustus 45 itu, rakjat kita belum terluput dari kesukaran dan penderitaan, karena terus-menerus adanja bahaja jang mengantjam atau menimpa, sebagai akibat tipu-muslihat serta kekerasan atau agressi Belanda dalam segala lapangan. teristimewa dalam lapangan politik. ekonomi dan ketentaraan.<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude> pipn69xjp5cy9a44reqzdmcck4y1zjq Halaman:080 Loda.djvu/3 104 111661 310365 2026-08-10T07:14:28Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 310365 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 126. kāloro<br> 127. ma ngòmasa<br> 128. òdjomo<br> 129. i na sāwīni (dja sawini)<br> 130. udomo<br> 131. (i na) daluku<br> 132. nànga kiriti dūdungu<br> 133. i na pūnusu<br> 134. (i na) pūnusu<br> 137. lòla<br> 138. maidu <10><br> 139. toguruga<br> 140. doguruga<br> 144. ma jòko<br> 145. tàgi<br> 146. ma léoto (léo tijé)<br> 147. ma mòtumu (motunūku)<br> 148. ma ruba-isa<br> 149. ma tamijé<br> 150. ma taritǐbi<br> 151. ma tapariono<br> 152. gògér'ūku<br> 153. tōbongo<br> 154. ma ōdjiki<br> 156. dodōsuku<br> 157. i bitjara o riko<br> 158. ilingi<br> 159. ilingi dj'ōasa<br> 160. pōaka<br> 161. iété<br> 163. ari<br> 165. ma mudjo<br> 166. ma ngòmasa<br> 167. kōbiri<br> 169. sōrénè<br> 170. tikiti<br> 172. sosowo<br> 173. (i na) togòlo<br> 174. ma ngōgomo<br> 176. ma gèjanga<br> 177. ma kaduno {{multicol-break}} 182. ango - (dj'ōo)<br> 183. sōnèngè<br> 184. sōnèngè<br> 188. bàki<br> 191. bòsuku<br> 192. tòma <12><br> 193. pusāka (dja) māké<br> 194. pusàka<br> 196. nabo<br> 197. <13><br> 198. bōkěké<br> 199. o siri (i na siri - i na tuhuduku)<br> 200. (i na) siri - (i na) tuhuduku<br> 202. dja magāé<br> 203. bōroso<br> 205. gōgama<br> 207. pōkoro o siri<br> 208. soro'pu<br> 210. luti<br> 211. saràpa<br> 214. rōèsé i pulūtèté <14><br> 219. sāèki o siri<br> 220. bobòlo osiri<br> 221. (i na) siràngutu<br> 223. (in')āiri<br> 224. ngūroto i tauru <15><br> 225. lugu<br> 227. mōu<br> 228. (i na) topōngono<br> 229. pīloko<br> 231. làko i sèpi<br> 232. i togum'òka <16><br> 233/<br> 234. sōuru<br> 235. djo sosōuru<br> 236. njawa<br> 237. njawa<br> 238. njawa <17><br> 239. ròmanga<br> 240. ròmanga ma sonōa {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 27gnxx6l2rvkwjqs7zl61ab74bsmhd3 Halaman:San min chu i.pdf/300 104 111662 310366 2026-08-10T07:14:54Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310366 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||295}}</noinclude>teori-teori Marx dengan teliti makin lama makin pertjaja pada dirinja Marx. Sesudah perang Eropah hampir tidak ada seorangpun jang menentang sosialisme. Partai Sosialis mempunjai lapangan perdjuangan jang bersih dan sebetulnja harus dapat memetjahkan soal pembaharuan sosial dalam setiap negeri. Tjabang terkuat dari Partai Sosialis sekarang ialah golongan Marx kaum sosialis berdasarkan ilmu pengetahuan: sedangkan dahulu jang paling berpengaruh ialah kaum sosialis Utopi. Dalam zaman kekalutan sosial sesudah peperangan, antara golongan sosialis jang berdasarkan ilmu pengetahuan dan golongan sosialis Utopi. dikalangan Partai Sosialis dipelbagai negeri terbitlah perselisihan jang tak dapat dielakkan, dan djuga diantara kaum sosialis berdasarkan ilmu pengetahunan sendiri pertentangan pikiran terdjadi. Akibatnja kaum² sosialis belum sanggup mendapatkan suatu tjara pembangunan masjarakat kembali. Bagaimanakah tentang teori ekonomi dari sedjarah jang dinjatakan oleh nabi pergerakan sosialis Marx? Dalam tahun 1848 pengikut-pengikut Marx mengadakan kongres kaum sosialis sedunia di Brussel dan telah mengambil keputusan beberapa tindakan politik jang sampai sekarang masih diikuti oleh sedjumlah besar kaum sosialis Marx dimana-mana. Sesudah Peperangan Eropah petjah, Rusia mulai mempraktekkan teori Marx, tetapi kemudian Rusia mengadakan banjak perobahan dalam tafsiran teorinja. Apa sebabnja demikian? Kita belum mengadakan penjelidikan jang teliti tentang keadaan-keadaan di Rusia dan hampir tidak berani memberikan timbangan tentang mereka, tetapi menurut apa jang dikatakan orang-orang Rus sendiri, politik Rusia pada saat revolusi bukannja Marxisme tetapi politik perang. Politik perang ini bukan sadja didjalankan oleh Rusia, Inggeris, Djerman dan djuga Amerika Serikat selama peperangan telah menaruh seluruh industri penting dari bangsanja ~ kereta api, pengangkutan dengan kapal, dan seluruh pabrik² penting ~ dibawah penilikan negara, seperti djuga dilakukan Russia. Apakah sebabnja aksi pemerintahan sematjam ini di Inggeris dan Amerika Serikat disebut tindakan perang sedangkan di Rusia dinamakan Marxisme? Sebabnja ialah kepertjajaan Partai Revolusioner Rusia kepada filsafat politik dan sosial Marx dan djuga keinginan mereka melaksanakan filsafat ini dalam praktek. Tetapi menurut apa jang dikatakan oleh orang-orang Rus pada<noinclude></noinclude> lkt3n3545sxe631mh0thobxmgruq5xh Halaman:San min chu i.pdf/376 104 111663 310367 2026-08-10T07:16:16Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 310367 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-371-}}</noinclude>demikian mendjelma, Tiongkok bukan sadja akan kehilangan salah satu sumber kekajaannja, tetapi djuga ia tak akan memperoleh bahan-bahan pakaian lagi, karena ia tak dapat mengekspor suteranja untuk ditukarkan dengan barang dan benang katun. Djadi kalau rakjat Tiongkok ingin memperoleh bahan jang dapat dipetjahkan, maka mereka harus mengusahakan industri sutera mereka, memper-baiki telur-telur ulat sutera dan daun murbai, dan djuga memper-baiki metode penggulungan benang sutera. Satin dan tjita Tiong-kok biasanja baik sekali tak mungkin disaingi oleh pengeluaran negeri-negeri lain. Tetapi sekarang barang-barang sutera jang dihasilkan oleh mesin-mesin temun bangsa asing djauh lebih bagus dari pada kain-kain sutera Tiongkok. Kain-kain sutera indah jang dipakai sekarang oleh keluarga-keluarga Tionghoa hartawan, se-luruhnja didatangkan dari luar negeri, jang menundjukkan bahwa perusahaan asal kita telah dikalahkan. Untuk memetjahkan soal sutera ini, bukan sadja kita harus memperbaiki telur ulat sutera dan daun murbai dan memperbaiki metode pemeliharaan ulat sutera dan penggulungan benang sutera, supaja dapat menghasilkan sutera jang lebih baik, tetapi kita djuga harus mempeladjari tjara asing menenun sutera dan satin dengan menggunakan alat-alat mesin. Achirnja barulah kita dapat memperoleh kain-kain sutera jang bagus dan halus bagi pakaian-pakaian bangsa kita kemudian kalau permintaan sendiri sudah dipenuhi seluruhnja, kelebihannja dapatlah kita kirim keluar negeri sebagai alat penukaran dengan barang-barang lain. Bahan kedua untuk membuat pakaian ialah hennep. Henneppun mula-mula didapatkan di Tiongkok. Sedjak dahulu kala, bangsa Tionghoa sudah tahu tjara membuat pakaian dari hennep dan tjara kuno ini masih tetap ditiru orang sampai waktu ini. Tetapi perta-nian Tiongkok tak mengalami kemadjuan dan itulah sebabnja maka industri linen baru-baru ini dirampas negeri-negeri lain dari tangan kita. Sekarang alat-alat mesin asing membuat benang2 linen ber-tjahaja dan lunak hampir seperti sutera; djuga mereka mentjam-purkan benang linen dan sutera untuk membuať bermatjam-matjam kain. Ragam kain sematjam ini sangat disukai di Barat, demikian pula di Tiongkok, dimana barang sematjam ini baru sadja dikenal. Akan tetapi pemasukan bahan ini ke Tiongkok mengusir perusahaan linen kita sendiri. Semua propinsi-propinsi di Tiongkok banjak<noinclude></noinclude> b6t32skgbzbiwrt5b152towi0x4qnis Halaman:San min chu i.pdf/377 104 111664 310368 2026-08-10T07:16:59Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 310368 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-372-}}</noinclude>sekali menanam hennep, tetapi kain-kain jang dibuat dari hennep hanja dapat dipakai dalam musim panas dan tak dapat digunakan lebih lama dari pada satu musim. Kalau kita ingin memperbaiki industri linen, kita harus mengadakan suatu penjelidikan teliti dan radikal, bagaimana kita harus memelihara dan merawat henneр. bagaimana kita harus menggunakan pupuk dan djuga tentang soal pembuatannja bagaimana kita harus dapat membuat benang linen bagus. Dengan djalan demikian industri linen akan menga-lami kemadjuan dan kain linen jang dikeluarkan tak akan mahal lagi harganja. Dahulu industri linen semata-mata bergantung pada pekerdjaan tangan, tak ada mesin jang digunakan. Pekerdjaan tangan ini bukan sadja meminta waktu banjak dan menghasilkan kain linen djelek, tetapi djuga meminta kapital jang banjak. Kalau kita ingin memadjukan industri linen dan memperbaiki kain linen. kita harus mengadakan rantjangan luas. Seluruh soal-soal jang berhubungan dengan linen ini, mulai dari kebun-kebun dimana pohon-pohon itu ditanam sampai dipabrik-pabrik dimana kain linen itu ditenun, harus kita petjahkan dengan menggunakan tjara berdasarkan ilmu jang paling modern. Kalau kita dapat melaksa-nakan perubahan ini, tentu kita akan menghasilkan linen baik dan bahan murah untuk pakaian kita. Sutera dan hennep sebagai bahan mentah untuk pakaian mula2 didapatkan di Tiongkok. Tetapi pakaian-pakaian waktu ini tak seluruhnja dibuat dari sutera dan hennep sadja banjak pakaian dibuat dari katun, sedang wol semakin banjak dipergunakan sebagai bahan pakaian. Katun dan wol sekarang merupakan bahan jang dibutuhkan untuk pakaian seluruh machluk manusia. Katun bukan-lah tanaman berasal dari Tiongkok: pohon katun Ceiba dimasukkan dari India. Sedjak Tiongkok mendapat bibit katun dari India dan mulai menanamnja dibeberapa daerah negeri kita dan sedjak Tiongkok mempeladjari bagaimana tjaranja menenun katun, mulai-lah Tiongkok mendirikan industri katun. Sesungguhnja tak lama kemudian, kain katun asing jang kwalitetnja lebih baik dari pada kain buatan rakjat Tiongkok, dan lebih murah pula harganja, telah diimpor ke Tiongkok. Sudah tentu bangsa Tionghoa lebih suka akan kain asing daripada kain buatan Tiongkok dan itulah sebabnja. industri kita makin lama makin terdjepit. Hal ini berarti, bahwa kita<noinclude></noinclude> 5e6757pkb4dp89abje69wxnl29rbsbj 310369 310368 2026-08-10T07:17:31Z Lemonwithices 26124 310369 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-372-}}</noinclude>sekali menanam hennep, tetapi kain-kain jang dibuat dari hennep hanja dapat dipakai dalam musim panas dan tak dapat digunakan lebih lama dari pada satu musim. Kalau kita ingin memperbaiki industri linen, kita harus mengadakan suatu penjelidikan teliti dan radikal, bagaimana kita harus memelihara dan merawat henneр. bagaimana kita harus menggunakan pupuk dan djuga tentang soal pembuatannja bagaimana kita harus dapat membuat benang linen bagus. Dengan djalan demikian industri linen akan menga-lami kemadjuan dan kain linen jang dikeluarkan tak akan mahal lagi harganja. Dahulu industri linen semata-mata bergantung pada pekerdjaan tangan, tak ada mesin jang digunakan. Pekerdjaan tangan ini bukan sadja meminta waktu banjak dan menghasilkan kain linen djelek, tetapi djuga meminta kapital jang banjak. Kalau kita ingin memadjukan industri linen dan memperbaiki kain linen, kita harus mengadakan rantjangan luas. Seluruh soal-soal jang berhubungan dengan linen ini, mulai dari kebun-kebun dimana pohon-pohon itu ditanam sampai dipabrik-pabrik dimana kain linen itu ditenun, harus kita petjahkan dengan menggunakan tjara berdasarkan ilmu jang paling modern. Kalau kita dapat melaksa-nakan perubahan ini, tentu kita akan menghasilkan linen baik dan bahan murah untuk pakaian kita. Sutera dan hennep sebagai bahan mentah untuk pakaian mula2 didapatkan di Tiongkok. Tetapi pakaian-pakaian waktu ini tak seluruhnja dibuat dari sutera dan hennep sadja banjak pakaian dibuat dari katun, sedang wol semakin banjak dipergunakan sebagai bahan pakaian. Katun dan wol sekarang merupakan bahan jang dibutuhkan untuk pakaian seluruh machluk manusia. Katun bukan-lah tanaman berasal dari Tiongkok: pohon katun Ceiba dimasukkan dari India. Sedjak Tiongkok mendapat bibit katun dari India dan mulai menanamnja dibeberapa daerah negeri kita dan sedjak Tiongkok mempeladjari bagaimana tjaranja menenun katun, mulai-lah Tiongkok mendirikan industri katun. Sesungguhnja tak lama kemudian, kain katun asing jang kwalitetnja lebih baik dari pada kain buatan rakjat Tiongkok, dan lebih murah pula harganja, telah diimpor ke Tiongkok. Sudah tentu bangsa Tionghoa lebih suka akan kain asing daripada kain buatan Tiongkok dan itulah sebabnja. industri kita makin lama makin terdjepit. Hal ini berarti, bahwa kita<noinclude></noinclude> 9q3i6mjsndlatmr1hfn5jskqpf6qlai Halaman:San min chu i.pdf/378 104 111665 310370 2026-08-10T07:18:25Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 310370 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-373-}}</noinclude>bangsa Tionghoa bergantung kepada negeri-negeri asing untuk bahan pakaian jang dibutuhi. Industri-industri Tiongkok jang ketjil sekarang menggunakan benang-benang asing dalam penenunannja. Tuan-tuan dapat melihat dari kenjataan-kenjataan ini bagaimana industri-industri kain kita dirubuhkan oleh negeri-negeri lain. Sedjak bibit katun India dimasukkan, Tiongkok mulai menanam pohon-pohon katun dimana sadja dan sekarang mengeluarkan hasil banjak sekali tiap-tiap tahun. Diantara negeri-negeri jang menanam katun didunia ini, Amerika Serikat berdiri ditingkat pertama, India kedua dan Tiongkok ketiga. Biarpun Tiongkok mengeluarkan katun banjak dari kwalitet tulen terbaik, tetapi karena industrinja belum madju tak dapatlah ia menggunakan katın mentahnja sendiri dalam industri kain dan benang; ia hanja dapat mengirim bahan-bahan mentah itu keluar negeri untuk didjual, kebanjakan ke Djepang dan negeri-negeri Barat. Djepang dan negeri-negeti Barat membeli katun Tiongkok dan, mentjampurinja dengan katun sendiri supaja dapat menghasilkan kain jang lebih baik. Lebih dari setengah djumlah bahan mentah jang digunakan dalam pabrik-pabrik kain di Osaka di Djepang, didatangkan dari Tiong-kok. Sesudah mereka mengunakan katun Tiongkok dalam pembu-atan-pembuatan kain katun, kain katun itu mereka kirim kembali ke Tiongkok untuk didjual dengan keuntungan besar. Kaum buruh Tiongkok besar sekali djumlahnja dan gadji mereka lebih rendah dari pada kaum buruh dinegeri-negeri lain. Dengan katun Tiong-kok dan tenaga buruh murah, masih djuga Tiongkok mengekspor katun ke Djepang untuk didjadikan kain disana. Apakah sebabnja Tiongkok tak mau menenun kainnja sendiri? Kaum buruh Djepang tak banjak djumlahnja sedangkan gadji mereka tinggi: bagaimana-kah maka Djepang dapat membeli katun Tiongkok dan menenunnja lalu dikirim kembali ke Tiongkok dan didjual dengan untung besar ? Semata-mata disebabkan oleh kemunduran industri Tionghoa. Kita tak sanggup membuat kain murah. Industri Djepang madju sekali dan sanggup membuat kain dengan ongkos tak mahal. Itulah sebabnja kalau kita ingin hendak memetjahkan soal pakaian, mula-mula kita harus memetjahkan soal pertanian dan industri. Kalau kedua soal ini belum dapat dipetjahkan, kita tak akan sanggup<noinclude></noinclude> 2lqknxzs3rj4zgekyjh6pemyyf2jrz1 Halaman:San min chu i.pdf/301 104 111666 310371 2026-08-10T07:19:05Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310371 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||296}}</noinclude>waktu ini, sistim industri dan ekonomi negerinja pada waktu ini belum begitu madju untuk memasukkan teori-teori Marx dalam praktek: standar ekonomi dan industri seperti di Inggeris atau di Amerika Serikat perlu ditjapai dahulu sebelum Marxisme dapat dilaksanakan. Itulah sebabnja sesudah perang Eropah semua pengikut-pengikut Marx mulai berselisih tentang soal-soal teori. Partai- partai Sosialis Djerman, Perantjis dan Rusia jang dulunja rukun mengikut Marx dan mendjadi tjabang-tjabang Internasionale, sesudah perbedaan faham terbit, lalu saling menjerang dan mentjertja dan saling menuduh bahwa jang lain tidak setia pada Marxisme. Sedjak timbulnja pertentangan diantara mereka itu, maka teori Marx berubah mendjadi satu soal jang harus dipersoalkan dengan sungguh-sungguh. Apakah kekuatan materi benar-benar djadi pusat peredaran sedjarah? Newton mendapatkan bahwa matahari djadi pusat penarikan sistim dan ahli-ahli astronomi berserta lain-lain ahli ilmu pengetahuan telah membenarkan asas ini. Sedangkan Marx menetapkan bahwa sedjarah berhubungan dengan kekuatan materi; apakah asas ini benar atau salah? Sesudah penjelidikan dilakukan selama beberapa tahun hingga Perang Eropah mengenai hal tadi, banjak orang mengatakan bahwa asas itu keliru. Djadi apakah sebetulnja pusat kekuatan didalam sedjarah? Partai Kuomintang kita memegang Asas-pokok Penghidupan (Min-seng) selama lebih dari duapuluh tahun: kita tidak mengutamakan haluan sosialisme tetapi Min-sheng Chu I. Adakah hubungan antara lapangan kedua adjaran itu? Belum lama seorang murid Marx bangsa Amerika bernama Maurice William, sesudah memahamkan filsafat Marxisme, menarik sebuah kesimpulan bahwa perselisihan pikiran dikalangan kaum sosialis, disebabkan kekeliruan jang terdapat dalam adjaran Marxisme. Ia membentangkan pendapatnja bahwa konsepsi materialis tentang sedjarah adalah salah; bahwa soal sosial, bukanlah kekuatan materi jang mendjadi pusat peredaran sedjarah, dan bahwa sebenarnja pentjaharian penghidupanlah jang djadi djantung soal sosial. Inilah satu-satunja keterangan pengertian sosial tentang sedjarah jang bisa diterima akal, menurut kepertjajaannja. Soal penghidupan adalah soal pentjaharian. Teori baru sardjana bangsa Amerika ini, tjotjok sekali dengan asas ketiga dan partai kita. Teori William mengandung arti bahwa penghidupan adalah tenaga pusat dalam<noinclude></noinclude> qksfek7xfp00hpudsfk3c6ouomk3nyu Halaman:San min chu i.pdf/379 104 111667 310372 2026-08-10T07:19:09Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 310372 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" />{{rh||-374-}}</noinclude>menambah hasil pertanian dan membuat kain jang murah. Selama Tiongkok sendiri belum sanggup mengadakan kain jang murah, selama itu pula kita harus bergantung kepada kain asing jang diimpor. Tetapi negeri asing tak mengekspor kain mereka ke Tiongkok sebagai salah satu kewadjiban atau sebagai pembajaran padjak. Mereka mengekspor barang mereka supaja dapat mem-peroleh untung, supaja dapat memperoleh dua dollar uang Tiong-kok sebagai ganti barang mereka seharga satu dollar. Uang Tiongkok lari kesaku bangsa asing. Penanggungan inilah jang disebut kekuasaan ekonomi asing. Kalau kita bertanja kepada diri kita sendiri apakah sebabnja kita berada dibawah kekuasaan ekonomi asing. kita kembali mendapat alasan ialah madjunja industri jang lamban. Tiongkok mengirim katunnja keluar negeri dan kemudian mem-beli bahan katun jang telah didjadikan kain dari luar negeri. Pakaian-pakaian jang kita pakai tiap-tiap hari terbuat dari bahan pakaian ekspor jang harus kita bajar mahal. Harga mahal itu harus kita lunaskan berupa pengiriman uang berharga dan makanan ke-luar negeri. Tiongkok tak ubah sebagai domba hitam dalam suatu keluarga jang sudah merosot jang tak sanggup mendapatkan pakai-an dan makanan, lalu mengambil baran pusaka keluarga jang berharga dan menukarkannja untuk mendapat barang makanan dan pakaian. Keadaan itulah jang meliputi Tiongkok sekarang dibawah kekuasaan ekonomi asing. Dalam uraian saja mengenai Nasionalisme saja menerangkan bagaimana Tiongkok karena kekuasaan ekonomi asing kehilangan duabelas sampai limabelas ratus djuta dollar setiap tahun. Kerugian sebanjak satu setengah milliar dollar terutama disebabkan oleh perdagangan kita; impor kita tak seimbangan dengan ekspor kita. Menurut laporan doane dua-tiga tahun belakangan ini, nilai impor kita tiga ratus djuta tael dibawah nilai ekspor kita. Tael ini ialah tael Haikwan atau tael doane jang berdjumlah lima ratus djuta dollar perak dalam uang Shanghai, atau enam ratus djuta dollar Canton. Djumlah ini ialah nilai neratja perdagangan kita. Barang apakah jang kita imporkan? Barang-barang impor kita terutama berupa harang dan bahan katun asing. Itulah sebabnja kerugian Tiongkok terutama disebabkan oleh impor katun asing itu. Me-<noinclude></noinclude> fe70q9wbj7bdr1lz3niws7znva3mloo Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/27 104 111668 310374 2026-08-10T07:20:50Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Dalam pada itu kita lihat, bahwa hingga saat ini belumlah terdapat kesatuan sikap, program dan tindakan jang sempurna dari pada Partai Politik kita. Bahwa hal ini dapat diperguna- kan oleh musuh. untuk nahkan kita, ta' usah didjelaskan. Adanja perbedaan fahan uan kejakinan, jang mutlak berhu bung dengan adanja ideologi dalam masjarakat kita, scbetul- nja tidak usah mendjadi sebab untuk tidak bersatu dalam me ngedjar tjita jang sama, serta dalam... 310374 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Dalam pada itu kita lihat, bahwa hingga saat ini belumlah terdapat kesatuan sikap, program dan tindakan jang sempurna dari pada Partai Politik kita. Bahwa hal ini dapat diperguna- kan oleh musuh. untuk nahkan kita, ta' usah didjelaskan. Adanja perbedaan fahan uan kejakinan, jang mutlak berhu bung dengan adanja ideologi dalam masjarakat kita, scbetul- nja tidak usah mendjadi sebab untuk tidak bersatu dalam me ngedjar tjita jang sama, serta dalam kita mewujudkan kesa- tuan sikap. program dan tindakan guna menolak segala bahaja bersama, jaitu bahaja jang mengantjam atau menimpa kemer dekaan negara dan atau keselamatan dan kebahagiaan takja! kita. Diana bahaja bersama itu sekarang bertambah besar. sedangkan kesatuan sebagai kami maksudkan tadi. tidak ber- arti menghentikan tugas kewadjiban Partai, ataupun melalaikan dasar dan azas? perdjoangan masing, tetapi hanja bermaksud Brnjelenggarakan bersama apa jang dapat dipersatukan atau jang perlu dipersatukan untuk kepentingan negara dan rakjai Kita, maka kami pandang sangat perlunja. hari 20 Mei ini kita tetapkan sebagai saat permulaan untuk menggalang kesatua nasional itu. Sidang jang mulia! Mungkin apa jang kami uraikan diatas tadi, djuga jang hi- dup dalam hati sanubari pemimpin-besar, jung kini mendjadi Kepala Nouira kita, dan jang untuk beliaupun menjadi alasan untuk mondjurkan diadakannja peringatan har nasional 20 Mci, sebagai peringatan 40 tahun kebangunan na- sional, seja vesan. Kita. Rakjat. menerima andjuran Bung Karno itu, denga sangat girang. schab apa jang oleh beliau kerapkali diandjurkan dan dipertahankan, jaitu: Kesatuan adalah sjarat mutlak untuk Kemerdekaan kita", dan: Binneka tunggal ika." (jaitu ..Kesatuan" tidak mengharuskan hapusnja perbedaan jang chusus" pada saat jang genting ini, perlu kita peringati, agar kita seina tetap kokoh kuat dalam menghadapi segala ke man kinon. 28<noinclude></noinclude> 376av5xedghrw8ba4mikh34gw4k9x8t 310375 310374 2026-08-10T07:28:39Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310375 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Dalam pada itu kita lihat, bahwa hingga saat ini belumlah terdapat kesatuan sikap, program dan tindakan jang sempurna dari pada Partai Politik kita. Bahwa hal ini dapat dipergunakan oleh musuh. untuk {{illegible}}nahkan kita, ta' usah didjelaskan. Adanja perbedaan faham uan kejakinan, jang mutlak berhubung dengan adanja ideologi dalam masjarakat kita, sebetulnja tidak usah mendjadi sebab ''untuk tidak bersatu dalam mengedjar tjita² jang sama'', serta dalam kita mewujudkan kesatuan sikap program dan tindakan guna menolak segala bahaja bersama, jaitu bahaja jang mengantjam atau menimpa kemerdekaan negara dan atau keselamatan dan kebahagiaan rakjat kita. Dimana bahaja² bersama itu sekarang bertambah besar. sedangkan kesatuan sebagai kami maksudkan tadi. tidak berarti menghentikan tugas kewadjiban Partai, ataupun melalaikan dasar² dan azas² perdjoangan masing², tetapi hanja bermaksud ''menjelenggarakan bersama apa jang dapat dipersatukan'' atau ''jang perlu dipersatukan'' untuk kepentingan negara dan rakjat kita, maka kami pandang sangat perlunja. hari 20 Mei ini kita tetapkan sebagai saat permulaan untuk menggalang kesatuan nasional itu. ''Sidang jang mulia!'' Mungkin apa jang kami uraikan diatas tadi, djuga jang hidup dalam hati sanubari pemimpin-besar, jang kini mendjadi Kepala Negara kita, dan jang untuk beliaupun menjadi alasan² untuk mengandjurkan diadakannja peringatan hari nasional 20 Mei, sebagai ''peringatan 40 tahun kebangunan nasional, {{Illegible}}''. Kita. Rakjat. menerima andjuran Bung Karno itu, denga sangat girang. sebab apa jang oleh beliau kerapkali diandjurkan dan dipertahankan, jaitu: „Kesatuan adalah sjarat mutlak untuk Kemerdekaan kita”, dan „Binneka tunggal ika.”" (jaitu „Kesatuan” tidak mengharuskan hapusnja perbedaan² jang chusus", pada saat jang genting ini, perlu kita peringati, agar kita seina tetap kokoh kuat dalam menghadapi segala kemungkinan.<noinclude>{{rh|28}}</noinclude> 3ad203ot80jay0z8pl26pt9i1l9hfyv Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/28 104 111669 310376 2026-08-10T07:30:15Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Memperingati timbulnja keinsjafan kebangsaan, memperi- ngat bangunnja djiwa nasional, hangkitnja semangat untuk menentang segala bentuk pendjadja pada hari 20 Mei 1908, ini tepat 40 tahun jang lalu, betaasud mengenangkan ke- dijadian itu, serta peristiwa lain. jang dapat menguatkan dji- wa kita serta menggiatkan tenaga kita dalam perdjoangan kita scarang. Disamping itu patutlah pula kita ingati adanja pe- tuah, jang mengadjarkan bahwa: Sedjaruh... 310376 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Memperingati timbulnja keinsjafan kebangsaan, memperi- ngat bangunnja djiwa nasional, hangkitnja semangat untuk menentang segala bentuk pendjadja pada hari 20 Mei 1908, ini tepat 40 tahun jang lalu, betaasud mengenangkan ke- dijadian itu, serta peristiwa lain. jang dapat menguatkan dji- wa kita serta menggiatkan tenaga kita dalam perdjoangan kita scarang. Disamping itu patutlah pula kita ingati adanja pe- tuah, jang mengadjarkan bahwa: Sedjaruh selalu berulang, dan adanja hukum biogenese" dari Ernst Haeckel, jang me- ngadjarkan, bahwa hidupnja sesuatu manusia (ontogenic) itu ulangan singkat dari pada hidupnja djenis-manusia (philogenie). Ini berarti. bahwa dengan mempeladjari kisah perdjoangan cakjat kita dalam zaman jang lampau, kita dapat mem- bajang kan atau me-raha, apa jang mungkin terdjadi dalam perdjoangan kita sekarang. Dan ini pasti hanja akan dapat menguntungkan kita. Apakah arti tanggal 20 Mei 1908? Berdirinja,.Budi-Utomo" sebagai organisasi jung modern, jang ditjiptakan oleh pemuda² peladjar kita di Stevia jang bersemangat nasionalists dan revolusionér, pada hari itu. jnag kemudian diserahkan kepada. orang pemimpin golongan tua, jang berpengalaman dan sang- gup bekerdja. itulah saat bermudainja cerakan nasional. Ka- rena adanja perbedaan faham dan kejakinan tentang tjaranja melaksanakan perdjoangan nasional itu, maka segera timbul perselisihan, jang dalam hakikatnja merupakan ,,differensiasi". Sebagai ibu-perhimpunan" B.U. terus hidup, sebagai badan dan jang bersifat kulturil, tetapi sesudah 20 Mei 1908 itu timbul- lah matjam perhimpunan baru. Jang menarik perhatian ialah timbulnja gerakan Sjarikat Islam" pada tahun 1911 dan,,Indi- sche Partij pada tahun 1912. Tjorak gerakan S.I. ialah keaga- maan dan ke-ekonomian, ini memperlambangkan, bahwa manusia itu, sesudah sadar dan insjaf akan hidup kemanusiaanja, jang herwadjud kebudajaan. lalu ingat kepada hidup-rochani"-nja dan hidup-djasmani-nja". Lahirnja 1.P. sebagai organisasi pulitik berarti timbuinja kesanggupan untuk mengadakan tata-tertio dalam hidupnja. Dengan begitu maka urutan B.C., S.I. dan I.P. itu tepat sekali dan sesuai dengan hukum 29<noinclude></noinclude> 4ffepdnho5pm05gx1k2l2ne606kqdqd 310377 310376 2026-08-10T07:38:58Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310377 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Memperingati timbulnja keinsjafan kebangsaan, memperingati bangunnja djiwa nasional, bangkitnja semangat untuk menentang segala bentuk pendjadja pada hari 20 Mei 1908, ini tepat 40 tahun jang lalu, bermaksud mengenangkan kedjadian itu, serta peristiwa² lain. jang dapat menguatkan djiwa kita serta menggiatkan tenaga kita dalam perdjoangan kita sekarang. Disamping itu patutlah pula kita ingati adanja petuah, jang mengadjarkan bahwa: ''Sedjarah selalu berulang'', dan adanja „hukum biogenese” dari Ernst Haeckel, jang mengadjarkan, bahwa hidupnja sesuatu manusia (ontogenic) itu ulangan singkat dari pada hidupnja djenis-manusia (philogenie). Ini berarti. bahwa dengan mempeladjari kisah perdjoangan rakjat kita dalam zaman² jang lampau, kita dapat mem- bajang²kan atau me-raba², apa jang mungkin terdjadi dalam perdjoangan kita sekarang. Dan ini pasti hanja akan dapat menguntungkan kita. Apakah arti tanggal 20 Mei 1908? Berdirinja „Budi-Utomo” sebagai organisasi jang modern, jang ditjiptakan oleh pemuda² peladjar kita di Stovia jang bersemangat nasionalists dan revolusionér, pada hari itu. jnag kemudian diserahkan kepada. orang² pemimpin golongan tua, jang berpengalaman dan sanggup bekerdja. ''itulah saat bermulainja cerakan nasional''. Karena adanja perbedaan faham dan kejakinan tentang tjaranja melaksanakan perdjoangan nasional itu, maka segera timbul perselisihan², jang dalam hakikatnja merupakan „differensiasi”. Sebagai „ibu-perhimpunan” B.U. terus hidup, sebagai badan dan jang bersifat kulturil, tetapi sesudah 20 Mei 1908 itu timbullah matjam² perhimpunan baru. Jang menarik perhatian ialah timbulnja gerakan „Sjarikat Islam” pada tahun 1911 dan „Indische Partij” pada tahun 1912. Tjorak gerakan S.I. ialah ''keagamaan'' dan ''ke-ekonomian'', ini memperlambangkan, bahwa manusia itu, sesudah sadar dan insjaf akan ''hidup kemanusiaanja'', jang berwudjud kebudajaan. lalu ingat kepada „hidup-rochani”-nja dan „hidup-djasmani-nja”. Lahirnja I.P. sebagai ''organisasi politik'' berarti timbulnja kesanggupan untuk mengadakan „tata-tertib” dalam hidupnja. Dengan begitu maka urut²an B.O., S.I. dan I.P. itu tepat sekali dan sesuai dengan hukum<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude> otwn6eolg9zvwmvmnpt4ytnfpap4rsl Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/29 104 111670 310378 2026-08-10T07:39:25Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'kodrat evolusi. Kentudian rnenjusul gerakun &&rul& dan jiaina.. nja jang memelihara kerrentingan? chusus: trcemasjarakaiaq kebudajaan, keagamaan vanitaan dll" sebagainja. Meskipun partai2 dar. urganisasiz lainnja masing2 mernpun.iai dasar dan azas serta siasat perdjoangan sencliri2, akan telarpi semuanja tiaf v;aktu mengadakan sikap bersarna, bila ada bahaja bersama jang mengantjam" Dan ternjatalah, bahwa sikap jang sedemikian itulah jang seri... 310378 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>kodrat evolusi. Kentudian rnenjusul gerakun &&rul& dan jiaina.. nja jang memelihara kerrentingan? chusus: trcemasjarakaiaq kebudajaan, keagamaan vanitaan dll" sebagainja. Meskipun partai2 dar. urganisasiz lainnja masing2 mernpun.iai dasar dan azas serta siasat perdjoangan sencliri2, akan telarpi semuanja tiaf v;aktu mengadakan sikap bersarna, bila ada bahaja bersama jang mengantjam" Dan ternjatalah, bahwa sikap jang sedemikian itulah jang seringkali ditakuti oieh kaurn pendjadjah, baik si-kapitalis maupun si-inrperalis. Kita masih ingat ad:rnja ,,Nationaal Konrit€" jang tliadakan oleh ts"O., adanja ..Radikale Concentrasi" dari segala partai politik dan gerakan ,,bunrh", dan pula jang pada t;:hun lan?, terdjadi, jaitu gerakan menerltang,"Wilde Scholen-ordorrRantie"', iang senruanja berhasil baik. tr,9in' kedjadian dalarn kisah p*rrJ.ioang;-rn rakjat liita scdjah ?0 Mei 1908 sampai 17 Agustus 1945 nrengandung banjak hahanz. jang dapat menrtreri semangat dan tjontoh2 ke:slluarl tekad, guna ntengatasi kesukarane atau untuk menolak hahajn, jang nrengantjanr atau rncnimpa, jring tlnpat bcrgurLa bagi pertljoangan kita sekarang, HutJlirb jaug nrulitt. Disini diipiitlah saja rnenjatakc.n dengan tcgas, haliwa andjuran Presiden untuk rnengactrakan peringatan hari 20 kt*i ilLr. d_isan'rbut dengan nmat hangat oletr seluruh rahjat. Scrnul Pai:tiri Pi:iitik, Sarikar iJuruh dan -fani, Crg;rni:asi! ire lrtucl;1, f,J:xisanl dal Coltrrrganr lainnja, ikut bescrta :;r.rtuk lrru rir,maikan peringatan ilr. Kalilu r;rk.ilt m',;rba pada uinuirrilja rncngaciakirn nrpa2 usalril untuh n-rempering:rti hiri ?0 lv{ci iiu dengair pera j;ln, pertunrljukan. sajcnrb*ra, pe rtandlng:rn ciii. srhrgainja, nraka liauln peldioar:gan nlerasa r,;acijib, nle,:ri.rp, Larr haii 20 Mei ini seba;:lii ,saut permululn urtruk nu:nitlenggarul;nn Jiesututin lriarl, guna rrrr:r:pertilhankan ker;rcrr^Jclia;irl hreslrr:r ileir ;nen;ellrnatkan trl.akjat plda urnurnnja. TJjugu rrqar Pr.'rncrint::h 1":iil. j;rne kirri sedang berunding, l,cn.lirillja nieililsil clii;ri'.i sokolgan rnorccl, :ie-tidak:nja dapar rr-ientrnJjuk, -l()<noinclude></noinclude> p23pvg6tdreq9s5ckcxxcd46ycmqsna 310383 310378 2026-08-10T07:46:46Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310383 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>kodrat evolusi. Kemudian menjusul ''gerakan buruh'' dan lain²nja jang memelihara kepentingan² chusus: kemasjarakatan, kebudajaan, keagamaan. vanitaan dll. sebagainja. Meskipun partai² dan organisasi² lainnja masing² mempunjai dasar dan azas serta siasat perdjoangan sendiri², akan tetapi semuanja tiap² waktu mengadakan sikap bersama. bila ada bahaja bersama jung mengantjam. Dan ternjatalah, bahwa sikap jang sedemikian itulah jang seringkali ditakuti oleh kaum pendjadjah, baik si-kapitalis maupun si-imperalis. Kita masih ingat adanja „Nationaal Komité” jang diadakan oleh B.O., adanja „Radikale Concentrasi” dari segala partai politik dan gerakan „buruh”. dan pula jang pada tahun 193? terdjadi, jaitu gerakan menentang „Wilde Scholen-ordonnantie” jang semuanja berhasil baik. Lain² kedjadian dalam kisah perdjoangan rakjat kita sedjak 20 Mei 1908 sampai 17 Agustus 1945 mengandung banjak bahan², jang dapat memberi semangat dan tjontoh² kesatuan tekad, guna mengatasi kesukaran² atau untuk menolak bahaja² jang mengantjam atau menimpa, jang dapat berguna bagi perdjoangan kita sekarang. ''Hadlirin jang mulia.'' Disini dapatlah saja menyatakan dengan tegas, bahwa andjuran Presiden untuk mengadakan peringatan hari 20 Mer itu. disambut dengan amat hangat oleh seluruh rakjat. Semua Partai Politik. Sarikat Buruh dan Tani. Organisasi² Pemuda, Barisan² dan Golongan² lainnja, ikut beserta untuk meramaikan peringatan itu. Kalau rakjat murba pada umumnja mengadakan rupa² usaha untuk memperingati hari 20 Mei itu dengan perajaan. pertundjukan. sajembara, pertandingan dll. sebagainja. maka kaum perdjoangan merasa wadjib. nenetapkan hari 20 Mei ini sebagai ''saat permulaan untuk menjelenggarakan kesatuan tekad'', guna mempertahankan kemerdekaan Negara dan menjelamatkan Rakjat pada umumnja. Djuga agar Pemerintah kita. jang kini sedang berunding, hendaknja merasa dapat sokongan moreel, se-tidak²nja dapat menunjuk<noinclude>{{rh|30}}</noinclude> th6f41z81b5dvt7olx9iwwm5xy9pkrs 310385 310383 2026-08-10T07:47:40Z Iripseudocorus 23824 310385 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>kodrat evolusi. Kemudian menjusul ''gerakan buruh'' dan lain²nja jang memelihara kepentingan² chusus: kemasjarakatan, kebudajaan, keagamaan. vanitaan dll. sebagainja. Meskipun partai² dan organisasi² lainnja masing² mempunjai dasar dan azas serta siasat perdjoangan sendiri², akan tetapi semuanja tiap² waktu mengadakan sikap bersama. bila ada bahaja bersama jung mengantjam. Dan ternjatalah, bahwa sikap jang sedemikian itulah jang seringkali ditakuti oleh kaum pendjadjah, baik si-kapitalis maupun si-imperalis. Kita masih ingat adanja „Nationaal Komité” jang diadakan oleh B.O., adanja „Radikale Concentrasi” dari segala partai politik dan gerakan „buruh”. dan pula jang pada tahun 193? terdjadi, jaitu gerakan menentang „Wilde Scholen-ordonnantie” jang semuanja berhasil baik. Lain² kedjadian dalam kisah perdjoangan rakjat kita sedjak 20 Mei 1908 sampai 17 Agustus 1945 mengandung banjak bahan², jang dapat memberi semangat dan tjontoh² kesatuan tekad, guna mengatasi kesukaran² atau untuk menolak bahaja² jang mengantjam atau menimpa, jang dapat berguna bagi perdjoangan kita sekarang. ''Hadlirin jang mulia.'' Disini dapatlah saja menyatakan dengan tegas, bahwa andjuran Presiden untuk mengadakan peringatan hari 20 Mer itu. disambut dengan amat hangat oleh seluruh rakjat. Semua Partai Politik. Sarikat Buruh dan Tani. Organisasi² Pemuda, Barisan² dan Golongan² lainnja, ikut beserta untuk meramaikan peringatan itu. Kalau rakjat murba pada umumnja mengadakan rupa² usaha untuk memperingati hari 20 Mei itu dengan perajaan. pertundjukan. sajembara, pertandingan dll. sebagainja. maka kaum perdjoangan merasa wadjib. nenetapkan hari 20 Mei ini sebagai ''saat permulaan untuk menjelenggarakan kesatuan tekad'', guna mempertahankan kemerdekaan Negara dan menjelamatkan Rakjat pada umumnja. Djuga agar Pemerintah kita. jang kini sedang berunding, hendaknja merasa dapat sokongan moreel, se-tidak²nja dapat {{hws|menunjuk|menunjukkan}}<noinclude>{{rh|30}}</noinclude> r40l4w23frmc71duonifandtqksun0e Pembicaraan:Mustikarasa/Soto Banten 1 111671 310379 2026-08-10T07:40:49Z OwlyKnight 24017 /* Pengarang */ bagian baru 310379 wikitext text/x-wiki == Pengarang == Halo @[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]]! Terima kasih sudah berkontribusi di Wikisumber bahasa Indonesia. Hasil transklusi Mustikarasa ini sudah cukup baik, tetapi masih ada sedikit kekurangan, yaitu tidak adanya <code>|author=</code> seperti resep yang lain. Silakan lihat resep lain sebagai contoh untuk bagian pengarang tersebut. Terima kasih [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Agustus 2026 07.40 (UTC) p8hw3lil9d0jxwvgt7miwdwpejkjij1 310382 310379 2026-08-10T07:43:37Z Lemonwithices 26124 /* Pengarang */ Balas 310382 wikitext text/x-wiki == Pengarang == Halo @[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]]! Terima kasih sudah berkontribusi di Wikisumber bahasa Indonesia. Hasil transklusi Mustikarasa ini sudah cukup baik, tetapi masih ada sedikit kekurangan, yaitu tidak adanya <code>|author=</code> seperti resep yang lain. Silakan lihat resep lain sebagai contoh untuk bagian pengarang tersebut. Terima kasih [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Agustus 2026 07.40 (UTC) :Terima kasih atas koreksiannya, baik segera diperbaiki [[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]] ([[Pembicaraan Pengguna:Lemonwithices|bicara]]) 10 Agustus 2026 07.43 (UTC) qi5tstzk9kc70vhurgm6943b4z40gju 310412 310382 2026-08-10T08:03:23Z OwlyKnight 24017 /* Pengarang */ Balas 310412 wikitext text/x-wiki == Pengarang == Halo @[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]]! Terima kasih sudah berkontribusi di Wikisumber bahasa Indonesia. Hasil transklusi Mustikarasa ini sudah cukup baik, tetapi masih ada sedikit kekurangan, yaitu tidak adanya <code>|author=</code> seperti resep yang lain. Silakan lihat resep lain sebagai contoh untuk bagian pengarang tersebut. Terima kasih [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Agustus 2026 07.40 (UTC) :Terima kasih atas koreksiannya, baik segera diperbaiki [[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]] ([[Pembicaraan Pengguna:Lemonwithices|bicara]]) 10 Agustus 2026 07.43 (UTC) ::@[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]]: Saya lihat sudah diperbaiki, terima kasih banyak! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Agustus 2026 08.03 (UTC) 9laiu3i943kmlcy05zdaz0r98djmlto Halaman:San min chu i.pdf/302 104 111672 310381 2026-08-10T07:43:20Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310381 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||297}}</noinclude>kemadjuan sosial sedangkan kemadjuan sosial adalah tenaga pusat dalam sedjarah; djadi perdjuangan untuk penghidupanlah dan bukan tenaga materi jang menetapkan sedjarah. Kita menganut Min-sheng Chu I selama duapuluh tahun; waktu kita mulai peladjari dan pikirkan soal ini kita merasa bahwa perkataan Min sheng lebih djelas melukiskan lapangan soal sosial daripada perkataan „sosial" atau „komunisme". itulah sebabnja kita memilih menggunakannja. Ketika itu, sedikit sekali kita melihat lebih dahulu bagaimana pendjelasan asas dan perkembangan pengetahuan sesudah perang Eropah akan membikin penjelidik2 adjaran Marx hingga mendapatkan kesimpulan jang sama. Ini menundjukkan bahwa Min-sheng Chu I kita sesuai dengan hukum kemajuan dan bukanlah peniruan semata-mata dari adjaran-adjaran jang dikeluarkan oleh orang-orang terpeladjar pada zaman ini. Menurut sardjana bangsa Amerika tadi, tenaga manusia baik dizaman kuno maupun sekarang telah banjak sekali dikeluarkan dalam usaha memetjahkan soal penghidupan. Perdjuangan penghidupan ini adalah salah satu hukum kemadjuan sosial dan mendjadi tenaga pusat dalam sedjarah. Teori materialisme Marx tidak pernah menguraikan suatu hukum kemadjuan sosial, djadi tidak mungkin merupakan satu faktor jang dapat menetapkan djalan sedjarah. Kalau kita ingin memahami dengan djelas kedudukan kedua ahli filsafat sosial tsb. dan hendak mengetahui mana jang betul, kita harus melakukan studi jang teliti tentang doctrine mereka masing- masing, dan membedakan adjaran mana jang tjotjok dengan kenjataan-kenjataan kemadjuan sosial modern. Marx dalam penjelidikannja mengenai soal sosial, lebih mengemukakan segi materinja. Dalam soal tenaga² materi kita pertama sekali menemui soal produksi. Dimana tidak terdapat produksi lebih, sudah tentu pula disitu tidak ada revolusi industri, dan itulah sebabnja produksi memegang kedudukan terpenting dalam ekonomi modern. Kalau Tuan-tuan ingin mengetahui keadaan-keadaan ekonomi modern, lebih dulu Tuan harus mengetahui kenjataan-kenjataan tentang produksi. Produksi setjara besar dalam zaman sekarang dimungkinkan tenaga buruh dan mesin, oleh kerdja sama antara kapital dan mesin, bersama-sama dengan pemakaian tenaga buruh. Keuntungan produksi setjara besar ini kebanjakan dipungut oleh kaum kapitalis sendiri; sebaliknja kaum buruh hanja merasakan sebagian ketjil dari keuntungan<noinclude></noinclude> hjdreqzq82gqnu097qbu6ztatkd677a Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/30 104 111673 310384 2026-08-10T07:47:00Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'kan kepada Durua -[uternasional, bahwa Ralijat fndonesia Jlini mer"upakan satu Ke"r'duaan |Vasiorte/ jang kokoh, elan sangguEr menghadapi kemungkinan apapun :a" Sekarang akan saja hatjakan ,,bnr'IIEMENT BERS,AA4A", akan tetapi iebih dahulu saja minta sckalian anggauta Fanitya Pusat .suka tampil ke-rnuka vntuk rnerurnda-'tangani dokumeriL tersebut. lt' 310384 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>kan kepada Durua -[uternasional, bahwa Ralijat fndonesia Jlini mer"upakan satu Ke"r'duaan |Vasiorte/ jang kokoh, elan sangguEr menghadapi kemungkinan apapun :a" Sekarang akan saja hatjakan ,,bnr'IIEMENT BERS,AA4A", akan tetapi iebih dahulu saja minta sckalian anggauta Fanitya Pusat .suka tampil ke-rnuka vntuk rnerurnda-'tangani dokumeriL tersebut. lt<noinclude></noinclude> dyh9061wt0kd275bpsnobokbsydqqbm 310386 310384 2026-08-10T07:49:02Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310386 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{hwe|kan|menunjukkan}} kepada Dunia Internasional, bahwa Rakjat Indonesia kini merupakan satu Kesatuan Nasional jang kokoh, dan sanggup menghadapi kemungkinan apapun {{Illegible}}a. Sekarang akan saja batjakan „STATEMENT BERSAMA”, akan tetapi lebih dahulu saja minta sekalian anggauta Panitya Pusat suka tampil ke-muka untuk ''menanda-tangani'' dokumen tersebut. {{rule|6em}}<noinclude>{{rh|||34}}</noinclude> td4bwnks2b58jli1bmv5z252rpnmasb Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/35 104 111674 310387 2026-08-10T07:50:37Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ''ETf ,1!"A.ry }:.EPA{,}A S{JMBERf(I ! Pidrto Presiden Itepublik Indonesia prda FIARI KEBANGLTNAN NA.SIONI{L 2C Mei 1952. :i;r,ridara -s :iuC;,i '.1rictl{it: ra : iilii ini 20 h.Iei tr!52. Se;a rnulai clengan niengntjapk.n sjul,*r ilirh'rr::'l:adap'luhan, bahwa la memelihara Keb;rngun_ an kita :riuipiri k-eliari ini. Dcncill penuh mina'r saja mendengarkan ,,pernjataan Bersa_ m;i" d,r.ri pariiri: dan organisasi2, serta uraian jang diutjapk... 310387 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>'ETf ,1!"A.ry }:.EPA{,}A S{JMBERf(I ! Pidrto Presiden Itepublik Indonesia prda FIARI KEBANGLTNAN NA.SIONI{L 2C Mei 1952. :i;r,ridara -s :iuC;,i '.1rictl{it: ra : iilii ini 20 h.Iei tr!52. Se;a rnulai clengan niengntjapk.n sjul,*r ilirh'rr::'l:adap'luhan, bahwa la memelihara Keb;rngun_ an kita :riuipiri k-eliari ini. Dcncill penuh mina'r saja mendengarkan ,,pernjataan Bersa_ m;i" d,r.ri pariiri: dan organisasi2, serta uraian jang diutjapkan oli:i: Ki l{:rdjar" I)eivantara. . Dr1 sr.tj,l nlrl.lguijapican teri,niakasih aias pernjataan Bersarua ilu, oj':n l',.,irnlL ;rpa jling dil".emL:kakan disitri. mernang mentjern:i*l.an a1a jr*r pcrlu rinir-rk rr:enr.japai hasil*baik <ialiwr keia*rilutiiilnir p:rdjoarr5ran i;ita jang :,csulit. dan seberat itu, jaitLr .l hanic-{iii : ,,i{t':;rt!trun,tikao, 1trograyn dan tindck*n', aritar':i segenap i'ranqsa Inclsnr:sia. I'"-ier;kipritl ildlli stmua tlaftli menanrJataneani pernjataan itu. i;r:rlia ictlir;i,iir Irr:rn.jiitltin ii.:i rnenggcnrbirakan, oleh iarena di_ ti;iiailtrja .i1cn!:,n lcgr::;'Jikerrir-lkakan hal Kesatuan. il, lles;itLt:rrr siklp. progra;111 cian tindakan I .&i;inri;i:h le -:ih kuatrrja. dan alangkah lebih berhasilnja per_ rljr::r,n,l:'r"r Lita iiu" bilamr,na sjarat kesltuan ilu benar, terpenuhi : lJjci:i1lnr rvaktu 4:1 tahr-rn usianja pergerakan nasional iita itu" plrkataari ..peisiliuii:t" clan,,kesatuan" sering diutjaOkan, sering Cu trlj uil..:ln, sering clir"lsal:akan terwudjurinja, tetapi sering djuga mcnr:aiar:ri l..e:lgiiili;r, sering djuga ta' terlaksana. 36<noinclude></noinclude> 2zp19zcuijqza5q50wihqpiu6ztilq9 310484 310387 2026-08-10T09:45:51Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310484 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>''SETIALAH KEPADA SUMBERMU!'' {{block right|align=left|Pidato Presiden Republik Indonesia<br> pada HARI KEBANGUNAN NASIONAL.<br> 20 Mei 1952.}} Saudara-saudara! {{sp|Merdeka!}} Hari ini 20 Mei 1952. Saja mulai dengan mengutjapkan sjukur Alhamdulillah terhadap Tuhan, bahwa Ia memelihara Kebangunan kita sampai kehari ini. Dengan penuh minat saja mendengarkan „Pernjataan Bersama” dari partai² dan organisasi², serta uraian jang diutjapkan oleh Ki Hadjar Dewantara. Dan saja mengutjapkan terimakasih atas Pernjataan Bersama itu oleh karena apa jang dikemukakan disitu, memang mentjerminkan apa jang perlu untuk mentjapai hasil-baik dalam kelandjutannja perdjoangan kita jang sesulit dan seberat itu. jaitu: {{C|''„Kesatuan sikap, program dan tindakan”''}} antara segenap bangsa Indonesia. Meskipun tidak semua partai menandatangani Pernjataan itu. mkaa tetaplah Pernjatan ini menggembirakan. oleh karena didalamnja dengan teges dikemukakan hal Kesatuan. Ja, kesauan sikap, program dan tindakan ! Alangkah lebih kuatnja. dan alangkah lebih berhasilnja perdjoangan kita ite. bilamana sjarat kesatuan itu benar² terpenuhi! Didalam waktu 44 tahun usianja pergerakan nasional kita itu. perkataan „persatuan” dan „kesatuan” sering diutjapkan, sering diandjurkan. sering diusahakan terwudjudnja, tetapi sering djuga mengalami kegagalan, sering djuga ta' terlaksana.<noinclude>{{rh|36}}</noinclude> 4f55exu2z55j2o989urtj7uq8y0fi05 310488 310484 2026-08-10T09:47:24Z Iripseudocorus 23824 310488 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>''SETIALAH KEPADA SUMBERMU!'' {{block right|align=left|Pidato Presiden Republik Indonesia<br> pada HARI KEBANGUNAN NASIONAL.<br> 20 Mei 1952.}} Saudara-saudara! {{sp|Merdeka!}} Hari ini 20 Mei 1952. Saja mulai dengan mengutjapkan sjukur Alhamdulillah terhadap Tuhan, bahwa Ia memelihara Kebangunan kita sampai kehari ini. Dengan penuh minat saja mendengarkan „Pernjataan Bersama” dari partai² dan organisasi², serta uraian jang diutjapkan oleh Ki Hadjar Dewantara. Dan saja mengutjapkan terimakasih atas Pernjataan Bersama itu oleh karena apa jang dikemukakan disitu, memang mentjerminkan apa jang perlu untuk mentjapai hasil-baik dalam kelandjutannja perdjoangan kita jang sesulit dan seberat itu. jaitu: {{C|''„Kesatuan sikap, program dan tindakan”''}} antara segenap bangsa Indonesia. Meskipun tidak semua partai menandatangani Pernjataan itu. mkaa tetaplah Pernjatan ini menggembirakan. oleh karena didalamnja dengan teges dikemukakan hal Kesatuan. Ja, kesauan sikap, program dan tindakan ! Alangkah lebih kuatnja. dan alangkah lebih berhasilnja perdjoangan kita ite. bilamana sjarat kesatuan itu benar² terpenuhi! Didalam waktu 44 tahun usianja pergerakan nasional kita itu. perkataan „persatuan” dan „kesatuan” sering diutjapkan, sering diandjurkan. sering diusahakan terwudjudnja, tetapi sering djuga mengalami kegagalan, sering djuga ta' terlaksana.<noinclude>{{rh|36}}</noinclude> lgcndtgr4dqva1twuwa7pih9gjkhosh Halaman:San min chu i.pdf/303 104 111675 310388 2026-08-10T07:51:00Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310388 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||298}}</noinclude>itu. Itulah sebabnja kepentingan kaum kapitalis dan kaum buruh selalu bertentangan dan kalau tidak dapat dipetjahkan kesukaran ini, maka petjahlah peperangan klas. Marx berpendapat bahwa peperangan klas ini bukanlah hanja karena revolusi industri; seluruh sedjarah jang telah lampau adalah sedjarah perdjuangan klas ~ antara tuan dan hamba, antara tuan tanah dan budaknja, antara kaum bangsawan dan rakjat djelata; dengan ringkas: antara seluruh kaum jang menindas dan jang tertindas. Hanja kalau revolusi sudah berhasil sempurna, barulah klas-klas jang senantiasa bertarung ini akan hilang lenjap. Njata sekali dari ini, bahwa Marx menganggap perdjuangan klas itu pati kemadjuan sosial; tenaga pendorong sesungguhnja, dalam kemadjuan sosial. Perdjuangan klas didjadikannja sebab, dan kemadjuan sosial akibat. Marilah kita melihat kenjataan-kenjataan baru didalam kemadjuan masjarakat untuk memahamkan apakah prinsip sebab dan akibat itu memang hukum kemadjuan sosial. Dalam beberapa puluh tahun berselang ini, masjarakat telah mengalami kemadjuan jang amat hebat dan detail kemadjuan sosial itu merupakan satu tjeritera jang ber-belit². Kenjataan- kenjataan mengenai ekonomi sadja tidak dapat dibuktikan dengan beberapa perkataan sadja. Tetapi dengan pendek : kemadjuan ekonomi jang baru sadja terdjadi di Barat ini boleh dikatakan menudju empat arah ~ perbaikan sosial dan industri, alat pengangkutan dan perhubungan kepunjaan umum, padjak langsung dan pembagian setjara sosial. Keempat soal sosionomik jang dilaksanakan ini adalah hasil pembaharuan, dan kita akan melihat banjak perubahan dan perbaikan hari kemudian. Saja akan menerangkan keempat matjam perlaksanaan ini agak lebih djelas. Pertama ~ perbaikan sosionomik ~ maksudnja menggunakan kekuasaan pemerintah bagi perbaikan pendidikan kaum buruh serta melindungi kesehatannja ; memperbaiki pabrik-pabrik dan alat mesin supaja keadaan pekerdjaan lebih aman dan enak. Perbaikan ini menambah tenaga kaum buruh dan membikin ia amat suka bekerdja; dengan demikianpun mereka akan menambah penghasilan pabrik-pabrik. Djerman adalah negeri pertama jang mendjalankan politik kemadjuan sosial ini dan mendapat hasil jang memuaskan; dalam beberapa tahun ini Inggeris dan Amerika Serikat meniru Djerman dan mendapat hasil jang sama baiknja.<noinclude></noinclude> fnctdu36elyrw44cjok1unvmvb9xw9n Pembicaraan:Mustikarasa/Tuturaga Penju 1 111676 310389 2026-08-10T07:53:06Z OwlyKnight 24017 /* Bagian {{header}} */ bagian baru 310389 wikitext text/x-wiki == Bagian {{tl|header}} == Halo @[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]]! Terima kasih sudah berkontribusi di Wikisource bahasa Indonesia! Saya melihat transklusi untuk resep Tuturaga Penju ini sudah lumayan baik, hanya dapat diperbaiki. Pada bagian {{tl|header}}, bagian <code>|previous=</code> Anda menuliskan <code><nowiki>[[Mustikarasa/Tuturaga]]ga|Tuturaga]]</nowiki></code> yang menurut saya seharusnya <code><nowiki>[[Mustikarasa/Tuturaga|Tuturaga]]</nowiki></code>. Selain itu, Anda juga mengosongkan bagian <code>|next=</code> yang menurut saya dapat Anda masukkan bagian selanjutnya, yaitu [[Mustikarasa/'''LAUK PAUK BASAH TIDAK BERKUAH''']]. Untuk tulisan, dapat ditulis sebagain Bagian 4, misalnya: [[Mustikarasa/'''LAUK PAUK BASAH TIDAK BERKUAH'''|Bagian 4]]. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Agustus 2026 07.53 (UTC) gk8yvlpfznmyu50r9s0zckp7k5oqkdy 310394 310389 2026-08-10T07:59:13Z Lemonwithices 26124 /* Bagian {{header}} */ Balas 310394 wikitext text/x-wiki == Bagian {{tl|header}} == Halo @[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]]! Terima kasih sudah berkontribusi di Wikisource bahasa Indonesia! Saya melihat transklusi untuk resep Tuturaga Penju ini sudah lumayan baik, hanya dapat diperbaiki. Pada bagian {{tl|header}}, bagian <code>|previous=</code> Anda menuliskan <code><nowiki>[[Mustikarasa/Tuturaga]]ga|Tuturaga]]</nowiki></code> yang menurut saya seharusnya <code><nowiki>[[Mustikarasa/Tuturaga|Tuturaga]]</nowiki></code>. Selain itu, Anda juga mengosongkan bagian <code>|next=</code> yang menurut saya dapat Anda masukkan bagian selanjutnya, yaitu [[Mustikarasa/'''LAUK PAUK BASAH TIDAK BERKUAH''']]. Untuk tulisan, dapat ditulis sebagain Bagian 4, misalnya: [[Mustikarasa/'''LAUK PAUK BASAH TIDAK BERKUAH'''|Bagian 4]]. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Agustus 2026 07.53 (UTC) :baik terimakasih sudah diperbaiki [[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]] ([[Pembicaraan Pengguna:Lemonwithices|bicara]]) 10 Agustus 2026 07.59 (UTC) 4vyact51eky3xfby10svcyb6sph1f1d 310413 310394 2026-08-10T08:04:19Z OwlyKnight 24017 /* Bagian {{header}} */ Balas 310413 wikitext text/x-wiki == Bagian {{tl|header}} == Halo @[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]]! Terima kasih sudah berkontribusi di Wikisource bahasa Indonesia! Saya melihat transklusi untuk resep Tuturaga Penju ini sudah lumayan baik, hanya dapat diperbaiki. Pada bagian {{tl|header}}, bagian <code>|previous=</code> Anda menuliskan <code><nowiki>[[Mustikarasa/Tuturaga]]ga|Tuturaga]]</nowiki></code> yang menurut saya seharusnya <code><nowiki>[[Mustikarasa/Tuturaga|Tuturaga]]</nowiki></code>. Selain itu, Anda juga mengosongkan bagian <code>|next=</code> yang menurut saya dapat Anda masukkan bagian selanjutnya, yaitu [[Mustikarasa/'''LAUK PAUK BASAH TIDAK BERKUAH''']]. Untuk tulisan, dapat ditulis sebagain Bagian 4, misalnya: [[Mustikarasa/'''LAUK PAUK BASAH TIDAK BERKUAH'''|Bagian 4]]. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Agustus 2026 07.53 (UTC) :baik terimakasih sudah diperbaiki [[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]] ([[Pembicaraan Pengguna:Lemonwithices|bicara]]) 10 Agustus 2026 07.59 (UTC) ::@[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]]: Terima kasih banyak! :D [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Agustus 2026 08.04 (UTC) p78r7b2h8e48i0y693nlaj0s41r577m Halaman:San min chu i.pdf/304 104 111677 310391 2026-08-10T07:56:20Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310391 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||299}}</noinclude>Praktek baru jang kedua, bermaksud supaja kereta api, listrik, kapal api dan semua perusahaan pos dan telegrap ditaruh dibawah pengawasan pemerintah. Kalau kekuasaan pemerintah jang besar itu dipakai memimpin perusahaan-perusahaan besar, terdjaminlah perhubungan gampang dan pengangkutan tjepat. Kemudian bahan dari seluruh bagian negeri dengan mudah dapat dikirim kepabrik-pabrik dan barang-barang jang dibuat dipabrik-pabrik dengan gampang dapat disebarkan kepasar-pasar untuk didjual, dengan tidak kehilangan tempo dan tertahan diperdjalanan jang menjebabkan kerusakan pada bahan-bahan mentah dan barang-barang jang sudah djadi. Kalau pada orang-orang partikulir dan bukan pada pemerintah dipertjajakan perusahaan-perusahaan ini, maka mereka tidak akan mempunjai sumber keuangan tjukup untuk mendjalankan perusahaan-perusahaan itu, atau karena monopoli, mereka akan mendapat kekuasaan besar jang merugikan rakjat. Sudah pasti pengangkutan akan lebih lambat, sedangkan perhubungan tidak akan mendjadi tjepat. Seluruh kegiatan ekonomi seantero negeri akan mengalami kerugian besar. Djerman adalah bangsa pertama jang melihat faedah dan kerugiannja kalau perusahaan-perusahaan diusahakan oleh partikulir, dan sudah lama menaruh alat pengangkutan dan perhubungan dibawah pimpinan langsung oleh negara. Selama Perang Eropah, seluruh perusahaan dalam urusan pengangkutan dan perhubungan di Amerika Serikat djuga ditaruh dibawah penilikan pemerintah. Sifat ketiga, dari perbaikan ekonomi modern, padjak langsung adalah djuga kemadjuan jang paling baru dalam tjara sosionomik. Tjara ini dilaksanakan dengan skala padjak jang bertingkat-tingkat jang menarik padjak penghasilan dan padjak warisan jang berat dari kaum kapitalis, dengan djalan demikian diperoleh uang dengan langsung dari kaum kapitalis untuk negara. Karena kaum kapitalis itu besar penghasilannja, padjak langsung jang dipungut oleh negara „menghasilkan uang banjak dengan tidak kelihatan memeras". Sistim kuno penarikan padjak, seluruhnja bergantung atas padjak uang, padi dan bea pemasukan barang. Tjara ini menaruhkan seluruh beban penghasilan negara diatas pundak rakjat miskin, dan membiarkan kaum kapitalis merasakan enaknja hak-hak istimewa<noinclude></noinclude> bdlufvws28j9kxwf3mt34pdzu4ro95e Pembicaraan:Mustikarasa/Bagian 4 1 111678 310393 2026-08-10T07:59:03Z OwlyKnight 24017 /* Judul dan bagian {{header}} */ bagian baru 310393 wikitext text/x-wiki == Judul dan bagian {{tl|header}} == Halo @[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]]! Untuk bagian ini, saya rasa akan lebih baik kalau dibuat menjadi nomor bagiannya saja. Saran saya, Anda dapat memindahkan halaman ini ke [[Mustikarasa/Bagian 4]]. Selain itu, bagian <code>|previous=</code> juga dapat ditambahkan bagian resep sebelumnya. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Agustus 2026 07.59 (UTC) hxq032xs8n3nn5e5cqhm1nbqw34ueb3 310397 310393 2026-08-10T08:00:13Z Lemonwithices 26124 Lemonwithices memindahkan halaman [[Pembicaraan:Mustikarasa/'''LAUK PAUK BASAH TIDAK BERKUAH''']] ke [[Pembicaraan:Mustikarasa/Bagian 4]] 310393 wikitext text/x-wiki == Judul dan bagian {{tl|header}} == Halo @[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]]! Untuk bagian ini, saya rasa akan lebih baik kalau dibuat menjadi nomor bagiannya saja. Saran saya, Anda dapat memindahkan halaman ini ke [[Mustikarasa/Bagian 4]]. Selain itu, bagian <code>|previous=</code> juga dapat ditambahkan bagian resep sebelumnya. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Agustus 2026 07.59 (UTC) hxq032xs8n3nn5e5cqhm1nbqw34ueb3 Mustikarasa/'''LAUK PAUK BASAH TIDAK BERKUAH''' 0 111679 310396 2026-08-10T08:00:13Z Lemonwithices 26124 Lemonwithices memindahkan halaman [[Mustikarasa/'''LAUK PAUK BASAH TIDAK BERKUAH''']] ke [[Mustikarasa/Bagian 4]] 310396 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Mustikarasa/Bagian 4]] qpsmt068xt95jg8pkh88fpse9f4c2uy Pembicaraan:Mustikarasa/'''LAUK PAUK BASAH TIDAK BERKUAH''' 1 111680 310398 2026-08-10T08:00:13Z Lemonwithices 26124 Lemonwithices memindahkan halaman [[Pembicaraan:Mustikarasa/'''LAUK PAUK BASAH TIDAK BERKUAH''']] ke [[Pembicaraan:Mustikarasa/Bagian 4]] 310398 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Pembicaraan:Mustikarasa/Bagian 4]] 5pziyuedccdmdz0obkpliydt5pbqrkb Pembicaraan:Mustikarasa/Bagian 6 1 111681 310399 2026-08-10T08:01:03Z OwlyKnight 24017 /* Judul dan bagian {{header}} (Bagian 6) */ bagian baru 310399 wikitext text/x-wiki == Judul dan bagian {{tl|header}} (Bagian 6) == Halo @[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]]! Untuk bagian ini, saya rasa akan lebih baik kalau dibuat menjadi nomor bagiannya saja. Saran saya, Anda dapat memindahkan halaman ini ke [[Mustikarasa/Bagian 6]]. Selain itu, bagian <code>|previous=</code> juga dapat ditambahkan bagian resep sebelumnya. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Agustus 2026 08.01 (UTC) ckisx2pik9bi44rzslijvqxgnnlt2c8 310403 310399 2026-08-10T08:01:39Z Lemonwithices 26124 Lemonwithices memindahkan halaman [[Pembicaraan:Mustikarasa/'''LAUK PAUK BAKAR BAKARAN''']] ke [[Pembicaraan:Mustikarasa/Bagian 6]] 310399 wikitext text/x-wiki == Judul dan bagian {{tl|header}} (Bagian 6) == Halo @[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]]! Untuk bagian ini, saya rasa akan lebih baik kalau dibuat menjadi nomor bagiannya saja. Saran saya, Anda dapat memindahkan halaman ini ke [[Mustikarasa/Bagian 6]]. Selain itu, bagian <code>|previous=</code> juga dapat ditambahkan bagian resep sebelumnya. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Agustus 2026 08.01 (UTC) ckisx2pik9bi44rzslijvqxgnnlt2c8 Halaman:San min chu i.pdf/305 104 111682 310400 2026-08-10T08:01:16Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310400 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||300}}</noinclude>negara, dengan tidak turut memikul kewadjiban keuangan negara: hal mana adalah amat tidak adil. Djerman dan Inggeris sedjak dahulu insjaf akan keadaan jang tidak adil ini, maka karena itulah lalu mendjalankan rentjana pemungutan padjak langsung. Di Djerman penerimaan padjak penghasilan dan warisan berdjumlah enam sampai delapan puluh persen dari pendapatan negara. Satu tahun Inggeris menerima dari sumber itu djuga sedjak perang dunia 58 persen dari pendapatan setahun. Amerika lebih terbelakang, dalam mempergunakan tjara pemungutan padjak ini. Undang padjak penghasilan baru sepuluh tahun ini disahkan, dan sedjak itu pendapatan negara menundjukkan kenaikan jang amat besar setiap tahun. Dalam tahun 1918 pemasukan padjak penghasilan sadja berdjumlah kira-kira $ 4.000.000.000 emas. Semua bangsa-bangsa Barat jang menggunakan padjak langsung, sumber keuangan mereka bertambah dan dengan djalan demikian mereka memperoleh uang jang perlu guna mengadakan perbaikan sosial. Kegiatan baru jang keempat dalam ekonomi, pembagian jang disosialisir, adalah kemadjuan terbaru dikalangan masjarakat Barat. Sedjak terdapatnja uang dan kemadjuan sistim perdagangan, semua barang-barang sehari-hari dibeli dengan tjara tak langsung dengan perantaraan tukang-tukang djualan atau saudagar-saudagar. Saudagar itu membeli barang-barang tersebut dengan harga terendah pada pabrik-pabrik atau pada tukang-tukang pembuatnja, dan kemudian didjual pada si pemakai; dengan tjara demikian pendjualan saudagar-saudagar itu memberi keuntungan komisi jang besar. Sistim pembagian barang setjara ini disebut trade sistim atau distribusi pedagang. Dibawah sistim pembagian seperti demikian, pemakai-pemakai dengan tak setahunja mengalami kerugian besar. Penjelidikan baru² ini menundjukkan bahwa sistim perdagangan masih dapat diperbaiki, bahwa barang-barang tidak perlu dibagi-bagi oleh saudagar-saudagar, tetapi dapat dibagi kepada umum dengan perantaraan organisasi sosial atau oleh pemerintah. Inggeris umpamanja mendirikan perkumpulan kooperasi antara pemakai-pemakai jang adalah organisasi-organisasi sosial guna pembagian barang-barang. Pemerintah-pemerintah kota jang termodern di Eropah dan Amerika memegang sendiri kendali pembagian air, listrik, gas, roti, susu,<noinclude></noinclude> 19jndn3rtglvw83ip7truezqp3qkkar Mustikarasa/'''LAUK PAUK BAKAR BAKARAN''' 0 111683 310402 2026-08-10T08:01:39Z Lemonwithices 26124 Lemonwithices memindahkan halaman [[Mustikarasa/'''LAUK PAUK BAKAR BAKARAN''']] ke [[Mustikarasa/Bagian 6]] 310402 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Mustikarasa/Bagian 6]] riahsiypqzrwyirif1non7ue6gvr4pv Pembicaraan:Mustikarasa/'''LAUK PAUK BAKAR BAKARAN''' 1 111684 310404 2026-08-10T08:01:39Z Lemonwithices 26124 Lemonwithices memindahkan halaman [[Pembicaraan:Mustikarasa/'''LAUK PAUK BAKAR BAKARAN''']] ke [[Pembicaraan:Mustikarasa/Bagian 6]] 310404 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Pembicaraan:Mustikarasa/Bagian 6]] 2os2zxoejyfnhj9758jieycnz0xguqg Pembicaraan:Mustikarasa/Bagian 8 1 111685 310405 2026-08-10T08:01:55Z OwlyKnight 24017 /* Judul dan bagian {{header}} (Bagian 8) */ bagian baru 310405 wikitext text/x-wiki == Judul dan bagian {{tl|header}} (Bagian 8) == Halo @[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]]! Untuk bagian ini, saya rasa akan lebih baik kalau dibuat menjadi nomor bagiannya saja. Saran saya, Anda dapat memindahkan halaman ini ke [[Mustikarasa/Bagian 8]]. Selain itu, bagian <code>|previous=</code> juga dapat ditambahkan bagian resep sebelumnya. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Agustus 2026 08.01 (UTC) 4skc60oiuydoguwog411wwurm8yeogi 310408 310405 2026-08-10T08:02:18Z Lemonwithices 26124 Lemonwithices memindahkan halaman [[Pembicaraan:Mustikarasa/'''DJIADJANAN''']] ke [[Pembicaraan:Mustikarasa/Bagian 8]] 310405 wikitext text/x-wiki == Judul dan bagian {{tl|header}} (Bagian 8) == Halo @[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]]! Untuk bagian ini, saya rasa akan lebih baik kalau dibuat menjadi nomor bagiannya saja. Saran saya, Anda dapat memindahkan halaman ini ke [[Mustikarasa/Bagian 8]]. Selain itu, bagian <code>|previous=</code> juga dapat ditambahkan bagian resep sebelumnya. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Agustus 2026 08.01 (UTC) 4skc60oiuydoguwog411wwurm8yeogi Mustikarasa/'''DJIADJANAN''' 0 111686 310407 2026-08-10T08:02:18Z Lemonwithices 26124 Lemonwithices memindahkan halaman [[Mustikarasa/'''DJIADJANAN''']] ke [[Mustikarasa/Bagian 8]] 310407 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Mustikarasa/Bagian 8]] picikry9gvungt3lg54hlmx2wdmd1hs Pembicaraan:Mustikarasa/'''DJIADJANAN''' 1 111687 310409 2026-08-10T08:02:18Z Lemonwithices 26124 Lemonwithices memindahkan halaman [[Pembicaraan:Mustikarasa/'''DJIADJANAN''']] ke [[Pembicaraan:Mustikarasa/Bagian 8]] 310409 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Pembicaraan:Mustikarasa/Bagian 8]] ch01q79c5jbs59mms8on18539aqo04x Mustikarasa/'''MINUMAN''' 0 111688 310411 2026-08-10T08:02:36Z Lemonwithices 26124 Lemonwithices memindahkan halaman [[Mustikarasa/'''MINUMAN''']] ke [[Mustikarasa/Bagian 9]] 310411 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Mustikarasa/Bagian 9]] 850z4wdcavd6hllzk70jzp7q3bo2di1 Halaman:San min chu i.pdf/306 104 111689 310414 2026-08-10T08:04:54Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310414 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||301}}</noinclude>mentega dan makanan-makanan lain untuk umum. Hal ini mentjegah keuntungan pedagang-pedagang dan mengurangi kerugian jang diderita sipemakai. Asas sistim baru ini ialah pembagian setjara sosial atau pembagian jang didasarkan pada sosialisme. Keempat bentuk perkembangan sosial dan ekonomi ~ perbaikan sosial dan ekonomi, alat perhubungan dan pengangkutan kepunjaan umum, padjak langsung dan pembagian setjara sosial telah menghapuskan sistim lama dan menimbulkan sistim baru. Lahirnja sistim- sistim baru inilah jang memungkinkan kemadjuan jang terus-menerus. Apakah jang menjebabkan evolusi sosial? Apakah sebabnja masjarakat harus mengalami perubahan ini? Dan periksa dengan teori Marx, dapat kita katakan bahwa perubahan sosial disebabkan perdjuangan klas dan perdjuangan klas itu disebabkan oleh perasaan kaum kapitalis terhadap kaum buruh. Sedjak kepentingan kaum kapitalis dan kaum buruh, mesti bertabrakan dan tidak dapat didamaikan, perdjuangan timbul dan perdjuangan dalam masjarakat inilah jang membawa kemadjuan. Tapi lihatlah bukti-bukti njata kemadjuan sosial di Barat beberapa puluh tahun berselang. Jang terbaik ialah kemadjuan distribusi untuk umum jang meruntuhkanmonopoli pedagang. Padjak jang lebih berat atas penghasilan dan warisan kaum kapitalis menambah kekajaan negeri dan menjanggupkan negeri mengusahakan pengangkutan dan perhubungan, memperbaiki pendidikan dan kesehatan kaum buruh serta perlengkapan dalam pabrik-pabrik, menambah tenaga produksi masjarakat. Kalau produksi besar dan hasil banjak, tentu sadja kaum kapitalis mendapat untung besar dan kaum buruh menerima bajaran tinggi. Dari sudut ini, kalau kaum kapitalis memperbaiki keadaan hidup kaum buruh dan mempertinggi tenaga produksi mereka, sudah tentu kaum buruh dapat menghasilkan barang lebih banjak bagi kaum kapitalis. Bagi kaum madjikan hal ini berarti hasil produksi lebih besar, bagi kaum buruh upah lebih tinggi. Disini ada lebih banjak persesuaian antara kepentingan kapitalis dan kepentingan buruh dari pada pertentangan. Masjarakat lebih madju dengan tjara penjesuaian kepentingan-kepentingan ekonomi jang besar dari pada dengan tabrakan klas. Djika bagian terbanjak dari kepentingan-kepentingan ekonomi da-<noinclude></noinclude> hfb2ys90vyltma4yawn3wpdp8pch22d Halaman:San min chu i.pdf/307 104 111690 310415 2026-08-10T08:10:06Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310415 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||302}}</noinclude>lam masyarakat bisa disesuaikan, bagian terbesar dari rakjat akan beruntung dan masjarakat akan madju. Sebabnja kita ingin mengadakan perubahan dan perbaikan ialah semata-mata karena soal penghidupan. Dari dahulu sampai sekarang orang menggunakan tenaganja untuk melandjutkan hidup. Dan perdjuangan manusia untuk hidup terus mendjadi sebab bagi masjarakat untuk madju terus mendjadi hukum kemadjuan sosial. Perdjuangan klas bukan sebab kemadjuan sosial, tetapi adalah penjakit jang tumbuh dalam perdjalanan, kemadjuan sosial. Sebabnja penjakit ini ialah tidak mempunjai kesanggupan untuk hidup terus dan akibatnja ialah perang. Apa jang diperoleh Marx dalam penjelidikannja tentang soal sosial ialah pengetahuan-pengetahuan tentang penjakit dalam perdjalanan kemadjuan sosial. Itulah sebabnja Marx hanja bisa disebut seorang ahli ilmu penjakit sosial sadja; kita tak bisa menjebutnja seorang ahli ilmu faal sosial. Menurut teori Marx perdjuangan klas. harga lebih (surplus value) jang dinikmati kapitalis, diambil seanteronja dari hasil pekerdjaan kaum buruh. Marx menjandarkan seluruh hasil produksi atas djerih pajah buruh industri dan melupakan faktor-faktor sosial lain jang tidak kurang pentingяja. Umpamanja, industri Tiongkok jang terbaru seperti pabrik-pabrik kain di Shanghai, Nantungchow, Tientsin, Hankow dan tempat-tempat lain telah menghasilkan uang banjak diwaktu peperangan Eropah tiap-tiap pabrik memperoleh untung paling sedikit beberapa ratus ribu dollar setahun: seluruh keuntungan itu berdjumlah berdjuta-djuta dollar. Hasil djerih siapakah keuntungan besar itu? Apa hanja hasil buruh ditempat pemintal dan penenun semata? Tetapi, kalau kita ingat akan bahan mentah benang dan kain maka pikiran kita akan tertudju pada kapas: kalau kita ingat asal datangnja, ingatan kita menudju kepertanian. Kalau kita ingin membitjarakan perusahaan kapas dengan setjermat-tjermatnja, perlu kita sebut disini ahli-ahli pertanian jang memilih bibit-bibit kapas dengan seteliti-telitinja sambil mentjari tjara-tjara sempurna dalam penanaman dan pemeliharaan pohon-pohon kapas. Banjak perkakas dan mesin-mesin jang digunakan untuk membadjak tanah itu sebelum di tanam bibit, dan untuk merumput sesudah penanaman; pupuk harus digunakan buat menjubutkan pohon-pohon itu. Kalau<noinclude></noinclude> 3xibdv07j5ng1oc4saap7y5aqp6s96v Halaman:San min chu i.pdf/308 104 111691 310416 2026-08-10T08:15:56Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310416 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|303}}</noinclude>kita ingat akan mesin-mesin dan pupuk kita kagum akan mereka jang mendapatkan dan membuat barang-barang jang berfaedah itu. Sesudah kapas dipetik lalu dikirim kepabrik untuk ditenun; sesudah djadi benang dibuat djadi kain, lalu dikirim kepasar untuk didjual. Selandjutnja pikiran kita menudju kekapal-kapal dan kereta api dan mengingat tjaranja barang itu dikirim, perlu kita menghormati mereka jang pertama kali mendapatkan mesin uap dan listrik kalau kita pikirkan dari bahan-bahan apa kapal dan kereta api dibuat, kita akan menghormati kuli-kuli tambang, ahli-ahli bikin logam. pengawas-pengawas hutan dan tukang-tukang potong dan belah kaju. Kalau sesudah benang dipilih dan kain ditenun, tidak adalah golongan lain dalam masjarakat selain kaum buruh industri jang menggunakan benang akan memakai kain itu, barang-barang ini tidak akan mendapat pasar luas; dan achirnja bagaimanakah kaum kapitalis bisa mendapat untung besar dan memperoleh harga lebih jang besar? Kalau kenjataan-kenjataan ini Tuan periksa, siapakah menurut pikiran Tuan berhak atas harga lebih itu? Bagaimanakah kaum buruh dalam pabrik itu dapat berhak bahwa harga lebih itu adalah semata-mata hasil dari pekerdjaan mereka? Tjara terdapatnja harga lebih ditiap-tiap industri sama sadja hasil itu bukan semata-mata akibat pekerjaan di pabrik sadja, tetapi faktor-faktor lain jang berfaedah dan berpengaruh dalam masjarakat turut djuga dengan langsung atau tidak, dan menjumbangkan tenaga-tenaga besar atau ketjil dalam produksi atau konsumsi barang-barang jang dibikin dalam pabrik itu. Faktor-faktor berguna dan berpengaruh ini menduduki kedudukan penting dalam masjarakat. Kaum buruh industri biarpun dalam negeri jang terpesat madjunja dalam perindustrian seperti Amerika Serikat, namun djumlah mereka tidak lebih dari duapuluh djuta orang ialah seperlima djumlah rakjat seluruhnja sementara dalam negeri-negeri lain seperti Tiongkok, mereka hanja mewakili sedjumlah ketjil dari rakjat. Kalau soal itu kita pandang dari sudut ini, kemudian kalau terdapat kekurangan dalam perbaikan kepentingan ekonomi bangsa jang industrinja sangat madju, hingga menimbulkan pergolakan atau peperangan, kita akan melihat bukan satu klas buruh terlibat dalam perdjuangan menentang satu klas kapitalis, tetapi kebanjakan dari<noinclude></noinclude> qg6zzg0xv9e17bttczsuu9fyewakgxo 310417 310416 2026-08-10T08:16:14Z Ammachemist 27288 310417 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||303}}</noinclude>kita ingat akan mesin-mesin dan pupuk kita kagum akan mereka jang mendapatkan dan membuat barang-barang jang berfaedah itu. Sesudah kapas dipetik lalu dikirim kepabrik untuk ditenun; sesudah djadi benang dibuat djadi kain, lalu dikirim kepasar untuk didjual. Selandjutnja pikiran kita menudju kekapal-kapal dan kereta api dan mengingat tjaranja barang itu dikirim, perlu kita menghormati mereka jang pertama kali mendapatkan mesin uap dan listrik kalau kita pikirkan dari bahan-bahan apa kapal dan kereta api dibuat, kita akan menghormati kuli-kuli tambang, ahli-ahli bikin logam. pengawas-pengawas hutan dan tukang-tukang potong dan belah kaju. Kalau sesudah benang dipilih dan kain ditenun, tidak adalah golongan lain dalam masjarakat selain kaum buruh industri jang menggunakan benang akan memakai kain itu, barang-barang ini tidak akan mendapat pasar luas; dan achirnja bagaimanakah kaum kapitalis bisa mendapat untung besar dan memperoleh harga lebih jang besar? Kalau kenjataan-kenjataan ini Tuan periksa, siapakah menurut pikiran Tuan berhak atas harga lebih itu? Bagaimanakah kaum buruh dalam pabrik itu dapat berhak bahwa harga lebih itu adalah semata-mata hasil dari pekerdjaan mereka? Tjara terdapatnja harga lebih ditiap-tiap industri sama sadja hasil itu bukan semata-mata akibat pekerjaan di pabrik sadja, tetapi faktor-faktor lain jang berfaedah dan berpengaruh dalam masjarakat turut djuga dengan langsung atau tidak, dan menjumbangkan tenaga-tenaga besar atau ketjil dalam produksi atau konsumsi barang-barang jang dibikin dalam pabrik itu. Faktor-faktor berguna dan berpengaruh ini menduduki kedudukan penting dalam masjarakat. Kaum buruh industri biarpun dalam negeri jang terpesat madjunja dalam perindustrian seperti Amerika Serikat, namun djumlah mereka tidak lebih dari duapuluh djuta orang ialah seperlima djumlah rakjat seluruhnja sementara dalam negeri-negeri lain seperti Tiongkok, mereka hanja mewakili sedjumlah ketjil dari rakjat. Kalau soal itu kita pandang dari sudut ini, kemudian kalau terdapat kekurangan dalam perbaikan kepentingan ekonomi bangsa jang industrinja sangat madju, hingga menimbulkan pergolakan atau peperangan, kita akan melihat bukan satu klas buruh terlibat dalam perdjuangan menentang satu klas kapitalis, tetapi kebanjakan dari<noinclude></noinclude> 5cd3orzlogpti8gsgbcqtikgj3sfipt Halaman:San min chu i.pdf/309 104 111692 310418 2026-08-10T08:18:53Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310418 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||304}}</noinclude>faktor-faktor berguna dan berpengaruh dimasjarakatpun turut berdiri menentang kaum kapitalis. Dan karena faktor-faktor sosial jang banjak ini mau mendapat penghidupan dan melenjapkan pertentangan ekonomi maka mereka mengadakan pembagian barang-barang bagi umum, padjak berat atas keuntungan kaum kapitalis dan warisannja guna kemadjuan pengangkutan dan perhubungan nasional, perbaikan keadaan penghidupan dikalangan kaum pekerdja dan perbaikan keadaan kerdja dalam pabrik-pabrik, serta segala matjam praktek jang dapat membantu menjesuaikan kepentingan ekonomi sedjumlah besar penduduk dalam negara. Sedjak bermatjam-matjam tjara perbaikan ekonomi berkembang di Barat, masjarakat mengalami kemadjuan, serta banjak orang mengetjap berkahnja. Marx dalam studinja tentang soal-soal sosial, hanja menemukan salah satu penjakit masjarakat: ia tidak mendapatkan hukum kemadjuan sosial dan tenaga pusat dalam sedjarah. Seperti dinjatakan oleh sardjana Amerika itu, perdjuangan untuk hidup adalah hukum kemadjuan sosial dan djadi tenaga pusat dalam sedjarah. Perdjuangan untuk hidup sama sadja soalnja dengan soal penghidupan, dan itulah sebabnja soal penghidupan dapat disebut tenaga pendorong dalam kemadjuan sosial. Kalau asas ini kita pahamkan dalam-dalam, gampang sekali untuk kita mendapatkan pemetjahan lain bagi soal sosial. Anggapan Marx bahwa perdjuangan klas jang menjebabkan kemadjuan sosial menempatkan akibat dimuka sebab. Karena kekatjauan dalam tjita-tjita utama ini, teori Marx belum dapat dilaksanakan dan kadang-kadang langsung bertentangan dengan kenjataan-kenjataan sedjarah sosial. Sebagai buktinja, dalam tahun 1848 murid-murid Marx mengadakan suatu kongres Internasional komunis dan mengadakan berupa-rupa keterangan. Persatuan kominis Internasional jang disusun waktu itu dibubarkan waktu perang Perantjis-Prusia. Kemudian Internasionale II dibangunkan, jang berbeda dari Internasionale I dalam beberapa soal. Internasionale I berdiri seluruhnja diatas teori perdjuangan klas mengandjurkan tjara-tjara revolusioner guna perbaikan masjarakat dan sedikitpun tidak mau berkompromi dengan kaum kapitalis; djadi bersifat non-kooperasi jang mutlak. Kegiatan politik anggota-anggotanja dalam dewan-dewan perwakilan nasional dila-<noinclude></noinclude> 5lb7vzx5do7khp4mql20jlxgndvj0kg Halaman:San min chu i.pdf/310 104 111693 310419 2026-08-10T08:23:54Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310419 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||305}}</noinclude>rang oleh partai itu, sebagai tjara tidak berdasarkan ilmu. Tetapi kemudian komunis Djerman semuanja menggontjangkan keadaan dalam Reichstag, sedang baru-baru ini Partai Buruh di Inggeris dibawah keradjaan konstitusionil sanggup membentuk kabinet. Kenjataan-kenjataan ini menundjukkan bahwa banjak perobahan politik dan ekonomi jang telah dilaksanakan tidak mengikuti djalan jang ditetapkan oleh Internasionale I. Perbedaan besar dalam politik antara Internasionale I dan II memperbesar pertentangan dikalangan murid-murid Marx sendiri, suatu hal jang tidak disangka oleh Marx waktu hidupnja. Sesungguhnja sebagaimana teori saja menjatakan, berbuat itu gampang tetapi memahami susah. Marx ingin menggunakan ilmu pengetahuan dalam pemetjahan soal-soal sosial. la telah mengorbankan tenaga banjak dalam zaman sebelum berdirinja Internasionale I dan tidak sedikit pula membuang waktu menjelidiki sedjarah dan memahami kedjadian-kedjadian jang terdapat ketika itu. Sebagai hasil penjelidikannja ia sampai pada kesimpulan, bahwa sistim kapitalis pasti akan rubuh dikemudian hari; sementara kapitalisme hidup dengan suburnja persaingan dalam sistim itu semakin lebih bergelora, kaum kapitalis besar pasti akan menelan kaum kapitalis ketjil dan achirnja hanja dua golongan sadja akan tinggal dalam masjarakat ~ kaum kapitalis jang terlalu kaja dan kaum buruh jang terlalu miskin. Kalau kapitalisme sudah mentjapai puntjak kemegahannja, ia akan petjah-belah dengan tjepat dan turut djuga negaranja. Kemudian sosialisme, dalam perdjalanan keadaan akan mendjadi kuat dan satu negara sosialis jang bebas akan berdiri. Menurut anggapan Marx negara2 jang amat bersifat kapitalis sudah sampai kewaktu kerubuhannja, dan suatu revolusi akan meletus dengan segera. Tetapi penjataan-kenjataan sedjarah negeri-negeri Barat, selama tudjuhpuluh tahun lebih sedjak Marx bertentangan langsung dengan teorinja. Dalam zaman Marx, kaum pekerdja di Inggeris menuntut delapan djam bekerdja dalam sehari dan menggunakan pemogokan sebagai tekanan memaksa kaum kapitalis mengabulkan permintaan mereka. Marx mentjela kaum buruh Inggeris dan mengatakan bahwa tuntutan mereka adalah impian belaka, dan tidak akan dikabulkan oleh kaum kapitalis; supaja dapat mentjapai delapan djam kerdja<noinclude>{{rh|San Min Chu I|||20}}</noinclude> 01ysbv8vyqdld8h0mimkq7lxpxtu2ds Halaman:San min chu i.pdf/311 104 111694 310420 2026-08-10T08:27:27Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310420 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||306}}</noinclude>sehari harus digunakan sendjata revolusioner, katanja. Tetapi, delapan djam bekerdja sehari bukan sadja kemudian mendjadi kenjataan, tetapi diperkuat pula dengan hukum negara hingga seluruh kaum buruh dalam pabrik-pabrik, bank kereta api, hanja diharuskan bekerdja delapan djam sehari. Banjak kedjadian-kedjadian lain jang tidak dapat diduga Marx lebih dahulu dan tidak sesuai dengan teorinja. Sampai Marx sendiri mengaku, beberapa hal jang terdjadi bertentangan dengan dugaannja. Ambillah soal kapitalisme: anggapan Marx sementara kapitalisme madju kaum kapitalis akan telan-menelan dan dengan demikian akan mempertjepat kerubuhannja sendiri, tetapi kaum kapitalis itu tidak hanja lenjap, melainkan mereka makin lama makin banjak djumlahnja dengan tidak ada tanda akan berachir. Disini ternjata bahwa teori Marx tak sesuai dengan kenjataan. Marilah kita menindjau kembali keadaan sosial di Djerman. Dalam masa pemerintahan Bismarck. kekuasaan negara dipergunakan untuk meringankan kesengsaraan kaum buruh. Hari bekerdja dibatasi oleh hukum sampai delapan djam dan banjak pembatasan lain jang ditetapkan berhubung dengan usia dan waktu bekerdja bagi kanak-kanak. Negarapun mengadakan persediaan-persediaan jang tertentu untuk pensiun dan djaminan bagi kaum buruh jang sudah tua; dan jang diwadjibkannja menanggung itu ialah sehiruh kaum kapitalis dalam negeri. Meskipun banjak kapitalis mengemukakan keberatan, Bismarck adalah seorang menteri „tangan besi" dan dengan kekerasan dipaksakannja penglaksanaan rentjananja. Pada waktu itu djuga, banjak orang menjatakan bahwa politik nasional baru untuk melindungi kaum buruh dan pengurangan djam bekerdja itu tentu akan menguntungkan kaum buruh dan merugikan kaum kapitalis. Menurut teori, enambelas djam bekerdja akan menghasilkan produksi lebih banjak dari pada delapan djam bekerdja. Tetapi apakah kenjataan hasil bekerdja delapan djam sehari? Dalam praktek terbukti bahwa delapan djam bekerdja lebih produktif dari pada enambelas djam bekerdja. Sebabnja sistim delapan djam bekerdja tak menghabiskan semua tenaga dan kaum buruh tinggal sehat; dengan djalan demikian selamanja mereka bersemangat dan dapat memelihara mesin dengan baik.<noinclude></noinclude> o6v4vmo0gc0rsa0edxct7h3n0npj24w Halaman:San min chu i.pdf/312 104 111695 310421 2026-08-10T08:31:27Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310421 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||307}}</noinclude>Ini berarti, bahwa mesin djarang sekali dapat kerusakan dan pabrik tak perlu dihentikan guna pembetulan mesin-mesin. Produksi tak terhalang dan djumlahnja besar sekali. Kalau kaum buruh bekerdja enambelas djam satu hari, tenaga mereka akan rusak hebat, hingga tak dapatlah mereka memperhatikan segala bagian mesin dengan baik ini mengakibatkan mesin sering rusak dan pabrik² harus ditutup selama kerusakan diperbaiki hasil produksi djadi terhalang dan produktivitet pabrik itu djadi kurang. Kalau tidak pertjaja Tuan-tuan, marilah saja berikan suatu perbandingan jang membenarkan utjapan saja. Tjobalah tuan masing-masing mentjoba ini. Beladjarlah selama limabelas atau enambelas djam sehari, sampai semangat tuan djadi lebih; biarpun Tuan memaksakan diri buat beladjar terus. Tuan tak akan sanggup dengan terang mengingat apa jang telah tuan batja. Tetapi tjobalah beladjar hanja delapan djam sehari dan beristirahat dan bermain-main dalam waktu selebihnja sambil menjimpan kekuatan Tuan, saja pertjaja bahwa Tuan-tuan dengan gampang dapat mengingat dan memahami buku jang Tuan peladjari itu. Marx menganggap bahwa delapan djam sehari bekerdja akan mengurangi produktiviteit. Tetapi ketika Djerman mendjalankan harikerdja jang lebih pendek itu, produktivitet malahan bertambah dan mengatasi produktivitet negeri-negeri lain. Inggeris dan Amerika Serikat merasa heran. Mereka menjangka bahwa pengurangan djam bekerdja dan pengongkosan lebih besar guna melindungi kaum buruh, tentu akan mengurangi produksi; tetapi bagaimanakah Djerman dapat menambah produksinja dengan politik ini? Keheranan mereka menuntun mereka mempeladjari keadaan-keadaan di Djerman, dan achirnja, ketika mereka mengerti asas ekonomi baru ini mereka tiru tjara Djerman itu. Marx semasa hidupnja, tak melihat asas ini; itulah sebabnja ia menarik kesimpulan jang keliru. Lagi pula menurut penjelidikan Marx, kalau kaum kapitalis ingin hargalebih jang lebih besar, mereka harus memenuhi ketiga sjarat berikut ~ pengurangan gadji, pemandjangan djam bekerdja dan kenaikan harga-harga barang. Bahwa ketiga sjarat ini tak logis dapat kita saksikan dari industri jang memperoleh keuntungan banjak pada zaman modern ini. Tuan-tuan tentu pernah mende-<noinclude></noinclude> b98lty4gix3xkwdzuo7hj7mqea7sbg5 Halaman:San min chu i.pdf/313 104 111696 310422 2026-08-10T08:36:31Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310422 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||308}}</noinclude>ngar tentang pabrik Ford di Amerika. Pabrik-pabrik itu bukan main besarnja dan mengeluarkan mobil-mobil banjak sekali jang didjual diseluruh dunia. Keuntungan pabrik ini sampai berpuluh-puluh djuta dollar. Bagaimanakah sjarat-sjarat pembuatan dan pekerjaan dalam pabrik ini? Semua alat-alat mesin dan peraturan-peraturan, baik dipabrik maupun dikantor, lengkap dan teratur, dan disamping itu diusahakan dengan serapi-rapinja perlindungan kesehatan kaum buruh. Pekerdjaan terberat dalam pabrik tak lebih delapan djam lamanja sehari. Kaum buruh terendah menerima gadji sebanjak lima dollar emas sehari atau sepuluh dollar mata uang kita, sementara kaum buruh jang lebih penting dapat kesempatan menerima gadji lebih banjak. Selain gadji besar itu, pabrik menjediakan lapangan olah raga untuk kesenangan kaum bunuh, apotik dan peraturan-peraturan kesehatan bagi kaum buruh jang sakit, dan mengadakan sekolah-sekolah guna pendidikan kaum buruh baru dan anak-anak mereka. Asuransi ketjelakaan dan pensiun untuk hari tua djuga disediakan, kalau salah seorang kaum buruh meninggal, keluarganja diberi uang asuransi serta pensiun. Tiap- tiap orang jang membeli mobil tahu akan harga auto jang dibuat dalam pabrik Ford. Harga auto dipabrik lain sampai lima ribu dollar, sedangkan sebuah auto Ford tak lebih harganja dari lima ratus dollar. Biarpun auto itu harganja terlalu murah, tetapi mesinnja kuat dan baik sekali buat djalan-jalan pegunungan; djuga dapat dipakai buat waktu jang lama dengan tak mogok. Karena auto-auto jang dibuat pabrik Ford itu harganja sangat murah, tetapi kwalitetnja baik, auto-auto itu bersebaran keseluruh dunia dengan ketjepatan seperti kilat karena pasar pendjualannja terlalu lebar sekali, pabrik itu mendapat untung besar. Sekarang baiklah kita bandingkan asas industri dan ekonomi jang dipakai dipabrik auto jang mengutungkan itu dengan teori Marx tentang harga lebih (surplus value). Ketiga sjarat Marx terpenting untuk menambah keuntungan ditentang seluruhnja. Marx mengatakan bahwa, kaum kapitalis harus memandjangkan djam bekerdja; tetapi pabrik Ford memendekkan djam bekerdja. Marx mengatakan bahwa kaum kapitalis harus menurunkan upah: pabrik Ford sebaliknja menaikkan upah; Marx mengemukakan bahwa kaum kapitalis harus menaikkan harga barang: tetapi pabrik Ford menu-<noinclude></noinclude> 128svvj0a4e4qyuijmidmqn3u0imvgt Halaman:San min chu i.pdf/314 104 111697 310423 2026-08-10T08:39:34Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310423 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||309}}</noinclude>runkan harga barangnja. Marx sekali-kali tak melihat pertentangan ini, dan itulah sebabnja kesimpulan Marx salah. Segala apa jang difahamkan Marx dalam penjelidikan soal sosial, diambilnja dari kenjataan sedjarah lampau: sekali-kali ia tak menduga apa achirnja akan terdjadi dimasa datang. Itulah sebabnja pengikut-pengikut Marx perlu mengadakan perubahan dalam teorinja. Tudjuan pokok daripada filsafat sosial Marx ialah merubuhkan kaum kapitalis. Tapi apakah kaum kapitalis perlu dimusnahkan atau tidak, adalah soal penting jang harus kita selidiki seteliti-telitinja sebelum dapat kita mendjawab dengan tegas. Inipun menundjukkan sekali lagi, bahwa mengarti sukar sekali tetapi melakukan amat gampang. Inilah sari teori Marx tentang hargalebih. Uang kapitalis didapat dari hargalebih jang dihasilkan oleh tenaga buruh. Produksi kaum kapitalis bergantung kepada tenaga kaum buruh, hasil kerdja kaum buruh bergatung pada alat2, dan keadaan djual-beli alat2 bargantung pada saudagar-saudagar. Dalam matjam produksi manapun, kaum kapitalis dan kaum saudagar mengambil untung dan merampas uang kaum buruh jang diperolehnja dengan darah dan keringat. Itulah sebabnja kapitalis dan saudagar sangat merugikan kaum buruh dan dunia, dan harus dibasmi. Tetapi kesimpulan Marx ialah bahwa kaum kapitalis harus dibasmi lebih dulu dan kemudian baru kaum saudagar. Dunia sekarang mengalami kemadjuan pesat dan setiap hari mengadakan perubahan baru. Lihatlah umpamanja: praktek baru distribusi umum jang djuga disebut perkumpulan-perkumpulan koperasi. Perkumpulan-perkumpulan ini dibangunkan oleh perserikatan-perserikatan kaum buruh. Kalau kaum buruh membeli kain dan makanan jang mereka butuhi dengan djalan perantaraan saudagar etjeran, sudah tentu saudagar itu mengambil keuntungan banjak, sedangkan kaum buruh akan mengeluarkan uang lebih banjak untuk barang belian itu. Supaja dapat membeli barang baik dengan harga rendah, maka kaum buruh mengadakan sebuah organisasi dan membuka toko sendiri tempat pendjualan barang-barang jang dibutuhi mereka. Dengan djalan demikian, mereka dapat membeli semua barang jang mereka butuhi saban hari ditoko-toko mereka sendiri. Barang-barang gampang didapat dan murah, sedangkan tiap-tiap achir tahun keuntungan lebih jang diperoleh<noinclude></noinclude> kqhy28498wj8wzrde5gypaqg7398r1g Halaman:San min chu i.pdf/315 104 111698 310424 2026-08-10T08:42:58Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310424 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||310}}</noinclude>toko itu, dibagi-bagi diantara langganan-langganan, menurut besar-pembelian mereka. Karena pembagian keuntungan jang disesuaikan dengan djumlah pembelian. toko-toko itu dinamakan perkumpulan-perkumpulan koperasi distribusi. Sedjumlah besar bank-bank dan pabrik-pabrik di Inggeris, sekarang diusahakan oleh perkumpulan-perkumpulan koperasi seperti itu. Timbulnja perkumpulan-perkumpulan ini melenjapkan sedjumlah besar toko-toko dagang biasa. Mereka jang mula-mula memandang toko-toko ini tadinja sebagai warung-warung jang tak begitu penting memandang sekarang padanja sebagai organisasi-organisasi jang berpengaruh besar. Berhubung dengan tjepatnja organisasi-organisasi seperti itu mendjalar, saudagar-saudagar besar Inggeris sekarang semuanja djadi produsen. Umpamanja Standard Oil Company; meskipun sebuah kongsi pendjualan di Tiongkok, di Amerika Serikat mendjadi produsen manifaktur minjak. Kongsi-kongsi dagang lain di Inggeris sedang berubah akan djadi kongsi produsen. Perkembangan perkumpulan-perkumpulan koperasi itu sebagai alat pemetjahan soal sosial tidaklah penting, tapi sudahlah membuktikan salahnja kesimpulan Marx, bahwa kaum kapitalis akan terbasmi lebih dahulu dari pada kaum saudagar. Tiada sesuainja deduksi Marx dengan kenjataan modern ini membuktikan lagi bahwa teori saja ~ mengarti itu sukar. berbuat gampang ~ tak dapat diabaikan begitu sadja. Menurut teori Marx lagi: industri besar didunia ini bergantung pada produksi dan produksi bergantung pada kaum kapitalis, berarti bahwa dengan produksi baik serta kapital besar, industri akan djadi besar, dan mendapat untung. Bagaimanakah kenjataan perusahaan di Tiongkok berkenaan dengan teori ini? Perusahaan terbesar di Tiongkok ialah Han-yeh-ping Company (Han-yan Iron and Steel Works) jang mengutamakan pembuatan barang-barang dari pada badja. Sheng Hsuan-hui mempunjai andil terbesar dalam kongsi ini. Penghasilan badja tiap-tiap tahun dikirim untuk didjual di Seattle dibenua Amerika atau di Australia; diwaktu Perang Eropah, badja dikirimkan ke Djepang. Tetapi meskipun demikian, badja merupakan salah satu barang impor jang terpenting di Tiongkok! Apakah sebabnja Tiongkok, kalau ia sendiri mempunjai Han-yeh-ping Iron Works, masih perlu membeli badja dari luar? Sebabnja<noinclude></noinclude> fxj0tygejuk5hz4gm1dyuvqtlbk1yyy Halaman:San min chu i.pdf/316 104 111699 310425 2026-08-10T08:48:38Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310425 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||311}}</noinclude>karena badja jang diperlukan buat pasar di Tiongkok badja kwalitet baik untuk bangunan, guna membuat senapan, meriam dan perkakas-perkakas bekerdja. Han-yeh-ping Company hanja membuat rél badja dan balok-balok besi, sedangkan barang-barang ini tak memenuhi kebutuhan pasar-pasar Tiongkok. Itulah sebabnja pasar-pasar kita lebih banjak membeli badja asing jang diimpor dari pada badja dari Han-yeh-ping. Sekarang Amerika mengeluarkan 40.000.000 ton badja setahun dan kira-kira 40.000.000. sampai 50.000.000 ton besi. Tiongkok dengan Han-yeh-ping Companynja hanja mengeluarkan 200.000 ton besi dan kurang lebih 100.000 ton badja setiap tahun. Apakah sebabnja Tiongkok dengan produksi badjanja jang ketjil itu, masih mendjual pada Amerika Serikat, dan apakah sebabnja Amerika Serikat dengan produksi badjanja jang begitu besar, masih membeli badja dari Tiongkok? Karena Han-yeh-ping Company tak mempunjai pabrik pelebur besi jang baik, sedangkan besi jang dikeluarkan harus meliwati beberapa proses pabrik sebelum dapat digunakan. Besi itu tak dapat digunakan di Tiongkok dan itulah sebabnja harus didjual dinegeri asing. Amerika Serikat ada mempunjai banjak sekali pabrik badja jang menerima besi murah dari seluruh tempat meleburnja dan membikinnja djadi badja berkwalitet baik dengan untung besar. Biarpun Amerika sendiri banjak mengeluarkan badja ia masih tetap membeli besi impor murah dari Tiongkok. Karena Han-yeh-ping Company mengekspor badja keluar negeri. maka ia dapat selama Peperangan Eropah memperpendek djam kerdja menaikkan upah, tapi toh mendapat untung besar. Tetapi sekarang kongsi itu mengalami kerugian, dan kaum buruh banjak dilepas. Marx tentu akan berkata, djika Han yeh-ping Company membikin barang baik, umpamanja badja, serta mempunjai kapital besar, tentu ia mendapat untung besar dan berkembang dengan tjepat. Tetapi apakah sebabnja sampai djadi gagal? Kalau kita menjelidiki keadaan dalam kongsi ini (Han yeh-ping Company) maka kita akan melihat nanti bahwa pusat keindustrian itu bergantung kepada golongan-golongan sipemakai. Industri tidak bergantung semata-mata kepada kapital. Meskipun Han yeh-ping Company mempunjai kapital besar, tetapi badja jang dikeluarkannja tak mendapat pasar di Tiongkok sendiri, dan karena itu perusahaan itu tak dapat djadi besar atau memper-<noinclude></noinclude> kv421gqea660g8ihqcl0cc4l72454lr Halaman:San min chu i.pdf/317 104 111700 310426 2026-08-10T08:53:24Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310426 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||312}}</noinclude>oleh keuntungan. Karena industri harus mempunjai masjarakat pembeli disekitarnja, maka seluruh industri-industri besar membuat barang-barang menurut permintaan sipemakai. Kaum buruh jang agak pintar sekarang bergandengan tangan dengan sipemakai. Apakah soal pemakaian itu bukan salah satu soal berkenaan dengan tolong-menolong antara sesama manusia untuk melandjutkan hidup. suatu soal penghidupan? Itulah sebabnja maka industri harus berdasar kepada penghidupan rakjat. Soal Penghidupan adalah pusat pemerintahan, pusat perekonomian, pusat segala pergerakan sedjarah. Seperti djuga orang pernah meleset dugaannja tentang pusat perbintangan, demikianpun kaum sosialis kolot keliru menganggap, bahwa tenaga materi adalah pusat sedjarah. Kekeliruan jang sudah terdjadi ini dapat kita bandingkan dengan kekeliruan jang lahir dari kesimpulan ahli-ahli bintang kuno, bahwa bumi adalah pusat perbintangan kita. Dalam ilmu perhitungan waktu dahulu, selalu ada kesalahan satu bulan sekali dalam empat tahun. Kemudian setelah kesalahan itu diperbaiki dan mata hari dianggap sebagai pusat sistim mata hari, hanja terdapat perbedaan satu hari setiap tiga tahun. Kalau kita ingin memperbaiki kekeliruan soal sosial, kita harus membetulkan kesalahan dalam ilmu sosial. Kita tak dapat mengatakan lagi bahwa kekuatan materi adalah tenaga terutama dalam sedjarah. Kita harus mendjadikan pergerakan politik, sosial dan ekonomi dalam sedjarah berputar sekitar soal penghidupan. Kita harus mengakui soal penghidupan sebagai pusat sedjarah sosial. Kalau kita selesai mengadakan penjelidikan lengkap tentang soal utama ini, akan dapatlah kita kemudian mentjari akal untuk menjelesaikan soal-soal sosial.<noinclude>{{rh|''3 Agustus 1924''}}</noinclude> 4vecpbuwfq6ypz0it87u25m84eilm3e Halaman:San min chu i.pdf/318 104 111701 310427 2026-08-10T09:05:05Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310427 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{C|Uraian II }} :: Tjara-tjara mendjalankan Min-sheng Chu I di Tiongkok ~ Penjamaan hak milik tanah dan tjara mengatur kapital evolusi dalam perbaikan sosial dan ekonomi ~ Tjara revolusi contra tjara Perdjuangan klas hanja mungkin dilakukan dalam negeri jang industrinja berada dalam kedudukan tinggi ~ Perbedaan Min-sheng Chu I dan Kommunisme hanja dalam Di Tiongkok tak terdapat tjara mendjalankan dan bukan dalam asas ~ Di Tiongkok tak terdapat golongan jang terlalu kaja, hanja terdapat tingkatan kemiskinan ~ Akibat pengaruh Barat atas harga tanah di Tiongkok : Shanghai, Canton ~ Soal „keuntungan berlebihan" di Barat dan Tiongkok. ~ Perlawanan terhadap kommunisme dalam Kuomintang waktu ini dibandingkan dengan perlawanan terhadap demokrasi waktu dahulu ~ Asas Min-sheng dan hubungannja dengan kommunisme belum difahami betul dalam partai ~ Penjamaan hak-milik tanah ~ Harga tanah harus dinjatakan oleh jang empunja sendiri dan dipadjaki sesuai dengan itu; kalau ditaksir terlalu rendah, akan dibeli kembali oleh pemerintah ~ Keuntungan berlebihan dikemudian hari akan diambil dan untuk keselamatan umum ~ Min-sheng Chu I pada waktu ini belum merupakan kommunisme, baru dihari nanti ~ Padjak tanah sebagai sumber penghasilan pemerintah ~ Tjara-tjara Marx tak tjotjok dengan keadaan Tiongkok pada waktu ini ~ Kapital dan industri negara harus dimadjukan ~ Kapital asing diperlukan pada permulaan pekerdjaan kita. Kalau kita hendak memulai menguraikan dengan djelas mengenai soal penghidupan ditindjau dari berbagai-bagai adjaran, kita tak dapat menjelesaikannja dalam waktu sepuluh atau duapuluh hari; tambahan pula karena dalam lapangan ini belum terdapat adjaranadjaran jang tepat; djadi kita hanja membuang waktu pertjuma sadja; makin lebar kita membentangkan teori-teori, makin sedikit kita mengerti. Itulah sebabnja saja akan abaikan buat sementara waktu berbagai-bagai adjaran itu dan sekarang saja akan membitjarakan tjara-tjara apa jang harus dilakukan. Kuomintang sesuai dengan dasar partainja beberapa waktu berselang mengambil keputusan tentang dua tjara perlaksanaan Minsheng Chu I. Tjara pertama, pembagian tanah jang samarata dan kedua, tjara mengatur kapital. Kalau kita mengikuti kedua tjara ini, kita dapat memetjahkan soal penghidupan di Tiongkok. Pelbagai negeri didunia kemadjuan kapitalismenja, harus menurut tjara lain pula untuk menjelesaikan soal penghidupan. Banjak orang2 terpeladjar Tionghoa jang telah menelan berupa-rupa pengetahuan Barat berpikir, bahwa kita dapat memetjahkan soal kita dengan meniru Barat; mereka tidak menginsafi bagaimana berpetjah-belah kaum sosialis Barat dalam soal sosial dan betapa masih djauhnja mereka<noinclude></noinclude> imcgi304he07ln76mnzkz5t0m567uyw Halaman:San min chu i.pdf/319 104 111702 310428 2026-08-10T09:08:30Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310428 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||314}}</noinclude>dari kesatuan tindakan. Pengikut2 Marx hendak memetjahkan seluruh soal sosial dengan diktatur proletar dan seluruh soal politik dan ekonomi dengan revolusi: mereka termasuk golongan radikal. Golongan sosialis lain mengandjurkan tjara damai dengan aksi politik serta perundingan. Kedua kenjataan ini terus-menerus bertentangan hebat di Eropah dan Amerika, masing-masing mempunjai garis aksi sendiri. Rusia dalam revolusinja telah menggunakan tiara revolusioner untuk memetjahkan soal politik dan ekonomi mereka. Tetapi apakah jang kita lihat selama enam tahun berturut-turut ini? Revolusi itu menundjukkan bahwa tjara revolusioner hanja dapat berhasil dalam soal politik sadja; tjara ini tak dapat dikatakan telah menjelesaikan soal ekonomi seluruhnja. Sovjet Rusia mempuniai politik ekonomi baru, jang sedang berada dalam keadaan pertjobaan tetapi jang njata ialah bahwa rentjana-rentjana revolusioner tak dapat melenjapkan semua kesukaran-kesukaran ekonomi. Itulah sebabnja banjak orang-orang terpeladjar bangsa Barat menentang rantjangan revolusioner Rusia, dan mengandjurkan aksi politik sebagai gantinja. Oleh karena aksi politik tak sanggup menjelesaikan soal politik dan perubahan sosial dalam sehari, maka golongan ini hanja terdiri dari orang-orang jang pertjaja pada kemadjuan dengan perlahan-lahan, perundingan dan tjara-tjara damai. Mereka tak berpendapat bahwa negara Barat jang sangat kapitalistis harus memakai tjara jang diandjurkan Marx dan mentjobakan penjelesaian jang kesusu dalam soal-soal masjarakat, mereka jakin hanja tjara damailah jang dapat menjelesaikan soal itu dengan sempurna. Tjara damai ini ialah empat tjara pelaksanaan jang pernah saja lukiskan dalam pembitjaraan saja baru-baru ini: ialah perbaikan sosial dan ekonomi, penaruhan alat-alat perhubungan dan pengangkutan dibawah pengawasan pemerintah, padjak langsung atau padjak penghasilan dan pembagian setjara sosial atau perkumpulan-perkumpulan koperatif. Semua hal ini berbeda sekali dari tjara-tjara jang dikemukakan Marx, dan kalau tjara itu kita turutkan sebagai djalan keperbaikan ekonomi, kita akan bertentangan dengan rentjana revolusioner Marx. Banjak bangsa di Barat menggunakan keempat tjara tadi satu demi satu dalam praktek; biarpun hasilnja sebegitu djauh tak sebanjak<noinclude></noinclude> aqfqrz4qqywl746wqn14ekrwfg6bdcb Halaman:San min chu i.pdf/76 104 111703 310429 2026-08-10T09:09:45Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310429 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||71}}</noinclude>''pula atas empat golongan bangsa jang telah membentuk beberapa matjam negara. Karena djiwa kebangsaan mereka terpupuk baik, bangsa kulit putih tersebar diseluruh benua Eropah. Sesudah hal ini terlaksana, mereka tersebar lebih djauh lagi; ke Amerika-Utara dan Amerika-Selatan dan ke Afrika dan Australi. Bangsa Anglo-Saxon dewasa ini menguasai daerah terluas dipermukaan bumi ini, kalau dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Sungguhpun bangsa Anglo-Saxon berasal dari Eropah, daerah jang mereka tempati disana semata-mata kepulauan Britania Inggeris , Skotlandia dan Irlandia - jang letaknja dilautan Atlantik seperti djuga kepulauan Djepang di Lautan Pasifik. Bangsa AngloSaxon telah meluaskan daerah kekuasaan mereka kedjurusan Barat, ke Amerika-Utara, kedjurusan Timur ke Australia dan NewZealandia serta kedjurusan Selatan ke Afrika, sehingga mereka sekarang memiliki daerah luas dan lebih kaja dari pada jang pernah diduduki bangsa lain. Sebelum peperangan Eropah, bangsa-bangsa Teuton dan Slavia tergolong bangsa terkuat didunia. Berkat keteguhan hati dan kesanggupan rakjat Djerman jang tergolong bangsa Teuton tadi, mereka dapat mempersatukan lebih dari 20 negara2 ketjil dalam satu pemerintahan Djerman-Raya. Mula-mula mereka adalah bangsa petani pula, kemudian meningkat mendjadi bangsa perindustrian dan karena kemadjuan perindustrian itu, angkatan darat dan lautnja sangat kuat sekali. Sebelum peperangan Eropah, semua bangsa-bangsa Eropah telah kena ratjun imperialisme. Apakah jang dinamakan imperialisme itu? Imperialisme ialah satu politik agresif, politik penjerangan terhadap negara lain dengan djalan kekuasaan politik, atau dengar. periba- hasa Tiongkok disebut ,,penjerangan sedikit demi sedikit". Karena segenap bangsa di Eropah berpegang pada politik ini, peperangan timbul sambung-menjambung dan hampir tiap-tiap 10 tahun Eropah mengalami sekurang-kurangnja satu peperangan ketjil dan tiap2 abad satu peperangan besar, jang paling dahsjat diantaranja ialah Peperangan Eropah jang baru liwat dan boleh disebut Peperangan Dunia, karena achirnja seluruh dunia terlibat kedalamnja. Jang mendjadi pokok perselisihan Peperangan Eropah ialah persaingan antara bangsa Saxon dengan Bangsa Teuton menguasai lautan. Dalam masa kedjajaannja, Djerman telah memperoleh kemadjuan besar dilapangan angkatan laut, hingga Djerman mendjadi negara''<noinclude></noinclude> 2yt4bmkbuj0vn49ogmemur99b2656ew Halaman:San min chu i.pdf/77 104 111704 310430 2026-08-10T09:13:09Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310430 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||72}}</noinclude>''kedua jang mempunjai angkatan laut terkuat didunia. Karena Inggeris hanja menginginkan angkatan lautnja sadja jang menguasai seluruh samudra, maka ia berusaha sekuat tenaga menghantjurkan Djerman, jang kekuatan angkatan lautnja hanja berbeda setingkat dengannja. Pertarungan untuk menggenggam sendiri tampuk kekuasaan lautan inilah terutama jang menimbulkan perang. Sebab kedua ialah usaha tiap-tiap bangsa memperluaskan daerahnja sendiri. Di Eropah-Timur terdapat satu negara jang lemah : Turki . Dalam seratus tahun ini bangsa-bangsa didunia menamakannja ,,sisakit di Eropah " . Karena pemerintah konservatif dan sultannja kedjam, maka kedudukannja sangat lemah dan bangsabangsa di Eropah malahan berniat membagi-bagi daerahnja. Karena dalam satu abad soal Turki belum sadja dapat diselesaikan, se- dangkan tiap-tiap negara di Eropah berusaha sendiri mentjari djalan penjelesaian, maka hal ini mengakibatkan pula suatu peperangan. Djadi, sebab pertama Peperangan Eropah, ialah perdjuangan antara bangsa-bangsa kulit putih mentjapai kekuasaan tertinggi; sebab kedua, ialah usaha memetjahkan soal-soal dunia jang sulit. Seandainja Djerman menang dalam peperangan ini, tentulah ia jang memegang tampuk kekuasaan dilautan sesudah peperangan dan djadjahan Inggeris tentu akan lenjap samasekali dan negaranja akan berpetjah belah seperti keradjaan Rumawi kuno. Akan tetapi perang berachir dengan kekalahan difihak Djerman, dan mengakibatkan pula kegagalan segala jang direntjanakan pemerintahnja . Peperangan Eropah jang baru lalu adalah peperangan paling dahsjat dalam sedjarah dunia, 40 sampai 50 djuta orang dipersendjatai selama 4 tahun, dan hampir pada saat berachirnja peperangan, belum djuga tentu mana jang menang dan mana jang kalah. Satu fihak diantaranja dinamakan Negara-negara Sekutu sedangkan lawannja disebut Negara-negara Entente. Pada mulanja Negaranegara Sekutu ini hanja terdiri atas Djerman dan Ustria ; kemudian disusul oleh Turki dan Bulgaria. Jang mula-mula tergabung dalam persatuan Negara-negara Entente, ialah Serbia, Perantjis, Rusia, Inggeris dan Djepang; tak lama kemudian Itali dan Amerika Serikat turut serta. Amerika Serikat terlibat kedalam peperangan ini semata-mata terdorong oleh tanggung-djawab atas bangsanja. Selama dua tahun sesudah petjah peperangan, Djerman dan Ustria berkalikali memperoleh kemenangan. Kota Paris dan selat Inggeris, hampir''<noinclude></noinclude> hbr84svhpwqhyseafcigfd3nb3uuywa Halaman:San min chu i.pdf/78 104 111705 310431 2026-08-10T09:14:09Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310431 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||73}}</noinclude>''sadja djatuh ketangan tentara Djerman dan Ustria. Ketika itu, bangsa Teuton berkejakinan kuat bahwa negara Inggeris sudah dekat waktu adjalnja, dan disamping itu orang-orang Inggeris sendiri merasa sangat chawatir akan kesudahan peperangan. Melihat djalannja peperangan, jang semakin buruk itu orang-orang Inggeris kemudian berusaha sekuat tenaga menjeret rakjat Amerika Serikat kedalam kantjah peperangan dengan menundjukkan adanja persa- maan darah antara kedua bangsa ini. Setelah rakjat Amerika Serikat insaf bahwa Inggeris - bangsanja sendiri - sedang menghadapi bahaja akan hantjur dalam pertarungan dengan Djerman bangsa asing - dengan tak dapat dihindarkan lagi ,machluk harus menderita untuk kepentingan djenisnja " , dan Amerika Serikat kemudian menggabungkan nasibnja dengan Inggeris untuk membela pelandjutan bangsa Anglo-Saxon didunia ini. Tambahan lagi karena chawatir bahwa tenaganja sendiri tak akan tjukup kuat melawan Negara-negara Sekutu, Amerika mentjoba dengan segala dajaupaja memikat semua negara netral didunia ini supaja turut dalam peperangan menghantjurkan Djerman. Selama peperangan Presiden Wilson berkali-kali mengemukakan satu utjapan jang dimana-mana mendapat sambutan meriah, ialah hak segala bangsa menentukan nasibnja sendiri ". Karena Djerman mempergunakan kekuatan sendjatanja untuk menghantjurkan rakjat Negara-negara Entente di Eropah, maka Amerika lalu mengandjurkan pemusnahan kekua- saan Djerman, serta mendjandjikan otonomi kepada bangsa-bangsa ketjil dan lemah dimasa depan sesudah kemenangan tertjapai. Tjitatjitanja dipudji dimana-mana, dan meskipun pada umumnja rakjat India membentji Inggeris, dengan senang hati mereka memberikan bantuan tentara kepadanja. Mereka berbuat demikian, hanjalah dengan berpegangan pada utjapan Wilson, bahwa peperangan ini harus berachir dengan kemenangan Inggeris guna melaksanakan kemerdekaan bagi segala bangsa. Sungguhpun Annam sudah dikuasai Prantjis dan rakjat biasa menaruh dendam kepada pemerintahan Prantjis, merekapun terpengaruh oleh utjapan Wilson, mereka masih menolong Perantjis sampai kemenangan tertjapai. Sebab terutama bangsa-bangsa ketjil di Eropah, seperti Polan, Tjekoslowakia dan Rumania menggabungkan nasibnja dengan Negara-negara Entente dan melawan Negara-negara Sekutu, ialah karena utjapan Presiden Wilson itu jang berkenaan dengan hak segala bangsa me''<noinclude></noinclude> mzpo2ndxgrybv01h6470uzmj6v01tvq Halaman:San min chu i.pdf/79 104 111706 310432 2026-08-10T09:15:22Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310432 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||74}}</noinclude>''nentukan nasibnja sendiri. Tiongkokpun, karena terpikat oleh Amerika Serikat, turut berperang ; meskipun tentaranja tak dimadjukan kemedan peperangan, ratusan ribu kaum pekerdja bangsa Tionghoa dikerahkan digaris belakang untuk menggali parit-parit. Sebagai akibat djandji-djandji muluk tadi, jang tak berhenti-henti digembar- gemborkan Negara-negara Entente, achirnja segala bangsa jang tertindas di Eropah dan Asia bersatu padu menolong mereka menghantjurkan Negara-negara Sekutu. Untuk mendjamin perdamaian dunia dimasa jang akan datang, pada saat itu djuga memadjukan 14 fasalnja jang terkenal ; diantaranja jang terpenting ialah hak menentukan nasib sendiri bagi setiap bangsa. Tatkala itu belum ada kepastiar. menang atau kalah. Perantjis dan Inggeris membenarkan dan menjetudjui empatbelas fasal dari Wilson tadi ; akan tetapi setelah kemenangan tertjapai dan Konperensi Perdamaian dimulai, Inggeris, Perantjis dan Itali semuanja insjaf bahwa andjuran Wilson mengenai hak kemerdekaan bagi tiap2 bangsa sangat membahajakan kedudukan imperialisme ; sebab itu selama persidangan berlangsung, mereka mempergunakan segala matjam tipu muslihat untuk membatalkan asas-asas Wilson tadi. Dan hal ini mengakibatkan terlahirnja satu persetudjuan perdamaian jang berisi fasal- fasal jang sama sekali tak adil ; bukan sadja bangsa-bangsa ketjil dan lemah tidak diberikan hak menentukan nasibnja sendiri serta kemerdekaan negerinja, akan tetapi tindasan jang mereka derita sekarang lebih dahsjat dan hebat dari pada jang sudah-sudah. Hal ini menundjukkan, bahwa negara-negara jang kuat dan bangsabangsa jang berkuasa sudah memiliki seluruh dunia dengan mempergunakan kekerasan serta memonopoli segala hak kepunjaan negara dan bangsa-bangsa lain. Untuk mengekalkan kedudukan mereka jang istimewa ini dan untuk berdjaga-djaga agar bangsabangsa jang ketjil dan lemah djangan kembali menentang mereka, disiarkannja dan diandjurkannja faham kosmopolitisme, sedangkan faham nasionalisme atau kebangsaan sangat mereka tjela ; akan tetapi faham kosmopolitisme jang mereka anut dan andjurkan itu, pada hakekatnja tak lain dari pada imperialisme dan perampasan dalam bentuk lain. Akan tetapi utjapan jang pernah dikemukakan Wilson pada satu masa, tak dapat dilupakan orang ; bangsa-bangsa lemah dan ketjil jang telah memberikan bantuan kepada Negara-negara Entente me''<noinclude></noinclude> saflbkv58i2od73jla9wv6bp77tfdbn Halaman:San min chu i.pdf/80 104 111707 310433 2026-08-10T09:16:15Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310433 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||75}}</noinclude>''ngalahkan Negara-negara Sekutu dan sebagai hasil kemenangan ini berharap mendapatkan kemerdekaan mereka, semuanja merasa dirinja tertipu dan bukan kepalang ketjewa mereka ketika mendengar hasil Konperensi Perdamaian. Rakjat Annam, Birma, Djawa, India, Kepulauan Melaju, Turki, Parsi, Afganistan, Mesir dan bangsa-bangsa Eropah jang lemah semuanja insjaf bahwa mereka telah kena tipu Negara-negara Entente ketika pertjaja akan djandjinja melaksanakan hak tiap-tiap bangsa menentukan nasib sendiri ; keinsjafan ini kemudian mengakibatkan bangsa-bangsa tadi masing-masing mentjoba mewudjudkan asas tadi dengan kekuatan sendiri . Peperangan jang berdjalan bertahun-tahun lamanja tak sanggup melenjapkan imperialisme dari dunia ini, karena peperangan ini adalah akibat pertentangan antara beberapa negara imperialis dan bukan akibat pergolakan antara kebiadaban melawan peradaban atau antara Kekerasan melawan Keadilan. Oleh karena itu, peperangan ini hanja berachir dengan kehantjuran satu negara imperialis oleh negara imperialis lain ; jang tinggal, tetap berbentuk imperialis. Akan tetapi sesudah peperangan Eropah selesai, tumbuhlah dikalbu umat manusia satu benih pengharapan - revolusi Rusia. Petjahnja Revolusi Rusia sudah dimulai sedjak tahun 1905 , hanja tudjuannja belum tertjapai penuh. Sekarang, baru pada waktu Peperangan Eropah mengamuk dengan dahsjatnja, kaum revolusioner berhasil dalam usahanja. Alasan supaja sumbu revolusi pada saat itu dibakar kembali ialah kesadaran rakjat, sebagai akibat pengalamannja dalam peperangan. Rusia pada mulanja salah satu anggauta dari Negeri-negeri Entente ; selama peperangan, lebih dari sepuluh djuta pradjurit dikerahkannja kemedan pertempuran. Kalau Rusia tak menjumbangkan tenaganja digaris pertahanan Timur, maka tak sukar bagi Djerman menghantjurkan garis pertahanan Negara-negara Entente di Eropah-Barat; tetapi karena perlawanan tentara Rusia, Djerman terpaksa memusatkan perhatiannja kearah Timur, hingga Negara-negara Entente mendapat kesempatan mengumpulkan tjukup tentara guna menghantjurkan Djerman dan mentjapai kemenangan setelah dua sampai tiga tahun bertempur. Akan tetapi tatkala peperangan baru sampai pada seperdua djalan, Rusia dengan mendadak membalik, karena ia mulai insjaf bahwa''<noinclude></noinclude> er3dkzto35yut4ajme5fmn5w8meg48j Halaman:San min chu i.pdf/81 104 111708 310434 2026-08-10T09:17:38Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310434 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||76}}</noinclude>memberikan bantuan kepada Negara-negara Entente melawan Djerman, berarti menjokong beberapa negara biadab guna menghantjur- kan negara biadab jang lain dan achirnja tak akan djuga mendatangkan hasil jang diingini. Sekumpulan tentara dan orang-orang pemerintahan Rusia kemudian bangkit, memisahkan diri dari Per- satuan Entente sendiri dan mengadakan perdjandjian perdamaian sendiri dengan Djerman . Kalau kepentingan-kepentingan nasional jang diperhatikan, maka lenjaplah segala alasan jang menjebabkan permusuhan antara Rusia dan Djerman ; akan tetapi kalau tertumbuk dengan kepentingankepentingan imperialisme, maka mereka keduanja berlomba-lomba mendjalankan agresinja sehingga pertentangan dan pergolakan tak dapat dielakkan lagi. Apalagi Djerman pada waktu itu bertindak terlalu meliwati batas, sehingga untuk melindungi diri-sendiri Rusia tak mungkin berbuat lain dari pada mengadakan perlawanan ber- sama-sama dengan Inggeris, Perantjis dan bangsa-bangsa lain. Kemudian, setelah rakjat Rusia sadar dan melihat ketjurangan imperialisme, sumbu revolusi mereka njalakan dalam negara mereka sendiri guna menghantjurkan imperialisme dinegeri sendiri : untuk mentjegah tjampur tangan regeri-negeri asing, mereka pada saat itu djuga mengadakan perdamaian dengan Djerman. Dengan segera sesudah Negara-negara Ententepun menanda-tangani perdjandjian perdamaian dengan Djerman, mereka serentak mengerah- kan tentara guna memerangi Rusia. Apakah sebabnja ? Karena rakjat Rusia telah insjaf akan kenjataan bahwa penderitaan mereka sehari-hari adalah akibat imperialisme dan untuk mengelakkannja ini semua, mereka harus melemparkan imperialisme sedjauh-dja- uhnja serta berpegang teguh kepada hak menentukan nasib sendiri . Tiap-tiap bangsa lain menentang politik Rusia ini dan mereka mengumpulkan tentara banjak guna memerangi Rusia, meskipun pendirian Rusia dan andjuran Wilson boleh dikatakan hampir tak ada bedanja; kedua-duanja menjatakan bahwa bangsa-bangsa jang lemah dan ketjil berhak merdeka dan menentukan nasib sendiri. Ketika Rusia mengumumkan asas ini, bangsa-bangsa ketjil dan lemah diseluruh dunia membantunja dengan sekuat tenaga dan dengan serentak mereka bersama-sama mulai mentjari djalan memperoleh hak menentukan nasib mereka.''<noinclude></noinclude> 7onveo35h2b53uq9tverh3lsd9kgfvh Halaman:San min chu i.pdf/82 104 111709 310435 2026-08-10T09:18:40Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310435 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||77}}</noinclude>''Peperangan kedjam jang baru dialami oleh Eropah itu semata-mata timbul karena pergeseran keinginan beberapa negara imperialisme; akan tetapi dengan adanja Revolusi Rusia, tumbuhlah satu pengharapan besar dikalbu umat manusia. Bangsa jang paling berkuasa diantara penduduk dunia jang seribu lima ratus djuta djumlahnja itu ialah bangsa kulit putih jang hidup dibenua Eropah dan Amerika dan hanja berdjumlah 400 djuta ; dari sini mereka bersebar keseluruh dunia dan mulai menelan bang- sa-bangsa lain. Bangsa kulit merah di Amerika telah lenjap, bangsa kulit hitam di Afrika tak lama lagi dapat mempertahankan diri, bangsa kulit tjoklat di India sedang mengalami nasib buruk dibawah penindasan dan bangsa-bangsa kulit kuning di Asiapun tengah menderita penindasan dan dalam waktu jang tak lama lagi boleh djadi akan musnah pula. Akan tetapi 150 djuta rakjat Rusia, setelah revolusinja berhasil baik, memutuskan tali perhubungan dengan bangsa-bangsa kulit putih lainnja serta menghukum dan menentang tindakan imperialistis bangsa-bangsa kulit putih ; sekarang mereka sedang mempertimbangkan untuk menggabungkan diri dengan bangsa-bangsa Asia jang lemah dalam suatu perdjuangan meruntuhkan negara-negara Imperialis. Djadi bangsa-bangsa imperialis sekarang hanja berdjumlah 250 djuta, akan tetapi djumlah jang ketjil ini masih djuga berusaha menundukkan sisa 1250 djuta penduduk dunia ini dengan mempergunakan kekuatan tentara dan segala matjam tjara jang tak kenal peri kemanusiaan. Demikianlah sesudah kedjadian ini, umat manusia dapat kita bagi dalam dua golongan : fihak pertama berdjumlah 1250 djuta, sedangkan fihak kedua djumlahnja 250 djuta. Sungguhpun golongan kedua djauh lebih sedikit djumlahnja kalau dibandingkan dengan golongan pertama, tetapi mereka memegang kedudukan-kedudukan jang terkuasa dimasjarakat dunia ini sedangkan tenaga politik dan ekonomi mereka tak terbatas. Dengan mempergunakan kedua kekuatan ini, mereka memeras bangsa-bangsa jang lemah dan ketjil. Djika sendjata politik mereka, angkatan laut dan darat kurang tjukup kuat, mereka mempergunakan kekuatan ekonomi untuk menghantjurkan segala perlawanan jang didjumpai mereka. Seandainja kalau pada suatu waktu sendjata ekonomi terlalu lemah, maka mereka mempergunakan kekuatan angkatan laut dan darat untuk memaksa kemauan mereka dituruti.<noinclude></noinclude> mzd02xwl3llran4bojve6ue0p4rahl6 Halaman:San min chu i.pdf/83 104 111710 310436 2026-08-10T09:20:12Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310436 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||78}}</noinclude>''Kekuatan-kekuatan politik dan ekonomi mereka selalu membantu satu sama lain dan tjara bekerdjanja dapat kita samakan dengan tjara tangan kanan membantu tangan kiri, dengan pertolongan kedua belah tangannja dapatlah ia menghantjurkan golongan jang berdjumlah 1250 djuta dengan tjara jang kedjam. Akan tetapi ,,Alam tak selalu mengabulkan keinginan manusia", karena dengan tak diduga lebih dahulu bangsa Slavia jang berdjumlah 150 djuta sekonjong-konjong bangkit serentak dan memukul imperialisme dan kapitalisme, berperang membela peri kemanusiaan serta menentang ketidak-samaan dikalangan umat manusia. Dalam uraian saja jang lalu, sudah saja tjeritakan tentang seorang Rus jang mengatakan: ,, Sebab-sebab terutama Lenin difitnahi Negara-negara Besar ialah karena Lenin berani mengemukakan bahwa golongan manusia jang berdjumlah 1250 djuta sedang menderita tindasan oleh golongan lain jang berdjumlah 250 djuta". Tetapi Lenin tak hanja sampai disitu sadja. Ia mengemukakan djuga bahwa hak menentukan nasih sendiri harus diserahkan kepada bangsa-bangsa jang ditindas serta ia mengandjurkan persatuan guna menentang ketidak-adilan didunia ini. Faham Lenin ini ditentang keras oleh Negara-negara Besar, karena mereka takut akan kepandaiannja jang dapat membahajakan kedudukan mereka jang teguh itu. Akan tetapi rakjat diseluruh dunia pada waktu ini sudah insaf dan jakin bahwa desas-desus dan gembar-gembor jang disiarkan Negara-negara Besar, hanja tipu muslihat belaka; mereka tak mau lagi diabui mata mereka. Keinsafan politik rakjat diseluruh dunia sudah sampai pada tingkat ini. Sekarang kita berkemauan keras membangkitkan kembali nasionalisme Tiongkok jang sudah lenjap serta mempergunakan kekuatan 400 djuta rakjat kita guna perlawanan mempertahankan peri kemanusiaan dan melenjapkan ketidak-adilan dari dunia; inilah tudjuan kita semata-mata. Negara-negara Besar chawatir akan kejakinan kita jang demikian itu, hingga mereka kemudian menondjol-nondjolkan satu adjaran baru jang sangat menarik hati kalau dilihat sepintas lalu. Untuk membangkitkan nafsu amarah kita, mereka sekarang mengandjurkan kosmopolitisme dan menerangkan, bahwa dengan bertambah madjunja peradaban dunia dan bertambah luasnja pandangan hidup manusia, nasionalisme mendjadi suatu aliran jang terlalu sempit dan tidak selaras lagi dengan keadaan zaman, dan''<noinclude></noinclude> cqzz5qhzk2lkl6j52lp8pjgqtugf6d2 Halaman:San min chu i.pdf/84 104 111711 310437 2026-08-10T09:20:58Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310437 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||79}}</noinclude>''karena itulah kita harus memeluk kosmopolitisme. Karena kena tipu adjaran ini, pada tahun-tahun terkebelakang, banjak pemuda- pemuda Tionghoa mendewa-dewakannja dan menentang serta membelakangkan nasionalisme. Akan tetapi adjaran ini bukanlah sesuatu hal jang perlu dipikirkan bangsa-bangsa jang tersesat. Kita, sebagai bangsa jang termasuk golongan ini, pertama-tama berkewadjiban merampas kemerdekaan nasional kita dan mengangkat kedudukan negara kita, supaja sederadjat dengan negara-negara lain, sebelum kita sanggup dan tjakap memperbintjangkan kosmopolitisme. Berkenaan dengan hal ini, perumpamaan atau keterangan jang saja kemukakan dalam uraian saja jang lalu tentang seorang kuli jang mendapat hadiah pertama dalam suatu undian, sudah tjukup untuk mendjelaskan keadaan ini. Kertas undian itu dapat kita umpamakan kosmopolitisme; pendagang bambu, nasionalisme. Karena mendapat hadiah pertama, sikuli tadi melemparkan pendagang bambunja sebagaimana djuga kita membuang nasionalisme, karena dipergila-gilakan dengan djandji-djandji tentang kosmopolitisme. Kita harus insaf bahwa kosmopolitisme dilahirkan oleh nasionalisme; seandainja kita mau melaksanakan kosmopolitisme, terlebih dahulu kita harus memperkokoh tiang nasionalisme kita sendiri. Djika nasionalisme itu tak kokoh, maka kosmopolitisme itupun tak mungkin tumbuh subur. Maka teranglah bagi kita bahwa kosmopolitisme itu bersarang didalam nasionalisme, sebagaimana djuga surat undian itu bersarang dipendagangkan bambu tadi; kalau nasionalisme kita abaikan dan kosmopolitisme kita gemborkan setinggi langit, tak ubahnja sikap kita sebagai sikuli jang melemparkan pendagang bambunja kedalam laut. Kita dahulukan badjak dari djawi. Sudah pernah saja kemukakan bahwa kedudukan kita belum setinggi kedudukan bangsa Annam atau Korea ; mereka tergolong bangsa jang ditindas dan diperbudak, sedangkan kita belum dapat dinamakan seperti itu. Meskipun begitu, kita memperbintjangkan djuga kosmopolitisme dan memandang nasionalisme sebagai sesuatu jang tak perlu. Tuan2, apakah ini jang dinama- kan pikiran jang sehat ? Menurut sedjarah, maka ternjata bahwa 400 djuta bangsa kitapun pernah berpemerintah imperialistis. Tak dapat disangkal, bahwa nenek mojang kita mendjalankan politik ke- kerasan terhadap bangsa2 jang lemah dan ketjil; akan tetapi pada waktu itu kekuatan ekonomi belum begitu mendahsjatkan, sehingga''<noinclude></noinclude> tmjdz4vm7stk1ug4hdbs8dyf8ps08oj Halaman:San min chu i.pdf/320 104 111712 310438 2026-08-10T09:21:32Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310438 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||315}}</noinclude>315 jang mereka harapkan, tetapi mereka jakin bahwa penjelesaian terachir soal sosial terletak dalam keempat tjara ini; dan banjak sosialis menundjang mereka. Sementara mereka membenarkan keempat tjara damai itu, mereka menolak tjara-tjara Marx jang revolusioner. Ketika Rusia mulai menggerakkan revolusi, terutama diharapkan mereka penjelesaian soal sosial; soal politik adalah nomor dua. Revolusi telah berhasil tapi hanja dalam pemetjahan soal politik, tidak dalam pemetjahan soal sosial, bertentangan dengan apa jang diharapkan tadinja. Kenjataan-kenjataan ini membuat golongan anti-Marx mengatakan bahwa pertjobaan Rusia dengan tjara-Marx tak memberi hasil, gagal. Anggota-anggota Partai Marxis sebenarnja mendjawab, Rusia bukan gagal dalam memakai tjara² revolusioner untuk perbaikan sosial, tetapi industri dan perdagangan Rusia belum semadju industri dan perdagangan negara-negara lain di Eropah, dan organisasi ekonomi Rusia belum matang; itulah sebabnja Rusia belum dapat melakukan tjara Marx dengan hasil banjak. Tetapi mereka berkata, tentu tjara-tjara itu dapat dilaksanakan dalam negeri jang industri dan perniagaannja madju pesat, dimana organisasi ekonominja sudah sempurna. Tjara² itu akan mendapat sukses jang pasti pada bangsa-bangsa Barat dan akan menerbitkan perobahan sosial jang fundamentil. Kalau kita bandingkan kedua tjara jang dibuat golongangolongan itu, kita akan berpendapat bahwa Marx mau „memotong benang jang kusut itu dengan pisau tadjam", sedangkan golongan lain mau menggunakan tjara halus. Dalam menjelesaikan soal sosial kita apakah kita akan „memotong benang jang kusut itu dengan pisau tadjam" atau akan menggunakan tjara halus, seperti empat matjam politik jang sudah kita uraikan itu? Baik tjara revolusioner maupun tjara damai diandjurkan dalam partai sosialis dan keduanja ditentang oleh kaum kapitalis. Sekarang industri dan perniagaan di Barat madju amat pesat, kapitalisme sedang mendaki puntjak jang memusingkan kepala, kesewenang-wenangan kaum kapitalis telah mentjapai batasnja, dan rakjat merasa keadaannja tak tertahan lagi. Kaum sosialis, dalam usaha mereka meringankan sengsara rakjat jang dikuasai kaum kapitalis dan dalam pertjobaan mereka memperbaiki keadaan masjarakat, tak perduli apa mereka memilih tjara damai atau radikal, semuanja menghadapi perlawanan dari kaum<noinclude></noinclude> 2s6ng1lp88cb93e2n3kou1vyugw2044 310439 310438 2026-08-10T09:21:50Z Ammachemist 27288 310439 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||315}}</noinclude>jang mereka harapkan, tetapi mereka jakin bahwa penjelesaian terachir soal sosial terletak dalam keempat tjara ini; dan banjak sosialis menundjang mereka. Sementara mereka membenarkan keempat tjara damai itu, mereka menolak tjara-tjara Marx jang revolusioner. Ketika Rusia mulai menggerakkan revolusi, terutama diharapkan mereka penjelesaian soal sosial; soal politik adalah nomor dua. Revolusi telah berhasil tapi hanja dalam pemetjahan soal politik, tidak dalam pemetjahan soal sosial, bertentangan dengan apa jang diharapkan tadinja. Kenjataan-kenjataan ini membuat golongan anti-Marx mengatakan bahwa pertjobaan Rusia dengan tjara-Marx tak memberi hasil, gagal. Anggota-anggota Partai Marxis sebenarnja mendjawab, Rusia bukan gagal dalam memakai tjara² revolusioner untuk perbaikan sosial, tetapi industri dan perdagangan Rusia belum semadju industri dan perdagangan negara-negara lain di Eropah, dan organisasi ekonomi Rusia belum matang; itulah sebabnja Rusia belum dapat melakukan tjara Marx dengan hasil banjak. Tetapi mereka berkata, tentu tjara-tjara itu dapat dilaksanakan dalam negeri jang industri dan perniagaannja madju pesat, dimana organisasi ekonominja sudah sempurna. Tjara² itu akan mendapat sukses jang pasti pada bangsa-bangsa Barat dan akan menerbitkan perobahan sosial jang fundamentil. Kalau kita bandingkan kedua tjara jang dibuat golongangolongan itu, kita akan berpendapat bahwa Marx mau „memotong benang jang kusut itu dengan pisau tadjam", sedangkan golongan lain mau menggunakan tjara halus. Dalam menjelesaikan soal sosial kita apakah kita akan „memotong benang jang kusut itu dengan pisau tadjam" atau akan menggunakan tjara halus, seperti empat matjam politik jang sudah kita uraikan itu? Baik tjara revolusioner maupun tjara damai diandjurkan dalam partai sosialis dan keduanja ditentang oleh kaum kapitalis. Sekarang industri dan perniagaan di Barat madju amat pesat, kapitalisme sedang mendaki puntjak jang memusingkan kepala, kesewenang-wenangan kaum kapitalis telah mentjapai batasnja, dan rakjat merasa keadaannja tak tertahan lagi. Kaum sosialis, dalam usaha mereka meringankan sengsara rakjat jang dikuasai kaum kapitalis dan dalam pertjobaan mereka memperbaiki keadaan masjarakat, tak perduli apa mereka memilih tjara damai atau radikal, semuanja menghadapi perlawanan dari kaum<noinclude></noinclude> 8oguje9d40w5hdubub6zapqk6der6l6 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/161 104 111713 310440 2026-08-10T09:22:50Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310440 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Dari semula ketika masih berdasarkan kebudajaan sampai pada waktu berpolitik Budi Utomo tidak lupa memperhatikan keadaan dan kedudukan desa, karena mengetahui bahwa desa adalah sendi masjarakat kita. Ini terbukti dengan dibuatnja pedoman untuk Guru Desa. Pada tahun 1929 Budi Utomo mengadakan Nationaal Onderwijs Congres jang kemudian mendjadi P.P.I. (Permusjawaratas Pengadjaran Indonesia) jang berusaha menjatukan perkumpulan-perkumpulan jang mempunjai sekolahan. Oleh karena adanja federasi perkumpulan-perkumpulan tadi belum memuaskan dan banjak perkumpulan jang azas tudjuannja sama masing-masing berdiri sendiri-sendiri, maka timbullah suatu idee untuk melebur perkumpulan-perkumpulan itu mendjadi satu perkumpulan (fusi). Dalam tahun 1923 terdjadilah fusi antara perkumpulan² : <ol type="1" start="1"> <li>P.B.I. (Persatuan Bangsa Indonesia);</li> <li>Budi Utomo;</li> <li>Tirtajasa;</li> <li>Serikat Sumatera;</li> <li>Partai Serikat Selebes.</li> </ol> dengan nama PARTAI INDONESIA RAYA. Budi Utomo, P.B.I. dll. sama ichlas meleburkan diri, tidak ada ketjurigaan, jang dilihat hanja zakelijk, maka berdjalan dengan lantjarnja. Anggauta-anggauta pengurus jang tak dipilih, tidak merasa suatu apa, sedang jang dipilih sama terus bekerdja dengan giatnja. Dengan lahirnja PARINDRA ini dinjatakan dengan terang-terangan azas-tudjuannja ialah: <ol type="1" start="1"> <li>Satu bangsa &mdash; BANGSA INDONESIA,</li> <li>Satu tanah air &mdash; TANAH AIR INDONESIA,</li> <li>Satu negara &mdash; INDONESIA MERDEKA.</li> </ol> Pun menetapkan bendera Merah Putih mendjadi bendera kebangsaan, lagu INDONESIA RAYA &mdash; tjiptaan Saudara W.R. Supratman &mdash; sebagai lagu kebangsaan dan memakai bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. PARINDRA mempunjai suatu barisan jalah Surya Wirawan dan hampir seluruh Indonésia ada tjabang dari PARINDRA.<noinclude> {{rh|||165}}</noinclude> 3ud4wpea0l41x8eys0rqob4pnizousu Halaman:San min chu i.pdf/92 104 111714 310441 2026-08-10T09:24:22Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310441 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||'''Uraian V'''}} ''Bagaimana menghidupkan kembali semangat kebangsaan (nasionalisme) di Tiongkok - Menginsjafkan rakjat tentang posisi Tiongkok - Malapetaka jang mengantjam Tiongkok - Bahaja militer dari Djepang, Amerika Serikat, Inggeris, Perantjis - Tiongkok tak dapat pertjaja pada kesetimbangan kekuatan" dari bangsa lain - Kemenangan diplomatik jang meliputi Tiongkok Bahaja kekuasaan asing atas ekonomi Tiongkok Bahaja mengenai bertambah besarnja penduduk lain didunia - TiongTiongkok harus memkok harus insjaf akan keadaan sebetulnja bangun sentimen kebangsaannja jang baru berdasarkan kesetiaan jang telah ada dalam pertalian sekeluarga dan sesuku Tjara-tjara dari nenek-mojang Kalau India dapat bersatu mengenai rentjana non- koperasi, Tiongkok harus sanggup bersatu. Perlawanan positif dan negatif terhadap penjerangan asing.'' ''Uraian saja hari ini mengenai tjara bagaimana kita menghidupkan kembali perasaan kebangsaan kita. Dari uraian saja jang lalu dapat dilihat apa sebab-sebabnja Tiongkok sampai djatuh seperti sekarang, jaitu karena Tiongkok kehilangan semangat kebangsaannja. Kita didjadjah dan diperintah selama 200 tahun lebih. Dahulu kita mendjadi budak bangsa Manchu ; sekarang kita budak segala bangsa dan menderita lebih dari pada jang sudah-sudah. Kalau kita biarkan keadaan ini dan kita tidak dapat mentjari tjara tjara lain untuk menghidupkan kembali perasaan kebangsaan kita. maka Tiongkok akan lenjap sebagai negara, dan barangkali djuga sebagai bangsa. Oleh karena itu, kalau kita ingin menjelamatkan Tiongkok, terutama kita harus menghidupkan kembali perasaan kebangsaan kita. Sekarang saja akan membitjarakan dua djalan, bagaimana perasaan kebangsaan dapat kita hidupkan kembali. Pertama dengan menginsjafkan 400 djuta bangsa kita, supaja mengerti bagaimana keadaan kita sekarang. Kita berada dalam suatu krisis; kita harus menghindarkan kemelaratan dan mentjari kebahagiaan ; menghindarkan tenggelamnja bangsa dan menudju kedjajaan. Mula-mula harus kita lihat dengan tabah hati dan diikuti oleh tindakan. Kalau Tuan-tuan hendak menghargai bagaimana „susahnja pengertian dan mudahnja tindakan itu" , peladjarilah dalil-dalil saja. Dahulu Tiongkok tidak menginsafi, bahwa ia berada dalam kemunduran dan achirnja akan menghadapi kelenjapan.