Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.14 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Bantuan:Memulai Wikisumber 12 13558 311651 141387 2026-08-12T04:26:17Z Sygrayem 13230 /* Membaca */ 311651 wikitext text/x-wiki {{terjemah}} {{process header | title = Panduan pemula untuk Wikisumber | section = | previous = ← [[Bantuan:Isi]] | next = | shortcut = | notes = Halaman pengenalan yang berisi serangkaian tautan dari halaman bantuan yang ditujukan untuk pengguna baru. }} Panduan Pemula ini merupakan halaman bantuan adalah panduan setiap judul tingkatan untuk pengguna baru dan berpengalaman di Wikisumber. Tujuannya adalah untuk menginformasikan kepada pengguna mengenai dasar-dasar dalam menggunakan Wikisumber. Halaman ini juga berisi tentang : # Konsep dasar penyajian gambar dan diagram dalam bahasa yang sederhana, # Termasuk tautan untuk lebih membantu atau halaman kebijakan untuk menjelaskan subjek tertentu secara lebih rinci. {{ambox | image = [[Berkas:Wikipedia-logo.png|50px]] | text = Jika anda lebih akrab dengan Wikipedia daripada Wikisumber, anda mungkin sebaiknya membaca '''[[Wikisumber:Untuk Wikipediawan]]''' }} ==Membaca== [[File:Chaplin-La grande soeur.jpg|thumb|150px|right|alt=Painting of a woman reading a book to child.|Membaca]] Membaca adalah poin utama di Wikisumber. Bagian Pedoman Pemula ini akan membantu Anda bagaimana menambah pengalaman Anda membaca naskah-naskah di Wikisumber. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang navigasi|Navigasi]] *: Cara menjelajahi Wikisumber. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang kesahihan|Kesahihan]] [[File:75%.svg]] *: Bagaimana mengecek apakah hasil karya yang Anda baca dapat diandalkan. {{-}} ==Menyunting== [[File:Carl Friedrich Abel.jpg|thumb|150px|right|alt=A painting of a man in a powdered wig writing at a desk.|Menulis]] Menyunting menciptakan perpustakaan Wikisumber. Bagian Panduan Pemula ini akan menunjukkan anda untuk membantu menambahkan karya ke Wikisumber supaya bisa dibaca banyak orang. '''Note:''' If you are unsure about the sourcing and index page creation elements of Wikisource, you can skip to proofreading with already started works such as the current [[Wikisource:Proofread of the Month|Proofread of the Month]]. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang menambah naskah|Menambah naskah]] *: Sekilas mengenai langkah-langkah menambahkan teks di Wikisumber. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang sumber|Sumber]] *: Bagaimana menambahkan buku ke Wikisumber untuk diuji baca. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang hak cipta|Hak cipta]] *: Bagaimana mengecek apakah suatu dokumen sudah bebas hak cipta. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang Indeks:berkas|Halaman indeks]] *: Bagaimana halaman indeks bekerja. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang uji-baca|uji-baca]] [[File:75%.svg]] *: Bagaimana menguji baca sebuah buku di Wikisumber. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang tipografi|Tipografi]] [[File:50%.svg]] *: Bagaimana memformat sebuah halaman. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang validasi|Validasi]] *: Bagaimana mengecek dan menyelesaikan uji baca. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang transklusi|Transklusi]] *: Bagaimana menambahkan buku ke ruang nama utama. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang sentuhan akhir|Sentuhan akhir]] *: Tugas akhir yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu naskah. {{-}} ==Pemeliharaan== [[File:US Navy 100902-N-7488A-874 Chief (Sel.) Aviation Boatswain's Mate (Handling) Shaven Savoy scrubs the flight deck during a scrubbing exercise aboard USS Carl Vinson (CVN 70).jpg|thumb|150px|right|alt=|Pemeliharaan]] Wikisumber membutuhkan pemeliharaan agar tetap bekerja dan memastikan bahwa tiap dokumennya selalu dalam kondisi terbaik. Bagian Pedoman Pemula ini akan menunjukkan Anda bagaimana merawat proyek ini. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang pemeliharaan|Pemeliharaan]] [[File:25%.svg]] *: Beberapa hal yang butuh dikerjakan dan bagaimana caranya. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang penghapusan|Penghapusan]] [[File:25%.svg]] *: Bagaimana dan mengapa dokumen dihapus. [[Kategori:Bantuan ]] [[en:Help:Beginner's guide to Wikisource]] [[fa:راهنما:راهنمای کتابداران تازه‌وارد]] rnlsfcljxsk5x6v66p22bg8i1388fk2 311665 311651 2026-08-12T04:40:43Z Sygrayem 13230 /* Menyunting */ 311665 wikitext text/x-wiki {{terjemah}} {{process header | title = Panduan pemula untuk Wikisumber | section = | previous = ← [[Bantuan:Isi]] | next = | shortcut = | notes = Halaman pengenalan yang berisi serangkaian tautan dari halaman bantuan yang ditujukan untuk pengguna baru. }} Panduan Pemula ini merupakan halaman bantuan adalah panduan setiap judul tingkatan untuk pengguna baru dan berpengalaman di Wikisumber. Tujuannya adalah untuk menginformasikan kepada pengguna mengenai dasar-dasar dalam menggunakan Wikisumber. Halaman ini juga berisi tentang : # Konsep dasar penyajian gambar dan diagram dalam bahasa yang sederhana, # Termasuk tautan untuk lebih membantu atau halaman kebijakan untuk menjelaskan subjek tertentu secara lebih rinci. {{ambox | image = [[Berkas:Wikipedia-logo.png|50px]] | text = Jika anda lebih akrab dengan Wikipedia daripada Wikisumber, anda mungkin sebaiknya membaca '''[[Wikisumber:Untuk Wikipediawan]]''' }} ==Membaca== [[File:Chaplin-La grande soeur.jpg|thumb|150px|right|alt=Painting of a woman reading a book to child.|Membaca]] Membaca adalah poin utama di Wikisumber. Bagian Pedoman Pemula ini akan membantu Anda bagaimana menambah pengalaman Anda membaca naskah-naskah di Wikisumber. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang navigasi|Navigasi]] *: Cara menjelajahi Wikisumber. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang kesahihan|Kesahihan]] [[File:75%.svg]] *: Bagaimana mengecek apakah hasil karya yang Anda baca dapat diandalkan. {{-}} ==Menyunting== [[File:Carl Friedrich Abel.jpg|thumb|150px|right|alt=A painting of a man in a powdered wig writing at a desk.|Menulis]] Menyunting menciptakan perpustakaan Wikisumber. Bagian Panduan Pemula ini akan menunjukkan pada Anda bagaimana menambahkan karya ke Wikisumber supaya bisa dibaca banyak orang. '''Catatan:''' Jika Anda masih ragu mengenai aspek pengumpulan sumber dan pembuatan halaman indeks di Wikisumber, Anda dapat langsung melompat ke tahap uji-baca buku-buku yang sudah tersedia, bisa dimulai dengan menguji baca buku yang ada di [[Wikisumber:Uji Baca Bulanan|Uji Baca Bulanan]]. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang menambah naskah|Menambah naskah]] *: Sekilas mengenai langkah-langkah menambahkan teks di Wikisumber. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang sumber|Sumber]] *: Bagaimana menambahkan buku ke Wikisumber untuk diuji baca. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang hak cipta|Hak cipta]] *: Bagaimana mengecek apakah suatu dokumen sudah bebas hak cipta. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang Indeks:berkas|Halaman indeks]] *: Bagaimana halaman indeks bekerja. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang uji-baca|uji-baca]] [[File:75%.svg]] *: Bagaimana menguji baca sebuah buku di Wikisumber. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang tipografi|Tipografi]] [[File:50%.svg]] *: Bagaimana memformat sebuah halaman. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang validasi|Validasi]] *: Bagaimana mengecek dan menyelesaikan uji baca. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang transklusi|Transklusi]] *: Bagaimana menambahkan buku ke ruang nama utama. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang sentuhan akhir|Sentuhan akhir]] *: Tugas akhir yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu naskah. {{-}} ==Pemeliharaan== [[File:US Navy 100902-N-7488A-874 Chief (Sel.) Aviation Boatswain's Mate (Handling) Shaven Savoy scrubs the flight deck during a scrubbing exercise aboard USS Carl Vinson (CVN 70).jpg|thumb|150px|right|alt=|Pemeliharaan]] Wikisumber membutuhkan pemeliharaan agar tetap bekerja dan memastikan bahwa tiap dokumennya selalu dalam kondisi terbaik. Bagian Pedoman Pemula ini akan menunjukkan Anda bagaimana merawat proyek ini. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang pemeliharaan|Pemeliharaan]] [[File:25%.svg]] *: Beberapa hal yang butuh dikerjakan dan bagaimana caranya. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang penghapusan|Penghapusan]] [[File:25%.svg]] *: Bagaimana dan mengapa dokumen dihapus. [[Kategori:Bantuan ]] [[en:Help:Beginner's guide to Wikisource]] [[fa:راهنما:راهنمای کتابداران تازه‌وارد]] 2iy8t1synwlrguk47g0qzkb55jr0dk5 311666 311665 2026-08-12T04:41:18Z Sygrayem 13230 /* Menyunting */ 311666 wikitext text/x-wiki {{terjemah}} {{process header | title = Panduan pemula untuk Wikisumber | section = | previous = ← [[Bantuan:Isi]] | next = | shortcut = | notes = Halaman pengenalan yang berisi serangkaian tautan dari halaman bantuan yang ditujukan untuk pengguna baru. }} Panduan Pemula ini merupakan halaman bantuan adalah panduan setiap judul tingkatan untuk pengguna baru dan berpengalaman di Wikisumber. Tujuannya adalah untuk menginformasikan kepada pengguna mengenai dasar-dasar dalam menggunakan Wikisumber. Halaman ini juga berisi tentang : # Konsep dasar penyajian gambar dan diagram dalam bahasa yang sederhana, # Termasuk tautan untuk lebih membantu atau halaman kebijakan untuk menjelaskan subjek tertentu secara lebih rinci. {{ambox | image = [[Berkas:Wikipedia-logo.png|50px]] | text = Jika anda lebih akrab dengan Wikipedia daripada Wikisumber, anda mungkin sebaiknya membaca '''[[Wikisumber:Untuk Wikipediawan]]''' }} ==Membaca== [[File:Chaplin-La grande soeur.jpg|thumb|150px|right|alt=Painting of a woman reading a book to child.|Membaca]] Membaca adalah poin utama di Wikisumber. Bagian Pedoman Pemula ini akan membantu Anda bagaimana menambah pengalaman Anda membaca naskah-naskah di Wikisumber. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang navigasi|Navigasi]] *: Cara menjelajahi Wikisumber. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang kesahihan|Kesahihan]] [[File:75%.svg]] *: Bagaimana mengecek apakah hasil karya yang Anda baca dapat diandalkan. {{-}} ==Menyunting== [[File:Carl Friedrich Abel.jpg|thumb|150px|right|alt=A painting of a man in a powdered wig writing at a desk.|Menulis]] Menyunting menciptakan perpustakaan Wikisumber. Bagian Panduan Pemula ini akan menunjukkan pada Anda bagaimana menambahkan karya ke Wikisumber supaya bisa dibaca banyak orang. '''Catatan:''' Jika Anda masih ragu mengenai aspek pengumpulan sumber dan pembuatan halaman indeks di Wikisumber, Anda dapat langsung melompat ke tahap uji-baca buku-buku yang sudah tersedia, bisa dimulai dengan menguji baca buku yang ada di [[Wikisumber:Uji Baca Bulanan|Uji Baca Bulanan]]. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang menambah naskah|Menambah naskah]] *: Sekilas mengenai langkah-langkah menambahkan teks di Wikisumber. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang sumber|Sumber]] *: Bagaimana menambahkan buku ke Wikisumber untuk diuji baca. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang hak cipta|Hak cipta]] *: Bagaimana mengecek apakah suatu dokumen sudah bebas hak cipta. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang Indeks:berkas|Halaman indeks]] *: Bagaimana halaman indeks bekerja. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang uji-baca|Uji-baca]] [[File:75%.svg]] *: Bagaimana menguji baca sebuah buku di Wikisumber. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang tipografi|Tipografi]] [[File:50%.svg]] *: Bagaimana memformat sebuah halaman. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang validasi|Validasi]] *: Bagaimana mengecek dan menyelesaikan uji baca. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang transklusi|Transklusi]] *: Bagaimana menambahkan buku ke ruang nama utama. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang sentuhan akhir|Sentuhan akhir]] *: Tugas akhir yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu naskah. {{-}} ==Pemeliharaan== [[File:US Navy 100902-N-7488A-874 Chief (Sel.) Aviation Boatswain's Mate (Handling) Shaven Savoy scrubs the flight deck during a scrubbing exercise aboard USS Carl Vinson (CVN 70).jpg|thumb|150px|right|alt=|Pemeliharaan]] Wikisumber membutuhkan pemeliharaan agar tetap bekerja dan memastikan bahwa tiap dokumennya selalu dalam kondisi terbaik. Bagian Pedoman Pemula ini akan menunjukkan Anda bagaimana merawat proyek ini. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang pemeliharaan|Pemeliharaan]] [[File:25%.svg]] *: Beberapa hal yang butuh dikerjakan dan bagaimana caranya. * [[Bantuan:Pedoman pemula tentang penghapusan|Penghapusan]] [[File:25%.svg]] *: Bagaimana dan mengapa dokumen dihapus. [[Kategori:Bantuan ]] [[en:Help:Beginner's guide to Wikisource]] [[fa:راهنما:راهنمای کتابداران تازه‌وارد]] ong5c2y4gszalgnzvzcukb88hvyfwb4 Bantuan:Pedoman pemula tentang uji-baca 12 13611 311640 185118 2026-08-12T04:18:14Z Sygrayem 13230 /* Hapus */ 311640 wikitext text/x-wiki {{process header | title = [[Bantuan:Memulai Wikisource|Memulai Wikisumber]] tentang | section = '''uji-baca''' | previous = &larr; [[Bantuan:Pedoman pemula tentang Indeks:berkas|Berkas indeks]] | next = [[Bantuan:Pedoman pemula tentang tipografi|Tipografi]] &rarr; | shortcut = | notes = Bagaimana menguji-baca sebuah karya di Wikisumber. }} {{terjemah}} Uji-baca adalah dasar dari Wikisumber untuk memberikan naskah dengan kualitas terbaik di perpustakaan kami. Proses ini melibatkan dua "[[Bantuan:Ruang nama|ruang nama]]" (bagian dari Wikisumber, termasuk pada awal judul halaman) dan sebagian khusus dari perangkat lunak. Kedua ruang nama ini (<code>Indeks</code> dan <code>Halaman</code>) bekerja secara bersamaan dan kadang-kadang disebut "ruang kerja". Di sinilah uji-baca, penyuntingan dan proses lainnya dilakukan. Proses ini didasarkan pada halaman hasil pindai sebuah buku/naskah, biasanya dalam bentuk format DjVu. Format ini digunakan untuk membuat halaman indeks, yang merupakan halaman di ruang nama "indeks" dan menggunakan nama yang sama dengan berkas yang mempunyai format DjVu. Masing-masing halaman dalam buku tersebut adalah halaman terpisah yang berada di ruang nama "halaman". Halaman indeks akan terhubung ke semua halaman dan setiap halaman harus diuji-baca. Panduan berikut akan menjelaskan bagaimana untuk menguji-baca setiap halaman. ==Bagaimana menguji-baca suatu halaman== :'''Catatan:''' Untuk mendapatkan ide bagaimana proses ini bekerja, cobalah lihat beberapa halaman di [[Wikisource:Uji Baca Bulanan|Uji Baca Bulanan]]. Menguji-baca suatu halaman didasarkan pada halaman Indeks dan semua halaman yang terhubung dengan ruang nama Halaman. # Jika Anda mengklik nomor berapapun pada halaman Indeks, Anda akan melihat gambar halaman tersebut yang bersebelahan dengan kotak tulisan (kotak teks). Kotak tulisan tersebut bisa saja kosong atau sudah terisi otomatis dengan teks halaman tersebut. #* Jika kosong: tulislah teks yang Anda lihat di gambar pindaian ke kotak penyuntingan. #* Jika tidak kosong: perbaiki teks di kotak penyuntingan supaya menyamai pindaian teks pada gambar/berkas. # Pratayang hasil kerja Anda, ubah statusnya ke "Uji-baca" (warna kuning), kemudian simpan. — lihat [[Bantuan:Uji baca]] dan [[Bantuan:Status halaman]] untuk informasi lebih lanjut. #* Jika Anda belum selesai menguji-baca namun mau menyimpannya, ubah statusnya ke "Belum diujibaca" (warna merah). # Ulangi dua langkah terakhir untuk tiap halaman pindaian. ===Tampilan ''side by side''=== [[File:Proofread-edit.png|thumb|right|alt=Screenshot dari ruang nama Halaman, menunjukkan kotak teks/tulisan yang bersebelahan dengan gambar pindaian suatu halaman.|(Gbr 1) Tampilan Side-by-side pada ruang nama Halaman]] Ketika Anda melihat suatu halaman dalam ruang nama Halaman, maka layar akan terbagi menjadi 2 bagian (gbr 1). Hal ini merupakan tampilan side-by-side yang memungkinkan pengguna untuk menguji-baca teks di Wikisumber (bagian kiri) dengan teks pindaian (bagian kanan). ===Menguji baca=== Untuk menguji baca suatu halaman, Anda harus menyunting teks di bagian kiri supaya isinya semirip mungkin dengan berkas pindaian di sebelah kanan. Anda tidak perlu membuat tampilan yang identik seperti halaman pindaian. Wikisumber adalah sebuah situs, bukan buku dan teksnya lebih penting daripada tipografi. Anda hanya perlu membuatnya semirip mungkin. Beberapa hal bagus di buku namun tidak di Wikisumber. Contohnya, kolom teks tidak penting dan tidak tampil bagus di Wikisumber; hal ini dapat diabaikan ketika menguji baca. Ingat bahwa beberapa halaman akan ditampilkan bersama di ruang nama utama ketika halaman selesai diuji-baca. Beberapa hal seperti kolom tidak akan bisa dibaca. * Untuk informasi lebih lanjut mengenai uji-baca, lihat: [[Bantuan:Uji-baca]] ===Status halaman=== [[File:Wikisource page proofread buttons.png|thumb|300px|alt=Screenshot dari ruang nama Halaman, menunjukkan tombol status halaman dengan keterangan lain seperti kotak ringkasan penyuntingan, tombol simpan, dan tombol pratayang.|(Gbr 3) Tombol status halaman]] Ketika Anda menyimpan halaman, semestinya Anda juga mengatur status halaman. Anda akan melihat deretan tombol berkode warna tepat di atas tombol terbitkan (gbr 3). Jika Anda baru saja memulai halaman tanpa (atau tidak banyak) perubahan, pilih tombol merah (untuk "Belum diuji baca"). Jika Anda telah benar-benar mengoreksi halaman dan memperbaiki setiap kesalahan yang Anda temukan, pilih tombol kuning (untuk "Telah diuji baca"). Beberapa halaman mungkin telah diuji-baca oleh orang lain. Anda dapat mengecek hasil kerjanya dan mengubah status halamannya. Lihat keseluruhan halaman, cek apabila masih ada sisa kesalahan yang mungkin masih ada. Jika sudah tidak ada kesalahan, maka naikkan statusnya. "Halaman yang belum diuji-baca" (merah) menjadi "Halaman yang telah diuji-baca" (kuning), kemudian menjadi "Halaman ini telah divalidasi" (hijau). Halaman yang telah divalidasi sudah selesai dan seharusnya tak ada perubahan lagi. Halaman kosong (abu-abu) dan halaman bermasalah (biru) adalah kasus khusus, lihat di bawah untuk penjelasan lebih lanjut. * Untuk informasi lebih lanjut mengenai status halaman, lihat: [[Bantuan:Status halaman]] ===Header dan footer=== ===Halaman kosong=== Halaman kosong dapat dibiarkan kosong dan diatur ke status "Tanpa teks" (warna abu-abu). Halaman ini akan diabaikan ketika ditambahkan ke ruang nama utama. Ini termasuk sampul buku, kecuali yang diilustrasikan. Namun tidak termasuk halaman dengan ilustrasi, yang mana harus diuji-baca seperti biasanya. Jika ilustrasi tidak tersedia saat ini, silahkan lihat Halaman bermasalah. ===Halaman bermasalah=== Apabila Anda menemukan masalah ketika menguji-baca suatu halaman dan tak dapat menyelesaikannya, ubahlah status halamannya ke "Bermasalah" (biru). Hal ini akan memberitahu pengguna lain bahwa ada masalah, dan mungkin mereka dapat menyelesaikannya. Beberapa masalah umum diantaranya halaman dengan gambar (jika tak ada gambar yang tersedia), halaman dengan persamaan, halaman dengan teks asing (terutama yang tidak memakai alfabet Romawi) dan halaman dengan pemformatan khusus. Pada beberapa kasus tersebut, tersedia templat khusus untuk mengidentifikasi masalah (lihat [[#Templat masalah|Templat masalah]], di bawah). Hal ini berguna bagi siapa saja yang melihat halaman tersebut dan dapat menarik perhatian orang yang dapat memperbaiki masalah tersebut. ==Catatan== ===Lakukan=== *Mengubah bentuk teks menjadi cetak tebal atau cetak miring menggunakan <nowiki> '''bold''' untuk cetak tebal dan ''italics''</nowiki> untuk cetak miring. *Beda ukuran teks, gunakan {{tl|smaller}} atau {{tl|larger}} *Tipografi khusus, seperti: **Awalan besar atau kecil **Kapitalisasi. Jika huruf kapital berukuran sama dengan teks normal, gunakan {{tl|smallcaps}} **Garis lurus - {{tl|rule}} **Pemisah bagian (deretan tanda bintang: * * * * * ) * Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai templat format teks, lihat: [[Bantuan:Templat#Templat format|Bantuan:Templat]] ===Jangan lakukan=== *Tanda atau tambahan apapun—termasuk tulisan tangan, cap perpustakaan, coretan, tanda air, atau apapun yang bukan bagian asli dari teks. *Kolom tidak diperlukan. *Jangan membetulkan ejaan. Gunakan templat {{tl|SIC}}. ===Hapus=== *Jeda baris. Halaman web biasanya akan mengabaikan jeda baris tunggal; jadi, teks yang dipecah menjadi beberapa baris (umum terjadi pada teks yang dipindai) biasanya akan terlihat normal oleh pembaca. Namun, jeda baris dapat menyebabkan masalah (terutama pada templat, pranala, dan tabel, serta huruf miring/tebal yang ditutup oleh akhir baris), dan oleh karena itu harus dihilangkan. {| class="wikitable" style="margin: 0 auto 0 auto;" |+ Contoh ! Asli |"Halo," ucap si contoh. Ini contoh<br />baris rusak. |- ! Perbaikan | "Halo," ucap si contoh. Ini contoh baris rusak. |} *Halaman yang bukan merupakan bagian dari karya itu sendiri, seperti iklan, tidak perlu dikoreksi atau disertakan dalam versi utama. Di sisi lain, jika seorang penguji-baca "ingin" menguji baca dan menyertakan halaman-halaman tersebut, hal itu diperbolehkan. *Tipografi tingkat lanjut. Membuat halaman yang terlihat seperti aslinya memang bagus. Namun, teks itu sendiri lebih penting. Beberapa tipografi bisa jadi sulit untuk dibuat. Beberapa dapat menyebabkan masalah pada situs web. ===Kesalahan OCR umum=== Optical Character Recognition (OCR) adalah fungsi yang digunakan oleh komputer untuk membaca teks. Biasanya disimpan dengan berkas DjVu dan diekstrak oleh komputer ketika halaman baru mulai diuji-baca. Meski begitu, terkadang komputer tidak begitu baik dalam membaca teks cetak sehingga muncul kesalahan. Tabel berikut ini menunjukkan beberapa kesalahan umum OCR yang harus ditemukan dan diperbaiki ketika menguji-baca halaman. {| class="wikitable" style="margin: 0 auto 0 auto;" |+ Contohnya ! Kesalahan OCR || Koreksi |- | tlie || the |- | a11, aH, aU || all |- | au || an |- | \vas || was |- | mc || me |} ===Beberapa hal umum lain untuk diperbaiki=== *Jeda paragraf. Baris kosong harus dibiarkan di antara paragraf, sebagai standar untuk pemformatan elektronik dan internet. *Spasi sebelum tanda baca seharusnya dihapus (ketika kesalahan akibat OCR, dan tidak ada pada teks asli) {| class="wikitable" style="margin: 0 auto 0 auto;" |+ Contohnya ! Asli | foo bar ; lorem ipsum |- ! Perbaikan | foo bar; lorem ipsum |- ! colspan="2" | <small>Spasi sebelum tanda semikolon dihapus.</small> |} ==Templat== Ada beberapa templat penting ketika menguji-baca suatu halaman. ===Templat uji-baca=== * Untuk templat-templat format teks, lihat: [[Bantuan:Templat#Templat format]] ===Templat masalah=== Templat ini mesti digunakan jika ada masalah yang tak dapat Anda selesaikan sendiri. Ketika menggunakan salah satu templat ini, ubahlah juga status halaman menjadi "bermasalah" (biru). {| class="wikitable" style="margin: 0 auto 0 auto;" ! Templat || Digunakan ketika.. |- | {{tl|gambar hilang}} || ..sebuah gambar semestinya dimasukkan. |- | {{tl|illegible}} || ..teks tidak dapat dibaca. |- | {{tl|teks hilang}} || ..terdapat aksara lain atau simbol yang tidak diketahui dalam teks.* |- ! colspan="2" | <small>* Ketika Anda tidak dapat membaca atau menulis dalam bahasa-bahasa ini.</small> |} [[Kategori:Pedoman pemula]] jphvyhvgtsqf09cn500i2utg68xlmvt Bantuan:Halaman dipindai 12 32862 311260 97149 2026-08-11T12:07:58Z Sygrayem 13230 /* Ruang Kerja */ 311260 wikitext text/x-wiki {{terjemah}} {{process header | title = Halaman Pindaian | section = | previous = [[Bantuan:Isi|Bantuan]] | next = | shortcut = | notes = Cara memahami fungsi dari halaman pindaian di Wikisumber. }} [[File:Wikisource proofread-browse.png|440px|thumb|Menjelajahi halaman pindaian di ruang nama "Halaman:".]] ==Ruang Kerja== Wikisumber menggunakan "[[Bantuan:Ruang nama|ruang nama]]" untuk memisahkan halaman yang berbeda-beda jenisnya. Contohnya, sekarang Anda sedang membaca halaman yang memiliki ruang nama "Bantuan:". Wikisumber menggunakan dua jenis ruang nama untuk halaman pindaian, yaitu ruang nama "Indeks:" dan ruang nama "Halaman:". Keduanya terkadang disebut sebagai "Ruang Kerja" karena keduanya merupakan tempat uji-baca naskah dikerjakan dan bukan tempat para pembaca akan membaca hasil akhirnya (meski mereka pun bisa membukanya). Hasil pekerjaan uji-baca naskah akan melalui proses yang disebut "[[Bantuan:Transklusi|transklusi]]" dan berakhir pada ruang nama "Utama" (satu-satunya ruang nama yang tidak memiliki prefiks seperti "Bantuan:"). ==Ruang nama Indeks== Ruang nama ini berisi "indeks" dari seluruh halaman dalam sebuah naskah. Indeks adalah halaman level tinggi, yaitu halaman yang: * Terhubung dengan tiap-tiap halaman dari naskah * Terhubung dengan file pindaian (dalam ruang nama "File:") * Mencantumkan metadata sederhana (seperti judul, nama pengarang, dsb) Indeks dapat diubah untuk menyesuaikan nomor halaman dan daftar isi dari naskah. Untuk lebih lanjut, dapat dibaca di [[Bantuan:Pedoman pemula tentang Indeks:berkas]] dan [[Bantuan:Halaman indeks]]. Semua halaman indeks disortir dalam [[:Kategori:Indeks]]. Contoh dari halaman indeks bisa ditemukan pada [[Indeks:Sorga Ka Toedjoe novelisation.pdf]]. <!-- HALAMAN DI BAWAH INI SEDANG DALAM PROSES DITERJEMAHKAN ==The Page namespace== This namespace is used to display individual page scans. On each page, the text is shown side-by-side with scanned image. This allows transcription of the original text. You can zoom in on the page image by clicking and scrolling on the image in the right-hand pane. Page scan numbers are indicated in the pagename by a forward slash followed by a number after the file name. For example, [[Page:Sketch of Connecticut, Forty Years Since.djvu/27]] displays the 27th page of the file. This number is the number of the page in the page scan file and not the page number in the book or any other type of work. The text on the left can be modified in edit mode, only the contents of the edit box are displayed on the main namespace. A sample page can be found at [[Page:Cinderella (1865).djvu/5]]. === Browsing === Depending on the skin that you are using, there will be either buttons or text labels appearing for navigating and editing the Page: namespace :[[File:Wikisource previous page button.png|18px]] previous page :[[File:Wikisource next page button.png|18px]] next page :[[File:Wikisource navigate to index button.png|18px]] the Index for the page :[[File:Wikisource show hide header footer button.png|18px]] show/hide the interface for editing the header and footer :[[File:Wikisource vertical horizontal layout button.png|18px]] vertical/horizontal layout :[[File:Wikisource zoom out button.png|18px]] zoom out on scan :[[File:Wikisource zoom in button.png|18px]] zoom in on scan :[[File:Wikisource reset zoom original size button.png|18px]] reset zoom === Header and footer === {{shortcut|[[H:HEADER]]}} Some text and formatting may be placed outside of the main "body" edit box. There are two other edit boxes, the "header" and "footer" edit boxes, that are not normally visible in edit mode. Any text typed into these edit boxes will only appear in the Page namespace. It will not be transcluded to the main namespace. This is used for things like page numbers which will make the text unreadable if they were included in the final product. The header and footer edit boxes can be made visible clicking the [[File:Wikisource show hide header footer button.png|18px]] button, which is in the "Proofread tools" toolbar, hovering in the upper left corner of the page image. Clicking the button again will hide the header and footer. If you would like the header and footer to always be visible whenever you access the Page namespace, there is an option in you [[Special:Preferences|preferences]]. Select the "[[Special:Preferences#mw-prefsection-editing|Editing]]" preferences and find the "Show header and footer fields [[File:Wikisource show hide header footer button.png|18px]] when editing in the Page namespace" option under the list of advanced options. Make sure this option is ticked and save the changes. Once this option is saved, the header and footer will start visible by default; clicking the button will still toggle visibility on and off. In technical terms, the header and footer are automatically placed inside <nowiki><noinclude></nowiki> tags which prevent transclusion of their contents into any other page. An example is [[Page:Cinderella (1865).djvu/5]] which hides the title, repeated on every page, and the page number. When editing, certain markup including table syntax must be balanced (equal numbers of opening and closing tags) across the combination of the Header, body and Footer, or self contained with in each section. : ''See also: [[Wikisource:Scriptorium/Archives/2019-07#Little_hack_for_even%2Fodd_page_headers|this discussion]] re: tricks for dealing with even and odd page numbers.'' ==The main namespace== This namespace is not part of the workspace. It is sometimes also called the "mainspace". It is the final stage for proofreading: this is where readers are expected to find, access and read the text produced in the workspace. The text is "[[Help:Transclusion|transcluded]]" into the main namespace from the Page namespace. Usually a chapter or section is transcluded to a page in the mainspace, although sometimes an entire work can be transcluded to one page. Links floating at the left of the page link back to the Page namespace (these are usually page numbers, using information from the Index page). The "Source" link at the top of the page links back to the Index namespace. Only the text in the "body" edit box from the Page namespace is transcluded into the main namespace. The text in the header and footer of the Page namespace is not translcuded. A sample mainspace page can be found at [[Cinderella, or the Little Glass Slipper (Dalziel)]]. {{Proofreading help navbox}} --> ixxrtg8r7zhmjxlnsexdhiadpbzn5zp Pengguna:Menyusurisudutnegeri 2 73615 311512 297994 2026-08-12T01:52:13Z Menyusurisudutnegeri 25205 311512 wikitext text/x-wiki Terus belajar dan berkembang. {{Peserta Kompetisi Wikisource 2025}} {{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}} {{Peserta WikiPandu}} {{Peserta Tantangan WikiPandu}} 0955cck1jy43pcsev2cxbcoj9dxzzcd Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 0 87213 311301 251541 2026-08-11T16:32:55Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 311301 wikitext text/x-wiki {{Inpres|9|2025|tentang=Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih}} <pages index="Inpres Nomor 9 Tahun 2025.pdf" from=1 to=12/> ewfd9lkpchx0fz2e0jgau1ccptcjt29 Pengguna:Lemonwithices 2 96456 311296 297992 2026-08-11T16:21:55Z Lemonwithices 26124 311296 wikitext text/x-wiki Halo! Selamat datang terima kasih sudah singgah di halaman saya. Saya senang berbagi pengetahuan terbuka dan berkontribusi di berbagai proyek Wikimedia. {{userboxtop|Kotak Pengguna}} {{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}} {{Peserta WikiPandu}} {{Peserta Tantangan WikiPandu}} {{userboxbottom}} gbsgtzbonb1j12gw3ysc7jvxd8zgpg9 Inilah Kitab Edja 0 108794 311671 304540 2026-08-12T04:52:50Z Alicya- 21994 311671 wikitext text/x-wiki {{header | title = Inilah Kitab Edja | author = L. K. Harmsen | translator = | section = | previous = | next = | year = 1887 | notes = }} <pages index="Inilah Kitab Edja.pdf" include=7/> {{pb|label=}} <pages index="Inilah Kitab Edja.pdf" from=9 to=70/> {{PD-old-70}} ql2hvqi57nnqchpwn32mmb1btuhgdm7 Halaman:20 Mei Pelopor 17 Agustus.pdf/3 104 111208 311684 309795 2026-08-12T05:47:57Z Link PB 26772 311684 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>''<big><big><big>Pengantar:</big></big></big>'' <center> <big><big>BUKAN KARENA AJAM DJANTAN BERKOKOK<br>MAKA MATAHARI TERBIT.<br>TAPI, SEBALIKNJA.</big></big> </center> {{dropinitial|''B''}}<big>UKAN karena proklamasi 17 Agustus 1945, maka bangsa Indonesia bangkit. Sebaliknja, Proklamasi 17 Agustus 1945, adalah wudjud jang lebih njata dari pada kebangkitan bangsa Indonesia.</big> Wudjud jang lebih njata itu kita pertahankan, adalah karena kita tak mau kehilangan tempat berdjeadjak. Tak mau kehilangan batu lontjatan menudju rakjat, bangsa, negara dan dunia bahagia. Akan tetapi, tak benarlah kiranja, kalau setelah berada diatas batu lontjatan ini, kita lupa akan kenjataan bahwa batu itu terletak diatas tanah dasar. Tanah dasar itulah jang kita sebut Kebangkitan bangsa Indonesia. Bergerak menentang pendjadjahan, menjiapkan revolusi nasional. Mendatangkan, mematangkan bahan-bahan negeri merdeka. Dengan istilah lain, bergerak, menjiapkan revolusi nasional. Mendatangkan, mematangkan situasi Revolusioner. Karena itu maka lepas daripada Tudjuan jang tertentu, hari 20 Mei, hari kebangkitan bangsa Indonesia, adalah suatu tiang djarak, suatu mijlpaal daripada perdjalanan sedjarah.<noinclude>{{rh|||3}}</noinclude> e8s82vsqiuacrugrasodnec9odxhmgs Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas 1728 111286 311291 311045 2026-08-11T15:42:57Z Cgjkldn 22445 /* Berkas untuk Diujibaca */ 311291 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Logo WikiPandu.svg|150px|center|frameless]] {| class="wikitable" style="width:100%; text-align:center; background:#006699; font-size:150%; font-weight:bold; color:white;" |- | Tantangan WikiPandu |} {| border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center" |- style="white-space: nowrap; font-size: 150%; font-family:Monospace, sans-serif;" | style="{{#ifeq: {{FULLPAGENAME}} | Acara:Tantangan WikiPandu | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; text-align: center; padding: 1em 0em; }}" | [[Image:Home Icon by Lakas.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu| Beranda]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Checklist Noun project 5166.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan|<span style="color: #0645ad;">Ketentuan</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Documents icon - noun project 5020.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas|<span style="color: #0645ad;">Buku</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil| | border-bottom: 8px #f2b9df solid;}}" | [[Image:SVG Trophy Star.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil|<span style="color: #0645ad;">Hasil</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | |} __NOTOC__ {{ambox | type = notice | image = [[File:Noto Emoji Pie 1f4e2.svg|40px]] | text = Panitia menyediakan buku-buku untuk diuji-baca dan ditransklusi. Selain yang tercantum di bawah, kontribusi Anda tidak akan dicatat sebagai bagian dari kontribusi Tantangan WikiPandu. Panitia akan menambah jumlah buku jika diperlukan. }} == Berkas untuk Diujibaca == Penghitungan kontribusi menggunakan perkakas khusus. Halaman yang telah diujibaca disetorkan melalui [https://fountain.toolforge.org/editathons/wp-ujibaca Fountain di sini.] {| class="wikitable" {{ts|wa}} ! style="text-align: center;" |No ! style="text-align: center;" |Halaman depan ! style="text-align: center;" |Judul buku ! style="text-align: center;" |Halaman indeks ! style="text-align: center;" |Catatan khusus |- |1. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf|100px]] | [[Anna Karenine 1]] | [[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |2. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf|100px]] | [[Anna Karenine 2]] | [[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |3. | style="text-align: center;" | [[Berkas:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf|100px]] | [[Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia (Civics)]] | [[Indeks:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf]] | |- |4. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf|100px]] | [[Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan]] | [[Indeks:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |5. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf|100px]] | [[Perkembangan Situasi Politik di Indonesia Proloog dan Epiloog Gestapu PKI]] | [[Indeks:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf]] | Sudah selesai dujibaca |- |6. | style="text-align: center;" | [[Berkas:San min chu i.pdf|100px]] | [[San Min Chu I]] | [[Indeks:San min chu i.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |7. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf|100px]] | [[Menudju Republik Indonesia]] | [[Indeks:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf]] | |- |8. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Sair rempah rempah.pdf|100px]] | [[Sair rempah rempah]] | [[Indeks:Sair rempah rempah.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |} == Halaman untuk Ditransklusi == Penghitungan kontribusi menggunakan perkakas khusus. Halaman yang telah ditransklusi disetorkan melalui Fountain di sini. {| class="wikitable" {{ts|wa}} ! style="text-align: center;" |No ! style="text-align: center;" |Judul ! style="text-align: center;" |Halaman indeks ! style="text-align: center;" |Halaman Transklusi (Utama) ! style="text-align: center;" |Catatan khusus |- |1. | | | | |- |2. | | | |- |} bpzudrklw2px44r81yp2l152h31lmrl 311328 311291 2026-08-11T22:54:24Z Quraeni 22485 /* Berkas untuk Diujibaca */ menambahkan berkas 311328 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Logo WikiPandu.svg|150px|center|frameless]] {| class="wikitable" style="width:100%; text-align:center; background:#006699; font-size:150%; font-weight:bold; color:white;" |- | Tantangan WikiPandu |} {| border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center" |- style="white-space: nowrap; font-size: 150%; font-family:Monospace, sans-serif;" | style="{{#ifeq: {{FULLPAGENAME}} | Acara:Tantangan WikiPandu | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; text-align: center; padding: 1em 0em; }}" | [[Image:Home Icon by Lakas.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu| Beranda]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Checklist Noun project 5166.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan|<span style="color: #0645ad;">Ketentuan</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Documents icon - noun project 5020.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas|<span style="color: #0645ad;">Buku</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil| | border-bottom: 8px #f2b9df solid;}}" | [[Image:SVG Trophy Star.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil|<span style="color: #0645ad;">Hasil</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | |} __NOTOC__ {{ambox | type = notice | image = [[File:Noto Emoji Pie 1f4e2.svg|40px]] | text = Panitia menyediakan buku-buku untuk diuji-baca dan ditransklusi. Selain yang tercantum di bawah, kontribusi Anda tidak akan dicatat sebagai bagian dari kontribusi Tantangan WikiPandu. Panitia akan menambah jumlah buku jika diperlukan. }} == Berkas untuk Diujibaca == Penghitungan kontribusi menggunakan perkakas khusus. Halaman yang telah diujibaca disetorkan melalui [https://fountain.toolforge.org/editathons/wp-ujibaca Fountain di sini.] {| class="wikitable" {{ts|wa}} ! style="text-align: center;" |No ! style="text-align: center;" |Halaman depan ! style="text-align: center;" |Judul buku ! style="text-align: center;" |Halaman indeks ! style="text-align: center;" |Catatan khusus |- |1. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf|100px]] | [[Anna Karenine 1]] | [[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |2. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf|100px]] | [[Anna Karenine 2]] | [[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |3. | style="text-align: center;" | [[Berkas:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf|100px]] | [[Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia (Civics)]] | [[Indeks:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf]] | |- |4. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf|100px]] | [[Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan]] | [[Indeks:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |5. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf|100px]] | [[Perkembangan Situasi Politik di Indonesia Proloog dan Epiloog Gestapu PKI]] | [[Indeks:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf]] | Sudah selesai dujibaca |- |6. | style="text-align: center;" | [[Berkas:San min chu i.pdf|100px]] | [[San Min Chu I]] | [[Indeks:San min chu i.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |7. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf|100px]] | [[Menudju Republik Indonesia]] | [[Indeks:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf]] | |- |8. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Sair rempah rempah.pdf|100px]] | [[Sair rempah rempah]] | [[Indeks:Sair rempah rempah.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |9. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Dari Puncak Bukit Talang.pdf|100px]] | [[Dari Puncak Bukit Talang]] | [[Indeks:Dari Puncak Bukit Talang.pdf]] | |- |10. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf|100px]] | [[Rencana Ekonomi Berjuang]] | [[Indeks:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf]] | |- |11. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Korban Boedi.pdf|100px]] | [[Korban Boedi]] | [[Indeks:Korban Boedi.pdf]] | |- |} == Halaman untuk Ditransklusi == Penghitungan kontribusi menggunakan perkakas khusus. Halaman yang telah ditransklusi disetorkan melalui Fountain di sini. {| class="wikitable" {{ts|wa}} ! style="text-align: center;" |No ! style="text-align: center;" |Judul ! style="text-align: center;" |Halaman indeks ! style="text-align: center;" |Halaman Transklusi (Utama) ! style="text-align: center;" |Catatan khusus |- |1. | | | | |- |2. | | | |- |} p5y3sg6kq2c2ev0tbp3jh9ey2lmt5hq Halaman:Sair rempah rempah.pdf/7 104 111290 311602 310577 2026-08-12T02:47:19Z Ibrohim tijani 26379 311602 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>[[Berkas:Sair rempah rempah.pdf|page=7|500px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude> lr832ameztfd0ty371cn37c0ex1ce5e Halaman:Sair rempah rempah.pdf/1 104 111292 311599 309807 2026-08-12T02:45:04Z Ibrohim tijani 26379 311599 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>[[Berkas:Sair rempah rempah.pdf|page=1|500px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude> 7igh2m4x8g8sbpnkzcgzqmsvkc1up30 Halaman:Sair rempah rempah.pdf/2 104 111293 311600 310575 2026-08-12T02:46:11Z Ibrohim tijani 26379 311600 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>[[Berkas:Sair rempah rempah.pdf|page=2|500px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude> 10085no4q83yf20xzb8mbvrpfquqe4v Halaman:Sair rempah rempah.pdf/3 104 111294 311601 309809 2026-08-12T02:46:31Z Ibrohim tijani 26379 311601 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>[[Berkas:Sair rempah rempah.pdf|page=3|500px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude> 2tfp8zje1437b35g3vzwhplufexnjrt Halaman:Sair rempah rempah.pdf/8 104 111298 311603 309814 2026-08-12T02:47:52Z Ibrohim tijani 26379 311603 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>[[Berkas:Sair rempah rempah.pdf|page=8|500px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude> 99ekuasmu3635ossouhwzdbutlsiwvc Halaman:Sair rempah rempah.pdf/9 104 111299 311604 309815 2026-08-12T02:48:17Z Ibrohim tijani 26379 ←Mengganti halaman dengan '[[Berkas:Sair rempah rempah.pdf|page=9|500px|nirbing|pus]]' 311604 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>[[Berkas:Sair rempah rempah.pdf|page=9|500px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude> 55jsrjbrqkthybc0nz8txbn6w7k92d5 Halaman:San min chu i.pdf/18 104 111419 311659 309994 2026-08-12T04:38:08Z Ibrohim tijani 26379 311659 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh|Uraian I}} :Kekurangan semangat kebangsaan di Tiongkok nasionalitet atau bangsa dan negara-- Perbedaan antara Faktor-faktor jang mentjiptakan suatu bangsa ; pertalian darah, persatuan bahasa, persamaan tjara hidup, agama dan persamaan adat istiadat Bangsa Tionghoa adalah suatu bangsa jang homogin ; tetapi meskipun begitu tidak pernah bersatu Bahaja-bahaja jang mengantjam bangsa Tionghoa : perkembangan tjepat bangsa-bangsa ' lain Kemadjuan bangsa-bangsa Inggeris, Djepang, Rusia, Djerman, Amerika dan Perantjis dalam abad jang achir ini Pembaharuan Djepang dan Revolusi Rusia jang berfaedah bagi Tiongkok Bangsa Tionghoa dalam zaman dahulu menelan bangsa jang menindasnja, tetapi dalam zaman jang akan datang tak mungkin berbuat lagi Pembatasan djumlah kelahiran adalah suatu haluan jang sangat berbahaja bagi Tiongkok'' ''Tuan-tuan, hari ini saja datang kemari untuk membitjarakan asas-asas-pokok San Min. Apakah jang dinamakan asas-asas-pokok San Min itu? Dalam arti jang sederhana asas-asas-pokok San Min ini menundjukkan satu pokok haluan jang bertudjuan mentjapai keselamatan abadi bagi bangsa kita. Apakah arti perkataan asas-pokok ? Jang dimaksudkan dengan asas-pokok ialah suatu pikiran, suatu kepertjajaan dan suatu kekuatan. Ketika manusia mulai memahamkan suatu soal, maka pertama-tama timbullah dalamdirinja suatu pikiran ; kalau pikiran ini sudah agak terang baginja, maka hal itu menimbulkan suatu kepertjajaan ; dan berdasarkan kepertjajaan ini, maka kekuatan akan tertjipta. Sebab itu suatu asaspokok harus dimulai dengan timbulnja suatu pikiran, pikiran ini mengakibatkan kepertjajaan dan kepertjaan ini selandjutnja melahirkan kekuatan dan barulah sesudah meliwati fase-fase ini semuanja, asas-pokok itu dapat berdiri dengan teguh. Mengapakah kita berani mengatakan bahwa asas-asas-pokok San Min dapat menjelamatkan bangsa kita? Karena asas-asas-pokok ini dapat mengangkat negara Tiongkok dari lembah kehinaan sekarang ini kekedudukan jang sedjadjar dengan bangsa-bangsa lain dalam soal-soal internasional, pemerintahan dan penghidupan ekonomi, hingga ia dapat berdiri dengan kekal dan sentausa. Asas-asas-pokok San Min adalah suatu pokok haluan bagi bangsa kita untuk mentjapai keselamatan. Bukankah Tiongkok pada waktu ini sangat membutuhkan kese-''<noinclude></noinclude> f4ubkmv7b42z1bmozqqikgqo9l321r7 311660 311659 2026-08-12T04:38:44Z Ibrohim tijani 26379 311660 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||Uraian I}} :Kekurangan semangat kebangsaan di Tiongkok nasionalitet atau bangsa dan negara-- Perbedaan antara Faktor-faktor jang mentjiptakan suatu bangsa ; pertalian darah, persatuan bahasa, persamaan tjara hidup, agama dan persamaan adat istiadat Bangsa Tionghoa adalah suatu bangsa jang homogin ; tetapi meskipun begitu tidak pernah bersatu Bahaja-bahaja jang mengantjam bangsa Tionghoa : perkembangan tjepat bangsa-bangsa ' lain Kemadjuan bangsa-bangsa Inggeris, Djepang, Rusia, Djerman, Amerika dan Perantjis dalam abad jang achir ini Pembaharuan Djepang dan Revolusi Rusia jang berfaedah bagi Tiongkok Bangsa Tionghoa dalam zaman dahulu menelan bangsa jang menindasnja, tetapi dalam zaman jang akan datang tak mungkin berbuat lagi Pembatasan djumlah kelahiran adalah suatu haluan jang sangat berbahaja bagi Tiongkok'' ''Tuan-tuan, hari ini saja datang kemari untuk membitjarakan asas-asas-pokok San Min. Apakah jang dinamakan asas-asas-pokok San Min itu? Dalam arti jang sederhana asas-asas-pokok San Min ini menundjukkan satu pokok haluan jang bertudjuan mentjapai keselamatan abadi bagi bangsa kita. Apakah arti perkataan asas-pokok ? Jang dimaksudkan dengan asas-pokok ialah suatu pikiran, suatu kepertjajaan dan suatu kekuatan. Ketika manusia mulai memahamkan suatu soal, maka pertama-tama timbullah dalamdirinja suatu pikiran ; kalau pikiran ini sudah agak terang baginja, maka hal itu menimbulkan suatu kepertjajaan ; dan berdasarkan kepertjajaan ini, maka kekuatan akan tertjipta. Sebab itu suatu asaspokok harus dimulai dengan timbulnja suatu pikiran, pikiran ini mengakibatkan kepertjajaan dan kepertjaan ini selandjutnja melahirkan kekuatan dan barulah sesudah meliwati fase-fase ini semuanja, asas-pokok itu dapat berdiri dengan teguh. Mengapakah kita berani mengatakan bahwa asas-asas-pokok San Min dapat menjelamatkan bangsa kita? Karena asas-asas-pokok ini dapat mengangkat negara Tiongkok dari lembah kehinaan sekarang ini kekedudukan jang sedjadjar dengan bangsa-bangsa lain dalam soal-soal internasional, pemerintahan dan penghidupan ekonomi, hingga ia dapat berdiri dengan kekal dan sentausa. Asas-asas-pokok San Min adalah suatu pokok haluan bagi bangsa kita untuk mentjapai keselamatan. Bukankah Tiongkok pada waktu ini sangat membutuhkan kese-''<noinclude></noinclude> k5vk4ktjyyk9zbpiz44n9nx5hduwrvj 311661 311660 2026-08-12T04:39:20Z Ibrohim tijani 26379 311661 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||Uraian I}} :Kekurangan semangat kebangsaan di Tiongkok nasionalitet atau bangsa dan negara-- Perbedaan antara Faktor-faktor jang mentjiptakan suatu bangsa ; pertalian darah, persatuan bahasa, persamaan tjara hidup, agama dan persamaan adat istiadat Bangsa Tionghoa adalah suatu bangsa jang homogin ; tetapi meskipun begitu tidak pernah bersatu Bahaja-bahaja jang mengantjam bangsa Tionghoa : perkembangan tjepat bangsa-bangsa ' lain Kemadjuan bangsa-bangsa Inggeris, Djepang, Rusia, Djerman, Amerika dan Perantjis dalam abad jang achir ini Pembaharuan Djepang dan Revolusi Rusia jang berfaedah bagi Tiongkok Bangsa Tionghoa dalam zaman dahulu menelan bangsa jang menindasnja, tetapi dalam zaman jang akan datang tak mungkin berbuat lagi Pembatasan djumlah kelahiran adalah suatu haluan jang sangat berbahaja bagi Tiongkok'' ''Tuan-tuan, hari ini saja datang kemari untuk membitjarakan asas-asas-pokok San Min. Apakah jang dinamakan asas-asas-pokok San Min itu? Dalam arti jang sederhana asas-asas-pokok San Min ini menundjukkan satu pokok haluan jang bertudjuan mentjapai keselamatan abadi bagi bangsa kita. Apakah arti perkataan asas-pokok ? Jang dimaksudkan dengan asas-pokok ialah suatu pikiran, suatu kepertjajaan dan suatu kekuatan. Ketika manusia mulai memahamkan suatu soal, maka pertama-tama timbullah dalamdirinja suatu pikiran ; kalau pikiran ini sudah agak terang baginja, maka hal itu menimbulkan suatu kepertjajaan ; dan berdasarkan kepertjajaan ini, maka kekuatan akan tertjipta. Sebab itu suatu asaspokok harus dimulai dengan timbulnja suatu pikiran, pikiran ini mengakibatkan kepertjajaan dan kepertjaan ini selandjutnja melahirkan kekuatan dan barulah sesudah meliwati fase-fase ini semuanja, asas-pokok itu dapat berdiri dengan teguh. Mengapakah kita berani mengatakan bahwa asas-asas-pokok San Min dapat menjelamatkan bangsa kita? Karena asas-asas-pokok ini dapat mengangkat negara Tiongkok dari lembah kehinaan sekarang ini kekedudukan jang sedjadjar dengan bangsa-bangsa lain dalam soal-soal internasional, pemerintahan dan penghidupan ekonomi, hingga ia dapat berdiri dengan kekal dan sentausa. Asas-asas-pokok San Min adalah suatu pokok haluan bagi bangsa kita untuk mentjapai keselamatan. Bukankah Tiongkok pada waktu ini sangat membutuhkan kese-''<noinclude></noinclude> 68ri4mtjmwi6glvbkwv9q8ienszfiz8 311662 311661 2026-08-12T04:39:53Z Ibrohim tijani 26379 311662 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||Uraian I}} :Kekurangan semangat kebangsaan di Tiongkok nasionalitet atau bangsa dan negara-- Perbedaan antara Faktor-faktor jang mentjiptakan suatu bangsa ; pertalian darah, persatuan bahasa, persamaan tjara hidup, agama dan persamaan adat istiadat Bangsa Tionghoa adalah suatu bangsa jang homogin ; tetapi meskipun begitu tidak pernah bersatu Bahaja-bahaja jang mengantjam bangsa Tionghoa : perkembangan tjepat bangsa-bangsa ' lain Kemadjuan bangsa-bangsa Inggeris, Djepang, Rusia, Djerman, Amerika dan Perantjis dalam abad jang achir ini Pembaharuan Djepang dan Revolusi Rusia jang berfaedah bagi Tiongkok Bangsa Tionghoa dalam zaman dahulu menelan bangsa jang menindasnja, tetapi dalam zaman jang akan datang tak mungkin berbuat lagi Pembatasan djumlah kelahiran adalah suatu haluan jang sangat berbahaja bagi Tiongkok'' ''Tuan-tuan, hari ini saja datang kemari untuk membitjarakan asas-asas-pokok San Min. Apakah jang dinamakan asas-asas-pokok San Min itu? Dalam arti jang sederhana asas-asas-pokok San Min ini menundjukkan satu pokok haluan jang bertudjuan mentjapai keselamatan abadi bagi bangsa kita. Apakah arti perkataan asas-pokok ? Jang dimaksudkan dengan asas-pokok ialah suatu pikiran, suatu kepertjajaan dan suatu kekuatan. Ketika manusia mulai memahamkan suatu soal, maka pertama-tama timbullah dalamdirinja suatu pikiran ; kalau pikiran ini sudah agak terang baginja, maka hal itu menimbulkan suatu kepertjajaan ; dan berdasarkan kepertjajaan ini, maka kekuatan akan tertjipta. Sebab itu suatu asaspokok harus dimulai dengan timbulnja suatu pikiran, pikiran ini mengakibatkan kepertjajaan dan kepertjaan ini selandjutnja melahirkan kekuatan dan barulah sesudah meliwati fase-fase ini semuanja, asas-pokok itu dapat berdiri dengan teguh. Mengapakah kita berani mengatakan bahwa asas-asas-pokok San Min dapat menjelamatkan bangsa kita? Karena asas-asas-pokok ini dapat mengangkat negara Tiongkok dari lembah kehinaan sekarang ini kekedudukan jang sedjadjar dengan bangsa-bangsa lain dalam soal-soal internasional, pemerintahan dan penghidupan ekonomi, hingga ia dapat berdiri dengan kekal dan sentausa. Asas-asas-pokok San Min adalah suatu pokok haluan bagi bangsa kita untuk mentjapai keselamatan. Bukankah Tiongkok pada waktu ini sangat membutuhkan kese-''<noinclude></noinclude> q5zzjyhtzy4wpn56o5wnvp5kg2occ2p 311663 311662 2026-08-12T04:40:17Z Ibrohim tijani 26379 311663 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||Uraian I}} :{{gap}}Kekurangan semangat kebangsaan di Tiongkok nasionalitet atau bangsa dan negara-- Perbedaan antara Faktor-faktor jang mentjiptakan suatu bangsa ; pertalian darah, persatuan bahasa, persamaan tjara hidup, agama dan persamaan adat istiadat Bangsa Tionghoa adalah suatu bangsa jang homogin ; tetapi meskipun begitu tidak pernah bersatu Bahaja-bahaja jang mengantjam bangsa Tionghoa : perkembangan tjepat bangsa-bangsa ' lain Kemadjuan bangsa-bangsa Inggeris, Djepang, Rusia, Djerman, Amerika dan Perantjis dalam abad jang achir ini Pembaharuan Djepang dan Revolusi Rusia jang berfaedah bagi Tiongkok Bangsa Tionghoa dalam zaman dahulu menelan bangsa jang menindasnja, tetapi dalam zaman jang akan datang tak mungkin berbuat lagi Pembatasan djumlah kelahiran adalah suatu haluan jang sangat berbahaja bagi Tiongkok'' ''Tuan-tuan, hari ini saja datang kemari untuk membitjarakan asas-asas-pokok San Min. Apakah jang dinamakan asas-asas-pokok San Min itu? Dalam arti jang sederhana asas-asas-pokok San Min ini menundjukkan satu pokok haluan jang bertudjuan mentjapai keselamatan abadi bagi bangsa kita. Apakah arti perkataan asas-pokok ? Jang dimaksudkan dengan asas-pokok ialah suatu pikiran, suatu kepertjajaan dan suatu kekuatan. Ketika manusia mulai memahamkan suatu soal, maka pertama-tama timbullah dalamdirinja suatu pikiran ; kalau pikiran ini sudah agak terang baginja, maka hal itu menimbulkan suatu kepertjajaan ; dan berdasarkan kepertjajaan ini, maka kekuatan akan tertjipta. Sebab itu suatu asaspokok harus dimulai dengan timbulnja suatu pikiran, pikiran ini mengakibatkan kepertjajaan dan kepertjaan ini selandjutnja melahirkan kekuatan dan barulah sesudah meliwati fase-fase ini semuanja, asas-pokok itu dapat berdiri dengan teguh. Mengapakah kita berani mengatakan bahwa asas-asas-pokok San Min dapat menjelamatkan bangsa kita? Karena asas-asas-pokok ini dapat mengangkat negara Tiongkok dari lembah kehinaan sekarang ini kekedudukan jang sedjadjar dengan bangsa-bangsa lain dalam soal-soal internasional, pemerintahan dan penghidupan ekonomi, hingga ia dapat berdiri dengan kekal dan sentausa. Asas-asas-pokok San Min adalah suatu pokok haluan bagi bangsa kita untuk mentjapai keselamatan. Bukankah Tiongkok pada waktu ini sangat membutuhkan kese-''<noinclude></noinclude> qlbh50h5wd5wvno0up2jy0ftqhnh3m5 311664 311663 2026-08-12T04:40:35Z Ibrohim tijani 26379 311664 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||'''Uraian I'''}} :{{gap}}Kekurangan semangat kebangsaan di Tiongkok nasionalitet atau bangsa dan negara-- Perbedaan antara Faktor-faktor jang mentjiptakan suatu bangsa ; pertalian darah, persatuan bahasa, persamaan tjara hidup, agama dan persamaan adat istiadat Bangsa Tionghoa adalah suatu bangsa jang homogin ; tetapi meskipun begitu tidak pernah bersatu Bahaja-bahaja jang mengantjam bangsa Tionghoa : perkembangan tjepat bangsa-bangsa ' lain Kemadjuan bangsa-bangsa Inggeris, Djepang, Rusia, Djerman, Amerika dan Perantjis dalam abad jang achir ini Pembaharuan Djepang dan Revolusi Rusia jang berfaedah bagi Tiongkok Bangsa Tionghoa dalam zaman dahulu menelan bangsa jang menindasnja, tetapi dalam zaman jang akan datang tak mungkin berbuat lagi Pembatasan djumlah kelahiran adalah suatu haluan jang sangat berbahaja bagi Tiongkok'' ''Tuan-tuan, hari ini saja datang kemari untuk membitjarakan asas-asas-pokok San Min. Apakah jang dinamakan asas-asas-pokok San Min itu? Dalam arti jang sederhana asas-asas-pokok San Min ini menundjukkan satu pokok haluan jang bertudjuan mentjapai keselamatan abadi bagi bangsa kita. Apakah arti perkataan asas-pokok ? Jang dimaksudkan dengan asas-pokok ialah suatu pikiran, suatu kepertjajaan dan suatu kekuatan. Ketika manusia mulai memahamkan suatu soal, maka pertama-tama timbullah dalamdirinja suatu pikiran ; kalau pikiran ini sudah agak terang baginja, maka hal itu menimbulkan suatu kepertjajaan ; dan berdasarkan kepertjajaan ini, maka kekuatan akan tertjipta. Sebab itu suatu asaspokok harus dimulai dengan timbulnja suatu pikiran, pikiran ini mengakibatkan kepertjajaan dan kepertjaan ini selandjutnja melahirkan kekuatan dan barulah sesudah meliwati fase-fase ini semuanja, asas-pokok itu dapat berdiri dengan teguh. Mengapakah kita berani mengatakan bahwa asas-asas-pokok San Min dapat menjelamatkan bangsa kita? Karena asas-asas-pokok ini dapat mengangkat negara Tiongkok dari lembah kehinaan sekarang ini kekedudukan jang sedjadjar dengan bangsa-bangsa lain dalam soal-soal internasional, pemerintahan dan penghidupan ekonomi, hingga ia dapat berdiri dengan kekal dan sentausa. Asas-asas-pokok San Min adalah suatu pokok haluan bagi bangsa kita untuk mentjapai keselamatan. Bukankah Tiongkok pada waktu ini sangat membutuhkan kese-''<noinclude></noinclude> c1w22kvxr69fa4g60xnvflm4377k8j2 Halaman:San min chu i.pdf/36 104 111455 311667 310044 2026-08-12T04:43:00Z Ibrohim tijani 26379 311667 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||Uraian II }} :Rakjat Tiongkok sekarang bukan sadja dipengaruhi oleh kekuatan seleksi dari Alam, tetapi djuga oleh tekanan pendjadjahan politik dan Pengaekonomi Banjak daerah djadjahan negara Tiongkok hilang wawasan ekonomi tak dapat kita rasakan, tetapi tetap sangat membahajakan Tiongkok satu „hypokoloni " Pengawasan bangsa asing atas bea Kerugian Tiongkok dilapangan ekopelabuhan-pelabuhan Tiongkok nomi, karena pemasukan barang-barang asing, uang kertas asing, bankbank penukar kepunjaan bangsa asing, pemuatan barang-barang bangsa asing, keuntungan dalam daerah konsesi dan keleluasaan berspekulasi. '' ''Sedjak zaman purbakala, perkembangan dan penjusutan manusia berpengaruh besar atas timbul tenggelamnja bangsa-bangsa. Hal ini disebut hukum seleksi alam. Sedjak masjarakat manusia belum kuat menentang kekuatan-kekuatan Alam, banjak bangsabangsa kuno jang ternama punah dengan tidak meninggalkan djedjak. Bangsa-bangsa Tionghoa, jang sebenarnja sudah bersedjarah 4000 tahun dan dengan sendirinja paling sedikit lima atau enam ribu tahun jang lalu sudah berdiri, pun termasuk salah satu diantara bangsa-bangsa kuno jang terbesar. Sungguhpun sepandjang masa sedjarah itu, kita sangat hebat diombang-ambingkan oleh kekuatan Alam, namun bangsa kita tetap abadi karena Alam, malahan Alam mempersubur keadaan bangsa kita. Kita sudah berkembang, mentjapai djumlah 400 djuta manusia, dan masih tetap berdjumlah terbanjak diantara bangsa-bangsa didunia ; kita lebih banjak mengetjap hikmat Alam dari pada bangsa-bangsa lain, sehingga berkat pengalaman jang beribu-ribu tahun lamanja, pergerakan kemanusiaan dan perubahan, kita lihat bahwa peradaban kita madju terus mentjapai deradjat tinggi serta terhindar dari sifat-sifat jang membawa kemunduran. Generasi berganti generasi, dan sampai sekarang kita masih tetap djadi satu bangsa jang berkebudajaan djauh lebih tinggi dari bangsa-bangsa lain didunia. Maka itu ada segolongan jang optimis, karena bangsa Tionghoa telah tabah menahan penderitaan-penderitaan diwaktu jang sudah-sudah, mengambil kesimpulan, bahwa bangsa Tionghoa akan tetap berdiri dimasa depan. Tetapi, keterangan dan pengharapan ini , menurut pikiran saja keliru. Kalau keadaan tersebut itu betul menurut seleksi Alam, maka bangsa kita tak akan hantjur ; akan tetapi kemadjuan didunia ini''<noinclude></noinclude> l69zl2s0sz3datpa2tghvmezzh1afz5 Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/11 104 111525 311726 310154 2026-08-12T11:39:17Z Ammachemist 27288 311726 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||— 3 —}}</noinclude>{{U|Dalam Bidang Pemerintahan dan Legislatio}} Dalam badan2 ini setjara mudah mereka memasukkan pengaruhnja berkat bantuan jang tidak ternilai dari legalitas jang ada pada Subandrio cs sehingga dalam waktu jang tidak begitu lama, praktis mereka sudah mempunjai orang2 dimana-mana dari tingkat pemerintahan jang terendah sampai jang tertinggi dan wakil2 mereka berhasil memaksakan untuk duduk dalam badan2 perwakilan dimana seorang anggota mereka tadinja tidak diwakili karena ketiadaan anggota mereka. Dengan manipulasi daripada ad ja ran Bung Karno seperti NASAKOM misainja, mereka mendobrak semua pintu2 jang tadinja masih tertutup bagi mereka. {{U|Dibidang ABRI}} Setelah mereka dengan hasil jang gilang-gemilang dan tanpa kerugian apa2 sudah berhasil memusnahkan lawan politikn ja menghantjurkan pendukung2 kebudajaan Indonesia, menghantjurkan opposisi pers/mass-media jang tidak sukn kepada mereka, menginfiltrasi semua bidang pemerintahan dan badan2 legislatip, kemudian mereka beralih untuk menghantjurkan ABRI jang menurut perhitungan tahap terachir untuk memperoleh kemenangan mutlak di Indonesia dengan pengambilalihan pemerintahan jang dipimpin oleh Bung Karno seperti kemudian ternjata dengan kudeta 30 September 1966 jang gagal itu. Mereka menseleksi perwira2 jang mereka kia bisa diadjak, untuk kemudian diberikan penasihat2, pembina2 idiologis, sehingga nanti bisa disuruh mengambil oper kekuasaan dari dalam. Mereka lansir adanja diskriminasi dalam angkatan, perwira dan bawahan, misalnja ingat sadja peristiwa jang terdjadi di Surabaya. Mereka adudombakan satu angkatan dengan angkatan jang lain, misalnja dengan demonstrasi dengan yel2 jang berbunji; Hidup Polisi, Polisi dengan Rakjat, maksudnja tidak lain untuk memisahkan Polisi dari Angkatan Bersendjata. Kemudian dalam rangka ini djuga mereka merapatkan diri dengan URI jang boleh dikatakan tidak ikut dalam penumpasan PKI di Madiun dalam tahun 1948, ketika mereka melakukan pemberontakan. Dan didalam meningkatnja konfrontasi kita kepada "Malaysia", mereka melansir perlunja dibentuk Angkatan Kelima jang terdiri dari Buruh dan Tani. Usaha2 mereka untuk mendiskreditkan TNI dan menanam perpet jahan dalam kalangan ABRI setjara insidentil memang berhasil, tetapi TNI selalu mengikuti gerak-gerik mereka setjara teliti sehingga TNI tidak djadi masuk perangkap, bahkan mengkonsolidir dirinja sampai kedesa-desa.