Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.14 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Bantuan:Pedoman pemula tentang kesahihan 12 13606 311253 251806 2026-08-11T11:54:42Z Sygrayem 13230 /* Karya hasil uji baca */ 311253 wikitext text/x-wiki {{process header | title = [[Bantuan:Memulai Wikisource|Memulai Wikisumber]] tentang | section = '''kesahihan''' | previous = &larr; [[Bantuan:Pedoman pemula tentang navigasi|Navigasi]] | next = | shortcut = | notes = Bagaimana mengetahui apakah karya yang anda baca adalah salinan yang terpercaya/sahih. }} {{terjemah}} Ada dua jenis karya di Wikisumber, yang didukung oleh hasil pemindaian dan yang tidak merupakan hasil pemindaian. Masing-masing memiliki cara yang berbeda untuk dapat menjadi sebuah karya yang terpercaya. ==Karya hasil uji baca== Karya hasil uji baca adalah karya yang telah dikerjakan menggunakan hasil pemindaian naskah yang ada di Wikisumber. Kesahihan halaman ini terlihat dari "Indikator status uji baca" (atau pita) yang terdapat di bawah judul halaman. Warna ini menggunakan kode yang sama dengan yang digunakan pada halaman ruang nama Indeks dan Halaman. <!-- HALAMAN DI BAWAH INI SEDANG DALAM PROSES DITERJERMAHKAN {| class=wikitable {{ts|mc}} width="80%" |+Proofreading status indicator ! Example ! Description |- | {{PageStatus|20|15|25|10|10|20}} | Mixed statuses. The text on this page is 20% validated (green), 15% proofread (yellow), 25% problematic (blue), 10% not proofread (red) and 10% without text (grey). That leaves 20% not existing yet. |- | {{PageStatus|25|25|0|50|0|0}} | A text in the process of being proofread. All the pages are complete and none are problematic. It is half not proofread, but half has been proofread and half of that has been validated. |- |- | {{PageStatus|70|25|0|5|0|0}} | An almost completely proofread text. Most of pages are proofread and most of those have been fully validated. |- | {{PageStatus|100|0|0|0|0|0}} | A fully validated and reliable text. |} [[File:Placeholder.png|thumb|right|alt=Placeholder|Images of source tab & page numbers]] Secondly, the original scans are available for each page for conformation that the text you are reading matches the original printed version. There are two ways to access these scans: 1) A tab marked "Source" will be added at the top of the page, following the "Page" and "Discussion" tabs. Clicking on this will take you to the Index page for the work, from where you can access each page to view the text. 2) Page numbers are visible along the left of the text, beside the text from that particular page. Hovering over these page numbers will highlight the matching text. Clicking on these page numbers will take you to the page in the Page namespace from which the text comes. If you do find an error, you can correct this by editing the text in the Page namespace. Please note that any mistakes in the original should be kept in the Wikisource version, although they can be noted with templates like {{tl|SIC}}. ==Other works== {{see also|Wikisource:Text quality}} For works that are not proofread from scans on Wikisource, the template {{tl|textinfo}} on the talk page should contain all the information you need about the source of the text. The work itself may have the parameter <code>edition yes</code> added in it's header, which will provide an additional link to the talk page. This is an example of a {{tl|textinfo}} template: {{textinfo | edition = ''Trent's Last Case'', 1913. | source = ''Trent's Last Case'' from [http://www.gutenberg.org/etext/2568 Project Gutenberg] | contributors = [[User:User One|User One]] | progress = Proofread and corrected [[File:75%.png]] | notes = Any extra notes go here. | proofreaders = [[User:User Two|User Two]] }} This shows you from where the work came, who contributed it, who proofread the contribution and how complete it is. You can use this information to judge how reliable you feel the text to be. The edition and source lines show from where the text came. If another website is cited, such as Project Gutenberg in this example, you can go to that website for more information about their reliability. Some texts with no scans on Wikisource have been transcribed directly from a physical book so links will not always be possible. This might be the case if a book was borrowed from a library. Texts without scans should still be proofread. This is harder than using Wikisource's proofreading system but still possible. In the case of a book borrowed from a library, the information in this template should show which book, and which edition, was used. The book can be borrowed from another library by a different user to confirm that the transcription is correct. If a work has been proofread, the name of the proofreading user(s) will be shown in the template. ===Level of progress=== [[File:Placeholder.png|thumb|right|alt=Placeholder|Tab with progress image]] {{see also|Wikisource:Text quality}} There is an old system of displaying the level of progress in completing a text. Using this, the progress can be shown with one of the following icons. You may also be able to see this icon on the work itself, just below the title. {{Iconstext}} This system is roughly equivalent to the colour-coded states of the newer proofreading system, although that provides more detail. As a rough guide, these states mean: {| class="prettytable" {{ts|mc}} |+ Rough equivalence ! Old system ! New system |- | [[File:25%.svg|50px]] | {{PageStatus|0|0|33|33|16|16}} |- | [[File:50%.svg|50px]] | {{PageStatus|4=100}} |- | [[File:75%.svg|50px]] | {{PageStatus|2=100}} |- | [[File:100%.svg|50px]] | {{PageStatus|1=100}} |} ==Licence== All pages should have a licence at the bottom to indicate the legality of hosting and distributing the work. This template will also provide some further information about the reliability of the work. The licence templates usually describe the legal situation of the work, based on the date of publication and the date of the author's death. There are many licence templates but most situations are covered by the following four. {{Template:PD-old/ADY}} * For more information, please see [[Help:Copyright tags]] --> [[en:Help:Beginner's guide to reliability]] [[fa:راهنما:راهنمای اعتبارسنجی برای تازه‌واردان]] 4gj6cx20meo8b9mz07e02g4t29141ny Pengguna:Kriita 2 38134 310730 268622 2026-08-10T14:02:24Z Kriita 21954 /* */ 310730 wikitext text/x-wiki Krīta {{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}}{{Peserta Tantangan WikiPandu}} 3m17sd9xja9kve3thyx0of7145r8qpt Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/162 104 82701 311128 240377 2026-08-11T05:09:45Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 311128 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>umurnja rata-rata lebih dari 27 tahun itu kurang dapat menjesuaikan diri dengan suasana, peraturan kerdja dan disiplin pekerdjaan dikantor. Pada pihak bekas peladjar pedjoang dirasa adanja persaingan penerimaan sebagai pegawai atau pengikut kursus jang datang dari tenaga-tenaga jang baru keluar dari sekolah. Hal ini dapat dimengerti karena pengetahuan sekolah jang dimiliki oleh golongan jang terachir ini masih segar, lagi pula mereka ini masih muda. Untuk mengatasi kesulitan ini oleh Kantor Penempatan Tenaga diusahakan alokasi tempat dengan djumlah tertentu sebagai pengikut-pengikut kursus/pendidikan tertentu, jang antara lain diadakan di Djakarta, Bandung dan Bogor. Dari angka-angka tersebut diatas ternjata, bahwa hasil penempatan bagi bekas peladjar pedjoang itu belum memuaskan karena hanja merupakan 254 dari pendaftaran. Kalau dikalangan pemerintahan sudah terdapat prasangka terhadap penerimaan bekas peladjar pedjoang, prasangka itu dikalangan swasta lebih besar lagi. Walaupun demikian, Kementerian Perburuhan pada waktu itu tetap berusaha sedapat-dapatnja untuk mengurangi prasangka tersebut hingga dapat memudahkan penerimaan bekas peladjar pedjoang sebagai tenaga kerdja, baik dikalangan Pemerintah maupun dibidang swasta. Suatu matjam antar kerdja chusus lainnja jang rapat hubungannja dengan perkembangan dan tjita-tjita zaman jalah penempatan tenaga penderita tjatjat. Sesudah Perang Dunia II, sebagai akibat daripada penderitaan jang dialami oleh manusia selama itu, seluruh dunia mengemukakan tjita-tjita baru jang lebih madju jaitu pembentukan suatu ”Welfare State” jang mentjita-tjitakan perluasan usaha sosial disegala lapangan, penegasan hak-hak azasi manusia dan bangsa-bangsa dan disamping itu sebagai imbangan, mentjita-tjitakan kenaikan produksi dan penghasilan pada tingkat perorangan, nasional dan internasional. Dalam hubungan perkembangan itu, maka soal penderita tjatjat sebagai warisan daripada Perang Dunia II mendapat perhatian baru jang lebih mendalam daripada dalam masa sebelum perang. Pemeliharaan penderita tiatjat, sekalipun akan merupakan beban tambahan bagi masjarakat adalah suatu langkah jang dapat dipertanggungdjawabkan. Indonesia sebagai negara jang baru merdeka dan sebagai anak dari abad ke 20 sesudah Perang Dunia II pun {{hws|mengidam|mengidamidamkan}}<noinclude>{{rvh|148}}</noinclude> g8mcvhjconuu5u8gzf91zc8qq1btbmg Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/164 104 82707 311129 240393 2026-08-11T05:10:11Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 311129 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>pekerdjaan, perlu diperhatikan adanja 2 faktor, jaitu pertama, manusia jang akan bekerdja tetapi jang masih berbeda dalam bakat. tjorak watak serta keinginannja. Faktor kedua jalah adanja pekerdjaan jang bermatjam ragam jang meminta sjarat-sjarat djasmani dan rochani serta sjarat pendidikan jang berbeda-beda pula dari manusia jang menjelenggarakannja. Dalam masjarakat primitif jang sumber penghidupannja misalnja hanja terdiri atas berternak, bertani, berburu dan menangkap ikan, tugas Penjuluhan Pemilihan Djabatan tentu hanja sekedar untuk menjalurkan anggota-anggota masjarakat tersebut kedalam 4 matjam lapangan kerdja diatas sadja. Ini adalah berlainan halnja dengan masjarakat Indonesia sekarang ini dimana telah terdapat diferensiasi dan spesialisasi setjara luas disegala lapangan pekerdjaan. Dalam hubungan itu, maka tudjuan Penjuluhan Pemilihan Djabatan (“vocational guidance” dan “employment counceling” atau “heroepskeuze voorlichting”) jalah membantu seseorang didalam memilih djabatan jang sepadan dengan kemampuan-kemampuan djasmani dan rochani, serta tjorak-tjorak wataknja agar kemampuan itu dapat berkembang sebaik-baiknja dan daripadanja dapat dipungut hasil jang semaksimal-maksimalnja bagi orang itu sendiri maupun bagi masjarakat umumnja. Djelaslah, bahwa Penjuluhan Pemilihan Djabatan membawa keharusan untuk membentuk gambaran tentang seluruh kepribadian seseorang jang hendak dibantu itu dengan mempergunakan segala tjara dan bahan-bahan dari sumber-sumber jang dapat dipertjaja. Penjuluhan pemilihan djabatan itu dilaksanakan dengan mempergunakan pelbagai test-psychology terhadap tenaga kerdja jang berkepentingan. Karena penjuluhan pemilihan djabatan, seperti tiap-tiap pekerdjaan penempatan tenaga, adalah suatu „proses pemaduan” dari orang dengan djabatan, disamping membentuk gambaran tentang kepribadian manusia tadi, petugas Penjuluhan Pemilihan Djabatan harus pula mempunjai pengetahuan jang mendalam tentang djabatan-djabatan dan keadaan djabatan-djabatan itu dilapangan kerdja. Maka sebagai alat pembantu diperlukan analisa dan penggolongan djabatan, serta analisa lapangan kerdja. Berhubung dengan itu, maka mengenai penjuluhan pemilihan djabatan dalam Periode Survival ini pelaksanaannja masih dalam taraf persiapan. Dasar-dasar mulai diletakkan untuk<noinclude>{{rh|150}}</noinclude> 0fc3bp2q83l9ukbspgjxy30nzj4mc7r Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/165 104 82709 311130 240409 2026-08-11T05:10:31Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 311130 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>memetjahkan masalah penempatan tenaga kerdja dengan tjara-tjara jang lebih madju sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam hubungan ini, maka atas permintaan instansi-instansi dan perusahaan-perusahaan jang memerlukannja diadakan seleksi tenaga kerdja dan tjalon-tjalon peladjar dengan mempergunakan test-psychology. Dalam tahun 1955 telah diseleksi sedjumlah 1162 orang tjalon tenaga kerdja/peladjar. Dibidang penggolongan djabatan, antara 1952-1954 disusunlah Buku Inventarisasi Djabatan dalam rangka International Classification of Occupations for Migration and Placement. Untuk keperluan itu telah didaftar sedjumlah 317 djabatan jang kerap kali didjumpai oleh Kantor-kantor Penempatan Tenaga dalam mendjalankan antar kerdja sehari-hari. Maksudnja ialah bahwa djabatan-djabatan itu dengan pendjelasan singkat tentang isinja akan dipergunakan dalam mendjalankan antar kerdja. e. Usaha perluasan kerdja bagi para penganggur. Disamping penempatan tenaga pengangguran melalui antarkerdja biasa, Djawatan Penempatan Tenaga mulai pertengahan tahun 1949 s/d 1954 mengadakan usaha-usaha lain untuk perluasan kerdja. Usaha itu hanja merupakan usaha tambahan dan tidak boleh diartikan sebagai usaha pemetjahan masalah pengangguran setjara prinsipiil. Menurut riwajatnja biaja-biaja untuk usaha ini semula dikeluarkan sebagai sokongan pengangguran, akan tetapi usaha itu kemudian ditindjau kembali dengan alasan bahwa pemberian sokongan pengangguran sifatnja adalah konsumtif, karena tidak ada unsur menghasilkan produksi. Selain ketjil manfaatnja karena sokongan tersebut memang tidak banjak artinja, hanja bagian ketjil sadja dari ribuan penganggur jang memperolehnja. Berhubung dengan itu dipandang lebih bidjaksana dan bermanfaat, apabila biaja-biaja jang dikeluarkan itu dikeluarkan sebagai pindjaman modal dan/atau bantuan modal jang banjak sedikitnja dapat berguna untuk menambah produksi atau djasa bagi masjarakat. Lagi pula uang Pemerintah jang dipergunakan untuk pemindjaman modal itu seluruhnja atau setidak-tidaknja sebagian dapat kembali. Karena itu, usaha pindjaman modal untuk keperluan perluasan kerdja itu haruslah lebih dilihat dari segi sosial. Dilihat dari segi ini usaha-usaha itu dapat dianggap<noinclude>{{rh|||151}}</noinclude> 741sft287qtj6b6zc546toyvxqqn6ze Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/82 104 83355 311113 241687 2026-08-11T05:03:31Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 311113 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>{{c|'''II. KEADAAN PERBANKAN DAN MODAL SWASTA DEWASA INI.'''}} '''1. Umum.''' a. Pertama-tama sebelum diberikan gambaran dan data-data tentang perbankan dan modal swasta dewasa ini, lebih dulu akan dikemukakan sedikit sedjarah pertumbuhan perbankan swasta. Sebagaimana kita telah maklum, pada masa pendjadjahan bank-bank nasional swasta dengan keinsjafannja sendiri dan dengan dipelopori oleh tokoh-tokoh perintis kemerdekaan kita telah turut serta merintis perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme. Meskipun dengan perlengkapan dan fasilitas-fasilitas jang serba kurang lengkap, perintis-perintis dibidang perbankan nasional swasta ini telah berusaha sekuat-kuatnja untuk mengisi bidang perbankan di Indonesia dengan usaha-usaha dan kegiatan-kegiatan jang dilakukan sendiri oleh bangsa Indonesia, karena menjadari sepenuhnja bahwa bidang perbankan merupakan sebagai salah satu kuntji penting dalam penguasaan bidang ekonomi dan perdagangan. Beberapa nama bank-bank perintis jang terkemuka ialah: BANK NASIONAL di Surabaja jang didirikan pada kurang lebih tahun 1925, dengan tokohnja Dr. Soetomo, dan lain-lain, sedang pada beberapa tahun kemudian disusul dengan didirikannja sebuah BANK NASIONAL di Bukittinggi: kemudian disekitar tahun 1938 di Djakarta berdiri Bank BOEMI I.M.A. Setelah Prokiamasi, pada masa menghebatnja perlawanan physik terhadap musuh-musuh kemerdekaan kita, perdjoangan tersebut dikobarkan terus oleh para aktivis perbankan nasional swasta dengan memberikan bantuan jang ada, chususnja berupa pembiajaan-pembiajaan kepada para pedjoang kita jang pada saat itu tersebar diseluruh pelosok untuk mempertahankan mati-matian setiap djengkal tanah air kita. Bank-bank swasta jang muntjul dalam periode Revolusi physik ini, jang ditudjukan terutama untuk mengoper peranan bank-bank asing ialah: BANK SURAKARTA IM.A., INDONESIAN BANKING CORP., BANK DAGANG NASIONAL INDONESIA. Kemudian setelah selesainja perdjoangan physik ini, maka sesuai dengan tugasnja sebagai patriot jang tidak pernah {{hws|terpi|terpisahkan}}<noinclude>{{rh|68}}</noinclude> 6m3ym071cj86ewwyibbm9yn39qaterj Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/83 104 83359 311115 241691 2026-08-11T05:03:50Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 311115 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>{{hwe|sahkan|terpisahkan}} dari tiap-tiap fase perdjoangan kita, kegiatan para aktivist perbankan nasional swasta berfunksi membantu rehabilitasi daripada pengusaha-pengusaha nasional jang sebagian besar telah kehilangan segala modalmja selama Revolusi Physik jang baru lampau itu. Selandjutnja pada periode Survival jang disusul dengan periode Challenge dan response terhadap Demokrasi Terpimpin,perbankan nasional swasta telah bekerdja terus meskipun tidak dapat dihindari tentang adanja refleksi dari masjarakat pada waktu itu dimana timbul gedjala-gedjala, pandangan-pandangan dan praktek-praktek liberalistis dan a-sosial pada sementara kalangan dan oknum-oknum. Achirnja, dengan didekritkannja Manipol oleh Presiden, dengan dilandasi oleh kesadaran sebagai bagian jang tidak terpisahkan dari masjarakat jang sedang ber-revolusi, maka perbankan nasional swasta mengambil funksi sebagai peserta jang aktip didalam bidang pembangunan Negara dan masjarakat dalam arti kata jang seluas-luasnja, dimana dilakukan peromkakan atas norma-norma jang sudah usang dan sekaligus dilakukan peletakan dasar-dasar demokratis dalam menudju kepada susunan ekonomi Sosialis Indonesia. Dengan demikian disadari sepenuhnja oleh perbankan nasional swasta bahwa masalah penertikan, pembimbingan dan pembinaan perbankein dan modal swasta adalah „rising demand” jang memang perlu dan penting sekali sesuai dengan madjunja kebutuhan Revolusi. b. Sebelum kita menindjau keadaan perbankan swasta pada umumnja, maka kiranja perlu didjelaskan terlebih dahulu matjam-matjam perbankan swasta di Indonesia. Menurut tjatatan-tjatatan pada achir Desember 1964 di Indonesia terdapat: #Bank-bank umum swasta, bank-bank mana pada umumnja bergerak dibidang perkreditan djangka pendek; #Bank-bank tabungan swasta jang pada umumnja bergerak pada penarikan simpanan-simpanan dengan djumlah-djumlah jang ketjil; #Bank pasar/Bank desa/Bank pegawai;<br> Pendirian daripada bank-bank sematjam ini dilakukan oleh fihak swasta dan usahanja adalah sama atau mirip dengan usaha-usaha perkreditan desa, pasar dan perkreditan jang chusus ditudjukan kepada pari pegawai;<noinclude>{{rh|||69}}</noinclude> rl3ny4zphv1a1nev4cc50wnyyohz7e2 Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/88 104 83370 311118 241707 2026-08-11T05:04:41Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 311118 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>{{hwe|mampuan|kemampuan}} untuk mentjiptakan uang giral, sehingga dengan demikian dapat menambah volume uang jang beredar. Berhubung dengan itu, agar perkreditan dari bank-bank tersebut dapat dipimpin dan disalurkan menurut garis-garis pokok jang telah dilandaskan cleh Pemerintah, maka Pemerintah mengangggap perlu untuk mengadakan pengawasan terhadap perkreditan jang dilakukan oleh bank-bank. Dengan pengawasan tersebut maka perkreditan dari bank-bank, diatur dan disalurkan menurut politik moneter dan ekonomi Pemerintah serta Rentjana Pembangunan Semesta jang telah ditetapkan. Disamping itu dengan pengawasan perkreditan tersebut Pemerintah bermaksud untuk lebih memberikan djaminan kepada para kreditur bank-bank tentang keamanan dari simpanan-simpanannja. Disamping pengaturan perkreditan setjara kwentitatif berdasarkan cash-ratio dan giro-wadjib pada Bank Indonesia, maka bagi bank-bank umum swasta pada dasarnja berlaku pula pengaturan perkreditan setjara kwalitatif bagi bank-bank Pemerintah termaksud, jaitu ketentuan-ketentuan mengenai: <ol type="a"> <li>volume kredit, bahwa sckurang-kurangnja 50% harus disalurkan kescktor Produksi dan sekurang-kurangnja 20% kesektor Ekspor: </li> <li>pemberian kredit setjara komersiil dan zakelijk,</li> <li>larangan untuk memberikan kredit/overdracht facilit antar bank-bank umum swasta: </li> <li>pemberian kredit/overdracht facilit dari bank kepada non-bank hanja diizinkan untuk sektor-sektor jang tidak dilarang oleh peraturan kredit kwalitatif ini.</li></ol> Ketentuan mengenai kewadjiban untuk menjalurkan kredit kepada sektor Pemerintah dan mengenai pembatasan pemberian kredit menurut djaminan, tidak berlaku bagi bank-bank umum swasta. Mengenai bantuan likwiditas dari Bank Indonesia, maka dalam keadaan sekarang kemungkinan untuk memperolehnja hanja dalam suatu hal bank swasta dihadapkan kepada keadaan terpaksa (force majeur) jang ditimbulkan oleh kekuatan-kekuatan diluar kemampuannja. Dalam hal demikian itu, bantuan likwiditas dapat diberikan berdasarkan herbelening dan lain-lain jang disetudjui oleh Bank Indonesia.<noinclude>{{rh|74}}</noinclude> hvwg4o6bt8tm49rmj74hjwcvfkvkqbl Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/90 104 83375 311119 241716 2026-08-11T05:05:01Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 311119 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>Lebih landjut dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 5/1960 itu ditetapkan pula bahwa bank umum swasta diwadjibkan untuk menjimpan 1056 dari djumlah kewadjiban-kewadjiban jang segera dapat ditagih pada Bank Indonesia. Djadi dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 5/1960 ini terdapat dua pokok kewadjiban bank-bank umum swasta, jaitu: #memelihara cash-ratio sebesar minimum 30%, #menjimpan 10% dari kewadjiban jang segera Japat ditagih pada Bank Indonesia. Pada kenjataannja ketentuan tersebut diatas adakalanja dilanggar. Terhadap pelanggaran atas ketentuan-ketentuan tersebut didjatuhkan sanksi-sanksi administratif berupa denda, sebesar prosentase tertentu. '''3. Bank Tabungan Swasta.''' '''a. Umum.''' Sebagai diketahui bank tabungan adalah suatu lembaga jang lapangan usahanja mengumpulkan tabungan dari masjarakat dan menanam tabungan itu dalam effck-effek, hipotik dan perkreditan kepada badan-badan pemerintah. Tabungan dari masjarakat pada hakekatnja adalah uang dari masjarakat jang untuk sementara waktu tidak hendak dipergunakan oleh jang punja. Uang itu disimpan sebagai tjadangan untuk menghadapi kemungkinan masa sulit, untuk hari tua atau uang itu ditabung dengan maksud untuk dapat membeli sesuatu barang dikemudian hari atau membajar suatu tudjuan apabila djumlah jang dibutuhkan telah dapat terkumpul. Kita mengetahui bagaimana tjara-tjara masjarakat kita menabung didjaman dulu, jaitu uang disimpan dalam bumbung, dibawah tempat tidur dan sebagainja. Tabungan jang dilakukan demikian, selain mengandung unsur-unsur risiko pentjurian, kebakaran dan sebagainja jang sepenuhnja harus ditanggung oleh penabung sendiri, djuga tidak mempunjai fungsi sosial, oleh karena jang dapat menikmati tabungan itu hanja sipenabung sendiri. Tabungan masjarakat jang dilakukan melalui bank tabungan atau lembaga simpan-pindjam lainnja mempunjai fungsi sosial, oleh karena masjarakat luas dapat ikut mengetjap faedah dari adanja tabungan itu dengan kredit-kredit jang diberikan oleh bank tabungan tersebut. Sifat dari tabungan pada bank adalah setiap waktu dapat diminta kembali oleh sipenabung. Berhubung dengan itu bank<noinclude>{{rvh|76}}</noinclude> a8jgwjnnf2wbphal5udurbmiu5s6js6 Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/91 104 83380 311120 241724 2026-08-11T05:05:27Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 311120 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>harus dapat mengatur penanaman uangnja pada bidang jang likwid, jaitu bentuk-bentuk penanaman jang dapat segera ditjairkan tanpa menimbulkan kerugian. Dalam praktek ada suatu bagian tertentu dari djumlah uang tabungan jang senantiasa tersimpan pada bank, artinja tidak ditarik oleh sipenabung. Berhubung dengan kenjataan tersebut bank tabungan mampu menanam uang tersebut dalam djangka pandjang. Dari segi sumber keuangan dari suatu bank, dana-dana jang diperoleh dari tabungan masjarakat merupakan salah satu sumber keuangan jang diperoleh oleh bank dengan biaja (cost of money) jang rendah. Dari segi masjarakat, tabungan merupakan salah satu alat pembiajaan jang tidak inflatoir sifatnja dan merupakan suatu bidang jang idiil untuk mempraktekkan azas kegotong-rojongan dalam bidang keuangan. Pengumpulan dana dengan tabungan tidak ketjil artinja dalam membantu Negara dalam membiajai lapangan-lapangan pembangunan. Oleh karena hal-hal tersebut diatas, jaitu tabungan adalah sumber keuangan dengan “cost of money” jang rendah dan dari segi masjarakat mengandung unsur jang idiil, maka bukan hanja bank tabungan sadja jang melakukan usaha penarikan tabungan dari masjarakat, tetapi djuga bank-bank umum dan lembaga-lembaga lain ikut berketjimpung dalam lapangan ini. Tabungan lazimnja dilakukan oleh rakjat ketjil, pegawai, anak sekolah dan sebagainja dan bukan dilakukan oleh orang-orang kaja, radja-radja uang atau kapitalis-kapitalis. Dengan uang jang sedikit demi sedikit dikumpulkan, dipandang dari segi masjarakat dapat terkumpul dana jang tjukup besar untuk dapat dipakai sebagai sumbangan jang berharga bagi pembiajaan pembangunan. Djustru karena tabungan merupakan uang-uang kepunjaan „rakjat ketjil” maka pemerintah mempunjai tanggung djawab moril jang lebih besar untuk melindungi kreditur-kreditur dari bank tabungan dan badan-badan lain jang menjelenggarakan usaha tabungan. Hak dan kepentingan rakjat ketjil jang menabung itu harus dilindungi, djangan sampai uang-uang jang dipertjajakan kepada bank disalah-gunakan jang dapat merugikan para penabung- Di Indonesia kita mengenal adanja 3 matjam badan jang menjelenggarakan tabungan jaitu: #Bank tabungan, jang mempunjai sifat usaha penarikan tabungan dari umum;<noinclude>{{rh|||77}}</noinclude> 1iojvuhfyo42mcar8uuv2zoy7l0gzbv Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/92 104 83390 311121 241742 2026-08-11T05:05:56Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 311121 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude><ol start="2"> <li>Badan tabungan jang lazimnja tidak menggunakan istilah „Bank” jaitu perkumpulan simpan pindjam dari anggauta dan untuk anggauta (mutual-savingbank);</li> <li>Koperasi simpan pindjam, jang usahanja mirip ad. 2 diatas, hanja bentuk hukumnja mendasarkan pada Undang-undang Koperasi.</li></ol> '''b. Perkembangan bank tabungan.''' Di Indonesia sekarang terdapat beberapa bank tabungan. Perkembangan daripadanja dapat dikatakan masih kurang pesat djika dibandingkan dengan bank-bank umum. Disamping Bank Tabungan Negara ada terdapat beberapa Bank Tabungan Swasta. Sebagaimana diketahui unsur swasta dalam negara kita tetap diikut sertakan didalam pembangunan negara. Swasta disamping unsur jang lain, tegak bahu-membahu dalam mendajungkan roda Revolusi kita. Karena itu sudah sepatutnjalah Bank Tabungan swasta harus mendapat perhatian dan bimbingan serta pengawasan dari Pemerintah. Dan oleh pemerintah, Menteri Urusan Penertiban Bank dan Modal Swasta telah ditundjuk untuk bersama-sama lembaga-lembaga negara jang lain guna mendjalankan tugas diatas. Bank Tabungan Swasta jang ada sekarang sebagian sudah didirikan sedjak sebelum perang dunia kedua dan sebagian lagi didirikan setelah perang dunia kedua. Bank Tabungan Swasta jang didirikan sebelum Perang Dunia Kedua ialah: #Bank Tabungan Bandung<br>(djh Spaarbank te Bandung) #Bank Tabungan Makassar<br>(d/h Spaarbank van Makassar) #Bank Tabungan Minahasa <br>(d/h Spaarbank Minahasa) #Bank Tabungan Semarang<br>(d/h De Spaarbank te Semarang) # Bank Tabungan Sumatera Barat<br>(djh Padangsche Spaarbank) #Bank Tabungan untuk Umum atau Perserikatan „Maskapai Guna Kepentingan Umum” (djh Nuts Spaarbank Surabaja). #Bank Simpan Pindjam ,,Atmo Setyo Utomo” di Bogor.<noinclude>{{rh|78}}</noinclude> 1af2u2grdsteogoiozxa3brxz1koljd Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/93 104 83394 311123 241757 2026-08-11T05:06:24Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 311123 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude><ol start="8"> <li>Perkumpulan „Himpunan Saudara” di Bandung. Sedang Bank-bank Tabungan lainnja didirikan setelah Perang Dunia Kedua seperti: <li>Bank Tabungan „Dana Mulia” di Solo</li> <li>Bank Tabungan „Manfaat” di Wedi — Klaten </li> <li>Bank Tabungan NISP di Bandung. </li> <li>Bank Tabungan Perintis di Bandung</li> <li>Perhimpunan Studiebank di Bandung </li> <li>Bank Tabungan Utama di Malang</li></ol> Bank-bank Tabungan Swasta diatas djuga mempunjai 6 buah kantor tjabang serta 65 kantor perwakilannja diseluruh Indonesia. '''4. Bank Desa.''' a.(1) Badan Kredit Desa (B.K.D.) jang didalam bentuknja dikenal sebagai Lumbung Desa dan Bank Desa, adalah suatu badan perkreditan milik desa. Untuk pertama kalinja Lumbung Desa didirikan pada tahun 1897. Semula badan perkreditan ini dimaksudkan oleh para pendirinja untuk dapat berbentuk Koperasi, tetapi ternjata didalam pertumbuhannja telah mendapatkan bentuknja tersendiri, baik dalam hal organisasi, administrasi maupun tata-kerdjanja. De Wolf van Westerrode sebagai pentjiptanja B.K.D. dengan penuh kejakinan ingin agar B.K.D. mentjontohi sistim Raiffeisen, suatu sistim dimana badan itu diselenggarakan oleh modal jang terdapat didesa itu sendiri. (2) Dasar hukum dari B.K.D. adalah organisasi desa untuk Djawa dan Madura, diluar daerah Kotapradja (I.G.O.). Dalam penjelenggaraannja telah keluar sebuah Ordonansi I.G.C.I. Stb. 1929 No. 357 jang merupakan Undang-undang Pokok bagi B.K.D. Oleh karena banjak ketentuan-ketentuan jang sudah tidak sesuai lagi dengan djiwa dan alam kemerdekaan, maka fihak pemerintah telah melakukan usaha-usaha untuk merubah dan memikirkan masalah B.K.D. ini setjara mendalam. Pemerintah berkejakinan bahwa usaha-usaha tersebut pasti dapat terlaksana dengan hasil jang memuaskan. (3) Mengingat adanja manfaat B.K.D. bagi masjarakat pada zaman jang sudah-sudah dan ternjata masih sukarnja membentuk badan-badan baru sebagai penggantinja, jang memenuhi tuntutan masjarakat sedang ber-revolusi menudju {{hws|ter|terbentuknja}}<noinclude>{{rh|||79}}</noinclude> r14og5ag9kk586j2zxxyuvei0yasp7l Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/94 104 83409 311124 241785 2026-08-11T05:06:48Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 311124 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>bentuknja Sosialisme Indonesia, maka diperlukan penindjauan dari segala segi, ja'ni segi-segi politik, ekonomi, sosial, juridis, dan sebagainja, dengan penelitian jang seksama, sehingga akan diperoleh pemetjahan jang setepat-tepatnja. '''b. Organisasi dan Tata-kerdja B.K.D.''' <ol type="1"> <li>B.K.D. adalah badan perkreditan (perusahaan) milik desa, jang didirikan atas kemauan penduduk desa bersangkutan. Putusan pendiriannja memerlukan pengesahan oleh D.P.R.D. Dati II.</li> <li>Modal usaha berasal dari: <ol type="a"> <li>memindjam Kas Desa,</li> <li>memindjam B.K.T.N., dengan pengesahan dari Kabupaten menurut ketentuan I.G.O. </li> <li>simpanan wadjib/sukarela dari setiap anggautanja.</li></ol> <li>Pelaksanaan bekerdjanja.</li> <ol type="a"> <li>Administrasi.<br> Pembukuan dikerdjakan oleh pegawai B.K.D.: mereka ini bukan pegawai desa, pegawai B.K.T.N., ataupun pegawai daerah otonoom.<br> Kedudukan mereka sebagai pegawai perusahaan desa diatur dalam Stbl. 1929 — 357 dan putusan Gubernur, sedangkan gadji mereka dibajar oleh dana usaha B.K.D. jang dibentuk dari sumbangan masing-masing B.K.D. dalam Kabupaten. Administrasi diselenggarakan menurut tjara dan petundjuk-petundjuk jang diberikan oleh pengurus B.K.D.</li> <li>Pengurusan.<br> Kebidjaksanaan pengurusan dan kredit diselenggarakan oleh pengurus jang disebut Komisi Bank jang terdiri dari sekurang-kurangnja 3 orang: kepala desa mendjabat Ketua ex-officio. Komisi B.K.D. tidak mendapat gadji tetap tetapi honorarium jang ditetapkan berdasarkan atas prosentase dari djumlah angsuran pindjaman dan bunga jang diterima tiap bulan dari para pemindjam.</li> <li>Pengawasan.<br> Tugas pengawasan diserahkan kepada B.K.T.N. atau badan lain jang dibentuk oleh B.K.T.N. dengan diberikan penggantian ongkos jang dikeluarkan untuk pelaksanaan tugas itu. </li></ol></ol><noinclude>{{rh|80}}</noinclude> 1tv8h709uc3vkskww6q03g1ybhwqs6v Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/95 104 83417 311126 241801 2026-08-11T05:07:18Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 311126 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude><ol type="a" start="4"> <li>Susunan organisasi.<br>B.K.D. dimasing-masing desa berdiri sendiri, sehingga setjara strukturil tidak mempunjai ikatan vertikal.<br> Dalam hubungannja dengan Pemerintah setempat, B.K.D. tunduk kepada peraturan-peraturan Kepala Daerah Tingkat II. </li></ol> '''c. Persoalan-persoalan B.K.D.''' Karena adanja berbagai instansi jang ikut memegang wewenang dalam memberi pengaturan atas B.K.D., maka akibatnja sulit untuk mengikuti struktur dan organisasi B.K.D. Misalnja: #penentuan batas maksimum pindjaman jang dapat diberikan kepada para anggota memerlukan pengesahan dari pengawas B.K.D.; #pengangkatan dan pemberhentian pegawai B.K.D. dilakukan oleh Bupati atas usul pengawas B.K.D.; #Biaja umum pengawasan ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri dan Otonomi daerah; #bimbingan dan pengawasan diselenggarakan oleh B.K.T.N.; #desa sebagai pemilik hampir tidak mempunjai wewenang apa-apa, selain hak mengadjukan usul; #dalam B.K.D. ada unsur koperasi (mempunjai anggota), tetapi anggota tidak berhak atas sebagian dari keuntungan dan tidak bertanggung djawab atas kerugian B.K.D. '''d. Tindjauan Ekonomis.''' Strukturil, dalam masjarakat kita ada sematjam batas antara sektor jang sudah organized dengan sektor jang belum, jaitu sektor "unorganized”. Sektor unorganizel dapat dikatakan merupakan suatu sektor dimana satuan-satuan ekonomi berbentuk ketjil, bagaikan atom-atom, dalam berbagai ukuran dan bentuknja, jang tersebar diseluruh pelosok tanah air. Sebagian besar mereka itu belum tergabung ataupun terorganisir, maka oleh karena itu tidak mempunjai kekuatan melawan sektor jang lain, ja'ni sektor organized, jang terdiri dari perusahaan-perusahaan menengah dan besar, warisan djaman pendjadjahan. Jang mendjadi „linkage” antara kedua sektor tersebut adalah para pedagang perantara. Pedagang-pedagang ini dapat melakukan peranan tersebut disebabkan karena adanja “incentives”, jaitu adanja kenjataan bahwa sektor rural {{hws|(unorganiz|(unorganized)}}<noinclude>{{rh|||81}}</noinclude> 5tek7mws7ws4x0rr8h5qlckzdjrzj8i Halaman:20 tahun Indonesia merdeka.djvu/97 104 83439 311127 241861 2026-08-11T05:07:56Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 311127 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude><ol>{{hwe|nja|adanja}} pemulihan hingga sekarang ternjata bahwa kenaikannja sangatlah ketjil.</ol> <ol start="2"> <li>besarnja maksimum kredit jang dapat diberikan walaupn naik, tetapi masih belum dapat mengikuti naiknja kebutuhan-kebutuhan jang harus ditutup oleh kredit ini, baik untuk modal usaha, maupun untuk konsumsi.</li> <li>lebih-lebih bila dibandingkan dengan angka-angka index harga-harga untuk 12 bahan makanan didaerah pedusunan, jang sedjak 1960 terdapat kenaikan, maka ternjata bahwa kredit dari B.K.D. masih perlu dikembangkan untuk mengimbangi rising demands dari masjarakat desa.</li> <li>sehubungan dengan angka (3) diatas diharapkan bahwa Koperasi Desa jang ada pada waktu sekarang bersama-sama B.K.D. dengan bimbingan jang lebih intensif dari pemerintah akan dapat men'ngkatkan usaha-usaha desa sebagai keseluruhan sesuai dengan irama dan gerak dinamikanja Revolusi pada dewasa ini.</li></ol> '''5. Bank Pasar.''' Sebagai hasil survey dari Team Interdepartemental jang telah dibentuk oleh Menteri Urusan Penertiban Bank dan Modal Swasta pada bulan Maret 1964 jang lalu, dapat dikumpulkan fakta-fakta sebagai berikut: <ol type="a"> <li>Pada umumnja kegiatan usaha bank pasar ialah memberi bantuan keuangan berupa pindjaman untuk keperluan usaha dagang kepada pedagang-pedagang ketjil, biasanja jang berusaha didalam pasar. Melihat dari siapa pengusahanja, bank pasar ada 2 matjam: {| |- |— ||Jang diusahakan oleh Kotapradja dan |- |— ||Oleh Swasta. |} Dapat diduga bahwa pada bank pasar swasta motif mentjari „untung” lebih kuat.<br> Sedangkan bank pasar Kotapradja biasanja kurang mampu dalam: {| |- |— ||penjelenggaraan |- |— ||permodalan |- |— || bank teknis. |} Hal ini disebabkan karena sebagian besar kegiatan bank pasar Kotapradja dilakukan dengan „sambil lalu” oleh pegawai-pegawai jang terdiri dari mantri-mantri pasar. </li></ol><noinclude>{{rh|||83}}</noinclude> db6srgie7p8nzwfc1rcku160ikb679b Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/25 104 85781 311136 248877 2026-08-11T05:38:47Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311136 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" />{{rh || ― 40 ―}}</noinclude> Betoel doea doeanja prempoean tapi toch tiada bisa disamaken satoe sama laen...'' :„Aken tetapi"... :„Dolly, biarlah 'koe bitjara teroes doeloe. 'koe kenal Stiva tempo ia sedeng tergila gila pada kau, 'koe masi inget dengen baek begimana doeloe tempo bitjaraken tentang kau poenja diri sama akoe, matanja bertjoetjoeran aer mata dan ia perna bilang djoega semingkin lama ia bergaoel dengen kau, semingkin ia taro hormat pada kau poenja diri. Sering akoe godain dirinja lantaran selaloe ia bilang: „Dolly ada satoe prempoean jang alim sekali." Kau roepa roepanja ada djadi iaspoenja A'lah dan ini sampe sekarang djoega masi begitoe kerna ia masi tetep tjinta dan hormatken kau " :„Aken tetapi begimana kaloe ia oelangin poela perboeatannja ?" :„Menceroet 'koe poenja pikiran moestail ia brani cerboeat begitoe poela !" :„Ja — kau kata begitoe ? Tapi begimana kaloe kau djadi akoe, apa kau bisa ma'afken kesalahannja ?" :„Tentoe. Boleh djadi akoe tiada lekas lekas ampoenin kadosahannja, tapi toch lambat laoen 'koe bakal ampoenin kesalahannja. Kapan soeda terdjadi begitoe 'koe bakal berlakoe seperti djoega tiada ada terdjadi soeatoe perkara jang menoendjoekin perhoeboengan di antara soeami dan istri ada renggang." :„Kroean sadja," kata Dollyy dengen lekas seperti djoega itoe ada apa jang ia sedeng pikir- <center>— 41 —</center> ken „kapan tiada begitoe, masa bisa dibilang mengampoenin. Lagian kaloe soeda bisa berlakoe begitoe, perkara jang soeda, tiada boleh di'inget inget lagi. Ajo, ikoet 'koe, 'koe nanti oendjoekin kamer boeat kau". Abis oetjapken itoe Dolly bangoen dari tempat doedoeknja dan peloek Anna dengen tiada maoe dilepas lepas. :„Kan poenja dateng di sini ada sebagi djoega datengnja satoe thabi' jang mengobatin dirikoe jang sedeng sakit. Sekarang atikoe tiada lagi berdoeka, sekarang 'koe tiada lagi kesel..." <center>— — —</center> Antero hari Anna Karenine tiada trima tetamoe. hanja tetep temenin Dolly dan anak anak. Satoe soerat ia ada kirim pada soedaranja aken minta ia itoe dateng makan di roema. :„Dateng, Allah ada beserta kita !" begitoelah ia toelis pada Oblonsky. Betoel sadja Oblonsky makan di roema. Di waktoe makan orang mengomong ka Barat dan Timoer. Dari tanda tanda jang menoendjoekin Oblonsky doega di antara dirinja dan istrinja bakal terdjadi perdamian. Setelah abis makan Kitty koendjoengin ia poenja 'ntji. Betoel sama Anna Karenine ia kenal tapi tjoema begitoe² sadja dan kepengen sekali taoe begimana itoe njonja dari Petrograd bakal samboet dirinja. Lekas sekali Kitty dapet kenjata'an jang Anna trima dirinja dengen doea tangan. Sedeng Anna kagoemin kaeilokannja </div><noinclude></noinclude> 38hpvwbxfzw3mczxsdi7hkfpyd5uumj Halaman:SK Bupati Ciamis Nomor 600.1.8 Kpts.323-Huk 2025.pdf/1 104 87717 311101 252755 2026-08-11T04:54:13Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 311101 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>{{C|[[File:National emblem of Indonesia Garuda Pancasila.svg|100px]]<br/>{{Bold|1=<span style="font-size:1.15em">BUPATI CIAMIS<br/>PROVINSI JAWA BARAT</span>}}}} {| style="margin: auto;" |+ style="text-align: center;" | KEPUTUSAN BUPATI CIAMIS |- style="vertical-align: top;" | NOMOR || : || 600.1.8/Kpts.323-Huk/TAHUN 2025 |- style="vertical-align: top;" | LAMPIRAN || : || 1 (Satu) |} {{C|{{Bold|TENTANG<br/> PENETAPAN LOKASI PEMBANGUNAN JALAN AKSES JEMBATAN CIRAHONG DI DESA PANYINGKIRAN DAN DESA PAWINDAN KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS<br/><br/> BUPATI CIAMIS,}}}} {{PUU-konsideran|ket=Menimbang|n=a | bahwa berdasarkan amanat Pasal 148 Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 19 Tahun 2021 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, menyatakan Pengadaan Tanah Skala Kecil dalam hal lokasi pengadaan tanah tidak memungkinkan untuk dipindah harus menggunakan Penetapan Lokasi yang diterbitkan oleh Bupati; | bahwa berdasarkan Berita Acara Konsultasi Publik yang telah disepakati oleh Tim Persiapan Pengadaan Tanah Nomor 500.17.2.1/285/DPUPRP.TRP/2025 tanggal 2 Juli 2025; | bahwa guna kepentingan sebagaimana dimaksud pada huruf a dengan memperhatikan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf b, perlu menetapkan Lokasi Pembangunan Jalan Akses Jembatan Cirahong di Desa Panyingkiran dan Desa Pawindan Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati.}} {{PUU-konsideran/kepala|ket=Mengingat|n=1}} {{PUU-konsideran/badan|lanjutan=<li>[[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1999|Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999]] tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;</li> <li>[[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003|Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003]] tentang Keuangan Negara;</li> <li>[[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004|Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004]] tentang Perbendaharaan Negara;</li> <li>[[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004|Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004]] tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;</li>}}<noinclude>{{PUU-konsideran/kaki}}</noinclude> r2gsvsqwushl13ynnwrb0v7vge7idbv Halaman:SK Bupati Ciamis Nomor 600.1.8 Kpts.323-Huk 2025.pdf/2 104 87741 311102 252800 2026-08-11T04:54:36Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 311102 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" />{{PUU-konsideran/kepala|n=1|m=4}}</noinclude>{{PUU-konsideran/badan|lanjutan=<li>[[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004|Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004]] tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;</li> <li>[[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011|Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011]] tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2022|Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022]] tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;</li> <li>[[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014|Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014]] tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023|Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023]] tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang;</li> <li>[[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2024|Undang-Undang Nomor 109 Tahun 2024]] tentang Kabupaten Ciamis di Provinsi Jawa Barat;</li> <li>[[Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019|Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019]] tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;</li> <li>[[Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2021|Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021]] tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum sebagaimana telah diubah dengan [[Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2023|Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2023]] tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum;</li> <li>[[Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2015|Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015]] tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah sebagaimana telah diubah dengan [[Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 120 Tahun 2018|Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018]] tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah;</li> <li>[[Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2020|Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020]] tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah;</li> <li>[[Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2021|Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 19 Tahun 2021]] tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum;</li> <li>[[Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 8 Tahun 2016]] tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan [[Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 15 Tahun 2022]] tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah;</li>}}<noinclude>{{PUU-konsideran/kaki}} {{R|2}}</noinclude> hcv9scyin9kn8hocse9bsatf3qvrb9d Halaman:SK Bupati Ciamis Nomor 600.1.8 Kpts.323-Huk 2025.pdf/3 104 87757 311103 252811 2026-08-11T04:54:58Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 311103 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" />{{PUU-konsideran/kepala|n=1|m=14}}</noinclude>{{PUU-konsideran/badan|lanjutan=<li>[[Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 10 Tahun 2017]] tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah;</li> <li>[[Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 6 Tahun 2022]] tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;</li> <li>[[Peraturan Bupati Ciamis Nomor 102 Tahun 2022]] tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Ciamis;</li> <li>[[Peraturan Bupati Ciamis Nomor 24 Tahun 2023]] tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah;</li> <li>[[Peraturan Bupati Ciamis Nomor 88 Tahun 2023]] tentang Tugas, Fungsi, Rincian Tugas dan Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan.</li>}} {{PUU-konsideran/kaki}} {{PUU-konsideran|ket=Memperhatikan |Surat Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Ciamis Nomor 500.17.2/1260/DPUPRP/2025 tanggal 9 Juli 2025 Hal Permohonan Penandatanganan Keputusan Bupati Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah.}} {{C|{{Bold|MEMUTUSKAN :}}}} {{PUU-konsideran|ket=Menetapkan}} {| style="text-align: justify; width: 100%;" |- style="vertical-align: top;" | KESATU || : | Lokasi Pembangunan Jalan Akses Jembatan Cirahong di Desa Panyingkiran dan Desa Pawindan Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, dengan Peta Lokasi sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Bupati ini. |- style="vertical-align: top;" | KEDUA || : | Penetapan Lokasi sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU seluas ±&nbsp;46.005,95&nbsp;m² (empat puluh enam ribu lima koma sembilan puluh lima meter persegi) dengan rincian sebagai berikut: {{PUU-nomor|n=a | Dusun Panyingkiran RT. 03 RW. 02 Desa Panyingkiran Kecamatan Ciamis seluas ±&nbsp;41.452,56&nbsp;m² (empat puluh satu ribu empat ratus lima puluh dua koma lima puluh enam meter persegi); | Dusun Ranca Utama Desa RT. 01 RW. 07 Desa Pawindan Kecamatan Ciamis ±&nbsp;4.555,39&nbsp;m² (empat ribu lima ratus lima puluh lima koma tiga puluh sembilan meter persegi).}} |- style="vertical-align: top;" | KETIGA || : | Penetapan Lokasi sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun. |- style="vertical-align: top;" | KEEMPAT || : | Biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya Keputusan Bupati ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Ciamis.<noinclude> |} {{R|3}}</noinclude> 1k80tf7jknu6gdj27xn2nge59qfzsdt Halaman:SK Bupati Ciamis Nomor 600.1.8 Kpts.323-Huk 2025.pdf/4 104 87758 311110 252812 2026-08-11T04:58:57Z Aldiperkasa 25632 /* Tervalidasi */ 311110 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" />{| style="text-align: justify; width: 100%;"</noinclude> |- style="vertical-align: top;" | KELIMA || : | Keputusan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan akan ditinjau kembali apabila diperlukan. |} {{UU/TTD-1 |di=tetapkan |kota=Ciamis |tanggal=17 Juli 2025 |jabatan=BUPATI CIAMIS |nama=HERDIAT SUNARYA |ttd=cap }} {| style="text-align: justify; width: 100%;" |- style="vertical-align: top;" | colspan="2" | Tembusan : |- style="vertical-align: top;" | Yth. || # Ketua DPRD Kabupaten Ciamis; # Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Ciamis; # Sdr. Inspektur Kabupaten Ciamis; # Sdr. Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum,<br/>Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Ciamis; # Sdr. Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerjasama Setda; # Yang bersangkutan. |}<noinclude>{{R|4}}</noinclude> gje9192kyxzysjzjaoqjbfl1rzixme0 Pengguna:Ars-arsa 2 96890 311247 298455 2026-08-11T11:00:38Z Ars-arsa 26526 311247 wikitext text/x-wiki {{Peserta WikiPandu}} {{Peserta Tantangan WikiPandu}} {{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}} 8hj8kvo4q3i476fxstqd4atizfo0fr4 Indeks:Inilah Kitab Edja.pdf 102 106125 311057 298761 2026-08-11T03:17:10Z OwlyKnight 24017 311057 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140307799 |Title=[[Inilah Kitab Edja]] |Subtitle=jaitoe pada menjatakan permoelaän beladjar membatja. |Language=id |Volume= |Edition= |Author=L. K. Harmsen |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=V |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] s0ri4cy2b9qgxtipj8rmxpkwc7jamt7 Mustikarasa/Lodeh Ikan Tjutjut 0 108532 311116 310449 2026-08-11T05:03:52Z Ichi Ocha 26099 311116 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Kementerian Pertanian | translator = | section = Lodeh Ikan Tjutjut | previous = [[mustikarasa/Lodeh Djantung Pisang|Lodeh Djantung Pisang]] | next = [[mustikarasa/Lodeh Kol|Lodeh Kol]] | notes = }} <pages index="Mustikarasa.pdf" from=271 fromsection="lodehikantjutjut" to=272 tosection="lodehikantjutjut"/> dup13iz1v11rbw5u9mjz83tfcomsw5h Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas 1728 111286 311045 310082 2026-08-11T02:15:30Z Cgjkldn 22445 /* Berkas untuk Diujibaca */ 311045 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Logo WikiPandu.svg|150px|center|frameless]] {| class="wikitable" style="width:100%; text-align:center; background:#006699; font-size:150%; font-weight:bold; color:white;" |- | Tantangan WikiPandu |} {| border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center" |- style="white-space: nowrap; font-size: 150%; font-family:Monospace, sans-serif;" | style="{{#ifeq: {{FULLPAGENAME}} | Acara:Tantangan WikiPandu | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; text-align: center; padding: 1em 0em; }}" | [[Image:Home Icon by Lakas.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu| Beranda]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Checklist Noun project 5166.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan|<span style="color: #0645ad;">Ketentuan</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Documents icon - noun project 5020.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas|<span style="color: #0645ad;">Buku</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil| | border-bottom: 8px #f2b9df solid;}}" | [[Image:SVG Trophy Star.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil|<span style="color: #0645ad;">Hasil</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | |} __NOTOC__ {{ambox | type = notice | image = [[File:Noto Emoji Pie 1f4e2.svg|40px]] | text = Panitia menyediakan buku-buku untuk diuji-baca dan ditransklusi. Selain yang tercantum di bawah, kontribusi Anda tidak akan dicatat sebagai bagian dari kontribusi Tantangan WikiPandu. Panitia akan menambah jumlah buku jika diperlukan. }} == Berkas untuk Diujibaca == Penghitungan kontribusi menggunakan perkakas khusus. Halaman yang telah diujibaca disetorkan melalui [https://fountain.toolforge.org/editathons/wp-ujibaca Fountain di sini.] {| class="wikitable" {{ts|wa}} ! style="text-align: center;" |No ! style="text-align: center;" |Halaman depan ! style="text-align: center;" |Judul buku ! style="text-align: center;" |Halaman indeks ! style="text-align: center;" |Catatan khusus |- |1. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf|100px]] | [[Anna Karenine 1]] | [[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf]] | |- |2. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf|100px]] | [[Anna Karenine 2]] | [[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf]] | |- |3. | style="text-align: center;" | [[Berkas:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf|100px]] | [[Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia (Civics)]] | [[Indeks:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf]] | |- |4. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf|100px]] | [[Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan]] | [[Indeks:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |5. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf|100px]] | [[Perkembangan Situasi Politik di Indonesia Proloog dan Epiloog Gestapu PKI]] | [[Indeks:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf]] | Sudah selesai dujibaca |- |6. | style="text-align: center;" | [[Berkas:San min chu i.pdf|100px]] | [[San Min Chu I]] | [[Indeks:San min chu i.pdf]] | |- |7. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf|100px]] | [[Menudju Republik Indonesia]] | [[Indeks:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf]] | |- |8. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Sair rempah rempah.pdf|100px]] | [[Sair rempah rempah]] | [[Indeks:Sair rempah rempah.pdf]] | |- |} == Halaman untuk Ditransklusi == Penghitungan kontribusi menggunakan perkakas khusus. Halaman yang telah ditransklusi disetorkan melalui Fountain di sini. {| class="wikitable" {{ts|wa}} ! style="text-align: center;" |No ! style="text-align: center;" |Judul ! style="text-align: center;" |Halaman indeks ! style="text-align: center;" |Halaman Transklusi (Utama) ! style="text-align: center;" |Catatan khusus |- |1. | | | | |- |2. | | | |- |} pn2chg9zt0rxayspdhoeqs2rttoo76i Halaman:Sair rempah rempah.pdf/41 104 111334 310705 309857 2026-08-10T13:42:00Z Ibrohim tijani 26379 310705 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|28}}</noinclude>Djawijah beloen poenja Igama , Baik Islam. Christen atau Boedha ; Dia merasa bahwa hidoepnja Tidak berarti socatoe apa. Hati Djawijah merasa heran Melihat mata hari dan boelan , Poen bintang jang kelihatan . Dia disangka seperti Toehan. Saben hari dan sore Djawijah Menjembah mata hari jang merah, Dia bersocdjoed ada di tanah : Mati hidoep dia socdah pasrah. Semoca hal itoe adjarannja Pak Kromo papahnja, orang desa, Jang beloen lama meninggal doenia, Tapi meninggal harta benda . Didesa sitoe ada tetamoe, Saroso nama, seorang Hindoe. Dia melihat gadis jang hajoe :, Merasa senang tinggal disitoe. Dengan senang Djawijah menrima Dia poenja tamoe orang Boedha . Jang haloes boedi dan bahasanja ; Dia dipandang djadi soedara. Tamoe memikir didalam hati : Dia kepingin mengambil istri Djawijah manis jang baik boedi. Boeat temannja hidoep dan mati. Lama-lama Djawijah ketarik Hatinja pada tamoc jang tjerdik. Menjerahkannja diri dan milik. Dia orang kawin baik-baik . Djawijah djadi penganten baroe, Berkawin dengan seorang Hindoe : Dia dipandangnja djadi goeroe, Jang haroes ditoeroet dan ditiroe. „ Djawijah diadjar ilmoe Boedha, Dioega atoeran dan Igamanja, Dia menoeroet peladjarannja , Orang Bocdha jang djadi lakinja.<noinclude></noinclude> tv67rliap6dv812rwhh85q0zx6a3hfu Halaman:Sair rempah rempah.pdf/42 104 111336 310706 309859 2026-08-10T13:42:23Z Ibrohim tijani 26379 310706 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||29}}</noinclude>Dia orang sama hidoep roekoen Sampe beranak bermiljoen -miljoen. Desanja djadi negri besar, poen Tidak ada orang jang manjamoen. Dia orang sama bikin artja Gambar orang biasa dan Radja. Romah. Chewan dan sekaliannja, Dibikinnja dari tanah sadja. Roepa- roepa akainja Saroso Bocat membikin tanda hidoepnja, Oentoek tinggalan toeroen -toeroennja Jang misih hidoep ada doenia. Si Djawijah ketamocan poela Scorang Arab poen socdah njata. Igama Islam jang dipelocknja, Jaitoe hendak disiarkandja. Saroso tidak socka menrima Peladjaran Igama tamoenja . Dia berkata semangkin lama,. Doea doeanja mendjadi moerka. Hadji Madhjo nama si tamoe Jang berbantahan perkara ilmoe. Anak Djawijah, jang amat ajoc Ada djoega jang sama setoedjoc. Jang setoedjoe dengan ilmoe Islam. Memehak tamoenja dan mengantjam , Menantang perang berlakoe kedjam : Membikin rame sclocroch alam. Scioeroch negri semoea santri, Jang ta' mènoeroet dipeladjari . Dia orang sama pergi lari Njebrang laoctan ketanah Bali . Rocpa Djawijah mendjadi mashoer. Poen tanahnja jang terlaloe mamoer Banjak tanemannja pohon nioer. Djocga lainnja hertoenboch socboer. Ada datang lagi orang sebrang Pada Djawijah jang banjak ocang. Orang itoe mengakoe berdagang Dan minta tempat bocat menoempang.<noinclude></noinclude> 0299bec9q21jshx4b8ymjfnfigvr8s2 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/43 104 111337 310707 309860 2026-08-10T13:42:44Z Ibrohim tijani 26379 310707 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|30}}</noinclude>Djawijah jang memang moerah hati , Permintaan itoe ditoeroeti, Asal dia ta' berhati kedji , Men.bikin roesoeh diitoe negri. Tetamoc itoe orang Portegis. Kipingin melihat djanda manis Jang termashoer banjak emas pitjis. Dia poen hendak tocroet mengemis. Dia berniat hendak mengawin Djawijah molek jang seperti djin. Tetamoe sanggoep bekerdja radjin, Asai Djawijah soeka dikawin. Djawijah ta' soeka menoeroeti, Sebab dia soedah poenja swami Orang dari Arab bangsa hadji, Poen Igamanja terlaloe soetji. Portegis djoega tidak memaksa Tentang itoe hal penolakannja , Tjoema minta tinggal di tanahnja 1 Boeat dagang selama lamanja . Tiada lama dari datangnja Orang Portegis diitoe desa, Datang pocla seorang Belanda , Djoega berdagang , dia berkata . Blanda itoe pocn minta menoempang Ditanah Djawijah terlapang. Djoega dia maksoednja berdagang , Beli hasil tanah dengan oeang . Mata Blanda itoe nglirak-nglirik Melihatkan Djawijah jang tjantik . Dia berniat hendak menarik Djawijah akan dibikin goendik. Portegis itoc mengatahoei, Si orang baroc main koemidi Pada Djawijah jang amat soetji, Tapi Djawijah ta' menocroeti. Si Portegis laloc menjerang Bangsa Blanda orang dari sebrang . Laloe disitoe timbocllah perang . Kerana sama mereboet ocang.<noinclude></noinclude> mkxbvzc90l984oox9yttm0cpudgkkd1 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/49 104 111339 310708 309863 2026-08-10T13:43:22Z Ibrohim tijani 26379 310708 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|36}}</noinclude>Memang itoclah wetnja docnia. Sapa menoeloeng orang sengsara, Besar halanganja socdah njata. Pengabisannja meninggal docnia. Sajang sedikit toelisan saja, Beloem habis dimocat semoea. Jaitoc : ..Sama rasa , sama rata, " Di Pantjaran Warta koran kita. Itoe waktos di Hindia riboet. Pemerentah kita kalang kaboer. Merampas boekoe saja terseboet. Jang di pandangnja mengasoet asoet. En toch boekoc itoc masock desa. Sebab orang ingin membarjanja . Itoe bockockoc jang dilarangnja Oleh Pemerentah di Hindia , Dia semangkin tambah harganja. Dari sebab saja di toentoetnja, Dia di simpan seperti harta, Bocat tinggalan anak tjoetjoenja. Bangsa kita jang berhati brani.. Mentjari akal dengan semboenji. Soepaja boekoekoe di batjai. Oleh sekalian anak boemi. Trima kasih saudara saudara, Jang socdah soeka menjiarkannja, Boekoekoe itoe kedesa desa . Agar kita lekas sama rata.<noinclude></noinclude> ffy2ny9sdy60ev13xjhy599cavmgsoh Halaman:San min chu i.pdf/11 104 111373 311195 309975 2026-08-11T08:36:41Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 311195 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" /></noinclude><center>{{xx-larger|'''RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN'''}} Dr. Sun Yat-sen pentjipta Republik Tiongkok dan pemimpin revolusi, dilahirkan sebagai anak seorang tani pada duabelas Nopember 1866 disebuah desa dekat Hsiangshan di Provinsi Kwantung. Ditempat kelahirannja ini ia mengundjungi sekolah desa bersama-sama dengan anak2 desa Kwantung. Ketika ia berusia 13 tahun ia pergi ke Honolulu untuk melandjutkan sekolahnja pada Sekolah Landjutan selama 5 tahun. Disini ia mengetjap hawa kemerdekaan dan terpengaruh oleh penghidupan orang-orang Amerika. Karena itu, ketika ia kembali ke Hongkong dan memasuki ,,Queen's College", ia merasa tak puas lagi dengan djalan politik tanah air jang ditjintainja itu. Pada umur 20 tahun ia tamat sekolah, Queen's College" dan melandjutkan peladjaran pada ,,Hongkong Medical College" dan lulus dalam tahun 1892. Tetapi ia tak lama mendjalankan prakteknja, karena ia mentjeburkan diri dalam gelanggang politik, sesudah Tiongkok dikalahkan dalam peperangan Tiongkok-Djepang pada tahun 1894. Hal ini bukan suatu peristiwa jang menggembirakan, akan tetapi ada djuga kebaikan baginja, jaitu mendapat kesempatan untuk membuat ,,carriere" dalam lapangan politik, jang diidam-idamkannja sedjak ia masih di Sekolah Landjutan. Hongkong sebuah daerah djadjahan Inggeris dipilihnja sebagai tempat tinggal. Setiap hari ia menghirup udara Hongkong dibawah kekuasaan Inggeris, setiap kali Tiongkok menderita kekalahan dari negara asing, ia bertambah jakin bahwa pemerintah negaranja busuk sampai keakar-akarnja. Hanja revolusilah salah suatu obat jang mandjur buat penjakit ini. Pikiran ini mulailah disiarkannja diantara para mahasiswa. Mendirikan negara Tiongkok merdeka dan berdaulat adalah mendjadi tudjuan hidupnja. Untuk melaksanakan tudjuan ini banjak bahaja jang mengantjamnja. Pertjobaan pemberontakan jang tergesa-gesa telah digagalkan; ia terpaksa melarikan diri dalam tahun 1895 dan memulai penghidupan dalam pembuangan. Meskipun djiwanja selalu terantjam, ia pergi djuga ke Djepang dan kemudian ke Amerika Serikat ; tetapi achirnja ia<noinclude></noinclude> 00narj3w0shno2e59vj5v4dp6xgksx2 Halaman:San min chu i.pdf/12 104 111375 311191 309976 2026-08-11T08:32:58Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 311191 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||7}}</noinclude>ditjulik dikota London dan disembunjikan dikedutaan Tiongkok ; disitu ia tinggal duabelas hari lamanja. Berkat pertolongan Dr. Yames Cantlie dapatlah ia melarikan diri, hingga maksud pemerintah mengembalikan dia ke Tiongkok untuk ditembak mati dapat dihindarkan. Selama beberapa tahun kemudian dipeladjarinja sungguh-sungguh hukum-hukum politik dan sosial dari beberapa negara Eropah jang dikundjunginja. Pada waktu itu ia menulis tentang Tiga Asas-pokok Rakjat" dengan menjiarkan andjuran revolusi ini dimana-mana. Pikiran ini meluas, sesudah keributan Bokser terdjadi dalam tahun 1900. Tudjuannja terutama diarahkannja untuk merubuhkan dinasti Manchu, dan orang-orang Tionghoa diseluruh dunia, baik laki-laki maupun perempuan, semua menjokongnja. Pada tahun 1905 diadakan suatu sidang di Tiongkok dimana ditetapkan : 1. Penganut-penganut revolusi bersatu dengan nama Tung Meng Hui. 2. Pemerintah sekarang harus digulingkan dan diubah mendjadi suatu Republik. Diantara anggota-anggota jang mengundjungi sidang tersebut terdapat wakil-wakil dari provinsi-provinsi diseluruh Tiongkok dan sedjumlah besar pedagang-pedagang Tionghoa diluar negeri. Mereka dari provinsi-provinsi menjediakan diri untuk mengadakan kampanje propaganda rahasia didalam negeri ; dan para saudagar bersedia untuk menanggung segala ongkos-ongkos jang diderita. Derma suka-rela ini memungkinkan revolusi dapat didjalankan sampai berhasil. Revolusi mulai meletus pada tahun 1911 dalam musim gugur, ketika pertempuran timbul di Wuchang. Ibu kota ini segera djatuh ketangan kaum pemberontak. Meskipun rantjangan-rantjangan untuk memberontak belum siap, tetapi dalam sekedjap mata sadja pemberontak meluas meliputi seluruh negara dan dalam waktu seratus hari boleh dikatakan seluruh Tiongkok telah dikuasai oleh kaum pemberontak. Pemerintahan Manchu jang lemah dapat didjatuhkan hingga angan-angan Dr. Sun mendjadi suatu kenjataan. Semangat Sun Yat-sen jang tak kundjung padam itu achirnja dapat memenuhi keinginannja dan sekarang dapatlah ia melepaskan lelah. Tetapi rupa-rupanja belum waktunja untuk beristirahat, karena tak lama<noinclude></noinclude> hv0fezn240rth3r0oat8z97rtbphnpi Halaman:San min chu i.pdf/13 104 111376 311190 309977 2026-08-11T08:31:33Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 311190 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||8}}</noinclude>kemudian ia diminta djadi presiden pertama Republik baru ini dan timbullah pengharapan bahwa negara Tiongkok jang kuat dan makmur akan membuat sedjarah baru. Tetapi peristiwa-peristiwa tahun 1911 membuktikan, bahwa Tiongkok masih menghadapi bermatjam-matjam kesukaran, sebelum pengharapan ini mendapat kenjataan. Terbukti pemberontak-pemberontak dipengaruhi oleh dua aliran. Aliran pertama dipimpin oleh Yüan-Shih-Kai dan aliran lain dibawah Sun Yat-sen. Aliran pertama berpendirian bahwa negara dapat dipertahankan hanjalah dengan kekuatan militer, sedangkan aliran lain menaruh pengharapan terhadap bangunnja keinsafan rakjat. Supaja tudjuan dapat tertjapai lekas, Dr. Sun menjerahkan djabatannja kepada Yüan setelah tiga bulan mendjadi presiden. Ia lebih suka menjediakan dirinja untuk mendidik rakjat hingga mereka tahu benar akan dasar-dasar demokrasi dan untuk memperbaiki tingkat penghidupan mereka. Tung Meng Hui diubah djadi partai politik dengan dasar jang lebih luas dan sekarang bernama Kuomintang. Lalu diadakan dengan segera suatu rantjangan untuk mengadakan djalan kereta api diseluruh negara, sebagai langkah pertama menudju keindustrialisasi negara Tiongkok. Tetapi Yüan-Shih-Kai tetap tinggal mementingkan keperluannja sendiri. Dari pada bekerdja buat kepentingan umum, ia lebih baik memakai keadaan ini sebagai suatu kesempatan untuk memperkokoh kedudukannja. Ia mengabaikan Parlemen dan berusaha sekuat tenaga mendjadi radja. Dr. Sun terlambat baru mengetahui bahwa kepertjajaan jang dilimpahkannja itu adalah salah dan bahwa revolusi tertahan oleh karena pengchianatan. Kechilafan jang menjedihkan ini memperlambat djalannja revolusi ; baru dalam musim gugur jang baru lalu (1926) Chiang Kai-shek mengikuti djedjak Dr. Sun, jang pada waktu itu telah wafat. Ia menjerbu ke Utara dari Kanton dengan memperoleh kemenangan jang gilang gemilang. Sementara itu Yüan telah meninggalkan warisan penindasan-penindasan militer, jang senantiasa masih meradjalela di Tiongkok. Djika waktu selama 16 tahun itu sesudah kemenangan revolusi di Wuchang dianggap terbuang, hal ini adalah anggapan salah. Usaha-usaha Dr. Sun jang tak kenal pajah membimbing rakjat kearah patriotisme dan kesadaran bangsa. Hal ini mengakibatkan<noinclude></noinclude> dg26cx31d3knqjqheo5m1bu67alkkje Halaman:San min chu i.pdf/14 104 111378 311189 309978 2026-08-11T08:31:22Z Sathira15 16353 /* Telah diuji baca */ 311189 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Sathira15" />{{rh||9}}</noinclude>banjak pemimpin-pemimpin dan tak terhitung banjaknja patriot negara melandjutkan revolusi sampai berhasil dibawah pimpinannja. Makin banjak rintangan jang dialami, makin besar pengaruhnja terhadap pengikut-pengikutnja. Di Kanton kerap kali didirikannja pemerintahan terasing dan tiap kali pula rantjangan ini digagalkan, tetapi achirnja pada tahun 1923 dapat djuga ia mendirikan sebuah pemerintah jang kuat dan effektif. Pada waktu itulah ia mereorganisasi Kuomintang buat ketiga kalinja. Disini ia terangkan dengan njata praktek suatu pemerintah. Dibentangkannja dengan saksama pengertian filsafat politik dari „Tiga Asas-pokok" dalam sedjumlah tulisan-tulisan jang populer, dimana ia mentjela perdjandjian2 negara Tiongkok jang merugikan rakjat dan memutuskan akan mengadakan sebuah perdjandjian dengan Rusia. Hasil-hasil tersebut djadi dasar tjita-tjita dan politik pergerakan revolusioner. ,,Tiga Asas-pokok" itu memberikan kepada rakjat suatu pengertian politik; dan dengan menjalankan perdjandjian-perdjandjian jang merugikan, membangkitkan semangat rakjat untuk mengadakan perdjandjian persahabatan dengan Rusia. Gunanja untuk mengupas tjara bekerdja dalam soal-soal diplomatik Tiongkok jang kalut. Dr. Sun Yat-sen adalah seorang mahasiswa jang radjin, seorang pemimpin negara jang luas pandangannja, seorang pekerdja jang tak tahu lelah, seorang optimis jang tak dapat dipatahkan semangatnja ; dan terutama seorang pemimpin negara Tiongkok jang penuh harapan, berpikiran djernih dan bertudjuan tetap. Ia bukan hanja pemimpin pembangunan Tiongkok baru, tetapi djuga seorang jang mendjelaskan tjara2 jang harus diambil untuk menjelamatkan revolusi kita sampai berhasil. Dengan susah pajah ia dapat suatu djalan jang terbaik untuk memperoleh kembali kemerdekaan bangsa bagi keturunan2 jang akan datang. Pada tanggal 12 Maret 1925 ketika kesatuan Tiongkok hampir mendjadi kenjataan, ia wafat di Peking. Dalam waktu jang singkat sesudah itu ada desas-desus jang mengatakan bahwa Partai Kuomintang, jang didirikannja dengan susah pajah itu, akan menghadapi keruntuhan, akan tetapi kenjataan membuktikan, bahwa Partai ini sepeninggal Sun Yat-sen malah bertambah kuat. Semangat Sun Yat-sen jang tak kundjung padam itu, mendorong pengikut-pengikutnja untuk bekerdja lebih<noinclude></noinclude> sl84v88n7dsltbnz6eicylxv9yt8n1t Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/221 104 111523 311242 310152 2026-08-11T10:27:10Z Link PB 26772 311242 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>bolak-balik menjeberang dengan memikul spéda. Pernah Tjipto menjeberangi sawah jang agak luas, hingga si-rechercheur tidak berani mengikutinja. sekalipun dengan begitu ia melalaikan kewajibannja. Pernah Dokter Tjipto ber-sama² kawan²nja, bangsa Belanda dan Indo-Belanda, duduk beramah-tamah di salah satu Hotel-restaurant besar, jang biasanja hanja diperuntukkan bagi orang² Eropa. Pada suatu saat Tjipto harus ke-kamar-ketjil; ia pergi ke-belakang dengan melalui ruangan "buffet". Karena Tjipto berpakaian kain pandjang dengan ikat-kepalanja, maka "chef de buffet" (seorang Belanda besar dan gemuk) menegor Tjipto dengan berkata setjara menggertak: "Hééé, kowé mau apa!"........ Dokter Tjipto se-kali² tidak gentar; ia mendekati si chef de buffet tadi dan mendjawab setjara mengedjek: "Aku mau kentjing, kowé mau apa!" Pada suatu rapat openbaar "Sjarikat Islam" di Bandung Dokter Tjipto datang berhadlir. Babelumnja ia telah dengar, bahwa polisi akan bertindak terhadap salah satu orang jang akan berpidato. Karena ia lihat ada Commissaris Belanda duduk dibarisan paling muka, di-tengah² , precis berhadapan dengan tangga podium, maka Dokter Tjipto segera duduk paling muka; tidak disalah satu korsi, namun ......... di-tangga tersebut. Ketika komissaris polisi bertanja kepadanja: "Dokter, waarom zit U op de trap?" maka dengan ketawa Tjipto mendjawab: "Ik houd eenmaal van trappen." (Dalam bahasa Belanda perkataan "trap" itu mempunjai dua arti, jaitu "tangga" atau "tendangan".) Sehingga pertanjaan: "kenapa doktor duduk di-tangga", didjawab oleh Tjipto dengan: "memang saja senang tendang²an." Sebagai diketahui Dokter Tjipto menerima angkatan mendjadi anggauta "Volksraad". Ketika ditanja anggauta² bangsa Belanda, kenapa Dokter Tjipto menerimanja, sedangkan Douwes Dekker (Setyabuddi) dan Suwardi Suryaningrat menolak, maka Tjipto mendjawab: "Ik wil mijn landgenoten in de Volksraad leeren, hoe ze kabaal moeten trappen." (Artinja "Saja hendak mengadjar kawan² saja, bangsa Indonesia didalam Volksraad, bagaimana tjaranja mereka harus mengatjau.")<noinclude> {{rh|226||}}</noinclude> k7kzlqvz8a99r3uhjzkfhy2ctkc2fgp Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/5 104 111540 311134 310187 2026-08-11T05:31:27Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311134 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{c|'''PERKEMBANGAN SITUASI POLITIK'''}} {{c|'''DI INDONESIA'''}} {| style="width:100%;" |- | '''PROLOOG GESTAPU/PKI''' | align="right" | '''Halaman''' |- | style="padding-left:30px;" | Dalam Bidang Politik | align="right" | 1 |- | style="padding-left:30px;" | Dalam Bidang Kebudajaan | align="right" | 2 |- | style="padding-left:30px;" | Dalam Bidang Mass-media | align="right" | 2 |- | style="padding-left:30px;" | Dalam Bidang Pemerintahan dan Legislatip | align="right" | 3 |- | style="padding-left:30px;" | Dibidang ABRI | align="right" | 3 |- | style="padding-left:30px;" | Usaha Pisahkan TNI Dari PBR | align="right" | 4 |- | style="padding-left:30px;" | Pelaksanaan Operasi PKI | align="right" | |} {| style="width:100%;" |- | '''EPILOOG GESTAPU/PKI''' | align="right" | 5 |- | style="padding-left:30px;" | Amarah Rakjat Terhadap Gestapu/PKI | align="right" | 5 |- | style="padding-left:30px;" | Usaha<sup>2</sup> & Maneuver<sup>2</sup> [tidak terbaca] dan [tidak terbaca] | align="right" | 5 |- | style="padding-left:30px;" | Reaksi Mahasiswa & ABRI | align="right" | 7 |- | style="padding-left:30px;" | Masalah Barisan Sukarno | align="right" | 8 |- | style="padding-left:30px;" | Trituntutan Rakjat Jang Dipelopori Mahasiswa | align="right" | 8 |- | style="padding-left:30px;" | Poros Mahasiswa-ABRI-Rakjat Versus | align="right" | |- | style="padding-left:30px;" | Poros Soebandrio-Chaerul Saleh cs | align="right" | 10 |- | style="padding-left:30px;" | Angkatan Darat Berusaha Menjelamatkan | align="right" | |- | style="padding-left:30px;" | Presiden | align="right" | 11 |- | style="padding-left:30px;" | Peristiwa Pendelegasian Kekuasaan Kepada | align="right" | |- | style="padding-left:30px;" | [tidak terbaca]ral Suharto | align="right" | 12 |- | style="padding-left:30px;" | [tidak terbaca]kan<sup>2</sup> MEN/ PANGAD : Pertama-tama Bubarkan | align="right" | |- | style="padding-left:30px;" | [tidak terbaca] | align="right" | 13 |- | style="padding-left:30px;" | Pengamanan Sejumlah Menteri<sup>2</sup> | align="right" | 14 |- | style="padding-left:30px;" | Kabinet Jang Lebih Disempurnakan | align="right" | 15 |- | style="padding-left:30px;" | Kebidjaksanaan Kabinet Baru | align="right" | 16 |}<noinclude></noinclude> p4siv9gqwuuhqi8jjq2wbvzff7wf41s Pembicaraan:Mustikarasa/Lodeh Ikan Tjutjut 1 111596 311051 310447 2026-08-11T02:55:03Z Mbee-wiki 5975 /* Header & Isi */ Balas 311051 wikitext text/x-wiki == Header & Isi == Halo @[[Pengguna:Ichi Ocha|Ichi Ocha]], terima kasih sudah berkontribusi di WS ID :) Terdapat dua hal yang perlu diperbaiki: # Isian pranala pada baris <code>previous=</code> dan <code>next=</code> perlu dirapikan, dapat mencontoh bentuk di [[Mustikarasa/Lodeh Kol|halaman berikut]]. # Nomor halaman yang diinput kurang tepat, seharusnya halaman 271 dan 272, serta di halaman 272 terdapat salah letak <code><section begin></code>. Terima kasih :) [[Pengguna:Mbee-wiki|Mbee-wiki]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mbee-wiki|bicara]]) 10 Agustus 2026 05.32 (UTC) :Halo kak, terima kasih atas koreksinya. Tapi setelah disimak kembali, untuk koreksi nomor 2 ini di halaman 271 bukan Mustikarasa/Lodeh Ikan Tjutjut tapi LODEH KOL. Saya sudah perbaiki sesuai arahan, kak. [[Pengguna:Ichi Ocha|Ichi Ocha]] ([[Pembicaraan Pengguna:Ichi Ocha|bicara]]) 10 Agustus 2026 09.29 (UTC) ::Jika kita baca dengan teliti, dapat dipahami jelas bahwa resep "Lodeh Ikan Tjutjut" terbagi ke dua halaman, yaitu [[Halaman:Mustikarasa.pdf/271|halaman 271]] dan [[Halaman:Mustikarasa.pdf/272|halaman 272]], dan di halaman 271 tidak ada "Lodeh Kol", sementara Anda justru menginput dari halaman 270 :) Terdapat dua hal yang perlu kembali disesuaikan: ::# Input halaman dari 271 hingga 272 dengan nama section "lodehikan'''tjutjut'''" bukan "lodehikan'''tjuttjut'''". ::# Isi baris header <code>previous=</code> masih kurang kata "Pisang". ::Trims :) [[Pengguna:Mbee-wiki|Mbee-wiki]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mbee-wiki|bicara]]) 11 Agustus 2026 02.55 (UTC) kp7k4trpxcts37kk7cu5lyhh3omk4uh 311114 311051 2026-08-11T05:03:42Z Ichi Ocha 26099 /* Header & Isi */ Balas 311114 wikitext text/x-wiki == Header & Isi == Halo @[[Pengguna:Ichi Ocha|Ichi Ocha]], terima kasih sudah berkontribusi di WS ID :) Terdapat dua hal yang perlu diperbaiki: # Isian pranala pada baris <code>previous=</code> dan <code>next=</code> perlu dirapikan, dapat mencontoh bentuk di [[Mustikarasa/Lodeh Kol|halaman berikut]]. # Nomor halaman yang diinput kurang tepat, seharusnya halaman 271 dan 272, serta di halaman 272 terdapat salah letak <code><section begin></code>. Terima kasih :) [[Pengguna:Mbee-wiki|Mbee-wiki]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mbee-wiki|bicara]]) 10 Agustus 2026 05.32 (UTC) :Halo kak, terima kasih atas koreksinya. Tapi setelah disimak kembali, untuk koreksi nomor 2 ini di halaman 271 bukan Mustikarasa/Lodeh Ikan Tjutjut tapi LODEH KOL. Saya sudah perbaiki sesuai arahan, kak. [[Pengguna:Ichi Ocha|Ichi Ocha]] ([[Pembicaraan Pengguna:Ichi Ocha|bicara]]) 10 Agustus 2026 09.29 (UTC) ::Jika kita baca dengan teliti, dapat dipahami jelas bahwa resep "Lodeh Ikan Tjutjut" terbagi ke dua halaman, yaitu [[Halaman:Mustikarasa.pdf/271|halaman 271]] dan [[Halaman:Mustikarasa.pdf/272|halaman 272]], dan di halaman 271 tidak ada "Lodeh Kol", sementara Anda justru menginput dari halaman 270 :) Terdapat dua hal yang perlu kembali disesuaikan: ::# Input halaman dari 271 hingga 272 dengan nama section "lodehikan'''tjutjut'''" bukan "lodehikan'''tjuttjut'''". ::# Isi baris header <code>previous=</code> masih kurang kata "Pisang". ::Trims :) [[Pengguna:Mbee-wiki|Mbee-wiki]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mbee-wiki|bicara]]) 11 Agustus 2026 02.55 (UTC) :::baik kak, sudah diperbaiki. Terima kasih banyak arahannya. :D [[Pengguna:Ichi Ocha|Ichi Ocha]] ([[Pembicaraan Pengguna:Ichi Ocha|bicara]]) 11 Agustus 2026 05.03 (UTC) gyuyw1zv7m4s6mux19exdoav1t3wge2 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/57 104 111612 310663 310288 2026-08-10T12:38:05Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310663 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{c|'''PERINGATAN 20 MEI DIZAMAN PENDUDUKAN.'''}} {{right|''Disiarkan diseluruh Indonesia oleh K.H. Dewantara''<br> ''dengan tenaga para anggauta P.P.I. di Jogjakarta.''}} Tepat 1 tahun jang lalu, kita ― rakjat seluruh Indonesia ― memperingati hari 20 Mei sebagai „Hari Kebangunan Nasional”. Berdirinja perhimpunan nasional jang pertama, ja'ni „Budi Utomo”, pada hari 20 Mei 1908, terbukti mendjadi isjarat atau tenaga kebangunan bangsa kita Indonesia. Beberapa dan pelbagai perhimpunan, baik jang bersifat kultureel dan sosial, maupun jang berdasarkan agama. politik dan ekonomi, segera menjusul berdiri ditengah-tengah masjarakat kita di-segenap daerah-daerah tanah-air kita. Bahwa perajaan peringatan pada tahun jang lalu itu dapat kita laksanakan bersama setjara besar-besaran, dengan ikut sertanja semua golongan politik, agama. kebudajaan, kemasjarakatan, keekonomian. pendidikan, kepanduan, pemuda, keputerian dll. membuktikan adanja ''kesatuan djiwa nasional'' dalam dada sekalian pemimpin rakjat kita. Untuk memupuk dan membimbing. memelihara dan mengembangkan kesatuan djiwa itu, menudju ke-arah ''keselamatan dan kebahagiaan rakjat kita, kesedjahteraan dan keluhuran Nusa dan Bangsa'' kita sewutuhnja. maka se-tahun jang lalu kita berdjandji, akan memperingati Hari Kebangunan Nasional kita itu untuk seterusnja. Tahun ini, keadaan dan suasana tidak membolehkan, kita bersama memperingati Hari Kebangunan Nasional 20 Mei itu setjara besar²an, setjara umum, setjara demonstratif. Tjukuplah kiran, apabila kita masing² dirumah kita sendiri, dalam suasana tenteram dapat mengheningkan tjipta, bersjukur terhadap Tuhan jang Maha-Esa, serta berterima kasih kepada sekalian, jang {{hws|mu|mulai}}<noinclude>{{rh|58}}</noinclude> dn0ceeh6hjf2a0hag67398p03853599 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/58 104 111620 310669 310300 2026-08-10T12:44:38Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310669 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{hwe|lai|mulai}} 20 Mei 1908 hingga kini dengan giat telah berdjoang dalam lapangannja masing², dengan ichlas mengorbankan hidupnja untuk kemadjuan dan kemuliaan Nusa. Bangsa dan Rakjat Indonesia. Semoga Tuhan melimpahkan a ugerah-Nja kepada mereka semua itu, baik jang kini masih ada di-tengah² kita, maupun jang telah mendahului kita meninggalkan dunia jang fana ini. Selain itu maka dalam kita memperingati Hari Kebangunan Nasional kita itu, perlulah kita semua berdjandji, akan meneruskan perdjoangan rakjat kita se-umumnja, jang dengan segala keinsjafan kita tudjukan ke-arah keselamatan dan kebahagiaan rakjat, dalam arti jang seluas-luasnja, sedalam-dalamnja dan seluhur-luhurnja. Kini kita menghadapi status kemerdekaan Nusa dan Bangsa kita Indonesia seluruhnja, tidak sebagai tjita-tjita, tidak sebagai perdjoangan, pun tidak sebagai „hadiah” bangsa lain, karena untuk itu kita telah berdjoang dan berkorban selama 41 tahun. Status Kemerdekaan kita, jang sedjak Proklamasi 17 Agustus 1945 telah kita njatakan bersama untuk seluruh Indonesia, kini mungkin segera akan diresmikan, disjahkan serta diakui oleh Nederland, di-muka mata dunia Internasional. Marilah kita semua menjongsong saat jang mulia itu. Marilah kita seluruh rakjat mendjaga. djangan sampai datangnja ''kemerdekauan''. jang ''sempurna dan ta' bersjarat'' itu, terhalang di-tengah-tengah djalan. Marilah kita bersiap-siap dan bersedia, untuk membuktikan kepada seluruh dunia, bahwa kita sanggup dan mampu untuk mewudjudkan hidup merdeka jang wutuh dan sempurna, dalam arti jang seluas-luasnja dan sebaik-baiknja, sebagai bangsa jang hidup bersama dengan bangsa-bangsa lain se-dunia raja ! Sebagai penutup kata, perkenankanlah disini saja mengulangi apa jang selalu saja nasehatkan kepada sekalian, jang berdjoang untuk kemerdekaan: # Merdeka tidak hanja berarti ''bebas'' dari perintah paksaan orang lain, tetapi berarti pula siap-sedia, ''sanggup'' serta ''mampu'' untuk mewudjudkan ''hidup sendiri'' lahir dan batin dengan ''kekuatan sendiri''.<noinclude>{{rh|||59}}</noinclude> awrzq3yxo5b9lcan7npspe178t1irhd Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/21 104 111632 311137 310316 2026-08-11T05:43:50Z Iripseudocorus 23824 311137 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>kita belum diakui, baik ''de jure maupun de facto''-nja. Lebih baik hantjur-lebur dari pada kembali didjadjah. Untuk itu kita sanggup menghentikan segala bertentangan jang dapat melemahkan kita, dan kita jakin a{{Illegible}} ampu melaksanakan kesanggupan kita itu. karena tjinta {{illegible}} terhadap Negara dan Bangsa kita bersama. {{rule|6em}}<noinclude>{{rh|22}}</noinclude> e9efpz4yswhb29kq1ck33r0cwz7w0ev Halaman:San min chu i.pdf/130 104 111756 311122 310504 2026-08-11T05:06:01Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311122 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||'''Uraian I'''}} Apakah jang dinamakan rakjat" dan kedaulatan " ? - Fungsi-fungsi kedaulatan : memberi perlindungan dan mendjamin penghidupan - Pembagian zaman dalam sedjarah manusia : pertama , zaman hutan-rimba, perkelahian antara manusia dan binatang Teori evolusi tentang asal - alam semesta dan manusia Sumbangan-sumbangan ilmu geologi (ilmu jang menjelidiki asal dan perubahan-perubahan bumi) kepada sedjarah kedua, zaman diwaktu manusia melawan alam Timbulnja kuno Permulaan peradaban peradaban dalam daerah-daerah jang subur - Tiongkok dilembah sungai Kuning - Teokrasi (pemerintahan negara oleh Ketiga, perkelahian antara manusia dan manusia, pendeta-pendeta ) - timbulnja negara-negara otokrasi (negara jang seluruhnja diperintah oleh han-perubahan dalam sistim pemerintahan ; seorangjaradja) ian Peruba timbuln pengert asas-asas demokratis Sudahkah Tiongkok siap untuk demokrasi ? Pikiran-pikiran demokratis dari filsafat-filsafat Tiongkok Perkuno Tiongkok harus mengikuti aliran-aliran dunia modern Pemberontakan Cromwell djuangan untuk demokrasi didunia Barat di Inggeris - Revolusi di Amerika dan Perantjis - Teori palsu dari Rous- - - seau tentang hak-hak azasi manusia" - Kenjataan mendahului teori Peperangan jang tak putus-putusnja untuk memperoleh kekuasaan negara Obat jang dapat menjembuhkan dalam sedjarah Tiongkok ialah demokrasi - Gagalnja pemberontakan di Taiping disebabkan oleh perebutan kekuasaan Perlawanan (oposisi ) mementingkan keperluan sendiri dari Ch'en Ch'iung-ming dan pemimpin-pemimpin tentara lain dalam pemberontakan Tiongkok. Tuan-tuan : Sekarang akan saja perbintjangkan kedaulatan rakjat. Apakah jang dinamakan kedaulatan rakjat itu ? Sebelum kita mendjelaskan pengertian ini, kita harus mengetahui lebih dahulu apakah jang dinamakan „rakjat". Setiap gerombolan manusia jang telah disatukan dan diorganisir dapat dinamakan: ,,rakjat " . Apakah arti kedaulatan ? Artinja ialah kekuatan dan otoritet dalam lingkungan negara. Negara-negara jang sekarang mempunjai pengaruh jang terbesar disebut negara-negara kuat, dalam bahasa asing the powers ". Tenaga mekanis disebut dalam bahasa Tionghoa kekuatan kuda" dalam bahasa asing „horse power". Djadi kekuatan dan kekuasaan (power ) tak dapat dipisah-pisahkan. Kekuasaan mendjalankan perintah dan mengatur urusan umum, dinamakan kedaulatan " . Kalau perkataan ,,rakjat " dan kedaulatan" dihubungkan , kita mempunjai kekuasaan politik rakjat. Sebelum kita dapat memahamkan kekuasaan politik", pertama kali " kita harus mengerti apakah jang dinamakan pemerintah. Keba<noinclude></noinclude> 08r4x8zzwm8gs7awqd6v50wvgra0obm Halaman:San min chu i.pdf/202 104 111765 310776 310519 2026-08-10T14:41:45Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310776 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||197}}</noinclude>hak-hak mereka semuanja. Tetapi apakah sebabnja tjita-tjita demokrasi itu tak diwudjudkan? Terutama ialah karena sesudah kemerdekaan tertjapai dan otokrasi dilemparkan, maka timbullah perselisihan tentang tjara memerintah negara dikalangan penganut-penganut revolusi. Sampai kemana kedaulatan rakjat dapat dipraktekkan? Dalam hal inilah para pengikut-pengikut revolusioner berbeda pendapat masing-masing. Hal ini menjebabkan timbulnja perpetjahan diantara dua golongan besar. Seperti Tuan-tuan pernah mendengar tentang pemimpin revolusi Amerika jang terkenal, bapak pemimpin negara Amerika Serikat, jaitu Washington. Tetapi ia tak sendiri sadja, disampingnja masih ada pahlawan-pahlawan lain jang membantunja melawan memerangi Inggeris. Diantara mereka ini jang terkenal seorang sekretaris keuangan. Hamilton namanja dan sekretaris Negara, Jefferson. Kedua mereka inilah jang sangat berbeda sekali pendapatnja dalam tjara-tjara memerintah olehkarena mereka masing-masing banjak mempunjai penganut, timbullah dua buah partai, politik jang berbeda sekali pendapatnja. Partai Jefferson pertjaja bahwa rakjat dianugerahi Tuhan hak-hak azasi dan apabila rakjat diserahi kekuasaan demokratis jang sempurna, mereka akan bidjaksana memakai kemerdekaannja, akan langsung mempergunakan kekuasaan mereka untuk menjelenggarakan tugas-tugas jang luhur dan akan membuat segala urusan kemadjuan bangsa berdjalan lantjar dan luas sempurna. Teori Jefferson menganggap bahwa kealaman manusia itu baik pada azasnja, dan apabila rakjat dibawah pemerintahan demokratis kadang-kadang tidak melaksanakan kurnianja dan tidak berbuat baik, tetapi salah memakai kekuatan ini dan berbuat djahat, hal jang menjebabkan mereka menemui kesukaran-kesukaran hingga selama waktu itu terpaksa bertindak demikian. Pendek kata, tiap-tiap orang dianugerahkan kebebasan dan persamaan hak oleh Tuhan, oleh sebab itu harus pula berhak atas kekuasaan politik; tiap-tiap orang mempunjai kepandaian masing- masing dan kalau ia diserahkan kekuasaan politik untuk memerintah, ia akan berdjasa sekali terhadap Bangsa. Kalau tiap² warga negara diserahkan pertanggungan-djawab atas pemerintah jang baik, negara tentu akan makmur dan damai selama-lamanja. Demikianlah kepertjajaan partai Jefferson terhadap hak-hak rakjat.<noinclude></noinclude> izvctyg340pgfd33d4c1f4qfbue092a Halaman:San min chu i.pdf/340 104 111817 310654 310586 2026-08-10T12:25:20Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310654 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||335}}</noinclude>Dalam djilid itu saja memberikan uraian tentang rantjangan mendirikan kapital negara. Seperti saja katakan duluan uang adalah kapital dalam zaman perdagangan, tetapi alat mesin adalah kapital dalam zaman perindustrian. Negara harus memimpin perusahaan² dan harus mengadakan segala rupa alat² mesin produksi jang akan djadi kepunjaan negara. Selama Perang Eropah tiap-tiap negara berpolitik menasionalisir industri dan pabriknja jang besar-besar. Tetapi politik ini kemudian dilepaskan. Tiongkok belum pernah mempunjai kaum kapitalis besar; kalau negara dapat mengatur, serta memadjukan kapital dan imemberikan faedah2nja kepada seluruh rakjat, akan mudah sekali mengelakkan bentrokan dengan kaum kapitalis. Amerika Serikat memadjukan kapital dengan memakai tiga tjara: dengan kereta api, dengan barang2 keluaran pabrik dan dengan pertambangan. Kita tak dapat memadjukan salah satu dari ketiga industri besar ini dengan pengetahuan dan pengalaman kita serta dengan kapital kita sadja: djadi kita memerlukan kapital negeri lain jang telah ada. Kalau kita memakai kapital asing jang sudah ada sekarang ini untuk mendirikan masjarakat kommunis di Tiongkok dihari kemudian, „setengah pekerdjaan memberi hasil dua kali lipat proses". Kalau kita menunggu sampai kita sendiri mempunjai kapital tjukup, sebelum kita mulai memadjukan industri. kemadjuan itu akan lambat sekali. Tiongkok sekarang tak mempunjai alat-alat mesin jang boleh dibanggakan. Kita hanja mempunjai enam-tudjuh ribu mil djalan kereta api. Untuk dapat mentjukupi keperluan kita, kita harus mempunjai djalan kereta api sepuluh kali lipat pandjangnja dari pada jang sekarang. Sedikit-sedikitnja enam sampai tudjuhpuluh ribu mil dibutuhkan. Itulah sebabnja kita harus memindjam kapital asing untuk memadjukan alat perhubungan dan pengangkutan kita, serta otak dan pengalaman asing untuk mengurusnja semua. Tambang-tambang kita belum ada jang dibuka. Penduduk dan daerah Tiongkok lebih besar dari pada Amerika Serikat, tetapi Amerika Serikat mengeluarkan 600.000.000 ton batu bara dan 90.000.000 ton badja setiap tahun, sedangkan Tiongkok tak mengeluarkan seperseribunja dari djumlah itu. Kalau kita ingin membuka tambang-tambang kita dengan tjepat, kita harus memindjam kapital asing lagi. Untuk membuat kapal-kapal, untuk me-<noinclude></noinclude> gcbssk2hrgjxfzsvdh6dtrzzwiloqm6 Halaman:San min chu i.pdf/342 104 111818 310662 310587 2026-08-10T12:36:59Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310662 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{C|Uraian III}} ::Soal makanan di Tiongkok ~ Pentingnja persediaan makanan tjukup, seperti kenjataan diwaktu Perang Eropah ~ Persediaan barang-barang makanan berbagai-bagai bangsa: Amerika Serikat, Djerman, Perantjis ~ Kekurangan persediaan makanan di Tiongkok ~ Kekurangan barang makanan Tiongkok disebabkan oleh ekspor ~ Elemen-elemen penting dari makanan: udara, air, daging dan sajur-majur ~ Udara dan air adalah dua elemen berlebih-lebihan dimana-mana ~ Tiongkok negeri pertanian, tetapi kaum taninja hidup sengsara ~ Kemerdekaan kaum tani ~ Tjara-tjara untuk menambah hasil pertanian ~ Pemakaian alat mesin ~ Pemakaian pupuk tanah ~ Pupuk tanah asal negeri sendiri dan jang diimpor ~ Bagaimana Tiongkok dapat membuat pupuk tanah itu sendiri dengan murah dari tenaga air jang terdapat disungai-sungai ~ Tjara bertanam berganti-ganti ~ Pembasmian perusak-perusak tanaman ~ Pembuatan makanan dalam kaleng ~ Pengangkutan barang makanan dan pertukaran produksi ~ Kerugian jang diderita karena buruknja keadaan pengangkutan ~ Djalan melalui air dan Grand Canal, djalan kereta api djalan auto dan kuli-kuli pengangkut djuga penting dalam pengangkutan ~ Pentjegahan bahaja-bahaja alam, seperti bandjir dan musim kering ~ Tindakan-tindakan perbaikan, seperti memperdalam sungai, irigasi dan sebagainja ~ Tindakan-tindakan radikal dan bersifat mentjegah: penanaman hutan tjara besar-besaran ~ Kemadjuan pertanian di Amerika Serikat: perhatian negara terhadap soal pertanian ~ Tetapi pertanian masih berada dibawah sistim kapitalis dan hanja mengutamakan keuntungan ~ Menurut asas Min Sheng tudjuan pertanian ialah menundjang penghidupan rakjat ~ Pembagian barang makanan ~ Empat kepentingan terutama bagi penghidupan: makanan, pakaian, tempat berlindung dan keleluasaan berpergian dari satu tempat ketempat lain ~ Kewadjiban-kewadjiban negara dan rakjatnja. Pembitjaraan saja hari ini ialah „soal makanan". Kalau Tuan-tuan mendengar hal ini, Tuan-tuan akan berkata bahwa makan itu adalah suatu kebiasaan sehari-hari. Kerap kali orang berkata bahwa tak ada hal lain jang lebih gampang dari pada makan. Memang makan itu adalah suatu pekerdjaan jang sangat sederhana dan biasa sadja sebab itu, apa pula soalnja? Kita tidak menjadari, bahwa makan adalah suatu soal jang terpenting dalam penghidupan kalau tak dapat dipetjahkan akan mengakibatkan seluruh soal penghidupan djadi gagal penjelesaiannja. Soal pokok dalam Min-seng Chu I ialah soal makanan. Pepatah zaman dahulu mengatakan „Suatu bangsa memandang rakjatnja sebagai dasarnja; rakjat memandang makanan sebagai sorganja": pepatah ini menundjukkan bagaimana pentingnja soal makanan. Sebelum perang<noinclude>{{rh|San Min Chu I|||22}}</noinclude> sg1ax65u40mdthvh1kovunchh6qi3i9 Halaman:San min chu i.pdf/341 104 111823 310658 310596 2026-08-10T12:27:39Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310658 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||336}}</noinclude>madjukan marine perniagaan, dan untuk mendirikan segala matjam pabrik setjara besar-besaran, memindjam kapital asing itu adalah keharusan mutlak. Kalau ketiga industri besar ini ~ perhubungan dan pengangkutan pertambangan dan pabrik-pabrik ~ semuanja mulai madju di Tiongkok. penghasilan tahunan kita akan djadi besar sekali karenanja. Kalau industri-industri itu diusahakan oleh negara, hak² dan keuntungan-keuntungan jang dibawanja akan dirasakan oleh rakjat seluruhnja. Rakjat diseluruh negeri akan mendapat bahagian dalam keuntungan kapital dan tak akan menderita bentjana oleh kapital, seperti di-negeri asing, dimana kapital besar bertumpuk dalam tangan orang-orang partikulir. Bertumpuknja kapital dikalangan beberapa orang partikulir ini berarti banjak orang menderita sengsara perdjuangan klas akan menjala sebagai pertjobaan melenjapkan kesengsaraan itu. Dalam pemetjahan soal sosial, kita mempunjai tudjuan sama dengan negeri asing membikin tiap orang djadi puas dan berbahagia, bebas dari kesengsaraan jang disebabkan pembagian kekajaan dan harta benda jang tidak sama rata: jang senang kesenangan betul dan jang miskin kemiskinan betul. Kalau kita mentjoba melenjapkan kesengsaraan sematjam itu, kita menudju ke-kommunisme. Sebab itu kita tak dapat mengatakan bahwa teori kommunisme berbeda dengan Min-sheng Chu I kita. San Min Chu I kita berarti pemerintahan „dari rakjat, oleh rakjat dan untuk rakjat" ~ jakni suatu negara kepunjaan rakjat bersama, satu pemerintahan jang diawasi rakjat seluruhnja, dan hak-hak serta manfaat-manfaat bagi kenikmatan rakjat seluruhnja. Kalau keadaan ini mendjadi kenjataan, rakjat bukan sadja mendapat bagian setjara kommunis dalam produksi negara, tetapi mereka djuga mendapat bagian dalam segala sesuatu. Kalau rakjat telah membagi segala sesuatu dalam negara, barulah kita betul-betul sampai pada tudjuan Min-sheng Chu I, seperti djuga jang diharapkan oleh Kong Fu Tze sebagai „Ta Tung Sze Chie' atau „great commonwealth".<noinclude>{{rh|''10 Agustus 1924''}}</noinclude> rhh85hq9w100v8n5tqc4924xqse6its Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/40 104 111842 310679 310645 2026-08-10T13:05:02Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310679 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>lain tiada putusnja. Victor Hugo, penulis Perantjis jang masjhur tu, mengagungkan persambungan tingkatan² dalam Revolusi Perantjis dengan kata² : Pada satu {{illegible}}at-kalbu jang tidak kita ketahui. Mirabeau merasakan akan {{illegible}}ngnja Robespierre; Robespeierre merasakan Marat; Marat merasakan Hebert; Hebert merasakan Baboeuf". Marilah kita djuga mengagungkan semua tingkatan dalam Kebangunan kita itu. Marilah kita tidak mengagungkan muara sungai sadja, marilah kita mengagungkan seluruh sungainja! Disinilah tempatnja aku mengandjurkan kepada pemuda dan pemudi kita untuk lebih mengetahui sedjarahnja dan djasa²nja pemimpin² kita jang sudah mangkat. Banjak pemuda-pemudi kita jang tidak tahu siapa Tjokroaminoto, siapa Tjipto Mangunkusumo. siapa Kjai Dahlan, siapa Setiabudd. siapa Sutatmo Surjokusumo. Keadaan demikian itu harus diperbaiki selekas mungkin ! Panta Rei ! Tetapi, ja, sudah barang tentu, perbedaan azas antara partai² dan golongan² dizaman sebelum kemerdekaan itu tentu ada. Sudah barang tentu sedari mulanja ada diversiteit dialam kebangunan kita. Ada aliran nasionalistis. ada aliran sosialistis, ada aliran keigamaan, seperti sekarang. Dan sudah bareng tentu pula terutama sekali perbedaan taktik-melawan-pendjadjahanlah sering menimbulkan perselisihan dan perpisahan. Politik antitese contra politik assosiasi. non-cooperation versus cooperation. Tetapi Wahju Persatuan selalu menang. P.P.P.K.I. mengatasi perpetjahan. GAPI pun mengatasi perpetjahan, Dan persatuan itu semakin rapat, tiap² kali perdjoangar mendekati sesuatu klimaksnja. Demikian dizaman Belanda, demikian di- zaman Djepang. Demikian pula dizaman sesudah Proklamasi, sebelum kedaulatan kita diakui oleh Belanda dan dunia internasional. Pada tanggal 27 Desember 1949 selesailah separoh daripada tudjuan perdjoangan kita, dan mulailah perdjoangan jang separoh lagi. jang memang baru mungkin peleksanaannia, manakala bagian pertama telah selesai. Kini kemerdekaan tanah-air kita — ketjuali Irian — telah tertjapai; kini perdjoangan menggugurkan kolonialisme ditanah air kita ketjuali — Irian — telah selesai. Tetapi apa jang kita lihat?<noinclude>{{rh|||41}}</noinclude> 1xo2i4xv8wdk1yzvt7ziziob4ozz19p Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/62 104 111844 310648 2026-08-10T11:59:09Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310648 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>tingatan ketjerdasan para maha-siswa kita di Stovia, jang waktu itu merupakan perguruan bagi bangsa kita jang paling tinggi. Pada djaman itu sebenarnja dipelbagai kalangan diseluruh Djawa dan Madura sudah nampak tanda² kebangunan nasional; teristimewa di Jogjakarta dan Surakarta. Misalnja di Jogja ada suatu golongan orang² terkemuka, jang sibuk berusaha menjiapkan berdirinja „Studiefonds”. Diantaranja jang patut disebut jaitu: marhum ''Pangeran Notodirodjo'', marhum ''R. Dwijosewojo'', marhum ''Mas Budiardjo'', marhum ''R. Sosrosugondo'' dan lain², sedangkan pusat dari gerombolan itu bukan lain ialah ''M. Ng. Sudirolusodo alias Dokter Wahidin''. Untuk mempropagandakan berdirinja Studiefonds tadi, pada tahun 1906 dr. Wahidin mengelilingi seluruh Djawa, guna menarik perhatian ''para bupati dan orang² terkemuka''. Inilah sebabnja ada hubungan antara beliau dengan Sutomo dan Gunawan Mangunkusumo c.s. Dr. Wahidin sanggup „mengoper” gerakan nasional jang dimulaiakn para pemuda tadi, dan begitulah B.U. mendjadi perhimpunan besar dan umum, berdasarkan „nasional” dan menudju ke-arah „kemuliaan bangsa”; ditjiptakan oleh pemuda, dioper oleh kaum tua, lalu diselenggarakan bersama. Kongres para pemimpin, jang diadakan di Jogjakarta pada bulan-liburan Puasa tahun 1908, jang waktu itu disebut „Eerste Jong-Javanencongres”, sangat menarik perhatian umum. Bersuanja kaum tua dan kaum muda menimbulkan banjak pertentangan faham, sikap dan laku. Para pemuda dapat bantuan penuh dari beberapa kaum „setengah-tua” (diantaranja: marhum dr. Tjipto Mangunkusumo, Sutogo Wonobojo, Sumarsono alias „Ki Tjokrodirdjo” d.l.l. jang tidak kalah ber-kobar²nja semangat dengan para pemuda). Hasil dari pada pertentangan antara golongan „revolusioner nasionalis” dengan kaum „konservatif” ialah terbentuknja pengurus besar pertama jang bertjorak „koalisi”, sedangkan budi-Utomo, untuk seterusnja tetap bersifat „kulturil-nasional” dengan penuh „politieke ten-<noinclude> {{rh|64||}}</noinclude> jyyxmnqg3pjwwgit8mwaca6xtasokz3 310650 310648 2026-08-10T12:02:45Z Link PB 26772 310650 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>tingatan ketjerdasan para maha-siswa kita di Stovia, jang waktu itu merupakan perguruan bagi bangsa kita jang paling tinggi. Pada djaman itu sebenarnja dipelbagai kalangan diseluruh Djawa dan Madura sudah nampak tanda² kebangunan nasional; teristimewa di Jogjakarta dan Surakarta. Misalnja di Jogja ada suatu golongan orang² terkemuka, jang sibuk berusaha menjiapkan berdirinja „Studiefonds”. Diantaranja jang patut disebut jaitu: marhum ''Pangeran Notodirodjo'', marhum ''R. Dwijosewojo'', marhum ''Mas Budiardjo'', marhum ''R. Sosrosugondo'' dan lain², sedangkan pusat dari gerombolan itu bukan lain ialah ''M. Ng. Sudirolusodo alias Dokter Wahidin''. Untuk mempropagandakan berdirinja Studiefonds tadi, pada tahun 1906 dr. Wahidin mengelilingi seluruh Djawa, guna menarik perhatian ''para bupati dan orang² terkemuka''. Inilah sebabnja ada hubungan antara beliau dengan Sutomo dan Gunawan Mangunkusumo c.s. Dr. Wahidin sanggup „mengoper” gerakan nasional jang dimulaiakn para pemuda tadi, dan begitulah B.U. mendjadi perhimpunan besar dan umum, berdasarkan „nasional” dan menudju ke-arah „kemuliaan bangsa”; ditjiptakan oleh pemuda, dioper oleh kaum tua, lalu diselenggarakan bersama. Kongres para pemimpin, jang diadakan di Jogjakarta pada bulan-liburan Puasa tahun 1908, jang waktu itu disebut „Eerste Jong-Javanencongres”, sangat menarik perhatian umum. Bersuanja kaum tua dan kaum muda menimbulkan banjak pertentangan faham, sikap dan laku. Para pemuda dapat bantuan penuh dari beberapa kaum „setengah-tua” (diantaranja: marhum dr. Tjipto Mangunkusumo, Sutogo Wonobojo, Sumarsono alias „Ki Tjokrodirdjo” d.l.l. jang tidak kalah ber-kobar²nja semangat dengan para pemuda). Hasil dari pada pertentangan antara golongan „revolusioner nasionalis” dengan kaum „konservatif” ialah terbentuknja pengurus besar pertama jang bertjorak „koalisi”, sedangkan budi-Utomo, untuk seterusnja tetap bersifat „kulturil-nasional” dengan penuh „politieke {{hws|ten|tendenzen}}<noinclude> {{rh|64||}}</noinclude> 7jtzqq6jlavqo2oor94otpalqul3chb Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/63 104 111845 310649 2026-08-10T12:02:13Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310649 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|denzen|tendenzen}}". Berhubung dengan hebatnja pertentangan antara tua dan muda, maka marhum dr. Wahidin (saat itu beliau menangis) menolak, ketika dipilih mendjadi ketua. "Saja akan bekerdja, tidak sanggup memimpin", kata beliau. Tetapi kemudian beliau toh menerima kedudukan wakil-ketua; jang mendjadi pemimpin pertama ialah marhum bupati Karanganjar ''Tirtokusumo''. (Baik disini diperingati adanja opposisi jang sangat hebat pada Kongres jang ke-2, tahun 1909, di Jogjakarta djuga, jang menuntut turunnja Pengurus Besar; dari kaum-tua hanja dr. Wahidin jang dipertahankan oleh sajap-muda. "Sebagai ketua baru, dipilih marhum Pangeran Notodirdjo dari Pakualaman, jang sudah lama ber-sama² dengan dr. Wahidin melakukan persiapan untuk berdirinja "Studiefonds" dan kemudian berdirinja "Neutrale Schoolvereeniging". Salah satu sebab jang menimbulkan opposisi jang hebat itu, ialah karena ''pemerintah kolonial dapat berhasil menjelundupi gerakan nasional B.U.''). Mengingati peristiwa² tadi sungguh perlu bagi kita untuk dapat mengerti, apa sebabnja makin lama makin banjak kaum "revolusioner" meninggalkan organisasi B.U., lalu menggabungkan diri pada perhimpunan² baru jang kemudian menjusul, jaitu ''"Sarikat Islam"'' dan ''Indische Partij''; atau berdjoang sendirian selaku "wilde politici" (politicus bebas). Kaum-tua dan setengah-tua, jang berhaluan "kiri" dan masih terus berdjoang dalam kalangan B.U., ada pula; misalnja K.R.M.T.H. Wurjaningrat, R.M. Sutatmo Surjokusumo, R.M. Sutopo Wonobojo, R. Sumarsono Tjokrodirdjo, dan masih banjak lain²nja. Sesudah kita tahu, bahwa Budi-Utomo sebagai organisasi setjara modern jang pertama, sudah bertjorak politik (meskipun sifatnja kulturil), lagi pula mendjadi ''pangkalan pertama'' dari pada ''tjalon² pemimpin nasionalis-revolusioner'', maka tepat atau dapat diterimalah, apabila saat berdirinja B.U. pada hari 20 Mei 1908 itu kini dianggap "hari nasional". Malah sudah pada tahun 1918, ulang-tahun B.U. jang ke-10, oleh studenten<noinclude> {{rh|||65}}</noinclude> f7uzd5a20do7f4yq9aiddy3072ezqvt Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/64 104 111846 310651 2026-08-10T12:06:14Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310651 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>kita jang ada di Nederland diradjakan sebagai "hari nasional" djuga. Ketua Panitya adalah marhum dr. Tumbelaka jang waktu itu tinggal dinegeri Belanda untuk menjiapkan diri sebagai "specialist" dalam ib l penjakit urat-sjaraf. Meskipun B.U. itu bersifat "Jong-Javanenbond" (perhimpunan Djawa-muda) namun ta' boleh disebut "provincialistis". Djaman itu belum ada bentuk kebangsaan Indonesia wutuh, nama "Indonesia" pun belum dipakai, namun ''rasa-satu, rasa se-bangsa benarnja sudah ada''. Ini terbukti dengan adanja hubungan jang sangat baik antara B.U. dengan perhimpunan² di-daerah² diseluruh kepulauan Indonesia. jang kemudian menjusul. Menurut statutennja bahkan boleh B.U. menerima orang² sebagai anggauta, jang berasal dari Maluku, Sulawesi, Bali, Borneo, Sumatera dll. (Bukankah hingga kini masih ada perhimpunan² "Pasundan", Gerakan Rakjat Indonesia Sunda Ketjil, Pemuda Indonesia Maluku, Kebaktian Rakjat Indonesia Sulawesi dll. sebagainja?). Bukti jang njata tentang sifat B.U. jang tidak provincialistis itu ialah berfusinja B.U. dengan P.B.I. mendjadi "Parindra". Sesudah nama "Indonesia" disahkan oleh rakjat, maka dengan dipelopori oleh pemuda² kita, jang pada tahun 1929 bersumpah 'satu Negara, satu Bangsa, satu Bahasa'', dan melebur "Jong-Java", "Jong-Ambon", "Jong-Sumatranenbond" dll. sebagainja mendjadi "Indonesia Muda". Mulai saat itulah bentuk² kedaerahan baru dapat ditinggalkan. Sesudah B.U. lahir, maka rakjat nampak mulai bangun dan sadar. Banjak perkumpulan² didirikan, baik jang bertjorak agama, maupun sosial, ekonomi, kesenian, pendidikan, journalistick, olah raga, dll. sebagainja. Begitu djuga rakjat mulai memberanikan diri untuk mendirikan badan² perekonomian, seperti perseroan² dagang, tanggung-djiwa, creditbank, tabungan, pertanian dll. sebagainja. ''Tahun 1911; inilah tahun jang istimewa. Pada tahun itu timbul gerakan baru jang ingin mewudjudkan tjita² politik. Marhum Umar Said Tjokroaminoto jang berdjiwa nasionalis-islam-revolusioner, sesudah bertemu dengan Hadji Samanhudi''<noinclude> {{rh|66||}}</noinclude> fvu467h8w4ksvwu6t8p8hccdx1sahb9 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/65 104 111847 310652 2026-08-10T12:11:33Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310652 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>(jang waktu itu mempunjai perserikatan dagang, jang bernama "Sjarikat Dagang Islam", dan mempunjai tjorak Islam dan revolusioner djuga) dapat membentuk badan baru, jaitu "Sarikat Islam", jang dalam waktu jan pendek sadja dapat mengumpulkan anggauta² sedjumlah setengah djuta orang. Pemerintah kolonial sangat gelisah. Disamping penjelundupan atau "infiltrasi" biasa, pemerintah kolonial mengirimkan dr. A. Rinkes-nja (pembantu adviseur voor inlandsche zaken) kedalam lingkungan S.I. (Sarikat Islam). Kelak S.I. hanja dibolehkan berdiri setempat² lokal), jang tidak boleh saling berhubungan setjara "organisatoris". Tjokroaminoto cs. (pemimpin² lainnja misalnja ''H.A. Salim, Surjopranoto, Abdul Muis, marhum Sangadji, marhum H. Fachrudin, H. Samanhudi, marhum Sosrokardono'' dan banjak lain²nja), tak dapat digertak begitu sadja. Mereka lalu mendirikan perhimpunan baru jaitu C.S.I. berarti "Centrale Serikat Islam", dan jang mendjadi anggauta²nja ialah semua S.I. lokal. Pada waktu itu "Sarikat Islam" belum terus terang berwudjud "partai politik"; sifatnja ialah ''ke-agamaan, ke-ekonomian'', dan ''ke-sosialan'', jang ''bertjorak politik dan revolusioner''. Pada tahun 1912 lahir "Indische Partij" (terkenal dengan singkatannja "I.P."). jang didirikan oleh marhum E.F.E. Douwes Dekker, jang dizaman "Indonesia-Merdeka" terkenal dengan namanja: ''Dr. Danu Dirdjo Setyabuddy''. I.P. adalah partai politik jang pertama, jang didirikan se-mata² sebagai "partai politik". Tjita² I.P. ialah: ''Indonesia merdeka dan berdaulat, kewarga-negaraan setjara modern'' (tak mengingati asal kebangsaan apa, asalkan mengakui Indonesia sebagai negara dan kebangsaannja), demokratis ............. pendek kata seperti sifat serta bentuk negara kesatuan kita "Republik Indonesia" sekarang. Pada 18 Agustus 1913 tiga orang pemimpin I.P., jaitu ''Douwes Dekker, Dr. Tjipto Mangunkusumo'' dan ''Suwardi Suryaningrat'' di-interneer, ber-turut² ke Timor Kupang, Banda Neira dan Bangka. Akan tetapi mereka dibolehkan meninggalkan tanah-airnja, djadi setjara "externeering" manasuka. Disinilah terdjadi peristiwa jang sangat mengharukan. Anggauta² Budi-Utomo dan Sarikat Islam, menganggap korban²<noinclude> {{rh|||67}}</noinclude> ftnmvrrg2hqpw9473p3d0cw0i39pjdm Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/66 104 111848 310653 2026-08-10T12:22:44Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310653 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>jang pertama (sedjak 1908) itu, sebagai pengorbanan mereka sendiri. Segera mereka mengumpulkan uang untuk memungkinkan „tiga-serangkai” driemanschap I.P. itu menghindarkan „interneering”-nja dan pergi keluar-negeri, agar disana mereka nanti dapat meneruskan aksinja kearah kemerdekaan Indonesia. Begitulah DD., Tjip dan Suwardi dengan segenap keluarganja tg. 6 September 1913 dapat berangkat dari Tandjung Priuk, menudju ke Nederland. Jang mendjadi sebab pemerintah kolonial menggunakan „exorbitanterecht”-nja ialah karena Suwardi Suryaningrat menulis brosurnja „Als ik eens Nederlander was!” *) Termuat dibagian belakang. baik naskah aslinja maupun terdjemahannja. untuk memprotes akan diadakannja ''perajaan Kemerdekaan Nederland 100 tahun'' (dari penindasan Perantjis dalam zaman Napoleon pada tahun 1813). Untuk perajaan itu rakjat sampai di-desa², diharuskan mengumpulkan uang guna membiajai „onafhankelijkfeesten” Belanda itu. Sambil berprotes Panitya Nasional jang didirikan oleh S. Suryaningrat di Bandung itu, menuntut adanja Parlement. „Indische Party” kemudian dilarang, lalu semua anggautanja masuk kedalam organisasi jang telah mempunjai hak „rechtspersoon”, jaitu „Insulinde”, tetapi hanja untuk sementara, karena „Insulinde” bukan badan politik. Setelah dr. Tjipto dibolehkan pulang kembali pada tahun 1914 (karena sakit), maka dibentuk organisasi baru dengan nama N.I.P. (Nasional Indische Partij), partai mana pada tahun 1922 dilarang lagi oleh pemerintah kolonial. Putjuk pimpinan N.I.P. memutus: <ol type="a"> <li>tidak mendirikan partai baru;</li> <li>mengandjurkan sekalian anggautanja memasuki suatu partai kepunjaan rakjat, jang ada (B.O., S.I., P.K.I. dll). atau pada umumnja melakukan usaha atau berdjuang jang bersifat nasional.</li> </ol> Tjipto terus berdjoang dalam lapangan politik setjara bebas serta meneruskan penerbitannja harian dalam bahasa Djawa ''„Panggugah”'' di Solo; DD. mendirikan „Ksatryan-instituutnja” di Bandung dan Suwardi Suryaningrat „Taman-Siswa”-nja di Jogjakarta.<noinclude>*) Termuat dibagain belakang, baik naskah aslinja maupun terdjemahannja {{rh|64||}}</noinclude> mg5imo5o48byw1fnov0y2ttw8y4z4hv Halaman:080 Loda.djvu/4 104 111849 310655 2026-08-10T12:25:22Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 310655 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 241. nāuru<br> 242. ngòwědjėka<br> 243. nauru<br> 244. ma nauru<br> 243/<br> 244. ma nāuròka<br> 245. ngowědjėka<br> 246. ma ngowědjėka<br> 245/<br> 246. ma ngowědjėkaka<br> 248/<br> 249. djodjaru<br> 250. ngòwaka nāuru<br> 252. ngòawaka ngòwědjėka<br> 255. àma<br> 256. ina-ngina<br> 257. ngòwaka o / (mo)ririaka<br> 258. ngòwaka o / (mo)nonongoru<br> 257/<br> 258. ngòwaka<br> 261. ngòwaka nāuru<br> 262. ngòwaka ngòwědjėka<br> 263. ĕté<br> 264. èdjé-ngèdjé<br> 266. topòra<br> 267. gò'i djodjòma<br> 268. īrànga <18><br> 269. bīrànga <19><br> 270/<br> 271. rīaka<br> 272/<br> 273. nongoru<br> 274. dānongo<br> 276. èpé<br> 277. àma riàka<br> 278. djódjo<br> 282. ōa<br> 283. ngina riaka<br> 284. djòdjo<br> 287/<br> 289. riaka<br> 288/<br> 290. nongoru {{multicol-break}} 287-<br> 290. iranga <20><br> 291/<br> 293. riaka<br> 292/<br> 294. nongoru<br> 291-<br> 294. biranga <21><br> 297/<br> 298. dorōata, dūnungu <22><br> 299. dorōata<br> 300. dunungu - ngooa<br> 302/<br> 303. ngŏwaka-bobaw<br> 304. àma bobau-ngina bobaw<br> 305. ngòwaka-dowa<br> 306-<br> 309. géri, dāuru <23><br> 311-<br> 314. <24><br> 315. gia-nongoru<br> 316. njawa ma somŏa<br> 317. ròkata<br> 318. wědjėka<br> 320. dodiawo - bobàpo<br> 324. njawa ma somōa<br> 326. tònaka<br> 327. dòku - limāu<br> 329. dòku<br> 330. kawàsa - njawa<br> 331. djo gogumātoré <gogumāteré?><br> 332. panawa<br> 333. kōbiri ma bētongo<br> 338. djodjīra<br> 339. sồnèngè ī kulai<br> 340. gòmanga - wònge - - djīni<br> 341. <25><br> 342. tōkata<br> 343/<br> 344. njawa<br> 345. <26><br> 347. pudji <27><br> 351. lèfo<br> 352. hūrufu {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> t747qps0vec9tb21idmxve2nil1pmol 310656 310655 2026-08-10T12:25:44Z Thersetya2021 15831 310656 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 241. nāuru<br> 242. ngòwědjėka<br> 243. nauru<br> 244. ma nauru<br> 243/<br> 244. ma nāuròka<br> 245. ngowědjėka<br> 246. ma ngowědjėka<br> 245/<br> 246. ma ngowědjėkaka<br> 248/<br> 249. djodjaru<br> 250. ngòwaka nāuru<br> 252. ngòawaka ngòwědjėka<br> 255. àma<br> 256. ina-ngina<br> 257. ngòwaka o / (mo)ririaka<br> 258. ngòwaka o / (mo)nonongoru<br> 257/<br> 258. ngòwaka<br> 261. ngòwaka nāuru<br> 262. ngòwaka ngòwědjėka<br> 263. ĕté<br> 264. èdjé-ngèdjé<br> 266. topòra<br> 267. gò'i djodjòma<br> 268. īrànga <18><br> 269. bīrànga <19><br> 270/<br> 271. rīaka<br> 272/<br> 273. nongoru<br> 274. dānongo<br> 276. èpé<br> 277. àma riàka<br> 278. djódjo<br> 282. ōa<br> 283. ngina riaka<br> 284. djòdjo<br> 287/<br> 289. riaka<br> 288/<br> 290. nongoru {{multicol-break}} 287-<br> 290. iranga <20><br> 291/<br> 293. riaka<br> 292/<br> 294. nongoru<br> 291-<br> 294. biranga <21><br> 297/<br> 298. dorōata, dūnungu <22><br> 299. dorōata<br> 300. dunungu - ngooa<br> 302/<br> 303. ngŏwaka-bobaw<br> 304. àma bobau-ngina bobaw<br> 305. ngòwaka-dowa<br> 306-<br> 309. géri, dāuru <23><br> 311-<br> 314. <24><br> 315. gia-nongoru<br> 316. njawa ma somŏa<br> 317. ròkata<br> 318. wědjėka<br> 320. dodiawo - bobàpo<br> 324. njawa ma somōa<br> 326. tònaka<br> 327. dòku - limāu<br> 329. dòku<br> 330. kawàsa - njawa<br> 331. djo gogumātoré <gogumāteré?><br> 332. panawa<br> 333. kōbiri ma bētongo<br> 338. djodjīra<br> 339. sồnèngè ī kulai<br> 340. gòmanga - wònge - djīni<br> 341. <25><br> 342. tōkata<br> 343/<br> 344. njawa<br> 345. <26><br> 347. pudji <27><br> 351. lèfo<br> 352. hūrufu {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 4ee9iqlgjionqw5c2sy86gvyfsmlx8w Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/67 104 111850 310657 2026-08-10T12:27:28Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310657 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Sesudah B.U., S.I. dan I.P., sebagai organisasi² jang pokok, melakukan perdjoangan jang pertama, menjusul lambat laun kesedaran serta keinsjafan, jang menjebabkan timbulnja "differensiasi". ''Para pemuda'' mendirikan organisasi² umum: ''"Tri-Koro-Darmo"'' di Djawa, jang kelak mendjadi ''"Jong-Java"''; menjusul ''"Jong Sumatranenbond"'', lalu ''"Jong-Ambon"'', tak ketinggalan ''"Jong-Islamietenbond"'' dll., jang pada tahun 1929 berfusi mendjadi ''"Indonesia Muda"''. Djuga kepanduan tumbuh dengan subur. Meskipun ada jang menjeburkan diri dalam N.I.P.V. (''Nederlandsch Indische Padvinders Vereeniging'') namun kebanjakan ingin mempunjai organisasi kepanduan sendiri jang berdjiwa nasional. Berdirilah I.N.P.O. (''Indonesisch Nationale Padvindersorganisatie'') jang didirikan antaranja oleh Sdr. ''Usman Sastroamidjojo'' (Mr. Usman kini pegang djabatan penting dalam Kementerian Luar-negeri); kemudian timbul K.B.I. (Kepanduan Bangsa Indonesia); S.I.A.P. (''S.I. Afdeling Pandu''); Kepanduan Katholik dll. ''Perhimpunan² sosial'' senantiasa pesat kemadjuannja. Jang berdasar agama adalah misalnja ''"Muhammadijah"'' dengan ''"Aisijah"''-nja dibawah pimpinan marhum ''Kjai H. Ahmad Dahlan'' dan marhum ''Njai Dahlan''; achirnja disusul oleh berbagai perhimpunan Islam lain²nja. Semuanja mempunjai bagian usaha perguruan. Dalam soal usaha ''pendidikan'' jang berdasar kebudajaan bangsa jang paling terkenal ialah ''Taman Siswa'' dengan sjstimnja pendidikan dan organisasi jang istimewa, didirikan, pada 3 Juli 1922 di Jogjakarta oleh Suwardi Surjaningrat, jang sedjak ia berusia 40 tahun berganti nama ''Ki Hadjar Dewantoro''. Usaha² perguruan lain²nja ada pula, diantaranja ''"Adhi-Darmo", "Neutrale Schoolvereeniging", "Islamijah" ''dan banjak lagi lain²nja. Di Sumatera jang sangat terkenal ialah I.N.S. (''Indonesisch Nederlandse School'') jang didirikan oleh ''Mohamad Sjafei'' di Kajutanam, dengan sistimnja pendidikan "beladjar dan kerdja" (Arbeitschule). Selain itu ada pula perguruan² Islam, diantaranja perguruan "Adabiah" jang didirikan oleh perkumpulan "Sjarikat Usaha" di Padang. Djuga perguruan Islam puteri,<noinclude> {{rh|||69}}</noinclude> 9mbyyf4t96ewt5guczvz3l9botz9rju Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/68 104 111851 310659 2026-08-10T12:31:07Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310659 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>sekolah „Diniah“, jang dipimpin oleh ''Entjik Rahman El Junusiah'' di Padang-Pandjang; dan banjak lagi lain²nja. Para wanita ta' suka tinggalan; banjak organisasi² wanita berdiri (diantaranja „Wanito-Utomo“ dengan pemimpin²nja jang terkenal: njonja² Sukonto, Abdulkadir, Gondoatmodjo dll. di Jogjakarta); „Isteri Sedar“, dipimpin oleh Njonja Suwarni Pringgodigdo, Njonja Sunarjati Sukemi dll. Berdiri pula „Isteri Indonesia“ dan lain² perhimpunan wanita diseluruh kepulauan kita. Perhimpunan² itu kemudian berfederasi dalam P.P.I. (''Perikatan Perempuan Indonésia'') jang kemudian mendjadi P.P.I.I. (''Perikatan Perhimpunan Istri Indonesia'') jang didirikan pada tahun 1927 di Jogjakarta. Differensiasi pergerakan rakjat kita jang paling penting ialah tumbuhnja ''Sarikat-sarikat Buruh'', jang pada umumnja dipimpin oleh kaum S.I. (Surjopranoto, Sosrokardono, Semaun, Alimin, Darsono dll.) Pada periode itu djuga mulai tersebarnja benih² sosialisme dengan aksinja jang hebat dan berpusat di Semarang: I.S.D.V. (''Indische Sociaal-democratische Vereeniging'') dibawah pimpinan Ir. Baars, H. Sneevliet dll. jang kemudian mendjadi P.K.I. (''Partai Komunis Indonésia'') dengan S.R. (''Sarikat Rakjat'') sebagai „onderbouw“-nja (lapisan bawah). Berhubung dengan timbulnja perselisihan² dan perpetjahan² maka sementara kali dilakukan usaha² untuk mempersatukan tenaga, jang dianggap perlu untuk mempertahankan kepentingan-kepentingan rakjat. „Radicale Concentrasi“ dibentuk, P.P.P.K.I. (''Permufakatan Partai² Politik Kebangsaan Indonésia'') untuk memusatkan aksi partai-partai politik (di Surabaja). Di Surabaja marhum dr. Sutomo c.s. mendirikan „Studieclub“ jang sebenarnja adalah suatu bibit partai politik. Kemudian „Studieclub“ itu mendjadi P.B.I. (''Persatuan Bangsa Indonesia''), jang kelaknja berfusie dengan B.U. lalu mendjadi „Parindra“ (''Partai Indonésia Raja''). Partai ini mementingkan kebudajaan dan ''ke-ekonomian'' di samping politik. Disinilah berkumpulnja<noinclude> {{rh|70||}}</noinclude> soc5hresc5v2mm6vdzctw3s3r54y3xx Halaman:080 Loda.djvu/5 104 111852 310660 2026-08-10T12:35:20Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 310660 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 353. kārětàsi<br> 354. sūrati<br> 355. buku<br> 356. ngadjé-ngadjé<br> 358. gugulè ma bêtongo<br> 359. lugo<br> 365. kawàsa<br> 366. sòrōga<br> 367. sinia dja lò'a<br> 368. dosa - sala (dorōu dj'ākana)<br> 370. bobòso<br> 371/<br> 372. <28><br> 374. sigi, salu <29><br> 375. djéré - karāmàti<br> 377. bitjara ma wola<br> 378. Kolano<br> 381. kapita<br> 382. tōkata ma ngīi<br> 386. <30><br> 389. bi dīmono<br> 390. surudado <31><br> 391. ū tungu <ūtungu?><br> 392. rugi - bodito<br> 393. njawa dja lolòa<br> 394. gīlàlongo<br> 396. doku ma pītua - biàsa<br> 397. sasala<br> 399. hūkumu<br> 400. sala ma bobangu<br> 401. sūkisi<br> 402. hūkimu<br> 404. sōnèngē ma kapàlang<br> 407/<br> 408. modjòka (kawǐ)<br> 410. i ma kohōluku<br> 411. dūgala<br> 412. (wo) dja si katārunu<br> 413. ngōwaka (si ngōwaka)<br> 415. sūdàli<br> 418. tjakaība - tākisuma {{multicol-break}} 419. arabàbu<br> 420. bangséli<br> 421. ridāmunu<br> 422. arabana<br> 424. līwanga<br> 428. hia-hia <32><br> 430. tjumu-tjumu<br> 432. ule<br> 433. bobulutu<br> 437. wōla<br> 438. dadaru<br> 440. wōnata (ma)<br> 445. kàtu <33><br> 446. tōraka<br> 449. ngōrama<br> 451. djangèla<br> 452. libuku<br> 453/<br> 454. ngutè<br> 458/<br> 459. běbèno<br> 461. ngàsuku<br> 462. dūmunu<br> 464. guba<br> 465. ngi'i<br> 468. djongutu - tīkari<br> 469. gogĕrėna<br> 470. dangiri<br> 472. dūmunu<br> 474. sosakāi<br> 475. uku<br> 476. i tino <34><br> 477. uku wo sitāulu<br> 478. uku wa tiōdoka<br> 482. djòwo<br> 483. kawo<br> 484. gòta<br> 485. silo dja tūpuku<br> 486. silo dja sōnèngè<br> 487. <35><br> 489. suku-pàpa {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 0emdcrki0dkfz1dd7u8zx75kd5pzfnx Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/69 104 111853 310661 2026-08-10T12:35:54Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310661 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>''pemimpin² Wurjaningrat, Dr. Radjiman Wedyodiningrat'' marhum, dari B.U., ''H.M. Thamrin dari „Kaum Betawi"'', marhum, ''Mr. Singgih, Sundjoto, Sukardjo Wirjopranoto'' dan banjak lain-lainja. Mereka jang merasa lebih radikal dari pada kaum „moderate" jang masuk kedalam „Parindra", mendirikan partai baru jang se-mata² mementingkan perdjoangan politik. Dibawah pimpinan umum Ir. Soekarno berdirilah P.N.I. (''Partai Nasional Indonésia''); pemimpin² lainnja ialah drs. ''Moh. Hatta, mr. Sartono, mr. Sujudi, mr. Ishak Tjokroadisurjo, Sjahrir, Amir Sjarifuddin, mr. Moh. Yamin dll''. Kemudian P.N.I. petjah mendjadi dua, jaitu ''„Partindo"'' (''Partai Indonésia'') dan jang lain terus memakai singkatan P.N.I., tetapi lengkapnja berbunji ''„Pendidikan Nasional Indonésia"'' : biasanja menamakan golongannja dengan nama „Pendidikan". Ir. Soekarno, mr. Sartono, mr. Sujudi dll. masuk kedalam „Partindo", sedangkan Hatta, Sjahrir dengan kawan²-nja sefaham memilih „Pendidikan". Ada pula gorombolan, djuga dari petjahan P.N.I. lama, jang kemudian mendirikan partai sendiri, jaitu ''„Gerindo"'' (''Gerakan Rakjat Indonésia''), jang dipimpin misalnja oleh ''mr. Amir Sjarifudin, mr. Moh. Yamin, S. Mangunsarkoro'' dll. Dalam keadaan jang begitu mudah dimengerti timbulnja beberapa perselisihan² pula; pun dirasanja perlu mengadakan pemusatan tenaga, ''„Gappi"'' dibentuk (''Gabungan Partai Politik Indonésia''); gerakan ''„Indonésia Berparlement"'' dilakukan dsb. Perserikatan² jang berusaha dalam lapangan ''Kebudajaan'', makin lama makin tambah djumlahnja. Di-mana² timbul gerakan kesenian, baik jang nasional maupun jang bersifat umum; ada jang traditioneel, ada pula jang revolusioner, misalnja gerombolan „Pudjangga Baru" dengan pemimpin²-nja ''mr. Sutan Takdir Alisjahbana, Armijn Pane'' dll. Patut disebutkan pula adanja gerakan² pemuda jang merupakan masjarakat mahasiswa, sesudah di Djakarta tjukup djumlah anggauta²nja. U.S.I., (''Unitas Studiosorum Indonesiensis'') berdiri, sedangkan kemudian mereka jang berfaham nasionalistis<noinclude> {{rh|||71}}</noinclude> r43hysi3901smpcr6ddery8lfl6dlic Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/70 104 111854 310664 2026-08-10T12:39:40Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310664 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>radikal, mendirikan P.P.P.I. (''Persatuan Peladjar-Peladjar Indonésia''). Dilapangan journalistik terdapat pula kemadjuan jang pesat. Dulu, kira² tahun 189_ di Jogjakarta dan Solo sudah ada surat² berkala di Jogja „Retnodumilah” jang dipimpin oleh marhum ''dr. Wahidin Sudirohusodo''; di Solo „Djawi-Kondo”, „Bramartani” dll. Semuanja masih bertjorak kesusasteraan. Kira² pada tahun berdirinja B.U. ada seorang wartawan modern, jang menarik perhatian karena lantjarnja dan tadjamnja pena jang ia pegang. Jaitu marhum ''R.M. Djokomono'', kemudian bernama ''Tirtoadisurjo'', bekas murid Stovia jang waktu itu bekerdja sebagai redacteur harian „Bintang Betawi” (jang kemudian bernama „Berita Betawi”), lalu memimpin redaksi „Medan Prijaji” dan „Suluh Pengadilan”. Beliau boleh disebut „pelopor” dalam lapangan journalistik. Selangkah demi selangkah kewartawanan dapat kemadjuan dan jang achir² ini dengan amat pesat, hingga membutuhkan „Kantor Berita” sendiri (''Antara''), dan dalam saat peralihan, disekitar 17 Agustus 1945, dapat mengusahakan suatu badan-berita setjara besar-besaran, jang berhubungan langsung dengan luar-negeri. Tjukup sekianlah ichtisar kisah pergerakan rakjat kita, dengan kemadjuannja sedjak berdirinja B.U. tg. 20 Mei 1908, ichtisar mana pasti djauh dari pada lengkap, karena banjak jang tidak bersandar „dokumentasi”, hanja berupa kenang-kenangan dari satu orang sadja. Hendaknja para pemimpin² tua lainnja, suka melengkapkan kisah² tadi, teristimewa jang berhubungan dengan lingkungan² mereka masing². Karena pergerakan rakjat kita sedjak 20 Mei 1908 itu menudju kearah kemerdekaan nusa dan bangsa Indonésia, maka sebenarnja pada hari 17 Agustus 1945 sudah selesailah pergerakan itu. Tudjuan jang terakhir sudah tertjapai. Ini tidak berarti selesai nja „perdjuangan”. Pertama kali haruslah diingati, bahwa untuk membangun negara kita, jang baru berdiri dan dalam segala hal masih dalam keadaan sangat sederhana itu, memerlukan perdjuangan. ''Kedua kalinja'' tak sekali-kali boleh dilupakan, bahwa pendjadjahan jang tidak kurang dari 3½ abad lamanja<noinclude> {{rh|72||}}</noinclude> 6wzz7frl97lwjsquabbx7n1r53b32lb Halaman:San min chu i.pdf/343 104 111855 310665 2026-08-10T12:39:50Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310665 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||338}}</noinclude>Eropah, ahli-ahli negara diberbagai-bagai negeri tak mau mengatjuhkan soal makanan. Tetapi kita sebagai penonton perang Eropah, sedjak sepuluh tahun berselang telah mulai menjelidiki sebab-sebabnja Djerman dapat dikalahkan dalam perang itu. Ketika Perang Eropah berketjamuk dengan hebatnja, Djerman adalah dipihak jang menang. Musuh bentuk apapun dihadapinja ~ barisan djalan kaki, barisan meriam, barisan berkuda, kapal-kapal perusak, kapal-kapal selam, segala matjam kapal perang, dan segala matjam pesawat udara ~ Djerman selalu memperoleh kemenangan. Sedjak mulai sampai waktu itu Djerman belum pernah kalah bertempur. Akan tetapi perang Eropah itu berachir dengan kekalahan jang berat bagi Djerman. Apakah sebabnja? Karena kesukaran barang makanan. Pelabuhan-pelabuhan Djerman dikurung Tentara Serikat; persediaan barang makanan Djerman lama-kelamaan makin berkurang dan achirnja rakjat dan tentara tak dapat barang makanan dan hampir mati kelaparan. Sudah tentu mereka tak tahan dalam keadaan sedemikian untuk selamanja, dan achirnja mereka kalah. Hal ini menundjukkan bahwa soal makanan berhubungan penting dengan kehidupan dan adanja suatu negara. Amerika Serikat sekarang memegang pimpinan didunia dalam persediaan barang makanan. Setiap tahun Amerika Serikat mengirim barang-barang makanan untuk menuhing Eropah. Selain Amerika Serikat djuga Rusia dengan daerahnja jang lebar serta penduduknja jang sedikit, dapat mengeluarkan banjak barang makanan. Bagi negeri-negeri lain, seperti Australia, Canada dan Argentinia di Amerika-Selatan, barang makanan itu adalah sumber besar bagi kekajaan nasional: sebab sedjumlah besar barang makanan setiap tahun didjualnja keluar untuk memenuhi kekurangan dinegeri-negeri lain. Tetapi diwaktu perang Eropah, banjak kapal jang biasanja dipergunakan untuk mengangkut gandum. diambil oleh pemerintah dan didjadikan kapal pengangkut tentara. Kekurangan kapal dagang lalu terasa; Australia, Canada, Argentinia dan negeri-negeri lain tak dapat mengekspor kelebihan makanan mereka ke Eropah dan achirnja bangsa Eropah menderita kekurangan makanan. Untung Tiongkok tak mengalami bandjir besar atau musim kering selama<noinclude></noinclude> e040ij70p5yq8st0uu1gfh0qeh3gwpu Halaman:San min chu i.pdf/344 104 111856 310666 2026-08-10T12:42:21Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310666 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||339}}</noinclude>perang Eropah kaum tani selalu memperoleh hasil baik dan itulah sebabnja Tiongkok tak mengalami bahaja kelaparan. Kalau Tiongkok diwaktu itu ditimpa bandjir seperti tahun ini dan tanaman petani gagal, sudah tentu Tiongkokpun akan kekurangan barang makanan. Terbebasnja Tiongkok dari bahaja kekurangan makanan semasa perang adalah suatu karunia alam. Didunia ini ada beberapa negeri jang tjukup menghasilkan barang makanan bagi dirinja sendiri, tetapi banjak jang tidak. Kepulauan Inggeris misalnja, hanja dapat menghasilkan barang makanan tjukup untuk selama tiga bulan dari keperluan setahun; makanan untuk sembilan bulan selebihnja harus diimpor dari negeri² lain. Dalam saat-saat terhebat dari perang Eropah, sewaktu kapal-kapal selam Djerman memblokir pelabuhan-pelabuhan Inggeris, hampir Inggeris kelaparan. Djuga pulau-pulau Djepang di Timur tak tjukup menghasilkan barang makanan untuk dimakan sendiri tiap-tiap tahun tetapi kekurangan Djepang tak begitu banjak seperti kekurangan Inggeris. Djepang dapat menghasilkan barang makanan untuk rakjatnija buat sebelas bulan dari keperluan setahun: djadi hanja satu bulan sadja kekurangan barang makanan. Persediaan makanan Djerman tjukup untuk keperluan sepuluh bulan: djadi kekurangan barang makanan buat dua bulan. Dikalangan bangsa-bangsa jang berdjumlah sedikit di Eropah, banjak jang tak tjukup menghasilkan barang makanan. Persediaan barang makanan Djerman tak mentjukupi dalam keadaan biasa; selama perang waktu banjak petani djadi tentara, dan produksi berkurang, makin besarlah kekurangan makanan itu. Itulah sebabnja perang besar jang empat tahun lamanja itu berachir dengan kekalahan Djerman. Tuan-tuan dapatlah mengerti apa sebabnja amat penting soal makanan suatu bangsa. Gampang sekali menjelesaikannja, kalau seorang atau satu keluarga kekurangan makanan, tetapi kalau satu bangsa, seperti Tiongkok dengan empat ratus djuta rakjatnja jang kekurangan barang makanan, sudah tentu soal ini djadi sangat sulit dan susah sekali menjelesaikannja. Apakah persediaan barang makanan Tiongkok sesungguhnja tjukup atau tidak? Apakah bangsa Tionghoa tjukup makanannja? Propinsi Kwantung mengimpor seharga $ 70.000.000. barang makanan setiap tahun. Kalau beras satu bulan sadja tak<noinclude></noinclude> d0c5h7epngl3xg1sg9owcg2j9aafiu2 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/71 104 111857 310667 2026-08-10T12:43:05Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310667 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>itu, tidak mungkin dapat musnah sekaligus, hanja dengan "proklamasi" sadja. Sisa-sisa keadaan dan tenaga² kolonial, sisa² djiwa dan suasana pendjadjahar barang tentu masih ada; baik karena kekuasaan tradisi, maupun karena dengan sengadja dan mungkin dengan siasat² jang tertentu. Nederland tidak akan menjerahkan kedudukannja sebagai "pemilik" Indonésia jang kaja raja itu dengan suka-rela, dengan ichlas dan ridla. Boleh dipastikan, Belanda akan mempertahankan kedudukannja itu dengan mati-matian, mungkin dengan bantuan dari negara² Barat lainnja, jang banjak sedikit akan ikut tanggung rugi. Untuk menghadapi itu semua, perlulah pula rakjat kita terus siap sedia, untuk meneruskan perdjoangannja, djuga setjara mati-matian. Dugaan-dugaan itu dibenarkan oleh kenjataan²nja. Djaman ''Linggadjati'' datang dengan tjampur tangannja Luar Negeri. Terbukalah pintu untuk kembalinja pendjadjahan, sekalipun setjara "semi-kolonial". Sebagai akibat mutlak timbullah "perang kolonial" jang ke-I. Pihak Luar-Negeri merasa perlu pula untuk bertjampur-tangan dan menekan dan memaksa terlaksananja ''"persetudjuan Renville"''. Timbullah "perang-kolonial" jang ke-II. Atas putusan "Persatuan Bangsa-Bangsa" datanglah djaman K.M.B. dengan persetudjuannja, jang seperti persetudjuan² "Linggadjati" dan "Renville", hanja dapat disahkan sebagai persetudjuan jang berdasar "compromis". Sjukurlah Tuhan tetap terus melindungi kita. ''Tentara Nasional'' kita, ber-sama-² dengan ''para pemuda'', bahkan dengan seluruh rakjat dapat merupakan ''"tentara-gerilja"'', jang amat ditakuti oleh Belanda dan kawan²nja Luar Negeri. Segala apa jang ditjiptakan oleh pihak Belanda, perpetjahan dan perpisahan rakjat, berdirinja daérah² dan negara² bagian diseluruh Indonésia, kemudian runtuh semua. Pada saat ini boleh dikata, bahwa Negara Kesatuan menurut proklamasi 17 Agustus dalam dasarnja sudah pulih kembali. Ini semua adalah buah daripada siap sedianja rakjat kita, untuk meneruskan perdjoangannja, setjara mati²an. Dan inilah buah pemeliharaan serta latihan semangat perdjoangan, sedjak 20 Mei 1908, empatpuluh empat tahun jang lampau...<noinclude> {{rh|||73}}</noinclude> tvi8m2jrcvwfjdgvby7anfrdqkjeq6i Halaman:San min chu i.pdf/345 104 111858 310668 2026-08-10T12:43:28Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'didatangkan. Kwantung akan gempar oleh bahaja kelaparan; ini bukti, bahwa Kwantung tak tjukup persediaan barang makanannja. Kita hanja membitjarakan Kwantung, tetapi djuga banjak propinsi-propinsi lain menghadapi keadaan sematjam itu. Daerah Tiongkok djauh lebih besar dari Amerika Serikat dan penduduknja tiga-empat kali lebih banjak dari penduduk Amerika Serikat; tetapi persediaan makanan kita sudah tentu tak dapat menandingi Amerika Serikat. Ma... 310668 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh||340}}</noinclude>didatangkan. Kwantung akan gempar oleh bahaja kelaparan; ini bukti, bahwa Kwantung tak tjukup persediaan barang makanannja. Kita hanja membitjarakan Kwantung, tetapi djuga banjak propinsi-propinsi lain menghadapi keadaan sematjam itu. Daerah Tiongkok djauh lebih besar dari Amerika Serikat dan penduduknja tiga-empat kali lebih banjak dari penduduk Amerika Serikat; tetapi persediaan makanan kita sudah tentu tak dapat menandingi Amerika Serikat. Marilah kita adakan perbandingan dengan bangsa-bangsa Eropah. Persediaan barang makanan Djerman tak mentjukupi. achirnja kelaparan berdjangkit dalam negeri dua atau tiga tahun sesudah petjahnja perang. Persediaan makanan Perantjis tjukup: di- waktu damai makanannja tjukup dan tak usah bergantung pada barang-barang makanan jang diimpor. Bandingkanlah Tiongkok dengan Perantjis: rakjat Perantjis empat-puluh djuta, rakjat Tiongkok empat ratus djuta; besarnja Perantjis kira-kira seperdua puluh luasnja tanah Tiongkok. Djadi rakjat Tiongkok ada sepuluh kali lebih banjak dari pada rakjat Perantjis, sedangkan luas tanahnja ada dua puluh kali lebih besar dari daerah Peran- tjis: tetapi empat puluh djuta bangsa Perantjis dengan daerahnja seperdua puluh tanah Tiongkok dapat menghasilkan barang ma- kanan tjukup untuk diri sendiri dengan mempergunakan tjara-tjara teratur dalam pertanian. Kalau Tiongkok jang besarnja duapuhih kali dari besarnja Perantjis mengikuti teladan Perantjis, mema- djukan pertanian dengan intensif dan melipatgandakan produksi- nja, sudah tentu kita dapat menghasilkan sedikitnja dua puluh kali banjaknja makanan di Perantjis. Perantjis sekarang memberi makanan tjukup kepada empat puluh djuta rakjatnja; djadi Tiong- kok akan dapat memberi makanan sekurang-kurangnja kepada de- lapan ratus djuta orang. Bukan sadja seluruh rakjat negeri sendiri akan bebas dari bahaja kelaparan. tetapi akan terdapat pula kelebihan barang makanan jang dapat kita bagi-bagikan untuk kebutuhan negeri-negeri lain. Sekarang Tiongkok mempunjai penduduk jang sangat miskin dan kekajaannja terbuang begitu sadja. Bagaimanakah keadaan sebe- narnja soal makanan kita? Tidak ada tempat di Tiongkok jang makanannja tjukup bagi penduduknja. Tiap tahun ada berpuluh- puluh ribu orang mati kelaparan. Ini adalah taksiran dalam tahun? biasa: dalam musim bandjir dan musim patjeklik, lebih banjak dari Digitized by Google<noinclude></noinclude> 2eq7y81w6yrxc9x5o306cukwoojvtsh 310768 310668 2026-08-10T14:38:08Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310768 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||340}}</noinclude>didatangkan. Kwantung akan gempar oleh bahaja kelaparan; ini bukti, bahwa Kwantung tak tjukup persediaan barang makanannja. Kita hanja membitjarakan Kwantung, tetapi djuga banjak propinsi-propinsi lain menghadapi keadaan sematjam itu. Daerah Tiongkok djauh lebih besar dari Amerika Serikat dan penduduknja tiga-empat kali lebih banjak dari penduduk Amerika Serikat; tetapi persediaan makanan kita sudah tentu tak dapat menandingi Amerika Serikat. Marilah kita adakan perbandingan dengan bangsa-bangsa Eropah. Persediaan barang makanan Djerman tak mentjukupi, achirnja kelaparan berdjangkit dalam negeri dua atau tiga tahun sesudah petjahnja perang. Persediaan makanan Perantjis tjukup: di waktu damai makanannja tjukup dan tak usah bergantung pada barang-barang makanan jang diimpor. Bandingkanlah Tiongkok dengan Perantjis: rakjat Perantjis empat-puluh djuta, rakjat Tiongkok empat ratus djuta; besarnja Perantjis kira-kira seperdua puluh luasnja tanah Tiongkok. Djadi rakjat Tiongkok ada sepuluh kali lebih banjak dari pada rakjat Perantjis, sedangkan luas tanahnja ada dua puluh kali lebih besar dari daerah Perantjis: tetapi empat puluh djuta bangsa Perantjis dengan daerahnja seperdua puluh tanah Tiongkok dapat menghasilkan barang makanan tjukup untuk diri sendiri dengan mempergunakan tjara-tjara teratur dalam pertanian. Kalau Tiongkok jang besarnja duapuluh kali dari besarnja Perantjis mengikuti teladan Perantjis, memadjukan pertanian dengan intensif dan melipatgandakan produksinja, sudah tentu kita dapat menghasilkan sedikitnja dua puluh kali banjaknja makanan di Perantjis. Perantjis sekarang memberi makanan tjukup kepada empat puluh djuta rakjatnja; djadi Tiongkok akan dapat memberi makanan sekurang-kurangnja kepada delapan ratus djuta orang. Bukan sadja seluruh rakjat negeri sendiri akan bebas dari bahaja kelaparan. tetapi akan terdapat pula kelebihan barang makanan jang dapat kita bagi-bagikan untuk kebutuhan negeri-negeri lain. Sekarang Tiongkok mempunjai penduduk jang sangat miskin dan kekajaannja terbuang begitu sadja. Bagaimanakah keadaan sebenarnja soal makanan kita? Tidak ada tempat di Tiongkok jang makanannja tjukup bagi penduduknja. Tiap tahun ada berpuluh- puluh ribu orang mati kelaparan. Ini adalah taksiran dalam tahun² biasa: dalam musim bandjir dan musim patjeklik, lebih banjak dari<noinclude></noinclude> 6giv5jlj7qj2jy4knbxhx2ibo5hrhwg Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/59 104 111859 310670 2026-08-10T12:45:33Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '2. Merdeka menlrntut tertib serta damaiSja hidup iahir dal batin jang diatur sendiri itu, sesuqi dengan adab perike- 3. 1. manusiaan. Merdeka memberi ..;rvadjiban manghormati kernerdekaan orang lain, selta kesanggupan untuk mewucljudkan keselarnatan dan kellalurqiaan lserstrma. Merdeka rnemberi prrln kervadjiban, untuk siap_sedia, sanggup dan mampu memelihara d,an mempertahaikan ke)nerdZ_ kaen itu, baik untuk lingkungannja sendiri, maupun u... 310670 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>2. Merdeka menlrntut tertib serta damaiSja hidup iahir dal batin jang diatur sendiri itu, sesuqi dengan adab perike- 3. 1. manusiaan. Merdeka memberi ..;rvadjiban manghormati kernerdekaan orang lain, selta kesanggupan untuk mewucljudkan keselarnatan dan kellalurqiaan lserstrma. Merdeka rnemberi prrln kervadjiban, untuk siap_sedia, sanggup dan mampu memelihara d,an mempertahaikan ke)nerdZ_ kaen itu, baik untuk lingkungannja sendiri, maupun untuk lingkungan bersama. hanj'a dapar sehat, kuar dan abadi, bila cljiwa tnerdeka,- daram arti jang sutji oon muini. sekianlah sekedar nasehat dari saja, atas permintaan saudarasaudara jang rnenjelenggarakan oeringatan Hari Keba_ -puteri, ngunan iasional tairun ini di Jogjakarta. l4udah-,mudahan dapat l-.erinanfaat bagi rakjat kita selurulr lndonesia, jang ta' la,ma lagi pasti akaii dapat pungut serta merasakan buah oerdjoangan kita bersama, m"tai t arl 20 Mei 1908 sampai sekarang. 5. fieldgkg sedjati tirnbul dari Jogjakarta, 2A Mei 1949, KI HADJAR 60 DEWANTARA"<noinclude></noinclude> fij3m7feilrlcyuef9163augbfdgf59 310838 310670 2026-08-10T15:52:33Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310838 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude><ol start=2> <li>Merdeka menuntut ''tertib'' serta ''damai''-nja hidup lahir dan batin jang diatur sendiri itu, sesuai dengan adab perikemanusiaan. <li>Merdeka memberi wadjiban ''menghormati kemerdekaan orang lain,'' serta kesanggupan untuk mewudjudkan ''keselamatan dan kebahagiaan bersama.'' <li>Merdeka memberi pula kewadjiban, untuk siap-sedia, sanggup dan mampu memelihara dan ''mempertahankan kemerdekaan'' itu, baik untuk lingkungannja sendiri, maupun untuk lingkungan bersama. <li>Merdeka sedjati hanja dapat sehat, kuat dan abadi, bila timbul dari ''djiwa merdeka'', dalam arti jang sutji dan murni. </ol> Sekianlah sekedar nasehat dari saja, atas permintaan saudara-saudara puteri, jang menjelenggarakan peringatan Hari Kebangunan Nasional tahun ini di Jogjakarta. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi rakjat kita seluruh Indonesia, jang ta' lama lagi pasti akan dapat pungut serta merasakan buah perdjoangan kita bersama, mulai hari 20 Mei 1908 sampai sekarang. Jogjakarta, 20 Mei 1949. {{c|KI HADJAR DEWANTARA.}} {{rule|8em}}<noinclude>{{rh|60}}</noinclude> 73s8bzd9b01lj4cav3xj6ntbursakg3 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/72 104 111860 310671 2026-08-10T12:47:22Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310671 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Marilah pada tiap² „Hari Kebangsaan Nasional” 20 Mei, kita merenungkan, peladjaran apakah kiranja jang dapat kita pungut dari pada sedjarah perdjoangan kita sedjak 20 Mei 1908 itu. Dapatlah kiranja peladjaran itu kita simpulkan demikian : <ol type="1" start="1"> <li>terbuktilah, bahwa seluruh rakjat, dalam segala lapisannja, ''menghendaki kemerdekaan nusa dan bangsa'', lepas dari pendjadjahan dari siapapun;</li> <li>perpetjahan² jang terdjadi dikalangan pergerakan kita itu pada dasarnja adalah ''perpisahan² differensiasi'', untuk memurnikan atau menggiatkan usaha masing²; djanganlah diberi arti dan maksud lain;</li> <li>''hasrat untuk bersatu'', berhubung dengan ''adanja pokok² kepentingan bersama'' jang dirasai benar², ''selalu timbul dimana-mana ada bahaja mengantjam dari luar; hendaknja rasa-satu itu dipelihara baik'';</li> <li>''kekuasaan dan kekuatan pihak pendjadjah hanja dapat menguasai kita, selama kita berpetjah belah'';</li> <li>dimana ada ''kesatuan tekad dan laku'', disitulah kita dapat mendesak dan ''mengalahkan musuh kita bersama'';</li> <li>tetap terus adanja ''sisa² pendjadjahan'', mengharuskan kita untuk ''tetap terus awas dan waspada serta siap sedia untuk berdjuang'';</li> <li>tetap ''Tuhan'' akan melindungi kita, selama kita melakukan perdjuangan kita dengan dasar Pantjasila.</li> </ol> Sekali merdeka, tetap merdeka !<noinclude> {{rh|74||}}</noinclude> 1fd5bodiq7gfzhzgwa1c8g1f1oczi66 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/73 104 111861 310672 2026-08-10T12:48:47Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310672 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''HARI KEBANGUNAN MENDJADI HARI KESATUAN.'''</center> Menurut rentjana semula maka Hari Kebangunan Nasional — seperti telah didjandjikan oleh Presiden Sukarno pada malam peringatan tahun 1948 di Jogjakarta — akan dirajakan tiap² 10 tahun sekali. Namun dalam prakteknja ada golongan² dalam masjarakat kita jang menghendaki pemuliaan Hari Kebangsaan Nasional itu saban tahun pada hari 20 Mei. Dirasai bahwa hari itu adalah „hari nasional” jang mengandung maksud memelihara ''kesatuan nasional''. Mungkin perasaan itu timbul sebagai reaksi atas perkembangan gerakan politik, jang makin lama makin merupakan ''perdjoeangan kepartaian'', dalam arti menempatkan kepentingan partainja sendiri diatas kepentingan nasional jang umum. Rakjat jang mengikuti perkembangan mendjadi gelisah dan makin lama makin berkurang kepertjadjaannja terhadap Dewan Perwakilan Rakjat-„nja”. Tiap² ada putusan jang penting didalam Parlemen, biasanja menjusul „mosi” atau „resolusi” dari kalangan² tertentu, jang menolak putusan Dewan Perwakilan kita jang tertinggi itu. Malahan pernah kedjadian Dewan² Perwakilan di-daerah² menentang putusan jang telah diambil Parlemen dengan djalan legaal dan resmi menurut Undang², jang seharusnja mengikat kita semua itu. Nampak disitu semangat atau gelagat autokrasi diktatur, fascisme atau anarchie timbul sebagai akibat peperangan partai politik, baik diluar maupun didalam Gedung² Dewan Perwakilan Rakjat. Bukankah itu suatu tamparan terhadap azas Demokrasi, jang seharusnja kita laksanakan dengan melalui saluran² jang berdasarkan hukum, dengan kesanggupan kita untuk menerima apa jang dikehendaki sebagian terbesar dari pada rakjat, sekalipun bertentangan dengan keinginan kita atau golongan kita sendiri. Didalam Parlemen sendiri banjak sudah anggota² jang menginsjafi adanja „Krisis Gezag” terhadap Dewan Perwakilan Rakjat kita di Djalan Wahidin itu. Perlakuan² jang bersifat merendah-<noinclude> {{rh|||75}}</noinclude> 9j7qj79pyum74b2rplbv1smfljxh9rd Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/44 104 111862 310673 2026-08-10T12:48:53Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- Tentang perdjandjian dengan Negara lain. siapa tidak merasa sebagai kewadjiban, untuk menindjau kembali segala perdjandjian jang merugikan Raki dan Negara? Baik Unie Indonesia Deianda maupun heberapa ketentuan lain hasil K.M.B.. raaupun perdjandjian lain apapun djuga, jang merugi- kan Rakjat, jang merugikan Negara. harus kita ichtiarkan rebah- nja atau hapusnja. dengan djalan jang sesuai dengan kederadjat- an Negara, oleh karena kita telah her... 310673 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>- Tentang perdjandjian dengan Negara lain. siapa tidak merasa sebagai kewadjiban, untuk menindjau kembali segala perdjandjian jang merugikan Raki dan Negara? Baik Unie Indonesia Deianda maupun heberapa ketentuan lain hasil K.M.B.. raaupun perdjandjian lain apapun djuga, jang merugi- kan Rakjat, jang merugikan Negara. harus kita ichtiarkan rebah- nja atau hapusnja. dengan djalan jang sesuai dengan kederadjat- an Negara, oleh karena kita telah her Negara. Dan Irian? Sudah semestinjalah saudara memasukkan hal Irian-Barat itu dalam putusan saudara itu. Iran adalah wilajah kita, dan Irine harus dikembalikan mutlak kedalam kekuasaan kita. Alasan ta perlu saja tambahkan disini, saudara sendiri tentu- nja sudah penuh alasan" untuk menuntut kembalinja Irian-Ba- rat itu, dan untuk menggalang kesatuan sikap, program dan tindakan sebagai saudara putuskan) untuk memperkuat tun- tutan itu. Dengan nanti..menggalang sikap, program dan tindak- an untuk mengembalikan Irian-Barat kedalam kekuasaan Re- publik kita itu. saudara memang sekadar mendjalankan kewa- djiban saudara sebagai banesa jang terhormat. Saja hanja ingin menambah sekadar kata terhadap rakjut Negeri Belanda dan rakjat di seluruh Dunia-Luaran. Kata itu ialah; Keadaan dunia semakin bertambah mendung. Tapi apinja aspirasi nasional tidak ada jang padam karena tehainja mendung itu. ..Api Irian" di- dalam kalbu kitapun tetap menjala. Api itu malahan makin ..memesra". Mankala kami pada waktu sekarang ini menunda perundingan kami dengan fihak Belanda mengenai status Irian- Barat itu. menunggu selesainja pemilihan unium dinegeri Belanda itu djanganlah diartikan kami menunda claim na- sional kami. Perundinganiah jang kami tunda, perundinganlah jang kami hentikan buat sementara, tetapi claim kami itu tetap, claim itu tetap menghikmati segenap kami punja djiwa, dan akan kami kemukakan lagi dan kemukakan lagi, dengan dibantu se- genap dynamisnja kami punja bangsa, sampai Irian-Barat diberi- kan kembali kedalam kekuasaan Republik Indonesia ! - 45<noinclude></noinclude> 0mdl2h3zyvf7n9b8w0wqttlo41ocvdq 310834 310673 2026-08-10T15:45:19Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310834 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>Tentang perdjandjian² dengan Negara² lain. ― siapa tidak merasa sebagai kewadjiban, untuk menindjau kembali segala perdjandjian jang merugikan Rakj{{illegible}} dan Negara? Baik Unie Indonesia Delanda maupun heberapa ketentuan² lain hasil K.M.B.. maupun perdjandjian² lain apapun djuga, jang merugikan Rakjat, jang merugikan Negara. harus kita ichtiarkan rebahnja atau hapusnja. dengan djalan jang sesuai dengan kederadjatan Negara, oleh karena kita telah ''ber'' Negara. Dan Irian? Sudah semestinjalah saudara² memasukkan hal Irian-Barat itu dalam putusan saudara² itu. Iran adalah wilajah kita, dan Irian harus dikembalikan mutlak kedalam kekuasaan kita. Alasan² ta' perlu saja tambahkan disini, saudara² sendiri tentunja sudah „penuh alasan” untuk menuntut kembalinja Irian-Barat itu, dan ― untuk „menggalang kesatuan sikap, program dan tindakan” sebagai saudara² putuskan) untuk memperkuat tuntutan itu. Dengan nanti „menggalang sikap, program dan tindakan” untuk mengembalikan Irian-Barat kedalam kekuasaan Republik kita itu. saudara² memang sekadar mendjalankan kewadjiban saudara² sebagai banesa jang terhormat. Saja hanja ingin menambah sekadar kata terhadap rakjat Negeri Belanda dan rakjat² di seluruh Dunia-Luaran. Kata itu ialah; Keadaan dunia semakin bertambah mendung. Tapi apinja aspirasi² nasional tidak ada jang padam karena tehalnja mendung itu. „Api Irian” didalam kalbu kitapun tetap menjala. Api itu malahan makin „memesra”. Mankala kami pada waktu sekarang ini menunda perundingan kami dengan fihak Belanda mengenai status Irian-Barat itu. ― menunggu selesainja pemilihan umum dinegeri Belanda ―. itu djanganlah diartikan kami menunda claim nasional kami. ''Perundinganlah'' jang kami tunda, ''perundinganlah'' jang kami hentikan buat sementara, tetapi ''claim'' kami itu tetap, claim itu tetap menghikmati segenap kami punja djiwa, dan akan kami kemukakan lagi dan kemukakan lagi, dengan dibantu segenap dynamisnja kami punja bangsa, sampai Irian-Barat diberikan kembali kedalam kekuasaan Republik Indonesia !<noinclude>{{rh|||45}}</noinclude> f1m52s5ld218az6mi7dba0hyp9j32hh 310835 310834 2026-08-10T15:46:40Z Aeia aai 24023 310835 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>Tentang perdjandjian² dengan Negara² lain. ― siapa tidak merasa sebagai kewadjiban, untuk menindjau kembali segala perdjandjian jang merugikan Rakj{{illegible}} dan Negara? Baik Unie Indonesia Delanda maupun heberapa ketentuan² lain hasil K.M.B.. maupun perdjandjian² lain apapun djuga, jang merugikan Rakjat, jang merugikan Negara. harus kita ichtiarkan rebahnja atau hapusnja. dengan djalan jang sesuai dengan kederadjatan Negara, oleh karena kita telah ''ber'' Negara. Dan Irian? Sudah semestinjalah saudara² memasukkan hal Irian-Barat itu dalam putusan saudara² itu. Iran adalah wilajah kita, dan Irian harus dikembalikan mutlak kedalam kekuasaan kita. Alasan² ta' perlu saja tambahkan disini, saudara² sendiri tentunja sudah „penuh alasan” untuk menuntut kembalinja Irian-Barat itu, dan ― untuk „menggalang kesatuan sikap, program dan tindakan” sebagai saudara² putuskan) untuk memperkuat tuntutan itu. Dengan nanti „menggalang sikap, program dan tindakan” untuk mengembalikan Irian-Barat kedalam kekuasaan Republik kita itu. saudara² memang sekadar mendjalankan kewadjiban saudara² sebagai banesa jang terhormat. Saja hanja ingin menambah sekadar kata terhadap rakjat Negeri Belanda dan rakjat² di seluruh Dunia-Luaran. Kata itu ialah; Keadaan dunia semakin bertambah mendung. Tapi apinja aspirasi² nasional tidak ada jang padam karena tehalnja mendung itu. „Api Irian” didalam kalbu kitapun tetap menjala. Api itu malahan makin „memesra”. Mankala kami pada waktu sekarang ini menunda perundingan kami dengan fihak Belanda mengenai status Irian-Barat itu. ― menunggu selesainja pemilihan umum dinegeri Belanda ―. itu djanganlah diartikan kami menunda claim nasional kami. ''Perundinganlah'' jang kami tunda, ''perundinganlah'' jang kami hentikan buat sementara, tetapi ''claim'' kami itu tetap, claim itu tetap menghikmati segenap kami punja djiwa, dan akan kami kemukakan lagi dan kemukakan lagi, dengan dibantu segenap dynamisnja kami punja bangsa, sampai Irian-Barat diberikan kembali kedalam kekuasaan Republik Indonesia !<noinclude>{{rh|||45}}</noinclude> cwr8a3bbs9pa88gfhpxqbmnhj18cgks Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/74 104 111863 310674 2026-08-10T12:54:04Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310674 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>kan putusan² Parlemen, kita lihat dan kita alami sendiri, baik berasal dari Pers jang tergolong Pers nasional, maupun dari instansi-instansi Pemerintah, sipil dan militer. Perlakuan merendahkan anggauta-anggauta perseorangan temen tjara perseorangan adalah semata-mata akibat dari pada kurang menghormatinja status D.P.R. kita seperti tersebut tadi. Semua ini dapat dimengerti apabila kita menginsjafi, bahwa memang sesungguhnja didalam Gedung Parlemen kita seringkali nampak lebih dipentingkannja kemenangan-kemenangan partai dari pada kewadjiban per-undang²an. Dengan begitu kepentingan kenegaraan nampak seolah² terdesak oleh semangat kepartaian. Kita mengerti, bahwa sebenarnja bukan itulah jang dikehendaki para anggauta jang „bersemangat” tadi. namun pendirian kedjiwaan mereka mau tidak mau menuntun mereka kearah perpetjahan. Terus ber-ganti²nja Kabinet, berganti-gantinja Program pemerintahan sehingga tak mungkin dalam keadaan jang sedemikian dapat diperoleh Kontinuiteit, jang perlu sekali untuk membangun kemakmuran atau kesedjahteraan rakjat, semua itu adalah buah dari pada pertentangan² partai². Golongan² itu biasanja tidak suka mengalah dalam soal² jang ketjil²; sebaliknja kerap kali menundjukkan sikap „menang²an” seperti pernah diutjapkan oleh Presiden Sukarno dalam uraiannja pada upatjara peringatan Hari Kebangsaan Nasional 1952, pidato mana karena amat pentingnja, kita muat dalam halaman-halaman jang berikut dalam buku ini. Banjak anggauta² Parlemen jang menginsjafi adanja Krisis terhadap Gezag Parlemen, saja katakan tadi, ini terbukti antara lain dengan dibentuknja „Badan Permusjawaratan Partai²” (B.P.P.) oleh Fraksi² jang progresif. B.P.P. bermaksud menggalang Kesatuan antara partai-partai agar segala kekuatan potensi dapat dipergunakan untuk memperkuat Negara kita, jang masih muda dan masih tetap terantjam oleh pelbagai bahaja itu. Revolusi kita belum selesai. Kesatuan Rakjat tetap masih diperlukan. B.P.P. tidak bermaksud menghentikan perdjoangan partai² masing², sebaliknja hanja akan melakukan aksi bersama, jang telah disetudjui bulat² oleh anggauta²nja. B.P.P. inginkan Kontinuiteit dalam Program Pemerintah, meskipun Kabinet jang satu diganti oleh Kabinet jang lain. Tetapi...... B.P.P. tidak dapat melakukan usahanja seperti jang dimaksud semula, karena......<noinclude> {{rh|76||}}</noinclude> cajojpq0ktcdvsriwsidmshi0eo0dav Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/75 104 111864 310675 2026-08-10T12:56:52Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310675 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>karena masih kerap kali ada semangat "kepartaian" jang timbul dan meng-halangi terwudjudnja kesatuan aksi. Ada pula reaksi lain terhadap pertangan² kepartaian jang kadang² melebihi batas dan biasanja mengakibatkan krisis Kabinet, jang ber-kali² itu. Jaitu timbulnja angan²: ''kembali pada systim "Presidentiil Kabinet"'', seperti pada permulaan berdirinja Republik kita pada tanggal 17 Agustus 1945 sampai bulan November tahun itu. Akibat lain lagi dari pada selalu timbulnja perpetjahan tersebut ialah adanja dorongan dari satu dua pihak untuk ''membubarkan partai² atau se-tidak²nja mengurangi djumlah partai²'' jang kini ada. Dalam pada itu diberikan petundjuk, agar kita meniru ''systim "dua-partai"'' jang dipakai di Amerika misalnja (partai Liberal dan partai Demokrat), atau mengadakan systim jang sesuai dengan keadaan kita sendiri, misalnja hanja mewudjudkan ''satu partai Nasional, satu partai Sosialis dan satu partai Komunis sedangkan untuk golongan² Agama masing² satu partai.'' Tidak lengkap kiranja ichtisar kita tentang reaksi atau akibat² dari pada meradjalelanja pertengkaran partai² dalam hidup politik rakjat kita apabila kita melupakan adanja orang² pemimpin pergerakan pada waktu ini, jang dengan terang-terangan mengutjapkan ''pengharapan akan muntjulnja seorang pemimpin jang bertangan besi'', seperti ''Kemal Pasha atau Djenderal Nadjib'', jang dapat menindas segala kekatjauan jang membahajakan tertib dan damainja masjarakat serta kesedjahteraan hidup dan penghidupan rakjat kita. Tjukup sekianlah sekadar uraian jang bersifat ichtisar tentang adanja ber-djenis² reaksi terhadap bergeloranja semangat kepartaian, jang mengakibatkan perpetjahan dalam gerakan politik rakjat kita. Dapat dimengerti bahwa keadaan jang sedemikian sangat memudahkan masuknja ''daja² infiltrasi dari pihak² ketiga'', jang ingin menangkap ikan dalam air jang keruh. Misalnja dengan mengadu-dombakan golongan jang satu dengan jang lain, memperuntjing antithese antara suku² bangsa kita, mengandjur-<noinclude> {{rh|||77}}</noinclude> i2dewr24ohm057oyyala6s001yuo8gj Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/76 104 111865 310676 2026-08-10T12:59:47Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310676 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>kan azas² federalisme dan lain² sebagainja. Bahwa dalam keadaan perpetjahan jang sedemikian itu tidak mungkin potensi² nasional dapat berkembang mudah dapat dimengerti. Sebaliknja keadaan itu pastilah akan memberi kesempatan jang se-besar²nja kepada pihak musuh atau lawan kita, untuk menempatkan rakjat kita dibawah penguasanja, baik direct maupun indirect. Bagaimanapun djuga keadaan perpetjahan didalam masjarakat kita itu menimbulkan pelbagai bahaja jang ''mengantjam''; bahkan bahaja² jang sudah ''menimpa'' hidup dan penghidupan kita sebagai ''krisis achlak'', sebagai krisis ''gezag'' dan sebagai ''krisis lain²nja'' jang kini belum dapat nama atau sebutan. Sebenarnja perpetjahan² jang tergambar tadi-lah, jang mendorong sebagian besar dari rakjat kita, untuk menggalang kesatuan nasional jang se-bulat²nja. Bukan orang lain jang mempelopori gerakan itu, namun ''Bung Karno'' sendirilah, dalam mana beliau menggunakan hari 20 Mei, jang kemudian kita sebut „Hari Kebangunan Nasional” dan kita kenali sebagai ''Hari Kesatuan''. Ada baiknja disini kita ingati, bahwa pada tahun 1948, dapat dibentuk sebuah badan „Panitya Pusat”, jang anggota²nja dengan djalan pemilihan terdiri atas 7 orang, jaitu: 1. wakil „Front Demokrasi Rakjat” ''sdr. Tjugito'', 2. marhum ''sdr. A. M. Sangadji'' sebagai wakil Partai Politik Islam „Masjumi”, 3. wakil PNI ''sdr. Sabilal Rasjad'', 4. wakil „Kongres Wanita Indonesia”, ''sdr. Njonja A. Hilal'', 5. dan 6 ''sdr. Tatang Mahmud'' dan ''sdr. marhum H. Benjamin'', jang mewakili gerakan pemuda, sedangkan selaku ketuanja saja jang dipilih. Menjebut nama² serta kedudukannja para anggota Panitya Pusat tadi saja rasa perlu, agar djelas gambaran sifat daripada gerakan jang mengenai peringatan Hari Kebangunan Nasional tsb. Waktu itu kita dapat merajakan Hari Kebangunan Nasional setjara umum dan setjara besar²an. Diseluruh tanah air, sampai di-pelosok² jang diduduki musuh, di-front² dan di-kantong² tentara kita, rakjat ikut merajakan hari jang mulia itu, berkat kegiatan para pendjiar Radio Republik kita, jang resmi dan illegal, para „koerier” perdjoangan rakjat waktu itu dan sekalian mereka, jang meneruskan instruksi² kita ke-mana². Disamping hiburan² bagi rakjat murba, pembersihan makam para korban perdjoang...<noinclude> {{rh|78||}}</noinclude> 14r4kk5dc55z7gdw6f1rodw47hjc48g Halaman:080 Loda.djvu/6 104 111866 310677 2026-08-10T13:00:45Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 310677 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 493. kawali<br> 494. bŏsoko<br> 495/<br> 496. bŏsoko<br> 497. sudè<br> 498. u domo<br> 499. kokowo<br> 501. bobilangu<br> 503. tabaga<br> 505. dia - běbéoto <36><br> 506. tipu<br> 507. kīrisi<br> 508. dòpo-dòpo<br> 509. bādjuku<br> 510. djidjibobo - susuga <37><br> 511. sasadu<br> 513. àkéré i si gūiti<br> 514. momōu <38><br> 515. padamara<br> 516. subu<br> 517. silo<br> 519. momou-ràta-tagalàsa<br> 520. borūa<br> 522. momòlo <39><br> 524. rubè<br> 525-<br> 527 wari <40><br> 528. sinànga<br> 529. sarongo<br> 530. kokòdo<br> 534. īnomo<br> 535. bilalono<br> 536. sīode<br> 537. gauku <ga'uku?><br> 539. <41><br> 540. siīdė gogĕrėngi<br> 539/<br> 540. siòdé<br> 541. siòdé, nāwoko <42><br> 544. bira ma làkémé <43><br> 545. bira dj'òdjā-ka<br> 543-<br> 545. bira {{multicol-break}} 546. bira dé ma kāi-òka<br> 547. ma ròésè<br> 548. ma kòbongo - ma gotjèla<br> 549. rāwongo<br> 550/<br> 551. lūsungu dé ma dudūtuku<br> 553. tatàpa<br> 554. sòra<br> 555. lulè<br> 561. gugulè<br> 562. ritja-djawa<br> 563. gàsi<br> 565. bārono<br> 567. tjalana<br> 569/<br> 570. badju <44><br> 571/<br> 572. tuàla<br> 573. usi<br> 576. ali-ali<br> 577/<br> 578. <45><br> 579. <46><br> 580. <47><br> 582. komèta, ngàti ngàti, taūge <48><br> 583. karàbu<br> 586. boburusa <49><br> 588. kalabètju, wisa-pòkoro ma bobilikuru <50><br> 589. dino, bārono <51><br> 590. sūtarā<br> 593. tino<br> 594-<br> 597. <52><br> 600. uweré<br> 601. wàko <53><br> 602. gumini <54><br> 603. lawé<br> 604. hari, tolowuku<br> 605/<br> 606. kadu<br> 608. howĕri <hōwĕri?> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> j9z3941qcbt3ubi5qmmd36l9r7rqz8a 310682 310677 2026-08-10T13:08:53Z Thersetya2021 15831 310682 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 493. kawali<br> 494. bŏsoko<br> 495/<br> 496. bŏsoko<br> 497. sudè<br> 498. u domo<br> 499. kokowo<br> 501. bobilangu<br> 503. tabaga<br> 505. dia - běbéoto <36><br> 506. tipu<br> 507. kīrisi<br> 508. dòpo-dòpo<br> 509. bādjuku<br> 510. djidjibobo - susuga <37><br> 511. sasadu<br> 513. àkéré i si gūiti<br> 514. momōu <38><br> 515. padamara<br> 516. subu<br> 517. silo<br> 519. momou-ràta-tagalàsa<br> 520. borūa<br> 522. momòlo <39><br> 524. rubè<br> 525-<br> 527 wari <40><br> 528. sinànga<br> 529. sarongo<br> 530. kokòdo<br> 534. īnomo<br> 535. bilalono<br> 536. sīode<br> 537. gauku <ga'uku?><br> 539. <41><br> 540. siīdė gogĕrėngi<br> 539/<br> 540. siòdé<br> 541. siòdé, nāwoko <42><br> 544. bira ma làkémé <43><br> 545. bira dj'òdjā-ka<br> 543-<br> 545. bira {{multicol-break}} 546. bira dé ma kāi-òka<br> 547. ma ròésè<br> 548. ma kòbongo - ma gotjèla<br> 549. rāwongo<br> 550/<br> 551. lūsungu dé ma dudūtuku<br> 553. tatàpa<br> 554. sòra<br> 555. lulè<br> 561. gugulè<br> 562. ritja-djawa<br> 563. gàsi<br> 565. bārono<br> 567. tjalana<br> 569/<br> 570. badju <44><br> 571/<br> 572. tuàla<br> 573. usi<br> 576. ali-ali<br> 577/<br> 578. <45><br> 579. <46><br> 580. <47><br> 582. komèta, ngàti ngàti, taūge <48><br> 583. karàbu<br> 586. boburusa <49><br> 588. kalabètju, wisa-pòkoro ma {{gap}}bobilikuru <50><br> 589. dino, bārono <51><br> 590. sūtarā<br> 593. tino<br> 594-<br> 597. <52><br> 600. uweré<br> 601. wàko <53><br> 602. gumini <54><br> 603. lawé<br> 604. hari, tolowuku<br> 605/<br> 606. kadu<br> 608. hǒwĕri <hōwĕri?> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 30sghc0pipf4vdij3239gdrkhtej0l1 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/77 104 111867 310678 2026-08-10T13:04:48Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310678 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>ngan, menghibur pahlawan² jang sedang dirawat dirumah² sakit, mengibarkan Sang Dwi-warna dan melagukan lagu kebangsaan kita dsb. Disamping semuanja itu Panitya Pusat dapat merantjangkan sebuah "Statement" atau "Pernjataan Bersama", jang disetudjui bulat² oleh sekalian para wakil segenap organisasi. "Statement Bersama" setelah dibatjakan, lalu ditanda-tangani oleh para anggota Panitya Pusat didalam upatjara peringatan jang bersifat chidmat dan resmi itu. Jang penting ialah dapat diadakannja pernjataan ''semua organisasi'', termasuk partai² politik, dalam mana kita sekalian sanggup ''membulatkan tekad serta menjatukan sikap dan tindakan guna mengatasi segala kesukaran dan bahaja jang mengantjam atau sudah menimpa''. Lebih dari itu sebenarnja jang kita rentjanakan dan kita djandjikan; kita sanggup dan berdjandji pula untuk menggunakan hari 20 Mei tahun 1948 itu sebagai permulaan aksi bersama, untuk mewudjudkan kesatuan usaha guna keselamatan dan kebahagiaan rakjat dan negara pada umumnja dan untuk seterusnja. Kita bermaksud membentuk "Front Nasional" selama masih ada bahaja, jang mengantjam atau menimpa hidup dan penghidupan rakjat. Kita tidak bermaksud menghentikan atau membekukan aksi didalam golongan kita masing², sekali² tidak. Kita hanja bermaksud, bersatupadu dalam mengatasi kesukaran² dan menentang bahaja², jang mengantjam atau menimpa kita bersama. Dalam pada itu barang tentulah kita harus berani dan berichlas hati untuk mengorbankan kepentingan kita masing², baik kepentingan golongan kita atau kepentingan diri perseorangan kita, apabila keselamatan dan kebahagiaan kita bersama, jaitu keselamatan dan kebahagiaan rakjat dan negara kita, terantjam. Gerakan rakjat mulai 20 Mei 1908 sampai 17 Agustus 1945 penuh tjontoh bahwa kita selalu ''menang'' apabila kita ''bersatu''. Sebaliknja kita selalu ''kalah'' diwaktu kita ''berpetjah belah''. Sajang, seribu sajang. Pelbagai bahaja jang tadinja hanja mengantjam, datanglah menjerbu dengan se-konjong²...... ''sebelum'' "Front Nasional" jang kita rumuskan mendjadi kenjataan. Dikalangan kita sendiri waktu itu timbul ke-ragu²an tentang sifat, bentuk dan isi kesatuan perdjoangan. Sisa² perselisihan dan per-<noinclude> {{rh|||79}}</noinclude> ngluyo7lnq40p8xqei49xz07mjxz7ov Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/41 104 111868 310680 2026-08-10T13:05:28Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Empatpuluh tahun kita bercijoane untuk kc,nerciekaan, tetapi hasilnja ialah terasanja ber-bagai2 paraciox, sebagai jang ternjata pula dari pernjataan-berse a jang ditandatangani oleh saudara sckalian. Kita mengira k.,rrerdeliaan berarti enjahnja kolonialis- me samasekali dari burni ianah-air kita, tetapi di Irian Barat masih ada kolonalisme meradjalela. Kita mengira kemerdekaan segera mendatangkan berlakunja demokrasi jang sempurna, tetapi samp... 310680 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Empatpuluh tahun kita bercijoane untuk kc,nerciekaan, tetapi hasilnja ialah terasanja ber-bagai2 paraciox, sebagai jang ternjata pula dari pernjataan-berse a jang ditandatangani oleh saudara sckalian. Kita mengira k.,rrerdeliaan berarti enjahnja kolonialis- me samasekali dari burni ianah-air kita, tetapi di Irian Barat masih ada kolonalisme meradjalela. Kita mengira kemerdekaan segera mendatangkan berlakunja demokrasi jang sempurna, tetapi sampai sekarang sistim itu belum dapat berdjalan semourna karena belum terdjamin keamanan dan beium daoat diadakan pemilihan umum. Kita,mengira kemerdekaun seg"ri nrendatangkan kesedjahteraan rakjat dan keadilan sosial, tetapi sampai sckarang kita masih harus men-djerit2 memangqil kesedjahteraan rakjat dan keadilan sosial, Kita mengira kemerdekaan segera da-p.at melenjapkan ikatan2 dengan negara2 jang merr"rgi-kan rakjat dan Negira. teraoi sampai"sekaran! Unie tidonesii geIanda masih ada dan fatsalz dalarri K.nd.B. iang merugikan kita pun masih ada. Kita mengira kemerdekaan berarti berhentinja serangan elenien2 reaksioner dari dalam dan dari luar, tetapi eiimen2 reaksioner masih menjerang dengan tera.ng2an dan dengan diam2 dari dalam dan dari luar. Jiita mencira kimerdekaa., ir.nambah keamanan dunia se-m:rta2, tetani bahaja peperangandunia ke-III malah nrakin men-ghintai di tjakrawali. fitu -mengira kemerdekaan mendatangkin ,,freedom frorn fear", tetapi gerombolan2 bersendjata dibeberapa tempat meniadakan tiap2 rasa ,,freedom fro,m fear". Kita mengira kemerdekaan mendatangkan keberesan disemua lapangan, tetapi didaiam banjak hal belum ada samasekali keberesan. Kita mengira kemerdekaan meninggikan kegiatan bekerdja. tetaoi dibanjak kalangan njata merosot sekali nrestasi pekerdjaan. Kita...... kita tadinja berdjoang mati2an untuk mentjaoai kemerdekaan, tetapi sekarang kadang2 kita mengeluh bahwa...... terlalu banjak kemerde_ kaan ! Apa sebab ? Sekali lagi apa sebab ? Sebabnja ialah oieh karena kita kurang insiaf, bahwa kemerdekaan sekedar membuka kemungkinan untuk mendatangkan keberesan, sekadar rrernbuka kemungkinan untuk mendatangkan kemaknruran, keamanan, kebahagiaan, dan tidak menil.tjanin, adanja segala keberesan itu. Kita kurang mau mengarti, bahwa tiilak benar - A) ;<noinclude></noinclude> 7f5fulzgmjyrfi8b5696rf5lv8l8j9g 310686 310680 2026-08-10T13:14:07Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310686 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Empatpuluh tahun kita berdjoang untuk kemerdekaan, tetapi hasilnja ialah terasanja ber-bagai² paradox, sebagai jang ternjata pula dari pernjataan-bersa jang ditandatangani oleh saudara sekalian. Kita mengira kemerdekaan berarti enjahnja kolonialisme samasekali dari bumi tanah-air kita, tetapi di Irian Barat masih ada kolonalisme meradjalela. Kita mengira kemerdekaan segera mendatangkan berlakunja demokrasi jang sempurna, tetapi sampai sekarang sistim itu belum dapat berdjalan sempurna karena belum terdjamin keamanan dan belum dapat diadakan pemilihan umum. Kita mengira kemerdekaan segera mendatangkan kesedjahteraan rakjat dan keadilan sosial, tetapi sampai sekarang kita masih harus men-djerit² memanggil kesedjahteraan rakjat dan keadilan sosial. Kita mengira kemerdekaan segera dapat melenjapkan ikatan² dengan negara² jang merugikan rakjat dan Negara, tetapi sampai sekarang Unie Indonesia Belanda masih ada dan fatsal dalam K.M.B. jang merugikan kita pun masih ada. Kita mengira kemerdekaan berarti berhentinja serangan elemen² reaksioner dari dalam dan dari luar. tetapi elemen² reaksioner masih menjerang dengan terang²an dan dengan diam dari dalam dan dari luar. Kita mengira kemerdekaan menambah keamanan dunia se-mata². tetapi bahaja peperangan dunia ke-III malah makin menghintai di tjakrawala. Kita mengira kemerdekaan mendatangkan „freedom from fear”, tetapi gerombolan bersendjata dibeberapa tempat meniadakan tiap² rasa „freedom from fear”. Kita mengira kemerdekaan mendatangkan keberesan disemua lapangan, tetapi didalam banjak hal belum ada samasekali keberesan. Kita mengira kemerdekaan meninggikan kegiatan bekerdja, tetapi dibanjak kalangan njata merosot sekali prestasi pekerdjaan. Kita{{...|7}} kita tadinja berdjoang mati²an untuk mentjapai kemerdekaan, tetapi sekarang kadang² kita mengeluh bahwa {{...|7}} terlalu banjak kemerdekaan! Apa sebab? Sekali lagi apa sebab ? Sebabnja ialah oleh karena kita kurang insjaf. bahwa kemerdekaan sekedar ''membuka kemungkinan'' untuk mendatangkan keberesan, sekadar ''membuka kemungkinan'' untuk mendatangkan kemakmuran, keamanan. kebahagiaan, —— dan tidak ''mendjamin'' adanja segala keberesan itu. Kita kurang mau mengarti, bahwa ''tidak benar''<noinclude>{{rh|42}}</noinclude> mnpp4tpfpnzdqi4iexnsforh9tjz2wp Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/78 104 111869 310681 2026-08-10T13:07:15Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310681 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>sengketa antara golongan jang satu dan jang lain, karena tidak segera diwudjudkan "Front Nasional" tadi, dapat kesempatan untuk tumbuh kembali 'da saat datangnja bahaja, kita tidak siap. Bahaja iang satu, d usul bahaja jang lain, begitu seterusnja. Kita tidak tjukup berdaja untuk menolaknja. Sebaliknja dperpetjahan nampak timbul kembali...... Hari Kebangunan Nasional di-tahun 1949 tidak dapat kita peringati setjara biasa, karena waktu itu kita tidak mampu pula untuk menolak "perang kolonial" jg. ke-II. Ibu-kota R.I. diduduki musuh, seperti djuga hampir seluruh daerah Republik. Sekalipun begitu di Jogjakarta ada segerombolan pemudi² P.P.I. (Perdjoangan Puteri Indonesia) dibawah pimpinan saudara Sri Menteg, (sekarang njonja Maswar di Pontianak), jang tjara dibawah-tanah dapat djuga melakukan peringatan hari "20 Mei itu. Mereka menghibur para orang-tua jang ikut berdjoang pada djaman sekitar 20 Mei 1908 itu, dengan mengirimkan sekerandjang buah²an jang dihiasi dengan bunga² merah-putih beserta sadjak penghormatan dan terimakasih. "Untuk penganten', djawab para puteri tadi kalau ditanja serdadu² peronda (patruli) jang biasanja bersikap amat kerasnja. Selain itu mereka dapat pula menjebar siaran kilat, jang ditulis oleh Ketua Panitya Pusat tahun 1948. Siaran tsb. tidak sadja disebarkan di-daerah² gerilja di Jogjakarta, namun djuga di-kota² besar: Djakarta, Semarang, Surabaja d.l.l. jang dapat diselundupi oleh para puteri golongan P.P.I. tsb. Dapat disini diperingati, bahwa ada harian² jang berani memuat isi siaran tsb., walaupun dengan diselubungi tjara dan bentuk jang mengurangi bahaja persdelict. Dalam tahun 1950 dan 1951 Hari Kebangunan Nasional diperingati djuga, tetapi setjara terbatas. Hanja sementara golongan sadja, diantaranja ''Pers'' dan ''Radio'' kita, jang memperingati hari 20 Mei itu dengan penuh semangat. Rakjat tidak ikut, karena para pemimpinnja rupa²nja tidak menganggap perlu untuk memperingatinja. Mungkin karena mereka sibuk dengan memikirkan soal² politik jang penting², baik diluar maupun didalam Parlemen. Untuk memperingati Hari Kebangunan Nasional ta' ada perhatian rupa²nja.<noinclude> {{rh|80||}}</noinclude> jc9nb8uiml564cnc63xdyox3ma2254n Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/79 104 111870 310683 2026-08-10T13:10:06Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310683 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Pada tahun 1952 keadaan agak lain! Di beberapa daerah, a.l. di bekas daerah „Indonesia-Timur”, di Sumatra, dibeberapa tempat di Djawa, terutama di Djawa Barat orang merentjanakan peringatan hari 20 Mei setjara umum, bahkan jang boleh dikata setjara besar²an, misalnja di Djawa Barat. Dan di Ibu-kota Djakarta ini ada pemimpin² golongan² politik bersiap² untuk mengadakan peringatan Hari Kebangunan Nasional itu; sekalipun tidak setjara besar²an namun boleh dikata setjara umum. Dan...... dengan maksud jang tertentu. Apakah gerangan jg. memberi semangat kepada rakjat, setidak²nja kepada para pemimpin pergerakan, di Sulawesi, di Djawa Barat d.l.l. daerah untuk memperingati hari 20 Mei tahun 1952 itu? Tidak usah kita berfikir² dengan pandjang dan lebar. Dengan analysa jang sederhana dapatlah kiranja kita menghubung²kan adanja semangat itu dengan adanja bahaja² jang kini merupakan bahaja² jang mengantjam, bahkan ada jang sudah menimpa. Berbagai kesukaran dapat kita rasakan sendiri, dapat kita lihat dengan mata-kepala sendiri, banjak kesulitan kini sedang kita alami. Ketakutan akan datangnja perang dunia jang ke-3, ketakutan akan meradjalelanja ''bahaja kelaparan'', ketakutan akan terus menerus berdjangkitnja penjakit ''kekatjauan'', kegelisahan disebabkan terus memuntjaknja harga ''bahan² penghidupan'', kegelisahan tadi, terus ''berpetjah-belahnja golongan²'' jang dulu pernah berdandji untuk menggalang kesatuan tekad, program dan tindakan, adanja ''krisis achlak'' jang hingga kini tak dapat dibanteras. Itulah semuanja jang menghilangkan atau menghantjurkan ketertiban dan kedamaian dalam hidup rakjat pada waktu itu. Dan...... itulah semuanja jang kiranja menimbulkan keinginan untuk mengadakan peringatan Hari Kebangunan Nasional pada tahun 1952 tadi. Djangan dilupakan, bahwa sedjak peringatan hari 20 Mei pada tahun 1948 itu, sebutan „Hari Kebangunan Nasional” sudah memasuki djiwa kita sebagai andjuran, sebagai ''„displin” jang mutlak'' untuk ''bersatu, untuk bertjita² nasional'', untuk ''mendjundjung tinggi segala keluhuran dan keindahan hidup manusia, untuk mengedjar terwudjudnja keadilan sosial, untuk melaksanakan azas demokrasi dan untuk membersihkan hidup kita''<noinclude> {{rh|||81}}</noinclude> oeeoldlbkn9r51nnuxx3qyd6xpbz4uh 310684 310683 2026-08-10T13:10:20Z Link PB 26772 310684 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Pada tahun 1952 keadaan agak lain! Di beberapa daerah, a.l. di bekas daerah „Indonesia-Timur”, di Sumatra, dibeberapa tempat di Djawa, terutama di Djawa Barat orang merentjanakan peringatan hari 20 Mei setjara umum, bahkan jang boleh dikata setjara besar²an, misalnja di Djawa Barat. Dan di Ibu-kota Djakarta ini ada pemimpin² golongan² politik bersiap² untuk mengadakan peringatan Hari Kebangunan Nasional itu; sekalipun tidak setjara besar²an namun boleh dikata setjara umum. Dan...... dengan maksud jang tertentu. Apakah gerangan jg. memberi semangat kepada rakjat, setidak²nja kepada para pemimpin pergerakan, di Sulawesi, di Djawa Barat d.l.l. daerah untuk memperingati hari 20 Mei tahun 1952 itu? Tidak usah kita berfikir² dengan pandjang dan lebar. Dengan analysa jang sederhana dapatlah kiranja kita menghubung²kan adanja semangat itu dengan adanja bahaja² jang kini merupakan bahaja² jang mengantjam, bahkan ada jang sudah menimpa. Berbagai kesukaran dapat kita rasakan sendiri, dapat kita lihat dengan mata-kepala sendiri, banjak kesulitan kini sedang kita alami. Ketakutan akan datangnja perang dunia jang ke-3, ketakutan akan meradjalelanja ''bahaja kelaparan'', ketakutan akan terus menerus berdjangkitnja penjakit ''kekatjauan'', kegelisahan disebabkan terus memuntjaknja harga ''bahan² penghidupan'', kegelisahan tadi, terus ''berpetjah-belahnja golongan²'' jang dulu pernah berdandji untuk menggalang kesatuan tekad, program dan tindakan, adanja ''krisis achlak'' jang hingga kini tak dapat dibanteras. Itulah semuanja jang menghilangkan atau menghantjurkan ketertiban dan kedamaian dalam hidup rakjat pada waktu itu. Dan...... itulah semuanja jang kiranja menimbulkan keinginan untuk mengadakan peringatan Hari Kebangunan Nasional pada tahun 1952 tadi. Djangan dilupakan, bahwa sedjak peringatan hari 20 Mei pada tahun 1948 itu, sebutan „Hari Kebangunan Nasional” sudah memasuki djiwa kita sebagai andjuran, sebagai ''„displin” jang mutlak'' untuk ''bersatu, untuk bertjita² nasional'', untuk ''mendjundjung tinggi segala keluhuran dan keindahan hidup manusia, untuk mengedjar terwudjudnja keadilan sosial, untuk melaksanakan azas demokrasi dan untuk membersihkan hidup'' kita<noinclude> {{rh|||81}}</noinclude> pupcrcz0sqt62tn8wj8fmz658fzckl2 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/80 104 111871 310685 2026-08-10T13:13:44Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310685 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>menurut ''kejakinan kebatinan'' kita masing². Tiap² peringatan hari² jang dimuliakan, sebenarnja adalah adat kebiasaan didalam hidup manusia, untuk mengalami kembali segala rasa senang ataupun susah, jg. bertali dengan peristiwa² penting dalam hidup-dirinja, dalam hidup keluarganja, hidup bangsanja, negaranja, demikianseterusnja. Begitulah kita merajakan Hari Kebangunan Nasional kita, karena hari itu adalah hari lahirnja tjita² kita bersama. jang penuh semangat kesutjian, keadilan, kerakjatan, kebangsaan dan perikemanusiaan, serta menuntun pergerakan rakjat kita dari hari 20 Mei tahun 1908 sampai kehari 17 Augustus tahun 1945. Kita ingin merasakan kembali segala kenikmatan dan segala kesedihanpun, jang telah dialami oleh Bapak² para pedjoang kita didalam djaman jang silam itu, dimana banjak dari mereka sudah meninggalkan kita, sebelum mereka melihat sendiri buah perdjoangan mereka sedjak hari 20 Mei 1908 itu. Tiap² peringatan seperti tersebut tadi sebenarnja mengandung djuga maksud (jang biasanja tak dengan disadari) untuk dapat mengenangkan segala laku dan tindakan dari mereka jang mendahului kita itu, untuk mendapat tjontoh² dan teladan guna melakukan koreksi jg. perlu², agar perdjoangan kita sekarang dapat terluput dari marabahaja dan mendekatkan kita kepada tudjuan jang kita kedjar. Achirnja tiap² peringatan tadi pada umumnja — dan ini berlaku untuk kalangan rakjat merata — ialah se-akan² orang meng-harap²kan "berkat pangestu" dari apa jang di-mulia²kan, agar ia dapat keselamatan dan kebahagiaan dalam hidupnja. Tidak sedikit daja pengaruh jang biasanja didapat orang sesudah minta berkat pangestu dari jg ia muliakan itu. Ia bertambah berani, bertambah tawakal, bertambah kekuatan batin, bertambah kesutjian. Hilanglah biasanja ke-ragu²an, kegelisahan, ketjemasan, ketakutan dsb., hingga kadang²an, ia merupakan manusia baru jang berdjiwa baru. Bandingkanlah adat tersebut dengan pandangan ''kebatinan'', jang ''psychologis'' pula, tentang adanja hubungan pengertian serta nilai antaranja tradisi "minta berkah" ataupun "bertobat (biecht) dengan apa jang disebut "konfrontasi" (ja'ni berhadapan muka) dengan "pusat-djiwa" atau "geweten" manusia sendiri².<noinclude> {{rh|82||}}</noinclude> qv8gjuzyeoseg8l435n7a335o62shbk Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/42 104 111872 310687 2026-08-10T13:14:37Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ',,sekarang merdeka, sekarang beres", ,,idak benur : ,,sekarang rnerdeka, sekarang makmur". Keberesan dan kemakmuran itu adalah hasi,i usaha mati2an mempe' 'rnakan kemungkinan jang diberi oleh kemerdekaan itu, hasir usaha mernbanting tulang -,uitbuiten" kemungkinan jang diberi oleti kemerdekaan itu. Keberesan dan kernakmuran itu datangnja kemudian daripada kemerdekaan ilu, sesudal'r, berusaha, sesudah membanting tulang. Kalau usaha-mati2an itu ti... 310687 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>,,sekarang merdeka, sekarang beres", ,,idak benur : ,,sekarang rnerdeka, sekarang makmur". Keberesan dan kemakmuran itu adalah hasi,i usaha mati2an mempe' 'rnakan kemungkinan jang diberi oleh kemerdekaan itu, hasir usaha mernbanting tulang -,uitbuiten" kemungkinan jang diberi oleti kemerdekaan itu. Keberesan dan kernakmuran itu datangnja kemudian daripada kemerdekaan ilu, sesudal'r, berusaha, sesudah membanting tulang. Kalau usaha-mati2an itu tidak ada. kalau pe,mbantingan tulang itu tidak ada, seribu kemerdekaarr ta' akan dapat mendatangkan kemakmuran dan keberesan. Karena itulah nraka saja.amat bergetnbira cian berterimakasih, bahwa saudara2 clalam Fenriiitaan-Eersarna jang dibatjakan tadi itu telah memutuskan (ad 3) : ,,Menjatakart J..e;ed.iaan untuk seS:erd ffielrtkstrnakan pembcutgunan rttsional, doiam orti pentbangllnan sosial, ekonami tlan kebudalaan untuk kepentingan segenclp Rakiat". tsahwa peubangurran sosiai, ekoncmi dan kebucia;aan itu adalah untuk kei:entingan segenap Rakjat, ja bahwa pembangunan itu harus untuk kepentingan segenap Rakjat, itu adalah satu barang jang semustinia, satu baran:1 jang sesuai dengan tjita2 kita. dan malahan ad-alah satu barang ipng didjarnin oleh Undang2 Dasar Negara kita. Kervadjiban seluruh rakjatlah untuk mendjaga supaja ketentuan2 didalam Unda.ng2 Dasar itu tidak didurhakai orang. Kewadjiban kita semualah untuk mendjaga supaja ketentuanz itu ditaati dan dihormati, dan dikerdjakan. Tetapi pri.niair adaiah kenjataan, bahwa kesedjahteraan itu ta' djatuh dari langit. tetapi harus dibangun. Primair adaiah pern.jataan T'uan2 jang saja hargai. bahwa Tuan2 bersedia untuk segera metraksrtnukan perrba,ngunan nasional itu. Djikalau serrua kita bekerdja keras untuk melaksanakan pembangunan, bekerdja keras dengan penuh keinsafan dan kesedaran, maka akan berachirlah keku.rangan2 kita satu demi satu. Sebaliknja, djikalau kita tidak bekerdja keras, rnaka kekurangan2 kita itu akan tetap ada, bahkan akan ber-tambah2 makin lama nrakin ngeri. sebagai misainja daiam hal urusan beras. Sembojan 43<noinclude></noinclude> 2l3q7xvd5now2x1b2luhknth95hq75l 310689 310687 2026-08-10T13:22:24Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310689 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>„sekarang merdeka. sekarang beres”. ''„tidak benar:'' sekarang merdeka, sekarang makmur”. Keberesan dan kemakmuran itu adalah hasil usaha mati²an mempe{{illegible}}makan diberi oleh kemerdekaan itu, hasi „uitbuiten” kemungkinan jang diberi beresan dan kemakmuran itu datangnja kemudian daripada kemerdekaan itu, ''sesudah'' berusaha, ''sesudah'' membanting tulang. Kalau usaha-mati²an itu tidak ada. kalau pembantingan tulang itu tidak ada, —— seribu kemerdekaan ta' akan dapat mendatangkan kemakmuran dan keberesan. Karena itulah maka saja amat bergembira dan berterimakasih, bahwa saudara² dalam Pernjataan-Bersama jang dibatjakan tadi itu telah memutuskan (ad 3): „''Menjatakan kesediaan untuk segera melaksanakan pembangunan nasional, dalam arti pembangunan sosial. ekonomi dan kebudajaan untuk kepentingan segenap Rakjat''”. Bahwa pembangunan sosial, ekonomi dan kebudayaan itu adalah untuk kepentingan segenap Rakjat. ja bahwa pembangunan itu harus untuk kepentingan segenap Rakjat, itu adalah satu barang jang semustinja, satu barang jang sesuai dengan tjita² kita. dan malahan adalah satu barang jang didjamin oleh Undang² Dasar Negara kita. Kewadjiban seluruh rakjatlah untuk mendjaga supaja ketentuan didalam Undang² Dasar itu tidak didurhakai orang. Kewadjiban kita semualah untuk mendjaga supaja ketentuan² itu ditaati dan dihormati, dan dikerdjakan. Tetapi primair adalah kenjataan, bahwa kesedjahteraan itu ta' djatuh dari langit. tetapi harus dibangun Primair adalah pernjataan Tuan² jang saja hargai, bahwa Tuan² bersedia untuk ''segera melaksanakan pembangunan nasional itu''. Djikalau semua kita bekerdja keras untuk melaksanakan pembangunan, bekerdja keras dengan penuh keinsafan dan kesedaran, maka akan berachirlah kekurangan² kita satu demi satu. Sebaliknja, djikalau kita tidak bekerdja keras, maka kekurangan kita itu akan tetap ada, bahkan akan ber-tambah² makin lama makin ngeri. sebagai misalnja dalam hal urusan beras. Sembojan<noinclude>{{rh|||43}}</noinclude> c52g9y216c064wyn2jie1wsai80wkut Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/81 104 111873 310688 2026-08-10T13:21:32Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310688 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''PERNJATAAN BERSAMA.'''</center> <center>Disetudjui oleh Partai² serta Organisasi² Rakjat dalam memperingati 44 tahun Hari Kebangunan Nasional.</center> <center>----o----</center> PERMUSJAWARATAN jang diselenggarakan oleh ''Panitya Peringatan 44 X tahun Hari Kebangunan Nasional'' pada tanggal 18 Mei 1952 di Djakarta dan dihadiri oleh Wakil² Partai Politik, Serikat² Buruh, Organisasi² Tani, Pemuda, Wanita, Peladjar dan segenap Golongan dalam masjarakat, baik jang berdasarkan Keagamaan, Kebudajaan atau Kesosialan pada umumnja, maupun jang memelihara serta menjelenggarakan usaha² chusus dalam lapangan Perguruan, Perekonomian, Kepanduan, Persuratan-kabaran, Kesenian dan lain sebagainja. MENGINGAT: <ol type="a"> <li>bahwa sedjak 20 Mei 1908 dengan tidak memperdulikan segala matjam kekangan dan tindasan, Rakjat Indonesia seluruhnja telah bangun menjusun diri menentang pendjadjahan jang menimbulkan kemelaratan, kesengsaraan dan kehinaan bangsa Indonesia;</li> <li>bahwa sedjak berachirnja perang dunia kedua dan sedjak berdirinja Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, Rakjat Indonesia belum terluput dari pelbagai kesukaran dan penderitaan, karena adanja bahaja, baik jang mengantjam maupun jang telah menimpa hidup dan penghidupan Rakjat Indonesia, sebagai akibat pendjadjahan dalam segala lapangan, teristimewa dalam lapangan politik, ekonomi dan sosial;</li> <li>bahwa kesanggupan, kegiatan, keichlasan serta ketaatan seluruh Rakjat untuk mempertahankan demokrasi dan kemerdekaan nasional jang sedjati, tidak boleh disangsikan;</li> </ol><noinclude> {{rh|||83}}</noinclude> rzeail9b404v0q4blkmvr51eyumhp58 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/43 104 111874 310690 2026-08-10T13:22:39Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'setengah orang: ,,perbaikiiah nasib }<ita dulu, bam l,;ita bekerdja keras". adalah satu senibojan jang salair, satu sernbojan jang berdiri diatas kepalanja. lr 'rib icira tidak bisa nrend.|adi baik, kalau tidak dibeli deagan ijs:lha. Karena itu sernbttj;in kita harus kebalikannja dari scrnb"rien jang salah itu, dan harus berbunji : ,,Maii bekerdja kcras^ iigar niisiu rnent1jarli baik". Demil:ian pula n-iiii;ir acliurja dari keputusan bcrsana itu... 310690 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>setengah orang: ,,perbaikiiah nasib }<ita dulu, bam l,;ita bekerdja keras". adalah satu senibojan jang salair, satu sernbojan jang berdiri diatas kepalanja. lr 'rib icira tidak bisa nrend.|adi baik, kalau tidak dibeli deagan ijs:lha. Karena itu sernbttj;in kita harus kebalikannja dari scrnb"rien jang salah itu, dan harus berbunji : ,,Maii bekerdja kcras^ iigar niisiu rnent1jarli baik". Demil:ian pula n-iiii;ir acliurja dari keputusan bcrsana itu saja hargai : ,menggalang keslrtrian sikao" prc_rrant sErta. tindakan ,.rrn- tuk melaksanakan deutckrasi. uirtnk kesedjahteraan dan keadilern sosial, untuk rnenshai.ruikan perdjadji;ln2 jarrg nrerug!