<noinclude></noinclude> 25ws6uw3twfdvyp6wpgr7xa04wuwyou Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/160 104 111715 310443 2026-08-10T09:26:25Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310443 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Sampai pada waktu itu sebenarnja Budi Utomo suka menerima self-government, akan tetapi karena tindakan-tindakan Pemerintah masih djauh dari self-government itu, maka dalam Budi Utomo timbul aliran non-coöperatie (tidak suka kerdja-sama dengan Pemerintah). Meskipun Budi Utomo berpolitik, akan tetapi tidak lupa kebudajaan, malahan memadjukan djalan kebatinan (moreel' sebab moreel ialah sjarat jang terpenting untuk persatuan. Setelah mengetahui banjak dan ber-matjam² perkumpulan jang dapat memetjahkan persatuan, sedang Budi Utomo insjaf, bahwa kekuatan kita jang djitu adalah persatuan, maka Budi Utomo senantiasa berusaha menjatukan perkumpulan-perkumpulan (federasi). Mula-mula mengadakan Nasional Komite jang terdiri dari: <ol type="1" start="1"> <li>Sarikat Islam;</li> <li>Budi Utomo;</li> <li>Perkumpulan Bangsawan Solo dan Jogja;</li> <li>Perkumpulan Bestuursambtenaren.</li></ol> Akan tetapi tidak tahan lama. Kemudian setelah Volksraad berdiri Budi Utomo turut dalam Radicale Concentratie jang terdiri dari: <ol type="1" start="1"> <li>I.S.D.P.</li> <li>Sarikat Islam;</li> <li>Insulinde;</li> <li>Budi Utomo.</li></ol> Dalam tahun 1927 mendjadi anggauta P.P.P.K.I. (Permufakatan Partai Politik Kebangsaan Indonesia) jang terdiri dari: <ol type="1" start="1"> <li>P.S.I.I.</li> <li>Indonesische Studieclub;</li> <li>P.N.I.</li> <li>Serikat Sumatera;</li> <li>Pasundan;</li> <li>Budi Utomo.</li></ol> Dalam tahun 1928 Budi Utomo meluaskan tudjuannja, ialah mempersatukan bangsa Indonésia, maka daérahnja bertambah luas meliputi seluruh Indonésia.<noinclude> {{rh|164||}}</noinclude> d3b61mlti1ltyrrxbpc9kdi7jah61c4 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/159 104 111716 310446 2026-08-10T09:28:12Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310446 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Setelah Budi Utomo berdiri lahirlah bermatjam-matjam perkumpulan termasuk perkumpulan kesenian. Pada tahun 1913 meskipun belum bertjorak politiek, Budi Utomo telah mengadakan National Congres di Semarang dengan perkumpulan-perkumpulan dan golongan-golongan terkemuka, untuk menentukan bagaimanakah sikap kita djika negeri Belanda dan negeri kita tersérét dalam kantjah peperangan, jang sungguh meletus pada tahun 1914. Kesimpulannja karena bangsa kita belum mempunjai kekuatan, maka kita tinggal diam sadja. Pada waktu itu timbul pembitjaraan tentang milisi untuk bangsa kita. Dalam Congresnja tahun 1915 Budi Utomo membuat resolusi menjetudjui milisi dengan parlemen. Sebab suatu negara tak akan kuat djika tidak dibela oleh bangsanja sendiri, dan keadaan negara tidak akan sedjahtera kalau tidak diatur parlemennja sendiri. Kemudian Budi Utomo turut mengirimkan utusan dalam Panitya Indië Weerbaar kenegeri Belanda untuk menjampaikan resolusi tentang milisi jang harus diadakan dengan putusan parlemen Indonésia. Tetapi belum ada hasil jang memuaskan, selain akan diadakan Volksraad. Maksud Belanda mendirikan Volksraad itu tak lain hanja hendak mengumpulkan suara-suara. Djadi bangsa kita belum mempunjai kekuasaan. Walau maksud milisi tidak tertjapai, namun semangat keperadjuritan sudah berkobar-kobar, sehingga melahirkan gerakan kepanduan di-mana². Budi Utomopun mempunjai kepanduan. Gerakan kepanduan ini disusul oleh adanja bermatjam-matjam perkumpulan keolah-ragaan. Dengan adanja Volksraad, Budi Utomo lalu masuk politiek, sebab hanja djalan demikianlah Budi Utomo dapat turut memperhatikan kepentingan bangsa dalam segala lapangan serta dapat mentjatat bagaimanakah sebenarnja politiek pendjadjahan itu. Adapun partai programnja jalah : <ol type="1" start="1"> <li>pemerintahan demokratis dalam bentuk nasional;</li> <li>pemilihan umum ;</li> <li>kerdja-sama dengan partai-partai lainnja.</li> </ol><noinclude> {{rh|||163}}</noinclude> 9vgcwfm7upnzl3on8z0lq4ma16wx69f Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/158 104 111717 310448 2026-08-10T09:29:51Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310448 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> '''DARI BUDI-UTOMO SAMPAI PARINDRA.'''<br /> Oleh K. R. M. H. Woerjaningrat. ''"Kemerdekaan mungkin dojong djika tak diisi............' '' </center> {{dropinitial|H}}ARI 20 Mei adalah hari jang mulia, hari jang mengandung sedjarah bagi pergerakan kebangsaan Indonésia. Karena setelah mengalami pendjadjahan sadarlah bangsa kita, bahwa djika kita tidak menghimpun kekuatan nasional akan sukarlah bagi bangsa Indonésia dikemudian hari. Kesadaran itu didjelmakan dan pada 20 Mei 1908 lahirlah perhimpunan kita jang pertama-tama jalah Budi Utomo, dipelopori oleh alm. Dr. Wahidin Soedirohoesodo dan digerakkan oleh mahasiswa² kedokteran dan peladjar-peladjar lainnja. Memang mula-mula Budi Utomo berdasarkan kebudajaan dan bergerak dalam lapang pengadjaran, karena bangsa kita telah mempunjai kebudajaan jang tidak rendah, sedang kebudajaan adalah ukuran deradjat bangsa, sehingga tak boleh diabaikan. Adapun hal pengadjaran perlu untuk dapat berlomba-lomba dengan bangsa lain. Maka didirikanlah studiefonds Darmo Woro. Walaupun demikian sedjak semula aliran berpolitik dalam Budi Utomo telah dan senantiasa ada. Karena pada waktu itu dipandang belum saatnja serta belum tjukup bahan²nja, pun kaum pendjadjah tentu akan mempersukarkannja, maka hal politiek disabarkan dahulu. Pada permulaan Budi Utomo boleh dikatakan perkumpulan prijaji-prijaji dan peladjar-peladjar serta baru terbatas pada tanah Djawa dan Madura. Akan tetapi makin lama makin meluaskan anggauta-anggautanja. Terdorong oleh keinginan penduduk Bali dan Lombok untuk turut dalam Budi Utomo dan dianggap sama kebudajaannja, daerah Budi Utomo diluaskan sampai pada pulau-pulau itu.<noinclude> {{rh|162||}}</noinclude> 6qs7ph91xsrcpvjvoitcbhusnq4bi56 Halaman:San min chu i.pdf/321 104 111718 310450 2026-08-10T09:30:05Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310450 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||316}}</noinclude>kapitalis. Tjara mana ahirnja akan dipergunakan oleh bangsa Barat untuk memetjahkan soal sosial mereka belum dapat diketahui atau diduga sekarang. Tapi kampiun tjara damai menemukan rupa-rupa opposisi dan tjelaan keras dari kaum kapitalis; dan mereka merasa, tindakan damai berfaedah sekali untuk rakjat, tetapi tak merugikan bagi kaum kapitalis, djadi tak begitu praktis. Itulah sebabnja banjak kaum sosialis lambat laun berubah dari pendiriannja dahulu kearah tjara radikal. dan memakai rentjana revolusioner untuk pembangunan sosial. Pengikut Marx berkata kalau kaum buruh Inggeris sesungguhnja sadar dan suka bergabung dan madju bersama-sama menurut rantjangan Marx, tentu mereka akan berhasil. Kapitalisme di Amerika sama deradjatnja dengan kapitalisme di Inggeris; kalau kaum buruh Amerika mendjalankan Marxisme, sudah tentu mereka djuga akan mentjapai tudjuan mereka. Tetapi sekarang kapitalis2 Inggeris, Amerika Serikat dan negara-negara lain adalah pelalim jang mutlak: mereka selalu memikirkan bermatjam-matjam tjara buat menghalangi kemadjuan sosial dan buat melindungi kepentingan-kepentingan mereka sendiri, seperti radja-radja lalim dahulu mentjoba mempertahankan tachta keradjaan mereka. Radja-radja lalim dizaman dahulu sama takut akan pergerakan partai opposisi, selalu menggunakan kekuasaan sewenang-wenang jang kedjam untuk membasmi opposisi itu. Kapitalis-kapitalis modernpun jang ingin melindungi keuntungan-keuntungan mereka djuga menggunakan kekuasaan kelakuan jang kedji dan membuang seluruh prinsip keadilan dalam perlawanan mereka terhadap kaum sosialis. Partai-partai sosial di Barat mungkin dikemudian hari terpaksa menggunakan tjara Marx untuk menjelesaikan soal ekonomi ~ siapa tahu? Sistim kommunis itu sudah pernah dilakukan dalam praktek waktu zaman dahulu. Kapan rubuhnja? Dari penjelidikan sedjarah jang saja lakukan sendiri, saja dapat kejakinan, rubuhnja sistim itu ketika uang mulai diedarkan. Ketika rakjat seluruhnja dapat uang, mereka dapat membeli dan mendjual sesuka mereka; djadi mereka tak perlu menukar barang dengan barang, djual-beli menggantikan tukar-menukar barang. Demikianlah kommunisme kuno itu djadi lenjap perlahan-lahan. Peredaran uang membuat perniagaan djadi merdeka dan mudah; kemudian timbul saudagar-sau-<noinclude></noinclude> jiezsepn00ix3g9gh4szuot2uq2c30v Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/157 104 111719 310451 2026-08-10T09:31:08Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310451 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>perdjoangan jang penuh penderitaan dan kegentingan. Bangsa Indonesia selalu mendapat udjian jang berat dan bangsa Indonesia senantiasa dapat lulus didalam udjian² dengan memegang tegus sembojannja : „Djer basuki mawa beja.” Maka dari itu mulai 20 Mei 1948 setelah Bangsa Indonesia 40 tahun bangun, kami disini menjerukan : „Usahakanlah dengan kekuatan jang ada pada kita untuk „Bersatu jang kuat” guna menegakkan kemerdekaan kita, agar supaja kita selalu menduduki kebenaran dan keadilan”. Walikukun, 20 Mei 1948.<noinclude> {{rh|||161}}</noinclude> c522rh8he9sy02tp8j5yotkdgenonhr Halaman:San min chu i.pdf/95 104 111720 310452 2026-08-10T09:31:31Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310452 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||90}}</noinclude>''Timur kita jang terdekat, mempunjai angkatan darat dan laut jang sanggup menjusup djauh kedalam pertahanan kita dalam waktu jang singkat. Sampai sekarang ia belum menjerang, mungkin karena waktu jang baik belum tiba baginja. Akan tetapi setiap waktu ia dapat meng- hantjurkan Tiongkok, seandainja ia menjerang. Waktu jang dipakainja untuk memanggil tentara (mobilisasi) sampai penjerangan terhadap Tiongkok memakan waktu tak lebih dari sepuluh hari. Sebab itu kalau Tiongkok memutuskan perhubungan diplomasinja dengan Djepang, maka Djepang akan dapat melumpuhkan negara kita dalam sepuluh hari sadja. Kalau kita tindjau dari negeri Djepang, sepandjang pantai Timur-Laut Pasifik, Negara Amerikalah jang terkuat didaerah itu. Dahulu Amerika Serikat mempunjai angkatan laut jang bersaingan besarnja, jaitu tiga kali dari angkatan laut Djepang. Ini adalah berkat hasil konperensi jang ditetapkan di Washington jang mengurangkan ukuran tonase angkatan lautnja sampai 500 ribu ton. Kapal-kapal perang seperti kapal-kapal selam, kapal-kapal perusak kepunjaan Amerika Serikat djumlahnja lebih besar dari kepunjaan Djepang. Didalam angkatan darat Amerika, tiap-tiap warga-negaranja mendapat didikan ketentaraan. Tiap2 warga-negara Amerika Serikat diharuskan masuk sekolah rendah dan kebanjakan dari mereka meneruskan peladjaran kesekolah landjutan, umpama kesekolah Menengah atau College. Mereka ini semuanja mendapat didikan militer disekolah-sekolah ini hingga setiap waktu pemerintah dapat memperbanjak djumlah pradjuritnja. Ketika Amerika Serikat terdjun dalam gelanggang peperangan di Eropah, mereka sanggup mengirimkan 2 djuta pradjurit dalam setahun. Maka dari itu biarpun angkatan darat Amerika Serikat itu ketjil sekali sekarang, tetapi kekuatan sebenarnja dari tentaranja sangat mengagumkan; dalam waktu jang singkat berdjuta-djuta pradjurit dapat dikirimkan kemedan peperangan. Andai kata Tiongkok memutuskan perhubungan diplomasinja dengan Amerika Serikat, bagi mereka ini hanja memerlukan waktu sebulan untuk memobilisasi tentaranja, siap untuk menjerang, se- hingga Tiongkok dapat dihantjurkan dalam sebulan sesudah pertikaian.''<noinclude></noinclude> 6txc7uqkelnpei9ek8tqxen98t0n4pe Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/156 104 111721 310454 2026-08-10T09:32:30Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310454 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>pengadjaran sedjadjar dengan bangsa Barat dengan biaja dari Darma Wara. Dari perdjalanannja jang penuh penderitaan dan sering² djuga penghinaan, beliau mendapat penjakit jang tak mudah sembuhnja dan jang kemudian mendjadi sebabnja beliau mangkat pada tanggal 26 Mei 1916. Pada tahun 1911 menjusul terbentuklah Sarekat Islam jang promotornja ialah Hadji Saman Hudi dan lalu dapat berkembang baik dibawah pimpinan almarhum Hadji Tjokroaminoto. Pada tahun 1914 sebelum perang dunia ke I petjah, B.U. dibawah pimpinan kami dengan mengundang S.I. mengadakan rapat umum di Semarang; dimana B.U. pada waktu itu mulai merembug soal politik, sebab disitulah diperbintjangkan: Bagaimana sikap Bangsa Indonesia seandainja nanti Negeri Belanda turut terlibat dalam peperangan. Perhatian sangat besar. Keputusannja ialah: „Karena kita (pada waktu itu) masih terlalu terbelakang didalam se-gala²nja, maka seandainja kita hendak menolong, sebagai penuntun kudapun, tak dapat.” Pada tahun 1916 di Bandung B.U. merembug soal Militie-plicht dengan keputusan mengadjukan permintaan diadakannja Militie plicht untuk bangsa Indonesia. Permintaan ini diabaikan oleh pemerintah pendjadjahan, sebab tak mendapat djawaban sepatahun. B.U. dan S.I. terus disusul oleh partai² banjak. Pergerakan bangsa Indonesia mulai mendjala. Jang tak boleh dilupakan ialah: 1. Indische Partij dengan Tiga-Serangkainja: Douwes Dekker (dr. Setia Buddi), Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Surjadiningrat; 2. P.B.I. dibawah pimpinan Dokter Sutomo; 3. P.N.I. pada th. 1929, partai jang dipimpin oleh Ir Sukarno, sekarang Presiden kita bangsa Indonesia. Perkumpulan para bupati dengan nama „Tirta Jasa” difusikan dengan B.U. Pada tahun 1933 B.U. difusikan dengan P.B.I. nja almarhum Dr. Sutomo, jang lalu dinamakan Parindra. Pergerakan Bangsa Indonesia selalu dapat berkembang dengan hatsil jang memuaskan, sampailah waktunja Wahju tumelung pada Bangsa Indonesia pada th. 1945 - 17 Agustus, dimana bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannja, dengan<noinclude> {{rh|160||}}</noinclude> 9a7d4voffnm6moc4hw4jieop4re78e0 Halaman:San min chu i.pdf/100 104 111722 310455 2026-08-10T09:32:48Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310455 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>95 Disamping ini ada kemungkinan besar, bahwa Negara2 Besar sesudah pengalaman mereka didalam peperangan di Eropah tak ingin lagi bertindak dengan kekerasan sendjata, mereka lebih sudi damai dari pada berperang ; dengan sendirinja kita terhindar dari pengawasan militer. Sebaliknja penindasan diplomatik tak dapat kita hindarkan, meskipun nasib kita terhindar dari pengawasan militer. Masih ada bahaja jang menekan kita pada tiap2 hari, jaitu penindasan ekonomi; hal ini pasti akan membawa kemelaratan dan menghisap darah rakjat kita. Ada lagi bahaja jang ketiga jang mengantjam. Selama seratus tahun ini, rakjat Tiongkok tak bertambah-tambah djuga ; sedang kemungkinan sedikit sekali, rakjat Tiongkok akan bertambah lagi dalam seratus tahun jang akan datang ini, kalau kita sendiri tidak menemukan suatu tjara memperbanjak djumlah kelahiran. Didalam abad jang silam, rakjat Amerika Serikat bertambah 10 kali lipat; Rusia 4 kali; Inggeris dan Djepang masing2 3 kali, Djerman 21/2 kali, Perantjis jang paling sedikit, tetapi sungguhpun begitu bertambah djuga seperempat dari djumlah penduduknja. Sedang rakjat mereka kian hari bertambah banjak, rakjat Tiongkok malahan makin lama makin sedikit. Peladjarilah sedjarah kita! Ketika suku Han ( Tiongkok) memperlipatgandakan diri, bangsa asli Tiongkok seperti : Miaos, Yaos, Laos, Tungs dan jang lain-lain hilang lenjap; sebaliknja kalau kita berada dibawah tekanan, bertambahnja penduduk dari rakjat lain, sudah tentu kitalah jang akan hilang lenjap. Tiongkok jang berada dibawah pengaruh politik Negara2 Besar tak mempunjai djaminan hidup, baik sekarang maupun dihari-hari depan. Oleh tekanan pengaruh asing atas ekonomi kita, dapatlah kita kira2 , bahwa dalam sepuluh tahun lagi kita akan hantjur, dan diba- wah tekanan bertambahnja penduduk disekeliling kita dimasa jang akan datang, membahajakan sekali akan kedudukan kita. Ketiga bahaja ini sudah terasa oleh kita. Pertama kita harus mengetahui keadaan ini, kita harus pula jakin akan bahaja besar jang mengantjam dan dengan perantaraan alat radio kita menjiarkan pengertian ini supaja tiap2 rakjat Tiongkok insaf bahwa negaranja sedang mengahadapi keruntuhan, sedang Tiongkok dengan susah pajah dapat menghindarkan diri dari suatu bahaja jang mengantjamnja.<noinclude></noinclude> 0uz909vqut7umold5jgggmd6nkey70o 310461 310455 2026-08-10T09:35:01Z Ichi Ocha 26099 310461 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||95}}</noinclude>Disamping ini ada kemungkinan besar, bahwa Negara2 Besar sesudah pengalaman mereka didalam peperangan di Eropah tak ingin lagi bertindak dengan kekerasan sendjata, mereka lebih sudi damai dari pada berperang ; dengan sendirinja kita terhindar dari pengawasan militer. Sebaliknja penindasan diplomatik tak dapat kita hindarkan, meskipun nasib kita terhindar dari pengawasan militer. Masih ada bahaja jang menekan kita pada tiap2 hari, jaitu penindasan ekonomi; hal ini pasti akan membawa kemelaratan dan menghisap darah rakjat kita. Ada lagi bahaja jang ketiga jang mengantjam. Selama seratus tahun ini, rakjat Tiongkok tak bertambah-tambah djuga; sedang kemungkinan sedikit sekali, rakjat Tiongkok akan bertambah lagi dalam seratus tahun jang akan datang ini, kalau kita sendiri tidak menemukan suatu tjara memperbanjak djumlah kelahiran. Didalam abad jang silam, rakjat Amerika Serikat bertambah 10 kali lipat; Rusia 4 kali; Inggeris dan Djepang masing2 3 kali, Djerman 21/2 kali, Perantjis jang paling sedikit, tetapi sungguhpun begitu bertambah djuga seperempat dari djumlah penduduknja. Sedang rakjat mereka kian hari bertambah banjak, rakjat Tiongkok malahan makin lama makin sedikit. Peladjarilah sedjarah kita! Ketika suku Han (Tiongkok) memperlipatgandakan diri, bangsa asli Tiongkok seperti: Miaos, Yaos, Laos, Tungs dan jang lain-lain hilang lenjap; sebaliknja kalau kita berada dibawah tekanan, bertambahnja penduduk dari rakjat lain, sudah tentu kitalah jang akan hilang lenjap. Tiongkok jang berada dibawah pengaruh politik Negara2 Besar tak mempunjai djaminan hidup, baik sekarang maupun dihari-hari depan. Oleh tekanan pengaruh asing atas ekonomi kita, dapatlah kita kira2 , bahwa dalam sepuluh tahun lagi kita akan hantjur, dan dibawah tekanan bertambahnja penduduk disekeliling kita dimasa jang akan datang, membahajakan sekali akan kedudukan kita. Ketiga bahaja ini sudah terasa oleh kita. Pertama kita harus mengetahui keadaan ini, kita harus pula jakin akan bahaja besar jang mengantjam dan dengan perantaraan alat radio kita menjiarkan pengertian ini supaja tiap2 rakjat Tiongkok insaf bahwa negaranja sedang mengahadapi keruntuhan, sedang Tiongkok dengan susah pajah dapat menghindarkan diri dari suatu bahaja jang mengantjamnja.<noinclude></noinclude> 1nemq1rd5f5k0yhtdgp3twivin9rn1d Halaman:San min chu i.pdf/96 104 111723 310456 2026-08-10T09:33:13Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310456 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||91}}</noinclude>Dari pihak Amerika Serikat dilihat kedjurusan Timur, kebenua Eropah kita djumpai dilautan Atlantik kepulauan Inggeris jang pernah dinamakan negara penguasa seluruh lautan ", disebabkan mereka mempunjai angkatan laut jang terkuat didunia. Akan tetapi sesudah konperensi Washington, kapal-kapalnjapun dikurangi sedjumlah 500 ribu ton. Djumlah kapal-kapal perusak, kapal-kapal selam dan kapal-kapal penggempur biasa kepurjaan Inggeris lebih besar dari pada djumlah Amerika Serikat. Inggeris harja memerlukan 40 atau 50 hari perdjalanan untuk menu- dju Tiongkok, disamping itu ia mempunjai kedudukan dibeberapa tempat di Tiongkok, seperti Hongkong jang beberapa puluh tahun jang lalu dibangunkan. Hongkong adalah kota jang ketjil tetapi sekarang mendjadi salah satu kota perdagangan jang ramai; dan karena letaknja jang baik itu dapat mentjekik provinsi-provinsi Selatan Tiongkok. Pradjurit-pradjurit djuga dilatih di Hongkong dan angkatan lautpun berkedudukan disitu. Meskipun serangan angkatan darat dan laut di Hongkong tak dapat mematahkan perlawanan kita dalam sekedjab mata, tetapi kita tak bertenaga tjukup untuk menangkisnja. Disamping Hongkong ada lagi India dan Australi jang dekat djuga letaknja pada kita. Kalau kekuatan angkatan darat dan laut dari kedua djadjahan ini dikerahkan, tak akan memakan waktu lebih dari 2 bulan untuk menduduki seluruh Tiongkok. Sebab itu kalau Tiongkok memutuskan perhubungan diplomasinja dengan Inggeris, Inggeris akan dapat menaklukkan Tiongkok selambat-lambatnja dalam 2 bulan. Kalau kita tindjau lagi kebenua Eropah, Perantjis adalah negara jang terkuat dengan persendjataan 2 atau 3 ribu kapal-kapal terbang jang mudah diperbesar djumlahnja dimasa perang. Perantjispun mempunjai pangkalan-pangkalan pertahanan didekat Tiongkok, jaitu Annam ; dari sini mereka telah membuat djalan kereta api sampai keibu kota Yünnan. Kalau Tiongkok berperang dengan Perantjis tentaranja akan menjerang dalam waktu 40 atau 50 hari. Dengan demikian Perantjis dapat menaklukkan Tiongkok dalam 2 bular seperti jang dapat djuga dilakukan oleh Inggeris. Hal ini berarti bahwa tiap-tiap negara tadi sanggup mematahkan perlawanan Tiongkok dengan kekuatan sendjata.''<noinclude></noinclude> ei16vm5iyeclevry3iv9o1a1fgwuzgo Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/155 104 111724 310457 2026-08-10T09:34:02Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310457 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''EMPAT PULUH TAHUN BANGSA'''<br> '''INDONESIA BANGKIT.'''<br> <br> ''Pidato Dr. K.R.T. Radjiman Wédyodiningrat pada upatjara<br>peringatan Hari Kebangunan Nasional 20 Mei 1948 di <br>Jogjakarta.''<center> Sebelum pembentukan perkumpulan Budi Utomo pada 20 Mei 1908 terlaksana, umum tak mengetahui, bagaimana djerih pajah almarhum Dokter Wahidin Sudirohusodo untuk mentjapai tjita-tjita jang telah lama dikandungnja, ialah mempertinggi kedudukan masjarakatnja (bangsanja) jang selajaknja Setjara diam-diam beliau terus berusaha, dengan mengadakan perdjalanan propaganda diseluruh Pulau Djawa. Untuk meminta idzin guna mengadakan rapatnja umum jang pertama di Djetis, Jogjakarta, pada tanggal 5 Oktober 1908 itu, beliau datang sendiri kepada „Hoofd van Plaatselijk Bestuur” di Jogja, walaupun beliau mengerti, bahwa nanti beliau pasti akan disuruh duduk di bawah. Disitulah beliau bersikap seperti orang jang sedang beradu djago (ajam djantan), jaitu „mengalah” (ngalah, ulah ngisor). Maksudnjapun tertjapai. Rapat umum diidzinkan dengan mendapat pesanan dari asisten-residen jang keras: „Sekali lagi, kamu saja peringatkan, kamu tak boleh merembug soal politik. Mengerti?” Dibalasnja dengan senjuman: „Inggih Kandjeng Tuan?” Dengan pengorbanan Dokter Wahidin jang penuh dengan penghinaan itu, Budi Utomo terbentuklah sebagai tulang punggung pergerakan bangsa Indonesia seluruhnja. Setelah B.U. terbentuk dengan diketuaï oleh almarhum Bupati Karanganjar Tirtokusumo, Dokter Wahidin Sudirohusodo mengadakan lagi perdjalanan propaganda keseluruh Pulau Djawa untuk membentuk Studiefonds „Darma Wara”. Maksudnja inipun terlaksana dan banjak putera² Indonesia jang mendapat<noinclude> {{rh|||159}}</noinclude> sxo794eiqkgojz74qh5yd9z61hz4l2h 310458 310457 2026-08-10T09:34:13Z Link PB 26772 310458 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''EMPAT PULUH TAHUN BANGSA'''<br> '''INDONESIA BANGKIT.'''<br> <br> ''Pidato Dr. K.R.T. Radjiman Wédyodiningrat pada upatjara<br>peringatan Hari Kebangunan Nasional 20 Mei 1948 di <br>Jogjakarta.''</center> Sebelum pembentukan perkumpulan Budi Utomo pada 20 Mei 1908 terlaksana, umum tak mengetahui, bagaimana djerih pajah almarhum Dokter Wahidin Sudirohusodo untuk mentjapai tjita-tjita jang telah lama dikandungnja, ialah mempertinggi kedudukan masjarakatnja (bangsanja) jang selajaknja Setjara diam-diam beliau terus berusaha, dengan mengadakan perdjalanan propaganda diseluruh Pulau Djawa. Untuk meminta idzin guna mengadakan rapatnja umum jang pertama di Djetis, Jogjakarta, pada tanggal 5 Oktober 1908 itu, beliau datang sendiri kepada „Hoofd van Plaatselijk Bestuur” di Jogja, walaupun beliau mengerti, bahwa nanti beliau pasti akan disuruh duduk di bawah. Disitulah beliau bersikap seperti orang jang sedang beradu djago (ajam djantan), jaitu „mengalah” (ngalah, ulah ngisor). Maksudnjapun tertjapai. Rapat umum diidzinkan dengan mendapat pesanan dari asisten-residen jang keras: „Sekali lagi, kamu saja peringatkan, kamu tak boleh merembug soal politik. Mengerti?” Dibalasnja dengan senjuman: „Inggih Kandjeng Tuan?” Dengan pengorbanan Dokter Wahidin jang penuh dengan penghinaan itu, Budi Utomo terbentuklah sebagai tulang punggung pergerakan bangsa Indonesia seluruhnja. Setelah B.U. terbentuk dengan diketuaï oleh almarhum Bupati Karanganjar Tirtokusumo, Dokter Wahidin Sudirohusodo mengadakan lagi perdjalanan propaganda keseluruh Pulau Djawa untuk membentuk Studiefonds „Darma Wara”. Maksudnja inipun terlaksana dan banjak putera² Indonesia jang mendapat<noinclude> {{rh|||159}}</noinclude> 6xoumcmxexiyegrsweom1j0nw1pg8b3 Halaman:San min chu i.pdf/97 104 111725 310459 2026-08-10T09:34:29Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310459 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||92}}</noinclude>''Akan tetapi apakah sebabnja Tiongkok masih sanggup berdiri terus. Hal ini tiadalah berkat kekuatan Tiongkok sendiri, melainkan semata-mata karena negara-negara besar itu ingin memeras Tiongkok. Mereka ini semuanja mendjaga, supaja salah satu dari pada mereka tak mendapat konsesi-konsesi istimewa. Kekuatan berbagai-bagai negara-negara tadi di Tiongkok telah merupakan imbangan kekuatan diantara mereka, sehingga memungkinkan Tiongkok dapat berdiri terus. Ada segolongan penduduk Tiongkok jang menipu dirinja sendiri dengan membesar-besarkan pengertian terhadap Negara-negara Besar jang telah berdengki-dengkian itu dalam haknja masing- masing. Hal sematjam ini akan tetap demikian, oleh karena diantara Negara-negara Besar itu tak ada perbedaan faham antara mereka inilah mendjadi sendjata Tiongkok jang tadjam untuk berdiri terus. Anggapan sematjam ini djadi pegangan jang samar-samar bagi segolongan penduduk tadi. Djadi ramalan jang optimistis ini tidak membawa kita kearah jang tertentu. Negara-negara Besar sebetulnja ingin menaklukkan Tiongkok te- tapi mereka ragu-ragu mempergunakan kekuatan sendjata, sebab kalau hal ini terdjadi, mungkin mengakibatkar peperangan besar, seperti pernah terdjadi di Eropah baru-baru ini. Peperangan ini hanja akan mengakibatkan kerugian dan kerusakan pada kedua belah pihak, sedangkan keuntunganr.ja tak akan seberapa. Pembesar-pembesar negara-negara asing mengetahui betul-betul. kalau kekuatan dipergunakan tentu tak dapat tiada akan menimbulkan peperangan diantara negara besar itu sendiri. Andai kata kita dapat menghindarkan pertumpahan darah sematjam ini, akan tetap masih ada perselisihan tentang kesetimbangan hak dan hak-hak istimewa ( privelese2) jang diberi kepada mereka. Djuga niat untuk menguasai tentu akan menghadapi kegagalan-kegagalan. Oleh karena kegagalan-kegagalan jang tak dapat dihindarkan ini, jang sangat merugikan mereka, maka negara-regara besar itu bersungguh-sungguh mentjari djalan dan ichtiar untuk menghindarkan peperangan, ialah dengan djalan mengurangi sendjata-sendjata. Tonase angkatan laut Djepang dikurangi hingga 300 ribu ton. Inggeris dan Amerika hingga 500 ribu ton. Konperensi ini sebenarnja diadakan untuk usaha mengurangkan persendjataan, tetapi djuga ternjata soal-soal Tiongkok dipertimbangkan. Terutama mereka memperbintjangkan soal-soal pembagian hak-hak''<noinclude></noinclude> b8a2flen9003aeu9jprfqiwk4erqovv Halaman:San min chu i.pdf/322 104 111726 310460 2026-08-10T09:34:38Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310460 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||317}}</noinclude>dagar besar jang djadi kaum kapitalis sebelum zaman industri. Ketika industri madju, dan penghasilan barang djadi bergantung pada alat-alat mesin, maka jang mempunjai alat-alat mesin, itulah jang djadi kaum kapitalis. Djadi kaum kapitalis dulu ialah mereka jang mempunjai uang; kapitalis zaman sekarang ialah mereka jang mempunjai alat mesin. Zaman penukaran barang dizaman purba itu, ketika „dipasar, siang-hari mereka tukar-menukar barang, kemudian masing-masing, pulang kerumah sendiri"; waktu belum ada uang atau sistim perdagangan, tapi masing-masing memenuhi apa jang kurang pada jang lain; itulah zaman kommunisme aseli. Kemudian setelah uang diedarkan dan digunakan sebagai alat tukar-menukar, keadaan ini menimbulkan sistim perdagangan. Saudagar jang mempunjai uang djadi kaum kapitalis. Tetapi sedjak terdapat alat mesin dalam zaman baru ini, dan bergantungnja seluruh produksi atas alat-alat mesin, orang-orang jang mempunjai alat mesin mengalahkan orang jang beruang. Demikianlah timbulnja uang merubuhkan kommunisme, dan timbulnja alat-alat mesin mendjatuhkan kaum saudagar. Kapitalis-kapitalis jang mempunjai mesin sekarang, mempergunakan tenaga buruh buat mentjapai hasil sebesar-besarnja; tapi mereka memeras keringat dan darah kaum buruh. Dengan demikian muntjullah dua golongan dalam masjarakat jang djauh sekali berbeda penghidupannja; dua golongan jang selalu berada dalam pertentangan, pertentangan jang achirnja mendjadi peperangan klas. Segolongan moralis jang berperasaan kasihan jang tak tahan melihat itu; ingin mentjari akal untuk menghalangi terbitnja peperangan klas dan djuga buat meringankan kesengsaraan kaum buruh, mengandjurkan supaja sistim kommunis kuno itu dihidupkan kembali. Karena paling berbahagia dalam sedjarah manusia ialah zaman masjarakat kommunis sesudah zaman peperangan dengan binatang. Dalam zaman jang disebut belakangan itu manusia hanja berdjuang melawan alam atau binatang buas; kemudian setelah industri madju dan terdapat alat mesin, manusia berdjuang melawan manusia. Segera sesudah manusia mendapat kemenangan atas alam dan binatang buas, datanglah zaman pemakaian uang. Dalam zaman modern ini, alat mesin telah didapatkan dan orangorang jang paling tadjam otaknja telah dapat mengambil bahan²<noinclude></noinclude> 720xpj3d8g452mwv02nnzk6e6ame8f1 Halaman:San min chu i.pdf/98 104 111727 310462 2026-08-10T09:35:23Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310462 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||93}}</noinclude>''dan hak-hak istimewa di Tiongkok, djuga bagaimana tjaranja perselisihan diantara mereka dapat diselesaikan. Seperti jang saja uraikan tadi, Negara-negara Besar mempergunakan 2 matjam djalan untuk menaklukkan suatu negara : Pertama : kekuatan sendjata ; Kedua : diplomasi. Kekuatan sendjata jang pada galibnja berarti mempergunakan senapan dan meriam dapat kita bajangkan bagaimana kita harus mengelakkannja. Tekanan diplomasi berarti penaklukkan Tiongkok dengan kertas dan pena dan penangkis ini belum kita ketahui. Meskipun Tiongkok mengirimkan suatu delegasi kekonperensi Washington dan sepintas lalu resolusi-resolusi jang diambil mengenai Tiongkok merupakan keuntungan, tetapi tak lama sesudah pembubaran konperensi itu surat-surat kabar dinegeri-negeri asing semuanja memperbintjangkan tentang pengawasan internasional atas Tiongkok dan pembitjaraan seperti ini setiap hari makin mendjadi-djadi. Kesimpulannja ialah bahwa pendapat-pendapat bersa- ma Negara Besar tak dapat tiada mengandung rentjana untuk menaklukkan Tiongkok djuga. Pengiriman tentara dan kapal2 perang mereka ke Tiongkok tak perlu lagi, hanjalah kertas dan pena serta suatu persetudjuan jang memuaskan mereka sudah tjukup untuk menghantjurkan kita. Jang diperlukan hanja suatu tempat, dimana para diplomat berbagai-bagai negara berkumpul serta membubuhkan tanda tangan mereka diatas suatu dokumen; sedangkan penanda-tanganan dan tindakan bersama itu sadja sudah tjukup melumpuhkan Tiongkok dalam waktu sehari. Keadaan demikian ada mempunjai beberapa tjontoh jang dapat dikemukakan : Lepasnja Polan dari tjengkeraman Rusia, Djerman dan Ustria misalnja adalah hasil perundingan dan persetudjuan dalam sehari sadja. Begitu pula Tiongkok mungkin lenjap disebabkan oleh penetapan bersama dari negara Inggeris, Perantjis, Amerika Serikat, Djepang dan negara lainnja. Kalau kita tindjau pengaruh politik jang mengantjam negara kita, njata benar bahwa Tiongkok berada dalam kedudukan jang sulit dan berbahaja. Bahaja kedua jang mengantjam kita ialah pengaruh asing terhadap ekonomi Tiongkok, seperti jang telah perrah saja uraikan baru ini. Tiap tahun se''<noinclude></noinclude> 9xoq1rca03ljz419joz4cmxv3ucibq5 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/154 104 111728 310463 2026-08-10T09:35:43Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310463 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Kolonial Belanda diam² mengadakan rintangan², perlambatan dan kontrole atas perserikatan itu. Sebagai tjontoh: Tjabang B.U. Jogjakarta memasukkan permohonan kepada pemerintah daerah untuk mendapatkan idzin mendirikan rumah pemondokan untuk murid² sekolah menengah. Idzin ditunggu-tunggu hingga hampir satu tahun belum keluar. Ketiga pemimpin Tjabang jang lama, Dr. Abdulkadir, datang di Jogjakarta dan menanjakan kepada Residen, jang sesungguhnja memegang kuasa dibelakang lajar pemerintah daerah "Kepatian" pada waktu itu, mengapa idzin belum turun, didjawabnja bahwa diantara anggota² bestuur Tjabang B.U. Jogja ada ''kaum merahnja'', jaitu Si A. dan B. Dan djika kedua orang itu belum berhenti sebagai anggota idzin tidak akan dikeluarkan. Djuga anehnja pada waktu itu, banjak Bupati² jang tidak mengidzinkan pegawai²nja mendjadi anggota B.U., sedang hoofdbestuur jang mengetahui hal itu tidak ambil tindakan. Letak kesalahannja jang menghambat kemadjuan B. U. jalah karena pimpinanhoofdbestuur diserahkan kepada seorang Bupati, seorang pegawai tinggi dikalangan pemerintah kolonial Belanda. Beliau mengerti bahwa pemerintah sesungguhnja tidak senang melihat kemenangan perkumpulan bumiputera. Dengan demikian B.U. tetap hidup dimedja dan dikamar dan tidak terasa dikalangan rakjat tingkatan bawah. Maka oleh karena kurang memuaskan, banjak anggota² keluar dari "Budi Utomo" dan menggabungkan diri dalam perserikatan² lain. Tetapi bagaimanapun djuga, pentingnja B.U. jalah terletak dalam pemeloporan tjita² baru jang sifatnja nasional, jang mengandung arti historis. Djuga B.U. boleh diartikan sebagai tempat persemaian atau "kweekbed" pedjoang²nja jang pertama; sebagai gelanggang latihan berdjoang setjara teratur (georganiseerd) jang telah dapat mendobrak djalan tingkat pertama kearah Indonesia Merdeka. Sadar akan itu, dengan rasa terima kasih, pada tanggal 20 Mei tiap² tahun, kita semua perlu menengok sebentar kebelakang guna mengambil moraalnja dan menarik garis kontinuiteitnja, jang perlu, untuk berdjoang terus kearah kemakmuran dan kedjajaan Indonesia Merdeka, sekarang dan di kemudjan hari.<noinclude> {{rh|158||}}</noinclude> aqfvypu62swapdf1j2ogk6o7narkkdh Halaman:San min chu i.pdf/99 104 111729 310464 2026-08-10T09:36:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310464 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||94}}</noinclude>''djumlah 1200 djuta dolar digondol oleh bangsa asing dan kerugian ini makin bertambah setiap tahun. Neratja perdagangan sepuluh tahun jang lalu adalah 200 djuta dolar, sekarang 500 djuta dolar; djadi bertambah 200 persen setiap sepuluh tahun. Didalam sepuluh tahun jang akan datang, kita akan mengalami kerugian sedjumlah 3000 djuta dolar dalam tiap2 tahun; kalau dibagi diantara 400 djuta penduduk Tiongkok, maka setiap orang akan menderita kerugian 1 setengah dolar dalam setahun. Ini akan berarti bahwa tiap2 penduduk Tiongkok diharuskan membajar 7 setengah dolar kepada bangsa asing, dengan kasarnja, harus membajar padjak sebanjak 7 setengah dolar. Kalau orang2 perempuan tidak dimasukkan, maka djumlah 200 djuta djiwa ini tak usah membajar padjak jang 7 setengah dolar itu, sehingga njata sekali bahwa kaum laki-lakilah jang harus membajarnja dua kali sebanjak 7 setengah dolar itu dalam tiap2 tahun. Tambahan lagi kaum lelaki di Tiongkok dapat dibagi dalam tiga golongan : 1 ) jang telah tua, 2) jang sedang umurnja dan 3) jang masih muda. Orang2 jang termasuk golongan 1 dan 3 belum atau tidak sanggup mentjari nafkah, akan berartilah bahwa mereka ini harus dibebaskan dari pembajaran padjak jang tersebut diatas. Maka akan tinggal golongan kedua jang harus memikul segala beban jang ditjurahkan diatas bahu rakjat Tiongkok. Golongan ini djumlahnja kira2 sepertiga dari kaum lelaki. Kita mengerti bahwa mereka ini jang harus memikul padjak sebanjak 3 kali 15 dolar, berarti 45 dolar tiap2 orang dalam setahur. Bukankah hal ini suatu peristiwa jang sangat menjedihkan ? Apalagi padjak ini tidak akan turun2, malahan akan bertambah naik. Kenjataan inilah jang tam- pak oleh saja; kalau kita belum bangun djuga kita akan tetap berada dalam keadaan seperti sekarang ini. Apalagi kalau para diplomat masih melalaikan kewadjibannja, tentu negara kita akan binasa dalam waktu sepuluh tahun. Diwaktu sekarang rakjat kita hidup dalam kemiskinan dan sumber-sumber kekajaan kita habis, bagaimana rupa penderitaan rakjat Tiongkok pada sepuluh tahun jang akan datang, hampir tak dapat kita bajangkan. Sekiranja Tiongkok mempunjai hutang sedjumlah dua setengah kali djumlah jang sekarang ini, timbul pertanjaan pada kita, apakah akan masih kuat Tiongkok memikul beban itu?'<noinclude></noinclude> 9yi296mduuiccua2qg5jp3dv3itmd61 Halaman:San min chu i.pdf/101 104 111730 310465 2026-08-10T09:36:16Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310465 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>96 Kalau keadaan ini sudah kita insafi, tindakan apakah jarg akan kita kerdjakan? Ada pepatah mengatakan Binatang jang terdjepit masih akan dapat melawan." Kalau kita berada dalam keadaan demikian, kita tak dapat meloloskan diri lagi dan tak ada akal lain dari pada mengumpulkan tenaga kita untuk berperang mati-matian melawan musuh2 kita. Bahaja sematjam ini telah menimpa kita. Sanggupkah kita berperar.g ? Tentu sadja sanggup ! Tetapi supaja dapat berperang dengan sempurna, kita harus jakin bahwa kita pada saat ini telah dekat pada adjal kita. Kalau kita bertudjuan memadjukan perasaan kebangsaan kita, terlebih dulu kita harus menginsafkan 400 djuta djiwa, menginsafkan bahwa saat adjal merekapun telah dekat pula ; barulah pada ketika itu mereka akan mau berperang mati-matian seperti binatang jang terdjepit tadi. Maukah rakjat kita berdjuang untuk menghindarkan bahaja ini ? Kawan-kawanku, mahasiswa , peradjurit2 , pemimpin2 negara, tuan-tuan sekalian mempunjai pandangan jang luas dan pikiran jang sehat. Tuanlah jang harus memimpin 400 djuta rakjat Tiongkok kearah perbaikan dan menginsafkan mereka akan bahaja jang sedang mengantjam. Kalau 400 djuta rakjat Tiongkok sudah insjaf akan bahaja ini, maka tak akan sukar lagi menghidupkan kembali rasa kebangsaan mereka . Kerap kali orang2 asing mengatakan bahwa penduduk Tiongkok dapat disamakan dengan lapangan pasir berderai" ini memang benar kalau mengenai rasa kebangsaan kita. Kita belum pernah mengalami persatuan kebangsaan. Apakah kita mempunjai persatuan jang lain ? Seperti saja katakan tadi, Tiongkok mempunjai keluargakeluarga dan suku-suku jang sangat rapat hubungannja dar sentimen keluarga dan suku jang sangat berurat-berakar. Misalnja, kalau dua orang Tionghoa bertemu didjalan, mereka akan bertjakap-tjakap dan menanjakan nama suku ' dan nama keturunan mereka masing-masing; kalau kebetulan ternjata mereka berasal dari suku jang sama, mereka mendjadi sangat akrab dan ramah-tamah serta menganggap dirinja sebagai paman atau abang dalam suku tadi. Kalau sentimen suku jang berharga ini dapat dikembangkan, mungkin kita dapat membangunkan rasa kebangsaan dengan sentimen<noinclude></noinclude> 93jxcstn5ryowuyu8rrievkmalv5s55 310468 310465 2026-08-10T09:38:17Z Ichi Ocha 26099 310468 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||96}}</noinclude> Kalau keadaan ini sudah kita insafi, tindakan apakah jarg akan kita kerdjakan? Ada pepatah mengatakan Binatang jang terdjepit masih akan dapat melawan." Kalau kita berada dalam keadaan demikian, kita tak dapat meloloskan diri lagi dan tak ada akal lain dari pada mengumpulkan tenaga kita untuk berperang mati-matian melawan musuh2 kita. Bahaja sematjam ini telah menimpa kita. Sanggupkah kita berperarng Tentu sadja sanggup ! Tetapi supaja dapat berperang dengan sempurna, kita harus jakin bahwa kita pada saat ini telah dekat pada adjal kita. Kalau kita bertudjuan memadjukan perasaan kebangsaan kita, terlebih dulu kita harus menginsafkan 400 djuta djiwa, menginsafkan bahwa saat adjal merekapun telah dekat pula; barulah pada ketika itu mereka akan mau berperang mati-matian seperti binatang jang terdjepit tadi. Maukah rakjat kita berdjuang untuk menghindarkan bahaja ini? Kawan-kawanku, mahasiswa, peradjurit2, pemimpin2 negara, tuan-tuan sekalian mempunjai pandangan jang luas dan pikiran jang sehat. Tuanlah jang harus memimpin 400 djuta rakjat Tiongkok kearah perbaikan dan menginsafkan mereka akan bahaja jang sedang mengantjam. Kalau 400 djuta rakjat Tiongkok sudah insjaf akan bahaja ini, maka tak akan sukar lagi menghidupkan kembali rasa kebangsaan mereka. Kerap kali orang2 asing mengatakan bahwa penduduk Tiongkok dapat disamakan dengan lapangan pasir berderai" ini memang benar kalau mengenai rasa kebangsaan kita. Kita belum pernah mengalami persatuan kebangsaan. Apakah kita mempunjai persatuan jang lain? Seperti saja katakan tadi, Tiongkok mempunjai keluarga-keluarga dan suku-suku jang sangat rapat hubungannja dar sentimen keluarga dan suku jang sangat berurat-berakar. Misalnja, kalau dua orang Tionghoa bertemu didjalan, mereka akan bertjakap-tjakap dan menanjakan nama suku2 dan nama keturunan mereka masing-masing; kalau kebetulan ternjata mereka berasal dari suku jang sama, mereka mendjadi sangat akrab dan ramah-tamah serta menganggap dirinja sebagai paman atau abang dalam suku tadi. Kalau sentimen suku jang berharga ini dapat dikembangkan, mungkin kita dapat membangunkan rasa kebangsaan dengan sentimen<noinclude></noinclude> dok6mqlg90a70tfkmbmtz3s4f3oblzb Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/153 104 111731 310466 2026-08-10T09:37:17Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310466 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>mengirim tilgram kepada Kartini untuk menjatakan simpatinja atas karangan itu. Rupa²nja suasana masa pada waktu itu mengandung isi akan datangnja djaman baru jang mempunjai tjita² baru dan tjara berdjoang baru. Memang tidak lama kemudian lahirlah "Budi Utomo" sebagai kristalisasi daripada fikiran djaman pada waktu itu. Dan kelahirannja organisasi "Budi Utomo" didukung oleh siswa² Sekolahan Kedokteran di Djakarta atas kegiatan² pemuda Sutomo dan Gunawan Mangunkusumo, pada tanggal 20 Mei 1908. Berhubung kekurangan waktu dan lain² maka penjelenggaraan organisasi diserahkan pada Dr. Wahidin. Persiapan² jang diperlukan untuk kelantjaran djalannja organisasi dilakukan oleh dr. Wahidin dan Pangeran Notodirodjo. Dan pada tanggal 5 Oktober 1908 kongres B.U. jang pertama diadakan, dimana Statuten dan Peraturan Rumah-Tangga perserikatan ditetapkan dan diterima baik. Maksud perserikatan ialah "Harmonische ontwikkeling van Land en Volk". Usahanja meliputi usaha memperbaiki perguruan², mendirikan Studiefonds, mendirikan sekolah pertanian, memadjukan tehnik dan perusahaan, meninggikan rasa perikemanusiaan dan mendjundjung deradjat penduduk bumiputera pada umumnja. Sebagai voorzitter jang pertama jang dipilih ialah Bupati Karanganjar, Tirtokusumo, sebagai onder-voorzitter, Dr. Wahidin dan saja sebagai sekretaris hoofdbestuur. Dan tugas ini saja djalankan dalam dinas djabatan saja sebagai landbouwleeraar di Kedjadjar (Wonosobo). Pernah saja bertemu dengan marhum Mr. Van Deventer, jang sedang beristirahat di Wonosobo, untuk mengutjapkan terima kasih atas nama B. U. berhubung dengan perbuatan²nja, jang menundjukkan perhatiannja terhadap B.U. Disitu Van Deventer menerangkan tentang sikap ethik (ethische koers) jang waktu itu dilakukan di Nederland, politik mana didasarkan atas hubungan Timur dan Barat (associatie van Oost en West). Sajang, bahwa menurut perasaan saja djalannja organisasi B.U. masih sangat berhati-hati dan lambat. Tjita²nja culturcel, nasional dan sosial boleh dikatakan belum dapat dilaksanakan, masih tinggal djadi tjita² sadja, dan dalam prakteknja selain membantu berdirinja sekolah² tidak terasa, sedang pemerintah<noinclude> {{rh|||157}}</noinclude> af9bil848ebo6ki5bizbg8gc4vpp1jd Halaman:San min chu i.pdf/102 104 111732 310467 2026-08-10T09:37:53Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310467 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||97}}</noinclude>''ini sebagai dasarnja. Kalau kita bersungguh-sungguh hendak mengembalikan rasa kebangsaan jang telah hilang itu, kita harus mempunjai kesatuan suku-suku. Suatu djalan jang mudah dan tampak-tampaknja akan berhasil untuk membangunkan kesatuan bangsa Tiongkok, jaitu memakai kesatuan-kesatuan suku dan keluarga sebagai dasar. Djuga perasaan tempat lahir" sangat mendalam di Tiongkok, hingga orang-orang jang datang dari satu provinsi atau keresidenan ataupun desa jang bersamaan mudah sekali dipersatukan. Seperti saja lihat, kalau kedua perasaan-perasaan halus ini kita djadikan sebagai sendi, tak akan sukar lagi bagi kita untuk mempersatukan rakjat diseluruh negara. Tetapi untuk mentjapai hasil jang sangat diingini itu, kita perlu bekerdja bersama-sama ; kalau pekerdjaan bersama ini diperkokoh di Tiongkok, lebih mudah bagi kita membangunkan rasa kebangsaan kita, djika dibandingkan dengan negeri-negeri lain. Karena dinegeri-negeri Barat misalnja, tiap-tiap orang merupakan kesatuan-kesatuan tersendiri ; undang-undang mengenai hak-hak orang tua dan anak, kakak dan adik, suami dan isteri, semuanja bertudjuan melindungi perseorangan ( individual ) ; dimuka hakim tak ditanjakan soal-soal perhubungan keluarga, semata-mata tingkah-laku orang tersebut jang dipertimbangkan. Kesatuan-kesatuan tersendiri ini meluas djadi kesatuan negara, sedangkan didalam negara, diantara masing-masing penduduk tak terasa kesatuan sosial jang kokoh lagi erat. Oleh sebab itu sangatlah sukarnja meleburkan kesatuan-kesatuan tersendiri tadi djadi satu kesatuan dari mereka masing-masing, hingga dalam hal ini bangsa-bangsa asing sangat terbelakang djika dibandingkan dengan Tiongkok. Sebab negara Tiongkok berdiri langsung diatas kesatuan keluarga dan suku, djuga pada penduduknja masing-masing. Hal ini dapat dilihat kalau mengambil suatu tindakan ; kita lebih dahulu meminta nasehat-nasehat kepala-kepala suku atau keluarga. Bukan mengenai hal-hal jang penting sadja, melainkan djuga dalam hal-hal jarg biasa. Tjara sematjam ini ada jang menjetudjuinja, ada jang tidak. Tetapi saja kira diantara warga-warga negara Tiongkok banjak berpendapat, bahwa terutama harus ada kesetiaan keluarga, diikuti'' San Min Chu I<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude> o0mi5qsrli4vvxycar9y80po138c8xr Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/152 104 111733 310469 2026-08-10T09:38:35Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310469 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Selandjutnja dikatakan bahwa bangsa kita sebagian besar masih ketjil hatinja, dangkal dan ketjil fikirannja dan djuga ketjil kantongnja. Oleh karena itu beliau berhasrat mendirikan "Studiefonds" tersebut. Dan pada waktu itu beliau mengira bahwa tidak dengan tundjangannja pegawai² negeri, jang mempunjai gadjih tetap, mustahil fonds itu dapat berdiri. Pada suatu ketika Dr. Wahidin datang di Bogor dan menginap dirumah saja. Atas permintaannja saja mengadakan pertemuan di-Kewedanan Kota pada waktu malamnja, akan tetapi usahanja Wedana dan saja untuk mendatangkan pegawai² pemerintah tidak berhasil baik. Pihak pegawai² negeri sedikit sekali jang hadir, dan jg. datang kebanjakan orang² partikelir dan siswa² Sekolahan Pertanian. Dari pihak pegawai² negeri jang hadir dimufakati, bahwa gadjinja akan dipungut 5% guna kepentingan "Studiefonds" jang direntjanakan oleh Dr. Wahidin. Menurut tuturannja, memang dimana-mana rupanja kurang nampak perhatian dari golongan pegawai negeri. Harus diakui pula bahwa sesungguhnja pada waktu itu orang kurang pengertiannja tentang perkumpulan; kesedaran organisasi belum timbul. Pengertian mereka baru sampai kumpulan dalam kerdja, perkawinan atau selamatan. Pada waktu itu surat propaganda "Pirukunan Djawi" saja serahkan djuga kepadanja. Seperginja dokter Wahidin dari Bogor orang tidak dengar lagi tentang usaha "Studiefonds" selandjutnja. Dalam bulan Mei 1908 puteri Bupati Djepara, R. A. Kartini, menulis karangan, jang dimuat dalam salah satu surat-kabar Belanda, "de Locomotief", dan mengandung sugesti tertudjukan orang² tua jang mempunjai anak² perempuan, supaja merelakan memberi kemerdekaan bergerak pada anak²nja dan mendidik anak jang laki² kearah pengertian itu djuga, sehingga kelak kemudian hari djika anak² ini telah mendjadi orang tua, keduaduanja akan bertindak sama terhadap anak²nja jang perempuan. Pokok andjurannja ialah memerdekakan orang perempuan dan memasukkan mereka kedalam usaha kemasjarakatan ("vrouwenemancipatie" dan "opname van de vrouw in het sociale leven"). Rupa²nja andjuran ini mendapat perhatian dan tanah jang subur dikalangan siswa² Kedokteran. Salah seorang siswa<noinclude> {{rh|156||}}</noinclude> 7waqdpr0nagms3slljeo62gxbndtupb 310477 310469 2026-08-10T09:42:16Z Link PB 26772 310477 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Selandjutnja dikatakan bahwa bangsa kita sebagian besar masih ketjil hatinja, dangkal dan ketjil fikirannja dan djuga ketjil kantongnja. Oleh karena itu beliau berhasrat mendirikan "Studiefonds" tersebut. Dan pada waktu itu beliau mengira bahwa tidak dengan tundjangannja pegawai² negeri, jang mempunjai gadjih tetap, mustahil fonds itu dapat berdiri. Pada suatu ketika Dr. Wahidin datang di Bogor dan menginap dirumah saja. Atas permintaannja saja mengadakan pertemuan di-Kewedanan Kota pada waktu malamnja, akan tetapi usahanja Wedana dan saja untuk mendatangkan pegawai² pemerintah tidak berhasil baik. Pihak pegawai² negeri sedikit sekali jang hadir, dan jg. datang kebanjakan orang² partikelir dan siswa² Sekolahan Pertanian. Dari pihak pegawai² negeri jang hadir dimufakati, bahwa ''gadjinja akan dipungut 5% guna kepentingan "Studiefonds"'' jang direntjanakan oleh Dr. Wahidin. Menurut tuturannja, memang dimana-mana rupanja kurang nampak perhatian dari golongan pegawai negeri. Harus diakui pula bahwa sesungguhnja pada waktu itu orang kurang pengertiannja tentang perkumpulan; kesedaran organisasi belum timbul. Pengertian mereka baru sampai kumpulan dalam kerdja, perkawinan atau selamatan. Pada waktu itu surat propaganda "Pirukunan Djawi" saja serahkan djuga kepadanja. Seperginja dokter Wahidin dari Bogor orang tidak dengar lagi tentang usaha "Studiefonds" selandjutnja. Dalam bulan Mei 1908 puteri Bupati Djepara, R. A. Kartini, menulis karangan, jang dimuat dalam salah satu surat-kabar Belanda, "de Locomotief", dan mengandung sugesti tertudjukan orang² tua jang mempunjai anak² perempuan, supaja merelakan ''memberi kemerdekaan bergerak pada anak²nja dan mendidik anak jang laki² kearah pengertian itu djuga'', sehingga kelak kemudian hari djika anak² ini telah mendjadi orang tua, keduaduanja akan bertindak sama terhadap anak²nja jang perempuan. Pokok andjurannja ialah ''memerdekakan orang perempuan dan memasukkan mereka kedalam usaha kemasjarakatan'' ("vrouwenemancipatie" dan "opname van de vrouw in het sociale leven"). Rupa²nja andjuran ini mendapat perhatian dan tanah jang subur dikalangan siswa² Kedokteran. Salah seorang siswa<noinclude> {{rh|156||}}</noinclude> tf1jodwrdgjqa7wwy03zy05qb2ynv08 Halaman:San min chu i.pdf/103 104 111734 310470 2026-08-10T09:38:59Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310470 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||98}}</noinclude>''pengabdian terhadap suku dan achirnja pengabdian terhadap negara. Tjara sematjam inilah jang sangat kita perlukan ; dari sedikit kesedikit kita atur kearah kesempurnaan dengan djalan memperkokoh perasaan sosial diantara golongan-golongan jang ketjil dengan jang besar, supaja mereka ini merasa kenjataan-kenjataannja. Kalau kita ambil suku-suku sebagai kesatuan-kesatuan sosial lalu organisasi mereka kita perbaiki dan sesudah itu kita bentuk mendjadi kesatuan organisasi negara, tentu pekerdjaan seperti ini akan lebih mudah dilakukan dari pada tjara bangsa-bangsa asing jang membentuk kesatuan dari kesatuan-kesatuan perseorangan. Dimana persatuan-persatuan tersendiri bersimaharadjalela didalam suatu negara, sekurang-kurangnja kesatuan ini berdjumlah berdjutadjuta. Di Tiongkok kesatuan ini berdjumlah 400 djuta. Untuk mengikat kesatuan-kesatuan jang terpisah dan banjak ini tentu tak mudah. Kalau kita mengambil kesatuan suku sebagai sendi, maka namanama suku itu dahulu banjaknja seratus, sekarang kira-kira empat ratus . Sebabnja ialah karena berbagai-bagai nenek mojang jang sama, dihormati oleh tiap-tiap suku. Djumlah ini kian abad kian bertambah. Suku-suku ini semuanja mempunjai pertalian keluarga ; masing-masing keluarga mentjari asal-muasalnja serta nenek mojangnja dari keturunan sedjak beribu-ribu tahun jang lalu. Nama nenek-nenek mojang jang pertama lambat laun ditukar dengan nama-nama keturunan jang baru. Sekarang suku-suku jang ada di Tiongkok mentjoba menjelidiki asal-muasal sukunja sampai kepargkalnja, akan tetapi tak berhasil mendapat nama suku jang asli, Kebiasaan menjelidiki asal-muasal ini telah dilakukan dizaman purbakala dan sudah berdjalan beribu-ribu tahun. Hal inilah jang mengakibatkan sangat kokohnja penghidupan sosial di Tiongkok. Orang-orang asing menganggap kebiasaan ini tak berguna, tetapi menurut perdapat kita pemudjaan terhadap nenek mojang dan perhubungan silaturahim antara suku-suku" sudah meresap benarbenar dalam djiwa bangsa Tionghoa sedjak beribu-ribu tahun jang achir ini. Dengan beranggapan demikian seorang Tionghoa tak begitu menghiraukan kepentingan negara, tak memperdulikan siapa radjanja ; hanja jang harus dilakukannja, ialah membajar padjak''<noinclude></noinclude> f38x06l6dzklo92cxpjs7op8tg2krby Halaman:San min chu i.pdf/110 104 111735 310471 2026-08-10T09:39:20Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310471 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>105 Tiongkok mentjapai kemegahannja dahulu tak melalui satu djalan sadja. Biasanja suatu bangsa mendjadi kuat mula-mula karena pengluasan kekuatan militer, kemudian karena perkembangan berbagai-bagai tjorak kebudajaan; tetapi kalau bangsa dan negara bertudjuan akan mempertahankan kedudukan jang kekal maka watak jang bermoral penting sekali. Hanja dengan tertjapainja tingkat moral jang tinggi, negara dapat diperintah lama dan rakjat hidup damai. Dizaman dahulu, rakjat Asia jang terkuat adalah rakjat Mongol. Disebelah Timur mereka merubuhkan Tiongkok; disebelah Barat Eropah ditaklukkannja. Tiongkok dalam zaman kebesarannja tak dapat mengulurkan tangannja lebih dari pantai Barat laut Kaspia dan hampir-hampir sampai kepantai Timur, sedangkan Eropah tak pernah disinggung. Tetapi selama dinasti Mongol hampir seluruh Eropah dalam tangan orang Mongol, keadaar ini memperlihatkan bahwa mereka djauh lebih kuat dari pada bangsa Tionghoa dizaman kebesaran mereka, tetapi dinasti Mongol tak lama tahannja, sedangkan dinasti-dinasti lain meskipun tak sekuat dinasti ini lebih lama tahannja. Hal ini disebabkan karena tingkat moral dinasti tersebut lebih rendah dari pada dinasti-dinasti lain. Karena budi pekerti bangsa Tionghoa lebih tinggi dari pada bangsa-bangsa lain, bangsa Morgol, meskipun telah menaklukkan Tiongkok selama dinasti Sung, achirnja ditelan bangsa Tionghoa ; dan orang-orang Manchu walaupun dibawah dinasti Ming telah dua kali menaklukkan bangsa Tionghoa, mereka inipun diasimilir pula oleh bangsa Tionghoa. Karena tingkat moral jang tinggi, kita bukan sadja dapat mengatasi keadaan-keadaan tadi sesudah ditaklukkan, melainkan djuga kita masih sanggup untuk meleburkan bangsa-bangsa luar itu. Maka sekarang kita sampai pada pokok soal tersebut: Kalau kita ingin mengembalikan kedudukan bangsa kita, disamping mempersatukan diri mendjadi tenaga kebangsaan jang besar, pertama kita harus menghidupkan moral kuno kembali, kemudian barulah dapat kita rantjangkan, bagaimana kita harus mentjapai kedudukan bangsa kita kembali seperti zaman dahulu. Rakjat Tiongkok belum melepaskan jang kuno itu sama sekali. Pertama kesetiaan terhadap leluhur dan pengabdian, sudah itu<noinclude></noinclude> fud6ye9vpvpg8eknnx4rz33z5momf0k 310473 310471 2026-08-10T09:41:01Z Ichi Ocha 26099 310473 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||105}}</noinclude> Tiongkok mentjapai kemegahannja dahulu tak melalui satu djalan sadja. Biasanja suatu bangsa mendjadi kuat mula-mula karena pengluasan kekuatan militer, kemudian karena perkembangan berbagai-bagai tjorak kebudajaan; tetapi kalau bangsa dan negara bertudjuan akan mempertahankan kedudukan jang kekal maka watak jang bermoral penting sekali. Hanja dengan tertjapainja tingkat moral jang tinggi, negara dapat diperintah lama dan rakjat hidup damai. Dizaman dahulu, rakjat Asia jang terkuat adalah rakjat Mongol. Disebelah Timur mereka merubuhkan Tiongkok; disebelah Barat Eropah ditaklukkannja. Tiongkok dalam zaman kebesarannja tak dapat mengulurkan tangannja lebih dari pantai Barat laut Kaspia dan hampir-hampir sampai kepantai Timur, sedangkan Eropah tak pernah disinggung. Tetapi selama dinasti Mongol hampir seluruh Eropah dalam tangan orang Mongol, keadaar ini memperlihatkan bahwa mereka djauh lebih kuat dari pada bangsa Tionghoa dizaman kebesaran mereka, tetapi dinasti Mongol tak lama tahannja, sedangkan dinasti-dinasti lain meskipun tak sekuat dinasti ini lebih lama tahannja. Hal ini disebabkan karena tingkat moral dinasti tersebut lebih rendah dari pada dinasti-dinasti lain. Karena budi pekerti bangsa Tionghoa lebih tinggi dari pada bangsa-bangsa lain, bangsa Morgol, meskipun telah menaklukkan Tiongkok selama dinasti Sung, achirnja ditelan bangsa Tionghoa; dan orang-orang Manchu walaupun dibawah dinasti Ming telah dua kali menaklukkan bangsa Tionghoa, mereka inipun diasimilir pula oleh bangsa Tionghoa. Karena tingkat moral jang tinggi, kita bukan sadja dapat mengatasi keadaan-keadaan tadi sesudah ditaklukkan, melainkan djuga kita masih sanggup untuk meleburkan bangsa-bangsa luar itu. Maka sekarang kita sampai pada pokok soal tersebut: Kalau kita ingin mengembalikan kedudukan bangsa kita, disamping mempersatukan diri mendjadi tenaga kebangsaan jang besar, pertama kita harus menghidupkan moral kuno kembali, kemudian barulah dapat kita rantjangkan, bagaimana kita harus mentjapai kedudukan bangsa kita kembali seperti zaman dahulu. Rakjat Tiongkok belum melepaskan jang kuno itu sama sekali. Pertama kesetiaan terhadap leluhur dan pengabdian, sudah itu<noinclude></noinclude> 4rdjrhmoe7ecytl69y96x2m8edh9f13 Halaman:San min chu i.pdf/104 104 111736 310472 2026-08-10T09:40:29Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310472 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||99}}</noinclude>''padi. Tetapi kalau ia melihat bahwa sukunja terantjam, ia akan terkedjut karena takut kalau-kalau keturunannja jang telah turuntemurun sedjak berabad-abad itu akan hilang. Dengan persengketaan diantara suku-suku di Kwantung dan Fukien semuanja terdjadi dari penghinaan jang tak berarti, atas nama baik atau atas kekajaan dari suatu suku atau terhadap salah seorang anggautanja. Anggauta-anggauta suku tak pernah menghiraukan besarnja pengorbanan berupa uang atau njawa jang diberikan sukunja, asal sadja perasaan atau hasrat mempertahankan nama baik suku itu didjundjung tinggi. Meskipun kebiasaan ini seakan-akan biadab kelihatannja, namun sifat ini mengandung perasaan tanggung-djawab jang sepenuhnja terhadap suku jang patut dipertahankan. Sekiranja kita dapat menginsjafkan mereka bahwa mereka ini berada dibawah penindasan bangsa asing, ditambah dikatakan pula bahwa mereka tak lama lagi akan lenjap sebagai suatu bangsa jang mengakibatkan hantjurnja suku-suku mereka jang ada di Tiongkok, barangkali akan memberi hasil jang baik. Bangsa-bangsa di Tiongkok seperti Miaos, Yaos dan suku-suku lain sudah lama memutuskan perhubungan dengan nenek mojang mereka. Kalau kita tak berhasil mempersatukan suku-suku kita tentu kita akan lenjap seperti suku-suku bangsa tersebut diatas. Sebab itu kita harus membentuk dan menggalang persatuan jang teguh-kuat supaja dapat memberi perlawanan djika diserang. Maka oleh karena itu pekerdjaan jang pertama sekali jang kita lakukan ialah menghilangkan pertikaian jang bersimaharadjalela diantara suku-suku mendjadi persatuan jang kokoh, supaja dapat memberikan perlawanan jang teratur terhadap bangsa-bangsa asing. Sudah'' itu kita harus mempergunakan sendjata „ketakutan akan lenjapnja suku masing-masing" guna mempersatukan bangsa lebih mudah dan tjepat seraja membangunkan negara jang kuat dan kokoh. Marilah kita ambil sebagai tjontoh suatu suku sebagai sendi untuk membangunkan suatu negara. Tiongkok umpamanja mempunjai 400 buah suku, djadi seakan-akan kita hanja akan mempersatukan 400 orang. Kita akan mempergunakan organisasi asli jang ada dalam suku masing-masing ; atas nama suku-suku itu kita mulai mempersatukan rakjat. Mula-mula diusahakan mempersatukan anggauta''<noinclude></noinclude> 18d8i1jo44zm31frfu2ycav81qc7qbi Halaman:San min chu i.pdf/111 104 111737 310474 2026-08-10T09:41:26Z Ichi Ocha 26099 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '106 sifat ramah tamah dan kasih sajang, lalu kebenaran dan keadilan, kemudian sifat harmoni dan damai. Orang-orang Tionghoa sekarang masih membitjarakan penghargaan kwalitet watak kuno ini. Tetapi sedjak kita dipengaruhi bangsa asing, kebudajaan mereka masuk disini, lalu mendjalar meliputi seluruh Tiongkok ; suatu gerombolan jang kena suntikan kebudajaan luar ini mulai melemparkan moral jang kuno itu dan berpendapat, bahwa dengan datangnja keb... 310474 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" /></noinclude>106 sifat ramah tamah dan kasih sajang, lalu kebenaran dan keadilan, kemudian sifat harmoni dan damai. Orang-orang Tionghoa sekarang masih membitjarakan penghargaan kwalitet watak kuno ini. Tetapi sedjak kita dipengaruhi bangsa asing, kebudajaan mereka masuk disini, lalu mendjalar meliputi seluruh Tiongkok ; suatu gerombolan jang kena suntikan kebudajaan luar ini mulai melemparkan moral jang kuno itu dan berpendapat, bahwa dengan datangnja kebudajaan baru itu moral kuno tak perlu lagi. Mereka tak mengerti, bahwa apa-apa dizaman jang lampau harus kita pegang teguh, sedangkan segala apa jang tak baik kita lemparkan sedjauh-djauhnja. Sekarang Tiongkok berada dalam zaman perdjuangan antara aliran-aliran tua dan muda, dan sekarang sedjumlah besar rakjat kita tak berpendirian jang dapat ditjontoh. Beberapa hari jarg lalu saja pergi keluar kota, masuk kelenteng kuno sampai keruangan dalam untuk melepaskan lelah; disana tampak disebelah kanan sebuah tulisan kandji „kesetiaan terhadap leluhur" tetapi disebelah kirinja kosong sadja. Saja kira disitu harus ada tulisan „ Pengabdian " . 1) Hal sematjam ini sudah ber-kali2 saja lihat, kebanjakan kelenteng-kelenteng kita berada dalam keadaan demikian. Tulisan kesetiaan terhadap leluhur " dikelenteng jang saja masuki tadi itu, sangat istimewa besarnja, sedangkan ditembok kiri terdapat bekas-bekas kojakan jang masih baru. Hal sematjam ini boleh djadi diperbuat rakjat desa sendiri atau serdadu-serdadu jang diam dalam kelenteng. Tetapi kelenteng-kelenteng jang tak pernah djadi asrama serdadu-serdadu, djuga dalam keadaan demikian. Hal ini menjatakan pikiran suatu golongan rakjat waktu sekarang: Karena kita bertjorak negara Republik, tak perlulah kita bitjarakan pengabdian. Mereka berpendapat pula, bahwa dizaman kuno pengabdian hanja ditudjukan kepada radjaradja; dan oleh karena sekarang radja-radja tak ada lagi dalam negara demokrasi, maka pengabdian dapat dibuang begitu sadja. Pendirian sedemikian tentu disebabkan karena salah faham . Kita tak ingin akan radja-radja dalam negara, tetapi pengabdian harus tetap ada. Kalau kita anggap, bahwa pengabdian sudah lapuk, bagaimana kalau diserahkan terhadap bangsa ? Tak mungkinkah kita menudjukan pengabdian itu terhadap negara? Sudah ten1) Lihat tjatatan pada penutup Bagian ini.<noinclude></noinclude> 22h1h4vzqmiasx4ynk1lzpi333io87q 310475 310474 2026-08-10T09:41:36Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310475 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>106 sifat ramah tamah dan kasih sajang, lalu kebenaran dan keadilan, kemudian sifat harmoni dan damai. Orang-orang Tionghoa sekarang masih membitjarakan penghargaan kwalitet watak kuno ini. Tetapi sedjak kita dipengaruhi bangsa asing, kebudajaan mereka masuk disini, lalu mendjalar meliputi seluruh Tiongkok ; suatu gerombolan jang kena suntikan kebudajaan luar ini mulai melemparkan moral jang kuno itu dan berpendapat, bahwa dengan datangnja kebudajaan baru itu moral kuno tak perlu lagi. Mereka tak mengerti, bahwa apa-apa dizaman jang lampau harus kita pegang teguh, sedangkan segala apa jang tak baik kita lemparkan sedjauh-djauhnja. Sekarang Tiongkok berada dalam zaman perdjuangan antara aliran-aliran tua dan muda, dan sekarang sedjumlah besar rakjat kita tak berpendirian jang dapat ditjontoh. Beberapa hari jarg lalu saja pergi keluar kota, masuk kelenteng kuno sampai keruangan dalam untuk melepaskan lelah; disana tampak disebelah kanan sebuah tulisan kandji „kesetiaan terhadap leluhur" tetapi disebelah kirinja kosong sadja. Saja kira disitu harus ada tulisan „ Pengabdian " . 1) Hal sematjam ini sudah ber-kali2 saja lihat, kebanjakan kelenteng-kelenteng kita berada dalam keadaan demikian. Tulisan kesetiaan terhadap leluhur " dikelenteng jang saja masuki tadi itu, sangat istimewa besarnja, sedangkan ditembok kiri terdapat bekas-bekas kojakan jang masih baru. Hal sematjam ini boleh djadi diperbuat rakjat desa sendiri atau serdadu-serdadu jang diam dalam kelenteng. Tetapi kelenteng-kelenteng jang tak pernah djadi asrama serdadu-serdadu, djuga dalam keadaan demikian. Hal ini menjatakan pikiran suatu golongan rakjat waktu sekarang: Karena kita bertjorak negara Republik, tak perlulah kita bitjarakan pengabdian. Mereka berpendapat pula, bahwa dizaman kuno pengabdian hanja ditudjukan kepada radjaradja; dan oleh karena sekarang radja-radja tak ada lagi dalam negara demokrasi, maka pengabdian dapat dibuang begitu sadja. Pendirian sedemikian tentu disebabkan karena salah faham . Kita tak ingin akan radja-radja dalam negara, tetapi pengabdian harus tetap ada. Kalau kita anggap, bahwa pengabdian sudah lapuk, bagaimana kalau diserahkan terhadap bangsa ? Tak mungkinkah kita menudjukan pengabdian itu terhadap negara? Sudah ten1) Lihat tjatatan pada penutup Bagian ini.<noinclude></noinclude> sr88incnwbm6hcgk8ytmght0ivochb9 310479 310475 2026-08-10T09:43:52Z Ichi Ocha 26099 310479 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||106}}</noinclude> sifat ramah tamah dan kasih sajang, lalu kebenaran dan keadilan, kemudian sifat harmoni dan damai. Orang-orang Tionghoa sekarang masih membitjarakan penghargaan kwalitet watak kuno ini. Tetapi sedjak kita dipengaruhi bangsa asing, kebudajaan mereka masuk disini, lalu mendjalar meliputi seluruh Tiongkok ; suatu gerombolan jang kena suntikan kebudajaan luar ini mulai melemparkan moral jang kuno itu dan berpendapat, bahwa dengan datangnja kebudajaan baru itu moral kuno tak perlu lagi. Mereka tak mengerti, bahwa apa-apa dizaman jang lampau harus kita pegang teguh, sedangkan segala apa jang tak baik kita lemparkan sedjauh-djauhnja. Sekarang Tiongkok berada dalam zaman perdjuangan antara aliran-aliran tua dan muda, dan sekarang sedjumlah besar rakjat kita tak berpendirian jang dapat ditjontoh. Beberapa hari jarg lalu saja pergi keluar kota, masuk kelenteng kuno sampai keruangan dalam untuk melepaskan lelah; disana tampak disebelah kanan sebuah tulisan kandji „kesetiaan terhadap leluhur" tetapi disebelah kirinja kosong sadja. Saja kira disitu harus ada tulisan „Pengabdian". 