<noinclude></noinclude> 00styuatl8v6qq9c2frogk72jehpp29 311727 311726 2026-08-12T11:40:19Z Ammachemist 27288 311727 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||— 3 —}}</noinclude>{{U|Dalam Bidang Pemerintahan dan Legislatio}} Dalam badan2 ini setjara mudah mereka memasukkan pengaruhnja berkat bantuan jang tidak ternilai dari legalitas jang ada pada Subandrio cs sehingga dalam waktu jang tidak begitu lama, praktis mereka sudah mempunjai orang2 dimana-mana dari tingkat pemerintahan jang terendah sampai jang tertinggi dan wakil2 mereka berhasil memaksakan untuk duduk dalam badan2 perwakilan dimana seorang anggota mereka tadinja tidak diwakili karena ketiadaan anggota mereka. Dengan manipulasi daripada ad ja ran Bung Karno seperti NASAKOM misainja, mereka mendobrak semua pintu2 jang tadinja masih tertutup bagi mereka. {{U|Dibidang ABRI}} Setelah mereka dengan hasil jang gilang-gemilang dan tanpa kerugian apa2 sudah berhasil memusnahkan lawan politikn ja menghantjurkan pendukung2 kebudajaan Indonesia, menghantjurkan opposisi pers/mass-media jang tidak sukn kepada mereka, menginfiltrasi semua bidang pemerintahan dan badan2 legislatip, kemudian mereka beralih untuk menghantjurkan ABRI jang menurut perhitungan tahap terachir untuk memperoleh kemenangan mutlak di Indonesia dengan pengambilalihan pemerintahan jang dipimpin oleh Bung Karno seperti kemudian ternjata dengan kudeta 30 September 1966 jang gagal itu. Mereka menseleksi perwira2 jang mereka kia bisa diadjak, untuk kemudian diberikan penasihat2, pembina2 idiologis, sehingga nanti bisa disuruh mengambil oper kekuasaan dari dalam. Mereka lansir adanja diskriminasi dalam angkatan, perwira dan bawahan, misalnja ingat sadja peristiwa jang terdjadi di Surabaya. Mereka adudombakan satu angkatan dengan angkatan jang lain, misalnja dengan demonstrasi dengan yel2 jang berbunji; Hidup Polisi, Polisi dengan Rakjat, maksudnja tidak lain untuk memisahkan Polisi dari Angkatan Bersendjata. Kemudian dalam rangka ini djuga mereka merapatkan diri dengan URI jang boleh dikatakan tidak ikut dalam penumpasan PKI di Madiun dalam tahun 1948, ketika mereka melakukan pemberontakan. Dan didalam meningkatnja konfrontasi kita kepada "Malaysia", mereka melansir perlunja dibentuk {{u|Angkatan Kelima}} jang terdiri dari Buruh dan Tani. Usaha2 mereka untuk mendiskreditkan TNI dan menanam perpet jahan dalam kalangan ABRI setjara insidentil memang berhasil, tetapi TNI selalu mengikuti gerak-gerik mereka setjara teliti sehingga TNI tidak djadi masuk perangkap, bahkan mengkonsolidir dirinja sampai kedesa-desa.<noinclude></noinclude> gzyykj3zw4tmxvf5ynwjjjbus8w3gyq Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/19 104 111541 311731 310247 2026-08-12T11:52:15Z Ammachemist 27288 311731 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||- 7 -}}</noinclude>{{U|Reaksi Mahasiswa & ABRI}} Setelah manuver2 politik dan ant jaman2 serta intimidasi dari Subandrio-Chaerul Saleh c.s. menemui kegagalan, maka para mahasiswa mengambil inisiatip untuk melant jarkan demonstrasi2 untuk mendjatuhkan Subandrio-Chaerul Saleh c.s. Demonstrasi2 hebat jang dilakukan gelombang demi gelombang mentjapai hasil, sehingga Bung Karno memanggil mereka untuk turut menghadiri suatu rapat paripurna Kabinet di Bogor, jaitu tgl. 15 Djanuari 1966. Ketika rapat paripurna tersebut dilangsungkan di Bogor, berpuluh-puluh ribu mahasiswa mengelilingi Istana Bogor dengan berteriak-teriak, sehingga terpaksa Pak Suharto dan Pak Martadinata turun tangan untuk mententeramkannja. Anehnja pada rapat Kabinet paripuma tersebut, Presiden mengadakan suatu pidato jang sama sekali tidak diharapkan. Intisari dari pidato tsb. adalah hendak mengadakan alternatip kepada Rakjat/ABRI/Mahasiswa dalam arti hendak mendorong setiap orang jang tidak setudju kepada beleidnja untuk berdiri dipihak oposisi. Bahkan dalam pidato tsb. tertanam antjanan tersembunji untuk menggilas siapa sadja jang menghalang-halangi djalannja beleid Pemimpin Besar Revolusi. Pidato ini jang diketahui segera adalah atas dorongan dari Subandrio dan Chaerul Saleh c.s. pada hari itu djuga di lah oleh pimpinan Angkatan Darat dan pada hari itu djuga pimpinan Angkatan Darat mengeluarkan suatu pernjataan jang pada pokolaja adalah sbb : # Bahwa AD tetap setia kepada Presiden/Panglima Tertinggi/PBR/Mandataris MPRS. # Bahwa AD sebagai anak kandung Revolusi, berasal dari Rakjat dan akan tetap berdjuang dipihak Rakjat. # Bahwa AD adalah alat Revolusi jang sudah bertekad bulat untuk menjelamatkan Revolusi Indonesia. # Bahwa AD adalah alat negara jang bertanggung-djawab penuh atas keamanan dan ketertiban umum. Pada sore harinja jendral Nasution sebagai KASAB/Menteri Pertahanan-Keamanan mengadakan suatu pertemuan dengan keempat panglima angkatan dan segera mengeluarkan pernjataan resmi jang isinja serupa dengan pernjataan pihak A.D. tsb. diatas. Disamping itu diadakan usaha2 untuk memberi pendjelasan2 kepada parpol2, orpol2, ormas2 dan kepada chalajak ramai tentang situasi terachir.<noinclude></noinclude> l694ykkrysnig3dieda1c4y7crlmru2 Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/17 104 111542 311730 310239 2026-08-12T11:49:14Z Ammachemist 27288 311730 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||- 6 - }}</noinclude>mereka untuk melakukan pengrusakan2 jang tidak bertanggungdjawab. Pada demonstrasi di Hotel Indonesia dimana ditimbulkan kerusakan2, ternjata jang merusak adalah anggota2 CGMI dan ketika demonstrasi di Deparlu, jang merusak adalah anggota2 Kongres Buruh Marhaenis jang dibajar. Banjak lagi tertangkap infiltran2 mereka kedalam Gerakan Mahasiswa ini. Maneuver inipun tidak membawa hasi jang mereka harapkan, karena walaupun KAMI sempat dibubarkan dan Universitas Indonesia ditutup, namun tekad bulat daripada mahasiswa achirnja menggagalkan maneuver2 mereka itu. c. Oleh Pemerintah Subandrio dibentuk suatu Facts Finding Committee untuk menjelidiki sampai seberapa djauh dan seberapa banjak korban dari pihak Castopu/PKI. Sementara itu BPI-nja Subandrio sudah menjebut-njebut angka2 sebesar 150.000 orang korban. Tetapi setelah Komite ini kembali, mereka melaporkan bahwa korban manusia jang diperoleh angkanja iaiah sebesar 87.000 orang dari ke duabelah fihak. Usaha ini tidak membantu mereka dan tidak ada terbuka djalan untuk mempergunakan legalitas Dr.Subandrio untuk mengkambing-hitamkan Angkatan Darat. d. Serentak dengan usaha2 tersebut diatas, Gestapu/PKI djuga mengadakan infiltrasi kepihak parts2 seperti PN, PSII, NU, PERTI, dll dan boleh dikatakan bahwa pada waktu itu infiltrasi ini telah sempat membawa hasil jang lumajan bagi mereka, apalagi dengan plintat-plintunja golongan PNI Ali-Surachman, pertentangan2 didalan partai itu menguntungkan bagi PKI. e. Setelah maneuver2 tsb. diatas tidak membawa hasil jang diharapkan oleh Gestapu/PKI beserta antekanja seperti Subandrio-Chaerul Saleh cs, maka mereka lebih kalap dan membabi buta karena mereka sudah dekat kepada kehantjuran totalnja. Dalam suatu rapat Kabinet, oleh Dr. Subandrio dikemukakan setjara blak-blakan bahwa tindakan MAHMILUB dan alat2 negara lainnja sudah lewat batas dan korban jang djatuh sekian banjanja adalah karena ketidakmampuan ABRI dan ABRI dipersalahhkannja sebagai pihak jang bertanggung-djawab atas terus berlangsungnja gontok2an jang sampai membawa korban sedemikian banjak. Tuduhan ini setjara blak-blakan pula telah did jawab oleh Dandral Suharto (Men/Pangad) dengan mengatakan kira2 sbb : Kami sudah mengetahui dan sudah bersedia bahwa pada suatu saat kami djustru jang akan dituduh sebagai kaum kontra-revolusi. Dan kami sudah bersedia dan bersiap-siap untuk memindahkan djenazah para pahlawan Revolusi dari Makam Pahlawan. Dan djika memang sudah tiba waktunja untuk itu sekarang, maka kami tidak akan ragu2. Dengan utjapan itu jang ditafsirkan oleh Subandrio cs sebagai tantangan pada blok mereka, maka masalah ini terpaksa dihentikan sampai disitu sadja.<noinclude></noinclude> 33vlcfu0143p5mdxmfcx8j27k5ae72g Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/13 104 111543 311728 310227 2026-08-12T11:42:10Z Ammachemist 27288 311728 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|— 4 —}}</noinclude>{{U|Usaha Pisahkan TNI Dari PBR}} Usaha PKI dan Subandrio c.s. untuk memisahkan TNI dari PBR dilantjarkan dengan melaporkan kepada Presiden bahwa dikalangan TNI banjak jang tidak suka lagi kepada PBR bahkan mengatakan bahwa sudah ada Dewan Djendral jang mau mengadakan kup terhadap Bung Karno. Mereka sudah menentukan suatu program untuk suatu saat mengambil oper kekuasaan dari Bung Karno . Akan tetapi , berhubung karena timbulnja hal2 jang tadinja mereka tidak duga, maka rentjana mereka itu lantas dipertjepat, terutama karena sakitnja Bung Karno dalam bulan Djuni 1965. Seterusnja Sugito dan Njoto memberikan laporan bahwa TNI mau mengadakan penangkapan2 dikalangan PKI , Disamping ini, para pembina dari anggota ABRI jaitu agen2 PKI didalam ABRI melaporkan kepada PKI bahwa "pembinaan" mereka sudah berhasil baik dan djika Djakarta bisa diambil oper, maka daerah2 lainnja dengan mudah akan dapat dikuasai. Para "pembina" PKI dikalangan AURI ketika itu sudah berkejakinan bahwa AURI sudah ditangan, dst. dst. Faktor2 ini semua mempert jepat rent jana PKI mengadakan kudeta , sehingga PKI melalui Politbironja jang dipimpin oleh Aidit memutuskan untuk mengambil oper kekuasaan Pemerintah R.I. dengan memulai pembunuhan2 kedjam pada tg1 . 30 September 1965 atau 1 Oktober pagi2 . Inilah jang kita kenal sebagai GESTAPU dari PKI jaitu pengchianatan PKI jang ke-II sesudah Madiun. {{U|Pelaksanaan Operasi PKI}} Dalam langkah2 pertama daripada realisasi kudeta PKI itu, Politibiro PKI telah mengadakan sidang2 rahasia untuk membitjarakan situasi dan langkah2 jang akan dilaksanakan. Mengenai hari jang ditentukan untuk melantjarkan kudeta itu, keputusannja adalah pada Aidit sendiri. Pembagian tugas lainnja adalah sbb: {| class="wikisource-table" style="width:50%; text-align:left; line-height:1;" | Pimpinan operasi tertinggi : || Aidit |- | Pendamping dari Dr.Subandrio: || Njoto |- | Koordinasi kedaerah -daerah: || Lukman |- | Koordinasi Pemuda Rakjat Djakarta Raya: || N j o n o |- | Pelaksana Gerakan Operasi: || Unsur militer |- |} Pertimbangan untuk sampai kepada keputusan melaksanakan kudeta itu jang terpenting adalah sakitnja Presiden jang diduga oleh PKI ketika itu mungkin dapat mengakibatkan meninggainja Presiden. Dalam pelaksanaan keputusan ini fitnah mengenai adanja "Dewan Djendral" ( jaitu kreasi PKI sendiri) diintensipkan dengan tekanan bahwa "Dewan Djendral" jang dikreer oleh PKI itu akan mengadakan kudeta. Aidit memutuskan hari D-nja (D-Day) tg1. 30 September 1965 , tetapi kenjataannja mulai dilakukan pada tgl. 1 Oktober 1965 djam 2.00 pagi. Pentjulikan dan kemudian pembunuhan kedjam terhadap<noinclude></noinclude> 2kuy23bp897k6j28w3hf71syuba716m Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/15 104 111544 311729 310233 2026-08-12T11:47:30Z Ammachemist 27288 311729 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|| — 5 —}}</noinclude>Djendral2 TNI,diikuti dengan pengambil-alihan RRI dan gedung telekomunikasi, pembentukan Dewan Revolusi tanpa Bung Karno dan penurunan pangkat dari perwira2 tinggi Angkatan Darat. {{U|EPILOOG GESTAPU/PKI}} {{U|Amarah Rakjat Terhadap Gestapu/PKI}} Saudara2 sekalian, Kita semua sudah mengetahui bagaimana perkembangan selandjutnja. Tindakan2 jang diambil oleh Angkatan Darat untuk menjelamatkan Revolusi dan Pemimpin Besar Revolusi adalah dengan bantuan sepenuhnja dari Rakjat jang progressip-revolusioner jang heroik itu, jaitu dengan penghantjuran kekuatan kaum kontra-revolusi Gestapu/PKI. Amarah Rakjat terhadap Gestapu/PKI tidak dapat ditahan. Dalam waktu jang kurang dari 24 djam, potensi kaum kontra-revolusi habis tergulung, sehingga mythos tentang kekuatan PKI/Gestapu lenjap sama sekali. Gerakan Gestapu/PXI jang setjara serentak ditimbulkan di seluruh Indonesia dihadapi dengan serentak pula oleh Rakjat jang setia kepada Pantja Sila dan Bung Karno, sehingga musuh2 Revolusi: itu Pembunuhan2 jang dilakukan oleh PKI/Gestapu pada hari2 pertama dari kudetanja dibalas oleh keamarahan Rakjat jang sukar dikendalikan lagi sehingga roda Revolusi jang selalu mereka (PKI) dengung dengungkan menggilas mereka sendiri. Dengan tindakan spontan serta menjeluruh dari Rakjat, maka Gestapu/PKI tidak bisa berkutik lagi sehingga pengedjaran terhadap sisa2 jang ada dapat berdjalan terus dengan lantjar. {{U|Maneuver2 PKI Dan Antek2nja}} Untuk mentjegah kehantjuran total Gestapu/PKI, maka mereka mengadakan maneuver2 jang sangat litjik jang hampir2 kita tidak bisa kendalikan. Maneuver2 itu antara lain dilakukan dalam bentuk sbb : a. Mereka mentjetuskan idee jang kelihatannja menarik, tetapi pada waktu itu timingnja dipilih untuk mengat jaukan suasana, seperti pengisian djabatan Wakil Presiden. Sempat masaalah ini mendjadi pembit jaraan Rakjat tetapi setelah Angkatan Darat jang kemudian disusul oleh SAB dan seluruh Angkatan Bersendjata menjatakan bahwa mereka merasa belum ada kebutuhan untuk mengisi djabatan tsb., sedang Djendral Nasution jang disebutkan sebagai tjalon untuk kedudukan Wakil Presiden segera membantah berita itu, maka maneuver ini pun gagal. b. Kemudian setelah timbul demonstrasi2 untuk menuntut pembubaran PKI, maka Gestapu/PKI menginfiltrasi gerakan mahasiswa dengan menjelundupkan anggota2 mereka atau orang2 jang dibajar oleh<noinclude></noinclude> 4i8gvb6sr7a6g94nhxtm0c3jo237g96 Halaman:San min chu i.pdf/75 104 111575 311668 310224 2026-08-12T04:45:32Z Ibrohim tijani 26379 311668 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||Uraian IV}} :Ekspansi bangsa-bangsa kulit putih - Kekuasaan bangsa Anglo Saxon Sebab-sebab perang dunia; persaingan bangsa dan perebutan daerah Amerika Serikat terlibat dalam peperangan karena pertalian bangsa dengan Inggeris- Hasil faham Presiden Wilson tentang menentukan nasib sendiri bagi bangsa-bangsa jang ketjil Pengchianatan terhadap tjitaPada hakekatnja peperangan itu satu tjita ini sesudah peperangan Satu akibat peperangan jang sangat pertarungan kaum-kaum kapitalis Pertarungan dunia jang inemberi pengharapan ialah revolusi Rusia Dibandingkan akan datang antara jang ditindas dan jang menindas dengan imperialisme modern, imperialisme kuno di Tiongkok lumajan Pertjakapan dengan konsol Inggeris Kekuasaan Amerika di Pilipina berkenaan dengan turut sertanja Tiongkok dalam peperangan Dunia Kesedjadjaran Tudjuan Negara-negara Sekutu jang pura-pura tjita-tjita politik Tiongkok kuno dengan tjita-tjita politik modern Keunggulan peradaban Eropah kalau dibandingkan dengan peradaban Ilmu pengetaTiongkok hanja terletak dalam lapangan materi sadja Tiongkok harus mentjintai tjitahuan Barat suatu prestasi jang baru tjita leluhurnja - Nasionalisme tangga pertama kearah internasionalisme. Penduduk dunia dewasa ini sudah mendekati angka seribu lima ratus djuta. Seperempat dari djumlah ini terdapat di Tiongkok, hingga berarti bahwa dari tiap-tiap empat orang didunia ini terdapat seorang Tionghoa. Bangsa kulit putih di Eropah, semuanja djuga berdjumlah 400 djuta. Bangsa kulit putih jang sekarang sedang meningkat kepuntjak kemadjuan itu, dapat kita bagikan dalam empat matjam bangsa: di Eropah-Tengah dan Utara bangsa Teuton, jang telah mendirikan berbagai-bagai negara. Jang terbesar diantaranja ialah Djerman dan lain-lainnja: Ustria, Sweden, Norwegia, Belanda dan Danmark. Di Eropah-Timur bangsa Slavia, jang telah pula membentuk beberapa negara. Jang terbesar diantaranja ialah Rusia, sedangkan Peperangan Eropah mengakibatkan timbulnja negara-negara muda seperti: Tjekoslowakia dan Jugoslavia; di Eropah-Barat bangsa Saxon atau Anglo-Saxon, jang mentjiptakan dua negara besar: Inggeris dan Amerika Serikat; di Eropah-Selatan bangsa Latin, jang mendirikan berbagai-bagai negara. Jang terbesar ialah Prantjis, Itali, Spanjol dan Portugis. Bangsa ini sebagian pindah ke Amerika-Selatan dan membentuk pemerintahan disana, seperti bangsa Anglo-Saxon jang pindah ke Amerika-Utara dan membentuk negara Kanada dan Amerika Serikat. Bangsa kulit putih di Eropah jang sekarang hanja berdjumlah 400 djuta, terbagi''<noinclude></noinclude> dy4f0bjpow2vibued4u45ua67qtb43u Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/23 104 111593 311732 310258 2026-08-12T11:53:57Z Ammachemist 27288 311732 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||- 9 -}}</noinclude>Sementara itu pihak Angkatan Darat telah mengambil kebid jaksanaan untuk membentuk "Barisan Sukarno" diseluruh Indonesia dengan Panglima2 daerah langsung mend jadi Panglima barisan tersbut. Dengan tindakan ini A.D. sekaligus mentjegah dipertentangkann ja ABRI dengan "Angkatan Barisan Sukarno", jang memang dimaksudkan oleh golongan Subandrio cs. Pembentukan "Barisan Sukarno" melalui KOTI menemui kesulitan2, achirnja KOTI didiskreditkan sebagai suatu badan jang telah dikuasai Djendra12. Tuduhan2 dilontarkan seolah-olah KOTI merupakan kabinet bajangan dan achirnja KOTI dibubarkan dan dengan sendirinja Komando Kesatuan Nasional jang ada didalamnja. Subandrio cs tidak tinggal diam, maka ia bersama-sama dengan Achmadi dan Achadi berusaha terus membentuk Barisan Sukarno, walaupun Achmadi sebagai Menteri telah menjatakan bahwa Barisan Sukarno itu adalah barisan mental. Sebagai imbangan, Barisan Sukarno bentukan Angkatan Darat mengadakan appel serentak mengenai kesetiaan kepada PBR Dalam pada itu para mahasiswa dengan Trituntutan Rakjat terus bergerak dan berdjuang melalui demonstrasi2. Walaupun KAMI dibubarkan, para mahasiswa segera merobah namanja mendjadi KITA dan mereka tetap bertahan ai U.I. Sumba gan dari mana2 mengalir, dapur umum pada berdiri dimana-mana, sehingga gerakan mahasiswa dapat berdjalan terus. Kesatuan dan persatuan mahasiswa semakin membadja setelah mulai djatuh korban diantara mereka, jaitu gugurnja Arief Hakim pada salah satu demonstrasi. Pemakaman djenazah Almarhum Arief Rachman Hakim mendapat perhatian jang hangat dari seluruh akjat sehingga djumlah manusia jang turut mengantarkan djenazah tsb. mendekati kira2 1 djuta orang. Tekad bulat para mahasiswa tidak dapat ditawar-tawar lagi. Mere ka membentuk Resimen Arief Rachman Hakim dengan mempunjai bataljon2 jang diberi nama para Pahlawan Revolusi, misalnja bataljon Yani, bataljon Suprapto, dst. Perlu ditambahkan, bahwa ada kalanja gerakan KAMI ini diinfiltreer oleh kaum kontra-revolusi sengaja untuk mengeruhkan suasana dan merugikan nama KAMI, sehingga kadang2 timbul ekses seperti pengrusakan2 kantor dll. Sering telah tertangkap mereka jang menginfiltrasi itu, kadang2 mereka anggota CGMI, kadang2 dari KBM Ali-Surachman dsb.<noinclude></noinclude> bhcx8wb8ojrxkh3zcycvbpz02lwydz7 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/261 104 111594 311693 310263 2026-08-12T05:55:13Z Link PB 26772 311693 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''DASAR PENDIDIKAN TAMAN SISWA.'''</center> Bahwa Azas Taman Siswa jang dalam pokoknja sesuai dengan azas dan pedoman hidup manusia, baik bagi hidup seorang maupun bagi bangsa, terus dan tetap sesuai dan dapat dipakai dalam djaman dan keadaan apapun djuga. Azas Taman Siswa jang isinja dapat disimpulkan dalam dasar: <ol type="1" start="1"> <li>{{sp|Kodrat Alam,}}</li> <li>{{sp|Kemerdekaan,}}</li> <li>{{sp|Kebudajaan,}}</li> <li>{{sp|Kebangsaan,}}</li> <li>{{sp|Kemanusiaan.}}</li> </ol> mengandung pokok-pokok dan pedoman hidup manusia, didjadikan dasar oleh Taman Siswa sebagai pedoman dalam mendidik anak² bangsa kita kearah tudjuan keselamatan dan kebahagiaan manusia (lahir dan batin), dan didjadikan pedoman dan dasar dalam mengatur hidupnja diantara segenap anggota-anggotanja keluarga Taman Siswa. Didalam Zaman Pendjadjahan, Azas Taman Siswa merupakan pokok² dan pedoman perdjuangan bangsa melalui pendidikan anak² sebagai salah satu lapangan perdjuangan Rakjat umumnja, kearah kemerdekaan Bangsa sebagai satu ''tingkat tudjuannja''. Sedjak hari 17 Agustus 1945, berachirlah pendjadjahan ditanah air kita dan lahirlah Negara Merdeka dengan Pemerintah-nja, melalui djalan revolusi, berkat dan hasil perdjuangan seluruh Rakjat Kita. Dengan berhasilnja perdjuangan Rakjat kitat berupa kemerdekaan politik berarti djuga berhasilnja perdjuangan Taman Siswa sebagai peserta dalam perdjuangan revolusioner, dalam tingkat tudjuannja. Isi kemerdekaan lebih landjut sebagai tudjuan lebih landjut, ialah keselamatan dan kebahagiaan Rakjat umumnja, masih<noinclude> {{rh|||267}}</noinclude> 546wyjnm2ny8yugjehji22aen5hft7y Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/263 104 111600 311691 310274 2026-08-12T05:53:45Z Link PB 26772 311691 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><ol type="1" start="2"> <li>''Kodrat hidup manusia'' menundjukkan adanja segala kekuatan pada segala machluk manusia sebagai dasar hidupnja untuk pemeliharaan dan kemadjuan hidupnja, sehingga dengan berangsur-angsur dapatlah manusia mentjapai keselamatan dalam hidupnja lahir dan batin baik untuk diri pribadi maupun untuk masjarakat.</li> <li>''Kemerdekaan'' adalah sjarat mutlak didalam tiap² usaha pendidikan jang berdasarkan kejakinan, bahwa manusia karena kodratnja sendiri dan hanja terbatas oleh pengaruh-pengaruh kodrat alam serta djaman dan masjarakat, dapat memelihara serta memadjukan, mempertinggi dan menjempurnakan hidupnja sendiri²; perkosaan akan menjukarkan dan menghambat kemadjuan anak².</li> <li>''Kebudajaan'' sebagai buah dan hasil perdjuangan manusia menghadapi kekuatan alam dan djaman membuktikan kesanggupan manusia, untuk mengatasi segala rintangan dan kesukaran didalam hidupnja bersama, jang bersifat tertib dan damai pada umumnja dan chususnja guna memudahkan dan memfaedahkan, mempertinggi dan menghaluskan hidupnja.</li> <li>Sebagai usaha kebudajaan, maka tiap² pendidikan berkewadjiban memelihara dan meneruskan tjorak warna dan garis-garis hidup jang terdapat dalam tiap² {{sp|aliran kebatinan}} dan {{sp|kemasjarakatan}} untuk mentjari keluhuran dan kehalusan hidup dan penghidupan, menurut masing² aliran jang menudju kearah adab kemanusiaan.</li> <li>''Adab-Kemanusiaan'' mengandung arti keharusan serta kesanggupan manusia untuk menuntut ketjerdasan dan budi-pekerti bagi dirinja, serta bersama-sama masjarakat dengan jang beradab dalam satu lingkungan alam dan djaman menimbulkan kebudajaan bersama, jang bertjorak chusus dan pasti, akan tetapi tetap berdasar atas adab-kemanusiaan sedunia, hingga berwudjud alam diri, alam kebangsaan dan alam kemanusiaan jang saling berhubungan karena bersamaan dasarnja.</li> </ol><noinclude> {{rh|||269}}</noinclude> imsk64ri1rnx9s6tzxd8okuz6mcywlj Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/27 104 111603 311733 310276 2026-08-12T11:58:21Z Ammachemist 27288 311733 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||- 11 -}}</noinclude>Achirnja {{Illegible}} djuilah Major Djendral Sarbini mendjadi Menko HANKAM dan sebagai wakil Menko HANKAM adalah Djendral Major {{Illegible}}. Mengenai lain2 {{Illegible}} lia dalam Kabinet Dwikora "jang mempergunakan" itu tidak diadakan konsultasi dengan pimpinan sehingga AD sendiri terperandjat ketika misalnja Letkol. Sjafii diangkat mendjadi Menteri serta masih dipertahankannja orang2 jang sudah djelas merupakan opportunis2 dan kaum plin-plan. Teenjata Chaerul Saleh jang mendorong Supa ja Sjafii didjadikan Menteri. Tapi bagaimanapun, achirnja Kabinet dilantik dan bekerdja, tetapi dengan mendapat tentangan hebat dari Rakjat, terutama fihak Mahasiswa. {{U|AD Berusaha Menjelamatkan Presiden}} Berhubung demonstrasi2 mahasiswa semakin meningkat dan ada gedjala2 bahwa nama baik Bung Karno mungkin terbawa-bawa, maka AD mengadalan diskusi dengan golongan2 progressip-revoiusioner, termasuk gerakan mahasiswa. Kesimpulan penbit jaraan ini adalah antara lain sbb : # Segala kedjadian terachir itu orisinilaja bukanlah dari Bung Karno, tetapi dari pengaruh orang2 sekitarnja seperti golongan Subandrio, Chaerul Saleh jang mempunjai kepentingan2 sendiri. # Karena itu tindakan2/demonstrasi2 harus dipusatkan untuk memisahkan Bung Karno dari pengaruh2 jang buruk dan djahat ini. # Poros PBR-Rakjat-ABRI harus tetap diperkuat. Setelah itu offensif demonstrasi diperhebat kembali dengan tema tsb. diatas. Briefing dan konsultasi dengan semua golongan seperti Front Pantja Sila, serta nusjawarah senantiasa diadakan. Dengan KAMI, orpo12, parpol2, ormas2 pun djuga diadakan konsultasi dan musjawarah. Demonstrasi2 didaerah-daerahpun berdjalan gelombang demi gelombang. Sementara itu Front Pantja Sila (dimana semua partai politik, bergabung minus PNI A-Su dan Partindo) telah menjiapkan suatu nota politik jang hendak disampaikan kepada Presiden, tetapi nota ini achirnja tidak djadi disampaikan. Pada tanggal 10 Maret 1966 Presiden mengadakan sidang paripurna Kabinet di Istana Negara Djakarta. Pada waktu sidang berdjalan, Presiden didatangi oleh salah seorang adjudan dan disodori sebuah "kattebelletje". Kemudian diketahui bahwa disitu tertulis bahwa ada pasukan2 liar jang mendekati Istana. Presiden kemudian memerintahkan Dr.Leimena untuk terus memimpin rapat. Sementara itu Presiden dengan diiringi oleh Subandrio dan<noinclude></noinclude> 0kmm77wutprn1hfni9nbzy1orx50y0r Halaman:San min chu i.pdf/92 104 111714 311669 310441 2026-08-12T04:47:52Z Ibrohim tijani 26379 311669 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||'''Uraian V'''}} :Bagaimana menghidupkan kembali semangat kebangsaan (nasionalisme) di Tiongkok - Menginsjafkan rakjat tentang posisi Tiongkok - Malapetaka jang mengantjam Tiongkok - Bahaja militer dari Djepang, Amerika Serikat, Inggeris, Perantjis - Tiongkok tak dapat pertjaja pada kesetimbangan kekuatan" dari bangsa lain - Kemenangan diplomatik jang meliputi Tiongkok Bahaja kekuasaan asing atas ekonomi Tiongkok Bahaja mengenai bertambah besarnja penduduk lain didunia - TiongTiongkok harus memkok harus insjaf akan keadaan sebetulnja bangun sentimen kebangsaannja jang baru berdasarkan kesetiaan jang telah ada dalam pertalian sekeluarga dan sesuku Tjara-tjara dari nenek-mojang Kalau India dapat bersatu mengenai rentjana non- koperasi, Tiongkok harus sanggup bersatu. Perlawanan positif dan negatif terhadap penjerangan asing.'' ''Uraian saja hari ini mengenai tjara bagaimana kita menghidupkan kembali perasaan kebangsaan kita. Dari uraian saja jang lalu dapat dilihat apa sebab-sebabnja Tiongkok sampai djatuh seperti sekarang, jaitu karena Tiongkok kehilangan semangat kebangsaannja. Kita didjadjah dan diperintah selama 200 tahun lebih. Dahulu kita mendjadi budak bangsa Manchu ; sekarang kita budak segala bangsa dan menderita lebih dari pada jang sudah-sudah. Kalau kita biarkan keadaan ini dan kita tidak dapat mentjari tjara tjara lain untuk menghidupkan kembali perasaan kebangsaan kita. maka Tiongkok akan lenjap sebagai negara, dan barangkali djuga sebagai bangsa. Oleh karena itu, kalau kita ingin menjelamatkan Tiongkok, terutama kita harus menghidupkan kembali perasaan kebangsaan kita. Sekarang saja akan membitjarakan dua djalan, bagaimana perasaan kebangsaan dapat kita hidupkan kembali. Pertama dengan menginsjafkan 400 djuta bangsa kita, supaja mengerti bagaimana keadaan kita sekarang. Kita berada dalam suatu krisis; kita harus menghindarkan kemelaratan dan mentjari kebahagiaan ; menghindarkan tenggelamnja bangsa dan menudju kedjajaan. Mula-mula harus kita lihat dengan tabah hati dan diikuti oleh tindakan. Kalau Tuan-tuan hendak menghargai bagaimana „susahnja pengertian dan mudahnja tindakan itu" , peladjarilah dalil-dalil saja. Dahulu Tiongkok tidak menginsafi, bahwa ia berada dalam kemunduran dan achirnja akan menghadapi kelenjapan.<noinclude></noinclude> o0lg1trfbw40yh4p2geuywpyj7q37kb Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/116 104 111840 311687 310642 2026-08-12T05:51:09Z Link PB 26772 311687 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Pada sa'at peringatan itu djanganlah hendaknja kita hanja bersuka ria dan bergembira sadja, akan tetapi ingatilah adat jang hidup dalam masjarakat kita, jaitu bahwa tiap² peringatan baik jang bertalian dengan hidup kebatinan atau agama, maupun jang berhubungan dengan hidup lahir kita, selalu kita rajakan dengan tjara „selamatan”. Perkataan ini mengandung arti, bahwa dalam memperingati sesuatu kedjadian itu, kita tidak sadja ber-senang² (kenduri, memberi pertundjukan², wajang atau lainnja dsb), akan tetapi djuga melakukan upatjara mendo'a kepada Jang Maha Kuasa, semoga kita terus dikeruniai selamat dan bahagia oleh Tuhan. Dalam buku ichtisar jang sangat singkat ini, saja tidak hendak ikut memberi bahan peringatan tentang berdirinja Republik kita sedjak tanggal 17 Agustus 1945, akan tetapi niat saja hanja hendak memberi sedikit kenang-kenangan tentang usaha² jang dilakukan oleh pemimpin² rakjat kita ''{{sp|sebelum}} Hari Proklamasi Kemerdekaan kita''. Kita mulai dengan peristiwa jang maha istimewa, jaitu penjerbuan ''tentara Djepang'' di Djawa pada h.b. ''8 Maret 1942''. Tentara Belanda jang sebelumnja sudah bersumpah : „Liever staande sterven dan knielende leven” (lebih baik mati berdiri dari pada hidup berdjongkok) segera bertekuk lutut dengan tiada perdjandjian suatu apapun. „Dilalah kersa Allah”, kata orang Djawa jang berarti : „Itulah kehendak Tuhan”. Be-ratus² tahun rakjat kita berusaha melepaskan diri dari Nederland, dengan segala tjara jang mungkin dilakukan; misalnja dengan melakukan pemberontakan, bahkan dengan perang² jang hebat, ber-puluh² tahun. Sedjak 20 Mei 1908 rakjat melakukan perdjuangan politik beserta mendirikan partai² politik; dengan melakukan sikap „noncooperasi”, atau dengan sikap „lijdelijk verzet”. Tidak kurang pula jang melakukan pemberontakan; tetapi semua sikap dan usaha itu tidak dapat mematahkan kekuatan Belanda sebagai kolonisator atas tanah air kita Indonesia. Pada tanggal 8 Maret 1942 jang tersebut tadi, Tuhan mewajangkan „Radja Sebrang” berlawan „Radja Raksasa”. Si Raksasa jang menguasai dan menindas rakjat kita. kalah dengan<noinclude> {{rh|||119}}</noinclude> nai5ivvc58spitg9vd40ny9llm5kcfw Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/83 104 111877 311688 310697 2026-08-12T05:52:03Z Link PB 26772 311688 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''{{sp|MEMUTUSKAN:}}'''</center> <ol type="1" start="1"> <li>Melandjutkan dan menjempurnakan usaha menggalang kesatuan sikap, program serta tindakan jang telah dimulai pada tgl. 20 Mei 1948, djuga dalam menghadapi bahaja perang dunia jang mungkin datang, jang mengantjam Rakjat dan Negara Indonesia dan jang dapat menimbulkan kehantjuran, kemelaratan, kesengsaraan, dan kehinaan umat manusia seluruhnja.</li> <li>Menjatakan kesediaan segera terwudjudnja maksud tersebut:</li> <ol type="a"> <li>untuk melaksanakan demokrasi dalam segala lapangan,</li> <li>untuk mentjapai kesedjahteraan Rakjat dan keadilan sosial dalam masjarakat.</li> <li>untuk menghapuskan segala perdjandjian dengan negara² lain jang merugikan Rakjat dan Negara Republik Indonesia.</li> </ol> <li>Menjatakan kesediaan untuk segera melaksanakan pembangunan nasional, dalam arti pembangunan sosial, ekonomi dan kebudajaan untuk kepentingan segenap Rakjat, pertahanan-nasional dalam arti kerdja-sama se-erat²nja antara Tentara, Polisi dan alat² negara lainnja dengan Rakjat untuk mengatasi kekatjauan² jang timbul dari dalam dan/atau jang datang dari luar.</li> </ol> {{center| Diumumkan: Pada upatjara peringatan 44 tahun<br> Hari Kebangsaan Nasional.<br> Djakarta, 20 Mei 1952.<br> Sekretaris Panitya Peringatan <br> <br> (Achmad Soeladji.) }}<noinclude> {{rh|||85}}</noinclude> qru7fspp5a34xfqdjco10ci3oqpg20o 311689 311688 2026-08-12T05:52:24Z Link PB 26772 311689 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''''{{sp|MEMUTUSKAN:}}'''''</center> <ol type="1" start="1"> <li>Melandjutkan dan menjempurnakan usaha menggalang kesatuan sikap, program serta tindakan jang telah dimulai pada tgl. 20 Mei 1948, djuga dalam menghadapi bahaja perang dunia jang mungkin datang, jang mengantjam Rakjat dan Negara Indonesia dan jang dapat menimbulkan kehantjuran, kemelaratan, kesengsaraan, dan kehinaan umat manusia seluruhnja.</li> <li>Menjatakan kesediaan segera terwudjudnja maksud tersebut:</li> <ol type="a"> <li>untuk melaksanakan demokrasi dalam segala lapangan,</li> <li>untuk mentjapai kesedjahteraan Rakjat dan keadilan sosial dalam masjarakat.</li> <li>untuk menghapuskan segala perdjandjian dengan negara² lain jang merugikan Rakjat dan Negara Republik Indonesia.</li> </ol> <li>Menjatakan kesediaan untuk segera melaksanakan pembangunan nasional, dalam arti pembangunan sosial, ekonomi dan kebudajaan untuk kepentingan segenap Rakjat, pertahanan-nasional dalam arti kerdja-sama se-erat²nja antara Tentara, Polisi dan alat² negara lainnja dengan Rakjat untuk mengatasi kekatjauan² jang timbul dari dalam dan/atau jang datang dari luar.</li> </ol> {{center| Diumumkan: Pada upatjara peringatan 44 tahun<br> Hari Kebangsaan Nasional.<br> Djakarta, 20 Mei 1952.<br> Sekretaris Panitya Peringatan <br> <br> (Achmad Soeladji.) }}<noinclude> {{rh|||85}}</noinclude> su3du2s0qlx4v69rmrp135vfstc7i3o Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/33 104 111895 311695 310737 2026-08-12T06:01:47Z Link PB 26772 311695 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>kebangunan nasional, memberi kesempatan serta mendorong kita semua untuk mempertegak tjita² kita bersama, jang telah tertjapai dengan Proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. dengan demikian mewudjudkan rasa syukur kepada Tuhan Jang Maha Esa dan rasa terima kasih serta rasa hormat batin kita kepada sekalian mereka jang didalam 40 tahun itu sudah mentjurahkan segala kekuatan dan tenaganja, begitupun pengorbanan, jang semuanja terbukti tidak sia² belaka, bahkan kita akui sebagai perdjoangan nasional, jang kita teruskan sampai sa'at tertjapainja tjita² rakjat Indonesia seluruhnja; <center>{{sp|MEMUTUSKAN:}}</center> <ol type="1" start="1"> <li>Menetapkan hari 20 Mei 1948 ini sebagai sa'at permulaan menggalang kesatuan sikap program dan tindakan; <li>Mentjatakan akan segera melaksanakan maksud itu dan melaksanakan segala putusan bersama, untuk menolak bahaja jang mengantjam atau menimpa bangsa Indonesia umumnja dan negara Republik Indonesia chususnja dengan dasar² antara lain sebagai berikut :</li> <ol type="a"> <li>supaja Pemerintah tetap mempertahankan dan mengusahakan langsung berlakunja hubungan Republik dengan Luar Negeri, sampai pada berdirinja Negara Indonesia Serikat jang berdaulat dan Merdeka;</li> <li>menggiatkan seluruh rakjat Indonesia untuk perdjoangan kemerdekaan jang total dalam lapangan politik, ekonomi, sosial dan ketentaraan;</li> </ol> <li>Menjusun segala tenaga dan kekuatan ketentaraan dan ekonomi dengan menjerukan:</li> <ol type="a"> <li>hendaknja Tentara dan Rakjat mengadakan latihan besar²an sampai ke-desa² untuk menolak serangan musuh;</li> <li>hendaknja Rakjat dan Tentara ber-sama² lebih giat menjusun kekuatan ekonomi dengan bekerdja diladang, sawah dan perusahaan untuk mentjukupi segala keperluan Tentara dan Rakjat;</li> </ol></ol><noinclude> {{rh|34||}}</noinclude> 8xzyt74n7tq0xefwbhby3inh1e5rval Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf/12 104 112100 311597 311059 2026-08-12T02:38:29Z Link PB 26772 311597 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 16 -||- 17 -}}</noinclude>„Sama kau 'koe hendak bladjar maen schaatsen; 'soe ada taro kapertjaja'an besar atas kau poenja diri..." Dan 'koe sendiri rasanja amat broentoeng kapan 'koe rasaken nona poenja tangan menglendot atas 'koe poenja diri." Baroe sadja ia abis oetjapken itoe, moekanja nona Kitty dengen sekoenjoeng-koenjoeng djadi mera. Sasoedahnja djalan sakoetika lamanja, lantes nona Kitty tjan iapoenja itoe aken poelang ka roemanja. „'Koe taoe jang ia boekan ada itoe lelaki jang 'koe tjinta," kata Kitty dengen saorang diri, „aken tetapi toh akoe senang sekali kaloe djalan bersama sama dia(.) Ach, kenapa ia boleh bitjara begitoe padakoe?" Levine poen boeka iapoenja schaatsen dan djalan di blakangnja prinses jang di tempat kaloear dari itoe kebon ia soeda bisa soesoel. „Hatikoer girang sekali bisa liat kau," kata iboenja Kitty pada Levine. „Inilah dengen 'koe poenja hari pesta di hari Kemis." „Djadi ini hari?" „Girang sekali hatikoe kaloe di itoe bari bisa terima kau poenja kedatengan," kata itoe prinses dengen soeara gaga dan dengen lakoe jang angkoe. Ini keangkoean tida disetoedjoeken oleh nona Kitty, jang sedari djoega menoesi otat ia oentjoek satoe senjoeman jang manis pada Levine sambil bilang: „Sampe ketemoe poela!" Kitty baroe beroemoer 18 taon. Baroe ini moesim winter sadja ia pergi keloear. Semoea danser di Moskou ada djato tjinta pada dirinja. Doea penglamar jang ternama ia soeda dapet jaitoe Levine dan begitoe lekas ia ini berlaloe dateng poela graaf Vronsky. Koendjoengannja Levine jang begitoe sering, menjebabken orang toeanja Kitty bitjaraken perdjodohan iapoenja anak Alshoj. Kitty soeka sama Levine dan perna bilang tiada ada laen lelaki poela jang lebi tjakep dari Levine aken djadi iapoenja mantoe. Sang iboe seperti biasanja satoe prampoean, soeka sekali tahan tahan harga, dengen oendjoek Kitty masi teroeloe moeda dan lagi Levine blon perna menjataken tjintanja pada Kitty .... dan laen laen kabratan poela imadjoeken. Satoelnja ia hendak ambil laen lelaki jang lebi ternama poela boeat iapoenja anak dan Levine tiada begitoe disoekain. Di waktoe makan dan tempo trima koendjoengannja tetamoe tetamoe nona Kitty dapet satoe pengrasa'an jang tiada beda sebagi satoe soldadoe jang pertama kali mengadep di medan perang. Hatinja senantiasa berdebar debar dan tra soeatoe apa jang ia bisa ambil poetoesan tetep. Ia mengarti ini malem toeat pertama kali Levine dan Vronsky bertemoe satoe sama laen, sedeng boeat dirinja sendiri poen ada bergantung dengen poetoesan jang bakal dibikin di ini malem. Selaloe nona Kitty bajangin roepanja itoe dosa<noinclude>{{rh|<small>Anna Karenine 1</small>||<small>Anna Karenine 2</small>}}</noinclude> pgz2vzkhlj0jo7r14etodezymunumwb Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/11 104 112135 311608 311149 2026-08-12T03:04:18Z Arunika Darsana 27443 311608 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{ rh|42||43}} pun U.U.D. Kita itu berganti-ganti, tetapi Pantjasila tetap bertahan dan tetap mendjadi alat mempersatuken bangsa Indonesia. Dalam ''Makadimah'' Konstitusi R.I.S. dan U.U.D. Sementara R.I. bentuk Pantjasila lain lagi: # <big>K</big>ETUHANAN <big>J</big>ANG <big>M</big>aha <big>E</big>sa # <big>P</big>ERI <big>K</big>EMANUSIAAN # <big>K</big>EBANGSAAN # <big>K</big>ERAKJATAN # <big>K</big>EADILAN <big>S</big>OSIAL Setelah kita kembali ke U.U.D. 1945 melalui ''Dekrit Presiden'' tanggal 5 Djuli 1959, dengan sendirinja bentuk Pantjasila menurut U.U.D. 1945 itu jang kita pakai sebagai pokok pembahasan. Lima sila dalam Pangasila itu dapat diperas mendjadi ''Trisila'' (3 dasar), jaitu : # <big>N</big>ASIONALISME DAN PERI KEMANUSIAAN MENDJADI SOSIONASIONALISME # <big>D</big>EMOKRASi DAN KEADILAN SOSIAL, MENDJADI SOSIOL-DEMOKRASI, DAN # <big>K</big>ETUHANAN <big>J</big>ANG <big>M</big>AHA <big>E</big>SA Istilah<sup>2</sup> dalam no. 1 dan no. 2 Trisila diatas sudah kita kenal sedjak tahun 1933 dalam buku Bung Karno ,,Mentjapai Indonesia Merdeka." Selandjutnja Trisila itu dapat kita peras lagi mendjadi ''Ekasila'' (satu dasar), jakni ''Gotong Rojong''. Bentuk Pantjasila jang berubah-ubah itu, tidak perlu berakibat bahwa semangat dah djiwanja berubah pula! Pantjasila bukanlah kumpulan 5 sila Jang masing<sup>2</sup> terlepas tanpa ikatan satu terhadap jang lain. Pantjasila adalah satu keseluruhan. Bila tiap sila ditafsirkan bebas dan terlepas sama sekali dari sila<sup>2</sup> jang lain, akan hilanglah arti dan tudjuan Pantjasila itu.<br> <center>BAB 6</center> <center>PANTJASILA SEBAGAT ALAT PERSATUAN</center> 51. Kalau kita tindjau sila<sup>2</sup> Pantjasila satu demi satu, kita akan mengambil kesimpulan bahwa dasar, tudjuan dan tjita<sup>2</sup> berbagai golongan jang ada di Indonesia terhimpun didalamnja. Tiap golongan diberi tempat jang lajak dialam Indonesia jang merdeka ini. Tidak ada satu golonganpun jang ada di Indonesia ditiiggalkan olehnja, Siapa pula tidak senang berlindung dalam negara jang mem punjai Peri Kemanusiaan sebagai salah satu dasarnja ? Sila Peri Kemanusiaan jang menghargai tiap orang sebagai manusia jang lajak. Peri Kemanusiaan jang membatasi rasa kebangsaan supaja djangan mendjadi sovinisme, sehingga peperangan antara bangsa<sup>2</sup> dapat dihindari. Peri Kemanusiaan jang turut mentjapai perda- maian abadi, sehingga ketjerdasan, kemakmuran, kebudajaan dan deradjat bangsa dapat dimadjukan se-sempurna<sup>2</sup>nja Sila Persatuan Indonesia atau sila Kebangsaan menghimpun semua suku jang ada di Indonesia mendjadi bangsa Indonesia. Tidak ada satu sukupun jang didjadikan anak emas atau anak tiri. Persatuaan jang melindungi segenap bangsa Indonesia dan tanah tumpah darah Indonesia, Didalam sedjarah Indonesia terbuktiilah sudah, bahwa hanja bangsa Indonesia jang bersatu dapat membawa tanah air ketaraf kebidupan jang tjemerlang. Ingat misalnja akan Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamast 1945. Sila kerakjatan atau Kedaulatan Rakjat menegaskan djuga, bahwa Negara Republik Indonesia bukanlah negara untuk satu golongan, Republik adalah negara semua untuk semua. Kedautatan Rakjat jang didjalankan melalui permusjawaratan perwakilan itu adalah tempat bagi seluruh bangsa Indonesia memperdjuangkan tuntutan<sup>2</sup>nja. Suara tiap golongan dapat diperdengarkan dalam perwakilan itu untuk memperbaiki apa<sup>2</sup> jang belum sempurna. Sila Keadilan Sosial adalah dasar jang mendjamin, bahwa di Indonesia tidak akon ada kemiskinan lagi, Berdasarkan sila itu dapat dihindarkan penghisapan manusia oleh sesama manusia. Keadilan Sosial itu pula mendjamin pekerdjaan bagi tiap orang sesuai dengan kemampuannja. Tuntutan bangsa Indonesia untuk dapat hidup jang lajak dibenarkan dan akan mendjadi kenjataan di Republik Indonesia jang berkeadilan sosial. Djelaslah, bahwa dengan Pantjasila Republik Indonesia menjadi pelindung segenap golongan bangsa Indonesia. Dengan<noinclude></noinclude> odu3mkml49wxi13j6xg3fw1nbll047f Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/17 104 112140 311281 311105 2026-08-11T13:17:38Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 311281 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|― 108 ―||― 109 ―}}</noinclude>bakal djadi poetoes lantaran ia hendak boeron, bikin ia djadi seperti orang jang kalap dan tiada bisa lagi mengomong dengen heralesan. Apa ia moesti berboeat sekarang ini? Ja maoe soepaja dirinja tinggal tetep seperti adanja sekarang ini. Dengen begitoe sad a itoe soeal: „Apa jang bakal djadi dengen dirinja iapoenja anak?“ bisa terbebas dari pikirannja... „Akoe minta dan harep dengen sanget!“ kata Anua dengen sakoenjoeng koenjoeng sembari pegangin kadoea tangannja Vronsky, „Djangan kau bitjaraken lagi ini oeroesan!“ „Tapi Anna?‘ „Djangan itjaraken lagi. Akoe lebi soeka tinggal tetep dalem ini keada'an jang terkoetoek dari pada tjoba lolosken diri dari satoe hal jang kau arangkali anggep ada amat gampang, tapi akoe sendiri rasa terlaloe soekoer! Antepin akoe soepaja akoe bisa merdika bercoeat apa jang akoe bilang padamoe. Djangan kau bitjaraken lagi ini oeroesan pa a akoe. Berdjandjan kau jang ini hal kau tiada oelangin lagi...‘ „Akoe berojan ji aken toeroet kau poenja kahendakan aken tetapi soekoer sekali aken akoe bisa tertoeat begitoe, teroetama satelah taoe apa jang kau telah tjeritaken — akoe tiada bisa tingsal peloek tangan kapan akoe liat kau ada dalem kasoesa'an.“ „Ja, kadang kadang akoe ada dalem soesa aken tetapi kaloe kau tiada bitjaraken hal itoe, tentoelah kasoesahan itoe tiada ada sama akoe. Akoe malaenken djadi soesa dan sedi kapan itoe hal kau bitjaraken poela pada akoe.’, „Akoe tiada mengarti kenapa boleh djadi begitoë..” „Ah, akoe mengarti...” begitoelah Anna poetoesken omongannja, „kerna ada banjak orang jang bitjara seperti kau tapi kenjata'an blaka.ngan omongannja tiada lebi dari omongan kosong, Akoe noekan cepat tjatji kau poenja diri. Atjapkali akoe inget dengen pengorbanan jang kau telah lakoeken goena akoe poenja diri. Lantaran akoe poenja kasala'an, kau poenja pengidoepan djadi roesak sama sekali.” „Dan akoe sendiri poenja inget pengorbaran jang kau telah berboeat goena akoe poenja diri. Akce wana tega aken liat kau ada dalem ka tjilaka'an...” „Akoe ada dalem tjilaka?” tanja Anna sem.bari geserin korsinja doedoek lebi deket dan pandang Vronsky dengen penoe katjinta'an, „Akoe ada dalem katjilaka'an. oh kau kliroe sekali, akoe ini sabetoelnja ada dalem kasenangan...” Sakoenjoeng koenjoeng ia denger soeara anaknja jang baroe poelang dari melantjorg. Anna liat ka itoe djoeroesan dengen penoe kakoeatiran dan kamoedian bangoen dari tempat doedoeknja, Dengen lekas ia gerakin tangannja aken pe.oek Vronsky sembari dipandang dengen tiada soedanja, kamoedian dengen bersenjoem ia deketin bibirnja di moekanja Vronsky dan tjioem dengen penoe katjinta'an Vronsky poenja moeloet dan mata... Abis begitoe ia djorokin Vronsky<noinclude></noinclude> 0ipp2g7hnpuouwbwyh8n2837se25tam Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/18 104 112141 311284 311106 2026-08-11T13:31:06Z Aeia aai 24023 311284 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" />{{rh|― 110 ―||― 111 ―}}</noinclude>soepaja ia itoe berdjaoean dengen dirinja. Anna sendiri hendak berlalce dari itoe tempat tapi sabelon bisa bertindak ia soeda ditahan oleh Vronsky. „Kapan?‘ tanja Vronsky dengen soeara plahan dan awasin Anna dengen tiada soedanja. „Ini hari. Di djem jang soeda ditetepken, „djawab Anna dengen soeara jang tiada begitoe teges. Abis bilang begitoe ia berdehem dan dengen tindakan jang plahan ia menjamperin Sarioja. „Sampe ketemoe lagi!“ kata ia pada Vronsky, „Sekarang soeda sampe temponja aken menonton balapan koeda. Betsy berdjandji aken sam perin akoe.... Plahan plahan Vronsky tiada inget lagi dengen tegala halangan jang ia bisa dapetken kapan ia bikin per hoeboengan terces sama Anna. Itoe soeal jadg sakean lamanja dibitjaraken dan jang sampe sabegitoe djaoe belon bisa diteresker, soeda tiada di'inget lagi. Atinja merasa girang lantaran bisa dateng di waktoe jang betoel di balapan kceja. Dan te- roetama itoe djandj'an jang nanti di waktoe malem ia bakal bikin pertemcean resia. Aerlodjinja soeda menoendjoskin poekoel sa- tenga anem. Kreta kreta pada seliwiran liwat di sampingnja. Ia denger orang orang jang sembari mengomong liwat di tenda tenda tempat adoe koeoa. Soedara lelaki dari Vronsky jang paling toea, satoe kolonel, jang badannja sama besarnja seperti Alexis, tapi roepanja ada lebi pinter, dengen iapoenja batang idoeng jang mera, satoe type dari satce orang jang mempoenjain sifat koerang adjar dan soeka dengen minoeman keras, -111- dateng menjamperin dirinja dan bilang : Apa kau soeda trima akoe poenja soerat Roelanja kau ini scesa sekali ditjai?* Alexis Vionsky, kendatipoen banjak orang kenal ia sebagi satoe pemabokan, teh ia ada satoe orang jang berderanjat tinggi. Taoe jang banjak orang seceng awasin dirinja, maka ia cendjoekin paras jang manis dan berlakos seperti orang jang sedeng birjaraken 1 erkara perkara jang menjenangin ati. Samentara itce apa jang dibitjaraken adalah hal hal jang djace dari pada bisa dikata menjenangin ati. Akoe soeca trima kau poenja soerat," kata Alt xis, aken tetapi akoe tiada mengaiti jang kau mace jampoer akoe poenja perkara parti- culier...." "Kenapa akoe boleh tjampoer dalem itoe per- kara? Akoe denger kau ada terbuest apa-apa jang tiada bagoes can la iaa sampe di hari Senen kau masi sadja berdiam di Peterhof..." ,Perkara jang kau maksoedken melaenken bisa diterangin oleh orang-orang jang dengen direct ada tersangkoet dalem itoe dan akoe tiada me- ngarti sama sekali kenaja ka u moesti tjampoer tade..." Kaloe besitoe...." Akoe minta kau djangan tjampoer lebi djace dalem ini hal. Leti pandjang akoe tiada perloe terangin pada kau." Moekanja Alex s ada poetjet. Sjekoer djoega atinja ada sampe sabar, hingga tiadalah gampang aken ia laates djadi goesar, tapi kapan ia sampe<noinclude></noinclude> 8xgmfru37j2dusj0noi00799wcvpjo9 311605 311284 2026-08-12T02:56:24Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 311605 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|― 110 ―||― 111 ―}}</noinclude>soepaja ia itoe berdjaoean dengen dirinja. Anna sendiri hendak berlalce dari itoe tempat tapi sabelon bisa bertindak ia soeda ditahan oleh Vronsky. „Kapan?‘ tanja Vronsky dengen soeara plahan dan awasin Anna dengen tiada soedanja. „Ini hari. Di djem jang soeda ditetepken, „djawab Anna dengen soeara jang tiada begitoe teges. Abis bilang begitoe ia berdehem dan dengen tindakan jang plahan ia menjamperin Sarioja. „Sampe ketemoe lagi!“ kata ia pada Vronsky, „Sekarang soeda sampe temponja aken menonton balapan koeda. Betsy berdjandji aken samperin akoe.... Plahan plahan Vronsky tiada inget lagi dengen egala halangan jang ia bisa dapetken kapan ia bikin perhoeboengan ter es sama Anna. Itoe soeal jadg sakean lamanja dibitjaraken dan jang sampe sabegitoe djaoe belon bisa diteresker, soeda tiada di'inget lagi. Atinja merasa girang lantaran bisa dateng di waktoe jang betoel di balapan kceja. Dan teroetama itoe djandj'an jang nanti di waktoe malem ia bakal bikin pertemoean resia. Aerlodjinja soeda menoendjoskin poekoel satenga anem. Kreta kreta pada seliwiran liwat di sampingnja. Ia denger orang orang jang sembari mengomong liwat di tenda tenda tempat adoe koeoa. Soedara lelaki dari Vronsky jang paling toea, satoe kolonel, jang badannja sama besarnja seperti Alexis, tapi roepanja ada lebi pinter, dengen iapoenja batang idoeng jang mera, satoe type dari satoe orang jang mempoenjain sifat koerang adjar dan soeka dengen minoeman keras, dateng menjamperin dirinja dan bilang: „Apa kau soeda trima akoe poenja soerat Roe anja kau ini soesa sekali ditja i?“ Al xis Vionsky, kendatipoen banjak orang kenal ia sebagi satoe pemabokan, t ch ia ada satoe orang jang berdera jat tinggi. Taoe jang banjak orang seceng awasin dirinja, maka ia oendjoekin paras jang manis dan berlakoe seperti orang jang sedeng birjaraken erkara perkara jang menjenangin ati. Samentara itce apa jang dibitjaraken adalah hal hal jang djaoe dari pada bisa dikata menjenangin ati. „Akoe soeca trima kau poenja soerat,“ kata Al xis, „aken tetapi akoe tiada mengarti jang kau maoe jampoer akoe poenja perkara particulier.,..“ „Kenapa akoe boleh tjampoer dalem itoe perkara? Akoe denger kau ada terbuest apa-apa jang tiada bagoes can la ian sampe di hari Senen kau masi sadja berdiam di Peterhof...“ „Perkara jang kau maksoedken melaenken bisa diterangin oleh orang-orang jang dengen direct ada tersangkoet dalem itoe dan akoe tiada mengarti sama sekali kenaja ka u moesti tjampoer taoe...“ Kaloe besitoe....“ „Akoe minta kau djangan tjampoer lebi djaoe dalem ini hal. Lebi pandjang akoe tiada perloe terangin pada kau.“ Moekanja Alex s ada poetjet. Soekoer djoega atinja ada sampe sabar, hingga tiadalah gampang aken ia lantes djadi goesar, tapi kapan ia sampe<noinclude></noinclude> p71xx4ntr0zhdqjkhrmj7hunmsbpfr0 Indeks:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf 102 112216 311279 311246 2026-08-11T13:01:38Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 311279 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q130347858 |Title=[[Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2024]] |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Deputi Bidang Perundang-undangan dan Administrasi Hukum |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia |Address=Jakarta |Printer= |Year=2024 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=V |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:Peraturan Presiden Republik Indonesia]] 89xd0a9n3qwtb870ldw1dtgzwguj64q Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/6 104 112223 311255 2026-08-11T11:59:26Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311255 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-bagian|Ketiga|Kepala}} {{PUU-pasal|pasal=10|{{PUU-ayat |Kepala mempunyai tugas memimpin dan bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Gizi Nasional. |Kepala dalam melaksanakan tugasnya memperhatikan arahan dari Ketua Dewan Pengarah. |Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kepala dibantu Wakil Kepala. }}}} {{PUU-bagian|Keempat|Wakil Kepala}} {{PUU-pasal|pasal=11|{{PUU-ayat |Wakil Kepala berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala. |Wakil Kepala mempunyai tugas membantu Kepala dalam melaksanakan tugas memimpin Badan Gizi Nasional. |Ketentuan lebih lanjut mengenai rincian tugas Wakil Kepala sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan oleh Kepala. }}}} {{PUU-bagian|Kelima|Sekretariat Utama}} {{PUU-pasal|pasal=12|{{PUU-ayat |Sekretariat Utama berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala. |Sekretariat Utama dipimpin oleh Sekretaris Utama. }}}} {{PUU-pasal|pasal=13 |Sekretariat Utama mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Badan Gizi Nasional. }}<noinclude></noinclude> 8oseunjclu3x9b1388w9cal7439bzzh Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/7 104 112224 311256 2026-08-11T12:01:00Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311256 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=14 |Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13, Sekretariat Utama menyelenggarakan fungsi: {{PUU-nomor|n=a|m=1 |koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan anggaran Badan Gizi Nasional; |koordinasi kegiatan di lingkungan Badan Gizi Nasional; |pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, kerja sama, hubungan masyarakat, arsip, dan dokumentasi di lingkungan Badan Gizi Nasional; |pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana; |koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan serta pelaksanaan advokasi hukum; |penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara dan layanan pengadaan barang/jasa pemerintah; dan |pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala. }} }} {{PUU-bagian|Keenam|Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola}} {{PUU-pasal|pasal=15|{{PUU-ayat |Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala. |Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola dipimpin oleh Deputi. }}}} {{PUU-pasal|pasal=16 |Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang sistem dan tata kelola pemenuhan gizi nasional. }}<noinclude></noinclude> 17xv35mhdlojoougofl17arxsz4ogtq Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/34 104 112225 311257 2026-08-11T12:03:43Z Ars-arsa 26526 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '<div class="pagedata"> ''as other peaceful means af the partias oma chiara, in conformity adth the Charter of the United Nations,'' 10. Respect for justice and international obligation. Terdjemahan kedalam bahasa Indonesia dari 10 azas ini dimuat dibagian karangan berikutnja (lihat halaman 133 dan 134). 173. Soal politik jang mempunjai arti penting setjara langsung bagi Indonesia, jang dibitjarakan dalam Konperensi Asia-Afrika adalah soal Iria... 311257 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ars-arsa" /></noinclude><div class="pagedata"> ''as other peaceful means af the partias oma chiara, in conformity adth the Charter of the United Nations,'' 10. Respect for justice and international obligation. Terdjemahan kedalam bahasa Indonesia dari 10 azas ini dimuat dibagian karangan berikutnja (lihat halaman 133 dan 134). 173. Soal politik jang mempunjai arti penting setjara langsung bagi Indonesia, jang dibitjarakan dalam Konperensi Asia-Afrika adalah soal Irian-Barat. Resolusi mengenai Irian-Barat dapat diterima sesuai dengan semangat dan tudjuan anti-kolonialis dari Konperensi Asia-Afrika. 174, Hal penting jang terdjadi diluar ruangan sidang Konperensi Asia-Afrika, ialah penanda-tanganan perdjandjian Indonesia-R.R.T. mengenai soal dwikewarganegaraan 175. Selain dari pada itu perlu ditjatat pula, bahwa sebelum Konperensi Asia-Afrika ditutup, masih dapat pula ditanda-tangani suatu perdjandjian lain, jakni Perdjandjian Persahabatan antara Indonesia dan Afganistan. Demikianlah garis-garis besar dan titik-titik penting dari pada djalan dan hasil Konperensi Asia-Afrika di Bandung jang di- dukung oleh 29 Pemerintah dari 29 negara dibenua Asia dan Afrika jang mewakili lebih kurang tiga-perempat umat manusia seluruh dunia. BAB 26 KOMINIKE BERSAMA KONPERENSI ASIA-AFRIKA Bl BANDUNG TANGGAL, 18 S/D 2¢ APRIL 1988 176. Konperensi negara-negara Asia-Afrika jang telah berkumpul atas undangan para Perdana Menteri Burma, Sailan, India. Indonesia dan Pakistan di Bandung dari tanggal 18 hingga 24 April dan dikundjungi, ketjuali oleh kelima negara penjelenggara ini, djuga oleh negara-negara : <p align="left">122</p> 1, Afganistan 13. Libesa 2 Kambodja M4. Libia 4, Repabhk Rakjar 15. Nepal Tiongkok 16, Pitipina 4. Mesir 12. Saudi Arabia 5, Ethiopia 18, Sudan 6. Pantai Emas 19, Syria 7. Iran 20, Muang Tha: 8 frak Ql. Park 9. Djepang 22. Republik Demokras) 10. Jordania Viernam (Utara) 1. Laos 25, Negara Vietnam {Selatan} 12. Libanon M4. Yaman Ronperens Asia-Aftika telah menindjay soalsoal jang mengenai Kepentingan bersama hegara-negara Asia dan Aika dan telah merundingkan tara-tjara bagaimana rakjat negara-negara ini dapat bekerdja sama dengan lebily erat dilapangan ekonomi, kebndajaan dan politik, 177, A. KERDJASAMA EKONOMI 1, Konperensi Asia-Afrika mengakui mendesaknja keperlaan antuk memadjukan perkerbangas ekonomi didaerali Asia dan Afiika, Diantara pegarasnegara peserta terdapiat keingitan umum wntuk bekerdja sama dalam lapangan ckonomi atas dasar saling mengurtungkan lan menghormati kedaulntan nasional masing- masing, Unuleusul nuongenai kerdjasama dalaty lapangan ckoneani diantara negata-negara peserta senditi Udaklah menunup kelngi- ban atau keperluan akan kerdjasama dengan tiegara-negara Jang terletak diluar daerah ini, termasuk pesanaman rhodal asin 178. Selandjutnja diakui, bahwa bantuan jang diterima oleh heberapa negara peserta konperensi jang tertenta dari luar daerah ini, melalui Ferntirar aerlGra Jnternasions) telah rnemberi Aumbangan jang bear bagi pelaksanaan renjana pentbangunan mereka, 128<noinclude></noinclude> 9mxia23xaskn2ju6hjtxbge50faomu7 Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/8 104 112226 311258 2026-08-11T12:04:49Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311258 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=17 |Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola menyelenggarakan fungsi: {{PUU-nomor|n=a|m=1 |koordinasi, sinkronisasi, dan perumusan kebijakan teknis di bidang sistem dan tata kelola pemenuhan gizi nasional; |koordinasi, sinkronisasi, dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang sistem dan tata kelola pemenuhan gizi nasional; |pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang sistem dan tata kelola pemenuhan gizi nasional; |pelaksanaan administrasi Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola; dan |pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala. }} }} {{PUU-bagian|Ketujuh|Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran}} {{PUU-pasal|pasal=18|{{PUU-ayat |Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala. |Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran dipimpin oleh Deputi. }}}} {{PUU-pasal|pasal=19 |Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penyediaan dan penyaluran pemenuhan gizi nasional. }} {{PUU-pasal|pasal=20 |Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19, Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran menyelenggarakan fungsi: }}<noinclude></noinclude> 97c4shg7m2ykrgwuxrxjouqcg0h6x1z Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/9 104 112227 311259 2026-08-11T12:06:12Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311259 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-pasal|{{PUU-nomor|n=a|m=1 |koordinasi dan perumusan kebijakan teknis di bidang penyediaan dan penyaluran pemenuhan gizi nasional; |koordinasi dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang penyediaan dan penyaluran pemenuhan gizi nasional; |pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang penyediaan dan penyaluran pemenuhan gizi nasional; |pelaksanaan administrasi Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran; dan |pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala. }}}} {{PUU-bagian|Kedelapan|Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama}} {{PUU-pasal|pasal=21|{{PUU-ayat |Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala. |Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama dipimpin oleh Deputi. }}}} {{PUU-pasal|pasal=22 |Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang promosi dan kerja sama pemenuhan gizi nasional. }} {{PUU-pasal|pasal=23 |Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22, Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: {{PUU-nomor|n=a|m=1 |koordinasi dan perumusan kebijakan teknis di bidang promosi dan kerja sama pemenuhan gizi nasional; |koordinasi dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang promosi dan kerja sama pemenuhan gizi nasional; }} }}<noinclude></noinclude> 50aueezjwek93e6ebgu86lzm3m9bgwm Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/10 104 112228 311261 2026-08-11T12:09:56Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311261 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-pasal|{{PUU-nomor|n=c|m=3 |pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang promosi dan kerja sama pemenuhan gizi nasional; |pelaksanaan administrasi Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama; dan |pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala. }}}} {{PUU-bagian|Kesembilan|Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan}} {{PUU-pasal|pasal=24|{{PUU-ayat |Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala. |Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan dipimpin oleh Deputi. }}}} {{PUU-pasal|pasal=25 |Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan dan pengawasan pemenuhan gizi nasional. }} {{PUU-pasal|pasal=26 |Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan menyelenggarakan fungsi: {{PUU-nomor|n=a|m=1 |koordinasi dan perumusan kebijakan teknis di bidang pemantauan dan pengawasan pemenuhan gizi nasional; |koordinasi dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan dan pengawasan pemenuhan gizi nasional; |pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pemantauan dan pengawasan pemenuhan gizi nasional; }} }}<noinclude></noinclude> k7mg1hnxj8wa4lcrzq47fxh5hpjobny 311262 311261 2026-08-11T12:15:53Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 311262 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{hii|3|0}} {{PUU-pasal|{{PUU-nomor|n=a|m=3 |pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang promosi dan kerja sama pemenuhan gizi nasional; |pelaksanaan administrasi Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama; dan |pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala. }}}} {{div end}} {{PUU-bagian|Kesembilan|Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan}} {{PUU-pasal|pasal=24|{{PUU-ayat |Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala. |Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan dipimpin oleh Deputi. }}}} {{PUU-pasal|pasal=25 |Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan dan pengawasan pemenuhan gizi nasional. }} {{PUU-pasal|pasal=26 |Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan menyelenggarakan fungsi: {{PUU-nomor|n=a|m=1 |koordinasi dan perumusan kebijakan teknis di bidang pemantauan dan pengawasan pemenuhan gizi nasional; |koordinasi dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pemantauan dan pengawasan pemenuhan gizi nasional; |pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pemantauan dan pengawasan pemenuhan gizi nasional; }} }}<noinclude></noinclude> 0g64xr0b7jzm7fw8id85addo3rlzb04 Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/21 104 112229 311263 2026-08-11T12:16:25Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '-33- 2. Meibentul: Republik fodoral dari pelbagai pula? Indonesia.