<an rakjat, untuk kembaliniit {rian-Bariit". Memang kita cJimana mungkin irarus lek;rs mclaksanakan denokrasi disegalir iapanEan; niemans kesedjahtcraen Rakjat dan kea i.lan sosial haii"ts ilendjarii kenjataan jang dapat diraba se-lekas?nja ; memang se rala ptrdj irndj i ;rn? jan* nrer.r si iian f{ak iit r dan Ne.gara harus segera diiciitiarl,:an hapusnja atau robohnja; memang lrian-Barat harus n:r,ttiik inasuk kediriara irckuasaan Republik indcnesia. Bahrva sampai rlckarang: rlenolint:;i itu belum dapri ililai<s:lnakan disegala lapangr:,r, itu ail;il;rh oir:li karena liita beium dapat rnengnciakan pemiiihan urriirlt dan cieh i:areira keilmanan di blnjak temoat beium tercja.min. Oleh klrcna itulah m:rka kiia harus berusaha ber-santa: ag;rr suoaja i;cnciisi2 untuk dapal diadakan perniiiha.n untuil le'r:as terijinta, tlan agar supaja keamanan umunr di-manaz lekas terselengmrt pula. Demikian nuia kita semua lrarus i:ekerdia keras untuk nreiitjiptakan scgaia kondisi:nja kesedilhtei'aai: dan keadilan sosial. Sebab sungguh, tidak ada sesiirtu hal ci:d,.rnra ini jang begitu rt;rgantung kepada kondisi, dari p:ida kcsedjahteraan dan kemakmuran. Kondisi itu harus tjiselenggarar-an. ,,Ook ',velvaart moest geschapen worden", djuga kenralcrniil'zln harus rJitjipta, demikianlah Marx berkaiii. Dan tentang ,,keadilan", itupun diien:ulian rjaiarn Undang2 Dasar kita, dan kewadjiban kita-scrnuaiah, kewadjiban, kewa- djiban saudara2, ker,vaci.liban ral:jli. kei,,,adjiban kita-seurua tuamuda untuk mendjaga supeja ketr:ntuan itu dilaksanakan. - M<noinclude></noinclude> rpf7fvphhkm4xsxx8jw1mfubtja57uk 310698 310690 2026-08-10T13:32:18Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310698 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>setengah orang: „perbaikilah nasib kita dulu, baru kita bekerdja keras”, adalah satu sembojan jang salah, satu sembojan jang berdiri diatas kepalanja. Nasib kita tidak bisa mendjadi baik, kalau tidak dibeli dengan usaha. Karena itu sembojan kita harus kebalikannja dari sembojan jang salah itu, dan harus berbunji: „Mari bekerdja keras. agar nasib mendjadi baik”. Demikian pula maka adanja dari keputusan bersama itu saja hargai : menggalang kesatuan sikap, program serta tindakan „untuk melaksanakan demokrasi, untuk kesedjahteraan dan keadilan sosial, untuk menghapuskan perdjadjian² jang merugikan rakjat, untuk kembalinja Irian-Barat”. Memang kita dimana mungkin harus lekas melaksanakan demokrasi disegala lapangan; memang kesedjahteraan Rakjat dan keadilan sosial harus mendjadi kenjataan jang dapat diraba se-lekas²nja; memang segala perdjandjian jang merugikan Rakjat dan Negara harus segera diichtiarkan hapusnja atau robohnja: memang Irian-Barat harus mutlak masuk kedalam kekuasaan Republik Indonesia. Bahwa sampai sekarang demokrasi itu belum dapat dilaksanakan disegala lapangan. itu adalah oleh karena kita belum dapat mengadakan pemilihan umum dan oleh karena keamanan di banjak tempat belum terdjamin. Oleh karena itulah maka kita harus berusaha ber-sama² agar supaja kondisi² untuk dapat diadakan pemiliha.n umum lekas tertjipta, dan agar supaja keamanan umum di-mana² lekas terselenggara pula. Demikian pula kita semua harus bekerdja keras untuk mentjiptakan segaia kondisi²nja kesedjahteraan dan keadilan sosial. Sebab sungguh, tidak ada sesuatu hal didunia ini jang begitu tergantung kepada kondisi, dari pada kesedjahteraan dan kemakmuran. Kondisi itu harus diselenggarakan. „Ook welvaart moest geschapen worden”,—— djuga kemakmuran harus ditjipta. demikianlah Marx berkata. Dan tentang „keadilan”, itupun ditentukan dalam Undang² Dasar kita, dan kewadjiban kita-semualah,—— kewadjiban, kewadjiban saudara², kewadjiban rakjat, kewadjiban kita-semua tua-muda —— untuk mendjaga supaja ketentuan itu dilaksanakan.<noinclude>{{rh|44}}</noinclude> kjuhpw1k0ipm2focbk3j5alvt61vrxf Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/82 104 111875 310691 2026-08-10T13:25:57Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310691 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><ol type="a" start="4"> <li>bahwa sampai pada tanggal 20 Mei 1952 ini Negara dan Rakjat Indonesia masih menghadapi bahaja perang dunia jang dapat menimbulkan kerusakan, kehantjuran, kemelaratan, kesengsaraan dan kehinaan umat manusia umumnja;</li> </ol> MENIMBANG: <ol type="a"> <li>bahwa untuk dapat mengatasi segala kesukaran dan penderitaan Rakjat dan untuk dapat menolak tiap² usaha jg. mengantjam atau jang telah menimpa keselamatan Negara Republik Indonesia, sangat perlu adanja kesatuan sikap, program dan tindakan terhadap segala sifat pendjadjahan, baik dalam lapangan politik, ekonomi, sosial maupun militer;</li> <li>bahwa dengan diadakannja kesatuan sikap, program dan tindakan, tidak berarti menghentikan tugas kewadjiban Partai², Organisasi² ataupun melalaikan dasar² dan azas² perdjoangan masing², akan tetapi hanja bermaksud menjelenggarakan bersama apa jang perlu guna kepentingan Rakjat dan Negara;</li> </ol> <center>MENGINGAT DAN MENIMBANG PULA:</center> bahwa tanggal 20 Mei ini jang oleh seluruh Rakjat sedang diperingati setjara chidmat sebagai ''Hari Peringatan 44 tahun Kebangunan Nasional'' memberi kesempatan serta mendorong kita semua untuk mempertegak tjita² kita bersama, jang telah tertjapai dengan proklamasi Negara Republik Indonesia, dan dengan demikian mewudjudkan sjukur kepada Tuhan Jang Maha Esa dan rasa terima kasih serta rasa hormat batin kita kepada sekalian mereka jang telah didalam 44 tahun itu sudah mentjurahkan segala kekuatan fikiran dan tenaganja begitupun djiwanja, jang semuanja terbukti tidak sia² belaka, bahkan kita akui sebagai perdjoangan nasional, jang kita teruskan sampai saat tertjapainja tjita² Rakjat Indonesia seluruhnja;<noinclude> {{rh|84||}}</noinclude> momi8cl9etnrer2mf8xenraxv3drk4m 310693 310691 2026-08-10T13:26:17Z Link PB 26772 310693 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><ol type="a" start="4"> <li>bahwa sampai pada tanggal 20 Mei 1952 ini Negara dan Rakjat Indonesia masih menghadapi bahaja perang dunia jang dapat menimbulkan kerusakan, kehantjuran, kemelaratan, kesengsaraan dan kehinaan umat manusia umumnja;</li> </ol> <center>MENIMBANG:</center> <ol type="a"> <li>bahwa untuk dapat mengatasi segala kesukaran dan penderitaan Rakjat dan untuk dapat menolak tiap² usaha jg. mengantjam atau jang telah menimpa keselamatan Negara Republik Indonesia, sangat perlu adanja kesatuan sikap, program dan tindakan terhadap segala sifat pendjadjahan, baik dalam lapangan politik, ekonomi, sosial maupun militer;</li> <li>bahwa dengan diadakannja kesatuan sikap, program dan tindakan, tidak berarti menghentikan tugas kewadjiban Partai², Organisasi² ataupun melalaikan dasar² dan azas² perdjoangan masing², akan tetapi hanja bermaksud menjelenggarakan bersama apa jang perlu guna kepentingan Rakjat dan Negara;</li> </ol> <center>MENGINGAT DAN MENIMBANG PULA:</center> bahwa tanggal 20 Mei ini jang oleh seluruh Rakjat sedang diperingati setjara chidmat sebagai ''Hari Peringatan 44 tahun Kebangunan Nasional'' memberi kesempatan serta mendorong kita semua untuk mempertegak tjita² kita bersama, jang telah tertjapai dengan proklamasi Negara Republik Indonesia, dan dengan demikian mewudjudkan sjukur kepada Tuhan Jang Maha Esa dan rasa terima kasih serta rasa hormat batin kita kepada sekalian mereka jang telah didalam 44 tahun itu sudah mentjurahkan segala kekuatan fikiran dan tenaganja begitupun djiwanja, jang semuanja terbukti tidak sia² belaka, bahkan kita akui sebagai perdjoangan nasional, jang kita teruskan sampai saat tertjapainja tjita² Rakjat Indonesia seluruhnja;<noinclude> {{rh|84||}}</noinclude> 63l01ctr0nlherjss4t47emh9oz44si Halaman:080 Loda.djvu/7 104 111876 310692 2026-08-10T13:26:11Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 310692 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 609. sārumu<br> 611. kamanu - tubà<br> 612. susupi<br> 613. tōimi<br> 614. ma dědeli<br> 615. ma dòto<br> 613-<br> 616. tōimi<br> 617. salewākumu<br> 619. lėla<br> 620. sinàpan<br> 621. ubà<br> 622. pangelū<br> 623. tūpuku<br> 624. popoi<br> 626. gudòti<br> 627. sātĕrū<br> 628. supèra<br> 629. tòlo dj'ogu <55><br> 631. bètèng<br> 634. i sūbaka<br> 635. i lākuru<br> 636. i dja tatagoka<br> 637. sosuluko<br> 639. tjo-djōu<br> 640. tjo-djou - upatī<br> 644. īsara <56><br> 645. dudūaka<br> 648. kuda-kuda<br> 651. gogoli <57><br> 652. patu-pàtū<br> 653. dòro - dumulè <58><br> 654. <59><br> 655. dòro<br> 659. raranga<br> 660. ma dòdja <60><br> 662/<br> 663. piāroto <61><br> 664. gisisi<br> 665. dātōmo <62><br> 668. dj'ōmuku {{multicol-break}} 669. dj'āu <63><br> 671. utuku<br> 672. <64><br> 674. gogòta <65><br> 677. <66><br> 679. timu<br> 681. tabàko<br> 682. ūgaka<br> 683. botji<br> 684. bawanga - gada <67><br> 685. <68><br> 686. gumīni <69><br> 688. àsibi - īmara<br> 689. dilago <70><br> 690. ritja <71><br> 691-<br> 693. īgono<br> 695. dāluku<br> 696. <72><br> 697. dāluku dja mumūtītī<br> 698. dāluku o mali <73><br> 697/<br> 698. dāluku<br> 700. gula <74><br> 701. gula-pāsari<br> 702. bobo (sālipi)<br> 703. īnomo }<br> 704. īnomo } <75><br> 705. kāpǎ<br> 706. kailupa<br> 707. manārama <76><br> 708. guàwé<br> 709. nǎka<br> 711. duriang<br> 712. gòrogo - rorawané<br> 713. làsa<br> 716. bolé <77><br> 717. ngòwo, tupu - làkodòto<br> 720. sangkàri<br> 721. sangkàri<br> 722. dōroku {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 15ey9mc956fm5ljyedbdlaja1seg18u Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/83 104 111877 310694 2026-08-10T13:28:50Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310694 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''M E M U T U S K A N :'''</center> <ol type="1" start="5"> <li>Melandjutkan dan menjempurnakan usaha menggalang kesatuan sikap, program serta tindakan jang telah dimulai pada tgl. 20 Mei 1948, djuga dalam menghadapi bahaja perang dunia jang mungkin datang, jang mengantjam Rakjat dan Negara Indonesia dan jang dapat menimbulkan kehantjuran, kemelaratan, kesengsaraan, dan kehinaan umat manusia seluruhnja.</li> <li>Menjatakan kesediaan segera terwudjudnja maksud tersebut:</li> <ol type="a"> <li>untuk melaksanakan demokrasi dalam segala lapangan,</li> <li>untuk mentjapai kesedjahteraan Rakjat dan keadilan sosial dalam masjarakat.</li> <li>untuk menghapuskan segala perdjandjian dengan negara² lain jang merugikan Rakjat dan Negara Republik Indonesia.</li> </ol> <li>Menjatakan kesediaan untuk segera melaksanakan pembangunan nasional, dalam arti pembangunan sosial, ekonomi dan kebudajaan untuk kepentingan segenap Rakjat, pertahanan-nasional dalam arti kerdja-sama se-erat²nja antara Tentara, Polisi dan alat² negara lainnja dengan Rakjat untuk mengatasi kekatjauan² jang timbul dari dalam dan/atau jang datang dari luar.</li> </ol> {{right| Diumumkan: Pada upatjara peringatan 44 tahun Hari Kebangsaan Nasional. Djakarta, 20 Mei 1952. Sekretaris Panitya Peringatan (Achmad Soeladji.) }}<noinclude> {{rh|||85}}</noinclude> 63itwduu0g4fn0vhrndesdgkiuo4xeb 310695 310694 2026-08-10T13:29:07Z Link PB 26772 310695 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''M E M U T U S K A N :'''</center> <ol type="1" start="1"> <li>Melandjutkan dan menjempurnakan usaha menggalang kesatuan sikap, program serta tindakan jang telah dimulai pada tgl. 20 Mei 1948, djuga dalam menghadapi bahaja perang dunia jang mungkin datang, jang mengantjam Rakjat dan Negara Indonesia dan jang dapat menimbulkan kehantjuran, kemelaratan, kesengsaraan, dan kehinaan umat manusia seluruhnja.</li> <li>Menjatakan kesediaan segera terwudjudnja maksud tersebut:</li> <ol type="a"> <li>untuk melaksanakan demokrasi dalam segala lapangan,</li> <li>untuk mentjapai kesedjahteraan Rakjat dan keadilan sosial dalam masjarakat.</li> <li>untuk menghapuskan segala perdjandjian dengan negara² lain jang merugikan Rakjat dan Negara Republik Indonesia.</li> </ol> <li>Menjatakan kesediaan untuk segera melaksanakan pembangunan nasional, dalam arti pembangunan sosial, ekonomi dan kebudajaan untuk kepentingan segenap Rakjat, pertahanan-nasional dalam arti kerdja-sama se-erat²nja antara Tentara, Polisi dan alat² negara lainnja dengan Rakjat untuk mengatasi kekatjauan² jang timbul dari dalam dan/atau jang datang dari luar.</li> </ol> {{right| Diumumkan: Pada upatjara peringatan 44 tahun Hari Kebangsaan Nasional. Djakarta, 20 Mei 1952. Sekretaris Panitya Peringatan (Achmad Soeladji.) }}<noinclude> {{rh|||85}}</noinclude> shtiddamv6yh7mbw1a0uapl7ri0jh7h 310696 310695 2026-08-10T13:31:00Z Link PB 26772 310696 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''M E M U T U S K A N :'''</center> <ol type="1" start="1"> <li>Melandjutkan dan menjempurnakan usaha menggalang kesatuan sikap, program serta tindakan jang telah dimulai pada tgl. 20 Mei 1948, djuga dalam menghadapi bahaja perang dunia jang mungkin datang, jang mengantjam Rakjat dan Negara Indonesia dan jang dapat menimbulkan kehantjuran, kemelaratan, kesengsaraan, dan kehinaan umat manusia seluruhnja.</li> <li>Menjatakan kesediaan segera terwudjudnja maksud tersebut:</li> <ol type="a"> <li>untuk melaksanakan demokrasi dalam segala lapangan,</li> <li>untuk mentjapai kesedjahteraan Rakjat dan keadilan sosial dalam masjarakat.</li> <li>untuk menghapuskan segala perdjandjian dengan negara² lain jang merugikan Rakjat dan Negara Republik Indonesia.</li> </ol> <li>Menjatakan kesediaan untuk segera melaksanakan pembangunan nasional, dalam arti pembangunan sosial, ekonomi dan kebudajaan untuk kepentingan segenap Rakjat, pertahanan-nasional dalam arti kerdja-sama se-erat²nja antara Tentara, Polisi dan alat² negara lainnja dengan Rakjat untuk mengatasi kekatjauan² jang timbul dari dalam dan/atau jang datang dari luar.</li> </ol> {{center| Diumumkan: Pada upatjara peringatan 44 tahun Hari Kebangsaan Nasional. Djakarta, 20 Mei 1952. Sekretaris Panitya Peringatan (Achmad Soeladji.) }}<noinclude> {{rh|||85}}</noinclude> n8lqkkitreinpxeq0nit7wiyc07u0k0 310697 310696 2026-08-10T13:31:45Z Link PB 26772 310697 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''M E M U T U S K A N :'''</center> <ol type="1" start="1"> <li>Melandjutkan dan menjempurnakan usaha menggalang kesatuan sikap, program serta tindakan jang telah dimulai pada tgl. 20 Mei 1948, djuga dalam menghadapi bahaja perang dunia jang mungkin datang, jang mengantjam Rakjat dan Negara Indonesia dan jang dapat menimbulkan kehantjuran, kemelaratan, kesengsaraan, dan kehinaan umat manusia seluruhnja.</li> <li>Menjatakan kesediaan segera terwudjudnja maksud tersebut:</li> <ol type="a"> <li>untuk melaksanakan demokrasi dalam segala lapangan,</li> <li>untuk mentjapai kesedjahteraan Rakjat dan keadilan sosial dalam masjarakat.</li> <li>untuk menghapuskan segala perdjandjian dengan negara² lain jang merugikan Rakjat dan Negara Republik Indonesia.</li> </ol> <li>Menjatakan kesediaan untuk segera melaksanakan pembangunan nasional, dalam arti pembangunan sosial, ekonomi dan kebudajaan untuk kepentingan segenap Rakjat, pertahanan-nasional dalam arti kerdja-sama se-erat²nja antara Tentara, Polisi dan alat² negara lainnja dengan Rakjat untuk mengatasi kekatjauan² jang timbul dari dalam dan/atau jang datang dari luar.</li> </ol> {{center| Diumumkan: Pada upatjara peringatan 44 tahun<br> Hari Kebangsaan Nasional.<br> Djakarta, 20 Mei 1952.<br> Sekretaris Panitya Peringatan <br> <br> (Achmad Soeladji.) }}<noinclude> {{rh|||85}}</noinclude> ewad4hairffhubbi2ma13rdx2byz5pt Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/85 104 111878 310699 2026-08-10T13:33:04Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'PEMTtrtr},&g Sebelu,m KITA DI NEI"IERLAND tahun 1908, jakni tahun kebangsaan nasional, maka di Nederland sudah ada sementara pemuda'pemuda bangsa krta untuk keperluan pengadjaran. Tidak sadja mereka itu menuntut peiadjaran di Universiteit -- sesudah n,enan:atkan peladjaran dl H.B.S" di Indonesia atau di neseri Belanda namun aile dluga jang disana mulai ketjil dan bersekolah di -sekoiah rendat: atau menengah. Biasanja mereka itu puteraz para... 310699 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>PEMTtrtr},&g Sebelu,m KITA DI NEI"IERLAND tahun 1908, jakni tahun kebangsaan nasional, maka di Nederland sudah ada sementara pemuda'pemuda bangsa krta untuk keperluan pengadjaran. Tidak sadja mereka itu menuntut peiadjaran di Universiteit -- sesudah n,enan:atkan peladjaran dl H.B.S" di Indonesia atau di neseri Belanda namun aile dluga jang disana mulai ketjil dan bersekolah di -sekoiah rendat: atau menengah. Biasanja mereka itu puteraz para bangsawan truhur jang berada, karena di Indonesia hanja anak-anak bangsa* wan boleh masuk ke-sekolah Belanda, di ,,Europeesche Lagere School" atau di H"B.S.; dan biaja bersekolah di Nederland sangat t-esar dan hanja mungkin bagi orangr kaja. Jang pertama kali dikirim ke negcri Belanda itu misalnla sementara anggautaa Keiuarga Paku-Alatn idiantaranja Drs. Kusumrsjudts, bekas Ecieleer). Ada djuga jang waktu itu, sebelum tahun 1900, ada di Nederland untuk meneruskan peladjarannja dalam salah sarr vak, misalnja Dr. Eunjamin, Dr. Abdul Rivai, (keduanja kemudian mentjapai titel ,,arts"), Ismangun Danuwinato dan Soetan Casujangan, keduanja guru jang kemudian lulus udjian Hnofdakte di }r1ederland" Patut diperingati bahwa sekalian mereka itu disana sambil bekerdja selaku wartawan. Tidak sadja mereka mcngirimkan karansan2-nja kepada madjalah2 atau harian2 di Indonesia, namun di Nederland mereka membantu madjalah ,,Bin* tang Hindia" jang terkenal sebagai madjalah-bergambar jang populer, diterbitkan oleh bekas opsir Hindia Belanda jang ter. kenatr djuga, jaitu Clockener Brousson. Dalarn pada itu dapatlah drsini saja beritahukan, bahwa Dr. Bunjamin kala itu rnenerbitkan sendiri sebuah madjalah dalam bahasa Belanda, Indonesia rlan Djawa, jang ia beri nama ,,Oedyana Pengawikan". Bahwa lama sebelum zaman itu Raden Saleh pemah ada di Nederlanri d.;uga, untuk rnenerinra didikan sebagai pelukis, kita semua mengetahuinja. 87<noinclude></noinclude> 1sec6r27637j5u6evjh9c7vuny5oumb 310701 310699 2026-08-10T13:38:10Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310701 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|'''PEMUDA KITA DI NEDERLAND'''}}}} Sebelum tahun 1908, jakni tahun kebangsaan nasional, maka di Nederland sudah ada sementara pemuda-pemuda bangsa kita untuk keperluan pengadjaran. Tidak sadja mereka itu menuntut peladjaran di Universiteit —— sesudah nenamatkan peladjaran di H.B.S. di Indonesia atau di negeri Belanda —— namun ada djuga jang disana mulai ketjil dan bersekolah di sekolah rendah atau menengah. Biasanja mereka itu putera² para bangsawan luhur jang berada, karena di Indonesia hanja anak-anak bangsawan boleh masuk ke-sekolah Belanda, di „Europeesche Lagere School” atau di H.B.S.; dan biaja bersekolah di Nederland sangat tesar dan hanja mungkin bagi orang² kaja. Jang pertama kali dikirim ke negeri Belanda itu misalnja sementara anggauta² ''Keluarga Paku-Alam'' (diantaranja ''Drs. Kusumojudo'', bekas Edelcer). Ada djuga jang waktu itu, sebelum tahun 1900, ada di Nederland untuk meneruskan peladjarannja dalam salah satuvak, misalnja ''Dr. Bunjamin'', ''Dr. Abdul Rivai'', (keduanja kemudian mentjapai titel „arts”), ''Ismangun Danuwinoto'' dan ''Soetan Casajangan'', keduanja guru jang kemudian lulus udjian Hoofdakte di Nederland. Patut diperingati bahwa sekalian mereka itu disana sambil bekerdja selaku wartawan. Tidak sadja mereka mengirimkan karangan²-nja kepada madjalah² atau harian² di Indonesia, namun di Nederland mereka membantu madjalah „Bintang Hindia” jang terkenal sebagai madjalah-bergambar jang populer, diterbitkan oleh bekas opsir Hindia Belanda jang terkenal djuga, jaitu ''Clockener Brousson''. Dalam pada itu dapatlab disini saja beritahukan, bahwa Dr. Bunjamin kala itu menerbitkan sendiri sebuah madjalah dalam bahasa Belanda, Indonesia dan Djawa, jang ia beri nama „Oedyana Pengawikan”. Bahwa lama sebelum zaman itu ''Raden Saleh'' pernah ada di Nederland djuga, untuk menerima didikan sebagai pelukis, kita semua mcngetahuinja.<noinclude>{{rh|||87}}</noinclude> ex6vyrd7j9vgypuys3xjd5jzekz3lzd 310703 310701 2026-08-10T13:38:55Z Iripseudocorus 23824 310703 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|'''PEMUDA² KITA DI NEDERLAND'''}}}} Sebelum tahun 1908, jakni tahun kebangsaan nasional, maka di Nederland sudah ada sementara pemuda-pemuda bangsa kita untuk keperluan pengadjaran. Tidak sadja mereka itu menuntut peladjaran di Universiteit —— sesudah nenamatkan peladjaran di H.B.S. di Indonesia atau di negeri Belanda —— namun ada djuga jang disana mulai ketjil dan bersekolah di sekolah rendah atau menengah. Biasanja mereka itu putera² para bangsawan luhur jang berada, karena di Indonesia hanja anak-anak bangsawan boleh masuk ke-sekolah Belanda, di „Europeesche Lagere School” atau di H.B.S.; dan biaja bersekolah di Nederland sangat tesar dan hanja mungkin bagi orang² kaja. Jang pertama kali dikirim ke negeri Belanda itu misalnja sementara anggauta² ''Keluarga Paku-Alam'' (diantaranja ''Drs. Kusumojudo'', bekas Edelcer). Ada djuga jang waktu itu, sebelum tahun 1900, ada di Nederland untuk meneruskan peladjarannja dalam salah satuvak, misalnja ''Dr. Bunjamin'', ''Dr. Abdul Rivai'', (keduanja kemudian mentjapai titel „arts”), ''Ismangun Danuwinoto'' dan ''Soetan Casajangan'', keduanja guru jang kemudian lulus udjian Hoofdakte di Nederland. Patut diperingati bahwa sekalian mereka itu disana sambil bekerdja selaku wartawan. Tidak sadja mereka mengirimkan karangan²-nja kepada madjalah² atau harian² di Indonesia, namun di Nederland mereka membantu madjalah „Bintang Hindia” jang terkenal sebagai madjalah-bergambar jang populer, diterbitkan oleh bekas opsir Hindia Belanda jang terkenal djuga, jaitu ''Clockener Brousson''. Dalam pada itu dapatlab disini saja beritahukan, bahwa Dr. Bunjamin kala itu menerbitkan sendiri sebuah madjalah dalam bahasa Belanda, Indonesia dan Djawa, jang ia beri nama „Oedyana Pengawikan”. Bahwa lama sebelum zaman itu ''Raden Saleh'' pernah ada di Nederland djuga, untuk menerima didikan sebagai pelukis, kita semua mcngetahuinja.<noinclude>{{rh|||87}}</noinclude> qe8mc5nc3vm8rwlna6jne34smxcrp4t Halaman:080 Loda.djvu/8 104 111879 310700 2026-08-10T13:34:38Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 310700 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 723. kòfi<br> 724. bisi<br> 726. gagābĕré<br> 727. kōmèné<br> 728. gà'u<br> 729. gurati<br> 731. iwi<br> 732. <78><br> 733. dīburu<br> 734. gòta<br> 737. dola - kaïjé<br> 739/<br> 740. raraga<br> 741. siho<br> 742-<br> 744. ngūtuku<br> 746. sòka<br> 748. kāǐ<br> 750. tīgono<br> 752. mōkuru<br> 753. bido<br> 754. silo<br> 755. silo - moléauno<br> 757. dūbolo<br> 758. dòpo, bunga <79><br> 759. sōwoko<br> 761. kāi<br> 763. golōwòngo<br> 764. lākémé<br> 765. gotjèla<br> 766. godjòro<br> 770. <80><br> 771. dumulè<br> 772. ngūsumu<br> 773. kakānoko<br> 774. haiwani<br> 775. ma ngòwaka <81><br> 778. bīkini<br> 779. djòu<br> 780. gitīwiri<br> 781. gitīwiri {{multicol-break}} 786. gūgutu<br> 787. gògo<br> 789. īgutul<br> 790. tōunu<br> 794. òdé <82><br> 797. mūrutu<br> 799. kàbi<br> 800-<br> 802. kobowo<br> 803. sàpi ma ngowědjėka<br> 804. sàpi ma nāuru<br> 803/<br> 804. sapi<br> 805. pōaka<br> 806. pōaka<br> 807. djara<br> 808. pōaka<br> 809. maidjanga<br> 811. kàso<br> 812. rōanga<br> 813. bòki<br> 814. i njāu<br> 815. mātjangi<br> 816. pōaka<br> 817. béruang<br> 823. kasawari<br> 824. <83><br> 825. ō-gono<br> 826. nāmoro todòku<br> 827. nāmoro todòku ma ngòwaka<br> 828. namoro todòku ma ngowědjėka<br> 830. namoro todòku ma nāuru<br> 834. <84><br> 835. tjiba - ratu - ratu<br> 836. salambūrumu ma dorōu<br> 840. tumara - takuru<br> 843. kāisi<br> 844. namoro<br> 845. palado <85><br> 846. kleme (paniki pisang) gusa<br> 847. wuwudjiki, ngunu-sago {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 1mr1kcn2sql9wo719qawlqc0rbgufkm Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/86 104 111880 310702 2026-08-10T13:38:12Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310702 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Sesudah para "indisch arts" dari Stovia Djakarta dibolehkan meneruskan peladjaran dalam aliran ketabiban dengan dibebaskan dari udjian "candidaat", apa lagi sesudah mereka dibebaskan dari udjian "doctoraal" banjaklah tambahnja peladjar² kita di negeri Belanda. Misalnja Dr. J.E. Tehupeiory dan adiknja Dr. W.J. Tehupeiory, Dr. Tumbelaka, Dr. Asmaun dan lain-lainja, jang termasuk angatan pelopor tertua, jang boleh disebut ''periode pertama''. Sesudah djaman itu datanglah pula angatan baru, jang boleh disebut "angkatan kebangsaan nasional", jaitu didjaman sekitar tahun 1908. Inilah periode jang ke-dua. Periode jang ke-dua ialah sesudah ''"Budi Utomo"'' dibentuk dalam tahun 1908 dan segera disusul dengan berdirinja perhimpunan² lainnja diseluruh Indonesia. Para peladjar kita di Nederland tidak suka ketinggalan, mereka mendirikan organisasi persatuan jang dinamakan "Indische Vereeniging". Perkumpulan I.V. tadi mempunjai sifat² jang sama dengan B.O., jaitu hanja mementingkan soal² Kebudajaan. Bedanja dengan B.O. ialah karena "Indische Vereeniging" diperuntukkan bagi sekalian putera Indonesia, tidak hanja untuk peladjar² dari suku-bangsa Djawa sadja, seperti B.O. pada permulaannja. Waktu itu para student kita di Nederland berhubungan sangat rapatnja dengan orang² bangsa Belanda, baik jang pernah bekerdja di Indonesia maupun lain²nja, teristimewa jang termasuk dalam golongan "Sahabat² Indonesia", jaitu penganut² aliran jang disebut "Ethische Koers", (aliran Budi-baik), jang didjaman itu dianggap kaum "progressif". Diantaranja jang patut diperingati, karena banjak djasa²nja kepada para peladjar kita, jaitu misalnja: Mr. dan njonja Van Deventer, Ir. H.H. van Kol (seorang sosialis), Mr. dan njonja Abendanon, Dr. Hazeu, Prof. dr. Snouck Hurgronje dan banjak lain²nja. Nama² ini dan lain²nja ada tersebut didalam buku R.A. Kartini. (Door duisternis tot licht). Tjita² para pemuda kita pada waktu itu sudah mulai beraneka-warna, akan tetapi aliran jang paling umum ialah "Associatie van Oost en West". Pemimpin I.V. jang pertama kali ialah marhum ''R.M. Notosoeroto'', seorang candidaat jurist jang terkenal<noinclude> {{rh|88||}}</noinclude> gsnu6m8e23rdwkzq1jhlrqu9sin9xpt Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/87 104 111881 310704 2026-08-10T13:39:18Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'sebagai ahli kesusasteraan, lebih? -sebagai .,,dichter''" iang.mcn' tiirotikan buah-penania dalam bahasa Belanda, dengan begltu baljak orang2 pengarans ,iiltrii .i"" sangat indahnja, sehingga 't Belandi sendiri qelgagun tnja' Buah tjiptaannja a' t' "ngru t,,fUtlatiknoppen",,,M&ders Haarwrong' -,,Fluisteringen' iutofr nl.ii., jang semuairia diwudjudkan setragai ,,gedicht in proza" fr la Rabindranath Tagore. Selain terkenal sebagai pudjangga marhu... 310704 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>sebagai ahli kesusasteraan, lebih? -sebagai .,,dichter''" iang.mcn' tiirotikan buah-penania dalam bahasa Belanda, dengan begltu baljak orang2 pengarans ,iiltrii .i"" sangat indahnja, sehingga 't Belandi sendiri qelgagun tnja' Buah tjiptaannja a' t' "ngru t,,fUtlatiknoppen",,,M&ders Haarwrong' -,,Fluisteringen' iutofr nl.ii., jang semuairia diwudjudkan setragai ,,gedicht in proza" fr la Rabindranath Tagore. Selain terkenal sebagai pudjangga marhum Noto Soeroto teritrenal djuga dalam utuiiunia .rntok mempropagandakan tiitaz-n1u bufut" ,o{l' kuit.,til dan politik. Dapat dimenqerti, bahwa" alira:r I*oto So"ro.io selalu dapai tentangan dari pihak nasionalis- jarlg ccvolusioner jang mengingini kemerdekaan dan kedaulatan lndonesia <iengan sJgera cian lepas dari Nederland" Noio Soeroto" Junnuo dlidiur clan konsekwen, mempertahankan alirannja ",ass.siisi'. *t"ta lndonesia dan Nederland, tidak untuk tetap mencinadi negeri djadjahan, namun untuk mentjapai kemerd"-k-o1" itiur,. ,"kr,,.u. Barang siapa ingin mempeladjar] faJua,n {,o,to sc;roto. jang ntenurut pendapat kami. patut diketahui' henclakjaitu : nra suka n,cinUatia buku karangannja jang terkenai' "Van rnentjapai untuk djembatan r"dugui ;i,;.;;;; I 1;i Ziif bestuur- l"eTn"riu jang Merdeka dan Beidaulat" Selain itu banjak katangan'-nja liengenai berbagai so'al- kebudajaan- dan-tesosi- ,,U-da;'a"., ,J*i ptg *"*uuiln pcrnah iennuat dalam rnadjalahdr kemb'li sudah ia zamannja sarnpai i*us'ilteiuitkan oiehnia, l*l;t -"ltt.ian UekerAla berr'urut-turut sebagai secretalis .m-alhuni Mung[;*"goro ke-ill dan sebagai ,,panewu-dja{lu" {i Y:lgpatut diketahoi,]?it-Y llr"elganun .(urakarta. Jang penting dan. rnisainja haiuan Noto Soeroto dalam so'al kebudajaan' dalanr adanja ,,kultuurgebied" Diawa' mulat 't;;;; i; rnengandjurkan Swmatra, Eotneo' Swlawest p*ooOun kultuurgebied sam"pai ilali, satu negara Indrt' merupakan tadi daerah ,e-ua drb", sekalipur, kemasj?rakatan *riiu i"og mcrdeka darl berdaulat' Dalam so'al jang dihubungmentlukung tjita2 ,,kawula-gusti" ^rto aristodemokrasi"' a llingnj L an *Setclen gan ideaa-iste ", "S""'ioio atiiun saja bukan penganut aliran Noto Soeroto' bahkan clanarn U"U"topo so'a[ Gmata-mata mendjadi,,antipode"'-nja' .fl.an1un rnarhum pudjangga Noto Soerolg saja $gg3p seorang jang djudjur dan beiaug terpriUadi, s'eoring 'persoonlijkheid" 89<noinclude></noinclude> 2i4m2ei880czclsgq3seghaxpvlsti6 310710 310704 2026-08-10T13:46:46Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310710 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>sebagai ahli kesusasteraan, lebih² sebagai „dichter”, jang mentjiptakan buah-penanja dalam bahasa Belanda, dengan begitu mahir dan sangat indahnja, sehingga banjak orang pengarang bangsa Belanda sendiri mengaguminja. Buah tjiptaannja a. l. iatah : „Melatiknoppen”, „Moeders Haarwrong’ „Fluisteringen’ d.l.l., jang semuanja diwudjudkan sebagai „gedicht in proza” à la Rabindranath Tagore. Selain terkenal sebagai pudjangga marhum Noto Socroto terkenal djuga dalam usahanja untuk mempropagandakan tjita²-nja dalam so'al² kulturil dan politik. Dapat dimengerti, bahwa aliran Noto Soeroto selalu dapat tentangan dari pihak nasionalis jang sevolusioner jang mengingini kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia dengan segera dan lepas dari Nederland. Noto Soeroto dengan djudjur dan konsekwén, mempertahankan alirannja „assosiasi” antara Indonesia dan Nederland, tidak untuk tetap mendjadi negeri djadjahan, namun untuk mentjapai kemerdekaan setjara seksama. Barang siapa ingin mempeladjari haluan Noto Sueroto, jang menurut pendapat kami patut diketahui, hendak aja suka membatja buku karangannja jang terkenal, jaitu: „Van Wingewest tot Zelfbestuur” sebagai djembatan untuk mentjapai indonesia jang Merdeka dan Berdaulat. Selain itu banjak karangan-nja mengenai berbagai so'al kebudajaan dan kesosilan, jang semuanja pernah termuat dalam madjalah „Udaya”. jang diterbitkan olehnja, sampai zamannja ia sudah kembali di sanah-air dan bekerdja berturut-turut sebagai secretaris marhum Mangkoenagoro ke-VII dan sebagai „panewu-djaksa” di Mangkunegaran Surakarta. Jang penting dan patut diketahui jaitu misalnja haluan Noto Soeroto dalam so'al kebudajaan, dalam mana ia mengandjurkan adanja „kultuurgebied” Djawa, mulai Pasundan sampai Bali, kultuurgebied ''Sumatra, Borneo, Sulawesi'' dsb., sekalipun semua daerah tadi merupakan ''satu negara Indosia'' jang merdeka dan berdaulat. Dalam so'al kemasjarakatan Noto Soeroto mendukung tjita² „kawula-gusti” jang dihubungLan dengan ideaalstellingnja „aristo-demokrasi”. Sekalipun saja bukan penganut aliran Noto Socroto, bahkan dalam beberapa so'al semata-mata mendjadi „antipode”-nja. namun marhum pudjangga Noto Soeroto saja anggap seorang jang berpribadi, seorang „persoonlijkheid” jang djudjur dan be<noinclude>{{rh|||89}}</noinclude> hd9q8lnktwtej54aybfxwse1n03zy0d 310713 310710 2026-08-10T13:48:35Z Iripseudocorus 23824 310713 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>sebagai ahli kesusasteraan, lebih² sebagai „dichter”, jang mentjiptakan buah-penanja dalam bahasa Belanda, dengan begitu mahir dan sangat indahnja, sehingga banjak orang pengarang bangsa Belanda sendiri mengaguminja. Buah tjiptaannja a. l. iatah : „Melatiknoppen”, „Moeders Haarwrong’ „Fluisteringen’ d.l.l., jang semuanja diwudjudkan sebagai „gedicht in proza” à la Rabindranath Tagore. Selain terkenal sebagai pudjangga marhum Noto Socroto terkenal djuga dalam usahanja untuk mempropagandakan tjita²-nja dalam so'al² kulturil dan politik. Dapat dimengerti, bahwa aliran Noto Soeroto selalu dapat tentangan dari pihak nasionalis jang sevolusioner jang mengingini kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia dengan segera dan lepas dari Nederland. Noto Soeroto dengan djudjur dan konsekwén, mempertahankan alirannja „assosiasi” antara Indonesia dan Nederland, tidak untuk tetap mendjadi negeri djadjahan, namun untuk mentjapai kemerdekaan setjara seksama. Barang siapa ingin mempeladjari haluan Noto Sueroto, jang menurut pendapat kami patut diketahui, hendak aja suka membatja buku karangannja jang terkenal, jaitu: „Van Wingewest tot Zelfbestuur” sebagai djembatan untuk mentjapai indonesia jang Merdeka dan Berdaulat. Selain itu banjak karangan-nja mengenai berbagai so'al kebudajaan dan kesosilan, jang semuanja pernah termuat dalam madjalah „Udaya”. jang diterbitkan olehnja, sampai zamannja ia sudah kembali di sanah-air dan bekerdja berturut-turut sebagai secretaris marhum Mangkoenagoro ke-VII dan sebagai „panewu-djaksa” di Mangkunegaran Surakarta. Jang penting dan patut diketahui jaitu misalnja haluan Noto Soeroto dalam so'al kebudajaan, dalam mana ia mengandjurkan adanja „kultuurgebied” Djawa, mulai Pasundan sampai Bali, kultuurgebied ''Sumatra, Borneo, Sulawesi'' dsb., sekalipun semua daerah tadi merupakan ''satu negara Indosia'' jang merdeka dan berdaulat. Dalam so'al kemasjarakatan Noto Soeroto mendukung tjita² „kawula-gusti” jang dihubungLan dengan ideaalstellingnja „aristo-demokrasi”. Sekalipun saja bukan penganut aliran Noto Socroto, bahkan dalam beberapa so'al semata-mata mendjadi „antipode”-nja. namun marhum pudjangga Noto Soeroto saja anggap seorang jang berpribadi, seorang „persoonlijkheid” jang djudjur dan {{hws|be|berani}}<noinclude>{{rh|||89}}</noinclude> tfe6bbwz3d1rf27ofww2kei3mab7p3i Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/90 104 111882 310709 2026-08-10T13:45:31Z Link PB 26772 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'berkurang sernaegat untuk tergabung dalam satu golongan bersama-sama dengan kaum pendjadjah" lchtisar tentang kesibukan dan kegiatan para pemuda kita di negeri pendjadjahnja, ja'ni negerinja bangsa Belanda, tak akan iengkap djika kita tidak memberi sekedar keterangan tentangi satu peralatan jang amat penting, peralatan jang merupakan or.. ganisasi pemusatan tenaga, jang memungkinkan kelantjaran se, gala usaha. Peralatan tersebut ialah jang terk... 310709 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Link PB" /></noinclude>berkurang sernaegat untuk tergabung dalam satu golongan bersama-sama dengan kaum pendjadjah" lchtisar tentang kesibukan dan kegiatan para pemuda kita di negeri pendjadjahnja, ja'ni negerinja bangsa Belanda, tak akan iengkap djika kita tidak memberi sekedar keterangan tentangi satu peralatan jang amat penting, peralatan jang merupakan or.. ganisasi pemusatan tenaga, jang memungkinkan kelantjaran se, gala usaha. Peralatan tersebut ialah jang terkenal sebagai ,,In' donesisch Persbureau" di Den Haag, hal mana dengan singka'r. krta peringati dalam bagian jang berikut" 96<noinclude></noinclude> 3wssz6wm5brlzuajajwb5kij9l3i50q 310711 310709 2026-08-10T13:46:54Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310711 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>berkurang semangat untuk tergabung dalam satu golongan bersama-sama dengan kaum pendjadjah. Ichtisar tentang kesibukan dan kegiatan para pemuda kita di negeri pendjadjahnja, ja'ni negerinja bangsa Belanda, tak akan lengkap djika kita tidak memberi sekedar keterangan tentang satu peralatan jang amat penting, peralatan jang merupakan organisasi pemusatan tenaga, jang memungkinkan kelantjaran segala usaha. Peralatan tersebut ialah jang terkenal sebagai "Indonesisch Persbureau" di Den Haag, hal mana dengan singkat kita peringati dalam bagian jang berikut.<noinclude> {{rh|96||}}</noinclude> ted2vgy9nnkm33ujfanuchlqqqp3z7p Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/88 104 111883 310712 2026-08-10T13:47:28Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'rani serta sanggup dan mampu melahirkan segala angan-angan- nja serta mewudjudkan tjitanja itu dalam bentuk kepudjanggaan jang menarik perhatian, djuga dari kalangan luar-negeri. Perlu kiranja bagi perpustakaan ita untuk menjimpan peninggalan tersebut sebagai dokumentasi nasional" jang berharga. Marilah kita kembali pada berkembangnja tjita periode kedua dari pada hidupnja para peladjar kita di Nederland, jaitu perio- de,kulturil-nasional" jang... 310712 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>rani serta sanggup dan mampu melahirkan segala angan-angan- nja serta mewudjudkan tjitanja itu dalam bentuk kepudjanggaan jang menarik perhatian, djuga dari kalangan luar-negeri. Perlu kiranja bagi perpustakaan ita untuk menjimpan peninggalan tersebut sebagai dokumentasi nasional" jang berharga. Marilah kita kembali pada berkembangnja tjita periode kedua dari pada hidupnja para peladjar kita di Nederland, jaitu perio- de,kulturil-nasional" jang meliputi gerak-gerik hidup batinnja. Tada waktu itu nampak adanja tokoh didalam masjarakat pela- djar dinegeri Belanda, jang menarik perhatian karena keisti- mewaan jang ada pada sifat mereka masing2. Pemuda² Hoesein Djajadiningrat, (jang kita semua kenal), Sosrokartono (terkenal sebagai dokter adjaib" di Bandung dan banjak djasanja serta sangat ditjintai rakjat di Bandung. Sebelumnja itu Drs. Sosro- kartono mengetuai ,,Middelbare Taman Siswa-school" di Ban- dung. Belum selang lama ia wafat dalam usia landjut, 1.k. 80 tahun, dan dimakamkan di makam keluarganja di Djepara, bersama-sama adiknja. jaitu R.A. Kartini). Lain-lain pemuda dalam peirode kedua itu ialah: Leatemia, Sarengat, Surjomihardjo, (ketiganja mendjabat ingenieur), Sur joputro (salah satu pemimpin Taman Siswa jang pertama, ter- kenal sebagai ahli musik dengan suling-theorie"-nja dan pen- tjipta „rebab modern" serupa cello" jang dapat memadjukan nilai konsert Djawa; ia telah wafat dan dimakamkan di makam ,,Giriganda" didekat Wates Jogjakarta, jaitu makam keluarga Pakualam). Lain-lainnja a. 1. pemuda-pemuda Sumitro Kolo- paking, jang terkenal, Wreksodiningrat (kini Decaan Faculteit Technik di Universiteit Negeri,,Gadjah-Mada"), Soerachman, bekas President Universiteit Indonesia, Notokuworo marhum (dulu dokter dan Röntgenoloog di Semarang), Lockman Djaja- diningrat marhum (dulu Directeur Departement van Onderwijs en Eredienst), dan masih ada lain-lainnja. Diwaktu itu mereka semua merupakan anggauta-anggauta,,Indische Vereeniging", jang ikut memberi nilai tinggi kepada hidup kolonie kita da Nederland. Boleh dikata bahwa mereka semuanja mo nundjukkan dan membuktikan adanja kesanggupan dan ke- mampuan pada bangsa Indonesia, untuk menuntut peladjaran 90<noinclude></noinclude> f8gw7zb50r9tf3zvh965a2gpokrnja0 310719 310712 2026-08-10T13:54:42Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310719 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{hwe|rani|berani}} serta sanggup dan mampu melahirkan segala angan-angannja serta mewudjudkan tjita²nja itu dalam bentuk kepudjanggaan jang menarik perhatian, djuga dari kalangan luar-negeri. Perlu kiranja bagi perpustakaan² ita untuk menjimpan peninggalan² tersebut sebagai „dokumentasi nasional” jang berharga. Marilah kita kembali pada berkembangnja tjita² periode kedua dari pada hidupnja para peladjar kita di Nederland, jaitu periode „kulturil-nasional” jang meliputi gerak-gerik hidup batinnja. Pada waktu itu nampak adanja tokoh² didalam masjarakat peladjar dinegeri Belanda, jang menarik perhatian karena keistimewaan jang ada pada sifat mereka masing². Pemuda² Hoesein Djajadiningrat, (jang kita semua kenal), Sosrokartono (terkenal sebagai „dokter adjaib” di Bandung dan banjak djasanja serta sangat ditjintai rakjat di Bandung. Sebelumnja itu Drs. Sosrokartono mengetuai „Middelbare Taman Siswa-school” di Bandung. Belum selang lama ia wafat dalam usia landjut, l.k. 80 tahun, dan dimakamkan di makam keluarganja di Djepara, bersama-sama adiknja. jaitu R.A. Kartini). Lain-lain pemuda dalam peirode kedua itu ialah: Leatemia, Sarengat, Surjomihardjo, (ketiganja mendjabat ingenieur), Surjoputro (salah satu pemimpin Taman Siswa jang pertama, terkenal sebagai ahli musik dengan „suling-theorie”-nja dan pentjipta „rebab modern” serupa „cello” jang dapat memadjukan nilai konsert Djawa; ia telah wafat dan dimakamkan di makam „Giriganda” didekat Wates Jogjakarta, jaitu makam keluarga Pakualam). Lain-lainnja a. l. pemuda-pemuda Sumitro Kolopaking, jang terkenal, Wreksodiningrat (kini Decaan Faculteit Technik di Universiteit Negeri „Gadjah-Mada”), Soerachman, bekas President Universiteit Indonesia, Notokuworo marhum (dulu dokter dan Röntgenoloog di Semarang), Lockman Djajadiningrat marhum (dulu Directeur Departement van Onderwijs en Eredienst), dan masih ada lain-lainnja. Diwaktu itu mereka semua merupakan anggauta-anggauta „Indische Vereeniging”, jang ikut memberi nilai tinggi kepada hidup kolonie kita da Nederland. Boleh dikata bahwa mereka semuanja monundjukkan dan membuktikan adanja kesanggupan dan kemampuan pada bangsa Indonesia, untuk menuntut peladjaran<noinclude>{{rh|90}}</noinclude> 6fm0lfvx1qyqbgnllmvf4o4t0h9s337 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/91 104 111884 310714 2026-08-10T13:49:31Z Link PB 26772 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'cialam berbagai ilmu pengetahuan inodeln, dalarl- hal ntana mereka tidah kalah dengan pelad'jar2 dari bangsa? lain' Datanglah periode ketigu" mulai dengan datangn-ja-"drie*t*r"ftoi I.Pi', jaltu ,,tiga serangkar Indische Partij",-.Douwes Neder' i;.tril;hltpto':'rn Soewar.li seba',ai,'b-annelingen" di tadi,dr' Bahwa.ke-tiga2nja 19i3. tahun rontok i""J, Aif .rn musim buang karena ,"nationaiistischc actie"-nja' dibuang oleh "NedertertjetonAtif,'lnOi... 310714 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Link PB" /></noinclude>cialam berbagai ilmu pengetahuan inodeln, dalarl- hal ntana mereka tidah kalah dengan pelad'jar2 dari bangsa? lain' Datanglah periode ketigu" mulai dengan datangn-ja-"drie*t*r"ftoi I.Pi', jaltu ,,tiga serangkar Indische Partij",-.Douwes Neder' i;.tril;hltpto':'rn Soewar.li seba',ai,'b-annelingen" di tadi,dr' Bahwa.ke-tiga2nja 19i3. tahun rontok i""J, Aif .rn musim buang karena ,"nationaiistischc actie"-nja' dibuang oleh "NedertertjetonAtif,'lnOisciie Regeerin g", sedikit banjak menjebabiian Sesudah Nederland. ,.bandi trnrjonesia i,ronsnia nara studeit n.f;ns""iu;g termuda. atas perrnintaan pengurus,,fndische'Vereeniqin*r".' n.Jmberikan tieranrr.hn lr dimuka !rara lel3sljxr kitr dun pur* .,tt.tungstcllenden" disalah satu Caf€ di Den Haag' maka nrrnp"t iuh Jegera adanja pereiihan fikiran dikalangan para- anglauta t.V.; da"ri sikap ,.assosiasi'' mendjadi sikap ,,nasional-propara tamu lressif"" Perdebatan antara pemberi tjeramah dengan memberi jang berkcwadjiban ,,perlinl nera.sa tutgru Eelanda, dunlan" kepacia paripemucla kita, kadangs memuntjak mendjadi perdlebatan jang pedas (maklum si'pemheri tjeramah yaklu jty masih mudar Ueiia). Djustru karena perdebatan jang hebat itulah jang menjebabkan rnulai adanja gerpisahan batin antara para "pelindung" dan para ,,terlindung". Aksi jang ctrilakukan oleh para peladjar kita di Nederland scd.laii dhun 1913 itu, tidak hanja meliputi usaha kebudajaan, no*uo mulai bersifat perdioangan politik djuga. Dalam periode ks-3 itu <iatanglah pemuda2 baru dari Indonesia, antara lain pcmudae: Sarnsi, l'. G. Mutia, Jodjana, Gunawan Mangunkusu' rno, G. S. Ratulangi, W. Laoh, Samud, Tan Malaka d.l.l. jang srkaliannja barang tentu ,membawa kesan2 jang terachir darl pada perkembangan gerakan nasional di tanah'air, sehingga .dengan ieniliri tambahlah sernangat revolusioner nasionalistis dalam cijrwa Fara student kita. menundjukkan sudah berDari pada beberapa pcristiwa2. jang -maha--siswa kita di Nederland airhnja pendirian oan sit<ap para jang patut djuga" dtkedjadian itu, tLrkenanglah saja afan iiga kebudajaan aksi jaitu pemimpin pertamc ketika Jaig pciingati. i.ita,'nrurhu**R. U' H. Soerjopoetro, diwaktu diadakannja Penrrhhan umunl untuk anggauiat Parlemen bagian ,,Tweede Ka9t<noinclude></noinclude> hvjftxb4ht1zsu38wu9jdjve36w3ogx 310716 310714 2026-08-10T13:53:47Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310716 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>dalam berbagai ilmu pengetahuan modern, dalam hal mana mereka tidak kalah dengan peladjar² dari bangsa² lain. Datanglah ''periode ketigu'', mulai dengan datangnja „driemanschap I.P.”, jaitu „tiga serangkai Indische Partij”, Douwes Dekker, Tjipto dan Soewardi sebagai „bannelingen” di Nederland, dalam musim rontok tahun 1913. Bahwa ke-tiga²nja tadi dibuang karena „nationalistische actie”-nja, dibuang oleh „Nederlandsch-Indische Regeering”, sedikit banjak menjebabkan tertjengangnja para student Indonesia di Nederland. Sesudah „banneling” jang termuda, atas permintaan pengurus „Indische Vereeniging”, memberikan tjeramahnja dimuka para peladjar kita dan para „belangstellenden” disalah satu Café di Den Haag, maka nampaklah segera adanja peralihan fikiran dikalangan para anggota I.V.; dari sikap „assosiasi” mendjadi sikap „nasional-progressif”. Perdebatan antara pemberi tjeramah dengan para tamu bangsa Belanda, jang merasa berkewadjiban memberi „perlindungan” kepada para pemuda kita, kadang² memuntjak mendjadi perdebatan jang pedas (maklum si-pemberi tjeramah waktu itu masih muda belia). Djustru karena perdebatan jang hebat itulah jang menjebabkan mulai adanja perpisahan batin antara para „pelindung” dan para „terlindung”. Aksi jang dilakukan oleh para peladjar kita di Nederland sedjak tahun 1913 itu, tidak hanja meliputi usaha kebudajaan, namun mulai bersifat perdjoangan politik djuga. Dalam periode ke-3 itu datanglah pemuda² baru dari Indonesia, antara lain pemuda²: Samsi, T. G. Mulia, Jodjana, Gunawan Mangunkusumo, G. S. Ratulangi, W. Laoh, Samud, Tan Malaka d.l.l. jang sekaliannja barang tentu membawa kesan² jang terachir dari pada perkembangan gerakan nasional di tanah-air, sehingga dengan sendiri tambahlah semangat revolusioner nasionalistis dalam djiwa para student kita. Dari pada beberapa peristiwa² jang menundjukkan sudah beralihnja pendirian dan sikap para maha-siswa kita di Nederland itu, terkenanglah saja akan tiga kedjadian jang patut djuga diperingati. Jang ''pertama'' jaitu ketika pemimpin aksi kebudajaan kita, marhum R. M. H. Soerjopoetro, diwaktu diadakannja pemilihan umum untuk anggauta² Parlemen bagian ''„Tweede {{hws|Ka|Ka}}''<noinclude> {{rh|||91}}</noinclude> tl827per489bappw1u03ert4ijv6bjk 310718 310716 2026-08-10T13:54:38Z Link PB 26772 310718 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>dalam berbagai ilmu pengetahuan modern, dalam hal mana mereka tidak kalah dengan peladjar² dari bangsa² lain. Datanglah ''periode ketigu'', mulai dengan datangnja „driemanschap I.P.”, jaitu „tiga serangkai Indische Partij”, Douwes Dekker, Tjipto dan Soewardi sebagai „bannelingen” di Nederland, dalam musim rontok tahun 1913. Bahwa ke-tiga²nja tadi dibuang karena „nationalistische actie”-nja, dibuang oleh „Nederlandsch-Indische Regeering”, sedikit banjak menjebabkan tertjengangnja para student Indonesia di Nederland. Sesudah „banneling” jang termuda, atas permintaan pengurus „Indische Vereeniging”, memberikan tjeramahnja dimuka para peladjar kita dan para „belangstellenden” disalah satu Café di Den Haag, maka nampaklah segera adanja peralihan fikiran dikalangan para anggota I.V.; dari sikap „assosiasi” mendjadi sikap „nasional-progressif”. Perdebatan antara pemberi tjeramah dengan para tamu bangsa Belanda, jang merasa berkewadjiban memberi „perlindungan” kepada para pemuda kita, kadang² memuntjak mendjadi perdebatan jang pedas (maklum si-pemberi tjeramah waktu itu masih muda belia). Djustru karena perdebatan jang hebat itulah jang menjebabkan mulai adanja perpisahan batin antara para „pelindung” dan para „terlindung”. Aksi jang dilakukan oleh para peladjar kita di Nederland sedjak tahun 1913 itu, tidak hanja meliputi usaha kebudajaan, namun mulai bersifat perdjoangan politik djuga. Dalam periode ke-3 itu datanglah pemuda² baru dari Indonesia, antara lain pemuda²: Samsi, T. G. Mulia, Jodjana, Gunawan Mangunkusumo, G. S. Ratulangi, W. Laoh, Samud, Tan Malaka d.l.l. jang sekaliannja barang tentu membawa kesan² jang terachir dari pada perkembangan gerakan nasional di tanah-air, sehingga dengan sendiri tambahlah semangat revolusioner nasionalistis dalam djiwa para student kita. Dari pada beberapa peristiwa² jang menundjukkan sudah beralihnja pendirian dan sikap para maha-siswa kita di Nederland itu, terkenanglah saja akan tiga kedjadian jang patut djuga diperingati. Jang ''pertama'' jaitu ketika pemimpin aksi kebudajaan kita, marhum R. M. H. Soerjopoetro, diwaktu diadakannja pemilihan umum untuk anggauta² Parlemen bagian ''„Tweede {{hws|Ka|Kamer}}''<noinclude> {{rh|||91}}</noinclude> 9f2o6p92w5oktpx8ms90g1ujxmi1eam Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/92 104 111885 310715 2026-08-10T13:49:41Z Link PB 26772 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'tner", n),enjiarkan selebaran dengan berkepala ; stemt Roodl". Sebagai alasan diry=atakan dalam ,,Incionesiirs, --Jan itu' bahwa diluar Iarangun toriiiir trdak ada satu orang Bela-nla.pun, -e ;un! nesia sebagai milik ,";;;;;l;-b.*;, tomunis scbenarnjr iutu";.J'";r"i*"i'iilb- Belinda.' Feristi.wa jang kedua ialah ketika di , ,,prins Hendrik-Caf€. kaum Liberal mengadakan,,verkiczinls-vergadering,. i.*ro bc r as- gobn or-djen drar. Iden bu i... 310715 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Link PB" /></noinclude>tner", n),enjiarkan selebaran dengan berkepala ; stemt Roodl". Sebagai alasan diry=atakan dalam ,,Incionesiirs, --Jan itu' bahwa diluar Iarangun toriiiir trdak ada satu orang Bela-nla.pun, -e ;un! nesia sebagai milik ,";;;;;l;-b.*;, tomunis scbenarnjr iutu";.J'";r"i*"i'iilb- Belinda.' Feristi.wa jang kedua ialah ketika di , ,,prins Hendrik-Caf€. kaum Liberal mengadakan,,verkiczinls-vergadering,. i.*ro bc r as- gobn or-djen drar. Iden bu ig se brs"i p"r"ur t;riu.' r, ni"'oilr, I.V. dirundjuk sebagai,,o.tutEr,;-iu'i;h S;;;i'r;#i";;, bangsa 3ang oleh G.G. Idenburg didjatuhi putusan ,nrnterneering.,. Peristirva jang ketiga ialah ketika Dr. Gunar.van Ma]ri:unliu_ sunro bersama Survardi Suryaningrat rnengadaka;..";;;il;;.';" ^i;1l"fi ;ri;;; il; ;."-, ;; ; ;"',:,,:. penuh pcnsundiuns. tcbihz ciari kaum kr,n;il';;;;;;' ,iril: vliet-nja sebagai dJbater. zi n g" d i ged un g,. Di a rn a n t bc Kaum l,omunis melakukan siasat mcnjeran-e, karena merek;,r sansat U.rf,"q"i"u, bahwa goionean kita bcrh ubu n gan l;;;an s. nlal p.:,' i; S.ilp. is;;;;ft#;"b. t,unj, pruktis, karena wakru'itu s.D.A.p. dl;u-il U..ausarkan ;;;.:, Twecde Kamcr rncrupakan kekuatan_suara jang rungut-L.rr., ho,n;il r'il';;,,;;,, Fraksi Kathorik. Daram rapat den gan T.o"lt-rt;; pun. kita menghuburgkan diri dengan cratische. Arbeidspartil r iru sebenainla lerieuatin ai {insteruam tadi marhunr Dr. Gocnarvan ,[angun[,r,sumo rnanggr;utun perkiitaan? ians. 1rccias terhadap kauir konru"i, B;fi?;,-oii"rii'i", "',,rdril; saudara Sneevtiet berranja kepgda k;;;',,w; o*li-j"di_"i.lri in de kou ?,', maka saja bertaila kr;;;il, ,,war doen jullie daar in de rvarnrrc van ons iqgd; wij"heru"" l"iri. an inilah jang menirnbrtt"n tdr".utun't"ro, "i"t n"Jiji.T'u,ffi: o,"ntora haunl komunis, sehinsga hanrpirz sadja saai iiu ur.uo ;,ilr;k;;irtr* jl.grkaj adanji-pendjagaan -kembalikeimanan Oari po'si maka saudarr,l kita dapat setanrar pgfriig *iiroi"fn;^ *ranlah kekerasan hati pemuda, f.iti Jlwafrtu itu. ;;J;g:l;;; . Periode ,iang keempat da.i hidup para pemudar kita derland jaitu sesudah datangnja o"!f.'ul", jang paling di Ne_ baru rtrari {ndonesia ke Nedertand. Me"reka itfi Iain saudara2: Moh. Hatta, AIi Sastroamidjoio, Soekiman,-S-itanala, ""1"r; Dr. Mochhr {rnarhum), Kusumaatmaila, St. Nazf 'fmartrili, S,;;;;;.'fr: 92<noinclude></noinclude> scx7of0vbvvaq7wn99z9l0alssv2gqs 310722 310715 2026-08-10T13:56:56Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310722 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|mer|Kamer}}”, menjiarkan selebaran dengan berkepala: „Indonesiërs, stemt Rood!”. Sebagai alasan dinjatakan dalam surat selebaran itu, bahwa diluar kalangan sosialis dan komunis sebenarnja tidak ada satu orang Belanda pun, jang suka melepaskan Indonesia sebagai milik bangsa Belanda. Peristiwa jang ''kedua'' ialah ketika di „Prins Hendrik-Café” kaum Liberal mengadakan „verkiezings-vergadering” dengan bekas-gobnor-djendral Idenburg sebagai pembitjara. Jang oleh I.V. ditundjuk sebagai „debater” ialah Suwardi Suryaningrat, jang oleh G.G. Idenburg didjatuhi putusan „interneering”. Peristiwa jang ketiga ialah ketika Dr. Gunawan Mangunkusumo bersama Suwardi Suryaningrat mengadakan „openbare lezing” di gedung „Diamantbewerkersbond” di Amsterdam, jang penuh pengundjung, lebih² dari kaum komunis dengan Sneevliet-nja sebagai debater. Kaum komunis melakukan siasat menjerang, karena mereka sangat berketjewa, bahwa golongan kita berhubungan rapat dengan Troelistra dengan S.D.A.P.-nja. Adapun kita menghubungkan diri dengan S.D.A.P. (Sociaal-democratische Arbeidspartij) itu sebenarnja hanja berdasarkan siasat praktis, karena waktu itu S.D.A.P. didalam Tweede Kamer merupakan kekuatan-suara jang sangat besar, hampir sama dengan Fraksi Katholik. Dalam perdebatan di Amsterdam tadi marhum Dr. Goenawan Mangunkusumo menggunakan perkataan² jang pedas terhadap kaum komunis Belanda, diantaranja: „Kalau saudara Sneevliet bertanja kepada kami: „Wat doen jullie hier in de kou?”, maka saja bertanja kembali: „wat doen jullie daar in de warmte van ons land; wij hebben jullie niet nodig!” Utjapan inilah jang menimbulkan kemarahan besar diantara kaum komunis, sehingga hampir² sadja saat itu akan ada berkelahian. Berkat adanja pendjagaan keamanan dari polisi maka saudara² kita dapat selamat kembali pulang ke-hotelnja masing. Demikianlah kekerasan hati pemuda³ kita diwaktu itu. Periode jang keempat dari hidup para pemuda² kita di Nederland jaitu sesudah datangnja angkatan jang paling baru dari Indonesia ke Nederland. Mereka itu antara lain saudara²: Moh. Hatta, Ali Sastroamidjojo, Soekiman, Sitanala, Dr. Mochtar (marhum), Kusumaatmadja, St. Nazif (marhum), Sunarjo, {{hws|Su|Su}}<noinclude> {{rh|92||}}</noinclude> e801pp0og2g0d2sxhpuv6g550neq5ki 310724 310722 2026-08-10T13:57:58Z Link PB 26772 310724 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|mer|Kamer}}”, menjiarkan selebaran dengan berkepala: „Indonesiërs, stemt Rood!”. Sebagai alasan dinjatakan dalam surat selebaran itu, bahwa diluar kalangan sosialis dan komunis sebenarnja tidak ada satu orang Belanda pun, jang suka melepaskan Indonesia sebagai milik bangsa Belanda. Peristiwa jang ''kedua'' ialah ketika di „Prins Hendrik-Café” kaum Liberal mengadakan „verkiezings-vergadering” dengan bekas-gobnor-djendral Idenburg sebagai pembitjara. Jang oleh I.V. ditundjuk sebagai „debater” ialah Suwardi Suryaningrat, jang oleh G.G. Idenburg didjatuhi putusan „interneering”. Peristiwa jang ketiga ialah ketika Dr. Gunawan Mangunkusumo bersama Suwardi Suryaningrat mengadakan „openbare lezing” di gedung „Diamantbewerkersbond” di Amsterdam, jang penuh pengundjung, lebih² dari kaum komunis dengan Sneevliet-nja sebagai debater. Kaum komunis melakukan siasat menjerang, karena mereka sangat berketjewa, bahwa golongan kita berhubungan rapat dengan Troelistra dengan S.D.A.P.-nja. Adapun kita menghubungkan diri dengan S.D.A.P. (Sociaal-democratische Arbeidspartij) itu sebenarnja hanja berdasarkan siasat praktis, karena waktu itu S.D.A.P. didalam Tweede Kamer merupakan kekuatan-suara jang sangat besar, hampir sama dengan Fraksi Katholik. Dalam perdebatan di Amsterdam tadi marhum Dr. Goenawan Mangunkusumo menggunakan perkataan² jang pedas terhadap kaum komunis Belanda, diantaranja: „Kalau saudara Sneevliet bertanja kepada kami: „Wat doen jullie hier in de kou?”, maka saja bertanja kembali: „wat doen jullie daar in de warmte van ons land; wij hebben jullie niet nodig!” Utjapan inilah jang menimbulkan kemarahan besar diantara kaum komunis, sehingga hampir² sadja saat itu akan ada berkelahian. Berkat adanja pendjagaan keamanan dari polisi maka saudara² kita dapat selamat kembali pulang ke-hotelnja masing. Demikianlah kekerasan hati pemuda³ kita diwaktu itu. Periode jang keempat dari hidup para pemuda² kita di Nederland jaitu sesudah datangnja angkatan jang paling baru dari Indonesia ke Nederland. Mereka itu antara lain saudara²: Moh. Hatta, Ali Sastroamidjojo, Soekiman, Sitanala, Dr. Mochtar (marhum), Kusumaatmadja, St. Nazif (marhum), Sunarjo, {{hws|Su|Sujudi}}<noinclude> {{rh|92||}}</noinclude> ciy921r5v30gw5bdwa5pmq3nb2pfp93 310725 310724 2026-08-10T13:59:38Z Link PB 26772 310725 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|mer|Kamer}}”, menjiarkan selebaran dengan berkepala: „Indonesiërs, stemt Rood!”. Sebagai alasan dinjatakan dalam surat selebaran itu, bahwa diluar kalangan sosialis dan komunis sebenarnja tidak ada satu orang Belanda pun, jang suka melepaskan Indonesia sebagai milik bangsa Belanda. Peristiwa jang ''kedua'' ialah ketika di „Prins Hendrik-Café” kaum Liberal mengadakan „verkiezings-vergadering” dengan bekas-gobnor-djendral Idenburg sebagai pembitjara. Jang oleh I.V. ditundjuk sebagai „debater” ialah Suwardi Suryaningrat, jang oleh G.G. Idenburg didjatuhi putusan „interneering”. Peristiwa jang ''ketiga'' ialah ketika Dr. Gunawan Mangunkusumo bersama Suwardi Suryaningrat mengadakan „openbare lezing” di gedung „Diamantbewerkersbond” di Amsterdam, jang penuh pengundjung, lebih² dari kaum komunis dengan Sneevliet-nja sebagai debater. Kaum komunis melakukan siasat menjerang, karena mereka sangat berketjewa, bahwa golongan kita berhubungan rapat dengan Troelistra dengan S.D.A.P.-nja. Adapun kita menghubungkan diri dengan S.D.A.P. (Sociaal-democratische Arbeidspartij) itu sebenarnja hanja berdasarkan siasat praktis, karena waktu itu S.D.A.P. didalam Tweede Kamer merupakan kekuatan-suara jang sangat besar, hampir sama dengan Fraksi Katholik. Dalam perdebatan di Amsterdam tadi marhum Dr. Goenawan Mangunkusumo menggunakan perkataan² jang pedas terhadap kaum komunis Belanda, diantaranja: „Kalau saudara Sneevliet bertanja kepada kami: „Wat doen jullie hier in de kou?”, maka saja bertanja kembali: „wat doen jullie daar in de warmte van ons land; wij hebben jullie niet nodig!” Utjapan inilah jang menimbulkan kemarahan besar diantara kaum komunis, sehingga hampir² sadja saat itu akan ada berkelahian. Berkat adanja pendjagaan keamanan dari polisi maka saudara² kita dapat selamat kembali pulang ke-hotelnja masing. Demikianlah kekerasan hati pemuda³ kita diwaktu itu. ''Periode jang keempat'' dari hidup para pemuda² kita di Nederland jaitu sesudah datangnja angkatan jang paling baru dari Indonesia ke Nederland. Mereka itu antara lain saudara²: Moh. Hatta, Ali Sastroamidjojo, Soekiman, Sitanala, Dr. Mochtar (marhum), Kusumaatmadja, St. Nazif (marhum), Sunarjo, {{hws|Su|Sujudi}}<noinclude> {{rh|92||}}</noinclude> 8wz2clnxsyoaznh5vph7do465yfbntu Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/93 104 111886 310717 2026-08-10T13:54:08Z Link PB 26772 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'tririii, Wirjono, Natsir Pamunt.iak, Subardjo, hva Kusumasurtao* hr, I)r. Soetomo, Susanto, Gondokusumo (marhum), Maramis, Sastromuljono, Abdulmadjid, A. K. d"n A. G. Pringgodigdo dan ban.iak lainJainnja. Merekalah jang ,meneruskan proces ,,nasio- nalisasi" terhadap ,,Indische Vereeniging", jang sudah di.mulai scdjak datangnja ,,Driemanschap LP." ditahun 1913. Dalam periode itulah ,,Indische Vereeniging" dapat diganti namanja mendjadi,,Perhinr... 310717 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Link PB" /></noinclude>tririii, Wirjono, Natsir Pamunt.iak, Subardjo, hva Kusumasurtao* hr, I)r. Soetomo, Susanto, Gondokusumo (marhum), Maramis, Sastromuljono, Abdulmadjid, A. K. d"n A. G. Pringgodigdo dan ban.iak lainJainnja. Merekalah jang ,meneruskan proces ,,nasio- nalisasi" terhadap ,,Indische Vereeniging", jang sudah di.mulai scdjak datangnja ,,Driemanschap LP." ditahun 1913. Dalam periode itulah ,,Indische Vereeniging" dapat diganti namanja mendjadi,,Perhinrpurran [ndonesia". Masih in,ratlah kita kesibukan dan kegiatan mereka untuk lner€volusion€rkan masiarakat peladjar kita di Nederland, untuk r-rcluaskan aksinja, hingga dapat berhubung dengan aksi bangsar Asia lainnja jang terdjadjah oleh bangsaz Barat. Masih terkenanglah dalam djiu'a kita bagaimana studente^n kita dibawah prmpinan Bung tiatta memasuli ,,Liga anti p.ti'dlaOluhun kolorial", bersama-saJna dengan pemimoin2 bangsa Asia dan Afrika, diantaranja terdapat djuga Djawaharial Nehru, jang kini mengernudikan pemerintahan India. Termasuk daiam Liga itu djuga orang2 Eropah jang progressif a.l. prof. dr. Einsteyn, Madame curie, Arthur Lehning d.l.l. Belum lupalah kita akan perdi Nederland jang sangat menarik perhatian kita, jang di tanah-air sedangnja melakukan segala daja-upaja untuk rrenji.apkan kemerdekaan Nusa dan Bangsa. Antara lain terus terrngatlah kita akan penangkapan saudaraz kita, atas perintah pokrol-djendral di Nederland, penangkapan2 terhadap saudarax Ilatta, Ali Sastroamidjojo, Natsir Pamuntjak dan A. Madjid, tstiwa2 lang didakwa hendak melakukan revolusi dengan bantuan perdi India dan negeriz koloni lainnja. Misih terkandunglah didalam peringatan kita peristiwa jang" mengha* jaitu_ ketika saudara Ali Sastroamidjojo oleh polisi di rykut,_ Den Haag diambil dari pendjara da(r diantarkan kemuki sidang Senat Universiteit Leiden, untuk melaksanakan udjian jang penghabisan, dalam udjian mana saudarah tsb. berhasil rnenggondof gerakan2 revolusioner ,,bul"-nja sebagai ,,meester in de rechten". Dalanr pada itu mengharukan djuga, bahwa mereka kemudian dapat rnentjurahkan tenaganja untuk seterusnja di-tanah-airn mulai dalam pergerakannja, pergerakan ,,Partai, Nasional Indonesia", sampai terdjadinja revolusi nasional, sesudah mana me. 93<noinclude></noinclude> mubul97egaqspa0tff156maaaxi4exf 310726 310717 2026-08-10T14:00:14Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310726 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|jadi|Sujudi}}, Wirjono, Natsir Pamuntjak, Subardjo, Iwa Kusumasumantri, Dr. Soetomo, Susanto, Gondokusumo (marhum), Maramis, Sastromuljono, Abdulmadjid, A. K. dan A. G. Pringgodigdo dan banjak lain-lainnja. Merekalah jang meneruskan proces „nasionalisasi” terhadap „Indische Vereeniging”, jang sudah dimulai sedjak datangnja „Driemanschap I.P.” ditahun 1913. Dalam periode itulah „Indische Vereeniging” dapat diganti namanja mendjadi „Perhimpunan Indonesia”. Masih ingatlah kita kesibukan dan kegiatan mereka untuk merevolusionerkan masjarakat peladjar kita di Nederland, untuk perluaskan aksinja, hingga dapat berhubungan dengan aksi bangsa² Asia lainnja jang terdjadjah oleh bangsa² Barat. Masih terkenanglah dalam djiwa kita bagaimana studenten kita dibawah pimpinan Bung Hatta memasuki „Liga anti pendjadjahan kolonial”, bersama-sama dengan pemimpin² bangsa Asia dan Afrika, diantaranja terdapat djuga Djawaharlal Nehru, jang kini mengemudikan pemerintahan India. Termasuk dalam Liga itu djuga orang² Eropah jang progressif a.l. prof. dr. Einsteyn, Madame Curie, Arthur Lehning d.l.l. Belum lupalah kita akan peristiwa² di Nederland jang sangat menarik perhatian kita, jang di tanah-air sedangnja melakukan segala daja-upaja untuk menjiapkan kemerdekaan Nusa dan Bangsa. Antara lain terus teringatlah kita akan penangkapan saudara² kita, atas perintah pokrol-djendral di Nederland, penangkapan² terhadap saudara² Hatta, Ali Sastroamidjojo, Natsir Pamuntjak dan A. Madjid, jang didakwa hendak melakukan revolusi dengan bantuan pergerakan² revolusioner di India dan negeri² koloni lainnja. Masih terkandunglah didalam peringatan kita peristiwa jang mengharukan, jaitu ketika saudara Ali Sastroamidjojo oleh polisi di Den Haag diambil dari pendjara dan diantarkan kemuka sidang Senat Universiteit Leiden, untuk melaksanakan udjian jang penghabisan, dalam udjian mana saudara tsb. berhasil menggondol „bul”-nja sebagai „meester in de rechten”. Dalam pada itu mengharukan djuga, bahwa mereka kemudian dapat mentjurahkan tenaganja untukseterusnja di-tanah-air, mulai dalam pergerakannja, pergerakan „Partai Nasional Indonesia”, sampai terdjadinja revolusi nasional, sesudah mana {{hws|me|me}}<noinclude> {{rh|||93}}</noinclude> trc297ks9o3zc0wtqorzmnwn41wrjbn Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/89 104 111887 310720 2026-08-10T13:54:58Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{jara tergesa-gesa gobnor-djendral Graaf van Limburg Stirum menawarkan kemerdekaan, sekalipun hanja status o,dominion" dalam keradjaan Nederland, tawar;q mana kemudian terkenal sebagai ,,November-belofte". Meskipun ada partaiz jang suka menerima tawaran tsb., namun ada pula golonganz non-eoopdratoren jang menolaknja. Bagaimanapun djuga setelah bahaja internasional sudah agak reda, Nederland kembali pula sebagai ncgara pendjadjah, jang tak mau la... 310720 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{jara tergesa-gesa gobnor-djendral Graaf van Limburg Stirum menawarkan kemerdekaan, sekalipun hanja status o,dominion" dalam keradjaan Nederland, tawar;q mana kemudian terkenal sebagai ,,November-belofte". Meskipun ada partaiz jang suka menerima tawaran tsb., namun ada pula golonganz non-eoopdratoren jang menolaknja. Bagaimanapun djuga setelah bahaja internasional sudah agak reda, Nederland kembali pula sebagai ncgara pendjadjah, jang tak mau lagi tawar-menawar. Sebutan ,,Novemberbelofte" karena itu dapat arti ,,sikap tjidera" terhadap para nationalisten; sampai saat Djepang menjerbu, iietika rnana Nederland tidak mungkin lagi menarik bangsa kita untuk h:ersatu padu guna menrpertahankan Indonesia sebagai ,,bondgsrloot" lrledcrlantl. "Iang hendak kami djelaskan disini ialah bahwa perkernbangan poiitik di tanah'air rnempengaruhi situasi para student bang* sa kita dan student2 lain di Nederland, jang berasal dari Indonesia dan atau akan br:kerdja di {ndon;sia. Atas initiatif Da{a peIat{jar jang tergolong dalam ",lndischc Nederlanders'- dan para lrelacljar bangsa Tionghoa dapatlah rii lr{ederlanriC dibangun se. huah badan Federasi dengan nama ,,trndonesisch Verbond van Studeerenden'". Dalaln federasi itu tergabung ,,Indische Vereeni- ging", perhimpunan ,,Chung Hwa Hui Tjsa D;ih", p-'rhimpunrnnja golongan Student Indo-Eropa dan perhimpunannja peladjarr hangsa Belanda jang dididik untuk djabatanz di lndonesia. Orgaan mereka di:serahkan kepada tiga orang redacteurs, jaitu Suw,aytli SLtryaninqrat, Dr. Yap Hon,t Tjaen dan mr. j. A" Jonk. nzan. H. J. van Mook rnasuk kedalam pengurusnja Verbond" "Ierbukti bahwa sukar sekali untuk mentjapai ,,kesatuan" darj pada rrrereka, jang dikemudian hari, sungguhpun akan bersamasama ,,mengabdi" kepada Indonesia, namun sebagai golongan pcndjadjah dan golongan terdjadjah. Ketegangan kerap kali ter- djadi, misalnja apa jang pernah ter:djadi dalanl Kongresnja ,,lndonesisch Verbond van Studeerenden'o di Wageningen, di- lnana seorang anggauta 1..V.. pemuda Ratulanei, tidak suka mengakui Rad.ja Wiihelmina sebagai radja Indonesia. Fada waktu iiu nampak sikapnja golongan Belanda, ingin mendekati bangsa lndonesia, sebaliknja studenten kita narnpak makin lama makin 95<noinclude></noinclude> kha0k9p88xypuwln2y77jw9snpxblde 310727 310720 2026-08-10T14:00:23Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310727 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>tjara tergesa-gesa gobnor-djendral Graaf van Limburg Stirum enawarkan kemerdekaan, sekalipun hanja status „dominion” dalam keradjaan Nederland, tawaran mana kemudian terkenal sebagai „November-belofte”. Meskipun ada partai² jang suka menerima tawaran tsb., namun ada pula golongan² non-coopèratoren jang menolaknja. Bagaimanapun djuga setelah bahaja internasional sudah agak reda, Nederland kembali pula sebagai negara pendjadjah, jang tak mau lagi tawar-menawar. Sebutan „Novemberbelofte” karena itu dapat arti „sikap tjidera” terhadap para nationalisten; sampai saat Djepang menjerbu, ketika mana Nederland tidak mungkin lagi menarik bangsa kita untuk bersatu padu guna mempertahankan Indonesia sebagai „bond-genoot” Nederland. Jang hendak kami djelaskan disini ialah bahwa perkembangan politik di tanah-air mempengaruhi situasi para student bangsa kita dan student² lain di Nederland, jang berasal dari Indonesia dan atau akan bekerdja di Indonesia. Atas initiatif para peladjar jang tergolong dalam „Indische Nederlanders” dan para peladjar bangsa Tionghoa dapatlah di Nederland dibangun sebuah badan Federasi dengan nama „Indonesisch Verbond vanStudeerenden”. Dalam federasi itu tergabung „Indische Vereeniging”, perhimpunan „Chung Hwa Hui Tisa Dih”, perhimpunannja golongan Student Indo-Eropa dan perhimpunannja peladjar² bangsa Belanda jang dididik untuk djabatan² di Indonesia. Orgaan mereka diserahkan kepada tiga orang redacteurs, jaitu ''Suwardi Suryaningrat, Dr. Yap Hong Tjoen dan mr. J. A. Jonkman. H. J. van Mook'' masuk kedalam pengurusnja Verbond. Terbukti bahwa sukar sekali untuk mentjapai „kesatuan” daripada mereka. jang dikemudian hari, sungguhpun akan bersama-sama „mengabdi” kepada Indonesia, namun sebagai golongan pendjadjah dan golongan terdjadjah. Ketegangan kerap kali terdjadi, misalnja apa jang pernah terdjadi dalam Kongresnja „Indonesisch Verbond van Studeerenden” di Wageningen, dimana seorang anggauta I.V.. pemuda Ratulangi, tidak suka mengakui Radja Wilhelmina sebagai radja Indonesia. Pada waktu u nampak sikapnja golongan Belanda, ingin mendekati bangsa Indonesia, sebaliknja studenten kita nampak makin lama makin<noinclude>{{rh|||95}}</noinclude> 6fmxmexmfm2kcj2b0w0pm6cddj68fbv Halaman:080 Loda.djvu/9 104 111888 310721 2026-08-10T13:56:16Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 310721 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 850. bōu-lamo <86><br> 851. kokadjawi<br> 852. porōgi<br> 853. diàgi ma sosangāini<br> 854. mia<br> 861. djala, sòma<br> 864. njoa<br> 865. gòdjoko<br> 866. gani <87><br> 869. gani ma guru<br> 870. kàso ma gani<br> 871. lalawa<br> 872. gūwuru<br> 877. gomoma<br> 878. sosoboba<br> 879. pītiti<br> 881. bòka<br> 884. ngago <88><br> 886. tòmo <89><br> 888. haili<br> 891. kalubàti - tòngo - tòngo<br> 892. dòdé<br> 893. kumo <90><br> 894. langudji ma kāi, tabulè ma {{gap}} kāi <91><br> 896. pěděké<br> 898. <92><br> 899. karianga<br> 900. gosòmanga<br> 901. ori banga<br> 902. <93><br> 901/<br> 902. ori<br> 903. ālamu<br> 904. dīwama<br> 906. angé <94><br> 907. naga àngé dja lòla<br> 908. ilōa<br> 910. <95><br> 911. ilōa naga dja lòla<br> 912. ngoma <96> {{multicol-break}} 917. dunia<br> 919. bèsaka<br> 920. lòkoro <97><br> 921. lobi - kakamoro<br> 923. kōboto<br> 924. duturu<br> 925. duturu maīngiri <ma ingiri?><br> 927. òsu<br> 928. wūwulu<br> 929. wāroto<br> 930. àkéré<br> 931. mimiri<br> 932. dj'uis'-ōko<br> 934. dj'uis'-īsa<br> 935. luwé<br> 936. momòku<br> 937. djiko <98><br> 938. dòngi<br> 939. sidanga - dòro<br> 940. nīkuru<br> 941. gòasa<br> 942. dūdungu<br> 943. tònaka<br> 944. gura ma ngòwaka<br> 945. tòna ma dola<br> 946. dòto <99><br> 947. djòku<br> 948. dodopunu - djoku ma tjėtjěké<br> 950. uti - kaūku<br> 951. pīdoro<br> 952. ma diāi<br> 955. wōngana<br> 957. godjōa<br> 958. dūkono<br> 959. ngềkomo - tāpàki<br> 960. pěpèké<br> 961. rió<br> 962. bati - làngi<br> 963. sěléra - àkéré ma ròèsé<br> 964. dodoku {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 5hogirikgcqbnvjablkivn98ip4wrnk Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/94 104 111889 310723 2026-08-10T13:57:20Z Link PB 26772 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'reka kebanjakan memegang kemudi pemerintahan tanah-tumpahdarahnja, sebagai pegawai-tinggi, sebagai duta-duta diluar negert, sebagai menteri, seba;ai wakil-presiden dan lainz djabatan pirnpinan didalam masjarakat Indonesia Merdeka. Kita dapat merasakan segala rasa terharu mereka sendiri pada waktu mereka dapat bertemu dan berdjabatan tangan dengan Nehru dan lainz pemimpin pemerintahan negaras jang kini bersahabatan de' ngan negara kita" jang djug... 310723 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Link PB" /></noinclude>reka kebanjakan memegang kemudi pemerintahan tanah-tumpahdarahnja, sebagai pegawai-tinggi, sebagai duta-duta diluar negert, sebagai menteri, seba;ai wakil-presiden dan lainz djabatan pirnpinan didalam masjarakat Indonesia Merdeka. Kita dapat merasakan segala rasa terharu mereka sendiri pada waktu mereka dapat bertemu dan berdjabatan tangan dengan Nehru dan lainz pemimpin pemerintahan negaras jang kini bersahabatan de' ngan negara kita" jang djuga merdeka dan berdaulat. Semua kenang-kenangan ini sungguh menebalkan hati kita, mengokohkan kepertjajaan kita, bahwa kemerdekaan jang direntjanakar: dan drsiapkan sedjak lama, dengan segala pengorbananz jg. berharga, pula dengan hubungan lahir maupun batin dengan negeriz djadjahan lainnja, jang kini semuanja telah men{jadi negaras jang merdeka dan be,rdaulat'itu, tidak mungkin akan dapat dibatalkan dan tidak mungkin negara kita akan djatuh kembali mencljadi negeri djadjahan. Sekali merdeka, tetap merdeka! Perkembangan politik di Indonesia rnakin lama makin me. nundjukkan adanja kemadjuan didalam pergerakan rakjat, jang njata-niata ditudiukan kearah kemerdekaan nusa dan bangsa. Sesudah Volksraad berdiri dan mau tak rnau mendjadi alat untuk rnenguatkan tuntutan para pemimpin kearah dernokrasi dan kenasionalan, timbullah gerakan ,,Indid Weerbaar" jang dipelopori oleh Budi Utomo dan perkumpulanz ,,moderate'n {kaum tengahan), jang menuntut adanja ,,,militie" guna mempertahankan Indonesia, jang sudah dibajang-bajangkan sebagai negara jang pasti akan merdeka. Pemerintah Nederland tetao ragu-ragu dan tidak pertjaja akan ketulusan hati, para pemimpin, sekalipun mereka ini nengnndiur-andjurkan anqan-angan,,assosiati€" antara Indonesia dan Nederland. Nederiand bersedia untuk memperkuat K.N.I.L"-nja, namun tuntutan akan diadakannSa milisi, nampak menakutkan kaum pendjadjah" Sarnpai pada saat timbulnja ketakutan mcreka aken kehilangan tanah-djadjahannja, jaitu ketika situasi internasional sedemikian rupa memuntjaknja, sehingga ada kemungkinan HindiaBclanda terlibat dalam perang dunia, jang berarti mungkin ie* njapnja ,,gordel van smaragd" sebagai milik Nederland. Dengan c4<noinclude></noinclude> q2fvmojjpztoct7bt39g817r98pbnyn 310728 310723 2026-08-10T14:01:04Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310728 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|reka|mereka}} kebanjakan memegang kemudi pemerintahan tanah-tumpah-darahnja, sebagai pegawai-tinggi, sebagai duta-duta diluar negeri, sebagai menteri, sebagai wakil-presiden dan lain² djabatan pimpinan didalam masjarakat Indonesia Merdeka. Kita dapat merasakan segala rasa terharu mereka sendiri pada waktu mereka dapat bertemu dan berdjabatan tangan dengan Nehru dan lain² pemimpin pemerintahan negara² jang kini bersahabatan dengan negara kita, jang djuga merdeka dan berdaulat. Semua kenang-kenangan ini sungguh menebalkan hati kita, mengokohkan kepertjajaan kita. bahwa kemerdekaan jang direntjanakan dan disiapkan sedjak lama, dengan segala pengorbanan² jg. berharga, pula dengan hubungan lahir maupun batin dengan negeri² djadjahan lainnja, jang kini semuanja telah mendjadi negara² jang merdeka dan berdaulat itu, tidak mungkin akan dapat dibatalkan dan tidak mungkin negara kita akan djatuh kembali mendjadi negeri djadjahan. Sekali merdeka, tetap merdeka! Perkembangan politik di Indonesia makin lama makin menundjukkan adanja kemadjuan didalam pergerakan rakjat, jang njata-njata ditudjukan kearah kemerdekaan nusa dan bangsa. Sesudah Volksraad berdiri dan mau tak mau mendjadi alat untuk menguatkan tuntutan para pemimpin kearah demokrasi dan kenasionalan, timbullah gerakan "Indië Weerbaar" jang dipelopori oleh Budi Utomo dan perkumpulan² "moderate" (kaum tengahan), jang menuntut adanja "militie" guna mempertahankan Indonesia, jang sudah dibajang-bajangkan sebagai negara jang pasti akan merdeka. Pemerintah Nederland tetap ragu-ragu dan tidak pertjaja akan ketulusan hati para pemimpin, sekalipun mereka ini mengandjur-andjurkan angan-angan "assosiatie" antara Indonesia dan Nederland. Nederland bersedia untuk memperkuat K.N.I.L.-nja, namun tuntutan akan diadakannja milisi, nampak menakutkan kaum pendjadjah. Sampai pada saat timbulnja ketakutan mereka akan kehilangan tanah-djadjahannja, jaitu ketika situasi internasional sedemikian rupa memuntjaknja, sehingga ada kemungkinan Hindia-Belanda terlibat dalam perang dunia, jang berarti mungkin lenjapnja "gordel van smaragd" sebagai milik Nederland. Dengan<noinclude> {{rh|94||}}</noinclude> 9ff4ul5wt5dip34q1ch4uldexdaeavc Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/95 104 111890 310729 2026-08-10T14:01:35Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'TENTANG INDONESISCH PERSBUREAU DI DEN IIAAG Jang dinamakan ,,Indonesisch Persbureau" itu adalah badan pemusatan penerangan dan propaganda pergerakan nasional Indonesia, jang pada tahun 1913 dipersiapkan oleh Suwardi Surya Ningrat di Den Haag. Meskipun pokok usahanja sebagian besar nrengenai pemantjaran warta berita, komentar2 dan pemandangan2 tentang pergerakan ralljat Indonesia seumumnja, termasuk pula penerbitan madjalab: dan risalahz, akan t... 310729 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>TENTANG INDONESISCH PERSBUREAU DI DEN IIAAG Jang dinamakan ,,Indonesisch Persbureau" itu adalah badan pemusatan penerangan dan propaganda pergerakan nasional Indonesia, jang pada tahun 1913 dipersiapkan oleh Suwardi Surya Ningrat di Den Haag. Meskipun pokok usahanja sebagian besar nrengenai pemantjaran warta berita, komentar2 dan pemandangan2 tentang pergerakan ralljat Indonesia seumumnja, termasuk pula penerbitan madjalab: dan risalahz, akan tetapi lebih dari pada ituiah maksud tudj,uitn I.P.B. Menurut rentjananja maka LP.B. bermaksud ,mengadakan pameran (exposities) djuga dan pertundjukan2 kesenian di,ieluruh Nederland, agar rakjat Beianda mendapat penerangan, gambaran dan pengertian jang bsnar tentang segala tuntutan pergerakan rakjat pada waktu rtu, baik jang belsifat politik maupun kulturil. Didaiam mana P.B" tcrpatailah nntuk pertama kali sebutan ,,lndonesia" setjara resml. Sebcnarnja,,lndonesisch.Persbureau" itu pada bermulanla bcrupa usaha drri tpersoonlijk) dari pada S. Surya Ningrat, jang setrbanja di NederlanC segera melakukan,,correspondentschap" untuk sementara harian bangsa kita, ialah selain untuk ,,1)E Express" harian ,,lndische Partij" sendiri, djuga untuk : ,,utusan Hindia" dl Surabaja, jane rvaktu itu dipimpin sendiri oleh mar- hurn I/.O S. T-jokroantinoto, ,,-Ijahia Timur" di Malang, dibawah pimpinan marhum R. Djojosudiro, ,,Sinar Djawa" di Senrarang, jang dipimpin ole;h Sdr. Semaun dan Darsono dari geronrbolan Serikat Islam, rJan ,,Kaum Muda" dibawah pimpinan rrrarhum sdr. l. H. Wignjadisastrs di Bandung. Pada waktu ttu hananz jang berbahasa Djawa atau Indonesia selain jang terscbut tadi, misalnja ,,Darmokondo" di Solo, ,,Retnodumilah" di Jogja dan lain2, sudah ada djuga, akan tetapi bukan kepunjaan lndonesia. Disamping harian2 jang tersebut dimuka itu, masih acia madjalah2, rningguan atau bulanan, jang diterbitkan oleh orang2 Indonesia. Mengetahui keadaan pers kita pada zarnarr 97<noinclude></noinclude> sd9c9qex6bhpnz1sb27py5adp5urd8o 310733 310729 2026-08-10T14:06:33Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310733 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|'''TENTANG INDONESISCH PERSBUREAU DI DEN HAAG'''}}}} Jang dinamakan „Indonesisch Persbureau” itu adalah badan pemusatan penerangan dan propaganda pergerakan nasional Indonesia, jang pada tahun 1913 dipersiapkan oleh Suwardi Surya Ningrat di Den Haag. Meskipun pokok usahanja sebagian besar mengenai pemantjaran warta berita, komentar² dan pemandangan² tentang pergerakan rakjat Indonesia seumumnja, termasuk pula penerbitan madjalah² dan risalah², akan tetapi lebih dari pada itulah maksud tudjuan I.P.B. Menurut rentjananja maka I.P.B. bermaksud mengadakan pameran (exposities) djuga dan pertundjukan kesenian diseluruh Nederland, agar rakjat Belanda mendapat penerangan, gambaran dan pengertian jang benar tentang segala tuntutan pergerakan rakjat pada waktu itu, baik jang bersifat politik maupun kulturil. Didalam mana P.B. terpakailah untuk pertama kali sebutan „Indonesia” setjara resmi. Sebenarnja „Indonesisch Persbureau” itu pada bermulanja berupa usaha diri (persoonlijk) dari pada S. Surya Ningrat, jang setubanja di Nederland segera melakukan „correspondentschap” untuk sementara harian bangsa kita, ialah selain untuk „De Express” harian „Indische Partij” sendiri, djuga untuk:„Utusan Hindia” di Surabaja, jang waktu itu dipimpin sendiri oleh marhum ''H.O S. Tjokroaminoto'', „Tjahja Timur” di Malang, dibawah pimpinan marhum ''R. Djojosudiro'', „Sinar Djawa” di Semarang, jang dipimpin oleh Sdr. Semaun dan Darsono dari gerombolan Serikat Islam, dan „Kaum Muda” dibawah pimpinan marhum sdr. ''A. H. Wignjadisastra'' di Bandung. Pada waktu itu harian jang berbahasa Djawa atau Indonesia selain jang tersebut tadi, misalnja „Darmokondo” di Solo, „Retnodumilah” di Jogja dan lain², sudah ada djuga, akan tetapi bukan kepunjaan Indonesia. Disamping harian² jang tersebut dimuka itu, masih ada madjalah², mingguan atau bulanan, jang diterbitkan oleh orang² Indonesia. Mengetahui keadaan pers kita pada zaman<noinclude>{{rh|||97}}</noinclude> d21r2mdowcwc1ijzsdt1oz0qn9d1ks9 Halaman:San min chu i.pdf/171 104 111891 310731 2026-08-10T14:03:02Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310731 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||166}}</noinclude>dekaan, sedang mahasiswa-mahasiswa masih tetap mengandjurkannja. Tentu rakjat Tiongkok tak mengetahui aliran zaman. Seratus lima tahun jang lalu orang-orang Eropah dan Amerika mengadu untung mereka dalam pertempuran-pertempuran untuk mentjapai kemerdekaan, sebab kemerdekaan djarang mereka alami. Ketika .negara-negara seperti Perantjis dan Amerika Serikat mentjapai kemerdekaan mereka masing-masing, mereka mendjadi jang kita sebutkan perintis dalam pemerintahan demokrasi. Apakah setiap orang bebas dalam kedua negara ini ? Barjak golongan-golongan seperti mahasiswa-mahasiswa, peradjurit-peradjurit, pangreh pradja dan orang-orang jang belum mentjapai umur dua puluh tahun jang belum matang, tidak mempunjai kemerdekaan. Perdjuangan mentjapai kemerdekaan di Barat dua atau tiga abad jang lalu dilakukan oleh orang-orang jang berumur lebih dari dua puluh tahun dan mereka ini bukanlah peradjurit atau pemimpin- pemimpin negara atau mahasiswa-mahasiswa. Sesudah kemerdekaan ini tertjapai, hanja mereka jang bukan termasuk golongan tersebut diatas, jang dapat merasakan kemerdekaan itu. Djuga sekarang anggauta-anggauta dari golongan tersebut belum bebas sama sekali. Mahasiswa-mahasiswa Tionghoa setelah memahamkan arti kemerdekaan ini, lalu mempraktekkannja dalam sekolah-sekolah mereka karena tak mempunjai tempat lain. Lalu timbullah pemogokan-pemogokar dan pemberontakan-pemberontakan mahasiswa dibawah pandji-pandji ,,kemerdekaan". Kemerdekaan jang diperbintjangkan orang Barat mempunjai pembatasan-pembatasan jang teliti, dan tak dapat dilukiskan sebagai kepunjaan setiap orang. Mahasiswa-mahasiswa jang muda-muda dalam membitjarakan hal kemerdekaan membuang segala kekangan. Oleh karena dalam masjarakat luar tak ada jang suka menerima teori mereka ini, mereka hanja dapat mempraktekkannja dalam sekolah-sekolah mereka, hingga mengakibatkan kekatjauan-kekatjauan dan pemogokan-pemogokan terus-menerus. Ini adalah penodaan kemerdekaan. Kalau orang-orang asing jang tak mengenal sedjarah Tiongkok dan tak mengetahui hal ihwal zaman dahulu kalanja jang telah mengalami kemerdekaan jang luas, maka tak perlu heran kita. Tetapi sangatlah mengherankan kalau mahasiswa-mahasiswa kita sendiri melupakan „ nja- njian kemerdekaan" nenek mojang orang Tionghoa :<noinclude></noinclude> sj48389mjckra6cy928gek19zc71tm3 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/31 104 111892 310732 2026-08-10T14:04:25Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310732 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''DOKUMEN KESATUAN NASIONAL'''</center> :::PERNJATAAN (statement) bersama disetudjui oleh Organisasi² Rakjat dalam memperingati 40 tahun Kebangunan Nasional. Permusjawaratan, jang diselenggarakan PANITYA PUSAT pada tanggal 18 Mei 1948 di Jogjakarta dan dihadliri oleh wakil² segenap Partai Politik, Serikat-serikat Buruh, Tani, Organisasi⁴ Pemuda, Barisan² dan golongan² Kemasjarakatan, baik jang berdasarkan ke-agamaan, kebudajaan atau kesosialan pada umumnja, maupun jang memelihara serta menjelenggarakan usaha² chusus dalam lapangan² Perguruan, Kewanitaan, Perekonomian, Kepanduan, Persurat-kabaran, Kesenian dan lain² sebagainja; <center>''MENGINGAT,''</center> <ol type="a"> <li>bahwa sedjak 20 Mei 1908, dengan tidak memperdulikan segala kekangan dan tindakan, rakjat Indonesia seutuhnja telah bangun menjusun diri menentang pendjadjahan jang menimbulkan kemelaratan, kesengsaraan dan kehinaan bangsa Indonésia;</li> <li>bahwa sedjak berdirinja Negara Kesatuan Republik Indonésia pada tanggal 17 Agustus 1945, rakjat Indonésia belum terluput dari pelbagai kesukaran dan penderitaan, karena terus-menerus adanja bahaja, baik jang mengantjam maupun jang menimpa hidup dan penghidupan rakjat Indonésia sebagai akibat tipu-muslihat serta kekerasan atau agressi Belanda dalam segala lapangan, teristimewa dalam lapangan politik, ekonomi dan ketentaraan; </ol><noinclude> {{rh|32||}}</noinclude> guityrsjp6ugao5pvff6clwxx9v94t8 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/32 104 111893 310734 2026-08-10T14:06:51Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310734 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><ol type="a" start="3"> <li>bahwa kesanggupan, kegiatan, keikhlasan, serta ketaatan seluruh rakjat untuk mempertahankan kemerdekaan Negara dan Bangsanja tak boleh disangsikan dan terbukti dengan terang dan njata, terutama sesaat Rakjat dan Pemerintah kita diserang dari segala djurusan oleh agressi Belanda semendjak tanggal 21 Djuli 1947;</li> <li>bahwa perbedaan faham dan kejakinan jang hidup dalam masjarakat, kadang² nampak sebagai perselisihan jang bersifat chusus tentang sikap dan tindakan², tetapi semuanja itu menudju kearah kemerdekaan Negara dan Bangsa serta kesedjahteraan Rakjat;</li> <li>bahwa kini bahaja jang mengantjam kemerdekaan Negara serta keselamatan dan kebahagiaan Rakjat bertambah besar;</li> <li>bahwa hingga saat ini belum terdapat kesatuan sikap, program dan tindakan jang sempurna dari pada Partai² Politik, jang mana langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi sikap dan tindakan musuh;<li> </ol> <center>''MENIMBANG:''</center> <ol type="a"> <li>bahwa untuk dapat mengatasi segala kesukaran dan penderitaan rakjat, dan menolak tiap² bahaja jang mengantjam atau menimpa keselamatan negara Republik Indonesia jang bertambah besar itu, sangat perlu adanja kesatuan sikap, program dan tindakan terhadap segala agressi musuh, baik dalam lapangan politik, ekonomi maupun militair;</li> <li>bahwa diadakanja kesatuan sikap, program dan tindakan tidak berarti menghentikan tugas kewadjiban Partai², ataupun melalaikan dasar² dan azas² perdjoangan masing², akan tetapi hanja bermaksud menjelenggarakan bersama apa jang perlu guna kepentingan negara dan rakjat;</li> </ol> <center>''MENGINGAT DAN MENIMBANG PULA:''</center> bahwa hari tanggal 20 Mei ini jang oleh seluruh rakjat sedang diperingati setjara chidmat sebagai hari peringatan 40 tahun<noinclude> {{rh|||33}}</noinclude> h2sq9ztx1bcehq6rlhy6jtlhlhyrhws Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/96 104 111894 310735 2026-08-10T14:07:06Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'itu adalah perlu untuk dapat mengerti, bahwa ,,persbureau'" jg. scbenar-benarnja, pada waktu itu belum diperlukan dan berhubung dengan so'al keuangannja belum mungkin berdiri. Ketika correspondentschap S. Surya Ningrat meluas mendladi ,,Indonesisch Persbureau", belum djuga dasar ,,commercleel" dapat dimasukkan; I.P. Bureau masih tetap berdiri sebagai ,,badan propaganda" dan ,,alat pergerakan" semata-mata. Fers di Nederland rupa-rupanja mengerti... 310735 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>itu adalah perlu untuk dapat mengerti, bahwa ,,persbureau'" jg. scbenar-benarnja, pada waktu itu belum diperlukan dan berhubung dengan so'al keuangannja belum mungkin berdiri. Ketika correspondentschap S. Surya Ningrat meluas mendladi ,,Indonesisch Persbureau", belum djuga dasar ,,commercleel" dapat dimasukkan; I.P. Bureau masih tetap berdiri sebagai ,,badan propaganda" dan ,,alat pergerakan" semata-mata. Fers di Nederland rupa-rupanja mengerti djuga akan sipat dan pada I.P.B. itu. Tidak sadja hanja harian2 dan madjalahs jang soslalistis atau progressif jang suka berlangganan warta-berita dari pada ,,Indonesisch Persbureau" itu, bahkan ada pula jang dengan tidak segan2 ,mengeluarkan fitnahan2 jang tadjam dan pedas. Dalam pada itu patut diketahui, bahwa ada harian2 ketll (provincie-bladen), jang bersikap ,,oeutraal", suka djuga rnengambil persberichten dari I. P. 8., ketjuali jang oleh mereka dianggap ,,al te rood". Sikap dari pada pers'bangsa kita di Indonesia ada baik sekali. 'fidak sadja harian2 jang tersebut diatas terus mengirimkan korannja (ada jang rangkap dua atau ti-ea), pun madjalah2 tidar ketinggalan mombandjiri medja-redaksi I.P. Bureau, sehingga kantoran I.P.B. di Fahrenheitstraat 473 Den Haag, seolah-olah mendjadi ,,leeszaal" bagi studenten kita. Patutlah diketahui, bahl'a di Indonesia pada waktu itu partaiz jang sudah aoa, masrh hrdup ,,rukun" dan seringkali bertindak setj,ara ,,gotong-rojong". frontoh jang rnengharukan misalnja keridlaan dan keichlasan anggauta2 dari partai2 tersebut untuk turut membiajai berangkat- nja,,Tiga-serangkai" (driemanschap) dari,,Indische Partij", jartu Douwes Dekker, Tjipto N{angunkusumo dan Suwardi Suryaningrat sekeluarganja ke Nederland, jang memakan biaja sementara ribu rupiah. Adaoun studenten kita di Nederland, jang zaman itu hanja berdjumiah lebih kurang 40 orang, semuanja mengakui ,,Indonesisch Persbureau" tadi sebagai badan-usahanja. Dalam kitab peringatan dari pada perhirnpunan ,mereka ,,Perhimpunan Indonesia" (jang tadinja bernama ,,Indische Vereeniging") kita dapat mengetahui, bahwa kedatangan,,Driemanschap" DD-Tjip-Suwardi pada tahun 1913 itu menjebabkan berba"liknja aliran ,,ko98<noinclude></noinclude> g962qlymhcglps845jovobhpq79t8xd 310742 310735 2026-08-10T14:13:50Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310742 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>itu adalah perlu untuk dapat mengerti, bahwa „persbureau” jg. scbenar-benarnja, pada waktu itu belum diperlukan dan berhubung dengan so'al keuangannja belum mungkin berdiri. Ketika correspondentschap S. Surya Ningrat meluas mendjadi „Indonesisch Persbureau”, belum djuga dasar „commercieel” dapat dimasukkan; I.P. Bureau masih tetap berdiri sebagai „badan propaganda” dan „alat pergerakan” semata-mata. Pers di Nederland rupa-rupanja mengerti djuga akan sipat dan pada I.P.B. itu. Tidak sadja hanja harian² dan madjalah² jang sosialistis atau progressif jang suka berlangganan warta-berita dari pada „Indonesisch Persbureau” itu, bahkan ada pula jang dengan tidak segan² mengeluarkan fitnahan² jang tadjam dan pedas. Dalam pada itu patut diketahui, bahwa ada harian² keljil (provincie-bladen), jang bersikap „neutraal”, suka djuga mengambil persberichten dari I. P. B., ketjuali jang oleh mereka dianggap „al te rood”. Sikap dari pada pers bangsa kita di Indonesia ada baik sekali. Tidak sadja harian jang tersebut diatas terus mengirimkan korannja (ada jang rangkap dua atau tiga), pun madjalah² tidak ketinggalan membandjiri medja-redaksi I.P. Bureau, sehingga kantoran I.P.B. di Fahrenheitstraat 473 Den Haag, seolah-olah mendjadi „leeszaal” bagi studenten kita. Patutlah diketahui, bahwa di Indonesia pada waktu itu partai jang sudah aoa, masih hidup „rukun” dan seringkali bertindak setjara „gotong-rojong”. Tjontoh jang mengharukan misalnja keridlaan dan keichlasan anggauta² dari partai² tersebut untuk turut membiajai berangkatnja „Tiga-serangkai” (driemanschap) dari „Indische Partij”, jaitu Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat ''sekeluarganja'' ke Nederland, jang memakan biaja sementara ribu rupiah. Adapun studenten kita di Nederland, jang zaman itu hanja berdjumlah lebih kurang 40 orang, semuanja mengakui „Indonesisch Persbureau” tadi sebagai badan-usahanja. Dalam kitab peringatan dari pada perhimpunan mereka „Perhimpunan Indonesia” (jang tadinja bernama „Indische Vereeniging”) kita dapat mengetahui, bahwa kedatangan „Driemanschap” DD-Tjip-Suwardi pada tahun 1913 itu menjebabkan berbaliknja aliran „{{hws|ko|kolonial}}<noinclude>{{rh|98}}</noinclude> j9oyz7z8z09evhohhigygsrlmdi3isd Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/33 104 111895 310736 2026-08-10T14:09:11Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310736 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>kebangunan nasional, memberi kesempatan serta mendorong kita semua untuk mempertegak tjita² kita bersama, jang telah tertjapai dengan Proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. dengan demikian mewudjudkan rasa syukur kepada Tuhan Jang Maha Esa dan rasa terima kasih serta rasa hormat batin kita kepada sekalian mereka jang didalam 40 tahun itu sudah mentjurahkan segala kekuatan dan tenaganja, begitupun pengorbanan, jang semuanja terbukti tidak sia² belaka, bahkan kita akui sebagai perdjoangan nasional, jang kita teruskan sampai sa'at tertjapainja tjita² rakjat Indonesia seluruhnja; <center>M E M U T U S K A N :</center> <ol type="1" start="1"> <li>Menetapkan hari 20 Mei 1948 ini sebagai sa'at permulaan menggalang kesatuan sikap program dan tindakan; <li>Mentjatakan akan segera melaksanakan maksud itu dan melaksanakan segala putusan bersama, untuk menolak bahaja jang mengantjam atau menimpa bangsa Indonesia umumnja dan negara Republik Indonesia chususnja dengan dasar² antara lain sebagai berikut :</li> <ol type="a"> <li>supaja Pemerintah tetap mempertahankan dan mengusahakan langsung berlakunja hubungan Republik dengan Luar Negeri, sampai pada berdirinja Negara Indonesia Serikat jang berdaulat dan Merdeka;</li> <li>menggiatkan seluruh rakjat Indonesia untuk perdjoangan kemerdekaan jang total dalam lapangan politik, ekonomi, sosial dan ketentaraan;</li> </ol> <li>Menjusun segala tenaga dan kekuatan ketentaraan dan ekonomi dengan menjerukan:</li> </ol> <ol type="a"> <li>hendaknja Tentara dan Rakjat mengadakan latihan besar²an sampai ke-desa² untuk menolak serangan musuh;</li> <li>hendaknja Rakjat dan Tentara ber-sama² lebih giat menjusun kekuatan ekonomi dengan bekerdja diladang, sawah dan perusahaan untuk mentjukupi segala keperluan Tentara dan Rakjat;</li> </ol><noinclude> {{rh|34||}}</noinclude> qzik5k3niz5fdbulgon0gvh1ykyhh5o 310737 310736 2026-08-10T14:09:36Z Link PB 26772 310737 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>kebangunan nasional, memberi kesempatan serta mendorong kita semua untuk mempertegak tjita² kita bersama, jang telah tertjapai dengan Proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. dengan demikian mewudjudkan rasa syukur kepada Tuhan Jang Maha Esa dan rasa terima kasih serta rasa hormat batin kita kepada sekalian mereka jang didalam 40 tahun itu sudah mentjurahkan segala kekuatan dan tenaganja, begitupun pengorbanan, jang semuanja terbukti tidak sia² belaka, bahkan kita akui sebagai perdjoangan nasional, jang kita teruskan sampai sa'at tertjapainja tjita² rakjat Indonesia seluruhnja; <center>M E M U T U S K A N :</center> <ol type="1" start="1"> <li>Menetapkan hari 20 Mei 1948 ini sebagai sa'at permulaan menggalang kesatuan sikap program dan tindakan; <li>Mentjatakan akan segera melaksanakan maksud itu dan melaksanakan segala putusan bersama, untuk menolak bahaja jang mengantjam atau menimpa bangsa Indonesia umumnja dan negara Republik Indonesia chususnja dengan dasar² antara lain sebagai berikut :</li> <ol type="a"> <li>supaja Pemerintah tetap mempertahankan dan mengusahakan langsung berlakunja hubungan Republik dengan Luar Negeri, sampai pada berdirinja Negara Indonesia Serikat jang berdaulat dan Merdeka;</li> <li>menggiatkan seluruh rakjat Indonesia untuk perdjoangan kemerdekaan jang total dalam lapangan politik, ekonomi, sosial dan ketentaraan;</li> </ol> <li>Menjusun segala tenaga dan kekuatan ketentaraan dan ekonomi dengan menjerukan:</li> <ol type="a"> <li>hendaknja Tentara dan Rakjat mengadakan latihan besar²an sampai ke-desa² untuk menolak serangan musuh;</li> <li>hendaknja Rakjat dan Tentara ber-sama² lebih giat menjusun kekuatan ekonomi dengan bekerdja diladang, sawah dan perusahaan untuk mentjukupi segala keperluan Tentara dan Rakjat;</li> </ol></ol><noinclude> {{rh|34||}}</noinclude> 21pq7tgyweydzt1j11b5ijcbwisj2ew Halaman:San min chu i.pdf/172 104 111896 310738 2026-08-10T14:12:07Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310738 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><center> „Kalau matahari terbit, aku bekerdja keras :<br> Kalau matahari terbenam, aku melepaskan lelah :<br> Ku gali sumur memperoleh air :<br> Ku tjangkul tanah mentjari makan :<br> Apakah hubungan kekuasaan radja dengan aku ?” </center> Dapat kita saksikan dari njanjian kemerdekaan ini bahwa Tiongkok meskipun tak mempunjai kemerdekaan dalam sebutan, namun se- djak zaman dahulu telah mengalami kemerdekaan, begitu banjak hingga tak perlu ditjari lagi. Sedjak kemerdekaan demokrasi lahir sesudah kemerdekaan, maka membitjarakannja harus kita terang- kan dengan sedjarah negeri2 Barat untuk mentjapai kemerde- kaan. Kalau tidak begitu, kita tak akan dapat menginsjafi bahwa kemerdekaan itu berharga sekali. Perdjuangan orang Eropah guna mentjapai kemerdekaan adalah karena didorong oleh hawa nafsu jang besar, jang sekarang sudah agak reda ; hal ini membuktikan bahwa kemerdekaan disamping mempunjai tanda-tanda baik djuga mengandung tanda-tanda buruk, hingga tak dapat dianggap salah suatu barang sadja. Kalau orang-orang asing mengatakan bahwa kita berupa „pasir berderai”, tentu kita akan mengakui kebenaran itu, tetapi kita tak dapat begitu sadja menerima tjelan mereka dan bahwa kita tak mengerti kemerdekaan dan kurang kesadaran poli- tik. Apakah sebabnja kita mendjadi suatu „lapangan pasir berde- rai”? Semata-mata karena akibat kemerdekaan perseorangan. Itulah sebabnja tudjuan revolusi Tiongkok berlainan dari pada tudjuan revolusi-revolusi asing, sedang metode jang kita pakai lain pula. Dengan tegas dapat kita katakan, bahwa tudjuan revolusi kita bertentangan sama sekali dengan revolusi-revolusi Eropah. Orang-orang Eropah memberontak dan bertempur untuk kemerde- kaan, karena mereka terlalu sedikit merasakannja. Tetapi kita, terlalu banjak mempunjai kemerdekaan itu, tetapi tidak ada kesatu- an dan tenaga berontak, sebab kita telah mendjadi lapangan pasir berderai, dan dikuasai oleh imperialisme asing, dan ditekan oleh pengawasan ekonomi dan perang-perang perdagangan kekuasaan- kekuasaan tsb. sedang kita tak sanggup memberontak, sebab itu hentikanlah kemerdekaan perseorangan itu dan bergabunglah da- lam satu badan laksana karang jang terbentuk dari paduan semen dan pasir.<noinclude></noinclude> t2bgx3eajcltj0aebqh65rgei9sybm5 310740 310738 2026-08-10T14:12:56Z Ibrohim tijani 26379 310740 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||167}}</noinclude><center> „Kalau matahari terbit, aku bekerdja keras :<br> Kalau matahari terbenam, aku melepaskan lelah :<br> Ku gali sumur memperoleh air :<br> Ku tjangkul tanah mentjari makan :<br> Apakah hubungan kekuasaan radja dengan aku ?” </center> Dapat kita saksikan dari njanjian kemerdekaan ini bahwa Tiongkok meskipun tak mempunjai kemerdekaan dalam sebutan, namun se- djak zaman dahulu telah mengalami kemerdekaan, begitu banjak hingga tak perlu ditjari lagi. Sedjak kemerdekaan demokrasi lahir sesudah kemerdekaan, maka membitjarakannja harus kita terang- kan dengan sedjarah negeri2 Barat untuk mentjapai kemerde- kaan. Kalau tidak begitu, kita tak akan dapat menginsjafi bahwa kemerdekaan itu berharga sekali. Perdjuangan orang Eropah guna mentjapai kemerdekaan adalah karena didorong oleh hawa nafsu jang besar, jang sekarang sudah agak reda ; hal ini membuktikan bahwa kemerdekaan disamping mempunjai tanda-tanda baik djuga mengandung tanda-tanda buruk, hingga tak dapat dianggap salah suatu barang sadja. Kalau orang-orang asing mengatakan bahwa kita berupa „pasir berderai”, tentu kita akan mengakui kebenaran itu, tetapi kita tak dapat begitu sadja menerima tjelan mereka dan bahwa kita tak mengerti kemerdekaan dan kurang kesadaran poli- tik. Apakah sebabnja kita mendjadi suatu „lapangan pasir berde- rai”? Semata-mata karena akibat kemerdekaan perseorangan. Itulah sebabnja tudjuan revolusi Tiongkok berlainan dari pada tudjuan revolusi-revolusi asing, sedang metode jang kita pakai lain pula. Dengan tegas dapat kita katakan, bahwa tudjuan revolusi kita bertentangan sama sekali dengan revolusi-revolusi Eropah. Orang-orang Eropah memberontak dan bertempur untuk kemerde- kaan, karena mereka terlalu sedikit merasakannja. Tetapi kita, terlalu banjak mempunjai kemerdekaan itu, tetapi tidak ada kesatu- an dan tenaga berontak, sebab kita telah mendjadi lapangan pasir berderai, dan dikuasai oleh imperialisme asing, dan ditekan oleh pengawasan ekonomi dan perang-perang perdagangan kekuasaan- kekuasaan tsb. sedang kita tak sanggup memberontak, sebab itu hentikanlah kemerdekaan perseorangan itu dan bergabunglah da- lam satu badan laksana karang jang terbentuk dari paduan semen dan pasir.<noinclude></noinclude> f8r6ttaiibvm9gr8e4zrb835efv0990 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/45 104 111897 310739 2026-08-10T14:12:39Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310739 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Sauadara², demikianlah maka fasal² a-b-c-d dalam keputusan saudara² ad 2 itu saja hargai. Tinggal sekarang melaksanakannja. Tinggal sekarang mengangkat hal² jang termaktub dalam a-b-c-d itu mendjadi tugas jang harus dikerdjakan. Dan bitjara tentang tugas —, lebih dahulu telah kukatakan sering², bahwa kita, sesudah pengakuan kedaulatan pada 27 Desember 1949 itu belum berada dalam keadaan „boleh-leha²-dan-gojang-kaki”, tetapi sebaliknja masih menghadapi tugas bermatjam, jang dapat digolongkan dalam tiga golongan jang terang dan njata. <ol type="1" start="1"> <li>Mengatasi semua akibat² perdjoangan kita jang telah lambat.</li> <li>Menjempurnakan dan memberi isi kepada kemerdekaan kita sesuai dengan tjita² nasional.</li> <li>Menjelamatkan kemerdekaan kita dalam hamuknja taufan internasional jang mungkin akan datang.</li> </ol> Tegasnja, ibarat kita baru mendapat kembali kita punja rumah, jang selama ini ditangan musuh, maka kita belum boleh gojang kaki, tetapi masih harus bekerdja keras: <ol type="1" start="1"> <li>Memperbaiki (mereparasi) rumah itu karena banjak kerusakannja dalam perdjoangan merebutnja kembali</li> <li>Memperlengkiapi rumah itu dengan bagian² jang masih ditangan musuh, serta mengisi rumah itu dengan segala perabot dan segala bekal² keperluan hidup;</li> <li>Menjelamatkan rumah itu djangan nanti ia rusak kembali atau musna kalau ada apa² diluar pagar.</li> </ol> Lihat: Fasal a-b-c-d dari keputusan saudara² sesuai dengan semangatnja tiga tugas jang saja sebutkan itu! <ol type="a"> <li>(demokrasi dalam segala lapangan) masuk dalam golongan tugas ke-2, oleh karena demokrasi mengenai „penjempurnaan kemerdekaan” dan „pemberian isi” kepada kemerdekaan, tetapi djuga dalam golongan tugas ke-1, oleh karena demokrasi membutuhkan keamanan, dan ketidakamanan adalah „akibat perdjoangan kita jang lampau”, jang harus diatasi;</li> </ol><noinclude> {{rh|46||}}</noinclude> 89mx4n4aqkw1hk0mmvpckvqyx3ke574 Halaman:San min chu i.pdf/173 104 111898 310741 2026-08-10T14:13:36Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310741 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||168}}</noinclude>Orang-orang Tionghoa sekarang merasakan terlalu banjak kemerdekaan, hingga memperlihatkan sifat-sifat keburukannja. Kenjataan ini benar, karena tak hanja terdjadi disekolah-sekolah sadja, tetapi djuga dalam partai revolusioner kita. Sebabnja kita tak berhasil mengokohkan negara kita sedjak runtuhnja dinasti Manchu sampai sekarang ialah karena kita salah memakai kemerdekaan itu. Sebab ini pula partai revolusioner kita dapat dikalahkan oleh Yuan Shih-kai ( 1913) . Dalam tahun kedua dari Republik kita, Yüan Shih-kai mengadakan suatu pindjaman luar negeri jang besar djumlahnja tidak dengan persetudjuan Dewan Rakjat. Kemudian ia membunuh Sung Chiao-jen (ketua Dewan Rakjat) dan melakukan perbuatan-perbuatan lain jang melukai Republik kita. Saja meminta dengan sangat kepada propinsi2 semuanja untuk berdiri serentak dan menghukum Yüar, tetapi karena tiap-tiap anggauta partai kita membitjarakan dan sibuk dengan kemerdekaan sadja tak ada persatuan jang terdapat. Dalam propinsi-propinsi disebelah Barat Daja umpamanja, dari pemimpinpemimpin dan brigadir djenderal sampai keperadjurit-peradjurit, semuanja hanja membitjarakan kemerdekaan diri sendiri . Tak ada seorangpun diantara mereka jang mau bekerdja-sama. Kemudian kemerdekaan ini diperluas sampai kebatas-batas propinsi dan setiap propinsi supaja berdiri merdeka, jang mengakibatkan tak tertjiptanja pekerdjaan bersama dengan propinsi-propirsi lain. Propinsi-propinsi disebelah Selatan masih memperlihatkan sedikit tanda-tanda kemegahan revolusi tahun 1911 dan kelihatan gembira, tetapi partai-partainja didalam sudah terpetjah-belah dan tak dapat mentjapai persetudjuan terhadap perintah-perintah. Lain halnja dengar . Yüan Shih-kai, ia masih mempunjai 6 buah kesatuan tentera pertahanan dahulu dari partai Peiyang ; pemimpin-pemimpin divisi, brigadir djenderal dan peradjurit-peradjurit dalam 6 buah kesatuan ini semuanja berdisiplin keras dan tunduk kepada satu pimpinan. Pendek kata Yuan Shih-kai mempunjai organisasi jang kuat, sedangkan kita dari partai revolusi laksana ,,lapangan pasir berderai " dan karena itulah Yuan Shih-kai berhasil mengalahkan kita. Hal ini memperlihatkan suatu prinsip jang baik bagi negara-negara lain, tetapi belum tentu baik untuk Tiongkok. Revolusi-revolusi di Eropah menginginkan kemerdekaan, tetapi revolusi Tiongkok tak dapat dikatakan bertudjuan mentjapai kemerdekaan. Kalau kita njatakan<noinclude></noinclude> tqliclvjsnk53tbchkbb25r6148rknu Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/97 104 111899 310743 2026-08-10T14:14:05Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'lonial" dalam,,Indische Vereeniging" ke-aliran,,nasionahs- tische" jang murni. Apakah jang telah diselenggarakan ol6h ,,Indonesisch Persbureau" dinegeri Belanda ? Jang pertarna kali ialah penjiaran bcrita2 pers pada umumnja, chususnja berita2 tentang kedjadian dan peristirva2, jang dengan sengadja oleh pers Belanda di Indonesia digunakan untuk men-djelek2-kan pergerakan kita. Kadang2 I.P.B. menjiarkan ,,bulletins", jang dikirimkan kepada semua... 310743 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>lonial" dalam,,Indische Vereeniging" ke-aliran,,nasionahs- tische" jang murni. Apakah jang telah diselenggarakan ol6h ,,Indonesisch Persbureau" dinegeri Belanda ? Jang pertarna kali ialah penjiaran bcrita2 pers pada umumnja, chususnja berita2 tentang kedjadian dan peristirva2, jang dengan sengadja oleh pers Belanda di Indonesia digunakan untuk men-djelek2-kan pergerakan kita. Kadang2 I.P.B. menjiarkan ,,bulletins", jang dikirimkan kepada semua anggauta ,,Tweede Karner" dan ,,Eerste Kamer", kepeda pengurus partai2 dan ,,Leeszalen. dan Bibliotheken" jang terkemuka, jaitu dimana pers Belanda tidak suka memuatkan beritat lang penting bagi kita. Dengan begitu maka I.P.B. dapat menggagalkan si,kap memblokeer beritaz jang penting dari Indonesia oleh pers Belanda, jang masing2 mempunjai ,,Indische medewerker" sendiri2, kadangz,,sneciale correspondent", jaitu biasanja orang berpangkat tinggi, misalnja seorang professor, seorang resident atau gobnor'djendral pensiun, bahkan kadang2 seorzLog rninister sendiri. Sementara kali I.P. Bureau mengorganiseer,,Debat-vergaderingen" di Amsterdam dan di Den Haag, jang resminja diselenggarakan oleh,,Indische Vereeniging", jaitu perhimpunan studenten kita. Disitulah tempat dan waktunja jang tepat untuk mendjual brochures dan mengadakan tentoonstelling haria# madjalahz dan risalah2 jang mengenai so'al Indonesia", termasuh pula buku2 karangan auteurs bangsa Belanda jang progressif dan membela tuntutan2 pergerakan rakjat Indonesia. Ol6h,,Indonesische Persbureau" bagian,,Brochurelhandel" telah diterbitkan sementara risalah2 misalnja ,,Onze Verban' ning", tentang ,,Industrialisatie" ol,ih H.H. van Kol, ,,Poenale Sancties" oleh dr. P. Endt, ,,Het Geval Suwardi" oleh mr. P. H. Fromberg (jang menundjukkan,,onwettig"-nja interneering Suwardi Suryaningrat, karena tentang perkaranja sudah diputus- kan ,,rechtsingang" oleh Raad van Justitie di Djakarta), ,,De Taalkwestie" oleh S. Suryaningrat (jang menuntut pemakaian bahasa Indonesia dan daerah untuk mengganti bahasa Belanda sebagai ,,bahasa pengantar" di'sekolah2 negeri dan pelapuran 99<noinclude></noinclude> azdb9f7310uoaodh3b24ntugcti5r3i 310751 310743 2026-08-10T14:22:19Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310751 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{hwe|lonial”|„kolonial”}} dalam „Indische Vereeniging” ke-aliran „nasionahstische” jang murni. Apakah jang telah diselenggarakan oléh „Indonesisch Persbureau” dinegeri Belanda ? Jang pertama kali ialah penjiaran berita² pers pada umumnja, chususnja berita² tentang kedjadian dan peristiwa, jang dengan sengadja oleh pers Belanda di Indonesia digunakan untuk men-djelek²-kan pergerakan kita. Kadang I.P.B. menjiarkan „bulletins”, jang dikirimkan kepada semua anggauta „Tweede Kamer” dan „Eerste Kamer”, kepada pengurus partai dan „Leeszalen. dan Bibliotheken” jang terkemuka, jaitu dimana pers Belanda tidak suka memuatkan berita² jang penting bagi kita. Dengan begitu maka I.P.B. dapat menggagalkan sikap memblokeer berita² jang penting dari Indonesia oleh pers Belanda, jang masing² mempunjai „Indische medewerker” sendiri², kadang² „speciale correspondent”, jaitu biasanja orang berpangkat tinggi, misalnja seorang professor, seorang resident atau gobnor-djendral pensiun, bahkan kadang² seorang minister sendiri. Sementara kali I.P. Bureau mengorganiseer „Debat-vergaderingen” di Amsterdam dan di Den Haag, jang resminja diselenggarakan oleh „Indische Vereeniging”, jaitu perhimpunan studenten kita. Disitulah tempat dan waktunja jang tepat untuk mendjual brochures dan mengadakan tentoonstelling harian² madjalah² dan risalah² jang mengenai so'al Indonesia, termasuk pula buku² karangan auteurs bangsa Belanda jang progressif dan membela tuntutan² pergerakan rakjat Indonesia. Oléh „Indonesische Persbureau” bagian „Brochure handel” telah diterbitkan sementara risalah² misalnja „Onze Verbanning”, tentang „Industrialisatie” oléh H.H. van Kol, „Poenale Sancties” oleh dr. P. Endt, „Het Geval Suwardi” oleh mr. P. H. Fromberg (jang menundjukkan „onwettig”-nja interneering Suwardi Suryaningrat, karena tentang perkaranja sudah diputuskan „rechtsingang” oleh Raad van Justitie di Djakarta), „De Taalkwestie” oleh S. Suryaningrat (jang menuntut pemakaian bahasa Indonesia dan daerah untuk mengganti bahasa Belanda sebagai „bahasa pengantar” di-sekolah negeri dan pelapuran<noinclude>{{rh|||99}}</noinclude> j79ccctcwj5eef242t7ndfhucwpajb8 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/46 104 111900 310744 2026-08-10T14:14:42Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310744 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><ol type="a" start="2"> <li>(kesedjahteraan dan keadilan sosial) masuk pula dalam golongan tugas ke-2, oleh karena kesedjahteraan dan keadilan sosial itu mengenai "pemberian isi" kepada kemerdekaan, tetapi masuk pula golongan ke-1, oleh karena ta' mungkin "memberi isi" kalau banjak akibat² perdjoangan jang lampau tidak kita atasi lebih dahulu;</li> <li>(menghapuskan perdjandjian² jang merugikan) masuk dalam tugas ke-2, oleh karena mengenai "penjempurnaan" kemerdekaan;</li> <li>(Irian) masuk golongan tugas ke-2, oleh karena mengenai "penjempurnaan" kemerdekaan pula.</li> </ol> Bagaimana dengan golongan tugas ke-3, jaitu: "menjelamatkan kemerdekaan kita dalam hamuknja taufan internasional jang mungkin akan datang"? Didalam Pernjataan saudara², bagian "MENGINGAT", fasal d, saudara² mengemukakan, bahwa "sampai pada tanggal 20 Mei 1952 ini Negara dan Rakjat Indonesia masih menghadapi bahaja perang dunia jang dapat menimbulkan kerusakan, kehantjuran, kemelaratan, kesengsaraan dan kehinaan umat manusia umumnja". Dan dalam bagian KEPUTUSAN, ad 1, saudara² memutuskan "melandjutkan dan menjempurnaan usaha menggalang kesatuan sikap, program, serta tindakan jang telah dimulai pada tanggal 20 Mei 1908, djuga dalam menghadapi bahaja perang dunia jang mungkin datang, jang mengantjam Rakjat dan Negara Indonesia" .......... Semangat jang terkandung dalam dua kalimat saudara² ini ternjata satu kechawatiran bahwa perang-dunia ke III akan meledak, oleh karena perang dunia ke III itu dianggap sebagai satu bahaja "jang mengantjam Rakjat dan Negara Indonesia". Dan ki Hadjar Dewantara pun dalam pidatonja tadi mengatakan bahw "ketakutan akan datangnja perang-dunia ke III — plus sebab² lain — antaranja bahaja kelaparan, penjakit kekatjauan, memuntjaknja harga² barang, kerisis achlak, perpetjahan antara kita dengan kita, dan lain² sebagainja — menimbulkan keinginan untuk mengadakan peringatan Hari Kebangsaan Nasional jang sedang kita langsungkan sekarang ini".<noinclude> {{rh|||47}}</noinclude> l1sksngg8fkbiwgsjv3mdwbbi9qpd22 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/47 104 111901 310745 2026-08-10T14:15:28Z Link PB 26772 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Ja, rr.emang. *. kaiau i:erang-dunia ke III itn pet.!ah, nistjaja ia al,;an rnengantjam ltes:lamatrn kcriranusiaan. nistjiria ia akan rnengantjan: kesclan-latln Il aklrit in,Jcnes!a cia;r l"leriera ludonesia. re"clil"'it:nja akan a.r:ra: n,"*.luJitkair kerdaan liita. Siapa jang senarrg ki i,a,Jir 1epe1'sngan I Sirja l."ira tidak ada :tatu ncgarapun jang senang kepada pepcrilfiilan, pep€rangan jrn{ berrrti keber:tjanaan. Oleh kc.rena itLilah, ma... 310745 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Link PB" /></noinclude>Ja, rr.emang. *. kaiau i:erang-dunia ke III itn pet.!ah, nistjaja ia al,;an rnengantjam ltes:lamatrn kcriranusiaan. nistjiria ia akan rnengantjan: kesclan-latln Il aklrit in,Jcnes!a cia;r l"leriera ludonesia. re"clil"'it:nja akan a.r:ra: n,"*.luJitkair kerdaan liita. Siapa jang senarrg ki i,a,Jir 1epe1'sngan I Sirja l."ira tidak ada :tatu ncgarapun jang senang kepada pepcrilfiilan, pep€rangan jrn{ berrrti keber:tjanaan. Oleh kc.rena itLilah, maka banjak sekali an{:,rjcra F"8.ts. (U.N.O.; berichtiar metienteiarniiair Itegeniingen2. 0leh karena ituiah, maka ltepult]lk il,dc:,esia pnn, R.ei:ublik janq nrasih aruat muda ini dan ingin hidun seianrat-sfi-itausa [ruat se-iiui,arirja. Republik janu berdasarl:;in Frntja Sila. l{epui:l;k ,,peiikenranusiaarr". ntendj:rlankail srii:rl pLrlitik-perdamaiail jane ;ri<tif , satu ,,actieve vrldespolitiek" jeng kuat untul: ikui2 ntembantu terel:iknja malapr;taka-clunil itit. Oieh kareira itufih pi.-rla kita men, djalankan politik-luar-negeri jant bebrs, dengan iidak ikur kepiida hlok jarrc ini airu triepada blok jirng itu. T)an kttlatt perang-dunia ke Ii{ toclt mcleCak ? Iv{oga2 Tuhan mcirgelakkan perang-dunia ke llf itril Tciapi kalau peiang-dunia ke III toch meiedak, kalau dilulr pallr kita 1:amulc dan ir:lntem mulai b,:r.djalan, urlka clari saja seiiclirinja telah seling l:i-iberikan arnanat dengrn tegas : ,.scianaikanlair kemerdeliaan kita daian harnuknja taufan internirr:ional ilLr:" S:larn'.itkaniah runrahirru sendiri, kai:ru dikiinan-kirim.r r-un.ili.lt2 lain terbli:ar i Ttia;ri bantuiah pula :icdapat nrr"lngkin. iiltuk r-rie:nadamkan keb:rkaran itu. Kalau nrereka mular nreledak, jn --- tetan insja -Allah. kita ilkarr ncruskan vrcd.spoiilicL rian polifii< bcires. Tetar, Insja All;,ih. kita tidak akan il;ut biol< ini at:ur blok itu. Teir:p, Irsja Aliah" kirr tidak ilkan mengan*k:rt sendjata kcrada siilpann:r, ketjuaii kaiau kita cliserang. Dan tetap pula, Insja Allah, kita llenerus* kan sennia tugas2 naricnal kita daoat menangl:is bahaja' jrng hendak meniurl-.a ,Jiri kila nanti, aqar kita dapat nreneruskan actieve vred.espoiitiel<, arar sr.rpaja kita ehpaf 1.elu:l puia niendjalankan scururi triglsz nasional, teoat saudaraz telai: }:atakrn : kitir harus nteizl4gcrlc.t't11 l;csatusn ! Mcnggalanr4 kesuiuun sii;.ap, program eian tirrclal;etn, -- sekali lagi: mentgctiang l;esatiatn sikap, program, tliln lir,rlnJ:an ! me 48<noinclude></noinclude> tfs541hpxti5cvz7fwmp032qsmtqcv0 310746 310745 2026-08-10T14:16:01Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310746 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Ja, memang. — kalau perang-dunia ke III itu petjah, nistjaja ia akan mengantjam keselamatan kemanusiaan, nistjaja ia akan mengantjam keselamatan Rakjat Indonesia dan Negara Indonesia, se-dikit²nja akan amat menjulitkan keadaan kita. Siapa jang senang kepada peperangan ? Saja kira tidak ada satu negorapun jang senang kepada peperangan, peperangan jang berarti kebentjaan. Oleh karena itulah, maka banjak sekali anggota P.B.B. (U.N.O.) berichtiar menenteramkan kegentingan². Oleh karena itulah, maka Republik Indonesia pun, Republik jang masih amat muda ini dan ingin hidup selamat-sentausa buat se-lama²nja, Republik jang berdasarkan Pantja Sila, Republik „perikemanusiaan", mendjalankan satu politik-perdamaian jang aktif, satu „actieve vredespolitiek" jang kuat untuk ikut² membantu terelaknja malapetaka-dunia itu. Oleh karena itulah pula kita mendjalankan politik-luar-negeri jang bebas, dengan tidak ikut kepada blok jang ini atau kepada blok jang itu. Dan kalau perang-dunia ke III toch meledak ? Moga² Tuhan mengelakkan perang-dunia ke III itu ! Tetap kalau perang-dunia ke III toch meledak, kalau diluar pagar kita hamuk dan hantam mulai berdjalan, maka dari saja sendirinja telah sering kuberikan amanat dengan tegas : „selamatkanlah kemerdekaan kita dalam hamuknja taufan internasional itu!" Selamatkanlah rumahmu sendiri, kamu dikanan-kirimu rumah² lain terbakar ! Tetapi bantulah pula sedapat mungkin, untuk memadamkan kebakaran itu. Kalau mereka mulai meledak, ja — tetap Insja Allah, kita akan meneruskan vredespolitiek dan politik bebas. Tetap, Insja Allah, kita tidak akan ikut blok ini atau blok itu. Tetap, Insja Allah, kita tidak akan mengangkat sendjata kepada siapapun, ketjuali kalau kita diserang. Dan tetap pula, Insja Allah, kita meneruskan semua tugas² nasional kita dapat menangkis bahaja² jang hendak menimpa diri kita nanti, agar kita dapat meneruskan actieve vredespolitiek, agar supaja kita dapat terus pula mendjalankan semua tugas² nasional, tepat saudara² telah katakan : kita harus menggalang kesatuan ! Menggalang kesatuan sikap, program dan tindakan, — sekali lagi : menggalang kesatuan sikap, program, dan tindakan !<noinclude> {{rh|48||}}</noinclude> q8omg0mxsfzn6x2tywahv461p6h4m6g Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/34 104 111902 310747 2026-08-10T14:17:44Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310747 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><ol type="a" start="3"> :<li>hendaknja segenap rakjat menghindarkan segala selisih faham dalam barisan atau Partai dan segala usaha ditudjukan kepada kerdja-sama dengan tekad jang bulat mentjapai Indonesia Merdeka dan Berdaulat, untuk menjusun masjarakat jang demokratis dalam segala lapangan;</li> </ol> <ol type="1" start="4"> <li>Mendesak kepada Pemerintah supaja mengusahakan perawatan lebih baik bagi pengungsi, korban perdjoangan dan korban Tentara Hidjrah dan keluarganja.</li> </ol> <center>Jogjakarta, 20 Mei 1948.</center> <center>PANITYA PUSAT PERINGATAN 40 th.<br />KEBANGUNAN NASIONAL.</center> {| class="wikitable" style="background:transparent; border:none;" | Ketua : || ttd. ''K.H. Dewantara.'' |- | Anggauta : || |- | Front Demokrasi Rakjat || ttd. ''Tjoegito.'' |- | Partai Politik Islam "Masjumi" : || ttd. ''A.M. Sangadji.'' |- | Partai Nasional Indonesia : || ttd. ''S. Rasjad.'' |- | Kongres Wanita Indonesia : || ttd. ''Nj. A. Hilal.'' |- | Pemuda : || ttd. ''Tatang Mahmoed.'' |- | || ttd. ''H. Benjamin.'' |} Diumumkan pada tg. 20 Mei 1948 pukul 20.00 dalam upatjara peringatan 40 tahun Kebangunan Nasional di Istana P.J.M. Presiden.<noinclude> {{rh|||35}}</noinclude> 2r4xr73s8u1u8wa88el8y5dra403r4w 310748 310747 2026-08-10T14:18:18Z Link PB 26772 310748 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><ol type="a" start="3"> :<li>hendaknja segenap rakjat menghindarkan segala selisih faham dalam barisan atau Partai dan segala usaha ditudjukan kepada kerdja-sama dengan tekad jang bulat mentjapai Indonesia Merdeka dan Berdaulat, untuk menjusun masjarakat jang demokratis dalam segala lapangan;</li> </ol> <ol type="1" start="4"> <li>Mendesak kepada Pemerintah supaja mengusahakan perawatan lebih baik bagi pengungsi, korban perdjoangan dan korban Tentara Hidjrah dan keluarganja.</li> </ol> <center>Jogjakarta, 20 Mei 1948.</center> <center>PANITYA PUSAT PERINGATAN 40 th.<br />KEBANGUNAN NASIONAL.</center> {| class="wikitable" style="background:transparent; border:none;" | Ketua : | ttd. ''K.H. Dewantara.'' |- | Anggauta : | |- | Front Demokrasi Rakjat | ttd. ''Tjoegito.'' |- | Partai Politik Islam "Masjumi" : | ttd. ''A.M. Sangadji.'' |- | Partai Nasional Indonesia : | ttd. ''S. Rasjad.'' |- | Kongres Wanita Indonesia : | ttd. ''Nj. A. Hilal.'' |- | Pemuda : | ttd. ''Tatang Mahmoed.'' |- | | ttd. ''H. Benjamin.'' |} Diumumkan pada tg. 20 Mei 1948 pukul 20.00 dalam upatjara peringatan 40 tahun Kebangunan Nasional di Istana P.J.M. Presiden.<noinclude> {{rh|||35}}</noinclude> awc6uf87733hdr0f1tihiom377zbrzy 310749 310748 2026-08-10T14:18:52Z Link PB 26772 310749 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><ol type="a" start="3"> :<li>hendaknja segenap rakjat menghindarkan segala selisih faham dalam barisan atau Partai dan segala usaha ditudjukan kepada kerdja-sama dengan tekad jang bulat mentjapai Indonesia Merdeka dan Berdaulat, untuk menjusun masjarakat jang demokratis dalam segala lapangan;</li> </ol> <ol type="1" start="4"> <li>Mendesak kepada Pemerintah supaja mengusahakan perawatan lebih baik bagi pengungsi, korban perdjoangan dan korban Tentara Hidjrah dan keluarganja.</li> </ol> <center>Jogjakarta, 20 Mei 1948.</center> <center>PANITYA PUSAT PERINGATAN 40 th.<br />KEBANGUNAN NASIONAL.</center> {| class="wikitable" style="background:transparent; border:none;" | Ketua : || ttd. ''K.H. Dewantara.'' |- | Anggauta : || |- | Front Demokrasi Rakjat || ttd. ''Tjoegito.'' |- | Partai Politik Islam "Masjumi" : || ttd. ''A.M. Sangadji.'' |- | Partai Nasional Indonesia : || ttd. ''S. Rasjad.'' |- | Kongres Wanita Indonesia : || ttd. ''Nj. A. Hilal.'' |- | Pemuda : || ttd. ''Tatang Mahmoed.'' |- | || ttd. ''H. Benjamin.'' |} Diumumkan pada tg. 20 Mei 1948 pukul 20.00 dalam upatjara peringatan 40 tahun Kebangunan Nasional di Istana P.J.M. Presiden.<noinclude> {{rh|||35}}</noinclude> 2r4xr73s8u1u8wa88el8y5dra403r4w Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/99 104 111903 310750 2026-08-10T14:20:17Z Link PB 26772 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Soal lain jang dimadjukan oleh ,,fndonesisch Perbureua" sebagai bahan perdjoangan nasional ialah so'al akan diadakannja perguruan tmggi technik di Indonesia. Dari pembantu2nla bangsa Belanda I.P. Bureau dapat sebuah ,,geheim verslag" jang sangat penting. Jaitu pelaporan rapat para ,,industrieelen", diantaranja pemilik2 ondememing2 di Indonesia. Menurut pelaporan tadi ol,eh rapat tersebut diputuskan untuk memberi stootkapitaal kepada perguruan... 310750 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Link PB" /></noinclude>Soal lain jang dimadjukan oleh ,,fndonesisch Perbureua" sebagai bahan perdjoangan nasional ialah so'al akan diadakannja perguruan tmggi technik di Indonesia. Dari pembantu2nla bangsa Belanda I.P. Bureau dapat sebuah ,,geheim verslag" jang sangat penting. Jaitu pelaporan rapat para ,,industrieelen", diantaranja pemilik2 ondememing2 di Indonesia. Menurut pelaporan tadi ol,eh rapat tersebut diputuskan untuk memberi stootkapitaal kepada perguruan tinggi technik jang direntjanakan itu, jang untuk seterusnja perguruan tadi hendaknja Lrerdiri sebagai ililik suatu ,,stichting", jang akan dimintakan subsidie kepada pemcrintah. Jang p-ttt;"E: pula dalam rentiana tacJi ialair'bablva perguruan tinggi technik itu djanganlah diberi status sama dengan ,,Technische F{ogeschool Delft", tetapi tjukup diberi naml dan status,,F{oogere Polytechnische School". Abiturientennja nantinja dapat diberi liesempatan untuk meneruskan peladjarann1a di f)elft. Sirrkr.rrlnh. bahv"'a didalam Tr'/eede Kamer so'a12 kedua-duanja seperti' jang tersebut dimuka tadi oleh anggauta2-nja jang progresssif, a.l. dari Fraksi2 S.D.A.P., dapat didjadikan so'al2 jang ,,dipentingkan". Maklumlalr, biasanja so'a12 Indonesia itu didalam Parlement Belanda dianggap ,,so'al2 martil", jaitu tidak perlu dibrtjarakan pandjang dan lebar (ketjuali apabila termasuk dalam ,,Indische Begrooting"). Ketua Parlen-ren dengan memegang martii, hanja membatja nomor2-nja so'al dan siap memukulkannja martil itu di-medjanja untuk meresmikan keputusannla ,rvoor", Disamping ,,perscampagne", jang pada pokoknja bersifat axsr politik, LP. Bureau melakukan pula ,,cultureele propaganda" dengan mengadakan pertundjukkan2 kesenian dan pidatoF dan atau pertundjukan ,,lichtbeelden" dibeberapa tempat di Nederland. Studenten kita menginsjafi benar2, bahwa rakjat NederianrJ pada urnurnnja inerrganggap bangsa l,'ita adalah bang- sa jang belum ber-adab, belum berkesusilaan dan belum berkebuda;aan. Indonc ,a baei rncitka hanja terkenal sebagai ta-ah. jang kaja bahanz hasil bumi seperti gula, kopi, teh, karet, kina, kopra, tembakau, minjak tanah, timah dan lain2 sebagainja. Mcreka sa.ngat mentjintai Indonesia sebagai l(olonie Nederland, s€rta insjaf pula, bahwa ,,Indonesia is de kurk, rvaarop Net01<noinclude></noinclude> hp20m3axiu408i34ros5n692jhdxh2p 310753 310750 2026-08-10T14:22:52Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310753 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Soal lain jang dimadjukan oleh "Indonesisch Perbureua" sebagai bahan perdjoangan nasional ialah so'al akan diadakanja perguruan tinggi technik di Indonesia. Dari pembantu²nja bangsa Belanda I.P. Bureau dapat sebuah "geheim verslag" jang sangat penting. Jaitu pelaporan rapat para "industrieelen", diantaranja pemilik² onderneming² di Indonesia. Menurut pelaporan tadi oleh rapat tersebut diputuskan untuk memberi stootkapitaal kepada perguruan tinggi technik jang direntjanakan itu, jang untuk seterusnja perguruan tadi hendaknja berdiri sebagai milik suatu "stichting", jang akan dimintakan subsidie kepada pemerintah. Jang penting pula dalam rentjana tadi ialah bahwa perguruan tinggi technik itu djanganlah diberi status sama dengan "Technische Hogeschool Delft", tetapi tjukup diberi nama dan status "Hoogere Polytechnische School". Abiturientennja nantinja dapat diberi kesempatan untuk meneruskan peladjaranja di Delft. Sjukurlah, bahwa didalam Tweede Kamer so'al² kedua-duanja seperti jang tersebut dimuka tadi oleh anggauta²nja jang progresssif, a.l. dari Fraksi² S.D.A.P., dapat didjadikan so'al² jang "dipentingkan". Maklumlah, biasanja so'al² Indonesia itu didalam Parlement Belanda dianggap "so'al² martil", jaitu tidak perlu dibitjarakan pandjang dan lebar (ketjuali apabila termasuk dalam "Indische Begrooting"). Ketua Parlemen dengan memegang martil, hanja membatja nomor² so'al dan siap memukulkandja martil itu di-medjanja untuk meresmikan keputusannja "voor". Disamping "perscampagne", jang pada pokoknja bersifat aksi politik, I.P. Bureau melakukan pula "cultureele propaganda" dengan mengadakan pertundjukkan² kesenian dan pidato² dan atau pertundjukkan "lichtbeelden" dibeberapa tempat di Nederland. Studenten kita menginsjafi benar², bahwa rakjat Nederland pada umumnja menganggap bangsa kita adalah bangsa jang belum ber-adab, belum berkesusilaan dan belum berkebudajaan. Indonesia bagi mereka hanja terkenal sebagai tanah jang kaja bahan² hasil bumi seperti gula, kopi, teh, karet, kina, kopra, tembakau, minjak tanah, timah dan lain² sebagainja. Mereka sangat mentjintai Indonesia sebagai Kolonie Nederland, serta insjaf pula, bahwa "Indonesia is de kurk, waarop Nederland drijft".<noinclude> {{rh|||101}}</noinclude> ksf0a75uqexb5g0vi1jq2i462wuhkzl 310754 310753 2026-08-10T14:24:06Z Link PB 26772 310754 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Soal lain jang dimadjukan oleh "Indonesisch Perbureua" sebagai bahan perdjoangan nasional ialah so'al akan diadakanja perguruan tinggi technik di Indonesia. Dari pembantu²nja bangsa Belanda I.P. Bureau dapat sebuah "geheim verslag" jang sangat penting. Jaitu pelaporan rapat para "industrieelen", diantaranja pemilik² onderneming² di Indonesia. Menurut pelaporan tadi oleh rapat tersebut diputuskan untuk memberi stootkapitaal kepada perguruan tinggi technik jang direntjanakan itu, jang untuk seterusnja perguruan tadi hendaknja berdiri sebagai milik suatu "stichting", jang akan dimintakan subsidie kepada pemerintah. Jang penting pula dalam rentjana tadi ialah bahwa perguruan tinggi technik itu djanganlah diberi status sama dengan "Technische Hogeschool Delft", tetapi tjukup diberi nama dan status "Hoogere Polytechnische School". Abiturientennja nantinja dapat diberi kesempatan untuk meneruskan peladjaranja di Delft. Sjukurlah, bahwa didalam Tweede Kamer so'al² kedua-duanja seperti jang tersebut dimuka tadi oleh anggauta²nja jang progresssif, a.l. dari Fraksi² S.D.A.P., dapat didjadikan so'al² jang "dipentingkan". Maklumlah, biasanja so'al² Indonesia itu didalam Parlement Belanda dianggap "so'al² martil", jaitu tidak perlu dibitjarakan pandjang dan lebar (ketjuali apabila termasuk dalam "Indische Begrooting"). Ketua Parlemen dengan memegang martil, hanja membatja nomor² so'al dan siap memukulkandja martil itu di-medjanja untuk meresmikan keputusannja "voor". Disamping "perscampagne", jang pada pokoknja bersifat aksi politik, I.P. Bureau melakukan pula "cultureele propaganda" dengan mengadakan pertundjukkan² kesenian dan pidato² dan atau pertundjukkan "lichtbeelden" dibeberapa tempat di Nederland. Studenten kita menginsjafi benar², bahwa rakjat Nederland pada umumnja menganggap bangsa kita adalah bangsa jang belum ber-adab, belum berkesusilaan dan belum berkebudajaan. Indonesia bagi mereka hanja terkenal sebagai tanah jang kaja bahan² hasil bumi seperti gula, kopi, teh, karet, kina, kopra, tembakau, minjak tanah, timah dan lain² sebagainja. Mereka sangat mentjintai Indonesia sebagai Kolonie Nederland, serta insjaf pula, bahwa "Indonesia is de kurk, waarop {{hws|Ne|Nederland}}<noinclude> {{rh|||101}}</noinclude> n6vkw31mbocawnep8iqqmamitqlywrv Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/98 104 111904 310752 2026-08-10T14:22:32Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Kongres dari pada ,,Indonesisch Verbond van Studeerenden di Wageningen. (Dalam Kongres itu pemimpin2 dikalangan peladjar2 kita mempertahankan hak-kemerdekaan bangsa kita; diantara pemimpin2 itu ialah misalnja ,rnarhum dr. Ger.. S. Ratulangi marhurm dr. Gunawan Mangunkusumo, ir. Surachman, dr. Samsi dll.). kongres Teringatlah adanja perdebatan jang h6bat pada itu diantara studenten kita dengan J.A. Jonkman, H.J. van lMook dan lain2 studente... 310752 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Kongres dari pada ,,Indonesisch Verbond van Studeerenden di Wageningen. (Dalam Kongres itu pemimpin2 dikalangan peladjar2 kita mempertahankan hak-kemerdekaan bangsa kita; diantara pemimpin2 itu ialah misalnja ,rnarhum dr. Ger.. S. Ratulangi marhurm dr. Gunawan Mangunkusumo, ir. Surachman, dr. Samsi dll.). kongres Teringatlah adanja perdebatan jang h6bat pada itu diantara studenten kita dengan J.A. Jonkman, H.J. van lMook dan lain2 studenten Belanda, jang disebabkan karena salah seorang studen kita berkata : ,,FI.M. Wilhelmina is uw koningin, rnaar niet ds onze"; rapat itu djatuh pada haii 3i Agustus dan hendak rnelakukan upatjara penghormatan ulang tahun Radja, jang ditolak oleh studenten kita. Orgaan ,,Indische Vereeniging", jang tadinja hanja terbit pada waktu jang tertentu. sedjak adanja ,,Indonesisch Persbureau" keluar sebagai rnadjalah bulanan dengan nama ,,Hindia Putera'', dalam mana tidak sadja dimuat karangan2 dari pelbagai penulis, djuga dari kalangan bangsa Belanda, tetapi djuga selalu memuat ,,Persoverzicht", jane berasal dari harian2 dan madjalahz kita dari trndonesia. Diantara ,,perscanrpaqne" jang _ diadakan oleh Indonesiscir Persbureau dan patut diperingati, jaitu misalnja perlawanan terhadap rentjana ,,Koloniale Raad", jang di Indonesia sendiri ditentang oleh Pers kita waktu itu. Karangan2 berasal dari harlan kita diterCjemahkan kedalarn bahasa Belanda dan disiarkan ke pada sekalian anggauta Tweede Kamer dan para minister, djuga kepada harianz di Nederland. Mungkin zaman sekarang ada jang mengira, bahwa ,,Volksraad" jang diadakan pada tahun i917 di.Djakarta dan agak dapat memberi kepuasan kepada para pentjinta po,i'ik, lahrr sebagai Dewan Rakjat seperti sifatnja jang kita kenali. Artinja sebagai tempat dimana pemimpn? raklai kita berkescmpatan untuk mernpertahankan kepentingart r akjat, sekalipur: kedudukannja jang resmi dari pada Voksiaad ttu tidak lebih dari pada badan penasehat. Hendarnja diketahui, bahwa tadinja maksud pemerintah Ne<icrland hanja hendak membentuk ,,Koloniale Raad'', jang djauh lebih rendah i<edudukannja dari pada Volksraad almarhum; baik lang mengenai djumlah angautanja mauDun hak-haknja. 100<noinclude></noinclude> nknfh8ufpnvp45q5jb6upl5k3yxurcn 310756 310752 2026-08-10T14:30:03Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310756 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Kongres dari pada „Indonesisch Verbond van Studeerenden di Wageningen. (Dalam Kongres itu pemimpin² dikalangan peladjar² kita mempertahankan hak-kemerdekaan bangsa kita; diantara pemimpin² itu ialah misalnja marhum dr. Ger.. S. Ratulangi marhum dr. Gunawan Mangunkusumo, ir. Surachman, dr. Samsi dll.). Teringatlah adanja perdebatan jang hébat pada kongres itu diantara studenten kita dengan J.A. Jonkman, H.J. van Mook dan lain² studenten Belanda, jang disebabkan karena salah seorang studen kita berkata: „H.M. Wilhelmina is uw koningin, maar niet de onze”; rapat itu djatuh pada hari 31 Agustus dan hendak melakukan upatjara penghormatan ulang tahun Radja, jang ditolak oleh studenten kita. Orgaan „Indische Vereeniging”, jang tadinja hanja terbit pada waktu jang tertentu. sedjak adanja „Indonesisch Persbureau” keluar sebagai madjalah bulanan dengan nama „Hindia Putera”, dalam mana tidak sadja dimuat karangan dari pelbagai penulis, djuga dari kalangan bangsa Belanda, tetapi djuga selalu memuat „Persoverzicht”, jang berasal dari harian² dan madjalah² kita dari Indonesia. Diantara „perscampagne” jang diadakan oleh Indonesisch Persbureau dan patut diperingati, jaitu misalnja perlawanan terhadap rentjana „Koloniale Raad”, jang di Indonesia sendiri ditentang oleh Pers kita waktu itu. Karangan² berasal dari harian kita diterjemahkan kedalam bahasa Belanda dan disiarkan kepada sekalian anggauta Tweede Kamer dan para minister, djuga kepada harian² di Nederland. Mungkin zaman sekarang ada jang mengira, bahwa „Volksraad” jang diadakan pada tahun 1917 di Djakarta dan agak dapat memberi kepuasan kepada para pentjinta politik, lahir sebagai Dewan Rakjat seperti sifatnja jang kita kenali. Artinja sebagai tempat dimana pemimpin² rakjat kita berkesempatan untuk mempertahankan kepentingar rakjat, sekalipun kedudukannja jang resmi dari pada Volksraad itu tidak lebih dari pada badan penasehat. Hendaknja diketahui, bahwa tadinja maksud pemerintah Nederland hanja hendak membentuk „Koloniale Raad”, jang djauh lebih rendah kedudukannja dari pada Volksraad almarhum; baik jang mengenai djumlah angautanja maupun hak-haknja.<noinclude>{{rh|100}}</noinclude> 2cpcqlcf3sjqe32usya9cpw60rhbmh4 Halaman:San min chu i.pdf/240 104 111905 310755 2026-08-10T14:28:06Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310755 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /> {{rh||235|}}</noinclude>tangan rakjat. Sesudah itu apakah jang akan terdjadi dengan rakjat ? Semendjak Tiongkok mengalami suatu revolusi dan mempraktekkan suatu pemerintahan berbentuk demokrasi, rakjat harus berkuasa dalam segala hal. Pemerintah sekarang boleh dinamakan pemerintahan rakjat ; dengan lain perkataan, dalam sebuah republik, rakjatlah jang mendjadi radja. Kalau kita menoleh kembali kedalam sedjarah Tiongkok jang beribu-ribu tahun lamanja, kita melihat kaisar-kaisar jang pada waktu itu bertanggung djawab atas pemerintahan berusaha mentjari kemakmuran dan kebahagiaan untuk rakjat, hanjalah Yao, Shun, Yü, T'ang, Wen Wang dan Wu Wang ; kaisar-kaisar lain semuanja tak sanggup mempergunakan kekuasaan mereka untuk memberkati rakjat. Diantara kaisar-kaisar Tiongkok, hanja Yao, Shun, Yü, T'ang, Wen Wang dan Wu Wang jang memenuhi kewadjiban mereka terhadap pemerintahan, sehingga mereka dapat berdiri "dengan tak usah takut-takut dihadapan Tuhan dan tak usah malu-malu dihadapan chalajak". Mereka dapat mentjapai tjita-tjita tinggi ini serta memperoleh penghargaan dari keturunan-keturunan rakjat Tiongkok, karena mereka mempunjai dua sifat jang istimewa — pembawaan kesanggupan jang besar jang memungkinkan mereka mendirikan pemerintahan jang baik serta mentjari kebahagiaan rakjat ; watak jang luhur, "belas kasihan terhadap rakjat dan kasih sajang terhadap segala machluk, menganggap rakjat sebagai orang luka dan menderita, mentjintai rakjat sebagai anak-anak mereka sendiri". Sebab mereka mempunjai kedua sifat-sifat jang luhur ini mereka dapat memikul pertanggung djawab penuh terhadap pemerintahan mereka dan mentjapai tudjuan mereka. Hanja kaisar-kaisar inilah jang masih dihormati rakjat sekarang. Kaisar-kaisar lain — jang tak kita ketahui berapa djumlahnja, — kebanjakan dari mereka sudah dilupakan rakjat, begitu pula nama-nama mereka. Hanja Yao, Shun, Yü, T'ang, Wen Wang dan Wu Wang mempunjai bakat kesanggupan jang besar dan watak jang luhur. Kaisar-kaisar lain kebanjakan tak berwatak dan tak mempunjai kesanggupan, sungguhpun demikian mereka mempunjai kedaulatan penuh. Tuan-tuan sekalian sudah membatja sebagian besar sedjarah Tiongkok. Sadja jakin Tuan-tuan semuanja sudah pernah membatja "Riwajat tiga keradjaan" (zaman tiga keradjaan, kira-kira pada<noinclude></noinclude> fuqm33pew17lj8stgz93g6jq7or4ahz Halaman:San min chu i.pdf/241 104 111906 310757 2026-08-10T14:30:31Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310757 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||236|}}</noinclude>tahun 122 — 265 jang penuh dengan tjerita-tjerita pahlawan-pahlawan militer dan perbuatan-perbuatan jang berani: dikekalkan oleh buku roman jang tebal jang terkenal itu). Kita akan menemukan suatu pendjelasan dalam buku ini jang berhubungan rapat dengan soal kita. Chu-Ko Liang seperti Tuan-tuan ingat, adalah seorang ahli negara jang tjakap dan berilmu. Terutama ia bekerdja dibawah Liu Pei, kemudian ia membantu Ah Tou. Ah Tou sangat bodoh dan tak mempunjai ketjakapan sedikitpun djua; sebab itu, ketika Liu Pei meninggal ia berkata kepada Chu-Ko Liang "Kalau ia patut dibantu, bantulah dia: tetapi kalau tidak, kamu boleh melenjapkannja". Sesudah Liu Pei meninggal dunia, Chu-Ko Liang masih tetap memperlihatkan budinja jang tinggi; meskipun Ah Tou tak berharga lagi, Chu-Ko Liang tetap bekerdja keras seperti sediakala "membanting tulang melakukan kewadjiban-kewadjibannja sampai ia meninggal". Djadi dizaman otokrasi jang memerintah tak usah tjakap asal mempunjai kekuasaan, Ah Tou dan Chu-Ko Liang dalam "zaman tiga keradjaan" itu mendjelaskan kepada kita bahwa Chu-Ko Liang seorang jang tjakap tetapi tak berkekuasaan, sebaliknja Ah Tou berkuasa tetapi tak tjakap. Karena Ah Tou tak mempunjai ketjakapan, ia menjerahkan pemerintahan kepada Chu-Ko Liang. Chu-Ko Liang sangat pandai dan karena itu dapat membangunkan pemerintahan jang baik di Shu Barat (Szechwan sekarang); lagi pula ia sanggup untuk memimpin tentaranja enam kali melalui pegunungan Ch'i dalam suatu ekspedisi hukuman terhadap Utara dan memperkokoh negara disamping keradjaan-keradjaan Wei dan Wu. Perbandingan antara Chu-Ko Liang dan Ah Tou ini menolong kita untuk menginsjafi pemisahan antara kedaulatan dan ketjakapan. Dalam zaman otokrasi, ajah-ajah dan kakak-kakak lelaki mendjadi radja, putera-putera dan adik-adik lelaki mendjadi penggantinja. Meskipun mungkin sekali mereka tak mempunjai ketjakapan sedikit djuga, tetapi pada suatu saat mereka dapat mendjadi radja. Demikianlah orang-orang jang tak tjakap masih mempunjai kekuasaan jang besar. Sekarang, karena kita telah mendirikan suatu republik dan mengakui rakjat memegang pemerintahan, kemudian tentu kita akan bertanja pada diri kita sendiri, kedalam golongan manakah ke- 400<noinclude></noinclude> okf1sz8v56agn6qo05uxp5pznskj045 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/1 104 111907 310758 2026-08-10T14:30:59Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310758 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;"> '''SIGNATUUR<br> MICROVORM :''' <br><br> '''SHELF NUMBER<br> MICROFORM :''' '''BIBLIOGRAFISCH VERSLAG:''' ''BIBLIOGRAPHIC RECORD:'' '''MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER:''' ''MASTER NEGATIVE STORAGE NUMBER:'' KTLV/Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies '''AUTEUR(S)''' Lev Nikolaevich Tolstoj (1828-1910) '''Exemplarengeven:''' 3 dl. in 1 bnd. (?) <br><br><br> '''N SNO 0589 01 2''' </div><noinclude></noinclude> 755ht0fpfwbc9uetznwj7ryfvmo4mx2 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/84 104 111908 310759 2026-08-10T14:31:01Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'I 39 1 P-2694 I za-s-'sl- 'furunan Kawee Kepada: Kihacijar Dewantara Kemlu. Djakart;r. Darl : Farir, [r'ri':il-] psse69 f paris 72/59 21 1525 indonesiangovt etat :.:: nr=:ie/52lee masjarakat indonei,ia diparis dalam pertemuan un-tuk rnrmperingati hari kebangunan nasional 20 mei jang diada- kln dihrau'ah perlindungail duta-besar rrazir panront.lak kma rne- trilsir terdorong menjampaii;an utjan,an selamat dan turuf menjokong nraksud se... 310759 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>I 39 1 P-2694 I za-s-'sl- 'furunan Kawee Kepada: Kihacijar Dewantara Kemlu. Djakart;r. Darl : Farir, [r'ri':il-] psse69 f paris 72/59 21 1525 indonesiangovt etat :.:: nr=:ie/52lee masjarakat indonei,ia diparis dalam pertemuan un-tuk rnrmperingati hari kebangunan nasional 20 mei jang diada- kln dihrau'ah perlindungail duta-besar rrazir panront.lak kma rne- trilsir terdorong menjampaii;an utjan,an selamat dan turuf menjokong nraksud se ruan persatuan kefilada seluruh rakj;rl indonesia untuk pelaksanran tjit.az proklarnasi 1945 sertei doii seiir(lga pe'rrrerintah dan pendrnpin s*ndiri sanggun mr:ntjiptakan eian menrelihara persatuan jang dirindr-rkan oleh rakjat $top aanil r;rpat dtt akhareljuhana ketua ttkhbs ,: inclonesia Fcris Ki ilaiJiarclewantara crc Dir Kebudajaan flirpen f)ir Duln 86 Eropa I)F"<noinclude></noinclude> 03f7l2pwh9vz4tk8bohrihdzgseu6jl 310777 310759 2026-08-10T14:41:55Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310777 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>1391P-26941 23-5- '52 {{gap}}{{gap}}Turunan Kawat {{Block right|Kepada :{{gap}}Kihadjar Dewantara<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}Kemlu. Djakarta.<br>Dari{{gap}}:{{gap}}{{sp|Paris}}}} {{rule}} pvi psse69 f paris 72/69 21 1525 indonesiangovt etat {{illegible}} nr{{Illegible}}ie/52/ee masjarakat indonesia diparis dalam pertemuan untuk memperingati hari kebangunan nasional 20 mei jang diadakan dibawah perlindungan duta-besar nazir pamontjak kma merasa terdorong menjampaikan utjapan selamat dan turut menjokong maksud seruan persatuan kepada seluruh rakjat indonesia untuk pelaksanaan tjita² proklamasi 1945 serta doa semoga pemerintah dan pemimpin sendiri sanggup mentiiptakan dan memelihara persatuan jang dirindukan oleh rakjat stop aann rapat dtt akbardjuhana ketua ttkhbs {{right|indonesia Paris}} {{rule}} Ki Hadjardewantara<br> cc Dir Kebudajaan {{gap}}Dirpen Dir Eropa {{gap}}{{sp|Duln}} DP.<noinclude>{{rh|86}}</noinclude> 6rqk3yyh8qj0w28c30uxsa6yudzuntb 310779 310777 2026-08-10T14:43:34Z Iripseudocorus 23824 310779 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>1391P-26941 23-5- '52 {{gap}}{{gap}}Turunan Kawat {{Block right|Kepada :{{gap}}Kihadjar Dewantara<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}Kemlu. Djakarta.<br>Dari{{gap}}:{{gap}}{{sp|Paris}}}} {{rule}} pvi psse69 f paris 72/69 21 1525 indonesiangovt etat {{illegible}} nr{{Illegible}}ie/52/ee masjarakat indonesia diparis dalam pertemuan untuk memperingati hari kebangunan nasional 20 mei jang diadakan dibawah perlindungan duta-besar nazir pamontjak kma merasa terdorong menjampaikan utjapan selamat dan turut menjokong maksud seruan persatuan kepada seluruh rakjat indonesia untuk pelaksanaan tjita² proklamasi 1945 serta doa semoga pemerintah dan pemimpin sendiri sanggup mentiiptakan dan memelihara persatuan jang dirindukan oleh rakjat stop aann rapat dtt akbardjuhana ketua ttkhbs {{right|indonesia Paris}} {{rule}} {{U|Ki{{gap}}Hadjardewantara}}<br> cc{{gap}}Dir Kebudajaan {{gap}}}Dirpen Dir Eropa {{gap}}{{sp|Duln}} DP.<noinclude>{{rh|86}}</noinclude> 6fm0dzb6wppvgaljl3b8sblbqz0vmzw 310781 310779 2026-08-10T14:44:27Z Iripseudocorus 23824 310781 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>1391P-26941 23-5- '52 {{gap}}{{gap}}Turunan Kawat {{Block right|Kepada :{{gap}}Kihadjar Dewantara<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}Kemlu. Djakarta.<br>Dari{{gap}}:{{gap}}{{sp|Paris}}}} {{rule}} pvi psse69 f paris 72/69 21 1525 indonesiangovt etat {{illegible}} nr{{Illegible}}ie/52/ee masjarakat indonesia diparis dalam pertemuan untuk memperingati hari kebangunan nasional 20 mei jang diadakan dibawah perlindungan duta-besar nazir pamontjak kma merasa terdorong menjampaikan utjapan selamat dan turut menjokong maksud seruan persatuan kepada seluruh rakjat indonesia untuk pelaksanaan tjita² proklamasi 1945 serta doa semoga pemerintah dan pemimpin sendiri sanggup mentiiptakan dan memelihara persatuan jang dirindukan oleh rakjat stop aann rapat dtt akbardjuhana ketua ttkhbs {{right|indonesia Paris}} {{rule}} {{U|Ki Hadjardewantara}}<br> cc Dir Kebudajaan {{gap}}Dirpen Dir Eropa {{gap}}{{sp|Duln}} DP.<noinclude>{{rh|86}}</noinclude> 7i45z1ih1vrbmgv7pcj5qjw07c72axc Halaman:San min chu i.pdf/242 104 111909 310760 2026-08-10T14:31:39Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310760 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||237|}}</noinclude>djuta djiwa rakjat kita dapat dimasukkan? Tentu sadja mereka semuanja tak masuk golongan orang-orang jang dapat melihat kemuka, malahan kebanjakan dari mereka tak termasuk golongan orang-orang jang "melihat sesudahnja"; sebagian besar dari mereka tak dapat "melihat atau mengerti". Sekarang pemerintah demokrasi berada dibawah pemerintahan rakjat, oleh sebab itu 400 djuta orang-orang ini merupakan suatu kekuatan jang besar. Dengan apakah dapat kita bandingkan penguasa-penguasa politik ini? Saja kira mereka dapat disamakan dengan Ah Tou. Setiap orang diantara mereka adalah "seorang Ah Tou" jang mempunjai kedaulatan. Ah Tou tak mempunjai ketjakapan, sebaliknja Chu- Ko Liang mempunjai sifat ini; sebab itu sesudah Liu Pei meninggal, Shu Barat tetap diperintah dengan baik. Orang-orang Barat pada waktu ini menentang suatu pemerintahan jang kuat. Ahli pengetahuan Swis jang pernah saja katakan dulu, mengandjurkan sebagai pentjegah ketjilafan ini, jakni supaja rakjat mengubah sikapnja terhadap pemerintah; mereka tak patut dan tak boleh lagi membentji pemerintah jang kuat. Tetapi apa jang harus dilakukan sesudah sikap rakjat berubah terhadap pemerintahan, tak diterangkannja sama sekali. Prinsip jang saja adjukan, ialah kedaulatan atau kekuasaan jang harus dipisahkan dari ketjakapan; kalau kita tak mengadakan pemisahan jang djelas dan njata, kita tak dapat mengharapkan bahwa rakjat akan merubah sikapnja terhadap pemerintahan. Ah Tou mengetahui bahwa ia bodoh; sebab itu ia menjerahkan seluruh kekuasaan politik dalam keradjaan kepada Chu- Ko Liang dan meminta kepada Chu- Ko Liang memerintah untuk dia. Karena itu, ketika Chu- Ko Liang menjerahkan laporan tentang ekspedisi kepada Ah Tou, ia menasihatkan supaja Ah Tou memisahkan dengan djelas perkara-perkara diistana dengan perkara-perkara dimadjelis pengadilan. Ah Tou sanggup mendjalankan kewadjiban-kewadjiban istana, tetapi kewadjiban-kewadjiban madjelis pengadilan tak mungkin dikerdjakannja, karena itulah kewadjiban-kewadjiban pemerintahan diserahkannja kepada Chu- Ko Liang. Pemisahan jang dilakukan Chu- Ko Liang antara istana dan madjelis pengadilan, adalah suatu tjara pemisahan antara kedaulatan dan ketjakapan. Untuk mendjalankan pemerintahan negara ini, kita harus mengadakan pemisahan ini. Bagaimanakah bentuk tjara pemisahan jang<noinclude></noinclude> 97xqfsjsxwg374wjvj71shz0tb1ndoa Halaman:San min chu i.pdf/243 104 111910 310761 2026-08-10T14:32:49Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310761 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||238|}}</noinclude>akan kita kerdjakan? Kita hanja akan berbuat, kalau kita menilik dengan sabar, tenang dan kepala dingin segala peristiwa-peristiwa. Tiap-tiap orang dewasa mempunjai suatu pikiran istimewa mengenai pemerintahan jang ditumbuhkan otokrasi jang beribu-ribu tahun lamanja. Dalam waktu pemerintahan otokrasi jang lama ini orang-orang jang tak tjakap, menduduki tachta keradjaan, sedangkan 400 djuta djiwa mendjadi budak mereka; sekarang, meskipun otokrasi sudah dilenjapkan dan sebuah republik didirikan, hingga kita seolah-olah sudah merasa merdeka, namun rakjat belum dapat melepaskan pikiran-pikiran mereka terhadap pemerintahan otokrasi jang dulu, sehingga masih takut bahwa pemerintah sekarang ini akan menindas mereka lagi, seperti jang pernah dilakukan kaisar-kaisar. Ketakutan kepada suatu pemerintahan keradjaan jang kedjam menjebabkan mereka ingin menghantjurkan pemerintah itu, hingga sikap bermusuhan terhadap pemerintah berkembang. Kebentjian sekarang ini masih merupakan suatu reaksi pemudjaan kuno terhadap kaisar-kaisar. Dengan perkataan lain, dari suatu sikap menghormati kaisar-kaisar setjara berlebih-lebihan, rakjat akan membalik dan mengambil sikap menentang terhadap segala matjam pemerintahan. Pemudjaan tjara kuno terhadap pemerintah sudah tentu tak baik, tetapi permusuhan sekarang ini terhadap segala pemerintahanpun salah pula. Kita harus menoleh kembali kepada keadaan beribu-ribu tahun dalam sedjarah politik kita, untuk mengetahui bagaimana tjaranja melawan pengertian jang salah pada waktu sekarang ini. Sebelum zaman kaisar-kaisar jang kedjam, Tiongkok mempunjai pemimpin-pemimpin seperti Yao dan Shun jang sangat bidjaksana; sekalikali mereka tak berusaha untuk memonopoli tachta keradjaan dalam tangan keluarga mereka sendiri. Otokrasi baru berkembang sesudah Yao dan Sun; sebelum pemerintahan mereka tak terdapat otokrasi sama sekali dan orang-orang, jang tjakap jang dapat bekerdja untuk keselamatan bersama dan mengorganisir pemerintahan jang baik, ditundjuk djadi kaisar. Dalam zaman perkelahian antara manusia dengan binatang-binatang, jang saja uraikan dahulu, belum ada organisasi negara jang sempurna; rakjat hidup dalam suka-duka dan tergantung pada beberapa orang jang kuat<noinclude></noinclude> azn1az1nn6j6wywppxs13y8kut2j23o Halaman:San min chu i.pdf/244 104 111911 310762 2026-08-10T14:33:43Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310762 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||239|}}</noinclude>dan tjakap jang dapat melindungi mereka. Pada waktu itu rakjat takut akan penjerangan ular-ular berbisa dan binatang-binatang buas, sebab itu mereka mengangkat seorang dikalangan mereka mendjadi pemimpin jang bertanggung djawab untuk melindungi mereka. Pertanggungan djawab untuk melindungi ini meminta ketjakapan berkelahi ; siapa jang dapat mengalahkan ular-ular berbisa dan binatang-binatang buas, dianggap jang tertjakap ; karena orang-orang pada waktu itu tak mempunjai sendjata, hanja tenaga anggota-anggota badan belaka, siapa jang berbadan paling kuat diangkat rakjat sebagai pemimpin. Tetapdisamping itu Tiongkok mempunjai tjontoh-tjontoh dimana djuga bukan pendekar-pendekar jang didjadikan radja. Sui-jen Shih (seorang dari sedjarah Tiongkok kuno) mendapatkan api dan mengadjarkan kepada rakjat memasak dengan api ; djadi penjakit-penjakit karena makan sajuran-sajuran dan daging mentah dapat ditjegah dan banjak pula aroma jang harum didapatkan untuk memuaskan hati manusia. Kemudian rakjat mengangkat Sui-jen Shih djadi radja. Mendapatkan api dan mengadjarkan kepada rakjat memasak dengan api adalah pekerdjaan seorang tukang masak, sebab itu kita boleh menjatakan bahwa seorang tukang masak dapat djadi radja Shen Nung (seorang dalam sedjarah Tiongkok kuno) mentjoba memakai beberapa ratus matjam rempah-rempah, lalu mendapatkan berbagai-bagi obat-obatan untuk menjembuhkan luka-luka dan penjakit-penjakit ; pekerdjaan ini adalah suatu hal jang sangat mengagumkan serta sangat berdja- sa ; itulah sebabnja rakjat mendjadikan dia radja. Mentjoba meramu rempah-rempah adalah pekerdjaan seorang tabib, djadi boleh kita katakan, bahwa seorang tabib karena kepandaian- nja ia dapat diangkat djadi radja. Hsien Yüan (seorang dari sedjarah Tiongkok kuno) mempeladjari rakjat membuat pakaian ; iapun diangkat djadi radja. Djadi seorang tukang djahit dapat djadi radja, kalau ia pandai mengadjar rakjat mendjahit ; begitu pula Yu Ch'ao Shih mengadjar rakjat mendirikan rumah, ia diangkat pula djadi radja. Djadi tukang membuat rumah dapat djuga diangkat djadi radja. Melihat hal-hal tersebut diatas, bukan sadja orang-orang jang pandai berkelahi dapat mendjadi radja dalam sedjarah Tiongkok, tetapi djuga setiap orang jang mempunjai ketjakapan istimewa dalam membuat pendapatan-<noinclude></noinclude> 67qv0zwmy221f83nkdwph3kpd3eqm82 Halaman:San min chu i.pdf/245 104 111912 310763 2026-08-10T14:34:37Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310763 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||240|}}</noinclude>pendapat baru atau jang telah berdjasa besar terhadap umat manusia dapat didjadikan radja dan menjusun pemerintahan. Pemasak-pemasak, tabib-tabib, tukang-tukang djahit, tukang-tukang kaju dan orang-orang lain jang mempunjai ketjakapan dan kepandaian istimewa telah pernah diangkat mendjadi radja. Seorang mahaguru Amerika jang bernama William P. Martin pada suatu hari pergi kebukit-bukit sebelah Barat diluar kota Peking untuk bersenang-senang, ditengah djalan ia bertemu dengan seorang petani, lalu mulai mengadakan pertjakapan. Petani itu bertanja : ,,Apakah sebabnja seorang asing tak mau datang ke Tiongkok dan mendjadi kaisar disini ?" Martin mendjawab : ,,Apakah seorang asing boleh djadi kaisar di Tiongkok ?" Petani itu lalu menundjuk kepada kawat telegrap jang terbentang melalui sawah, sambil mengatakan : ,,Seorang jang dapat membuat barang sematjam itu, sudah tentu boleh mendjadi kaisar Tiongkok". Petani itu berpikir bahwa seorang jang dapat membuat kawat besi jang membawa berita-berita dan kabar-kabar dari suatu tempat ketempat lain, sudah tentu ia seorang jang mempunjai ketjakapan jang tinggi dan istimewa, djadi patut didjadikan kaisar Tiongkok. Dari semua kedjadian-kedjadian ini dapatlah kita menarik kesimpulan bahwa pikiran orang Tionghoa pada umumnja adalah demikian : Tiap-tiap orang jang mempunjai ketjakapan istimewa boleh didjadikan radja. Sedjak waktu Yao dan Shun, kaisar-kaisar Tiongkok makin lama makin bertambah kedjam, ingin memonopoli keradjaan, serta menolak pertjampuran rakjat untuk memilih dengan bebas orang-orang tjakap dan pandai untuk menduduki tachta keradjaan. Kalau pada waktu itu 400 djuta djiwa rakjat kita diminta untuk memilih seorang kaisar dengan surat-surat pemilih, serta mereka diberi kekuasaan penuh dan kebebasan memilih dengan tak tjampur tangan dari luar, dan pada waktu itu djuga Yao dan Shun hidup lagi umpamanja, siapakah menurut pendapat Tuan-tuan akan mereka pilih djadi radja? Saja jakin bahwa mereka dengan tak ragu-ragu memilih Yao atau Shun. Orang-orang Tionghoa tak menaruh sakit hati terhadap kaisar-kaisar mereka, seperti jang dirasakan atau dialami orang-orang Barat. Hal ini disebabkan karena otokrasi di Tiongkok tak pernah sekedjam otokrasi di Barat. Di Eropah pada dua atau tiga abad jang lalu kekedjaman-kekedjaman dari pihak radja mentjapai puntjaknja:<noinclude></noinclude> 5d5aua6clr4npbp4jc9bysu2shkbufr 310765 310763 2026-08-10T14:35:19Z Link PB 26772 310765 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||240|}}</noinclude>pendapat baru atau jang telah berdjasa besar terhadap umat manusia dapat didjadikan radja dan menjusun pemerintahan. Pemasak-pemasak, tabib-tabib, tukang-tukang djahit, tukang-tukang kaju dan orang-orang lain jang mempunjai ketjakapan dan kepandaian istimewa telah pernah diangkat mendjadi radja. Seorang mahaguru Amerika jang bernama William P. Martin pada suatu hari pergi kebukit-bukit sebelah Barat diluar kota Peking untuk bersenang-senang, ditengah djalan ia bertemu dengan seorang petani, lalu mulai mengadakan pertjakapan. Petani itu bertanja : "Apakah sebabnja seorang asing tak mau datang ke Tiongkok dan mendjadi kaisar disini ?" Martin mendjawab : "Apakah seorang asing boleh djadi kaisar di Tiongkok ?" Petani itu lalu menundjuk kepada kawat telegrap jang terbentang melalui sawah, sambil mengatakan : "Seorang jang dapat membuat barang sematjam itu, sudah tentu boleh mendjadi kaisar Tiongkok". Petani itu berpikir bahwa seorang jang dapat membuat kawat besi jang membawa berita-berita dan kabar-kabar dari suatu tempat ketempat lain, sudah tentu ia seorang jang mempunjai ketjakapan jang tinggi dan istimewa, djadi patut didjadikan kaisar Tiongkok. Dari semua kedjadian-kedjadian ini dapatlah kita menarik kesimpulan bahwa pikiran orang Tionghoa pada umumnja adalah demikian : Tiap-tiap orang jang mempunjai ketjakapan istimewa boleh didjadikan radja. Sedjak waktu Yao dan Shun, kaisar-kaisar Tiongkok makin lama makin bertambah kedjam, ingin memonopoli keradjaan, serta menolak pertjampuran rakjat untuk memilih dengan bebas orang-orang tjakap dan pandai untuk menduduki tachta keradjaan. Kalau pada waktu itu 400 djuta djiwa rakjat kita diminta untuk memilih seorang kaisar dengan surat-surat pemilih, serta mereka diberi kekuasaan penuh dan kebebasan memilih dengan tak tjampur tangan dari luar, dan pada waktu itu djuga Yao dan Shun hidup lagi umpamanja, siapakah menurut pendapat Tuan-tuan akan mereka pilih djadi radja? Saja jakin bahwa mereka dengan tak ragu-ragu memilih Yao atau Shun. Orang-orang Tionghoa tak menaruh sakit hati terhadap kaisar-kaisar mereka, seperti jang dirasakan atau dialami orang-orang Barat. Hal ini disebabkan karena otokrasi di Tiongkok tak pernah sekedjam otokrasi di Barat. Di Eropah pada dua atau tiga abad jang lalu kekedjaman-kekedjaman dari pihak radja mentjapai puntjaknja:<noinclude></noinclude> ntl1u9pma78oj3zfunv2tvuh50lmguo Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/21 104 111913 310764 2026-08-10T14:35:07Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310764 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;">— 116 —</div> Pertemboengan antara Karenine dan isterinja tergjel? tetap tiada berubah. Beberapa tj?na Ka- renine tinggal lebih lama dalam kamarnya dari- pada biasanya. Sedang ia memikirkan bagaimana supaja Anna, sebaliknya paling dari pertjaja pada Betsy pada siapa ia tjoba tanjakan ke- tampan? pada apa jang ia duga bahwa tidak akanlah mau tj?g?wa atau jang se?ber?o?an. Tapi anehnja tinggal tetap seperti ia pertama kali telah njatakan di hadapanja Anna. Kare- nine ja? dalam per?masalahan ter?o?si sebagai orang jang pik?nja tad?nja, sama sekali tidak mend?ta?kan? jang kulakukan terhadap sama isterinja ada ama? t?ko. Terutama dengan kepo- nja k?ta?an? serta tiba? pap?k?sa? dalam hal jang d?per?nt?ka? ketika isterinja jang ma?k tak? beda sama sekali. Anna jang tadinja t?ma dengan ?s?nja dj?ra nama lain dan anak belakangnja, sekarang djadi amat se?; Karenine jang selama sed?jak dirinya sebagai orang ialah jang telah berhadapan sama antara, dan s?l?te kemikiran dirinja ?njadi se?agai jang ber- beda? dari isterinja, ?ad? ketidaknja perd?ba?an antara dirinja dan Anna, se? ?a?c? d?ngan k?kos? sama baginja, tetapi seper?d?nja ia ada hilang ?ju?er sama isterinja. Di dalam Karenine terhadap segala orang jang sama bekerja dengan?nja seperti terhadap dirinja dengan lapangan berharga pada isterinja atau rumah, ia tidak mau menganggap itu pat?- d?nja jang telah ber?ntan ia sendiri jang tj?i dan se?la? ber?b?ng begitu akan semp?kan <div style="text-align:center;">— 117 —</div> roeta? stijla pada orang banjak, soepaja tidak tahu jang le?or?nja per?boengan dengan?nja isteri? serta tidak berbeda. Sem?nt?kan lama se?nja? dj?mi? ?er?i?ja pada Anna jang co?o?nja ia ada begitu dj?la. Tjem? b?z?o?nja Karenine tidak sekali maso ?ar? ot?man? ?k?per? dan per?boengan Anna. Bag?sa? set?ng?nja? Karenine? oleh di Peterhof dan di musim panas telah datang ke d?to? Gr?vin L?j?n dan b?ma?ja? e?ka?an di situ bersama-sama Anna. Tapi ketika jadi tahu Gra- vin? L?j?in b?d?man di dekat Peterhof, naik te- t?pe lebih dip?mang sekali men?m?na? sama Anna. Ito? tj?nja? ?a?ga?nja? t?long, per?boeng?nja Anna dengan prins? Betsy dan Vronsky la ?ng?o? setiap ketika ini jang tidak begitu baik. Karenine kini mengetahui dengan lama jang m?nc?po? orangnja, dirinja ?nj?mp?r? sr?k? mo? dengan per?m? dan t?nja? s?nt?e? apa jang b?as di?m?g?kan. M?d?in dari loo? hari ia tidak perna? lagi bagi Gr?vin L?j?in datang di rumahnja. Karenine tidak ?mo? par?bo?nja? sama sekali jang ?se?or? orang bo?e? s? ?n?j? dari Anna; ?am? ? ?d? di ?d? ?n?g? ?n?ja Anna begitu dekat dengan di T?rk?l?o, di mana Betsy tidak tinggal dan dengan tidak per?boengan dan rom?nja Vronsky. Ini membuat? hat? sekali ia masa pikiran. Tapi dalam akhir? sendiri, ?nt?er orang meng?to?kan itu dan sadar akan segala ?ek?ti, ia bilang dengan?na bahwa j?g? dirinja ada orang? l?l? jang t?d? ter?- t?ng?; ini meng?na? ?ka? ?m?k?t?na sendiri.<noinclude></noinclude> 80mj8vgaii8vknos9kfg7lia7kl7fv0 Halaman:San min chu i.pdf/246 104 111914 310766 2026-08-10T14:36:39Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310766 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||241|}}</noinclude>Rakjat memandang pemimpin-pemimpin pemerintahan laksana mereka memandang bandjir jang akan membinasakan mereka semuanja atau laksana melihat seekor binatang buas — dengan ketakutan jang dahsjat mereka memandang pemimpin-pemimpin pemerintahan. Itulahebabnja rakjat tak hanja menginginkan penghapusan radja-radja mereka, tetapi djuga segala-galanja jang berhubungan rapat dengan radja-radja, umpamanja pemimpin-pemimpin pemerintahan. Pada waktu sekarang ini demokrasi dinegeri Barat berpengaruh besar, penghapusan pemerintah mudah dapat dilakukan. Bukankah sangat mudah bagi Ah Tou dari Shu Barat menjingkirkan Chu-Ko Liang? Tetapi kalau ia kehilangan Chu-Ko Liang, apakah pemerintahan Shu Barat mungkin berdjalan lama; apakah tentara mungkin dikirimkan enam kali melalui pegunungan Ch'i untuk menghukum kaum Utara? Ah Tou insjaf benar akan keadaan ini, itulahebabnja ia memberikan Chu-Ko Liang kekuasaan penuh dalam mengatur pemerintahan, menindas kaum Selatan dan mengirimkan ekspedisi untuk menghukum kaum Utara. Pada waktu ini kita mendjalankan demokrasi; radja kita berupa 400 djuta djiwa rakjat Tiongkok; tiap-tiap orang dikalangan rakjat merupakan Ah Tou dan sebagai Ah Tou sudah tentu mereka harus mengelu-elukan Chu-Ko Liang jang hendak mengatur pemerintahan dengan baik bagi mereka, serta mendjalankan kewadjiban-kewadjiban negara jang berat itu. Ketika negara-negara Barat melaksanakan demokrasi, rakjat memperlihatkan serta mengembangkan sesuatu sikap bermusuhan terhadap pemerintah; dan alasan fundamentilnja ialah kegagalannja memisahkan kedaulatan dan ketjakapan. Kalau kita tak bertindak berdasarkan prinsip jang sadja uraikan tadi, sudah tentu kita akan mengalami kechilafan jang dialami bangsa Barat. Dengan semata-mata menurut teori jang sadja djelaskan tadi, melihat dengan djelas perbedaan antara kedaulatan dan ketjakapan, barulah dapat rakjat melandjutkan sikap bermusuhan terhadap pemerintah, hingga pemerintah mendapat kesempatan untuk berkembang sebaik-baiknja. Untuk mendjelaskan perbedaan ini bagi pemerintah Tiongkok tak akan sukar lagi, karena kita dapat memperlihatkan perumpamaan Ah Tou dengan Chu-Ko Liang. Kalau kita hendak mempunjai pemerintahan jang baik, marilah kita sebagai rakjat Tiongkok, menganggap pemerintah sebagai Chu-Ko Liang dan menjerahkan<noinclude>{{rh|San Min Chu I||16}}</noinclude> 7srkuedpigjoaimom7eqhgazog20yz8 Halaman:San min chu i.pdf/247 104 111915 310767 2026-08-10T14:37:33Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310767 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||242|}}</noinclude>kepada pemerintah seluruh kekuasaan negara ; kalau kita mempunjai pemerintah jang buruk, marilah kita sebagai rakjat Tiongkok mempergunakan hak-hak istimewa radja untuk melenjapkan keburukan-keburukan itu, lalu kemudian mengambil kekuasaan kembali ke tangan kita sendiri. Orang-orang Barat belum dapat menarik garis-garis jang djelas antara kedaulatan dan ketjakapan, itulah sebabnja mereka belum berhasil memetjahkan kesukaran-kesukaran jang ditimbulkan demokrasi dalam dua atau tiga ratus tahun jang terbelakang ini. Marilah kita buat perbandingan lain antara waktu dulu dan waktu sekarang. Dalam zaman kuno siapa jang pandai berkelahi didjadikan radja, sedangkan sekarang keluarga-keluarga jang kaja raja menjewa pendekar-pendekar berkelahi untuk melindungi mereka. Pembesar-pembesar militer jang meradjalela dalam propinsi-propinsi, merampas harta benda jang tak sedikit banjaknja, lalu menjingkir kedaerah pendudukan negeri asing, seperti Sjanghai, sebab pembesar-pembesar militer ini takut akan rakjat jang mungkin membunuh mereka dan mengambil wang mereka kembali ; supaja mereka lebih tenteram lagi, lalu mereka mengangkat beberapa orang polisi Sikh untuk mendjaga pintu gerbang mereka. Prinsip-prinsip kuno jang mengatakan, bahwa seseorang jang sanggup melindungi orang-orang lain dapat diangkat djadi radja dikalangan orang-orang itu, sedangkan orang-orang polisi Sikh jang melindungi pembesar-pembesar militer itu, seharusnja djadi radja atas kaum militer ini, tetapi kenjataannja berlainan sekali, mereka tak berhubungan sama sekali dengan soal-soal privé pembesar-pembesar militer itu. Pahlawan-pahlawan jang paling kuat badannja djadi radja dalam zaman kuno, apalagi orang-orang Sikh jang berbedil modern jang pandjang-pandjang itu tentu harus pula mendjadi radja. Tetapi pembesar-pembesar militer itu memperlakukan mereka tidak sebagai radja, hanja sebagai budak sadja ; sekalipun budak-budak jang bersendjata mempunjai kekuasaan besar, mereka tak diizinkan supaja dihormati oleh pembesar-pembesar militer ; mereka hanja diberi wang sadja sebagai hadiah. Kalau kita memperhatikan keadaan ini, maka radja² kuno serupa dengan keadaan orang² Sikh jang modern ini atau sebaliknja. Kalau kita perhatikan lebih dalam lagi, misalnja sedjak radja-radja boleh disamakan dengan<noinclude></noinclude> 9tx3wnfaxa8m2z9qsbrowzyz11iutot Halaman:San min chu i.pdf/346 104 111916 310769 2026-08-10T14:38:24Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '341 itu orang mati kelaparan. Menurut penjelidikan bangsa asing jang dapat dipertjajai, Tiongkok sekarang rakjatnja tak lebih banjak dari pada 310.000.000 penduduk. Beberapa puluh tahun kebelakang, kita mempunjai penduduk 400.000.000; berarti bahwa kita kehilangan 90.000.000. penduduk. Ini adalah kenjataan jang seram dan mendjadi soal penting untuk dipikirkan. Sebabnja rakjat Tiongkok djadi berkurang 90 djuta dalam beberapa puluh tahun dengan... 310769 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>341 itu orang mati kelaparan. Menurut penjelidikan bangsa asing jang dapat dipertjajai, Tiongkok sekarang rakjatnja tak lebih banjak dari pada 310.000.000 penduduk. Beberapa puluh tahun kebelakang, kita mempunjai penduduk 400.000.000; berarti bahwa kita kehilangan 90.000.000. penduduk. Ini adalah kenjataan jang seram dan mendjadi soal penting untuk dipikirkan. Sebabnja rakjat Tiongkok djadi berkurang 90 djuta dalam beberapa puluh tahun dengan pendek ialah : kekurangan barang makanan. Banjak sebabsebabnja mengapa Tiongkok tak tjukup persediaan makanannja ; sebab terutama ialah tiada kemadjuan dalam ilmu pertanian dan sebab jang lain ialah tindasan ekonomi oleh bangsa asing. Dalam tjeramah saja tentang nasionalisme, saja telah melukiskan pengaruh ekonomi asing jang menindas Tiongkok. Tiap-tiap tahun mereka merampas harta Tiongkok seharga $ 1.200.000.000. Karena tindasan ekonomi oleh bangsa asing, Tiongkok kehilangan djumlah ini setiap tahun. Bagaimanakah tjaranja negeri asing memperolehnja ? Apakah kehilangan itu seluruhnja berupa uang ? Tidak, sebagian dari kerugian itu berupa makanan. Sedangkan Tiongkok sendiri tak tjukup mempunjai makanan untuk rakjatnja, mengapa Tiongkok mengirim barang makanan kenegeri-negeri lain ? Bagaimanakah kita dapat tahu bahwa hal ini terdjadi? Lapuran-lapuran perniagaan asing jang diterbitkan beberapa hari berselang mentjatat, djumlah telur sadja jang diekspor setiap tahun ke Amerika Serikat, seluruhnja ada satu ribu djuta. Ini baru telur dalam kulit sadja, belum lagi jang dipergunakan untuk putih telur bikinan pabrik. Sedjumlah besar telur dikirim djuga ke Djepang dan Inggeris Tuan2 jang sudah pernah mengundjungi Nanking tentu ada melihat suatu gedung besar, kalau Tuan2 sampai di Hsiakwan. Ini adalah pabrik daging dalam kaleng kepunjaan bangsa asing, dimana babi , ajam, angsa, itik dan ternak-ternak lain dari Tiongkok didjadikan daging dalam kaleng untuk dikirim keluar negeri. Selain itu, ingat pulalah akan djelai, gandum dan katjang soja dari Tiongkok-Utara, jang dikirim sedjumlah besar keluar negeri dari pelabuhan2 Tiongkok. Tiga tahun berselang musim kering jang hebat menimpa Tiongkok Utara ; sepandjang djalan kereta api Peking-Hankow dan Peking-Mukden beribu-ribu orang mati kelaparan. Tetapi ketika itu djuga, sedjumlah besar terigu dan katjang diekspor dari Newchwang dan Dairen. Apakah sebabnja ? Karena tindasan<noinclude></noinclude> r81fat0jj4q8lvspl3rz6b9ay7o83vq 310808 310769 2026-08-10T15:16:08Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310808 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||341}}</noinclude>itu orang mati kelaparan. Menurut penjelidikan bangsa asing jang dapat dipertjajai. Tiongkok sekarang rakjatnja tak lebih banjak dari pada 310.000.000 penduduk. Beberapa puluh tahun kebelakang, kita mempunjai penduduk 400.000.000: berarti bahwa kita kehilangan 90.000.000. penduduk. Ini adalah kenjataan jang seram dan mendjadi soal penting untuk dipikirkan. Sebabnja rakjat Tiongkok djadi berkurang 90 djuta dalam beberapa puluh tahun dengan pendek ialah: kekurangan barang makanan. Banjak sebab-sebabnja mengapa Tiongkok tak tjukup persediaan makanannja: sebab terutama ialah tiada kemadjuan dalam ilmu pertanian dan sebab jang lain ialah tindasan ekonomi oleh bangsa asing. Dalam tjeramah saja tentang nasionalisme, saja telah melukiskan pengaruh ekonomi asing jang menindas Tiongkok. Tiap-tiap tahun mereka merampas harta Tiongkok seharga $ 1.200.000.000. Karena tindasan ekonomi oleh bangsa asing, Tiongkok kehilangan djumlah ini setiap tahun. Bagaimanakah tjaranja negeri asing memperolehnja? Apakah kehilangan itu seluruhnja berupa uang? Tidak, sebagian dari kerugian itu berupa makanan. Sedangkan Tiongkok sendiri tak tjukup mempunjai makanan untuk rakjatnja, mengapa Tiongkok mengirim barang makanan kenegeri-negeri lain? Bagaimanakah kita dapat tahu bahwa hal ini terdjadi? Lapuran-lapuran perniagaan asing jang diterbitkan beberapa hari berselang mentjatat, djumlah telur sadja jang diekspor setiap tahun ke Amerika Serikat, seluruhnja ada satu ribu djuta. Ini baru telur dalam kulit sadja, belum lagi jang dipergunakan untuk putih telur bikinan pabrik. Sedjumlah besar telur dikirim djuga ke Djepang dan Inggeris Tuan² jang sudah pernah mengundjungi Nanking tentu ada melihat suatu gedung besar, kalau Tuan2 sampai di Hsiakwan. Ini adalah pabrik daging dalam kaleng kepunjaan bangsa asing, dimana babi, ajam, angsa, itik dan ternak-ternak lain dari Tiongkok didjadikan daging dalam kaleng untuk dikirim keluar negeri. Selain itu, ingat pulalah akan djelai. gandum dan katjang soja dari Tiongkok-Utara, jang dikirim sedjumlah besar keluar negeri dari pelabuhan² Tiongkok. Tiga tahun berselang musim kering jang hebat menimpa Tiongkok Utara; sepandjang djalan kereta api Peking-Hankow dan Peking-Mukden beribu-ribu orang mati kelaparan. Tetapi ketika itu djuga, sedjumlah besar terigu dan katjang diekspor dari Newchwang dan Dairen. Apakah sebabnja? Karena tindasan<noinclude></noinclude> 940lif9j4gi5pknzdwykp2mufudk116 Halaman:San min chu i.pdf/347 104 111917 310770 2026-08-10T14:38:31Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '342 ekonomi oleh bangsa asing ; Tiongkok tak mempunjai uang untuk mengirim keluar negeri ; itulah sebabnja kita harus menderita kelaparan dan untuk mendapat uang harus mengirim barang makanan keluar. Tak mengherankan bila soal makanan Tiongkok tidak dapat dipetjahkan. Kalau kita membitjarakan Min-sheng Chu I, jang kita maksudkan supaja rakjat kita jang empat ratus djuta itu seluruhnja memperoleh barang makanan dan jang murah sekali ; hanja den... 310770 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>342 ekonomi oleh bangsa asing ; Tiongkok tak mempunjai uang untuk mengirim keluar negeri ; itulah sebabnja kita harus menderita kelaparan dan untuk mendapat uang harus mengirim barang makanan keluar. Tak mengherankan bila soal makanan Tiongkok tidak dapat dipetjahkan. Kalau kita membitjarakan Min-sheng Chu I, jang kita maksudkan supaja rakjat kita jang empat ratus djuta itu seluruhnja memperoleh barang makanan dan jang murah sekali ; hanja dengan adanja barang-barang makanan banjak dan murah, dapat kita menga- takan bahwa soal penghidupan telah selesai. Bagaimanakah kita mulai menjelidiki soal makanan ? Makan adalah pekerdjaan mudah sekali; tuan-tuan semua makan dan tidur dan tak insaf sedikitpun akan kesukaran-kesukaran jang berhubungan dengan itu. Rakjat miskin di Tiongkok mempunjai sebuah pepatah jang terkenal: „Ada tudjuh perkara jang memusingkan kalau engkau membuka pintu tiap pagi kaju bakar, beras, minjak, garam, ketjap, tjuka dan teh" . Makanan, sebab itu, adalah soal jang penting jang harus diselidiki dengan teliti kalau kita mau mendapat penjelesaiannja . Barang-barang apakah jang harus dimakan orang supaja ia dapat hidup ? Ada beberapa anasir penting dalam makanan kita. Memang tiap hari kita perlu empat matjam makanan jang terpenting bagi kelandjutan hidup kita. Pertama, ialah udara. Dengan kata sederhana kita harus ,makan angin" . Kalau saja berkata demikian, barangkali tuan-tuan menjangka saja berkelakar, karena utjapan ,,pergilah makan angin " umumnja dipakai dalam makna merendahkan. Tetapi Tuan-tuan tak menjadari bahwa makan udara sebenar- nja lebih penting dari pada makan barang makanan. Makanan kedua jang kita perlukan ialah air. Jang ketiga, daging. Keempat, barang-barang tumbuh-tumbuhan seperti kelima matjam barang tanaman, jaitu beras, gandum, djelai dsb.nja, buah-buahan dan sajur-majur. Udara, air, daging dan sajur-majur adalah empat anasir terpenting dari makanan kita. Marilah kita perhatikan satu persatu. Pertama, udara ! Djanganlah kira bahwa saja sedang berkelakar kalau Tuan-tuan tak pertjaja bahwa makan angin itu penting ; tjobalah hentikan mengambil napas selama satu menit dengan menutup hidung dan mulut Tuan-tuan, dan tunggulah bagaimana rasanja Tuan-tuan nanti. Dapatkan Tuan-tuan menahan kekurang<noinclude></noinclude> rm06frq47voiiq3xvao8ip2dyzdp46y 310809 310770 2026-08-10T15:19:58Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310809 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|342}}</noinclude>ekonomi oleh bangsa asing: Tiongkok tak mempunjai uang untuk mengirim keluar negeri itulah sebabnja kita harus menderita kelaparan dan untuk mendapat uang harus mengirim barang makanan keluar. Tak mengherankan bila soal makanan Tiongkok tidak dapat dipetjahkan. Kalau kita membitjarakan Min-sheng Chu I, jang kita maksudkan supaja rakjat kita jang empat ratus djuta itu seluruhnja memperoleh barang makanan dan jang murah sekali; hanja dengan adanja barang-barang makanan banjak dan murah, dapat kita mengatakan bahwa soal penghidupan telah selesai. Bagaimanakah kita mulai menjelidiki soal makanan? Makan adalah pekerdjaan mudah sekali: tuan-tuan semua makan dan tidur dan tak insaf sedikitpun akan kesukaran-kesukaran jang berhubungan dengan itu. Rakjat miskin di Tiongkok mempunjai sebuah pepatah jang terkenal:„Ada tudjuh perkara jang memusingkan kalau engkau membuka pintu tiap pagi kaju bakar, beras, minjak, garam, ketjap, tjuka dan teh". Makanan, sebab itu, adalah soal jang penting jang harus diselidiki dengan teliti kalau kita mau mendapat penjelesaiannja. Barang-barang apakah jang harus dimakan orang supaja ia dapat hidup? Ada beberapa anasir penting dalam makanan kita. Memang tiap hari kita perlu empat matjam makanan jang terpenting bagi kelandjutan hidup kita. Pertama, ialah udara. Dengan kata sederhana kita harus „makan angin". Kalau saja berkata demikian, barangkali tuan-tuan menjangka saja berkelakar, karena utjapan „pergilah makan angin" umumnja dipakai dalam makna merendahkan. Tetapi Tuan-tuan tak menjadari bahwa makan udara sebenarnja lebih penting dari pada makan barang makanan. Makanan kedua jang kita perlukan ialah air. Jang ketiga, daging. Keempat, barang-barang tumbuh-tumbuhan seperti kelima matjam barang tanaman, jaitu beras, gandum, djelai dsb.nja, buah-buahan dan sajur-majur. Udara, air, daging dan sajur-majur adalah empat anasir terpenting dari makanan kita. Marilah kita perhatikan satu persatu. Pertama, udara! Djanganlah kira bahwa saja sedang berkelakar kalau Tuan-tuan tak pertjaja bahwa makan angin itu penting: tjobalah hentikan mengambil napas selama satu menit dengan menutup hidung dan mulut Tuan-tuan, dan tunggulah bagaimana rasanja Tuan-tuan nanti. Dapatkan Tuan-tuan menahan kekurang-<noinclude></noinclude> 2943hx2gaudq3l2749pnv2u69zb32m7 Halaman:San min chu i.pdf/174 104 111918 310771 2026-08-10T14:38:43Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310771 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /><div style="text-align:center;">169</div></noinclude>bahwa kita berpegang untuk kemerdekaan, keadaan kita akan tetap seperti „pasir berderai” dan tak akan dapat bersatu : kita tak akan pernah sampai pada tudjuan revolusi jang sangat kita ingini itu. Revolusi-revolusi Barat bermula dengan perdjuangan mentjapai ke- merdekaan ; baru sesudah perang dan hasutan selama dua atau tiga abad kemerdekaan mendjadi kenjataan dari mana lahir demo- krasi. Sembodjan revolusi Perantjis adalah „kemerdekaan, persamaan, persaudaraan”, sedangkan sembodjan kita „nasionalisme rakjat, kedaulatan rakjat, kehidupan rakjat”. Apakah hubungannja kedua sembodjan ini ? Seperti jang telah saja terangkan dahulu, nasionalisme kita boleh disamakan dengan „ke- merdekaan” mereka, karena mendjalankan nasionalisme rakjat dengan djelas berarti suatu perdjuangan mentjapai kemerdekaan bangsa. Orang² Eropah berkelahi untuk mentjapai kemerdekaan dirinja, tetapi sekarang kita mempunjai pemaknaan jang lain terha- dap kemerdekaan. Sekarang bagaimana tjaranja kita akan mem- praktekkan „kemerdekaan” itu. Kalau ditudjukan terhadap kemer- dekaan seseorang, kita akan merupakan „lapangan pasir berderai”, sebab itu djanganlah kita memberi kemerdekaan perseorangan jang berlebih ; sebaliknja hendaklah kita memperkokoh kemerdekaan terhadap bangsa. Siapa sadja tak boleh mempunjai kemerdekaan perseorangan jang tak terbatas, hanjalah bangsa harus mempunjai kemerdekaan jang sempurna. Kalau bangsa dapat bertindak bebas, barulah Tiongkok boleh dikatakan kuat. Untuk mentjari kemerde- kaan ini, kita harus mengorbankan kemerdekaan dari masing-ma- sing terlebih dahulu. Mahasiswa-mahasiswa jang telah mengor- bankan dirinja akan dapat bekerdja radjin pada tiap-tiap hari dan menundjukkan minatnja terhadap peladjaran ; kalau peladjaran mereka telah selesai, pengetahuan mereka diperluas dan kekuatan mereka diperlipatgandakan, barulah mereka akan dapat berbuat sesuatu jang berfaedah untuk bangsanja. Peradjurit-peradjurit jang mengorbankan kemerdekaan dirinja dapat menurut perintah pemimpin mereka, mengabdi kepada negara dan membantu bangsa mentjapai kemerdekaan jang diinginkan. Kalau mahasiswa- mahasiswa dan peradjurit-peradjurit hanja mementingkan kemerde- kaan dirinja, tak lama lagi mereka akan mengalami „izin jang tak berkendali” kalau kita hendak memakai pepatah Tiongkok untuk kemerdekaan. Sekolah-sekolah tak akan mempunjai persatuan dan<noinclude></noinclude> aggm59ikl2k2gzu61rxa55kfrrhcsr7 Halaman:San min chu i.pdf/248 104 111919 310772 2026-08-10T14:38:55Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310772 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||243|}}</noinclude>pendjaga-pendjaga Sikh dipintu gerbang ini, apakah sebabnja maka orang ingin melemparkan mereka. Pada waktu ini, kalau orang-orang hartawan mengorganisir sebuah perseroan atau membuka sebuah pabrik baru, mereka harus mengangkat seorang jang mempunjai ketjakapan pembawaan untuk mendjadi pemimpin umum, mengawasi perusahaan. Pemimpin umum ini adalah seorang jang ahli dalam pekerdjaannja; pemegang-pemegang andil mempunjai kekuasaan atau kedaulatan. Dalam pabrik hanja pemimpin umum jang memberi petundjuk-petundjuk dan perintah-perintah; pemegang-pemegang andil melakukan pengawasan atas pekerdjaannja. Rakjat dalam sebuah republik boleh disamakan dengan pemegang-pemegang andil, presiden ialah pemimpin umum serta rakjat harus memandang pemerintah sebagai seorang ahli. Dengan sikap demikian, pemegang-pemegang andil dapat mempergunakan kepandaian seorang pemimpin untuk memadjukan pabrik, menghasilkan sedjumlah besar barang-barang dengan modal jang ketjil, dan mentjapai keuntungan besar untuk perseroan. Tetapi tak ada dalam suatu negara demokrasipun di Barat, bahwa rakjat mengadjukan sikap demikian terhadap pemerintah; sebab itu mereka tak dapat mempergunakan orang-orang pandai untuk pemimpin pemerintahan. Hal ini mengakibatkan ahli-ahli politik pada umumnja tak mempunjai kekuasaan penuh dan perkembangan pemerintah demokrasi tertahan sama sekali. Kemadjuan negara-negara demokrasi tak setjepat kemadjuan jang ditjapai negara otokrasi seperti Djerman dan Djepang. Djepang baru dimodernisir dalam beberapa puluh tahun jang achir-achir ini dan sekarang sudah mendjadi kuat dan makmur. Djerman mulanja adalah sebuah negara jang lemah dan miskin, tetapi ketika Wilhelm I dan Bismarck memegang tampuk pemerintahan serta mempersatukan negara-negara ketjil kedalam sebuah perserikatan dan dengan berani mewudjudkan rantjangan-rantjangan politiknja, maka Djerman dalam dua puluh tahun sadja sanggup menguasai Eropah. Tetapi negara-negara lain jang menjokong demokrasi tak dapat memperoleh kemadjuan seperti Djerman dan Djepang dengan langkah tjepat jang menakdjubkan tiap hari; kesalahannja terletak dalam kegagalan mereka memeriksa tjara-tjara jang bersendikan untuk memetjahkan soal-soal demokrasi. Untuk mendapatkan tjara-tjara ini mereka<noinclude></noinclude> 0yan4gxwo55tupzgxb0zrnjmy5apwcn Halaman:San min chu i.pdf/249 104 111920 310773 2026-08-10T14:39:52Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310773 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||244|}}</noinclude>harus menjerahkan soal-soal negara jang penting-penting kedalam tangan orang-orang jang tjakap. Orang-orang Barat sekarang banjak kali mempergunakan ahli-ahli; dalam hal melatih serdadu-serdadu mereka memakai orang-orang militer jang berpengalaman, dalam hal menjelenggarakan pabrik-pabrik mereka mengerdjakan insinjur-insinjur serta dalam memimpin pemerintahan mereka mengetahui, bahwa mereka harus memakai orang-orang spesialis. Mereka tak berhasil berbuat demikian karena mereka tak sanggup merobah kebiasaan-kebiasaan rakjatnja jang kuno serta kebiasaan jang telah berurat-berakar itu. Tetapi dalam zaman baru ini, suatu pemisahan harus diadakan antara kedaulatan dan ketjakapan. Dalam berbagai-bagai hal kita harus mempertjajai para ahli-ahli dan djanganlah kita membatasi pekerdjaan-pekerdjaan mereka. Ambillah sebagai tjontoh pengetahuan jang baru-baru ini didapat, jang sekarang sudah dipergunakan dimana-mana, jaitu mobil. Ketika mobil pada dua puluh atau tiga puluh tahun jang lalu dipergunakan orang untuk pertama kali, belum banjak ahli-ahli pengemudi jang akan mengedaranja atau ahli-ahli mesin untuk membetulkannja. Baru-baru ini seorang kawan sadja membeli sebuah mobil; ia sendiri harus mengemudikannja serta memperbaiki segala-galanja jang rusak; tentu hal ini sangat menjusahkannja, karena dengan seorang diri sadja untuk melakukan pekerdjaan itu pada achirnja tentu tak akan memberi hasil jang memuaskan. Sekarang sudah banjak ahli-ahli pengemudi dan ahli-ahli mesin serta jang empunja mobil hanja tinggal mengeluarkan wang sadja untuk membajar seorang pengemudi atau tukang membetulkan mesin-mesin jang rusak. Pengemudi dan tukang-tukang ini, adalah tenaga-tenaga jang penting sekali, kalau kita mempunjai sebuah mobil. Sebuah negara boleh disamakan dengan sebuah mobil jang besar dan pembesar-pembesar pemerintah adalah pengemudi-pengemudinja. Ketika orang-orang Barat pada permulaan kali mentjapai kedaulatan politik, mereka seolah-olah orang-orang hartawan jang mempunjai mobil pada waktu 20 tahun jang lalu serta belum mempunjai ahli-ahli jang dapat menolong mereka, sehingga mereka harus membetulkan jang rusak dan mengemudikannja sendiri. Sekarang didunia sudah banjak terdapat ahli-ahli, sebab itu rakjat jang berdaulat harus mempergunakan tenaga mereka ini: mengemudikan<noinclude></noinclude> o6fm55i0tb5ppu9dodvt7vsmrz2h7x3 Halaman:San min chu i.pdf/175 104 111921 310774 2026-08-10T14:39:54Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310774 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||170}}</noinclude>tentera tak akan berdisiplin lagi. Bagaimanakah kita dapat mempunjai sekolah jang tak mempunjai peraturan ? Bentuk tentera apakah jang tak berdisiplin ? Apakah sebabnja kita mengingini bangsa memperoleh kemerdekaannja ? Karena Tiongkok jang berada dibawah pengaruh negara2 besar, telah kehilangan kedudukan nasionalnja. Tiongkok tak hanja sebuah semi-koloni sadja, tetapi telah mendjadi sebuah hypo-koloni jang lebih rendah deradjatnja dari pada Birma, Annam dan Korea. Negara ini masing2 djadjahan suatu bangsa lain, budak seorang madjikan, tetapi Tiongkok adalah djadjahan segala bangsa, disamping itu budak dari segalanja. Kita sekarang mendjadi budak lebih dari sepuluh madjikan ; kemerdekaan nasional kita sangat terbatas. Kalau kita betul2 bertjita2 mengembalikan kedudukan Tiongkok, kita harus bersatu padu dalam satu badan jang kokoh kuat ; kita harus memakai metode2 revolusioner untuk mengerahkan segenap tenaga, supaja negara kita mendjadi sebuah kesatuan jang kokoh kuat. Dengan tak memakai prinsip2 revolusioner, kita tak akan berhasil. Prinsip2 revolusioner kita adalah semennja. Kalau kita dapat mengkonsoli- dasikan 400 djuta djiwa bangsa kita dan bentuklah sebuah kesatuan jang berkuasa dan bebaskan kesatuan ini dari segala pengaruh luar, barulah pada waktu itu negara Tiongkok akan merdeka dan rakjatnja akan bebas menurut arti kata jang sebenarnja. Bandingkanlah sembojan revolusi Perantjis dengan sembojan kita ; ,,kemerdekaan" dalam sembojan revolusi Perantjis dan ,nasionalisme rakjat " dalam sembojan kita ada persamaannja. Nasionalisme rakjat bertudjuan kemerdekaan bangsa. ,,Persamaan" sama dengan ,,prinsip kedaulatan rakjat " jang bermaksud hendak menghantjurkan otokrasi dan mendjamin hak jang sama bagi semua orang. „Persaudaraan " asal mulanja ditudjukan kepada arti „saudara sekeluarga " dan sama artinja dengan perkataan Tiongkok t'ung-pao (saudara setanah air). Maksud „persaudaraan" sama dengar. „prinsip penghidupan rakjat ' kita jang berisi rentjana-rentjana bagi kemakmuran 400 djuta bangsa kita. Saja akan mendjelaskan ini lebih-lebih seluk-beluknja, kalau saja sampai pada pembitjaraan tentang penghidupan rakjat. 16 Maret 1924 .