1) Hal sematjam ini sudah ber-kali2 saja lihat, kebanjakan kelenteng-kelenteng kita berada dalam keadaan demikian. Tulisan kesetiaan terhadap leluhur" dikelenteng jang saja masuki tadi itu, sangat istimewa besarnja, sedangkan ditembok kiri terdapat bekas-bekas kojakan jang masih baru. Hal sematjam ini boleh djadi diperbuat rakjat desa sendiri atau serdadu-serdadu jang diam dalam kelenteng. Tetapi kelenteng-kelenteng jang tak pernah djadi asrama serdadu-serdadu, djuga dalam keadaan demikian. Hal ini menjatakan pikiran suatu golongan rakjat waktu sekarang: Karena kita bertjorak negara Republik, tak perlulah kita bitjarakan pengabdian. Mereka berpendapat pula, bahwa dizaman kuno pengabdian hanja ditudjukan kepada radjaradja; dan oleh karena sekarang radja-radja tak ada lagi dalam negara demokrasi, maka pengabdian dapat dibuang begitu sadja. Pendirian sedemikian tentu disebabkan karena salah faham. Kita tak ingin akan radja-radja dalam negara, tetapi pengabdian harus tetap ada. Kalau kita anggap, bahwa pengabdian sudah lapuk, bagaimana kalau diserahkan terhadap bangsa? Tak mungkinkah kita menudjukan pengabdian itu terhadap negara? Sudah ten-<noinclude>Lihat tjatatan pada penutup Bagian ini.</noinclude> gp7p5ragdjknwz1cvofutw5udc2nyc8 Halaman:San min chu i.pdf/105 104 111738 310476 2026-08-10T09:41:54Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310476 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||100}}</noinclude>''anggauta suku jang ada disekeliling kita, kemudian jang ada dikeresidenan, menjusul jang ada diprovinsi dan barulah diseluruh negara, hingga tiap-tiap suku merupakan kesatuan jang besar. Misalkan tiap-tiap anggauta jang bernama Chen masing-masing berusaha mengerahkan diri kearah satuan, mula-mula disekeliling kita kemudian dikeresidenan, sesudah itu diprovinsi dan achirnja diseluruh negara, tak akan memakan waktu lebih dari 2 atau 3 tahun. Dengan demikian lama-kelamaan suku Chen merdjadi sangat besar. Kalau tiap-tiap suku berbuat dengan djalan setjara luas ini, maka kemudian dapatlah kita mempersatukan suku-suku jang ada hubungannja jang satu dengan jang lain mendjadi kesatuan jang lebih besar. Barulah kita insjafkan mereka ini, bahwa bahaja besar sedang mengantjam mereka, karena adjal kita telah dekat. Akan tetapi kalau kita mempersatukan diri mendjadi kesatuan kebangsaan jang kokoh - Republik Tiongkok - dan dengan kesatuan demikian tak perlulah kita takut akan musuh dari luar, pun kita tak usah kuatir akan ketidak-sanggupan kita mendirikan suatu negara. Kesusasteraan kuno zaman Yan menjatakan : „Ia sanggup mer.un- djukkan kesusilaan jang tinggi dengan mentjintai sembilan keturunan keluarga ; apabila mereka hidup damai ia tenteramkan seratus keluarga; apabila mereka sudah tenteram apabila mereka terketjoh, mereka satukan ribuan negara, maka bangsa berambut hitam memasuki zaman makmur sentosa." Untuk mendirikan pemerintahan jang aman-tenteram, kita perlu mulai dengan keluarga-keluarga dan suku-suku ; sedikit demi sedikit diperluas dikalangan rakjat, hingga negara-negara ketjil semuanja disatukan, maka bangsa berambut hitam mulailah mengalami zaman kesatuar . Bukankah itu memperlihatkan suatu tjontoh jang tepat bagi kita untuk membangunkan negara kita kembali dan melawan musuh-musuh kita. Kalau kita mulai dengan 400 djuta warga-negara dan tidak dengan 400 suku, kita tak akan tahu dimana kita harus mulai mengokoh- kan ,lapangan pasir berderai " itu. Zaman dahulu Djepang mempersatukan kemauan-kemauan kaum bangsawan, berdasarkan atas tjita-tjita mendirikan bangsa Yamato jang besar. Hal mempersatukan kemauan-kemauan orang-''<noinclude></noinclude> lehgd7vk54k9366rqdh7eg3my4hiz7a Halaman:San min chu i.pdf/106 104 111739 310478 2026-08-10T09:43:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310478 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||101}}</noinclude>''orang bangsawan ini, sama dengan sebab-sebabnja saja mengandjurkan kesatuan suku-suku untuk membangunkan kembali bangsa Tiongkok. Kalau tiap-tiap orang Tionghoa telah mengetahui bahwa ia termasuk golongan rakjat jang terdjadjah dan telah mengetahui pula waktu telah tiba untuk mengadakan perlawanan, serta insjaf akan hasrat membentuk persatuan itu, pertama kali harus diusahakan dengan djalan mempersatukan segala suku-suku jang beraneka warna mendjadi satu kesatuan nasional jang besar, barulah kita akan mempunjai tjara jang positif untuk melawan bangsa asing. Seperti keadaan kita sekarang ini, kita tak dapat mengadakan perlawanan, karena tak mempunjai suatu bentuk kesatuan. Sekiranja sudah ada, barulah kita dapat mengadakan perlawanan. India misalnja sekarang berada dibawah pengaruh Inggeris dan diperintah sama-sekali oleh orang-orang Inggeris. Rakjat India tak mempunjai tjara untuk mengadakan perlawanan terhadap penindasan politik, tetapi mereka ada mempunjai sendjata untuk mengelakkan penindasan ekonomi ialah dengan sendjata ,,anti kerdja sama " (noncooperation) dari Mahatma Gandhi. Apakah sebenarnja anti kerdja sama " ini ? Rakjat India tak mau memberikan suatu apapun djuga jang diperlukan Inggeris dan sebaliknja apa jang diberikan Inggeris kepada India tak diterima oleh rakjatnja. Umpamanja kalau seorang Inggeris memerlukan tenaga orang India, seorang pekerdja misalnja, orang Inggeris tadi tak akan mendapat kehendaknja, sebab tak ada seorang Indiapun jang mau bekerdja untuknja. Inggeris banjak mendatangkan barang-barang makanan untuk India, tetapi rakjat India tak mau memakannja karena lebih suka memakan hasil djerih pajahnja sendiri. Ketika Gandhi mula-mula menjiarkan adjaran ini, orang-orang Inggeris tak ada jang mengindahkannja dan menganggap tak penting. Tetapi lama kelamaan perkumpulan-perkumpulan antikerdja-sama " bangkit diseluruh India, hingga perdagangan Inggeris menderita kerugian jang sangat besar. Oleh sebab itu Inggeris menangkap Gandhi. Kalau kita tjari sebab-sebabnja, kenapa India dapat memperoleh hasil dari politik ,,anti-kerdja-sama " ini, akan kita djumpai kesanggupan rakjat India untuk mendjalankan politik itu bersama dalam prakteknja. India jang sampai sekarang masih''<noinclude></noinclude> bixuwhexg5rcgntkdpes57ze3te6fif Halaman:San min chu i.pdf/112 104 111740 310480 2026-08-10T09:44:14Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310480 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||107}}</noinclude> tu pada waktu ini kita tak akan membitjarakan pengabdian terhadap radja-radja, tetapi pengabdian terhadap rakjat dan terhadap kewadjiban-kewadjiban kita. Kalau kita melakukan suatu kewadjiban, kita tak boleh bimbang dari mula sampai achir, sampai pekerdjaan itu selesai; kalau tak berhasil, kita harus berani mengorbankan djiwa kita - sematjam inilah jang dinamakan pengabdian. Batas pengabdian adalah pengorbanan djiwa. Pendirian, adanja pengabdian dizaman dahulu hanja terdjadi kepada radja-radja, dan karena radja-radja sekarang tak ada lagi, kita dapat berbuat sekehendak hati dan tak memperdulikan pengabdian adalah faham jang salah sekali . Siapa sadja sekarang membitjarakan demokrasi dan hendak mempraktekkannja didjalankan dengan merubuhkan segala tingkat moral kuno ; sedangkan dasar-dasar persatuan bersendi kepada ini. Dalam negara demokrasi selalu harus kita perlihatkan pengabdian, tidak terhadap radja-radja, tetapi terhadap bangsa dan rakjat. Memperlihatkan pengabdian (lojalitet) terhadap empat ratus djuta djiwa meminta perhatian jang lebih banjak dari pada terhadap seorang. Djadi sekali lagi saja tegaskan, bahwa lojalitet sematjam diatas tadi harus kita pegang teguh dan kita djalankan. Kesetiaan terhadap leluhur menambah karakteristiknja orangorang Tionghoa; dalam hal ini kita lebih madju dalam mendjalankannja dari pada bangsa lain. Kewadjiban kesetiaan terhadap leluhur " , seperti jang dikemukakan dalam the Canon of Filial Piety" meliputi sebahagian besar kegiatan manusia dalam halhal apa sadja. Pendjelasan tentang .,,kesetiaan terhadap leluhur" dinegara-negara jang beradab sekarang hampir tak ada. Kalau ada, tak lengkap. ,,Kesetiaan terhadap leluhur" tak dapat dihapuskan. Kalau rakjat dalam negara demokrasi memberikan lojalitet serta kesetiaan terhadap leluhur, negara tentu akan djadi sedjahtera dan makmur. Ramah tamah dan kasih sajang termasuk djuga dalam moral kita jang luhur. Sampai sekarang tak adalah seorangpun jang memberi penerangan jang djelas tentang kasih sajang, selain dari pada Motze. Adjaran ,,kasih sajang dengan tak membeda-bedakan " hampir sama dengan pengadjaran Jesus jang mengandung sari ,kasih sajang jang universil" .<noinclude></noinclude> jpi68inbe6e8049kq5upm7eayf2fxyj 310485 310480 2026-08-10T09:46:31Z Ichi Ocha 26099 310485 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||107}}</noinclude> tu pada waktu ini kita tak akan membitjarakan pengabdian terhadap radja-radja, tetapi pengabdian terhadap rakjat dan terhadap kewadjiban-kewadjiban kita. Kalau kita melakukan suatu kewadjiban, kita tak boleh bimbang dari mula sampai achir, sampai pekerdjaan itu selesai; kalau tak berhasil, kita harus berani mengorbankan djiwa kita - sematjam inilah jang dinamakan pengabdian. Batas pengabdian adalah pengorbanan djiwa. Pendirian, adanja pengabdian dizaman dahulu hanja terdjadi kepada radja-radja, dan karena radja-radja sekarang tak ada lagi, kita dapat berbuat sekehendak hati dan tak memperdulikan pengabdian adalah faham jang salah sekali. Siapa sadja sekarang membitjarakan demokrasi dan hendak mempraktekkannja didjalankan dengan merubuhkan segala tingkat moral kuno; sedangkan dasar-dasar persatuan bersendi kepada ini. Dalam negara demokrasi selalu harus kita perlihatkan pengabdian, tidak terhadap radja-radja, tetapi terhadap bangsa dan rakjat. Memperlihatkan pengabdian (lojalitet) terhadap empat ratus djuta djiwa meminta perhatian jang lebih banjak dari pada terhadap seorang. Djadi sekali lagi saja tegaskan, bahwa lojalitet sematjam diatas tadi harus kita pegang teguh dan kita djalankan. Kesetiaan terhadap leluhur menambah karakteristiknja orangorang Tionghoa; dalam hal ini kita lebih madju dalam mendjalankannja dari pada bangsa lain. Kewadjiban kesetiaan terhadap leluhur", seperti jang dikemukakan dalam the Canon of Filial Piety" meliputi sebahagian besar kegiatan manusia dalam halhal apa sadja. Pendjelasan tentang. ,,kesetiaan terhadap leluhur" dinegara-negara jang beradab sekarang hampir tak ada. Kalau ada, tak lengkap. ,,Kesetiaan terhadap leluhur" tak dapat dihapuskan. Kalau rakjat dalam negara demokrasi memberikan lojalitet serta kesetiaan terhadap leluhur, negara tentu akan djadi sedjahtera dan makmur. Ramah tamah dan kasih sajang termasuk djuga dalam moral kita jang luhur. Sampai sekarang tak adalah seorangpun jang memberi penerangan jang djelas tentang kasih sajang, selain dari pada Motze. Adjaran “kasih sajang dengan tak membeda-bedakan” hampir sama dengan pengadjaran Jesus jang mengandung sari, kasih sajang jang universil".<noinclude></noinclude> ayctbazzlth9apeg4bzef7rx5tx5hsn Halaman:San min chu i.pdf/323 104 111741 310481 2026-08-10T09:44:40Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310481 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||318}}</noinclude>dunia jang paling berharga dengan memonopoli segala keuntungan bagi mereka sendiri, dan memperbudakkan golongan2 lain. Keadaan inilah jang membikin zaman kita ini mendjadi zaman perdjuangan jang hebat antara sesama manusia. Apabilakah perdjuangan itu dapat dilenjapkan? Hanja kalau kita mentjiptakan zaman kommunis baru. Apakah jang selamanja diperdjuangkan orang didunia ini? Untuk mendapat sesuap nasi! Dalam zaman kommunisme, kalau seluruh umat manusia mendapat nasi tjukup untuk dimakan, akan tak adalah lagi perdjuangan manusia antara sesamanja. dan perdjuangan manusia akan berachir. Sebab itulah kommunisme adalah satu tjita-tjita jang amat tinggi tentang pembangunan sosial. Asas Penghidupan jang dianut Kuomintang bukan sadja satu tjita-tjita tinggi, tetapi djuga satu kekuatan pendorong masjarakat, ia adalah pusat pergerakan sedjarah. Dengan menggunakan asas tadi kita dapat memetjahkan soal sosial kita, dan dengan terwudjudnja pemetjahan ini, barulah umat manusia akan merasa bahagia. Sekarang saja dapat mengatakan perbedaan antara kommunisme dan Min-sheng Chu I itu begini: kommunisme salah suatu tjita-tjita tentang penghidupan, sedangkan Min-sheng Chu I ialah kommunisme praktis. Sebetulnja tak terdapat perbedaan hakiki antara kedua asas ini ~ kommunisme dan Min-sheng ~ perbedaan itu hanja terletak dalam tjara penglaksanaannja. Tjara-tjara apakah jang harus dipergunakn oleh Kuomintang untuk memetjahkan soal penghidupan, berhubung dengan kedudukan Tiongkok dalam zaman sekarang ini? Kita harus mendasarkan tjara-tjara kita bukan atas teori-teori sulit atau peladjaran-peladjaran kosong, melainkan atas kenjataan-kenjataan; bukan kenjataan jang dinegeri asing. melainkan jang terdapat di Tiongkok. Barulah kalau kita menjelidiki kenjataan-kenjataan ini, dapatlah kita mentjari tjara-tjara jang akan kita pergunakan kelak! Tjara jang semata-mata didasarkan atas teori belaka tak dapat dipertjajai, karena teori mungkin benar atau tidak; sedangkan benar atau tidaknja teori itu harus dinjatakan dengan pertjobaan. Suatu teori baru jang berdasarkan ilmu pengetahuan harus sesuai dengan kenjataan-kenjataan, sebelum dapat dianggap benar. Sembilan puluh sembilan persen dari teori berdasarkan ilmu pengetahuan dulu-dulu tak dapat dipraktekkan begitu sadja; hanja kira-kira satu persen sadja jang dapat dipraktekkan dengan memberi hasil baik. Kalau<noinclude></noinclude> opltu9nkcxk556abyqyjhpwa6np7qyv Halaman:San min chu i.pdf/107 104 111742 310482 2026-08-10T09:44:48Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310482 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||102}}</noinclude>''merupakan negara djadjahan, sudah dapat mendjalankan politik ,,anti-kerdja-sama" itu dengan berhasil ; tentu sudah pasti dinegeri Tiongkok jang pada masa ini belum ditaklukkan, rakjat biasa biarpun mendjalankan pekerdjaan lain dengan susah pajah tentu dapat melaksanakan politik sematjam itu menolak bekerdja buat orang asing, menolak djadi budak orang asing atau memakai barangbarang buatan luar negeri, tetapi memakai barang-barang buatan sendiri, menampik memakai uang asing, hanja mau memakai uang pemerintah Tiongkok dan memutuskan perhubungan ekonomi dengan orang-orang asing. Soal lain mengenai bertambahnja penduduk mudah dapat dipetjahkan ; dari dahulu penduduk Tiongkok sudah banjak, sedangkan sumber-sumber tak habis-habisnja ; penindasan-penindasan kita jang telah lalu, disebabkan kebodohan rakjat jang dilahirkan da lam kemabukan dan mati dalam mimpi." Kalau tiap-tiap warga- negara dapat mempraktekkan anti-kerdja-sama " ini, sambil membajangkan suatu kesatuan kebangsaan jang besar lagi kokoh seperti jang diuraikan diatas tadi, kita tak perlu takut lagi akan penindasan negara-negara asing, baik berupa kekuatan militer, ekonomi maupun penduduk. Djadi djalan jang terbaik buat menolong Tiongkok dari keruntuhan jang mengantjamnja, ialah dengan mentjapai persatuan jarg teguh. Kalau kita ambil 3 atau 4 ratus suku-suku sebagai dasar mendirikan negara kita, negeri matjam manapun jang kita hadapi tentu sanggup kita lawan. Ada 2 matjam tjara melawan negeri asing : Pertama, dengan djalan aktif : menjala-njalakan djiwa kebangsaan, memberi pendje- lasan-pendjelasan arti demokrasi dan keadaan sosial, berperang melawan negeri asing ; kedua, dengan djalan negatif ; anti-kerdjasama dan perlawanan pasif, hingga keaktifan imperialisme asing dapat dilemahkan ; mempertahankan kedudukan bangsa dan menghindarkan keruntuhan kebangsaan.'' ''-24 Pebruari 1924.''<noinclude></noinclude> 9zpcn78p0mbqqc0s2gh1m5y41u1fh5k Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/151 104 111743 310483 2026-08-10T09:45:14Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310483 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Setelah menjelidiki berbagai so'al perekonomian, kemasjarakatan, kebudajaan dan sebagainja jang berkenaan dengan hidup kebangsaan kita, maka timbullah hadjat dalam hati saja, untuk menggerakkan hati pemuda-pemuda djaman itu, dengan maksud mendirikan perserikatan jang tulén nasional sifatnja dan dapatlah kiranja membawa bangsa kita kearah tingkatan hidup jang lajak. Hadjat itu tumbuh mendjadi ''hasrat tertulis'' jang ''diedarkan'' berupa ''surat propaganda''. Perserikatan jang diandjurkan itu hendaknja dinamakan „Pirukunan Djawi". Surat itu pada suatu hari dibawa ke Djakarta kekalangan para siswa Sekolah Dokter, jaitu Stovia, dengan perantaraah salah seorang dari mereka, jaitu Suwardi (jang kini bernama Ki Hadjar Dewantara). Pada waktu rentjana perserikatan tersebut sedang dibitjarakan maka pendengar-pendengarnja makin lama makin bertambah, sehingga pertemuan tadi agaknja merupakan propaganda-meeting ketjil-ketjilan. Jang dalam pada itu amat saja sajangkan jaitu bahwa pada waktu itu pemuda ''Soetomo'' (alm. Dr. Soetomo) tidak ada. Selesai itu, saja jang masih mendjadi siswa Sekolah Pertanian Bogor, pulang dan surat propaganda jang saja bawa ditinggalkan supaja diedarkan pada Siswa² Kedokteran lain²-nja jang tidak turut hadir. Sdr. Soetomo jang pada waktu itu tidak ada, sebagai salah satu pemuda jang hasrat dan semangat perdjoangannja besar, kabarnja menjajangkan tidak diberitahu akan kedatangan saja, sehingga beliau tidak turut hadir. Kemudian kira² sebulan, surat propaganda tersebut dikembalikan ke Bogor dengan tidak membawa hasil. Dalam tahun 1906–1907 dokter ''Wahidin Sudiro Husodo'' berkeliling ke-kota² di Djawa, dengan maksud untuk mendirikan „Studiefonds". Studiefonds itu mengandung maksud untuk mendjundjung tinggi deradjat penduduk bumiputera di pulau Djawa. Saja kenal betul dokter ini, karena beliau di Jogjakarta mendjadi dokter-rumah keluarga ajah saja. Memang betul bahwa dalam pembitjaraannja dengan ajah, beliau itu kagum mendengar kegiatan² ''bangsa Djepung'', jang dalam waktu djangka pendek dapat mentjapai kemadjuan jang menggemparkan bangsa² lainnja di Asia dan tingkat kedudukan negaranja sama tingginja dengan Negara² Barat.<noinclude> {{rh|||155}}</noinclude> 0h8xapzujk03ozxc8ous2s7tumrwyb1 Halaman:San min chu i.pdf/108 104 111744 310486 2026-08-10T09:46:40Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310486 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||'''Uraian VI'''}} 'Bagaimana memperbaiki kedudukan bangsa Tiongkok Kemegahan Tiongkok dahulu disebabkan teristimewa karena deradjat moral jang tinggi Tiongkok harus berdiri lagi dan mempergunakan apa-apa jang baik dari waktu jang lampau Moral Tiongkok kuno : Pengabdian terhadap radja-radja, kesetiaan terhadap leluhur, ramah tamah, kasih sajang, kebenaran, keadilan, harmoni dan damai Bagaimana mereka dapat diselamatkan - Adjaran Tiongkok jang tua, filsafat politik jang dalam Kesan djelek orang asing umumnja terhadap Tiongkok disebabkan karena kekurangan peradaban individu Pembersihan individu dan kebudajaan adalah dasar pengetahuan jang sebenarnja Kekuatan dan Pendapatan2 Tiongkok : kompas. kesanggupan Tiongkok kuno pertjetakan, porselin, mensiu - Penemuan teh, sutera, djembatan gan- tung dll. oleh orang Tionghoa - Tiongkok harus mempeladjari kekuatan-kekuatan jang berguna dari orang Barat, pengetahuan-pengetahuan dan matjam-matjam metode Hanja pengetahuan dan kemadjuan jang berguna jang harus dibawa ke Tiongkok, ump.: listrik lebih baik dari pada tenaga uap Harapan Tiongkok dihari kemudian Tanggungdjawab Tiongkok terhadap negara-negara jang lebih lemah, kalau Tiongkok telah kuat ,,Wudjudkan semangat bangsa kita jang sebenarnja." Tuan-tuan ! Pokok uraian saja sekarang ini: Bagaimana kita dapat mengembalikan kedudukan bangsa kita. Dengan mempeladjari soal ini tak boleh kita lupakan apa-apa jang diterakan dalam uraian-uraian jang lalu. Bagaimana kedudukan bangsa kita sekarang ini ? Bagaimana keadaan bangsa dan negara kita dalam dunia sekarang ini ? Segolongan para ahli pikir telah mengatakan laksana nabi dan peramal, bahwa Tiongkok sekarang berada dalam keadaan setengah djadjahan " . Hal ini telah saja njatakan dalam uraian saja jang lalu , bahwa Tiongkok sekarang berada dalam keadaan lebih kurang darı pada ,,setengah djadjahan " . Annam adalah djadjahan Perantjis dan Korea djadjahan Djepang; kalau Tiongkok kedudukannja memang seperti setengah djadjahan" maka Tiongkok haruslah lebih tinggi kedudukannja dari pada Annam dan Korea, sedangkan negeri ini adalah negeri djadjahan dalam arti kata jang sebenarnja. Tetapi bagaimanakah kedudukan kita sebetulnja kalau dibandingkan dengan Annam dan Korea? Menurut penjelidikan saja kedudukan Tiongkok setingkat lebih rendah dari pada negeri djadjahan jang agak sempurna, maka sebab itu saja beri nama djulukan''<noinclude></noinclude> j9jc4w1503s6z50k66vrdo1os64g73y Halaman:San min chu i.pdf/113 104 111745 310487 2026-08-10T09:46:54Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310487 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||108}}</noinclude>Dahulu orang-orang menaruh tjinta terhadap pemerintah dengan memakai prinsip: „Tjintailah rakjat seakan-akan ia anakmu sen- diri " dan: ,,Bersikap ramah tamahlah terhadap rakjat umumnja dan sajangilah semua machluk" . Kasih sajang djuga tertudju keseluruh lapangan kewadjiban, disamping itu kita harus insjaf, bagaimana baiknja kita mempunjai sifat ramah tamah dan kasih sajang. Hal-hal seperti diatas ini akan memberi manfaat dalam pekerdjaan kita. Sedjak kita berhubungan dengan bangsa asing beberapa orang diantara kita menganggap, bahwa sifat-sifat ramah tamah dan kasih sajang orang Tionghoa ini lebih rendah deradjatnja dari pada orang asing, sebab orang asing ini dalam mendirikan sekolah dan memimpin rumah sakit melihatkan dengan njata ramah tamah dan kasih sajang mereka. Dalam tindakan jang njata kwalitet halusnja ramah tamah dar. kasih sajang orang Tionghoa, kelihatan agak terbelakang dari negeri-negeri lain, sebab orang Tionghoa kurang njata memperlihatkannja. Ramah tamah dan kasih sajang orang Tionghoa adalah pusaka lama jang harus dibangunkan sebaik-baiknja kembali dan menjatakanrja dengan terang seperti orang-orang asing, supaja mulai dari sekarang sifat-sifat itu bertjahaja lebih tjemerlang. Tentang keadilan dan kebenaran di Tiongkok pada zaman dahulu telah didjalankan dalam perdagangan dengan negeri-negeri disekelilingnja; djuga dalam perhubungan persahabatan . Menurut pendapat saja dalam hal ini orang Tionghoa lebih insjaf dari pada orang asing, kelihatan dalam dunia perdagangan : dalam perhubungan dagang orang-orang Tionghoa tak mengadakan perdjandjian-perdjandjian tulisan, hanja lisan sadja. Meskipun demikian mendapat kepertjajaan jang sepenuh-penuhnja djuga. Djadi kalau seorang asing mengadakan perdjandjian dagang tak perlulah baginja sebuah perdjandjian tulisan dari orang Tionghoa, sedemikian tjukuplah. Tetapi kalau seorang Tionghoa hendak membeli barang-barang seorang asing harus ada perdjandjian jang lengkap. Dalam hal ini harus bertindak seorang pokrol atau seorang pegawai diplomatik, tetapi djarang sekali perdjandjian itu ditjatatkar. hanja dalam buku sadja seperti di Tiongkok.<noinclude></noinclude> 6q515owqr7554n3j8v2l1vx5bxnsiav 310492 310487 2026-08-10T09:49:15Z Ichi Ocha 26099 310492 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||108}}</noinclude>Dahulu orang-orang menaruh tjinta terhadap pemerintah dengan memakai prinsip: „Tjintailah rakjat seakan-akan ia anakmu sendiri" dan: „Bersikap ramah tamahlah terhadap rakjat umumnja dan sajangilah semua machluk". Kasih sajang djuga tertudju keseluruh lapangan kewadjiban, disamping itu kita harus insjaf, bagaimana baiknja kita mempunjai sifat ramah tamah dan kasih sajang. Hal-hal seperti diatas ini akan memberi manfaat dalam pekerdjaan kita. Sedjak kita berhubungan dengan bangsa asing beberapa orang diantara kita menganggap, bahwa sifat-sifat ramah tamah dan kasih sajang orang Tionghoa ini lebih rendah deradjatnja dari pada orang asing, sebab orang asing ini dalam mendirikan sekolah dan memimpin rumah sakit melihatkan dengan njata ramah tamah dan kasih sajang mereka. Dalam tindakan jang njata kwalitet halusnja ramah tamah dari kasih sajang orang Tionghoa, kelihatan agak terbelakang dari negeri-negeri lain, sebab orang Tionghoa kurang njata memperlihatkannja. Ramah tamah dan kasih sajang orang Tionghoa adalah pusaka lama jang harus dibangunkan sebaik-baiknja kembali dan menjatakanrja dengan terang seperti orang-orang asing, supaja mulai dari sekarang sifat-sifat itu bertjahaja lebih tjemerlang. Tentang keadilan dan kebenaran di Tiongkok pada zaman dahulu telah didjalankan dalam perdagangan dengan negeri-negeri disekelilingnja; djuga dalam perhubungan persahabatan. Menurut pendapat saja dalam hal ini orang Tionghoa lebih insjaf dari pada orang asing, kelihatan dalam dunia perdagangan: dalam perhubungan dagang orang-orang Tionghoa tak mengadakan perdjandjian-perdjandjian tulisan, hanja lisan sadja. Meskipun demikian mendapat kepertjajaan jang sepenuh-penuhnja djuga. Djadi kalau seorang asing mengadakan perdjandjian dagang tak perlulah baginja sebuah perdjandjian tulisan dari orang Tionghoa, sedemikian tjukuplah. Tetapi kalau seorang Tionghoa hendak membeli barang-barang seorang asing harus ada perdjandjian jang lengkap. Dalam hal ini harus bertindak seorang pokrol atau seorang pegawai diplomatik, tetapi djarang sekali perdjandjian itu ditjatatkar. hanja dalam buku sadja seperti di Tiongkok.<noinclude></noinclude> t9jdxrjckfa2larufiqrn9wd73kl9mp Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/36 104 111746 310489 2026-08-10T09:47:55Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Sekarang. buat kesekian kalinja, rlersiituan dal:. kesatuan iir,r diandjurkan lagi, bahkan dikemukakan sebagr'i keputusan ctralipada sebagian partai2 dan organisas'- "lkjat, dan lleputttsan itu dikemukakan pula pada satu hari jei,.o r.irtat pcniing" iaitu hari 20 Mei, jang djustru pada suatu hari 20 tulei-lah, Zri i'iei i908' _- kita bangsa Indonesia buat per-tam:i2 kali rnulai iaurat? menjedari pentingnja persatuan cian kesatuan iiu. Disitulah... 310489 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Sekarang. buat kesekian kalinja, rlersiituan dal:. kesatuan iir,r diandjurkan lagi, bahkan dikemukakan sebagr'i keputusan ctralipada sebagian partai2 dan organisas'- "lkjat, dan lleputttsan itu dikemukakan pula pada satu hari jei,.o r.irtat pcniing" iaitu hari 20 Mei, jang djustru pada suatu hari 20 tulei-lah, Zri i'iei i908' _- kita bangsa Indonesia buat per-tam:i2 kali rnulai iaurat? menjedari pentingnja persatuan cian kesatuan iiu. Disitulah ietaknja saiah satu faeEjah rnemperingati 20 AzXei tiap' tahun, memperingati 20 Mei setjara besar2an tiap: 10 iahun. Memperingati, bahrva pada 20 F'{ei i908 kita buat per-tit,nret kaii. meski lamat2, mulai sedar akan arti porsailran. SeL,ab, apa jang terdjadi pada hari 2C lvlei 1908 itu ? Pada hari itu kita mnlai memasuki satu tjara baru untuk irielal<sunak;n s;rlu ,,lciee ". satu naluri-Fokok dariuada bangsa Inctonesia; n;iluri-l:okok incin nrerdeka; naluri-pokok ingiir hidun berhirrir;tt .qel;;igiii manusilr dan sebagai bangsa; naluri-pokok insin tidak miskir:, tid;rk papl, tidak sengsara. Dan apakah tjart; bwtt iru ? ljaril barir itu inlul'i tjara nrengedjar sesuatu maksr-rd dengan alat tsr;;ani,sasi politiii, tjara berdjoang dengan perserikatan rlau pelhinruuir:ln politii:, tjara berdjoang dengan tenaga liers6tu{;n. Tjara b.;rdjcirug -dcngan tenaga persatuan dalarii organisasi politilt itu iiilalth lir.'',;r hant, oleh karena sebelum 20 Mei i908 itu kita beiLrn pcrnah rnernakai tjara itu, melainkan tjara lainlah jaug kitn pallai : se, belum 20 Mei i908 itu t.iara krta ialah tjara menta!.:iid kcpaciir seseorang jang kita kira dia seoiang Ratu Adii, a'rau tjara rnemohon dan rnerekes kepada Kandjeng Guber'*emen dcng;:n surat2-permohonan jang amat merendah, aiau tjara ,.nleoseraman" dengan sendjata dibawah pimoinan sfseLlrang jiing kita keramatkan. Njata, perobahan tjara ini adalah satu kemadjuan. l'inrcr;a iiu- lah maka hari 20 Mei adalah satu hari kegcrrbiraiin. satu harr untuk memperingati satu kejnad.juan. Ranjak hirri:-pelirgl:-uri jang diperingati oleh pelbagal bangs;l, banjak tjor-aii darr ariiisinja, banjak pula tjara-rnemoeringati itil, tetliai i)adi] rin.ririirlja peringatan2 itu adalah untuk urernperingati saai lararilnja s::iu kcrnadjuan. 3i<noinclude></noinclude> 6o6vml9i1tq3uj8q26bbtqb1n5on8tv 310501 310489 2026-08-10T09:53:57Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310501 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Sekarang, buat kesekian kalinja, persatuan dan kesatuan itu diandjurkan lagi, bahkan dikemukakan sebagai keputusan daripada sebagian partai² dan organisasi akjat, dan keputusan itu dikemukakan pula pada satu hari jang at penting, jaitu hari 20 Mei, jang djustru pada suatu hari 20 Mei-lah, 20 Mei 1908,— kita bangsa Indonesia buat pertama kali mulai lamat² menjedari pentingnja persatuan dan kesatuan itu. Disitulah letaknja salah satu faedah memperingati 20 Mei tiap² tahun, memperingati 20 Mei setjara besar²an tiap 10 tahun. Memperingati, bahwa pada 20 Mei 1908 kita buat per-tama² kali, meski lamat², mulai sedar akan arti persatuan. Sebab, apa jang terdjadi pada hari 20 Mei 1908 itu? Pada hari itu kita mulai memasuki satu tjara baru untuk melaksanakan satu „Idee”. satu naluri-pokok daripada bangsa Indonesia; naluri-pokok ingin merdeka; naluri-pokok ingin hidup berharkat sebagai manusia dan sebagai bangsa; naluri-pokok ingin tidak miskin. tidak papa, tidak sengsara. Dan apakah ''tjara baru'' itu ? Tjara baru itu ialah tjara mengedjar sesuatu maksud dengan alat ''organisasi politik'', tjara berdjoang dengan perserikatan dan perhimpunan politik. — tjara berdjoang dengan tenaga ''persatuan''. Tjara berdjoang dengan tenaga persatuan dalam organisasi politik itu adalah ''tjara baru'', oleh karena sebelum 20 Mei 1908 itu kita belum pernah memakai tjara itu, melainkan tjara lainlah jang kita pakai: sebelum 20 Mei 1908 itu tjara kita ialah tjara mentaklid kepada seseorang jang kita kira dia seorang Ratu Adil, atau tjara memohon dan merekes kepada Kandjeng Gubernemen dengan surat²-permohonan jang amat merendah. atau tjara „mengeraman” dengan sendjata dibawah pimpinan seseorang jang kita keramatkan. Njata, perobahan tjara ini adalah satu kemadjuan. Karena itulah maka hari 20 Mei adalah satu hari kegembiraan. sata hari untuk memperingati satu kemadjuan. Banjak horf-peringatan jang diperingati oleh pelbagai bangsa, banjak tjorak dan arti isinja, banjak pula tjara-memperingati ita, tetapi pada umumnja peringatan² itu adalah untuk memperingati saat lahiraja satu kemadjuan.<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude> aza0thndxjjknumulumi8zn2ktjm8sg Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/150 104 111747 310490 2026-08-10T09:48:05Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310490 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Kalau terdjadi penghentian produksi maka harga barang mendjadi naik dan karenanja menjinggung kehidupan rakjat seluruhnja. Pengangguran jang menimpa be-ratus² atau be-ribu² kaum buruh, karena produksi berhenti, hanja mendjadi beban baru bagi Negara. Apa jang dulu mendjadi beban perusahaan. sekarang mendjadi beban Negara. Karena itu kami agak heran kalau sering² ada pemogokan tidak terhadap perusahaan asing sadja, tetapi djuga terhadap sesuatu jang perlu untuk rakjat sekalian, seperti terhadap pengangkutan beras dipelabuhan Semarang seperti jang baru² ini. Kami setudjui kalau perkumpulan² buruh menganut paham Sosialisme. Bagi kami Sosialisme terutama jl. „pemeliharaan manusia dalam masjarakat”. Tiga abad kita menderita, kita sekarang sedang mengangkat diri kita dari akibat pergulatan kita. Karena itu kita harus ber-hati² mengangkat sendjata jang paling dahsjat itu, ja'ni pemogokan. Serikat² sekerdja kami kira ada lebih baik memusatkan pikirannja pada keamanan dalam tempat bekerdja, berunding dan beri advies untuk mendirikan dan mengawasi rumah hiburan atau untuk perkembangan pengetahuan si buruh; ikut merundingkan aturan² tanggungan sakit dan ketjelakaan, atau merupakan central pembeli kebutuhan² hidup dan murah. Pokoknja titik berat diletakkan pada lapangan ekonomi. Dengan demikian akan ada keamanan bekerdja jang akan mengakibatkan kesenangan bekerdja. Produksi akan meningkat. Dan kita sekalian akan memetik hasil jang memuaskan dan mengisi arti kemerdekaan.<noinclude> {{rh|154||}}</noinclude> b522o8wz0slzgkpu1i0or6ky6wash1a Halaman:San min chu i.pdf/324 104 111748 310491 2026-08-10T09:48:58Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310491 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||319}}</noinclude>tjara kita bekerdja seluruhnja didasarkan atas teori belaka, sudah pasti akan gagal. Dalam melaksanakan sesuatu pemetjahan soal sosial kita, kita harus mendasarkannja atas kenjataan-kenjataan dan bukan mempertjajakannja pada teori-teori belaka. Apakah kenjataan-kenjataan dasar itu bagi Tiongkok? Semua kita ikut merasakan kesengsaraan dan kemiskinan bangsa Tionghoa. Bangsa kita tak mempunjai golongan jang terlalu kaja, jang ada hanja kemiskinan umum. „Perbedaan antara kaum kaja dan kaum miskin" jang diperbintjangkan orang Tionghoa, hanja terletak dalam perbedaan kemiskinan, ialah perbedaan dalam deradjat kemiskinan. Kalau kaum kapitalis besar Tiongkok dibandingkan dengan kaum kapitalis besar bangsa asing, sebetulnja kaum kapitalis Tiongkok djauh lebih miskin; jang selebihnja dari rakjat miskin itu terlalu miskin sekali. Karena kapitalis-kapitalis Tiongkok jang terkaja masih djauh miskin kalau dibandingkan dengan kapitalis-kapitalis asing, itulah sebabnja rakjat Tiongkok seluruhnja dapat dianggap miskin. Di Tiongkok tak terdapat kaum hartawan besar, hanja perbedaan deradjat antara kemiskinan jang sedang dan jang terlalu. Bagaimanakah dapat kita mengimbangkan keadaan ini supaja tak terdapat lagı kemiskinan jang sangat? Proses perubahan sosial dan kemadjuan kapitalisme biasanja dimulai dengan Tuan-tuan tanah, dari Tuan-tuan tanah pindah kekaum saudagar dan achirnja kekaum kapitalis. Tuan-tuan tanah ialah pendjelmaan sistim feodal. Eropah belum terlepas dari sistim feodal seluruhnja, tetapi Tiongkok sudah membasmi sistim feodalnja sampai keurat akarnja sedjak dinasti Ch'in. Ketika sistim feodal masih meradjalela kaum bangsawan bertanah itulah jang hartawan dan rakjat jang tak mempunjai tanah miskin sekali. Biarpun Tiongkok telah melepaskan diri dari sistim feodal sedjak dua ribu tahun jang lampau tetapi karena tidak ada kemadjuan industri dan perniagaan, keadaan sosial pada ketika ini sama sadja dengan seperti dahulu. Meskipun Tiongkok tak bertuan tanah besar sampai sekarang, tetapi Tiongkok mempunjai banjak tuan-tuan tanah ketjil. Kebanjakan penduduk ditempat-tempat di Tiongkok masih merasa senang dan puas dibawah sistim ini dan tak ada kesukarankesukaran timbul diantara rakjat dan tuan² tanah. Dalam tahun² jang achir ini, sedjak arus kehidupan ekonomi Barat mulai mengalir dengan derasnja ke Tiongkok, seluruh sistim kuno kita mengalami<noinclude></noinclude> k9bu3oxm3zhq2otp0s9atbguy9vyl5c Halaman:San min chu i.pdf/114 104 111749 310493 2026-08-10T09:49:49Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310493 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||109}}</noinclude> Misalkan kedua belah pihak telah mupakat dengan tidak memakai perdjandjian tulisan tentang harga dan banjak barang jang akan dimasukkar . Sekonjong-konjong harga pendjualan barang itu djatuh, orang Tionghoa masih djuga mau menerima barang kiriman itu, biarpun ia akan rugi. Umpamanja harga barang kiriman ditetapkan oleh kedua belah pihak seharga $ 10.000, tetapi pada waktu barang itu sampai, tiba-tiba harga barang itu turun sampai $ 5000, djadi akan menderita kerugian sebar.jak $ 5.000, kalau barang itu diterima. Biarpun demikian orang memegang djandjinja sekalipun perdjandjian tak ada. Disamping itu orang Tionghoa tak suka pula menolak pengiriman itu, karena terdorong oleh kewadjiban harus memenuhi perdjandjian jang telah dibuat, biarpun kehilangan $ 5.000, asal sadja djangan menolak bajarannja. Hal sematjam ini mengakibatkan pedagangpedagang asing di Tiongkok dalam waktu jang lama ini memandang tinggi orang Tionghoa dan mengatakan, bahwa orang-orang Tionghoa memenuhi perdjandjian-perdjandjiannja, bukan seperti orangorang asing. Sebaliknja di Djepang, meskipun orang asing mengadakan perdjandjian tulisan dengan orang Djepang, namun orang Djepang berkali-kali menolak akan membajar barang jang dimasukkan. Umpamanja harga ditetapkan $ 10.000, tetapi pada hari penerimaan barang djatuh harganja sampai $ 5.000, orang Djepang menolak menerima barang-barang itu, sekalipun perdjandjian tulisan ada. Karena itulah orang-orang asing kerapkali membuat perkara terhadap orang-orang Djepang. Orang-orang asing jang lama tinggal di Asia-Timur ini dan jang pernah berdagang dengan orang Tionghoa dan Djepang, semuanja akan memudji orang Tionghoa, bukan orang Djepang. Keadilan : Dalam zaman kebesarannja Tiongkok tak pernah menaklukkan negara lain samasekali. Lihatlah Korea, jang dahulu adalah sebuah negara jang tunduk pada Tiongkok, tetapi sebetulnja adalah negara jang merdeka dalam sepak terdjangnja. Dua puluh tahun jang lalu Korea boleh dikatakan merdeka, sepuluh tahun kemudian Korea dirampas kemerdekaannja. Sedang peperangan mengamuk dengan dahsjatnja di Eropah, pada suatu hari saja berbitjara dengan seorang sahabat saja orang Djepang tentang keadaan dunia pada dewasa itu, ketika Djepang baru<noinclude></noinclude> fhb2jf8j4gzt863hqo2bsgdj3fihxor 310495 310493 2026-08-10T09:51:19Z Ichi Ocha 26099 310495 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||109}}</noinclude> Misalkan kedua belah pihak telah mupakat dengan tidak memakai perdjandjian tulisan tentang harga dan banjak barang jang akan dimasukkar. Sekonjong-konjong harga pendjualan barang itu djatuh, orang Tionghoa masih djuga mau menerima barang kiriman itu, biarpun ia akan rugi. Umpamanja harga barang kiriman ditetapkan oleh kedua belah pihak seharga $10.000, tetapi pada waktu barang itu sampai, tiba-tiba harga barang itu turun sampai $5000, djadi akan menderita kerugian sebanjak $5.000, kalau barang itu diterima. Biarpun demikian orang memegang djandjinja sekalipun perdjandjian tak ada. Disamping itu orang Tionghoa tak suka pula menolak pengiriman itu, karena terdorong oleh kewadjiban harus memenuhi perdjandjian jang telah dibuat, biarpun kehilangan $5.000, asal sadja djangan menolak bajarannja. Hal sematjam ini mengakibatkan pedagangpedagang asing di Tiongkok dalam waktu jang lama ini memandang tinggi orang Tionghoa dan mengatakan, bahwa orang-orang Tionghoa memenuhi perdjandjian-perdjandjiannja, bukan seperti orangorang asing. Sebaliknja di Djepang, meskipun orang asing mengadakan perdjandjian tulisan dengan orang Djepang, namun orang Djepang berkali-kali menolak akan membajar barang jang dimasukkan. Umpamanja harga ditetapkan $10.000, tetapi pada hari penerimaan barang djatuh harganja sampai $5.000, orang Djepang menolak menerima barang-barang itu, sekalipun perdjandjian tulisan ada. Karena itulah orang-orang asing kerapkali membuat perkara terhadap orang-orang Djepang. Orang-orang asing jang lama tinggal di Asia-Timur ini dan jang pernah berdagang dengan orang Tionghoa dan Djepang, semuanja akan memudji orang Tionghoa, bukan orang Djepang. Keadilan : Dalam zaman kebesarannja Tiongkok tak pernah menaklukkan negara lain samasekali. Lihatlah Korea, jang dahulu adalah sebuah negara jang tunduk pada Tiongkok, tetapi sebetulnja adalah negara jang merdeka dalam sepak terdjangnja. Dua puluh tahun jang lalu Korea boleh dikatakan merdeka, sepuluh tahun kemudian Korea dirampas kemerdekaannja. Sedang peperangan mengamuk dengan dahsjatnja di Eropah, pada suatu hari saja berbitjara dengan seorang sahabat saja orang Djepang tentang keadaan dunia pada dewasa itu, ketika Djepang baru<noinclude></noinclude> f02czjxl1b952jbuoji3vsfzasqokrd Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/149 104 111750 310494 2026-08-10T09:51:09Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310494 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Sedjak itu rentjana pemogokan terdjadi. Dimana sadja kami datang, meskipun untuk keperluan privé, buruh pabrik naik gadjihnja dengan sendirinja dan seketika itu djuga. Djaman gelora telah berlalu dihadapan kami, tetapi memang sesungguhnja, keadaan telah memaksa kita. Si-lawan terlalu kedjam dan terlalu nékad, untuk membandel tidak suka merobah sikapnja. Djika kita sekarang tidak dapat menggambarkan kesengsaraan rakjat Indonesia, maka karena djarak antara waktu itu dan sekarang adalah sangat djauh dan mengaburkan, dan pula karena sekarang kita tidak mengalami djebakan² seperti dulu. Idee kesengsaraan se-olah² asing bagi kita sekarang. Tetapi bagi mereka jang pernah mengalami sedjarah jang lalu maka ia tidak akan heran bahwa melawan pemerintah Belanda dengan djalan apa sadja merupakan suatu tradisi jang semestinja. Perkataan dihukum, mogok, pemogokan mendengung tiada ada djemunja. Keadaan jang mentjemaskan seperti dulu bagi buruh sekarang sudah djauh berbeda. Kami sekarang tidak dengar bahwa ada pekerdja batik perempuan ''kakinja dirantai'' supaja tidak dapat pergi mengaso, sehingga tiba² diketemukan meninggal. Kita tidak dengar lagi ada pekerdja jang malas dihukum dengan ''dirantai dan diduduki kotoran dll''. Kita sekarang tidak mempunjai pemerintah asing, melainkan pemerintah nasional. Kita sekarang mempunjai Parlemen dimana keadaan² pintjang rakjat dapat dibitjarakan dengan baik². Kita sekarang sudah mempunjai P4 (Panitya Penjelasan Perburuhan) jang menjelesaikan ketegangan² buruh dengan berpedoman pada "kelajakan, keadilan dan perikemanusiaan" sebagaimana tertjantum dalam Pantja Sila. Soal² buruh sekarang bukan lagi soal antara buruh dan madjikan, melainkan adalah soal Negara. Itulah sebabnja Pemerintah di-mana² tjampur tangan. Onderneming² modern sekarang adalah lain kedudukannja daripada dulu. Onderneming modern adalah satu orgaan masjarakat. Masalah produksi, pengangguran dan upah semuanja bersangkutan dengan kepentingan masjarakat.<noinclude> {{rh|||153}}</noinclude> 416zp00ncuhtwc9np1weesiyfl3rs4y Halaman:San min chu i.pdf/115 104 111751 310496 2026-08-10T09:51:42Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310496 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||110}}</noinclude> sadja menggabungkan diri dalam „Entente", dalam peperangan melawan Djerman. Sahabat saja itu mengatakan, bahwa ia tak setudju turutnja Djepang dalam peperangan melawan Djerman ; bahwa ia lebih suka Djepang tinggal netral atau serta turut dengan Djerman melawan „Entente ". Akan tetapi dikatakannja pula, sedjak Djepang dan Inggeris bersekutu dan menanda-tangani perdjandjian internasional, Djepang harus berlaku „djudjur dan benar" dengan menetapi perdjandjian itu, sambil mengorbankan kepentingan sendiri dan lalu berperang dipihak Entente. Lalu segera saja tarjakan kepada orang Djepang ini : Bukankah Djepang dan Tiongkok telah menanda-tangani perdjandjian Shimonoseki jang isinja sebagian besar terdiri dari fasal-fasal jang memberi djaminan kepada Korea, bahwa ia akan berkemerdekaan penuh ? Apakah sebabnja Djepang sudi mengorbankan hak-hak kebangsaannja sekedar untuk menetapi perdjandjiannja dengan Inggeris, sedangkan terhadap Tiongkok ia berlaku tjurang serta melanggar perdjandjian Shimonoseki ? Kemerdekaan Korea dikemukakan serta dituntut Djepang dengan antjaman sendjata sampai memberi hasil ; achirnja Djepang sendiri jang memungkiri perdjandjian tersebut. Ketulusan dan keadilan apakah namanja serupa itu ? Djepang sendiri pernah membenarkan, bahwa ia harus menetapi perdjandjiannja dengan Inggeris, tetapi tidak sekali-kali dengan Tiongkok, karena Inggeris jang diseganinja, sedangkan Tiongkok hanja sebuah negara jang lemah. Dengan turutnja Djepang dalam peperangan Eropah ini, ialah karena terpaksa dan sekali-kali bukanlah karena kedjudjuran atau kebenaran. Tiongkok telah djadi suatu negara jang kuat sedjak ribuan tahun jang lalu ; Korea tak pernah diusik-usik. Djepang baru djadi suatu negara kuat belum selang berapa lama, bahkan belum melebihi dua tahun, tetapi berani mengusik dan melanggar kemerdekaan Korea. Tjontoh ini tjukup membuktikan, bahwa Djepang tak pernah mendjungdjung tinggi ,,kedjudjuran dan keadilan " . Kalau diperhatikan tingkat kesopanan , Tiongkok djauh lebih tinggi dari pada negara-negara lain. Disamping itu Tiongkok mempunjai kesusilaan lain jang lajak dipudji ; jaitu ketjintaannja akan sifat harmoni dan damai. Diantara negara-negara dan rakjat didunia ini, hanja Tiongkoklah jang mengandjurkan perdamaian ; negara-negara lain semuanja memper<noinclude></noinclude> e66x7r8mrbdclvew3qm1s46rzsioxip 310499 310496 2026-08-10T09:53:26Z Ichi Ocha 26099 310499 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||110}}</noinclude> sadja menggabungkan diri dalam „Entente", dalam peperangan melawan Djerman. Sahabat saja itu mengatakan, bahwa ia tak setudju turutnja Djepang dalam peperangan melawan Djerman; bahwa ia lebih suka Djepang tinggal netral atau serta turut dengan Djerman melawan „Entente". Akan tetapi dikatakannja pula, sedjak Djepang dan Inggeris bersekutu dan menanda-tangani perdjandjian internasional, Djepang harus berlaku „djudjur dan benar" dengan menetapi perdjandjian itu, sambil mengorbankan kepentingan sendiri dan lalu berperang dipihak Entente. Lalu segera saja tarjakan kepada orang Djepang ini: Bukankah Djepang dan Tiongkok telah menanda-tangani perdjandjian Shimonoseki jang isinja sebagian besar terdiri dari fasal-fasal jang memberi djaminan kepada Korea, bahwa ia akan berkemerdekaan penuh? Apakah sebabnja Djepang sudi mengorbankan hak-hak kebangsaannja sekedar untuk menetapi perdjandjiannja dengan Inggeris, sedangkan terhadap Tiongkok ia berlaku tjurang serta melanggar perdjandjian Shimonoseki? Kemerdekaan Korea dikemukakan serta dituntut Djepang dengan antjaman sendjata sampai memberi hasil; achirnja Djepang sendiri jang memungkiri perdjandjian tersebut. Ketulusan dan keadilan apakah namanja serupa itu? Djepang sendiri pernah membenarkan, bahwa ia harus menetapi perdjandjiannja dengan Inggeris, tetapi tidak sekali-kali dengan Tiongkok, karena Inggeris jang diseganinja, sedangkan Tiongkok hanja sebuah negara jang lemah. Dengan turutnja Djepang dalam peperangan Eropah ini, ialah karena terpaksa dan sekali-kali bukanlah karena kedjudjuran atau kebenaran. Tiongkok telah djadi suatu negara jang kuat sedjak ribuan tahun jang lalu; Korea tak pernah diusik-usik. Djepang baru djadi suatu negara kuat belum selang berapa lama, bahkan belum melebihi dua tahun, tetapi berani mengusik dan melanggar kemerdekaan Korea. Tjontoh ini tjukup membuktikan, bahwa Djepang tak pernah mendjungdjung tinggi ,,kedjudjuran dan keadilan". Kalau diperhatikan tingkat kesopanan, Tiongkok djauh lebih tinggi dari pada negara-negara lain. Disamping itu Tiongkok mempunjai kesusilaan lain jang lajak dipudji; jaitu ketjintaannja akan sifat harmoni dan damai. Diantara negara-negara dan rakjat didunia ini, hanja Tiongkoklah jang mengandjurkan perdamaian ; negara-negara lain semuanja memper<noinclude></noinclude> l0svyx4gz9009nhpu8ldnno5z2pfgv2 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/148 104 111752 310497 2026-08-10T09:52:24Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310497 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>djuan evolusi, ditanah ini, supaja Hindia Belanda tidak tjerai berai". Demikian keterangannja pimpinan P.E.B. Diantara pegawai² Belanda pada onderneming² ada djuga jang tidak puas dengan gadjihnja dan mereka mengadakan permintaan ber-sama² mengadakan pemogokan. Tetapi menurut penjelidikan kami, mereka hanja akan memperkuda kita sadja untuk mendapat gadjih mereka sendiri. Karena itu kami larang anggauta² kita untuk membantu mereka. Pernah djuga kami mendapat tawaran sekian ribu rupiah dari seorang ondernemer, asal kami tidak mengganggu pekerdiaannja. Atas advies saudara ''Hadji Agus Salim'' tawaran ini kami djawab, bahwa kami mau menerima uang tersebut, asal surat permintaannja boleh disiarkan di-surat kabar. Tentu sadja mereka malu kalau soal ini diketahui umum, dus hal ini ditariknja kembali. Lain usaha mereka untuk menindas gerakan buruh menundjukkan tidak adanja rasa-perikemanusiaan. Umpamanja di Krian (Surabaja), dimana rumah² buruh jang berani, diikat tiang² pokoknja untuk kemudian ditarik roboh. Pembongkaran jang demikian ini tidak diberitahukan terlebih dahulu hingga pegawai² itu tidak dapat kesempatan untuk menjingkirkan perkakas rumah tangga]a, jang akibatnja hantjur sama sekali. Begitu djuga di Modjoagung, dimana dilakukan pembeslahan gerobak pengangkutan tebu, sapi dan sebagainja, sehingga kehilangan mata pentjahariannja dengan sekali gus. Sebenarnja gerakan tsb. tidak semuanja andjuran P.F.B. Pusat. Mereka ambil inisiatip sendiri, karena rakjat umumnja, dan tentu sadja djuga semua pekerdja di-pabrik², menaruh kebentjian pada Belanda umumnja, jang kedjam dan angkuh itu. Sering kami usahakan penjelesaian setjara damai, seperti pertemuan kami ber-sama² dengan sekretaris P.F.B., saudara Hadji Agus Salim dengan Gobnor Djenderal Graaf van Limburg Stirum. Disana kami tjeriterakan segala keadaan pintjang di-pabrik², kekedjaman² administrateur. Tiga perempat djam kami berbitjara. Hasilnja Gobnor Djenderal berdiri, terus pergi dengan tidak beri kesanggupan apa......<noinclude> {{rh|152||}}</noinclude> 2s0ys7ff3w6vwri0gtvjd3ru1re3xkj 310511 310497 2026-08-10T09:57:51Z Link PB 26772 310511 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|djuan|kemadjuan}} evolusi, ditanah ini, supaja Hindia Belanda tidak tjerai berai". Demikian keterangannja pimpinan P.E.B. Diantara pegawai² Belanda pada onderneming² ada djuga jang tidak puas dengan gadjihnja dan mereka mengadakan permintaan ber-sama² mengadakan pemogokan. Tetapi menurut penjelidikan kami, mereka hanja akan memperkuda kita sadja untuk mendapat gadjih mereka sendiri. Karena itu kami larang anggauta² kita untuk membantu mereka. Pernah djuga kami mendapat tawaran sekian ribu rupiah dari seorang ondernemer, asal kami tidak mengganggu pekerdiaannja. Atas advies saudara ''Hadji Agus Salim'' tawaran ini kami djawab, bahwa kami mau menerima uang tersebut, asal surat permintaannja boleh disiarkan di-surat kabar. Tentu sadja mereka malu kalau soal ini diketahui umum, dus hal ini ditariknja kembali. Lain usaha mereka untuk menindas gerakan buruh menundjukkan tidak adanja rasa-perikemanusiaan. Umpamanja di Krian (Surabaja), dimana rumah² buruh jang berani, diikat tiang² pokoknja untuk kemudian ditarik roboh. Pembongkaran jang demikian ini tidak diberitahukan terlebih dahulu hingga pegawai² itu tidak dapat kesempatan untuk menjingkirkan perkakas rumah tangga]a, jang akibatnja hantjur sama sekali. Begitu djuga di Modjoagung, dimana dilakukan pembeslahan gerobak pengangkutan tebu, sapi dan sebagainja, sehingga kehilangan mata pentjahariannja dengan sekali gus. Sebenarnja gerakan tsb. tidak semuanja andjuran P.F.B. Pusat. Mereka ambil inisiatip sendiri, karena rakjat umumnja, dan tentu sadja djuga semua pekerdja di-pabrik², menaruh kebentjian pada Belanda umumnja, jang kedjam dan angkuh itu. Sering kami usahakan penjelesaian setjara damai, seperti pertemuan kami ber-sama² dengan sekretaris P.F.B., saudara Hadji Agus Salim dengan Gobnor Djenderal Graaf van Limburg Stirum. Disana kami tjeriterakan segala keadaan pintjang di-pabrik², kekedjaman² administrateur. Tiga perempat djam kami berbitjara. Hasilnja Gobnor Djenderal berdiri, terus pergi dengan tidak beri kesanggupan apa......<noinclude> {{rh|152||}}</noinclude> f77vniq2404r0d4sklnlq9zkgbirv31 Halaman:San min chu i.pdf/325 104 111753 310498 2026-08-10T09:52:34Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310498 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||320}}</noinclude>perubahan. Pertama sekali jang mengalami pengaruh arus Barat ialah soal tanah. Ambillah sebagai tjontoh tanah di Canton, sedjak djalan-djalan besar dan lebar dibuat: lihatlah perbedaan jang terdapat antara harga tanah di Bund sekarang dan harganja pada duapuluh tahun jang lampau. Tanah di-Shanghai Bund mahalnja sekarang kira-kira sepuluh ribu kali lebih tinggi dari pada delapan-puluh tahun jang lampau. Dahulu, sepuluh kaki persegi tanah harganja kira-kira satu dollar; sekarang tanah seluas itu harganja sepuluh ribu dollar. Tanah di Shanghai Bund berharga beratus-ratus ribu dollar satu ''mow''; tanah di Canton Bund berharga lebih dari seratus ribu dollar satu mow. Tanah di Tiongkok hanja memerlukan pengaruh ekonomi Barat untuk merubah Tuan tanah mendjadi millioner seperti kaum kapitalis di Barat. Tetapi pengaruh jang djelas kelihatan dari kemadjuan ekonomi atas harga tanah bukan berlaku di Tiongkok sadja, negeri-negeri lainpun pernah mengalami hal tersebut. Mula-mula mereka tak mengetahui atau tak banjak memberi perhatian kepada hal itu, ketika kesukaran ekonomi meningkat semakin hebat, barulah mereka memperhatikannja; dan ketika itu untuk memperbaiki keadaan itu tentu tak gampang, „untuk balik kembali dengan tanggungan jang sudah bertumpuk-tumpuk". Kuomintang harus sedia dan berhati-hati akan kesukaran-kesukaran jang bakal datang dan harus mendapatkan suatu pemetjahan dalam soal keguntjangan harga tanah itu. Buku-buku Barat tentang sosialisme penuh dengan tjeritera-tjeritera menarik hati berkenaan dengan kenaikan harga tanah. Sebagai tjontoh, ada suatu tempat di Australia, dimana harga tanah sangat murah sekali sebelum disana didirikan suatu kota dagang. Pemerintah pernah ingin mendjual dan melelang sebidang tanah jang pada ketika itu tak berguna, jang ditumpuki dengan kotoran. Tak ada seorangpun jang mau membeli tanah itu dengan harga tinggi. Tiba-tiba seorang mabuk masuk ketempat pelelangan tanah itu. Sewaktu, tukang lelang sedang menawarkan tanah itu; dapat tawaran seratus, dua ratus, dua ratus limapuluh dollar. Karena tak ada jang berani menawar lebih tinggi, maka tukang lelang itu kemudian berteriak: „siapa berani menawar tiga ratus?" Ketika itu orang mabuk jang tak insaf lagi akan perbuatannja itu berteriak: „Saja berani membeli tiga ratus!". Tukang lelang itu mentjatat<noinclude></noinclude> mmx01dfkrsdkh5k4zxcnbhu5pzxahwm Halaman:San min chu i.pdf/116 104 111754 310500 2026-08-10T09:53:48Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310500 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh|111}}</noinclude> lihatkan gigi dan menjetudjui penaklukkan suatu negara oleh imperialisme. Baru dalam tahun-tahun jang achir ini, sesudah meng- alami bahwa peperangan besar jang meminta korban djiwa jang besar, barulah mereka mulai mengusulkan penghapusan peperangan. Berbagai-bagai sidang perdamaian telah diadakan seperti sidang perdamaian di Den Haag. Sesudah itu diadakan pula di Versailles pada achir peperangan, lalu di Geneve, di Washington dan paling achir di Lausanne. Tetapi wakil-wakil negara itu membitjarakan perdamaian hanja karena ketakutan akan timbulnja peperangan jang baru, djadi bukan terdorong oleh keinginan jang sungguhsungguh untuk mentjiptakan perdamaian bagi tiap-tiap bangsa didunia, melainkan karena mementingkan keperluan sendiri. Keinginan damai jang murni bangsa Tionghoa timbul dari hati sanubarinja jang sungguh-sungguh dan telah hidup sedjak ribuan tahun jang lalu. Dalam perhubungan perseorangan sikap merendahkan diri dan menghormat sangat dipentingkan : dalam pemerintahan kita ada pepatah kuno mengatakan : Siapa jang tak mau membunuh sesamanja, mempunjai suatu ketjakapan mempersatukan semua orang didunia. Semuanja ini sangat berbeda dengan tjita-tjita orang asing. Lojalitet, pengabdian terhadap leluhur, ramah tamah, kasih sajang dan kedjudjuran adalah kesusilaan Tiongkok jang kuno dan dalam tjoraknja lebih tinggi tingkatnja dari pada kesusilaan orang asing, tetapi dalam keinginan damai kita hendak madju dari bangsabangsa lain. Tanda-tanda istimewa ini adalah kebesaran djiwa bangsa kita dan kita harus memupuknja sampai mendjadi suatu kenjataan sehingga dengan sendirinja kedudukan kebangsaan kita akan diperbaiki kembali. Kita tak hanja harus menghidupkan kembali moral jang kuno itu, tetapi djuga adjaran-adjaran nenek mojang kita. Semendjak kita ditaklukkan orang-orang Manchu, 400 djuta djiwa bangsa kita tertidur serta moral dan adjaran kita jang kuno turut djadi lemah. Kalau kita ingin memiliki kembali djiwa kebangsaan kita. wadjiblah kita menghidupkan lagi adjaran-adjaran dan moral kita. Apakah sebenarnja adjaran-adjaran kuno ini ? Diantara teori-teori manusia mengenai kenegaraan, filsafat politik Tiongkok menduduki tempat jang tinggi. Kita selalu mengira bahwa negara-negara di Eropah dan Amerika pada tahun-tahun jang achir ini madju dengan sangat pesatnja,<noinclude></noinclude> 9erqrw7exdgpe79ftginot7j22mezf4 310503 310500 2026-08-10T09:55:12Z Ichi Ocha 26099 310503 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||111}}</noinclude> lihatkan gigi dan menjetudjui penaklukkan suatu negara oleh imperialisme. Baru dalam tahun-tahun jang achir ini, sesudah mengalami bahwa peperangan besar jang meminta korban djiwa jang besar, barulah mereka mulai mengusulkan penghapusan peperangan. Berbagai-bagai sidang perdamaian telah diadakan seperti sidang perdamaian di Den Haag. Sesudah itu diadakan pula di Versailles pada achir peperangan, lalu di Geneve, di Washington dan paling achir di Lausanne. Tetapi wakil-wakil negara itu membitjarakan perdamaian hanja karena ketakutan akan timbulnja peperangan jang baru, djadi bukan terdorong oleh keinginan jang sungguhsungguh untuk mentjiptakan perdamaian bagi tiap-tiap bangsa didunia, melainkan karena mementingkan keperluan sendiri. Keinginan damai jang murni bangsa Tionghoa timbul dari hati sanubarinja jang sungguh-sungguh dan telah hidup sedjak ribuan tahun jang lalu. Dalam perhubungan perseorangan sikap merendahkan diri dan menghormat sangat dipentingkan: dalam pemerintahan kita ada pepatah kuno mengatakan: Siapa jang tak mau membunuh sesamanja, mempunjai suatu ketjakapan mempersatukan semua orang didunia. Semuanja ini sangat berbeda dengan tjita-tjita orang asing. Lojalitet, pengabdian terhadap leluhur, ramah tamah, kasih sajang dan kedjudjuran adalah kesusilaan Tiongkok jang kuno dan dalam tjoraknja lebih tinggi tingkatnja dari pada kesusilaan orang asing, tetapi dalam keinginan damai kita hendak madju dari bangsabangsa lain. Tanda-tanda istimewa ini adalah kebesaran djiwa bangsa kita dan kita harus memupuknja sampai mendjadi suatu kenjataan sehingga dengan sendirinja kedudukan kebangsaan kita akan diperbaiki kembali. Kita tak hanja harus menghidupkan kembali moral jang kuno itu, tetapi djuga adjaran-adjaran nenek mojang kita. Semendjak kita ditaklukkan orang-orang Manchu, 400 djuta djiwa bangsa kita tertidur serta moral dan adjaran kita jang kuno turut djadi lemah. Kalau kita ingin memiliki kembali djiwa kebangsaan kita. wadjiblah kita menghidupkan lagi adjaran-adjaran dan moral kita. Apakah sebenarnja adjaran-adjaran kuno ini? Diantara teori-teori manusia mengenai kenegaraan, filsafat politik Tiongkok menduduki tempat jang tinggi. Kita selalu mengira bahwa negara-negara di Eropah dan Amerika pada tahun-tahun jang achir ini madju dengan sangat pesatnja,<noinclude></noinclude> b40jseud49mit86zm0gvndsotf18g6x Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/37 104 111755 310502 2026-08-10T09:54:12Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '&i kita, 14 Djuti penjerangan'Basrilie - Ruisia, 1 trrtei bagi bagi bangsa llerantjis, 7 Nopember bagi kaum buruh seluruh dur' semua itu adalah ntijloaal2 kimadjuan dalam evolusi..ro sedjarah masingz, 17 Agustus '4J satu kernadjuan oleh karena pada saat itu kita pindah 1Aa]1n dari keadaan terdjadjah kepacla keadain merdeka; 14 f:juii ada lah-satu kemadjuan, oleh. karena pa.da hari itu kedaulatan rakiar rirulai mengatasi absolutisme; 7 Nopember... 310502 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>&i kita, 14 Djuti penjerangan'Basrilie - Ruisia, 1 trrtei bagi bagi bangsa llerantjis, 7 Nopember bagi kaum buruh seluruh dur' semua itu adalah ntijloaal2 kimadjuan dalam evolusi..ro sedjarah masingz, 17 Agustus '4J satu kernadjuan oleh karena pada saat itu kita pindah 1Aa]1n dari keadaan terdjadjah kepacla keadain merdeka; 14 f:juii ada lah-satu kemadjuan, oleh. karena pa.da hari itu kedaulatan rakiar rirulai mengatasi absolutisme; 7 Nopember adalah satu kemadjuan, oleh karena pada hari koliektivisme mulai diichtiarkan diatas padangnja peleksanaan; I Mei adalah satu kemaCjuan, oleh karena pada 1 Mei itir azas keadilan bagi kaum buruh mulai menang dan diakui umum. ,,En daarom was de i0 urige arbeidsdag niet zoo zeer een groot practisch succes, het wai de overwiln_in_g- :al egl_ beginsel", demiLian Marx menrjakapkan arti I Mei iru didalam satu kalinrat. * 17 Agustus 1945 bagi Maka bagi kita puri 20 Mei itu tidak per-rama2 dan tidak jaitu prac_ tisch-succesnja lahirnja satu perkurnpulan ketjii airi t<uui prilali jang bernama Budi utomo, -- ia acialah birarti tahirnja dan se-mata2 hanja ,,een groot practisch succei" sadja, menangnja satu ,,begin_sel" .. beginsei hak- dan -adilnja berierikat dan berkumpul meski dibawah antjaman pentung i<olonialisme pun, beginsel hak- dan -adilnja manusia ingin berharkat manusia dan bangsa ingin berharkat bangsa, beginsel bahwa dialam kolonialisme tiapz. perobahan hanjalah dapat diperoleh dengan desakannja satri kekuatan dan tidak. sekadur- dengan beirnohon sadja, beginsel bahwa kekuatan ini harus disusun menurut tjara- nja organisasi perserikatan, beginsel bahwa organisasi perserikat- an inilah djalan jang utama untuk memenuhi adlarin ,,rukun agaw6 santosa",,,persatuan membuat kekuatan". Datas persadanja beginsel inilah, heginsel, sekali lagi l,ri- succes" !ahirnja Budi girzsel, dan bukan sekadar ,,praciisch Utomo maka pergerakan nasional kita makin lama makin tumbuh,- makin lama makin mekar. Diatas persadanja beginsel inilah Sarektrt Islarn memassal, Nationaal Indische Partij menghikrnati dunia keterpeiadjaran, Paguiuban Pasundan nt"ndlrlrtri, LS.D.V. dan P.K.I.,rnenjebarkan iieb socialisme dan komunisme; Parindra bergerak. Muhamaddijah dan Nahdatr.rl Ulama me- 38 ...