- 3. Sogora memanggil rapat nasional dan jeng ma- kili sama rakjab dn agaa di Indonesia. 4. Sagera namborilen hak politik sepenulinja kepa- da penduduk Indonesia baik lald2.meupun wa- nita. C. SOSIAL. 1. Gadjih rinimu, korja 7 djem din perbaikan djam kordja dan penghidupan buruh.. 2. Perlindungan kandja dengan pangalaan hak mo- . gok diantara buru. 3. Pembagian keuntungan bagi bur... 311263 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>-33- 2. Meibentul: Republik fodoral dari pelbagai pula? Indonesia.- 3. Sogora memanggil rapat nasional dan jeng ma- kili sama rakjab dn agaa di Indonesia. 4. Sagera namborilen hak politik sepenulinja kepa- da penduduk Indonesia baik lald2.meupun wa- nita. C. SOSIAL. 1. Gadjih rinimu, korja 7 djem din perbaikan djam kordja dan penghidupan buruh.. 2. Perlindungan kandja dengan pangalaan hak mo- . gok diantara buru. 3. Pembagian keuntungan bagi buruh di industri? besar. 4. Membentuk majlis2 buruh di industri2 besar. 5. Parisahan geredja dan negara dan mengakui kom. merdekaan agama. 6. Memberikan hak2 sosial, ekonomi dan politik ke- pada semua warganegara Indonesia baik laki2 maupun wanita. 7. Menasionalisasi rumah 2 besar dan membangun ru- mal:2 baru de distribuci rumah2 antara buruh Negara. D. PELAJARAN PERTREKA 1. Wadji belajar bagi anak2 seua warganegara Indonesia dengan tjuma2 sampai umur 17 tahun dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa pongan- tar dan bahasa Inggeris sebagai bahasa asing jang te utaria. 2. langhapuskan sistim pelajaran sekarang dan men jusun sistin praktis jang langsung herda- sarkan atas kantingen Indoni jang suda - ade den je dan dibangun.- 34- 3. Merparbaild din memperbanjak djumlah sakolah2" kedjurusan pertanian dan perdagangan dan mem- perbaiki dan memperbonjak djumlah sekolah-2 dan hgi pegawai2 tinggi dilapangan technik administrasi. E. MILI TER 1. Menghapuskan tantara imperialis dan mengadakan niin rajat untul ampertahankan Republik - donesia. 2. Monghapuskan kehidupan den kampomen2 dan semua undang2 jg merendahkan militer rendahan mengi- djinkan bertempat di kampung2 dan dirumah2 ba- ru jg dibangun untuk mereka, perlakuan coin baik dan mempertinggi gadjih mereka. 3. Memberikan ak sepenuhnja untuk mengadakan or ganisasi den rapat kepada militer Indonesia.- F. POLISI DHE JUST- 1. Pemisahan Pangrehpradja,polisi dan Justisi. 2. Memberikan hak2 sepenuhnja kepada tiap2 terdak- wa untuk melindungi diri nenentang hakim dimu- ka pengadilan, dan membeaskan terdakwa dalam" waitu 2 djam djika buleti dan saksi2 bagi me- rela temjata tjulaup. 3. Tiap2 perkara jg mounjai dasar hulaua, harus diselesaikan dalam waktu lima hari jg sesuai tertib dan dimuka unum.- G. RUNTJANA AKSI.- 1. inuntut 7 djam kerdja, gadjih minimum dan sja- rat2 kardja dan penghidupan jg lebih baik ha-. giumh.-. 2. Mengalai. Sarokat Sekerija da huk mogok.- 3. Organisasi dan petani untuk ak? ekonomi dan politik.-.<noinclude></noinclude> 9ltbot5i6m365d0408oelr8m2ahz6s3 311268 311263 2026-08-11T12:34:02Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311268 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|- 33 -|| - 34 -}}</noinclude>2. Membentuk Republik federal dari pelbagai pulau2 Indonesia.- 3. Segera memanggil rapat nasional dan jang mewakili sama rakjat dan agama di Indonesia. 4. Sagera memmberikan hak politik sepenuhnja kepada penduduk Indonesia baik laki2 maupun wanita. {{U|C. SOSIAL.}} 1. Gadjih minimum, kerdja 7 djam dan perbaikan djam kerdja dan penghidupan buruh. 2. Perlindungan kendja dengan pangakuan hak mogok diantara buruh. 3. Pembagian keuntungan bagi buruh di industri2 besar. 4. Membentuk majlis2 buruh di industri2 besar. 5. Pemisahan geredja dan negara dan mengakui kemerdekaan agama. 6. Memberikan hak2 sosial, ekonomi dan politik kepada semua warganegara Indonesia baik laki2 maupun wanita. 7. Menasionalisasi rumah2 besar dan membangun rumah2 baru dan distribusi rumah2 antara buruh Negara. {{U|D. PELAJARAN DAN PENDIDIKAN}} 1. WadjiB belajar bagi anak2 semua warganegara Indonesia dengan tjuma2 sampai umur 17 tahun dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dan bahasa Inggeris sebagai bahasa asing jang terutama. 2. Menghapuskan sistim pelajaran sekarang dan menjusun sistin praktis jang langsung berdasarkan atas kepentingan Indonesia jang suda ada den jang akan dibangun.- 3. Memparbaiki dan memperbanjak djumlah sakolah2 kedjurusan pertanian dan perdagangan dan memperbaiki dan memperbanjak djumlah sekolah-2 bagi pegawai2 tinggi dilapangan technik administrasi. {{U|E. MILITER}} 1. Menghapuskan tentara imperialis dan mengadakan milisi rakjat untuk mempertahankan Republik Idonesia. 2. Menghapuskan kehidupan den komponen2 dan semua undang2 jg merendahkan militer rendahan mengidjinkan bertempat di kampung2 dan dirumah2 baru jg dibangun untuk mereka, perlakuan {{Teks hilang/dok}} baik dan mempertinggi gadjih mereka. 3. Memberikan hak sepenuhnja untuk mengadakan organisasi dan rapat kepada militer Indonesia.- {{U|F. POLISI DAN JUSTISI.-}} 1. Pemisahan Pangrehpradja,polisi dan Justisi. 2. Memberikan hak2 sepenuhnja kepada tiap2 terdakwa untuk melindungi diri nenentang hakim dimuka pengadilan, dan membebaskan terdakwa dalam waktu 24 djam djika bukti dan saksi2 bagi merela ternjata tjukup. 3. Tiap2 perkara jg mempunjai dasar hukum, harus diselesaikan dalam waktu lima hari jg sesuai tertib dan dimuka umum.- {{U|G. RENTJANA AKSI.-}} 1. Menuntut 7 djam kerdja, gadjih minimum dan sjarat2 kerdja dan penghidupan jg lebih baik bagi buruh.- 2. Mengakui Sarekat Sekerdja dan hak mogok.- 3. Organisasi dan petani untuk hak2 ekonomi dan politik.-.<noinclude></noinclude> j8xj099dootg6k6pxmh1goqdi7plsrk Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/11 104 112230 311264 2026-08-11T12:17:14Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311264 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{hii|3|0}} {{PUU-pasal|{{PUU-nomor|n=a|m=4 |pelaksanaan administrasi Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan; dan |pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala. }}}} {{div end}} {{PUU-bagian|Kesepuluh|Unsur Pengawas}} {{PUU-pasal|pasal=27|{{PUU-ayat |Inspektorat Utama berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala. |Inspektorat Utama dipimpin oleh Inspektur Utama. }}}} {{PUU-pasal|pasal=28 |Inspektorat Utama mempunyai tugas menyelenggarakan pengawasan intern di lingkungan Badan Gizi Nasional. }} {{PUU-pasal|pasal=29 |Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, Inspektorat Utama menyelenggarakan fungsi: {{PUU-nomor|n=a|m=1 |penyusunan kebijakan teknis pengawasan intern di lingkungan Badan Gizi Nasional; |pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Badan Gizi Nasional terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya; |pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Kepala; |penyusunan laporan hasil pengawasan intern di lingkungan Badan Gizi Nasional; |pelaksanaan administrasi Inspektorat Utama; dan |pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala. }} }}<noinclude></noinclude> r5bet8yvtpeo2uqsnv39apn46igukit Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/12 104 112231 311265 2026-08-11T12:18:31Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311265 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-bagian|Kesebelas|Unsur Pendukung}} {{PUU-pasal|pasal=30|{{PUU-ayat |Pusat dapat dibentuk di lingkungan Badan Gizi Nasional sebagai unsur pendukung pelaksanaan tugas dan fungsi. |Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala melalui Sekretaris Utama. |Pusat dipimpin oleh Kepala Pusat. }}}} {{PUU-bagian|Keduabelas|Unit Pelaksana Teknis}} {{PUU-pasal|pasal=31|{{PUU-ayat |Badan Gizi Nasional dapat membentuk Unit Pelaksana Teknis untuk melaksanakan tugas teknis operasional dan/atau tugas penunjang di lingkungan Badan Gizi Nasional. |Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis. |Pembentukan Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Kepala setelah mendapat persetujuan tertulis dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur negara. }}}} {{PUU-bagian|Ketigabelas|Besaran Organisasi}} {{PUU-pasal|pasal=32|{{PUU-ayat |Sekretariat Utama terdiri atas paling banyak 5 (lima) Biro. }}}}<noinclude></noinclude> jwkycdhudtcqe00dg3j8m5708f2ecip Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/13 104 112232 311266 2026-08-11T12:30:54Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311266 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{hii|4|0}} {{PUU-pasal| (2) Biro sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas kelompok jabatan fungsional. (3) Dalam hal tugas dan fungsi Biro sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak dapat dilaksanakan oleh kelompok jabatan fungsional, dapat dibentuk paling banyak 3 (tiga) Bagian. (4) Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri atas kelompok jabatan fungsional dan/atau paling banyak 3 (tiga) Subbagian. (5) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dikecualikan untuk bagian yang menangani fungsi ketatausahaan pimpinan yang terdiri atas kelompok jabatan fungsional dan/atau sejumlah Subbagian sesuai kebutuhan. }} {{div end}} {{PUU-pasal|pasal=33|{{PUU-ayat |Deputi terdiri atas Sekretariat Deputi dan paling banyak 4 (empat) Direktorat. |Sekretariat Deputi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas kelompok jabatan fungsional. |Dalam hal tugas dan fungsi Sekretariat Deputi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak dapat dilaksanakan oleh kelompok jabatan fungsional, dapat dibentuk paling banyak 2 (dua) Bagian. |Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri atas kelompok jabatan fungsional dan/atau paling banyak 2 (dua) Subbagian. |Direktorat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas kelompok jabatan fungsional. |Dalam hal tugas dan fungsi Direktorat sebagaimana dimaksud pada ayat (5) tidak dapat dilaksanakan oleh kelompok jabatan fungsional, dapat dibentuk paling banyak 3 (tiga) Subdirektorat. |Subdirektorat sebagaimana dimaksud pada ayat (6) terdiri atas kelompok jabatan fungsional dan/atau paling banyak 2 (dua) Seksi. }}}}<noinclude></noinclude> m9u0h4qwtreaudy97n4n9wdvawvzjke Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/14 104 112233 311267 2026-08-11T12:32:56Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311267 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=34|{{PUU-ayat |Inspektorat Utama terdiri atas Sekretariat Inspektorat Utama dan paling banyak 4 (empat) Inspektorat. |Sekretariat Inspektorat Utama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas kelompok jabatan fungsional. |Dalam hal tugas dan fungsi Sekretariat Inspektorat Utama sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak dapat dilaksanakan oleh kelompok jabatan fungsional, dapat dibentuk paling banyak 2 (dua) Bagian. |Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri atas kelompok jabatan fungsional dan/atau paling banyak 2 (dua) Subbagian. |Inspektorat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas 1 (satu) Subbagian yang menangani fungsi ketatausahaan dan kelompok jabatan fungsional. }}}} {{PUU-pasal|pasal=35|{{PUU-ayat |Pusat dapat dibentuk paling banyak 3 (tiga) Pusat. |Pusat terdiri atas kelompok jabatan fungsional dan 1 (satu) Subbagian yang menangani fungsi ketatausahaan. |Dalam hal tugas dan fungsi Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dapat dilaksanakan oleh kelompok jabatan fungsional, dapat dibentuk paling banyak 2 (dua) Bidang. |Bidang sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri atas kelompok jabatan fungsional dan/atau dapat dibentuk paling banyak 2 (dua) Subbidang. }}}} {{PUU-bagian|Keempatbelas|Jabatan Fungsional}} {{PUU-pasal|pasal=36 |Jabatan Fungsional dapat ditetapkan di lingkungan Badan Gizi Nasional sesuai dengan kebutuhan yang pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. }}<noinclude></noinclude> hmyr5x0x6l6njdmqnf475jp0unvsbx5 Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/15 104 112234 311269 2026-08-11T12:42:33Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311269 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-bab|IV|TATA KERJA}} {{PUU-pasal|pasal=37 |Kepala dalam melaksanakan tugas dan fungsinya menerapkan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. }} {{PUU-pasal|pasal=38|{{PUU-ayat |Badan Gizi Nasional harus menyusun proses bisnis yang menggambarkan tata hubungan kerja yang efektif dan efisien antarunit organisasi di lingkungan Badan Gizi Nasional. |Proses bisnis antarunit organisasi di lingkungan Badan Gizi Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Kepala. }}}} {{PUU-pasal|pasal=39|{{PUU-ayat |Kepala melaporkan kinerja kepada Presiden 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun atau sewaktu-waktu apabila diperlukan. |Kepala melaporkan pelaksanaan tugas dan fungsi kepada Ketua Dewan Pengarah minimal 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan atau sewaktu-waktu apabila diperlukan. }}}} {{PUU-pasal|pasal=40 |Badan Gizi Nasional harus menyusun analisis jabatan, peta jabatan, analisis beban kerja, dan uraian tugas terhadap seluruh jabatan di lingkungan Badan Gizi Nasional. }} {{PUU-pasal|pasal=41 |Setiap unsur di lingkungan Badan Gizi Nasional dalam melaksanakan tugas dan fungsi menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik dalam lingkungan Badan Gizi Nasional maupun dalam hubungan antar kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan instansi lain terkait. }}<noinclude></noinclude> evh8khv32fluwbexr3z9u4npeacjiuk Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/16 104 112235 311270 2026-08-11T12:44:15Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311270 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=42 |Semua unsur di lingkungan Badan Gizi Nasional menerapkan sistem pengendalian intern di lingkungan masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. }} {{PUU-pasal|pasal=43|{{PUU-ayat |Setiap pimpinan unit organisasi bertanggung jawab memimpin dan mengoordinasikan bawahan dan memberikan pengarahan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas sesuai dengan uraian tugas yang telah ditetapkan. |Pengarahan dan petunjuk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diikuti dan dipatuhi oleh bawahan secara bertanggung jawab serta dilaporkan secara berkala sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. }}}} {{PUU-pasal|pasal=44 |Dalam melaksanakan tugas, setiap pimpinan unit organisasi melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap unit organisasi di bawahnya. }} {{PUU-bab|V|JABATAN, PENGANGKATAN, DAN PEMBERHENTIAN}} {{PUU-pasal|pasal=45|{{PUU-ayat |Sekretaris Utama, Deputi, dan Inspektur Utama merupakan jabatan pimpinan tinggi madya atau jabatan struktural eselon I.a. |Kepala Biro, Sekretaris Deputi, Direktur, Kepala Pusat, Sekretaris Inspektorat Utama, dan Inspektur merupakan jabatan pimpinan tinggi pratama atau jabatan struktural eselon II.a. }}}}<noinclude></noinclude> dxmaox0lajus44h48vgzbbl0w3mlu1e Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/50 104 112236 311271 2026-08-11T12:47:28Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311271 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>Apa sebabnja api ini lain daripada abunja? Oleh karena api ini keluar dari Amanat Penderitaan Rakjat itu tadi. (Tepuk tangan). Apa sebab kita mengadakan Sumpah Pemuda? Apa sebab tekanan kataku pada perkataan sebab. Apa sebab kita mengadakan Sumpah Pemuda? Apa sebab kita mangadakan tekad Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa? Oleh karena kita hendak kelaut bebas. Oleh karena kita hendak pergi kelaut bahagia. Kita tidak bisa kelaut bebas dan laut bahagia, selama ada Imperialisme dan untuk menumbangkan Imperialisme perlu diadakan Satu Tanah Air, Satu Bahasa, Satu Bangsa. (Tepuk tangan). Maka, oleh karena itu Saudara², saja minta agar supaja kita itu selalu meneruskan garis, dan selalu mengedjar api ini. Api ini jang berdjalan terus, dan api tidak lain, tidak bukan, ialah bukan sadja Indonesia Merdeka, bukan sadja Satu Negara Kesatuan Republik Indonesia jang berwilajah dari Sabang sampai Merauke. Bukan sekedar Sang Merah Putih berkibar diangkasa Indonesia. Tetapi djalan terus, djalan terus mentjapai satu masjarakat jang adil dan makmur. (Tepuk tangan gemuruh). Dimana tiap2 Rakjat Indonesia mendjadi orang jang berbahagia. Dan tentang hal ini saja pudji Partai Murba. (Tepuk tangan gemuruh). Disamping saja memudji Partai jang lain² sebagainja, Partai Murba selalu Konsekwen Revolusioner, Revolusioner Konsekwen. (Tepuk tangan gemuruh). Saja sudah menerangkan perkataan Revolusioner. Murba selalu berdjalan didalam ia punja tjita², Konsekwen, (tepuk tangan) ~ memenuhi tjita² jang terkandung didalam Amanat²nja Almarhum Tan Malaka. (Tepuk tangan gemuruh). Konsekwen setia kepada Proklamasi 17 Agustus 1945. (Tepuk tangan gemuruh).\ Tjoba, saja bisa buktikan Saudara². Siapa diantara Partai² jang paling Konsekwen menentang K.M.B.? Partai Murba!!! (Tepuk tangan gemuruh). Siapa diantara Partai² jang telah didalam tahun 1956 berkata, kembali kepada Undang² Dasar 1945? Partai Murba!!! (Tepuk tangan gemuruh). Siapa pemimpin Partai, sama² dengan pemimpin² lain jang tegas berkata dalam tahun '57, '57, tatkala Presiden Soekarno sudah mengeluarkan ia punja Konsepsi? Siapa diantara Pemimpin² jang paling Konsekwen berkata harus terima Konsepsi Presiden? Saudara Adam Malik dari Partai Murba!!! (Tepuk tangan gemuruh). Maka oleh karena itu Saudara, saja minta kepada Partai Murba ini, tetap, tetap seperti sedia-kala. (Tepuk tangan gemuruh). Dan sebagai tadi saja katakan, tetap berdjalan diatas relnja Revolusi. Tekanan sekarang ini daripada revolusi kita adalah pada bagian Sosial. Pembangunan daripada masjarakat adil dan makmur. Saja berkata untuk masjarakat adil dan makmur, kita harus membangun. Dan untuk membangun saja katakan adalah sjaratnja, djuga terutama sekali modal. Saudara mengetahui, bagaimana pendirian kita mengenai modal? M.P.R.S. pun tegas ia punja pendirian mengenai modal. Technical and managerial know how, jaitu saja minta kepada Partai Murba djuga mengandjur-andjurkan kepada segenap Pemuda dan Pemudi chususnja, umumnja kepada masjarakat Indonesia, Rakjat Indonesia, agar supaja mengisi dirinja dengan technical and managerial know how. Oleh karena tiada Pembangunan bisa berdjalan tanpa technical and managerial know how. Ketiga kataku satu suasana politik jang favourable, jang tjotjok, jang sesuai dengan pembangunan. Dan suasana politik itu, sudah diterima oleh Manifesto Politik, sudah diutarakan dalam Manifesto Politik, dalam Usdek, dalam Demokrasi Terpimpin, dan Ekonomi Terpimpin. Saja minta kepada Partai Murba djuga konsekwen didalam hal ini. Pendek kata konsekwen kita mendjalankan kita punja pendirian mengenai modal. Konsekwen dalam kita punja pendirian mengenai technical and managerial know how untuk melaksanakan, untuk mengadakan, untuk membina suatu masjarakat Sosialis Indonesia. Konsekwen dalam menjelenggarakan satu suasana politik jang favourable untuk pembangunan semesta berentjana jang sudah diterima tahapan pertamanja oleh M.P.R.S. Saja melihat Saudara², Saudara fihak Angkatan Perang sudah melihat-lihat djamnja, oleh karena saja djuga ditunggu di Pusat Pimpinan Angkatan Darat. Sekian sadja Saudara², saja kira t.s.t. Saudara², tahu sama tahu. (Tepuk tangan gemuruh). Demikian Amanat saja. Mari kita bersama-sama Saudara² mendjudjung tinggi Amanat Penderitaan Rakjat tiga kerangka: 1. Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke. 2. Masjarakat Sosialis Indonesia adil dan makmur.<noinclude>{{rh|12||13}}</noinclude> 08z12ntlebm7qmlqxlw7lytmc0q83ds Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/17 104 112237 311272 2026-08-11T12:48:49Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311272 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{hii|2|0}} {{PUU-pasal|{{PUU-ayat|m=3 |Kepala Bagian, Kepala Subdirektorat, dan Kepala Bidang merupakan jabatan administrator atau jabatan struktural eselon III.a. |Kepala Subbagian, Kepala Seksi, dan Kepala Subbidang merupakan jabatan pengawas atau jabatan struktural eselon IV.a. }}}} {{PUU-pasal|pasal=46|{{PUU-ayat |Dewan Pengarah, Kepala, dan Wakil Kepala diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. |Sekretaris Utama, Deputi, dan Inspektur Utama diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. |Kepala Biro, Sekretaris Deputi, Direktur, Kepala Pusat, Sekretaris Inspektorat Utama, Inspektur, Kepala Bagian, Kepala Subdirektorat, Kepala Bidang, Kepala Subbagian, Kepala Seksi, dan Kepala Subbidang di lingkungan Badan Gizi Nasional diangkat dan diberhentikan oleh Kepala sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. }}}} {{PUU-pasal|pasal=47|{{PUU-ayat |Masa tugas Dewan Pengarah, Kepala, dan Wakil Kepala berlaku untuk 1 (satu) periode selama 5 (lima) tahun dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) periode berikutnya. |Dewan Pengarah, Kepala, dan/atau Wakil Kepala dapat diberhentikan sewaktu-waktu oleh Presiden sebelum masa tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berakhir. }}}} {{PUU-pasal|pasal=48|{{PUU-ayat |Kepala dan Wakil Kepala dapat berasal dari Pegawai Negeri Sipil atau non-Pegawai Negeri Sipil. |Deputi dapat berasal dari Pegawai Negeri Sipil atau non-Pegawai Negeri Sipil yang mekanisme pengisiannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. }}}} {{PUU-pasal|pasal=49|{{PUU-ayat |Pegawai Negeri Sipil yang diangkat menjadi Kepala dan Wakil Kepala diberhentikan dari jabatan organiknya selama menduduki jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. }}}}<noinclude></noinclude> 3e1tkmbmg1zqjb6kei4kwmstm7trauk Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/18 104 112238 311273 2026-08-11T12:52:37Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311273 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{hii|1|0}} {{PUU-pasal| {{PUU-ayat|m=2 |Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan sebagai Kepala dan Wakil Kepala dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. }}}} {{div end}} {{PUU-pasal|pasal=50|{{PUU-ayat |Pegawai Negeri Sipil yang berhenti atau telah berakhir masa jabatannya sebagai Kepala dan Wakil Kepala dapat diangkat kembali dalam jabatan organik sesuai formasi yang tersedia berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. |Pegawai Negeri Sipil yang diangkat menjadi Kepala dan Wakil Kepala diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil apabila telah mencapai batas usia pensiun dan diberikan hak kepegawaiannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. }}}} {{PUU-bab|VI|HAK KEUANGAN DAN FASILITAS LAINNYA}} {{PUU-pasal|pasal=51|{{PUU-ayat |Dewan Pengarah diberikan hak keuangan dan fasilitas lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. |Kepala diberikan hak keuangan dan fasilitas lainnya setingkat menteri. |Wakil Kepala diberikan hak keuangan dan fasilitas lainnya setingkat wakil menteri. |Ketentuan lebih lanjut mengenai hak keuangan dan fasilitas lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dalam Peraturan Presiden. }}}}<noinclude></noinclude> hlib8as4g4bmarwqhg83g75rzgou3m5 Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/19 104 112239 311274 2026-08-11T12:54:25Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311274 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-bab|VII|PENDANAAN}} {{PUU-pasal|pasal=52 |Pendanaan yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Gizi Nasional bersumber dari: {{PUU-nomor|n=a|m=1 |Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; dan/atau |sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. }} }} {{PUU-pasal|pasal=53 |Kepala ditetapkan sebagai pengguna anggaran. }} {{PUU-bab|VIII|RINCIAN ORGANISASI DAN TATA KERJA}} {{PUU-pasal|pasal=54 |Ketentuan lebih lanjut mengenai organisasi dan tata kerja Badan Gizi Nasional diatur dengan Peraturan Badan Gizi Nasional setelah mendapat persetujuan tertulis dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur negara. }} {{PUU-bab|IX|KETENTUAN PERALIHAN}} {{PUU-pasal|pasal=55 |Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, pelaksanaan tugas dan fungsi kerawanan gizi yang dilaksanakan oleh Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 162), dialihkan menjadi tugas dan fungsi Badan Gizi Nasional. }}<noinclude></noinclude> teeb1fe4oum3lcvsfjixuhcyx5f3wpr Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/20 104 112240 311275 2026-08-11T12:55:32Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311275 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=56|{{PUU-ayat |Pegawai Aparatur Sipil Negara yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang kerawanan gizi di lingkungan Badan Pangan Nasional, dapat beralih menjadi pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Badan Gizi Nasional. |Perlengkapan, pendanaan, dan dokumen di bidang kerawanan gizi di lingkungan Badan Pangan Nasional, dialihkan menjadi perlengkapan, pendanaan, dan dokumen Badan Gizi Nasional. |Pengalihan pegawai Aparatur Sipil Negara, perlengkapan, pendanaan, dan dokumen di bidang kerawanan gizi di lingkungan Badan Pangan Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan dalam jangka waktu paling lambat 1 (satu) tahun sejak Peraturan Presiden ini berlaku dan berkoordinasi dengan kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur negara, kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan, dan kementerian/lembaga terkait. }}}} {{PUU-pasal|pasal=57 |Pegawai Aparatur Sipil Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat (1) tetap diberikan hak keuangan dan fasilitas lainnya sebagaimana yang diterima sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di lingkungan lembaga pemerintah asal, sampai ditetapkannya besaran hak keuangan dan fasilitas lainnya bagi pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Badan Gizi Nasional. }} {{PUU-pasal|pasal=58 |Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, seluruh jabatan yang ada beserta pejabat yang memangku jabatan di lingkungan Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 162), tetap melaksanakan tugas dan fungsinya sampai dengan dibentuknya jabatan baru dan diangkat pejabat baru berdasarkan Peraturan Presiden ini. }}<noinclude></noinclude> bvxv0odoivs92554zm4y3zywr2ie3na Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/21 104 112241 311276 2026-08-11T12:56:58Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311276 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=59 |Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun pertama, pengisian jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan Badan Gizi Nasional dapat dilakukan melalui penunjukan langsung oleh Presiden. }} {{PUU-bab|X|KETENTUAN PENUTUP}} {{PUU-pasal|pasal=60 |Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, semua peraturan perundang-undangan yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 162), yang berkaitan dengan ketentuan mengenai tugas dan fungsi di bidang kerawanan gizi, dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden ini. }} {{PUU-pasal|pasal=61 |Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, ketentuan yang mengatur mengenai tugas dan fungsi di bidang kerawanan gizi dalam Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 162), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. }} {{PUU-pasal|pasal=62 |Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. }}<noinclude></noinclude> k1th46l7tf9py7uskpx15dnfvz2nk24 Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/49 104 112242 311277 2026-08-11T12:59:31Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311277 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>Saja seorang insinjur. Perintahkan kepada saja Saudara² untuk memindahkan djalannja sungai ini. Insja Allah S.W.T. saja bisa. Dengan tjukup uang, saja bisa membikin aliran jang menggok daripada ini. Tetapi djangan perintahkan kepada saja, untuk membendung mati aliran air ini. Meskipun saja membuat dam dari kaju jang kuat. Bukan!!! Dam dari beton. Bukan!!! Dam dari badja. Meskipun aku membuat dam dari badja, tetapi didalam, dibelakangnja dam ini Saudara², sebagai saja katakan, terus air mendesak, meter kubik permeter kubik datang mendesak. Liter perliter, tetes pertetes, atoom per-atoom, semuanja mendesak ingin kelaut. Achirnja petjah dam ini sama sekali. (Tepuk tangan gemuruh). Inilah gambarnja tjita? sesuatu bangsa. Gambarnja tjita? Rakjat Indonesia jang tadinja berasal daripada samudra kebahagiaan, berasal daripada samudra jang bebas, bebas kita tatkala belum Indonesia ini didatangi oleh Imperialisme, bebas kita tatkala belum ada disini bendera sitiga warna berkibar, bebas kita tatkala kita hidup dalam keradjaan² jang besar sebagai Sriwidjaja dan Madjapahit. Jang tadinja hidup pula, didalam samudra kebahagiaan, tjukup sandang, tjukup pangan, gemah ripah loh djinawi, toto tentrem karto rahardjo. (Tepuk tangan gemuruh). Kita jang berasal daripada samudra kebebasan dan kebahagiaan itu, tiap2 atoom daripada djiwa kita ini Saudara², sesudah kita melalui djaman Imperialisme 3½ abad lamanja, sesudah kita mengalami djaman pengekangan 3½ abad lamanja, sesudah kita melampaui djaman penghinaan 3½ abad lamanja, toch tetap adreng kita, himah kita, kehendak kita, tjita² kita, kemauan kita, tetap tiap² atoom daripada tubuh dan djiwa kita ini hendak kembali kelaut, laut, laut, laut bebas, laut bahagia. (Tepuk tangan gemuruh). Ja, inilah Saudara². Ini jang dinamakan adreng ini, himah ini, kehendak ini, tjita ini. Inilah jang dinamakan Amanat Penderitaan Rakjat. Ingin kembali kelaut, kelaut kebahagiaan, ingin kembali kelaut kebebasan, ingin kembali mendjadi satu Bangsa jang tidak tertindas, ingin kembali mendjadi suatu bangsa jang mempunjai kepribadian jang luhur, ingin kembali dan demikianlah diamanatkan kepada kita semuanja. Diamanatkan dengan perdjoangan, diamanatkan dengan korbanan, diamanatkan dengan penderitaan. (Tepuk tangan). Ini jang dinamakan Amanat Penderitaan Rakjat jang semua kita sekarang ini, mendjadi peng-emban² daripadanja. (Tepuk tangan). Saudara², ini adalah penting saja tjeriterakan kepada Saudara². Oleh karena dengan demikian, maka Nasionalisme kita mempunjai tjorak tersendiri. Nasionalisme kita adalah Nasionalisme Amanat Penderitaan Rakjat. (Tepuk tangan). Maka, oleh karena itu aku berkata kepada Pemuda², tatkala aku memperingati hari Pemuda, djangan berhenti pada Sumpah Pemuda, Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa adalah sekedar alat mutlak, disamping memang satu keadaan jang benar. Alat mutlak untuk menentang Imperialisme. Alat mutlak untuk menjudahi Imperialisme. Kita tidak dapat menjudahi Imperialisme, kalau kita belum bersatu Tanah Air. (Tepuk tangan). Saudara melihat buktinja. Perang Diponegoro gagal. Oleh karena pada waktu itu belum meliputi seluruh Tanah Air. Perang Imam Bondjol gagal, gagal dalam arti menumbangkan Imperialisme. Oleh karena pada waktu itu belum bersatu Tanah Air. Perang Hassanudin gagal, oleh karena pada waktu itu belum meliputi Satu Tanah Air. Perang Trunodjojo gagal, oleh karena pada waktu itu belum meliputi seluruh Tanah Air. Perang Suropati Untung gagal, oleh karena pada waktu itu belum meliputi seluruh Tanah Air. Pendek Saudara², selama kita belum bertanah air satu, belum berbangsa satu, belum berbahasa satu, maka tidak mungkin kita bisa menumbangkan Imperialisme jang berdiri di Tanah Air Indonesia 3½ abad lamanja itu. (Tepuk tangan). Tetapi, djanganlah kita mengira, bahwa tiap2 kita harus hanja, hanja, hanja itu sadja, Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa. Tidak!!! (Tepuk tangan). Ingat aliran sungai hendak kelaut. Laut bebas, laut bahagia, kitapun mengemban Penderitaan Rakjat kelaut bebas, kelaut bahagia. Teruskan, teruskan, teruskan tjita². (Tepuk tangan gemuruh). Maka oleh karena itu, aku berkata siapa jang sekarang tahun 1960, sekarang tahun 1960, sebentar th. 1961, hanja berdiri diatas Satu Tanah Air. Satu Bahasa, Satu Bangsa sadja, ia sebenarnja hanja mewarisi abu daripada Kongres Pemuda jang pertama tahun 1928 tanggal 28 Oktober. (Tepuk tangan). la tidak mewarisi apinja, tidak mewarisi apinja jang terus berdjalan, tidak mewarisi apinja jang terus menjala, tidak mewarisi apinja jang makin lama makin berapi-api, mendjadi api unggun jang besar. (Tepuk tangan).<noinclude>{{rh|10||11}}</noinclude> nz6fk713cvf9mthu0oo4x2xzpfm6lz3 Halaman:Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf/22 104 112243 311278 2026-08-11T13:00:16Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311278 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-pasal|Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Presiden ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.}} {{UU/TTD-1 |di=tetapkan |kota=Jakarta |tanggal=15 Agustus 2024 |plt= |jabatan=PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA |sig=ya |nama=JOKO WIDODO}} {{UU/TTD-2 |di=undangkan |kota=Jakarta |tanggal=15 Agustus 2024 |plt= |jabatan=MENTERI SEKRETARIS NEGARA<br/>REPUBLIK INDONESIA |sig=ya |nama=PRATIKNO}} LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2024 NOMOR 173 {{Block left|{{c|Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA<br/>REPUBLIK INDONESIA Deputi Bidang Perundang-undangan dan<br/>Administrasi Hukum, ''ttd. & cap'' Lydia Silvanna Djaman }}}}<noinclude></noinclude> o40a2e3nw9cviphk6rxfjx6jpjpjadk Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2024 0 112244 311280 2026-08-11T13:03:08Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 ←Membuat halaman berisi '{{Perpres|83|2024|tentang=Badan Gizi Nasional}} <pages index="Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf" from=1 to=22/>' 311280 wikitext text/x-wiki {{Perpres|83|2024|tentang=Badan Gizi Nasional}} <pages index="Perpres Nomor 83 Tahun 2024.pdf" from=1 to=22/> 465qd1pdoikht0vp2s5k917v0mh3hu9 Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/48 104 112245 311282 2026-08-11T13:20:09Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311282 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>tjapai kekuatan objektif untuk menentang adanja Imperialisme itu, untuk membongkar Imperialisme itu, untuk mengembalikan Bangsa Indonesia itu keatas tarap kemerdekaan. Menghilangkan segenap penindasan dan penghisapan ditanah air kita. (Tepuk tangan). Tetapi di Negeri lain, jang sudah merdeka, Nasionalisme ini kadang meluap-luap, meng-ekses mendjadi rasa kesombongan bangsa, rasa chauvinisme, rasa jang melebih-lebih daripada itu, hingga mendjadi rasa Fascisme pula. Saudara² kenal akan perkataan Hitler, misalnja ia punja Nasionalisme adalah Chauvinisme. Ia punja Nasionalisme adalah sudah mendjadi satu Fascisme. Fascisme tempo hari sudah saja katakan adalah satu penjelamat terachir daripada Kapitalisme. Pada waktu itu saja mensitir utjapan Karl Feurmann jang berkata, bahwa Fascisme adalah satu penjelamat terachir daripada Kapitalisme, een laatste reddingspoging van het Kapitalisme. Fascisme Hitler meruntjing-runtjing, meluap-luap mendjadi rasa Chauvinisme jang hanja mengakui bangsa jang kulit putih, rambut djagung, mata biru jang dinamakan oleh Hitler bangsa Arier sebagai satu Bangsa jang unggul, sebagai satu bangsa jang linuhung, sebagai satu bangsa jang lebih tinggi daripada bangsa jang lain². Nasionalisme jang demikian ini pantas kita kutuk, (tepuk tangan) ~ Chauvinisme jang demikian itu pantas kita kutuk, (tepuk tangan) ~ Fascisme jang demikian itu pantas kita kutuk. (Tepuk tangan). Tapi kita Saudara², kita mempunjai rasa Nasionalisme sebagai tadi saja katakan, jang amat luhur dan mulia sekali. Maka oleh karena itu Saudara², saja harap kepada Saudara² segenap Anggota Partai Murba, supaja dengan dada jang luas dan bangga mengatakan, ja, kami ini adalah kaum Nasionalis. (Tepuk tangan). Tetapi, kaum Nasionalis Konsekwen Revolusioner. Revolusioner dalam arti apa? Didalam arti progresif, didalam arti madju, didalam arti dinamis. Bangsa kita adalah satu Bangsa jang dinamis, (tepuk tangan) ~ Bangsa kita adalah satu Bangsa jang bergerak, Bangsa kita adalah satu Bangsa jang terus berdjalan madju setahap demi setahap. Dan sebagai tempo hari sudah saja katakan, djikalau kita benar2 Bangsa jang madju setahap demi setahap, maka didalam tjita², kitapun harus madju setahap demi setahap, bahkan melompat-lompat terus. Tidakkah pernah didalam pidato saja memperingati Sumpah Pemuda, bahwa kita tidak boleh berhenti, kepada apa jang diikrarkan didalam Sumpah Pemuda itu sadja. Didalam Sumpah Pemuda kita mengikrarkan tiga hal, bahwa kita ini satu Tanah Air, satu Bangsa, mempunjai satu Bahasa. Saja berkata djangan kita berhenti, sekadar hanja dengan satu Tanah Air, satu Bangsa, satu Bahasa sadja. Tetapi kembalilah kita kepada sumber kita, lantas pada waktu itu saja mengeluarkan utjapan jang terkenal, bahwa sungai mengalir terus mentjapai laut. Dan oleh karena ia mengalir terus hendak mentjapai laut, maka ia adalah setia kepada sumbernja. Door naar de zee toe te stromen. is de rivier trouw aan haar bron. Ini utjapan seorang Pemimpin besar Perantjis. Door naar de zee toe te stromen, is de rivier trouw aan haar bron. Bagaimana gambaran sungai jang mengalir kelaut, dengan mengalir kelaut itu ia setia kepada sumbernja. (Tepuk tangan). Pernah saja gambarkan langit penuh dengan awan, awan tertiup oleh angin sedjuk, hudjan turun. Hudjan turun diatas gurun² dan gunung2 airnja masuk didalam bumi gunung dan gurun? ini, achirnja ia muntjul didalam sumber². Tetapi, tiap tetes air daripada sumber ini, tiap molekul air daripada sumber ini, bahkan tiap atoom air daripada sumber ini, adalah satu atoom jang hidup jang laksana mempunjai perasaan dan keinginan, hidup mempunjai perasaan keinginan, mempunjai kehendak, mempunjai adreng ~ kata orang Djawa. Dan himah dan adrengnja, ialah ingin kembali kelaut, kelaut, kelaut. (Tepuk tangan). Dan memang dia tadi asalnja dari laut, dari laut kena sinar matahari, mendjadi uap, uap naik keangkasa mendjadi awan. Awan kena angin dingin, mendjadi hudjan turun diatas gunung masuk didalam bumi. Air muntjul sebagai sumber. Dan sebagai tadi saja katakan tiap² atoom daripada sumber ini, aliran sumber ini ingin kembali kelaut, kelaut, kelaut, dan sekali lagi kelaut. (Tepuk tangan gemuruh). Maka, air ini mengalir daripada sumber ini, mendjadi sungai² jang ketjil, berdjumpa dengan sungai jang ketjil, mendjadi sungai jang lebih besar, sungai jang lebih besar berdjumpa dengan sungai jang lebih besar mendjadi sungai jang lebih besar lagi. Dan aliran daripada air ini, didalam sungai jang besar itu tidak ada satu kekuasaan dunia jang dapat membendungnja, tidak bisa dibendung. (Tepuk tangan gemuruh). Oleh karena sebagai tadi saja katakan, tiap² atoom daripada air ini, hendak kelaut, kelaut, kelaut, kelaut, kelaut. Sekali lagi kelaut. (Tepuk tangan gemuruh).<noinclude>{{rh|8||9}}</noinclude> 8dkphb6upoi82ewbfzwq05zl2er249y Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/41 104 112246 311283 2026-08-11T13:22:05Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 311283 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude><noinclude></noinclude> strgv3gx8bknbzdxmid30oftgj5eslr 311476 311283 2026-08-12T01:23:14Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 311476 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{c|BAB 33}} {{c|KEWADJIBAN DAN HAK WARGANEGARA<br>TERHADAP DUNIA LUAR}} 238. Dahulu kala sikap manusia terhadap dunia luar itu kalau tidak bermusuhan adalah mentjurigai. Hal itu tidak mengherankan. Pengetahuan tentang dan pengalaman dengan orang asing itu atau dengan apa jang asing itu boleh dikatakan tidak ada. Perbedaan bahasa, kebiasaan, adat istiadat, kebudajaan, tatatertib, tatahukum dan ''last but not least'' penguasaan sektor ekonomi merupakan penghalang besar bagi perkenalan dan persahabatan. Desa (kampung, huta) jang satu bermusuhan dengan jang lain, suku² dan bangsa² berperang, seolah-olah tak ada djalan lain buat bergaul. Sedjarah penuh tjontoh² perang merebut dan menaklukkan daerah. Kekuatan dan kekuasaan, itulah kiranja jang menentukan segala-galanja. Jang menang makin kuat dan makin berkuasa. Jang kalah mengalami nasib jang amat buruk. Tentu ada ketjualinja: jang menang mengoper bahasa dan kebudajaan bangsa jang ditaklukkan. Sebagai tjontoh dapat dikemukakan : a) bangsa Mandaju mempelajari dan inenganut kebudajaan Tionghoa; b) suku Frank bangsa Germania di-„latin”-kan dinegeri Gallia (Perantjis sekarang). 239. Dengan makin ramainja lalu lintas diantara bangsa², maka makin baiklah kesempatan buat saling mengerti, hormat-menghormati. Pada zaman atom ini djarak diantara bangsa² sudah sangat sempit. Alat² lalu lintas modern memungkinkan pertukaran pikiran dan pergaulan internasional jang sangat intensif. Negara Jang satu memerlukan negara jang lain. Hidup modern ini tidak dapat lagi dipikirkan tanpa suasana, pengaruh mempengaruhi diantara bangsa-bangsa. Dimata imperialisme kekuatan sendjata dan kapitallah jang sangat menentukan. Akibatnja, pendjadjahan: Orang Barat jang sangat madju dilapangan ilmu pengetahuan dan teknik modern mendjadjah benua² Asia, Afrika, Amerika dan Australia. Pendjadjahan bertentangan dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Bangsa² jang terdjadjah bangun mematahkan rantai jang membelenggunja. Abad ke-20 ini penuh pergolakan bangsa² jang ingin merdeka, jang ingin hidup dalam negara nasional jang merdeka, terhadap pendjadjah²nja; sebab itu memperoleh nama dari Presiden Soekarno abad kebangunan Asia-Afrika. Pergaulan dunia dilapangan agama dan kebudajaan sepandjang masa kentara. Pertemuan antara bangsa² menimbulkan suasana pengaruh-mempengaruhi. Bangsa kita dalam sedjarahinja berhasil mengolah unsur² asing sehingga merupakan milik pribadi, buah karya akal budi sendiri. Agama dan kebudajaan Hindu, Islam, orang Tionghoa, modernisasi Barat, semuanja itu kita alami. Sehabis perang dunia ke-II makin kuatlah tjita² menegakkan kekeluargaan dunia, terutama dengan melalui Perserikatan Bangsa² beserta badan² perlengkapan dan organisasi² pembantunja. 240. Perhubungan antar negara itu biasanja dilakukan oleh pemerintah. Hal itu diatur dalam Hukum Internasional. Tenta ada djuga perhubungan pribadi jang langsung antara rakjat sesuatu negara dan negara² lainnja. Umpamanja karena perniagaan, agama, ilmu pengetahuan, kesenian, persuratkabaran, turisme dan lain². Tetapi djelas semuanja itu selalu sepengetahuan dan atjapkali seizin pemerintah jang bersangkutan: paspor, alat² pembajaran luar negeri, impor, izin ekspor dan seterusnja. Disamping itu patut pula disebutkan perkumpulan² persahabatan Internasional, umpamanja Perkumpulan Persahabatan Indonesia-Amerika, Indonesia-Uni Sovjet dan lain² jang didirikan oleh pihak swasta dari kedua belah pihak. Dapatlah disimpulkan, bahwa perhubungan antar-negara itu : I a) ada pada waktu damai;<noinclude>{{rh|166||167}}</noinclude> ozjsp0a3l0ixnbzbz1s2onv45f47m06 Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/47 104 112247 311285 2026-08-11T13:31:32Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311285 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>Nasionalis dengan ditekankan kata kepada adjaran² Agama Islam. Saja berkata P.K.I. adalah Nasionalis. Tjinta Tanah Air, tjinta bangsa, berdjoang mati-matian untuk kemerdekaan Indonesia dengan tekanan kata kepada adjaran² daripada Marx dan Lenin. Murba adalah demikian pula. Murba adalah tegas satu Partai Nasionalis dengan tekanan kata kepada isi² sosial daripada Nasionalisme itu. (Tepuk tangan). Dan sebenarnja sebagai saja katakan dalam Manipol, sebagai saja katakan dalam Indonesia Menggugat, sebagai saja katakan dalam Risalah Mentjapai Indonesia Merdeka, Nasionalisme kita itu adalah Nasionalisme jang amat luas sekali, Nasionalisme kita itu adalah satu Nasionalisme jang berisikan matjam? tuntutan hidup agar supaja Rakjat Indonesia ini benar2 mendekati Rakjat jang bahagia. Dengan tegas saja berkata, seorang Nasionalis tanpa tekanan kata misalnja kepada tuntutan Sosial, artinja seorang Nasionalis tanpa menekankan ia punja kata kepada tuntutan, agar supaja ditanah air Indonesia ini diadakan suatu masjarakat jang adil dan makmur, jang memberi kebahagiaan kepada semua manusia Indonesia diatasnja. Nasionalis jang demikian itu bukanlah Nasionalisme komplit. (Tepuk tangan gemuruh). Oleh karena itu saja berkata. Sedjak saja berpidato dihadapan para Pemuda di Surabaja, saja berkata: Djikalau kita Patriot, djikalau kita Nasionalis, djadilah Nasionalis komplit, djadilah Patriot komplit. (Tepuk tangan gemuruh). Ada orang kadang² heran, Bung Karno ini Nasionalis. Tapi Bung Karno kok banjak ikut dalam urusan seni. Bung Karno memperhatikan tari²an. Malah Bung Karno dalam usahanja untuk menghindarkan Pemuda-Pemudi Indonesia daripada tari²an gila²an. Bung Karno sendiri menari Lenso. Bung Karno suka kepada lukisan², Bung Karno sendiri melukis sedikit. Bung Karno tjinta kepada taman² dan kebun². Katanja Nasionalis, kok barang² seperti seni, seperti tari, seperti lain²nja itu diperhatikan oleh Bung Karno. Saja punja djawab, ialah bahwa Nasionalisme meliputi segala hal. Djikalau tidak orang meliputi segala hal didalam ia punja Nasionalisme, ia bukan Nasionalis jang komplit. (Tepuk tangan). Saja dengan sengadja tjampur tangan didalam segala hal, tjampur tangan didalam urusan djalan, tjampur tangan didalam urusan seni, tjampur tangan didalam urusan kebun. Saja terus terang sadja, kebun raja di Kota Bandung sering saja kritik oleh karena, jasa, menurut anggapan saja kurang tjantik dan indahnja. Pendek kata Saudara², Nasionalisme kita adalah satu Nasionalisme jang lebar dan luas sekali, sehingga sebagai tadi saja katakan, kita harus mendjadi Nasionalis komplit. Dan mengenai Partai Murba saja bergembira, sedjak mulanja melihat bahwa seperti tadi saja katakan, Partai Murba memberi tekanan kata djuga kepada tuntutan? Sosial, jaitu masjarakat jang adil dan makmur. (Tepuk tangan). Saja kenal Almarhum TAN MALAKA. (Tepuk tangan gemuruh). Saja batja semua ia punja tulisan². (Tepuk tangan gemuruh). Saja berbitjara dengan beliau berdjam-djam, (tepuk tangan) dan selalu didalam pembitjaraan² saja dengan Almarhum TAN MALAKA ini, ketjuali tampak bahwa TAN MALAKA adalah pentjinta Tanah Air dan Bangsa Indonesia, ia adalah Sosialis jang sepenuh-penuhnja. (Tepuk tangan gemuruh). Saja ulangi. Perkataan Nasionalisme didunia ini, mempunjai matjam² pengertian. Didalam Tanah Air Indonesia, di Tanah Air Indonesia, Nasionalisme mempunjai bau jang harum sekali, mempunjai harga jang tinggi sekali, bahkan sebagai tadi saja katakan, meliputi segenap tjorak hidup jang membawa manusia ini kepada tarap jang tinggi. Tidak demikian Nasionalisme, perkataan Nasiolisme itu didunia luaran. Banjak Negara atau Bangsa² didunia ini sekarang, bentji kepada apa jang dinamakan Nasionalisme. Oleh karena Nasionalisme di negeri jang saja maksudkan itu, dalam waktu misalnja permulaan daripada abad ke XX dan dekat² Perang Dunia jang ke II ini, telah meng-ekses mendjadi apa jang saja namakan chauvinisme. Bahkan meng-ekses mendjadi Fascisme. Nasionalisme di Tanah² djadjahan, Nasionalisme dikalangan Rakjat² jang tidak merdeka, Nasionalisme di Negeri jang ditindas oleh Imperialisme, Nasionalisme itu adalah satu tenaga rejuvenation, pemudaan, adalah regeneration, pengumpulan, pembangkitan daripada tenaga² jang menentang kepada Imperialisme itu. Nasionalisme kita adalah satu pengutaraan rasa djiwa jang luhur, satu pengutaraan djiwa objektif,satu rasa.......... dan rasa adalah subjektif, tapi jang sebenarnja objektif, dibangunkan oleh penindasan daripada Imperialisme. (Tepuk tangan), djikalau saja hubungkan hal ini dengan Imperialisme. Tetapi kita punja Nasionalisme, sebagai Saudara2 ketahui adalah timbul didalam dada kita sebelum disini ada Imperialisme. Apalagi sesudah kita didatangi Imperialisme, Nasionalisme kita itu lebih bangkit lagi. (Tepuk tangan). Nasionalisme kita itu men-<noinclude>{{rh|6||7}}</noinclude> m6wok5bdn7f3akzzm35awd20xixp7o5 Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/46 104 112248 311286 2026-08-11T13:44:30Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311286 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude><center> === Amanat/Sambutan P.J.M. Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang/Pemimpin Besar Revolusi Indonesia Bung Karno === </center> {{C|Dalam Resepsi Pembukaan Kongres ke V Partai Murba}} {{C|Tgl. 15 Desember 1960 di Gedung „Nusantara", Bandung.}} Saudara² sekalian. Ja, memang waktu bagi saja adalah singkat. Sebagai Saudara2 mengetahui dari sini nanti saja harus kepusat Pimpinan Angkatan Darat Djawa Barat, kemudian ke Garut. Dalam waktu jang singkat ini saja diminta untuk memberi sekedar sambutan, katakan Amanat, terhadap kepada Kongres Murba jang ternjata amat meriah ini. Dan, memang dari tadinja saja tidak ragu². Kongres Murba tentu meriah, tentu hebat. Ada orang jang berkata: „Bapak Presiden nanti datang ke Kongres Murba; 'kan Partai Murba itu Partai gurem". Tetapi setelah itu saja mendjawab: „Tidak! Partai Murba bukan Partai gurem, tetapi Partai Murba adalah suatu Partai Nasionalis Revolusioner jang Konsekwen"! (tepuk tangan gemuruh). Maka, oleh karena Partai Murba adalah suatu Partai Nasionalis jang konsekwen Revolusioner, (tepuk tangan gemuruh) saja sedari mulanja jakin, bahwa Kongres Partai Murba ini akan meriah dan hebat. (Tepuk tangan gemuruh). Saudara-saudara. Saja tadi memakai perkataan Partai Nasionalis Konsekwen Revolusioner. Perkataan Nasionalis atau Nasionalisme, dialam manusia dimuka bumi, mempunjai pengertian matjam2. Ditanah air Indonesia perkataan Nasionalis atau Nasionalisme, mempunjai harga jang tinggi, mempunjai bau jang harum. Oleh karena itu pada hakekatnja, kita jang berdjoang berpuluh-puluh tahun, kita jang berdjoang untuk mentjapai Indonesia Merdeka, kita jang berdjoang untuk mempertahankan Indonesia Merdeka, kita jang berdjoang untuk merealisasi Amanat Penderitaan Rakjat, pada hakekatnja kita ini semuanja adalah Nasionalis, dalam arti pentjinta tanah air. Pentjinta nation, pentjinta natie. (Tepuk tangan). Kita adalah Nasionalis oleh karena kita tjinta kepada Indonesia, kepada Tanah Air Indonesia, kepada bangsa Indonesia, kepada kepribadian Indonesia, kepada segenap tjita? daripada Rakjat Indonesia. Kita adalah Nasionalis oleh karena kita membanting-tulang untuk merealisasikan segenap tjita² daripada bangsa Indonesia itu. Kita semuanja adalah Nasionalis. Dalam arti jang kita berikan kepada perkataan itu. Partai Nasional Indonesia adalah Nasionalis, Partai Murba adalah Nasionalis, Partai Komunis Indonesia adalah Nasionalis, Partai Nahdatul Ulama adalah Nasionalis. Bahkan Partai gurem jang ketjil itu sebenarnjapun Nasionalis. Siapa jang tidak tjinta kepada Tanah Air Indonesia? Siapa jang tidak tjinta nation Indonesia? Siapa jang tidak tjinta kepada kemerdekaan Indonesia? Siapa jang tidak tjinta kepada Amanat Penderitaan Rakjat Indonesia? Ketjuali bunglon² dan penggelap² daripada Revolusi kita. (Tepuk tangan gemuruh). Tetapi, tiap orang Indonesia jang berani menghadapi dunia dengan muka terbuka, dengan kepala jang tegak, tiap orang Indonesia menjintai Tanah Air Indonesia, Bangsa Indonesia, tjita² Indonesia. Tiap orang Indonesia adalah Nasionalis. Sedjak kita mengadakan gerakan Nasional, sedjak daripada itu sebenarnja kita ini sudah benar2 Nasionalis. Bahkan lebih dahulu daripada itu, sedjak sebelum kita mempunjai gerakan Nasionalis kita telah mengalami gerakan² jang bersifat Nasionalis, bermatjam-matjam. Hanja aksentnja, tekanan kata Saudara². Disitu tempatnja gradasi, tempatnja perbedaan², sedikit², diatas dasar bumi platform jang sama. Jaitu sama2 menjinta Tanah Air, sama² menjintai bangsa Indonesia, sama² menjintai Kemerdekaan Indonesia, sama2 berdjoang untuk kemerdekaan Indonesia, sama² mati²an hendak mempertahankan kemerdekaan Indonesia ini. Diatas platform Nasionalis jang sama ini kita mempunjai tekanan kata jang agak berbeda-beda. Tetapi atas hal itupun saja mengutjap sjukur Alhamdulillah kepada Allah S.W.T. Alangkah tidak baiknja bangsa Indonesia kalau bangsa Indonesia ini tidak mempunjai gradasi dalam keinginan² dan tjita². Kita menghadapi rangkaian bunga jang indah dihadapan kita ini. Alangkah tidak baiknja Saudara², kalau hanja satu warna sadja. Tetapi Saudara melihat bunga merah djambu, bunga merah tua, bunga putih, dan lain sebagainja jang semuanja merupakan rangkaian jang indah dan permai. Kita wadjib mengutjap sjukur kepada Allah S.W.T. bahwa didalam tarap² Rakjat Indonesia ini, diatas bumi platform jang sama, ada gradasi daripada tekanan kata. Saja tadi berkata, N.U. adalah Nasionalis. Tekanan katanja ialah<noinclude></noinclude> 802lwwzuduiof8a787rz0tcn3tfbgug Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/45 104 112249 311287 2026-08-11T13:58:01Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311287 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>berdjumlah 175.756 anggauta. (Tjatatan: jang kemudian dilapor kan kepada Pemerintah tingkat pertama tg. 27 Pebruari 1961, anggauta berdjumlah: 206.554). Dengan berhasilnja mengatasi segala kesulitan dan kekurangan², bersusah-pajah mereka memerlukan memenuhi undangan untuk datang ke Bandung berkongres. Antara lain karena mereka pertjaja, bahwa P.J.M. tentu akan berkenan untuk memperhatikan dan menghadiri undangan untuk memberikan Amanat kepada mereka itu dalam resepsi Kongres Partai kami, jang memang sedjak semula kami telah beritahukan, hal jang penting itu kepada mereka. Kami persilahkan P.J.M. untuk memberikan Amanat wedjangan kepada mereka Saudara² peserta Kongres kami itu chususnja, dan umumnja buat Rakjat berdjuang dibawah kibaran pandji² Manipol/ Usdek, Teristimewa setelah selesainja sidang? M.P.R.S. pertama jang baru lalu dengan segala putusan-putusannja, jang selesai tepat pada waktunja, menghadapi tahun 1961, dimana P.J.M. akan mengajunkan tjangkul pertama sebagai lambang, bahwa dengan itu Pembangunan Semesta sudah dimulai. Sungguh amat sajang, bahwa waktu P.J.M. teramat pendek, tapi apa hendak dikata, karena banjak pekerdjaan² lain jang sedang menanti. Djustru karena itu kami sengadja hanja memberikan sambutan jang amat singkat ini, dan terpaksa tidak dapat memberikan kesempatan kepada Undangan2 kami jang lain² untuk ikut-serta menjambut. Sudilah kiranja kami dimaafkan untuk itu. Maksud kami jalah semata-mata untuk menjerahkan waktu jang amat pendek dan amat berharga itu untuk dapat sebanjak-banjaknja dipergunakan oleh P.J.M. Presiden buat Amanat jang beliau akan berikan, karena P.J.M. telah tjukup mengenal perdjuangan Partai Murba, jang berobor pada perdjuangan Tan Malaka. Achirulkata a.n. dan bersama seluruh Partai Murba kami minta dengan hormat tapi sangat dapatlah kiranja P.J.M. memaafkan, apabila terdapat sesuatu kekurangan dan kesalahan dalam penjambutan kami, karena memang baru pertama kali inilah Partai Murba mendapatkan kehormatan besar untuk menjambut kehadiran P.J.M. Demikianlah sudilah kiranja dalam hal itu J.M. Para Menteri dan istri, J.M. Para Duta Besar, P.T. Panglima Daerah Militer VI Siliwangi, P.T. Gubernur/Kepala Daerah Djawa Barat, P.T. Kepala Polisi Djawa Barat dan Jth. para Undangan seluruhnja memaafkan kami. Sekian dan terima kasih. Dan kami persilahkan sekarang P.J.M. Presiden untuk memberikan Amanat P.J.M. Bandung, 15 Desember 1960. :::::::::::::::::::Ketua Umum Partai Murba ::::::::::::::::::::ttd. :::::::::::::::::::(Wasid Suwarto).<noinclude>{{rh|2||3}}</noinclude> 0zf242rjrterbipnsp9fkryxh0st7xt 311288 311287 2026-08-11T13:59:16Z Ammachemist 27288 311288 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>berdjumlah 175.756 anggauta. (Tjatatan: jang kemudian dilapor kan kepada Pemerintah tingkat pertama tg. 27 Pebruari 1961, anggauta berdjumlah: 206.554). Dengan berhasilnja mengatasi segala kesulitan dan kekurangan², bersusah-pajah mereka memerlukan memenuhi undangan untuk datang ke Bandung berkongres. Antara lain karena mereka pertjaja, bahwa P.J.M. tentu akan berkenan untuk memperhatikan dan menghadiri undangan untuk memberikan Amanat kepada mereka itu dalam resepsi Kongres Partai kami, jang memang sedjak semula kami telah beritahukan, hal jang penting itu kepada mereka. Kami persilahkan P.J.M. untuk memberikan Amanat wedjangan kepada mereka Saudara² peserta Kongres kami itu chususnja, dan umumnja buat Rakjat berdjuang dibawah kibaran pandji² Manipol/ Usdek, Teristimewa setelah selesainja sidang? M.P.R.S. pertama jang baru lalu dengan segala putusan-putusannja, jang selesai tepat pada waktunja, menghadapi tahun 1961, dimana P.J.M. akan mengajunkan tjangkul pertama sebagai lambang, bahwa dengan itu Pembangunan Semesta sudah dimulai. Sungguh amat sajang, bahwa waktu P.J.M. teramat pendek, tapi apa hendak dikata, karena banjak pekerdjaan² lain jang sedang menanti. Djustru karena itu kami sengadja hanja memberikan sambutan jang amat singkat ini, dan terpaksa tidak dapat memberikan kesempatan kepada Undangan2 kami jang lain² untuk ikut-serta menjambut. Sudilah kiranja kami dimaafkan untuk itu. Maksud kami jalah semata-mata untuk menjerahkan waktu jang amat pendek dan amat berharga itu untuk dapat sebanjak-banjaknja dipergunakan oleh P.J.M. Presiden buat Amanat jang beliau akan berikan, karena P.J.M. telah tjukup mengenal perdjuangan Partai Murba, jang berobor pada perdjuangan Tan Malaka. Achirulkata a.n. dan bersama seluruh Partai Murba kami minta dengan hormat tapi sangat dapatlah kiranja P.J.M. memaafkan, apabila terdapat sesuatu kekurangan dan kesalahan dalam penjambutan kami, karena memang baru pertama kali inilah Partai Murba mendapatkan kehormatan besar untuk menjambut kehadiran P.J.M. Demikianlah sudilah kiranja dalam hal itu J.M. Para Menteri dan istri, J.M. Para Duta Besar, P.T. Panglima Daerah Militer VI Siliwangi, P.T. Gubernur/Kepala Daerah Djawa Barat, P.T. Kepala Polisi Djawa Barat dan Jth. para Undangan seluruhnja memaafkan kami. Sekian dan terima kasih. Dan kami persilahkan sekarang P.J.M. Presiden untuk memberikan Amanat P.J.M. Bandung, 15 Desember 1960. ::::::::::::::Ketua Umum Partai Murba ::::::::::::::::ttd. ::::::::::::::(Wasid Suwarto).<noinclude>{{rh|2|||3}}</noinclude> onbs6d0dlbqx9mldj6fm1i3h0otqp9v Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/44 104 112250 311289 2026-08-11T14:03:30Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 311289 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude><center> === Sambutan Ketua Umum Partai Murba === === WASID SUWARTO TERHADAP P.J.M. PRESIDEN R.I. === Dalam Resepsi Pembukaan Kongres Partai Murba ke V Tanggal 15-20 Desember 1960, di Bandung. </center> P.J.M. Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi Indonesia, J.M. Para Menteri dan istri, J.M. Para Duta Besar, P.T. Panglima Daerah Militer VI Siliwangi, P.T. Gubernur/Kepala Daerah Djawa Barat, P.T. Kepala Polisi Djawa Barat, Jth. Saudara² Para Undangan semuanja serta Saudara2 Peserta-pengundjung Kongres Jth.: selamat datang kami sampaikan sebagai salam untuk membuka Resepsi Pembukaan Kongres kami ini, beriring utjapan terima kasih atas perhatian P.J.M. Presiden, J.M. Para Menteri dan isteri, J.M. Para Duta Besar, P.T. Panglima Daerah Militer VI Siliwangi, P.T. Gubernur/Kepala Daerah Djawa Barat, P.T. Kepala Polisi Djawa Barat serta segenap hadirin Jth. lainnja. Chusus kepada P.J.M. Presiden Soekarno a.n. dan bersama seluruh Partai Murba kami sampaikan penghargaan jang setinggi-tingginja serta terima kasih Partai kami atas perkenan P.J.M. untuk menghadiri dan memberikan Amanat wedjangan kepada Kongres ke V kami kali ini. Kongres Partai Murba jang ke V ini adalah Kongres Penjesuaian diri dengan Penpres No. 7/1959 dan Perpres No. 13/1960 serta Konsolidasi, dalam rangka Perdjuangan Pelaksanaan Manipol/ Usdek, untuk Penjelesaian Revolusi 1945, demi Amanat Penderitaan Rakjat. Kongres kami jang sekarang adalah Kongres legalisasi keluar, bahwa Partai Murba telah memenuhi sjarat2 organisasi dan administrasi bahkan lebih daripada jang minimal diperlukan dan sedang memenuhi sjarat2 politiknja untuk merubah dan menjesuaikan A.D./A.R.T.