<noinclude></noinclude> gfdykoc7ri5mdu6xb6a6xgwyflzirdn Halaman:San min chu i.pdf/250 104 111922 310775 2026-08-10T14:40:58Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310775 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||245|}}</noinclude>dan membetulkan sendiri hanja hendak mentjari "kedjengkelan dan kesusahan" belaka. Dengan pendjelasan ini kita dapat pula membuat suatu pemisahan antara pengemudi jang mempunjai ketjakapan, tetapi tak mempunjai hak berdaulat atas mobilnja, karena jang mempunjai mobil jang mempunjai kedaulatan, tetapi tak mempunjai ketjakapan untuk mengemudikannja. Tuan jang mempunjai hak kedaulatan atas mobil ini bergantung pada ahli jang tjukup jang dapat mengemudikan kendaraan; hingga prinsip jang sama haruslah ditudjukan kepada soal-soal negara jang vital. Rakjat adalah pihak jang memiliki, sebab itu harus berdaulat. Pemerintah adalah badan jang terdiri dari ahli-ahli dan harus pula terdiri dari orang-orang jang tjakap dan pandai. Karena itu kita harus memandang pembesar-pembesar pemerintah, mulai dari presiden dan perdana menteri sampai kepada kepala-kepala kementerian-kementerian sebagai "sopir-sopir" jang telah dapat latihan istimewa; kalau mereka tergolong orang-orang jang tjakap dan lojal terhadap negara, kita harus menjerahkan kedaulatan negara dengan ichlas kedalam tangan mereka. Kita tak boleh membatasi gerak-gerik mereka, tetapi memberikan kebebasan untuk bertindak; barulah kalau hal-hal ini sudah dilakukan, negara akan mendapat kemadjuan jang amat tjepat. Tetapi djika sebaliknja jang terdjadi, jaitu seperti berusaha mengambil segala-galanja kedalam tangan kita sendiri, menghalang-halangi ahli-ahli dalam gerak-geriknja, serta tak mengizinkan mereka untuk bertindak bebas, maka tentulah negara tak akan banjak mentjapai kemadjuan. Saja sanggup memberikan sebuah keterangan jang djelas kepada Tuan-tuan tentang prinsip ini dari pengalaman saja sendiri. Saja pernah tinggal di Shanghai dan berdjandji dengan teman saja untuk mengadakan pembitjaraan dengan dia di Hongkew. Tetapi ketika waktu itu tiba, saja dengan sengadja melalaikan perdjandjian itu selama 15 menit. Pada ketika itu rumah saja terletak didaerah konsesi Perantjis jang sangat djauh letaknja dari Hongkew. Boleh dikatakan, saja tak mungkin sampai pada teman saja itu dalam waktu 15 menit. Dengan tergesa-gesa saja memanggil sebuah taxi dan menajakan kepada pengemudinja apakah ia sanggup sampai di Hongkew dalam waktu 15 menit. Ia mendjawab bahwa ia sanggup sampai disitu dalam waktu jang diminta. Kemudian saja duduk<noinclude></noinclude> 04lz9cofppini3m07qnv3ddt78qrfew Halaman:San min chu i.pdf/251 104 111923 310778 2026-08-10T14:42:23Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310778 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||246|}}</noinclude>kedalam mobil itu dan kami bertolak menudju ketempat perdjandjian. Djalan-djalan di Shanghai tak asing bagi saja : perdjalanan dari daerah konsesi Perantjis sampai di Hongkew agak menjerupai perdjalanan Shakee → Tungshan (di Kanton) djalan jang dapat Tuan pendekkan melalui Bund dan Ch'uan Lung K'ou. Tetapi pengemudi mobil saja tak mengambil djalan itu, melainkan ia mulamula menurun. Djalan Pungning, lalu membelok melalui Djalan Taoteksun, kemudian melalui Pintu Gerbang Utara jang ketjil; sebelum sampai pada Pintu Gerbang Timur jang besar, lalu ia membelok menudju ke Tungshan. Kendaraan itu berlari sangat kentjang dan menderu keras sekali, hingga saja tak dapat berbitjara dengan pengemudinja: tetapi saja sangat bingung dan marah kepada pengemudinja, karena saja kira bahwa ia hendak menipu saja dengan melalui djalan-djalan tersebut untuk memperpandjang waktu. Keadaan pada waktu itu tak ubahnja dengan keadaan suatu negara: kalau pemerintah disebabkan keadaan-keadaan istimewa, melakukan suatu tindakan jang tak biasa dan tak dapat dimengerti oleh rakjat, hingga rakjat salah paham lalu mentjela tindakan itu. Tetapi pengemudi itu memilih djalan-djalan tadi menudju ke Hongkew dan dipergunakannja waktu untuk menempuhnja kurang dari 15 menit. Kemarahan saja hilang dan saja menanjakan pengemudi itu, mengapa ia melalui djalan-djalan tadi. Ia mendjawab: „Kalau saja mengambil djalan jang langsung kesitu, kita harus melalui Djalan Nanking jang penuh sesak dengan mobil-mobil, kendaraan-kendaraan lain, riksa-riksa, orang-orang berdjalan dan gerobak-gerobak pengangkut, hingga saja sukar untuk berdjalan kentjang". Keterangannja ini melenjapkan salah paham saja: saja insjaf bahwa djalan jang saja rentjanakan melalui djalan Nanking dan Djembatan Taman dekat „Bund" salah belaka, sebab saja hanja memikirkan djarak djalan itu, sedangkan pengemudi itu bertindak berdasar pengalamannja. Pengemudi ini mengetahui bahwa sebuah mobil dapat berlari tiga puluh atau empat puluh mil sedjam: djadi meskipun belokan-belokan lebih banjak serta djaraknja agak lebih djauh, tetapi kesempatan untuk mempertinggi ketjepatan lebih luas, hingga memungkinkan ia sampai dalam waktu jang ditetapkan. Ia menghitung keadaan ini berdasarkan pengalamannja: ia bukan seorang ahli filsafat dan tak mengenal hubungan formil antara waktu dan djarak, akan tetapi<noinclude></noinclude> 584kv844ejnw0povtsog9agmsmy4i5n Halaman:San min chu i.pdf/252 104 111924 310780 2026-08-10T14:43:59Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310780 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||247|}}</noinclude>ia ahli dalam lapangan pekerdjaannja. Ia mengetahui bahwa sebuah mobil mempunjai tenaga untuk memperpendek waktu, dengan mempertinggi ketjepatan kendaraan itu dalam perdjalanannja. biarpun belokan-belokan lebih banjak serta djarak djalan itu lebih djauh, tetapi ia tak dapat dihalangi dalam mendjalani djarak ke Hongkew dalam waktu 15 menit. Seandainja saja tak memberikan kekuasaan penuh dan tak mengizinkan kepada pengemudi itu untuk bergerak dengan sesuka hatinja, tetapi mendesak dia untuk mengambil djalan jang pada pikiran saja lebih pendek tadi itu, tentu saja tak dapat sampai pada waktu jang telah didjandjikan pada teman saja. Karena saja menjerahkan kepertjajaan sepenuh-penuhnja kepada pengemudi mobil itu dan tak mentjoba menghalanginja, ia dapat mengambil djalan jang dikiranja baik, hingga sampai pada waktu jang ditetapkan. Tetapi saja bukan seorang ahli, mula-mula saja tak mengerti sedikit djuga apa sebabnja ia tak mengambil djalan jang langsung. Rakjat adalah pemilik negara dan harus bertindak terhadap pemerintah, seperti saja bertindak terhadap pengemudi mobil pada perdjalanan ke Hongkew itu: maksud saja ialah, membiarkan ia memilih djalan sesuka hatinja. Hanjalah dengan pengertian seperti itu terhadap pemerintah, kita akan dapat merubah sikap rakjat terhadap pemerintah. Permusuhan jang timbul antara orang Barat dengan pemerintahnja, terutama disebabkan kegagalan mereka dalam memisahkan kedaulatan dengan ketjakapan serta mengakibatkan mereka belum berhasil melenjapkan kesukaran-kesukaran demokrasi. Kalau kita ingin melaksanakan demokrasi jang sempurna, djanganlah kita meniru Barat; marilah kita mengadakan pemisahan jang djelas antara kedaulatan dan ketjakapan itu. Meskipun pikiran-pikiran demokrasi datang pada kita dari Eropah dan Amerika, tetapi hal itu tidaklah berarti bahwa demokrasi berhasil sama sekali disitu. Kita sekarang mempunjai suatu djalan untuk mempraktekkan demokrasi, dan kita mengetahui bagaimana kita merubah sikap rakjat terhadap pemerintah: meskipun begitu sebagian besar dari rakjat belum dapat membajangkannja. Kita jang dapat melihat kemuka harus memimpin dan menuntun mereka melalui djalan jang bebas. kalau kita disini ingin menghindarkan kekatjauan-kekatjauan demokrasi seperti di Barat, djangan hendaknja kita mengikuti djedjak<noinclude></noinclude> n01z804mo1bqu95ujbt5qxdio3dgcww Halaman:San min chu i.pdf/253 104 111925 310782 2026-08-10T14:44:40Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310782 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||235|}}</noinclude>djedjak Barat. Ahli-ahli pikir di Barat pada waktu ini barulah sampai pada suatu titik keinsjafan' bahwa sikap rakjat terhadap pemerintah salah dan harus diubah. tetapi mereka belum mendjelaskan bagaimana untuk merubahnja. Saja menemukan djalan itu sekarang—kita harus memperbedakan kedaulatan dengan ketjakapan. Dasar pemerintah sebuah negara harus dibangunkan diatas hak-hak rakjat, tetapi untuk mengatur pemerintah harus dipertjadjakan kepada para ahli. Kita tak boleh memandang ahli-ahli ini sebagai orang-orang jang gagah dan menakutkan, tetapi sebagai pengemudi-pengemudi kita sadja, sebagai pendjaga-pendjaga pada pintu-pintu gerbang, sebagai tukang-tukang masak. tukang-tukang kaju atau tukang-tukang djahit. Tidaklah mendjadi soal, sebagai djenis pekerdja-pekerdja apa jang menganggap mereka itu. Selama rakjat tetap bersikap demikian terhadap pembesar-pembesar pemerintah, negara akan dapat diperintah dan bangsa akan dapat madju. 16 Maret 1924.<noinclude></noinclude> dtn9bq9jkqvgcs4f0rixniuoh0har4o Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/265 104 111926 310783 2026-08-10T14:45:25Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Is I FIala:ynfrn n" Kata J penganter 2. Kebangunan Nasional 20 Mei 1908 . 3. Hari 20 Mei perlu diPeringati " 4. Upatjara peringatan 20 Mei 1948 di Jogjakarta 5" fufaksue! dan tudjuan 6" Dokumen kesatuan l'{asional 7. Fidato Fresiden Rep. Xrrdonesia pada Hari KehangunaR Nasional 20 Mei 1952 E" Inti' Fidato Bung Karno 20 tuIei 1q48 di Jogiakarte 9. Peringatan 20 Mei dizarnan penduetrukan ' v x6 1a 1€- 32 36 5+ 5E Ichtisar perdiuangan' 10.... 310783 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Is I FIala:ynfrn n" Kata J penganter 2. Kebangunan Nasional 20 Mei 1908 . 3. Hari 20 Mei perlu diPeringati " 4. Upatjara peringatan 20 Mei 1948 di Jogjakarta 5" fufaksue! dan tudjuan 6" Dokumen kesatuan l'{asional 7. Fidato Fresiden Rep. Xrrdonesia pada Hari KehangunaR Nasional 20 Mei 1952 E" Inti' Fidato Bung Karno 20 tuIei 1q48 di Jogiakarte 9. Peringatan 20 Mei dizarnan penduetrukan ' v x6 1a 1€- 32 36 5+ 5E Ichtisar perdiuangan' 10. trehtisar sedjarah singkat !1" Hari kebangunan mendjadi hari 12. Pernjataan lrersama ".."" 13. Pemudaz kita di Ncderland .... !4. Tentang Indeinesiseh Fersbureau 63 t1 kesatuan E3 0,' ot di Den Haag av Djaman Kolonial. 1,5. 7-am,an elisekitar tahun tr908 X6. Persiapan Kemerdekaan , Ichtisar sedjarah pendidikan Pcngadjaran di 1A',f t1? lndonesia 126<noinclude></noinclude> 9b3m3vwtlfyn644rqq1oyf6qma90z6d 310800 310783 2026-08-10T15:02:15Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310800 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{xx-larger|{{c|Isi}}}} {{R|''Halaman''}} {{Daftarisi dtt|1.|Kata Pengantar|3}} {{Daftarisi dtt|2.|Kebangunan Nasional 20 Mei 1908|7}} {{Daftarisi dtt|3.|Hari 20 Mei perlu diperingati|16}} {{Daftarisi dtt|4.|Upatjara peringatan 20 Mei 1948 di Jogjakarta|23}} {{Daftarisi dtt|5.|Maksud dan tudjuan|26}} {{Daftarisi dtt|6.|Dokumen kesatuan Nasional|32}} {{Daftarisi dtt|7.|Pidato Presiden Rep. Indonesia pada Hari Kebangunan Nasional 20 Mei 1952|36}} {{Daftarisi dtt|8.|Inti Pidato Bung Karno 20 Mei 1948 di Jogjakarta 54|54}} {{Daftarisi dtt|9.|Peringatan 20 Mei dizaman pendudukan|58}} {{x-larger|{{C|'''Ichtisar perdjuangan.'''}}}} {{Daftarisi dtt|10.|Ichtisar sedjarah singkat|63}} {{Daftarisi dtt|11.|Hari kebangunan mendjadi hari kesatuan|75}} {{Daftarisi dtt|12.|Pernjataan bersama|83}} {{Daftarisi dtt|13.|Pemuda kita di Nederland|87}} {{Daftarisi dtt|14.|Tentang Indonesisch Persbureau di Den Haag|97}} {{X-larger|{{C|'''Djaman Kolonial.'''}}}} {{Daftarisi dtt|15.|Zaman disekitar tahun 1908|107}} {{Daftarisi dtt|16.|Persiapan Kemerdekaan|117}} {{Daftarisi dtt|17.|Ichtisar sedjarah pendidikan Pengadjaran di Indonesia|126}}<noinclude></noinclude> sw69ltbxshx6olgcz1f8c05k31d65mj Halaman:San min chu i.pdf/254 104 111927 310784 2026-08-10T14:46:05Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 310784 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''Uraian VI'''</center> <small>Pemerintahan sebagai suatu kumpulan mesin — Perkembangan jang tjepat dikalangan mesin pabrik di Barat dan perkembangan jang lambat dikalangan mesin politik — Kesukaran mengadakan pertjobaan-pertjobaan dalam pemerintahan — Mesin uap air — Evolusi pompa penghisap mulai dan „gerak tunggal” mendjadi „gerak dua” — Mesin politik jang modern kebanjakan „gerak tunggal” — Tjara-tjara pengawasan sempurna atas mesin jang kuat, umpamanja: mesin kapal-api — Kesalahan dalam tjara-tjara mengawasi mesin politik — Ketakutan akan pemerintahan jang besar kekuasaannja — Kedaulatan dan ketjakapan dalam mesin— Kerugian-kerugian mengambil mesin politik Barat kuno sebagai model — Sebuah mesin baru harus ditjiptakan — Keunggulan Barat dalam peradaban materi tak berarti keunggulan mereka dalam ilmu politik — Lelutjon tentang Newton — Rantjangan untuk mesin pemerintahan Tiongkok jang baru — Pemerintahan jang besar kekuasaannja serta pengawasan effektif — Tjara pengawasan jang mudah dan aman atas mesin materi, seperti listrik, mesin terbang, harus dipraktekkan terhadap mesin politik — Empat kekuasaan pengawas dari rakjat: hak memilih, memetjat, inisiatif dan referendum — 5 Kekuasaan administratif pemerintah: kekuasaan membuat undang-undang, kehakiman, eksekutif, udjian-dinas sipil dan sensur — Tjontoh-tjontoh dalam sedjarah politik Tiongkok dari dua kekuasaan jang achir — Suatu undang-undang dasar mempunjai 5 kekuasaan — Neratja kekuasaan dalam sistim baru.</small> Sekarang ahli-ahli negara Barat dan mahasiswa-mahasiswa bagian Hukum mempertjakapkan pemerintah sebagai suatu mesin dan undang-undang sebagai suatu alat. Sedjumlah besar buku-buku Tiongkok tentang pemerintahan dan undang-undang adalah terdjemahan dari bahasa Djepang ; orang Djepang menterdjemahkan organisasi pemerintah dengan perkataan Chi-kuan (badan atau biro). Chi-kuan di Tiongkok berarti „mesin”; orang Tiongkok pernah mempergunakan Chi-kuan dalam arti „kesempatan”, tetapi sedjak orang Djepang mempergunakan perkataan itu sebagai terdjemahan „organisasi pemerintah”, perkataan itu di Tiongkok mempunjai arti „mesin”. Dahulu kita mengatakan pemerintahan Yamen, sekarang kita menjebut sebagai Chi-kuan, administratif, Chi-kuan keuangan, Chi-kuan kemiliteran, Chi-kuan pengadjaran. Chi-kuan-chi-kuan atau biro-biro ini jang bersamaan artinja dengan perkataan Djepang untuk badan pemerintahan ; tak ada perbedaan diantara kedua perkataan ini. Kalau kita mengatakan Chi-kuan, kita maksudkan djuga „mesin”; sebuah bedil Chikuan<noinclude></noinclude> qrd315qn48iqnlzm0a1jirpakssuw4o 310785 310784 2026-08-10T14:46:19Z Link PB 26772 310785 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''Uraian VI'''</center> :<small>Pemerintahan sebagai suatu kumpulan mesin — Perkembangan jang tjepat dikalangan mesin pabrik di Barat dan perkembangan jang lambat dikalangan mesin politik — Kesukaran mengadakan pertjobaan-pertjobaan dalam pemerintahan — Mesin uap air — Evolusi pompa penghisap mulai dan „gerak tunggal” mendjadi „gerak dua” — Mesin politik jang modern kebanjakan „gerak tunggal” — Tjara-tjara pengawasan sempurna atas mesin jang kuat, umpamanja: mesin kapal-api — Kesalahan dalam tjara-tjara mengawasi mesin politik — Ketakutan akan pemerintahan jang besar kekuasaannja — Kedaulatan dan ketjakapan dalam mesin— Kerugian-kerugian mengambil mesin politik Barat kuno sebagai model — Sebuah mesin baru harus ditjiptakan — Keunggulan Barat dalam peradaban materi tak berarti keunggulan mereka dalam ilmu politik — Lelutjon tentang Newton — Rantjangan untuk mesin pemerintahan Tiongkok jang baru — Pemerintahan jang besar kekuasaannja serta pengawasan effektif — Tjara pengawasan jang mudah dan aman atas mesin materi, seperti listrik, mesin terbang, harus dipraktekkan terhadap mesin politik — Empat kekuasaan pengawas dari rakjat: hak memilih, memetjat, inisiatif dan referendum — 5 Kekuasaan administratif pemerintah: kekuasaan membuat undang-undang, kehakiman, eksekutif, udjian-dinas sipil dan sensur — Tjontoh-tjontoh dalam sedjarah politik Tiongkok dari dua kekuasaan jang achir — Suatu undang-undang dasar mempunjai 5 kekuasaan — Neratja kekuasaan dalam sistim baru.</small> Sekarang ahli-ahli negara Barat dan mahasiswa-mahasiswa bagian Hukum mempertjakapkan pemerintah sebagai suatu mesin dan undang-undang sebagai suatu alat. Sedjumlah besar buku-buku Tiongkok tentang pemerintahan dan undang-undang adalah terdjemahan dari bahasa Djepang ; orang Djepang menterdjemahkan organisasi pemerintah dengan perkataan Chi-kuan (badan atau biro). Chi-kuan di Tiongkok berarti „mesin”; orang Tiongkok pernah mempergunakan Chi-kuan dalam arti „kesempatan”, tetapi sedjak orang Djepang mempergunakan perkataan itu sebagai terdjemahan „organisasi pemerintah”, perkataan itu di Tiongkok mempunjai arti „mesin”. Dahulu kita mengatakan pemerintahan Yamen, sekarang kita menjebut sebagai Chi-kuan, administratif, Chi-kuan keuangan, Chi-kuan kemiliteran, Chi-kuan pengadjaran. Chi-kuan-chi-kuan atau biro-biro ini jang bersamaan artinja dengan perkataan Djepang untuk badan pemerintahan ; tak ada perbedaan diantara kedua perkataan ini. Kalau kita mengatakan Chi-kuan, kita maksudkan djuga „mesin”; sebuah bedil Chikuan<noinclude></noinclude> ovm1i4w47od9dbzi9606csq3bcssk3l Halaman:San min chu i.pdf/176 104 111928 310786 2026-08-10T14:46:38Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310786 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><center>'''Uraian III'''</center> Persamaan — Persamaan bukalah satu kurnia azasi — Perbedaan-perbe- daan jang ditjiptakan manusia jang menguatkan perbedaan-perbedaan azasi — Golongan-golongan politik dan sosial dalam abad pertengahan Eropah — Arti jang sebenarnja tentang persamaan — Teori mengenai „persamaan azasi” dipergunakan di Eropah untuk melawan teori „hak- hak ketuhanan” — Tiongkok tak memerlukan „kemerdekaan perseorangan” dan „persamaan” jang sangat dianjurkan di Eropah — Revolusi- revolusi di Inggeris, Amerika, Perantjis, Rusia — Perdjuangan Amerika mentjapai kemerdekaan negara berdasarkan teori persamaan — Pepe- rangan kedua di Amerika diantara bangsanja sendiri untuk melawan perbudakan — Sebab-sebab perang saudara — Kemerdekaan budak-budak bangsa Negro ditundjang oleh bangsa kulit putih — Kebentjian orang- orang Negro terhadap orang-orang Amerika Utara jang memerdekakan mereka — Tiga prinsip akan memberi Tiongkok kemerdekaan dan per- samaan — Kemerdekaan dan persamaan tergantung kepada demokrasi — Perdjuangan jang tak berhenti-henti untuk mentjapai persamaan didunia Barat — Sedjarah organisasi buruh — Pimpinan terpeladjar diperlukan — Salah paham tentang persamaan diantara pekerdja-pekerdja Tionghoa — Susunan pemerintahan jang baik sangat penting untuk kemadjuan buruh — Filsafat-filsafat penghidupan jang mementingkan diri sendiri dan jang tak mementingkan diri sendiri, sangat bertentangan — Kerdja-sama antara orang jang dapat melihat kemuka, orang jang pandai membentuk orga- nisasi dan pelaksana — Bukan tudjuan kita. Min-ch'uan, „kedaulatan rakjat” adalah petikan kedua dari sem- bojan revolusioner kita jang sangat rapat hubungannja dengan petikan kedua dari sembojan Perantjis „persamaan”. Sebab itu marilah kita sekarang mengupas „persamaan” sebagai pokok pembitjaraan kita. Perkataan „persamaan” biasanja dihubung- kan dengan perkataan „kemerdekaan”. Diwaktu revolusi-revolusi jang lalu, diberbagai-bagai negara di- benua Eropah, rakjat mengerahkan tenaga dan mengorbankan njawanja baik untuk mentjapai kemerdekaan maupun untuk per- samaan, akibatnja penghargaan rakjat terhadap „kemerdekaan”. Tambahan pula, banjak orang mengira bahwa mereka tentu akan mentjapai persamaan, asal mereka sanggup memelihara kemerde- kaan, dan berpikir bahwa tak mungkin mereka dapat memper- lihatkan kemerdekaan mereka kalau tak memperoleh hak jang sama; malahan mereka menganggap persamaan lebih berharga dari pada kemerdekaan. Apakah jang dinamakan persamaan, dan dari mana asal mulanja? Filsafat Amerika dan Eropah jang revolusioner membitjarakan kemerdekaan sebagai suatu anugerah alam kepada manusia. Ambillah misalnja „proklamasi kemerdekaan” dari revolusi Ame-<noinclude></noinclude> 8v3tjqmi08iqzaijicsycu0zuft85kg Halaman:San min chu i.pdf/177 104 111929 310787 2026-08-10T14:48:24Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310787 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||172}}</noinclude>rika dan „proklamasi mengenai hak-hak manusia dan hak-hak warga negara" dari revolusi Perantjis ; kedua-duanja mengatakan dengan tegas bahwa kemerdekaan dan persamaan adalah hak manusia jang dianugerahi alam jang tak dapat dipisahkan satu dari jang lain. Betulkah manusia dilahirkan dengan hak persamaan istimewa ini kedunia ? Marilah kita terlebih dulu mempeladjari soal ini dengan berhatihati. Dalam Uraian I kita menjelidiki sedjarah hak-hak rakjat sedjak zaman orang-orang biadab pada berdjuta-djuta tahun jang lalu sampai permulaan zaman demokrasi modern sekarang ini, tetapi kita tak menemui suatu prinsippun jang mengenai persamaan manusia didunia ini. Dalam dunia, tak pernah kita akan menemukan dua buah barang apapun jang datar, ketjuali diatas muka air Ditanah datar tiada satu tempat jang benar-benar datar. Djalan kereta api dari Kan- ton ke Hankow antara setasiun Wongsha (Kanton) dan Yinchanghwan adalah melalui lapangan datar ; kalau kita melihat keluar djendela kereta api dan memperhatikan tanah disekeliling kita dengan saksama, tampak pada kita bahwa tak ada 1 mil rel djugapun jang tak memerlukan tenaga manusia dan mesin untuk mendatarkannja. Djadi jang kita namakan lapangan datar, sebenarnja tak datar sama sekali . Atau ambillah djambangan bunga diatas medja ini. Bunga jang saja pegang ini dinamakan bunga locust. Kalau Tuan-tuan melihat sepintas lalu, Tuan boleh djadi akan mengira bahwa setiap daun dan setiap bunga serupa benar bentuknja ; tetapi kalau Tuan-tuan perhatikan benar-benar terbukti bahwa tak ada dua helai daun dan dua kuntum bunga jang bersamaan bentuknja. Malahan pada seluruh pohon locust, tak akan ada dua helai daun jang serupa. Pikirkanlah perbedaan ini dalam ruangan dan waktu. Daun locust ini tak seperti daun locust jang terdapat dimana-mana ; daun locust tahun ini berbeda dengan daun locust pada tahun jang lalu. Hal ini memperlihatkan bahwa tak ada dua barang jang ditjiptakan diatas dunia ini serupa, dan oleh karena semua barang berlainan, sudah tentu tak dapat disebut sama rupanja. Kalau tak ada persamaan didunia ini, bagaimanakah akan mungkin dikatakan ada sesuatu jang dinamakan persamaan manusia ?<noinclude></noinclude> 2tusalwye9yoesx70ow11xxzvoh0uhr Halaman:San min chu i.pdf/178 104 111930 310788 2026-08-10T14:50:26Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310788 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||173}}</noinclude><div style="text-align:center;">173</div> Sang Alam pada mulanja tak mentjiptakan manusia jang serupa, tetapi ketika otokrasi berkembang diantara manusia, radja-radja dan putera-putera radja memperbedakan manusia berlebih-lebihan hingga mengakibatkan perbedaan jang lebih tadjam dari pada perbedaan jang ditjiptakan Alam. Perbedaan-perbedaan jang ditjiptakan radja-radja dan putera- putera radja adalah perbedaan buatan. Untuk mendjelaskan ke- adaan pada waktu itu marilah saja gambarkan dipapan tulis ini. {| style="margin-left:0; border-collapse:collapse;" |- | Kaisar atau radja |- | style="padding-left:70px;" | putera radja |- | style="padding-left:140px;" | hertog (duke) |- | style="padding-left:210px;" | markis |- | style="padding-left:280px;" | graaf (earl) |- | style="padding-left:350px;" | viscount |- | style="padding-left:420px;" | baron |- | style="padding-left:490px;" | rakjat |} <div style="text-align:center;">Gambar 1, perbedaan-perbedaan.</div> Peladjarilah gambar ini dengan saksama dan Tuan-tuan akan mengetahui artinja „perbedaan buatan”. Karena perbedaan tingkatan ini, golongan-golongan jang mempunjai hak-hak istime- wa mendjadi sangat kedjam dan tjurang, hingga rakjat jang ter- tindas achirnja tak dapat menahan penderitaan dan memberontak melawan perbedaan buatan ini. Tudjuan sesungguhnja dari revolusi-revolusi adalah penghantju- ran perbedaan jang ditjiptakan manusia; setelah perbedaan-perbe- daan ini dapat dilenjapkan, orang mengira bahwa revolusi mereka telah selesai sampai disitu sadja. Sebaliknja radja, dan kaisar se- muanja mempertahankan kedudukan mereka dengan mengatakan<noinclude></noinclude> micebnhvzcvl958o0xrnm00ay6m0q6j Halaman:San min chu i.pdf/179 104 111931 310789 2026-08-10T14:51:11Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310789 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||174}}</noinclude>bahwa Tuhanlah jang menundjuk mereka untuk menduduki tachta keradjaan dan barang siapa jang menentang mereka berarti menentang Tuhan. Rakjat jang bodoh tak mengetahui apakah perbedaan itu benar atau tidak; mereka mengikut kemauan radja asal turut-turut sadja dan sudi berperang untuk menambah hak-hak istimewa radja. Malahan mereka menentang pula golongan rakjat terpeladjar jang membitjarakan kemerdekaan dan perasaan . Sebab itu ahli-ahli pikir jang mengandjurkan revolusi harus mendapatkan suatu teori bahwa kemerdekaan dan persamaan adalah hak-hak azasi supaja radja-radja dapat digulingkan. Tudjuan jang sesungguhnja ialah untuk menghantjurkan perbedaanperbedaan tjiptaan manusia; tetapi mengenai hal-hal apa sadja ,,bertindak itu mudah, mengerti itu susah " . Rakjat Eropah pada waktu itu pertjaja bahwa kaisar-kaisar dan radja-radja memang ditundjuk Tuhan dan mempunjai pula ,,hak-hak ketuhanan" hingga sedjumlah besar dari rakjat jang bodoh itu menundjang mereka. Golongan rakjat terpeladjar jang ketjil pada waktu itu tak dapat meruntuhkan sistim keradjaan, meskipun mereka berusaha sekuat tenaga dan mempergunakan tjara apapun djuga. Achirnja setelah rakjat insjaf, bahwa setiap manusia dilahirkan dengan bebas dan sama mereka mesti harus pula mengetahui, bahwa perdjuangan menuntut kemerdekaan dan persamaan hak adalah kewadjiban mereka semua, djadi kaisar-kaisar dan radjaradja di Eropah dengan sendirinja akan lenjap. Tetapi sesudah kaum feodal ini dapat didjatuhkan barulah rakjat mulai pertjaja dengan sungguh-sungguh kepada teori tentang persamaan azasi, serta terus berusaha untuk menjamakan seluruh umat mausia. Mereka ini tak tahu bahwa hal-hal itu tak mungkin. Belum lama berselang, barulah rakjat mulai insjaf karena pendjelasan-pendjelasan ilmu pengetahuan, bahwa didunia ini tak terdapat sesuatu prinsip persamaan azasi. Kalau kita bertindak menurut kepertjajaan rakjat pada waktu itu dengan tak mengindahkan kebenaran, dan memaksakan sesuatu persamaan dalam masjarakat kita, maka persamaan itu adalah persamaan jang palsu.<noinclude></noinclude> ghc3a2pv5grw3j0yov7qyc0irmb56n5 Halaman:San min chu i.pdf/180 104 111932 310790 2026-08-10T14:53:30Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310790 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;">175</div> <div style="text-align:center;"> {| style="width:100%; text-align:center; border-collapse:collapse;" |- | '''ahli'''<br>'''filsafat''' | '''orang'''<br>'''utama''' | '''orang'''<br>'''genie''' | '''orang'''<br>'''tjerdik'''<br>'''pandai''' | '''orang'''<br>'''perte-'''<br>'''ngahan''' | '''orang'''<br>'''biasa'''<br>'''(mediocre)''' | '''orang'''<br>'''bodoh''' | '''orang'''<br>'''hina''' |- | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | |} </div> <div style="text-align:center;"> {| style="width:100%; border-collapse:collapse;" |- | style="width:12%; height:420px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:390px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:330px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:275px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:220px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:165px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:110px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:55px; border-right:1px solid;" | |- | colspan="8" | |} </div> <div style="text-align:center;"> '''Gambar II — Persamaan palsu.''' </div> Gambar II ini memperlihatkan bahwa kita harus melenjapkan ke- dudukan istimewa guna memperoleh persamaan hak dibagian puntjaknja, tetapi garis-garis jang menundjukkan tempat berdiri golongan-golongan jang berlainan itu akan tetap tinggal berting- kat dan tak dapat datar. Persamaan jang hendak kita bentuk ini adalah persamaan palsu. Kita harus mulai dari kedudukan jang sama dalam masjarakat kita. Setiap orang harus membangunkan career-nja sendiri berdasar- kan kedudukan jang sama ini, dan barulah kemudian mentjapai tinggi rendahnja menurut kepandaian dan kesanggupan masing- masing. Karena tiap-tiap orang dianugerahi kepandaian dan ke- sanggupan jang berbeda-beda; tentu career jang didapatnja akan berbeda-beda pula. Oleh karena tiap-tiap orang lain lapangan pekerdjaannja, sudah tentu mereka tak dapat bekerdja pada ting- katan jang sama. Hal inilah jang membawa kita kepada prinsip persamaan jang sebenar-benarnja. Kalau kepandaian dan kesang- gupan setiap orang kita perhatikan, sambil menarik mereka ke-<noinclude></noinclude> 8vn501i7qcq6uon364uoonezmkkm82f Pengguna:Arunika Darsana 2 111933 310791 2026-08-10T14:53:33Z Arunika Darsana 27443 ←Membuat halaman berisi '{{Peserta Tantangan WikiPandu}}' 310791 wikitext text/x-wiki {{Peserta Tantangan WikiPandu}} qhpa7j2tsw3yjpbwo4jwwkxqxp6dyra Halaman:San min chu i.pdf/181 104 111934 310792 2026-08-10T14:56:20Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310792 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /><div style="text-align:center;">176</div></noinclude>bawah sampai kedudukan jang sama tingginja soepaja orang sa- ma, dunia ini tak akan madju dan seluruh umat manusia akan mun- dur karenanja. Kalau kita bertjita-tjita hendak mentjapai demokrasi dan persamaan, disamping itu ingin pula melihat soepaja dunia akan madju, kita harus membitjarakan „persamaan politik”. Ka- rena persamaan adalah barang buatan dan bukan benda azasi ; djadi persamaan jang dapat kita bangunkan ialah dalam keduduk- an politik. <br> {| style="width:100%; text-align:center; border-collapse:collapse;" |- | style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" | '''ahli'''<br>'''fil'''<br>'''safat''' | style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" | '''orang'''<br>'''utama''' | style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" | '''orang'''<br>'''genie''' | style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" | '''orang tjep-'''<br>'''dik pandai''' | style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" | '''orang per-'''<br>'''tengahan''' | style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" | '''orang'''<br>'''biasa''' | style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" | '''orang'''<br>'''bodoh''' | style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" | '''orang'''<br>'''hina''' |} {| style="width:100%; border-collapse:collapse; text-align:center;" |- | style="width:12.5%; height:260px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:230px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:200px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:170px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:140px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:110px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:75px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:45px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000; border-right:1px solid #000;" | |} <div style="text-align:center;"> '''Gambar III — Kebebasan jang benar.''' </div> Sesudah revolusi ini selesai, kita berkehendak soepaja tiap-tiap orang mempunjai kedudukan politik jang sama seperti jang didje- laskan pada gambar III. Inilah persamaan jang benar serta sesuai dengan prinsip alam. Dalam revolusi-revolusi di Eropah, rakjat berusaha pajah serta memberi pengorbanan-pengorbanan jang tak terhitung banjaknja guna mentjapai kemerdekaan dan persamaan. Soepaja kita djuga dapat mengerti, apakah sebabnja mereka mau berselisih begitu hebat dan berkorban sebanjak itu terutama kita harus mengerti<noinclude></noinclude> lqrlhh4so7fwxyojcdt6k6tyuo4qqro Halaman:San min chu i.pdf/182 104 111935 310793 2026-08-10T14:57:24Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310793 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||177}}</noinclude>tentang perbedaan-perbedaan dalam masjarakat Eropah sebelum revolusi-revolusi. Gambar I memperlihatkan keadaan masjarakat Eropah sebelum revolusi-revolusi dan perbedaan-perbedaan politik jang terdapat. Tingkat-tingkat dalam gambar itu seperti kaisar, radja, putera radja, hertog, markis, graaf, viscount, baron dan rakjat menundjukkan berbagai-bagai golongan dalam pembagian sistim politik Eropah pada waktu itu. Tiongkokpun pernah mengalami perbedaan-perbedaan golongan seperti ini dan baru ketika revolusi meletus 13 tahun jang lalu dan otokrasi didjatuhkan, perbedan-perbedaan ini dapat dihapuskan. Tetapi perbedaanperbedaan golongan dimasjarakat Tiongkok kuno tak setadjam perbedaan-perbedaan golongan di Eropah. Eropah pada dua ratus tahun jang lalu masih berada dalam keadaan sistim feodal seperti Tiongkok pada dua ribu tahun jang lalu. Berkat tjepatnja kemadjuan pemerintah di Tiongkok, sistim feodal ini dapat dilenjapkan pada dua ribu tahun jang lalu, sedangkan di Eropah sistim ini belum hilang sama sekali. Selama dua atau tiga abad jang achirachir ini, barulah orang-orang Eropah mulai insjaf akan keburukan-keburukan jang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan ini, hingga menimbulkan pikiran-pikiran persamaan seperti jang telah terdapat di Tiongkok selama dua ribu tahun j.l. Dalam susunan politik, Tiongkok djauh lebih madju dari bangsabangsa Eropah, tetapi dalam dua abad jang achir ini Tiongkok tak hanja terkedjar sadja melainkan djuga tertinggal sama sekali. ,,Jang penghabisan djadi jang terdahulu" . Rakjat Eropah dibawah penindasan radja-radjanja sebelum revolusi menderita lebih hebat dan lebih sengsara dari pada jang pernah dialami rakjat Tiongkok. Apakah sebabnja demikian ? Karena sistim warisan meradjalela di Eropah. Gelar kaisar, radja, putera radja, hertog, markis dan tingkat lain di Eropah semuanja warisan dari keturunan mereka ; tak ada diantara mereka jang pernah merubah kedudukan jang diwariskan itu. Kedudukan-kedudukan rakjat djelatapun menurut sistim warisan ini; mereka hanja dapat melakukan pekerdjaan jang diwariskan kepada mereka. Kalau seorang pekerdjaannja mengusahakan tanah anak-anaknja serta tjutju-tjutjunja kemudian akan mendjadi petani pula. Anak-anak dan tjutju-tjutju seorang pekerdja berat harus melakukan pekerSan Min Chu I<noinclude>{{rh|||12}}</noinclude> jwzmt2a7eepyr0tsp7vow0ltiqr32qc 310794 310793 2026-08-10T14:58:00Z Ibrohim tijani 26379 310794 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||177}}</noinclude>tentang perbedaan-perbedaan dalam masjarakat Eropah sebelum revolusi-revolusi. Gambar I memperlihatkan keadaan masjarakat Eropah sebelum revolusi-revolusi dan perbedaan-perbedaan politik jang terdapat. Tingkat-tingkat dalam gambar itu seperti kaisar, radja, putera radja, hertog, markis, graaf, viscount, baron dan rakjat menundjukkan berbagai-bagai golongan dalam pembagian sistim politik Eropah pada waktu itu. Tiongkokpun pernah mengalami perbedaan-perbedaan golongan seperti ini dan baru ketika revolusi meletus 13 tahun jang lalu dan otokrasi didjatuhkan, perbedan-perbedaan ini dapat dihapuskan. Tetapi perbedaanperbedaan golongan dimasjarakat Tiongkok kuno tak setadjam perbedaan-perbedaan golongan di Eropah. Eropah pada dua ratus tahun jang lalu masih berada dalam keadaan sistim feodal seperti Tiongkok pada dua ribu tahun jang lalu. Berkat tjepatnja kemadjuan pemerintah di Tiongkok, sistim feodal ini dapat dilenjapkan pada dua ribu tahun jang lalu, sedangkan di Eropah sistim ini belum hilang sama sekali. Selama dua atau tiga abad jang achirachir ini, barulah orang-orang Eropah mulai insjaf akan keburukan-keburukan jang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan ini, hingga menimbulkan pikiran-pikiran persamaan seperti jang telah terdapat di Tiongkok selama dua ribu tahun j.l. Dalam susunan politik, Tiongkok djauh lebih madju dari bangsabangsa Eropah, tetapi dalam dua abad jang achir ini Tiongkok tak hanja terkedjar sadja melainkan djuga tertinggal sama sekali. ,,Jang penghabisan djadi jang terdahulu" . Rakjat Eropah dibawah penindasan radja-radjanja sebelum revolusi menderita lebih hebat dan lebih sengsara dari pada jang pernah dialami rakjat Tiongkok. Apakah sebabnja demikian ? Karena sistim warisan meradjalela di Eropah. Gelar kaisar, radja, putera radja, hertog, markis dan tingkat lain di Eropah semuanja warisan dari keturunan mereka ; tak ada diantara mereka jang pernah merubah kedudukan jang diwariskan itu. Kedudukan-kedudukan rakjat djelatapun menurut sistim warisan ini; mereka hanja dapat melakukan pekerdjaan jang diwariskan kepada mereka. Kalau seorang pekerdjaannja mengusahakan tanah anak-anaknja serta tjutju-tjutjunja kemudian akan mendjadi petani pula. Anak-anak dan tjutju-tjutju seorang pekerdja berat harus melakukan peker San Min Chu I<noinclude>{{rh|||12}}</noinclude> 6m3ckbt8ugwaji0j39ulw6ruyyk5klq Halaman:San min chu i.pdf/183 104 111936 310795 2026-08-10T14:59:18Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310795 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||178}}</noinclude>djaan jang berat pula. Seorang tjutju tak boleh memilih pekerdjaan jang disukainja, selain dari pekerdjaan neneknja. Larangan terhadap perubahan djabatan adalah salah satu tjara perbedaan jang meradjalela di Eropah pada waktu itu. Sedjak hantjurnja sistim feodal di Tiongkok, pembatasan-pembatasan pekerdjaan ini dapat dilenjapkan sama sekali. Djadi dapat kita lihat, meskipun Tiongkok mengalami sistim golongan feodal dan tjorak perbedaan jang tersebut diatas, namun Tiongkok mempunjai djuga suatu kebaikan, ialah : semendjak itu hanja gelar radja-radja sadja jang diwarisi. Kalau radja tak didjatuhkan dari tachta keradjaannja hak memerintah turun-temurun dalam suatu keluarga tetap berlaku. Hanjalah kalau ada perubahan dinasti, hak memerintah beralih. Tetapi gelar2 hertog, markis, graaf, viscount dan baron sedjak dahulu kala berganti dari keturunan jang satu keketurunan lain. Banjak orang-orang biasa djadi menteri-menteri negara atau diangkat djadi putera-putera radja atau bangsawan-bangsawan lain ; gelar-gelar ini tak dapat diwariskan. Di Eropah seorang biasa dapat djuga ditundjuk djadi menteri negara atau dihadiahkan gelar putera radja atau tingkat bangsawan lain, tetapi gelar-gelar ini dapat diwariskan keketurunan-keturunan mereka. Djuga pada waktu itu rakjat djelata tak merdeka memilih pekerdjaannja. Kekurangan kebebasan ini menjebabkan hilangnja persamaan diantara mereka. Tak hanja tingkat-tingkat politik sadja jang tak sama tetapi djuga golongan-golongan sosial dari rakjat djelatapun berbeda-beda. Hal ini mengakibatkan dua kesukaran dikalangan rakjat djelata; pertama dalam mentjapai kedudukan hertog, markis, graaf, viscount dan baron. Kedua, mentjari pekerdjaan dengan bebas, hingga dapat mereka menaiki tangga masjarakat. Achirnja mereka insjaf, bahwa keadaan seperti ini tak dapat dibiarkan begitu sadja, tetapi harus dirobah selekas mungkin. Kemudian mereka memberontak untuk mentjapai kemerdekaan ini, melepaskan diri mereka dari sistim pembatasan kerdja dan berusaha segiat-giatnja memperoleh kemadjuan. Peperangan kemerdekaan sematjam ini dan melenjapkan pembedaan klas lalim sematjam ini belum pernah kita saksikan di Tiongkok. Meskipun orang-orang Tionghoa djuga mengalami perbedaan-perbedaan golongan, namun belum pernah ia mengorbankan djiwanja atau sanak keluarganja guna mentjapai kemerdekaan itu.<noinclude></noinclude> nxldkb3uy32vj1vczvzvhy5zq99h2nz Halaman:San min chu i.pdf/184 104 111937 310796 2026-08-10T15:00:17Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310796 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||179}}</noinclude>Revolusi-revolusi rakjat Eropah bertudjuan memperoleh kemerdekaan dan persamaan hak, sedangkan orang-orang Tionghoa belum pernah insjaf benar apa arti kedua perkataan tersebut. Hal ini disebabkan terutama karena otokrasi di Tiongkok kalau dibandingkan dengan otokrasi di Eropah tak begitu kedjam. Meskipun pemerintah Tiongkok otokratis tjoraknja pada waktu dahulu dan tak mendapat kemadjuan dalam dua ribu tahun ini, tetapi pada waktu itu telah diadakan berbagai-bagai perubahan, hingga pemakaian jang salah dari sistim ini dapat dikurangi sama sekali. Hal ini mengakibatkan rakjat djelata tak begitu banjak menderita selama zaman otokrasi, djuga tak melakukan peperangan bagi prinsip persamaan. Sedjak peradaban Eropah meluaskan pengaruhnja kedunia Tiongkok, sistim-sistim politik ketatanegaraan dan ilmu pengetahuanpun masuk di Tiongkok. Kalau seorang Tionghoa mempeladjari adjaran-adjaran Eropah, biasanja ia meniru sadja dan tak memikirkan mengadakan sesuatu perubahan. Revolusi-revolusi Eropah pada dua atau tiga abad jang lalu dilakukan untuk perdjuangan kemerdekaan" djadi Tiongkok harus berdjuang sekarang, djuga guna kemerdekaan. Orang Eropah bertempur guna persamaan, djadi Tiongkok harus bertempur pula guna persamaan ! Tetapi kelemahan Tiongkok pada waktu sekarang ini bukan disebabkan karena kekurangan kemerdekaan atau persamaan. Kalau kita tjoba menghidupkan semangat rakjat dengan kemerdekaan dan persamaan, kita tak akan berhasil. Rakjat kita kurang terharu oleh kemerdekaan dan persamaan ini hingga mereka tak bergabung dibawah pandji-pandji kita. Tetapi rakjat Eropah 2 atau 3 abad jang lampau menderita ,,kesengsaraan tidak bertara", karena kehilangan kemerdekaan dan persamaan ; mereka jakin bahwa tak ada salah satu soal jang dapat dipetjahkan kalau kemerdekaan dan persamaan tak tertjapai terlebih dahulu, sebab itu mereka menjabung njawa mereka dalam perdjuangan untuk mentjapai tudjuan ini. Kegelisahan ini menimbulkan tiga buah revolusi, pertama, di Inggeris, kedua : di Amerika dan ketiga : di Perantjis. Revolusi-revolusi di Amerika dan Perantjis berhasil; revolusi di Inggeris dapat dianggap gagal hingga mengakibatkan sistim politik Inggeris sampai sekarang tak banjak mengalami perubahanperubahan. Revolusi Inggeris terdjadinja bertepatan dengan<noinclude></noinclude> 43wyplfyndc5jz2skjkl9yayswh1qts Halaman:San min chu i.pdf/255 104 111938 310797 2026-08-10T15:01:02Z Link PB 26772 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '250 ialah senapan mesir . Karena itulah sebuah badan pemerintah boleh djuga dinamakan sebuah mesin pemerintah. Tetapi apakah perbedaan antara mesin politik dengan mesin pabrik ? Mesin-mesin pabrik sama sekali terdiri dari bahan-bahan alam seperti : kaju, besi, kulit dan bahan lain sebagainja jang disusun; mesin politik terdiri dari manusia dan tergantung pada manusia, bukan bahan-bahan alam untuk mengadakan tindakan-tindakan. Sebab itu ada perb... 310797 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Link PB" />{{rh||250|}}</noinclude>250 ialah senapan mesir . Karena itulah sebuah badan pemerintah boleh djuga dinamakan sebuah mesin pemerintah. Tetapi apakah perbedaan antara mesin politik dengan mesin pabrik ? Mesin-mesin pabrik sama sekali terdiri dari bahan-bahan alam seperti : kaju, besi, kulit dan bahan lain sebagainja jang disusun; mesin politik terdiri dari manusia dan tergantung pada manusia, bukan bahan-bahan alam untuk mengadakan tindakan-tindakan. Sebab itu ada perbedaan besar antara mesin politik dengan mesin pabrik, tetapi jang paling njata ialah bahwa mesin politik digerakkan oleh kekuatan manusia, sedangkan mesin pabrik digerakkan oleh kekuatan materi. Dalam uraian-uraian jang lalu dapat kita menjaksikan bahwa peradaban dan kultur Barat berkembang dan madju dengan sangat tjepatnja. Tetapi kalau kita menguraikan kemadjuan ini kita dapatkan bahwa mesin-mesin pabrik (teknik) madju dengan sangat tjepat, sedangkan mesin-mesin manusia, kalau dilihat dalam organisasi politik hanja mempunjai kemadjuan sedikit. Kalau sebuah mesin pabrik selesai dibuat, ia dapat ditjobakan dengan mudah; bagian-bagian jang buruk dapat dilenjapkan dan bagian-bagian jang kurang baik dapat diperbaiki. Tetapi dengan mesin-mesin manusia lain halnja. Sesudah mesin-mesin manusia ini ditjiptakan, tak mudah melakukan pertjobaan-pertjobaan dan membawa per- baikan-perbaikan jang perlu-perlu, terketjuali dengan pertolongan suatu revolusi. Hanja tinggal suatu djalan sadja lagi, jaitu memperlakukan mereka sebagai besi tua, seperti kita mengerdjakan mesin-mesin pabrik jang tua, tetapi hal ini tentu tak mungkin kita lakukan. Oleh sebab itulah mesin-mesin pabrik atau teknik dapat madju dengan pesat sekali, sedangkan mesin politik hanja madjumundur sadja. Ketika pasang demokrasi di Barat mulai naik, negara-negara semuanja ingin mempraktekkan demokrasi ; negara jang mempeloporinja ialah Amerika Serikat. Republik Amerika sudah berdiri 140 tahun. lamanja tetapi meskipun begitu, besarnja kekuasaan jang dimiliki rakjat dari dahulu sampai sekarang tak mengalami kemadjuan, sedangkan undang-undang dasar jang dipakai pada waktu ini tak berbeda dengan undang-undang negara Amerika ketika masih muda, djadi tak ada perubahan dalam waktu 100 tahun lebih.<noinclude></noinclude> m0dnq53jkqf5is9e99ebjqvpbazul7m 311125 310797 2026-08-11T05:07:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311125 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||250|}}</noinclude>ialah senapan mesir . Karena itulah sebuah badan pemerintah boleh djuga dinamakan sebuah mesin pemerintah. Tetapi apakah perbedaan antara mesin politik dengan mesin pabrik ? Mesin-mesin pabrik sama sekali terdiri dari bahan-bahan alam seperti : kaju, besi, kulit dan bahan lain sebagainja jang disusun; mesin politik terdiri dari manusia dan tergantung pada manusia, bukan bahan-bahan alam untuk mengadakan tindakan-tindakan. Sebab itu ada perbedaan besar antara mesin politik dengan mesin pabrik, tetapi jang paling njata ialah bahwa mesin politik digerakkan oleh kekuatan manusia, sedangkan mesin pabrik digerakkan oleh kekuatan materi. Dalam uraian-uraian jang lalu dapat kita menjaksikan bahwa peradaban dan kultur Barat berkembang dan madju dengan sangat tjepatnja. Tetapi kalau kita menguraikan kemadjuan ini kita dapatkan bahwa mesin-mesin pabrik (teknik) madju dengan sangat tjepat, sedangkan mesin-mesin manusia, kalau dilihat dalam organisasi politik hanja mempunjai kemadjuan sedikit. Kalau sebuah mesin pabrik selesai dibuat, ia dapat ditjobakan dengan mudah; bagian-bagian jang buruk dapat dilenjapkan dan bagian-bagian jang kurang baik dapat diperbaiki. Tetapi dengan mesin-mesin manusia lain halnja. Sesudah mesin-mesin manusia ini ditjiptakan, tak mudah melakukan pertjobaan-pertjobaan dan membawa per-baikan-perbaikan jang perlu-perlu, terketjuali dengan pertolongan suatu revolusi. Hanja tinggal suatu djalan sadja lagi, jaitu memperlakukan mereka sebagai besi tua, seperti kita mengerdjakan mesin-mesin pabrik jang tua, tetapi hal ini tentu tak mungkin kita lakukan. Oleh sebab itulah mesin-mesin pabrik atau teknik dapat madju dengan pesat sekali, sedangkan mesin politik hanja madjumundur sadja. Ketika pasang demokrasi di Barat mulai naik, negara-negara semuanja ingin mempraktekkan demokrasi ; negara jang mempeloporinja ialah Amerika Serikat. Republik Amerika sudah berdiri 140 tahun. lamanja tetapi meskipun begitu, besarnja kekuasaan jang dimiliki rakjat dari dahulu sampai sekarang tak mengalami kemadjuan, sedangkan undang-undang dasar jang dipakai pada waktu ini tak berbeda dengan undang-undang negara Amerika ketika masih muda, djadi tak ada perubahan dalam waktu 100 tahun lebih.<noinclude></noinclude> 1i1vw613jlrlyy6wbyi0awquc6skfl7 Halaman:San min chu i.pdf/185 104 111939 310798 2026-08-10T15:01:17Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310798 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||180}}</noinclude>berachirnja dinasti Ming dan mulainja dinasti Manchu. Orangorang Inggeris mentjoba melenjapkan keradjaan dan membunuh radja mereka, tetapi belum sepuluh tahun berselang, keradjaan didirikan kembali. Sebab itulah maka sekarang pemerintahan Inggeris masih berbentuk keradjaan, sedangkan kaum bangsawan masih banjak terdapat. Djadjahan-djadjahan di Amerika, sesudah melepaskan diri dari Inggeris menghapuskan sama sekali golongan-golongan politik kuno ini dan membentuk suatu sistim pemerintahan republik. Perantjis kemudian mengikutinja dan melenjapkan golongangolongan sistim kuno itu sampai keakar-akarnja. Tepat enam tahun jang lalu Rusia menerima gilirannja dan melenjapkan pula sistim golongannja; lalu terbentuklah Republik Amerika Serikat, Perantjis dan Rusia. Ketiga-tiga negara itu adalah negara kuat sedangkan kekuatan mereka terutama disebabkan berhasilnja revolusi mereka. Revolusi Rusia jang baru2 sadja terdjadi, banjak memberi hasil, karena bukan golongan-golongan politik kuno sadja jang dilenjapkan, tetapi djuga seluruh golongan-golongan kapitalis dari masjarakat. Marilah kita melihat sekali lagi ke Amerika Serikat. Tudjuan jang terkandung dalam rakjat Amerika selama revolusi berketjamuk, ialah kemerdekaan negara. Apakah sebabnja? Karena daerah-daerah jang mereka diami jang berdjumlah 13 semuanja itu adalah djadjahan Inggeris dan dibawah pengawasan Inggeris. Inggeris adalah suatu keradjaan jang menindas rakjat Amerika lebih kedjam dari pada jang dilakukannja terhadap rakjatnja sendiri. Tatkala orang-orang Amerika menjaksikan hal-hal tersebut, meskipun mereka dan orang-orang Inggeris sebelum revolusi terdjadi, mempunjai pemerintah jang sama, tetapi menurut pandangan mereka warga negara Inggeris di perlakukan lebih halus, sedangkan mereka sendiri dianggap budak; itulah sebabnja mereka merasa sangat terhina dan ingin melepaskan diri dari Inggeris, memerintah diri sendiri dan membentuk negara merdeka. Guna tudjuan mulia ini, mereka mengadakan peperangan selama 8 tahun sampai tjita-tjita mereka tertjapai sepenuh-penuhnja. Pemerintah Amerika memperlakukan bangsa kulit putih diatas dasar jang sama, tetapi perlakuan mereka terhadap bangsa kulit berwarna sangat berlainan. Orangorang Negro dari Afrika umpamanja dianggap sebagai budak.<noinclude></noinclude> 409ghn5xpnuz07j8dg4sdw8u4hhpl45 Halaman:San min chu i.pdf/186 104 111940 310799 2026-08-10T15:01:55Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310799 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||181}}</noinclude>Meskipun golongan rakjat jang berkulit putih atau berkulit berwarna mendapat kedudukan politik jang sama sesudah revolusi Amerika, tetapi bangsa kulit putih dan bangsa kulit berwarna mempunjai kedudukan jang berbeda djuga, kalau dipandang dari katja mata politik. Kenjataan ini sangat bertentangan dengan undang-undang dasar Amerika serta proklamasi kemerdekaannja jang berbunji : „Seluruh umat manusia ditjiptakan sama rata dan dianugerahi Jang Maha Esa hak-hak tertentu jang tak mungkin dipisah-pisahkan jang satu dari jang lain, diantaranja termasuk hak penghidupan, kemerdekaan dan keinginan untuk berbahagia" . Kemudian undang-undang dasar didasarkan menurut prinsip-prinsip tadi ; meskipun undang-undang dasar mengakui hak persamaan dari seluruh umat manusia, namun orang-orang Negro masih diperbudak sadja. Beberapa ahli-ahli pikir jang sangat menjetudjui hak-hak persamaan dan kemerdekaan itu, mengetahui benar bahwa keadaan-keadaan diatas tadi berten- tangan dengan prinsip undang-undang dasar, hingga mereka menentang dengan sengit adanja budak belian dalam negara. Bagaimanakah orang-orang Amerika pada waktu itu memperlakukan bangsa Negro ? Bangsa Negro diperlakukan dengan kedjam dan disuruh bekerdja seperti kuda dan sapi. Setiap hari mereka mendjalankan pekerdjaan-pekerdjaan jang berat dan kasar, sedangkan upah tak sekalipun diterima, tetapi hanja berupa makanan sadja. Ketika rakjat melihat keadaan jang menjedihkan ini, lalu sebagian dari mereka mulai insjaf bahwa bangsa Amerika telah berlaku tjurang terhadap prinsip undang-undang dasar. Sebab itulah mereka mulai mengandjurkan perlakuan peri kemanusiaan serta menjerang sistim perbudakan ini. Sesudah pikiran ini mendjalar, banjak orang menjetudjuinja. Mulailah beberapa orang pintarpintar menjelidiki penderitaan budak-budak Negro dalam penghidupan mereka sehari-hari, dibatja oleh setiap orang dengan sungguh-sungguh. Buku ini dinamakan .,Ratapan budak-budak hitam ke langit" . Inilah nama jang diberikan orang Tionghoa kepada buku „Pondok Paman Tom" ( ,, Uncle Tom's Cabin " ) . Sesudah buku ini diterbitkan, barulah rakjat mulai insjaf akan kesengsaraan jang diderita budak-budak belian, lalu mereka mulai menjesali kelakuan-kelakuan mereka. Kemudian semua negara<noinclude></noinclude> 892mggif7st6fekh13qkpmsoey7o360 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/266 104 111941 310801 2026-08-10T15:02:37Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Kenang-kenangan. 18. Kenang2an pengalaman saja oleh: R.M.A.A. Kusumo Utojo 19. Disekitar berdirinja Budi Utomo 20. Pergulatan rakjat ketjil dalam membela nasib hidupnja 21, Empat puluh tahun bangsa Indonesia bangkit 22" Dari Budi Lltcirno sampai Parindra oleh: K.R.M.H. Woeryaningrat 23. Sedikit tentang partai komunis Indonesia oieh: Alimin 146 [48 '5q Itt z 165 Satu dan lain dari hidup almarhum2. 24. 25. -26. 27" 28. 29. 30. 30.... 310801 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Kenang-kenangan. 18. Kenang2an pengalaman saja oleh: R.M.A.A. Kusumo Utojo 19. Disekitar berdirinja Budi Utomo 20. Pergulatan rakjat ketjil dalam membela nasib hidupnja 21, Empat puluh tahun bangsa Indonesia bangkit 22" Dari Budi Lltcirno sampai Parindra oleh: K.R.M.H. Woeryaningrat 23. Sedikit tentang partai komunis Indonesia oieh: Alimin 146 [48 '5q Itt z 165 Satu dan lain dari hidup almarhum2. 24. 25. -26. 27" 28. 29. 30. 30. Dokter Wahidin Sudirohusodc) .."".. H.O.S. Tjokroaminoto ".." Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat .. Dr. Soetomo..... M. Husni Thamrin Dokter Tjipto Mangunkusumo ......... Dr. D.D. Setyabuddi dalam sedjarah perdjuangan Dr. D.D. Setyabuddi dalam sedjarah perdjuangan kita Bahan-bahan )l( 196 2A3 209 2t5 229 dohurraerutasi, ." .... ,,Als ik eens Nederlander was ,Andai aku seorang Nederlander ......".." 33. Azas Perdjoangan Taman Siswa 34" Dasar Pendidikan Taman Siswa 31. 32. 176 191 25t 256 263 267 4' rlf<noinclude></noinclude> kw9z0f04b8xmsw14ou2vj6b5xmfoz5e 310811 310801 2026-08-10T15:23:48Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310811 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{x-larger|{{C|'''Kenang-kenangan.'''}}}} {{Daftarisi dtt|18.|Kenangan pengalaman saja oleh: R.M.A.A. Kusumo Utojo|141}} {{Daftarisi dtt|19.|Disekitar berdirinja Budi Utomo|146}} {{Daftarisi dtt|20.|Pergulatan rakjat ketjil dalam membela nasib hidupnja|148}} {{Daftarisi dtt|21.|Empat puluh tahun bangsa Indonesia bangkit|159}} {{Daftarisi dtt|22.|Dari Budi Utomo sampai Parindra oleh: K.R.M.H. Woeryaningrat|162}} {{Daftarisi dtt|23.|Sedikit tentang partai komunis Indonesia oleh: Alimin|169}} {{X-larger|{{C|'''Satu dan lain dari hidup almarhum².'''}}}} {{Daftarisi dtt|24.|Dokter Wahidin Sudirohusodo|176}} {{Daftarisi dtt|25.|H.O.S. Tjokroaminoto|191}} {{Daftarisi dtt|26.|Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat|196}} {{Daftarisi dtt|27.|Dr. Soetomo|203}} {{Daftarisi dtt|28.|M. Husni Thamrin|209}} {{Daftarisi dtt|29.|Dokter Tjipto Mangunkusumo|215}} {{Daftarisi dtt|30.|Dr. D.D. Setyabuddi dalam sedjarah perdjuangan|}} {{Daftarisi dtt|30.|Dr. D.D. Setyabuddi dalam sedjarah perdjuangan|229}} {{X-larger|{{C|'''Bahan-bahan dokumentasi.'''}}}} {{Daftarisi dtt|31.|„Als ik eens Nederlander was”|250}} {{Daftarisi dtt|32.|„Andai aku seorang Nederlander”|256}} {{Daftarisi dtt|33.|Azas Perdjoangan Taman Siswa|263}} {{Daftarisi dtt|34.|Dasar Pendidikan Taman Siswa|267}} {{xxx-larger|{{C|<nowiki>)|(</nowiki>}}}}<noinclude></noinclude> 5k5c49ek2j2cr5tyfirgewdb3z62rp8 Halaman:San min chu i.pdf/187 104 111942 310802 2026-08-10T15:02:47Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310802 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||182}}</noinclude>negara Utara jang tak mempergunakan pekerdja budak belian, mulai menuntut pembebasan mereka. Akan tetapi negara-negara Selatan memelihara budak hitam ini ; tiap-tiap negara Selatan mempunjai perkebunan-perkebunan, sedangkan pemeliharaan perkebunan-perkebunan ini tergantung kepada budak-budak hitam sama sekali.Kalau mereka membebaskan budak-budak ini, me-reka tak akan memperoleh pekerdja-pekerdja berat lagi jang dapat mengerdjakan perkebunan-perkebunan mereka. Orang-orang Selatan jang terdorong oleh kepentingan mereka sendiri, menentang pembebasan budak-budak belian, sambil mengatakan bahwa sistim ini bukan dilakukan oleh mereka sadja. Orang-orang Amerika membawa bangsa Negro dari Afrika untuk didjadikan budak-budak bel'an disini. Hal ini bukanlah peristiwa baru, karena orang-orang Eropah pada beberapa tahun jang lalu mengangkat orang-orang Tionghoa ke Amerika dan ke Malaysia untuk didjadikan „babi "; budak-budak hitam adalah babi Afrika". Negaranegara Selatan menentang pembebasan ini karena budak belian itu telah mereka beli dengan susah pajah; lalu mereka menuntut pembajaran kerugian, kalau budak-budak ini dilepaskan. Pada waktu itu seorang Negro harganja lima sampai enam ribu dollar dipasar; sedangkan budak belian di Selatan berdjuta-djuta banjaknja, djadi harga mereka akan meningkat sampai berbilliun-billiun dollar. Orang-orang Utara tentu tak mungkin membajar djumlah wang sebanjak itu kepada tuan-tuan tanah di Selatan. Meskipun andjuran-andjuran untuk melepaskan budak-budak telah lama dimulai, baru enam puluh tahun kemudian meletus peperangan antara Utara dan Selatan. Peperangan ini lima tahun lamanja dan dapat dihitung sebagai salah satu peperangan besar didunia; perlawanan-perlawanan kedua belah pihak sangat seru, baik orang Utara maupun orang Selatan kehilangan beratus-ratus ribu orang. Peperangan ini ialah peperangan melawan perbedaan hak orang hitam dan orang putih, peperangan melawan perbedaan-perbedaan hak dikalangan manusia, peperangan guna persamaan hak. Sampai pada waktu itu, orang-orang Eropah dan Amerika berperang untuk mentjapai persamaan hak sebagai hasil keinsjafan mereka sendiri serta meringankan penderitaan-penderitaan mereka sendiri. Tetapi peperangan saudara di Amerika diperdjuangkan oleh<noinclude></noinclude> m8uakufovolwvfkuo2cvfa5sx1s5ikw Halaman:San min chu i.pdf/188 104 111943 310803 2026-08-10T15:03:48Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310803 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||183}}</noinclude>orang-orang Utara guna mentjapai persamaan hak bagi budak hitam dan bukanlah karena keinsjafan orang Negro sendiri akan penderitaannja. Orang-orang Negro sudah begitu lama mendjadi budak, hingga mereka tak mengerti apa-apa lagi, selain dari pada merasa puas selama tuan-tuan mereka masih memberi mereka makanan, pakaian dan tempat perlindungan setjukupnja. Boleh djadi terdapat beberapa orang tuan-tuan tanah jang bersikap baik terhadap budak-budak; selama orang Negro mengetahui bahwa ia mempunjai tuan jang dermawan, ia tak akan melawan tuannja, menuntut emansipasi. Karena itulah dalam peperangan saudara di Amerika orang-orang kulit putih sadja jang bertempur guna mentjapai hak persamaan hak orang-orang hitam. Peperangan dilakukan oleh orang-orang jang tak termasuk golongan tertindas dan bukan pula didorong oleh keinsjafan perbedaan golongan tadi. Peperangan berachir dengan kekalahan orang-orang Selatan dan kemenangan orang-orang Utara. Dengan segera pemerintah Amerika Serikat mengumumkan suatu proklamasi jang berisi pembebasan budak-budak diseluruh negara. Negara-negara Selatan jang dikalahkan itu tak mempunjai djalan lain dari pada mengikut perintah itu, tetapi mereka kemudian menarik seluruh pertanggungan djawab mereka terhadap budakbudak itu. Baru sadja orang-orang Negro mendapat hak emansipasi, tuan-tuan tanah lalu menghentikan pemberian makanan, pakaian dan tempat perlindungan. Keadaan orang-orang Negro jang meskipun mereka dibebaskan oleh orang-orang putih dan mendjadi warga negara jang menghadapi untung baik dengan mendapat hak persamaan dan emansipasi jang baru mereka peroleh itu; karena mereka tak bekerdja lagi pada tuan-tuan mereka dan tak mendapat makanan, pakaian dan tempat perlindungan, karena „si Hidjau tak dapat dengan segera berubah djadi si Kuning" ( diutjapkan orang Tionghoa, tepat sebelum waktu penuaian, kalau persediaan gandum hampir habis), merasa bahwa mereka kehilangan bantuan T'ai Shan" ( gunung sutji di Shantung, djuga gunung jang tertinggi di Tiongkok sebelah Timur) dan achirnja mereka hidup dalam kesengsaraan. Mereka mulai menaruh dendam terhadap negara-negara jang memerdekakan mereka, terutama terhadap presiden negara-negara Utara jang mengandjurkan emansipasi itu. Siapakah presiden itu? Tuan<noinclude></noinclude> 3e0m5fhfxyvpnyk3jbcc51qvm0sbj0v Halaman:San min chu i.pdf/189 104 111944 310804 2026-08-10T15:04:53Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310804 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||18}}</noinclude>tuan sekalian sudah mengetahui, bahwa Amerika mempunjai dua orang presiden jang sangat terkenal. Seorang diantaranja adalah presiden jang pertama ; Washington. Ia selalu disebut-sebut, kalau rakjat memperbintjangkan Bapak-bapak pemimpin bangsa, dan menduduki tempat jang gemilang dalam sedjarah peperangan manusia memperoleh persamaan hak. Presiden jang seorang lagi ialah Lincoln jang mengandjurkan pembebasan budak-budak, lebih radikal dari pada jang pernah dilakukan orang-orang pada waktu itu ; djuga ia menduduki kedudukan jang sangat gemilang, karena ia berhasil membebaskan budak-budak dan memastikan penentuan persamaan hak dikalangan seluruh umat manusia. Rakjat diseluruh dunia sampai dewasa ini masih menghormati djasa-djasanja. Tetapi budak-budak jang baru dibebaskan itu sangat membentjinja, karena pada waktu mereka bebas, mereka menderita kekurangan makan, pakaian dan tempat perlindungan. Ada sebuah sja'ir jang menghina Lincoln, serta menjamakan dia dengan bandjir dan seekor binatang buas. Penulis sja'ir-sja'ir sematjam itu dapat disamakan dengan orang-orang kontra revolusioner sekarang jang menghina partai revolusioner. Tentu orang-orang Negro jang terpeladjar sekarang merasa berterima kasih kepada Lincoln jang membebaskan mereka. Tetapi masih ada djuga orang-orang Negro jang bodoh jang membentji Lincoln seperti jang dilakukan oleh nenek mojang mereka. Pembebasan budak-budak adalah suatu peperangan mentjapai persamaan hak dalam sedjarah Amerika. Sedjarah Amerika mengalami 2 zaman kemegahannja. Pertama ketika rakjat menderita oleh karena perlakuan jang berbeda dari pemerintahan Inggeris, lalu mengadakan peperangan Kemerdekaan selama 8 tahun ; kemudian melepaskan diri dan membentuk negara merdeka. Kedua, ketika 60 tahun sesudahnja meletus peperangan saudara antara Utara dan Selatan, jang tudjuannja sama dengan peperangan Kemerdekaan. Peperangan saudara ini 5 tahun lamanja, sedangkan peperangan revolusi 8 tahun ; tetapi pengorbanan harta dan djiwa djauh lebih besar dari pada peperangan Kemerdekaan. Dengan singkat dapat dikatakan, bahwa peperangan Amerika jang pertama adalah peperangan rakjat guna mentjapai kemerdekaan dan persamaan hak ; sedangkan pepe- rangan kedua bertudjuan guna persamaan hak bagi orang Negro<noinclude></noinclude> 412xnhd59rjlg1pdubn211zbaycff5v Halaman:San min chu i.pdf/190 104 111945 310805 2026-08-10T15:06:20Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310805 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||185}}</noinclude>djadi tak bagi mereka sendiri. Tetapi peperangan ini djauh lebih banjak meminta pengorbanan dari peperangan pertama. Sedjarah Amerika adalah tjeritera perdjuangan mentjapai persamaan hak, jang akibatnja mengagumkan dalam sedjarah dunia. Peperangan guna mentjapai persamaan hak diikuti oleh Revolusi Perantjis, jang sama djuga tudjuannja. Perselisihan-perselisihan jang berganti-ganti itu, berlaku selama 8 tahun ; sesudah itu baru dapat disebut berhasil. Tetapi sesudah tudjuan berhasil, rakjat mempergunakan hak persamaan itu dengan ekstrim dan ingin menjama ratakan seluruh machluk dalam tingkat jang sama. Bentuk persamaan jang diingini mereka dapat dilihat pada gambar II : garis persamaan tak ditempatkan dibawah tetapi diatas persa- maan palsu. Pikiran-pikiran revolusioner Tiongkok datang dari Eropah dan Amerika, sedangkan teori persamaan hakpun berasal dari Barat. Tetapi partai revolusioner kita mengandjurkan peperangan bukan untuk mentjapai kemerdekaan dan persamaan hak, melainkan untuk mentjapai 3 prinsip rakjat. Kalau kita dapat mempraktekkan ketiga prinsip ini, kita akan mengalami kemerdekaan dan persamaan hak. Meskipun bangsa-bangsa berselisih untuk mentjapai kemerdekaan dan persamaan hak, namun mereka kerap kali djuga tersesat karenanja. Kalau tiga prinsip ini telah kita wudjudkan serta memperoleh kemerdekaan dan persamaan hak jang benar-benar, apakah jang harus kita lakukan lagi supaja djangan tersesat? Kalau garis persamaan terletak pada puntjak seperti terlihat pada gambar II, kita tak akan dapat mengikuti djalan jang benar. Tetapi kalau kita membuat garis persamaan djadi pasar tempat kita berdiri, sudah pasti kita mendjalankan persamaan hak jang benar. Sebab itu, kalau kita ingin mengetahui, apakah prinsip-prinsip jang kita pakai dalam revolusi ini kita kehendaki atau tidak, dan apakah mereka ini mengikuti djalan jang benar; pertama kita harus menjelidiki dengan teliti sedjarah revolusi-re- volusi Eropah sedjak dari permulaannja. Kalau rakjat ingin memahami sedjelas-djelasnja tiga prinsip kita dan ingin mengetahui apa jang terkandung dalamnja, dapat saja katakan. memang memenuhi keperluan negara kita; kalau mereka hendak mempertjajai betul ketiga prinsip kita dengan tak ragu-ragu, merekapun harus mempeladjari dengan teliti sedjarah revolusi-revolusi Barat sedjak lahirnja.<noinclude></noinclude> 5sce0h2m9zl50bhdn053t2lpoxxawoe Halaman:San min chu i.pdf/191 104 111946 310806 2026-08-10T15:07:23Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310806 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||186}}</noinclude>Amerika Serikat mengalami dua buah peperangan untuk memperjang pertama lamanja oleh kemerdekaan dan persamaan hak" 8 tahun, jang kedua lima tahun sebelum tudjuan tertjapai. Orang-orang Tionghoa belum pernah berperang untuk mentjapai kemerdekaan dan persamaan hak ini. Peperangan-peperangan Tiongkok selama ribuan tahun ini semuanja d perdjuangkan untuk merebut tachta keradjaan; tiap-tiap orang jang turut berperang hendak dapat djadi kaisar. Revolusi baru-baru ini, dimana dinasti Manchu kita rubuhkan, dapat dikatakan peperangan jang pertama jang tak bertudjuan merebut tachta keradjaan. Belakangan ini terbukti, bahwa hanja orang-orang dari partai revolusioner sadja jang benar-benar tak mau mendjadi kaisar. Orang-orang diluar partai seperti Tsao Kun dan Wu Pei-fu dari daerah Utara adalah penjokong-penjokong republik dibibir sadja, tetapi jang sebenar- nja mereka mengandjurkan persatuan berdasarkan kekerasan sendjata, serta bertjita-tjita hendak djadi kaisar. Kalau rantjangan mereka untuk mempersatukan negara dengan kekerasan sendjata berhasil dan tak ada seorangpun jang menentang mereka tentu kedua-dua orang tadi akan berkehendak djadi kaisar. Tepat seperti keadaan ketika dinasti Manchu digulingkan ditahun 1911, bukankah Yüan Shih-kai membantu republik ? Pernahkah ia mengandjurkan keradjaan ? Rakjat seluruhnja pertjaja bahwa pemerintahan keradjaan tak akan timbul lagi di Tiongkok. Tetapi baru sadja republik berdiri selama dua tahun, Yüan Shihkai mempergunakan kekuatan militer untuk mengalahkan partai revolusioner kita, dengan segera ia merobah sistim pemerintahan dan mengangkat dirinja djadi kaisar. Sedangkan golongangolongan militer di Tiongkok penuh dengan pikiran-pikiran korup dan djahat, tak ubah seperti pikiran Yüan Shih-kai jang telah diketahui itu. Tak ada seorangpun jang dapat meramalkan, bahaja serupa apakah jang akan timbul lagi. Kalau kita lihat demikian, revolusi Tiongkok belum selesai sama sekali, karena kita belum berhasil menindas tjita-tjita hendak djadi kaisar sampai keurat-akarnja. Kalau kita betul-betul ingin me- nindas tjita-tjita jang buruk ini sampai keurat-akarnja, kita harus berperang sekali lagi melawan mereka dan memulai revolusi baru lagi. Banjak dikalangan pemuda-pemuda Tionghoa jang terpeladjar mengandjurkan supaja kita berperang untuk mentjapai kemerde<noinclude></noinclude> d5x94isr15c4ruyj7xlhz899yc3ai9y Halaman:San min chu i.pdf/192 104 111947 310807 2026-08-10T15:09:10Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310807 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||187}}</noinclude>kaan dan persamaan hak. Eropah berperang guna kemerdekaan dan persamaan hak lebih dari 100 tahun lamanja, dan mengakibatkan demokrasi jang murni ; barulah rakjat akan memperoleh hak-hak mereka sesudah kemerdekaan dan persamaan hak dapat tumbuh dengan subur. Kalau kemerdekaan dan persamaan hak diiringi demokrasi akan kosong sadja artinja. Asal demokrasi djauh sekali letaknja, kalau diselidiki dalam sedjarah, mungkin pada dua ribu tahun atau lebih kebelakangnja ; orang-orang Roma dan Junani telah mulai memikirkan ha-hak rakjat dan negara jang berbentuk republik. Pada waktu itu djuga terdapatlah disebelah Selatan Laut Tengah sebuah republik lain jang bernama Carthago dan berbagai-bagai negara ketjil jang achirnja berbentuk republik pula. Meskipun negara-negara Roma dan Junani dinamakan sebuah republik, dalam kenjataannja mereka tak mentjapai kemerdekaan dan persamaan sama sekali menurut arti kata jang sebenarnja. Kedaulatan rakjat disana tak terwudjudkan. Negara Junani masih mempunjai sistim perbudakan ; kaum bangsawan umumnja banjak memelihara budak-budak; terbukti dua pertiga dari seluruh penduduk terdiri dari budak-budak belaka.. Tiap-tiap peradjurit Sparta dianugerahi lima orang budak oleh negara. Dengan djalan demikian di Junani, rakjat jang mempunjai kedaulatan hanja berdjumlah sedikit sekali, sedangkan bagian jang terbesar, tak mempunjai hak ini. Keadaan seperti ini djuga berlaku di Roma. Sebab itu Junani dan Roma pada dua ribu tahun jang lalu hanja bernama republik diatas kertas sadja, karena mereka masih mempunjai suatu sistim perbudakan, hingga mereka tak menginsjafi benar-benar apa artinja tjita-tjita kemerdekaan dan persamaan hak itu. Baru ketika Amerika Serikat membebaskan budak- budaknja pada enam puluh tahun jang lalu, serta melenjapkan sistim perbudakan itu dalam kenjataan jang benar, persamaan hak seluruh umat manusia mendjadi suatu kenjataan ; mulailah peng- harapan terhadap kemerdekaan dan persamaan hak jang sedjati timbul dalam susunan demokrasi modern. Kemerdekaan dan persamaan hak jang sedjati itu terdiri atas dasar-dasar demokrasi, serta tergantung pula sama sekali pada demokrasi. Dimana demokrasi berkembang disitulah kemerdekaan dan persamaan hak dapat hidup buat selama-lamanja ; kalau rakjat kehilangan ke<noinclude></noinclude> ekhihktu7thx2obbwb9qbr0lvknvkam Halaman:San min chu i.pdf/348 104 111948 310810 2026-08-10T15:22:47Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310810 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||343}}</noinclude>an udara? Kita mengambil angin enam belas kali satu menit; djadi kita enambelas kali makan udara setiap menit. Tuan2 makan makanan tak lebih dari tiga kali dalam satu hari. Orang Canton tak lebih dari empat kali makan dalam sehari, terhitung makan tengah malam. Orang miskin biasanja makan dua kali sadja sehari dan jang termiskin dapat hidup terus dengan makan hanja satu kali sadja sehari. Tetapi berkenaan dengan udara, kita harus menelan udara dua puluh ribu sampai empat puluh ribu kali sehari. Kalau kita tak makan udara selama beberapa menit sadja sudah tentu kita akan mati. Udara, karena itu, adalah anasir terpenting bagi kehidupan seluruh umat manusia. Kedua, ialah air. Kita tak dapat hidup dengan makanan sadja, dengan tidak ada air. Seseorang dapat hidup dengan tak makan, dan sampai lima atau enam hari tetapi ia akan mati dalam waktu lima hari kalau tak minum air. Ketiga, dan jang terpenting buat melandjutkan hidup ialah barang makanan jang berasal dari tanam-tanaman. Barulah sesudah manusia mentjapai kemadjuan besar dalam pentjaharian penghidupan, ia tahu bagaimana makan makanan dari tumbuh-tumbuhan. Tiongkok adalah suatu bangsa tua dan beradab, itulah sebabnja bangsa Tionghoa seluruhnja memakan barang tanaman. Orang jang biadab, semuanja makan daging binatang; djuga ini adalah barang penting bagi penghidupan umat manusia. Udara dan air ada dimana-mana. Kalau rakjat hidup ditepi sungai, mereka dapat mempergunakan air mengalir, kalau tidak, dipergunakannja air mata-air atau air sumur atau air hudjan: air bisa didapatkan dimana-mana. Udarapun ada di-mana2 sekitar kita. Itulah sebabnja, biarpun udara dan air adalah anasir jang mutlak bagi penghidupan manusia, tetapi karena adanja itu tak berwatas dan tak habis-habisnja dan ditjurahkan oleh Alam dengan tak memerlukan tenaga manusia, maka sebab itulah udara dan air kita sebut „pemberian alam", Karena itulah anasir-anasir ini takdjadi soal bagi kita. Tetapi makanan berupa daging dan tanam-tanaman merupakan soal penting sekali. Orang dizaman dahulu, seperti djuga bangsa liar zaman sekarang, hidup dari pemburuan dan penangkapan ikan; ia menangkap binatang dalam air dan didarat untuk dimakan. Dengan madjunja peradaban orang sampai dizaman pertanian dan beladjar bagaimana menanam kelima matjam tanaman itu. Kemudian mereka bergantung semata-mata pada tanaman-ta-<noinclude></noinclude> sf8ss8ayl8r8lgus65toh4ki05qu1t4 Halaman:San min chu i.pdf/390 104 111949 310812 2026-08-10T15:25:10Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '385 Rakjat sendiripun harus memenuhi kewadjiban-kewadjiban warga negara terhadap negara, kalau ia tak suka akan hilang hak-haknja sebagai warga Tiongkok. Orang-orang jang hilang hak-haknja sebagai warga negara, akan hilang pula haknja sebagai tuan dinegeri sendiri. Pengemis-pengemis malas akan merupakan pesilan bagi negara dan bagi rakjat. Pemerintah harus memaksa mereka dengan kekuatan undang-undang untuk bekerdja dan mentjoba merubah mereka... 310812 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>385 Rakjat sendiripun harus memenuhi kewadjiban-kewadjiban warga negara terhadap negara, kalau ia tak suka akan hilang hak-haknja sebagai warga Tiongkok. Orang-orang jang hilang hak-haknja sebagai warga negara, akan hilang pula haknja sebagai tuan dinegeri sendiri. Pengemis-pengemis malas akan merupakan pesilan bagi negara dan bagi rakjat. Pemerintah harus memaksa mereka dengan kekuatan undang-undang untuk bekerdja dan mentjoba merubah mereka djadi kaum buruh jang berharga dan pantas turut mendapat bagian dalam hak-hak dan privilise suatu bangsa. Kalau orang-orang menganggur dapat dibasmi, hingga setiap warga negara turut dalam produksi negara, maka kelak tentu tiap-tiap orang tjukup makanan dan pakaiannja ; rumah tangga akan beruntung dan berbahagia sangat, rakjat akan merasa puas dan soal penghidupan akan dipetjahkan* ) . 24 Agustus 1924. ΤΑΜΜAT *) Uraian mengenai Asas-pokok penghidupan tak pernah disempurnakan oleh Dr. Sun Yat Sen.<noinclude></noinclude> 4cmlyhyupjiakwy3ctdg4t7lrkqw1lp 310817 310812 2026-08-10T15:28:15Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310817 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||385}}</noinclude>Rakjat sendiripun harus memenuhi kewadjiban-kewadjiban warga negara terhadap negara, kalau ia tak suka akan hilang hak-haknja sebagai warga Tiongkok. Orang-orang jang hilang hak-haknja sebagai warga negara, akan hilang pula haknja sebagai tuan dinegeri sendiri. Pengemis-pengemis malas akan merupakan pesilan bagi negara dan bagi rakjat. Pemerintah harus memaksa mereka dengan kekuatan undang-undang untuk bekerdja dan mentjoba merubah mereka djadi kaum buruh jang berharga dan pantas turut mendapat bagian dalam hak-hak dan privilise suatu bangsa. Kalau orang-orang menganggur dapat dibasmi, hingga setiap warga negara turut dalam produksi negara, maka kelak tentu tiap-tiap orang tjukup makanan dan pakaiannja ; rumah tangga akan beruntung dan berbahagia sangat, rakjat akan merasa puas dan soal penghidupan akan dipetjahkan<ref> {{rule|align=left|6em}} {{smaller|Uraian mengenai Asas-pokok penghidupan tak pernah disempurnakan oleh Dr. Sun Yat Sen.}} </ref> . ''24 Agustus 1924.'' {{C|{{larger|{{sp|ΤΑΜΜAT}}}}}}<noinclude></noinclude> 37m8s3hi9ndjd02rxm8uvlofyzp6m2q Halaman:San min chu i.pdf/349 104 111950 310813 2026-08-10T15:25:31Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310813 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|344}}</noinclude>naman itu untuk makanan mereka. Peradaban Tiongkok sudah empat ribu tahun tuanja; itulah sebabnja kita lebih madju dalam pemakaian barang makanan dengan tjara beradab dari pada bangsa Barat. Terutama kita bergantung pada barang tanaman untuk makanan. Biarpun tanaman tumbuh ditanah, tetapi tenaga harus ditjurahkan dan berbagai-bagai tjara harus dipergunakan sebelum dapat bermanfaat bagi kita. Kalau kita hendak memetjahkan soal barang makanan dari tanam-tanaman, lebih dulu kita harus menjelidiki soal produksi. Sedjak dahulu kala bangsa Tionghoa adalah suatu bangsa pertanian. Pertanian merupakan industri besar bagi produksi makanan. Dengan tjara apakah kita dapat menambah produksi tanaman? Pertanian Tiongkok semata-mata bergantung kepada tenaga manusia, tetapi tjara mengerdjakannja telah madju sampai ketingkatan tinggi bingga seluruh matjam hasil bumi berkwalitet tinggi dan baik. Ahli-ahli ilmu pengetahuan bangsa asing memudji tinggi perkebunan menurut tjara bangsa Tionghoa. Karena produksi makanan di Tiongkok bergantung kepada petani dan karena petani harus bekerdja amat beratnja, kita harus mempunjai pemerintah jang mengadakan undang-undang untuk melindungi petani, kalau kita ingin menambah produksi barang makanan. Bagian terbesar dari rakjat Tiongkok adalah kaum tani, paling sedikit sembilan dari tiap sepuluh orang, tetapi barang makanan jang mereka hasilkan dari pekerjaan jang begitu pahitnja diambil sebagian besar oleh tuan-tuan tanah. Sisanja, hampir tak tjukup bagi penghidupan mereka. Keadaan ini amatlah tak adilnja. Kalau kita ingin menambah produksi barang makanan, kita harus mengadakan undang-undang jang melindungi hak dan kepentingan petani-petani; kita harus memberi kegembiraan dan perlindungan pada mereka serta mengizinkan mereka menjimpan lebih banjak dari hasil tanah mereka. Perlindungan hak-hak petani dan memberikan bagian lebih besar dari hasil panen pada mereka, adalah soal jang berhubungan dengan penjama-rataan hak milik atas tanah. Beberapa hari berselang. Partai Kuomintang mengundang kaum Tani dalam satu perajaan di Higher Normal School ini, untuk mengadakan suatu pergerakan kaum tani sebagai langkah pertama kearah pemetjahan soal ini. Kelak, kalau Min-sheng Chu I telah terlaksana dengan sempurna. dan soal jang berhubungan dengan<noinclude></noinclude> 48dgak4uv95mml68nqw8lcy1fn8mccq 310814 310813 2026-08-10T15:25:42Z Ammachemist 27288 310814 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||344}}</noinclude>naman itu untuk makanan mereka. Peradaban Tiongkok sudah empat ribu tahun tuanja; itulah sebabnja kita lebih madju dalam pemakaian barang makanan dengan tjara beradab dari pada bangsa Barat. Terutama kita bergantung pada barang tanaman untuk makanan. Biarpun tanaman tumbuh ditanah, tetapi tenaga harus ditjurahkan dan berbagai-bagai tjara harus dipergunakan sebelum dapat bermanfaat bagi kita. Kalau kita hendak memetjahkan soal barang makanan dari tanam-tanaman, lebih dulu kita harus menjelidiki soal produksi. Sedjak dahulu kala bangsa Tionghoa adalah suatu bangsa pertanian. Pertanian merupakan industri besar bagi produksi makanan. Dengan tjara apakah kita dapat menambah produksi tanaman? Pertanian Tiongkok semata-mata bergantung kepada tenaga manusia, tetapi tjara mengerdjakannja telah madju sampai ketingkatan tinggi bingga seluruh matjam hasil bumi berkwalitet tinggi dan baik. Ahli-ahli ilmu pengetahuan bangsa asing memudji tinggi perkebunan menurut tjara bangsa Tionghoa. Karena produksi makanan di Tiongkok bergantung kepada petani dan karena petani harus bekerdja amat beratnja, kita harus mempunjai pemerintah jang mengadakan undang-undang untuk melindungi petani, kalau kita ingin menambah produksi barang makanan. Bagian terbesar dari rakjat Tiongkok adalah kaum tani, paling sedikit sembilan dari tiap sepuluh orang, tetapi barang makanan jang mereka hasilkan dari pekerjaan jang begitu pahitnja diambil sebagian besar oleh tuan-tuan tanah. Sisanja, hampir tak tjukup bagi penghidupan mereka. Keadaan ini amatlah tak adilnja. Kalau kita ingin menambah produksi barang makanan, kita harus mengadakan undang-undang jang melindungi hak dan kepentingan petani-petani; kita harus memberi kegembiraan dan perlindungan pada mereka serta mengizinkan mereka menjimpan lebih banjak dari hasil tanah mereka. Perlindungan hak-hak petani dan memberikan bagian lebih besar dari hasil panen pada mereka, adalah soal jang berhubungan dengan penjama-rataan hak milik atas tanah. Beberapa hari berselang. Partai Kuomintang mengundang kaum Tani dalam satu perajaan di Higher Normal School ini, untuk mengadakan suatu pergerakan kaum tani sebagai langkah pertama kearah pemetjahan soal ini. Kelak, kalau Min-sheng Chu I telah terlaksana dengan sempurna. dan soal jang berhubungan dengan<noinclude></noinclude> 3e2mnyy6kslb4q4wxp1pm7bndimqav3 Halaman:San min chu i.pdf/350 104 111951 310815 2026-08-10T15:26:38Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '345 kaum tani sudah selesai semuanja, tiap pengusaha tanah akan mempunjai sawah sendiri - itulah buah djerih pajah kita. Bagaimanakah keadaan sebenarnja kaum tani Tionghoa ? Biarpun Tiongkok tak mempunjai tuan-tuan tanah besar, tetapi sembilan dari sepuluh petani tak mempunjai sawah sendiri. Kebanjakan tanah-tanah jang diusahakan itu adalah kepunjaan tuan-tuan tanah jang tidak mengusahakan tanah itu sendiri. Memang sudah selajaknja kalau pet... 310815 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>345 kaum tani sudah selesai semuanja, tiap pengusaha tanah akan mempunjai sawah sendiri - itulah buah djerih pajah kita. Bagaimanakah keadaan sebenarnja kaum tani Tionghoa ? Biarpun Tiongkok tak mempunjai tuan-tuan tanah besar, tetapi sembilan dari sepuluh petani tak mempunjai sawah sendiri. Kebanjakan tanah-tanah jang diusahakan itu adalah kepunjaan tuan-tuan tanah jang tidak mengusahakan tanah itu sendiri. Memang sudah selajaknja kalau petani harus mengusahakan sawahnja untuk dirinja sendiri dan berhak atas hasilnja ; tetapi petani waktu ini membadjak dan menanam untuk orang lain dan lebih dari setengah dari hasil sawah dan kebun diambil oleh tuan-tuan tanah. Kita harus segera menggunakan pemerintah dan undangundang untuk mengobati keadaan buruk ini. Kalau soal pertanian ini tak sanggup kita petjahkan, maka tak pulalah akan terdapat pemetjahan soal penghidupan. Enam puluh persen dari barangbarang makanan jang dihasilkan sawah-sawah dan kebun-kebun pergi kegudang tuan-tuan tanah, hanja empat puluh persen djadi milik kaum tani, menurut pemeriksaan pertanian jang paling achir. Kalau keadaan jang tak adil ini berdjalan terus, bila kaum tani kelak djadi sadar ; siapakah lagi jang akan mau membanting tulang dan bersengsara disawah-sawah dan kebun-kebun ? Tetapi kalau makanan jang dihasilkan sawah-sawah dan kebun-kebun itu semuanja djadi hak kaum tani sendiri, sudah tentu kaum tani akan lebih giat bertjotjok tanam dan produksi akan bertambah. Tetapi seperti keadaan sekarang, bagian terbesar dari hasil tanah djadi milik tuan-tuan tanah. Hanja empat persepuluh disimpan oleh kaum tani ; bagian terbesar dari hasil setahun bolehnja membanting tulang tak berupah, djadi milik tuan-tuan tanah. Sebagai akibatnja, banjak petani tak peduli lagi akan tanah mereka, hingga banjak sawah-sawah dan kebun-kebun djadi terlantar dan tak memberi hasil. Dalam membitjarakan produksi pertanian, kita harus memahami tidak hanja soal melepaskan kaum tani dari tjengkeraman tuan- tuan tanah, tetapi djuga tentang tudjuh matjam tjara menambah produksi Tjara-tjara itu adalah pemakaian alat mesin, pemakaian pupuk tanah, penanaman berganti-ganti, pembasmian perusak-perusak tumbuh-tumbuhan, barang-barang pabrik, pengangkutan dan pentjegahan-pentjegahan terhadap bahaja alam. Tjara pertama<noinclude></noinclude> 70v5s5kvy1pmmmiywtyxexajp3s1qd4 310819 310815 2026-08-10T15:29:10Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310819 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||345}}</noinclude>kaum tani sudah selesai semuanja, tiap pengusaha tanah akan mempunjai sawah sendiri itulah buah djerih pajah kita. Bagaimanakah keadaan sebenarnja kaum tani Tionghoa? Biarpun Tiongkok tak mempunjai tuan-tuan tanah besar, tetapi sembilan dari sepuluh petani tak mempunjai sawah sendiri. Kebanjakan tanah-tanah jang diusahakan itu adalah kepunjaan tuan-tuan tanah jang tidak mengusahakan tanah itu sendiri. Memang sudah selajaknja kalau petani harus mengusahakan sawahnja untuk dirinja sendiri dan berhak atas hasilnja; tetapi petani waktu ini membadjak dan menanam untuk orang lain dan lebih dari setengah dari hasil sawah dan kebun diambil oleh tuan-tuan tanah. Kita harus segera menggunakan pemerintah dan undang-undang untuk mengobati keadaan buruk ini. Kalau soal pertanian ini tak sanggup kita petjahkan, maka tak pulalah akan terdapat pemetjahan soal penghidupan. Enam puluh persen dari barang-barang makanan jang dihasilkan sawah-sawah dan kebun-kebun pergi kegudang tuan-tuan tanah, hanja empat puluh persen djadi milik kaum tani, menurut pemeriksaan pertanian jang paling achir. Kalau keadaan jang tak adil ini berdjalan terus, bila kaum tani kelak djadi sadar; siapakah lagi jang akan mau membanting tulang dan bersengsara disawah-sawah dan kebun-kebun? Tetapi kalau makanan jang dihasilkan sawah-sawah dan kebun-kebun itu semuanja djadi hak kaum tani sendiri, sudah tentu kaum tani akan lebih giat bertjotjak tanam dan produksi akan bertambah. Tetapi seperti keadaan sekarang, bagian terbesar dari hasil tanah djadi milik tuan-tuan tanah. Hanja empat persepuluh disimpan oleh kaum tani bagian terbesar dari hasil setahun bolehnja membanting tulang tak berupah, djadi milik tuan-tuan tanah. Sebagai akibatnja, banjak petani tak peduli lagi akan tanah mereka, hingga banjak sawah-sawah dan kebun-kebun djadi terlantar dan tak memberi hasil. Dalam membitjarakan produksi pertanian, kita harus memahami tidak hanja soal melepaskan kaum tani dari tjengkeraman tuan-tuan tanah, tetapi djuga tentang tudjuh matjam tjara menambah produksi Tjara-tjara itu adalah pemakaian alat mesin, pemakaian pupuk tanah, penanaman berganti-ganti, pembasmian perusak-perusak tumbuh-tumbuhan, barang-barang pabrik, pengangkutan dan pentjegahan-pentjegahan terhadap bahaja alam. Tjara pertama<noinclude></noinclude> msxmt6vr1r7zc1l52ffbcd4g48vtan8 Halaman:San min chu i.pdf/351 104 111952 310816 2026-08-10T15:26:45Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '346 ialah pemakaian alat mesin. Selama beribu-ribu tahun Tiongkok mengusahakan tanah semata-mata dengan tenaga manusia dan belum pernah menggunakan alat mesin. Kalau kita menggunakan alat mesin dalam pertanian, sedikit-dikitnja produksi pertanian Tiongkok akan naik dua kali lipat, sedangkan ongkos produksi dapat dikurangi sampai sepersepuluh atau seperseratus dari pada jang sekarang. Kalau Tiongkok dengan mempergunakan tenaga manusia dapat memb... 310816 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>346 ialah pemakaian alat mesin. Selama beribu-ribu tahun Tiongkok mengusahakan tanah semata-mata dengan tenaga manusia dan belum pernah menggunakan alat mesin. Kalau kita menggunakan alat mesin dalam pertanian, sedikit-dikitnja produksi pertanian Tiongkok akan naik dua kali lipat, sedangkan ongkos produksi dapat dikurangi sampai sepersepuluh atau seperseratus dari pada jang sekarang. Kalau Tiongkok dengan mempergunakan tenaga manusia dapat memberi makan kepada empat ratus djuta rakjatnja, sudah tentu dengan menggunakan tenaga mesin ia dapat menghasilkan makanan untuk delapan ratus djuta orang. Kalau alat-alat mesin menggantikan tenaga manusia dalam produksi barang makanan, maka banjaklah tanah terluang jang sekarang tak dapat diusahakan, karena terlalu tinggi letaknja, dapat memperoleh air dengan mengalirkannja melalui pompa dan pipa, hingga djadi terbuka untuk dikerdjakan. Tanah subur jang sudah diusahakan dapat diberi air dengan kekuatan mesin dan dapat diluputkan dari bahaja kering; dengan begitu kekuatan menghasilkannja bertambah. Kalau tanah-tanah tandus itu diusahakan, Tiongkok tentu dapat menghasilkan makanan lebih banjak. Mesin pembadjak dan mesin pompa jang dipakai sekarang didatangkan dari lain-lain negeri, tetapi kalau seluruh kaum tani mulai menggunakan alat2 mesin itu serta permintaan akan barang-barang itu bertambah banjak, tentu kita kemudian harus membuat alat-alat mesin itu sendiri dan mem- peroleh keuntungan-keuntungan jang sekarang lari keluar negeri. Tjara kedua untuk menambah produksi ialah menggunakan pupuk tanah. Dahulu bangsa Tionghoa menggunakan tahi dan kotoran, dan bermatjam-matjam daun busuk, tetapi mereka belum pernah memakai pupuk kimia. Baru sekarang ini sendawa Chili dipergunakan sebagai pupuk tanah di Tiongkok. Banjak tempat di Kwangtung dan Honan menggunakan pupuk ini sekarang dalam penanaman pohon tebu. Kalau pohon tebu diberi pupuk sendawa Chili, tumbuhnja dua kali lebih tjepat dan batangnja djadi beberapa kali lebih besar. Kalau sendawa tak disebarkan ditanah, pohon tebu itu tumbuhnja bukan sadja lebih lambat tetapi batangnja djuga lebih pendek. Sendawa Chili diangkut dari Chili di Amerika-Selatan; pupuk ini meminta satu kapital besar dan sangat mahal harganja ; itulah sebabnja penanaman tebu sadja jang dapat membeli dan mempergunakannja. Perusahaan-perusahaan biasa tak<noinclude></noinclude> 5a2mrewxat00tulrgvlhlasug8vo8lz 310820 310816 2026-08-10T15:32:02Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310820 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||346}}</noinclude>ialah pemakaian alat mesin. Selama beribu-ribu tahun Tiongkok mengusahakan tanah semata-mata dengan tenaga manusia dan belum pernah menggunakan alat mesin. Kalau kita menggunakan alat mesin dalam pertanian, sedikit-dikitnja produksi pertanian Tiongkok akan naik dua kali lipat, sedangkan ongkos produksi dapat dikurangi sampai sepersepuluh atau seperseratus dari pada jang sekarang. Kalau Tiongkok dengan mempergunakan tenaga manusia dapat memberi makan kepada empat ratus djuta rakjatnja, sudah tentu dengan menggunakan tenaga mesin ia dapat menghasilkan makanan untuk delapan ratus djuta orang. Kalau alat-alat mesin menggantikan tenaga manusia dalam produksi barang makanan, maka banjaklah tanah terluang jang sekarang tak dapat diusahakan, karena terlalu tinggi letaknja, dapat memperoleh air dengan mengalirkannja melalui pompa dan pipa, hingga djadi terbuka untuk dikerdjakan. Tanah subur jang sudah diusahakan dapat diberi air dengan kekuatan mesin dan dapat diluputkan dari bahaja kering; dengan begitu kekuatan menghasilkannja bertambah. Kalau tanah-tanah tandus itu diusahakan, Tiongkok tentu dapat menghasilkan makanan lebih banjak. Mesin pembadjak dan mesin pompa jang dipakai sekarang didatangkan dari lain-lain negeri, tetapi kalau seluruh kaum tani mulai menggunakan alat² mesin itu serta permintaan akan barang-barang itu bertambah banjak, tentu kita kemudian harus membuat alat-alat mesin itu sendiri dan memperoleh keuntungan-keuntungan jang sekarang lari keluar negeri. Tjara kedua untuk menambah produksi ialah menggunakan pupuk tanah. Dahulu bangsa Tionghoa menggunakan tahi dan kotoran, dan bermatjam-matjam daun busuk, tetapi mereka belum pernah memakai pupuk kimia. Baru sekarang ini sendawa Chili dipergunakan sebagai pupuk tanah di Tiongkok. Banjak tempat di Kwangtung dan Honan menggunakan pupuk ini sekarang dalam penanaman pohon tebu. Kalau pohon tebu diberi pupuk sendawa Chili, tumbuhnja dua kali lebih tjepat dan batangnja djadi beberapa kali lebih besar. Kalau sendawa tak disebarkan ditanah, pohon tebu itu tumbuhnja bukan sadja lebih lambat tetapi batangnja djuga lebih pendek. Sendawa Chili diangkut dari Chili di Amerika-Selatan pupuk ini meminta satu kapital besar dan sangat mahal harganja; itulah sebabnja penanaman tebu sadja jang dapat membeli dan mempergunakannja. Perusahaan-perusahaan biasa tak<noinclude></noinclude> 6h871lghkglsd72p6hge0szh1xs7ruq Halaman:San min chu i.pdf/117 104 111953 310818 2026-08-10T15:29:00Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '112 tetapi kebudajaan mereka jang baru tak selengkap filsafat politik kita. Tiongkok telah mempunjai sebuah bentuk filsafat politik jang sangat tepat dan sempurna, sehingga belum pernah ada utjapanutjapan atau pendapat-pendapat ahli-ahli negara asing jang dapat menandinginja. Kalimat ini terdapat dalam buku „Adjaran luhur" dan mengatakan : „ Selidikilah batin, perluaskanlah batas-batas pengetahuan, buatlah tudjuan djudjur, aturlah akal, bentukl... 310818 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>112 tetapi kebudajaan mereka jang baru tak selengkap filsafat politik kita. Tiongkok telah mempunjai sebuah bentuk filsafat politik jang sangat tepat dan sempurna, sehingga belum pernah ada utjapanutjapan atau pendapat-pendapat ahli-ahli negara asing jang dapat menandinginja. Kalimat ini terdapat dalam buku „Adjaran luhur" dan mengatakan : „ Selidikilah batin, perluaskanlah batas-batas pengetahuan, buatlah tudjuan djudjur, aturlah akal, bentuklah kesusilaan diri masing-masing, kemudikanlah keluarga, perintahlah negara, damaikanlah dunia." Kalimat ini diserukan kepada setiap orang untuk mengembangkan diri pribadi, dari dalam keluar, dimulai dengan niat sutji dari hati sanubari ; hasrat ini harus dilakukan terus menerus sampai perdamaian dunia tertjipta. Logika jang meliputi segala-galanja, jang sungguh dalam hal ini tak dimiliki atau tak pernah dikatakan oleh seorang ahli pikir politik bangsa asing, adalah ibarat sekelompokan keluhuran istimewa filsafat negara jang patut dipeladjari baik-baik. Prinsip-prinsip mengatur akal, membuat tudjuan djudjur, membentuk kesusilaan diri masing-masing, mengemudikan keluarga" sudah tentu termasuk dalam lapangan moral, tetapi pada zaman sekarang lebih tepat dianggap sebagai suatu patokan ilmu pengetahuan. Sedangkan nenek mojang kita bersusah pajah melatih diri dalam ilmu iri, kita semendjak kehilangan djiwa kebangsaan kita, djuga kehilangan semangat untuk mempeladjari ilmu itu kembali. Rakjat biasa jang mempeladjari filsafat kuno, kerap kali mempergunakan kalimat jang saja petik tadi, tetapi mereka mengulangi perkataan-perkataan itu dengan tak mentjari pendjelasan-pendjelasan lebih dahulu dan tidak menginsafi arti jang lebih dalam dari perkataan-perkataan itu . Pengetahuan bagaimana harus mengatur akal dan membuat tudjuan djudjur" jang keluar dari pengawasan hati sanubari sukar diterangkan. Mahaguru-mahaguru dari zaman Sung sangat memperhatikan latihan djiwa ini dan kalau kita peladjari buku-buku mereka, kita dapat melihat bagaimana baiknja hasil jang ditjapai mereka. Tetapi untuk membentuk kesusilaan diri masing- masing, mengemudikan keluarga dan memerintah negara " adalah perubahan-perubahan lahir jang belum kita uraikan, sehingga seolah-olah kita tak berhasil mendjelaskannja selama ratusan tahun jang penghabisan ini. Akibatnja ialah, kita tak sanggup memerintah<noinclude></noinclude> o3mzeisymgsyct8xeoz2ewqvlnsldma 310823 310818 2026-08-10T15:32:33Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310823 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||112}}</noinclude>tetapi kebudajaan mereka jang baru tak selengkap filsafat politik kita. Tiongkok telah mempunjai sebuah bentuk filsafat politik jang sangat tepat dan sempurna, sehingga belum pernah ada utjapan-utjapan atau pendapat-pendapat ahli-ahli negara asing jang dapat menandinginja. Kalimat ini terdapat dalam buku „Adjaran luhur" dan mengatakan : „Selidikilah batin, perluaskanlah batas-batas pengetahuan, buatlah tudjuan djudjur, aturlah akal, bentuklah kesusilaan diri masing-masing, kemudikanlah keluarga, perintahlah negara, damaikanlah dunia." Kalimat ini diserukan kepada setiap orang untuk mengembangkan diri pribadi, dari dalam keluar, dimulai dengan niat sutji dari hati sanubari ; hasrat ini harus dilakukan terus menerus sampai perdamaian dunia tertjipta. Logika jang meliputi segala-galanja, jang sungguh dalam hal ini tak dimiliki atau tak pernah dikatakan oleh seorang ahli pikir politik bangsa asing, adalah ibarat sekelompokan keluhuran istimewa filsafat negara jang patut dipeladjari baik-baik. Prinsip-prinsip „mengatur akal, membuat tudjuan djudjur, membentuk kesusilaan diri masing-masing, mengemudikan keluarga" sudah tentu termasuk dalam lapangan moral, tetapi pada zaman sekarang lebih tepat dianggap sebagai suatu patokan ilmu pengetahuan. Sedangkan nenek mojang kita bersusah pajah melatih diri dalam ilmu ini, kita semendjak kehilangan djiwa kebangsaan kita, djuga kehilangan semangat untuk mempeladjari ilmu itu kembali. Rakjat biasa jang mempeladjari filsafat kuno, kerap kali mempergunakan kalimat jang saja petik tadi, tetapi mereka mengulangi perkataan-perkataan itu dengan tak mentjari pendjelasan-pendjelasan lebih dahulu dan tidak menginsafi arti jang lebih dalam dari perkataan-perkataan itu . Pengetahuan bagaimana harus „mengatur akal dan membuat tudjuan djudjur” jang keluar dari pengawasan hati sanubari sukar diterangkan. Mahaguru-mahaguru dari zaman Sung sangat memperhatikan latihan djiwa ini dan kalau kita peladjari buku-buku mereka, kita dapat melihat bagaimana baiknja hasil jang ditjapai mereka. Tetapi untuk „membentuk kesusilaan diri masing-masing, mengemudikan keluarga dan memerintah negara” adalah perubahan-perubahan lahir jang belum kita uraikan, sehingga seolah-olah kita tak berhasil mendjelaskannja selama ratusan tahun jang penghabisan ini. Akibatnja ialah, kita tak sanggup memerintah<noinclude></noinclude> rg9x1qocfwytgg3s2fe6uwoj0a9ufhp Halaman:San min chu i.pdf/352 104 111954 310821 2026-08-10T15:32:20Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '347 sanggup membelinja. Selain dari sendawa Chili, djuga bermatjammatjam ramuan phosfor dari Crustacea dan potassium jang diambil dari gunung-gunung mineral djadi pupuk tanah jang sangat baik. Kalau ramuan nitrogen, phosfor dan potassium ditjampurkan djadi satu, maka akan terdapat pupuk jang amat baik, jang menjebabkan tumbuhnja pohon-pohon mudah sekali ; tentu hasilnja djuga bertambah. Umpamanja, satu mow tanah jang tak diberi pupuk menghasilk... 310821 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>347 sanggup membelinja. Selain dari sendawa Chili, djuga bermatjammatjam ramuan phosfor dari Crustacea dan potassium jang diambil dari gunung-gunung mineral djadi pupuk tanah jang sangat baik. Kalau ramuan nitrogen, phosfor dan potassium ditjampurkan djadi satu, maka akan terdapat pupuk jang amat baik, jang menjebabkan tumbuhnja pohon-pohon mudah sekali ; tentu hasilnja djuga bertambah. Umpamanja, satu mow tanah jang tak diberi pupuk menghasilkan lima keradjang gandum; tetapi kalau tiap-tiap mow tanah diberi pupuk, hasilnja akan dua atau tiga kali lebih besar. Maka untuk menambah produksi, kita harus menggunakan pupuk jang disebarkan ditanah dan supaja dapat menggunakan pupuk dengan baik kita harus memahami ilmu dan membikin pupuk setjara ilmu. Di Tiongkok dimana-mana terdapat bahan-bahan untuk membuat pupuk. Bahan-bahan jang dipakai dalam sendawa Chili digunakan dulukala oleh bangsa Tionghoa untuk membuat mesiu. Dahulu semua pupuk jang digunakan didunia dikeluarkan dari Chili, tetapi dengan madjunja ilmu, sardjana-sardjana mendapat tjara baru untuk membuat nitrat-nitrat dengan menggunakan listrik. Itulah sebabnja berbagai-bagai negeri sekarang tak lagi bergantung pada sodium nitrat alam jang dikirim dari Chili, tetapi menghasilkan nitrat dengan menggunakan tenaga listrik. Nitrat bikinan ini sama baiknja dengan nitrat alam dan tak meminta ongkos besar ; achirnja tiap negeri suka menggunakannja. Bagaimana menimbulkan listrik ? Listrik jang biasa dan mahal didapat dengan kekuatan uap, tetapi listrik jang baru dan murah ditimbulkan dengan kekuatan air. Baru-baru ini negeri-negeri asing sudah mulai menggunakan air mantjur dan djeram sebagai penggerak dinamo. Tenaga listrik jang amat hebat didapat dengan tjara ini. Dan tenaga itu dapat digunakan untuk membuat nitrat. Tenaga air mantjur dan djeram jang dianugerahkan alam tak berharga sedikitpun dan dengan djalan demikian harga listrik jang ditimbulkannja sangat murah. Dengan tenaga listrik jang murah harganja pupuk bikinan itu djadi murah harganja. Di Tiongkok banjak air mantjur dan djeram. Disungai Sikiang di Kwangtung sebelah atas Wuchow banjak djeram ; dekat Nanning terdapat djeram Fupo jang memberi tenaga besar dan berbahaja sekali bagi kapalkapal atau perahu-perahu jang hilir-mudik sungai itu. Kalau tenaga air ini dapat digunakan untuk memperoleh tenaga listrik dan di<noinclude></noinclude> 8hpczwsk7506b6ynvsthsb8ca0ox6de 310825 310821 2026-08-10T15:34:44Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310825 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||347}}</noinclude>sanggup membelinja. Selain dari sendawa Chili, djuga bermatjam-matjam ramuan phosfor dari Crustacea dan potassium jang diambil dari gunung-gunung mineral djadi pupuk tanah jang sangat baik. Kalau ramuan nitrogen, phosfor dan potassium dit jampurkan djadi satu, maka akan terdapat pupuk jang amat baik, jang menjebabkan tumbuhnja pohon-pohon mudah sekali; tentu hasilnja djuga bertambah. Umpamanja, satu mow tanah jang tak diberi pupuk menghasilkan lima keradjang gandum: tetapi kalau tiap-tiap mow tanah diberi pupuk, hasilnja akan dua atau tiga kali lebih besar. Maka untuk menambah produksi, kita harus menggunakan pupuk jang disebarkan ditanah dan supaja dapat menggunakan pupuk dengan baik kita harus memahami ilmu dan membikin pupuk setjara ilmu. Di Tiongkok dimana-mana terdapat bahan-bahan untuk membuat pupuk. Bahan-bahan jang dipakai dalam sendawa Chili digunakan dulukala oleh bangsa Tionghoa untuk membuat mesiu. Dahulu semua pupuk jang digunakan didunia dikeluarkan dari Chili, tetapi dengan madjunja ilmu, sardjana-sardjana mendapat tjara baru untuk membuat nitrat-nitrat dengan menggunakan listrik. Itulah sebabnja berbagai-bagai negeri sekarang tak lagi bergantung pada sodium nitrat alam jang dikirim dari Chili, tetapi menghasilkan nitrat dengan menggunakan tenaga listrik. Nitrat bikinan ini sama baiknja dengan nitrat alam dan tak meminta ongkos besar; achirnja tiap negeri suka menggunakannja. Bagaimana menimbulkan listrik? Listrik jang biasa dan mahal didapat dengan kekuatan uap, tetapi listrik jang baru dan murah ditimbulkan dengan kekuatan air. Baru-baru ini negeri-negeri asing sudah mulai menggunakan air mantjur dan djeram sebagai penggerak dinamo. Tenaga listrik jang amat hebat didapat dengan tjara ini. Dan tenaga itu dapat digunakan untuk membuat nitrat. Tenaga air mantjur dan djeram jang dianugerahkan alam tak berharga sedikitpun dan dengan djalan demikian harga listrik jang ditimbulkannja sangat murah. Dengan tenaga listrik jang murah harganja pupuk bikinan itu djadi murah harganja. Di Tiongkok banjak air mantjur dan djeram. Disungai Sikiang di Kwangtung sebelah atas Wuchow banjak djeram dekat Nanning terdapat djeram Fupo jang memberi tenaga besar dan berbahaja sekali bagi kapal-kapal atau perahu-perahu jang hilir-mudik sungai itu. Kalau tenaga air ini dapat digunakan untuk memperoleh tenaga listrik dan di-<noinclude></noinclude> 40wd056w9ilndeho365drq5puu7plkv Halaman:San min chu i.pdf/353 104 111955 310822 2026-08-10T15:32:22Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '348 samping itu dapat diadakan djalan air bagi perahu-perahu dan djung-djung, bukankah faedahnja djadi lipat ganda ? Ada orang jang menaksir bahwa tenaga air dalam sungai-sungai deras ini dapat mengeluarkan listrik satu djuta T.K. Disungai-sungai Fo dan Hung di Kwangsi djuga banjak djeram jang dapat mengeluarkan tenaga listrik. Sungai Weng di Kwangtung-Utara dapat mengeluarkan tenaga listrik diantara dua puluh sampai seratus ribu T.K. , menuru... 310822 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>348 samping itu dapat diadakan djalan air bagi perahu-perahu dan djung-djung, bukankah faedahnja djadi lipat ganda ? Ada orang jang menaksir bahwa tenaga air dalam sungai-sungai deras ini dapat mengeluarkan listrik satu djuta T.K. Disungai-sungai Fo dan Hung di Kwangsi djuga banjak djeram jang dapat mengeluarkan tenaga listrik. Sungai Weng di Kwangtung-Utara dapat mengeluarkan tenaga listrik diantara dua puluh sampai seratus ribu T.K. , menurut taksiran insinjur-insinjur. Djumlah ini dapat memenuhi kebutuhan kota Canton akan penerangan listrik, dapat memberi tiap pabrik tenaga listrik tjukup, bahkan dapat memberi listrik jang tjukup kepada djalan kereta api Canton-Hankow, menurut rentjana jang paling modern. Atau perhatikanlah kehebatan kekuatan air di Kuei Hsia sebelah udik sungai Yangtze. Orang jang sudah pernah menjelidiki sungai itu antara Ichang dan Wanshien, menaksir bahwa tenaga air jang ada disitu akan sanggup mengeluarkan listrik lebih dari tiga puluh djuta T. K. Tenaga jang sehebat itu lebih besar dari pada apa jang sekarang dapat diprodusir oleh negeri manapun djua. Tenaga ini bukan sadja dapat memberikan listrik kepada seluruh kereta-api, trem listrik dan pabrik-pabrik dalam negeri, tetapi djuga dapat dipergunakan untuk membuat pupuk jang dibutuhkan. Lihatlah pula sungai Hwangho dengan Air Mantjur Lungmennja jang dapat mengeluarkan listrik beberapa djuta T.K. Tuan-tuan lihatlah bagaimana hebatnja sumber tenaga alam Tiongkok! Kalau tenaga air di Yangtze dan Hwangho dapat dipergunakan dengan tjara jang paling modern untuk menghasilkan listrik, kira-kira seratus djuta T.K. dapat diperoleh. Karena satu T.K. sama dengan tenaga delapan orang kuat, djadi seratus djuta T.K. dapat disamakan dengan tenaga delapan ratus djuta orang. Orang bekerdja delapan djam sehari, menurut kebiasaan kebanjakan negeri-negeri ; waktu beker- dja lebih pandjang, berbahaja bagi kesehatan kaum buruh dan mengurangkan tenaga produksi. Saja telah menguraikan sebabanja dalam uraian saja jang belakangan. Tenaga manusia hanja dapat digunakan delapan djam sehari, tetapi tenaga listrik dapat digunakan terus-menerus, selama dua puluh empat djam. Ini berarti bahwa satu T.K. selama satu hari dan satu malam dapat menjelesaikan 1) Horse Power = Tenaga Kuda<noinclude></noinclude> an9zd2tv2hc7trdsu9ey1ns9s22jv3c 310828 310822 2026-08-10T15:41:57Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310828 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||34}}</noinclude>samping itu dapat d'adakan djalan air bagi perahu-perahu dan djung-djung, bukankah faedahnja djadi lipat ganda? Ada orang jang menaksir bahwa tenaga air dalam sungai-sungai deras ini dapat mengeluarkan listrik satu djuta T.K. Disungai-sungai Fo dan Hung di Kwangsi djuga banjak djeram jang dapat mengeluarkan tenaga listrik. Sungai Weng di Kwangtung-Utara dapat mengeluarkan tenaga listrik diantara dua puluh sampai seratus ribu T.K., menurut taksiran insinjur-insinjur. Djumlah ini dapat memenuhi kebutuhan kota Canton akan penerangan listrik, dapat memberi tiap pabrik tenaga listrik tjukup, bahkan dapat memberi listrik jang tjukup kepada djalan kereta api Canton-Hankow, menurut rentjana jang paling modern. Atau perhatikanlah kehebatan kekuatan air di Kuei Hsia sebelah udik sungai Yangtze. Orang jang sudah pernah menjelidiki sungai itu antara Ichang dan Wanshien, menaksir bahwa tenaga air jang ada disitu akan sanggup mengeluarkan listrik lebih dari tiga puluh djuta T. K. Tenaga jang sehebat itu lebih besar dari pada apa jang sekarang dapat diprodusir oleh negeri manapun djua. Tenaga ini bukan sadja dapat memberikan listrik kepada seluruh kereta-api, trem listrik dan pabrik-pabrik dalam negeri, tetapi djuga dapat dipergunakan untuk membuat pupuk jang dibutuhkan. Lihatlah pula sungai Hwangho dengan Air Mantjur Lungmennja jang dapat mengeluarkan listrik beberapa djuta T.K. Tuan-tuan lihatlah bagaimana hebatnja sumber tenaga alam Tiongkok! Kalau tenaga air di Yangtze dan Hwangho dapat dipergunakan dengan tjara jang paling modern untuk menghasilkan listrik, kira-kira seratus djuta T.K. dapat diperoleh. Karena satu T.K. sama dengan tenaga delapan orang kuat, djadi seratus djuta T.K. dapat disamakan dengan tenaga delapan ratus djuta orang. Orang bekerdja delapan djam sehari, menurut kebiasaan kebanjakan negeri-negeri; waktu bekerdja lebih pandjang, berbahaja bagi kesehatan kaum buruh dan mengurangkan tenaga produksi. Saja telah menguraikan sebab²nja dalam uraian saja jang belakangan. Tenaga manusia hanja dapat digunakan delapan djam sehari, tetapi tenaga listrik dapat digunakan terus-menerus, selama dua puluh empat djam. Ini berarti bahwa satu T.K. selama satu ham dan satu malam dapat menjelesaikan {{rule||width=4em|height=1px}}<noinclude>²)Horse Power = Tenaga Kuda</noinclude> 7br7eouop5667lx5vqwj8rpw9k39wfs 310829 310828 2026-08-10T15:42:12Z Ammachemist 27288 310829 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||348}}</noinclude>samping itu dapat d'adakan djalan air bagi perahu-perahu dan djung-djung, bukankah faedahnja djadi lipat ganda? Ada orang jang menaksir bahwa tenaga air dalam sungai-sungai deras ini dapat mengeluarkan listrik satu djuta T.K. Disungai-sungai Fo dan Hung di Kwangsi djuga banjak djeram jang dapat mengeluarkan tenaga listrik. Sungai Weng di Kwangtung-Utara dapat mengeluarkan tenaga listrik diantara dua puluh sampai seratus ribu T.K., menurut taksiran insinjur-insinjur. Djumlah ini dapat memenuhi kebutuhan kota Canton akan penerangan listrik, dapat memberi tiap pabrik tenaga listrik tjukup, bahkan dapat memberi listrik jang tjukup kepada djalan kereta api Canton-Hankow, menurut rentjana jang paling modern. Atau perhatikanlah kehebatan kekuatan air di Kuei Hsia sebelah udik sungai Yangtze. Orang jang sudah pernah menjelidiki sungai itu antara Ichang dan Wanshien, menaksir bahwa tenaga air jang ada disitu akan sanggup mengeluarkan listrik lebih dari tiga puluh djuta T. K. Tenaga jang sehebat itu lebih besar dari pada apa jang sekarang dapat diprodusir oleh negeri manapun djua. Tenaga ini bukan sadja dapat memberikan listrik kepada seluruh kereta-api, trem listrik dan pabrik-pabrik dalam negeri, tetapi djuga dapat dipergunakan untuk membuat pupuk jang dibutuhkan. Lihatlah pula sungai Hwangho dengan Air Mantjur Lungmennja jang dapat mengeluarkan listrik beberapa djuta T.K. Tuan-tuan lihatlah bagaimana hebatnja sumber tenaga alam Tiongkok! Kalau tenaga air di Yangtze dan Hwangho dapat dipergunakan dengan tjara jang paling modern untuk menghasilkan listrik, kira-kira seratus djuta T.K. dapat diperoleh. Karena satu T.K. sama dengan tenaga delapan orang kuat, djadi seratus djuta T.K. dapat disamakan dengan tenaga delapan ratus djuta orang. Orang bekerdja delapan djam sehari, menurut kebiasaan kebanjakan negeri-negeri; waktu bekerdja lebih pandjang, berbahaja bagi kesehatan kaum buruh dan mengurangkan tenaga produksi. Saja telah menguraikan sebab²nja dalam uraian saja jang belakangan. Tenaga manusia hanja dapat digunakan delapan djam sehari, tetapi tenaga listrik dapat digunakan terus-menerus, selama dua puluh empat djam. Ini berarti bahwa satu T.K. selama satu ham dan satu malam dapat menjelesaikan {{rule||width=4em|height=1px}}<noinclude>²)Horse Power = Tenaga Kuda</noinclude> cn8xwou65m55dpklaw3xi3aqih0edfm Halaman:San min chu i.pdf/118 104 111956 310824 2026-08-10T15:33:35Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '113 negara, dan orang-orang asing jang melihat ini, hendak datang ! serta mendirikan pemerintahan internasional di Tiongkok. Apakah sebabnja kita tak dapat memerintah Tiongkok sendiri? Apakah jang tampak oleh orang asing? Menurut pendapat saja sendiri: dapat atau tidaknja kita mengemudikan keluarga kita, tak tampak oleh orang asing; jang tampak oleh mereka hanja kekurangan-kekurangan kita dalam peradaban diri. Tiap-tiap perkataan dan sepak terd... 310824 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>113 negara, dan orang-orang asing jang melihat ini, hendak datang ! serta mendirikan pemerintahan internasional di Tiongkok. Apakah sebabnja kita tak dapat memerintah Tiongkok sendiri? Apakah jang tampak oleh orang asing? Menurut pendapat saja sendiri: dapat atau tidaknja kita mengemudikan keluarga kita, tak tampak oleh orang asing; jang tampak oleh mereka hanja kekurangan-kekurangan kita dalam peradaban diri. Tiap-tiap perkataan dan sepak terdjang orang Tionghoa memperlihatkan, bahwa ia tak mempunjai peradaban ; perkenalan jang sepintas lalu dengan rakjat Tiongkok sudah membuktikan. Kesan-kesan orang asing umumnja menjatakan, bahwa orang Tionghoa tak berpendidikan dan sangat biadab. Ketjuali, orang-orang jang telah pernah tinggal di Tiongkok selama 20 atau 30 tahun, atau ahli-ahli filsafat besar seperti Bertrand Russel jang mempunjai pendirian luas terhadap kehidupan; dan kalau ia datang di Tiongkok dengan sekedjap mata dapat melihat, bahwa peradaban Tiongkok lebih tinggi tingkatnja dari pada peradaban Eropah atau Amerika, serta ia memberikan penghor- matan jang sepantasnja kepada orang Tionghoa. Sebab-sebab kesan seburuk ini ialah karena orang Tionghoa hanja sedikit mentjurahkan perhatian terhadap peradaban diri. Kita tak akan membitjarakan penghinaan-penghinaan remeh itu, perkataan dan perbuatanperbuatan sehari-hari djustru dalam. Ketika orang Tionghoa mulai datang ke Amerika, mereka diperlakukan sebagai sesamanja dan tak diadakan perbedaan antara orang Amerika dan orang Tionghoa. Kemudian tempat-tempat penginapan besar serentak menolak tetamu-tetamu bangsa Tionghoa serta rumah-rumah makan besarpun tak mengizinkan mereka untuk makan disana. Hal ini disebabkan karena kekurangan peradaban orang-orang Tionghoa. Pernah saja bitjara dengan seorang nachoda bangsa Amerika. Ia mentjeritakan hal seorang menteri Tiongkok jang turut dalam suatu perdjalanan dengan dia dan menteri ini mempunjai kebiasaan untuk meniup hidungnja dan meludah dimana-mana. Sampai-sampai djuga keatas kain kursi jang bersih dan mahal itu. Sangat memalukan bukan! Saja tanjakan kepada nachoda itu, apakah kemudian jang diperbuatnja. Ia mendjawab: „Saja tak dapat berbuat apa2 hanjalah mengambil saputangan saja dan membersihkan kursi itu, tetapi hal ini tak menarik perhatiannja." Kelakuan demikian itu adalah biasa sadja pada orang-orang Tiong8 San Min Chu I<noinclude></noinclude> f57h0pd9gvl6gkkd6jwv7wgicaovk93 310826 310824 2026-08-10T15:38:57Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310826 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||113}}</noinclude>negara dan orang-orang asing jang melihat ini, hendak datang serta mendirikan pemerintahan internasional di Tiongkok. Apakah sebabnja kita tak dapat memerintah Tiongkok sendiri? Apakah jang tampak oleh orang asing? Menurut pendapat saja sendiri : dapat atau tidaknja kita mengemudikan keluarga kita, tak tampak oleh orang asing; jang tampak oleh mereka hanja kekurangan-kekurangan kita dalam peradaban diri. Tiap-tiap perkataan dan sepak terdjang orang Tionghoa memperlihatkan, bahwa ia tak mempunjai peradaban: perkenalan jang sepintas lalu dengan rakjat Tiongkok sudah membuktikan. Kesan-kesan orang asing umumnja menjatakan, bahwa orang Tionghoa tak berpendidikan dan sangat biadab. Ketjuali, orang-orang jang telah pernah tinggal di Tiongkok selama 20 atau 30 tahun, atau ahli-ahli filsafat besar seperti Bertrand Russel jang, mempunjai pendirian luas terhadap kehidupan: dan kalao ia datang di Tiongkok dengan sekedjap mata dapat melihat, bahwa peradaban Tiongkok lebih tinggi tingkatnja dari pada peradaban Eropah atau Amerika, serta ia memberikan penghormatan jang sepantasnja kepada orang Tionghoa. Sebab-sebab kesan seburuk ini ialah karena orang Tionghoa hanja sedikit mentjurahkan perhatian terhadap peradaban diri. Kita tak akan membitjarakan penghinaan-penghinaan remeh itu, perkataan dan perbuatan-perbuatan sehari-hari djustru dalam. Ketika orang Tionghoa mulai datang ke Amerika, mereka diperlakukan sebagai sesamanja dan tak diadakan perbedaan antara orang Amerika dan orang Tionghoa. Kemudian tempat-tempat penginapan besar serentak menolak tetamu-tetamu bangsa Tionghoa' serta rumah-rumah makan besarpun tak mengizinkan mereka untuk makan disana. Hal ini disebabkan karena kekurangan peradaban orang-orang Tionghoa. Pernah saja bitjara dengan seorang nachoda bangsa Amerika. Ia mentjeritakan hal seorang menteri Tiongkok jang turut dalam suatu perdjalanan dengan dia dan menteri ini mempunjai kebiasaan untuk meniup hidungnja dan meludah dimana-mana. Sampai-sampai djuga keatas kain kursi jang bersih dan mahal itu. Sangat memalukan bukan! Saja tanjakan kepada nachoda itu, apakah kemudian jang diperbuatnja. Ia mendjawab: „Saja tak dapat berbuat apa² hanjalah mengambil saputangan saja dan membersihkan kursi itu, tetapi hal ini tak menarik perhatiannja.” Kelakuan demikian itu adalah biasa sadja pada orang-orang {{hws|Tiong-|Tiong-hoa}}<noinclude>{{rh|{{smaller|San Min Chu I||8}}}}</noinclude> f7h7grke8ewrda5w69uz5cqugxb4x4a Halaman:San min chu i.pdf/119 104 111957 310827 2026-08-10T15:39:13Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '114 hoa, tetapi peristiwa itu memperlihatkan kekurangan mereka didalam peradaban perseorangan. Kong Hu Tju pernah mengatakan : „ Kalau tikar tak datar, djarganlah duduk" . Dengan djalan ini ia memperlihatkan minatnja terhadap peradaban perseorangan, sampai didalam perbedaan ketjil antara duduk dan berdiri. Murid-murid Kong Hu Tju dizaman Sung malahan lebih ber-hati2 dan teliti didalam ,,mengatur akal, membuat tudjuan djudjur dan membentuk pera... 310827 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>114 hoa, tetapi peristiwa itu memperlihatkan kekurangan mereka didalam peradaban perseorangan. Kong Hu Tju pernah mengatakan : „ Kalau tikar tak datar, djarganlah duduk" . Dengan djalan ini ia memperlihatkan minatnja terhadap peradaban perseorangan, sampai didalam perbedaan ketjil antara duduk dan berdiri. Murid-murid Kong Hu Tju dizaman Sung malahan lebih ber-hati2 dan teliti didalam ,,mengatur akal, membuat tudjuan djudjur dan membentuk peradaban perseorangan" , tetapi orarg Tionghoa modern hampir tidak menghiraukannja. Apa sebabnja rumah-rumah makan besar dinegara-negara asing tertutup bagi orang Tionghoa? Seseorang mentjeritakan tentang suatu peristiwa jang dapat didjelaskan. Tepat pada suatu waktu makan, laki-laki dan perempuan sedang makan dengan lezatnja. Tiba2 seorang Tionghoa jang ada disitu terkentut. Orang2 berpisahan karena merasa djidjik sedang jang empunja rumah makan mengusir orang Tionghoa itu. Sedjak itu tak ada seorang Tionghoapun lagi diizinkan makan disitu . Di Sjanghai pernah terdjadi bahwa seorang pedagang Tionghoa jang kaja mendjamu orang-orang asing dirumahr.ja. Ketika orang2 sedang makan, tiba2 ia terkentut sehingga muka tetamunja mendjadi merah padam karena perbuatannja itu. Ia tak berusaha menahan dirinja malahan ia lalu berdiri dan menepuk-nepuk pakaiannja sam- bil berkata dengan keras: „ Maafkan saja! " Kelakuan demikian sangat memalukan dan sangat mendjidjikkan, tetapi murid2 dan mahasiswa masih sering berbuat demikian dan mengubah sifat rendah itu sangat sukar. Ada jang mengatakan bahwa kebiasaan seperti itu baik untuk kesehatan. Kesehatan sematjam itu harus dibasmi. Marilah kita sekalian menjingkiri dengan tjepat kebiasaan jang buruk ini sebagai langkah pertama menudju keperadaban perseorangan . Kemudian satu kebiasaan lagi bagi bangsa Tionghoa untuk membiarkan kuku mendjadi pandjang, sampai 1 dim atau lebih dan tidak hendak berusaha membersihkannja. Hal2 remeh ini djuga dianggap sebagai suatu tanda peradaban. Djuga orang2 Perantjis membiarkan kukunja tumbuh tetapi hanja sampai sepersepuluh atau dua persepuluh dim sadja; mereka menganggap hal ini sebagai bukti bahwa mereka bukan pekerdja kasar. Boleh djadi orang2 Tionghoa berpendirian demikian djuga. Tetapi keberatan umum terhadap pekerdjaan kasar akar. mendjadi pertentangan langsung terhadap prinsip2 Kuo<noinclude></noinclude> dpva9whkid52j5j5qxcsol39grqt198 310832 310827 2026-08-10T15:44:35Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310832 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||114}}</noinclude>{{hwe|hoa|Tionghoa}}, tetapi peristiwa itu memperlihatkan kekurangan mereka didalam peradaban perseorangan. Kong Hu Tju pernah mengatakan : „Kalau tikar tak datar, djanganlah duduk". Dengan djalan ini ia memperlihatkan minatnja terhadap peradaban perseorangan, sampai didalam perbedaan ketjil antara duduk dan berdiri. Murid-murid Kong Hu Tju dizaman Sung malahan lebih ber-hati² dan teliti didalam „mengatur akal, membuat tudjuan djudjur dan membentuk peradaban perseorangan" , tetapi orarg Tionghoa modern hampir tidak menghiraukannja. Apa sebabnja rumah-rumah makan besar dinegara-negara asing tertutup bagi orang Tionghoa? Seseorang mentjeritakan tentang suatu peristiwa jang dapat didjelaskan. Tepat pada suatu waktu makan, laki-laki dan perempuan sedang makan dengan lezatnja. Tiba² seorang Tionghoa jang ada disitu terkentut. Orang² berpisahan karena merasa djidjik sedang jang empunja rumah makan mengusir orang Tionghoa itu. Sedjak itu tak ada seorang Tionghoapun lagi diizinkan makan disitu. Di Sjanghai pernah terdjadi bahwa seorang pedagang Tionghoa jang kaja mendjamu orang-orang asing dirumahnja. Ketika orang² sedang makan, tiba² ia terkentut sehingga muka tetamunja mendjadi merah padam karena perbuatannja itu. Ia tak berusaha menahan dirinja malahan ia lalu berdiri dan menepuk-nepuk pakaiannja sambil berkata dengan keras: „Maafkan saja!" Kelakuan demikian sangat memalukan dan sangat mendjidjikkan, tetapi murid² dan mahasiswa masih sering berbuat demikian dan mengubah sifat rendah itu sangat sukar. Ada jang mengatakan bahwa kebiasaan seperti itu baik untuk kesehatan. Kesehatan sematjam itu harus dibasmi. Marilah kita sekalian menjingkiri dengan tjepat kebiasaan jang buruk ini sebagai langkah pertama menudju keperadaban perseorangan. Kemudian satu kebiasaan lagi bagi bangsa Tionghoa untuk membiarkan kuku mendjadi pandjang, sampai 1 dim atau lebih dan tidak hendak berusaha membersihkannja. Hal² remeh ini djuga dianggap sebagai suatu tanda peradaban. Djuga orang² Perantjis membiarkan kukunja tumbuh tetapi hanja sampai sepersepuluh atau dua persepuluh dim sadja; mereka menganggap hal ini sebagai bukti bahwa mereka bukan pekerdja kasar. Boleh djadi orang² Tionghoa berpendirian demikian djuga. Tetapi keberatan umum terhadap pekerdjaan kasar akan mendjadi pertentangan langsung terhadap prinsip² {{hws|Kuo|Kuomintang}}<noinclude></noinclude> 2m136dxlgtdlka4w2cht9a91dnz1qpc Halaman:San min chu i.pdf/354 104 111958 310830 2026-08-10T15:42:24Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '349 pekerdjaan dua puluh empat orang. Kalau tenaga air Yangtze dan Hwangho dapat dipergunakan untuk mengeluarkan tenaga listrik sebanjak seratus djuta T.K. sama artinja kita dapat menggunakan tenaga kerdja dua puluh empat ratus djuta orang. Kalau ini telah mendjadi kenjataan, kita akan mempunjai tenaga listrik tjukup untuk keperluan kereta api, auto, pabrik pupuk tanah dan segala matjam pabrik lainnja. Han Yü dari dinasti Tang berkata: „Satu ke... 310830 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>349 pekerdjaan dua puluh empat orang. Kalau tenaga air Yangtze dan Hwangho dapat dipergunakan untuk mengeluarkan tenaga listrik sebanjak seratus djuta T.K. sama artinja kita dapat menggunakan tenaga kerdja dua puluh empat ratus djuta orang. Kalau ini telah mendjadi kenjataan, kita akan mempunjai tenaga listrik tjukup untuk keperluan kereta api, auto, pabrik pupuk tanah dan segala matjam pabrik lainnja. Han Yü dari dinasti Tang berkata: „Satu keluarga membuat perkakas. enam keluarga menggunakannja " . Berapa banjaknja dari empat ratus djuta rakjat kita jang sesungguhnja bekerdja ? Anak-anak ketjil dan orang-orang tua tentu tak dapat bekerdja. Djuga banjak orang jang masih kuat, seperti tuan2 tanah jang hanja menerima sewa tanah mengandelkan pekerdjaan orang lain. Sedjumlah besar rakjat Tionghoa tidak bekerdja ; mereka turut mengambil bagian, tetapi tak mentjiptakan kekajaan, Dan sebagai akibatnja, Tiongkok makin lama makin djadi miskin. Kalau kita dapat menggunakan tenaga sungai Yangtze dan Hwangho untuk mengeluarkan tenaga seratus djuta T.K. atau dua puluh empat ratus djuta tenaga manusia, dan menggunakan tenaga listrik ini bagi kepentingan kita, tentu Tiongkok dapat mengeluarkan hasil banjak sekali dan dapat merubah kemiskinannja djadi kekajaan. Demikianlah dalam hal produksi jang dapat dihasilkan pertanian ; kalau hasil tenaga manusia bisa diperbaiki dengan mempergunakan mesin, lebih-lebih kalau tenaga listrik dapat digunakan untuk membuat pupuk, tentu kita dapat dengan tjara besar-besaran menambah hasil produksi sawah-sawah dan kebun-kebun kita. Tjara ketiga untuk menambah produksi ialah penanaman bergantiganti. Ini berarti, menanam bermatjam-matjam bibit ditanah itu djuga, berganti-ganti menurut keadaan tahun. Umpamanja, bibit Kwangtung dapat ditanam tahun ini; bibit Hunan tahun lain dan bibit Szechwan ditahun jang lain lagi. Apakah faedahnja menanam berganti-gantian itu ? Itu berarti perubahan dan istirahat bagi berbagai-bagai tanah dan membawa hasil produksi. Kalau bibit djatuh ditanah baru dan tumbuh dalam hawa segar, tanaman itu akan lebih kuat dan hasil jang diperoleh akan lebih banjak. Djadi penggantian tanaman menambah hasil produksi. Tjara keempat ialah pembasmian perusak tanaman. Disawah dan diladang terdapat tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang jang<noinclude></noinclude> 3t3xly0c6stciij59s7h21zm7at5z8i 310997 310830 2026-08-10T23:55:41Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310997 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||349}}</noinclude>pekerdjaan dua puluh empat orang. Kalau tenaga air Yangtze dan Hwangho dapat dipergunakan untuk mengeluarkan tenaga listrik sebanjak seratus djuta T.K. sama artinja kita dapat menggunakan tenaga kerdja dua puluh empat ratus djuta orang. Kalau ini telah mendjadi kenjataan, kita akan mempunjai tenaga listrik tjukup untuk keperluan kereta api, auto, pabrik pupuk tanah dan segala matjam pabrik lainnja. Han Yü dari dinasti Tang berkata: „Satu keluarga membuat perkakas. enam keluarga menggunakannja ". Berapa banjaknja dari empat ratus djuta rakjat kita jang sesungguhnja bekerdja? Anak-anak ketjil dan orang-orang tua tentu tak dapat bekerdja. Djuga banjak orang jang masih kuat, seperti tuan² tanah jang hanja menerima sewa tanah mengandelkan pekerdjaan orang lain. Sedjumlah besar rakjat Tionghoa tidak bekerdja; mereka turut mengambil bagian, tetapi tak mentjiptakan kekajaan, Dan sebagai akibatnja, Tiongkok makin lama makin djadi miskin. Kalau kita dapat menggunakan tenaga sungai Yangtze dan Hwangho untuk mengeluarkan tenaga seratus djuta T.K. atau dua puluh empat ratus djuta tenaga manusia, dan menggunakan tenaga listrik ini bagi kepentingan kita, tentu Tiongkok dapat mengeluarkan hasil banjak sekali dan dapat merubah kemiskinannja djadi kekajaan. Demikianlah dalam hal produksi jang dapat dihasilkan pertanian; kalau hasil tenaga manusia bisa diperbaiki dengan mempergunakan mesin, lebih-lebih kalau tenaga listrik dapat digunakan untuk membuat pupuk, tentu kita dapat dengan tjara besar-besaran menambah hasil produksi sawah-sawah dan kebun-kebun kita. Tjara ketiga untuk menambah produksi ialah penanaman bergantiganti. Ini berarti, menanam bermatjam-matjam bibit ditanah itu djuga, berganti-ganti menurut keadaan tahun. Umpamanja, bibit Kwangtung dapat ditanam tahun ini; bibit Hunan tahun lain dan bibit Szechwan ditahun jang lain lagi. Apakah faedahnja menanam berganti-gantian itu? Itu berarti perubahan dan istirahat bagi berbagai-bagai tanah dan membawa hasil produksi. Kalau bibit djatuh ditanah baru dan tumbuh dalam hawa segar, tanaman itu akan lebih kuat dan hasil jang diperoleh akan lebih banjak. Djadi penggantian tanaman menambah hasil produksi. Tjara keempat ialah pembasmian perusak tanaman. Disawah dan diladang terdapat tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang jang<noinclude></noinclude> 6ow2y4vdjwdokqv340hdydp8i7gs5r3 Halaman:San min chu i.pdf/355 104 111959 310831 2026-08-10T15:42:32Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '350 membahajakan tanaman. Seperti waktu padi tumbuh disawah, banjak djuga turut tumbuh segala matjam pasilan dan rumputrumput jang menghalangi tumbuhnja padi serta mengisap segala matjam pupuk dari tanaman. Matjam tanaman seperti ini berbahaja sekali buat tanaman padi. Petani harus mendjalankan asas-asas ilmu dan beladjar bagaimana tjara memberantas semak dan rumput jang berbahaja, supaja tanaman djangan dirusakkan. Sementara itu ia harus ment... 310831 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>350 membahajakan tanaman. Seperti waktu padi tumbuh disawah, banjak djuga turut tumbuh segala matjam pasilan dan rumputrumput jang menghalangi tumbuhnja padi serta mengisap segala matjam pupuk dari tanaman. Matjam tanaman seperti ini berbahaja sekali buat tanaman padi. Petani harus mendjalankan asas-asas ilmu dan beladjar bagaimana tjara memberantas semak dan rumput jang berbahaja, supaja tanaman djangan dirusakkan. Sementara itu ia harus mentjari djalan untuk menambah hasil sawah atau ladang. Binatang apakah jang berbahaja bagi tanaman ? Banjak sekali djenisnja. Jang terkenal ialah belalang. Kalau belalang atau serangga lainnja jang berbahaja menjerang tanam-tanaman jang akan berbuah, tanaman itu digigit dan dirusaknja sampai tak djadi panen. Pohon litchi di Kwangtung tahun ini, sedang akan berbuah, tiba-tiba diserang oleh ulat bulu jang memakan kembang-kembang litchi itu. Sebagai akibatnja, hasil litchi tahun ini amat sedikit. Banjak serangga-serangga lain jang berbahaja; negara harus menggunakan spesialis-spesialis untuk menjelidiki binatang-binatang itu dengan teliti serta mentjari daja-upaja untuk membasminja. Di Amerika Serikat sekarang soal-soal itu diperhatikan benar dan banjak uang dikeluarkan tiap tahun untuk mempeladjari tjara-tjara membasmi hama tanaman. Akibatnja, hasil pertanian menundjukkan kenaikan beratus-ratus djuta tiap tahun. Meskipun laboratorium penjelidikan serangga didirikan di Nanking sebagai usaha pembasmian perusak tanaman, tetapi daerah usahanja amat berwatas, dan pekerdjaannja tak effektif. Kita harus menggunakan kekuatan negara dan meniru tjara Amerika Serikat dalam soal pembasmian serangga-serangga berbahaja, maka penjakit tanaman akan berkurang dan produksi akan bertambah . Tjara kelima untuk penambahan hasil produksi ialah dengan manifaktur. Kalau makanan hendak disimpan lama dan hendak diki- rim kesatu tempat djauh, makanan itu harus dapat tahan lama dalam tempat penjimpanan baik. Dinegeri kita tjara jang umum untuk menjimpan barang makanan tahan lama ialah mengeringkan dan mengasingkannja; kita punja sajur kering, ikan kering, daging kering, sajur asin, ikan asin, daging asin dsb.nja. Belum lama berselang di Barat didapat orang tjara baru : mula-mula barang ma- kanan dimasak semasak-masaknja dengan digodok atau digoreng, kemudian ditaruh dalam kaleng dan kaleng itu ditutup rapat-rapat.<noinclude></noinclude> inxdcgf55wluwhui3nradvjf7xh3jq1 311002 310831 2026-08-10T23:58:49Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311002 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||350}}</noinclude>membahajakan tanaman. Seperti waktu padi tumbuh disawah banjak djuga turut tumbuh segala matjam pasilan dan rumput- rumput jang menghalangi tumbuhnja padi serta mengisap segala matjam pupuk dari tanaman. Matjam tanaman seperti ini berbahaja sekali buat tanaman padi. Petani harus mendjalankan asas-asas ilmu dan beladjar bagaimana tjara memberantas semak dan rumput jang berbahaja, supaja tanaman djangan dirusakkan. Sementara itu ia harus mentjari djalan untuk menambah hasil sawah atau ladang. Binatang apakah jang berbahaja bagi tanaman? Banjak sekali djenisnja. Jang terkenal ialah belalang. Kalau belalang atau serangga lainnja jang berbahaja menjerang tanam-tanaman jang akan berbuah, tanaman itu digigit dan dirusaknja sampai tak djadi panen. Pohon litchi di Kwangtung tahun ini, sedang akan berbuah, tiba-tiba diserang oleh ulat bulu jang memakan kembang-kembang litchi itu. Sebagai akibatnja, hasil litchi tahun ini amat sedikit. Banjak serangga-serangga lain jang berbahaja; negara harus menggunakan spesialis-spesialis untuk menjelidiki binatang-binatang itu dengan teliti serta mentjari daja-upaja untuk membasminja. Di Amerika Serikat sekarang soal-soal itu diperhatikan benar dan banjak uang dikeluarkan tiap tahun untuk mempeladjari tjara-tjara membasmi hama tanaman. Akibatnja, hasil pertanian menundjukkan kenaikan beratus-ratus djuta tiap tahun. Meskipun laboratorium penjelidikan serangga didirikan di Nanking sebagai usaha pembasmian perusak tanaman, tetapi daerah usahanja amat berwatas, dan pekerd jaannja tak effektif. Kita harus menggunakan kekuatan negara dan meniru tjara Amerika Serikat dalam soal pembasmian serangga-serangga berbahaja, maka penjakit tanaman akan berkurang dan produksi akan bertambah. Tjara kelima untuk penambahan hasil produksi ialah dengan manifaktur. Kalau makanan hendak disimpan lama dan hendak dikirim kesatu tempat djauh, makanan itu harus dapat tahan lama dalam tempat penjimpanan baik. Dinegeri kita tjara jang umum untuk menjimpan barang makanan tahan lama ialah mengeringkan dan mengasingkannja; kita punja sajur kering, ikan kering, daging kering, sajur asin, ikan asin, daging asin dsb.nja. Belum lama berselang di Barat didapat orang tjara baru: mula-mula barang makanan dimasak semasak-masaknja dengan digodok atau digoreng, kemudian ditaruh dalam kaleng dan kaleng itu ditutup rapat-rapat.<noinclude></noinclude> g696u2sk7cpx7gdxi3ftmlxzcb5nnna Halaman:San min chu i.pdf/120 104 111960 310833 2026-08-10T15:45:17Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{hwe|mintang|Kuomintang}}, jang sangat menghormati pekerdjaan. Disamping semua ini, bangsa Tionghoa mempunjai gigi jang kuning atau hitam karena tak pernah dibersihkan suatu tanda tjatjat besar lagi didalam pemeliharaan diri. Kebiasaan² jang buruk ini semuanja dapat dibasmi dengan mudah, ialah dengan djalan mengingat tiap2 hari akan peradaban perse- orangan. Sajang seakan-akan tak ada seorang Tionghoapun jang mau memperhatikan hal2 jang ketjil... 310833 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" />{{rh||115}}</noinclude>{{hwe|mintang|Kuomintang}}, jang sangat menghormati pekerdjaan. Disamping semua ini, bangsa Tionghoa mempunjai gigi jang kuning atau hitam karena tak pernah dibersihkan suatu tanda tjatjat besar lagi didalam pemeliharaan diri. Kebiasaan² jang buruk ini semuanja dapat dibasmi dengan mudah, ialah dengan djalan mengingat tiap2 hari akan peradaban perse- orangan. Sajang seakan-akan tak ada seorang Tionghoapun jang mau memperhatikan hal2 jang ketjil ini. Sebagai akibatnja, walau sekalipun kita mempunjai kepardaian didalam ..membentuk peradab- an perseorangan, mengatur djiwa mengemudikan keluarga, me- merintah negara dan mendamaikan dunia", kalau orang2 bergaul dengan kita segera mereka menjatakan bahwa kita tak berbudi pekerti dan mereka tak akan sudi mempeladjari filsafat kita dengan sungguh-sungguh. Dengan mengetjualikan seorang ahli filsafat seperti Russel, maka tak ada seorang asing jang dapat mengerti peradaban Tiongkok de- ngan melihatnja sepintas lalu sadja: hanja mereka jang telah tinggal disini sekurang-kurangnja sepuluh tahun atau lebih, dapat meng- hargai kebudajaan Tiongkok jang telah berabad-abad umurnja itu.. Kalau tiap2 orang hendak melakukan usaha jang teratur untuk mem- peroleh peradaban perseorangan ..djanganlah mempertontonkan perangai kita" jang meminta perhatian djuga terhadap soal jang remeh. Baik jang mengenai kelakuan, maupun kalau kita bertemu dengan orang asing, djanganlah sekali-kali melangkahi kemerdeka- an mereka. Dengan sendirinja orang2 asing itu akan menghormati orang Tionghoa. Inilah sebabnja saja sekarang membitjarakan ..peradaban perseorangan" itu. Kamu sekalian pemuda-pemuda tentu harus mempeladjari kebuda- jaan modern dari orang2 asing, tetapi jang utama dibentuk dirimu sendiri, barulah kamu dapat berbitjara atau membanggakan diri dengan mengemudikan keluarga dan memerintah negara". Dinega- ra manapun djuga pemerintahan madju, hanja di Tiongkok jang mundur. Apa sebab2nja? Karena kita berada dibawah tekanan po- litik dan ekonomi bangsa asing. Ini benar. tetapi kalau kita menje- lidiki sebab jang utama, kita mendjumpai bahwa kemunduran ini disebabkan kegagalan Tiongkok djuga didalam membentuk peradab- an perseorangan. Kita seakan-akan lupa bahwa nenek mojang kita. memperhubungkan peradaban perseorangan itu dengan ..mengatur Digized by Google<noinclude></noinclude> h0wwhzj05rp0iygf0lqmj5eciifjadd 310836 310833 2026-08-10T15:50:27Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310836 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||115}}</noinclude>{{hwe|mintang|Kuomintang}}, jang sangat menghormati pekerdjaan. Disamping semua ini, bangsa Tionghoa mempunjai gigi jang kuning atau hitam karena tak pernah dibersihkan : suatu tanda tjatjat besar lagi didalam pemeliharaan diri. Kebiasaan² jang buruk ini semuanja dapat dibasmi dengan mudah, ialah dengan djalan mengingat tiap² hari akan peradaban perseorangan. Sajang seakan-akan tak ada seorang Tionghoapun jang mau memperhatikan hal² jang ketjil ini. Sebagai akibatnja, walau sekalipun kita mempunjai kepandaian didalam „membentuk peradaban perseorangan, mengatur djiwa mengemudikan keluarga, memerintah negara dan mendamaikan dunia”, kalau orang² bergaul dengan kita segera mereka menjatakan bahwa kita tak berbudi pekerti dan mereka tak akan sudi mempeladjari filsafat kita dengan sungguh-sungguh. Dengan mengetjualikan seorang ahli filsafat seperti Russel, maka tak ada seorang asing jang dapat mengerti peradaban Tiongkok dengan melihatnja sepintas lalu sadja: hanja mereka jang telah tinggal disini sekurang-kurangnja sepuluh tahun atau lebih, dapat menghargai kebudajaan Tiongkok jang telah berabad-abad umurnja itu. Kalau tiap² orang hendak melakukan usaha jang teratur untuk memperoleh peradaban perseorangan „djanganlah mempertontonkan perangai kita” jang meminta perhatian djuga terhadap soal² jang remeh. Baik jang mengenai kelakuan, maupun kalau kita bertemu dengan orang asing, djanganlah sekali-kali melangkahi kemerdekaan mereka. Dengan sendirinja orang² asing itu akan menghormati orang Tionghoa. Inilah sebabnja saja sekarang membitjarakan „peradaban perseorangan” itu. Kamu sekalian pemuda-pemuda tentu harus mempeladjari kebudajaan modern dari orang² asing, tetapi jang utama dibentuk dirimu sendiri, barulah kamu dapat berbitjara atau membanggakan diri dengan „mengemudikan keluarga dan memerintah negara”. Dinegara manapun djuga pemerintahan madju, hanja di Tiongkok jang mundur. Apa sebab²nja? Karena kita berada dibawah tekanan politik dan ekonomi bangsa² asing. Ini benar. tetapi kalau kita menjelidiki sebab² jang utama, kita mendjumpai bahwa kemunduran ini disebabkan kegagalan Tiongkok djuga didalam membentuk peradaban perseorangan. Kita seakan-akan lupa bahwa nenek mojang kita. memperhubungkan peradaban perseorangan itu dengan „mengatur<noinclude></noinclude> lofel4b8jcwb4jzrasv1z70mj4qvnpl Halaman:San min chu i.pdf/121 104 111961 310837 2026-08-10T15:51:04Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '116 djiwa, membuat tudjuan djudjur, memperluas ilmu pengetahuan dan menjelidiki batin." Sangatlah dalam arti adjaran ini dan alangkah luasnja pula filsafat- nja. Inilah jang dinamakan adjaran Tiongkok kuno. Kalau sekarang kita ingin mengemudikan keluarga kita dan memerintah negara kita dan tak mau dibawah pengawasan internasional, harus kita mulai dengan peradaban perseorangan, kita harus menghidupkan kembali adjaran dan filsafat kuno Tiongkok j... 310837 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>116 djiwa, membuat tudjuan djudjur, memperluas ilmu pengetahuan dan menjelidiki batin." Sangatlah dalam arti adjaran ini dan alangkah luasnja pula filsafat- nja. Inilah jang dinamakan adjaran Tiongkok kuno. Kalau sekarang kita ingin mengemudikan keluarga kita dan memerintah negara kita dan tak mau dibawah pengawasan internasional, harus kita mulai dengan peradaban perseorangan, kita harus menghidupkan kembali adjaran dan filsafat kuno Tiongkok jang luas itu, sesudah itu ba- rulah meniupkan kembali semangat serta memperbaiki kedudukan bangsa Tionghoa. Disamping adjaran kita jang kuno ada pula kekuatan2 kuno. Kalau orang2 Tionghoa sekarang melihat perkembangan teknik orang asing dan kemadjuan pesat dari ilmu pengetahuan modern mereka. tentu mengira bahwa ketjakapan kita tak menandingi ketjakapan mereka. Telah lupakah kita akan keahlian kita pada ribuan tahun jang lalu? Dizaman purbakala orang Tionghoa djauh lebih tinggi peradabannja dari pada orang2 asing. Beberapa matjam perkakas jang paling berharga dinegeri Barat sekarang adalah tjiptaan Ti- ongkok kuno. Lihatlah kepada kompas misalnja jang sangat diper- lukan dalam pelajaran dizaman sekarang; kalau diselidiki ternjata bahwa perkakas ini adalah pendapat orang Tionghoa pada beribu- ribu tahun jang lalu. Orang2 Tionghoa tak dapat membuat perka- kas ini kalau tak.mempunjai suatu ketjakapan, dan karena orang2 asing mempergunakan perkakas ini jang tadinja telah dipergunakan oleh orang Tionghoa dalam zaman purbakala, menjatakan bahwa ketjakapan orang Tionghoa itu telah tinggi sekali. Ada perkakas lain jang djuga mengambil tempat penting dalam per- adaban, jaitu alat pentjetak. Mesin pertjetakan jang modern dine- geri Barat telah diperbaiki dan diperlengkapi, dapat mengeluarkan berpuluh-puluh ribu surat kabar sedjam, tetapi asalnja mesin per- tjetakan itu adalah di Tiongkok. Perhatikan pulalah barang-barang jang terbuat dari tanah liat, jang saban hari dipergunakan manusia diseluruh dunia. Barang-barang inipun pendapatan dan barang isti- mewa dari Tiongkok: orang2 asing berkali-kali mentjoba meniru keahlian membuat barang ini, tetapi hingga sekarang tak ada jang dapat menandingi kehalusan dan ketjantikan buatan barang-barang porselin Tiongkok. Digitized by Google<noinclude></noinclude> a78a79qlsat46fredcp80v5te2fo3mr 310987 310837 2026-08-10T23:47:35Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310987 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||116}}</noinclude>djiwa, membuat tudjuan djudjur, memperluas ilmu pengetahuan dan menjelidiki batin." Sangatlah dalam arti adjaran ini dan alangkah luasnja pula filsafatnja. Inilah jang dinamakan adjaran Tiongkok kuno. Kalau sekarang kita ingin mengemudikan keluarga kita dan memerintah negara kita dan tak mau dibawah pengawasan internasional, harus kita mulai dengan peradaban perseorangan, kita harus menghidupkan kembali adjaran dan filsafat kuno Tiongkok jang luas itu, sesudah itu barulah meniupkan kembali semangat serta memperbaiki kedudukan bangsa Tionghoa. Disamping adjaran kita jang kuno ada pula kekuatan² kuno. Kalau orang² Tionghoa sekarang melihat perkembangan teknik orang asing dan kemadjuan pesat dari ilmu pengetahuan modern mereka. tentu mengira bahwa ketjakapan kita tak menandingi ketjakapan mereka. Telah lupakah kita akan keahlian kita pada ribuan tahun jang lalu? Dizaman purbakala orang Tionghoa djauh lebih tinggi peradabannja dari pada orang² asing. Beberapa matjam perkakas jang paling berharga dinegeri Barat sekarang adalah tjiptaan Tiongkok kuno. Lihatlah kepada kompas misalnja jang sangat diperlukan dalam pelajaran dizaman sekarang; kalau diselidiki ternjata bahwa perkakas ini adalah pendapat orang Tionghoa pada beribu-ribu tahun jang lalu. Orang² Tionghoa tak dapat membuat perkakas ini kalau tak.mempunjai ²suatu ketjakapan, dan karena orang² asing mempergunakan perkakas ini jang tadinja telah dipergunakan oleh orang Tionghoa dalam zaman purbakala, menjatakan bahwa ketjakapan orang Tionghoa itu telah tinggi sekali. Ada perkakas lain jang djuga mengambil tempat penting dalam peradaban, jaitu alat pentjetak. Mesin pertjetakan jang modern dinegeri Barat telah diperbaiki dan diperlengkapi, dapat mengeluarkan berpuluh-puluh ribu surat kabar sedjam, tetapi asalnja mesin pertjetakan itu adalah di Tiongkok. Perhatikan pulalah barang-barang jang terbuat dari tanah liat, jang saban hari dipergunakan manusia diseluruh dunia. Barang-barang inipun pendapatan dan barang istimewa dari Tiongkok: orang2 asing berkali-kali mentjoba meniru keahlian membuat barang ini, tetapi hingga sekarang tak ada jang dapat menandingi kehalusan dan ketjantikan buatan barang-barang porselin Tiongkok.<noinclude></noinclude> 6kida46ba515wn0c1bh291s9xrpv4hg Halaman:San min chu i.pdf/272 104 111962 310839 2026-08-10T16:00:12Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '267 merintah jang teguh kuat dan bertenaga tinggi, sebagai pengganti pemerintah tua dan lemah, bukanlah suatu hal jang mudah. Tiongkok dengan djumlah rakjatnja 400 djuta djiwa merupakan suatu negara jang terbesar djumlah penduduknja ; daerahnja sangat luas dan bahan-bahan jang terdapat disana berlebih-lebihan banjaknja, malahan melampaui Amerika Serikat. Pada waktu ini Amerika Serikat adalah sebuah negara jang terkuat dan terkaja didunia ini d... 310839 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>267 merintah jang teguh kuat dan bertenaga tinggi, sebagai pengganti pemerintah tua dan lemah, bukanlah suatu hal jang mudah. Tiongkok dengan djumlah rakjatnja 400 djuta djiwa merupakan suatu negara jang terbesar djumlah penduduknja ; daerahnja sangat luas dan bahan-bahan jang terdapat disana berlebih-lebihan banjaknja, malahan melampaui Amerika Serikat. Pada waktu ini Amerika Serikat adalah sebuah negara jang terkuat dan terkaja didunia ini dan tak ada satu negarapun jang dapat menandinginja. Kalau sumber-sumber alam kita, kita bandingkan dengan jang ada di Amerika Serikat, Tiongkok adalah laksana hendak melampaui Amerika Serikat, tetapi apa kenjataannja ? Hal seperti ini tidak hanja tidak masuk diakal sadja, tetapi kedua negara-negara itu malah tidak dapat disebut dalam satu pokok perbandingan perbintjangan, hingga mungkin menggelikan orang-orang jang mendengarkannja. Sebabnja ialah karena orang-orang Tionghoa mempunjai sifat-sifat jang diperlukan, tetapi kekurangan tenaga usaha manusia untuk mentjiptakannja. Kita belum pernah mengalami atau mempunjai suatu pemerintahan jang benar-benar baik. Tetapi, kalau kita tambahkan tenaga usaha manusia pada sumber alam kita, dibangunkan suatu pemerintahan jang kuat dan sempurna jang akan memperlihatkan tenaga jang besar keluar, barulah pada saat itu Tiongkok segera dapat dikatakan mulai sedjadjar djalannja dengan Amerika Serikat. Sesudah Tiongkok berhasil membentuk pemerintah jang kuat, kita tidak boleh takut, seperti jang dialami rakjat Barat, bahwa pemerintah akan mendjadi terlalu kuat dan terlepas dari pengawasan rakjat kita. Karena dalam rantjangan membangunkan negara kem- bali, didalamnja sudah termasuk pembagian kekuasaan politik seluruh negara dalam dua bagian. Kekuasaan politik akan diserahkan kedalam tangan rakjat jang akan mempunjai kedaulatan penuh serta sanggup mengawasi dengan langsung soal-soal negara; kekuasaan politik ialah kedaulatan rakjat. Kekuasaan jang kedua ialah pemerintah dan kita akan meletakkan kekuasaan ini seluruhnja dalam badan-badan pemerintah jang akan merupakan suatu kekuatan jang akan mengatur segala urusan bangsa, kekuasaan politik sematjam ini ialah kekuasaan pemerintah. Kalau rakjat mempunjai kedaulatan penuh, sedangkan tjara-tjara mendjalankan pengawasan rakjat atas pemerintah sudah sempurna, tentu kita tidak perlu takut<noinclude></noinclude> h1kkwesb92ptaz9ealyo9pbbs2b4fyx 310841 310839 2026-08-10T16:03:37Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310841 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||267|}}</noinclude>{{hwe|merintah|pemerintah}} jang teguh kuat dan bertenaga tinggi, sebagai pengganti pemerintah tua dan lemah, bukanlah suatu hal jang mudah. Tiongkok dengan djumlah rakjatnja 400 djuta djiwa merupakan suatu negara jang terbesar djumlah penduduknja ; daerahnja sangat luas dan bahan-bahan jang terdapat disana berlebih-lebihan banjaknja, malahan melampaui Amerika Serikat. Pada waktu ini Amerika Serikat adalah sebuah negara jang terkuat dan terkaja didunia ini dan tak ada satu negarapun jang dapat menandinginja. Kalau sumber-sumber alam kita, kita bandingkan dengan jang ada di Amerika Serikat, Tiongkok adalah laksana hendak melampaui Amerika Serikat, tetapi apa kenjataannja ? Hal seperti ini tidak hanja tidak masuk diakal sadja, tetapi kedua negara-negara itu malah tidak dapat disebut dalam satu pokok perbandingan perbintjangan, hingga mungkin menggelikan orang-orang jang mendengarkannja. Sebabnja ialah karena orang-orang Tionghoa mempunjai sifat-sifat jang diperlukan, tetapi kekurangan tenaga usaha manusia untuk mentjiptakannja. Kita belum pernah mengalami atau mempunjai suatu pemerintahan jang benar-benar baik. Tetapi, kalau kita tambahkan tenaga usaha manusia pada sumber alam kita, dibangunkan suatu pemerintahan jang kuat dan sempurna jang akan memperlihatkan tenaga jang besar keluar, barulah pada saat itu Tiongkok segera dapat dikatakan mulai sedjadjar djalannja dengan Amerika Serikat. Sesudah Tiongkok berhasil membentuk pemerintah jang kuat, kita tidak boleh takut, seperti jang dialami rakjat Barat, bahwa pemerintah akan mendjadi terlalu kuat dan terlepas dari pengawasan rakjat kita. Karena dalam rantjangan membangunkan negara kembali, didalamnja sudah termasuk pembagian kekuasaan politik seluruh negara dalam dua bagian. Kekuasaan politik akan diserahkan kedalam tangan rakjat jang akan mempunjai kedaulatan penuh serta sanggup mengawasi dengan langsung soal-soal negara; kekuasaan politik ialah kedaulatan rakjat. Kekuasaan jang kedua ialah pemerintah dan kita akan meletakkan kekuasaan ini seluruhnja dalam badan-badan pemerintah jang akan merupakan suatu kekuatan jang akan mengatur segala urusan bangsa, kekuasaan politik sematjam ini ialah kekuasaan pemerintah. Kalau rakjat mempunjai kedaulatan penuh, sedangkan tjara-tjara mendjalankan pengawasan rakjat atas pemerintah sudah sempurna, tentu kita tidak perlu takut<noinclude></noinclude> t0cmwj3p5vby6wec4bd09g4hm62b35b Halaman:San min chu i.pdf/273 104 111963 310840 2026-08-10T16:00:24Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '268 lagi bahwa kekuasaan pumerintah akan mendjadi terlalu kuat, sehingga tidak dapat diawasi. Dahulu orang-orang Barat tidak berani membuat mesin-mesin dengan T.K. lebih dari 100.000, karena mesin-mesin itu belum sempurna dibuat serta tjara-tjara pengawasan belum lengkap, hingga mereka takut akan tenaga mesin-mesin itu, sedangkan mereka tidak mau bertanggung djawab akan terlindas olehnja. Tetapi sekarang perbaikan-perbaikan jang menakdjubkan te... 310840 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>268 lagi bahwa kekuasaan pumerintah akan mendjadi terlalu kuat, sehingga tidak dapat diawasi. Dahulu orang-orang Barat tidak berani membuat mesin-mesin dengan T.K. lebih dari 100.000, karena mesin-mesin itu belum sempurna dibuat serta tjara-tjara pengawasan belum lengkap, hingga mereka takut akan tenaga mesin-mesin itu, sedangkan mereka tidak mau bertanggung djawab akan terlindas olehnja. Tetapi sekarang perbaikan-perbaikan jang menakdjubkan telah diadakan dalam pembuatan mesin, hingga konstruksi mesin-mesin itu sangat baik, sedangkan pengawasan atas mesin-mesin itu tidak membahajakan djiwa lagi. Itulah sebabnja orang-orang Barat sekarang berani membuat mesin-mesin dengan T.K. jang sangat tinggi. Kalau kita ingin membentuk suatu mesin politik jang sudah banjak diperbaiki, kita harus mengikuti garisgaris jang sama; kita harus mempunjai suatu badan pemerintah jang kuat dan sempurna, disamping itu kita harus mewudjudkan suatu tjara lengkap untuk mendjalankan atau melakukan pengawasan rakjat atas pemerintah. Pemerintah Barat tidak mempunjai pengawasan jang lengkap dan efektif untuk keperluan ini, sebab itu mereka lambat madjunja. Djanganlah kita sekali-kali mengikuti djedjak mereka ini ! Marilah kita menginsjafkan rakjat bahwa mereka harus pandai memperbedakan kedaulatan dengan ketjakapan. Marilah pula kita membagi kekuasaan politik seluruh negara dalam dua bagian : pertama kekuasaan pemerintah dan kedua kekuasaan rakjat. Dengan pembagian sematjam itu, pemerintah akan merupakan suatu mesin sedangkan rakjat insinjurnja. Sikap rakjat terhadap pemerintah mereka akan menjerupai sikap seorang insinjur terhadap mesinnja. Kemadjuan jang diperdapat dalam konstruksi mesin demikian rupa, hingga tidak hanja orang dewasa dengan pengetahuan teknik sadja dapat mengawasinja, malahan djuga anak-anakpun sanggup melakukan pekerdjaan itu. Ambillah umpamanja kekuatan listrik sebagai lampu penerangan jang sekarang dipakai dimana-mana. Ketika tenaga listrik pertama kali ditemukan, listrik ini dianggap sangat berbahaja ; lalu disamakan dengan kilat, hingga dengan tidak ada tjara-tjara pengawasan jang baik dapat mengakibatkan kematian orang. Tak terhitung banjaknja korban-korban dikalangan ahliahli ilmu fisik jang pertama kali mempeladjari dan menjelidiki<noinclude></noinclude> 1sjx0pm6toiq72qmetdix6gzp2dvosq 310842 310840 2026-08-10T16:06:58Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310842 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||268|}}</noinclude>lagi bahwa kekuasaan pumerintah akan mendjadi terlalu kuat, sehingga tidak dapat diawasi. Dahulu orang-orang Barat tidak berani membuat mesin-mesin dengan T.K. lebih dari 100.000, karena mesin-mesin itu belum sempurna dibuat serta tjara-tjara pengawasan belum lengkap, hingga mereka takut akan tenaga mesin-mesin itu, sedangkan mereka tidak mau bertanggung djawab akan terlindas olehnja. Tetapi sekarang perbaikan-perbaikan jang menakdjubkan telah diadakan dalam pembuatan mesin, hingga konstruksi mesin-mesin itu sangat baik, sedangkan pengawasan atas mesin-mesin itu tidak membahajakan djiwa lagi. Itulah sebabnja orang-orang Barat sekarang berani membuat mesin-mesin dengan T.K. jang sangat tinggi. Kalau kita ingin membentuk suatu mesin politik jang sudah banjak diperbaiki, kita harus mengikuti garis-garis jang sama; kita harus mempunjai suatu badan pemerintah jang kuat dan sempurna, disamping itu kita harus mewudjudkan suatu tjara lengkap untuk mendjalankan atau melakukan pengawasan rakjat atas pemerintah. Pemerintah Barat tidak mempunjai pengawasan jang lengkap dan efektif untuk keperluan ini, sebab itu mereka lambat madjunja. Djanganlah kita sekali-kali mengikuti djedjak mereka ini ! Marilah kita menginsjafkan rakjat bahwa mereka harus pandai memperbedakan kedaulatan dengan ketjakapan. Marilah pula kita membagi kekuasaan politik seluruh negara dalam dua bagian : pertama kekuasaan pemerintah dan kedua kekuasaan rakjat. Dengan pembagian sematjam itu, pemerintah akan merupakan suatu mesin sedangkan rakjat insinjurnja. Sikap rakjat terhadap pemerintah mereka akan menjerupai sikap seorang insinjur terhadap mesinnja. Kemadjuan jang diperdapat dalam konstruksi mesin demikian rupa, hingga tidak hanja orang dewasa dengan pengetahuan teknik sadja dapat mengawasinja, malahan djuga anak-anakpun sanggup melakukan pekerdjaan itu. Ambillah umpamanja kekuatan listrik sebagai lampu penerangan jang sekarang dipakai dimana-mana. Ketika tenaga listrik pertama kali ditemukan, listrik ini dianggap sangat berbahaja ; lalu disamakan dengan kilat, hingga dengan tidak ada tjara-tjara pengawasan jang baik dapat mengakibatkan kematian orang. Tak terhitung banjaknja korban-korban dikalangan ahli-ahli ilmu fisik jang pertama kali mempeladjari dan menjelidiki<noinclude></noinclude> gxrzzfqaflouzpfq3vmmk94ln8o9x12 Halaman:San min chu i.pdf/274 104 111964 310843 2026-08-10T16:07:28Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '269 tenaga listrik itu. Bahaja itu sedemikian besarnja sehingga pada waktu jang lama sesudah didapatkan tenaga dan arus listrik, orangorang belum berani mempergunakan dalam lampu-lampu. Kemudian, sesudah suatu tjara jang lengkap dan efektif ditemukan, barulah orang berani memakainja, hingga sekarang dengan sekali memutar sebuah kenop sadja, seorang-orang sudah dapat menjalakan atau memadamkan api listrik ; pergerakan tangan jang mudah dan sekad... 310843 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>269 tenaga listrik itu. Bahaja itu sedemikian besarnja sehingga pada waktu jang lama sesudah didapatkan tenaga dan arus listrik, orangorang belum berani mempergunakan dalam lampu-lampu. Kemudian, sesudah suatu tjara jang lengkap dan efektif ditemukan, barulah orang berani memakainja, hingga sekarang dengan sekali memutar sebuah kenop sadja, seorang-orang sudah dapat menjalakan atau memadamkan api listrik ; pergerakan tangan jang mudah dan sekadar itu sangat gampang dan aman ; seorang jang tak mengetahui peri hal api dan tenaga listrik, umpamanja seorang anak dari kota atau seorang jang paling bodoh diseluruh negara dapat disuruh memutar kenop listrik itu dengan tangannja. Djadi tenaga jang paling berbahaja itu, jaitu aliran listrik, sekarang dipergunakan untuk lampu. Riwajat perkembangan mesin-mesin lain, tidak ubah serupa itu. Mesin-mesin jang paling baru didapatkan, ialah mesin kapal terbang jang pada mula-mulanja sangat membahajakan. Ketika mesin ini pertama kali dipergunakan, tidak sedikit djumlahnja orang-orang jang mendjadi korban olehnja. Ingatlah Tuan-tuan akan Feng Ju dari Kwangtung ? Ia adalah seorang jang pandai membuat mesinmesin kapal terbang ; ketika ia mengemudikan salah sebuah diantara kapal-kapal terbang itu, ia djatuh ketanah dan meninggal. Mulamula orang tidak mengetahui bagaimana kapal terbang itu harus dipergunakan serta harus pula tahu akan susunan mesin-mesinnja. Itulah sebabnja seseorang jang membuat kapal terbang itu harus djuga mendjadi penerbangnja. Penerbangan-penerbangan pada waktu itu karera mereka tidak mempunjai alat-alat pengawasan jang lengkap dan sempurna atas mesin-mesin mereka, karena djuga mereka kekurangan pengalaman-pengalaman dalam ilmu penerbangan, serta tidak pula sanggup mengemudikan mesin-mesin mereka dengan baik, hingga banjak diantara mereka jang djadi korban . Keadaan-keadaan itu menjebabkan orang-orang biasa tidak mau mengemudikan kapal-kapal terbang. Akan tetapi sekarang penga- wasan-pengawasan atas mesin sudah dapat diperbaiki betul dan diperlengkap, hingga banjak orang-orang berpengalaman terbang kian kemari, turun naik serta mengetahui bahwa perdjalanan dengan mempergur.akan kapal terbang sangat tjepat, aman dan tenteram. Hal ini mengakibatkan dimana-mana sekarang dipergunakan kapalkapal terbang sebagai salah suatu alat perhubungan jang biasa.<noinclude></noinclude> icjut6p1hgrfhn13z2c9gcg7ql0wnoq 310845 310843 2026-08-10T16:10:59Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310845 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||269|}}</noinclude>tenaga listrik itu. Bahaja itu sedemikian besarnja sehingga pada waktu jang lama sesudah didapatkan tenaga dan arus listrik, orang-orang belum berani mempergunakan dalam lampu-lampu. Kemudian, sesudah suatu tjara jang lengkap dan efektif ditemukan, barulah orang berani memakainja, hingga sekarang dengan sekali memutar sebuah kenop sadja, seorang-orang sudah dapat menjalakan atau memadamkan api listrik ; pergerakan tangan jang mudah dan sekadar itu sangat gampang dan aman ; seorang jang tak mengetahui peri hal api dan tenaga listrik, umpamanja seorang anak dari kota atau seorang jang paling bodoh diseluruh negara dapat disuruh memutar kenop listrik itu dengan tangannja. Djadi tenaga jang paling berbahaja itu, jaitu aliran listrik, sekarang dipergunakan untuk lampu. Riwajat perkembangan mesin-mesin lain, tidak ubah serupa itu. Mesin-mesin jang paling baru didapatkan, ialah mesin kapal terbang jang pada mula-mulanja sangat membahajakan. Ketika mesin ini pertama kali dipergunakan, tidak sedikit djumlahnja orang-orang jang mendjadi korban olehnja. Ingatlah Tuan-tuan akan Feng Ju dari Kwangtung ? Ia adalah seorang jang pandai membuat mesin-mesin kapal terbang ; ketika ia mengemudikan salah sebuah diantara kapal-kapal terbang itu, ia djatuh ketanah dan meninggal. Mula-mula orang tidak mengetahui bagaimana kapal terbang itu harus dipergunakan serta harus pula tahu akan susunan mesin-mesinnja. Itulah sebabnja seseorang jang membuat kapal terbang itu harus djuga mendjadi penerbangnja. Penerbangan-penerbangan pada waktu itu karena mereka tidak mempunjai alat-alat pengawasan jang lengkap dan sempurna atas mesin-mesin mereka, karena djuga mereka kekurangan pengalaman-pengalaman dalam ilmu penerbangan, serta tidak pula sanggup mengemudikan mesin-mesin mereka dengan baik, hingga banjak diantara mereka jang djadi korban. Keadaan-keadaan itu menjebabkan orang-orang biasa tidak mau mengemudikan kapal-kapal terbang. Akan tetapi sekarang pengawasan-pengawasan atas mesin sudah dapat diperbaiki betul dan diperlengkap, hingga banjak orang-orang berpengalaman terbang kian kemari, turun naik serta mengetahui bahwa perdjalanan dengan mempergunakan kapal terbang sangat tjepat, aman dan tenteram. Hal ini mengakibatkan dimana-mana sekarang dipergunakan kapal-kapal terbang sebagai salah suatu alat perhubungan jang biasa.<noinclude></noinclude> r6eqvnu75ok8qejxu14h4hjsuv95hgt Halaman:San min chu i.pdf/275 104 111965 310844 2026-08-10T16:07:43Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '270 Djalan antara Kwangtung dan Szechwan sangat pandjangnja, tambahan pula sangat berbahaja, sedangkan melalui daratan atau air sangat sukar serta mendjemukan, tetapi dengan sebuah kapal terbang dengan langsung kita dapat sampai di Szechwan dengan segera . Tiongkok sekarang sedang menganut pikiran demokrasi, tetapi mesin jang sempurna belum ditemukan untuk mewudjudkan pikiran ini . Rakjat sendiri belum mengetahui bagaimana tjara mempergunakan... 310844 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>270 Djalan antara Kwangtung dan Szechwan sangat pandjangnja, tambahan pula sangat berbahaja, sedangkan melalui daratan atau air sangat sukar serta mendjemukan, tetapi dengan sebuah kapal terbang dengan langsung kita dapat sampai di Szechwan dengan segera . Tiongkok sekarang sedang menganut pikiran demokrasi, tetapi mesin jang sempurna belum ditemukan untuk mewudjudkan pikiran ini . Rakjat sendiri belum mengetahui bagaimana tjara mempergunakannja. Kita jang tergolong orang-orang jang berilham dan dapat melihat lebih djauh kemuka, terutama kita harus membangun- kan mesin itu dengan sempurna. Kita harus mentjiptakan suatu mesin jang sederhana dan mudah tidak ubahnja seperti knop listrik tadi jang dapat dipahamkan dan ditinu dengan segera ; barulah pada saat itu pikiran demokrasi akan merupakan suatu kenjataan . Negara Barat lebih dahulu menganut pikiran demokrasi, tepat seperti Djepang lebih dahulu mempunjai djalan2 kereta api. Merkipun Djepang lebih dahulu mulai membangunkan djalan-djalan kereta api sebelum Tiongkok mempunjainja, tetapi djalan-djalan kereta api Djepang itu berbentuk kuno dan tidak tjotjok dengan pemakaian modern pada zaman sekarang ini. Sedangkan djalan-djalan kita jang baru-baru ini diselesaikan, sudah disesuaikan dengan kemauankemauan zaman modern. Tjara-tjara apakah jang akan kita pergunakan dalam mewudjudkan demokrasi jang kita dapatkan dari Barat itu ? Barulah sesudah kita memperoleh tjara-tjara ini, dapatlah demokrasi disesuaikan menurut pemakaian kita. Kalau perwudjudan demokrasi dengan segera didesak dengan tidak mengadakan persediaan jang teliti sebelumnja, kita mengetahui bahwa pemakaian demokrasi setjara demikian sangat berbahaja dan dapat merubuhkan kita. Apakah tjara-tjara mempraktekkan demokrasi sematjam itu sudah pernah ditemukan ? Negara Swis di Eropah telah mendjalankan beberapa tjara jang radikal dengan menjerahkan kepada rakjat kedaulatan setjara langsung, tetapi sajang, tjara ini tidak sempurna. Negara-negara Eropah jang lebih besar belum mentjobakan tjara-tjara jang tidak sempurna tadi. Kenjataan membuktikan, bahwa negara Swis jang ketjil sadja jang mentjoba membentuk suatu bentuk bahagian dari kedaulatan langsung, hingga banjak orang-orang bertanja, apakah tjara-tjara<noinclude></noinclude> o0lfxtn0zbutf256yqvjytpuz18hlsx 310847 310844 2026-08-10T16:14:41Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310847 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||270|}}</noinclude>Djalan antara Kwangtung dan Szechwan sangat pandjangnja, tambahan pula sangat berbahaja, sedangkan melalui daratan atau air sangat sukar serta mendjemukan, tetapi dengan sebuah kapal terbang dengan langsung kita dapat sampai di Szechwan dengan segera. Tiongkok sekarang sedang menganut pikiran demokrasi, tetapi mesin jang sempurna belum ditemukan untuk mewudjudkan pikiran ini. Rakjat sendiri belum mengetahui bagaimana tjara mempergunakannja. Kita jang tergolong orang-orang jang berilham dan dapat melihat lebih djauh kemuka, terutama kita harus membangunkan mesin itu dengan sempurna. Kita harus mentjiptakan suatu mesin jang sederhana dan mudah tidak ubahnja seperti knop listrik tadi jang dapat dipahamkan dan ditinu dengan segera ; barulah pada saat itu pikiran demokrasi akan merupakan suatu kenjataan. Negara Barat lebih dahulu menganut pikiran demokrasi, tepat seperti Djepang lebih dahulu mempunjai djalan² kereta api. Merkipun Djepang lebih dahulu mulai membangunkan djalan-djalan kereta api sebelum Tiongkok mempunjainja, tetapi djalan-djalan kereta api Djepang itu berbentuk kuno dan tidak tjotjok dengan pemakaian modern pada zaman sekarang ini. Sedangkan djalan-djalan kita jang baru-baru ini diselesaikan, sudah disesuaikan dengan kemauan-kemauan zaman modern. Tjara-tjara apakah jang akan kita pergunakan dalam mewudjudkan demokrasi jang kita dapatkan dari Barat itu ? Barulah sesudah kita memperoleh tjara-tjara ini, dapatlah demokrasi disesuaikan menurut pemakaian kita. Kalau perwudjudan demokrasi dengan segera didesak dengan tidak mengadakan persediaan jang teliti sebelumnja, kita mengetahui bahwa pemakaian demokrasi setjara demikian sangat berbahaja dan dapat merubuhkan kita. Apakah tjara-tjara mempraktekkan demokrasi sematjam itu sudah pernah ditemukan ? Negara Swis di Eropah telah mendjalankan beberapa tjara jang radikal dengan menjerahkan kepada rakjat kedaulatan setjara langsung, tetapi sajang, tjara ini tidak sempurna. Negara-negara Eropah jang lebih besar belum mentjobakan tjara-tjara jang tidak sempurna tadi. Kenjataan membuktikan, bahwa negara Swis jang ketjil sadja jang mentjoba membentuk suatu bentuk bahagian dari kedaulatan langsung, hingga banjak orang-orang bertanja, apakah tjara-tjara<noinclude></noinclude> nc0mjqv7q0vmbqwr6rdko9jbdkapevq Halaman:San min chu i.pdf/276 104 111966 310846 2026-08-10T16:11:30Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '271 itu mungkin djuga diwudjudkan dinegara-negara jang lebih besar ? Apakah sebabnja negara-negara jang lebih besar tidak mempergunakan tjara-tjara seperti dinegara Swis tadi ? Mereka ini dapat kita samakan dengan Djepang jang mempunjai djalan kereta api jang sempit, kuno dan tak mau menggantinja karena dianggap terlalu banjak memakan ongkos dan waktu ; suatu politik miskin, kalau dilihat dari sudut ekonomi. Karena mereka itu takut akan kesuk... 310846 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>271 itu mungkin djuga diwudjudkan dinegara-negara jang lebih besar ? Apakah sebabnja negara-negara jang lebih besar tidak mempergunakan tjara-tjara seperti dinegara Swis tadi ? Mereka ini dapat kita samakan dengan Djepang jang mempunjai djalan kereta api jang sempit, kuno dan tak mau menggantinja karena dianggap terlalu banjak memakan ongkos dan waktu ; suatu politik miskin, kalau dilihat dari sudut ekonomi. Karena mereka itu takut akan kesukaran, lalu mentjari keenakan ", karena mereka lebih menghargai keuangan jang mungkin memakan ongkos jang banjak, lalu mereka tidak djadi mengadakan perubahan, biarpun mereka ini sudah madju , serta mengenal tjontoh-tjontoh baru jang didapat dilapangan teknik, tetapi tidak mempergunakan perubahan-perubahan didjalan kereta api mereka. Tetapi kita bangsa Tionghoa tidak pernah mempunjai mesin demokrasi jang kuno, sebab itulah kita harus sanggup memilih dan memakai pendapat-pendapat jang terbaru dan terbaik . Pendapat-pendapat baru jang manakah ditemukan dalam mewudjudkan demokrasi ? Pertama kita sudah mengenal hak memilih, sedangkan kekuasaan hak memilih ini hanja terdapat dan didjalan- kan dalam negara-negara demokrasi modern. Adakah bentuk kedaulatan rakjat berupa hak memilih ini sudah tjukup bagi pemerintah demokrasi ? Kekuasaan hak memilih jang tersendiri itu dapat kita bandingkan dengan mesin-mesin zaman dahulu jang hanja dapat bergerak kemuka, tetapi tidak sanggup bergerak kembali. Pendapat kedua, ialah kekuasaan mentjabut. Dengan kekuasaan ini rakjat dapat menarik mesin itu kembali. Kedua hal ini ; hak memilih dan hak mentjabut, menjerahkan diatas pudak rakjat suatu pengawasan atas pembesar-pembesar mereka dan menjanggupkan mereka menempatkan semua pembesar-pembe-sar pemerintah dalam kedudukan mereka atau memetjat mereka dari kedudukan semula. Datang dan perginja pembesar-pembesar ini dilakukan menurut kehendak bebas dari rakjat, tak ubahnja seperti mesin-mesin modern jang dapat bergerak pulang balik oleh tindakan jang bebas dari mesin. Hal lain jang penting dalam suatu negara, disamping terdapatnja pembesar-pembesar, ialah undangundang ; dengan adanja orang-orang jang diperintah, harus pula ada tjara-tjara memerintah " .<noinclude></noinclude> 9yjpevkqd9txokv2d667s2hob1kssih 310849 310846 2026-08-10T16:18:47Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310849 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||271|}}</noinclude>itu mungkin djuga diwudjudkan dinegara-negara jang lebih besar ?Apakah sebabnja negara-negara jang lebih besar tidak mempergunakan tjara-tjara seperti dinegara Swis tadi ? Mereka ini dapat kita samakan dengan Djepang jang mempunjai djalan kereta api jang sempit, kuno dan tak mau menggantinja karena dianggap terlalu banjak memakan ongkos dan waktu ; suatu politik miskin, kalau dilihat dari sudut ekonomi. Karena mereka itu „takut akan kesukaran, lalu mentjari keenakan”, karena mereka lebih menghargai keuangan jang mungkin memakan ongkos jang banjak, lalu mereka tidak djadi mengadakan perubahan, biarpun mereka ini sudah madju, serta mengenal tjontoh-tjontoh baru jang didapat dilapangan teknik, tetapi tidak mempergunakan perubahan-perubahan didjalan kereta api mereka. Tetapi kita bangsa Tionghoa tidak pernah mempunjai mesin demokrasi jang kuno, sebab itulah kita harus sanggup memilih dan memakai pendapat-pendapat jang terbaru dan terbaik. Pendapat-pendapat baru jang manakah ditemukan dalam mewudjudkan demokrasi ? Pertama kita sudah mengenal hak memilih, sedangkan kekuasaan hak memilih ini hanja terdapat dan didjalankan dalam negara-negara demokrasi modern. Adakah bentuk kedaulatan rakjat berupa hak memilih ini sudah tjukup bagi pemerintah demokrasi ?Kekuasaan hak memilih jang tersendiri itu dapat kita bandingkan dengan mesin-mesin zaman dahulu jang hanja dapat bergerak kemuka, tetapi tidak sanggup bergerak kembali. Pendapat kedua, ialah kekuasaan mentjabut. Dengan kekuasaan ini rakjat dapat menarik mesin itu kembali. Kedua hal ini ; hak memilih dan hak mentjabut, menjerahkan diatas pudak rakjat suatu pengawasan atas pembesar-pembesar mereka dan menjanggupkan mereka menempatkan semua pembesar-pembesar pemerintah dalam kedudukan mereka atau memetjat mereka dari kedudukan semula. Datang dan perginja pembesar-pembesar ini dilakukan menurut kehendak bebas dari rakjat, tak ubahnja seperti mesin-mesin modern jang dapat bergerak pulang balik oleh tindakan jang bebas dari mesin. Hal lain jang penting dalam suatu negara, disamping terdapatnja pembesar-pembesar, ialah undang-undang ; „dengan adanja orang-orang jang diperintah, harus pula ada tjara-tjara memerintah”.<noinclude></noinclude> rs1hw8460u5y1ii6r11z9gmd44w4ibv Halaman:San min chu i.pdf/277 104 111967 310848 2026-08-10T16:15:07Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '272 Kekuasaan apakah jang harus dimiliki rakjat agar dapat mengawasi undang-undang itu ? Kalau rakjat seluruhnja mengira bahwa sesuatu undang-undang akan menguntungkan mereka, mereka harus diberi kekuasaan mengesahkan undang-undang ini dan menjerahkan undang-undang itu ketangan pemerintah untuk didjalankan. Bentuk ketiga dari kekuasaan rakjat ini dinamakan hak inisiatip. Kalau semua orang mengira bahwa suatu undang-undang kuat tidak menguntung... 310848 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>272 Kekuasaan apakah jang harus dimiliki rakjat agar dapat mengawasi undang-undang itu ? Kalau rakjat seluruhnja mengira bahwa sesuatu undang-undang akan menguntungkan mereka, mereka harus diberi kekuasaan mengesahkan undang-undang ini dan menjerahkan undang-undang itu ketangan pemerintah untuk didjalankan. Bentuk ketiga dari kekuasaan rakjat ini dinamakan hak inisiatip. Kalau semua orang mengira bahwa suatu undang-undang kuat tidak menguntungkan rakjat, mereka harus pula diberi kekuasaan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dan meminta supaja pemerintah mendjalankan undang-undang jang sudah diperbaiki dan mengha- puskan undang-undang kuno. Hak sematjam ini dinamakan hak referendum dan adalah bentuk keempat dari kedaulatan rakjat. Barulah, kalau rakjat berhak atas keempat kekuasaan ini, dapat kita katakan bahwa rakjat hidup dalam suasana demokrasi sempurna ; hanja dimana keempat kekuasaan itu dipraktekkan dengan sungguh-sungguh, barulah kita dapat mengatakan, bahwa disana terdapat kedaulatan rakjat jang langsung serta dapat dipahami. Sebelum tertjapai sesuatu demokrasi jang sempurna, pembesar- pembesar dan wakil-wakil rakjat jang dipilih, kemudian tidak sanggup mereka memberi tanggung djawab mereka atas pekerdjaan jang mereka lakukan. Hal tersebut hanja berlaku pada demokrasi jang tidak langsung atau pada sesuatu sistim perwakilan pemerintah. Rakjat tidak dapat mengawasi pemerintah setjara langsung, tetapi hanja melalui wakil-wakil mereka sadja. Karena pengawasan pemerintah setjara langsung diperlukan supaja rakjat diberi hak atas keempat buah bentuk kedaulatan rakjat seperti jang saja uraikan tadi. Hanja pada waktu itulah dapat kita menjebut pemerintahan jang berdasarkan kedaulatan rakjat seluruhnja. Hal ini berarti bahwa 400 djuta rakjat kita akan djadi radja, mendjelaskan kekuasaan radja dan mengawasi soal-soal negara, dengan mempergunakan keempat kekuasaan jang diberikan kepada mereka itu. Keempat kekuasaan ini merupakan empat prinsip teruta- ma atau empat kenop listrik. Dengan keempat prinsip terutama tadi kita dapat mengawasi pemerintahan dengan langsung ; dengan kenop listrik kita dapat mengawasi aliran tjahaja listrik dengan langsung ; dengan empat kekuasaan rakjat, kita dapat mengawasi pemerintahan negara dengan langsung.<noinclude></noinclude> 0uh9ornuqet2uk1jf7bvris8xqjz9dw 310851 310848 2026-08-10T16:47:26Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310851 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||272|}}</noinclude>Kekuasaan apakah jang harus dimiliki rakjat agar dapat mengawasi undang-undang itu ? Kalau rakjat seluruhnja mengira bahwa sesuatu undang-undang akan menguntungkan mereka, mereka harus diberi kekuasaan mengesahkan undang-undang ini dan menjerahkan undang-undang itu ketangan pemerintah untuk didjalankan. Bentuk ketiga dari kekuasaan rakjat ini dinamakan hak inisiatip. Kalau semua orang mengira bahwa suatu undang-undang kuat tidak menguntungkan rakjat, mereka harus pula diberi kekuasaan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dan meminta supaja pemerintah mendjalankan undang-undang jang sudah diperbaiki dan menghapuskan undang-undang kuno. Hak sematjam ini dinamakan hak referendum dan adalah bentuk keempat dari kedaulatan rakjat. Barulah, kalau rakjat berhak atas keempat kekuasaan ini, dapat kita katakan bahwa rakjat hidup dalam suasana demokrasi sempurna ; hanja dimana keempat kekuasaan itu dipraktekkan dengan sungguh-sungguh, barulah kita dapat mengatakan, bahwa disana terdapat kedaulatan rakjat jang langsung serta dapat dipahami. Sebelum tertjapai sesuatu demokrasi jang sempurna, pembesar-pembesar dan wakil-wakil rakjat jang dipilih, kemudian tidak sanggup mereka memberi tanggung djawab mereka atas pekerdjaan jang mereka lakukan. Hal tersebut hanja berlaku pada demokrasi jang tidak langsung atau pada sesuatu sistim perwakilan pemerintah. Rakjat tidak dapat mengawasi pemerintah setjara langsung, tetapi hanja melalui wakil-wakil mereka sadja. Karena pengawasan pemerintah setjara langsung diperlukan supaja rakjat diberi hak atas keempat buah bentuk kedaulatan rakjat seperti jang saja uraikan tadi. Hanja pada waktu itulah dapat kita menjebut pemerintahan jang berdasarkan kedaulatan rakjat seluruhnja. Hal ini berarti bahwa 400 djuta rakjat kita akan djadi radja, mendjelaskan kekuasaan radja dan mengawasi soal-soal negara, dengan mempergunakan keempat kekuasaan jang diberikan kepada mereka itu. Keempat kekuasaan ini merupakan empat prinsip terutama atau empat kenop listrik. Dengan keempat prinsip terutama tadi kita dapat mengawasi pemerintahan dengan langsung ; dengan kenop listrik kita dapat mengawasi aliran tjahaja listrik dengan langsung ; dengan empat kekuasaan rakjat, kita dapat mengawasi pemerintahan negara dengan langsung.<noinclude></noinclude> m24egxkkdjqdxu5gvs5zdkkjyn2soqp Halaman:San min chu i.pdf/278 104 111968 310850 2026-08-10T16:18:53Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '273 Keempat kekuasaan ini dinamakan djuga kekuasaan politik dan termasuk golongan kekuasaan untuk mengawasi pemerintah . Kekuasaan pemerintah dalam mendjalankan pekerdjaannja boleh kita namakan kekuasaan bekerdja, bekerdja untuk kepentingan rakjat seluruhnja. Kalau rakjat sangat besar kekuasaannja ; dapat atau tidak negara bekerdja, akan tergantung pada pekerdjaan jang akan dilakukan pemerintah menurut keinginan rakjat jang segera pemerintah d... 310850 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>273 Keempat kekuasaan ini dinamakan djuga kekuasaan politik dan termasuk golongan kekuasaan untuk mengawasi pemerintah . Kekuasaan pemerintah dalam mendjalankan pekerdjaannja boleh kita namakan kekuasaan bekerdja, bekerdja untuk kepentingan rakjat seluruhnja. Kalau rakjat sangat besar kekuasaannja ; dapat atau tidak negara bekerdja, akan tergantung pada pekerdjaan jang akan dilakukan pemerintah menurut keinginan rakjat jang segera pemerintah dapat mengeluarkan tenaga besar sesudah pekerdjaan dimulai ; kalau rakjat ingin menghentikannja, ia harus berhenti. Pendek kata, kalau rakjat benar-benar ingin akan penga- wasan langsung atas kekuasaan pemerintah, mereka harus dapat memerintah setiap waktu serta mengawasi tindakan-tindakan pemerintah. Suatu pendjelasan dapat kita lihat pada kapal-kapal penempur : kalau sebuah kapal penempur asing jang berbentuk kuno mempunjai 12 putjuk meriam, meriam-meriam ini ditempatkan pada enam menara tempat menembak jang berbeda tinggi letaknja, sedangkan pada tiap-tiap menara tempat menembak itu diperlukan beberapa orang untuk dikerdjakan guna mengatur arah-penembak, supaja dapat menembak dengan tepat. Opsir pengawas tidak dapat langsung mengawasi penembak. Tetapi dalam kapal-kapal penempur baru, terdapat sebuah alat untuk menetapkan arah penembakan dari tempat mengawasi, sedangkan perhitungan-perhitungan supaja dapat mengenai musuh, dibuat dalam kamar opsir pengawas, dari tempat mana meriam-meriam dibidikkan dengan pengawas listrik langsung kearah musuh. Itulah sebabnja, kalau sebuah kapal menempur pada waktu ini bertemu dengan musuh, tidak diperlukan begitu banjak orang lagi untuk membidik dan menembakkan meriam ; opsir pengawas duduk dalam kamarnja dan sudah mendengar pemberitahuan orang-orang tempat pengawas, opsir itu kemudian menghitung djarak-djauh serta letak kapal musuh, lalu mendjalankan sebuah mesin listrik jang dapat mengarahkan seputjuk meriam untuk ditembakkan kearah sasaran jang tertentu mungkin djuga ke-12 putjuk meriam itu, semuanja diarahkan dan ditembakkan sekaligus. Tiap-tiap putjuk meriam berbunji pada waktu jang tertentu menurut kehendak opsir pengawas, hingga dengan djalan demikian semua meriam dapat mengenai sasarannja. Hanja dalam keadaan sematjam ini dapat San Min Chu I 18<noinclude></noinclude> qswgdl1c013inhlh4ebwzd78kj3fjx5 310853 310850 2026-08-10T16:50:39Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310853 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{rh||273|}}</noinclude>Keempat kekuasaan ini dinamakan djuga kekuasaan politik dan termasuk golongan kekuasaan untuk mengawasi pemerintah. Kekuasaan pemerintah dalam mendjalankan pekerdjaannja boleh kita namakan kekuasaan bekerdja, bekerdja untuk kepentingan rakjat seluruhnja. Kalau rakjat sangat besar kekuasaannja ; dapat atau tidak negara bekerdja, akan tergantung pada pekerdjaan jang akan dilakukan pemerintah menurut keinginan rakjat jang segera pemerintah dapat mengeluarkan tenaga besar sesudah pekerdjaan dimulai ; kalau rakjat ingin menghentikannja, ia harus berhenti. Pendek kata, kalau rakjat benar-benar ingin akan pengawasan langsung atas kekuasaan pemerintah, mereka harus dapat memerintah setiap waktu serta mengawasi tindakan-tindakan pemerintah. Suatu pendjelasan dapat kita lihat pada kapal-kapal penempur : kalau sebuah kapal penempur asing jang berbentuk kuno mempunjai 12 putjuk meriam, meriam-meriam ini ditempatkan pada enam menara tempat menembak jang berbeda tinggi letaknja, sedangkan pada tiap-tiap menara tempat menembak itu diperlukan beberapa orang untuk dikerdjakan guna mengatur arah-penembak, supaja dapat menembak dengan tepat. Opsir pengawas tidak dapat langsung mengawasi penembak. Tetapi dalam kapal-kapal penempur baru, terdapat sebuah alat untuk menetapkan arah penembakan dari tempat mengawasi, sedangkan perhitungan-perhitungan supaja dapat mengenai musuh, dibuat dalam kamar opsir pengawas, dari tempat mana meriam-meriam dibidikkan dengan pengawas listrik langsung kearah musuh. Itulah sebabnja, kalau sebuah kapal menempur pada waktu ini bertemu dengan musuh, tidak diperlukan begitu banjak orang lagi untuk membidik dan menembakkan meriam ; opsir pengawas duduk dalam kamarnja dan sudah mendengar pemberitahuan orang-orang tempat pengawas, opsir itu kemudian menghitung djarak-djauh serta letak kapal musuh, lalu mendjalankan sebuah mesin listrik jang dapat mengarahkan seputjuk meriam untuk ditembakkan kearah sasaran jang tertentu mungkin djuga ke-12 putjuk meriam itu, semuanja diarahkan dan ditembakkan sekaligus. Tiap-tiap putjuk meriam berbunji pada waktu jang tertentu menurut kehendak opsir pengawas, hingga dengan djalan demikian semua meriam dapat mengenai sasarannja. Hanja dalam keadaan sematjam ini dapat<noinclude>{{rh|San Min Chu I||18}}</noinclude> 6yfdbx22j5p09ncvdg7crkwhb4cg7bw 310854 310853 2026-08-10T16:51:04Z Aeia aai 24023 310854 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||273|}}</noinclude>Keempat kekuasaan ini dinamakan djuga kekuasaan politik dan termasuk golongan kekuasaan untuk mengawasi pemerintah. Kekuasaan pemerintah dalam mendjalankan pekerdjaannja boleh kita namakan kekuasaan bekerdja, bekerdja untuk kepentingan rakjat seluruhnja. Kalau rakjat sangat besar kekuasaannja ; dapat atau tidak negara bekerdja, akan tergantung pada pekerdjaan jang akan dilakukan pemerintah menurut keinginan rakjat jang segera pemerintah dapat mengeluarkan tenaga besar sesudah pekerdjaan dimulai ; kalau rakjat ingin menghentikannja, ia harus berhenti. Pendek kata, kalau rakjat benar-benar ingin akan pengawasan langsung atas kekuasaan pemerintah, mereka harus dapat memerintah setiap waktu serta mengawasi tindakan-tindakan pemerintah. Suatu pendjelasan dapat kita lihat pada kapal-kapal penempur : kalau sebuah kapal penempur asing jang berbentuk kuno mempunjai 12 putjuk meriam, meriam-meriam ini ditempatkan pada enam menara tempat menembak jang berbeda tinggi letaknja, sedangkan pada tiap-tiap menara tempat menembak itu diperlukan beberapa orang untuk dikerdjakan guna mengatur arah-penembak, supaja dapat menembak dengan tepat. Opsir pengawas tidak dapat langsung mengawasi penembak. Tetapi dalam kapal-kapal penempur baru, terdapat sebuah alat untuk menetapkan arah penembakan dari tempat mengawasi, sedangkan perhitungan-perhitungan supaja dapat mengenai musuh, dibuat dalam kamar opsir pengawas, dari tempat mana meriam-meriam dibidikkan dengan pengawas listrik langsung kearah musuh. Itulah sebabnja, kalau sebuah kapal menempur pada waktu ini bertemu dengan musuh, tidak diperlukan begitu banjak orang lagi untuk membidik dan menembakkan meriam ; opsir pengawas duduk dalam kamarnja dan sudah mendengar pemberitahuan orang-orang tempat pengawas, opsir itu kemudian menghitung djarak-djauh serta letak kapal musuh, lalu mendjalankan sebuah mesin listrik jang dapat mengarahkan seputjuk meriam untuk ditembakkan kearah sasaran jang tertentu mungkin djuga ke-12 putjuk meriam itu, semuanja diarahkan dan ditembakkan sekaligus. Tiap-tiap putjuk meriam berbunji pada waktu jang tertentu menurut kehendak opsir pengawas, hingga dengan djalan demikian semua meriam dapat mengenai sasarannja. Hanja dalam keadaan sematjam ini dapat<noinclude>{{rh|San Min Chu I||18}}</noinclude> cms5fofbmwmh2m8kd5zyque3l63qmlt Halaman:San min chu i.pdf/279 104 111969 310852 2026-08-10T16:47:51Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '274 kita katakan ada pengawasan langsung, tetapi pengawasan langsung ini tidak berarti bahwa opsir seorang diri sadja jang mengawasi segala pekerdjaan. Suatu mesin hanja bermanfaat kalau ia melakukan pekerdjaan jang berhasil bagi orang jang mempergunakannja. Dengan mempergunakan ke-4 kekuasaan untuk mengawasi pemerintah, tjara-tjara apakah jang akan dipergunakan pemerintah dalam mendjalankan pekerdjaannja ? Supaja pemerintah dapat merupakan su... 310852 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>274 kita katakan ada pengawasan langsung, tetapi pengawasan langsung ini tidak berarti bahwa opsir seorang diri sadja jang mengawasi segala pekerdjaan. Suatu mesin hanja bermanfaat kalau ia melakukan pekerdjaan jang berhasil bagi orang jang mempergunakannja. Dengan mempergunakan ke-4 kekuasaan untuk mengawasi pemerintah, tjara-tjara apakah jang akan dipergunakan pemerintah dalam mendjalankan pekerdjaannja ? Supaja pemerintah dapat merupakan suatu badan sempurna, serta mengerdjakan pekerdjaannja sebaik-baiknja, ia harus merupakan sesuatu konstitusi jang berkekuasaan lima. Suatu pemerintah tidak dapat disebut sempurna serta tidak dapat mendjalankan pekerdjaannja sebaik-baiknja bagi rakjat, kalau ia tidak didasarkan atas sesuatu konstitusi berkekuasaan lima. Da- hulu sudah pernah saja bitjarakan tentang seorang ahli pengetahuan Amerika jang mengandjurkan teori baru, bahwa jang sangat ditakuti suatu negara ialah sesuatu pemerintahan maha kuat jang tidak dapat diawasi, tetapi disamping itu jang paling diingini rakjat ialah suatu pemerintahan maha kuat jang dapat dipergunakan rakjat dan jang akan mengusahakan keselamatan dan kebahagiaan rakjat. Pemerintah rakjat tidak dapat diwudjudkan benar-benar, kalau tidak terdapat pemerintahan sematjam jang tersebut belakangan ini. Kita menghendaki suatu perbedaan antara kedaulatan dan ketjakapan ; kita menghendaki agar rakjat disamakan dengan seorang insinjur dan pemerintah dengan mesinnja . Disamping itu kita menghendaki supaja mesin pemerintah djadi maha kuat, hingga dapat melakukan segala matjam pekerdjaan ; sebaliknja kita menghendaki pula rakjat-insinjur mendjadi kuat sekali, agar dapat mengawasi mesin jang maha kuat tadi. Sekarang kekuasaan-kekuasaan apakah jang dipegang rakjat dan pemerintah masing-masing, supaja keadaan setimbang tertjapai ? Saja sudah pernah membitjarakan keempat kekuasaan rakjat hak memilih, mentjabut inisiatip dan referendum. Pemerintah harus berhak atas kelima kekuasaan ini : hak mendjalankan (executive ) , - membuat undang-undang kehakiman, pemeriksaan djawatan sipil dan sensur. Kalau keempat kekuasaan politik dari rakjat dapat mengawasi kelima kekuasaan memerintah dari pemerintah, barulah kita akan merupakan sebuah badan pemerintah demokrasi jang<noinclude></noinclude> q7f7ao3nafdtj0jak7hsehnhq7ax1fv 310856 310852 2026-08-10T16:55:33Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310856 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||274|}}</noinclude>kita katakan ada pengawasan langsung, tetapi pengawasan langsung ini tidak berarti bahwa opsir seorang diri sadja jang mengawasi segala pekerdjaan. Suatu mesin hanja bermanfaat kalau ia melakukan pekerdjaan jang berhasil bagi orang jang mempergunakannja. Dengan mempergunakan ke-4 kekuasaan untuk mengawasi pemerintah, tjara-tjara apakah jang akan dipergunakan pemerintah dalam mendjalankan pekerdjaannja ? Supaja pemerintah dapat merupakan suatu badan sempurna, serta mengerdjakan pekerdjaannja sebaik-baiknja, ia harus merupakan sesuatu konstitusi jang berkekuasaan lima. Suatu pemerintah tidak dapat disebut sempurna serta tidak dapat mendjalankan pekerdjaannja sebaik-baiknja bagi rakjat, kalau ia tidak didasarkan atas sesuatu konstitusi berkekuasaan lima. Dahulu sudah pernah saja bitjarakan tentang seorang ahli pengetahuan Amerika jang mengandjurkan teori baru, bahwa jang sangat ditakuti suatu negara ialah sesuatu pemerintahan maha kuat jang tidak dapat diawasi, tetapi disamping itu jang paling diingini rakjat ialah suatu pemerintahan maha kuat jang dapat dipergunakan rakjat dan jang akan mengusahakan keselamatan dan kebahagiaan rakjat. Pemerintah rakjat tidak dapat diwudjudkan benar-benar, kalau tidak terdapat pemerintahan sematjam jang tersebut belakangan ini. Kita menghendaki suatu perbedaan antara kedaulatan dan ketjakapan ; kita menghendaki agar rakjat disamakan dengan seorang insinjur dan pemerintah dengan mesinnja. Disamping itu kita menghendaki supaja mesin pemerintah djadi maha kuat, hingga dapat melakukan segala matjam pekerdjaan ; sebaliknja kita menghendaki pula rakjat-insinjur mendjadi kuat sekali, agar dapat mengawasi mesin jang maha kuat tadi. Sekarang kekuasaan-kekuasaan apakah jang dipegang rakjat dan pemerintah masing-masing, supaja keadaan setimbang tertjapai ? Saja sudah pernah membitjarakan keempat kekuasaan rakjat ― hak memilih, mentjabut inisiatip dan referendum. Pemerintah harus berhak atas kelima kekuasaan ini : hak mendjalankan (executive), membuat undang-undang kehakiman, pemeriksaan djawatan sipil dan sensur. Kalau keempat kekuasaan politik dari rakjat dapat mengawasi kelima kekuasaan memerintah dari pemerintah, barulah kita akan merupakan sebuah badan pemerintah demokrasi jang<noinclude></noinclude> 2h6sfgsv89r8xwmk9l0eksvuzw9d39y Halaman:San min chu i.pdf/281 104 111970 310855 2026-08-10T16:51:49Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '276 ditambahkan dengan hak memetjat. Hak memilih adalah salah suatu kekuasaan rakjat jang sangat banjak dipraktekkan didunia pada waktu ini. Negara Swis mendjalankan tiga matjam hak, sedangkan seperempat bagian dari Amerika Serikat mendjalankan keempat matjam hak itu seluruhnja. Dimana keempat kekuasaan ini didjalankan dengan hati-hati dan teliti, hasilnja tentu akan mengagumkan. Hal ini adalah hal jang njata jang berdasarkan pada pengalaman,... 310855 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>276 ditambahkan dengan hak memetjat. Hak memilih adalah salah suatu kekuasaan rakjat jang sangat banjak dipraktekkan didunia pada waktu ini. Negara Swis mendjalankan tiga matjam hak, sedangkan seperempat bagian dari Amerika Serikat mendjalankan keempat matjam hak itu seluruhnja. Dimana keempat kekuasaan ini didjalankan dengan hati-hati dan teliti, hasilnja tentu akan mengagumkan. Hal ini adalah hal jang njata jang berdasarkan pada pengalaman, djadi bukanlah tjita-tjita jang dikira-kirakan belaka. Kita akan selamat kalau kita mempergunakan tjara-tjara ini, hingga kita tidak akan menghadapi bahaja suatu apapun djuga jang datang dari dalam negeri. Segala kekuasaan pemerintah pada zaman dahulu dimonopoli oleh radja-radja dan kaisar-kaisar, tetapi sesudah timbul revolusi, kekuasaan-kekuasaan ini terbagi dalam tiga golongan : djadi Amerika Serikat sesudah mentjapai kemerdekaan negaranja, lalu membentuk suatu pemerintahan dengan tiga buah departemen jang berhubungan satu dengan lainnja, hingga memperoleh hasil-hasil pemerintahan jang baik. Negara-negara lain mengikuti tjontoh-tjontoh Amerika Serikat tadi. Tetapi pemerintah-pemerintah asing itu belum pernah mendjalankan lebih dari pada ketiga kekuasaan ini - hak eksekutif, menghukum dan membuat undang-undang. Dimanakah sumber-sumber kekuasaan baru dalam organisasi „berkekuasaan lima" kita tadi ? Sumbernja terdapat pada zaman Tiongkok kuno. Tiongkok dalam zaman dahulu kala mempunjai sistim2 : ,,pemerintah djawatan sipil ' dan pengawasan sensur" jang bebas, serta sangat memberi manfa'at kepada rakjat. Pembesar2 sensur keradjaan atau pemuda-pemuda sedjarah dinasti Manchu dan penasihat-penasihat resmi dinasti Tang membuat suatu sistim sensur " jang sangat teliti. Kekuasaan sensur memuat ,kekuasaan menuduh " jang ditempatkan negara-negara lain dalam badan pembuat undang-undang dan tidak dapat dipisahkan dari kekuasaan pemerintah. Saringan bakat dan kesanggupan dengan memakai pemeriksaan lebih dahulu, adalah suatu kenjataan perlakuan bagi Tiongkok dalam beribu-ribu tahun ini. Ahli-ahli asing jang modern jang mempeladjari undang-undang Tiongkok, sangat memudji akan pemeriksaan jang bebas dari Tiongkok kuno dan di Barat terdapat djuga tiruan-tiruan sistim untuk memilih orang-orang jang tjakap.