<noinclude></noinclude> 5wr0hzifyscvu2xj4avoqfex7t2ccpk 310597 310502 2026-08-10T11:12:44Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310597 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>17 Agustus 1945 bagi kita, 14 Djuli ― penjerangan Bastille bagi bangsa Perantjis, 7 Nopember bagi Russia, 1 Mei bagi kaum buruh seluruh du{{illegible}} ― semua itu adalah mijlpaal² kemadjuan dalam evolusi sedjarah masing², 17 Agustus '45 adalah satu kemadjuan oleh karena pada saat itu kita pindah dari keadaan terdjadjah kepada keadaan merdeka; 14 Djuli adalah satu kemadjuan, oleh karena pada hari itu kedaulatan rakjat mulai mengatasi absolutisme; 7 Nopember adalah satu kemadjuan, oleh karena pada hari kollektivisme mulai diichtiarkan diatas padangnja pelaksanaan; 1 Mei adalah satu kemajuan, oleh karena pada 1 Mei itu azas keadilan bagi kaum buruh mulai menang dan diakui umum. „En daarom was de 10 urige arbeidsdag niet zoo zeer een groot practisch succes, het was de over-winning van een beginsel”,— demikian Marx mentjakapkan arti 1 Mei itu didalam satu kalimat. Maka bagi kita pun 20 Mei itu tidak per-tama² dan tidak se-mata hanja „een groot practisch succes” sadja, jaitu practisch-succesnja lahirnja satu perkumpulan ketjil dari kum prijaji jang bernama Budi Utomo, — ia adalah berarti lahirnja dan menangnja satu ''„beginsel”'': beginsel hak- dan -adilnja berserikat dan berkumpul meski dibawah antjaman pentung kolonialisme pun, beginsel hak- dan -adilnja manusia ingin berharkat manusia dan bangsa ingin berharkat bangsa. beginsel bahwa dialam kolonialisme tiap² perobahan hanjalah dapat diperoleh dengan desakannja satu kekuatan dan tidak sekadar dengan bermohon sadja, beginsel bahwa kekuatan ini harus disusun menurut tjaranja organisasi perserikatan, beginsel bahwa organisasi perserikatan inilah djalan jang utama untuk memenuhi adjaran „rukun agawé santosa”. „persatuan membuat kekuatan”. Datas persadanja beginsel inilah, — ''beginsel'', sekali lagi ''beginsel'', dan bukan sekadar „practisch succes” lahirnja Budi Utomo — maka pergerakan nasional kita makin lama makin tumbuh, makin lama makin mekar. Diatas persadanja beginsel inilah Sarekat Islam memassal, Nationaal Indische Partij menghikmati dunia keterpeladjaran. Pagujuban Pasundan mendjelma, I.S.D.V. dan P.K.I. menjebarkan idee socialisme dan komunisme. Parindra bergerak. Muhamaddijah dan Nahdatul Ulama me-<noinclude>{{rh|38}}</noinclude> ilbyy7s4phv8o234t1mf8m92ulp7r9s 310598 310597 2026-08-10T11:13:38Z Iripseudocorus 23824 310598 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>17 Agustus 1945 bagi kita, 14 Djuli ― penjerangan Bastille bagi bangsa Perantjis, 7 Nopember bagi Russia, 1 Mei bagi kaum buruh seluruh du{{illegible}} ― semua itu adalah mijlpaal² kemadjuan dalam evolusi sedjarah masing², 17 Agustus '45 adalah satu kemadjuan oleh karena pada saat itu kita pindah dari keadaan terdjadjah kepada keadaan merdeka; 14 Djuli adalah satu kemadjuan, oleh karena pada hari itu kedaulatan rakjat mulai mengatasi absolutisme; 7 Nopember adalah satu kemadjuan, oleh karena pada hari kollektivisme mulai diichtiarkan diatas padangnja pelaksanaan; 1 Mei adalah satu kemajuan, oleh karena pada 1 Mei itu azas keadilan bagi kaum buruh mulai menang dan diakui umum. „En daarom was de 10 urige arbeidsdag niet zoo zeer een groot practisch succes, het was de over-winning van een beginsel”,— demikian Marx mentjakapkan arti 1 Mei itu didalam satu kalimat. Maka bagi kita pun 20 Mei itu tidak per-tama² dan tidak se-mata hanja „een groot practisch succes” sadja, jaitu practisch-succesnja lahirnja satu perkumpulan ketjil dari kum prijaji jang bernama Budi Utomo, — ia adalah berarti lahirnja dan menangnja satu ''„beginsel”'': beginsel hak- dan -adilnja berserikat dan berkumpul meski dibawah antjaman pentung kolonialisme pun, beginsel hak- dan -adilnja manusia ingin berharkat manusia dan bangsa ingin berharkat bangsa. beginsel bahwa dialam kolonialisme tiap² perobahan hanjalah dapat diperoleh dengan desakannja satu kekuatan dan tidak sekadar dengan bermohon sadja, beginsel bahwa kekuatan ini harus disusun menurut tjaranja organisasi perserikatan, beginsel bahwa organisasi perserikatan inilah djalan jang utama untuk memenuhi adjaran „rukun agawé santosa”. „persatuan membuat kekuatan”. Datas persadanja beginsel inilah, — ''beginsel'', sekali lagi ''beginsel'', dan bukan sekadar „practisch succes” lahirnja Budi Utomo — maka pergerakan nasional kita makin lama makin tumbuh, makin lama makin mekar. Diatas persadanja beginsel inilah Sarekat Islam memassal, Nationaal Indische Partij menghikmati dunia keterpeladjaran. Pagujuban Pasundan mendjelma, I.S.D.V. dan P.K.I. menjebarkan idee socialisme dan komunisme. Parindra bergerak. Muhamaddijah dan Nahdatul Ulama {{hws|me|mereformir}}<noinclude>{{rh|38}}</noinclude> b25i5ol1zkndgetkkgfuj39n3luohas Halaman:San min chu i.pdf/130 104 111756 310504 2026-08-10T09:55:39Z Ichi Ocha 26099 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Uraian I Apakah jang dinamakan rakjat" dan kedaulatan " ? - Fungsi-fungsi kedaulatan : memberi perlindungan dan mendjamin penghidupan - Pembagian zaman dalam sedjarah manusia : pertama , zaman hutan-rimba, perkelahian antara manusia dan binatang Teori evolusi tentang asal - alam semesta dan manusia Sumbangan-sumbangan ilmu geologi (ilmu jang menjelidiki asal dan perubahan-perubahan bumi) kepada sedjarah kedua, zaman diwaktu manusia melawan ala... 310504 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" /></noinclude>Uraian I Apakah jang dinamakan rakjat" dan kedaulatan " ? - Fungsi-fungsi kedaulatan : memberi perlindungan dan mendjamin penghidupan - Pembagian zaman dalam sedjarah manusia : pertama , zaman hutan-rimba, perkelahian antara manusia dan binatang Teori evolusi tentang asal - alam semesta dan manusia Sumbangan-sumbangan ilmu geologi (ilmu jang menjelidiki asal dan perubahan-perubahan bumi) kepada sedjarah kedua, zaman diwaktu manusia melawan alam Timbulnja kuno Permulaan peradaban peradaban dalam daerah-daerah jang subur - Tiongkok dilembah sungai Kuning - Teokrasi (pemerintahan negara oleh Ketiga, perkelahian antara manusia dan manusia, pendeta-pendeta ) - timbulnja negara-negara otokrasi (negara jang seluruhnja diperintah oleh han-perubahan dalam sistim pemerintahan ; seorangjaradja) ian Peruba timbuln pengert asas-asas demokratis Sudahkah Tiongkok siap untuk demokrasi ? Pikiran-pikiran demokratis dari filsafat-filsafat Tiongkok Perkuno Tiongkok harus mengikuti aliran-aliran dunia modern Pemberontakan Cromwell djuangan untuk demokrasi didunia Barat di Inggeris - Revolusi di Amerika dan Perantjis - Teori palsu dari Rous- - - seau tentang hak-hak azasi manusia" - Kenjataan mendahului teori Peperangan jang tak putus-putusnja untuk memperoleh kekuasaan negara Obat jang dapat menjembuhkan dalam sedjarah Tiongkok ialah demokrasi - Gagalnja pemberontakan di Taiping disebabkan oleh perebutan kekuasaan Perlawanan (oposisi ) mementingkan keperluan sendiri dari Ch'en Ch'iung-ming dan pemimpin-pemimpin tentara lain dalam pemberontakan Tiongkok. Tuan-tuan : Sekarang akan saja perbintjangkan kedaulatan rakjat. Apakah jang dinamakan kedaulatan rakjat itu ? Sebelum kita mendjelaskan pengertian ini, kita harus mengetahui lebih dahulu apakah jang dinamakan „rakjat". Setiap gerombolan manusia jang telah disatukan dan diorganisir dapat dinamakan : ,,rakjat " . Apakah arti kedaulatan ? Artinja ialah kekuatan dan otoritet dalam lingkungan negara. Negara-negara jang sekarang mempunjai pengaruh jang terbesar disebut negara-negara kuat, dalam bahasa asing the powers ". Tenaga mekanis disebut dalam bahasa Tionghoa kekuatan kuda" dalam bahasa asing „horse power". Djadi kekuatan dan kekuasaan (power ) tak dapat dipisah-pisahkan. Kekuasaan mendjalankan perintah dan mengatur urusan umum, dinamakan kedaulatan " . Kalau perkataan ,,rakjat " dan kedaulatan" dihubungkan , kita mempunjai kekuasaan politik rakjat. Sebelum kita dapat memahamkan kekuasaan politik", pertama kali " kita harus mengerti apakah jang dinamakan pemerintah. Keba<noinclude></noinclude> k4mb17xkol3ptqw73adtnmedexhgump Halaman:San min chu i.pdf/326 104 111757 310505 2026-08-10T09:55:48Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310505 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||321}}</noinclude>namanja dan memberikan tanah itu kepada orang mabuk itu. Setelah tanah itu didjual, rombongan-rombongan orang-orang itu bertjerai berai dan orang mabuk itu pergi pula. Keesokan harinja tukang lelang itu mengirimkan sehelai kwitansi harga tanah itu, tetapi orang itu tak ingat akan perbuatannja kemarin ketika mabuk dan tak mau mengakui kwitansi itu. Achirnja ketika ia ingat lagi akan perbuatannja, bukan main besar sesalnja. Tetapi karena tak mungkin memperdajakan pemerintah, oleh sebab itulah ia berdaja sekuat-kuatnja mentjari uang untuk membajar tiga ratus dollar kepada tukang lelang. Lama sedjak dibelinja, tak diperdulikannja tanah itu. Sepuluh tahun kemudian gedung-gedung tinggi dan besar didirikan disekitar bidang tanah itu dan harga tanah meningkat luar biasa tingginja. Ada orang menawarkan kepadanja buat tanah kosong itu sebanjak berdjuta-djuta dollar, tetapi ia tak suka melepaskannja. la hanja menjewakan tanah itu dan menerima uang sewaan. Achirnja ketika tanah itu meningkat sampai berpuluh-puluh djuta harganja, sipemabuk dulu itu mendjadi orang terkaja di Australia. Semua kekajaannja ini asalnja dari uang pokok sedjumlah tiga ratus dollar. Jang empunja tanah sudah tentu senang sekali waktu ia djadi millioner, tetapi bagaimanakah dengan orang-orang lain? Sesudah ia membajar tiga ratus dollar buat tanah itu, tak ada mengerdjakan apa-apa untuk memperbaiki keadaannja tanah itu dibiarkannja sadja. Sedang ia tidur atau duduk dengan enak sambil melipat tangannja dan mengenangkan suksesnja, uang berdjuta-djuta djatuh kepangkuannja. Milik siapakah sebetulnja uang berdjuta-djuta dollar itu? Menurut pikiran saja, milik semua orang. Karena orang-orang ditempat itu memilih bagian tanah itu sebagai pusat industri dan perniagaan serta mengadakan perubahan dan perbaikan, jang menjebabkan harga tanah tersebut mendjadi naik sampai achirnja mentjapai harga jang demikian tingginja. Demikian djuga halnja dengan Shanghai jang didjadikan pusat industri dan perniagaan Tiongkok-Tengah, hingga harga tanah dikota itu berlipat sampai beribu-ribu kali karena Canton didjadikan pusat industri dan perniagaan Tiongkok-Selatan, maka tanah dikota itu djuga naik harganja beribu-ribu kali lipat. Shanghai dan Canton hanja mempunjai penduduk lebih sedikit dari satu djuta: kalau penduduk serentak pindah keluar kota atau bahaja alam menimpa kota itu<noinclude>{{rh|San Min Chu I|||21}}</noinclude> ls5xc66rhgt1p6nmp4uycvtcgt83ps0 310507 310505 2026-08-10T09:56:13Z Ammachemist 27288 310507 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||321}}</noinclude>namanja dan memberikan tanah itu kepada orang mabuk itu. Setelah tanah itu didjual, rombongan-rombongan orang-orang itu bertjerai berai dan orang mabuk itu pergi pula. Keesokan harinja tukang lelang itu mengirimkan sehelai kwitansi harga tanah itu, tetapi orang itu tak ingat akan perbuatannja kemarin ketika mabuk dan tak mau mengakui kwitansi itu. Achirnja ketika ia ingat lagi akan perbuatannja, bukan main besar sesalnja. Tetapi karena tak mungkin memperdajakan pemerintah, oleh sebab itulah ia berdaja sekuat-kuatnja mentjari uang untuk membajar tiga ratus dollar kepada tukang lelang. Lama sedjak dibelinja, tak diperdulikannja tanah itu. Sepuluh tahun kemudian gedung-gedung tinggi dan besar didirikan disekitar bidang tanah itu dan harga tanah meningkat luar biasa tingginja. Ada orang menawarkan kepadanja buat tanah kosong itu sebanjak berdjuta-djuta dollar, tetapi ia tak suka melepaskannja. la hanja menjewakan tanah itu dan menerima uang sewaan. Achirnja ketika tanah itu meningkat sampai berpuluh-puluh djuta harganja, sipemabuk dulu itu mendjadi orang terkaja di Australia. Semua kekajaannja ini asalnja dari uang pokok sedjumlah tiga ratus dollar. Jang empunja tanah sudah tentu senang sekali waktu ia djadi millioner, tetapi bagaimanakah dengan orang-orang lain? Sesudah ia membajar tiga ratus dollar buat tanah itu, tak ada mengerdjakan apa-apa untuk memperbaiki keadaannja tanah itu dibiarkannja sadja. Sedang ia tidur atau duduk dengan enak sambil melipat tangannja dan mengenangkan suksesnja, uang berdjuta-djuta djatuh kepangkuannja. Milik siapakah sebetulnja uang berdjuta-djuta dollar itu? Menurut pikiran saja, milik semua orang. Karena orang-orang ditempat itu memilih bagian tanah itu sebagai pusat industri dan perniagaan serta mengadakan perubahan dan perbaikan, jang menjebabkan harga tanah tersebut mendjadi naik sampai achirnja mentjapai harga jang demikian tingginja. Demikian djuga halnja dengan Shanghai jang didjadikan pusat industri dan perniagaan Tiongkok-Tengah, hingga harga tanah dikota itu berlipat sampai beribu-ribu kali karena Canton didjadikan pusat industri dan perniagaan Tiongkok-Selatan, maka tanah dikota itu djuga naik harganja beribu-ribu kali lipat. Shanghai dan Canton hanja mempunjai penduduk lebih sedikit dari satu djuta: kalau penduduk serentak pindah keluar kota atau bahaja alam menimpa kota itu<noinclude>{{rh|San Min Chu I|||21}}</noinclude> 6ulv15pyb246d35b5wj9vnr10fxchpj Halaman:San min chu i.pdf/131 104 111758 310506 2026-08-10T09:56:04Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310506 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||126}}</noinclude> njakan diantara kita mengira bahwa pemerintah adalah suatu organisasi jang sukar dan susah didjelaskan kepada orang biasa. Peradjurit-peradjurit Tiongkok biasanja mengatakan : kita peradjurit, dan tak tahu sama sekali akan politik. Sebab-sebabnja ialah karena merekapun menganggap pemerintah sebagai suatu organisasi jang sukar dipahamkan. Mereka tak mengetahui bahwa pekerdjaan-pekerdjaan pemerintah dengan mudah dapat dipahami oleh tiap-tiap orang. Kalau orang tentara kita mengatakan tak hendak tjampur tangan dengan pemerintah, sikap ini dapat kita benarkan, tetapi kalau mereka mengatakan tak paham akan pemerintah, hal ini menundjukkan kepitjikan pikiran mereka. Sedjak peradjurit mendjadi alat pemerintah jang terpenting, ia harus mengetahui apakah jang dinamakan pemerintah. Dengan singkat, pemerintah ialah suatu organisasi dari rakjat untuk rakjat jarg memetjahkan segala kesukaran jang berhubungan dengan kepentingan rakjat. Kekuasaan untuk mengawasinja ialah kedaulatan politik dan dimana rakjat mengawasi pemerintah, disana berlaku kedaulatan rakjat ". Setelah kita pahami akan arti kedaulatan rakjat " , sekarang kita harus pula mempeladjari fungsinja. Kalau kita memperhatikan disekeliling kita dan mempeladjari keadaan dalam zaman dahulu kala, kita melihat bahwa kekuasaan manusia dikerahkan semata- mata un- tuk memelihara adanja keturunan didunia ini. Untuk dapat hidup, manusia harus mempunjai perlindungan dan makanan. Setiap hari ia sibuk menghadapi dua keperluan ini. Perlindungan berarti pembelaan diri ; kekuasaan membela diri sangat perlu untuk hidup, baik untuk seseorang atau sekelompokan manusia, maupun untuk suatu negara. Pembelaan diri dan mentjari makan adalah sjarat utama untuk mempertahankan adanja manusia didunia ini. Tetapi pada waktu manusia berusaha memelihara keturunanr.ja, binatang-binatang berusaha memelihara keturunan mereka pula ; pada waktu manusia membela dirinja, binatang-binatangpun membela diri mereka ; djuga pada waktu manusia mentjari makarannja, binatangpun mentjari makanannja, sehingga didalam usahanja memperoleh dua keperluan jang penting ini, manusia berlawanan dengan binatang-binatang, mengakibatkan perkelahian mati-matian. Untuk dapat hidup, manusia harus berkelahi, karena itu manusia tak berhenti-hentinja berkelahi sedjak manusia dilahirkan kedunia<noinclude></noinclude> hebk02j412l2vpjh6re3neubqm1klrg 310512 310506 2026-08-10T09:57:55Z Ichi Ocha 26099 310512 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||126}}</noinclude> njakan diantara kita mengira bahwa pemerintah adalah suatu organisasi jang sukar dan susah didjelaskan kepada orang biasa. Peradjurit-peradjurit Tiongkok biasanja mengatakan: kita peradjurit, dan tak tahu sama sekali akan politik. Sebab-sebabnja ialah karena merekapun menganggap pemerintah sebagai suatu organisasi jang sukar dipahamkan. Mereka tak mengetahui bahwa pekerdjaan-pekerdjaan pemerintah dengan mudah dapat dipahami oleh tiap-tiap orang. Kalau orang tentara kita mengatakan tak hendak tjampur tangan dengan pemerintah, sikap ini dapat kita benarkan, tetapi kalau mereka mengatakan tak paham akan pemerintah, hal ini menundjukkan kepitjikan pikiran mereka. Sedjak peradjurit mendjadi alat pemerintah jang terpenting, ia harus mengetahui apakah jang dinamakan pemerintah. Dengan singkat, pemerintah ialah suatu organisasi dari rakjat untuk rakjat jarg memetjahkan segala kesukaran jang berhubungan dengan kepentingan rakjat. Kekuasaan untuk mengawasinja ialah kedaulatan politik dan dimana rakjat mengawasi pemerintah, disana berlaku kedaulatan rakjat". Setelah kita pahami akan arti kedaulatan rakjat", sekarang kita harus pula mempeladjari fungsinja. Kalau kita memperhatikan disekeliling kita dan mempeladjari keadaan dalam zaman dahulu kala, kita melihat bahwa kekuasaan manusia dikerahkan semata-mata untuk memelihara adanja keturunan didunia ini. Untuk dapat hidup, manusia harus mempunjai perlindungan dan makanan. Setiap hari ia sibuk menghadapi dua keperluan ini. Perlindungan berarti pembelaan diri; kekuasaan membela diri sangat perlu untuk hidup, baik untuk seseorang atau sekelompokan manusia, maupun untuk suatu negara. Pembelaan diri dan mentjari makan adalah sjarat utama untuk mempertahankan adanja manusia didunia ini. Tetapi pada waktu manusia berusaha memelihara keturunannja,binatang-binatang berusaha memelihara keturunan mereka pula; pada waktu manusia membela dirinja, binatang-binatangpun membela diri mereka; djuga pada waktu manusia mentjari makanannja, binatangpun mentjari makanannja, sehingga didalam usahanja memperoleh dua keperluan jang penting ini, manusia berlawanan dengan binatang-binatang, mengakibatkan perkelahian mati-matian. Untuk dapat hidup, manusia harus berkelahi, karena itu manusia tak berhenti-hentinja berkelahi sedjak manusia dilahirkan kedunia<noinclude></noinclude> jj2jbkb7tgx744lub803ad03wkjdm2t Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/147 104 111759 310508 2026-08-10T09:56:43Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310508 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>kan pekerdjaan kasar². Hal ini dianggap sebagai suatu penghinaan. Pemogokan terdjadi dengan sendirinja. Banjak buruh jang dilepas, hingga banjak jang djadi terlantar. Dan oleh karena ketua saudara ''Sosrokardono'' sedang masuk tahanan, maka sepulangnja kami dari mendjalani hukuman pendjara di-Semarang, (karena delict bitjara di Delanggu) segera kami adakan Panitya pertolongan pemogokan dengan dibantu saudara Suwardi (Ki Hadjar Dewantara) sebagai Penningmeester. Perhatian atas gerakan melawan nasib jang buruk memang besar, sehingga banjak ''pegawai² pabrik gula'' datang dikantor Adhi-Dharma jang minta diadakan perkumpulan pegawai pabrik gula. Berkat propaganda para pemuda belum ada 6 bulan kira² 200 onderneming tertjatat sebagai anggota. Suasana dikalangan buruh pabrik² gula mendjadi panas, karena umum merasa perlunja perkumpulan ini, sebab upah mereka rendah sekali, terlalu rendah untuk dapat hidup sebagai manusia jang pantas. Dalam suatu rapat jang pertama datanglah seorang employé pembantu Administrateur dengan berita, bahwa "tuan besar" tidak mengidjinkan pegawai² masuk P.F.B. (perkumpulan Pegawai Fabriek Bond) Tantangan ini disambut dengan suatu keputusan dengan "acclamasi" untuk mengadakan pemogokan. Sedjak hari itu tidak ada orang masuk kerdja. Kebanjakan jang ikut dengan aksi ini ialah pegawai kasar jang amat rendah upahnja: tukang² besi, mandor², kuli², tukang² gerobak pengangkut tebu, sedang pekerdja² jang halus seperti djurutulis, laborant sedikit sekali jang ikut mogok, meskipun mereka belum puas dengan gadjihnja dan kurang senang terhadap sikap madjikan asing. Dalam pada itu kaum pabrik djuga tidak tinggal diam. Suikersyndicaat dan Ondernemersbond berusaha keras untuk melawan P.F.B. Mereka bersatu dalam P.E.B. (Politiek Economise Bond) jang diketuai oleh bekas resident Palembang, Engelenberg, jang bermaksud "untuk bertindak ber-sama² dengan orang² jang hatinja tenang" (regent² dan ambtenaar²) melawan orang² jang panas kepalanja dan mempertjepat djalan kemadjuan<noinclude> {{rh|||151}}</noinclude> acii7omkdzldgdz6727j0egxtrmps74 310509 310508 2026-08-10T09:57:47Z Link PB 26772 310509 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>kan pekerdjaan kasar². Hal ini dianggap sebagai suatu penghinaan. Pemogokan terdjadi dengan sendirinja. Banjak buruh jang dilepas, hingga banjak jang djadi terlantar. Dan oleh karena ketua saudara ''Sosrokardono'' sedang masuk tahanan, maka sepulangnja kami dari mendjalani hukuman pendjara di-Semarang, (karena delict bitjara di Delanggu) segera kami adakan Panitya pertolongan pemogokan dengan dibantu saudara Suwardi (Ki Hadjar Dewantara) sebagai Penningmeester. Perhatian atas gerakan melawan nasib jang buruk memang besar, sehingga banjak ''pegawai² pabrik gula'' datang dikantor Adhi-Dharma jang minta diadakan perkumpulan pegawai pabrik gula. Berkat propaganda para pemuda belum ada 6 bulan kira² 200 onderneming tertjatat sebagai anggota. Suasana dikalangan buruh pabrik² gula mendjadi panas, karena umum merasa perlunja perkumpulan ini, sebab upah mereka rendah sekali, terlalu rendah untuk dapat hidup sebagai manusia jang pantas. Dalam suatu rapat jang pertama datanglah seorang employé pembantu Administrateur dengan berita, bahwa "tuan besar" tidak mengidjinkan pegawai² masuk P.F.B. (perkumpulan Pegawai Fabriek Bond) Tantangan ini disambut dengan suatu keputusan dengan "acclamasi" untuk mengadakan pemogokan. Sedjak hari itu tidak ada orang masuk kerdja. Kebanjakan jang ikut dengan aksi ini ialah pegawai kasar jang amat rendah upahnja: tukang² besi, mandor², kuli², tukang² gerobak pengangkut tebu, sedang pekerdja² jang halus seperti djurutulis, laborant sedikit sekali jang ikut mogok, meskipun mereka belum puas dengan gadjihnja dan kurang senang terhadap sikap madjikan asing. Dalam pada itu kaum pabrik djuga tidak tinggal diam. Suikersyndicaat dan Ondernemersbond berusaha keras untuk melawan P.F.B. Mereka bersatu dalam P.E.B. (Politiek Economise Bond) jang diketuai oleh bekas resident Palembang, Engelenberg, jang bermaksud "untuk bertindak ber-sama² dengan orang² jang hatinja tenang" (regent² dan ambtenaar²) melawan orang² jang panas kepalanja dan mempertjepat djalan {{hws|kema|kemadjuan}}<noinclude> {{rh|||151}}</noinclude> lmohjyvwd861pdj3ci6712l6ztqetj7 310523 310509 2026-08-10T10:03:48Z Link PB 26772 310523 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|mendjalankan|mendjalankan}} pekerdjaan kasar². Hal ini dianggap sebagai suatu penghinaan. Pemogokan terdjadi dengan sendirinja. Banjak buruh jang dilepas, hingga banjak jang djadi terlantar. Dan oleh karena ketua saudara ''Sosrokardono'' sedang masuk tahanan, maka sepulangnja kami dari mendjalani hukuman pendjara di-Semarang, (karena delict bitjara di Delanggu) segera kami adakan Panitya pertolongan pemogokan dengan dibantu saudara Suwardi (Ki Hadjar Dewantara) sebagai Penningmeester. Perhatian atas gerakan melawan nasib jang buruk memang besar, sehingga banjak ''pegawai² pabrik gula'' datang dikantor Adhi-Dharma jang minta diadakan perkumpulan pegawai pabrik gula. Berkat propaganda para pemuda belum ada 6 bulan kira² 200 onderneming tertjatat sebagai anggota. Suasana dikalangan buruh pabrik² gula mendjadi panas, karena umum merasa perlunja perkumpulan ini, sebab upah mereka rendah sekali, terlalu rendah untuk dapat hidup sebagai manusia jang pantas. Dalam suatu rapat jang pertama datanglah seorang employé pembantu Administrateur dengan berita, bahwa "tuan besar" tidak mengidjinkan pegawai² masuk P.F.B. (perkumpulan Pegawai Fabriek Bond) Tantangan ini disambut dengan suatu keputusan dengan "acclamasi" untuk mengadakan pemogokan. Sedjak hari itu tidak ada orang masuk kerdja. Kebanjakan jang ikut dengan aksi ini ialah pegawai kasar jang amat rendah upahnja: tukang² besi, mandor², kuli², tukang² gerobak pengangkut tebu, sedang pekerdja² jang halus seperti djurutulis, laborant sedikit sekali jang ikut mogok, meskipun mereka belum puas dengan gadjihnja dan kurang senang terhadap sikap madjikan asing. Dalam pada itu kaum pabrik djuga tidak tinggal diam. Suikersyndicaat dan Ondernemersbond berusaha keras untuk melawan P.F.B. Mereka bersatu dalam P.E.B. (Politiek Economise Bond) jang diketuai oleh bekas resident Palembang, Engelenberg, jang bermaksud "untuk bertindak ber-sama² dengan orang² jang hatinja tenang" (regent² dan ambtenaar²) melawan orang² jang panas kepalanja dan mempertjepat djalan {{hws|kema|kemadjuan}}<noinclude> {{rh|||151}}</noinclude> t38mm4ylttv13g4jfsed88h9o39u91n Halaman:San min chu i.pdf/144 104 111760 310510 2026-08-10T09:57:48Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310510 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||139}}</noinclude>Kalau saja batja sedjarah Tiongkok, saja ketemukan bahwa Tiongkok sudah mempunjai peradaban jang djauh lebih tinggi dari pada peradaban Amerika dan Eropah, sedangkan demokrasi telah pernah dibitjarakan sedalam-dalamnja, beberapa ribu tahun jang lalu paham demokrasi ini telah diperbintjangkan, meskipun belum diwudjudkan, tetapi hal ini menjatakan suatu kemadjuan dalam peradaban. Pada waktu sekarang di Amerika dan di Eropah disana-sini didirikan republik-republik, sedangkan demokrasi telah dipraktekkan disana selama 150 tahun. Kita jang sedjak dari nenek mojang kita telah memikirkan paham ini, sudah sepatutnja pula mengikuti untuk mentjapai regara jang kokoh, kuat, damai dan makmur. Tetapi lahirnja demokrasi boleh dikatakan baru, sedangkan disamping itu masih banjak terdapat negara-negara otokrasi didunia ini. Biarpun demokrasi sudah diandjurkan sedjak dua ribu tahun jang lalu di Tiongkok, aliran iri baru mendjadi kenjataan di Barat selama 150 tahun ini. Pada waktu ini demokrasi berkembang dengan tjepat meliputi seluruh dunia . Pertjobaan pertama mendirikan negara demokrasi dimulai di Inggeris. Revolusi rakjat meletus disana pada waktu habisnja dinasti Ming dan timbulnja dirasti Manchu di Tiongkok, dibawah pimpinan Cromwell jang mengakibatkan terbunuhnja radja Charles 1 . Tindakan ini mengedjutkan sangat dalam kalangan rakjat Eropah dan Amerika jang pada waktu itu belum pernah mendengar hal jang sematjam itu dan menganggap Cromwell serta pengikut-pengikutnja sebagai pemberontak dan pengchianat terhadap negara . Pembunuhan-pembunuhan putera-putera radja setjara rahasia sudah lazim terdjadi dalam tiap-tiap negara, akan tetapi pemburuhan radja Charles I tak dilakukan setjara rahasia ; radja ini diadili dimuka umum dan dengar terang-terangan dianggap bersalah, karena ia tak mengatjuhkan keselamatan rakjat dan negaranja, hingga ia harus dihukum mati. Orang-orang Eropah mengira bahwa rakjat Inggeris akan mempertahankan paham-paham jang diperolehnja itu ; dengan demikian mereka ini akan djadi pelopor demokrasi, tetapi apa jang terdjadi ? Orar.g-orang Inggeris lebih suka otokrasi dari pada demokrasi ; biarpun radja Charles I sudah meninggal masih djuga mereka rindu akan kembalinja seorang radja. Belum tjukup 10 tahun ber<noinclude></noinclude> 7201t07n25qlpxinv2ve91ieydt05wf 310513 310510 2026-08-10T09:58:16Z Ibrohim tijani 26379 310513 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||139}}</noinclude>Kalau saja batja sedjarah Tiongkok, saja ketemukan bahwa Tiongkok sudah mempunjai peradaban jang djauh lebih tinggi dari pada peradaban Amerika dan Eropah, sedangkan demokrasi telah pernah dibitjarakan sedalam-dalamnja, beberapa ribu tahun jang lalu paham demokrasi ini telah diperbintjangkan, meskipun belum diwudjudkan, tetapi hal ini menjatakan suatu kemadjuan dalam peradaban. Pada waktu sekarang di Amerika dan di Eropah disana-sini didirikan republik-republik, sedangkan demokrasi telah dipraktekkan disana selama 150 tahun. Kita jang sedjak dari nenek mojang kita telah memikirkan paham ini, sudah sepatutnja pula mengikuti untuk mentjapai regara jang kokoh, kuat, damai dan makmur. Tetapi lahirnja demokrasi boleh dikatakan baru, sedangkan disamping itu masih banjak terdapat negara-negara otokrasi didunia ini. Biarpun demokrasi sudah diandjurkan sedjak dua ribu tahun jang lalu di Tiongkok, aliran iri baru mendjadi kenjataan di Barat selama 150 tahun ini. Pada waktu ini demokrasi berkembang dengan tjepat meliputi seluruh dunia . Pertjobaan pertama mendirikan negara demokrasi dimulai di Inggeris. Revolusi rakjat meletus disana pada waktu habisnja dinasti Ming dan timbulnja dirasti Manchu di Tiongkok, dibawah pimpinan Cromwell jang mengakibatkan terbunuhnja radja Charles 1 . Tindakan ini mengedjutkan sangat dalam kalangan rakjat Eropah dan Amerika jang pada waktu itu belum pernah mendengar hal jang sematjam itu dan menganggap Cromwell serta pengikut-pengikutnja sebagai pemberontak dan pengchianat terhadap negara . Pembunuhan-pembunuhan putera-putera radja setjara rahasia sudah lazim terdjadi dalam tiap-tiap negara, akan tetapi pemburuhan radja Charles I tak dilakukan setjara rahasia ; radja ini diadili dimuka umum dan dengar terang-terangan dianggap bersalah, karena ia tak mengatjuhkan keselamatan rakjat dan negaranja, hingga ia harus dihukum mati. Orang-orang Eropah mengira bahwa rakjat Inggeris akan mempertahankan paham-paham jang diperolehnja itu ; dengan demikian mereka ini akan djadi pelopor demokrasi, tetapi apa jang terdjadi ? Orar.g-orang Inggeris lebih suka otokrasi dari pada demokrasi ; biarpun radja Charles I sudah meninggal masih djuga mereka rindu akan kembalinja seorang radja. Belum tjukup 10 tahun ber<noinclude></noinclude> s24nsm0pf5j8sywvhdpnl94zg70gke5 Halaman:San min chu i.pdf/132 104 111761 310514 2026-08-10T09:58:17Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310514 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||127}}</noinclude> ini. Djadi manusia mengerahkan tenaganja didalam pertempuran dan sedjak lahirnja kedunia hidupnja penuh dengar. perkelahianperkelahian. Perkelahian manusia membela keturunannja dapat dibagi dalam beberapa zaman : Pertama : zaman permulaan dan hutan-rimba, sebelum ada keterangan-keterangar. sedjarah tentang manusia. Kita tak tahu berapa lamanja zaman ini, tetapi baru-baru ini ahli geologi, setelah menjelidiki lapisan batu kulit bumi, menemukan sisa-sisa manusia dalam lapisan batu kulit bumi itu, jang usianja tak lebih dari dua djuta tahun. Lapisan batu jang lebih tua tak mengandung sisa-sisa manusia ini sama sekali. Orang biasa menganggap peristiwa jang terdjadi pada beberapa djuta tahun jang telah lalu sebagai suatu keadaan jang samar-samar dan jang tak tentu, tetapi berkat kemadjuan ilmu geologi modern, ahli geologi dapat membedakan bermatjam-matjam lapisan batu ; setiap lapisan menundjukkan djumlah banjaknja keturunan kita ; dan dapat pula mereka menundjukkan lapisan-lapisan jang berasal dari zaman purba dan djuga lapisanlapisan baru , serta menguraikan berbagai-bagai zaman geologi, berdasarkan lapisan-lapisan batu ini. Dua djuta tahun adalah waktu jang sangat lama bagi kita, tetapi bagi ahli-ahli geologi waktu ini dipandang singkat sadja. Bar.jak lapisan-lapisan batu jang berusia lebih dari dua djuta tahun, tetapi apa-apa jang terdjadi sebelum adanja lapisan-lapisan ini, hanja dapat kita raba-raba sadja. Teori umum menjatakan sebelum adanja lapisan-lapisan batu ini, seluruh dunia merupakan suatu benda tjair dan sebelum itu berupa gas. Merurut filsafat evolusi, dunia ini sesungguhnja adalah suatu benda gas dan sebagian dari matahari ; mula-mulanja matahari dan benda-benda gas tsb. mengeluarkan sematjam kabut dilangit ; ketika matahari mulai susut banjak benda-benda gas melepaskan diri dari matahari ; achirnja tiap-tiap benda itu djadi dingin dan berubah djadi benda tjair, kemudian berubah lagi mendjadi batu. Batu-batu jang tentu umurnja, berusia berpuluh-puluh djuta tahun ; sekarang ahli geologi telah membuktikan dengar. njata adanja batu-batu jang berumur dua puluh djuta tahun ; karena itu mereka memastikan, bahwa perubahan-perubahan dunia ini mulai dari bentuk gas sampai djadi tjair telah memakan waktu berpuluh-puluh djuta tahun; dan perubahan mulai dari bentuk tjair sampai djadi batu, memakan waktu sepandjang itu djuga. Sedjak terdjadi lapisan-lapisan batu<noinclude></noinclude> kh1cfm5v4z1vmyvvqgci6k5ll8iaxaw 310516 310514 2026-08-10T10:00:06Z Ichi Ocha 26099 310516 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||127}}</noinclude> ini. Djadi manusia mengerahkan tenaganja didalam pertempuran dan sedjak lahirnja kedunia hidupnja penuh dengar. perkelahianperkelahian. Perkelahian manusia membela keturunannja dapat dibagi dalam beberapa zaman: Pertama: zaman permulaan dan hutan-rimba, sebelum ada keterangan-keterangar. sedjarah tentang manusia. Kita tak tahu berapa lamanja zaman ini, tetapi baru-baru ini ahli geologi, setelah menjelidiki lapisan batu kulit bumi, menemukan sisa-sisa manusia dalam lapisan batu kulit bumi itu, jang usianja tak lebih dari dua djuta tahun. Lapisan batu jang lebih tua tak mengandung sisa-sisa manusia ini sama sekali. Orang biasa menganggap peristiwa jang terdjadi pada beberapa djuta tahun jang telah lalu sebagai suatu keadaan jang samar-samar dan jang tak tentu, tetapi berkat kemadjuan ilmu geologi modern, ahli geologi dapat membedakan bermatjam-matjam lapisan batu; setiap lapisan menundjukkan djumlah banjaknja keturunan kita; dan dapat pula mereka menundjukkan lapisan-lapisan jang berasal dari zaman purba dan djuga lapisanlapisan baru, serta menguraikan berbagai-bagai zaman geologi, berdasarkan lapisan-lapisan batu ini. Dua djuta tahun adalah waktu jang sangat lama bagi kita, tetapi bagi ahli-ahli geologi waktu ini dipandang singkat sadja. Banjak lapisan-lapisan batu jang berusia lebih dari dua djuta tahun, tetapi apa-apa jang terdjadi sebelum adanja lapisan-lapisan ini, hanja dapat kita raba-raba sadja. Teori umum menjatakan sebelum adanja lapisan-lapisan batu ini, seluruh dunia merupakan suatu benda tjair dan sebelum itu berupa gas. Merurut filsafat evolusi, dunia ini sesungguhnja adalah suatu benda gas dan sebagian dari matahari; mula-mulanja matahari dan benda-benda gas tsb. mengeluarkan sematjam kabut dilangit; ketika matahari mulai susut banjak benda-benda gas melepaskan diri dari matahari; achirnja tiap-tiap benda itu djadi dingin dan berubah djadi benda tjair, kemudian berubah lagi mendjadi batu. Batu-batu jang tentu umurnja, berusia berpuluh-puluh djuta tahun; sekarang ahli geologi telah membuktikan dengan njata adanja batu-batu jang berumur dua puluh djuta tahun; karena itu mereka memastikan, bahwa perubahan-perubahan dunia ini mulai dari bentuk gas sampai djadi tjair telah memakan waktu berpuluh-puluh djuta tahun; dan perubahan mulai dari bentuk tjair sampai djadi batu, memakan waktu sepandjang itu djuga. Sedjak terdjadi lapisan-lapisan batu<noinclude></noinclude> 7d26jefjmeqiwv293d0w3qs7elhcssv Halaman:San min chu i.pdf/145 104 111762 310515 2026-08-10T09:59:22Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310515 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||140}}</noinclude>lalu, keradjaan didirikan kembali dan Charles II diangkat djadi radja. Kedjadian-kedjadian ini terdjadi tepat pada waktu orang Manchu menjeberang Tembok Besar, sebelum djatuhnja dinasti Ming, djadi baru dua ratus tahun jang lalu. Kira-kira dua abad jarg lalu Inggeris mengalami pemerintahan berdasarkan demokrasi, tetapi pe- merintahan ini tak tahan lama dan diganti lagi dengan pemerintahan otokrasi . Seratus tahun kemudian meletuslah pemberontakar. di Amerika, ketika djadjahan-djadjahan melepaskan dirinja dari Inggeris dan memproklamirkan kemerdekaannja, membentuk pemerintahan fede- ral Amerika Serikat. Negara ini jang berdiri selama 150 tahun, adalah negara pertama jang mempraktekkar. asas-asas demokrasi. Sepuluh tahun sesudah pembentukan negara Amerika Serikat, pada waktu itu revolusi di Perantjis padam. Keadaan pada waktu pemberontakan di Perantjis adalah seperti berikut : Sedjak Louis XIV memegang pimpinan negara dan memerintah dengan kekuasaan tak terbatas, pada waktu itu rakjat Perantjis mer.derita kemiskinan dan kemelaratan jang tak terhingga ; ketika keturunan dari Louis XIV ini memerintah lebih kedjam dan djahat lagi, rakjat tak sanggup menahan penderitaan-penderitaan jang dialaminja dar mulai memberontak. Mereka membunuh Louis XVI seperti jang pernah dilakukan orang-orang Inggeris terhadap Charles I , sesudah diadili dimuka chalajak ramai serta dituduh berchianat terhadap negara dan rakjat. Kemudian negara-negara lain di Eropah serentak memaklumkan perang terhadap pemberontak-pemberontak iri guna membalas dendam kematian radja Perantjis dan mengakibatkan peperangan sepuluh tahun. Mereka berhasil menduduki Perantjis dan keturunan Louis XVI naik lagi diatas tachta keradjaan. Meskipur. demikian tjita-tjita demokrasi makin lama makin mendalam dihati sanubari rakjat Perantjis . Tiap orang jang menjelidiki sedjarah demokrasi akan bertemu de- ngan seorang ahli filsafat Perantjis jang bernama Rousseau. Ia menjiarkan paham² kedaulatan rakjat dalam bentuk ekstrim dan teori-teori demokratisnja menjebabkan berkembangr.ja revolusi Perantjis. Buku-buku Rousseau jang terpenting mengenai demokrasi<noinclude></noinclude> 1z2v20bexjli0t79ardjm9fxwbmbdt5 Halaman:San min chu i.pdf/146 104 111763 310517 2026-08-10T10:00:14Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310517 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||141}}</noinclude>berdasarkan pengalamannja selama hidupnja, ialah : „ Contrat Social " . Garis-garis besar buku ini adalah : Manusia dilahirkan dengan mempunjai hak-hak kemerdekaan dan hak-hak jang sama ; hak-hak ini dianugerahkan Alam kepadanja, akan tetapi hak-hak ini telah dilemparkannja. Menurut teori Rousseau, rakjat mendapat hak-hak kedaulatannja dari Alam ; tetapi kalau kita selidiki evolusi sedjarah, njata bahwa demokrasi bukan satu pemberian Alam, melainkan hasil keadaan suatu waktu dan akibat peristiwa-peristiwa. Tak dapat kita ketemukan bukti-bukti jang njata dalam evolusi bargsa jang dapat membenarkan filsafat Rousseau jang tak mempunjai dasar itu. Penentang-penentang demokrasi mempergunakan perkataan-perkataan Rousseau tersebut bagi kepentingan mereka sendiri, akan tetapi kita telah insjaf benar akan kepentingan demokrasi itu, djadi kita tak usah lagi membitjarakanr.ja. Semua asas umum terutama berdasarkan kenjataan, baru sesudah itu didirikan sesuatu teori ; teori tak boleh mendahului kenjataan. Umpamanja ambillah asas siasat tentara berdjalan jang sekarang diselidiki setjara sistimatis. Apakah asas-asas itu hasil salah suatu adjaran atau dari kenjataan ? Ahli ketentaraan modern mengemukakan bahwa seseorang jang hendak berperang harus dahulu memasuki Sekolah Militer sebelum pergi kemedan perang. Tetapi kalau kita peladjari sedjarah kemadjuan dunia, kita akan berpendapat, bahwa nenek mojang kita berkelahi dengan binatang-binatang buas selama berdjuta-djuta tahun, sebelum mereka berhasil menjingkirkan binatang dan biratang mendjalar dan buas. Apakah orangorang pada waktu itu telah menerima didikan militer. Mungkin ! Tetapi oleh karena mereka tak mentjatat riwajat keadaan ini, tak mungkin kita mengetahuinja. Selama dua ratus ribu tahun kemudian, manusia berperang dengan manusia dan negara dengan negara ; karena tak ada djuga tjatatan riwajat mengenai hal ini, djuga tak dapat kita ketahui berapa banjaknja peperangan jang dialami manusia. Dalam sedjarah Tiongkok kita ketahui tentang buku-buku militer sedjak dua ribu tahun jang lalu, semuanja ada berdjumlah 13 buah. Buku-buku ini membentangkan asas- asas peperangan, jang mereka ketahui pada waktu itu, dan berdasarkan kenjataan-kenja- taan diatas tadi lahirlah filsafat militer Tiongkok. Kalau buku-buku<noinclude></noinclude> r42dd1kg8e58mlheeyws7vowvnrx02a Halaman:San min chu i.pdf/327 104 111764 310518 2026-08-10T10:00:23Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310518 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||322}}</noinclude>hingga seluruh penduduk disapu bersih, apakah Tuan-tuan akan menjangka bahwa harga tanah itu tetap setinggi itu? Hal belakangan ini membuktikan bahwa kenaikan harga tanah itu adalah djasa seluruh penduduk dan daja-upajanja; Tuan-tuan tanah itu sendiri tak ada hubungannja dengan naik-turun harga tanah. Maka kaum terpeladjar bangsa asing menjebut keuntungan tuantuan tanah jang didapatnja dari kenaikan harga tanah itu sebagai „keuntungan berlebihan", sesuatu jang berlainan sekali dari keuntungan jang didapatkan oleh jang empunja pabrik-pabrik. Jang diperoleh dari pemerasan tenaga badan dan ketjerdasan otak, membeli murah dan mendjual mahal, sambil mempergunakan segala daja-upaja tjara perdagangan. Kita sudah tahu bahwa keuntungan pemimpin-pemimpin industri jang diperolehnja dari perniagaan dan tjara memonopoli barang-barang, adalah suatu keuntungan jang tak halal. Tetapi sekurang-kurangnja orangorang ini berusaha giat sekali; sedangkan tuan-tuan tanah hanja memegang hak-miliknja, tak bekerdja sedikitpun, tetapi mendapat untung amat besar. Tetapi apakah jang menaikkan harga tanah begitu tinggi ? Ialah kemadjuan dan perbaikan jang dilakukan orang disekitar tanahnja, serta persaingan orang untuk memiliki tanah-tanah kosong. Kalau harga tanah naik, tiap-tiap barang jang dipergunakan ditempat itu turut naik harganja. Itulah sebabnja dapat kita katakan, bahwa uang jang diperoleh orang ditempat itu dengan perantaraan perdagangan, tidak langsung dan tidak terlihat ditjuri oleh tuan-tuan tanah . Bagaimanakah keadaan soal sosial sekarang di Tiongkok? Mereka jang mempeladjari soal sosial dan mengandjurkan perbaikan sosial, mendapat bahan-bahan pikiran dan teori-teori mereka seluruhnja dari Eropah dan Amerika. Itulah sebabnja kalau mereka berbitjara tentang perbaikan sosial mereka tak dapat mengusulkan tjara lain ketjuali tjara damai atau tjara radikal Marx jang diandjurkan diberbagai-bagai negeri Barat. Pada waktu ini pengandjur-pengandjur sosialisme jang sangat disukai adalah orang² jang menganut paham Marxisme . Demi soal sosial dipertengkarkan, kebanjakan kaum muda bangun dan membela kommunisme dan ingin segera mempraktekkan teori Marx di Tiongkok. Berapa lamakah pemudja-pemudja baru dan muda itu sudah mengadakan penjelidikan jang dalam tentang Marxisme?<noinclude></noinclude> gu7s9vi2m0lhsfobl0205qfw0t4yhsn Halaman:San min chu i.pdf/202 104 111765 310519 2026-08-10T10:00:55Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '197 hak-hak mereka semuanja. Tetapi apakah sebabnja tjita-tjita demokrasi itu tak diwudjudkan ? Terutama ialah karena sesudah kemerdekaan tertjapai dan otokrasi dilemparkan, maka timbullah perselisihan tentang tjara memerintah negara dikalangan penganutpenganut revolusi. Sampai kemana kedaulatan rakjat dapat diprak- tekkan ? Dalam hal inilah para pengikut-pengikut revolusioner berbeda pendapat masing-masing. Hal ini menjebabkan timbulnja per... 310519 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>197 hak-hak mereka semuanja. Tetapi apakah sebabnja tjita-tjita demokrasi itu tak diwudjudkan ? Terutama ialah karena sesudah kemerdekaan tertjapai dan otokrasi dilemparkan, maka timbullah perselisihan tentang tjara memerintah negara dikalangan penganutpenganut revolusi. Sampai kemana kedaulatan rakjat dapat diprak- tekkan ? Dalam hal inilah para pengikut-pengikut revolusioner berbeda pendapat masing-masing. Hal ini menjebabkan timbulnja perpetjahan diantara dua golongan besar. Seperti Tuan-tuan pernah mendengar tentang pemimpin revolusi Amerika jang terkenal, bapak pemimpin negara Amerika Serikat, jaitu Washington. Tetapi ia tak sendiri sadja, disampingnja masih ada pahlawan-pahlawan lain jang membantunja melawan memerangi Inggeris. Diantara mereka ini jang terkenal seorang sekretaris keuangan, Hamilton namanja dan sekretaris Negara, Jefferson. Kedua mereka inilah jang sangat berbeda sekali pendapatnja dalam tjara-tjara memerintah ; olehkarena mereka masing-masing banjak mempunjai penganut, timbullah dua buah partai, politik jang berbeda sekali pendapatnja. Partai Jefferson pertjaja bahwa rakjat dianugerahi Tuhan hak-hak azasi dan apabila rakjat diserahi kekuasaan demokratis jang sempurna, mereka akan bidjaksana memakai kemerdekaannja, akan langsung mempergunakan kekuasaan mereka untuk menjelenggarakan tugas-tugas jang luhur ; dan akan membuat segala urusan kemadjuan bangsa berdjalan lantjar dan luas sempurna. Teori Jefferson menganggap bahwa kealaman manusia itu baik pada azasnja, dan apabila rakjat dibawah pemerintahan demokratis kadang-kadang tidak melaksanakan kurnianja dan tidak berbuat baik, tetapi salah memakai kekuatan ini dan berbuat djahat, hal jang menjebabkan mereka menemui kesukaran-kesukaran hingga selama waktu itu terpaksa bertindak demikian. Pendek kata, tiap-tiap orang dianugerahkan kebebasan dan persamaan hak oleh Tuhan, oleh sebab itu harus pula berhak atas kekuasaan politik ; tiap-tiap orang mempunjai kepandaian masing- masing dan kalau ia diserahkan kekuasaan politik untuk memerintah, ia akan berdjasa sekali terhadap Bangsa. Kalau tiap2 warga negara diserahkan pertanggungan-djawab atas pemerintah jang baik, negara tentu akan makmur dan damai selama-lamanja. Demikianlah kepertjajaan partai Jefferson terhadap hak-hak rakjat.<noinclude></noinclude> 61mtoksl8u76tjqj9gb649xc2atmlpl Halaman:San min chu i.pdf/147 104 111766 310520 2026-08-10T10:01:25Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310520 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||142}}</noinclude>ini kita batja, insjaflah kita bahwa pengalaman-pengalaman peperangan selalu mendahului teori-teorinja. Ilmu militer jang modernpun berdasarkan pengalaman-pengalaman militer dari zaman jang lampau, berbimbingan dengan kemadjuan-kemadjuan jang diperoleh sesudahja. Sesudah mesiu jang tak berasap didapatkan, maka tjara-tjara peperangan mengalami perubahan-perubahan besar. Dahulu kalau peradjurit-peradjurit berhadapan dengan musuh, mereka madju dengan barisan-barisan jang teratur : sekarang kalau musuh tampak, dengan tjepat peradjurit-peradjurit merebahkan diri lalu menembak. Apakah pemakaian bedil-bedil jang tak berasap mendjadi sebab jang sebenarnja, maka mereka berbaring menembak ; kedjadian-kedjadian ini djuga berdasarkan pengalamanpengalaman jang sudah-sudah. Apakah kenjataan dan pengalaman-pengalaman mendahului buku-buku atau sebaliknja ? Tjara berbaring sambil menembak ditiru oleh negeri asing sesudah Peperangan Tani di Afrika Selatan. Dalam peperangan-peperangan ini peradjurit-peradjurit Inggeris menjerang orang-orang Tani dengan barisan jang teratur, sedangkan orang-orang Tani berbaring ditanah : akibatnja orang-orang Inggeris banjak jang gugur. Tjara berperang dengan berbaring ditanah dimulai oleh orang-orang Tani ini. Ketika mereka merantau ke Afrika Selatan dari negeri Belanda, mereka hanja berdjumlah tiga ratus ribu orang, sedangkan mereka harus melawan orang-orang Neger jang diam disana. Mula-mula mereka mendjedjakkan kaki disana, mereka menderita kerugian djiwa jang besar karena dalam peperangan dengan orang-orang Neger, orang Neger ini berperang dengan berbaring. Kemudian orang Tani meniru tjara orang Neger berperang ini. Ketika tentera Inggeris bertempur dengan tentera Tani orang-orang Inggeris banjak mengalami kekalahan, lalu pemimpin-pemimpin tentera Inggeris mulai mempeladjari siasat peperangan orang Tani dan sekembalinja mereka di Inggeris mereka mengadjarkan siasat ini dikalangan tentera. Kemudian seluruh dunia mempeladjari siasat-siasat ini dari orang-orang Inggeris, hingga dalam waktu jang singkat semua negara mempergunakan siasat baru ini dalam ilmu kemiliteran mereka masing-masing. Keadaan ini memperli- hatkan dengan djelas, bahwa kenjataan-kenjataan dan penga<noinclude></noinclude> td3tytsvystl9v87zwtnkfiy87r7v4t Halaman:San min chu i.pdf/148 104 111767 310521 2026-08-10T10:02:19Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310521 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||143}}</noinclude>laman-pengalaman melahirkan suatu teori, bukan sebaliknja. Teori Rousseau dalam buku „Contrat Social" mengemukakan bahwa hak-hak dan kedaulatan rakjat dianugerahkan Alam, djadi pada wudjudnja bertentangan dengan asas-asas evolusi sedjarah , maka sebab itu penentang-penentang demokrasi mempergunakan teori ini guna menutup mulut pembina-pembina demokrasi. Paham Rousseau bahwa demokrasi adalah pemberian Alam, tak masuk diakal sama sekali; tetapi lawan-lawan kita mempergunakan pengertian jang salah ini untuk menuduh, bahwa seluruh pikiran demokrasi tak mempunjai dasar. Kalau kita peladjari kebenaran-kebenaran Alam semesta, pertama harus kita selidiki kenjataan-kenjataan dan bukan bergantung kepada perkataanperkataan orang pandai-pandai sadja. Biarpun filsafat Rousseau tak berdasarkan kenjataan sama sekali, mengapa seluruh rakjat gembira akan kedatangannja ? Apakah sebabnja Rousseau sanggup membuat buku sematjam itu ? Ialah karena ia melihat kekuatan rakjat timbul mendadak dan memakai tjita-tjita kedaulatan rakjat ini djadi dasarnja ; andjuran-andjuran mengenai demokrasi jang dikemukakannja sangat memuaskan ilmu djiwa diwaktu itu, hingga mengakibatkan kegembiraan dikalangan rakjat . Meskipun teorinja bertentangan dengan asas-asas evolusi sedjarah, djiwa demokrasi pada waktu itu mulai njata dalam menerima teori ini dengan kepuasan, biarpun teori ini salah. Dapat ditambah pula. bahwa keterangan-keterangan Rousseau tentang hidupnja djiwa demokrasi boleh dipandang adalah salah suatu sumbangan jang terbesar dalam pemerintahan diseluruh sedjarah dunia. Sedjak mulainja sedjarah manusia, bentuk kekuasaan jang didjalankan sesuatu pemerintahan, tak dapat tiada harus dipengaruhi dan diubah menurut keadaan dan aliran zaman. Dalam zaman pengabdian terhadap dewa-dewa kekuasaan teokrasi jang dipergunakan ; dalam zaman radja-radja kekuasaan otokrasi jang didjalankan. Dapat kita katakan, bahwa otokrasi Tiongkok telah mentjapai puntjak jang tertinggi dalam waktu pemerintahan Ch'in Shih Hwang, biarpun radja-radja sesudahnja masih mentjoba meniru dan berkuasa dengan tak terbatas. Pada waktu itu radja-radja berlaku sewenang-wenang, tetapi rakjat tetap patuh. Tetapi sekarang dunia memasuki zaman demokrasi, djadi perlu kita peladjari arti demokrasi itu .<noinclude></noinclude> idc7v1s7smuirlz0k5j5rhunlsv9n7t Halaman:San min chu i.pdf/133 104 111768 310522 2026-08-10T10:03:06Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310522 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||128}}</noinclude>pertama sampai sekarang memakan waktu sekurang-kurangnja dua puluh djuta tahun. Karena keterangan-keterangan tertulis dari zaman ini tak kita dapati, zaman ini merupakan seakan-akan zaman jang sudah lama sekali berlalu, tetapi ahli-ahli geologi menganggap- nja sebagai zaman jarg singkat bagi kita. Apakah hubungan geologi ini dengan masaalah jang kita bitjarakan sekarang? Dari asal dunia dapat kita tjari manusia. Ahli-ahli geologi berpendapat bahwa sedjarah manusia tertjatat pada dua djuta tahun jang silam, sedangkan peradaban manusia baru dua ratus ribu tahur usianja. Sebelum itu manusia ini tak banjak bedanja dengan binatang-binatang, karena itulah ahli-ahli filsafat mengatakan, bahwa manusia ini berasal dari binatang dan tak ditjiptakan dengan tiba-tiba. Manusia dan segala machluk didunia ini sedjak dua ratus tahun jang lalu sampai sekarang mengalami suatu proses evolusi jang perlahan-lahan, sampai memperoleh bentuk seperti sekarang. Zaman apakah jang sedang kita alami sekarang ? Zaman kekuasaan rakjat, zaman demokrasi. 1. Meskipun benih-benih demokrasi telah didjumpai didaerah Junani dan Roma pada waktu dua ribu tahun jang lalu, barulah seratus lima puluh tahun terkebelakang ini mulai berurat berakar didunia . ini. Zaman sebelum itu ialah zaman otokrasi dan sebelumnja lagi ialah zaman teokrasi. Sebelum zaman teokrasi, kita berada dalam zaman hutan rimba raja, ketika manusia berkelahi dengan binatang. Manusia mentjari makanan untuk penghidupan dan binatangpun mentjari makanan untuk penghidupan. Manusia mempunjai dua djalan untuk memelihara keturunannja diatas dunia ini : mentjari makan dan melindungi diri. Dalam zaman purbakala manusia makan binatang dan binatangpun makan manusia ; maka diantara merekapun terdjadi perkelahian jang tak putusanja. Didaratan hidup binatang-binatang buas dan ular-ular jang berbisa, hingga manusia pernah dilindungi bahaja dan harus memperdjuangkan hidupnja masing-masing. Peperangan pada zaman itu merupakan pertentangan jang tak teratur antara manusia dan binatang ; tak ada golongan-golongan, tiap manusia berkelahi sendiri. Ada jang mengatakan bahwa manusia dilahirkan kedunia ini hanja dibeberapa tempat ; tetapi ahli geologi memastikan, bahwa waktu marusia mulai berada diatas dunia ini, manusia diketemukan di- mana-mana, karena kalau kita gali tanah dimana-mana tak boleh<noinclude></noinclude> ltx3oix4uxrgp2c0u57pmcka5ri8fo7 310529 310522 2026-08-10T10:05:29Z Ichi Ocha 26099 310529 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||128}}</noinclude>pertama sampai sekarang memakan waktu sekurang-kurangnja dua puluh djuta tahun. Karena keterangan-keterangan tertulis dari zaman ini tak kita dapati, zaman ini merupakan seakan-akan zaman jang sudah lama sekali berlalu, tetapi ahli-ahli geologi menganggapnja sebagai zaman jarg singkat bagi kita. Apakah hubungan geologi ini dengan masaalah jang kita bitjarakan sekarang? Dari asal dunia dapat kita tjari manusia. Ahli-ahli geologi berpendapat bahwa sedjarah manusia tertjatat pada dua djuta tahun jang silam, sedangkan peradaban manusia baru dua ratus ribu tahun usianja. Sebelum itu manusia ini tak banjak bedanja dengan binatang-binatang, karena itulah ahli-ahli filsafat mengatakan, bahwa manusia ini berasal dari binatang dan tak ditjiptakan dengan tiba-tiba. Manusia dan segala machluk didunia ini sedjak dua ratus tahun jang lalu sampai sekarang mengalami suatu proses evolusi jang perlahan-lahan, sampai memperoleh bentuk seperti sekarang. Zaman apakah jang sedang kita alami sekarang? Zaman kekuasaan rakjat, zaman demokrasi. Meskipun benih-benih demokrasi telah didjumpai didaerah Junani dan Roma pada waktu dua ribu tahun jang lalu, barulah seratus lima puluh tahun terkebelakang ini mulai berurat berakar didunia ini. Zaman sebelum itu ialah zaman otokrasi dan sebelumnja lagi ialah zaman teokrasi. Sebelum zaman teokrasi, kita berada dalam zaman hutan rimba raja, ketika manusia berkelahi dengan binatang. Manusia mentjari makanan untuk penghidupan dan binatangpun mentjari makanan untuk penghidupan. Manusia mempunjai dua djalan untuk memelihara keturunannja diatas dunia ini: mentjari makan dan melindungi diri. Dalam zaman purbakala manusia makan binatang dan binatangpun makan manusia; maka diantara merekapun terdjadi perkelahian jang tak putusanja. Didaratan hidup binatang-binatang buas dan ular-ular jang berbisa, hingga manusia pernah dilindungi bahaja dan harus memperdjuangkan hidupnja masing-masing. Peperangan pada zaman itu merupakan pertentangan jang tak teratur antara manusia dan binatang; tak ada golongan-golongan, tiap manusia berkelahi sendiri. Ada jang mengatakan bahwa manusia dilahirkan kedunia ini hanja dibeberapa tempat; tetapi ahli geologi memastikan, bahwa waktu manusia mulai berada diatas dunia ini, manusia diketemukan dimana-mana, karena kalau kita gali tanah dimana-mana tak boleh<noinclude></noinclude> 88c4qw9qiz8fpg8bnfj4nk3pvlj00ho Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/146 104 111769 310524 2026-08-10T10:04:00Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310524 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>kereta api jang sedang berdjalan ditengah perdjalanannja, mesin² dibentikan dan masinis², stoker², dan kondektur² semuanja meninggalkan pekerdjaannja. Aksi ini dianggap demikian berbahaja, hingga Pemerintah Belanda mengerahkan peradjurit² „Legioen Mangkunegaran” untuk mendjaga keamanan djalan² kereta api. Aksi pertama telah dimulai, dan be-runtun² rakjat Indonesia di-masing² lapangan menanti saatnja sendiri untuk beraksi. Para ''bekel² jang menjewakan tanahnja pada onderneming²'' ditetapkan sebagai mandor. Mereka diwadjibkan bekerdja tiap² hari. Dulu mereka bekerdjanja hanja memungut padjak jang kemudian diserahkan pada patuhnja, jaitu pada hari Gerebeg Maulud. Kemudian mereka bekerdja se-hari²an, mengawasi orang² menanam tebu tiap² hari zonder hari Minggu. Mereka mengeluh dalam suatu rapat umum Adhi-Dharma, jang diadakan tiap² hari Kamis malam Djumaat di-desa². Berhubung dengan itu kami andjurkan untuk djangan masuk kerdja pada tiap hari Djumaat alias mogok; dengan alasan akan melakukan kewadjiban agama di mesdjid. Aksi ini berhasil djuga. Para pekerdja-rendah onderneming sedjak itu tiap seminggu sekali mendapat istirahat. Hanja harinja sadja atas andjuran Pastoor Van Lith, jang terkenal djuga sebagai pembela rakjat, diganti hari Ahad. Hal ini kami terima, karena hari Ahad adalah hari istirahat internasional. Gerakan mengurangi nasib jang djelek dari buruh ini mendapat sympathie dari kanan-kiri. „Opium-Regie Bond” (perserikatan pegawai Opium-Regie) jang telah berdiri agak lama, tetapi tidak berhasil mentjapai maksudnja, menjerahkan pimpinannja pada kami. Untung sekali, bahwa dalam membela buruh Opium-Regie kami tidak perlu mengangkat sendjata pemogokan. Dengan perundingan dengan Gobnor-Djenderal Fock sadja mereka mendapat kenaikan gadjih dengan kekuatan mundur (terugwerkende kracht). Dirumah pegadaian terdjadi peristiwa jang sangat menghina bangsa kita. Seorang pegawai jang termasuk bukan pegawai rendahan, jang berpakaian djas lengkap, dipaksa mendjungi (dibadiatas kepala) dandang (periuk untuk masak) dan {{hws|mendjalan|mendjalan}}<noinclude></noinclude> og2l6koaod1lmx20ehnka4czlrunrvq 310527 310524 2026-08-10T10:04:52Z Link PB 26772 310527 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>kereta api jang sedang berdjalan ditengah perdjalanannja, mesin² dibentikan dan masinis², stoker², dan kondektur² semuanja meninggalkan pekerdjaannja. Aksi ini dianggap demikian berbahaja, hingga Pemerintah Belanda mengerahkan peradjurit² „Legioen Mangkunegaran” untuk mendjaga keamanan djalan² kereta api. Aksi pertama telah dimulai, dan be-runtun² rakjat Indonesia di-masing² lapangan menanti saatnja sendiri untuk beraksi. Para ''bekel² jang menjewakan tanahnja pada onderneming²'' ditetapkan sebagai mandor. Mereka diwadjibkan bekerdja tiap² hari. Dulu mereka bekerdjanja hanja memungut padjak jang kemudian diserahkan pada patuhnja, jaitu pada hari Gerebeg Maulud. Kemudian mereka bekerdja se-hari²an, mengawasi orang² menanam tebu tiap² hari zonder hari Minggu. Mereka mengeluh dalam suatu rapat umum Adhi-Dharma, jang diadakan tiap² hari Kamis malam Djumaat di-desa². Berhubung dengan itu kami andjurkan untuk djangan masuk kerdja pada tiap hari Djumaat alias mogok; dengan alasan akan melakukan kewadjiban agama di mesdjid. Aksi ini berhasil djuga. Para pekerdja-rendah onderneming sedjak itu tiap seminggu sekali mendapat istirahat. Hanja harinja sadja atas andjuran Pastoor Van Lith, jang terkenal djuga sebagai pembela rakjat, diganti hari Ahad. Hal ini kami terima, karena hari Ahad adalah hari istirahat internasional. Gerakan mengurangi nasib jang djelek dari buruh ini mendapat sympathie dari kanan-kiri. ''„Opium-Regie Bond”'' (perserikatan pegawai Opium-Regie) jang telah berdiri agak lama, tetapi tidak berhasil mentjapai maksudnja, menjerahkan pimpinannja pada kami. Untung sekali, bahwa dalam membela buruh Opium-Regie kami tidak perlu mengangkat sendjata pemogokan. Dengan perundingan dengan Gobnor-Djenderal Fock sadja mereka mendapat kenaikan gadjih dengan kekuatan mundur (terugwerkende kracht). ''Dirumah pegadaian'' terdjadi peristiwa jang sangat menghina bangsa kita. Seorang pegawai jang termasuk bukan pegawai rendahan, jang berpakaian djas lengkap, dipaksa mendjungi (dibadiatas kepala) dandang (periuk untuk masak) dan {{hws|mendjalan|mendjalan}}<noinclude> {{rh|150||}}</noinclude> 6g5ijpq3twmbpgja82hli7bitp6mdl4 Halaman:San min chu i.pdf/328 104 111770 310525 2026-08-10T10:04:01Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310525 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||323}}</noinclude>Mereka merupakan golongan pemikir; mereka mengandjurkan pemetjahan radikal dari soal itu; mereka berpendapatan, bahwa soal politik dan sosial harus diperbaharui mulai dari asas-asasnja dan dibersihkan mulai dari sumber-sumbernja; tindakan-tindakan radikal sebab itu perlu sekali. Itulah sebabnja mereka giat sekali menjusun suatu Partai Kommunis dan mulai melakukan agitasi di Tiongkok. Keadaan ini menimbulkan ketjurigaan dikalangan djago-djago tua Kuomintang, sebab mereka berpendapat, bahwa kommunisme bertentangan dengan San Min Chu I partai kita. Mereka tak tahu bahwa duapuluh tahun jang lalu saudagar-saudagar seperdjuangan kita semuanja mupakat buat mendjadikan Ketiga Asas kita djadi satu. Dalam pikiran kebanjakan orang sebelumnja terbit Revolusi tahun 1911 hanja ada tjita-tjita nasionalisme. Tiap-tiap kawan seperdjuangan jang djadi anggota ''Tung meng Hui'' hanja satu tudjuannja; mengusir kaum Manchu. Ketika mereka masuk dalam perserikatan kita, saja meminta supaja¸ mereka menjatakan persetudjuan terhadap San Min Chu I, tetapi kebanjakan dari mereka hanja mengenangkan nasionalisme dan rubuhnja Manchu. Kalau dinasti Manchu sudah dapat dirubuhkan masih djuga mereka suka menjambut seorang Tionghoa djadi kaisar Kalau dalam manifes mereka, mereka menjetudjui San Min Chu I dan disamping itu menjetudjui pula seorang Tionghoa djadi kaisar, apakah mereka ini tak bertentangan dengan Asas Demokrasi? Sedangkan kawan-kawan seperdjuangan jang berpikiran tadjam dan jang menundjang asas-asas dan Min Chu I dan mengarti, antara ketiga asas itu ada perbedaan dan suka melihat asas ini diwudjudkan dalam revolusi, masih berpendapat kalau dinasti Manchu telah dibinasakan dan Asas Nasionalisme seluruhnja dilaksanakan, maka Asas Demokrasi dan Penghidupan akan terlaksana dengan sendirinja dan tidak ada kesukaran lain akan timbul. Mereka sekali-kali tak mengadakan penjelidikan dan pemahaman jang teliti serta lengkap akan Asas Demokrasi dan Penghidupan, dan itulah sebabnja mereka tak mengerti akan maksud dan tudjuan hak kedaulatan rakjat dan tak mengetahui sama sekali akan maksud dan tudjuan soal Penghidupan Rakjat. Ketika Revolusi 1911 berhasil dan Republik didirikan serta pemerintahan<noinclude></noinclude> lq12egtwb5e7j5wgrdy9sfk2xvdwih4 Halaman:San min chu i.pdf/149 104 111771 310526 2026-08-10T10:04:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310526 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||144}}</noinclude>Biarpun pendjelasan-pendjelasan mengenai demokrasi ada, seperti ,,Contrat Social" dari Rousseau (sedikit bertentangan dengan asas-asas jang benar) , bukan berarti kita harus melawan sifatsifat jang baik dari demokrasi ini. Pun tak boleh kita kira bahwa demokrasi tak akan dapat dipraktekkan kalau keradjaan didirikan lagi seperti sesudah pemberontakan Cromwell di Inggeris ; atau dengan berdjalannja revolusi jang terlalu lama di Perantjis. Revolusi Perantjis berdjalan 80 tahun, baru memberi hasil. Revolusi Amerika dapat mentjapai tudjuannja dalam 8 tahun sadja, tetapi di Inggeris sesudah 200 tahun revolusi demokrasi berdjalan, Inggeris masih mempunjai radja. Tetapi kalau kita tindjau kemadjuan dunia dari berbagai-bagai sudut, kita akan jakin, bahwa waktunja demokrasi telah tiba ; bagaimana keketjewaan dan kekalahan jang dialami dalam waktu jang lama itu, demokrasi akan tetap tinggal diatas dunia ini. Sebab itu kita jang termasuk kaum revolusi sedjak 30 puluh tahun jang lalu, menetapkan dengan tegas, kalau kita ingin supaja Tiongkok djadi negara jang kuat serta revolusi kita berhasil, maka kita harus menganut adjaran demokrasi ini. Pada ketika ini dengan mengemukakan setjara demikian sadja sudah mengakibatkan perlawanan, baik dari pihak orang Tionghoa sendiri maupun dari pihak orang asing. Ketika pergerakan revolusi Tiongkok baru mulai, masih terdapat didunia ini beberapa negara jang diperintahi kaisar jang memegang kekuasaan negara dalam tangannja, seperti Tsar di Rusia dan radja-radja lain jang memerintah dan memimpin sendiri angkatan darat dan laut jang kuat seperti jang telah dilakukan radja Djerman dan Ustria. Bagaimanakah Asia akan dapat mentjapai demokrasi kalau di Eropah masih terdapat radja-radja jang kuat seperti diatas tadi ? Pada waktu itu tak sukar bagi sesuatu pergerakan untuk mendirikan kembali suatu keradjaan dibawah kekuasaan Yün Shih- kai dan pertjobaan Chang Hsun *) untuk mengembalikan dinasti Manchu tentu akan berhasil. Tetapi sekarang radja-radja Rusia dan Djerman diturunkan dari tachta keradjaan dan kedua negara tersebut berubah bentuknja mendjadi republik. Keadaan ini membuktikan bahwa dunia memusuhi zaman otokrasi. ----- *)Chang Hsun, djenderal bandit telah berhasil mengembalikan dinasti Manchu selama sepuluh hari di Peking pada bulan Djuli 1917.<noinclude></noinclude> fc2vmkvr7n6s4esg09xz1uioztybf97 Halaman:San min chu i.pdf/150 104 111772 310528 2026-08-10T10:05:19Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310528 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||145}}</noinclude>Orang-orang Tionghoa jang menentang demokrasi biasanja menanjakan terlebih dahulu apakah dalam partai revolusioner kita terdapat sesuatu kekuatan jang dapat mendjatuhkan dinasti Manchu. Rupa-rupanja dinasti ini mudah didjatuhkan (dalam tahun 1911 ) , ini adalah suatu mangsa lagi dalam arus sedjarah . Kemauan dunia tak ubahnja sebagai sungai Yangtze jang berlikuliku, kadang-kadang ke Utara, kadang-kadang ke Selatan, tapi achirnja mengalir ke Timur dan tak suatu apapun jang dapat mengalanginja. Seperti itu pulalah djalannja penghidupan manusia berubah dari teokrasi keotokrasi dan dari otokrasi kede- mokrasi, sedangkan tak ada sesuatu kekuatan jang dapat menahan arus ini. Meskipun kita mentjoba menahan arus ini dengan kekuatan seperti Yüan Shih-kai atau tentera jang kedjam dan buas seperti Hsun, namun achirnja kita akan kalah djuga. Djenderal-djenderal bengis dari Utara sekarang sedang mentjoba menahan arus dunia, sedangkan kita dari Selatan jang menjokong demokrasi turut dengan arus dunia ini. Biarpun pemerintahan Selatan lemah, biarpun tentera kita lebih lemah dari pada tentera Utara dalam hal latihan, pakaian dan persediaan peluru, tetapi kita jang mengikuti arus zaman, sambil menderita berbagai kekalahan, achirnja akan menang untuk selama-lamanja. Keadaan ini disebabkan karena orang-orang Utara mentjoba menentang arus dunia sambil menjingkirkan segala asas-asas politik keadilan, biarpun mereka sekarang sangat kuat dan mungkin mendapat kemenangan, tetapi achirnja mereka akan djatuh djuga dan lenjap kedalam penghidupan rakjat . Arus revolusi meluap meliputi Mongolia jang berpemerintahan teokratis . ,,Buddha hidup" dapat digulingkan dan untuk sekian kalinja teokrasi hilang. Teokrasi di Tibet djuga akan mengalami kelenjapannja seperti itu djuga. Di Mongolia dan Tibet dapat kita saksikan berachirnja teokrasi ; kalau waktunja telah tiba, biarpun perlawanan sangat kuat untuk menangkis perubahanperubahan dari luar, achirnja perubahan ini tentu akan menjusup buat selama-lamanja. Otokrasi di Eropah sedang mengalami protes kelenjapannja . Di Inggeris partai-partai politik sangat banjak mempengaruhi pemerintahan negara dari pada radja ; negara sematjam ini dapat dinamakan sebuah Republik jang mempunjai radja, Berdasarkan San Min Chu I<noinclude>{{rh|||10}}</noinclude> 9bl08rcpu8q3rc83uq4009x88wyug7c Halaman:San min chu i.pdf/134 104 111773 310530 2026-08-10T10:06:17Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310530 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||129}}</noinclude>tidak tentu akan kita ketemukan beberapa bekas-bekas manusia. Perkelahian antara manusia dan binatang buas sampai sekarang belum berhenti sama sekali ; kalau kita tindjau beberapa suku-suku bangsa jang hidup dibeberapa pulau di Lautan Teduh, maka njata kepada kita bahwa perkelahian itu masih dilandjutkan. Kalau kita daki gunung-gunung tinggi atau melalui padang-padang pasir jang belum pernah dikundjungi manusia, dapatlah kita bajargkan bagaimana keadaan penghidupan manusia dan binatang-binatang dizaman purbakala. Sebab-sebabnja, dapat kita beri pendjelasan tentang keadaan dahulu kala itu ialah karena kita telah menemukan bekas-bekas dan sisa-sisa manusia jang hidup ditempat itu; andai- kan kita tak menemukannja, tentu tak mungkin bagi kita untuk mengetahui sesuatunja jang terdjadi pada waktu itu. Tjara jang biasa untuk menjelidiki kedjadian-kedjadian dahulu itu ialah dengar. membatja buku-buku sedjarah ; tetapi sedjarah adalah sesuatu kedjadian jang tertjatat dan tak dapat kita kenali sedjarah peradaban bangsa-bangsa, sebelum manusia memperoleh kepandaian menulis. Sedjarah Tiongkok jang ditulis tak lebih dari lima atau enam ribu tahun jang lalu dan sedjarah Mesir tak lebih dari sepuluh ribu tahun. Dalam mempeladjari bermatjam-matjam ilmu Tiongkok bergantung pada buku-buku sama sekali, tetapi tjara jang digunakan oleh bangsa asing lain sekali. Murid-murid mereka dari sekolah rendah dan sekolah menengah, beladjar dari buku-buku tetapi mahasiswa-mahasiswa disamping mempeladjari buku-buku djuga mempergunakan penjelidikan-penjelidikan jang baru ; baik menjelidiki dari batu-batu, binatang-binatang dan bangsa-bangsa biadab maupun dari buku-buku, jang mengumpulkan matjam masjrakat nenek-mojang kita. Misalnja tentang menjelidiki bangsa-bangsa biadab di Afrika dan Malasia dapatlah kita pengetahuan apa-apa sjarat-sjarat manusia biadab dahulu kala. Demikianlah, peladjar-peladjar pengetahuan modern tak begitu bergantung kepada pendapat-pendapat buku dalam penjelidikan-penjelikan mereka, dan buku-buku jang mereka tulis adalah hasil fikiran penjelidikan-penjelidikan mereka dan sumbangan mereka bagi keturunan-keturunan kita. Urtuk menjelidikinja dipergunakannja dua matjam tjara : pertama, penindjauan atau metode berdasarkan ilmu pengetahuan ; kedua pendapat atau metode berdasarkan filsafat. San Min Chu I 9<noinclude></noinclude> 27f6x0xwk1ot8jfgy3loeul7i33m8cb 310535 310530 2026-08-10T10:08:21Z Ichi Ocha 26099 310535 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||129}}</noinclude>tidak tentu akan kita ketemukan beberapa bekas-bekas manusia. Perkelahian antara manusia dan binatang buas sampai sekarang belum berhenti sama sekali; kalau kita tindjau beberapa suku-suku bangsa jang hidup dibeberapa pulau di Lautan Teduh, maka njata kepada kita bahwa perkelahian itu masih dilandjutkan. Kalau kita daki gunung-gunung tinggi atau melalui padang-padang pasir jang belum pernah dikundjungi manusia, dapatlah kita bajangkan bagaimana keadaan penghidupan manusia dan binatang-binatang dizaman purbakala. Sebab-sebabnja, dapat kita beri pendjelasan tentang keadaan dahulu kala itu ialah karena kita telah menemukan bekas-bekas dan sisa-sisa manusia jang hidup ditempat itu; andaikan kita tak menemukannja, tentu tak mungkin bagi kita untuk mengetahui sesuatunja jang terdjadi pada waktu itu. Tjara jang biasa untuk menjelidiki kedjadian-kedjadian dahulu itu ialah dengar. membatja buku-buku sedjarah; tetapi sedjarah adalah sesuatu kedjadian jang tertjatat dan tak dapat kita kenali sedjarah peradaban bangsa-bangsa, sebelum manusia memperoleh kepandaian menulis. Sedjarah Tiongkok jang ditulis tak lebih dari lima atau enam ribu tahun jang lalu dan sedjarah Mesir tak lebih dari sepuluh ribu tahun. Dalam mempeladjari bermatjam-matjam ilmu Tiongkok bergantung pada buku-buku sama sekali, tetapi tjara jang digunakan oleh bangsa asing lain sekali. Murid-murid mereka dari sekolah rendah dan sekolah menengah, beladjar dari buku-buku tetapi mahasiswa-mahasiswa disamping mempeladjari buku-buku djuga mempergunakan penjelidikan-penjelidikan jang baru; baik menjelidiki dari batu-batu, binatang-binatang dan bangsa-bangsa biadab maupun dari buku-buku, jang mengumpulkan matjam masjrakat nenek mojang kita. Misalnja tentang menjelidiki bangsa-bangsa biadab di Afrika dan Malasia dapatlah kita pengetahuan apa-apa sjarat-sjarat manusia biadab dahulu kala. Demikianlah, peladjar-peladjar pengetahuan modern tak begitu bergantung kepada pendapat-pendapat buku dalam penjelidikan-penjelikan mereka, dan buku-buku jang mereka tulis adalah hasil fikiran penjelidikan-penjelidikan mereka dan sumbangan mereka bagi keturunan-keturunan kita. Untuk menjelidikinja dipergunakannja dua matjam tjara: pertama, penindjauan atau metode berdasarkan ilmu pengetahuan; kedua pendapat atau metode berdasarkan filsafat.