-nja dengan sjarat2 jang diperlukan. P.J.M. Presiden: bila P.J.M. nanti berdiri dimimbar ini, maka dihadapan P.J.M., nampak duduk berderet-deret beratus-ratus utusan Kongres Murba, dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali dan dari Pulau Djawa ini sendiri. Mereka mewakili Partai Murba jang meliputi 18 Daerah Tkt. I, 114 Tjabang, dengan djumlah anggauta jang baru selesai sampai dengan 1/XII-1960,<noinclude>{{rh|||1}}</noinclude> bj499xm85b7eg7sf3cdj1zddgdo0mqs Indeks:Inpres Nomor 9 Tahun 2025.pdf 102 112251 311290 2026-08-11T15:26:39Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 ←Membuat halaman berisi '' 311290 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q141000396 |Title=[[Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025]] |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Deputi Bidang Perundang-undangan dan Administrasi Hukum |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia |Address=Jakarta |Printer= |Year=2025 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=C |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:Instruksi Presiden Republik Indonesia]] qdqo3j0o9yygf5w556yfnhmccsg5ea2 Halaman:Inpres Nomor 9 Tahun 2025.pdf/1 104 112252 311292 2026-08-11T15:44:18Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311292 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{InpresChapHead |9 |2025 |PERCEPATAN PEMBENTUKAN KOPERASI DESA/KELURAHAN MERAH PUTIH}} Dalam upaya mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan berkelanjutan sebagai perwujudan Asta Cita kedua dan pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi sebagai perwujudan Asta Cita keenam menuju Indonesia Emas 2045, perlu membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui pendirian, pengembangan, dan revitalisasi koperasi di desa/kelurahan. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu langkah strategis, terpadu, terintegrasi, dan terkoordinasi antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah guna melakukan optimalisasi dan percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dengan ini menginstruksikan: {{PUU-konsideran|ket=Kepada|n=1 |Menteri Koordinator Bidang Pangan; |Menteri Koperasi; |Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal; |Menteri Keuangan; |Menteri Dalam Negeri; |Menteri Kelautan dan Perikanan; |Menteri Kesehatan; |Menteri Pertanian; |Menteri Hukum; |Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional; |Menteri Sosial; |Menteri Badan Usaha Milik Negara; |Menteri Komunikasi dan Digital; }}<noinclude></noinclude> auh96q5dogenxmx06b929pujsr4m6fk Halaman:Inpres Nomor 9 Tahun 2025.pdf/2 104 112253 311293 2026-08-11T15:46:30Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311293 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-konsideran|{{PUU-nomor|m=14 |Kepala Badan Pangan Nasional; |Kepala Badan Gizi Nasional; |Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan; |Para Gubernur; dan |Para Bupati/Wali Kota. }}}} {{PUU-konsideran|ket=Untuk| }} {{PUU-konsideran|ket=KESATU|Mengambil langkah-langkah komprehensif yang terkoordinasi dan terintegrasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing untuk melaksanakan kebijakan strategis optimalisasi dan percepatan pembentukan melalui pendirian, pengembangan, dan revitalisasi 80.000 (delapan puluh ribu) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.}} {{PUU-konsideran|ket=KEDUA|Membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU untuk melaksanakan kegiatan meliputi namun tidak terbatas kantor koperasi, pengadaan sembako, simpan pinjam, klinik desa/kelurahan, apotek desa/kelurahan, ''cold storage''/pergudangan, dan logistik desa/kelurahan dengan memperhatikan karakteristik desa/kelurahan, potensi desa/kelurahan, dan lembaga ekonomi yang telah ada di desa/kelurahan.}} {{PUU-konsideran|ket=KETIGA|Mengutamakan pengalokasian dan penggunaan anggaran untuk kegiatan percepatan pembentukan 80.000 (delapan puluh ribu) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.}} {{PUU-konsideran|ket=KEEMPAT|Melakukan percepatan pelaksanaan kebijakan strategis sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU melalui strategi program yang afirmatif, holistik, dan berkesinambungan, meliputi: {{PUU-nomor|koordinasi dan sinergi program, penyelarasan strategi percepatan antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dengan memperhatikan tata kelola pemerintahan yang baik dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; }}}}<noinclude></noinclude> bbao73oufx5b8bzhv7sy9xje18qgku8 Halaman:Inpres Nomor 9 Tahun 2025.pdf/3 104 112254 311294 2026-08-11T15:48:21Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311294 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-konsideran|{{PUU-nomor|m=2 |pendampingan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dari aspek kelembagaan, usaha, dan penguatan sumber daya manusia untuk mendukung keberhasilan program pembentukan 80.000 (delapan puluh ribu) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; |penguatan kapabilitas permodalan dan optimalisasi pemberian dukungan kemudahan akses pembiayaan dalam rangka mewujudkan ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sehat, kuat, mandiri, dan tangguh, serta mendukung swasembada pangan nasional; dan |pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program secara efektif dan efisien. }}}} {{PUU-konsideran|ket=KELIMA|Melakukan strategi percepatan (''quick win'') dalam rencana kerja kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk mendukung pembentukan 80.000 (delapan puluh ribu) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara terukur, akuntabel, dan efisien dengan tetap memperhatikan capaian sasaran program dan kegiatan.}} {{PUU-konsideran|ket=KEENAM|Melakukan pertukaran, pemanfaatan, dan integrasi data dan informasi antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pembentukan 80.000 (delapan puluh ribu) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.}} {{PUU-konsideran|ket=KETUJUH|Khusus kepada: {{PUU-nomor|n=1|m=1|p= |Menteri Koordinator Bidang Pangan untuk: {{PUU-nomor|n=a|m=1 |melakukan sinkronisasi dan koordinasi, serta pengendalian percepatan pembentukan 80.000 (delapan puluh ribu) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; |mengoordinasikan pelaksanaan tugas Satuan Tugas Percepatan Pembentukan 80.000 (delapan puluh ribu) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; |mengoordinasikan dukungan optimalisasi pelaksanaan pembentukan 80.000 (delapan puluh ribu) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; dan }} }} }}}}<noinclude></noinclude> ntaic7a3mrjada7drd0vrkowfkj9jo3 Halaman:Inpres Nomor 9 Tahun 2025.pdf/4 104 112255 311295 2026-08-11T16:05:37Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311295 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-konsideran|{{PUU-nomor|m=1|p= |{{PUU-nomor|n=d|m=4 |mengoordinasikan pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan secara terpadu dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. }} |Menteri Koperasi untuk: {{PUU-nomor|n=a|m=1 |menyusun bisnis model Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, meliputi skema hubungan kelembagaan antar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan pemerintah desa/kelurahan dan lembaga ekonomi lainnya yang telah ada di desa/kelurahan; |menyusun modul pembentukan 80.000 (delapan puluh ribu) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bersama kementerian/lembaga terkait; |menginventarisasi koperasi yang ada di desa/kelurahan; |memberikan fasilitasi pendampingan, edukasi, dan pelatihan sumber daya manusia perkoperasian untuk penguatan kapabilitas kelembagaan dan kapasitas usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; |memberikan penguatan manajemen perkoperasian yang berbasis digital kepada koperasi di desa/kelurahan untuk mengoptimalkan manajemen dan tata kelola layanan kepada anggota koperasi menjadi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; |melakukan sosialisasi masif untuk mendorong pembentukan 80.000 (delapan puluh ribu) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; dan |melakukan monitoring dan evaluasi pembentukan 80.000 (delapan puluh ribu) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. }} |Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk: {{PUU-nomor|n=a|m=1 |menginventarisasi potensi desa; |memfasilitasi pengadaan lahan/tanah untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; |melaksanakan strategi dan kebijakan pembangunan desa untuk percepatan pembentukan 80.000 (delapan puluh ribu) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; |melakukan sosialisasi pendampingan dan peningkatan partisipasi masyarakat desa dalam upaya optimalisasi pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; }} }} }}<noinclude></noinclude> by38uhxthdq2ru624jqtexv1au6nyj7 Halaman:Inpres Nomor 9 Tahun 2025.pdf/9 104 112256 311297 2026-08-11T16:23:25Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311297 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-konsideran|{{PUU-nomor|m=14 |Kepala Badan Pangan Nasional untuk melaksanakan kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan yang mengoptimalkan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. |Kepala Badan Gizi Nasional untuk melaksanakan program pemenuhan gizi masyarakat dan makan bergizi gratis melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. |Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan untuk: {{PUU-nomor|n=a|m=1 |melakukan penugasan ''assurance'' dan/atau konsultansi atas akuntabilitas Pemerintah dalam percepatan pembentukan 80.000 (delapan puluh ribu) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; |menyampaikan rekomendasi kepada kementerian/lembaga/pemerintah daerah terhadap potensi permasalahan yang dapat menimbulkan risiko dalam setiap tahapan pelaksanaan percepatan pembentukan 80.000 (delapan puluh ribu) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; dan |mengoordinasikan dan melaksanakan sinergi dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah kementerian/lembaga dalam pelaksanaan percepatan pembentukan 80.000 (delapan puluh ribu) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. }} |Para Gubernur untuk: {{PUU-nomor|n=a|m=1 |berkoordinasi dengan Menteri Koperasi dalam hal pelaksanaan teknis pembentukan dan pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; |mendorong dan memfasilitasi perangkat daerah yang melaksanakan urusan pemerintahan di bidang koperasi dengan melibatkan perangkat daerah terkait dalam pembentukan melalui pendirian, pengembangan, atau revitalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; |mendorong dan memfasilitasi perangkat daerah yang melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pemberdayaan masyarakat desa pada kabupaten/kota untuk memfasilitasi pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa bersama unsur masyarakat menyelenggarakan musyawarah desa dalam menentukan model pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; }} }}}}<noinclude></noinclude> qqrdqvihy6cyg4yrevsvgvfqtc94wfk Halaman:Harmoni Cinta untuk Negeri.pdf/3 104 112257 311298 2026-08-11T16:29:15Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 311298 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>{{c|'''HARMONI CINTA'''}} {{c|untuk negeri}} {{c|Kumpulan Artikel Seputar}} {{c|Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan}} {{c|di Media Massa Tahun 2021}}<noinclude></noinclude> 0zl8t7x1g6y0da10czbxldfkxu7qga4 Halaman:Inpres Nomor 9 Tahun 2025.pdf/12 104 112258 311299 2026-08-11T16:29:26Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311299 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude>{{PUU-pasal|Instruksi Presiden ini mulai berlaku pada tanggal dikeluarkan.}} {{UU/TTD-1 |di=Dikeluarkan|kota=Jakarta |tanggal=27 Maret 2025 |jabatan=PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA |ttd=ya |nama=PRABOWO SUBIANTO}} {{UU/TTD-2 |di=salin |jabatan=KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA<br />REPUBLIK INDONESIA<br />Deputi Bidang Perundang-undangan dan<br />Administrasi Hukum |ttd=cap |nama=Lydia Silvanna Djaman}}<noinclude></noinclude> 4zzkek4as8as55pn1ku9m95qwbas1a1 Halaman:Harmoni Cinta untuk Negeri.pdf/2 104 112259 311300 2026-08-11T16:30:41Z Lemonwithices 26124 /* Tanpa teks */ 311300 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Lemonwithices" /></noinclude><noinclude></noinclude> jycp7nbqgj62hqtgm6jgiulrsop10y2 Halaman:Harmoni Cinta untuk Negeri.pdf/4 104 112260 311302 2026-08-11T16:34:11Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 311302 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>'''Hak cipta dilindungi Undang-undang. Dilarang keras memfotokopi atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit.''' '''Sanksi Pelanggaran Pasal 72 Undang-Undang No.19 tahun 2002 Tentang Hak Cipta''' (1) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). (2) Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).<noinclude></noinclude> 60rf60s5o4sia5tl0kylzeolyjahm3d 311303 311302 2026-08-11T16:34:27Z Lemonwithices 26124 311303 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>'''Hak cipta dilindungi Undang-undang. Dilarang keras memfotokopi atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit.''' '''Sanksi Pelanggaran Pasal 72 Undang-Undang No.19 tahun 2002 Tentang Hak Cipta''' (1) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). (2) Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).<noinclude></noinclude> osp1i8pol45a9lcsmk464qvidp46iot 311304 311303 2026-08-11T16:35:02Z Lemonwithices 26124 311304 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>{{c|'''Hak cipta dilindungi Undang-undang. Dilarang keras memfotokopi atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit.'''}} '''Sanksi Pelanggaran Pasal 72 Undang-Undang No.19 tahun 2002 Tentang Hak Cipta''' (1) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). (2) Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).<noinclude></noinclude> ocigqx1d38i9cm6cayxb9sd98rq3ovh Halaman:Harmoni Cinta untuk Negeri.pdf/5 104 112261 311305 2026-08-11T16:36:08Z Lemonwithices 26124 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{c|'''HARMONI CINTA'''}} {{c|untuk negeri}}' 311305 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Lemonwithices" /></noinclude>{{c|'''HARMONI CINTA'''}} {{c|untuk negeri}}<noinclude></noinclude> kpf4riroprztszzo4t866h1syh1rygr 311306 311305 2026-08-11T16:36:20Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 311306 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>{{c|'''HARMONI CINTA'''}} {{c|untuk negeri}}<noinclude></noinclude> hm85x4f64o5zhv39isuy87orbblpqjf Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/38 104 112262 311307 2026-08-11T16:39:18Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311307 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> Umat manusia berhasil melenjapkan salah paham itu, lalu bekerdja itu memperoleh tempat jang mulia. Setjara sadar hal ini ditanamkan djuga di Indonesia a.l. dengan Sapta Usaha Tama dan Pantja Wardhana disekolah-sekolah (Lihat lamp.). Berkali-kali pemimpin bangsa kita menjerukan supaja kita bekerdja keras dilapangan pembangunan. Bung Karno berulang-ulang memperingatkan, bahwa kemakmuran itu tidak djatuh dari langit, tidak datang dengan pindjaman² dari luar negeri. Bangsa kita, tiap warganegara, harus memeras keringat, menjingsingkan lengan badju buat mentjukupi keperluan sendiri dan memperbaiki nasib sendiri. Sudah barang tentu warganegara itu memilih lapangan pekerdjaan jang sesuai dengan pengetahuan dan ketjakapannja, jang menarik perhatiannja dan memberikan kepuasan kepadanja. Atjap kali sekarang ini hal itu belum mungkin. Betapa banjaknja manusia jang melakukan pekerdjaan jang tak digemarinja karena tak ada kemungkinan lain. Alangkah baiknja kalau pemerintah berhasil menjusun dan melaksanakan suatu sistim penempatan tenaga sehingga tertjapai ''the right man in the right place''. Pada waktu terluang dapatlah djuga didjalankan hobby, jaitu sesuatu pekerdjaan kegemaran, disamping perbuatan² amal dalam masjarakat. 222. Besarnja penghargaan berupa uang (upah, gadji perumahan, pengangkutan, dll), bergantung dari pada keadaan jang multi-kompleks faktor²nja. Bukan main sukarnja untuk mengatakan apa sebenarnja upah/gadji jang lajak itu. Lebih² lagi di Indonesia dengan golongan² dan lapisan²nja jang keperluan²nja berbeda-beda. Tetapi djurang djarak antara gadji tertinggi dan terendah jang dizaman pendjadjahan berbanding 200 : 1 sekarang ini telah diketjilkan mendjadi 20 : 1. Disamping itu perhubungan antara pegawai tidak lagi dalam suasana zaman kolonial. Sekalipun demikian, disiplin dan prestasi tidak boleh mundur, malahan makin madju. <p align="left">148</p> Perlu djuga diingat, bahwa revolusi nasional kita belum selesai. Sebab itu marilah kita semua bekerdja keras, hidup sederhana dan hemat. Hanja dengan djalan demikian generasi jang akan datang dapat menga'ami masa jang lebih baik dari pada jang sekarang. <center> BAB 30<br /> KEWADJIBAN DAN TANGGUNG DJAWAB POLITIK </center> 223. Sedjak dulu kala sampai sekarang tjabang terutama dan terpenting dari hidup kenegaraan itu ialah lapangan politik. Dapatlah dikatakan bahwa lapangan politik itu ialah dapur negara tempat menggodok dan mengolah segala sesuatu jang bertalian dengan negara itu. Keamanan dan pertahanan, pendidikan dan pengadjaran, keuangan dan ekonomi, pembangunan dan kesedjahteraan sosial, perang/damai dan hubungan antar-negara semuanja dilaksanakan menurut sesuatu garis politik tertentu. Sesuai dengan azas ''a government of people, by the people and for the people'', maka warganegara itu mesti sanggup dan man menjusun serta menegakkan pemerintahannja. Telah dikatakan pada bagian² diatas, bahwa ia peserta dalam organisasi jang bernama negara itu. Dalam sedjarah manusia itu lama sekali bukan peserta, melainkan objek negaranja. Suatu ''ruling class'' jang dikepalaï oleh seorang radja atau diktator atau jang bergelar lain menganggap pemerintahan itu sebagai kepentingan sendiri. Kepentingan rakjat adalah ditingkat kedua. Berkat berhasilnja beberapa revolusi, maka warganegara itu, tanpa ketjuali, mendjadi subjek peserta negara itu. Agamanja, kekajaan, kepandaiannja, tjita² politiknja, asalnja jang berbeda-beda itu tidak merupakan penghalang buat mendjalankan kewadjiban² hak²nja dalam negara itu. Generasi² silih berganti. Keadaan dan tjita² hiduppun berubah. Oleh karena itu pada tempatnjalah pemerintah itu tidak kaku, melainkan menjesuaikan diri pada tantangan masanja. Pada waktu ini warganegara Republik Indonesia ditantang menjusun suatu masjarakat jang adil dan makmur. <p align="right">149</p> </div><noinclude></noinclude> cp3ehjq6m0fh5dzx2og0tlqrfy1bdad Halaman:Harmoni Cinta untuk Negeri.pdf/6 104 112263 311308 2026-08-11T16:39:23Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 311308 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>{{c|'''HARMONI CINTA'''}} {{c|untuk negeri}} {{c|Pengarah: Neilmaldrin Noor}} {{c|Penanggung Jawab: Dwi Astuti}} {{c|Ketua Tim Penyusun: Endang Unandar}} {{c|Editor Konten: Arwan Meiantoro / Febri Noviardi / Hotma Uli Naibaho / Santi Maria Indah Setyawati / Siti ‘Alawiyah Yusup / Zeanette Ariestika Nursiwi}} {{c|Desain Grafis & Layout: Sri Mahesa Dewanto D}}<noinclude></noinclude> aihfihiefkhhfvt5ho96dwcok07r8z5 311309 311308 2026-08-11T16:41:28Z Lemonwithices 26124 311309 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>{{c|'''HARMONI CINTA'''}} {{c|untuk negeri}} ''{{c|Pengarah: Neilmaldrin Noor}} {{c|Penanggung Jawab: Dwi Astuti}} {{c|Ketua Tim Penyusun: Endang Unandar}} {{c|Editor Konten: Arwan Meiantoro / Febri Noviardi / Hotma Uli Naibaho / Santi Maria Indah Setyawati / Siti ‘Alawiyah Yusup / Zeanette Ariestika Nursiwi}} {{c|Desain Grafis & Layout: Sri Mahesa Dewanto D}}''<noinclude></noinclude> bihgpnhucn139m7lt0dwx16lio15gbk Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/39 104 112264 311310 2026-08-11T16:45:20Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311310 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> tra tingkat I dan II (Gubernur dan Bupati) melalui Dewan Perwakilan Rakjat Daerah dan memilih Kepala Negara, Presiden Republik Indonesia, melalui Madjelis Permusjawaratan Rakjat. Sangat diperlukan Kepala Daerah dan Kepala Negara jang berkepentingan kuat, lebih² buat pembangunan masjarakat jang adil dan makmur ; <ol type="a" start="3"><li>Hak melamar dan menduduki sesuatu djabatan resmi. Harus diakui, bahwa pegawai negeri itu tidak dapat hidup dari kehormatan jang melekat pada kedudukannja. Gadji pokoknja jang lajak merupakan balas djasa, agar supaja dapat memelihara keluarganja. Tetapi ia pasti tidak akan mendjadi kaja. Hal itu tidak boleh dipikirkan/diharapkan dari djabatan resmi itu. Pengabdian kepada nusa dan bangsa, itulah sesungguhnja pangkal bertolak kepegawaian itu ;</li><li>Hak mendirikan/hak mendjadi anggota sesuatu partai politik. Partai itulah badan jang semata-mata memperhatikan urusan politik. Tudjuan mutlak tiap partai tidak lain dar pada kemadjuan nusa dan bangsa sebagai jang terkandung oleh tjita² kebangsaan jang termaktub dalam Pantjasila. Diantara partai² ada perbedaan siasat mengedjarnja, perbedaan tekanan pada bagian² Pantjasila itu, dll. Tetapi satu hal pasti/tak dapat diganggu-gugat : kebangsaan menurut kepribadian Indonesia. Kiranja tidak berlebih-lebihan, kalau ditegaskan lagi, bahwa Revolusi Indonesia itu sekali-kali tidak sama dengan Revolusi Perantjis dan djuga tidak dengan Revolusi Rusia ! Bangsa Indonesia tidak mentjontoh, tidak meniru ! Tetapi mengisi sendiri sesuai dengan pandangan Pantjasila ;</li><li>Hak menjampaikan permohonan kepada Pemerintah. Kadang² ada kepentingan chusus jang tidak memperoleh perhatian setjukupnja, baik dari Dewan Perwakilan Rakjat/Madjelis Permusjawaratan Rakjat, maupun dari Pemerintah : umpamanja kedudukan para dokter ; nasib petani penanam djagung ; kepentingan pulau Enggano, dll. Pada tempatnjalah menjampaikan petisi kepada pemerintah, agar djangan sampai terus-menerus tak terurus.</li></ol> <p align="left">154</p> <center> BAB 31<br /> KEWADJIBAN DAN TANGGUNGDJAWAB EKONOMI </center> 227. Kesedjahteraan hidup barulah akan tertjapai, apabila manusia itu berhasil mengumpulkan barang (materi) setjukupnja jang perlu dibuat menutup keparluannja. Keperluan primer ialah sandang pangan dan perumahan. Salah satu hasil gemilang ilmu pengetahuan modern ialah penetapan sjarat² minimal buat makanan manusia, agar supaja terdjamin terus kesehatannja dan prestasinja. Ternjata, bahwa kemenangan² dilapangan olah raga, dilapangan produksi, dilapangan teknik dan ilmu, dll., tidak dapat dipisahkan dari pada daftar bahan² pangan dan tjara menjusun dan mengolahnja setiap hari. Tiap orang dengan tidak memandang kulitnja, iklim tempat tinggalnja, memerlukan protein, variasi makanan dan lain². Sebab itu tidak ada lagi satu negarapun jang tidak mempunjai kementerian atau djawatan jang bertugas mengurus sandang pangan itu. Apabila petjah perang, maka distribusi sandang pangan itu mendjadi soal hangat. Baik buruknja djalannja distribusi itu sangat berpengaruh pada hasil achir perang. Buktinja dari sedjarah tjukup ; untuk menjebutkan satu tjontoh : Djerman pada Perang Dunia I. Kapal² selam-U negeri Djerman pada permulaan perang itu berusaha keras melumpuhkan pengangkutan bahan makanan kenegeri Inggeris jang karena industrinja sangat bergantung dari import bahan makan dari benua Amerika dan Australia ; Albion berhasil melenjapkan bahaja kapal selam-U itu, malahan dapat mengadakan blokade keras terhadap Djerman. Tentu mesti diakui, bahwa orang jang tidak bekerdja memerlukan sedikit sadja. Tetapi sedikit sampai taraf tertentu. Tidak dapatlah kita bersikap tak perduli. Sebab itu mestilah ada rentjana sandang pangan ! Manusia itu harus bebas dari ketakutan akan kelaparan dan kemiskinan ! 228. Dibidang ekonomi produksi dan distribusi selalu mendjadi persoalan. Banjaklah sudah para sardjana memutar otak <p align="right">155</p> </div><noinclude></noinclude> gi4j8u8zf2vx8zot6bmhxx8mxoekzkw Halaman:Harmoni Cinta untuk Negeri.pdf/7 104 112265 311311 2026-08-11T16:45:34Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 311311 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>DAFTAR ISI • Kata Pengantar............................................................................................................vii •Sambutan.......................................................................................................................IX • Menyoal Kepatuhan PPN Indonesia.....................................................................1 • Upaya Pajak Mengejar Persembunyian Aset di Luar Negeri......................5 • Pengenaan Sanksi dan Kesetaraan dalam Hukum Pajak............................9 • UU HPP, Konsolidasi Fiskal yang Berkeadilan..................................................13 • UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan, Sebuah Jalan Menuju Kemaslahatan Bersama ..........................................................................................17 • Selamat Tinggal Penumpang Gelap!....................................................................22 • UU Harmonisasi Perpajakan untuk Indonesia Lebih Maju...........................30 • Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, Kesederhanaan, Efisiensi dan Kepastian Hukum Bagi Masyarakat...........................................34 • Indonesia’s New Tax Law Targets Its Growing Middle Class.......................37 • Mendulang Peluang Pajak Digital........................................................................40 • Deretan Pasal Pro UMKM dalam UU HPP...........................................................43 • Cara Terbaik Atasi Fiksi Hukum.............................................................................47 • Isu Terkini UU HPP Klaster Perpajakan Internasional....................................52 • Mengurai Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan...............56 • Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan...................................62 • Bela UMKM, Omzet Hingga 500 Juta Bebas Pajak.........................................69 • Memaknai Pergeseran Perspektif Pemajakan di Indonesia.......................71 • UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan untuk APBN yang Berkelanjutan...............................................................................................................75 • Harmonisasi Peraturan Perpajakan: Suatu Narasi Keadilan........................80 • UU HPP Perkuat Fondasi Perpajakan..................................................................85 • Pajak Karbon, Beban atau Dividen untuk Negara?........................................90 • Sinergi ZIS dan Pajak dalam UU HPP...................................................................94 • Menyimak Keberpihakan Pemerintah di Aturan PPh “Baru”.....................97 ''Harmoni Cinta untuk Negeri''<noinclude></noinclude> 74miumvf78dzdlf2xi9kjhqpbi534nd Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/40 104 112266 311312 2026-08-11T16:51:34Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311312 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> hatinja. Perdjuangan umat manusia berhasil mengachiri keadaan jang seram itu. Lalu lahirlah berbagai djaminan ekonomi : :<ol type="a"><li>Hanja dengan berdasarkan peraturan undang² warganegara itu dapat dipaksa melepaskan sebagian miliknja atau harta bendanja. Menjatakan seseorang tidak boleh berhak milik tidak mungkin. Dan tudjuan paksaan itu tidak lain dari pada kepentingan umum. Lagi pula harus disertai ganti kerugian jang lajak. Umpamanja sebidang tanah buat djalan dan baru² ini di Djakarta untuk kompleks stadion² dan perkampungan peserta² Asiade 1962. Pada waktu perang pengerahan alat² pengangkutan buat keperluan angkatan perang.</li><li>Begitu djuga tindakan pemerintah memaksa seseorang atau segolongan orang mendjalankan pekerdjaan tertentu. Kita kenal sekarang ini di Indonesia wadjib latih militer bagi para sardjana, tamatan sekolah Teknik dan Sekolah Teknik Menengah. Pada waktu perang banjak warganegara masuk angkatan perang, baik sebagai anggota militer, maupun sebagai pedjabat sipil dilapangan administrasi dan produksi perang ;</li><li>Pemerintah menjusun peraturan padjak jang terasa sama berat oleh segenap warganegara. Oleh karena itu Republik Indonesia menganut sistim progresif : makin tinggi penghasilan, makin besar persentasi buat padjak itu ;</li><li>Tiap orang berhak memupuk modal (berupa barang atau uang). Apakah akan diadakan wadjib simpan, hal itu bergantung dari keadaan ;</li><li>Kaum buruh berhak berserikat dan berhak mengadakan pemogokan, setelah perundingan² mengenai tuntutan²nja jang pantas dengan kaum madjikan gagal ;</li><li>Kaum madjikanpun dapat bersatu. Tudjuannja semestinja tidak boleh lain dari pada mengedjar kelantjaran, perbaikan dan standardisasi kwalitet dan pengurangan biaja produksi dan distribusi. Maksud² monopoli harus diberantas.</li></ol> Baik kekuasaan serikat kaum buruh, maupun kekuasaan serikat kaum madjikan tentu tidak boleh disalah-gunakan buat melumpuhkan hidup ekonomi <p align="left">160</p> <center> BAB 32<br /> HAK-HAK WARGANEGARA </center> 232. Undang² dasar jang disusun sesudah revolusi Perantjis selalu mengandung pasal² jang menjatakan dan mendjamin hak² warganegara itu. U.U.D. 1945 pun tidak ketinggalan : pasal 27 sampai dengan pasal 31. Sebelum abad ke-19 bolehlah dikatakan, bahwa hak² warganegara itu tidak pernah dipersoalkan, ketjuali dinegeri Inggeris (''Magna Charta ; Habeas Corpus Act''). Anggapan umat manusia ketika itu ; sudah demikian ditakdirkan oleh Tuhan. Lambat laun djiwa manusia berontak terhadap keadaan itu. Kemadjuan umat manusia merobohkannja. Achirnja lahirlah sesudah Perang Dunia II dalam Perserikatan Bangsa² ''Declaration of Human Rights''. Djadi manusia manapun dianggap memiliki hak² itu. Dengan djalan demikian djurang antara manusia jang satu dengan jang lain makin dangkal dan makin sempit. Perintis dan pengandjur Revolusi Perantjis terlalu menegaskan hak² politik. Tidak diperhatikannja hak² ekonomi. Karl Marx berdjasa mengarahkan perhatian umat manusia pada hak² ekonomi itu. Franklin Delano Roosevelt, Presiden Amerika Serikat dari 1932—1945, menegaskannja pula serta menambahnja dengan rasa bebas dari ketakutan dan antjaman. Pendek kata, hak warganegara itu ada dibidang politik, ekonomi, sosial dan hidup pribadi. Perdjuangan akan hak² itu sampai sekarang belum berhasil sama sekali diseluruh pendjuru dunia : masih ada pendjadjahan, diskriminasi antara warganegara, berbagai larangan dan sebagainja. Perlu diingat, bahwa hak² itu tidak bersifat mutlak. Mempunjai hak dan mempergunakan hak adalah dua perkara. Dalam mempergunakan hak itu kepentingan nasional sedikitpun tidak boleh dilupakan. Sebagai tjontoh : adalah hal jang sangat menjedihkan, apabila kemerdekaan pers itu dipergunakan buat memburuk-burukkan bangsa sendiri dan memudji-mudji bangsa lain. 233. Adalah suatu perdjuangan pandjang penuhkepahitan menegakkan kejakinan, bahwa manusia itu adalah samaterhadap <p align="right"><small>Civics 11</small> &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; 161</p> </div><noinclude></noinclude> 3em7zcdvjvnu2wsbgme6hnhq9wrchry Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/42 104 112267 311313 2026-08-11T17:01:26Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311313 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <center> '''BAGIAN G'''<br /> '''MANIFESTO POLITIK''' <br /> PENEMUAN KEMBALI REVOLUSI KITA </center> :Saudara-saudara sekalian ! :Hari ini adalah „Hari 17 Agustus”. :17 Agustus 1959. :17 Agustus, — tepat empatbelas tahun sesudah kita mengadakan Proklamasi. Saja berdiri dihadapan saudara², dan berbitjara kepada saudara² diseluruh tanah-air, bahkan djuga kepada saudara² bangsa Indonesia jang berada diluar tanah-air, untuk bersama-sama dengan saudara² memperingati, meradjakan, mengagungkan, mengitjamkan Proklamasi kita jang keramat itu. Dengan tegas saja katakan „mengitjamkan”. Sebab, hari ulang tahun ke-empatbelas daripada Proklamasi kita itu harus benar-benar membuka halaman baru dalam sedjarah Revolusi kita, halaman baru dalam sedjarah Perdjoangan Nasional kita. 1959 menduduki tempat jang istimewa dalam sedjarah Revolusi kita itu. Tempat jang unik ! Ada tahun jang saja namakan „tahun ketentuan”, — ''a year of decision''. Ada tahun jang saja sebut „tahun tantangan” — ''a year of challenge''. Istimewa tahun jang lalu saja namakan „tahun tantangan”. Tetapi buat tahun 1959 saja akan beri sebutan lain. Tahun 1959 adalah tahun dalam mana kita, — sesudah pengalaman pahit hampir sepuluh tahun —, kembali kepada Undang-undang Dasar 1945. — Undang-undang Dasar Revolusi. Tahun 1959 adalah tahun dalam mana kita ''kembali kepada djiwa Revolusi''. Tahun 1959 adalah tahun ''penemuan kembali Revolusi''. Tahun 1959 adalah tahun ''Rediscovery of our Revolution''. <p align="left">170</p> Oleh karena itulah maka tahun 1959 menduduki tempat jang istimewa dalam sedjarah Perdjoangan Nasional kita, satu tempat jang unik ! Seringkali telah saja djelaskan tentang tingkatan-tingkatan Revolusi kita ini. 1945 — 1950. Tingkatan ''physical Revolution''. Dalam tingkatan, ni kita merebut dan mempertahankan apa jang kita rebut itu jaitu kekuasaan, dari tangannja pihak imperialis, kedalam tangan kita sendiri. Kita merebut dan mempertahankan kekuasaan itu dengan segenap tenaga rohaniah dan djasmaniah jang ada pada kita, — dengan apinja kita punja djiwa dan dengan apinja kita punja bedil dan meriam. Angkasa Indonesia pada waktu itu adalah laksana angkasa kobong, bumi Indonesia laksana bumi tersiram api. Oleh karena itu maka periode 1945 — 1950 adalah periode Revolusi ''phisik''. Periode ini, periode merebut dan mempertahankan kekuasaan, adalah periode Revolusi ''phisik''. 1950 — 1955. Tingkatan ini saja namakan tingkatan ''survival''. Survival artinja ''tetap hidup, tidak mati''. Lima tahun ''physical revolution'' tidak membuat kita rebah, lima tahun bertempur, menderita, berkorban badaniah, lapar, kedjar-kedjaran dengan maut, tidak membuat kita binasa. Badan penuh dengan luka-luka itu, kita sulami mana jang bolong, kita tutup mana jang djebol. Dan dalam tahun 1955 kita dapat berkata, bahwa tertebuslah segala penderitaan jang kita alami dalam periodenja Revolusi phisik. 1956. Mulai dengan tahun ini kita ingin memasuki satu periode baru. Kita ingin memasuki periodenja Revolusi ''sosial-ekonomis'', untuk mentjapai tudjuan terachir daripada Revolusi kita, jaitu satu masjarakat adil dan makmur, „tata-tentrem-kerta-rahardja”. Tidakkah demikian, saudara-saudara ? Kita berrevolusi, kita berdjoang, kita berkorban, kita berdansa dengan maut, toh bukan hanja untuk menaikkan bendera Sang Merah Putih, bukan hanja untuk melepaskan Sang Garuda Indonesia terbang diangkasa? „Kita bergerak” — demikian saja tuliskan dalam risalah „Mentjapai Indonesia Merdeka” hampir tigapuluh tahun jang lalu — : „Kita bergerak karena kesengsaraan kita, kita bergerak karena ingin hidup lebih lajak dan sempurna. Kita bergerak tidak karena „ideaal” <p align="right">171</p> </div><noinclude></noinclude> bbuprabjru7ylaz9b8it5wgog1kdwku Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/43 104 112268 311314 2026-08-11T17:08:52Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311314 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <center> '''KEPUTUSAN DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG TENTANG PERINTJIAN MANIFESTO POLITIK REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1959'''<br /> '''No. 3/Kpts/Sd/II/59''' <br /><hr width="15%" align="center" /><br /> TANGGAL 23, 24 DAN 25 SEPTEMBER 1959. </center> <small>MEMPERHATIKAN :</small> :<ol type="a"><li>Isi keseluruhan Manifesto Politik Republik Indonesia 17 Agustus 1959 ;</li><li>pendapat-pendapat dan saran-saran para anggauta Dewan Pertimbangan Agung.</li></ol> <small>MENIMBANG :</small> :perlunja ada perintjian daripada Manifesto politik Republik Indonesia 17 Agustus 1959 ; <small>BERPENDAPAT :</small> :<ol type="a"><li>Manifesto Politik Republik Indonesia adalah garis-garis besar daripada haluan Negara ;</li><li>perlu disusun sistematika perintjian jang sedapat mungkin merupakan kesatuan tafsiran daripada dasar dan tudjuan Manifesto Politik Republik Indonesia 17 Agustus 1959 untuk mendjamin ketertiban pelaksanaannja.</li></ol> <center> <small>MEMUTUSKAN :</small> </center> :<ol><li>Bahwa Manifesto Politik Republik Indonesia 17 Agustus 1959 adalah garis-garis besar haluan Negara.</li><li>Menjetudjui perintjian persoalan² pokok dan program umum revolusi Indonesia, jang diambil dari Manifesto Politik</li></ol> <p align="left">220</p> :<small>DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG DALAM SIDANG II</small> tersebut sebagai bahan pertimbangan bagi Presiden jang urutannja terdiri dari : :<ol type="I"><li><small>PREAMBUL.</small></li><li><small>PERSOALAN-PERSOALAN POKOK REVOLUSI INDONESIA :</small><ol><li>Dasar/Tudjuan dan Kewadjiban Revolusi Indonesia.</li><li>Kekuatan-kekuatan sosial Revolusi Indonesia,</li><li>Sifat Revolusi Indonesia,</li><li>Hari depan Revolusi Indonesia,</li><li>Musuh-musuh Revolusi Indonesia.</li></ol></li><li><small>USAHA-USAHA POKOK (PROGRAM UMUM).</small><ol type="A"><li>Bidang Politik,</li><li>Bidang Ekonomi,</li><li>Bidang Sosial,</li><li>Bidang Mental dan Kebudajaan,</li><li>Bidang Keamanan,</li><li>Pembentukan badan-badan baru.</li><li>Pelaksana.</li></ol></li></ol> :Perintjian tentang I, II, III dilampirkan bersama ini. <p align="right">Djakarta, 25 September 1959</p> <p align="right">221</p> </div><noinclude></noinclude> qy7o9897jgmx4fa4t7sfvvdqpbvp8pz Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/44 104 112269 311315 2026-08-11T17:12:36Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311315 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> ''Lampiran 1'' <center> '''DEKRIT PRESIDEN REP. IND./PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG TENTANG KEMBALI KEPADA UNDANG-UNDANG DASAR 1945.''' <br /><br /> ''Dengan Rachmat Tuhan Jang Maha Esa'' <br /><br /> <small>KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG</small> </center> Dengan ini menjatakan dengan chidmat : :Bahwa andjuran Presiden dan Pemerintah untuk kembali kepada Undang-undang Dasar 1945, jang disampaikan kepada Segenap Rakjat Indonesia dengan Amanat Presiden pada tanggal 22 April 1959, tidak memperoleh keputusan dari Konstituante sebagaimana ditentukan dalam Undang-undang Dasar Sementara ; :Bahwa berhubung dengan pernjataan sebagian terbesar Anggota Sidang Pembuat Undang-undang Dasar untuk tidak menghadiri lagi sidang, Konstituante tidak mungkin lagi menjelesaikan tugas jang diportjajakan oleh Rakjat kepadanja ; :Bahwa hal jang demikian menimbulkan keadaan ketatanegaraan jang membahajakan persatuan dan keselamatan Negara, Nusa dan Bangsa, serta merintangi pembangunan semesta untuk mentjapai masjarakat jang adil dan makmur ; :Bahwa dengan dukungan bagian terbesar Rakjat Indonesia dan didorong oleh kejakinan kami sendiri, kami terpaksa menempuh satu-satunja djalan untuk menjelamatkan Negara Proklamasi ; :Bahwa kami berkejakinan bahwa Piagam Djakarta tertanggal 22 Djuni 1945 mendjiwai Undang-undang Dasar 1945, dan adalah merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan Konstitusi tersebut ; Maka atas dasar-dasar tersebut diatas, <center> <small>KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG</small> </center> :Menetapkan pembubaran Konstituante ; :Menetapkan Undang-undang Dasar 1945 berlaku lagi bagi segenap Bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia, terhitung mulai hari tanggal penetapan Dekrit ini, dan tidak berlakunja lagi Undang-undang Dasar Sementara <p align="left">292</p> :Pembentukan Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara, jang terdiri atas Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakjat ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan, serta pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara, akan diselenggarakan dalam waktu jang sesingkat-singkatnja. <p align="right">Ditetapkan di Djakarta pada tanggal 5 Djuli 1959.</p> <center> Atas nama Rakjat Indonesia : <br /><br /> <small>PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG</small> <br /><br /><br /> SOEKARNO </center> <p align="right">293</p> </div><noinclude></noinclude> q4m0k203c4fr7rcctndrb75vreo3p6r Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/45 104 112270 311316 2026-08-11T17:23:14Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311316 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div style="font-size: 85%;">''Lampiran 3''</div> <div style="text-align: center; font-weight: bold; margin-top: 1em; margin-bottom: 1em;"> LAHIRNJA PANTJASILA<br /> KATA PENGANTAR </div> ''Dengan perasaan gembira saja terima permintaan penerbit buku ini untuk memberikan sepatah dua patah kata pengantar, serta dengan segala senang hati saja penuhi permintaan tersebut.'' ''Sebagaj „Katjoo” (ketua) dari „Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai” (Badan Penjelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan) saja mengikuti dan mendengar sendiri diutjakpannja pidato ini oleh Bung Karno, sekarang Presiden Negara kita.'' ''Oleh karena itu sungguh menggembirakan sekali maksud penerbit, untuk mentjetak pidato Bung Karno ini, jang berisi „Lahirnja Pantja Sila”, dalam sebuah buku ketjil.'' ''Badan „Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai” itu telah mengadakan sidangnja jang pertama dari tanggal 29 Mei tahun 1945 sampai dengan tanggal 1 Djuni 1945 dan jang kedua dari tanggal 10 Djuli 1945 sampai dengan tanggal 17 Djuli 1945.'' ''„Lahirnja Pantja Sila” ini adalah buah „stenografisch verslag” dari pidato Bung Karno jang diutjapkan dengan tidak tertulis dahulu (voor de vuist) dalam sidang jang pertama pada tanggal 1 Djuni 1945 ketika sidang membitjarakan „Dasar (Beginsel) Negara kita”, sebagai pendjelmaan daripada angan-angannja. Sudah barang tentu kalimat-kalimat sesuatu pidato jang tidak tertulis dahulu kurang sempurna tersusunnja. Tetapi jang penting ialah „isinja” !'' ''Bila kita peladjari dan selidiki sungguh-sungguh „Lahirnja Pantja Sila” ini, akan ternjata bahwa ini adalah suatu Demokratisch Beginsel, suatu Beginsel jang mendjadi Dasar Negara kita, jang mendjadi Rechtsideologie Negara kita; suatu Beginsel jang telah meresap dan berurat-berakar dalam djiwa Bung Karno, dan jang telah keluar dari djiwanja setjara spontan, meskipun sedang ada dibawah penilikan jang keras dari Pemerintah Balatentara Djepang. Memang djiwa jang berhatrat merdeka, tak mungkin dikekang-kekang !'' ''Selama Fascisme Djepang berkuasa dinegeri kita, Demokratisch Idee tersebut ta’ pernah dilepaskan oleh Bung Karno, selalu dipegangnja teguh-teguh dan senantiasa ditjarikannja djalan untuk mewudjudkannja.'' ''Mudah-mudahan „Lahirnja Pantja Sila” ini dapat didjadikan pegangan, didjadikan pedoman oleh Nusa dan Bangsa kita seluruhnja, dalam usaha mempertahankan dan menjempurnakan Kemerdekaan Negara.'' <div style="margin-left: 50%; text-align: right; margin-top: 1.5em;"> Watikukun, tertanggal 1 Djuli 1947<br /><br /> ''Dr. K. R. T. Radjiman Wedyodiningrat'' </div> <div style="margin-top: 2em;">294</div> Paduka tuan Ketua jang mulia! Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnja, maka sekarang saja mendapat kehormatan dari Paduka tuan Ketua jang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saja. Saja akan menetapi permintaan Paduka tuan Ketua jang mulia. Apakah permintaan Paduka tuan Ketua jang mulia ? Paduka tuan Ketua jang mulia minta kepada sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka Dasar inilah nanti akan saja kemukakan didalam pidato saja ini. Maaf, beribu maaf ! Banjak anggota telah berpidato, dan dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal jang sebenarnja bukan permintaan Paduka tuan Ketua jang mulia, jaitu bukan dasarnja Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saja, jang diminta oleh Paduka tuan Ketua jang mulia ialah, dalam bahasa Belanda : Philosofische grondslag dari pada Indonesia Merdeka. Philosofische grondslag itulah pundamen, filsafat, pikiran-jang-sedalam-dalamnja, djiwa, hasjrat-jang-sedalam-dalamnja untuk diatasnja didirikan gedung Indonesia Merdeka jang kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saja kemukakan, Paduka tuan Ketua jang mulia, tetapi lebih dahulu izinkanlah saja memberitahukan kepada tuan-tuan sekalian, apakah jang saja artikan dengan perkataan „merdeka”. Merdeka buat saja ialah : political independence, politieke onafhankelijkheid Apakah jang dinamakan politieke onafhankelijkheid ? Tuan-tuan sekalian ! Dengan terus-terang sadja saja berkata : Tatkala Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai akan bersidang, maka saja, didalam hati saja banjak chawatir kalau-kalau banjak anggota jang — saja katakan didalam bahasa asing, maafkan perkataan ini — zwaarwichtig akan perkara jang ketjil-ketjil. Zwaarwichtig sampai — kata orang Djawa — „djelimet”. Djikalau sudah membitjarakan, hal jang ketjil-ketjil sampai djelimet, barulah mereka berani menjatakan kemerdekaan. Tuan-tuan jang terhormat ! Lihatlah didalam sedjarah dunia, lihatla kepada perdjalanan dunia itu. Banjak sekali negara-negara jang merdeka, tetapi bandingkanlah kemerdekaane negara-negara itu satu sama lain ! Samakah isinja, samakah deradjatnja negara negara jang merdeka itu ? Djermania merdeka, Saudi Arabia merdeka, Iran merdeka, Tiongkok merdeka, Nippon merdeka, Amerika merdeka, Inggeris merdeka, Rusia merdeka, Mesir merdeka. Namanja semuanja merdeka, tetapi bandingkanlah isinja ! Alangkah berbedanja hal itu ! Djikalau kita berkata : Sebelum Negara merdeka, maka harus lebih dahulu ini selesai, itu selesai, itu selesai, sampai djelimet !, maka saja bertanja kepada tuan-tuan sekalian kenapa Saudi Arabia merdeka, padahal 80% dari rakjatnja terdiri dari kaum Badui, jang sama sekali tidak mengerti hal ini atau itu. <div style="text-align: right; margin-top: 2em;">295</div><noinclude></noinclude> kvtc36ejpdxlnqukmxgbxeiv3bj68ou Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/46 104 112271 311317 2026-08-11T17:31:21Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311317 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div style="font-size: 85%;">''Lampiran 3''</div> <div style="text-align: center; margin-top: 1em; margin-bottom: 1.5em;"> PEMBUKAAN *)<br /><br /> (UNDANG² DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA) </div> Bahwa sesungguhnja kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka pendjadjahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. Dan perdjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat jang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakjat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, jang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat rachmat Allah Jang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaja berkehidupan kebangsaan jang bebas, maka rakjat Indonesia menjatakan dengan ini kemerdekaannja. Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah negara Indonesia jang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memadjukan kesedjahteraan umum, mentjerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar negara Indonesia, jang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia jang berkedaulatan rakjat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Jang Maha Esa, Kemanusiaan jang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Keradjatan jang dipimpin oleh hikmat mebidjaksanaaan dalam permusjawaratan/perwakilan, serta dengan mewudjudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakjat Indonesia. <hr width="30%" align="left" /> <small>*) Berita Republik Indonesia Tahun II No. 7 halaman 45 kolom 1</small> <div style="margin-top: 1em;">314</div> <div style="text-align: center; margin-top: 1em; margin-bottom: 1.5em;"> UNDANG-UNDANG DASAR 1945 *)<br /><br /> B A B I<br /><br /> ''BENTUK DAN KEDAULATAN''<br /><br /> Pasal 1 </div> (1) Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, jang berbentuk Republik. (2) Kedaulatan adalah ditangan rakjat, dan dilakukan sepenuhnja oleh Madjelis Permusjawaratan Rakjat. <div style="text-align: center; margin-top: 1.5em; margin-bottom: 1.5em;"> B A B II<br /><br /> ''MADJELIS PERMUSJAWARATAN RAKJAT''<br /><br /> Pasal 2 </div> (1) Madjelis Permusjawaratan Rakjat terdiri atas anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakjat, ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan, menurut aturan jang ditetapkan dengan undang-undang. (2) Madjelis Permusjawaratan Rakjat bersidang sedikitnja sekali dalam lima tahun diibu-kota Negara. (3) Segala putusan Madjelis Permusjawaratan Rakjat ditetapkan dengan suara jang terbanjak. <div style="text-align: center; margin-top: 1em; margin-bottom: 1em;"> Pasal 3 </div> Madjelis Permusjawaratan Rakjat menetapkan Undang-undang Dasar dan garis-garis besar daripada haluan Negara. <div style="text-align: center; margin-top: 1.5em; margin-bottom: 1.5em;"> B A B III<br /><br /> ''KEKUASAAN PEMERINTAH NEGARA''<br /><br /> Pasal 4 </div> (1) Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-undang Dasar. (2) Dalam melakukan kewadjibannja Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden. <hr width="30%" align="left" /> <small>*) Berita Republik Indonesia Tahun II No. 7 halaman 45 kolom 2.</small> <div style="text-align: right; margin-top: 1em;">315</div><noinclude></noinclude> idggceuzo8o1w75dp66pfwp4m2q119h Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/47 104 112272 311318 2026-08-11T17:37:07Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311318 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> ''Lampiran 4'' <center> '''SAPTA USAHA TAMA''' <br /><br /> '''INSTRUKSI MENTERI MUDA PENDIDIKAN PENGADJARAN DAN KEBUDAJAAN''' <br /><br /> '''No. 1''' <br /><br /> ''Para Peladjar dan Para Petugas dalam lingkungan Departemen Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan.'' </center> :Sesudah Presiden/Panglima Tertinggi pada tanggal 5 Djuli 1959 mendekritkan bahwa bangsa Indonesia kembali kepada Undang-undang Dasar '45, maka sudah sewadjarnjalah bahwa kaum pendidik dengan para peladjarnja wadjib memiliki kembali semangat dan djiwa Proklamasi untuk dapat memberi tjontoh kepada seluruh masjarakat. :Para pendidik harus sanggup mendjadi pelopor dari perobahan djiwa dan sikap bangsa. :Oleh karena itu saja dan pembantu-pembantu saja di Departemen Pendidikan Pengadjaran dan Kebudajaan telah menjusun rentjana djangka pendek jang akan disusul dengan rentjana djangka pandjang untuk membuktikan kepada masjarakat, bahwa lapangan pendidikan dapat membawa djiwa baru itu, dan dapat pula menjelaraskan dirinja dengan program Kabinet Kerdja. :Untuk mendjelmakan maksud diatas akan saja umumkan tindakan-tindakan djangka pendek jang segera harus dikerdjakan dalam lingkungan Departemen P. P. dan K. dan dalam masjarakat, jang saja namakan <small>SAPTA USAHA TAMA</small>, sebagai berikut : :# Penertiban aparatur dan usaha-usaha Departemen P.P. dan K. :# menggiatkan kesenian dan olah raga, :# mengharuskan „usaha halaman”, :# mengharuskan penabungan, :# mewadjibkan usaha-usaha kooperasi, :# mengadakan „Kelas Masjarakat”, :# membentuk „Regu Kerdja” dikalangan S.L.A. dan Universitas. :Untuk ketudjuh tindakan ini Departemen P.P. dan K. akan segera mengeluarkan pengumuman-pengumuman dan instruksi-instruksi jang diperlukan. <p align="left">322</p> :Agar terdjamin pelaksanaan <small>SAPTA USAHA TAMA</small> ini, maka saja telah menentukan tindakan-tindakan kepada mereka jang lalai dan penghargaan-penghargaan bagi mereka jang menundjukkan kesungguhan hati jang sebaik-baiknja. :Saja mengharapkan supaja para pendidik dan para peladjar mempunjai keuletan mengerdjakan <small>SAPTA USAHA TAMA</small> jang saja tentukan tadi. :Kepada para pengawas saja instruksikan supaja melakukan pengawasan jang sungguh-sungguh. :Mudah-mudahan kita semua berhasil mentjapai maksud jang baik itu. <p align="right"> Djakarta, 17 Agustus 1959.<br /><br /> Menteri Muda Pendidikan, Pengadjaran<br /><br /> dan Kebudajaan :<br /><br /><br /> <small>PRIJONO</small> </p> <p align="right">323</p> </div><noinclude></noinclude> 70snr097shhxb2v8ymwpvhfu7l9mxar Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/48 104 112273 311319 2026-08-11T17:45:11Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311319 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> Pekerdjaan membangun masjarakat adil dan makmur berdasarkan Pantjasila dilakukan dengan tekad jang bulat oleh para anggota Dewan Perantjang Nasional dibawah sumpah supaja senantiasa bekerdja dalam suasana rochani jang menggemakan tekad jang bulat. Itulah alasannja mengapa Pembangunan Semesta dan Berentjana menurut pola olahan Dewan Perantjang Nasional jang saja amanatki pada hari ini bernama : Pembangunan Masjarakat Pantjasila. Saja telah hampir tiba pada achir amanat saja. Saja ingin menegaskan sekali lagi apa jang diharapkan rakjat dari Depernas : :# Depernas bekerdja berpedoman pada tertjapainja masjarakat Indonesia adil dan makmur ''à la'' Sosialisme Indonesia dalam rangka demokrasi ''à la'' Indonesia. :# Depernas menggariskan dengan tegas pola pembangunan semesta dan berentjana mentjapai masjarakat adil dan makmur. :# Depernas berusaha dalam waktu jang sesingkat mungkin mentjiptakan pola tersebut. Saja sangat gembira bahwa Depernas dalam sidang informilnja pada tanggal 18 Agustus 1959 ditempat ini djuga, telah membulatkan tekad menjelesaikan tugas pertama sebelum hari kemerdekaan dalam tahun 1960. Saja harap supaja para Anggota jang terhormat menebus tekad bulat jang telah diambil dalam rapat dan jang sungguh-sungguh akan dihargakan oleh rakjat. Demikian bunji Amanat saja dalam sidang pleno Dewan Perantjang Nasional jang pertama ini. Bekerdjalah dengan sepenuh hati melandjarkan kewadjiban nasional dalam rantjangan waktu dan menurut tugas-kewadjiban jang diharapkan peraturan-peraturan Negara Hukum Republik Indonesia dari pada saudara-saudara para anggota sekalian. Dari pimpinan Depernas dan dari Pemerintah jang saja pimpin, saja menunggu pelaporan sampai kemana Amanat ini dipergunakan dan diindahkan oleh Dewan Perantjang Nasional untuk menjusun rantjangan Dasar Undang-undang Pembangunan Masjarakat Pantjasila. Saja memberi pangestu kepada saudara-saudara dan seluruh keluarga Dewan Perantjang Nasional dalam menunaikan tugas pekerdjaannja dengan penuh harapan, supaja rakjat Indonesia dalam tahun 1961 sudah mulai dapat menjaksikan pekerdjaan saudara-saudara sekalian dibidang Pembangunan Masjarakat Pantjasila. Saksikanlah : Rakjat Indonesia membangun ! Sekian ! <p align="left">394</p> <center> '''POKOK-POKOK PIKIRAN MENGENAI SOSIALISME INDONESIA''' </center> SISTIMATI DAN INTI-TJIPTANJA : (1) Bahan-bahan dalam keseluruhannja dibagi atas tiga bagian jaitu : :# Pengertian dan Dasar Sosialisme Indonesia. :# Tudjuan Sosialisme Indonesia. :# Alat untuk mentjapai Sosialisme Indonesia. (2) Inti-tjipta jang tersimpul dalam pokok-pokok pikiran tersebut adalah : :# MYTHOS — nja = Amanat Penderitaan Rakjat. :# LOGOS — nja = Pengertian-pengertian dan Sistimatik. :# ETHOS — nja = Keadilan, Kerakjatan dan Kesedjahteraan dalam Pantja-Sila. (3) Pokok-pokok pikiran tersebut terdiri atas 70 paragrap, jang dirumuskan sebagai berikut . <center> A. PENGERTIAN DAN DASAR SOSIALISME INDONESIA </center> Dasa-tjipta Sosialisme Indonesia.<br /> Amanat Penderitaan Rakjat dasar Sosialisme Indonesia. <center> B. TUDJUAN SOSIALISME INDONESIA </center> Nikmat, tudjuan dan tjiri-tjiri Sosialisme Indonesia.<br /> Unsur-unsur pokok Sosialisme Indonesia.<br /> Sendi-pokok Sosialisme Indonesia.<br /> Azas-azas Gotong-rojong dan Kekeluargaan dalam Sosialisme Indonesia.<br /> Proklamasi Kemerdekaan dan Sosialisme Indonesia. <center> C. ALAT-ALAT UNTUK MENTJAPAI SOSIALISME INDONESIA </center> Usaha pembangunan dan modalnja.<br /> Tugas Dewan Perantjang Nasional.<br /> Rantjangan Pola Nasional.<br /> Aturan pelaksana. <p align="right">395</p> </div><noinclude></noinclude> lluxkppriu799u8qsnooqh9ligcz7zk Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/49 104 112274 311320 2026-08-11T17:48:39Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311320 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> ''Lampiran C/1'' <center> PIAGAM DJAKARTA </center> :Bahwa sesungguhnja kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka pendjadjahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. :Dan perdjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat jang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan Rakjat Indonesia kedepan pintu-gerbang Negara Indonesia, jang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. :Atas berkat Rahmat Allah Jang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan-luhur, supaja berkehidupan kebangsaan jang bebas, maka Rakjat Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaannja. :Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia jang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah-darah Indonesia, pun untuk memadjukan kesedjahteraan umum, mentjerdaskan kehidupan Bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Hukum Dasar Negara Indonesia, jang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia jang berkedaulatan Rakjat, dengan berdasar kepada : ke-Tuhanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjariat Islam bagi pemeluk-pemeluknja, menurut dasar kemanusiaan jang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat-kebidjaksanaan dalam permusjawaratan perwakilan, serta dengan mewudjudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh Rakjat Indonesia. :Djakarta, 22-6-2605 <div style="margin-left: 50%;"> <small>I<small>R</small> S<small>OEKARNO</small>.<br /> D<small>RS</small> M<small>OHAMMAD</small> H<small>ATTA</small>.<br /> M<small>R</small> A. A. M<small>ARAMIS</small>.<br /> A<small>BIKUSNO</small> T<small>JOKROSUJOSO</small>.<br /> A<small>BDULKAHAR</small> M<small>UZAKIR</small>.<br /> H. A. S<small>ALIM</small>.<br /> M<small>R</small> A<small>CHMAD</small> S<small>UBARDJO</small>.<br /> W<small>ACHID</small> H<small>ASJIM</small>.<br /> M<small>R</small> M<small>UHAMAD</small> Y<small>AMIN</small>.