<noinclude></noinclude> i73zzgfcy76p1p6b59i5kjg3ou4nrq1 310858 310855 2026-08-10T16:59:54Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310858 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||276|}}</noinclude>ditambahkan dengan hak memetjat. Hak memilih adalah salah suatu kekuasaan rakjat jang sangat banjak dipraktekkan didunia pada waktu ini. Negara Swis mendjalankan tiga matjam hak, sedangkan seperempat bagian dari Amerika Serikat mendjalankan keempat matjam hak itu seluruhnja. Dimana keempat kekuasaan ini didjalankan dengan hati-hati dan teliti, hasilnja tentu akan mengagumkan. Hal ini adalah hal jang njata jang berdasarkan pada pengalaman, djadi bukanlah tjita-tjita jang dikira-kirakan belaka. Kita akan selamat kalau kita mempergunakan tjara-tjara ini, hingga kita tidak akan menghadapi bahaja suatu apapun djuga jang datang dari dalam negeri. Segala kekuasaan pemerintah pada zaman dahulu dimonopoli oleh radja-radja dan kaisar-kaisar, tetapi sesudah timbul revolusi, kekuasaan-kekuasaan ini terbagi dalam tiga golongan : djadi Amerika Serikat sesudah mentjapai kemerdekaan negaranja, lalu membentuk suatu pemerintahan dengan tiga buah departemen jang berhubungan satu dengan lainnja, hingga memperoleh hasil-hasil pemerintahan jang baik. Negara-negara lain mengikuti tjontoh-tjontoh Amerika Serikat tadi. Tetapi pemerintah-pemerintah asing itu belum pernah mendjalankan lebih dari pada ketiga kekuasaan ini ― hak eksekutif, menghukum dan membuat undang-undang. Dimanakah sumber-sumber kekuasaan baru dalam organisasi „berkekuasaan lima” kita tadi? Sumbernja terdapat pada zaman Tiongkok kuno. Tiongkok dalam zaman dahulu kala mempunjai sistim²: „pemerintah djawatan sipil” dan „pengawasan sensur” jang bebas, serta sangat memberi manfa'at kepada rakjat. Pembesar² sensur keradjaan atau pemuda-pemuda sedjarah dinasti Manchu dan penasihat-penasihat resmi dinasti Tang membuat suatu „sistim sensur” jang sangat teliti. Kekuasaan sensur memuat „kekuasaan menuduh” jang ditempatkan negara-negara lain dalam badan pembuat undang-undang dan tidak dapat dipisahkan dari kekuasaan pemerintah. Saringan bakat dan kesanggupan dengan memakai pemeriksaan lebih dahulu, adalah suatu kenjataan perlakuan bagi Tiongkok dalam beribu-ribu tahun ini. Ahli-ahli asing jang modern jang mempeladjari undang-undang Tiongkok, sangat memudji akan pemeriksaan jang bebas dari Tiongkok kuno dan di Barat terdapat djuga tiruan-tiruan sistim untuk memilih orang-orang jang tjakap.<noinclude></noinclude> 5pel498g0dw5yr79vycx7xii88rt6q2 Halaman:San min chu i.pdf/282 104 111971 310857 2026-08-10T16:56:07Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '277 Pemeriksaan djawatan sipil di Inggeris ditjontoh menurut sistim Tiongkok kuno, tetapi disini hanja pembesar-pembesar jang diperiksa. Sistim Inggeris belum memiliki djiwa sistim pemeriksaan jang bebas dari Tiongkok kuno. Dalam sedjarah politik Tiongkok, ketiga kekuasaan pemerintah - kehakiman, membuat undang2 dan eksekutif - dipegang oleh kaisar. Kekuasaan-kekuasaan lain jang merupakan pemeriksaan djawatan sipil dan sensur dipisahkan dari ke... 310857 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>277 Pemeriksaan djawatan sipil di Inggeris ditjontoh menurut sistim Tiongkok kuno, tetapi disini hanja pembesar-pembesar jang diperiksa. Sistim Inggeris belum memiliki djiwa sistim pemeriksaan jang bebas dari Tiongkok kuno. Dalam sedjarah politik Tiongkok, ketiga kekuasaan pemerintah - kehakiman, membuat undang2 dan eksekutif - dipegang oleh kaisar. Kekuasaan-kekuasaan lain jang merupakan pemeriksaan djawatan sipil dan sensur dipisahkan dari kekuasaan tachta keradjaan. Pemerintah otokrasi Tiongkok kuno dapat djuga dikatakan mempunjai tiga departemen ; itulah sebabnja pemerintahan otokrasi Tiongkok besar bedanja dari pada pemerintahan otokrasi Barat, sedangkan otokrasi Barat memonopoli segala kekuasaan dalam tangan radja atau kaisar. Selama zaman pemerintah otokrasi di Tiongkok, kaisar tidak pernah mempunjai kekuasaan tersendiri atas hak melakukan pemeriksaan dan sensur. Karena itulah Tiongkok dalam garis-garis besarnja mempunjai tiga departemen pemerintah jang berhubungan jang satu dengan jang lain, serupa dengan negara-negara demokrasi di Barat jang modern jang djuga mempunjai 3 departemen ; dengan perbedaan ini, pemerintahan Tiongkok mendjalankan kekuasaan otokrasi, sensur dan pemeriksaan sipil selama beberapa ribu tahun, sedang pemerintah di Barat mempraktekkan kekuasaan membuat undang2 , kehakiman dan mendjalankan, hanja baru selama satu abad lebih. Tetapi, ke-3 kekuasaan dari pemerintahan di Barat didjalankan kurang sempurna, dan ke-3 kekuasaan Tiongkok kuno jang saling berhubungan itu, mengakibatkan keburukan-keburukan jang banjak sekali. Kalau kita sekarang hendak menggabungkan hal-hal jang terbaik dari bentuk pemerintah di Tiongkok dan hal-hal jang terbaik pula dari bentuk pemerintahan dinegara-negara lain, serta berdjaga-djaga terhadap segala djenis pemakaian jang salah kelak, kita harus mengambil ke-3 kekuasaan pemerintah Barat. jakni : membuat undang-undang, kehakiman dan eksekutif ; ditambah dengan kekuasaan pemeriksaan dan sensur dari pemerintahan Tiongkok kuno, lalu kita mentjiptakan suatu pemerintahan jang ,,berkekuasaan-lima" . Bentuk pemerintahan seperti itu akan merupakan suatu pemerintahan jang sangat sempurna dan sangat lengkap, dan kalau suatu negara mempunjai pemerintahan demikian tentu pemerintah itu akan disebut : „dari Rakjat, oleh Rakjat dan untuk Rakjat" .<noinclude></noinclude> e6xpl8ftkqgspo1dkuebze8lqjm1q86 310860 310857 2026-08-10T17:04:55Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310860 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||277|}}</noinclude>Pemeriksaan djawatan sipil di Inggeris ditjontoh menurut sistim Tiongkok kuno, tetapi disini hanja pembesar-pembesar jang diperiksa. Sistim Inggeris belum memiliki djiwa sistim pemeriksaan jang bebas dari Tiongkok kuno. Dalam sedjarah politik Tiongkok, ketiga kekuasaan pemerintah ― kehakiman, membuat undang² dan eksekutif ― dipegang oleh kaisar. Kekuasaan-kekuasaan lain jang merupakan pemeriksaan djawatan sipil dan sensur dipisahkan dari kekuasaan tachta keradjaan. Pemerintah otokrasi Tiongkok kuno dapat djuga dikatakan mempunjai tiga departemen ; itulah sebabnja pemerintahan otokrasi Tiongkok besar bedanja dari pada pemerintahan otokrasi Barat, sedangkan otokrasi Barat memonopoli segala kekuasaan dalam tangan radja atau kaisar. Selama zaman pemerintah otokrasi di Tiongkok, kaisar tidak pernah mempunjai kekuasaan tersendiri atas hak melakukan pemeriksaan dan sensur. Karena itulah Tiongkok dalam garis-garis besarnja mempunjai tiga departemen pemerintah jang berhubungan jang satu dengan jang lain, serupa dengan negara-negara demokrasi di Barat jang modern jang djuga mempunjai 3 departemen; dengan perbedaan ini, pemerintahan Tiongkok mendjalankan kekuasaan otokrasi, sensur dan pemeriksaan sipil selama beberapa ribu tahun, sedang pemerintah di Barat mempraktekkan kekuasaan membuat undang², kehakiman dan mendjalankan, hanja baru selama satu abad lebih. Tetapi, ke-3 kekuasaan dari pemerintahan di Barat didjalankan kurang sempurna, dan ke-3 kekuasaan Tiongkok kuno jang saling berhubungan itu, mengakibatkan keburukan-keburukan jang banjak sekali. Kalau kita sekarang hendak menggabungkan hal-hal jang terbaik dari bentuk pemerintah di Tiongkok dan hal-hal jang terbaik pula dari bentuk pemerintahan dinegara-negara lain, serta berdjaga-djaga terhadap segala djenis pemakaian jang salah kelak, kita harus mengambil ke-3 kekuasaan pemerintah Barat. jakni: membuat undang-undang, kehakiman dan eksekutif; ditambah dengan kekuasaan pemeriksaan dan sensur dari pemerintahan Tiongkok kuno, lalu kita mentjiptakan suatu pemerintahan jang „berkekuasaan-lima”. Bentuk pemerintahan seperti itu akan merupakan suatu pemerintahan jang sangat sempurna dan sangat lengkap, dan kalau suatu negara mempunjai pemerintahan demikian tentu pemerintah itu akan disebut: „dari Rakjat, oleh Rakjat dan untuk Rakjat”.<noinclude></noinclude> i8mwdyo3ailfrv16u6pdmfl1kzrcmuq Halaman:San min chu i.pdf/283 104 111972 310859 2026-08-10T17:00:21Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '278 Setiap bagian dari 4 kekuasaan rakjat dan 5 kekuasaan pemerintah, mempunjai tudjuan sendiri dan pekerdjaan jang tertentu ; kita harus memisahkan bagian-bagian itu dengan njata dan djanganlah mentjampur-baurkan mereka serta mengatjaukannja. Banjak orang pada waktu ini tidak dapat membedakan berbagai-bagai kekuasaan tadi ; tidak hanja orang-orang biasa sadja, tetapi djuga orangorang jang terpeladjar. Baru-baru ini saja berdjumpa dengan seoran... 310859 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>278 Setiap bagian dari 4 kekuasaan rakjat dan 5 kekuasaan pemerintah, mempunjai tudjuan sendiri dan pekerdjaan jang tertentu ; kita harus memisahkan bagian-bagian itu dengan njata dan djanganlah mentjampur-baurkan mereka serta mengatjaukannja. Banjak orang pada waktu ini tidak dapat membedakan berbagai-bagai kekuasaan tadi ; tidak hanja orang-orang biasa sadja, tetapi djuga orangorang jang terpeladjar. Baru-baru ini saja berdjumpa dengan seorang teman jang baru sadja mendapat titel pada sebuah Sekolah Tinggi di Amerika Serikat. Saja bertanja kepadanja : „Bagaimanakah pendapat Tuan tentang prinsip-prinsip revolusioner saja ?" Ia mendjawab : „Saja sangat menjetudjuinja " . Saja bertanja sekali lagi : „Apakah jang tuan peladjari diluar negeri?" Djawabnja : ,, Ilmu politik dan hukum" . „Apakah Tuan mufakat dengan kedaulatan rakjat jang saja bela ? ", tanja saja lagi. ,,Konstitusi jang berkekuasaan-lima adalah pikiran jang sangat baik" , djawabnja : ,,Tiap-tiap orang menanti-nantinja dan akan diterima dengan segala senang hati " . Djawab seorang ahli dalam ilmu politik dan hukum ini sama sekali salah dan memperlihatkan bahwa ia belum mengerti apa perbedaan antara 4 kekuasaan rakjat dan 5 kekuasaan pemerintah dan masih mentjampur-baurkan hubungan kekuasaan rakjat dengan kekuasaan pemerintah ; ia tidak mengetahui bahwa 5 kekuasaan jang disebutnja itu adalah kekuasaan pemerintah. Ditilik dari sudut pekerdjaan pemerintah kekuasaan-kekuasaan pemerintah merupakan kekuasaan-kekuasaan atau tenaga sebuah mesin. Supaja dapat membuat mesin jang besar tenaganja, jang dapat mengembangkan T.K. jang mengagumkan, supaja pekerdjaan da- pat memberi manfaat jang tepat, kita harus berusaha agar ia bekerdja kearah 5 kekuasaan. Kekuasaan-kekuasaan rakjat merupakan kekuasaan-kekuasaan mengawasi, jang didjalankan rakjat dengan langsung terhadap mesin jang bertenaga tinggi tadi. 4 Kekuasaan dari rakjat boleh kita umpamakan dengan pengawasan jang didjalankan rakjat, agar mesin dapat digerakkan atau dihentikan. Pemerintah bekerdja untuk rakjat dan ke-5 kekuasaannja itu merupakan 5 buah bentuk pekerdjaan atau 5 arah-pekerdjaan. Rakjat mengawasi pemerintah dengan 4 tjara pengawasannja, jaitu dengan 4 kekuasaan mereka tadi. Hanjalah, kalau pemerintah diserahi<noinclude></noinclude> l4njl7rb0df5sggu2fp9agxl01xmynq 310863 310859 2026-08-10T17:11:17Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310863 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||278|}}</noinclude>Setiap bagian dari 4 kekuasaan rakjat dan 5 kekuasaan pemerintah, mempunjai tudjuan sendiri dan pekerdjaan jang tertentu; kita harus memisahkan bagian-bagian itu dengan njata dan djanganlah mentjampur-baurkan mereka serta mengatjaukannja. Banjak orang pada waktu ini tidak dapat membedakan berbagai-bagai kekuasaan tadi; tidak hanja orang-orang biasa sadja, tetapi djuga orang-orang jang terpeladjar. Baru-baru ini saja berdjumpa dengan seorang teman jang baru sadja mendapat titel pada sebuah Sekolah Tinggi di Amerika Serikat. Saja bertanja kepadanja: „Bagaimanakah pendapat Tuan tentang prinsip-prinsip revolusioner saja?” Ia mendjawab: „Saja sangat menjetudjuinja”. Saja bertanja sekali lagi: „Apakah jang tuan peladjari diluar negeri?” Djawabnja: „Ilmu politik dan hukum” „Apakah Tuan mufakat dengan kedaulatan rakjat jang saja bela?”, tanja saja lagi. „Konstitusi jang berkekuasaan-lima adalah pikiran jang sangat baik”, djawabnja: „Tiap-tiap orang menanti-nantinja dan akan diterima dengan segala senang hati ”. Djawab seorang ahli dalam ilmu politik dan hukum ini sama sekali salah dan memperlihatkan bahwa ia belum mengerti apa perbedaan antara 4 kekuasaan rakjat dan 5 kekuasaan pemerintah dan masih mentjampur-baurkan hubungan kekuasaan rakjat dengan kekuasaan pemerintah; ia tidak mengetahui bahwa 5 kekuasaan jang disebutnja itu adalah kekuasaan pemerintah. Ditilik dari sudut pekerdjaan pemerintah kekuasaan-kekuasaan pemerintah merupakan kekuasaan-kekuasaan atau tenaga sebuah mesin. Supaja dapat membuat mesin jang besar tenaganja, jang dapat mengembangkan T.K. jang mengagumkan, supaja pekerdjaan dapat memberi manfaat jang tepat, kita harus berusaha agar ia bekerdja kearah 5 kekuasaan. Kekuasaan-kekuasaan rakjat merupakan kekuasaan-kekuasaan mengawasi, jang didjalankan rakjat dengan langsung terhadap mesin jang bertenaga tinggi tadi. 4 Kekuasaan dari rakjat boleh kita umpamakan dengan pengawasan jang didjalankan rakjat, agar mesin dapat digerakkan atau dihentikan. Pemerintah bekerdja untuk rakjat dan ke-5 kekuasaannja itu merupakan 5 buah bentuk pekerdjaan atau 5 arah-pekerdjaan. Rakjat mengawasi pemerintah dengan 4 tjara pengawasannja, jaitu dengan 4 kekuasaan mereka tadi. Hanjalah, kalau pemerintah diserahi<noinclude></noinclude> i662x5l6by0p280og1g30rb97f3mql7 Halaman:San min chu i.pdf/284 104 111973 310861 2026-08-10T17:05:21Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '279 kekuasaan seperti itu dan diberi kesempatan untuk bekerdja kearah jang berlainan, barulah ia dapat memperlihatkan prestisenja serta mendjadi sebuah pemerintahan jang sangat kuat. Djalan satu-satunja ialah, kalau rakjat diserahi kekuasaan jang besar serta berbagai-bagai alat pengawasan atas pemerintah, rakjat tidak akan takut lagi kepada pemerintah jang akan djadi sangat kuat dan jang tidak dapat dan tak mungkin diawasi dulu itu. Dengan dja... 310861 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>279 kekuasaan seperti itu dan diberi kesempatan untuk bekerdja kearah jang berlainan, barulah ia dapat memperlihatkan prestisenja serta mendjadi sebuah pemerintahan jang sangat kuat. Djalan satu-satunja ialah, kalau rakjat diserahi kekuasaan jang besar serta berbagai-bagai alat pengawasan atas pemerintah, rakjat tidak akan takut lagi kepada pemerintah jang akan djadi sangat kuat dan jang tidak dapat dan tak mungkin diawasi dulu itu. Dengan djalan demikian rakjat dapat menjuruh pemerintah bergerak atau berhenti dalam setiap waktu jang dikehendakinja. Prestise pemerintah akan naik dan kekuasaan rakjatpun akan bertambah. Dengan kekuasaan mengatur seperti itu dipihak pemerintah dan kekuasaan politik seperti itu dipihak rakjat kita akan sanggup melaksanakan tjita2 ahli Amerika tadi ; suatu pemerintahan jang maha kuat jang mentjari keselamatan dan kebahagiaan rakjat. Hal ini akan mendjadi pendorong untuk membangun dunia baru. Bagaimana keadaan jang sebenarnja didalam suatu negara demokrasi dan bagaimana pula tjaranja kita harus mengatur sebuah negara demokrasi, kita dapat mengerti lebih dalam dan njata, sesudah kita mengatur hak memilih, memetjat, inisiatip dan referendum. Saja tidak sanggup menguraikan segala soal-soal kedaulatan rakjat jang berketjil-ketjil didalam uraian-uraian ini. Barang siapa ingin mengadakan penjelidikan jang teliti dan saksama, saja silahkan membatja buku Mi Liao Chung k'ai's atau „Pemerintahan oleh Seluruh Rakjat" . 26 April 1924<noinclude></noinclude> sx6qmud3dlcbvker8hppf3z5ks9b9ne 310864 310861 2026-08-10T17:13:24Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310864 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||279|}}</noinclude>kekuasaan seperti itu dan diberi kesempatan untuk bekerdja kearah jang berlainan, barulah ia dapat memperlihatkan prestisenja serta mendjadi sebuah pemerintahan jang sangat kuat. Djalan satu-satunja ialah, kalau rakjat diserahi kekuasaan jang besar serta berbagai-bagai alat pengawasan atas pemerintah, rakjat tidak akan takut lagi kepada pemerintah jang akan djadi sangat kuat dan jang tidak dapat dan tak mungkin diawasi dulu itu. Dengan djalan demikian rakjat dapat menjuruh pemerintah bergerak atau berhenti dalam setiap waktu jang dikehendakinja. Prestise pemerintah akan naik dan kekuasaan rakjatpun akan bertambah. Dengan kekuasaan mengatur seperti itu dipihak pemerintah dan kekuasaan politik seperti itu dipihak rakjat kita akan sanggup melaksanakan tjita² ahli Amerika tadi; suatu pemerintahan jang maha kuat jang mentjari keselamatan dan kebahagiaan rakjat. Hal ini akan mendjadi pendorong untuk membangun dunia baru. Bagaimana keadaan jang sebenarnja didalam suatu negara demokrasi dan bagaimana pula tjaranja kita harus mengatur sebuah negara demokrasi, kita dapat mengerti lebih dalam dan njata, sesudah kita mengatur hak memilih, memetjat, inisiatip dan referendum. Saja tidak sanggup menguraikan segala soal-soal kedaulatan rakjat jang berketjil-ketjil didalam uraian-uraian ini. Barang siapa ingin mengadakan penjelidikan jang teliti dan saksama, saja silahkan membatja buku Mi Liao Chung k'ai's atau „Pemerintahan oleh Seluruh Rakjat”. ''26 April 1924''<noinclude></noinclude> 0fqwc1uyyl82e27psegpqrumyeifqnp Halaman:San min chu i.pdf/286 104 111974 310862 2026-08-10T17:06:33Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310862 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude> {{c|BAGIAN KETIGA}} {{c|<big>ASAS-POKOK PENGHIDUPAN</big>}}<noinclude></noinclude> ceha43p2p670u8gv5r6slgv7nhritan Halaman:San min chu i.pdf/289 104 111975 310865 2026-08-10T17:14:15Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '284 abad jang lalu, jaitu sosialisme. Asas-pokok Penghidupan ialah sosialisme, djuga komunisme dan djuga utopianisme. Tetapi asaspokok ini tidak dapat diterangkan dengan beberapa penguraian arti sadja. Tuan-tuan harus memperhatikan uraian-uraian ini dari mula sampai penghabisan, kalau tuan-tuan ingin memahami perkataanperkataan itu sungguh-sungguh . Pada waktu ini soal-soal mengenai penghidupan sedang ramai dibitjarakan dimana-mana. Tetapi soa... 310865 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>284 abad jang lalu, jaitu sosialisme. Asas-pokok Penghidupan ialah sosialisme, djuga komunisme dan djuga utopianisme. Tetapi asaspokok ini tidak dapat diterangkan dengan beberapa penguraian arti sadja. Tuan-tuan harus memperhatikan uraian-uraian ini dari mula sampai penghabisan, kalau tuan-tuan ingin memahami perkataanperkataan itu sungguh-sungguh . Pada waktu ini soal-soal mengenai penghidupan sedang ramai dibitjarakan dimana-mana. Tetapi soal tersebut boleh dianggap soal baru, tidak lebih dari satu abad lamanja. Apakah jang menjebabkan maka soal ini ramai dibitjarakan dalam seratus tahun jang lampau ini? Dengan singkat dapat dikatakan bahwa hal ini disebabkan oleh kemadjuan jang tjepat dari peradaban materi diseluruh dunia, serta kemadjuan pesat dari industri dan penambahan tenaga produktif umat manusia jang tiba-tiba. Dengan terus terang dapatlah dikatakan bahwa soal ini timbulnja sedjadjar dengan didapatnja tenaga mesin, dar dengan perlahan-lahan tenaga alam menggantikan tenaga manusia dalam negara-negara jang paling madju. Tenaga alam berupa uap, hawa panas, air dan listrik mulai digunakan pengganti tenaga manusia, sedangkan tembaga dan besi menggantikan tulang dan urat manusia. Sedjak dikenal orang tenaga mesin, seorang orang dengan mempergunakan sebuah mesin dapat mengerdjakan pekerdjaan seratus orang atau seribu orang. Maka karena itu terdapat pertentangan besar antara tenaga produktif mesin dan tenaga produktif manusia. Seorang pekerdja jang radjin sekali dapat melakukan pekerdjaan tidak lebih dari dua atau tiga orang dalam sehari, dan sudah tentu ia tidak dapat mengerdjakan pekerdjaan sepuluh orang, hingga boleh dikatakan bahwa seorang jang paling radjin dengan berbadan kuat, tenaga dan semangat jang paling besar, tidak mungkin mengeluarkan tenaga lebih dari tenaga sepuluh orang. Djadi perbedaan antara kekuatan produktif manusia biasa tidak terlalu besar, sedangkan perbedaan antara tenaga mesin dan manusia terlalu besar. Kalau hanja tenaga manusia sadja jang dipergunakan, kaum pekerdja jang terkuat dan teradjin tidak dapat mengerdjakan pekerdjaan lebih dari pada pekerdjaan sepuluh kali djumlah pekerdjaan kaum buruh biasa, tetapi kalau tenaga mesin dipergunakan oleh seorang tukang biasa<noinclude></noinclude> 1wzbbyabar7306euqxq3mwl2wtmrthe 310869 310865 2026-08-10T17:27:13Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310869 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||284|}}</noinclude>abad jang lalu, jaitu sosialisme. Asas-pokok Penghidupan ialah sosialisme, djuga komunisme dan djuga utopianisme. Tetapi asaspokok ini tidak dapat diterangkan dengan beberapa penguraian arti sadja. Tuan-tuan harus memperhatikan uraian-uraian ini dari mula sampai penghabisan, kalau tuan-tuan ingin memahami perkataan-perkataan itu sungguh-sungguh. Pada waktu ini soal-soal mengenai penghidupan sedang ramai dibitjarakan dimana-mana. Tetapi soal tersebut boleh dianggap soal baru, tidak lebih dari satu abad lamanja. Apakah jang menjebabkan maka soal ini ramai dibitjarakan dalam seratus tahun jang lampau ini? Dengan singkat dapat dikatakan bahwa hal ini disebabkan oleh kemadjuan jang tjepat dari peradaban materi diseluruh dunia, serta kemadjuan pesat dari industri dan penambahan tenaga produktif umat manusia jang tiba-tiba. Dengan terus terang dapatlah dikatakan bahwa soal ini timbulnja sedjadjar dengan didapatnja tenaga mesin, dan dengan perlahan-lahan tenaga alam menggantikan tenaga manusia dalam negara-negara jang paling madju. Tenaga alam berupa uap, hawa panas, air dan listrik mulai digunakan pengganti tenaga manusia, sedangkan tembaga dan besi menggantikan tulang dan urat manusia. Sedjak dikenal orang tenaga mesin, seorang orang dengan mempergunakan sebuah mesin dapat mengerdjakan pekerdjaan seratus orang atau seribu orang. Maka karena itu terdapat pertentangan besar antara tenaga produktif mesin dan tenaga produktif manusia. Seorang pekerdja jang radjin sekali dapat melakukan pekerdjaan tidak lebih dari dua atau tiga orang dalam sehari, dan sudah tentu ia tidak dapat mengerdjakan pekerdjaan sepuluh orang, hingga boleh dikatakan bahwa seorang jang paling radjin dengan berbadan kuat, tenaga dan semangat jang paling besar, tidak mungkin mengeluarkan tenaga lebih dari tenaga sepuluh orang. Djadi perbedaan antara kekuatan produktif manusia biasa tidak terlalu besar, sedangkan perbedaan antara tenaga mesin dan manusia terlalu besar. Kalau hanja tenaga manusia sadja jang dipergunakan, kaum pekerdja jang terkuat dan teradjin tidak dapat mengerdjakan pekerdjaan lebih dari pada pekerdjaan sepuluh kali djumlah pekerdjaan kaum buruh biasa, tetapi kalau tenaga mesin dipergunakan oleh seorang tukang biasa<noinclude></noinclude> nhpqyb1ss8h6z0od4a9zlx2m5voery4 Halaman:San min chu i.pdf/288 104 111976 310866 2026-08-10T17:22:02Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310866 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{c|'''Uraian 1'''}} {{smaller|Arti Min-sheng atau penghidupan rakjat ― Soal-soal baru dalam penghidupan jang disebabkan oleh timbulnja tenaga mesin pengganti tenaga kuli ― Bagaimana djalan kereta api di Tiongkok mendesak tenaga kuli ― Hubungan Min-sheng dengan sosialisme dan komunisme ― Pertentangan diantara partai-partai sosialis Barat dan gagalnja sosialisme dalam memetjahkan soal-soal jang timbul sesudah peperangan. ― Sikap Marx terhadap sosialisme ― Sosialisme angan-angan (utopian sosialisme) dan sosialisme berdasarkan ilmu ― Kritik terhadap pendapat Marx jang materialistis tentang sedjarah ― Penjelidikan soal penghidupan adalah tulang punggung sedjarah ― Perkembangan sosial dan ekonomi jang baru-baru ini membuktikan kekeliruan teori Marx tentang perdjuangan klas (class struggle) ― Pembitjaraan dan penghargaan terhadap perbaikan sosial dan ekonomi mengenai alat-alat pengangkutan dan perhubungan kepunjaan umum, penarikan padjak setjara langsung dan pembagian berdasarkan sosialisme ― Kemadjuan sosial dengan membereskan kepentingan-kepentingan ekonomi ― „Keuntungan jang banjak” didjelmakan oleh masjarakat, bukan oleh kaum buruh sadja ― Marx seorang ahli penjakit sosial ― Ramalan Marx tentang musnahnja kaum kapitalis tidak terwudjud ― Perbaikan sedikit demi sedikit dalam soal keadaan bekerdja ― Pengurangan djam bekerdja bagi kaum buruh malahan memperbanjak hasil produksi ― Pendapat Marx tentang penambahan hasil tidak tjotjok dengan pengalaman-pengalaman pabrik Ford ― Perkumpulan-perkumpulan kaum pemakai jang bekerdja bersama-sama di Inggeris ― Pentingnja kaum pemakai ― Sebab gagalnja pabrik-pabrik besi dan badja Hanyang ― Soal penghidupan harus mendjadi pusat sistim perekonomian.}} Hal jang hendak saja bitjarakan hari ini ialah Min-sheng Chu I atau Asas-pokok Penghidupan rakjat. Min-sheng adalah sebuah perkataan kuno di Tiongkok. Kita bitjara tentang kuo-chi min-sheng, kemakmuran nasional dan penghidupan rakjat, tetapi saja chawatir kalau-kalau hanja tahu mengutjapkan perkataan-perkataan tadi dan tidak mentjari dengan sungguh-sungguh apa artinja. Saja tidak dapat melihat bahwa perkataan² tadi banjak mengandung arti bagi kita. Tetapi, dalam zaman ilmu pengetahuan, kita akan mentjoba membitjarakan utjapan-utjapan ini setjara ilmu pengetahuan dan memahamkan perhubungan sosial dan ekonomi; kita akan berpendapat, bahwa mempunjai maksud jang luas dan dalam. Hari ini akan saja bentangkan arti Min-sheng atau Penghidupan rakjat. Uraian ini akan menundjukkan peri hal penghidupan rakjat, adanja masjarakat, kemakmuran bangsa, djiwa massa. Dan sekarang saja ingin memperkenalkan arti Min-sheng buat menguraikan salah satu soal jang terpenting jang timbul dinegeri Barat dalam<noinclude></noinclude> q8yt3550pek7qgtqd024mt40qpve8k3 310867 310866 2026-08-10T17:22:28Z Aeia aai 24023 310867 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{c|'''Uraian 1'''}} :{{smaller|Arti Min-sheng atau penghidupan rakjat ― Soal-soal baru dalam penghidupan jang disebabkan oleh timbulnja tenaga mesin pengganti tenaga kuli ― Bagaimana djalan kereta api di Tiongkok mendesak tenaga kuli ― Hubungan Min-sheng dengan sosialisme dan komunisme ― Pertentangan diantara partai-partai sosialis Barat dan gagalnja sosialisme dalam memetjahkan soal-soal jang timbul sesudah peperangan. ― Sikap Marx terhadap sosialisme ― Sosialisme angan-angan (utopian sosialisme) dan sosialisme berdasarkan ilmu ― Kritik terhadap pendapat Marx jang materialistis tentang sedjarah ― Penjelidikan soal penghidupan adalah tulang punggung sedjarah ― Perkembangan sosial dan ekonomi jang baru-baru ini membuktikan kekeliruan teori Marx tentang perdjuangan klas (class struggle) ― Pembitjaraan dan penghargaan terhadap perbaikan sosial dan ekonomi mengenai alat-alat pengangkutan dan perhubungan kepunjaan umum, penarikan padjak setjara langsung dan pembagian berdasarkan sosialisme ― Kemadjuan sosial dengan membereskan kepentingan-kepentingan ekonomi ― „Keuntungan jang banjak” didjelmakan oleh masjarakat, bukan oleh kaum buruh sadja ― Marx seorang ahli penjakit sosial ― Ramalan Marx tentang musnahnja kaum kapitalis tidak terwudjud ― Perbaikan sedikit demi sedikit dalam soal keadaan bekerdja ― Pengurangan djam bekerdja bagi kaum buruh malahan memperbanjak hasil produksi ― Pendapat Marx tentang penambahan hasil tidak tjotjok dengan pengalaman-pengalaman pabrik Ford ― Perkumpulan-perkumpulan kaum pemakai jang bekerdja bersama-sama di Inggeris ― Pentingnja kaum pemakai ― Sebab gagalnja pabrik-pabrik besi dan badja Hanyang ― Soal penghidupan harus mendjadi pusat sistim perekonomian.}} Hal jang hendak saja bitjarakan hari ini ialah Min-sheng Chu I atau Asas-pokok Penghidupan rakjat. Min-sheng adalah sebuah perkataan kuno di Tiongkok. Kita bitjara tentang kuo-chi min-sheng, kemakmuran nasional dan penghidupan rakjat, tetapi saja chawatir kalau-kalau hanja tahu mengutjapkan perkataan-perkataan tadi dan tidak mentjari dengan sungguh-sungguh apa artinja. Saja tidak dapat melihat bahwa perkataan² tadi banjak mengandung arti bagi kita. Tetapi, dalam zaman ilmu pengetahuan, kita akan mentjoba membitjarakan utjapan-utjapan ini setjara ilmu pengetahuan dan memahamkan perhubungan sosial dan ekonomi; kita akan berpendapat, bahwa mempunjai maksud jang luas dan dalam. Hari ini akan saja bentangkan arti Min-sheng atau Penghidupan rakjat. Uraian ini akan menundjukkan peri hal penghidupan rakjat, adanja masjarakat, kemakmuran bangsa, djiwa massa. Dan sekarang saja ingin memperkenalkan arti Min-sheng buat menguraikan salah satu soal jang terpenting jang timbul dinegeri Barat dalam<noinclude></noinclude> szisjnb66lrllb0j40f6qwy47nbirjz 311097 310867 2026-08-11T04:37:13Z Who'sisthis 25823 /* Tervalidasi */ 311097 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Who'sisthis" /></noinclude>{{c|'''Uraian 1'''}} :{{smaller|Arti Min-sheng atau penghidupan rakjat ― Soal-soal baru dalam penghidupan jang disebabkan oleh timbulnja tenaga mesin pengganti tenaga kuli ― Bagaimana djalan kereta api di Tiongkok mendesak tenaga kuli ― Hubungan Min-sheng dengan sosialisme dan komunisme ― Pertentangan diantara partai-partai sosialis Barat dan gagalnja sosialisme dalam memetjahkan soal-soal jang timbul sesudah peperangan. ― Sikap Marx terhadap sosialisme ― Sosialisme angan-angan (utopian sosialisme) dan sosialisme berdasarkan ilmu ― Kritik terhadap pendapat Marx jang materialistis tentang sedjarah ― Penjelidikan soal penghidupan adalah tulang punggung sedjarah ― Perkembangan sosial dan ekonomi jang baru-baru ini membuktikan kekeliruan teori Marx tentang perdjuangan klas (class struggle) ― Pembitjaraan dan penghargaan terhadap perbaikan sosial dan ekonomi mengenai alat-alat pengangkutan dan perhubungan kepunjaan umum, penarikan padjak setjara langsung dan pembagian berdasarkan sosialisme ― Kemadjuan sosial dengan membereskan kepentingan-kepentingan ekonomi ― „Keuntungan jang banjak” didjelmakan oleh masjarakat, bukan oleh kaum buruh sadja ― Marx seorang ahli penjakit sosial ― Ramalan Marx tentang musnahnja kaum kapitalis tidak terwudjud ― Perbaikan sedikit demi sedikit dalam soal keadaan bekerdja ― Pengurangan djam bekerdja bagi kaum buruh malahan memperbanjak hasil produksi ― Pendapat Marx tentang penambahan hasil tidak tjotjok dengan pengalaman-pengalaman pabrik Ford ― Perkumpulan-perkumpulan kaum pemakai jang bekerdja bersama-sama di Inggeris ― Pentingnja kaum pemakai ― Sebab gagalnja pabrik-pabrik besi dan badja Hanyang ― Soal penghidupan harus mendjadi pusat sistim perekonomian.}} Hal jang hendak saja bitjarakan hari ini ialah Min-sheng Chu I atau Asas-pokok Penghidupan rakjat. Min-sheng adalah sebuah perkataan kuno di Tiongkok. Kita bitjara tentang kuo-chi min-sheng, kemakmuran nasional dan penghidupan rakjat, tetapi saja chawatir kalau-kalau hanja tahu mengutjapkan perkataan-perkataan tadi dan tidak mentjari dengan sungguh-sungguh apa artinja. Saja tidak dapat melihat bahwa perkataan² tadi banjak mengandung arti bagi kita. Tetapi, dalam zaman ilmu pengetahuan, kita akan mentjoba membitjarakan utjapan-utjapan ini setjara ilmu pengetahuan dan memahamkan perhubungan sosial dan ekonomi; kita akan berpendapat, bahwa mempunjai maksud jang luas dan dalam. Hari ini akan saja bentangkan arti Min-sheng atau Penghidupan rakjat. Uraian ini akan menundjukkan peri hal penghidupan rakjat, adanja masjarakat, kemakmuran bangsa, djiwa massa. Dan sekarang saja ingin memperkenalkan arti Min-sheng buat menguraikan salah satu soal jang terpenting jang timbul dinegeri Barat dalam<noinclude></noinclude> 5p0f0qev9hlecylhgdrm2a1jyzy3mja Halaman:San min chu i.pdf/290 104 111977 310868 2026-08-10T17:22:53Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '285 jang termalas, ia dapat menjelesaikan pekerdjaan seratus, seribu kali lipat ganda banjaknja dari seorang pekerdja jang teradjin dengan tidak memakai tenaga mesin. Pada waktu ini hasil usaha berbeda sekali dari pada beberapa puluh tahun berselang sebelum pemakaian tenaga mesin . Marilah kita menindjau beberapa kenjataan-kenjataan didepan kita. Kaum jang terbanjak kita temukan didjalan-djalan kota kantor ialah kuli-kuli atau tukang-tukang an... 310868 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>285 jang termalas, ia dapat menjelesaikan pekerdjaan seratus, seribu kali lipat ganda banjaknja dari seorang pekerdja jang teradjin dengan tidak memakai tenaga mesin. Pada waktu ini hasil usaha berbeda sekali dari pada beberapa puluh tahun berselang sebelum pemakaian tenaga mesin . Marilah kita menindjau beberapa kenjataan-kenjataan didepan kita. Kaum jang terbanjak kita temukan didjalan-djalan kota kantor ialah kuli-kuli atau tukang-tukang angkat. Mereka merupakan djumlah pekerdja jang terbanjak dalam kota. Kuli jang terkuat tidak sanggup membawa lebih banjak dari dua ratus kati atau berdjalan lebih djauh dari beberapa puluh li dalam sehari. Kuli panggul sematjam itu sukar diketemukan; kuli biasa merasa sudah tjukup dengan beban kurang dari pada seratus kati untuk perdjalanan beberapa puluh li. Bandingkanlah kuli-kuli panggul itu dengan sebuah mesin pengangkut. Lihatlah kereta api pengangkut disetasiun Wongsha dalam kota. Sebuah lokomotif dapat menarik duapuluh wagon atau lebih, dan sebuah wagon dapat membawa beberapa ratus pikul barang, jang berarti sebuah kereta api pengangkut dari duapuluh wagon dapat membawa sampai sepuluh ribu pikul barang muatan. Dengan mempergunakan satu dua orang didalam lokomotif dan beberapa orang lagi buat pendjaga wagon, kereta api itu dapat berdjalan beberapa ratus li dalam sehari. Dari Kanton ke Shiukwan (Shiuchow) , dalam perdjalanan kereta api Kanton-Hankow ia merupakan satu perdjalanan kira2 lima ratus li. Zaman dahulu ketika hanja tenaga manusia sadja digunakan untuk membawa barangbarang sepandjang djalan-djalan tadi, seorang-orang hanja dapat membawa sepikul muatan, atau sepuluh ribu orang dapat membawa sepuluh ribu pikul. Seorang hanja dapat berdjalan kira2 limapuluh li sehari, sehingga perdjalanan lima ratus li akan memakan tempoh sepuluh hari. Sepuluh ribu pikul barang, jang pada waktu dulunja meminta tenaga manusia sebanjak sepuluh ribu kuli untuk sepuluh hari lamanja, sekarang dapat dibawa dari Kanton ke Shiukwan dalam delapan djam sadja, sedangkan untuk pertolongan paling banjak sepuluh orang. Disini dapat tuan lihat, bahwa sepuluh orang dapat mengerdjakan pekerdjaan sepuluh ribu orang, sedangkan delapan djam dapat menggantikan tempoh sepuluh hari. Bera<noinclude></noinclude> ppibqmizsu3phaz5vy0pee2quttzyi5 310871 310868 2026-08-10T17:31:03Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310871 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||285|}}</noinclude>jang termalas, ia dapat menjelesaikan pekerdjaan seratus, seribu kali lipat ganda banjaknja dari seorang pekerdja jang teradjin dengan tidak memakai tenaga mesin. Pada waktu ini hasil usaha berbeda sekali dari pada beberapa puluh tahun berselang sebelum pemakaian tenaga mesin. Marilah kita menindjau beberapa kenjataan-kenjataan didepan kita. Kaum jang terbanjak kita temukan didjalan-djalan kota kantor ialah kuli-kuli atau tukang-tukang angkat. Mereka merupakan djumlah pekerdja jang terbanjak dalam kota. Kuli jang terkuat tidak sanggup membawa lebih banjak dari dua ratus kati atau berdjalan lebih djauh dari beberapa puluh li dalam sehari. Kuli panggul sematjam itu sukar diketemukan; kuli biasa merasa sudah tjukup dengan beban kurang dari pada seratus kati untuk perdjalanan beberapa puluh li. Bandingkanlah kuli-kuli panggul itu dengan sebuah mesin pengangkut. Lihatlah kereta api pengangkut disetasiun Wongsha dalam kota. Sebuah lokomotif dapat menarik duapuluh wagon atau lebih, dan sebuah wagon dapat membawa beberapa ratus pikul barang, jang berarti sebuah kereta api pengangkut dari duapuluh wagon dapat membawa sampai sepuluh ribu pikul barang muatan. Dengan mempergunakan satu dua orang didalam lokomotif dan beberapa orang lagi buat pendjaga wagon, kereta api itu dapat berdjalan beberapa ratus li dalam sehari. Dari Kanton ke Shiukwan (Shiuchow), dalam perdjalanan kereta api Kanton-Hankow ia merupakan satu perdjalanan kira² lima ratus li. Zaman dahulu ketika hanja tenaga manusia sadja digunakan untuk membawa barang-barang sepandjang djalan-djalan tadi, seorang-orang hanja dapat membawa sepikul muatan, atau sepuluh ribu orang dapat membawa sepuluh ribu pikul. Seorang hanja dapat berdjalan kira² limapuluh li sehari, sehingga perdjalanan lima ratus li akan memakan tempoh sepuluh hari. Sepuluh ribu pikul barang, jang pada waktu dulunja meminta tenaga manusia sebanjak sepuluh ribu kuli untuk sepuluh hari lamanja, sekarang dapat dibawa dari Kanton ke Shiukwan dalam delapan djam sadja, sedangkan untuk pertolongan paling banjak sepuluh orang. Disini dapat tuan lihat, bahwa sepuluh orang dapat mengerdjakan pekerdjaan sepuluh ribu orang, sedangkan delapan djam dapat menggantikan tempoh sepuluh hari. {{hws|Bera|Berapakah}}<noinclude></noinclude> gvfajscn7yld3iygzki8o9oqqkgyinf Halaman:San min chu i.pdf/291 104 111978 310870 2026-08-10T17:27:32Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '286 pakah besarnja beda antara tenaga mesin dan tenaga manusia ! Kereta api dengan beberapa puluh wagon bukan hanja dapat menggantikan pekerdjaan seribu orang oleh seorang sadja, dan tempoh satu hari oleh satu djam, sehingga dengan tjara demikian pengangkutan sangat mudah, gampang dan tjepat, tetapi disamping itu pula amat menghematkan. Seorang kuli panggul dibajar satu dolar sehari, sepuluh ribu kuli jang membawa sepuluh ribu pikul barang untu... 310870 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>286 pakah besarnja beda antara tenaga mesin dan tenaga manusia ! Kereta api dengan beberapa puluh wagon bukan hanja dapat menggantikan pekerdjaan seribu orang oleh seorang sadja, dan tempoh satu hari oleh satu djam, sehingga dengan tjara demikian pengangkutan sangat mudah, gampang dan tjepat, tetapi disamping itu pula amat menghematkan. Seorang kuli panggul dibajar satu dolar sehari, sepuluh ribu kuli jang membawa sepuluh ribu pikul barang untuk sepuluh hari, akan memakan ongkos sebanjak $ 100.000. Tetapi pengangkutan dengan kereta api buat djumlah barang itu hanja memakan ongkos tidak lebih dari beberapa ribu dolar sadja. Dalam hal membadjak, menenun, mendirikan gedung dan bermatjam-matjam pekerdjaan lainnja, tenaga mesinpun beratus kali lipat malahan kadang-kadang seribu kali lipat lebih menguntungkan dari pada tenaga manusia. Sedjak didapat alat mesin, dunia mengalami revolusi dalam soal produksi. Mesin menggantikan tenaga manusia, sedangkan orang jang mempunjai alat mesin merampas kekajaan dari mereka jang tidak mempunjai mesin. Sebelum Perang Madat maka Kanton adalah satu-satunja pelabuhan terbuka di Tiongkok. Barang-barang dari propinsi lain dibawa melalui darat, pertama ke Kanton dan dari sini dikirim dengan kapal kenegeri-negeri asing ; sebaliknja barang-barang asing didaratkan di Kanton dan kemudian baru dibagi-bagi kerbagai-bagai propinsi. Dengan djalan demikian semua ekspor dari Tiongkok harus meliwati Hunan dan Kiangsi, dengan mengambil djalan Nansiung dan Lochang sebelum sampai ke Kanton, dan demikian djuga dengan barang-barang impor jang melalui djalan itu. Sebagai akibat, djalan antara Nansiung dan Shiukwan dan antara Lochang dan Shiukwan mendjadi ramai sekali, penuh kuli-kuli pikul, sedangkan warung-warung teh dan rumah-rumah makan di- sepandjang djalan itu mengalami perdagangan ramai. Tetapi kemudian ketika perdagangan asing terbuka, barang-barang dari berbagai-bagai propinsi dikirim dengan perahu pesisir ke Kanton, kalau tidak, tentu langsung kenegeri asing melalui Sjanghai dan Tientsin. Mereka itu tidak meliwati djalan Nansiung dan Lochang ke Shuikwan, oleh karena sebab ini djumlah kuli-kuli berkurang sangat. Kedua djalan itu jang dulunja sangat ramai sekarang djadi<noinclude></noinclude> 8s4w2ppxgwhu0bx0xsajxb9rp7v2aem 310874 310870 2026-08-10T17:34:28Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310874 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||286|}}</noinclude>{{hwe|pakah|Berapakah}} besarnja beda antara tenaga mesin dan tenaga manusia! Kereta api dengan beberapa puluh wagon bukan hanja dapat menggantikan pekerdjaan seribu orang oleh seorang sadja, dan tempoh satu hari oleh satu djam, sehingga dengan tjara demikian pengangkutan sangat mudah, gampang dan tjepat, tetapi disamping itu pula amat menghematkan. Seorang kuli panggul dibajar satu dolar sehari, sepuluh ribu kuli jang membawa sepuluh ribu pikul barang untuk sepuluh hari, akan memakan ongkos sebanjak $ 100.000. Tetapi pengangkutan dengan kereta api buat djumlah barang itu hanja memakan ongkos tidak lebih dari beberapa ribu dolar sadja. Dalam hal membadjak, menenun, mendirikan gedung dan bermatjam-matjam pekerdjaan lainnja, tenaga mesinpun beratus kali lipat malahan kadang-kadang seribu kali lipat lebih menguntungkan dari pada tenaga manusia. Sedjak didapat alat mesin, dunia mengalami revolusi dalam soal produksi. Mesin menggantikan tenaga manusia, sedangkan orang jang mempunjai alat mesin merampas kekajaan dari mereka jang tidak mempunjai mesin. Sebelum Perang Madat maka Kanton adalah satu-satunja pelabuhan terbuka di Tiongkok. Barang-barang dari propinsi lain dibawa melalui darat, pertama ke Kanton dan dari sini dikirim dengan kapal kenegeri-negeri asing; sebaliknja barang-barang asing didaratkan di Kanton dan kemudian baru dibagi-bagi kerbagai-bagai propinsi. Dengan djalan demikian semua ekspor dari Tiongkok harus meliwati Hunan dan Kiangsi, dengan mengambil djalan Nansiung dan Lochang sebelum sampai ke Kanton, dan demikian djuga dengan barang-barang impor jang melalui djalan itu. Sebagai akibat, djalan antara Nansiung dan Shiukwan dan antara Lochang dan Shiukwan mendjadi ramai sekali, penuh kuli-kuli pikul, sedangkan warung-warung teh dan rumah-rumah makan disepandjang djalan itu mengalami perdagangan ramai. Tetapi kemudian ketika perdagangan asing terbuka, barang-barang dari berbagai-bagai propinsi dikirim dengan perahu pesisir ke Kanton, kalau tidak, tentu langsung kenegeri asing melalui Sjanghai dan Tientsin. Mereka itu tidak meliwati djalan Nansiung dan Lochang ke Shuikwan, oleh karena sebab ini djumlah kuli-kuli berkurang sangat. Kedua djalan itu jang dulunja sangat ramai sekarang djadi<noinclude></noinclude> 4ha609edustuukkm1fyrqrf1n7vjdzd Halaman:San min chu i.pdf/292 104 111979 310872 2026-08-10T17:31:17Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '287 sepi sekali. Ketika kereta api mulai berdjalan dari Kanton ke Hankow serta menggantikan tenaga manusia, tukang-tukang pikul antara Kanton dan Shuikwan dengan sendirinja hilang lenjap. Dengan demikian keadaan dibagian-bagian lain daerah Tiongkok, pun djuga diregeri-negeri lain mendjadi buruk bagi kaum buruh. Karena pemakaian alat mesin sedjumlah besar kaum pekerdja dengan tiba- tiba kehilangan mata pentjaharian, sedangkan untuk mendapat pek... 310872 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>287 sepi sekali. Ketika kereta api mulai berdjalan dari Kanton ke Hankow serta menggantikan tenaga manusia, tukang-tukang pikul antara Kanton dan Shuikwan dengan sendirinja hilang lenjap. Dengan demikian keadaan dibagian-bagian lain daerah Tiongkok, pun djuga diregeri-negeri lain mendjadi buruk bagi kaum buruh. Karena pemakaian alat mesin sedjumlah besar kaum pekerdja dengan tiba- tiba kehilangan mata pentjaharian, sedangkan untuk mendapat pekerdjaan lain buat sesuap nasi sangat sukar. Orang asing menamakan perubahan besar ini „revolusi industri" (industrial revolu- tion) . Karena revolusi inilah kaum bunuh mengalami kerugian besar. Hal ini jang menjebabkan timbulnja dalam beberapa puluh tahun jang achir suatu soal sosial, ialah sebagai usaha meringankan penanggungan sematjam itu. Soal sosial inilah jang hendak saja bitjarakan hari ini dalam bentuk asas-pokok penghidupan. Apakah sebabnja kita tidak meniru Barat dan dengan langsung memulai pembitjaraan tentang sosialisme ? Apakah sebabnja kita mempergunakan perkataaan Tionghoa kuno min-sheng sebagai gantinja? Ialah karena ada alasan jang penting. Sedjak terdapatnja, terutama sedjak adanja revolusi industri, maka alat mesin merupakan suatu soal jang terpenting, jang mengakibatkan bangunnja teori-teori jang bersifat sosialistis. Biarpun sosialisme telah merupakan suatu kekuatan besar dalam beberapa puluh tahun ini, tetapi bangsa Barat belum dapat memetjahkan soal-soal jang berhubungan dengan hal itu, dan orang masih sadja mengadakan perdebatan hebat mengenai soal itu. Teori dan tjita-tjita kesosialan Barat sedang mengalir masuk ke Tiongkok dan dipeladjari oleh beberapa golongan kaum terpeladjar Tionghoa. Ada sematjam sosialisme jang dinamakan ,komunisme " ; arti komunisme ini disebarkan dengan bebas diseluruh Tiongkok berdampingan dengan teori-teori lain. Sesungguhnja sukar sekali buat penganut-penganut sosialisme dan komunisme bangsa Tionghoa untuk dapat memetjahkan soal jang ditimbulkan oleh adjaran ini, sedangkan bangsa Barat sendiri jang mulai menjebarkan adjaran ini belum berhasil untuk menerangkan maksudnja dengan djelas. Dalam penjelidikan kita, harus memeriksa dahulu dengan saksama intinja adjaran ini, mempeladjari asal-usulnja dan menetapkan defi<noinclude></noinclude> 8kjcqz085nbsgz0alqyrfsgbvmcw24t 310876 310872 2026-08-10T17:38:50Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310876 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||287|}}</noinclude>sepi sekali. Ketika kereta api mulai berdjalan dari Kanton ke Hankow serta menggantikan tenaga manusia, tukang-tukang pikul antara Kanton dan Shuikwan dengan sendirinja hilang lenjap. Dengan demikian keadaan dibagian-bagian lain daerah Tiongkok, pun djuga dinegeri-negeri lain mendjadi buruk bagi kaum buruh. Karena pemakaian alat mesin sedjumlah besar kaum pekerdja dengan tiba-tiba kehilangan mata pentjaharian, sedangkan untuk mendapat pekerdjaan lain buat sesuap nasi sangat sukar. Orang asing menamakan perubahan besar ini „revolusi industri” (industrial revolution). Karena revolusi inilah kaum bunuh mengalami kerugian besar. Hal ini jang menjebabkan timbulnja dalam beberapa puluh tahun jang achir suatu soal sosial, ialah sebagai usaha meringankan penanggungan sematjam itu. Soal sosial inilah jang hendak saja bitjarakan hari ini dalam bentuk asas-pokok penghidupan. Apakah sebabnja kita tidak meniru Barat dan dengan langsung memulai pembitjaraan tentang sosialisme? Apakah sebabnja kita mempergunakan perkataaan Tionghoa kuno ''min-sheng'' sebagai gantinja? Ialah karena ada alasan jang penting. Sedjak terdapatnja, terutama sedjak adanja revolusi industri, maka alat mesin merupakan suatu soal jang terpenting, jang mengakibatkan bangunnja teori-teori jang bersifat sosialistis. Biarpun sosialisme telah merupakan suatu kekuatan besar dalam beberapa puluh tahun ini, tetapi bangsa Barat belum dapat memetjahkan soal-soal jang berhubungan dengan hal itu, dan orang masih sadja mengadakan perdebatan hebat mengenai soal itu. Teori dan tjita-tjita kesosialan Barat sedang mengalir masuk ke Tiongkok dan dipeladjari oleh beberapa golongan kaum terpeladjar Tionghoa. Ada sematjam sosialisme jang dinamakan „komunisme”; arti komunisme ini disebarkan dengan bebas diseluruh Tiongkok berdampingan dengan teori-teori lain. Sesungguhnja sukar sekali buat penganut-penganut sosialisme dan komunisme bangsa Tionghoa untuk dapat memetjahkan soal jang ditimbulkan oleh adjaran ini, sedangkan bangsa Barat sendiri jang mulai menjebarkan adjaran ini belum berhasil untuk menerangkan maksudnja dengan djelas. Dalam penjelidikan kita, harus memeriksa dahulu dengan saksama intinja adjaran ini, mempeladjari asal-usulnja dan menetapkan {{hws|defi|definisi}}<noinclude></noinclude> 98elu6td0gdb9vcm17spu9e54u3cdfi MH Firdaus 0 111980 310873 2026-08-10T17:33:56Z Gadget19 27447 ←Membuat halaman berisi ''''MH Firdaus''' '''MH Firdaus''', atau lebih dikenal firdaus merupakan owner dari gadget19_Tangerang, Firdaus sudah menekuni dunia bisnis lebih dari 10 tahun, dengan pengalaman yang dimiliki, Firdaus bisa mengembangkan bisnis iPhone dengan omzet mencapai 1 miliar rupiah per bulan, dengan persaingan bisnis di dunia elektronik terutama iPhone, Firdaus bisa menguasai dengan mempunyai lebih dari 400ribu customer di seluruh Indonesia, pencapaian yang diraih dalam du...' 310873 wikitext text/x-wiki '''MH Firdaus''' '''MH Firdaus''', atau lebih dikenal firdaus merupakan owner dari gadget19_Tangerang, Firdaus sudah menekuni dunia bisnis lebih dari 10 tahun, dengan pengalaman yang dimiliki, Firdaus bisa mengembangkan bisnis iPhone dengan omzet mencapai 1 miliar rupiah per bulan, dengan persaingan bisnis di dunia elektronik terutama iPhone, Firdaus bisa menguasai dengan mempunyai lebih dari 400ribu customer di seluruh Indonesia, pencapaian yang diraih dalam dunia bisnis sangatlah fantastis, menjadi salah satu kepercayaan warga Indonesia yang sedang memiliki kebutuhan elektronik terutama iPhone '''Gadget 19''' '''Gadget 19''' adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan perangkat elektronik, khususnya produk iPhone dan perangkat gadget lainnya di Indonesia. Usaha ini didirikan pada 19 Mei 2019 dan dimiliki oleh MH Firdaus. Dalam perkembangannya, Gadget 19 tumbuh dari usaha penjualan berskala kecil menjadi salah satu pelaku usaha yang dikenal dalam distribusi dan penjualan iPhone di wilayah Jabodetabek. '''Sejarah''' '''Gadget 19''' didirikan pada 19 Mei 2019 oleh MH Firdaus. Sebelum membangun usaha di bidang gadget, Firdaus memiliki pengalaman bekerja sebagai sales pupuk. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan profesionalnya sebelum kemudian beralih ke dunia perdagangan dan penjualan perangkat elektronik. Pada tahap awal, Firdaus mulai mengenal dunia bisnis melalui affiliate marketing. Model bisnis tersebut memberikan pengalaman dalam pemasaran produk secara digital sekaligus menjadi salah satu langkah awal sebelum mengembangkan usaha secara mandiri. Seiring meningkatnya pengalaman dan jaringan bisnis, Firdaus kemudian mengembangkan Gadget 19 dengan fokus pada penjualan produk Apple, terutama iPhone. Perusahaan tersebut selanjutnya memperluas kegiatan usahanya melalui jaringan penjualan dan distribusi di wilayah Jabodetabek. Perkembangan Usaha Dalam perkembangannya, Gadget 19 mengalami pertumbuhan pada sektor penjualan iPhone. Berdasarkan informasi perusahaan, aktivitas penjualan Gadget 19 disebut telah mencapai omzet hingga sekitar Rp1 miliar per bulan. Pertumbuhan tersebut turut mendorong Gadget 19 untuk memperluas jaringan distribusi dan menjangkau pasar gadget di kawasan Jabodetabek. Fokus utama usaha tetap berada pada perdagangan iPhone, baik untuk kebutuhan konsumen maupun jaringan penjualan. '''Bidang Usaha''' '''Gadget 19''' berfokus pada perdagangan perangkat gadget, dengan iPhone sebagai salah satu produk utama. Kegiatan usahanya mencakup penjualan perangkat kepada konsumen serta distribusi melalui jaringan penjualan. Perkembangan bisnis Gadget 19 juga menunjukkan peran pemasaran digital dalam membangun usaha perdagangan gadget. Pengalaman awal MH Firdaus dalam affiliate marketing menjadi salah satu fondasi dalam memahami pemasaran produk dan perilaku konsumen secara digital. Pendiri dan Pemilik MH Firdaus merupakan pendiri sekaligus pemilik Gadget 19. Perjalanan bisnisnya dimulai dari pengalaman sebagai sales pupuk, sebelum memasuki dunia pemasaran digital melalui affiliate marketing. Setelah memperoleh pengalaman dalam pemasaran dan penjualan, Firdaus membangun Gadget 19 pada 19 Mei 2019. Di bawah pengelolaannya, usaha tersebut kemudian berkembang dengan fokus utama pada penjualan dan distribusi iPhone. '''Posisi di Pasar''' '''Gadget 19''' berkembang sebagai salah satu pelaku usaha dalam perdagangan iPhone di kawasan Jabodetabek. Pertumbuhan jaringan penjualan dan volume transaksi menjadikan perusahaan ini bagian dari ekosistem perdagangan gadget di wilayah tersebut. Dengan fokus pada produk iPhone serta pemanfaatan pemasaran digital, Gadget 19 terus mengembangkan jaringan penjualan untuk memenuhi kebutuhan pasar perangkat Apple di Indonesia. 91p4ouqs47m9tp5w85l16299b2kw53y Halaman:San min chu i.pdf/293 104 111981 310875 2026-08-10T17:35:03Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '288 nisi-definisi jang pasti. Perkataan-perkataan , sosialisme" dan ,,kominisme" kerapkali djuga diartikan sama di Barat. Biarpun tjara-tjaranja berlainan, sosialismelah jang dipergunakan untuk melukiskan kedua teori tadi. Kebanjakan rakjat Tiongkok menganggap sosialisme dan sosiologi sebagai dua ilmu jang sama, sedangkan bangsa asing kerapkali djuga keliru dalam hal ini. Sebagai akibatnja ialah karena suku pertama ketiga perkataan Inggeris ber... 310875 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>288 nisi-definisi jang pasti. Perkataan-perkataan , sosialisme" dan ,,kominisme" kerapkali djuga diartikan sama di Barat. Biarpun tjara-tjaranja berlainan, sosialismelah jang dipergunakan untuk melukiskan kedua teori tadi. Kebanjakan rakjat Tiongkok menganggap sosialisme dan sosiologi sebagai dua ilmu jang sama, sedangkan bangsa asing kerapkali djuga keliru dalam hal ini. Sebagai akibatnja ialah karena suku pertama ketiga perkataan Inggeris berikut ,,society " ,,, sociology" dan ,,socialism " mempunjai kesamaan. Perkataan ,,socialism " diambil dari perkataan Junani jang berarti ,,comrade" ( saudara) hampir sama artinja dengan perkataan kita untuk kawan berdagang jaitu hao-chi. Sosiologi adalah sesuatu adjaran tentang peristiwa dan kemadjuan masjarakat (society) atau peristiwa-peristiwa jang terdapat pada golongan2 sosial. Sosialisme berhubungan dengan soal sosial dan ekonomi, djuga berhubungan dengan soal pentjaharian dan penghidupan manusia. Dalam menggunakan perkataan „Asas-pokok Penghidupan" ( Min-sheng) sebagai gantinja sosialisme, terutama saja bermaksud buat membongkar soal sosial itu sampai keakar-akarnja, serta membentangkan sifat2 sedjatinja, djuga buat memudahkan orang memahamkan perkataan itu dengan lekas, kalau didengarnja. Beberapa puluh tahun berselang banjak sekali penganut sosialisme dan pula tidak terhitung banjaknja buku-buku mengenai sosialisme terbit jang mengandung bermatjam-matjam teori jang bertentangan tentang tjaranja memperbaiki kesosialan, hingga sesuatu dalam istilah asing orang me- njatakan hal itu : „terdapat limapuluh tudjuh ragam sosialisme", dan seorangpun tidak dapat memastikan jang manakah sosialisme sedjati . Sebagai akibatnja, rakjat djelata tidak dapat merasakan, bahwa teori-teori sosialisme berfaedah bagi mereka. Sesudah Peperangan Eropah kemadjuan sosial dipertjepat dan dunia ini seakan-akan memasuki suatu zaman baru, kalau kuntji tentang soal- soal sosialisme didapat. Mereka jang dahulunja tidak mengindahkan sosialisme, sekarang mulai bergerak kearah itu. Pada ketika jang baik itu, Partai Sosialis seharusnja sudah dapat memetjahkan bermatjam-matjam soal dan djuga sudah dapat menjelenggarakan dengan sempurna soal-soal kemasjarakatan. Tetapi apa hendak dikata, pertjektjokan-pertjektjokan terbit dalam gerakan kaum sosialis sendiri. Dengan tiba-tiba angin bertiup dan awan<noinclude></noinclude> mu5okvcoehnplzll4m9h4ts5hixnt76 310878 310875 2026-08-10T17:48:38Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310878 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||288|}}</noinclude>{{hwe|nisi|definisi}}-definisi jang pasti. Perkataan-perkataan „sosialisme” dan „kominisme” kerapkali djuga diartikan sama di Barat. Biarpun tjara-tjaranja berlainan, sosialismelah jang dipergunakan untuk melukiskan kedua teori tadi. Kebanjakan rakjat Tiongkok menganggap sosialisme dan sosiologi sebagai dua ilmu jang sama, sedangkan bangsa asing kerapkali djuga keliru dalam hal ini. Sebagai akibatnja ialah karena suku pertama ketiga perkataan Inggeris berikut „society”, „sociology” dan „socialism” mempunjai kesamaan. Perkataan „socialism” diambil dari perkataan Junani jang berarti „comrade” (saudara) hampir sama artinja dengan perkataan kita untuk kawan berdagang jaitu ''hao-chi''. Sosiologi adalah sesuatu adjaran tentang peristiwa dan kemadjuan masjarakat (society) atau peristiwa-peristiwa jang terdapat pada golongan² sosial. Sosialisme berhubungan dengan soal sosial dan ekonomi, djuga berhubungan dengan soal pentjaharian dan penghidupan manusia. Dalam menggunakan perkataan „Asas-pokok Penghidupan” (Min-sheng) sebagai gantinja sosialisme, terutama saja bermaksud buat membongkar soal sosial itu sampai keakar-akarnja, serta membentangkan sifat² sedjatinja, djuga buat memudahkan orang memahamkan perkataan itu dengan lekas, kalau didengarnja. Beberapa puluh tahun berselang banjak sekali penganut sosialisme dan pula tidak terhitung banjaknja buku-buku mengenai sosialisme terbit jang mengandung bermatjam-matjam teori jang bertentangan tentang tjaranja memperbaiki kesosialan, hingga sesuatu dalam istilah asing orang menjatakan hal itu: „terdapat limapuluh tudjuh ragam sosialisme”, dan seorangpun tidak dapat memastikan jang manakah sosialisme sedjati . Sebagai akibatnja, rakjat djelata tidak dapat merasakan, bahwa teori-teori sosialisme berfaedah bagi mereka. Sesudah Peperangan Eropah kemadjuan sosial dipertjepat dan dunia ini seakan-akan memasuki suatu zaman baru, kalau kuntji tentang soal- soal sosialisme didapat. Mereka jang dahulunja tidak mengindahkan sosialisme, sekarang mulai bergerak kearah itu. Pada ketika jang baik itu, Partai Sosialis seharusnja sudah dapat memetjahkan bermatjam-matjam soal dan djuga sudah dapat menjelenggarakan dengan sempurna soal-soal kemasjarakatan. Tetapi apa hendak dikata, pertjektjokan-pertjektjokan terbit dalam gerakan kaum sosialis sendiri. Dengan tiba-tiba „angin bertiup dan awan<noinclude></noinclude> fpnrj627m8ju7ubyv362wxlitoszu93 Halaman:San min chu i.pdf/294 104 111982 310877 2026-08-10T17:39:13Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '289 bergulung-gulung" didalam partai-partai sosialis ditiap-tiap negeri. Gerakan itu berpetjah djadi beberapa aliran, jang terkenal ialah kaum komunis, kaum nasional sosialis dan kaum sosial demokrat. Perbedaan-perbedaan itu sekarang kelihatan makin bertambahnja ,,limapuluh tudjuh matjam sosialisme" itu. Mereka jang menaruh minat terhadap Partai Sosialis dan dalam waktu jang lampau mentjela terdapatnja bermatjam-matjam ragam sosialisme, ternja... 310877 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>289 bergulung-gulung" didalam partai-partai sosialis ditiap-tiap negeri. Gerakan itu berpetjah djadi beberapa aliran, jang terkenal ialah kaum komunis, kaum nasional sosialis dan kaum sosial demokrat. Perbedaan-perbedaan itu sekarang kelihatan makin bertambahnja ,,limapuluh tudjuh matjam sosialisme" itu. Mereka jang menaruh minat terhadap Partai Sosialis dan dalam waktu jang lampau mentjela terdapatnja bermatjam-matjam ragam sosialisme, ternjata sekarang benar. Sebelum Perang Eropah tiap-tiap negeri hanja mempunjai golongan pro-sosialis dan anti-sosialis. Penentang sosialisme jang terutama ialah kaum kapitalis, djuga sipenjerang terutama ialah kaum kapitalis. Sesudah perang, musuh sosialisme rupa-rupanja bersedia hendak menjerah dan sosialisme rupa-rupanja bersedia untuk mempergunakan kesempatan baik ini memperbaha- rui masjarakat. Tetapi penundjang-penundjang sosialisme belum mendapatkan suatu tjara sempurna buat mendjalankan rantjangan- nja, dan achirnja pada ketika jang genting ini terbitlah pertengkaran dalam Partai Sosialis sendiri jang lebih hebat dari pada waktuwaktu jang lampau diantara penganut dan penentang sosialisme. Hingga sampai sekarang soal sosialisme belum djuga dapat dipetjahkan. Tetapi kita harus memahamkan ilmu ini sekarang dengan teliti. Dahulu, kalau kaum kapitalis, buruh dan kaum terpeladjar menentang sosialisme, kaum sosialis dimana-mana, tidak perduli ia berasal dari satu negeri atau negeri lain, memandang kawan seperdjuangan sebagai saudara. Tetapi sekarang, bukan sadja timbul pemberontakan internasional antara kaum sosialis sendiri, seperti kaum sosialis Djerman bertentangan dengan kaum sosialis Rusia, dan kaum sosialis Rusia bertentangan dengan kaum sosialis Inggeris dan Amerika, tetapi djuga dalam Partai Sosialis tiap-tiap negeri terdapat perbedaan-perbedaan paham dan soal-soal sosialisme makin lama dibitjarakan makin katjau, hingga pemetjahan jang memuaskan tak kelihatan. Apakah Asas-pokok Penghidupan jang saja uraikan hari ini berlainan dari sosialisme? Sosialisme terutama mengenai soal ekonomi kemasjarakatan, jaitu umumnja soal penghidupan. Sedjak didapatnja alat mesin, sedjumlah besar rakjat kehilangan pekerdjaar.nja dan kaum buruh tidak sanggup mentjari penghidupan lain. Sosialisme terbit sebagai daja-upaja untuk memetjahkan soal penghiSan Min Chu I 19<noinclude></noinclude> chlwn1hny9oo8y0dfutzva8ocpw5b9t 310880 310877 2026-08-10T17:54:14Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310880 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||289|}}</noinclude>bergulung-gulung” didalam partai-partai sosialis ditiap-tiap negeri. Gerakan itu berpetjah djadi beberapa aliran, jang terkenal ialah kaum komunis, kaum nasional sosialis dan kaum sosial demokrat. Perbedaan-perbedaan itu sekarang kelihatan makin bertambahnja „limapuluh tudjuh matjam sosialisme” itu. Mereka jang menaruh minat terhadap Partai Sosialis dan dalam waktu jang lampau mentjela terdapatnja bermatjam-matjam ragam sosialisme, ternjata sekarang benar. Sebelum Perang Eropah tiap-tiap negeri hanja mempunjai golongan pro-sosialis dan anti-sosialis. Penentang sosialisme jang terutama ialah kaum kapitalis, djuga sipenjerang terutama ialah kaum kapitalis. Sesudah perang, musuh sosialisme rupa-rupanja bersedia hendak menjerah dan sosialisme rupa-rupanja bersedia untuk mempergunakan kesempatan baik ini memperbaharui masjarakat. Tetapi penundjang-penundjang sosialisme belum mendapatkan suatu tjara sempurna buat mendjalankan rantjangannja, dan achirnja pada ketika jang genting ini terbitlah pertengkaran dalam Partai Sosialis sendiri jang lebih hebat dari pada waktu-waktu jang lampau diantara penganut dan penentang sosialisme. Hingga sampai sekarang soal sosialisme belum djuga dapat dipetjahkan. Tetapi kita harus memahamkan ilmu ini sekarang dengan teliti. Dahulu, kalau kaum kapitalis, buruh dan kaum terpeladjar menentang sosialisme, kaum sosialis dimana-mana, tidak perduli ia berasal dari satu negeri atau negeri lain, memandang kawan seperdjuangan sebagai saudara. Tetapi sekarang, bukan sadja timbul pemberontakan internasional antara kaum sosialis sendiri, seperti kaum sosialis Djerman bertentangan dengan kaum sosialis Rusia, dan kaum sosialis Rusia bertentangan dengan kaum sosialis Inggeris dan Amerika, tetapi djuga dalam Partai Sosialis tiap-tiap negeri terdapat perbedaan-perbedaan paham dan soal-soal sosialisme makin lama dibitjarakan makin katjau, hingga pemetjahan jang memuaskan tak kelihatan. Apakah Asas-pokok Penghidupan jang saja uraikan hari ini berlainan dari sosialisme? Sosialisme terutama mengenai soal ekonomi kemasjarakatan, jaitu umumnja soal penghidupan. Sedjak didapatnja alat mesin, sedjumlah besar rakjat kehilangan pekerdjaannja dan kaum buruh tidak sanggup mentjari penghidupan lain. Sosialisme terbit sebagai daja-upaja untuk memetjahkan soal {{hws|penghi|penghidupan}}<noinclude>{{rh|San Min Chu I||19}}</noinclude> i1fib22htvs7pv8z187yqozemp1mez2 Halaman:San min chu i.pdf/295 104 111983 310879 2026-08-10T17:48:56Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '290 dupan, dan dari pengertian ini soal sosial mendjadi soal ekonomi, dan asas-pokok penghidupan merupakan soal terutama dari sosialisme. Tetapi sekarang sosialisme ditiap-tiap negeri mempunjai teori sendiri dan usul-usul bagi pembangunan sosial bermatjammatjam. Apakah sosialisme sesungguhnja merupakan suatu bagian dari asas-pokok Min-sheng, ataukah Asas-pokok Penghidupan merupakan salah satu bagian dari sosialisme ? Sedjak timbulnja revolusi i... 310879 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>290 dupan, dan dari pengertian ini soal sosial mendjadi soal ekonomi, dan asas-pokok penghidupan merupakan soal terutama dari sosialisme. Tetapi sekarang sosialisme ditiap-tiap negeri mempunjai teori sendiri dan usul-usul bagi pembangunan sosial bermatjammatjam. Apakah sosialisme sesungguhnja merupakan suatu bagian dari asas-pokok Min-sheng, ataukah Asas-pokok Penghidupan merupakan salah satu bagian dari sosialisme ? Sedjak timbulnja revolusi industri, djumlah orang jang mempeladjari soal sosialisme makin bertambah hingga beribu-ribu. Seorang dari mereka jang mempeladjari sedalam-dalamnja dan telah mendapat perhatian besar ialah Marx. Perhubungan Marx dengan pergerakan sosialismenja mendekati Rousseau dengan gerakan demokrasinja. Satu abad jang lalu, bangsa Barat jang menganut paham kedaulatan rakjat semuanja memudja Rousseau sebagai seorang nabi demokrasi seperti kita bangsa Tionghoa memudja Kung Fu-tsze. Penganut-penganut sosialisme pada zaman ini semuanja memudja Marx, dengan tjara begitu ia dianggap djuga sebagai nabi dari gerakan sosialisme. Sebelum mengemukakan teorinja, sosialisme berada dalam keadaan spekulatif sekali dan terlalu djauh bergerak dari keadaan-keadaan jang njata. Marx mendasarkan pendapatannja pada keadaan jang njata dan pada sedjarah, dan melakukan suatu kenjataan jang radikal dan tepat guna perubahan fase ekonomi dalam soal kemasjarakatan. Sebagai akibatnja, orang-orang terpeladjar telah membagi kaum sosialis mendjadi dua golongan : Kaum sosialis Utopi, jang tjita-tjitanja merjerupai mimpi Lieh-tze tentang negeri bangsa Hwa-hsü ; dan kaum sosialis jang berdasarkan ilmu pengetahuan dan selalu menggunakan tjara ilmu pengetahuan dalam mempeladjari soal kemasjarakatan. Kaum sosialis Utopi ingin memperbaiki masjarakat dan mendirikan suatu negeri jang damai makmur berdasarkan angan-angan belaka. Paham ini, sebagai suatu tempat melarikan diri, jang sukar atau tidak mungkin ditjiptakan, dipertahankan oleh orang-orang jang berbatin dermawar serta murah hati, jang tidak sanggup melihat kesengsaraan dikalangan sesama manusia, tetapi tidak kuasa mengurangi kesengsaraan ini. Djadi segala jang mereka kemukakan adalah tjita-tjita kosong belaka. Suatu pepatah Tionghoa melukiskan dengan tempat bernaung matjam tadi : „ Tuhan tjiptakan<noinclude></noinclude> 5yon5xuksscr4ibl4m9bpcexwk9f729 310882 310879 2026-08-10T17:58:14Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310882 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||290|}}</noinclude>{{hwe|dupan|penghidupan}}, dan dari pengertian ini soal sosial mendjadi soal ekonomi, dan asas-pokok penghidupan merupakan soal terutama dari sosialisme. Tetapi sekarang sosialisme ditiap-tiap negeri mempunjai teori sendiri dan usul-usul bagi pembangunan sosial bermatjam-matjam. Apakah sosialisme sesungguhnja merupakan suatu bagian dari asas-pokok Min-sheng, ataukah Asas-pokok Penghidupan merupakan salah satu bagian dari sosialisme? Sedjak timbulnja revolusi industri, djumlah orang jang mempeladjari soal sosialisme makin bertambah hingga beribu-ribu. Seorang dari mereka jang mempeladjari sedalam-dalamnja dan telah mendapat perhatian besar ialah Marx. Perhubungan Marx dengan pergerakan sosialismenja mendekati Rousseau dengan gerakan demokrasinja. Satu abad jang lalu, bangsa Barat jang menganut paham kedaulatan rakjat semuanja memudja Rousseau sebagai seorang nabi demokrasi seperti kita bangsa Tionghoa memudja Kung Fu-tsze. Penganut-penganut sosialisme pada zaman ini semuanja memudja Marx, dengan tjara begitu ia dianggap djuga sebagai nabi dari gerakan sosialisme. Sebelum mengemukakan teorinja, sosialisme berada dalam keadaan spekulatif sekali dan terlalu djauh bergerak dari keadaan-keadaan jang njata. Marx mendasarkan pendapatannja pada keadaan jang njata dan pada sedjarah, dan melakukan suatu kenjataan jang radikal dan tepat guna perubahan fase ekonomi dalam soal kemasjarakatan. Sebagai akibatnja, orang-orang terpeladjar telah membagi kaum sosialis mendjadi dua golongan: Kaum sosialis Utopi, jang tjita-tjitanja menjerupai mimpi Lieh-tze tentang negeri bangsa Hwa-hsü; dan kaum sosialis jang berdasarkan ilmu pengetahuan dan selalu menggunakan tjara ilmu pengetahuan dalam mempeladjari soal kemasjarakatan. Kaum sosialis Utopi ingin memperbaiki masjarakat dan mendirikan suatu negeri jang damai makmur berdasarkan angan-angan belaka. Paham ini, sebagai suatu tempat melarikan diri, jang sukar atau tidak mungkin ditjiptakan, dipertahankan oleh orang-orang jang berbatin dermawar serta murah hati, jang tidak sanggup melihat kesengsaraan dikalangan sesama manusia, tetapi tidak kuasa mengurangi kesengsaraan ini. Djadi segala jang mereka kemukakan adalah tjita-tjita kosong belaka. Suatu pepatah Tionghoa melukiskan dengan tempat bernaung matjam tadi: „Tuhan tjiptakan<noinclude></noinclude> t4okhia4pif6k7fnp8vd1rodgtwmn4v Halaman:San min chu i.pdf/296 104 111984 310881 2026-08-10T17:54:35Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '291 tjatjing dan Bumi tjiptakan daun. Tuhan tjiptakan burung dan Bumi tjiptakan tjatjing ", artinja bahwa selalu akan ada daun untuk memberi makanan pada sang tjatjing dan sebaliknja tjatjing didjadikan makanan burung. Tetapi manusia belum pernah diberikan badan jang sempurna oleh alam; ia tidak dilahirkan berbulu pakaian untuk melindungi diri dari hawa dingin dan membutuhkan makanan buat hidup. Dahulu kala orang makan buah-buahan dan dunia in... 310881 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>291 tjatjing dan Bumi tjiptakan daun. Tuhan tjiptakan burung dan Bumi tjiptakan tjatjing ", artinja bahwa selalu akan ada daun untuk memberi makanan pada sang tjatjing dan sebaliknja tjatjing didjadikan makanan burung. Tetapi manusia belum pernah diberikan badan jang sempurna oleh alam; ia tidak dilahirkan berbulu pakaian untuk melindungi diri dari hawa dingin dan membutuhkan makanan buat hidup. Dahulu kala orang makan buah-buahan dan dunia ini masih lebar sedangkan penduduknja sedikit sekali, sangat gampang bagi setiap orang untuk mertjari makanan. Orang dapat hidup dengan tidak mengeluarkan banjak tenaga. Dalam zaman perburuan, manusia menangkap ikan dan berburu binatang supaja dapat makanan untuk melandjutkan hidup ; asal sadja mereka mau dan suka bekerdja tidak susah untuk mendapat makanan. Dalam zaman pengembaraan, orang memelihara ternak buat penghidupan; tiap-tiap orang diam didekat tanah jang berair dan berumput dan seringkali mereka pindah dari satu tempat ketempat lain. Boleh dikatakan pekerdjaan itu sangat melelahkan dan sukar. Ketika datang zaman pertaniar., orang-orang mulai menanam lima butir bidji bibit" supaja dapat hidup ; keadaan penghidupan bertambah tjampur aduk sedang pekerdjaan meminta tenaga jang lebih berat. Tetapi waktu zaman industri dan perdagangan tiba, dan semua pekerdjaan dikerdjakan dengan alat mesin, orang berpendapat bahwa biarpun mereka mempunjai kekuatan, tetapi tidak dapat mereka gunakan. Mereka ingin mendjual tenaga mereka tetapi tidak ada sipembelinja. Dan ketika inilah banjak orang tidak dapat mentjari makanar dan hampir mati kelaparan. Kesengsaraan mereka tidak dapat dilukiskan dengan beberapa perkataan sadja. Achirnja banjak kaum berbudi tinggi, melihat bahwa burung-burung dan binatang-binatang dalam alam dunia ini memperoleh makanan dan pakaian dengan tidak menanggung kesakitan dan kesukaran jang hebat, sedangkan manusia harus bekerdja serta menderita susah-pajah hanja untuk makan dan berpakaian serba sedikit, maka mereka merasa sangat belas kasihan. Dengan pengharapan buat mengurangi kesengsaraan manusia dan supaja semua orang dapat makan dan berpakaian, lalu mereka membentangkan adjaran sosialisme sebagai suatu obat pemberantas. Pengandjur-pengandjur<noinclude></noinclude> gjjd5po6bo9ntctcln212nsv403w68v 310884 310881 2026-08-10T18:02:55Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310884 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||291|}}</noinclude>tjatjing dan Bumi tjiptakan daun. Tuhan tjiptakan burung dan Bumi tjiptakan tjatjing”, artinja bahwa selalu akan ada daun untuk memberi makanan pada sang tjatjing dan sebaliknja tjatjing didjadikan makanan burung. Tetapi manusia belum pernah diberikan badan jang sempurna oleh alam; ia tidak dilahirkan berbulu pakaian untuk melindungi diri dari hawa dingin dan membutuhkan makanan buat hidup. Dahulu kala orang makan buah-buahan dan dunia ini masih lebar sedangkan penduduknja sedikit sekali, sangat gampang bagi setiap orang untuk mertjari makanan. Orang dapat hidup dengan tidak mengeluarkan banjak tenaga. Dalam zaman perburuan, manusia menangkap ikan dan berburu binatang supaja dapat makanan untuk melandjutkan hidup; asal sadja mereka mau dan suka bekerdja tidak susah untuk mendapat makanan. Dalam zaman pengembaraan, orang memelihara ternak buat penghidupan; tiap-tiap orang diam didekat tanah jang berair dan berumput dan seringkali mereka pindah dari satu tempat ketempat lain. Boleh dikatakan pekerdjaan itu sangat melelahkan dan sukar. Ketika datang zaman pertaniar., orang-orang mulai menanam „lima butir bidji bibit” supaja dapat hidup; keadaan penghidupan bertambah tjampur aduk sedang pekerdjaan meminta tenaga jang lebih berat. Tetapi waktu zaman industri dan perdagangan tiba, dan semua pekerdjaan dikerdjakan dengan alat mesin, orang berpendapat bahwa biarpun mereka mempunjai kekuatan, tetapi tidak dapat mereka gunakan. Mereka ingin mendjual tenaga mereka tetapi tidak ada sipembelinja. Dan ketika inilah banjak orang tidak dapat mentjari makanan dan hampir mati kelaparan. Kesengsaraan mereka tidak dapat dilukiskan dengan beberapa perkataan sadja. Achirnja banjak kaum berbudi tinggi, melihat bahwa burung-burung dan binatang-binatang dalam alam dunia ini memperoleh makanan dan pakaian dengan tidak menanggung kesakitan dan kesukaran jang hebat, sedangkan manusia harus bekerdja serta menderita susah-pajah hanja untuk makan dan berpakaian serba sedikit, maka mereka merasa sangat belas kasihan. Dengan pengharapan buat mengurangi kesengsaraan manusia dan supaja semua orang dapat makan dan berpakaian, lalu mereka membentangkan adjaran sosialisme sebagai suatu obat pemberantas. Pengandjur-pengandjur<noinclude></noinclude> 5f0hhxvr0abrqjwwntksev3zuvqmi9o Halaman:San min chu i.pdf/297 104 111985 310883 2026-08-10T17:58:33Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '292 pertama dari sosialisme kebangsaan orang berbudi tinggi serta pengikut-pengikut mereka djuga orang2 jang berwatak dan berberperasaan halus. Satu-satunja golongan jang menentang sosialisme atau jang menundjukkan sikap tidak perduli terhadap kesosialan ialah kaum kapitalis, jang luar biasa serakahnja dalam mentjari untung dan tidak menghiraukan keadaan hidup kaum buruh dan rakjat djelata. Sedjak soal sosial bergolak guna mentjapai kepentinga... 310883 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>292 pertama dari sosialisme kebangsaan orang berbudi tinggi serta pengikut-pengikut mereka djuga orang2 jang berwatak dan berberperasaan halus. Satu-satunja golongan jang menentang sosialisme atau jang menundjukkan sikap tidak perduli terhadap kesosialan ialah kaum kapitalis, jang luar biasa serakahnja dalam mentjari untung dan tidak menghiraukan keadaan hidup kaum buruh dan rakjat djelata. Sedjak soal sosial bergolak guna mentjapai kepentingan hidup bagi rakjat djelata, orang-orang jang berpandangan djauh jang mengandjurkan sosialisme, sudah tentu mendapat tundjangan dan simpati dari sedjumlah besar rakjat. Sesudah adjaran itu dikemukakan, partai-partai sosialis mulai disusun. Gerakan sosialis dimana- mana bergandengan tangan dan pengaruhnja mendjalar serta tersebar kesetiap negeri. Tetapi sosialis-sosialis jang pertama semua termasuk kaum Utopi; mereka bertjitakan satu dunia jarg aman dan makmur dimana tidak terdapat kesengsaraan manusia lagi, tetapi mereka sama sekali tidak memikirkan tentang tjara-tjara jang njata jang dapat menghilangkan segala kesusahan-kesusahan itu . Kemudian Marx muntjul. Ia menggunakan budi dan intelleknja, ser- ta pengetahuan dan pengalamannja untuk memeriksa soal-soal ini sedalam-dalamnja. Soal-soal jang sebelum Marx tidak dipahami dengan njata, oleh Marx didjelaskan dengan tegas dan terang. Ia mendasarkan teori baru itu atas asas-asas ekonomi. Ia mentjela keras kaum sosialis jang terdahulu, karena mereka bergantung pada moral seseorang dan perasaan orang banjak, sedangkan soal keekonomian tidak dapat dipetjahkan berdasarkan moral dan perasaan semata-mata. Jang terpenting dinjatakannja, ialah penjelidikan teliti tentang keadaan dan kemadjuan sosial. Asas jang mendjadi sendi penjelidikannja lebih mengutamakan bukti-bukti kedjadian dari pada tjita-tjita belaka. Buku-buku dan teorinja boleh dikatakan sari pemikiran terbaik bagi manusia selama ribuan tahun dalam soal kesosialan . Sedjak Marx mengeluarkan adjarannja, seluruh dunia mulai mengikutinja, sedangkan kaum terpeladjar ditiap-tiap negeri menjatakan kepertjajaan merėka pada diri Marx, lalu mendjadi pengikut- nja, tepat seperti pengikut-pengikut demokrasi jang menaruh kepertjajaan mereka kepada diri Rousseau, ketika ia mengeluarkan teori demokrasinja. Sedjak Marx, gerakan sosialis berpetjah men<noinclude></noinclude> 90ll06q39fgokeqzxp32izb7hczdzec 310886 310883 2026-08-10T18:07:38Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310886 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||292|}}</noinclude>pertama dari sosialisme kebangsaan orang berbudi tinggi serta pengikut-pengikut mereka djuga orang² jang berwatak dan berberperasaan halus. Satu-satunja golongan jang menentang sosialisme atau jang menundjukkan sikap tidak perduli terhadap kesosialan ialah kaum kapitalis, jang luar biasa serakahnja dalam mentjari untung dan tidak menghiraukan keadaan hidup kaum buruh dan rakjat djelata. Sedjak soal sosial bergolak guna mentjapai kepentingan hidup bagi rakjat djelata, orang-orang jang berpandangan djauh jang mengandjurkan sosialisme, sudah tentu mendapat tundjangan dan simpati dari sedjumlah besar rakjat. Sesudah adjaran itu dikemukakan, partai-partai sosialis mulai disusun. Gerakan sosialis dimana-mana bergandengan tangan dan pengaruhnja mendjalar serta tersebar kesetiap negeri. Tetapi sosialis-sosialis jang pertama semua termasuk kaum Utopi; mereka bertjitakan satu dunia jang aman dan makmur dimana tidak terdapat kesengsaraan manusia lagi, tetapi mereka sama sekali tidak memikirkan tentang tjara-tjara jang njata jang dapat menghilangkan segala kesusahan-kesusahan itu. Kemudian Marx muntjul. Ia menggunakan budi dan intelleknja, serta pengetahuan dan pengalamannja untuk memeriksa soal-soal ini sedalam-dalamnja. Soal-soal jang sebelum Marx tidak dipahami dengan njata, oleh Marx didjelaskan dengan tegas dan terang. Ia mendasarkan teori baru itu atas asas-asas ekonomi. Ia mentjela keras kaum sosialis jang terdahulu, karena mereka bergantung pada moral seseorang dan perasaan orang banjak, sedangkan soal keekonomian tidak dapat dipetjahkan berdasarkan moral dan perasaan semata-mata. Jang terpenting dinjatakannja, ialah penjelidikan teliti tentang keadaan dan kemadjuan sosial. Asas jang mendjadi sendi penjelidikannja lebih mengutamakan bukti-bukti kedjadian dari pada tjita-tjita belaka. Buku-buku dan teorinja boleh dikatakan sari pemikiran terbaik bagi manusia selama ribuan tahun dalam soal kesosialan. Sedjak Marx mengeluarkan adjarannja, seluruh dunia mulai mengikutinja, sedangkan kaum terpeladjar ditiap-tiap negeri menjatakan kepertjajaan merėka pada diri Marx, lalu mendjadi pengikutnja, tepat seperti pengikut-pengikut demokrasi jang menaruh kepertjajaan mereka kepada diri Rousseau, ketika ia mengeluarkan teori demokrasinja. Sedjak Marx, gerakan sosialis berpetjah {{hws|men|mendjadi}}<noinclude></noinclude> nz34l6ktebejqff9qfobofojl8t4k56 Halaman:San min chu i.pdf/298 104 111986 310885 2026-08-10T18:03:15Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '293 djadi dua golongan kaum sosialis Utopi dan kaum sosialis berdasarkan ilmu pengetahuan. Mengenai kaum sosialis Utopi telah saja lukiskan pada Tuan-tuan seperti jang saja bertangkan dibagian terdahulu. Kaum sosialis berdasarkan ilmu pengetahuan mengandjurkan tjara-tjara ilmu untuk memetjahkan soal sosial. Dalam zaman ini, dimana peradaban materi madju dengan pesatnja, dan ilmu pengetahuan berkuasa besar, maka seluruh kejakinan harus didasarka... 310885 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>293 djadi dua golongan kaum sosialis Utopi dan kaum sosialis berdasarkan ilmu pengetahuan. Mengenai kaum sosialis Utopi telah saja lukiskan pada Tuan-tuan seperti jang saja bertangkan dibagian terdahulu. Kaum sosialis berdasarkan ilmu pengetahuan mengandjurkan tjara-tjara ilmu untuk memetjahkan soal sosial. Dalam zaman ini, dimana peradaban materi madju dengan pesatnja, dan ilmu pengetahuan berkuasa besar, maka seluruh kejakinan harus didasarkan pada prinsip ilmu pengetahuan, supaja dapat mentjapai hasil jang memuaskan dan kita tidak akan dapat mengharapkan pemetjahan soal sosial sebelum dilakukan pemeriksaan berdasarkan ilmu pengetahuan jang teliti. Marilah kita kembali pada teori saja bahwa memahami itu sukar, sedang melakukan mudah. Segalanja didunia ini dapat dilakukan kalau hal itu sudah difahami lebih dahulu. Umpamanja : hari ini sangat panas dalam ruangan ini ; biarpun demikian, dengan tidak memakai tenaga manusia hanja dengan memakai kipas listrik dapat kita hilangkan hawa panas itu. Kalau orang zaman dulu atau orang udik zaman sekarang jang tidak tahu melihat benda seperti ini, ia akan menjangka bahwa alat itu digerakkan oleh djin, bahwa ,,kekuasaan Tuhan sudah dirampas" dan mereka akan sudjud dihadapannja. Tetapi Tuan-tuan sekalian, meskipun tidak mengerti detail-detail tjara membuat kipas listrik, sudah tentu tidak asing lagi akan prinsip magnit listrik jarg menjebabkan kipas itu berputar dan Tuan-tuan tentu tidak akan pertjaja bahwa alat itu bersifat gaib. Apakah otak orang zaman dahulu lebih rendah dari kita ? Sama sekali tidak ; tapi mereka tidak mengetahui sedikitpun tentang ilmu-pengetahuan hingga tidak sanggup membuat kipas listrik. Bukannja mereka tidak mempunjai inteligensi asal dan kekuatan untuk mempergunakan kipas angin. Kepada ilmu modern dan kepada pendapat kipas angin kita harus berterima kasih bahwa kita dapat mempergunakan alat itu dan merasai udara jang sedjuk. Kalau orang dizaman kuno dengan inteligensi asalnja dan kesanggupannja, mengerti ilmu pengetahuan, boleh djadi mereka lebih pandai dari pada orang-orang zaman sekarang. Sebelum Marx, perbaikan sosial hanja merupakan pengharapan jang samar-samar, satu tjita-tjita jang tak mungkin dilaksanakan . Marx melihat, kalau ia menuruti tjita-tjita sosialis sematjam ini,<noinclude></noinclude> 19mzp6d1b0175cbuxafa4s94dfvaaum 310888 310885 2026-08-10T18:12:51Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310888 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||293|}}</noinclude>{{hwe|djadi|mendjadi}} dua golongan kaum sosialis Utopi dan kaum sosialis berdasarkan ilmu pengetahuan. Mengenai kaum sosialis Utopi telah saja lukiskan pada Tuan-tuan seperti jang saja bentangkan dibagian terdahulu. Kaum sosialis berdasarkan ilmu pengetahuan mengandjurkan tjara-tjara ilmu untuk memetjahkan soal sosial. Dalam zaman ini, dimana peradaban materi madju dengan pesatnja, dan ilmu pengetahuan berkuasa besar, maka seluruh kejakinan harus didasarkan pada prinsip ilmu pengetahuan, supaja dapat mentjapai hasil jang memuaskan dan kita tidak akan dapat mengharapkan pemetjahan soal sosial sebelum dilakukan pemeriksaan berdasarkan ilmu pengetahuan jang teliti. Marilah kita kembali pada teori saja bahwa memahami itu sukar, sedang melakukan mudah. Segalanja didunia ini dapat dilakukan kalau hal itu sudah difahami lebih dahulu. Umpamanja: hari ini sangat panas dalam ruangan ini; biarpun demikian, dengan tidak memakai tenaga manusia hanja dengan memakai kipas listrik dapat kita hilangkan hawa panas itu. Kalau orang zaman dulu atau orang udik zaman sekarang jang tidak tahu melihat benda seperti ini, ia akan menjangka bahwa alat itu digerakkan oleh djin, bahwa „kekuasaan Tuhan sudah dirampas” dan mereka akan sudjud dihadapannja. Tetapi Tuan-tuan sekalian, meskipun tidak mengerti detail-detail tjara membuat kipas listrik, sudah tentu tidak asing lagi akan prinsip magnit listrik jarg menjebabkan kipas itu berputar dan Tuan-tuan tentu tidak akan pertjaja bahwa alat itu bersifat gaib. Apakah otak orang zaman dahulu lebih rendah dari kita? Sama sekali tidak; tapi mereka tidak mengetahui sedikitpun tentang ilmu-pengetahuan hingga tidak sanggup membuat kipas listrik. Bukannja mereka tidak mempunjai inteligensi asal dan kekuatan untuk mempergunakan kipas angin. Kepada ilmu modern dan kepada pendapat kipas angin kita harus berterima kasih bahwa kita dapat mempergunakan alat itu dan merasai udara jang sedjuk. Kalau orang dizaman kuno dengan inteligensi asalnja dan kesanggupannja, mengerti ilmu pengetahuan, boleh djadi mereka lebih pandai dari pada orang-orang zaman sekarang. Sebelum Marx, perbaikan sosial hanja merupakan pengharapan jang samar-samar, satu tjita-tjita jang tak mungkin dilaksanakan. Marx melihat, kalau ia menuruti tjita-tjita sosialis sematjam ini,<noinclude></noinclude> dlhn42q93k2ssf5t62yek3f86w4kqlk Halaman:San min chu i.pdf/299 104 111987 310887 2026-08-10T18:08:03Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '294 iapun akan membangunkan sebuah mimpi ; meskipun seluruh dunia pertjaja akan mimpi itu, namun hal itu tidak mungkin dilaksanakan. Dia harus mendasarkan adjarannja atau bukti-bukti jang njata serta menggunakan tjara-tjara ilmu pengetahuan dalam pemeriksaan jang teliti, kalau ia betul-betul ingin mentjapai sesuatu. Karena itu seumur hidupnja diserahkannja kepada penjelidikan jang bersifat ilmu tentang sosialisme hingga habis tenaganja oleh pe... 310887 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>294 iapun akan membangunkan sebuah mimpi ; meskipun seluruh dunia pertjaja akan mimpi itu, namun hal itu tidak mungkin dilaksanakan. Dia harus mendasarkan adjarannja atau bukti-bukti jang njata serta menggunakan tjara-tjara ilmu pengetahuan dalam pemeriksaan jang teliti, kalau ia betul-betul ingin mentjapai sesuatu. Karena itu seumur hidupnja diserahkannja kepada penjelidikan jang bersifat ilmu tentang sosialisme hingga habis tenaganja oleh pekerdjaan itu. Pada waktu ia dibuang ke Inggeris itu, Inggeris adalah negeri jang paling beradab didunia modern; tak ada satu bangsa jang dapat mengalahkannja. Karena itu Inggeris mempunjai segala persediaan alat bagi kemadjuan peradaban. Inggeris mempunjai sebuah perpustakaan besar, terdiri dari beberapa djuta djilid buku-buku mengenai soal-soal apa sadja. Dalam perpustakaan ini, Marx beladjar setiap hari. Demikianlah ia bekerdja selama duapuluh atau tigapuluh tahun dan mentjurahkan tenaga hidupnja jang terbaik ; ia kumpulkan segala uraian mengenai sosialisme baik jang ditulis oleh penulis-penulis dulu maupun oleh penulis sezamannja, serta dibandingkannja satu persatu dengan teliti dan kemudian ditjobanja menarik sebuah kesimpulan. Ini adalah tjara ilmu pengetahuan untuk memahamkan soal-soal sosial dan itulah sebabnja adjaran Marx mengenai perbaikan sosial disebut adjaran sosialisme berdasarkan ilmu pengetahuan. Dari penjelidikan jang luas dan dalam, Marx berhasil membangunkan teori, bahwa seluruh aktiviteit (kegiatan) manusia didunia ini jang telah disimpan dalam tjatatan bertulis bagi angkatan2 jang kemudian dapat disebut sedjarah; dan sedjarah manusia dipandang dari sudut ini seluruhnja bergantung pada kekuatan materi. Fasal jang terkebelakang inilah jang djadi tekanan baru jang diberikan Marx kepada sedjarah . Kalau asas materi penghidupan djadi berubah, dunia djuga berubah; tingkah-laku manusia ditetapkan oleh keadaan disekitarnja jang bersifat materi dan karena itu sedjarah peradaban manusia adalah penjesuaian diri dengan keadaan materi. Pendapatan baru dari Marx ini telah dibandingkan oleh beberapa orang dengan pendapatan Newton mengenai hukum astronomi tentang penarikan bumi. Pendirian materialis dalam se- djarah dari Marx didasarkan atas kejakinan jang teguh dan alasan jang tepat, hingga orang-orang jang dulunja anti-sosialisme sekarang mendjadi pro-sosialisme. Mereka jang mempeladjari<noinclude></noinclude> 3c2c0fkqb8t3g98dhke9d0vfldao78e 310889 310887 2026-08-10T18:16:53Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310889 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||294|}}</noinclude>iapun akan membangunkan sebuah mimpi; meskipun seluruh dunia pertjaja akan mimpi itu, namun hal itu tidak mungkin dilaksanakan. Dia harus mendasarkan adjarannja atau bukti-bukti jang njata serta menggunakan tjara-tjara ilmu pengetahuan dalam pemeriksaan jang teliti, kalau ia betul-betul ingin mentjapai sesuatu. Karena itu seumur hidupnja diserahkannja kepada penjelidikan jang bersifat ilmu tentang sosialisme hingga habis tenaganja oleh pekerdjaan itu. Pada waktu ia dibuang ke Inggeris itu, Inggeris adalah negeri jang paling beradab didunia modern; tak ada satu bangsa jang dapat mengalahkannja. Karena itu Inggeris mempunjai segala persediaan alat bagi kemadjuan peradaban. Inggeris mempunjai sebuah perpustakaan besar, terdiri dari beberapa djuta djilid buku-buku mengenai soal-soal apa sadja. Dalam perpustakaan ini, Marx beladjar setiap hari. Demikianlah ia bekerdja selama duapuluh atau tigapuluh tahun dan mentjurahkan tenaga hidupnja jang terbaik; ia kumpulkan segala uraian mengenai sosialisme baik jang ditulis oleh penulis-penulis dulu maupun oleh penulis sezamannja, serta dibandingkannja satu persatu dengan teliti dan kemudian ditjobanja menarik sebuah kesimpulan. Ini adalah tjara ilmu pengetahuan untuk memahamkan soal-soal sosial dan itulah sebabnja adjaran Marx mengenai perbaikan sosial disebut adjaran sosialisme berdasarkan ilmu pengetahuan. Dari penjelidikan jang luas dan dalam, Marx berhasil membangunkan teori, bahwa seluruh aktiviteit (kegiatan) manusia didunia ini jang telah disimpan dalam tjatatan² bertulis bagi angkatan² jang kemudian dapat disebut sedjarah; dan sedjarah manusia dipandang dari sudut ini seluruhnja bergantung pada kekuatan materi. Fasal jang terkebelakang inilah jang djadi tekanan baru jang diberikan Marx kepada sedjarah . Kalau asas materi penghidupan djadi berubah, dunia djuga berubah; tingkah-laku manusia ditetapkan oleh keadaan disekitarnja jang bersifat materi dan karena itu sedjarah peradaban manusia adalah penjesuaian diri dengan keadaan materi. Pendapatan baru dari Marx ini telah dibandingkan oleh beberapa orang dengan pendapatan Newton mengenai hukum astronomi tentang penarikan bumi. Pendirian materialis dalam sedjarah dari Marx didasarkan atas kejakinan jang teguh dan alasan jang tepat, hingga orang-orang jang dulunja anti-sosialisme sekarang mendjadi pro-sosialisme. Mereka jang mempeladjari<noinclude></noinclude> lxc9bm91yyidqddiefrw951gbe3eeek Halaman:San min chu i.pdf/267 104 111988 310890 2026-08-10T18:17:21Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '262 Tetapi seseorang jang sangat pandai dalam salah suatu tjabang ilmu pengetahuan, hal itu belumlah berarti bahwa ia djuga pandai dalam segala lapangan ilmu pengetahuan ; dalam lapangan berbagai pengetahuan jang lain, mungkin ia hanja seperti seorang buta sadja. Ilmu fisik mereka berkembang sampai kepuntjak jang tertinggi dalam abad jang penghabisan ini sedangkan pendapatpendapat mereka jang baru sampai begitu menaklukkan kekuatankekuatan Alam... 310890 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>262 Tetapi seseorang jang sangat pandai dalam salah suatu tjabang ilmu pengetahuan, hal itu belumlah berarti bahwa ia djuga pandai dalam segala lapangan ilmu pengetahuan ; dalam lapangan berbagai pengetahuan jang lain, mungkin ia hanja seperti seorang buta sadja. Ilmu fisik mereka berkembang sampai kepuntjak jang tertinggi dalam abad jang penghabisan ini sedangkan pendapatpendapat mereka jang baru sampai begitu menaklukkan kekuatankekuatan Alam " , seperti belum pernah dimimpikan mereka. Tetapi, untuk menjatakan bahwa hal2 dalam ilmu politik jang belum dapat mereka dapatkan atau pikirkan itu, tidak mungkin pula kita dapat- kan atau pikirkan lagi, adalah hal jang tidak masuk diakal kita. Ilmu teknik di Barat memang mengalami kemadjuan pesat didalam beberapa puluh tahun jang alhir ini, tetapi hal ini tidak membuktikan bahwa sistim-sistim politik Barat djuga turut madju . Selama dua abad atau lebih, keistimewaan Barat hanjalah terletak dalam ilmu pengetahuan sadja. Ahli-ahli ilmu pengetahuan sudah tentu sangat madju dalam tjabang-tjabang pengetahuan mereka masing-masing, tetapi hal ini tidak berarti bahwa kemadjuan mereka meliputi seluruh tjabang ilmu pengetahuan. Saja akan mentjeritakan suatu peristiwa untuk mendjelaskan keadaan ini : Ada seorang ahli ilmu pengetahuan bangsa Inggeris, kepandaiannja tidak tertandingi oleh seorang ahli modern jang manapun djuga . Namanja Newton dan termasjhur karena banjak pendapat-pendapatrja jang menakdjubkan dalam lapangan ilmu fisik ; jang sangat terkenal diantaranja ialah hukum umum tentang gaja berat. Hal itu pertama kali ditetapkan oleh Newton dan sedjak itu mendjadi suatu dasar prinsip dalam ilmu fisik lebih penting lagi dari pada prinsip-prinsip lain jang ditemukan sesudah itu. Newton mempunjai ketjakapan istimewa dalam ilmu fisik, tetapi marilah kita lihat apakah ia pandai djuga dalam hal-hal lain. Ketika saja mempeladjari penghidupannja, terbukti bahwa ia tidak selalu memperlihatkan ketjerdasannja. Akan saja tjeritakan suatu peristiwa jang sangat menarik hati untuk membuktikan hal itu. Disamping kegemarannja beladjar dan mengadakan pertjobaan-pertjobaan ilmunja, ia meme- lihara seekor kutjing. Pernah ia mempunjai dua ekor kutjing jang berbeda besarnja, jang mengikutinja kemana-mana, keluar masuk rumah. Karena ia sangat sajang kepada kutjing itu, ia selalu me<noinclude></noinclude> dak80aleq5sfdb0myzu3ubhdn4x34r4 310985 310890 2026-08-10T23:47:16Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310985 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||262}}</noinclude>Tetapi seseorang jang sangat pandai dalam salah suatu tjabang ilmu pengetahuan, hal itu belumlah berarti bahwa ia djuga pandai dalam segala lapangan ilmu pengetahuan; dalam lapangan berbagai² pengetahuan jang lain, mungkin ia hanja seperti seorang buta sadja. Ilmu fisik mereka berkembang sampai kepuntjak jang tertinggi dalam abad jang penghabisan ini sedangkan pendapat-pendapat mereka jang baru sampai begitu „menaklukkan kekuatankekuatan Alam”, seperti belum pernah dimimpikan mereka. Tetapi, untuk menjatakan bahwa hal² dalam ilmu politik jang belum dapat mereka dapatkan atau pikirkan itu; tidak mungkin pula kita dapatkan atau pikirkan lagi, adalah hal jang tidak masuk diakal kita. Ilmu teknik di Barat memang mengalami kemadjuan pesat didalam beberapa puluh tahun jang alhir ini, tetapi hal ini tidak membuktikan bahwa sistim-sistim politik Barat djuga turut madju. Selama dua abad atau lebih, keistimewaan Barat hanjalah terletak dalam ilmu pengetahuan sadja. Ahli-ahli ilmu pengetahuan sudah tentu sangat madju dalam tjabang-tjabang pengetahuan mereka masing-masing, tetapi hal ini tidak berarti bahwa kemadjuan mereka meliputi seluruh tjabang ilmu pengetahuan. Saja akan mentjeritakan suatu peristiwa untuk mendjelaskan keadaan ini: Ada seorang ahli ilmu pengetahuan bangsa Inggeris, kepandaiannja tidak tertandingi oleh seorang ahli modern jang manapun djuga. Namanja Newton dan termasjhur karena banjak pendapat-pendapatnja jang menakdjubkan dalam lapangan ilmu fisik; jang sangat terkenal diantaranja ialah hukum umum tentang gaja berat. Hal itu pertama kali ditetapkan oleh Newton dan sedjak itu mendjadi suatu dasar prinsip dalam ilmu fisik lebih penting lagi dari pada prinsip-prinsip lain jang ditemukan sesudah itu. Newton mempunjai ketjakapan istimewa dalam ilmu fisik, tetapi marilah kita lihat apakah ia pandai djuga dalam hal-hal lain. Ketika saja mempeladjari penghidupannja, terbukti bahwa ia tidak selalu memperlihatkan ketjerdasannja. Akan saja tjeritakan suatu peristiwa jang sangat menarik hati untuk membuktikan hal itu. Disamping kegemarannja beladjar dan mengadakan pertjobaan-pertjobaan ilmunja, ia memelihara seekor kutjing. Pernah ia mempunjai dua ekor kutjing jang berbeda besarnja, jang mengikutinja kemana-mana, keluar masuk rumah. Karena ia sangat sajang kepada kutjing itu, ia selalu {{hws|me|menuruti}}<noinclude></noinclude> k6serngf9f6m86ynu0qy97jxxc8gdmm Halaman:San min chu i.pdf/268 104 111989 310891 2026-08-10T18:17:32Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '263 nuruti kehendak binatang-binatang tersebut. Kalau Newton sedang bekerdja atau mengadakan pertjobaan didalam kamarnja dan kedua ekor kutjing itu ingin keluar, ia berhenti bekerdja dan dibukakannja sendiri pintu untuk mereka ; kalau kedua kutjing itu ingin hendak masuk lagi, ia berhenti pula bekerdja dan memasukkan mereka. Tetapi kedua kutjing jang keluar masuk itu sangat mengganggu pekerdjaannja, karena itu pada suatu hari Newton mengira bah... 310891 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>263 nuruti kehendak binatang-binatang tersebut. Kalau Newton sedang bekerdja atau mengadakan pertjobaan didalam kamarnja dan kedua ekor kutjing itu ingin keluar, ia berhenti bekerdja dan dibukakannja sendiri pintu untuk mereka ; kalau kedua kutjing itu ingin hendak masuk lagi, ia berhenti pula bekerdja dan memasukkan mereka. Tetapi kedua kutjing jang keluar masuk itu sangat mengganggu pekerdjaannja, karena itu pada suatu hari Newton mengira bahwa ia telah mendapat suatu tjara, supaja kedua kutjing itu dapat keluar-masuk dengan tidak menjusahkannja lagi. Tjara apakah jang didapatkannja ? Ia menjuruh buat dua buah lobang dalam pintu sebuah lobang jang besar untuk kutjing besar dan sebuah lobang ketjil untuk kutjing jang ketjil. Rantjangan ini adalah hasil pikiran seorang ahli ilmu fisik jang termashur. Pikiran jang biasa akan mengatakan kepada kita bahwa: kalau kutjing besar telah dapat melalui sebuah lobang, sudah tentu kutjing jang lebih ketjil dapat pula melaluinja, sehingga sebuah lobang besar sadja sudah tjukup. Tetapi bukankah hal itu membuang waktu untuk membuat sebuah lobang ketjil lagi ? Karena ahli pengetahuan Newton mendesak supaja dibuat djuga dua buah lobang, hal ini tentu sangat mentertawakan ! Apakah seorang ahli ilmu pengetahuan harus bidjaksana dalam segala hal ? Tjeritera diatas membuktikan bahwa hal itu tidak demikian ; biarpun Newton pintar dalam sebuah tjabang ilmu pengetahuan, belum berarti bahwa ia pintar pula dalam segala tjabangtjabang ilmu pengetahuan lain. Ilmu pengetahuan Barat sudah berhasil mentjiptakan mesin-mesin materi otomatis jang mempunjai „gerak dua", tetapi kedaulatan rakjat terhadap pemerintah masih merupakan gerak tunggal " ; ia semata-mata hanja dapat diadjukan, tetapi tidak dapat ditarik kembali. Sambil kita membela demokrasi untuk pembangunan republik kita kembali, marilah kita mentjiptakan sebuah demokrasi baru dan sebuah republik jang teguh. Kalau kita tidak hendak mentjontoh seluruh adjaran-adjaran atau bentuk-bentuk dari negara-negara demokrasi Barat, perlu kita pikirkan sendiri dahulu suatu tjara pekerdjaan jang baru jang lebih baik dan lebih bermanfaat. Apakah kita sanggup berbuat demikian ?<noinclude></noinclude> paxe7jpqgmjivn6hd4ax2hp5izjnlh4 310990 310891 2026-08-10T23:51:16Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310990 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||263}}</noinclude>{{hwe|nuruti|menuruti}} kehendak binatang-binatang tersebut. Kalau Newton sedang bekerdja atau mengadakan pertjobaan didalam kamarnja dan kedua ekor kutjing itu ingin keluar, ia berhenti bekerdja dan dibukakannja sendiri pintu untuk mereka; kalau kedua kutjing itu ingin hendak masuk lagi, ia berhenti pula bekerdja dan memasukkan mereka. Tetapi kedua kutjing jang keluar masuk itu sangat mengganggu pekerdjaannja, karena itu pada suatu hari Newton mengira bahwa ia telah mendapat suatu tjara, supaja kedua kutjing itu dapat keluar-masuk dengan tidak menjusahkannja lagi. Tjara apakah jang didapatkannja? Ia menjuruh buat dua buah lobang dalam pintu sebuah lobang jang besar untuk kutjing besar dan sebuah lobang ketjil untuk kutjing jang ketjil. Rantjangan ini adalah hasil pikiran seorang ahli ilmu fisik jang termashur. Pikiran jang biasa akan mengatakan kepada kita bahwa: kalau kutjing besar telah dapat melalui sebuah lobang, sudah tentu kutjing jang lebih ketjil dapat pula melaluinja, sehingga sebuah lobang besar sadja sudah tjukup. Tetapi bukankah hal itu membuang waktu untuk membuat sebuah lobang ketjil lagi? Karena ahli pengetahuan Newton mendesak supaja dibuat djuga dua buah lobang, hal ini tentu sangat mentertawakan! Apakah seorang ahli ilmu pengetahuan harus bidjaksana dalam segala hal? Tjeritera diatas membuktikan bahwa hal itu tidak demikian; biarpun Newton pintar dalam sebuah tjabang ilmu pengetahuan, belum berarti bahwa ia pintar pula dalam segala tjabang-tjabang ilmu pengetahuan lain. Ilmu pengetahuan Barat sudah berhasil mentjiptakan mesin-mesin materi otomatis jang mempunjai „gerak dua”, tetapi kedaulatan rakjat terhadap pemerintah masih merupakan „gerak tunggal”; ia semata-mata hanja dapat diadjukan, tetapi tidak dapat ditarik kembali. Sambil kita membela demokrasi untuk pembangunan republik kita kembali, marilah kita mentjiptakan sebuah demokrasi baru dan sebuah republik jang teguh. Kalau kita tidak hendak mentjontoh seluruh adjaran-adjaran atau bentuk-bentuk dari negara-negara demokrasi Barat, perlu kita pikirkan sendiri dahulu suatu tjara pekerdjaan jang baru jang lebih baik dan lebih bermanfaat. Apakah kita sanggup berbuat demikian?<noinclude></noinclude> 84hzgj1mywg9ag1fatekx0n6541clwz Halaman:San min chu i.pdf/193 104 111990 310892 2026-08-10T21:53:32Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310892 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||188}}</noinclude>daulatannja, demokrasi ini tak dapat dilangsungkan. Sebab itu partai revolusioner Tiongkok pada mulanja mengambil kemerdekaan dan persamaan hak sebagai dasar revolusinja, jang melahirkan demokrasi atau kedaulatan rakjat. Dasar tersebut itulah djadi prinsip dan sembojan perdjuangan kita. Hanjalah kalau demokrasi dapat kita tjapai barulah rakjat kita dapat merasakan kenikmatan dan kenjataan kemerdekaan dan persamaan hak. Halhal ini termasuk dalam prinsip kedaulatan rakjat, sebab itulah sekarang kita mulai membitjarakan hal-hal tersebut dalam perhu- bungan dengan pokok pembitjaraan kita jang terpenting. Sesudah berperang mati-matian dan mentjurahkan sedemikian banjak darah untuk kemerdekaan dan persamaan hak, tentu kita mengira bahwa bangsa Eropah dan Amerika sangat menghargai prinsip-prinsip ini, sangat berhati-hati mempertimbangkannja dan tak akan memakainja sebarang sadja. Tetapi apa kenjataannja? Seperti sudah saja katakan, banjak kebiasaan jang buruk turut terbawa dengan diperolehnja persamaan jang baru itu di Eropah. Sampai sekarang sudah seratus tahun berlalu, sedjak revolusirevolusi Amerika dan Perantjis berhasil mentjapai persamaan hak. Apakah persamaan hak dinegeri-negeri ini djuga salah dipakai ? Menurut hemat saja, memang salah. Kita tak dapat membiarkan revolusi kita mengikuti djedjak mereka dan hanja memperdjuangkan persamaan hak sadja, terbukti dari pengalaman-pengalaman pahit di Eropah jang mengakibatkan salah suatu jang buruk. Kita harus berperang guna demokrasi; kalau demokrasi tumbuh dengan suburnja, dengan sendirinja kita akan mendapat persamaan hak jang sedjati : kalau demokrasi merana, kita tak akan pernah mengetjap persamaan hak jang sedjati. Apakah sebabnja persamaan hak itu salah dipakai bangsa Barat ? Karena prinsip2 jang mereka pakai susah sekali dipahamkan, sedangkan demokrasi mereka belum begitu berkembang ; itulah sebabnja pemakaian prinsip ini menjimpang dari djalannja jang benar. Hal-hal tersebut itulah sebabnja terutama maka rakjat Eropah sampai sekarang masih berperang untuk demokrasi. Supaja peperangan lebih menguntungkan, sudah tentu rakjat mengorganisir dirinja, insjaf akan harga organisasi sambil menuntut kebebasan berkumpul dan rapat. Kebebasan bersama ini dikalangan lapisan rakjat mengakibatkan timbulnja partai-partai politik dan kesatuan-kesatuan buruh.<noinclude></noinclude> tirwlxp1xt4xm0ezre75zi85f0q8ul7 Halaman:San min chu i.pdf/194 104 111991 310893 2026-08-10T21:54:31Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310893 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||189}}</noinclude>Badan organisasi tersebut didunia pada waktu ini ialah serikatserikat buruh jang dilahirkan sesudah revolusi-revolusi berdjangkit, ketika kemerdekaan telah tertjapai. Sedjarah perkembangan hal-hal tersebut adalah sebagai berikut: Dalam zaman dahulu para pekerdja tak mengerti apa-apa dan tak mempunjai kesadaran bergolongan; mereka tak insjaf, bahwa kedudukan mereka sangat buruk atau mereka tak merasa bahwa mereka diindjak-indjak oleh kaum kapitalis. Mereka dalam hal ini bersikap presis seperti orang-orang Negro jang hanja mengetahui, bahwa mereka dan nenek mojang mereka adalah budakbudak belaka; mereka tak merasakan perlakuan-perlakuan jang sangat buruk itu, apalagi akan mengerti tentang kemerdekaan dan persamaan hak. Para pekerdja diseluruh dunia tak mengetahui buruknja kedudukan mereka sampai pada waktu orang-orang jang berkehendak baik datang dari mana-mana jang tak merasa puas dengan keadaan-keadaan buruk ini dan mendjelaskan dikalangan pekerdja-pekerdja perbedaan antara kapital dan tenaga apa perlunja organisasi jang tersusun baik serta kewadjiban tiap-tiap buruh mempertahankan haknja terhadap kaum kapitalis dan bangsawan. Baru sedjak itulah partai buruh mulai mengorganisir diri mereka. Apakah sendjata partai buruh dalam perlawanannja terhadap kaum kapitalis ? Mereka ini mempergunakan sendjata negatif jang bertudjuan anti-kerdja-sama dengan mengadakan pemogokan-pemogokan, hal mana menjatakan salah suatu sendjata jang lebih tadjam dari pada sendjata militer. Kalau para pekerdja mengadakan berbagai-bagai tuntutan terhadap negara atau orang-orang kapitalis jang tak mengabulkan permintaan mereka, lalu mereka bersama-sama mengadakan pemogokan dengan serentak. Akibat pemogokan sematjam ini dirasakan benar oleh rakjat diseluruh negara, tak ubahnja sebagai akibat peperangan jang sungguh-sungguh. Karena para pekerdja dipimpin orang-orang terpeladjar jang bukan buruh; mereka ini memperli- hatkan kepada kaum buruh djalan mana jang harus mereka turuti guna memperoleh organisasi jang kuat serta tjara-tjara jang harus dilakukan agar pemogokan tak kandas, sambil mentjurahkan kekuatan jang besar keluar setjepat pemogokan timbul, supaja memberi pengaruh dimasjarakat. Dengan diperolehnja kekuatan jang besar itu, pekerdja-pekerdja mulai sadar akan dirinja, dan<noinclude></noinclude> 3m256cl6k9iai9gklnq8ebo5sjl08i4 Halaman:San min chu i.pdf/195 104 111992 310894 2026-08-10T21:55:23Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310894 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||190}}</noinclude>mulailah mereka memperbintjangkan persamaan hak. Pekerdjapekerdja Inggeris dan Perantjis melihat bahwa pemimpin-pemimpin dan penasahat-penasehat dalam organisasi mereka semuanja bukan orang buruh, tetapi orang terpeladjar atau orang bangsawan jang insjaf atau ahli pikir. Hal ini mengakibatkan lambat laun mereka lalai akan pengertian kemerdekaan dan persamaan hak jang sebenarnja. Tindakan sematjam itu makin lama makin djelas dalam beberapa puluhan tahun ini, semuanja disebabkan karena para pekerdja tersesat dalam mendjalankan persamaan hak jang sedjati. Itulah sebabnja orang-orang pekerdja, meskipun dalam kalangan mereka sendiri tak ada jang mempunjai kepandaian setjukupnja guna memimpin, namun mereka mengenjahkan penuntun-penuntun jang tjakap itu. Ternjata kemudian, meskipun mereka mempunjai organisasi jang besar, mereka tak hanja gagal dalam memperoleh kemadjuan atau untuk menundjukkan kekuatan jang besar, malahan mereka berpetjah belah dikalangan mereka sendiri, serta kehilangan tenaga persatuan, disebabkan kekurangan pemimpin-pemimpin jang tjakap. Kira-kira sepuluh tahun jang achir-achir ini di Tiongkokpun banjak dibentuk organisasi-organisasi buruh. Sedjak hari revolusi kaum buruh dalam segala lapangan pekerdjaan mulai mempersatukan diri mereka dan mendirikan serikat-serikat buruh. Dika- langan pemimpin-pemimpin kesatuan itu terdapat pula orang-orang jang bukan pekerdja. Sudah tentu tak dapat kita katakan bahwa pemimpin-pemimpin ini semuanja bertindak semata-mata untuk kepentingan kedudukan terbaik bagi para pekerdja. Banjak dikalangan pemimpin ini jang sangat memalukan nama organisasi buruh dan mempergunakan para pekerdja ini sebagai alat pentjapai keuntungan bagi mereka sendiri. Tetapi tak sedikit pula jang membantu para pekerdja terdorong karena perasaan keadilan jang ichlas. Itulah sebabnja kaum buruh harus insjaf akan hal ini dan harus dapat membeda-bedakan pemimpin tjurang dari pemimpin tulus ichlas. Pekerdja-pekerdja Tionghoapun salah memakai arti persamaan hak itu. Umpamanja : beberapa hari jang lalu saja menerima sebuah surat kabar buruh dari Hankow jang memuat dua buah sembojan buruh : „ Kita kaum buruh tak mengingini pemimpin<noinclude></noinclude> 8jmx1ku7y526ccz1pajtcnuceeaxan5 Halaman:San min chu i.pdf/196 104 111993 310895 2026-08-10T21:56:29Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310895 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||191}}</noinclude>pemimpin bertoga pandjang" dan Kita kaum buruh berdjuang semata-mata untuk memperoleh roti ; kita tak akan menghiraukan soal-soal politik". Sembojan-sembojan sematjam itu bertudjuan pula melenjapkan pemimpin-pemimpin jang bukan buruh, tepat seperti dilakukan di Barat. Tetapi pekerdja-pekerdja Barat, meskipun mereka mengenjahkan pemimpin-pemimpin jang bukan kaum buruh, namun mereka masih turut tjampur dalam lapangan politik : djadi sembojan kedua dari kaum buruh Tiongkok bertentangan dengan azas kaum buruh Barat. Kebahagiaan dan kemakmuran rakjat tergantung sama sekali pada soal-soal pemerintahan, sedangkan kesukaran negara jang terbesar ialah soal pemerintahan. Kalau pemerintahan korup, tak adalah sesuatu soal negara jang dapat diselesaikan dengan memberi hasil jang memuaskan. Tiongkok umpamanja terikat sekarang dibawah pengawasan ekonomi bangsa-bangsa asing, sedangkan pada tiap tahun terbuang $ 1.200.000.000. Hal ini sematamata disebabkan karena pemerintahan Tiongkok buruk, keuangannja tak berkembang biak, sedangkan ia pada tiap-tiap tahun menderita kerugian besar pula. Kerugian ini terutama disebabkan oleh karena djumlah-djumlah barang impor djauh lebih besar dari pada ekspor, hingga tiap-tiap tahun $ 500.000.000 terbuang. Barang-barang seharga setengah billiun dollar ini adalah hasil keringat kaum buruh dan kita kehilangan wang ini karena pabrikpabrik kita merana. Marilah kita peladjari kerugian ini sebentar! Pekerdja-pekerdja Tionghoa dapat bekerdja lebih giat dari pada pekerdja-pekerdja lain diseluruh dunia, sedangkan mereka menerima upah lebih sedikit sepuluh djam terus menerus dalam sehari jang sebetulnja mengakibatkan industri Tiongkok mentjapai kemenangan, kalau hendak bersaingan dengan industri asing. Apakah sebabnja barang-barang ekspor buatan pabrik Tiongkok tak dapat menandingi barang-barang impor buatan pabrik asing ? Apakah sebabnja kita harus menderita kerugian sebesar setengah billiun tiap-tiap tahun, baru sadja dilapangan industri ? Sebabnja jang terutama ialah korupsi jang meradjalela dikalangan pemerintahan Tiongkok. Sedangkan industri tak berkuasa apa-apa, apalagi kalau dihinggapi korupsi pula ! -<noinclude></noinclude> 1atmlhx58adjr7h01wxrw4vqfssfhgp Halaman:San min chu i.pdf/197 104 111994 310896 2026-08-10T21:57:25Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310896 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>192 Kalau korupsi tak berkuasa sedikitpun dan dia dapat dibasmi sampai keakar-akarnja, tentu kerugian jang kita derita sebanjak setengah billiun itu dapat kita tabungkan buat keperluan rakjat Tiongkok. Umpamanja untuk membeli persediaan roti untuk rakjat Tiongkok. Apakah jang harus dilakukan pemerintah jang kuat untuk mentjegah kerugian ini ? Dengan djalan meninggikan bea impor. Sudah tentu barang-barang asing mengalami kesukaran untuk memasuki pelabuhan-pelabuhan kita serta dengan sendirinja rakjat akan membeli buatan negerinja sendiri. Dengan sendirinja para pekerdja diseluruh negara akan memperoleh pendapatan $ 500.000.000 lebih dari pada jang dahulu. Tetapi menurut sembojan-sembojan dalam surat kabar buruh tadi, pekerdjapekerdja Tionghoa katanja tak akan menghiraukan soal politik ; sudah tentu mereka tak akan menuntut supaja pemerintah meninggikan bea impor barang-barang asing, serta menjokong industri Tiongkok. Kalau tindakan seperti ini tak didjalankan, lama-kelamaan Tiongkok terpaksa menghentikan pembuatan barangbarangnja dan para pekerdja akan kehilangan mata pentjaharian mereka masing-masing. Sekarang dari manakah si pekerdja akan mendapat rotinja ? Hal ini memperlihatkan, kalau kaum buruh tak memakai pemimpin-pemimpin jang tjakap, tentu kaum buruh akan mendjalankan kechilafan terus-menerus. Organisasi sematjam itu tak akan berkembang dengan suburnja, mungkin sekali ia akan musnah sama sekali. Mereka akan terlalu bodoh , kalau mereka tak tahu bahwa roti mereka adalah soal ekonomi, sedang- kan ekonomi rapat hubungannja dengan politik. Kalau kaum buruh tak mau tjampur tangan dalam politik dan pemerintahan, bagaimanakah mereka dapat memperbaiki soal roti mereka dalam masalah perekonomian dan memperbaiki penghidupan mereka ? Sembojan-sembojan kaum buruh Hankow adalah akibat buruk, karena salah pengertian tentang arti persamaan hak jang sebenarnja. Itulah sebabnja dalam revolusi kita, kita tak boleh tjuma membitjarakan persamaan hak sadja ; kita harus pula mendjun- djung tinggi hak-hak rakjat semuanja. Kalau demokrasi tak berkembang sama sekali, tentu persamaan hak jang kita perdjuangkan itu akan berbentuk sementara sadja dan segera akan lenjap. Meskipun sembojan kita tak ada memakai perkataan ,,persamaan", tetapi persamaan hak ini telah termasuk kedalam<noinclude></noinclude> n0dfeh1y0xvz3iy1k1go14io0pvm5w1 310897 310896 2026-08-10T21:57:45Z Ibrohim tijani 26379 310897 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||192}}</noinclude>Kalau korupsi tak berkuasa sedikitpun dan dia dapat dibasmi sampai keakar-akarnja, tentu kerugian jang kita derita sebanjak setengah billiun itu dapat kita tabungkan buat keperluan rakjat Tiongkok. Umpamanja untuk membeli persediaan roti untuk rakjat Tiongkok. Apakah jang harus dilakukan pemerintah jang kuat untuk mentjegah kerugian ini ? Dengan djalan meninggikan bea impor. Sudah tentu barang-barang asing mengalami kesukaran untuk memasuki pelabuhan-pelabuhan kita serta dengan sendirinja rakjat akan membeli buatan negerinja sendiri. Dengan sendirinja para pekerdja diseluruh negara akan memperoleh pendapatan $ 500.000.000 lebih dari pada jang dahulu. Tetapi menurut sembojan-sembojan dalam surat kabar buruh tadi, pekerdjapekerdja Tionghoa katanja tak akan menghiraukan soal politik ; sudah tentu mereka tak akan menuntut supaja pemerintah meninggikan bea impor barang-barang asing, serta menjokong industri Tiongkok. Kalau tindakan seperti ini tak didjalankan, lama-kelamaan Tiongkok terpaksa menghentikan pembuatan barangbarangnja dan para pekerdja akan kehilangan mata pentjaharian mereka masing-masing. Sekarang dari manakah si pekerdja akan mendapat rotinja ? Hal ini memperlihatkan, kalau kaum buruh tak memakai pemimpin-pemimpin jang tjakap, tentu kaum buruh akan mendjalankan kechilafan terus-menerus. Organisasi sematjam itu tak akan berkembang dengan suburnja, mungkin sekali ia akan musnah sama sekali. Mereka akan terlalu bodoh , kalau mereka tak tahu bahwa roti mereka adalah soal ekonomi, sedang- kan ekonomi rapat hubungannja dengan politik. Kalau kaum buruh tak mau tjampur tangan dalam politik dan pemerintahan, bagaimanakah mereka dapat memperbaiki soal roti mereka dalam masalah perekonomian dan memperbaiki penghidupan mereka ? Sembojan-sembojan kaum buruh Hankow adalah akibat buruk, karena salah pengertian tentang arti persamaan hak jang sebenarnja. Itulah sebabnja dalam revolusi kita, kita tak boleh tjuma membitjarakan persamaan hak sadja ; kita harus pula mendjun- djung tinggi hak-hak rakjat semuanja. Kalau demokrasi tak berkembang sama sekali, tentu persamaan hak jang kita perdjuangkan itu akan berbentuk sementara sadja dan segera akan lenjap. Meskipun sembojan kita tak ada memakai perkataan ,,persamaan", tetapi persamaan hak ini telah termasuk kedalam<noinclude></noinclude> 3t72fflqobyrtaxy9kcujl1xuvbq4nz Halaman:San min chu i.pdf/198 104 111995 310898 2026-08-10T21:59:56Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310898 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||193}}</noinclude>kedaulatan rakjat. Kalau persamaan hak ini terbukti baik, kita akan mewudjudkannja; kalau terbukti buruk kita akan mengungkungnja. Hanja dengan djalan demikian, kita dapat mengembangkan demokrasi dan mempergunakan persamaan hak itu untuk madju. Sudah pernah saja katakan, bahwa rakjat diseluruh dunia dapat dipisah-pisah dalam tiga bagian menurut ketjakapan dan kepandaian masing-masing : Mereka jang mengetahui dan insjaf sebelumnja ; Mereka jang mengetahui dan insjaf sesudahnja ; Mereka jang tidak mengetahui dan tak insjaf. Djadi terdapatlah golongan-golongan ahli pikir, golongan perintis dan orang-orang praktis. Kalau ketiga golongan dapat bekerdja bersama-sama dan saling membantu, peradaban manusia akan mengalami kemadjuan ,,seribu mil sehari" . Meskipun Alam mentjiptakan manusia dengan kepandaian dan kesanggupan jang berbeda-beda, tetapi djiwa manusia masih mengharapkan pada suatu saat seluruh umat manusia akan ditjiptakan dalam tingkatan jang sama. Inilah tjita-tjita moral jang tertinggi, hingga umat manusia harus berusaha dengan sungguh-sungguh menudju kearah itu. Tetapi bagaimanakah kita akan memulainja ? Kita harus lebih paham dalam membandingkan dua tjara filsafat penghidupan jang bertentangan si egois jang mementingkan keperluan sendiri dan si altruis, jang mementingkan keperluan orang lain. Siapa jang berusaha untuk kepentingan sendiri, selalu akan melukai hati orang lain, sedangkan ia tak menjesali perbuatannja sama sekali . Ketika filsafat matjam ini berkuasa, orang-orang tjerdik-pandai berusaha sekuat tenaga, merebut hak-hak orang lain, lama-kelamaan membentuk golongan otokrasi dan menťjiptakan perbedaanperbedaan politik ; keadaan dunia seperti ini terdapat sebelum revolusi berdasarkan demokrasi. Siapa jang giat menolong orang lain dengan suka hati akan mengorbankan dirinja sendiri. Filsafat seperti ini mempengaruhi manusia, kalau kaum tjerdik pandai selalu siap sedia mempergunakan seluruh tenaga mereka untuk keselamatan orang lain, jang mengakibatkan timbulnja kebaktian-kebaktian, tjinta terhadap agama, djuga peri kemanusiaan akan tumbuh dengan subur. TeSan Min Chu I<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude> 31x1r5r8oxo3i3g77ff3xve1imkeyyz Halaman:San min chu i.pdf/199 104 111996 310899 2026-08-10T22:00:54Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310899 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||194}}</noinclude>tapi kekuatan agama dan peri kemanusiaan sadja taklah akan tjukup untuk mengenjahkan kedjahatan-kedjahatan. Itulah sebabnja kita harus mentjari salah suatu djalan jang berdasarkan keadilan ; mengadakan revolusi sampai memberi hasil, mendjatuhkan otokrasi, mendjundjung demokrasi dan menghilangkan perbedaan-perbedaan. Sesudah itu kita menjusun tiga bentuk jang saja uraikan tadi dan memberikan kedudukan jang sama pada tiap-tiap golongan tadi. Tiap-tiap orang harus bertjita-tjita untuk berbuat djasa dan tidak boleh memperkuda orang lain. Siapa sadja jang mempunjai kepandaian dan kesanggupan, berarti harus melajani beribu-ribu, malahan berpuluh-puluh ribu orang sekuat tenaganja, hingga dengan djalan demikian beribu- ribu, malahan berpuluh-puluh ribu orang akan mengetjap kebahagiaan. Barang siapa jang mempunjai kepandaian dan kesanggupan jang agak kurang sedikit, hendaklah melajani berpuluhpuluh, malahan beratus-ratus orang sekuat tenaganja, hingga dengan djalan demikian berpuluh-puluh, malahan beratus-ratus orang akan turut mengetjap kebahagiaan. Pepatah ,Si pandai djadi budak si bodoh" mendjelaskan dengan njata prinsip ini. Barang siapa jang tak mempunjai kepandaian dan kesanggupan harus pula melajani orang lain serta membahagiakan orang lain, tak lebih dari kekuatan jang ada padanja. Dengan djalan in' , meskipun manusia berbeda-beda kepandaian dan kesanggupannja, tetapi tjita-tjita moral dan semangat berdjasa akan mempengaruhi djiwa manusia, jang memberi akibat umat manusia makin lama makin mendekati persamaan" . Itulah jang dinamakan hakikat persamaan .<noinclude></noinclude> p0m7i1ioro6llrc8ukmtu7ddytskrnm Halaman:San min chu i.pdf/200 104 111997 310900 2026-08-10T22:02:51Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310900 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||'''Uraian IV'''}} Demokrasi Barat tak memberikan kepada rakjatnja hak-hak politik jang penuh - Kesukaran-kesukaran dalam tjara memerintah negara demokrasi - Perdjuangan antara Jefferson dan Hamilton pada permulaan republik Amerika Serikat - Kemenangan kaum federalis dan politik Sentralisasi Undang-undang dasar Amerika Serikat Sebabnja Tiongkok tak memerlukan kesatuan federal seperti Amerika Serikat - Tiongkok sedjak dahulu merupakan suatu negara kesatuan dibawah satu pemerintahan Bukti-bukti palsu untuk federasi diandjurkan oleh orang-orang Tionghoa jang gila pangkat - Kesetimbangan antara hak-hak pemerintahan fedePerkemral dan pemerintahan negara-negara di Amerika Serikat bangan hak memilih dalam negara-negara demokrasi didunia Barat Hak memilih bagi kaum wanita adalah hasil jang baru-baru sadja- Pemerintahan rakjat murba selama revolusi Perantjis dan akibat kemunPergerakan demokratis di Inggeris, kelonggaran-duran demokrasi - kelonggaran Inggeris terhadap demokrasi - Tangan besi Bismarck da- lam mempersatukan dan membangunkan negara Djerman - Perlawanan bidjaksana Bismarck terhadap pergerakan-pergerakan demokratis dan sosialistis di Djerman - Kemadjuan demokrasi, biarpun sementara waktu Hak-hak politik baru dan demokrasi langsung mengalami kemunduran di Swis Pemerintahan jang representatif didunia Barat; kegagalannja di Tiongkok. Dalam uraian-uraian jang lalu kita menjaksikan bahwa orangorang Eropah dan Amerika selama dua atau tiga abad jang lalu ini sibuk memperdjuangkan demokrasi. Sekarang saja ingin sekali membahas hak-hak rakjat jang telah mereka rebut dan kemadjuan-kemadjuan demokrasi jang telah mereka peroleh selama waktu itu. Paham-paham demokrasi sudah tersiar di Tiongkok dan sekarang sedang mempengaruhi rakjat Tiongkok dengan djalan melalui buku-buku dan surat-surat kabar. Buku-buku dan surat-surat kabar jang mengandjurkan demokrasi, sudah tentu termasuk golongan penjokong-penjokong demokrasi jang kuat; mereka berbitjara tentang gemuruh bandjir demokrasi " atau tentang tanda-tanda berkembangnja tjita-tjita demokrasi " , demikian rupa hingga membangkitkan semangat kepada para pembatja ; dan siapa jang mempeladjari demokrasi, tentu akan membatja buku-buku dan surat-surat kabar ini. Kita mulai menghidupkan pikiran-pikiran demokrasi, sedangkan mengira bahwa rakjat Barat jang telah mendapat kemenangan besar dalam peperangan mereka mentjapai hak-hak politik, sudah tentu akan menjebabkan tumbuhnja demokrasi dengan subur diseluruh dunia. Karena itulah kita<noinclude></noinclude> 6ijzs8sv0p6zausmkvh4sn5i8677u4f Halaman:San min chu i.pdf/201 104 111998 310901 2026-08-10T22:04:01Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310901 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||196}}</noinclude>katakan Tiongkok harus mengikuti aliran zaman sekarang, harus memadjukan dan menjiarkan pikiran-pikiran demokrasi. Disamping itu pula tentu banjak orang jang menganggap bahwa Tiongkok akan mendjadi suatu negara jarg madju dan beradab, kalau demokrasi dalam negara itu telah mentjapai puntjak kedudukan demokrasi Barat. Tetapi ada perbedaan jang besar antara demokrasi Barat jang kita temukan dalam buku-buku dan demokrasi jang kita lihat dalam praktek. Perhatikanlah kaum perintis pemerintah demokratis di Barat jang mengakibatkan di Amerika Serikat dan Perantjis timbul revolusi pada kira-kira seratus tahun jang lalu. Apakah rakjat benar-benar mentjapai kemenangan dalam hak-hak politik ? Untuk seseorang jang pertjaja akan demokrasi, maka akan ternjata bahwa kekuasaan rakjat hanja sebagian ketjil sadja. Mereka jang berperang untuk mentjapai hak-hak rakjat mengira, sesudah kemenangan tertjapai, tentu tjita-tjita mereka dengan serentak akan terwudjud; itulah sebabnja mereka dengan ichlas mengorbankan segala-galanja serta melakukan perdjuangan mati-matian. Tetapi sesudah mereka mendapat kemenangan dalam pertempuran, ternjatalah bahwa jarg diperoleh mereka djauh lebih kurang dari pada jang diharap-harapkan mereka selama revolusi itu. Mereka ini belum mentjapai demokrasi jang sesempurna-sempurnanja. Marilah kita sekali lagi melihat perang Amerika. Perang kemerdekaan melawan Inggeris ini memakan waktu 8 tahun sebelum tanah djadjahan mendapat kemenangan dan mentjapai tjita-tjita mereka, terutama kedaulatan rakjat. Menurut proklamasi kemerdekaan ternjata bahwa kemerdekaan dan persamaan hak adalah hak-hak manusia jang tak dapat dipisah-pisahkan. Orang-orang revolusioner Amerika berharap memperoleh kemerdekaan dan persamaan hak jang sempurna ; meskipun sudah 8 tahun mereka berperang, namun mereka belum mendapat hak-hak jang mereka idam-idamkan. Apakah sebabnja demikian ? Musuh jang terbesar dalam kedaulatan rakjat ditanah djadjahan-djadjahan adalah radja Inggeris ; penindasan-penindasan itu menimbulkan pergerakan-pergerakan kemerdekaan dan peperangan melawan Inggeris peperangan demokrasi melawan otokrasi . Karena peperangan ini mengakibatkan kemenangan besar bagi demokrasi maka orang mengira bahwa rakjat akan memperoleh<noinclude></noinclude> m5bcy1eqghtyee3jyo9bu2fq0h89svy Halaman:San min chu i.pdf/203 104 111999 310902 2026-08-10T22:06:07Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310902 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||198}}</noinclude>Politik jang diandjurkan partai Hamilton bertentangan sama sekali dengan pikiran-pikiran Jefferson. Hamilton tak mempertjajai bahwa djiwa manusia senantiasa baik, dan ia jakin bahwa orang-orang djahat akan mempergunakan kekuasaan, politik mereka untuk berbuat djahat pula, seandainja tiap-tiap orang ini diserahkan pertang- gungan djawab dalam pemerintahan. Kalau orang-orang korup berhasil merebut sebagian besar dari kekuasaan negara, mereka akan mempergunakan hak-hak biasa dan hak-hak istimewa negara untuk kepentingan dan partai mereka; mereka tak akan menghiraukan moral, kebenaran dan keadilan atau peraturan-peraturan; hal ini akan mengakibatkan : pertama,,,negara jang diperintah oleh 3 orang " - kekuasaan dan keinginan untuk mentjapai persatuan terpetjah-belah ; kedua, pemerintahan rakjat murba jang berarti kemerdekaan dan persamaan jang berlebih-lebih dan anarchi. Tjorak demokrasi demikian tak akan menguntungkan negara, hanja akan menimbulkan kekatjauan belaka. Berdasarkan hal-hal ini, Hamilton mengandjurkan supaja kekuasaan politik negara djangan diserahkan seluruhnja kepada rakjat, tetapi harus dipusatkan kedalam badan pemerintahan, kedalam kekuasaan sentral ; rakjat biasa akan memperoleh kekuasaan politik jang terbatas. Sebab, kalau tak dibatasi dan dipergunakan untuk melakukar kedjahatan, maka akibatnja akan lebih menjusahkan bangsa dari pada akibat perbuatan-perbuatan buruk jang dilakukan seorang radja. Seorang radja jang tak djudjur masih akan berhadapan dengan rakjat jang dapat mengawasi dan menghalanginja melakukan perbuatan buruk, tetapi rakjat jang mendapat kekuasaan jang tak terbatas dalam tangan mereka sendiri tak akan berhadapan dengan siapapun djuga jang akan dapat mengawasi dan menahan mereka. Sebab itu Hamilton mengatakan : Kalau otokrasi ternjata harus dibatasi, demokrasipun harus dibatasi pula dan ia mendirikan partai federalis jang membela sentralissasi dan menolak kekuasaan kedaulatan jang terpentjar. Sebelum peperangan Kemerdekaan, ketiga belas buah negara djadjahan dikuasai oleh Inggeris dan tak sanggup bersatu. Kemudian, setelah mereka tak dapat menahan lebih lama lagi kekedjaman pemerintahan Inggeris, mereka memberontak dan dari tudjuan bersama-sama terlahirlah semangat jang sama. Tetapi sesudah perang berachir, bekas djadjahan-djadjahan tersebut saling berse-<noinclude></noinclude> 8o8xy7tqaxdoghep3ldkrzi6jtgfgvs Halaman:San min chu i.pdf/204 104 112000 310903 2026-08-10T22:07:18Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310903 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||199}}</noinclude>lisih dan tak dapat mentjapai suatu persetudjuan. Diwaktu revolusi berkobar, penduduk djadjahan-djadjahan berdjumlah kurang dari 3 djuta orang, diantara mereka 2 djuta orang jang melawan Inggeris. Sisanja jang sedjuta masih tetap bersikap lojal terhadap radja Inggeris; djadi sepertiga dari rakjat negara disebut kaum „lojalis". Hanja dua pertiga dari rakjat masuk golongan orang revolusioner ; kekatjauan-kekatjauan jang ditimbulkan orang-orang „ lojalis' menjebabkan peperangan berdjalan 8 tahun lamanja sebelum kemenangan achir tertjapai. Sesudah Inggeris dikalahkan, orang-orang ,,lojalis " tak punja tempat untuk berlindung lalu melarikan diri kesebelah Utara, menjeberang sungai St. Lawrence dan membantu mendirikan djadjahan Kanada jang termasuk daerah Inggeris jang bersikap lojal terhadap induk keradjaan. Sesudah ke 13 negara dapat menjempurnakan kemerdekaan jang mereka rebut, mereka tak diganggu lagi oleh musuh-musuh dalam negara. Tetapi tempat tinggal rakjat jang 3 djuta itu terpentjarpentjar, hingga sebuah negara mempunjai penduduk tak lebih dari dua ratus ribu orang, disamping itu negara-negara senantiasa berselisih. Karena mereka tak mau bersatu, kekuasaan bangsa mendjadi lemah ; dengan mudah dapat dikuasai oleh kekuasaan Eropah lain. Nasib hari kemudian negara-negara ini penuh bahaja. Pemimpin mereka jang berpemandangan luas, insjaf bahwa mereka harus memperkuat kekuatan nasional, hendak mentjegah bahaja-bahaja jang akan datang itu dan menjelamatkan negara untuk selamalamanja. Sebab itu mereka menghantjurkan persatuan diantara negara-negara itu dan membentuk sebuah negara jang besar. Beberapa orang membela kedaulatan rakjat jang sempurna sedangkan beberapa orang jang lain membela kedaulatan nasional jang sempurna untuk alat mentjapai persatuan. Partai Jefferson mengandjurkan memperkuat kekuasaan jang terbagi-bagi disetiap negara, sedangkan partai Hamilton mergandjurkan pemusatan kekuasaan dan pembatasan kekuasaan rakjat. Mereka mengingini supaja negara-negara semuanja menjerahkan hakhak dan kekuasaan-kekuasaan mereka kepada sebuah pemerintah pusat dan karena itu mereka ini dinamakan orang-orang federalis. Perselisihan diantara kedua partai jang bertentangan ini, baik pertentangan jang berupa lisan maupun jang berupa tulisan memakan waktu jang lama dan mendjadi-djadi. Pada achirnja kaum federalis<noinclude></noinclude> 68lh70w5pwml7zfu7h69n9tkbuwvljp Halaman:San min chu i.pdf/205 104 112001 310904 2026-08-10T22:07:57Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310904 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||200}}</noinclude>jang membela pembatasan kekuasaan rakjat mendapat kemenangan, negara-negarapun bersatu-padu serta membentuk sebuah ke- satuan federal dan memproklamirkan undang-undang dasar Amerika Serikat. Sedjak hari permulaan Republik lahir sampai sekarang Amerika Serikat mempergunakan undang-undang dasar ini jang memisahmisahkan dengan njata kekuasaan-kekuasaan pembuat undang-undang, kehakiman dan pendjalankan kekuasaan pemerintah, sehingga sebuah negara bagianpun tak dapat melanggar kekuasaan negara jang lain. Undang-undang dasar ini adalah undang-undang dasar jang pertama kali jang sempurna dalam sedjarah umat manusia dan Amerika Serikat adalah negara jang pertama pula memakai undang-undang dasar jang tertulis, jang memisah-misahkan ketiga tjabang pemerintahan. Dalam hal urdang-undang dasar jang tertulis dari negara-negara, Amerika Serikat telah menembus tabir kabut " . Undang-undang dasar inilah jang kita namakan undang-undang dasar federal dari Amerika Serikat. Sedjak Amerika Serikat mendjalankan undang-undang dasar ini dan membentuk kesatuan federal, ia mendjadi salah suatu negara jang makmur ; sedjak peperangan Eropah meletus, Amerika Serikatpun telah mendjadi negara jang terkuat diseluruh dunia. Sebabnja Amerika Serikat mentjapai kemakmuran dan kekuasaan seperti sekarang ini, adalah berkat suatu undang-undang dasar federal jang masih menjerahkan soal-soal lokal dari rakjat kepada pengawasan tiap-tiap negara. Dalam sepuluh tahun jang achirachir ini segerombolan ahli-ahli pikir Tionghoa jang terpeladjar mengandjurkan suatu pembentukan negara federal Tiongkok, supaja Tiongkok dapat pula mendjadi sebuah negara jang kuat dan makmur. Mereka mengira bahwa mereka telah berhasil menemukan suatu djalan untuk memetjahkan kesukaran-kesukaran di Tiongkok sekarang ini, tetapi sebelumnja mereka lupa membuat perbandingan jang tepat antara keadaan-keadaan di Amerika Serikat dan di Tiongkok ; mereka mengandjurkan suatu kesatuan federal bagi propinsi-propinsi di Tiongkok hanjalah karena mereka telah melihat bahwa kekuatan dan kemakmuran Amerika Serikat sekarang ini disebabkan oleh suatu kesatuan federal, dan karena mereka ber- hasrat pula memperoleh suatu negara Tiongkok jang kuat dan<noinclude></noinclude> at8uo3vrwi18mg2ihet8bh0fcsb6jhz Halaman:San min chu i.pdf/206 104 112002 310905 2026-08-10T22:08:42Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310905 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />201</noinclude>makmur, mereka ingin menanamkan tjara pemerintahan ini di Tiongkok. Kemadjuan pesat dari sistim federal Amerika Serikat terutama disebabkan oleh karena tiap-tiap negara sudah mempunjai pemerintah dan undang-undang dasar sendiri . Kalau kita benar-benar hendak meniru tjara Amerika Serikat dan membentuk suatu kesatuan federal untuk propinsi-propinsi Tiongkok, maka tiap-tiap propinsi harus pula membuat suatu undangundang dasarnja sendiri dan memperkokoh pemerintahnja sendiri pula ; barulah kita dapat menjatukan mereka dan membuat suatu undang-undang dasar nasional diatasnja. Pendek kata kita harus memetjah belahkan lagi Tiongkok jang bersatu itu, dalam 20 kesatuan merdeka supaja ada persamaannja dengan selusin atau lebih negara-negara Amerika jang merdeka seabad jang lalu, kemudian berusaha menjatukan kembali negara-negara iri. Pemandanganpemandangan dan pikiran sematjam itu dapat mengatjau balaukan kita, kalau kita lihat sepintas lalu sadja. Kita bukan seekor burung tiung, jang mengulangi perkataan-perkataan orang lain dengan tak memikirkannja terlebih dahulu. Amerika Serikat dengan sistim federalnja mendjadi negara terkuat dan makmur diseluruh dunia ini ; penjokong-penjokong pikiran sistim federal ini, menjatakan bahwa Tiongkok harus meniru sistim ini, supaja negara Tiongkok djuga mendjadi suatu negara jang kuat dan makmur. Ketika bangsa-bangsa Barat memperdjuangkan demokrasi, mereka tak memperbintjangkan demokrasi, tetapi hanja kemerdekaan dan persamaan hak ; itu pulalah sebabnja kita harus memakai sembojansembojan Barat dan berteriak-teriak bahwa kita berperang guna mentjapai kemerdekaan dan persamaan hak ! Hal-hal demikian adalah pikiran-pikiran jang pitjik dan bersendikan asal meniru sadja. Mereka jang mengandjurkan bentuk pemerintahan sendiri dalam propinsi-propinsi Tiongkok mengatakan dengan tak menimbang lebih dahulu, bahwa negara-negara ketjil jang mempunjai pemerintahan sendiri adalah dasar tempat Amerika berdiri ; oleh karena daerah Tiongkok terbagi dalam propinsi-propinsi, propinsilah jang harus didjadikan kuat, makmur dan berpemerintahan sediri. Mereka ini tak mengetahui sama sekali tentang keadaan-keadaan jang timbul ketika kemerdekaan Amerika telah diakui. Ketika negara itu melepaskan dirinja dari Inggeris, apakah sebabnja mereka me<noinclude></noinclude> 6b04t3vbgvu142k2dzd39l0ewprvxeh 310906 310905 2026-08-10T22:09:01Z Ibrohim tijani 26379 310906 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||201}}</noinclude>makmur, mereka ingin menanamkan tjara pemerintahan ini di Tiongkok. Kemadjuan pesat dari sistim federal Amerika Serikat terutama disebabkan oleh karena tiap-tiap negara sudah mempunjai pemerintah dan undang-undang dasar sendiri . Kalau kita benar-benar hendak meniru tjara Amerika Serikat dan membentuk suatu kesatuan federal untuk propinsi-propinsi Tiongkok, maka tiap-tiap propinsi harus pula membuat suatu undangundang dasarnja sendiri dan memperkokoh pemerintahnja sendiri pula ; barulah kita dapat menjatukan mereka dan membuat suatu undang-undang dasar nasional diatasnja. Pendek kata kita harus memetjah belahkan lagi Tiongkok jang bersatu itu, dalam 20 kesatuan merdeka supaja ada persamaannja dengan selusin atau lebih negara-negara Amerika jang merdeka seabad jang lalu, kemudian berusaha menjatukan kembali negara-negara iri. Pemandanganpemandangan dan pikiran sematjam itu dapat mengatjau balaukan kita, kalau kita lihat sepintas lalu sadja. Kita bukan seekor burung tiung, jang mengulangi perkataan-perkataan orang lain dengan tak memikirkannja terlebih dahulu. Amerika Serikat dengan sistim federalnja mendjadi negara terkuat dan makmur diseluruh dunia ini ; penjokong-penjokong pikiran sistim federal ini, menjatakan bahwa Tiongkok harus meniru sistim ini, supaja negara Tiongkok djuga mendjadi suatu negara jang kuat dan makmur. Ketika bangsa-bangsa Barat memperdjuangkan demokrasi, mereka tak memperbintjangkan demokrasi, tetapi hanja kemerdekaan dan persamaan hak ; itu pulalah sebabnja kita harus memakai sembojansembojan Barat dan berteriak-teriak bahwa kita berperang guna mentjapai kemerdekaan dan persamaan hak ! Hal-hal demikian adalah pikiran-pikiran jang pitjik dan bersendikan asal meniru sadja. Mereka jang mengandjurkan bentuk pemerintahan sendiri dalam propinsi-propinsi Tiongkok mengatakan dengan tak menimbang lebih dahulu, bahwa negara-negara ketjil jang mempunjai pemerintahan sendiri adalah dasar tempat Amerika berdiri ; oleh karena daerah Tiongkok terbagi dalam propinsi-propinsi, propinsilah jang harus didjadikan kuat, makmur dan berpemerintahan sediri. Mereka ini tak mengetahui sama sekali tentang keadaan-keadaan jang timbul ketika kemerdekaan Amerika telah diakui. Ketika negara itu melepaskan dirinja dari Inggeris, apakah sebabnja mereka me<noinclude></noinclude> lev2h6arng73rstqtwnqarsw2jmlzzk Halaman:San min chu i.pdf/207 104 112003 310907 2026-08-10T22:09:50Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310907 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||202}}</noinclude>ngemukakan persatuan ? Karena ketiga belas negara itu terpisahpisah ; mereka tak berada dibawah satu pengawasan ; itulah sebabnja mereka harus disatukan supaja terbentuk sebuah bangsa teratur. Tetapi bagaimanakah keadaannja negeri Tiongkok ? Daerah Tiongkok asli terdiri dari 18 propinsi, tambah lagi 3 propinsi di Manchuria, dan propinsi Singkiang, maka mendjadi 22 propinsi. Disamping itu masih ada Jehol, Suiyüan, Kokonor dar daerah-daerah istimewa lain, tambah lagi Mongolia, Tibet dan daerah-daerah penaklukan selama 260 tahun dibawah pemerintahan dinasti Man- chu ; daerah-daerah tersebut ini semuanja tunduk kepada pemerintahan pusat. Selama dinasti Ming, propinsi-propinsi bersatu pula ; selama dinasti Yüan, tak hanja daerah Tiongkok sadja jang disatukan, tetapi Eropah dan Asia hampir seluruhnja tunduk kepada pemerintahan pusat ini. Kalau kita menilik kembali kedinasti Sung, kita akan menemukan, bahwa propinsi-propinsi terikat erat dalam satu persatuan jang kokoh ; sesudah sungai Yangtze diseberangi, propinsi-propinsi Selatan djuga mendjadi negara kesatuan. Malahan selama dinasti Tang dan Han, djadi pada zaman dahulu kala, propinsi-propinsi Tiongkok semuanja bersatu dibawah satu pemerintahan. Dari keterangan-keterangan ini dapat kita saksikan, bahwa propinsi pada zaman dahulu sudah bersatu, tidak terpisah- pisah, hingga menjatakan bahwa Tiongkok sanggup diletakkan dibawah satu pemerintahan. Lagi pula waktu Tiongkok bersatu, rakjat mengalami pemerintahan jang teratur ; waktu Tiongkok bertjerai-berai, rakjat mengalami zaman kekatjauan. Kekuatan dan kemakmuran rakjat Amerika Serikat bukanlah disebabkan karena 13 negara itu mempunjai pemerintahan sendiri, tetapi terutama karena kemadjuan pemerintahan pusat, sesudah negara-negara itu dapat dipersatukan. Karena Tiongkok jang telah bersatu sedjak dahulu itu, kita tak akan membaginja lagi dalam propinsi-propinsi jang terpisah-pisah. Keinginan bersatu di Tiongkok pada sekarang hanjalah suatu tanda kekatjauan sementara, akibat perebutan-perebutan daerah oleh kaum militer. Keadaan sematjam ini harus kita lenjapkan untuk selama- lamanja. Sekali-kali kita tak boleh membiarkan prinsip federasi jang mengatjaukan itu dipakai sebagai alat untuk kaum militer guna menguasai suatu daerah. Kalau kaum militer dibiarkan sadja hen- dak membagi-bagi Tiongkok dalam daerah-daerah, Tiongkok tak<noinclude></noinclude> ke6ccy5rf6nnndt90un6far640bkrf8 Halaman:San min chu i.pdf/208 104 112004 310908 2026-08-10T22:10:32Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310908 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||203}}</noinclude>akan dapat mendjadi kuat dan makmur lagi. Kalau kita mengemukakan bahwa sistim federal Amerika adalah kuntji untuk mentjapai kemakmuran dan kekuatan negara, maka kita mendorong „akibat" dimuka „sebab". Apakah sebabnja bangsa-bangsa asing ingin memaksakan Tiongkok menerima suatu pengawasan internasional ? Dari manakah mereka ini mengetahui kelemahan kita ? Sebab mereka menjaksikan golongan terpeladjar di Tiongkok mengemukakan pendapat-pendapat dan andjuran-andjuran jang sama sekali berten- tangan dengan aliran zaman, itulah sebabnja mereka memandang rendah akan orang Tionghoa. Mereka mengatakan bahwa kita bangsa Tionghoa tak dapat mengurus perkara kita sendiri dan sebab itu terpaksa pengurusan ini dilakukan oleh negara-negara Besar . Kalau kita sebagai bangsa-bangsa di Timur Djauh jang berdiri ditengah-tengah arus pergolakan-pergolakan dunia modern, hendak mewudjudkan dengan sungguh-sungguh arti „federasi negara" , kita harus membitjarakan terlebih dahulu sesuatu uni antara Tiongkok dan Djepang atau antara Tiongkok, Annam, Birma, India. Persia dan Afganistan. Oleh karena negara ini belum pernah bersatu, sedangkan sesuatu persatuan dari negara-nagara ini akan mendjadikan Asia kuat dan makmur, serta sanggup melawan Eropah, hal ini adalah penglaksanaan pikiran federasi jang berfaedah . Bagi ke- 18 propinsi daerah Tiongkok asli ditambah dengan ketiga propinsi Manchuria dan daerah-daerah istimewa lain di Tiongkok, penglaksanaan pikiran federasi tak perlu, karena negara-negara tersebut telah bersatu dibawah satu pemerintahan, selama dinasti Manchu. Berhasilnja kita mendirikan negara Republik pada waktu sekarang ini semata-mata karena kita dapat mendjatuhkan dinasti Manchu dan kemudian menerima warisan pemerintahan, apakah sebabnja kita harus memetjah belahkan lagi negara jang sudah bersatu sedjak dahulu itu ? Mereka jang mengandjurkan pembagiar-pembagian daerah Tiongkok, termasuk golongan orang-orang jang bertjita-tjita memperoleh propinsi-propinsi untuk dikuasainja sendiri . T'ang Chi-yao merebut Jünan, Chao Heng-t'ang merebut Hunan ; Lu Yung-t'ing merebut Kwangsi ; Ch'en Ch'uing-ming merebut Kwangtung matjam-matjam federasi demikian akan mendjadi suatu federasi militer, bukan suatu federasi negara-negara jang<noinclude></noinclude> lgd771r8ad8ev5vjgjuwkwle7h4d7ql Halaman:San min chu i.pdf/209 104 112005 310909 2026-08-10T22:11:00Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310909 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />204</noinclude>diperintah rakjat sendiri. Federasi sematjam itu tak akan menguntungkan Tiongkok, hanja menguntungkan beberapa orang sadja . Kita harus mengadakan perbedaan jang djelas diantaranja. Ketika negara jang 13 itu di Amerika berhasil merebut kemerdekaan mereka dari tangan Inggeris, mereka pada waktu itu tak mempur.jai kesatuan politik sama sekali, sedangkan pembentukan suatu negara jang bersatu merupakan suatu kewadjiban jang maha sukar. Sebab itu perdebatan antara partai-partai Hamilton dan Jefferson sangat seru. Ketika undang-undang dasar sedang dirantjangkan, tiap-tiap negara diberi kebebasan mengemukakan pendapatannja masingmasing. Achirnja partai Hamilton memperoleh kemenangan, se- dangkan politik partai Jefferson makin terdesak. Rakjat regara pada waktu undang-undang dasar sedang dilaksanakan terbagi dalam dua buah partai besar dengan teori-teori politiknja jang berlainan; terwudjudnja undang-undang dasar pada achirnja, disebabkan suatu persetudjuan kompromi antara kedua partai itu. Kekuasaan-kekuasaan politik jang terpenting jang didjalankan pemerintah pusat, ditetapkan dalam undang-undang dasar dengan njata ; soal jang tak diatur dalam undang-undang dasar mendjadi pertanggungan djawab pemerintah lokal. Umpamanja tentang hal penetapan mata wang, ditetapkan dibawah pengawasan pemerintahan pusat, sedang- kan pemerintahan lokal tak diperbolehkan melanggar hak-hak ini. Hubungan-hubungan dengan luar negeri diusahakan oleh pemerintah pusat, sedangkan tak ada suatu negarapun diizinkan membuat sesuatu perdjandjian tersendiri dengan negara asing. Soal-soal lain, seperti pertahanan nasional, latihan pasukan-pasukan tentara darat dan laut, hak mengerahkan dan mengirimkan tentera negara semuanja diserahkan kepada kebidjaksanaan pemerintah pusat. Soalsoal jang ketjil-ketjil jang tak diterangkan dalam undang-undang dasar, diserahkan kepada negara-negara untuk diatur sebaik-baiknja. Pembagian kekuasaan ini terlaksana karena suatu persetudjuan kompromi antara pemerintah pusat dan pemerintahan-pemerintahan negara. Hak-hak apakah jang dimiliki rakjat sesudah diadakan persetudjuar ini ? Hanjalah hak memilih jang terbatas. Hak memilih pada waktu itu dibatasi kepada pemilihan orang-orang kongres, pembesar-pembesar ke- 13 negara itu dan pembesar-pembesar lokal. Presiden dan senator-senator pada waktu itu dipilih setjara tak langsung oleh si pemilih, jang ditundjukkan rakjat. Kemudian<noinclude></noinclude> as4t6tk3e1elj1x7igjamxzby38ro64 310910 310909 2026-08-10T22:11:17Z Ibrohim tijani 26379 310910 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||204}}</noinclude>diperintah rakjat sendiri. Federasi sematjam itu tak akan menguntungkan Tiongkok, hanja menguntungkan beberapa orang sadja . Kita harus mengadakan perbedaan jang djelas diantaranja. Ketika negara jang 13 itu di Amerika berhasil merebut kemerdekaan mereka dari tangan Inggeris, mereka pada waktu itu tak mempur.jai kesatuan politik sama sekali, sedangkan pembentukan suatu negara jang bersatu merupakan suatu kewadjiban jang maha sukar. Sebab itu perdebatan antara partai-partai Hamilton dan Jefferson sangat seru. Ketika undang-undang dasar sedang dirantjangkan, tiap-tiap negara diberi kebebasan mengemukakan pendapatannja masingmasing. Achirnja partai Hamilton memperoleh kemenangan, se- dangkan politik partai Jefferson makin terdesak. Rakjat regara pada waktu undang-undang dasar sedang dilaksanakan terbagi dalam dua buah partai besar dengan teori-teori politiknja jang berlainan; terwudjudnja undang-undang dasar pada achirnja, disebabkan suatu persetudjuan kompromi antara kedua partai itu. Kekuasaan-kekuasaan politik jang terpenting jang didjalankan pemerintah pusat, ditetapkan dalam undang-undang dasar dengan njata ; soal jang tak diatur dalam undang-undang dasar mendjadi pertanggungan djawab pemerintah lokal. Umpamanja tentang hal penetapan mata wang, ditetapkan dibawah pengawasan pemerintahan pusat, sedang- kan pemerintahan lokal tak diperbolehkan melanggar hak-hak ini. Hubungan-hubungan dengan luar negeri diusahakan oleh pemerintah pusat, sedangkan tak ada suatu negarapun diizinkan membuat sesuatu perdjandjian tersendiri dengan negara asing. Soal-soal lain, seperti pertahanan nasional, latihan pasukan-pasukan tentara darat dan laut, hak mengerahkan dan mengirimkan tentera negara semuanja diserahkan kepada kebidjaksanaan pemerintah pusat. Soalsoal jang ketjil-ketjil jang tak diterangkan dalam undang-undang dasar, diserahkan kepada negara-negara untuk diatur sebaik-baiknja. Pembagian kekuasaan ini terlaksana karena suatu persetudjuan kompromi antara pemerintah pusat dan pemerintahan-pemerintahan negara. Hak-hak apakah jang dimiliki rakjat sesudah diadakan persetudjuar ini ? Hanjalah hak memilih jang terbatas. Hak memilih pada waktu itu dibatasi kepada pemilihan orang-orang kongres, pembesar-pembesar ke- 13 negara itu dan pembesar-pembesar lokal. Presiden dan senator-senator pada waktu itu dipilih setjara tak langsung oleh si pemilih, jang ditundjukkan rakjat. Kemudian<noinclude></noinclude> 3vpmmzis467s4n0toqw65svgjyhhidr Halaman:San min chu i.pdf/210 104 112006 310911 2026-08-10T22:12:00Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310911 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||205}}</noinclude>kekuasaan-kekuasaan jang diberikan kepada rakjat makin lama makin diperluas ; hingga sekarang presiden, senator-senator pem- besar-pembesar semua negara dan pembesar-pembesar lokal jang mempunjai hubungan langsung dan penting dengan rakjat, dipilih setjara langsung oleh rakjat. Hak itulah jang dinamakan hak pemilih dengan leluasa. Sebab itu perdjalanan evolusi di Amerika Serikat sedjak hak memilih terbatas sampai hak memilih leluasa sangat lambat djalannja. Mula-mula hak memilih hanja dimiliki oleh kaum lelaki sadja. Pada satu atau dua abad jang lalu, kaum perempuan belum diberi hak untuk memilih. Dua puluh tahun jang lalu pergerakan untuk mertjapai hak memilih pada kaum wanita mendjadi sangat kuat di Eropah dan di Amerika. Tuan-tuan mengetahui bahwa pada waktu itu banjak orang mengira akan kegagalannja kaum wanita dalam usaha mereka ini, karena kepandaian dan kesanggupan mereka djauh terbelakang, kalau dibandingkan dengan kepandaian dan kesanggupan kaum lelaki, sedangkan mereka tak sanggup melakukan segala pekerdjaan jang dilakukan kaum lelaki. Itulah sebabnja banjak jang menentang pemberian hak memilih bagi kaum wanita, tak hanja dikalangan kaum lelaki sadja tetapi djuga dikalangan kaum wanita sendiri. Seandainja seluruh kaum wanita dalam negara berdjuang dengan seru menuntut hak memilih, boleh dikatakan hampir-hampir mereka tak akan mempunjai harapar akan memperoleh hasil. Tetapi pada tudjuh atau delapan tahun jang lalu kaum wanita Inggeris dan tak lama kemudian diikuti oleh kaum wanita Amerika telah mendapat hasil jang gilang-gemilang dalam lapangan ini. Hal tersebut adalah akibat peperangan Eropah . Selama peperangan kaum lelaki memasuki tentara dan mengadu tenaga dimedan pertempuran. Hal ini mengakibatkan, banjak pekerdjaanpekerdjaan dalam negara terluang karena tak ada lelaki jang melakukannja, djumlah orang lelaki tak tjukup untuk didjadikan pemimpin pekerdjaan dalam pabrik-pabrik sendjata, untuk djadi tukang dan djadi kondektur kendaraan kota dan untuk bertanggung djawab terhadap pelbagai pekerdjaan jang meminta perhatian energi digaris belakang. Kaum wanitalah jang dipanggil mengisi luangan-luangan tersebut, sedangkan mereka jang dulu menentang hak memilih untuk kaum wanita dengan mengatakan bahwa kaum perempuan tak dapat<noinclude></noinclude> 81mbpgziiyu31t82ur72y0gb545e2he Halaman:San min chu i.pdf/211 104 112007 310912 2026-08-10T22:12:48Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310912 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||206}}</noinclude>melakukan pekerdjaan orang lelaki, tak mempunjai alasan lagi serta tak berani menghina pergerakan wanita itu lagi. Pengandjur-pengandjur hak memilih untuk kaum wanita kemudian memperoleh ke- menangan jang gilang gemilang; achirnja sesudah peperangan soal ini dapat dibereskan. Dari hal ini dapat kita lihat bahwa tudjuan revolusi-revolusi Barat semata-mata demokrasi. Perang kemerdekaan di Amerika ialah perang untuk mentjapai demokrasi; tetapi sesudah perang kawan-kawan seperdjuangan terbagi dalam dua golongan - satu golongan mengandjurkan demokrasi sesempurna-sempurnanja; golongan lain mengandjurkan pembatasan kekuasaan-kekuasaan rakjat, tetapi kekuasaan-kekuasaan jang besar diserahkan kepada negara. Peristiwa-peristiwa sesudahnja banjak membuktikan, bahwa rakjat djelata tak mempu- njai kepandaian tjukup serta kekuatan untuk mendjalankan kedaulatan rakjat sepenuh-penuhnja. Jefferson dan penganutpenganutnja mentjoba memperoleh hak lebih banjak untuk rakjat, tetapi gagal. Hal tersebut memperlihatkan bahwa rakjat djelata tak mengetahui bagaimana mereka harus mempergunakan kedaulatannja itu. Itulah sebabnja revolusi-revolusi Barat dalam dua atau tiga abad ini diperdjuangkan dibawah pandji-pandji demokrasi ; hasil jang njata hanjalah penglaksanaan hak memilih bagi kaum lelaki dan wanita. Revolusi Perantjis djuga bertudjuan untuk memperoleh demokrasi. Ahli-ahli pikir jang tjondong kepada demokrasi seperti Rousseau mengatakan bahwa seluruh umat manusia mempunjai hak-hak azasi jang tak dapat direbut oleh radja-radja atau putera-putera radja; teori sematjam inilah jang menjalakan api revolusi. Ketika demokrasi mulai dipraktekkan sesudah revolusi, kaum bangsawan dan sanak keluarga radja tak tahan tinggal di Perantjis lagi, kemudian melarikan diri kenegeri-negeri lain. Rakjat Perantjis pada ketika itu sedang mengalami pertjobaan pertama dalam mendjalankan demokrasi jang sempurna; tak ada seorangpun dalam negara jang berani mengatakan bahwa rakjat tak mempunjai kepandaian dan kekuatan; kalau ada jang berani dengan segera ia didakwa mendjadi seorang kontra-revolusioner dan terus dibawa keguillotine. Akibat perlakuan sematjam ini menimbulkan suatu pemerintahan jang lalim. Anasir-anasir anarchi meradjalela, masjarakat katjau<noinclude></noinclude> 21jme3kbp1elxuu6l22ii5zfihnqi75 Halaman:San min chu i.pdf/212 104 112008 310913 2026-08-10T22:13:28Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310913 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||207}}</noinclude>balau, tak ada seorangpun jang mengetahui apakah ia pada esok hari akan masih hidup. Seorang anggauta tetap partai revolusionerpun mungkin didjatuhkan hukuman mati karena sesuatu perkataan jang terlompat melukai hati rakjat. Dalam pertjobaan mendjalankan demokrasi jang sempurna ini banjak putera-putera radja kaum bangsawan terbunuh, tetapi tak sedikit pula orang- orang revolusioner jang terkemuka dan masjhur, seperti Danton didjatuhkan hukuman mati oleh anasir-anasir djahat dikalangan rakjat, tjuma oleh karena beberapa perkataan jang diutjapkannja sadja. Lama kelamaan, ketika rakjat Perantjis mulai insjaf bahwa keadaan masjarakat terlalu katjau, banjaknja orang-orang jang pernah ternama sebagai pengandjur-pengandjur demokrasi merasa putus asa, lalu berbalik menentang pemerintah demokrasi dan menjokong Napoleon dalam usahanja mendjadi kaisar. Sekarang demokrasi menemui rintangan besar. Rintangan ini bukanlah berasal dari otokrasi : pergerakan demokrasi sudah berurat berakar didunia, sebab sebagai jang telah saja katakan dahulu, kita telah berada dalam zaman demokrasi. Sudah sepatutnja pula demokrasi harus madju terus. Tetapi apakah sebabnja, setelah demokrasi mendjatuhkan otokrasi, otokrasi mendapat rintangan kemadjuan sematjam itu ? Apakah sebab hal-hal sematjam itu dapat timbul ? Apakah sebabnja halangan-halangan ini muntjul ? Salah suatu sebab-sebabnja ialah akibat sikap penganut-penganut demokrasi jang kolot, jang mengandjurkan pembatasan jang njata dari kedaulatan rakjat, serta pemusatan kekuatan negara; sedangkan mereka mentjela keras berdjangkitnja demokrasi jang sempurna. Tetapi golongan ini tak banjak djumlahnja dan tak begitu keras menahan kemadjuan demokrasi. Penghalang jang terbesar ialah orangorang jang pertjaja akan demokrasi jang mutlak. Ketika revolusi Perantjis berkobar-kobar, rakjat memegang kekuasaan sepenuh-penuhnja. Rakjat pada ketika itu tak ingin lagi akan pemimpin-pemimpin serta banjak orang-orang tjakap dan pandai •dihukum mati. Golongan penganut-penganut kekerasan jang masih hidup tak mempunjai pemimpin-pemimpinnja lagi jang dapat menundjukkan djalan, sehingga mereka dengan mudah dapat didjadikan alat oleh orang-orang lain. Karena kehilangan ,,telinga dan mata jang baik", rakjat Perantjis tak sanggup lagi memperbedakan siapa jang benar dan siapa jang tjurang dalam tiap-tiap<noinclude></noinclude> 8xrt0xdvw6wnaugdsfp8r5fp8970ewf Halaman:San min chu i.pdf/213 104 112009 310914 2026-08-10T22:14:05Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310914 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||208}}</noinclude>peristiwa jang timbul; tjukup kalau seorang penghasut mengemukakan diri, dengan segera semuanja akan mengikuti dia dengan membabi buta sadja. Keadaan demikian sangat membahajakan ketenteraman. Sebab itulah ketika rakjat mulai insjaf akan kesalahan jang telah diperbuatnja, mereka tak berani lagi mengandjurkan demokrasi. Hal ini mengadakan suatu rintangan kemadjuan demokrasi jang sangat besar, suatu rintangan jang ditimbulkan oleh golongan rakjat sendiri jang memperdjuangkan hak-hak rakjat pula. Sedjak revolusi Perantjis, keadaan negara-negara ketjil di Eropah seperti Denmark, Belanda, Spanjol dan Portugal, dengan tak disengadja telah mengembangkan pergerakan-pergerakan demokrasi. Pergerakan-pergerakan demokrasi di Eropah menghadapi banjak rintangan besar, seperti penentangan otokrasi, walaupun demikian pergerakan-pergerakan ini tak dapat dihantjurkan. Ketika dia menghadapi kesukaran-kesukaran didalam pergerakannja, dia tak dapat dibendung dan terus madju dengan pesat. Apakah sebabnja demikian ? Karena kita tidak mungkin membendung suatu arus jang deras, hasratnja selalu mengalir kearah jang sudah ditentukan alam. Berdasarkan prinsip inilah, maka banjak negara-negara otokrasi turut hanjut dengan arus dan kemudian menjesuaikan diri dengan keadaan disekelilingnja. Inggeris umpamanja pernah mengalami revolusi, hingga radjanja terbunuh, tetapi 10 tahun kemudian keradjaan didirikan kembali. Hal ini disebabkan karena kaum bangsawan Inggeris adalah orang oportunis semuanja ; mereka melihat bahwa demokrasi telah kuat untuk dilawan; sebaliknja mereka tak mentjoba melawannja, tetapi berusaha mentjari kompromi dengannja. Mula-mulanja demokrasi modern berkembang di Inggeris. Sesudah pengembalian sistim keradjaan dan penghapusan demokrasi, pemerintahan Inggeris dikuasai lagi oleh kaum bangsawan, hanja kaum bangsawan sadja jang diperbolehkan turut tjampur tangan dalam soal-soal pemerintahan. Sesudah tahun 1832, rakjat biasa diberi hak memilih dan sesudah Perang Eropah hak ini diserahkan pula kepada kaum wanita. Dalam perlakuannja terhadap djadjahandjadjahan, Inggeris memakai djuga tjara memberi kelonggaran sedikit demi sedikit, tergantung kepada kekuatan kemadjuan arus demokrasi itu. Ambillah Irlandia, jang mendjadi bagian kepuluan Inggeris. Mula2 Inggeris mempergunakan kekuatan sendjata untuk<noinclude></noinclude> 6nvbaatdoa28l6yjas1ro92t3mzmevb Halaman:San min chu i.pdf/214 104 112010 310915 2026-08-10T22:15:05Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310915 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||209}}</noinclude>menindas Irlandia, tetapi ketika dilihat tumbuhnja pergerakan demokrasi dengan sabar di Irlandia ia melepaskan politik penindasannja, mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh tuntutan-tuntutan orang-orang Irlandia dan achirnja memperbolehkan mereka berdiri sendiri. Pemerintah Inggeris tidak sadja mengalah dalam soal-soal mengenai Kepulauan Inggeris, tetapi djuga mengenai soal-soal lain seperti dalam perselisihan dengan Mesir ; selama perang Eropah bangsa Mesir bekerdja dengan sekuat tenaga guna kepentingan Inggeris ; djuga agar orang-orang Mesir mentjurahkan tenaga mereka lebih banjak . Pemerintah Inggeris mendjandjikan kepada mereka hak-hak jang banjak, sesudah perang berachir, termasuk djuga djandji kemerdekaan negara. Sesudah peperangan, Inggeris menarik kembali perkataan-perkataan jang diutjapkannja itu dan tak mengabulkan sesuatu hakpun jang telah ia djandjikan kepada Mesir. Mesir menuntut kemerdekaannja dan pelaksanaan djandji-djandji; huru-hara timbul, Inggeris mengalah dan Mesir memperoleh kemerdekaannja. India sekarang menuntut pengluasan hak memilih, sedangkan Inggeris mendjandjikan segala jang dimintanja. Karena Inggeris mempunjai partai buruh dan mengizinkan wakil buruh duduk dalam kabinet, hal ini sudah tjukup membuktikan bahwa kaum bangsawan sedang memberikan kelonggaran-kelonggaran, jang menjatakan bahwa demokrasi sedang madju. Kaum bangsawan Inggeris insjaf akan adanja kekuatan besar dari demokrasi dan mereka ini lebih suka mengikuti arus zaman dari pada menentang demokrasi, keadaan ini menjatakan bahwa mereka masih dapat mempertahan- kan bentuk pemerintahan kuno, sedangkan negara tak diantjam bahaja besar karena adanja perobahan-perobahan ketjil. Sedjak revolusi Amerika dan Perantjis berkobar, tjita-tjita demokrasi makin lama makin mendjalar meliputi seluruh dunia. Tetapi teori-teori demokrasi jang paling baru berasal dari Djerman. Djiwa bangsa Djerman sedjak dahulu penuh dengan pikiran-pikiran demokrasi ; kesatuan-kesatuan buruh tak terhingga djumlahnja di Djerman dan partai buruh jang terbesar masih dapat kita temukan di Djerman. Filsafat demokrasi sudah mulai dari dahulu berkem- bang di Djerman, tetapi sampai pada waktu perang Eropah, demokrasi ini tak begitu banjak memberi hasil seperti di Perantjis dan Inggeris . Sebabnja ialah: tjara-tjara jang dipergunakan pemerintah San Min Chu I<noinclude>{{rh||14}}</noinclude> 7t4a1qvm46pix31guo60ule4g9ukzh5 310916 310915 2026-08-10T22:15:26Z Ibrohim tijani 26379 310916 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||209}}</noinclude>menindas Irlandia, tetapi ketika dilihat tumbuhnja pergerakan demokrasi dengan sabar di Irlandia ia melepaskan politik penindasannja, mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh tuntutan-tuntutan orang-orang Irlandia dan achirnja memperbolehkan mereka berdiri sendiri. Pemerintah Inggeris tidak sadja mengalah dalam soal-soal mengenai Kepulauan Inggeris, tetapi djuga mengenai soal-soal lain seperti dalam perselisihan dengan Mesir ; selama perang Eropah bangsa Mesir bekerdja dengan sekuat tenaga guna kepentingan Inggeris ; djuga agar orang-orang Mesir mentjurahkan tenaga mereka lebih banjak . Pemerintah Inggeris mendjandjikan kepada mereka hak-hak jang banjak, sesudah perang berachir, termasuk djuga djandji kemerdekaan negara. Sesudah peperangan, Inggeris menarik kembali perkataan-perkataan jang diutjapkannja itu dan tak mengabulkan sesuatu hakpun jang telah ia djandjikan kepada Mesir. Mesir menuntut kemerdekaannja dan pelaksanaan djandji-djandji; huru-hara timbul, Inggeris mengalah dan Mesir memperoleh kemerdekaannja. India sekarang menuntut pengluasan hak memilih, sedangkan Inggeris mendjandjikan segala jang dimintanja. Karena Inggeris mempunjai partai buruh dan mengizinkan wakil buruh duduk dalam kabinet, hal ini sudah tjukup membuktikan bahwa kaum bangsawan sedang memberikan kelonggaran-kelonggaran, jang menjatakan bahwa demokrasi sedang madju. Kaum bangsawan Inggeris insjaf akan adanja kekuatan besar dari demokrasi dan mereka ini lebih suka mengikuti arus zaman dari pada menentang demokrasi, keadaan ini menjatakan bahwa mereka masih dapat mempertahan- kan bentuk pemerintahan kuno, sedangkan negara tak diantjam bahaja besar karena adanja perobahan-perobahan ketjil. Sedjak revolusi Amerika dan Perantjis berkobar, tjita-tjita demokrasi makin lama makin mendjalar meliputi seluruh dunia. Tetapi teori-teori demokrasi jang paling baru berasal dari Djerman. Djiwa bangsa Djerman sedjak dahulu penuh dengan pikiran-pikiran demokrasi ; kesatuan-kesatuan buruh tak terhingga djumlahnja di Djerman dan partai buruh jang terbesar masih dapat kita temukan di Djerman. Filsafat demokrasi sudah mulai dari dahulu berkem- bang di Djerman, tetapi sampai pada waktu perang Eropah, demokrasi ini tak begitu banjak memberi hasil seperti di Perantjis dan Inggeris . Sebabnja ialah: tjara-tjara jang dipergunakan pemerintah San Min Chu I<noinclude>{{rh|||14}}</noinclude> d9c7mqyi5sn8gyzdaxj3w5l8oz90oel Halaman:San min chu i.pdf/215 104 112011 310917 2026-08-10T22:16:07Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310917 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||210}}</noinclude>Djerman dalam mentjari persetudjuan dengan demokrasi berbeda sekali dengan tjara-tjara jang dipergunakan pemerintah Inggeris ; itulah sebabnja hasil jang ditjapaipun berbeda pula. Tjara-tjara apakah jang dipakai pemerintah Djerman ? Siapakah jang menghalangi perkembangan demokrasi di Djerman ? Banjak mahasiswamahasiswa mengatakan bahwa kemunduran demokrasi terdjadi pada waktu kedatangan Bismarck, seorang pemimpin negara Djerman jang pandai dan terkenal, jang pada waktu 30 atau 40 tahun jang lalu menetapkan ketatanegaraan jang tersohor diseluruh ketata- negaraan didunia. Pemimpin-pemimpin negara diseluruh dunia tak terlepas dari pengaruhnja, itulah sebabnja Djerman selama pemerintahan Bismarck djadi negara terkuat didunia. Kekuatan Djerman . adalah tjiptaan tangan Bismarck semata-mata. Sebelum ia mengambil kekuasaan negara, Djerman terbagi atas 20 negara-negara ketjil atau lebih jang penduduknja terdiri dari satu bangsa, tetapi berada dibawah pemerintahan jang terpentjar-pentjar, sedangkan keadaannja lebih terpisah-pisah dari pada keadaan ke-13 negara Amerika Serikat. Selama penaklukan Napoleon rakjat sangat men- derita kesengsaraan. Kemudian datanglah Bismarck jang mempraktekkan kepandaian dan kesanggupannja dalam politik dengan memakai ,,tangan besi" . Ia mengumpulkan ke-20 negara jang berdekatan serta penduduk jang sebangsa itu dalam satu confederasi besar dan mulai menuntun Djerman kearah kemakmuran dan kekuatan. Sepuluh tahun jang lalu Djerman mendjadi negara jang terkuat didunia; Amerika jang termakmur. Karena Djerman dan Amerika Serikat berbentuk federasi banjak orang mengira bahwa Tiongkok, kalau hendak makmur dan kuat harus pula mengikuti djedjak Amerika Serikat dan Djerman. Mereka tak mengetahui bahwa Djerman pada tiga puluh atau empat puluh tahun jang lalu hanja mempunjai sebuah sadja negara kuat, jaitu Prusia ; Djerman modern dapat dibentuk baru sesudah Bismarck mengambil pengawasan politik negara Prusia, mengorganisir tentaranja, melatihnja untuk berperang, membersihkan pemerintahannja dari anasir-anasir jang tak disukai dan achirnja menjatukan dua puluh negara atau lebih tadi. Ketika Bismarck membentuk negara federasi, Perantjis dan Austria menentang Bismarck dengan sekuat tenaga dalam usahanja. Sebabnja Ustria menentang terbentuknja sesuatu kesatuan federasi Djerman, ialah : meskipun Ustria dan Djerman keturunan bangsa<noinclude></noinclude> jfbmcank52byolo14xppjdp9jfau5zc Halaman:San min chu i.pdf/216 104 112012 310918 2026-08-10T22:16:45Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310918 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />211</noinclude>Teuton, kaisar Ustria pada waktu itu djuga sedang berusaha mentjapai kekuasaan tertinggi di Eropah, hingga ia tak menginginkan negara Djerman jang bersatu, jang mungkin lebih kuat dari pada Ustria. Tetapi tak ada seorang jang lebih tjerdik dari pada Bismarck ; ia merentjanakan kekuatan Djerman; dan dalam tahun 1866 ia memak- lumkan perang kepada Ustria. Ustria dengan sekedjap mata dapat dikalahkan. Sesudah kemenangan tertjapai, dengan mudah dapatlah Djerman menghapuskan negara Ustria dari peta dunia ; Bismarck jakin, meskipun pemerintah Ustria menentang, rakjat Ustria dan Djerman dikemudian hari tak akan banjak membawa kesusahan, sebab kedua bangsa ini sedarah dan seasal. Bismarck mempunjai pandangan luas dalam segala hal dan ia mengetahui bahwa Inggeris dan Perantjislah kelak jang akan sangat menjusahkan Djerman. Itulah sebabnja maka Bismarck segera menaklukkan Ustria, serta memadjukan fasal-fasal perdamaian jang lunak, sedangkan Ustria jang masih segar bugar merasa berterima kasih atas kekalahannja jang hampir tak mentjoreng muka itu. Enam tahun sesudah itu, Djerman memaklumkan perang kepada Perantjis ( 1870) , menaklukkan Napoleon III dan menduduki Paris. Dalam perundingan perdamaian Perantjis diharuskan menjerahkan Elzas Lotharingen kepada Djerman. Sebagai hasil dari kedua perang tersebut, duapuluh negara atau lebih dapat dipersatukan dengan erat. Sedjak penglaksanaan Negara Djerman Serikat sampai timbulnja perang Eropah, Djerman adalah negara jang terkuat didunia. Ia mendjadi pemimpin Eropah dan negara-negara lain di Eropah mentjontoh tjara pemerintahannja. Djerman mentjapai kedudukan tinggi, semata-mata karena usaha Bismarck. Selama dua puluh tahun ia memimpin pemerintah, Bismarck berhasil merubah Djerman jang lemah itu mendjadi suatu negara jang kuat. Sesudah tudjuan ini tertjapai, meskipun demokrasi berkembang dengan suburnja di Djerman, demokrasi masih tak mempunjai tenaga jang tjukup untuk menentang pemeTintah. Selama Bismarck memegang tampuk pemerintahan, ia tak hanja mempengaruhi dunia dalam politik militer dan segala langkah diplomasi sadja, tetapi djuga ia memperlihatkan kepandaian jang menakdjubkan dalam mentjari persetudjuan dengan gerakan demokrasi, serta memperoleh kemenangan-kemenangan atas rak-<noinclude></noinclude> rx2czthjaldtllg0h11qlg91wgcake6 310919 310918 2026-08-10T22:17:02Z Ibrohim tijani 26379 310919 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||211}}</noinclude>Teuton, kaisar Ustria pada waktu itu djuga sedang berusaha mentjapai kekuasaan tertinggi di Eropah, hingga ia tak menginginkan negara Djerman jang bersatu, jang mungkin lebih kuat dari pada Ustria. Tetapi tak ada seorang jang lebih tjerdik dari pada Bismarck ; ia merentjanakan kekuatan Djerman; dan dalam tahun 1866 ia memak- lumkan perang kepada Ustria. Ustria dengan sekedjap mata dapat dikalahkan. Sesudah kemenangan tertjapai, dengan mudah dapatlah Djerman menghapuskan negara Ustria dari peta dunia ; Bismarck jakin, meskipun pemerintah Ustria menentang, rakjat Ustria dan Djerman dikemudian hari tak akan banjak membawa kesusahan, sebab kedua bangsa ini sedarah dan seasal. Bismarck mempunjai pandangan luas dalam segala hal dan ia mengetahui bahwa Inggeris dan Perantjislah kelak jang akan sangat menjusahkan Djerman. Itulah sebabnja maka Bismarck segera menaklukkan Ustria, serta memadjukan fasal-fasal perdamaian jang lunak, sedangkan Ustria jang masih segar bugar merasa berterima kasih atas kekalahannja jang hampir tak mentjoreng muka itu. Enam tahun sesudah itu, Djerman memaklumkan perang kepada Perantjis ( 1870) , menaklukkan Napoleon III dan menduduki Paris. Dalam perundingan perdamaian Perantjis diharuskan menjerahkan Elzas Lotharingen kepada Djerman. Sebagai hasil dari kedua perang tersebut, duapuluh negara atau lebih dapat dipersatukan dengan erat. Sedjak penglaksanaan Negara Djerman Serikat sampai timbulnja perang Eropah, Djerman adalah negara jang terkuat didunia. Ia mendjadi pemimpin Eropah dan negara-negara lain di Eropah mentjontoh tjara pemerintahannja. Djerman mentjapai kedudukan tinggi, semata-mata karena usaha Bismarck. Selama dua puluh tahun ia memimpin pemerintah, Bismarck berhasil merubah Djerman jang lemah itu mendjadi suatu negara jang kuat. Sesudah tudjuan ini tertjapai, meskipun demokrasi berkembang dengan suburnja di Djerman, demokrasi masih tak mempunjai tenaga jang tjukup untuk menentang pemeTintah. Selama Bismarck memegang tampuk pemerintahan, ia tak hanja mempengaruhi dunia dalam politik militer dan segala langkah diplomasi sadja, tetapi djuga ia memperlihatkan kepandaian jang menakdjubkan dalam mentjari persetudjuan dengan gerakan demokrasi, serta memperoleh kemenangan-kemenangan atas rak-<noinclude></noinclude> k2mfrrlutixa1u97kmt0mljg6znsjcq Halaman:San min chu i.pdf/217 104 112013 310920 2026-08-10T22:17:46Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310920 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||212}}</noinclude>jatnja sendiri. Pada penghabisan abad ke-19, sesudah perang Perantjis-Djerman ( Prusia) , perang dalam lapangan ekonomi dan perang guna demokrasi mulai meletus dimana-mana. Hasrat jang bernjala-njala untuk pentjiptaan demokrasi makin mendingin, tetapi suatu aliran lain terlahir Sosialisme. Sosialisme mengandung arti jang sama dengan Prinsip Penghidupan Rakjat, seperti jang telah pernah saja andjurkan. Ketika rakjat telah berkenalan dengan demokrasi, sedangkan teori sosialisme mulai menduduki tempatnja, pikiran demokrasi mulai kendor. Tetapi sekarang berdjangkit pula perang ekonomi. Perang ekonomi ini adalah akibat perselisihan antara para pekerdja dan golongan kaja. Organisasi-organisasi pekerdja jang pertama-tama didirikan di Djerman ; demikian pula sosialisme mula-mula berkembang dalam negara ini. Ahli-ahli pikir sosialis jang terbesar didunia semuanja terdiri dari orang-orang Djerman. Tuan-tuan semuanja tentu me- ngenal orang sosialis jang besar jaitu Karl Marx jang berasal dan berdarah Djerman. Partai revolusioner Rusia jang berpengalaman , jang mentjoba mempraktekkan sosialisme Marx ini semuanja terdiri dari pengikut-pengikut Marx sendiri. Pada waktu itu sosialisme Djerman telah mempunjai lapangan dan pengaruh jang luas sekali. Sosialisme pada hakekatnja sangat rapat hubungannja dengan demokrasi dan kedua-duanja ini sebetulnja harus berkembang dalam saat dan waktu jang bersamaan. Tetapi apakah sebabnja pikiranpikiran demokrasi di Eropah mengakibatkan revolusi-revolusi untuk mentjapai demokrasi, sedangkan tersebarnja teori-teori sosialisme tak berhasil melahirkan revolusi-revolusi ekonomi ? Sebabnja ialah karena lahirnja sosialisme di Djerman dalam waktu jang bertepatan dengan pemerintahan Bismarck. Orang-orang lain sudah tentu akan mempergunakan kekuatan sendjata untuk menghantjurkan sosialisme, tetapi Bismarck lebih suka memakai tjara-tjara jang lain. Ia mengetahui bahwa rakjat Djerman sudah insjaf, dan mengetahui pula bahwa organisasi-organisasi buruh berdiri kokoh ; kalau ia mentjoba menindas sosialisme dengan kekuatan sendjata, tentu ia tak akan berhasil. Bismarck selalu lebih menjukai penga. wasan jang sempurna dari pada suatu kekuasaan pusat. Tjara-tjara apakah jang harus dipergunakan untuk mentjapai persetudjuan dengan orang-orang sosialis ? Partai sosialis senantiasa mengandjurkan perubahan-perubahan sosial dan revolusi ekonomi.<noinclude></noinclude> nr1k2pw54fdlinqmrearwz24h6nfrkn Halaman:San min chu i.pdf/218 104 112014 310921 2026-08-10T22:18:48Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310921 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||213}}</noinclude>Bismarck mengetahui bahwa orang-orang sosialis tak akan dapat ditindas dengan suatu kekuatan politik, sebab itu ia mewudjudkan sematjam sosialisme negara sebagai siasat elakannja terhadap rentjana dari orang-orang sosialis Marx. Djalan-djalan kereta api misalnja termasuk alat perhubungan jang sangat penting dan suatu industri jang sangat berarti dalam tiap-tiap negara, perlu untuk mengembangkan segala matjam industri-industri jang lain. Sebelum djalan kereta api Tientsin Pukow dibuat, Chihli, Shantung dan Kiangsu sebelah Utara termasuk daerah-daerah jang sangat miskin dalam negara; sesudah djalan kereta api selesai, daerahdaerah disekitarnja mendjadi makmur. Sebelum djalan kereta api Hankow diselesaikan, Chihli, Hupeh, dan Honan adalah Peking daerah-daerah jang tandus, tetapi sesudah djalan kereta api selesai pengangkutan dari propinsi kepropinsi dipermudah ; segala daerah jang dilaluinja mendjadi sangat makmur. Pada waktu Bismarck memegang pimpinan pemerintah Djerman , djalan-djalan kereta api di Inggeris dan Perantjis kebanjakan jang mempunjainja hanja seorang sadja. Karena kapital-kapital industri dibelandjai oleh orang-orang kaja sadja, segala industri negara dimiliki oleh golongan kaja, serta dimonopoli. Banjak keburukan-keburukan jang timbul karena adanja perbedaan kekajaan ini. Bismarck tak mengingini keadaan demikian di D'jerman, itulah sebabnja ia mempraktekkan suatu paham sosialisme negara; ia menetapkan supaja djalan-djalan kereta api diseluruh negara harus dikuasai dan diawasi pemerintah, termasuk djuga industriindustri lain jang penting-penting; ia menentukan lama waktu bekerdja dalam setiap hari dan mengusahakan tundjangan-tundjangan untuk orang tua dan djaminan ketjelakaan bagi kaum buruh. Peraturan-peraturan ini termasuk dalam rantjangan-ran- tjangan jang hendak diselenggarakan partai sosialis. Bismarck mempunjai pandangan luas dalam mengambil inisiatip, serta mempergunakan kekuasaan negara untuk mentjapainja. Tambahan pula ia memakai keuntungan-keuntungan bank, djalan kereta api jang dikuasai pemerintah dan perusahaan-perusahaan lain guna melindungi kaum buruh; itulah sebabnja kaum buruh merasa sangat puas dengan pemerintahannja. Sebelum hal-hal tersebut terdjadi, beribu-ribu malahan beratus-ratus ribu kaum pekerdja meninggal- kan Djerman dalam setiap tahun dan pergi merantau kenegeri-nege<noinclude></noinclude> khp9e3fn4alxchl84lwezrvu7i46und Halaman:San min chu i.pdf/219 104 112015 310922 2026-08-10T22:19:50Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310922 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||214}}</noinclude>ri lain; tetapi sesudah politik ekonomi dari Bismarck diwudjudkan, tak hanja pekerdja-pekerdja Djerman sadja jang tak mau pergi lagi, tetapi banjak djuga orang-orang dari negeri-negeri lain datang untuk bekerdja di Djerman. Bismarck menerima sosialisme dengan tak mengadakan perlawanan jang njata terhadapnja, tetapi mendahului berlangsungnja pikiran-pikiran ini serta mempersiapkan persediaan-persediaan guna memperaktekkannja; djadi tak dipaksakan Bismarck mewudjudkan keinginan tjita-tjita rakjat. Karena tak sesuatu hal lagi jang akan diperdjuangkan rakjat, sudah tentu revolusi-revolusi tak timbul. Tjara sematjam ini adalah tjara jang tjerdik digunakan Bismarck untuk menentang demokrasi. Kalau seluruh sedjarah kemadjuan demokrasi kita tindjau, kita akan milihat bahwa kemunduran terutama timbul sesudah revolusi Amerika, ketika para penjokong demokrasi terpetjah dalam dua golongan. Golongan jang dipimpin Jefferson mengandjurkan demokrasi sepenuh-penuhnja, sedangkan golongan Hamilton pemusatan kekuasaan dalam pemerintahan; politik pemusatan di Amerika mendapat kemenangan. Kemunduran kedua terdjadi selama revolusi Perantjis, ketika rakjat memperoleh kedaulatan sepenuh- penuhnja, sedangkan pemakaiannja salah, hingga berubah mendjadi pemerintahan bobrok. Kemunduran ketiga terdjadi ketika Bismarck menahan kekuasaan rakjat dengan rantjangannja jang pintar itu. Pikiran demokrasi di Barat sudah melalui ketiga pergolakan zaman ini dan menderita kemundurannja; tetapi pertentangan dengan segala pengharapan, demokrasi kemudian tetap madju terus, sedangkan tak ada kekuatan manusia jang dapat menghalanginja atau mempertjepatnja. Pada waktu sekarang ini demokrasi mendjadi soal jang besar didunia dan dikalangan ahli-ahli pikir seluruh dunia; maupun jang bersikap kuno atau jang bersikap progresif, semuanja insjaf bahwa pikiran demokrasi tak mungkin ditindas. Tetapi selama demokrasi berkembang, pemakaian jang salah tak dapat dihindarkan, seperti pernah terdjadi dalam kemerdekaan dan persamaan hak jang tak terbatas. Kita tindjau sekali lagi : Perdjuangan-perdjuangan di Eropah dan di Amerika bertudjuan mentjapai kemerdekaan dan persamaan hak jang melahirkan aliran demokrasi : sesudah demokrasi berpengaruh, demokrasi ini banjak dipakai tidak pada tempatnja. Sebelum bibit<noinclude></noinclude> rqd3rs10km89z3fvrud56lynfnq6h34 Halaman:San min chu i.pdf/220 104 112016 310923 2026-08-10T22:20:30Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310923 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||215}}</noinclude>demokrasi dapat berkembang, bangsa-bangsa Barat mentjoba menindas dan menghantjurkannja dengan pertolongan kekuasaan otokrasi. Sesudah otokrasi dapat digulingkan, penganut demokrasi berubah djadi kaum perusak demokrasi. Ketika demokrasi dipraktekkan, banjak keadaan-keadaan jang menimbulkan kedjahatankedjahatan, hingga mengakibatkan halangan besar bagi kemadjuan demokrasi. Achirnja Bismarck insjaf bahwa ia dapat melenjapkan keinginan rakjat akan demokrasi dengan mentjiptakan kekuasaan negara atas dasar sosialisme sebagai penggantinnja. Politik Bismarck ini memperlambat perdjalanan aliran demokrasi. Sesudah peperangan Eropah berachir, pemerintahan keradjaan di Djerman dan Rusia dihapuskan, sedangkan kaum wanita diperbagai-bagai negara diberi hak untuk memilih; itulah sebabnja demokrasi pada waktu sekarang ini djadi soal jang lebih sukar dan tak mudah diuraikan . Kalau kita tilik permulaan pemakaian demokrasi, kita akan melihat bahwa Amerika sesudah revolusi mereka, terutama mementingkan hak memilih. Pada waktu itu orang-orang Barat mengira, bahwa demokrasi itu berarti mempunjai hak memilih, tak lebih dan tak kurang. Kalau seluruh lapisan rakjat dengan tak memandang kedudukan sosial, kekajaan atau kapasitet kepandaian, diberi rata-rata hak memilih, demokrasi akan mentjapai tudjuannja jang penghabisan. Tetapi apakah jang terdjadi pada tiga atau empat tahun perang Eropah ? Meskipun demokrasi mengalami kemunduran, ia tetap madju kemuka dan tak dapat ditahan. Baru-baru ini rakjat Swis memperoleh hasil disamping hak memilih, hak inisiatip, dan hak referendum. Kalau rakjat berhak memilih pembesar-pembesarnja, merekapun harus diberi pula hak membuat dan memperbaiki undang-undang. Hak inisiatip dan referendum dihubungkan dengan penentuan undang-undang. Kalau djumlah jang terbesar dari rakjat mengira bahwa suatu undang-undang akan lebih menguntungkan mereka, undang-undang ini dapat mereka adjukan inilah jang dinamakan hak inisiatip ; kalau mereka merasa, bahwa sesuatu undang-undang merugikan mereka, undang-undang ini dapat mereka perbaiki - inilah jang disebut hak referendum. Djadi rakjat negeri Swis mempunjai dua hak rakjat lebih banjak dari pada bangsa-bangsa lain, hingga djumlahnja mendjadi tiga buah. Beberapa negara-negara dibagian Barat Laut Amerika Serikat<noinclude></noinclude> 41w2etncgx02obii0nr2ca23k37x7w5 Halaman:San min chu i.pdf/221 104 112017 310924 2026-08-10T22:21:16Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310924 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||216}}</noinclude>jang baru berkembang, baru-baru ini memperoleh hak lain, disamping tiga hak rakjat Swis. hak memetjat pembesar-pembesar. Meskipun hak ini tidak umum dipakai di Amerika Serikat tetapi beberapa negara telah mempraktekkannja, hingga banjak oranghak orang Amerika mempergunakan keempat hak rakjat ini memilih, memetjat, mengambil inisiatip dan referendum. Dalam beberapa negara dibagian Barat Laut hak-hak tersebut, telah di- praktekkan telah berhasil dengan baik dan mungkin sekali diharihari jang akan datang hak-hak ini akan dipergunakan diseluruh Amerika Serikat, mungkin diseluruh dunia. Dikemudian hari tiap-tiap negara jang mengingini aliran demokrasi jang sempurna, sudah tentu harus mengikuti tjontoh ini, jang memberikan empat matjam hak kepada rakjat mereka. Apakah keempat matjam hak ini kalau didjalankan dalam praktek, akan memetjahkan soal-soal demokrasi sama sekali ? Ahli-ahli pikir dunia melihat keadaan ini : Meskipun rakjat memiliki keempat matjam hak ini, tetapi soal demokrasi belum petjah sama sekali, menjatakan bahwa keadaan ini adalah soal waktu belaka. Menurut pendapat mereka: pikiranpikiran tentang pemerintahan rakjat jang langsung baru sadja berkembang, teokrasi kuno telah berlangsung selama puluhan ribu tahun; otokrasi kuno berdjalan selama ribuan tahun. Pada waktu ini otokrasi di Inggeris, Djepang dan Italia menghadapi soal-soa! jang sulit, sedangkan usianja tak akan lama lagi. Demokrasi jang langsung ini, adalah hal baru; ia baru timbul dalam beberapa puluh tahun jang achir-achir ini. Djadi tak mengherankan, bahwa demokrasi belum dipetjahkan sama sekali ! Apakah dalam pemerintahan negara jang mempunjai pemerintahan demokrasi pengaruh rakjat jang tertinggi? Berapakah besarnja kekuatan jang mereka peroleh ? Hasil-hasil jang mereka tjapai selama abad jang lalu ini ialah hak memilih dan hak dipilih. Sesudah dipilih mendjadi wakil rakjat, wakil-wakil ini dapat menduduki kursi dalam kongres atau Dewan Rakjat untuk menjelidiki dan memetjahkan kesulitan-kesulitan negara. Segala peraturan-peraturan jang penting mengenai negara dan bangsa harus meliwati Dewan Rakjat sebelum didjalankan; tak dengan persetudjuan Dewan Rakjat peraturan-peraturan ini tak boleh dipergunakan . Hal sematjam inilah jang dinamakan pemerintah perwakilan tetapi dapatkah ia mendjamin berkembangnja demokrasi dengan sempurna?