<noinclude>{{rh|San Min Chu I}} {{rh|||9}}</noinclude> 7sydaxkw7edbpw9383h57h7vpbdc4h2 Halaman:San min chu i.pdf/151 104 111774 310531 2026-08-10T10:06:33Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310531 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||146}}</noinclude>kesimpulan-kesimpulan diatas dapatlah kita katakan, bahwa tak hanja teokrasi sadja tetapi djuga otokrasi lambat laun akan lenjap dari dunia ini. Timbulnja demokrasi sekarang ialah akibat-akibat pikiran demokratis jang telah ada bibitnja pada zaman Junani dan Rumawi. Biarpun demokrasi berkembang baru 150 tahun dengan njata, tetapi bintangnja makin lama makin terang. Oleh sebab itulah dalam revolusi kita ini kita memilih demokrasi ; pertama karena harus mengikuti zaman, kedua untuk mengurangi perang saudara. Sedjak zaman dahulu orang-orang di Tiongkok bersifat gila pangkat tinggi dan kehormatan, semuanja ingin djadi radja. ,, Ketika Liu Pang (jang mendirikan dinasti Hang) melihat Ch'in Shih Hwang menaiki kudanja, ia berkata : „ Itulah orang jang bertjita-tjita badja" ; dan Hsiang Yü ( saingan Liu Pang ) menjatakan: ,,Marilah saja gantikan dia". Sedjak zaman dahulu kala, pikiran-pikiran djahat tak habis-habisnja meradjalela, tentu akan mengakibatkan kekuasaan jang sewenang-wenang. Ketika revolusi ini saja mulai, 6 atau 7 diantara 10 orang jang membantu saja ialah didorong karena mereka mempunjai hasrat imperialistis, tetapi sedjak saja djelaskan, bahwa asas-asas revolusi kita tidak hanja bertudjuan mendjatuhkan dinasti Manchu sadja, tetapi djuga untuk mendirikan suatu Republik ; lambat laun golongan ini mulai melenjapkan pikiran-pikiran jang mementingkan diri sendiri. Tetapi masih terdapat djuga diantara kita, orang jang bertjita-tjita hendak mendjadi radja, dan inilah sebab terutama maka diantara pengikut-pengikut kita masih terdapat perselisihan-perselisihan, sesudah tahun ke-13 dari Republik kita. Ketika kita memproklamasikan Republik kita, hak-hak rakjatlah jang didjadikan sendi pembangunan Republik kita, dengan pengharapan supaja sendi diatas tadi akan mentjegah beberapa orang diantara kita bermaksud hendak mendjadi radja. Tetapi apa hendak dikata, masih ada djuga beberapa orang jang bodoh dan tak dapat diinsjafkan ; mereka ini dalam sepak terdjang mereka telah terlandjur. Pemberontakan Taiping djadi suatu peringatan bagi kita. Ketika Hung Msiu Ch'uan mengadakan pemberontakan, ia dapat menaklukkan Hunan, Hupeh, Kiangsi dan Anhwei, djuga ibu kota Nangking dalam sekedjap mata sadja, hingga hampir seluruh<noinclude></noinclude> kbfq70hetx7ckfogcnvzv6wmmejf25v Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/145 104 111775 310532 2026-08-10T10:07:07Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310532 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>tingkatan jang pantas bagi manusia "een menswaardig bestaan". Tetapi semua usaha tidak ada artinja sama sekali, seperti setetes air dalam lautan, dan sedikitpun tidak kuasa mendesak pemerintah Belanda merobah sikapnja. Jah, apa akan dikata djika seorang pegawai Belanda dalam pabrik gula dengan duduk ongkang-ongkang mendapat persenan-tahunan 500.000 rupiah berhadapan dengan kuli, jang bikin lobang dalam tanah jang pandjangnja 24 kaki, lebar dan dalamnja masing² 1 kaki dengan upah 1½ sen. Hal jang demikian ini sudah terang menggambarkan betapa sengsaranja rakjat kita, dan pantas djuga kalau Belanda segan merobah sikapnja. Menghadapi kepintjangan jang hebat itu tidak ada djalan lain dari pada memakai sendjata jang paling dahsjat jang djika dilakukan se-wenang² dapat makan diri sendiri, yakni pemogokan. Waktu itu memang sudah masak, se-masak²nja, untuk mengadakan aksi jang lebih njata dari pada mengadakan usaha² sosial sadja untuk menghilangkan kegentjetan hidup jang rasanja tidak mungkin dilemparkan. Jah, bagaimana, kalau untuk membeli segenggam beras sadja orang mesti ber-deret², sampai 1 km. pandjangnja. Hal ini disebabkan, karena akibat perang, hingga beras sukar didapatkan, djalan kapal untuk mendatangkan beras dari luar negeri tidak dipergiat. Sudah barang tentu harga pakaian mendjadi tinggi sekali. Gangguan² dari pegawai² Belanda, gangguan keamanan dan gangguan berhubung dengan pekerdja² sangat dirasakan oleh rakjat-ketjil; suatu nasib jang dahsjat dan tidak terelakkan. Pada waktu itu sudah ada perserikatan² buruh kereta api N.I.S. (P.P.K.A.) jang dipimpin oleh saudara Semaun dan kawan²nja. Pada suatu hari dibawah pengawasan seorang anggauta S.D.A.P. Bergsma diadakan sidang dirumah sekolah Adhi-Dharma di Pakualaman, untuk merundingkan permintaan kenaikan gadjih bagi para pegawai N.I.S., jang telah mengalami kegagalan itu. Maka diadakanlah aksi pemogokan jang pertama. Gerakan ini diatur sedemikian hingga pada djam 12 siang tepat pekerdjaan di-bengkel², di-stasiun² maupun dalam kereta-<noinclude></noinclude> td437swrz9l7xr2o0g3gk6ptqwy2uzo 310540 310532 2026-08-10T10:10:49Z Link PB 26772 310540 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|ke|ketingkatan}} jang pantas bagi manusia "een menswaardig bestaan". Tetapi semua usaha tidak ada artinja sama sekali, seperti setetes air dalam lautan, dan sedikitpun tidak kuasa mendesak pemerintah Belanda merobah sikapnja. Jah, apa akan dikata djika seorang pegawai Belanda dalam pabrik gula dengan duduk ongkang-ongkang mendapat persenan-tahunan 500.000 rupiah berhadapan dengan kuli, jang bikin lobang dalam tanah jang pandjangnja 24 kaki, lebar dan dalamnja masing² 1 kaki dengan upah 1½ sen. Hal jang demikian ini sudah terang menggambarkan betapa sengsaranja rakjat kita, dan pantas djuga kalau Belanda segan merobah sikapnja. Menghadapi kepintjangan jang hebat itu tidak ada djalan lain dari pada memakai sendjata jang paling dahsjat jang djika dilakukan se-wenang² dapat makan diri sendiri, yakni pemogokan. Waktu itu memang sudah masak, se-masak²nja, untuk mengadakan aksi jang lebih njata dari pada mengadakan usaha² sosial sadja untuk menghilangkan kegentjetan hidup jang rasanja tidak mungkin dilemparkan. Jah, bagaimana, kalau untuk membeli segenggam beras sadja orang mesti ber-deret², sampai 1 km. pandjangnja. Hal ini disebabkan, karena akibat perang, hingga beras sukar didapatkan, djalan kapal untuk mendatangkan beras dari luar negeri tidak dipergiat. Sudah barang tentu harga pakaian mendjadi tinggi sekali. Gangguan² dari pegawai² Belanda, gangguan keamanan dan gangguan berhubung dengan pekerdja² sangat dirasakan oleh rakjat-ketjil; suatu nasib jang dahsjat dan tidak terelakkan. Pada waktu itu sudah ada perserikatan² buruh kereta api N.I.S. (P.P.K.A.) jang dipimpin oleh saudara Semaun dan kawan²nja. Pada suatu hari dibawah pengawasan seorang anggauta S.D.A.P. Bergsma diadakan sidang dirumah sekolah Adhi-Dharma di Pakualaman, untuk merundingkan permintaan kenaikan gadjih bagi para pegawai N.I.S., jang telah mengalami kegagalan itu. Maka diadakanlah aksi pemogokan jang pertama. Gerakan ini diatur sedemikian hingga pada djam 12 siang tepat pekerdjaan di-bengkel², di-stasiun² maupun dalam kereta-<noinclude></noinclude> tu7kbcjo4e76500eldhvt2ajso7g032 310541 310540 2026-08-10T10:11:02Z Link PB 26772 310541 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|ke|ketingkatan}} jang pantas bagi manusia "een menswaardig bestaan". Tetapi semua usaha tidak ada artinja sama sekali, seperti setetes air dalam lautan, dan sedikitpun tidak kuasa mendesak pemerintah Belanda merobah sikapnja. Jah, apa akan dikata djika seorang pegawai Belanda dalam pabrik gula dengan duduk ongkang-ongkang mendapat persenan-tahunan 500.000 rupiah berhadapan dengan kuli, jang bikin lobang dalam tanah jang pandjangnja 24 kaki, lebar dan dalamnja masing² 1 kaki dengan upah 1½ sen. Hal jang demikian ini sudah terang menggambarkan betapa sengsaranja rakjat kita, dan pantas djuga kalau Belanda segan merobah sikapnja. Menghadapi kepintjangan jang hebat itu tidak ada djalan lain dari pada memakai sendjata jang paling dahsjat jang djika dilakukan se-wenang² dapat makan diri sendiri, yakni pemogokan. Waktu itu memang sudah masak, se-masak²nja, untuk mengadakan aksi jang lebih njata dari pada mengadakan usaha² sosial sadja untuk menghilangkan kegentjetan hidup jang rasanja tidak mungkin dilemparkan. Jah, bagaimana, kalau untuk membeli segenggam beras sadja orang mesti ber-deret², sampai 1 km. pandjangnja. Hal ini disebabkan, karena akibat perang, hingga beras sukar didapatkan, djalan kapal untuk mendatangkan beras dari luar negeri tidak dipergiat. Sudah barang tentu harga pakaian mendjadi tinggi sekali. Gangguan² dari pegawai² Belanda, gangguan keamanan dan gangguan berhubung dengan pekerdja² sangat dirasakan oleh rakjat-ketjil; suatu nasib jang dahsjat dan tidak terelakkan. Pada waktu itu sudah ada perserikatan² buruh kereta api N.I.S. (P.P.K.A.) jang dipimpin oleh saudara Semaun dan kawan²nja. Pada suatu hari dibawah pengawasan seorang anggauta S.D.A.P. Bergsma diadakan sidang dirumah sekolah Adhi-Dharma di Pakualaman, untuk merundingkan permintaan kenaikan gadjih bagi para pegawai N.I.S., jang telah mengalami kegagalan itu. Maka diadakanlah aksi pemogokan jang pertama. Gerakan ini diatur sedemikian hingga pada djam 12 siang tepat pekerdjaan di-bengkel², di-stasiun² maupun dalam kereta-<noinclude> {{rh|||149}}</noinclude> 55c1sichfx7dckaglj6p06obiy6k7uk Halaman:San min chu i.pdf/152 104 111776 310533 2026-08-10T10:07:26Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310533 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||147}}</noinclude>keradjaan Manchu djatuh kedalam tangannja. Apakah sebabnja pemberontakan inipun gagal djuga achirnja ? Sebab-sebabnja banjak. Ada jang mengatakan, bahwa kegagalan ini terutama terdjadi, karena orang-orang Taiping melalaikan diplomasi ; ketika itu Inggeris mengirimkan seorang menterinja bernama Pottinger ke Nangking guna mentjari persetudjuan dengan Hung Hsiu Ch'uan, tetapi menteri ini hanja diizinkan bermusjawarat dengan seorang putera Pangeran Timur sadja, Yang Hsiu Ch'ing, tidak dengan Hung Hsiu Ch'us ( Radja Langit) sendiri. Untuk melihat Hung sendiri sadja, Pottinger disuruh sudjud ditanah. Ia menolak berbuat demikian, lalu bertolak ke Peking dan disana ia menanda tangani sebuah persetudjuan persahabatan dengan pemerintahan Manchu. Tak lama sesudah itu ia memerin- tahkan Gordon dan tentaranja menjerang Soochow dan membawa kekalahan bagi Hung Hsiu Ch'uan ; karena inilah ada jang mengatakan, bahwa pemberontakan ini gagal, karena tak tahu apa arti diplomasi. Mungkin sebab ini benar, tetapi ada djuga orang berpendapat, ketika ia merebut Nangking ia tak terus menjerbu ke Peking. Kesalahannja ini adalah salah satu sebab pula akan kegagalannja. Tetapi kalau saja peladjari, sedjarah kedua sebab diatas tjuma sedikit sekali pengaruhnja akan kegagalan Hung Hsiu Ch'uan . Sebab terutama ialah : perselisihan tentang siapa jang akan djadi radja diantara orang-orang Taiping, ketika mereka merebut Nangking. Diantara mereka terbitlah rasa tjemburu, jang satu berusaha hendak mendjatuhkan jang lain. Pertama terdjadi perselisihan antara Yang Hsiu Ch'ing dan Hung Hsiu Ch'uan siapa jang akan menguasai negara jang direbut; ketika Hung Hsiu Ch'uan telah diangkat djadi radja, masih ada djuga jang lain ingin hendak djadi radja. Yang Hsiu Ch'uan memimpin kira-kira 60 70 ribu peradjurit jang dilantik baik, tergabung dalam kesatuan tentara resmi ; tentara inilah jang dipimpinnja ketika ia masuk Nangking, tetapi ketika perselisihan timbul, ia dibunuh oleh Wei Ch'ang Hwei sedangkan tentaranja dimusnahkan. Kemudian Wei Ch'ang Hwei menentang kekuasaan Hung Hsiu Ch'uan, ia dibunuh pula oleh jang lain. Pada waktu itu Shih Ta-k'ai mendengar tentang kekatjauan di Nangking itu, lalu dengan tergopoh-gopoh ia pergi ke<noinclude></noinclude> ijojzmctdqi5ykjuctj1gzipikm7ebw Halaman:San min chu i.pdf/153 104 111777 310534 2026-08-10T10:08:16Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310534 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||148}}</noinclude>Nangking dari Kiangsi, guna memadjukan diri sebagai perantara. Kemudian, dilihatnja, baha kesukaran ini tak dapat dipetjahkan, sedangkan ia sendiri disangka hendak djadi radja pula, lalu ia lari dari Nangking ke Szechwan beserta tentaranja, tetapi tiba disana ia dimusuhkan tentera Manchu. Semata-mata karena persaingan antara Hung dan Yang jang berebut hendak mendjadi radja, maka keempat satuan tentara dari Hung Hsiu Ch'uan, Wei Ch'ang Hwei, Yang Hsiu Ch'ing dan Shih Ta K'ai jang merupakan kekuatan jang terpenting dari tentara Taiping, terpetjah belah, hingga kekuasaan orang Taiping merosot dengan tjepatnja. Djadi kegagalan pemberontakan orang Taiping terutama disebabkan kesesatan Hung Hsiu Ch'uan hendak djadi radja. Hung Hsiu Ch'uan hendak djadi radja. Hung Hsiu Ch'uan ketika mengadakan pemberontakan itu sama sekali tak mengetahui apa demokrasi itu, njata pada permulaan kekuasaannja ia mengangkat 5 orang pengikutnja djadi „Putera Radja" . Setibanja ia di Nangking dan menjaksikan perselisihan antara Yang Hsiu Ch'ing dan Wei Ch'ang Hwei, sedjak itu ia memutuskan tak akan mengang- kat ,,Putera Radja " lagi. Karena Li Hsiu Ch'eng dan Ch'en Yu Cheng besar sekali djasanja, tak adalah tinggal lagi selain dari pada memberi gelar kepada mereka ini ; tetapi Hung Hsiu Ch'uan takut, bahwa pengangkatan ini akan menjebabkan mereka, takbur lalu pada waktu itu djuga serentak ia memberi gelar kepada 30-40 orang lain jang berdjasa, dengan pengharapan banjaknja orang jang bersamaan pangkat ini akan menenangkan mereka. Tetapi tak lama sesudah itu Li Hsiu Cheng Ch'en Yü Cheng dan jang lain malahan berselisih terus menerus. Keadaan inipun adalah salah satu sebab kegagalan pemberontakan Hung Hsiu Ch'uan. Pemberontakan itu dapat dipadamkan terutama disebabkan keinginan jang tak terkendalikan dari pemimpin-pemimpin hendak djadi radja. Apakah sebabnja Ch'en Ch'uing-Ming dua tahun jang lalu berontak terhadap kita di Kanton ? Banjak orang mengatakan, bahwa ia hanja ingin memperoleh Kwantung dan Kwangsi bagi dirinja, tetapi pendapatan ini tak benar. Sebelum Ch'en Ch'uing-Ming memulai pemberontakannja, saja ichtiarkan mengirim sebuah „ekspedisi hukuman " ke Utara dan dju- ga saja berusaha dengan sungguh-sungguh menginsjafkan dia<noinclude></noinclude> 2za1cvzfl6prds49zaitycq130i3fiy Halaman:San min chu i.pdf/329 104 111778 310536 2026-08-10T10:08:23Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310536 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||324}}</noinclude>demokrasi dilaksanakan, tak adalah seorangpun jang berpikir untuk meminta keterangan lengkap. Sampai sekarang kawan² seperdjuangan jang bekerdja giat dan sungguh-sungguh bagi demokrasi dan Republik sedikit sekali djumlahnja. Apakah sebabnja orang pada mulanja menundjang pemerintahan demokrasi dan tidak menentang Republik? Sebab pokok ialah: sesudah pengusiran dinasti Manchu berhasil. kawan-kawan revolusioner diberbagai-bagai propinsi, kasta militer baru jang timbul oleh revolusi kaum militer Manchu lama jang turut dalam Partai Revolusioner, semuanja madju kesatu djurusan ~ bertudjuan mendirikan sistim militer. Tiap orang ingin mendjadi radja ketjil didaerahnja masing-masing, dan dari sini mereka berusaha mengembangkan kekuasaan mereka. Kaum militer jang merampas Kwantung ingin mengembangkan daerah kekuasaannja. Kaum militer jang merampas Yunan dan Hunan ingin melebarkan tanah kekuasaannja, Kaum militer di Shantung dan Chihli ingin memperbesar daerahnja. Sesudah mereka memperoleh daerah kekuasaan lebar dan luas, sesudah mereka berkuasa dan kaja, barulah mereka hendak mendirikan satu negara Tiongkok dengan mempergunakan kekuasaan jang diperolehnja itu, serta berterus-terang melempar Republik. Kaum militer jang dilahirkan Revolusi atau jang menjeberang ke Republik dari regime Manchu semua berlaku demikian: mereka mengetahui bahwa dengan kekuasaan mereka jang ketjil itu Tiongkok akan dapat disatukan, tetapi meskipun begitu mereka tak ingin melihat orang lain melahirkan pekerdjaan mempersatukan itu. Setiap orang mendjadi satu opportunis jang memperhatikan perubahan-perubahan, melihat dan menunggu. Kaum militer ini jang tak paham akan asas demokrasi, tapi menjatakan kesetiaan mereka terhadap pemerintahan demokrasi sebenarnja hanja memikirkan tjara bagaimana memperluas kekuasaan mereka. Mereka pura-pura pro-republik sampai mereka nanti memperoleh kekuasaan tjukup besar kemudian kalau saat jang baik itu sampai, mereka akan menentang pemerintahan demokrasi dan akan mentjoba menjelesaikan sendiri seluruh soal kebangsaan. Keadaan ini mendjelaskan apakah sebabnja pada mulanja demokrasi didirikan dan apa sebabnja selama tigabelas tahun jang lalu ini banjak orang jang mentjoba merubuhkannja. Tetapi kekuatan<noinclude></noinclude> huzg3a07ogj5t1m01u81kh41xnxw1mz Halaman:San min chu i.pdf/154 104 111779 310537 2026-08-10T10:09:26Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310537 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||149}}</noinclude>tentang perlunja ekspedisi ini akan tetapi ia menentang terus. Mula-mula saja kira, bahwa dia bertindak guna kedua provinsi Kwang, disamping itu barangkali ia menjangka, bahwa ekspedisi Utara ini akan turut tjampur tangan dalam daerahnja. Kemudian saja kemukakan dengan hati ichlas : Kalau ekspedisi ini berhasil, kita akan memindahkan pemerintahan ke Wuhan atau ke Nang- king dan tentu tak akan kembali kedaerahmu, hingga kedua provinsi Kwang dapat kami serahkan kepadamu dan engkau kami djadikan wakil kita disini. Sebaliknja kalau ekspedisi itu gagal, kamipun tak akan kembali djuga dan saja pertjaja engkau telah lebih dahulu menimbang hal ini sebaiknja, dengan umpamanja mengadakan perdjandjian dengan pemerintahan Utara supaja engkau tetap berkuasa disini. Sekalipun engkau memihak orang Utara, kami tak akan memperdulikannja atau mentjela kamu." Lalu ia bingung kelihatannja, jang menjatakan bahwa tjita-tjitanja tak hanja terbatas sampai dua provinsi Kwang sadja. Kemudian ketika ekspedisi kita memasuki Kanchowfu ( di Kwangsi) ia mulai mengadakan pemberontakannja terhadap kita. Mengapakah pada waktu itu benar ia mengadakan pemberontakan ? Karena ia bertjita-tjita hendak mendjadi radja maka ia melawan tentara ekspe- disi itu, sedangkan tentara ekspedisi ini sedikitpun tak setudju adanja radja. Lain hal jang membuktikan maksudnja Ch'en Ch'iungming hendak djadi radja ialah : Sesudah revolusi ditahun 1911 berachir, kerapkali mentjeriterakan impiannja diwaktu muda, dimana ia memegang matahari ditangan kanan dan memegang bulan ditangan kiri. Dalam salah satu sjairnja terdapat kalimat sebagai berikut : „ Kalau matahari dan bulan tak tertjapai oleh saja, saja akan berdosa kepada waktu muda saja ". Djuga ia membentangkan impiannja ini dengan tulisan-tulisan dan biasanja kemauannja kerapkali dikemukakannja kepada orang-orang lain. Namanja jang mengandung arti terang" dan ,djernih " menjatakan pula kemauannja. Lihat djugalah orang-orang jang dibawah pimpinannja, seperti : Yin Chü , Hung Chao-Lin, Yang K'un-Yu, Ch'en Ch'iung Kwang beserta pengikut-pengikut mereka, tak adalah seorangpun jang berasal dari partai revolusioner, terketjuali Teng K'eng sedangkan orang ini sudah lama didjatuhkan hukuman mati dengan setjara rahasia.<noinclude></noinclude> o9rce1mw4orw37e5zimlaekat7paky6 Halaman:San min chu i.pdf/155 104 111780 310538 2026-08-10T10:10:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310538 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||150}}</noinclude>Ch'en Ch'iung-ming dahulu memihak kepada revolusi kita karena ia mengharap akan djadi radja, sedangkan tjita-tjita ini belum padam. Disamping Ch'en Chrung-ming masih ada orang-orang lain jang djuga mengharap hendak djadi radja. Saja tak mengetahui bagaimana sikap mereka ini sekarang dalam tahun ke- 13 Republik kita dan saja akan mentjari kesempatan untuk menjelidiki ini. Sekarang akan saja bentangkan arti kedaulatan rakjat dan saja harap kamu sekalian akan memahamkannja sedalam-dalamnja apakah artinja jang sungguh-sungguh. Kalau artinja tak kamu pahamkan sungguh-sungguh, mungkin kita akan menaruh tjita-tjita buruk buat selama-lamanja, sedangkan tjita-tjita buruk ini masih meradjalela diantara kita sendiri ; tjita-tjita buruk jang dapat me- nimbulkan perselisihan antara saudara-saudara sepaham atau diantara warga-warga dari satu negara. Seluruh negara akan menderita kerusakan-kerusakan karena perang saudara jang mungkin berdjangkit bertahun-tahun lamanja, hingga mengakibatkan rakjat akan lebih miskin lagi. Guna pentjegah bentjana ini, saja mulai menjiarkan asas-asas demokrasi, segera sesudah revolusi dimulai ; lalu mendirikan sebuah Republik. Kalau Republik kita berdiri, siapakah jang akan memegang kekuasaan ? 400 djuta rakjatlah jang akan memegang kekuasaan. Semua hal diatas berguna untuk mentjegah mereka jang hendak berselisih memegang kekuasaan dan djuga mentjegah supaja perang saudara djangan timbul lagi. Sedjarah Tiongkok membuktikan, bahwa tiap-tiap penggantian dinasti berarti peperangan. Ketika rakjat menentang despotisme Ch'in Shih Hwang dan Ch'en Che dan Wu Kw'ang timbullah pemberontakan serta diikuti oleh penduduk provinsi-provinsi ; maka ini adalah permulaan pemberontakan rakjat. Tetapi kemudian Liu Pang dan Hsiang Yü tepat dalam waktu jang sama merebut pemerintahan, hingga menimbulkan peperangan lagi antara negara Ch'u dan Hang. Apakah pangkal perselisihan antara Liu Pang dan Hsiang Yü? Tak lain dari berebut tachta keradjaan. Sedjak mulai dari dinasti-dinasti Hang dan T'ang dan selandjutnja tak adalah dinasti-dinasti jang tidak berselisih, berebutan tachta keradjaan. Dalam sedjarah Tiongkok terdapat kekatjauan, sesudah kesedjahteraan berlangsung sebentar disebabkan peperangan merebut tachta keradjaan. Sedangkan peperangan dinegeri-negeri asing<noinclude></noinclude> cvkwdtqg1fe7bguoscksdtb6tyk5i9f Halaman:San min chu i.pdf/156 104 111781 310539 2026-08-10T10:10:47Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310539 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||151}}</noinclude>biasanja timbul karena perselisihan agama atau karena terantjamnja kemerdekaan mereka ; tetapi Tiongkok sedjak ribuan tahun hanja mengalami satu matjam peperangan sadja, jaitu peperangan berebut tachta keradjaan. Djadi guna mentjegah peperangan saudara lagi, kita mendirikan Republik bukan Keradjaan, segera sesudah revolusi kita diproklamasikan. Sekarang Republik telah kokoh kuat berdirinja, tetapi masih ada djuga orang-orang seperti Ch'en Ch'iung-ming disebelah Selatan, Ts'ao K'un disebelah Utara, Lu Yung Ting di Kwangsi serta beberapa orang lain lagi, jang tak insjaf akan akibatnja hendak mendjadi radja lagi. Sesudah dinastidinasti tua mengganti gelar mereka, maka orang-orang jang me- mimpin tentara terkuatlah jang ingin sekali hendak mendjadi radja, sedangkan peradjurit mereka tak sedikit sekali jang ingin djadi pangeran-pangeran dan markis-markis. Akan tetapi sekarang orang-orang militer tak bertjita-tjita lagi hendak djadi pangeran atau markis ; ini menundjukkan suatu kemadjuan lagi dalam menghindarkan perang saudara. ''-9 Maret 1924''<noinclude></noinclude> lqp4z9ouqm5v5bpszb92c4p5ni0wqv0 Halaman:San min chu i.pdf/157 104 111782 310542 2026-08-10T10:11:55Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310542 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||'''Uraian II'''}} Sembojan Revolusi Perantjis : raan „Kemerdekaan, Persamaan dan Persauda Sikap berlainan antara rakjat negeri Barat dan rakjat Tiongkok terhadap Kemerdekaan " Keinginan untuk merdeka dinegeri Barat dibandingkan dengan keinginan besar untuk djadi makmur di Tiongkok Perdjuangan untuk kemerdekaan di Barat menentang tindasan feodalisme jang lalim dan otokrasi Otokrasi Tiongkok tak begitu mem- pengaruhi pikiran rakjat Tertjapainja kemerdekaan diri dinegeri Barat Ekses-ekses jang lebih lekas dan pembatasan-pembatasan jang lebih lambat -Kemerdekaan diri sangat disukai orang Tionghoa laksana hawa sedjuk Adjaran-adjaran mengenai kemerdekaan tak dilakukan di Tiongkok dan umumnja dipakai tak pada tempatnja - Salah penerangan penerangan tentang arti kemerdekaan disekolah-sekolah dan dalam partai kita - Tudjuan revolusi Tiongkok semata-mata mentjapai persatuan dan kemerdekaan bangsa Kebutuhan pengorbanan perseorangan. Ahli-ahli pikir negeri asing senantiasa menghubungkan arti ,,demokrasi" dengan kemerdekaan" ; banjak buku-buku dan madjalahmadjalah asing membitjarakan hal ini bersama-sama. Rakjat di Eropah dan Amerika berperang dan berdjuang selama dua atau tiga ratus tahun jarg penghabisan ini pada umumnja disebabkan karena hasrat hendak merdeka jang mengakibatkan demokrasi mulai berkembang. Sembojan revolusi Perantjis „Kemerdekaan " ,,,Persamaan " dan Persaudaraan" serupa dengan sembojan kita dalam reMin-ts'u, Min-chuan, Minvolusi jang kita lakukan, seperti kehidupan rakjat) . Boleh rakjat, kedaulatan sheng" ( nasionalisme, kita katakan bahwa kemerdekaan, persamaaan hak dan persaudaraan, berdasarkan kedaulatan rakjat ; atau kedaulatan rakjat terbentuk dari kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan . Dalam pembitjaraan mengenai demokrasi kita harus ingat akan sembojan revolusi Perantjis ini. Djika pikiran revolusioner tersiar di Asia, arti ,,kemerdekaanlah ", jang lebih-lebih mengambil tempat penting ; banjak mahasiswa-mahasiswa dan penganut-penganut pergerakan baru ini berusaha dengan keras mendjelaskan artinja sampai keakar-akarnja dan menganggap hal ini sebagai hal jang terpenting. Pergerakan untuk kemerdekaan sangat mempengaruhi sedjarah Eropah dalam dua atau tiga ratus tahun jang penghabisan ini, dan kebanjakan peperangan di Eropah terdjadi karena hal ini. Sebab itu ahli-ahli pikir Barat berpendapat bahwa kemerdekaan ini<noinclude></noinclude> 36dc1bz5usgf9g9vhr3tyskkjb4ml8m Halaman:San min chu i.pdf/330 104 111783 310543 2026-08-10T10:12:26Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310543 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||325}}</noinclude>orang-orang belum begitu besar; itulah sebabnja nama Republik hidup dengan lemah sampai sekarang. Hal-hal tersebut menundjukkan dengan djelas sikap anggota-anggota Tung-meng Hui terhadap demokrasi; kebanjakan diantara mereka bersedia berfihak kesana atau kesini dan tak adalah seorangpun dari mereka jang punja konsepsi tentang maksud dan tudjuan asas-pokok Penghidupan. Marilah kita analisir lebih teliti keadaan sekarang. Sedjak revolusi tahun 1911 berhasil dan Republik Tiongkok menggantikan keradjaan Tionghoa kuno, Kuomintang kita selalu mendjụndjung tinggi asas demokrasi. Tetapi sikap apakah jang diambil oleh kawan-kawan revolusioner terhadap asas San Min? Sesudah tiga belas tahun perubahan-perubahan dalam pemerintah demokrasi dan sesudah tigabelas tahun pula memperoleh pengalaman-pengalaman, semua kawan-kawan kita sudah paham sedjelas-djelasnja akan asas-asas Nasionalisme dan Demokrasi. Tetapi reaksi batin mereka terhadap Asas Penghidupan sama seperti kaum militer sesudah petjah revolusi terhadap demokrasi ~ bukan tjurahan jang hidup dan mereka tidak paham akan asas itu. Apakah sebabnja saja berani mengatakan bahwa kawan2 revolusioner kita tak paham betul akan Min-sheng Chu I? Karena kebanjakan dari mereka sedjak diadakan reorganisasi baru dari Kuomintang mengadakan perlawanan terhadap Partai Kommunis dengan menjatakan dengan tegas bahwa kommunisme berbeda dengan ketiga asas itu. Ketiga Asas tersebut perlu bagi keselamatan Tiongkok, djadi kommunisme tak boleh dibiarkan berkembang. biarpun dalam bentuk apa djua. Tetapi apakah sebenarnja Min-sheng Chu I itu? Dalam uraian saja jang terachir pernah saja terangkan serba sedikit tentang maksud sebutan itu; saja mengatakan bahwa Min-sheng atau Penghidupan adalah djadi daja pusat kemadjuan kesopanan masjarakat untuk memperbaiki organisasi ekonomi dan evolusi moral. Penghidupan adalah tenaga pendorong segala pergerakan sosial; kalau penghidupan tak betul djalannja, peradaban sosial tak dapat madju, organisasi ekonomi tak akan djadi baik, moral merosot dan kelaliman bersimaharadja lela seperti perdjuangan klas, kekedjaman terhadap kaum buruh dan penindasan-penindasan lain akan mendjelma ini semuanja karena kegagalan melenjapkan keseng-<noinclude></noinclude> ekf95x3xfbri4t8eoemislwhrlsmnve Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/144 104 111784 310544 2026-08-10T10:12:34Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310544 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>PERGULATAN RAKJAT KETJIL DALAM MEMBELA<br>NASIB HIDUPNJA.</center> Barangkali tidak perlu keterangan lebih landjut, bahwa warisan daripada stelsel kapitalisme-modern pada abad ke 19 terutama berbentuk kenjataan adanja bagian dari rakjat Indonesia jang menderita dan tjompang-tjamping, dan jang sekarang biasa disebut "kaum proletaar". Mereka itu pendjual tenaganja pada kaum "ondernemer" dengan harga jang sangat rendah. Kehidupan ekonominja tergantung pada hukum kehendak dan tawar, dan karena itu, djika ada "malaise" atau krisis ekonomi sedikit sadja, maka dengan mudah tergelintjir dalam kesengsaraan, hidup selalu diikuti oleh bajangan hantu keraguan tentang hari kemudian. Karena itu mudah dimengerti, bahwa hati rakjat jang demikian itu mengandung dendam jang tidak habis²nja terhadap nasib jang malang, jang mereka rasakan sebagai sesuatu jang tidak dapat dihindari. Hal ini merupakan sumber kegentingan sosial jang dahsjat. Kepintjangan dalam kehidupan ini adalah umum di-Indonesia pada waktu itu. Keadaan jang demikian ini merupakan pusat perhatian pemimpin² kita, hingga timbullah perkumpulan² nasional, jang akan berusaha mengurangi penderitaan rakjat, meskipun berdjalan setapak demi setapak. Dengan demikian kita lihat timbulnja "PERUKUNAN DJAWI", "BUDI-UTOMO", "SAREKAT ISLAM", "ADHI-DHARMA" dan lain² sebagainja. Adhi-dharma jang merupakan satu Arbeitsleger (tentera kerdja) jang kami pimpin sendiri bermaksud menolong rakjat dalam segala lapangan sosial, ekonomi dan politik dengan mendirikan sekolah², kantor pertolongan jang akan membela dimuka hakim, polikliniek², pemeliharaan kanak² dan orang² tua, mendirikan bank pasar dsb. Pada hakekatnja perkumpulan² nasional ini tidak lain jalah untuk sekadar meningkatkan kehidupan rakjat Indonesia {{hws|ke|ketingkatan}}<noinclude> {{rh|148||}}</noinclude> 1sxduyefhsvtw8iptbc5vblpoy60uxq 310545 310544 2026-08-10T10:12:51Z Link PB 26772 310545 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''PERGULATAN RAKJAT KETJIL DALAM MEMBELA<br>NASIB HIDUPNJA.'''</center> Barangkali tidak perlu keterangan lebih landjut, bahwa warisan daripada stelsel kapitalisme-modern pada abad ke 19 terutama berbentuk kenjataan adanja bagian dari rakjat Indonesia jang menderita dan tjompang-tjamping, dan jang sekarang biasa disebut "kaum proletaar". Mereka itu pendjual tenaganja pada kaum "ondernemer" dengan harga jang sangat rendah. Kehidupan ekonominja tergantung pada hukum kehendak dan tawar, dan karena itu, djika ada "malaise" atau krisis ekonomi sedikit sadja, maka dengan mudah tergelintjir dalam kesengsaraan, hidup selalu diikuti oleh bajangan hantu keraguan tentang hari kemudian. Karena itu mudah dimengerti, bahwa hati rakjat jang demikian itu mengandung dendam jang tidak habis²nja terhadap nasib jang malang, jang mereka rasakan sebagai sesuatu jang tidak dapat dihindari. Hal ini merupakan sumber kegentingan sosial jang dahsjat. Kepintjangan dalam kehidupan ini adalah umum di-Indonesia pada waktu itu. Keadaan jang demikian ini merupakan pusat perhatian pemimpin² kita, hingga timbullah perkumpulan² nasional, jang akan berusaha mengurangi penderitaan rakjat, meskipun berdjalan setapak demi setapak. Dengan demikian kita lihat timbulnja "PERUKUNAN DJAWI", "BUDI-UTOMO", "SAREKAT ISLAM", "ADHI-DHARMA" dan lain² sebagainja. Adhi-dharma jang merupakan satu Arbeitsleger (tentera kerdja) jang kami pimpin sendiri bermaksud menolong rakjat dalam segala lapangan sosial, ekonomi dan politik dengan mendirikan sekolah², kantor pertolongan jang akan membela dimuka hakim, polikliniek², pemeliharaan kanak² dan orang² tua, mendirikan bank pasar dsb. Pada hakekatnja perkumpulan² nasional ini tidak lain jalah untuk sekadar meningkatkan kehidupan rakjat Indonesia {{hws|ke|ketingkatan}}<noinclude> {{rh|148||}}</noinclude> 2i48duxdbjt6czl3pps20ixkgjfgw1v Halaman:San min chu i.pdf/158 104 111785 310546 2026-08-10T10:13:34Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310546 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||153}}</noinclude>adalah hal jang paling penting, dan orang didunia Barat sibuk mempeladjari artinja sedalam-dalamnja. Tetapi sedjak perkataan ini dibawa ke Tiongkok, hanja beberapa orang terpeladjar sadja jang sempat mempeladjarinja dan memahamkan artinja. Kalau kita berbitjara dengan rakjat Tiongkok, baik didesa-desa maupun dikota-kota tentang kemerdekaan " ini, mereka tak akan mengerti tudjuan kita. Karena itu boleh kita katakan, bahwa orang Tionghoa selama ini belum mendapat pendjelasan mengenai ,kemerdekaan "; malahan angkatan muda baru dan mahasiswa-mahasiswa jang kembali dari negeri asing, jang dianggap telah memperhatikan peristiwa-peristiwa politik dinegeri Barat, dan jang selalu mendengarkan orang memperbintjangkan hal tersebut atau telah merdjumpai perkataan itu dalam buku-buku, masih mempunjai bajangan jang salah tentang arti kata itu. Tak heran kita, kalau orang-orang asing mentjela orang Tionghoa dan mengatakan bahwa peradaban Tiongkok rendah tingkatrja, dan pikiran mereka tidak matang, sehingga mereka tidak mempunjai pengertian tentang kemerdekaan" dan tak mempurjai perkataanperkataan jang dapat mendjelaskan pikiran ini ; ketika itu djuga mereka mentjela orang Tionghoa karena mereka tak dapat bersatu, laksana lapangan pasir berderai. Kedua tjelaan ini bertentangan sama sekali. Apakah jang dimaksudkan orang asing dengan mengatakan bahwa Tiongkok ialah lapangan pasir berderai ? Dengan singkat dapat dikatakan, bahwa tiap2 orang di Tiongkok berbuat sekehendak hatinja dan membiarkan kemerdekaan diri meluas sampai keseluruh tingkat penghidupan. Sebab itulah orang Tionghoa betul sebagai lapangan pasir jang berderai. Ambillah segenggam pasir tak usah ditentukan banjaknja ; ia akan menggelintjir dari tanganmu, karena tak ada keinginan berpadu dalamnja - inilah pasir berderai. Tetapi kalau kita tambahkan semen, kedalam pasir berderai itu, ia akan berubah djadi bahan keras laksana karang, dar butir-butir pasir ini tak mempunjai kemerdekaan tersendiri. Kalau pasir kita bandingkan dengan karang, kelihatanlah dengan njata, bahwa karang itu sebenarnja terdjadi dari butir pasir ; tetapi dalam karang jang keras itu pasir kehilangan kekuasaan bergerak bebas. Djadi kebebasan dengar singkat artinja: kemerdekaan bergerak bagi tiap-tiap orang dalam golongan jang<noinclude></noinclude> 044ac8b5qwzzfxhn921yciuiszxao92 Halaman:San min chu i.pdf/159 104 111786 310547 2026-08-10T10:14:45Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'berorganisasi. Karena Tiongkok tak mempunjai perkataan untuk mendjelaskan pengertian ini, tiap-tiap orang Tionghoa bingung menerangkan artinja. Kita mempunjai sebuah peribahasa mengenai arti kebebasan ini : ,,Binatang djalang tidak berkekang" , tetapi ini sama dengan „pasir berderai" kemerdekaan berlebih-lebihan seseorang. Demikianlah maka orang-orang asing mentjela kita sambil mengatakan, bahwa kita tak dapat bersatu seperti pasir berderai dan... 310547 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" />{{rh||194}}</noinclude>berorganisasi. Karena Tiongkok tak mempunjai perkataan untuk mendjelaskan pengertian ini, tiap-tiap orang Tionghoa bingung menerangkan artinja. Kita mempunjai sebuah peribahasa mengenai arti kebebasan ini : ,,Binatang djalang tidak berkekang" , tetapi ini sama dengan „pasir berderai" kemerdekaan berlebih-lebihan seseorang. Demikianlah maka orang-orang asing mentjela kita sambil mengatakan, bahwa kita tak dapat bersatu seperti pasir berderai dan merdeka lepas. Disamping itu djuga ditjelanja kita, bahwa kita tak mengerti akan arti ,,kemerdekaan" mereka tak dapat mengerti bahwa kemerdekaan tiap-tiap orang inilah jang mengakibatkan kita laksana pasir berderai, dan kalau kita bersatu semuanja dalam satu badan jang kuat kokoh, tentu kita tak dapat dipandang sebagai pasir berderai. Tjelaan-tjelaan ini dapat disamakan dengan menghadapkan tombak mereka kepada perisai sendiri. Dalam 2 atau 3 abad jang terbelakang ini negara-negara asing banjak sekali mengerahkan tenaganja dalam peperangan mentjapai kemerdekaan. Apakah kemerdekaan itu suatu adjaran jang baik ? Apakah artinja kemerdekaan itu ? Saja kira tak seorangpun dari rakjat Tiongkok djelata jang mengerti akan arti kemerdekaan itu, jang sudah diperdjuangkan orang Barat itu. Dalam peperangan-peperangan mereka, orang-orang Barat mer.djundjung kemerdekaan ini setinggi langit, hingga sampai dipandang sebagai salah suatu ,,barang" jang sutji ; malahan sampai mereka berkata : Berilah saja kemerdekaan, atau biarkanlah saja mati " . Mahasiswa-mahasiswa Tionghoa ketika menterdjemahkan teori-teori Barat, memasukkan pula perkataan ini di Tiongkok. Mereka mendjundjung tinggi kemerdekaan dan memutuskan bersedia memperdjuangkannja. Dalam semangat permulaan mereka, mereka hampir menjamai se- mangat orang-orang Barat pada waktu dahulunja. Tetapi seluruh rakjat djelata Tiongkok tak mengerti akan arti kemerdekaan ini, kita harus mewudjudkar. perkembangan kemerdekaan itu sedjalan dengan perkembangan kekuasaan kedaulatan rakjat. Sebab itu dalam pembitjaraan demokrasi kita sekarang, akan saja bentangkan dahulu tentang kemerdekaan kita harus tahu bahwa Eropah dan Amerika telah banjak mentjurahkan darah dar mengorbankan djiwa dalam perdjuangan mereka guna mentjapai<noinclude></noinclude> nbj1mssn2jaom4spmzx1ghjern1piao 310549 310547 2026-08-10T10:15:03Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310549 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||194}}</noinclude>berorganisasi. Karena Tiongkok tak mempunjai perkataan untuk mendjelaskan pengertian ini, tiap-tiap orang Tionghoa bingung menerangkan artinja. Kita mempunjai sebuah peribahasa mengenai arti kebebasan ini : ,,Binatang djalang tidak berkekang" , tetapi ini sama dengan „pasir berderai" kemerdekaan berlebih-lebihan seseorang. Demikianlah maka orang-orang asing mentjela kita sambil mengatakan, bahwa kita tak dapat bersatu seperti pasir berderai dan merdeka lepas. Disamping itu djuga ditjelanja kita, bahwa kita tak mengerti akan arti ,,kemerdekaan" mereka tak dapat mengerti bahwa kemerdekaan tiap-tiap orang inilah jang mengakibatkan kita laksana pasir berderai, dan kalau kita bersatu semuanja dalam satu badan jang kuat kokoh, tentu kita tak dapat dipandang sebagai pasir berderai. Tjelaan-tjelaan ini dapat disamakan dengan menghadapkan tombak mereka kepada perisai sendiri. Dalam 2 atau 3 abad jang terbelakang ini negara-negara asing banjak sekali mengerahkan tenaganja dalam peperangan mentjapai kemerdekaan. Apakah kemerdekaan itu suatu adjaran jang baik ? Apakah artinja kemerdekaan itu ? Saja kira tak seorangpun dari rakjat Tiongkok djelata jang mengerti akan arti kemerdekaan itu, jang sudah diperdjuangkan orang Barat itu. Dalam peperangan-peperangan mereka, orang-orang Barat mer.djundjung kemerdekaan ini setinggi langit, hingga sampai dipandang sebagai salah suatu ,,barang" jang sutji ; malahan sampai mereka berkata : Berilah saja kemerdekaan, atau biarkanlah saja mati " . Mahasiswa-mahasiswa Tionghoa ketika menterdjemahkan teori-teori Barat, memasukkan pula perkataan ini di Tiongkok. Mereka mendjundjung tinggi kemerdekaan dan memutuskan bersedia memperdjuangkannja. Dalam semangat permulaan mereka, mereka hampir menjamai se- mangat orang-orang Barat pada waktu dahulunja. Tetapi seluruh rakjat djelata Tiongkok tak mengerti akan arti kemerdekaan ini, kita harus mewudjudkar. perkembangan kemerdekaan itu sedjalan dengan perkembangan kekuasaan kedaulatan rakjat. Sebab itu dalam pembitjaraan demokrasi kita sekarang, akan saja bentangkan dahulu tentang kemerdekaan kita harus tahu bahwa Eropah dan Amerika telah banjak mentjurahkan darah dar mengorbankan djiwa dalam perdjuangan mereka guna mentjapai<noinclude></noinclude> s5sgdq0d4me5i3ejstx9jjb31uutr5k Halaman:San min chu i.pdf/331 104 111787 310548 2026-08-10T10:14:49Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310548 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||326}}</noinclude>saraan dalam masjarakat. Seluruh perubahan sosial adalah akibat pentjarian, Penghidupan adalah sebab. Berhubung dengan kesimpulan ini, apakah sebenarnja Min-sheng Chu I itu? Ia adalah kommunisme, dan djuga sosialisme. Itulah sebabnja tak boleh kita mengatakan bahwa kommunisme bertentangan dengan Min-sheng Chu I, tetapi kita harus mengakui bahwa kommunisme adalah sobat kentalnja. Penundjang-penundjang Min-sheng Chu I harus memahami kommunisme betul-betul. Kalau kommunisme sebetulnja adalah sobat kental Min-sheng Chu I. apakah sebabnja anggota-anggota Kuomintang menentang Partai Kommunis? Boleh djadi anggota-anggota Partai Kommunis sendiri tak begitu paham akan kommunisme dan mentjela San Min Chu I, dan dengan demikian menerbitkan reaksi dalam Kuomintang. Tetapi kesalahan anggota-anggota Partai Kommunis jang bodoh dan tak bertanggung djawab tak boleh seluruhnja didjatuhkan diatas pundak Partai Kommunis atau atas asas Partai itu. Kita hanja dapat mengatakan bahwa mereka bekerdja setjara individuil kelakuan-kelakuan buruk beberapa orang tidak bisa kita anggap sebagai representatif dan tidak bisa kita djadikan alasan untuk menentang seluruh Partai Kommunis. Djadi kita tak boleh menggunakan sikap buruk beberapa orang untuk mentjela pendirian suatu golongan tetapi apakah sebabnja soal ini mendjangkit dikalangan anggota-anggota Kuomintang? Sebab mereka tak paham betul akan Min-sheng Chu 1. Mereka tak insaf bahwa Min-sheng Chu I itu adalah sematjam kommunisme. Bentuk ini bukan berasal dari Marx tetapi adalah bentuk jang dilakukan antara orang-orang primitif ketika muntjul dimuka bumi. Menurut ahli-ahli evolusi biologi, manusia tumbuh dari binatang. Lambat laun berkembanglah sistim suku-suku dan sedjak itu kehidupan manusia berbeda sekali dengan kehidupan binatang. Masjarakat pertama jang dibangunkan manusia adalah masjarakat kommunis; zaman primitif adalah zaman kommunisme. Bagaimanakah tjara hidup manusia primitif itu? Kita dapat membajangkan hal ini dengan menjelidiki penghidupan orang liar sekarang ini di Afrika atau Malesia, jang belum dipengaruhi oleh peradaban. Seluruh sistim penghidupan mereka berupa<noinclude></noinclude> 589qxlcukk18abciyjuee9ezm14o1mw Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/143 104 111788 310550 2026-08-10T10:15:37Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310550 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>keterangan serta pendjelasannja tentang "sosialisme" dan "komunisme" dianggap membahajakan masjarakat. Pernah pula Surjopranoto mengarang kitab kamus "Djawa - Belanda" dan "Belanda - Djawa", tetapi sajang sekali. copynja morat-marit karena dobrakan, jang pernah dilakukan polisi berhubung dengan sesuatu penggeladahan dirumahnja. Masih banjak tjeritera² tentang Surjopranoto, jang sampai ia berusia landjut boleh dikata tidak pernah beristirahat. (Pada hari Kamis Paing tanggal 19 Romadlan tahun 1371 Hidjrah atau 1883 çaka, bersamaan dengan 12 Djuni 1952 J.l. ini, ia tepat berusia 80 tahun Islam). Jang banjak orang tidak tahu jaitu bahwa Surjopranoto sebelum tahun 1908 jaitu ditahun 1900, sudah berusaha mendirikan suatu badan koperasi, jang olehnja dinamakan "Mardi-Kaskaja" di Jogjakarta. Pula bahwa ditahun 1908, sebelum pemuda Sutomo mendirikan Boedi-Oetomo, Surjopranoto sudah berusaha menjatukan para pemuda peladjar, untuk maksud mana ia ber-sama² dengan saudara Achmad. Kedua-duanja, Surjopranoto dan Achmad, adalah peladjar pada "Middelbare Landbouwschool" di Bogor. Achmad kemudian mendjadi pemimpin S.I. dan kelaknja masuk kekalangan Pamong-pradja. Surjopranoto dan Achmad pernah mengadakan pembitjaraan dengan para peladjar di Stovia, tetapi tidak berhasil, karena ......... ja, karena belum tepat saatnja. Kemudian barulah pemuda² Soetomo, Goenawan dan kawan²-nja mendirikan "Budi-Utomo"-nja. Sesudah B.O. terbentuk pada tanggal 5 Oktober 1908 di Jogja. Surjopranoto terus dimasukkan kedalam pimpinannja sebagai secretaris Hoofdbestuur jang pertama. Itulah sebabnja kami telah minta kepada Surjopranoto, untuk memberi sekedar kenang2annja tentang Budi-Utomo, dalam periodenja jang permulaan. Silahkan para pembatja mengikuti sumbangan tulisannja sendiri jang berikut.<noinclude> {{rh|||147}}</noinclude> ahv0w6c2z30w26fgbthdf6o4c0hz7xf Halaman:San min chu i.pdf/160 104 111789 310551 2026-08-10T10:15:43Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310551 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||151}}</noinclude>kemerdekaan ini. Seperti telah saja katakan dahulu, kita sekarang berada dalam zaman demokrasi. Demokrasi telah didjalankan lebih dari satu abad lamanja didunia Barat, tetapi menurut sedjarah, dia menjusuli perdjuangan kemerdekaan. Mula-mula harus mentjurahkan darah untuk memperoleh kemerdekaan ; kemerdekaan melahirkan demokrasi. Pada waktu ini pemimpin-pemimpin terpeladjar di Amerika dan Eropah mendjundjung tinggi kemerdekaan ini sebagai pandji-pandji mereka, seperti kita mendjundjung tinggi ,,tiga asas-pokok rakjat" dalam revolusi kita. Berdasarkan hal-hal ini semuanja, dapatlah kita katakan bahwa peperangan-peperangan dinegeri Barat terutama dilakukan guna kemerdekaan. Setelah kemerdekaar ini tertjapai, hasil ini dinamakan hasil pikiran demokrasi. Istilah „demokrasi " berasal dari bahasa Junani kuno. Djuga sekarang orang-orang Barat tidak begitu tertarik akan istilah ,demokrasi" dan menganggapnja lebih kurang sebagai istilah teknis dalam ilmu politik. Demokrasi berlainan dari soal hidup-mati, sebaliknja kemerdekaan demikian adanja. Demokrasi dimulai dalam zaman Junari dan Rumawi ; pemerintahan pada waktu itu berbentuk republik jang diawasi kaum bangsawan, hal ini menjatakan adanja suatu perkataan kedaulatan rakjat. Kemudian sesudah runtuhnja Rumawi dan Jurani orang lupa lagi akan arti demokrasi ini. Peperangan-peperangan mentjapai kemerdekaan dalam dua abad jang penghabisan ini telah menghidupkan demokrasi kembali dan pada abad jang achir ini mendjadi buah bibir orang banjak ; di Tiongkok banjak pula orang memperhatikan dar. memperbintjangkan hal ini. Tetapi dalam peperangan-peperangan modern di Eropah jang djadi tudjuannja terutama kemerdekaan, baru demokrasi. Kemerdekaan adalah suatu perkataan jang gampang difahamkan setiap orang di Eropah. Perkataan kemerdekaan mer.ghidupkan perasaan persamaan hak diantara orang Eropah, sama dengan perkataan ,,memperoleh kekajaan" dalam hati sanubari orang Tionghoa. Kalau Tuan mengadjak seorang Tionghoa turut berperang guna mentjapai kemerdekaan, ia tak akan mengerti akar. maksud Tuan dan menolak turut serta ; tetapi kalau Tuan mengadjak ia, serta membajangkan ,,hendak memperoleh kekajaan", tentu ia dengan suka hati turut serta. Kemerdekaan adalah tudjuan utama dari peperangan-peperangan<noinclude></noinclude> 4nenbr0j4z37n51v2gojqsjfvn3ozrf Halaman:San min chu i.pdf/332 104 111790 310552 2026-08-10T10:17:22Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310552 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||327}}</noinclude>kommunisme, jang membuktikan bahwa masjarakat nenek-mojang kita tentu bersifat kommunis djuga. Pengaruh pertama masuknja perekonomian Barat di Tiongkok ialah mengenai tanah. Banjak orang mempergunakan tanah sebagai taruhan dalam perdjudian dan melakukan bermatjam-matjam spekulasi tanah. Banjak tanah jang harganja tak mahal, tetapi sepuluh atau duapuluh tahun jang akan datang mungkin meningkat tinggi harganja, sekarang telah mulai dinaikkan harganja oleh kaum spekulan. Inilah jang menjebabkan kenaikan harga tanah djadi semakin melompat-lompat. Bangsa Baratpun belum mendapat satu tjara jang memuaskan untuk memberantas perbuatan-perbuatan djahat jang timbul karena soal tanah. Kalau kita ingin memetjahkan soal tanah ini, haruslah kita kerdjakan sekarang djua; kalau kita tunggu sampai industri dan perniagaan berkembang, kita tak akan mendapat djalan untuk memetjahkannja. Pada waktu ini sedang pengaruh Barat mendjalar dan industri serta perniagaan kita mengalami perubahan-perubahan njata; perbedaan telah timbul, bukan sadja dikalangan kaum hartawan dan kaum miskin, tetapi djuga dikalangan jang empunja tanah sendiri. Umpamanja si A mempunjai satu mow tanah di Shanghai Bund sedangkan si B mempunjai satu mow tanah diluar kota Shanghai. Kalau si B mengerdjakan bidang tanah itu sendiri, ia akan mendapat keuntungan sepuluh sampai duapuluh dollar setahun kalau ia sewakan pada orang lain, ia hanja akan dapat lima sampai sepuluh dollar paling tinggi. Tetapi dikota si A dapat menjewakan satu mow tanah sebanjak sepuluh ribu dollar atau lebih. Djadi tanah di Shanghai memberi hasil beribu-ribu kali lipat; tanah diluar kota paling banjak memberi hasil dua kali lipat. Satu mow tanah dikedua tempat itu menjatakan perbedaan hasil jang begitu besarnja. Tudjuan Min-sheng Chu I ialah menjamaratakan sumber keuangan dalam masjarakat. Itulah sebabnja kita pandang Min-sheng Chu I sama dengan sosialisme atau kommunisme. Tetapi masing-masing mempunjai tjara-tjara penglaksanaan sendiri. Tindakan kita jang pertama ialah memetjahkan soal tanah.<noinclude></noinclude> qjlhpelfnx82k7vob9qivlx9kadnomu Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/142 104 111791 310553 2026-08-10T10:17:38Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310553 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''DISEKITAR BERDIRINJA BUDI-UTOMO'''<center> '''KATA PENGANTAR''' Banjak orang tahu, bahwa ''Surjopranoto'' adalah ''pemimpin S.I.'' jang kemudian diberi tugas oléh partainja untuk memimpin gerakan buruh. Dalam kedudukannja itulah Surjopranoto mendapat djulukan „Radja pemogok” atau „de Stakingskoning”. Banjak orang tahu djuga, bahwa Surjopranoto adalah ''pemimpin „Adhi-Dharma”'', ja'ni badan sosial jang berusaha setjara hebat di Jogjakarta dan beribu-ribu djumlah anggautanja. Salah satu buah aksi „Adhi-Dharma” ialah perguruannja, jang terkenal sebagai „Adhi-Dharmoschool” dan sedjak tahun 1915 diberdirikan di Jogjakarta pula. Adhi-Dharmoschool adalah sekolah partikelir jang untuk pertama kali diberdirikan oléh bangsa kita dalam bentuk H.I.S. Sajang sekali, bahwa „Adhi-Dharmo”, baik badan-induknja maupun perguruannja tidak dapat terus hidup berhubung dengan ber-matjam² halangan. Orang tahu djuga, bahwa Surjopranoto didalam ''penerbitan madjalah'' banjak sekali pengalamanja. Memang gerak-penanja sangat lantjar, tjita²nja sangat menarik hati orang dan fikiran serta pengetahuannja tidak pernah bersikap ragu², sebaliknja ia senantiasa tegas dan terang dalam melahirkan isi hatinja. Surjopranoto djuga kerap kali ''menerbitkan buku²'', baik terdjemahan maupun tjiptaan²nja jang asli. Pernah ia mengarang buku „Sosotya Rinuntjé” dalam bahasa Djawa, jang berisikan pelbagai fatwa jang indah² dan diterbitkan oléh Balai-Pustaka Djakarta. Pada waktu itu (sebelum 1908) Surjopranoto ada seorang „theosoof” (seperti djuga Hadji Agus Salim). Dalam zaman S.I. jang pertama pernah djuga Surjopranoto menerbitkan „Encyclopaedie” setjara serie nomor² jang ber-turut². Penerbitan tak dapat terus langsung, karena kemudian segenap oplaagnja dibeslag oléh polisi Hindia-Belanda, disebabkan karena<noinclude> {{rh|146||}}</noinclude> sj9mqkm2nc0u8u5hpa4jl8gzvwub4x9 310554 310553 2026-08-10T10:17:57Z Link PB 26772 310554 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''DISEKITAR BERDIRINJA BUDI-UTOMO'''</center> '''KATA PENGANTAR''' Banjak orang tahu, bahwa ''Surjopranoto'' adalah ''pemimpin S.I.'' jang kemudian diberi tugas oléh partainja untuk memimpin gerakan buruh. Dalam kedudukannja itulah Surjopranoto mendapat djulukan „Radja pemogok” atau „de Stakingskoning”. Banjak orang tahu djuga, bahwa Surjopranoto adalah ''pemimpin „Adhi-Dharma”'', ja'ni badan sosial jang berusaha setjara hebat di Jogjakarta dan beribu-ribu djumlah anggautanja. Salah satu buah aksi „Adhi-Dharma” ialah perguruannja, jang terkenal sebagai „Adhi-Dharmoschool” dan sedjak tahun 1915 diberdirikan di Jogjakarta pula. Adhi-Dharmoschool adalah sekolah partikelir jang untuk pertama kali diberdirikan oléh bangsa kita dalam bentuk H.I.S. Sajang sekali, bahwa „Adhi-Dharmo”, baik badan-induknja maupun perguruannja tidak dapat terus hidup berhubung dengan ber-matjam² halangan. Orang tahu djuga, bahwa Surjopranoto didalam ''penerbitan madjalah'' banjak sekali pengalamanja. Memang gerak-penanja sangat lantjar, tjita²nja sangat menarik hati orang dan fikiran serta pengetahuannja tidak pernah bersikap ragu², sebaliknja ia senantiasa tegas dan terang dalam melahirkan isi hatinja. Surjopranoto djuga kerap kali ''menerbitkan buku²'', baik terdjemahan maupun tjiptaan²nja jang asli. Pernah ia mengarang buku „Sosotya Rinuntjé” dalam bahasa Djawa, jang berisikan pelbagai fatwa jang indah² dan diterbitkan oléh Balai-Pustaka Djakarta. Pada waktu itu (sebelum 1908) Surjopranoto ada seorang „theosoof” (seperti djuga Hadji Agus Salim). Dalam zaman S.I. jang pertama pernah djuga Surjopranoto menerbitkan „Encyclopaedie” setjara serie nomor² jang ber-turut². Penerbitan tak dapat terus langsung, karena kemudian segenap oplaagnja dibeslag oléh polisi Hindia-Belanda, disebabkan karena<noinclude> {{rh|146||}}</noinclude> 4b0ef25pg765wv420di8zykzg0pr713 310555 310554 2026-08-10T10:18:11Z Link PB 26772 310555 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''DISEKITAR BERDIRINJA BUDI-UTOMO'''</center> KATA PENGANTAR Banjak orang tahu, bahwa ''Surjopranoto'' adalah ''pemimpin S.I.'' jang kemudian diberi tugas oléh partainja untuk memimpin gerakan buruh. Dalam kedudukannja itulah Surjopranoto mendapat djulukan „Radja pemogok” atau „de Stakingskoning”. Banjak orang tahu djuga, bahwa Surjopranoto adalah ''pemimpin „Adhi-Dharma”'', ja'ni badan sosial jang berusaha setjara hebat di Jogjakarta dan beribu-ribu djumlah anggautanja. Salah satu buah aksi „Adhi-Dharma” ialah perguruannja, jang terkenal sebagai „Adhi-Dharmoschool” dan sedjak tahun 1915 diberdirikan di Jogjakarta pula. Adhi-Dharmoschool adalah sekolah partikelir jang untuk pertama kali diberdirikan oléh bangsa kita dalam bentuk H.I.S. Sajang sekali, bahwa „Adhi-Dharmo”, baik badan-induknja maupun perguruannja tidak dapat terus hidup berhubung dengan ber-matjam² halangan. Orang tahu djuga, bahwa Surjopranoto didalam ''penerbitan madjalah'' banjak sekali pengalamanja. Memang gerak-penanja sangat lantjar, tjita²nja sangat menarik hati orang dan fikiran serta pengetahuannja tidak pernah bersikap ragu², sebaliknja ia senantiasa tegas dan terang dalam melahirkan isi hatinja. Surjopranoto djuga kerap kali ''menerbitkan buku²'', baik terdjemahan maupun tjiptaan²nja jang asli. Pernah ia mengarang buku „Sosotya Rinuntjé” dalam bahasa Djawa, jang berisikan pelbagai fatwa jang indah² dan diterbitkan oléh Balai-Pustaka Djakarta. Pada waktu itu (sebelum 1908) Surjopranoto ada seorang „theosoof” (seperti djuga Hadji Agus Salim). Dalam zaman S.I. jang pertama pernah djuga Surjopranoto menerbitkan „Encyclopaedie” setjara serie nomor² jang ber-turut². Penerbitan tak dapat terus langsung, karena kemudian segenap oplaagnja dibeslag oléh polisi Hindia-Belanda, disebabkan karena<noinclude> {{rh|146||}}</noinclude> k535q27m6xqvx6vvpfxmrdciav6ww43 Halaman:San min chu i.pdf/161 104 111792 310556 2026-08-10T10:19:56Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310556 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||156}}</noinclude>Eropah ; karena perkataan ini tak asing bagi orang Eropah dan mereka mau berselisih untuk mentjapainja serta mau pula berkorban ; tiap-tiap orang Eropah mendjundjung tinggi kemerdekaan. Apakah sebabnja orang-orang Eropah sangat memperhatikan benar perkataar. kemerdekaan ini, sedangkan tak seorangpun orang Tionghoa jang menghiraukannja hanja „memperoleh kekajaan" jang dipentingkan ? Sebab-sebab jang dalam jang harus kita selidiki banjak sekali, supaja kita dapat menghargai arti katanja. Perhatian orang-orang Tionghoa terhadap memperoleh kekajaar " terutama disebabkan karena Tiongkok bangkrut dan rakjatnja miskin. Djadi jang paling diderita rakjat kita ialah kemiskinan, sedangkan kalau mereka ,,memperoleh kekajaan " , mereka dapat melenjapkan kesusahar ini dengan sekali-gus. Itulah sebabnja perkataan ini sangat mereka sandjung-sandjung. Bebas dari kemiskinan berarti djuga bebas dari penderitaan : „terhindar dari kesengsaraan dan kemelaratan " . Kalau rakjat dalam keadaar. kemiskinan ini, tiba-tiba mendengar seorang membitjarakan tentang memperoleh kekajaan dan pele- njapan kesengsaraan" , sudah selajaknja mereka akan turut serta, tambah lagi sanggup mereka mengorbankan djiwa mereka untuk memperoleh kekajaan. Orang-orang Barat selama dua abad jar.g penghabisan ini berani mengorbankan segala-galanja guna men- tjapai ,,kemerdekaan " , sedangkan orang-orang Tionghoa guna mentjapai kekajaan " . Rakjat didunia Barat mentjari kemerdekaan, karena penindasanpenindasan otokrasi makin lama makin bertambah, hingga tak ter- tahan lagi. Pada waktu itu mereka berada dalam tingkat peradaban seperti pada waktu runtuhnja dinasti Chou dan waktu negara-negara setanding kuatnja di Tiongkok ; djadi kira-kira dalam zaman keradjaar. Rumawi. Pada waktu Rumawi mempersatukan Eropah, pada waktu itu pulalah terdapat dinasti-dinasti Chou, Ch'in dan Han. Mula-mula Rumawi berbentuk Republik, tetapi achirnja djadi keradjaan. Sesudah keradjaan Rumawi runtuh, di Eropah timbul berbagai-bagai negara, tepat seperti keadaan di Tiongkok ketika djatuhnja dinasti Chou jang mengakibatkan timbulnja negaranegara baru jang setanding kuatnja.<noinclude></noinclude> 3nyk15hjt36hzd21st6srmq6thnd1sg Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/141 104 111793 310557 2026-08-10T10:21:20Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310557 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>gan akan mengutjapkan critiek terhadapnja", maka banjak anggauta²nja jang dapat rintangan dari pembesar² Pemerintah. Djika mereka berapat senantiasa mereka diawaskan oleh polisi dan barang siapa dengan pedas berani mentjela aturan² Pemerintah atau pembesar²nja maka mereka mendapat rintangan rupa² dalam pekerdjaannja se-hari². Saja ingat waktu saja pertama kali djadi anggauta Volksraad jang pertama, dalam sidangnja saja berkata: "Sajang sekali politik Belanda terhadap orang Indonesia ialah perut dipenuhi, tapi djangan djadi kaja" (De buik gevuld, maar ook niets meer). Saja disuruh keluar dari Volksraad atau mohon pensiun. Sebab saja masih suka mendjabat bupati, maka saja mohon keluar dari Volksraad. Meskipun demikian, saja mengalami rintangan rupa² dalam pekerdjaan saja. Dari itu dalam tahun 1925, setelah saja djadi bupati lebih dari 23 tahun, saja mohon pensiun. Setelah saja pensiun, dalam tahun 1926, saja dipilih djadi ketua Budi Utomo dan dalam tahun 1927 dipilih djuga djadi anggauta "Gedelegeerde" Volksraad. Budi Utomo saja ketuai selama lk. 10 tahun hingga penghabisan ia menjatukan diri dengan "Studie-club" di Surabaja, mendjadi Parindra. Rintangan jang saja uraikan diatas ini perlu saja tjeriterakan sebagai tjontoh rintangan anggauta² B.U. lain²nja. Djemu dari segala rintangan itu, dalam tahun 1929 B.U. mentjebur dalam P.P.P.K.I. (''Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia'') dan dengan ini menjatakan setudjunja dengan persatuan Indonesia. Dari itu lama-kelamaan B.U. menimbang kurang perlunja berdiri sendiri, baik menjatukan diri dengan perkumpulan lain, supaja lebih kuat. Dari sebab itu B.U. menjatukan diri dengan Studie-club di Surabaja, jang diketuai oleh almarhum ''Dr.R. Sutomo'', jaitu bekas peladjar disekolahan Dokter Djawa jang dalam tahun 1908 mendirikan B.U. djuga. Nama persatuan baharu diganti djadi "Partai Rakjat Indonesia Raja", atau tersingkat Parindra. Jang dipilih djadi ketua, ialah ''Dr.R. Sutomo'' tersebut diatas, ketua dari "Studie-club" di ''Surabaja''. Dengan ini lenjaplah ''Budi Utomo'' dari muka bumi.<noinclude> {{rh|||145}}</noinclude> ri4bhaf21n497k9bw6bqk70wggmyru6 310563 310557 2026-08-10T10:24:41Z Link PB 26772 310563 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|gan|segan}} akan mengutjapkan critiek terhadapnja", maka banjak anggauta²nja jang dapat rintangan dari pembesar² Pemerintah. Djika mereka berapat senantiasa mereka diawaskan oleh polisi dan barang siapa dengan pedas berani mentjela aturan² Pemerintah atau pembesar²nja maka mereka mendapat rintangan rupa² dalam pekerdjaannja se-hari². Saja ingat waktu saja pertama kali djadi anggauta Volksraad jang pertama, dalam sidangnja saja berkata: "Sajang sekali politik Belanda terhadap orang Indonesia ialah perut dipenuhi, tapi djangan djadi kaja" (De buik gevuld, maar ook niets meer). Saja disuruh keluar dari Volksraad atau mohon pensiun. Sebab saja masih suka mendjabat bupati, maka saja mohon keluar dari Volksraad. Meskipun demikian, saja mengalami rintangan rupa² dalam pekerdjaan saja. Dari itu dalam tahun 1925, setelah saja djadi bupati lebih dari 23 tahun, saja mohon pensiun. Setelah saja pensiun, dalam tahun 1926, saja dipilih djadi ketua Budi Utomo dan dalam tahun 1927 dipilih djuga djadi anggauta "Gedelegeerde" Volksraad. Budi Utomo saja ketuai selama lk. 10 tahun hingga penghabisan ia menjatukan diri dengan "Studie-club" di Surabaja, mendjadi Parindra. Rintangan jang saja uraikan diatas ini perlu saja tjeriterakan sebagai tjontoh rintangan anggauta² B.U. lain²nja. Djemu dari segala rintangan itu, dalam tahun 1929 B.U. mentjebur dalam P.P.P.K.I. (''Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia'') dan dengan ini menjatakan setudjunja dengan persatuan Indonesia. Dari itu lama-kelamaan B.U. menimbang kurang perlunja berdiri sendiri, baik menjatukan diri dengan perkumpulan lain, supaja lebih kuat. Dari sebab itu B.U. menjatukan diri dengan Studie-club di Surabaja, jang diketuai oleh almarhum ''Dr.R. Sutomo'', jaitu bekas peladjar disekolahan Dokter Djawa jang dalam tahun 1908 mendirikan B.U. djuga. Nama persatuan baharu diganti djadi "Partai Rakjat Indonesia Raja", atau tersingkat Parindra. Jang dipilih djadi ketua, ialah ''Dr.R. Sutomo'' tersebut diatas, ketua dari "Studie-club" di ''Surabaja''. Dengan ini lenjaplah ''Budi Utomo'' dari muka bumi.<noinclude> {{rh|||145}}</noinclude> r5zz9rwrsnbr4j3776wga4clycg3fm8 Halaman:San min chu i.pdf/162 104 111794 310558 2026-08-10T10:21:35Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310558 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||157}}</noinclude>Itulah sebabnja banjak ahli-ahli pikir membandingkan perselisihan antara ,, tudjuh pemimpin pada achir dinasti Chou dengan keadaan Eropah sesudah djatuhnja Rumawi. Sesudah keradjaan Roma petjah belah mendjadi negara-negara ketjil mulailah terdapat sistim feodal ; pemimpin-pemimpin jang paling kuat djadi radja atau pangeran ; jang kurang kuat djadi markis, selebihnja graaf ( earl ) , burggraaf ( viscount ) dan baron. Mereka ini semuanja berkuasa dalam daerah mereka sendiri. Hal tersebut mengakibatkan sistim pemerintah jang djauh lebih kedjam dari pemerintahan feodal di Tiongkok selama dinasti Chou. Pada waktu itu tak dapatlah kita bajangkan bagaimana sengsaranja rakjat dibawah pemerintahan feodal ; orang-orarg Eropah lebih-lebih menderita dari pada orang Tionghoa dibawah otokrasi mereka. Hal tersebut disebabkan dinasti Ch'in dalam melakukan pemerintahan otokrasi mengadakan perhubungan langsung dengan rakjat, menetapkan hukuman mati kepada setiap orang jarg mentjela pemerintahan, sedangkan dua orang jang membitjarakan keadaan pemerintah ditembak mati pula ; tak lama kemudian keadaan2 diatas mengakibatkan dinasti itu runtuh. Karena itulah dirasti-dinasti dan pemerintahan sesudah zaman dinasti Ch'in melakukan politik pe- merintahan jang lebih lunak terhadap rakjat ; perhubungan rakjat dengan pemimpin-pemimpin negara hampir tak ada, ketjuali pada pembajaran padjak gandum tiap-tiap tahun. Kelaliman radja-radja di Eropah boleh dikatakan langsung ditimpakan keatas bahu rakjat djelata. Ketika kelaliman makin lama makin mendjadi-djadi, hingga keadaan sampai begitu buruk seperti jang belum pernah dialami orang Tionghoa. Demikian orang-orang Eropah dua ratus tahun jang lalu mengeluh dibelenggu otokrasi tepat seperti orang Tionghoa sekarang mengeluh dibelenggu kemiskinan. Dalam waktu jang lama ini orang-orang Eropah menderita kelaliman ini jang memberi perasaan sedalam-dalamnja bagaimana sakitnja menderita sengsara ini jang disebabkan tidak ada kemerdekaan ; bagi mereka hanja tinggal satu djalan untuk melenjapkan penderitaan itu, jaitu peperangan gura mentjapai kemerdekaan ; kalau ada seseorang memperbintjangkan kemerdekaan, dengan sukarela mereka akan turut serta.<noinclude></noinclude> lwcmuzxwdeqsb5ao7b15l8w76kbb74u Halaman:San min chu i.pdf/163 104 111795 310559 2026-08-10T10:22:22Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310559 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||158}}</noinclude>Sesudah sistim feodal Tiongkok kuno hantjur, pemerintahan otokrasi hampir tak meninggalkan pengaruhnja dikalangan rakjat djelata. Sedjak djatuhnja dinasti Ch'in, tudjuan terutama dari radja-radja Tiongkok ialah memperlindungi tachta keradjaan mereka, supaja tampak pemerintahan tetap berada dalam tangan keluarga mereka dan berusaha supaja keturunan-keturunan mereka dapat memerintah negara dengan aman untuk selama-lamanja. Sebab itu tiap-tiap kegiatan rakjat jang membajangkan bahaja terhadap kedudukannja, dihukum seberat-beratnja, kalau ada seorang berani memberontak, bukan ia sendiri jang dihukum, tetapi djuga sembilan tingkat sanak keluarganja, tindakan-tindakan kedjam ini dilakukan untuk mertjegah pemberontakan rakjat. Radja-radja itu hanja bertjita-tjita guna menduduki tachta keradjaan buat selama- lamanja. Dengan perkataan lain, asal rakjat tak berbuat apa-apa jang mungkin membahajakan kedudukan radjanja boleh ia berbuat sekehendak hatinja, dan pemerintah tak akan turut tjampur. Sebab itu sedjak dinasti Ch'in, radja-radja sesudah itu semuanja hanja memperhatikan kedudukan mereka sadja, sedangkan penghidupan rakjat diabaikan ; mereka sama sekali tak memikirkan usaha-usaha guna memperoleh kemakmuran rakjat . Republik kita telah berdiri 13 tahun lamanja, karena pemerintahan kita lemah dan sampai sekarang belum djuga sempat mendirikan pemerintahan jang kokoh dan kuat, maka itulah sebabnja kita belum mentjurahkan perhatian kepada soal jang mengenai hubungan rakjat dan negara. Bagaimanakah keadaan selama dinasti Manchu dan hubungan rakjat dengan dinasti radja itu sebelum tahun 1911 ? Tiap-tiap provinsi diperintah oleh gubernur djenderal atau gubernur jang dibantu oleh taotai, sedjumlah besar pembantu-pembantu hakim kepolisian beserta tenaga-tenaga bawahan mereka. Selain dari pada rakjat membajar padjak gandum pada tiap-tiap tahun boleh dikatakar. tak ada lagi perhubungan rakjat dengan radja. Hal ini mengakibatkan kesadaran politik pada rakjat sangat tipis. Rakjat tak menghiraukan lagi siapa radjanja. Kalau mereka sudah membajar padjak, menurut dugaan mereka kewadjiban sebagai warga negara sudah dipenuhi. Radja-radja hanja menginginkan supaja rakjat membajar padjak sadja dar apa jang dikerdjakan selain dari itu, tak mendjadi tanggungan radja.