<noinclude></noinclude> 5ayoy6u4wug46l05fk5zkjtiowk99ho Halaman:San min chu i.pdf/222 104 112018 310925 2026-08-10T22:22:04Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310925 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||217}}</noinclude>Sebelum sistim pemerintahan perwakilan ini diwudjudkan, rakjat Eropah dan Amerika berperang mentjapai demokrasi dan beranganangan sistim jang bentuknja sematjam perwakilan rakjat ; wudjud kedaulatan rakjat. Pikiran sematjam ini tepat serupa dengan pikiran partai revolusioner Tiongkok ; asal sadja kedudukan Djepang atau negara-negara Barat telah kita tjapai, sudah tjukuplah buat sementara waktu. Tetapi kalau Tuan-tuan pertjaja betul bahwa tertjapainja kedudukan seperti Djepang dan negara-negara Barat itu, sudah mendekati batas kesempurnaan, dengarkanlah keterangan saja jang berikut. Orang-orang Eropah dan Amerika pernah mengira bahwa mereka akan merasa puas sepenuh-penuhnja, kalau mereka dapat mentjapai pemerintahan perwakilan sadja. Sesudah revolusi kita tertjapai, bukanlah dalam tahun 1911 kita mendirikan pemerintahan perwakilan ? Hasil-hasil demokrasi matjam manakah jang benarbenar hendak ditjapai rakjat ? Tuan-tuan sekalian mengetahui, bahwa wakil-wakil kita semuanja tak djadi ,babi" sadja ; kalau ada wang masuk, mereka mau mendjual diri mereka sendiri ; hasil dibagi dan mentjari keuntungan lagi. Mereka ini dipandang sangat rendah oleh rakjat seluruhnja. Tak adalah sebuah negarapun jang mempergunakan sistim pemerintahan perwakilan dapat mentjegah beberapa kesalahan ini dalam pemakaiannja, tetapi di Tiongkok pemerintahan perwakilan mengakibatkan kedjahatan jang tak dapat dibiarkan begitu sadja. Kalau seluruh rakjat tak menghiraukan pemerintahan perwakilannja dan tak mentjoba memperbaikinja, tetapi menjerahkan mentah-mentah sadja soal negara dalam tangan wakil-wakil ,,babi ' dan membiarkan mereka itu berbuat kedjahatan sekehendaknja, sudah tentu negara akan mengalami bahaja besar dikemudian hari. Sebab itu anggapan-anggapan orang asing jang mengatakan bahwa pemerintahan perwakilan akan mendatangkan keamanan dan ketenteraman, tak dapat begitu sadja kita pertjajai. Segera sesudah demokrasi lahir, demokrasi menghadapi kesukaran jang banjak sekali ; dalam prakteknja ia menemui penghinaan jang bukan-bukan, tetapi ia tetap madju dengan teratur. Adapun hasil jang diperoleh demokrasi baru pemerintahan prwakilan sadja; sedang hal inipun telah sampai kebatasnja menurut pandangan beberapa negara-negara. Baru-baru ini Rusia mengembangkan pe<noinclude></noinclude> j4rsamxcnjmqemmdj3kpc05zbsxqav3 Halaman:San min chu i.pdf/223 104 112019 310926 2026-08-10T22:22:55Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310926 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||218}}</noinclude>merintahan jang baru tjoraknja, bukan suatu pemerintahan perwakilan, tetapi suatu bentuk pemerintahan rakjat jang sepenuh-penuhnja. Dalam waktu jang singkat ini kita dapat melihat baik buruknja pemerintahan serupa ini, akan tetapi saja insjaf, bahwa suatu pemerintahan rakjat jang sempurna lebih banjak memberi hasil dari pada pemerintahan perwakilan. Bentuk demokrasi jang diandjurkan dalam ,Tiga Prinsip Rakjat" jang hendak dipraktekkan partai Kuomintang guna pembangunan Tiongkok kembali, sangat berbeda dari tjara bentuk demokrasi Barat. Kalau sedjarah negara-negara Barat kita pergunakan sebagai bahan penjelidikan kita, sudah tentu kita tak ingin meniru bangsa-bangsa Barat begitu sadja atau menuruti djedjak mereka dalam melakukannja. Kita akan mempergunakan ,Tiga Prinsip Rakjat" sebagai dasar merubah Tiongkok djadi negara jang berpemerintahan kedaulatan rakjat jang sempurna, mendahului Eropah dan Amerika. Untuk dapat memahami tudjuan ini seteliti-telitinja, terutama kita harus mempeladjari demokrasi sampai keurat-akarnja. supaja kita dapat mempraktekkannja sebaik-baiknja. Tudjuan terpenting dari uraian saja ini ialah, memperlihatkan kepada Tuan-tuan, bahwa negara-negara Barat mengikuti aliran Demokrasi, supaja madju dalam lapangan politik ; selama satu abad ini hanja berhasil mentjapai beberapa matjam pemerintahan perwakilan sadja. Sistim-sistim pemerintahan perwakilan jang bermatjam-matjam itu tjoraknja, dibawa ke Tiongkok, jang mengakibat- kan terdjadinja keburukan dalam negeri dan kesulitan-kesulitan, karena demokrasi itu dipraktekkannja semberono sadja. Sebab itu demokrasi bagi kita masih djadi soal jang sulit. Saja akan mendjelaskan dua buah uraian lagi tentang kedaulatan rakjat, serta mentjoba mendapatkan suatu djalan jang dapat menghilangkan kesulitan-kesulitan itu sama sekali di Tiongkok. Kalau kesulitankesulitan ini tak dapat kita atasi, Tiongkok akan tetap tinggal me- ngekor negara-negara Barat sadja; kalau kita berhasil menemukan suatu djalan atau penjelesaian, Tiongkok akan mendahului dan meninggalkan Eropah dalam kemadjuan ; Amerikapun akan kita tinggalkan djauh dibelakang kita. 13 April, 1924<noinclude></noinclude> hcv0q30m7y3ggukyf30xdr859j8xxo5 Halaman:San min chu i.pdf/224 104 112020 310927 2026-08-10T22:24:18Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310927 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||Uraian V}} Perlawanan kaum Boxer jang tak kenal takut terhadap orang-orang Barat dan kepertjajaan mereka dalam alat-alat peperangan Tiongkok kuno Kekalahan kaum Boxer memperlihatkan kepada Tiongkok ketinggian deradjat peradaban kebendaan Barat dan diikuti oleh kepertjajaan jang berlebih-lebihan dalamnja; dan peniruan Barat Ilmu-ilmu kebendaan Kemadjuan pesat Barat djauh mendahului ilmu pemerintahan Barat dalam ilmu kemiliteran Barat: kapal-kapal penempur, meriam-meriam - Kemadjuan jang tak seberapa dalam tjara-tjara mempraktekkan politik demokrasi Sistim-sistim politik Barat tak dapat dilaksanakan seluruh- nja di Tiongkok - Keperluan akan penjelidikan jang teliti dan pikiran Kechajang djernih dalam mempraktekkan demokrasi di Tiongkok watiran Barat akan pemerintahan jang terlalu kuat serta pengaruhnja dalam djiwa bangsa Tionghoa Penghormatan jang makin berkurang terhadap kaisar-kaisar Tiongkok jang berasal dari tjerita kuno. Sebuah teori baru diadjukan: perbedaan antara kedaulatan dan kesanggupan Tiga matjam type manusia: jang mentjiptakan, jang memimpin dan jang mengerdjakan, dibandingkan dengan insinjur-insinjur, pengandjur-pengandjur dan para pekerdja l Demokrasi tak dapat menanti seluruh rakjat Sikap baru terhadap pemerintah tjerdas serta berpandangan jang luas - diperlukan Tjontoh dari Tiga Keradjaan", Ah Tou dan Chu Ko Liang Kaisar-kaisar bidjaksana dari zaman kuno Rakjat sebagai pemegang andil harus memilih pemimpin jang tjakap - Pemakaian spesialisspesialis dipraktekkan dalam pemerintahan - Pemerintahan sebagai ahli pengemudi mobil Peladjaran darai mobil di Shanghai. - jang kita peroleh dalam mengen- Pikiran-pikiran demokrasi politik rakjat Tiongkok semuanja berasal dari Barat, sebab itu untuk melandjutkan revolusi dan merubah pemerintahan kita, kita harus mentjontoh metode2 Barat. Me- ngapa demikian ? Karena telah kita lihat bahwa peradaban Barat telah lantjar dan dalam segala hal lebih madju dari peradaban Tiongkok. Selama ribuan tahun, sendjata-sendjata Tiongkok terdiri dari busur dan panah, pedang dan tumbak, dan dalam 20 sampai 30 tahun jang baru ini, alat-alat ini masih djuga dipergunakan. Dalam tahun 1900 kaum Boxer jang bertjita-tjita untuk menghalau pengaruh Barat dari Tiongkok, memulai peperangan terhadap tentara Sekutu jang terdiri dari 8 buah negara ; sedang- kan alat sendjata jang mereka pergunakan terdiri dari pedangpedang pandjang sadja. Pedang-pedang pandjang mereka melawan mitraljur dan meriam negara-negara Sekutu ! Sebagai suatu reaksi orang Tionghoa terhadap kultur baru orang Eropah dan Amerika, sematjam penentangan terhadap kemadjuan materi mereka. Kaum Boxer tak pertjaja bahwa peradaban Barat lebih tinggi deradjatnja<noinclude></noinclude> b00i2pdezwsa7i4u1qfa93lwn2mlahn Halaman:San min chu i.pdf/225 104 112021 310928 2026-08-10T22:25:01Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310928 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||220}}</noinclude>dari pada peradaban Tiongkok ; tjara memperlihatkan ketinggian peradaban Tiongkok itu, membimbangkan hati orang2 jang memakai bedil dan meriam melawan pedang-pedang mereka jang kuno, sehingga mengakibatkan peperangan jang dinamakan ,kekatjauan jang ditimbulkan kaum Boxer" Ketangkasan kaum Boxer dalam pertempuran-pertempuran mereka jang pertama melawan orangorang Barat, sangat mengagumkan . Ambillah sebuah tjontoh pada pertempuran di Yangtsun. Ketika laksamana Inggeris Seymour beserta tiga ribu anak buahnja mentjoba pergi dari Tientsin ke Peking untuk membebaskan kantorkantor perwakilan mereka jang terkurung, ia dikepung oleh kaum Boxer di Yantsun. Kaum Boxer tak mempunjai bedil-bedil atau meriam modern sama sekali, hanja pedang sadja, sedangkan tentara sekutu jang terkurung itu mempunjai sendjata modern. Siasat kaum Boxer dalam pertempuran ini, ialah perkelahian seorang lawan seorang. Ketika Seymour mengetahui bahwa ia terkepung, ia memerintahkan memakai mitraljur untuk memukul mundur kaum Boxer ; meskipun kaum Boxer banjak sekali jang tiwas dan bergelimpangan disana-sini, mereka tak memperlihatkan ketakutan atau ragu- ragu. Kalau seorang gugur, jang lain madju, lalu bertempur dengan ketetapan hati, untuk mengepung tentara Sekutu. Hal ini mengakibatkan Seymour tak berani meneruskan perdjalanannja ke Peking dengan meliwati Yangtsun, lalu ia mengundurkan diri ke Tientsin dan menunggu disitu. Barulah sesudah mendapat bala bantuan, Seymour berhasil sampai ke Peking, serta membebaskan kantor-kantor perwakilan jang terkurung disitu. Pendapat Seymour tentang pertempuran di Yangtsun ialah : Seandainja kaum Boxer disamping keberanian mereka jang mengagumkan itu mempergunakan bedil-bedil buatan Barat dan meriam, mereka tentu akan berhasil memusnahkan tentera Sekutu. Sebaliknja kaum Boxer tak ada ketjualinja, semuanja tak pertjaja akan sendjata-sendjata asing dan lebih suka mempergunakan pedang-pedang mereka sendiri untuk memerangi tentara Sekutu. Meskipun ber-puluh ribu orang dari mereka gugur dan jang luka bertumpuk-tumpuk, serdadu-serdadu jang dibelakang tetap mengisi luangan digaris pertempuran. Keberanian jang mereka perlihatkan dalam pertempuran itu ditakuti dan dihormati tiap-tiap orang . Hanja sesudah berperang dengan kaum Boxer jang meminta korban jang banjak itu, orang-orang<noinclude></noinclude> 7rkx1kicebyktv26ga60rdhbwuv4oj1 Halaman:San min chu i.pdf/230 104 112022 310929 2026-08-10T22:25:55Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310929 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>225 ini. Keadaan ini tidak seperti kapal-kapal penempur dan buku-buku latihan militer jang dalam tiap sepuluh tahun dianggap tak berharga lagi. Dari keadaan-keadaan ini dapatlah kita lihat bahwa ilmuilmu fisika dari Barat mengalami perubahan-perubahan besar terus menerus; kemadjuan-kemadjuan dalam tiap-tiap tjabang sangat mengagumkan. Lain halnja dalam lapangan teori politik; republik tjiptaan Plato jang ditulisnja dua ribu tahun jang lalu terbukti masih berfaedah dalam penjelidikan serta sangat dihargai dizaman modern ini. Itulah sebabnja dapat kita katakan bahwa kemadjuan filsafat politik Barat tak sedjadjar dengan kemadjuan ilmu materi Barat. Selama dua ribu tahun ini tak terdapat perubahanperubahan besar dalam pikiran politik. Kalau kita meniru pemerintahan Barat seperti kita meniru ilmu materi Barat sekarang ini, sudah tentu kita membuat kechilafan besar. Peradaban materi di Barat tiap hari berubah dan madju pesat, untuk mengedjarnja sekarang tentu akan sukar. Tetapi kemadjuan pikiran politik di Barat djauh lebih lambat dari pada kemadjuan peradaban materi mereka. Amerika Serikat umpamanja, sudah mempraktekkan demokrasi selama seratus lima puluh tahun, tetapi njata tak ada perbedaan besar antara demokrasi sekarang dan demokrasi pada satu abad jang lalu. Demokrasi Perantjis jang modern tak mengalami kemadjuan banjak kalau dibandingkan dengan demokrasi pada waktu revolusi; kalau pengertiannja kita ambil agak luas demokrasi sematjam ini pun tak dapat ditjotjokkan dengan pikiran rakjat, menentangnja; hal ini menundjukkan bahwa demokrasi Perantjis boleh dikatakan tak madju selama abad jang penghabisan ini. Kalau kita igin mengikuti negara-negara lain, pertama kali kita harus menguraikan keadaan tersebut dengan teliti. Alasan sebab demokrasi Barat tak begitu madju, ialah karena negara-negara Barat tak memetjahkan soal administrasi demokrasi setjara fundamentil. Dalam uraian jang lalu kita lihat bahwa negara Barat belum menemukan suatu djalan jang memuaskan untuk mempraktekkan demokrasi, sedangkan demokrasi jang sebesar-besarnja belum dilaksanakan dimuka chalajak. Selama dua atau tiga abad jang penghabisan ini, djuga demokrasi lambat laun timbul laksana air bah; dalam uraian-uraian jang tak dapat dipahami, biasanja rakjat hanja mengikuti sadja dan hanjut dalam arus air San Min Chu I 15<noinclude></noinclude> i0c7hetpp37cyogz1jxqwm5rnbhatue 310938 310929 2026-08-10T22:33:33Z Ichi Ocha 26099 310938 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||25}}</noinclude>ini. Keadaan ini tidak seperti kapal-kapal penempur dan buku-buku latihan militer jang dalam tiap sepuluh tahun dianggap tak berharga lagi. Dari keadaan-keadaan ini dapatlah kita lihat bahwa ilmuilmu fisika dari Barat mengalami perubahan-perubahan besar terus menerus; kemadjuan-kemadjuan dalam tiap-tiap tjabang sangat mengagumkan. Lain halnja dalam lapangan teori politik; republik tjiptaan Plato jang ditulisnja dua ribu tahun jang lalu terbukti masih berfaedah dalam penjelidikan serta sangat dihargai dizaman modern ini. Itulah sebabnja dapat kita katakan bahwa kemadjuan filsafat politik Barat tak sedjadjar dengan kemadjuan ilmu materi Barat. Selama dua ribu tahun ini tak terdapat perubahanperubahan besar dalam pikiran politik. Kalau kita meniru pemerintahan Barat seperti kita meniru ilmu materi Barat sekarang ini, sudah tentu kita membuat kechilafan besar. Peradaban materi di Barat tiap hari berubah dan madju pesat, untuk mengedjarnja sekarang tentu akan sukar. Tetapi kemadjuan pikiran politik di Barat djauh lebih lambat dari pada kemadjuan peradaban materi mereka. Amerika Serikat umpamanja, sudah mempraktekkan demokrasi selama seratus lima puluh tahun, tetapi njata tak ada perbedaan besar antara demokrasi sekarang dan demokrasi pada satu abad jang lalu. Demokrasi Perantjis jang modern tak mengalami kemadjuan banjak kalau dibandingkan dengan demokrasi pada waktu revolusi; kalau pengertiannja kita ambil agak luas demokrasi sematjam ini pun tak dapat ditjotjokkan dengan pikiran rakjat, menentangnja; hal ini menundjukkan bahwa demokrasi Perantjis boleh dikatakan tak madju selama abad jang penghabisan ini. Kalau kita igin mengikuti negara-negara lain, pertama kali kita harus menguraikan keadaan tersebut dengan teliti. Alasan sebab demokrasi Barat tak begitu madju, ialah karena negara-negara Barat tak memetjahkan soal administrasi demokrasi setjara fundamentil. Dalam uraian jang lalu kita lihat bahwa negara Barat belum menemukan suatu djalan jang memuaskan untuk mempraktekkan demokrasi, sedangkan demokrasi jang sebesar-besarnja belum dilaksanakan dimuka chalajak. Selama dua atau tiga abad jang penghabisan ini, djuga demokrasi lambat laun timbul laksana air bah; dalam uraian-uraian jang tak dapat dipahami, biasanja rakjat hanja mengikuti sadja dan hanjut dalam arus air<noinclude>{{rh|San Min Chu I}} {{rh|||15}}</noinclude> 8zfu8w0ymfittxtahwupd9zvqtik27h Halaman:San min chu i.pdf/226 104 112023 310930 2026-08-10T22:26:03Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310930 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||221}}</noinclude>asing insjaf bahwa orang Tionghoa masih mempunjai semangat nasional jang tak dapat dipadamkan. Tetapi kaum Boxer dalam tahun 1900 dapat dikatakan orang-orang Tionghoa jang penghabisan jang masih mempunjai kepertjajaan, bahwa pikiran dan kekuatan mereka sendiri dapat menandingi dan melawan peradaban baru dari Barat. Sesudah kekalahan jang dialami kaum Boxer ini, orang Tionghoa mulailah jakin, bahwa sendjata mereka jang berupa panah dan busur, pedang dan tombak itu tak dapat menandingi sendjata modern Barat jang berupa bedil dan meriam. Mereka mulailah mengerti bahwa peradaban jang datang dari luar itu sebenarnja lebih tinggi mutunja dari peradaban Tiongkok kuno. Didalam hal persendjataan militer perbedaan antara jang baru di Barat dan jang kuno di Tiongkok, tentu sadja kentara sekali. Marilah kita lihat pula kepada hal-hal jang lain. Dalam hal perhubungan, djalan-djalan kereta api dan perhubungan kawat atau telegrap; mereka lebih tinggi tingkatnja dari pada sistim atau tjara jang dipakai di Tiongkok, misalnja dengan memakai pesuruh-pesuruh pos jang berdjalan kaki atau memakai kuli-kuli pekerdja. Kereta api sudah tentu dapat mengangkut barang-barang lebih tjepat dan mudah dari pada pekerdja-pekerdja, serta telegrap sudah tentu dapat menjiarkan berita lebih tjepat dan lebih mudah dari pada seorang pesuruh pos jang berdjalan kaki. Ambil pulalah alat-alat mesin jang diperlukan dalam penghidupan sehari-hari serta tjara-tjara jang dipakai dalam pertanian, industri dan perdagangan - Tiongkok djauh tertjetjer dari dunia Barat. Sedjak kekalahan jang dialami kaum Boxer itu, ahli-ahli pikir Tiongkok menginsjafi bahwa untuk menguatkan Tiongkok dan membalas penghinaan-penghinaan dalam perdjandjian Peking, me- reka harus pula mentjontoh negara-negara asing dalam segala hal. Tidaklah mereka hanja harus mempeladjari ilmu materi Barat sadja, tetapi djuga ilmu politik dan sosial. Pendek kata, orang-orang Tionghoa telah kehilangan sama sekali kepertjajaan akan kekuatan- nja sendiri hingga makin lama penghormatan mereka terhadap negara asing makin bertambah. Sebagai hasil dari peniruan dan penghormatan kepada tjara-tjara asing tersebut, Tiongkok telah banjak pula meniru tjara-tjara orang Barat berpikir. Pikiran2<noinclude></noinclude> 7nd31276xwgcjsbofulg5iv96nnstrn Halaman:San min chu i.pdf/227 104 112024 310931 2026-08-10T22:26:45Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310931 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||222}}</noinclude>orang asing jang masih berada dalam teori dan belum didjalankan itu, sudah kita tjoba mempraktekkannja. Dalam revolusi kita pada 13 tahun jang lalu, kita mentjontoh revolusi Barat dan mendirikan pemerintahan demokrasi. Kita hendak mempergunakan modal jang terbaik, sebab itu kita mentjoba mempraktekkan filsafat politik Barat jang tertinggi di Tiongkok dan teori2 politik Barat jang paling baru. Inilah perubahan jang besar dalam tjara orang2 Tionghoa berpikir dalam lapangan politik. Sebelum peperangan kaum Boxer berkobar, Tiongkok sudah berhubungan dagang dengan bangsa asing dan banjak mengetahui seluk beluk kemadjuan-kemadjuan negara lain, tetapi rakjat Tiongkok sebagai keseluruhan belum pertjaja bahwa negara2 asing benar-benar telah mempunjai suatu peradaban; malahan pada waktu peperangan kaum Boxer mereka berhasil menghantjurkan djalan-djalan kereta api dan kawat-kawat buatan Barat. Bedil-bedil asing dan meriam tak mereka pertjaja, hingga mereka lebih suka memakai busur-busur dan pedang-pedang Tiongkok jang kuno dari pada sendjata-sendjata modern itu. Tetapi setelah Tiongkok dikalahkan, rakjat insjaf dan mulai pertjaja akan kekuatan Barat. Segala-galanja jang dipergunakan Tiongkok harus ditiru dari Barat. Dari keteranganketerangan ini dapatlah kita melihat bahwa Tiongkok kuno sangat konserpatif, menentang pengaruh asing dan insjaf sepenuh-penuhnja akan kelebihan Tiongkok terhadap negara-negara asing. Sesudah Tiongkok dikalahkan Barat, ia mendjadi liberal sekali, berbalik dan menghormati sepenuh-penuhnja negara-negara asing dan insjaf pula bahwa tiap-tiap negara asing lebih baik keadaan- nja dari pada Tiongkok. Sebab itulah orang Tionghoa tak menghendaki lagi sesuatunja jang berbau kuno dari Tiongkok; segalagalanja harus ditjontoh dari Barat. Kalau kita mendengar tentang sesuatu jang asing atau baru, kita tergesa-gesa mentjontohnja dan mentjobakannja pula di Tiongkok. Demokrasipun bertemu dengan pemakaian jang salah ini. Sesudah revolusi ditahun 1911 , negara seluruhnja mendjadi gila dan memaksa mempraktekkan demokrasi politik jang dibitjarakan orang-orang Barat dengan tak menjelidiki arti sebenarnja. Dalam beberapa uraian saja jang penghabisan, telah saja terangkan dengan teliti sedjarah perang demokrasi di Barat dan hasil-hasil kemenangan demokrasi. Dari penjelidikan<noinclude></noinclude> 5104796rmt1ixbj33qb1jg3vsrfocvw Halaman:San min chu i.pdf/228 104 112025 310932 2026-08-10T22:27:27Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310932 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||223}}</noinclude>ini kita saksikan bahwa pemerintahan demokrasi tak didjalankan sepenuh-penuhnja di Barat, sedangkan demokrasi berhadapan dengan rintangan-rintangan jang banjak dalam perdjalanannja untuk madju. Sekarang orang Tionghoa mengandjurkan untuk mendjalankan demokrasi dalam prakteknja. Kalau kita hendak meniru Barat, kita harus meniru pula tjara-tjaranja. Tetapi orang Barat belum menemukan keterangan jang djelas dalam mewudjudkan demokrasi ; demokrasi sampai sekarang masih tetap mendjadi suatu soal jang sulit . Orang-orang Barat dengan bantuan ilmu-ilmu jang paling baru belum berhasil mendapatkan suatu penjelesaian jang berharga dalam teori demokrasi, mereka djuga belum berhasil mendapatkan tjara jang memuaskan untuk melenjapkan kesukaran-kesukaran demokrasi. Sebab itu tjara-tjara demokrasi Barat tak dapat kita djadikan sebagai model atau penuntun kita. Sedjak pemberontakan Boxer, orang Tionghoa umumnja hanja memikirkan tjara bagaimana meniru negara-negara lain, setiap saat atau setiap detik dalam sehari dan terhadap setiap barang apa sadja. Apakah kita harus meniru barang-barang asing itu ? Kalau kita membitjarakan sendjata-sendjata militer, tak mungkin kita membandingkan sendjata mitraljur dengan panah atau pedang: sudah tentu mitraljur djauh lebih berbahaja dan memberi hasil jang memuaskan dalam pertempuran. Segala matjam barang-barang asing jang lainpun banjak jang lebih baik dari pada barang-barang kita. Bahwa Barat sudah djauh lebih madju dari pada kita di Tiongkok dalam ilmu-ilmu alam, tak dapat kita bantah. Tetapi bagaimanakah keadaannja dalam pemerintahan ? Apakah filsafat politik di Barat djuga mengalami kemadjuan jang pesat ? Ilmu pemerintahan disitu djauh terbelakang dari pada ilmu-ilmu pengetahuan lainnja. Ambillah ilmu kemiliteran sebagai tjontoh: kepandaian Barat mendjalankan peperangan dikembangkan dan diperbaiki terus. Boleh dikatakan ilmu kemiliteran ini diperbaharui setiap hari dan berbeda setiap bulan, sehingga sekarang tak ada seorangpun jang mempeladjari buku-buku militer dari satu abad jang lalu. Malahan buku-buku militer jang dikeluarkan sepuluh tahun jang lalu, sudah basi. Setiap sepuluh tahun kita saksikan perubahan-perubahan besar dalam persendjataan-persendjataan Barat, djuga tjara-tjara men<noinclude></noinclude> 12seib730s7j2xrf0rkll75ltsix1mn Halaman:San min chu i.pdf/229 104 112026 310933 2026-08-10T22:28:20Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310933 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||224}}</noinclude>djalankan peperangan dengan perkataan lain, setiap sepuluh tahun terdjadi suatu „revolusi dalam ilmu kemiliteran. Sendjata perang jang terbesar dan termahal di Barat ialah kapal penempur; tiaptiap kapal penempur harganja antara 50 dan 100 djuta dollar, kapal jang lebih murah tak dapat disebut kapal penempur. Sendjata peperangan berkembangnja djauh lebih tjepat dari pada sesuatu alat lain dan diantara sendjata-sendjata perang, kapal penempurlah jang memperlihatkan perkembangan jang paling banjak. Kapalkapal penempur buatan sekarang kira-kira dalam sepuluh tahun lagi akan kurang memuaskan dan harus diganti pula. Kapal-kapal penempur jang dibuat sebelum Perang Eropah, sekarang sudah tak terpakai lagi. Perubahan-perubahan besar djuga terdjadi dalam persendjataanpersendjataan didarat; setiap hari kita saksikan beberapa kemadju- an dan dalam setiap sepuluh tahun tentu terdapat perubahanperubahan jang besar, hal ini adalah suatu revolusi praktis dan suatu pembaharuan. Bentuk bedil jang kita pergunakan sekarang sudah tak terpakai lagi dinegara-negara lain. Meriam-meriam besar jang dipakai dalam Perang Eropah sekarang dianggap sebagai barang-barang kuno. Kemadjuan jang pesat tak hanja dalam ilmu kemiliteran sadja, setiap barang pabrik mendekati kesempurnaannja, sedangkan pendapat-pendapat baru makin lama makin banjak. Peradaban kebendaan Barat memang baru setiap hari dan berlainan setiap bulan " djuga, dalam waktu berikutnja. - tak pernah seperti dahulu Disamping hal ini, tentu kita akan bertanja bagaimanakah kemadjuan Barat dalam ilmu pemerintahan, kalau dibandingkan dengan Tiongkok ? Dalam dua atau tiga abad jang lalu Eropah dan Amerika mengalami revolusi-revolusi dan kemadjuan dalam lapangan politik, djauh lebih pesat dari pada kemadjuan-kemadjuan di Tiongkok; tetapi meskipun begitu haluan politik mereka tak memperlihatkan kemadjuan, djika dibandingkan dengan waktu dahulu. Umpamanja dua ribu tahun jang lalu di Junani ada seorang ahli filsafat politik jang terkenal, namanja Plato ; bentuk republiknja masih dipeladjari oleh ahli-ahli pikir diwaktu ini dan mereka mengatakan bahwa keterangan-keterangan jang dikemukakannja masih merupakan sumbangan besar terhadap sistim politik waktu<noinclude></noinclude> euxz6zxb27bsio3y0x120cv42gr1qo8 Halaman:San min chu i.pdf/231 104 112027 310934 2026-08-10T22:30:41Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310934 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||226}}</noinclude>bah itu. Berkembangnja demokrasi baru-baru ini bukanlah suatu hasil pikiran orang-orang pandai, tetapi adalah hasil akibat kemauan alam jang lazim terdjadi. Itulah sebabnja suatu tjara jang tepat tak dipikirkan lebih dahulu, kalau hendak mendjalankan demokrasi; soal demokrasi tak dikupas dalam-dalam dari permulaan sampai achirnja; itulah sebabnja orang2 Barat mengalami keketjewaan-ke- ketjewaan jang tak terhitung banjaknja dan kesukaran-kesukaran jang ditemui ditengah djalan menudju demokrasi jang sempurna. Sedjak revolusi di Tiongkok, Tiongkok berkehendak mengikuti tjontoh Eropah dan Amerika, serta mempraktekkan politik demokra- si. Karena politik demokrasi Barat sampai pada saat terwudjudnja pemerintahan perwakilan, adalah suatu hasil demokrasi. Djuga Tiongkok harus mentjapai suatu sistim pemerintahan representatif (perwakilan) . Sajang sekali Tiongkok tak mempeladjari bagianbagian jang terbaik dari sistim pemerintahan perwakilan Barat, tetapi Tiongkok telah mentjontoh sepuluh kali sampai seratus kali bagian-bagian jang buruk dari demokrasi. Anggauta-anggauta Dewan Perwakilan tak bedanja seperti ,,babi " , tak dapat dipertjajai dan korup ; lebih buruk dari pada sesuatu pemerintahan perwakilan jang pernah terdapat didunia ini suatu tanda jang mengerikan dalam pemerintahan perwakilan Tiongkok; mereka tak hanja gagal mempeladjari sebaik-baiknja pemerintahan demokrasi Barat tetapi djuga negara kita sudah busuk karenanja. Berdasarkan keterangan-keterangan jang telah saja kemukakan, Tuan-tuan harus insjaf bahwa pemerintahan demokrasi Barat tak mempunjai, sesuatu jang tepat dan baik guna pengwudjudan demokrasi. Itulah sebabnja kita djangan meniru Barat dengan membabi buta sadja dalam mendjalankan aliran demokrasi. Djalan manakah jang harus kita ikuti ? Di Tiongkok masih banjak orang-orang reaksioner berkuasa jang mengandjurkan penghapusan republik, pengembalian otokrasi, serta mendirikan kembali sebuah keradjaan sebagai satu-satunja tjara menjelamatkan Tiongkok. Kita jang insjaf akan kemauan dunia, sudah tentu mengetahui bahwa djalan sematjam itu salah. Kita harus menentang kemauan kaum reaksioner itu dan mengikuti kehendak dunia, mewudjudkan demokrasi, serta memasukkan tjara jang benar dalam pemerintahan negara.<noinclude></noinclude> 9i6853wuso6q9pd7vzv20ym80t2yj1x Halaman:San min chu i.pdf/232 104 112028 310935 2026-08-10T22:31:34Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310935 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||227}}</noinclude>Kalau kita ingin mengikuti tjara jang benar dalam memerintah negara, pertamakali kita harus mengetahui apakah jang dinamakan pemerintahan itu . Tuan-tuan masih ingat definisi dalam uraian pertama : pemerintahan adalah badan pengawas urusan rakjat seluruhnja. Selama beribu-ribu tahun. perasaan-perasaan sosial, kebiasaan dan adatistiadat orang Tionghoa djauh bedanja dari perasaan sosial, kebiasaan dan adat-istiadat masjarakat Barat. Itulah sebabnja tjara-tjara dalam pengawasan sosial di Tiongkok berbeda dengan tjara-ťjara jang dipergunakan di Barat, djadi djanganlah kita meniru Barat begitu sadja, seperti kita meniru pemakaian mesinmesin mereka. Segera sesudah kita mempeladjari mesin-mesin Barat, setiap saat mesin-mesin itu dapat kita pergunakan dan dimana sadja kita berada ; lampu-lampu listerik umpamanja dapat dipasang dan dipergunakan dalam rumah-rumah Tionghoa bentuk apapun djuga. Tetapi kebiasaan-kebiasaan dan perasaan-perasaan sosial Barat berbeda dalam bagian-bagian jang tak terhitung banjaknja kalau dibandingkan dengan kebiasaan-kebiasaan dan perasaanperasaan sosial kita ; kalau kebiasaan-kebiasaan dan perasaanperasaan rakjat di Tiongkok tidak kita hiraukan dan lalu mentjoba mempraktekkan tjara2 pengawasan sosial Barat, seperti jang kita lakukan terhadap mesin-mesin Barat - dengan djalan keras dan tjepat - tentu kita akan mengalami kechilafan besar. Meskipun dalam pemerintahan dan sistim-sistim pengawasan masjarakat seolah-olah sematjam mesin jang tak kelihatan, tetapi sebagai ternjata oleh kenjataan bahwa pemerintahan adalah sebagai suatu badan administrasi jang diorganisir, sekarang mesin-mesin jang tampak dibangunkan menurut hukum-hukum ilmu alam ; sedang mesin-mesin pemerintahan jang tak kelihatan dibangunkan atas hukum-hukum ilmu djiwa. Selama beratus-ratus tahun ini berbagai-bagai pendapat-pendapat baru telah ditemukan dalam lapangan ilmu alam, tetapi ilmu djiwa baru dimulai diselidiki dengan seteliti-telitinja dua atau tiga puluh tahun jang lalu, sedangkan kemadjuan belum begitu djauh. Itulah sebabnja kita harus memperbedakan tjara mengawasi objek-objek ilmu alam dan kekuatan-kekuatan jang harus kita peladjari dari Barat, sedangkan dalam mengawasi manusia<noinclude></noinclude> 7y4cgti4nbsr8bk3osq05d8ff3425le Halaman:San min chu i.pdf/233 104 112029 310936 2026-08-10T22:32:24Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310936 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||228}}</noinclude>djanganlah kita harus meniru dari Barat. Orang-orang Barat sudah lama memikirkan prinsip-prinsip dan tjara-tjara pengawasan alam, dari mana kita dapat mentjontoh peradaban materi Barat seluruhnja malahan dalam meniru peradaban materi Barat ini dapat kita- membabi-buta asal djangan sampai tersesat. Prinsip-prinsip pemerintahan belum dipikirkan orang Barat, sedangkan tjara-tjara memerintah belum pula mereka wudjudkan sedalam-dalamnja ; itulah sebabnja Tiongkok pada waktu sekarang ini, kalau hendak mendjalankan demokrasi serta mengubah pemerintahannja, tak dapat meniru Barat begitu sadja. Kita harus memikirkan satu tjara baru jang sempurna ; sedangkan kalau kita hanja meniru orang lain dengan membabi-buta sadja, kita akan menimbulkan luka berat dalam kemakmuran nasional dan kehidupan rakjat. Barat mempunjai masjarakatnja sendiri, kita mempunjai masjarakat sendiri pula ; sedangkan perasaan-perasaan serta kebiasaan-kebia- saan diantara keduanja tidaklah sama. Hanjalah dengan penjesuaian diri menurut keadaan-keadaan sosial kita mengarahkannja kepada kemauan dunia jang modern, barulah dapat kita berharap merubah masjarakat kita dan memadjukan bangsa kita. Kalau kita tak memperhatikan keadaan sosial kita sendiri dan begitu sadja mengikuti kemauan-kemauan dunia, negara kita akan mundur dan rakjat akan tersiksa. Kalau kita mengingat kemadjuan bagi negara Tiongkok dan keselamatan bagi bangsa kita, kita sendiri harus mendjalankan dengan tepat teori demokrasi dan memikirkan tjaratjara jang tepat dalam mewudjudkan tjita-tjita kita. Dapatkah kita menemukan djalan jang benar dalam mendjalankan pemerintahan berdasarkan demokrasi? Biarpun Eropah dan Amerika tak boleh kita tiru sama sekali, tetapi kita boleh memperhatikan mereka dan mempeladjari pengalaman mereka dengan saksama sekali dalam penglaksanaan demokrasi. Meskipun demokrasi Barat belum mentjapai tingkat perkembangan jang sempurna atau mendjumpai penjelesaian fundamentil, tetapi banjak ahli-ahli pikir Barat menjediakan waktu jang terluang untuk mempeladjari demokrasi dan terus melahirkan teori-teori baru. Tambahan pula negara-negara Barat telah mengumpulkan pengalaman-pengalaman jang tak sedikit itu dari abad jang lalu pengalaman-pengalaman ini sedjalan dengan berbagai-bagai teori baru, harus dipergunakan sebaik-baiknja dalam penjelidikan kita. Kalau kita tidak berbuat demikian kita<noinclude></noinclude> p1hghybd3zs09rimqdn94ow3rjf1sr7 Halaman:San min chu i.pdf/234 104 112030 310937 2026-08-10T22:33:00Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310937 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||229}}</noinclude>akan membuang waktu sadja dan hanja mengikuti djedjak Barat. Ahli-ahli asing dalam mempeladjari kenjataan-kenjataan demokrasi jang bersedjarah, melahirkan berbagai-bagai teori-teori baru. Jang terbaru diadjukan oleh seorang ahli pengetahuan Amerika, jang mengatakan bahwa pemerintah jang paling ditakuti oleh negara demokratis modern ialah suatu pemerintahan jang berkuasa penuh dan rakjatnja tak ada kesempatan mengudjinja, tetapi meskipun demikian tjita-tjita demokrasi jang tertinggi adalah satu pemerintahan berkuasa-penuh mengabdi rakjat seluruhnja jang bekerdja untuk kemakmuran rakjat seluruhnja. Teori sematjam ini merupakan suatu teori jang terbaru ; hal.jang sangat ditakuti dan sangat diingini ialah pemerintahan jang berkuasa-penuh. Mula-mula teori ini mengemukakan bahwa rakjat harus takut terlebih dulu akan pemerintah berkuasa-penuh jang tak dapat mereka awasi, kemudian teori itu mendjelaskan bagaimana kita memperoleh tjara suatu pe- merintahan jang berkuasa penuh akan bekerdja bagi kemakmuran rakjat ; bagaimana pemerintahan sematjam itu dapat tetap tunduk dan tenteram kepada kemauan rakjat. Dalam negara-negara, dimana demokrasi berkembang, pemerintah sedikit sekali kekuasaannja, sedangkan dalam negara-negara dimana demokrasi lemah, pemerintahan sangat kuatnja. Seperti telah saja katakan, pemerintahan jang sangat kuat di Eropah dalam beberapa puluh tahun jang lalu ini, ialah pemerintahan Djerman dibawah Bismarck. Bentuk pemerintahan inilah salah suatu pemerintahan berkuasa-penuh. Diantara pemerintah-pemerintah jang menjokong dan menganut aliran demokrasi tak ada satu djuga jang dapat di- katakan berpemerintah berkuasa-penuh. Seorang ahli pikir Swiss mengatakan ; sedjak ber-bagai negara mempraktekkan demokrasi, kekuasaan pemerintah makin berkurang dan hal ini disebabkan oleh ketakutan pihak rakjat. Rakjat selalu mendjaga pemerintahannja dan memperbolehkannja berkuasa, achirnja dia berkuasa-penuh. Karena itu negara-negara demokrasi harus menemukan suatu penjelesaian bagi kesukaran ini, akan tetapi penjelesaian itu tak akan datang selama rakjat tak mengubah sikapnja terhadap pemerintah. Sebab terutama rakjat selalu menentang pemerintah, ialah karena kemerdekaan dan persamaan hak jang tertjapai sesudah revolusi, terlampau banjak berkembang dan salah dipakai oleh beberapa golongan. Mereka ini tak memikirkan batas-batas pema<noinclude></noinclude> 722ngeka59ko0l92fku5kox9syzp93p Halaman:San min chu i.pdf/235 104 112031 310939 2026-08-10T22:33:49Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310939 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||230}}</noinclude>kaian kemerdekaan dan persamaan hak, hingga hak itu diperguna- kan setjara berlebih-lebihan serta mengakibatkan pemerintahan tak berkuasa sama sekali, sedangkan negara jang telah berpemerintahan, seolah-olah tak mempunjai kekuasaan sama sekali. Ahli bangsa Swis jang telah saja sebut tadi menjaksikan peristiwa-peristiwa buruk ini dan sebagai tjara jang berfaedah, ia mengandjurkan supaja rakjat merubah sikapnja terhadap pemerintah. Apakah jang dimaksud ahli ini ? Apa pula hubungan sikap rakjat dengan pemerintah ? Bagaimanakah sikap rakjat terhadap pemerintahan dalam sedjarah Tiongkok lama ? Kalau kita mempeladjari sedjarah Tiongkok kita akan mendjumpai bahwa pemerintahan-pemerintahan Yao, Shun, Yü Tang, Wen Wang dan Wu Wang ( Kaisar-kaisar Tiongkok kuno) senantiasa dipudji dan dikagumi rakjat Tiongkok; orang-orang Tionghoa dalam segala zaman berharap dan berdoa supaja dapat mentjapai pemerintahan seperti diatas jang dapat mendjamin kebahagian rakjat. Sebelum pikiran demokrasi Barat masuk di Tiongkok, hasrat rakjat Tiongkok jang sebesar-besarnja ialah untuk memperoleh kaisarkaisar seperti Yao, Shun, Yü, T'ang, Wen Wang dan Wu Wang ini kembali, supaja rakjat dapat merasakan keamanan dan kebahagiaan. Inilah sikap orang Tionghoa kuno terhadap pemerintahannja. Tetapi semendjak revolusi kita baru-baru ini, rakjat lebih-lebih merasakan pikiran-pikiran demokrasi dan tak puas lagi dengan kaisar-kaisar kuno itu. Mereka itu semuanja termasuk golongan pemimpin-pemimpin otokrasi dan tak patut dipudji-pudji, meskipun mereka bidjaksana - demikian kata dan pendapat rakjat. Hal ini memperlihatkan, bahwa dengan timbulnja demokrasi, mengakibatkan berkembangnja sikap menentang terhadap pemerintah dikalangan rakjat ; bagaimanapun baiknja pemerintahan itu, rakjat tak akan merasa puas dengan keadaan pemerintahan itu. Kalau sikap djiwa sematjam ini kita biarkan sadja mendjalar tak mengadakan perubahan dengan lekas, sikap menentang itu akan menjukarkan pemerintah dalam djalannja untuk mentjapai kemadjuan. Tjara bagaimanakah jang akan kita pergunakan untuk merubah sikap ini ? Ahli-ahli pengetahuan Barat tahu akan kesalahan sikap seperti itu, tetapi mereka tak hendak mentjari djalan untuk mem- perbaikinja. Ketika kita memulai revolusi kita, kita mengandjurkan<noinclude></noinclude> ckgyx0bgp4qcenhn79qnlhyqp5lkwnr Halaman:San min chu i.pdf/380 104 112032 310940 2026-08-10T22:34:09Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310940 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>375 nurut laporan doane, nilai impor katun berdjumlah dua ratus djuta tael Haikwan tiap-tiap tahun, kira-kira tiga ratus djuta dollar Shanghai. Djumlah sebanjak inilah harga kain asing jang kita pergunakan. Hal ini berarti bahwa tiap-tiap orang di Tiongkok kalau kita mengambil tjatjah djiwa belakangan sebagai dasar pengiraan kita, akan mempergunakan uang sebanjak satu dollar bagi katun asing tiap-tiap tahun. Djadi kebutuhan penghidupan kita jang kedua dipenuhi oleh barang asing. Tiongkok mempunjai katun sendiri dan kaum buruhnja banjak pula serta bergadji rendah, tetapi karena kita tak tahu bagaimana harus memadjukan industri kita dan mendapatkan hak-hak kita kembali ; maka kita harus memakai kain asing serta mengirim sedjumlah besar uang kita untuk bangsa asing. Kalau kita selalu berbuat demikian djuga, tentu kita akan susah sekali nanti melepaskan diri dari kekuasaan ekonomi asing ; dan dengan demikian tak sanggup lagi kita memetjahkan soal pakaian dengan lekas. Kalau kita ingin hendak mendapatkan kembali hak-hak kita jang hilang, terutama kita harus memetjahkan soal pakaian dan menurunkan djumlah bahan-bahan katun asing jang diimpor. Bagaimanakah kita harus memetjahkan soal tersebut ? Selama Perang Eropah, negeri-negeri Barat tak mempunjai persediaan tjukup untuk mengirim kain-kain katun ke Tiongkok dan kain-kain katun jang diimpor ke Tiongkok pada ketika itu didatangkan dari Djepang. Tetapi Djepang pada ketika itu memperoleh lebih banjak keuntungan uang dengan menjediakan keperluan-keperluan alat perang bagi Negeri-negeri Serikat dari menghasilkan bahan kain katun untuk diekspor ke Tiongkok ; hanja pabrik-pabrik ketjil sadja jang membuat benang dan kain untuk diekspor ke Tiongkok. Lalu dipasar-pasar Tiongkok berdjangkit kekurangan kain katun jang menjebabkan harganja naik membubung. Kemudian beberapa pedagang bangsa Tionghoa jang djuga ingin memperoleh untung besar, mengadakan organisasi-organisasi baru jang lebih effisien dalam pabrik-pabrik kain ; mereka memintal benang dari katun Tiongkok dan menenun kain dari benang Tiongkok sendiri. Berpuluh-puluh matjam pabrik ini kemudian didirikan di Sjanghai dan seluruhnja mendapat untung besar. Satu dollar kapital menghasilkan dividen tiga sampai empat dollar ; beberapa ratus persen keuntungan dapat diperoleh. Ketika kaum kapitalis mendengar akan keuntungan<noinclude></noinclude> 6ufzzr8e1nfw2bn1kw6xb00bosxthc3 310947 310940 2026-08-10T22:37:37Z Ichi Ocha 26099 310947 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||375}}</noinclude>nurut laporan doane, nilai impor katun berdjumlah dua ratus djuta tael Haikwan tiap-tiap tahun, kira-kira tiga ratus djuta dollar Shanghai. Djumlah sebanjak inilah harga kain asing jang kita pergunakan. Hal ini berarti bahwa tiap-tiap orang di Tiongkok kalau kita mengambil tjatjah djiwa belakangan sebagai dasar pengiraan kita, akan mempergunakan uang sebanjak satu dollar bagi katun asing tiap-tiap tahun. Djadi kebutuhan penghidupan kita jang kedua dipenuhi oleh barang asing. Tiongkok mempunjai katun sendiri dan kaum buruhnja banjak pula serta bergadji rendah, tetapi karena kita tak tahu bagaimana harus memadjukan industri kita dan mendapatkan hak-hak kita kembali; maka kita harus memakai kain asing serta mengirim sedjumlah besar uang kita untuk bangsa asing. Kalau kita selalu berbuat demikian djuga, tentu kita akan susah sekali nanti melepaskan diri dari kekuasaan ekonomi asing; dan dengan demikian tak sanggup lagi kita memetjahkan soal pakaian dengan lekas. Kalau kita ingin hendak mendapatkan kembali hak-hak kita jang hilang, terutama kita harus memetjahkan soal pakaian dan menurunkan djumlah bahan-bahan katun asing jang diimpor. Bagaimanakah kita harus memetjahkan soal tersebut? Selama Perang Eropah, negeri-negeri Barat tak mempunjai persediaan tjukup untuk mengirim kain-kain katun ke Tiongkok dan kain-kain katun jang diimpor ke Tiongkok pada ketika itu didatangkan dari Djepang. Tetapi Djepang pada ketika itu memperoleh lebih banjak keuntungan uang dengan menjediakan keperluan-keperluan alat perang bagi Negeri-negeri Serikat dari menghasilkan bahan kain katun untuk diekspor ke Tiongkok; hanja pabrik-pabrik ketjil sadja jang membuat benang dan kain untuk diekspor ke Tiongkok. Lalu dipasar-pasar Tiongkok berdjangkit kekurangan kain katun jang menjebabkan harganja naik membubung. Kemudian beberapa pedagang bangsa Tionghoa jang djuga ingin memperoleh untung besar, mengadakan organisasi-organisasi baru jang lebih effisien dalam pabrik-pabrik kain; mereka memintal benang dari katun Tiongkok dan menenun kain dari benang Tiongkok sendiri. Berpuluh-puluh matjam pabrik ini kemudian didirikan di Sjanghai dan seluruhnja mendapat untung besar. Satu dollar kapital menghasilkan dividen tiga sampai empat dollar; beberapa ratus persen keuntungan dapat diperoleh. Ketika kaum kapitalis mendengar akan keuntungan<noinclude></noinclude> iys59wuzr0tys067u0crlykmj4p0m9b Halaman:San min chu i.pdf/381 104 112033 310941 2026-08-10T22:34:24Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310941 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>376 ini, merekapun semua ingin djadi kaja pula ; maka menanam lebih banjak kapital dari dahulu dalam pabrik2 tenun dan tekstil. Industri katun memasuki zaman keuntungan besar dan banjak kapitaliskapitalis baru jang kaja-raja diberi gelar radja katun. Tetapi bagaimana keadaan sekarang ? Jang dahulu djadi milioner sekarang mengalami kerugian besar dan banjak djatuh miskin ; kebanjakan pabrik-pabrik jang didirikan kandas dan ditutup. Kalau perusahaan mereka tak ditutup, mereka akan berhutang lebih banjak lagi dan achirnja bangkrut. Apakah sebabnja maka keadaan ini terdjadi ? Ada orang berpikir bahwa negeri asing dapat mengirim kain dan benang katun ke Tiongkok, sebab mereka memintal dan menenun dengan mesin. Karena kain dan benang jang dibuat oleh tenaga mesin lebih baik kwalitetnja dari pada jang dipintal dan ditenun dengan tangan serta pembuatan dengan mesinpun meminta kapital lebih ketjil; itulah sebabnja maka bangsa asing membeli katun mentah Tiongkok, diprodusir dipabrik-pabrik mereka dikirim kembali ke Tiong- kok sebagai benang dan kain dan biarpun bahan itu dikirim bolak-balik dan memakan ongkos banjak, tetapi mereka masih mendapat untung banjak djuga. Alasan pertama maka mereka mendapat keuntungan ini ialah karena mereka mempunjai mesin tenun dan pemintal sempurna demikian orang mengira. Oleh sebab itu, segolongan kapitalis Tionghoa meniru perbuatan negeri asing ini; mereka beli mesin2 jang diperlukan dan mereka dirikan pabrikpabrik kain modern. Kapital jang dimasukkan terhitung sampai berpuluh djuta dollar, selama perang Eropah, pabrik-pabrik katun banjak jang memperoleh untung; tetapi sekarang mereka seluruh nja menderita rugi, kebanjakan pabrik itu ditutup sekarang dan orang-orang jang pernah djadi radja katun berbalik kembali djadi ,,orang-orang miskin" . Tetapi pabrik-pabrik kain kita jang modern menggunakan djuga mesin-mesin seperti jang terdapat dinegerinegeri asing. Apakah sebabnja pabrik-pabrik asing dapat untung sedangkan pabrik kita menderita rugi ? Kita tindjau kembali, bagaimana negeri-negeri asing dapat membeli katun mentah Tiongkok, membajar ongkos pengangkutan kepabrik-pabriknja dan kemudian membajar ongkos lagi mengirim kain-kain katun itu ke Tiongkok kembali ? Kaum buruh Tionghoa bergadji rendah dan djumlahnja lebih banjak dari pada kaum buruh asing; dan dengan tenaga<noinclude></noinclude> imxzhkj3ae0ohlrv4dhe1f3z0pf49b6 310945 310941 2026-08-10T22:35:52Z Ichi Ocha 26099 310945 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||376}}</noinclude>ini, merekapun semua ingin djadi kaja pula ; maka menanam lebih banjak kapital dari dahulu dalam pabrik2 tenun dan tekstil. Industri katun memasuki zaman keuntungan besar dan banjak kapitaliskapitalis baru jang kaja-raja diberi gelar radja katun. Tetapi bagaimana keadaan sekarang? Jang dahulu djadi milioner sekarang mengalami kerugian besar dan banjak djatuh miskin; kebanjakan pabrik-pabrik jang didirikan kandas dan ditutup. Kalau perusahaan mereka tak ditutup, mereka akan berhutang lebih banjak lagi dan achirnja bangkrut. Apakah sebabnja maka keadaan ini terdjadi ? Ada orang berpikir bahwa negeri asing dapat mengirim kain dan benang katun ke Tiongkok, sebab mereka memintal dan menenun dengan mesin. Karena kain dan benang jang dibuat oleh tenaga mesin lebih baik kwalitetnja dari pada jang dipintal dan ditenun dengan tangan serta pembuatan dengan mesinpun meminta kapital lebih ketjil; itulah sebabnja maka bangsa asing membeli katun mentah Tiongkok, diprodusir dipabrik-pabrik mereka dikirim kembali ke Tiongkok sebagai benang dan kain dan biarpun bahan itu dikirim bolak-balik dan memakan ongkos banjak, tetapi mereka masih mendapat untung banjak djuga. Alasan pertama maka mereka mendapat keuntungan ini ialah karena mereka mempunjai mesin tenun dan pemintal sempurna demikian orang mengira. Oleh sebab itu, segolongan kapitalis Tionghoa meniru perbuatan negeri asing ini; mereka beli mesin2 jang diperlukan dan mereka dirikan pabrikpabrik kain modern. Kapital jang dimasukkan terhitung sampai berpuluh djuta dollar, selama perang Eropah, pabrik-pabrik katun banjak jang memperoleh untung; tetapi sekarang mereka seluruhnja menderita rugi, kebanjakan pabrik itu ditutup sekarang dan orang-orang jang pernah djadi radja katun berbalik kembali djadi ,,orang-orang miskin" . Tetapi pabrik-pabrik kain kita jang modern menggunakan djuga mesin-mesin seperti jang terdapat dinegerinegeri asing. Apakah sebabnja pabrik-pabrik asing dapat untung sedangkan pabrik kita menderita rugi? Kita tindjau kembali, bagaimana negeri-negeri asing dapat membeli katun mentah Tiongkok, membajar ongkos pengangkutan kepabrik-pabriknja dan kemudian membajar ongkos lagi mengirim kain-kain katun itu ke Tiongkok kembali? Kaum buruh Tionghoa bergadji rendah dan djumlahnja lebih banjak dari pada kaum buruh asing; dan dengan tenaga<noinclude></noinclude> i0pdo4to4jg4km3m6pz63qhd2j931bm Halaman:San min chu i.pdf/236 104 112034 310942 2026-08-10T22:34:36Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310942 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||231}}</noinclude>penglaksanaan demokrasi ; saja mendapatkan suatu tjara untuk memetjahkan soal itu. Matjam tjara jang saja pikirkan itu merupakan suatu pendapat baru dalam teori politik, serta suatu penjelesaian fundamentil seluruh soal itu. Andjuran saja ini sama ben- tuknja dengan teori seorang ahli pengetahuan bangsa Swis jang menjatakan, bahwa sikap rakjat terhadap pemerintahan harus dirobah. Teori ini baru sadja timbul di Barat. Hal jang terbelakang ini membuktikan, bahwa prinsip jang saja bela itu memang benar; djadi harus diadakan suatu pemisahan antara kedaulatan dan kesanggupan. Ahli-ahli pikir Barat belum menemukan prinsip ini. Untuk mendjelaskan apa jang saja maksudkan harus saja uraikan teori saja kepada chalajak ramai dan tertudju bagi umat manusia. Atas dasar-dasar apakah saja mengadakan pembagian-pembagian kalangan masjarakat manusia ? Berdasarkan pembawaan kepandaian dan kesanggupan tiap-tiap orang. Saja membagi manusia dalam tiga golongan : Golongan pertama ialah mereka jang dengan sekali lihat lantas mengetahui berbagai prinsip jang dikandung sesuatu benda ; mereka ini adalah orang-orang jang utama lagi bidjaksana ; jang tjukup mendengar sepatah kata lalu melaksanakan perbuatan2 jang besar, mereka ini mempunjai pandangan pada kedjadiankedjadian dalam waktu-waktu jang akan datang serta prestasiprestasi merekalah jang memadjukan dunia dan memberi peradaban kepada manusia. Orang-orang ini mempunjai ilham dan dapat melihat apa-apa jang akan terdjadi. Orang seperti ini dapat dikatakan pentjipta, perintis peradaban umat manusia. Golongan kedua terdiri dari orang-orang jang dapat melihat dan mengetahui akibat-akibat dari sesuatu kedjadian ; ketjerdasan dan kesanggupan mereka rendah tingkatnja dari pada golongan pertama ; mereka tak dapat mentjiptakan atau mendapatkan sesuatu, tetapi hanja dapat mengikuti dan mentjontoh, mempeladjari apa jang telah dilakukan golongan pertama. Dalam golongan ketiga termasuk orang-orang jang tidak dapat melihat atau tidak mengetahui sama sekali : mereka mempunjai tingkat ketjerdasan dan kesanggupan jang lebih rendah dan tak dapat mengerti, meskipun seseorang mengadjarkan sesuatu kepada mereka ; mereka ini hanja pandai bertindak.<noinclude></noinclude> k5xavw2gcw5bj7fjo572upzqu5ztrr1 Halaman:San min chu i.pdf/237 104 112035 310943 2026-08-10T22:35:08Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310943 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||223}}</noinclude>Dalam bahasa pergerakan politik, golongan pertama adalah orang2 pentjipta; golongan kedua adalah pengandjur-pengandjur, sedangkan golongan ketiga, orang2 jang mendjalankan. Kemudian sesuatu apa sadja tergantung kepada tindjauan, sebab itu jang bertanggungdjawab atas kemadjuan dunia ialah golongan jang ketiga. Umpamanja untuk mendirikan sebuah gedung jang besar dan berbentuk asing, tak sebarang orang sadja jang dapat mengerdjakannja. Pertama kali harus ada seorang insinjur sebagai ahli bangun jang membuat rentjana pekerdjaan jang sempurna dan teliti, ramuan gedung itu, disamping itu harus mempersiapkan gambar gedung jang saksama untuk dilandjutkan seterusnja oleh seorang ahlinja pula. Pemimpin pekerdja mula2 harus menjelidiki rantjangan pekerdjaan seteliti-telitinja, sudah itu menjewa pekerdja-pekerdja untuk memindahkan bahan-bahan dan mempersiapkan pekerdjaan menurut rantjangan. Para pekerdja tak pandai membatja rantjangan, mereka hanja bekerdja menurut kemauan pemimpin-pemimpin pekerdjaan dan tunduk kepada perintah-perintahnja, misalnja meletakkan sebuah batu disini atau genting disana, pendeknja pekerdjaan-pekerdjaan jang sederhana. Sebaliknja pemimpin pekerdja tak sanggup membuat rentjana pekerdjaan jang sempurna atau menggambarkan suatu rantjangan pekerdjaan jang sempurna, ia hanja dapat mengikuti rantjangan buatan insinjur dan memberikan petundjuk-petundjuk selandjutnja kepada para pekerdja. Kalau dibagi dalam tingkatan jang tiga tadi, insinjur adalah pentjipta rantjangan, orang jang pertama mengamat-amati, melihat dan mengetahui; pemimpin pekerdja jang membatja rantjangan adalah orang jang dapat melihat dan mengetahui, sesudah rantjangan selesai; pekerdja jang menempatkan batu dan genting adalah seorang jang tak dapat melihat dan mengetahui . Terdapatnja gedung-gedung asing dalam tiap-tiap kota bergantung kepada golongan ini : insinjur-insinjur, pemimpin-peimpin pekerdja dan pekerdja-pekerdja ; pendek kata atas usaha mereka bersama. Bahkan segala prestasi-prestasi dunia jang mengagumkan tergantung pada 3 golongan ini ; tetapi golongan jang terbesar dan terpenting diantara mereka ialah orang-orang jang mendjalankan pekerdjaan; djadi golongan jang tak mengetahui dan tak mengerti. Golongan sesudah itu ialah orang-orang jang mengetahui sesuatu<noinclude></noinclude> ifytahqlz1hzto5nhhs2gz4t1gm34t1 Halaman:San min chu i.pdf/238 104 112036 310944 2026-08-10T22:35:38Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310944 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||233}}</noinclude>sesudahnja; golongan terketjuali ialah orang-orang jang pertama-kali mengetahui dan mengerti segala seluk beluk pekerdjaan. Kalau tak terdapat orang-orang jang utama ini, jang pandai melihat dan mengetahui sesuatunja, dunia ini tak akan mempunjai pentjiptapentjipta; begitu pula kalau tak ada orang jang pandai melihat dan mengetahui sesuatunja kemudian, dunia tak akan mempunjai penjo- kong-penjokong, dan achirnja, kalau tak ada orang-orang jang tak dapat mengetahui dan tak dapat melihat sesuatunja, dunia tak akan mempunjai pekerdja-pekerdja jang akan mendjalankan pekerdjaan sesuatu. Dunia perdagangan sudah tentu lebih dulu menginginkan pengusaha-pengusaha atau orang jang tjakap mengambil inisiatip; kemudian baru penjelenggara-penjelenggara dan achirnja sedjumlah besar pekerdja-pekerdja, supaja pekerdjaan dapat diselesaikan dengan hasil jang memuaskan. Kemadjuan dunia bergantung pada 3 tingkat golongan ini dan tak boleh terdapat kekurangan salah satu golongan tingkat itu. Negara-negara didunia, kalau hendak mulai mempraktekkan demokrasi dan merubah pemerintahannja, harus menjerahkan kewadjiban itu kepada tiap-tiap orang jang achli dalam lapangan itu masing-masing ; kepada orang-orang golongan tingkat pertama, sesudah itu kepada orang-orang golongan tingkat kedua dan achirnja kepada orang-orang golongan tingkat ketiga. Kita harus insjaf bahwa demokrasi politik tak dianugerahkan alam kepada kita, ia tertjipta oleh perdjuangan umat manusia. Kita harus mentjiptakan demokrasi dan memberikannja kepada rakjat, tetapi sekali-kali djangan ditunggu sampai rakjat mengangkat sendjata untuk mentjapainja. Beberapa hari jang lalu saja mengundjungi seorang pembesar Djepang di Korea. Sesudah kami bertjakap-tjakap seketika, saja mempergunakan kesempatan untuk menanjakan peri hal revolusi di Korea dan apakah menurut pikirannja, revolusi itu akan berhasil atau tidak. Karena ia tak mendjawab pertanjaan saja dengan tjepat, saja menanjakan sekali lagi, bagaimana sikap pembesar-pembesar Djepang di Korea terhadap hak-hak politik rakjat Korea. Ia mendjawab : „ Kami hanja dapat menanti dan menjaksikan bentuk demokrasi apa jang diingini rakjat Korea ; kalau mereka sudah tjukup mengetahui, bahwa mereka berdjuang untuk hak-hak mereka, kami tak boleh tidak akan menjerahkan kedaulatan politik kepada mereka kembali. Tetapi pada waktu ini mereka tak banjak menge<noinclude></noinclude> 1o1547pa8ocwzb8r1l00t3048fzm4zh Halaman:San min chu i.pdf/239 104 112037 310946 2026-08-10T22:36:07Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310946 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||234}}</noinclude>tahui tentang perdjuangan jang dilakukan mereka, sebab itu kami bangsa Djepang terpaksa memerintah Korea untuk mereka". Perkataan-perkataan demikian memang enak dan bagus terdengarnja, tetapi kita jang masuk golongan kaum revolusioner tak boleh memperlakukan bangsa kita seperti Djepang memperlakukan bangsa Korea dan tak boleh pula menunggu memberikan demokrasi kepada rakjat kita sampai mereka mengangkat sendjata untuk merebut demokrasi. Oleh karena di Tiongkok, golongan orang-orang jang tak dapat melihat atau mengerti, termasuk djumlah jang terbanjak, dan kalau kita menunggu beribu tahun sedjak sekarang saja chawatir, apakah seluruh rakjat sudah akan mengerti bahwa mereka harus berdjuang untuk mentjapai hak mereka. Sebab itu mereka jang menjombongkan diri bahwa mereka tergolong orang-orang jang dapat melihat kemuka atau sesudahnja, djanganlah berbuat seperti orang Djepang, jang hanja memperhitungkan kepentingan-kepentingan mereka, tetapi haruslah mendahulukan kepentingan rakjat dan menjerahkan kekuasaan politik seluruh negara kedalam tangan rakjat. Karena Barat belum berhasil memetjahkan kesukaran2 demokrasi pada waktu ini kita hanja dapat menemukan suatu tjara jang bersendikan meniru-niru Barat sadja. Kita harus mentjari suatu tjara baru ; dan tjara baru itu tergantung pada suatu perubahan sikap terhadap pemerintah, seperti pernah dikatakan ahli pengetahuan Swis itu. Tetapi untuk mentjapai perubahan sikap ini, kita harus pandai memisahkan kedaulatan dan kesanggupan dengan njata. Untuk membantu kita dalam penjelidikan kearah ini, marilah kita menilik beberapa hal jang disebut dalam uraian jang lalu. Hal pertama ialah definisi kita tentang kedaulatan rakjat ; dengan singkat : kedaulatan rakjat berarti pengawasan rakjat terhadap pemerintah. Untuk mendjelaskan hal ini lebih landjut : Siapakah jang mengawasi pemerintahan diwaktu dahulu ? Dua buah kalimat Tiongkok kuno mengatakan „Siapa jang tak mempunjai suatu kedudukan pada pemerintah, tak tjampur tangan dengan pemerintahan" dan rakjat biasa tak ada dalam dewan-dewan" . Kedua kalimat ini memperlihatkan bahwa kekuasaan politik pada umumnja sama sekali berada dalam tangan kaisar dan tak mempunjai hubungan sama sekali dengan rakjat. Kita jang sekarang membela demokrasi menghendaki supaja kekuasaan politik diserahkan ke<noinclude></noinclude> az1nazyzgnzp0974f8dw4s4djia2z6m Halaman:San min chu i.pdf/256 104 112038 310948 2026-08-10T22:37:51Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310948 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||251}}</noinclude>Kebanjakan mesin-mesin pabrik didapatkan pada 100 tahun jang lalu atau lebih, tetapi siapakah sekarang jang masih sudi mempergunakan mesin-mesin jang buat dalam satu abad jang lalu ? Mesinmesin ini sudah lama dan sudah tua. Diantara mesin-mesin jang dipergunakan dalam perdagangan, industri dan pertanian, tak ada jang lebih tua dari 10 tahun ; karena dalam setiap 10 tahun ditemukan pendapat-pendapat baru jang tak terhitung banjaknja serta perbaikan-perbaikan setiap tahun boleh dikatakan mendapat kemadjuan . Akan tetapi mesin politik pada 100 tahun jang lalu masih dipergunakan djuga sekarang. Tiap-tiap orang, dalam bentuk mesin tenaga manusia dapat diubah menurut kemauan masing-masing, tetapi seluruh organisasi tak mudah dibangunkan kembali mulai dari dasarnja, karena kebiasaan-kebiasaan jang telah berurat berakar, serta hubungan rapat dari kegiatan penghidupan. Kalau tak diadakan suatu perubahan jang besar seperti suatu revolusi, tak akan mungkinlah dalam waktu biasa untuk menjingkirkan sama sekali organisasi-organisasi kuno. Hal ini mendjelaskan kepada kita, apa sebabnja mesin materi Barat madju demikian tjepat, sedangkan mesin politiknja lambat sekali madjunja serta mengalami kesukaran jang demikian rupa. Dalam dua uraian jang terachir saja mengatakan bahwa orangorang Barat belum menemukan suatu tjara bekerdja jang fundamentil untuk mendjalankan pemerintahan demokrasi. Hal ini disebabkan karena mereka belum mentjobakan mesin politik mereka dengan berhati-hati dan teliti. Sebelum kita memperoleh mesinmesin materi jang kita lihat sekarang ini, telah diadakan terlebih dulu beribu-ribu pertjobaan-pertjobaan dan perbaikan-perbaikan. Marilah kita melihat kembali kezaman, ketika mesin baru sadja diketemukan dan apakah jang akan Tuan-tuan lihat ? Diantara Tuan-tuan jang mempeladjari sedjarah mesin tentu mengetahui riwajat perkembangannja jang mengagumkan itu. Ambillah riwajat motor umpamanja. Mesin-mesin dalam motor pertama kalinja hanja dapat bergerak kemuka ; mesin-mesin ini termasuk dalam mesin- mesin .,,gerak tunggal" , tidak dalam mesin-mesin gerak dua " seperti mesin2 jang modern sekarang ini. Pada waktu sekarang mesin kendaraan seperti lokomotip dan kapal-api termasuk dalam mesin-mesin ,,gerak dua". Riwajat ,,tenaga" djuga demikian halnja:<noinclude></noinclude> q77z0rpltcyl24umc16uqftj0e8vixd Halaman:San min chu i.pdf/382 104 112039 310949 2026-08-10T22:37:53Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310949 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>377 kaum buruh Tionghoa jang murah serta katun Tiongkok jang rendah harganja dan disamping itu pula dengan menggunakan mesin-mesin seperti jang terdapat pada bangsa-bangsa asing, sudah tentu pabrik-pabrik di Tiongkok akan memperoleh keuntungan besar sekali sedangkan pabrik-pabrik asing akan menderita kerugian dengan mengirim barang-barang ke Tiongkok. Tetapi kenjataan membuktikan kebalikannja. Apakah sebabnja ? Sebab-sebabnja terutama ialah : industri katun di Tiongkok menderita serangan dan kekuasaan politik asing. Bangsa asing tak hanja menindas Tiongkok dengan kekuatan ekonomi sadja; tenaga ekonomi merupakan tenaga alam, jang kita sebut Wang-tao atau djalan keradjaan. Kalau bangsa asing pada suatu ketika merasa bahwa tenaga ekonomi mereka makin lemah dan tak dapat mentja- pai tudjuan mereka dengan djalan-djalan lain, maka mereka akan menggunakan kekuatan politik. Kekuatan politik ini disebut di Tiongkok pa-tao. Pekerdjaan tangan Tiongkok dahulu bersaingan dengan mesin asing dan achirnja pekerdjaan tangan ini menderita kekalahan dan kerugian; tetapi hal ini semata-mata suatu soal ekonomi. Kegagalan pabrik-pabrik kain di Tiongkok sesudah Perang Eropah untuk menjaingi pabrik-pabrik kain asing dengan meniru dan mempergunakan alat-alat mesin mereka, bukanlah merupakan suatu soal ekonomi tetapi soal politik. Tjara-tjara apakah jang dipakai bangsa asing dalam kekuasaan politik mereka terhadap Tiongkok ? Sedjak pemerintahan Manchu kalah berperang dengan bangsa asing di Tiongkok, Tiongkok terpaksa menanda tangani persetudjuan-persetudjuan pintjang. Bangsa- bangsa asing masih tetap menggunakan persetudjuan ini untuk mengikat Tiongkok dan sebagai akibatnja ; Tiongkok gagal dalam segala pertjobaan membangunkan diri. Kalau Tiongkok berdiri diatas dasar politik sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain dan dapat ia bersaingan bebas dalam lapangan ekonomi, tentu Tiongkok dapat membangunkan dirinja kembali dengan tak menemukan kegagalan lagi. Tetapi sedjak bangsa asing selalu menggunakan kekuatan politik sebagai pelindung dalam maksud-maksud ekonominja, maka sedjak itu pula Tiongkok tak berhasil melawan dan bersaingan dengan mereka. Apakah hubungan berbagai-bagai persetudjuan itu dengan soal katun ? Kalau negeri asing mengirim benang katun kepelabuhan<noinclude></noinclude> bs76d05czol96qfoae9gjozwsmo4z7h 310954 310949 2026-08-10T22:39:56Z Ichi Ocha 26099 310954 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||377}}</noinclude>kaum buruh Tionghoa jang murah serta katun Tiongkok jang rendah harganja dan disamping itu pula dengan menggunakan mesin-mesin seperti jang terdapat pada bangsa-bangsa asing, sudah tentu pabrik-pabrik di Tiongkok akan memperoleh keuntungan besar sekali sedangkan pabrik-pabrik asing akan menderita kerugian dengan mengirim barang-barang ke Tiongkok. Tetapi kenjataan membuktikan kebalikannja. Apakah sebabnja? Sebab-sebabnja terutama ialah: industri katun di Tiongkok menderita serangan dan kekuasaan politik asing. Bangsa asing tak hanja menindas Tiongkok dengan kekuatan ekonomi sadja; tenaga ekonomi merupakan tenaga alam, jang kita sebut Wang-tao atau djalan keradjaan. Kalau bangsa asing pada suatu ketika merasa bahwa tenaga ekonomi mereka makin lemah dan tak dapat mentjapai tudjuan mereka dengan djalan-djalan lain, maka mereka akan menggunakan kekuatan politik. Kekuatan politik ini disebut di Tiongkok ''pa-tao''. Pekerdjaan tangan Tiongkok dahulu bersaingan dengan mesin asing dan achirnja pekerdjaan tangan ini menderita kekalahan dan kerugian; tetapi hal ini semata-mata suatu soal ekonomi. Kegagalan pabrik-pabrik kain di Tiongkok sesudah Perang Eropah untuk menjaingi pabrik-pabrik kain asing dengan meniru dan mempergunakan alat-alat mesin mereka, bukanlah merupakan suatu soal ekonomi tetapi soal politik. Tjara-tjara apakah jang dipakai bangsa asing dalam kekuasaan politik mereka terhadap Tiongkok? Sedjak pemerintahan Manchu kalah berperang dengan bangsa asing di Tiongkok, Tiongkok terpaksa menanda tangani persetudjuan-persetudjuan pintjang. Bangsa-bangsa asing masih tetap menggunakan persetudjuan ini untuk mengikat Tiongkok dan sebagai akibatnja; Tiongkok gagal dalam segala pertjobaan membangunkan diri. Kalau Tiongkok berdiri diatas dasar politik sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain dan dapat ia bersaingan bebas dalam lapangan ekonomi, tentu Tiongkok dapat membangunkan dirinja kembali dengan tak menemukan kegagalan lagi. Tetapi sedjak bangsa asing selalu menggunakan kekuatan politik sebagai pelindung dalam maksud-maksud ekonominja, maka sedjak itu pula Tiongkok tak berhasil melawan dan bersaingan dengan mereka. Apakah hubungan berbagai-bagai persetudjuan itu dengan soal katun? Kalau negeri asing mengirim benang katun kepelabuhan<noinclude></noinclude> dp7vkuq3v1q6c53ayhqa2o78vw5gvgk 310956 310954 2026-08-10T22:40:58Z Ichi Ocha 26099 310956 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||377}}</noinclude>kaum buruh Tionghoa jang murah serta katun Tiongkok jang rendah harganja dan disamping itu pula dengan menggunakan mesin-mesin seperti jang terdapat pada bangsa-bangsa asing, sudah tentu pabrik-pabrik di Tiongkok akan memperoleh keuntungan besar sekali sedangkan pabrik-pabrik asing akan menderita kerugian dengan mengirim barang-barang ke Tiongkok. Tetapi kenjataan membuktikan kebalikannja. Apakah sebabnja? Sebab-sebabnja terutama ialah: industri katun di Tiongkok menderita serangan dan kekuasaan politik asing. Bangsa asing tak hanja menindas Tiongkok dengan kekuatan ekonomi sadja; tenaga ekonomi merupakan tenaga alam, jang kita sebut Wang-tao atau djalan keradjaan. Kalau bangsa asing pada suatu ketika merasa bahwa tenaga ekonomi mereka makin lemah dan tak dapat mentjapai tudjuan mereka dengan djalan-djalan lain, maka mereka akan menggunakan kekuatan politik. Kekuatan politik ini disebut di Tiongkok ''pa-tao''. Pekerdjaan tangan Tiongkok dahulu bersaingan dengan mesin asing dan achirnja pekerdjaan tangan ini menderita kekalahan dan kerugian; tetapi hal ini semata-mata suatu soal ekonomi. Kegagalan pabrik-pabrik kain di Tiongkok sesudah Perang Eropah untuk menjaingi pabrik-pabrik kain asing dengan meniru dan mempergunakan alat-alat mesin mereka, bukanlah merupakan suatu soal ekonomi tetapi soal politik. Tjara-tjara apakah jang dipakai bangsa asing dalam kekuasaan politik mereka terhadap Tiongkok? Sedjak pemerintahan Manchu kalah berperang dengan bangsa asing di Tiongkok, Tiongkok terpaksa menanda tangani persetudjuan-persetudjuan pintjang. Bangsa-bangsa asing masih tetap menggunakan persetudjuan ini untuk mengikat Tiongkok dan sebagai akibatnja; Tiongkok gagal dalam segala pertjobaan membangunkan diri. Kalau Tiongkok berdiri diatas dasar politik sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain dan dapat ia bersaingan bebas dalam lapangan ekonomi, tentu Tiongkok dapat membangunkan dirinja kembali dengan tak menemukan kegagalan lagi. Tetapi sedjak bangsa asing selalu menggunakan kekuatan politik sebagai pelindung dalam maksud-maksud ekonominja, maka sedjak itu pula Tiongkok tak berhasil melawan dan bersaingan dengan mereka. Apakah hubungan berbagai-bagai persetudjuan itu dengan soal katun? Kalau negeri asing mengirim benang katun kepelabuhan<noinclude></noinclude> 6gp0h67u4272s1lgqut7r1wtxfoasju Halaman:San min chu i.pdf/383 104 112040 310950 2026-08-10T22:38:07Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310950 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>378 kita, bea jang dipungut hanja lima persen ; kalau benang itu disebarkan kedalam negeri kita, barang-barang itu dikenakan bea likin dua setengah persen. Djadi semuanja, benang dan kain asing hanja dikenakan bea tudjuh setengah persen, sedangkan mereka mendapat pasar tak terbatas diseluruh Tiongkok. Tetapi bagaimanakah keadaan benang dan bahan kain keluaran pabrik sendiri ? Diwaktu dinasti Manchu rakjat Tiongkok tak tahu apa2 ; mereka mendengar sadja akan andjuran-andjuran bangsa asing dan lalu mengenakan bea lima persen atas kain-kain jang dibuat di Tiongkok sendiri, seperti djuga halnja dengan kain jang datang dari luar negeri. Tetapi kain-kain buatan Tiongkok jang sampai di-bagian2 Tiongkok sebelah dalam, sama sekali tak seperti kain-kain asing membajar bea likin sekali sadja ; kain-kain Tiongkok harus membajar bea likin ditiap-tiap stasiun. Kalau kain Tiongkok diharuskan pula membajar bea seperti jang dikenakan terhadap kain asing ; ditambah lagi harus membajar bea likin lebih banjak dari pada kain asing, sudah tentu harganja djadi tinggi sangat. Dan kalau kain buatan rakjat djelata terlalu mahal , sudah tentu kain-kain itu tak dapat disebarkan keseluruh propinsi-propinsi ; itulah sebabnja meskipun kain buatan kita sendiri dibuat dengan mesn-mesin sekalipun tak dapat bersaingan dengan kain-kain jang diimpor. Negeri-negeri asing menggunakan persetudjuan-persetudjuan untuk mengikat bea masuk dan bea likin di Tiongkok ; doane-doane atau stasiun- stasiun likin tak bebas untuk menaikkan tarip-tarip atas barang-barang asing, tetapi mereka boleh menaikkan bea atas barang-barang buatan Tiongkok sendiri. Umpamanja, doane di Canton bukan ditaruh dibawah penilikan orang Tionghoa, tetapi dibawah penilikan orang asing ; kita tak bebas untuk menaikkan bea atas barang-barang asing, tetapi bangsa asing dapat menaikkan bea atas barang-barang Tiongkok jang meliwati doane. Lebihlebih lagi sesudah meliwati doane, barang Tiongkok harus lagi membajar bea likin beberapa kali, sedangkan barang-barang asing hanja sekali sadja membajar bea likin dan boleh liwat terus kemana-mana dengan leluasa, dengan tak menemui halangan disegenap negeri. Karena tarip bea atas barang asing dan barang Tiongkok begitu berat sebelah, sudah tentu barang-barang buatan Tiongkok sendiri mendekati kemusnahannja.<noinclude></noinclude> omaiz2aid1wybutp9q9o034avefz4zb 310959 310950 2026-08-10T22:42:39Z Ichi Ocha 26099 310959 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||378}}</noinclude>kita, bea jang dipungut hanja lima persen; kalau benang itu disebarkan kedalam negeri kita, barang-barang itu dikenakan bea likin dua setengah persen. Djadi semuanja, benang dan kain asing hanja dikenakan bea tudjuh setengah persen, sedangkan mereka mendapat pasar tak terbatas diseluruh Tiongkok. Tetapi bagaimanakah keadaan benang dan bahan kain keluaran pabrik sendiri? Diwaktu dinasti Manchu rakjat Tiongkok tak tahu apa2; mereka mendengar sadja akan andjuran-andjuran bangsa asing dan lalu mengenakan bea lima persen atas kain-kain jang dibuat di Tiongkok sendiri, seperti djuga halnja dengan kain jang datang dari luar negeri. Tetapi kain-kain buatan Tiongkok jang sampai di-bagian2 Tiongkok sebelah dalam, sama sekali tak seperti kain-kain asing membajar bea likin sekali sadja; kain-kain Tiongkok harus membajar bea likin ditiap-tiap stasiun. Kalau kain Tiongkok diharuskan pula membajar bea seperti jang dikenakan terhadap kain asing; ditambah lagi harus membajar bea likin lebih banjak dari pada kain asing, sudah tentu harganja djadi tinggi sangat. Dan kalau kain buatan rakjat djelata terlalu mahal , sudah tentu kain-kain itu tak dapat disebarkan keseluruh propinsi-propinsi; itulah sebabnja meskipun kain buatan kita sendiri dibuat dengan mesn-mesin sekalipun tak dapat bersaingan dengan kain-kain jang diimpor. Negeri-negeri asing menggunakan persetudjuan-persetudjuan untuk mengikat bea masuk dan bea likin di Tiongkok; doane-doane atau stasiun- stasiun likin tak bebas untuk menaikkan tarip-tarip atas barang-barang asing, tetapi mereka boleh menaikkan bea atas barang-barang buatan Tiongkok sendiri. Umpamanja, doane di Canton bukan ditaruh dibawah penilikan orang Tionghoa, tetapi dibawah penilikan orang asing; kita tak bebas untuk menaikkan bea atas barang-barang asing, tetapi bangsa asing dapat menaikkan bea atas barang-barang Tiongkok jang meliwati doane. Lebihlebih lagi sesudah meliwati doane, barang Tiongkok harus lagi membajar bea likin beberapa kali, sedangkan barang-barang asing hanja sekali sadja membajar bea likin dan boleh liwat terus kemana-mana dengan leluasa, dengan tak menemui halangan disegenap negeri. Karena tarip bea atas barang asing dan barang Tiongkok begitu berat sebelah, sudah tentu barang-barang buatan Tiongkok sendiri mendekati kemusnahannja.<noinclude></noinclude> n9ga9mvnfh4q4gxk3z7abnoodgkfqop Halaman:San min chu i.pdf/257 104 112041 310951 2026-08-10T22:38:49Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310951 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||251}}</noinclude>air dimasukkan kedalam sebuah ketel-masak dan dipanaskan dengan batu arang diatas tungku, sampai air itu mendidih dan berubah mendjadi uap ; jang mempunjai tenaga besar ini dialirkan melalui pipa-pipa sampai pada satu ruangan atau silinder jang didalamnja terdapat sebuah alat jang kita namakan „klep hidup"; orang asing menamakan „pompa pengisap". Pengisap inilah jang menjebabkan mesin berputar dan merupakan bagian jang terpenting dari seluruh mesin. Pengisap pada udjung silinder didorong uap sampai kepangkal ; kalau tenaga uap sudah habis terpakai, uap baru dialirkan kepangkal silinder dan uap ini mendesak pengisap keudjung kembali. Pengisap bergerak dari udjung kepangkal dan kembali lagi dengan tak berhenti-hentinja inilah tenaga jang menggerakkan motor. Dahulu hanja air sadja jang dipergunakan untuk memperoleh tenaga, tetapi sekarang minjak jang dinamakan , minjak gas" djuga dipakai ; minjak sangat mudah menguap dan kalau sudah djadi uap, dapat mendesak pengisap. Akan tetapi, baik air maupun minjak dipergunakan sebagai tenaga gerak, prinsipnja sama. Pergerakan pengisap jang terus-menerus hanja menjebabkan mesin berputar dan melakukan segala pekerdjaan jang diinginkan. Mesinlah jang mendjalankan kapal-kapal api dan mendorong kereta-kereta api jang berdjalan beribu-ribu mil sehari atau mengangkat berbagai-bagai muatan jang akan didjual ditempat-tempat lain. Mesin pada waktu ini merupakan suatu alat jang manakdjubkan walaupun prinsip pengisap itu sangat sederhana sekali. Ketika alat pengisap baru sadja ditemukan, alat ini hanja dapat mengambil uap dari satu arah dan bergerak kemuka sadja alat itu tak dapat mengambil uap dari arah lain dan bergerak kebelakang, gerak inilah jang dinamakan gerak tunggal" . Keadaan ini mengakibatkan kesusahan-kesusahan dalam pemakaian mesin. Ketika mesin untuk mengindjak-indjak kapas dipergunakan buat pertama kali, setiap mesin memerlukan seorang tukang disampingnja, untuk mendorong tangkai pengisap kembali, sesudah gerak kemuka selesai ; kalau tidak dilakukan demikian, uap tak dapat mendorong pengisap kemuka lagi. Anak-anaklah jang dipekerdjakan untuk membantu gerak pulang-balik itu. Alangkah berbeda effi- siensinja ,,gerak dua" dari pengisap modern jang tak memerlukan pertolongan lagi.<noinclude></noinclude> mrqu1kd44r4lfjprg3pm07ay3vl6uph Halaman:San min chu i.pdf/258 104 112042 310952 2026-08-10T22:39:22Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310952 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||253}}</noinclude>Apa langkah seterusnja didalam kemadjuan pengisap jang modern seperti sekarang ini ? Insinjur jang membuat supaja pengisap itu dapat kembali ketempat asalnja dengan kekuatan sendiri. Pabrik kapas pada waktu itu tak begitu besar dan meskipun hanja berisi 10 atau 20 buah mesin-mesin gerak tunggal, disamping tiap mesin diperlukan pula seorang anak sebagai pembantu. Tiap-tiap hari anak-anak ini dipekerdjakan untuk menarik tangkai pengisap ketempat asalnja dengan melakukan satu gerak jang sama; begitulah seterusnja. Mereka tentu sadja menganggap pekerdjaan ini sebagai suatu pekerdjaan jang sangat mendjemukan. Seorang pemimpin pekerdja harus tetap mengawasi dan menegur mereka supaja bekerdja terus ; kalau pemimpin pekerdja itu meninggalkan mereka sebentar sadja, anak-anak ini berhenti menarik tangkai pengisap dan mulai bermain-main. Salah seorang diantara mereka ada jang sangat tjerdik tetapi djuga sangat pemalas ; ia segan sekali menarik tangkai pengisap itu terus menerus dengan tangannja, sebab itu ia mentjari akal untuk menemukan tjara lain. Ia mengikatkan seutas tali dan sepotong kaju diatas mesin itu, sedemikian rupa hingga pengisap itu kembali ketempat asalnja dengan kekuatan sendiri, sesudah melakukan gerakan kemuka. Dengan tak memakai pertolongan tangan seorang anak lagi, pengisap itu sekarang dapat kembali dan meneruskan pergerakannja dengan tak usah berhenti. Kepandaian anak ini dengan segera ditiru kawan2nja dan tak lama kemudian seluruh gerombolan anak2 itu membuat mesin mereka bergerak otomatis dengan bantuan seutas tali dan sepotong kaju, sedangkan mereka bermain-main disampingnja dengan tak memperdulikan mesin-mesin mereka sedikit djuga. Tatkala pemimpin pekerdja kembali kepabrik dan melihat anakanak semuanja bermain-main serta tak ada jang berdiri disamping mesin mereka untuk menarik tangkai pengisap itu kembali , ia sangat keheranan dan berpikir ,,Bagaimanakah anak-anak ini dapat bermain-main, sedangkan mesin-mesin terus djuga bergerak pulang balik dengan tenaga sendiri. Apakah akal anak-anak ini. Hal ini gandjil sekali! " Kemudian pemimpin pekerdja itu menjelidiki sebabsebab gerak otomatis ini dan memberitakan hasil-hasil penjelidikannja itu kepada seorang insinjur. Insinjur itu menganggap tjara-tjara jang dipergunakan anak-anak itu sangat penting dan berguna ;<noinclude></noinclude> p5j3qtub3hdxadob75l082t4g0sy08z Halaman:San min chu i.pdf/259 104 112043 310953 2026-08-10T22:39:53Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310953 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||254}}</noinclude>dengan membawa beberapa perbaikan-perbaikan ia menjempurnakan mesin itu. Kedjadian inilah jang menjebabkan mesin-mesin modern kita dapat djadi otomatis . Mesin pemerintah demokrasi selama 100 tahun jang penghabisan ini tak mengalami perubahan. Kalau kita mempeladjari mesin itu kita akan menemukan bahwa diberbagai-bagai negara, demokrasi dalam praktek hanja terdiri dari hak memilih sadja. Ini berarti bahwa rakjat hanja mempunjai kekuasaan atas ,gerak tunggal", bukan ,,gerak dua " ; mereka hanja dapat memadjukan kedaulatan mereka tetapi tidak sanggup menariknja kembali. Keadaan itu adalah seperti mesin-mesin diwaktu dahulu. Tetapi seorang anak ketjil pernah menemukan bahwa seutas tali dan sepotong kaju dengan bantuan tenaga mesin, sanggup membuat mesin itu bergerak pulang balik dengan sendirinja. Pemerintah demokrasi jang modern tak sanggup menemukan seorang anak jang pemalas jang sanggup mendapatkan suatu djalan untuk mengambil kembali kedaulatan rakjat ! Itulah sebabnja mesin pemerintah demokrasi, sesudah 100 tahun lebih, hanja terbatas sampai kekuasaan memilih sadja, sesudah mentjapai kekuasaan ini, demokrasi dalam waktu jang lama hampir tak memperoleh kemadjuan lagi. Belum ada satu tjara untuk mengawasi orang-orang jang diangkat djadi pemimpin rakjat, meskipun terbukti kelak mereka tak sanggup mendjalankan kewadjiban mereka. Keadaan sematjam ini disebabkan kekurangan mesin demokrasi, jang mengakibatkan pemerintah demokrasi belum menemukan suatu tjara bekerdja jang baik dan itulah sebabnja hanja madju sadja. Kalau kita ingin memperbaiki mesin ini, uraian jang lalu, kita harus membuat pemindahan jang djelas antara kedaulataan dan ketjakapan. Marilah kita melihat kepada mesin kembali: pengawasan dan tenaga dalam mesin terpisah dengan djelas, bagian jang satu melakukan pekerdjaan serta jang lain mengatur gerakannja; tiaptiap bagian terbatas dan tertentu pekerdjaannja. Ambillah mesin dari sebuah kapal api. Kapal-kapal api jang besar sekarang mempunjai berat 50 sampai 60 ribu ton dan mesin jang mendorongnja mempunjai tenaga kuda 100.000 lebih, meskipun begitu tiap2 orang dapat mengawasinja dengan sempurna sekali. Kalau pengawas ini menginginkan supaja kapal bertolak, dapat terdjadi dengan<noinclude></noinclude> oek4wf9cezfdygt5ot5qszvviw1pld7 Halaman:San min chu i.pdf/260 104 112044 310955 2026-08-10T22:40:40Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310955 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||255}}</noinclude>segera, kalau ia menginginkan supaja kapal berhenti dapat pula segera dilakukannja. Sungguh perkembangan mesin ini mentjapai tingkat jang mengagumkan. Ketika mesin baru sadja didapatkan orang tak berani mempergunakan mesin jang mempunjai kekuatan beberapa ratus atau seribu tenaga kuda atau lebih karena kalau tenaga mesin terlalu besar, tak ada seorangpun jang sanggup mengawasinja. Kita biasanja mengukur kekuatan mesin dengan melihat tenaga kuda-nja (Τ.Κ.) . Satu T.K. kiranja sama dengan tenaga bersama dari 8 orang. 10.000 T.K. berarti 80.000 tenaga manusia. Tenaga bergerak dari kapal-kapal penumpang jang besar dan kapal-kapal penempur adalah kira-kira diantara 100.000 sampai 200.000 T.K. Kalau pengawasan kurang sempurna, mesin akan bergerak kemuka dan tak dapat berbalik kembali ; sembojannja : „mesin dapat didjalankan tetapi tak dapat dihentikan" . Kekurangan dalam pengawasan menjebabkan banjak sekali orang-orang pandai mati ketika mengadakan pertjobaan-pertjobaan dengan mereka ; sedjarah mesin penuh dengan riwajat-riwajat dan kedjadian-kedjadian sedih seperti ini ! Orang-orang asing menamakan suatu mesin Frankenstein" , jang dapat didjalankan tetapi tak dapat dihentikan . Sesudah pembuatan mesin bertambah baik dan sempurna, mesinmesin jang ber-T.K. 100.000 atau 200.000 sekalipun dapat diawasi oleh seorang sadja dengan tak membahajakan dirinja sama sekali. 100.000 T.K. berarti 800.000 tenaga manusia ; 200.000 T.K. berarti 1.600.000 tenaga manusia. Tidak akan mudah mengawasi 1.600.000 orang dengan tjara demikian ; sukar bagi seorang untuk memimpin tentara jang berdjumlah 10.000 atau 20.000 orang. Sungguhpun demikian seorang sadja dapat mengendalikan dengan aman dan mudah 1.600.000 tenaga manusia jang terkumpul dalam suatu mesin. Dari keadaan ini dapat kita lihat bahwa mesin-mesin modern memperoleh kemadjuan pesat serta tjara-tjara pengawasan sangat diperbaiki. Ahli-ahli negara dan mahasiswa-mahasiswa bagian Hukum sekarang, berbitjara tentang pemerintahan sebagai suatu mesin dan undang-undang sebagai suatu alat, dan zaman demokrasi kita jang modern memandang rakjat sebagai tenaga gerak dalam pemerintahan. Dizaman otokrasi kuno radja adalah tenaga gerak dan segala pekerdjaan dimulai dan didahului oleh radja. Makin besar kekua<noinclude></noinclude> 790rzkm41t5u149c5ca964xz4ec11mv Halaman:San min chu i.pdf/261 104 112045 310957 2026-08-10T22:41:25Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310957 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||256}}</noinclude>saan pemerintah, makin bertambah kokoh tachta keradjaan. Suatu pemerintahan jang kuat sangat penting untuk melaksanakan perintah-perintah radja dengan baik. Sedjak radja mendjadi tenaga pendorong mesin, maka suatu organisasi pemerintahan jang kuat memungkinkan radja berbuat sesuka hatinja pada kedudukannja jang tinggi menghendaki perubahan-perubahan politik, mendja- lankan penjerangan dalam waktu lama", ber-sedia berperang dan sebagainja. Itulah sebabnja dizaman otokrasi, penambahan kekuatan pemerintahan membawa keuntungan bagi radja dan bukan kerugian. Sebaliknja dalam zaman demokrasi rakjatlah jang mendjadi tenaga gerak dalam pemeritahan. Apakah sebabnja mereka tak mengingini suatu pemerintahan jang kuat ? Karena mereka takut kalau-kalau pemerintah akan mendjadi terlampau kuat sampai tak dapat diawasi lagi dan akan menindas mereka. Oleh karena mereka pernah merasakan penindasan jang meliwati batas dari pemerintah, hingga mereka tak sanggup menanggungkan penderitaan-penderitaan lagi : itulah sebabnja mereka berusaha sekuat tenaga mentjegah penindasan dihari kemudian dengan djalan membatasi kekuasaan pemerintah. Ketika mesin baru sadja diketemukan, seorang anak ketjil sadja, sanggup menarik kembali tangkai pengisap sesudah didorong uap madju kemuka ; hal ini memperlihatkan bahwa tenaga mesin adalah sangat ketjil, tak lebih dari beberapa T.K. Sebuah mesin dengan T.K. 10.000 sudah pasti tak dapat didorong kembali oleh seorang anak ketjil. Karena tjara-tjara jang sempurna tak ada untuk mengawasi mesin, rakjat tidak berani mempergunakan mesin lain dari pada jang bertenaga ketjil sadja. Keadaan ini sama sadja dengan keadaan ketika demokrasi baru sadja dipraktekkan dan tjara-tjara kita mengawasi pemerintah djuga mengetjewakan. Sudah tentu rakjatlah jang mendjadi tenaga gerak dalam suatu negara demokrasi, tetapi rakjat pada setiap waktu harus pula dapat mengambil kembali kekuasaan jang telah mereka lepaskan. Karena itu, rakjat hanja sudi mempergunakan pemerintah jang lemah kekuasaannja ; sebab, kalau hal itu tidak demikian, mereka tidak sanggup untuk mengawasi suatu pemerintahan jang baru T.K. beratus-ratus ribu, disamping itu tidak berani pula untuk memper- gunakannja. Ketakutan akan suatu pemerintah jang kuat dikalangan rakjat Barat pada waktu ini, sama halnja dengan ketakutan akan<noinclude></noinclude> 1h9iiox2q1i3g37xwb9g3oisz63wy1q Halaman:San min chu i.pdf/262 104 112046 310958 2026-08-10T22:42:14Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310958 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||257}}</noinclude>mesin-mesin kuat didalam pabrik-pabrik kuno. Kalau mesin-mesin jang lemah pada waktu permulaannja tak mengalami perubahanperubahan, sampai sekarang ini tentu masih diperlukan orangorang untuk mendorong pengisapnja kembali. Tetapi karena perbaikan-perbaikan terus menerus diadakan pada waktu ini, mesin- mesin tidak membutuhkan orang lagi untuk mendorong pengisapnja kembali dan mesin itu dapat bergerak pulang balik setjara otomatis dengan tenaga sendiri. Tetapi untuk memperbaiki mesin politik mereka, mereka tak mentjurahkan perhatian, sedikit djuga karena takut kalau-kalau mereka terlampau banjak memberikan tenaga serta tidak sanggup mengambil kekuasaan mereka kembali . Disamping itu mereka terus menerus memikirkan tjara-tjara untuk membatasi kekuasaan pemerintah, sampai pemerintah tidak berkesempatan untuk mengembangkan kekuasaan, hingga demokrasi terhalang kemadjuannja. Kalau kita melihat hasrat dunia pada waktu ini, kita dapat mengatakan bahwa pikiran2 demokrasi terus-menerus memperoleh kemadjuan, tetapi sebaliknja, sekali-kali tidak ada kemadjuan dalam pengawasan pemerintahan demokrasi itu. Inilah sebabnja negara-negara demokrasi Barat sampai sekarang belum djuga mendapatkan suatu tjara bekerdja jang mempunjai dasar jang kuat. Seperti telah saja katakan dalam uraian jang lalu, kita harus mengadakan pemisahan antara kedaulatan dengan ketjakapan. Kalau kita tudjukan pemisahan ini terhadap pendjelasan mesin tadi, dimanakah terletak ketjakapan dalamnja ? Mesin sendirikah jang mempunjai ketjakapan atau tenaga ? Suatu mesin jang ber-T.K. 100.000, ditambah dengan batu bara dan air setjukupnja akan menimbulkan tenaga atau ketjakapan. Dimanakah terletak kedaulatan ? Insinjur jang mengawasi mesinlah jang sebenarnja berdaulat. Bagaimanapun besarnja djuga tenaga kuda ( T.K. ) mesin, insinjur hanja perlu menggerakkan tangannja dan mesin akan berputar dengan segera pula. Insinjur dapat mengawasi mesin dan mempunjai kekuasaan untuk bertindak menurut kehendaknja ; segera sesudah mesin berputar ia dapat menjuruh kapal api atau kereta api berlari kentjang dan dengan menghentikan mesin sadja, ia dapat pula menghentikan kapal api atau kereta api. Djadi mesin adalah suatu alat jang bertenaga besar, sedang insinjur mempunjai kekuasaan besar dalam hal kedaulatan. San Min Chu I<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude> 3bpg1ffhll1ko7t8bsglbqwpt1tq02l Halaman:San min chu i.pdf/263 104 112047 310960 2026-08-10T22:42:52Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310960 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||258}}</noinclude>Kalau rakjat dalam pengawasan mereka terhadap pemerintah hendak membedakan kedaulatan dengan ketjakapan atau tenaga mereka akan merupakan seorang insinjur jang mengawasi suatu mesin jang besar pula. Kalau demokrasi sudah berkembang dengan sempurna dan tjara-tjara pengawasan pemerintahpun sudah sempurna dan tjara-tjara pengawasan pemerintahpun sudah sempurna pula ; pemerintah akan mendapat tenaga besar, sedangkan rakjat tinggal mengeluarkan pendapat mereka dalam kongres nasional ; kalau mereka menjerang pemerintah, mereka dapat mendjatuhkannja atau kalau mereka menjokong pemerintah, mereka dapat memperkuatnja lagi. Tetapi seperti keadaan sekarang, rakjat tak mempunjai djalan untuk mengawasinja; baikpun mereka mentjela maupun memudji pemerintah, suara mereka tak ada pengaruhnja dan pemerintah tidak memperhatikannja djuga. Sekarang ini pemerintah belum mengalami kemadjuan, meskipun djiwa demokrasi sudah berkembang dengan subur. Rakjat disemua negara insjaf bahwa mesin politik pada waktu ini tidak tjotjok dengan tjita-tjita atau keperluan mereka. Tiongkok sekarang sedang berada dalam waktu revolusi. Kita membela suatu pemerintahan jang berbentuk demokrasi. Pikiranpikiran demokrasi kita dapati dari Barat. Baru-baru ini kita berpikir setjara bagaimanakah jang baik untuk mewudjudkan pikiran-pikiran ini dan membangun suatu negara dibawah pemerintah rakjat. Ketika kita pertama kali mempertimbangkan, bagaimana bentuk pemerintah jang akan kita pergunakan, suatu golongan orang revolusioner jakin bahwa dengan mentjontoh seluruhnja dari Barat dan dengan mengikuti djedjak-djedjak Barat dengan tepat, demokrasi di Tiongkok tentu akan berkembang sampai batas kesempurnaannja pula. Mulamula pikiran-pikiran sematjam ini tidak semuanja salah, karena pemerintah Tiongkok jang kuno sedemikian rupa korupnja, sehingga sedapat mungkin sesudah kita berhasil dalam revolusi dan melenjapkan otokrasi, serta memulai usaha-usaha membangun dengan beladjar dari negara-negara barat jang sudah tentu lebih sempurnanja dari pada pemerintah kuno kita. Kita bertanja, apakah rakjat Barat puas sama sekali dengan keadaan penghidupan sosial dan nasional mereka pada waktu sekarang ini ? Kalau kita hendak membuat penjelidikan jang teliti tentang pemerintah dan masjarakat<noinclude></noinclude> ppzh2f7a2mxg4ao6dzdxn1p26uhgxp1 Halaman:San min chu i.pdf/384 104 112048 310961 2026-08-10T22:43:09Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310961 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>379 Segala negeri-negeri jang berdiri dan mempunjai kedudukan sama tinggi dengan negera-negara di Eropah dan Amerika, semuanja boleh menaikkan tarip beanja sesuka hatinja atas barang-barang impor negeri-negeri lain ; tak ada sebuah negeripun jang diikat dengan persetudjuan. Tiap-tiap pemerintah diberi kekuasaan menaikkan atrip bea sesuka hatinja. Perubahan2 tarip bea ditetapkan oleh sjarat2 ekonomi jang terdjadi diantara negeri sendiri dan negeri asing. Kalau suatu negeri mengekspor barangnja sedjumlah besar kenegeri lain, dimana barang2 itu mungkin menjaingi barang-barang rakjat djelata dalam negeri itu, maka negeri jang didatangi barang itu dapat menaikkan tarip beanja setinggi-tingginja sebagai tindakan menghentikan barang2 asing masuk kedalam negeri dan djuga sebagai tindakan melindungi barang-barang buatan sendiri. Tindakan sematjam ini disebut orang tindakan tarip bea jang bersifat melindungi. Umpamanja, kalau Tiongkok mengirimkan barang-barang ke Djepang, paling sedikit barang itu dikenakan tiga puluh persen bea sedangkan barang2 Djepang sendiri dengan bebas dapat bersebar diseluruh negeri dengan tak dikenakan padjak. Barang-barang Djepang jang berharga seratus yen tak dikenakan bea dan dapat didjual sebanjak seratus dua puluh yen, djadi memperoleh keuntungan bersih dua puluh yen ; tetapi kalau barang Tiongkok seharga seratus yen dikirim ke Djepang dan disana didjual sebanjak seratus dua puluh yen, maka barang Tiongkok itu akan menderita kerugian sepuluh yen dari kapital pembuatan. Dengan djalan demikian dapatlah Djepang menolak barang-barang Tiongkok dan melindungi barang-barang buatan rakjatnja sendiri. Tjara sematjam ini untuk melindungi madjunja industri rakjatnja sendiri dan menolak pemasukan barang-barang asing adalah politik ekonomi jang didjalankan oleh bangsa-bangsa asing pada umumnja. Kalau kita ingin memetjahkan soal penghidupan dan melindungi industri rakjat kita sendiri, supaja mereka tak dapat diserang oleh industri-industri asing, mula-mula kita harus memperoleh kekuatan politik kita kembali untuk melindungi segala apa jang terantjam . Tetapi bangsa Tionghoa pada waktu ini berada dalam tjengkeraman persetudjuan-persetudjuan, bukan sadja mereka kehilangan hak2 kedaulatan mereka, tetapi djuga kekuasaan untuk melindungi industri sendiripun hilang, tetapi ternjata memberikan perlindungan pada<noinclude></noinclude> 8wfstakzc6k9to0ax3u151ps6u94gxn 310965 310961 2026-08-10T22:44:46Z Ichi Ocha 26099 310965 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||379}}</noinclude>Segala negeri-negeri jang berdiri dan mempunjai kedudukan sama tinggi dengan negera-negara di Eropah dan Amerika, semuanja boleh menaikkan tarip beanja sesuka hatinja atas barang-barang impor negeri-negeri lain; tak ada sebuah negeripun jang diikat dengan persetudjuan. Tiap-tiap pemerintah diberi kekuasaan menaikkan atrip bea sesuka hatinja. Perubahan2 tarip bea ditetapkan oleh sjarat2 ekonomi jang terdjadi diantara negeri sendiri dan negeri asing. Kalau suatu negeri mengekspor barangnja sedjumlah besar kenegeri lain, dimana barang2 itu mungkin menjaingi barang-barang rakjat djelata dalam negeri itu, maka negeri jang didatangi barang itu dapat menaikkan tarip beanja setinggi-tingginja sebagai tindakan menghentikan barang2 asing masuk kedalam negeri dan djuga sebagai tindakan melindungi barang-barang buatan sendiri. Tindakan sematjam ini disebut orang tindakan tarip bea jang bersifat melindungi. Umpamanja, kalau Tiongkok mengirimkan barang-barang ke Djepang, paling sedikit barang itu dikenakan tiga puluh persen bea sedangkan barang2 Djepang sendiri dengan bebas dapat bersebar diseluruh negeri dengan tak dikenakan padjak. Barang-barang Djepang jang berharga seratus yen tak dikenakan bea dan dapat didjual sebanjak seratus dua puluh yen, djadi memperoleh keuntungan bersih dua puluh yen; tetapi kalau barang Tiongkok seharga seratus yen dikirim ke Djepang dan disana didjual sebanjak seratus dua puluh yen, maka barang Tiongkok itu akan menderita kerugian sepuluh yen dari kapital pembuatan. Dengan djalan demikian dapatlah Djepang menolak barang-barang Tiongkok dan melindungi barang-barang buatan rakjatnja sendiri. Tjara sematjam ini untuk melindungi madjunja industri rakjatnja sendiri dan menolak pemasukan barang-barang asing adalah politik ekonomi jang didjalankan oleh bangsa-bangsa asing pada umumnja. Kalau kita ingin memetjahkan soal penghidupan dan melindungi industri rakjat kita sendiri, supaja mereka tak dapat diserang oleh industri-industri asing, mula-mula kita harus memperoleh kekuatan politik kita kembali untuk melindungi segala apa jang terantjam. Tetapi bangsa Tionghoa pada waktu ini berada dalam tjengkeraman persetudjuan-persetudjuan, bukan sadja mereka kehilangan hak2 kedaulatan mereka, tetapi djuga kekuasaan untuk melindungi industri sendiripun hilang, tetapi ternjata memberikan perlindungan pada<noinclude></noinclude> 78umn84l592zkqq2hbopqn52hqey52y Halaman:San min chu i.pdf/385 104 112049 310962 2026-08-10T22:43:21Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310962 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>380 industri-industri asing. Dari keadaan-kedaan jang pintjang inilah terbit pengluasan kapital, kemadjuan alat mesin dan keunggulan ekonomi negeri-negeri asing ; tetapi kekuasaan ekonomi asing dibelakangnja ditundjang oleh kekuasaan politik. Itulah sebabnja semasa Perang Eropah, dimana benang dan kain Tiongkok tak bersaingan dengan benang dan kain negeri-negeri asing barulah Tiongkok dapat memperoleh keuntungan besar dalam perusahaan industrinja. Sesudah Perang Eropah, barang-barang asing masuk kembali kepasar-pasar Tiongkok dan mulai lagi menjaingi barangbarang buatan kita sendiri dan achirnja kita menanggung kerugiankerugian besar. Faktor jang terpenting dalam soal pakaian ialah katun. Pada waktu ini kita belum dapat suatu djalan untuk meme- tjahkan soal katun. Perusahaan-perusahaan katun Tiongkok masih merupakan suatu industri jang hidjau sekali, mesin kita belum begitu lengkap dan baik seperti alat-alat mesin negeri asing, dan disiplin serta organisasi-organisasi dalam pabrik-pabrik kita belum begitu sempurna seperti terdapat dalam pabrik-pabrik asing. Demikianlah perusahaan katun Tiongkok, meskipun tak membajar bea likin dan bea masuk, namun masih tetap menghadapi kesukarankesukaran bersaingan dengan negeri-negeri lain. Supaja kita sanggup bersaingan dengan negeri-negeri lain kita harus meniru politik tarip bea negeri-negeri asing. Bagaimanakah pengalaman-pengalaman mereka dalam melaksanakan politik tersebut ? Beberapa puluh tahun berselang, perusahaan-perusahaan Inggeris berada ditingkatan paling atas dalam dunia ini ; barangbarang apa sadja jang dibutuhkan dunia semuanja dikeluarkan oleh Inggeris. Amerika Serikat pada waktu itu masih berada dalam babakan pertanian ; industri-industri ketjil jang tak teguh diindjakindjak oleh perusahaan Inggeris, sampai tak mempunjai kesempatan dan tenaga lagi untuk hidup terus. Achirnja Amerika Serikat mengambil keputusan dengan mengadakan politik melindungi dan melakukan suatu tarip pelindung. Semua barang2 Inggeris jang masuk ke Amerika Serikat harus bajar bea sebanjak lima puluh sampai seratus persen ad valorem. Hal ini mengakibatkan barang-barang Inggeris jang dimasukkan harus mengeluarkan ongkos besar, hingga mereka tak sanggup lagi bersaingan dengan barang-barang Amerika Serikat. Kebanjakan barang-barang Inggeris tak dikirim lagi ke Amerika Serikat dan sedjak itu perusahaan-perusahaan<noinclude></noinclude> 5gknj0jptro0mj71zbra2o2r9aklg11 310967 310962 2026-08-10T22:46:42Z Ichi Ocha 26099 310967 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||380}}</noinclude>industri-industri asing. Dari keadaan-kedaan jang pintjang inilah terbit pengluasan kapital, kemadjuan alat mesin dan keunggulan ekonomi negeri-negeri asing; tetapi kekuasaan ekonomi asing dibelakangnja ditundjang oleh kekuasaan politik. Itulah sebabnja semasa Perang Eropah, dimana benang dan kain Tiongkok tak bersaingan dengan benang dan kain negeri-negeri asing barulah Tiongkok dapat memperoleh keuntungan besar dalam perusahaan industrinja. Sesudah Perang Eropah, barang-barang asing masuk kembali kepasar-pasar Tiongkok dan mulai lagi menjaingi barangbarang buatan kita sendiri dan achirnja kita menanggung kerugiankerugian besar. Faktor jang terpenting dalam soal pakaian ialah katun. Pada waktu ini kita belum dapat suatu djalan untuk memetjahkan soal katun. Perusahaan-perusahaan katun Tiongkok masih merupakan suatu industri jang hidjau sekali, mesin kita belum begitu lengkap dan baik seperti alat-alat mesin negeri asing, dan disiplin serta organisasi-organisasi dalam pabrik-pabrik kita belum begitu sempurna seperti terdapat dalam pabrik-pabrik asing. Demikianlah perusahaan katun Tiongkok, meskipun tak membajar bea likin dan bea masuk, namun masih tetap menghadapi kesukarankesukaran bersaingan dengan negeri-negeri lain. Supaja kita sanggup bersaingan dengan negeri-negeri lain kita harus meniru politik tarip bea negeri-negeri asing. Bagaimanakah pengalaman-pengalaman mereka dalam melaksanakan politik tersebut? Beberapa puluh tahun berselang, perusahaan-perusahaan Inggeris berada ditingkatan paling atas dalam dunia ini; barangbarang apa sadja jang dibutuhkan dunia semuanja dikeluarkan oleh Inggeris. Amerika Serikat pada waktu itu masih berada dalam babakan pertanian; industri-industri ketjil jang tak teguh diindjakindjak oleh perusahaan Inggeris, sampai tak mempunjai kesempatan dan tenaga lagi untuk hidup terus. Achirnja Amerika Serikat mengambil keputusan dengan mengadakan politik melindungi dan melakukan suatu tarip pelindung. Semua barang2 Inggeris jang masuk ke Amerika Serikat harus bajar bea sebanjak lima puluh sampai seratus persen ad valorem. Hal ini mengakibatkan barang-barang Inggeris jang dimasukkan harus mengeluarkan ongkos besar, hingga mereka tak sanggup lagi bersaingan dengan barang-barang Amerika Serikat. Kebanjakan barang-barang Inggeris tak dikirim lagi ke Amerika Serikat dan sedjak itu perusahaan-perusahaan<noinclude></noinclude> q2gdtekwmtxra0vshs0jocjgyx9ftq7 Halaman:San min chu i.pdf/264 104 112050 310963 2026-08-10T22:43:35Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310963 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||259}}</noinclude>Barat, kita akan mendjumpai bahwa dalam negara-negara jang dinamakan pelopor-pelopor demokrasi itu, seperti Amerika Serikat dan Perantjis, rakjat disitu masih mengandjurkan perbaikan-perbaikan dalam tjara memerintah dan masih memikirkan untuk mengadakan revolusi. Mengapakah mereka masih berpikir demikian, pada hal mereka sudah mengalami revolusi-revolusi dalam satu abad jang lalu ? Hal ini membuktikan bahwa kita salah kalau kita mengira bahwa dengan mengikuti Barat kita akan sampai pada suatu pemerintahan jang sempurna dan kalau kita mentjontoh dengan membabi buta sadja kepada Amerika Serikat dan Perantjis, jang masih memikirkan suatu revolusi, kita tak akan dapat menghindarkan suatu revolusi lain dalam seratus tahun sesudah ini. Karena mesin pemerintahan Amerika Serikat dan Perantjis masih memperlihatkan kekurangan jang banjak, hingga belum memuaskan rakjat, baik untuk memenuhi keinginan mereka, maupun untuk memberikan kepada mereka suatu batas kebahagian jang sempurna Sebab itu dalam kita mengadakan pembangunan ini, kita tidak boleh sekali-kali menganggap bahwa meniru Barat pada waktu ini akan berarti kita mentjapai tingkat achir kemadjuan dan akan merasa puas sama sekali. Kalau kita mentjontoh demokrasi jang dipraktekkan seperti di Barat ini, bukankah tiap-tiap keturunan kita akan lebih-lebih merasa tidak puas dan achirnja membawa kita lagi kepada suatu revolusi baru. Kalau sekiranja masih perlu suatu revolusi baru, tidakkah revolusi ini nanti akan memberi kerugian belaka ? Apakah jang harus kita kerdjakan agar revolusi ini tidak merupakan tenaga jang terbuang. Rantjangan-rantjangan apakah jang harus kita wudjudkan agar tertjapai suatu pemerintahan jang kekal dan keamanan terpelihara selama-lamanja, serta melepaskan lelah sesudah mengadakan suatu usaha jang maha hebat " , dan djuga untuk mentjegah ketjelakaan-ketjelakaan dihari kelak ? Mungkinkah kita mempraktekkan tjita-tjita Barat seluruhnja di Tiongkok ? Marilah kita tindjau kembali kemadjuan-kemadjuan peradaban materi Barat. Alat pengangkutan jang terpenting ialah kereta api. Negara Timur jang pertama mengambil rel-rel kereta api sebagai model, adalah Djepang. Tiongkok baru-baru ini sadja insjaf akan kepentingan rel-rel dan keperluannja untuk pembangunan, itulah sebabnja Djepang djauh lebih dahulu mempunjai sistim<noinclude></noinclude> 9n9via6sh9kvivmhmqb33sq82g2bax0 Halaman:San min chu i.pdf/265 104 112051 310964 2026-08-10T22:44:15Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310964 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||260}}</noinclude>rel asing dari pada Tiongkok. Tetapi bandingkanlah rel-rel kereta api di Tiongkok dengan jang di Djepang pada waktu ini. Tuantuan telah pernah merasakan menaiki kereta api di Tiongkok dan di Djepang ; Tuan-tuan djuga mengetahui bahwa bentuk djalan kereta api di Djepang sangat sempit dan kereta-kereta penumpangnja sangat ketjil, sedangkan rel-rel djalan kereta api di Tiongkok, seperti pada perdjalanan Shanghai Nanking atau Peking Hankow sangat lebar dan kereta-kereta penumpang sangat besar pula. Apakah sebabnja djalan-djalan kereta api jang dibangunkan di Tiongkok lebih terlambat dari di Djepang dan apa pula sebabnja djalan-djalan kereta api jang di Tiongkok lebih lebar dan keretakereta penumpangnja lebih besar ? Kereta Tiongkok mentjontoh pendapatan-pendapatan jang terbaru dari Barat, sedangkan Djepang mentjontoh model jang lebih tua. Kalau Tiongkok mentjontoh bentuk kuno dari Djepang dari pada mentjontoh pendapat-pendapat Barat jang terbaru, apakah kita akan merasa puas dalam hal itu ? Eropah dan Amerika dahulu hanja mempergunkan rel jang sempit dan kereta penumpang jang ketjil ; Djepang lekas-lekas meniru bentuk ini ; achirnja Djepang menjesal karena mentjontoh model jang belum sempurna, sebab sesudah itu datang pula model djalan kereta api jang lebih sempurna dan lebih lebar lagi. Apakah kita dalam membuat rel-rel djuga harus meniru model kuno jang belum sempurna itu ? Dalam kenjataan, Tiongkok tidak pernah meniru model dari Djepang jang kuno itu, tetapi meniru modelmodel Barat jang paling baru dan paling berfaedah, serta inilah sebabnja djalan-djalan kereta api kita djauh lebih baik dari pada djalan-djalan kereta api di Djepang. Sembojan kita dalam hal ini ialah : Jang paling achir mendjadi jang paling dulu". Karena sebabsebab sematjam ini dalam mengadakan perubahan-perubahan politik, kita tidak meniru model-model Barat jang kuno itu ; tetapi kita harus mengadakan penjelidikan-penjalidikan jang teliti mengenai keadaan-keadaan politik di Barat dan menjaksikan sampai dimana djauhnja negara-negara Barat madju dalam pemerintahan mereka dan kemudian barulah kita mempeladjari pendapat-pendapat mereka jang paling baru. Hanja dengan tjara demikianlah kita berharap dapat mendahului negara-negara lain. Seperti saja katakan dalam<noinclude></noinclude> 491l89ccvx53m63qog6l3mbux3029yf Halaman:San min chu i.pdf/266 104 112052 310966 2026-08-10T22:44:54Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 310966 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||261}}</noinclude>uraian jang lalu, Eropah dan Amerika belum sampai kedasar-dasarnja mempeladjari soal-soal demokrasi, dan hal ini memberi akibat : rakjat setiap hari berselisih dengan pemerintahnja. Kekuatan demokrasi masih baru, tetapi mesin demokrasi sudah tua. Kalau kita ingin melenjapkan kesukaran-kesukaran demokrasi, kita harus membangunkan sebuah mesin lain, sebuah mesin baru jang berdasarkan prinsip bahwa kedaulatan dan ketjakapan merupakan sifat-sifat jang berbeda-beda. Rakjat harus mempunjai kedaulatan ; mesin pemerintahan harus mempunjai ketjakapan atau tenaga. Mesin-mesin modern jang kuat dan berfaedah didjalankan oleh manusia jang dapat menghidupkan atau mematikannja, menurut kehendak hatinja. Barat berhasil menemukan pendapat-pendapat jang paling sempurna dalam lapangan teknik, tetapi tidak demikian halnja dalam lapangan pemerintahan. Kalau kita mengingini suatu perubahan jang sempurna dalam pemerintahan, kita tidak akan mendjumpai suatu model jang dapat ditjontoh, tetapi kita harus menemukan sendiri suatu djalan jang baru. Apakah kita sanggup melakukan hal demikian ? Sedjak peperangan kaum Boxer, orang-orang Tionghoa sama sekali kehilangan kepertjajaan akan kekuatan mereka. Sikap rakjat pada waktu itu ialah berkepertjajaan penuh terhadap negara-negara asing dan ragu2 terhadap diri sendiri. Bahwa mereka sendiri sanggup mendjalankan sesuatunja sampai berhasil atau menemukan su- tu pendapat jang berharga, hal itu tidak termasuk diakal mereka. Tidak, malahan sebaliknjalah : mereka harus berlari dibelakang Barat dan mentjontoh apa-apa sadja jang berbau Barat. Sebelum peperangan kaum Boxer berkobar, kita mempunjai kepertjajaan jang besar akan diri kita sendiri ; rakjat pertjaja, baha peradaban Tiongkok kuno lebih tinggi dari pada peradaban Barat, dan bahwa ketjakapan djiwa orang Tionghoa djauh lebih tinggi dari pada ketjakapan djiwa orang Barat dan bahwa kita dapat mentjiptakan segala matjam dan djenis pendapat-pendapat baru. Sekarang kita berpikir bahwa hal itu tak mendjadi soal lagi. Kita tidak melihat bahwa peradaban Barat hanja kuat dalam bagian materi dan bukan dalam berbagai-bagai bagian politik. Kalau ditindjau dari sudut teori-teori ilmu fisik, perkembangan peradaban materi, Eropah dan Amerika dalam beberapa puluh tahun ini sangat menakdjubkan.<noinclude></noinclude> omkd0lz16jnw622cw2j4n0qf97wzgov Halaman:San min chu i.pdf/386 104 112053 310968 2026-08-10T22:46:54Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310968 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>381 Amerika mulai tumbuh subur sehingga mereka sekarang dapat ber- saingan dengan perusahaan Inggeris dimana-mana. Beberapa puluh tahun berselang djuga bangsa Djerman jang berdasar permintaan djuga bergantung pada Inggeris untuk barang-barang jang mereka butuhkan. Mereka berada dibawah kekuasaan industri Inggeris. Kemudian, setelah Djerman memakai politik melindungi, industri-industri mereka mulai madju. Tahun-tahun belakangan ini , industri-industri bangsa Djerman lebih madju dari pada industriindustri bangsa manapun. Dari keadaan ini njata sekali, bahwa kalau kita ingin melihat perusahaan Tiongkok madju, haruslah kita menurut politik melindungi seperti jang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Djerman, lalu menolak masuknja barang-barang asing, dan melindungi barang-barang buatan negeri sendiri. Pada waktu ini kekuasaan-kekuasaan asing memperlakukan Tiongkok tak ubahnja sebagai daerah djadjahan dan menggenggam hak2 kedaulatan Tiongkok serta keuangannja. Soal penghidupan tak dapat kita petjahkan dilapangan ekonomi sadja; pertama kita harus kuat dilapangan politik, memusnahkan seluruh persetudjuan2 pintjang dan merebut kembali doane dari penilikan2 bangsa asing. Kemudian barulah kita sanggup menaikkan tarip bea dengan merdeka serta menggunakan politik melindungi. Politik seperti ini menghalangi barang-barang asing membandjir ke Tiongkok, dan tentulah perusahaan negeri kita sendiri sanggup madju. Tiongkok harus memadjukan barang-barang buatan sendiri dan memboikot barang-barang asing. Kita harus mengandjurkan ini bahkan berkali-kali, tetapi bangsa kita belum pernah bersatu dalam melaksanakan gerakan itu hingga gerakan itu tidak berhasil. Djuga, meskipun gerakan bersatu dengan sempurna didjalankan, belum tentu kita akan berhasil, karena kelemahan kekuasaan politik negara kita. Kita tak dapat mengawasi doane kita jang dipegang bangsa asing ; kita tak dapat menaikkan dan menurunkan tarip sesuka hati kita ; dan karena itulah, kita tak dapat djalan untuk menaikkan harga kain asing dan memurahkan harga kain rakjat kita sendiri. Dengan terdapatnja harga kain asing jang lebih murah dari pada kain buatan negeri sendiri seperti terdapat pada keadaan sekarang kita tak boleh mengharapkan dari rakjat kita, biar bagaimanapun semangat patriot mereka, untuk menolak selamanja menerima kain asing dan membeli kain buatan sendiri. Untuk mengharapkan<noinclude></noinclude> my9bfvypd162scr7s8do2kk6xe2q589 310970 310968 2026-08-10T22:48:41Z Ichi Ocha 26099 310970 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||381}}</noinclude> Amerika mulai tumbuh subur sehingga mereka sekarang dapat bersaingan dengan perusahaan Inggeris dimana-mana. Beberapa puluh tahun berselang djuga bangsa Djerman jang berdasar permintaan djuga bergantung pada Inggeris untuk barang-barang jang mereka butuhkan. Mereka berada dibawah kekuasaan industri Inggeris. Kemudian, setelah Djerman memakai politik melindungi, industri-industri mereka mulai madju. Tahun-tahun belakangan ini, industri-industri bangsa Djerman lebih madju dari pada industriindustri bangsa manapun. Dari keadaan ini njata sekali, bahwa kalau kita ingin melihat perusahaan Tiongkok madju, haruslah kita menurut politik melindungi seperti jang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Djerman, lalu menolak masuknja barang-barang asing, dan melindungi barang-barang buatan negeri sendiri. Pada waktu ini kekuasaan-kekuasaan asing memperlakukan Tiongkok tak ubahnja sebagai daerah djadjahan dan menggenggam hak2 kedaulatan Tiongkok serta keuangannja. Soal penghidupan tak dapat kita petjahkan dilapangan ekonomi sadja; pertama kita harus kuat dilapangan politik, memusnahkan seluruh persetudjuan2 pintjang dan merebut kembali doane dari penilikan2 bangsa asing. Kemudian barulah kita sanggup menaikkan tarip bea dengan merdeka serta menggunakan politik melindungi. Politik seperti ini menghalangi barang-barang asing membandjir ke Tiongkok, dan tentulah perusahaan negeri kita sendiri sanggup madju. Tiongkok harus memadjukan barang-barang buatan sendiri dan memboikot barang-barang asing. Kita harus mengandjurkan ini bahkan berkali-kali, tetapi bangsa kita belum pernah bersatu dalam melaksanakan gerakan itu hingga gerakan itu tidak berhasil. Djuga, meskipun gerakan bersatu dengan sempurna didjalankan, belum tentu kita akan berhasil, karena kelemahan kekuasaan politik negara kita. Kita tak dapat mengawasi doane kita jang dipegang bangsa asing; kita tak dapat menaikkan dan menurunkan tarip sesuka hati kita; dan karena itulah, kita tak dapat djalan untuk menaikkan harga kain asing dan memurahkan harga kain rakjat kita sendiri. Dengan terdapatnja harga kain asing jang lebih murah dari pada kain buatan negeri sendiri seperti terdapat pada keadaan sekarang kita tak boleh mengharapkan dari rakjat kita, biar bagaimanapun semangat patriot mereka, untuk menolak selamanja menerima kain asing dan membeli kain buatan sendiri. Untuk mengharapkan<noinclude></noinclude> 1xk1fub6uf4yvg7udc5oqgxw89wd21y Halaman:San min chu i.pdf/387 104 112054 310969 2026-08-10T22:47:08Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310969 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>382 supaja rakjat djangan memakai kain asing dan selamanja memakai kain buatan sendiri ; djadi setjara langsung menentang setiap asas- asas ekonomi perseorangan, sudah tentu tak mungkin dilakukan dalam praktek. Suatu keluarga umpamanja, memakai kain asing seharga tiga puluh dollar tiap-tiap tahun. Sekarang, kalau keluarga ini memboikot kain asing dan memakai kain buatan sendiri sebagai gantinja, maka sikap ini akan meminta harga sampai enam puluh dollar untuk kain-kain jang kwalitetnja sama dengan kain-kain asing jang diboikot ; dengan djalan demikian sesuatu keluarga akan membuang dua sampai tiga puluh dollar lebih banjak tiap2 tahun untuk pakaian. Mungkin keluarga itu ingin mengorbankan uang sebanjak itu sebagai perasaan pendorong semangat patriot, tetapi semangat sematjam itu bertentangan sekali dengan asasasas ekonomi dan tak mungkin tahan lama. Kalau kita ingin berlaku menrut asas-asas ekonomi dan memegang teguh maksud kita, pertama kita harus memusnahkan persetudjuan-persetudjuan pintjang, mendapat pengawasan duane kembali, memperoleh hak leluasa menaikkan dan menurunkan tarip bea, serta sanggup meninggi-rendahkan harga barang asing dan harga barang Tiongkok. Achirnja, kalau sesuatu keluarga membutuhkan kain asing seharga tiga puluh dollar tiap-tiap tahun, dan djumlah itu merupakan harga kain Tiongkok pula dapatlah dengan peraturan keadaan ini tiap-tiap keluarga mengambil keputusan memakai barang-barang buatan negeri sendiri . Kalau kita dapat madju setindak lagi dan dapat memahalkan kain asing dari pada kain buatan sendiri, maka sipemakai kain asing jang mengeluarkan tiga puluh dollar tiap-tiap tahun dapat memakai kain buatan negeri sendiri dengan harga dua puluh dollar; achirnja perusahaan kain kita sendiri sudah tentu dapat merebut kedudukan perusahaan kain bangsa asing dan dengan demikian perusahaan kain kita akan menghadapi zaman kemadjuannja. Tuan-tuan lisat bahwa kalau kita ingin memetjahkan soal pakaian dalam asas-asas Min-sheng kita, haruslah kita memberi bangsa kita rata-rata pakaian buatan negeri sendiri dan mentjegah maksudnja kain-kain asing dalam negeri kita ; disini kita harus menggunakan kekuasaan politik negeri kita. Bahan-bahan mentah jang terpenting jang harus kita pikirkan berhubung dengan soal pakaian kita, ialah sutera, hennep, katun<noinclude></noinclude> fwp483cfmgxdfblj8ef0ab9xeu1jvs6 310971 310969 2026-08-10T22:50:21Z Ichi Ocha 26099 310971 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||382}}</noinclude>supaja rakjat djangan memakai kain asing dan selamanja memakai kain buatan sendiri ; djadi setjara langsung menentang setiap asas-asas ekonomi perseorangan, sudah tentu tak mungkin dilakukan dalam praktek. Suatu keluarga umpamanja, memakai kain asing seharga tiga puluh dollar tiap-tiap tahun. Sekarang, kalau keluarga ini memboikot kain asing dan memakai kain buatan sendiri sebagai gantinja, maka sikap ini akan meminta harga sampai enam puluh dollar untuk kain-kain jang kwalitetnja sama dengan kain-kain asing jang diboikot ; dengan djalan demikian sesuatu keluarga akan membuang dua sampai tiga puluh dollar lebih banjak tiap2 tahun untuk pakaian. Mungkin keluarga itu ingin mengorbankan uang sebanjak itu sebagai perasaan pendorong semangat patriot, tetapi semangat sematjam itu bertentangan sekali dengan asasasas ekonomi dan tak mungkin tahan lama. Kalau kita ingin berlaku menrut asas-asas ekonomi dan memegang teguh maksud kita, pertama kita harus memusnahkan persetudjuan-persetudjuan pintjang, mendapat pengawasan duane kembali, memperoleh hak leluasa menaikkan dan menurunkan tarip bea, serta sanggup meninggi-rendahkan harga barang asing dan harga barang Tiongkok. Achirnja, kalau sesuatu keluarga membutuhkan kain asing seharga tiga puluh dollar tiap-tiap tahun, dan djumlah itu merupakan harga kain Tiongkok pula dapatlah dengan peraturan keadaan ini tiap-tiap keluarga mengambil keputusan memakai barang-barang buatan negeri sendiri. Kalau kita dapat madju setindak lagi dan dapat memahalkan kain asing dari pada kain buatan sendiri, maka sipemakai kain asing jang mengeluarkan tiga puluh dollar tiap-tiap tahun dapat memakai kain buatan negeri sendiri dengan harga dua puluh dollar; achirnja perusahaan kain kita sendiri sudah tentu dapat merebut kedudukan perusahaan kain bangsa asing dan dengan demikian perusahaan kain kita akan menghadapi zaman kemadjuannja. Tuan-tuan lisat bahwa kalau kita ingin memetjahkan soal pakaian dalam asas-asas Min-sheng kita, haruslah kita memberi bangsa kita rata-rata pakaian buatan negeri sendiri dan mentjegah maksudnja kain-kain asing dalam negeri kita; disini kita harus menggunakan kekuasaan politik negeri kita. Bahan-bahan mentah jang terpenting jang harus kita pikirkan berhubung dengan soal pakaian kita, ialah sutera, hennep, katun<noinclude></noinclude> 5gj3gxha2342q8cmyonzar5fir3z2yd Halaman:San min chu i.pdf/388 104 112055 310972 2026-08-10T22:50:46Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310972 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||383}}</noinclude>dan wol. Bahan keempat jaitu wol dihasilkan sedjumlah besar di Tiongkok. Wol Tiongkok lebih baik dari pada wol asing, tetapi industri wol di Tiongkok tak mengalami kemadjuan ; kita tak membuat barang-barang wol, tetapi mengirim wol-wol kita kenegeri lain untuk didjual. Negeri-negeri lain menerima wol kita dan dibuatnja djadi kain-kain wol ; kain-kain wol ini dikirimnja kembali ke Tiongkok untuk didjadikan uang dan diambilnja pula keuntungannja. Kalau kita memperoleh hak kita dan menggunakan kekuasaan negara untuk memadjukan industri wol kita, tak perlulah lagi orang2 Tionghoa membeli kain-kain wol jang mereka butuhkan dalam musim dingin dari negeri asing. Kalau kita mempunjai wol berlebihan, kita dapat mendjual wol itu kepada negeri-negeri lain, seperti djuga kita lakukan dengan sutera-sutera kita. Tetapi sekarang perusahaan-perusahaan wol di Tiongkok belum dimadjukan ; dan itulah sebabnja wol-wol jang berupa bahan mentah tak dapat dipergunakan di Tiongkok lalu didjual dengan harga rendah diluar negeri ; sesudah wol ini didjadikan kain wol dan segala ragam badju, lalu dikirim kembali ke Tiongkok dan didjual kepada kita. Hal ini menundjukkan, bahwa kedua industri katun dan wol berada dibawah kekuasaan politik dan ekonomi asing. Supaja soal pakaian dapat dipetjahkan, kita harus menggunakan tenaga besar seluruh bangsa kita dalam satu gabungan rantjangan jang luas, pertama untuk mendapatkan hak-hak kedaulatan kembali, menggunakan kekuasaan negara untuk memadjukan pertanian dan industri-industri pembuatan barang-barang dari sutera, hennep, katun dan wol, dan mengambil penilikan doane kembali sebagai tindakan melindungı industri-industri ini, menaikkan bea atas bahan-bahan mentah jang diekspor dan atas barang-barang buatan jang diimpor. Tentulah kemudian industri kain kita akan tumbuh subur dan dengan demikian soal pakaian dapat dipetjahkan sebagai mestinja. Sekarang kita berpaling kembali kepada soal pakaian sendiri, sesudah kita meindjau pemetjahan soal bahan pakaian. Pamakaian pakaian dimulai sebagaimana telah pernah saja tuturkan, sebagai pe- lindungi badan dari kedinginan. Fungsi pakaian terutama ialah untuk melindungi badan. Tetapi setelah peradaban madju lagi, pakaian digunakan sebagai perhiasan badan dan demikian kewadjiban pakaian kedua ialah untuk kebagusan, untuk menundjukkan rupa baik" . Orang liar tidak memakai pakaian sebagai perhiasan, tetapi<noinclude></noinclude> l6wizajbkrdiwpwtb4c106xspszq4c4 310974 310972 2026-08-10T22:52:52Z Ichi Ocha 26099 310974 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||383}}</noinclude>dan wol. Bahan keempat jaitu wol dihasilkan sedjumlah besar di Tiongkok. Wol Tiongkok lebih baik dari pada wol asing, tetapi industri wol di Tiongkok tak mengalami kemadjuan; kita tak membuat barang-barang wol, tetapi mengirim wol-wol kita kenegeri lain untuk didjual. Negeri-negeri lain menerima wol kita dan dibuatnja djadi kain-kain wol ; kain-kain wol ini dikirimnja kembali ke Tiongkok untuk didjadikan uang dan diambilnja pula keuntungannja. Kalau kita memperoleh hak kita dan menggunakan kekuasaan negara untuk memadjukan industri wol kita, tak perlulah lagi orang2 Tionghoa membeli kain-kain wol jang mereka butuhkan dalam musim dingin dari negeri asing. Kalau kita mempunjai wol berlebihan, kita dapat mendjual wol itu kepada negeri-negeri lain, seperti djuga kita lakukan dengan sutera-sutera kita. Tetapi sekarang perusahaan-perusahaan wol di Tiongkok belum dimadjukan; dan itulah sebabnja wol-wol jang berupa bahan mentah tak dapat dipergunakan di Tiongkok lalu didjual dengan harga rendah diluar negeri; sesudah wol ini didjadikan kain wol dan segala ragam badju, lalu dikirim kembali ke Tiongkok dan didjual kepada kita. Hal ini menundjukkan, bahwa kedua industri katun dan wol berada dibawah kekuasaan politik dan ekonomi asing. Supaja soal pakaian dapat dipetjahkan, kita harus menggunakan tenaga besar seluruh bangsa kita dalam satu gabungan rantjangan jang luas, pertama untuk mendapatkan hak-hak kedaulatan kembali, menggunakan kekuasaan negara untuk memadjukan pertanian dan industri-industri pembuatan barang-barang dari sutera, hennep, katun dan wol, dan mengambil penilikan doane kembali sebagai tindakan melindungi industri-industri ini, menaikkan bea atas bahan-bahan mentah jang diekspor dan atas barang-barang buatan jang diimpor. Tentulah kemudian industri kain kita akan tumbuh subur dan dengan demikian soal pakaian dapat dipetjahkan sebagai mestinja. Sekarang kita berpaling kembali kepada soal pakaian sendiri, sesudah kita meindjau pemetjahan soal bahan pakaian. Pamakaian pakaian dimulai sebagaimana telah pernah saja tuturkan, sebagai pelindungi badan dari kedinginan. Fungsi pakaian terutama ialah untuk melindungi badan. Tetapi setelah peradaban madju lagi, pakaian digunakan sebagai perhiasan badan dan demikian kewadjiban pakaian kedua ialah untuk kebagusan, untuk menundjukkan rupa baik". Orang liar tidak memakai pakaian sebagai perhiasan, tetapi<noinclude></noinclude> ob0yiqu6g2mzrld8fqascj4oh9k28gn Halaman:San min chu i.pdf/389 104 112056 310973 2026-08-10T22:51:10Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310973 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||384}}</noinclude>mereka mentjatjah dan menandai kulitnja dengan berbagai-bagai warna. Nenek mojang kita menjebut perbuatan ini wen-shen atau merias badan. Meskipun peradaban mengalami kemadjuan, tetapi perhiasan badan masih tetap diperhatikan sebagai kepentingan terutama dari pakaian, sedangkan kepentingan untuk menahan hawa dingin dan pelindungi badan hampir dilupakan sama sekali. Dalam penghidupan mahal sekarang itu penuh dengan persaingan dalam kemewahan, bukan sadja bahan pakaian selalu keluar dalam bentuk baru, tetapi djuga potongan pakaian itu tiap-tiap tahun mengalami perubahan. Pakaian dan perhiasan semangkin merebut perhatian, dan adanja kaum atasan dan beradab menganggap hal itu sama dengan kemadjuan kebudajaan. Ketika autokrasi mengalami kemadjuan, pakaian digunakan terutama untuk membeda-bedakan pangkat, Fungsi ketiga pakaian ialah untuk membeda-bedakan tingkatan masjarakat. Tetapi sekarang demokrasi mengendalikan dunia dan aliran ini tak mem-bedakan orang ; dibawah pemilikan Republik biarpun peradjurit atau kelasi tak akan di-bedakan pakaiannja sebagai salah suatu kaum jang istimewa. Ketiga fungsi pakaian jang kita sebut itu; untuk melindungi badan, untuk menghiasi badan dan untuk membeda-bedakan kaum harus kita tambah dengan jang keempat, jaitu; kelengkapan. Kita beranggapan, bahwa pakaian ialah kebutuhan rakjat dalam zaman ini, dimana rakjat hidup sama rata dan pekerdjaan dipandang sebagai salah satu kewadjiban mulia. Baiklah kita anggap, bahwa pakaian-pakaian jang dibutuhkan rakjat hendaknja, memenuhi kewadjiban-kewadjiban sebagai berikut : ia harus dapat melindungi badan, dilihat pantas, tak menghalangi pekerdjaan. Pakaian sematjam inilah baru dapat dianggap baik. Supaja asas-asas Min-sheng dapat dilaksanakan dalam praktek dan ketiga kepentingan dari pakaian ini dapat dilakukan, maka haruslah - negara kita mendirikan pabrik-pabrik pakaian dimana-mana setjara besar-besaran. Pabrik-pabrik ini harus menghasilkan pakaian-pakai- an jang dibutuhkan rakjat seluruhnja, menurut keadaan penduduk dan hawa musim ditiap-tiap daerah di Tiongkok. Tiap2 kebutuhan orang akan pakaian harus dipenuhi dan tak ada seorangpun boleh diketjualikan. Inilah kewadjiban pemerintah berdasarkan San Min Chu I jang harus dipenuhinja terhadap kebutuhan rakjat berupa kebutuhan pakaian.<noinclude></noinclude> din07g50fygkgan5tph7uph59an75qt 310975 310973 2026-08-10T22:54:05Z Ichi Ocha 26099 310975 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||384}}</noinclude>mereka mentjatjah dan menandai kulitnja dengan berbagai-bagai warna. Nenek mojang kita menjebut perbuatan ini wen-shen atau merias badan. Meskipun peradaban mengalami kemadjuan, tetapi perhiasan badan masih tetap diperhatikan sebagai kepentingan terutama dari pakaian, sedangkan kepentingan untuk menahan hawa dingin dan pelindungi badan hampir dilupakan sama sekali. Dalam penghidupan mahal sekarang itu penuh dengan persaingan dalam kemewahan, bukan sadja bahan pakaian selalu keluar dalam bentuk baru, tetapi djuga potongan pakaian itu tiap-tiap tahun mengalami perubahan. Pakaian dan perhiasan semangkin merebut perhatian, dan adanja kaum atasan dan beradab menganggap hal itu sama dengan kemadjuan kebudajaan. Ketika autokrasi mengalami kemadjuan, pakaian digunakan terutama untuk membeda-bedakan pangkat, Fungsi ketiga pakaian ialah untuk membeda-bedakan tingkatan masjarakat. Tetapi sekarang demokrasi mengendalikan dunia dan aliran ini tak membedakan orang; dibawah pemilikan Republik biarpun peradjurit atau kelasi tak akan di-bedakan pakaiannja sebagai salah suatu kaum jang istimewa. Ketiga fungsi pakaian jang kita sebut itu; untuk melindungi badan, untuk menghiasi badan dan untuk membeda-bedakan kaum harus kita tambah dengan jang keempat, jaitu; kelengkapan. Kita beranggapan, bahwa pakaian ialah kebutuhan rakjat dalam zaman ini, dimana rakjat hidup sama rata dan pekerdjaan dipandang sebagai salah satu kewadjiban mulia. Baiklah kita anggap, bahwa pakaian-pakaian jang dibutuhkan rakjat hendaknja, memenuhi kewadjiban-kewadjiban sebagai berikut: ia harus dapat melindungi badan, dilihat pantas, tak menghalangi pekerdjaan. Pakaian sematjam inilah baru dapat dianggap baik. Supaja asas-asas Min-sheng dapat dilaksanakan dalam praktek dan ketiga kepentingan dari pakaian ini dapat dilakukan, maka haruslah negara kita mendirikan pabrik-pabrik pakaian dimana-mana setjara besar-besaran. Pabrik-pabrik ini harus menghasilkan pakaian-pakaian jang dibutuhkan rakjat seluruhnja, menurut keadaan penduduk dan hawa musim ditiap-tiap daerah di Tiongkok. Tiap2 kebutuhan orang akan pakaian harus dipenuhi dan tak ada seorangpun boleh diketjualikan. Inilah kewadjiban pemerintah berdasarkan San Min Chu I jang harus dipenuhinja terhadap kebutuhan rakjat berupa kebutuhan pakaian.<noinclude></noinclude> dk8zdq8ov3i7325f3ya86tpflhc8x3k Halaman:San min chu i.pdf/270 104 112057 310976 2026-08-10T22:57:36Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310976 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>265 harus mengetahui sedalam-dalamnja apakah jang dinamakan pemerintahan itu ? Dalam uraian I, djilid I telah pernah saja tetapkan ialah suatu suatu definisi jang mengenai arti pemerintahan tjiptaan dari dan untuk rakjat, serta suatu alat pengawasan untuk kepentingan rakjat seluruhnja. Mesin pemerintah jang akan didirikan berdasarkan prinsip ,bahwa kedaulatan berbeda dengan ketjakapan atau tenaga" , tak ubahnja seperti material mesin jang mempunjai tenaga sendiri dan diawasi oleh tenaga dari luar. Dalam membangun negara baru menurut pendapat jang paling baru ini, kita harus pandai memisahkan dengan terang kedua matjam tenaga ini. Tetapi, bagaimana hendak melakukannja ? Pemerintah atau politik mengenai kepentingan rakjat seluruhnja, sedangkan pusat kekuatannja ialah kedaulatan politik. Kedaulatan politik berarti kedaulatan rakjat dan pemerintah jang memusatkan kekuatan-kekuatan jang mengawasi penghidupan rakjat dinamakan tenaga pemerintah atau kekuasaan pemerintah. Djadi dalam politik terdapat dua matjam kekuasaan : kekuasaan politik rakjat dan kekuasaan mengatur pemerintah. Jang pertama merupakan kekuasaan mengawasi sedangkan jang kedua merupakan kekuasaan pemerintahan sendiri. Apakah artinja itu ? Sebuah kapal api mempunjai mesin jang ber-T.K. 100.000 ; perkembangan 100.000 T.K. dan tenaga menggerakkan kapal adalah tenaga mesin sendiri. Tenaga ini boleh disamakan dengan tenaga atau kekuasaan pemerintah. Tetapi pergerakan kapal besar itu untuk madju mundur, kekiri kekanan, berhenti dan madju dengan tingkat ketjepatan jang tergantung sama sekali pada pengawasan seorang insinjur jang pandai. Insinjur ini sangat penting untuk mengarahkan dan mengawasi sebuah mesin jang sempurna ; dengan pengawasan jang sempurna kapal jang bertenaga besar itu dapat disuruh berlajar atau berhenti menurut kemauan insinjur itu. Kekuasaan mengawasi ini boleh dibandingkan dengan pengawasan atas pemerintah jang dinamakan kedaulatan politik. Membangunkan sebuah negara baru tidak ubahnja seperti membangunkan sebuah kapal jang baru. Kalau kita mempergunakan mesin jang bertenaga kurang, sudah tentu pula ketjepatan kapal itu akan kurang pula, ketjepatan pengangkut akan ketjil, sedangkan keuntungan tidak akan berarti.<noinclude></noinclude> ekf3lakxw9y6efic8jqzkyj6c8bax5u 310978 310976 2026-08-10T22:59:37Z Ichi Ocha 26099 310978 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||265}}</noinclude>harus mengetahui sedalam-dalamnja apakah jang dinamakan pemerintahan itu ? Dalam uraian I, djilid I telah pernah saja tetapkan ialah suatu suatu definisi jang mengenai arti pemerintahan tjiptaan dari dan untuk rakjat, serta suatu alat pengawasan untuk kepentingan rakjat seluruhnja. Mesin pemerintah jang akan didirikan berdasarkan prinsip, bahwa kedaulatan berbeda dengan ketjakapan atau tenaga", tak ubahnja seperti material mesin jang mempunjai tenaga sendiri dan diawasi oleh tenaga dari luar. Dalam membangun negara baru menurut pendapat jang paling baru ini, kita harus pandai memisahkan dengan terang kedua matjam tenaga ini. Tetapi, bagaimana hendak melakukannja? Pemerintah atau politik mengenai kepentingan rakjat seluruhnja, sedangkan pusat kekuatannja ialah kedaulatan politik. Kedaulatan politik berarti kedaulatan rakjat dan pemerintah jang memusatkan kekuatan-kekuatan jang mengawasi penghidupan rakjat dinamakan tenaga pemerintah atau kekuasaan pemerintah. Djadi dalam politik terdapat dua matjam kekuasaan: kekuasaan politik rakjat dan kekuasaan mengatur pemerintah. Jang pertama merupakan kekuasaan mengawasi sedangkan jang kedua merupakan kekuasaan pemerintahan sendiri. Apakah artinja itu? Sebuah kapal api mempunjai mesin jang ber-T.K. 100.000; perkembangan 100.000 T.K. dan tenaga menggerakkan kapal adalah tenaga mesin sendiri. Tenaga ini boleh disamakan dengan tenaga atau kekuasaan pemerintah. Tetapi pergerakan kapal besar itu untuk madju mundur, kekiri kekanan, berhenti dan madju dengan tingkat ketjepatan jang tergantung sama sekali pada pengawasan seorang insinjur jang pandai. Insinjur ini sangat penting untuk mengarahkan dan mengawasi sebuah mesin jang sempurna; dengan pengawasan jang sempurna kapal jang bertenaga besar itu dapat disuruh berlajar atau berhenti menurut kemauan insinjur itu. Kekuasaan mengawasi ini boleh dibandingkan dengan pengawasan atas pemerintah jang dinamakan kedaulatan politik. Membangunkan sebuah negara baru tidak ubahnja seperti membangunkan sebuah kapal jang baru. Kalau kita mempergunakan mesin jang bertenaga kurang, sudah tentu pula ketjepatan kapal itu akan kurang pula, ketjepatan pengangkut akan ketjil, sedangkan keuntungan tidak akan berarti.<noinclude></noinclude> 7omcbc6p4rrk0s9qql3vq9p6p1ag1sh Halaman:San min chu i.pdf/271 104 112058 310977 2026-08-10T22:57:47Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310977 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>266 Tetapi kalau kita pasang mesin jang bertenaga tinggi, kapal itu akan mempunjai tingkat ketjepatan jang tinggi pula, akan sanggup mengangkat muatan berat serta membawa keuntungan besar . Misalnja sebuah kapal api dengan 100.000 T.K. dan ketjepatannja 20 Knoop (knots ) ; dapat memberi keuntungan $ 100.000 dalam sekali perdjalanan dua minggu antara Kanton dan Sjanghai. Misalkan lagi kita membangunkan sebuah kapal jang sangat besar dan meletakkan dalam mesinnja 1.000.000 T.K., hingga kapal itu dapat mentjapai ketjepatan 50 knoop dalam sekali perdjalanan satu minggu ; setiap kali perdjalanan akan memberi untung $ 1.000.000. Kapal-kapal api jang paling tjepat didunia sekarang ini terdapat melampaui ketjepatan 20 atau 30 knoop. Tetapi kalau kita dapat membangunkan sebuah kapal api dengan ketjepatan 50 knoop, sudah tentu kapal2 api lain tidak ada jang dapat menandinginja, sedangkan kita akan mempunjai kapal api jang tertjepat dan terbaru diseluruh dunia. Prinsip serupa itu kita pergunakan djuga dalam membangunkan suatu negara. Kalau kita mendirikan sebuah pemerintahan jang lemah dan bertenaga rendah, tentu lapangan pekerdjaan hanja akan terbatas dan hasil-hasil jang ditjapainja tidak akan berarti. Tetapi kalau kita menaruh suatu pemerintahan kuat jang bertenaga tinggi, lapangan pekerdjaannja akan bebas lepas seluas-luasnja dan ia akan mentjiptakan tjita-tjita tinggi dan perbuatan-perbuatan jang luhur. Andaikan suatu pemerintah jang kuat ditempatkan dalam sebuah negara terbesar didunia, bukankah negara itu akan melampaui dan menjelubungi semua negara- negara lain ? Bukankah pemerintah itu tak akan ada bandingannja didunia ini ? Apakah sebabnja negara-negara Barat mempunjai kapal2 api jang mesin-mesinnja bertenaga tinggi, sedangkan disamping itu tidak suatu negara Baratpun jang mempunjai pemerintah jang bertenaga tinggi ? Karena mereka ini hanja sanggup mengawasi mesin jang bertenaga tinggi sadja, tetapi belum dapat menemukan suatu tjara mengawasi pemerintah jang bertenaga tinggi. Kalau kita hendak melenjapkan dan menjampingkan kapal2 tua jang bertenaga rendah, serta membangunkan sebuah kapal baru jang bertenaga tinggi, sebetulnja adalah pekerdjaan jang mudah; tetapi untuk membangunkan sebuah negara banjak hal-hal jang harus diselidiki sampai keakar-akarnja, hingga untuk membangunkan sebuah pe<noinclude></noinclude> 4sgslmo28ucshfze73urkr32pqi6g8r 310979 310977 2026-08-10T23:01:49Z Ichi Ocha 26099 310979 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||266}}</noinclude>Tetapi kalau kita pasang mesin jang bertenaga tinggi, kapal itu akan mempunjai tingkat ketjepatan jang tinggi pula, akan sanggup mengangkat muatan berat serta membawa keuntungan besar. Misalnja sebuah kapal api dengan 100.000 T.K. dan ketjepatannja 20 Knoop (knots); dapat memberi keuntungan $100.000 dalam sekali perdjalanan dua minggu antara Kanton dan Sjanghai. Misalkan lagi kita membangunkan sebuah kapal jang sangat besar dan meletakkan dalam mesinnja 1.000.000 T.K., hingga kapal itu dapat mentjapai ketjepatan 50 knoop dalam sekali perdjalanan satu minggu; setiap kali perdjalanan akan memberi untung $1.000.000. Kapal-kapal api jang paling tjepat didunia sekarang ini terdapat melampaui ketjepatan 20 atau 30 knoop. Tetapi kalau kita dapat membangunkan sebuah kapal api dengan ketjepatan 50 knoop, sudah tentu kapal2 api lain tidak ada jang dapat menandinginja, sedangkan kita akan mempunjai kapal api jang tertjepat dan terbaru diseluruh dunia. Prinsip serupa itu kita pergunakan djuga dalam membangunkan suatu negara. Kalau kita mendirikan sebuah pemerintahan jang lemah dan bertenaga rendah, tentu lapangan pekerdjaan hanja akan terbatas dan hasil-hasil jang ditjapainja tidak akan berarti. Tetapi kalau kita menaruh suatu pemerintahan kuat jang bertenaga tinggi, lapangan pekerdjaannja akan bebas lepas seluas-luasnja dan ia akan mentjiptakan tjita-tjita tinggi dan perbuatan-perbuatan jang luhur. Andaikan suatu pemerintah jang kuat ditempatkan dalam sebuah negara terbesar didunia, bukankah negara itu akan melampaui dan menjelubungi semua negara-negara lain? Bukankah pemerintah itu tak akan ada bandingannja didunia ini? Apakah sebabnja negara-negara Barat mempunjai kapal2 api jang mesin-mesinnja bertenaga tinggi, sedangkan disamping itu tidak suatu negara Baratpun jang mempunjai pemerintah jang bertenaga tinggi? Karena mereka ini hanja sanggup mengawasi mesin jang bertenaga tinggi sadja, tetapi belum dapat menemukan suatu tjara mengawasi pemerintah jang bertenaga tinggi. Kalau kita hendak melenjapkan dan menjampingkan kapal2 tua jang bertenaga rendah, serta membangunkan sebuah kapal baru jang bertenaga tinggi, sebetulnja adalah pekerdjaan jang mudah; tetapi untuk membangunkan sebuah negara banjak hal-hal jang harus diselidiki sampai keakar-akarnja, hingga untuk membangunkan sebuah pe<noinclude></noinclude> hgjdl712lebam20rqrk438ysyhefaes Halaman:San min chu i.pdf/285 104 112059 310980 2026-08-10T23:02:16Z Ichi Ocha 26099 /* Tanpa teks */ 310980 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ichi Ocha" /></noinclude><noinclude></noinclude> 8ksr9rdfjackq99j4sovcea3572yyse Halaman:San min chu i.pdf/364 104 112060 310981 2026-08-10T23:03:59Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310981 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>359 partikulir, sebab dibawah sistim ini, seluruh produksi mengalir kesatu djurusan sadja - keuntungan. Karena produksi makanan bertudjuan keuntungan semata-mata, maka kalau harga makanan dinegeri sendiri rendah, makanan itu dikirim keluar negeri untuk didjual lebih mahal supaja mendapat untung lebih besar. Sebab tudjuan orang-orang partikulir ialah djadi kaja. Meskipun panen gagal, rakjat kekurangan makanan dan banjak jang mati kelaparan, kapitalis-kapitalis partikulir ini tak perduli. Dengan tjara distribusi jang begitu, jang semata-mata mengedjar keuntungan sendiri, soal penghidupan rakjat tentu tak dapat dipetjahkan dengan sempurna. Kalau kita ingin melaksanakan Min-sheng Chu I, kita harus pikirkan pula tjara-tjara pembagian tjara jang tak bertudjuan keuntungan, tetapi memberi makanan jang tjukup pada rakjat. Persediaan makanan Tiongkok sekarang tak mentjukupi, tetapi - tiap tahun kita mengirim beribu-ribu djuta telur, beras dan katjang kedele ke Djepang, ke Eropah dan ke Amerika. Keadaan ini menjerupai keadaan di India : India bukan sadja tak mempunjai persediaan barang makanan tjukup, tetapi djuga tiap-tiap tahun mengalami bahaja kelaparan; meskipun demikian, India berkedudukan negara ketiga jang mengirim barang makanan ke Eropah tiap-tiap tahun. Apakah sebabnja ? Eropah menindas India dengan pengaruh ekonominja. India masih hidup dalam zaman kapitalis, dimana produksi tanaman semata-mata bertudjuan keuntungan kaum kapitalis. Itulah sebabnja, walaupun India mengalami bahaja kelaparan saban tahun kaum kapitalis jang berdiri dibelakang produksi tahu, bahwa memberi makanan kepada berdjuta-djuta orang kelaparan itu tidak akan mendatangkan untung kepada mereka, karena itulah barang makanan itu diangkut keberbagai-bagai negeri di Eropah dan didjual dengan untung besar. Mereka lebih tega membiarkan ber-djuta orang senegerinja jang kelaparan itu, dari pada tidak mendjual barang makanan kenegerinegeri Eropah. Min sheng Chu I kita bertudjuan pembasmian sistim kapitalis. Persediaan barang makanan Tiongkok memang sudah tak tjukup tetapi tiap tahun kita masih mengirim sedjumlah besar barang makanan kenegeri-negeri lain untuk didjual, karena kaum kapitalis mau memperoleh untung kita melaksanakan Min-sheng Chu I, kita harus bikin tudjuan produksi barang makanan bukan keuntungan, tetapi pemberian makanan kepada rakjat seluruhnja.<noinclude></noinclude> jqg37he36g0vrj0l9t4j5697folw9z5 310983 310981 2026-08-10T23:05:47Z Ichi Ocha 26099 310983 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||359}}</noinclude>partikulir, sebab dibawah sistim ini, seluruh produksi mengalir kesatu djurusan sadja - keuntungan. Karena produksi makanan bertudjuan keuntungan semata-mata, maka kalau harga makanan dinegeri sendiri rendah, makanan itu dikirim keluar negeri untuk didjual lebih mahal supaja mendapat untung lebih besar. Sebab tudjuan orang-orang partikulir ialah djadi kaja. Meskipun panen gagal, rakjat kekurangan makanan dan banjak jang mati kelaparan, kapitalis-kapitalis partikulir ini tak perduli. Dengan tjara distribusi jang begitu, jang semata-mata mengedjar keuntungan sendiri, soal penghidupan rakjat tentu tak dapat dipetjahkan dengan sempurna. Kalau kita ingin melaksanakan Min-sheng Chu I, kita harus pikirkan pula tjara-tjara pembagian tjara jang tak bertudjuan keuntungan, tetapi memberi makanan jang tjukup pada rakjat. Persediaan makanan Tiongkok sekarang tak mentjukupi, tetapi tiap tahun kita mengirim beribu-ribu djuta telur, beras dan katjang kedele ke Djepang, ke Eropah dan ke Amerika. Keadaan ini menjerupai keadaan di India: India bukan sadja tak mempunjai persediaan barang makanan tjukup, tetapi djuga tiap-tiap tahun mengalami bahaja kelaparan; meskipun demikian, India berkedudukan negara ketiga jang mengirim barang makanan ke Eropah tiap-tiap tahun. Apakah sebabnja? Eropah menindas India dengan pengaruh ekonominja. India masih hidup dalam zaman kapitalis, dimana produksi tanaman semata-mata bertudjuan keuntungan kaum kapitalis. Itulah sebabnja, walaupun India mengalami bahaja kelaparan saban tahun kaum kapitalis jang berdiri dibelakang produksi tahu, bahwa memberi makanan kepada berdjuta-djuta orang kelaparan itu tidak akan mendatangkan untung kepada mereka, karena itulah barang makanan itu diangkut keberbagai-bagai negeri di Eropah dan didjual dengan untung besar. Mereka lebih tega membiarkan ber-djuta orang senegerinja jang kelaparan itu, dari pada tidak mendjual barang makanan kenegerinegeri Eropah. Min sheng Chu I kita bertudjuan pembasmian sistim kapitalis. Persediaan barang makanan Tiongkok memang sudah tak tjukup tetapi tiap tahun kita masih mengirim sedjumlah besar barang makanan kenegeri-negeri lain untuk didjual, karena kaum kapitalis mau memperoleh untung kita melaksanakan Min-sheng Chu I, kita harus bikin tudjuan produksi barang makanan bukan keuntungan, tetapi pemberian makanan kepada rakjat seluruhnja.<noinclude></noinclude> t1ohknenvtp40vjhnuv0fp9a2k1xfld Halaman:San min chu i.pdf/363 104 112061 310982 2026-08-10T23:04:10Z Ichi Ocha 26099 /* Telah diuji baca */ 310982 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" /></noinclude>358 Kalau Tiongkok dapat membebaskan kaum tani dan melaksanakan ketudjuh tjara menambah produksi pertanian seperti jang saja lukiskan itu, apakah soal makanan sudah terpetjahkan dengan sempurna ? Biarpun kita berhasil baik dalam menjelesaikan soalsoal produksi ini, tetapi kita dengan itu belum memetjahkan seluruh soal makanan kita. Tuan2 semua tahu bahwa bangsa Eropah dan Amerika telah membangunkan seluruh kemakmuran negerinja atas dasar industri dan peniagaan, tetapi barangkali Tuan-tuan tak tahu, bahwa pemerintah mereka jang sudah begitu djauh madjunja dalam industri dan perniagaan djuga mengurbankan banjak waktu untuk menjelidiki soal-soal pertanian. Amerika Serikat umpamanja, menaruh perhatian sampai kepada soal jang ketjil-ketjil dalam pemeriksaan soal pertanian, untuk memperbaiki keadaan pertanian. Pemerintah bukan sadja mengadakan penjelidikan jang amat teliti tentang pertanian dinegeri sendiri tetapi djuga sering kali mengirim ahli-ahli ke Tiongkok-Tengah. Manchuria. Mongolia dan tempat-tempat lain, supaja dapat mempeladjari keadaan pertanian disitu. Mereka peladjari tjara bangsa Tionghoa bertjotjok-tanam dan segala matjam bibit Tionghoa dibawanja pulang ke Amerika untuk ditjoba dan digunakan. Amerika Serikat sedjak tahun-tahun jang achir ini amat memperhatikan soal pertanian; perlengkapan kereta api tjukup untuk mengangkut makanan, tjara penolak bahaja alam, segala matjam perlengkapan ilmu pengetahuan jang lengkap dan jang terbaru. Tetapi apakah Amerika Serikat sesungguhnja sudah dapat memetjahkan soal makanan mereka seluruhnja ? Saja kira belum. Setiap tahun Amerika Serikat mengirim sedjumlah besar makanan keluar untuk didjual dinegeri-negeri lain dan persediaan makanan mereka berlimpah-limpah - djadi mengapa, seperti saja katakan soal makanan mereka belum terpetjahkan sama sekali ? Karena pertanian di Amerika Serikat masih sadja dikendalikan oleh kaum kapitalis . Dibawah sistim kapital partikulir jang masih berlaku, tjara-tjara produksi pesat sekali madjunja, sedangkan tidak ada perhatian kepada tjara jang lajak dalam distribusi. Itulah sebabnja soal penghidupan rakjat tak dapat dipetjahkan. Supaja kita dapat menjelesaikan soal penghidupan, bukan sadja kita harus mengurus soal produksi, tetapi djuga harus mementingkan soal pembagian . Tjara pembagian jang adil tak mungkin ada dibawah sistim kapital<noinclude></noinclude> nxjyhbkxbktr3ehlqkxzyg99pv60ir5 310984 310982 2026-08-10T23:07:33Z Ichi Ocha 26099 310984 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ichi Ocha" />{{rh||358}}</noinclude>Kalau Tiongkok dapat membebaskan kaum tani dan melaksanakan ketudjuh tjara menambah produksi pertanian seperti jang saja lukiskan itu, apakah soal makanan sudah terpetjahkan dengan sempurna? Biarpun kita berhasil baik dalam menjelesaikan soalsoal produksi ini, tetapi kita dengan itu belum memetjahkan seluruh soal makanan kita. Tuan2 semua tahu bahwa bangsa Eropah dan Amerika telah membangunkan seluruh kemakmuran negerinja atas dasar industri dan peniagaan, tetapi barangkali Tuan-tuan tak tahu, bahwa pemerintah mereka jang sudah begitu djauh madjunja dalam industri dan perniagaan djuga mengurbankan banjak waktu untuk menjelidiki soal-soal pertanian. Amerika Serikat umpamanja, menaruh perhatian sampai kepada soal jang ketjil-ketjil dalam pemeriksaan soal pertanian, untuk memperbaiki keadaan pertanian. Pemerintah bukan sadja mengadakan penjelidikan jang amat teliti tentang pertanian dinegeri sendiri tetapi djuga sering kali mengirim ahli-ahli ke Tiongkok Tengah. Manchuria. Mongolia dan tempat-tempat lain, supaja dapat mempeladjari keadaan pertanian disitu. Mereka peladjari tjara bangsa Tionghoa bertjotjok-tanam dan segala matjam bibit Tionghoa dibawanja pulang ke Amerika untuk ditjoba dan digunakan. Amerika Serikat sedjak tahun-tahun jang achir ini amat memperhatikan soal pertanian; perlengkapan kereta api tjukup untuk mengangkut makanan, tjara penolak bahaja alam, segala matjam perlengkapan ilmu pengetahuan jang lengkap dan jang terbaru. Tetapi apakah Amerika Serikat sesungguhnja sudah dapat memetjahkan soal makanan mereka seluruhnja ? Saja kira belum. Setiap tahun Amerika Serikat mengirim sedjumlah besar makanan keluar untuk didjual dinegeri-negeri lain dan persediaan makanan mereka berlimpah-limpah - djadi mengapa, seperti saja katakan soal makanan mereka belum terpetjahkan sama sekali? Karena pertanian di Amerika Serikat masih sadja dikendalikan oleh kaum kapitalis. Dibawah sistim kapital partikulir jang masih berlaku, tjara-tjara produksi pesat sekali madjunja, sedangkan tidak ada perhatian kepada tjara jang lajak dalam distribusi. Itulah sebabnja soal penghidupan rakjat tak dapat dipetjahkan. Supaja kita dapat menjelesaikan soal penghidupan, bukan sadja kita harus mengurus soal produksi, tetapi djuga harus mementingkan soal pembagian. Tjara pembagian jang adil tak mungkin ada dibawah sistim kapital<noinclude></noinclude> kkbbird1onzt3c8i3e9jowvizv8ba3q Halaman:San min chu i.pdf/269 104 112062 310986 2026-08-10T23:47:32Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '264 Kalau kita ingin mendjawab pertanjaan ini, djangalah kita selalu merendahkan dan mentjemoohkan diri kita sendiri, serta ,,mengetjilkan harga diri sendiri sebagai orang jang tidak berarti dan hina dina". Arus demokrasi telah menjelubungi Tiongkok, disamping itu kita mengelu-elukan demokrasi sebagai salah suatu sjarat untuk pembangunan negara kita kembali ; tetapi apakah kita sanggup menemukan salah suatu djalan baru jang lebih baik untuk me... 310986 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>264 Kalau kita ingin mendjawab pertanjaan ini, djangalah kita selalu merendahkan dan mentjemoohkan diri kita sendiri, serta ,,mengetjilkan harga diri sendiri sebagai orang jang tidak berarti dan hina dina". Arus demokrasi telah menjelubungi Tiongkok, disamping itu kita mengelu-elukan demokrasi sebagai salah suatu sjarat untuk pembangunan negara kita kembali ; tetapi apakah kita sanggup menemukan salah suatu djalan baru jang lebih baik untuk menjempurnakan dan menjelesaikan pembangunan itu dengan sebaik-baiknja ? Beribu-ribu tahun lamanja, Tiongkok merupakan sebuah negara jang merdeka. Dalam perkembangan politik dahulu kita tidak pernah memindjam atau memakai bahan2 dari negara2 lain. Tiongkok mempunjai salah suatu peradaban jang tertua didunia dan tidak pernah mentjontoh sesuatunja dari negara lain. Barulah dalam tahun-tahun jang achir ini, kultur Barat mendahului kita, sedangkan hasrat akan peradaban baru ini sangat mempengaruhi revolusi kita. Karena sekarang revolusi kita merupakan suatu kenjataan, sudah tentu kita ingin melihat Tiongkok melebihi dan melampaui Barat kembali, sambil membangunkan suatu negara didunia ini jang lebih modern dan madju. Saja jakin bahwa kita akan memiliki sifat-sifat jang perlu untuk mentjapai tjita-tjita ini, tetapi kita tidak boleh hanja meniru sistim demokrasi Barat sadja. Sistim-sistim itu sudah merupakan suatu mesin bentuk kuno. Untuk mentjapai tjita-tjita kita, kita harus membangunkan sebuah bentuk mesin baru. Apakah bahan untuk mesin baru sematjam jang kita idam-idamkan itu terdapat didunia ini ? Ada ; banjak bahan-bahan jang bertebaran dalam berbagai-bagai negara jang harus kita kumpulkan; tetapi sebelumnja, kita harus memikirkan suatu tjara bekerdja jang mempunjai dasar jang kuat. Tjara bekerdja ini merupakan suatu pemisahan kedaulatan dan ketjakapan jang telah pernah saja bitjarakan. Djadi kalau kita mempraktekkan demokrasi, kita harus pandai memisahkan organisasi negara dari pengawasan demokrasi. Negara-negara Barat belum pernah memikirkan prinsip-prinsip dasar kita ini, dan tidak memperbedakan kedaulatan dengan ketjakapan atau tenaga ; hal ini mengakibatkan kekuatan atau tenaga pemerintah mereka tidak meluas . Sekarang, setelah kita mengetahui prinsip-prinsip dasar ini, kita harus madju selangkah lagi, serta membagi mesin pemerintahan. Supaja hal ini dapat ditjiptakan, kita<noinclude></noinclude> bx8m3us9cl5mki1ubymg4q5qpvnu1o0 310996 310986 2026-08-10T23:55:35Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 310996 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||264|}}</noinclude>Kalau kita ingin mendjawab pertanjaan ini, djangalah kita selalu merendahkan dan mentjemoohkan diri kita sendiri, serta „mengetjilkan harga diri sendiri sebagai orang jang tidak berarti dan hina dina”. Arus demokrasi telah menjelubungi Tiongkok, disamping itu kita mengelu-elukan demokrasi sebagai salah suatu sjarat untuk pembangunan negara kita kembali; tetapi apakah kita sanggup menemukan salah suatu djalan baru jang lebih baik untuk menjempurnakan dan menjelesaikan pembangunan itu dengan sebaik-baiknja? Beribu-ribu tahun lamanja, Tiongkok merupakan sebuah negara jang merdeka. Dalam perkembangan politik dahulu kita tidak pernah memindjam atau memakai bahan² dari negara² lain. Tiongkok mempunjai salah suatu peradaban jang tertua didunia dan tidak pernah mentjontoh sesuatunja dari negara lain. Barulah dalam tahun-tahun jang achir ini, kultur Barat mendahului kita, sedangkan hasrat akan peradaban baru ini sangat mempengaruhi revolusi kita. Karena sekarang revolusi kita merupakan suatu kenjataan, sudah tentu kita ingin melihat Tiongkok melebihi dan melampaui Barat kembali, sambil membangunkan suatu negara didunia ini jang lebih modern dan madju. Saja jakin bahwa kita akan memiliki sifat-sifat jang perlu untuk mentjapai tjita-tjita ini, tetapi kita tidak boleh hanja meniru sistim demokrasi Barat sadja. Sistim-sistim itu sudah merupakan suatu mesin bentuk kuno. Untuk mentjapai tjita-tjita kita, kita harus membangunkan sebuah bentuk mesin baru. Apakah bahan untuk mesin baru sematjam jang kita idam-idamkan itu terdapat didunia ini? Ada: banjak bahan-bahan jang bertebaran dalam berbagai-bagai negara jang harus kita kumpulkan: tetapi sebelumnja, kita harus memikirkan suatu tjara bekerdja jang mempunjai dasar jang kuat. Tjara bekerdja ini merupakan suatu pemisahan kedaulatan dan ketjakapan jang telah pernah saja bitjarakan. Djadi kalau kita mempraktekkan demokrasi, kita harus pandai memisahkan organisasi negara dari pengawasan demokrasi. Negara-negara Barat belum pernah memikirkan prinsip-prinsip dasar kita ini, dan tidak memperbedakan kedaulatan dengan ketjakapan atau tenaga: hal ini mengakibatkan kekuatan atau tenaga pemerintah mereka tidak meluas. Sekarang, setelah kita mengetahui prinsip-prinsip dasar ini, kita harus madju selangkah lagi, serta membagi mesin pemerintahan. Supaja hal ini dapat ditjiptakan, kita<noinclude></noinclude> f964v9hzs9hrlmsxi2s31i82bcmta67 Halaman:San min chu i.pdf/122 104 112063 310988 2026-08-10T23:48:26Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '117 Didalam peperangan modern dipergunakan mensiu jang tak mengeluarkan asap, meskipun demikian itu hanjalah perbaikan dari obat mensiu hitam jang berasap buatan Tiongkok. Pendapatan2 jang penting dan berharga ini, seperti kompas, alat mentjetak, mensiu diketahui dan dipergunakan oleh bangsa Barat dan mendjadi sebab kebesaran mereka jang sesungguhnja tak didapatnja sendiri. Dalam hal makanan, pakaian, tempat perlindungan dan perhubungan. Tiongk... 310988 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>117 Didalam peperangan modern dipergunakan mensiu jang tak mengeluarkan asap, meskipun demikian itu hanjalah perbaikan dari obat mensiu hitam jang berasap buatan Tiongkok. Pendapatan2 jang penting dan berharga ini, seperti kompas, alat mentjetak, mensiu diketahui dan dipergunakan oleh bangsa Barat dan mendjadi sebab kebesaran mereka jang sesungguhnja tak didapatnja sendiri. Dalam hal makanan, pakaian, tempat perlindungan dan perhubungan. Tiongkok djuga telah menjumbangkan pendapatan2 jang banjak sekali. Minuman misalnja : Tiongkok telah mendapatkan daun teh, jang dewasa ini mendjadi kebutuhan jang besar diseantero negara2 mo- dern didunia; negara-negara jang berperadaban berlumba-lumba membesarkan pemakaiannja dan hendak didjadikan zat pengganti minuman keras. Djadi daun teh menulung pemberantasan minuman keras dan membawa keuntungan jang tak ternilai kepada umat manusia. Pakaian : orang2 asing sangat menghargai pakaian dari sutera dan djumlah orang jang memakai pakaian sutera tiap-tiap hari bertambah banjak; ulat sutera jang memintal sutera itu pertama-tama kali diketemukan di Tiongkok pada ribuan tahun jang lalu. Tempat berlindung : rumah-rumah modern jang didirikan oleh orang asing tentu sudah sempurna sampai hal-hal jang seketjilketjilnja, tetapi prinsip membargun segala bagian rumah jang penting pertama kali dipikirkan oleh orang2 Tionghoa. Gardu jang melengkung misalnja sudah lebih dulu dipakai di Tiongkok dari pada dinegeri-negeri lain. Peladjarilah tjara2 perhubungan. Orang2 Barat mengira bahwa djembatan gantung adalah suatu hasil dari ketjakapan bangsanja, tetapi orang2 mereka jang mengundjungi daerah pedalaman Tiongkok dan sampai pada tapal batas Szechwan dan Tibet melihat banjak djumlah djembatan gantung jang meng- hubungkan tepi sungai2 jang luas dan djurang2 jang dalam. Barulah mereka insaf bahwa djembatan gantung berasal dari Tiongkok dan bukan dari Barat seperti dugaan mereka semula. Tjontoh2 iri semuanja menundjukkan keahlian Tiongkok kuno. Kebesaran-kebesaran ini makin lama makin lenjap, membawa akibat makin turunnja pula kedudukan nasional kita. Kalau kita hendak mengembalikan kedudukan kita dahulu, kita harus djuga menghidupkan kekuatan-kekuatan kita jang kuno-kuno. Sekalipun kita telah berhasil menghidupkan kembali adat kebiasaan, adjaran dan :<noinclude></noinclude> otylhgkkrb8b60w15oeytg44c25w263 310994 310988 2026-08-10T23:53:12Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 310994 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||117}}</noinclude>Didalam peperangan modern dipergunakan mensiu jang tak mengeluarkan asap, meskipun demikian itu hanjalah perbaikan dari obat mensiu hitam jang berasap buatan Tiongkok. Pendapatan² jang penting dan berharga ini, seperti kompas. alat mentjetak, mensiu diketahui dan dipergunakan oleh bangsa Barat dan mendjadi sebab kebesaran mereka jang sesungguhnja tak didapatnja sendiri. Dalam hal makanan, pakaian, tempat perlindungan dan perhubungan. Tiongkok djuga telah menjumbangkan pendapatan² jang banjak sekali. ''Minuman'' misalnja: Tiongkok telah mendapatkan daun teh, jang dewasa ini mendjadi kebutuhan jang besar diseantero negara² modern didunia: negara-negara jang berperadaban berlumba-lumba membesarkan pemakaiannja dan hendak didjadikan zat pengganti minuman keras. Djadi daun teh menulung pemberantasan minuman keras dan membawa keuntungan jang tak ternilai kepada umat manusia. ''Pakaian'': orang² asing sangat menghargai pakaian² dari sutera dan djumlah orang jang memakai pakaian sutera tiap-tiap hari bertambah banjak; ulat sutera jang memintal sutera itu pertama-tama kali diketemukan di Tiongkok pada ribuan tahun jang lalu. ''Tempat berlindung'': rumah-rumah modern jang didirikan oleh orang asing tentu sudah sempurna sampai hal-hal jang seketjil-ketjilnja, tetapi prinsip membangun segala bagian² rumah jang penting pertama kali dipikirkan oleh orang² Tionghoa. Gardu jang melengkung misalnja sudah lebih dulu dipakai di Tiongkok dari pada dinegeri-negeri lain. Peladjarilah tjara² perhubungan. Orang² Barat mengira bahwa djembatan² gantung adalah suatu hasil dari ketjakapan² bangsanja, tetapi orang² mereka jang mengundjungi daerah pedalaman Tiongkok dan sampai pada tapal batas Szechwan dan Tibet melihat banjak djumlah djembatan gantung jang menghubungkan tepi sungai² jang luas dan djurang² jang dalam. Barulah mereka insaf bahwa djembatan gantung berasal dari Tiongkok dan bukan dari Barat seperti dugaan mereka semula. Tjontoh² ini semuanja menundjukkan keahlian Tiongkok kuno. Kebesaran-kebesaran ini makin lama makin lenjap, membawa akibat makin turunnja pula kedudukan nasional kita. Kalau kita hendak mengembalikan kedudukan kita dahulu, kita harus djuga menghidupkan kekuatan-kekuatan kita jang kuno-kuno. Sekalipun kita telah berhasil menghidupkan kembali adat kebiasaan, adjaran dan<noinclude></noinclude> 0pzbogka8y4ux7e60k38afhc6z7kmlv Halaman:San min chu i.pdf/356 104 112064 310989 2026-08-10T23:48:57Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310989 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||351}}</noinclude>Tak mendjadi soal berapa lama barang makanan itu disimpan selamanja ia akan mengandung rasa dan wangi segar kalau dikeluarkan dari kalengnja. Ini adalah tjara jang terbaik untuk menjimpan barang makanan; segala matjam ikan, daging, buah-buahan. sajur-majur dan biskuit-biskuit dapat disimpan dalam kaleng lalu dibagi-bagikan keseluruh negeri atau didjual keluar negeri. Tjara keenam untuk menambah produksi ialah memakai alat pengangkutan. Kalau terdapat kelebihan barang makanan, kita harus menukar kelebihan ini; kita harus mengambil kelebihan disini untuk menambah kekurangan disana. Umpamanja. ketika propinsi Mantjuria dan Tiongkok-Utara jang letaknja di Sebelah Timur mengeluarkan katjang dan terigu, tetapi disana tak ada beras; sementara itu seluruh propinsi Selatan mengeluarkan beras, tetapi kekurangan katjang dan terigu. Kita harus mengambil kelebihan katjang dan terigu dari Mantjuria dan Tiongkok-Utara dan mengirimkan barang-barang ini ke Tiongkok-Selatan, serta kelebihan beras Tiongkok Selatan dibagikan untuk Tiongkok-Utara dan Mantjuria.Tetapi penukaran barang-barang seperti ini memerlukan pengangkutan. Soal terpenting sekarang di Tiongkok ialah soal pengangkutan. Sedjumlah besar kerugian disebabkan oleh karena tjara-tjara jang tak tjotjok. Di beberapa daerah Tiongkok, pengangkutan barang-barang bergantung terutama pada kuli-kuli panggul. Kuli jang paling kuatpun tak sanggup memikul lebih dari seratus kali atau berdjalan lebih dari seratus li sehari, sedangkan ia harus dibajar paling sedikit satu dollar. Ini bukan sadja pembuangan uang tetapi djuga pembuangan waktu, dan itulah sebabnja sebagian besar sumber kekajaan Tiongkok dengan tak setahu kita telah dipakai untuk pemindahan barang2 dari tempat jang satu ketempat lain. Kalau kita sekiranja sudah sanggup mengadakan kelima perbaikan jang baru saja sebutkan itu dan meninggikan produksi pertanian kita, tapi masih belum mempunjai alat pengangkutan jang gampang dan patut, keadaan bagaimanakah akan terdjadi? Berapa tahun berselang saja bertemu dengan seorang kepala suku bangsa Yunnan jang mempunjai ladang luas, serta memungut sedjumlah besar tjukai padi setiap tahun. Ia menuturkan kepada saja bahwa setiap tahun ia terpaksa membakar beberapa ribu pikul gandum. Saja berkata: „Bukankah gandum itu barang makanan jang penting sekali, mengapa maka Tuan bakar?" la mendjawab: „Saja terlalu<noinclude></noinclude> atyoo3c8dmkm8zmxhnxta909gycjps9 Halaman:San min chu i.pdf/357 104 112065 310991 2026-08-10T23:52:15Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 310991 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||352}}</noinclude>banjak memperoleh gandum setiap tahun. Tak dapat saja habiskan sendiri, sedangkan tetangga-tetangga saja tjukup barang makanannja. Pedagang-pedagang dari tempat-tempat lain tak ada datang membeli gandum itu. dan dengan tjara pengangkutan seperti sekarang ini tak dapatlah gandum itu dibawa lebih djauh dari pada beberapa puluh li. Tidak ada alat pengangkutnja sehingga bisa didjual ditempat djauh. Tiap tahun gandum baru bertumpuk-tumpuk diatas simpanan gandum lama. Karena saja tak banjak mempunjai lumbung, untuk menjimpan gandum itu sedangkan rakjat dipasar lebih suka gandum baru dari pada gandum tua, gandum tua itu lalu tak ada gunanja lagi. Itulah sebabnja, dimusim panen saja bakar gandum tua dan kosongkan lumbung-lumbung supaja dapat menjimpan gandum baru." Sebab-sebabnja gandum itu dibakar ialah karena kelebihan gandum dan buruknja pengangkutan. Kerugian-kerugian Tiongkok terutama disebabkan oleh pemakaian kuli sebagai alat pengangkut. Disini, dan Canton, biasanja kuli banjak dipergunakan, tetapi sedjak adanja djalan-djalan besar dan gerobak sorong, kita tak lagi bergantung pada kuli-kuli untuk menggotong barang-barang. Sebuah gerobak sorong dapat membawa muatan beberapa kuli dan menghemat upah beberapa kuli. Sebuah mobil dapat membawa muatan sepuluh kuli atau lebih dan menghemat upah sepuluh atau lebih. Pemakaian gerobak sorong dan mobil dalam pengangkutan bukan sadja menghemat ongkos, tetapi djuga menghemat waktu. Di Saikwan, dimana tak ada djalan-djalan besar modern, kuli-kuli masih dipakai untuk mengangkut barang-barang. Dipedalaman kalau kita ingin mengangkut barang seratus kali untuk perdjalanan beberapa puluh li, kita terpaksa menggunakan kuli-kuli. Kalau orang-orang hartawan bepergian, mereka digotong oleh beberapa kuli. Karena pengangkutan kita buruk sedjak dahulu kala. barang makanan jang amat berharga dan sangat dibutuhkan tak dapat dengan bebas, sehingga soal makanan tak dapat dipetjahkan. Pengangkutan jang terbaik di Tiongkok ialah sungai dan terusan. Terusan Besar ialah suatu sungai jang pandjang sekali; bermula di Hangchow meliwati Soochow, Chinkiang. Yangchow, Shantung dan Tientsin dan achirnja sampai di Tungchow tidak djauh dari Peking. sesudah melintasi tiga ribu li. Djalan air ini memudahkan pengangkutan dan kalau djumlah kapal api modern<noinclude></noinclude> 7ji0659jtjqfh3ygy0ug7cth029k1jd Halaman:San min chu i.pdf/358 104 112066 310992 2026-08-10T23:52:32Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '353 dan kapal bermotor jang hilir-mudik diatas sungai itu, ditambah, tentu akan lebih memudahkan pengangkutan. Tapi, dalam waktu jang achir ini sedikit sekali perhatian terhadap Terusan Besar. Kalau kita ingin memetjahkan soal makanan dimasa datang dan ingin dapat mengangkut makanan dengan mudah, perlu kita memperbaiki sistim terusan itu. Terusan Besar jang sekarang harus diperbaiki dan sistim terusan harus diperluas sampai ketempattempat diman... 310992 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>353 dan kapal bermotor jang hilir-mudik diatas sungai itu, ditambah, tentu akan lebih memudahkan pengangkutan. Tapi, dalam waktu jang achir ini sedikit sekali perhatian terhadap Terusan Besar. Kalau kita ingin memetjahkan soal makanan dimasa datang dan ingin dapat mengangkut makanan dengan mudah, perlu kita memperbaiki sistim terusan itu. Terusan Besar jang sekarang harus diperbaiki dan sistim terusan harus diperluas sampai ketempattempat dimana sekarang belum ada djalan-djalan air. Untuk pengangkutan diatas laut, kita memerlukan kapal-kapal api besar, karena pengangkutan barang-barang jang paling murah didunia ialah melalui air. Tjara pengangkutan kedua jang paling murah ialah pengangkutan dengan kereta api. Kalau djalan-djalan kereta api dapat diadakan dalam delapanbelas propinsi Tiongkok, di Singkiang, Mantjuria, Chinghai ( Kokonor ) , Tibet, Mongolia Dalam dan Luar dan djalandjalan kereta api itu dapat dipersambungkan djadi satu sistim, persediaan makanan Tiongkok akan dapat diedarkan kesegala pendjuru, dan rakjat dimana-mana dapat memperoleh makanan jang murah. Itulah sebabnja kereta api adalah salah satu djalan untuk memetjahkan soal makanan. Tapi djalan-djalan kereta api hanja bisa diadakan melalui daerah-daerah ramai dan subur, dimana keuntungan dapat diperoleh. Kalau djalan-djalan kereta api itu dibikin melalui daerah-daerah miskin dan sepi, maka tidak akan ada banjak barang dan penumpang diangkut. Perusahan kereta api itu bukan akan mendapat untung, tetapi malahan akan rugi. Djadi kita tak dapat mengadakan djalan-djalan kereta api, jang meliwati daerah-daerah miskin dan jang terpentjil letaknja, ditempat ini baiklah diadakan djalan-djalan mobil. Kota-kota besar akan mempunjai djalan kereta api, sementara kota-kota ketjil dan desadesa akan mendapat djalan auto; djalan-djalan ini bisa diperhu- bungkan dalam satu sistim pengangkutan jang sempurna. Kotakota besar dapat menggunakan kereta api besar dan kota-kota ketjil dan desa-desa dapat menggunakan auto sebagai alat pengangkut barang makanan. Umpamanja, diantara djalan kereta api Canton-Hankow, dari Wongsha ke Shiukwan terdapat banjak desa-desa; kalau desa-desa ini semuanja mempunjai djalan auto jang bersambungan dengan djalan kereta api, bukan sadja kereta api akan memperoleh untung San Min Chu I 23<noinclude></noinclude> 8k9onh4b6vsamkild852jsjutx3zmlq 311007 310992 2026-08-11T00:03:24Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311007 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||353}}</noinclude>dan kapal bermotor jang hilir-mudik diatas sungai itu, ditambah, tentu akan lebih memudahkan pengangkutan. Tapi, dalam waktu jang achir ini sedikit sekali perhatian terhadap Terusan Besar. Kalau kita ingin memetjahkan soal makanan dimasa datang dan ingin dapat mengangkut makanan dengan mudah, perlu kita memperbaiki sistim terusan itu. Terusan Besar jang sekarang harus diperbaiki dan sistim terusan harus diperluas sampai ketempat-tempat dimana sekarang belum ada djalan-djalan air. Untuk pengangkutan diatas laut. kita memerlukan kapal-kapal api besar karena pengangkutan barang-barang jang paling murah didunia ialah melalui air. Tjara pengangkutan kedua jang paling murah ialah pengangkutan dengan kereta api. Kalau djalan-djalan kereta api dapat diadakan dalam delapanbelas propinsi Tiongkok, di Singkiang, Mantjuria, Chinghai (Kokonor), Tibet, Mongolia Dalam dan Luar dan djalan- djalan kereta api itu dapat dipersambungkan djadi satu sistim persediaan makanan Tiongkok akan dapat diedarkan kesegala pendjuru, dan rakjat dimana-mana dapat memperoleh makanan jang murah. Itulah sebabnja kereta api adalah salah satu djalan untuk memetjahkan soal makanan. Tapi djalan-djalan kereta api hanja bisa diadakan melalui daerah-daerah ramai dan subur, dimana keuntungan dapat diperoleh. Kalau djalan-djalan kereta api itu dibikin melalui daerah-daerah miskin dan sepi, maka tidak akan ada banjak barang dan penumpang diangkut. Perusahan kereta api itu bukan akan mendapat untung, tetapi malahan akan rugi. Djadi kita tak dapat mengadakan djalan-djalan kereta api, jang meliwati daerah-daerah miskin dan jang terpentjil letaknja, ditempat ini baiklah diadakan djalan-djalan mobil. Kota-kota besar akan mempunjai djalan kereta api, sementara kota-kota ketjil dan desa-desa akan mendapat djalan auto; djalan-djalan ini bisa diperhubungkan dalam satu sistim pengangkutan jang sempurna. Kota-kota besar dapat menggunakan kereta api besar dan kota-kota ketjil dan desa-desa dapat menggunakan auto sebagai alat pengangkut barang makanan. Umpamanja, diantara djalan kereta api Canton-Hankow dari Wongsha ke Shiukwan terdapat banjak desa-desa: kalau desa-desa ini semuanja mempunjai djalan auto jang bersambungan dengan djalan kereta api, bukan sadja kereta api akan memperoleh untung<noinclude>{{rh|San Min Chu I|||23}}</noinclude> hiamozst5hbvak8jelo4cd79al06owg Halaman:San min chu i.pdf/359 104 112067 310993 2026-08-10T23:52:39Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '354 banjak, tetapi tiap desa akan mempunjai perhubungan baik dan mudah. Kalau tjabang-tjabang djalan kereta api diadakan banjak sampai kedesa-desa ini, dan kereta api sebaliknja dari mobil dipakai untuk mengangkut barang, tentu disini kita akan menderita kerugian uang. Diberbagai-bagai daerah pertanian negeri-negeri asing diadakan djalan kereta api, terutama digunakan sebagai alat pengangkut ; tetapi karena djalan kereta api itu tak menguntung... 310993 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>354 banjak, tetapi tiap desa akan mempunjai perhubungan baik dan mudah. Kalau tjabang-tjabang djalan kereta api diadakan banjak sampai kedesa-desa ini, dan kereta api sebaliknja dari mobil dipakai untuk mengangkut barang, tentu disini kita akan menderita kerugian uang. Diberbagai-bagai daerah pertanian negeri-negeri asing diadakan djalan kereta api, terutama digunakan sebagai alat pengangkut ; tetapi karena djalan kereta api itu tak menguntungkan lalu digunakan auto sebagai gantinja. Tiap kali kereta api berdjalan, sedjumlah besar batu arang habis dipergunakan ; ongkos besar dan untung, sukar diperoleh. Tetapi dengan kapital ketjil sebuah perusahaan auto dapat didirikan, dan bisa memberi untung banjak. Inilah kenjataan-kenjataan jang harus dijakinkan segala pengusaha pengangkutan modern. Djuga perdjalanan antara Canton dan Macao selamanja bergantung pada kapal api, tetapi sekarang beberapa orang mengandjurkan mengadakan djalan kereta api Canton- Macao. Djarak antara Canton dan Macao tak lebih dari dua ratus li. Kalau djalan kereta api telah diadakan dan tiga kereta api berdjalan dari kedua djurusan tiap hari, perusahaan kereta api itu tak akan mendapat untung ; sedangkan kalau hanja dua kereta api sadja didjalankan akan menderita rugi dari modal. Djika untuk mengurangi ongkos, lalu sedikit sekali kereta api didjalankan, perdjalanan tak akan djadi lebih menjenangkan dan lebih mudah dari pada sekarang ini. Maka rantjangan jang terbaik ialah mengadakan djalan auto dan mendjalankan dinas mobil antara Canton dan Macao. Kapital jang diperlukan buat mengadakan djalan auto, lebih ketjil ; apalagi, se- buah kereta api harus menarik tudjuh atau delapan wagon setiap kali djalan supaja dapat menutup ongkos ; pemakaian tenaga kerdja dan batu arang memakan ongkos banjak sekali, djadi djika penumpang terlalu sedikit, tak adalah harapan untuk memperoleh untung. Lebih baik kita djalankan auto bis antara djarak itu. Sedjumlah besar atau ketjil penumpang setiap waktu dapat diangkut. Kalau banjak penumpang, pakailah satu bis besar ; kalau lebih banjak lagi penumpangnja tambah sadja dua atau tiga buah bis besar lagi kalau hanja sedikit penumpangnja, auto bis ketjil dapat dipakai. Sebuah autobis dapat segera berangkat kalau penumpang ada ; keadaan ini tak perlu diatur dengan djam-berangkat jang tetap seperti pada kereta api, untuk menghindarkan bahaja 1<noinclude></noinclude> 6w3qokswqbq6xzxkgufbxq76xov96a3 311028 310993 2026-08-11T00:25:37Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311028 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||354}}</noinclude>banjak, tetapi tiap desa akan mempunjai perhubungan baik dan mudah. Kalau tjabang-tjabang djalan kereta api diadakan banjak sampai kedesa-desa ini, dan kereta api sebaliknja dari mobil dipakai untuk mengangkut barang, tentu disini kita akan menderita kerugian uang. Diberbagai-bagai daerah pertanian negeri-negeri asing diadakan djalan kereta api, terutama digunakan sebagai alat pengangkut; tetapi karena djalan kereta api itu tak menguntungkan lalu digunakan auto sebagai gantinja. Tiap kali kereta api berdjalan, sedjumlah besar batu arang habis dipergunakan; ongkos besar dan untung, sukar diperoleh. Tetapi dengan kapital ketjil sebuah perusahaan auto dapat didirikan. dan bisa memberi untung banjak. Inilah kenjataan-kenjataan jang harus dijakinkan segala pengusaha pengangkutan modern. Djuga perdjalanan antara Canton dan Macao selamanja bergantung pada kapal api, tetapi sekarang beberapa orang mengandjurkan mengadakan djalan kereta api Canton ~ Macao. Djarak antara Canton dan Macao tak lebih dari dua ratus li. Kalau djalan kereta api telah diadakan dan tiga kereta api berdjalan dari kedua djurusan tiap hari, perusahaan kereta api itu tak akan mendapat untung: sedangkan kalau hanja dua kereta api sadja didjalankan akan menderita rugi dari modal. Djika untuk mengurangi ongkos, lalu sedikit sekali kereta api didjalankan, perdjalanan tak akan djadi lebih menjenangkan dan lebih mudah dari pada sekarang ini. Maka rantjangan jang terbaik ialah mengadakan djalan auto dan mendjalankan dinas mobil antara Canton dan Macao. Kapital jang diperlukan buat mengadakan djalan auto, lebih ketjil; apalagi, sebuah kereta api harus menarik tudjuh atau delapan wagon setiap kali djalan supaja dapat menutup ongkos; pemakaian tenaga kerdja dan batu arang memakan ongkos banjak sekali, djadi djika penumpang terlalu sedikit, tak adalah harapan untuk memperoleh untung. Lebih baik kita djalankan auto bis antara djarak itu. Sedjumlah besar atau ketjil penumpang setiap waktu dapat diangkut. Kalau banjak penumpang, pakailah satu bis besar: kalau lebih banjak lagi penumpangnja tambah sadja dua atau tiga buah bis besar lagi kalau hanja sedikit penumpangnja, auto bis ketjil dapat dipakai. Sebuah autobis dapat segera berangkat kalau penumpang ada keadaan ini tak perlu diatur dengan djam-berangkat jang tetap seperti pada kereta api, untuk menghindarkan bahaja<noinclude></noinclude> eoz2l6z8yn9qux9lhlk1awthv2hffx6 Halaman:San min chu i.pdf/123 104 112068 310995 2026-08-10T23:53:27Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '118 kekuatan-kekuatan dari jang kuno, tetapi didalam dunia jang modern ini kita tak akan dapat memadjukan Tiongkok sampai kepada kedudukan tinggi diantara negara-negara lainnja. Kalau kita telah berhasrat mengembangkan kembali warisan nasional kita jang baik itu seperti tatkala Tiongkok mempengaruhi dunia, kita masih perlu mempeladjari pokok2 kekuatan Eropah dan Amerika sebelum kita dapat mentjapai tingkatan kedudukan mereka. Kalau kita tidak... 310995 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>118 kekuatan-kekuatan dari jang kuno, tetapi didalam dunia jang modern ini kita tak akan dapat memadjukan Tiongkok sampai kepada kedudukan tinggi diantara negara-negara lainnja. Kalau kita telah berhasrat mengembangkan kembali warisan nasional kita jang baik itu seperti tatkala Tiongkok mempengaruhi dunia, kita masih perlu mempeladjari pokok2 kekuatan Eropah dan Amerika sebelum kita dapat mentjapai tingkatan kedudukan mereka. Kalau kita tidak mempeladjari apa2 jang baik dari negara-negara asing itu kita akan mengalami kemunduran. Adakah kesanggupan atau tidak bagi orang-orang Tionghoa untuk beladjar dari negeri-negeri asing ? Kita selalu mengira bahwa mesin-mesin asing sangat susah dan tak mudah dipeladjari untuk melajaninja. Dinegeri Barat mengemudikan pesawat terbang dianggap sebagai suatu pekerdjaan jang terbesar dan pesawat terbang adalah satusatunja diantara pendapatan-pendapatan mereka jang paling baru , tetapi meskipun begitu tiap-tiap hari kita dapat melihat pesawat2 terbang naik dari Tai Shatow di Kanton. Bukankah penerbang2nja bangsa Tionghoa? Kalau orang Tionghoa sudah pandai beladjar terbang, kesukaran apa lagi jang tak dapat dipetjahkan. Dengan dasar pengetahuan kita itu dan dengan kebudajaan kita jang telah berbilang abad itu, ditambah dengan ketjerdasan bangsa kita tentu kita dapat memiliki segala kepandaian negeri asing. Pokok jang terkuat dinegeri Barat adalah ilmu pengetahuannja. Ilmu ini telah berkembang selama tiga ratus tahun, tetapi kemadjuannja jang pesat terdjadi didalam setengah abad jang achir ini. Kemadjuan ilmu pengetahuan telah memungkinkan manusia untuk mempergunakan kekuatan tenaga alam dan mengerdjakan apa jang telah dilakukar oleh tenaga-tenaga alam . Tenaga alam jang didapatkan paling baru ialah arus listerik. Dahulu tenaga ini diperoleh dari batu bara jang kemudian dapat membangunkan kekuatan mesin. Sekarang ilmu pengetahuan di Barat telah memasuki abad baru, abad listerik. Ada sebuah rentjana di Amerika untuk memperhubungkan segala ,,tenaga kuda " dari listrik dari pabrik2 diseluruh negara didalam satu sistim kesatuan ! Karena di Amerika terdapat beribu-ribu pa- brik maka kalau tiap2 pabrik itu mempunjai instalasi sendiri dan membakar batu bara sendiri untuk membangunkan tenaga listrik, maka djumlah batu bara dan pekerdja2 akan makin bertambah.<noinclude></noinclude> esi57bvqukip6stuzzav5wh68j6qlpz 311000 310995 2026-08-10T23:58:16Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311000 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||118}}</noinclude>kekuatan-kekuatan dari jang kuno, tetapi didalam dunia jang modern ini kita tak akan dapat memadjukan Tiongkok sampai kepada kedudukan tinggi diantara negara-negara lainnja. Kalau kita telah berhasrat mengembangkan kembali warisan nasional kita jang baik itu seperti tatkala Tiongkok mempengaruhi dunia, kita masih perlu mempeladjari pokok² kekuatan Eropah dan Amerika sebelum kita dapat mentjapai tingkatan kedudukan mereka. Kalau kita tidak mempeladjari apa² jang baik dari negara-negara asing itu kita akan mengalami kemunduran. Adakah kesanggupan atau tidak bagi orang-orang Tionghoa untuk beladjar dari negeri-negeri asing? Kita selalu mengira bahwa mesin-mesin asing sangat susah dan tak mudah dipeladjari untuk melajaninja. Dinegeri Barat mengemudikan pesawat terbang dianggap sebagai suatu pekerdjaan jang terbesar dan pesawat terbang adalah satu-satunja diantara pendapatan-pendapatan mereka jang paling baru. tetapi meskipun begitu tiap-tiap hari kita dapat melihat pesawat² terbang naik dari Tai Shatow di Kanton. Bukankah penerbang²-nja bangsa Tionghoa? Kalau orang Tionghoa sudah pandai beladjar terbang, kesukaran² apa lagi jang tak dapat dipetjahkan. Dengan dasar² pengetahuan kita itu dan dengan kebudajaan kita jang telah berbilang abad itu, ditambah dengan ketjerdasan bangsa kita tentu kita dapat memiliki segala kepandaian negeri² asing. Pokok jang terkuat dinegeri Barat adalah ilmu pengetahuannja. Ilmu ini telah berkembang selama tiga ratus tahun, tetapi kemadjuannja jang pesat terdjadi didalam setengah abad jang achir ini. Kemadjuan ilmu pengetahuan telah memungkinkan manusia untuk mempergunakan kekuatan² tenaga alam dan mengerdjakan apa jang telah dilakukan oleh tenaga-tenaga alam. Tenaga alam jang didapatkan paling baru ialah arus listerik. Dahulu tenaga ini diperoleh dari batu bara jang kemudian dapat membangunkan kekuatan mesin. Sekarang ilmu pengetahuan di Barat telah memasuki abad baru, abad listerik. Ada sebuah rentjana di Amerika untuk memperhubungkan segala „tenaga kuda” dari listrik dari pabrik² diseluruh negara didalam satu sistim kesatuan! Karena di Amerika terdapat beribu-ribu pabrik maka kalau tiap² pabrik itu mempunjai instalasi sendiri dan membakar batu bara sendiri untuk membangunkan tenaga listrik, maka djumlah batu bara dan pekerdja² akan makin bertambah.<noinclude></noinclude> 1oe25uqp04iisd41h5fdmeqbh1sr55i Halaman:San min chu i.pdf/136 104 112069 310998 2026-08-10T23:56:03Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '131 pada tingkat kedua marusia berkelahi dengan kekuatan alam. Oleh karena dalam keadaan pertama mereka pada setiap waktu diantjam oleh binatang oleh sebab itu mereka tak mempunjai tjara hidup jang tetap ; mereka hanja mempunjai dua belah tangan dan dua kaki untuk membela diri, akan tetapi mereka lebih tjerdik dari pada binatang-binatang dan beladjar mempergunakan tongkat dan batubatu sebagai sendjata hingga pada achirnja mereka memperoleh keme... 310998 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>131 pada tingkat kedua marusia berkelahi dengan kekuatan alam. Oleh karena dalam keadaan pertama mereka pada setiap waktu diantjam oleh binatang oleh sebab itu mereka tak mempunjai tjara hidup jang tetap ; mereka hanja mempunjai dua belah tangan dan dua kaki untuk membela diri, akan tetapi mereka lebih tjerdik dari pada binatang-binatang dan beladjar mempergunakan tongkat dan batubatu sebagai sendjata hingga pada achirnja mereka memperoleh kemenangan jang gilang-gemilang. Baru sesudah itu manusia dapat merantjangkan hidup untuk sehari ; selagi mereka mempertarungkan djiwa dengan binatang-binatang buas tak aman barang sekedjap. Sesudah binatang-binatang buas, tak mengusik lagi, barulah manusia berkembang-biak dan tempattempat jang terbaik letaknja mulai penuh dengan manusia. Dimanamana tempat-tempat jang terbaik ini ? Jaitu tempat-tempat jang terlindung terhadap angin dan hudjan atau daerah-daerah jang tak pernah diganggu angin topan, seperti lembah-lembah sungai Nil dan daerah Mesopotamia di Asia. Tanah-tanah dikedua daerah tersebut sangat subur dan hampir sepandjang tahun mendapat hudjan. Tetapi sekali dalam setahun air sungai Nil membandjiri tanah-tanah disekelilingnja serta meninggalkan tarah lumpur jang sangat subur. Pertanian gampang, dan gandum serta beras mendjadi. Tetapi hanjalah pada lembah Nil dan daerah Mesopotamia jang didjumpai daerah-daerah seperti ini, hingga orang biasa mengatakan, bahwa disinilah timbulnja permulaan peradaban didunia ini. Karena kesuburan kedua lembah ini dan terlindung dari topan dan hudjan turun sepandjang tahun, jang mempermudah pengolahan tanah, dan banjak binatang dalam sungai hingga penghidupan disana tak sukar. Manusia hidup dengan mengerahkan tenaga sedikit sadja, baik djasmani maupun rohani, dan perduduk makin lama makin bertambah-tambah djuga. Ketika daerah-daerah itu terlalu padat hingga tak tjukup bagi pemulihan keadaan, maka sebagian dari penduduknja mengembara ketempat-tempat lain jang tak sebegitu baik letaknja, dimana mereka tiap-tiap hari terantjam oleh bahaja-bahaja alam, seperti badai dan bandjir . Lembah sungai Kuning adalah tempat lahirnja peradaban Tiongkok. Apakah sebabnja peradaban Tiongkok timbul disini, sedangkan daerah ini tersohor karena badai dan bandjirnja dan disamping itu pula sangat dingin, hingga sepatutrja tak mendjadi tempat jang<noinclude></noinclude> h6h55dcgas0lszxecmgq54vdzzw74xn 311003 310998 2026-08-11T00:01:09Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 311003 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||131|}}</noinclude>pada tingkat kedua manusia berkelahi dengan kekuatan alam. Oleh karena dalam keadaan pertama mereka pada setiap waktu diantjam oleh binatang oleh sebab itu mereka tak mempunjai tjara hidup jang tetap: mereka hanja mempunjai dua belah tangan dan dua kaki untuk membela diri, akan tetapi mereka lebih tjerdik dari pada binatang-binatang dan beladjar mempergunakan tongkat dan batubatu sebagai sendjata hingga pada achirnja mereka memperoleh kemenangan jang gilang-gemilang. Baru sesudah itu manusia dapat merantjangkan hidup untuk sehari: selagi mereka mempertarungkan djiwa dengan binatang-binatang buas tak aman barang sekedjap. Sesudah binatang-binatang buas, tak mengusik lagi, barulah manusia berkembang-biak dan tempat-tempat jang terbaik letaknja mulai penuh dengan manusia. Dimana-mana tempat-tempat jang terbaik ini? Jaitu tempat-tempat jang terlindung terhadap angin dan hudjan atau daerah-daerah jang tak pernah diganggu angin topan, seperti lembah-lembah sungai Nil dan daerah Mesopotamia di Asia. Tanah-tanah dikedua daerah tersebut sangat subur dan hampir sepandjang tahun mendapat hudjan. Tetapi sekali dalam setahun air sungai Nil membandjiri tanah-tanah disekelilingnja serta meninggalkan tanah lumpur jang sangat subur. Pertanian gampang, dan gandum serta beras mendjadi. Tetapi hanjalah pada lembah Nil dan daerah Mesopotamia jang didjumpai daerah-daerah seperti ini, hingga orang biasa mengatakan, bahwa disinilah timbulnja permulaan peradaban didunia ini. Karena kesuburan kedua lembah ini dan terlindung dari topan dan hudjan turun sepandjang tahun, jang mempermudah pengolahan tanah, dan banjak binatang² dalam sungai hingga penghidupan disana tak sukar. Manusia hidup dengan mengerahkan tenaga sedikit sadja, baik djasmani maupun rohani, dan perduduk makin lama makin bertambah-tambah djuga. Ketika daerah-daerah itu terlalu padat hingga tak tjukup bagi pemulihan keadaan, maka sebagian dari penduduknja mengembara ketempat-tempat lain jang tak sebegitu baik letaknja, dimana mereka tiap-tiap hari terantjam oleh bahaja-bahaja alam, seperti badai dan bandjir. Lembah sungai Kuning adalah tempat lahirnja peradaban Tiongkok. Apakah sebabnja peradaban Tiongkok timbul disini, sedangkan daerah ini tersohor karena badai dan bandjirnja dan disamping itu pula sangat dingin, hingga sepatutnja tak mendjadi tempat jang<noinclude></noinclude> bnyteih7jevc7prnc7hpugozbyjtl2o Halaman:San min chu i.pdf/137 104 112070 310999 2026-08-10T23:56:12Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '132 terbaik bagi pertumbuhan peradaban ? Hal ini disebabkan karena penduduk lembah sungai Kuning berasal dari tempat-tempat lain, boleh djadi dari Mesopotamia jang peradabannja sudah mulai sepuluh ribu tahun lebih dahulu dari pada peradaban Tiongkok . Sebelum zaman ,,tiga kaisar" dan zaman ,,lima radja " nenek mojang bangsa Tionghoa pindah dari Mesopotamia kelembah sungai Kuning dan disinilah mereka mulai mengembangkar. peradaban Tiongkok. Sesu... 310999 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>132 terbaik bagi pertumbuhan peradaban ? Hal ini disebabkan karena penduduk lembah sungai Kuning berasal dari tempat-tempat lain, boleh djadi dari Mesopotamia jang peradabannja sudah mulai sepuluh ribu tahun lebih dahulu dari pada peradaban Tiongkok . Sebelum zaman ,,tiga kaisar" dan zaman ,,lima radja " nenek mojang bangsa Tionghoa pindah dari Mesopotamia kelembah sungai Kuning dan disinilah mereka mulai mengembangkar. peradaban Tiongkok. Sesudah mereka membinasakan binatang-binatang mendjalar jang berbisa dan binatang-binatang buas, mereka berhadapan dengan bahaja-bahaja alam seperti badai dar. bandjir. Sudah tentu mereka mentjoba menolak melapetaka ini dengan sekuat tenaga mereka untuk membela penghidupan mereka. Sebagai perlindungan terhadap angin dan hudjan mereka mendirikan pondok ; sebagai pelawar dingin mereka membuat pakaian ; sesudah mereka memperoleh kepandaian dalam hal ini mereka telah djauh madju dalam peradaban. Tetapi melapetaka Alam tidak datang pada waktu tertentu dan sangat susah mentjegahnja. Tiapkali angin ribut mengamuk, rumah mereka jang telah bersusah pajah didirikan itu runtuh kembali; tiapkali bandjir mengamuk, tiapkali pula banjak diantara mereka jang tenggelam dan hanjut; tiapkali timbul kebakaran atau tiapkali kilat menjambar, tiapkali pula milik mereka habis dimakan api. Keempat-empat bentjana ini - bandjir, api, badai dan petir - tak dapat dipahami oleh nenek mojang kita . Tambah pula bahan-bahan jang dipakai untuk mendirikan rumah ialah rumput dan kaju, hingga mudah sekali hantjur. Sebab itu mereka tak dapat meremukan suatu djalan untuk menghindarkan malapetaka ini. Dizaman perkelahian dengan binatang-binatang, manusia dapat mengerahkan seluruh tenaganja untuk membela diri mereka, akan tetapi untuk membela diri terhadap serangan alam tak tjukuplah dengar berkelahi sadja. Ketika itu manusia menderita bermatjam-matjam kesukaran, hingga pada suatu saat beberapa orang dapat menemukan tjara-tjara untuk memadjukan kemakmuran rakjat. Ada tersebut bahwa Yü jang agung (Pengendalipengendali pemerintahan dalam sedjarah Tiongkok kuno) dapat menenangkan air dan mentjegah malapetaka bandjir jang mengantjam rakjat ; dan Yu Ch'ao Shih ( pembuat sarang) mengadjari rakjat membuat rumah diatas pokok-pokok kaju dan dengan djalan demikian mentjegah malapetaka-malapetaka jang disebabkan angin<noinclude></noinclude> 0uweoz2zw4rrm3rgrvc1yo6cvnrx466 311017 310999 2026-08-11T00:14:23Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 311017 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||132|}}</noinclude>terbaik bagi pertumbuhan peradaban? Hal ini disebabkan karena penduduk lembah sungai Kuning berasal dari tempat-tempat lain, boleh djadi dari Mesopotamia jang peradabannja sudah mulai sepuluh ribu tahun lebih dahulu dari pada peradaban Tiongkok. Sebelum zaman „tiga kaisar” dan zaman „lima radja” nenek mojang bangsa Tionghoa pindah dari Mesopotamia kelembah sungai Kuning dan disinilah mereka mulai mengembangkan peradaban Tiongkok. Sesudah mereka membinasakan binatang-binatang mendjalar jang berbisa dan binatang-binatang buas, mereka berhadapan dengan bahaja-bahaja alam seperti badai dan bandjir. Sudah tentu mereka mentjoba menolak melapetaka ini dengan sekuat tenaga mereka untuk membela penghidupan mereka. Sebagai perlindungan terhadap angin dan hudjan mereka mendirikan pondok; sebagai pelawan dingin mereka membuat pakaian; sesudah mereka memperoleh kepandaian dalam hal ini mereka telah djauh madju dalam peradaban. Tetapi melapetaka Alam tidak datang pada waktu tertentu dan sangat susah mentjegahnja. Tiapkali angin ribut mengamuk, rumah mereka jang telah bersusah pajah didirikan itu runtuh kembali; tiapkali bandjir mengamuk, tiapkali pula banjak diantara mereka jang tenggelam dan hanjut; tiapkali timbul kebakaran atau tiapkali kilat menjambar, tiapkali pula milik mereka habis dimakan api. Keempat-empat bentjana ini ― bandjir, api, badai dan petir ― tak dapat dipahami oleh nenek mojang kita. Tambah pula bahan-bahan jang dipakai untuk mendirikan rumah ialah rumput dan kaju, hingga mudah sekali hantjur. Sebab itu mereka tak dapat meremukan suatu djalan untuk menghindarkan malapetaka ini. Dizaman perkelahian dengan binatang-binatang, manusia dapat mengerahkan seluruh tenaganja untuk membela diri mereka, akan tetapi untuk membela diri terhadap serangan alam tak tjukuplah dengar berkelahi sadja. Ketika itu manusia menderita bermatjam-matjam kesukaran, hingga pada suatu saat beberapa orang dapat menemukan tjara-tjara untuk memadjukan kemakmuran rakjat. Ada tersebut bahwa Yü jang agung (Pengendali-pengendali pemerintahan dalam sedjarah Tiongkok kuno) dapat menenangkan air dan mentjegah malapetaka bandjir jang mengantjam rakjat; dan Yu Ch'ao Shih (pembuat sarang) mengadjari rakjat membuat rumah diatas pokok-pokok kaju dan dengan djalan demikian mentjegah malapetaka-malapetaka jang disebabkan angin<noinclude></noinclude> m5kxbmh6n7k8shdpa3w3tc1d21pq62s Halaman:San min chu i.pdf/124 104 112071 311001 2026-08-10T23:58:28Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '119 Karena pemakaian batu bara jang banjak ini, ratusan atau ribuan mil djalan kereta api akan belum tjukup untuk mengangkut bahan pembakar jang sangat diperlukan itu. Akibatnja ialah bahwa djalan kereta api terlalu asjik membawa batu bara sadja sehingga tak ada kesempatan mengangkut hasil pertarian jang djuga sangat dibutuhkan. Semendjak pemakaian batu bara, hal ini menjebabkan timbulnja dua matjam kesulitan; Amerika Serikat sekarang merantj... 311001 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>119 Karena pemakaian batu bara jang banjak ini, ratusan atau ribuan mil djalan kereta api akan belum tjukup untuk mengangkut bahan pembakar jang sangat diperlukan itu. Akibatnja ialah bahwa djalan kereta api terlalu asjik membawa batu bara sadja sehingga tak ada kesempatan mengangkut hasil pertarian jang djuga sangat dibutuhkan. Semendjak pemakaian batu bara, hal ini menjebabkan timbulnja dua matjam kesulitan; Amerika Serikat sekarang merantjangkan suatu setasiun pusat kekuatan jang besar dan jang dapat mempersatukan sebuah sistim tenaga listerik dari beribu-ribu pabrik. Kalau rentjana jang raksasa ini berhasil maka segala „tenaga-kuda" listerik dari beribu-ribu pabrik dapat digabungkan didalam satu pusat instalasi. Tiap pabrik tak memerlukan lagi pemakaian batu bara dan peker- dja2 jang banjak untuk menghidupkan api ; jang hanja diperlukan untuk mendjalankan pabrik ialah tambang tembaga untuk menimbulkan kekuatan. Keuntungan rentjana ini dapat digambarkan sebagai beratus-ratus orang berkumpul didalam sebuah sidang. Ka- lau tiap2 orang membawa kompornja masing-masing untuk memasak makaran misalnja, keadaan akan mendjadi katjau balau, tetapi kalau kita semua bersatu padu dan memasak diatas sebuah kompor jang besar akan terbukti bahwa djalan ini lebih mudah dan ekonomis. Amerika Serikat sekarang sedang memikirkan suatu rentjana memperhubungkan segala pabrik-pabrik didalam sebuah sistim tenaga listrik jang besar ; kalau Tiongkok ingin mempeladjari patokan2 kekuatan negeri Barat, djanganlah dimulai mempeladjari kekuatan batu bara tetapi mulailah dari tenaga listrik jang memberikan kepada Tiongkok suatu tenaga penggerak jang besar. Tjara beladjar ini dapat disamakan dengan apa jang dinamakan kaum militer suatu penjerangan permulaan menahan dan memukul pasukan terdepan" . Kalau kita dapat beladjar dari pendjaga depan" ini, didalam sepuluh tahun mungkin kita tak akan dapat melebihi kedudukan bangsa lain tetapi jang sudah pasti dapat setingkat dengan mereka. Kalau kita ingin beladjar dari negeri Barat, haruslah kita memahami segala pengetahuan mereka jang terbaru dan djangan memulai dari belakang. Mempeladjari ilmu pengetahuan ini berarti kita mentjapai keuntungan, jang baru akan dapat kita tjapai dalam 200 tahun. Sekarang negara kita sedang dipersimpangan djalan ; kalau kita terus berpangku tangan dan belum memulai perdjuangan kita serta<noinclude></noinclude> 38qhxviqwktbqync55wxhhmd8wlliko 311005 311001 2026-08-11T00:02:27Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311005 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||119}}</noinclude>Karena pemakaian batu bara jang banjak ini, ratusan atau ribuan mil djalan kereta api akan belum tjukup untuk mengangkut bahan pembakar jang sangat diperlukan itu. Akibatnja ialah bahwa djalan kereta api terlalu asjik membawa batu bara sadja sehingga tak ada kesempatan mengangkut hasil² pertanian jang djuga sangat dibutuhkan. Semendjak pemakaian batu bara, hal ini menjebabkan timbulnja dua matjam kesulitan; Amerika Serikat sekarang merantjangkan suatu setasiun pusat kekuatan jang besar dan jang dapat mempersatukan sebuah sistim tenaga listerik dari beribu-ribu pabrik. Kalau rentjana jang raksasa ini berhasil maka segala „tenaga-kuda” listerik dari beribu-ribu pabrik dapat digabungkan didalam satu pusat instalasi. Tiap² pabrik tak memerlukan lagi pemakaian batu bara dan pekerdja² jang banjak untuk menghidupkan api : jang hanja diperlukan untuk mendjalankan pabrik ialah tambang tembaga untuk menimbulkan kekuatan. Keuntungan rentjana ini dapat digambarkan sebagai beratus-ratus orang berkumpul didalam sebuah sidang. Kalau tiap² orang membawa kompornja masing-masing untuk memasak makaran misalnja, keadaan akan mendjadi katjau balau, tetapi kalau kita semua bersatu padu dan memasak diatas sebuah kompor jang besar akan terbukti bahwa djalan ini lebih mudah dan ekonomis. Amerika Serikat sekarang sedang memikirkan suatu rentjana memperhubungkan segala pabrik-pabrik didalam sebuah sistim tenaga listrik jang besar; kalau Tiongkok ingin mempeladjari patokan² kekuatan negeri Barat, djanganlah dimulai mempeladjari kekuatan batu bara tetapi mulailah dari tenaga listrik jang memberikan kepada Tiongkok suatu tenaga penggerak jang besar. Tjara beladjar ini dapat disamakan dengan apa jang dinamakan kaum militer suatu penjerangan permulaan „menahan dan memukul pasukan terdepan". Kalau kita dapat beladjar dari „pendjaga depan" ini, didalam sepuluh tahun mungkin kita tak akan dapat melebihi kedudukan bangsa² lain tetapi jang sudah pasti dapat setingkat dengan mereka. Kalau kita ingin beladjar dari negeri Barat, haruslah kita memahami segala pengetahuan mereka jang terbaru dan djangan memulai dari belakang. Mempeladjari ilmu pengetahuan ini berarti kita mentjapai keuntungan, jang baru akan dapat kita tjapai dalam 200 tahun. Sekarang negara kita sedang dipersimpangan djalan : kalau kita terus berpangku tangan dan belum memulai perdjuangan kita serta<noinclude></noinclude> 8d03fdam6tino7pvnwp6odxaq66yt80 Halaman:San min chu i.pdf/138 104 112072 311004 2026-08-11T00:01:36Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '133 dan badai makin lama makin madju. Mulai dari waktu ini peradaban rakjat mulai bersatu dan karena tanah tjukup luas sedangkan penduduk sedikit, makanan mudah ditjari. Kesulitan-kesulitan jang mendjadi buah pikiran orang sekarang hanjalah malapetaka-malapetaka jang disebabkan oleh alam jang tak dapat dihindarkan oleh tenaga djasmani, seperti jang dapat dihindarkan dalam perkelahianperkelahian dengan binatang-binatang buas. Sebab itulah timbul... 311004 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>133 dan badai makin lama makin madju. Mulai dari waktu ini peradaban rakjat mulai bersatu dan karena tanah tjukup luas sedangkan penduduk sedikit, makanan mudah ditjari. Kesulitan-kesulitan jang mendjadi buah pikiran orang sekarang hanjalah malapetaka-malapetaka jang disebabkan oleh alam jang tak dapat dihindarkan oleh tenaga djasmani, seperti jang dapat dihindarkan dalam perkelahianperkelahian dengan binatang-binatang buas. Sebab itulah timbul pengertian tentang kekuasaan-kekuasaan kedewataan. Ahli-ahli pikir mulai menjiarkan adjaran-adjaran tentang dewadewa dan menjerukan agar orang2 bersembahjang untuk meminta kebahagian dan terhindarnja kemalangan. Meskipun kenjataan tentang permintaan mereka diluluskan, mereka dalam waktu itu tak mempunjai rantjangan lain dari pada meminta pertolongan dewadewa. Seorang diantara mereka jang mempunjai pikiran jang dalam dipilih dan diangkat djadi pendeta, seperti pemimpin-pemimpin suku bangsa biadab di Afrika dewasa ini. Pendeta ini semata-mata pekerdjaannja meminta doa. Dengan tjara demikian itu orang-orang Mongol dan orang-orang Tibetpun mengangkat seorang ,Buddha hidup" mendjadi pemimpin mereka dalam pemerintahan agama. Nenek-nenek mojang kita lazim mer.gatakan bahwa dua matjam pekerdjaan negara ialah urusan agama dan peperangan, doa dan perkelahian. Republik Tiongkok telah berdiri selama 13 tahun ; kita telah berhasil pula menggulingkan monarchi dan meraklukkan otokrasi. Djepang jang sampai sekarang masih mendjadi suatu negara monarchi dan mengabdi kepada dewa-dewanja ; orang-orang Djepang menamakan kaisarnja : Tenno ( Radja dari Langit) . Kita lazim mengutjapkan kaisar Tiongkok sebagai ,,Putera dari Langit" pada waktu kita masih lekat pada teokrasi meskipun oto- : krasi sudah lama berkembang. Kaisar Djepang diturunkan dari tachta keradjaan oleh kaum Bushi beratus-ratus tahun jang lalu, tetapi pada waktu pembangunan Meiji enam puluh tahun jang lalu. Tokugawa digulingkan dan Radja dari Langit" dikembalikan. Sebab itulah sampai sekarang Djepang djadi setengah negara teokrasi dan setengah negara otokrasi. Pada zaman dahulu Kaisar Roma djuga mendjadi kepala agama dalam negara ; ketika peradaban Roma ler.jap dan kaisarnja didjatuhkan, kota itu kehilangan djuga kekuasaan politiknja. Tetapi otoritet keagamaan dilandjutkan dan kaum Keristen diseluruh dunia sampai sekarang masih meng-<noinclude></noinclude> hci44kq1v22xg92721kdhxcpmomxbqu 311032 311004 2026-08-11T00:34:49Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 311032 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||133|}}</noinclude>dan badai makin lama makin madju. Mulai dari waktu ini peradaban rakjat mulai bersatu dan karena tanah tjukup luas sedangkan penduduk sedikit, makanan mudah ditjari. Kesulitan-kesulitan jang mendjadi buah pikiran orang sekarang hanjalah malapetaka-malapetaka jang disebabkan oleh alam jang tak dapat dihindarkan oleh tenaga djasmani, seperti jang dapat dihindarkan dalam perkelahian-perkelahian dengan binatang-binatang buas. Sebab itulah timbul pengertian tentang kekuasaan-kekuasaan kedewataan. Ahli-ahli pikir mulai menjiarkan adjaran-adjaran tentang dewa-dewa dan menjerukan agar orang² bersembahjang untuk meminta kebahagian dan terhindarnja kemalangan. Meskipun kenjataan tentang permintaan mereka diluluskan, mereka dalam waktu itu tak mempunjai rantjangan lain dari pada meminta pertolongan dewa-dewa. Seorang diantara mereka jang mempunjai pikiran jang dalam dipilih dan diangkat djadi pendeta, seperti pemimpin-pemimpin suku bangsa biadab di Afrika dewasa ini. Pendeta ini semata-mata pekerdjaannja meminta doa. Dengan tjara demikian itu orang-orang Mongol dan orang-orang Tibetpun mengangkat seorang „Buddha hidup” mendjadi pemimpin mereka dalam pemerintahan agama. Nenek-nenek mojang kita lazim mengatakan bahwa dua matjam pekerdjaan negara ialah urusan agama dan peperangan, doa dan perkelahian. Republik Tiongkok telah berdiri selama 13 tahun; kita telah berhasil pula menggulingkan monarchi dan menaklukkan otokrasi. Djepang jang sampai sekarang masih mendjadi suatu negara monarchi dan mengabdi kepada dewa-dewanja; orang-orang Djepang menamakan kaisarnja: Tenno (Radja dari Langit). Kita lazim mengutjapkan kaisar Tiongkok sebagai „Putera dari Langit” pada waktu kita masih lekat pada teokrasi meskipun otokrasi sudah lama berkembang. Kaisar Djepang diturunkan dari tachta keradjaan oleh kaum Bushi beratus-ratus tahun jang lalu, tetapi pada waktu pembangunan Meiji enam puluh tahun jang lalu. Tokugawa digulingkan dan „Radja dari Langit” dikembalikan. Sebab itulah sampai sekarang Djepang djadi setengah negara teokrasi dan setengah negara otokrasi. Pada zaman dahulu Kaisar Roma djuga mendjadi kepala agama dalam negara: ketika peradaban Roma lenjap dan kaisarnja didjatuhkan, kota itu kehilangan djuga kekuasaan politiknja. Tetapi otoritet keagamaan dilandjutkan dan kaum Keristen diseluruh dunia sampai sekarang masih {{hws|meng|menghormati}}<noinclude></noinclude> 2eyafc748llm3u708h5jr4zvesghqhq Halaman:San min chu i.pdf/125 104 112073 311006 2026-08-11T00:02:39Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '120 tak mengetahui bagaimana harus memperbaiki kedudukan negeri kita, maka negara serta bangsa kita akan lenjap untuk selamalamanja. : Tetapi sekarang setelah kita mengetahui bagaimana tjara-tjararja, maka kita harus pula mengikuti aliran didunia dan mempeladjari tjara-tjara jang baik dari bangsa-bangsa Barat. Kita dapat melebihi bangsa-bangsa lain dalam hal beladjar dan membuktikan pepatah ,,Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian, be... 311006 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>120 tak mengetahui bagaimana harus memperbaiki kedudukan negeri kita, maka negara serta bangsa kita akan lenjap untuk selamalamanja. : Tetapi sekarang setelah kita mengetahui bagaimana tjara-tjararja, maka kita harus pula mengikuti aliran didunia dan mempeladjari tjara-tjara jang baik dari bangsa-bangsa Barat. Kita dapat melebihi bangsa-bangsa lain dalam hal beladjar dan membuktikan pepatah ,,Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian". Meskipun bangsa kita mengalami kemunduran selama beberapa abad ini, tetapi saja jakin bahwa kita akan dapat mengedjar bangsa lain didalam beberapa tahun sadja. Djepang adalah tjontoh jang terbaik dalam hal ini. Kebudajaannja adalah tiruan dari kebudajaan Tiongkok dizaman dulu-kala, dan tingkatnja lebih rendah dari pada kebudajaan kita, tetapi di- dalam beberapa puluh tahun jang achir ini Djepang mempeladjari peradaban Barat sehingga sekarang termasuk golongan negara 2 jang kuat didunia. Saja mengetahui bahwa tingkat ketjerdasan kaum terpeladjar kita tak kalah dari ketjerdasan negeri Barat, sehingga akan lebih mudah bagi kita untuk mempeladjari segala ilmu pengetahuan didunia Barat. Dengan demikian dalam waktu sepuluh tahun jang akan datang adalah waktu jang akan menentukan nasib kita; kalau kita dapat berbuat seperti apa jang telah dilakukan Djepang dan berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki kedudukan negara, maka didalam sepuluh tahun itu kita akan dapat melenjapkan pengawasan politik dan tekanan ekonomi asing. Segala kesengsaraan2 lain jang sedang menimpa diri kita akan mudah kita hindarkan. Djepang hanja mempeladjari peradaban Barat selama beberapa puluh tahun dan telah mendjadi salah satu negara jang kuat didunia. Disamping itu Tiongkok mempunjai penduduk sepuluh kali dan daerah jang tiga puluh kali besarnja dari Djepang dan sumber kekajaan djauh melebihi kepunjaan Djepang. Kalau Tiongkok telah mentjapai tingkat kedudukan seperti Djepang, Tiongkok akan sederadjat dengan sepuluh buah negara jang terkuat didunia. Pada waktu sekarang hanja ada lima buah negara jang kuat dan besar, Inggeris, Amerika Serikat, Perantjis, Djepang dan Itali, dan<noinclude></noinclude> d6rg3baxzzbouxyrbxu6mv04fe13bwk 311008 311006 2026-08-11T00:05:31Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311008 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||120}}</noinclude>tak mengetahui bagaimana harus memperbaiki kedudukan negeri kita, maka negara serta bangsa kita akan lenjap untuk selama-lamanja. Tetapi sekarang setelah kita mengetahui bagaimana tjara-tjaracja. maka kita harus pula mengikuti aliran didunia dan mempeladjari tjara-tjara jang baik dari bangsa-bangsa Barat. Kita dapat melebihi bangsa-bangsa lain dalam hal beladjar dan membuktikan pepatah „Berakit-rakit kehulu. berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian". Meskipun bangsa kita mengalami kemunduran selama beberapa abad ini, tetapi saja jakin bahwa kita akan dapat mengedjar bangsa² lain didalam beberapa tahun sadja. Djepang adalah tjontoh jang terbaik dalam hal ini. Kebudajaannja adalah tiruan dari kebudajaan Tiongkok dizaman dulu-kala, dan tingkatnja lebih rendah dari pada kebudajaan kita, tetapi didalam beberapa puluh tahun jang achir ini Djepang mempeladjari peradaban Barat sehingga sekarang termasuk golongan negara² jang kuat didunia. Saja mengetahui bahwa tingkat ketjerdasan kaum terpeladjar kita tak kalah dari ketjerdasan negeri Barat, sehingga akan lebih mudah bagi kita untuk mempeladjari segala ilmu pengetahuan didunia Barat. Dengan demikian dalam waktu sepuluh tahun jang akan datang adalah waktu jang akan menentukan nasib kita; kalau kita dapat berbuat seperti apa jang telah dilakukan Djepang dan berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki kedudukan negara, maka didalam sepuluh tahun itu kita akan dapat melenjapkan pengawasan politik dan tekanan ekonomi asing. Segala kesengsaraan² lain jang sedang menimpa diri kita akan mudah kita hindarkan. Djepang hanja mempeladjari peradaban Barat selama beberapa puluh tahun dan telah mendjadi salah satu negara jang kuat didunia. Disamping itu Tiongkok mempunjai penduduk sepuluh kali dan daerah jang tiga puluh kali besarnja dari Djepang dan sumber² kekajaan djauh melebihi kepunjaan Djepang. Kalau Tiongkok telah mentjapai tingkat kedudukan seperti Djepang. Tiongkok akan sederadjat dengan sepuluh buah negara jang terkuat didunia. Pada waktu sekarang hanja ada lima buah negara jang kuat dan besar, Inggeris, Amerika Serikat, Perantjis, Djepang dan Itali, dan<noinclude></noinclude> bw5kz1woh0zb9b80pb0lw8ng3519wei Halaman:San min chu i.pdf/126 104 112074 311009 2026-08-11T00:05:43Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '121 kalau Djerman dan Rusia telah bangun kembali hanja baru berdjumlah enam atau tudjuh buah. Kalau regara Tiongkok telah mentjapai tingkat peradaban jang sama dengan Djepang, Tiongkok akan mempunjai kekuatan jang sama dengan sepuluh buah negara dan sanggup mengembalikan : kedudukan nasionalnja jang dahulu . Kalau Tiongkok sudah mentjapai tingkat itu, apakah jang akan diperbuat ? Sembojan rakjat jang kuno di Tiongkok mengatakan: ..Tolonglah... 311009 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>121 kalau Djerman dan Rusia telah bangun kembali hanja baru berdjumlah enam atau tudjuh buah. Kalau regara Tiongkok telah mentjapai tingkat peradaban jang sama dengan Djepang, Tiongkok akan mempunjai kekuatan jang sama dengan sepuluh buah negara dan sanggup mengembalikan : kedudukan nasionalnja jang dahulu . Kalau Tiongkok sudah mentjapai tingkat itu, apakah jang akan diperbuat ? Sembojan rakjat jang kuno di Tiongkok mengatakan: ..Tolonglah si lemah, angkatlah jang djatuh". Karena politik jang sutji inilah Tiongkok mendjadi makmur selama beribu-ribu tahun dan itulah sebabnja negeri2 seperti Annam, Birma, Korea, Siam dan regara2 ketjil lainnja dapat tinggal merdeka. Sesudah pengaruh Eropah meliputi Tiongkok, Annam ditjaplok oleh Perantjis, Birma oleh Inggeris dan Korea oleh Djepang. Kalau kita betul2 ingin supaja Tiongkok kembali mendjadi kuat, disamping memperbaiki kedudukan nasional kita, harus pula kita berani memikul pertanggungan djawab jang besar terhadap dunia. Kalau Tiongkok tak dapat memikul tanggung jawab jang besar ini, berdirinja Tiongkok akan pertjuma sadja; sebaliknja kalau Tiongkok tak muntjul, akan membawa kerugian untuk dunia jang bagaimanapun djuga kuatnja. Apakah kewadjiban kita jang sesungguhnja terhadap dunia ? Djalan jang ditempuh oleh negara Barat sekarang berarti penaklukan negara lain ; kalau Tiongkok telah mendjadi kuat dan irgin pula menghantjurkan negara2 lain, meniru apa jang dilakukan imperialisme Negara2 Besar sekarang ini, ia berarti menuruti djedjak politik mereka. Marilah kita dulu menetapkan politik kita itu. Hanjalah dengan sembojan ,menolong si lemah dan mengangkat jang djatuh" itulah kita akan dapat mendjalankan kewadjiban mulia dari bangsa kita. Politik kita harus membantu rakjat jang lemah dan jang sedikit djumlahnja, sebaliknja menentang Negara2 Besar didunia. Kalau rakjat Tiongkok seluruhnja telah insaf akan tudjuan jang mulia ini , Tiongkok akan hidup makmur; kalau tidak demikian tak ada lagi pengharapan bagi kita. Marilah kita sekarang djuga, sebelum pembangunan Tiongkok dimulai, berdjandji dalam hati masing2 untuk ,,menolong si lemah dan mengangkat jang djatuh " , kemudian<noinclude></noinclude> a2un6qjdrniylkzkpwrkczwykcmqpn2 311012 311009 2026-08-11T00:10:23Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311012 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||121}}</noinclude>kalau Djerman dan Rusia telah bangun kembali hanja baru berdjumlah enam atau tudjuh buah. Kalau regara Tiongkok telah mentjapai tingkat peradaban jang sama dengan Djepang. Tiongkok akan mempunjai kekuatan jang sama dengan sepuluh buah negara dan sanggup mengembalikan kedudukan nasionalnja jang dahulu. Kalau Tiongkok sudah mentjapai tingkat itu, apakah jang akan diperbuat? Sembojan rakjat jang kuno di Tiongkok mengatakan: „Tolonglah si lemah, angkatlah jang djatuh”. Karena politik jang sutji inilah Tiongkok mendjadi makmur selama beribu-ribu tahun dan itulah sebabnja negeri seperti Annam, Birma, Korea, Siam dan negara² ketjil lainnja dapat tinggal merdeka. Sesudah pengaruh Eropah meliputi Tiongkok, Annam ditjaplok oleh Perantjis, Birma oleh Inggeris dan Korea oleh Djepang. Kalau kita betul² ingin supaja Tiongkok kembali mendjadi kuat, disamping memperbaiki kedudukan nasional kita, harus pula kita berani memikul pertanggungan djawab jang besar terhadap dunia. Kalau Tiongkok tak dapat memikul tanggung djawab jang besar ini, berdirinja Tiongkok akan pertjuma sadja: sebaliknja kalau Tiongkok tak muntjul, akan membawa kerugian untuk dunia jang bagaimanapun djuga kuatnja. Apakah kewadjiban kita jang sesungguhnja terhadap dunia? Djalan jang ditempuh oleh negara² Barat sekarang berarti penaklukan negara² lain; kalau Tiongkok telah mendjadi kuat dan ingin pula menghantjurkan negara² lain, meniru apa jang dilakukan imperialisme Negara² Besar sekarang ini, ia berarti menuruti djedjak politik mereka. Marilah kita dulu menetapkan politik kita itu. Hanjalah dengan sembojan „menolong si lemah dan mengangkat jang djatuh" itulah kita akan dapat mendjalankan kewadjiban mulia dari bangsa kita. Politik kita harus membantu rakjat jang lemah dan jang sedikit djumlahnja, sebaliknja menentang Negara² Besar didunia. Kalau rakjat Tiongkok seluruhnja telah insaf akan tudjuan jang mulia ini, Tiongkok akan hidup makmur; kalau tidak demikian tak ada lagi pengharapan bagi kita. Marilah kita sekarang djuga, sebelum pembangunan Tiongkok dimulai, berdjandji dalam hati masing² untuk „menolong si lemah dan mengangkat jang djatuh", kemudian<noinclude></noinclude> 4p6g9vuut25oulkktc2mrb8jp5picpj Halaman:San min chu i.pdf/360 104 112075 311010 2026-08-11T00:06:48Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311010 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||355}}</noinclude>tabrakan dengan kereta jang lain. Demikianlah kita lihat bahwa mengadakan djalan auto antara Canton dan Macao akan lebih murah ongkosnja serta lebih menguntungkan dari pada mengadakan djalan kereta api. Kalau djalan-djalan auto telah diadakan dimana-mana, hanja tempat-tempat miskin dan tempat-tempat amat terpentjil jang tidak diliwati djalan-djalan itu jang tetap masih mempergunakan pengangkutan dengan kuli. Dari kenjataan-kenjataan ini kita lihat, bahwa ada empat tjara pengangkutan jang amat penting, kalau kita mau memetjahkan soal pengangkutan makanan: pertama terusan; kedua, djalan-djalan kereta api; ketiga, djalan-djalan auto dan keempat pengangkutan dengan memakai tenaga kuli. Kalau keempat tjara pengangkutan ini dapat kita madjukan sebaik-baiknja, empat ratus djuta rakjat kita akan memperoleh makanan murah serta tjukup untuk kebutuhan mereka. Tjara ketudjuh untuk menambah hasil pertanian ialah mentjegah bahaja alam. Lihatlah bandjir di Kwangtung sekarang! Panen padi pertama sehamusnja dipungut dalam pertengahan bulan ini, tetapi baru sadja buahnja sedang matang. tiba-tiba tanaman itu terendam oleh air dan djadi rusak sama sekali. Beras dari satu mow sawah paling sedikit harganja sepuluh dollar; djadi untuk satu mow tanah jang ditimpa bandjir berarti kerugian sepuluh dollar! Berapa mow sawah diseluruh propinsi Kwangtung jang dilanggar bahaja bandjir, menurut pikiran Tuan-tuan 7 Sudah pasti beberapa djuta mow. Artinja kerugian berpuluh-puluh djuta dollar! Itulah sebabnja kalau kita ingin memetjahkan soal makanan dengan sempurna, kita harus mengadakan pentjegah-pentjegah bahaja alam. Apakah jang harus kita lakukan untuk mentjegah bahaja bandjir seperti jang mengamuk di Kwangtung sekarang? Sekarang dipergunakan tjara ini: kantor-kantor penilik bahaja alam didirikan, dan pada tempat-tempat rendah disepandjang pinggir sungai dibangunkan tanggul tinggi. Tanggul-tanggul ini kuat sekali dan dapat menahan arus deras dan tak akan rubuh oleh bandjir jang akan merendami tanah dikiri-kanannja. Tahun jang lalu, ketika saja berdjuang disepandjang Tung Kiang, saja melihat beberapa tanggul tinggi seperti itu. Semuanja kukuh buatannja, dapat menulung mentjegah bentjana bandjir dan tahan akan serangan air. Tanggul-tanggul itu mengatur dan mengekang djalannja air. Tetapi ini hanja setengah sadja dari daja upaja mentjegah bandjir; dan tidak bisa sepenuhnja<noinclude></noinclude> 7o1cv4bx8xk1gsziaed0cqdsqqkvamo Halaman:San min chu i.pdf/361 104 112076 311011 2026-08-11T00:09:24Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311011 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||356}}</noinclude>menguasai air. Selainnja mengadakan tanggul kita djuga harus menggali dasar sungai dan muaranja, mengeruk seluruh lumpur dan pasir didasȧrnja. Kalau dimuaranja tak banjak lumpur jang menghalangi mengalirnja, serta dasarnja dalam pula, akan mudahlah air sungai itu mengalir terus kelaut: air sungai tak akan meluap dan bahaja bandjir dapat dikurangi. Menggali dasar sungai dan mengadakan tanggul adalah dua tjara ilmu teknik jang harus dikerdjakan bersama-sama, kalau kita ingin menguasai sungai dengan sempurna. Tetapi bagaimanakah tjara jang mengenai pokok untuk mentjegah bandjir? Apakah sebabnja bentjana bandjir dari tahun ketahun makin bertambah? Apakah sebabnja bentjana bandjir djarang sekali diwaktu lampau? Karena dahulu banjak hutan jang luas-luas; kemudian terlalu banjak pohon ditebang rakjat dan tanah itu tak ditanami lagi dengan pohon-pohon baru. Sebab itu di Tiongkok sekarang sedikit benar hutan, sedangkan kebanjakan gunung-gunung dan lereng-lereng bukit djadi gundul seluruhnja. Kalau hudjan besar turun, lereng gunung itu tak berhutan untuk dapat mengisap air hudjan atau untuk dapat menahan aliran air hudjan: itulah sebabnja air mengalir dari gunung kesungai dengan tak mendapat halangan sedikitpun; sungai itu segera meluap dan dengan demikian, terbitlah bandjir jang merusakkan. Sebab itu. penanaman hutan kembali adalah amat penting dalam daja upaja mentjegah bahaja bandjir. Menanam hutan lebih banjak adalah dasar daja upaja untuk mentjegah bahaja bandjir. Kalau hudjan besar turun, tjabang dan daun pohon-pohonan akan menjerap air diudara, sedangkan akarnja akan mengisap air jang mengalir ditanah. Rimba lebat dapat mengisap air banjak sekali. Dengan djalan begitu, air dikumpulkan oleh pohon-pohonan itu dan kemudian dengan perlahan-lahan air itu mengalir turun kesungai-sungai, djadi bukan seluruhnja mengalir langsung dengan mendadak hingga tak mengakibatkan bandjir. Tjara radikal untuk mentjegah bahaja bandjir ialah menanam hutan. Itulah sebabnja, supaja dapat memetjahkan soal makanan kita harus mentjegah bahaja bandjir dan lebih dulu kita harus banjak mengadakan hutan. Dengan djalan demikian dapat kita tjegah bahaja bandjir diseluruh negeri. Penanaman hutan kembali diseluruh negeri harus diusahakan oleh negara. Hanja dibawah<noinclude></noinclude> b0oiob28eoyo5od33jsixuhqxg1nmtn Halaman:San min chu i.pdf/127 104 112077 311013 2026-08-11T00:10:37Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '122 sesudah kita mendjadi kuat dan mengenangkan kesengsaraan2 kita dibawah pengaruh politik dan tekanan ekonomi negeri asing ; lalu kita menolong bangsa jang lemah dan lebih ketjil djumlahnja jang menderita perlakuan jang seperti kita ; saat itu akan datang untuk melemparkan imperialisme itu. Maka barulah akar terdjelma tjita2 kita untuk memerintah negara dan mendamaikan dunia " . Kalau kita betul2 sanggup mentjapai tjita2 ini dikemudian hari,... 311013 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>122 sesudah kita mendjadi kuat dan mengenangkan kesengsaraan2 kita dibawah pengaruh politik dan tekanan ekonomi negeri asing ; lalu kita menolong bangsa jang lemah dan lebih ketjil djumlahnja jang menderita perlakuan jang seperti kita ; saat itu akan datang untuk melemparkan imperialisme itu. Maka barulah akar terdjelma tjita2 kita untuk memerintah negara dan mendamaikan dunia " . Kalau kita betul2 sanggup mentjapai tjita2 ini dikemudian hari, sekarang haruslah kita hidupkan kembali semangat kebangsaan kita, menemui gensi nasional kita, persatukan dunia berdasarkan moral kita jang kuno dan ketjintaan kita akan perdamaian serta tegakkan pemerintahan jang universil berdasarkan persamaan dan persaudaraan . Inilah tanggung-djawab jang diletakkan diatas bahu bangsa kita. Tuan-tuan djuga termasuk dalam empat ratus djiwa itu, sehingga Tuan-tuan semua harus turut memikul tanggung-djawab ini dan mendjelmakan djiwa asli bangsa kita. 2 Maret 1924 . Tjatatan Halaman 106. Kesetiaan terhadap leluhur, hsiao dan pengabdian chung kerapkali dihubungkan satu sama lain, dianggap sebagai sifat dari suatu kebadjikan. Kalau didjelaskan didalam perhubungan antara ajah dan anak dinamakan hsiao, kalau didjelaskan didalam perhubungannja antara radja dan hulubalang-hulubalangnja dinamakan chung.<noinclude></noinclude> rvv9mq5enr5o40uabxcy5brndu2hgyq 311016 311013 2026-08-11T00:14:06Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311016 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||122}}</noinclude>sesudah kita mendjadi kuat dan mengenangkan kesengsaraan² kita dibawah pengaruh politik dan tekanan ekonomi negeri asing : lalu kita menolong bangsa² jang lemah dan lebih ketjil djumlahnja jang menderita perlakuan jang seperti kita : saat itu akan datang untuk melemparkan imperialisme itu. Maka barulah akar terdjelma tjita² kita untuk „memerintah negara dan mendamaikan dunia”. Kalau kita betul² sanggup mentjapai tjita² ini dikemudian hari, sekarang haruslah kita hidupkan kembali semangat kebangsaan kita, menemui gensi nasional kita, persatukan dunia berdasarkan moral kita jang kuno dan ketjintaan kita akan perdamaian serta tegakkan pemerintahan jang universil berdasarkan persamaan dan persaudaraan. Inilah tanggung-djawab jang diletakkan diatas bahu bangsa kita. Tuan-tuan djuga termasuk dalam empat ratus djiwa itu, sehingga Tuan-tuan semua harus turut memikul tanggung-djawab ini dan mendjelmakan djiwa asli bangsa kita. ''2 Maret 1924 .'' {{smaller|''Tjatatan Halaman 106.''<br> Kesetiaan terhadap leluhur, hsiao dan pengabdian ''chung'' kerapkali dihubungkan satu sama lain, dianggap sebagai sifat dari suatu kebadjikan.<br> Kalau didjelaskan didalam perhubungan antara ajah dan anak dinamakan ''hsiao'', kalau didjelaskan didalam perhubungannja antara radja dan hulubalang-hulubalangnja dinamakan ''chung''.}}<noinclude></noinclude> 2t1a4u2o48qiqt1zv9f7dpu0dmx1ql6 311018 311016 2026-08-11T00:14:27Z Iripseudocorus 23824 311018 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||122}}</noinclude>sesudah kita mendjadi kuat dan mengenangkan kesengsaraan² kita dibawah pengaruh politik dan tekanan ekonomi negeri asing : lalu kita menolong bangsa² jang lemah dan lebih ketjil djumlahnja jang menderita perlakuan jang seperti kita : saat itu akan datang untuk melemparkan imperialisme itu. Maka barulah akar terdjelma tjita² kita untuk „memerintah negara dan mendamaikan dunia”. Kalau kita betul² sanggup mentjapai tjita² ini dikemudian hari, sekarang haruslah kita hidupkan kembali semangat kebangsaan kita, menemui gensi nasional kita, persatukan dunia berdasarkan moral kita jang kuno dan ketjintaan kita akan perdamaian serta tegakkan pemerintahan jang universil berdasarkan persamaan dan persaudaraan. Inilah tanggung-djawab jang diletakkan diatas bahu bangsa kita. Tuan-tuan djuga termasuk dalam empat ratus djiwa itu, sehingga Tuan-tuan semua harus turut memikul tanggung-djawab ini dan mendjelmakan djiwa asli bangsa kita. ''2 Maret 1924 .'' {{smaller|''Tjatatan Halaman 106.''<br> Kesetiaan terhadap leluhur, hsiao dan pengabdian ''chung'' kerapkali dihubungkan satu sama lain, dianggap sebagai sifat dari suatu kebadjikan.<br> Kalau didjelaskan didalam perhubungan antara ajah dan anak dinamakan ''hsiao'', kalau didjelaskan didalam perhubungannja antara radja dan hulubalang-hulubalangnja dinamakan ''chung''.}}<noinclude></noinclude> nhytk4heo7yon0rpgj7xaoyh7nhn08z Halaman:San min chu i.pdf/287 104 112078 311014 2026-08-11T00:10:48Z Ammachemist 27288 /* Tanpa teks */ 311014 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Ammachemist" /></noinclude><noinclude></noinclude> kginar3ns9d2qnc9d4hpw8a58x8ah1i Halaman:San min chu i.pdf/362 104 112079 311015 2026-08-11T00:11:50Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '357 penilikan negara usaha sematjam ini mudah berhasil. Tahun ini propinsi-propinsi Tiongkok-Utara dan Selatan seluruhnja ditimpa bandjir-bandjir besar. Kerugian jang diterbitkan oleh bandjir- bandjir itu mendekati beratus-ratus djuta dollar. Sudahlah rakjat kita memang miskin dan bangsa kita bangkrut. Kalau kerugian jang diterbitkan bandjir itu terus-menerus bertambah, akan djadi amat sukarlah bagi kita menjelesaikan soal makanan jang kita hada... 311015 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh||357}}</noinclude>357 penilikan negara usaha sematjam ini mudah berhasil. Tahun ini propinsi-propinsi Tiongkok-Utara dan Selatan seluruhnja ditimpa bandjir-bandjir besar. Kerugian jang diterbitkan oleh bandjir- bandjir itu mendekati beratus-ratus djuta dollar. Sudahlah rakjat kita memang miskin dan bangsa kita bangkrut. Kalau kerugian jang diterbitkan bandjir itu terus-menerus bertambah, akan djadi amat sukarlah bagi kita menjelesaikan soal makanan jang kita hadapi. Selainnja bandjir, ada pula bahaja musim kering. Tindakan apakah jang harus kita lakukan terhadap soal musim kering ini? Rusia sedjak revolusi, ada mengalami musim kering selama dua- tiga tahun berturut-turut. jang mengakibatkan sedjumlah besar rakjatnja mati kelaparan, dan hampir menjebabkan revolusi djadi gagal. Musim kering, seperti djuga bandjir merupakan bentjana hebat. Umumnja orang mengira bahwa musim kering ialah pene- tapan takdir dan tak mungkin ditjegah. Tetapi sedjak ilmu penge- tahuan madju. bermatjam-matjam tjara ada didapat untuk men- tjegah segala matjam bahaja alam. Pentjegahan terhadap musim kering membutuhkan djuga tenaga seluruh rakjat dan suatu ren- tjana luas dan sempurna. Daja upaja jang fundamentil dalam hal ini adalah djuga penanaman hutan. Dimana ada banjak hutan, disana banjak embun diudara hingga hudjan kerap kali turun dan musim kering djarang sekali. Bagi tanah-tanah jang letaknja tinggi dan ditempat-tempat jang tak ada mata-air, kita mengadakan pompa air dengan tenaga mesin: dengan begitu menghilangkan kersangnja. Tjara irigasi sematjam ini sebagai pentjegah musim kering dapat dibandingkan dengan tjara mengadakan tanggul untuk mentjegah bahaja bandfir kedua-duanja hanja bersifat mengatur tjara jang bersifat mengatur ini dapat menolong keadaan, kalau bandjir atau bahaja kering datang dengan tiba2. Tjara radikal untuk menolak bahaja bandjir atau musim kering ialah penanaman hutan penanaman hutan dalam ukuran nasional. Daja upaja mengatur itu bergantung pada pemakaian mesin-mesin pompa, pada pem- bikinan tanggul-tanggul dan pengerukan dasar-dasar sungai dan muaranja. Kalau kita dapat melaksanakan kedua matjam tindakan jang mengatur dan jang radikal ini, kita dapat mengatasi segala matjam bahaja bandjir dan musim kering dan akibatnja: produksi makanan negeri kita tak akan hilang. ed by Google Digitized by<noinclude></noinclude> towdt66yqzeefhzellq4orlyhrl4ywl 311025 311015 2026-08-11T00:22:33Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311025 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||357}}</noinclude>penilikan negara usaha sematjam ini mudah berhasil. Tahun ini propinsi-propinsi Tiongkok-Utara dan Selatan seluruhnja ditimpa bandjir-bandjir besar. Kerugian jang diterbitkan oleh bandjir-bandjir itu mendekati beratus-ratus djuta dollar. Sudahlah rakjat kita memang miskin dan bangsa kita bangkrut. Kalau kerugian jang diterbitkan bandjir itu terus-menerus bertambah, akan djadi amat sukarlah bagi kita menjelesaikan soal makanan jang kita hadapi. Selainnja bandjir, ada pula bahaja musim kering. Tindakan apakah jang harus kita lakukan terhadap soal musim kering ini? Rusia sedjak revolusi, ada mengalami musim kering selama dua-tiga tahun berturut-turut. jang mengakibatkan sedjumlah besar rakjatnja mati kelaparan, dan hampir menjebabkan revolusi djadi gagal. Musim kering, seperti djuga bandjir merupakan bentjana hebat. Umumnja orang mengira bahwa musim kering ialah penetapan takdir dan tak mungkin ditjegah. Tetapi sedjak ilmu pengetahuan madju, bermatjam-matjam tjara ada didapat untuk mentjegah segala matjam bahaja alam. Pentjegahan terhadap musim kering membutuhkan djuga tenaga seluruh rakjat dan suatu rentjana luas dan sempurna. Daja upaja jang fundamentil dalam hal ini adalah djuga penanaman hutan. Dimana ada banjak hutan, disana banjak embun diudara hingga hudjan kerap kali turun dan musim kering djarang sekali. Bagi tanah-tanah jang letaknja tinggi dan ditempat-tempat jang tak ada mata-air, kita mengadakan pompa air dengan tenaga mesin: dengan begitu menghilangkan kersangnja. Tjara irigasi sematjam ini sebagai pentjegah musim kering dapat dibandingkan dengan tjara mengadakan tanggul untuk mentjegah bahaja bandfir ~ kedua-duanja hanja bersifat mengatur jara jang bersifat mengatur ini dapat menolong keadaan, kalau bandjir atau bahaja kering datang dengan tiba². Tjara radikal untuk menolak bahaja bandjir atau musim kering ialah penanaman hutan ~ penanaman hutan dalam ukuran nasional. Daja upaja mengatur itu bergantung pada pemakaian mesin-mesin pompa, pada pembikinan tanggul-tanggul dan pengerukan dasar-dasar sungai dan muaranja. Kalau kita dapat melaksanakan kedua matjam tindakan jang mengatur dan jang radikal ini, kita dapat mengatasi segala matjam bahaja bandjir dan musim kering dan akibatnja: produksi makanan negeri kita tak akan hilang.<noinclude></noinclude> ijvo7jir7a8jy54t1xbr1cusvqq5zm4 Halaman:San min chu i.pdf/139 104 112080 311019 2026-08-11T00:14:42Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '134 hormati Paus di Roma, seperti djuga halnja berbagai-bagai negara pernah menghormati dinasti Chou. Djadi sesudah zaman perkelahian dengan bir.atang-binatang buas menjusul zaman perkelahian melawan alam dan sebagai hasil perkelahian ini lahirlah teokrasi jang kemudian diteruskan djadi otokrasi, dimana pemimpin-pemimpin tentera dan pemimpin-pemimir rakjat merampas kekuasaan negara dari tangan orang-orang agama atau mengangkat dirinja sendiri... 311019 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>134 hormati Paus di Roma, seperti djuga halnja berbagai-bagai negara pernah menghormati dinasti Chou. Djadi sesudah zaman perkelahian dengan bir.atang-binatang buas menjusul zaman perkelahian melawan alam dan sebagai hasil perkelahian ini lahirlah teokrasi jang kemudian diteruskan djadi otokrasi, dimana pemimpin-pemimpin tentera dan pemimpin-pemimir rakjat merampas kekuasaan negara dari tangan orang-orang agama atau mengangkat dirinja sendiri djadi kepala agama dan kemudian mendjadikan dirinja djadi radja. Zaman perkelahian antara manusia dengan manusia mulailah sesudah perkelahian manusia melawan alam didesak oleh peperangan antara manusia dengan manusia ; pada saat itu rakjat mulai insjaf bahwa hanja dengan menggantungkan nasibnja kepada kekuasaan agama, mereka tak melindungi masjarakat djuga tidak memberikan bantuan dan itu meringankan pemerintahar. dan kekuasaan militer jang kuat sangat dibutuhkan untuk bersaing dengan negara-negara lain. Manusia sudah bertempur dengan sesamanja sedjak mulai sedjarah tertulis. Mulamula mereka mengerahkan bersama-sama kekuatan agama dan kekuatan otokrasi dalam mentjapai kemerangan ; kemudian sesudah teokrasi mendjadi lemah dan keradjaan Roma makin lama makin lemah hingga lenjap, otokrasi mulai mendjadi kuat sampai dalam pemerintahan Louis XVI dari Perantjis otokrasi mentjapai puntjak- nja. Louis XVI pernah menjatakan bahwa antara radja dan negara tak ada perbedaan. „Saja radja, sebab itu saja djuga negara " . Ia mengumpulkan segala kekuasaan negara dalam tangannja dan mempunjai kekuasaan jang tak terbatas, benar-benar menjerupai apa jang dikerdjakan Ch'in Shih Hwang di Tiongkok ( ia mempersatukan Tiongkok dan mendirikar. dinasti Ch'in 225 tahun sebelum Masehi ) . Monarchi mutlak makin lama makin melampaui batas, hingga rakjat tak sanggup lagi menahannja. Kira-kira pada waktu itu djuga ilmu pengetahuan mulai madju dengan pesat dan ketjerdikan manusia makin bertambah-tambah. Akibatnja lahirlah kesedaran baru. Rakjat melihat bahwa otokrasi adalah suatu sistim jang tudjuannja semata-mata untuk memperoleh kekuasaan, membuat negara dan rakjat djadi milik seseorang, membantu kesenangan seseorang dan tak menghiraukan penderitaan mereka ; sesudah tak tertahan lagi, mereka insjaf dengan kejakinan jang makin mendalam bahwa sistim ini tak adil dan harus dilawan,<noinclude></noinclude> effphfhmysgyvtwgz1y88v46khan0xo 311034 311019 2026-08-11T00:41:22Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 311034 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||134}}</noinclude>{{hwe|hormati|menghormati}} Paus di Roma, seperti djuga halnja berbagai-bagai negara pernah menghormati dinasti Chou. Djadi sesudah zaman perkelahian dengan binatang-binatang buas menjusul zaman perkelahian melawan alam dan sebagai hasil perkelahian ini lahirlah teokrasi jang kemudian diteruskan djadi otokrasi, dimana pemimpin-pemimpin tentera dan pemimpin-pemimin rakjat merampas kekuasaan negara dari tangan orang-orang agama atau mengangkat dirinja sendiri djadi kepala agama dan kemudian mendjadikan dirinja djadi radja. Zaman perkelahian antara manusia dengan manusia mulailah sesudah perkelahian manusia melawan alam didesak oleh peperangan antara manusia dengan manusia; pada saat itu rakjat mulai insjaf bahwa hanja dengan menggantungkan nasibnja kepada kekuasaan agama, mereka tak melindungi masjarakat djuga tidak memberikan bantuan dan itu meringankan pemerintahan dan kekuasaan militer jang kuat sangat dibutuhkan untuk bersaing dengan negara-negara lain. Manusia sudah bertempur dengan sesamanja sedjak mulai sedjarah tertulis. Mula-mula mereka mengerahkan bersama-sama kekuatan agama dan kekuatan otokrasi dalam mentjapai kemenangan; kemudian sesudah teokrasi mendjadi lemah dan keradjaan Roma makin lama makin lemah hingga lenjap, otokrasi mulai mendjadi kuat sampai dalam pemerintahan Louis XVI dari Perantjis otokrasi mentjapai puntjaknja. Louis XVI pernah menjatakan bahwa antara radja dan negara tak ada perbedaan. „Saja radja, sebab itu saja djuga negara”. Ia mengumpulkan segala kekuasaan negara dalam tangannja dan mempunjai kekuasaan jang tak terbatas, benar-benar menjerupai apa jang dikerdjakan Ch'in Shih Hwang di Tiongkok (ia mempersatukan Tiongkok dan mendirikan dinasti Ch'in 225 tahun sebelum Masehi). Monarchi mutlak makin lama makin melampaui batas, hingga rakjat tak sanggup lagi menahannja. Kira-kira pada waktu itu djuga ilmu pengetahuan mulai madju dengan pesat dan ketjerdikan manusia makin bertambah-tambah. Akibatnja lahirlah kesedaran baru. Rakjat melihat bahwa otokrasi adalah suatu sistim jang tudjuannja semata-mata untuk memperoleh kekuasaan, membuat negara dan rakjat djadi milik seseorang, membantu kesenangan seseorang dan tak menghiraukan penderitaan mereka; sesudah tak tertahan lagi, mereka insjaf dengan kejakinan jang makin mendalam bahwa sistim ini tak adil dan harus dilawan.<noinclude></noinclude> ddlzqnox2qru77t4sssjdvbnrv5dg1l Halaman:San min chu i.pdf/128 104 112081 311020 2026-08-11T00:15:27Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311020 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude> {{C|{{X-larger|BAGIAN KEDUA}}}} {{C|{{Xx-larger|ASAS-POKOK DEMOKRASI}}}}<noinclude></noinclude> 9tgk7xf1a6sbhbccef6kibl6a4zh0ut Halaman:San min chu i.pdf/129 104 112082 311021 2026-08-11T00:15:42Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 311021 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude>i<noinclude></noinclude> 1iveukb77dtxah2k1kf2qilek3f9g77 Halaman:San min chu i.pdf/140 104 112083 311022 2026-08-11T00:16:13Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '135 dan bahwa perlawanan berarti revolusi. Sebab itu dalam seratus tahun jang achir-achir ini paham revolusi membubung tinggi dan mengakibatkan revolusi-revolusi jang bertudjuan mentjapai demokrasi, dengan djalan peperangan antara rakjat melawar radjanja. Pembagian zaman-zaman ini sangat membantu kita dalam mempeladjari asal demokrasi. Marilah kita memperhatikannja : Pertama, zaman perkelahian manusia dengan binatang dimana manusia semata2 memp... 311022 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>135 dan bahwa perlawanan berarti revolusi. Sebab itu dalam seratus tahun jang achir-achir ini paham revolusi membubung tinggi dan mengakibatkan revolusi-revolusi jang bertudjuan mentjapai demokrasi, dengan djalan peperangan antara rakjat melawar radjanja. Pembagian zaman-zaman ini sangat membantu kita dalam mempeladjari asal demokrasi. Marilah kita memperhatikannja : Pertama, zaman perkelahian manusia dengan binatang dimana manusia semata2 mempergunakan kekuatan djasmani; kedua, zaman dimana manusia melawan alam dan mentjari bantuan dewa2 untuk mem- peroleh kemenangar ; ketiga, dimana manusia berselisih sesamanja, negara dengan negara, bangsa dengan bangsa dan kekuasaan otokrasi mendjadi sendjata jang terpenting. Kita sekarang berada dalam zaman keempat dimana timbul peperangan dalam negara, perlawanan rakjat terhadap kekuasaan radja atau kaisarnja. Pokok perselisihan sekarang ialah memilih antara kebaikan dan kedjahatan, memilih antara kebenaran dan kekuasaan, dan karena kekuasaan rakjat makin bertambah dapatlah zaman ini kita namakan kedaulatan rakjat, zaman demokrasi. Zaman ini adalah zaman baru. Kita baru sadja memasukinja dan melemparkan otokrasi zaman jang lampau. Adakah manfaatnja bagi kita penggantian zaman ini ? Ketika rakjat masih menggantungkan nasib kepada radja-radjanja jang dianggap sutji dan masih dipengaruhi dan dipimpin oleh hikajat2 lama serta belum dibebaskan, otokrasi sangat disandjung- sandjung. Sebelum otokrasi timbul, orang-orang sutji menemukan religi jang berdasarkan kepada dewa-dewa untuk memetjahkan soal- soal sosial ; pada waktu itulah tumbuh teokrasi dengan subur. Tetapi sekarang otokrasi dan teokrasi adalah termasuk zaman jang lampau, sedangkan kita telah berada dizaman demokrasi, zaman kekuasaan rakjat. Apakah ada sebab-sebabnja kita harus melawan otokrasi dan mengandjurkan demokrasi ? Ada, sebab dengan kemadjuan peradaban rakjat jang tjepat, rakjat dengan sendirinja bertambah tjerdas serta menimbulkan suatu keinsjafan baru dalam diri sendiri, seperti kita sekarang ini, setelah dewasa tak perlu bergantung lagi kepada orang tua seperti sewaktu kita masih karak-kanak dan ingin bebas untuk menentukan penghidupan kita sendiri. Meskipun begitu, pada waktu sekarang masih ada kaum terpeladjar jang mem<noinclude></noinclude> 69g0n8acu1lf4sj4zd67w7xrk53vx0i 311023 311022 2026-08-11T00:20:03Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311023 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||135}}</noinclude>dan bahwa perlawanan berarti revolusi. Sebab itu dalam seratus tahun jang achir-achir ini paham revolusi membubung tinggi dan mengakibatkan revolusi-revolusi jang bertudjuan mentjapai demokrasi, dengan djalan peperangan antara rakjat melawar, radjanja. Pembagian zaman-zaman ini sangat membantu kita dalam mempeladjari asal demokrasi. Marilah kita memperhatikannja : Pertama, zaman perkelahian manusia dengan binatang dimana manusia semata² mempergunakan kekuatan djasmani: kedua, zaman dimana manusia melawan alam dan mentjari bantuan dewa² untuk memperoleh kemenangan : ketiga, dimana manusia berselisih sesamanja, negara dengan negara, bangsa dengan bangsa dan kekuasaan otokrasi mendjadi sendjata jang terpenting. Kita sekarang berada dalam zaman keempat dimana timbul peperangan dalam negara, perlawanan rakjat terhadap kekuasaan radja atau kaisarnja. Pokok perselisihan sekarang ialah memilih antara kebaikan dan kedjahatan, memilih antara kebenaran dan kekuasaan dan karena kekuasaan rakjat makin bertambah dapatlah zaman ini kita namakan kedaulatan rakjat, zaman demokrasi. Zaman ini adalah zaman baru. Kita baru sadja memasukinja dan melemparkan otokrasi zaman jang lampau. Adakah manfaatnja bagi kita penggantian zaman ini? Ketika rakjat masih menggantungkan nasib kepada radja-radjanja jang dianggap sutji dan masih dipengaruhi dan dipimpin oleh hikajat lama serta belum dibebaskan, otokrasi sangat disandjung-sandjung. Sebelum otokrasi timbul, orang-orang sutji menemukan religi jang berdasarkan kepada dewa-dewa untuk memetjahkan soal-soal sosial : pada waktu itulah tumbuh teokrasi dengan subur. Tetapi sekarang otokrasi dan teokrasi adalah termasuk zaman jang lampau. sedangkan kita telah berada dizaman demokrasi, zaman kekuasaan rakjat. Apakah ada sebab-sebabnja kita harus melawan otokrasi dan mengandjurkan demokrasi? Ada, sebab dengan kemadjuan peradaban rakjat jang tjepat, rakjat dengan sendirinja bertambah tjerdas serta menimbulkan suatu keinsjafan baru dalam diri sendiri, seperti kita sekarang ini, setelah dewasa tak perlu bergantung lagi kepada orang tua seperti sewaktu kita masih karak-kanak dan ingin bebas untuk menentukan penghidupan kita sendiri. Meskipun begitu, pada waktu sekarang masih ada kaum terpeladjar jang {{hws|mem|mebela}}<noinclude></noinclude> ow39ruct3kc0euzr29yovzwemrtze8h Halaman:San min chu i.pdf/141 104 112084 311024 2026-08-11T00:20:16Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '136 bela otokrasi dan menampik demokrasi ; di Djepang banjak sekali orang-orang berpendirian begitu, djuga di Eropah dan Amerika. Banjak ahli-ahli pikir Tiongkok jang sudah landjut umurnja merindukan pemerintahan radja-radja dan ada pula sedjumlah pemimpin-pemimpin negara jang tua mengandjurkan pengembalian radja. Karena sebagian dari orang-orang jang berpengetahuan di Tiongkok menundjang otokrasi, sebaliknja jang lain mengandjurkan demokrasi... 311024 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>136 bela otokrasi dan menampik demokrasi ; di Djepang banjak sekali orang-orang berpendirian begitu, djuga di Eropah dan Amerika. Banjak ahli-ahli pikir Tiongkok jang sudah landjut umurnja merindukan pemerintahan radja-radja dan ada pula sedjumlah pemimpin-pemimpin negara jang tua mengandjurkan pengembalian radja. Karena sebagian dari orang-orang jang berpengetahuan di Tiongkok menundjang otokrasi, sebaliknja jang lain mengandjurkan demokrasi, sudah tentu pemerintah kita sampai sekarang belum dapat men djadi kokoh. Karena kita berada dipihak jang mengandjurkan pemerintahan demokrasi, marilah kita peladjari asas-asas demokrasi diberbagi-bagai negara didunia ini. Mulai duaratus ribu tahun sampai sepuluh ribu tahun jang lalu, manusia hidup dibawah pemerintahan otokrasi karena otokrasi sesuai dengan keadaan-keadaan zamar itu . Kalau sekarang di Tibet kita berusaha mengganti kepala agama, jang disamping itu mendjadi kepala negara, dengan seorang radja, sudah tentu rakjat disitu akan marah; karena kesetiaan mereka ke- pada agama, mereka telah mengangkat seorang ,,Buddha hidup" mendjadi pemimpin mereka serta menghormati kekuasaannja dan patuh akan perintahnja. Keadaan di Eropah pada kira-kira seribu tahun jang lalu seperti itu pula. Kebudajaan Tiongkok lebih dahulu timbul dari pada kebudajaan Eropah, karena itu kita telah mengalami lebih banjak otokrasi dari pada teokrasi; zaman otokrasi di Tiongkok sudah lama dimulai. Tetapi meskipun demikian demokrasi atau kedaulatan rakjat baru sadja dimasukkan di Tiongkok. Tuan-tuan sekalian jang sekarang telah datang kemari untuk membantu revolusi Tiongkok sudah tentu pertjaja akan demokrasi. Pemimpin-pemimpin negara jang telah tua-tua itu ingin mengembalikan monarchi dan mengangkat radja lagi. Orang-orang sematjam itu sudah dengan sendirinja akan menundjang otokrasi dan melawan demokrasi. Sistim mana jang lebih baik untuk Tiongkok baru ? Pertanjaan ini wadjib kita selidiki lebih landjut. Kedua-duanja adalah suatu tjara untuk memerintah negara dan untuk mengupas soal-soal negara bagi rakjat, tetapi karena keadaan politik setiap abad berubah, tjara-tjara memerintahpun harus turut pula mengalami perubahan.<noinclude></noinclude> d0xi112p8j8c57s2m1m03puhrz03o1x 311026 311024 2026-08-11T00:23:25Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311026 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||136}}</noinclude>{{hwe|bela|membela}} otokrasi dan menampik demokrasi : di Djepang banjak sekali orang-orang berpendirian begitu, djuga di Eropah dan Amerika. Banjak ahli-ahli pikir Tiongkok jang sudah landjut umurnja merindukan pemerintahan radja-radja dan ada pula sedjumlah pemimpin-pemimpin negara jang tua mengandjurkan pengembalian radja. Karena sebagian dari orang-orang jarg berpengetahuan di Tiongkok menundjang otokrasi, sebaliknja jang lain mengandjurkan demokrasi, sudah tentu pemerintah kita sampai sekarang belum dapat mendjadi kokoh. Karena kita berada dipihak jang mengandjurkan pemerintahan demokrasi, marilah kita peladjari asas-asas demokrasi diberbagi-bagai negara didunia ini. Mulai duaratus ribu tahun sampai sepuluh ribu tahun jang lalu, manusia hidup dibawah pemerintahan otokrasi karena otokrasi sesuai dengan keadaan-keadaan zaman itu. Kalau sekarang di Tibet kita berusaha mengganti kepala agama, jang disamping itu mendjadi kepala negara, dengan seorang radja, sudah tentu rakjat disitu akan marah; karena kesetiaan mereka kepada agama, mereka telah mengangkat seorang „Buddha hidup" mendjadi pemimpin mereka serta menghormati kekuasaannja dan patuh akan perintahnja. Keadaan di Eropah pada kira-kira seribu tahun jang lalu seperti itu pula. Kebudajaan Tiongkok lebih dahulu timbul dari pada kebudajaan Eropah. karena itu kita telah mengalami lebih banjak otokrasi dari pada teokrasi; zaman otokrasi di Tiongkok sudah lama dimulai. Tetapi meskipun demikian demokrasi atau kedaulatan rakjat baru sadja dimasukkan di Tiongkok. Tuan-tuan sekalian jang sekarang telah datang kemari untuk membantu revolusi Tiongkok sudah tentu pertjaja akan demokrasi. Pemimpin-pemimpin negara jang telah tua-tua itu ingin mengembalikan monarchi dan mengangkat radja lagi. Orang-orang sematjam itu sudah dengan sendirinja akan menundjang otokrasi dan melawan demokrasi. Sistim mana jang lebih baik untuk Tiongkok baru ? Pertanjaan ini wadjib kita selidiki lebih landjut. Kedua-duanja adalah suatu tjara untuk memerintah negara dan untuk mengupas soal-soal negara bagi rakjat, tetapi karena keadaan politik setiap abad berubah, tjara-tjara memerintahpun harus turut pula mengalami perubahan.<noinclude></noinclude> dk97xs8esrnubaymwnnxdj9ayqkapp6 Halaman:San min chu i.pdf/142 104 112085 311027 2026-08-11T00:23:42Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '137 Hakikat pertanjaan begini : sudahkah masak Tiongkok untuk pe- merintahan demokrasi ? Ada jang mengatakan keadaan tingkat penghidupan rakjat Tiongkok masih terlalu rendah, sehingga mereka sekarang belum bersedia menerima pemerintahan demokratis . Meskipun Amerika dinamakan suatu negara demokrasi, namun ketika Yüan Shih-kai berusaha mendjadi radja, seorang mahaguru Amerika jang bernama Goodnow ( Dr. Frank J. Goodnow dari John Hopkins Univer... 311027 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>137 Hakikat pertanjaan begini : sudahkah masak Tiongkok untuk pe- merintahan demokrasi ? Ada jang mengatakan keadaan tingkat penghidupan rakjat Tiongkok masih terlalu rendah, sehingga mereka sekarang belum bersedia menerima pemerintahan demokratis . Meskipun Amerika dinamakan suatu negara demokrasi, namun ketika Yüan Shih-kai berusaha mendjadi radja, seorang mahaguru Amerika jang bernama Goodnow ( Dr. Frank J. Goodnow dari John Hopkins University) datang kemari dan mengandjurkan supaja di Tiongkok diadakan sadja pemerintahan monarchi, karena katanja rakjat Tiongkok belum madju dalam tjara berpikir dar karena kebudajaan Tiongkok djauh terkebelakang djika dibandingkan dengan kebudajaan Amerika dan Eropah. Dengan menondjolkan perkataanperkataan Goodnow tersebut diatas, Yüan Shih-kai mempertahankan tindakannja, melenjapkan republik dan mengangkat dirinja mendjadi kaisar. Sekarang kalau kita hendak mendjelaskan arti demokrasi kepada rakjat Tiongkok, sebelumnja haruslah kita mengetahui benar-benar akan artinja itu. Tiongkok sedjak permulaan sedjarah belum pernah memperaktekkan demokrasi ; dalam 13 tahun jang penghabisan inipun kita belum pernah mempunjai negara demokrasi jang menurut arti kata jarg sebenarnja. Dalam empat ribu tahun ini, rakjat Tiongkok baik dalam waktu makmur, maupun dalam waktu susah hanja mengenal otokrasi. Kalau kita menjilidiki sedjarah dan bertanja : apakah otokrasi memang lebih baik untuk Tiongkok, maka kita ketemukan bahwa sistim ini telah mengakibatkan keuntungan dan kerugian bagi Tiongkok. Tetapi kalau kita djawab pertarjaan ini didasarkan kepada kepandaian dan kesanggupan rakjat Tiongkok sendiri, njata kedaulatan rakjatlah jang lebih tjotjok untuk kita. Dua ribu tahun jang lampau Kong Hu Tju Meng Tse pernah mengutjapkan tentang hak-hak rakjat. Kong Hu Tju mengatakan ,,Djika Adjaran Besar" berkuasa, semuanja dibawah langit ini akan bekerdja untuk kepentingan umum " . Ia mengandjurkan suatu dunia jang bersendikan kemerdekaan dan persaudaraan, dimana rakjat jang berkuasa. Kerapkali ia memudji Yao dan Shun, karena mereka tak mentjoba merebut monopoli kekuasaan negara. Meskipun pemerintahan mereka sebenarnja otokratis, tetapi dalam prakteknja mereka tunduk kepada kekuasaan rakjat<noinclude></noinclude> rqwmsfx8h8aedgmnyvrobwnfwwlql1f 311029 311027 2026-08-11T00:27:16Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311029 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||137}}</noinclude>Hakikat pertanjaan begini : sudahkah masak Tiongkok untuk pemerintahan demokrasi ? Ada jang mengatakan keadaan tingkat penghidupan rakjat Tiongkok masih terlalu rendah, sehingga mereka sekarang belum bersedia menerima pemerintahan demokratis. Meskipun Amerika dinamakan suatu negara demokrasi, namun ketika Yüan Shih-kai berusaha mendjadi radja, seorang mahaguru Amerika jang bernama Goodnow (Dr. Frank J. Goodnow dari John Hopkins University) datang kemari dan mengandjurkan supaja di Tiongkok diadakan sadja pemerintahan monarchi, karena katanja rakjat Tiongkok belum madju dalam tjara berpikir dan karena kebudajaan Tiongkok djauh terkebelakang djika dibandingkan dengan kebudajaan Amerika dan Eropah. Dengan menondjolkan perkataan-perkataan Goodnow tersebut diatas, Yuan Shih-kai mempertahankan tindakannja, melenjapkan republik dan mengangkat dirinja mendjadi kaisar. Sekarang kalau kita hendak mendjelaskan arti demokrasi kepada rakjat Tiongkok, sebelumnja haruslah kita mengetahui benar-benar akan artinja itu. Tiongkok sedjak permulaan sedjarah belum pernah memperaktekkan demokrasi : dalam 13 tahun jang penghabisan inipun kita belum pernah mempunjai negara demokrasi jang menurut arti kata jang sebenarnja. Dalam empat ribu tahun ini, rakjat Tiongkok baik dalam waktu makmur, maupun dalam waktu susah hanja mengenal otokrasi. Kalau kita menjilidiki sedjarah dan bertanja : apakah otokrasi memang lebih baik untuk Tiongkok, maka kita ketemukan bahwa sistim ini telah mengakibatkan keuntungan dan kerugian bagi Tiongkok. Tetapi kalau kita djawab pertarjaan ini didasarkan kepada kepandaian dan kesanggupan rakjat Tiongkok sendiri, njata kedaulatan rakjatlah jang lebih tjotjok untuk kita. Dua ribu tahun jang lampau Kong Hu Tju Meng Tse pernah mengutjapkan tentang hak-hak rakjat. Kong Hu Tju mengatakan „Djika Adjaran Besar" berkuasa, semuanja dibawah langit ini akan bekerdja untuk kepentingan umum". Ia mengandjurkan suatu dunia jang bersendikan kemerdekaan dan persaudaraan, dimana rakjat jang berkuasa. Kerapkali ia memudji Yao dan Shun, karena mereka tak mentjoba merebut monopoli kekuasaan negara. Meskipun pemerintahan mereka sebenarnja otokratis. tetapi dalam prakteknja mereka tunduk kepada kekuasaan rakjat<noinclude></noinclude> 3ruq8ayjg2xdxemnv4t1p8e8vur6i5l Halaman:San min chu i.pdf/143 104 112086 311030 2026-08-11T00:27:47Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '138 dan sebab itu sangat dihargai Kong Hu Tju. Meng Tse mengatakan: „Jang paling berharga ialah rakjat, sesudah itu tanah dan gandum dan achirnja putera radja-radja" . Djuga ia mengatakan : „Penglihatan rakjat sama dengan penglihatan dewa, pendengaran rakjat sama dengan pendengaran dewa" . Penghabisan ia mengatakan. „Saja pernah mendengar tentang hukuman jang didjatuhkan atas radja lalim Chou, ( Radja penghabisan dari dinasti Shang atau Yin jan... 311030 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>138 dan sebab itu sangat dihargai Kong Hu Tju. Meng Tse mengatakan: „Jang paling berharga ialah rakjat, sesudah itu tanah dan gandum dan achirnja putera radja-radja" . Djuga ia mengatakan : „Penglihatan rakjat sama dengan penglihatan dewa, pendengaran rakjat sama dengan pendengaran dewa" . Penghabisan ia mengatakan. „Saja pernah mendengar tentang hukuman jang didjatuhkan atas radja lalim Chou, ( Radja penghabisan dari dinasti Shang atau Yin jang digulingkan ditahun 1122 sebelum Masehi. Radja ini kedjam sekali dan sangat dibentji oleh segenap ahli-ahli sedjarah Tiongkok) , tetapi tak pernah saja dengar tentang penindasan terhadap kedaulatan". Meskipun ia hidup dalam zaman otokrasi tahu benar ia bahwa ada- nja radja-radja tak begitu perlu dan pada suatu waktu kekuasaan radja-radja ini akan hilang ; sebab itu ia memudji radja-radja jang membawa kemakmuran bagi rakjatnja dan menamakan radja-radja ini sutji, sedangkan radja-radja jang kedjam dan tak berpendirian, adalah orang-orang djahat jang harus dibasmi. Djadi dua ribu tahun jang lalu sudah ada orang-orang di Tiongkok jang memikirkan demokrasi, tetapi ketika itu hal itu tak mungkin dipraktekkan. Pada waktu itu demokrasi merupakan suatu angan- argan belaka ( Utopia) , satu tjita-tjita jang tak dapat dipahamkan sedalam-dalamnja. Sebabnja orang-orang asing mempunjai kesan jang buruk terhadap orang Tionghoa dan menjamakan bangsa Tionghoa dengan bangsa-bangsa biadab di Afrika atau di Lautan Teduh, adalah karena mereka hendak memperlihatkar tidak setudjunja, kalau seorang Tionghoa membitjarakan demokrasi Tiongkok. Mereka memandang orang Tionghoa tak mempunjai hak untuk memperbintjangkan demokrasi bersama dengan bangsa Eropah dan Amerika. Anggapan jang salah ini disebabkan karena orang-orang asing tak mempeladjari dengan teliti sedjarah kita atau keadaan negara kita; sebenarnja mereka tak mengetahui betul apakah Tiongkok sudah masak atau belum buat demokrasi. Malahan mahasiswa-mahasiswa Tiongkok jang kembali dari Eropah dan Ame- rika djuga membenarkan pikiran orang asing ini dan mengatakan bahwa Tiongkok belum masak bagi demokrasi. Pendirian sematjam ini dapat mengatjaukan kita.<noinclude></noinclude> m3p4paq4u5qgiuzq04h6dn5kdms2k3y 311042 311030 2026-08-11T02:02:39Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311042 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||138}}</noinclude>dan sebab itu sangat dihargai Kong Hu Tju. Meng Tse mengatakan: „Jang paling berharga ialah rakjat, sesudah itu tanah dan gandum dan achirnja putera radja-radja". Djuga ia mengatakan : „Penglihatan rakjat sama dengan penglihatan dewa, pendengaran rakjat sama dengan pendengaran dewa". Penghabisan ia mengatakan. „Saja pernah mendengar tentang hukuman jang didjatuhkan atas radja lalim Chou, (Radja penghabisan dari dinasti Shang atau Yin jang digulingkan ditahun 1122 sebelum Masehi. Radja ini kedjam sekali dan sangat dibentji oleh segenap ahli-ahli sedjarah Tiongkok) , tetapi tak pernah saja dengar tentang penindasan terhadap kedaulatan". Meskipun ia hidup dalam zaman otokrasi tahu benar ia bahwa adanja radja-radja tak begitu perlu dan pada suatu waktu kekuasaan radja-radja ini akan hilang : sebab itu ia memudji radja-radja jang membawa kemakmuran bagi rakjatnja dan menamakan radja-radja ini sutji, sedangkan radja-radja jang kedjam dan tak berpendirian, adalah orang-orang djahat jang harus dibasmi. Djadi dua ribu tahun jang lalu sudah ada orang-orang di Tiongkok jang memikirkan demokrasi, tetapi ketika itu hal itu tak mungkin dipraktekkan. Pada waktu itu demokrasi merupakan suatu angan-angan belaka (Utopia) , satu tjita-tjita jang tak dapat dipahamkan sedalam-dalamnja. Sebabnja orang-orang asing mempunjai kesan jang buruk terhadap orang Tionghoa dan menjamakan bangsa Tionghoa dengan bangsa-bangsa biadab di Afrika atau di Lautan Teduh, adalah karena mereka hendak memperlihatkan tidak setudjunja, kalau seorang Tionghoa membitjarakan demokrasi Tiongkok. Mereka memandang orang Tionghoa tak mempunjai hak untuk memperbintjangkan demokrasi bersama dengan bangsa Eropah dan Amerika. Anggapan jang salah ini disebabkan karena orang-orang asing tak mempeladjari dengan teliti sedjarah kita atau keadaan negara kita : sebenarnja mereka tak mengetahui betul apakah Tiongkok sudah masak atau belum buat demokrasi. Malahan mahasiswa-mahasiswa Tiongkok jang kembali dari Eropah dan Amerika djuga membenarkan pikiran orang asing ini dan mengatakan bahwa Tiongkok belum masak bagi demokrasi. Pendirian sematjam ini dapat mengatjaukan kita.<noinclude></noinclude> pn0rrud3bc55wnao30m3owi6chf89ne Halaman:San min chu i.pdf/109 104 112087 311031 2026-08-11T00:28:04Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '104 ,,hypo-colony" . Kenjataan nama djulukan ini telah saja uraikan setelah diselidiki betul-betul, djadi tak perlu lagi saja ulangi. Bagaimanakah kedudukan Tiongkok dizaman dulu ? Tiongkok pernah mendjadi negara jang sangat kuat dan berperadaban tinggi, ternama sebagai negara jang terbesar pengaruhnja didunia dengar tingkat jang lebih tinggi dari pada negara-negara Besar sekarang ini : Inggeris, Amerika, Perantjis dan Djepang. Tiongkok sudah... 311031 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>104 ,,hypo-colony" . Kenjataan nama djulukan ini telah saja uraikan setelah diselidiki betul-betul, djadi tak perlu lagi saja ulangi. Bagaimanakah kedudukan Tiongkok dizaman dulu ? Tiongkok pernah mendjadi negara jang sangat kuat dan berperadaban tinggi, ternama sebagai negara jang terbesar pengaruhnja didunia dengar tingkat jang lebih tinggi dari pada negara-negara Besar sekarang ini : Inggeris, Amerika, Perantjis dan Djepang. Tiongkok sudah pernah mendjadi negara besar dan nenek mojang kita telah pernah mentjapai kedudukan jang tinggi; berdasarkan hal ini saja katakan, bahwa kita sekarang bukan suatu djadjahan lagi. Apakah sebabnja kita pernah menduduki tempat jang semulia itu, sedangkan sekarang djatuh sampai 10 ribu kaki dalam sekedjap mata? Sebabnja jang terpenting sudah saja perbintjangkan dengan Tuan-tuan, ialah karena kita kehilangan semangat kebangsaan kita, karena hal itulah negara kita makin lama makin turun deradjatnja . Sebab itu, kalau kita hendak mengembalikan kedudukan negara kita sebagai semula, pertama harus kita kobarkan kebangsaan kita. Kalau kita ingin mengerdjakan hal ini harus memenuhi dua sjarat. Pertama, kita harus jakin sejakin-jakinnja, bahwa kita sekarang berada dalam kedudukan jang sangat berbahaja. Kedua, dengan kesadaran akan bahaja ini, kita harus pergunakan golongan-golongan sosial Tiongkok kuno, seperti keluarga dan suku, lalu dipadu mendjadi suatu badan kebangsaan jang besar. Kalau keadaan ini telah selesai dan kekuatan 400 djuta djiwa telah disatu padukan untuk berperang tak usah kita chawatirkan keduduk- an kita sekarang ini, sebab sudah pasti dapat dipertahankan. Sebab itu keinsjafan dan persatuan adalah sjarat mutlak untuk menghi- dupkan kembali perasaan kebangsaan kita. Kalau kamu sudah insaf sekalian akan sjarat-sjarat mutlak ini, kamu harus menjiarkannja diantara 400 djuta djiwa diseluruh negeri sampai tiap-tiap orang Tionghoa mengetahuinja. Lalu kita mulai membangunkan kembali semangat kebangsaan kita jang telah hilang itu. Semangat kebangsaan kita jang kuno itu sedang lelap, harus kita bangunkan kembali, supaja mulai bangkit lagi. Kalau perasaan kebangsaan telah bangkit, kita dapat melangkah setapak lagi dan mempeladjari bagaimana kita harus mengembalikan kedudukan negara kita.<noinclude></noinclude> 5eh2q4zcmna51hhgh5545f4pus9f3ve 311041 311031 2026-08-11T01:57:31Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311041 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||104}}</noinclude>„hypo-colony". Kenjataan nama djulukan ini telah saja uraikan setelah diselidiki betul-betul, djadi tak perlu lagi saja ulangi. Bagaimanakah kedudukan Tiongkok dizaman dulu ? Tiongkok pernah mendjadi negara jang sangat kuat dan berperadaban tinggi, ternama sebagai negara jang terbesar pengaruhnja didunia dengar tingkat jang lebih tinggi dari pada negara-negara Besar sekarang ini : Inggeris, Amerika, Perantjis dan Djepang. Tiongkok sudah pernah mendjadi negara besar dan nenek mojang kita telah pernah mentjapai kedudukan jang tinggi; berdasarkan hal ini saja katakan, bahwa kita sekarang bukan suatu djadjahan lagi. Apakah sebabnja kita pernah menduduki tempat jang semulia itu, sedangkan sekarang djatuh sampai 10 ribu kaki dalam sekedjap mata? Sebabnja jang terpenting sudah saja perbintjangkan dengan Tuan-tuan, ialah karena kita kehilangan semangat kebangsaan kita, karena hal itulah negara kita makin lama makin turun deradjatnja. Sebab itu, kalau kita hendak mengembalikan kedudukan negara kita sebagai semula, pertama harus kita kobarkan kebangsaan kita. Kalau kita ingin mengerdjakan hal ini harus memenuhi dua sjarat. Pertama, kita harus jakin sejakin-jakinnja, bahwa kita sekarang berada dalam kedudukan jang sangat berbahaja. Kedua, dengan kesadaran akan bahaja ini, kita harus pergunakan golongan-golongan sosial Tiongkok kuno, seperti keluarga dan suku, lalu dipadu mendjadi suatu badan kebangsaan jang besar. Kalau keadaan ini telah selesai dan kekuatan 400 djuta djiwa telah disatu padukan untuk berperang tak usah kita chawatirkan kedudukan kita sekarang ini, sebab sudah pasti dapat dipertahankan. Sebab itu keinsjafan dan persatuan adalah sjarat mutlak untuk menghidupkan kembali perasaan kebangsaan kita. Kalau kamu sudah insaf sekalian akan sjarat-sjarat mutlak ini, kamu harus menjiarkannja diantara 400 djuta djiwa diseluruh negeri sampai tiap-tiap orang Tionghoa mengetahuinja. Lalu kita mulai membangunkan kembali semangat kebangsaan kita jang telah hilang itu. Semangat kebangsaan kita jang kuno itu sedang lelap, harus kita bangunkan kembali, supaja mulai bangkit lagi. Kalau perasaan kebangsaan telah bangkit, kita dapat melangkah setapak lagi dan mempeladjari bagaimana kita harus mengembalikan kedudukan negara kita.<noinclude></noinclude> mvyqfkj2jxvtvtux9pm8t9a9t71kxy3 Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/4 104 112088 311033 2026-08-11T00:35:51Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311033 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{U|INTERUPSI.}} :::::::::::::::::Kelahiran sesuatu pikiran sering menjamai kelahiran seorang anak.Ia didahului dengan penderitaan-penderitaan pembawaan kelahirannja. Kepada para pembatja! Mula2 buku ini dikeluarkan penuh dengan kesalahan2 yjetak. Disana sini akan terdapat djuga kate2 atau kalimat2 jong sangat asing kedengarannja bagi kuping seorang Belanda asli. Bagi kesalahan ini perlu saja kemukakan alasen2 sebagai berikut: 1. Duku ini ditjotak dan dikoreksi oleh kewan kawan Tionghoa jang tidak pernah mendengar bahasa Belanda. 2. Pertjetakan mereka mempunjai persediaan hurup2 Latin sangat sedikit. 3. Dan jang-terachir,ponulis ini dalam perantauannja selama tiga tahun achir2 ini tidak pernah melihat batjaan atau suratkabar Harian Belanda dan di Asia ini juga tidak pernah mendjumpai seorang manusia jg mengerti "bahasa dunia" ini, apa lagi berbitjara. Alasan2 ini dan kesulitan2 tehnis jang ketjil2 lainnja harus saja kemukakan untuk mempengatuhi pikiran orang2 penghasut jang lihai. Selandjutnja saja rasa tidak perlu menulis brosur jang agak besar karena brosur besar demikian itu akan dapat mengurangi nafsu membatja dan minat pembatja rata-rata di Indonesia pada waktu sekarang ini. Sekarang dengan sewedjarnja setelah harapan<noinclude></noinclude> owwlwjltmyfeki0ygl2h7fm60lmv872 311036 311033 2026-08-11T00:47:22Z Ammachemist 27288 311036 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{U|INTERUPSI.}} ::::::::::Kelahiran sesuatu pikiran sering menjamai kelahiran seorang anak.Ia didahului dengan penderitaan-penderitaan pembawaan kelahirannja. Kepada para pembatja! Mula2 buku ini dikeluarkan penuh dengan kesalahan2 yjetak. Disana sini akan terdapat djuga kate2 atau kalimat2 jong sangat asing kedengarannja bagi kuping seorang Belanda asli. Bagi kesalahan ini perlu saja kemukakan alasen2 sebagai berikut: 1. Duku ini ditjotak dan dikoreksi oleh kewan kawan Tionghoa jang tidak pernah mendengar bahasa Belanda. 2. Pertjetakan mereka mempunjai persediaan hurup2 Latin sangat sedikit. 3. Dan jang-terachir,ponulis ini dalam perantauannja selama tiga tahun achir2 ini tidak pernah melihat batjaan atau suratkabar Harian Belanda dan di Asia ini juga tidak pernah mendjumpai seorang manusia jg mengerti "bahasa dunia" ini, apa lagi berbitjara. Alasan2 ini dan kesulitan2 tehnis jang ketjil2 lainnja harus saja kemukakan untuk mempengatuhi pikiran orang2 penghasut jang lihai. Selandjutnja saja rasa tidak perlu menulis brosur jang agak besar karena brosur besar demikian itu akan dapat mengurangi nafsu membatja dan minat pembatja rata-rata di Indonesia pada waktu sekarang ini. Sekarang dengan sewedjarnja setelah harapan<noinclude></noinclude> f8phviezjru4z7ljeftqkde0p8o7ugd 311037 311036 2026-08-11T00:47:40Z Ammachemist 27288 311037 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{U|INTERUPSI.}} ::::::Kelahiran sesuatu pikiran sering menjamai kelahiran seorang anak.Ia didahului dengan penderitaan-penderitaan pembawaan kelahirannja. Kepada para pembatja! Mula2 buku ini dikeluarkan penuh dengan kesalahan2 yjetak. Disana sini akan terdapat djuga kate2 atau kalimat2 jong sangat asing kedengarannja bagi kuping seorang Belanda asli. Bagi kesalahan ini perlu saja kemukakan alasen2 sebagai berikut: 1. Duku ini ditjotak dan dikoreksi oleh kewan kawan Tionghoa jang tidak pernah mendengar bahasa Belanda. 2. Pertjetakan mereka mempunjai persediaan hurup2 Latin sangat sedikit. 3. Dan jang-terachir,ponulis ini dalam perantauannja selama tiga tahun achir2 ini tidak pernah melihat batjaan atau suratkabar Harian Belanda dan di Asia ini juga tidak pernah mendjumpai seorang manusia jg mengerti "bahasa dunia" ini, apa lagi berbitjara. Alasan2 ini dan kesulitan2 tehnis jang ketjil2 lainnja harus saja kemukakan untuk mempengatuhi pikiran orang2 penghasut jang lihai. Selandjutnja saja rasa tidak perlu menulis brosur jang agak besar karena brosur besar demikian itu akan dapat mengurangi nafsu membatja dan minat pembatja rata-rata di Indonesia pada waktu sekarang ini. Sekarang dengan sewedjarnja setelah harapan<noinclude></noinclude> idg12mcfmew0y12lxji7hdhkv2anr5l Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/5 104 112089 311035 2026-08-11T00:46:47Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311035 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||4.}}</noinclude>saja dapet melangsungkan {TEKS HILANG} idup jang 3/4 hukuman pendjare" ini, "tiga perapat hidup pendjara", demi kesehatan saja, dinegeri dimana saja mempunjai hak hidup sepenuhnja, telah ditolak oleh pemerintah, saja kira buat sementara waktu semua harapan untuk kembali ke tanah air harus saja kesampingkan. Akan tetapi saja tak mau menganggur. Saja kira saja dapat mengabdi pada partai dan rakjat,djika saja dari sini dapat menghubungi golongan terpeladjar (intelektuil) dari penduduk Indonesia dengan buku ini sebagai alat. Dimana terdapat tjukup fakta revolusióner, dan dimana sekarang menurut duguan saja mulai tumbuh perhatian besar dan atas kemad juan perkembangan pergerakan revolusioner diantara oreng intelektuil, maka pekerdjaan seperti ini bagi saja hanja "Pelepas lelah" belaka. Pekerdjaan demikian itu tentu lebih baik dan sudah pada tempatnja, djika di Tiongkok terdapat kemungkinan2 banjak untk mentjetak. Pekerdjaan sematjam "Pelepas lelah" ini sekali sekali akan saja gunakan dan pembatja2 jang terhormat dalam waktu jang akan datang dapat menjediakan diri untuk mempelajari buku2 jg agak banjak. "Kegiatan" sematjam ini sudah tentu tak akan dapat saja lakukan, djika Jang Mulie Gubernur Djenderal memperlakukan diri saja agak dalam batas perikemanusiaan. Ini adalah kedjadian di balik kenjataan jang mula-mula tak dapat saja duga, karena kesehatan dan pengasingan. Adalah pada tempatnja saja mengutjapkan terima kasih sebanjak-banjaknja kepada kawan2 Tionghon jang telah menolong saja dengan sebaik-baiknja. Sesungguhnja "utjepan terimakasih objektir",<noinclude></noinclude> i4tn0lzg82wg0avkitlhcev4z1ohhwx Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/6 104 112090 311038 2026-08-11T00:51:02Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311038 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||5.}}</noinclude>jaitu terima kasih jang "terpaksa" perlu djuga disampaikan kepada beliau G.G.Dirk Fook jang mendorong keluarnja "bulu ketjil" ini sekalipun dorongan tidak langsung. {{R|Canton, April 1925.}} {{R|ttd}} {{R|TAN MALAKA}}<noinclude></noinclude> lmunwt8la0ehk7d1e7gqjb5aawo7sln Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/7 104 112091 311039 2026-08-11T01:11:17Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311039 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|6||7}}</noinclude>{{C|KETERANGAN PADA TJETAKAN KEDUA}} Kami meresa chawatir, ketika kami mengirimkan buku jang ditjetak di Canton kepada pemesan2 Indonesia. Kami takut, bahwa buku jang nampaknja tak indah itu akan dapat melukai rasa seni-sastra intelektual2 kita jang biasa membatja buku berbahasa Belanda. Tetapi itu adalah baik bagi kesadaran politik saudara2 kita jang lebih muda, egar mereka tidak ketjil hati menghadapi barang sesuatu jg hanja indah nampaknja sadja. Permintaan2 akan buku ini jang makin banjak djumlahnja jang dikirimkan kepada kami, memberikan bukti jang njata, kami telah dapat menawan hatinja. Inilah jang djuga mendorong kami akan ditjetaknja lagi "MENUDJU REPUBLIK INDONESIA". Sekalipun pengawasan polisi sangat keras di negeri Geisha2 nan tjantik dan bunga2 teratai nan indah ini, masih djuga terdapat tempat2 di bawah tanah, tempat kami mentjetek kembali buku ketjil ini dalam bentuk jang agak menarik dengan kesalahan2 edjaan dan kata2 jang agak kurang. Itu disebabkan djuga karena adanja pergerakan buruh revolusioner jang sedang berkembang. Dalam interupai kami diatas telah kami kemukakan, bahwa kami mengeluh tentang kesusahan2 koreksi dan tjetakan. Sekalipun demikian halnja dalam tjetakan ulangan ini kami kira kesukaran2 itu masih ada. Djustru disini pembatja2 kita jang baru dapat memaklumi kesukaran2 jang kami alami dan kemadjuan apa jg telah kami tjapai delam mentjetak dan koreksi. Dengan ini kani djuga mau membuktikan kepada pembatje2 Indonesia kita, bahwa semua usaha lawan2 kita untuk menindas "jita2" akan sia2 belaka. Selandjutnja dengan rasa puas kita disini dapat memaklumi bahwa dalam menafsirkan keadaan internasional dan nasional dalam tjetakan kedua ini tidak perlu mengadakan perobahan atau tambahan. Hanja dal tjetakan ini kiranja kita perlu menamba bab baru untuk memberi pendjalasan tentang idee Permusjawaratan Hasional (National assembly) dengan sjarat2 dan aksi2nja. Selandjutnja perlu ditegaskan pendapat kita tentang mahasiswa2 di negeri lain. Sebab Mahasiswa2 Tionghoa jang dhulu pernah kita kemukakan lebih aktif daripada mahasiswa Indonesia sementara itu telah membuktikan kebenaran pendapat kita. Belum lewat satu bulan, sesudah kami mengambil buku2 kami dari pertjetakan, maka kurang lebih 5 djuta mahasiswa Tionghoa dengan serentak meninggalkan bangku2 sekolahnja dan mempelopori pemberontakan, pemogokan dan demonstrasi jang diadakan oleh kaum petani dan kaum buruh. Mengenai keadaan nasional, "tjalon fascis Indonesia", karena sikapnja jang memuakkan sehingga kita harus menahan perut, sementara itu telah lari tunggang langgang, lebih dulu daripada jang kita kirakan. Sekarang dita harus menahan perut karena kerendahan budi jang digunakan lawan2 kita dalam usaha menbasmi gerakan rakjat revolusioner Indonesia sebagaimana halnja ketika djaman jang silam, orang2 desa bersuka-ria menjaksikan perampok jang digantung jang dengan sekuat tenaga mentjoba melepaskan lehernja dari tali gantungan. Seolah-olah Lodewijk XVI dan Tsar Nicolas II tak pernah hidup.<noinclude> Kami meresa chawatir, ketika kami mengirimkan kuku jang ditjetak di Canton kepada pemesan2 Indonesia. Kami takut, bahwa bulu jang nampak- nja tak indah itu akan dapat melukai rasa seni- sastra intelektual2 kita jang biasa membatja buku berbahasa Belanda . Tetapi itu adalah baik bagi kesadaran poli- tik saudara2 kita jang lebih muda, egar mereka tidak ketjil hati menghadapi barang sesuatu je hanja indah nampaknja sadj. Permintaan? akan buku ini jang makin banjak djumlahinja jang di- kirimkan kepada kami, memberikan bukti jang njata, kami telah dapat menawan hatinja.Inilah jang djuga mendorong kami akan ditjetaknja 1- gi "MUDJU REPUBLI INDONESIA". Sekalipun pengawasan polisi sangat keras di negeri Geisha2 nan tjantik dan bunga2 teratai nan indah ini, masih djuga terdapat tempat2 di- bawah tanah, tempat kami mentjetek kembali bu- ku ketjil ini dalam bentuk jang agak menarik dengan kesalahan2 edjaan dan kata2 jang agak kurang. Itu disebabkan djuga karena adanja per- gerakan buruh revolusioner jang sedang berkem- bang. Dalam interupai kami diatas telah kami kemu- kakan, bahwa kami mengeluh tentang kesusahan? koreksi dan tjetakan. Sekalipun demikian hal- nja dalam tjetakan ulangan ini kami kira kesu- karan2 itu masih ada. Djustru disini pembatja2 kita jang baru da- pat memaklumi kesukaran2 jang kami alami den kemad juan apa jg telah kami tjapai delam men- tjetak dan koreksi. Dengan ini kani djuga mau membuktikan kepada pembatje2 Indonesia kita, 7 batera seran usaha laran2 kita untuk menindas #tjiti alan sia2 belaka. Solandjutnja dengan rasa puas laita disini. d- pat menakari baha dalam menafsirkan keadaan internasional dan nasional dalan jotakan kedua ini tidak perlu mengadakan perobahan atau tam- bahan. Hanj. dal tjetakan ini kiranja kita perlu menariba bab baru untuk memberi pendjala- san tentang idee Permusjawaratan Hasional (Na- tional assembly) dengan sjarat2 dan ak</noinclude> ph0auedg66n61qg4zae7r32yw9kqorm Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/8 104 112092 311040 2026-08-11T01:22:20Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311040 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|8||9}}</noinclude>Sedjarah berulang. Tak dapat dibantah, bahra perdjoangan politik pada bulan2 jang achir ini telah meruntjing:kesadaran politik dan kegiatan revolusioner rakjat kita talah tumbuh diseluruh lapisan di Indonesia, sebagaimana belum pernah terdjadi sebelumnja. Padi tumbuh tak berisik......... {{R|Tokyo, Desember 1925.}} {{C|{{U|KATA PENGANTAR}}}} Dengan "La etat cestmoi "dengan "Negara adalah saja" Radja Matahari Perantjis dengan penuh kesadaran atas kekuasaannja menjatakan apakah Negara itu. Sekarang Partai Komunis Indonesia dapat berkata "Gerakan Revolusioner adalah saja". Kesadaran inilah, sebagai pemimpin dari seluruh rakjat revolusioner Indonesia, jang mendorong kita mengemukakan program dan taktik kita kepada segolongan rakjat, jalah golongan intelektuil dalam bahasa jg bukan bahasa rakjat Indonesia. P.K.I. dan Sarekat Rakjat, pendjelmaan kemauan rakyat revolusioner didalam perdjoangannja, jang borat telah menundjuldan kekuatan dan pengertian jang tjukup daripada kesukaran2 akan kekurangan tenaga revolusioner pada waktu sekarang ini. Akan tetapi bukannja dimaksudkan, bahwa kita akan menolak bantuan dari pihak intelektuil. Sebaliknja tiap2 bantuan akan kita terima dengan senang hati, asal mereka mengakui azas revolusioner kita. Apa mendorong kita melantjarkan seruan kusus kepada golongan intelektuil itu jalan: masa krisis dewasa ini,dimana tiap saat akan dapat ditanjakan kepada golongan inteleltuil. Dipihak manakah Sdr. akan berdiri? Sebagai Pemimpin bagian rakjat Indonesia jang revolusioner jg sokali peristiwa ditangan kita akan terletak suka duka seluruh rakjat, maka kita dapat mengesampingkan golongan2 rakjat besar atau ketjil. Imperialisme Belanda telah berusaha berbuat sedemikian djauhnja, sehingga golongan intelektuil kita jang kotjil itu montjapai kedudukan<noinclude></noinclude> mks32p42gfpib37ji7wqwombuvk6kkl Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/5 104 112093 311043 2026-08-11T02:08:40Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 311043 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 3ykuxguduzn6rpx5lfy068fgabq13cd 311046 311043 2026-08-11T02:17:01Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311046 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{sp|'''ISI'''}}}} {{R|Hal.:}} {{Daftarisi dtt||Sambutan|3}} {{Daftarisi dtt||Kata Pendahuluan|5}} {{larger|''Bagian A Sedjarah pergerakan''}} {{Daftarisi dtt|1.|Perdjuangan Rakjat Indonesia pada zaman pendjadjahan Belanda|11}} {{Daftarisi dtt|2.|Pendjadjahan Djepang mendjelang kemerdekaan|25}} {{Daftarisi dtt|3.|Rep. Ind. seledjang terdjang sedjak proklamasi|30}} {{larger|''Bagian B Pantjasila''}} {{Daftarisi dtt|4.|Arti persatuan|38}} {{Daftarisi dtt|5.|Bentuk Pantjasila|40}} {{Daftarisi dtt|6.|Pantjasila sebagai alat persatuan|42}} {{Daftarisi dtt|7.|Pantjasila sebagai kepribadian bangsa.|44}} {{Daftarisi dtt|8.|Pantjasila dan ilmu pengetahuan|48}} {{Daftarisi dtt|9.|Pantjasila sebagai dasar negara|51}} {{Daftarisi dtt|10.|Pantjasila sebagai way of life|52}} {{Daftarisi dtt|11.|Realisasi Pantjasila dalam masjarakat|55}} {{larger|''Bagian C Undang-undang Dasar 1945''}} {{Daftarisi dtt|12.|Kebebasan dalam ikatan|57}} {{Daftarisi dtt|13.|Sedjarah pembentukan U.U.D. 1945|63}} {{Daftarisi dtt|14.|Piagam Djakarta dan Naskah Proklamasi|67}} {{Daftarisi dtt|15.|U.U.D.-R.I. 1945|73}}<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude> bqlhjlqo0fxjobgy0aatootn3ethvgs Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/9 104 112094 311044 2026-08-11T02:15:30Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'jg tinggi dibidang sosial dan ideologi sehingga mereka tak dapat dihubungi lagi oleh rakjat. Dengan terdidik dalam bahasa asing mereka terputus hubungannja dengan massa rakjat Indonesia dan kehilangan sjarat2 untuk mengenal fikiran dan tjita2 rakjat apalagi untuk memimpinnja. Kita akan memberikan tangga kepada saudara, supaja saudara dapat turun kepada rakjat. Sebab bukanlah maksud kita mempergunakan bahasa Belanda ini untuk membuatnja bahasa r... 311044 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh|10||11}}</noinclude>jg tinggi dibidang sosial dan ideologi sehingga mereka tak dapat dihubungi lagi oleh rakjat. Dengan terdidik dalam bahasa asing mereka terputus hubungannja dengan massa rakjat Indonesia dan kehilangan sjarat2 untuk mengenal fikiran dan tjita2 rakjat apalagi untuk memimpinnja. Kita akan memberikan tangga kepada saudara, supaja saudara dapat turun kepada rakjat. Sebab bukanlah maksud kita mempergunakan bahasa Belanda ini untuk membuatnja bahasa rakjat, akan tetapi sekedar hanja untuk memberi sjarat kepada saudara dalam usaha mengenal rakjat Sdr.sendiri dengan lebih mendalam, daripada jg telah saudara batja di suratkabar2 Belanda tentang mereka. Dalam tiap gerakan revolusioner golongan intelektuil memegang peranan jang penting. Inti Revolusi Perantjis dibentuk oleh golongan intelektuil. Di Perntjis dan negeri2 Eropa lainnja mahasiswa2-lah jang memegang peranan sebagai pemimpin2 bordjuis revolusioner melawan feodalisme jang sedang gontjang.Pergerakan revolusioner melawan kekuasaan djahat, Tsur dipelopori dan dipimpin oleh mahasiswa2 revolusioner. Ditanah2 djadjahan Mesir, India-Inggeris, Tiongkok, Filipina dll. orang2 intelektuil jang terdidik di sekolah2 inperialislah jang mendjadi pemimpin2 pergerakan2 nasional. Djuga Indonesia dalam hal ini tidak mempunjai perketjualian jang besar. Djuga disini teriakan pertama untuk kemerdekaan nasional pertama-tama terdengar di sekolah tinggi ketika pendiri pertama dari organisasi kebangsaan Budi Utomo mengutjapkan tuntutan nasionalnja. Akan tetapi sementara ditanah2 djadjahan lainnja mahasiswa2 masih senantiasa tetap mendukung pandji2 kemerdekaan dalam pergerakan revolusioner maka mahasiswa dan orang2 intelektuil Indonesia telah lama mengasingkan diri calan sikap pasif dan masa-bodoh. Diluar sikep itu berkumandanglah teriakan massa Indonesia makin lama makin keras. Sekali-pun sengat sedikit menerima bantuan deri orang intelektuil tetepi kaumn buruh, kaum tani dan penduduk kota2 berkat perdjongannja jang keras dapat djuga mentjiptakan organisasi2 jang terpaksa sangat menarik perhatian penguasa2 pada masa ini. Sekalipun demikian usaha pembentukan organisasi2 ini tidak selalu lantjar dan aman. Disebabkan karena kurangnja kesadaran dan pengalaan pemimpin2 Indonesia dan dipersuker pula oleh politik imperialiame Belande jg mengusir pemimpin-pemimpin jang tjakap keluar negeri, maka bagi massa rakja Indonesia sangat berat mentjiptakan organi2 evolusioner.Kuran nje kesaderan dan pengala itulah jug mendjadi sebab diaks Budi Utomo Lenajadi actu "Partei dari orang2 jang tidak Lordea. Sebab itu pulalah jan men- bawa N.I.P. Kallang iburaja. Aurangnje los der- an kaste, kompuci beroranisasi den moral revolusioner reliqg2 utama jan tak de- pat mengangkat teng potensiil delam perger ken masse. See Islar mendjadi ponermas- sc. revolusicner ng lihey. F..I.,5.. dan da roket2 Kordje dreh pengaruhnja semuanje ber- dasarkan atas keseden kasto, sekalipun delen hel organisti con autu bolur. memenuhi keingin n kita.Pade tehun2 je 1 lu tereka teleh menu djukkan bahwa mereka dapat bertahan terhadap pu- kulen2 retkei jang hebat dan karenenja membuk tikan daji hidup dan die tumbuhnja. Imperialis- me Belendi jen kodjem, pitjik dan torkobelakang<noinclude></noinclude> 8jlff4gomh2vemhuou046cdwexbgx2d 311050 311044 2026-08-11T02:25:29Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311050 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|10||11}}</noinclude>jg tinggi dibidang sosial dan ideologi sehingga mereka tak dapat dihubungi lagi oleh rakjat. Dengan terdidik dalam bahasa asing mereka terputus hubungannja dengan massa rakjat Indonesia dan kehilangan sjarat2 untuk mengenal fikiran dan tjita2 rakjat apalagi untuk memimpinnja. Kita akan memberikan tangga kepada saudara, supaja saudara dapat turun kepada rakjat. Sebab bukanlah maksud kita mempergunakan bahasa Belanda ini untuk membuatnja bahasa rakjat, akan tetapi sekedar hanja untuk memberi sjarat kepada saudara dalam usaha mengenal rakjat Sdr.sendiri dengan lebih mendalam, daripada jg telah saudara batja di suratkabar2 Belanda tentang mereka. Dalam tiap gerakan revolusioner golongan intelektuil memegang peranan jang penting. Inti Revolusi Perantjis dibentuk oleh golongan intelektuil. Di Perntjis dan negeri2 Eropa lainnja mahasiswa2-lah jang memegang peranan sebagai pemimpin2 bordjuis revolusioner melawan feodalisme jang sedang gontjang.Pergerakan revolusioner melawan kekuasaan djahat, Tsur dipelopori dan dipimpin oleh mahasiswa2 revolusioner. Ditanah2 djadjahan Mesir, India-Inggeris, Tiongkok, Filipina dll. orang2 intelektuil jang terdidik di sekolah2 inperialislah jang mendjadi pemimpin2 pergerakan2 nasional. Djuga Indonesia dalam hal ini tidak mempunjai perketjualian jang besar. Djuga disini teriakan pertama untuk kemerdekaan nasional pertama-tama terdengar di sekolah tinggi ketika pendiri pertama dari organisasi kebangsaan Budi Utomo mengutjapkan tuntutan nasionalnja. Akan tetapi sementara ditanah2 djadjahan lainnja mahasiswa2 masih senantiasa tetap mendukung pandji2 kemerdekaan dalam pergerakan revolusioner maka mahasiswa dan orang2 intelektuil Indonesia telah lama mengasingkan diri calan sikap pasif dan masa-bodoh. Diluar sikep itu berkumandanglah teriakan massa Indonesia makin lama makin keras. Sekali-pun sengat sedikit menerima bantuan deri orang intelektuil tetepi kaumn buruh, kaum tani dan penduduk kota2 berkat perdjongannja jang keras dapat djuga mentjiptakan organisasi2 jang terpaksa sangat menarik perhatian penguasa2 pada masa ini. Sekalipun demikian usaha pembentukan organisasi2 ini tidak selalu lantjar dan aman. Disebabkan karena kurangnja kesadaran dan pengalaan pemimpin2 Indonesia dan dipersuker pula oleh politik imperialiame Belande jg mengusir pemimpin-pemimpin jang tjakap keluar negeri, maka bagi massa rakja Indonesia sangat berat mentjiptakan organisasi2 Revolusioner. Kurannja kesadaran dan pengalaman itulah jang mendjadi sebab maka Budi Utomo menajadi satu Partai dari orang2 jang tidak berdaja. Sebab itu pulalah jang membawa N.I.P. ke liang kuburnja. Kurangnja kesadaran kasta, kemampuan berorganisasi dan moral revolusioner adalah faktor2 utama jang tak dapat mengangkat tenaga potensiil dalam pergerakan revolusioner jang lihay. P.N.I.S dan sarekat2 Kerdja dibawah pengaruhnja semuanja berdasarkan atas kesadaran kasta, sekalipun dalam hal organisasi dan belum memenuhi keinginan kita. Pada tahun2 jg lalu mereka telah menundjukkan bahwa mereka dapat bertahan terhadap pukulan2 reaksi jang hebat dan karenenja membuktikan daja hidup dan daja tumbuhnja. Imperialisme Belanda jang kedjam, pitjik dan terkebelakang<noinclude></noinclude> 8ljtg7ivb6acccq45oc8pnfvjjkqpj7 Halaman:San min chu i.pdf/391 104 112095 311047 2026-08-11T02:18:46Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'ISI BAGIAN I ASAS -POKOK NASIONALISME Hal. Uraian I 13 Uraian II 31 Uraian III 51 Uraian IV 70 Uraian V 87 Uraian VI 103 BAGIAN II ASAS - POKOK DEMOKRASI Uraian I 125 Uraian II 152 Uraian III 171 Uraian IV 195 V 219 Uraian VI 249 Uraian BAGIAN III ASAS - POKOK PENGHIDUPAN Uraian I 283 Uraian II 313 Uraian III 337 Uraian IV 363' 311047 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>ISI BAGIAN I ASAS -POKOK NASIONALISME Hal. Uraian I 13 Uraian II 31 Uraian III 51 Uraian IV 70 Uraian V 87 Uraian VI 103 BAGIAN II ASAS - POKOK DEMOKRASI Uraian I 125 Uraian II 152 Uraian III 171 Uraian IV 195 V 219 Uraian VI 249 Uraian BAGIAN III ASAS - POKOK PENGHIDUPAN Uraian I 283 Uraian II 313 Uraian III 337 Uraian IV 363<noinclude></noinclude> pb2aus23rk5q8ubrjru913rsspyba6u 311048 311047 2026-08-11T02:24:38Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311048 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{x-larger|{{sp|ISI}}}}}} {{C|{{larger|BAGIAN I<br> ASAS-POKOK NASIONALISME}}}} {{R|hal.}} {{Daftarisi dtt||Uraian I|13}} {{Daftarisi dtt||Uraian II|31}} {{Daftarisi dtt||Uraian III|51}} {{Daftarisi dtt||Uraian IV|70}} {{Daftarisi dtt||Uraian V|87}} {{Daftarisi dtt||Uraian VI|103}} {{C|{{larger|BAGIAN II<br> ASAS-POKOK DEMOKRASI}}}} {{Daftarisi dtt||Uraian I|125}} {{Daftarisi dtt||Uraian II|152}} {{Daftarisi dtt||Uraian III|171}} {{Daftarisi dtt||Uraian IV|195}} {{Daftarisi dtt||Uraian V|219}} {{Daftarisi dtt||Uraian VI|249}} {{C|{{larger|BAGIAN III<br> ASAS-POKOK PENGHIDUPAN}}}} {{Daftarisi dtt||Uraian I|283}} {{Daftarisi dtt||Uraian II|313}} {{Daftarisi dtt||Uraian III|337}} {{Daftarisi dtt||Uraian IV|363}}<noinclude></noinclude> atotevirqg18yap23o70vc25kak6anq Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/6 104 112096 311049 2026-08-11T02:25:20Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Bagian D Demokrasi dan Ekonomi Terpimpin 16. Pandangan umum 5. Instruksi J.M. Menteri P.D. dan K. No. 2... 336 6. Instruksi J. M. Menteri P. D. dan K. No. 3 338 82 17. Demokrasi Terpimpin 86 18. Pelaksanaan Demokrasi Terpimpin Amanat Presiden tentang Pembangunan Semesta Berentjana (jang diutjapkan) 340 88 19. Tudjuan Demokrasi Terpimpin 91 20. Ekonomi Terpimpin Amanat Presiden tentang Pembangunan Semesta Berentjana (jang tertulis) 351 94 21. Eko... 311049 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Bagian D Demokrasi dan Ekonomi Terpimpin 16. Pandangan umum 5. Instruksi J.M. Menteri P.D. dan K. No. 2... 336 6. Instruksi J. M. Menteri P. D. dan K. No. 3 338 82 17. Demokrasi Terpimpin 86 18. Pelaksanaan Demokrasi Terpimpin Amanat Presiden tentang Pembangunan Semesta Berentjana (jang diutjapkan) 340 88 19. Tudjuan Demokrasi Terpimpin 91 20. Ekonomi Terpimpin Amanat Presiden tentang Pembangunan Semesta Berentjana (jang tertulis) 351 94 21. Ekonomi Terpimpin dalam praktek 101 22. Tudjuan Ekonomi Terpimpin 106 Pokok pikiran mengenai Sosialisme Indonesia Tahun Kemenangan 395 408 7. Piagam Djakarta 138 Bagian E Kauperensi Asia-Afrika di Bandung 23. Pandangan umum... 110 8. Pidato Presiden di Depernas tgl. 9 Djanuari 1960 439 9. Pidato Presiden pada pembukaan konp. A. A. 10. Daftar negara-negara peserta 458 468 24. Keadaan umum Asia-Afrika 112 25. Djalan Konperensi 117 11. Declaration of human rights (naskah dalam bahasa Indonesia 469 26. Kominike bersam 122 12. Pantja Wardhana.... 476 27. Tugas kita 135 Defter buka ......487 Bagian F Kewadjiban dan Hak Warganegara 28. Warganegara merdeka ..... 138 29. Kewadjiban dan tanggungjawab warganegara pada umumnja 144 30. Kewadjiban dan tanggung djawab politik 149 31. Kewadjiban dan tanggung djawab ekonomi 155 32. Hak-hak warganegara........ 161 33. Kewadjiban dan hak warganegara terhadap dunia Juar 166 Bagian G Manifesto politik (Kutipan) 170 Bagian H Laksana malaikat Lampiran-lampiran 237 1. Dekrit Presiden. 2. Lahirnja Pantjasila 3. U.C.D. 1945 8 4. Sapta Usaha Tama dengan pendjelasanja 292 294 314 322 9<noinclude></noinclude> jqd5paot2pqezwpcfcs43hfyad33hm6 311098 311049 2026-08-11T04:45:24Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311098 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{Larger|{{C|''Bagian D Demokrasi dan Ekonomi Terpimpin''}}}} {{Daftarisi dtt|16.|Pandangan umum|82}} {{Daftarisi dtt|17.|Demokrasi Terpimpin|86}} {{Daftarisi dtt|18.|Pelaksanaan Demokrasi Terpimpin|88}} {{Daftarisi dtt|19.|Tudjuan Demokrasi Terpimpin|91}} {{Daftarisi dtt|20.|Ekonomi Terpimpin|94}} {{Daftarisi dtt|21.|Ekonomi Terpimpin dalam praktek|101}} {{Daftarisi dtt|22.|Tudjuan Ekonomi Terpimpin|106}} {{Larger|{{C|''Bagian E Konperensi Asia-Afrika di Bandung''}}}} {{Daftarisi dtt|23.|Pandangan umum|110}} {{Daftarisi dtt|24.|Keadaan umum Asia-Afrika|112}} {{Daftarisi dtt|25.|Djalan Konperensi|117}} {{Daftarisi dtt|26.|Kominike bersama|122}} {{Daftarisi dtt|27.|Tugas kita|135}} {{Larger|{{C|''Bagian F Kewadjiban dan Hak Warganegara''}}}} {{Daftarisi dtt|27.|Warganegara merdeka|138}} {{Daftarisi dtt|28.|Kewadjiban dan tanggungjawab warganegara pada umumnja|144}} {{Daftarisi dtt|29.|Kewadjiban dan tanggung djawab politik|149}} {{Daftarisi dtt|30.|Kewadjiban dan tanggung djawab ekonomi|155}} {{Daftarisi dtt|31.|Hak-hak warganegara|161}} {{Daftarisi dtt|32.|Kewadjiban dan hak warganegara terhadap dunia luar|166}} {{Daftarisi dtt||{{Larger|''Bagian G Manifesto politik (Kutipan)''}}|170}} {{Daftarisi dtt||{{Larger|''Bagian H Laksana malaikat''}}|237}} ''Lampiran-lampiran'' {{Daftarisi dtt|1.|Dekrit Presiden|292}} {{Daftarisi dtt|2.|Lahirnja Pantjasila|294}} {{Daftarisi dtt|3.|U.U.D. 1945|314}} {{Daftarisi dtt|4.|Sapta Usaha Tama dengan pendjelasanja|322}} {{Daftarisi dtt|5.|Instruksi J.M. Menteri P.D. dan K. No. 2|336}} {{Daftarisi dtt|6.|Instruksi J. M. Menteri P. D. dan K. No. 3|338}} {{Daftarisi dtt||Amanat Presiden tentang Pembangunan Semesta Berentjana (jang diutjapkan)|340}} {{Daftarisi dtt||Amanat Presiden tentang Pembangunan Semesta Berentjana (jang tertulis)|351}} {{Daftarisi dtt||Pokok² pikiran mengenai Sosialisme Indonesia|395}} {{Daftarisi dtt||Tahun Kemenangan|408}} {{Daftarisi dtt|7|Piagam Djakarta|438}} {{Daftarisi dtt|8.|Pidato Presiden di Depernas tgl. 9 Djanuari 1960|439}} {{Daftarisi dtt|9.|Pidato Presiden pada pembukaan konp. A. A.|458}} {{Daftarisi dtt|10.|Daftar negara-negara peserta|468}} {{Daftarisi dtt|11.|Declaration of human rights (naskah dalam bahasa Indonesia)|468}} {{Daftarisi dtt|12.|Pantja Wardhana|476}} {{Daftarisi dtt|''Daftar buku''||170}}<noinclude></noinclude> oidt7bv90ip8dz41g2qafk7i1h3z9hg Pembicaraan:Wasiat Jang Baroe/I Korinthi 1 112097 311052 2026-08-11T03:00:08Z OwlyKnight 24017 /* Tentang bagian kepala (1 Korinthi) */ bagian baru 311052 wikitext text/x-wiki == Tentang bagian kepala (1 Korinthi) == Halo @[[Pengguna:Endahimawati|Endahimawati]]! Terima kasih sudah berkontribusi di Wikisumber bahasa Indonesia. Saya memiliki saran untuk pengisian <code>{{tl|header}}</code>. Bagian <code>|title=</code> biasanya diisi oleh judul dari naskah itu sendiri, lalu bagian bab atau bagian masuk ke dalam <code>|section=</code>. Maka dari itu, untuk <code>|title=</code> gunakan <code>Wasiat Jang Baroe</code> lalu <code>|section=</code> masukkan <code>I Korinthi</code> atau semacamnya. Tambahkan juga bagian <code>|previous=</code> dan <code>|next=</code>. Pastikan menambahkan pranala yang sesuai. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 11 Agustus 2026 03.00 (UTC) e4b9nyodlm7za73kljxkzwpk4bdbytq Pembicaraan:Wasiat Jang Baroe/2 KORINTHI 1 112098 311053 2026-08-11T03:02:46Z OwlyKnight 24017 /* Bagian kepala (2 KORINTHI) */ bagian baru 311053 wikitext text/x-wiki == Bagian kepala (2 KORINTHI) == Halo @[[Pengguna:Endahimawati|Endahimawati]]! Terima kasih sudah berkontribusi di Wikisumber bahasa Indonesia. Saya memiliki saran untuk pengisian <code>{{tl|header}}</code>. Bagian <code>|title=</code> biasanya diisi oleh judul dari naskah itu sendiri, lalu bagian bab atau bagian masuk ke dalam <code>|section=</code>. Maka dari itu, untuk <code>|title=</code> gunakan <code>Wasiat Jang Baroe</code> lalu <code>|section=</code> masukkan <code>I Korinthi</code> atau semacamnya. Tambahkan juga bagian <code>|previous=</code> dan <code>|next=</code>. Pastikan menambahkan pranala yang sesuai. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 11 Agustus 2026 03.02 (UTC) gj6ntga3zkxyggcu7f1o6jksw4nm4tl Pembicaraan:Wasiat Jang Baroe/GALATI 1 112099 311054 2026-08-11T03:04:29Z OwlyKnight 24017 /* Bagian kepala (GALATI) */ bagian baru 311054 wikitext text/x-wiki == Bagian kepala (GALATI) == Halo @[[Pengguna:Endahimawati|Endahimawati]]! Terima kasih sudah berkontribusi di Wikisumber bahasa Indonesia. Saya memiliki saran untuk pengisian <code>{{tl|header}}</code>. Bagian <code>|title=</code> biasanya diisi oleh judul dari naskah itu sendiri, lalu bagian bab atau bagian masuk ke dalam <code>|section=</code>. Maka dari itu, untuk <code>|title=</code> gunakan <code>Wasiat Jang Baroe</code> lalu <code>|section=</code> masukkan <code>Galati</code> atau semacamnya. Tambahkan juga bagian <code>|previous=</code> dan <code>|next=</code>. Pastikan menambahkan pranala yang sesuai. Terima kasih! Catatan: Sepertinya terdapat beberapa kesalahan yang sama untuk hasil transklusi Anda. Mohon untuk memperbaiki hasil transklusi lain dari naskah yang mirip. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 11 Agustus 2026 03.04 (UTC) pr849y4xzcfyg19st71xv0yp19wajdp Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/12 104 112100 311055 2026-08-11T03:14:46Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311055 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|16||17}}</noinclude>„Sama kau 'koe hendak bladjar maen schaatsen; 'soe ada taro kapertjaja'an besar atas kau poenja diri..." Dan 'koe sendiri rasanja amat broentoeng kapan 'koe rasaken nona poenja tangan menglendot atas 'koe poenja diri." Baroe sadja ia abis oetjapken itoe, moekanja nona Kitty dengen sekoenjoeng-koenjoeng djadi mera. Sasoedahnja djalan sakoetika lamanja, lantes nona Kitty tjan iapoenja itoe aken poelang ka roemanja. 'Koe taoe jang ia boekan ada itoe lelaki jang 'koe tjinta," kata Kitty dengen saorang diri, „aken tetapi toh akoe senang sekali kaloe djalan bersama sama dia(.) Ach, kenapa ia boleh bitjara begitoe padakoe?" Levine poen boeka iapoenja schaatsen dan djalan di blakangnja prinses jang di tempat kaloear dari itoe kebon ia soeda bisa soesoel. „Hatikoer girang sekali bisa liat kau," kata iboenja Kitty pada Levine. „Inilah dengen 'koe poenja hari pesta di hari Kemis." „Djadi ini hari?" „Girang sekali hatikoe kaloe di itoe bari bisa terima kau poenja kedatengan," kata itoe prinses dengen soeara gaga dan dengen lakoe jang angkoe. Ini keangkoean tida disetoedjoeken oleh nona Kitty, jang sedari djoega menoesi otat ia oentjoek satoe senjoeman jang manis pada Levine sambil bilang: „Sampe ketemoe poela!" Kitty baroe beroemoer 18 taon. Baroe ini moesim winter sadja ia pergi keloear. Semoea danser di Moskou ada djato tjinta pada dirinja. Doea penglamar jang ternama ia soeda dapet jaitoe Levine dan begitoe lekas ia ini berlaloe dateng poela graaf Vronsky. Koendjoengannja Levine jang begitoe sering, menjebabken orang toeanja Kitty bitjaraken perdjodohan iapoenja anak Alshoj. Kitty soeka sama Levine dan perna bilang tiada ada laen lelaki poela jang lebi tjakep dari Levine aken djadi iapoenja mantoe. Sang iboe seperti biasanja satoe prampoean, soeka sekali tahan tahan harga, dengen oendjoek Kitty masi teroeloe moeda dan lagi Levine blon perna menjataken tjintanja pada Kitty .... dan laen laen kabratan poela imadjoeken. Satoelnja ia hendak ambil laen lelaki jang lebi ternama poela boeat iapoenja anak dan Levine tiada begitoe disoekain. Di waktoe makan dan tempo trima koendjoengannja tetamoe tetamoe nona Kitty dapet satoe pengrasa'an jang tiada beda sebagi satoe soldadoe jang pertama kali mengadep di medan perang. Hatinja senantiasa berdebar debar dan tra soeatoe apa jang ia bisa ambil poetoesan tetep. Ia mengarti ini malem toeat pertama kali Levine dan Vronsky bertemoe satoe sama laen, sedeng boeat dirinja sendiri poen ada bergantung dengen poetoesan jang bakal dibikin di ini malem. Selaloe nona Kitty bajangin roepanja itoe doea<noinclude>{{rh|<small>Anna Karenine 1</small>||<small>Anna Karenine 2</small>}}</noinclude> lrp4hqu5s15qf2u39xqgybl1iafhsq2 311056 311055 2026-08-11T03:15:42Z Link PB 26772 311056 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|16||17}}</noinclude>„Sama kau 'koe hendak bladjar maen schaatsen; 'soe ada taro kapertjaja'an besar atas kau poenja diri..." Dan 'koe sendiri rasanja amat broentoeng kapan 'koe rasaken nona poenja tangan menglendot atas 'koe poenja diri." Baroe sadja ia abis oetjapken itoe, moekanja nona Kitty dengen sekoenjoeng-koenjoeng djadi mera. Sasoedahnja djalan sakoetika lamanja, lantes nona Kitty tjan iapoenja itoe aken poelang ka roemanja. „'Koe taoe jang ia boekan ada itoe lelaki jang 'koe tjinta," kata Kitty dengen saorang diri, „aken tetapi toh akoe senang sekali kaloe djalan bersama sama dia(.) Ach, kenapa ia boleh bitjara begitoe padakoe?" Levine poen boeka iapoenja schaatsen dan djalan di blakangnja prinses jang di tempat kaloear dari itoe kebon ia soeda bisa soesoel. „Hatikoer girang sekali bisa liat kau," kata iboenja Kitty pada Levine. „Inilah dengen 'koe poenja hari pesta di hari Kemis." „Djadi ini hari?" „Girang sekali hatikoe kaloe di itoe bari bisa terima kau poenja kedatengan," kata itoe prinses dengen soeara gaga dan dengen lakoe jang angkoe. Ini keangkoean tida disetoedjoeken oleh nona Kitty, jang sedari djoega menoesi otat ia oentjoek satoe senjoeman jang manis pada Levine sambil bilang: „Sampe ketemoe poela!" Kitty baroe beroemoer 18 taon. Baroe ini moesim winter sadja ia pergi keloear. Semoea danser di Moskou ada djato tjinta pada dirinja. Doea penglamar jang ternama ia soeda dapet jaitoe Levine dan begitoe lekas ia ini berlaloe dateng poela graaf Vronsky. Koendjoengannja Levine jang begitoe sering, menjebabken orang toeanja Kitty bitjaraken perdjodohan iapoenja anak Alshoj. Kitty soeka sama Levine dan perna bilang tiada ada laen lelaki poela jang lebi tjakep dari Levine aken djadi iapoenja mantoe. Sang iboe seperti biasanja satoe prampoean, soeka sekali tahan tahan harga, dengen oendjoek Kitty masi teroeloe moeda dan lagi Levine blon perna menjataken tjintanja pada Kitty .... dan laen laen kabratan poela imadjoeken. Satoelnja ia hendak ambil laen lelaki jang lebi ternama poela boeat iapoenja anak dan Levine tiada begitoe disoekain. Di waktoe makan dan tempo trima koendjoengannja tetamoe tetamoe nona Kitty dapet satoe pengrasa'an jang tiada beda sebagi satoe soldadoe jang pertama kali mengadep di medan perang. Hatinja senantiasa berdebar debar dan tra soeatoe apa jang ia bisa ambil poetoesan tetep. Ia mengarti ini malem toeat pertama kali Levine dan Vronsky bertemoe satoe sama laen, sedeng boeat dirinja sendiri poen ada bergantung dengen poetoesan jang bakal dibikin di ini malem. Selaloe nona Kitty bajangin roepanja itoe doea<noinclude>{{rh|<small>Anna Karenine 1</small>||<small>Anna Karenine 2</small>}}</noinclude> 5d3fj394a315uavnb58vvjptyaykxfw 311059 311056 2026-08-11T03:18:25Z Link PB 26772 311059 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 16 -||- 17 -}}</noinclude>„Sama kau 'koe hendak bladjar maen schaatsen; 'soe ada taro kapertjaja'an besar atas kau poenja diri..." Dan 'koe sendiri rasanja amat broentoeng kapan 'koe rasaken nona poenja tangan menglendot atas 'koe poenja diri." Baroe sadja ia abis oetjapken itoe, moekanja nona Kitty dengen sekoenjoeng-koenjoeng djadi mera. Sasoedahnja djalan sakoetika lamanja, lantes nona Kitty tjan iapoenja itoe aken poelang ka roemanja. „'Koe taoe jang ia boekan ada itoe lelaki jang 'koe tjinta," kata Kitty dengen saorang diri, „aken tetapi toh akoe senang sekali kaloe djalan bersama sama dia(.) Ach, kenapa ia boleh bitjara begitoe padakoe?" Levine poen boeka iapoenja schaatsen dan djalan di blakangnja prinses jang di tempat kaloear dari itoe kebon ia soeda bisa soesoel. „Hatikoer girang sekali bisa liat kau," kata iboenja Kitty pada Levine. „Inilah dengen 'koe poenja hari pesta di hari Kemis." „Djadi ini hari?" „Girang sekali hatikoe kaloe di itoe bari bisa terima kau poenja kedatengan," kata itoe prinses dengen soeara gaga dan dengen lakoe jang angkoe. Ini keangkoean tida disetoedjoeken oleh nona Kitty, jang sedari djoega menoesi otat ia oentjoek satoe senjoeman jang manis pada Levine sambil bilang: „Sampe ketemoe poela!" Kitty baroe beroemoer 18 taon. Baroe ini moesim winter sadja ia pergi keloear. Semoea danser di Moskou ada djato tjinta pada dirinja. Doea penglamar jang ternama ia soeda dapet jaitoe Levine dan begitoe lekas ia ini berlaloe dateng poela graaf Vronsky. Koendjoengannja Levine jang begitoe sering, menjebabken orang toeanja Kitty bitjaraken perdjodohan iapoenja anak Alshoj. Kitty soeka sama Levine dan perna bilang tiada ada laen lelaki poela jang lebi tjakep dari Levine aken djadi iapoenja mantoe. Sang iboe seperti biasanja satoe prampoean, soeka sekali tahan tahan harga, dengen oendjoek Kitty masi teroeloe moeda dan lagi Levine blon perna menjataken tjintanja pada Kitty .... dan laen laen kabratan poela imadjoeken. Satoelnja ia hendak ambil laen lelaki jang lebi ternama poela boeat iapoenja anak dan Levine tiada begitoe disoekain. Di waktoe makan dan tempo trima koendjoengannja tetamoe tetamoe nona Kitty dapet satoe pengrasa'an jang tiada beda sebagi satoe soldadoe jang pertama kali mengadep di medan perang. Hatinja senantiasa berdebar debar dan tra soeatoe apa jang ia bisa ambil poetoesan tetep. Ia mengarti ini malem toeat pertama kali Levine dan Vronsky bertemoe satoe sama laen, sedeng boeat dirinja sendiri poen ada bergantung dengen poetoesan jang bakal dibikin di ini malem. Selaloe nona Kitty bajangin roepanja itoe doea<noinclude>{{rh|<small>Anna Karenine 1</small>||<small>Anna Karenine 2</small>}}</noinclude> atizad297yohe70z2cd5qxbeojf1bd5 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/13 104 112101 311058 2026-08-11T03:18:14Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311058 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 18 -||- 19 -}}</noinclude>lelaki, kadang kadang denga[n] sendirian dan tempo tempo denga[n] bersama sama. Baroe sa[d]ja ia bertindak masoek di salon jaitoe kira kira poekoel satenga delapan, satoe boedjang soeda samperin dirinja denga[n] bertaoeken di loear ada menoenggoe „toean Constantin Dmitritch Levine.“ Prinses masi ada di dalem kamer dan prins masi blon moentjoel. „Apa 'koe bilang,“ kata Kitty saorang diri dengen ati berdebar debar dan kamoedian berkatja dan brapa besar iapoenja kaget tempo liat moekanja ada begitu[e] poetjet. Dengen tiada sangsi lagi Kitty doega kedatengannja Levine jang begitu[e] pagi tentoe tiada mempoenjai laen maksoed daripada minta kawin sama dirinja. Boeate pertama kali ia hendak timbang ini perkara dari laen bagian. Dengen teges ia liat boekan sadja dalem ini ada tersangkoet iapoenja diri sendiri, boekan sadja ia moesti perhatiken sama siapa kiranja ia bisa hidoep dengen broentoeng dan siapa sabetoelnja jang ia tjinta, tapi djoega [j]ang ia terpaksa akan loekain atinja, ja dengen lakoe jang amat kedjem, satoe orang jang ia amat soeka. Kenapa? Sebab itoe lelaki tjintain dirinja. Tiada bisa terdjadi laen. Ia moesti berlakoe begitu[e] biar apa djoega orang bakal bilang. „Apa 'koe moesti tjeritaxen itoe semoea?“ demikianlah ia menanja pada dirinja sendiri selakoe orang jang poetoes harepan. „Apa 'koe moesti bilang jang 'koe tiada tjinta pada dirinja? Tapi ini poen tiada betoel. Akan tetapi apatah toh jang 'koe moesti bilang padanja? Jang 'koe ada tjinta laen orang? Tiada, itoe djoega 'koe tiada bisa berboeat.... 'koe hendak pergi, 'koe maoe pergi...." Kitty soeda sampe di pintoe tempo ia denger Levine mendatengin. "Tiada, itoe tiada bagoes. Kenapa 'koe moesti takoet? Apa djoega aken terdjadi, 'koe wadjib bitjara dengen teroes terang. Dianja 'koe tiada bentji... toe pa dia." Ia liat matanja Levine jang mengawasin dirinja dengen tiada soedanja. Dengen mata jang tiada berkedip ia pandang Levine sebagi djoega orang jang meratap aken minta dirinja tilindoengin dan kamoedian sodorken tangannja. "Apa 'koe dateng di boekan waktoenja? Apa 'koe dateng lebi pagi?" begitoelah Levine bilang tempo ia liat blon ada satoe orang di sitoe. "O, tiada," djawab Kitty jang lantas doedoek di depan medja. "Dengen ketemoe nona sendirian adalah djadi 'koe poenja kahendakan jang paling teroetama," kata Levine, "'koe soeda bilang pada nona jang 'koe tiada taoe brapa lama 'koe bakal diam di sini dan jang ini ada bergantoeng dengen nona poenja diri sendiri..." Kitty toendoekin kepalanja lebi dalem, dengen tiada taoe apa ia moesti djawab sama omongan terseboet. "Itoe ada bergantoeng dengen nona," demikianlah Levine lanjoetken pembitjarahaannja lebi djaoe. "'koe soeda dateng di sini, 'koe soeda<noinclude></noinclude> 2kov3tzu0w4kdw2kjnsjqpte40mgzvz Pembicaraan:Inilah Kitab Edja 1 112102 311060 2026-08-11T03:18:56Z OwlyKnight 24017 /* Bagian {{header}} (Kitab Edja) */ bagian baru 311060 wikitext text/x-wiki == Bagian {{tl|header}} (Kitab Edja) == Hi @[[Pengguna:Alicya-|Alicya-]]! Saya melihat hasil transklusi Anda sudah baik, tetapi saya rasa bagian {{tl|header}} dapat ditambahkan dengan beberapa informasi, seperti tahun publikasi dan pengarang. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 11 Agustus 2026 03.18 (UTC) 6fs27l2e0bmc4vbkcslp1bbq88ywc61 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/14 104 112103 311061 2026-08-11T03:20:16Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311061 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 20 -||- 21 -}}</noinclude>dateng di sini boeat menanjaken nona, apa soeka djadi 'koe poenja istri" Abis bilang begitoe ia tinggal djam dengen mata selaloe pandang moekanja Kitty dengen rasa tiada poeas. Kitty berdehem zonder liat moekanja Levine. Sama sekali ia tiada sangka pengakoeannja Levine ada menoesoek begitoe dalem di atinja. Akan tetapi itoe tjoema boeat sabentaran sadja. Pikirannja inget sama Vronsky. Iapoenja kadoea mata jang t jams, iapoenja kadoea mata jang manis, ditoedjoeken pada Levine dan tempo ia liat Levine sedeng menoenggoe djawabannja dengen keadaan jang tiada tetep dengen lekas ia bilang: Tjada bisa, tjada.... ma'afkenlah 'koe!, Blom berselang brapa lama ia rasaken pengidoepannja ada berhoeboeng begitoe dapet sama Levine dan sekarang dengen sekoenjoeng-koenjoeng ia pandang dirinja Levine sebagi saorang jang asing. Levine manegoetin kepalanja, sebagi tanda membri hormat dan hendak lantas berlaloe dari itoe tempat. Apa maoe di itoe koetika telah dateng di sitoe prinses jang djadi bingoeng tempo dapetken anaknja dengen sendirian dan dengen roepa jang tiada begitoe senang. Levine membri hormat pada itoe prinses zonder oetjapken satoe pata perkata'an. Kitty tinggal pandang ini kedjadian dengen tiada bilang soeatoe apa. Levine hendak bangoen dari tempat doedoeknja akan tetapi tatkala itoe prinses ada oetjapken apa-apa padanja dan berbareng dengen itoe poen dateng di sitoe satoe njonja dengen di'ikoetin oleh satoe militair. „Tentoe ia ini jang bernama Vronsky,“ kata Levine saorang diri dan aken dapet kenjatahan jang doega'an-ja ada betoel ia awasin Kitty jang betoel sadja tempo liat itoe orang militair lantas djadi bersorot girang dan jang kenalken djoega sebagi orang jang ia tjintaken. Dengen ini pemandangan Levine sekarang mengarti jang Kitty tjinta Vronsky .... „Apa 'koe boleh adjar kenal kau orang satoe sama laen,“ kata prinses. „Toean Constantin Dmitritch Levine, graaf Alexis Cyrilowitch Vronsky.“ Orang jang terseboet blakangnan lantas bangoen dari tempat doedoeknja, kasi pada Levine iapoenja tangan dan pandang ia dengen moeka manis. Kaloe 'koe tiada kliroe, di moesin winter 'koe sabetoelnja moesti doedoek bersantap bersama sama toean, aken tetapi toean soeda pergi kaloer dengen sekoenjoeng koenjoeng,“ kata ia dengen tertawa jang dibikin bikin dan kamoedian tanja lebi djaoe: „Apa toean teroes tiada balik kembali? Tiada begitoe banjak plesir, saja rasa, di waktoe winter, boekan?“ „Kaloe orang sedeng repot dengen iapoenja oeroesan sendiri, tentoe sadja tiada bisa plesir dengen senang, malahan tiada djoega kendati ada sendirian sadja,“ djawab Levine dengen lakoe jang ketoes.<noinclude></noinclude> 2tunt9slzhzi1694e9vairtu4yypuxu Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/15 104 112104 311062 2026-08-11T03:22:24Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311062 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 22 -||- 23 -}}</noinclude>Vronsky poera poera tiada denger itoe perkataau dan bilang: „'koe sendiri soeka dengen pengidoepan di loear.” Begitoe lekas itoe pembitjarahan berachir, begitoe tjepet djoega Levine tjari koetika aken berlaloe dari itoe tempat dengen diam². Pemandangan jang paling blakang ia saksiken di itoe malem adalah moeka jang berseri seri dari Kitty tempo mengasi djawaban pada Vronsky jang tanjaken apa ia soeka pergi ka pesta dangsa. <center>———</center> Vronsky blon perna idoep sebagi orang jang beroema tangga. Iapoenja iboe ada satoe prampoean eilok jang tempo kawin dan teroetama sasoedanja iapoenja soeami meninggal doenia tanjak sekali dibitjaraken. Vronsky sendiri di waktoe ketjil soeda masoek sekola, tiada lama kamoedian sedari trenti sekola ia soeda bisa djadi officier dan sekarang teritoeng sebagi orang militair kaoem bangsawan di Petrograd. Boeat jang pertama kali di Moskou ia bikin perhoeboengan dengen satoe gadis jang masi soetji jang sigra djoega soeda tergila-gila pada dirinja. Sama sekali dalem pikirannja tiada ada niatan aken oetjapken apa apa jang tiada sopan kapan ia sendiri blon ambil poetoesan aken kawin sama Kitty. Sebagi djoega orang jang blon beristri ia poen anggep soeal kawin ada satoe soeal jang penting dan jang tiada boleh dipoetoesken dengen lakoe terboeroe boeroe. Samentara itoe ia rasaken perhoeboengan dirinja dengen nona Kitty semingkin lama djadi semingkin rapet akan tetapi sampe begitoe djaoe blon perna ia njataken apa apa pada Kitty jang tiada sesoeatoe orang boleh denger. Di itoe malem tempo poelang ka roemanja satelah abis menendamoe di roemanja Tcheruatzky, ia timbang tentang ini perhoeboengan jang ada begitoe roepa hingga pantes moesti diambil poetoesan dengen lekas. Begimana ini poetoesan moesti diambil inilah masi blon bisa ditetepken. „Djoestroe dalem ini ada terselip satoe hal soeker jang betoel baek 'koe maoepoen Kitty tiada ada perna bilang apa apa, tapi toh satoe sama laen mengarti resianja itoe mata jang bertemoe satoe sama laen. Blon perna ia menjataken dengen begitoe teres terang seperti ini hari dengen oendjoek iapoenja tjinta padakoe. Begimana besar adanja itoe tjinta, begimana besar adanja itoe kapertjaja'an jang didoedoekken atas dirikoe, begimana manis klakoeannja jang dioendjoek terhadap padakoe! 'koe rasaken hatikoe djalan lebi kras dan sebagi djoega ada apa apa jang bikin itoe pekakas bekerdja lebi kras . . . .“. Demikianlah adanja pikiran Vronsky. <center>———</center> Kaesokan paginja kira kira poekoel 11 pagi Vronsky samboet kedatengan iboenja jang bakal dateng dengen trein. Orang jang pertama ia<noinclude></noinclude> ptuan82vfv8qh2r4wippubgjq5d225o Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/16 104 112105 311063 2026-08-11T03:23:54Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311063 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 24 -||- 25 -}}</noinclude>liat di perron adalah Oblonsky jang sedeng toenggoe kedatengannja iapoenja 'ntji, Anna Karennine, jang bakal dateng dengen itoe trein djoega. „Tabe Excellentie!“ kata Oblonsky „Siapatah jang toean hendak papak dari spoor?“ „'koe hendak toenggoe 'koe poenja iboe jang dateng dari Petrograd.“ Kamoedian satoe sama laen berdjabatan tangan dan berdjalan bersama sama. „Kemaren, sepoelangnja dari roemanja Tcherbatzky, kau pergi kemana? Akoe toenggoe kau sampe poekoel 2 malem.“ „'koe soeda poelang ka roema. Di itoe malem 'koe plesir mati hingga tiada poenja nafsoe poela aken pergi ka laen tempat.“ „Koeda jang gesit 'koe bisa liat dari koepingnja, dan orang jang sedeng keleboe dalem pertjintaan 'koe bisa liat dari matanja,“ begitoelah Oblonsky bilang, betoel seperti doeloean ia perna oetjapken itoe tempo berhadepan sama Levine. Vronsky mesem koetika denger itoe perkata'an, satoe tanda jang ia tiada sangkal apa jang Oblonsky bilang, akan tetapi lantaran tiada ingin resianja diketahoei maka pembitjarahan lantas diganti dengen laen perkara. „Dan kau, siapatah jang kau hendak papak?“ „'koe? O, 'koe hendak papak satoe njonja jang elok.“ „Eh, eh!,“ „Honni soit qui mal y pense! 'koe sedeng toenggoein 'koe poenja 'ntji.“ „Prinses Karenine ?” „Kau tentoe kenal sama 'koe poenja ipar Alexis Alexandrovitch Karenine jang termashoer. Siapa sadja kenal dirinja.“ „Ja, dari nama dan dari kapinterannja. 'Koe taoe jang ia ada satoe orang jang amat pinter... satoe wijsgeer... satoe genie... tapi dengen teroes terang 'koe bilang boekan 'koe poenja pantaran!!!“ „O, dia itoe ada satoe orang jang pinter, betoel tra begitoe soeka banjak omong dan tra begitoe soeka bergaoel, aken tetapi toh ia ada satoe orang jang baek.” Soeranja trein kadengeran mendatengin dan tiada lama kamoedian masoek di station. Tempo hendak naek di kreta di mana ada doedoek iboenja, Vronsky soeda moesti menjingkir aken samentara waktoe boeat kasi kasempetan pada brapa njonja jang hendak toeroen. Dengen matanja jang tjeli ia sigra dapet liat satoe njonja jang dari potongan dan roepanja menoendjoekin ada saorang jang dari golongan tinggi. Ia oetjapken perkata'an ma'af dan kamoedian teroesken perdjalanannja lebi djaoe. Samentara itoe hatinja merasa tiada poeas aken tiada liat sekali lagi pada itoe njonja jang boekan sadja roepanja eilok dan pakeannja begitoe sederhana en toh manis di pemandangan, tapi teroetama lantaran tempo itoe njonja liwat di sampingnja, ada mengasi liat roepa jang amat boetjan dan amat manis, hingga tiada gampang bisa diloepaken.<noinclude></noinclude> cfai8eebn8umtklgs1uqyx816dl70n6 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/17 104 112106 311064 2026-08-11T03:26:02Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311064 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 26 -||- 27 -}}</noinclude>Vronsky naek di kreta dan kamoedian doedoek di damping iboenja, jang lantas seraken pada iapoenja pengeroes kamer satoe tasch ketjil kamoedian tjioem dengen penoe katjinta'an pada iapoenja anak lelaki. „Apa njonja soeda ketemoe sama njonja poenja soedara?” tanja gravin Vronsky pada itoe penoempang prampoean jang eilok. Vronsky doega dengen pasti jang itoe njonja tentoe ada Anna Karenine. „Njonja poenja soedara sedeng toenggoe njonja,” kata ia sembari bangoen dari tempat doedoeknja. „Ma'afken 'koe jang tiada bisa lantas kenalken njonja,” begitoelah ia samboeng lebi djaoe pembitjaraannja dan kamoedian mengasi hormat. „Aken tetapi kita djarang sekali bertemoe satoe sama laen, hingga njonja tentoe tiada kenalken poela padakoe.” „O, tida!” kata itoe njonja dengen soeara kras sembari brikoetken satoe senjoeman jang gampang sekali bikin tjopot hatinja sasoeatoe toean, „tapi toh rasanja 'koe bakal kenalken toean, sebab toean poenja iboe dan 'koe selaloe omongin diri toean di sepandjang djalanan. Kenapa toh akoe poenja soedara masi djoega bion dateng?” begitoelah ia teroesken pembitjarahannja. Vronsky toeroen dari kreta dan djalan di perron, sembari panggil Oblonsky: „Oblonsky, mari!” Tapi Anna Karenine tiada maoe toenggoe, hanja lantas toeroen dari kreta, begitoe lekas ia dapet liat soedaranja. Begitoe lekas ite prins dateng menjamperin dirinja, begitoe tjepet djoega itoe njonja peloek lehernja, denger tenaga jang loear biasa tarik soedaranja, dan kasi satoe tjioeman jang sedep. Ini telah menikem hatinja Vronsky. Sehari itoe waktoe matanja selaloe mengawasin Anna Karenine dan kadang² mesem zonder taoe lantarannja. Sedeng kasemsem dengen klakoean itoe doea soedara sekoenjoeng-koenjoeng hatinja inget sama iboenja jang sedeng toenggoein dirinja. „Apa itoe njonja tiada eilok?“ tanja itoe gravin pada iapoenja anak. „Soeaminja minta 'koe liat-liat istrinja. 'koe senang sekali doedoek bersama-sama dengen itoe njonja. Kita mengorong dengen tiada kenal tjape dan dengen tiada bosen. Dan kau? 'koe denger kau ini sekarang sedeng bawa lelakon anak moeda . . . “ „'koe tiada mengarti apa jang iboe hendak maksoedken?“ kata ia dengen lakoe adem. Anna Karenine dateng kombali di sitoe aken membri slamet tinggal pada njonja gravin. „Slamet tinggal, gravin, kau soeda ketemoe kau poenja anak, sedeng akoe soeda berdjoempa dengen 'koe poenja soedara,“ kata ia dengen soeara jang merdoe. „'koe poenja dongengan soeda abis. Tra ada satoe dongengan poela jang 'koe bisa toetoerken pada njonja . . . “ „Kau ada satoe orang jang 'koe tiada bisa bosen. 'koe ingin bisa plesir di antero doenia<noinclude></noinclude> 616elnh9tvi5sadheq4950e2jdj72x3 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/18 104 112107 311065 2026-08-11T03:27:39Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311065 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 28 -||- 29-}}</noinclude>dengen bersama sama kau," kata itoe gravin dan kamoedian pegang dengen koeat tangannja Anna Karenine. „Selaloe hati djadi senang kapan liat kau poenja moeka jang boto dan begitoe djoega djika denger kau poenja soeara jang merdoe!" „Sampe ketemoe kembali, gravin, 'koe oetjapken trima kasi aken kau poenja ke aekan jang soeda soeka temenin 'koe di dalem perdjalanan. Sekarang kita soeda sampe di Moskou dan bakal berpisa satoe sama laen." „Slamet djalan, nona boto. Apa 'koe boleh dapet satoe tjioem dari kau, nona?" Dengen tiada oetjapken satoe perkata'an Anna Karenine sodorken moekanja pada itoe gravin jang tjioem dengen amat bernapsoe. Abis itoe lantas Anna berdiri poela seperti biasa dan satoe tangannja disodorken pada Vronsky. Dengen lakoe jang sebet Vronsky samboet itoe dan pegang tangannja Anna Karenine jang ketjil dan aloes dengen kentjeng. Tjoba kaloe tiada maloe sama iboenja, boleh djadi itoe tangan jang moengil, jang poeti dan aloes, tentoe Vronsky tida maoe lepas boeroe boeroe. „Soenggoe sopan sekali itoe njonja!" kata gravin dengen soeara kras. Dengen mata jang tiada berkedip Vronsky pandang teroes Anna Karenine sampe tiada keliatan poela.... Dari djoeroesan pintoe Vronsky liat begimana itoe njonja samperin Oblonsky sembari sodorken satoe tangannja aken digandeng dan kamoedian omong apa apa. Vronsky doega pasti jang itoe doea orang boekan omongin dirinja, satoe hal jang menjediken atinja. „Sekarang soeda boleh kita djalan, iboe. Banjak orang soeda pada kaloear.“ Tempo iaorang djalan di sepandjang trein marika ketemoe brapa orang dengen paras poetjet. Station chef dengen roepa bingoeng djalan moendar mandir. Oblonsky semberi gandeng iapoenja soedara prempoean poen dateng kembali di itoe trein dengen paras jang penoe kakoeatiran Gravin dan Anna Karenine dinaekin di kreta, sedeng Vronsky dan Oblonsky tjoba dapetken ketrangan lebi djaoe. Oblonsky dan Vronsky telah liat itoe mait jang soeda djadi antjoer. Ini pemandangan jang ngeri roepa-roepanja ada memoekoel dengen keras atinja Oblonsky dan dengen banjak soesa ia tahan aer matanja soepaja tiada djato. Sa-elonja marika dateng kembali, gravin Vronsky dan Anna Karenine soeda dapet denger apa jang soeda terjadi. „O, Anna! Ngeri sekali! Tjoba kaloe kau taoes apa jang 'koe telah liat...“ kata Oblonsky. Vronsky tinggal diam sadja, tapi matanja mengawasin roepa orang dengen tiada berkedip „Ach, gravin!“ begitoelah Oblonsky landjoetken pembitjara'annja lebi djaoe, „sabetoelnja njonja moesti liat!... istrinja dateng mendjamperin... kamoedian boeang dirinja di itoe mait... Orang bilang ia itoe ada orang jang<noinclude></noinclude> gm1u0wp5zu49nwiv1wafdk3xpbrvkf4 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/19 104 112108 311066 2026-08-11T03:30:25Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311066 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 30 -||- 31 -}}</noinclude>satoe satrenja jang mentjari goena japoenja koelawarga..." „Apa orang tiada berboeat apa-apa goena menoeloeng dirinja itoe prempoean?“ tanja Anna Karenine dengen bernafsoe. Vronsky pandang moekanja Anna boeat sakoetika lamanja dan kamoedian dengen diam-diam toeroen dari kreta. „Tiada lama lagi 'koe dateng kembali, iboe,“ kata ia jang ada berdiri di sebrangnja pintoe. Tiada lama kamoedian ia dateng kembali, dan di itoe waktoe iaorang lantes brangkat, dengen Vronsky bersama iboenja di depan, sedeng Anna bersama soedaranja di blakang. Tempo sampe di pintoe tempat orang kaloear sekjoenjoeng-koenjoeng station chef dateng memboeroe. Koetika soeda ada berhadepan dengen Vronsky, ia ini lantes bilang begini: „Toean soeda kasi oewang 200 roebel pada onder chef, dan apakah 'koe boleh dapet taoe boeat siapa jang toean hendak kasi itoe oewang?“ „Boeat itoe djanda,“ djawab Vronsky sembari angkat poendaknja, „'koe tiada begitoe mengarti dengen maksoednja itoe pertanja'an.“ „Apa kau apa kasi oewang boeat itoe djanda,“ tanja Oblonsky. „Soenggoe kau ini ada ssorang jang baik sekali!“ Abis bilang begitoe ia pegang tangan soedaranja. Anna Karenine naik di kreta. Dengen penoe kaheranan Oblonsky liat bibir Anna Karenine betgoemetetan dan dapet kenjatahan djoega begimana soeker soedaranja tahan itoe aer mata jang hendak toeroen. „Anna, kau kenapa ?” tanja Oblonsky. „Itoe katjilaka'an ada satoe alamat djelek,“ kata ia. „Nonsens!“ djawab Oblonsky. „Jang paling penting adalah kau soeda ada di sini. Pada kau poenja diri 'koe ada taro harepan besar!“ „Ja, soeda lama sekali... dan kita harepan sadja jang ia nanti djadi kawin sama Kitty.“ „O, begitoe!“ kata Anna dengen soeara sember. „Sekarang biarlah kita bitjarakan tentang kau poenja diri sendiri.“ Dengen tangannja ia toendjang kepalanja sebagi djoega pikirannja selang inget sama laen perkara. „Sekarang fatsal kau poenja diri, 'koe soeda terima kau poenja soerat dan 'koe soeda dateng di sini. „Ja antero harepan'koe ada sama kau poenja diri,“ begitoelah Oblonsky oelangin pembitjaraannja. „Tjeritakenlah padakoe doedoeknja perkara,“ Oblonsky hiboerken aurnja jang berdoeka. Tempo kreta trenti di depan gedoongnja ia toeloeng soedaranja toeroen dari itoe kantaran sembari kasi tabe dan kamoedian ia sendiri naek kombali di kreta aken pergi ka iapoenja kantoor. Tempo masoek di dalem Anna liat Dolly jang ada di satoe kamer ketjil sedeng soeroe iapoenja anak lelaki batja satoe boekoe bahasa Fransch.<noinclude></noinclude> 4uh4oft6wl36ntxd71z8ut2c5o3cgw4 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/20 104 112109 311067 2026-08-11T03:32:21Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311067 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 32 -||- 33 -}}</noinclude>Koetika denger soearanja rok jang berkeresekan dan soearanja tindakan, Dolly si,ra angkat moekanja. Roepanja jang tadinja ada doeka dengen sekoenjoeng-koenjoeng beroba djadi goemoira tempo meliat Anna boeka pintoe aken masoek ka dalem kamer. Dengen lekas ia bangoen dari tempat doedoeknja dan peloek iapoenja-ipar prampoean dengen penoe katjinta'an. „Ai, kau soeda dateng ?” „Atikoe dja i amat girang lantaran sekarang bisa ketemoe kembali dengen kau, Dolly.” „'koe djoega begitoe. Malahan 'goe poenja kagirangan ada begitoe roepa sampe 'koe tiada bisa loekisken itoe dengen perkata'an!” Abis oetjapken itoe ia bersenjoem dan dengen matanja jang tjeli ia pandang moekanja Anna aken dapet taoe apa Anna soeda taoe atawa belon iapoenja perkara. „Tentoe ia soeda taoe”, kata Dolly tempo dapet liat moeka jang sedi dari Anna, teroetama dengen itoe aer mata jang mengembeng. Sesoedanja oeplek doedoek mengomong disitoe sakoetika lamanja sembari adjak djoega itoe anak-anak memaen kamoedian itoe doea njonja pergi di satoe salon aken minoem kopi. Anna ada saorang jang pertama kali angkat iapoenja tjangkir, tapi telon sampe minoem isinja ia soeda taro kembali dan dengen soeara pelahan bilang begini: „Dolly, kau poenja soeami soeda tjeritaken padakoe doedoeknja perkara”. Dolly pandang moekanja Anna dengen mata jang tiada berkedip. Tadinja ia harep denger perkata'an² sympathie dan jang bisa disetoedjoeken aken tetapi sekarang kenjata'an boekan ada seperti jang diharep. „Dolly jang manis. 'Koe boekan niat boest bela 'koe poenja soedara dan djoega boekan boeat boedjoek kau. Tjoema 'koe djadi berdoeka, ja sanget berdoeka lantaran terdjadi ini perkara!“ Abis oetjapken itoe aer mata mengembeng di kadoea matanja dan plahan plahan basaken ia poenja kadoea pipi. Ia diem sabentaran sembari seret korsinja aken bisa dateng lebi deket sama iapoenja ipar dan kamoedian pegang tangannja Dolly jang montok. Kendatipoen di itoe waktoe Dolly tiada ada dalem keada'an jang bisa dikata senang toh tiada sekali ia bikin perlawanan hanja antepin iparnja pegang iapoenja tangan. „Boeat 'koe tiada ada lagi soeatoe omongan jang bisa boedjoek 'koe poenja ati... Boeat 'koe soeda tiada ada lagi kasenangan...“ Begitoe Dolly bilang dengen soeara kakoe. Tangannja Dolly jang dipegang Anna bawa di deket bibirnja sembari tjioemin itoe beroelang oelang. — „Tapi, Dolly, apa sekarang kita moesti berboeat? Djalan begimana jang paling baek boeat kita oeroes ini perkara?“ „Sekarang soeda kasep ibarat nasi soeda djadi boeboer!“ kata Dolly dengen lakoe jang adom. „Jang paling tjilaka boeat 'koe adalah jang 'koe tiada bisa tinggalken..... Adanja<noinclude>{{rh|||<small>Anna Karenine 3</small>}}</noinclude> 66aoxxt3zkj9nbcau1ph3dviwla7q38 Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/9 104 112110 311068 2026-08-11T03:32:49Z Ichi Ocha 26099 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 311068 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ichi Ocha" /></noinclude><noinclude></noinclude> 0nk1vght7a0wf5wj9xyo7zy6e97axug 311141 311068 2026-08-11T06:06:52Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311141 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <center> '''BAGIAN B'''<br /> '''PANTJASILA''' <br /> BAB 4<br /> ARTI PERSATUAN </center> :45. Sedjak runtuhnja keradjaan Madjapahit, bangsa Indonesia terpetjah belah dalam keradjaan² ketjil. Pada masa itu pulalah datang orang² Barat kemari untuk berdagang, mentjari laba dan kalau mungkin menguasai dan mendjadjah bangsa Indonesia. Di-antara orang² Barat itu bangsa Belandalah jang memusatkan perhatian dan kekuatannja, sehingga mereka itu berhasil menjisihkan kekuasaan bangsa² Barat lainnja jang ada di Indonesia. Sedjalan dengan itu Belanda djuga mendesak kedudukan bangsa Indonesia. :Terhadap tindakan² Belanda jang ingin berkuasa sendiri di-Indonesia itu, djarang sekali orang Indonesia tinggal diam. Berpuluh-puluh radja dan pemimpin Indonesia dapat disebutkan jang turun tangan mengangkat sendjata untuk mengenjahkan Belanda. Tetapi semuanja tidak berhasil. :46. Salah satu sebab pokok mengapa bangsa Indonesia gagal mengusir mereka itu, adalah ''tidak adanja persatuan'' antara sesama bangsa Indonesia. Tiap daerah berdjuang sendiri-sendiri. Tanpa persatuan bangsa Indonesia tidak dapat berbuat apa². Djurang kenistaan menunggu bila kita berpetjah-belah. :Demikianlah, setapak demi setapak daerah² Indonesia djatuh ketangan imperialisme Belanda. Achirnja seluruh tanah tumpah darah kita mereka kuasai. :Tetapi usaha dan perdjuangan untuk merebut kembali tanah air tidak pernah berhenti. Setelah usaha untuk menghalaukan Belanda dengan djalan kekerasan sendjata tidak berhasil, bangsa Indonesia menempuh djalan lain untuk mentjapai tjita² itu. <p align="left">38</p> :47. Sedjak tahun 1908 lahirlah organisasi² Indonesia jang disusun setjara modern dan jang pada umumnja bertudjuan mengangkat daradjat bangsa Indonesia. Ada diantara organisasi² itu (terutama partai² politik) jang menundjukkan keberaniannja dalam usaha mengusir pendjadjahan. Tetapi karena persatuan masih kurang diperhatikan dan kedudukan Belanda masih sangat kuat, tjita² bangsa Indonesia belum lagi dapat tertjapai pada masa itu. :48. Pada tahun 1942 Djepang dapat mengusir Belanda dalam waktu jang sangat singkat. Penderitaan lahir dan batin semakin terasa pada masa pendjadjahan Djepang itu. Rasa bentji terhadap Djepang semakin merata jang mengakibatkan bertambahnja rasa persatuan dikalangan bangsa Indonesia. :Untuk kepentingan siasat perangnja, Djepang membudjuk pemimpin² Indonesia supaja mau kerdja sama dengan mereka. Banjak pemimpin kita mau memenuhi permintaan itu, tetapi mempergunakan kesempatan itu pula untuk menggalang persatuan bangsa Indonesia jang lebih kokoh guna kepentingan perdjuangan selandjutnja. :Karena Djepang makin terdesak dalam peperangannja melawan Serikat, didjandjikanlah kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Walaupun djandji itu hanja muslihat, tetapi pemimpin-pemimpin Indonesia memperalatnja agar kemerdekaan dapat terwudjud dalam waktu sesingkat-singkatnja dan memenuhi harapan tjita-tjita bangsa Indonesia. Djuga pada waktu jang gawat itu pemimpin-pemimpin kita tidak pernah melupakan faktor persatuan. :Dalam sidang ''Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai'' (''Badan Penjelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan'') pada tanggal 1 Djuni 1945, ditegaskan oleh BUNG KARNO pentingnja persatuan, baik disaat-saat perdjuangan bangsa jang sedang memuntjak, maupun setelah merdeka nanti. Dalam pidato beliau jang terkenal itu lahirlah Pantjasila, doktrin persatuan bangsa Indonesia, jang kemudian mendjadi dasar filsafat Negara Republik Indonesia jang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. <p align="right">39</p> </div><noinclude></noinclude> awanxka8gls764cb34wfbaens9977wn Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/10 104 112111 311069 2026-08-11T03:33:15Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311069 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|12||13}}</noinclude>telah mentjiptaken pertentangan nasional dan sosial jang tak kenal damai jang tak terdapat di negeri2 djadjahan lainnje di Asia, seperti: Mesir, Indie,Filipina dll., dimana penduduk aslidi beri kemungkinan mempertinggi hidupnja dibidang penguasaan sosial dan kebudajaan. Di Indonesia nasional (bangsa2 Belanda dan bangsa Indonesia) diperkuat dengen penguasaan kasta(Kapitalis dan Buruh). Dinegeri2 djadjahan lainnja, dimana terdapat kapitel nasional jang kuat, penguasaan nasional tak begitu kedjam seperti di Indonesia, dimana 90% dari penduduk hidup dalam kemelaratan penderitaan. Memang disana, dinegeri2 djadjahan lainnja dapat diadakan kompromi antara modal nasional. Komproni ekonomi ini telah mendjadi kenjataan dan ini meratakan djalan bagi kompromi politik antara pendjadjah asing dan rakjat jang didjadjah. Tak adanja modal nasional sama sekali di Indonesia jang tak akan pernah memungkinkan adanja kompromi bahwa tiap2 permintaan pihak pendjadjah untuk mengadakan kompromi politik dengan rakjat terdjedjah senantiasa tak berhasil. Sdr2. orang2 intelektuil harus mengetahui: Rakjat Indonesia jang objektif den subjektif revolusioner akan mentjap seketika tiap2 kompromi politik dengan pendjadjah sebagai "Penghinaan terang2an. Karena itu, djika Sdr2. hendak mengibarkan pandji2 kemerdekaan, kepada Sdr2.tidak adalah pilihan lain jang lebih tepat dan benar daripada berdiri dipihak kami. {{C|———oOo———}} {{C|Bab I.}} {{Center|{{Underline|S I T U A S I D U N I A }}}} Perang dunia tahun 1914-1918 dalam pengertian ekonomi telah membagi dunia dalam 2 bagian. 1. Negeri2 jang kalah, jaito Djerman Austria, Hongaria dan Turki. Djuga Rusia, dimana kaum buruh telah memegang kekuasaan, dalam bidang ekonomi, tergolong pada negeri2 itu. 2. Negeri2 jang menang, jaitus Prantjis, Italia, Amerika Serikat dll. Negeri2 jang kalah perang tak lama sesudah perang sangat menderita, kekurangan bahan2 makanan dan hasil2 pabrik,modal dan bahan2 mentah untuk industri2. Ketjuali itu perdjandjian Versaillos tolah mewadjibkan Djerman membajar kepada negeri2 sekutu tiap2 tahun ratusan djuta mark omas (rampasan perang). Negeri2 seperti Prantjis, Inggeris dar Italia sekalipun tergolong pemenang perang,karena beaja jang sangat besar jang telah dikeluarkan untuk peperangan pada kenjataannja djuga menderita kekurangan. Rusia dimana kauni Bolsjewiki telah mengambil alih peti uang jang kosong,djawatan2 angkutan lalu-lintas jang borserak-serak, pertanian dan industri jang berantakan tak berbeda banjak dengan negeri2 jang kalah perang. Hanja kemungkinan2 untuk menjehatkan ekonomi kembali djauh lebih baik daripada negeri2 jang kalah perang,karena kaum Bolsjewiki tidak membajar hutang Tsar jang ratusan djuta djumlahnja. Akan tetapi pada beberapa tahun jang achir ini kita mengetahui, bahwa uang jang mengalir dari Amerika ke Eropa nakin lama makin besar djumlahnja. Krisis ekonomi di Austria jang membahajakan telah dipulihkan oleh Morgan, seorang radja uang<noinclude></noinclude> dpopwbinuu88o13e62wd7okehrhrbo0 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/26 104 112112 311070 2026-08-11T03:34:17Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311070 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 42 -||- 43 -}}</noinclude>Kitty adalah ia ini dengen zonder taoe lantaran-nja merasa taltjek pada Anna. Boekan begitoe sadja hanja Kitty merasa soeka djoega aken bergaoel sama ini njonja dari Petrograd. Seabisnja makan Dolly masoek di kamer, Anna jang liat itoe lantes samperin soedaranja jang sedeng hendak pasang satoe tjeroetoe. "Stive," kata ia sembari golengin kepalanja sebagi tanda. "Pergilah kau ka kamer dan 'koe berdoa pada allah soepaja kau beroentoeng bisa sampeken kau poenja maksoed!" Oblonsky mengarti dengen itoe tanda, lisong jang hendak dipasang lantes diboeang dan dengen tindakan tetep ia menoedjoe ka kamer, Anna sembari momong anak anak doedoek di divan bersama sama Kitty. Soepaja tiada nganggoer dengen pertjoema maka Anna menanja begini: "Kapan itoe pesta hendak dimoelain?" "Laen minggoe... Ini pesta ada sala satoe pesta jang rame dan jang bisa bikin orang djadi loepa daratan..." "Apa betoel itoe pesta ada satoe pesta jang bisa bikin orang loepa daratan?" tanja Anna dengen roepa jang dibikin bikin. "Kau roepanja tiada pertjaja, boekan? Tapi toh bener begitoe!" kata nona Kitty. "Ada pesta jang orang tiada sekali inget poelang dan ada pesta djoega jang bikin orang tiada beta diam lebi lama di sitoe..." "Nona manis—boeat 'koe soeda tiada ada lagi pesta jang bikin 'koe loepa daratan..." Meskipoen ini Anna oetjapken dengen pelahan tapi toch boenjinja ada tetep. Sedeng Anna berkata begitoe adalah Kitty jang pandang Anna dengen mata tiada terkesip dan dapet kenjataan matanja Anna jang tadinja gilang goemilang mendadak djadi sebagi „boelan jang tertoetoep dengen awan.” „Apa kau hendak dateng djoega di itoe pesta?” „'koe rasa begitoe!...” „Besar sekali kagirangan 'koe kapan 'koe bisa bertemoe kau di itoe pesta.” „Akoe mengarti lantaran apa maka kau djadi begitoe bergirang. Kau sendiri sadja jang ada poenja kapentingan besar dalem itoe pesta dan pada siapa sadja kau hendak oendjoekin tentang kau poenja „kabroentoengan”...” „Begimana kau bisa bilang begitoe? Dan 'koe tiada maoe sangkal djoega apa jang kau bilang memang betoel...” „Tadinja 'koe tiada taoe soeatoe apa tapi... blakangan Stiva tjeritaken pada 'koe tentang kau. 'soe poenja slamat... 'koe djoega merasa girang tempo denger kau poenja hal. Di station 'koe mengomong sama toean Vronsky...” „Apa ia djoega ada di sitoe?” tanja Kitty dan abis bilang begitoe moekanja lantes teroba merah. „Dan apa toch jang Stiva bilang pada kau?” „Ia soeda tjeritaken padakoe tentang kau poenja „resia”... Ini ada menggirangin sekali atikoe, 'koe taoe berdjalan bersama sama dengen iboenja toean Vronsky. Itoe njonja selaloe poe-<noinclude></noinclude> 88opz0c9q3cz0v6lyctpb3coco76fgu Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/27 104 112113 311071 2026-08-11T03:38:29Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311071 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 44 -||- 45 -}}</noinclude>djiken anaknja selakoe orang jang baek. Vronsky ada djadi djantoeng atinja. Betoel orang sering bilang memang djamannja orang jang djadi "ma" sering elonin anaknja tapi... "Apa jang itoe njonja bilang tentang Vronsky..." O, banjak sekali... Jang trang adalah dia djadi anak masnja. Maskipoen begitoe toch 'koe dapet kenjata'an jang ia ada saorang sopan dan terboedi. Antara laen laen iboenja perna bilang djoega Vronsky berniat boeat kasi antero hartanja pada iapoenja soedara lelaki; djoega tempo masi anak anak ia perna oendjoek kagaga'an jang wadjib dapet poedjian. Katanja di itoe waktoe ia perna toeloengin satoe njonja jang hampir sadja djadi korbannja setan aer... Dengen pendek bisa dibilang Vronsky ada satoe orang jang gaga!... Abis bilang begitoe Anna Karenine mesem sendirian lantaran inget bagimana Vronsky soeda kasi oewang doea ratoes roebel pada istrinja itoe orang jang dapet katjilaka'an di station tempo ia dateng di Moskou. Tapi ini hal ia tiada maoe tjeritaken pada Kitty. Zonder taoe lantarannja Anna anggep itoe perkara tiada wadjib ditjeritaken pada itoe nona, teroetama lantaran ada menjangkoet djoega dengen dirinja. Soepaja pembitjara'an bisa diganti dengen jang laen maka ia bilang: "Stiva, soekoer djoega bisa awet sama Dolly." Abis bilang begitoe ia bangoen dari tempat doedoeknja sebagi djoega orang jang tiada ingin poela aken omong soesatoe apa lagi. Kitty poen liat ini dengen pandjang parasnja Anna Karenine jang beda djaoe tempo ia doedoek mengomong pertama kali sama itoe njonja. Lantaran dan sebab apa dan kenapa begitce ia tida taoe sama sekali. „Tiada, tiada, 'koe doeloe! Tiada 'koe!” kata anak anaknja Dolly dengen satoeroenja sembari boentoetin iapoenja tante dari blakang. „Semoeanja kemari!” kata Anna dan sembari tertawa rapak itoe anak anak, peloek dan tjioem marika itoe jang rata rata pa ia berkakakan tiada soedanja bahna kagirangan. Tempo dateng waktoenja aken minoem thee Dolly dan soeaminia moentjoel poela di kamer makan. „Roepanja marika soeda akoer kembali,” demikianlah Anna berkata dengen saorang diri. Girang jang soedaranja sekarang soeda hidoep dengen roekoen sama ia oenja istri, Anna samperin Dolly dan kamoedian peloek ia itoe dengen kentjeng. Seperti biasanja di itoe malem Dolly bertjanda dengen iapoenja soeami jang maski bagimana besar adanja kagirangan atinja lantaran sekarang dirinja tiada di marain poela, toch tiada brani oendjoekin itoe dengen teroes terang. Poekoel satenga seblas, tempo semoea berkoempoel di satoe medja boender aken mengobrol, sakoenjoeng koenjoeng marika soeda dibikin kaget dengen satoe hal jang tiada begitoe pen-<noinclude></noinclude> bk0dja4h9b2fzeczbhlzhtoe7n36ck2 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/28 104 112114 311072 2026-08-11T03:41:01Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311072 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 46 -||- 47 -}}</noinclude>ting. Tempo mengomongin perkara persobatan di Petrograd Anna dengen lakoe terboeroe boeroe bangoen dari tempat doedoeknja dan dengen soeara keras bilang: „Marika poenja portret ada di akoe poenja album, 'kaoe nanti oendjoekin roepanja 'koe poe nja anak, Serge namanja,“ kata ia sembari oendjoekin satoe senjoeman jang biasa terdapet sama satoe iboe koetika ngebanggain anaknja. Poekoel 10, satoe waktoe jang biasanja iapoenja anak dateng menjioem dirinja, sabeloemnja masoek tidoer, ada terkenang di hatinja 'antaran sekarang dirinja ada di satoe tempat jang djaoe dengen iapoenja anak jang ditjinta dengen sagenep ati. Perloe sekali akan ia pergi liat portretnja dan omongin pada ipar dan soedaranja tentang iapoenja anak, kerna itoe djoega maka ia hendak kembali di kamernja boeat ambil itoe album. Tangga jang menoedjoe ka iapoenja kamer ada menemtoes di oedjoengnja tangga dari pintoe depan. Tempo ia baroe sadja kaloear dari kamer, sakoenjoeng koenjoeng bel pintoe berboenji. „Siapatah jang dateng begitoe malem?“ tanja Dolly. „Terlaloe siang boeat ambil akoe“, kata Kitty, „dan terlaloe malem boeat tetamoe.“ „Tentoe satoe opas dengen soerat soerat negri,“ kata Oblonsky. Samentara itoe satoe djongos dateng masoek akan bertaoekin di loear ada tetamoe dan Anna, jang liat dari djendela ka loear, kenalken itoe tetamoe boekan laen dari Vronsky: Satoe pengrasa'an jang aneh ialah sabentar girang dan sabentar ketakoetan, bikin atinja berdebar-debar tiada kroean. Vronsky dengen pake iapoenja overjas tinggal berdiri di satoe lentera dan tjari apa-apa di kantoengnja. Djoestroe sedeng Anna ada di tenga-tenga tangga, ia menengok. Dari roepanja menoendjoekin jang ia ada dalem bacingoengan dan kemaloean. Anna manggoetin kepalanja dan kamoedian berdjalan teroes. Dengen soeara keras Anna denger soedaranja oendang sobatnja naek ka atas, tapi jang dioendang dengen soeara plahan tapi tetep menampik. Tempo Anna dateng di kamer dengen iapoenja altoem, Vronsky soeda brangkat. Oblonsky bilang jang kedatengannja Vronsky melaenken boeat bertanja tentang perdjamoean jang besok ia hendak adaken. "Maski 'koe oendang bagimana djoega toh ia tiada maoe naek ka atas. Roepanja ini malem amat berbedahan." Tempo denger ini moekanja Kitty djadi mera dan merasa pasti sebab apa maka Vronsky dateng di sitoe dan kenapa tiada maoe naek ka atas. „Dia soeda dateng di kita poenja roema dan tempo liat akoe tiada ada di roema, ia lantas doega jang akoe ada di sini. Kaloe ia tiada maoe masoek adalah lantaran soeda terlaloe laat dan djoega lantaran Anna ada di sini,“ begitoelah Kitty bilang. Masing-masing tinggal mengawasin satoe sama laen dengen tiada berkata apa-apa dan balik lembarannja Album jang Anna bawa.<noinclude></noinclude> i89n1ue3vbigd90gcnm300e7azsujct Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/29 104 112115 311073 2026-08-11T03:42:49Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311073 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 48 -||- 49 -}}</noinclude>Tiada heran dan djoega tiada loear biasa, kapan ada dateng salah satoe sobatnja Oblonsky jang bertaoeken tentang pesta jang hendak dibikin dan soeda bikin tampikan aken dateng di salon. Maskipoen begitoe toh masing masing anggep hal di atas sebagi satoe perkara aneh. Lebi lagi Anna jang pandang itoe sebagi perkara loear biasa dan amat tiada enak. <center>— — —</center> Dianter dengen iboenja Kitty dateng di medan pesta jang dirias bagoes sekali. Dangsa baroe sadja dimoelai. Baroe sadja Kitty moentjoel di tempat dangsa, sigra ia dapet oendangan dari satoe toekang dangsa jang pande jaitoe Korsounskoy, saorang jang soeda mempoenjai istri. „Kau soeda berboeat betoel sekali dengen dateng siang siang di sini“ kata Korounsky sembari pegang Kitty: „Soenggoe ada satoe tabeat jang djelek sekali aken dateng laat di medan pesta.“ Dengen iapoenja tangan kiri Kitty mengglendot di poendaknja Korsounsky dan dengen menoeroet lagoe kakinja bertindak di itoe oebing jang litjin. Dari poendaknja itoe toekang dangsa Kitty mengawasin pada orang banjak dan dapet kenjata'an kaoem bangsawan berkoempoel di satoe podjok dengen terpisa dari jang laen laen. Di antara itoe orang orang Kitty kenalken ada terdapet djoega Stiva dan tiada djaoean dari ia itoe ada berdiri Anna Karenine, itoe njonja jang amat eilok dari Petrograd. Poen Vronsky ada berdiri di sitoe. Sedari itoe malem, tempo Kitty toelak perminta'annja Levine, ia tiada perna ketemoe sama Vronsky. Dengen iapoenja kadoea mata jang tjeli achirnja ia dapet liat iapoenja djantoeng ati dan dapet kenjata'an jang si djantoeng ati poen sedeng pandang dirinja. „Lagi satoe kali? Nona poen belon tjape?” tanja Korsounsky. „Tiada, trima kasi.” „Kemana akoe moesti anterin?” „Njenja Karenine ada di sini. Bawalah akoe padanja.” „Baeklah, akoe nanti toeroet seperti kahendakanmoe, nona,” kata Korsounsky dan kamoedian anterin Kitty pada Anna Karenine. „Apa kau orang soeda kenal satoe sama laen?” begitoelah telah ditanja. „Siapatah jang tiada kenal akoe dan 'koe poenja istri?” demikianlah Korsounsky bales menanja. „Kita poenja diri ada begitoe terkenal sebagi djoega antero pendoedoek di sini ada djadi kita poenja sobat.” „Apa akoe boleh berdangsa sabentaran sama kau, njonja?” „Kaloe tiada moestinja aken 'koe berdangsa, dan 'koe lebi soeka tiada berdangsa sama sekali.” „Ini hari dangsa ada djadi soesatoe kewadjiban,” demikianlah Korsounsky djawab. Tatkala itoe Vronsky dateng di sitoe. „Lantaran dangsa kau bilang ada djadi soea- <nowiki>Anna Karenine 4</nowiki><noinclude>{{rh|||<small>Anna Karenine 4</small>}}</noinclude> n005ct04sn857170m3ndgdc8lnuhchx Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/30 104 112116 311074 2026-08-11T03:44:40Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311074 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 50 -||- 51 -}}</noinclude>toe kewadjiban, ajolah kita dangsa sabentaran,", kata Anna Karenine, jang roepa roepanja tiada liat Vronsky jang memberi hormat padanja denga lakoe jang sebet taro tangannja di atas poendaknja Korsounsky. "Kenapa Anna boleh berlakoe begitoe padanja?": begitoelah Kitty menanja sama dirinja sendiri tempo ia liat begimana Anna dengen sengadja tiada maoe liat Vronsky. Vronsky samperin Kitty, oetjapken brapa perkata'an, kamoedian menjata en menjeselnja jang di waktoe blakangan djarang sekali perna bertemoe moeka. Sembari dengerin omongannja Vronsky, Kitty awasin dengen rasa kagoem pada dirinja Anna jang sedeng asik berdangsa. Ia harep Vronsky nanti adjakin ia berdangsa tapi kenjata'an permintaan begitoe tiada ada dinjataken oleh Vronsky. Saking heran dengen itoe klakoean maka Kitty pandang Vronsky dengen mata jang tiada berkesip. Lantaran tiada sanggoep diliatin sadja maka moekanja Vronsky lantes beroba djadi mera dan adjakin itoe nona aken berlaloe dari itoe roeangan. Itoe doea orang berdjalan sakoetika lamanja. Kamoedian Kitty samperin iapoenja iboe dan baroe sadja mengomong sama gravin Nordstone mendadak Vronsky dateng di sitoe aken adjakin ia djalan djalan. Sembari djalan djalan marika omongin berbagiberkara. Brapa kali Kitty getol sekali denger omongannja Vronsky jang menanjaken, apa Levine dateng di ini pesta dan ia bilang jang ia girang sekali bisa berkenalan sama Levine. Tapi di pesta dangsa jang pengabisan, Kitty poenja kasenangan, kagirangan dan harepan tiada beda sebagi djoega impian belaka. Betoel tiada brentinja Kitty berdangsa, sebab kapan dirinja belon tjape betoel belon ia maoe brenti. Di pesta dangsa jang paling blakang, di mana ia moesti berdangsa dengen sala satoe pemoeda, jang ia soeda tiada bisa tampik, ia telah dapet liat begimana Anna bermaen mata dengen Vronsky. Di itoe waktoe Kitty djadi satoe orang jang taoe banjak. Ia liat Anna begimana ia ini djoeal laga di hadepan orang banjak. Kitty sendiri sampe kenal ini tabeat, maka itoe ia pandang Anna dengen mata tiada berkesio. „Siapatah jang sedeng „maenin“ dirinja? Apa semoea orang jang ada di sitoe atawa tjoema ada satoe atawa doea orang sadja?” begitoelah Kitty menanja sama dirinja sendiri dan sembari mengomong dengen itoe toean jang berdangsa dengen dirinja, matanja selaloe mengawasin Anna. „Tiada, tentoe satoe doea orang sadja jang sedeng „maenin“ dirinja. Dan itoe orang orang... Apa bisa djadi dia ...?” Saban kali kapan Vronsky bitjara sama Anna, matanja djadi gilang goemilang, satoe tanda jang mentjendjoekin hatinja ada dalem kagirangan, samentara itoe senjoeman jang manis poen tiada loepa dioetjoetken. Maskipoen Anna sendiri hendak oempetken kagirangannja, toh parasnja seperti jang ditoetoerken di atas, memboeka<noinclude></noinclude> q3dtknilgvjpion2mhevsjgg63zhwsb 311075 311074 2026-08-11T03:48:51Z Link PB 26772 311075 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 50 -||- 51 -}}</noinclude>toe kewadjiban, ajolah kita dangsa sabentaran,", kata Anna Karenine, jang roepa roepanja tiada liat Vronsky jang memberi hormat padanja denga lakoe jang sebet taro tangannja di atas poendaknja Korsounsky. "Kenapa Anna boleh berlakoe begitoe padanja?": begitoelah Kitty menanja sama dirinja sendiri tempo ia liat begimana Anna dengen sengadja tiada maoe liat Vronsky. Vronsky samperin Kitty, oetjapken brapa perkata'an, kamoedian menjata en menjeselnja jang di waktoe blakangan djarang sekali perna bertemoe moeka. Sembari dengerin omongannja Vronsky, Kitty awasin dengen rasa kagoem pada dirinja Anna jang sedeng asik berdangsa. Ia harep Vronsky nanti adjakin ia berdangsa tapi kenjata'an permintaan begitoe tiada ada dinjataken oleh Vronsky. Saking heran dengen itoe klakoean maka Kitty pandang Vronsky dengen mata jang tiada berkesip. Lantaran tiada sanggoep diliatin sadja maka moekanja Vronsky lantes beroba djadi mera dan adjakin itoe nona aken berlaloe dari itoe roeangan. Itoe doea orang berdjalan sakoetika lamanja. Kamoedian Kitty samperin iapoenja iboe dan baroe sadja mengomong sama gravin Nordstone mendadak Vronsky dateng di sitoe aken adjakin ia djalan djalan. Sembari djalan djalan marika omongin berbagiberkara. Brapa kali Kitty getol sekali denger omongannja Vronsky jang menanjaken, apa Levine dateng di ini pesta dan ia bilang jang ia girang sekali bisa berkenalan sama Levine. Tapi di pesta dangsa jang pengabisan, Kitty poenja kasenangan, kagirangan dan harepan tiada beda sebagi djoega impian belaka. Betoel tiada brentinja Kitty berdangsa, sebab kapan dirinja belon tjape betoel belon ia maoe brenti. Di pesta dangsa jang paling blakang, di mana ia moesti berdangsa dengen sala satoe pemoeda, jang ia soeda tiada bisa tampik, ia telah dapet liat begimana Anna bermaen mata dengen Vronsky. Di itoe waktoe Kitty djadi satoe orang jang taoe banjak. Ia liat Anna begimana ia ini djoeal laga di hadepan orang banjak. Kitty sendiri sampe kenal ini tabeat, maka itoe ia pandang Anna dengen mata tiada berkesio. „Siapatah jang sedeng „maenin“ dirinja? Apa semoea orang jang ada di sitoe atawa tjoema ada satoe atawa doea orang sadja?” begitoelah Kitty menanja sama dirinja sendiri dan sembari mengomong dengen itoe toean jang berdangsa dengen dirinja, matanja selaloe mengawasin Anna. „Tiada, tentoe satoe doea orang sadja jang sedeng „maenin“ dirinja. Dan itoe orang orang... Apa bisa djadi dia ...?” Saban kali kapan Vronsky bitjara sama Anna, matanja djadi gilang goemilang, satoe tanda jang mentjendjoekin hatinja ada dalem kagirangan, samentara itoe senjoeman jang manis poen tiada loepa dioetjoetken. Maskipoen Anna sendiri hendak oempetken kagirangannja, toh parasnja seperti jang ditoetoerken di atas, {{hws|memboeka|memboekaresia}}<noinclude></noinclude> 3t486526s5iy1dou1dkz62e1xqgbtzw Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/31 104 112117 311076 2026-08-11T03:49:01Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311076 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 52 -||- 53 -}}</noinclude>{{hwe|resia|memboekaresia}} atinja. Dan dia (Vronsky)? Kitty pandang iapoenja djantoeng ati dan mendadak atinja djadi berdebar debar. Kerna pada si djantoeng ati poen terdapet hal hal jang tiada berbeda'an seperti jang ada sama dirinja Anna. Vronsky jang doeloenja terkenal sebagi satoe orang jang tiada soeka omong, jang djarang sekali maoe mesem, jang djarang sekali bisa djoeal laga, kenapa sekarang djadi satoe orang jang sebaliknja? Selaloe kapan ia bitjara sama Anna, kepalanja ditoendoekin, seperti djoega orang jang sedeng berkoei aken minta dengen sanget soeraja perminta'annja ditrima. Dari roepanja jang sabentar poetjet dan sabentar mera menoendjoekin begimana atinja sedeng berdebar debar. Sekarang matanja Kitty meliat satoe pedoet di itoe pesta dangsa, ja boeat antero pengidoepannja di ini doenia, jang pertama kali ia pandang sebagi sorga sekarang tiada lebi dan koerang sebagi satoe noraka. Tjoema didikan jang mateng bikin ia tetep ada poenja kakoeatan aken tinggal teroes berdangsa, tinggal tetep mengomong, malahan kadang² ia bisa djoega bersenjoem. Tapi tempo semoea korsi disingkirken aken satoe marzuka dan lelaki dan prempoean dengen sepasang sepasang dateng di itoe roeangan dangsa, Kitty djadi tiada koeat lagi berdiri, tiada beta poela tinggal di sitoe lebi lama. Lima toean jang minta dangsa padanja soeda ditoelak kendati poen ia sendiri belon ada poenja „pasangan“ boeat Marzuka. Siapa sadja doega jang ia tentoe soeda ada jang minta, apalagi satelah melihat ia berdangsa berkali kali dan tra saorang jang sangka Kitty di itoe djem masi belon ada poenja „pasangan“. Njatakan dirinja soeda tjape dan minta iboenja anterin poelang ka roema, ini ada satoe hal jang ia tiada maoe lakoeken. Pengrasa'annja menoendjoekin jang dirinja ada di dalem kalemahan. Di satoe roeangan ketjil jang terpisa dari orang banjak ia doedoek di satoe korsi sembari lajangin pikirannja: „Boleh djadi 'koe kliroe, apa jang 'koe liat barangkali tiada betoel..." dan lagi sekali ia bajangin apa jang ia soeda liat! „Kenapa kau boleh berdiam di sini, Kitty?" kata gravin Nordstone jang masoek di sitoe zonder ketaoean, „'koe tiada mengarti kenapa kau tiada maoe toeroet berdangsa?" Kitty hendak bilang apa apa tapi tra satoe perkata'an bisa dikaloearken. Sasoedanja berdiri sakoetika lamanja achirnja bisa djoega ia bilang dengen soeara terpoetoes poetoes: „Tiada, tiada." „Di depan akoe dia (lelaki) minta sama dia (prempoean) berdangsa", kata gravin Nordstone dengen pertjaja abis jang Kitty mengarti siapa jang dibilang lelaki dan siapa jang diseboet prampoean. Malahan si prampoean perna tanja djoega begini: „Apa kau tiada berdangsa dengen prinses Tcherbatsky?" „O, perkara begitoe tiada djadi apa. Boeat 'koe si sama djoega", djawab Kitty. Gravin Nordstone tjari Korsounsky jang lantes minta itoe njonja bangsawand berdangsa tapi ia<noinclude></noinclude> h6w6csw6ch7ipf4f1zv84jqc63tlccn Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/32 104 112118 311077 2026-08-11T03:50:50Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311077 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 54 -||- 55 -}}</noinclude>ini soeia toelak sembari silahken aken itoe toean madjoeken perminta'annja pada nona Kitty. Soekoer djoega tiada sampe Kitty bilang apa apa kerna Korsounsky terlaloe bo'eng aken sabentar bilang pada jang sedeng berdangsa ka kiri dan sabentar lagi ka kanan. Di depan Kitty ada doedoek Anna bersama Vronsky. Pengharepannja Kitty aken bisa menika sama Vronsky, jang di tjinta dengen sagenep djiwa, ilang sama sekali, precies seperti ijs kena panasnja matahari... <center>— — —</center> Papi pagi, sesoedanja itoe pesta abis, Anna Karenine kawatken soeaminja dengen bertaoeken jang di itoe nari djoega ia bakal poelang. „Akoe moesti lantes brangkat“, begitoelah ia bilang beroelang oelang pada iapoenja ipar dengen soeara jang pasti, seperti djoega orang jang ada poenja oeroesan penting jang tiada ada tempo poela aken toetoerken itoe dan jang di itoe hari djoega moesti diberesken di Petrograd. „Betoel, ini hari djoega akoe moesti brangkat.“ „Kau soeda dateng di sini dan soeda toeloeng akoe, hingga di ini roema kembali ada perdamian...“, kata Dolly sembari pandang moekanja Anna dengen tiada berkesip. Dengen mata jang mengembeng aer mata Anna bilang dengen soeara sedi: „Dolly, djanganlah kau kata begitoe. 'koe tiada ada toeloeng apa apa pada kau poenja diri, akoe tiada bisa menoeloeng djoega kau... Apa jang akoe soeda berboest dan apa jang akoe bisa berboeat? Kau poenja ati jang moelia ada sampe tjoekoep aken mengampoenin kasalahannja kau poenja soeami...." "Akoe tiada bisa ampoenin Stiva djika tiada kau dateng di sini, Anna. Allah sadja jang taoe apa jang bakal terdjadi di itoe waktoe! Soenggoe kapan sekarang akoe briken poedjian pada kau, tiada sekali bisa dibilang akoe mengolok kau poenja diri." "Tiada perloe. Apa kau taoe kenapa ini hari akoe maoe brangkat dan tiada bisa toenda sampe besok pagi? Tentoe kau tiada taoe dan akoe merasa berdosa kapan tiada tjeritaken pada kau dengen teroes terang tentang resia atikoe." Anna pandang Dolly dengen mata jang mendjoereng dan kamoedian landjoetken pembitjaraannja lebi djaoe: "Apa. kau taoe kenapa Kitty tiada dateng dahar di sini? Dia tjemboeroean pada akoe. Akoe jang soeda roesakin iapoenja harepan, iapoenja kasenangan. Akoe ada itoe orang jang bikin itoe pesta djadi satoe kadoeka'an boeat dirinja... Tapi pertjajalah, itoe semoea soeda terdjadi boekan lantaran akoe poenja sala, tapi kaloe maoe dikata sala akoe djoega, ja sedikit bisa djoega..." Perkata'an jang paling blakang ia oetjapken dengen plahan tapi merdoe... Ia sendiri merasa jang ia soeda bitjara djoesta.... Ia sendiri anggep perboeatannja tiada bagoes, dan kapan pikirannja inget sama Vronsky, sigra ia ambil<noinclude></noinclude> labuzbpqij0w0mgzmosrhlpwj1edlxm Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/11 104 112119 311078 2026-08-11T03:51:16Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311078 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|14.||15}}</noinclude>di Amerika. {{U|Rentjana Dawes}} jang mulai bekerdja pada achir tahun jang lalu, menentukan untuk memberikan pindjaman uang kepada Djerman sedjumlah 800.000.000 mark emas. Bukan sadja negeri2 jang menang perang tapi djuga, negeri2 jang kelah perang berusaha mendapatkan pindjaman besar dari {{U|radja uang}} Amerika untuk dapat menjembuhkan krisis ekonominja. Kepada Polandia telah dipindjankan uang berdjuta-djute. Menurut berita jang terachir Prantjis sedang merundingkan pindjaman besar. Branjak negeri2 lainnje hendak mengikuti tjontoh ini. Sudah tentu Morgan akan tak berkeberatan mememindjamkan uangnja jang berdjuta-djuta djumlahnja, djika ia jakin, uang jang dipindjamkan itu nanti kembali disakunja tiga kali lipat ....... ganda atau lebih. Kejakinan itu akan segera ia dapatkan djika pindjaman uang itu dengan senang hati dan mampu membajar kembali uang pindjamannja dengan bunga. Austria jang telah merosot mendjadi negeri setengah djadjahan dengan wadjar terikat baik dibidang ekonomi dan kerenanja sudah tentu tak mampu mengadakan tantangan.Djerman jang tak pernah dipertjaja oleh negeri2 sekutu sekarang di-ikat kuat-kuat. Djerman telah mendapatkan uang 800.000.000 mark emas dengan mengorbankan kemerdekaan ekonomi, politik dan militernja. Djuga Djerman sekarang mendjadi setengah djadjahan. Militerisme Djernan jang kalah, sekarang barada dibawah telapak kaki negeri2 sekutu. Negeri2 Sekutu ini sekarang mengawasi persoalan militer Djerman. Besarnja dan mutu tentera sekarang ditentukan oleh negeri2 sekutu. Pengawasan ini lebih djauh meliputi anggaran Belandja dan Keuangan Djerman Negeri2 sekutu setjara Langsung atau tidak langsung mempengaruhi pendapatan dan pengeluaran uang Djerman. Sudah tentu pendapatan jang diperoleh dari padjak harus lebih besar daripada pengeluaran.Sisa dari pendapatan sesudah dipotong pengeluaran harus diserahkan kepada negeri2 sekutu. Bank Negeri, sesuatu bank jang berpengaruh di Djerman sekarang berada dibawah pengawasan satu badan "Direktur2" jang dikepalai oleh seorang Amerika Kereta-api2 Djerman sebagai urat nadi penghidupan ekonomi modern sesuatu negeri telah di-internasionalisasikan, jaitu: diusahakan dan diawasi oleh negeri2 jang menang perang. Perbudakan ekonomi jang diderita Djerman sekarang ini sudah tentu disertai dengan penindasan politik. Itu berarti bahwa djuga dibidang politik, baik politik dalam negeri maupun politik luar negeri Djerman harus tunduk pada kehendak negeri2 jang menang perang.Hanja Pemerintahan sematjam itulah,di Djerman sekarang ini jang mungkin melaksanakan dengan patuh ketentuan2 dalan rentjana Dawes, Rentjana Dawes bukan sadja mendjamin besarnja pembajaran hutang kepada negeri2sekutu,akan tetapi djuga bermaksud membunuh industri2 dan perundungan Djerman. Djerman tidak diperbolehkan menghasilkan barang2 dagangan jang lebih baik dan lebih murah daripada barang2 dagangan negeri sekutu, sebegimana halnja sebelum terdjadi perang besar (perang dunia 1914-1918). Karena peperangan,maka Djerman kehilangan semua tanah djadjahannja dan karenanja ia djuga kehilangan pasaran untuk hasil2 pabrik dan bahan2 mentah untuk pabriknja,ditambah pula dengan hantjurnja atau dirampasnja kapal2 niaganja, baginja sangat berat untuk membangun kembali<noinclude></noinclude> meg3kjmjo14f5oblmsre6yt2l3vfp16 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/33 104 112120 311079 2026-08-11T03:52:39Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311079 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 56 -||- 57 -}}</noinclude>poetoesan aken lekas kombali ka Petrograd soepaja tiada ketemoe lagi sama Vronsky; sabelonnja kasep maka ia niat perbaekin kakeliroeannja! „Kau tentoe tiada bisa pertjaja, begimana bisa terdjadi ini perkara jang tiada patoet. Akoe tjoba aken olok Kitty di hadepannja, malahan 'koe andjoerin soepaja ia dateng sama Kitty aken berdangsa, tapi siapa sangka jang itoe omongan, itoe boedjoekan, soeda tiada diladenin, hanja ia tetep tinggal temenin akoe. Boleh djadi lantaran akoe poenja omongan atawa perkata'an maka terdjadi ini hal jang amat tiada enak bagi Kitty..... Begitoelah Anna bilang sedeng moekanja djadi mera tempo oetjapken itoe. Dolly jang tiada maoe iparnja kemaloean lantes potong bitjaranja dengen bilang begini: „O, orang lelaki idoengnja tadjem sekali..." „Akoe tiada taoe moesti berboeat begimana kapan ia sendiri anggep dengen soenggoe²,“ kata Anna Karenine. „Tapi semoea bisa ditjega kapan Kitty dan dia tiada ketemoe lagi sama 'koe.“ „Dengen teroes terang akoe bilang perkawinan di antara Kitty dan Vronsky memang dari pertama kali poen 'akoe tiada begitoe soeka. Kapan betoel Vronsky soeda djato tjinta pada kau, tentoelah ia tiada ada harganja poela aken Kitty tjintaken. Laen daripada itoe poen ini ada satoe koetika jang bagoes aken akoe minta iboekoe poetoesken itoe tali jang sabegitoe djaoe ada iket dirinja Kitty dan Vronsky..,“ „Akoe brangkat sasoedanja bikin dirikoe dibentji oleh Kitty, satoe orang jang akoe tjinta dengen sagenep djiwakoe. Tapi Dolly, kau tentoe bisa bikin atinja tiada goesar padakoe, boekan?“ Tatkala itoe dateng Oblonsky hingga Anna lebi djadi zenuwachtig. Tapi Dolly jang liat ini, sigra bisikin di koepingnja Anna: „Apa jang kau telah berboeat bagi dirikoe, tiadalah ’koe bisa loepaken. Dan kau sendiri, djanganlah loepa jang kau moelain dari sekarang ada djadi akoe poenja sobat jang paling kentel...“ „Akoe tiada mengarti sama sekali, kenapa kau moesti bilang trima kasi padakoe?“ kata Anna sedeng dengen mata berlinang linang ia peloek iparnja dengen tenaga jang loear biasa. „Ah, kau tentoe mengarti kenapa akoe bertrima kasi pada kau. Slamet djalan, Anna jang boto!“ „Allah Jang Maha Koeasa, sekarang keada’an soeda djadi seperti biasa kembali,“ begitoelah Anna bilang pada dirinja sendiri tempo ia soeda doedoek di kreta tidoer deket iapoenja boedjang. Lagi sekali ia bajangin apa jang telah terdjadi di Moskou, seperti itoe pesta dangsa, Vronsky, iapoenja katjinta’an dan iapoenja badan jang ramping dan semoea hal jang terdjadi di antara dirinja dan Vronsky dan jang sekarang tiada boleh dioelangin lagi. Sengadja hal di atas ia lantas loepaken soepaja pikirannja inget sama laen perkara. Mantel lantas diboeka, sedeng kraag badjoenja djoega idem. Tiada berselang<noinclude></noinclude> 9hf8i419wnmwnv47qd2fstijuhantje Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/34 104 112121 311080 2026-08-11T03:54:29Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311080 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 58 -||- 59 -}}</noinclude>brapa lama dateng di sitoe satoe orang lelaki jang berbadal tinggi, dengen pake satoe mantel jang tiada pake kantjing dan kamoedian meliat pada thermometer. Anna taoe jang ia itoe ada djadi stoker. Tempo ia ini boeka pintoenja itoe kreta, angin masoekin di sitoe brapa potong saldjoe jang tiada lama lagi lantas loemer... Soearanja satoe orang lelaki, jang kadengeran dengen samar-samar, ada kadengeran di koepingnja. Anna lantas bangoen dari tempat doedoeknja dan mengarti jang sekarang ia soeda sampe di satoe station dan conducteur lantas seboetken namanja itoe tempat. Anna minta pada iapoenja boedjang aken kasiken iapoenja kraag dan tjalatja dan kamoedian berdiri di pintoe. "Apa njonja maoe toeroen?" tanja itoe boedjang. Djatonja saldjoe jang deres dan angin jang besar mengalangin Anna aken boeka itoe pintoe. Blakangan sesoedanja berkoetet sakoetika lamanja, itoe pintoe bisa djoega diboeka, dan begitoelah Anna lantas toeroen dari itoe kreta. Satoe orang lelaki dengen pake mantel militaire dateng menjamperin sembari bawa satoe lentera. Anna liat itoe orang dan kenalken ia itoe boekan laen dari Vronsky. Pada Anna ia bongkokin dirinja, angkat iapoenja tangan sebagi tanda membri hormat dan kamoedian tawarken iapoenja pertoeloengan. Tiada satoe perkata'an Anna ada kaloearken, hanja pandang teroes moekanja Vronsky dan dapet kenjata'an maski ia berdiri di satoe bajangan toch bisa liat dengen teges mata dan badannja Vronsky. Kenja s'an itoe mata dan itoe sikep ada seperti doeloe jang menarik begitoe sanget atinja Anna. Doea hari jang laloe dan baroesan sadja, Anna pandang Vronsky tiada lebi dari satoe anak moeda jang biasa ia boeat permaenan dan jang ia tiada begitoe pikirken... Dan toch tempo sekarang Anna hadepken Vronsky pengrasahannja djadi laen... „Akoe tiada sekali sangka jang toean ada toeroet djoega dengen ini trein? Kenapa toean berlaloe dari Moskou?” tanja Anna. Tempo itoe Vronsky bitjara dengen perkataan-perkataan jang bisa gojangin atinja satoe prempoean... „Brilah ma'af padakoe kapan klakoean akoe menerbitken rasa tiada enak pada njonja,” kata ia lebi djaoe. Vronsky bitjara dengen lakoe jang hormat; tapi ini kenjatahan ada poenja kakoeatan jang loear biasa kerna sakoetika lamanja Anna tiada bisa berkata kata. „Apa jang kau bilang sesoenggoenja kliroe,” demikianlah Anna mendjawab. „Loepaken itoe perkataan-perkataan dan akoe djoega bakal loepaken itoe semoea.” „Tiada nanti akoe maoe loepaken satoe pata perkataan dari njonja, tiada nanti akoe bisa loepaken satoe omongan dari njonja. Teroes terang 'koe bilang, 'koe tiada bisa berboeat demikian!”<noinclude></noinclude> a2xtrz7zvgdoasldwv93ij354ordiar Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/12 104 112122 311081 2026-08-11T03:55:19Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'industrinja tanpa bar tuan dari luar, terutama dari Amerika. Di pihak lain Djerman sekarang buat sementara waktu tidak merupakan saingan negeri2 sekutu di tanah2 djadjahan (Indonesia, India dsb)dan dinegeri2 setengah djadjahan (Tiongkok, Persia den Turki).Sekarang kita dapat mengetahui dengan djeles, bahwa di negeri2 ini pengaruh Amerika sangat pesat perkembangannja. Mengalirnja modal dari negeri jang kaja-raja soporti Amerika ke negeri2 jang m... 311081 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>industrinja tanpa bar tuan dari luar, terutama dari Amerika. Di pihak lain Djerman sekarang buat sementara waktu tidak merupakan saingan negeri2 sekutu di tanah2 djadjahan (Indonesia, India dsb)dan dinegeri2 setengah djadjahan (Tiongkok, Persia den Turki).Sekarang kita dapat mengetahui dengan djeles, bahwa di negeri2 ini pengaruh Amerika sangat pesat perkembangannja. Mengalirnja modal dari negeri jang kaja-raja soporti Amerika ke negeri2 jang menang dan kalah perang (Eropa) dan ke negeri2 setengah djadjahan (Asia), dimana ke pitalisme masih berada pada tingkat permulaan dan dimana ada kemung kinan untuk berkembang lebih land jut, mengelir- nje kapital jang berlebih-lebihan ini kenegeri2 jang menderita kekurangan,menimbulkan pertenja- an dikalangan revolusionor kita sondiri: "Aper kah tidak mungkin tahun2 krisis ini diikuti de- ngan satu masa dansi(Pasifistische periode), ja-. itu perkembangan kepitalismo dongan damai, seba- bagaimana ja telah terdjadi pade achir pertenga han abad jang lelu?" (Ini berarti, bahwa djatuh- nja kapitalisme tidak perlu terdjadi sekarang ini, mungkin sepuluh atau duapuluh tahun lagi). Pertanjian ini tidak bisa kita djayeb hanja. dengan ja atau tidak.Dibarisan kita sendiri se- orang sodjadjar Trotsky menegaskan, bahwa masa Di pihak lain terdapat damei itu mungkin ede. tjukup alasan jang me ramalkan bahwa kapitalisme dunia segera akan rur tuh. Karona adanja, ratusan Komungkinan jang menjetudjui dan menentang ra- malan akan adanja nasa damai, kita soharusnja djangan tonggelam dalam kemungkinan2 itu. Djika kita sekarang monjusun nerat ja politik, kita harus berkata, bahwa kemungkinan akan ber- hasilnja suatu pukulan umum terhadap kapitelis- 17 mo dunia tak begi tu besar daripada te hun-tahun portama sesudah Revoluti Rusin pada tahun2 1918 1919 1920. Teringlan sudah, bahwa kita pada mes sekerang ini tidak lagi dalam keadaan of- fonaif (men jerang, akan tetapi dalam defensif (mempertahankan diri).Kai ore pua bulan Oktober 1923 kita tidak mempergunakan kosempatan me mukul hantjur borijus si Djermen, maka bord juasi Djerman kemudian melakkan offensif (sorangan) dan partai kita di Djermea dipakan bekoraja di- bawah tanah. Djuga di telin dimana terror fas ois masih tetap borlak, partai kita terus harus bokord ja dibawah tanrh. Di Inggoris dimana par- tei kita jong masih muda pada boborapa tahun je echirnja mendapat kemaluan. Pemerintahan So- oleh nial Demokret iari Mac Donald diganti pomerintahan konservatif dari Buldwin.Djuga di- mana krum buruh buat sementara waktu harus mun- dur terhadap reaksi. Ii India,nogori tempat bor antung meti-hidupnje Imporialisme Inggoris, pergerakan non-kooperasi jp dipampin oleh Gan- dhi, pada tahun 1920 1922 toleh dapat mongge. rakkon djutaan orang jang tertindas dalam suatu demonstrasi, sekarai mendjadi pergerakan par- lomonter jang "tenang dl. tibul. Partai Swaraj", Torhadap god jala2 e embele akan adanja sa- tu maan damai, timbt I kekietan jang tiap waktu dapat menghant jurken in, ian2 alan adanje perkem- bangen kapitalisme dongen damai jang senantiasa nampak makin djelas. Salah satu dari kekuatan2 itu jeng senantiasa rongaujam hondak menghan- " persaingan" tjurkan kapitalisme diria jaleh (pertentangan) antart borbucci nogori kapitalis sondiri. Pertentangar anvari kapitalismo Ingge- ris dan Prentjis nampe : lobih mendalam daripada npa jang kita dapat lihat bepintas lalu.<noinclude></noinclude> h28psiuovmcp58hup3vkyxn4jinkrdm 311157 311081 2026-08-11T06:50:25Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311157 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|16||17}}</noinclude>industrinja tanpa bar tuan dari luar, terutama dari Amerika. Di pihak lain Djerman sekarang buat sementara waktu tidak merupakan saingan negeri2 sekutu di tanah2 djadjahan (Indonesia, India dsb)dan dinegeri2 setengah djadjahan (Tiongkok, Persia den Turki).Sekarang kita dapat mengetahui dengan djeles, bahwa di negeri2 ini pengaruh Amerika sangat pesat perkembangannja. Mengalirnja modal dari negeri jang kaja-raja soporti Amerika ke negeri2 jang menang dan kalah perang (Eropa) dan ke negeri2 setengah djadjahan (Asia), dimana kapitalisme masih berada pada tingkat permulaan dan dimana ada kemungkinan untuk berkembang lebih landjut, mengelirnja kapital jang berlebih-lebihan ini kenegeri2 jang menderita kekurangan,menimbulkan pertenjaan dikalangan revolusioner kita sendiri: "Apakah tidak mungkin tahun2 krisis ini diikuti dengan satu masa damai(Pasifistische periode), jaitu perkembangan kapitalisme dengan damai, sebabagaimana jg telah terdjadi pade achir pertengahan abad jang lalu?" (Ini berarti, bahwa djatuhnja kapitalisme tidak perlu terdjadi sekarang ini, mungkin sepuluh atau duapuluh tahun lagi). Pertanjaan ini tidak bisa kita djawab hanja dengan ja atau tidak.Dibarisan kita sendiri seorang sedjadjar Trotsky menegaskan, bahwa masa damai itu mungkin ada. Dipihak lain terdapat tjukup alasan jang meramalkan bahwa kapitalisme dunia segera akan runtuh. Karena adanja, ratusan kemungkinan jang menjetudjui dan menentang ramalan akan adanja masa damai, kita seharusnja djangan tenggelam dalam kemungkinan2 itu. Djika kita sekarang menjusun neratja politik, kita harus berkata, bahwa kemungkinan akan berhasilnja suatu pukulan umum terhadap kapitelis- me dunia tak begi tu besar daripada tahun-tahun pertama sesudah Revolusi Rusia pada tahun2 1918 1919 - 1920. Teranglah sudah, bahwa kita pada masa sekarang ini tidak lagi dalam keadaan offensif (menjerang, akan tetapi dalam defensif (mempertahankan diri).Karena pada bulan Oktober 1923 kita tidak mempergunakan kesempatan memukul hantjur bordjuasi Djermen, maka bordjuasi Djerman kemudian melakukan offensif (serangan) dan partai kita di Djerman dipaksa bekerdja di bawah tanah. Djuga diitelan dimana terror fascis masih tetap berlaku, partai kita terus harus bekerdja dibawah tanah. Di Inggeris dimana partei kita jang masih muda pada beberapa tahun jg achirnja mendapat kemadjuan. Pemerintahan Sosial Demokret iari Mac Donald diganti oleh pemerintahan konservatif dari Buldwin.Djuga dimana kaum buruh buat sementara waktu harus mundur terhadap reaksi. Di India,negeri tempat bergantung mati-hidupnja Imperialisme Inggeris, pergerakan non-kooperasi jg dipampin oleh Gandhi, pada tahun 1920 - 1922 telah dapat menggerakkan djutaan orang jang tertindas dalam suatu demonstrasi, sekarai mendjadi pergerakan parlementer jang "tenang dlm tubuh Partai Swaraj", Terhadap gedjala2 jg membele akan adanja satu masa damai, timbul kekuatan jang tiap waktu dapat menghantjurken impian2 akan adanja perkembangen kapitalisme dengan damai jang senantiasa nampak makin djelas. Salah satu dari kekuatan2 itu jeng senantiasa mengantjam hendak menghantjurkan kapitalisme dunia jalah "persaingan" (pertentangan) antara berbagai negeri kapitalis sendiri. Pertentangan antara kapitalisme Inggeris dan Prantjis nampak lebih mendalam daripada apa jang kita dapat lihat sepintas lalu.<noinclude></noinclude> fup7104lgnlm0ljtsa5jewysv02b4ck Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/35 104 112123 311082 2026-08-11T03:56:41Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311082 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 60 -||- 61 -}}</noinclude>„Diam, diam!’ kata Anna dengen soeara keras dan berboeat sebrapa bisa aken oendjoek paras jang goesar, hingga Vronsky jang liat itoe terpaksa toendoekin kepalanja. Dengen lekas Anna naek kombali di kreta dan doedoek poela di tempatnja. Zonder inget apa jang ia telah bilang, begitoe djoega dengen omongannja Vronsky, toh tiada oeroeng ia dapet anggepan ini pembitjara’an, ja ini pertemoean, jang maski tjoema sabentaran, bakal hoeboengin dirinja lebi kekel sama Vronsky. Betoel atinja merasa senang kapan bisa terdjadi begitoe tapi berbareng dengen itoe dateng djoega rasa koeatir. Sebagi satoe njonja bangsawan ia koeatir dirinja bakal djadi omongan orang banjak. Antero malem ia tiada bisa tidoer dan tempo ampir pagi sadja baroe ia bisa poeles. Tempo ia mendoesin dari tidoernja, hari soeda lama siang dan djoega ampir sampe di Petrograd. Kombali ia inget roemahnja, ia inget pada soeaminja, ia inget pada iapoenja anak dan iapoenja pekerdja’an hari hari. Orang jang pertama kali ia liat tempo trein brenti adalah iapoenja soeami. „Astaga, kenapa toh Allah boleh kasi padanja koeping jang begitoe besar?“ begitoelah ia berkata pada saorang diri tempo matanja dapet liat itoe lelaki jang berbadan tegep dengen koeping besar hingga mengenaken pinggirannja tapi. Begitoe lekas Karenine dapet liat istrinja begitoe tjepet djoega ia samperin sembari bersenjoem senjoem dengen tiada soedanja. Dengen mata jang tiada berkesip ia pandang teroes istrinja. Ini tjara melihat dari Karenine telah bikin atinja. Anna djadi tiada begitoe senang. Apa Anna memang tiada begitoe soeka pada soeaminja? Anggepan begitoe boekan soeatoe anggepan baroe boeat Anna, hanja seringkali kapan matanja dapet liat iapoenja soeami tapi belon perna mengambil tempat jang lama dalem pikirannja. Apa jang terdjadi ini kali kanjata'an ada sebaliknja, „Ja, di sini adanja akoe,“ kata Karenine dengen soeara jang sanget hormat seoerti biasanja ia oetjapken kapan berhadepan dengen istrinja. „koe poenja rasa kangen pada kau ada sebagi djoega tempo akoe djadi penganten... ja tempo kita pertama kali menika...“ „Apa Serioja, baek?“ tanja Anna. „Serioja, kita poenja anak, tiada koerang soeatoe apa.“ Vronsky sama sekali tiada bernafsoe aken tidoer di itoe malem. Matanja tetep meliatin penoempang² jang naek dan toeroen. Pikirannja tiada tetep, sabentar inget ini dan sabentar inget itoe. Ia tiada taoe dan djoega tiada maoe taoe, begimana terdjadinja dengen iapoenja diri Jang sekarang ia pikirken adalah parasnja Anna Karenine jang banjak kali ia liat dan perkataan² itoe njonja jang disampeken pada dirinja. Harepannja ada besar aken „poenjaken“ itoe njonja... Tempo trein sampe di Petrograd ia soeda toeroen dari kreta, tapi tiada djalan teroes<noinclude></noinclude> h4yzf8rxeu2638kpxw6bld7b2e5dddl Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/36 104 112124 311083 2026-08-11T03:58:46Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311083 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 62 -||- 63 -}}</noinclude>hanja berdiri di samping kreta aken liatin Anna toeroen. „Akoe moesti liat Anna lagi satoe kali“, kata ia dengen saorang diri. Tapi sebelonnja ia dapet liat Anna, matanja lebi doeloe dapet liat Karenine jang dapet perindahan besar dari chef itoe station. „O, ja, tentoe ia ini ada soeaminja Anna!“ Boeat jang pertama kali Vronsky baroe dapet anggepan Anna, itoe njonja jang ia tjintaken, ada djadi kapoenja'annja laen orang. Betoel ia taoe Anna soeda kawin, tapi tiada pertjaja jang itoe njonja ada poenja soeami, sebelonnja ia liat dengen mata sendiri, seperti di atas soeda ditoetoerken. teroetama tempo ia liat Karenine dengen klakoean sabar pegang tangannja Anna sebagi djoega itoe ada „milik“ nja. Dengen mata jang tiada berkesip ia tetep mengawasin pertemoean di antara itoe soeami dan istri dan dengen matanja jang tjeli ia dapet kenjataan Anna merasa maloe aken „manggoetin“ iapoenja soeami. „Terang Anna tiada sajang soeaminja, dan tiada sisa lagi jang Anna tiada bisa tjinta soeaminja“, begitoelah Vronsky bilang. Dengen kagirangan jang tiada terhingga Vronsky dapet taoe jang Anna dapet liat djoega dirinja. Dengen tiada berkata apa² Anna berpaling pada Vronsky dan kenalken ia itoe, samentara pembitjara'an sama soeaminja tinggal berdjalan teroes. „Apa semalem njonja enak tidoer?“ demikian Vronsky menanja sembari bongkokin dirinja aken mengasi hormat pada Anna dan Karenine, sembari tiada begitoe perdoeli apa itoe diliat atawa tiada oleh Karenine. „Trima kasi. Semalem 'koe tidoer enak.“ djawab Anna jang pertama keliatan ada lesoe sekali tapi tempo matanja dapet liat pada Vronsky, sigra roepanja djadi gesit... Ini hal, jang Vronsky liat dengen teges, ada amat menjenangin atinja. Anna pandang soeaminja aken dapet taoe apa ia ini kenal djoega pada Vronsky. Karenine pandang itoe officier dengen roepa djemoe, menanja berkali kali sama dirinja sendiri, siapatah adanja ia itoe. Tapi klakoean jang sabar dan tetep dari Vronsky, bikin Karenine tiada sanggoep aken teroes mengawasin. ... „Graaf Vronsky“, begitoelah Anna bilang pada soeaminja. „'koe rasa kita sering bertemoe satoe sama laen, kata Karenine dengen soeara jang tiada tetep dan kamoedian sodorken tangannja. — „Tempo kau pergi ka Moskou kau brangkat dengen iboenja dan sekarang kau poelang bersama anaknja“, kata Karenine pada istrinja dan kamoedian dengen berpaling pada Vronsky ia berkata lebi djaoe: „Kau tentoe kembali lagi kapan kau poenja verlof soeda abis?“ Karenine tiada menoenggoe djawabannja iapoenja pertanja'an hanja dengen hadepken istrinja sembari menggoda ia bilang begini:<noinclude></noinclude> mlvyekxv1jqes3omyyola7akjlk3su7 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/37 104 112125 311084 2026-08-11T04:02:32Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311084 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 64 -||- 65 -}}</noinclude>„Tentoe kau koetjoerken banjak aer mata tempo hendak berpisa ...” Dengen berboeat begitu ia hendak bilang pada Vronsky aken tinggalken dirinja sendirian dengen istrinja. Tapi Vronsky berlaga tiada mengarti kerna sembari pegang topinja ia bilang pada Anna : „Apa tiada halangan kaloe kadang² akoe dateng mengoendjoengin kau?” „Dengen segala senang ati kita toenggoe kau poenja kedatengan”, kata Karenine dengen soeara ketoes. „Tapi kita tjoem bisa trima tetamoe di hari Senen sadja.” Sesoeda ja kasi itoe djawaban pada Vronsky ia bilang lebi djaoe—selaloe dengen soeara memaen—pada istrinja: „Kabetoelan ’koe dapet vrij satenga djem aken amtil kau hingga bisalah ’koe dateng di sini aken samboet kau“ „Kau telaloe berlakoe terlaloe hormat pada kau poenja istri”, djawab Anna dengen soeara memaen djoega, sedeng moeloetnja berkata begitoe adalah iapoenja koeping dengerin tindakannja Vronsky jang ada djalan di blakangnja. Orang jang pertama samboet kedatengannja Anna adalah iapoenja anak lelaki. Dengen tiada ladenin goeroenja poenja larangan ia pergi djoega kaloear, dengen tindakan pesat toeroen dari tangga dan saking kagirangan bilang dengen soeara keras: „Mama, mama!” Abis bilang begitoe ia lantes peloek iboenja dengen penoe katjinta'an. „koe rasanja taoe tentoe mama jang dateng!" begitoelah ia bilang pada goeroenja „Akoe taoe!..." Seperti djoega iapoenja soeami begitoepoen iapoenja anak ada sajang sekali pada dirinja. Tapi Anna poenja ka'ada'an tempo berdiam di Moskou ada lebi meonjenangin dari apa jang sekarang ia ada hadepken. Apa Anna bisa kembali poela dalem iapoenja pengidoepan jang lama soepaja bisa tjinta dengen sagedep ati pada Serioja seperti anaknja sendiri telah oendjoek itoe. Serioja ada satoe anak jabg tjakep, ramboetnja berwarna koening serta kriting, kakinja jang montok ada pake kous pendek. Besar sekali atinja Anna tempo peloek Serioja jang ditjioemin tiada soedianja sembari dengerin djoega tjeritanja iapoenja anak Barang barang persenan jang anak anaknja Dolly briken pada Anna goena Serioja lantes dikasiken; tatkala itoe dateng gravin Lydie Ivanovna, kenalan lama dari Karenine. Ia ini ada satoe prempoean jang djangkoeng, sedeng parasnja selaloe sebagi „boenga jang lajoe" tapi kadoea matanja jang item soenggoe manis sekali di pemandangan. Tadinja Anna anggep dirinja itoe gravin sebagi satoe prempoean eilok tapi ini hari baroe ia taoe anggepannja kliroe. „Sobatkoe jang baek! Apa betoel kau pergi ka Moskou goena „damiken" kau poenja soedara<noinclude>{{rh|||<small>Anna Karenine 5</small>}}</noinclude> m1e7nj6f1k15zgy47vx5c97e35v93xc Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/38 104 112126 311085 2026-08-11T04:04:10Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311085 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 66 -||- 67 -}}</noinclude>jang sedeng tjektjok dengen istrinja?" tanja gravin Lydie Ivanovna begitoe lekas ia soeda masoek di dalem kamer. „Betoel. Sekarang marika soeda idoep seperti lajiknja orang djadi soesami istri. Lagian keadaannja perkara tiada ada begitoe „djelek“ seperti tadinja kita ada anggep.“ Tapi gravin Lydie Ivanovna jang selaloe tiada maoe perhatiken perkara² jang tiada mengenaken ka|entingannja, seperti biasanja tiada begitoe perhatiken dengen ketrangannja Anna. „Ja, di doenia ini memang penoe dengen kedjahstan dan k|sedian! 'koe sendiri kenjang alamken.“ „Kau? Kau ada oeroesan apa?“ tanja Anna sembari mesem. „Ah, 'koe rasanja soeda bosen denger dan liat begimana di doenia ini penoe dengen „komedie“. Boekan djarang satoe pendjahat sering oendjoek dirinja sebagi satoe orang baek dan berboedi.“ Merasa girang bisa bilang begitoe gravin Lydie djalan moendar mandir di itoe kamer, apalagi di itoe sore ia hendak koendjoengin berbagi bagi vergadering. Poekoel ampat Karenine poelang dari kantoornja dan seperti biasanja ia tiada sda poenja tempo aken dateng di kamer istrinja. Ia moesti „ladjanin“ orang orang jang dateng minta pekerdja'an dan teeken berbagi bagi soerat jang penting. Auna pergi ka bawa aken samboet kaponakan lelaki dari soesaminja jang soeda menoenggce di salon; ia ini ada djadi chef dari kabinet dan dateng di sitoe bersama istrinja, dan satoe anak moeda jang hendak berkenalan sama Karenine. Poekoel lima precies Karenine dateng di sitoe. Temponja selaloe digoenaken dan tiada satoe minoet jang diboeang dengen dertjoema. „Djangan terboeroe boeroe, djangan soeka mengasoh“ adalah iapoenja wachtwoord. Ia manggoetin tetamoe tetamoenja, kamoedian doedoek di satoe korsi dan dengen bersenjoem ia bilang pada istrinja: „Sekarang 'koe tiada tinggalken kau lagi. Kau tentoe mengarti begimana amat tiada enak kapan moesti doedoek makan sendirian sadja.“ Tempo makan ia tanjaken ketrangan pada istrinja apa jang telah terdjadi di Moskou dan tertawaken klakoeaunja Stiva Oblonsky. Laen² pembitjara'an adalah omongin bertagi bagi hal. Seabisnja bersantap Karenine tinggal di salon satenga djem lagi, sembari bersenjoem pegang lagi sekali tangan istrinja, memori slamet tinggal pada iapoenja tetamoe dan kamoedian pergi hadirin perhimpoenannja raad dari minister-minister. Anna pergi ka kamarnja iapoenja anak, tinggal di sitoe sampe djaoe malem, temenin Serioja tidoer dan kamoedian balik ka tempatnja sendiri. Ia merasa girang bisa tinggal teroes di roema dan antero malem berdiam sadja di dalem kamer. Ia lajangin pikirannja dengen hal hal jang telah terdjadi atas dirinja dan dapet kenja-<noinclude></noinclude> lco2s16e3qzsmbje7q7zi25gnqcpma4 311086 311085 2026-08-11T04:07:04Z Link PB 26772 311086 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 66 -||- 67 -}}</noinclude>jang sedeng tjektjok dengen istrinja?" tanja gravin Lydie Ivanovna begitoe lekas ia soeda masoek di dalem kamer. „Betoel. Sekarang marika soeda idoep seperti lajiknja orang djadi soesami istri. Lagian keadaannja perkara tiada ada begitoe „djelek“ seperti tadinja kita ada anggep.“ Tapi gravin Lydie Ivanovna jang selaloe tiada maoe perhatiken perkara² jang tiada mengenaken ka|entingannja, seperti biasanja tiada begitoe perhatiken dengen ketrangannja Anna. „Ja, di doenia ini memang penoe dengen kedjahstan dan k|sedian! 'koe sendiri kenjang alamken.“ „Kau? Kau ada oeroesan apa?“ tanja Anna sembari mesem. „Ah, 'koe rasanja soeda bosen denger dan liat begimana di doenia ini penoe dengen „komedie“. Boekan djarang satoe pendjahat sering oendjoek dirinja sebagi satoe orang baek dan berboedi.“ Merasa girang bisa bilang begitoe gravin Lydie djalan moendar mandir di itoe kamer, apalagi di itoe sore ia hendak koendjoengin berbagi bagi vergadering. Poekoel ampat Karenine poelang dari kantoornja dan seperti biasanja ia tiada sda poenja tempo aken dateng di kamer istrinja. Ia moesti „ladjanin“ orang orang jang dateng minta pekerdja'an dan teeken berbagi bagi soerat jang penting. Auna pergi ka bawa aken samboet kaponakan lelaki dari soesaminja jang soeda menoenggce di salon; ia ini ada djadi chef dari kabinet dan dateng di sitoe bersama istrinja, dan satoe anak moeda jang hendak berkenalan sama Karenine. Poekoel lima precies Karenine dateng di sitoe. Temponja selaloe digoenaken dan tiada satoe minoet jang diboeang dengen dertjoema. „Djangan terboeroe boeroe, djangan soeka mengasoh“ adalah iapoenja wachtwoord. Ia manggoetin tetamoe tetamoenja, kamoedian doedoek di satoe korsi dan dengen bersenjoem ia bilang pada istrinja: „Sekarang 'koe tiada tinggalken kau lagi. Kau tentoe mengarti begimana amat tiada enak kapan moesti doedoek makan sendirian sadja.