<noinclude></noinclude> ttwei290nn8jb4oxja443weup7fxzho Halaman:San min chu i.pdf/164 104 111796 310560 2026-08-10T10:23:16Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310560 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||159}}</noinclude>Berdasarkan hal ini terbuktilah bahwa rakjat Tiongkok setjara langsung tak merasakan penindasan otokrasi, penderitaan mereka datangnja setjara halus dan tak langsung. Karena negara kita lemah, kita sekarang berada dibawah penindasan politik dan ekonomi bangsa-bangsa asing dan tak mempunjai tenaga untuk melawan. Sekarang kekajaar. kita telah dihabiskan dan rakjat sangat menderita kemiskinan karena penindasan otokrasi tak langsung. Itulah sebabnja rakjat Tiongkok tak begitu membentji radja-radjanja. Sebaliknja otokrasi di Eropah sangat berbeda dengan otokrasi di Tiongkok. Kelaliman radja di Eropah makin lama makin bertambah sesudah djatuhnja keradjaan Roma semendjak 2 atau 3 abad jang lalu, dengan tjepat berkembang dan rakjat bertambah-tambah menderita dan tidak tertanggungkan. Segala pekerdjaan jarg mengandung arti kemerdekaan dilarang ; jang terutama kemerdekaan berpikir, kemerdekaan berbitjara dan kemerdekaan bergerak. Batas-batas larangan ini tak ada lagi di Eropah dan kita tak pernah mendengar atau merdjumpainja lagi. Tetapi kita masih mempunjai sematjam tjara untuk mentjeritakan apakah arti tidak ada kemerdekaan ber- gerak. Kita mengetahui sesuatu tentang pembatasan-pembatasan jang dialami oleh perantau-perantau Tionghoa kalau mereka memasuki tanah-tanah djadjahan Belanda dan Perantjis. Pulau Djawa umpamarja pernah berada dibawah kekuasaan Tiongkok dengan membajar padjak tiap-tiap tahun, sekarang mendjadi djadjahan Belanda. Sedjak orang-orang Belanda berkuasa disitu tiap-tiap orang Tionghoa baik saudagar maupun mahasiswa atau pekerdjapekerdja jang pergi mentjari nafkah harus melalui pemeriksaan jarg teliti oleh polisi Belanda. Orang2 Tionghoa dibawa kekamar jang ketjil, mereka diperiksa badannja dari atas sampai kebawah dalam keadaan telandjang bulat oleh seorang tabib ; djuga diambil ukur- an-ukuran badannja dar tjap djarinja, sebelum ia dibolehkan pergi kedarat. Didaratpun kemana sadja ia pergi, ia harus mentjatatkan namanja dan kalau mereka pergi dari sebuah kota kekota lain harus pula ia mempunjai sebuah surat keterangan. Sesudah pukul sembilan malam keterangan biasa tak berlaku lagi. Sekarang ia harus mempur.jai sebuah keterangan untuk malam hari<noinclude></noinclude> fqdtdtohx4cfahbb9m0gc9npyesycmp Halaman:San min chu i.pdf/333 104 111797 310561 2026-08-10T10:23:22Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310561 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||328}}</noinclude>Tjara pemetjahan soal tanah berlain-lainan ditiap-tiap negeri dan tiap-tiap negeri mempunjai kesukaran-kesukaran sendiri. Rantjangan jang akan kita lakukan gampang dan sederhana ~ penjamaan dalam memiliki tanah. Kalau kita membitjarakan soal tanah dan pembagian tanah jang samarata sudah tentu tuan-tuan tanah tjuriga dan takut mendengarnja, tak ubahnja seperti kaum kapitalis menggeletar kalau mendengar orang membitjarakan sosialisme dan lalu mereka ingin bergerak untuk melawan dan memusnahkannja. Kalau tuan-tuan tanah kita tak ubah seperti tuan-tuan tanah besar di Eropah jang mempunjai kekuasaan besar, amatlah susah bagi kita untuk memetjahkan soal tanah. Tetapi Tiongkok tak mempunjai tuan-tuan tanah besar, dan kekuasaan tuan-tuan tanah ketjil itu masih dapat dikatakan lemah. Kalau soal tersebut sekarang kita petjahkan, tentu dapat diselesaikan kalau kita melalaikan kesempatan ini sekarang kita tidak akan dapat djalan lagi untuk memetjahkannja nanti. Perundingan-perundingan mengenai soal tanah sudah selajaknja menimbulkan perasaan tjuriga dikalangan tuan-tuan tanah, tetapi kalau diturut politik Koumintang tak usahlah tuan-tuan tanah itu kuatir. Bagaimanakah politik kita? Kita mengandjurkan agar pemerintah membeli tanah-tanah itu kembali, kalau perlu berdasarkan atas padjak tanah dan harga tanah. Bagaimanakah harga tanah akan kita tetapkan? Menurut pikiran saja, baiklah tuan-tuan tanah sendiri menetapkan harganja. Misalnja tanah di Canton Bund umpamanja akan dilapurkan oleh jang empunja tanah seharga seratus ribu dollar atau sepuluh ribu dollar satu mow Hampir ditiap negeri, tingginja padjak tanah kira-kira satu persen dari harga tanah satu dollar untuk tanah berharga seratus dollar, seribu dollar untuk tanah berharga seratus ribu dollar. Ini adalah tarip padjak biasa. Rantjangan kita sekarang djuga didasarkan atas tarip padjak ini. Tuan-tuan tanah harus melapurkan harga tanahnja pada pemerintah dan pemerintah mendjatuhkan padjak menurut lapuran itu. Kebanjakan orang berpikir, kalau tuan tanah sendiri disuruh memberi taksiran padjak tanahnja, sudah tentu mereka akan merendahkan harga tanahnja dan akan merugikan pemerintah. Umpamanja, tuan tanah melapurkan harga sebidang tanah sebanjak sepuluh ribu dollar, sedangkan harga tanah itu<noinclude></noinclude> niyfwor69zyx9jq307uslbx5nao2m33 Halaman:San min chu i.pdf/165 104 111798 310562 2026-08-10T10:24:14Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310562 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||160}}</noinclude>dan diharuskan membawa lentera. Inilah perlakuan pemerintah Belanda terhadap perantau-perantau Tionghoa kalau mereka berada dipulau Djawa. Pelanggaran terhadap kemerdekaan bergerak seseorang ini sudah pasti peninggalan dari zaman otokrasi kuno di Eropah dan sekarang dipakai oleh Belanda terhadap orang-orang Tionghoa. Hal-hal ini memperlihatkan kepada kita bagaimana keadaan di Eropah pada zaman kuno itu. Disamping pembatasan kemerdekaan bergerak masih terdapat pula pembatasan-pembatasan mengenai kemerdekaan berdagang, kemerdekaan bekerdja, kemerdekaan agama dan lain-lain. Marilah kita periksa tentang kemerdekaan beragama. Kalau rakjat jang hidup disuatu tempat dipaksa memeluk sesuatu agama dengan tak menghiraukan apakah mereka setudju menganutnja atau tidak, akibatnja menimbulkan keadaan-keadaan jang tidak tertanggung. Memang orang-orang Eropah sangat menderita, seolah-olah makan hati , berulam djantung " ( deep waters and burning fire ) ; disebabkan penjangkalan kemerdekaan itu. Bila mereka mendengar seseorang akan memimpin perdjuangan untuk kemerdekaan, mereka semuanja ikut dan turut menundjangnja. Demikianlah permulaannja dalam pikiran revolusioner di Eropah. Revolusi-revolusi di Eropah ialah perdjuangan untuk mentjapai kemerdekaan. Guna kepentingan kemerdekaan, rakjat sudi mengalirkan darahnja, mengorbankan djiwa serta harta bendanja. Tak heran kita ketika kemerdekaan jang diperdjuangkan tertjapai, rata-rata penduduk menerimanja sebagai salah satu barang jang sutji, malahan sekarang disar.djung-sandjung. Pengertian kemerdekaan baru sadja dimasukkan ke Tiongkok dan sedjumlah ahli-ahli pikir membela pengertiannja dengan sungguh-sungguh, sebagai hasilnja banjak orang mengira bahwa kita berperang untuk kemerdekaan. Sekarang kita hendak membitjarakan demokrasi. Teori demokrasi datang dari Eropah dan Amerika dan kita harus mengerti akan arti perkataan tersebut sedalam-dalamnja. Harus pula kita ketahui apa jang sangat rapat hubungannja dengan perkataan demokrasi. Orang-orang Eropah pernah menderita kesengsaraan begitu beratnja hingga tak tertahan lagi, dan berdjuta-djuta serentak bangun dengar satu pikiran ialah hendak mentjapai kemerdekaan ; djika kemerdekaan telah tertjapai dengan sendirinja berkembang demokrasi. Karena itu, kalau kita hendak<noinclude></noinclude> kqfll7z21iifx9orlhr33t6l9x1n9nn Halaman:San min chu i.pdf/166 104 111799 310564 2026-08-10T10:25:28Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310564 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||161}}</noinclude>membitjarakan demokrasi, pertama harus kita ketahui sedjarah peperangan mentjapai kemerdekaan. Ketika semangat revolusioner Barat baru sadja mendjalar ke Tiongkok banjak mahasiswa-mahasiswa dan ahli pikir jang sedar, dan mempropagandakan kemerdekaan. Mereka ini mengira bahwa karena revolusi di Eropah seperti revolusi Perantjis memperdjuangkan kemerdekaan, kitapun harus berdjuang untuk kemerdekaan. Ini tak ubahnja ,,mengatakan apa jang dikatakan orang lain" . Mereka tidak sungguh mentjurahkan pikiran mereka guna mempeladjari perhubungan antara demokrasi dengan kemerdekaan, djuga tak menundjukkan dengan djelas tentang artinja jang sebenarnja. Ada pengertian jarg dalam pada usul partai revolusioner kita bahwa ,,tiga prinsip rakjat" lebih dalam maksudnja dari perdjuangan kemerdekaan, jang harus kita pakai sebagai dasar revolusi kita. Sem- bojan revolusi Perantjis ialah : kemerdekaan ( Liberty) sembojan revolusi Amerika „kemerdekaan negara" ( Independence) , sembojan revolusi kita ,,Tiga prinsip rakjat " . Banjaklah waktu dan pikiran jang kita tjurahkan sebelum kita menetapkan sembojan-sembojan kita itu ; kita bukanlah hanja meniru orang lain semata-mata. Mengapa kita katakan, bahwa andjuran-andjuran pemuda-pemuda untuk membela kemerdekaan tak benar ? Sedangkan di Eropah orang-orang berteriak untuk membela kemerdekaan jang sangat disetudjuinja. Hal ini sudah saja djelaskan ; apabila kita mengan- djurkan sesuatu untuk diperdjuangkan, maka kita harus melenjapkan kesengsaraan-kesengsaraan jang diderita rakjat kita, supaja dengan djalan ini seluruh rakjat dengan tak ragu-ragu lagi akan berpihak kepada kita. Rakjat di Eropah sangat menderita karena kelaliman radja dan ketika dikibarkan pandji-pandji kemerdekaan. berdjuta-djuta rakjat ikut serta membantunja. Rakjat di Tiongkok tidak menderita kelaliman seperti di Eropah itu ; itulah sebabnja, kalau kita hendak berteriak untuk kemerdekaan itu tidak mereka indahkan. Tetapi kalau kita adjak ,memperoleh ke- kajaan" seluruh rakjat akan turut dengan gembira. „Tiga prinsip rakjat " dalam garis-garis besarnja bertudjuan mentjapai kemakmuran. Kita harus mempertimbangkan lebih dahulu pendjelasan didalam pikiran kita, sebelum kita menghargakan apa jang terkandung didalamnja. Mengapa kita tidak langsung membitjarakan tentang kemakmuran ? Sebab tuntutan kemakmuran tidak San Min Chu I<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude> 8eynlmq2pag24uizrx59xif2q84dl8r Halaman:San min chu i.pdf/334 104 111800 310565 2026-08-10T10:26:29Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310565 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||329}}</noinclude>sebetulnja seratus ribu dollar. Menurut taksiran seratus ribu dollar, pemerintah akan menerima seribu dollar sebagai pembajaran padjak, tetapi menurut taksiran sepuluh ribu dollar, pemerintah hanja menerima seratus dollar. Djadi kantor padjak rugi sembilan ratus dollar. Tetapi baik sekali kalau pemerintah mengadakan dua peraturan sebagai berikut: pertama, pemerintah akan memungut padjak sesuai dengan harga jang dinjatakan atas tanah itu; kedua, pemerintah dibolehkan djuga membeli tanah itu kembali dengan harga jang dilapurkan itu. Tuan tanah jang melapurkan harga tanahnja jang seratus ribu dollar djadi sepuluh ribu dollar berarti memperdajakan pemerintah sebanjak sembilan ratus dollar bagi keuntungan dirinja sendiri tetapi kalau pemerintah membeli tanahnja kembali seharga sepuluh ribu dollar, sudah tentu ia menderita rugi sembilanpuluh ribu dollar; satu kerugian besar baginja! Menurut rantjangan saja, kalau tuan tanah melapurkan rendah harga tanahnja, sudah tentu ia takut kalau pemerintah akan membeli tanahnja dengan harga itu dan dengan djalan demikian ia akan kehilangan miliknja; kalau ia melapurkan harga terlalu tinggi, takut ia akan padjak jang didjatuhkan atas tanahnja menurut harga tinggi itu dan akan kerugian karena padjak itu. Kalau kedua kemungkinan ini dipikirkannja dengan sungguh-sungguh, sudah tentu tuan tanah tak akan melapurkan harga tanahnja terlalu tinggi atau terlalu rendah; ia akan mengambil djalan tengah dan melapurkan harga pasar sedjati pada pemerintah. Sebagai hasilnja baik tuan tanah maupun pemerintah tak menderita rugi. Sesudah harga tanah ditetapkan, kita harus mengadakan peraturan oleh undang-undang bahwa sedari tahun itu segala kenaikan harga tanah, jang dilain negeri berarti penambahan padjak lebih berat, akan dimiliki masjarakat. Sebab, kenaikan harga tanah bergantung kepada kemadjuan masjarakat, industri dan perniagaan. Industri dan perniagaan Tiongkok lambat sekali madjunja selama beribu-ribu tahun ini itulah sebabnja harga tanah hampir tak berubah sekian lama. Tetapi demi datang kemadjuan dan perubahan, seperti dalam kota-kota modern di Tiongkok. maka harga tanah berubah tiap hari, kadang-kadang naik sampai seribu kali lipat atau sepuluh ribu kali lipat. Kemadjuan dan perbaikan itu disebabkan tenaga dan kegiatan berusaha seluruh rakjat dan bukan karena tenaga dan kegiatan beberapa orang sadja. Umpamanja:<noinclude></noinclude> c4uxmvjbq4c7mju10e7o22fazp6ep2r Halaman:San min chu i.pdf/167 104 111801 310566 2026-08-10T10:26:35Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310566 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||162}}</noinclude>memeluk seluruh tiga prinsip rakjat, tetapi Tiga prinsip rakjat mengandung tuntutan kemakmuran. Komunisme jang dipraktekkan orang Rus pada mula-mula revolusi adalah seperti memperoleh kekajaan" dan hal ini adalah politik jang sederhana dan langsung guna mentjapai kemakmuran. Politik partai revolusioner kita tak hanja mempunjai satu tudjuan sadja, oleh karena itulah untuk memperoleh kekajaan" tak satu-satunja djalan jang meliputi seluruh politik kita. Lebih sukar lagi untuk memasukkan pengertian kemerdekaan dikalangan rakjat. Ahli-ahli pikir Eropah jang modern setelah menjelidiki Tiongkok, semuanja berpendapat bahwa peradaban kita djauh terbelakang, kesedaran politik kita belum masak sehingga kita tak mengerti artinja ,kemerdekaan " . Djuga mereka terangkan : „Kami orang Eropah berdjuang dan berkorban guna kemerdekaan selama seratus atau dua ratus tahun jang lalu, serta banjak sekali melakukan perbuatanperbuatan jang mengagumkan, sampai sekarang tak seorang jang tahu berapa djumlahnja, tetapi orang Tionghoa masih belum tahu apa kemerdekaan itu. Keadaan-keadaan diatas menundjukkan bahwa djalan pikiran politik bangsa Eropah djauh lebih tinggi tingkatnja dari pada djalan pikiran politik orang Tionghoa " . Mereka berpendapat kita kekurangan tjita-tjita politik, sebab kita tidak berbitjara tentang kemerdekaan. Saja harap bukti-bukti sematjam ini tak usah dihiraukan benar. Kalau orang-orang Eropah menghargai betul-betul kemerdekaan itu apakah sebabnja mereka menamakan orang Tionghoa seperti ,,lapangan pasir berderai"? Apabila orang-orang Eropah berdjuang, mentjapai kemerdekaan, sudah tentu mereka mempunjai pengertian jang djelas tentang kemerdekaan ; akan tetapi sedjak mereka berhasil memperoleh kemerdekaan dan mentjapai tudjuannja, konsepsinja tentang kemerdekaan malahan bertambah samar. Kalau pandji-pandji kemerdekaan berkisar lagi sekarang, saja kira tak akan segembira seperti dahulu mereka akan turut. Apalagi perdjuangan kemerdekaan ada- lah metode revolusi di Eropah pada dua atau tiga abad jang lalu, dan tak dapat berulang lagi. Kalau kita mempergunakan perkataan pasir berderai" apakah sifat pokoknja ? Kemerdekaan mutlaknja tidak adanja itu maka terdapat pasir berderai. Ketika demokrasi Eropah sedang berkembang, pada waktu itu pulalah orang Eropah berdjuang mentjapai kemerdekaan,<noinclude></noinclude> t6mdwzqs0zjxpuc0wxx9glkyaioh7bt Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/140 104 111802 310567 2026-08-10T10:26:49Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310567 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>dan perkumpulan lain². ''Dr. Wahidin Sudirohusodo'' didjadikan ketua tjabang B.U. di Djokjakarta dan ''R. Sutomo'' dari tjabang di Djakarta. Bermula ''Budi Utomo'' tidak memperhatikan politik, karena dilarang oleh Pemerintah Hindia Belanda. Dinegeri Belanda larangan itu tidak ada. Dari itu perkumpulan peladjar Indonesia jang ada dinegeri Belanda, jang sebetulnja tjabang B.U., tapi diberi nama "Indische Vereeniging", sibuk membitjarakan hal politik dan mengumumkan pendapatnja di-surat³ kabar. Kemudian mengeluarkan surat kabar sendiri, diberi nama "Hindia Putra", jang dikemudikan oleh R.M. Suwardi Suryaningrat, jaitu Ki Hadjar Dewantoro, waktu beliau "dibuang" keluar pulau Djawa. Madjalah tersebut banjak dibatja oleh pemuda² Indonesia di Nederland dan sangat mempengaruhi sikap mereka. Kemudian jang mendjadi kemudi antara lain ''Drs. Mohamad Hatta, Mr. R.M. Sartono, Mr. R. Iwa Kusuma Sumantri'' dll. ''Budi Utomo'' bermula tidak lain dari pada memperhatikan hal pengadjaran, kesenian, pertanian, perdagangan dan sesamanja, dengan menerima sokongan dari almarhum ''Sri Sultan Hamengku Buwono VII'' di Jogjakarta sebesar Rp. 145,— untuk studiebeurs. Tetapi lambat laun B.U. dipengaruhi oleh ''Perhimpunan Indonesia'', jang anggauta²nja sudah ada jang pulang dipulau Djawa dan bikin propaganda, supaja pendapatnja diterima oleh pemuda² di Indonesia. Hanja sikapnja tentang "non-coöperation" (tiada bekerdja bersama dengan Pemerintah Hindia Belanda) tidak pernah diterima baik oleh B.U. Sebaliknja B.U. tidak keberatan djika ada anggautanja jang melakukan non-coöperation, tapi, B.U. sendiri harus ada wakilnja dibadan perwakilan jang diadakan oleh Pemerintah, supaja dapat melindungi kepentingan rakjat. Sedjak berdirinja Volksraad dalam tahun 1918, sebab tidak ada larangan lagi, Budi Utomo terus terang mendjadi partai politik dengan programma sendiri. Meskipun diterangkannja dengan djelas, bahwa anggautanja suka bekerdja bersama dengan Pemerintah Hindia Belanda, akan tetapi karena keterangan ini ditambah dengan kalimat: "akan tetapi kalau perlu tidak {{hws|se|segan}}<noinclude> {{rh|144||}}</noinclude> 6ylqm1hgbbdcqcc6wa3vpqpmqtd32st Halaman:San min chu i.pdf/168 104 111803 310568 2026-08-10T10:27:32Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310568 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||163}}</noinclude>setelah berhasil, setiap orang mulai meluaskan pembatasan-pembatasan kemerdekaan diri dan tak lama kemudian kemerdekaan jang berlebih-lebihan itu menimbulkan banjak akibat jang buruk. Sebab itulah maka seorang ahli pikir Inggeris Mill (John Stuart ) sampai berani mengatakan, bahwa kemerdekaan diri jang tidak mentjampuri kemerdekaan orang lain, itulah kemerdekaan jang sedjati. Djika kemerdekaan seseorang tidak dapat disatukan dengan suasana kemerdekaan orang lain, maka kemerdekaan ini tidaklah tahan lama. Sebelum itu orang Barat tidak membatasi kemerdekaan itu. Tetapi ketika Mill mengandjurkan teorinja kemerdekaan jang terbatas, maka kemerdekaan perseorangan sangat dibatasi. Dengan djelas ahli pikir Barat menjatakan, bahwa kemerdekaan itu bukanlah barang jang sutji jang tak dapat dinodai, tetapi ia harus mempunjai batas-batas. Orang-orang asing jang mentjela orang Tionghoa, bahwa orang Tionghoa tak mengerti akan kemerdekaan dan berada seperti „pasir berderai " , sudah tentu pendapat mereka ini bertentangan dengan pendapat mereka sendiri. Biarpun orang Tionghoa berada dalam ,,pasir berderai", tetapi mereka sebelumnja sudah pernah mengetjap kemerdekaan jang sempurna ; kalau pendapat kita ini kurang sem- purna, selajaknjalah kita menambahkan semen dan air kedalamnja setjepat mungkin, supaja mendjadi karang. Djikalau sudah terdjadi, tentu pasir itu tak dapat bergerak sesukanja sendiri dan tak bebas lagi. Kesengsaraan jang diderita orang Tionghoa bukan karena kekurangan kemerdekaan ; kalau pasir berderai menggambarkan kealaman kita, maka kita mempunjai kemerdekaan jang tjukup. Jang tak dimiliki orang Tionghoa ialah perkataan kemerdekaan dan karena itu pula tidak terdapat tjita-tjita kemerdekaan. Apakah jang harus diperhatikan pemerintah berhubung dengan ini ? Apakah orang Tionghoa benar-benar mempunjai kemerdekaan ? Kalau kita perhatikan perumpamaan ,lapangan pasir berderai " , kita akan insjaf bahwa orang Tionghoa mempunjai kemerdekaan jang luas. Itulah sebabnja tak ada seorangpun jang mengindahkan kemerdekaan, djangankan lagi akan namanja. Mengapa demikian ? Marilah saja gambarkan sesuatu keadaan penghidupan kita seharihari.<noinclude></noinclude> 80xjm85dvqguqqytqy8bw7eatz03rxg Halaman:San min chu i.pdf/169 104 111804 310569 2026-08-10T10:28:21Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310569 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||164}}</noinclude>Keperluan kita sehari-hari terutama makanan dan pakaian. Sekurang-kurangnja dua kali setiap hari makan dan dua pasang pakaian setiap tahun. Tetapi disamping ini masih ada keperluan-keperluan jang lebih penting dari pada makanan dan pakaian. Orang mengira bahwa makanan keperluan utama untuk melandjutkan penghidupan, karena djika tidak makan ia akan mati. Tetapi ada hal-hal jang lain jang sepuluh ribu kali lebih penting dari pada makanan. Tetapi karena kita tidak menjadarinja dengan segera, maka kita tidak menghargai betapa pentingnja bernafas dihawa sedjuk itu. Apakah sebabnja hawa sedjuk itu sepuluh ribu kali lebih penting dari pada makanan ? Kalau kita dalam sehari makan dua atau sekali, kita masih dapat terus hidup, tetapi kita memerlukan setiap menit untuk menghirup hawa sedjuk sekurang-kurangnja enam belas kali bernafas, supaja badan dapat segar ; kalau djumlah hawa tersebut tak dapat kita hirup, hidup tak dapat dilandjutkan. Kalau Tuan tak pertjaja, tjobalah tutup hidung Tuan selama semenit dan tahanlah enam belas kali bernafas itu. Saja tak sanggup melakukan demikian selama semenit dengan tak merasa rumuk. Satu hari mengandung dua puluh empat djam, sedjam adalah enam puluh menit dan setiap menit kita bernafas enam belas kali, djadi kita harus bernafas sembilan ratus enam puluh kali sedjam, dua puluh tiga ribu kali sehari ; sebab itulah saja mengatakan dengan tak ragu-ragu bahwa bernafas itu djauh lebih penting dari pada makan. Apakah sebabnja hal ini tak kita hargai dengan sepantasnja, ialah karena hawa sedjuk selalu ada disekeliling kita, baikpun dimana sadja kita berada, hawa ini dapat dihirup dengan tak terbatas dan tak habis-habisnja. Kita menghirupnja sepandjang hari, sedangkan waktu tak terbuang dan tak perlu bersusah pajah seperti dalam mentjari makanan kita, hingga lupalah kita bagaimana pentingnja keperluan hawa itu . Hawa sedjuk sudah didapat, sampai tak kita perhatikan lagi. Menutup hidung jang menjebabkan nafas tertahan adalah suatu pertjobaan jang ketjil untuk membuktikan bagaimana pentingnja hawa sedjuk itu. Pertjobaan jang lebih besar ialah menutup rapatrapat semua djendela dalam salah suatu ruangan ; hawa sedjuk didalamrja makin lama makin sedikit dan sesudah beberapa menit sadja, ratusan orang jang ada didalamnja akan merasa tak enak. Atau tutuplah seseorang didalam ruangan jang sempit selama satu<noinclude></noinclude> 1rgzrw5zmv2bvl5xl6tdjwhv40vtvrj Halaman:San min chu i.pdf/170 104 111805 310570 2026-08-10T10:29:09Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310570 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||165}}</noinclude>hari sadja ; kalau ia dikeluarkan lagi, ia akan merasa gembira sebuah gambaran lain tentang prinsip kita. Sebab orang-orang Tionghoa mempunjai tingkatan kemerdekaan jang berlebih-lebihan, hingga mereka tak mengindahkan lagi, tepat seperti kita tak menghargai hawa sedjuk dalam ruangan tadi, selama masih berlebih-lebihan adanja, tetapi kalau pintu-pintu dan djendela-djendela . ditutup semuanja dan hawa sedjuk tak dapat masuk, maka insjaflah kita akan pentingnja. Orang-orang Eropah dibawah pemerintahan radja-radja jang kedjam, pada waktu dua atau tiga abad jang lalu sama sekali tak mempunjai kemerdekaan, sebab itulah tiap-tiap orang menghargai kemerdekaan setinggi-tingginja serta sanggup mengorbankan njawanja untuk keperluan itu. Sebelum mereka mentjapai kemerdekaan ini, mereka tak ubah seperti orang-orang jang ditutup dalam ruangan jang sempit ; sesudah kemerdekaan tertjapai tak ubahlah mereka seperti orang jang tiba2 dikeluarkan dari ruangan tadi. Sudah tentu tiap2 orang menganggap kemerdekaan itu sebagai sesuatu jang sangat berharga hingga mereka mengatakan berikan saja kemerdekaan atau berikan saja kematian " . Tetapi keadaan di Tiongkok berlain. Orang Tionghoa tidak tahu menghargai ,,kemerdekaan ", hanja tahu menghargai memperoleh kekajaan " . Berbitjara dengan seorang Tionghoa tentang kemerdekaan sama sadja berbitjara dengan suku-suku bangsa Yao jang diam dipegunungan Kwangsi tentang memperoleh kekajaan" dalam bentuk wang. Orang-orang Yao kerap kali turun dari pegunungan serta membawa empedu beruang dan tanduk mendjangan untuk ditukarkan dengan barang-barang lain dipasar-pasar terbuka dikota. Mula-mula pedagang-pedagang hendak membajar barangbarang itu dengan mata wang, tetapi orang-orang Yao selalu menolak wang itu, dan sangat bersenang hati kalau dibajar dengan garam atau pakaian. Kita jang menganggap ap tak ada sesuatu jang lebih baik dari pada memperoleh kekajaan" dalam bentuk wang, tetapi orang-orang Yao puas dengan mendapat barang-barang berguna. Selama mereka tak mengerti apa maknanja memperoleh kekajaan itu, selama itu mereka tak mempedulikan wang. Ahli-ahli pikir Tionghoa jang modern dalam hal mengandjurkan kemerdekaan dikalangan rakjat Tiongkok seperti pedagang2 jang berbitjara dengan orang-orang Yao mengenai „memperoleh kekajaan " berupa mata wang. Orang-orang Tionghoa tak memerlukan kemer-<noinclude></noinclude> 005rfe2jm58ztr60uiwudejiceteb2r Halaman:San min chu i.pdf/335 104 111806 310571 2026-08-10T10:29:57Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310571 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|330}}</noinclude>kalau seorang tuan tanah sekarang melapurkan harga tanahnja sepuluh ribu dollar dan beberapa puluh tahun kemudian tanah itu naik harganja sampai satu djuta dollar, kenaikan dari sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu dollar itu menurut rantjangan kita akan didjadikan fonds umum, sebagai gandjaran terhadap mereka semua jang telah memperbaiki masjarakat dan jang telah memadjukan industri dan perniagaan disekitar tanah itu. Andjuran bahwa seluruh kenaikan harga dimasa datang akan diberikan kepada masjarakat, adalah „penjamarataan hak milik tanah" jang dianut oleh Koumintang inilah jang disebut ''Min-sheng Chu I''. Bentuk Min-sheng Chu I ini ialah kommunisme; oleh karena anggota-anggota Koumintang menundjang asas San Min, mereka tak boleh menentang kommunisme. Tudjuan terutama dari Min-sheng Chu I dalam San Min Chu I adalah kommunisme hak milik bersama atas hartabenda. Tetapi kommunisme jang kita andjurkan adalah kommunisme untuk hari nanti, bukan buat sekarang. Kommunisme untuk hari nanti adalah suatu usul jang adil, sedangkan mereka jang mempunjai harta benda sedjak dahulu tak akan mengalami kerugian karenanja. Ini berlainan sekali dengan apa jang disebut di Barat „nasionalisasi harta benda", ialah perampasan bagi kepentingan pemerintah atas harta benda partikulir jang telah dimiliki rakjat. Kalau tuan-tuan tanah memahami betul asas rantjangan kita bagi pembagian tanah sama-rata, tak usahlah mereka merasa kuatir. Rantjangan kita mengizinkan bahwa tanah jang sudah ditetapkan sekarang harganja akan tetap dimiliki oleh jang empunja. Kalau soal tanah dapat dipetjahkan, setengah dari soal penghidupan turut terpetjah. Kalau tanah-tanah dikota modern dikenakan padjak tanah, tanggungan atas rakjat djelata djadi lebih ringan dan banjak manfaat akan mengikut lagi. Kalau kota Canton sekarang memungut padjak tanah berdasarkan harga tanah, pemerintah akan mendapat penghasilan besar dan tetap, dan mempunjai sumber uang tertentu untuk administrasi. Seluruh tempat dapat diperbaiki. Berbagai-bagai padjak dapat ditjabut. Saluran-saluran air dan listrik jang dibutuhi rakjat dapat dibagi-bagikan dengan tak dikenakan pembajaran oleh pemerintah dan tak lagi djadi suatu tanggungan atas pundak orang masing-masing Fonds guna perbaikan djalan-djalan dan<noinclude></noinclude> hr2xswe77vavyj3aevhryi10r506iwg Halaman:San min chu i.pdf/135 104 111807 310572 2026-08-10T10:33:00Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310572 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||130}}</noinclude> Asas-pokok evolusi manusia telah dilaksanakan oleh dua metode ini. Dalam perdjuangan sederhana antara manusia dan binatang buas, marusia tjukup mempergunakan kekuatan djasmaninja atau mereka bersatu menghadapi musuh jang mengantjam mereka sekalian. Umpamanja pada suatu tempat beberapa puluh orang sedang berkelahi dengan binatang-binatang buas dan ditempat lain ada segerombolan manusia demikian pula ; maka mungkin sekali orang-orang dari kedua tempat ini kebetulan mengetahui pertalian darah mereka dan perbedaan djenis mereka dari binatang-binatang. Tentu sadja manusia tidak akan mempersatukar diri dengan kumpulan binatang itu melawan dan menelan manusia dan merusakkan djenisnja sendiri. Persatuan sematjam ini, dalam menghadapi bahaja-bahaja luar seperti binatang mendjalar dan binatang-binatang buas lain terdjadi karena terdorong oleh perasaan diantjam bahaja, djadi bukan buatan sadja ; sesudah musuh-musuh mereka dapat dibinasakan manusia itu berpentjar lagi. Pada waktu itu orang belum mengetahui tentang kedaulatan bersama ; ketika mereka melawan binatang-binatang itu, mereka hanja mempergunakan kekuatan djasmani mereka masing-masing dan tak ada tenaga lain jang dipergunakan mereka. Zaman itu sungguhsungguh suatu zaman kekuatan belaka. Kekuatan sesudah manusia berhasil melenjapkan binatang-binatang mendjalar jang berbisa dan binatang-binatang buas dari muka bumi ini dan ketika disekelilingnja agak aman serta ditempat kediamarnja bertambah banjak pen- duduknja, mulailah timbul gerombolan-gerombolan manusia jang hidup disuatu tempat dan memelihara binatang-binatang djinak. Zaman inilah zaman manusia mulai memelihara gembala dapat djuga dianggap sebagai timbulnja peradaban. Orang diwaktu itu hidup seperti orang-orang Mongol dan orang-orang Arab di Asia Barat Daja jang masih hidup menggembalakan ternak. Perubahan jang besar sekali berlaku didalam hidup manusia; peperangan dan binatang-binatang buas sudah berachir dan peradaban mulai berkembang. Waktu inilah jang dinamakar. zaman kuno dari sedjarah manusia. Manusia sekarang mulai mendjuruskan perhatiannja mela- wan kekuatan-kekuatan alam. Dengan ringkas dapat dikatakan, pada tingkat pertama, manusia berebut-rebut kedudukan dengan binatang-binatang serta mengerahkan segala masing-masing atau setjara gerombolan untuk membinasakan musuh-musuh mereka ;<noinclude></noinclude> 32wl0tpnqlu1jdj572ffoffrkjanlom 310574 310572 2026-08-10T10:34:45Z Ichi Ocha 26099 310574 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||130}}</noinclude> Asas-pokok evolusi manusia telah dilaksanakan oleh dua metode ini. Dalam perdjuangan sederhana antara manusia dan binatang buas, manusia tjukup mempergunakan kekuatan djasmaninja atau mereka bersatu menghadapi musuh jang mengantjam mereka sekalian. Umpamanja pada suatu tempat beberapa puluh orang sedang berkelahi dengan binatang-binatang buas dan ditempat lain ada segerombolan manusia demikian pula; maka mungkin sekali orang-orang dari kedua tempat ini kebetulan mengetahui pertalian darah mereka dan perbedaan djenis mereka dari binatang-binatang. Tentu sadja manusia tidak akan mempersatukar diri dengan kumpulan binatang itu melawan dan menelan manusia dan merusakkan djenisnja sendiri. Persatuan sematjam ini, dalam menghadapi bahaja-bahaja luar seperti binatang mendjalar dan binatang-binatang buas lain terdjadi karena terdorong oleh perasaan diantjam bahaja, djadi bukan buatan sadja; sesudah musuh-musuh mereka dapat dibinasakan manusia itu berpentjar lagi. Pada waktu itu orang belum mengetahui tentang kedaulatan bersama; ketika mereka melawan binatang-binatang itu, mereka hanja mempergunakan kekuatan djasmani mereka masing-masing dan tak ada tenaga lain jang dipergunakan mereka. Zaman itu sungguhsungguh suatu zaman kekuatan belaka. Kekuatan sesudah manusia berhasil melenjapkan binatang-binatang mendjalar jang berbisa dan binatang-binatang buas dari muka bumi ini dan ketika disekelilingnja agak aman serta ditempat kediamarnja bertambah banjak penduduknja, mulailah timbul gerombolan-gerombolan manusia jang hidup disuatu tempat dan memelihara binatang-binatang djinak. Zaman inilah zaman manusia mulai memelihara gembala dapat djuga dianggap sebagai timbulnja peradaban. Orang diwaktu itu hidup seperti orang-orang Mongol dan orang-orang Arab di Asia Barat Daja jang masih hidup menggembalakan ternak. Perubahan jang besar sekali berlaku didalam hidup manusia; peperangan dan binatang-binatang buas sudah berachir dan peradaban mulai berkembang. Waktu inilah jang dinamakan zaman kuno dari sedjarah manusia. Manusia sekarang mulai mendjuruskan perhatiannja melawan kekuatan-kekuatan alam. Dengan ringkas dapat dikatakan, pada tingkat pertama, manusia berebut-rebut kedudukan dengan binatang-binatang serta mengerahkan segala masing-masing atau setjara gerombolan untuk membinasakan musuh-musuh mereka;<noinclude></noinclude> g66pxe9wfker7rm5ieqfczbxlbqduus Halaman:San min chu i.pdf/336 104 111808 310573 2026-08-10T10:34:14Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310573 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||331}}</noinclude>untuk membajar kepolisian dapat djuga diambil dari penerimaan padjak tanah itu. Tetapi sekarang kenaikan harga tanah di Canton seluruhnja lari kesaku tuan tanah sendiri, ~ tak djadi milik masjarakat. Pemerintah tak mempunjai pendapatan tertentu, hingga terpaksa mendjatuhkan berbagai-bagai padjak atas pundak rakjat untuk dapat menutup ongkos. Tanggungan be-rupa² padjak atas pundak rakjat berat sekali; selamanja mereka membajar padjak-padjak itu sampai lunas dan itulah jang menjebabkan mereka djadi sangat miskin. Djumlahnja orang miskin di Tiongkok besar sekali. Beban-beban berat atas pundak kaum miskin disebabkan oleh sistim pemungutan padjak jang tak adil jang dilakukan pemerintah, pembagian jang tak seimbang atas kekuasaan tanah dan kegagalan dalam memetjahkan soal tanah. Kalau pemungutan padjak tanah dapat dilaksanakan dengan sempurna, soal tanah akan dapat dipetjahkan, dan rakjat umum tak akan menanggung begitu banjak kesengsaraan lagi. Meskipun harga tanah dinegeri asing meningkat amat tinggi dan tuan-tuan tanah karena itu memperoleh penghasilan besar, tetapi karena kemadjuan ilmu pengetahuan dan alat mesin, ditambah dengan produksi jang amat banjak diperoleh kaum kapitalis jang mempunjai mesin-mesin mendjadikan kaum kapitalis memperoleh untung jang bukan main besarnja; pendapatan mereka berlipat ganda lebih besar dari pendapatan tuan-tuan tanah. Kapitalis Tiongkok jang mendapat penghasilan besar masih tuan-tuan tanah, bukan pemilik-pemilik mesin. Itulah sebabnja buat kita sekarang penjamarataan hak milik tanah mengatur kapital dan mentjari djalan akan memetjahkan soal tanah masih gampang. Dalam membitjarakan padjak atau pembelian tanah kembali menurut harganja masing-masing, ada satu hal penting harus kita djelaskan. Jang dimaksudkan dengan harga tanah hanja harga „tanah" itu, sadja: didalamnja tidak termasuk perbaikan-perbaikan oleh tenaga manusia atau bangunan jang didirikan diatasnja." Umpamanja, kalau tanah jang berharga sepuluh ribu dollar itu diatasnja ada gedung-gedung jang berharga satu djuta dollar, maka padjak tanah itu dengan tarip satu persen akan hanja seratus dollar. Tetapi kalau tanah itu dibeli kembali oleh Pemerintah, pengganti harga sedjuta dollar harus dibajar pula untuk gedung-gedung jang berdiri diatas tanah itu. Djuga perbaikan-perbaikan<noinclude></noinclude> 3o72twc16knfcotpbxnjzf9o5r47d3o Halaman:San min chu i.pdf/337 104 111809 310576 2026-08-10T10:37:00Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310576 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||332}}</noinclude>jang diadakan diatas tanah itu, seperti pohon-pohon, tembok-tembok pematang, pipa-pipa riool dan ongkos-ongkos lain harus dibajar seperti itu pula. Kalau kita ingin memetjahkan soal penghidupan di Tiongkok dan „dengan sekali mentjurahkan tenaga utama mendapat kenaikan buat selama-lamanja", belumlah tjukup kalau kita hanja mengatur kapital sadja. Padjak penghasilan jang dipungut di-negeri asing adalah satu tjara untuk mengatur kapital. Tetapi apakah negeri-negeri itu telah dapat memetjahkan soal penghidupan? Tiongkok tak dapat disamakan dengan negeri2 asing: tidaklah tjukup dengan hanja mengatur kapital sadja. Negeri-negeri lain kaja, sedangkan Tiongkok miskin, negeri-negeri lain mempunjai produksi lebih, sedangkan Tiongkok tidak tjukup produksinja. Itulah sebabnja Tiongkok bukan sadja harus mengatur kapital privé, tetapi djuga harus memadjukan kapital negara. Tetapi negeri kita sekarang terpetjah belah; bagaimana kita bisa mengumpulkan kapital bagi negara? Tampaknja seperti kita tak akan bisa mendapatkan, bahkan mengharapkan suatu djalan. Tapi perpetjahan kita sekarang adalah keadaan sementara, dikemudian hari tentu kita akan bergabung, serta memetjahkan soal penghidupan dengan memadjukan kapital dan industri. Pertama, kita harus membangun alat lalu lintas kereta api dan djalan² diair, setjara besar-besaran. Kedua, kita harus membuka tambang-tambang. Tiongkok kaja dengan barang-barang logam, tetapi sajang sekali semuanja masih terpendam dalam tanah. Ketiga, kita harus buru-buru memadjukan pabrik. Biarpun Tiongkok mempunjai kaum buruh banjak, tetapi ia tidak mempunjai alat-alat mesin jang tjukup dan itulah sebabnja maka Tiongkok tak dapat bersaingan dengan negeri-negeri lain. Barang-barang jang diperlukan diseluruh Tiongkok tergantung kepada pembuatan dan pengiriman barang-barang negeri lain kesini. Itulah sebabnja hak dan kepentingan ekonomi kita bertebaran keluar. Kalau kita ingin mendapatkan hak dan kepentingan ini kembali dengan tjepat, kita harus menggunakan kekuasaan negara untuk memadjukan industri, menggunakan alat-alat mesin dalam produksi dan memberikan pekerdjaan-pekerdjaan kepada kaum buruh diseluruh negeri. Kalau kaum buruh semua telah mempunjai<noinclude></noinclude> dj1ek0k9griug4olfkehuokxryiv2uo Halaman:San min chu i.pdf/338 104 111810 310578 2026-08-10T10:40:08Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310578 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||333}}</noinclude>pekerjaan dan dapat menggunakan alat mesin dalam produksi. Tiongkok akan memperoleh sumber penghasilan baru jang besar. Kalau kita tidak menggunakan kekuasaan negara untuk membaagun perusahaan-perusahaan ini, tetapi membiarkannja dalam tangan orang-orang Tionghoa partikulir atau pedagang² bangsa asing, maka akibatnja ialah meluasnja kapital partikulir dan timbulnja kaum kaja-raja jang menjebabkan kepintjangan dalam masjarakat. Itulah sebabnja kita dalam melaksanakan Min-sheng Chu I tak dapat menggunakan tjara Marx di Tiongkok, biarpun kita menghormati betul akan adjarannja. Sebabnja djelas sekali. Rusia telah mentjoba mendjalankan tjara Marx sedjak Revolusi sampai sekarang, tetapi sekarang ia merubah haluan kepada politik ekonomi baru, sebab kehidupan ekonomi masjarakat Rusia belum sampai ketingkat kehidupan ekonomi Inggeris atau Amerika Serikat, dan belum masak untuk mendjalankan tjara² Marx. Djika tingkat ekonomi Rusia masih dibawah ekonomi Inggeris atau Amerika, bagaimanakah mungkin ekonomi Tiongkok tjukup tingginja untuk mendjalankan metode Marx? Pengikut-pengikut Marxpun mengatakan bahwa tjara Marx tak dapat digunakan untuk memetjahkan seluruh soal sosial di Tiongkok. Saja ingat ketika saja masih djadi peladjar di Canton tigapuluh tahun jang lalu, bagaimana anak-anak kaum bartawan di Saikwan memakai badju pels segera datangnja musim dingin. Musim dingin di Canton tak begitu dingin dan badju pels sebetulnja tak begitu perlu. Tetapi pemuda-pemuda hartawan ini merasa perlu memakai badju pels mereka tiap-tiap musim dingin semata-mata untuk menundjukkan kekajaan mereka; kalau hawa dingin pertama datang, mereka memakai badju pels jang tipis sekali, kalau djadi lebih dingin, mereka memakai badju pels jang lebih tebal. Ditengah-tengah musim dingin, dengan tak mengindahkan keadaan hawa udara, tetap mereka memakai badju pels tebal. Pada suatu hari, ketika mereka mengundjungi suatu rapat dengan memakai badju pels tebal sekali. hawa udara mendadak berubah djadi panas hingga mereka mengeluh: „kalau angin tak bertiup ke Utara, kesehatan rakjat akan terganggu!" Mereka berpikir bahwa tiap-tiap orang dalam masjarakat memakai badju pels dan karena itu kalau angin tak bertiup ke Utara setiap orang akan djadi gerah sekali dan<noinclude></noinclude> 07t2ccoey9ok4uj93t1lw84imrn3d7x Halaman:San min chu i.pdf/339 104 111811 310580 2026-08-10T10:43:21Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310580 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||334}}</noinclude>seluruh kesehatan rakjat akan terganggu. Sebenarnja, dimanakah tuan² pernah melihat semua orang memakai badju pels? Orang-orang di Canton dalam musim dingin memakai badju kapas atau badju berlapis dua: pun banjak orang memakai sehelai badju sadja. Apabilakah tuan² pernah melihat mereka takut bahwa angin Utara. tak akan bertiup? Orang-orang muda terpeladjar waktu ini jang menaruh kepertjajaan besar sekali akan Marxisme, dan demi mendengar sosialisme dengan segera mengusulkan tjara Marx untuk memetjahkan soal sosial dan ekonomi Tiongkok, tak bedanja dengan pemuda-pemuda Canton jang memakai badju pels dan berteriak: „kalau angin tak bertiup ke Utara, kesehatan rakjat akan terganggu!" Mereka tak mengerti bahwa Tiongkok sekarang menderita karena kemiskinan, bukan karena tak ratanja pembagian kekajaan. Dimana terdapat tidak sama rata kekajaan, disana tentu bisa dipakai tjara Marx; perdjuangan klas dapat dilakukan untuk membasmi keadaan pintjang itu. Tetapi di Tiongkok dimana industri belum madju benar. perdjuangan klas dan diktatur proletar tak perlu. Itulah sebabnja sekarang kita dapat mengambil tjita-tjita Marx sebagai penuntun, tetapi kita tak bisa menggunakan tjaranja. Dalam mentjari suatu pemetjahan guna soal penghidupan kita, kita tak boleh mengandjurkan tjara jang tak praktis dan radikal, lalu menunggu dulu sampai industri madju. Kita ingin mendjalankan suatu rantjangan jang mendjauhkan bahaja jang mempersendiatai kita lebih dulu terhadap kesukaran-kesukaran jang dapat mentjegah pengembangan kapital besar partikulir dan mentjegah penjakit sosial tidaksamarata jang terlampau besar diantara kaum hartawan dan kaum miskin. Rantjangan sematjam ini dengan baik akan dapat memetjahkan soal sosial kita jang langsung dan tak seperti memakai badju pels dulu dan kemudian mengharap datangnja angin Utara. Seperti telah saja katakan baru-baru ini peraturan kapital di Tiongkok sekarang djuga tak akan tjukup untuk memetjahkan soal penghidupan kita. Djuga perlu didirikan kapital negara. Apakah maksudnja ini? Ialah kemadjuan berbagai-bagai industri negara. Pendjelasan-pendjelasan pandjang lebar dapat ditemukan dalam djilid kedua buku saja „Rantjangan Pembangunan Nasional", didalam bab „Pembangunan Materi atau Aturan² Perindustrian."<noinclude></noinclude> 15uzrfrr8sxeio8omp2acg2knekgyju Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/139 104 111812 310581 2026-08-10T10:45:25Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310581 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>hingga Bupati Pekalongan, ''R.A. Notodirdjo'' diberi nama paraban oleh orang desa "andjeng Noto sélo", artinja bupati jang suka mengatur batu. "Otot didu karo tjotjot" keluhnja orang desa; artinja: "Kekuatan kita harus terus sedia akan mendjalankan perintah mulut prijaji". Waktu saja djadi assistent-wedana itu masih biasa kalau ada pembesar — Resident atau Inspecteur — setjara dines meliwati onderdistriknja pakai "kereta pos" (auto belum ada), assistent-wedana dengan pakai badju itam, dan semua lurah desanja, djuga berpakaian dines, harus naik kuda mengiringkan kereta itu. Wedana jang mempunjai distrik djuga turut naik kuda. Setelah saja djadi bupati (1902) adat itu saja mohon dan dapat diperhentikan. Jang sangat mengandjurkan supaja saja djadi bupati jaitu almarhum ''Prof. Snouck Hurgronje'' jang amat tjinta pada saja. Maksudnja mengangkat seorang pemuda (umur 31 th.), jang bukan anak bupati, dan baru dines 10 th. lamanja, katanja ialah, supaja banjak orang Indonesia disekolahkan di H.B.S., dan berdaja-upaja akan lulus udjian penghabisannja. Saja rasa maksud ini tertjapai, sebab setelah tahun 1902 itu banjak sekali pemuda² Indonesia, jang mengedjar udjian H.B.S. penghabisan. Kemadjuan nampak dalam tahun 1906 dan 1907 almarhum ''Dr. Wahidin Sudirohusodo'' berkeliling diseluruh pulau Djawa akan mendirikan perkumpulan untuk menjokong pemuda² jang tjerdik tapi tidak mampu akan meneruskan peladjarannja (studiebeurs). Maksud ini sia² belaka, akan tetapi maksud akan mendirikan perkumpulan diterima baik oleh beberapa peladjar sekolah Dokter Stovia di Djakarta, asal maksud perkumpulan itu djangan hanja mengadakan "studiebeurs" sadja tapi diluaskan. Perkumpulan dengan maksud jang lebih luas ini didirikan antara lain oleh ''R. Sutomo'' dan ''R. Gunawan Mangunkusumo'' pada hari 20 Mei 1908 dan diberi nama ''Budi Utomo''. Sekarang tanggal 20 Mei didjadikan Hari Nasional, sebab sedjak hari 20 Mei 1908 itu timbullah beberapa perkumpulan peladjar² sekolahan menengah sebagai tjabang ''Budi Utomo''.<noinclude> {{rh|||143}}</noinclude> orl5k5d283euf2vea1in597mef3i4tw Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/138 104 111813 310582 2026-08-10T10:48:15Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310582 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>"Tapi rapport anak saja baik, penuh 7 dan 8" kata ajahanda. "Tapi toch lebih baik ia sekolah Bestuur" sahut tuan Isma&shy;ngun, "sebab ia terang akan dapat menghabisi". Saja terus sekolah H.B.S. dan dalam th. 1891 membikin udjian penghabisan. Dengan ini saja adalah orang Indonesia pertama jang lulus dalam udjian itu. No. 2 kalau saja tidak salah, ialah R.M. Sosrokartono (1897 ?) dan No. 3 P. Achmad Djajadiningrat (1898 ?), dua²nja sekarang sudah wafat. Apa&shy;kah dalam th. 1891 ''R.M. Ismangun Danuwinoto'' masih hidup atau sudah wafat, saja tidak tahu. Waktu saja pamit dari guru² saja, tuan ''Kok de Jong'', guru Riwajat dan Ekonomi, berkata: "Kalau dipulau Djawa sudah ada 100 pemuda jang tjerdiknja seperti kamu, pulau Djawa musti akan dapat mengedjar kemerdekaan". Setelah saja menghabisi H.B.S.-5, saja mendjadi "magang", jaitu djurutulis tidak bergadjih. Itu waktu djaman kolonial masih meradjalele. Djadi saja mengalami djaman kolonial tulèn dan djaman kemadjuan hingga sekarang ini. Selama saja djadi magang (7 bulan) dan kemudian djadi dju&shy;rutulis controleur, (4 tahun), di ''Bandar Sidaju'' (dengan mene&shy;rima gadjih f 20,— sebulan), dikantor saja bekerdja menulis dimedja rendah, duduk ditikar ditanah belaka. Saja mengalami buntut "Cultuurstelsel", jaitu orang desa di&shy;pegunungan masih harus tanam kopi dan djual buahnja pada Pemerintah, sudah tentu dengan harga murah. ''Bandar Sidaju'' itu adalah daerah pegunungan, djadi harus tanam kopi. Saja sering disuruh meng-amat²i kebon kopi Pe&shy;merintah. Kalau ada inspektur akan datang memeriksa, ke&shy;bon kopi itu disulami dengan pohon kopi muda. Dipinggir djalan jang akan diliwati tuan inspektur betul disulami pohon muda, tapi saja tahu di-kebon² jang djauh dari djalan itu, jang dipakai untuk mendjulami ialah tjabang² pohon jang dipotong dari pohon tua; kalau dilihat dari djauh (djalan) memang se&shy;perti pohon kopi muda. Waktu saja djadi assistent-wedana di Buwaran (3½ th.), dekat kota Pekalongan, saja masih harus memelihara dan mem&shy;perbaiki djalan raja dengan orang "herendines". Di kabupaten Pekalongan semua djalan raja harus dipelisir dengan batu besar,<noinclude> {{rh|142||}}</noinclude> hkgvb6f44dc5emutqj2u4bj8wqvwjii Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/137 104 111814 310583 2026-08-10T10:53:05Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310583 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''KENANG-KENANGAN<br>PENGALAMAN SAJA'''<br>''Oleh: R.M.A.A. Kusumo-Utojo.</center> Saja dilahirkan dalam th. 1871, djadi sekarang sudah umur 81 th. Dari itu maafkanlah kalau omong-kosong ini ditimbang tidak berfaedah. Bermula saja beladjar di sekolah desa Bedoeg (sebelah Selatan Purworedjo, dimana ajahanda mendjabat assistent-wedana), sambil mengadji di pesantren jang djauh nja dari rumah saja lk. 1 K.M. Setelah mengkatamkan Kur'an (kataman atau tamatan ini dirajakan dengan kepala² desa se-onderdistrik) saja dikirimkan semajam di ''Purworedjo'' akan beladjar di sekolah Belanda rendah. Kemudian (1882) saja turut ajahanda jang diangkat mendjadi Patih di ''Pekalongan''. Sebetulnja setelah saja habis beladjar disekolah rendah, saja akan dikirimkan ke sekolah Bestuur di ''Magelang''. Akan tetapi saja melihat teman sekolah saja (seorang Belanda) pulang dari udjian H.B.S. 5 (hogere burgerschool) pakai pet hitam dengan bintang emas ditengahnja sebagai tanda ia diterima djadi peladjar H.B.S. Pet ini saja pandang begitu bagus hingga saja ingin djadi peladjar H.B.S. Ajahanda tidak tahu sama sekali, bahwa H.B.S. itu lebih tinggi dari sekolah Bestuur, jang diketahui hanja lebih mahal, sebab H.B.S. jang paling dekat dari ''Pekalongan'' ialah di Semarang dan disitulah saja akan perlu dan dipondokkan dirumah seorang Belanda, tapi dari tjintanja ajahanda kepada saja, saja pun dikirimkan kesekolah H.B.S. (1886). Setelah l.k setahun saja ada di H.B.S., ''R.M. Ismangun Danuwinoto'', seorang Djawa jang mendjabat Inspekteur Inlandsch Onderwijs, menemui ajahanda dan berkata: ia kurang setudju saja tidak sekolah di sekolahan Bestuur di ''Magelang'' dan beladjar di H.B.S. ''Semarang'', sebab belum ada orang Indonesia jang menghabisi sekolahan "H.B.S.-5"; semua jang mentjoba kandas dikelas 3 atau 4.<noinclude> {{rh|||141}}</noinclude> dkdoea535s24b2emhcwx05h5gniss3d Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/136 104 111815 310584 2026-08-10T10:54:16Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310584 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''KENANG²AN'''</center><noinclude></noinclude> c87is3q3gtpprj5cdv99tlr0rgrgtjv Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/135 104 111816 310585 2026-08-10T10:56:14Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310585 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Hal ini sekarang sudah dibenarkan pula oleh pihak pemerintah. Dalam rantjangan peraturan subsidi, jang tidak lama lagi akan dikeluarkan (penulis ini kini sudah dapat mengetahuinja, karena dalam Panitia merantjang peraturan subsidi tsb. dimasukkan djuga wakil² dari pelbagai badan² penjelenggara sekolah² partikelir), dasar² jang dipakai ialah ''kenasionalan, kerakjatan dan keadilan sosial,''. Djangan dikira bahwa kini segala usaha dilapangan pendidikan dan pengadjaran itu sudah dapat berdjalan dengan lantjar. Seribu satu persoalan dan kesukaran harus dipetjahkan dan diatasi. Tak mengapa; asal antara fihak pemerintah dan rakjat ada hubungan jang baik, pastilah pendidikan dan pengadjaran bagi rakjat akan memasuki zaman dan alam baru, jang memberi kemungkinan² dan pengharapan² baik bagi kita rakjat dan bangsa INDONESIA. Mudah-mudahanlah !<noinclude> {{rh|138||}}</noinclude> ever9akolqj5i8pfwr7se44chgd1lsp Halaman:San min chu i.pdf/340 104 111817 310586 2026-08-10T10:56:46Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '335 Dalam djilid itu saja memberikan uraian tentang rantjangan men- dirikan kapital negara. Seperti saja katakan duluan uang adalah kapital dalam zaman perdagangan, tetapi alat mesin adalah kapital dalam zaman perindustrian. Negara harus memimpin perusahaan² dan harus mengadakan segala rupa alat2 mesin produksi jang akan djadi kepunjaan negara. Selama Perang Eropah tiap-tiap negara berpolitik menasionalisir industri dan pabriknja jang besar-besa... 310586 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh||33}}</noinclude>335 Dalam djilid itu saja memberikan uraian tentang rantjangan men- dirikan kapital negara. Seperti saja katakan duluan uang adalah kapital dalam zaman perdagangan, tetapi alat mesin adalah kapital dalam zaman perindustrian. Negara harus memimpin perusahaan² dan harus mengadakan segala rupa alat2 mesin produksi jang akan djadi kepunjaan negara. Selama Perang Eropah tiap-tiap negara berpolitik menasionalisir industri dan pabriknja jang besar-besar. Tetapi politik ini kemudian dilepaskan. Tiongkok belum pernah mempunjai kaum kapitalis besar; kalau negara dapat mengatur, serta memadjukan kapital dan imemberikan faedah2nja kepada se- luruh rakjat, akan mudah sekali mengelakkan bentrokan dengan kaum kapitalis. Amerika Serikat memadjukan kapital dengan me- makai tiga tjara: dengan kereta api, dengan barang2 keluaran pa- brik dan dengan pertambangan. Kita tak dapat memadjukan salah satu dari ketiga industri besar ini dengan pengetahuan dan penga- lamau kita serta dengan kapital kita sadja: djadi kita memerlukan kapital negeri lain jang telah ada. Kalau kita memakai kapital asing jang sudah ada sekarang ini untuk mendirikan masjarakat kommunis di Tiongkok dihari kemudian, ..setengah pekerdjaan memberi hasil dua kali lipat proses". Kalau kita menunggu sampai kita sendiri mempunjai kapital tjukup, sebelum kita mulai memadjukan industri. kemadjuan itu akan lambat sekali. Tiongkok sekarang tak mempunjai alat-alat mesin jang boleh dibanggakan. Kita hanja mempunjai enam-tudjuh ribu mil djalan kereta api. Untuk dapat mentjukupi keperluan kita, kita harus mempunjai djalan kereta api sepuluh kali lipat pandjangnja dari pada jang sekarang. Sedikit-sedikitnja enam sampai tudjuhpuluh ribu mil dibutuhkan. Itulah sebabnja kita harus memindjam kapital asing untuk memadjukan alat perhubungan dan pengangkutan kita, serta otak dan pengalaman asing untuk me- ngurusnja semua. Tambang-tambang kita belum ada jang dibuka. Penduduk dan daerah Tiongkok lebih besar dari pada Amerika Serikat, tetapi Amerika Serikat mengeluarkan 600.000.000 ton batu bara dan 90.000.000 ton badja setiap tahun, sedangkan Tiongkok tak mengeluarkan seperseribunja dari djumlah itu. Kalau kita ingin membuka tambang-tambang kita dengan tjepat, kita harus memin- djam kapital asing lagi. Untuk membuat kapal-kapal, untuk me- Digized by Google<noinclude></noinclude> jf3eo5ai926c1uzh4k0l43w8rdhcoat Halaman:San min chu i.pdf/342 104 111818 310587 2026-08-10T10:57:00Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Uraian III Pentingnja persediaan makanan tjukup, Soal makanan di Tiongkok Persediaan barang-barang seperti kenjataan diwaktu Perang Eropah makanan berbagai-bagai bangsa : Amerika Serikat, Djerman, Perantjis Kekurangan persediaan makanan di Tiongkok Kekurangan barang makanan Tiongkok disebabkan oleh ekspor - Elemen-elemen penting dari makanan : udara, air, daging dan sajur-majur - Udara dan air adalah dua elemen berlebih-lebihan dimana-mana Tiong... 310587 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>Uraian III Pentingnja persediaan makanan tjukup, Soal makanan di Tiongkok Persediaan barang-barang seperti kenjataan diwaktu Perang Eropah makanan berbagai-bagai bangsa : Amerika Serikat, Djerman, Perantjis Kekurangan persediaan makanan di Tiongkok Kekurangan barang makanan Tiongkok disebabkan oleh ekspor - Elemen-elemen penting dari makanan : udara, air, daging dan sajur-majur - Udara dan air adalah dua elemen berlebih-lebihan dimana-mana Tiongkok negeri pertanian, tetapi kaum taninja hidup sengsara Kemerdekaan kaum tani Tjara-tjara untuk menambah hasil pertanian Pemakaian alat mesin Pemakaian pupuk tanah Pupuk tanah asal negeri sendiri dan jang diimpor Bagaimana Tiongkok dapat membuat pupuk tanah itu sendiri - - - - - - - - Tjara dengan murah dari tenaga air jang terdapat disungai-sungai bertanam berganti-ganti Pembasmian perusak-perusak tanaman Pembuatan makanan dalam kaleng Pengangkutan barang makanan - - - - dan pertukaran produksi Kerugian jang diderita karena buruknja keadaan pengangkutan - Djalan melalui air dan Grand Canal, djalan kereta api djalan auto, dan kuli-kuli pengangkut djuga penting dalam pengangkutan Pentjegahan bahaja-bahaja alam, seperti bandjir danı musim kering - Tindakan-tindakan perbaikan, seperti memperdalam su- ngai, irigasi dan sebagainja - Tindakan-tindakan radikal dan bersifat mentjegah : penanaman hutan tjara besar-besaran - Kemadjuan pertanian di Amerika Serikat perhatian negara terhadap soal pertanian - Tetapi pertanian masih berada dibawah sistim kapitalis dan hanja mengutamakan keuntungan Menurut asas Min Sheng tudjuan pertanian ialah menundjang penghidupan rakjat - Pembagian barang makanan - Empat ke- pentingan terutama bagi penghidupan : makanan, pakaian, tempat berlindung dan keleluasaan berpergian dari satu tempat ketempat lain Kewadjiban-kewadjiban negara dan rakjatnja. Pembitjaraan saja hari ini ialah soal makanan" . Kalau Tuan-tuan mendengar hal ini, Tuan-tuan akan berkata bahwa makan itu ada- lah suatu kebiasaan sehari-hari. Kerap kali orang berkata bahwa tak ada hal lain jang lebih gampang dari pada makan. Memang makan itu adalah suatu pekerdjaan jang sangat sederhana dan biasa sadja ; sebab itu, apa pula soalnja ? Kita tidak menjadari, bahwa makan adalah suatu soal jang terpenting dalam penghidupan; kalau tak dapat dipetjahkan akan mengakibatkan seluruh soal penghidupan djadi gagal penjelesaiannja. Soal pokok dalam Min-seng Chu I ialah soal makanan. Pepatah zaman dahulu mengatakan : Suatu bangsa memandang rakjatnja sebagai dasarnja ; rakjat memandang makanan sebagai sorganja"; pepatah ini menundjukkan bagaimana pentingnja soal makanan. Sebelum perang San Min Chu I 22<noinclude></noinclude> o5m6hflsc9xe3dm3szworsgb2sn5l9c Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/134 104 111819 310588 2026-08-10T10:57:55Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310588 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>dengan adanja keributan „clash” ke-1 dan ke-2). BaikIah disini diketahui, bahwa rentjana penindjauan „Panitia Penjelidik Kemerdekaan” dari waktu kita merebut kekuasaan dari tangan Djepang (termuat dimuka) terpakai sebagai „modal” tjita² jang sebagai „dasar” dan „garis² besar” umumnja disetudjui oleh para anggauta PPPRI. Menteri PPK mr. Ali Sastroamidjojo, jang menggantikan mr. Soewandi, pada tahun 1948 membentuk „Panitia Pembantu Pembentukan Undang² Pokok Pendidikan Pengadjaran”, jang diketuai oleh penulis kenang²an ini. Hasil pekerdjaan panitia tsb. sesudah diperbaiki oleh B.P.-K.N.I.P. kemudian disahkan oleh Acting Presiden mr. Assaat di Jogjakarta. Waktu itu Kementerian P.P.K. ada dibawah pimpinan Menteri Ki Mangunsarkoro, tadinja salah seorang anggauta Panitia Pembantu Pembentukan jang tersebut tadi. Menurut pernjataan orang tentang Undang² Pokok Pengadjaran R.I. itu sering disebut dengan nama sifat „Nasional” dan „Demokratis”. 7. ''Gerakan dan Usaha Partikelir.'' Djuga pihak Sekolah² Partikelir tidak ketinggalan dalam usahanja menjelenggarakan pendidikan dan pengadjaran bagi rakjat. Taman-Siswa hidup giat kembali, ber-sama² dengan badan² pendidikan dan pengadjaran lain²nja. Kini sudah mendjadi keinsjafan umum, bahwa didalam negara jang demokratis, adanja „sekolah² partikelir” itu dianggap perlu. Tidak hanja se-mata² untuk membantu usaha pemerintah guna perluasan pendidikan dan pengadjaran, namun atas dasar dan pertimbangan, bahwa tiap² aliran ideologis, baik jang berarti dengan kejakinan „kebathinan” maupun „kemasjarakatan”, berhak untuk memelihara usaha pendidikan dan pengadjaran, jang didasarkan atas kejakinan atau kepertjajaannja masing². Dalam pandangan itu tiap² sekolah jang memakai dasar chusus itu, tidak hanja berhak untuk ada, namun pula berhak untuk mendapat subsidi, karena sebetulnja mereka itu melakukan pekerdjaan, jang semestinja harus dilakukan oleh pemerintah.<noinclude> {{rh|||137}}</noinclude> 1av0f8xs0mkolw1sudd4l9mue304mcz Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/133 104 111820 310589 2026-08-10T10:59:19Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310589 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>netapkan, bahwa fakir miskin dan anak² jang terlantar dipelihara oleh negara. Njatalah disini, bahwa organisasi usaha pendidikan dan pengadjaran menurut grondwet kita tidak boleh mem-beda²-kan orang² atau golongan² rakjat jang satu dengan jang lain. Serta harus mendjamin penghidupan dan pekerdjaan jang lajak bagi kemanusiaan. Pula mewadjibkan pemeliharaan anak² jang terlantar. Kesimpulan dari pada fasal² dalam U.U.D. kita, jang ada pertaliannja dengan maksud dan tudjuan pendidikan dan pengadjaran, seperti jang tertera diatas semua tadi, ialah bahwa ''pendidikan dan pengadjaran didalam Republik Indonesia harus berdasarkan kebudajaan serta kemasjarakatan bangsa Indonesia, bersifat demokratis merata bagi segenap rakjat, achirnja menudju kearah keselamatan dan kebahagiaan hidup, lahir dan batin.'' 6. ''Usaha² Pemerintah jang konkrit.'' Baik pemerintah maupun rakjat sedjak 17 Agustus 1945 itu tidak tinggal diam, dan telah menundjukkan kegiatannja dalam pelbagai usaha jang mengenai pendidikan dan pengadjaran bagi rakjat. Pada tg. 12 - '46 menteri P.P. dan K. mr. Soewandi membentuk PPPRI atau "Panitia Penjelidik Pendidikan Pengadjaran Republik Indonesia" dengan l.k. 50 anggauta dari berbagai golongan dan tingkatan sekolah, jang diketuai oleh penulis kenang²-an ini. Ber-matjam² soal jang mengenai pendidikan pengadjaran, mulai sekolah rendah sampai sekolah tinggi, baik sekolah kepandaian maupun sekolah umum` sekolah² jang berdasarkan agama dan jang tidak, tentang sistim² pengadjaran jang ditindjou setjara dalam dan luas, pula tentang bentuk dan isinja pendidikan dan pengadjaran, pendek PPPRI bertugas menindjau seluruhnja usaha pendidikan dan pengadjaran. Sekalipun hanja berupa "penindjauan" namun dapat dimengerti betapa besarnja guna faedah penindjauan tadi. Berdasarkan hasil² penindjauan tsb. maka menteri mr. Soewandi telah melakukan berbagai perbaikan dalam usaha Kementeriannja. (Pelaporan lengkap dari pada penjelidikan PPPRI itu sudah ditjetak sebagai buku jang agak tebai, kan tetapi sajang, tidak pernah disiarkan setjara luas, berhubung<noinclude> {{rh|136||}}</noinclude> lp6u3capludralzfp8vo8hkglu4mqo9 310590 310589 2026-08-10T10:59:47Z Link PB 26772 310590 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>netapkan, bahwa fakir miskin dan anak² jang terlantar dipelihara oleh negara. Njatalah disini, bahwa organisasi usaha pendidikan dan pengadjaran menurut grondwet kita tidak boleh mem-beda²-kan orang² atau golongan² rakjat jang satu dengan jang lain. Serta harus mendjamin penghidupan dan pekerdjaan jang lajak bagi kemanusiaan. Pula mewadjibkan pemeliharaan anak² jang terlantar. Kesimpulan dari pada fasal² dalam U.U.D. kita, jang ada pertaliannja dengan maksud dan tudjuan pendidikan dan pengadjaran, seperti jang tertera diatas semua tadi, ialah bahwa ''pendidikan dan pengadjaran didalam Republik Indonesia harus berdasarkan kebudajaan serta kemasjarakatan bangsa Indonesia, bersifat demokratis merata bagi segenap rakjat, achirnja menudju kearah keselamatan dan kebahagiaan hidup, lahir dan batin.'' 6. ''Usaha² Pemerintah jang konkrit.'' Baik pemerintah maupun rakjat sedjak 17 Agustus 1945 itu tidak tinggal diam, dan telah menundjukkan kegiatannja dalam pelbagai usaha jang mengenai pendidikan dan pengadjaran bagi rakjat. Pada tg. 12 - '46 menteri P.P. dan K. mr. Soewandi membentuk PPPRI atau "Panitia Penjelidik Pendidikan Pengadjaran Republik Indonesia" dengan l.k. 50 anggauta dari berbagai golongan dan tingkatan sekolah, jang diketuai oleh penulis kenang²-an ini. Ber-matjam² soal jang mengenai pendidikan pengadjaran, mulai sekolah rendah sampai sekolah tinggi, baik sekolah kepandaian maupun sekolah umum` sekolah² jang berdasarkan agama dan jang tidak, tentang sistim² pengadjaran jang ditindjou setjara dalam dan luas, pula tentang bentuk dan isinja pendidikan dan pengadjaran, pendek PPPRI ''bertugas menindjau seluruhnja usaha pendidikan dan pengadjaran''. Sekalipun hanja berupa "penindjauan" namun dapat dimengerti betapa besarnja guna faedah penindjauan tadi. Berdasarkan hasil² penindjauan tsb. maka menteri mr. Soewandi telah melakukan berbagai perbaikan dalam usaha Kementeriannja. (Pelaporan lengkap dari pada penjelidikan PPPRI itu sudah ditjetak sebagai buku jang agak tebai, kan tetapi sajang, tidak pernah disiarkan setjara luas, berhubung<noinclude> {{rh|136||}}</noinclude> ey42t4j8ruexlf40u3d28dh9f5arr8g 310591 310590 2026-08-10T11:02:24Z Link PB 26772 310591 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|netapkan|menetapkan}}, bahwa fakir miskin dan anak² jang terlantar dipelihara oleh negara. Njatalah disini, bahwa organisasi usaha pendidikan dan pengadjaran menurut grondwet kita tidak boleh mem-beda²-kan orang² atau golongan² rakjat jang satu dengan jang lain. Serta harus mendjamin penghidupan dan pekerdjaan jang lajak bagi kemanusiaan. Pula mewadjibkan pemeliharaan anak² jang terlantar. Kesimpulan dari pada fasal² dalam U.U.D. kita, jang ada pertaliannja dengan maksud dan tudjuan pendidikan dan pengadjaran, seperti jang tertera diatas semua tadi, ialah bahwa ''pendidikan dan pengadjaran didalam Republik Indonesia harus berdasarkan kebudajaan serta kemasjarakatan bangsa Indonesia, bersifat demokratis merata bagi segenap rakjat, achirnja menudju kearah keselamatan dan kebahagiaan hidup, lahir dan batin.'' 6. ''Usaha² Pemerintah jang konkrit.'' Baik pemerintah maupun rakjat sedjak 17 Agustus 1945 itu tidak tinggal diam, dan telah menundjukkan kegiatannja dalam pelbagai usaha jang mengenai pendidikan dan pengadjaran bagi rakjat. Pada tg. 12 - '46 menteri P.P. dan K. mr. Soewandi membentuk PPPRI atau "Panitia Penjelidik Pendidikan Pengadjaran Republik Indonesia" dengan l.k. 50 anggauta dari berbagai golongan dan tingkatan sekolah, jang diketuai oleh penulis kenang²-an ini. Ber-matjam² soal jang mengenai pendidikan pengadjaran, mulai sekolah rendah sampai sekolah tinggi, baik sekolah kepandaian maupun sekolah umum` sekolah² jang berdasarkan agama dan jang tidak, tentang sistim² pengadjaran jang ditindjou setjara dalam dan luas, pula tentang bentuk dan isinja pendidikan dan pengadjaran, pendek PPPRI ''bertugas menindjau seluruhnja usaha pendidikan dan pengadjaran''. Sekalipun hanja berupa "penindjauan" namun dapat dimengerti betapa besarnja guna faedah penindjauan tadi. Berdasarkan hasil² penindjauan tsb. maka menteri mr. Soewandi telah melakukan berbagai perbaikan dalam usaha Kementeriannja. (Pelaporan lengkap dari pada penjelidikan PPPRI itu sudah ditjetak sebagai buku jang agak tebai, kan tetapi sajang, tidak pernah disiarkan setjara luas, berhubung<noinclude> {{rh|136||}}</noinclude> 8q52esr0rtobjt7bl4b6udzz8n73tgi Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/132 104 111821 310592 2026-08-10T11:04:24Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310592 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>maka menteri P.P.&K. jang pertama (penulis karangan ini) menjiarkan beberapa pedoman tentang penjelenggaraan pendidikan dan pengadjaran, berdasarkan rentjana jang termaktub diatas tadi. Pengibaran "Sang Merah Putih" tiap² hari dihalaman sekolah, melagukan "Indonesia Raya", menghentikan pengibaran bendera Djepang dan menghapuskan njandjian "Kimigajo", memberi semangat kebangsaan kepada anak² sekolah dan mentiadakan peladjaran bahasa Djepang serta segala upatjara jang berasal dari pemerintah balatentara Djepang, itulah instruksi jang diberikan kepada sekalian kepala sekolah. Para penilik sekolah dipanggil ke-Kementerian untuk dapat segala pendjelasan jang perlu², karena banjaknja hal² jang sukar untuk di-instruksikan setjara tertulis. Marilah kita menindjau dalam Undang² Dasar negara kita Republik Indonesia, untuk mengetahui apakah jang termaktub disitu dalam lingkungan ''pendidikan dan pengadjaran'' serta ''kebudajaan nasional'' sebagai dasarnja. Kewadjiban pemerintah tentang pengadjaran rakjat ada tertjantum didalam U.U.D. fasal ke-31, jang menetapkan: <ol type="a"> <li>bahwa ''tiap² warga'' negara berhak mendapat pengadjaran;</li> <li>bahwa pemerintah mengusahakan dan menjelenggaraan suatu ''sistim pengadjaran nasional'', jang diatur dengan undang².</li> </ol> Fasal ini njatalah mengandung maksud akan adanja "kewadjiban beladjar" dikelak kemudian hari, serta keharusan mendasarkan segala usaha pendidikan dan pengadjaran pada dasar kebangsaan. Tentang "dasar kebangsaan" ini, jang dalam hubungannja dengan pendidikan dan pengadjaran mempunjai arti ''kulturil'', maka fasal 32 U.U.D. menetapkan dengan singkat namun terang: "Pemerintah memadjukan kebudajaan nasional Indonesia", sedangkan fasal 36 dalam Konstitusi kita tentang bahasa jang kita pakai sebagai bahasa resmi ialah ''bahasa Indonesia''. Ada pula fasal² didalam U.U.D. kita, jang harus di-ingati dalam segala rentjana untuk mengatur bentuk serta isi pengadjaran bagi rakjat kita. ''Fasal 27 ajat ke-1'' menetapkan kesamaan kedudukan sekalian warga-negara atas pekerdjaan dan penghidupan jang lajak bagi kemanusiaan. Pula ''fasal 34 U.U.D.'' {{hws|me|menetapkan}}<noinclude> {{rh|||135}}</noinclude> lhzg31v3a0cx4g66diaa1zf4fp4eibq Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/131 104 111822 310593 2026-08-10T11:08:38Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310593 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><ol type="a"> :<li>''Bahasa Indonesia'' diadjarkan dengan tjukup disegala sekolah diseluruh Indonesia dan dipakai sebagai ,,bahasa pengantar" mulai di-sekolah² rakjat sampai di-sekolah² tinggi.</li> :<li>Di-daerah² jang mempunjai bahasa sendiri, jang dipelihara oleh rakjatnja se-baik²nja, diwadjibkan mengadjar ,,bahasa persatuan" mulai kelas 3 pada sekolah pertama, dengan djaminan akan tjukup pandainja anak² dalam bahasa Indonesia, bila mereka tammat beladjar di-sekolah² rakjat.</li> :<li>Di-sekolah menengah tinggi bagian Budaja dipeladja.kan bahasa Arab dan Sanskreta.</li> :<li>''Bahasa²'' asing jang perlu untuk menuntut peladjaran penting, baik jang terdapat dalam kitab² jang berbahasa asing maupun jang harus didapat melalui sekolah² diluar negeri, dipedjarkan di-sekolah² menengah atau menengah tinggi.</li> </ol> <ol type="1" start="8"> <li>Selain didalam sekolah, sekolah² harus dipentingkan djuga pendidikan rakjat dengan djalan sebagai jang berikut:</li> <ol type="a"> :<li>latihan keperadjuritan untuk pemda² dan pemudi;</li> :<li>pendidikan jang ditudjukan kepada orang² dewasa;</li> :<li>pendidikan chusus kepada kaum ibu;</li> :<li>memperbanjak batjaan dengan memadjukan perpustakaan, penerbitan surat² kabar dan madjalah².</li> </ol> <li>mendirikan ,,Balai Bahasa Indonesia'</li> Mengirimkan peladjaran² keseluruh Indonesia.</li> </ol> 5. ''Sesudah Roda Pemerintahan R. I. berputar.'' Rentjana usaha pendidikan dan pengadjaran seperti jang termaktub dimuka tadi (hasil penindjauan sewaktu Kemerdekaan Indonesia disiapkan) untukseterusnja senantiasa mendjadi ,,modal" bagi rakjat dan pemerintah kita untuk meneruskan rentjananja dilapangan pendidikan dan pengadjaran. Segera sesudah pemerintahan Djepang meninggalkan kantor²-besar pemerintahnja, dan pemerintah Republik Indonesia menduduki tempat² tsb.<noinclude> {{rh|134||}}</noinclude> ooeg0pnpcxc0tps0rnjjgabbxf98sqb 310594 310593 2026-08-10T11:08:57Z Link PB 26772 310594 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><ol type="a"> :<li>''Bahasa Indonesia'' diadjarkan dengan tjukup disegala sekolah diseluruh Indonesia dan dipakai sebagai ,,bahasa pengantar" mulai di-sekolah² rakjat sampai di-sekolah² tinggi.</li> :<li>Di-daerah² jang mempunjai bahasa sendiri, jang dipelihara oleh rakjatnja se-baik²nja, diwadjibkan mengadjar ,,bahasa persatuan" mulai kelas 3 pada sekolah pertama, dengan djaminan akan tjukup pandainja anak² dalam bahasa Indonesia, bila mereka tammat beladjar di-sekolah² rakjat.</li> :<li>Di-sekolah menengah tinggi bagian Budaja dipeladja.kan bahasa Arab dan Sanskreta.</li> :<li>''Bahasa²'' asing jang perlu untuk menuntut peladjaran penting, baik jang terdapat dalam kitab² jang berbahasa asing maupun jang harus didapat melalui sekolah² diluar negeri, dipedjarkan di-sekolah² menengah atau menengah tinggi.</li> </ol> <ol type="1" start="8"> <li>Selain didalam sekolah, sekolah² harus dipentingkan djuga pendidikan rakjat dengan djalan sebagai jang berikut:</li> <ol type="a"> <li>latihan keperadjuritan untuk pemda² dan pemudi;</li> <li>pendidikan jang ditudjukan kepada orang² dewasa;</li> <li>pendidikan chusus kepada kaum ibu;</li> <li>memperbanjak batjaan dengan memadjukan perpustakaan, penerbitan surat² kabar dan madjalah².</li> </ol> <li>mendirikan ,,Balai Bahasa Indonesia'</li> Mengirimkan peladjaran² keseluruh Indonesia.</li> </ol> 5. ''Sesudah Roda Pemerintahan R. I. berputar.'' Rentjana usaha pendidikan dan pengadjaran seperti jang termaktub dimuka tadi (hasil penindjauan sewaktu Kemerdekaan Indonesia disiapkan) untukseterusnja senantiasa mendjadi ,,modal" bagi rakjat dan pemerintah kita untuk meneruskan rentjananja dilapangan pendidikan dan pengadjaran. Segera sesudah pemerintahan Djepang meninggalkan kantor²-besar pemerintahnja, dan pemerintah Republik Indonesia menduduki tempat² tsb.<noinclude> {{rh|134||}}</noinclude> ht5vsqvtbtelr27b0nnfnw8akxres3s 310595 310594 2026-08-10T11:10:27Z Link PB 26772 310595 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><ol type="a"> :<li>''Bahasa Indonesia'' diadjarkan dengan tjukup disegala sekolah diseluruh Indonesia dan dipakai sebagai "bahasa pengantar" mulai di-sekolah² rakjat sampai di-sekolah² tinggi.</li> :<li>Di-daerah² jang mempunjai bahasa sendiri, jang dipelihara oleh rakjatnja se-baik²nja, diwadjibkan mengadjar "bahasa persatuan" mulai kelas 3 pada sekolah pertama, dengan djaminan akan tjukup pandainja anak² dalam bahasa Indonesia, bila mereka tammat beladjar di-sekolah² rakjat.</li> :<li>Di-sekolah menengah tinggi bagian Budaja dipeladja.kan bahasa ''Arab'' dan ''Sanskreta''.</li> :<li>''Bahasa²'' asing jang perlu untuk menuntut peladjaran penting, baik jang terdapat dalam kitab² jang berbahasa asing maupun jang harus didapat melalui sekolah² diluar negeri, dipedjarkan di-sekolah² menengah atau menengah tinggi.</li> </ol> <ol type="1" start="8"> <li>Selain didalam sekolah, sekolah² harus dipentingkan djuga pendidikan rakjat dengan djalan sebagai jang berikut:</li> <ol type="a"> <li>latihan keperadjuritan untuk ''pemuda²'' dan ''pemudi²'';</li> <li>pendidikan jang ditudjukan kepada ''orang²'' dewasa;</li> <li>pendidikan chusus kepada kaum ibu;</li> <li>memperbanjak batjaan dengan memadjukan ''perpustakaan, penerbitan surat² kabar dan madjalah²''.</li> </ol> <li>mendirikan "Balai Bahasa Indonesia'</li> Mengirimkan peladjaran² keseluruh Indonesia.</li> </ol> 5. ''Sesudah Roda Pemerintahan R. I. berputar.'' Rentjana usaha pendidikan dan pengadjaran seperti jang termaktub dimuka tadi (hasil penindjauan sewaktu Kemerdekaan Indonesia disiapkan) untukseterusnja senantiasa mendjadi "modal" bagi rakjat dan pemerintah kita untuk meneruskan rentjananja dilapangan pendidikan dan pengadjaran. Segera sesudah pemerintahan Djepang meninggalkan kantor²-besar pemerintahnja, dan pemerintah Republik Indonesia menduduki tempat² tsb.<noinclude> {{rh|134||}}</noinclude> ezsbxg20fg75sppicxcg6fmxyk8su5n Halaman:San min chu i.pdf/341 104 111823 310596 2026-08-10T11:10:47Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'madjukan marine perniagaan, dan untuk mendirikan segala matjam pabrik setjara besar-besaran, memindjam kapital asing itu adalah keharusan mutlak. Kalau ketiga industri besar ini ~ perhubungan dan pengangkutan pertambangan dan pabrik-pabrik ~ semuanja mulai madju di Tiongkok. penghasilan tahunan kita akan djadi besar sekali karenanja. Kalau industri-industri itu diusahakan oleh negara, hak² dan keuntungan-keuntungan jang dibawanja akan dirasakan... 310596 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh||336}}</noinclude>madjukan marine perniagaan, dan untuk mendirikan segala matjam pabrik setjara besar-besaran, memindjam kapital asing itu adalah keharusan mutlak. Kalau ketiga industri besar ini ~ perhubungan dan pengangkutan pertambangan dan pabrik-pabrik ~ semuanja mulai madju di Tiongkok. penghasilan tahunan kita akan djadi besar sekali karenanja. Kalau industri-industri itu diusahakan oleh negara, hak² dan keuntungan-keuntungan jang dibawanja akan dirasakan oleh rakjat seluruhnja. Rakjat diseluruh negeri akan mendapat bahagian dalam keuntungan kapital dan tak akan menderita bentjana oleh kapital, seperti di-negeri asing, dimana kapital besar bertumpuk dalam tangan orang-orang partikulir. Bertumpuknja kapital dikalangan beberapa orang partikulir ini berarti banjak orang menderita sengsara perdjuangan klas akan menjala sebagai pertjobaan melenjapkan kesengsaraan itu. Dalam pemetjahan soal sosial, kita mempunjai tudjuan sama dengan negeri asing membikin tiap orang djadi puas dan berbahagia, bebas dari kesengsaraan jang disebabkan pembagian kekajaan dan harta benda jang tidak sama rata: jang senang kesenangan betul dan jang miskin kemiskinan betul. Kalau kita mentjoba melenjapkan kesengsaraan sematjam itu, kita menudju ke-kommunisme. Sebab itu kita tak dapat mengatakan bahwa teori kommunisme berbeda dengan Min-sheng Chu I kita. San Min Chu I kita berarti pemerintahan „dari rakjat, oleh rakjat dan untuk rakjat" jakni suatu negara kepunjaan rakjat bersama, satu pemerintahan jang diawasi rakjat seluruhnja, dan hak-hak serta manfaat-manfaat bagi kenikmatan rakjat seluruhnja. Kalau keadaan ini mendjadi kenjataan, rakjat bukan sadja mendapat bagian setjara kommunis dalam produksi negara, tetapi mereka djuga mendapat bagian dalam segala sesuatu. Kalau rakjat telah membagi segala sesuatu dalam negara, barulah kita betul-betul sampai pada tudjuan Min-sheng Chu I, seperti djuga jang diharapkan oleh Kong Fu Tze sebagai „Ta Tung Sze Chie' atau ..great commonwealth".<noinclude></noinclude> 0tb34tv2jrurqhtdc8g0ygheekmwjwk Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/38 104 111824 310599 2026-08-10T11:13:54Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'reformir masjarakat Muslimin. Indonesia Muda dan Jong Is- lamieten Bond meresapi alam pemuda, Partai Nasional Indonesia dan Pendidikan Nasional Indonesi meng-kobarkan kesedaran nasional. Diatas persadanja begins...alah pula pemimpin2 kita dizaman Djepang dengan susah-pajah memelihara naluri-pokok nasional dengan mendirikan Putera dan Hookookai, dengan Ba- risan Pelopor dan Barisan Peta. Dan sebagai hasil pelaksanaan beginsel itulah kita pada 17... 310599 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>reformir masjarakat Muslimin. Indonesia Muda dan Jong Is- lamieten Bond meresapi alam pemuda, Partai Nasional Indonesia dan Pendidikan Nasional Indonesi meng-kobarkan kesedaran nasional. Diatas persadanja begins...alah pula pemimpin2 kita dizaman Djepang dengan susah-pajah memelihara naluri-pokok nasional dengan mendirikan Putera dan Hookookai, dengan Ba- risan Pelopor dan Barisan Peta. Dan sebagai hasil pelaksanaan beginsel itulah kita pada 17 Augustus 1945 memproklamirkan kemerdekaan, dan lima tahun lamanja kemudian dari pada itu mempertahankan dan membela kemerdekaan itu matian. Apakah ini berarti bahwa dus Budi Utomo tiada berarti, dan Wahidin Sudiro Husodo tiada berdjasa? Samasekali tidak. Kita berterimakasih kepada Budi Utomo oleh karena Budi Utomo adalah pendobrak daripada pintu jang menudju kepada tjara baru itu, dan kita menghormati Dr. Wahidin Sudiro Husodo oleh karena beliaulah jang memberikan kommando pertama un- tuk pendobrakan itu. Beliau berdiri diatas mijlpaal antara tjara kuno dan tjara baru, beliau berdiri disitu sebagai penundjuk dja- lan, dan tangannja menundjuk kedjurusan arah jang benar. Aku pernah berdir ditepi dua sumber, dua mata-air jang amat ketjil sumbernja sungai Berantas dan sumbernja sungai Seraju. Alangkah ketjilnja dua sumber itu! Tetapi aku merasa dihikmati oleh satu rasa hormat, dan aku berdiri disitu dengan diem, dengan tiada ber-kata2: sebab sumber ketjil itu adalah Sumber-Ibunja dua sungai jang besar, satu diantaranja malah mendjadi Sungai-Ibunja keradjaan2 Kediri, Djagala, Singasari. Madjapahit. Rasa jang demikian itulah pula menghikmati kalbu saja, kalau saja ingat kepada Dr. Wahidin Sudiro Husodo itu. la berdiri ditepinja satu sumber. Sungguh, hidupnja ialah satu hidup jang tidak ter-sia². Sumber ketjil kita pun telah mendjadi Sungai-Besar jang ma- ha dahsjat la telah mendjadi lebih besar daripada Berantas, lebih besar daripada Seraju, dan lebih besar pula daripada Musi dan Barito dan Kapuas, daripada Gangga dan Brahmaputera dan Hoang Ho dan Amazone dan Wolga! Sebab ia achirnja telah menjapu dengan gelombangnja jang maha dahsjat itu satu ge- dung kolonialisme jang luasnja meliputi Nusantara dan tingginja 39<noinclude></noinclude> qqcnwqng4xbeam3u9t3wyb3o7c0u3o0 310605 310599 2026-08-10T11:19:34Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310605 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{hwe|reformir|mereformir}} masjarakat Muslimin. Indonesia Muda dan Jong Islamieten Bond meresapi alam pemuda, Partai Nasional Indonesia dan Pendidikan Nasional Indonesi meng-kobar²kan kesedaran nasional. Diatas persadanja begins{{Illegible}}lah pula pemimpin² kita dizaman Djepang dengan susah-pajah memelihara naluri-pokok nasional dengan mendirikan Putera dan Hookookai, dengan Barisan Pelopor dan Barisan Peta. Dan sebagai hasil pelaksanaan beginsel itulah kita pada 17 Augustus 1945 memproklamirkan kemerdekaan, dan lima tahun lamanja kemudian dari pada itu mempertahankan dan membela kemerdekaan itu mati²an. Apakah ini berarti bahwa dus Budi Utomo tiada berarti, dan Wahidin Sudiro Husodo tiada berdjasa? Samasekali tidak. Kita berterimakasih kepada Budi Utomo oleh karena Budi Utomo adalah pendobrak daripada pintu jang menudju kepada tjara baru itu, dan kita menghormati Dr. Wahidin Sudiro Husodo oleh karena beliaulah jang memberikan kommando pertama untuk pendobrakan itu. Beliau berdiri diatas mijlpaal antara tjara kuno dan tjara baru, beliau berdiri disitu sebagai penundjuk djalan, dan tangannja menundjuk kedjurusan arah jang benar. Aku pernah berdir ditepi dua sumber, dua mata-air jang amat ketjil sumbernja sungai Berantas dan sumbernja sungai Seraju. Alangkah ketjilnja dua sumber itu! Tetapi aku merasa dihikmati oleh satu rasa hormat, dan aku berdiri disitu dengan diem, dengan tiada ber-kata²: sebab sumber ketjil itu adalah Sumber-Ibunja dua sungai jang besar, satu diantaranja malah mendjadi Sungai-Ibunja keradjaan² Kediri, Djagala, Singasari. Madjapahit. Rasa jang demikian itulah pula menghikmati kalbu saja, kalau saja ingat kepada Dr. Wahidin Sudiro Husodo itu. la berdiri ditepinja satu sumber. Sungguh, hidupnja ialah satu hidup jang tidak ter-sia². Sumber ketjil kita pun telah mendjadi Sungai-Besar jang maha dahsjat! Ia telah mendjadi lebih besar daripada Berantas, lebih besar daripada Seraju, dan lebih besar pula daripada Musi dan Barito dan Kapuas, daripada Gangga dan Brahmaputera dan Hoang Ho dan Amazone dan Wolga! Sebab ia achirnja telah menjapu dengan gelombangnja jang maha dahsjat itu satu gedung kolonialisme jang luasnja meliputi Nusantara dan tingginja<noinclude>{{rh|||39}}</noinclude> 9g1tp4bf07ed7aj99q9342a1x4yixwo Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/130 104 111825 310600 2026-08-10T11:14:55Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310600 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>an di-kota², pelajaran dan perikanan dikeliling pantai², dan sebagainya); pula peladjaran ilmu kemasjarakatan jang praktis. <ol type="a" start="3"> <li>tiap² "sekolah pengetahuan umum" mempunjai hubungan landjutan dengan "sekolah kepandaian chusus".</li> <li>Sekolah² menengah dan menengah tinggi mendjadi bagian A (Alam) dan bagian B (Budaja) untuk menjesuaikan pengadjaran dengan pembawaan anak² murid.</li> <li>Pada sekolah² menengah atau tinggi puteri maka daftar peladjaran jang mengenai "pengetahuan umum", sama dengan peladjaran sekolah jang sedjenis untuk anak² laki².</li> <li>lamanja peladjaran di-masing² tingkatan sekolah (pertama, rakjat, menengah dan menengah tinggi) ialah tiga tahun.</li> <li>Tentang sekolah² ''chusus'', jakni sekolah ''kepandaian'' (vakschool) maka untuk ''segala kepentingan masjarakat'' dan ''kebudajaan'' harus diadakan "sekolah² chusus" jang tjukup. Misalnja: sekolah² tani, pertukangan, technik, dagang, pelajaran perikanan, kesehatan, rumah tangga dsb; djuga sekolah² kesusasteraan, musik, pelukis, ukir²an dsb.</li> <li>Sekolah² untuk ''pendidikan guru harus dipentingkan''; bahkan untuk pengeluasan pengadjaran dan pendidikan jang sehebat²nja harus diadakan usaha mendidik guru dengan tjara kilat. Baik untuk penjelenggaraan sekolah² guru biasa maupun untuk pendidikan guru setjara kilat, maka kegiatan rakjat dengan sekolah²nja partikelir hars dipergunakan se-baik²nja.</li> <li>Untuk dapat tenaga² pemimpin penjelenggaraan segala kuadjiban negeri dan masjarakat jang penting², harus diadakan ''Universiteit'' dan atau ''sekolah²'' tinggi jang tjukup; djangan dilupakan sekolah² tinggi untuk ''keperadjuritan''.</li> <li>Biaja beladjar harus se-rendah²nja dengan pembebasan uang beladjar untuk mereka jang tidak mampu.</li></ol> 7. Tentang peladjaran ''Bahasa'' dan ''Kebudajaan'' maka dengan mengingati fasal 32 dan 36 U.U.D. dan fasal ke-3 dalam garis² besar ini adalah sebagai berikut :<noinclude> {{rh|||133}}</noinclude> c8xsicplr8mj6e4j4az98mazamz7c2y 310601 310600 2026-08-10T11:15:17Z Link PB 26772 310601 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>::an di-kota², pelajaran dan perikanan dikeliling pantai², dan sebagainya); pula peladjaran ilmu kemasjarakatan jang praktis. <ol type="a" start="3"> <li>tiap² "sekolah pengetahuan umum" mempunjai hubungan landjutan dengan "sekolah kepandaian chusus".</li> <li>Sekolah² menengah dan menengah tinggi mendjadi bagian A (Alam) dan bagian B (Budaja) untuk menjesuaikan pengadjaran dengan pembawaan anak² murid.</li> <li>Pada sekolah² menengah atau tinggi puteri maka daftar peladjaran jang mengenai "pengetahuan umum", sama dengan peladjaran sekolah jang sedjenis untuk anak² laki².</li> <li>lamanja peladjaran di-masing² tingkatan sekolah (pertama, rakjat, menengah dan menengah tinggi) ialah tiga tahun.</li> <li>Tentang sekolah² ''chusus'', jakni sekolah ''kepandaian'' (vakschool) maka untuk ''segala kepentingan masjarakat'' dan ''kebudajaan'' harus diadakan "sekolah² chusus" jang tjukup. Misalnja: sekolah² tani, pertukangan, technik, dagang, pelajaran perikanan, kesehatan, rumah tangga dsb; djuga sekolah² kesusasteraan, musik, pelukis, ukir²an dsb.</li> <li>Sekolah² untuk ''pendidikan guru harus dipentingkan''; bahkan untuk pengeluasan pengadjaran dan pendidikan jang sehebat²nja harus diadakan usaha mendidik guru dengan tjara kilat. Baik untuk penjelenggaraan sekolah² guru biasa maupun untuk pendidikan guru setjara kilat, maka kegiatan rakjat dengan sekolah²nja partikelir hars dipergunakan se-baik²nja.</li> <li>Untuk dapat tenaga² pemimpin penjelenggaraan segala kuadjiban negeri dan masjarakat jang penting², harus diadakan ''Universiteit'' dan atau ''sekolah²'' tinggi jang tjukup; djangan dilupakan sekolah² tinggi untuk ''keperadjuritan''.</li> <li>Biaja beladjar harus se-rendah²nja dengan pembebasan uang beladjar untuk mereka jang tidak mampu.</li></ol> 7. Tentang peladjaran ''Bahasa'' dan ''Kebudajaan'' maka dengan mengingati fasal 32 dan 36 U.U.D. dan fasal ke-3 dalam garis² besar ini adalah sebagai berikut :<noinclude> {{rh|||133}}</noinclude> ad9jb5ojfqbmis6ayjj7ev31jzoercp 310602 310601 2026-08-10T11:17:46Z Link PB 26772 310602 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>::{{hwe|an|perdagangan}} di-kota², pelajaran dan perikanan dikeliling pantai², dan sebagainya); pula peladjaran ilmu kemasjarakatan jang praktis. <ol type="a" start="3"> <li>tiap² "sekolah pengetahuan umum" mempunjai hubungan landjutan dengan "sekolah kepandaian chusus".</li> <li>Sekolah² menengah dan menengah tinggi mendjadi bagian A (Alam) dan bagian B (Budaja) untuk menjesuaikan pengadjaran dengan pembawaan anak² murid.</li> <li>Pada sekolah² menengah atau tinggi puteri maka daftar peladjaran jang mengenai "pengetahuan umum", sama dengan peladjaran sekolah jang sedjenis untuk anak² laki².</li> <li>lamanja peladjaran di-masing² tingkatan sekolah (pertama, rakjat, menengah dan menengah tinggi) ialah tiga tahun.</li> <li>Tentang sekolah² ''chusus'', jakni sekolah ''kepandaian'' (vakschool) maka untuk ''segala kepentingan masjarakat'' dan ''kebudajaan'' harus diadakan "sekolah² chusus" jang tjukup. Misalnja: sekolah² tani, pertukangan, technik, dagang, pelajaran perikanan, kesehatan, rumah tangga dsb; djuga sekolah² kesusasteraan, musik, pelukis, ukir²an dsb.</li> <li>Sekolah² untuk ''pendidikan guru harus dipentingkan''; bahkan untuk pengeluasan pengadjaran dan pendidikan jang sehebat²nja harus diadakan usaha mendidik guru dengan tjara kilat. Baik untuk penjelenggaraan sekolah² guru biasa maupun untuk pendidikan guru setjara kilat, maka kegiatan rakjat dengan sekolah²nja partikelir hars dipergunakan se-baik²nja.</li> <li>Untuk dapat tenaga² pemimpin penjelenggaraan segala kuadjiban negeri dan masjarakat jang penting², harus diadakan ''Universiteit'' dan atau ''sekolah²'' tinggi jang tjukup; djangan dilupakan sekolah² tinggi untuk ''keperadjuritan''.</li> <li>Biaja beladjar harus se-rendah²nja dengan pembebasan uang beladjar untuk mereka jang tidak mampu.</li></ol> 7. Tentang peladjaran ''Bahasa'' dan ''Kebudajaan'' maka dengan mengingati fasal 32 dan 36 U.U.D. dan fasal ke-3 dalam garis² besar ini adalah sebagai berikut :<noinclude> {{rh|||133}}</noinclude> jzs2gzobv6ltkpzrx59t0s36yncocvw Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/129 104 111826 310603 2026-08-10T11:18:05Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310603 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><ol type="1" start="5"> <li>Dalam garis² adab perikemanusiaan, seperti terkandung dalam segala pengadjaran agama, maka pendidikan dan pengadjaran nasional bersendi agama dan kebudajaan bangsa serta menudju kearah „keselamatan” dan „kebahagiaan” masjarakat.</li> <li>Kebudajaan bangsa ialah kebudajaan jang timbul sebagai buah usaha budi-daja rakjat Indonesia seluruhnja. Kebudajaan lama dan asli jang terdapat sebagai puntjak² Kebudajaan diseluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudajaan bangsa”. Usaha kebudajaan harus menudju kearah kemadjuan adab, budaju dan persatuan bangsa, dengan tidak menolak bahan² baru dari kebudajaan asing, jang dapat memperkembang atau memperkaja kebudajaan bangsa sendiri, serta mempertinggi deradjat kemanusiaaan bangsa Indonesia.</li> <li>Untuk dapat memperhatikan serta memelihara kepentingan² chusus dengan se-baik²nja, teristimewa jang berdasarkan agama dan atau kebudajaan, maka fihak rakjat diberi kesempatan jang tjukup luas untuk mendirikan sekolah² partikelir, jang penjelenggaraannja sebagian atau sepenuhnja boleh dibiajai oleh pemerintah.</li> <li>Tentang susunan peladjaran pengetahuan dan kepandaian umum harus ditetapkan suatu daftar pengadjaran se-dikit²nja (minimum-leerplan), jang menetapkan luas tingginja peladjaran pengetahuan dan kepandaian umum, serta pula pendidikan budi-pekerti, teristimewa pendidikan semangat bekerdja, kekeluargaan, tjinta tanah-air serta kepradjuritan. Sjarat² itu diwadjibkan untuk semua sekolah, baik kepunjaan negeri maupun partikelir.</li> <li>Susunan sekolah diatur sebagai berikut :</li> </ol> <ol type="a"> <li>Mulai tingkatan sekolah rakjat sampai tingkatan sekolah menengah tinggi diadakan sekolah² „pengetahuan umum” dan „kepandaian chusus” (vakschool).</li> <li>Untuk murid² jang tidak meneruskan peladjarannja maka ditiap² sekolah rakjat diadakan kelas sambungan, jaitu „kelas masjarakat” untuk mengadjarkan permulaan kepandaian chusus, jang sesuai dengan alam dan masjarakat ditempat kedudukan sekolah masing² pertanian di-desa², pertukangan dan {{hws|perdagang|perdagang}}</li> </ol><noinclude> {{rh|132||}}</noinclude> dhqod5cf1bnp0ahputx4hya0yrlunav 310604 310603 2026-08-10T11:18:29Z Link PB 26772 310604 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><ol type="1" start="2"> <li>Dalam garis² adab perikemanusiaan, seperti terkandung dalam segala pengadjaran agama, maka pendidikan dan pengadjaran nasional bersendi agama dan kebudajaan bangsa serta menudju kearah „keselamatan” dan „kebahagiaan” masjarakat.</li> <li>Kebudajaan bangsa ialah kebudajaan jang timbul sebagai buah usaha budi-daja rakjat Indonesia seluruhnja. Kebudajaan lama dan asli jang terdapat sebagai puntjak² Kebudajaan diseluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudajaan bangsa”. Usaha kebudajaan harus menudju kearah kemadjuan adab, budaju dan persatuan bangsa, dengan tidak menolak bahan² baru dari kebudajaan asing, jang dapat memperkembang atau memperkaja kebudajaan bangsa sendiri, serta mempertinggi deradjat kemanusiaaan bangsa Indonesia.</li> <li>Untuk dapat memperhatikan serta memelihara kepentingan² chusus dengan se-baik²nja, teristimewa jang berdasarkan agama dan atau kebudajaan, maka fihak rakjat diberi kesempatan jang tjukup luas untuk mendirikan sekolah² partikelir, jang penjelenggaraannja sebagian atau sepenuhnja boleh dibiajai oleh pemerintah.</li> <li>Tentang susunan peladjaran pengetahuan dan kepandaian umum harus ditetapkan suatu daftar pengadjaran se-dikit²nja (minimum-leerplan), jang menetapkan luas tingginja peladjaran pengetahuan dan kepandaian umum, serta pula pendidikan budi-pekerti, teristimewa pendidikan semangat bekerdja, kekeluargaan, tjinta tanah-air serta kepradjuritan. Sjarat² itu diwadjibkan untuk semua sekolah, baik kepunjaan negeri maupun partikelir.</li> <li>Susunan sekolah diatur sebagai berikut :</li> </ol> <ol type="a"> <li>Mulai tingkatan sekolah rakjat sampai tingkatan sekolah menengah tinggi diadakan sekolah² „pengetahuan umum” dan „kepandaian chusus” (vakschool).</li> <li>Untuk murid² jang tidak meneruskan peladjarannja maka ditiap² sekolah rakjat diadakan kelas sambungan, jaitu „kelas masjarakat” untuk mengadjarkan permulaan kepandaian chusus, jang sesuai dengan alam dan masjarakat ditempat kedudukan sekolah masing² pertanian di-desa², pertukangan dan {{hws|perdagang|perdagang}}</li> </ol><noinclude> {{rh|132||}}</noinclude> hg60c5duo4z4vp1k5kka3kanuy25dbe Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/39 104 111827 310606 2026-08-10T11:19:49Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'menjakar_iangit cian unturnja ti;:i aba,J limapuiuh tahun, cjan ia dapat berbuat deniii<irin itu r:reh l.;arena ia sedari muianja telah berdiri diatas kekuar;:;r j:in" tbui dari tl.iurnlalt jang rtisitukan : indirzidu bersntr-r mc'drai'l; .,,,rffiLrh ketjii, ciiun:lihr'-t otjit oipersatukan,mendjadi djr-rrr;iii| ire:;ar. pcrraruani ker.jil riioersatukan mendjadi p'ersatuan tres:ir. dir, :hrrsaiu?.lr besar iiri cchir'ja meiiputi seluruh djumii:ir... 310606 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>menjakar_iangit cian unturnja ti;:i aba,J limapuiuh tahun, cjan ia dapat berbuat deniii<irin itu r:reh l.;arena ia sedari muianja telah berdiri diatas kekuar;:;r j:in" tbui dari tl.iurnlalt jang rtisitukan : indirzidu bersntr-r mc'drai'l; .,,,rffiLrh ketjii, ciiun:lihr'-t otjit oipersatukan,mendjadi djr-rrr;iii| ire:;ar. pcrraruani ker.jil riioersatukan mendjadi p'ersatuan tres:ir. dir, :hrrsaiu?.lr besar iiri cchir'ja meiiputi seluruh djumii:ir 75.000.0i1t] ja'3 mengisi seluruh tanahair Indonesia, rueni j:roai kiimiLki tenaganjl, nrenggeiombang menclcsak.. mclr -ggJl,.r,'; i ;:t r,, ti icn :til:r;rtrni. nre:r :gtlo,rlling merel Aa. l7 Ar;!,isl.rs ia-i-5 nru,rrlLrcru.katl*kekurruin p"n_ Igly:i. p: djadjlhari deliuan siiiiir:i :ruitu_r jang nrr,ha rlahsjat. Disinilah cicnr:in ;:jlr;:r tcrlihiii. i:::h,,,re 20 Mci l90g elan l7 Agustus 1945 iCti:iii l,ciliui:ir,rgu,.,,rf.l *f* sirma lain. 7"iduk mungkin adn 1/ ,1i,..':,t t.'. .t.,,,i,t,, riiti,k titia 2i) f+tei lggg lebih dahultt. Ticilik nrli,rii.,iir lrl:r r(e riii:;'d:ku,rn ldasiol:ii kalau tidak ada beginsel r:'cnjrii:il i,:ii,.ea dlnir:rn irersatuan Jebih ciahulu. Tidakmungkin n*ll.i .r...i l1-'.)[ rn;jl-i:rl3u tiriak iapgkaf, p*itu.o iebih dahulu. Tirilk nri.i,rr:iiir :iii:r sui:.:ai rnintjaoai'lailtair, kalau tidak ada nrata*:iir icirih <lahr:lLr l Karena itu,_ djrngal.riah il-l;aji2 lita Lcrkai.r : ,.Buat ;lpa me_ r muliakan Budi Litomo utiiu tirr3,liiitan jang sudah2. jang satu_ persaturrja toch tidrrk nieinr-rirskan lari ilati kita dizamari sekarang ! ,,Utjaoan jang rir.'riikian irrr sam. srrcija nitjikrr;" a.*gi utja.pannja se-oranq2 jirnr: ncntrel"ohkan marLisia, uihr,va iranusia itu anak i<etjli lcbih d:rhulir. .f r m,.mang. kebangunon kito diciaiam rvaktu ernpat niii'.ih e:rnat tahr.ln itil''nr,:iii,.rati' t;il.p; tingkatan..i,rng- aru :cl'ih tin.:si clari:adir jan-u llin Budi Utomo. sarekat trslanr, Plrrindra, Farta; Niisional Indonesia. rJan lainJain scbagainja' semuanja adaiah faser craram Ketran,rreiran iit", Tetapi tidakkah FJ'.'olusi peranrjis riiuga nrciah.ri fase2 dan tingkatan:,_-- tingJia!.in Mirabe e*" Iiobe ipierre . fVi"ruri ifeUeii. Baboeuf ? Tidakkah R.evolusi Rusia pula'inelaiui tiorgtatanr, ;e: tijak. dari Kcrensk,v sampai ke Lenin'. sedjal. ctarl .fictut y sam_ pai ke Stalin ? Kita,. :rba_cai orang2 jang' menli:rrri irdan"ia hu- kum ,,Panta jLei" rjidulrrrr s..diar:ih,-I.iia hrrus Crnui "**nldja'sa daripud* lc'rriir. itita harus n-ren:li'rgai'rrngkai;i, lar.taj rtu sebag.i nrata2 dir'laianl 40 sarr-r rlrntai, jng bersambung ruti,r"*i-<noinclude></noinclude> gez1r3v88k92j8at96z6qmk7itqemv7 310643 310606 2026-08-10T11:51:18Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310643 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>menjakar langit dan umurnja tiga abad limapuluh tahun, dan ia dapat berbuat demikian itu oleh karena ia sedari mulanja telah berdiri diatas kekuatan jan{{Illegible}}bul dari ''djumlah jang disatukan'' : individu bersatu mendjadi djumlah ketjil, djumlah² ketjil dipersatukan mendjadi djumlah besar. persatuan ketjil dipersatukan mendjadi persatuan besar. dan persatuan besar ini achirnja meliputi seluruh djumlah 75.000.000 jang mengisi seluruh tanah-air Indonesia, — mentjapai klimaks tenaganja, menggelombang mendesak. menggelombang menghantam. menggelombang merevolusi pada 17 Augustus 1945 menggugurkan kekuasaan pendjadjahan dengan sama gugur jang maha dahsjat. Disinilah dengan {{illegible}}terlihat. bahwa 20 Mei 1908 dan 17 Agustus 1945 adalah per{{Illegible}}gannja satu sama lain. ''Tidak mungkin ada 17 Agustus kalau tidak ada 20 Mei 1908 lebih dahulu''. Tidak {{Illegible}} Kenerdekaan Nasional kalau tidak ada beginsel menj{{Illegible}} dengan persatuan lebih dahulu. Tidak mungkin mentjapai 1000 mijl kalau tidak langkah pertama lebih dahulu. Tidak mengkin ada sungai mentjapai lautan. kalau tidak ada mata-air lebih dahulu ! Karena itu. djanganlah se-kali² kita berkata: „Buat apa memuliakan Budi Utomo atau tingkatan jang sudah². jang satu-persatunja toch tidak memuaskan lagi hati kita dizaman sekarang! „Utjapan jang demikian itu sama sadja pitjiknja dengan utjapannja se-orang² jang mentjemoohkan manusia, bahwa manusia itu anak ketjil lebih dahulu. Ja memang, kebangunan kita didalam waktu empat puluh empat tahun itu meliwati beberapa tingkatan, jang satu lebih tinggi daripada jang lain. Budi Utomo. Sarekat Islam, Parindra, Partai Nasional Indonesia. dan lain-lain sebagainja, semuanja adalah fase² dalam Kebangunan kita. Tetapi tidakkah Revolusi Perantjis djuga melalui fase² dan tingkatan²,— tingkatan Mirabeau. Robespierre. Maraat, Hebeit. Babocuf? Tidakkah Revolusi Rusia pula melalui tingkatan, sedjak dari Kerensky sampai ke Lenin. sedjak dari Trotsky sampai ke Stalin? Kita, sebagai orang² jang mengarti adanja hukum „Panta Rei” didalam sedjarah. kita harus dapat menghargai djasa daripada semua. Kita harus menghargai tingkatan² itu sebagai mata didalam satu rantai. jng bersambung satusama-<noinclude>{{rh|40}}</noinclude> lsizdxv7dm6gqk4m0pbthk60uyd64w7 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/128 104 111828 310607 2026-08-10T11:22:04Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310607 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>setudjui oleh pemerintah "Balatentara Nippon", namun sebenarnja tetap terus ditjurigai. Sampai datanglah saatnja bangsa Djepang djatuh dan bangsa Indonesia. melakukan "coup d'état", mulai setjara "theoretis" dalam lingkungan "Panitia Penjelidik Kemerdekaan" bikinan Djepang, sebagai kekuasaan kenegaraan dapat terrebut setjara ''revolusi'' semata-mata. Apakah sebenarnja jang terdjadi dalam saat "theoritische coup d'état" itu? Ketahuilah bahwa waktu itu Bung Karno sebagai pemimpin "Panitia Penjelidik Kemerdekaan" dengan pemimpin² lainnja menuntut dipersiapkannja Kemerdekaan Indonesia dengan rentjana Undang² Dasarnja jang lengkap. Semula pemerintah balatentara Djepang tidak mengizinkannja, namun sesudah berunding dengan Tokyo — katanja diperkenankan djuga. Selain rentjana ''Undang² Dasar'', diselesaikan djuga rentjana jang mengenai usaha² ''Ke-ekonomian, Ke-uangan, Pertahanan dan Pendidikan-pengadjaran'', sekalipun dalam maksudnja hanja bersifat "penindjauan". Waktu itu penulis karangan ini, selaku Ketua "Sub-Panitia Pendidikan dan Pengadjaran", ber-sama² dengan anggauta²nja (jaitu saudara²: prof. dr. Hoesein Djajadiningrat, prof. dr. Asikin, prof. dr. Rooseno, Ki Bagus Hadji Hadikusumo, Kjai Hadji Masjkur dapat merentjanakan kesimpulan tjita² ''pendidikan dan pengadjaran nasional'', jang kemudian dengan sedikit perubahan disahkan oleh Panitia Pusat, jang ada dibawah pimpinan Bung Karno. Sebagai "dokumentasi" maka baik djuga rentjana usaha pendidikan dan pengadjaran, jang lahir bersama-sama dengan rentjana Undang² Dasar kita, pada saat kita akan berpisahan dengan Djepang dan akan berdiri sebagai negara dan bangsa jang merdeka dan berdaulat, dimuat disini untuk diketahui, Silahkan membatjanja: 4. ''Rentjana P.P. & K. di Zaman Persiapan/Kemerdekaan.'' <ol type="1" start="1"> <li>Dengan "undang² kewadjiban beladjar", atau peraturan lain djika keadaan disesuatu daerah memaksanja, ''pemerintah memelihara pendidikan ketjerdasan akal-budi untuk segenap rakjat dengan tjukup dan se-baik²nja'', seperti ditetapkan dalam Undang² Dasar fasal 31.</li> </ol><noinclude> {{rh|||131}}</noinclude> c5iw4owt8vq41w3tiuq5lisfucyuq3y 310608 310607 2026-08-10T11:24:27Z Link PB 26772 310608 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|setudjui|disetudjui}} oleh pemerintah "Balatentara Nippon", namun sebenarnja tetap terus ditjurigai. Sampai datanglah saatnja bangsa Djepang djatuh dan bangsa Indonesia. melakukan "coup d'état", mulai setjara "theoretis" dalam lingkungan "Panitia Penjelidik Kemerdekaan" bikinan Djepang, sebagai kekuasaan kenegaraan dapat terrebut setjara ''revolusi'' semata-mata. Apakah sebenarnja jang terdjadi dalam saat "theoritische coup d'état" itu? Ketahuilah bahwa waktu itu Bung Karno sebagai pemimpin "Panitia Penjelidik Kemerdekaan" dengan pemimpin² lainnja menuntut dipersiapkannja Kemerdekaan Indonesia dengan rentjana Undang² Dasarnja jang lengkap. Semula pemerintah balatentara Djepang tidak mengizinkannja, namun sesudah berunding dengan Tokyo — katanja diperkenankan djuga. Selain rentjana ''Undang² Dasar'', diselesaikan djuga rentjana jang mengenai usaha² ''Ke-ekonomian, Ke-uangan, Pertahanan dan Pendidikan-pengadjaran'', sekalipun dalam maksudnja hanja bersifat "penindjauan". Waktu itu penulis karangan ini, selaku Ketua "Sub-Panitia Pendidikan dan Pengadjaran", ber-sama² dengan anggauta²nja (jaitu saudara²: prof. dr. Hoesein Djajadiningrat, prof. dr. Asikin, prof. dr. Rooseno, Ki Bagus Hadji Hadikusumo, Kjai Hadji Masjkur dapat merentjanakan kesimpulan tjita² ''pendidikan dan pengadjaran nasional'', jang kemudian dengan sedikit perubahan disahkan oleh Panitia Pusat, jang ada dibawah pimpinan Bung Karno. Sebagai "dokumentasi" maka baik djuga rentjana usaha pendidikan dan pengadjaran, jang lahir bersama-sama dengan rentjana Undang² Dasar kita, pada saat kita akan berpisahan dengan Djepang dan akan berdiri sebagai negara dan bangsa jang merdeka dan berdaulat, dimuat disini untuk diketahui, Silahkan membatjanja: 4. ''Rentjana P.P. & K. di Zaman Persiapan/Kemerdekaan.'' <ol type="1" start="1"> <li>Dengan "undang² kewadjiban beladjar", atau peraturan lain djika keadaan disesuatu daerah memaksanja, ''pemerintah memelihara pendidikan ketjerdasan akal-budi untuk segenap rakjat dengan tjukup dan se-baik²nja'', seperti ditetapkan dalam Undang² Dasar fasal 31.</li> </ol><noinclude> {{rh|||131}}</noinclude> jj80xftuis2yqbkr2pahdow0rn5p1in Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/127 104 111829 310609 2026-08-10T11:24:35Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310609 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>banjaknja orang² bekas murid sekolah nasional tadi (tidak hanja jang terdidik dalam perguruan Taman Siswa sadja) kini setjara bermanfaat dan efficient dapat ikut serta dalam segala usaha kenegaraan, baik dalam gerakan revolusi maupun dalam usaha pembangunan bangsa dan negara. ''3. Di Zaman Djepang.'' Tentang usaha pendidikan dan pengadjaran dalam zaman Djepang tak usah kita memerlukan uraian jang pandjang lebar. Tjukuplah kita ketahui, bahwa zaman Djepang tadi bolehlah dianggap sebagai ''pendjelmaaan djiwa pendjadjah setjara mentah-mentah''. Hasjrat meng-exploitasi bangsa dan negara kita, berdasarkan imperialisme dan kapitalisme, dilapangan ekonomi, sosial, kebudajaan...... pendek dilapangan hidup dan penghidupan sewutuhnja, nampak dalam segala gerak-gerik bangsa Djepang, mulai mereka mendarat dalam tahun 1942 sampai mereka mengalami kekalahan jang hebat pada tahun 1945. Rakjat kita sungguhpun sangat gelisah dan terus menerus berketakutan, karena sikap dan laku kebengisan dan kelaliman orang² Djepang, namun sjukurlah, dalam kalbu rakjat kita hidup kepertjajaan jang kuat teguh, berasal dari zaman ''Djojobojo'', jang meramalkan bahwa bangsa kulit kuning, jang bertubuh setengah tjebol, datang dari Utara, akan menguasai negeri kita......... ''selama umurnja tanaman djagung''. Artinja tidak lama. Dan ini tjotjok dengan keadaannja. Hanja 3½ tahun kekuasaan Djepang dapat meradjalela ditanah-air kita. Tadi sudah kami terangkan, bahwa sikap dan tindakan bangsa Djepang selama mereka menduduki negeri kita, selalu bersifat bengis dan lalim, pula menundjukkan sifat pendjelmaaan djiwa pendjadjah setjara mentah²an. Sekolah² menengah ditutup semuanja. Sekolah² lainnja diperendah peladjarannja. Kaum terpeladjar banjak jang disiksa, bahkan dibunuh setjara besar²an di Borneo. Nampak maksud dan tudjuannja untuk menguasai Indonesia ''zonder'' bangsa Indonesia. Siasat Bung Karno dan Bung Hatta dengaan „PUTERA”nja, untuk dapat memelihara semangat nasional, dalam lahirnja {{hws|di|di}}<noinclude> {{rh|130||}}</noinclude> sc8hgu8dsiijm6mz7plofow5bs9nvyo Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/126 104 111830 310613 2026-08-10T11:27:02Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310613 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>pengadjaran itu sebenarnja harus bersifat pemeliharaan tumbuh-nja benih² kebudajaan. Djuga sekolah² jang didirikan oleh bangsa kita sendiri (sesudah kita mengindjak kedalam zaman "kebangunan nasional”) tidak dapat melepaskan diri dari belenggu intellectualisme, individualisme materialisme dan kolonialisme tadi. Sungguhpun tjita² ''Raden Adjeng Kartini'' (1900) sudah mulai mengandung djiwa nasional dan tjita² Dokter ''Wahidin Sudirohusodo'' (1908) sudah membajangkan aliran kultureel, namun organisasi dan teknik pendidikan dan pengadjaran tetap tak berubah. Karena "djiwa” dan "raga”, jakni sifat dan bentuk sistim Belanda itu sudah mewudjudkan "dwi-tunggal”, maka amat sukarlah untuk dapat membedakan aliran pendidikan dan pengadjaran kearah jang semestinja. Masuknja anasir² kebudajaan kedalam sekolah² jg. bermaksud mewudjudkan perguruan kebangsaan, pula masuknja anasir² agama ke-dalam sekolah² Islam, tidak dapat menghapuskan tjorak-warna djiwa kolonial dengan sekaligus. Baru pada tahun 1920 timbullah tjita² baru, jang menghendaki perubahan radikal dalam lapangan pendidikan dan pengadjaran. Tjita² baru tadi se-akan² merupakan gabungan kesedaran "kultureel”, dan "politik”. Idam²an ''kemerdekaan nusa dan bangsa, sebagai djaminan kemerdekaan dan kebebasan kebudajaan bangsa, itulah pokoknja'' sistim pendidikan dan pengadjaran, jang pada tahun 1922 dapat tertjipta oleh ''"Taman Siswa”'' di Jogjakarta. Bahwa aliran Taman Siswa itu sebenarnja sudah terkandung dalam djiwa rakjat diseluruh tanah-air kita, adalah terbukti dengan berdirinja perguruan² Taman Siswa diseluruh kepulauan Indonesia, di Djawa, Sumatera, Borneo, Sulawesi Sunda-Ketjil dan Maluku. Pun sekolah jang berdasarkan "keagamaan” (Islam, Kristen, Katholik), asalkan berani berdiri sebagai sekolah partikelir jang tidak mendapat subsidi dari pemerintah Hindia-Belanda, disamping dasar² keagamaannja masing², memasukkan djuga dasar² kebudajaan bangsa, bahkan dengan sendiri berdjiwa politik nasional dan bersemangat revolusioner. Dengan begitu maka ''gerakan pendidikan'' berlaku sedjalan dengan ''gerakan politik'', dan inilah jg. menjebabkan amat<noinclude> {{rh|||129}}</noinclude> n0hmx0e4zza3wostrf8bc8160vfugbt Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/125 104 111831 310617 2026-08-10T11:29:06Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310617 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>dan ini berarti bahwa untuk rakjat gobornor-djenderal diserahi untuk mendirikan sekolah². Lain tidak; lebih dari pada mendirikan pun tidak. Tak ada di-sebut² disitu tentang keharusan, tentang kebutuhan, tentang perlunja ada usaha jang mentjukupi d.l.l. sebagainja. Pada waktu itu ada beberapa bupati mendirikan "sekolah² kabupaten", tetapi hanja untuk mendidik tjalon² pegawai. Kemudian lahir "Reglement voor het Inlandsch onderwijs"; lalu didirikan sekolah guru di Solo, jang kemudian pindah ke Magelang, lalu ke Bandung (1886). Dengan ber-angsur² dapat didirikan "sekolah bumiputera", jang hanja mempunjai 3 kelas, sedang gurunja seorang dari Kweekschool, dan lain²nja (pembantu) berasal dari "sekolah-bumiputera" itu djuga, sesudah mendapat didikan tambahan. Maksud dan tudjuan dari segala usaha itu, tetap untuk mendidik ''tjalon² pegawai negeri dan pembantu perusahaan² kepunjaan'' Belanda. Maksud dan tudjuan tsb. tidak berubah, ketika pemerintah memberi kelonggaran kepada anak² Indonesia, untuk memasuki "Eropeesche Lagere School", karena jang dibolehkan ialah hanja, tjalon² murid "Dokter Djawa", murid "Hoofdenschool" dan "Kweekschool". Suatu bukti, bahwa pemerintah Belanda se-mata² mementingkan pendidikan tjalon² pegawai negeri, ialah adanja udjian, jang sangat digemari oleh anak² bumiputera, jang disebut "Kleinambtenaarsexamen". ''2. Zaman Ethik dan Kebangunan Nasional.'' Haluan dari pada sistim pendidikan, jang diadakan oleh pihak Belanda seperti tergambar diatas semua itu, tetap terus mempengaruhi segala usaha pendidikan. Djuga jang dilakukan sesudah aliran "Ethisch politik" atau "Etrische Koers" timbul pada permulaan abad jang ke-XX (dan sebenarnja sebagai akibat "kebangunan nasional" pada permulaan abad ke-20). Haluan tadi boleh digambarkan sebagai haluan "kolonial lunak", jang dalam sistim pendidikannja tetap, menundjukkan sifat "intellectualistis", pula "individualistis" dan "materialistis". Se-kali² tidak mengandung tjita² kebudajaan. Pada hal pendidikan dan<noinclude> {{rh|128||}}</noinclude> 15idjdum1f19huc43l5jm07aajalcbx Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/124 104 111832 310619 2026-08-10T11:30:11Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310619 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>pendeta Kristen. Kemudian ada instruksi jang menegaskan. bahwa kepada fihak rakjat hendaknja diberikan pengadjaran membatja, menulis dan berhitung akan tetapi hanja setjukupnja sadja dan melulu untuk mendidik orang² pembantu dalam beberapa usahanja. Djadi semata-mata guna memperbesar keuntungan perusahaannja sendiri. Pada zaman Napoleon Bonaparte, djatuh kekuasaannja, dan pemerintah Nederland dibentuk kembali (th. 1816) maka dinegeri kita Indonesia oleh pemerintah H.B. diadakan beberapa perobahan. Diantaranja pada th. 1818 itu diadakan peraturan pemerintahan pokok. sematjam „undang² dasar” (jang disebut Regeeringsreglement, singkatan dari „Reglement op het beleid van de regeering van Nederlands Indië). Dalam R.R. 1818 itu mulai disebut-sebut tentang pemeliharaan pengadjaran, akan tetapi tidak pernah dilakukan. Pada th. 1836 R.R. dirubah dalam R.R. 1836 tadi sama sekali tidak di-sebut² lagi tentang pengadjaran. Baru² dalam R.R. th. 1854 terdapat fatsal² jang mengenai pendidikan dan pengadjaran. Diantaranja ditadjumkan fatsal 125, jang berbunji „Het openbaar onderwijs vorm een voorwerp van aanhoudende zorg van den gouverneurgeneraal”. (Pengadjaran negeri adalah hal jang senantiasa mendjadi perhatian gobornor djenderal). Ketetapan ini sungguh baik dan bagus, akan tetapi pasal² berikutnja membuktikan djiwa kolonialnja pemerintah H.B. Pasal 126 misalnja menetapkan, bahwa pemberian pengadjaran kepada anak² bangsa Eropa dibolehkan setjara bebas (Het onderwijs aan Europeanen is vrij). Pasal 127 berbunji selengkapnja: „Voldoend openbaar lager onderwijs moet worden gegeven overal, waar de behoefte der Europese bevolking dit vordert en de omstandigheden het toelaten,” jang artinja ialah se-dapat² harus ada pemberian pengadjaran rendah dari pemerintah, jang mentjukupi kebutuhan penduduk bangsa Europa. Teranglah disitu maksudnja; djangan sampai ada anak² bangsa Europa tidak dapat pengadjaran. Bagaimanakah sikap pemerintah H.B. — terhadap anak² Indonesia? Pasal 128 dalam soal itu menjebutkan: „De gouverneur-generaal zorgt voor de oprichting van scholen tendienste van de inlandse bevolking,”<noinclude> {{rh|||127}}</noinclude> 4cr0dnsk59zjttdw33snk36xomkrph0 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/123 104 111833 310622 2026-08-10T11:31:54Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310622 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''ICHTISAR SEDJARAH PENDIDIKAN-PENGADJARAN DI INDONESIA.'''</center> Uraian dibawah ini berupa sekedar sedjarah dan pandangan sepintas lalu, jang bertali dengan ''pendidikan dan pengadjaran''. Untuk membatasi persoalannja maka kami hanja akan memberikan sekedar keterangan tentang apa jang disebut "koloniaal onderwijs" dan apa jang dimaksud dengan sebutan "pendidikan nasional". Pula bagaimana sifatnja perdjuangan kearah itu dan jang terachir, bagaimanakah dasar azas dan usaha pendidikan dan pengadjaran didalam lingkungan kenegaraan Republik Kita sedjak 17 Augustus 1945. ''Zaman V.O.C. dan Hindia-Belanda.'' Pada zaman beralihnja V.O.C. (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) mendjadi pemerintah "Hindia Belanda", maka sebenarnja se-kali² tidak ada perubahan sikap dan tindakan terhadap segala urusan tanah-air kita. Pada hakikatnja pemerintah H.B. merupakan konsolidasi, jakni penetapan dari apa jang tadinja dilakukan oleh V.O.C. tsb. Baru sesudah nampak adanja ''kebangunan nasional'' pada permulaan abad ke-XX, bersamaan waktu dengan mulai tumbuhnja aliran "kolonial modern", jang disebut "ethische koers" atau "ethische politiek" di Nederland, barulah nampak adanja perubahan dalam sikap pemerintah kolonial. Sajang hanja mengenai sementara hal; a.j. jang bertali dengan pendidikan dan pengadjaran bagi rakjat, hal mana kini akan kami djelaskan lebih landjut. Seperti diketahui maka dalam zaman O.I.C. (Oost-Indische Compagnie) bangsa Belanda menganggap tanah-air kita se-mata² sebagai objek perdagangan. Mentjahari dan mendapat keuntungan materiil jang se-besar²nja, itulah maksud dan tudjuan dari pada segala ussahanja dalam segala lapangan. Pendidikan dan Pengadjaran diserahkan sama sekali kepada para<noinclude> {{rh|126||}}</noinclude> bvzi4mn5dnl77jgo9kqld5t7nrim427 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/122 104 111834 310623 2026-08-10T11:32:41Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310623 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>dipaksa oleh Pemuda² di-departemen² masing². Para „Butyo” diperintahkan melakukan „coup d’état” didepartemenja masing², jang semuanja dapat melaksanakannja dengan selamat. Dengan selamat, karena para Butyo Djepang sekonjong² menjerahkan pimpinan²-nja, rupanja merasa sudah hilang kekuasaannja. Demikianlah berachir usaha persiapan Kemerdekaan sampai hari bulan 17 Agustus 1945.<noinclude> {{rh|||125}}</noinclude> s2cpypfqd2j7s3t3yrvq7fssfx2at7i Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/121 104 111835 310627 2026-08-10T11:35:24Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310627 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>bu, Bunkyo Kyoku, Eisey Kyoku dsb. Maksud pemimpin² besar kita tidak lain ialah supaja dengan berangsur-angsur pimpinan pemerintah dipegang oleh orang² Indonesia, agar nanti mudah kita akan melakukan "coup d'etat" jang sempurna, apabila datang waktunja jang tepat. Pada bulan Juli itu terdjadilah "staatsgreep" (meskipun masih setjara theoretisch) didalam rapat dari pada Badan Penjelidik Kemerdekaan. Oleh Ir. Sukarno, jang hanja mendjadi "anggauta biasa" dari pada badan itu, (Ketuanja ialah marhum Dr. Radjiman) ''dituntut dengan sangat keras, supaja Badan itu dibolehkan membitjarakan tentang bentuknja negara'' (sebagai Republik atau Monarchie, dan supaja Badan tsb. dibolehkan merentjanakan "Undang²-Dasar". Lagi pula Badan itu supaja djangan pulang sebelum membentuk "Badan Persiapan Kemerdekaan". Pada saat itu, jang sungguh² sangat "historis", nampak kegelisan seluruh fihak pemerintah Djepang. Tuntutan dibolehkan, rupa²nja sesudah ada pembitjaraan kilat istimewa antara Djakarta dan Tokyo. Pada waktu itu datanglah saatnja Djepang menjerah kepada Sekutu tidak dengan perdjandjian suatu apa. Badan Persiapan Kemerdekaan terus bekerdja dengan giat, tidak ditjampuri sedikit pun oleh fihak Djepang. Para "Butyo" bersedia-sedia untuk melakukan "staatsgreep" didalam departementnja masing². Badan Persiapan, oleh ketuanja Ir. Sukarno ditambah dengan sementara anggauta diluar angkatan Gunseikanbu, (misalnja diri saja sendiri), melepaskan diri dari fihak Djepang. ''Kementerian²'' dibentuk, ''menteri²'' diangkat, demikian pula gupurnur² dan lain² pembesar negeri. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Kemerdekaan Indonesia diprolamasikan dengan resmi oleh Ir. Sukarno dan Drs. Hatta. Segala pekerdjaan persiapan terus dilakukan, siang dan malam. Pada waktu itu wakil² Sekutu datang di Djakarta. Sekalian pegawai Republik Indonesia diminta sumpahnja oleh Presiden kita, dalam mana mereka harus menjatakan, hanja mendjadi pegawai Republik, dan hanja menurut pada perintah Presiden Republik Indonesia. Dalam pada itu ada ''sementara orang, jang tidak suka menepati perintah itu'', atau kemudian suka sesudah<noinclude> {{rh|124||}}</noinclude> kihmgpxvnp0a9yafvflo3k4us08djnc 310630 310627 2026-08-10T11:38:37Z Link PB 26772 310630 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|bu|Naimubu}}, Bunkyo Kyoku, Eisey Kyoku dsb. Maksud pemimpin² besar kita tidak lain ialah supaja dengan berangsur-angsur pimpinan pemerintah dipegang oleh orang² Indonesia, agar nanti mudah kita akan melakukan "coup d'etat" jang sempurna, apabila datang waktunja jang tepat. Pada bulan Juli itu terdjadilah "staatsgreep" (meskipun masih setjara theoretisch) didalam rapat dari pada Badan Penjelidik Kemerdekaan. Oleh Ir. Sukarno, jang hanja mendjadi "anggauta biasa" dari pada badan itu, (Ketuanja ialah marhum Dr. Radjiman) ''dituntut dengan sangat keras, supaja Badan itu dibolehkan membitjarakan tentang bentuknja negara'' (sebagai Republik atau Monarchie, dan supaja Badan tsb. dibolehkan merentjanakan "Undang²-Dasar". Lagi pula Badan itu supaja djangan pulang sebelum membentuk "Badan Persiapan Kemerdekaan". Pada saat itu, jang sungguh² sangat "historis", nampak kegelisan seluruh fihak pemerintah Djepang. Tuntutan dibolehkan, rupa²nja sesudah ada pembitjaraan kilat istimewa antara Djakarta dan Tokyo. Pada waktu itu datanglah saatnja Djepang menjerah kepada Sekutu tidak dengan perdjandjian suatu apa. Badan Persiapan Kemerdekaan terus bekerdja dengan giat, tidak ditjampuri sedikit pun oleh fihak Djepang. Para "Butyo" bersedia-sedia untuk melakukan "staatsgreep" didalam departementnja masing². Badan Persiapan, oleh ketuanja Ir. Sukarno ditambah dengan sementara anggauta diluar angkatan Gunseikanbu, (misalnja diri saja sendiri), melepaskan diri dari fihak Djepang. ''Kementerian²'' dibentuk, ''menteri²'' diangkat, demikian pula gupurnur² dan lain² pembesar negeri. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Kemerdekaan Indonesia diprolamasikan dengan resmi oleh Ir. Sukarno dan Drs. Hatta. Segala pekerdjaan persiapan terus dilakukan, siang dan malam. Pada waktu itu wakil² Sekutu datang di Djakarta. Sekalian pegawai Republik Indonesia diminta sumpahnja oleh Presiden kita, dalam mana mereka harus menjatakan, hanja mendjadi pegawai Republik, dan hanja menurut pada perintah Presiden Republik Indonesia. Dalam pada itu ada ''sementara orang, jang tidak suka menepati perintah itu'', atau kemudian suka sesudah<noinclude> {{rh|124||}}</noinclude> bd3w68vnfgy7ikmkbj2higgii7zcinr Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/120 104 111836 310631 2026-08-10T11:38:52Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310631 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>para pemimpin menggunakan ramalan Djojobojo itu sebagai ..sembojan" jang berpengaruh pada rakjat untuk propaganda, pendek kita semua mementingkan ramalan tersebut. Kemudian oleh Gunseikanbu diangkatnatnja sementara orang pemimpin mendjadi "Sanyo" atau "Penasehat", pada ''achir tahun'' 1944, jang lalu disusul dengan berdirinja "Sanyo Kaigi" atau "Dewan Penasehat". Kalau segala rundingan didalam "Tyuoo Sangi In" sangat dibatasi dan diawasi, bahkan boleh dikatakan ''dituntun'' semata-mata oleh Gunseikanbu, maka didalam sidang²-nja "Sanyo Kaigi" itu pembitjaraan berlaku dengan sangat bebas. Tidak satu orang Djepang turut berhadlir didalam segala perundingannja. Kemerdekaan ini terdapat djuga didalam sidang² dari pada "Badan Penjelidik Adat dan Tatanegara Lama". Meskipun para anggauta mengerti, bahwa ini adalah muslihat pemerintah balatentara untuk mengetahui benar² tjita² para pemimpin (semua pembitjaraan ditjatat dengan stenografisch!), tetapi para anggauta tsb. selalu bersikap dan berniat menjatakan apa jang mendjadi tjita² rakjat, teristimewa dalam segala so'al kemerdekaan Indonesia. Didalam pidato² dimuka rapat ramai atau dimuka microfoon memang benar pemimpin² kita dicensuur keras, sebaliknja didalam rapat² badan² tersebut tadi mereka sangat merdeka untuk mengeluarkan fikirannja. Dan kesempatan ini dipergunakan sebaik²nja oleh mereka. (Misalnja pernah ditanjakan tentang dibunuhnja Prof. Dr. Mochtar, Dr. Kayadu dan korban² lainnja). Pada ''bulan Mei'' 1945 oleh pemerintah Djepang didirikan "Dokuritu Zyumbi Tyoosa Kai", jaitu "Badan Penjelidik Usaha Kemerdekaan". Dimana diterangkan oleh Gunseikanbu, bahwa pemimpin² rakjat sendiri jang harus melakukan usaha kearah kemerdekaan itu, fihak Djepang hanja membantu sebagai "bidan katanja, maka inilah membuka kesempatan baru bagi para pemimpin, untuk meneruskan langkah²-nja jang termasuk didalam siasatnja jang besar. Pada ''bulan Juli tahun itu djuga, Gunseikanbu atas dorongan pemimpin² besar kita, mengizinkan sementara Departemen diserahkan pimpinannja kepada orang² Indonesia''; misalnja {{hws|Naimu|Naimubu}}<noinclude> {{rh|||123}}</noinclude> mqqautx25fz9qo8ema0dyrqs34rlqjw Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/119 104 111837 310632 2026-08-10T11:41:51Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310632 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Pada bulan ''September'' 1942 empat orang tersebut, jang dapat nama "Empat Serangkai", berkumpul di Djakarta, dan buat seterusnja merupakan "badan persiapan" ''gerakan kebangsaan'', jang kelaknja ditambah dengan beberapa orang² pemimpin lainnja. Pada tanggal - Maret 1943 berdirilah "PUTERA", singkatan dari pada "Pusat Tenaga Rakjat". Usaha dari pada PUTERA barang tentu kita semua mengetahuinja, jaitu: ''memusatkan segala tenaga jang ada didalam masjarakat kebangsaan kita, untuk menjiapkan kemerdekaan Indonesia............ "sebagai anggauta Lingkungan kemakmuran Bersama di Asia Timur Raya"''. Begitu lah maksud tudjuan jang resmi, akan tetapi sebenarnja para pemimpinnja bersumpah didalam hatinja masing², bahwa "kemerdekaan Indonesia 100%" itulah ditjita-tjitakan, serta dikedjar setjara "gerilja-politik". Pada tanggal 1 April 1944 PUTERA dibubarkan oleh Gunseikanbu, jaitu sesudah dari pihak "Empat Serangkai" dimadjukan tuntutan², jang bersifat radikal, dan rupa-rupanja sangat mengedjutkan Gunseikanbu. PUTERA dibubarkan dan......... .......... pada saat itu Gunseikanbu mendirikan ''"Djawa Hookookai"'', jang terkenal. Sementara pemimpin lalu mengundurkan diri, walaupun dengan amat sukar memperolehnja idzin untuk itu. Usaha "Hookookai" kita semua masih ingat sebagai "Badan Kebaktian jang beriwajat". Dalam pada waktu itu harus ditjatat djuga berdirinja "Kyukan Seido Tyoosa Iinkai" atau "Panitia Penjelidik Adat dan Tatanegara Lama", pada tanggal 1 November 1942, serta pula "Tyuoo Sangi In" dan "Sangi Kai", masing² di Djakarta dan di-daerah² Syuu. Didalam badan² tsb. jang mendjadi anggautanja ialah kebanjakan pemimpin² rakjat kita jang terkemuka, jang semuanja tidak pernah melepaskan tjita-tjitanja, jaitu melakukan sikap dan tenaga ''menjiapkan kemerdekaan dengan diam²''. Dalam waktu itu terus menerus berpengaruh ramalan jang terkenal, jaitu ramalan Djojobojo. "Hanja seumur djagung Djepang dapat menguasai kita, kemerdekaan menjusul". Tidak sedikit orang² jang pertjaja akan benarnja ramalan tsb. Disamping itu<noinclude> {{rh|122||}}</noinclude> dx9nx628ktaf260hz15o2gbk0qsj7vz Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/118 104 111838 310633 2026-08-10T11:45:02Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310633 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Demikianlah keadaan pada sa'at lenjapnja kekuasaan Belancda dan datangnja kekuasaan Djepang, jang menurut perhitungan umum adalah kekuasaan jang benar² sangat luar biasa besarnja, hingga tak mungkin dilawannja. Golongan ke-1, ke-2, ke-3 dan ke-5 tidak hendak kita bitjarakan disini, karena kita hanja hendak memberi "tjoretan" atau "tjatatan" tentang usaha² jang dilakukan untuk ''menjiapkan gerakan kearah kemerdekaan Indonesia''. Jang pertama kali patut ditjatat ialah berdirinja beberapa "Komite Nasional"; pada permulaan di Jogjakarta, di Magelang, di Solo dan ddi Semarang, atas inisiatif beberapa pemimpin dari segala golongan. Nama² mereka disini baik tidak di-sebut² dahulu. Kemudian berdiri pula komité dilain-lain tempat, atau gerombolan² pemimpin, jang bersama tudjuan, jakni mengadakan ''gerakan kebangsaan dengan tjara bekerdja ber-sama² dengan Djepang''. Kemudian komité² itu dilarang oleh pemerintah-balatentara Djepang, bahkan di Magelang, Purworedjo, Kebumen dan lain² tempat, ada anggauta²nja jang ditangkap oleh "Kempei". Pada waktu itu kita mendapat pelaporan, bahwa diseluruh Djawa para pemimpin sanggup mengadakan tjabang dari pada "Komite Nasional" itu, jang akan berpusat di Jogjakarta. Di Djakarta dan Bandung gerakan jang sedemikian itu ada pula, walaupun pada waktu itu sukar sekali mengadakan hubungan, tetapi kemudian dapatlah djuga komité² itu saling berhubung. Tidak antara lama datanglah sementara pemimpin dari Djakarta, jang menerangkan bahwa ''dari fihak Djepang telah ada kesanggupan membolehkan adanja gerakan kebangsaan, asal diarahkan kepada "lingkungan Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raja"'', seperti jang terkenal pada zaman jang lampau itu. Fihak Djepang lalu meminta daftar dari pada nama² pemimpin² jang paling terkemuka, diurutkan mulai jang paling besar sampai pemimpin² jang berkaliber dibawahnja, sedjumlah 20 orang tiap² daftar. Kabarnja pada waktu itu, dimana-mana diadakan pendaftaran itu, dan sesudahnja disaring-saring dengan teliti, "Gunseikanbu" lalu mengambil 4 orang, jang katanja memperoien "stem" terbanjak. Mereka ini jang diwadjibkan memimpin gerakan jang dibolehkan itu.<noinclude> {{rh|||121}}</noinclude> p44iy7w48zlj4yc36wqkmgk7hi5ouuj Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/117 104 111839 310639 2026-08-10T11:49:02Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310639 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>sempurna dalam sekedjap mata sadja, serta hantjur lebur kekuasaan dan penguasaannja atas Indonesia. "Dilalah".</p> Mulai hari 8 Maret 1942 itu Radja-Seberang-lah jang menggenggam tanah tumpah darah kita. Disamping djandji² jang muluk² kita melihat gerak-gerik dan isjarat² jang sangat mengchawatirkan, karena bahadja² jang dahsjat pasti akan datang dari pihak Tentara Seberang itu. Berdjaga-djagalah ! Pada waktu itu kita lihat ada 5 golongan jang bersikap njata, sebagai jang berikut : <ol type="1" start="5"> <li>Mereka jang ''melawan masuknja Djepang'', sajang karena sungguhpun berdjuang dan bertempur, bahkan ada jang gugur sebagai pahlawan, akan tetapi sebagai pengikut Belanda, atau kekuasaan Nederlands Indië, mereka itu ikut berperang untuk menguntungkan pendjadjah Belanda.</li> <li>Golongan jang ''menjerah bulat²'' kepada Djepang atau "pasrah bongkokan" menurut kata orang Djawa; kita mengerti bahwa ada dari mereka itu jang "terpaksa" (kaum lemah), tetapi ada pula jang hanja mengedjar hidup senang buat dirinja sendiri; dulu budak Belanda lalu mendjadi budak Djepang, asal selamat, katanja.</li> <li>Golongan jang ''menolak Djepang dalam bathinnja'', akan tetapi merasa tidak mampu dan tidak sanggup untuk melawan dan menentangnja; kebanjakan dari pada mereka itu lalu "menghilang"; ada jang berdagang, bertani, mendjadi "kijai", asal dapat menghindarkan diri dari pergerakan atau perdjuangan.</li> <li>Golongan jang ke-4 ini adalah mereka jang ''berniat akan menggalang kekuatan se-dapat²nja dengan tjara "infiltrasi"''; jakni menjelusupi, bekerdja ber-sama² dengan kekuasaan baru, ''tidak untuk menjerah'', tetapi untuk "to make the best of things"; jakni se-dapat²nja mempergunakan segala keadaan baru untuk keperluan kebangsaan kita. Bagi saja sendiri (jang termasuk dalam golongan ini) sikap ini saja namakan "politieke guerilla", ''gerilja politik''.</li> <li>Golongan jang ''berdjuang'' dibawah tanah ada djuga, tapi tidaklah mereka sampai merupakan gerombolan jang besar dan jang berdjuang setjara positif dan teratur atau berko-ordinasi.</li> </ol><noinclude> {{rh|120||}}</noinclude> 9o39rf5wj91195grbq3a5ezsxcvcazw Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/116 104 111840 310642 2026-08-10T11:50:44Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310642 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Pada sa'at peringatan itu djanganlah hendaknja kita hanja bersuka ria dan bergembira sadja, akan tetapi ingatilah adat jang hidup dalam masjarakat kita, jaitu bahwa tiap² peringatan baik jang bertalian dengan hidup kebatinan atau agama, maupun jang berhubungan dengan hidup lahir kita, selalu kita rajakan dengan tjara „selamatan”. Perkataan ini mengandung arti, bahwa dalam memperingati sesuatu kedjadian itu, kita tidak sadja ber-senang² (kenduri, memberi pertundjukan², wajang atau lainnja dsb), akan tetapi djuga melakukan upatjara mendo'a kepada Jang Maha Kuasa, semoga kita terus dikeruniai selamat dan bahagia oleh Tuhan. Dalam buku ichtisar jang sangat singkat ini, saja tidak hendak ikut memberi bahan peringatan tentang berdirinja Republik kita sedjak tanggal 17 Agustus 1945, akan tetapi niat saja hanja hendak memberi sedikit kenang-kenangan tentang usaha² jang dilakukan oleh pemimpin² rakjat kita ''s e b e l u m Hari Proklamasi Kemerdekaan kita''. Kita mulai dengan peristiwa jang maha istimewa, jaitu penjerbuan ''tentara Djepang'' di Djawa pada h.b. ''8 Maret 1942''. Tentara Belanda jang sebelumnja sudah bersumpah : „Liever staande sterven dan knielende leven” (lebih baik mati berdiri dari pada hidup berdjongkok) segera bertekuk lutut dengan tiada perdjandjian suatu apapun. „Dilalah kersa Allah”, kata orang Djawa jang berarti : „Itulah kehendak Tuhan”. Be-ratus² tahun rakjat kita berusaha melepaskan diri dari Nederland, dengan segala tjara jang mungkin dilakukan; misalnja dengan melakukan pemberontakan, bahkan dengan perang² jang hebat, ber-puluh² tahun. Sedjak 20 Mei 1908 rakjat melakukan perdjuangan politik beserta mendirikan partai² politik; dengan melakukan sikap „noncooperasi”, atau dengan sikap „lijdelijk verzet”. Tidak kurang pula jang melakukan pemberontakan; tetapi semua sikap dan usaha itu tidak dapat mematahkan kekuatan Belanda sebagai kolonisator atas tanah air kita Indonesia. Pada tanggal 8 Maret 1942 jang tersebut tadi, Tuhan mewajangkan „Radja Sebrang” berlawan „Radja Raksasa”. Si Raksasa jang menguasai dan menindas rakjat kita. kalah dengan<noinclude> {{rh|||119}}</noinclude> 76yr12gn0lkf5enyml1azqx7k43hvn1 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/60 104 111841 310644 2026-08-10T11:52:09Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310644 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>ICHTISAR PERDJUANGAN</center><noinclude></noinclude> 8efxy2og6n7qs0majn1eo844lx1n118 310646 310644 2026-08-10T11:52:26Z Link PB 26772 310646 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''ICHTISAR PERDJUANGAN'''</center><noinclude></noinclude> ed8zkzui8crek7ss15w4v4gtbcs00ij Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/40 104 111842 310645 2026-08-10T11:52:14Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'lain tiada putusnja. Victor Hugo, penulis Perantjis jang masjhur iu, mengagungkan persambungan tingkatan dalam Revolusi Ferantjis dengan kata? ..Pada satu pat-kalbu jang tidak kita ketahui. Mirabeau merasakan akan asangnja Robespierre; Ro- bespeierre merasakan Marat; Marat merasakan Hebert; Hebert merasakan Baboeuf". Marilah kita djuga mengagungkan semua tingkatan dalam Kebangunan kita itu. Marilah kita tidak meng- agungkan muara sungai sadja, m... 310645 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>lain tiada putusnja. Victor Hugo, penulis Perantjis jang masjhur iu, mengagungkan persambungan tingkatan dalam Revolusi Ferantjis dengan kata? ..Pada satu pat-kalbu jang tidak kita ketahui. Mirabeau merasakan akan asangnja Robespierre; Ro- bespeierre merasakan Marat; Marat merasakan Hebert; Hebert merasakan Baboeuf". Marilah kita djuga mengagungkan semua tingkatan dalam Kebangunan kita itu. Marilah kita tidak meng- agungkan muara sungai sadja, marilah kita mengagungkan se- luruh sungainja! Disinilah tempatnja aku mengandjurkan kepada pemuda dan femudi kita untuk lebih mengetahui sedjarahnja dan djasa nja pemimpin kita jang sudah mangkat. Banjak pemuda-pemudi kita jang tidak tahu stapa Tjokroaminoto, siapa Tjipto Mangun- kusumo. siapa Kjai Dahlan, siapa Setiabudd. siapa Sutatmo Surjokusumo. Keadaan demikian itu harus diperbaiki selekas mungkin ! Panta Rei Tetapi, ja, sudah barang tentu, perbedaan azas antara partai dan golongan dizaman sebelum kemerdekaan itu tentu ada. Sudah barang tentu sedari mulanja ada diversiteit di- aiam kebangunan kita. Ada aliran nasionalistis. ada aliran so- sialistis, ada aliran keigamaan, seperti sekarang. Dan sudah ba- reng tentu pula terutama sekali perbedaan taktik-melawan-pen- djadjahanlah sering menimbulkan perselisihan dan perpisahan. Politik antitese contra politik assosiasi. non-cooperation versus cooperation. Tetapi Wahju Persatuan selalu menang. P.P.P.K.I. mengatasi perpetjahan. GAPI pun mengatasi perpetjahan, Dan persatuan itu semakin rapat, tiap kali perdjoangar mendekati sesuatu klimaksnja. Demikian dizaman Belanda, demikian di- zaman Djepang. Demikian pula dizaman sesudah Proklamasi, sebelum kedaulatan kita diakui oleh Belanda dan dunia inter- nasional. Pada tanggal 27 Desember 1949 selesailah separoh daripada tudjuan perdjoangan kita, dan mulailah perdjoangan jang se- paroh lagi. jang memang baru mungkin peleksanaannia, mana- kala bagian pertama telah selesai. Kini kemerdekaan tanah-air kita - telah ketjuali Irian telah tertjapai; kini perdjoangan meng- gugurkan kolonialisme ditanah air kita ketjuali Irian selesai. Tetapi apa jang kita lihat? 41<noinclude></noinclude> 30fuv7agk3npfkzhh9hujjud9bb6d1f Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/61 104 111843 310647 2026-08-10T11:56:38Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310647 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''ICHTISAR SEDJARA-1 SINGKAT'''<br>''Gerakan Rakjat Menudju Kemerdekaan Nasional''</center> Hari 20 Mei 1908 adalah hari berdirinja „Budi Utomo”, suatu badan perhimpunan, jang untuk pertama kali didirikan oleh bangsa kita di Djawa dan Madura setjara modern. „Budi Utomo”, disingkat mendjadi B.U., mempunjai maksud jang modern pula, jaitu ''mempertahankan segala kepentingan hidup dan penghidupan dalam arti jang se-luas²nja, jaitu kulturil dan sosial. Adapun tundjuannja ialah: mempertinggi deradjat kebangsaan kita''. Demikian maksud dan tudjuan B.U. menurut statutennja, dalam mana digunakan istilah: „een waardig volksbestaan”. B.U. lahir pada tg. 20 Mei 1908 di Djakarta, sebagai buah usaha para peladjar di Stovia, jaitu Perguruan Tinggi Ketabiban pada djaman itu. Jang mendirikan adalah marhum ''dr. Sutomo'', marhum ''dr. Gunawan Mangunkusumo'' (waktu itu ke-duanja masih student) serta peladjar² lainnja. Peladjar² dari sekolah² menengah (''Landbouwschool'' dan ''Veeartsenschool'' di Bogor, semua Osvia diseluruh Djawa, djuga ''Kweekschool''², H.B.S. dll.) menjambut berdirinja B.U. dengan gembira; mereka segera mendirikan tjabang² ditempatnja masing². Berkat kebidjaksanaan dr. Sutomo cs., jang menghendaki B.U. mendjadi ''perhimpunan nasional'', jang ''umum'' dan setjara besar²an, untuk mana pemuda² kita di Djakarta itu mentjari hubungan dengan pemimpin² tua, dan sanggup menjerahkan pimpinan dan organisasinja kepada golongan tua, maka B.U. jang waktu itu menamakan dirinja dengan sebutan „Badan sementara” (provisorisch lichaam), tidak bersifat „jeugdvereeniging” atau perhimpunan pemuda, tetapi terus tumbuh sebagai badan ''perhimpunan nasional umum''. Sifat B.U. jang „sementara” itu sungguh² „nasionalistis” dan „revolusioner” dan ini dapat dimengerti, bila kita mengingati<noinclude> {{rh|||63}}</noinclude> bfs8fri7uwnsv7e2727w6n17bjsagcz