“ Tempo makan ia tanjaken ketrangan pada istrinja apa jang telah terdjadi di Moskou dan tertawaken klakoeaunja Stiva Oblonsky. Laen² pembitjara'an adalah omongin bertagi bagi hal. Seabisnja bersantap Karenine tinggal di salon satenga djem lagi, sembari bersenjoem pegang lagi sekali tangan istrinja, memori slamet tinggal pada iapoenja tetamoe dan kamoedian pergi hadirin perhimpoenannja raad dari minister-minister. Anna pergi ka kamarnja iapoenja anak, tinggal di sitoe sampe djaoe malem, temenin Serioja tidoer dan kamoedian balik ka tempatnja sendiri. Ia merasa girang bisa tinggal teroes di roema dan antero malem berdiam sadja di dalem kamer. Ia lajangin pikirannja dengen hal hal jang telah terdjadi atas dirinja dan dapet {{hws|kenja|kenjata'an}}<noinclude></noinclude> qpt94ootrfs6aq4p42sszqdrx5i3c7n Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/39 104 112127 311087 2026-08-11T04:07:37Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311087 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 68 -||- 69 -}}</noinclude>{{hwe|ta'an|kenjata'an}} apa jang kemaren terdjadi di kreta api, jang tadinja dianggep begitoe penting, sabetoelnja tiada lebi dan koerang dari satoe perkara biasa sadja, satoe hal jang tiada moestinja ia boeat maloe atawa merasa ternoda. Sembari hadepken iapoenja pendjaitan ia toenggoein soeaminja poelang. Kira kira poekoel satenga sepoeloe ia denger soearanja bel dan tiada lama kamoedian Karenine masoek di itoe kamer. „Achir achirnja kau dateng djoega!" kata Anna dan kamoedian sodorken iapoenja tangan aken ditjioem oleh soeaminja. Kamoedian Karenine doedoek di satoe korsi dengen bilang: „Djadi kau poenja pergi telah berhasil?" „Betoel." Anna tjerita apa jang terdjadi di tenga perdjalanan, bitjaraken tentang iboenja Vronsky, tentang katjilaka'an tempo ia pertama kali dateng di Moskou, tentang iapoenja rasa kasian pada soedaranja dan kamoedian pada Dolly. „Menoeroet akoe poenja pikiran itoe klakoean tiada sekali bisa dima'afken kendatipoen orang jang berboeat itoe ada akoe poenja ipar sendiri", kata Karenine dengen soeara soenggoe soenggoe. Mendenger begitoe Anna djadi mesem dan mengarti djoega apa jang soeaminja bilang adalah boeat mengoendjoekin hoeboengan familie tiada haroes dimadjoeken ka depan aken bisa kasi poetoesan jang adil. Ini tabeat Anna kenal baek dan poedji soeaminja sebagi saorang jang djoedjoer. Boeat sakoetika lamanja lagi Karenine bitjaraken oeroesan politiek dengen istrinja, tjioem Anna dengen penoe katjinta'an dan kamoedian pergi lagi ka iapoenja kamer batja. „Orang jang ia itoe ada saorang baek ; adil, baek dan pinter,“ kata Anna saorang diri sebagi djoega ia bikin pembela'an aken goenanja iapoenja soeami. <center>———</center> {{c|'''BAGIAN KADOEA.'''}} Di achirnja moesim dingin prinses Tscherbatzky minta pertoeloengannja brapa specialist goena kawarasannja iapoenja anak prempoean jang semingkin lama djadi semingkin lebi lemah dan koeroes. Bermatjem matjem obat so da dikasi makan tapi semoea pertjoema sadja. Soepaja bisa hiboerin atinja itoe njonja bangsawen, maka dokternja itoe prises madjoeken voorstel aken koendjoengih satoe tempat mandi di Duitschland, tapi djangan sekali minta obatnja dokter dokter Duitsch. Begitoe lekas itoe dokter brangkat, begitoe tjepet djoega Dolly dateng di kamer. Dalem kamernja iapoenja soedara jang diriasin dengen prabotan jang lengkep, ia ketemoeken Kitty jang reba di satoe korsi pandjang sedeng memaen dengen iapoenja badjoe. Dengen lakoe jang adem Kitty pandang sakoetika lamanja pada iapoenja soedara.<noinclude></noinclude> 4y0srzn9rmm54dpsp9o235mtc97ieml Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/40 104 112128 311088 2026-08-11T04:11:11Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311088 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 70 -||- 71 -}}</noinclude>„'Koe hendak bitjara sabentaran sama kau“ „Tentang apa?“ tanja Kitty, dengen ketoes dan kaget. „Tentang apa lagi kaloe boekan itoe perkara jang bikin kau djadi bersoeka?“ „Ajo, Kitty, apa kau kira akoe tiada taoe? Akoe taoe semoea. Siapa sadja tentoe ketemoeken nasib seperti jang sekarang kau hadepken. Tapi dia itoe tiada berharga aken kau pikirken...“ „Lantaran dia tiada maoe sama akoe?“ djawab Kitty dengen soeara goemeter. „Ah, djanganlah kau seboetken lagi ini perkara. Djangan...“ „Tapi itoe 'koe tiada bilang. Dan tra saorang djoega bilang begitoe, 'koe maoe pertjaja jang dia betoel tjinta pada kau tapi...“ „Itoe rasa kasian, itoe omongan, telah me-{{hyphen}} noesoek atikoe“, kata Kitty dengen goesar. „Maskipoen akoe ada lebi moeda dari kau, toch akoe tiada perloe dengen segala hiboeran. Akoe boekan ada itoe orang boeat tjinta orang lelaki jang tiada tjinta dirikoe... „Akoe poen boekan hendak bilang begitoe tapi sebaliknja... Tapi apa jang 'koe hendak tanjaken adalah apa Levine perna bitjara sama kau?“ Itoe omongan jang seboetken namanja Levine tiada sekali Kitty ada sangka. Dengen sigra ia bangoen dari korsinja dan dengen lakoe goesar ia bilang: „Kenapa dalem ini perkara kau moesti seboet² wamanja Levine? Akoe tiada sangka sama sekali jang kau bisa goda akoe dengen kau poenja segala otjehan. Lagi sekali 'koe oelangin, jang akoe sendiri bisa timbang dan tetepken hingga tiada nanti berlakoe begitoe gelo seperti kau aken ambil poela satoe lelaki jang perna djoestaken dirimoe dengen bertjinta'an sama laen prempoean. Akoe tiada mengarti sama sekali begimana perkara begitoe kau bisa trima dengen senang? Kau ada itoe orang jang boleh diboeat permaenan tapi akoe... tiada soedi sama sekali." Abis bilang begitoe ia pandang Dolly jang koetika itoe toendoekin kepalanja dengen tiada berkata kata. Tadinja Kitty hendak berlaloe dari itoe kamer, tapi sekarang itoe niatan soeda dioeroengin dan sebagi gantinja ia doedoek di deket pintoe sembar' toetoep moekanja dengen satoe sapoe tangan. Brapa minuut telah berlaloe dengen tiada ada jang berkata kata. Dolly inget dengen keada'an dirinja. Itoe hina'an jang selaloe ada dalem pikirannja, bikin atinja djadi loeka tempo Kitty oelangin lagi. Sabetoelnja ia tiada sangka sama sekali jang soedaranja bisa oesik itoe „penjakit". Djoega ia tiada mara aken perboeatannja Kitty. Tapi dengen sekoenoeng-koenoeng ia denger soeara pakean jang berkrisikan, denger soeara orang menangis dan kamoedian rasaken lehernja dipeloek oleh doea tangan. Di depannja ada berloetoet Kitty sembari menangis. „Dolly jang baek. Dolly—'koe poenja soedara<noinclude></noinclude> mp8br9uva7hc5igv6vxub2cj708xi5x Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/41 104 112129 311089 2026-08-11T04:13:38Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311089 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 72 -||- 73 -}}</noinclude>jang tertjinta! Ah, kaloe kau taoe begimana doeka adanja akikoe dan begimana tjilaka adanja akoe poenja diri|⁴ kata Kitty dengen soeara terpoetoes-poetoes. Moekanja jang basa dengen aer mata ia oempetken di roknja Dolly. Sekarang Dolly taoe apa jang tadinja ia maoe taoe. Dengen pasti ia doega jang djadi lantaran hingga Kitty djadi berdoeka adalah lantaran soeda toelak perminta'annja Levine dan trima Vronsky jang kenjata'an soeda goeling dirinja di tenga djalen. Djoega ia dapet kenjata'an jang Kitty tjinta pada Levine dan bentji pada Vronsky. „Akoe tiada menjesel,“ kata Kitty dengen soeara tetep, „tapi kau tiada taoe begimana djengkel adanja akoe poenja pikiran tentang akoe poenja diri sendiri. Pikiran-pikiran jang djahat selaloe ada dalem akoe poenja diri...“ „Pikiran jang djahat begimana matjem ada dalem kau poenja diri?“ tanja Dolly dengen mesem. „Pikiran jang paling djahat, jang loemra ada di dalem dirinja manoesia... Itoe boekan soeastoe ganggoean, boekan soeastoe penjeselan, hanja lebi heibat dari semoes itoe! Betoel seperti djoega dirikoe tiada kenal lagi kebaekan hanja tjoema taoe sama kedjahatan sadja. Oepamandja: Papa ada bilang apa-apa padakoe dan akoe sigra anggep jang ia tiada bermaksoed laen daripada boeroe-boeroe kasi kawin akoe. Mama bawa akoe ka Satoe pesta, melaenken dan tjoema — menoeroet akoe poenja pikiran — boeat begitoe lekas singkirken iapoenja pikoelan atas dirikoe. Betoel akoe sendiri taoe jang iapoenja maksoed boekan begitoe. Tapi akoe tiada bisa pikir laen. Doeloe akoe girang sekali kapan akoe moesti pake badjoe boeat dangsa; tiada abis akoe menjataken soekoer jang dirikoe ada poenja peroentoengan begitoe bagoes tapi sekarang akoe maloe sendiri, ja akoe merasa tjilaka kapan akoe moesti pergi ka tempat dangsa. Enfin!.. boleh djadi lantaran kawarasankoe terganggoe maka akoe djadi ada poenja pikiran begini." <center>———</center> Golongan bangsawan di Petrograd tiada beda sebagi satoe kaoem di mana semooanja; ada ketjoeal poen sering sering pada dateng mengoendjoengin. Anna Karenine bergaoel dengen orang orang dari roepa roepa tingkatan. Orang jan teritoeng di tingkatan pertama adalah sobat sobatnja iapoenja soeami, pembesar pembesar dan orang-orang jang kerdja di bawa prentanja Karenine jang kembali dipisa dan dibagi dengen menoeroet kabesarannja iapoenja pangkat. Tempo Anna baroe kawin ia dapet kshormatan besar dari itoe orang orang. Tiadalah heran kapan sekarang Anna kenal baek pranginja itoe semoea orang seperti djoega di satoe kampoeng di mana masing-masing pada saling kenal keada'annja, iaorang poenja kalemehan dan kabiasahan, ia orang poenja pergaoelan dan sikep pada orang<noinclude></noinclude> lntx3t6coz30t7a1btbbc9b8f5v5rh1 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/42 104 112130 311090 2026-08-11T04:16:19Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311090 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 74 -||- 75 -}}</noinclude>jang djadi sebagi chef. Anna tiada begitoe soeka bergaoel dengen orang orang jang berdjabat pangkat besar dan sabau saban singkirken dirinja dari marika itoe. Laen golongan jang Anna soeka tjampoer adalah golongannja gravin Lydie Ivanovna, pada siapa Anna Karenine merasa beroetang boedi. Anna Karenine soeka sekali bergaoel dengen itoe orang, Anna Karenine poen soeda bisa dapetkeu banjak sobat di sitoe. Tapi sedari poelang dari Moskou ia dapet kenjata'an orang orang di sitoe kabanjakan palsoe, maka itoe moelai itoe hari ia djarang sekali dateng sama gravin Lydie Ivanovna. Laen lagi jang Anna soeka adalah dateng di tempat tempat pesta, dangsa dan pakean dan periasan jang bagoes; di sini Anna dapet „pimpinan“ dari istrinja iapoenja kaponakan, prinses Betsy Iverskaia, jang ada poenja penghasilan doeapoeloe lima riboe roebels dan jang begitoe lekas dapet kabar Anna soeda kembali poela di Petrograd lantes adjak ia plesir dengen kenaiken pada iapoenja sobat sobat; prinses Betsy Iverskaia ada saorang jang bertentangan sekali dengen toedjoeannja gravin Ivanovna: „kaloe akoe ada saorang djelek dan kolot, tentoe 'koe bakal toeroet toeladannja“, kata ia. „Aken tetapi sabegitoe lama dirikoe masi terkenal sebagi satoe prempoean jang oesianja masi moeda dan sebagi satoe prempoean eilok, itoe waktoe aken akoe toeroet iapoenja toeladan belon sampe.“ Pertama Anna tiada moefaket dengen Betsy, kerna iapoenja oeroesan oewang tiada ada begitu bagoes aken bisa bergaoel oengen itoe orang-orang jang korbanken begitoe banjak oewang dan lantaran begitoe djadi terpaksa masoek dalem golongannja gravin Lydi. Tapi satelah berdiam sakoetika lamanja di Moskou, ia tinggalken itoe golongan dan tjampoer sama sobat-sobatnja Betsy terlahir Vronskaia, kaponakan prempoean dari Vronsky. Di sana Anna ketemoe itoe officier moeda, Vronsky, jang soeda ngoeteg di koeliling tempat, soepaja bisa bertemoe sama Anna jang sekarang ia tjintaken dengen sagenep djiwanja. Saban-saban kaloe ketemoe sama Anna ia njataken iapoenja tjinta, maskipoen Anna sendiri tiada kasi lantaran aken ia njataken itoe. Tapi saban-saban Anna ketemoe Vronsky, saban-saban atinja djadi berdebar-debar, betoel seperti tempo ia pertama kali ketemoe Vronsky di station Moskou. Begitoe lekas matanja dapet liat Vronsky, begitoe djoega matanja lantes bersinar dan tertawanja poen lantes djadi moera, hingga itoe rasa kagirangan, maskipoen hendak dioempetken, toch teroendjoek dengen teges sekali. Pertama Anna njataken goesarnja lantaran liat dirinja selaloe diboentoetin sadja oleh Vronsky, aken tetapi tempo Vronsky tiada dateng di satoe pesta, di mana Anna ada toenggoe kedatengannja, ia dapet kenjata'an atinja djadi sanget masgoel dan berbareng dengen itoe ia taoe djoega adanja Vronsky jang selaloe boentoetin dirinja ada satoe hiboeran besar bagi pengidoepannja. <center>———</center><noinclude></noinclude> 1dspxrp8b1r8mfomtxp2x93x2zpnxpe Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/43 104 112131 311091 2026-08-11T04:18:14Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311091 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 76 -||- 77 -}}</noinclude>Satoe koempoelan kreta jang didjalanken dengen plahan madjoe di depan gedongnja prinses Betsy. Orang orang jang dateng di sitoe pada naek di tangga. Djongos djongos jang berdandan rapi dan bagoes dengen tiada berkata apa apa boeka pintoe katja dari itoe gedong ; tetamoe-tetamoe pada dianter oleh toean dan njonja roema ka satoe salon jang lebi doeloe soeda ditaroin satoe goedri jang tebel. Di tenga tenga dari satoe medja ada terdapat prabatan prabatan jang terbikin dari perak. Prinses Betsy doedoek di depan satoe tempat thee dan kamoedian tjaboet iapoenja saroeng tangan. Tetamoe tetamoe jang dilajanin oleh djongos djongos pada doedoek di korsi, dan terbagi djadi doea golongan, kerna satoe golongan pada deketin njonja roema dan laen golongan poela pada berkoempoel sama njonja gezant. Dengen banjak jang denger ada dibitjaraken tentang Karenine poenja perhoeboengan sama iapoenja istri. „Sedari pergi ka Moskau keada'annja Anna ada banjak beroba,“ kata sala satoe iapoenja sobat. „Roepanja ia ada poenja resia apa apa jang tiada maoe dibertaoeken pada siapa djoega“. „Roepa roepanja ia ada djato tjinta pada Alexis Vronsky,“ kata njonja gezant. „Kau lagi omongin siapa ?“ tanja prinses Betsy. „Tentang Karenine,“ djawab njonja gezant dan kamoedian sembari tertawa toeroet doedoek di medja. „Menjesel sekali akoe tiada dapet denger“, kata prinses Betsy dengen mata mengawasin ka pintoe. O, achir-achirnja kau telah dateng djoega,“ begitoelah ia teroesken pembitjara’annja sembari bersenjoem tempo Vronsky masoek di itoe roeangan. Orang-orang jang ada di sitoe tiada ada satoe jang Vronsky kenal maskipoen ampir saban hari ia ada mengomong sama marika itoe. Ia dateng di sitoe dengen lakoe seperti ia balik dalem satoe kamer sesoedahnja ia tinggalken boeat sabentaran. „Njonja tanja dari mana akoe dateng?“ djawab Vronsky atas pertanja’annja njonja gezant, „'koe menjesel sekali aken mengakoe teroes terang jang 'koe baroe abis menonton. Boeat jang ka sepoelos kali 'koe pergi kasitoe tapi selaloe dengen hati jang poeas. Akoe taoe jang itoe ada satoe hal jang tiada begitoe bagoes, tapi kaloe akoe nonton Opera selaloe akoe mengantoek dan di variete (tempat tontonan jang tiada begitoe ternama) 'koe tinggal tetep melek sampe di achirnja pertoendjoekan dan djoega sanget menjenangin akoe poenja ati.“ Di gang kadeoegeran soeara tindakan. Prinses Betsy mengarti orang jang dateng tentoe Anna Karenine, maka itoe dengen matanja ia mengasi tanda pada Vronsky. Dengen matanja jang bersinar dan moeloet jang sabentar-bentar bersenjoem ia ini lantes bangoen dari tempat doedoeknja. Anna masoek di itoe roeangan dan djalan teroes zonder liat ka kanan dan kiri menjamperin<noinclude></noinclude> duud72xz1omvzdu42nif7tfsjxj0u1v Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/3 104 112132 311092 2026-08-11T04:21:09Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311092 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh||- 81 -|}}</noinclude>poenja perkata'an!" kata Vronsky dan kamoedian anterin pada Anna satoe tjangkir thee. Anna liat itoe tjimpe, jang ada di deket dirinja di mana kamoedian Vronsky beloet. „Ja, soeda lama akoe hendak bilang pada kau," kata Anna sambil liat poela pada Vronsky, „jang kau soeda bawa klakoean jang amat djelek, ja melebihken dari apa jang orang banjak ada doega." „Itoelah ada satoe hal jang akoe sendiri soeda taoe, tapi siapa tah poenja salah?" „Kenapa kau moesti bilang itoe pada akoe?" kata Anna dengen soeara mengrendeng dan kamoedian pandang moekanja Vronsky dengen mata jang tiada berkedip. „Kau sendiri tentoe taoe kenapa akoe moesti bilang itoe pada kau," djawab Vronsky dengen paras tersenjoem. Anna dan boekan Vronsky jang merasa kemaloean. „Itoe menoendjoeken jang kau ada satoe lelaki jang tiada ada poenja katreman," kata Anna, tapi kendatipoen moeloetnja bilang begitu, toh dalem atinja ia bilang jang Vronsky ada satoe orang jang gaga. Djoestroe lantaran itoe djoega maka Anna djadi maloein sama Vronsky. „Perkara jang kau tjoba ramalken adalah satoe perkara pernika'an dan boekan soeatoe lelakon dalem pertjinta'an," kata Vronsky. „Apatah kau soeda loepa jang doeloean akoe perna larang kau aken tiada goenaken poela itoe<noinclude>{{rh||<small>Anna Karenine 6</small>|}}</noinclude> obadciaqbd3h0er9o4mvknpd83ucwrg Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/8 104 112133 311093 2026-08-11T04:24:32Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311093 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 90 -||- 91 -}}</noinclude>berbahaja bagi dirinja iapoenja anak. Satoe kreta brenti di depan roema. Karenine tinggal berdiri di tenga tenga salon. Di tangga kadengeran orang prempoean bertindak. Dengen kepala ditoendoekin Anna masoek ka dalem Betoel di moekanja keliatan tjahja tapi itoe boekan tjahja jang girang. Tempo soeaminja memanggil dirinja ia lantes angkat kepalanja dan bersenjoem, betoel lakoenja seperti orang jang baroe mendoesin dari soeatoe impian. „Kenapa kau belon tidoer?” tanja Anna dengen roepa heran dan kamoedian berdjalan teroes — zonder brenti lagi — ka ispoerja tempat pakean. „Sekarang soe a waktoenja tidoer, Alexei Alexandrovitch,” kata ia lebi djaoe. „Akoe perloe mengomong sabentaran sama kau, Anna.” „Sama akoe?” tanja Anna dengen roepa heran! Tatkala itoe Anna berdiri di pintoe, sembari awasin soeaminja dengen mata tiada berkesip dan kamoedian tanja lagi: „Tentang apa?” — Abis bilang begitu ia lantes doedoek. — „Baek, tapi akoe rasa lebi betoel sekarang kita masoek tidoer sadja.” Tempo bilang itoe klakoean Anna tiada sekali beroba hingga boeat orang jang tiada taoe abis sama keada'annja Anna seperti Karenine tentoe tiada liat Anna poenja sikep jang loear biasa. Karenine jang kenal baek sama Anna telah liat ini probahan sebab biasanja Anna tentoe djadi bernaface toeat dapet taoe apa jang Karenine hendak bilang padanja. „Akoe rasa ada djadi akoe poenja kewadjiban boeat bertaoeken pada kau,” kata Karenine dengen soeara plahan, „jang lantaran kau poenja perboetan dan klakoean jang koerang ati ati menerbitken berbagi kagi omongan jang tiada bagoes atas dirimoe. Pembitjara’an jang kau bikin sama graaf Vronsky dengen begitoe asik—dengen sengadja itoe nama diseboet dengen soeara jang sedikit lebi keras—telah menarik pikirannja orang banjak.” Sembari bitjara ia pandang moekanja Anna dengen tiada soedanja, samentara itoe atinja djadi berkoeatir lantaran kira iapoenja doega’an jang telon beralesan ada betoel. „Kembali kau kasi denger lelakon koeno!” kata Anna dengen roepa sebagi orang jang tiada begitoe mengarti dengen itoe pembitjara’an dan djoega seperti tjoen denger bagian jang paling blakang dari itoe pengomongan. „Doeloean kau mengomel lantaran—katanja—akoe soeka berlakoe tjerewet; blakangan kau mengomel lantaran akoe selaloe pergi senangin ati; ini malem zonder lantaran kau mengomel djoega...” Karenine tinggal diam sadja dan dengen iapoenja tangan ia seka kringet jang mengoetjcer di djidat dan moekanja. Djoega ia dapet kenjata’an jang boekan dirinja desek Anna tapi dirinja didesek oleh Anna. „Ini jang akoe hendak bilang pada kau dan minta kau nanti perhatiken. Kau djoega tentoe<noinclude></noinclude> ji5c0r9qxm46qou9jjkjjg72eqeii1v Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/9 104 112134 311094 2026-08-11T04:26:27Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311094 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 92 -||- 93 -}}</noinclude>mengarti tjemboeroean ada satoe hal jang renda dan akoe nant djaga sebra pa bisa soepaja dirikoe tiada djato di bawa itoe pengaroe; tapi ada brapa fata² jang melanggar kasopsnan hingga tiada bisa diantep’n sadja. Sama sekali akoe boekan hendak oendjoek perkara jang ini hari akoe liat, tapi itoe anggepan jang orang banjak telah njataken tempo melihat kau asik betoel mengomong sama graaf Vronsky Sapa sadja bilang jang kau poenja klakoean meliwatken batas.” „Betoel akoe tiada mengarti sama sekali apa jang kau hendak maksoedken,” demikianlah Anna mendjawab dan kamoedian angkat iapoenja kadoea poendak. „Dia sendiri tiada ambil perdoeli,” kata Anna, „dan lantaran banjak jang omongin soeda bikin djengkel hatinja.” Anna bangoen dari tempat doedoeknja akan pergi ka iapoenja kamer tapi Karenine dateng menjega. Blon perna Anna liat parasnja Karenine begitoe djeklek dan begitoe asem seperti ini kali. Ia tinggal berdiri dengen tiada berkata apa apa sembari gojang kepalanja pergi dateng dan kamoedian mola’n boeka iapoenja konde. „Bitjarlah, akoe sedia boeat dengerken,” kata ia dengen lakoe sabar tapi dengen tjara menantang. „Kapergan sekali akoe denger setan apa maka kau boleh djadi begitoe mara”. Anna sendiri merasa kagoem jang ia bisa pake perkataan perkataan jang begitoe djitoe, teroetama itoe soeara tempo ia oetjapken itoe perkataan². „Akoe tiada ada poenja hak aken minta kauboeka resia ati moe. Lagian akoe anggep itoe sebagi hal jang tiada perloe, ja toekar begitoe sadja hanja ada sanget berbahaja djoega. Dari pada dendem di ati 'koe rasa baek dinjataken di hadepanmoe. Djahat baek akoe soeda bilang padamoe dengen teroes terang dan tinggal kau poenja pikiran sendiri aken timbang. Betoel dirimoe kau sendiri jang berkoeasa, tapi akoe ada poenja kewadjiban aken bilang apa apa pada kau soepaja kau dan mendoesin dengen kau poenja k'kiroean. Kita poenja pengidoepan soeda digatoeng djadi satoe toewan oleh manoesia hanja oleh Toehan Jang Maha besar. „Tapi akoe tiada mengarti sama sekali maksoednja kaupoenja perkataan, kata Anna. „Allah Jang Maha Besar, kaloe kau tinggal teroes mengomong tjara begini, akoe boleh tidoer di sini sembari berdiri..." Abis bilang begitoe ia ambil toesoek konde jang paling blakang dari ramboetnja. „Ah, Anna djanganlah kau kata begitoe. Bisa djadi akoe kliroe, tapi demi Allah pertjajalah akoe semoewa apa jang akoe bilang, adalah djadi kapentingannja akoe sendiri dan kau djoega... Akoe ini ada soeamimoe dan lagian akoe tjinta kau dengen sagenep djiwakoe... Boeat sakoetika lamanja Anna tinggal tiada berkata kata sedeng begitoe parasnja sabentar mera sabentar poetjet. Itoe perkataan: „'koe tjinta"... telah bikin timboel nafsoe amaranja. „Dia bisa tjinta? Apa betoel dia tjinta?<noinclude></noinclude> sw43usa9zj1i4opou2ulooziqhf8gq6 Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/11 104 112135 311095 2026-08-11T04:29:48Z Arunika Darsana 27443 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'pun U.ULD, Kita itu berganti-ganti, tetapi Pangasila tetap ‘ber tahan dan letap mendjadi alat mempersatuken bangsa Indonesia, Dalam Mubedimak Konstitus R18. dan U.U-D. Sementara BL Wentuk Pantjasila lain fagi: 1, Kervnanan JANG Mana Esa 2. PERL REMANUSIAAN 8, Kenancsaan 4. Kerangaran é 5. KEADILAN S0sTAL Seielah kita kembali ke UU,D. 1945 melalui Delete Presiden tanggal § Djuli 1959, dengan sendivinja bentuk Pantjasiia monttat U,U.D, 1946... 311095 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunika Darsana" /></noinclude>pun U.ULD, Kita itu berganti-ganti, tetapi Pangasila tetap ‘ber tahan dan letap mendjadi alat mempersatuken bangsa Indonesia, Dalam Mubedimak Konstitus R18. dan U.U-D. Sementara BL Wentuk Pantjasila lain fagi: 1, Kervnanan JANG Mana Esa 2. PERL REMANUSIAAN 8, Kenancsaan 4. Kerangaran é 5. KEADILAN S0sTAL Seielah kita kembali ke UU,D. 1945 melalui Delete Presiden tanggal § Djuli 1959, dengan sendivinja bentuk Pantjasiia monttat U,U.D, 1946 tiv jang kita pakal eebogai pokok pembahasin, Lima sila dalam Pangasila iu dapat dipeyas mendjadi Thisila (3 dagar), jaite ¢ 1, NASIONALISME DAN PERI KEMANCSIAAN MENDJADI S0810~ WASIONALISME, 2. DEMOKRAS! DAN KEADILAN SOSIAL, MENDJADI S08{0-DEMO> RAS, DAN % Krrunawan Jaxa Mana Esa g Tstilah? dalam no. 1 dan po, 2 Trisila diatas sudah kia kenal sediak (ahun 1933 dalam buku Bung Karnd ,,Mentjapai Indonesia Merdeka." és Selandjutnja ‘visila ie dapat kia peras lagi niendjadi Kfesile (say dasar}, jakni Gpteng Rejong. 3 Bentuk Pantiadla jang berubahealeh jnu, tidak perla berskibat bahwa semangat dah djiwanja berubah pula! Pongjasila bukanlah kumpolin.3 sila Jang masing? terlepat tanpe ikatan say terhadap aang lain, Pamjastla adalah satu kesclaruhan, Bila dap sila die tafirkuy bebas dan terlepas sama sekali dav sila* jang lain, akan hilanglah arti dan tudjuan Pangesila itu. BAB 6 PANTJASILA SEBAGAT ALAT PERSATUAN Sl. Kalan kita Gndjan sila? Pandasila sasu demi satu, kita akan sengambil kesimpulan bahwa dasar, tudjuan dan titat berbegal 42 i golongan jang ada di Indonesia terhimpun didalamnja. Tiap golongan diberi tempat jang lajak dialer Indonesia jang merdeka ini, Tidak ada satu golonganpun jang ada di Indoneda ditiiggalkan olehaja, Siapa pula tidak senang berlindung dalam negara jae mem punjai Peri Kemantisiaan sebagai salah satu dasarnja ? Sila Pert Kemanusiaan jang menghargal slap orang sebagai manusia jong lajak. Peri Kemanusiaan jang membatasi ms kebangsaan supaja Ajahgan mendjadi sovinisme, schingga peperangan ancara bangsat dapat dihindari, Peri Keaanusiaan jang twit mentjapat perda- Malan abadi, schingga ketjerdasan, kemakimuran, bebudajean dan sleradjat bangsa dapat dimadjukan se-sempyrnatn) Sila Persatuan Indonesia atau sila Kelangsaan menuhimpun semua suku jang ada di Indonesia mensjadi bangin Indonesia, ‘Tidak ada satu sukupan jang didjadikan anak emas arty anak tine Persatuaa fang melindungi segenap bangsa Indonesia dan tanah tuympah darah Indonesia, Didalam sedjarah Indonesfa terbukiilah audah, babwa habja banger Indonesia jang borsatu dapat ment bawa tanah air ketaraf kebidupan jang Gemerlang. Ingat mikaluja akan Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamast 1943, Sila kerakjatan atau Kedaulatan Rakjat menegaskan djuga, hahwa Negara Republik Indonesia bukanlah negara uncuk satu golongan, Republik adalah negara seniua untuk semua, Kedautat- an Raklat jang didjalankan melalul permusjawal ita adalah tempat bagi selurah bangsa Indonesia ciemperdiuang. kan tuntutan®nja. Suara tiap golongan dapat diperdengarkan da Jam perwakilanitiubtuk memperbaiki apa’ jang bolum semparna Silt Keadilan Sosial adalah dasar jang mendjamin, bahwa di Indonesia tidak akon ada kemiskinan lagi, Berdasarkan sila tty dapat dihindarkay penghisapan manusia olch sciama manusia. Keadilan Sosial itr pula mendjamin pekerdjaan bagi tiap orang sesuai dengan kemampuannja. Tuntutan bangsa Indonesia umuk dapat hidup jang lxjak dibenarkan dan akan mendjadi kenfataan di Republik Indonesia jang berkeadilan. seslal. Djclastah, bahwa dengan Pantjasila Republik Indonesia men- jadi pelindung segenap golongan bangia Indonesia, Dengan as<noinclude></noinclude> algvdquq309678sx06dhu3m5yiaj7y4 311144 311095 2026-08-11T06:23:27Z Arunika Darsana 27443 /* Telah diuji baca */ 311144 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{ rh|42||43}} pun U.U.D. Kita itu berganti-ganti, tetapi Pantjasila tetap bertahan dan tetap mendjadi alat mempersatuken bangsa Indonesia. Dalam Makadimah Konstitusi R.I.S. dan U.U.D. Sementara R.I. bentuk Pantjasila lain lagi: # <big>K</big>ETUHANAN <big>J</big>ANG <big>M</big>ana <big>E</big>sa # <big>P</big>ERI <big>K</big>EMANUSIAAN # <big>K</big>EBANGSAAN # <big>K</big>ERAKJATAN # <big>K</big>EADILAN <big>S</big>OSIAL Seielah kita kembali ke U.U.D. 1945 melalui Dekrit Presiden tanggal 5 Djuli 1959, dengan sendirinja bentuk Pantjasiia menurut U.U.D. 1945 itu jang kita pakai sebogai pokok pembahasan. Lima sila dalam Pangasila itu dapat diperas mendjadi Thisila (3 dasar), jaitu : # <big>N</big>ASIONALISME DAN PERI KEMANUSIAAN MENDJADI SOSIONASIONALISME # <big>D</big>EMOKRASi DAN KEADILAN SOSIAL, MENDJADI SOSIOL-DEMOKRASI, DAN # <big>K</big>ETUHANAN <big>J</big>ANG <big>M</big>AHA <big>E</big>SA Istilah<sup>2</sup> dalam no. 1 dan no. 2 Trisila diatas sudah kita kenal sedjak tahun 1933 dalam buku Bung Karno "Mentjapai Indonesia Merdeka." Selandjutnja Trisila itu dapat kia peras lagi mendjadi Ekesila (satu dasar), jakni Gotong Rojong. Bentuk Pantjasila jang berubah-ubah itu, tidak perlu berakibat bahwa semangat dah djiwanja berubah pula! Pantjasila bukanlah kumpulan 5 sila Jang masing<sup>2</sup> terlepas tanpa ikatan satu terhadap jang lain. Pantjasila adalah satu keseluruhan. Bila tiap sila ditafsirkan bebas dan terlepas sama sekali dari sila<sup>2</sup> jang lain, akan hilanglah arti dan tudjuan Pantjasila itu.<br> <center>BAB 6</center> <center>PANTJASILA SEBAGAT ALAT PERSATUAN</center> 51. Kalau kita tindjau sila<sup>2</sup> Pantjasila satu demi satu, kita akan mengambil kesimpulan bahwa dasar, tudjuan dan tjita<sup>2</sup> berbagai golongan jang ada di Indonesia terhimpun didalamnja. Tiap golongan diberi tempat jang lajak dialam Indonesia jang merdeka ini. Tidak ada satu golonganpun jang ada di Indonesia ditiiggalkan olehaja, Siapa pula tidak senang berlindung dalam negara jang mem punjai Peri Kemantisiaan sebagai salah satu dasarnja ? Sila Peri Kemanusiaan jang menghargai tiap orang sebagai manusia jang lajak. Peri Kemanusiaan jang membatasi rasa kebangsaan supaja djangan mendjadi sovinisme, sehingga peperangan antara bangsa<sup>2</sup> dapat dihindari. Peri Kemanusiaan jang turut mentjapai perda- maian abadi, sehingga ketjerdasan, kemakmuran, kebudajean dan deradjat bangsa dapat dimadjukan se-sempurna<sup>2</sup>nja Sila Persatuan Indonesia atau sila Kebangsaan menuhimpun semua suku jang ada di Indonesia mendjadi bangsa Indonesia. Tidak ada satu sukupun jang didjadikan anak emas atau anak tiri. Persatuaa jang melindungi segenap bangsa Indonesia dan tanah tumpah darah Indonesia, Didalam sedjarah Indonesia terbuktiilah sudah, bahwa hanja bangsa Indonesia jang bersatu dapat membawa tanah air ketaraf kebidupan jang tjemerlang. Ingat misalnja akan Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamast 1945. Sila kerakjatan atau Kedaulatan Rakjat menegaskan djuga, bahwa Negara Republik Indonesia bukanlah negara untuk satu golongan, Republik adalah negara semua untuk semua. Kedautatan Rakjat jang didjalankan melalui permusjawaratan perwakilan itu adalah tempat bagi seluruh bangsa Indonesia memperdjuangkan tuntutan<sup>2</sup>nja. Suara tiap golongan dapat diperdengarkan dalam perwakilan itu untuk memperbaiki apa<sup>2</sup> jang belum sempurna. Sila Keadilan Sosial adalah dasar jang mendjamin, bahwa di Indonesia tidak akon ada kemiskinan lagi, Berdasarkan sila itu dapat dihindarkan penghisapan manusia oleh sesama manusia. Keadilan Sosial itu pula mendjamin pekerdjaan bagi tiap orang sesuai dengan kemampuannja. Tuntutan bangsa Indonesia untuk dapat hidup jang lajak dibenarkan dan akan mendjadi kenjataan di Republik Indonesia jang berkeadilan. sosial. Djelaslah, bahwa dengan Pantjasila Republik Indonesia menjadi pelindung segenap golongan bangsa Indonesia. Dengan<noinclude></noinclude> 8y4sw5g1ll5p23h4asykysft5j7ysaw 311146 311144 2026-08-11T06:33:26Z Arunika Darsana 27443 311146 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{ rh|42||43}} pun U.U.D. Kita itu berganti-ganti, tetapi Pantjasila tetap bertahan dan tetap mendjadi alat mempersatuken bangsa Indonesia. Dalam Makadimah Konstitusi R.I.S. dan U.U.D. Sementara R.I. bentuk Pantjasila lain lagi: # <big>K</big>ETUHANAN <big>J</big>ANG <big>M</big>ana <big>E</big>sa # <big>P</big>ERI <big>K</big>EMANUSIAAN # <big>K</big>EBANGSAAN # <big>K</big>ERAKJATAN # <big>K</big>EADILAN <big>S</big>OSIAL Setelah kita kembali ke U.U.D. 1945 melalui Dekrit Presiden tanggal 5 Djuli 1959, dengan sendirinja bentuk Pantjasila menurut U.U.D. 1945 itu jang kita pakai sebagai pokok pembahasan. Lima sila dalam Pangasila itu dapat diperas mendjadi Thisila (3 dasar), jaitu : # <big>N</big>ASIONALISME DAN PERI KEMANUSIAAN MENDJADI SOSIONASIONALISME # <big>D</big>EMOKRASi DAN KEADILAN SOSIAL, MENDJADI SOSIOL-DEMOKRASI, DAN # <big>K</big>ETUHANAN <big>J</big>ANG <big>M</big>AHA <big>E</big>SA Istilah<sup>2</sup> dalam no. 1 dan no. 2 Trisila diatas sudah kita kenal sedjak tahun 1933 dalam buku Bung Karno "Mentjapai Indonesia Merdeka." Selandjutnja Trisila itu dapat kita peras lagi mendjadi Ekesila (satu dasar), jakni Gotong Rojong. Bentuk Pantjasila jang berubah-ubah itu, tidak perlu berakibat bahwa semangat dah djiwanja berubah pula! Pantjasila bukanlah kumpulan 5 sila Jang masing<sup>2</sup> terlepas tanpa ikatan satu terhadap jang lain. Pantjasila adalah satu keseluruhan. Bila tiap sila ditafsirkan bebas dan terlepas sama sekali dari sila<sup>2</sup> jang lain, akan hilanglah arti dan tudjuan Pantjasila itu.<br> <center>BAB 6</center> <center>PANTJASILA SEBAGAT ALAT PERSATUAN</center> 51. Kalau kita tindjau sila<sup>2</sup> Pantjasila satu demi satu, kita akan mengambil kesimpulan bahwa dasar, tudjuan dan tjita<sup>2</sup> berbagai golongan jang ada di Indonesia terhimpun didalamnja. Tiap golongan diberi tempat jang lajak dialam Indonesia jang merdeka ini. Tidak ada satu golonganpun jang ada di Indonesia ditiiggalkan olehnja, Siapa pula tidak senang berlindung dalam negara jang mem punjai Peri Kemanusiaan sebagai salah satu dasarnja ? Sila Peri Kemanusiaan jang menghargai tiap orang sebagai manusia jang lajak. Peri Kemanusiaan jang membatasi rasa kebangsaan supaja djangan mendjadi sovinisme, sehingga peperangan antara bangsa<sup>2</sup> dapat dihindari. Peri Kemanusiaan jang turut mentjapai perda- maian abadi, sehingga ketjerdasan, kemakmuran, kebudajaan dan deradjat bangsa dapat dimadjukan se-sempurna<sup>2</sup>nja Sila Persatuan Indonesia atau sila Kebangsaan menghimpun semua suku jang ada di Indonesia mendjadi bangsa Indonesia. Tidak ada satu sukupun jang didjadikan anak emas atau anak tiri. Persatuaan jang melindungi segenap bangsa Indonesia dan tanah tumpah darah Indonesia, Didalam sedjarah Indonesia terbuktiilah sudah, bahwa hanja bangsa Indonesia jang bersatu dapat membawa tanah air ketaraf kebidupan jang tjemerlang. Ingat misalnja akan Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamast 1945. Sila kerakjatan atau Kedaulatan Rakjat menegaskan djuga, bahwa Negara Republik Indonesia bukanlah negara untuk satu golongan, Republik adalah negara semua untuk semua. Kedautatan Rakjat jang didjalankan melalui permusjawaratan perwakilan itu adalah tempat bagi seluruh bangsa Indonesia memperdjuangkan tuntutan<sup>2</sup>nja. Suara tiap golongan dapat diperdengarkan dalam perwakilan itu untuk memperbaiki apa<sup>2</sup> jang belum sempurna. Sila Keadilan Sosial adalah dasar jang mendjamin, bahwa di Indonesia tidak akon ada kemiskinan lagi, Berdasarkan sila itu dapat dihindarkan penghisapan manusia oleh sesama manusia. Keadilan Sosial itu pula mendjamin pekerdjaan bagi tiap orang sesuai dengan kemampuannja. Tuntutan bangsa Indonesia untuk dapat hidup jang lajak dibenarkan dan akan mendjadi kenjataan di Republik Indonesia jang berkeadilan sosial. Djelaslah, bahwa dengan Pantjasila Republik Indonesia menjadi pelindung segenap golongan bangsa Indonesia. Dengan<noinclude></noinclude> dqt7r3ect68u4i54m0ocic5u1ni7pze 311149 311146 2026-08-11T06:44:06Z Arunika Darsana 27443 311149 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{ rh|42||43}} pun U.U.D. Kita itu berganti-ganti, tetapi Pantjasila tetap bertahan dan tetap mendjadi alat mempersatuken bangsa Indonesia. Dalam ''Makadimah'' Konstitusi R.I.S. dan U.U.D. Sementara R.I. bentuk Pantjasila lain lagi: # <big>K</big>ETUHANAN <big>J</big>ANG <big>M</big>ana <big>E</big>sa # <big>P</big>ERI <big>K</big>EMANUSIAAN # <big>K</big>EBANGSAAN # <big>K</big>ERAKJATAN # <big>K</big>EADILAN <big>S</big>OSIAL Setelah kita kembali ke U.U.D. 1945 melalui ''Dekrit Presiden'' tanggal 5 Djuli 1959, dengan sendirinja bentuk Pantjasila menurut U.U.D. 1945 itu jang kita pakai sebagai pokok pembahasan. Lima sila dalam Pangasila itu dapat diperas mendjadi ''Trisila'' (3 dasar), jaitu : # <big>N</big>ASIONALISME DAN PERI KEMANUSIAAN MENDJADI SOSIONASIONALISME # <big>D</big>EMOKRASi DAN KEADILAN SOSIAL, MENDJADI SOSIOL-DEMOKRASI, DAN # <big>K</big>ETUHANAN <big>J</big>ANG <big>M</big>AHA <big>E</big>SA Istilah<sup>2</sup> dalam no. 1 dan no. 2 Trisila diatas sudah kita kenal sedjak tahun 1933 dalam buku Bung Karno ,,Mentjapai Indonesia Merdeka." Selandjutnja Trisila itu dapat kita peras lagi mendjadi ''Ekasila'' (satu dasar), jakni ''Gotong Rojong''. Bentuk Pantjasila jang berubah-ubah itu, tidak perlu berakibat bahwa semangat dah djiwanja berubah pula! Pantjasila bukanlah kumpulan 5 sila Jang masing<sup>2</sup> terlepas tanpa ikatan satu terhadap jang lain. Pantjasila adalah satu keseluruhan. Bila tiap sila ditafsirkan bebas dan terlepas sama sekali dari sila<sup>2</sup> jang lain, akan hilanglah arti dan tudjuan Pantjasila itu.<br> <center>BAB 6</center> <center>PANTJASILA SEBAGAT ALAT PERSATUAN</center> 51. Kalau kita tindjau sila<sup>2</sup> Pantjasila satu demi satu, kita akan mengambil kesimpulan bahwa dasar, tudjuan dan tjita<sup>2</sup> berbagai golongan jang ada di Indonesia terhimpun didalamnja. Tiap golongan diberi tempat jang lajak dialam Indonesia jang merdeka ini. Tidak ada satu golonganpun jang ada di Indonesia ditiiggalkan olehnja, Siapa pula tidak senang berlindung dalam negara jang mem punjai Peri Kemanusiaan sebagai salah satu dasarnja ? Sila Peri Kemanusiaan jang menghargai tiap orang sebagai manusia jang lajak. Peri Kemanusiaan jang membatasi rasa kebangsaan supaja djangan mendjadi sovinisme, sehingga peperangan antara bangsa<sup>2</sup> dapat dihindari. Peri Kemanusiaan jang turut mentjapai perda- maian abadi, sehingga ketjerdasan, kemakmuran, kebudajaan dan deradjat bangsa dapat dimadjukan se-sempurna<sup>2</sup>nja Sila Persatuan Indonesia atau sila Kebangsaan menghimpun semua suku jang ada di Indonesia mendjadi bangsa Indonesia. Tidak ada satu sukupun jang didjadikan anak emas atau anak tiri. Persatuaan jang melindungi segenap bangsa Indonesia dan tanah tumpah darah Indonesia, Didalam sedjarah Indonesia terbuktiilah sudah, bahwa hanja bangsa Indonesia jang bersatu dapat membawa tanah air ketaraf kebidupan jang tjemerlang. Ingat misalnja akan Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamast 1945. Sila kerakjatan atau Kedaulatan Rakjat menegaskan djuga, bahwa Negara Republik Indonesia bukanlah negara untuk satu golongan, Republik adalah negara semua untuk semua. Kedautatan Rakjat jang didjalankan melalui permusjawaratan perwakilan itu adalah tempat bagi seluruh bangsa Indonesia memperdjuangkan tuntutan<sup>2</sup>nja. Suara tiap golongan dapat diperdengarkan dalam perwakilan itu untuk memperbaiki apa<sup>2</sup> jang belum sempurna. Sila Keadilan Sosial adalah dasar jang mendjamin, bahwa di Indonesia tidak akon ada kemiskinan lagi, Berdasarkan sila itu dapat dihindarkan penghisapan manusia oleh sesama manusia. Keadilan Sosial itu pula mendjamin pekerdjaan bagi tiap orang sesuai dengan kemampuannja. Tuntutan bangsa Indonesia untuk dapat hidup jang lajak dibenarkan dan akan mendjadi kenjataan di Republik Indonesia jang berkeadilan sosial. Djelaslah, bahwa dengan Pantjasila Republik Indonesia menjadi pelindung segenap golongan bangsa Indonesia. Dengan<noinclude></noinclude> ifh8w56fm6ewjff6vopj36a5w26ykvf Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/10 104 112136 311096 2026-08-11T04:29:49Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311096 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 94 -||- 95 -}}</noinclude>Njatalah itoe perkata'an ia bisa oetjapken tapi tiada bisa artiken maksoednja jang betoel," begitoelah Anna bilang dengen saorang diri dan kamoedian bilang pada soeaminja: "Alexis Alexandrovitch, soenggoeh akoe tiada mengarti sama sekali apa jang kau maksoedken.. Bilanglah dengen terang apa jang kau hendak bilang." "Biarlah akoe bitjara teroes... Akoe tjinta kau... tapi maskipoen begitoe akoe bitjara boekan goena kapentingan akoe sendiri. Orang orang jang mempoenjai kapentingan paling besar dalem ini adalah kau poenja diri sendiri dan kita poenja anak. Boleh djadi akoe poenja perkata'an dioetjapken boeat hal jang tiada perloe, bisa djadi djoega akoe ada kliroe. Kapan betoel begitoe, akoe minta kau soeka ma'afken, tapi kapan kau rasa jang akoe poenja omongan ada beralesan dan kan kapan betoel ada begitoe, akoe sanget harep kau nanti soeka tjeritaken sadja dengen teroes terang..." Zonder ia merasa lagi Karenine telah bitjara beralesan sekali seperti apa jang ia pertama kali berniat. "Tiada ada apa apa jang perloe akoe moesti mengakoe," kata Anna dengen sekoenloeng koenjoeng dengen roepa goesar dan dengen banjak soesa ia tahan nafsoenja... "Ah, tiadakah sekarang soeda temponja aken kita masoek tidoer." Karenine berdehem dan kamoedian berlaloe dari itoe kamer. <center>— — — — —</center> Moelain itoe malem Karenine dan Anna toentoet pengidoepan baroe. Anna sering pergi menenamoe, sering pergi di medan pesta, sering djalan djalan sama Vrensky. Karenine sering liat tapi tiada bisa bilang apa apa. Semingkin diantepin semingkin Anna toeroetin nafsoenja ati, hingga bole dibilang moelaiu itoe waktoe ia djarang sekali tinggal di roema. Di matanja orang loear pengidoepan Karenine dan Anna tetep seperti biasa, tapi sabetoelnja keada'an itoe soeami istri telah banjak beroba. Saban ia pikir keada'annja saban kali ia pikerken satoe daja aken roba itoe. Selaloe ia harep jang istrinja nanti mendoesin dari kaklirosannja dan nanti maoe roba itoe, tapi begitoe lekas ia mengomong sama Anna, begitoe lekas djoega nafsoe amaranja dateng menjerang dan klakoean tjoerang dari Anna telah menghalangin dirinja aken bilang apa jang ia tadinja niat kata. Saban ia bitjara pada Anna selaloe ia berlakoe aseran dan dalem keada'an begitoe tentoe sadja ia tida bisa goenaken perkata'an perkata'an lembek jang memang ia niat oetjapken. <center>— — —</center> Kahendakannja Vronsky dan kainginannja Anna sekarang soeda boekti. Vronsky hadepken Anna dengen paras poetjet sedeng tangannja oesap oesap kepalanja itoe<noinclude></noinclude> mj2yyhmo7slq59ryuw9dpgfyozvtv4i Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/1 104 112137 311099 2026-08-11T04:46:50Z Iripseudocorus 23824 /* Tanpa teks */ 311099 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 4qvtwobg21ymr5yuwhb1gniddau3vs2 Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/51 104 112138 311100 2026-08-11T04:49:01Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 311100 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 3ykuxguduzn6rpx5lfy068fgabq13cd 311132 311100 2026-08-11T05:14:40Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311132 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{Ordered list|start=3 |Persahabatan dari Indonesia dengan semua bangsa dan negara didunia ini.}} Sekian, terima kasih!!! (Tepuk tangan gemuruh). {{block right|align=center|Bandung, 20 Desember 1960.<br> Disusun dari hasil<br> rekaman oleh:<br> Seksi Sekretariat<br> Panitia Pelaksana<br> Kongres ke V Partai Murba. }}<noinclude></noinclude> krv2asldva9wufwe920axat6drovc25 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/16 104 112139 311104 2026-08-11T04:55:33Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 311104 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|― 106 ―||― 107 ―}}</noinclude>„Kau moesti tjeritaken teroes terang pada kau poenja soeami dan kamoedian tinggalken ia itoe.“ „Baek. Oepamaken akoe toeroet kau poenja nasehat... Tapi apa kau taoe djoega apa jang bakal terdjadi? Ini sekarang akoe hendak toetoerken pada kau.“ Tatkala itoe matanja Anna jang tadinja koejoep, mendadak djadi keliatan amat beringas. ,Ee, ei! Roepanja kau tjintain satoe lelaki laen dan sama itoe orang kau soeda lakoeken perboeatan boesoek, boekan? (Anna tiroe perboeatannja Karenine dan oetjapken dengen soeara keras, seperti dioega soeaminja, atas perkata'an „boesoek“.) Lebi doeloe akoe soeda terangin asil apa aken kau dapetken dari itoe. Roepanja kau tiada maoe perdoeliken dengen akoe poenja omongan. Kroean sadja jang akoe poeu aken djaga soepaja namakoe dan akoe poenja anak.“ begitoelah Anna hendak bilang tapi mendadak poetoesken omongannja, soepaja tiada seboetin namanja iapoenja anak, dan kamoedian landjoetken lebi djaoe pembitjara'annja: „tiada ka bawa². Dengen pendek henlak dibilang setjara satoe staatsman jang pande ia bakal goenaken berbagi-bagi daja aken tjega terdjadinja ini perkara boesoek. Dengen kesabaran dan kabengisan jang tiada ada bandingannja ia bakal boektiken apa jang lebi doeloe ia telah oetjapken. Begitoe aken terdjadi. Dia itoe boekan satoe laki laki, hanja satoe machine, ja malahan ada satoe machine jang amat berbahaja kapan ia soeda mara,“ begitoelah Anna bilang dan kamoedian oendjoekin djoega begimana sikepnja Karenine, tjaranja itoe taatsman mengomong dan laen laen poela jang amat tiada menjenangin atinja Anna. „Biarpoen begitoe, Anna,“ kata Vrousky dengen tetep dan kamoedian berboeat sebrapa bisa aken bikin Anna djadi bersabar; „biarpoen begitoe. Anna, perloe kau terangin {{illegible}}doeknja perkara pada kan poen a soeami dan blakangan dengen menoeroet keada'an kita nanti liat apa jang laek bagi kita poenja f hak.“ „Apa dan? Minggat sama sama kau?“ „Kenapa tiada? Itoe toch ata satoe hal jang bis tetdjadi! „Js, bagoes betoel, boeren sama sama kau dan kamoedian djadi kau poenja goela giela!“ kata Anna dengen lakoe goesar. „Anna“, kata ia dengen soeara mengrendeng. „Ja,“ begitoelah Anna oelang'n. „Djadi kau poenja goela goela dan abis petkara...! Kombali ia hendak bitjaraken tentang iapoenja anak, tapi i oe perkata'an ia tiada bisa oetjapken. Vronsky tiada bisa mengarti sama sekali, begimana Anna jang selalaloe soeka bitjara teroes terang, tiada maoe terangin iapoenja resia pada soeaminja. Vronsky tiada taoe sebab jang paling teroetama maka Anna tiada maoe petjaken resianja sama iapoenja soeami, adalah lantaran berat sama iapoenja anak, jang tiada bisa oetjapken... Pikirannja Aana jang selaloe inget sana iapoenja anak oan itoe tali jang ada mengiket di antara iapoenja anak dan dirinja jang<noinclude></noinclude> as6f1okrfjzz52fxw7xdqq77vwbh0gd Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/17 104 112140 311105 2026-08-11T04:55:55Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 108-'- ~~81 . d~Jdi .poeta~8 lantaran ia hendak 'boeron ~ , JO a, &dl saperti orang jaDg kalap dan ti a~~ bl.a ~agl mengomong dengen heraJesan. Apa ia ~o.es~l ~erboeat sekarang ini? Ja maoe soe aJa ~nDJa tlD~g~ tetep Eeperti aaaDja sekarangPini .enllen begltoe sacl'a itoe soeal' Apa j • . ~~k81t dJa1i dengen • dirinfa japoe~j~ aDa:~~ . lSt er beb~s dari pikirannja . .• .à "Akoe mlDta aan hatep denAen s8Dget 1" kata nn~ d~ngeo sakoenjoen? k... 311105 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>- 108-'- ~~81 . d~Jdi .poeta~8 lantaran ia hendak 'boeron ~ , JO a, &dl saperti orang jaDg kalap dan ti a~~ bl.a ~agl mengomong dengen heraJesan. Apa ia ~o.es~l ~erboeat sekarang ini? Ja maoe soe aJa ~nDJa tlD~g~ tetep Eeperti aaaDja sekarangPini .enllen begltoe sacl'a itoe soeal' Apa j • . ~~k81t dJa1i dengen • dirinfa japoe~j~ aDa:~~ . lSt er beb~s dari pikirannja . .• .à "Akoe mlDta aan hatep denAen s8Dget 1" kata nn~ d~ngeo sakoenjoen? koenJceog sembarî pa. gb~nJ glD kadoea, ~8~gsnDJa VroI!sk y, "DJangan kau lt arak,en lagl lUl oeroet'an 1" "Tapi Anna ?, . • DjangaD r,itlarakon lagi, Alloe lebi soeka tlD~gal tetep dalem ini keada'au jang terkoetoek ~all padl tJOb~ 1010s&eo diri dari satoe hal jang su tJara~g~8h anggep ada amat gawpang ta i alloe .sendlfl rass. terJaloe sClekO€r I Antepin ' akte 80epaJa . aioe blss merd~ka berèoeat Hpa Jang ~k~e . .bilavg padamoe. DjangBl! kau bitJaraken &gl I~I, oeroesán . paca akoe. Berdjandj an kat. Jan~ Inl hal kau tlada oelangln lag i .." 11 Akoe bert1Jan ~ji aken t08roet kau paen'a :~bendSkan aken tetapi 80ekcer Bekali aken ak~e' I~á tertoeat begitoe, temetama satelah taoe:,P& jang kau te/ah tJeritaken -ako~ tiada biBB IDg~ al peloer tangan kapsn skoe 'liat kau ada dalem kasoesa'an" t tja, kadang k8dang akce sda dalem Sjesa aken te api bloe kau tiada bitJaraken hll itoe ten, oelah kaaoeaahan itoe tiada ada 8ama ~koe Akoe malaenkeo djsdi soesa dan Bedi Irapao ito~ - 109 - . hal kau bitjarsken poela pad a . akoe.', . "Akoe til aa mengarti kenlpa boleh dJadi begitcè ,." "Ab, akoe meogatti •.." begitoela.b A.1l1'~ poetoesken omonganDJa, "terna Ma bsnjak orang jang bitjara seperti kau tapi kenjatA'an blaka· ngan omonganDja tiads lebi aari omongan kosong, Akoe noekan oepat tjatji kau poenja diri. Atlap • kali skoe ioaet deDgen pengorbanan jang kau telab lakoeken goeDa akoe Iloenja diri. Vlntarao aioe poenja kasaJa'sn, ksu poeo}a pengidoepao ·djadi roeeak slma sekali." "DIn akoe sendiri poenJa inget pengorbaran jlng kau telah berboeat. goens skoe poenja diri, Akce rJans tega aken hat tau ada dalem ka' tjilaka'ao .• ." "Alroe sja dalem tjilaka f' tanJa Anna sP.m~ bari geserio korelDJa doedoek lebi deket dao panding Vroosky den gen Jlenoe katjinta'ao, "Akoe ada dalem katjllab'an. oh kaa kHroe sskaU, atoe ini sabetoalnja a~a <1s1em kas~nan Dgau, .," . Sakoenjreng koenjoeng ia deoger soeara auak· nja jang baroe poeJang dari meJantjoDg. Anna liat ka itoe djoero9ssn (ten gen penoe k:akoeatiran dao kamoedJao bsngoen dari tempst doeroeknIs, Dengen lekas ia gerakin taogannja aken peloe!!: VrOnsky sembari dipandang dengeo tiada poeda· nja, kamoedian denRp.n ~ersenjoem ia deketin .bibirnja di moelranjl!. Vtonsky dan tJioem aengen penoe utjinta'an Vi'()nsky poenja moeloet aan mata•• , Abis begitoe la djorokin VroDsky<noinclude></noinclude> 3a1g2ta0jofci6jkbe4gj17nbq3lhsi Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/18 104 112141 311106 2026-08-11T04:56:18Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '-110 - - 111' ... ' soepaJa ja itoe berdJaoean dengen dirinfa. Anna Bendiri hen dak berlalce dali itoe tempat tapi sabelon. - bis. bertmdak ia Boeda dltahlln oleh Vrónsky. ,1 K'pan?' tanJa VroDsky dengen soeara plabaDi dan awasin AQna dengen tiada soedanja. IIni hali. Di djem jang soeda èitetepken'll dJawabAllna. dengen SOeara jang tiada begitoe teges. ,AblS h~lang liegitoe ia berdehem dan devgeo tlDdakan Jang plahan ia menjamperin SariOja. .S... 311106 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>-110 - - 111' ... ' soepaJa ja itoe berdJaoean dengen dirinfa. Anna Bendiri hen dak berlalce dali itoe tempat tapi sabelon. - bis. bertmdak ia Boeda dltahlln oleh Vrónsky. ,1 K'pan?' tanJa VroDsky dengen soeara plabaDi dan awasin AQna dengen tiada soedanja. IIni hali. Di djem jang soeda èitetepken'll dJawabAllna. dengen SOeara jang tiada begitoe teges. ,AblS h~lang liegitoe ia berdehem dan devgeo tlDdakan Jang plahan ia menjamperin SariOja. .Sampe keJ;emoe lagi I" kata ia pada Vronsh' .SeKarallg soeda sampe temponja aken menon~ ton, balapan koeda. Bet~1 berdjaDrlji aken sam. perlD akoe•. ,.· Plahan plaban Vronsky tiMa ioget lagi dengen tAgsla halangan 'ang la biea "apetten kapan ia bikin pel hoeboeng.n tere ess~~a Anna, !toe soeal jadg sakean lamanfa dlbltjaraken dan jang sampe eabegitoe djaoe bel,on bisa diteresker, soeda tiada cli'ingE t Iagi. AtlDla merlsa girang lantaran bisa dateng di waktoe jang betoeI di balapan kGeja. Dan teroetama itoe djandfan jang nanti di wak toe male~ ia babI bikin pertemoean resia. Aerlodjinja soeda menoendjot'kin poe~oel sa-' teng~ an~m .. Kreta kreta pada eeJiwiran liwat di eamplngn,a. Ia denger orang orang jang sembari mengomong liwat di tanda tenda tempat adoe koeoa. Soedara lelaki dari Vrcnsky jang paling toea, BatOe kolonel, jang badannja sama besarnJa se~erti .Ale.xi@, tapi roepanja ada lebi pin ter,. dengen lapoenla batang idoeng jang mera, satoe type dan f:atoe orang Jaag mempoenJain sitat koera[lg adJar dan soeka dengen minoeDl8D keras,. dateng men}amf,6rin dirinJa dan bilaoe: . .Apa kau soeda tdma a~oe. poe~t~ eoerat Roe~anJa kau ini I3ceéa seJrah dltjall? Alt xis VlOnsky, kendatipoen banjak .oranf kenal ia sebagi sátoe.pemabo~an,. tt eh Ja ada satoe orang Jang berderaojat t102g1. Taoe Ja~f banjak orang seGeng 8.w~8in dirin!a. maka I~. (jendjoekin paras jang manIs 1an berlakoe sepert! orang jang se1eo~ bitjsraken 1 e~kara perura jang menjenaogin sti. Samentara !tte ap~ jang dibitjaraken adalab h~ hal ~ang djaoe darl pada bi ss dikata men!enangln at!. " Akoe soeaa trlma kau poenja souat, , kata Al~ xi~ ••aken tetapi alloe tiada ·menF!ltJ Jan,g kau maoe tjaml-OeI akoe poenja perkala partl. culi er.,.. " . .Kenapa akoe boleh tJampoer dalem ,toe loer·· kara? Akoe denger kau ada terboe8t a~a·ap~ Jaog tiadl bagoes ?ao Ja. ian ~mpe dJ har:c.. Senen k&u masi eadJa berdlam dl Peterhc.f.". "Pt rkara JaDg . kan maksoeake,n melaenken, blsa diteraogin olell orlng·orang jang dengen dmet ada tEllsangkoet dalem itoe dan alloe ,tia.da mengarti flama sekali kensl a kl u moestl tJampoer tade: .• " Kaloe beeitoe.. ,." . Akoe minta k~ u djangan tJampoer lebl djaoe daiem ini bal. Leti pandJang a1l:0e tJada perloe terangin pada kau.· Moekanja AlE X s ad~ poet jet., SJekoer dJoega atinla ada sampe sabar, hiugBa ~Iad~lah çampang aken ia laates dJadi goeear, tl/pI kapan la sampe<noinclude></noinclude> jhii69dkpqdyr4qascy04b5vu49709g Pengguna:Ogidzatul Azis Sueb 2 112142 311107 2026-08-11T04:56:50Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 ←Membuat halaman berisi '{{Pengguna sibuk}} [[Berkas:Basmala.svg|thumb|center|300px|Bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi]] {{cquote|<big>''Kebesaran suatu negara dan kemajuan moralnya dapat diukur dari cara memperlakukan hewan.</big>|source=[[Mahatma Gandhi|Mahatma Gandhi]]|}} {{userboxtop}} {{user id}} {{user jv}} {{user en-2}} {{Peserta Tantangan WikiPandu}} {{userboxbottom}} Selamat datang di halaman pengguna saya! Saya '''Ogidzatul Azis Sueb''', dan saya mulai berkontribusi di W...' 311107 wikitext text/x-wiki {{Pengguna sibuk}} [[Berkas:Basmala.svg|thumb|center|300px|Bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi]] {{cquote|<big>''Kebesaran suatu negara dan kemajuan moralnya dapat diukur dari cara memperlakukan hewan.</big>|source=[[Mahatma Gandhi|Mahatma Gandhi]]|}} {{userboxtop}} {{user id}} {{user jv}} {{user en-2}} {{Peserta Tantangan WikiPandu}} {{userboxbottom}} Selamat datang di halaman pengguna saya! Saya '''Ogidzatul Azis Sueb''', dan saya mulai berkontribusi di Wikimedia sejak 2025. Minat utama saya dalam menyunting adalah di bidang Sejarah dan Politik. Saya berfokus pada penambahan referensi yang valid dan memastikan artikel ditulis dengan sudut pandang netral. {| class="messagebox protected" style="border: 1px solid #8888aa; padding: 0px; font-size:9pt;" |- |align="center"|[[Image:Stop hand.svg|left|50px]] |align="center"|Anda '''dilarang''' [[Wikipedia:Vandalisme|memvandalisme]] halaman ini. Penyuntingan hanya boleh dilakukan oleh pemilik halaman ini ([[Pengguna:Ogidzatul Azis Sueb|Ogidzatul Azis Sueb]]). Jika Anda ingin menyampaikan pesan, silakan kirim ke [http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pembicaraan_Pengguna:Ogidzatul_Azis_Sueb&action=edit&section=new halaman pembicaraan saya]. Atau jika Anda ingin bereksperimen menyunting, silakan kunjungi [[Wikipedia:Bak pasir|Bak pasir]]. Terima kasih! Salam Wikipedia! |- |} 08c2x60kprara63slzqk2efr2w709gn 311108 311107 2026-08-11T04:57:27Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* */ 311108 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Basmala.svg|thumb|center|300px|Bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi]] {{cquote|<big>''Kebesaran suatu negara dan kemajuan moralnya dapat diukur dari cara memperlakukan hewan.</big>|source=[[Mahatma Gandhi|Mahatma Gandhi]]|}} {{userboxtop}} {{user id}} {{user jv}} {{user en-2}} {{Peserta Tantangan WikiPandu}} {{userboxbottom}} Selamat datang di halaman pengguna saya! Saya '''Ogidzatul Azis Sueb''', dan saya mulai berkontribusi di Wikimedia sejak 2025. Minat utama saya dalam menyunting adalah di bidang Sejarah dan Politik. Saya berfokus pada penambahan referensi yang valid dan memastikan artikel ditulis dengan sudut pandang netral. {| class="messagebox protected" style="border: 1px solid #8888aa; padding: 0px; font-size:9pt;" |- |align="center"|[[Image:Stop hand.svg|left|50px]] |align="center"|Anda '''dilarang''' [[Wikipedia:Vandalisme|memvandalisme]] halaman ini. Penyuntingan hanya boleh dilakukan oleh pemilik halaman ini ([[Pengguna:Ogidzatul Azis Sueb|Ogidzatul Azis Sueb]]). Jika Anda ingin menyampaikan pesan, silakan kirim ke [http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pembicaraan_Pengguna:Ogidzatul_Azis_Sueb&action=edit&section=new halaman pembicaraan saya]. Atau jika Anda ingin bereksperimen menyunting, silakan kunjungi [[Wikipedia:Bak pasir|Bak pasir]]. Terima kasih! Salam Wikipedia! |- |} r58iu5h6u6u5b2f9vz8y89368kgqmuj Halaman:San min chu i.pdf/280 104 112143 311109 2026-08-11T04:58:38Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311109 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||275}}</noinclude>sempurna, hingga tenaga rakjat dan pemerintah akan setimbang- Gambar dibawah ini akan membantu kita dalam pengertian jang lebih djelas antara hubungan-hubungan kekuasaan tadi. <div style="text-align:center;"> '''KEKUASAAN POLITIK RAKJAT''' </div> {| class="wikitable" style="margin:auto; text-align:center; border:none;" |- ! Hak memilih, ! Hak memetjat. ! Hak inisiatip, ! Hak referendum. |- | colspan="4" | '''K e k u a s a a n &nbsp; m e n g a t u r &nbsp; p e m e r i n t a h a n''' |- ! Hak mem- buat undang- undang. ! Kebakiman ! hak ekse- kutif ! hak peme- riksaan. djawatan sipil. ! hak sensur |} Kekuasaan politik jang tertera diatas, terletak dalam tangan rakjat, kekuasaan mengatur jang tertera dibawah terletak dalam tangan pemerintah. Rakjat mengawasi pemerintah melalui hak memilih, memetjat, inisiatip dan referendum; pemerintah bekerdja untuk rakjat melalui departemen-departemen jang membuat undang- undang, jang memutuskan hukuman-hukuman, jang mendjalankan perintah-perintah, jang memeriksa djawatan atau orang-orang sipil dan jang mengadakan sensur. Dengan mempraktekkan kesembilan buah kekuasaan ini, serta mendjaga terdapatnja suatu keseim- bangan, hingga soal-soal demokrasi akan terkupas se-djelasnja, se- dangkan pemerintah akan mempunyai tudjuan pasti jang dapat diikuti. Bahan-bahan tantjangan baru ini sudah ditemukan sebelum waktu sekarang. Negara Swis sedang mendjalankan tiga kekuasaan politik, tetapi belum mempunyai hak memetjat. Beberapa negara Amerika di Barat Laut meniru ketiga hak politik negara Swis dan<noinclude></noinclude> 0cfcmkz90l24sqstvhgs7zlux44t1jj Halaman:San min chu i.pdf/392 104 112144 311111 2026-08-11T05:01:21Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311111 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{c|'''KUMPULAN SADJAK<sup>2</sup> TIONGHOA'''}} {{c|oleh}} {{c|'''MUNDINGSARI'''}} {{c|Tjetakan pertama}} {{c|ukuran 11½ × 15½ cm, tebal 57 halaman}} {{c|R. 1,60}} Pengantar kata buku ini, oleh penulisnja diterangkan maksud buku tersebut, jang seperti berikut. Sampai saat ini, masjarakat bangsa kita (Indonesia) masih kurang sekali mengetahui nilai kesusastraan Tionghok, baik jang klassiek maupun jang modern. Itulah sebabnja maka kurang penghargaan masjarakat bangsa kita pada bangsa-bangsa tetangga di Asia. Untuk mempeladjari kesusastraan sendiri, baik djuga orang mengetahui seni sastra negeri tetangga kita, untuk dapat memperbandingkan nilainja. {{c|B. P. No. 1685}} {{c|[[Berkas:...|center|...px]]}} {{c|'''B A L A I P U S T A K A — D J A K A R T A'''}}<noinclude></noinclude> 8g8h8fdepznm900zx27n074d62lcy8o Halaman:San min chu i.pdf/393 104 112145 311112 2026-08-11T05:02:44Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311112 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{c|'''CHUANG TSE'''}} {{c|oleh}} {{c|'''KHOUW SIN ENG'''}} {{c|Tjetakan pertama}} {{c|ukuran 15½ × 22 cm. tebal 94 halaman.}} {{c|R. 2,80}} Dalam buku ini diutarakan komentar-komentar atas suatu tulisan Chuang Tse seorang pudjangga besar Tiong Hoa jang termashur dalam tahun 350 sebelum Masehi. Chuang Tse adalah seorang murid Lao Tse jang mashur dengan bukunnja Tao Teh Ching, jang membentangkan filsafat tentang Tuhan. Maka Chuang Tse jang membikin hidup terus buah pikiran Lao Tse itu. Buku ini penting sekali debatja oleh masjarakat Tiong Hoa jang berada di Indonesia maupun oleh bangsa Indonesia sendiri untuk mengetahui buah pikiran filsuf-filsuf Tiong Hoa, pada zaman dahulu. {{c|(S. Pemuda).}} {{c|B. P. No. 1754}} {{c|'''B A L A I &nbsp; P U S T A K A &nbsp; — &nbsp; D J A K A R T A'''}}<noinclude></noinclude> d6bpznh3dei6oqvfshjmp6j43p6cojw Halaman:Sair rempah rempah.pdf/55 104 112146 311117 2026-08-11T05:04:05Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Belum diuji baca */ 311117 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>RECTIFICATIE. Pagina 17, sair ke 3 dari atas : Rajat : Sesab · .. • " 6 " .. " : Samai - ... betoelnja : Radja. " : Sebab. : Sampai. . 6 · " : Kipir • : Pikir. : 7 " " ¡ Safsoenja " : Koctoelikan " - " " : Nafsoenja. : Koctoeliskan. " " " " 8 " " : Mengepil " : Tjilak " " : Mengepel. : Tjlaka. " " 21. .. " 3' .. . : Sampei " : Sampai • 2 : Sampe. : Sampe. " 24, " " 1 • " : Mennjerit " : Mendjerit. " " 28. " " 2 " 4 " " : Bintang " : Meninggal " " : Bintang 2. : Meninggali. " 30. " " " " : Terlapang " " ❤ 31 . " 8 " 30 10 " " : Selamanja "O : Isi " " : Selama. : Jang isi. " 34. 2 " . : Membitjarakenja " " .. .. 8 " " : Gerakenja .. : Negeri : Karena : Berani : Membitjarakannja. : Gerakkannja. : Negri. : Krena. : Brani. 3 ". .. : Spoor 1 .. : Bengsa .. : Bangsa. " " " : Kloear " : Karena " " : Kelocar. : Krena. .. .. : Berdamal ". : Bocdock " " : Berdamai. : Bocdak. 18. 19. "0 20. " " 23 "0 . " " " 37. .. 4 " .. : Sepoor. : 39. .. .. 27 " "D " " " Jang terlapang. : : .. 38. ... : 00 .. : 35. : " " .. :: : ... : 4 " "<noinclude></noinclude> cn0oohktxwyh6op6pdwkjabzcsi9zi4 311133 311117 2026-08-11T05:27:23Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311133 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{c|'''RECTIFICATIE.'''}} {{c|―→―}} {| class="wikitable" style="margin:auto; text-align:left;" |- ! Kesalahan ! Pembetulan |- | Pagina 17, sair ke 3 dari atas: Rajat | betoelanja: Radja. |- | 〃 〃 〃 〃 6: Sesab | 〃 : Sebab. |- | 〃 〃 〃 〃 〃: Samaai | 〃 : Sampai. |- | 〃 18, 〃 〃 6: Kipir | 〃 : Pikir. |- | 〃 19, 〃 〃 4: Safoenja | 〃 : Nafoenja. |- | 〃 〃 〃 〃 7: Koetoclikan | 〃 : Koetoclikan. |- | 〃 20, 〃 〃 2: Mengepil | 〃 : Mengepel. |- | 〃 〃 〃 〃 8: Tjilak | 〃 : Tjelak. |- | 〃 21, 〃 〃 3: Sampei | 〃 : Sampe. |- | 〃 〃 〃 〃 〃: Sampai | 〃 : Sampe. |- | 〃 24, 〃 〃 1: Mencjerik | 〃 : Mendjerit. |- | 〃 28, 〃 〃 2: Bintang | 〃 : Bintang<sup>3</sup>. |- | 〃 〃 〃 〃 4: Meninggal | 〃 : Meninggall. |- | 〃 30, 〃 〃 7: Terlapang | 〃 : Jang terlapang. |- | 〃 31, 〃 〃 8: Selamabja | 〃 : Selama. |- | 〃 〃 〃 〃 10: Isi | 〃 : Jang isi. |- | 〃 34, 〃 〃 2: Membitjarakeja | 〃 : Membitjarakanja. |- | 〃 〃 〃 〃 〃: Gerakeja | 〃 : Gerakkannja. |- | 〃 〃 〃 〃 4: Negeri | 〃 : Negri. |- | 〃 〃 〃 〃 〃: Karena | 〃 : Krena. |- | 〃 〃 〃 〃 8: Berani | 〃 : Brani. |- | 〃 35, 〃 〃 3: Spoor | 〃 : Sepoor. |- | 〃 37, 〃 〃 4: Bengsa | 〃 : Bangsa. |- | 〃 38, 〃 〃 2: Klocar | 〃 : Kelocar. |- | 〃 〃 〃 〃 7: Karena | 〃 : Krena. |- | 〃 39, 〃 〃 4: Berdamai | 〃 : Berdamai. |- | 〃 〃 〃 〃 〃: Bocdlock | 〃 : Boedak. |}<noinclude></noinclude> 0l29c4yimexit1mv3qhapj5lyvfin9s Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/11 104 112147 311131 2026-08-11T05:14:07Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311131 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{c|— 96 —}}</noinclude>nona elok „Anna — Anna !<sup>4</sup> kata ia dengan suara po- meter", Kenapa?..." Semakin keras Vronsky berkeana pertatjak terdek? Kepalnja Anna, „jika boleh sudah kutjoba dipergi dari Vronsky, berta tidak boleh tjadi jang ketjapo itu Anna ajto dari djalan. „Allah Jana Maha Besar! Ampunilah aku ini!" demikianlah Anna, sehingga dapat pertoba [tidak terbaca] dan ampunlah aku perasaan Vronsky akan diketaho di disangja. Ia sanggo diraja tertorak patja hatja'na terus, ia menaljer dirinja so [tidak terbaca] jang paling [tidak terbaca], hingga kita ada lago tjoba ketjil Anna seandja bertemu putja Allah jang Maha Kuasa niu lindungi diri dan djwa. Vronsky pakai Anna dengan tjepatnja tidak sosanja. Tjampo Vronsky djekot dari hati mendjadi Anna, ia hal lanteg sedengja tjep de- ngan ingatnja kepada tempo. Saketo?na [tidak terbaca] itoe dosa orang tidak ber- kata apa aja. Achir achirnja Anna bertjerita dari d'vau dan dengan tenang jang besar kata ia telah Vronsky jang sedang peloknja diting. „Siapa mata itu?" kata ia dengan suara red. „Ingerah, aku poenja diri oena tanda ada poedja [tidak terbaca] lagi sebegitja han, Apa djadi- nja dengan aku ini? Tjoba ia bertjerita makan- dja aki, tjoba hoet dapatkan itoe kewajiban jang serbakta..." Kesanggangan jang begitu ma- {{c|— 97 —}} tjem „kno, ia sereti basjar dengan akoe pedsnja djiran dan? perita pertjatoep..." kata ia dengan suara djejak. Ipoenja perasaan maboe, dimana dia djangan tidak bisa tjonohtkan dengan perka- ta'an... „Dijadja banyak orang lagi<sup>na</sup> kata Anna dengan seterenjboer kaadjekan dan kemudian dengan lebih Mena ia diterangkan Vronsky jang takoes itu? sal bedtah dengan ati poenja lahasa- nja..." {{c|---}} Di ketika alpe ke[?]di di Kranotin Salo Vronsky soeta, entah? lagi pagi di moenja makan dari eflicer altiar. Ia [tidak terbaca] perjanggolnja Anna, jang mengotoria [tidak terbaca] m[?]rotos ako boelya, boe'nak ketjono poenja dengan sangat mati. Tjak bali lamanja-la sepoti tida karo betemoo sama Anna dan kemudian [tidak terbaca] poetoer dari [tidak terbaca] ka o air [tidak terbaca], maka ia djadi merasa sangat aja. Anna mata terek ditengoi di tempat alke [tidak terbaca] ini telah djsdil- kan. „Bagaimana aku bisa [tidak terbaca] begini ia datang atawa tidak?" begitoelah ia tanya dirinja sendiri. Paling tidak Vronsky bertemu Anna di ruanganja [tidak terbaca] bagaimana permojana [tidak terbaca] Betty tempo ia ini sedang tetira di lohor ketj, Sotreso dan Vronsky [tidak terbaca] ketika negtian sering [tidak terbaca] nama Anna tempo Kareloff pergi ka loer pagi. Di tjoa hari ia {{c|Anna Karenine 7}}<noinclude></noinclude> lz5dt4dx2a2d1pkuxp0its9dvtybfku Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/13 104 112148 311135 2026-08-11T05:32:33Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'thek tire COLELC and 18 Tak dapatlah dibantah, bahwa pertentangan e nomi dan politik antar dun negeri Imperial itu akan menjebabkan perang baru. Djerman ja sekarang mendjadi satu negeri setengah djadj an jang tertindas, dengan madjar mengharap-h mp dapat mempergunakan tiap kesempatan jg ik untuk membebaskan diri dari belenggu jang ngikatnja. Kesempatan itu bisa didapatkan,dj persatuan antar negeri2 sekutu terpetjah be karena pertentangan2 jang t... 311135 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>thek tire COLELC and 18 Tak dapatlah dibantah, bahwa pertentangan e nomi dan politik antar dun negeri Imperial itu akan menjebabkan perang baru. Djerman ja sekarang mendjadi satu negeri setengah djadj an jang tertindas, dengan madjar mengharap-h mp dapat mempergunakan tiap kesempatan jg ik untuk membebaskan diri dari belenggu jang ngikatnja. Kesempatan itu bisa didapatkan,dj persatuan antar negeri2 sekutu terpetjah be karena pertentangan2 jang tumbuh dilalangan sendiri. Djuga di Timur Djauh persaingan ant berbagai imperialis maldin tadjam. Djepang merasa dirinja terantjan oleh persekutuan In ris-Amerika telah djatuh dalam pelukan lan jang terbesar jaitu "Sovjet Uni". Pertentang antam negeri2 kapitalis, baik jang ada di pa sendiri, maupun di pasaran (Asia) soti raktu dapat menimbulkan perang dunia baru. Pe bangunan pengkalan armada di Singapura jang karang diteruskan penjelesaiannja oleh pemer tah konservatif Inggeris, pameran perang2an Lautan Teduh dengan maksud no-eratian kerdja ma antar anda2 Amerika Inggeris dan Beland untuk menghadapi kemungkinan perang antara A rile Djepang.Perbaikan Angkatan Darat dan A katan Laut di Djepang dengan tergopoh-goph, se mua itu memperkuat dugaan akan adanja perang nin baru di Lautan Teduh jang lebih dahsat lebih mengerikan daripada perang dunia nchi ini.. 44 Pertentangan nasional dari berbagai negeri kapitalis didunia jang terpaksa harus melakuk imperialisme dan perong imperialis, bukanlah tentangan satu-satunja. Perkembangan kapitali me membra pertentangan jang tak dapat didam kan antara bordjuis dan buruh, jaitu pertentan 19 an kasta, jang setiap waktu akan menghant jurkan istim kapitalisme dan membangun sistim baru di atas puing2 reruntuhannja. kawann ja sekarang setjara organis nampak tersu- Proletar dunia jang karena djumlahnje dan setia mun lebih kuat daripada bord juis dunia, pada ma- tiap2 perang imperialis mondjadi perang kesta. Tak dapatlah disangkal, bahwa sikap proletar dunia dalam menghadapi kemungkinan perang dunia nokareng akan berbeda daripada sebelum 1914. Knut Sosial Demokrat jane dulu monjerahkan kaun buruh kepada kaum bord juis untuk didjadikan um pen merian, dikemudian hari akan tak mampu lagi nonipu den mengchinati keun burah.Djika dimasa obolum per dunia belum terdapat satu partai komunis jang tersusun rapi, maka sekarang inter nasionale ke3 telah mempunjai seksi 2 revolusio- nornja hampir disemua negeri di dunia.Pade masa nokarang ini kaum buruh ropa Barat dibawah pim- pian Sarekat Sekerd je Internasional Amsterdam (boraliran Sosial Demokrat) sedang melakukan pe- rundingan dengan Serekat Sokerdja. Internasional Moskow. Dengan perundingan ini akan tertjipta natu Persatuan dari kedua Internasionale A Bokerang ini djauh lebih siap untuk merubah itu Jung akan mewud judkan satu Kekuasaan dunia jang bolum pernah ada di dunia. Djike persatuen ini toleh dapat terbentuk, maka runtuhnja kapitalis- mo dunia lebih pasti daripada jang sudah2. Bila kapitelisme dunia akan runtuh, kita tak dapat meramalkan dan ramalan itupun tak perlu. Komundane tidak didasarkan atas lelemunen theo- nofi. Keum komunis menjiapkan diri untuk berdjo- ang dan melakukan perdjoangan itu bukannja ka- rena moroka perjaja pada komunisme sebagai sa- tu kogaiban dunia, akan tetapi karena menurut<noinclude></noinclude> 84pji02bqq9bftlthqrajt9bly6jcb5 311170 311135 2026-08-11T07:09:57Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311170 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|18||19}}</noinclude>Tak dapatlah dibantah, bahwa pertentangan ekonomi dan politik antara dua negeri Imperial itu akan menjebabkan perang baru. Djerman jang sekarang mendjadi satu negeri setengah djadjahan jang tertindas, dengan wadjar mengharap-harap dapat mempergunakan tiap kesempatan jg baik untuk membebaskan diri dari belenggu jang mengikatnja. Kesempatan itu bisa didapatkan,djika persatuan antar negeri2 sekutu terpetjah belah karena pertentangan2 jang tumbuh dikalangan sendiri. Djuga di Timur Djauh persaingan antara berbagai imperialis makin tadjam. Djepang jg merasa dirinja terantjam oleh persekutuan Inggeris-Amerika telah djatuh dalam pelukan lawan jang terbesar jaitu "Sovjet Uni". Pertentangan antara negeri2 kapitalis, baik jang ada di Eropa sendiri, maupun di pasaran (Asia) setiap waktu dapat menimbulkan perang dunia baru. Pembangunan pengkalan armada di Singapura jang sekarang diteruskan penjelesaiannja oleh pemerintah konservatif Inggeris, pameran perang2an Lautan Teduh dengan maksud ne-eratkan kerdjasama antar armada2 Amerika Inggeris dan Belanda untuk menghadapi kemungkinan perang antara Amerika - Djepang.Perbaikan Angkatan Darat dan Angkatan Laut di Djepang dengan tergopoh-gopoh, semua itu memperkuat dugaan akan adanja perang dunia baru di Lautan Teduh jang lebih dahsat dan lebih mengerikan daripada perang dunia achir ini. Pertentangan nasional dari berbagai negeri kapitalis didunia jang terpaksa harus melakukan imperialisme dan perang imperialis, bukanlah tentangan satu-satunja. Perkembangan kapitalisme membawa pertentangan jang tak dapat didamaika antara bordjuis dan buruh, jaitu pertentang- an kasta, jang setiap waktu akan menghantjurkan sistim kapitalisme dan membangun sistim baru di atas puing2 reruntuhannja. Proletar dunia jang karena djumlahnje dan setia kawannja sekarang setjara organis nampak tersusun lebih kuat daripada bordjuis dunia, pada masa sekarang ini djauh lebih siap untuk merubah tiap2 perang imperialis mendjadi perang kesta. Tak dapatlah disangkal, bahwa sikap proletar dunia dalam menghadapi kemungkinan perang dunia sekarang akan berbeda daripada sebelum 1914. Kaum Sosial Demokrat jang dulu menjerahkan kaum buruh kepada kaum bordjuis untuk didjadikan umpan meriam, dikemudian hari akan tak mampu lagi menipu den mengchinati kaum burah.Djika dimasa sebelum perang dunia belum terdapat satu partai komunis jang tersusun rapi, maka sekarang internasionale ke3 telah mempunjai seksi 2 revolusionernja hampir disemua negeri di dunia.Pade masa sekarang ini kaum buruh Eropa Barat dibawah pimpinan Sarekat Sekerdja Internasional Amsterdam (beraliran Sosial Demokrat) sedang melakukan perundingan dengan Serekat Sekerdja Internasional Moskow. Dengan perundingan ini akan tertjipta satu Persatuan dari kedua Internasionale itu jang akan mewudjudkan satu kekuasaan dunia jang belum pernah ada di dunia. Djika persatuen ini telah dapat terbentuk, maka runtuhnja kapitalisme dunia lebih pasti daripada jang sudah2. Bila kapitalisme dunia akan runtuh, kita tak dapat meramalkan dan ramalan itupun tak perlu. Komunisme tidak didasarkan atas lelamunen theosofi. Kaum komunis menjiapkan diri untuk berdjoang dan melakukan perdjoangan itu bukannja karena mereka pertjaja pada komunisme sebagai satu kegaiban dunia, akan tetapi karena menurut<noinclude></noinclude> ldk31wbi08qofosgkocuxw5wypsb66b Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/2 104 112149 311138 2026-08-11T05:46:15Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311138 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><center> <p style="font-size: 150%; font-weight: bold;">MANUSIA DAN<br />MASJARAKAT BARU<br />INDONESIA</p> <p style="font-size: 120%;">(Civics)</p> <br /> <p style="font-size: 90%;">Disusun bersama oleh:</p> <p> SOEPARDO, SH<br /> M. HOETAOEROEK, SH<br /> SOEROYO WARSID, SH<br /> SOEMARDJO<br /> CHALID RASJIDI<br /> SOEKARNO<br /> J.C.T. SIMORANGKIR, SH </p> <br /> <p style="font-size: 80%;">TJETAKAN KE-TIGA</p> <br /><br /> <p style="font-size: 90%;"> P.N. Balai Pustaka<br /> DJAKARTA 1963 </p> </center> </div><noinclude></noinclude> 99gs9vs1t030azjwulrl2y5250of77w Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/7 104 112150 311139 2026-08-11T05:56:25Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311139 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <center> [[File:Sukarno, Sang Saka Melanglang Djagad, p12.jpg|thumb|center|300px|]] P. J. M. PRESIDEN SOEKARNO </center> <div class="pagedata"> <center> '''BAGIAN A'''<br /> '''SEDJARAH PERGERAKAN/PERDJUANGAN<br />RAKJAT INDONESIA''' <br /> BAB I<br /> PERDJUANGAN RAKJAT<br />PADA DJAMAN PENDJADJAHAN BELANDA </center> 1. Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, mewudjudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. *) :Negara jang diproklamasikan itu bukanlah merupakan tudjuan, melainkan hanja alat belaka untuk tjita² dalam kehendak membentuk masjarakat adil, makmur, aman dan sentosa. :Garis besar arti isi Proklamasi 17 Agustus 1945 itu, ialah : :<ol type="a"><li>bahwa detik diumumkan itu merupakan saat tjetusan bergolaknja (revolusinja) rakjat Indonesia, dengan pimpinan Bung Karno-Hatta, sebagai peniadaan imperialisme-fasisme dan sisa-sisa feodalisme.</li><li>lahirnja Negara Kesatuan Republik Indonesia, jang meliputi daerah kekuasaan dari Sabang sampai ke Merauke.</li><li>Negara mendjamin pelaksanaan tjita² untuk mewudjudkan masjarakat adil, makmur, aman dan sentosa, selaras dengan pandangan serta dasar dan sikap² hidup rakjat Indonesia.</li></ol> :Perlu dikemukakan bahwa : :<ol type="1"><li>Proklamasi itu bukanlah suatu tjetusan jang tiba².</li><li>Proklamasi merupakan dasar dan dorongan revolusi jang membenarkan asas dan tudjuannja ; karena itu revolusi belumlah selesai setelah diumumkan, melainkan bergerak terus setjara revolusioner dengan daja dan gaja jang dinamis hingga lahirnja masjrakat adil, makmur, aman dan sentosa.</li></ol> <hr width="30%" align="left" /> <small>*) Adam Malik : Riwajat Proklamasi 17 Agustus 1945</small> <p align="right">11</p> </div><noinclude></noinclude> 6v26hs9f10b7hjrik9cw783oevxvrce Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/8 104 112151 311140 2026-08-11T06:01:11Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311140 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> oleh Pak Tom. Dan setelah tahun tiga puluh, gerakan jang berarti adalah Parindra jang berhaluan koperasi dan langsung dipimpin oleh Dr. Soetomo ; Parindra (Partai Indonesia Raja) adalah fusi dari Budi Utomo dan Partai Bangsa Indonesia. Disamping Parindra masih ada Gerindo, Gerakan Rakjat Indonesia jang bersikap lebih progresif dan radikal. Partai ini lebih tegas sikap dan tuntutannja. Pemimpin² dari Parindra ketjuali Pak Tom adalah M.H. Thamrin, Soekardjo, Woerjaningrat dan lain². Gerakannja dalam lapangan sosial djuga konkrit dengan mendirikan Rukun tani, Rukun pelajaran, Bank Nasional dan tumbuh subur sekali terutama di Djawa Timur. Gerindo jang berhaluan progresif dan radikal dipimpin antara lain oleh Amir Sjarifuddin, Sartono dan Yamin. Mendjelang petjahnja perang Dunia II fraksi Nasional dalam Volksraad membentuk Gabungan Politik Indonesia (Gapi). :23. Kalau sebelum tahun 1930 sifat gerakan² ini adalah amat dinamis, ini terutama disebabkan karena pimpinan berada ditangan pemimpin² jang masih muda usianja dan memang berdjiwa Pemuda. Kita lihat sadja Pak Tom pada waktu masa mahasiswanja (Budi Utomo), Ki Hadjar pada tahun 1913, Setyabuddhi pada waktu „galaknja”, kira² berumur 20 tahun. Djangan dilupakan Bung Karno sendiri waktu mendirikan P.N.I. djuga masih dalam usia remadja. Teranglah betapa besar tenaga jang ditjurahkan oleh Pemuda, maka tidaklah salah utjapan para pemimpin : „Barang siapa menguasai Pemuda adalah menguasai massa, barang siapa menguasai Pemuda adalah menguasai hari kemudian.” :Gerakan² jang bersifat kepemudaan adalah dimulai dengan „Tri Koro Darmo” jang kemudian mendjelma mendjadi Jong Java. Dengan adanja Jong Java, kemudian tumbuh Jong Sumatera, Jong Ambon dan lain-lainnja untuk kemudian bersatu mendjadi Indonesia Muda, lebih² setelah ada Kongres Pemuda pada tahun 1928, dimana diikrarkan Sumpah Sakti : „Satu Bangsa, Bangsa Indonesia, satu Tanahair, Tanahair Indonesia dan satu Bahasa, Bahasa Indonesia.” Sumpah ini amatlah besar pengaruh serta artinja dalam perdjalanan hidup dan penghidupan Bangsa hingga sampai² sesudah tertjapainja kemerdekaan pada tahun 1945. <p align="left">24</p> <center> BAB 2 . <br /> PENDJADJAHAN DJEPANG MENDJELANG KEMERDEKAAN </center> :24. Pemuda jang mendjiwai serta mendorong timbulnja gerakan serta partai pada abad ke-XX bagian pertama, ternjata pada tahun tiga puluh seakan-akan undur kebelakang. Gerakan² mereka nampaknja kuranglah revolusioner, sebagian disebabkan karena adanja malaise jang akibatnja amat terasa di Indonesia dan sebagian lain disebabkan karena keras serta reaksionernja pihak pemerintah kolonial. Dibagian lain diuraikan serba singkat tentang kehendak baik dari rakjat Indonesia untuk menentang fasisme dengan mendjelmanja uluran tangan dari G.A.P.I. dan penjataan² dari pihak anggota² Volksraad, namun djawaban pemerintah kolonial amat tidak memuaskan. Komisi Visman jang mejelidiki kehendak rakjat Indonesia kabanyakan hanjalah bertanja kepada pegawai² Belanda dan sampai mendaratnja balatentara Djepang belumlah selesai dengan laporannja. Perlu diketengahkan, bahwa perang jang melibat Indonesia dalam kantjah peperangan Asia Timur Raya adalah dimaklumkan oleh Indonesia (Ned. Indië) setelah peristiwa Pearl Harbor. Ternjata garis pertahanan A.B.C.D. (singkatan dari America-British-China-Dutch-Front) tidak kuat menahan arus kuning jang membandjir di Asia. Tanggal 1 Maret 1942 Djepang mulai mendarat dipulau Djawa dan tanggal 9 Maret 1942 itu djuga pemerintah Ned. Indië menyerah tanpa sjarat kepada Dai Nippon di Kalidjati. :25. Zaman Djepang menimbulkan pemikiran dan tindakan baru legal dan ilegal, karena diketahui bahwa dengan datangnja Djepang tentu akan dilakukan tjara-tjara fasis Indonesia mendjelang masa baru terhadap hidup organisasi dan masjarakat. Djepang tahu benar akan arti siapa menggenggam pemuda dialah jang menguasai massa. Perguruan² tiada terhindar dari politik palu godam fasis, baik setjara langsung ataupun tidak langsung. <p align="right">25</p> </div><noinclude></noinclude> 6ybkiin9kp0tfvs57upiszz2exes0e0 Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/10 104 112152 311142 2026-08-11T06:13:49Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311142 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> :49. Dengan semangat teguh-kukuh jang didjiwai Pantjasila itu, kita berhasil merebut kembali kemerdekaan kita. Dengan semangat itu pulalah kita dapat mempertahankan dan menjelamatkan Republik Indonesia jang kita tjintai itu. :Tetapi kadang² kita lupa kepada persatuan pada saat² penting. Saat² penting untuk melaksanakan pembangunan mahadahsjat guna mewudjudkan masjarakat adil dan makmur jang mendjadi tuntutan bangsa kita. Dalam pembangunan diperlukan persatuan dan pangkal bertolak untuk itu, tidak lain dan tidak bukan adalah : <small>PANTJASILA</small> <center> BAB 5<br /> BENTUK PANTJASILA </center> :50. Istilah bentuk kita pakai dalam perbintjangan ini dalam arti gabungan antara kata-kata perumusan dan susunan. :Kata Pantjasila, perumusannja dan keterangan²nja jang asli untuk pertama kalinja kita dengar dari pidato <small>BUNG KARNO</small> dalam sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai pada tanggal 1 Djuni 1945 di Djakarta. :Dalam pidato itu arti Pantjasila menurut bahasa adalah <small>LIMA DASAR</small>. Perkataan Pantjasila berasal dari bahasa Sangsekerta. Pantja berarti ''lima'', sedangkan sila berarti ''dasar kesusilaan''. Sebagai kata madjemuk, kata Pantjasila kita kenal dari agama Budha. Agama Buddha mengenal ''Daçaçila'' dan ''Pançaçila''. Jang pertama untuk para bhiksu dan jang kedua untuk para upasaka dan upasika. Bila diartikan setjara negatif Pançaçila itu berwudjud pantangan lima, jaitu: 1. larangan membinasakan machluk hidup, 2. larangan mentjuri, 3. larangan berzinah, 4. larangan menipu dan 5. larangan minum minuman keras. :Dalam kitab ''Nagarakretagama'' karangan mpu Prapantja, kata Pançaçila kita djumpai kembali dalam bagian buku (sarga) ke-53 bait ke-2, jang bunjinja: Yatnanggegwani Pancacila Krtasangskarabhisekakakrama. Arti kalimat ini kurang lebih adalah : „(Radja) mendjalankan dengan setia kelima pantangan itu, begitu pula upatjara² ibadat dan penobatan².” <p align="left">40</p> :Bila kita lihat keterangan² jang baru lalu ini dan memperhatikannja sungguh², maka memang benar kata Pançaçila itu terdapat didalam Nagarakretagama dan dalam agama Budha. Tetapi isi dan maksud Pantjasila jang akan kita bahas disini, ''sama sekali tidak ada hubungannja dengan Pançaçila tadi''. :Lima dasar inilah jang dipakai sebagai landasan Negara Republik Indonesia jang pada waktu itu akan ditegakkan. Dasar itu biasa djuga disebut ''Dasar Filsafat Negara'' atau pandangan hidup atau ''Weltanschauung''. :Lima dasar jang terkandung dalam Pantjasila itu disusun/dirumuskan seperti dibawah ini : :<ol><li><small>KEBANGSAAN INDONESIA</small></li><li><small>INTERNASIONALISME</small>, — atau <small>PERI-KEMANUSIAAN</small></li><li><small>MUFAKAT</small>, — <small>DEMOKRASI</small></li><li><small>KESEDJAHTERAAN SOSIAL</small></li><li><small>KETUHANAN</small>.</li></ol> :Perumusan dan susunan Pantjasila (dengan keterangan/tafsiran jang lengkap) jang asli, diadjukan oleh Bung Karno kepada sidang itu sebagai usul untuk didjadikan dasar filsafat negara. Setelah Negara Republik Indonesia diproklamasikan, pada esok harinja tanggal 18 Agustus 1945 disusunlah oleh pemimpin² Indonesia suatu U.U.D. dengan ''Pembukaannja''. U.U.D. inilah jang terkenal sebagai U.U.D. 1945. Dalam pembukaan itu djelaslah tertjantum Pantjasila, tetapi dengan perumusan dan susunan jang agak berbeda. Bentuk Pantjasila menurut U.U.D. 1945 itu adalah : :<ol><li><small>KETUHANAN JANG MAHA ESA</small></li><li><small>KEMANUSIAAN JANG ADIL DAN BERADAB</small></li><li><small>PERSATUAN INDONESIA</small></li><li><small>KERAKJATAN JANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIDJAKSANAAN DALAM PERMUSJAWARATAN/PERWAKILAN</small></li><li><small>KEADILAN SOSIAL</small></li></ol> :Dalam pasang surut perdjuangan bangsa Indonesia jang telah bernegara itu, U.U.D. 1945 terpaksa disisihkan hingga dua kali. Pertama kali ia harus menjisih terhadap ''Konstitusi R.I.S. 1949'', dan kedua kalinja terhadap ''U.U.D. Sementara R.I. 1950''. Sekali- <p align="right">41</p> </div><noinclude></noinclude> 2otwz6hqfram4l9cwo54tkv2cx49ddu Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/12 104 112153 311143 2026-08-11T06:21:49Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311143 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> demikian djuga Republik Indonesia mendjadi milik semua golongan dan lapisan, karena semua tuntutan kemanusiaan dapat terpenuhi didalamnja. <center> BAB 7<br /> PANTJASILA SEBAGAI KEPRIBADIAN BANGSA </center> :52. Bangsa Indonesia berasal dari daratan Asia Tenggara. Kurang lebih 3500 tahun jang lampau mereka meninggalkan tanah asal dan diantara mereka itu ada jang menetap dikepulauan Indonesia. Mereka inilah nenek-mojang kita jang lazimnja disebut ras Melaju. :Mereka itu telah mempunjai kebudajaan jang tinggi. Kebudajaan itu pada waktu ini sebagian sudah ada jang hilang, tetapi sebagian lagi ada jang diwarisi oleh suku² bangsa Indonesia. Walaupun bangsa Indonesia dalam djaman modern ini telah banjak memakai unsur² kebudajaan jang tadinja bukan miliknja sendiri, tetapi kebudajaan asli atau ''survivals'' itu masih banjak kita dapati dalam masjarakat Indonesia. Perlu djuga diketahui bahwa ada unsur² kebudajaan jang datangnja dari luar turut memperkaja mutu ''survivals'' itu. Pada beberapa pulau ketjil sebelah Timur Indonesia, unsur² kebudajaan Portugis tampak, njata mempengaruhi kebudajaan asli pribumi. Di Atjeh unsur² kebudajaan Arab-Islam turut memperkaja kebudajaan asli kita pula. Sedangkan orang² Badui di Banten jang mendjauhi kontak dengan kultur Islam, hingga kini masih memiliki ''way of life'' jang bersifat dan berbentuk kehinduan jang disesuaikan dengan keadaan disekeliling mereka itu. :Kalau kita perhatikan tiap sila dari Pantjasila, lalu kita tjotjokkan dengan ''survivals'' jang terdapat pada kebudajaan Indonesia, maka kesimpulannja ialah, bahwa Pantjasila itu tidak menjimpang dari pada jang kita namakan kepribadian Indonesia. :<ol type="a"><li>Nenek-mojang kita dahulu pertjaja kepada animisme, dan sampai hari ini sebagian dari pada kita masih menganut kepertjajaan itu. Kemudian agama² besar datang kemari, seperti agama Hindu, Buddha, Islam dan Kristen/Nasrani, Agama² itu dapat hidup berdampingan setjara damai, walaupun ada</li></ol> <p align="left">44</p> :<ol>kalanja terdjadi pergeseran² agama jang kurang berarti. Toleransi itu benar² ada dalam masjarakat kita. Sesuai bernarlah apabila kita memakai Ketuhanan jang Maha Esa sebagai salah satu dasar negara kita.</ol> :<ol type="a" start="2"><li>Didalam sedjarah Indonesia ''djarang sekali'' terdjadi peperangan jang dilakukan Indonesia terhadap dunia luar. Kita pernah mendengar, bahwa Indonesia pernah menyerang Sailan, Siam dan Tiongkok Selatan. Tetapi setelah itu tidak pernah lagi kita mendengar kedjadian² sematjam itu. Mungkiin hal ini disebabkan karena Indonesia sibuk dengan soal²nja sendiri, jang mengakibatkan ia tidak dapat turut tjampur tangan dalam persoalan² jang terdjadi diluar pagar. Ataukah memang watak kita jang dipengaruhi alam kadja raja itu, sehingga kita tidak memerlukan daerah diluar tanah air kita? Jang djelas, dalam perdjalanan sedjarah bangsa Indonesia kita berusaha hidup damai dengan bangsa² lain, asal kebebasan kita tidak terganggu.<br />Pada zaman Madjapahit, Mahapatih Gadjah Mada pernah mengadakan persahabatan dengan negara² tetangga untuk memelihara perdamaian. Negara² tetangga itu lalu kita kenal sebagai Mitreka Satata jang berarti kurang lebih sahabat jang sedaradjat. Apakah tindakan Gadjah Mada itu tidak boleh kita sebut sumbangan jang berharga bagi „kerdja sama antar negara untuk memelihara perdamaian?"<br />Demikianlah tjontoh² historis jang membuktikan bahwa Kemanusiaan atau Internasionalisme itu bukan hal jang baru bagi kita. Didalam zaman modern kita ini, dimana terdapat sendjata² jang dapat menghantjurkan umat manusia, sila peri Kemanusiaan lebih mendjamin keselamatan bangsa Indonesia. Hal ini tidaklah berarti bahwa kita takut perang, tetapi perdamaian adalah sjarat penting dalam kita memperdjuangkan tjita² bangsa mentjapai masjarakat adil dan makmur.</li><li>Tiap bangsa atau tiap negara tentu mempunjai tjita². Untuk mentjapai tjita² itu tidak sembarang djalan jang ditempuh. Djalan itu biasanja ditentukan terlebih dahulu dengan tegas. Dalam hal ini salah satu djalan jang ditempuh bangsa Indonesia adalah djalan Kebangsaan atau Persatuan Indonesia. Apakah</li></ol> <p align="right">45</p> </div><noinclude></noinclude> mlizqq7t2ld2sxjdgpg7aq6z6wwejbn Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/13 104 112154 311145 2026-08-11T06:27:21Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311145 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> artinja kalau Indonesia terpetjah-belah? Indonesia tidak ada artinja bilamana Djawa terpisah dari Sumatera, Sumatera dari Kalimantan dan seterusnja. Apakah djadinja kalau suku² bangsa Indonesia terpetjah-petjah berdjalan menurut arahnja sendiri²? Sekali lagi sedjarah telah membuktikan, bahwa hanja persatuanlah jang dapat mengantarkan bangsa Indonesia kealam kebahagiaan/keagungan. Lihat Sriwidjaja dan Madjapahit! Djadi kalau kita menentukan Persatuan Indonesia atau Kebangsaan sebagai salah satu dasar negara kita, kita tidak menjalahi tradisi tjita² bangsa pada waktu jang sudah². Kita akan memiliki kembali apa jang hilang akibat perpetjahan dan pendjadjahan. :<ol type="a" start="4"><li>Didalam masjarakat Indonesia jang beraneka ragam itu, pada waktu sekarang ini masih kita djumpai hal² jang mengingatkan kita kepada ''demokrasi'' menurut istilah modern. Hal² itupun merupakan warisan dari nenek-mojang kita. Sisa² demokrasi asli jang bersifat permusjawaratan itu tidak sadja terdapat di Djawa, tetapi terdapat dimana-mana diseluruh Indonesia. Demokrasi itu bukan demokrasi untuk mentjari perpetjahan, melainkan demokrasi jang mentjari persesuaian (mupakat, sepakat).<br />Pada beberapa tempat masjarakat kita masih mempunjai peninggalan² asli berupa „aksi² protes”. Didaerah Surakarta dan Jogjakarta „aksi protes” itu terkenal dengan nama ''„pépé”'' (mendjemur diri dalam sinar matahari dimuka istana). Kalau ada segolongan rakjat mengadakan ''pépé'' tersebut, segera pihak sunan/sultan mengadakan tindakan² untuk menjelesaikan apa jang mendjadi tuntutan protes itu.<br />Teranglah sudah, bahwa demokrasipun bukanlah hal jang asing bagi tradisi bangsa kita. Sila Kerakjatan atau Kedaulatan Rakjat itu sebenarnja djuga sesuai dengan kepribadian bangsa kita.</li><li>Didalam tjeritera² daerah dari djaman dahulu kala banjak kita djumpai kalimat² jang mirip dengan tjita² Sosialisme. Dibawah ini kita sadjikan beberapa kalimat itu :<br />Adapun djasa² pemerintah, mengusahakan pakaian bagi orang jang bertelandjangan (tak mempunjai pakaian, pen.), memberi makan pada orang kelaparan, memberi minum</li></ol> <p align="left">46</p> :<ol>bagi jang dahaga, memberi tongkat bagi mereka jang akan tergelintjir, memberikan tutup kepala bagi jang kepanasan, memberi pajung kepada jang kehudjanan, bekerdja seichlas-ichlasnja guna menjembuhkan jang sakit ...*)<br />Tjontoh lainnja bahwa masjarakat Indonesia mewarisi unsur² keadilan sosial, kita dapati didesa-desa Indonesia pada waktu djaman malaise. Karena individu tidak terlepas dari perhatian masjarakat desanja, djuga dalam masa² jang sulit, maka penderitaan akibat malaise tidak begitu terasa bagi rakjat.<br />Dalam zaman modern ini, banjak pemuda² dari desa² mentjoba mengadu untung di-kota² besar. Diantara pemuda² itu tentu ada jang mengalami kegagalan dalam usahanja itu. Kalau ia tetap dikota mungkin ia akan mati kelaparan. Tetapi kalau ia balik kedesa, ia tentu diterima oleh masjarakat desanja dan akan mendapat perlindungan seperti sediakala.<br />Keadilan Sosial jang mendjadi salah satu dasar negara kita itu, sebenarnja adalah milik kita sedjak dahulu kala. Djadi termasuk djuga sebagai kepribadian bangsa kita.</ol> :53. Demikian djuga kalau sila² itu diperas mendjadi satu, sehingga Pantjasila itu mendjadi ''Gotong Rojong'', maka dasar ini tjotjok benar dengan djiwa bangsa kita sedjak zaman dahulu. :Sifat kerdja sama setjara kekeluargaan jang dinamis itu masih banjak kita dapati dalam masjarakat kita, ketjuali di-kota² besar dimana pengaruh individualisme sudah nampak. Gotong rojong itu suatu dinamik, suatu tenaga gerak jang terdjadi karena kepentingan individu tidak ditinggalkan dalam menudju kepentingan bersama. Gotong rojong bukanlah paksaan seperti disangka oleh setengah orang. Didalam masjarakat gotong rojong tidak ada pertikaian antar-individu jang menghambat kemadjuan kepentingan bersama. :Sifat gotong rojong itu terlihat dalam segala bidang kegiatan masjarakat desa kita, misalnja dalam membangun rumah, mem- <hr width="30%" align="left" /> <small>*) Dalam tjerita-tjerita wajang banjak sekali terdapat gambaran² tentang keadaan masjarakat umum, tenteram, adil dan makmur.</small> <p align="right">47</p> </div><noinclude></noinclude> qukaz9twguf71rwvleu5asi0bs0oil5 Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/14 104 112155 311147 2026-08-11T06:35:01Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311147 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> buat serokan, djalan, menanam dan menuai padi dsb. Sifat gotong rojong itu ternjata membawa keamanan, ketenteraman dan kemakmuran bersama menurut ukuran orang desa pada masa jang lampau. Kalau didesa masih ada makanan, warga desa tidak takut mati kelaparan. Individualisme tidak disenangi didalam masjarakat desa kita. Bukankah seorang desa jang menumpuk kekadjaan buat diri sendiri (suatu gedjala individualisme), mendjadi buah bibir dan sindiran masjarakat desanja ? Maka dari itu, kalau djiwa gotong rojong terus kita pupuk dan kita isi dengan pengetahuan dan teknik modern, alangkah besar gunanja bagi kemadjuan negara dan bangsa kita. <center> BAB 8<br /> PANTJASILA DAN ILMU PENGETAHUAN </center> 54. Walaupun nama bab ini ditulis dengan mendahulukan Pantjasila, disini jang akan kita bahas lebih dahulu adalah Ilmu Pengetahuan. Ilmu Pengetahuan sebagai kata madjemuk sukar sekali diartikan. Dalam hal ini kita akan mengambil pendirian jang sederhana. Ilmu pengetahuan adalah pemikiran. Pemikiran itu disusun setjara teratur dan ditudjukan kepada suatu objek jang diselidiki. Hasil pemikiran itu berupa kebenaran² dari apa jang diselidiki. Setjara singkat Ilmu pengetahuan itu adalah suatu pemikiran ang disusun setjara teratur mengenai sesuatu jang diselidiki untuk memperoleh kebenaran dari apa jang diselidiki itu. Setelah itu kita bertanja : „Ilmu Pengetahuan itu untuk apa?” Djawaban kita terhadap pertanjaan itu sederhana pula: „Ilmu Pengetahuan untuk manusia.” Djawaban ini kita berikan dengan suatu pendirian, bahwa bila ilmu Pengetahuan itu tidak diabdikan kepada umat manusia, ia bisa mendatangkan bentjana bagi umat manusia. Ilmu hanja mungkin bila ada manusia. Manusia mempeladjari, mengolah dan memadjukan Ilmu Pengetahuan dengan sendirinja bukan hanja demi kesempurnaan Ilmu Pengetahuan sadja, tetapi djuga demi kesempurnaan manusia. Ilmu Pengetahuan mendjamin hari depan manusia dan demikian pula pendirian kita. <p align="left">48</p> 55. Sekarang kita kembali kepada Pantjasila. Dapatkah Pantjasila itu turut memadjukan Ilmu Pengetahuan hingga memberi manfaat bagi bangsa kita? Dalam hal ini kita mulai dengan pendapat <small>NIKOLAY DANILEVSKY</small> seperti dibawah ini : :''„....... each of the leading nations has its own peculiarities and that even science and technology are greatly conditioned by, and stamped with the national traits and values.”'' *) jang kurang lebih berarti : :''„....... tiap² bangsa jang terkemuka mempunjai keistimewaannja sendiri² dan sampai² Ilmu Pengetahuan serta pengetahuan teknik sangat ditentukan oleh sifat² dan nilai² nasionalnja.”'' Menurut kata² diatas djelaslah, bahwa ada pengaruh² sifat bangsa pada mutu, perkembangan dan penggunaan Ilmu Pengetahuannja. Perumahan negara Pantjasila jang pada hakekatnja bersifat gotong rojong dan kolektif itu, bukan sadja memungkinkan tetapi mendjamin Ilmu Pengetahuan madju dengan pesat djua. Didalam penjelidikan Ilmu Pengetahuan hendaknja pekerdja² ilmiah melaksanakan tugasnja berdasarkan Pantjasila itu setjara gotong rojong dan kolektif. Dalam mentjari kebenaran didalam Ilmu Pengetahuan, hendaknja ada usaha saling mengisi dan mendjauhkan prasangka diantara pekerdja² ilmiah itu. Bila sardjana² pekerdja² ilmiah kita menghadapi soal ilmu jang harus dipetjahkan demi kemadjuan bangsa, hendaknja mereka dalam menghadapi tugas itu turun tangan serentak ber-sama² tanpa menondjolkan sifat² individu jang dapat merintangi pemetjahan itu. Dalam mempergunakan metode Ilmu Pengetahuan, sifat gotong rojong itu harus pula diperhatikan. Metode apa sadja dan dari mana asal datangnja, harus kita tempuh untuk memetjahkan soal² Ilmu Pengetahuan. Pendekatan dari pelbagai djurusan (''multiple'') <hr width="30%" align="left" /> <small>*) Dalam kitab Sorokin : ''Social theories of an age of crisis'', antara lain djuga didjelaskan tentang hubungan antara negara dan kebudajaan.</small> <p align="right">Civics 4 <span style="margin-left: 20em;">49</span></p> </div><noinclude></noinclude> 2rna21i6xlk2knzisffzpibkmmsyu5g Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/15 104 112156 311148 2026-08-11T06:40:55Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311148 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> ''approach'') dalam mentjari kebenaran Ilmu dengan djalan gotong rojong telah kita laksanakan. Tadi telah dikatakan, bahwa Ilmu Pengetahuan harus kita abadikan kepada manusia. Hal ini berarti bahwa dalam tudjuan Ilmu Pengetahuan harus kita tekankan kepada bergunanja Ilmu itu bagi bangsa dan umat manusia. Kalau kita mengolah Ilmu Pengetahuan jang tidak mengangkat daradjat bangsa dan berguna bagi umat manusia, maka hal ini antara lain berarti membuang waktu dan tenaga, kalau tidak boleh kita katakan menjeleweng dari tudjuannja. Penggunaan tenaga nuklir tidak untuk maksud² damai, akan tetapi untuk memusnahkan peradaban manusia, adalah salah satu tjontoh dari pada penjelewengan ini. Pentingnja gotong rojong dalam penjelidikan Ilmu Pengetahuan ialah, bahwa ia menghimpun bakat² baik untuk suatu tudjuan, sehingga hasilnja akan mendjadi maksimum. Bakat² jang baik itu tidak terpetjah-petjah dalam bakat² jang ketjil dan lemah. Dalam hal ini kita setudju pendapat orang, bahwa 10 otak adalah lebih baik dari pada 1 otak, kalau 10 otak itu dipergunakan setjara gotong rojong. Hal ini tidak berarti bahwa kita tidak mengakui tokoh² zenial dalam Ilmu Pengetahuan seperti Newton, Nobel, Einstein, Pavlov dan lain²nja. Gotong rojong itupun tidak mengandung ikatan jang memaksa terhadap kebebasan akademis (''academic freedom''). ''Multiple approach'' (disini terdjalin kebebasan) jang bersifat gotong rojong adalah suatu ideal jang dapat didjalankan. Disamping Pantjasila (jang tidak lain dari pada gotong rojong itu), dapat kita pakai dalam metode penjelidikan ilmiah, kita djuga dapat memasukkannja kedalam Ilmu Pengetahuan itu sendiri. Ilmu Pengetahuan itu dapat kita bagi dalam 2 golongan, jaitu : 1. Ilmu Pengetahuan Pasti dan Alam (''Natural Sciences'') dan 2. Ilmu Pengetahuan Sosial (''Social Sciences''). Terutama didalam Ilmu Pengetahuan Sosial, unsur² Pantjasila atau gotong rojong itu dapat kita djalinkan/sisipkan. Sebagai tjontohnja kita ambil Ilmu Bumi. Dalam Ilmu Bumi sering ada pertanjaan mengapa pada suatu tempat Anu (di Indonesia) penduduknja makmur? Djawab terhadap pertanjaan ini dapat disusun demikian. Penduduk disitu makmur, <p align="left">50</p> karena 1. alam disekitarnja kaja raja, 2. penduduk disitu mempunjai kepandaian (''skills'') untuk mengolah kekajaan alam itu, 3. djuga penduduk disitu sangat radjin dan 4. karena sistim ekonomi (termasuk tjara² pengolahan kekajaan alamnja) disitu didjalankan setjara gotong rojong sesuai dengan filsafat negara. Djuga dalam filsafat Pantjasila dapat dipergunakan sebagai pangkal bertolak pembahasan kedalam alam masjarakat dan manusia. Pada tjabang² Ilmu Pengetahuan Sosial lainnja dapat djuga kita masukkan unsur² Pantjasila setjara sistematis, dengan tidak usah menjimpang dari kebenaran jang mendjadi tudjuan Ilmu Pengetahuan. <center> BAB 9<br /> PANTJASILA SEBAGAI DASAR NEGARA </center> 56. Pada waktu Pantjasila untuk pertama kalinja dikemukakan oleh Ir Soekarno, maksudnja ialah untuk mendjadikannja dasar negara. Maksud itu tertjapai waktu bangsa kita memerdekakan diri. Pantjasila tertjantum dalam Pembukaan U.U.D. kita. Pantjasila adalah dasar negara. Dalam bahasa asing dasar negara itu dinamakan ''Weltanschauung''. Kalau kita boleh mengambil perumpamaan, maka Pantjasila itu adalah dasar atau landasan tempat gedung Republik Indonesia itu didirikan. Perumpamaan jang djelas ini masih harus kita lengkapi lagi dengan keterangan² dibawah ini 57 Pantjasila adalah filsafat, dasar pandangan hidup negara kita, djadi djuga pandangan hidup bangsa kita. Pandangan hidup itu bukan sadja tudjuan, tetapi djuga djalan untuk mentjapai tjita² orang atau bangsa jang memilikinja. Pandangan hidup adalah tudjuan kemana tenaga, pikiran, rasa, kehendak dan djiwa harus dikerahkan. Pandangan hidup adalah tempat dimana seluruh kesetiaan harus diletakkan. Djadi, Pantjasila jang telah mendjadi pandangan hidup kita itu menjangkut segala perbuatan kita. Memang kita akui tidak seluruh waktu hidup kita dapat kita serahkan kepada negara. Kenjataan² lain merintangi manusia sebagai individu untuk berbuat demikian. Tetapi waktu kita bertindak <p align="right">51</p> </div><noinclude></noinclude> 78oov1dq3aebse41z4dbn4plbn9qyqd Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/16 104 112157 311150 2026-08-11T06:45:15Z Arunika Darsana 27443 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'dalam hubungan dengan masjarakat negara, kita tidak boleh tidak harus memperhatitan ftuntutan* tjita? Pantjasila, Kita akul bahwa tlap orang itu bebes, tetapi kebehasan tanpa ikatan tidak pemah ada, Tiap individu itu bebas didalam ikatan? masjarakatnja. Ikatan* itu kodrat, tetapi isi dari ikatan’ itu untuk sebagian kitalah jang menjetudjuinja, Tkatan Pantjasila jang kita setudjui itu, bukanlah sekadar ikatan hanja untuk mengiket, Tetapi ikatan... 311150 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunika Darsana" /></noinclude>dalam hubungan dengan masjarakat negara, kita tidak boleh tidak harus memperhatitan ftuntutan* tjita? Pantjasila, Kita akul bahwa tlap orang itu bebes, tetapi kebehasan tanpa ikatan tidak pemah ada, Tiap individu itu bebas didalam ikatan? masjarakatnja. Ikatan* itu kodrat, tetapi isi dari ikatan’ itu untuk sebagian kitalah jang menjetudjuinja, Tkatan Pantjasila jang kita setudjui itu, bukanlah sekadar ikatan hanja untuk mengiket, Tetapi ikatan jtu akan mengantarkan kita Kearah bidup jang lebih sempurna, baik sebagai individu maupun sebagai bangea, U.U.D. kita didahului oleh suaty Pembukaan atau Preambule. Dalam hukum ‘Patanegara Pembukaan itu dinamakan Pook Kaidek Fundamentil, Dalam suatu negara, orang membuat per- aturan?, norma? dan kaidah® lainnja dengan berpedoman kepa- da pokok kaidah fundamentil itu. Karena Pantjasila itu ada dalam pokok kaidah fundamentil ne- gara kita, maka wadjarlah kalau semua peraturan jang dikeluarkan voleh negara kita bersandarkan Pantjadla, Djadi peraturan? ity juga mempubjai tudjuan, dalam hal ini tudjuan itu tidak boleh menjimpang dari Pangjasila. Dalam perbintjangan bab ini ada titk tadjuan jang sama antara jalan jang ditempuh oleh manusia Indonesia dan pemerintahnja Jang bertugas menjusun peraturan*, Persatuan tudjuan itu bukan sadlja mempersatukah permerintahinja dan rakjat kita, tetap! mem- beri kemungkinan mentjapai tudjuan idifl dari negara kita dalam wakty jang se-singkatinja. "Tidak dapat dimunekiri, bila filsafae negara didjalankan be» nar! sctjara bulus-ichlas olch tiap wargancgara Indonesia, idamtan Kita akan lekas terjapal, BAB 10 PANTJASILA SEBAGAI WAY OF LIFE 58, Didalam perbinangan bab* jang lampau, kita sudah agak banjak mengetahui tentang Pantjasila, Tetapi Panijasia ity bus kan baban peladjaran sadja, Djuga bukan hanja suatu intellectual 58 tse atgu suatu webjee to be tearned. Pantjasila harus mendjadi Wey of Life bangsa Indonesia, Tindakan? mantsia harus mentjer- minkan Pantjacila atau kalau kita balik, Pantiasils barns terlihat pada tindskan? dar sikap hidup bangea Indonevia, Ini tdak bisa. Jain karena Pantjasila adalah filkafit hidap bangia Indonesia seperti jang sudah didjelaskan dimuka, Kita semua telah mengetehyi, bahwa didalam tap magara~ kat terdapat pengaruh jag tinbal-balik antara masjarakat ita sondiri dan anggota*aja, Kalau masjarakatnja ingin madju, anggotatnja harus bekerdja keras untuk mentjapai hal itu. Scbslikida masiarakat harus memberi kesempatan atau mem- beri djalan, bila anggota-anggotanja mengadjuken tuntatan Kepadanja, Untuk dapat mentlapai tjita? bangsa dalam waktu jong se singkatsingkatnja, kits hares dapat mendekatkan tindakan* kita satu terhadap jang lain setjara selaras. Memang kita akui, bahwa, tindaken® seseorang lidak dapat sama dengan tindakan® orang lain, balk difihat pada kenjataannja maupun pada motif- nja, ‘Tetapi dalam magarakat jang terdapat perbedaan? Jang fenjolok dalam tindakan® anggota’nja, tidak akan ada hasil jang banjak menguntungkan anggota'nia, Sapaja kits dapat menjelaraskan tindakan* jang satu terhadap jang lain, ada beberapa sjarat jang harus dipenubi, Pertama, Mita harus mengetahui benat tentang Pantjasila, Kedua, kita harus mendapat tjontoh bagaimana bertindak sesual dengan Pantjasila ita, Tjontoh atau teladan itu datangaja haras dari pemuka’ Indonesia, jang dianggap oleh orang kebanjakan sebagai tokoh* jang memperdjuangkan masjarakat adil mak- mur berdasarkan Pantjadla, Dengan tjontoh® jang dilakukan seljara wadjar itu, orang seolah-olah mendapat djaminan bakwa Pantjasila benac? didjalankan, Karena djaminan itu, dengan senang hati orang akan bertindak berdasarkan filsafat hidup negara itu, Keselarasan akan tertjapai dalam) tindakan® Kita jang berarti pula Kesatuan dalam segala kegiatan dan perbuatan kita jang sangat diperlukan dalam masa pembangu- nan ini, 53<noinclude></noinclude> n9xebtvw7a7yjw74jwxud6qsvjoj6rp 311152 311150 2026-08-11T06:48:18Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311152 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> dalam hubungan dengan masjarakat negara, kita tidak boleh tidak harus memperhatikan tuntutan² tjita² Pantjasila. :Kita akui bahwa tiap orang itu bebas, tetapi kebebasan tanpa ikatan tidak pernah ada. Tiap individu itu bebas didalam ikatan² masjarakatnja. Ikatan² itu kodrat, tetapi isi dari ikatan² itu untuk sebagian kitalah jang menjetudjuinja. :Ikatan Pantjasila jang kita setudjui itu, bukanlah sekadar ikatan hanja untuk mengikat. Tetapi ikatan itu akan mengantarkan kita kearah hidup jang lebih sempurna, baik sebagai individu maupun sebagai bangsa. :U.U.D. kita didahului oleh suatu Pembukaan atau ''Preambule''. Dalam hukum Tatanegara Pembukaan itu dinamakan ''Pokok Kaidah Fundamentil''. Dalam suatu negara, orang membuat peraturan², norma² dan kaidah² lainnja dengan berpedoman kepada pokok kaidah fundamentil itu. :Karena Pantjasila itu ada dalam pokok kaidah fundamentil negara kita, maka wadjarlah kalau semua peraturan jang dikeluarkan oleh negara kita bersandarkan Pantjasila. Djadi peraturan² itu djuga mempunjai tudjuan, dalam hal ini tudjuan itu tidak boleh menjimpang dari Pantjasila. :Dalam perbintjangan bab ini ada titik tudjuan jang sama antara djalan jang ditempuh oleh manusia Indonesia dan pemerintahnja jang bertugas menjusun peraturan². Persatuan tudjuan itu bukan sadja mempersatukan pemerintahnja dan rakjat kita, tetapi memberi kemungkinan mentjapai tudjuan idiil dari negara kita dalam waktu jang se-singkat²nja. :Tidak dapat dimungkiri, bila filsafat negara didjalankan benar² setjara tulus-ichlas oleh tiap warganegara Indonesia, idam²an kita akan lekas tertjapai. <center> BAB 10<br /> PANTJASILA SEBAGAI WAY OF LIFE </center> :58. Didalam perbintjangan bab² jang lampau, kita sudah agak banjak mengetahui tentang Pantjasila. Tetapi Pantjasila itu bukan bahan peladjaran sadja. Djuga bukan hanja suatu ''intellectual'' <p align="left">52</p> ''issue'' atau suatu ''subject to be learned''. Pantjasila harus mendjadi ''Way of Life'' bangsa Indonesia. Tindakan² manusia harus mentjerminkan Pantjasila atau kalau kita balik, Pantjasila harus terlihat pada tindakan² dan sikap hidup bangsa Indonesia. Ini tidak bisa lain karena Pantjasila adalah filsafat hidup bangsa Indonesia seperti jang sudah didjelaskan dimuka. :Kita semua telah mengetahui, bahwa didalam tiap masjarakat terdapat pengaruh jang timbal-balik antara masjarakat itu sendiri dan anggota²nja. Kalau masjarakatnja ingin madju, anggota²nja harus bekerdja keras untuk mentjapai hal itu. Sebaliknja masjarakat harus memberi kesempatan atau memberi djalan, bila anggota-anggotanja mengadjukan tuntutan kepadanja. :Untuk dapat mentjapai tjita² bangsa dalam waktu jang sesingkat-singkatnja, kita harus dapat mendekatkan tindakan² kita satu terhadap jang lain setjara selaras. Memang kita akui, bahwa tindakan² seseorang tidak dapat sama dengan tindakan² orang lain, baik dilihat pada kenjataannja maupun pada motifnja. Tetapi dalam masjarakat jang terdapat perbedaan² jang menjolok dalam tindakan² anggota²nja, tidak akan ada hasil jang banjak menguntungkan anggota²nja. :Supaja kita dapat menjelaraskan tindakan² jang satu terhadap jang lain, ada beberapa sjarat jang harus dipenuhi. Pertama, kita harus mengetahui benar tentang Pantjasila. Kedua, kita harus mendapat tjontoh bagaimana bertindak sesuai dengan Pantjasila itu. Tjontoh atau teladan itu datangnja harus dari pemuka² Indonesia, jang dianggap oleh orang kebanjakan sebagai tokoh² jang memperdjuangkan masjarakat adil makmur berdasarkan Pantjasila. Dengan tjontoh² jang dilakukan setjara wadjar itu, orang seolah-olah mendapat djaminan bahwa Pantjasila benar² didjalankan. Karena djaminan itu, dengan senang hati orang akan bertindak berdasarkan filsafat hidup negara itu. Keselarasan akan tertjapai dalam tindakan² kita jang berarti pula kesatuan dalam segala kegiatan dan perbuatan kita jang sangat diperlukan dalam masa pembangunan ini. <p align="right">53</p> </div><noinclude></noinclude> 31ds09s8q01hbdwonxcrrmxq892e2ou Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/18 104 112158 311151 2026-08-11T06:47:29Z Arunika Darsana 27443 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Pengetahuan, Djuga dalam Ilmu Pengetahuan, Pantlasila’ se bagal filsafat dapat didjalinkan, Hal? itu semua akan dapat suit deazaa prestad Uni Pengetahuan, djustru karena Pan. (jasHla meninggikan watak? bangsa Indonesia, i} Pantjasila adalah dasar filsafat negara. Karena its harus fnendjadi pedoman bertindak bagi bangsa Indonesia, ‘Tjarat hidup ‘bangsa Indonesiacharus mentjerminkan Pantjasila ite Dengan demikian dasar filiafat negara itu bukaa h... 311151 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Arunika Darsana" /></noinclude>Pengetahuan, Djuga dalam Ilmu Pengetahuan, Pantlasila’ se bagal filsafat dapat didjalinkan, Hal? itu semua akan dapat suit deazaa prestad Uni Pengetahuan, djustru karena Pan. (jasHla meninggikan watak? bangsa Indonesia, i} Pantjasila adalah dasar filsafat negara. Karena its harus fnendjadi pedoman bertindak bagi bangsa Indonesia, ‘Tjarat hidup ‘bangsa Indonesiacharus mentjerminkan Pantjasila ite Dengan demikian dasar filiafat negara itu bukaa hanja me- fupaken bahan jang harus diketabui sadja, tetapi djuga sebagal Way of life. Pemuka? Indonesialah Jang harus memberi teladan datam hal ini. j. Menurat Wukemi ‘Pata Negara, Pantjasila itu adalah cua Pokok Kaidah Fundamentil, Semua undang? dan peraturant jang dikeluarkan olch Republik. Indonesia harus bersandar kepada Pantjasila itu, Ini berarti pula bahwa ita? warganegara Indonesia paralel dengan tudjuan peraturan? itu, schingga menimbulkan persatuan jang crat antara jang membuat atwan dengan wargancgara, ke Keselarasan dalam tindakan, dalam semua lapangan hidup akan menghasilkan potensi jang mahabesar, jang di- perluken dalam pembangunan bagi kepentingan bangsa Indonesia. BAGIAN © UNDANG-UNDANG DASAR 1945 BAB 12 KBBEBASAN DALAM IKATAN 61. Undang-undang Dasar negara adalah, batang tubuh sequal negara. Batang tubuh jang merapakan ketentuan pokok dan salah situ sumber dati paila undang-undang jang ken dian ditimbulkan oleh negara tersebut, Ada jang menicbutkan Ketentuan pokok ini Hukum Dasar, bahkan dalam psrsiapan pembentukan Undang-undang Dasar negara kita djiga dikete- hgabkan penggunaan istilah Hukam Dasar, tetapi kemudian se Gaya tepat sckali istilah Hukum Dasar ditolak, karena-perkataan hukym berarti luas dan meliputi hukum tertulis dan hukam tidak tertulls, misalnja Hukum Adat, Oleh karena Undang-undang Dasar adalah merupakan Mukum Dasar jang tertulis, maka tepatlah penggunaan perkataan Undang-undang Dasar, Djadi ada bedanja antara perkataan Undang-undang dan Hukum Jang dalam bahasa Perantjisnja djuga membedakan doit dan fot, Undang-unidang Dasar merupakan sa’eh salty sumber hakum» Karena ia bukaplah satu-satunja sumber hukum, Masih ada simber hukum lain, misalnja keblasaan, perdjandiian, meskipun hal-hal lain ini tidak mengurangi arti jang penting dari pada Undang-undang Dasar sebagai sumber hukum, 62, Di U.S.A. bahkan sedemiklan tupa, hingga undang- undang jang kemudian ditimbulkan oleh negara didandingkan (geoelst) kepada Undang-undang Dasarnja. Apabila ternjata undang-undang itu bertentangan dengan Undang-undang Dasar, maka batallah undang-undang terscbut. Ini berarti, bahwa 57<noinclude></noinclude> nay5h37sh7xwe8oawksm1nphrvnwecy 311192 311151 2026-08-11T08:35:07Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311192 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> Pengetahuan. Djuga dalam Ilmu Pengetahuan, Pantjasila sebagai filsafat dapat didjalinkan. Hal² itu semua akan dapat suai dengan prestasi Ilmu Pengetahuan, djustru karena Pantjasila meninggikan watak² bangsa Indonesia. :<ol type="a" start="9"><li>Pantjasila adalah dasar filsafat negara. Karena itu harus mendjadi pedoman bertindak bagi bangsa Indonesia. Tjara² hidup bangsa Indonesia harus mentjerminkan Pantjasila itu. Dengan demikian dasar filsafat negara itu bukan hanja merupakan bahan jang harus diketahui sadja, tetapi djuga sebagai ''Way of life''. Pemuka² Indonesialah jang harus memberi teladan dalam hal ini.</li><li>Menurut Hukum Tata Negara, Pantjasila itu adalah suatu Pokok Kaidah Fundamentil. Semua undang² dan peraturan² jang dikeluarkan oleh Republik Indonesia harus bersandar kepada Pantjasila itu. Ini berarti pula bahwa tjita² warganegara Indonesia paralel dengan tudjuan peraturan² itu, sehingga menimbulkan persatuan jang erat antara jang membuat aturan dengan warganegara.</li><li>Keselarasan dalam tindakan dalam semua lapangan hidup akan menghasilkan potensi jang mahabesar, jang diperlukan dalam pembangunan bagi kepentingan bangsa Indonesia.</li></ol> {{rule|9em}} <p align="left">56</p> <center> '''BAGIAN C'''<br /> '''UNDANG-UNDANG DASAR 1945''' <br /> BAB 12<br /> KEBEBASAN DALAM IKATAN </center> 61. Undang-undang Dasar negara adalah batang tubuh sesuatu negara. Batang tubuh jang merupakan ketentuan pokok dan salah satu sumber dari pada undang-undang jang kemudian ditimbulkan oleh negara tersebut. Ada jang menjebutkan ketentuan pokok ini Hukum Dasar, bahkan dalam persiapan pembentukan Undang-undang Dasar negara kita djuga diketengahkan penggunaan istilah Hukum Dasar, tetapi kemudian setjara tepat sekali istilah Hukum Dasar ditolak, karena perkataan hukum berarti luas dan meliputi hukum tertulis dan hukum tidak tertulis, misalnja Hukum Adat. Oleh karena Undang-undang Dasar adalah merupakan Hukum Dasar jang tertulis, maka tepatlah penggunaan perkataan Undang-undang Dasar. Djadi ada bedanja antara perkataan Undang-undang dan Hukum jang dalam bahasa Perantjisnja djuga membedakan ''droit'' dan ''loi''. Undang-undang Dasar merupakan ''salah satu'' sumber hukum, karena ia bukanlah satu-satunja sumber hukum. Masih ada sumber hukum lain, misalnja kebiasaan, perdjandjian, meskipun hal-hal lain ini tidak mengurangi arti jang penting dari pada Undang-undang Dasar sebagai sumber hukum. 62. Di U.S.A. bahkan sedemikian rupa, hingga undang-undang jang kemudian ditimbulkan oleh negara ''dibandingkan'' (''getoetst'') kepada Undang-undang Dasarnja. Apabila ternjata undang-undang itu bertentangan dengan Undang-undang Dasar, maka batallah undang-undang tersebut. Ini berarti, bahwa <p align="right">57</p> </div><noinclude></noinclude> 6tiyny64sjgsl6evcdqqq196vikzx17 311194 311192 2026-08-11T08:36:40Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 311194 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> Pengetahuan. Djuga dalam Ilmu Pengetahuan, Pantjasila sebagai filsafat dapat didjalinkan. Hal² itu semua akan dapat suai dengan prestasi Ilmu Pengetahuan, djustru karena Pantjasila meninggikan watak² bangsa Indonesia. <ol type="a" start="9"><li>Pantjasila adalah dasar filsafat negara. Karena itu harus mendjadi pedoman bertindak bagi bangsa Indonesia. Tjara² hidup bangsa Indonesia harus mentjerminkan Pantjasila itu. Dengan demikian dasar filsafat negara itu bukan hanja merupakan bahan jang harus diketahui sadja, tetapi djuga sebagai ''Way of life''. Pemuka² Indonesialah jang harus memberi teladan dalam hal ini.</li><li>Menurut Hukum Tata Negara, Pantjasila itu adalah suatu Pokok Kaidah Fundamentil. Semua undang² dan peraturan² jang dikeluarkan oleh Republik Indonesia harus bersandar kepada Pantjasila itu. Ini berarti pula bahwa tjita² warganegara Indonesia paralel dengan tudjuan peraturan² itu, sehingga menimbulkan persatuan jang erat antara jang membuat aturan dengan warganegara.</li><li>Keselarasan dalam tindakan dalam semua lapangan hidup akan menghasilkan potensi jang mahabesar, jang diperlukan dalam pembangunan bagi kepentingan bangsa Indonesia.</li></ol> {{rule|9em}} <p align="left">56</p> <center> '''BAGIAN C'''<br /> '''UNDANG-UNDANG DASAR 1945''' <br /> BAB 12<br /> KEBEBASAN DALAM IKATAN </center> 61. Undang-undang Dasar negara adalah batang tubuh sesuatu negara. Batang tubuh jang merupakan ketentuan pokok dan salah satu sumber dari pada undang-undang jang kemudian ditimbulkan oleh negara tersebut. Ada jang menjebutkan ketentuan pokok ini Hukum Dasar, bahkan dalam persiapan pembentukan Undang-undang Dasar negara kita djuga diketengahkan penggunaan istilah Hukum Dasar, tetapi kemudian setjara tepat sekali istilah Hukum Dasar ditolak, karena perkataan hukum berarti luas dan meliputi hukum tertulis dan hukum tidak tertulis, misalnja Hukum Adat. Oleh karena Undang-undang Dasar adalah merupakan Hukum Dasar jang tertulis, maka tepatlah penggunaan perkataan Undang-undang Dasar. Djadi ada bedanja antara perkataan Undang-undang dan Hukum jang dalam bahasa Perantjisnja djuga membedakan ''droit'' dan ''loi''. Undang-undang Dasar merupakan ''salah satu'' sumber hukum, karena ia bukanlah satu-satunja sumber hukum. Masih ada sumber hukum lain, misalnja kebiasaan, perdjandjian, meskipun hal-hal lain ini tidak mengurangi arti jang penting dari pada Undang-undang Dasar sebagai sumber hukum. 62. Di U.S.A. bahkan sedemikian rupa, hingga undang-undang jang kemudian ditimbulkan oleh negara ''dibandingkan'' (''getoetst'') kepada Undang-undang Dasarnja. Apabila ternjata undang-undang itu bertentangan dengan Undang-undang Dasar, maka batallah undang-undang tersebut. Ini berarti, bahwa <p align="right">57</p> </div><noinclude></noinclude> 0xzgwpqv8f0kmv3n38h8exvrd1ze5h8 Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/17 104 112159 311153 2026-08-11T06:49:10Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '— ° - — (ie! - 59, ‘Tjomtoh? dalam tinapkan harus melipuli semua. sila jang tertjantum dalam Pantjasila, Sebagai misal Kita sebutkan jemuanja dibawah ini: 4, Ketuhanan Jang Maha Bsa: Orang jang beragama harus menonaikan ibadatnja setjara teratur, Orang harvs toleran dan harus menghargai agama orang lain jang berlainan, Pergaulan didalam smasjarakat jang ket}ilpun djangan sampai retak karena Agama jang berbeds-beda jang terdapat didalamnja,... 311153 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>— ° - — (ie! - 59, ‘Tjomtoh? dalam tinapkan harus melipuli semua. sila jang tertjantum dalam Pantjasila, Sebagai misal Kita sebutkan jemuanja dibawah ini: 4, Ketuhanan Jang Maha Bsa: Orang jang beragama harus menonaikan ibadatnja setjara teratur, Orang harvs toleran dan harus menghargai agama orang lain jang berlainan, Pergaulan didalam smasjarakat jang ket}ilpun djangan sampai retak karena Agama jang berbeds-beda jang terdapat didalamnja, b, Kemabusiaan jang adil dan beradab: Djaneanlah kita mengobarkan bentji terhadap bangsa Jain, Perdamaian dunia anlara semua bengsa hanis ditundjukkan dalam pernjataan® dan findakan® jiegara, Politik bebas dan aktif adalah suatu tjontoh Jang sangat baik, demikian pula Konperensi Asia-Abika. ¢ Persatuan Indonesia ; Dalam kepegawaian djanganiah mengadakan pengangkatan? jang bersifat kesukuan, Pemakalan Bahasa Indonesia harus lebili diintensifkan dalam. segala Tapa- ngan, Bila mengadakan asrama! misalnja asrama peladjay, nganlah astama itu diperuntukkan bagi 1 golongan sukw sadj: Tjara® pongangkatan Depernas, D,P.A.S., D.P.R. Goong Rojony dan M.P,R.S. adalah suatu tjontoh jang baik, karena Aes fongan dan suku jang menjokong djiwa 1945 diadjak turut, d, Kedaulatan Rakjat: Pemerintah barus menundjukkan bahwa dalam Republik Indonesia, benart rakjat jang berdaulat Pemiliban Urnum, Hak Berdemonatrasi dan Hak Mogok adalah hak? rakjat jang harus diakui dalam mentjerminkan Kedaulatan Rakjat itu, Dalam pergaulan hidup sehari-hari petugast Negara djanganlah menundjukkan seolakeolah mereka lebih berkuasa dan rakjat. &, Keadilan Sosial: Pemimpin? dan pembesar# harus hidap sederhana, schingga mendjadi (jontoh bagi masjarakat, Demikian pula djanganlah mempergunakan djabatan untuk mentjari ke- unfiigan materi! intuk diri sendiri. Praktek mendicikan P’T! gelama ini adalah gedjala® jang bertentangan, dengan. usaha mentjspat_matjatakat adil dan imakmur. Pemerintah hari berani mengadakan peraturan® jang merintang! usaha peng: Nisapan onanusia techadap écsama mania. S4 Bilamana petnuka® Indonesia dapat memberikan Gontoh! jang mentjerminkan Pan(jasila (jang terscbut diatas hanja sebagian Ketjil jang kita ambil), rakjat dengan senang hati dan beratnal- ramai meniru Gontoh jang diberikan itu, Gambaran keadaan mengenai masjarakat jang lebih baik akan lebih dekat kepada Kita, BAB IL REALISASL PANTJASIL.A DALAM MASJARAKAT 80 a, Pantjasila lahir atas dasar keinsafin bahwa tanpa persa- tun, kita tidak dapat melawan pendjadjahan dan mengusirnja davi bumi Indonesia. Djuiga tidak mungkin didirikan auata negara jang didukung oleh semua golongan, kalau ap golongan tidak diberi kedudukan jang lajak, b. Pantjasila adalah alat persatuan jang menghimpun semua golongan dan allran jang ada di Indonesia. ¢, Pantjavila dak dimakwdkan untuk mengisolasi satu go- loaganpon dari masjarakat dan Negara Republik Indonesia, d@, Lambang Negara kita berupa Garuda dengan sembojan dibawahnja, Bhoweka Tunggol Jka, adalah lambang jang paling tepat dalam menzgambarkan Pantjasila, Walaupun berbeda-beda, semua sata djua, demikian arti lambang itu. ¢, Bentuk Pantjasila berubah-rubahy, tetapi ecmangat dan dts wanja tetap, sebagaimana ditjetuskan untuk pertama kalinja oleh penggalinja {r Soekarna, sekarang Presiden: Republik Indonesia f Sila? didalam Pantjasila merupakan satu keeatlan jang sama nilainja dan tidak dapat dibagi-bagi. g, Pantjasila adalah sesuai dengan kepribadian bangsa Tndo- nesta, Bila Kita menjelidiki masjarakat® jang terdapat diseluruh Tndonesia, baik sctjara historis maupun setjara antropologis, kita akan membenarkan pendapat itu, Sila? dalam Pantjasila: sudah ada dalam masjarakat Indonesia sedjak berabad-abad lamanja- h, Pantjasila jang dapat diperas hingga mendjadi fitsafat Gotong Rojong, dapat dipakai dalam metode penjelidikan Ilmu 55<noinclude></noinclude> denhow1ipqo77ze8erp4aq13de1cd74 311168 311153 2026-08-11T07:01:25Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311168 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> 59. Tjontoh² dalam tinapkan harus meliputi semua sila jang tertjantum dalam Pantjasila. Sebagai misal kita sebutkan semuanja dibawah ini: :a. Ketuhanan Jang Maha Esa: Orang jang beragama harus menunaikan ibadatnja setjara teratur. Orang harus toleran dan harus menghargai agama orang lain jang berlainan. Pergaulan didalam masjarakat jang ketjilpun djangan sampai retak karena agama jang berbeda-beda jang terdapat didalamnja. :b. Kemanusiaan jang adil dan beradab : Djanganlah kita mengobarkan bentji terhadap bangsa lain. Perdamaian dunia antara semua bangsa harus ditundjukkan dalam penjataan² dan tindakan² negara. Politik bebas dan aktif adalah suatu tjontoh jang sangat baik, demikian pula Konperensi Asia-Afrika. :c. Persatuan Indonesia : Dalam kepegawaian djanganlah mengadakan pengangkatan² jang bersifat kesukuan. Pemakaian Bahasa Indonesia harus lebih diintensifkan dalam segala lapangan. Bila mengadakan asrama² misalnja asrama peladjar, djanganlah asrama itu diperuntukkan bagi 1 golongan suku sadja. Tjara² pengangkatan Depernas, D.P.A.S., D.P.R. Gotong Rojong dan M.P.R.S. adalah suatu tjontoh jang baik, karena semua golongan dan suku jang menjokong djiwa 1945 diadjak turut. :d. Kedaulatan Rakjat : Pemerintah harus menundjukkan bahwa dalam Republik Indonesia, benar² rakjat jang berdaulat Pemilihan Umum, Hak Berdemonstrasi dan Hak Mogok adalah hak² rakjat jang harus diakui dalam mentjerminkan Kedaulatan Rakjat itu. Dalam pergaulan hidup sehari-hari petugas² Negara djanganlah menundjukkan seolah-olah mereka lebih berkuasa dari rakjat. :e. Keadilan Sosial : Pemimpin² dan pembesar² harus hidup sederhana, sehingga mendjadi tjontoh bagi masjarakat. Demikian pula djanganlah mempergunakan djabatan untuk mentjari keuntungan materiil untuk diri sendiri. Praktek mendirikan P.T.² selama ini adalah gedjala² jang bertentangan dengan usaha mentjapai masjarakat adil dan makmur. Pemerintah harus berani mengadakan peraturan² jang merintangi usaha penghisapan manusia terhadap sesama manusia.</li></ol> <p align="left">54</p> Bilamana pemuka² Indonesia dapat memberikan tjontoh² jang mentjerminkan Pantjasila (jang tersebut diatas hanja sebagian ketjil jang kita ambil), rakjat dengan senang hati dan beramai-ramai meniru tjontoh jang diberikan itu. Gambaran keadaan mengenai masjarakat jang lebih baik akan lebih dekat kepada kita. <center> BAB 11<br /> REALISASI PANTJASILA DALAM MASJARAKAT </center> 60 a. Pantjasila lahir atas dasar keinsafan bahwa tanpa persatuan, kita tidak dapat melawan pendjadjahan dan mengusirnja dari bumi Indonesia. Djuga tidak mungkin didirikan suatu negara jang didukung oleh semua golongan, kalau tiap golongan tidak diberi kedudukan jang lajak. :b. Pantjasila adalah alat persatuan jang menghimpun semua golongan dan aliran jang ada di Indonesia. :c. Pantjasila tidak dimaksudkan untuk mengisolasi satu golonganpun dari masjarakat dan Negara Republik Indonesia. :d. Lambang Negara kita berupa Garuda dengan sembojan dibawahnja, ''Bhinneka Tunggal Ika'', adalah lambang jang paling tepat dalam menggambarkan Pantjasila. Walaupun berbeda-beda, semua satu djua, demikian arti lambang itu. :e. Bentuk Pantjasila berubah-rubah, tetapi semangat dan djiwanja tetap, sebagaimana ditjetuskan untuk pertama kalinja oleh penggalinja Ir Soekarno, sekarang Presiden Republik Indonesia :f. Sila² didalam Pantjasila merupakan satu kesatuan jang sama nilainja dan tidak dapat dibagi-bagi. :g. Pantjasila adalah sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Bila kita mejelidiki masjarakat² jang terdapat diseluruh Indonesia, baik setjara historis maupun setjara antropologis, kita akan membenarkan pendapat itu, Sila² dalam Pantjasila sudah ada dalam masjarakat Indonesia sedjak berabad-abad lamanja. :h. Pantjasila jang dapat diperas hingga mendjadi filsafat Gotong Rojong, dapat dipakai dalam metode penjelidikan Ilmu <p align="right">55</p> </div><noinclude></noinclude> g3176xek03fvib9995vjsisnh05ywan Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/19 104 112160 311154 2026-08-11T06:49:39Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- bangss, sclurubnja ecbagal persatuan bulat, tidak memihak Kepada guatu golongan jag paling kuat dan tidak mengangeap kepentingan scseorang scbagai pusat. Tjorkk dan bentuknja harus sciuai dengan keadaan unsureunsur masiarakat sesusi dengan scdjarah perkembungan bukum (Rechisgeschiehte). dan struktor masjaraket fla, 73, Masih baniak teori-teori negara, misalnja. tentang teori petebutan Eekuasian Frans Opernaiier, tori menurat imu Sostologi, t... 311154 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>- bangss, sclurubnja ecbagal persatuan bulat, tidak memihak Kepada guatu golongan jag paling kuat dan tidak mengangeap kepentingan scseorang scbagai pusat. Tjorkk dan bentuknja harus sciuai dengan keadaan unsureunsur masiarakat sesusi dengan scdjarah perkembungan bukum (Rechisgeschiehte). dan struktor masjaraket fla, 73, Masih baniak teori-teori negara, misalnja. tentang teori petebutan Eekuasian Frans Opernaiier, tori menurat imu Sostologi, teovi-teori dari Immanven Kawr, Yano Sjano, Macuravenu, Nierascue, teori fasis-nazi dan lain-lainnja, Mev Prarantja dalam bukunja Wegaratretagama (1305) me- ngamibil sarisavi fisafa, Buddha dan Brahma dan dissuaikan ‘dengan alam fikiran Indonesia asli serta diausyn sebagal ideclogi kenegaraan Madjapahit. Prapantja mengadjarkan ; dunia jang baka adalah kelandjutan dunia jang fana-ini, karena ity hubu- Bgah general leluhur jang telah meninggal harvs tak putus dengan wsaha® generad jang masih hidup. 74, Filsafat Buddha Mahajana jang mongutamakanhidup auiji dan bertoral diambil oleh Prapantja, tetapl Udak mengambil bagian jang berid melupakan dupiewi, Dari filefst Brahmo« djambil andjasan’ tata-tertibnja jang. keras: Kedmpylannja, untuk negara Madjapahit haruy diselenggarakan tata-pradja jang mewudjudkan imbangan solaris antara negara duniawi dengan dunia semdahnja, Praba Hajamwurok harus menghubungkas negaranja dengan para, Dewa untuk mentjapai kemakmuran Perky dipentingkan Keagamaan, Qandi? didirikan dan urusan kenegaraan discrahkan kepada Maha Path Ganja Mapa. Adjaran, ‘The Kiag can do no, wrong bukan barang baru, Gadjah ‘Madalah jang bortanggung djawab untuk meagatur penghidupen raljat aeeuai dengan sari? adjaran Buddha dan Brahma, Baik Madjapahit, maupin Sriwidjaja, baik Mataram maapyr Pagarrujung stay Singosarl adalah negara hukum, meskipun hukam dasarnja disendikan kepada adat’kebiasaan dan. tidak tcrtulis (Constitution coustunitre), Be 75, Konsntos wadjib; ditaati oleh: rakjatnja, pemerintaban jang ditentukan oleh Konstitus! adalah pada hakeketaja bentukan rakjat sendiri, pemerintah adalah rakjat sendiri, schingga ada peleburan antata pemimpin pemerintahan dan rakjat, ‘Tetapi bagaimanapan djuga. Undang-undang Pasar adalah tintuk rakjat Indonesia, bukan rakjat Indonesia’ untuk Undang. undang Dasar, BAB WS SEDIARAH PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 46, Membitjarakan sedjarab pembentukan Konstitusi Republik Indonesia 1945, tidaklah dapat kita mengabaikan zaman Djepang karena pada zaman itulah diadakan persiapan® baik seljara leyal raaupun setjara Hlegal, Satu hal tidak boleh dilupakan, baliva djugs ang berkooperast dengan Djepang, bahwa para pemimpin dibalik kerdja cama tidak pula kurang. pentingnja tempaan mereka rie ngenai persatuan sambil membelokkan adjaran militer peotrintsh Djepang Kearah tudjan lain dart pada maksud Djepang. Makeud pemerintah Djopang sadah barang tenia akan menggunakan tena- ga rakjat untuk Kepentingannja sendini, terutamma pertabanannja ‘Fjostoh® pelaksana malsud Pemerintah penduduken bakan sedi- kit, misalaja penggunaan tonage kerdja jang disebut romyshe seria hele untak memenangken perang mereka. Tentars Pembela ‘Tanah Air (RETA) Jang dibangankan oleh Pemerintah Balatentars Djepang dengan maksud membantu Djepang dalam perang ang seding berlangsung kemudian akan mefupakan sendjais makan toan, Banjak hal® jang negatif didmbulkan oleh pendudukan Djepang, banjak kurban jang djatuh, ‘Tetapi disemping hal? jang negatif, ada pula tumbuh hat! jang posit 43, Keketjewaan rakjat pada zaman Belanda jang tiada meng- hiraukan ulvran-tangan bangsa Indonesia menenting fasisme, sebagai terdjelina dengan adanja petisi SonraRdjo dan sos) Wiwolo makin bertambah, ketika Alantis Charter, kata filak Belanda, tidaklab berlaku untuk bangse Indonesia, Tidak meng- 63<noinclude></noinclude> kv9liu6qsbynxsunpryrbmd3m5ugquh 311169 311154 2026-08-11T07:05:44Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311169 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> bangsa seluruhnja sebagai persatuan bulat, tidak memihak kepada suatu golongan jang paling kuat dan tidak menganggap kepentingan seseorang sebagai pusat. Tjorak dan bentuknja harus sesuai dengan keadaan unsur-unsur masjarakat sesuai dengan sedjarah perkembangan hukum (''Rechtsgeschichte'') dan struktur masjarakat itu. 73. Masih banjak teori-teori negara, misalnja tentang teori perebutan kekuasaan <small>FRANS OPPENHEIMER</small>, teori menurut ilmu Sosiologi, teori-teori dari <small>IMMANUEL KANT</small>, <small>YANG SJANG</small>, <small>MACHIAVELLI</small>, <small>NIETZSCHE</small>, teori fasis-nazi dan lain-lainnja. <small>MPU PRAPANTJA</small> dalam bukunja ''Negarakretagama'' (1365) mengambil sari-sari filsafat Buddha dan Brahma dan disesuaikan dengan alam fikiran Indonesia asli serta disusun sebagai ideologi kenegaraan Madjapahit. Prapantja mengadjarkan : dunia jang baka adalah kelandjutan dunia jang fana ini, karena itu hubungan generasi leluhur jang telah meninggal harus tak putus dengan usaha² generasi jang masih hidup. 74. Filsafat Buddha Mahajana jang mengutamakan hidup sutji dan bermoral diambil oleh Prapantja, tetapi tidak mengambil bagian jang berisi melupakan duniawi. Dari filsafat Brahma diambil andjuran² tata-tertibnja jang keras. Kesimpulannja, untuk negara Madjapahit harus diselenggarakan tata-pradja jang mewudjudkan imbangan selaras antara negara duniawi dengan dunia sesudahnja. Prabu Hajamwuruk harus menghubungkan negaranja dengan para Dewa untuk mentjapai kemakmuran. Perlu dipentingkan keagamaan, tjandi² didirikan dan urusan kenegaraan diserahkan kepada Maha Patih <small>GADJAH MADA</small>. Adjaran ''The King can do no wrong'' bukan barang baru, Gadjah Madalah jang bertanggung djawab untuk mengatur penghidupan rakjat sesuai dengan sari² adjaran Buddha dan Brahma. Baik Madjapahit, maupun Sriwidjaja, baik Mataram maupun Pagarrujung atau Singosari adalah negara hukum, meskipun hukum dasarnja disendikan kepada adat kebiasaan dan tidak tertulis (''Constitution coustumière''). <p align="left">62</p> 75. Konstitusi wadjib, ditaati oleh rakjatnja, pemerintahan jang ditentukan oleh Konstitusi adalah pada hakekatnja bentukan rakjat sendiri, pemerintah adalah rakjat sendiri, sehingga ada peleburan antara pemimpin pemerintahan dan rakjat. Tetapi bagaimanapun djuga Undang-undang Dasar adalah untuk rakjat Indonesia, bukan rakjat Indonesia untuk Undang-undang Dasar. <center> BAB 13<br /> SEDJARAH PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 </center> 76. Membitjarakan sedjarah pembentukan Konstitusi Republik Indonesia 1945, tidaklah dapat kita mengabaikan zaman Djepang karena pada zaman itulah diadakan persiapan² baik setjara legal maupun setjara ilegal. Satu hal tidak boleh dilupakan, bahwa djuga ang berkooperasi dengan Djepang, bahwa para pemimpin dibalik kerdja sama tidak pula kurang pentingnja tempaan mereka mengenai persatuan sambil membelokkan adjaran militer pemerintah Djepang kearah tudjuan lain dari pada maksud Djepang. Maksud pemerintah Djepang sudah barang tentu akan menggunakan tenaga rakjat untuk kepentingannja sendiri, terutama pertahanannja. Tjontoh² pelaksana maksud Pemerintah pendudukan bukan sedikit, misalnja penggunaan tenaga kerdja jang disebut romusha serta heiho untuk memenangkan perang mereka. Tentara Pembela Tanah Air (PETA) jang dibangunkan oleh Pemerintah Balatentara Djepang dengan maksud membantu Djepang dalam perang jang sedang berlangsung kemudian akan merupakan sendjata makan tuan. Banjak hal² jang negatif ditimbulkan oleh pendudukan Djepang, banjak korban jang djatuh. Tetapi disamping hal² jang negatif, ada pula tumbuh hal² jang positif. 77. Keketjewaan rakjat pada zaman Belanda jang tiada menghiraukan uluran tangan bangsa Indonesia menentang fasisme, sebagai terdjelma dengan adanja petisi <small>SOETARDJO</small> dan mosi <small>WIWOHO</small> makin bertambah, ketika ''Atlantic Charter'', kata pihak Belanda, tidaklah berlaku untuk bangsa Indonesia. Tidak meng- <p align="right">63</p> </div><noinclude></noinclude> op6wx6wc7ezkxigc768criv572vvmdt Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/20 104 112161 311155 2026-08-11T06:49:57Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '81, Sclain dari pada rantjangan perhjataan Indonesia Merdeka oleh Badan Penjelidik Kemerdekaan djuga telah disiapkan : 1, Rantjangan pembelaan negara. a 2. Rantjangan Perekonomian Indonesia merdcka. 3, Rantjangan goal keuangan Indonesia merdeka, . Rantjangan soal pendidikan dan pengadjaran, 3. Pembukaan Undang* Dasar, y Sudah barangtenturenijana tersebut datas, certasukrantjangan kaan U,U.D. jang dikutip selurubnja, tidak dapat dipakal. sa... 311155 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>81, Sclain dari pada rantjangan perhjataan Indonesia Merdeka oleh Badan Penjelidik Kemerdekaan djuga telah disiapkan : 1, Rantjangan pembelaan negara. a 2. Rantjangan Perekonomian Indonesia merdcka. 3, Rantjangan goal keuangan Indonesia merdeka, . Rantjangan soal pendidikan dan pengadjaran, 3. Pembukaan Undang* Dasar, y Sudah barangtenturenijana tersebut datas, certasukrantjangan kaan U,U.D. jang dikutip selurubnja, tidak dapat dipakal. sapat Dokuritsu Zyunbi Tyoosakal hanjs dilakukan 2 kali, pertaina dari tanggal 29 Mei sampai 1 Djuni dan kedua kaliaja art tanggal 10 hingga 17 Djuli 1945. Dalam waktu jang singkat fanitin Penjelidik Kemerdekain telah memberikan bihan? banjak jang kemudian dipakai mendjadi send} dasienegara kita, teristimewa bahan* jang dikelengakkan olch angrota Munauaian Yauiy, Kensep Undang-ondang Dasar jang diserahkan olch anggota tersebut dan disampaikan kepada sidang Panitia Penje- ‘Hidik Kemerdekaan pada tanggal 29 Mei 1948, ternjata ‘banjak timbul kembali pada Undang-undang Dasar 1945, Mendjclang Proklamasi Kemerdekaan 17 Agnstus 1945, Badan Penjelidik Kemetdckaan ini dihapuskan dan tinbullah Panida Pertiapan Kemerdekaan Indonesia Jang diketuiai oleh In Som Kanno dan wakil ketuanja sdalah Drs Monanwao Harta, Oleh Panitia baru ini Ranijangan ‘Pembelaan negara, ditolak dan ingati Pernjataan Indonesia merdcka diangeap tidak perlu, Jain‘-nja tetap merupakan bahan jang penting bagi kelandjutan PB icgpatoryy fegara merdeka jang baru, Sebelum kita mengindjak zaman seeudah Proklamasi dan mem- vigarakan soa} Konstitusi Republik Indonesia 1945, ada dua bush dokumen jang penting dan perlu dibitjarakan setjara chusus, BA 14 PIAGAM DIAKARTA DAN NASKATH PROKLAMASI 82, ‘Naskah Proklamas seria pembukean Undang? Dasar merupskan naskah resmi jang semendjak Kémerdekaan diprokla- 67<noinclude></noinclude> kl62wnwlxrkvr3ej8sbw78b66l5u1tw 311172 311155 2026-08-11T07:12:30Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311172 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <center> [[Berkas:Naskah Proklamasi Indonesia.jpg|thumb|center|300px|]] </center> 81. Selain dari pada rantjangan pernjataan Indonesia Merdeka oleh Badan Penjelidik Kemerdekaan djuga telah disiapkan : :<ol><li>Rantjangan pembelaan negara.</li><li>Rantjangan Perekonomian Indonesia merdeka.</li><li>Rantjangan soal keuangan Indonesia merdeka.</li><li>Rantjangan soal pendidikan dan pengadjaran.</li><li>Pembukaan Undang² Dasar.</li></ol> Sudah barang tentu rentjana tersebut diatas, termasuk rantjangan pembukaan U.U.D. jang dikutip seluruhnja, tidak dapat dipakai. Rapat Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai hanja dilakukan 2 kali, pertama dari tanggal 29 Mei sampai 1 Djuni dan kedua kalinja dari tanggal 10 hingga 17 Djuli 1945. Dalam waktu jang singkat itu Panitia Penjelidik Kemerdekaan telah memberikan bahan² banjak jang kemudian dipakai mendjadi sendi dasar negara kita, teristimewa bahan² jang diketengahkan oleh anggota <small>MUHAMMAD YAMIN</small>. Konsep Undang-undang Dasar jang diserahkan oleh anggota tersebut dan disampaikan kepada sidang Panitia Penjelidik Kemerdekaan pada tanggal 29 Mei 1945, ternjata banjak timbul kembali pada Undang-undang Dasar 1945. Mendjelang Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Badan Penjelidik Kemerdekaan ini dihapuskan dan timbullah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia jang diketuai oleh <small>IR SOEKARNO</small> dan wakil ketuanja adalah <small>DRS MOHAMMAD HATTA</small>. Oleh Panitia baru ini Rantjangan Pembelaan negara, ditolak dan rantjangan Pernjataan Indonesia merdeka dianggap tidak perlu, lain²nja tetap merupakan bahan jang penting bagi kelandjutan negara merdeka jang baru. Sebelum kita mengindjak zaman sesudah Proklamasi dan membitjarakan soal Konstitusi Republik Indonesia 1945, ada dua buah dokumen jang penting dan perlu dibitjarakan setjara chusus. <center> BAB 14<br /> PIAGAM DJAKARTA DAN NASKAH PROKLAMASI </center> 82. Naskah Proklamasi serta pembukaan Undang² Dasar merupakan naskah resmi jang semendjak Kemerdekaan diprokla- <p align="right">67</p> </div><noinclude></noinclude> 8fi2k8trjpmq2csxvvxl3pcdwtdl9k0 Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/21 104 112162 311156 2026-08-11T06:50:13Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Proklamast jang hanja terdiri atas 2 kalimat pendeky ternjata mempunjai hikmat jang besar sekali dan ditaati oleh suluriih bangsa, Naskah jang dissin pada dinthari mendjelang subub tanggal 17 Agustus 1945 dan kemucian dilafatkan oleh wakil bangs Indonesia, Sockarno-Hatta, lengkapnia berbunji sebagai berikot © Kami bargsa Midonesia dengan’ ini menjatakan KEMERDERAAN INDONESIA, Hol-hal jang mengenai femindakan Kekwataan dan fain-tain disslengga... 311156 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>Proklamast jang hanja terdiri atas 2 kalimat pendeky ternjata mempunjai hikmat jang besar sekali dan ditaati oleh suluriih bangsa, Naskah jang dissin pada dinthari mendjelang subub tanggal 17 Agustus 1945 dan kemucian dilafatkan oleh wakil bangs Indonesia, Sockarno-Hatta, lengkapnia berbunji sebagai berikot © Kami bargsa Midonesia dengan’ ini menjatakan KEMERDERAAN INDONESIA, Hol-hal jang mengenai femindakan Kekwataan dan fain-tain disslenggarakan dengan tjara salsama dan datem: tempo. jang. sesingkat-singkalaja”’. Ate’ nama bangia Indonesie Sockarno — Hatta Diakarta, TF Agustus 1945 Alanekah bersahadjanja susinan kalimnat Proklainsst ini! Singkat dan tepat, dan dalam susunan jang borsahadja ini tersiuat djiwa jang bulat, semangat jang menggelora, hidup dan memantjarkan Aeichlasan sepenuh-penubnja, Ichlas untuk menjelenggarakan is dari pada Proklamasi dengan penuh tanggeng-djawab betapapun derat dan besar pengurbanannja, Dari kalimat pertama naskah Prokininadi ftw njatalah, bahwa : a. pengumuman kemerdekaan adalah oleh bangea Tndonesta sencliri ¢ b, Iwhirnja bangsa Indonesia <edjak djam 10 pagi waktu di Djawa tahun 1945 hati 17 bulan Agustes mendjadi bangsa jang bernogara merdeka! Bukantak Dai Nippon Teikoku jang mendorong, Buag Kerio dan Bung Hatta sekadar mendjacli penjambang Udah rakjat Indonesia, Seandainja tidak oleh kedua pemimpin int Proklamasd diugjapkan, Proktamas akan terdjadi djuga, Kebulatan tckad dan segata konsekwers) telah diperhitungkan dan Proklamasd memang harus terdjadi sebagaimana matahari djuga mest terbit, Kalima singkal Jang berhikmal itu njata-njata dalam waker pendek telah menggema dalam lima benua dan cudjuh Javan, BAB 15, VI. UNDANG-UNDANG DASAR REPUBLIC: INDONESIA 1945 88. Tepat-sekali Simoxancrm dan Mane Reve Say dalain bukunja, Cndang-undang Dasar 1945 dalam kentfah penetepan Undane-widane Desar tetap Indosedia, menambabkan tahun 1945 dibelakangnja, karena Republik Indonesia dalam djangka wakto 5 tahun setelah Proklamasd mengalami dua kali peribahar Undag-undang Dasar : pertama pada hun 1949, setclah ter djadi pelcburan negara? tjipsaan Belanda dan Republik Indonesia Jang berpusat di Jogjakarta ; kemudian serahun seaudah te, Jaitu pada tahun 1930 dengan adanja U.U.D. Sementars RuI., setelah tanah air berbentuk kemtuan kembali, 89, Untuk mengerti maksud dan djiwa U.U.D. manapun djaga tidaklah gukup hanja membayja naskah dari pasal? ULU.D.nja. tetapi perlu mengetahui latar belakangnja, bagaimana terdjadinja dan kalau dapat notula pembentukan, Kowstitusi tersebut. Dihalaman-muka telah kita njatakan, bahia bab? dan pasal? Jang terdapat dalath U.U.D. tidaklah lain dari pada refleksi dari pada Pembukaannja. Dan selandjutnja Pembukaant ini sebagai kita ketahui tidaklah djauh berbeda dari pada Piagam Djaka 22 Djuni 1945, Disinilah kita pereleh pokok tjita? hukum jang menguasai hukum jang verculis dan tidak tertutis, 90. Undang? Dasar Proktamsasi hanja memuat 37 pasal tet- mar dalam 16 bab ditambah Aturan Peralihan dan Aturau Tanbahan, Ini lebih singkat dari pada Konstieusi U.S.A. jang meskipun hanja terdiri atas 7 articles, tetapi terbagt atas djaul: lebih banjak sections. U.R.S.S, inempunjal U.U.D. jang terdir: atas 146 pasal, negara muda Persckutuan Tanah Melayu U.U.D. nia terditi atas 181 pasal, Demikian uegara? lain kebanjakan 13<noinclude></noinclude> 8f6ss0hyoy8nlj3bb1uuka5cnoglg58 311173 311156 2026-08-11T07:17:19Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311173 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> Proklamasi jang hanja terdiri atas 2 kalimat pendek, ternjata mempunjai hikmat jang besar sekali dan ditaati oleh seluruh bangsa. Naskah jang disusun pada dinihari mendjelang subuh tanggal 17 Agustus 1945 dan kemudian dilafatkan oleh wakil bangsa Indonesia, Soekarno-Hatta, lengkapnja berbunji sebagai berikut : ::''„Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan'' ::::''KEMERDEKAAN INDONESIA.'' ::''Hal-hal jang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja”.'' :::''Atas nama bangsa Indonesia'' :::''Soekarno — Hatta'' ::''Djakarta,'' ::''17 Agustus 1945'' :Alangkah bersahadjanja susunan kalimat Proklamasi ini ! Singkat dan tepat, dan dalam susunan jang bersahadja ini tersirat djiwa jang bulat, semangat jang menggelora, hidup dan memantjarkan keichlasan sepenuh-penuhnja. Ichlas untuk menjelenggarakan isi dari pada Proklamasi dengan penuh tanggung-djawab betapapun berat dan besar pengurbanannja. :Dari kalimat pertama naskah Proklamasi itu njatalah, bahwa : :<ol type="a"><li>pengumuman kemerdekaan adalah oleh bangsa Indonesia sendiri ;</li><li>lahirnja bangsa Indonesia sedjak djam 10 pagi waktu di Djawa tahun 1945 hari 17 bulan Agustus mendjadi bangsa jang bernegara merdeka ! Bukanlah Dai Nippon Teikoku jang mendorong, Bung Karno dan Bung Hatta sekadar mendjadi penjambung lidah rakjat Indonesia. Seandainja tidak oleh kedua pemimpin itu Proklamasi diutjapkan, Proklamasi akan terdjadi djuga. Kebulatan tekad dan segala konsekwensi telah diperhitungkan dan Proklamasi memang harus terdjadi sebagaimana matahari djuga mesti terbit. Kalimat singkat</li></ol> <p align="left">72</p> :jang berhikmat itu njata-njata dalam waktu pendek telah menggema dalam lima benua dan tudjuh lautan. <center> BAB 15<br /> VI. UNDANG-UNDANG DASAR REPUBLIK<br />INDONESIA 1945 </center> :88. Tepat sekali <small>SIMORANGKIR</small> dan <small>MANG RENG SAY</small> dalam bukunja, ''Undang-undang Dasar 1945 dalam kantjah penetapan Undang-undang Dasar tetap Indonesia'', menambahkan tahun 1945 dibelakangnja, karena Republik Indonesia dalam djangka waktu 5 tahun setelah Proklamasi mengalami dua kali perubahan Undang-undang Dasar : pertama pada tahun 1949, setelah terdjadi peleburan negara² tjiptaan Belanda dan Republik Indonesia jang berpusat di Jogjakarta ; kemudian setahun sesudah itu, jaitu pada tahun 1950 dengan adanja U.U.D. Sementara R.I., setelah tanah air berbentuk kesatuan kembali. :89. Untuk mengerti maksud dan djiwa U.U.D. manapun djuga tidaklah tjoekup hanja membatja naskah dari pasal² U.U.D.-nja, tetapi perlu mengetahui latar belakangnja, bagaimana terdjadinja dan kalau dapat notula pembentukan Konstitusi tersebut. Dihalaman muka telah kita njatakan, bahwa bab² dan pasal² jang terdapat dalam U.U.D. tidaklah lain dari pada refleksi dari pada Pembukaannja. Dan selandjutnja Pembukaan ini sebagai kita ketahui tidaklah djauh berbeda dari pada Piagam Djakarta 22 Djuni 1945. Disinilah kita peroleh pokok tjita² hukum jang menguasai hukum jang tertulis dan tidak tertulis. :90. Undang² Dasar Proklamasi hanja memuat 37 pasal ter-muat dalam 16 bab ditambah Aturan Peralihan dan Aturan Tambahan. Ini lebih singkat dari pada Konstitusi U.S.A., jang meskipun hanja terdiri atas 7 ''articles'', tetapi terbagi atas djauh lebih banjak ''sections''. U.R.S.S. mempunjai U.U.D. jang terdiri atas 146 pasal, negara muda Persekutuan Tanah Melayu U.U.D.-nja terdiri atas 181 pasal. Demikian negara² lain kebanjakan <p align="right">73</p> </div><noinclude></noinclude> mqiatkuwsbogfgxbpxilmcwerwcw9an Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/22 104 112163 311158 2026-08-11T06:50:36Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'BAGIAN D DEMOKRASI DAN EKONOMI TERPIMPIN BAB 16 PANDANGAN UMUM 108. Setlap bangsa mempunjai watak, sifat serta Wiri2jang chu- jus, berhubung dengan keadaan geografi, perkembangan sedjarab dan kebudajaan serta lain? hal jang mempengaruhi pergaulan bangsa sepandjang zaman, Disamping bal? jang chusus, terdapat pula lial? jang umm jang inaim bagi setiap bentuk masjarakat bangsa? dibhat dasi segi ilrou kemagjarakaten, Segi® posldifdari keadaan? ch... 311158 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>BAGIAN D DEMOKRASI DAN EKONOMI TERPIMPIN BAB 16 PANDANGAN UMUM 108. Setlap bangsa mempunjai watak, sifat serta Wiri2jang chu- jus, berhubung dengan keadaan geografi, perkembangan sedjarab dan kebudajaan serta lain? hal jang mempengaruhi pergaulan bangsa sepandjang zaman, Disamping bal? jang chusus, terdapat pula lial? jang umm jang inaim bagi setiap bentuk masjarakat bangsa? dibhat dasi segi ilrou kemagjarakaten, Segi® posldifdari keadaan? chusus maypun unum dari pada suatu bangsa dengan pengolahan dan penggarapan jang baik dapat mendjadi sendi jang penting dan menentukan serts menguntungkan, 109. ~ Demiikianlah pengertian demokrasi dan kegiatan? ckonomy tidak asing lagi bagi setiap bangsa, termasuk bangsa Indonesia, Namun demikian tidaklah sembarang pengertian demokrast dan ekonomi dapat sesual dengan keperluan bangsa Indonesia, ‘Gotong-rojong adalah pernjataan perasaan dan pengertian (le mokrasi jang tinggi dari Bangsa Indonesia, Perasaan kekeluargaan dan kemagarakatan eebagai sendi? masjarakat demokratis dan s0- sialistds tertjermin dengan djelas dalam pengertian dan. prakiek gotong-rojong. Bung Karno dalam pidatonja tentang tahirnja Pan- gasila membuktikan bahwa apabila Pantjasiia ini diperas mendjadi Bia-sila, isinja adalah gotong-rojong, Kita semua mengetahul bal wa Pantjasila adalah dasar negara kita, Dengan lain perkataan dasar negara adalah ,, Gotong-Rojong”, Inilah hakekatnja apa jang disebut sosiatisme Indonesia, jakni sostalisme jang sesuai dengan. Be keadaan? di Indonesia, Djadi kalau kita akan membiijarakan soa! politik dit chosomi Tadonesia, tidak boleh dak kita harus vem: nitjarakan soal jang hakihi, gotong rojong atau soslalisme & la fndonesia ini, Apa hubungan uraian ini dengan demokrasi dan cko, som terpimpin? Hubunganaja erat eckali, balikan mutlak, Demo- trast terpimpinadalab pelakeanaan politik, sedang ekonomi terpim- pin adalah pelaksanaan ekonomi dari pada faham gotong-rojong, Demokrasi cerpimpin adalah jermin dari pads ekonoii terpimpin, dilapangan politik. Singkatnja, pendjelasan dari petaksanaan poli- fik dan ekonomi diatas dasar Pantjasila atay Ekesila (Gorong Ro- feng) adalah merupakan suaty masjarabal jang adi? dan makmur, 110. Perkataan ,,terpimpin” adalah lawan dari pada perkataan liberal, ,,Redaulatan-Rekjat” sebagai sila keempat dati pade Pantjasila adalah sumber pengertian demokrasi di Tndoncaia, se- dangkan pasal $3 dari pada Undang? Dasar 1945 adalah suber pelaksanaan ekonominja, Mengapa perkataan terpimpin han ditulis dibelakang demokrasi dan ekonomi, Bukankah dengan perkaraan demokvasi sadja sudah tjukup djelas maknanja, jakni sara rakjat, dau ekonomi unguk mengusahakan se-banjak? ke- makmuran? Hal ini perlu diterangkan dan dijakinkan, sebab inj adalah suatu hal jang pokok dan baki&l. 1H, Perkaraan ,,terpimpin” adatah porlu untuk menijegah penjelewengan demokrasi dan ekonomi mendjadi liberal atau semaitajs, dan untuk mentegal petktek dan penafiran jang teewenang?. Dalam pengertian gotong rojong tersimpul makna Jang luas dan dalam thengenai politik ckonomi adil-makmur. Dan demikiankih praktek demokrasi-ckonomi texpimpin, suatu ke- adilan dap kemakmeran jana menjeliuwh untuk segenap rakjat, Segolongan kapitalis dengan sendjata uangnja dapat menviel’ demokrasi” dan menguasai ekonomi. Ini bukan gotong rojong, fetipi penindasin takjat pekerdja oleh gelengan? jang memiliks modal. 112 Hikmat dari pada makna dan hakekat gotong rojong jang 83<noinclude></noinclude> 8yrq8s5gbwox111pfpvsai2sztnwmyu 311174 311158 2026-08-11T07:22:12Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311174 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <center> '''BAGIAN D'''<br /> '''DEMOKRASI DAN EKONOMI TERPIMPIN''' <br /> BAB 16<br /> PANDANGAN UMUM </center> 108. Setiap bangsa mempunjai watak, sifat serta tjiri² jang chusus, berhubung dengan keadaan geografi, perkembangan sedjarah dan kebudajaan serta lain² hal jang mempengaruhi pergaulan bangsa sepandjang zaman. Disamping hal² jang chusus, terdapat pula hal² jang umum jang lazim bagi setiap bentuk masjarakat bangsa² dilihat dari segi ilmu kemasjarakatan. Segi² positif dari keadaan² chusus maupun umum dari pada suatu bangsa dengan pengolahan dan penggarapan jang baik dapat mendjadi sendi jang penting dan menentukan serta menguntungkan. 109. Demikianlah pengertian demokrasi dan kegiatan² ekonomi tidak asing lagi bagi setiap bangsa, termasuk bangsa Indonesia. Namun demikian tidaklah sembarang pengertian demokrasi dan ekonomi dapat sesuai dengan keperluan bangsa Indonesia. Gotong-rojong adalah pernjataan perasaan dan pengertian demokrasi jang tinggi dari bangsa Indonesia. Perasaan kekeluargaan dan kemasjarakatan sebagai sendi² masjarakat demokratis dan sosialistis tertjermin dengan djelas dalam pengertian dan praktek gotong-rojong. Bung Karno dalam pidatonja tentang lahirnja Pantjasila membuktikan bahwa apabila Pantjasila ini diperas mendjadi Eka-sila, isinja adalah gotong-rojong. Kita semua mengetahui bahwa Pantjasila adalah dasar negara kita. Dengan lain perkataan dasar negara adalah „Gotong-Rojong”. Inilah hakekatnja apa jang disebut sosialisme Indonesia, jakni sosialisme jang sesuai dengan <p align="left">82</p> keadaan² di Indonesia. Djadi kalau kita akan membitjarakan soal politik dan ekonomi Indonesia, tidak boleh tidak kita harus membitjarakan soal jang hakiki, gotong rojong atau sosialisme ''à la'' Indonesia ini. Apa hubungan uraian ini dengan demokrasi dan ekonomi terpimpin? Hubungannja erat sekali, bahkan mutlak. Demokrasi terpimpin adalah pelaksanaan politik, sedang ekonomi terpimpin adalah pelaksanaan ekonomi dari pada faham gotong-rojong. Demokrasi terpimpin adalah tjermin dari pada ekonomi terpimpin, dilapangan politik. Singkatnja, pendjelasan dari pelaksanaan politik dan ekonomi diatas dasar Pantjasila atau Ekasila (Gotong Rojong) adalah merupakan suatu masjarakat jang ''adil dan makmur''. 110. Perkataan „terpimpin” adalah lawan dari pada perkataan „liberal”. „Kedaulatan-Rakjat” sebagai sila keempat dari pada Pantjasila adalah sumber pengertian demokrasi di Indonesia, sedangkan pasal 33 dari pada Undang² Dasar 1945 adalah sumber pelaksanaan ekonominja. Mengapa perkataan terpimpin ''harus'' ditulis dibelakang demokrasi dan ekonomi. Bukankah dengan perkataan demokrasi sadja sudah tjoekup djelas maknanja, jakni suara rakjat, dan ekonomi untuk mengusahakan se-banjak² kemakmuran? Hal ini perlu diterangkan dan dijakinkan, sebab ini adalah suatu hal jang pokok dan hakiki. 111. Perkataan „terpimpin” adalah perlu untuk mentjegah penjelewengan demokrasi dan ekonomi mendjadi liberal atau se-mau²nja, dan untuk mentjegah praktek dan penafsiran jang se-wenang². Dalam pengertian gotong rojong tersimpul makna jang luas dan dalam mengenai politik ekonomi adil-makmur. Dan demikianlah praktek demokrasi-ekonomi terpimpin, suatu keadilan dan kemakmuran jang menjeluruh untuk segenap rakjat. Segolongan kapitalis dengan sendjata uangnja dapat membeli „demokrasi” dan menguasai ekonomi. Ini bukan gotong rojong, tetapi penindasan rakjat pekerdja oleh golongan² jang memiliki modal. 112. Hikmat dari pada makna dan hakekat gotong rojong jang <p align="right">83</p> </div><noinclude></noinclude> k5vlpjbq93llximfoa1qb6gsj1sa1ai Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/14 104 112164 311159 2026-08-11T06:50:47Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 311159 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude><noinclude></noinclude> skm5ofzdkpet4p3hnv3zyg9tp5agszy Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/23 104 112165 311160 2026-08-11T06:50:47Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'BAB! 1? DEMOKRASI TERPIMPIN: 118, Pengertian dap pelakianaan demokras bagi rakjat Indo nesia tidak rierupakan soal bara, Diauh sebeluin pendjadjahac datang ditanah sir kila, rakjat Tndoneda telah mengenal de- moktasl dan telah pula mengalaml perdjuangan'} menentanc senindasay radjat dan feodalismes " Gedjarah dan peninggalan radii menundjukkan yjontob! Aemokrast seperti rapat-desa", gotong rojotig din lain’, Dalam jedjarah banjak pengalaman rak... 311160 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>BAB! 1? DEMOKRASI TERPIMPIN: 118, Pengertian dap pelakianaan demokras bagi rakjat Indo nesia tidak rierupakan soal bara, Diauh sebeluin pendjadjahac datang ditanah sir kila, rakjat Tndoneda telah mengenal de- moktasl dan telah pula mengalaml perdjuangan'} menentanc senindasay radjat dan feodalismes " Gedjarah dan peninggalan radii menundjukkan yjontob! Aemokrast seperti rapat-desa", gotong rojotig din lain’, Dalam jedjarah banjak pengalaman rakjat pekerdja dan golongan tan} Jang menentang dan merobobkan radja? jang zalim seria kau feodal dan kakitangan®-nja jang kedjam, Di Indonesiapun berkali-kali telah pernah ¢erdjadi pemberon: takwn karena tjara penguasaan kehidupan petani, diantatanja pads achir abad ke-19 di Tiilegon, Singaparna, Tondano dll, Dengan demikian ijatalah bahwa djiwa demokrasi rakjat Indonesia jang judah mendarah-daging tak dapat dimatikan pertumbubann{s oleh feodalisimne dan pendiadjahan. Dalam pada itu pendjadjs hanpun menambah pervoalan bara pada djiwa demokrast takia: Indonesia jang tengah menentang feodalisme, Jang terachir in) persekulu sangat mesra dengan pendjadjah dalam melandjutkar dap. mempethebat penindasan, Dalam pada itu pendjadjabar pada dirinja membawa penjakic! jang tak tersembukkan sepan djang masa ketjaali dengan matinja pendjadjahan ity sendin. }16,. Pengertian® tentang deriokrasi diadjarkan kepada takjat jadjahannja untuk membenarkan pendjadjshan dan penghisapan Sistim demokrasl liberal jang pada hakekataja adalah penghisapan, dipraktekkan dengan bantuan cetia dari sistim feodal. Kenjataan aja: demokrasi meripakan Kebehasan terbatas bagi pendjadjak dan kekangan bagi rakjat, Sistim pemevintahan dan kenegaraas sepenuhnja disesuaikan debean Kepentingan pendjadjahan dan ke- sindian djuga dengan kepentingan kapkalisme, Sekadar memenub: formalitet Jambatlaun diadakay lembaga® jang se-olah? untuk 36 memenuhi cintutan demokrasi. Tetapi sesuai dengan tipuemusiibiat | pendjadjahan, lembaga® ini djustru anja untak melegalisasi dan snemberi dasar hukum jang pada hakekatsja hanja memperkokob penindasan dan pendjadjshan, buktinja Udak pernah sejara lang: jung tuatuian® rakjat melalui badan? resmi itu, dilaksanakan, Melalai pendidikan disckolah-sekolah tjara berpikir ini dengan ‘unan menjelinap kedalam benak anak# Indonesia jang beruntung asendapat kesemparan bersckolah, jang keraudian merupakan gor longan elite, Inilaly djalin pintu masuk bagi demokrasi Barat, jane sering pula discbut demokrasi modern, jakni demokrasi liberal ataw demokrasi kapitalisme, kedalam kebudajaan bangsa! terdjadjab sermasuk bangsa Indonesia pada abad kedua pulub ini, Sebagal halnja. malam tak dapat bersamaan dengan siang pada suatu tempat, demikian demokrast tak dapat, sedjalan dengan peng hjsapan terhadap rakjat, Jang ada hanja demokras) bagi rakiat 117. Dalam perdjatanan revolusi bangsa Indonesia, pernat terdjadi pelaksanaan demokrasi jang schenarnja adalah hanja penikmatan hasil revolusi ofch schagian golongan ketjil Jang berkedok demokrasi, Dan ,,demokrasi"” djenis inilah jang me- agakibatkan kegagalan di Indonesia, Demokrasi jang sebcnarn)a adalah demokrasi bagi rakja¢ tan kedaulatan rakjat. Hal Int achirnja diinsafi djuga olch pemimpin? rakjat Indonesia fang fjudjar. Dengan pendekritan kembali ke UUD 1915 dan man}. ‘sto Politik Presiden Sukarno, hal ini mendjadi djelas. Dikatakan bahwa ,revolusi ditemukan kembali” dan praktek? liberalisme jang membawa kesengsaraan pada rakjat harus di nudahi, Didjelask an pula bahwa dengan tudjaan ,Sosialisma a te Indonesia”, hardy dilaksanakan ,,demokrasi terpimpin”, Dengan demokvasi terpimpin kita menudju kepada keadaan adil dav makmur, jaitu masjarakat sosialis, dalam hal int sosialisme Indonesia, Demokrast terplmpin distni diartikan mengikis segt-segs iberalisme dari pada demokrasi, Oleh karena dengan psendo- demokrasi atau demotrasi liberal hanja dihadikan Kesengsaraan bagi rakjat banjak, maka demokrasi terpimpin jang dimaksud- kan disini, adalah demokrast bagi rakjat, atau kedaulatan rakiat, a7<noinclude></noinclude> hsb7zxnz1h9a0dx0ybsbz93syvfoxto 311175 311160 2026-08-11T07:25:55Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311175 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <center> BAB 17<br /> DEMOKRASI TERPIMPIN </center> 115. Pengertian dan pelaksanaan demokrasi bagi rakjat Indonesia tidak merupakan soal baru. Djauh sebelum pendjadjahan datang ditanah air kita, rakjat Indonesia telah mengenal demokrasi dan telah pula mengalami perdjuangan² menentang penindasan radja² dan feodalisme. Sedjarah dan peninggalan tradisi menundjukkan tjontoh² demokrasi seperti „rapat-desa”, gotong rojong dan lain². Dalam sedjarah banjak pengalaman rakjat pekerdja dan golongan tani jang menentang dan merobohkan radja² jang zalim serta kaum feodal dan kakitangan²-nja jang kedjam. Di Indonesiapun berkali-kali telah pernah terdjadi pemberontakan karena tjara penguasaan kehidupan petani, diantaranja pada achir abad ke-19 di Tjilegon, Singaparna, Tondano dll. Dengan demikian njatalah bahwa djiwa demokrasi rakjat Indonesia jang sudah mendarah-daging tak dapat dimatikan pertumbuhannja oleh feodalisme dan pendjadjahan. Dalam pada itu pendjadjahanpun menambah persoalan baru pada djiwa demokrasi rakjat Indonesia jang tengah menentang feodalisme. Jang terachir ini bersekutu sangat mesra dengan pendjadjah dalam melandjutkan dan memperhebat penindasan. Dalam pada itu pendjadjahan pada dirinja membawa penjakit² jang tak tersembuhkan sepandjang masa ketjuali dengan matinja pendjadjahan itu sendiri. 116. Pengertian² tentang demokrasi diadjarkan kepada rakjat djadjahannja untuk membenarkan pendjadjahan dan penghisapan. Sistim demokrasi liberal jang pada hakekatnja adalah penghisapan, dipraktekkan dengan bantuan setia dari sistim feodal. Kenjataannja : demokrasi merupakan kebebasan terbatas bagi pendjadjah dan kekangan bagi rakjat. Sistim pemerintahan dan kenegaraan sepenuhnja disesuaikan dengan kepentingan pendjadjahan dan kemudian djuga dengan kepentingan kapitalisme. Sekadar memenuhi formalitet lambat-laun diadakan lembaga² jang se-olah² untuk <p align="left">86</p> memenuhi tuntutan demokrasi. Tetapi sesuai dengan tipu-muslihat pendjadjahan, lembaga² ini djustru hanja untuk melegalisasi dan memberi dasar hukum jang pada hakekatnja hanja memperkokoh penindasan dan pendjadjahan, buktinja tidak pernah setjara langsung tuntutan² rakjat melalui badan² resmi itu, dilaksanakan. Melalui pendidikan disekolah-sekolah tjara berpikir ini dengan aman menjelinap kedalam benak anak² Indonesia jang beruntung mendapat kesempatan bersekolah, jang kemudian merupakan golongan elite. Inilah djalan pintu masuk bagi demokrasi Barat, jang sering pula disebut demokrasi modern, jakni demokrasi liberal atau demokrasi kapitalisme, kedalam kebudajaan bangsa² terdjadjah termasuk bangsa Indonesia pada abad kedua puluh ini. Sebagai halnja malam tak dapat bersamaan dengan siang pada suatu tempat, demikian demokrasi tak dapat sedjalan dengan penghisapan terhadap rakjat. Jang ada hanja demokrasi bagi rakjat. 117. Dalam perdjalanan revolusi bangsa Indonesia, pernah terdjadi pelaksanaan demokrasi jang sebenarnja adalah hanja penikmatan hasil revolusi oleh sebagian golongan ketjil jang berkedok demokrasi. Dan „demokrasi” djenis inilah jang mengakibatkan kegagalan di Indonesia. Demokrasi jang sebenarnja adalah demokrasi bagi rakjat atau kedaulatan rakjat. Hal ini achirnja diinsafi djuga oleh pemimpin² rakjat Indonesia jang djudjur. Dengan pendekritan kembali ke UUD 1945 dan manifesto Politik Presiden Sukarno, hal ini mendjadi djelas. Dikatakan bahwa „revolusi ditemukan kembali” dan praktek² liberalisme jang membawa kesengsaraan pada rakjat harus disudahi. Didjelaskan pula bahwa dengan tudjuan „Sosialisme à la Indonesia”, harus dilaksanakan „demokrasi terpimpin”. Dengan demokrasi terpimpin kita menudju kepada keadaan adil dan makmur, jaitu masjarakat sosialis, dalam hal ini sosialisme Indonesia. Demokrasi terpimpin disini diartikan mengikis segi-segi liberalisme dari pada demokrasi. Oleh karena dengan pseudo-demokrasi atau demokrasi liberal hanja dihasilkan kesengsaraan bagi rakjat banjak, maka demokrasi terpimpin jang dimaksudkan disini, adalah demokrasi bagi rakjat, atau kedaulatan rakjat, <p align="right">87</p> </div><noinclude></noinclude> l77n13d6wjonnnb02o7qx7wy2o5al32 Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/24 104 112166 311161 2026-08-11T06:51:02Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'tebagal Jang tertera dalam Pantjasila, Perkataan terpimpin di- maksudkan untuk membatasi demokrast terhadap golongan* Jang aelama ini memperalatnja, untuk kepentingan perseorangan tau golongan ketjtl, Sebigai al tertera dalam penerbitan Deparcemen Luar Negeri jang berdjudul Question ond ausuers 24 guided democracy!” demokeati terpimpin mengakei kemerdeka- an berfikir dan berbitjara, akan tetapl dalam Hoan tertenty, jakui foral dan keselamataty n... 311161 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>tebagal Jang tertera dalam Pantjasila, Perkataan terpimpin di- maksudkan untuk membatasi demokrast terhadap golongan* Jang aelama ini memperalatnja, untuk kepentingan perseorangan tau golongan ketjtl, Sebigai al tertera dalam penerbitan Deparcemen Luar Negeri jang berdjudul Question ond ausuers 24 guided democracy!” demokeati terpimpin mengakei kemerdeka- an berfikir dan berbitjara, akan tetapl dalam Hoan tertenty, jakui foral dan keselamataty negara, Demekrasi: terpinpin bertuapaan, auaty madjarakat adil dan makimuy untuk mana dipertakan state — pola atau rentjaha (jang akan disiapkan ole) Dewan Porangang Nasoual:atas dasar UU no. 30/1958). Agar pola atau renyjana leu dapat dikerdjakan, Rarus dipergunakan demokrasi texpimpins Dengan demikian demokrasl terpimpin pada pekohnja adalak ademokrast pelaksana’’ atau demokrast kerdis, Dengan sendir pela atau rentjany disesuaikan dengan kepentingan. rakjat, BAB 18 PELAKSANAAN DEMOKRASI TERPIMPIN 118, Oleh kavena deimokrasi terpimpin adalah lain dari pada. bentuk? demigkras! jang audah!, pelakeanaannjapun berlainan, Pada galibula norma’ hukum dalam perundang-undangan sersumber pada kekuatan-kekuatan dan kepentingan masjarakat, Dengan perjeliditam socialogica! jurisprudence dapat pula diketahut bahwa norma-norma hukum ite kemudian mempunjai pengaruh? tertentu terhadap masjarakat, Dengan ini hendak ditundjukkan, bahwa ¢ a ‘demokraal terpimpin pada hakekatnja bukanlaty soal baru, dan &. hukum jang berlaka harus: bersumber kepada kekuatan™ dalam masjarakat. Karena itu demakras! torpimpin-adalah demo- trasl Jang pimpinannja diserahkon kepada yrakil® kekuatan njata partal? dan golongan? fungsionil) dalam, masjarakat, Pelaksanaan dari pada demokrasi teypimpin dak lagi hanja dapat disandar. tan pada dasar klasik Trias Politica, ‘Tidak lagi seperti halnja jang terdapat dalam demokrast Barat Jang liberal, suanan kekuacaan terditi ates tiga bagian jake! eksckutif, legislatif dan judikatif, Sesuai dengan makna terpimpin- ‘nj demokrasi, maka badan cksekutif dengsn bantuan Depernas dan D,P-A., sekeligus merupakan pimpinan revolusi dan dengan kepersjajaan MPR, lebih mempunial otcvitet atau kepribadian, Sesuai pula dengan proses terdjadinja norma* hukum dan keku- staan, dengan sendirinja Dadan cksekutif iia adalah eksponen Jang njata dari pada kekuatan® dalam masjarekat dan revolisi, Atas dasay UUD:1945, para Menterl adalah pembanty Presiden dan bertiiggung djawab kepadanja, 119. Sebagai eksponen revolus, pimpinan negara dengan pex Wangan jang Njata serta mentjermiokan kemauan masjarakat, me- Jaksanakan demokrasi terpimpin seperti fang telah digariskan de- nga leges dalam Manifesto Politik Republik Indonesia dengan perintjiannja scbazai dasay haluan negara, Karena ity, bub Ma- nifesto Politik Republik Indonesia wadjib dipeladjarl untuk meme peroleh pengertian tentang demokrad tecpimpin, Sesnai dengan nenamaan diatas bahwa demokrasi terpimpin adalah ,,demokrasi kerdja”, maka jang terpokok dalam bentuk demokrasi ini adalab kerdja, Kerdja untuk kepentingan rakjat. Segala bidang harus di- penubi dengan kegiatan® kerdia, Sekolah? diharuskan memberikan pendidikan tjinta kepada kerdja, djuga kerdja tangan, Dalam, ma~ satakat sosialis & la Indonesia, kerdja akan mencapat kedudukan, Jang tesendiri, dan pekerdja® jang.sslama ini terkenal dengan istilah ,,kordja Kesar", akan mendapal kedudukan jang terhormat. 120, Baik badan kehakiman sebagai badan pemberi peradilan mavpun kedjaksaan sebagat penuntit unitm, demi mempertezak aukam, tugas kedua badan itu disedjiwakan dengan tudjuan dan fasunan kenegaraan, Dewan Petwakilan Rakjat sebagai wakil fang sah dari pada golongan Jang hidup dalam masjarakat mempunjal kedudukan sewadjarnja dalam chubangan demokrasi terpimpin, Pembentakan undang* adalah tetap mendjadi konpetensi D.P.R. ‘yersama-sama dengan Presiden, sedangkan Peraturan Pemexintah vebagai keputusah® pimpinan Negara jang perlu tjepat diambil a9<noinclude></noinclude> ct55l4j374w3dlpsglp3ziahkapq4w3 311177 311161 2026-08-11T07:32:18Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311177 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> sebagai jang tertera dalam Pantjasila. Perkataan terpimpin dimaksudkan untuk membatasi demokrasi terhadap golongan² jang selama ini memperalatnja, untuk kepentingan perseorangan atau golongan ketjil. Sebagai a.l. tertera dalam penerbitan Departemen Luar Negeri jang berdjudul ''„Question and answers on guided democracy”'' demokrasi terpimpin mengakui kemerdekaan berfikir dan berbitjara, akan tetapi dalam ikatan tertentu, jakni moral dan keselamatan negara. Demokrasi terpimpin bertudjuan suatu masjarakat adil dan makmur untuk mana diperlukan suatu pola atau rentjana (jang akan disiapkan oleh Dewan Perantjang Nasional atas dasar UU no. 30/1958). Agar pola atau rentjana itu dapat dikerdjakan, harus dipergunakan demokrasi terpimpin. Dengan demikian demokrasi terpimpin pada pokoknja adalah „demokrasi pelaksana” atau demokrasi kerdja. Dengan sendirinja pola atau rentjana disesuaikan dengan kepentingan rakjat. <center> BAB 18<br /> PELAKSANAAN DEMOKRASI TERPIMPIN </center> 118. Oleh karena demokrasi terpimpin adalah lain dari pada bentuk² demokrasi jang sudah², pelaksanaannjapun berlainan. Pada galibnja norma² hukum dalam perundang-undangan bersumber pada kekuatan-kekuatan dan kepentingan masjarakat. Dengan penjelidikan ''sociological jurisprudence'' dapat pula diketahui bahwa norma-norma hukum itu kemudian mempunjai pengaruh² tertentu terhadap masjarakat. Dengan ini hendak ditundjukkan, bahwa : :<ol type="a"><li>demokrasi terpimpin pada hakekatnja bukanlah soal baru, dan</li><li>hukum jang berlaku harus bersumber kepada kekuatan² dalam masjarakat. Karena itu demokrasi terpimpin adalah demokrasi jang pimpinannja diserahkan kepada wakil² kekuatan njata partai² dan golongan² fungsionil) dalam masjarakat. Pelaksanaan dari pada demokrasi terpimpin tidak lagi hanja dapat disandarkan pada dasar klasik Trias Politica.</li></ol> <p align="left">88</p> Tidak lagi seperti halnja jang terdapat dalam demokrasi Barat jang liberal, susunan kekuasaan terdiri atas tiga bagian jakni : eksekutif, legislatif dan judikatif. Sesuai dengan makna terpimpinnja demokrasi, maka badan eksekutif dengan bantuan Depernas dan D.P.A., sekaligus merupakan pimpinan revolusi dan dengan kepertjajaan M.P.R., lebih mempunjai otoritet atau kepribadian. Sesuai pula dengan proses terdjadinja norma² hukum dan kekuasaan, dengan sendirinja badan eksekutif itu adalah eksponen jang njata dari pada kekuatan² dalam masjarakat dan revolusi. Atas dasar UUD 1945, para Menteri adalah pembantu Presiden dan bertanggung djawab kepadanja. 119. Sebagai eksponen revolusi, pimpinan negara dengan pegangan jang njata serta mentjerminkan kemauan masjarakat, melaksanakan demokrasi terpimpin seperti jang telah digariskan dengan tegas dalam Manifesto Politik Republik Indonesia dengan perintjiannja sebagai dasar haluan negara. Karena itu, buku Manifesto Politik Republik Indonesia wadjib dipeladjari untuk memperoleh pengertian tentang demokrasi terpimpin. Sesuai dengan penamaan diatas bahwa demokrasi terpimpin adalah „demokrasi kerdja”, maka jang terpokok dalam bentuk demokrasi ini adalah kerdja. Kerdja untuk kepentingan rakjat. Segala bidang harus dipenuhi dengan kegiatan² kerdja. Sekolah² diharuskan memberikan pendidikan tjinta kepada kerdja, djuga kerdja tangan. Dalam masjarakat sosialis à la Indonesia, kerdja akan mendapat kedudukan jang tersendiri, dan pekerdja² jang selama ini terkenal dengan istilah „kerdja kasar”, akan mendapat kedudukan jang terhormat. 120. Baik badan kehakiman sebagai badan pemberi peradilan maupun kedjaksaan sebagai penuntut umum, demi mempertegak hukum, tugas kedua badan itu disedjiwakan dengan tudjuan dan susunan kenegaraan. Dewan Perwakilan Rakjat sebagai wakil jang sah dari pada golongan jang hidup dalam masjarakat mempunjai kedudukan sewadjarnja dalam hubungan demokrasi terpimpin. Pembentukan undang² adalah tetap mendjadi kompetensi D.P.R. bersama-sama dengan Presiden, sedangkan Peraturan Pemerintah sebagai keputusan² pimpinan Negara jang perlu tjepat diambil <p align="right">89</p> </div><noinclude></noinclude> 9eb7603a5xa2qcnv26aw3qvcdcj41p8 Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/25 104 112167 311162 2026-08-11T06:51:16Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'adalah berstatus sedjadjar dengan Undang4, setclah ivu setjepatnja abampaikan kepada D,P.R, Dengan denitkian otoritet DPR. ebagal wakil rakjat adalah tetap sebagai sediakala, dalam ard bahwa D.P.R. berfungsi penuh dalam pekerdjaannia. Pert dicundaskan bahwa demokrasi terpimpin singat berbeda dengan kediktatovan, Terpimpinnja demokrad ini terletak pada kenjatian bahwa segala sesaatu harus ditudjukan untuk ke- aelamatan, ketnakmuran dan kemadjuan... 311162 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>adalah berstatus sedjadjar dengan Undang4, setclah ivu setjepatnja abampaikan kepada D,P.R, Dengan denitkian otoritet DPR. ebagal wakil rakjat adalah tetap sebagai sediakala, dalam ard bahwa D.P.R. berfungsi penuh dalam pekerdjaannia. Pert dicundaskan bahwa demokrasi terpimpin singat berbeda dengan kediktatovan, Terpimpinnja demokrad ini terletak pada kenjatian bahwa segala sesaatu harus ditudjukan untuk ke- aelamatan, ketnakmuran dan kemadjuan rakjat. 121. ‘Tidak dikena! oposisi jang sekadar beroposisi asal ber oposist sadja, oleh Karena pemerintah adalah Jawan. politiknja, Opesisi jang Bersifat membangun dan mendidik mempunjal tempat jang sewadjarnja, Pengertian oposisi. menuryt tradist liberal demokratis ditiadakan. Membangun suatu negara dan may sjarakat dengan sempurna hanja dapat dilakukan oleh selurah masjarakat bersama-sama. Karena itu persatuan pasional jang seluas-luasnja adalah landasan jang terdjita bagi pelaksansan dimpinan demokrast ini, 122, Kepetlua magjarakat luas tak dapat diambil dar) perimusan satu atau dua golongan masjarakat sadja, tetapi dart Segenap golongan dengan konsepsitnja jang harus menjetudjus sosialisme, Konseps lain daripada ini sudah barang tentu tak dapar diterima, Kemudian dari pada itu segenap golongan dalam mo- iarakat bahu-membahu melaksanakan konsepsi ini dan menjers: purnakarnja seal dengan keperluan serta kemadjuan zaman, Pimpinan jang demikian ini pasti dapat diterima oleh actiap golongan masjarakat, Demikianlah, demiokrasi terpimpin int fs ja ada pada kebidjaksanaan dan perasaan rakjay can kepada wakiltnja jang sedjati, Njatalah bahwe tidak semberang oknuin dapat memperoleh kepertjajaan besar dan suiji ini, Selandjutnja tekanan haras diletakkan pada pengertian demoktasi dalam persoalan inl, 123, ‘Tink beratnja adalah tetap demokrasi, sebab kalau tidak begitu ia bukan demokrasi lagi, Bentukt demokrasi kedapatan pada kenjataan, bahwa kepada rakjat diberi setjukupnja kebehasan- 90 Kebelasan demokratis sesiai dengan U,U,D, 1945 dan Maniferto. Politik Republik Indonesia. Melalui pelbagai saluran jang tah, pendapat? rakjat untuk temperbaiki nasbnja, keadaantija, bari depannja dan segala hal jang positif, tetap diakwi dan di- andjurkan. Bakan kebebasaa untuk menghidepkan kediktatoran: demokrai liberal dan Jang sedjenis dengan itu. Disini letaknja ini hakekat demokrasi tetpimpin, Jakni bim- bingan dem! kepentingan rakjat, Demokrasi kerdja dalaty bentuh asli (golong rojong) dipertahankan, bahkan dikembangkan oleb masjarakat maupan pemerinteh, Demokrasi kerdja jang mengha- sikan didorong, dap. pemerintah dalam banjak hal bahkan lang. jung inengadjak pelbagai organisast masjarakat untuk mengatasl pelbagal pekerdjaan dan kesukaran, Dengan demikian hubungan perticrintah dengan masjarakat sangat erat, Udak sadja melalul faluran jang formil seperti badan? perwakilan, tetapt djuga lang- nung melalui badan* tidak resmi dan/atau perseorangan. Pada instansi? penting selajaknja dibentuk badan? pertimbangany penasehat instansi jang turut memberikan pemikiran dan peme: Gahan tentang masslah? pekerdjaan dan kepentingan masjarakat BAB 19. TUDJUAN DEMOKRASI TERPIMPIN 124, Berdasarkan pada keterangan diatas djelaslah babws Jemokrasi terpimpin bertudjuan mewudjudkan masjarakat jane adil dan makmur. Sjarat® untuk ini memang terdapat ditanah ait Kita, Sjaral kekajaan alain, banjaknja penduduk, luasnja dactah segara serta tvadisi Hinta kerdja daripada rakjat Indonesia me: mungkinkan tertjapainja suatu masjarakat dan negara sebagel fang kita (ilatkan, Dengan keamanan jang terdjamin dan keadaan Jang stabil, penghasilan nasional akan meningkat, pengbasilan per kepala memadai sedang distribusipun landar, Sjaratnja adalat kerdja ates dasar rentjana. 125, Sosialisme & la Indonesia adalah sosialisme, artinja kemak maran rakjat jang merata. Tudjuan kita sudah djelas, djalannja LN<noinclude></noinclude> hlsrj00ouznssociako86bi1ytw7sul 311178 311162 2026-08-11T07:35:34Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311178 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> adalah berstatus sedjadjar dengan Undang², setelah itu setjepatnja disampaikan kepada D.P.R. Dengan demikian otoritet D.P.R. sebagai wakil rakjat adalah tetap sebagai sediakala, dalam arti bahwa D.P.R. berfungsi penuh dalam pekerdjaannja. Perlu ditandaskan bahwa demokrasi terpimpin sangat berbeda dengan kediktatoran. Terpimpinnja demokrasi ini terletak pada kenjataan bahwa segala sesuatu harus ditudjukan untuk keselamatan, kemakmuran dan kemadjuan rakjat. 121. Tidak dikenal oposisi jang sekadar ber-oposisi asal ber-oposisi sadja, oleh karena pemerintah adalah lawan politiknja. Oposisi jang bersifat membangun dan mendidik mempunjai tempat jang sewadjarnja. Pengertian oposisi menurut tradisi liberal demokratis ditiadakan. Membangun suatu negara dan masjarakat dengan sempurna hanja dapat dilakukan oleh seluruh masjarakat bersama-sama. Karena itu persatuan nasional jang seluas-luasnja adalah landasan jang terdjitu bagi pelaksanaan dimpinan demokrasi ini. 122. Keperluan masjarakat luas tak dapat diambil dari perumusan satu atau dua golongan masjarakat sadja, tetapi dari segenap golongan dengan konsepsi²nja jang harus menjetudjui sosialisme. Konsepsi lain daripada ini sudah barang tentu tak dapat diterima. Kemudian dari pada itu segenap golongan dalam masjarakat bahu-membahu melaksanakan konsepsi ini dan menjempurnakannja sesuai dengan keperluan serta kemadjuan zaman. Pimpinan jang demikian ini pasti dapat diterima oleh setiap golongan masjarakat. Demikianlah, demokrasi terpimpin ini pimpinannja ada pada kebidjaksanaan dan perasaan rakjat jang dipertjajakan kepada wakil²nja jang sedjati. Njatalah bahwa tidak sembarang oknum dapat memperoleh kepertjajaan besar dan sutji ini. Selandjutnja tekanan harus diletakkan pada pengertian demokrasi dalam persoalan ini. 123. Titik beratnja adalah tetap demokrasi, sebab kalau tidak begitu ia bukan demokrasi lagi. Bentuk² demokrasi kedapatan pada kenjataan, bahwa kepada rakjat diberi setjukupnja kebebasan- <p align="left">90</p> kebebasan demokratis sesuai dengan U.U.D. 1945 dan Manifesto Politik Republik Indonesia. Melalui pelbagai saluran jang sah, pendapat² rakjat untuk memperbaiki nasibnja, keadaannja, hari depannja dan segala hal jang positif, tetap diakui dan diandjurkan. Bukan kebebasan untuk menghidupkan kediktatoran, demokrasi liberal dan jang sedjenis dengan itu. Disini letaknja inti hakekat demokrasi terpimpin, jakni bimbingan demi kepentingan rakjat. Demokrasi kerdja dalam bentuk asli (gotong rojong) dipertahankan, bahkan dikembangkan oleh masjarakat maupun pemerintah. Demokrasi kerdja jang menghasilkan didorong, dan pemerintah dalam banjak hal bahkan langsung mengadjak pelbagai organisasi masjarakat untuk mengatasi pelbagai pekerdjaan dan kesukaran. Dengan demikian hubungan pemerintah dengan masjarakat sangat erat, tidak sadja melalui saluran jang formil seperti badan² perwakilan, tetapi djuga langsung melalui badan² tidak resmi dan/atau perseorangan. Pada instansi² penting seladjaknja dibentuk badan² pertimbangan/penasehat instansi jang turut memberikan pemikiran dan pemetjahan tentang masalah² pekerdjaan dan kepentingan masjarakat. <center> BAB 19<br /> TUDJUAN DEMOKRASI TERPIMPIN </center> 124. Berdasarkan pada keterangan diatas djelaslah bahwa demokrasi terpimpin bertudjuan mewudjudkan masjarakat jang adil dan makmur. Sjarat² untuk ini memang terdapat ditanah air kita. Sjarat² kekajaan alam, banjaknja penduduk, luasnja daerah negara serta tradisi tjinta kerdja daripada rakjat Indonesia memungkinkan tertjapainja suatu masjarakat dan negara sebagai jang kita tjita²kan. Dengan keamanan jang terdjamin dan keadaan jang stabil, penghasilan nasional akan meningkat, penghasilan per kepala memadai sedang distribusipun lantjar. Sjaratnja adalah kerdja atas dasar rentjana. 125. Sosialisme à la Indonesia adalah sosialisme, artinja kemakmuran rakjat jang merata. Tudjuan kita sudah djelas, djalannja <p align="right">91</p> </div><noinclude></noinclude> 7dwh3ere0sgrr3ude0vo7d4y225iuca Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/26 104 112168 311163 2026-08-11T06:51:29Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'adalah ama) kepada rakjatdan bekerdjakeras untuk mentjapal madarakat adil dan makmur, Titik beratnja tetap demokeast dengan + a) badan" perwakifan rakjat masih tetap pada fung: sinja dan b) organtsast-organisast dikargai pendapatnja, «Untuk dapat melaksanakan demokrasi terpipin sebagaimana fang diinginkan, muah? demokrasi seperti feodalisine, impe- ralisme dan lberilisme harus disisthkan terlebih dahulo BAB 20 ERONOM! TERPIMPIN SEDJARAH PERKEM... 311163 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>adalah ama) kepada rakjatdan bekerdjakeras untuk mentjapal madarakat adil dan makmur, Titik beratnja tetap demokeast dengan + a) badan" perwakifan rakjat masih tetap pada fung: sinja dan b) organtsast-organisast dikargai pendapatnja, «Untuk dapat melaksanakan demokrasi terpipin sebagaimana fang diinginkan, muah? demokrasi seperti feodalisine, impe- ralisme dan lberilisme harus disisthkan terlebih dahulo BAB 20 ERONOM! TERPIMPIN SEDJARAH PERKEMBANGAN DAN PENGERTIAN EKONOMI 128. Petkataan ckonomi berayal dari bahasa Junani eites dan nemein jang masing? berarti rumah” dan ,,mengurug’’ Ata ,memelihara®, Djadi menurat arti katanja ekonomi’ berarti ,,mengurus rumah” atau ,,menguray rumah tangga’”) Laciin djuga diartikan sebagai ,mengurus rumah tangga aegara’’, Thi tidak tepat, Ard jang sebenarnja menurut kenjataan seka- rang, adalah djauk lebih juas, jakni: imu tentang keperkian manusia serta uiaha memenul didalam masjarakat, didalam negara dan dunia, Keperluan* ini dapat dipenuli dengan segala bidang usala dalam rangka ini, Dalam usaba ckonomi tertjakup seluruh sala dan ichtiar manusta guna menjapai keperlaan setta temakmuran, Djadi, pokek persoalan ekonomi adalah kemak- ‘moran rakjat fmateriil dan spirituil), 129. Peaktek ekonomi telah ada sebelum pengertian dan per- kataan ekonomi dilahirkan, Sedjak bentuk masjarakat jang tertua, Jaki masjarakat urkomunis, usaha* ekonomi sudah dikenial, Ke- perluan hidup kelompok masjarakat jang discbut gens divsahakan Atas dasar pombagian kerdja scsuai dengan djenis Kelamin dan emur, Dalam bentnk masjarakat tersebut tak dikenal hak milik petseorangan atay pertukaran, Keperluan dalam lingkungan gens meteka penuhi bersama, Perkersbangan masjarakat lebih landjat, Ea mendorong adanja pembagian kerdja atas Gabang® produksi, ter: atama peternakan dan pertanian. Karena setiap kelompeh maria. eakai( tersebut sudah tak dapat memenuhi lagi keperluan hidupnja, tnaka Ishirlah pertukaran jang kemudian berkembang mendjadi gerdagangan. Kelompok® masjarakat Jang merupakan kesatuan’ ekonomi tcrsenditi itu kemudian mengalami perkcmbangann)s masing®, Jang satu lebth kuat atau Iebih lemah dati jang lain, Hal itu mendorong kegiatan? unink menaklukkan kelompok satu sama lain. Penaklukan kelompok sain sama lain karena soal! eko- nomi, melahirkan masjarabat perbudakan. Golongan® jang dapat ditaklukkan bekerdja untuk golongan? jang dapat menaklukkap atau jang discbut tuan-tuan budak. Golongan pemilik® budak (calah jatig achimja mendjadi radja® dan melahirkan feodalisme feodal berasal dati perkataan Latin feedum, Artinja tanah jane dipindjan-pindjamkan), 130, Bentuk ekonomi pada masa feodal adalah penghisapan atas kaum tani oleh golongan feodal. Pada masa itu, disamping terdapat golongan? (ani, djuga terdapat golongan masjarakat Jang membuat barang? keperluan hidup jang dapat dibasilhan melalui pertanian. Mereka itu adalah tukang® keradjinan tangan Jang bekerdja dengan alat* produksi, Perkembangan golongan ini melahirkan bentuk ekonomi baru jaitu kapitalisme dalam bentuk permutaan. Hal itu terdjadi setelah lahir kota® sebagai puzat? per- tukaran atau perdagangan, Untuk memenuli permintaan akan barang? jang semakin meningkat, tukang* tb, mulai_memper- hesar usahanja dengan djalan mempergunakan tenaga upalin Hropa pada masa lta, mengenal ,,gilda” atau ,serikat pekordjat keradjinan” jang memperoleh pendidikan untuk mendjadi ,abli”. Mercka memperoleh bajaran karena kerdjanja dan untuk hidup: aja. Ttulah pula bentuk jang tertua dari ,,perserikatan sekerdja””, Dengan begitu djclaslah, bahwa benih® kapitalisme telah ada dalam masjarakat feodal, dimana selandjutnja kapitalisine sebaga; Sstim ekonomi menggandkan fedalisme. Sistim ekonoms kapitalis seperti diuraikan dalam Ensiklopedi jang disusun oleh Adinegoro, halaman 115 terbitan th, 1953 antara lain berhinji. ,,ekonom| oF<noinclude></noinclude> t6lh3z0bhlz3lltgqgm6jpm4ybvfup8 311179 311163 2026-08-11T07:38:43Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311179 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> adalah amal kepada rakjat dan bekerdja keras untuk mentjapai masjarakat adil dan makmur. Titik beratnja tetap demokrasi dengan : a) badan² perwakilan rakjat masih tetap pada fungsinja dan b) organisasi-organisasi dihargai pendapatnja. Untuk dapat melaksanakan demokrasi terpimpin sebagaimana jang diinginkan, musuh² demokrasi seperti feodalisme, imperialisme dan liberalisme harus disisihkan terlebih dahulu <center> BAB 20<br /> EKONOMI TERPIMPIN SEDJARAH PERKEMBANGAN DAN PENGERTIAN EKONOMI </center> 128. Perkataan ekonomi berasal dari bahasa Junani ''oikos'' dan ''nemein'' jang masing² berarti „rumah” dan „mengurus” atau „memelihara”. Djadi menurut arti katanja „ekonomi” berarti „mengurus rumah” atau „mengurus rumah tangga”. Lazim djuga diartikan sebagai „mengurus rumah tangga negara”. Ini tidak tepat. Arti jang sebenarnja menurut kenjataan sekarang, adalah djauh lebih luas, jakni : ilmu tentang keperluan manusia serta usaha me-menuhinja didalam masjarakat, didalam negara dan dunia. Keperluan² ini dapat dipenuhi dengan segala bidang usaha dalam rangka ini. Dalam usaha ekonomi tertjakup seluruh usaha dan ihtiar manusia guna mentjapai keperluan serta kemakmuran. Djadi, pokok persoalan ekonomi adalah kemakmuran rakjat (materiil dan spirituil). 129. Praktek ekonomi telah ada sebelum pengertian dan perkataan ekonomi dilahirkan. Sedjak bentuk masjarakat jang tertua, jakni masjarakat urkomunis, usaha² ekonomi sudah dikenal. Keperluan hidup kelompok masjarakat jang disebut ''gens'' diusahakan atas dasar pembagian kerdja sesuai dengan djenis kelamin dan umur. Dalam bentuk masjarakat tersebut tak dikenal hak milik perseorangan atau pertukaran. Keperluan dalam lingkungan ''gens'' mereka penuhi bersama. Perkembangan masjarakat lebih landjut, <p align="left">94</p> mendorong adanja pembagian kerdja atas tjabang² produksi, terutama peternakan dan pertanian. Karena setiap kelompok masjarakat tersebut sudah tak dapat memenuhi lagi keperluan hidupnja, maka lahirlah pertukaran jang kemudian berkembang mendjadi perdagangan. Kelompok² masjarakat jang merupakan kesatuan² ekonomi tersendiri itu kemudian mengalami perkembangannja masing². Jang satu lebih kuat atau lebih lemah dari jang lain. Hal itu mendorong kegiatan² untuk menaklukkan kelompok satu sama lain. Penaklukan kelompok satu sama lain karena soal² ekonomi, melahirkan masjarakat perbudakan. Golongan² jang dapat ditaklukkan bekerdja untuk golongan² jang dapat menaklukkan atau jang disebut tuan-tuan budak. Golongan pemilik² budak itulah jang achirnja mendjadi radja² dan melahirkan feodalisme (feodal berasal dari perkataan Latin ''feodum''. Artinja tanah jang dipindjam-pindjamkan). 130. Bentuk ekonomi pada masa feodal adalah penghisapan atas kaum tani oleh golongan feodal. Pada masa itu, disamping terdapat golongan² tani, djuga terdapat golongan masjarakat jang membuat barang² keperluan hidup jang dapat dihasilkan melalui pertanian. Mereka itu adalah tukang² keradjinan tangan jang bekerdja dengan alat² produksi. Perkembangan golongan ini melahirkan bentuk ekonomi baru jaitu kapitalisme dalam bentuk permulaan. Hal itu terdjadi setelah lahir kota² sebagai pusat² pertukaran atau perdagangan. Untuk memenuhi permintaan akan barang² jang semakin meningkat, tukang² tsb. mulai memperbesar usahanja dengan djalan mempergunakan tenaga upahan. Eropa pada masa itu, mengenal „gilda” atau „serikat pekerdja¹ keradjinan” jang memperoleh pendidikan untuk mendjadi „ahli”. Mereka memperoleh bajaran karena kerdjanja dan untuk hidupnja. Itulah pula bentuk jang tertua dari „perserikatan sekerdja”. Dengan begitu djelaslah, bahwa benih² kapitalisme telah ada dalam masjarakat feodal, dimana selandjutnja kapitalisme sebagai sistim ekonomi menggantikan feodalisme. Sistim ekonomi kapitalis seperti diuraikan dalam Ensiklopedi jang disusun oleh Adinegoro, halaman 115 terbitan th. 1953 antara lain berbunji „ekonomi <p align="right">95</p> </div><noinclude></noinclude> 6jtvpexsxy8bk9ombujbkuc2ipezceg Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/27 104 112169 311164 2026-08-11T06:51:49Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'keuntingan sebagai jang termuat dalam Manifesto Politik Presiden. »Revolusi Indonesia tidak mengizinkan Indonesia moendjadi pa- dang ponggarukan harta bagi dapapun, — asing atau bukan asing. Siapa menggaruk keksjaan ten. koste dari pada umum, siapa thengatjau perekonomian umum, dia akarv kita tangkap, dia akan kita seret dimuka hakim, dia akan kita tangkap, dia akan kite hukum, berat, dia kalau perlu akan kita djatuhi hukuman mati,” Tidak dap... 311164 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>keuntingan sebagai jang termuat dalam Manifesto Politik Presiden. »Revolusi Indonesia tidak mengizinkan Indonesia moendjadi pa- dang ponggarukan harta bagi dapapun, — asing atau bukan asing. Siapa menggaruk keksjaan ten. koste dari pada umum, siapa thengatjau perekonomian umum, dia akarv kita tangkap, dia akan kita seret dimuka hakim, dia akan kita tangkap, dia akan kite hukum, berat, dia kalau perlu akan kita djatuhi hukuman mati,” Tidak dapat lebih djelas kigi dimana letak terpimpinaja ckonorl jang dimaksudkan. Apabila kita telah lebih saksama, maka program ketiga Kabinet Kerdja mempunjai tugas jang menentr- kan dalam membina ekonomi terpimpin, Dalam program ke-d Jang mengenai bidang ckonomi dikatakan bahwa pendjuangan melawan Imperialisme ekonomi harus dilandjutkan. Memang, selama imperialisme ckonomi masih mentjengkeram perekonomian Indonesia, selaina itu pula ckonomi Indonesia tetap terdjadjah, Kits harus waspada dan tcliti terhadap imperialisme ckonomi (tu, Ekonomi sosialis adalah lawan Jangsung dari pada ekonoml kapitalis, 186, Karena iru ang dapat disebut imperialisme ekonomi pada pokoknja adalah kapltalisme, Djadi setjara prinsfpil kapisalismelah Jang harus mendjadi sasaran, Kila harus terlebih dabulu memper- intfi bentak® kapitalisme, mana jang paling dabulu harus dikikis, Welaupun diatas sudah diketakan bahwa kita harus waspada dan teliti, dengan mengingat bahwa pengusaha® national jang dju- djur, ja, bahkan djuga pedagang! ketjil jang hakekatnja masib mempergunakan tiara? jang lazim digunakan oleh golongan ka: pitalis tetapi golongan? ini pada masa peralihan masih dapat di- gunakan sebagai perantara® atau produsen® dalam proses sosislisas! ékonotnl, Pengalaman mereka, djasa-djasa mereka, bahkan modal mereka masih perlu dalam djalinan ekonomi peralihan ini, (Lihat keterangan pemerintsh hal. 92 dst.), 137) Kita tidak boleh keliru dalany memilih sasaran. Dibawah Ini adalah sebagian bentuk* kapitalisme Jang merupakan sasaran penghantaman kita 1 100 4. Perusshaan? monopoli ang’ b, Perusahaan awasta vital asing atau bukan) 5 ce Perusahaan golongan pemerintah swasta (folht enterprises). Tni harus didjadikan sepenuhaja usaha pemerintah. d, Perusahaan? monopoli bukan asing } 6, Penghizapan sistim feodalisme dan sistim tuan tanah, 138, Untuk memperolch pengertian tentang bentuk? kapl- falisme dalam tcorl ekonomi jang bertentangan dengan makstd ekonomi terpimpin, baja karangan Zwyndrecht — Hasan Amin (bagi 8.L.A,). dan Samuelsen’ (bagi Mahasiswa) Untuk orlentast kepatla bentuk ckonomijang dihasratkan, perlu jugs mempeladjari, disntaranja buku Ekonomi — Politik Mardis, Disamping mengatabkan perdjuangan kepada pendobrokan ben- tuk? jang bertentangan dengan ekonomi terpimpin, Pemerintah akan melakuixan tindakun? cegas untuk melikwidasi sendi? ckononst Kapitalis dan Wberal. Vaham2 dan praktck seperti /ree/ight liber talisme dan free enterprises jang mengandung unsur persaingan iberal dan behas serta pongusahaan anarkis dengan sendirinja akan terkikis dengan djalan apapun, Disini pulalah lecsk terpim- pinnja sosialis jang dimaksudean, Akumulasi bapital ditangan swasta atau persecrangan akan (erijegal, Dana? liar negeri sorta alavt pembajaran luar nogeri sepenubnja digunakan oleh peme- rintah atu asas nama pemeriatah, Perdagangan barter Ieajap. Dengan sendirinja hak* isimewa dalam memindakkan transfer) dan menggunekan devisen seperti terdapat dalam le alone agreement hilang. Sslurary antara’ produsen dengan Konsumen akan mendjadi pendck djaraknja. mn BAB 21 EKONOMI TERPIMPIN DALAM PRARTER 139, Pemerintah bersama-sama dengan Depernas, menjusun feluah pola jang merupakan suatu keseluruhan dalam bidang ekonomi, Renijana ini terdiri atas beberapa bagian, diantaranja fang verpenting ¢ 101<noinclude></noinclude> 9fxr166rozrznwr7u16v95ktk5zt2sf 311180 311164 2026-08-11T07:42:29Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311180 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> keuntungan sebagai jang termuat dalam Manifesto Politik Presiden. „Revolusi Indonesia tidak mengizinkan Indonesia mendjadi padang penggarukan harta bagi siapapun, — asing atau bukan asing. Siapa menggaruk kekajaan ten koste dari pada umum, siapa mengatjau perekonomian umum, dia akan kita tangkap, dia akan kita seret dimuka hakim, dia akan kita tangkap, dia akan kita hukum berat, dia kalau perlu akan kita djatuhi hukuman mati.” Tidak dapat lebih djelas lagi dimana letak terpimpinnja ekonomi jang dimaksudkan. Apabila kita telah lebih saksama, maka program ketiga Kabinet Kerdja mempunjai tugas jang menentukan dalam membina ekonomi terpimpin. Dalam program ke-3 jang mengenai bidang ekonomi dikatakan bahwa perdjuangan melawan Imperialisme ekonomi harus dilandjutkan. Memang, selama imperialisme ekonomi masih mentjengkeram perekonomian Indonesia, selama itu pula ekonomi Indonesia tetap terdjadjah. Kita harus waspada dan teliti terhadap imperialisme ekonomi itu. Ekonomi sosialis adalah lawan langsung dari pada ekonomi kapitalis. 136. Karena itu jang dapat disebut imperialisme ekonomi pada pokoknja adalah kapitalisme. Djadi setjara prinsipil kapitalismelah jang harus mendjadi sasaran. Kita harus terlebih dahulu memperintji bentuk² kapitalisme, mana jang paling dahulu harus dikikis. Walaupun diatas sudah dikatakan bahwa kita harus waspada dan teliti, dengan mengingat bahwa pengusaha² nasional jang djudjur, ja, bahkan djuga pedagang² ketjil jang hakekatnja masih mempergunakan tjara² jang lazim digunakan oleh golongan kapitalis tetapi golongan² ini pada masa peralihan masih dapat digunakan sebagai perantara² atau produsen² dalam proses sosialisasi ekonomi. Pengalaman mereka, djasa-djasa mereka, bahkan modal mereka masih perlu dalam djalinan ekonomi peralihan ini. (Lihat keterangan pemerintah hal. 92 dst.). 137. Kita tidak boleh keliru dalam memilih sasaran. Dibawah ini adalah sebagian bentuk² kapitalisme jang merupakan sasaran penghantaman kita : <p align="left">100</p> :<ol type="a"><li>Perusahaan² meonopoli asing ;</li><li>Perusahaan swasta vital (asing atau bukan) ;</li><li>Perusahaan golongan pemerintah swasta (''joint enterprises''). Ini harus didjadikan sepenuhnja usaha pemerintah.</li><li>Perusahaan² monopolii bukan asing ;</li><li>Penghisapan sistim feodalisme dan sistim tuan tanah.</li></ol> 138. Untuk memperoleh pengertian tentang bentuk² kapitalisme dalam teori ekonomi jang bertentangan dengan maksud ekonomi terpimpin, batja karangan Zwyndrecht — Hasan Amin (bagi S.L.A.). dan Samuelsen (bagi Mahasiswa). Untuk orientasi kepada bentuk ekonomi jang dihasratkan, perlu djuga mempeladjari, diantaranja buku Ekonomi — Politik Marxis. Disamping mengarahkan perdjuangan kepada pendobrakan bentuk² jang bertentangan dengan ekonomi terpimpin, Pemerintah akan melakukan tindakan² tegas untuk melikwidasi sendi² ekonomi kapitalis dan liberal. Faham² dan praktek seperti ''freefight liberalism'' dan ''free enterprises'' jang mengandung unsur persaingan liberal dan bebas serta pengusahaan anarkis dengan sendirinja akan terkikis dengan djalan apapun. Disini pulalah letak terpimpinnja sosialis jang dimaksudkan. Akumulasi kapital ditangan swasta atau perseorangan akan tertjegah. Dana² luar negeri serta alat² pembajaran luar negeri sepenuhnja digunakan oleh pemerintah atau atas nama pemerintah. Perdagangan barter lenjap. Dengan sendirinja hak² istimewa dalam memindahkan (men-transfer) dan menggunakan devisen seperti terdapat dalam ''let alone agreement'' hilang. Saluran antara produsen dengan konsumen akan mendjadi pendek djaraknja. <center> BAB 21<br /> EKONOMI TERPIMPIN DALAM PRAKTEK </center> 139. Pemerintah bersama-sama dengan Depernas, menjusun sebuah pola jang merupakan suatu keseluruhan dalam bidang ekonomi. Rentjana ini terdiri atas beberapa bagian, diantaranja jang terpenting : <p align="right">101</p> </div><noinclude></noinclude> npewqyh9hvnajj49dg5mt2lyb9laq6c Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/28 104 112170 311165 2026-08-11T06:52:09Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Walaupun di Amerika Serikat adalah mendjadi fakta bahwa produksi berlimpal-limpah dan kalau diukur setjara merata ke- perluan per kapita memang setjara teorl dapat tertjukupi, tetapt disamping it, menurug statistik djumlah penganggur berdjutar djura, Gambaran tersebut diatas adalah sebagai akibat dari distim tkonominja. Sekiranja social security tidak teratur tapi; maka pengangguran itu dapat merupakan bengjana, 148. Tadjuan lata dari ckonemi s... 311165 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>Walaupun di Amerika Serikat adalah mendjadi fakta bahwa produksi berlimpal-limpah dan kalau diukur setjara merata ke- perluan per kapita memang setjara teorl dapat tertjukupi, tetapt disamping it, menurug statistik djumlah penganggur berdjutar djura, Gambaran tersebut diatas adalah sebagai akibat dari distim tkonominja. Sekiranja social security tidak teratur tapi; maka pengangguran itu dapat merupakan bengjana, 148. Tadjuan lata dari ckonemi sosialis adalah ckonomi damai, sebagai lawan dari pada ekonomi perang, Artinja sebagian besir angearan belandja harus digunakan untwk pengembangan kesedjahteraan hidup, termasuk bidang ckonomi. Karena itu progéam no, 2 daripada Kabinet Kerdja perlu segera diatasl, jakni mengiptakan keamanan merata bagi rakjat, Ekonomi gorong rojong atau ckonomii sosialis 4 la Indonesia scsunggubnja harus mendjadi sendi dati pada faham ekonomi terpimpin. Bokankat dalam gotong rojong tergermin sifat? perdamalan dani ketenteraman hidup bangsa? Kehidupan jang lajak acbagai manusia tidak djarang tergantung pada soal? ckonomi | makah, pakajan dan perumahan adalah semua benda ckonomi jang aris diliasilkan untuk keadilan, kemakmurah, keamanan, per- damaian dan kesentosaan, BAB 22 TUDJUAN EKONOMI TERPIMPIN ‘fudjuan ekonomi terpimpin ialah, memeruhi keperlusn* baik tetcriil maupun spiritul eetjara lajak, Kebyrukan rohant mavpun diasmani, Kebutuban. kulturil umumigda dan meteriil chususnja, Saatu magjarakat jaigedil das makmut, amiansedjahecra tampa penghisapan dan penindasan ates marusia oleh manusla, Setiap watgancgara harus merupakan anggota magarakat jang mendapat tempat, hak serca kewadjiban jang sewadjarnja, Tudjuan jung mula ini pasti terlaksana, djika gana jang 106 diperlukan dipenuhi. Perentjanaan jang sepenuhnja: disesuaikan dengan tudivan harus dibuat sedjelasdjclasnja dan sederhana, Djelas dalam arti tidak menimbulkan kekelirdan dan sederhana gupaja mudah difvhami oleh setiap pelaksana serta rakjat pada umumnja, Tudjuan pokok dari pada ckonomi terpimpin adalah untuk pada achienja menumbangkan strukwur ckonomi jang imperlalistis feodalistis sampai keakar-akarnja. Bagi kesemparnaan tealisasi ekonomi terpimpin, negara Indonesia jang sclama ini ‘epenulinja merupakan negara Sgraria, mesti djuga mendjalan- kan industrialisasi baik ketjil maupun besar, schingga didalam themenuhi keperluan hidup rakjat, tidak semata-mata tergan- tung kepada negara lain. Untuk ini ada suaty hal besar jang dengan tegas dan berant harus diatasi, jakni soal kapical, Dalam hubungan ini, kapital harus diusahakan oleh pemerintsh, djadi tidak diverakkan kepada modal monopoll asing, 150, Menurut pengertian modern, modal monopoli asing tldak lain adalah imperintisme, Untuk djelasnja batjalah dibawah ini tuliian Buse Karno tentang hal teriebut, dalam bukunja Mentiapai Indonesia Merdeka, antata lain scbagai berikut ; pSedjak adanja openduer-politth didalam talun 1905, maka modal Jang belek masuk ke Indonesia dan menigari receki di Indonesia biukantah lagi modet Belanda sadja, letapi duga modal Inzgeris, juga medal Amerika, divea modal Djipang, djuga medal Djerman, diuga modal Perangiis, duga modal alia, djugn model laincdain Sehingga imperialisme di Indonesia bint edalah imperialicme jang internasional harenanja, Raksasa ,,biasa” Jang dulu berdjenghe> Wilan dialas padang kerézchian Indonesia, hint sidah mendjadt Reahwoaiea Dasamika janz berowlut sepuluh.” 151, Sclandjutnja permodalan bagi industriatisasi chususnja tkonomi terpimpin pada umumnja, ekonomi Indonesia tidak boleh bergantuny pada ekonomi monopoli internasional, Disam- ping djerstan? dan pelbngai ikatan? jang discbabkan kepitalisme internasional itu, kapitalisme telah mengalami dan menurut Kodratnja akan terus mengalami krisis? jang semakin hebat. Krisis? ini akan lebih menimpa negara? jang ckonomninja ber- 107<noinclude></noinclude> p1hfo1132ut3s6v1qw30iidx937g6u7 311181 311165 2026-08-11T07:45:49Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311181 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> Walaupun di Amerika Serikat adalah mendjadi fakta bahwa produksi berlimpah-limpah dan kalau diukur setjara merata keperluan per kapita memang setjara teori dapat tertjukupi, tetapi disamping itu, menurut statistik djumlah penganggur berdjuta-djuta. Gambaran tersebut diatas adalah sebagai akibat dari sistim ekonominja. Sekiranja ''social security'' tidak teratur rapi, maka pengangguran itu dapat merupakan bentjana. 148. Tudjuan lain dari ekonomi sosialis adalah ekonomi damai, sebagai lawan dari pada ekonomi perang. Artinja sebagian besar anggaran belandja harus digunakan untuk pengembangan kesedjahteraam hidup, termasuk bidang ekonomi. Karena itu program no. 2 daripada Kabinet Kerdja perlu segera diatasi, jakni mentjiptakan keamanan merata bagi rakjat. Ekonomi gotong rojong atau ekonomi sosialis á la Indonesia sesungguhnja harus mendjadi sendi dari pada faham ekonomi terpimpin. Bukankah dalam gotong rojong tertjermin sifat² perdamaian dan ketenteraman hidup bangsa? Kehidupan jang lajak sebagai manusia tidak djarang tergantung pada soal² ekonomi ; makan, pakaian dan perumahan adalah semua benda ekonomi jang harus dihasilkan untuk keadilan, kemakmuran, keamanan, perdamaian dan kesentosaan. <center> BAB 22<br /> TUDJUAN EKONOMI TERPIMPIN </center> 149. Tudjuan ekonomi terpimpin ialah, memenuhi keperluan¹ rakjat baik materiil maupun spirituil setjara lajak. Kebutuhan rohani maupun djasmani. Kebutuhan kulturil umumnja dan meteriil chususnja. Suatu masjarakat jang adil dan makmur, aman sedjahtera tanpa penghisapan dan penindasan atas manusia oleh manusia. Setiap warganegara harus merupakan anggota masjarakat jang mendapat tempat, hak serta kewadjiban jang sewadjarnja. Tudjuan jang mulia ini pasti terlaksana, djika sjarat² jang <p align="left">106</p> diperlukan dipenuhi. Perentjanaan jang sepenuhnja disesuaikan dengan tudjuan harus dibuat sedjelas-djelasnja dan sederhana. Djelas dalam arti tidak menimbulkan kekeliruan dan sederhana supaja mudah difahami oleh setiap pelaksana serta rakjat pada umumnja. Tudjuan pokok dari pada ekonomi terpimpin adalah untuk pada achirnja menumbangkan struktur ekonomi jang imperialistis feodalistis sampai keakar-akarnja. Bagi kesempurnaan realisasi ekonomi terpimpin, negara Indonesia jang selama ini sepenuhnja merupakan negara agraria, mesti djuga mendjalankan industrialisasi baik ketjil maupun besar, sehingga didalam memenuhi keperluan hidup rakjat, tidak semata-mata tergantung kepada negara lain. Untuk ini ada suatu hal besar jang dengan tegas dan berani harus diatasi, jakni soal kapital. Dalam hubungan ini, kapital harus diusahakan oleh pemerintah, djadi tidak diserahkan kepada modal monopoli asing. 150. Menurut pengertian modern, modal monopoli asing tidak lain adalah imperialisme. Untuk djelasnja batjalah dibawah ini tulisan <small>BUNG KARNO</small> tentang hal tersebut, dalam bukunja ''Mentjapai Indonesia Merdeka'', antara lain sebagai berikut : ::''„Sedjak adanja opendeur-politik didalam tahun 1905, maka modal jang boleh masuk ke Indonesia dan mentjari rezeki di Indonesia bukanlah lagi modal Belanda sadja, tetapi djuga modal Inggeris, djuga modal Amerika, djuga modal Djepang, djuga modal Djerman, djuga modal Perantjis, djuga modal Italia, djuga modal lain-lain sehingga imperialisme di Indonesia kini adalah imperialisme jang internasional karenanja. Raksasa „biasa” jang dulu berdjengkelitan diatas padang kerezekian Indonesia, kini sudah mendjadi Rahwana Dasamuka jang bermulut sepuluh.”'' 151. Selandjutnja permodalan bagi industrialisasi chususnja ekonomi terpimpin pada umumnja, ekonomi Indonesia tidak boleh bergantung pada ekonomi monopoli internasional. Disamping djeratan² dan pelbagai ikatan² jang disebabkan kapitalisme internasional itu, kapitalisme telah mengalami dan menurut kodratnja akan terus mengalami krisis² jang semakin hebat. Krisis² ini akan lebih menimpa negara² jang ekonominja ber- <p align="right">107</p> </div><noinclude></noinclude> j40rg0xmy5th17j8583p3jrnh9448jy Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/29 104 112171 311166 2026-08-11T06:53:00Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'BAGIAN E KONPERENSI ASIA-AFRIKA BAB 23 PANDANGAN UMUM 153, Dasar dart pada kebidjaksanaan polilik luar negeri Pemeriniah ialah pelaksanaan prinsip politik nar negeri Jang bebas dan aktif. Tudjuan texpeniing dalam mendjalankan dasar politik itu, ialah pelaksanaan apa jang dinamakan subject policy dengan maksud supaja Indonesia djangan hanja mendjadi objck politik negara? lain, sedangkan apa. jing dinamakan ,,politik tetangga baik” audah pula di... 311166 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>BAGIAN E KONPERENSI ASIA-AFRIKA BAB 23 PANDANGAN UMUM 153, Dasar dart pada kebidjaksanaan polilik luar negeri Pemeriniah ialah pelaksanaan prinsip politik nar negeri Jang bebas dan aktif. Tudjuan texpeniing dalam mendjalankan dasar politik itu, ialah pelaksanaan apa jang dinamakan subject policy dengan maksud supaja Indonesia djangan hanja mendjadi objck politik negara? lain, sedangkan apa. jing dinamakan ,,politik tetangga baik” audah pula didjalankan dengan tcratur dan intensif, iSd, Vikiran tentang mempercrat kerdjasanya antara negata- negara Asia-Aftika sebenarnja mula dikemukakan, disidang Parlemen olch Perdana Menteri Mr Ali Sastroamidjojo pada tanggal 25 Agustus 1953 jang antara lain berbunji sbb : »Kerdjasama dalam golongan negara-negara Asia-Arab (Atvika) kami pandang penting benar, karena kami jakin, bahvwa kerdjasama crat antara negara-negara tersebut akan memperkuat usaha kearak tergapainja perdamaian dunia jang kekal, Kerdjasama antira negara-negara Asia-Afvika temsebut adas lah stsuai benar dengan aturan? dalam P.B.B.jang mengenal kerdjasamia kedacrahan (regional arrangements), Lain dari ion pada umumnja memang mempunjai pendirian-pencirian Jang sama dalam beberapa soal dilapangan internasional, djadi mempunjai dasar sama (common grownd) untuk meng- adakan golongan jang chtsus, Oleh sebab it kerdjasama tersebut akan kami landjutkan dan pererat.”” 110 155, Pada pertengahan’tahun 1953 tersebut campaklah gidah membajang akan adanja Konperensi Asia-Aftika pada permulaan tahun 1955, Untuk melaksanakan program dintas, maka disdekan dua Konperenst antara Perdana Menteri dari lina negara Asis, jaitn jang pertama konperensi informil di Colombo pada 1inggal 28 ‘Api sampai 2 Mci 1954, dan jang kedua konperensi Bogor pada tanggal 29 Desember 1984. Lina negara jang dimaksud diatas ialah Birma, India, Indonesia, Pakistan, Sailan, Sebelurn konperensi-konperensi tersebut dilangeunpkas, (kiran. tentang kerdjasama negara-negara Ada-Afika sudah dipersiapkan dap terlebi dahulu setjara mendalam dan luas didalam suaty Konperens} Dinas antara Kepalaskepala Perwakilan kita dinegara negara Asia-Afrika jang dindakan oleh Mentor Luar Negerl di Tugu dari tanggal 9 sampai 22 Maret 1954, Enam tahun sebelumnja, jaitu pada permulaan talign 1949, pada saat negara Republik Indonesia terkurung dan digemput terus-menerus dari luar, dan pada saat banjak dacrah-daerali kita diduduki layean, sedangkan sebagian besar dari pemimpin-pemim- pin kita dipendjarakan, di New Delhi India dilangsungkan Kone perensi antara bangsa-bangia Asia dan Aftika ansuk memprotes ketidak adilan jang ditudjukan kepada Indonesia dan untuk mee nundjang perdjuangan kita, Para diplomat dan pars all politik, pers dan orang biasa dari negeri-negeri (etangga kita di Asia dan ‘Afvika semuanja inenjokong perdjuangan Republik Indonesia. 156, Konperens: Bogor telah mengambil keputusan, bahws Konperensi Asia-Atrika jang akan dating akan berlangsung dikota Bandung sebelum bulan Puasa tahun 1935. Dglam Komunike Bersama jang ditudjukan kelima: Perdana Menteri tetsebut diatas dalam Konperensi Bogor ditetapkan maksud dan tudjiuan Konperensi Asia-Aftika schagal berikue : L.. fo promote poodivil! and cooperation among the nations of Asia and Africa, to explore ond advance their mutual as well as common interests and {0 establish and further friendliness neighourly relations Ub<noinclude></noinclude> fa7r0lf27wuf4ljohqz5v5amadbscex 311182 311166 2026-08-11T07:49:36Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311182 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <center> '''BAGIAN E'''<br /> '''KONPERENSI ASIA-AFRIKA''' <br /> BAB 23<br /> PANDANGAN UMUM </center> 153. Dasar dari pada kebidjaksanaan politik luar negeri Pemerintah ialah pelaksanaan prinsip politik luar negeri jang bebas dan aktif. Tudjuan terpenting dalam mendjalankan dasar politik itu, ialah pelaksanaan apa jang dinamakan ''subject policy'' dengan maksud supaja Indonesia djangan hanja mendjadi objek politik negara² lain, sedangkan apa jang dinamakan „politik tetangga baik” sudah pula didjalankan dengan teratur dan intensif. 154. Fikiran tentang mempererat kerdjasama antara negara-negara Asia-Afrika sebenarnja mulai dikemukakan disidang Parlemen oleh Perdana Menteri Mr Ali Sastroamidjojo pada tanggal 25 Agustus 1953 jang antara lain berbunji sbb : ::„Kerdjasama dalam golongan negara-negara Asia-Arab (Afrika) kami pandang penting benar, karena kami jakin, bahwa kerdjasama erat antara negara-negara tersebut akan memperkuat usaha kearah tertjapainja perdamaian dunia jang kekal.<br />Kerdjasama antara negara-negara Asia-Afrika tersebut adalah sesuai benar dengan aturan² dalam P.B.B. jang mengenai kerdjasama kedaerahan (''regional arrangements''). Lain dari itu pada umumnja memang mempunjai pendirian-pendirian jang sama dalam beberapa soal dilapangan internasional, djadi mempunjai dasar sama (''common ground'') untuk mengadakan golongan jang chusus. Oleh sebab itu kerdjasama tersebut akan kami landjutkan dan pererat.” <p align="left">110</p> 155. Pada pertengahan tahun 1953 tersebut tampaklah sudah membajang akan adanja Konperensi Asia-Afrika pada permulaan tahun 1955. Untuk melaksanakan program diatas, maka diadakan dua konperensi antara Perdana Menteri dari lima negara Asia, jaitu jang pertama konperensi informil di Colombo pada tanggal 28 April sampai 2 Mei 1954, dan jang kedua konperensi Bogor pada tanggal 29 Desember 1954. Lima negara jang dimaksud diatas ialah Birma, India, Indonesia, Pakistan, Sailan. Sebelum konperensi-konperensi tersebut dilangsungkan, fikiran tentang kerdjasama negara-negara Asia-Afrika sudah dipersiapkan dan terlebih dahulu setjara mendalam dan luas didalam suatu Konperensi Dinas antara Kepala-kepala Perwakilan kita dinegara-negara Asia-Afrika jang diadakan oleh Menteri Luar Negeri di Tugu dari tanggal 9 sampai 22 Maret 1954. Enam tahun sebelumnja, jaitu pada permulaan tahun 1949, pada saat negara Republik Indonesia terkurung dan digempur terus-menerus dari luar, dan pada saat banjak daerah-daerah kita diduduki lawan, sedangkan sebagian besar dari pemimpin-pemimpin kita dipendjarakan, di New Delhi India dilangsungkan Konperensi antara bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk memprotes ketidak adilan jang ditudjukan kepada Indonesia dan untuk menundjang perdjuangan kita. Para diplomat dan para ahli politik, pers dan orang biasa dari negeri-negeri tetangga kita di Asia dan Afrika semuanja menjokong perdjuangan Republik Indonesia. 156. Konperensi Bogor telah mengambil keputusan, bahwa Konperensi Asia-Afrika jang akan datang akan berlangsung dikota Bandung sebelum bulan Puasa tahun 1955. Dalam Komunike Bersama jang ditudjukan kelima Perdana Menteri tersebut diatas dalam Konperensi Bogor ditetapkan maksud dan tudjuan Konperensi Asia-Afrika sebagai berikut : :1. ''to promote goodwill and cooperation among the nations of Asia and Africa, to explore and advance their mutual as well as common interests and to establish and further friendliness neighbourly relations ;'' <p align="right">111</p> </div><noinclude></noinclude> ngfxefr0yvut2j787x0pjur3gng9gmq Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/30 104 112172 311167 2026-08-11T06:53:23Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'TAUDI ARABIA? SEINE: os a Penduciuk Dunia 2500.0CQMMO tues Dunta 56 100,000 mil? LIBERIA ‘vasnagara peser- 2 Fooperensi' 311167 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>TAUDI ARABIA? SEINE: os a Penduciuk Dunia 2500.0CQMMO tues Dunta 56 100,000 mil? LIBERIA ‘vasnagara peser- 2 Fooperensi<noinclude></noinclude> ratmd7eqesed0ipnouvwcy1zompd0v0 311183 311167 2026-08-11T07:56:20Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311183 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <center> '''PETA NEGARA PENGUNDANG DAN NEGARA JANG DIUNDANG''' </center> <!-- Penjelasan/Elemen Teks yang terdapat pada Peta --> <div style="font-size: 90%;"> '''Keterangan Simbol/Legenda:''' * <span style="background-color: #888; color: white;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</span> Negara pengundang * <span style="background-color: #ccc;">&nbsp;///&nbsp;</span> Negara jang diundang '''Daftar Negara yang Tertera pada Peta:''' * AFGANISTAN * BIRMA * ETHIOPIA * FILIPINA * INDIA * IRAN * IRAK * JAMAN * JORDANIA * KAMBODJA * LAOS * LIBIA * LIBERIA * MESIR * MUANGTHAI * NEPAL * PANTAI MAS * PAKISTAN * REPUBLIK INDONESIA (Bandung) * SAILAN * SAUDI ARABIA * SIRIA / LIBANON * SUDAN * TIONGKOK (R.R.T.) * DJEPANG * TURKI * VIETNAM UTARA * VIETNAM SELATAN <br /> '''Kotak Data Statistik Peta:''' <center> '''Penduduk Dunia 2500.000.000 Luas Dunia 58.100.000 mil²''' </center> * '''Grafik Lingkaran Penduduk:''' ** 11. djuta ** 44. djuta ** Sisa penduduk dunia * '''Grafik Lingkaran Luas Area:''' ** Luas negara peserta konperensi: 12.6 mil² ** Sisa luas dunia: 45.5 mil² </div> </div><noinclude></noinclude> 9jha4n9r1gturm707extlq3cei6c0xt Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/15 104 112173 311171 2026-08-11T07:10:35Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 311171 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude><noinclude></noinclude> skm5ofzdkpet4p3hnv3zyg9tp5agszy Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/16 104 112174 311176 2026-08-11T07:30:44Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311176 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|24||25}}</noinclude>Indonesia tertentu. Akan tetapi dengan mengenal susunan sosial-okonomi Indonesia kita kaum Komunis dengan tegas dapat mengatakan, bahwa pemegang kekuasaan itu tak akan dapat selangkah keluar dari lingkungan sempit birokrasinja. Sebab bagaimana imperialisme Belanda dengan seketika dapat memperbaiki kesalahan2 jang telah berlangsung berabad-abad dengan serentak. Di India-Inggeris umpananja, dimana sedjak bertahun-tahun telah ada industri nasional jang kuat, disana dapat diadakan djembatan unt. menghubungkan pertama-tama modal Inggeris dengan modal nasional, kemudian menghubungkan djurang jang tjuram antara politik imperialisme dan politik nasional. Tetapi politik imperialisme Belanda sedjak semula ditudjukan pada penghantjuran industri ketjil dan perdagangan ketjil nasional teristimewa di Djawa. Ponghantjuran itu, dapat terlaksana, djika orang jakin,dapat mempergunakan modal Tionghoa sebagai alat untuk memisah rakjat Indonesia dari rakjat Belanda. Semua Industri milik suku Djawa mati tak lama sesudah imperialisme Belanda mulai masuk. Dengan matinja industri suku Djawa itu mati djugalah keradjinan dan initiatif suku Djawa, jang mempunjai kemampuan jang diperlukan untuk pembangunan industri nasional modern jang berdasar persaingan dan hak-milik perorangan. Karenanja Imperialisme Belanda pada masa ini dengan sungguh sungguh tidak mengharap mendapatkan titik pertemuan untuk suatu kompromi ekonomi dengan orang2 Indonesia. Berhubung dengan itu suatu kompromi dalam politik akan merupakan sesuatu jg abstrak, sesuatu jang tidak tegas. Menambah djumlah anggauta Volksraad dengan dua atau tiga....orang Indonesia lagi, atau memberikan konsessi politik lebih banjak kepada orang Indonesia akan hanja berarti satu tetes air sadja diatas besi jang membara. Memang teranglah, bahwa krisis Indonesia bukannja hanja krisis politik, seperti di Mesir, India-Inggeris dan Filipina akan tetapi djuga terutama adalah krisis ekonomi. Krisis ekononti ini tak akan dapat disembuhkan dalam beberapa tahun. Pun seandainja dokter Morgan berkehendak menjembuhkan imperialisme Belanda dengan membagikan pindjaman uang kepadanja, akan masih ada pertanjaan, apakah ia akan mampu membangkitkannja dari tempat tidurnja. {{U|Indonesia bukanja Austria, Polandia atau Djerman, dimana Morgan mau menundjukkan daja sembuhnja jg mengagumkan}} Negeri2 Eropah tersebut hanja membutuhkan modal. Tetapi pabrik2, mesin2, buruh ahli dan tank ahli sangat tjukup adanja.Indonesia jang mempunjai penduduk jang tahu batja-tulis 6% jang selama ratusan tahun ditindas dan di {{Teks Tak Terbaca}} dan kepentingan2 sosial ponduduk tidak diperhatikan sama sekali, tentu tak akan mungkin mentjiptakan tenaga2 tehnis jg tjakap dalam beberapa tahun jg diperlukan untuk membangun industri2 baru (Industri2 logam dan tekstil) jang akan sanggup berhasil baik menjaingi barang2 dagangan Barat. {{U|Karenanja Morgan tak segan memindjamkan uangnja begitu sadja kepada Imperialisme Belanda.}} Sudah tentu Amerika suka menanam modalnja di Indonesia, tetapi hanja diperusahaan2 jang akan dapat segera menghasilkan keuntungen dengan tjepat jg akan dapat memenuhi keuntangan setjara langsung, seperti dalam perusahaan minjak atau karet. Akan tetapi pada masa sekarang ini terdapat overproduksi karet dan ketjuali itu<noinclude></noinclude> l9on06ym5f463ou8e6u80tb6pn51k6t Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/31 104 112175 311184 2026-08-11T08:00:33Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311184 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> 165. Adapun pendjadjahan dapat dilakukan dengan dua tjara. Pertama: pendjadjahan politik jang dilakukan dengan langsung menaklukkan suatu bangsa oleh bangsa lain dan mendirikan pemerintahan djadjahan atas bangsa jang ditaklukkan itu. Lazim pendjadjahan politik itu mengakibatkan pula pendjadjahan dilapangan ekonomi, sosial, kebudajaan dan kongkungan djiwa, seperti halnja telah dialami oleh Rakjat² Asia-Afrika sendiri. Kedua : pendjadjahan matjam lainnja ialah pendjadjahan ekonomi jang menurut istilah sekarang dinamakan „modern imperialisme”. Pendjadjahan matjam ini tak perlu menaklukkan suatu bangsa dan mendirikan pemerintahan djadjahan atasnja. Ia tjukup dengan menguasai dan mengawasi perekonomian suatu bangsa. Ia tjukup membikin suatu bangsa tergantung padanja dibidang ekonomi, jang berarti, bahwa dalam segala bidang mati-hidupnja bangsa jang dikuasai ekonominja itu tergantung padanja. Tjontoh² dapat diketemukan di Asia dan Afrika. 166. Negeri-negeri jang terlibat dalam pergolakan kebangsaan menentang imperialisme dewasa ini hampir dengan tiada ketjualinja ialah negeri² jang lazim disebut negeri-negeri „kurang-madju” — suatu istilah jang tjelaka dan hanja setengah-benar. Menurut perkiraan P.B.B., dua pertiga dari umat manusia hidup dinegeri-negeri jang kurang madju, dan hanja seperlima dalam negeri² jang madju. Kedua-pertiga dari umat manusia ini pada waktu lahirnja ditaksir rata-rata akan dapat hidup tigapuluh tahun, sedangkan mereka jang beruntung lahir dalam negeri jang madju ditaksir rata-rata akan hidup 63 tahun. Selama mereka hidup 30 tahun itu, mereka akan menggunakan makanan sebanjak 2.150 kalori tiap hari, dan pendapatan mereka tiap tahun banjaknja 41 dolar Amerika. Sebaliknja, keseperlima dari pada umat manusia itu makan 3.040 kalori tiap hari (kita di Indonesia 1.880 kalori) dan menerima 461 dolar Amerika setiap tahun. Setiap 100.000 orang dinegeri-negeri jang kurang madju dirawat oleh 17 orang dokter, sedangkan 106 dokter merawat tiap² 100.000 orang di-negeri² jang madju. Taksiran lamanja hidup rata² tiap orang di Nederland ialah 70 tahun 6 bulan, sedangkan di India 26 tahun 7 bulan. <p align="left">116</p> Hal inilah jang merupakan salah satu sebab jang mahapenting jang menguatkan perasaan persatuan bangsa-bangsa Asia-Afrika dalam menghadapi imperialisme jang mengisap. 167. Awan gelap tidak selamanja bergantungan diangkasa. Setelah matahari-kedjadjaan kita tenggelam beberapa abad lamanja, sekarang fadjar-kebangunan baru Asia-Afrika telah menjingsing kembali. Rakjat-rakjat Asia-Afrika jang sependeritaan lahir dan batin telah bangun, mentjari titik² pertemuan untuk bersama-sama menggalang persatuan menentang kolonialisme dan imperialisme dalam segala bentuk. Konperensi Asia-Afrika di Bandung adalah tempat mereka memperbintjangkan nasib jang sama. Kemudian menjusul Konperensi Mahasiswa Asia-Afrika dan konperensi lain² jang sedjenis dengan itu. <center> BAB 25<br /> DJALAN KONPERENSI </center> 168. Pada achir April sebelum bulan Puasa tahun 1955, berlangsunglah Konperensi Asia-Afrika di Bandung jang dinanti-nantikan. Menurut keputusan Presiden Republik Indonesia tanggal 9 April 1955, Delegasi Indonesia untuk menghadiri Konperensi Asia-Afrika di Bandung berdjumlah 17 orang jang terdiri atas : :<ol><li>Mr Ali Sastroamidjojo, Perdana Menteri, Ketua Delegasi</li><li>Mr Sunarjo, Menteri Luar Negeri, Wakil Ketua Delegasi</li><li>Prof. Ir Roosseno, Menteri Perekonomian</li><li>Mr Muhammad Yamin, Menteri Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan</li><li>K. H. Masjkur, Menteri Agama</li><li>Dr F. L. Tobing, Menteri Penerangan</li><li>Mr Achmad Subardjo, Penasihat Kementerian Luar Negeri</li><li>Dr Abu Hanifah, Penasihat Kementerian Luar Negeri</li><li>Mr Sujono Hadinoto, Penasihat Kementerian Luar Negeri</li></ol> <p align="right">117</p> </div><noinclude></noinclude> gq3dj18kajvu92nitg1arb7v72oexuh Halaman:080 Loda.djvu/10 104 112176 311185 2026-08-11T08:06:04Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 311185 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 965. solèté<br> 966. si mōtéké<br> 967. àkéré ma utu<br> 968. ngūisi<br> 969. sěléo<br> 970. tònaka<br> 971. dòngi<br> 973. bèsi<br> 974. tabaga<br> 976. salàka<br> 977. guràtji<br> 978. sèleri dj'arèsé<br> 979. sělěri i tataromo<br> 980. walira<br> 981. kipu<br> 984. nòngu<br> 985. maretèlu<br> 986. bèsi ma titi<br> 987. sosalōngata<br> 988. ngaboso<br> 989. īwiti<br> 991. parasèng<br> 994. i ma tjoho gīas na<br> 995. dāgangi ma njawa<br> 996. djo totumulè <100><br> 999. ngongiri<br> 1000. bātongu<br> 1001. tòko<br> 1002. butu<br> 1003. i dadāgangi<br> 1004. dolabutu<br> 1005. djaiti<br> 1007. dūgala<br> 1008. ūtungu<br> 1009. rugi<br> 1010. tūgala<br> 1011. i hàli<br> 1012. i mura<br> 1013. nūgimi<br> 1014. gàdjoko<br> 1015. fangu {{multicol-break}} 1016. wūkunu<br> 1017/<br> 1018. bāu<br> 1019. tagàli<br> 1020. tolabutu<br> 1021. johangi<br> 1022. tolabutu<br> 1025. kāti<br> 1026. <101><br> 1027. kati - pikulu<br> 1028. <102><br> 1029. kāpali dāgangi<br> 1030. kāpali pĕrangi<br> 1029/<br> 1030. kāpali<br> 1031. kāpali - uku<br> 1032. sikutji<br> 1033. <103><br> 1035. liaro<br> 1037. sīdété<br> 1038. <104><br> 1040. daju <105><br> 1041/<br> 1042. sārimi - rabu<br> 1043. daju <106><br> 1049. tàpu<br> 1050. kadjāó<br> 1051. léléoto<br> 1052. torihi; tjilàkadja màké<br> 1053. djo tjatjanga<br> 1058. djo tjatjanga<br> 1060. tūwusu<br> 1061. i lamoko - i lalamoko<br> 1062. ma tjētjěké<br> 1063. i kākuru; i kūrutu<br> 1064. ma dēkana; i tēkana<br> 1065. i totiwawo<br> 1066. i tèkan'ūwa<br> 1067. i lamoko <107><br> 1068. dja kipērini; i ālusu <108><br> 1070. <109><br> 1071. dja pēlėlaka {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> hyd9qukfttf5stkx7lvtlac6nyzpcis Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/32 104 112177 311186 2026-08-11T08:06:51Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311186 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> :<ol start="10"><li>Sukardjo Wirjopranoto, Kepala Direktorat I Kementerian Luar Negeri</li><li>Ruslan Abdulgani, Sekretaris Djenderal Kementerian Luar Negeri</li><li>Mr Nazir Datuk Pamuntjak, Kepala Direktorat II Kementerian Luar Negeri</li><li>Mr Utojo Ramelan, Kepala Direktorat IV Kementerian Luar Negeri</li><li>Ir Djuanda, Kepala Biro Perantjang Negara</li><li>L. N. Palar, Duta Besar Republik Indonesia di New Delhi</li><li>Djenderal Major H. Abdul Kadir, Duta Besar Republik Indonesia di Cairo</li><li>Mr Sudjarwo Tjondronegoro, Duta Besar, Wakil Tetap Republik Indonesia pada Perserikatan Bangsa-bangsa.</li></ol> Disamping ketudjuhbelas orang ini telah ditetapkan pula 16 orang sebagai Penasihat. Pimpinan Konperensi jang dipilih oleh semua peserta adalah sebagai berikut : :Mr Ali Sastroamidjojo, Perdana Menteri Republik Indonesia mendjadi Ketua Konperensi. :Mr Muhammad Yamin, Menteri Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan Republik Indonesia mendjadi Ketua Panitia Kebudajaan. :Prof. Ir Roosseno, Menteri Perekonomian Republik Indonesia mendjadi Ketua Panitia Perekonomian. :Ruslan Abdulgani, Sekretaris-Djenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mendjadi Sekretaris Djenderal Konperensi. Dengan demikian maka seluruh Konperensi Asia-Afrika berlangsung dibawah pertanggungan dan pimpinan Pemerintah Republik Indonesia. Berkali-kali diadakan rapat umum dan rapat tertutup di Gedung Merdeka dan Gedung Dwiwarna. 169. Mula-mula sebelum Konperensi dimulai, banjak suara-suara jang menjangsikan dan memperketjil arti Konperensi Asia Afrika. Tetapi setelah berhasil usaha Konperensi tersebut, maka <p align="left">118</p> berbaliklah suara-suara itu dan achirnja opini dunia mengatakan bahwa Konperensi Asia-Afrika di Bandung sanggup memberi sumbangan jang positif untuk mentjapai perdamaian dunia. ''The Times'', London, tanggal 30 Desember 1954 mengatakan antara lain : ''„There is a feeling that the proposed conferences will be rather too vague and purposeless, not to say heterogenous, all these invited accept”'', sedangkan ''The Montreal Star'' tanggal 29 Desember 1954 menulis sbb. : ''„”Peace, it's wonderful”, will be the slogan, but whether it is necessary to hold a vast conference in order to recite the phrase in chorus is something that can be questioned”''. ''Diario Popular'', Lisbon, tanggal 9 Maret 1955 mengatakan, bahwa ''„this spectacular conference is actually a kind of a vast white of panic .......”'' Kemudian ''The Times'', London, pada tanggal 21 April 1955 menjatakan, bahwa ''„the high hopes of the Conference had been shattered and the fears reduced”'', sedangkan wartawan G. Adam dari ''The Economist'' jang terbit pada tanggal 19 April 1955 memberi komentar sbb. : ''„... the Conference was mainly the work of Indonesia, probably in order to distract attention from her home troubles. But the result was historic because such a gathering of coloured statesmen had never happened before”''. Perdana Menteri Sovjet Uni Bulganin antara lain mengatakan, bahwa Konperensi Asia-Afrika adalah ''„a strikking demonstration”'' dari perasaan Rakjat Asia-Afrika dewasa ini. Penjelasan masalah-masalah internasional dengan djalan damai seperti disebut dalam resolusi Bandung itu, dikatakan sebagai ''„a correct approach”'' terhadap masalah-masalah jang dihadapi dunia. Dalam pada itu, Pemimpin Delegasi Amerika Serikat di P.B.B. Henry Cabot Lodge mengatakan, bahwa Konperensi Bandung telah menundjukkan ''„the real way to make true progress towards international peace”''. 170. Setelah segala persiapan selesai, dibukalah Konperensi Asia-Afrika pada tanggal 18 April 1955 djam 9.00 pagi dengan suatu pidato pembukaan Presiden jang ternjata tidak ketjil pengaruhnja atas Konperensi dalam perkembangannja lebih landjut. Pidato tersebut ketjuali menimbulkan suasana jang membesar- <p align="right">119</p> </div><noinclude></noinclude> hez9j2mwnob7b0daw4hjnugpk78fs5b Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/33 104 112178 311187 2026-08-11T08:10:15Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311187 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> kan hati kearah semangat persaudaraan dan persatuan dikalangan para peserta Konperensi, merupakan pula suatu pernjataan lahirnja Asia-Afrika baru. Dikalangan rakjat-rakjat Asia-Afrika jang mengikutinja dari djauh pidato Presiden tersebut telah memperbesar kepertjajaan kepada diri sendiri dalam menghadapi masalah-masalahnja. Kepada negara-negara diluar Asia-Afrika pidato tersebut telah pula memaksa bangsa-bangsa diluar Asia-Afrika untuk mengakui, bahwa bangsa-bangsa Asia-Afrika telah mendjadi suatu kekuatan jang tidak dapat mereka abaikan lagi seperti diabad-abad jang lampau. 171. Setelah Presiden mengutjapken pidatonja, Mr Ali Sastroamidjojo dipilih oleh sidang sebagai Ketua Konperensi jang lalu mengutjapken pidato pembukaan dengan mendjelaskan lagi dasar-dasar dan tudjuan-tudjuan dari pada Konperensi Asia-Afrika. Pidato pembukaan Ketua Konperensi ini disusul dengan pidato beberapa orang Ketua Delegasi. Dalam pidato² ini tampak gedjala-gedjala pertentangan antara beberapa negara jang masing-masing menjokong politik blok Barat atau blok Timur. Akan tetapi Mr Ali Sastroamidjojo berhasil berusaha sedemikian rupa sehingga benih-benih pertentangan ini kemudian tidak berkembang mendjadi pertentangan jang njata dalam perundingan-perundingan selandjutnja. Kebidjaksanaan Ketua Konperensi bersumber pada adjaran, ''tut wuri andayani'', jakni mengikuti dari belakang sambil memberi arah tertentu. Mengenai imperialisme, kolonialisme dan subversi, beberapa anggota delegasi mengemukakan pendapat jang agak berbeda-beda. Kolonel Gamal Abdel Nasser dari Mesir berkata : „Semendjak masa ekspansi kolonialisme, persoalan pendjadjahan oleh golongan asing selalu mendjadi sebab dari banjak perang.” Yilma Deressa dari Ethiopia meminta supaja pernjataan kolonialisme itu meliputi djuga pengertian daerah-daerah ''trustee''. Dr Djalal Abdoh dari Iran menjatakan pendiriannja, bahwa agresor-agresor jang lebih halus pada masa kita ini menemukan djalan-djalan baru untuk mentjapai tudjuannja, jaitu menemukan kolonialisme dalam bentuk baru. <p align="left">120</p> Mengenai Irian Barat, Khaled El-Azem dari Syria menjatakan, bahwa ia adalah suatu warisan dari imperialisme. Daerah itu adalah bagian jang integral dari Republik Indonesia. 172. Pada umumnja, soal-soal politik dapat dirundungkan setjara lantjar dan mudah, sekalipun timbul beberapa pertentangan, jakni timbulnja perdebatan tentang masalah kolonialisme matjam kuno dan matjam baru, tentang subversi dan masalah ''peaceful co-existence''. Tetapi berkat suasana saling mendekati dan kemauan baik jang ditundjukkan oleh masing-masing peserta, dapat pula ditjapai penjelesaian pertentangan-pertentangan ini dengan dibuatnja apa jang mendjadi terkenal sebagai ''Bandung Declaration'' dengan 10 asas-asasnja, jang merupakan dasar-dasar baru dalam hubungan antara negara-negara ditengah-tengah pergolakan ''power politics'' dewasa ini. Adapun apa jang dinamakan ''10 principles'' dari pada Piagam Bandung berbunji seperti dibawah ini : :<ol><li>''Respect for fundamental human rights and for the purposes and principles of the Charter of the United Nations.''</li><li>''Respect for the sovereignty and territorial integrity of all nations.''</li><li>''Recognition of the equality of all races and of the equality of all nations large and small.''</li><li>''Abstention from intervention or interference in the internal affairs of another country.''</li><li>''Respect for the right of each nation to defend itself singly or collectively, in conformity with the Charter of the United Nations.''</li><li><ol type="a"><li>''Abstention from the use of arrangements of collective defence to serve the particular interests of any of the big powers.''</li><li>''Abstention by any country from exerting pressures on other countries.''</li></ol></li><li>''Refraining from acts or threats of agression or the use of force against the territorial integrity or political independence of any country.''</li><li>''Settlement of all international disputes by peaceful means, such as negotiation, conciliation, arbitration or judicial settlement as well''</li></ol> <p align="right">121</p> </div><noinclude></noinclude> a4y0j5ozp3931w1b1nkbosgf175ddul Halaman:080 Loda.djvu/12 104 112179 311188 2026-08-11T08:23:03Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 311188 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1202. bitjara <117><br> 1203. ulè - ma njanji<br> 1206. ādjoko<br> 1208. ākunu<br> 1210. manarama<br> 1211. mòku <118><br> 1212. saèkīje dja tami<br> 1213. āo<br> 1214. tōtiri<br> 1215. gugut 'ino<br> 1216. āo - tjotjoho<br> 1220. tāǐ <119><br> 1221. pàpa <120><br> 1223. ma malo<br> 1224. djadjaga<br> 1225. tāmono<br> 1227. ī sènè<br> 1228. kelėlo <121><br> 1229. amé<br> 1233. si siròko<br> 1234. ma sirāngutu<br> 1236/<br> 1237. amé<br> 1238. si bosono<br> 1239. duhūduku<br> 1240. si hamu<br> 1243. mau<br> 1244. modéké, magāé <122><br> 1245. wělėnga<br> 1246. bèno<br> 1251. raba<br> 1253-<br> 1255. ogu poga - lèta<br> 1259. tēolo - ramoso - polòso<br> 1266/<br> 1261. solano<br> 1262/<br> 1263. si dodogumu<br> 1264. pilīkuru<br> 1265. gōgono<br> 1266. ma gōgono<br> 1267. sano {{multicol-break}} 1268. sàngo<br> 1269. gōloko<br> 1270. <123><br> 1271. si haga<br> 1272. kulai - ani dagarongo <124><br> 1276. i sòra; i tino <125><br> 1277. tūpuku<br> 1278. waiti<br> 1284. ma siādono<br> 1286. ma djobo<br> 1291. pōsana - gōsara <126><br> 1292. balusu wo gedje<br> 1293. moi <127><br> 1294. sinòto<br> 1295. djangé <128><br> 1296. djōata <129><br> 1297. motò'a<br> 1298. butanga<br> 1299. tumuding<br> 1300. tuàngé<br> 1301. sio<br> 1302. mogīoko<br> 1303. mogīoko dé moi<br> 1304. mogīoko dé sinòto<br> 1305. mogīoko dé djangé<br> 1310. mogīoko dé tuàngé<br> 1311. mogīoko dé sio<br> 1312. monāloko<br> 1313. monāloko de moi<br> 1315. monāloko de motò'a<br> 1316. moluāngĕré<br> 1317. moruata<br> 1318. moritò'a<br> 1319. moributànga<br> 1323. rātusu moi<br> 1324. tjālana moi<br> 1325. lākisa moi<br> 1326. ma sonōa<br> 1328. wārasa ma moi <130><br> 1329. wārasa ma sinòto {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> qst4qkoza1siu0adgwcnykio6pani42 Halaman:080 Loda.djvu/13 104 112180 311193 2026-08-11T08:35:08Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 311193 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1330/<br> 1331. manonòma<br> 1332/<br> 1333. masinòto<br> 1334/<br> <br> 1336/<br> 1337. ma dodōgumu<br> 1338. <132><br> 1339. <133><br> 1340. <134><br> 1341. ma djòku-ò ka <òka?><br> 1347/<br> 1348. i folöi<br> 1349. dj'adon'-uwa<br> 1350. i ngōdumu; i ni-dja-i mi-i<br>{{gap}}na ngodumu <135><br> 1356. dja momoi<br> 1357. ngodji to <136><br> 1358. ngodji ma sirèté <136><br> 1359. ngòna no <136><br> 1362. ngini ni <136><br> 1363. una o <136><br> 1364. muna mo <136><br> 1365. ngòné po <136><br> 1366. ngomi mi <136><br> 1364/<br> 1367/<br> 1368. òna djo <136><br> 1369. to ngodji adji <137><br> 1370. to ngòne na <138><br> 1373. to ngòna ani <139><br> 1374. to ngini nia <140><br> 1375/<br> 1376. to òna moma <141><br> 1378. to una ai <142><br> 1379. <143><br> 1380. òkia<br> 1382. òkia<br> 1382. ménėna<br> 1385. manėgė<br> 1386. médòké<br> 1385/<br> 1386. <144> {{multicol-break}} 1388. mané-òka<br> 1389. <145><br> 1394. ange <146><br> 1398. silo <147><br> 1335. mangangé <131><br> 1402. wutu <148><br> 1406. musungu - pariàma<br> 1407. koré-mie; koré-sara ma<br>{{gap}}wakutu <149><br> 1408. dòné manėna<br> 1409. adjé<br> 1411. manonòma <150><br> 1412. ma bion'oka<br> 1413. -kàsi; iàsi <151><br> 1416. kangano adje<br> 1418. kanugon'īka<br> 1419. kawidirī-no<br> 1420. àngé manėna<br> 1422. alimòka dé adjé<br> 1423. mědirini dé adjé<br> 1424. i siata i tiahi oka / <br>{{gap}}angé-ōka<br> 1426. ma moi-ōka àdjé<br> 1427. kawuru-ino; moruwo dé <br>{{gap}}adjé <152><br> 1428. òka; i bòloto <153><br> 1429. uwàsi<br> 1431. koré-mié<br> 1432. koré-sara<br> 1433. àngé ma njonjijé<br> 1434. angé ma sosoru<br> 1435. o gubali<br> 1436. o giniraka<br> 1437. dàku-òka<br> 1439. dàk'-ūku<br> 1440. dauk'ōka<br> 1441. dauk'ijé<br> 1442/<br> 1443. ka - sigadono<br> 1445. ma dēkara<br> 1446. -ino <154><br> 1447. sigadono<br> 1448. -òka <155> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> knmyodncryunrnkd70sjam95b8p6mp2 311196 311193 2026-08-11T08:36:41Z Thersetya2021 15831 311196 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1330/<br> 1331. manonòma<br> 1332/<br> 1333. masinòto<br> 1334/<br> 1336/<br> 1337. ma dodōgumu<br> 1338. <132><br> 1339. <133><br> 1340. <134><br> 1341. ma djòku-ò ka <òka?><br> 1347/<br> 1348. i folöi<br> 1349. dj'adon'-uwa<br> 1350. i ngōdumu; i ni-dja-i mi-i<br>{{gap}}{{gap}} na ngodumu <135><br> 1356. dja momoi<br> 1357. ngodji to <136><br> 1358. ngodji ma sirèté <136><br> 1359. ngòna no <136><br> 1362. ngini ni <136><br> 1363. una o <136><br> 1364. muna mo <136><br> 1365. ngòné po <136><br> 1366. ngomi mi <136><br> 1364/<br> 1367/<br> 1368. òna djo <136><br> 1369. to ngodji adji <137><br> 1370. to ngòne na <138><br> 1373. to ngòna ani <139><br> 1374. to ngini nia <140><br> 1375/<br> 1376. to òna moma <141><br> 1378. to una ai <142><br> 1379. <143><br> 1380. òkia<br> 1382. òkia<br> 1382. ménėna<br> 1385. manėgė<br> 1386. médòké<br> 1385/<br> 1386. <144> {{multicol-break}} 1388. mané-òka<br> 1389. <145><br> 1394. ange <146><br> 1398. silo <147><br> 1335. mangangé <131><br> 1402. wutu <148><br> 1406. musungu - pariàma<br> 1407. koré-mie; koré-sara ma<br>{{gap}}{{gap}}wakutu <149><br> 1408. dòné manėna<br> 1409. adjé<br> 1411. manonòma <150><br> 1412. ma bion'oka<br> 1413. -kàsi; iàsi <151><br> 1416. kangano adje<br> 1418. kanugon'īka<br> 1419. kawidirī-no<br> 1420. àngé manėna<br> 1422. alimòka dé adjé<br> 1423. mědirini dé adjé<br> 1424. i siata i tiahi oka / <br>{{gap}}{{gap}}angé-ōka<br> 1426. ma moi-ōka àdjé<br> 1427. kawuru-ino; moruwo dé <br>{{gap}}{{gap}}adjé <152><br> 1428. òka; i bòloto <153><br> 1429. uwàsi<br> 1431. koré-mié<br> 1432. koré-sara<br> 1433. àngé ma njonjijé<br> 1434. angé ma sosoru<br> 1435. o gubali<br> 1436. o giniraka<br> 1437. dàku-òka<br> 1439. dàk'-ūku<br> 1440. dauk'ōka<br> 1441. dauk'ijé<br> 1442/<br> 1443. ka - sigadono<br> 1445. ma dēkara<br> 1446. -ino <154><br> 1447. sigadono<br> 1448. -òka <155> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> d7mfpy95de2ddy5bsgn286uc5vk0w5f Halaman:080 Loda.djvu/11 104 112181 311197 2026-08-11T08:47:07Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 311197 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1072. i lamoko<br> 1072-<br> 1074. i sàki<br> 1075. i ngau-ngāuru<br> 1076. i padaka<br> 1079. dja moröini<br> 1080/<br> 1081. i lābara<br> 1082. (i na) madjéké<br> 1083/<br> 1084. i ngido<br> 1085/<br> 1086. i dūmuku<br> 1087. i kàkur-ījé, i kurut’ījé<br> 1088. i dūmuku<br> 1089. i bolōto<br> 1090. i kolōkoro, i pepélūka<br> 1096. i sīata; dja gogōini <110><br> 1097. i sèpi <lll><br> 1098. ka o dòto<br> 1101. dja togōini<br> 1102. dja mumudjuta<br> 1104/<br> 1105. ka o sāu<br> 1106/<br> 1107. i alo<br> 1109/<br> 1110. i popululu<br> 1112. i pasagé<br> 1113. i ngòata<br> 1115. i pilàtu<br> 1116. i wòro<br> 1117. dja putūrungu<br> 1118. i mènè<br> 1119. (i na) to molé<br> 1121. (i na) těbèteru<br> 1125. <112><br> 1127. i busaka<br> 1130. dja lòa<br> 1132-<br> 1134. ǐ lòa - i mi lòa<br> 1135. dja lòa 1136-<br> 1138. ǐ torōu - i mi torōu {{multicol-break}} 1139. dja torōu<br> 1142. ma dodja méīja<br> 1143. i djōmanga<br> 1146/<br> 1147. i nāroto<br> 1148/<br> 1149. djo ngòla <113><br> 1150. ina tīmono - ina pěrėki <114><br> 1151. i tětèkana - todjodjodjoma<br> 1152. dja kiau; ma gòō <115><br> 1153. i susungi<br> 1154. i sususa<br> 1155. dj'àkunu<br> 1156. dja momòdjo (i na momòdjo)<br> 1159. djo bodò<br> 1160. djo tjawaro<br> 1161. i mūtiti<br> 1162. ka ōpiki<br> 1163. ka o mali<br> 1164. i sāsata<br> 1166. ka o miri<br> 1167. dj'arèsé<br> 1168. i tatāromo<br> 1169. dja sosawàla<br> 1171. i gogurati<br> 1172. dja bibisi<br> 1173. dja idjo<br> 1174. nònu<br> 1175. màké<br> 1176. iké<br> 1179. djè'<br> 1180. djè’<br> 1193. nàko - si ōdaka<br> 1194. ma tibang <116><br> 1195. nàko si ōdaka<br> 1196. ma sosinia - ma si bātongo<br> 1197. (i na) wōdjanga<br> 1198. ma dosuku<br> 1199. ma ngàku<br> 1200. ma momōngoro<br> 1201. fěfėto {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 7nsfcom80gpbcjq1gyzopbmdbxkbhx6 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/12 104 112182 311198 2026-08-11T08:48:30Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311198 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 98 -||- 99 -}}</noinclude>ternafsoe sekali aken pergi ka roemanja Anna. Begimana itoe ia moesti berboeat ? „Akoe aken bilang jang Betsy soeroe akoe dateng padanja aken menanjaker, apa Anna djadi kaga pergi nonton adoe koeda ? Ja, dengen djalan begini akoe bisa sampeken akoe poenja maksoed ; terang jang akoe boleh pergi ka sana zonder koeatir apa apa ! . . .” kata ia dengen soeara tetep sembari awasin piring jang ada dihadapken. Atinja boekan maen djadi girang lantaran sekarang bisa bertemoe poela pada orang jang ditjinta dengen sagenep djiwa. „Abis makan ia lantes naek di satoe kreta dan titahken koesir aken pergi ka Peterhof. Ia taoe jang Karenine tentoe tinggal tetep di Petrograd, dan sanget harep bisa bertemoe sama Anna dengen sendirian sadja. Seperti biasanja ia toeroen di satoe tempat jang masi djaoe djoega dari gedongnja Anna, dengen maksoed soepaja tiada menerbitken doega’an apa apa pada orang banjak, sedeng aken pergi ka gedongnja Anna ia teroesken dengen djalan kaki. Ia masoek di itoe gedong boekan dari pintoe depan, hanja dari pintoe blakang jang temboes kakebon. Pikirannja tjoema inget aken ketemoe sama Anna, itoe njonja jang ia tjintaken, sedeng laen laen hal poela tiada sekali ada dipikir, Tindakannja ia bikin begitu plahan sebrapa bisa soepaja tiada katengeran baek oleh siapa djoega, Halangan jang satoe satoenja aken iapoenja pertemoean sama Anna, adalah anak lelaki dari itoe njonja, jang mengawasin dirinja dengen tiada soedanja, sebagi djoega orang jang hendak menanja apa apa tentang dirinja. Laen daripada itoe seringkali itoe anak, jang berbeda'an sekali dengen orang kabanjakan, soeka pegat djalanan nja Vronsky, jang lantaran begitoe djoega baek Anna maoepoen Vronsky djadi tiada bisa omong apa apa jang iaorang tadinja hendak bitjaraken. Kapan waktoe begitoe ada menimbroeng itoe anak, sigra perhoeboengannja Vronsky dan Anna tiada lebi sebagi perhoeboengannja sobat kentel sadja; djoega seringkali itoe anak oendjoek paras jang ajaoe daripada manis sama Vronsky, sebagi djoega ia taoe, jang di antara itoe orang lelaki dan iapoenja iboe ada resia apa apa jang sekarang ia belon taoe dan belon bisa boektiken. Tentoe sadja Vronsky djadi merasa tiada senang tapi apa ia bisa berboeat pada itoe anak jang masi teritoeng satoe anak ketjil. Meskipoen iapoenja bapa dan iapoenja djipro belon perna tjerita djelek tentang Vronsky toch tiada oeroeng itoe anak bisa gedek pada katjintaannja iapoenja itoe, jang saban kali ia ketemoe saban kali djoega ia oendjoekin katentjiannja pada Vronsky. „Apa artinja toch itoe pertemoean? Apa maoenja itoe orang dateng di sini? Begimana akoe moesti ber'akoe padanja? Apa bisa dikata akoe poenja sala lantaran akoe tiada taoe ini? Apa akoe ini ada satoe anak djahat?” begitoelah ia menanja beroelang oelang sama dirinja sendiri. Tapi ini kali Serioja tiada ada di roema.<noinclude></noinclude> 62ba5psdp7m3yp6p3joyykz3yt8yvji Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/13 104 112183 311199 2026-08-11T08:53:56Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311199 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 100 -||- 101 -}}</noinclude>Tjoema Anna sadja ada di dalem kebon sedeng menoenggoe kedatangannja iapoenja anak, jang tempo itoe sedeng djalan djalan. Tatkala itoe Anna sedeng hadepken satoe poehoen kembang dan tiada denger sama sekali tindakannja Vronsky jang lagi mendatangin. Kaeilokannja Anna jang sesoenggoenja pantes dapet poedjian, saban kali bikin tergioer atinja Vronky. Begitoepoen ini kali, betoel seperti lakoenja orang jang pertama kali perna liat Anna... Ia tinggal berdiri di satoe tempat jang sedikit djaoe aken bisa pandang Anna lebi lama. Tempo ia bertindak aken menjamperin Anna, ini sekoenjoeng koenjoeng berbalik dan hadepken Vronsky dengen paras moeka mera. „Kau kenapa?” tanja Vronsky sembari deketin Anna. „Akoe tiada sangka sama sekali jang kau bakal dateng.” „He, kau poenja tangan dingin sekali...” „Sebab akoe kaget liat kau. Akoe tjoema sendirian sadja ada di sini dan sedeng toenggoein kedatengannja Serioja. Di saban sa'at itoe anak bisa dateng di sini...” Kendatipoen Anna berboeat sebrapa bisa aken teroes bersabar, toch tiada oeroeng bibirnja bergojang, precies lakonja orang jang dapet meriang... „Brilah ma'af padakoe, tapi soenggoe mati, akoe tiada bisa tahan atikoe kapan satoe hari sadja tiada ketem kau...” „Ma'afken kau? Kau poenja kedatengand bikin atikoe djadi amat girang...," "Tapi kau roepanja sakit, atawa ada apa apa jang mengganggoe kau poenja pikiran." begitoelah Vronsky landjoetken iapoenja pembicara'an lebi djaoe sembari pegang tangannja Anna jang ia tiada maoe lepas djoega. "Begimana kau poenja pikiran sekarang ini?" "Masi tetep seperti doeloe," djawab Anna sembari mesem. Anna bitjara dengen sabenernja. Kapan pertanja'an begitoe dimadjoeken padanja selaloe ia djawab: "Tetep seperti doeloe!" Tetep sama hal jang telah bikin tjilaka dan senang dirinja... "Kenapa, begitoelah ia bilang saorang diri, boeat laen prempoean—Anna taoe baek rahasianja prinses Betsy jang bikin perhoeboengan rahasia sama Touchkevitch—perkara begini bisa berdjalan dengen senang, tapi kenapa boeat akoe tiada lebi selagi gandjelan sadja..." Ini hari kembali pikiran begitoe telah moentjoel. Akan hiboerin atinja ia tanjaken ketrangan pada Vronsky tentang pesta adoe koeda. Soepaja bisa boedjoek Anna menonton maka Vronsky sengadja bilang jang adoean koeda ini hari ada loear bissa ramenja. "Apa baek akoe bertaoeken padanja atawa baek akoe diam diam sadja?" begitoelan jang Anna bilang saorang diri, sembari pandang moekanja Vronsky dengen mata tiada berkesip, "Sekarang ia sedeng asik dengen adoean koeda, hingga ia tentoe tiada bisa timbang dengen {{hws|be|betoel}}<noinclude></noinclude> nik6yltih8txc7prlmnyb011k1apre0 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/14 104 112184 311200 2026-08-11T08:54:23Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311200 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 102 -||- 103 -}}</noinclude>{{hwe|toel|betoel}} kapentingannja perkara jang akoe hendak toetoerken padanja, djoega ia tiada nanti bisa liat itoe perkara perkara jang bakal terdjadi..." „Tapi Anna, kau belon tjeritaken pada akoe, apa jang kau sedeng pikirin temoe atoe pertama kali dateng di sini,“ kata Vronsky sembari poetoesken tjeritanja. „Ajo, tjeritakenlah itoe pada akoe...“ Tiada soeatoe perkata'an telah keloear dari Anna poenja moeloet, malahan koeti a itoe ia balikin kepalanja ka laen djoeroessan, kamoedian dengen mata jang tiada berkedip ia pandang teroes moekanja Vronsky... iapoenja tangan jang sedeng memaen dengen satoe daon dari satoe poehoen kembang, soeda djadi goemeteran... Dari roepandja Vronsky poen kenjata'an jang ia ini ingin sekali denger apa apa dari Anna. Dengen meratap ia bilang: „Akoe dapet kenjata'an jang ada apa apa jang kau tiada maoe toetoerken pada akoe. Apakah itoe betoel akoe tiada boleh dapet taoe? Kasoesah'an bagimanakah jang kau telah dapetken dan apatah tiada baek kau tjeritaken itoe pada akoe, soepaja kapan akoe bisa toeloeng, tentoe akoe toeloengin. Pertjajalah pada akoe ini, jang tentoe tiada nanti tampik aken lakoeken segala apa bagi kau poenja diri. Ajo, tjeritakenlah itoe padakoe...“ „Tapi kaloe sampe ia tiada perdoeliken dengen apa jang 'koe tjeritaken padanja, tentoelah atikoe bakal djadi goesar sekali atas dirinja, maka itoe akoe rasa paling baek tiada tjeritaken apa apa. Kenapa djoega akoe moesti oedji dirinja?" demikianlah Anna bilang sendirian. Ia liat tangannja dan itoe daon jang dipegang semingkin lama bergojang semingkin keras. „Akoe minta dengen sanget soepaja kau tjeritaken semoes perkara jang ada di dalem atimoe!" begitoelah ia oelangin perminta'annja dan kamoedian pegang tangannja Anna. „Bilangin sama kau?" „Ja." „Akoe sekarang sedeng doedoek peroet!" kata Anna dengen soeara berbisik dan plahan. Tangannja Anna bergoemeter lebi keras hingga itoe daon jang dipegang djadi bergojang seperti djoega tertioep angin, tapi kadoea matanja jang mengawasin Vronsky tinggal tetep. Anna maoe taoe bagimana perasa'annja Vronsky sesoedanja ia bri taoe itoe hal. Moekanja Vronsky djadi poetjet, maoe bitjara apa apa, tapi satoe perkata'an tiada bisa kaloear dari moeloetnja, samentara itoe tangannja Anna jang dipegang soeda dilepas dan kamoedian toendoekin kepalanja. „Ja, kenjata'an ia ada perhatiken hal jang akoe telah tjeritaken padanja!" kata Anna saorang diri dan kamoedian pegang tangannja bahna girang, Toch kenjata'an Anna kliroe kapan ia anggap Vronsky perhatiken itoe seperti apa jang ia sendiri telah pikirken. Vronsky mengarti sekarang ia tiada bisa maen<noinclude></noinclude> ov9if9hryui4t9dfo9e2ua2vjr8bpc7 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/15 104 112185 311201 2026-08-11T08:55:02Z Link PB 26772 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 106diam diam 8adJa. Apa jaDg doelo,e bisa direaiaken, IiBkalang tiada bias dlKata resia lagi. djoega moe1ain Bekarang ia moesti .toentoet Boeatoe pen~idoepan bproe. .Ja,". kata Vronsky dengen soear4 tetep dan' kamoedlan dateng Jebi deket sama Anna, "baek k~u maoepoen akoe tiada kila sekali Jang ini blSS m8dJoe ssmpe begitoe dJaoe, tapi sekalang lantaran soed~ begitoe, kita moesti am bi! soeatoe poetoes3n. . ." "AmbIl poetossan? Poetoesan lang... 311201 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Link PB" />{{rh|- 102 -||- 103 -}}</noinclude>- 106diam diam 8adJa. Apa jaDg doelo,e bisa direaiaken, IiBkalang tiada bias dlKata resia lagi. djoega moe1ain Bekarang ia moesti .toentoet Boeatoe pen~idoepan bproe. .Ja,". kata Vronsky dengen soear4 tetep dan' kamoedlan dateng Jebi deket sama Anna, "baek k~u maoepoen akoe tiada kila sekali Jang ini blSS m8dJoe ssmpe begitoe dJaoe, tapi sekalang lantaran soed~ begitoe, kita moesti am bi! soeatoe poetoes3n. . ." "AmbIl poetossan? Poetoesan lang bagimana kau benda~ ,amtil, Alexis ?" kata Anna deDgen soeara bertJIBllr. Tatkala itoe roepsnJa dJa 1i lebi aabar poel"• .A.tiDja berdebar densr lantaran ingin tAOe poetoesan bagimana jang aken diambil oleh itoe djaDtoeóg ati • . ...DJalan jan2 paIin2 baek adalah kau mOf'Bti tl~ggalken . kau poenJa otlami, samentar& itoa klta poenjs. pengidc.e~an mocsti dihoeboengin sa toe Bams. laen. • •• _ . • Til~akah kau dan akoe Baeda dihoeboengin,.... k~l a la d~llgeu soeala jang 'begitce plahaD hID~g8. mplr ti8da kadeDgeran. "Betoel, tapi itce perhoeboengan moetiti di'bi. kil! lebi lapet lag i • .Bagimana ? AlexiB, bilangia akoe, bagimana ?demikian ah ia biJang deD~en soeara esdi jang menoendjoekin dirinja sendiri tiada taoe ba~;mlna. mo~sti dil er~ oeat. "Apa kau taoe llJ8lan jang mana. pahIig baek? Apa ~toe ini boekan djadi istrinja ali.oe poenja soeami ?", "Maski kasoesahan bagimanl dJoega moesti ada dJalan aken arang molos. Tjoema sadj~ orsng koejoe ad. poenla klsliraniatl. Pendeknja tentoe itoe ada Jebi baek dari keada'an 8ekarsng. Akoe mengarti hagimana soesa adanJa kau poe· Dja sti, teroetsma lantSr8n pikirin. angg~pannja Orlng banjali:, dan t agimao8 nanlI ~jadlDJa .ae~ ngen kau 1>oenja anak dan kau poenJ8 soeaml". ' o sekali k~ 1i tiada 'koe pikirin • tentaog akoe 11 , "k poenja soeami, A kata Anna semhan mesem. " oe t iada pikirin Saml sekali tentang dirin]s. ?Ja akOI'! angj?,ep BepeIti soeda tiada ada d.i a~e~la." Tapi itoe boekan a 13DJa kau poeDJa plkllan. " kEns! liau 8am~e baek. Kau poeoj a 80eam1. Akoe ada orang jaDg satoe satoenJa kau be latken•••U ,.Baeian ksu djangan maen doegs'," kata Ann. , sedeng moeka aan lehernja lantaB ber6ba mera. Aer mata den gen sekoenjoeng koeJljoe,ng kaloear dari matsnja. "Lebi baek Bekarang lu~a dlanRan omongin dirinja. . • Lagian skee poen]a soeami tiada ada mendoega apa alla," . IIAkoB dada aIDliil perdoe i aJl" Jang kau pOe' nla soeami mendoegIl," kata Vronslly dengen soearl tetep dan !lengen lakoB sabar. "T3pi klta Hada bist. tinggal. , • kau tida ~isa teroes begin~ sadja. teroetama t iad a 8esoedanJa apa jaDg tadl " lIau tJeritakeu padakoe.·. .Ts{ii apa can akoe mOE:slI. berhoeat?· tan,l8 Anna. I:ela'oe dengen Oflndjoek. 8e~joe~3n manIS. Anna jang koeatir VlODSliy tnma ltoe kabar' deDge n ati dingiD, djadi meIasa tiada senang lantalan sekarsng d8~et Ilenjata'an. jang si dJan· toeDg ati maoe ambil djalan peDdek. ,<noinclude></noinclude> 8v22zoq8y9qdeoqbn1ki3ozzzjo2kir 311202 311201 2026-08-11T08:56:28Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311202 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 102 -||- 103 -}}</noinclude>diam diam sadja. Apa jang doeloe bisa diresiaken, sekarang tiada bisa diza-ta resia lagi. djoega moelain sekarang ia moesti toentoet soeatoe pengidoepan baroe. „Ja,“ kata Vronsky dengen soeara tetep dan kamoedian dateng lebi deket sama Anna, „baek kau maoepoen akoe tiada kira sekali jang ini bisa madjoe sampe begitoe djaoe, tapi sekarang lantaran soede begitoe, kita moesti ambil soeatoe poetoesan...“ „Ambil poetoesan? Poetoesan jang bagimana kau hendak ambil, Alexis?“ kata Anna dengen soeara berbisik. Tatkala itoe roepanja dja i-i lebi sabar poela. Atinja berdebar debar lantaran ingin taoe poetoesan bagimana jang aken diambil oleh itoe djantoeng ati. „Djalan jang paling baek adalah kau moesti tinggalken kau poenja soeami, samentara itoe kita poenja pengidoepan moesti dihoeboengin satoe sama laen...“ „Tiadakah kau dan akoe soeda dihoeboengin...“ kata ia dengen soeara jang begitoe plahan hingga ampir tiada kadengeran. „Betoel, tapi itoe perhoeboengan moesti dibikin lebi rapet lagi.“ „Bagimana? Alexis, bilangin akoe, bagimana?“ demikian ah ia bilang dengen soeara sedi, jang menoendjoekin dirinja sendiri tiada taoe bagimana moesti diperbuat. „Apa kau taoe djalan jang mana paling baek? Apa akoe ini boekan djadi istrinja akoe poenja soeami?“ „Maski kasoesahan bagimana djoega moesti ada djalan aken orang lolos. Tjoema sadja orang koetoe ada poenja kabranian. Pendeknja tentoe itoe ada lebi baek dari keada’an sekarang. Akoe mengarti bagimana soesa adanja kau poenja ati, teroetama lantaran pikirin anggepannja orang banjak, dan bagimana nanti djadinja dengen kau poenja anak dan kau poenja soeami...“ „O, sekali kali tiada ’koe pikirin tentang akoe poenja soeami,“ kata Anna sembari mesem. „’koe tiada pikirin sama sekali tentang dirinja. Dia akoe anggep seperti soeda tiada ada di doenia.“ „Tapi itoe boekan alanja kau poenja pikiran. Akoe kenal kau sampe baek. Kau poenja soeami ada orang jang satoe satoenja kau beratken...“ „Baekan kau djangan maen doega,“ kata Anna, sedeng moeka dan lehernja lantas beroba mera. Aer mata dengen sekoenjoeng koenjoeng kaloear dari matanja. „Lebi baek sekarang kita djangan omongin dirinja. . . Lagian akoe poenja soeami tiada ada mendoega apa apa.“ „Akoe tiada ambil perdoeli apa jang kau poenja soeami mendoega,“ kata Vronsky dengen soeara tetep dan dengen lakoe sabar. „Tapi kita tiada bisa tinggal. . . kau tidak bisa teroes begini sadja. teroetama tiada sesoedanja apa jang tadi kau tjeritaken padakoe.“ „Tapi apa dan akoe moesti berboeat?“ tanja Anna, seloroeh dengen nendjoek senjoeman manis. Anna jang koeatir Vronsky trima itoe kabar dengen ati dingin, djadi merasa tiada senang lantaran sekarang dapet kenjata’an jang si djantoeng ati maoe ambil djalan pendek.<noinclude></noinclude> lz77bxmjwonbuabjr5xeeft9clh4etk Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/19 104 112186 311203 2026-08-11T08:59:25Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311203 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 112 -||- 113 -}}</noinclude>mara, wadjib orang berati-ati. Ia pergi ka tenga-tenga lapangan, di mana koeda-koeda soeda dibawa. Di sitoe soeda ada Froufrou jang bagoes dan gantjang. „Ajo, naekin soeda itoe koeda-koeda!” kata itoe officier jang oeroes ini pesta adoe koeda. Vronsky jang dapet kenjataan semoea mata ada meliatin dirinja dan djoega sama iapoenja temen-temen, djadi zenuwachtig. „Djangan bindoeng,” kata Card sembari pegangin itoe koeda. „Inget kau djangan sekali berkeras atawa madjoe teroes bila ada bahaja,” kata ia lebi djaoe. „Aterin itoe koeda djalan sendirinja jang toh kamoedian nanti bisa taoe apa jang ia moesti berboeat.” „Baek,” djawab Vronsky dan kamoedian ambil over lesnja koeda. „Pegang denga keras ini tali, teroetama atimoe djangan poetoes harepan, biarpoen sempe jang pengabisan sekalipoen,” Sabelonnja Froufrou dapet koetika aken berdangsa, Vronsky jang soeda pegang lesnja itoe koeda, lantes masoekin sala satoe kakinja di sala satoe sangkoerdi dan kamoedian dengen tjepet lompat naek di atas sela. Ada delapan palangan jang moesti diliwatken, seperti solokan jang ada aer dan jang kering, pager hek dan sebaginja. „Soeda dilepas! Soeda dilepas!” begitoelah dari berbagi-bagi pihak ada bilang, satelah sakoetika lamanja tiada ada orang jang omong apa-apa. Boeat penonton itoe lepasan seperti djoega dibikin dengen berbareng tapi setoelnja, teroetama bagi jang naekin itoe koeda, ada peroedaan brapa minuut, jang boeat marika itoe ada amat penting, Froufrou jang kotjak soeda tiada lari tempo soeda dikasi tanda dan brapa koeda soeda liwatken dirinja. Tapi Vronskij soeda soesoel itoe tempo jang liwat. Di depannja tjoema tinggal Gladiateur jang ditoenggangin oleh Makhotine dan tiada berdjaoean lagi Diane, di mana Konsvelo ada djadi sebagi Jockeynja... Sebagi djoega ada poenja sajap Froufrou terbang aken soesoel itoe koeda koeda, tapi di waktoe Vronsky dan koedanja hendak lompat di Satoe solokan, ia dapet liat Konsvelo bersama Diane sedeng mengglisa di pinggir solokan. Vronsky dengen diam diam bikin peritoengan jang djoestroe di itoe tempat Froufrou aken oerojalan, jang kapan sampe terdjadi begitoe tentoelah kena indjek kepala dan kakinja Diane. Tapi Froufrou jang termashoer, tempo lompat di itoe solokan, tiada beda sebagi satoe binatang koetjing jang lompat dari satoe tempat jang tinggi, sembari anggat kadoea kakinja, hingga tiada sampe langgar kepala dan kakinja Diane. „Bagoes!“ kata Vronsky. Sekarang koedanja melaenken moesti soesoel sadja Gladiateur jang ada di depannja. Di satoe solokan besar jang ada di depannja, Vronsky anggep ada satoe tempat jang paling baek aken ia lombain saingaunja. Itoe solokan jang besar ada berdeketan dengen<noinclude></noinclude> p6v79jc3761tgiqpmq87epyampo9n3o Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/20 104 112187 311204 2026-08-11T09:01:17Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311204 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 114 -||- 115 -}}</noinclude>paviljoennja Czar. Czar dan antero familie keizer dan semoea penonton sedeng liatin Vronsky dan Makhotine jang kira kira satoe depa lebi ada di sebla depan ; Vronsky tiada liat laen dari koeping dan lehernja Froufrou, tana jang keliataunnja menjamperin dirinja dan kaki jang poeti dari Gladiateur, jang teroes djalan dan teroes ada di de:annja Froufrou. Djoestroe di tempo Vronsky anggep ia bakal liwatken Makhotine, Froufrou jang seperti taoe pikirannja, soeda lari lebi kentjeng dan pengabisannja bisa liwatken Gladiateur. Vronsky tempel kepalanja di kepalanja Froufrou seperti apa jang dikahendakin dan apa jang Card telah pesenin. Ia tiada bersangsi lagi jang dalem ini lepasan bakal dapet dapet kamenangan. Solokan jang paling blakang jang lebarnja doea meter dan jang penoe dengen aer, ada solokan² jang pengabisan jang moesti diliwatken. Ia anggep aken itoe Froufrou masi ada poenja tjoekoep kakoeatan. Boekan sadja leher dan blakangnja itoe binatang basa tapi djoega di kakinja penoe dengen aer karinget. Vronsky taoe kakoeatannja Froufrou masi bisa dipake boeat perdjalanan kira kira 400 meter. Froufrou lompatin itoe solokan sebagi djoega satoe binatang boeroeng. Tapi brapa besar kagetnja Vronsky jang dapet kenjata'an dirinja tiada mengikoetin gerakannja itoe binatang, hanja tinggal tetep doedoek seperti biasa, satoe ka'alpa'an jang besar sekali kesala'annja. Dengen sakoenjoeng koenjoeng keada'annja djadi beroba. Ia mengarti jang ada terdjadi apa apa. dengen dirinja. Sabelonnja ia bisa berpikir lebi djace ia dapet list kaki jang poeti dari Gladiateur dan Makhotine. Froufrou soeda djato... Kakinja Vronsky soeda indjek tana. Dengen sebet ia lompat dan kamoedian itoe koeda djato di sampingnja. Dengen sia sia itoe binatang bikin pertjoba'an aken bangoen. Sebagi djoega boeroeng jang kena tembakan Froufrou tinggal terletak di itoe tempat. Lantaran Vronsky berlakoe alpa aken toeroet gerakannja itoe koeda, telah bikin pata pinggangnja Froufrou. Belakangan hal ini baroe ia ketahoei. Di itoe waktoe pikirannja tjoema inget sadja pada Makhotine jang telah liwatken dirinja, sedeng ia sendiri, dengen tiada bisa bergerak, reba di loempoer deket koedanja, Froufrou, jang sembari balikin kepalanja mengawasin toeannja dengen iapoenja kadoea mata jang gilang goemilang. „Apa akoe soeda berboeat?'' kata Vronsky. Ini lepasan akoe soeda kala lantaran katodoan dan kasala'an akoe sendiri'' Publiek, dokter dan assistent dokter heiwan, officier officier dari Vronsky poenja regiment, pada dateng menjamperin. Vronsky merasa maloe sekali jang dalem ini pertandingan ia, jang ampir dapet kamenangan, moesti djadi kala. Soepaja tiada menjeksa itoe binatang lebi lama, maka Froufrou soeda dibikin abis dengen brapa tembakan... <center>— — —</center><noinclude></noinclude> bago9u86dh6v9u55gj1v87kaveoy0wl Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/22 104 112188 311205 2026-08-11T09:05:45Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311205 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 118 -||- 119 -}}</noinclude>Brapa kali tempo ia sedeng ada dalem kasenangan Karenine tiada bilang sama dirinja sendiri, tempo denger tentang istrinja si anoe jang tiada setia dan tentang orang jang djadi soeaminja, jang lantaran begitoe djadi bertjilaka: „Begimana marika bisa idoep teroes setjara soeamiistri? Kenapa marika tiada maoe poetoesken sadja itoe perhoeboengan?“ Tapi sedari nasib begitoe ia sendiri alamken, boekan sadja ia tiada tjoba aken poetoesken iapoenja perhoeboengan, hanja djoega pikirannja tiada sekali maoe inget dengen itoe perkara Di harian ada adoe koeda, sasoedanja abis bersantap Karenine hendak samperin istrinja dan kamoedian menonton adoe koeda, sebab familie keizer poen toeroet menonton. Ia sigra samperin Anna, lantaran anggep itoe ada soeatoe kwadjiban bagi dirinja. Laen dari itoe lantaran di itoe hari ada hari jang biasa ia seraken oewang goena ongkos roema tangga. Ia adjak chef dari kabinet aken toeroet pergi ka Peterhof dan kamoedian ikoet bersama sama dirinja menonton adoe koeda. Zonder tjari taoe lagi sebabnja, Karenine ingin adjak orang jang katiga, kapan ia mengoendjoengin istrinja. Anna sedeng hadepken satoe tjermin dan sedeng pandang pakeannja tempo koepingnja denger soearanja roda jang djalan di batoe batoe koral di depan pintoenja. „Masi terlaloe siang boeat Betsy,“ kata ia saorang diri. Kamoedian ia menengok dari djendela, liat itoe kreta dan dari pintoenja itoe kandaran ia liat topi tinggi dan itoe koeping jang besar, jang ia masi kenalin. "Kenapa boleh ia dateng dengen mendadak? Apa ia aken tinggal di sini sampe malem?" Maski ati sendiri tiada senang, toh tempo liat soeaminja dateng ia bisa dateng menjamperin dengen moeka jang manis dan dengen lantjar mengomong zonder lebi doeloe taoe apa jang ia hendak bilang: "Ai, baek betoel kau ini!" kata Anna, sedeng satoe tangannja lantes di sodorken pada Karenine dan pada Sioudine, chef dari kabinet, ia kasi hormat. "Akoe harep ini malem kau nanti soeka berdiam di sini, boekan?... Sabetoelnja kita bisa pergi bersama sama aken nonton adoekoeda tapi akoe soeda djandji sama Betsy, jang hendak dateng di sini aken pergi nonton adoekoeds. Tempo denger namanja Betsy parasnja Karenine djadi beroba. "Tiada, tiada! Akoe tiada maoe pisaken itoe orang orang jang roepanja sebagi djoega "koelit dar daging", kata Karenine dengen soeara jang njaring. "Laen sebab poela dokter minta akoe biar banjak dja'an... Akoe aken pergi nonton dengen djalan kaki dan boleh dipastiken badankoe nanti djadi basa lantaran keringet, tiada beda sebagi orang jang abis mandi..." "Masi ada tempo," kata Anna. "Apa kau maoe minoem thee doeloe?" Abis bilang begitoe Anna boenjiken kaleng.<noinclude></noinclude> izq8nlvzat3pwmb43t20lcb5wiafanp 311206 311205 2026-08-11T09:09:07Z Link PB 26772 311206 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 118 -||- 119 -}}</noinclude>Brapa kali tempo ia sedeng ada dalem kasenangan Karenine tiada bilang sama dirinja sendiri, tempo denger tentang istrinja si anoe jang tiada setia dan tentang orang jang djadi soeaminja, jang lantaran begitoe djadi bertjilaka: „Begimana marika bisa idoep teroes setjara soeamiistri? Kenapa marika tiada maoe poetoesken sadja itoe perhoeboengan?“ Tapi sedari nasib begitoe ia sendiri alamken, boekan sadja ia tiada tjoba aken poetoesken iapoenja perhoeboengan, hanja djoega pikirannja tiada sekali maoe inget dengen itoe perkara Di harian ada adoe koeda, sasoedanja abis bersantap Karenine hendak samperin istrinja dan kamoedian menonton adoe koeda, sebab familie keizer poen toeroet menonton. Ia sigra samperin Anna, lantaran anggep itoe ada soeatoe kwadjiban bagi dirinja. Laen dari itoe lantaran di itoe hari ada hari jang biasa ia seraken oewang goena ongkos roema tangga. Ia adjak chef dari kabinet aken toeroet pergi ka Peterhof dan kamoedian ikoet bersama sama dirinja menonton adoe koeda. Zonder tjari taoe lagi sebabnja, Karenine ingin adjak orang jang katiga, kapan ia mengoendjoengin istrinja. Anna sedeng hadepken satoe tjermin dan sedeng pandang pakeannja tempo koepingnja denger soearanja roda jang djalan di batoe batoe koral di depan pintoenja. „Masi terlaloe siang boeat Betsy,“ kata ia saorang diri. Kamoedian ia menengok dari djendela, liat itoe kreta dan dari pintoenja itoe kandaran ia liat topi tinggi dan itoe koeping jang besar, jang ia masi kenalin. "Kenapa boleh ia dateng dengen mendadak? Apa ia aken tinggal di sini sampe malem?" Maski ati sendiri tiada senang, toh tempo liat soeaminja dateng ia bisa dateng menjamperin dengen moeka jang manis dan dengen lantjar mengomong zonder lebi doeloe taoe apa jang ia hendak bilang: "Ai, baek betoel kau ini!" kata Anna, sedeng satoe tangannja lantes di sodorken pada Karenine dan pada Sioudine, chef dari kabinet, ia kasi hormat. "Akoe harep ini malem kau nanti soeka berdiam di sini, boekan?... Sabetoelnja kita bisa pergi bersama sama aken nonton adoekoeda tapi akoe soeda djandji sama Betsy, jang hendak dateng di sini aken pergi nonton adoekoeds. Tempo denger namanja Betsy parasnja Karenine djadi beroba. "Tiada, tiada! Akoe tiada maoe pisaken itoe orang orang jang roepanja sebagi djoega "koelit dar daging", kata Karenine dengen soeara jang njaring. "Laen sebab poela dokter minta akoe biar banjak dja'an... Akoe aken pergi nonton dengen djalan kaki dan boleh dipastiken badankoe nanti djadi basa lantaran keringet, tiada beda sebagi orang jang abis mandi..." "Masi ada tempo," kata Anna. "Apa kau maoe minoem thee doeloe?" Abis bilang begitoe Anna boenjiken {{hws|kaleng|kalengngan}}<noinclude></noinclude> a3de3my0ddtigg9vkf3brxs56pbcnst Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/23 104 112189 311207 2026-08-11T09:09:35Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311207 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 120 -||- 121 -}}</noinclude>{{hwe|ngan|kalengngan}}. "Bawa thee dan bilang djoega pada Serioja jang tcean ada di sini... O, begitoe, begimana keada'anmoe sekarang ini?" Slioudine lantes djalan djalan di kebon, sedeng Anna doedoek di dampingnja iapoenja soeami. "Roepanja kau ini tiada begitoe waras," kata Anna. "Betoel," djawab Karenine. "Ini hari akoe dapet koendjoengannja dokter jang akoe tiada ada oendang. 'koe kira thabib dateng sama akoe dengen andjoerannja sala satoe akoe poenja sobat. Terang jang akoe poenja djiwa marika ada perhatiken..." "Abis, apa jang itoe dokter bilang?" Anna tanjaken ketrangan tentang kawarasannja, tentang iapoenja pakerdja'an dan achirnja nasehatken aken mengaso boeat sakoetika lamanja di loear negeri. Ia dengerin itoe semoes omongan dan djoba pahamin arti jang betoel dari omongannja Anna. Toch ia soeda kasi djawaban jang tadjem, tjoema sadja dengen soeara jang memaes. Serioja dengen teranter sama iapoenja goeroe, dateng di sitoe. Tjota Karenine maoe perhatiken keada'an jang terdjadi di sepoeternja, tentoelah ia dapet liat itoe paras jang maloe maloe dari iapoenja anak, sebab iapoenja anak pertama kali mengawasin dirinja dan kamodian menengok sama iboenja. Tapi Karenine tiada maoe liat apa aga'an sebab begitoe djoega djadi tiada dapet liat soeatoe apa. „Zio, orang moeda!... Kau sekarang soeda besaran. Roepanja kau soeda ampir djadi orang... Samet, orang moeda!“ Abis bilang begitu ia kasi tabe itoe anak jang bahna kaget masi belon bisa berkata kata. Serioja, jang merasa maloe aken hadepken lebi lama iapoenja bapa, sedari ia ini seboetin dirinja dengen perkata'an: „orang moeda“, seberapa bisa hendak menjingkir dari itoe tempat. Ia awasin itoenja seperti djoega ia hendak minta itoenja membri perlindoengan dan merasa bersoekoer kapan dirinja ada dalem peloekannja Anna. Karenine bilang apa apa pada itoe goeroe prempoean sembari taro sala satoe tangannja di atas poendakoenja Serioja. Kroesoen sadja Serioja djadi oendjoekin moeka jang ketjoet, hingga Anna jang liat ini merasa koeatir jang itoe anak aken menangis. Dengen lekas ia bangoen dari tempat doedoeknja, angkat tangannja Karenine jang ditaro di atas poendaknja Serioja, kemoedian peloekin dan bawa ia ka kebon dan achirnja dateng kombali di sitoe. „Apa kau seabisnja nonton adoe koeda dateng kombali di sini?“ „Ja“, djawab Karenine... „Toe pada dia, gravin Tverskaia“, kata ia, tempo dapet liat kreta jang bagoes dari Betsy masoek di pekarangan gedongnja. Prinses Betsy sendiri tiada toeroen dari itoe kandaran dan satoe loper jang berpakean rebo, soeda lompat toeroen dari itoe kandaran.<noinclude></noinclude> daw0ydnr2uwg26ckzwk90xnvqavi1g4 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/24 104 112190 311208 2026-08-11T09:15:30Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311208 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 122 -||- 123 -}}</noinclude>"Akoe dateng", kata Anna. Abis bilang begitoe ia tjioem iapoenja anak, dan kamoedian sodorken iapoenja tangan pada iapoenja soeami. "Baek betoel, kau ini, jang soeda maoe dateng di sini. Karenine samboet itoe tangan jang disodorken dan kamoedian tjioem itoe dengen penoe katjinta'an. "Sampe ketemoe lagi", kata Anna lebi djaoe. "Kau toch bakal dateng lagi di sini boeat minoem thee?" Dengen goembira ia berlaloe dari hadepannja Karenine. Tapi tempo soeaminja tiada keliatan poela, ia rasaken tangannja jang ditjioem sebagi djoega kena api... <center>— — —</center> Tempo Karenine dateng di lapangan adoe koeda. Anna sedeng doedoek di deket prinses Betsy dalem paviljoen di mana ada berkoempoel orang orang bangsawand an ternama dari Petrograd. Dari djaoe Anna soeda dapet liat soeaminja. Doea orang lelaki: iapoenja soeami sendiri dan iapoenja katjinta'an, ada djadi sebagi doea tiang dari iapoenja penghidoepan. Adanja marika itoe di tempat adoe koeda bikin matanja Anna djadi lebi awas. Dari satoe tempat jang djaoe Anna soeda dapet liat jang soeaminja sedeng mandstengin. Matanja Anna tinggal tetep mengikoetin dirinja Karenine, sedeng ia ini lagi minta djalan pada orang banjak. Anna liat soeaminja sedeng mendatengin di paviljoen ; kadang-kadang membales hormat jang orang orang di sitoe briken pada dirinja. Tempo tempo Anna liat soeaminja membri hormat dan oendjoek moeka manis pada orang orang jang ia kenal. Anna sampe kenal tjaranja iapoenja soeami dan dengen hati mendongkol ia bilang dengen saorang diri : „Tiada laen dari kamoelia'an dan tiada laen dari nafsoe jang besar aken djadi orang jang pande dan ternama. Iapoenja pikiran, iapoenja keradjinan dan iapoenja opvoeding dan agama me'anken ada djadi daja aken sampeken iapoenja maksoed '. Karenine liat ka djoeroesan dimara ada doedoek istrinja, tapi tiada bisa liat lantaran banjaknja orang dan pajoeng dan sebaginja Dari roepanja Anna dapet taoe jang Karenine sedeng tjari dirinja. Dengen sengadja ia menggroetoe jang Karenine tiada liat dirinja. „Alexis Alexandrovitch !" begitoelah prinses Betsy memanggil pada Karenine. Toean tentoe tjari toean poenja istri? Di sini adanja Anna !" Dengen mesem oeroeng Karenine djawab : „Oh, lantaran disini ada banjak hal hal jang bagoes maka mata jang melek poen djadi seperti boeta ..." Abis bilang begitoe ia djalan teroes ka paviljoen, oendjoekin senjoeman jang manis pada iapoenja istri seperti lajiknja satoe soeami ketemoe istrinja di tempat pesta begitoe, membri hormat pada itoe prinses dan laen laen kenalan, mengasi tabe pada laen laen njonja dan kamoedian<noinclude></noinclude> tp2ykcmk58qk7r23la2dvkag1xmjifb Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/25 104 112191 311209 2026-08-11T09:16:58Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311209 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 124 -||- 125 -}}</noinclude>mengomong dengen bebrapa toean jang ada di sitoe. Pesta adoe koeda sama sekali tiada menarik iapoenja pikiran. Dengen matanja ia awasin orang orang jang menonton. Achirnja sesoedanja memandang sakoetika lamanja, matanja tinggal tetep mengawasin dirinja Anna. Parasnja itoe njonja jang oesianja masi moeda dan eilok ada amat poetjet. Dengen teges keliatan jang matanja Anna tjoema perhatiken sadja gerakannja satoe orang. Kipas jang dipegang telah digoenaken boeat menahan iapoenja napas... Sesoedanja Makhotine dan Vronsky liwatin itoe selokan besar, lantes menjoesel satoe officier jang telah djato di sitoe dan tinggal pingsan. Publiek jang liat ini semoea pada bergidik. Karenine dapet kenjata'an jang Anna tiada dapet liat ini, dan tiada taoe sama sekali lantarannja itoe kariboetan... Sedari itoe waktoe ia sering perhatiken gerakannja iapoenja istri; Anna rasaken jang soeaminja poenja mata tentoe ditoedjoeken sama dirinja, kendatipoen ia sendiri tinggal tetep mengawasin sama Vronsky. Tempo Vronsky djato Anna lantes kaloearken satoe treakan. Tra saorang tentoe tiada taro doega'an djelok kapan Anna tiada kaloearken itoe treakan dan djoega kapan tiada oendjoekin paras jang poetjet Anna loepa dirinja sama sekali. Klakoeannja Anna tiada beda sebagi satoe binatang tikoes jang dapet didjebak dalem satoe djebakan kerna sedari itoe waktoe ia tiada bisa doedoek dengen anteng dan sabentar bentar memanggil Betsy sembari bilang begini : „Ajo kita kaloear, ajo da kita kaloear !“ Tapi prinses Betsy jang sedeng asik mengomong dengen satoe generaala tiada denger apa jang Anna bilang. Karenine samperin istrinja dan dengen lakoe hormat sodorken tangannja sembari bilang : „Ajo, kita kaloear kapan kau maoe . . .“ Tapi Anna jang maoe denger doeloe apa jang itoe generaala bilang, tiada denger apa jang soeaminja kata. „Orang bilang jang sala satoe kakinja pata“, kata itoe generaala. „Ngeri betoel !“ Anna tiada djawab sama sekali atas omongannja Karenine, hanja dengen iapoenja lorgnet ia maoe liat di tempat di mana Vronsky soeda djato, tapi itoe ada terlaloe djaoe dan lagian di sitoe ada berkoempoel banjak orang, hingga Anna tiada bisa taoe begimana soeda terdjadi dengen dirinja Vronsky. Kembali ia toeroenin lorgnetnja dan sekarang hendak berlaloe dari itoe tempat tontonan. Di itoe waktoe telah mendatangin satoe officier aken membri ketrangan tentang doedoeknja perkara pada Czar. Anna bongkokin dirinja aken dengerin apa jang itoe officier tjeritaken pada Czar. „Stiva, Stiva!“ kata Anna dengen sekoenjoeng-koenjoeng, tempo ia liat soedaranja ada berdiri di sitoe. Tapi ia ini tiada denger soearanja Anna. Kembali Anna ingin berlaloe dari itoe tempat tontonan.<noinclude></noinclude> i36kf0jfuq70ttg447vjopkx5l2q3gs Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/26 104 112192 311210 2026-08-11T09:19:04Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311210 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 126 -||- 127 -}}</noinclude>„Lagi sekali akoe sodorken akoe poenja tangan djikaloe betoel kau hendak berlaloe dari sini“, kata Karenine dan senggol tangan istrinja. Anna kepesin tangannja dan bilang zonder melihat lagi pada soeaminja: „Tiada, tiada! Biarken akoe di sini. Akoe maoe tinggal di sini!“ Anna liat satoe off'cier mendatengin dari tempat dimana Vronsky djato. Prinses Betsy panggil itoe off'cier dengen goenaken iapoenja sapoetangan. Ia ini tjeritaken jang itoe off'cier tiada dapet katjilakaan apa apa, tapi koedanja soeda di emtak. Tempo denger begitoe Anna doedoek kombali di korsinja dan kamoedian toetoepin moekanja di blakangnja iapoenja kipas. Karenine liat jang Anna menangis dan tiada koeat tahan itoe aer mata dan sasenggoekan, jang bikin dadanja djadi „toeroen dan naek“. Karenine berdiri didepannja Anna, soepaja dengen begitoe bisa menghalangin publiek poenja mata dan kasi koetika aken Anna peres doeloe itoe aer mata... „Boeat jang katiga kalinja akoe sodorin akoe poenja tangan“, begitoelah Karenine oelangin lagi pertanja'annja. Anna mengawasin Karenine, tiada taoe apa jang ia moesti bilang. Prinses Betsy dateng menjamperin aken membri pertoeloengan pada Anna. „Akoe soeda berdandji sama Anna aken adjak ia ka akoe poenja roema“, kata Betsy pada Karenine. „Pardon, prinses“, djawab Karenine dengen hormat dan dengen matanja mengawasin itoe njonja. „Akoe liat Anna tiada begitoe waras, maka maoe soepaja ia ikoet akoe poelang...“ Dengen takoet Anna meliatin soeaminja, kamoedian bangoen dari tempat doedoeknja dan terima tangannja Karenine jang disodorken. „Akoe nanti tjari ketrangan dan blakangan akoe kirim orang aken wartaken kasoedahannja“. begitoelah Betsy berbisik sama Anna Anna soeda djadi saorang lingloeng dan djalan dengen ditoentoen oleh soeaminja sebagi orang jang sedeng mengimpi. „Apa ia mati atawa tiada? Apa betoel? Apa ia dateng atawa tiada? Apa akoe masi bisa liat dirinja ini hari?“ — pikiran pikiran begitoe ada penoe di kepalanja. Zonder bilang apa apa lagi ia doedoek di kreta soeaminja dan tiada soeatoe perkata'an ia ada oetjapken. Biar apa djoega soeda terdjadi, toh Karenine tiada sekali taoe apa jang sabetoelnja te'ah bikin Anna djadi begitoe koeatir. Ia kira tjoema Anna takoet publiek poenja omongan... Anna soeda berboeat satoe perkara jang sama sekali tiada bisa dikata pantes, Ada djadi kewadjibaunnja Karenine aken peringetken ini sama Anna. Toh itoe ada amat soeker kapan tiada dibilangin dengen banjak perkata'an. Maka itoe Karenine oendjoekin pada Anna apa jang ia soeda lakoeken sembari bilang begini: „Akoe perloe bikin tegoran pada kau...“<noinclude></noinclude> bieah6rg1ivhqqvwyk5ysch7r3rlx12 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/27 104 112193 311211 2026-08-11T09:24:41Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311211 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 128 -||- 129 -}}</noinclude>„Na, sekarang dateng itoe waktoe...“, begitoelah Anna pikir dengen penoeh kakoeatiran dan badan goemeteran... „Akoe perloe bikin tegoran“, demikianlah Karenine oelangin iapoenja perkata'an, „lantaran ini hari kau oendjoekin soestoe klakoean jang djaoe dari pada pantes...“ „Klakoean jang tiada pantes bagimana jang kau telah dapet liat?“ „Itoe treakan jang kau lakoeken di hadepannja orang banjak tempo ada sala satoe orang jang toenggang koeda djato...“ Karenine toenggoe djawabannja Anna tapi Anna tinggal diam sadja sembari awasin soeaminja. „Doeloean akoe soeda bilang kau moesti djaga soepaja kau poenja klakoean tiada sampe djadi boea omongannja orang banjak. Doeloean djoega akoe perna bitjaraken sama kau tentang kita poenja pengidoepan di dalem roema, tapi sekarang akoe tiada maoe oesik itoe hal lagi. Sekarang akoe hendak bitjaraken tentang kita poenja oeroesan. Seperti tadi akoe soeda bilang, kau soeda berboeat satoe hal jang tiada bagoes di tempat oemoem dan akoe ingin jang hal begitoe kau tiada oelangin lagi.“ Anna tjoema denger separonja sadja apa jang Karenine bilang. Pikirannja Anna tetep inget dengen katjilaka'an di tempat adoe koeda, kerna saban saban ia menanja sama dirinja dengen penoe kakoeatiran: „Apa betoel Vronsky tiada dapet loeka apa apa. Benerkah apa jang itoe officier bilang jaitoe orang jang toenggang itoe koeda tiada dapet loeka apa apa, tapi itoe koeda jang ditoenggang soeda ditembak?” Tempo Karenine soeda brenti mergomonc Anna tjoba bersenjoem. Tapi ia tiada kasi djawa an apa-apa lantaran ia tiada denger apa jang Karenine bilang. „Boleh djadi akoe kliroe“, kata ia, jang kaloe betoel begitoe akoe minta kau soeka ma'afken...“ Anna liat Karenine ada menoenggoe dengen bernafsoe iapoenja ketrangan. „Tiada, tiada, kau sama sekali tiada kliroe“, kata ia dengen soeara plahan. „Kau tiada kliroe sama sekali. Akoe lagi sedeng karingoengan dan begitoe memang moestahil. Kau mengomong sama akoe sedeng akoe lagi inget dirinja... Akoe tjinta dia, akoe soeda djadi ia poenja katjinta'an; akoe tiada bisa lawan... akoe tiada bisa resiaken lebi lama... Akoe takoet sama kau!... Akoe bentji kau. Berbuatlah apa jang kau soeka dengen akoe poenja diri...“ Abis bilang begitoe Anna boeang dirinja di satoe podjoknja kreta sembari menangis dan toetoepin moekanja dengen iapoenja kadoea tangan. Maski matanja melihat keada'annja Anna toh Karenine tiada sekali tergerak hatinja menoeloeng dan tinggal teres doedoek dengen tiada berkoetik sampe itoe kreta brenti didepan...<noinclude>{{rh|<small>Anna Karenine 8</small>||<small>Anna Karenine 9</small>}}</noinclude> qwgteelo688kzs7j9gg28rp0feul6sg 311234 311211 2026-08-11T10:08:12Z Link PB 26772 311234 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 128 -||- 129 -}}</noinclude>„Na, sekarang dateng itoe waktoe...“, begitoelah Anna pikir dengen penoeh kakoeatiran dan badan goemeteran... „Akoe perloe bikin tegoran“, demikianlah Karenine oelangin iapoenja perkata'an, „lantaran ini hari kau oendjoekin soestoe klakoean jang djaoe dari pada pantes...“ „Klakoean jang tiada pantes bagimana jang kau telah dapet liat?“ „Itoe treakan jang kau lakoeken di hadepannja orang banjak tempo ada sala satoe orang jang toenggang koeda djato...“ Karenine toenggoe djawabannja Anna tapi Anna tinggal diam sadja sembari awasin soeaminja. „Doeloean akoe soeda bilang kau moesti djaga soepaja kau poenja klakoean tiada sampe djadi boea omongannja orang banjak. Doeloean djoega akoe perna bitjaraken sama kau tentang kita poenja pengidoepan di dalem roema, tapi sekarang akoe tiada maoe oesik itoe hal lagi. Sekarang akoe hendak bitjaraken tentang kita poenja oeroesan. Seperti tadi akoe soeda bilang, kau soeda berboeat satoe hal jang tiada bagoes di tempat oemoem dan akoe ingin jang hal begitoe kau tiada oelangin lagi.“ Anna tjoema denger separonja sadja apa jang Karenine bilang. Pikirannja Anna tetep inget dengen katjilaka'an di tempat adoe koeda, kerna saban saban ia menanja sama dirinja dengen penoe kakoeatiran: „Apa betoel Vronsky tiada dapet loeka apa apa. Benerkah apa jang itoe officier bilang jaitoe orang jang toenggang itoe koeda tiada dapet loeka apa apa, tapi itoe koeda jang ditoenggang soeda ditembak?” Tempo Karenine soeda brenti mergomonc Anna tjoba bersenjoem. Tapi ia tiada kasi djawa an apa-apa lantaran ia tiada denger apa jang Karenine bilang. „Boleh djadi akoe kliroe“, kata ia, jang kaloe betoel begitoe akoe minta kau soeka ma'afken...“ Anna liat Karenine ada menoenggoe dengen bernafsoe iapoenja ketrangan. „Tiada, tiada, kau sama sekali tiada kliroe“, kata ia dengen soeara plahan. „Kau tiada kliroe sama sekali. Akoe lagi sedeng karingoengan dan begitoe memang moestahil. Kau mengomong sama akoe sedeng akoe lagi inget dirinja... Akoe tjinta dia, akoe soeda djadi ia poenja katjinta'an; akoe tiada bisa lawan... akoe tiada bisa resiaken lebi lama... Akoe takoet sama kau!... Akoe bentji kau. Berbuatlah apa jang kau soeka dengen akoe poenja diri...“ Abis bilang begitoe Anna boeang dirinja di satoe podjoknja kreta sembari menangis dan toetoepin moekanja dengen iapoenja kadoea tangan. Maski matanja melihat keada'annja Anna toh Karenine tiada sekali tergerak hatinja menoeloeng dan tinggal teres doedoek dengen tiada berkoetik sampe itoe kreta brenti didepan<noinclude>{{rh|<small>Anna Karenine 8</small>||<small>Anna Karenine 9</small>}}</noinclude> hzs6vgz9wv9dkdg72mcvambz8114ufk Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/28 104 112194 311212 2026-08-11T09:27:17Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311212 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 130 -||- 131 -}}</noinclude>roemanja. Tempo dapet kanjata'an jang itoe kreta betoel brenti di depan roemanja baroelah Karenine mengomong lagi. „Ja, tapi akoe maoe soepaja kau tinggal 'ndaken akoe poenja permintaan — tempo oetjapken ini soearanja bergoemetter — soepaja akoe bisa ambil tindakan² jang perloe aken djaga akoe poenja kahormatan. Itoe tindakan biakangan akoe nanti kabarken pada kau.“ Ia ada orang jang pertama toeroen dari itoe kandaran dan kamoedian toeloengin Anna toeroen dari itoe kreta Dengen disaksiken sama iapoenja djongos Karenine pègang tangannja Anna, kamoedian naek poela di itoe kreta dan menoedjoe ka kota. Berselang tiada brapa lama satoe djongos dari prinses Betsy bawain pada Anna satoe soerat jang boenjinja sebagi brikoet: „Akoe soeda tanjaken ketrangan sama Alexis dan ia soeda toelis pada akoe jang keada'annja tiada koerang soetatoe apa.“ „Tentoe ia bakal dateng di tempat jang didjandjiken“, demikianlah Anna bilang saorang diri. Baek djoega jang akoe soeda mengakoe teroes terang sama Karenine! <center>— — —</center> Dengen iapoenja tjara hormat jang seperti biasa ia membri slamet tinggal sama Anna dan kabarken djoega besok ia bakal wartain poetoesan jang ia ambil. Omongannja Anna sekarang soeda tetepken apa jang doeloe ia ada doega. Ketjeoan sadja atinja amat sakit seperti djoega itoe ada terserang dengen oedjoeng piso jang tadjem. Tapi berbareng dengen itoe atinja sakoenjoeng koenjoeng djadi merasa girang—satoe hal jang mengheranken sekali bagi dirinja!—tempo ia ada sendirian di itoe kreta lantaran sekarang pikirannja tiada lagi bergendjel dan tiada lagi ada poenja rasa tjemtoeroe. Ia pandang dirinja Anna sebagi satoe prempoean jang penoe dengen noda, satoe prempoean jang tiada bisa hargaken kehormatan diri, satoe prempoean jang toesoek dan satoe prempoean jang tiada anoet agama. „Soenggoe kliroe pengidepankoe soeda dihoeboengin sama dirinja tapi dengen berboeat itoe kakliroean akoe tiada ada lakoeken kedjahatan. Lantaran begitoe djoega akoe tiada perloe merasa tjelaka idoep di ini doenia. Boeken akoe ada orang jang terdosa tapi dia, itoe prempoean terkoetoek!.... Dia soeda tiada ada harganja lagi bagi akoe, dia akoe pandang seperti soeda tiada ada lagi di doenia..." Nasibnja Anna dan iapoenja anak oest di hari kamoedian jang tadinja ada menarik sanget iapoenja pikiran, sekarang ia tiada lagi itoekin. Pikirannja jang teroetama adalah begimana sekarang ia moesti berlakoe aken djaga soepaja itoe noda tiada katjipratan sama dirinja, soepaja ia bisa lakoeken teroes iapoenja pekerdja'an, soepaja ia bisa idoep dengen kemoelia'an dan<noinclude></noinclude> 844finr8f25077zoc562fw12whdg19x Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/29 104 112195 311213 2026-08-11T09:28:42Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311213 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 132 -||- 133 -}}</noinclude>soepaja pengidoepannja tinggal tetep di kalangan jang sekarang. „Perang tanding atawa maen hanggar?... Apa goenanja itoe semoea?” Karenine bajangin begimana ngeri adanja itoe „permaenan” djikaloe ia liat oedjoengnja pistol atawa pedang ditoedjoecken pada dirinja. Badannja dengen sekoenjoeng-koenjoeng djadi koemetar dan bergidik kapan ia inget itoe semoea. Pikirannja soeda tetep aken tiada kirim saksi-saksi pada Vronsky... „Oetama-ken jang akoe sekarang bladjar menemoe-ak... dan kamoedian dateng di tempat jang didjandjiken... achirnja akoe tarik pelatoeknja pistol” — tempo pikiran-nja inget ini ia soeda meremin kadoea matanja — dan tembak Vronsky sampe tiada bernapas lagi...” Ia golengin kepalanja sampe brapa kali aken oesir itoe pikiran gila. „Lebi betoel dan lebi bisa djadi kapan dalem pertandingan begitoe jang akoe poenja djiwa diboenoe atawa akoe poenja diri jang dapet loeka. Akoe orang jang tiada peri bosa apa-apa moesti djadi korban, lantaran kena diboenoe atawa ditikin loeka!... Itoe toeh gila betoel!” Menginget begitoe maka atinja djadi tiada sekali ingin aken maen hanggar sama Vronsky dan pikiran-nja moelain inget, begimana ia dji orang jang istrinja djoega maen gila, soedah ambil djalan akoe tjereken sadja itoe istri jang tiada berharga... Tapi kapan ia bertindak dalem itoe djoeroesan, nistjajalah iapoenja resia jang ia memang hendak toetoep, djadi tersiar. Kapan sampe terdjadi begitoe tentoe mengasi koetika pada iapoenja moesoeh akan bales sakit atinja dan djoega ada meroegiken sanget bagi iapoenja kadoedoekan jang tinggi. Djoega hampir ia bisa tetepken, kapan Anna ditjereken tentoelah ia itoe bakal kawin sama katjinta'annja. Kendatipoen atinja soedah tiada tjinta lagi pada Anna, toh ia maoe tjega soepaja Anna tiada bisa kawin sama Vronsky, sebab Karenine tiada maoe kasesatannja Anna aken berbalik mengasi kaoentoengan bagi dirinja. Selaennja pertjerean jang biasa ia bisa djoega seperti sala satoe temennja telah berboeat, bertjere dari medja dan tempat tidoer. Tapi tindakan begitoe poen bakal membawa kasoeda'an jang djelek, kerna Anna tentoe bisa „pesta" dengen iapoenja katjinta'an. „Tiada, tindakan begitoe akoe tiada moesti ambil dan tiada boleh akoe ambil!" kata ia dengen soeara keras. „Kenapa bolehnja akoe jang moesti idoep tjelaka di ini doenia, jang tiada ada berboeat kesala'an apa apa? Anna dan katjinta'annja ada itoe orang-orang jang pantes moesti idoep dengen tjelaka di ini doenia jang rame!" Rasa tjemboeroe jang sakean lamanja mengamoek dalem iapoenja pikiran, sekarang soedah terganti dengen kahendakan aken bikin Anna tiada broentoeng dengen maksoednja dan boekan begitoe sadja hanja hendak bri hoekoeman jang satimpal djoega bagi kesala'annja. Kendatipoen<noinclude></noinclude> khsoqmy0ivu9xxb8rg1w6qexiatcfaq Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/30 104 112196 311214 2026-08-11T09:30:32Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311214 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 134 -||- 135 -}}</noinclude>taoe jang dirinja tiada bisa halangin terdjadinja itoe hal toch atinja soeda niat tetep aken bri hoekoeman jang semberat bagi Anna poenja perboeatan jang soeda roesakin iapoenja penghidoepan dan kahormatan. Sasoedanja timbang pergi dateng sakean lamanja achirnja Karenine dapet kanjata'an, djalan jang paling baek bagi kapentinganja adalah tetep „piara" istrinja teroes; dengen berlakoe begitoe ia bisa oempetken resianja di matanja orang banjak; ambil ber bage bage tindakan soepaja bisa poetoesken perhoeboengannja Anna dan Vronsky. „Dari akoe poenja fihak, sasoedanja akoe timbang teroelang oelang, akoe aken kabarken padanja begimana adanja akoe poenja poetoesan. Akoe takal resiaken ini hal di matanja orang banjak; akoe aken bilang padanja jang akoe aken teeken itoe besluit dengen perdjandjian jang ia moesti poetoesin perhoeboengandja sama Vronsky..." Sesoedanja tetep ambil itoe poetoesan, ia lantas pandang ini hal dari standpunt agama. Apakah tindakan jang ia maoe ambil ada tjotjok dengen dirinja, saorang jang ada peloek agama? „Akoe tiada boleh tjelakain dirinja dan akoe tiada boleh berboeat begitoe ialah tiada kasi koetika boeat ia perbaekin dirinja, begitoelah ia bilang ssorang diri, Kendati poen sekarang akoe ada hadepken satoe pekerdja'an jang berat dan soeker, toch sebagian dari akoe poenja tenaga moesti digoenaken boeat toeloengin dirinja dari katjilaka'an. Samentara itoe Karenine taoe iapoenja perboeatan pada istrinja tiada bisa dikata manis dan djoega tiada lebi dari kadoesta'an dan akal meloeloe. Ia merasa girang jang tra saorang nanti bisa seselken perboeatannja jang bertentangan dengen azas azasnja agama Christen. Tiadakah dirinja ada orang jang poedja tinggi itoe agama, tiadakah dirinja orang kenal sebagi orang Christen jang saban minggoe koendjoengin gredja... Karenine menanja sama dirinja sendiri, kenapa ia tiada maoe bikin iapoenja perhoetoengan sama Anna seperti doeloe kembali. Kroean sadja jang Anna ia tiada bisa tjinta dan hormatin seperti doeloe, tapi tiada ada alesan sama sekali aken ia moesti poetoesken dan tjilakain penghidoepannja, sebab Anna menjataken dirinja sebagi satoe prempoean boesoek, sebagi satoe istri jang tiada setia. Ini belakangan diliat begimana baeknja moesti diperboeate. Anna moesti dibikin sebagi orang jang idoep tjilaka di ini doenia, tapi akoe, orang jang tiada berdosa, tentoe sadja tiada lajik idoep dengen katjilaka'an... Tempo kretanja deket sampe di Petrograd, ia soeda taoe begimana ia aken toelis itoe soerat jang maoe dikirim sama Anna. Tatkala ia masoek dalem wachtkamer, matanja lantes dapet liat soerat soerat particulier dan officieel dari ministerie, prenta opas bawa itoe semoea ka kantoornja dan bertaoeken djoega jang di itoe waktoe ia tiada maoe trima tetamoe.<noinclude></noinclude> kzaz5v7wq0lv8q9n4qhr7xowc9a0563 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/31 104 112197 311215 2026-08-11T09:32:49Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311215 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 136 -||- 137 -}}</noinclude>Doea kali ia moendar mandir di dalem kamerpja, tinggal berdiri di depan medja toelis, di mana opas ada pasangin anem lilin, sembari doedoek pegang gagang pena dan terpikir sakoetika lamanja dan kamoedian toelis zonder brenti-brenti lagi seperti brikoet: „Dalem kita poenja pembitjara'an jang paling blakang, saja ada kabarken tentang saja poenja poetoetoesan jang aken disampeken pada kau Lihatlah akoe poenja poetoesan: Biar begimana djoega adanja kau poenja perboeatan toch akoe rasa akoe tiada ada poenja hak aken poetoesken itoe perhoeboengan jang Allah telah bikin di atas kita poenja diri. Kita poenja koelawarga tiada boleh didjadiken korban lantaran itoe hal, itoe perboeatan jang tersesat, ja malahan tiada maski salah satoe dari kita ada berboeat kesalahan. Kita poenja penghidoepan jalah sebagi soeami istri moesti dilandjoetken maskipoen tjoema „nama” sadja. Ini kenjata'an ada penting sekali bagi dirikoe, bagi diri kau dan bagi kita poenja anak. „Akoe mengarti ini soerat tentoe mendoekain kau poenja ati; tapi ini toch ditoelis boekan dengen tiada beralesan. Akoe maoe kau toeroet membantoe soepaja kita poenja segala pertjidraan djadi ilang dan apa jang soeda terdjadi haroes kita loepaken. Tapi manakala kau berboeat sebaliknja, tentoelah dari pihak 'koe poen diambil tindakan tindakan jang perloe, hingga kaloe sampe terdjadi begitoe, kau djangan katain akoe sebagi orang jang terlaloe tega. Akoe harep nanti bisa kasi ketrangan lebi djaoe kapan kita soeda bertemoe lagi. Lantaran kau soeda berdiam lama di sana, maka akoe sanget harep—paling laat di hari Selasa—aken kau lekas kembali lagi di Petrograd. Tindakan² jang perloe akoe soeda ambil dan lagi sekali akoe oelangin, akoe harep 'koe poenja perminta'an kau nanti loeloesken. <div style="text-align: right; margin-right: 2em;">Alexis Karenine."</div> P.S. Brikoet ini ada oewang jang kau perloe pake boeat ongkos." Lagi sekali ia batja itoe soerat dan merasa jang dalem itoe tiada ada terdapet satoe perkata'an jang kasar, tiada soeatoe perkata'an jang seselken perboeatannja, tapi djoega tiada ada soeatoe perkata'an jang bisa bikin Anna djadi lolokan... Itoe soerat dilipet dan kamoedian bersama-sama oewang kertas dimasoekin dalem satoe envelloppe. Tempo klenengan dikasi berboenji ada dateng menjamperin satoe penggawe. „Kasi ini soerat pada looper soepaja besok bisa dianterin sama Anna jang ada tinggal di loear kota", kata ia dan abis bilang begitoe ia bangoen dari tempat doedoeknja. Karenine titahken itoe penggawe bawa iapoenja thee di kantoor, sedeng di atas korsinja ada digantoengin portretnja Anna. Karenine pandang itoe portret. Matanja Anna jang besar mengawasin dirinja, precies tempo di<noinclude></noinclude> c6oqbbi3012urhbvbemp44fpb9nj41s Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/32 104 112198 311216 2026-08-11T09:34:33Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311216 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 138 -||- 139 -}}</noinclude>itoe malem Anna mengakoe kedasa'annja. Tjaranja itoe mata mengawasin bikin atinja Karenine djadi amat mendongkol. Sesoedanja pandang itoe portret sakoetika lamanja, sakoenjoeng-koenjoeng badannja Karenine djadi bergerak dan bibirnja djadi goemeter. Ia lantes boeang moekanja ka laen djoeroesan. Kamoedian ia djatoken dirinja di satoe korsi, sembari balik lembarannja satoe boekoe... <center>———</center> Kendati Anna seringkali lawan pembitjaraannja Vronsky jang oendjoek kagandjilannja iapoenja kedoedoekan, toh plahan-plahan ia sendiri rasaken benernja itoe omongan dan ingin sekali ganti itoe. Tempo atinja sedeng kagirangan, jalah lantaran iapoenja resia jang sakean lamanja dioempetken, soeda ditoetoerken dengen terang pada soeaminja dan begimana hebat djoega adanja itoe toh ia merasa girang jang ia soeda briken itoe pengakoean. Achirnja segala resia sekarang soeda diseranein satoe per satoe. Di antara itoe soesami istri tiada lagi terdjadi pertoendjoekan komedie. Begimana kedoedoekannja Anna, ini blakangan aken ditetepken. Boleh djadi ia aken hadepken kasoekeran. Meski begimana djoega adanja itoe sekarang ia maen dengen kartoe terboeka, tiada perloe ia maen komedie dan tiada perloe ia merasa takoet lagi jang resianja ketaoean. Di itoe malem sesoedanja ia mengakoe kadosa'annja pada iapoenja soeami. ia ada ketemoe sama Vronsky tapi tiada tjeritaken apa apa tentang hal jang terdjadi di antara dirinja dan iapoenja soeami. Tempo kaesokan paginja ia mendoesin dari tidoernja, kombali pikirannja inget itoe perkataan² jang ia oetjapkan pada soeaminja. Ia merasa bersala sekali dengen tiada brani bilang itoe segala resia dengen teroes terang. Tapi pengakoean soeda dibikin dan Karenine soeda brangkat zonder oetjapken satoe perkataan. "Akoe soeda ketemoe sama Vronsky", kata Anna dengen seorang diri, "dan s jang jang akoe tiada tjeritaken apa apa padanja". Tempo ia berlaloe dari hadepankoe, akoe maoe panggil ia kombali dan tjeritaken segala hal jang telah terdjadi di antara akoe dan Karenine tapi akoe menjesel jang ini tiada akoe perboeat lebi siang. Kenapa akoe tiada maoe perboeat be. itoe?" Tempo madjoeken itoe pertanja'an dengen sakoenjoeng koenjoeng roepanja djadi mera. Ia sendiri mengarti jang dirinja telah berboeat satoe hal jang amat tiada patoet. Ia sendiri mengarti jang itoe telah bikin maloe dirinja sendiri. Doeloean atinja ada girang dan poeas, tapi sekarang tiada beda sebagi orang jang tiada ada poenja harepan apa apa... Dengen penoe kakoeatiran ia bajangin itoe perboeatann jang tiada patoet, jang sekarang ia dapet kenjata'an tiada bisa tiada teroewar. Dengen penoe ketakoetan ia toenggoe poetoesan jang soeaminja hendak madjoeken. Semingkin<noinclude></noinclude> a8f51lx0hk5iitmopeszyyi9ujgr4mt Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/17 104 112199 311217 2026-08-11T09:35:18Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311217 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|26||27}}</noinclude>Amerika telah mempunjai tjukup perkebunan karet di Indonesia,sehingga tak perlu memikirkan membuka perkebunan karet baru.Mengenai minjak kita masih ingat, bahra Colyn telah menjerahkan semua tambang minjak di Djambi kepada Matschappij minjak Inggeris dan Belanda, jaitu de Koninklijk sebagai monopoli. Karen inperialisme Belanda tak akan mungkin mendekati rakjat Indonesia dengan memberikan konsessi politik dan ekonomi, ia harus melakukan politik biadab jang lama, warisan dari Oost Indische Compagnie. Angkatan Darat dan Laut harus diperkuat. Ini adalah djawaban satu-satunja jang tinggal terhadap rakjat Indonesia jang senantiasa bertambah melarat jang makin bertambah gigih berani mempertahankan tuntutan hak-haknja sepenuhnja. Marx pernah berkata: {{U|"Proletariat tak akan kehilangan sesuatu miliknja, ketjuali belanggu budaknja. Kalimat in dapatlah kita gunakan di Idonesia lebih luas. Di sini anasir2 bukan proletar berada dalam penderitaan jang sama dengan buruh industri, karena disini tak ada industri nasional, perdagangan nasional. Dalam bentrokan jang mungkin terdjadi antara imperialismo Belanda dan rakjat Indonesia tak seorang Indonesia akan kehilangan miliknja karena bentrokan itu. Di Indonesia kita dapat serukan kepada seluruh rakjat: "Kamu tak akan kehilangan sesuatu milikmu ketjuali belenggu budakmu".}} {{C|Bab III.}} {{C|{{U|TUDJUAN P.K.I.}}}} Tudjuan Partai2 Komunis dunia jalah menggantikan sistim kapitalisme dengan komunisme. Walau terpukul hantjurnja kapitalisme, dan terpukul djatuhnja bordjuari belumlah mewudjudkan komunisme. Antara kapitalisme dan komunisme ada satu masa peralihan. Dalam masa peralihan ini, proletariat melakukan diktatuur atas bordjuasi. Ini berarti bahwa proletariaat dunia memaksakan kehendaknja atas bordjuasi dunia jang berulangkali mentjoba mendapatkan kembali kekuasaan politik dan ekonomi jang hilang, agar dapat menggunakan kembali alat2 pemeras dan penindasnja. Dalam masa penindasan itu, negeri2 kapitalis alat2 penindas bordjuasi dunia diganti dengan negeri2 Sovjet. Sovjet adalah perwudjudan diktatuur proletariat. Tudjuan Sovjet jalah menghapuskan kapitalisme dan mempersiapkan tumbuhnja komunisme. Negara Sovjets sebenarnja belum mewujudkan Komenisme.Untuk mentjapaikomunisme orang harus melalui djalan jang lamanja mungkin puluhan tahun.Permulaan komunisme jang tulen berarti berachirnja Negara Sovjet. Negara Sovjet akan berhenti sebagai negara, jaitu sebagai alat penindas dari proletariat, djika orang2 bordjuassi sebagai pemeras dan penindas telah dibasmi atau berobah mendjadi anggauta pekerdja masjarakat komunis. Dimaaa kekuasaan diktatuur proletariat,maka industri besi jaitu industri2 jang tjukup terpusat, dinasionalisir. Itu berarti, bahwa Industri2 itu diserahkan kepada Negara Proletar. Dengan nasionalisasi indistri2 besar,hak milik perseorangan tak berlaku lagi dan diganti dengan hak milik komunal. Dengan demikian djuga akan hapuslah anarchisme dalam produksi, jaitu: menghasilkan barang keperluan hidup jg satu sama lain tidak ada sangkut pautnja sebagaimana jang terdjadi dalam masjarakat kapi-<noinclude></noinclude> e4r8r4p6or1oikf31356ae0twi04j1k Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/33 104 112200 311218 2026-08-11T09:39:32Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311218 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 140 -||- 141 -}}</noinclude>lama ia pikirken hal inii semingkin ia, djadi takoet. Ia oepamaken dirinja dioesir dari ini roema oleh Karenine, dan boekan begitoe sadja, hanja ia rasanja liat begimana soeaminja soeda siarken iapoenja perboeatan di antero doenia... Di mana ia moesti tinggal kapan soeaminja oesir dirinja? Ini pertanja'an maski ia pikir sampe berkali kali toch tiada djoega bisa dikasi djawaban. Tempo pikirannja inget sama Vronsky, sakoenjoeng koenjoeng otaknja jang tadinja toetek djadi terang kembali; ia rasanja taoe jang Vronsky sekarang soeda tiada tjinta lagi dirinja, ia rasanja liat jang Vronsky soeda merasa bosen dengen dirinja... Tapi apa ia moesti berboeat: Anna toch tiada bisa paksa Vronsky aken tjinta dirinja... Kaloe Anna pikir ini atinja mendadak djadi goesar sekali pada itoe katjinta'an. Djoega ia anggep itoe derkata'an jang ia oetjapken pada soeaminja dan jang ia selaloe oelangin lagi, telah dibilang di hadepannja orang banjak hingga sesoeatoe orang denger itoe dan taoe apa jang Anna telah bilang. Dengen poenja ini anggepan ia djadi merasa maloe ketemoe orang orang jang ada terdiam di roemahnja. Ia merasa sangsi aken panggil iapoenja djoeroe kamer, djoega ia merasa tiada enak sekali aken pergi ka bawa aken ketemoekaen iapoenja anak dan goeroe prempoean dari Seroja. Iapoenja djoeroe kamer jang lama toenggoe di pintoe aken toenggoe Anna bangoen, zonder dipanggil lagi soeda masoek ka dalem. Dengen mata jang tiada berkedip Anna pandang itoe djoeroe kamer dengen ati berdetar-debar, samasara itoe moekanja bahna kaget soeba beroba djadi mera. Itoe djoeroe kamer ada bawa satoe rok dan satoe soerat. Dalem itoe soerat prinses Betsy kabarken di itoe pagi Liza Merlekoff dan barones Slots maoe dateng maen croquet. "Dateng, djangan loepa kendatipoen tjoema boeat omong omong sadja. Akoe toenggoe kau", demikianlah penoetoepnja itoe soerat. Anna batja itoe soerat kamoedian mengelah napas pandjang. "Akoe tiada perloe apa apa", kata ia pada itoe djoeroe kamer jang lantes sediaken barang barang toilet di medja toilet. "Pergilah... akoe nanti berdandan sendiri dan sigra dateng di bawah. Biarken akoe sendirian... akoe tiada perloe apa-apa..." Anouchka berlaloe dari itoe kamer tapi Anna tiada lantes berdandan dan tinggal tetep djedoek seperti tadi. Kadang kadang ia bergidik sendirian... Dari lakoenja adalah sebagi djoega orang jang hendak bilang apa apa tapi dari moeloetnja tiada keloear satoe pata perkataan. Kendatipoen ia ada saorang jang soedjoet dengen agama toch ia anggep bodo sekali kapan dalem ini ia moesti taro kapertjaja'an seperti adanja agama, kerna itoe tiada beda sebagi djoega ia mengharep pertoeloengannja Karenine. Ia taoe pertoeloengan dari agama tjoema bisa menghiboerin atinja sadja, sedeng keada'annja perkara tinggal tetep tiada beroba. Maka itoe<noinclude></noinclude> 9cuu5nycqbxemdirv534mv1keurov62 Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/37 104 112201 311219 2026-08-11T09:46:16Z Arunika Darsana 27443 /* Telah diuji baca */ 311219 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude> Warga merdeka hanjalah dapat hidup dalam negara jang merdeka, Sebab itu hendaknjalah semua tindak-tanduk warga- negara itu bersifat kesetiaan kepada dan bertudjuan memadju- kan nusa dan bangsa. {{rh||BAB 29}} {{rh||KEWADJIBAN DAN TANGGUNGDJAWAB WARGA+ NEGARA PADA UMUMNJA.}} 217. Baiklah kita bandingkan usaha negara itu dengan sepak terdjang suatu kesebelasan sepak bola. Auggota<sup><small>2</small></sup> kesebelesan itu menempuh Latihan<sup><small>2</small></sup> jang beraneka ragam buat memperolch ketjakapan jang memadai. Mereka itu mempeladjari setjara teoritis dan praktis siasat serta peraturan<sup><small>2</small></sup> sepak bola itu. Berbagai kompetisi pertandingan diadakan buat mematangkan permainan tiap peserta. Achirnja sckalipun tugas, pengetahuan dan kejakapannja berbeda-beda, namun mereka itu harus terus-menerus bekerdja sama dan tunduk pada displin, agar supaja dapat mentjetak gol sebanjak-banjaknja. Tiap pemain memperlihatkan kepribadiannja, namun ia tidak boleh memisahkan diri dan memang tidak dapat dipisahkan dari rekan<sup><small>2</small></sup>nja. # Tiap warganegara wadjib meniiapkan diri buat tugasnja. Dalam persiapan itu ia memperoleh bantuan dan berbagai kesempatan dari pemerintah serta badan<sup><small>2</small></sup> lainnja dalam masjarakat. # Setjara teoritis dan praktis harus dipeladjarinja nusa dan bangsanja. Buat apalah mengutjapkan ,,Indonesia nan indah dan permai,” padahal tidak pernah menjaksikan dan menjadarinja? Tidak pada tempatnjalah meneriakkan ,,satu nusa, satu bangsa", padahal dalam praktek hidup kenegaraan penuh prasangka dan tidak mau bekerdja dengan suku<sup><small>2</small></sup> lainnja! Sebab itu haruslah dipeladjari seluas-luasnja dan sedalam-dalamnja keadaan musa dan bangsa. Pasti akan timbul saling pengertian sehingga mungkin terdapat kompetisi dan kooperasi jang sehat. # Dalam masjarakat kita berlaku bermatjam-matjam kepertjajaan dan agama; adat istiadat dan sopan santun, berdjenis-djenis tjorak seni dan kabukajaan daerah, berbagai peraturan tata-tertib dan tatahukum. Sebab itu sangat perlu adanja toleransi,Dan memang, dari pembawaannja bangsa kita bersikap ramah tamah, penuh toleransi. # Tiap warganegara, dilapangan manapun ia sesamanja,mengusahakan kerdja sama jang erat dengan sesamanja, bertindak tegas berani, tulus djudjur dengan berpegang teguhkepada kaidah<sup><small>2</small></sup> hukum dan kesusilaan. Penjelewengan pesertaakan menghambat, malahan boleh djadi merusak permainan.Penjelewengan warganegara akan menghambat kemadjuanmalahan boleh djadi merongrong negara, 218, Dalam masjarakat Indonesia sedjak dulu kala berlaku kerukunan tolong menolong, gotong-rojong, holopis kuntul baris. Umpamanja waktu mendirikan rumah, membuka hutan, mengadakan upadjara<sup><small>2</small></sup>, pendek kata selalu njata, baik pada masa gembira, maupun pada masa kesusahan. Sudah barang tentu, masjarakat sekarang jang modern sudah sangat berbeda dari pada magjarakat lama, Namun alangkah sajangnja, apabila tjiri kepribadian itu lenjap! Terbuka djalan buat menjaturkannja kebadan<sup><small>2</small></sup> koperasi; kepada berbagai usaha kebersihan dan kesehatan; kedalam, pekerdjaan mendirikan sekolah dan pemberantasanbuta huruf; kedalam penertiban dan pemulihan keamanan; dll. Kegelisahan dan kegontjangan didalam masjarakat dapat dikurangi sampai seketjil-ketjilnja, apabila djurang djarak antara warganegara itu dapat dibuat sedangkal-dangkalnja dan sesempit-sempitnja. Djurang djarak itu ada antara si kaja dan si miskin, si terpeladjar dan si buta huruf; si berpangkat tinggi dan si djembel; si pengusaha dan si buruh; si penduduk kota dan si petani penduduk desa; dstnja. Salah satu djalan buat mengurangi djurang djarak itu ialah kerukunan, tolong-menolong, gotong-rojong, holopis kuntul baris. Djalan lain jalah membuka kesempatan jang sama bagi semua warganegara : kesempatan mengedjar pengetahuan dan ketjakapan, mentjari nafkah ; melamar pekerdjaan ; menikmati buah hasil imu pengetahuan dan teknik modern. civies 10<noinclude></noinclude> 37vj6scoux7ho8qdb8c0ww2lupgi9ts 311222 311219 2026-08-11T09:47:04Z Arunika Darsana 27443 311222 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude> Warga merdeka hanjalah dapat hidup dalam negara jang merdeka, Sebab itu hendaknjalah semua tindak-tanduk warga- negara itu bersifat kesetiaan kepada dan bertudjuan memadju- kan nusa dan bangsa. {{rh||BAB 29}} {{rh||KEWADJIBAN DAN TANGGUNGDJAWAB WARGA NEGARA PADA UMUMNJA.}} 217. Baiklah kita bandingkan usaha negara itu dengan sepak terdjang suatu kesebelasan sepak bola. Auggota<sup><small>2</small></sup> kesebelesan itu menempuh Latihan<sup><small>2</small></sup> jang beraneka ragam buat memperolch ketjakapan jang memadai. Mereka itu mempeladjari setjara teoritis dan praktis siasat serta peraturan<sup><small>2</small></sup> sepak bola itu. Berbagai kompetisi pertandingan diadakan buat mematangkan permainan tiap peserta. Achirnja sckalipun tugas, pengetahuan dan kejakapannja berbeda-beda, namun mereka itu harus terus-menerus bekerdja sama dan tunduk pada displin, agar supaja dapat mentjetak gol sebanjak-banjaknja. Tiap pemain memperlihatkan kepribadiannja, namun ia tidak boleh memisahkan diri dan memang tidak dapat dipisahkan dari rekan<sup><small>2</small></sup>nja. # Tiap warganegara wadjib meniiapkan diri buat tugasnja. Dalam persiapan itu ia memperoleh bantuan dan berbagai kesempatan dari pemerintah serta badan<sup><small>2</small></sup> lainnja dalam masjarakat. # Setjara teoritis dan praktis harus dipeladjarinja nusa dan bangsanja. Buat apalah mengutjapkan ,,Indonesia nan indah dan permai,” padahal tidak pernah menjaksikan dan menjadarinja? Tidak pada tempatnjalah meneriakkan ,,satu nusa, satu bangsa", padahal dalam praktek hidup kenegaraan penuh prasangka dan tidak mau bekerdja dengan suku<sup><small>2</small></sup> lainnja! Sebab itu haruslah dipeladjari seluas-luasnja dan sedalam-dalamnja keadaan musa dan bangsa. Pasti akan timbul saling pengertian sehingga mungkin terdapat kompetisi dan kooperasi jang sehat. # Dalam masjarakat kita berlaku bermatjam-matjam kepertjajaan dan agama; adat istiadat dan sopan santun, berdjenis-djenis tjorak seni dan kabukajaan daerah, berbagai peraturan tata-tertib dan tatahukum. Sebab itu sangat perlu adanja toleransi,Dan memang, dari pembawaannja bangsa kita bersikap ramah tamah, penuh toleransi. # Tiap warganegara, dilapangan manapun ia sesamanja,mengusahakan kerdja sama jang erat dengan sesamanja, bertindak tegas berani, tulus djudjur dengan berpegang teguhkepada kaidah<sup><small>2</small></sup> hukum dan kesusilaan. Penjelewengan pesertaakan menghambat, malahan boleh djadi merusak permainan.Penjelewengan warganegara akan menghambat kemadjuanmalahan boleh djadi merongrong negara, 218, Dalam masjarakat Indonesia sedjak dulu kala berlaku kerukunan tolong menolong, gotong-rojong, holopis kuntul baris. Umpamanja waktu mendirikan rumah, membuka hutan, mengadakan upadjara<sup><small>2</small></sup>, pendek kata selalu njata, baik pada masa gembira, maupun pada masa kesusahan. Sudah barang tentu, masjarakat sekarang jang modern sudah sangat berbeda dari pada magjarakat lama, Namun alangkah sajangnja, apabila tjiri kepribadian itu lenjap! Terbuka djalan buat menjaturkannja kebadan<sup><small>2</small></sup> koperasi; kepada berbagai usaha kebersihan dan kesehatan; kedalam, pekerdjaan mendirikan sekolah dan pemberantasanbuta huruf; kedalam penertiban dan pemulihan keamanan; dll. Kegelisahan dan kegontjangan didalam masjarakat dapat dikurangi sampai seketjil-ketjilnja, apabila djurang djarak antara warganegara itu dapat dibuat sedangkal-dangkalnja dan sesempit-sempitnja. Djurang djarak itu ada antara si kaja dan si miskin, si terpeladjar dan si buta huruf; si berpangkat tinggi dan si djembel; si pengusaha dan si buruh; si penduduk kota dan si petani penduduk desa; dstnja. Salah satu djalan buat mengurangi djurang djarak itu ialah kerukunan, tolong-menolong, gotong-rojong, holopis kuntul baris. Djalan lain jalah membuka kesempatan jang sama bagi semua warganegara : kesempatan mengedjar pengetahuan dan ketjakapan, mentjari nafkah ; melamar pekerdjaan ; menikmati buah hasil imu pengetahuan dan teknik modern. civies 10<noinclude></noinclude> 0ahzm4icbopfeuqmzpq73k1uo7hx5ko 311226 311222 2026-08-11T09:52:02Z Arunika Darsana 27443 311226 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{rh|144||145}} Warga merdeka hanjalah dapat hidup dalam negara jang merdeka, Sebab itu hendaknjalah semua tindak-tanduk warga- negara itu bersifat kesetiaan kepada dan bertudjuan memadju- kan nusa dan bangsa. {{rh||BAB 29}} {{rh||KEWADJIBAN DAN TANGGUNGDJAWAB WARGA NEGARA PADA UMUMNJA.}} 217. Baiklah kita bandingkan usaha negara itu dengan sepak terdjang suatu kesebelasan sepak bola. Auggota<sup><small>2</small></sup> kesebelesan itu menempuh Latihan<sup><small>2</small></sup> jang beraneka ragam buat memperolch ketjakapan jang memadai. Mereka itu mempeladjari setjara teoritis dan praktis siasat serta peraturan<sup><small>2</small></sup> sepak bola itu. Berbagai kompetisi pertandingan diadakan buat mematangkan permainan tiap peserta. Achirnja sckalipun tugas, pengetahuan dan kejakapannja berbeda-beda, namun mereka itu harus terus-menerus bekerdja sama dan tunduk pada displin, agar supaja dapat mentjetak gol sebanjak-banjaknja. Tiap pemain memperlihatkan kepribadiannja, namun ia tidak boleh memisahkan diri dan memang tidak dapat dipisahkan dari rekan<sup><small>2</small></sup>nja. # Tiap warganegara wadjib meniiapkan diri buat tugasnja. Dalam persiapan itu ia memperoleh bantuan dan berbagai kesempatan dari pemerintah serta badan<sup><small>2</small></sup> lainnja dalam masjarakat. # Setjara teoritis dan praktis harus dipeladjarinja nusa dan bangsanja. Buat apalah mengutjapkan ,,Indonesia nan indah dan permai,” padahal tidak pernah menjaksikan dan menjadarinja? Tidak pada tempatnjalah meneriakkan ,,satu nusa, satu bangsa", padahal dalam praktek hidup kenegaraan penuh prasangka dan tidak mau bekerdja dengan suku<sup><small>2</small></sup> lainnja! Sebab itu haruslah dipeladjari seluas-luasnja dan sedalam-dalamnja keadaan musa dan bangsa. Pasti akan timbul saling pengertian sehingga mungkin terdapat kompetisi dan kooperasi jang sehat. # Dalam masjarakat kita berlaku bermatjam-matjam kepertjajaan dan agama; adat istiadat dan sopan santun, berdjenis-djenis tjorak seni dan kabukajaan daerah, berbagai peraturan tata-tertib dan tatahukum. Sebab itu sangat perlu adanja toleransi,Dan memang, dari pembawaannja bangsa kita bersikap ramah tamah, penuh toleransi. # Tiap warganegara, dilapangan manapun ia sesamanja,mengusahakan kerdja sama jang erat dengan sesamanja, bertindak tegas berani, tulus djudjur dengan berpegang teguhkepada kaidah<sup><small>2</small></sup> hukum dan kesusilaan. Penjelewengan pesertaakan menghambat, malahan boleh djadi merusak permainan.Penjelewengan warganegara akan menghambat kemadjuanmalahan boleh djadi merongrong negara, 218, Dalam masjarakat Indonesia sedjak dulu kala berlaku kerukunan tolong menolong, gotong-rojong, holopis kuntul baris. Umpamanja waktu mendirikan rumah, membuka hutan, mengadakan upadjara<sup><small>2</small></sup>, pendek kata selalu njata, baik pada masa gembira, maupun pada masa kesusahan. Sudah barang tentu, masjarakat sekarang jang modern sudah sangat berbeda dari pada magjarakat lama, Namun alangkah sajangnja, apabila tjiri kepribadian itu lenjap! Terbuka djalan buat menjaturkannja kebadan<sup><small>2</small></sup> koperasi; kepada berbagai usaha kebersihan dan kesehatan; kedalam, pekerdjaan mendirikan sekolah dan pemberantasanbuta huruf; kedalam penertiban dan pemulihan keamanan; dll. Kegelisahan dan kegontjangan didalam masjarakat dapat dikurangi sampai seketjil-ketjilnja, apabila djurang djarak antara warganegara itu dapat dibuat sedangkal-dangkalnja dan sesempit-sempitnja. Djurang djarak itu ada antara si kaja dan si miskin, si terpeladjar dan si buta huruf; si berpangkat tinggi dan si djembel; si pengusaha dan si buruh; si penduduk kota dan si petani penduduk desa; dstnja. Salah satu djalan buat mengurangi djurang djarak itu ialah kerukunan, tolong-menolong, gotong-rojong, holopis kuntul baris. Djalan lain jalah membuka kesempatan jang sama bagi semua warganegara : kesempatan mengedjar pengetahuan dan ketjakapan, mentjari nafkah ; melamar pekerdjaan ; menikmati buah hasil imu pengetahuan dan teknik modern. civies 10<noinclude></noinclude> r5yshqc4higgnb7b41vksiufu1lz84q Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/35 104 112202 311220 2026-08-11T09:46:28Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311220 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|nja|poenja}} kasala'an? Apa marika nanti mengarti dengen keada'an 'koe ini?' begitoelah ia bilang sama dirinja sendiri. Sigra ia masoek di kamernja, bilang pada gouvernante dan iapoenja boedjang² di itoe malem djoega ia maoe pergi ka Moskou dan abis bilang begitoe ia moelain boengkoesin iapoenja pakean. <center>———</center> Boedjang boedjang, toekang kebon dan sebaginja pada moendar mandir di kamer kamer villa aken angkoetin berbagi bagi barang. Lemari lemari dan latji medja pada diboeka. Soerat-soerat kabar pada menggletak di oebin. Doea koffer, brapa tasch dan brapa boengkoesan soeda didjedjer di gang. Satoe kreta jang ditarik dengen doea ekor koeda besar ada menoenggoe di depan pintoe. Anna jang pikirannja tjoema inget maoe perpegian, soeas tiada liat soeroeannja Karenine jang berdiri sakean lamanja di depan. Ia baroe taoe ini tempo sala satoe djoeroe kamernja bilangin. Ia melongok ka djendela dan liat itoe orang soeroean dari soeamioja. „Pergilah kau ka sana dan tanjaken apa ia maoe?” kata Anna dan kamoedian doeloek di satoe kersi, sedia aken trima apa apa. Itoe orang soeroean seraken satoe pakket jang besar pada Anna sembari bertaoken jang iapoenja toean ada menoenggoe kabar. „Baek”, djawab Anna dan begitoe lekas itoe boedjang berla’oe, itoe pakket jang baroe ditrima lantes diboeka dengen tangan goemeteran. Oewang kertas jang dilipet telah djato bersarakan di oebin. Soerat jang dibrikoetken di sitoe lantes diambil dan di batja dari bagian sebla bawa: „Tindakan” jang perloe akoe soeda ambil dan lagi sekali akoe oelangin, akoe harep akoe poenja perminta’an kau nanti loeloesken.” Abis itoe ia batja bagian jang pertama dari itoe soerat, kamoedian di penoetoepnja dan pengabisannja ia batja antero itoe soerat jalah moelain dari atas sampe di jang paling bawa. Tetapo soeda abis batja itoe ia rasaken badannja dingin sekali dan ia dapet anggopan jang dirinja bakal dapetin katjilaka’an, ja katjilaka’an jang lebi heibat dari apa jang ia lebi doeloe telah doega. Di waktoe pagi ia merasa menjesel soeda briken itoe pengakoean pada soeaminja dan ia maoe beli kombali itoe perkata’an perkata’an dengen oewang dan djiwanja. Apa maoe dengen soeratnja Karenine hal itoe tiada sekali diseboetin. Djadi dalem ini perkara Anna boleh traoesa koeatir. Tech itoe soerat jang ia baroe trima ada memoekoel dengen keras atinja, ja lebi keras dari apa jang ia brangkali ada sangka. „Karenine ada betoel, ja dia ada di fihak jang betoel,” kata Anna. „Selamanja ia ada di fihak jang betoel, dia ada satoe orang cristen, dia ada satoe orang jang oelet! dia ada satoe orang<noinclude>{{rh|||<small>Anna Karenine 10</small>}}</noinclude> px3gr9s4vin7bnq36ig2c3ygki9puzb 311221 311220 2026-08-11T09:46:58Z Link PB 26772 311221 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 144 -||- 145 -}}</noinclude>{{hwe|nja|poenja}} kasala'an? Apa marika nanti mengarti dengen keada'an 'koe ini?' begitoelah ia bilang sama dirinja sendiri. Sigra ia masoek di kamernja, bilang pada gouvernante dan iapoenja boedjang² di itoe malem djoega ia maoe pergi ka Moskou dan abis bilang begitoe ia moelain boengkoesin iapoenja pakean. <center>———</center> Boedjang boedjang, toekang kebon dan sebaginja pada moendar mandir di kamer kamer villa aken angkoetin berbagi bagi barang. Lemari lemari dan latji medja pada diboeka. Soerat-soerat kabar pada menggletak di oebin. Doea koffer, brapa tasch dan brapa boengkoesan soeda didjedjer di gang. Satoe kreta jang ditarik dengen doea ekor koeda besar ada menoenggoe di depan pintoe. Anna jang pikirannja tjoema inget maoe perpegian, soeas tiada liat soeroeannja Karenine jang berdiri sakean lamanja di depan. Ia baroe taoe ini tempo sala satoe djoeroe kamernja bilangin. Ia melongok ka djendela dan liat itoe orang soeroean dari soeamioja. „Pergilah kau ka sana dan tanjaken apa ia maoe?” kata Anna dan kamoedian doeloek di satoe kersi, sedia aken trima apa apa. Itoe orang soeroean seraken satoe pakket jang besar pada Anna sembari bertaoken jang iapoenja toean ada menoenggoe kabar. „Baek”, djawab Anna dan begitoe lekas itoe boedjang berla’oe, itoe pakket jang baroe ditrima lantes diboeka dengen tangan goemeteran. Oewang kertas jang dilipet telah djato bersarakan di oebin. Soerat jang dibrikoetken di sitoe lantes diambil dan di batja dari bagian sebla bawa: „Tindakan” jang perloe akoe soeda ambil dan lagi sekali akoe oelangin, akoe harep akoe poenja perminta’an kau nanti loeloesken.” Abis itoe ia batja bagian jang pertama dari itoe soerat, kamoedian di penoetoepnja dan pengabisannja ia batja antero itoe soerat jalah moelain dari atas sampe di jang paling bawa. Tetapo soeda abis batja itoe ia rasaken badannja dingin sekali dan ia dapet anggopan jang dirinja bakal dapetin katjilaka’an, ja katjilaka’an jang lebi heibat dari apa jang ia lebi doeloe telah doega. Di waktoe pagi ia merasa menjesel soeda briken itoe pengakoean pada soeaminja dan ia maoe beli kombali itoe perkata’an perkata’an dengen oewang dan djiwanja. Apa maoe dengen soeratnja Karenine hal itoe tiada sekali diseboetin. Djadi dalem ini perkara Anna boleh traoesa koeatir. Tech itoe soerat jang ia baroe trima ada memoekoel dengen keras atinja, ja lebi keras dari apa jang ia brangkali ada sangka. „Karenine ada betoel, ja dia ada di fihak jang betoel,” kata Anna. „Selamanja ia ada di fihak jang betoel, dia ada satoe orang cristen, dia ada satoe orang jang oelet! dia ada satoe orang<noinclude>{{rh|||<small>Anna Karenine 10</small>}}</noinclude> 97gna8niih8dvwmlonom58joj3b7l4h Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/34 104 112203 311223 2026-08-11T09:47:06Z Link PB 26772 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'pikiran-pikirannya tiada ia tujukan terus dalam hal ini. Perlahan-lahan hatinya mulai jadi kuatir dan takut dengan hal-hal yang akan ia alamkan. Ia tiada tahu apa yang ia musti berbuat dan ia tiada tahu juga apa yang sebetulnya ia mauin. Zonder ada punya maksud ia bangun dari tempat duduknya dan jalan mondar-mandir di itu kamar. "Makanan pagi sudah sedia. Nona guru dan Seroja sudah tunggu nyonya lama di meja makan", begitulah itu juru kamar bi... 311223 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Link PB" />{{rh|- 142 -||- 143 -}}</noinclude>pikiran-pikirannya tiada ia tujukan terus dalam hal ini. Perlahan-lahan hatinya mulai jadi kuatir dan takut dengan hal-hal yang akan ia alamkan. Ia tiada tahu apa yang ia musti berbuat dan ia tiada tahu juga apa yang sebetulnya ia mauin. Zonder ada punya maksud ia bangun dari tempat duduknya dan jalan mondar-mandir di itu kamar. "Makanan pagi sudah sedia. Nona guru dan Seroja sudah tunggu nyonya lama di meja makan", begitulah itu juru kamar bilang yang kembali masuk di kamar zonder permisi. "Seroja? Apa ia bikin?" tanya Anna dengan kaget dan perlahan-lahan pikirannya mulai sedar yang ia sebetulnya ada punya satu anak lelaki. Adanya ini ingatan bikin Anna terlepas dari pikiran-pikiran yang tiada keruan. Di waktu yang belakangan ia ada pegang rol sebagai satu ibu yang betul ada melewatkan batas karena tempo dan pikirannya selalu digunakan buat kepentingannya ia punya anak. Sekarang pun pikirannya tiada ingat lagi pada ia punya suami maupun pada Vronsky. Yang ia melainkan ingat dan pikirin adalah ia punya anak. Biar apa juga akan terjadi, biar pun ia diusir dan biar ia dihinakan juga, ia tiada nanti mau tinggalkan ia punya anak. Kendatipun Vronsky tiada cinta lagi dirinya — dengan hati mendongkol dan penuh amarah ia ingat ini — toch ia tiada maoe tinggal iapoenja anak jang tjoema satoe satoenja. Dengen seget ia berpakean, pergi ka bawa dan dengen tindakan tetep ia masoek di salon, di mana makanan soeda tersedia dan Serioja bersama sama iapoenja gouvernante (goeroe prempoean) soeda lama menoenggoe. Serioja jang berpakean poeti, berdiri di deket medja dengen hadepin satoe katja jang penoe dengen kembang kembang jang ia soeda petik di kebon. Kepalanja ditoendoekin dan sedeng asik beresin itoe kembang kembang jang diatoer di depan katja. Meliat klakoeannja itoe anak, Anna djadi inget dengen Karenine. Anna tepok poendaknja Serioja dan pandang dengen bersenjoem iapoenja anak dengen tiada soedanja. Itoe sikep dari Anna bikin Serioja djadi merasa likat, tapi atinja jang tadinja doeka, beroba djadi sanget girang. Kemoedian Anna peloek iapoenja anak dengen penoe katjintaan. „Apa akoe tiada boleh tjinta dirinja?“ tanja Anna dengen saorang diri, sembari pandang dengen tiada bosennja moeka iapoenja anak sendiri. „Apa ini anak djwega aken berpihak sama iapoenja bapa? Apa marika tiada merasa kasian dengen dirikoe?“ Menginget ini aer matanja dengen sakoenjoeng-koenjoeng basaken iapoenja kedoea pipi. Akken oempetken itoe ia boeroe boeroe bangoen dan kemoedian pergi ka pekarangan depan. „Apa marika nanti soeka ma'afen akoe {{hws|poe|poenja}}<noinclude></noinclude> km9vecajjizf6buc50k69o9hjpbfo4n 311224 311223 2026-08-11T09:47:18Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311224 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 142 -||- 143 -}}</noinclude>pikiran-pikirannya tiada ia tujukan terus dalam hal ini. Perlahan-lahan hatinya mulai jadi kuatir dan takut dengan hal-hal yang akan ia alamkan. Ia tiada tahu apa yang ia musti berbuat dan ia tiada tahu juga apa yang sebetulnya ia mauin. Zonder ada punya maksud ia bangun dari tempat duduknya dan jalan mondar-mandir di itu kamar. "Makanan pagi sudah sedia. Nona guru dan Seroja sudah tunggu nyonya lama di meja makan", begitulah itu juru kamar bilang yang kembali masuk di kamar zonder permisi. "Seroja? Apa ia bikin?" tanya Anna dengan kaget dan perlahan-lahan pikirannya mulai sedar yang ia sebetulnya ada punya satu anak lelaki. Adanya ini ingatan bikin Anna terlepas dari pikiran-pikiran yang tiada keruan. Di waktu yang belakangan ia ada pegang rol sebagai satu ibu yang betul ada melewatkan batas karena tempo dan pikirannya selalu digunakan buat kepentingannya ia punya anak. Sekarang pun pikirannya tiada ingat lagi pada ia punya suami maupun pada Vronsky. Yang ia melainkan ingat dan pikirin adalah ia punya anak. Biar apa juga akan terjadi, biar pun ia diusir dan biar ia dihinakan juga, ia tiada nanti mau tinggalkan ia punya anak. Kendatipun Vronsky tiada cinta lagi dirinya — dengan hati mendongkol dan penuh amarah ia ingat ini — toch ia tiada maoe tinggal iapoenja anak jang tjoema satoe satoenja. Dengen seget ia berpakean, pergi ka bawa dan dengen tindakan tetep ia masoek di salon, di mana makanan soeda tersedia dan Serioja bersama sama iapoenja gouvernante (goeroe prempoean) soeda lama menoenggoe. Serioja jang berpakean poeti, berdiri di deket medja dengen hadepin satoe katja jang penoe dengen kembang kembang jang ia soeda petik di kebon. Kepalanja ditoendoekin dan sedeng asik beresin itoe kembang kembang jang diatoer di depan katja. Meliat klakoeannja itoe anak, Anna djadi inget dengen Karenine. Anna tepok poendaknja Serioja dan pandang dengen bersenjoem iapoenja anak dengen tiada soedanja. Itoe sikep dari Anna bikin Serioja djadi merasa likat, tapi atinja jang tadinja doeka, beroba djadi sanget girang. Kemoedian Anna peloek iapoenja anak dengen penoe katjintaan. „Apa akoe tiada boleh tjinta dirinja?“ tanja Anna dengen saorang diri, sembari pandang dengen tiada bosennja moeka iapoenja anak sendiri. „Apa ini anak djwega aken berpihak sama iapoenja bapa? Apa marika tiada merasa kasian dengen dirikoe?“ Menginget ini aer matanja dengen sakoenjoeng-koenjoeng basaken iapoenja kedoea pipi. Akken oempetken itoe ia boeroe boeroe bangoen dan kemoedian pergi ka pekarangan depan. „Apa marika nanti soeka ma'afen akoe {{hws|poe|poenja}}<noinclude></noinclude> k4ah1g2k5l2rpqzbdkcvdmyxz6in3un Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/18 104 112204 311225 2026-08-11T09:50:47Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311225 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|28||29}}</noinclude>talis.Sebagai gantinja diadakanlah resionalisesi, jaitu menghasilkan berang2 keperluan hidup menurut kebutuhan mesjarakat. Dengan hapusnja hak milik perseorangan dan anarchi dalam produksi, persaingan djuga akan hapus. Berhubung dengan itu djuga akan lenjaplah kasta2 jaitu: Kasta proletar dan kasta bordjuasi. Dengan hapusnja persaingan djuga tak akan berlaku lagi politik imperialisme, jaitu politik modal-bank sesuatu negara kapitalis untuk merampas negara2 jang dibutuhkan sebagai pasaran kelebihan hasil pabriknja, den selandjutnja untuk mendapatkan bahan2 mentah bagi industri2nja serta penanaman kelebihan modalnja. Djika imperialisme tak ada lagi,perang imperialispun tak akan ada. Pendek kata dalam masjarakat komunis akan hapuslah adanja hak milik perseorangan,anarchi dalem produksi,persaingan,kasta2,imperialisme dan peperengen imperialis.Sebagai gantinja tersusunlah hak milik bersama, produksi-rentjana, penukaran produksi dengan sukarela dan internasionalisme, jaitu: perdamaian,kerdja sama dan persaudaraan antara berbagai bangaa di dunia. Apa jang diuraikan diatas adalah teori komunis jang bisa mendjadi kenjataan djika kapitalisme dunia djatuh serentak, sebagaimana jang hampir2 terdjadi pada tahun2 pertama sesudah revolusi Bolsjewiki pertama di Rusia. Karenanja Sovjet Uni pada permulaan revolusi segera disusun atas dasar proletar jang agak tulen Bukankah pengchianatan kaum sosial Demokrat jg hingga sekarang dapat menghalangi keruntuhan umum kapitalisme jang memaksa Bolsjewiki mengadakan langkah mundur pada tahun 1921.Langkah mundur ini harus diterima dalam arti ekonomi dan taktik. Dalam arti okonomi karena Negara Sovjet mengidjinkan berlakunja kembali hak milik perseorangan kepada petani2 jang merupakan 80% deri djumlah penduduk Rusia dan kepada bordjuis2 ketjil di kota2, dan bersama dengan itu melakukan perdagangan dengan penghasilan barang dagangan atas dasar kapitalisme. Tapi langkah ini ternjata perlu karena perusahaan2 ketjil jang belum tjukup adanja pemusatan tehnis dan administratif dan mula2 djuga dinasionalisii,menumbuhkan birokrasi jang maha besar. Karena sekarang hak milik perseorangan dan perdagangen pade petani2 dan pengusaha2 ketjil diidjinkan,lenjaplah serentak birokrasi dan ekonomi Rusia dapat berdjalan lebih lantjar. Kenjataan jang achir ini menundjukkan keuntungan politik jang besar jang tak terduga,karena dengan demikian petani2 dapat ditarik dalam bariun pendukung Negara Buruh. Politik Ekonomi Baru sebagaimana orang menamakannja, tak akan terbatas chusus pada Rusia jang terkebelakang. Djuga di negeri2 jang murhi kapitelistis seperti Djerman, Inggeris, dan Amerika dimana k.l. 75% dari penduduknja mendjadi buruh, adanja hak milik perseorangan dan perdagangan pada bordjuis ketjil dan golongan petani adalah suatu keharusan. Terutama di Indonesia Politik Ekonomi Baru itu mempunjai arti jg sangat besar. Kapitalisme Indonesia adalah kapitalisme kolonial dan tidak tumbuh setjara tersusun dari masjarakat Indonesia sendiri, sebagaimana halnja dengan kapitalisme Eropa.Ia dipaksakan dengan kekerasan oleh suatu negeri imperialis Barat dlm masjarekat feodel Timur, untuk kepentingan2 Negeri2 Barat. Kapitalisme Indonesia masih dalam taraf per-<noinclude></noinclude> 1eqfwhe71zyyj2olmtsu99lu8bm51ua Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/36 104 112205 311227 2026-08-11T09:52:11Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311227 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 146 -||- 147 -}}</noinclude>jang terhormat! Sabetoelnja ini tjoema polesan saIja. Karenine ada saorang renda dan hina! Akoe sendiri saIja jang taoe itoe. Sapa saIja panggil dan bilan: Karenine ada satoe orang djoedjoer, sopan, pande dan terhormat. Tra saorang taoe apa jang akoe taoe. Itoe orang oraog tiada taoe begimana 8 taon lamanja ia telah roesakin akoe poenja pengidoepan Belon perna satoe kali akoe merasa broentoeng idoep di dampingnja. Semoea orang tiada taoe apa jang akoe ada alamken selamanja akoe hoeboengin akoe poenja pengidoepan dengen dirinja Apa akoe tiada berboeat sabisa bisa akoe aken paksa idoep di dampingnja selakoe ispoenja „temen idoep"? Apa akoe tiada tjoba aken tjinta dirinja, apa akoe tiada tjoba tjinta djoega ispoenja anak, tempo atikoe moelain tawar sama dirinja? Achirnja akoe tiada bisa berboeat apa jang akoe maoe berboeat. Akoe poen ada satoe machloek jang berdjiwa dan kapan akoe soeda berboeat itoe, boekanlah akoe poenja sala, kerna Allah soeda maoe akoe berboeat sebaliknja dari apa jang akoe sendiri maoe. Lagian akoe sebagi biasanja manoesia, tiada bisa idoep di ini doenia jang lebar zonder katjinta'an! Apa sekarang moesti diberboeat? Akoe lebi soeka ia boenoe akoe. Akoe nanti menda aken ia berboeat begitoe dan akoe nanti maoe ma'afken djoega kadosa'annja! Tapi, ah, akoe taoe ia bakal berboeat dengen menoeroet deradjatnja orang jang renda dan hina. Ia ada di sebla atas, akoe ada di sebla bawah! Ia maoe seksa akoe lagi... Ia maoe hinaken dirikoe... ia maoe bikin penghidoepankoe djadi lebi tjilaka..." "Berlakoelah seperti akoe bilang goena kapentingannja 'koe poenja diri dan kita poenja anak!" begitoelah Anna oelangin perkata'an jang ada terseboet dalem soeratnja Karenine. Ia antjem akoe dengen singkirken Serioja dari dampingkoe dan aken itoe roepanja ia sebagi satoe soesami ada poenja hak penoe. Tapi akoe taoe kenapa ia moesti mengantjem begitoe pada dirikoe? Ia tiada pertjaja jang akoe tjinta dengen sagenep djiwa pada Serioja, atawa lantaran ia sendiri anggep tjinta itoe tiada lebi dari satoe kapalsoean... sebagimana sekarang dirinja ada mengalamin. Toch ia taoe dengen baek jang dirikoe tiada bisa terpisa sama Serioja, ia taoe jang akoe tiada bisa idoep kapan tiada ada Serioja, kendatipoen di dampingkoe ada Vronsky, itoe orang jang akoe tjinta dengen sagenep djiwakoe. Dengen pisaken Serioja dari akoe poenja diri, sebagi djoega ia hendak oendjoek pada doenia jang akoe ini ada satoe iboe jang djahat, sebagi satoe prempoean jang boesoek, sebagi satoe orang jang paling tjilaka idoep di ini doenia. Ini semoea ia taoe dan mengarti. Djoega ia sendiri bisa mengarti jang akoe tiada bisa toeroetin iapoenja kahendakan. "Kita poenja penghidoepan moesti dilandjoetken kendatipoen tjoema "nama sadja" — ini perkata,an jang terseboet dalem soeratnja Karenine sakoenjoeng-koenjoeng teringet dalem pikirannja. Dan tegimana adanja penghidoepan sekarang? Itoe Karenine sendiri sadja taoe. Ia taoe dengen<noinclude></noinclude> l9utaqy32z9t3cnn1qp58ad9ks53176 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/37 104 112206 311228 2026-08-11T09:54:35Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311228 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 148 -||- 149 -}}</noinclude>baek jang akoe tiada menjesel lantaran soeda toeroetin kamaoeannja atikoe. Djoega ia taoe dengen tjerita padanja teroes terang akoe djadi tiada oesa maen komedie lagi. Tapi orang seperti dia jang terbatin renda, tiada maoe begitoe; maskipoen begimana djoega ia maoe oendjoek iapoenja kakoesa'an; tabeatnja akoe kenal baek. Ia sendiri maoe idoep dalem kasenangan, dalem kabroentoengan. sebagi ikan jang idoep di laoetan besar... Kroean sadja akoe tiada soeka toeroetin iapoenja kahendakan. Ia moesti idoep dalem kasenangan, sedeng akoe moesti idoep dalem katjinta'an... Bagoes betoel! Kaloe ia maoe goenaken paksa'an, akoe djoega nanti bisa bales itoe dengen telandjangin dirinja jang kanjata'an tiada begitoe bagoes dan wangi... Biar apa djoega moesti terdjadi, toh akoe berboeat betoel, kerna apa jang akoe maoe lakoeken boekan kedjahatan, boekan kapalsoean dan boekan kadjoesta'an! Tapi begimana itoe akoe moesti berlakoe? Allah Jang Moelia, apa di doenia ini ada saorang prempoean jang idoep begitoe tjilaka dan sengsara seperti akoe?... Ia lantes samperin satoe medja aken menoelis satoe soerat. Maskipoen kertas dan pena soeda dihadepin toh apa jang ia moesti toelis ia tiada taoe. Pikirannja amat kaloet. Boekan soerat jang ditoelis hanja kepalanja jang dipegangin dengen iapoenja tangan jang pegang gagang pena; sesoedanja bengong sakoetika lamanja, achirnja ia menangis seperti lakoenja anak ketjil. Ia menangis lantaran dapet kanjata'an jang ke ada'annja bakal djadi lebi tjilaka dari jang soeda-soeda. Ia taoe kadoedoekan jang ia bakal ambil a a satoe kadoedoekan jang tiada berharga dan jang tiada beryoena djoega; tapi apa ia moesti bikin? Atinja tiada tjoekoep gaga aken tinggal-ken iapoenja soeami dan anak; atinja tiada sampe koeat aken berlakoe sebagi satoe prem-poean jang tiada terhormat, dengen tinggalken iapoenja roema dan kamoedian idoep bersama sama dengen iapoenja katjinta'an. Ia dapet ka-njata'an jang dirinja bakal idoep sebagi satoe prempoean jang tjilaka di ini doenia. Menginget ini semoea atinja djadi lebi sedi dan kembali ia menangis sebagi satoe anak ketjil jang di-poekoel. Soeara tindakannja boedjang jang mendatengin bikin sedar iapoenja pikiran. Aken oempetin iapoenja moeka jang basa dengen aer mata ia doedoek seperti djoega orang jang sedeng me-noelis soerat. „Orang soeroeannja toean sedeng menoenggoein njonja poenja kabar...” — kata itoe boedjang. „Kabar?... O, ja, soeroe ia toenggoe saben-taran lagi. Akoe nanti boenjiken bel kapan akoe soeda abis menoelis“ „Apa jang akoe moesti toelis padanja? Begi-mana akoe bisa ambil poetoesan dengen sendi-rian sadja? Akoe toch tiada taoe begimana akoe moesti berboeat!” Dengen inget ini semoea, sakoenjoeng-koenjoeng dirinja djadi dapet tenaga baroe dan atinja jang tadinja ada begitoe takoet, sekarang djadi tetep<noinclude></noinclude> p9cdx92ftbzsu8nucpk486mr5mzko9z Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/38 104 112207 311229 2026-08-11T09:58:10Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311229 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 150 -||- 151 -}}</noinclude>kombali seperti djoega tiada ada soeatoe apa jang dikoestirken. „Akoe perloe ketemoe Vronsky dan tanja ia poenja pikiran, begimana akoe moesti berboeat dalem ini hal.“ Dengen pikiran tetep sekarang ia angkat gagang penanja dan toelis soerat pada iapoenja soeami, jang boenjinja seperti di bawa ini: „Kau poenja soerat akoe soeda trima. A“. <center>———</center> Poekoel 6. Akan dateng di tempat jang didjandjiken maka Vronsky soeroeh kretanja poelang kombali dan sebagi gantinja ia naek di satoe kreta sewa'an. Pada koetsier ia prenta aken lariken itoe koeda begitoe lekas jang ia bisa. „’Koe tiada ingin laen kesenangan!“ begitoe Vronsky pikir dan kamoedian bajangin parasnja Anna seperti pertama kali ia perna ketemos itoe prempoean. „Semingkin lama akoe kenal dirinja semingkin akoe tjinta.“ Tempo ia meliat dari pintoenja kreta ia liat Anna sedeng djalan Badannja ada ditoetoepin dengen mantel boeloe jang bagoes. Dengen moeka jang berseri-seri ia pandang dengen tiada bosenja Anna poenja tjara djalan, gerakannja iapoenja poendak, tjara jang amat aneh dari Anna jang toendoekin kepalanja. Dengen pegang tangan ia memberi hormat pada Anna. „Kau tetiada mara kapan ’koe minta kau toeroet akoe? Ada apa-apa jang ’koe perloe bitjaraken dengen kau.“ Soearanja Anna jang bergoemeter dan lakoenja jang soenggoe-soenggoe, dengen sakoenjoeng-koenjoeng rota atinja Vronsky jang tadinja ada dalem kagirangan sekarang djadi sebaliknja. „'koe mara? Tapi kenapa kau boleh ada di sini? Dan kemana kita hendak pergi?” „Itoelah kau djangan terlaloe riboetin”, djawab Anna dan kamoedian sangkelin tangannja di tangannja Vronsky... „Ajo, kita djalan teroes. Seperti tadi 'koe bilang, 'koe perloe mengomong dengen kau.” Ia mengarti tentoe ada terdjadi apa-apa jang hebat. „Apakah soedah terdjadi? Apa soedah terdjadi?” Anna djalan teroes zonder kasi djawaban lagi, koempoelin antero kebranianja dan kamoedian tinggal berdiri dan bilang dengen soeara goemeteter dan plahan: „Kemaren 'koe kaloepa'an tjeritaken pada kau, jang tempo akoe bersama Alexis Alexandrovitch poelang dari balapan koeda, akoe soeda tjerita padanja antero kita poenja perhoeboengan... Akoe soeda bilang djoega padanja jang akoe tiada bisa djadi iapoenja istri lebi lama, akoe soeda mengakoe, mengakoe semoea hal!” Vronsky dengerin tjeritanja Anna dan toendoekin kepalanja sebagi djoega orang jang hendak entengin kasoesahanja Anna. Tapi tempo Anna soeda abis mengomong, ia berdiri seperti biasanja. Dan roepanja menoendjoekin jang ia ada saorang jang antero dan brani. „Ja, lebi baek begitoe. Sariboe kali lebi baek!<noinclude></noinclude> a6qj1fuup3pb7zupqx4d9x09arnb1wn Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/39 104 112208 311230 2026-08-11T10:00:07Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311230 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 152 -||- 153 -}}</noinclude>Akoe mengarti begimana soeker adanja kau poenja diri ini..." Tapi Anna tiada denger apa jang Vronsky bilang. Ia tjoba tebak pikirannja dengen liat roepanja Vronsky. Anna tiada bisa doega sama sekali jang Vronsky poenja pikiran adalah tentang perkara hanggar jang pasti tiada lama lagi bakal kedjadian. Ini hal tiada sekali Anna pikirin. Anna kasi laen ketrangan tentang sikepnja Vronsky. Tadinja Anna ada harep jang ini pembitjara'an sedikitnja bisa mentoeloeng dirinja. „Tjoba kaloe padakoe ia bilang, sesoefanja akoe tjeritaken semoea perkara: bagoes, gaga dan 'koe girang sekali dan sekarang kau djangan poesing-poesing lagi, seraken semoea barangnja dan ikoet akoe dan tentoelah akoe tinggalken akoe poenja anak dan ikoet padanja..." Tapi maski Anna soeda abis tjerita toh sikepnja Vronsky tiada ada seperti jang ia harep. Roepanja Vronskij sebagi orang jang berpikir... „Itoe tiada soesa sama sekali", kata Anna dengen soeara sember. „Semoea seperti terdjadi sendirinja." Anna ambil itoe soerat jang tadi pagi ia terima dari soeaminja dan kamoedian kasi itoe pada Vronsky. „Batjalah ini..." „Akoe mengarti", begitoelah Vronsky potong omongannja Anna, ambil itoe soerat jang disodorken, tapi tiada batja itoe, hanja berboeat sebrapa bisa aken bikin atinja Anna djadi senangan. „Akoe tjoema minta tempo satoe hari sadja, akoe toema harep satoe perkara sadja, jaitoe soepaja kau terlepas dari ini keada'an, soepaja akoe bisa goenaken 'koe poenja diri goena kau poenja kasenangan..." „Kenapa kau moesti hilang begitoe?" kata Anna, „Apa akoe moesti bersangsi tentang itoe? Kaloe akoe bersangsi dalem itoe nistjaja..." Vronsky liat matanja Anna jang mengawasin dirinja dengen sorot jang djaoe dari pada bisa dikata manis. „Akoe bilang...", begitoelah Anna oelangin omongannja, „pada kau akoe tiada bersangsi lagi. Tapi batjalah apa jang ia toelis..." Kembali Anna brenti sebentarau. Sembari batja itoe soerat, sikepnja Vronsky tiada sekali berbeda'an tempo Anna kabarken jang ia soeda poetoesken perhoeboengannja dengen ispoenja soemi. Pikirannja tjoema inget Karenine sadja... Satelah abis batja itoe ia pandang Anna sebagi orang jang tiada taoe begimana ia moesti berboeat. Sebagi orang jang pikirannja tadjem, Anna mengarti jang Vronsky sedeng pikirin keada'an dirinja, dan tiada sekali maoe tjeritaken teroes terang iapoenja pikiran. Iapoenja harepan jang pengabisan telah ilang sama sekali. Begitoe matjem ia tiada kira sama sekali.... „Kau liat, lelaki matjem apa adanja ia itoe," kata Anna dengen soeara goemeter. „Dia..." „Ma'afken akoe, tapi 'koe merasa girang", begitoelah Vronsky soeda poetoesken pembitjarannja dan kamoedian landjoetken iapoenja pembitjara'an lebi djaoe: „Idjinin akoe aken bitjara<noinclude></noinclude> 7nebw9w4h6v322yyj2bfzkzdr0k2vwq Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/40 104 112209 311231 2026-08-11T10:02:59Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311231 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 154 -||- 155 -}}</noinclude>teroes... Akoe girang jang itoe hal tiada terdjadi seperti jang ia ingin..." "Kenapa tiada?" tanja Anna dengen tahan iapoenja aer mata jang ampir djato. Ia tiada hargaken sekali oemoengannja Vronsky. Ia rasa menoeroet katanja Vronsky, nasibnja tiada bisa djadi laen roepa. "Kau tiada bisa tinggal teroes dalem keadaan begitoe. Akoe harepe" — tempo oetjapken ini ia merasa maloe dan moenja lantes beroba mera — "kau nanti soeka idjinken aken akoe oeroes kita poenja pengidoepan. Besok..." Anna tiada bri kasempatan aken Vronsky bitjara teroes, hanja bilang: "Dan akoe poenja anak? Kau soedah batja apa jang ia soedah toelis!... Akoe diwadjibken boeat seraken itoe anak padanja... itoelah ada satoe hal jang akoe tiada bisa lakoeken. Akoe tiada bisa idoep zonder akoe poenja anak..." "Aken tetapi jang mana lebi baek: "Seraken kau poenja anak atawa idoep dengen ini keadaan jang tiada merdika dan amat hina?" "Amat hina bagi siapa?" "Boeat kita semoea tapi teroetama..." "Kau bilang amat hina... Itoe perkata'an akoe tiada soeka sekali denger." Soearanja bergoemeter. Ia maoe soepaja Vronsky tiada bilang apa jang tiada betoel. Rasa tjinta ada satoe-satoenja hal jang ada dalem iapoenja pikiran. Ia maoe tjinta Vronsky dengen antero ati dan djiwanja. "Ingetlah, sedari itoe hari akoe djato tjinta pada kau, semoea hal bagi akoe soeda djadi laen. Satoe hal jang akoe melaenken harep dan minta jaitoe kau poenja katjinta'an. Dengen poenjain itoe akoe djadi ada poenja ,,tenaga" lagi aken berdiri. Kapan itoe ada sama akoe, 'koe rasaken badankoe djadi begitoe koeat hingga tiada soeatoe apa jang akoe merassa hina dan maloe. Akoe djadi rasanja ada poenja apa-apa aken idoep lebi lama di doenia ini. Akoe djadi merasa bangga lantaran . . ." Ia tiada terangin apa jang ia maoe bilang. Aer mata jang lantaran maloe dan poetoesnja harepan bikin iapoenja moeloet tiada bisa berkata kata lagi. Lihat² ia moelai menangis . . . Poen Vronsky rasaken seperti tenggorokannja ada apa-apa jang menggandjel. Seder ia idoep baroe ini kali aer matanja mengoetjoer. Ia tiada bisa bilang kenapa atinja boleh djadi begitoe sedi. Ia tjoema taoe jang ia merasa kesian sekali dengen dirinja Anna. Tapi begimana ia moesti toeloeng Anna, ini ia tiada taoe sama sekali. Berhoeboeng dengen itoe pikirannja bilang jang dirinja ada djadi lantaran maka Anna djadi ada dalem katjilaka'an. Ia ada jang djadi sebab dan ia jang telah berboeat kesala'an . . . "Apa kau tiada bisa beresken ini dengen pertjerean ?" Anna tiada djawab itoe pertanja'an tapi gelengin iapoenja kepala. "Apa kau tiada bisa bawa kau poenja anak dan kamoedian tinggalken kau poenja soeami ?" "Ja, aken tetapi itoe semoea menoenggoe<noinclude></noinclude> o0jen1x3do33evq3ckqgx17rxe7zrms Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/41 104 112210 311232 2026-08-11T10:05:02Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311232 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 156 -||- 157 -}}</noinclude>doeloe iapoenja poetoesan. Sekarang akoe moestji komba'i poela padanja", kata Anna dengen soeara sember. Ia poenja rasa jang semoea perkara aken tinggal seperti biasa, kenjata'an tiada kliroe. "Hari Selasa akoe aken brangkat ka Petrograd dan semoes aken dioeroes sebagaimana moestinja", kata Vronsky. "Ja", kata Anna. "Aken tetapi baekan kita djangan bitjaraken lagi hal ini!" Kreta jang Anna soeroe pergi dan jang dititahken kembali lagi sekarang soeda dateng. Anna membri slamet tinggal pada Vronsky dan dengen berkandaran itoe kreta ia poelang ka roemahnja. <center>———</center> Dengen iapoenja penggawa jang berpangkat tinggi ia bekerdja teroes di kantoor hingga Karenine loepa jang itoe hari ada hariannja iapoenja istri kembali di Petrograd. Ia djadi heran dan merasa sanget tiada enak tempo iapoenja boedjang kabarken jang Anna soeda sampe. Di waktoe pagi pagi Anna soeda djalan, kirim kawat aken minta disediaken kreta dan anggep Karenine toenggoe kedatangannja dengen tiada sabaran. Ia soeroe boedjang kabarken jang ia soeda dateng dan kamoedian pergi ka dalem kamernja aken boeka-boekain iapoenja koffer. Ia doega dan harep jang Karenine aken dateng mengoendjoengin. Sembari membri prenta pada boedjang² Anna pergi ka kamer makan dan bilang dengen Sengadja dengen soeara keras, dengen harepan soepaja Karenine dateng menjamperin. Tapi orang jang diharep harep tiada djoega dateng. Ia denger Karenine soeroe apa apa pada iapoenja secretaris. Ia taoe dengen menoeroet kabiasaannja tiada lama lagi Karenine bakal pergi ka iapoenja ministerie. Seberapa bisa Anna maoe bitjara sama soeaminja sabelonnja ia pergi. Berkali-kali ia djalan moendar-mandir di sa'ou, sampe achirnja dengen tindakan pesat ia masoek dalem kamernja Karenine. Tempo Anna masoek di itoe kamer ia dapet liat soeaminja sedeng doedoek di satoe medja ketjil, soeda pake-pakean kabesaran dan bersedia aken pergi kaloear, dengen tangan ditoendjang di kepalanja, dengen moeka sebagi orang jang lagi soesa ati. Anna liat soeaminja sabelonnja Karenine dapet liat dirinja dan mengarti jang ia sedeng pikirin dirinja. Tempo Karenine dibikin kaget dengen tindakannja, ia maoe bangoen dari tempat doedoeknja, tapi sakoenjoeng-koenjoeng oeroengin itoe maksoed dan tinggal doedoek teroes selajoe orang jang sedeng pikirken satoe perkara penting. Dengen sekoenjoeng koenjoeng parasnja djadi beroba, satoe hal jang aneh sekali bagi dirinja. Dengen lekas ia bangoen dari tempat doedoeknja, samperin iapoenja istri, tiada liat istrinja poenja kadoea mata, hanja di kepalanja dan iapoenja ramboet... Tempo ia soeda dateng deket sama istrinja, ia sodorken sala satoe tangannja dan kamoedian minta Anna doedoek di satoe korsi.<noinclude></noinclude> h2wwa7zvdvgbh2kbx5acgprkr35xosi Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/42 104 112211 311233 2026-08-11T10:07:16Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311233 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 158 -||- 159 -}}</noinclude>„Akoe girang sekali soeda bisa meliat kau di sini“, kata Karenine. Abis bilang begitoe ia doedoek deket istrinja, hendak bilang apa-apa, tapi tiada soeatoe perkata'an bisa dikaloearken. Bersetia aken ini pembitjara'an tadinja Anna hendak sindirken dan djengekin Karenine. Tapi tra satoe perkata'an ia ada oetjapken dan malahan atinja djadi merasa kesian sama soeaminja. Sakoetika lamanja itoe doea orang tiada berkata apa-apa. „Apa Serioja ada baik?“ begitoelah Karenine menanja dan landjoetken iapoenja pembitjara'an lebi djaoe zonder toenggoe lagi Anna poenja djawaban: „Ini hari akoe tida bisa makan di roema dan sekarang djoega akoe moesti kaloear.“ „Akoe ada ingetan aken pergi ka Moskou“, kata Anna dengen sekoenjoeng-koenjoeng. „Tiada, tiada, kau soeda berboeat betoel sekali dengen dateng di sini.“ Abis bilang itoe ia diam sakoetika lamanja dan lantaran katanja ia tiada bisa kasi ketrangan lebi djaoe maka Anna bilang begini: „Alexis Alexandrovitch“, kata ia zonder toendoekin poela matanja sembari mengawasin moekanja iapoenja soeami, „Akoe ini ada satoe istri jang djahat. Akoe ini ada satoe istri jang berdosa. Akoe ini ada seperti apa jang akoe perna tjeritaken pada kau. Akoe soeda dateng di sini aken kabarken jang keada'ankoe tiada bisa beroba.“ „Akan itoe hal di sini akoe tiada maoe bitjaraken“, kata ia dengan soeara tetep dan kadoeamanja mengawasin Anna dengan kabentjian. Saking maraonja ia djadi bisa mengomong lebi djaoe: „Seperti akoe soeda bilang pada kau dan djoega sebagimana akoe soeda toelis“. begitoelah ia bilang dengan soeara tetep, „dan sekarang lagi sekali dioelangin, akoe maoe soepaja kau tiada tjeritaken hal itoe pada akoe. Akoe tiada soeka denger itoe. Lain prempoean tiada begitoe djedloer seperti kau dan tiada brani sama sekali akan tjeritaken pada soeaminja itoe perkara senang ...“ Itoe perkata'an „senang“ ia sengadja oetjapken dengan soeara jang lebi keras. „Akoe maoe berboeat sebagimana akoe telah bilang dan toelis pada kau, sebegitoe lama publik blon taoe hal ini. Akoe maoe begitoe sabegitoe lama dirikoe tiada djadi omonganja orang banjak. Maka itoe kita poenja keadaan djangan sekali diroba. Melainkan kapan kau tiada maoe toeroet akoe poenja kahendakan, akoe djadi terpaksa akan ambil tindakan-tindakan jang perloe akan melindoengin akoe poenja kahormatan.“ „Aken tetapi kita poenja perhoeboengan tiada bisa tinggal tetep“, kata Anna dengan soeara ketoes dan atinja djadi sanget kaget tempo meliat parasnja Karenine jang telah djadi teroba, kerna klakoeannja ada amat goesar, soearanja jang njaring dan lautjar bikin atinja jang tadinja merasa kasian djadi adem kembali; djoega {{hws|se|sekarang}}<noinclude></noinclude> svoyg56mcotka7rfx6emtgodmrmq160 Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/44 104 112212 311235 2026-08-11T10:15:35Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311235 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>===== <center><big><big><big>Kwee Seng Tjoan</big></big></big><br> <big><big><big>BATAVIA</big></big></big><br> <big><big><big>Roa - Melaka 41</big></big></big></center> Ada adres dari Loten Debitan di mana Toeantoean pembatja selaloe bisa dapet bli roepa-roepa lot·lotenij dan dapet Trekkinglijst <center>- GRATLS. -</center> =====<noinclude></noinclude> rtcaxtu0a9kr90x5iigdvmxn0m5d0st 311236 311235 2026-08-11T10:15:55Z Link PB 26772 311236 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>===== <center><big><big><big>Kwee Seng Tjoan</big></big></big><br> <big><big><big>BATAVIA</big></big></big><br> <big><big><big>Roa - Melaka 41</big></big></big> Ada adres dari Loten Debitan di mana Toeantoean pembatja selaloe bisa dapet bli roepa-roepa lot·lotenij dan dapet Trekkinglijst - GRATLS. -</center> =====<noinclude></noinclude> a5btt3l76811pa20zvv4qox7p022uw5 311237 311236 2026-08-11T10:16:08Z Link PB 26772 311237 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>=== <center><big><big><big>Kwee Seng Tjoan</big></big></big><br> <big><big><big>BATAVIA</big></big></big><br> <big><big><big>Roa - Melaka 41</big></big></big> Ada adres dari Loten Debitan di mana Toeantoean pembatja selaloe bisa dapet bli roepa-roepa lot·lotenij dan dapet Trekkinglijst - GRATLS. -</center> ===<noinclude></noinclude> sondqqxqpir15qobba8nnm03wb1x4qx 311238 311237 2026-08-11T10:16:20Z Link PB 26772 311238 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>--- <center><big><big><big>Kwee Seng Tjoan</big></big></big><br> <big><big><big>BATAVIA</big></big></big><br> <big><big><big>Roa - Melaka 41</big></big></big> Ada adres dari Loten Debitan di mana Toeantoean pembatja selaloe bisa dapet bli roepa-roepa lot·lotenij dan dapet Trekkinglijst - GRATLS. -</center> ---<noinclude></noinclude> kulsowwt97r1cxnsr6ok1bwl61xm26t 311239 311238 2026-08-11T10:16:33Z Link PB 26772 311239 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>---- <center><big><big><big>Kwee Seng Tjoan</big></big></big><br> <big><big><big>BATAVIA</big></big></big><br> <big><big><big>Roa - Melaka 41</big></big></big> Ada adres dari Loten Debitan di mana Toeantoean pembatja selaloe bisa dapet bli roepa-roepa lot·lotenij dan dapet Trekkinglijst - GRATLS. -</center> ----<noinclude></noinclude> qlmxt5vue0lylj5xvjuuwf47z9vstil 311240 311239 2026-08-11T10:17:22Z Link PB 26772 311240 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude> ---- <center><big><big><big>Kwee Seng Tjoan</big></big></big><br> <big><big><big>BATAVIA</big></big></big><br> <big><big><big>Roa - Melaka 41</big></big></big> Ada adres dari Loten Debitan di mana Toeantoean pembatja selaloe bisa dapet bli roepa-roepa lot·lotenij dan dapet Trekkinglijst - GRATLS. -</center> ----<noinclude></noinclude> rxd0jeayulyl3o5jzhlq2qaoi0bpm2s Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/19 104 112213 311241 2026-08-11T10:22:02Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311241 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|30||31}}</noinclude>mulaan perkembangannja. Industri2 besar seperti industri2 untuk membikin mesin2, lokomotif dan kapal, ja malah industri2 untuk menghasilkan kebutuhan2 rakjat jang sangat penting seperti tekstil, masih belum ada. Berhubung dengan itu proletariat Indonesia berada lebih rendah daripada proletariat Eropah Barat dan Amerika. Diktator Proletariat jang tulen akan dapat membahajakan pripenghidupan ekonomi di Indonesia, terlebih-lebih djika revolusi dunia tak kundjung datang. Akibatnja daripada itu bagian jang terbesar daripada penduduk, jaitu orang2 jang bukan proletar, sangat mudah dihasut melawan buruh Indonesia jang ketjil djumlahnja. Untuk mendjamin pripenghidupan ekonomi di Indonesia dalam kemerdekaan nasional jg mungkin datang,kepada penduduk jang bukan proletar {{U|harus diberikan}} kesempatan (delem djatah jang terbatas) mengusahakan hak milik perseorangan dan perusahaan2 kapitalistis. Lebih daripada itu. Negeri harus memberikan kepadanja bantuan baik materiil maupun moril, untuk mempertinggi produksinja. Sudah barang tentu, perusahaan2 besar harus segera dinasionalisir. Dengan demikian kegiatan ekonomi rakjat dapat diperkembang tanpa kekuatiran akan datangnja kasta2 atau golongan lainnja. {{U|Dengan demikian perimbangan ekonomi antara proletar dan bukan proletar dapat ditjapai dan dipertahankan.}} Apabila perembangan ekonomi telah tertjapai, maka perimbangan politik akan menjusul dan dengan sendirinja. Sudah semestinja, buruh Indonosià sebagaimana halnja dalam ekonomi djalan politik tak boleh melangkah lebih djauh. {{U|djika nanti buruh dalam perdjoangan kemerdekaan nasional dapat bagian jang maha besar,malah mereka tak boleh sama sekali mengabaikan adanja orang2 bukan proletar.Terlebih-lebih}} djika orang2 bukan proletar dalam perdjoangan mendapatkan bagian jang sama besarnja atau lebih, di Indonesia sistim Sovjet jang tulen buat sementara waktu masih belum dapat direntjanaken, Memang kita harus selalu inget, bahwa buruh menurut kwalitas dan kantitanja ada rendah, sedang orang2 bukan proletar dalam djum1h besarnja dan objektif ada revolusioner, jg ketjuali itu hampir semuanja tergolong pada pemilik ketjil. Karenanja dalam "INDONESIA MERDEKA" tjara bagaimanapun kepada orang2 bukan proletar harus diberikan kesempatan mengeluarkan suaranja. Akan tepat adanja, djika buruh dalam perang kemerdekan nasional jang mungkin datang, mewudjudkan barisan pelopor daripada seluruh rakjat, maka perusahaan2 besar akan djatuh ditanganja dan selaras dengan itu kekuasaan politik. Perimbangan politik dengan orang2 bukan proletar akan mudah dapat ditjiptakan, jang mana akan sangat penting adanja bagi Indonesia Merdeka. Apabila neratja nasional baik ekonomi maupun politik telah tertjapai, maka Indonesia selandjutnja akan dapat berkembang dilapangan ekonomi dan politik! {{U|Ketjepatan menudju kearah Negara Sovjet jang tulen dan selandjutnja kearah komumisme tergantung kepada keadaan internasional dan lebih landjut pada perkembangan industri di Indonesia sendiri.}} {{C|————sSs————}} sSs<noinclude></noinclude> cz3sb41765qmfw9qaksrp9uvnrirwcp Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/36 104 112214 311243 2026-08-11T10:29:49Z Arunika Darsana 27443 /* Telah diuji baca */ 311243 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{rh|188||189}} {{rh||BAGIAN F}} {{rh||KEWADJIBAN DAN HAK WARGANEGARA}} {{rh||BAB 28}} {{rh||WARGANEGARA MERDEKA}} 211. Manusia itu hidup dalam berbagai organisasi. Setjara sadar atau tidak sadar ia peserta dalam usaha<sup><small>2</small></sup> badan<sup><small>2</small></sup> itu. Baik karena kelahirannja, maupun karena sengadja memilihnja, ia wadjib aktif mendukungnja dan memadjukannja. Manusia itu berbuat demikian untuk mendjamin keselamatan dan kesedjahteraan dirinja sendiri dan djenianja. Kemungkinan lain tidak ada. Dengan djalan demikian ia dapat memenuhi panggilan­nja sebagai machluk jang dikurniai oleh Tuhan dengan akal dan budi. Perkembangannja, baik djasmani, maupun rohani, hanjalah dalam ikatan organisasi<sup><small>2</small></sup> itu. Kemadjuan ataupun kemunduran organisasi itu adalah kemadjuan dan kemundurannja sendiri. 212. Manusia itu lahir dalam suatu rumah tangga atau keluarga. Pada mulanja tak banjaklah jang dapat dilaksanakannja. Makan, minum, dan tidur, itulah jang mengisi hari<sup><small>2</small></sup>nja. Makin lama makin besarlah ia. Didalamnja hidup kekeluargaan. Pengurbanan orang tuanja serta usaha mereka buat mentjukupi segala keperluan. Ia disekolahkan, disiapkan buat berdiri sendiri, achirnja dilepaskan buat menjusun rumah tangga sendiri. Hidup kekeluargaan itu adalah sangat penting. Lahir batin ada relasi antara si anak dan orang tuanja. Pendidikan sopan santun, kebersihan, kesusilaan, keagamaan dan tatatertib sengadja dan tak sengadja didjalankan. Tenggang-menenggang dan tjinta kasih adalah sendi<sup><small>2</small></sup> hidup kekeluargaan itu. Tentu kadang<sup><small>2</small></sup> timbul pertentangan atau pertjekjokan dalam rumah tangga itu. Tetapi setiap anggota berusaha djangan sampai timbul pertjekjokan jang merusakkanja. Kegembiraan dan kesedihan seorang anggota adalah kegembiraan dan kesedihan semuanja. Sekalipun rumah tangga itu merupakan organisasi jang sangat ketjil, namun pada anggota<sup><small>2</small></sup>nja ada tjukup kebebasan buat mengembangkan dan menundjukkan tjoraknja jang khas. Ajah dan ibu berusaha <sup><span style="color:red">{Teks tidak terbaca}</span></sup>, didalam mungkin melenjapkan sifat? anaknja jang buruk dan mendorong serta memadjukan bakatnja jang utama. Dalam mendjalankan tugas itu orang tua harus bersikap adil, tulus ichlas dan penuh kasih sajang. Si anak mengalami bahwa semua anggota keluarga itu bekerdjasama dalam pimpinan orang tuanja. Ajah ibu berunding sebelum mendjalankan tindakan<sup><small>2</small></sup> tertentu. Kemudian, kalau anak sudah besar, kadang<sup><small>2</small></sup> ia turut serta dalam permusjawaratan itu. Kesulitan<sup><small>2</small></sup> diatasi, baik sendiri<sup><small>2</small></sup> maupun setjara bersama. 218. Keluar dari rumah tangga dan keluarganja manusia itu tiba dalam organisasi jang lebih besar. * Golongan berdasarkan turunan darah : # garis kebapaan (patrilineal) # garis keibuan (matrilineal) # garis keibu-bapaan (parental), * Golongan berdasarkan hidup sedjahtera (territorial). Kadang<sup><small>2</small></sup> A + B Berdjalin, Buat A nama jang atjapkali dipakai ialah suku (clan), untuk B desa, kampung atau huta (Batak). Dalam organisasi jang lebih besar ini menondjolilah tradisi, adat istiadat dan kebudajaan. Republik Indonesia mengakui keserbaragaman ini, jang terbukti daripada sembojan negara „bhinneka tunggal ika“. Kesatuan itu djelas berpokok pada musjawarat. Baik kepala suku, maupun kepala desa (kampung) adalah pater interpares, bapak diantara sesamanja. Berkat pengalaman dan pengetahuannja jang luas serta kemauan dan kebidjaksanaannja (dulu djuga karena anggapan akan kesaktiannja), maka dialah jang memimpin musjawarat dan usaha bersama. Pemimpin itu tidak menerima dan tidak menuntut upah. Pada upatjara<sup><small>2</small></sup> tertentu tampillah ia kedepan dan memperoleh tempat duduk jang<noinclude></noinclude> ig3at32ce99wf9lzv6qv8z7kehnkto6 Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/20 104 112215 311244 2026-08-11T10:35:26Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311244 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||- 32 -}}</noinclude>{{C|{{U|PROGRAM NASIONAL P.K.I}}}} {{U|A. Ekonomi:}} 1. Menasionalisir panik2 dan barang2 seperti barang arang batu, timbah, minjak dari tambang Chuc. 2. Menasionalisir hutan2 dan perusahaan2 pertanian modern seperti perusahaan gula, karet, teh, kopi, kina, kelapa, nila dan tapioka. 3. Menasionalisir perusahan lalu-lintas dan angkutan. 4. Menasionalisir ank2, perasaan perseroan dan maskapai2 perniagaan besar lainnja. 5. Me-elektrifisir Indonesia dengan membengun industri2 baru dengan bantuan Negara seperti pabrik2 mesin dan tekstil dan galangan pembikinan kapal. 6. Mendirikan kooperasi rakjat dengan bantuan kredit jang murah dari Negara. 7. Memberikan bantuan hewan dan alat2 kerja kepada kaum tani untuk memperbaiki pertaniannja dan mendirikan kebun2 pertjobaan Negara. 8. Pemindalam penduduk besar-besaran banjak Negara dari Djawa ke daerah2 luar Djawa. 9. Pembagian taman2 jang tidak ditanam antara petani2 melarat dan jang tidak mempunjai tanah dengan bantuan uang untuk mengusahakan taman2 itu. 10. Menghapuskan sisa2 tanah feodal, dan tanah2 partikulir dan membagikan jang tersebut belakangan ini kepana petani melarat dan proletar. {{U|B. Politik:}} 1. Kemerdekaan Indonesia dengan segera dan tak terbatas.<noinclude></noinclude> 6891rxwl9fqhcaeeas5wi17hcu53bjs 311245 311244 2026-08-11T10:39:04Z Ammachemist 27288 311245 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||- 32 -}}</noinclude>{{C|{{U|PROGRAM NASIONAL P.K.I}}}} {{U|A. Ekonomi:}} 1. Menasionalisir panik2 dan barang2 seperti barang arang batu, timbah, minjak dari tambang Chuc. 2. Menasionalisir hutan2 dan perusahaan2 pertanian modern seperti perusahaan gula, karet, teh, kopi, kina, kelapa, nila dan tapioka. 3. Menasionalisir perusahan lalu-lintas dan angkutan. 4. Menasionalisir ank2, perasaan perseroan dan maskapai2 perniagaan besar lainnja. 5. Me-elektrifisir Indonesia dengan membengun industri2 baru dengan bantuan Negara seperti pabrik2 mesin dan tekstil dan galangan pembikinan kapal. 6. Mendirikan kooperasi rakjat dengan bantuan kredit jang murah dari Negara. 7. Memberikan bantuan hewan dan alat2 kerja kepada kaum tani untuk memperbaiki pertaniannja dan mendirikan kebun2 pertjobaan Negara. 8. Pemindalam penduduk besar-besaran banjak Negara dari Djawa ke daerah2 luar Djawa. 9. Pembagian taman2 jang tidak ditanam antara petani2 melarat dan jang tidak mempunjai tanah dengan bantuan uang untuk mengusahakan taman2 itu. 10. Menghapuskan sisa2 tanah feodal, dan tanah2 partikulir dan membagikan jang tersebut belakangan ini kepana petani melarat dan proletar. {{U|B. Politik:}} 1. Kemerdekaan Indonesia dengan segera dan tak terbatas.<noinclude></noinclude> q06bo9zrrixo1ar1qoffythtn5fx685 Indeks:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf 102 112216 311246 2026-08-11T10:45:25Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 ←Membuat halaman berisi '' 311246 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q130347858 |Title=[[Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2024]] |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Deputi Bidang Perundang-undangan dan Administrasi Hukum |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia |Address=Jakarta |Printer= |Year=2024 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=C |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:Peraturan Presiden Republik Indonesia]] 75mcbsd8991hevey7zojb9x8hxs43zg Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/1 104 112217 311248 2026-08-11T11:02:19Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311248 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{IDPresChapHead |PERATURAN |83 |2024 |BADAN GIZI NASIONAL}} {{PUU-konsideran/kepala|ket=Menimbang|n=a}} {{PUU-konsideran/badan|n=a |bahwa dalam rangka pembangunan sumber daya manusia berkualitas, perlu dilakukan optimalisasi terhadap penyelenggaraan pemenuhan gizi nasional yang merupakan perwujudan hak asasi manusia sebagaimana yang dijamin dalam [[Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945]]; |bahwa dalam rangka pemenuhan gizi nasional, Pemerintah perlu melakukan upaya untuk mengatur tata kelola tercukupinya konsumsi yang aman dan bergizi bagi masyarakat; |bahwa untuk melaksanakan pelayanan dan pemenuhan gizi nasional secara terencana dan sistematis dengan tata kelola yang baik perlu dibentuk Badan Gizi Nasional; |bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Presiden tentang Badan Gizi Nasional; }} {{PUU-konsideran/kaki}} {{PUU-konsideran|ket=Mengingat|Pasal 4 ayat (1) [[Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945]]}} {{c|MEMUTUSKAN:}} {{PUU-konsideran|ket=Menetapkan|PERATURAN PRESIDEN TENTANG BADAN GIZI NASIONAL.}}<noinclude></noinclude> 94jpn7ptec76mtbn5vky78063prnr0a Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/22 104 112218 311249 2026-08-11T11:33:13Z Ars-arsa 26526 /* Proofread */ 311249 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" />{{rh||35}}</noinclude>4. Menghapuskan peenale sanctie. 5. Menghapuskan hukum2 dan undang2 untuk menindas pergerakan politik, seperti :hak2 Pemerintah untuk: a. mengasingkan tiap2 orang jang dipandang berbahaja bagi Pemerintah. b. melarang pemogokan. c. melarang dan membubarkan rapat2. d. melarang penjiaran pers. e. melarang memberikan peladjaran dan pengakuan sepenuhnja atas kemerdekaan bergerak. 6. Menuntut hak berdemonstrasi, demonstrasi Massa di seluruh Indonesia melawan penin- dasan ekonomi dan politik seperti : padjak pembebasan dengan segera tawanan politik dan pengembalian orang buangan politik, Massa aksi jang mana harus diperkuat dengan pemogokan umum dan melawan Pemerintah. 7. Menuntut hapusnja Volksraad; Raad van Didie dan Algeneie Secretaris dan pembentukan Madjelis Nasional (Nasional Assembly ) darimana nanti akan dipilih Badan Pelaksana jang bertanggung jawab kepada Majelis Nasional. {{C|<u>KETERANGAN PENDEK TENTANG PROGRAM :</u>}} Belum ada sesuatu partai Politik di Indonesia jang begitu djauh telah mengumumkan Programnja. Baikpun Partai dari intelektuil2 seperti Budi Utomo dan Nasional Indische Patij maupun Massa Partai Sarekat Islam dapat menjusun dengan pendek tuntutan2 ekonomi dan politiknja. Mereka berpegang teguh pada perkataan Merdeka jang sama2. Mereka tak pernah mengupas keadaan ekonomi dan sosial masjarakat In-<noinclude></noinclude> br3ubw23j8ydh1is40u65f0oje5j0we Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/2 104 112219 311250 2026-08-11T11:50:04Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311250 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-bab|I|KETENTUAN UMUM}} {{PUU-pasal|pasal=1 |Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan: {{PUU-nomor|n=1|m=1 |Badan Gizi Nasional adalah lembaga pemerintah yang dibentuk oleh Presiden untuk melaksanakan tugas pemenuhan gizi nasional. |Pimpinan adalah Dewan Pengarah, Kepala, dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. |Peserta Didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. |Kepala Badan Gizi Nasional, yang selanjutnya disebut Kepala adalah unsur Pimpinan Badan Gizi Nasional yang bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Gizi Nasional. }} }} {{PUU-bab|II|PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI}} {{PUU-bagian|Kesatu|Pembentukan dan Kedudukan}} {{PUU-pasal|pasal=2|{{PUU-ayat |Dengan Peraturan Presiden ini dibentuk Badan Gizi Nasional. |Badan Gizi Nasional merupakan lembaga pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. |Badan Gizi Nasional dipimpin oleh Kepala. }}}}<noinclude></noinclude> 9caxbb0dklc3r1ge2x5lc9rc8m6tms5 Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/3 104 112220 311251 2026-08-11T11:52:00Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311251 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-bagian|Kedua|Tugas}} {{PUU-pasal|pasal=3 |Badan Gizi Nasional mempunyai tugas melaksanakan pemenuhan gizi nasional. }} {{PUU-bagian|Ketiga|Fungsi}} {{PUU-pasal|pasal=4 |Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, Badan Gizi Nasional menyelenggarakan fungsi: {{PUU-nomor|n=a|m=1 |koordinasi, perumusan, dan penetapan kebijakan teknis di bidang sistem dan tata kelola, penyediaan dan penyaluran, promosi dan kerja sama, serta pemantauan dan pengawasan pemenuhan gizi nasional; |koordinasi dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang sistem dan tata kelola, penyediaan dan penyaluran, promosi dan kerja sama, serta pemantauan dan pengawasan pemenuhan gizi nasional; |koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Badan Gizi Nasional; |pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Badan Gizi Nasional; |pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Badan Gizi Nasional; |pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Badan Gizi Nasional; dan |pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Presiden. }} }}<noinclude></noinclude> sul3hljrx1jx7fznyyypsrwl7gpkww9 Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/4 104 112221 311252 2026-08-11T11:53:52Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311252 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=5|{{PUU-ayat |Sasaran pemenuhan gizi yang menjadi tugas dan fungsi Badan Gizi Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4, diberikan kepada: {{PUU-nomor|n=a|m=1 |peserta didik pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di lingkungan pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan keagamaan, pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus, dan pendidikan pesantren; |anak usia di bawah lima tahun; |ibu hamil; dan |ibu menyusui. }} |Perubahan sasaran pemenuhan gizi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Presiden. }}}} {{PUU-bab|III|ORGANISASI}} {{PUU-bagian|Kesatu|Susunan Organisasi}} {{PUU-pasal|pasal=6 |Badan Gizi Nasional terdiri atas: {{PUU-nomor|n=a|m=1 |Dewan Pengarah, yang terdiri atas: {{PUU-nomor|n=1|m=1 |Ketua; |Wakil Ketua; dan |Anggota. }} |Pelaksana, yang terdiri atas: {{PUU-nomor|n=1|m=1 |Kepala; |Wakil Kepala; |Sekretariat Utama; |Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola; |Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran; |Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama; |Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan; dan |Inspektorat Utama. }} }} }}<noinclude></noinclude> pe6rcu1i9ii8nldkyab8imjs5c2wxyd Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/5 104 112222 311254 2026-08-11T11:55:09Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311254 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-bagian|Kedua|Dewan Pengarah}} {{PUU-pasal|pasal=7 |Dewan Pengarah mempunyai tugas memberikan arahan kepada pelaksana dalam penyelenggaraan pemenuhan gizi nasional. }} {{PUU-pasal|pasal=8|{{PUU-ayat |Dewan Pengarah terdiri atas: {{PUU-nomor|n=a|m=1 |1 (satu) orang Ketua merangkap anggota; |1 (satu) orang Wakil Ketua merangkap anggota; dan |5 (lima) orang anggota. }} |Dewan Pengarah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdiri atas unsur: {{PUU-nomor|n=a|m=1 |tokoh kenegaraan; |tokoh agama; |tokoh masyarakat; |purnawirawan Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan pensiunan Pegawai Negeri Sipil; dan/atau |akademisi. }} }}}} {{PUU-pasal|pasal=9|{{PUU-ayat |Untuk memberikan dukungan teknis dan administratif kepada Dewan Pengarah dibentuk Sekretariat Dewan Pengarah yang merupakan bagian dari unit organisasi Sekretariat Utama. |Sekretariat Dewan Pengarah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) secara fungsional bertanggung jawab kepada Ketua Dewan Pengarah dan secara administratif bertanggung jawab kepada Sekretaris Utama. }}}}<noinclude></noinclude> abml0ac3j4jz4px88ykwrmsgykwhd31