</small> </div> <p align="left">438</p> ''Lampiran D/1'' <center> AMANAT PENEGASAN <br /><br /> PRESIDEN SOEKARNO DIDEPAN SIDANG ISTIMEWA DEPERNAS <br /><br /> Tanggal 9 Djanuari 1960 </center> :Saudara-saudara sekalian, :Sebagaimana tadi dikatakan oleh J. M. Ketua Dewan Perantjang Nasional, saja sekarang ini diminta memberi penegasan kepada Saudara-saudara tentang amanat jang telah saja berikan kepada Saudara-saudara beberapa bulan jang lalu di Istana Negara. :Saudara-saudara, saja telah menerima dari Ketua beberapa laporan, dan laporan-laporan itu membuktikan bahwa Dewan Perantjang Nasional telah bekerdja amat giat sekali, mengadakan sidang-sidang jang amat mendalam, membahas beberapa persoalan. Dan dari laporan-laporan itu saja melihat bahwa Dewan Perantjang Nasional berketetapan hati untuk pada permulaan tahun 1960 ini, telah selesai menjusun Plan tahapan jang pertama. Plan tahapan jang pertama itu akan diserahkan kepada saja, dan jang sebagai saja katakan beberapa waktu jang lalu, plan itu akan saja bawa kesidang Madjelis Permusjawaratan Rakjat. Djikalau plan itu diterima baik oleh Madjelis Permusjawaratan Rakjat maka kita, Negara, Pemerintah, Bangsa Indonesia, sudah mulai bekerdja untuk menjelenggarakan Plan tahapan jang pertama itu, jaitu plan jang mengenai pembangunan semesta 1961 — 1966, lima tahun lamanja. :Kemudian, sesudah itu, disusunlah oleh Dewan Perantjang Nasional Plan tahapan jang kedua, sehingga dengan demikian kita bisa bekerdja mendjalankan pembangunan tahap-bertahap untuk pada achirnja sebagai hasil daripada pembangunan tahap-bertahap itu mentjapai apa jang saja amanatkan kepada Dewan Perantjang Nasional, jaitu masjarakat adil dan makmur, atau dengan nama lain, masjarakat sosialis á la Indonesia. :Saja mau membatja beberapa bagian daripada laporan-laporan dan terutama sekali jang nomor tiga : „Rantjangan Bidang Pokok Project Pembangunan Nasional Semesta Berentjana”. :Didalam Rantjangan Bidang Pokok Project Pembangunan Nasional Semesta Berentjana ini, untuk penegasan amanat jang saja berikan kepada Saudara-saudara pada tanggal 28 Agustus tahun jang lalu, beberapa hal jang benar-benar mendapat persetudjuan saja. Saja tadi telah berkata bahwa pokok amanat jang saja berikan kepada Saudara-saudara didalam bulan Agustus tahun jang lalu itu <p align="right">439</p> </div><noinclude></noinclude> 0sv0dwyxwmuvyj80yyqct8fk3v0el3d Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/50 104 112275 311321 2026-08-11T17:51:52Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311321 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> ''Lampiran E/1.'' <center> LET A NEW ASIA AND NEW AFRICA BE BORN <br /><br /> ''Speech by President Sukarno of Indonesia at the opening of the conference.'' </center> Your Excellencies, Ladies and Gentlemen, Sisters and Brothers, :It is my great honour and privilege on this historic day to bid you welcome to Indonesia. On behalf of the people and government of Indonesia — your hosts — I beg your understanding and forbearance if some circumstances in our country do not meet your expectation. We have, I assure you, done our best to make your stay amongst us memorable for both our guests and your hosts. We hope that the warmth of our welcome will compensate for whatever material shortcomings there may be. :As I survey this hall and the distinguished guests gathered here, my heart is filled with emotion. This is the first intercontinental conference of coloured peoples in the history of mankind! I am proud that my country is your host. I am happy that you were able to accept the invitations extended by the Five Sponsoring Countries. But also I cannot restrain feelings of sadness when I recall the tribulation through which many of our peoples have so recently passed, tribulations which have exacted a heavy toll in life, in material things, and in the things of the spirit. :I recognize that we are gathered here today as a result of sacrifices. Sacrifices made by our forefathers and by the people of our own and younger generations. For me, this hall is filled not only by the leaders of the nations of Asia and Africa; it is also contains within its walls the undying, the indomitable, the invincible spirit of those who went before us. Their struggle and sacrifice paved the way for this meeting of the highest representatives of independent and sovereign nations from two of the biggest continents of the globe. :It is a new departure in the history of the world that leaders of Asian and African peoples can meet together in their own countries to discuss and deliberate upon matters of common concern. Only a few decades ago it was frequently necessary to travel to other countries and even to other continents before the spokesmen of our peoples could confer. :I recall in this connection the Conference of the "League Against Imperialism and Colonialism" which was held in Brussels almost thirty years ago. At that <p align="left">458</p> Conference many distinguished delegates who are present here today met each other and found new strength in their fight for independence. :But that was a meeting place thousands of miles away, amidst foreign people, in a foreign country, in a foreign continent. It was not assembled there by choice, but by necessity. :Today the contrast is great. Our nations and countries are colonies no more. Now we are free, sovereign and independent. We are again masters in our own house. We do not need to go to other continents to confer. :Already there have been important meetings of Asian States in Asia itself. :If we look for the forerunner of this great gathering, we must look to Colombo, capital of independent Ceylonesia, and to the Conference of the five Prime Ministers which was held there in 1954. And the Bogor Conference in December 1954 showed that the road ahead was clear for Asian-African solidarity, and the Conference to which I have the honour of welcoming you today is the realization of that solidarity. :Indeed, I am proud that my country is your host. :But my thoughts are not wholly of the honour which is Indonesia's today No. My mind is for a part darkened by other considerations. :You have not gathered together in a world of peace and unity and cooperation. Great chasms yawn between nations and groups of nations. Our unhappy world is torn and tortured, and the peoples of all countries walk in fear lest, through no fault of theirs, the dogs of war are unchained once again. :And if in spite of all that the peoples may do, this should happen, what then? What of our newly-recovered independence then? What of our children and our parents? :The burden of the delegates to this Conference is not a light one, for I know that these questions — which are questions of the life or death of humanity itself — must be on your minds, as they are on mine. And the nations of Asia and Africa cannot even if they wish to, avoid their part in finding solutions to these problems. :For that is part of the duties of independence itself. That is part of the price we gladly pay for our independence. For many generations our peoples have been the voiceless ones in the world. We have been the unregarded, the peoples for whom decisions were made by others whose interests were paramount, the peoples who lived in poverty and humiliation. Then our nation demanded, they fought for independence, and achieved independence, and with that independence came responsibility. We have heavy responsibilities to ourselves, and to the world, and to the yet unborn generations. But we do not regret them. :In 1945, the first year of our national revolution, we of Indonesia were confronted with the question of what we were going to do with our independence when it was finally attained and secured — we never questioned that it would be attained and secured. We knew how to oppose and destroy. Then we were suddenly confronted with the necessity of giving content and meaning to our independence. Not material <p align="right">459</p> </div><noinclude></noinclude> 1un45r8795zux2yqxmr368mv05qscjr Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/51 104 112276 311322 2026-08-11T17:57:00Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311322 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> ''Lampiran E/2 .'' <center> DAFTAR NEGARA-NEGARA PESERTA<br /> LUAS DAERAH, DJUMLAH PENDUDUK DAN NAMA² KOTA </center> {| class="wikitable" style="margin: 1em auto; text-align: left;" |- ! No. !! Negara !! Ibukota !! Djumlah penduduk !! Luas daerah<br />mil persegi |- | 1. || Afganistan || Kabul || 12,000,000 (1949) || 245,000 |- | 2. || Burma || Rangoon || 18,859,000 (1952) || 261,789 |- | 3. || Cambodja || Phnom Penh || 3,227,000 || 88,780 |- | 4. || Ceylon || Colombo || 8,103,000 (1953) || 25,332 |- | 5. || Tiongkok (R.R.T.) || Peking || 602,000,000 (1954) || 3,760,339 |- | 6. || Mesir || Cairo || 20,729,000 (1951) || 386,000 |- | 7. || Ethiopia || Adis Abeba || 15,180,000 (1953) || 350,000 |- | 8. || Pantai Emas (Gold Coast) || Accra || 3,989,000 || 78,802 |- | 9. || India || New Delhi || 356,829,485 (1951) || 1,221,000 |- | 10. || Indonesia || Djakarta || 78,163,000 (1952) || 735,865 |- | 11. || Iran || Teheran || 19,151,000 (1951) || 628,000 |- | 12. || Irak || Baghdad || 5,100,000 (1950) || 116,600 |- | 13. || Djepang || Tokio || 85,500,000 (1952) || 147,690 |- | 14. || Jordania || Amman || 1,500,000 (1950) || 37,500 |- | 15. || Laos || Vientiane || 1,189,000 || 69,480 |- | 16. || Libanon || Beirut || 1,285,000 (1951) || 4,000 |- | 17. || Liberia || Monrovia || 2,750,000 (1953) || 43,000 |- | 18. || Libya || Tripoli/<br />Benghazi || 1,340,000 (1952) || 1,100,000 |- | 19. || Nepal || Kathmandu || 7,000,000 (1948) || 54,000 |- | 20. || Pakistan || Karachi || 75,687,000 (1951) || 365,907 |- | 21. || Philipina || Manila || 20,631,000 (1952) || 115,000 |- | 22. || Saudi Arabia || Riyad || 6,500,000 (1948) || 870,000 |- | 23. || Sudan || Khartoom || 8,764,000 (1951) || 467,500 |- | 24. || Syria || Damascus || 3,381,000 (1952) || 66,046 |- | 25. || Thailand || Bangkok || 19,192,000 (1952) || 200,148 |- | 26. || Turki || Ankara || 20,935,000 (1950) || 296,503 |- | 27. || Vietnam (Utara) || Hanoi || 9,851,000 || 127,380 |- | 28. || Vietnam (Selatan) || Saigon || 5,579,000 || — |- | 29. || Yemen || Taiz || 5,000,000 (1952) || 75,600 |- ! !! Djumlah !! !! 1,422,414,485 !! 12,606,938 |} Negara² peserta Konperensi mewakili hampir 56% dari seluruh penduduk dunia. Luas daerahnja meliputi lebih kurang 20% dari seluruh luas daerah dunia. <p align="left">468</p> <center> THE UNIVERSAL DECLARATION OF HUMAN RIGHTS<br /> (UNITED NATIONS) <br /><br /> (PERNJATAAN SEDJAGAD HAK-HAK MANUSIA)<br /> (PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA) <br /><br /> M u k a d i m a h </center> Menimbang, bahwa, mengakui martabat dan hak-hak jang sama serta jang tak dapat ditjabut bagi seluruh anggota keluarga-manusia adalah dasar untuk kebebasan (kemerdekaan), keadilan dan perdamaian didunia. Menimbang, bahwa mengabaikan dan memandang rendah kepada hak-hak manusia itu telah njata membawa orang kepada perbuatan-perbuatan biadab jang memperkosa hati nurani kemanusiaan ; bahwa kedatangan dunia tempat manusia dapat mengetjap kenikmatan mengeluarkan pikirannja dan kebebasan memeluk kepertjajaannja sendiri, terbebas dari pada segala ketakutan dan kekurangan, telah dionjatakan sebagai tjita-tjita jang tertinggi bagi setiap manusia. Menimbang, bahwa adalah kepentingan jang maha besar, apabila hak-hak manusia itu mendapat perlindungan oleh kedjahan hukum, supaja manusia djangan hendaknja terpaksa mengangkat sendjata pemberontakan melawan kelaliman dan penindasan. Menimbang, bahwa menjokong perkembangan pertalian persahabatan antara negara-negara adalah kepentingan jang maha besar. Menimbang, bahwa dalam Piagam Perserikatan Bangsa-bangsa, sekalian bangsa-bangsa itu menjatakan lagi kepertjajaan mereka akan hak-hak dasar manusia, akan martabat dan harga diri manusia, akan hak-hak jang sama bagi laki-laki dan perempuan, serta memutuskan akan menjokong kemadjuan sosial dan kemadjuan tingkat hidup dalam kebebasan jang lebih luas. Menimbang bahwa negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-bangsa telah berdjandji akan mengembangkan dimana-mana rasa hormat dan ichtiar menindahkan hak-hak manusia dan kebebasan-kebebasan dasar dalam kerdjasama dengan Perserikatan Bangsa-bangsa. <p align="right">469</p> </div><noinclude></noinclude> t9km4ehkoa4b2hn05gmgj88waxlcs0q Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/52 104 112277 311323 2026-08-11T17:59:40Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311323 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> ''Lampiran F/2'' <center> PANTJA WARDHANA </center> Untuk memperbaiki sistim pendidikan jang masih terlampau intelektualistis dan pada hakekatnja masih bersifat sistim pendidikan jang diwariskan oleh zaman kolonial, maka telah kami tjoba mentjari djalan baru agar supaja sistim pendidikan nasional kita bukan hanja lebih sesuai dengan tjita² nasional kita, akan tetapi djuga sesuai dengan taraf revolusi kita sekarang ini Jang kami maksud ialah bahwa disamping tjita² nasional jang sifatnja tetap, pada taraf revolusi kita sekarang ini kita masih dalam permulaan penjempurnaan pembangunan bangsa atau ''nation building'' jang maha penting. Dengan pembangunan bangsa itu jang dimaksud bukan hanja pembangunan dalam bidang materiel, tapi djuga atau lebih² pembangunan dalam bidang spirituel. Walaupun setjara ilmu kenegaraan sesuatu bangsa atau ''nation'' itu adalah sekelompok manusia jang mempunjai negara merdeka sendiri dan mempunjai pemerintah sendiri jang berdaulat kedalam dan keluar, akan tetapi tidak dapat disangkal bahwa dipandang dari sudut lain bangsa itu adalah sesuatu ''djiwa''. Sesuatu djiwa jang menjebabkan sekelompok manusia ingin hidup bersama dalam satu negara jang berdaulat dan berpemerintah sendiri. Djika dibanding-bandingkan, maka mungkin sekali pembangunan bangsa setjara spirituil itu agak lebih mendesak dari pada pembangunan bangsa setjara materiil. Hal ini sebetulnja telah dibuktikan sendiri oleh sedjarah kita. Keinginan kita, manusia-manusia Indonesia, untuk mendjadi bangsa dalam arti ''nation'' itu timbul lebih dahulu dari pada keinginan kita untuk <p align="left">476</p> mengadakan pembangunan dalam bidang materiil. Keinginan itu telah meletus dalam bentuk Revolusi Kemerdekaan jang kita djalankan dengan alat² jang serba sederhana. Dan setelah kemerdekaan kita diakui oleh dunia, barulah dengan sungguh² kita memikirkan pembangunan dalam lapangan materiil. Mungkin orang akan bertanja demikian : djika dengan mengadakan Revolusi Kemerdekaan itu telah terbukti bahwa kelompok manusia Indonesia sudah merupakan bangsa dalam arti kedjiwaan, dan sekarang ini setelah mempunjai negara jang berdaulat dan berpemerintah sendiri, kita sudah merupakan bangsa dalam segala arti, apakah ''nation building'', pertama-tama dalam arti kedjiwaan, masih perlu ? Djawab kami : masih, oleh karena jang mendjalankan Revolusi itu hanja sebagian dari bangsa Indonesia jang sekarang ini, walaupun bagian itu tidak ketjil djuga. Jang mendjadi tugas dari Pimpinan Revolusi dan Pemerintah pada umumnja, Departemen P.P. dan K. pada chususnja, ialah mengusahakan supaja patriotisme dan nasionalisme jang menjala dalam dada Pimpinan Revolusi dan dada semua mereka jang telah mempertaruhkan djiwa-raga mereka untuk merebut kembali kemerdekaan kita itu menjala djuga didalam dada tiap² warganegara Indonesia. Patriotisme, tjinta kepada tanah-air (''la patrie''). Nasionalisme jang bagi kita antara lain atau pertama-tama berarti bahwa semua suku-suku jang hidup ditanah-air Indonesia berhasrat merupakan suatu kelompok besar jang tidak terpisah-pisahkan, jaitu kelompok kebangsaan Indonesia jang djuga tidak dapat dipisahkan dari tanah-air jang bernama Negara Republik Indonesia, jang kemerdekaannja akan kita djaga, kita bela dan kita sempurnakan bersama-sama. Selama keinsafan kesukuan kita masih terlampau kuat dan merupakan dasar moral jang kuat djuga, maka relatif keinsafan kebangsaan kita akan kurang kuat. Oleh karena itu maka djika mungkin kita harus melenjapkan keinsafan kesukuan itu dan menaikkan keinsafan itu mendjadi keinsafan nasional. Dimana hal ini belum mungkin, sekurang-kurangnja kita harus memberantas sjaitan suku-isme jang ditjanangkan oleh P.J.M. Presiden dalam pidato beliau jang sekarang terkenal sebagai <p align="right">477</p> </div><noinclude></noinclude> 0mxfm9wxhept2uc0qbwvbtnr109t5m9 Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/35 104 112278 311324 2026-08-11T18:10:47Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311324 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <score lang="lilypond"> \header { tagline = "" title = "INDONESIA RAJA" } \relative c' { \time 4/4 \tempo "Di-marcia" 4 = 104 \partial 4 e8 f g4 c8 e4. d4 | c4. g8 g4 g | a4. g8 f4 e | d2. d8 e | f4 d'4. c8 b4 | a4. g8 g4 g | b4. a8 g4 f | e2. e8 f | g4 c4. e8 d4 | c4. g8 g4 g | a4. g8 c4 d | b2. a8 a | f'4. f8 e4 d | g2 c,4. b8 | a4 g4. f'8 e4 | d2 c2 } \addlyrics { \set stanza = "1. " In -- do -- ne -- sia Ta -- nah a -- ir -- ku, Ta -- nah tum -- pah -- da -- rah ku. Di sa -- na lah a -- ku ber -- di -- ri. Diar di -- pan -- du i -- bu ku. In -- do -- ne -- sia ke -- bang -- sa -- an ku, Bang -- sa dan Ta -- nah A -- ir ku. Ma -- ri -- lah ki -- ta ber -- se -- ru: In -- do -- ne -- sia ber -- sa -- tu ! } \addlyrics { \set stanza = "2. " In -- do -- ne -- sia! Ta -- nah jang mu -- lia. Ta -- nah ki -- ta jang ka -- ja. Di sa -- na lah a -- ku ber -- a -- da. Un -- tuk s'la -- ma -- la -- ma -- nja. In -- do -- ne -- sia Ta -- nah pus -- ta -- ka, P'sa -- ka ki -- ta se -- mu -- a -- nja. Ma -- ri -- lah ki -- ta mendo -- 'a, In -- do -- ne -- sia ba -- gia ! } </score> <score lang="lilypond"> \relative c'' { \time 4/4 g4 g8 a4 f'4. f8 | f4 e4 c4. c8 | c4 d4 g4. g8 | g4 f4 e2 | c4 g8 a4 f'4. f8 | f4 e4 c4. c8 | c4 d4 g4. e8 | d4 c2. | c4 c8 f4 a4. a8 | a4 g4 e4. e8 | e4 f4 d4. d8 | d4 e4 f2 | c4 c8 f4 a4. a8 | a4 g4 e4. e8 | e4 g4 g8 f4 e8 | d4 e4 d2 | c1 } \addlyrics { \set stanza = "1. " Hi -- dup -- lah Ta -- nah -- hu Hi -- dup lah ne -- gri -- ku Bang -- sa -- ku Ra' -- jat -- nja se -- mu -- a -- nja. Ba -- ngun -- lah dji -- wa -- nja Ba -- ngun -- lah ba -- dan -- nja. Un -- tuk In -- do -- ne -- sia Ra -- ja. In -- do ne -- sia -- Ra -- ja Mer -- de -- ka Mer -- de -- ka Ta -- nah -- ku ne -- gri -- ku jang -- ku -- tjin -- ta. In -- do ne -- sia Ra -- ja Mer -- de -- ka Mer -- de -- ka Hi -- dup -- lah In -- do -- ne -- sia Ra -- ja. } \addlyrics { \set stanza = "2. " Su -- bur -- lah Ta -- nah -- nja, Su -- bur -- lah Dji -- wa -- nja Bang -- sa -- nja Ra' -- jat -- nja se -- mu -- a -- nja, Sa -- dar -- lah ha -- ti -- nja, Sa -- dar -- lah bu -- di -- nja, "Un -- tuk" In -- do -- ne -- sia Ra -- ja!" } </score> <div style="margin-left: 60%; font-size: 85%;"> ''Indonesia! Tanah jang sujtji''<br /> ''Tanah kita jang sakti,''<br /> ''Disanalah aku berdiri''<br /> ''Ndjaga Ibu sujtji,''<br /> ''Indonesia Tanah bersertji''<br /> ''Tanah jang aku sajangi,''<br /> ''Marilah kita berdjo'á''<br /> ''„Indonesia abadi”''<br /><br /> ''S'lamatlah Ra'jatnja,''<br /> ''S'lamatlah Putra-nja,''<br /> ''Pulaunja, lautnja semuanja''<br /> ''Madjulah Negrinja,''<br /> ''Madjulah Pandunja,''<br /> ''„Untuk Indonesia Raja!”'' </div> </div><noinclude></noinclude> lgtepows1nrmahcmuqd14dijf4jol35 Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/52 104 112279 311325 2026-08-11T18:23:32Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311325 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <u>'''Segera terbit:'''</u> <div style="text-align: center; margin-top: 1.5em; margin-bottom: 2em;"> * '''Menjambut „Deklarasi Ekonomi”'''<br /> <small>Oleh: Sudyono Djojoprajitno</small> <hr style="width: 15%; margin: 0.5em auto;" /> </div> '''Masih dalam persiapan''' <div style="text-align: center; margin-top: 1.5em; margin-bottom: 2em;"> * '''''Massa Aksi'''''<br /> <small>Oleh: Tan Malaka</small> <br /><br /> * '''''Rentjana Ekonomi'''''<br /> <small>Oleh: Tan Malaka</small> </div> <div style="text-align: center; margin-top: 2em;"> Setiap Rakjat Indonesia perlu memiliki buku² jg sepenting ini. Dapat dipesan kepada „Jajasan Massa”<br /> Kantor Pusat : Djl. Petodjo Binatu Dua No. 25A<br /> Djakarta atau pada Penerbitnja : „Jajasan Massa”<br /> Perwakilan Kalimantan Timur<br /> Djl. Gunungkawi 89 Balikpapan. </div> </div><noinclude></noinclude> b9ph24asnbub56oul9pjxbh00dyxze5 Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/25 104 112280 311326 2026-08-11T18:30:06Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311326 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: center; margin-bottom: 1em;">40</div> sebut belakangan ini seluruhnja akan menjerahkan diri dibawah pimpinan P.K.I. Adalah kemestian sedjarah, bahwa P.K.I. harus mengambil pimpinan revolusioner. Dimana tak terdapat adanja kapital nasional, disana kasta buruh industri — sebagai kasta jang tersusun rapi dan lebih tjukup — adalah satu2nja kasta jang mampu mentjiptakan organisasi ekonomi dan politik jang kuat dan menundjukkan tudjuan jg djelas dan terperintji. Karena orang2bukan proletar di Indonesia tidak merupakan suatu pertumbuhan kasta tertentu, bagi mereka sangat sukar menjusun tudjuan kasta, apalagi memberikan pimpinan jang teguh kepada rakjat Indonesia. Ini dibuktikan dengan kegagalan2 partai2 bukan proletar seperti B.U., N.I.P. dan S.I. Djika orang2 bukan proletar di Indonesia berkehendak berdjoang untuk mentjapai kemerdekaan nasional, maka mereka harus segera memperoleh bantuan buruh industri jang dengan kesadaran organisasi politik dan Sarekat2 Sekerdjanja akan mampu menghantjur-leburkan alat2 politik dan ekonomi imperialis. Djuga sesudah kemerdekaan nasional tertjapai kerdja-sama jang erat antara proletar dan bukan proletar adalah satu sjarat jang mutlak. Djika kerdja-sama itu terputus, terlebih-lebih djika orang2 bukan proletar mendjadi lawan buruh industri, maka kemerdekaan nasional hanja memberikan satu djalan bagi perbudakan Nasional baru. Tak djauh daripada Indonesia terdapat pentjuri2 internasional seperti imperialis2 : Inggeris, Amerika dan Djepang jang nanti akan melantjarkan serangan imperialisnja pada tiap2 kesempatan jang baik. Selama Indonesia kedalam tetap bersatu dan solider, selama itu mereka <div style="text-align: center; margin-bottom: 1em;">41</div> akan menangguhkan usahanja merampas Indonesia. Akan tetapi begitu lekas perpetjahan didalam, mereka akan segera mendapatkan djalan melaksanakan untuk sekian kalinja politik devide et impera-nja (memetjah belah rakjat dalam golongan2 untuk dikuasai). Indonesia terdiri dari pelbagai pulau jang berada pada pelbagai tingkatan kebudajaan, memberikan lapangan baik bagi pentjuri2 internasional. Daerah2diluar Djawa jang bersifat sangat bordjuis ketjil akan mudah dapat diporalat melawan Djawa jang sangat proletaris. Suatu keadaan seperti di Tiongkok, Mexico dan Negara2 Amerika Selatan akan dialami orang di Indonesia, jaitu adu domba imperialis dan perang saudara jang chronis (jang tumbuh terus-menerus pada waktu2 jang tertentu). Hal sedemikian itu harus kita djaga djangan sampai terdjadi! Tetapi bukannja dengan wedjangan kebidjaksanaaan jang kosong. Hanja suatu program jang benar2 bertudjuan memperdjoangkan kepentingan2 materiil seluruh rakjat dan dilaksanakan dengan djudjur dapat mentjiptakan satu setia-kawan, satu setia-kawan jang akan mampu menghantjurkan imperialisme, bukan hanja demikian, akar tetapi djuga mendjauhkannja buat selama-lamenja dan achirnja merintis djalan untuk komunisme internasional. Pertanjaan, apakah kita mempunja hak melaksanakan program serupa itu, kita hanja dapat mendjawab dengan beberapa perkataan: lebih dari 300 tahun Indonesia di-indjak2 dan di-peras habis-habisan, dan ribuan djiwa manusia telah dikorbankan untuk imperialisme Belanda! Ratusan djuta gulden tlh mengalir kedalam saku pengunting2 coupon Belanda. <u>Dan kapital Belanda</u> </div><noinclude></noinclude> 670yv6etw4r6ikvzarnt4o1mh7gze4q Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/26 104 112281 311327 2026-08-11T18:35:21Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311327 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: center; margin-bottom: 1em;">42</div> <u>di Indonesia, sebagaimana tersebut dalam program</u> kita hendak kita nasionalisir, hanja merupakan satu bagian dari apa jang telah tertjuri dari Indonesia selama 300tahun. Demikian itu masih belum dapat djuga menggenti djiwa2 petani2 dan buruh Indonesia, jang di Atjeh, Djawa, Djambi, dll. telah memprotes adanja rampasan dan pembunuhan. Pertanjaan jang terachir, ialah apakah kita akan mampu merebut Kemerdekaan Nasional dan mempertahankan, kita djuga dapat mendjawab dengan beberapa perkataan. Djika kita akan mampu menarik 50.000.000 penduduk Indonesia untuk program kita dan djika selandjutnja P.K.I. dan S.R. memiliki tjukup kesadaran, disiplin dan politik, maka daja gerak rakjat jang tertindas selama 300 tahun tak akan diabaikan begitu sadja. <center> <u>TAKTIK DAN STRATEGI</u> </center> Ketjuali benarnja suatu program, sukses kita dalam perdjoangan revolusioner tergantung pada benarnja taktik dan strategi kita. Dua perkataan terachir ini tak dapat dipisahkan hubungan-nja satu sama lain. Kita dapat katakan, bahwa taktik adalah satu bagian daripada strategi. Taktik ada hubungannja dengan operasi revolusioner kita pada suatu tempat tertentu dan suatu waktu tertentu. Tetapi strategi adalah djumlah operasi revolusioner kita selama seluruh periode revolusioner. Pukulan taktis adalah menggunakan sebagian kekuatan kita atau seluruh kekuatan kita akan tetapi untuk suatu tudjuan jang terbatas. Pukulan strategis adalah pukulan terachir, dimana kita kerahkan seluruh kekuatan kita untuk mendapat kemenangan strategis, jaitu: mematahkan hubungan organisatoris <div style="text-align: center; margin-bottom: 1em;">43</div> musuh dan kemudian menghantjurkannja. Suatu tjontoh pukulan taktis adalah pemogokan V.S.T.P. pada tahun 1923 dan rapat2 protes di Priangan. Akan tetapi dalam kedjadian2 diatas kita bertindak masih agak kurang sadar. Suatu pukulan taktis jang tulen harus di-lakukan dengan kesadaran jang lebih banjak dan persiapan jang lebih baik. Ketjuali itu, pukulan itu bukannja dipandang sebagai pukulan jang berdiri sendiri, akan tetapi sebagai satu persiapan — atau suatu bagian dari pada pukulan strategis. <u>Pukulan2 taktis di Indonesia harus banjak mendahului pukulan strategis sebelum pukulan ini dimulai.</u> Pukulan strategis jang menentukan dapat mendjamin harapan2 lebih baik, djika kita dalam melantjarkan pukulan2 taktis dapat menundjukkan keberanian, ketjakapan dan keuletan. Demikian itu tidak berarti, bahwa dalam suatu perdjoangan kita harus berdjoang terus sampai habis-habisan. Akan tetapi kita harus tahu melangkah kembali, dimana ternjata lawan kuat dan tahu mempergunakan kemenangan, dimana lawan pada suatu bagian dari barisan2 terpukul. Semestinja Organisasi2 politik kita seperti P.K.I., S.R. dan Sarekat Sekerdja kita harus masih banjak melakukan perdjoangan, sebelum Staf Umum PKI. dapat merentjanakan pukulan strategis, Djika organisasi2 politik dan ekonomi kita tersebut telah dapat menundjukkan tjukup ketjakapan, disiplin, kesadaran, kemauan dan kegairahan maka kemudian tiap2 perdjoangan taktis pada tiap waktu dapat dirobah mendjadi perdjoangan strategis. Djika kita dapat mulai melantjarkan pukulan strategis, demikian itu tidak hanja tergantung </div><noinclude></noinclude> f95bze80i18fiybdm8avutg57qlhl53 San Min Chu I 0 112282 311329 2026-08-11T23:00:14Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = | previous = | next = | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" include=1/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=2/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=3/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=4/> {{pb|label=}} <pages index="Sa...' 311329 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = | previous = | next = | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" include=1/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=2/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=3/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=4/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=5/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=6/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=7/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=8/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=9/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=10/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=38/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=129/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=285/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=287/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=288/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=394/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=395/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=396/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=397/> qbday8cfzzbcjg2xala12phrja6fy6g Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/1 104 112283 311330 2026-08-11T23:06:41Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311330 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: left; margin-bottom: 2em;"> '''Penerbit''' </div> <center> <div style="font-size: 150%; font-weight: bold; margin-bottom: 0.5em;">Wilendra</div> <hr style="width: 40%; margin: 0.5em auto;" /> dengan karya-karya jang bermutu <br /><br /> <div style="font-size: 160%; margin-top: 1em; margin-bottom: 1em;"> dari puntjak<br /> BUKIT<br /> TALANG </div> </center> Buku ini merupakan roman satu²nja jang mengambil pemberontakan sebagai latar belakangnja. Pembatja akan mengikuti sebuah kisah jang menarik hati, ditulis dengan bahasa jang indah dan thema memikat. Tjinta itu seperti udara. Ia ada di-mana² dan diperlukan setiap waktu dan disetiap tempat. Djuga disana, dihutan lebat, dipuntjak bukit Talang, disaat kaum pemberontak mentjoba mempertahankan diri. Tetapi ............ betapa ruwetnja tjinta jang tumbuh diantara harapan, ketjemasan, dendam, kebentjian dan hati manusia. <div style="margin-top: 2em;"> karya – '''Soewardi Idris.''' </div> <center> <div style="font-weight: bold; font-size: 140%; margin-top: 1em; margin-bottom: 2em;"> SOEWARDI IDRIS </div> <div style="font-size: 180%; font-weight: bold; line-height: 1.4; margin-top: 5em;"> ''dari''<br /> PUNTJAK<br /> BUKIT<br /> TALANG </div> </center> </div><noinclude></noinclude> r9g1l07fi649vpbdx6md0k0rytld8qj Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/2 104 112284 311331 2026-08-11T23:09:26Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311331 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <!-- Halaman kiri kosong --> <div style="text-align: right; font-size: 110%; margin-top: 1em; margin-right: 1em;"> dari<br /> puntjak<br /> bukit<br /> talang </div> </div><noinclude></noinclude> jcfve8eoas42a11vb0huxgudkedtwut Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/3 104 112285 311332 2026-08-11T23:11:35Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311332 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: center; margin-top: 30em; font-size: 90%;"> Ditjetak oleh :<br /> P.N.F.B. — MPH — Pertjetakan Djakarta III </div> <div style="text-align: right; margin-top: 0.5em; font-weight: bold;"> SOEWARDI IDRIS </div> <div style="text-align: right; margin-top: 4em; font-size: 150%;"> dari<br /> puntjak<br /> bukit<br /> talang </div> <div style="text-align: right; margin-top: 5em;"> <div style="font-size: 160%; font-weight: bold; display: inline-block;">Wilendra</div> <hr style="width: 30%; margin-left: auto; margin-right: 0;" /> <div style="letter-spacing: 0.2em; font-size: 90%;">DJAKARTA</div> </div> </div><noinclude></noinclude> n2ngvvisbuziz0qy9ghgn71eg3gk042 Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/4 104 112286 311333 2026-08-11T23:15:46Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311333 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: center; margin-top: 3em;"> Gambar kulit dan hiasan :<br /> '''DJANAIN''' </div> <div style="text-align: center; margin-top: 12em; font-weight: bold;"> HAK PENGARANG<br /> DILINDUNGI UNDANG-UNDANG </div> <div style="text-align: right; margin-top: 10em;"> ''Tjetakan pertama, Nopember 1964.'' </div> <div style="text-align: right; font-size: 85%; font-weight: bold;"> PERTAMA </div> <div style="text-align: right; font-size: 200%; font-weight: bold; margin-bottom: 0.5em;"> 1 </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> '''TJAHAJA''' matahari sore djatuh melajap menimpa dataran rendah jang membentang djauh disebelah timur, mendjadikan kota Solok jang ketjil itu bagaikan suatu tamasja jang bermandi warna-aneka, kemilau merah kekuning-kuningan, jang sebentar² bertukar seperti sedang berpesta-ria. Sementara itu desa Koto Hilalang lindap dibawah bajangan bukit jang memagarnja disebelah barat. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Suasana ini ikut melukiskan perbedaan jang njata antara kedua tempat itu. Di Solok sedang meluap kegembiraan, karena kota itu telah dibebaskan dari kekuasaan kaum pemberontak, sedangkan desa Koto Hilalang telah mendjadi tempat pelarian dan persembunjian, dimana kechawatiran dan ketjemasan sedang mengembangkan tangannja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Pasukan² APRI jang berkedudukan dikota Solok, sudah mulai melakukan operasi ke-desa² sekitarnja, termasuk desa Koto Hilalang. Kesatuan² pemberontak, didera oleh kelesuan dan kehilangan semangat, berusaha menghindarkan pertempuran atau kontak sendjata. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Biasanja bila hari sudah berangkat sore, desa Koto Hilalang ramai dengan manusia. Anggota² pasukan PRRI jang bersembunji disekitar desa itu, turun ke-tengah² desa dan menghabiskan waktu dengan omong² diantara mereka. Tapi sebaliknja dipagi hari, desa itu merupakan desa jang mati. Anggota² pasukan pemberontak atau pengikut²nja, hanja berani memasuki desa itu bila matahari sudah tjondong kesebelah barat. Mereka tidak berani keluar dari tempat persembunjian mereka pada waktu pagi, karena takut akan berpapasan dengan </div> <p align="right">5</p> </div><noinclude></noinclude> 3k1fov3mmwwz0r3p5u4efvxekamz0m6 Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/5 104 112287 311334 2026-08-11T23:18:22Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311334 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> pasukan APRI jang sedang melantjarkan operasi. Pengalaman mereka menundjukkan, bahwa pihak APRI umumnja memulai gerakannja semendjak tengah malam dan mengachirinja kira² djam sepuluh siang hari. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Seperti tikus jang ber-hati² keluar dari sarangnja, Munandar melangkah menudju desa itu. Ia tinggal disebuah pondok di Parak Gatah kepunjaan Malin Birin, jang terletak kuranglebih satu kilometer dari pusat desa itu. Dipondok ini tidur enam atau delapan orang pengikut² PRRI atau orang² jang tidak tahu apa jang sebenarnja telah terdjadi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar berdjalan menempuh djalan-setapak, melewati pematang sawah, kemudian mendaki kesebuah bukit lainnja dari mana pemandangan meluas keseluruh desa Koto Hilalang. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Orang mulai ramai di-tengah² desa itu. Hal itu menghilangkan ke-ragu²an Munandar. Hatinja merasa gembira. Ia ingin berada di-tengah² orang ramai itu, untuk ikut mengomong dengan kawan²nja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Sebelum ia sampai di-tengah² desa itu, tiba² ia tertegun. Hatinja mendjadi ragu², karena diantara gerombolan orang ramai itu dilihatnja seorang lelaki jang rasanja baru beberapa hari ini berbitjara pandjang-lebar dengan dia di Solok. Tapi kini, mengapa ia sampai kemari ? Munandar mendjadi heran. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ah, tak mungkin, — katanja dalam hatinja. — Bukankah dia sudah menegaskan kepadaku, bahwa ia tak mau ikut dengan PRRI ? Tapi kini ia berada di-tengah² orang banjak itu, diantara kaum pemberontak. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Terngiang kembali ditelinganja apa jang diutjapkan oleh laki² itu. — Saja tidak mau berchianat dua kali, katanja beberapa hari jang lalu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar berdjalan terus dengan perasaan ragu². Tanpa sadarnja, djalannja mendjadi lebih tjepat. Sekarang semakin pasti kepadanja, bahwa lelaki itu memang tak lain daripada Karnain, jang kini setengah berlari menjongsongnja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Karnain ! Hai, kenapa kau sampai disini ? </div> <p align="left">6</p> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Karnain tidak segera menjahut. Senjumnja mentjoba djelaskan perasaan hatinja. Dan bila mereka sudah bertemu, Karnain memegang tangan Munandar dan menariknja, membawanja ketempat jang agak terpisah dari orang ramai itu. Walaupun kelihatannja agak gugup, tapi Munandar tahu, bahwa Karnain ingin berbitjara dengan dia. Dan pembitjaraan itu barangkali harus dirahasiakan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Sudah semendjak tadi aku me-nunggu²mu, — kata Karnain memulai. — Kutanjakan kepada orang² disekitar sini, tapi mereka mengatakan tidak mengetahui dimana kau tinggal. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tidak mudah mengetahui tempat tinggal kawan² lain disini. Tiap malam terdjadilah pergeseran tempat merebahkan diri, dengan maksud supaja terhindar dari pendadakan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Karnain memahami maksud pembitjaraan Munandar. Setiap orang merasa tjuriga kalau² pondoknja diketahui oleh orang lain. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Sangat heran, kenapa kau achirnja datang djuga kemari ? tanja Munandar. Ia sudah sangat ingin mengetahui persoalan apa jang telah merobah pendirian kawannja ini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Begini bung ! Memang aku tidak pernah berniat untuk mengikuti djedjak pemberontakan ini, seperti jang sudah kuterangkan dulu. Tapi ............ </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apa jang telah terdjadi ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Pada malam sebelum APRI memasuki kota, aku didatangi ............ </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Siapa ? tanja Munandar tak sabar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ah, djangan terlalu keras bung, nanti mereka itu djadi tjuriga, — kata Karnain seraja melajangkan pandangannja kepada orang banjak itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Siapa jang datang ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tak usahlah kusebutkan orangnja. Toh tak akan ada gunanja lagi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Sebaliknja tak djuga ada salahnja kalau kau tundjukkan kepadaku. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Karnain ber-pikir² sedjurus. Ia agak ragu² untuk menundjuk- </div> <p align="right">7</p> </div><noinclude></noinclude> 099v2bogz8h3ns8wbt2gmkqx9pw5czj Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/6 104 112288 311335 2026-08-11T23:20:39Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311335 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> kan orang jang datang kerumahnja itu, karena orang jang dimaksudkannja itu sekarang berada di-tengah² orang banjak itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tundjukkan sadjalah ! — Munandar mendesak. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Achirnja Karnain menjebutkan djuga siapa manusianja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Junus ! Kau kenal dia bukan ? Lihatlah, jang kepalanja diikat dengan handoek ketjil itu, — kata Karnain tanpa memandang kepada orang² jang sedang berkumpul di-tengah² desa itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — O, Junus ! ? Masa aku tak kenal siapa dia. Apa jang dikatakannja kepadamu malam itu ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dia menerangkan kepadaku, bahwa petugas² PRRI sedang mengintai langkahku. Katanja, orang mulai tjuriga kepadaku, karena aku masih belum djuga ber-siap² untuk menjingkir, padahal semua pegawai lain dan militer sudah pindah keluar kota. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dan apa djawabmu ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Aku tidak berkata apa². Utjapannja makin lama makin bersifat mengantjam. Dikatakannja kepadaku, bahwa rumahku selalu dikelilingi oleh orang² PRRI. Aku mendapat kesan jang mengerikan. Dan Junus mengandjurkan supaja aku segera menjingkir keluar kota, ketjuali kalau aku ingin bermain dengan maut. Aku mendjandjikan kepadanja, bahwa aku akan segera menjingkir, karena aku memang belum ingin mati. Tapi di-samping keinginan untuk hidup, aku djuga tidak ingin mendjadi pengchianat sekali lagi. Dalam keadaan pikiran jang katjau, takut, ngeri, antjaman dan bajangan maut, achirnja aku memilih untuk hidup dan bertekad untuk hidup tanpa berchianat. Aku tahu, bahwa keadaanku akan sulit, tapi aku djuga pertjaja, bahwa kesulitan itu akan dapat diatasi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apakah dengan membantu PRRI, kau lantas djadi pengchianat ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dari sudut PRRI tentu tidak. Tapi aku tidak memandangnja dari pendjuru jang demikian. Aku memandangnja dari sudut Republik Indonesia. Maafkanlah aku, andaikata sampai </div> <p align="left">8</p> <div style="text-align: justify;"> hari ini dan untuk selamanja, pikiran jang demikian akan tetap mendjadi pikiranku jang teguh. Aku sudah ber-kali² menerangkan kepadamu, bahwa pengchianatan jang aku lakukan diwaktu perang dengan Belanda dulu, masih mewarnai sedjarah hidupku dengan noda jang sukar dihilangkan. Dan apakah djadinja, kalau hari ini noda itu kuperbuat lagi ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Sebenarnja tidak usah kita perdebatkan lagi. Aku sudah mengerti dengan pendirianmu, dan kaupun sudah paham pula dengan pendirianku. Lebih baik kau tjeritakan sadja, bagaimana pengalaman selandjutnja setelah diantjam oleh Junus itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Junus menegaskan ber-kali², bahwa keselamatanku bisa terantjam, apabila aku tidak segera menjingkir. Dan setelah dia meninggalkan rumahku, aku mendjadi bertambah ketjut. Aku memang mempunjai darah jang lemah dan djantungku tak pula tjukup kuat. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apakah Alida tahu maksud kedatangan Junus ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Setelah Junus pergi, se-gala²nja aku djelaskan kepadanja. Dia menangis ter-sedu², tapi djalan lain tak tampak lagi dimataku. Ia mendjadi sangat chawatir kalau² mereka membunuhku. Tapi setelah tangisnja agak reda, kami mentjoba mentjari djalan keluar. Achirnja kami mengambil suatu putusan. Aku harus menjingkir supaja terlepas dari antjaman Junus dan kawan²nja dan dengan harapan dapat lekas bertemu denganmu, sedangkan Alida tetap tinggal dikota. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar mengikuti tjerita itu dengan penuh perhatian, sambil sekali² melihat kepada kumpulan orang ramai di-tengah² desa itu. Dari sana, kadang² terhambur tertawa jang riuh, se-olah² mereka sedang merajakan pesta kemenangan. Tapi kegembiraan itu hanjalah sebagai penghibur hati belaka, untuk melupakan sedjenak segala penderitaan jang mulai menundjukkan garis naik. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Pagi² aku melihat beberapa orang tentara PRRI lewat didjalanandimuka rumahku. Mereka se-olah² tidak menoleh kerumahku, tapi sebenarnja mereka sedang mengintai langkah- </div> <p align="right">9</p> </div><noinclude></noinclude> 46gcyrie5lyqfiukk6e85z8an8sp0bk Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/7 104 112289 311336 2026-08-11T23:23:01Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311336 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> ku. Aku memperhatikan gerak-gerik mereka dari balik katja djendela. Dan pada waktu itu aku sudah mendapat kesimpulan jang tegas, bahwa djiwaku sedang terantjam. Dan lebih kuchawatirkan lagi karena pada waktu ini Alida sedang mengandung. Sudah tiga bulan ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dan kau berangkat pagi itu ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ja, aku menudju kampung Tanah Garam. Dibelakangku tampak beberapa orang berpakaian preman. Aku tjuriga kepada mereka, dan tentulah orang² ini adalah anak-buah Junus keparat itu. Dalam bajangan sematjam inilah aku terus ke Pintjuran Gadang. Aku kehilangan akal, apakah jang harus kuperbuat. Dan sorenja, pasukan APRI telah memasuki kota Solok. Aku mengetahui peristiwa itu, karena hebatnja tembakan jang dilantjarkan kearah kota. Dan pada waktu itu pula kelihatan pasukan PRRI kutjar-katjir. Mereka berserakan, sebahagian diantaranja menudju bukit Pajo, dan sebahagian lagi lari ke Ketaping didaerah desa Selajo. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Mengapa kau tak mempergunakan kesempatan itu untuk masuk kekota ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tidak bisa ! — djawab Karnain. — Didaerah Pintjuran Gadang djuga banjak berkeliaran pasukan PRRI jang terpukul mundur dari Solok. Bahkan Junus laknat itu djuga berada disana. Dan ketika pasukan itu berangkat ke Koto Hilalang ini, Junus langsung mengadjakku. Sebenarnja aku sudah mendjadi tawanannja. Kalau aku tidak mau ikut, tentulah dia akan mengambil tindakan keras jang akibatnja dapat kau bajangkan sendiri. Dan itulah sebabnja mengapa aku sampai disini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar terharu mendengarkan tjerita kawannja itu. Ia dapat menghormati pendirian Karnain, karena Karnain adalah sahabatnja jang setia semendjak ber-tahun². Ia tidak mau mentjela pendirian kawannja itu, dan ketika Karnain menjatakan kepadanja dengan terus-terang, bahwa ia tidak akan ikut dengan PRRI, Munandar tidak marah. Ia menghargai sikap kawannja itu. Tapi kini, kenjataan telah menundjukkan hal jang lain, hal jang sama sekali tidak diduganja lebih dahulu. </div> <p align="left">10</p> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Bagaimana rentjanamu sekarang ? — tanja Munandar tiba². </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Karnain melajangkan pandangannja kepada kelompok orang² jang sedang ramai mengobrol di-tengah² desa itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Aku takut, kalau² Junus memperhatikan kita, — katanja kepada Munandar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kau tak perlu takut. Selama kau bersamaku, dia tidak akan berani berbuat apa². Dengan orang² fanatik sematjam itu memang susah berbitjara. Tenteramkanlah hatimu ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kata² Munandar ini menimbulkan perasaan tjerah dihati Karnain. Dia mendapatkan apa jang diharapkannja dari seorang teman jang bersedia membentangkan dadanja demi persahabatan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apakah kau masih mempunjai keinginan untuk kembali ke Solok ? — tanja Munandar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Pertanjaan itu sebenarnja tidak perlu kudjawab, — kata Karnain sambil tersenjum kepada Munandar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Keduanja terdiam sedjurus. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apakah akibatnja kalau aku kembali ? — tanja Karnain memetjah keheningan diantara mereka. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Akibatnja gampang sadja mendjelaskannja. Kalau kau ikut bersamaku, tapi kemudian kau melarikan diri, maka aku akan mendjadi pusat ketjurigaan kawan² lainnja. Mereka akan menuduhku bersekongkol denganmu. Mereka tak dapat tidak pasti akan mengira, bahwa kita mempunjai rentjana tertentu. Dengan gampang mereka akan mengatakan, bahwa aku sengadja membiarkanmu kembali kekota untuk membuat hubungan dengan musuh, dan mereka tentu akan jakin, bahwa aku sendiri akan segera menjusulmu. Didalam keadaan seperti ini, njawa hampir tidak berharga. Itulah djawab dari pertanjaanmu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kalau begitu, berarti keselamatan djiwamu terantjam ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Begitulah kira² ! </div> <p align="right">11</p> </div><noinclude></noinclude> 4dn289y0ojyyl4sy9qltzrmmf76jlyy Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/8 104 112290 311337 2026-08-11T23:24:59Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311337 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Karnain berdiam diri kembali. Ia dapat memahami apa jang dimaksud oleh Munandar. Sekarang ia merasa berada diantara persoalan jang serba sulit. Ia harus berlindung kepada Munandar, tapi ia tidak suka kepada PRRI. Kalau ia kembali kekota begitu sadja, adalah sulit, karena tentulah Junus akan terus membajanginja. Tapi kalau ia berlindung kepada Munandar, boleh djadi Junus memang tidak merasa perlu lagi mengintai setiap langkah Karnain. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kalau kau ikut denganku, — kata Munandar bersungguh-sungguh, — tahulah kau, bahwa mereka pasti akan datang meminta pertanggungandjawabku. Mereka akan meminta djaminan kepadaku, bahwa engkau memang tidak akan lari kekota dan tidak akan mengchianati perdjoangan kami. Djaminannja tidak berupa uang, atau berupa benda, tapi kau akan maklum sendiri. Djaminannja adalah djiwaku sendiri. Artinja, kalau ternjata kau melarikan diri, mereka pasti akan melenjapkanku. Itulah soalnja jang harus kau pikirkan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tapi aku tidak sanggup terus-menerus dalam bajangannja. Wadjahnja sadja kelihatan seperti seekor harimau jang haus darah. Sebaliknja, aku mengerti apa akibatnja buatmu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ja, tjobalah kau pikir benar baik² ! Aku tidak keberatan mendjaminmu. Achir²nja, demi persahabatan dan budi baikmu kepadaku pada waktu jang sudah², akupun bersedia memberikan djaminan dengan djiwaku sendiri. Barangkali itulah jang harus aku lakukan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Suasana hening meliputi mereka seketika. Sementara itu seorang anggota pasukan PRRI lewat dimuka mereka. Dibahunja tersandang seputjuk sendjata jang pada udjungnja terikat sepotong kain merah, hingga kelihatannja lebih seram. Ketika ia lewat, Munandar dan Karnain mentjoba mengalihkan pembitjaraan mereka kepada soal² keluarga, supaja tidak ketahuan apa jang sebenarnja mereka bitjarakan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Bagaimana dengan Alida ? — tanja Munandar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dia saja suruh ketempat isterimu. Biar dia tinggal bersama Martini. </div> <p align="left">12</p> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — O, untunglah kalau begitu. Kalau ada kesulitan, dapatlah beban itu mereka bagi dua supaja lebih ringan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Setelah anggota tentara PRRI itu lewat beberapa langkah, mereka kembali menjambung pembitjaraan tadi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Nah, sekarang kau sudah harus mengambil kesimpulan dan menentukan sikap. Kalau sekali kau telah memutuskan untuk ikut dengan aku, berarti kau harus selamanja ikut, ketjuali kalau kau ingin mengorbankanku dengan sia². </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Lama Karnain berdiam diri memikirkan soal itu. Pikirannja mendjadi ter-petjah². Ia diombang-ambingkan oleh perasaan² aneh jang menjusup kedalam dadanja. Belum pernah ia mengalami kebimbangan jang sehebat seperti sekarang ini. Dia merasa berada diantara dua api jang membakarnja dengan djilatan jang maha pedih. Kalau dia tidak ikut bersama Munandar, tentulah ia akan terus mendjadi tawanan Junus, ia akan selalu dibajangi oleh lelaki itu dan setiap waktu akan memperhatikan setiap gerak-geriknja. Bila sedikit sadja ia memperlihatkan tanda² jang mentjurigakan, barangkali ia sudah harus berurusan dengan maut. Dia tidak mau memikul resiko jang begitu berat. Sebaliknja, kalau ia ikut bersama Munandar, berarti ia akan mengikuti seorang kawan jang memperdjoangkan suatu tjita² jang ditentangnja djauh didasar hatinja. Sedangkan dia sudah bertekad untuk tidak membantu perdjoangan jang demikian. Dan kalau kemudian ia lari dari Munandar, berarti ia mempertaruhkan djiwa sahabatnja itu diatas pintu kubur, padahal dia pernah menyelamatkan djiwa Munandar dari bahaja maut. Dan dia menolong Munandar dahulunja itu, bukanlah untuk mengorbankannja lagi dihari kini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Pikiran jang demikian sangat menekan djiwanja. Tekanan itu begitu kuatnja, sehingga tanpa disadarinja airmatanja berlinangan. Ia tersedu dalam hatinja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar merasakan pergolakan apa jang sedang terdjadi didalam djiwa Karnain. Tapi ia tidak mempunjai djalan lain untuk membebaskan kawannja itu dari kesulitan. Dia ingin </div> <p align="right">13</p> </div><noinclude></noinclude> 2sod016xfqu9jibrwdt5wfcsbkpc42f Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/9 104 112291 311338 2026-08-11T23:26:46Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311338 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> menolongnja, dan itulah satu²nja tjara jang dapat dilakukannja. Dengan mendjamin Karnain, ia merasa telah mempertaruhkan djiwanja sendiri, taruhan jang pasti merupakan taruhan jang termahal sepandjang hidupnja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Nah, tak usahlah terlalu dalam merasakan dan memikirkan soal itu. Barangkali baiklah kita pergi menemui kawan² itu, — sambil ia menundjuk kepada kumpulan orang² jang sedang mengobrol disimpang tiga djalan desa. Barangkali mereka ada chabar baru mengenai perkembangan terachir. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dekat sendja, orang² jang mengobrol didesa itu berangkat ketempat masing², jang ter-pisah² diantara pondok² ladang atau pondok² baru jang mereka bangun setjara rahasia. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar djuga bersiap untuk pergi. Karnain memandang kepadanja dengan sinar mata mengharap. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Aku ikut dengan kau, — katanja hampir berbisik. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar mengangguk dan mereka berdjalan menudju pondok di Parak Gatah, dimana Munandar tidur. Dan dengan demikian, Karnain telah mengambil keputusan. Keputusan itu berarti, bahwa ia akan ikut bersama Munandar, entah kemana, dia sendiri tidak tahu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Langit sendja mulai menggelap. Koto Hilalang berangsur mendjadi sunji, tidur dalam kesenjapan hutan² disekitarnja, untuk bangun esok pagi dengan suatu harapan dihatinja. </div> <p align="left">14</p> <div style="text-align: right; font-size: 85%; font-weight: bold;"> KEDUA </div> <div style="text-align: right; font-size: 200%; font-weight: bold; margin-bottom: 0.5em;"> 2 </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> '''SEMENDJAK''' kepergian Karnain, Alida merasa sangat gelisah, chawatir dan dirundung sedih. Hal itu tidaklah se-mata² disebabkan perpisahan dengan suami jang ditjintainja, tapi lebih² lagi lantaran ketjemasan memikirkan nasib Karnain. Ia mengharapkan kepergian Karnain itu demi untuk menyelamatkan njawa, tapi siapa tahu barangkali kepergiannja itu adalah untuk se-lama²nja. Kalau nasib buruk menimpa Karnain, tentulah dia akan dilenjapkan oleh Junus dan kawan²nja sesaat setelah kesatuan APRI memasuki kota Solok. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Mereka memang dapat mentjari dalih untuk menghantjurkan Karnain, karena Karnain dulunja bekas pengchianat. Sedjarahnja jang hitam karena bekerdjasama dengan Belanda, dapat mereka djadikan alasan untuk membunuh Karnain. Mereka tentu akan menuduh Karnain berchianat sekali lagi, karena tidak mau memihak PRRI. Bagi mereka, PRRI adalah suatu pemerintahan jang sah, jang akan memperdjoangkan nilai² kemerdekaan sedjati. Karena itu, mereka memaksakan Karnain untuk mendukungnja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Bagi mereka, Pemerintah Republik Indonesia adalah suatu pemerintahan jang telah menjeleweng, suatu pemerintahan tirani jang harus ditantang dengan segala kekuatan. Untuk itu dimasukkan sendjata² gelap dari luar-negeri, supaja kehendak dan tjinta² itu bisa tertjapai. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Alida tidak dapat memahami, betapa mungkin manusia berlaku sepintjang dan seganas itu. Kehidupan rumahtangganja jang tenteram dan damai, tiba² direnggutkan oleh tangan² kasar jang tak kenal belas-kasihan. Ia menangis sendirian, me- </div> <p align="right">15</p> </div><noinclude></noinclude> 15vgvpynwsbofhz7yxqn1dnx55q1x8n Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/10 104 112292 311339 2026-08-11T23:29:21Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311339 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> ngenangkan masa² bahagia disamping suaminja, masa jang kini barangkali tidak akan kembali lagi untuk se-lama²nja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ditutupnja matanja, dalam tangisnja ia diburu oleh ketakutan dan bajangan suram dari nasib suaminja. Rasa² tampak diruang matanja, bagaimana Junus melepaskan tembakan kepada Karnain, dan Karnain mendjerit minta ampun, tetapi peluru telah memetjah kepalanja. O, kalau semuanja ini terdjadi atas lelaki ketjintaannja itu, masih bisakah dia hidup didunia ini dalam keadaan duka dan sunji-sepi ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kota Solok ber-angsur² ramai kembali. Kesatuan² APRI terus melakukan pengedjaran ke-desa², membersihkan kampung demi kampung dari tangan pemberontak. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Pemerintahan mulai berdjalan. Orang² jang tidak setudju dengan PRRI, kembali kekota dengan menempuh djalan jang sulit. Anggota pasukan pemberontak, mulai melaporkan diri seorang demi seorang ke-pos² APRI. Dari sehari-kesehari djumlah mereka semakin banjak. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Tapi disamping itu pertempuran² masih terus berketjamuk diluar kota. Pasukan² PRRI mentjoba melakukan penghadangan di-djalan², atau menahan patroli² APRI. Api peperangan mulai merah-menjala, mengepulkan asap jang hitam diselang-seling oleh letusan berentetan jang me-lajang² mentjari korbannja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Alida bertambah kurus dari biasa. Ia mentjoba menghubungi orang² jang baru kembali dari daerah PRRI. Hasratnja untuk mengetahui nasib suaminja, melebihi dari hasrat apa djuga jang pernah bersemi dalam hatinja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Tapi ia ketjewa dan tangisnja tak dapat dihentikannja. Orang² jang dihubunginja sama menerangkan, bahwa mereka tidak pernah bertemu dengan Karnain. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Tidak ada kepastian ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dan selama itu pula Alida remuk oleh perasaan sedih. Sekali² ia datang kerumah Martini, isteri Munandar, untuk </div> <p align="left">16</p> <div style="text-align: justify;"> mentjeritakan perasaan hatinja. Tapi Martini tidak dapat berbuat apa², ketjuali berusaha menjabarkan Alida. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kalau kau tidak bisa tinggal sendirian, baiklah pindah kerumahku ini, supaja hatimu tidak terlalu sepi, — kata Martini membudjuk. — Kau harus pertjaja, bahwa nasib manusia berada ditangan Tuhan. Belum tentu dia dibunuh orang, tapi kau sudah menderita ketjemasan jang bisa mendjadikan dirimu seperti bangkai. Ingatlah, kau sedang mengandung ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Alida terus ter-sedu². Dalam sedunja ia berkata : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Karnain memang menjuruhku tinggal bersamamu, tapi ............., — air matanja membandjir lagi, dan ia tak dapat meneruskan pembitjaraannja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Sabarlah kau ! Kalau benar dia menjingkir kearah Pintjuran Gadang, dia pasti akan bertemu dengan Munandar. Dia akan selamat, pertjajalah ! Munandar akan rela mengorbankan apa sadja untuk membela Karnain. Sabarlah ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Alida mentjoba menahan tangisnja. Ia mulai sedikit tenang mendengar kata² Martini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Sebenarnja Martini sendiri djuga didera oleh keketjewaan. Semendjak Munandar pergi, hatinja senantiasa murung. Ia telah mentjoba menghalangi suaminja supaja tidak ikut-ikutan dengan PRRI, tapi perdebatan itu berachir tanpa merobah pendirian Munandar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Sebagai seorang isteri, kau boleh menasihatiku, kata Munandar dulu. — Tapi se-kali² djangan tjoba menghalangiku. Aku ikut dengan PRRI adalah karena kejakinanku sendiri, karena aku melihat, bahwa PRRI berdiri dipihak jang benar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ah, kau terlalu keras ! Kebenaran itu dapat diputar-balikkan. Kau hanja akan tertipu, pertjajalah ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar tidak senang mendengarkan kata² isterinja jang seperti itu. Dengan suara membentak, ia berkata : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ah, tahu apa kau dengan politik ? Tinggallah pada keperempuananmu sadja. Serahkanlah memikirkan persoalan ini kepadaku. </div> <p align="right">17</p> </div><noinclude></noinclude> b96of72z2fh5foib9dxuc8adi65n3h1 Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/11 104 112293 311340 2026-08-11T23:33:43Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311340 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Martini takut kalau² pertengkaran itu mendjadi hebat. Dia diam sadja, dan tidak mau melandjutkan lagi. Sementara itu Munandar mendjadi lebih bersemangat : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kau tahu, kelaliman Pemerintah Pusat itu tidak bisa dibiarkan sadja. Mereka selalu menganak-tirikan daerah, padahal dari daerah inilah mereka mendapat nafas. Mereka asjik ber-senang², sedangkan kita disini bertitik-keringat, sedikitpun tidak ada perhatian mereka. Siapakah jang akan menghadjar mereka, kalau bukan kita. Kadang² djalan revolusi ini memang menempuh tjara² jang demikian, dan untuk itu aku menjediakan diri. Kau harus jakin, bahwa mereka tidak akan menang. Bagaimanakah mereka bisa menang menghadapi persendjataan PRRI jang begitu hebat. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dengan perasaan berat, tapi ketjewa, Martini terpaksa membiarkan Munandar pergi. Dia tidak tahu, apakah masih bisa diharapkannja kedatangan suaminja kembali, atau disanalah achir perkawinannja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketika kesatuan² APRI memasuki kota Solok, Martini merasa, bahwa pikirannja adalah benar. Ia melihat kekeliruan suaminja jang meng-agung²kan sendjata, padahal sendjata jang serba modern itu belum tentu bisa mendjamin kemenangan. Jang penting ialah orang jang memegang sendjata itu. Dan lebih dari semuanja itu, ialah untuk kepentingan tjita² jang matjam manakah sendjata itu digunakan. Pikiran ini sudah sama tuanja dengan sedjarah manusia, tapi rupanja Munandar tidak mengetahuinja. Itulah jang amat disesalkan dan jang mengetjewakan Martini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kini dihadapannja duduk Alida, isteri Karnain, sahabat suaminja, jang djuga adalah sahabatnja. Matanja kujup karena tangis. Seharusnja ia dapat membudjuk perempuan itu dengan kata² jang manis, namun apakah jang bisa diutjapkannja untuk membelai perasaan Alida, padahal dia sendiri dirundung pula oleh kesedihan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ia terseret dan bangkit karena kesedihan jang dirasakan Alida. Ia ingat suaminja jang dengan sikap keras telah me- </div> <p align="left">18</p> <div style="text-align: justify;"> ninggalkannja, menurutkan kehendak hatinja. Ia telah mentjoba melunakkan hati Munandar, suaminja jang tertjinta, tapi Munandar se-akan² seorang gila jang tak dapat ditenangkan. Ia mengedjek Martini, perempuan jang buta politik, dan jang untuknja tersedia rumah tempat tinggal dari pagi sampai malam. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Sesungguhnja hanja tjinta se-mata²lah jang masih mengingatkannja kepada Munandar. Pandangan hidupnja, sikap jang diambilnja untuk memihak PRRI, sama sekali tidak disukai oleh Martini. Dan tjinta itu akan meluap bila keduanja telah berpisah. Geloranja akan semakin hebat, bila keduanja berdjauhan. Tapi tidak ada gelora jang tidak reda, tidak ada panas jang takkan dingin kembali. Saat jang demikian akan datang mendjelang, sebagai sesuatu jang tidak akan dapat dihalangi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Sebab² mengapa sang suami berangkat meninggalkan isteri mereka, mempunjai perbedaan. Munandar berangkat dari rumahnja atas kemauannja sendiri. Sedangkan Karnain meninggalkan isterinja lantaran diseret oleh suatu paksaan jang ia tak dapat menantangnja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Perbedaan sebab jang demikian tidak mendjadi halangan atas keakraban persahabatan antara Alida dan Martini. Mereka saling mengerti apa jang membawa mereka kepada keadaan seperti sekarang ini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Martini duduk tenang menghadapi Alida. Tiba² terdengar bunji langkah diluar, berderak bunji sepatu memidjak kerikil dipekarangan rumah itu. Bunji itu terdengar makin lama makin dekat. Martini memandang kepada Alida dengan sinar mata jang tjemas ber-tanja². Kemudian keduanja berdiri dan memandang keluar. Darah mereka tersirap. Debaran djantung mereka bertambah keras, dibarengi oleh perasaan tjemas. Mereka saling berpandangan untuk sedjurus lamanja. Tidak seorangpun jang berbitjara, ketjuali mata mereka jang saling berpandangan dalam ketjemasan. Sesuatu jang aneh terasa dihati Martini, karena dia tahu, bahwa suaminja terang-terangan memihak PRRI. </div> <p align="right">19</p> </div><noinclude></noinclude> 10vy2coiwzfdmdrrtfe1b0orv1ukluz Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/12 104 112294 311341 2026-08-11T23:35:12Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311341 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kedatangan seorang anggota tentara jang tidak di-duga² sebelumnja dalam keadaan jang seperti itu, kadang² mentjemaskan djuga, apalagi buat Martini. Semua orang tahu, bahwa suaminja ikut dengan pemberontak. Ia mendjadi takut, kalau² kepadanja akan diminta berbagai keterangan tentang suaminja, padahal kasih-sajangnja terhadap Munandar masih belum sanggup membuka hatinja untuk mentjeritakan seluruh rahasia pribadi suaminja itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Lelaki jang berbadan tegap itu, gagah dalam pakaian seragam hidjau, dengan seputjuk pistol dipinggangnja, berdiri dimuka pintu. Ia tahu, bahwa njonja rumah berada diruangan depan. Dengan segera pintu diketoknja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketokan itu dirasakan oleh Martini hampir sebagai pukulan pada hatinja, keras dan menjakitkan. Tapi ia insaf, bahwa kedatangan seorang tamu seperti itu, haruslah diterima dengan baik. Ia berusaha mengekang perasaannja, melenjapkan prasangka jang tumbuh dihatinja. Dengan langkah jang pasti, ia menudju kepintu dan membukanja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Selamat siang njonja, — tegur jang datang dengan sopan diiringi senjum manis, hingga menimbulkan kesan jang baik pada Martini. Ke-ragu²an dan ketakutannja se-akan² mendapat obat oleh sikap tamunja itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Selamat siang, — sahut Martini, — apa chabar pak let ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — O, ......... — katanja sambil membuka topinja. — Chabar baik sadja. Aku ingin ketemu dengan isteri nja saudara ......... Munandar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Akulah isterinja, — kata Martini lembut tapi agak gugup, — silakan masuk ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Lelaki itu masuk keruangan itu. Ketika matanja tertumbuk kepada Alida, ia melepaskan sedjemput senjum manis sambil mengulurkan tangannja ; </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Perkenalkan, — katanja. — Sudarno. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Alida merasa agak kaku menjambut perkenalan itu. Kemudian ketiganja duduk dizitje. </div> <p align="left">20</p> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Letnan Sudarno mendapat chabar dari orang² lain, bahwa Munandar ikut kehutan. Ia djuga mendengar chabar, bahwa Martini berkeberatan atas tindakan Munandar itu. Kini ia datang dengan satu maksud, jaitu ingin membantu perempuan itu kalau² Munandar dapat dipanggil kembali kedjalan jang benar. Bukan hanja Martini sadja jang akan dibantunja, tapi ia ingin menolong setiap orang jang mendjadi korban akibat peperangan. Ia mengerti kesulitan mereka, dan dengan sepenuh hati ia berusaha mengulurkan tangannja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Letnan Sudarno memandang sekeliling ruangan itu, se-olah² mentjari sesuatu. Tapi ia tidak menemukan apa². Dinding itu telandjang sadja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Lho, 'kok ada jang barusan 'nangis ja ? — katanja tersenjum. Pertanjaan ini se-mata² untuk melenjapkan perasaan jang bukan² dihati njonja rumah dan untuk membangkitkan suasana jang ringan diantara mereka. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Alida tidak berkutik mendengar sindiran itu. Tapi sebaliknja Martini, jang mulai agak berani, segera sadja memberikan djawaban. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ah, pak, dalam keadaan sematjam ini, banjak jang menjebabkan airmata harus tertumpah. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Sekali lagi letnan Sudarno tersenjum. Lalu katanja : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ja, aku bisa mengerti dan dapat memahamindja. Itulah sebabnja aku sengadja datang kerumah njonja, kalau² aku dapat membantu njonja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Suatu pertanjaan bergetar dihati Martini : — Dia akan membantuku ? Mungkinkah itu ? Padahal dia adalah musuh suamiku. Tapi ......... soal perang bukanlah soal pribadi ......... </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Martini masih berdiam diri, digoda oleh perasaan jang tak terarahkan. Tiba² letnan Sudarno meneruskan : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Banjak rumahtangga jang harus berantakan. Suami berpisah dari isteri. Anak² ditinggalkan oleh ajahnja. Begitulah kalau perang sudah datang. Kematian mengantjam di-mana². Setiap saat kita bertarung dengan dua kemungkinan : hidup atau mati ! Peperangan selamanja demikian, kedjam, ganas, </div> <p align="right">21</p> </div><noinclude></noinclude> bj9oy7dtwc678vatyp6p0ui6flwq7sk Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/13 104 112295 311342 2026-08-11T23:37:15Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311342 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> dan mengerikan. Tapi anehnja, walaupun orang tahu apa akibat perang itu, namun masih sadja ada orang² jang memantjing supaja perang berketjamuk seperti sekarang ini. Tjobalah bajangkan, andaikata perang tidak ada, barangkali njonja ini tidak akan perlu menangis, — katanja sambil menoleh kepada Alida. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Alida agak malu, karena apa jang ditangiskannja, memanglah sesuatu jang timbul sebagai akibat perang itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Suami njonja djuga ikut kehutan bersama suami njonja ........., o, ja, saja belum tahu siapa nama njonja ini, — katanja sambil memandang kepada Martini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Martini, namanja Martini, — kata Alida menerangkan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ja, bersama suami njonja Martini bukan ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tidak, mereka tidak ber-sama². Barangkali suamiku sudah mati, — djawab Alida dengan suara jang rendah. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Bagaimana njonja tahu ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Semendjak ia pergi, tidak pernah aku mendengar chabar-berita tentang dirinja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Sudahkah njonja selidiki betul² ? Barangkali dia masih disekitar desa² sebelah barat sana, — kata letnan Sudarno sambil mengatjungkan telundjuknja kearah desa Koto Hilalang. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tapi dia pergi kehutan bukan karena mendukung perdjuangan PRRI. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Lho, itu aneh ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dia dipaksa pak. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dipaksa ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ja ! Seorang pengikut PRRI jang fanatik, telah datang kerumah kami dan memaksa dengan kekerasan supaja suamiku menjingkir kehutan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Siapa orang jang datang itu ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Namanja Junus. Dia termasuk orang jang sangat setia kepada PRRI. Untuk PRRI ia bersedia mendjalankan kekerasan kepada orang² jang dirasanja tidak akan membantu perdjuang- </div> <p align="left">22</p> <div style="text-align: justify;"> annja. Dia datang kerumah kami, dan mengantjam suamiku, walaupun dengan kata² jang manis di-buat², agar suamiku segera menjingkir. Dia mengatakan, bahwa orang² PRRI tjuriga kepada suamiku. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Mungkinkah mereka membunuhnja ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Itulah jang tidak kuketahui. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kemana mereka bawa suami njonja ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tidak tahu. Tapi mereka tidak memperlakukannja seperti memperlakukan seorang tahanan. Mereka mengawasi rumah kami semendjak pagi sampai suamiku meninggalkan rumah. Tentulah suamiku mereka iringkan terus, entah kemana, aku tidak tahu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Letnan Sudarno meng-angguk²kan kepalanja dan mendengarkan kata² Alida dengan penuh perhatian. Ia djuga melihat, betapa airmata perempuan itu tergenang dan kemudian berguling djatuh membasahi pipinja. Dapat dirasakannja, bagaimana beratnja tekanan jang menghimpit hati perempuan itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tapi aku andjurkan, — kata letnan Sudarno, — agar njonja tidak usah terlalu chawatir dengan persoalan itu. Ingatlah akan kata² orang tua² : sebelum adjal tidak seorangpun jang akan mati. Barangkali dia masih berada disekitar bukit² ini, atau mungkin sudah bertemu dengan suami njonja Martini, bukan ? — kata letnan Sudarno seraja berpaling kepada Martini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Mungkin djuga, — kata Martini. — Tapi akupun tidak pernah menerima chabar dari suamiku. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Bagaimana sikap njonja, kalau suatu kali kelak njonja mendapat chabar tentang dia, atau dapat berhubungan dengan dia ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Martini merasa sulit untuk mendjawab pertanjaan letnan Sudarno itu. Ia berfikir, kalau sekiranja ada hubungannja dengan suaminja, dan bila hubungan itu diketahui oleh jang berwadjib, mungkin dia akan mendapat kesulitan se-tidak²nja mungkin akan diminta keterangannja. </div> <p align="right">23</p> </div><noinclude></noinclude> 9bqxwwl1x71blup250ikv4kri0jh0lf Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/14 104 112296 311343 2026-08-11T23:38:56Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311343 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Aku tidak akan mengadakan hubungan dengan dia, — kata Martini tiba². </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Letnan Sudarno mengerti apa sebabnja Martini mendjawab demikian itu. Untuk menenangkan perasaan Martini dan untuk melenjapkan prasangka perempuan itu, letnan Sudarno mendjelaskan : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Rupanja njonja agak tjuriga kepadaku, — katanja sambil tersenjum. — Njonja bersikap sangat hati² untuk mendjawab pertanjaanku, se-olah² kedatanganku kemari adalah untuk memasang perangkap kedalam mana njonja hendak aku djerumuskan. Pikiran njonja itu sangat keliru. Njonja tidak akan mendapat keuntungan apa² dengan djalan berbohong atau bersembunji. Kedatanganku kemari se-mata² hendak menolong njonja, kalau² bantuanku dapat meringankan kesusahan njonja. Oleh sebab itu njonja tidak usah merasa sangsi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Martini maklum apa jang dimaksud oleh letnan itu. Tapi ia masih memperlihatkan sikap agak ragu². </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Sungguh² aku tidak akan berhubungan dengan dia, — katanja menjusul. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ah, utjapan njonja itu pasti berlawanan dengan hati-ketjil njonja. Aku tidak akan mendjerat njonja apabila njonja berterus-terang. Dan sama sekali aku tidak merasa perlu memasang perangkap. Aku menghormati pendirian orang lain, tapi djuga sebagai seorang alat negara, aku harus mengabdi kepada tugasku. Dibalik badju-hidjauku ini, adalah diriku sendiri jang mempunjai pandangan tersendiri sebagai suatu pribadi. Oleh sebab itu, aku hendak berbitjara dengan njonja dari pribadi kepada pribadi. Aku menjesali suami njonja, ikut kehutan, karena menurut pendapatku, dia telah menempuh djalan jang salah. Dan setjara pribadi pula, aku ingin supaja ia kembali kedjalan jang benar. Aku tidak mempunjai hubungan apa² dengan dia, tapi sebagai seorang manusia jang sebangsa dan tanah-air, aku ingin supaja dia kembali dari kekeliruannja. Untuk itu aku minta bantuan njonja, isterinja sendiri. </div> <p align="left">24</p> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Martini tidak menjelingi kata² letnan Sudarno itu, tapi duduk terpaku mendengarkannja. Sementara itu letnan Sudarno meneruskan : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apakah njonja tidak suka kalau ia kembali kepada njonja ? Apakah njonja tidak menghendaki agar ia tidak terlalu djauh tenggelam dalam laut tjita² jang tidak tentu udjung-pangkalnja itu ? Tjobalah njonja djawab ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Martini memandang kepada letnan Sudarno dengan sinar mata jang dingin. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ja, aku menghendaki supaja dia pulang, — kata Martini. Suaranja tjukup djelas untuk melukiskan perasaan jang ada didalam hatinja. — Tapi apakah dajaku ? Aku tidak bisa mentjarinja. Kalau aku mempunjai kesanggupan untuk memegang lengannja, aku akan meraung se-keras²nja meminta dia kembali. Kini aku sangat merasakan betapa sepinja kehilangan dia. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Nah, kalau begitu sudah djelas pendirian njonja. Baik njonja, maupun njonja Alida, akan kubantu dengan sekuat tenaga, sesuai dengan kesanggupan jang ada padaku. Kita harus berusaha, supaja dia kembali. Aku akan memikirkan djalan jang se-baik²nja, bagaimana tjaranja supaja ia bisa kembali. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tolonglah kami letnan ! — kata Alida. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Njonja tjukup pertjaja kepadaku bukan ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Pertjaja ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Sebenarnja aku tidak menduga, bahwa njonja akan begitu lekas dapat menerimaku, sebab menurut kenjataannja, aku adalah orang baru terhadap njonja berdua. Mestinja njonja akan menaruh ketjurigaan jang besar terhadapku. Sudah ada tiga atau empat orang jang kudatangi dengan tjara jang sama, tapi mereka tidaklah sedjudjur njonja berdua. Mereka selalu mentjari dalih, supaja pembitjaraan tidak tertumbuk kepada keluarga mereka jang ikut kehutan. Tapi disini, aku mendapat perlakuan jang lain, perlakuan jang wadjar. Oleh sebab itu, njonja boleh jakin, bahwa aku tidak bermaksud untuk menjusahkan njonja, seperti jang sudah kukatakan, tapi berusaha </div> <p align="right">25</p> </div><noinclude></noinclude> lbcqxke8hn9xn0ve1jvyryuy8dg15xs Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/15 104 112297 311344 2026-08-11T23:41:10Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311344 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> membantu njonja dengan tenaga dan kesanggupan jang ada padaku. Lain kali, persoalan ini akan dapat kita bitjarakan lagi setjara lebih dalam. Sebagai pertemuan perkenalan, aku merasa gembira, karena kedatanganku tidak disambut dengan ketjurigaan. Niat baikku tidak dipandang sebagai tipu-muslihat, melainkan diterima sebagai kedatangan anggota keluarga sendiri. Mudah-mudahan perkenalan kita ini akan mendjadi lebih berharga dan berguna dikemudian hari, — kata letnan Sudarno ber-sungguh². </div> <p align="left">26</p> <div style="text-align: right; font-size: 85%; font-weight: bold;"> KETIGA </div> <div style="text-align: right; font-size: 200%; font-weight: bold; margin-bottom: 0.5em;"> 3 </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> '''BUKIT''' Talang, terletak agak keutara desa Koto Hilalang. Dari puntjak bukit itu pemandangan meluas djauh dibawah. Sawah² menghampar digenangi air, bagaikan katja besar jang ber-petak² memantulkan tjahaja matahari pagi jang lembut-kemilau. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Rumah² jang kelihatan sajup² didesa Selajo dan kota Solok membangkitkan kerinduan kepada kaum-keluarga jang ditinggalkan oleh mereka jang kini ikut melakukan pemberontakan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Se-kali² terdengar deru suara kendaraan jang meluntjur disepandjang djalan raja melintasi desa Selajo. Dari puntjak bukit Talang, kendaraan² itu kelihatan seperti sebuah bola jang meluntjur kentjang sekali diatas sebuah garis putih, kemudian hilang dibalik rimbunan pepohonan disepandjang desa. Suara deru jang ditimbulkan kendaraan itu mendatangkan perasaan ketjut dihati kaum pemberontak, se-olah² suara itu meretas tali djantung mereka dan sekaligus memperlihatkan kenjataan, bahwa urat-nadi lalu-lintas sudah dikuasai sepenuhnja oleh APRI. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dibukit itu terdapat sebuah pondok kepunjaan nenek Boge, orang tua jang baik hati, jang selalu memandang setiap soal sebagai lelutjon. Nenek Boge boleh dikatakan tidak pernah marah dan selalu riang. Wadjahnja ber-seri², kumisnja pandjang dan sebentar² disapunja dan dipilinnja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Orang tua ini sebenarnja tidak tahu apa jang terdjadi, ketjuali perang. Dan apa sebab peperangan itu timbul, dan untuk apa pula dia lari kehutan, baginja tidak terang sama sekali. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketika kota Solok mulai ribut² menghadapi saat jang genting, ia berangkat ke Koto Hilalang untuk menengok tjutjunja jang </div> <p align="right">27</p> </div><noinclude></noinclude> 8d2epvudqtdky1ytxlixefzbki7r00j Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/16 104 112298 311345 2026-08-11T23:43:41Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311345 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> mendjadi guru Sekolah Rakjat didesa itu. Dan sebelum ia sempat kembali kekota, peperangan benar² sudah meletus. Kota Solok diduduki oleh APRI. Pasukan² PRRI mundur ke Koto Hilalang serta ke-desa² lainnja. Dan semendjak itulah nenek Boge tidak berniat lagi untuk kembali kekota. Ia menjingkir bersama tjutjunja kebukit Talang, dimana ia membangun sebuah pondok. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Pondok itu sedemikian rupa letaknja, hingga djika dilihat dari desa Koto Hilalang, tidak ada tanda², bahwa disana terdapat sebuah pondok. Ia dinaungi oleh pohon² jang rimbun, sedangkan dari puntjak bukit itu pemandangan meluas dengan djelas ke-daerah² sekitarnja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Semendjak pondok itu dibangun, Munandar dan Karnain seringkali tidur disana. Nenek Boge senang kepada mereka, karena orang tua itu memang selalu merasa bertambah gembira djika beramai-ramai. Tidak lama kemudian, dibangun pula beberapa pondok lainnja disekitar bukit itu, hingga mendjadi lebih ramai. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kalau kita semakin ramai disini, — kata Munandar kepada nenek Boge, — djangan² ketahuan oleh musuh. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ah, kau sangat pengetjut, — djawab nenek Boge. — Aku bermaksud hendak memindahkan kota Solok kebukit ini. Biar mendjadi lebih ramai. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar tersenjum mendengar djawaban orang tua itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tapi kalau kita sudah bertambah ramai, djangan² keselamatan tjutju nenek tidak terdjamin, — kata Munandar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Siapa jang berani mengganggunja ? Aku patahkan batang lehernja ! Siapa jang mentjoba ber-main², akan ku hantam batang hidungnja, — djawab nenek Boge sambil mengusap kumisnja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Djadi tidak boleh ber-main² dengan dia, nek ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Akan kupetjahkan kepalanja, — kata orang tua itu keras. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kalau ber-sungguh², bagaimana nek ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ha, itu soal lain. Kalau kau ada minat, akan kupikirkan dulu. Tapi awas, sebelum ada keputusanku, kau djangan tjoba </div> <p align="left">28</p> <div style="text-align: justify;"> main mata dengan dia. Aku berani mentjukil kedua matamu, pertjajalah ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar tersenjum lagi mendengarkan kata² orang tua itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Pada pagi hari itu, Munandar duduk dibawah pohon kemiri dekat pondok itu, seraja melajangkan pandangannja ke-sawah² jang tergenang air, ke-rumah² jang seperti batu besar² dikedjauhan, pohon² kelapa jang memagari desa Selajo dan kota Solok. Pikirannja sedang gundah. Perasaannja merasa amat aneh, rindu dan gelisah. Ia teringat kepada isterinja Martini, jang tinggal dikota. Dia mentjoba mem-banding²kan kehidupanja semasa dikota dengan kehidupan jang kini dialaminja. Andaikata ia tidak terseret mengikuti PRRI, tentulah ia dapat menikmati hidup ini dengan segala kemeriahannja bersama Martini. Tapi masa itu telah berlalu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Hai Munandar ! — tiba² terdengar suara nenek Boge memanggilnja. Munandar menoleh kebelakang dan tampak olehnja nenek Boge ketawa lebar, ketawa jang hampir tak pernah diselingi oleh kesusahan dan kesedihan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Pagi² sudah bermenung, — orang tua itu melandjutkan. — Mana bisa PRRI-mu menang dengan bermenung. Tak ada perang jang dapat dimenangkan dengan menung, pertjajalah ! Ajo, marilah makan, nasi sudah sedia. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Hidangan sekedarnja memang sudah disiapkan oleh Kartina, tjutju nenek Boge. Mereka biasanja selalu makan pagi², supaja semuanja beres menghadapi apa jang akan terdjadi. Kalau tidak makan pagi² dan andaikata datang patroli APRI, tentulah mereka akan terpaksa menjingkir dengan perut kosong. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kartina duduk disebeleh nenek Boge. Ia kelihatan rapi sekali, sederhana dan menarik. Munandar duduk disamping lain dan Karnain disebeleh Munandar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Nah, marilah kita serbu ! — kata orang tua itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Hati² dengan kumis nenek, — Munandar menjela. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Nenek Boge mengusap kumisnja dan memilinnja, lalu katanja : </div> <p align="right">29</p> </div><noinclude></noinclude> fzya36qk19lu8wzgrh4ud978lkltbe0 Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/17 104 112299 311346 2026-08-11T23:46:40Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311346 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ada apa, kumisku tidak mengganggu. </div> <div style="text-align: justify;"> Kartina tersenjum manis, tapi ia tidak melihat kepada siapa². </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Gulai ini pasti enak, tjobalah Munandar ! O, ja Karnain, djangan malu². Ini masakan tjutjuku, pasti enak ! — nenek Boge mengadjak. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Nenek ini matjam² sadja, — kata Kartina ke-malu²an. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar mentjurikan pandangannja pada gadis itu. Hatinja membenarkan, bahwa Kartina memang menarik dalam sikapnja jang sederhana. Ia segera membawa wadjah gadis itu kepada bajangan Martini, isterinja jang kini berada di Solok. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Djangan ngelamun lagi Munandar, — kata nenek Boge seraja menjenggolnja dengan sikunja. Munandar agak terkedjut, dan mulai mengambil nasi. </div> <center> <div style="margin-top: 1.5em; margin-bottom: 1.5em;">*</div> </center> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Orang² jang tinggal dibukit Talang berusaha menjibukkan dirinja dengan pekerdjaannja, untuk melupakan suasana perang jang mebrandang. Untuk perintang-rintang hati, mereka menolong nenek Boge bekerdja diladang jang dibangunnja tidak berapa djauh dari pondok itu. Se-kali² datanglah keluarga mereka dari desa Selajo atau Koto Baru untuk menemui mereka, membawakan beras dan rokok. Mereka berhasil sampai kedesa Koto Hilalang itu dengan tjara menjelundup diluar pengetahuan APRI. Djika ketahuan, tentulah mereka tidak akan diizinkan menghubungi keluarga mereka, ketjuali kalau dengan maksud jang pasti untuk mendjemput suami atau anak² mereka jang telah melarikan diri kehutan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dari orang² jang berhasil sampai dihutan ini, dapatlah mereka ketahui apa jang terdjadi di-desa² jang sudah dibebaskan oleh APRI seperti desa Selajo dan Koto Baru. Tapi tjerita² mereka tidaklah selamanja benar, karena pandangan mereka dalam menilai keadaan sangat ber-beda². </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Disamping orang² jang dapat menjelundup kehutan ini, bukan tak mungkin pula pihak APRI sengadja mengirim anggota² </div> <p align="left">30</p> <div style="text-align: justify;"> penjelidiknja untuk mengetahui di-mana² persembunjian kaum pemberontak dan apa² jang mereka lakukan. Walaupun anggota² pemberontak itu sangat waspada terhadap hal jang demikian, tapi mereka tidak dapat membendung arus rahasia ini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketjurigaan antara seorang dengan lainnja segera pula tumbuh. Isteri² jang datang dari daerah APRI untuk mengundjungi suaminja, selalu diamat-amati, kalau² mereka mengadjak suami mereka pulang kekampung. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Melalui orang² jang datang dari daerah APRI ini pulalah kaum pemberontak mentjoba menghubungi keluarga mereka, walaupun mereka tetap menaruh tjuriga terhadap orang² itu. Tapi djalan lain untuk dapat berhubungan kedaerah APRI, tidak ada. Itulah satu²nja djalan jang mau tidak mau harus mereka tempuh. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandarpun mentjoba menghubungi isterinja melalui orang² jang pulang-pergi kedaerah jang telah dibebaskan oleh APRI. </div> <p align="right">31</p> </div><noinclude></noinclude> 12npzykgiyveywgk7vcfldw1tt61syb Halaman:Korban Boedi.pdf/1 104 112300 311347 2026-08-11T23:50:27Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 311347 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 3ykuxguduzn6rpx5lfy068fgabq13cd 311350 311347 2026-08-12T00:01:51Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311350 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>[[Berkas:Korban Boedi (page 1 crop).jpg|600px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude> 6rwf63ns5vqru6qu6joh7rs36de09ar Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/18 104 112301 311348 2026-08-11T23:57:27Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311348 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: right; font-size: 85%; font-weight: bold;"> KEEMPAT </div> <div style="text-align: right; font-size: 200%; font-weight: bold; margin-bottom: 0.5em;"> 4 </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> '''PERASAAN''' Munandar sedikit lega, ketika ada orang jang mau menolongnja membawakan surat kepada Martini. Tapi setelah orang itu pergi, timbul ketjemasannja. Kalau orang itu tidak djudjur kepadanja, boleh djadi surat itu akan djatuh ketangan APRI, dan djangan² Martini mendapat kesukaran karena perbuatannja. Tapi achirnja ia tidak mendapatkan pilihan lain, ketjuali menjerahkan keadaan itu kepada kemauan takdir. Kalau nasib buruk, tentulah surat itu akan djatuh kepada orang jang tidak diingininja, tapi kalau nasib baik, mudah-mudahan sampailah surat itu kepada Martini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Biasanja dua hari kemudian balasan dari kota sudah dapat diharapkan. Munandar menunggu dengan perasaan harap-tjemas. Setiap ada orang jang berhasil menjelundup kehutan, dan singgah dipuntjak bukit Talang, tentu akan ditanjakannja, kalau² ada chabar dari Martini. Pada hari jang keempat, ia mendjadi ketjewa, karena surat itu tidak mendapat djawaban apa². </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Orang kepada siapa ia minta tolong tempo hari, tidak pula muntjul². Munandar tidak tahu, bahwa surat itu tidak pernah disampaikan oleh orang itu, melainkan telah hantjur mendjadi tanah. Ketika orang itu kembali kedaerah APRI, surat² jang dibawanja telah dibenamkannja kedalam lumpur sawah. Ia tidak mau mendapat kesusahan karena menolong orang lain. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar merasa sangat gelisah dan berketjil hati. Berbagai tuduhan jang bukan² dilemparkannja kepada Martini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Barangkali ia tidak memerlukan chabar dari saja, — katanja dalam hatinja. — Barangkali ia telah mabuk karena senang dikota, sedangkan saja hidup disini dalam pelarian. </div> <p align="left">32</p> <div style="text-align: justify;"> Munandar menggerutu dan kesal bukan main. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketika malam sudah datang, ia hampir tak dapat memedjamkan matanja. Pikirannja penuh kemelut dan katjau-balau. Walaupun sebelum tidur, nenek Boge selalu membuat lelutjon, tapi tidak berhasil meneduhkan perasaan Munandar. </div> <center> <div style="margin-top: 1.5em; margin-bottom: 1.5em;">*</div> </center> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dalam pada itu, di Koto Hilalang telah ditempatkan satu kompi pasukan PRRI. Anakbuahnja umumnja terdiri dari peladjar² dan orang² sukarela. Baik peladjar² maupun sukarelawan itu, tidaklah begitu faham akan pertjaturan politik. Mereka ikut mengangkat sendjata terutama didorong oleh gelora darah-muda. Perang buat mereka adalah suatu pengalaman hebat, lain tidak ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Pasukan ini diperlengkapi dengan sendjata² modern. Sungguhpun demikian karena orang² jang berdiri dibelakang sendjata itu belum berpengalaman, mereka hanja se-olah² menjediakan diri untuk mendjadi umpan peluru sadja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Orang² jang tidur dibukit Talang agak merasa lega sedikit, karena adanja pasukan jang ditempatkan disekitar Koto Hilalang. Kelegaan itu disebabkan mereka tidak perlu melakukan pengawalan seperti biasa, karena tentulah anggota pasukan itu akan selalu lebih ber-hati². Djika terdjadi pendadakan, mereka mengharapkan, bahwa pasukan PRRI itu akan memberikan perlawanan, se-tidak²nja melepaskan tembakan² untuk membangunkan penduduk desa itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dan Munandar baru tertidur setelah dekat djam satu malam. Pikirannja ditutupnja dengan harapan, semoga besok siang datanglah orang dari kota, dan mudah-mudahan orang itu akan membawa pesan dan kiriman dari Martini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketika pagi telah datang, keadaan dibukit Talang tiba² berobah. Kabut jang tebal menjelimuti bukit itu. Udara dingin seakan membeku. Munandar dan kawan²nja serta nenek Boge masih tidur njenjak dalam pondok. Bungkusan atau ransel </div> <p align="right">33</p> </div><noinclude></noinclude> mxxywky1kgfmek9srameodfhdpf2erw Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/19 104 112302 311349 2026-08-11T23:59:42Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311349 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> masing² berada dekat kepala, atau didjadikan bantal-guling. Djika terdjadi apa² mereka siap lari dengan barang² jang sudah terkumpul mendjadi satu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Tiba² sebuah letusan terdengar tidak berapa djauh dari pondok itu. Nenek Boge biasanja sigap sekali. Dia bangun tapi masih belum membangunkan jang lain. Letusan itu segera berentetan, makin lama makin ramai. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Orang² dalam pondok itu terbangun semuanja, dan melompat keluar. Tapi tiba² terdengar suara jang memerintahkan djangan lari. Suara itu menimbulkan suasana jang mendidih. Orang² tidak dapat menahan kakinja, melompat kebelakang, menggelintjir kedalam lembah, kemudian mentjoba melarikan diri diantara semak-belukar. Peluru² berdesingan menembusi pondok itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar beserta seluruh isi pondok itu berhasil lari sebelum pondok itu mendjadi sasaran. Letusan jang besar² mulai terdengar, jaitu suara tembakan bazooka jang dituangkan oleh pasukan PRRI. Mereka menghamburkan peluru tanpa arah sambil mengundurkan diri. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Pertempuran telah terdjadi dipagi buta itu. Masing² berusaha menyelamatkan diri. Nenek Boge telah lari entah kemana, jang lain² begitu pula. Diselang-seling oleh suara tembakan, terdengar teriak Kartina ketakutan. Munandar melihat gadis itu berlari kebelakang dan men-djerit². Dan setjepat kilat Munandar menjambar tangan Kartina. Tak ada suara jang keluar. Kartina berhenti mendjerit dan berlari mengikuti Munandar. Tembakan terdengar lagi entah dari pihak mana, tidak dapat diketahui. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tiarap ! — perintah Munandar sambil menarik tangan gadis itu. Kartina mengikuti perintah itu dengan tak punja kesempatan untuk berpikir. Keduanja melata ditanah. Seketika mendjadi hening. Dengan sangat hati² Munandar dan Kartina mejelusup diantara belukar. Mereka merajap hati², sampai kedasar lembah jang berselokan. Hari sudah mulai agak terang, remang² pagi. Dilembah itu dapat diketahuinja, bahwa kawan² </div> <p align="left">34</p> <div style="text-align: justify;"> lainnja telah lebih dahulu melarikan diri menjusur selokan itu arah kehulunja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar terus memegang tangan Kartina dan membawanja menjusur selokan itu mengikuti djedjak orang² lainnja. Kartina kelihatan putjat sekali. Nafasnja terdengar turun-naik dengan kentjangnja. Peluh dingin mengalir ditubuhnja. Ini adalah pengalamannja jang pertama bertarung dengan maut. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Tidak berapa djauh, kemudian Munandar membawa Kartina kebawah sepohon kaju. Didudukkannja Kartina ditempat itu. Dihapusnja peluh jang memandikan wadjah gadis itu. Diluar sudah hening. Hari sudah terang dan letusan mulai berhenti. Matahari mulai mengintip dari tjelah² dedaunan, dibawah mana Munandar dan Kartina sedang duduk dalam keadaan letih. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Barangkali pertempuran sudah berhenti, — kata Munandar. Kartina memandang saju kepada Munandar. Ia tidak mendjawab, tapi airmatanja tampak menggenang. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dimana nenek ? — tanjanja lembut. Airmata meleleh dipipinja. Ia teringat kepada nenek Boge jang entah hidup ataukah mati. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Sabarlah ! — kata Munandar membudjuk. — Beliau barangkali sudah terus arah keatas sana, — sambung Munandar sambil menundjuk kearah hulu selokan itu. — Kalau keadaan sudah agak aman, aku akan segera mentjari beliau. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kartina masih terus menangis. Ia terlalu tjemas menghadapi keadaan jang setegang itu. Untunglah ada Munandar jang menolongnja. Djika sekiranja tidak ada laki² itu, apakah jang akan terdjadi atas dirinja. Ia tidak dapat membajangkan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Rambut Kartina terurai, terlepas pada punggungnja. Sambil ter-isak², diperbaikinja rambutnja, disanggulnja dengan menggulungkannja, kemudian ia memandang kepada Munandar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tenanglah, — kata Munandar sekali lagi. — Kita harus berusaha tidak banjak berbitjara. Tangismu akan lebih djelas terdengarnja karena sipongang lembah ini. Kalau suaramu terdengar, djangan² kita diikuti kesini oleh musuh. </div> <p align="right">35</p> </div><noinclude></noinclude> dxwzwve7ycsxy41d690j55r1ue28o77 Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/50 104 112303 311351 2026-08-12T00:03:01Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'memperhatikan keadaanmu dengan kemampuan iang ada padakul Marilah kita diadikan hidup ini seindah mungkin, kíta bebaskan dia dari nóda nafsu dan ketidak diudiuran, karena hidu,p itu sebenarnia adalah sesuatu kurnia iang tak ternilai hargania. TAMAT 96 )' 311351 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>memperhatikan keadaanmu dengan kemampuan iang ada padakul Marilah kita diadikan hidup ini seindah mungkin, kíta bebaskan dia dari nóda nafsu dan ketidak diudiuran, karena hidu,p itu sebenarnia adalah sesuatu kurnia iang tak ternilai hargania. TAMAT 96 )<noinclude></noinclude> 8xzuvsr2gm665lckoiooaovc60cxfrk 311352 311351 2026-08-12T00:03:55Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311352 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>memperhatikan keadaanmu dengan kemampuan jang ada padaku. Marilah kita djadikan hidup ini seindah mungkin, kita bebaskan dia dari noda nafsu dan ketidak djudjuran, karena hidup itu sebenarnja adalah sesuatu kurnia jang tak ternilai harganja. {{C|'''TAMAT'''}}<noinclude>{{rh|96}}</noinclude> 53rza9vnojh8efxbrfogywfgs05svdj Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/2 104 112304 311353 2026-08-12T00:05:24Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Rencana Ekonomi Berjuang Tan Malaka (1945)' 311353 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Rencana Ekonomi Berjuang Tan Malaka (1945)<noinclude></noinclude> r609dkqi889apumgihpaodvayh3xy5t 311357 311353 2026-08-12T00:09:46Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311357 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude> {{C|{{Xxx-larger|'''Rencana'''<br> '''Ekonomi'''<br> '''Berjuang'''<br>}} {{x-larger|'''''Tan Malaka'''''<br> '''''(1945)'''''}}}}<noinclude></noinclude> ff18jorqc8wo5ezt8g27q69orgr9lxj Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/20 104 112305 311354 2026-08-12T00:05:29Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311354 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Utjapan ini dibenarkan oleh Kartina dan dia berusaha menghentikan sedunja. Keduanja kini duduk berdiam diri tanpa berbitjara apa². Se-kali² Munandar mentjoba mentjuri dengan matanja. Kartina kelihatan lebih manis dari biasa, mungkin karena keadaannja jang tidak di-tambah² dengan dandanan, keadaan jang sewadjarnja sadja. Hatinja berbitjara sendirian : — Sungguh tjantik wanita ini, — Tapi dalam keadaan jang seperti ini, adalah terlalu rendah perbuatannja, djika ia mentjoba mengganggu perempuan itu. — Tidak, — katanja pada dirinja, — aku tidak akan berbuat sesuatu jang tidak sopan terhadapnja. Aku harus menundjukkan kepada Kartina, bahwa aku adalah lelaki jang mempunjai pribadi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Satu djam telah berlalu. Keadaan sekitar sudah terang-benderang. Letusan sudah sepi, alamat perang telah berhenti. Tangis Kartina sudah reda pula. Gadis itu duduk ditanah, begitu djuga Munandar. Munandar memandang sekilas kepada Kartina, se-olah² hendak menandjakan perasaan gadis itu. Kartina membuang muka sambil tersenjum, senjum seribu bahasa. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Bagaimana perasaanmu kini ? — tanja Munandar lembut. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kau telah menyelamatkanku, — djawab gadis itu pendek. Kemudian ia tersenjum lagi mengiringi utjapan itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Djika kau tak ada, barangkali aku sudah mati kena peluru kesasar, — sambungnja. Dipagi buta seperti itu tentu tak dapat dibedakan lelaki dan perempuan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — O, itu hanja soal nasib sadja. Kebetulan nasib kita baik, aku dapat melarikanmu. Tapi untung, karena aku tidak melarikan untuk se-lama²nja ......... — Munandar tertawa berkelakar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Masa begitu, — balas Kartina lembut disertai pandangan jang menggairahkan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar memandang kesekitar. Hutan dan semak-belukar, sunji, tak ada manusia lain, ketjuali mereka berdua. — Kalau aku mendekatinja, lalu ........., ah, — katanja dalam hatinja, — mengapakah aku harus berbuat sekasar dan sedjahat itu ? Tidak ! Aku tidak akan merusakkan kepertjadjaan gadis ini. </div> <p align="left">36</p> <div style="text-align: center; font-style: italic; margin-left: 2em; margin-right: 2em;"> Munandar memandang sekilas kepada Kartina, se-olah² hendak menandjakan perasaan gadis itu. Kartina membuang muka sambil tersenjum, senjum seribu bahasa. </div> <p align="right">37</p> </div><noinclude></noinclude> m5bzaldx9n5bwtxrpj6os9hvxvebh6h Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/21 104 112306 311355 2026-08-12T00:07:23Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311355 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kalau bukan engkau jang menolongku, entah bagaimana djadinja aku sekarang. Kau sungguh baik-hati, — kata Kartina. Kalimat² ini menjadarkan Munandar dari lamunannja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ah, tak usah kau ulang lagi. Kau menimbangnja terlalu berat. Bukankah semuanja ini terdjadi setjara kebetulan sadja ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Gadis itu memandang sekali lagi kepadanja. Sinar matanja saju menghadapi Munandar. Keduanja tidak berbitjara apa². Diam dan sepi ! Sekitarnja djuga demikian. Tiba², dengan tak disadarinja, tangan Munandar bergerak dan didjatuhkannja lambat² diatas tangan gadis itu. Kartina diam sadja. Lembut ! Kartina tidak menolak pegangan itu. Ia tetap memandang kepada Munandar dengan pandangan mengharap, supaja dia djangan diganggu. Munandar mengerti apa jang diutjapkan oleh sinar mata jang lemah itu. Ia segera sadar kembali. Ia tidak patut berbuat sesuatu jang djahat. Ia harus menolong, walaupun hatinja bergelora oleh suatu perasaan jang tak dapat diberi nama, perasaan jang melupakannja kepada isterinja sendiri Martini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kartina bukan tak merasakan sesuatu dalam hatinja. Ia memandang Munandar sebagai seorang lelaki jang menjenangkan, tjekatan dan djudjur. Kalau bukan karena ketangkasannja, barangkali Kartina sudah tertangkap dan dibawa ke Solok, atau boleh djadi djuga sudah mati ditembus peluru jang bersimpang-siur. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar segera melemparkan perasaannja jang tidak baik itu. Dengan suara lunak ia berkata : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Baiklah kutindjau keluar sebentar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Djangan ! Tunggulah agak satu djam lagi. Barangkali musuh belum berangkat, djangan² dipegangnja batang lehermu dari belakang, — kata Kartina melarang. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar duduk kembali. Kali ini ia memilih tempat disebelah Kartina. Mereka harus menunggu lagi, sampai keadaan tjukup aman untuk keluar dari persembunjian itu. Selama keduanja duduk dibawah pohon kaju itu, tidak banjak jang </div> <p align="left">38</p> <div style="text-align: justify;"> mereka bitjarakan. Mereka lebih banjak berbitjara melalui perasaan jang membisu, namun pasti ada sesuatu jang mulai berkembang dihati mereka. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Tiba² terdengar suara ber-teriak² me-manggil². Suara itu seperti suara nenek Boge jang selalu ritjuh dan ribut. Tapi mereka tidak segera keluar ketika mendengar suara itu. Kartina melarang : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tunggulah dulu ! — katanja. — Djangan² nenek sudah tertangkap dan dipaksa oleh tentara Pusat untuk memanggil kawan². Mungkin bila kita sudah keluar semua dari persembunjian, lantas ditangkap dan dibawa ke Solok. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Benar pula, — kata Munandar seraja duduk kembali. — Mungkin ada diantara kawan² jang sudah tertangkap atau mati kena peluru. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Mudah-mudahan semuanja selamat. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Mereka memasang telinga masing² dengan penuh perhatian. Tidak lama kemudian, kedengaran suara bertambah ramai. Rupanja orang² jang lari kehulu selokan dilembah itu sudah kembali. Mereka menghilirkan selokan itu menudju kepondok. Munandar dan Kartina mengintip diam² dari tempat persembunjiannja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketika keduanja sudah jakin benar², bahwa keadaan sudah aman, merekapun keluarlah dari belukar itu dan berdjalan lambat² mendaki kepunggung bukit menudju pondok dipuntjak bukit Talang. Dipondok itu sudah terdengar suara kawan² lainnja ramai ber-tjakap² mentjeritakan pengalaman masing². </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketika Munandar muntjul diiringkan oleh Kartina, nenek Boge langsung berteriak dengan suaranja jang lutju itu : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ha, itu dia ! Kemana kalian tadi ? — seru nenek Boge. Belum sempat Munandar mendjawab, orang tua itu melandjutkan : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Munandar, kau sungguh² litjin. Pandai kau menggunakan kesempatan untuk berpatjaran dengan tjutjuku. — Nenek Boge ter-kekeh². </div> <p align="right">39</p> </div><noinclude></noinclude> 71iagpga9nr8vvhwai1tus48qnm656i Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/1 104 112307 311356 2026-08-12T00:09:40Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '[[Berkas:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka (page 1 crop).jpg|500px|nirbing|pus]]' 311356 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>[[Berkas:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka (page 1 crop).jpg|500px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude> sbn2uygsffw4knkvu507t4l6gwb13y3 311359 311356 2026-08-12T00:11:08Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311359 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>[[Berkas:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka (page 1 crop).jpg|500px|nirbing|pus]] {{C|{{Sp|ROWLAND CLASSICS<br> {{x-larger|TAN MALAKA}}<br> {{Xx-larger|'''RENCANA EKONOMI BERJUANG'''}}}}<noinclude></noinclude> 4embapnp7crt41fq2e5yffhkgsi8to5 311361 311359 2026-08-12T00:11:57Z Iripseudocorus 23824 311361 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>[[Berkas:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka (page 1 crop).jpg|500px|nirbing|pus]] {{C|{{Sp|ROWLAND CLASSICS}}<br> {{x-larger|TAN MALAKA}}<br> {{Xx-larger|'''RENCANA EKONOMI BERJUANG'''}}}}<noinclude></noinclude> 8rug1iylqj3d2znflxi56b1knw2h02s Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/22 104 112308 311358 2026-08-12T00:10:21Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311358 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Itulah nenek, — djawab Munandar. — Asal awak selamat, biar tjutju ditinggalkan sendirian. Untung tak disambar elang. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Karnain mana ? </div> <div style="text-align: justify;"> Belum habis pertanjaan itu, dalam keadaan jang agak lesu, Karnain muntjul dari belakang pondok. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ini saja ! — djawabnja. </div> <div style="text-align: justify;"> Munandar memandang kepadanja. Dilihatnja sahabatnja itu agak letih dalam pelarian maut jang baru sadja berlangsung. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apa kau selamat ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Selamat ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ada jang mati nek ? — tanja Munandar kembali kepada nenek Boge. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tidak tahulah ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Mudah-mudahan tidak ada. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Hai Kartina ! Mana barang²mu ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tak tahu dimana tertjetjernja. Njawa sadja selamat sudah untung. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — O, anak tjelakalah kau kiranja. Dimana bisa didapatkan kain-badju sekarang ini ? Kenapa kau buang barang²mu tak karuan ? </div> <div style="text-align: justify;"> Sehabis pembitjaraan itu, nenek Boge langsung mentjari barang² Kartina kebelakang pondok itu. Untunglah semuanja masih utuh. Dan ketika orang tua itu kembali, nenek Boge mengadjukan pertanjaan : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Nah, apa jang harus kita perbuat sekarang ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apa lagi selain memasak ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — O, ja, aku lupa, bahwa perutku sedang kosong, — kata nenek Boge. — Ajo, Kartina ! Uruslah dapur ! Kalau perut sudah diisi, nanti akan kuatur penjerangan ke Solok. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Nenek ! Omongan nenek sangat besar. Sedangkan ke-tengah² desa Koto Hilalang sadja nenek malah tidak berani, apalagi ke Solok, — kata Kartina seraja menudju dapur. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kalau aku ikut perang, wah, dalam sehari sadja tentara Pusat itu bisa angkat kaki dari Solok. Tidakkah kau tahu, bahwa aku punja ilmu gaïb. Kalau aku batjakan mentera, maka </div> <p align="left">40</p> <div style="text-align: justify;"> kota Solok akan diserang oleh lebah jang sangat banjak sekali. Lebah² itu akan menjengat tentara Pusat, dan tentu sadja mereka akan lari tunggang-langgang meninggalkan kota. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Mengapa tidak nenek lakukan tadi pagi ? — tanja Munandar mengedjek. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — O, tadi aku dalam ketakutan, mana bisa mempan ilmu gaïb matjam itu. </div> <div style="text-align: justify;"> Munandar tertawa mendengarkan kelakar orang tua itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Daripada mengomong demikian, lebih baik nenek ambilkan beras. Dimana nenek sembunjikan ? </div> <div style="text-align: justify;"> Nenek Boge serta-merta masuk kedalam belukar tanpa mendjawab pertanjaan Munandar. Beras untuk persiapan disembunjikan oleh nenek Boge didalam belukar itu. Hanja orang tua itu sadja jang tahu tempatnja. Hal itu adalah untuk mendjamin keselamatan beras itu. Kalau diketahui oleh orang lain, tentulah beras itu akan ditjurinja. Kalau diletakkan dalam pondok, tentu ada kemungkinan tertinggal ketika melarikan diri seperti jang terdjadi subuh itu. Selain dari beras jang disembunjikan itu, masing² orang selalu membawa persediaan beras dalam ranselnja, se-tidak²nja satu atau dua kilogram. Persiapan pribadi itu perlu ada, sebab bukan tak mungkin mereka harus berada didalam hutan sampai dua hari menunggu keadaan aman kembali. Beras itulah jang didjadikan tjadangan. </div> <center> <div style="margin-top: 1.5em; margin-bottom: 1.5em;">*</div> </center> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> '''SEMENDJAK''' peristiwa itu, bukit Talang telah ditinggalkan. Penghunidnja pindah ke Katjukah, sebuah perkampungan baru jang dibangun oleh orang² pelarian, jang terletak dipinggir hutan, masih dalam lingkungan desa Koto Hilalang. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Pondok² sudah banjak dibangun disekitar Katjukah itu. Pondok itu dibangun dari bambu. Atapnja djuga dari bambu jang dibelah dua, jang disusun bergonta-ganti, sebuah ditelungkupkan, dan sebuah lagi ditelentangkan, hingga merupakan saluran-saluran air seperti atap seng. Di-pondok² sematjam inilah </div> <p align="right">41</p> </div><noinclude></noinclude> co8e9b6vrf3rw0h746nz8004zfamnxx Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/3 104 112309 311360 2026-08-12T00:11:33Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311360 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>'''Rencana Ekonomi Berjuang''' ''Tan Malaka (1945)'' Ditulis oleh Tan Malaka di Surabaya, 28 November 1945<noinclude></noinclude> km2n6tckbomccpfj3h519enzr6v0mpq Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/4 104 112310 311362 2026-08-12T00:12:31Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'DISCLAIMER Rencana Ekonomi Berjuang Oleh Tan Malaka adalah publikasi ECONARCH Institute. E-book pdf ini adalah bebas dan tanpa biaya apapun. Siapapun yang menggunakan file ini, untuk tujuan apapun dan karenanya menjadi pertanggungan jawabnya sendiri. Pihak institusi, editor, atau individu yang terkait dengan ECONARCH Institute tidak dalam kapasitas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas isi dokumen atau file perihal transimisi elektronik dala... 311362 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>DISCLAIMER Rencana Ekonomi Berjuang Oleh Tan Malaka adalah publikasi ECONARCH Institute. E-book pdf ini adalah bebas dan tanpa biaya apapun. Siapapun yang menggunakan file ini, untuk tujuan apapun dan karenanya menjadi pertanggungan jawabnya sendiri. Pihak institusi, editor, atau individu yang terkait dengan ECONARCH Institute tidak dalam kapasitas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas isi dokumen atau file perihal transimisi elektronik dalam hal apapun. Rencana Ekonomi Berjuang Oleh Tan Malaka, ECONARCH Institute, Electronic Classics Series, Editor, Indonesia adalah file PDF yang diproduksi sebagai bagian proyek publikasi belajar untuk memberikan literatur klasik bebas dan mudah diakses bagi mereka yang bermaksud mendayagunakannya. Cover Design: Rowland<noinclude></noinclude> scu4tn7heiobkwmjwzo1wud7wtqbzd8 311366 311362 2026-08-12T00:14:29Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311366 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>'''DISCLAIMER''' '''Rencana Ekonomi Berjuang Oleh Tan Malaka''' adalah publikasi ECONARCH Institute. E-book pdf ini adalah bebas dan tanpa biaya apapun. Siapapun yang menggunakan file ini, untuk tujuan apapun dan karenanya menjadi pertanggungan jawabnya sendiri. Pihak institusi, editor, atau individu yang terkait dengan ECONARCH Institute tidak dalam kapasitas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas isi dokumen atau file perihal transimisi elektronik dalam hal apapun. '''Rencana Ekonomi Berjuang Oleh Tan Malaka''', ECONARCH Institute, Electronic Classics Series, Editor, Indonesia adalah file PDF yang diproduksi sebagai bagian proyek publikasi belajar untuk memberikan literatur klasik bebas dan mudah diakses bagi mereka yang bermaksud mendayagunakannya. Cover Design: Rowland<noinclude>{{rh|4}}</noinclude> ot5d19xos76klb39hrvrp2jyouhi576 Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/23 104 112311 311363 2026-08-12T00:12:39Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311363 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> pemberontak² diam, menunggu kalau² sang nasib datang membawa chabar baik. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Katjukah terletak diantara dua buah bukit. Di-tengah²nja mengalir batang Gagauan jang berair djernih. Suara air ini mengegau-menggema ke-bukit² dikiri-kanannja, menggegar melompati batu² besar dengan aliran jang tjukup deras. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Bersama dengan nenek Boge dan rombongannja, Munandar dan Karnain djuga pindah kesana. Mereka membangun pondok baru disebuah lereng, jang tersembundji dibalik belukar. Dari luar tidak kelihatan pondok itu, sebaliknja dari pondok itu orang dapat melihat apa jang terdjadi disepandjang aliran batang Gagauan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Mula² Kartina mempunjai keinginan jang keras untuk pulang ke Solok. Ia sangat terpukul oleh pengalaman ngeri jang menimpanja dibukit Talang itu. Tapi sehari dua kemudian, keinginannja itu sudah berkurang. Munandar selalu berusaha menghiburnja. Boleh djadi djuga kata² Munandar inilah jang telah mengurangi tekanan dihatinja. Disamping itu nenek Boge tidak membenarkan tjutjunja berangkat ke Solok. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apa benar jang kau tjari ke Solok itu ? — kata orang tua itu. — Kalau PRRI menang, ke Djakarta kau akan saja izinkan, apalagi ke Solok. Tinggallah disini. Ibumu tidak apa², ia pasti sehat² sadja. Tapi ingat, kita sekarang dalam keadaan perang ! Perang itu kedjam ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kartina berusaha menjabarkan hatinja setelah mendengar kata² Munandar dan nasihat neneknja. Ia mentjoba kembali tenang. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kartina sudah lama tak mengadjar, sebab semendjak beberapa waktu, Sekolah Rakjat di Kota Hilalang sudah ditutup. Kesepiannja tinggal dihutan kini diisi oleh Munandar. Lelaki itu sering ber-tjerita² dengan gadis itu mengenai soal apa sadja jang bisa menarik hati gadis itu, soal jang bisa melupakannja kepada beban perasaannja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar kini merupakan lelaki jang disenangi oleh Kartina. Perhatiannja terhadap lelaki itu semakin besar. Didalam pan- </div> <p align="left">42</p> <div style="text-align: justify;"> dangannja, laki² itu adalah seorang jang patut dibanggakan. Ketulusan hati Munandar telah mendapat udjian ketika Kartina terpaksa harus bersembunji berdua sadja dalam hutan-belukar disaat terdjadinja pendadakan APRI dibukit Talang. Peristiwa itu tidak pernah hilang dihati Kartina, se-olah² bekas jang ada dalam hatinja akan mendjadi saksi untuk se-lama²nja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar tidak mau tinggal ber-sama² dengan nenek Boge. Ia takut kalau² akan mendjadi buah bibir orang² lain. Ia takut akan ditjemoohkan oleh kawan²nja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Walaupun Munandar tidak tidur dipondok nenek Boge itu, tapi dua kali sehari ia datang kesana untuk makan. Kartinalah jang memasakkan makanan untuknja. Kartina merasa senang dapat membantu Munandar, laki² jang telah menolongnja dari bahaja maut. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Sekali datang tanja dihati Munandar : — Apakah aku telah djatuh tjinta kepada Kartina ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Pertanjaan itu dianggapnja pertanjaan gila, karena ia sadar kembali, bahwa pertolongannja kepada gadis itu adalah pertolongan jang wadjar sadja. Dia tidak berhak meminta balasan atasnja. Sementara itu Kartina memperlihatkan sikap jang lebih manis, sikap jang menawan dan menjedukkan, tidak sadja karena ia memang seorang wanita jang baik, tapi karena dihatinja terasa, bahwa dia telah berhutang budi kepada Munandar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Djika Munandar muntjul dipondok itu dengan Karnain, Kartina menjambutnja dengan senjum jang indah. Disediakannja kopi untuk Munandar dan Karnain. Dibereskannja keperluan mereka, bahkan nenek Boge pulalah jang mengadjak Munandar makan dipondok itu. Djika bukan demikian, ia akan merasa malu datang kepondok itu, sebab ia tahu bahwa ia bukan djedjaka lagi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Pada waktu itu, soal beras belumlah merupakan soal jang mengchawatirkan, karena desa Koto Hilalang dan desa Gantung Tjiri serta beberapa desa lainnja dibahagian barat kota </div> <p align="right">43</p> </div><noinclude></noinclude> 6jco8eo9gqetuih88rr5vc3p4fkk4jt Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/84 104 112312 311364 2026-08-12T00:12:53Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'pesisir kita belumlah akan kita sarungkan belati kita ke sarungnya. Kembali kita ke alam kita, ke penghidupan yang sederhana. Kita bisa dan kita terpaksa berlaku begitu! Dengan hidup sederhana dan senjata sederhana kita bisa bertahan bertahuntahun. Camkanlah bahwa kekayaan Indonesia yang istimewa itu mengizinkan kita bertarung lama dengan hidup miskin. Semua kekayaan dan kemegahan Indonesia itu kelak akan jatuh kembali ke tangan kita apabila kit... 311364 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>pesisir kita belumlah akan kita sarungkan belati kita ke sarungnya. Kembali kita ke alam kita, ke penghidupan yang sederhana. Kita bisa dan kita terpaksa berlaku begitu! Dengan hidup sederhana dan senjata sederhana kita bisa bertahan bertahuntahun. Camkanlah bahwa kekayaan Indonesia yang istimewa itu mengizinkan kita bertarung lama dengan hidup miskin. Semua kekayaan dan kemegahan Indonesia itu kelak akan jatuh kembali ke tangan kita apabila kita sudah menang! Semboyan kita: RENCANA EKONOMI BERJUANG! KEMERDEKAAN 100%! RENCANA EKONOMI SOSIALISTIS! 84<noinclude></noinclude> l4086w6m1dtpillv9v9wd13m1fvent5 311368 311364 2026-08-12T00:16:37Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311368 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>pesisir kita belumlah akan kita sarungkan belati kita ke sarungnya. Kembali kita ke alam kita, ke penghidupan yang sederhana. Kita bisa dan kita terpaksa berlaku begitu! Dengan hidup sederhana dan senjata sederhana kita bisa bertahan bertahuntahun. Camkanlah bahwa kekayaan Indonesia yang istimewa itu mengizinkan kita bertarung lama dengan hidup miskin. Semua kekayaan dan kemegahan Indonesia itu kelak akan jatuh kembali ke tangan kita apabila kita sudah menang! Semboyan kita: '''RENCANA EKONOMI BERJUANG!''' '''KEMERDEKAAN 100%!''' '''RENCANA EKONOMI SOSIALISTIS!'''<noinclude>{{rh|84}}</noinclude> 3yf71galukjxz6qf2xpj439zf1ck907 Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/24 104 112313 311365 2026-08-12T00:14:24Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311365 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> Solok, masih belum dibebaskan oleh APRI. Perbekalan untuk pasukan PRRI dan untuk pegawai² sipilnja masih boleh dikatakan tjukup, walaupun semuanja langsung diambilkan dari rakjat. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dilembah Katjukah orang² PRRI melihat matahari terbit diwaktu pagi dan menjaksikannja terbenam dikala sendja, diantara mana mereka menggantungkan harapan akan hari esok jang belum dapat diramalkan. Diantara orang² itu terdapatlah Munandar, lelaki jang tidak tahu, apakah ingatannja kepada isterinja setjara ber-angsur² telah digantikan oleh Kartina. </div> <p align="left">44</p> <div style="text-align: right; font-size: 85%; font-weight: bold;"> KELIMA </div> <div style="text-align: right; font-size: 200%; font-weight: bold; margin-bottom: 0.5em;"> 5 </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> '''KOTA''' Solok jang pada permulaan masuknja APRI merupakan kota jang sepi, kini telah mulai bangun kembali. Penduduknja dari sehari-kesehari sudah bertambah banjak. Orang² jang melarikan diri dari daerah PRRI mulai mengalir kekota. Sementara itu pertempuran telah mendjauh, sajup² terdengar di-lereng² bukit ditepi hutan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Tiap² pendatag baru ini, membawa bersama mereka berbagai tjerita jang terdjadi didaerah jang dikuasai PRRI. Sebahagian dari tjerita² itu memang benar adanja, tapi tidak kurang pula banjaknja jang merupakan tjerita² dongeng, chabar-angin atau isapan djempol. Sungguhpun demikian, tjerita-tjerita sematjam itu tjepat sekali berkembangnja, meluas bagaikan penjakit tjatjar, berpindah dari seorang kepada jang lain. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Diantara tjerita² itu terdapatlah tjerita tentang diri Munandar. Orang mulai membitjarakan lelaki itu, bahwa dia sudah kawin lagi di Koto Hilalang. Jang pertama kali mendjadi sasaran berita jang seperti itu, tentulah Martini dan kaum-familinja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketika Martini mendengar tjerita tentang suaminja itu, ia berusaha membuat dirinja sedemikian rupa, sehingga tidak tampak perobahan diwadjahnja, se-olah² hatinja tidak berkutik sedikitpun. Ia berlagak tidak pertjaja dan tidak mengatjuhkannja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Aku tahu siapa Munandar, — katanja dengan bangga. — Aku tahu dan kenal betul pribadi suamiku. Ia tidak akan sebodoh itu mengambil seorang gadis kampung untuk isterinja. Dan aku tahu, bahwa dia mentjintaiku. </div> <p align="right">45</p> </div><noinclude></noinclude> rie54t7v150eu8bvzgyw13lcjp2smdf Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/25 104 112314 311367 2026-08-12T00:16:09Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311367 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Makin lama makin banjak orang ber-tanja² kepadanja. Betulkah suaminja sudah ketjantol didesa Koto Hilalang ? Ataukah chabar itu hanjalah suatu isapan djempol jang di-buat² untuk merusakkan hati perempuan itu ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Martini menganggap pertanjaan itu sebagai sesuatu jang tidak patut diatjuhkan. Mungkin djadi chabar itu dimaksudkan orang sebagai pantjingan terhadapnja, kalau² dia mempunjai hubungan tetap dengan suaminja. Ia ingin menundjukkan, bahwa semendjak Munandar pergi ke Solok, ia tidak pernah berhubungan apa² dengan suaminja itu. Dan benarlah, bahwa dia tidak pernah mendapat djalan untuk menghubungi Munandar, walaupun senantiasa diingininja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Orangtuanja serta keluarganja jang terdekat, djuga datang kepadanja dengan pertanjaan jang sama. Martini berusaha tetap tenang dan mengatakan, bahwa dia tidak pernah mengetahui hal itu setjara pasti. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Lama² timbul djuga pertanjaan dalam hatinja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tanpa angin, bagaimanakah pohon-kaju bisa bergojang ? Djika tidak ada apa²nja, tidak mungkin orang akan menjebarkan berita jang bukan². Inilah jang mendjadi bibit dalam hatinja untuk memulai suatu sjak-wasangka. Ia mulai disiksa oleh pikiran jang bukan² terhadap suaminja. Bukan tak mungkin di-desa² jang djauh terpentjil itu, tumbuh bunga-alam jang indah, jang hidup dengan daja dan kemurahan alam sendiri. Ketjantikannja kadang² melebihi bunga² jang dipelihara dengan teliti disebuah taman ditengah kota. Dan bukan tak mungkin pula Munandar telah menemui bunga jang demikian itu, seperti jang kini dibitjarakan oleh orang² jang kenal kepadanja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Martini mendjadi lebih gelisah. Tidurnja sudah sering diganggu oleh chajalan² jang tidak enak, kadangkala diikuti oleh mimpi jang tidak menjenangkan. Dihatinja mulai bersemi sedikit demi sedikit kepertjadjaan, bahwa Munandar telah mengchianatinja. </div> <p align="left">46</p> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kalau ia benar² masih ingat kepadamu, — kata kawan²nja, — tentulah ia tidak akan sampai hati berbuat demikian. Tjobalah kau pikir, sudah sekian lama kau ditinggalkannja, tapi pernahkah kau menerima berita apa² dari dia, sekedar untuk menjatakan kepadamu, bahwa dia tetap setia kepadamu ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Lelaki adalah lelaki, — kata jang lain. — Ia hanjalah suami kita didalam rumah. Bila lelaki sudah meninggalkan anak-tangga terachir dari rumah kita, ia bukanlah suami kita lagi. Ia akan merasa dirinja sebagai seorang djaka. Ia akan lupa, bahwa dirumahnja ada seorang wanita jang sedang me-nunggunja. Apalagi Munandar pergi entah untuk berapa lama. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Mengapakah suamimu itu tidak pernah memberimu chabar, padahal orang lain dapat belaka berhubungan dengan keluarganja. O, boleh djadi ia takut, kalau² kau mengetahui, bahwa dia sudah mendapatkan gantinja jang lain. Barangkali seorang gadis jang lebih tjantik. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Suara² jang demikian datang silih-berganti kepadanja setiap hari. Kadang² ditantangnja orang² jang berbitjara seperti itu, tapi apabila ia sudah kembali seorang diri, kata² dan utjapan orang² itu mulai mendjadi buah pemikirannja. Lambat-laun ketangguhan hatinja untuk menjembunjikan perasaan jang sebenarnja, mulai gontjang. Ia mulai terpengaruh oleh utjapan kawan²nja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Hari²nja kini dipenuhi oleh pikiran kepada Munandar. Dunianja serasa gojah, hatinja menanggung kepedihan jang timbul lantaran tjerita² jang didengarnja. Kadang² perasaan hatinja bangkit, mendesaknja untuk menempuh djalan langsung mentjari Munandar, meminta pertanggungandjawab lelaki itu. Tapi kemana ? Kemana suaminja akan ditjarinja ? Pikiran dan perasaannja jang bergedjolak itu terpaksa dipadamkannja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ditangisinja nasibnja jang malang. Dikutukinja suaminja jang telah begitu sampai-hati mengchianatinja, padahal dia menunggu dirumah dengan tjinta jang tetap menjala. Martini dapat melenjapkan perbedaan pandangan antara dia dan suaminja dalam menghadapi pergolakan jang sedang terdjadi se- </div> <p align="right">47</p> </div><noinclude></noinclude> 9fwrq8tc449e4rhdpki300mmiawbdzp Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/26 104 112315 311369 2026-08-12T00:18:05Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311369 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> karang ini. Walaupun ia tidak setudju suaminja ikut kehutan dan berdjuang dipihak PRRI, tapi demi tjinta, ia bisa melupakan perbedaan² itu dengan harapan ia akan kembali kedjalan jang benar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kini datanglah soal jang dirasanja lebih berat dari himpitan sebuah gunung sekalipun. Perempuan manakah jang bisa tinggal tenteram bila mendengar chabar, bahwa suaminja telah mengambil perempuan lain jang akan menggantikan tempatnja ? Ia tidak mau tjinta suaminja itu ter-bagi², walaupun sebesar pasir sekalipun. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Hati dan pikirannja dibajangi oleh kemelut jang sangat hebat. Maulah rasanja ia mati disaat jang seperti itu, tapi sang maut tidaklah tjukup pemurah untuk datang mengundjunginja. Dengan begitu, Martini mendekam suatu luka dihatinja, jang keperihannja hampir tak tertanggungkan. </div> <center> <div style="margin-top: 1.5em; margin-bottom: 1.5em;">*</div> </center> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> '''LETNAN SUDARNO''' djuga mendengar berita itu. Dengan segera ia langsung menemui Martini. Ia ingin tahu, apakah berita itu mengandung kebenaran atau se-mata² berita bohong. Tentulah Martini akan lebih tahu mengenai soal ini, pikirnja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Semendjak kedatangannja jang pertama, letnan Sudarno sudah sering berkundjung kerumah Martini. Letnan jang masih muda itu, dengan sifat² kelelakian jang menarik hati, peramah dan tak suka berbitjara kotor, dengan tjepat dapat merebut simpati orang² jang mula berkenalan dengan dia. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kedatangan letnan Sudarno kali ini, disertai dengan hasrat ingin tahu. Tapi ia selalu bersikap hati², supaja perasaan Martini tidak tersinggung. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketika letnan Sudarno muntjul diambang-pintu rumah Martini, dilihatnja ruangan depan sepi sadja. Biasanja Martini senang duduk² disana, mendjahit atau membatja. Tapi kali ini letnan Sudarno tidak melihat perempuan itu. </div> <p align="left">48</p> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ia sudah dapat me-reka² apa kira² jang sedang dirasakan oleh Martini. Dengan suara jang tidak begitu keras, dipanggilnja njonja rumah. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dari dalam kedengaran suara menjahut. Suara itu sedikit sendat, tjukup bagi letnan Sudarno untuk mendapat kejakinan, bahwa Martini memang sedang berada didunia jang penuh kemelut. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dia langsung duduk dizitje sambil menunggu njonja rumah. Dari dalam kedengaran langkah menudju kedepan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — O, pak Sudarno ! ? — kata Martini menegur dengan gaja jang agak dimaniskan untuk menjembunjikan perasaannja sendiri. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apa kabar pak Darno ? — susul perempuan itu seraja duduk dizitje dihadapan letnan Sudarno. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Letnan Sudarno tersenjum manis, se-olah² dia tidak membawa sesuatu jang agak gandjil untuk dibitjarakannja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Chabar baik sadja, — djawabnja pendek. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Letnan Sudarno dapat mengetahui dari sikap Martini, bahwa perempuan itu memang sedang menanggungkan sesuatu. Sungguhpun demikian, ia tidak mau langsung membitjarakan soal jang mengenai diri Munandar. Ia mentjari djalan berkeliling, supaja perasaan Martini djangan sampai tersinggung. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kota sudah berangsur ramai kembali, — kata letnan Sudarno. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ja, tampaknja orang² dari desa sudah mengalir kemari, — djawab Martini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Memang ! Orang² dari desa² Muara Panas, Koto Anau, Tjupak, Koto Baru dan Koto Hilalang, sudah ramai masuk kota. Mereka mengatakan, bahwa penghidupan didaeraha PRRI sudah semakin sulit. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tentu sadja ! — kata Martini menegaskan. — Kalau perang sudah datang, se-gala²nja djadi sulit. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Adakah diantara mereka jang kau kenal ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tidak ! — djawab Martini pendek. </div> <p align="right">49</p> </div><noinclude></noinclude> jg7h7caou3eqon2qo3yw4zdvz75tafd Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/5 104 112316 311370 2026-08-12T00:19:04Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311370 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{larger|'''PENGANTAR'''}} SATU DUA PERKARA yang perlu saya sebutkan di sini sebagai kata pengantar. Pertama sekali saya dengan ini terpaksa menyerukan "AWAS" terhadap beberapa orang yang menyamar sebagai Tan Malaka Seorang di antara penyamar itu sudah saya jumpai di Surabaya. Menurut keterangan teman seperjuangan di sana si Penyamar ini mempunyai beribu-ribu pengikut. Menurut pengakuan si Penyamar sendiri, dia sudah lama bekerja buat Pemerintah Belanda almarhum. Berhubung dengan itu dia sudah banyak mempunyai hubungan dengan orang yang mempunyai kedudukan tinggi di bawah Belanda di antara Pangreh Praja dll. Apalagi dengan mereka dari kalangan pergerakan di berbagai tempat yang tertipu mentah-mentah. Tak perlu disebutkan lagi bahwa Tan Malaka palsu banyak menimbulkan kekalutan di kalangan pergerakan revolusioner umumnya. dan pergerakan komunis khususnya. Tiadalah susah menghubungkan aksi Tan Malaka Palsu ini dengan provokasi yang lazim dilakukan terhadap pengikut PARI di zaman Belanda terutama sejak tahun 1935-1936. Provokasi itu amat bermaharajalela dan banyak mengirimkan orang PARI ke Digul. Ini malam orang PARI didatangi oleh seorang provokator, besoknya orang itu diDigulkan. Selain daripada itu Tan Malaka Palsu "made in Batavia" (Vrijmetslaarweg) itu berhasil pula melekatkan sangkaan yang tidak- tidak terhadap Tan Malaka yang sebenarnya, berhubung dengan keributan pada tahun 1926 dan pergerakan rakyat di belakangnya. Semua sangkaan itu satupun tak bisa dikupas dengan tiada mengupas yang berhubungan dengan aksi dan organisasi komunis di mana-mana negara. Persangkaan itu tiada akan saya kupas! Muka saya cukup tebal buat melunturkan persangkaan palsu. Hati saya sebagai revolusioner tak bisa digoncangkan oleh tuduhan palsu.<noinclude></noinclude> q4srdfhtrw911w4suq4g20octromuu7 311373 311370 2026-08-12T00:22:04Z Iripseudocorus 23824 311373 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{larger|'''PENGANTAR'''}} SATU DUA PERKARA yang perlu saya sebutkan di sini sebagai kata pengantar. Pertama sekali saya dengan ini terpaksa menyerukan "AWAS" terhadap beberapa orang yang menyamar sebagai Tan Malaka Seorang di antara penyamar itu sudah saya jumpai di Surabaya. Menurut keterangan teman seperjuangan di sana si Penyamar ini mempunyai beribu-ribu pengikut. Menurut pengakuan si Penyamar sendiri, dia sudah lama bekerja buat Pemerintah Belanda almarhum. Berhubung dengan itu dia sudah banyak mempunyai hubungan dengan orang yang mempunyai kedudukan tinggi di bawah Belanda di antara Pangreh Praja dll. Apalagi dengan mereka dari kalangan pergerakan di berbagai tempat yang tertipu mentah-mentah. Tak perlu disebutkan lagi bahwa Tan Malaka palsu banyak menimbulkan kekalutan di kalangan pergerakan revolusioner umumnya. dan pergerakan komunis khususnya. Tiadalah susah menghubungkan aksi Tan Malaka Palsu ini dengan provokasi yang lazim dilakukan terhadap pengikut PARI di zaman Belanda terutama sejak tahun 1935-1936. Provokasi itu amat bermaharajalela dan banyak mengirimkan orang PARI ke Digul. Ini malam orang PARI didatangi oleh seorang provokator, besoknya orang itu diDigulkan. Selain daripada itu Tan Malaka Palsu "made in Batavia" (Vrijmetslaarweg) itu berhasil pula melekatkan sangkaan yang tidak- tidak terhadap Tan Malaka yang sebenarnya, berhubung dengan keributan pada tahun 1926 dan pergerakan rakyat di belakangnya. Semua sangkaan itu satupun tak bisa dikupas dengan tiada mengupas yang berhubungan dengan aksi dan organisasi komunis di mana-mana negara. Persangkaan itu tiada akan saya kupas! Muka saya cukup tebal buat melunturkan persangkaan palsu. Hati saya sebagai revolusioner tak bisa digoncangkan oleh tuduhan palsu.<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude> l7gq4inixxa126b7ikjwli0ty9oypme Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/27 104 112317 311371 2026-08-12T00:20:09Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311371 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Matjam² tjerita jang mereka bawa dari daerah PRRI, — kata letnan Sudarno jang sudah mulai menjinggung soal jang hendak diketahuinja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Sebanjak orang, sebanjak itu pula tjeritanja, — kata Martini, se-akan² hendak melepaskan diri dari pantjingan letnan Sudarno. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apakah tidak ada diantara tjerita itu jang mengenai diri Munandar ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tidak ! Aku tidak pernah dengar, — djawab Martini jang mulai merasakan, bahwa letnan Sudarno sudah mengetahui berita² tentang kawinnja Munandar di Koto Hilalang. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Aku ada mendengar tjerita tentang dia, — kata letnan itu sambil memandang sekilas kepada Martini. Dari pandangan itu, ia tahu bahwa Martini maklum apa jang dimaksudnja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apakah dia kena tembak ? — tanja Martini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Bukan ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Lalu, apa jang pernah letnan dengar ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Chabarnja ........., — letnan Sudarno memandang sekali lagi kepada Martini. Kini njata terlihat, bahwa muka Martini lebih merah dari semula. — Chabarnja, dia sekarang berada di Koto Hilalang, — kata letnan itu melandjutkan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Keduanja berdiam diri sedjurus. Martini tidak hendak memulai pembitjaraan itu. Dia diam sadja dan tampaknja agak gelisah. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Benarkah dia di Koto Hilalang ? — tanja letnan Sudarno. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Entahlah ! Bagaimana pula aku bisa mengetahuinja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apakah kau tidak pernah mendengar chabar apa² tentang dia ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Martini menundukkan kepalanja. Kini apa jang sangat dienggankannja datang mendesaknja. Ia bermaksud tidak hendak mentjeritakan hal itu kepada letnan Sudarno, tapi sekarang ia terdesak kesuatu podjok, karena letnan Sudarno rupanja sudah mengetahuinja. Martini tidak dapat bersembunji lagi. </div> <p align="left">50</p> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Maksud pak Darno, chabar tentang apa ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Umpamanja tentang ............ </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Bahwa dia sudah kawin lagi ? — tukas Martini dengan tjepat memutus kalimat letnan Sudarno itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Letnan Sudarno memandang tadjam kepada Martini, kemudian ia meng-angguk²kan kepalanja lambat² sambil tersenjum. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ja, orang mentjeritakan kepadaku, bahwa Munandar sudah kawin lagi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apakah kau pertjaja berita² sematjam itu ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Adakah alasan buatku untuk tidak pertjaja ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Letnan Sudarno kembali berdiam diri. Ia melajangkan pandangannja kesekeliling ruangan itu. Martini tertunduk. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Boleh djadi orang ingin mengganggu perasaanmu, — kata letnan Sudarno memulai. — Kau haruslah ber-hati² menerima berita jang sematjam itu. Barangkali ada orang lain jang mempunjai kepentingan atas keruntuhan rumahtanggamu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kata² letnan Sudarno itu tidak berhasil meringankan perasaan Martini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Sebaliknja, — kata perempuan itu, — boleh djadi djuga berita itu memang benar. Orang mungkin dengan sengadja menjampaikannja kepadaku, djustru karena orang tidak ingin melihatku mendjadi korban dari kedjalangan suamiku. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apakah kau tidak jakin akan kasih-sajangnja kepadamu ? </div> <div style="text-align: justify;"> Martini tidak segera mendjawab pertanjaan itu. Matanja jang mulai ber-katja² memandang kepada letnan Sudarno. Kemudian dengan suara jang lunak, perempuan itu berkata : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Bagaimanakah aku bisa mengetahuinja, padahal kami sudah berpisah tanpa mendapat chabar-berita dari dia ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ah, — kata letnan Sudarno sambil mengeluh. — Aku harap kau tidak akan segera sadja mengambil kesimpulan jang tidak² dalam soal sematjam ini. Aku pernah mendjadi korban fitnahan, djustru karena aku tidak mau bersabar dan melakukan penjelidikan dengan kepala jang dingin. </div> <p align="right">51</p> </div><noinclude></noinclude> 2pdyy6hb397d0a2ba7bbghnyolwjzxk Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/6 104 112318 311372 2026-08-12T00:21:37Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311372 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Sejarah hampir belum pernah mungkir mengakui kebenaran! Dalam hal Tan Malaka Palsu yang sudah dijumpai ini bolehlah dikata saya beruntung juga. Sekiranya Penyamar ini berjalan terus, maka akan teruslah ia membohongi para pemimpin. Di antaranya yang sudah kena dibohongi banyak pula yang terkemuka. Tak mengherankan, karena mereka masih "bayi" ketika saya meninggalkan Indonesia bulan Maret tahun 1922. Untunglah beberapa pemimpin muda bisa saya jumpai di Surabaya dan lain-lain tempat dan dengan mudah saya buktikan kesilapan mereka. Alangkah kalutnya pergerakan Indonesia seandainya saya tak menyaksikan peristiwa ini. Sudahlah tentu susah akan menyaring sejarah saya yang sebenarnya, apalagi kalau lebih mendalam. Sebetulnya sudah amat dalam. Sudah lebih dari cukup buat melemparkan saya ke neraka para pengkhianat. Pembaca tentu tak heran kalau saya terkejut mendengarkan banyak orang bercerita pada saya bahwa Pemimpin Besar ini atau itu ketika Jepang masuk menerima "perintah" dari saya buat "bekerja bersama dengan Jepang". Siapa yang sangsi akan adanya pemberi perintah itu, yakni saya Tan Malaka, dibawa ke Sukabumi, atau Madiun atau Cirebon atau ke lain tempat buat dijumpakan dengan Tan Malaka Palsu. Jepang piawai dalam politik "double crossing" (menipu kedua pihak) sebagai warisan dari Belanda. Tan Malaka Palsu dipakai oleh Belanda buat memikat dan melenyapkan Tan Malaka tulen. Jepang menjalankan politik semacam itu pula. Dengan lenyapnya pemerintah serdadu Jepang, rupanya pekerjaan pemalsuan politik itu diteruskan pula oleh para murid Jepang, ialah buat mencari pengaruh dan pangkat. Siapakah yang rugi, siapakah yang beruntung sampai sekarang, Tan Malaka atau musuhnya?<noinclude>{{rh|6}}</noinclude> 06am8f639l4bbe4oximyt7vbgn3cr5g 311585 311372 2026-08-12T02:28:01Z Iripseudocorus 23824 311585 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Sejarah hampir belum pernah mungkir mengakui kebenaran! Dalam hal Tan Malaka Palsu yang sudah dijumpai ini bolehlah dikata saya beruntung juga. Sekiranya Penyamar ini berjalan terus, maka akan teruslah ia membohongi para pemimpin. Di antaranya yang sudah kena dibohongi banyak pula yang terkemuka. Tak mengherankan, karena mereka masih “bayi” ketika saya meninggalkan Indonesia bulan Maret tahun 1922. Untunglah beberapa pemimpin muda bisa saya jumpai di Surabaya dan lain-lain tempat dan dengan mudah saya buktikan kesilapan mereka. Alangkah kalutnya pergerakan Indonesia seandainya saya tak menyaksikan peristiwa ini. Sudahlah tentu susah akan menyaring sejarah saya yang sebenarnya, apalagi kalau lebih mendalam. Sebetulnya sudah amat dalam. Sudah lebih dari cukup buat melemparkan saya ke neraka para pengkhianat. Pembaca tentu tak heran kalau saya terkejut mendengarkan banyak orang bercerita pada saya bahwa Pemimpin Besar ini atau itu ketika Jepang masuk menerima “perintah” dari saya buat “bekerja bersama dengan Jepang”. Siapa yang sangsi akan adanya pemberi perintah itu, yakni saya Tan Malaka, dibawa ke Sukabumi, atau Madiun atau Cirebon atau ke lain tempat buat dijumpakan dengan Tan Malaka Palsu. Jepang piawai dalam politik “double crossing” (menipu kedua pihak) sebagai warisan dari Belanda. Tan Malaka Palsu dipakai oleh Belanda buat memikat dan melenyapkan Tan Malaka tulen. Jepang menjalankan politik semacam itu pula. Dengan lenyapnya pemerintah serdadu Jepang, rupanya pekerjaan pemalsuan politik itu diteruskan pula oleh para murid Jepang, ialah buat mencari pengaruh dan pangkat. Siapakah yang rugi, siapakah yang beruntung sampai sekarang, Tan Malaka atau musuhnya? {{nop}}<noinclude>{{rh|6}}</noinclude> t9pu90b5fi9ozu9oy5xfqn0vdyohim9 Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/28 104 112319 311374 2026-08-12T00:22:08Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311374 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — O, letnan kena fitnah ? Itu merupakan tjerita baru, — kata Martini. Perasaan Martini tiba² berpaling kepada apa jang dikatakan oleh letnan Sudarno itu. Ia ingin tahu, fitnahan matjam apakah jang pernah mengorbankan letnan itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ja, saja pernah mendjadi korban fitnahan seperti jang kau alami sekarang, — kata letnan Sudarno jang ber-siap² hendak mentjeritakannja kepada Martini. Tapi agak lama djuga ia baru dapat memulainja, karena tiba² perasaannja dipenuhi oleh kenangan kepada masa² jang telah silam, ketika hidupnja beruntung dan berbahagia dengan isterinja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Aku dan isteriku hidup tenteram, — kata letnan Sudarno dengan suara jang rendah penuh perasaan. — Aku mentjintai dia dengan sepenuh hatiku, dan tahu bahwa diapun mentjintaiku. Tapi rupanja ada² sadja jang meremukkan kebahagiaan itu. Ketika aku bertugas ke Djawa Barat menghadapi DI, dia tinggal sendirian dirumah. Dan ketika aku kembali, aku dengar tjerita dari mulut-kemulut, bahwa selama dia tinggal, dia tidak menundjukkan kesetiaannja lagi kepadaku. Kata orang, dia telah berhubungan dengan seorang perwira lain, kebetulan adalah sahabatku pula. Hatiku mendidih karena marah, tapi untunglah aku tidak sampai menembaknja. Dia melarikan diri kepada orangtuanja, dan dengan tidak banjak pikir, surat tjerai segera kukirimkan. Dengan begitu, berachirlah perkawinan kami. Kini dia sudah hidup beruntung dengan lelaki lain, sedangkan aku hidup sunji seorang diri. Aku sungguh menjesal telah berbuat sesuatu kekeliruan, karena kemudian terbukti, bahwa tuduhan dan tjerita² orang lain itu ternjata fitnahan belaka. Kuharap, tidak akan banjak orang seperti aku, dan harapan itu djuga kutudjukan kepadamu. Pikirlah baik², supaja tidak mendjadi penjesalan dikemudian hari. Djanganlah terlalu lekas terpengaruh. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Martini agak terkedjut mendengarkan tjerita letnan Sudarno itu. Ia tidak pernah mengira, bahwa letnan Sudarno mengalami nasib jang seperti itu. Selama mereka berkenalan, belum pernah pembitjaraan mereka terbelok kepada soal² keluarga letnan </div> <p align="left">52</p> <div style="text-align: center; font-style: italic; margin-left: 2em; margin-right: 2em;"> Martini mentjoba memahamkan kata² jang diutjapkan oleh letnan Sudarno. Ia merasa bertambah jakin, bahwa letnan Sudarno adalah seorang lelaki jang tulus dan djudjur. </div> <p align="right">53</p> </div><noinclude></noinclude> g4y6mkxhokeq0jibb1uikreyiter1hj Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/29 104 112320 311375 2026-08-12T00:24:05Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311375 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> Sudarno. Tiba² kini Martini mengetahui, bahwa letnan Sudarno hidup membudjang seorang diri. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Martini tidak segera memberikan reaksi, walaupun dihatinja timbul berbagai soal, baik mengenai dirinja sendiri, maupun sekitar soal kehidupan letnan Sudarno. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kalau begitu, mengapa letnan tidak kawin sadja dengan perempuan lain, — kata Martini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kawin sih, mudah ! Tapi mentjari atau menemukan seorang wanita jang tjotjok dipikiran dan dihati, itulah jang sulit. Aku insaf, bahwa aku tidak akan bisa hidup membudjang terus-menerus, tapi aku tidak dapat berbuat lain, ketjuali menunggu datangnja sang takdir untuk mempertemukanku dengan seorang perempuan ............ </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Letnan Sudarno memandang sekilas kepada Martini, kemudian melajangkan pandangannja kesepandjang loteng sambil menjandarkan dirinja seenaknja kesandaran zitje. Martini dilamun oleh soal jang merusak hatinja, dan oleh tjerita baru jang tiba² didengarnja dari letnan Sudarno. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Baiklah ! Akan kuturutkan nasihat letnan. Aku akan bersabar menerima chabar² tentang suamiku. Tapi kalau dalam sebulan-dua ini tidak djuga ada berita jang pasti dari dia sendiri, aku akan mengambil djalan sendiri ............ </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Pokoknja, djanganlah terlalu lekas berburuk sangka. Sebenarnja, djika aku memikirkan suamimu sebagai seorang jang berchianat terhadap negara, aku tidak usah menghiraukan apapun jang akan diperbuatnja dan bagaimanapun perasaanmu. Tapi aku tidak dapat selamanja berpikir sebagai alat-negara. Adakalanja aku harus berpikir sebagai pribadiku sendiri, jang mempunjai hubungan persahabatan dengan manusia lain. Karena berpikir seperti manusia pribadi inilah, maka aku berani berbitjara begitu kepadamu. Dan aku jakin, bahwa utjapan dan nasihatku itu, tidak akan kau terima dengan tjuriga, walaupun karena alasan² politik, aku adalah musuh dari suamimu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Keduanja kembali berdiam diri. Martini mentjoba memahamkan kata² jang diutjapkan oleh letnan Sudarno. Ia merasa </div> <p align="left">54</p> <div style="text-align: justify;"> bertambah jakin, bahwa letnan Sudarno adalah seorang lelaki jang tulus dan djudjur. Kedjudjuran ini telah menjebabkan Martini tidak merasa berhadapan dengan seorang tamu, tapi dengan seorang lelaki jang rasanja sudah dikenalnja semendjak ber-tahun². </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Disatu pihak, Martini melihat letnan Sudarno sebagai seorang kawan jang berhati ichlas, jang dengan susah-pajah berusaha membuatnja tenang terhadap persoalan jang sedang dihadapinja. Dipihak lain ia berhadapan dengan Munandar, suaminja, sebagai seorang laki² jang mementingkan diri sendiri. Begitu rela ia pergi meninggalkan Martini seorang diri, padahal kasih-sajang perempuan itu sangat besar kepadanja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Djika dia bukan seorang jang mementingkan diri sendiri, tentulah suaminja tidak akan sampai-hati meninggalkannja ter-nanti² sepandjang hari tanpa sepatah beritapun jang akan didjadikannja penawar dahaga kerinduannja. Dan kini tersiarlah chabar jang tidak enak didengar dan tidak nikmat untuk dirasakan. Kalaulah suaminja sedikit memikirkan Martini, tentulah dia tidak akan mau berangkat kehutan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ah, terngiang ditelinga Martini kata² jang dulu pernah diutjapkan Munandar sewaktu mereka berdebat : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kau tahu apa dengan politik ! ? Serahkanlah soal itu kepadaku. Tinggallah pada keperempuananmu ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kata² itu kini terasa djauh lebih pedih daripada ketika ia diutjapkan oleh Munandar dulu itu. Kepedihan itu digarami oleh berita² jang menjakitkan hati, bahwa Munandar telah kawin lagi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Persetan ! —, katanja tiba² dalam hatinja. Giginja gemertak karena kesal dan marah. Mukanja merah menahan perasaan. — Biarlah dia mampus dalam hutan, dimakan oleh harimau atau setan. Laki² tak punja perasaan ! ! ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Tapi tiba² pula perasaannja mendjadi kendur. Dia terombang-ambing oleh perasaan jang silih-berganti. Airmatanja </div> <p align="right">55</p> </div><noinclude></noinclude> t4q9nl480y4b8zc8igrzmg131x8cu6s Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/7 104 112321 311376 2026-08-12T00:24:33Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311376 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Siapakah yang akan rugi dan akan beruntung di hari depan? Kenapakah Tan Malaka yang dipakai buat merusak partainya Tan Malaka? Tetapi tuan-tuan yang arifin tentu juga bisa menjawabnya. Saudara yang masih memihak kepada kebenaran saya persilahkan membaca brosur saya Naar de Republik Indonesia tahun 1924 dan Semangat Muda serta Massa Aksi in Indonesia. Semangat Muda ditulis di Manila dan dicetak di Manila, sebelum keributan permulaan tahun 1926. Massa Aksi ditulis dan dicetak di Singapura sebelum keributan tahun 1926 pula. Maksud buku itu ialah buat menjelaskan cara partai komunis mengadakan organisasi, menyaring pengikutnya, dan menjalankan aksi yang cocok dengan paham massa-aksi, yang bertentangan dengan cara aksi militer sematamata. Saya yang bertanggung jawab atas pergerakan komunis di Indonesia dan bagian lain di Asia di masa itu merasa wajib menjaga supaya Partai Komunis jangan tergelincir disebabkan provokasi, supaya Partai Komunis Indonesia khususnya terus berjalan di atas rel massa-aksi. Tulen palsunya seorang pemimpin tiadalah bisa diukur dengan tuduhan orang lain terhadap dirinya semata-mata. Palsu tulennya itu bisa juga diukur dengan perkataan dirinya itu sendiri dahulu dan sekarang. Palsu tulennya itu juga bisa diukur dengan seberapa cocoknya perkataan si Pemimpin dengan perbuatannya sendiri. Kalau di sini didapat perbedaan atau pertentangan, maka barulah tuduhan itu mendapatkan bukti yang sah. Saya tak akan naik perahu bermingu-minggu lamanya diombang ambingkan gelombang menuju ke Sumatera dan Jawa, satu dua bulan sesudah Jepang masuk, kalau saya takut memimpin pergerakan revolusioner yang<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude> jmb2nzrpvm5xlevo9qy3cdg5kzynzfv 311589 311376 2026-08-12T02:29:18Z Iripseudocorus 23824 311589 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Siapakah yang akan rugi dan akan beruntung di hari depan? Kenapakah Tan Malaka yang dipakai buat merusak partainya Tan Malaka? Tetapi tuan-tuan yang arifin tentu juga bisa menjawabnya. Saudara yang masih memihak kepada kebenaran saya persilahkan membaca brosur saya Naar de Republik Indonesia tahun 1924 dan Semangat Muda serta Massa Aksi in Indonesia. Semangat Muda ditulis di Manila dan dicetak di Manila, sebelum keributan permulaan tahun 1926. Massa Aksi ditulis dan dicetak di Singapura sebelum keributan tahun 1926 pula. Maksud buku itu ialah buat menjelaskan cara partai komunis mengadakan organisasi, menyaring pengikutnya, dan menjalankan aksi yang cocok dengan paham massa-aksi, yang bertentangan dengan cara aksi militer sematamata. Saya yang bertanggung jawab atas pergerakan komunis di Indonesia dan bagian lain di Asia di masa itu merasa wajib menjaga supaya Partai Komunis jangan tergelincir disebabkan provokasi, supaya Partai Komunis Indonesia khususnya terus berjalan di atas rel massa-aksi. Tulen palsunya seorang pemimpin tiadalah bisa diukur dengan tuduhan orang lain terhadap dirinya semata-mata. Palsu tulennya itu bisa juga diukur dengan perkataan dirinya itu sendiri dahulu dan sekarang. Palsu tulennya itu juga bisa diukur dengan seberapa cocoknya perkataan si Pemimpin dengan perbuatannya sendiri. Kalau di sini didapat perbedaan atau pertentangan, maka barulah tuduhan itu mendapatkan bukti yang sah. Saya tak akan naik perahu bermingu-minggu lamanya diombang ambingkan gelombang menuju ke Sumatera dan Jawa, satu dua bulan sesudah Jepang masuk, kalau saya takut memimpin pergerakan revolusioner yang<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude> ps6qigkqqduaf0j85tinm2cgmfu5gne Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/30 104 112322 311377 2026-08-12T00:25:36Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311377 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> berlinangan dan dengan tjepat dihapusnja karena malu kepada letnan Sudarno. Letnan Sudarno mengerti apa jang sedang dirasakan oleh Martini, tapi ia ber-pura² tidak tahu sadja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Lambat-laun Martini merasa dibantingkan oleh keketjewaan. Kini ia jakin se-penuh²nja, bahwa suaminja Munandar telah mengambil gadis lain jang akan menggantikan tempatnja dihati lelaki itu. Ia tidak bisa membiarkan tindakan suaminja ini. Ia harus mengambil sikap jang tegas terhadap persoalan ini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Walaupun letnan Sudarno mentjoba membudjuk Martini supaja djangan ter-buru² mengambil putusan, namun nasihat itu tidak banjak artinja bagi Martini. Hatinja merasa luka jang mengojak bertambah lebar. Pedihnja hampir tak tertanggungkan. Djalan satu²nja ialah mengambil suatu putusan sendiri untuk menyelamatkan perasaannja sendiri pula. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Putusan itu segera dipilihnja. Ia tidak ragu² lagi. Dalam hatinja kini, ia merasa tidak mempunjai hubungan apa² lagi dengan Munandar. Orangtuanja membenarkan sikapnja itu, karena merekapun jakin, bahwa Munandar telah melemparkan anaknja begitu sadja. Mereka tidak suka melihat anaknja teraniaja. Mereka ingin melihat anaknja hidup senang dan bahagia. Untuk apa bersuamikan orang jang tidak mempunjai perasaan tanggung-djawab terhadap isterinja. </div> <p align="left">56</p> <div style="text-align: right; font-size: 85%; font-weight: bold;"> KEENAM </div> <div style="text-align: right; font-size: 200%; font-weight: bold; margin-bottom: 0.5em;"> 6 </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> '''MARTINI''' mentjari dunia jang lebih segar, melenjapkan kenangannja kepada Munandar. Letnan Sudarno sering datang kerumahnja, lebih sering daripada biasa. Persahabatan mereka telah berkembang terus-menerus, tumbuh di-tengah² simpang-siur berita jang menjakitkan hati perempuan itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kau akan menjesal nantinja, — kata letnan Sudarno memperingatkan. — Kau tak usah ter-buru² mengambil putusan jang seperti itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Aku tidak akan menjesal, — djawab Martini tegas. — Orangtuaku sudah mendjetudjui. Dan memangnja tidak ada djalan lain, ketjuali mengambil sikap jang njata terhadap suami jang sematjam itu. Kalau sekiranja dia tidak berbuat sesuatu apa, mestinja sudah ada agak sepatah kata jang dikirimkannja kepadaku, sekedar untuk membuktikan, bahwa dia masih ingin mendjadi suamiku. Orang lain hampir semuanja sudah dapat menghubungi isterinja, mengapa dia tidak ? Mengapa dia berdiam diri ? Kalau djelas benar dia sudah mati, dapatlah pula dipandjatkan doa, semoga dia selamat didalam kubur. Tapi tidak ! Aku kini memang pertjaja kepada berita² itu. Orang tidak akan sia² menjampaikannja kepadaku, djika peristiwa itu tidak ada. Dan memang banjak lelaki lain jang telah menempuh djalan seperti itu, beristeri dihutan untuk melupakannja dari perasaan iseng terhadap keluarga jang ditinggalkannja. Untunglah aku tidak punja anak. Djika aku punja anak, dan dia berlaku seperti itu, entah apa jang akan terdjadi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Letnan Sudarno maklum betapa pedihnja perasaan Martini terhadap suaminja. Tapi setjara hati², ia tidak terburu memperlihatkan minatnja terhadap perempuan itu. Ia tidak mau </div> <p align="right">57</p> </div><noinclude></noinclude> bhvab5thft1v3i7snr12qsjrmu7iqs5 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/8 104 112323 311378 2026-08-12T00:27:07Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311378 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>sebenarnya. Tak perlu saya sembunyi bekerja sebagai buruh di Bayah Kozan sampai Jepang lenyap, kalau saya percaya pada lain kemungkinan selain “Massa Aksi” di Indonesia. Saya percaya bahwa saya sekurangnya mesti dapat memasuki Gedung seperti Chuo Sangi In dan mendapat gedung besar di bawah perlindungan Hinomaru, kalau saya mau “sehidup semati” dengan serdadu kempetai Jepang, yakni tak percaya akan timbulnya "Aksi Rakyat" yang sebenarnya. Aksi Murba yang meluap mendidih inilah yang saya tunggu-tunggu. Massa-Aksilah yang saya kehendaki lebih kurang 18 tahun yang lalu. Massa-Aksi pulalah yang saya kehendaki sekarang! Ujian buat perkataan saya itu kalau mau diuji dengan paham, bolehlah dibandingkan dengan isi lima atau enam buku yang terpaksa saya keluarkan di masa ini. Terpaksa, karena Massa-Aksi itu saya rasa belum cukup juga dimengerti, pun sekarang! Memang sekarang sudah ada Aksi Massa, ialah aksinya massa (murba), tetapi belum lagi Massa-Aksi. Kalau perbuatanlah yang mesti dijadikan batu ujian itu pula, maka saya harap sejarah akan memberi penerangan cukup, kalau kelak sejarah itu sudah sampai waktunya bersuara! Tegasnya, bandingkanlah dasar, suara, dan semangat tulisan saya kini dengan dasar, suara, dan semangat tulisan saya 24 tahun yang lalu. Sedikit panjang saya menulis buat membatalkan bermacammacam sangkaan yang berhubung dengan haluan dan aksi saya di luar negeri, sebenarnya terpencil dari teman dan jauh dari negeri bertahun-tahun. Keadaan sekarang membutuhkan kejelasan, seberapa bisa sudah saya berikan. Kalau ada lagi di antara teman seperjuangan yang ingin tahu, kenapa belum juga saya memajukan diri, maka sekali lagi saya ulang apa yang saya sebut dalam brosur Politik: Cukup sebab maka Tan Malaka memilih tempat, tempat, dan teman buat menyaksikan dirinya sendiri ke depan mata rakyat Indonesia.<noinclude>{{rh|8}}</noinclude> m2gc6x6cv67gsyj2prokrp2mzxt7g0w 311381 311378 2026-08-12T00:28:43Z Iripseudocorus 23824 311381 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>sebenarnya. Tak perlu saya sembunyi bekerja sebagai buruh di Bayah Kozan sampai Jepang lenyap, kalau saya percaya pada lain kemungkinan selain “Massa Aksi” di Indonesia. Saya percaya bahwa saya sekurangnya mesti dapat memasuki Gedung seperti Chuo Sangi In dan mendapat gedung besar di bawah perlindungan Hinomaru, kalau saya mau “sehidup semati” dengan serdadu kempetai Jepang, yakni tak percaya akan timbulnya "Aksi Rakyat" yang sebenarnya. Aksi Murba yang meluap mendidih inilah yang saya tunggu-tunggu. Massa-Aksilah yang saya kehendaki lebih kurang 18 tahun yang lalu. Massa-Aksi pulalah yang saya kehendaki sekarang! Ujian buat perkataan saya itu kalau mau diuji dengan paham, bolehlah dibandingkan dengan isi lima atau enam buku yang terpaksa saya keluarkan di masa ini. Terpaksa, karena Massa-Aksi itu saya rasa belum cukup juga dimengerti, pun sekarang! Memang sekarang sudah ada Aksi Massa, ialah aksinya massa (murba), tetapi belum lagi Massa-Aksi. Kalau perbuatanlah yang mesti dijadikan batu ujian itu pula, maka saya harap sejarah akan memberi penerangan cukup, kalau kelak sejarah itu sudah sampai waktunya bersuara! Tegasnya, bandingkanlah dasar, suara, dan semangat tulisan saya kini dengan dasar, suara, dan semangat tulisan saya 24 tahun yang lalu. Sedikit panjang saya menulis buat membatalkan bermacammacam sangkaan yang berhubung dengan haluan dan aksi saya di luar negeri, sebenarnya terpencil dari teman dan jauh dari negeri bertahun-tahun. Keadaan sekarang membutuhkan kejelasan, seberapa bisa sudah saya berikan. Kalau ada lagi di antara teman seperjuangan yang ingin tahu, kenapa belum juga saya memajukan diri, maka sekali lagi saya ulang apa yang saya sebut dalam brosur Politik: Cukup sebab maka Tan Malaka memilih tempat, tempat, dan teman buat menyaksikan dirinya sendiri ke depan mata rakyat Indonesia.<noinclude>{{rh|8}}</noinclude> ioad1r6uangtr0sspdcfpiq4g721ty6 311592 311381 2026-08-12T02:30:52Z Iripseudocorus 23824 311592 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>sebenarnya. Tak perlu saya sembunyi bekerja sebagai buruh di Bayah Kozan sampai Jepang lenyap, kalau saya percaya pada lain kemungkinan selain “Massa Aksi” di Indonesia. Saya percaya bahwa saya sekurangnya mesti dapat memasuki Gedung seperti Chuo Sangi In dan mendapat gedung besar di bawah perlindungan Hinomaru, kalau saya mau “sehidup semati” dengan serdadu kempetai Jepang, yakni tak percaya akan timbulnya "Aksi Rakyat" yang sebenarnya. Aksi Murba yang meluap mendidih inilah yang saya tunggu-tunggu. Massa-Aksilah yang saya kehendaki lebih kurang 18 tahun yang lalu. Massa-Aksi pulalah yang saya kehendaki sekarang! Ujian buat perkataan saya itu kalau mau diuji dengan paham, bolehlah dibandingkan dengan isi lima atau enam buku yang terpaksa saya keluarkan di masa ini. Terpaksa, karena Massa-Aksi itu saya rasa belum cukup juga dimengerti, pun sekarang! Memang sekarang sudah ada Aksi Massa, ialah aksinya massa (murba), tetapi belum lagi Massa-Aksi. Kalau perbuatanlah yang mesti dijadikan batu ujian itu pula, maka saya harap sejarah akan memberi penerangan cukup, kalau kelak sejarah itu sudah sampai waktunya bersuara! Tegasnya, bandingkanlah dasar, suara, dan semangat tulisan saya kini dengan dasar, suara, dan semangat tulisan saya 24 tahun yang lalu. Sedikit panjang saya menulis buat membatalkan bermacammacam sangkaan yang berhubung dengan haluan dan aksi saya di luar negeri, sebenarnya terpencil dari teman dan jauh dari negeri bertahun-tahun. Keadaan sekarang membutuhkan kejelasan, seberapa bisa sudah saya berikan. Kalau ada lagi di antara teman seperjuangan yang ingin tahu, kenapa belum juga saya memajukan diri, maka sekali lagi saya ulang apa yang saya sebut dalam brosur Politik: Cukup sebab maka Tan Malaka memilih tempat, tempat, dan teman buat menyaksikan dirinya sendiri ke depan mata rakyat Indonesia. {{nop}}<noinclude>{{rh|8}}</noinclude> grsanturmnicqzvo2ctfcdr8k426kvf Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/31 104 112324 311379 2026-08-12T00:27:29Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311379 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> mendjadi sebab, kalau² Martini melemparkan suaminja, djustru karena merasa tjenderung kepada dirinja. Letnan Sudarno tidak mau mendjadi biangkeladi. Ia datang kesana semula dengan niat jang baik, dan ia ingin mempertahankan niatnja itu. Ber-kali² sudah ditjobanja melunakkan hati Martini, supaja djangan mengambil sikap jang keras. Ia mengandjurkan supaja perempuan itu bersabar hati, tapi sarannja ini tidak dihiraukan oleh Martini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Djika kau tidak suka melihatku mengambil sikap jang demikian, — kata Martini, — tinggallah pada ketidak sukaanmu itu, namun aku akan tetap bersikap demikian. Aku merasa tidak mempunjai hubungan apa² lagi dengan dia, dan aku akan mengadjukan persoalan ini kepada Pengadilan Agama. Aku jakin, bahwa Pengadilan Agama akan membenarkan sikapku. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Achirnja letnan Sudarno gagal membendung perasaan perempuan itu. Ia membiarkan Martini bertindak semaunja. Lagi pula, apa gunanja ia menghalangi perempuan itu, padahal persoalan itu bukanlah urusannja. Berpidjak pada pendirian jang demikian, letnan Sudarno tidak mau lagi mengutik-ngutik masaalah itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dan Martini benar² mengadjukan pengaduan kepada Pengadilan Agama. Pengadilan Agama menerima pengaduannja dan membenarkan sikap Martini, djustru karena Munandar telah melakukan pengchianatan terhadap negara dengan melakukan pemberontakan. Semendjak itu, Martini merasa tidak terikat lagi kepada perkawinannja dengan Munandar. Ia bebas sudah. Ia boleh memilih dunianja sendiri dan mendadjung kehidupannja kearah mana sadja jang disukainja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Letnan Sudarno, laki² jang baik hati itu, jang senantiasa berbitjara dengan hati jang djudjur setjara pribadi, diterima oleh Martini lebih hanja dari pada seorang sahabat belaka. Kedatangannja kerumah Martini disambut dengan tjara wadjar, sikap jang manis, bahkan sangat disenangi. Dan letnan itu sadar, bahwa udara sekitarnja telah berobah, tapi ia tidak </div> <p align="left">58</p> <div style="text-align: justify;"> bermaksud untuk lari dari kenjataan itu. Ia berbitjara dengan dirinja sendiri, dan dia jakin, bahwa banjak-sedikitnja, hatinja telah tjenderung kepada perempuan itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Martini memandang letnan Sudarno sebagai seorang lelaki satu²nja kini jang akan sanggup menggantikan tempat Munandar. Perempuan itu akan merasa puas, andaikata segalanja terdjadi menurut semestinja, sebagai balasan atas perbuatan Munandar. Sakit hatinja merasa mendapat imbalan jang tjukup, dan dia mengharapkan kelak, agar Munandar bisa melihat, bahwa dia bukanlah seorang perempuan jang akan merendahkan dirinja dibawah telapak sepatu suami jang tidak setia. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Letnan Sudarno merasakan dorongan itu mendjurus kepadanja, dan dia sendiri tahu, bahwa hatinja mulai mendekati perempuan itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Aku hampir tak pertjaja, bahwa semuanja akan berlandjut seperti ini, — kata letnan Sudarno kepada Martini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Sedjarah tidak pernah mengikuti suatu garis jang lurus, — balas Martini. — Kalau bukan kemauan sang nasib, aku rasa kita takkan pernah berkenalan. Dan perkenalan kita ini rupanja ditakdirkan mendjadi suatu perkenalan abadi. Apakah kau keberatan ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Letnan Sudarno agak segan² membenarkan utjapan Martini, walaupun didalam hatinja sendiri sudah berkembang suatu perasaan jang gandjil. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Barangkali orang² sekitar sini akan menganggapku sebagai seorang lelaki jang mentjari keuntungan di-tengah² keruntuhan rumahtangga orang lain. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Itu tidak mendjadi soal. Jang penting ialah, bahwa kau tidak mentjoba berdusta dengan dirimu sendiri. Kalau kau hanja menginginkan aku dianiaja oleh suamiku, maka soal ini sebenarnja tidak usah kita bitjarakan lagi. Tapi aku jakin, bahwa kau tidak menginginkan hal jang demikian. Oleh sebab itu, sudah tiba saatnja, dimana kau harus berani mengambil sikap jang sesuai dengan kata hatimu sendiri. Bagaimana pen- </div> <p align="right">59</p> </div><noinclude></noinclude> 4wunvmg40ysm61tfhq7uzrxy4q711jc Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/9 104 112325 311380 2026-08-12T00:27:48Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311380 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Puluhan tahun lebih dahulu saya majukan “garis” yang saya anggap harus ditempuh oleh Rakyat Indonesia dalam perjuangan sekarang dengan semua brosur ini. Apabila “garis” ini disetujui dan yang menyetujui ikhlas takluk kepada susunan dan disiplin organisasi itu, maka kalau masih “diperlukan” pimpinan dari saya sendiri, tentulah saya akan tampil ke muka dengan tiada menghitunghitung korban yang perlu diberikan. Tetapi tiada akan kekurangan kepuasan hati saya kalau seandainya “garis” itu disetujui oleh mereka yang lebih muda dan sendiri mau melaksanakan “garis” itu dengan jujur, ikhlas, dan tetap tabah. Tiga paham yang sekarang berjuang bahu-membahu: paham keislaman, kebangsaan, dan sosialistis. Semuanya pada tingkat merebut KEMERDEKAAN NASIONAL ini berhak buat diakui. Marilah kita berharap supaya ketiga paham itu bisa mengadakan persatuan yang teguh-tetap. Tetapi tak bisa disingkirkan kemungkinan bahwa kelak sesudah Kemerdekaan Nasional tercapai, boleh jadi ketiga paham itu, yang dalam garis besarnya mewakili kelas tani, borjuis-tangan, dan proletar, bercekcokan satu sama lainnya. Berhubung dengan itu maka perlulah dicari “persamaan” sebagai semen yang mempersatukan batu tembok. Persamaan itu didapat pada persamaan keperluan. Persamaan keperluan itu saya kira didapat dalam satu Rencana Ekonomi yang Sosialistis. Inilah maksud brosur ini, yakni membentangkan paham saya tentang Rencana Ekonomi yang sekarang bisa dan perlu dijalankan oleh semua golongan yang ada di Indonesia. Juga dibentangkan rencana ekonomi yang bisa dan perlu dijalankan sesudah kemerdekaan 100% tercapai. Tiadalah perlu dilupakan kritik atas Kapitalisme, atas Rencana Ekonomi Fasis dan Demokratis.<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude> 6mptdvijneac04pkm9qwyiih7vtzwhn 311383 311380 2026-08-12T00:29:02Z Ibrohim tijani 26379 311383 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Puluhan tahun lebih dahulu saya majukan “garis” yang saya anggap harus ditempuh oleh Rakyat Indonesia dalam perjuangan sekarang dengan semua brosur ini. Apabila “garis” ini disetujui dan yang menyetujui ikhlas takluk kepada susunan dan disiplin organisasi itu, maka kalau masih “diperlukan” pimpinan dari saya sendiri, tentulah saya akan tampil ke muka dengan tiada menghitunghitung korban yang perlu diberikan. Tetapi tiada akan kekurangan kepuasan hati saya kalau seandainya “garis” itu disetujui oleh mereka yang lebih muda dan sendiri mau melaksanakan “garis” itu dengan jujur, ikhlas, dan tetap tabah. Tiga paham yang sekarang berjuang bahu-membahu: paham keislaman, kebangsaan, dan sosialistis. Semuanya pada tingkat merebut KEMERDEKAAN NASIONAL ini berhak buat diakui. Marilah kita berharap supaya ketiga paham itu bisa mengadakan persatuan yang teguh-tetap. Tetapi tak bisa disingkirkan kemungkinan bahwa kelak sesudah Kemerdekaan Nasional tercapai, boleh jadi ketiga paham itu, yang dalam garis besarnya mewakili kelas tani, borjuis-tangan, dan proletar, bercekcokan satu sama lainnya. Berhubung dengan itu maka perlulah dicari “persamaan” sebagai semen yang mempersatukan batu tembok. Persamaan itu didapat pada persamaan keperluan. Persamaan keperluan itu saya kira didapat dalam satu Rencana Ekonomi yang Sosialistis. Inilah maksud brosur ini, yakni membentangkan paham saya tentang Rencana Ekonomi yang sekarang bisa dan perlu dijalankan oleh semua golongan yang ada di Indonesia. Juga dibentangkan rencana ekonomi yang bisa dan perlu dijalankan sesudah kemerdekaan 100% tercapai. Tiadalah perlu dilupakan kritik atas Kapitalisme, atas Rencana Ekonomi Fasis dan Demokratis.<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude> jv9xbzwp2zvo5yg11nmyzx47jz7jtdo 311658 311383 2026-08-12T04:32:37Z Ibrohim tijani 26379 311658 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gap}}Puluhan tahun lebih dahulu saya majukan “garis” yang saya anggap harus ditempuh oleh Rakyat Indonesia dalam perjuangan sekarang dengan semua brosur ini. Apabila “garis” ini disetujui dan yang menyetujui ikhlas takluk kepada susunan dan disiplin organisasi itu, maka kalau masih “diperlukan” pimpinan dari saya sendiri, tentulah saya akan tampil ke muka dengan tiada menghitunghitung korban yang perlu diberikan. Tetapi tiada akan kekurangan kepuasan hati saya kalau seandainya “garis” itu disetujui oleh mereka yang lebih muda dan sendiri mau melaksanakan “garis” itu dengan jujur, ikhlas, dan tetap tabah. {{gap}}Tiga paham yang sekarang berjuang bahu-membahu: paham keislaman, kebangsaan, dan sosialistis. Semuanya pada tingkat merebut KEMERDEKAAN NASIONAL ini berhak buat diakui. Marilah kita berharap supaya ketiga paham itu bisa mengadakan persatuan yang teguh-tetap. {{gap}}Tetapi tak bisa disingkirkan kemungkinan bahwa kelak sesudah Kemerdekaan Nasional tercapai, boleh jadi ketiga paham itu, yang dalam garis besarnya mewakili kelas tani, borjuis-tangan, dan proletar, bercekcokan satu sama lainnya. Berhubung dengan itu maka perlulah dicari “persamaan” sebagai semen yang mempersatukan batu tembok. Persamaan itu didapat pada persamaan keperluan. Persamaan keperluan itu saya kira didapat dalam satu Rencana Ekonomi yang Sosialistis. {{gap}}Inilah maksud brosur ini, yakni membentangkan paham saya tentang Rencana Ekonomi yang sekarang bisa dan perlu dijalankan oleh semua golongan yang ada di Indonesia. Juga dibentangkan rencana ekonomi yang bisa dan perlu dijalankan sesudah kemerdekaan 100% tercapai. Tiadalah perlu dilupakan kritik atas Kapitalisme, atas Rencana Ekonomi Fasis dan Demokratis.<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude> lurmg4kykli7yic2zxdw172rt54qjz6 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/10 104 112326 311382 2026-08-12T00:28:57Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Mudah-mudahan brosur ini bisa menambah pengetahuan warga negara Republik Indonesia tentang ekonomi. Surabaya, 28 November 1945 **** Pendakwa modern kita, DENMAS, MR. APAL, TOKE, PACUL, dan GODAM sekarang duduk di beranda sebuah rumah, sedang besarnya, dilindungi oleh pohon jeruk yang rindang. Suasana tenang meliputi lima-seperjuangan ini. Pabrik raksasa yang berdiri di seberang jalan yang tadi siang menderu-deru sekarang berhenti diam, sepert... 311382 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Mudah-mudahan brosur ini bisa menambah pengetahuan warga negara Republik Indonesia tentang ekonomi. Surabaya, 28 November 1945 **** Pendakwa modern kita, DENMAS, MR. APAL, TOKE, PACUL, dan GODAM sekarang duduk di beranda sebuah rumah, sedang besarnya, dilindungi oleh pohon jeruk yang rindang. Suasana tenang meliputi lima-seperjuangan ini. Pabrik raksasa yang berdiri di seberang jalan yang tadi siang menderu-deru sekarang berhenti diam, sepert seekor gajah beristirahat sesudah melakukan pekerjaannya. Tak ada pekerja yang lalu lintas, menarik dan mengangkat barang di sekitar pabrik itu. Di keliling pabrik terbentang sawah luas ditabur warna hijau dan kuning oleh pokok padi yang muda dan sudah masak. Di sana-sini tampak kampung yang diselimuti pohon buahbuahan. Terbelintang sepanjang cakrawala barisan gunung kehijau- hijauan, di antaranya ada yang diselimuti oleh awan putih seolah-olah kemalu-maluan. Sang bulan mengintip dari celah daun kelapa yang berdiri tegak di suatu desa. Suasana yang aman tenang ini terganggu oleh suara salah seorang di antara lima-seperjuangan tadi. 10<noinclude></noinclude> q08r76fypdr5fcuhl92htmnucnayki4 311385 311382 2026-08-12T00:30:26Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311385 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Mudah-mudahan brosur ini bisa menambah pengetahuan warga negara Republik Indonesia tentang ekonomi. Surabaya, 28 November 1945 {{C|****}} Pendakwa modern kita, DENMAS, MR. APAL, TOKE, PACUL, dan GODAM sekarang duduk di beranda sebuah rumah, sedang besarnya, dilindungi oleh pohon jeruk yang rindang. Suasana tenang meliputi lima-seperjuangan ini. Pabrik raksasa yang berdiri di seberang jalan yang tadi siang menderu-deru sekarang berhenti diam, sepert seekor gajah beristirahat sesudah melakukan pekerjaannya. Tak ada pekerja yang lalu lintas, menarik dan mengangkat barang di sekitar pabrik itu. Di keliling pabrik terbentang sawah luas ditabur warna hijau dan kuning oleh pokok padi yang muda dan sudah masak. Di sana-sini tampak kampung yang diselimuti pohon buahbuahan. Terbelintang sepanjang cakrawala barisan gunung kehijau- hijauan, di antaranya ada yang diselimuti oleh awan putih seolah-olah kemalu-maluan. Sang bulan mengintip dari celah daun kelapa yang berdiri tegak di suatu desa. Suasana yang aman tenang ini terganggu oleh suara salah seorang di antara lima-seperjuangan tadi.<noinclude>{{rh|10}}</noinclude> ckvh0drxellpeoz5lq6rmtr0deuqy14 311594 311385 2026-08-12T02:32:47Z Iripseudocorus 23824 311594 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Mudah-mudahan brosur ini bisa menambah pengetahuan warga negara Republik Indonesia tentang ekonomi. Surabaya, 28 November 1945 {{C<nowiki>|****</nowiki>}} Pendakwa modern kita, DENMAS, MR. APAL, TOKE, PACUL, dan GODAM sekarang duduk di beranda sebuah rumah, sedang besarnya, dilindungi oleh pohon jeruk yang rindang. Suasana tenang meliputi lima-seperjuangan ini. Pabrik raksasa yang berdiri di seberang jalan yang tadi siang menderu-deru sekarang berhenti diam, sepert seekor gajah beristirahat sesudah melakukan pekerjaannya. Tak ada pekerja yang lalu lintas, menarik dan mengangkat barang di sekitar pabrik itu. Di keliling pabrik terbentang sawah luas ditabur warna hijau dan kuning oleh pokok padi yang muda dan sudah masak. Di sana-sini tampak kampung yang diselimuti pohon buahbuahan. Terbelintang sepanjang cakrawala barisan gunung kehijau- hijauan, di antaranya ada yang diselimuti oleh awan putih seolah-olah kemalu-maluan. Sang bulan mengintip dari celah daun kelapa yang berdiri tegak di suatu desa. Suasana yang aman tenang ini terganggu oleh suara salah seorang di antara lima-seperjuangan tadi.<noinclude>{{rh|10}}</noinclude> pwobhcf33rlrpzv7vwrgod8fixo9337 311595 311594 2026-08-12T02:33:18Z Iripseudocorus 23824 311595 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Mudah-mudahan brosur ini bisa menambah pengetahuan warga negara Republik Indonesia tentang ekonomi. Surabaya, 28 November 1945 {{larger|{{C|<nowiki>****</nowiki>}}}} Pendakwa modern kita, DENMAS, MR. APAL, TOKE, PACUL, dan GODAM sekarang duduk di beranda sebuah rumah, sedang besarnya, dilindungi oleh pohon jeruk yang rindang. Suasana tenang meliputi lima-seperjuangan ini. Pabrik raksasa yang berdiri di seberang jalan yang tadi siang menderu-deru sekarang berhenti diam, sepert seekor gajah beristirahat sesudah melakukan pekerjaannya. Tak ada pekerja yang lalu lintas, menarik dan mengangkat barang di sekitar pabrik itu. Di keliling pabrik terbentang sawah luas ditabur warna hijau dan kuning oleh pokok padi yang muda dan sudah masak. Di sana-sini tampak kampung yang diselimuti pohon buahbuahan. Terbelintang sepanjang cakrawala barisan gunung kehijau- hijauan, di antaranya ada yang diselimuti oleh awan putih seolah-olah kemalu-maluan. Sang bulan mengintip dari celah daun kelapa yang berdiri tegak di suatu desa. Suasana yang aman tenang ini terganggu oleh suara salah seorang di antara lima-seperjuangan tadi.<noinclude>{{rh|10}}</noinclude> 9080ijdtfnlea1774nx8hw3apghdc41 Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/32 104 112327 311384 2026-08-12T00:29:24Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311384 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> dapat orang lain, tidak usah terlalu dihiraukan. Dulu kau pernah menasihatiku, supaja djangan terlalu mengatjuhkan utjapan orang lain, maka sekarang nasihat itu berlaku djuga untuk dirimu sendiri. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Letnan Sudarno tidak dapat mengelak lagi. Ia harus bersikap djudjur dan sungguh². Ia tidak kuasa melawan kata hatinja sendiri. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Djika seorang perempuan seperti aku, sudah berbitjara setjara tulus, mengapakah kau tidak akan berbuat demikian ? — kata Martini mendesak. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tentu orang² sekitar ini akan mengedjekmu, karena kau ............ </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Maksudmu, karena aku bersuamikan orang Djawa ? </div> <div style="text-align: justify;"> Letnan Sudarno mengangguk. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Perasaan kedaerahanmu rupanja terlalu besar. Kau tahu bukan, bahwa salah satu sebab mengapa terdjadi pemberontakan ini, adalah karena perasaan kedaerahan jang berlebihan. Bila kau memandang Indonesia ini sebagai suatu kesatuan, kita tak usah me-njebut² Djawa atau bukan Djawa ..... </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Orangtua Martini menjerahkan sadja persoalan ini kepada anaknja itu, karena mereka menganggap, bahwa Martini sudah tjukup dewasa. Satu²nja keinginan mereka ialah, supaja anaknja ini hidup berbahagia se-lama²nja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Martini merasa sudah matang dengan keputusannja itu. Ia menjatakan hal itu setjara terbuka kepada letnan Sudarno. Dan achirnja letnan Sudarno terpaksa berbitjara setjara terus-terang pula. Martini berhasil mengisi kekosongan hatinja dengan perwira muda jang gagah itu. Ia menghadapi hari depannja dengan harapan, bahwa letnan Sudarno benar² akan sanggup menggantikan Munandar. </div> <p align="left">60</p> <div style="text-align: right; font-size: 85%; font-weight: bold;"> KETUDJUH </div> <div style="text-align: right; font-size: 200%; font-weight: bold; margin-bottom: 0.5em;"> 7 </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> '''PADA''' permulaan tahun 1960, setelah dua tahun lamanja mentjoba bertahan, kenjataan menundjukkan, bahwa kedudukan pasukan PRRI sudah bertambah lemah. Masa gelap jang mengerikan merajap kesepandjang perbukitan dan hutan-rimba dimana pasukan itu mengambil tempat. Keadaan mereka sudah semakin menjedihkan. Peluru sudah hampir habis. Makanan dan pakaian telah mentjapai taraf jang sangat buruk. Dan serentak dengan itu, semangat tempur pasukan ini merosot terus-menerus. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Walaupun demikian, pemimpin² PRRI masih tetap berusaha mengatasi kesulitan ini dengan berbagai akal. Pada permulaan tahun itu, mereka mengumumkan berdirinja negara ,,Republik Persatuan Indonesia" sebagai negara federal untuk menggantikan PRRI jang hampir ambruk itu. Pengumuman ini diharapkan untuk mendjelmakan udara baru kepada pedjuang² mereka. Tapi perobahan nama tidaklah sekaligus merupakan perobahan isi. Nama itu boleh diganti sepuluh kali dalam sehari, namun isinja akan tetap itu djuga. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Pengumuman berdirinja RPI itu tidak memperbaiki keadaan dan kedudukan pasukan² pemberontak. Djika ada perobahan, maka perobahan itu mendjurus kepada djurang jang lebih dalam. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Peristiwa itu tidak sedikit akibatnja kepada anggota pasukan pemberontak. Mereka mendjadi bertambah lemah dan memandang hari depan mereka sebagai suatu bajangan gelap jang penuh dengan kekalutan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Sementara itu kesatuan² patroli APRI terus-menerus menggasak kedudukan pasukan² pemberontak. Pertempuran ber- </div> <p align="right">61</p> </div><noinclude></noinclude> f8qfzc6tm9zh9o8cyvsgmjcippksidc Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/83 104 112328 311386 2026-08-12T00:30:33Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311386 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Uang Jepang itu sangat mengalutkan perekonomian rakyat. Sudah sampai temponya sekarang buat Pemerintah Republik mengambil tindakan mencegah merosotnya uang Jepang yang menaikkan harga barang itu dan memutusasakan Rakyat Jelata. Ada beberapa tindakan yang bisa diambil. Pertama Pemerintah Republik bisa mencetak uang baru. Kedua, prajurit pekerja dan perang bisa dikasih karcis sesudah menjalankan kewajibannya. Karcis itu dibolehkan dipakai di pasar dan di toko. Ketiga, pakai sistem rakyat jelata di zaman Jepang. Karena uang Jepang amat merosot, maka banyak rakyat di desa yang tak mau lagi menerima uang. Mereka tukarkan telur, ayam, atau kerbaunya dengan kain. Salah satu, dua, atau ketiganya sistem itu boleh dipakai. Tetapi boleh atau tidaknya dipakai, perkara sepenting itu, karena mengenai seluruh rakyat tak bisa diputuskan begitu saja. Lebih dahulu mesti diadakan perundingan yang masak di antara para wakil rakyat jelata. Di sini cuma bisa dimajukan dasar tindakan itu saja seperti di atas. Tetapi tindakan keuangan itu mesti lekas diambil supaya semua penceroboh itu mati kutu. Perlulah pula selekas mungkin diadakan hubungan dengan luar negeri! Maklumlah saudara artinya tindakan ini, andaikan kita sudah siap dengan rencana ekonomi berjuang. Makanan cukup buat rakyat dan prajurit, pakaian pun sudah mulai ditenun.Wanita sudah ikhlas mengerahkan tenaganya buat mengurus dapur umum dan palang merah. Perkakas tenun dengan tak berhentinya berputar oleh tangan wanita yang ingin menang, ingin merdeka. Pembagian makanan dan pakaian berlaku dengan tetap teratur diselenggarakan oleh laki-laki/perempuan tua dan muda dalam negeri. Di kaki dan pinggang gunung, ratusan malah ribuan pondok siap sedia buat menerima penduduk kota yang terpaksa menyingkirkan diri. Biarlah kaum imperialis membabi buta. Di udara dan laut mereka bisa menang. Semua kota besar mungkin mereka bisa duduki. Tetapi selama lembah, dataran, dan lereng gunung terus ditanami menurut rencana ekonomi yang teratur rapi, selama semangat rakyat seluruhnya masih bulat percaya pada Hak Kemerdekaannya, selama Tentara Rakyat masih pegang semangatnya yang menyala-nyala itu, Saudara sekalian, akhirnya musuh mesti akan bertekuk lutut dengan tiada perjanjian suatu apa. Sebelum imperialis itu meninggalkan<noinclude>{{rh|||83}}</noinclude> 80tlchpzmrvbjplrns82d4dftzygzqy Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/82 104 112329 311387 2026-08-12T00:31:57Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311387 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>DENMAS : Tak pula kurang pentingnya perkara rencana pakaian. Aku menyaksikan sendiri seorang pemuda remaja yang mendesak mengikut rombongan pergi menyerang. Pertama kusaksikan di Banten. Di sana kulihat seorang pemuda pergi menyerang ke Kebayoran. Kedua, pemuda lain yang “menyerbu” ke Surabaya. Mereka berangkat dengan tombak bambu dan golok saja. Tak pula mereka tadi memakai pakaian militer. Bahkan bajupun tak ada dipakainya. Tetapi mereka kembali ke desanya membawa beberapa pistol di pinggangnya dan tommy-gun di bahunya! SI PACUL : Bagaimana perasaan Denmas melihat pemuda semacam itu? Mereka itu satria unggul, bukan? DENMAS : Tetapi aku suka dan sedih! Suka karena belum pernah aku seumur hidup menyaksikan bakti kesatriaan bangsa Indonesia seperti sekarang. Sedih, melihat prajurit muda, gagah perkasa itu cuma memakai celana buntung tak bersepatu dan berbaju. Alangkah baiknya kalau diberi uniform, pakaian militer. Alangkah senang dan girang hatinya sendiri. Alangkah pula besarnya minat dan keinginan bertarung di antara teman sedesanya mereka itu, apalagi sesudah melihat temannya pulang membawa oleh-oleh perang, tanda kemenangan. Rasanya brosur ini sudah terlampau jauh melebihi brosur yang lain-lain. SI PACUL : Sebagai penutup ucapkanlah beberapa kalimat, Dam, sebagai simpulan yang penting. SI GODAM : Kita di masa penyerangan musuh sekarang dan di hari depan perlu mengadakan rencana. Bukan buat mengadakan perekonomian yang kuat-kokoh. Buat ini kita tak diberi kesempatan. Rencana Ekonomi kita ialah buat berjuang semata-mata. Berjuang mati-matian, karena maksud musuh sudah terang seperti cahaya matahari. Hendaknyalah dengan cepat tangkas kita mengadakan badan buat mengatur penghasilan dan pemakaian buat berjuang. Hasil itu mesti dicocokan dengan permintaan. Dalam pembagian hasil itu, sekarang uang Jepang itu masih dipakai. Tetapi cetakan uang itu sudah direbut Nica.<noinclude>{{rh|82}}</noinclude> p3usmkpb0fdwglhojkov5m82y1zrebu 311657 311387 2026-08-12T04:30:54Z Ibrohim tijani 26379 311657 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gap}}DENMAS : Tak pula kurang pentingnya perkara rencana pakaian. Aku menyaksikan sendiri seorang pemuda remaja yang mendesak mengikut rombongan pergi menyerang. Pertama kusaksikan di Banten. Di sana kulihat seorang pemuda pergi menyerang ke Kebayoran. Kedua, pemuda lain yang “menyerbu” ke Surabaya. Mereka berangkat dengan tombak bambu dan golok saja. Tak pula mereka tadi memakai pakaian militer. Bahkan bajupun tak ada dipakainya. Tetapi mereka kembali ke desanya membawa beberapa pistol di pinggangnya dan tommy-gun di bahunya! {{gap}}SI PACUL : Bagaimana perasaan Denmas melihat pemuda semacam itu? Mereka itu satria unggul, bukan? {{gap}}DENMAS : Tetapi aku suka dan sedih! Suka karena belum pernah aku seumur hidup menyaksikan bakti kesatriaan bangsa Indonesia seperti sekarang. Sedih, melihat prajurit muda, gagah perkasa itu cuma memakai celana buntung tak bersepatu dan berbaju. Alangkah baiknya kalau diberi uniform, pakaian militer. Alangkah senang dan girang hatinya sendiri. Alangkah pula besarnya minat dan keinginan bertarung di antara teman sedesanya mereka itu, apalagi sesudah melihat temannya pulang membawa oleh-oleh perang, tanda kemenangan. Rasanya brosur ini sudah terlampau jauh melebihi brosur yang lain-lain. {{gap}}SI PACUL : Sebagai penutup ucapkanlah beberapa kalimat, Dam, sebagai simpulan yang penting. {{gap}}SI GODAM : Kita di masa penyerangan musuh sekarang dan di hari depan perlu mengadakan rencana. Bukan buat mengadakan perekonomian yang kuat-kokoh. Buat ini kita tak diberi kesempatan. Rencana Ekonomi kita ialah buat berjuang semata-mata. Berjuang mati-matian, karena maksud musuh sudah terang seperti cahaya matahari. Hendaknyalah dengan cepat tangkas kita mengadakan badan buat mengatur penghasilan dan pemakaian buat berjuang. Hasil itu mesti dicocokan dengan permintaan. Dalam pembagian hasil itu, sekarang uang Jepang itu masih dipakai. Tetapi cetakan uang itu sudah direbut Nica.<noinclude>{{rh|82}}</noinclude> t8u71yvnlukv8k5ns7q2q8sg0snqlk4 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/11 104 112330 311388 2026-08-12T00:31:58Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311388 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{lerger|'''I. Kritik atas Kritik'''}}}} {{larger|'''A. KAPITALISME MERAMPOK'''}} SI PACUL : Kapan juga, Dam, kau mau membentangkan Rencana Ekonomi yang sudah kau janjikan itu? SI TOKE : Politik perjuangan, seperti kita perundingkan tempo hari, rasanya sudah meresap betul dalam pikiranku. Tetapi rasanya belum cukup kalau kita belum mempunyai RENCANA EKONOMI. Karena tindakan ekonomilah kelak yang akan menentukan kemakmuran rakyat dan keamanan republik kita. SI GODAM : Dari penjuru manapun juga kupandang, uraianku akan terlampau panjang. Jadi akan melewati maksudnya satu brosur. Menggampangkan mempopulerkan satu ilmu seperti Ekonomi rasanya di luar kesanggupanku. Kalau terlampau pendek tak akan cukup dimengerti atau salah dimengerti. Kalau terlampau panjang akan membosankan dan susah membulatkannya. Bukankah kita mau memberi sekadar pada Murba yang ingin tahu? MR. APAL : Tak perlu engkau membentangkan menurut sejarah Ilmu Ekonomi. Bentangkan sajalah perkara yang terpenting dalam ilmu ekonomi dan garis besar dalam Rencana Ekonomi buat Indonesia. DENMAS : Rencana Ekonomi yang sempurna saya pikir cuma bisa dijalankan dalam suasana aman-sentosa bagi Rakyat Indonesia. Seperti sudah pernah kau bilang, dalam suasana Merdeka 100%. Cukuplah sudah kalau kau bentangkan Rencana dalam keadaan sekarang dan bayangkan saja Rencana yang sempurna tadi. SI PACUL : Pendeknya bentangkan saja RENCANA EKONOMI BERJUANG.<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude> dn953nue8b3nxx84g9hgn4xu5rqspv6 311389 311388 2026-08-12T00:32:24Z Iripseudocorus 23824 311389 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{Larger|'''I. Kritik atas Kritik'''}}}} {{larger|'''A. KAPITALISME MERAMPOK'''}} SI PACUL : Kapan juga, Dam, kau mau membentangkan Rencana Ekonomi yang sudah kau janjikan itu? SI TOKE : Politik perjuangan, seperti kita perundingkan tempo hari, rasanya sudah meresap betul dalam pikiranku. Tetapi rasanya belum cukup kalau kita belum mempunyai RENCANA EKONOMI. Karena tindakan ekonomilah kelak yang akan menentukan kemakmuran rakyat dan keamanan republik kita. SI GODAM : Dari penjuru manapun juga kupandang, uraianku akan terlampau panjang. Jadi akan melewati maksudnya satu brosur. Menggampangkan mempopulerkan satu ilmu seperti Ekonomi rasanya di luar kesanggupanku. Kalau terlampau pendek tak akan cukup dimengerti atau salah dimengerti. Kalau terlampau panjang akan membosankan dan susah membulatkannya. Bukankah kita mau memberi sekadar pada Murba yang ingin tahu? MR. APAL : Tak perlu engkau membentangkan menurut sejarah Ilmu Ekonomi. Bentangkan sajalah perkara yang terpenting dalam ilmu ekonomi dan garis besar dalam Rencana Ekonomi buat Indonesia. DENMAS : Rencana Ekonomi yang sempurna saya pikir cuma bisa dijalankan dalam suasana aman-sentosa bagi Rakyat Indonesia. Seperti sudah pernah kau bilang, dalam suasana Merdeka 100%. Cukuplah sudah kalau kau bentangkan Rencana dalam keadaan sekarang dan bayangkan saja Rencana yang sempurna tadi. SI PACUL : Pendeknya bentangkan saja RENCANA EKONOMI BERJUANG.<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude> khsgsmg33mt99vaqnkf0s7xywowj5j7 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/81 104 112331 311390 2026-08-12T00:33:13Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311390 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>SI TOKE : Memang begitu, Dam! Indonesia ini bukan Jawa saja. Memang hubungan kita dengan seberang kini amat terganggu. Tetapi kalau maksud dan tujuan itu sama, persatuan dalam mengambil tindakan bisa didapat. Seberang seperti biasa siap setia akan mengikuti Jawa. DENMAS : Kalau kita dari awal Republik didirikan bisa sedikit saja memandang ke depan dan memegang teguh makna dan akibat kemerdekaan itu, maka kita tentu sudah mempunyai Rencana Ekonomi Berjuang itu. Dengan itu kita akan jaya menangkis serangan Inggris-Nica yang mesti datang menyerang kita. Saya bilang mesti, karena mengingat kebutuhan imperialisme Inggris-Belanda sesudah Perang Dunia ini dan mengingat pula sejarah imperialisme Inggris-Belanda dalam 350 tahun di belakang ini, di seluruh pelosok dunia.. SI PACUL : Memang pengharapan kosong itu terlampau banyak terselit dalam hati sanubari para pemimpin kita. Tak perlulah nama si pemimpin itu kita sebut. Kita cukup mengerti artinya persatuan di masa perang ini. Tetapi ingatlah saja perjanjian Inggris dengan para pemimpin kita di Surabaya dan Magelang. Berapa banyak korban mesti diberikan sesudah perjanjian itu, karena kita percaya pada suara merdu dan janji muluk para pejabat yang terdesak itu. MR. APAL : Memang aku setuju penuh dengan perkataanmu. Tetapi engkau sedikit sesat kepada simpang diplomasi. Baiklah kita kembali ke bagian ekonomi Rencana Ekonomi Berjuang itu. Tiadalah akan begitu besar penderitaan mereka yang mesti meninggalkan rumahnya di kota-kota dan lari tergesa-gesa ke desa-desa. Mereka akan bisa disambut dengan persediaan makanan dan pomondokan, walaupun amat sederhana sekali. Rakyat tak akan begitu kacau, kalut, dan prajurit kita tak akan begitu terganggu hatinya melihat rakyat dalam kesusahan itu. Lagipula jika ada persiapan di luar kota, maka rakyat dalam kota tak akan begitu berat hatinya meninggalkan rumah tangganya, tempatnya bernaung berbulan-bulan barangkali sudah bertahun-tahun.<noinclude>{{rh|||82}}</noinclude> gal0kxc0179v86h9heter5polhjbfsv 311656 311390 2026-08-12T04:30:19Z Ibrohim tijani 26379 311656 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gap}}SI TOKE : Memang begitu, Dam! Indonesia ini bukan Jawa saja. Memang hubungan kita dengan seberang kini amat terganggu. Tetapi kalau maksud dan tujuan itu sama, persatuan dalam mengambil tindakan bisa didapat. Seberang seperti biasa siap setia akan mengikuti Jawa. {{gap}}DENMAS : Kalau kita dari awal Republik didirikan bisa sedikit saja memandang ke depan dan memegang teguh makna dan akibat kemerdekaan itu, maka kita tentu sudah mempunyai Rencana Ekonomi Berjuang itu. Dengan itu kita akan jaya menangkis serangan Inggris-Nica yang mesti datang menyerang kita. Saya bilang mesti, karena mengingat kebutuhan imperialisme Inggris-Belanda sesudah Perang Dunia ini dan mengingat pula sejarah imperialisme Inggris-Belanda dalam 350 tahun di belakang ini, di seluruh pelosok dunia.. {{gap}}SI PACUL : Memang pengharapan kosong itu terlampau banyak terselit dalam hati sanubari para pemimpin kita. Tak perlulah nama si pemimpin itu kita sebut. Kita cukup mengerti artinya persatuan di masa perang ini. Tetapi ingatlah saja perjanjian Inggris dengan para pemimpin kita di Surabaya dan Magelang. Berapa banyak korban mesti diberikan sesudah perjanjian itu, karena kita percaya pada suara merdu dan janji muluk para pejabat yang terdesak itu. {{gap}}MR. APAL : Memang aku setuju penuh dengan perkataanmu. Tetapi engkau sedikit sesat kepada simpang diplomasi. Baiklah kita kembali ke bagian ekonomi Rencana Ekonomi Berjuang itu. Tiadalah akan begitu besar penderitaan mereka yang mesti meninggalkan rumahnya di kota-kota dan lari tergesa-gesa ke desa-desa. Mereka akan bisa disambut dengan persediaan makanan dan pomondokan, walaupun amat sederhana sekali. Rakyat tak akan begitu kacau, kalut, dan prajurit kita tak akan begitu terganggu hatinya melihat rakyat dalam kesusahan itu. Lagipula jika ada persiapan di luar kota, maka rakyat dalam kota tak akan begitu berat hatinya meninggalkan rumah tangganya, tempatnya bernaung berbulan-bulan barangkali sudah bertahun-tahun.<noinclude>{{rh|||82}}</noinclude> 1k0rya6vdyb3nalew56xpp9ewyh3gmr Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/12 104 112332 311391 2026-08-12T00:33:30Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311391 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SI GODAM : Walaupun Rencana Ekonomi Berjuang yang terutama akan kubentangkan, tetapi tak boleh lupa memberi contoh tentang kapitalisme dan sedikit kritik tentang kapitalisme itu. Bukankah sistem kapitalisme yang menindas kita selama ini dan yang mendorong kita berjuang? SI TOKE : Memang contoh yang tepat itu lekas dimengerti dan dipahamkan. Betul pula keburukan kapitalisme itu mesti dikupas habis-habis. SI GODAM : Kuambil contoh tambang arang di Bayah Banten Selatan, di masa Jepang dan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya. Di sini kita berjumpa kapitalisme yang benarbenar berdasarkan perampokan telanjang bulat. Marilah kita sebutkan lebih dahulu semua syarat produksi. Terutama ialah: # bumi dan iklimnya; ada atau tidaknya sungai danau atau laut buat lalu lintas, # pabrik, bengkel, kereta, kapal, gedung dll, # tenaga yang tukang atau tidak, kuat dan lemah, lakilaki dan perempuan. SI TOKE : Jadi dalam garis besarnya: l) alam, 2) tenaga, 3) perkakas atau mesin. SI GODAM : Benar, marilah kita periksa bagaimana berjalannya produksi itu sesudah tiga syarat itu ada. Si penghasil sesudah mengadakan hasil pertama menghitung harga hasil yang didapatnya, yakni hasil bulat. Kemudian dia hitung ongkos yang keluar. Harga hasil bulat dikurangi ongkos itulah untungnya. Seperti seorang berdagang, dia juga hitung kelebihan jualan dari pokok. SI TOKE : Cobalah kita hitung dahulu harga hasil sehari.<noinclude>{{rh|12}}</noinclude> tqgzyxbovi4lr8ryy1dzve1u9a2kj76 311606 311391 2026-08-12T03:01:34Z Iripseudocorus 23824 311606 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SI GODAM : Walaupun Rencana Ekonomi Berjuang yang terutama akan kubentangkan, tetapi tak boleh lupa memberi contoh tentang kapitalisme dan sedikit kritik tentang kapitalisme itu. Bukankah sistem kapitalisme yang menindas kita selama ini dan yang mendorong kita berjuang? SI TOKE : Memang contoh yang tepat itu lekas dimengerti dan dipahamkan. Betul pula keburukan kapitalisme itu mesti dikupas habis-habis. SI GODAM : Kuambil contoh tambang arang di Bayah Banten Selatan, di masa Jepang dan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya. Di sini kita berjumpa kapitalisme yang benarbenar berdasarkan perampokan telanjang bulat. Marilah kita sebutkan lebih dahulu semua syarat produksi. Terutama ialah: # bumi dan iklimnya; ada atau tidaknya sungai danau atau laut buat lalu lintas, # pabrik, bengkel, kereta, kapal, gedung dll, # tenaga yang tukang atau tidak, kuat dan lemah, lakilaki dan perempuan. SI TOKE : Jadi dalam garis besarnya: 1) alam, 2) tenaga, 3) perkakas atau mesin. SI GODAM : Benar, marilah kita periksa bagaimana berjalannya produksi itu sesudah tiga syarat itu ada. Si penghasil sesudah mengadakan hasil pertama menghitung harga hasil yang didapatnya, yakni hasil bulat. Kemudian dia hitung ongkos yang keluar. Harga hasil bulat dikurangi ongkos itulah untungnya. Seperti seorang berdagang, dia juga hitung kelebihan jualan dari pokok. SI TOKE : Cobalah kita hitung dahulu harga hasil sehari.<noinclude>{{rh|12}}</noinclude> tcr3ejfvarqfosuiqxkkm9ux9vjy7jh Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/80 104 112333 311392 2026-08-12T00:34:21Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311392 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>tenun dan membagikan hasilnya. 3. Mendirikan pondok di tempat aman sebagai persiapan buat penduduk kota. 4. Mengatur pertukaran barang. 5. Mempersiapkan hubungan dengan luar negeri. SI TOKE : Apakah tindakan yang pertama mesti diambil? SI PACUL : Saya pikir mengadakan l) Panitia menaksir, 2) Jabatan menjalankan taksiran atau Rencana, dan 3) Badan Penyelidik. SI GODAM : Tepat, Cul! Sebenarnya tak perlu saya uraikan lagi apa tindakan sesudah mengadakan Badan itu yang mesti diambil. Semuanya itu sudah terkandung dalam pasal rencana ekonomi sosialis tadi. Cukuplah di sini kalau disebutkan bahwa sesudah Badan Kekuasaan tadi dibentuk, maka hendaklah diadakan penaksiran itu selekas mungkin. SI TOKE : Sebenarnyalah mesti dicocokan semua hasil makanan, pakaian dan perkakas perumahan (di luar kota) serta keperluan buat Jawa seluruhnya dengan keperluan dan permintaan. Kalau ada kekurangan cobalah cari akal buat menambahnya. Barangkali kebun ini mesti ditanami ini dan pabrik ini mesti ditukar dengan pabrik itu. Sesudahnya adakanlah pendaftaran buat semua jenis pekerjaan, seperti pekerja besi, kain, kereta, tambang dll. Tiap-tiap jenis pekerja itu mesti dibagi pula menurut kepandaiannya. Di antara pekerja besi umpamanya berapa banyak tukang lebur, tukang las dsb. Baru kita mendapat pandangan tentang banyak dan kesanggupannya kaum pekerja kita. Apabila kita sudah mempunyai daftar yang sempurna, baru pula kita bisa mengerahkan prajurit pekerja kita yang perlu, kalau kita sudah mempunyai pendaftaran yang sempurna itu. SI GODAM : Kalau tindakan tersebut di atas sudah dijalankan di Jawa, sudah tentu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara akan mengikut. Sebab itu semua tindakan di Jawa itu mestinya tepat cepat.<noinclude>{{rh|80}}</noinclude> qjc2nqom1m39p13jmd83k8ype9w1i84 311655 311392 2026-08-12T04:29:48Z Ibrohim tijani 26379 311655 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>tenun dan membagikan hasilnya. 3. Mendirikan pondok di tempat aman sebagai persiapan buat penduduk kota. 4. Mengatur pertukaran barang. 5. Mempersiapkan hubungan dengan luar negeri. {{gap}}SI TOKE : Apakah tindakan yang pertama mesti diambil? {{gap}}SI PACUL : Saya pikir mengadakan l) Panitia menaksir, 2) Jabatan menjalankan taksiran atau Rencana, dan 3) Badan Penyelidik. {{gap}}SI GODAM : Tepat, Cul! Sebenarnya tak perlu saya uraikan lagi apa tindakan sesudah mengadakan Badan itu yang mesti diambil. Semuanya itu sudah terkandung dalam pasal rencana ekonomi sosialis tadi. Cukuplah di sini kalau disebutkan bahwa sesudah Badan Kekuasaan tadi dibentuk, maka hendaklah diadakan penaksiran itu selekas mungkin. {{gap}}SI TOKE : Sebenarnyalah mesti dicocokan semua hasil makanan, pakaian dan perkakas perumahan (di luar kota) serta keperluan buat Jawa seluruhnya dengan keperluan dan permintaan. Kalau ada kekurangan cobalah cari akal buat menambahnya. Barangkali kebun ini mesti ditanami ini dan pabrik ini mesti ditukar dengan pabrik itu. Sesudahnya adakanlah pendaftaran buat semua jenis pekerjaan, seperti pekerja besi, kain, kereta, tambang dll. Tiap-tiap jenis pekerja itu mesti dibagi pula menurut kepandaiannya. Di antara pekerja besi umpamanya berapa banyak tukang lebur, tukang las dsb. Baru kita mendapat pandangan tentang banyak dan kesanggupannya kaum pekerja kita. Apabila kita sudah mempunyai daftar yang sempurna, baru pula kita bisa mengerahkan prajurit pekerja kita yang perlu, kalau kita sudah mempunyai pendaftaran yang sempurna itu. {{gap}}SI GODAM : Kalau tindakan tersebut di atas sudah dijalankan di Jawa, sudah tentu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara akan mengikut. Sebab itu semua tindakan di Jawa itu mestinya tepat cepat.<noinclude>{{rh|80}}</noinclude> 70p9v2r6sj67c5ceqracg1x59iph8ln Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/13 104 112334 311393 2026-08-12T00:35:08Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311393 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SI GODAM : Sehari bisa dihasilkan pukul rata sedikitnya (menurut taksiran kasar) 100 ton arang. Harganya ditaksir murah sekali, ialah f 100,- satu ton (Nilai rupiah di masa itu lebih kurang cuma 1/10 harga rupiah sebelum Jepang). Jadi harga 100 ton arang itu ialah 100 x f 100,- = f 10.000, SI TOKE : Ongkos keluar berapa? Sewa tanah = f 0.00,- (Tanah-logam di Bayah umumnya tanah gedoran). Kelunturan mesin = f 0.00,- (Semua mesin ialah mesin gedoran). Bahan dipakai = f 0.00,- (Bahan di Bayah sebenamya tak ada. Kain mempunyai bahan berupa benang. Tetapi arang tak ada bahannya). Gaji = f 0.000, Romusha 10.000 x f 0,40 = f 4.000, JUMLAH ONGKOS = f 4.000, Jadi untung bersih saban hari f 10.000 - f 4.000 = f 6.000,Dipandang begitu untung Jepang satu hari adalah 1,5x dari pokok. Kalau dihitung menurut aturan biasa, yaitu untung satu tahun, maka untung kongsi Jepang di Bayah itu 365 x 150% = 54.750%. Ini bukan lagi untung, melainkan curian! Kongsi Jepang, BAJAH KOZAN SUMITOMO KABUSHIKI KAISHA itu bukan perusahaan lagi, melainkan perampokan. SI GODAM : Tunggu dulu, Kek! Aku cuma memberi gambaran saja. Perhitunganmu masih belum beres. Gaji yang f 4.000,- sehari tadi ialah kertas koran yang digedor oleh Tentara Tenno Heika di KOLF, Jakarta. Jadi harganya uang Jepang itu ialah harga kertas itu saja. Belum f 40,- lagi kalau diukur dengan mas umpamanya. Cuma harga mencapkan saja yang mesti<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude> 2o86k6xirzuu35yvor37zg3n9mtqbt3 311607 311393 2026-08-12T03:03:41Z Iripseudocorus 23824 311607 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SI GODAM : Sehari bisa dihasilkan pukul rata sedikitnya (menurut taksiran kasar) 100 ton arang. Harganya ditaksir murah sekali, ialah f 100,- satu ton (Nilai rupiah di masa itu lebih kurang cuma 1/10 harga rupiah sebelum Jepang). Jadi harga 100 ton arang itu ialah 100 x f 100,- = f 10.000,- SI TOKE : Ongkos keluar berapa? Sewa tanah = f 0.00,- (Tanah-logam di Bayah umumnya tanah gedoran). Kelunturan mesin = f 0.00,- (Semua mesin ialah mesin gedoran). Bahan dipakai = f 0.00,- (Bahan di Bayah sebenamya tak ada. Kain mempunyai bahan berupa benang. Tetapi arang tak ada bahannya). Gaji = f 0.000,- Romusha 10.000 x f 0,40 = f 4.000,- JUMLAH ONGKOS = f 4.000,- Jadi untung bersih saban hari f 10.000 - f 4.000 = f 6.000,- Dipandang begitu untung Jepang satu hari adalah 1,5x dari pokok. Kalau dihitung menurut aturan biasa, yaitu untung satu tahun, maka untung kongsi Jepang di Bayah itu 365 x 150% = 54.750%. Ini bukan lagi untung, melainkan curian! Kongsi Jepang, BAJAH KOZAN SUMITOMO KABUSHIKI KAISHA itu bukan perusahaan lagi, melainkan perampokan. SI GODAM : Tunggu dulu, Kek! Aku cuma memberi gambaran saja. Perhitunganmu masih belum beres. Gaji yang f 4.000,- sehari tadi ialah kertas koran yang digedor oleh Tentara Tenno Heika di KOLF, Jakarta. Jadi harganya uang Jepang itu ialah harga kertas itu saja. Belum f 40,- lagi kalau diukur dengan mas umpamanya. Cuma harga mencapkan saja yang mesti<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude> c7931wy0a7ca5ju5dcapz7adme667qc Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/79 104 112335 311394 2026-08-12T00:35:50Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311394 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>rebut prajurit yang mau maju ke garis depan, walaupun senjatanya serba kekurangan. 4. Keadaan internasional amat memuaskan. Belum pernah dunia internasional menaruh begitu banyak perhatian kepada persoalan kemerdekaan Indonesia daripada sekarang ini. Secara umum sehari demi sehari terdengar keras kian keras. Sebagian besar kaum buruh dan sebagian dari kaum liberal dunia semakin menentang imperialisme Inggris-Belanda dengan perkataan dan perbuatan. Semakin lama rakyat Indonesia berjuang semakin besar kemungkinan secara umum akan memaksa imperialis Inggris- Belanda menghentikan penyembelihan besar-besaran di Indonesia. SI TOKE : Jadi berhubung dengan 4 perkara itu muslihat apakah yang mesti dijalankan dan Rencana Ekonomi Berjuang manakah yang baik dipakai? SI GODAM : Terang muslihat berjuang yang baik ialah mundur maju, muslihat gerilya. Mundur kalau berjumpa dengan yang amat kuat. Maju dan terkam kalau musuh lengah dan kurang kuat. Ekonomi Berjuang ialah menghasilkan dan mengatur hasil buat perang lama. Ingatlah makin tahan lama perjuangan ini, makin baik buat kita. Buat musuh makin silau matanya menentang obor kebenaran, makin lemah urat syarafnya mendengarkan protes umum di dunia dan makin kosong kasnya buat melanjutkan penyerangan biadab ini. Akhirnya pemerintah ceroboh imperialis itu akan dijatuhkan oleh protes dan aksi umum yang ingin damai di dunia ini! SI TOKE : Apakah perkara ekonomi yang penting buat perang lama? SI GODAM : Buat rencana yang lebih lanjut periksalah semua syaratnya rencana ekonomi dalam pasal yang baru kita uraikan, yaitu Rencana Ekonomi Sosialis! Perkara yang menyolok mata di masa berjuang ini, ialah: l. Menambah makanan dan pembagian makanan. 2. Mendirikan perusahaan<noinclude>{{rh|||79}}</noinclude> ik8k75exupl0mcuxznpsvn5wto8wkw5 311654 311394 2026-08-12T04:28:13Z Ibrohim tijani 26379 311654 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>rebut prajurit yang mau maju ke garis depan, walaupun senjatanya serba kekurangan. {{gap}}4. Keadaan internasional amat memuaskan. Belum pernah dunia internasional menaruh begitu banyak perhatian kepada persoalan kemerdekaan Indonesia daripada sekarang ini. Secara umum sehari demi sehari terdengar keras kian keras. Sebagian besar kaum buruh dan sebagian dari kaum liberal dunia semakin menentang imperialisme Inggris-Belanda dengan perkataan dan perbuatan. Semakin lama rakyat Indonesia berjuang semakin besar kemungkinan secara umum akan memaksa imperialis Inggris- Belanda menghentikan penyembelihan besar-besaran di Indonesia. {{gap}}SI TOKE : Jadi berhubung dengan 4 perkara itu muslihat apakah yang mesti dijalankan dan Rencana Ekonomi Berjuang manakah yang baik dipakai? {{gap}}SI GODAM : Terang muslihat berjuang yang baik ialah mundur maju, muslihat gerilya. Mundur kalau berjumpa dengan yang amat kuat. Maju dan terkam kalau musuh lengah dan kurang kuat. Ekonomi Berjuang ialah menghasilkan dan mengatur hasil buat perang lama. Ingatlah makin tahan lama perjuangan ini, makin baik buat kita. Buat musuh makin silau matanya menentang obor kebenaran, makin lemah urat syarafnya mendengarkan protes umum di dunia dan makin kosong kasnya buat melanjutkan penyerangan biadab ini. Akhirnya pemerintah ceroboh imperialis itu akan dijatuhkan oleh protes dan aksi umum yang ingin damai di dunia ini! {{gap}}SI TOKE : Apakah perkara ekonomi yang penting buat perang lama? {{gap}}SI GODAM : Buat rencana yang lebih lanjut periksalah semua syaratnya rencana ekonomi dalam pasal yang baru kita uraikan, yaitu Rencana Ekonomi Sosialis! Perkara yang menyolok mata di masa berjuang ini, ialah: l. Menambah makanan dan pembagian makanan. 2. Mendirikan perusahaan<noinclude>{{rh|||79}}</noinclude> 38gfdm03dxyzlvv1r69ub42en8sy233 Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/33 104 112336 311395 2026-08-12T00:35:52Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311395 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> tukar mendjadi pengedjaran² jang siang malam dilantjarkan ber-ganti² oleh kesatuan demi kesatuan jang dikerahkan oleh APRI setjara teratur. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Desa Koto Hilalang terus-menerus pula dihudjani dengan tembakan meriam, bahkan kadang² sampai seratus kali dalam sehari. Ditanah merajap pasukan² tempur jang membangkitkan kepanikan disekitar desa itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Pasukan² pemberontak menghilang kedalam lembah dan hutan, bersembunji. Sebahagian diantaranja mengelipat kebukit Lasung, djaitu bukit jang mendjadi pagar lembah Katjukah. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dilereng bukit Lasung disebelah Selatan desa Koto Hilalang mereka dirikan tiga buah pondok jang letaknja ter-pentjar². Masing² pondok didiami oleh satu regu pasukan pemberontak bersendjata lengkap tapi kekurangan peluru. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Pada suatu malam, dibawah lindungan tjahaja bulan jang samar² disaput awan, bergeraklah satu kesatuan patroli APRI kearah Koto Hilalang. Mereka naik kedesa itu melalui batang Gagauan jang melintasi pinggir desa Koto Hilalang. Tudjuan kesatuan tempur ini ialah lereng bukit Lasung sebelah kanan lembah Katjukah. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Pasukan² pemberontak jang tinggal dipondok itu tidak jakin, bahwa malam itu akan terdjadi penjergapan. Mereka bernjanji bergembira sampai djauh malam, kemudian tertidur njenjak sekali. Dua orang diantaranja bertugas mengadakan pengawalan. Tapi jang berdua inipun tidak ber-hati² dan tidak mengira, bahwa mereka akan mengalami nasib buruk. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kesatuan APRI sudah mendekati pondok itu. Mereka segera membeku didalam semak, menunggu perintah dari komandan mereka. Sebahagian diantaranja, dengan melalui djalan lain, memulai gerakan pengepungan kepada dua buah pondok lainnja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Tapi rupanja, kedua orang pengawal pemberontak ini tiba² merasa tjuriga, karena dilihatnja ada jang ber-gerak² dalam </div> <p align="left">62</p> <div style="text-align: justify;"> belukar itu. Dengan pandangan jang awas, mereka memperhatikan dan turun ketanah sambil meniarap dan mengarahkan laras sendjata mereka kepada gerakan itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketika sang bulan muntjul dari balik tirai awan, kilas tjahaja-nja memantul pada topi-badja pasukan APRI itu dan pantulan ini segera memastikan, bahwa pondok mereka telah berada dalam kepungan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Mereka tidak sabar lagi, lalu segera berteriak serta melepaskan tembakan kedalam belukar itu. Tembakan ini membangunkan seluruh isi pondok itu. Mereka berlompatan keluar, tapi pada saat itu djuga hudjan peluru telah dituangkan kedjendela dan pintu dan seluruh bahagian pondok itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Selama setengah djam letusan tak henti²nja. Suaranja menggema sampai kelembah Katjukah, membangunkan orang² jang sedang tidur. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Teriakan dan pekikan jang dahsjat mengalun dari pondok itu, kemudian lenjap di-tengah² keluasan hutan. Letusan segera berhenti. Tembakan² tak kedengaran lagi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketika tjahaja fadjar pagi sudah samar² dilangit timur, pasukan APRI mendekati pondok itu. Ternjata seluruhnja telah mendjadi majat. Diantara isi pondok itu, hanja dua orang pengawal itu sadja jang dapat menyelamatkan diri. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Sendjata² pemberontak itu dipungut oleh APRI. Mereka menjaksikan korban jang djatuh jang terdiri dari anak² muda jang belum berpengalaman. Lantai pondok itu kujup oleh darah. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dua buah pondok lainnja bebas dari serangan, karena nasib baik telah menyelamatkan mereka. Ketika letusan telah terdengar, kesatuan² jang harus mengepung pondok jang dua itu masih dalam perdjalanan menudju pondok² itu. Dengan demikian, penghuni pondok itu sempat menyelamatkan diri, meluntjur kedalam lembah dan menghilang kutjar-katjir dimalam jang remang². </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Delapan orang anggota pasukan pemberontak tewas didalam pondok jang pertama. Mereka tidak sempat melakukan tem- </div> <p align="right">63</p> </div><noinclude></noinclude> auyslwouk7dmist5jf74wt3i0xiqzwa Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/14 104 112337 311396 2026-08-12T00:36:12Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311396 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>dihitung. Yang dinamai dekking (penutup kertas) itu, seperti bank biasa memang tak ada. Tetapi ongkos pencapnya pun dibayar dengan kertas pula. Beras yang dijualkan kepada romusha itupun beras gedoran. SI TOKE : Kalau semuanya itu digedor, bagaimana menghitungnya? Tenaga sendiripun tenaga gedoran. SI GODAM : Ringkasnya yang 100 ton arang itu diperoleh dengan makian “bagero” saja. Tanah digedor, mesin digedor, dan tenaga romusha pun digedor. SI PACUL : Benar katamu, kapitalisme yang dijalankan oleh Tentara Jepang dalam 3 tahun di Indonesia ialah Kapitalisme MERAMPOK melulu! Perhitungan untung 54.750% itu masih rendah sekali! Tak ada ukuran yang sebenarnya boleh dipakai, kalau semua syarat menghasilkan itu barang rampasan. Kalau pokok f 0.00 dan jumlahnya sehari f 10.000,-, dalam ilmu hitung persenannya boleh dikatakan tak berhingga. Boleh 1.000.000% atau lebih karena jualan mesti dibandingkan dengan pokok Jepang yang f 0.00 dan tenaganya si kapitalis Jepang yang keluar cuma tenaga menyemburkan "bagero" saja. SI TOKE : Sering juga dia bertenaga banyak! SI PACUL : Kapan umpamanya? SI TOKE : Umpamanya kalau dia sudah main tampar, atau asyik menyiksa seperti kucing menyiksa tikus. Si Kempetai sibuk mencari api pembakar mangsanya atau membanting dan menendang mangsanya sepuas-puasnya . MR. APAL : Betul sekali anak Dewa Turunan Ameterasu Omikami itu di sini merusak dan memusnahkan tenaga Indonesia. Jepang itu mau lekas kaya dengan tiada mempedulikan sumber kekayaan di Indonesia. Kita ingat pada cerita di sekolah rendah, cerita ayam bertelur emas. Si empunya ayam yang tak mempunyai kesabaran dan bodoh itu potong<noinclude>{{rh|14}}</noinclude> kbqgwm488pv4vc4m4tyobvcnk3wfpbq Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/15 104 112338 311397 2026-08-12T00:37:39Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311397 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>ayamnya supaya sekali lalu dia dapat semua emasnya. Tentulah akhirnya dia tak mendapatkan apa-apa. DENMAS : Dalam ekonomi yang betul-betul dijalankan buat kemakmuran Rakyat Murba, sudahlah tentu “tenaga” itu mesti dipelihara baik-baik. Sebisa mungkin ditambah nilainya dengan menambah kodrat dan sifat-baiknya. Dipelihara makan minumnya si pekerja, dipelihara rumah dan kesehatannya serta digembleng otak dan tenaganya. Dengan begitu tenaga itu naik banyak (quantiteit) dan sifatnya. Inilah yang memakmurkan Negara. SI TOKE : Tentulah sumber hasil yang lain-lain mestinya dipelihara pula. Bagaimana si Jepang membikin kurus sawah dan merusak mesin kereta dan auto tak perlu pula kita bicarakan di sini. Umur mesin yang sepatutnya sisa 10 tahun di tangan si Jepang tak sampai 5 tahun. SI PACUL : Semua mesin “bagus” yang bisa berumur panjang habis diangkut Jepang ke negerinya. Benarlah, dia menjalankan EKONOMI MERAMPOK. {{Larger|'''B. KRITIK MARX'''}} {{Larger|'''1. Timbulnya "Nilai-Lebih"'''}} SI TOKE : Saya juga sudah pernah baca, bahwa “untung” itu ialah “pencurian”. MR. APAL : Kalau saya tak salah lebih cari satu abad lampau Weitling, pujangga Jerman sudah menyatakan bahwa “untung” itu ialah bagian hasil yang dicuri si kapitalis dari buruhnya. DENMAS : Saya pun punya teman seorang jurnalis Tionghoa yang bilang bahwa pujangga Tionghoa Guru Kung, muridnya Guru Ming, katakan bahwa “untung” itu memang “pencurian”.<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude> hdchf06lhco8m60o0ff4fhfnt1e5721 311399 311397 2026-08-12T00:38:03Z Iripseudocorus 23824 311399 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>ayamnya supaya sekali lalu dia dapat semua emasnya. Tentulah akhirnya dia tak mendapatkan apa-apa. DENMAS : Dalam ekonomi yang betul-betul dijalankan buat kemakmuran Rakyat Murba, sudahlah tentu “tenaga” itu mesti dipelihara baik-baik. Sebisa mungkin ditambah nilainya dengan menambah kodrat dan sifat-baiknya. Dipelihara makan minumnya si pekerja, dipelihara rumah dan kesehatannya serta digembleng otak dan tenaganya. Dengan begitu tenaga itu naik banyak (quantiteit) dan sifatnya. Inilah yang memakmurkan Negara. SI TOKE : Tentulah sumber hasil yang lain-lain mestinya dipelihara pula. Bagaimana si Jepang membikin kurus sawah dan merusak mesin kereta dan auto tak perlu pula kita bicarakan di sini. Umur mesin yang sepatutnya sisa 10 tahun di tangan si Jepang tak sampai 5 tahun. SI PACUL : Semua mesin “bagus” yang bisa berumur panjang habis diangkut Jepang ke negerinya. Benarlah, dia menjalankan EKONOMI MERAMPOK. {{Larger|'''B. KRITIK MARX'''}} {{Larger|'''1. Timbulnya "Nilai-Lebih"'''}} SI TOKE : Saya juga sudah pernah baca, bahwa “untung” itu ialah “pencurian”. MR. APAL : Kalau saya tak salah lebih cari satu abad lampau Weitling, pujangga Jerman sudah menyatakan bahwa “untung” itu ialah bagian hasil yang dicuri si kapitalis dari buruhnya. DENMAS : Saya pun punya teman seorang jurnalis Tionghoa yang bilang bahwa pujangga Tionghoa Guru Kung, muridnya Guru Ming, katakan bahwa “untung” itu memang “pencurian”.<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude> 39ditab0cpxen3rgcs2ajx3cvk50l9s Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/34 104 112339 311398 2026-08-12T00:37:50Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311398 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> bakan balasan, karena ketika mereka mentjoba melompat keluar, hudjan peluru telah menjambar njawa mereka. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Besok siangnja, petjahlah berita jang mengerikan itu keseluruh desa Koto Hilalang dan Gantung Tjiri. Penghuni lembah Katjukah panik dan bingung. Mereka saling berpandangan dengan sinar mata penuh tanja. Penduduk Koto Hilalang hari itu beramai-ramai turun kekota, karena mereka tidak kuasa menerima bentjana sematjam itu. Dan desa itu se-akan² mendjadi desa jang diserang wabah, sepi dan mengerikan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Komandan pasukan jang mengalami nasib buruk itu marah bukan main. Anakbuahnja jang masih hidup, djuga berpanas hati. Mereka tidak rela menerima korban jang begitu banjak diantara kawan² mereka. Tapi jang mendjadi soal bukanlah tjara bagaimana seharusnja membalaskan sakit hati itu, bagaimana tjaranja melakukan serangan balasan kepos APRI, melainkan mereka mentjari kambing-hitam, djaitu orang jang disangka telah melakukan pengchianatan terhadap mereka. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kalau tidak ada musang berbulu ajam, — kata komandan pasukan itu, — masakan musuh bisa mengetahui dengan pasti asrama kita. Orang jang telah mengchianati kita itu, harus ditjari. Kalau ternjata, kita tidak segan² mengirimnja keachirat. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Utjapan komandan pasukan itu terdengar dengan lantangnja sampai kepada penghuni lembah Katjukah. Penghuni lembah sempit itu sudah tahu, bahwa diantara mereka disangka ada seseorang jang telah mengchianati pasukan itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Sesudah peristiwa itu orang² dari desa Kota Baru dan Selajo sudah agak ramai pula menjelundup kedaerah pemberontakan untuk mendjemput kaum-keluarga mereka. Mereka tahu, bahwa pihak APRI akan melantjarkan serangan terus-menerus dan akan memukul hantjur setiap kaum pemberontak. Penduduk desa² jang sudah dibebaskan oleh APRI itu sadar, bahwa bahaja maut sedang mengantjam famili mereka. Oleh sebab itu, mereka tjepat² berusaha se-keras²nja untuk dapat menghubungi keluarga mereka dan membawanja pulang kembali. </div> <p align="left">64</p> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ramainja lalu-lintas antara daerah jang dibebaskan APRI dengan hutan² daerah pemberontak, menimbulkan berbagai kemungkinan. Salah satu kemungkinan itu ialah, bahwa dichawatirkan ada orang² jang mengirimkan laporan² rahasia kepada APRI, menundjukkan tempat² jang didiami oleh pasukan pemberontak. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Siapakah orang jang di-tjari² itu ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dalam keadaan jang seperti ini, muntjullah Junus, seorang tokoh pemberontak jang hatinja gelap oleh perasaan tjuriga kepada hampir setiap orang, se-olah² pemberontakan jang didukungnja itu adalah sesuatu jang maha sutji. Ketjurigaannja jang sudah tumbuh terhadap Karnain semendjak dari Solok, kini hidup kembali. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Walaupun atas usaha Munandar untuk melindungi diri sahabatnja itu, Karnain sudah lama bertugas sebagai anggota kepolisian pemberontak, namun Junus tidak pernah pertjaja sungguh² kepadanja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Monjet tidak akan berobah mendjadi manusia, walaupun dia berpakaian serba hebat, — katanja pada dirinja. — Pengchianat akan tetap pengchianat, — begitulah pendiriannja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ia merasa dirinja sebagai seorang jang sutji, seorang jang diberi tugas oleh perdjuangan jang didukungnja dengan segala kehormatan atas dirinja. Ia merasa mempunjai kewadjiban sutji untuk menghantjurkan siapa jang dianggapnja tidak menjokong perdjuangan itu dengan ber-sungguh². Sikapnja jang fanatik terus bertumbuh melawan arus kenjataan jang sedang mengalir dihadapannja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Junus segera menemui komandan pasukan pemberontak itu. Kedatangannja memperlihatkan lagak jang di-sungguh²kan se-olah² peristiwa itu langsung mengenai dirinja. Ia turut aktif mentjari kambing-hitam jang akan dikorbankan untuk membalaskan sakit hati atas penumpasan itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dengan tjaranja jang litjik, Junus mempengaruhi komandan itu. Pengaruhnja tjepat diterima, karena komandan itu bukan- </div> <p align="right">65</p> </div><noinclude></noinclude> 88ygzxmbtr5ts8mucjf7a64qz72tlzi Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/35 104 112340 311400 2026-08-12T00:39:27Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311400 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> lah seorang jang terpeladjar dan berpengalaman luas. Ia mendjadi komandan, kebetulan karena keberaniannja jang hebat tanpa perhitungan. Ia pernah seperti seekor babi jang sedang luka, mengamuk dalam suatu pertempuran. Hanja itu sadja alasan, mengapa kemudian ia diangkat oleh kawan²nja mendjadi komandan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Aku pertjaja, — kata Junus mejakinkan komandan itu, — bahwa Karnainlah jang telah mengchianati pasukan kita. Kau tahu, dia adalah bekas Nica jang dulunja mengchianati perdjuangan Kemerdekaan dan berpihak kepada Belanda. Dan ia berada dihutan ini, adalah karena terpaksa. Akulah jang menjeretnja dari Solok, sehingga kemudian ia sampai di Koto Hilalang ini. Munandar telah melindungi laki² keparat itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tapi dia sudah bertugas dalam perdjuangan kita ini, — kata komandan itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kita tidak usah terlalu pertjaja, Itu hanja topeng sadja. Siapa tahu, barangkali dialah jang telah mengirimkan peta lengkap tempat persembunjian anakbuahmu, sehingga musuh dapat langsung ketempat itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Komandan itu masih ragu² untuk membenarkan tuduhan Junus. Tapi Junus terus melantjarkan pengaruhnja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ingatlah kepada pribahasa orang tua², — katanja melandjutkan. — Andjing akan tetap andjing, akan tetap makan tahi, walaupun ia diberi berantai emas. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Komandan itu mulai agak pertjaja, bahwa Karnain mungkin orang jang telah melakukan pengchianatan terhadap mereka. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Orang tidak mudah berobah, — kata Junus meneruskan. — Bagi manusia sematjam Karnain itu, tidak ada artinja perdjuangan kita ini, padahal kita telah membentengkan dada, memberikan korban djiwa dan harta kita. Aku sebenarnja sudah lama ingin melenjapkannja, tapi si Munandar itu selalu me-lindunginja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dapatkah kau membuktikan, bahwa dialah jang telah mengchianati kita ? </div> <p align="left">66</p> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Bukti ? O, kau rupanja masih berpikir seperti pada waktu keadaan normal. Siapa pula jang akan dapat memberikan bukti. Dia tentu melakukan pengchianatan itu dengan tjara ber-hati². Dan tidak mudah menundjukkan bukti terhadap perbuatan sematjam itu. Bukti satu²nja ialah : kejakinan. Kita harus jakin, bahwa dia seorang pengchianat, bahwa dia tetap tidak mendjetudjui perdjuangan kita. Kalau dia setia kepada perdjuangan ini, sudah tentu setjara langsung ia akan mengundurkan diri kehutan ketika musuh akan memasuki Solok. Tapi tidak ! Dia berada dihutan ini hanjalah karena terpaksa, karena takut, bukan karena sadar. Kiranja hal itu sudah tjukup sebagai bukti, ketjuali kalau kau relakan sadja kematian anakbuahmu jang begitu banjak. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Junus kini merasa, bahwa pengaruhnja mulai masuk dihati komandan itu. Dengan suara jang mengandung kegembiraan ia berkata : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Nah, kita harus bertindak tegas ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kalau kita mengambil tindakan kepadanja, djangan² Munandar akan membela, — kata komandan itu jang tampaknja masih agak ragu². </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apakah kau takut kepada Munandar ? Dia tidak bersendjata. Lagi pula, apakah tugasnja Munandar itu ? Lain tidak hanjalah mendjadi pengawal tjutju nenek Boge. Barangkali kalau gadis itu tidak ada, sudah lama Munandar masuk kota, menjerah ! Tapi karena ada jang akan digembalakannja, dia masih disini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Komandan itu mentjoba memikirkan, apakah kata² Junus itu mengandung kebenaran atau tidak. Tapi pikirannja tidak tjukup tadjam untuk memberikan pertimbangan atas persoalan itu. Ia mudah diombang-ambingkan. Dengan suara jang lebih tegas dan bersemangat, Junus berkata lagi : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apa djuga jang kau ragukan ? Kau tahu, aku tidak mempunjai permusuhan pribadi dengan dia. Aku tahu betul², bahwa djauh didalam hatinja, ia selalu berdoa supaja perdjuangan kita ini berachir dengan kekalahan. Apakah kita harus mem- </div> <p align="right">67</p> </div><noinclude></noinclude> 1akzpwpxxhkr9vf94c0cp8njkzg9t4n Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/16 104 112341 311401 2026-08-12T00:39:38Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311401 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>MR. APAL : Yang mengupas kapitalisme dan "untung" itu sebagai pencurian ialah seorang pujangga, ahli filsafat Jerman bernama Karl Marx. Orang bilang Marx mempelajari Ekonomi itu dalam tempo lebih kurang 20 tahun, di negara yang semasa hidupnya paling terkemuka dalam perindustrian, yakni Inggris. Marxlah yang mengupas kapitalisme itu secara ilmu selama ia hidup sebagai pelarian politik di Inggris itu. SI TOKE: Kami persilahkan Mr. Apal memberi penerangan tentang kupasan Karl Marx itu secara populer. MR. APAL : Secara populer, terus terang kubilang aku kurang sanggup. Biarlah Godam saja menerangkan. SI PACUL : Memang Godamlah yang sehari-harinya bergaul dengan Pekerja Murba dan guru kursus buat mereka. Lebih pada tempatnyalah kalau Godam yang memberikan kupasan itu. SI GODAM : Tetapi saudara sekalian di sini bukan pekerja murba! SI TOKE : Benar, tetapi kami juga sanggup, dan di masa pekerja murba masih serba kekurangan tenaga seperti sekarang, kami wajib memberi penerangan pula pada pekerja murba. Isi yang patut diterangkan dan caranya menerangkan, tentulah kau lebih paham, Dam! SI GODAM: Karl Marx ialah bapak dari satu teori, satu paham yang masyhur di dunia ekonomi dengan nama "Nilai-Lebih Dalam bahasa Jermannya ialah Mehrwert; Inggrisnya Surplus-Value. Maafkan saja kalau saya terjemahkan dengan "Nilai-Lebih", Marx mengupas timbul, ada, dan tumbangnya "Nilai-Lebih" tadi dalam tiga buku tebal yang masyhur di dunia bernama Das Kapital. Benar tidak semuanya Marx yang menulisnya, karena dia meninggal dunia sebelum Das Kapital itu rampung. Teman sepembangunnyalah, bernama Frederich Engels yang meneruskan pekerjaan raksasa itu. Tentulah Engels<noinclude>{{rh|16}}</noinclude> pqmij6i2kys0urpcrrheigt8ae5rv5m 311609 311401 2026-08-12T03:08:45Z Iripseudocorus 23824 311609 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>MR. APAL : Yang mengupas kapitalisme dan "untung" itu sebagai pencurian ialah seorang pujangga, ahli filsafat Jerman bernama Karl Marx. Orang bilang Marx mempelajari Ekonomi itu dalam tempo lebih kurang 20 tahun, di negara yang semasa hidupnya paling terkemuka dalam perindustrian, yakni Inggris. Marxlah yang mengupas kapitalisme itu secara ilmu selama ia hidup sebagai pelarian politik di Inggris itu. SI TOKE: Kami persilahkan Mr. Apal memberi penerangan tentang kupasan Karl Marx itu secara populer. MR. APAL : Secara populer, terus terang kubilang aku kurang sanggup. Biarlah Godam saja menerangkan. SI PACUL : Memang Godamlah yang sehari-harinya bergaul dengan Pekerja Murba dan guru kursus buat mereka. Lebih pada tempatnyalah kalau Godam yang memberikan kupasan itu. SI GODAM : Tetapi saudara sekalian di sini bukan pekerja murba! SI TOKE : Benar, tetapi kami juga sanggup, dan di masa pekerja murba masih serba kekurangan tenaga seperti sekarang, kami wajib memberi penerangan pula pada pekerja murba. Isi yang patut diterangkan dan caranya menerangkan, tentulah kau lebih paham, Dam! SI GODAM: Karl Marx ialah bapak dari satu teori, satu paham yang masyhur di dunia ekonomi dengan nama “Nilai-Lebih” Dalam bahasa Jermannya ialah Mehrwert; Inggrisnya Surplus-Value. Maafkan saja kalau saya terjemahkan dengan “Nilai-Lebih”, Marx mengupas timbul, ada, dan tumbangnya “Nilai-Lebih” tadi dalam tiga buku tebal yang masyhur di dunia bernama Das Kapital. Benar tidak semuanya Marx yang menulisnya, karena dia meninggal dunia sebelum Das Kapital itu rampung. Teman sepembangunnyalah, bernama Frederich Engels yang meneruskan pekerjaan raksasa itu. Tentulah Engels<noinclude>{{rh|16}}</noinclude> qx0votuj0htg8y7ewtfxbti7217rxpa Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/78 104 112342 311402 2026-08-12T00:40:37Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311402 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>saja. Karena perkara ini langsung bersangkutan dengan pasal Rencana Ekonomi Berjuang. SI PACUL : Jadi berhubung dengan Rencana Ekonomi Berjuang ini menurut pikiranmu ada beberapa perkara yang menguntungkan kita. Cobalah sebutkan atau uraikan pula perkara itu panjang lebar. SI GODAM : Belumlah sampai temponya buat menguraikan perkara itu panjang lebar. Baiklah disebutkan saja semuanya itu. Kalau perlu di sana-sini kutambah ssdikit penerangan. SI TOKE : Mulailah, Dam! SI GODAM : Semuanya ada empat perkara yang nyata menguntungkan kita. Makin tahan lama kita berjuang, makin nyata pula keuntungannya. Perkara itu: l. Iklim. Lantaran tak ada musim dingin di Indonesia, tanaman tumbuh 12 bulan setahun, sedangkan di negara dingin cuma 6 bulan. Makanan mudah disiapkan, direncanakan, dan pakaian cuma sedikit yang kita perlukan. Di pinggir-pinggir atau pinggang gunung kita bisa hidup dalam pondok kecil meneruskan perjuangan, menghindarkan pesawat udara. 2. Penduduk Indonesia amat banyak. Buat di belakang dan di depan medan peperangan lebih dari cukup banyaknya prajurit. Kalau dari rakyat yang 70 juta itu diambil 10% orang terkuat saja, kita bisa mendapatkan 7 juta prajurit buat garis depan. Yang 7 juta lagi buat garis belakang. Belum lagi terhitung kaum wanita yang amat penting buat perjuangan ini. 3. Moral prajurit amat menggembirakan. Semangat buat membela kemerdekaan dan keikhlasan berkorban buat kemerdekaan belum pernah ternyata dan umum seperti sekarang. Lebih susah buat seseorang pemimpin perang menahan prajuritnya bertarung daripada menyuruhnya bertarung. Berebut-<noinclude>{{rh|78}}</noinclude> b2gezcss64keceaiu5e107ew0iny198 311653 311402 2026-08-12T04:27:44Z Ibrohim tijani 26379 311653 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>saja. Karena perkara ini langsung bersangkutan dengan pasal Rencana Ekonomi Berjuang. {{gap}}SI PACUL : Jadi berhubung dengan Rencana Ekonomi Berjuang ini menurut pikiranmu ada beberapa perkara yang menguntungkan kita. Cobalah sebutkan atau uraikan pula perkara itu panjang lebar. {{gap}}SI GODAM : Belumlah sampai temponya buat menguraikan perkara itu panjang lebar. Baiklah disebutkan saja semuanya itu. Kalau perlu di sana-sini kutambah ssdikit penerangan. {{gap}}SI TOKE : Mulailah, Dam! {{gap}}SI GODAM : Semuanya ada empat perkara yang nyata menguntungkan kita. Makin tahan lama kita berjuang, makin nyata pula keuntungannya. Perkara itu: {{gap}}l. Iklim. Lantaran tak ada musim dingin di Indonesia, tanaman tumbuh 12 bulan setahun, sedangkan di negara dingin cuma 6 bulan. Makanan mudah disiapkan, direncanakan, dan pakaian cuma sedikit yang kita perlukan. Di pinggir-pinggir atau pinggang gunung kita bisa hidup dalam pondok kecil meneruskan perjuangan, menghindarkan pesawat udara. {{gap}}2. Penduduk Indonesia amat banyak. Buat di belakang dan di depan medan peperangan lebih dari cukup banyaknya prajurit. Kalau dari rakyat yang 70 juta itu diambil 10% orang terkuat saja, kita bisa mendapatkan 7 juta prajurit buat garis depan. Yang 7 juta lagi buat garis belakang. Belum lagi terhitung kaum wanita yang amat penting buat perjuangan ini. {{gap}}3. Moral prajurit amat menggembirakan. Semangat buat membela kemerdekaan dan keikhlasan berkorban buat kemerdekaan belum pernah ternyata dan umum seperti sekarang. Lebih susah buat seseorang pemimpin perang menahan prajuritnya bertarung daripada menyuruhnya bertarung. Berebut-<noinclude>{{rh|78}}</noinclude> 4tycdtfdbxhqija5fxclkedmtv64sud Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/17 104 112343 311403 2026-08-12T00:40:50Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311403 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>meneruskannya dalam semangat teman sepembangunnya itu pula. SI PACUL : Jadi kepada dua Bapak Proletar inilah sebenarnya dunia-proletar seharusnya berterima kasih. Marilah kita mengheningkan cipta buat arwah dua Maha Guru itu! SI TOKE: Engkau masih ketinggalan semangatnya Pemuda Tenno pemuja arwah di Cureido Jakarta dan Kuil Ise di Tok dan Kuil Yasukuni Jinja tempat arwah serdadu Tenno Heika bersemayam, bersuka-ria! SI GODAM: Memang Marx Engels tak meminta, malah tak mengizinkan kita sesama manusia memuja mereka. Mereka lebih berbesar hati kalau teori mereka diterjemahkan dengan sebaiknya, ialah menurut tempat dan menurut tempo. Mereka menghendaki supaya teori mereka menjadi pahamnya Pekerja Murba di seluruh dunia! SI PACUL : Sesungguhnyalah rasa menghormati dan cinta itu ada pada saya. Saya pikir juga ada pada kebanyakan orang. Tetapi kalau tak baik caranya menghormat seperti yang saya majukan di atas bagaimana; kita menunjukkan rasa hormat, penghargaan dan cinta kita kepada pemimpin proletar yang mempergunakan semua tempo, tenaga, dan jiwanya buat kelas proletar itu, puluhan tahun lamanya? SI GODAM : Ada jalan, Cul! Pertama sesudah kelak teori Marx diuji dan dipahamkan, laksanakanlah paham itu serajin-rajinnya dan sejujur-jujurnya terutama di antara kelasmu sendiri, kelas proletar tanah. Kedua, buat menerangkan "Nilai- Lebih" tadi akan kuambil contoh yang diberikan oleh Marx sendiri dalam bukunya Das Kapital tadi. Contoh itu masih bisa dimengerti dan dipakai. Dengan begitu kita panggil kembali Karl Marx di depan pikiran kita! SI PACUL : Ya, benar, itulah cara yang sebaik-baiknya buat menghormati guru itu. Mulailah, Dam! Terangkan dari mana<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude> ojyw1jcd4l496chhx6jv6tnec28a5gk 311610 311403 2026-08-12T03:10:43Z Iripseudocorus 23824 311610 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>meneruskannya dalam semangat teman sepembangunnya itu pula. SI PACUL : Jadi kepada dua Bapak Proletar inilah sebenarnya dunia-proletar seharusnya berterima kasih. Marilah kita mengheningkan cipta buat arwah dua Maha Guru itu! SI TOKE : Engkau masih ketinggalan semangatnya Pemuda Tenno pemuja arwah di Cureido Jakarta dan Kuil Ise di Tok dan Kuil Yasukuni Jinja tempat arwah serdadu Tenno Heika bersemayam, bersuka-ria! SI GODAM : Memang Marx Engels tak meminta, malah tak mengizinkan kita sesama manusia memuja mereka. Mereka lebih berbesar hati kalau teori mereka diterjemahkan dengan sebaiknya, ialah menurut tempat dan menurut tempo. Mereka menghendaki supaya teori mereka menjadi pahamnya Pekerja Murba di seluruh dunia! SI PACUL : Sesungguhnyalah rasa menghormati dan cinta itu ada pada saya. Saya pikir juga ada pada kebanyakan orang. Tetapi kalau tak baik caranya menghormat seperti yang saya majukan di atas bagaimana; kita menunjukkan rasa hormat, penghargaan dan cinta kita kepada pemimpin proletar yang mempergunakan semua tempo, tenaga, dan jiwanya buat kelas proletar itu, puluhan tahun lamanya? SI GODAM : Ada jalan, Cul! Pertama sesudah kelak teori Marx diuji dan dipahamkan, laksanakanlah paham itu serajin-rajinnya dan sejujur-jujurnya terutama di antara kelasmu sendiri, kelas proletar tanah. Kedua, buat menerangkan “Nilai- Lebih” tadi akan kuambil contoh yang diberikan oleh Marx sendiri dalam bukunya Das Kapital tadi. Contoh itu masih bisa dimengerti dan dipakai. Dengan begitu kita panggil kembali Karl Marx di depan pikiran kita! SI PACUL : Ya, benar, itulah cara yang sebaik-baiknya buat menghormati guru itu. Mulailah, Dam! Terangkan dari mana<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude> 89l7mfamlgy54ffn9fbhqr86z4prmly Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/36 104 112344 311404 2026-08-12T00:41:04Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311404 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> biarkan orang seperti dia ? Kalau kau takut, biarlah aku jang mempertanggungdjawabkannja nanti dimuka Tuhan, kalau sekiranja mengambil tindakan terhadap orang jang sematjam itu merupakan suatu dosa. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Aku tidak ragu, — djawab komandan itu. — Tapi rasanja tidak pernah sepatah katapun jang keluar dari mulutnja jang bersifat memusuhi perdjuangan kita. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kau terlalu lembek berpikir. Itulah tokoh seorang jang bermuka dua. Dia pasti kelihatan lebih bersemangat dari orang² jang benar² mendukung perdjuangan kita ini. Maling akan lebih alim sikapnja dari ulama sekalipun, supaja kedoknja tidak terbuka. Bertindaklah setjara tegas, ketjuali kalau kau mau seluruh anak buahmu mati konjol. Melenjapkan seorang pengchianat, lebih besar artinja daripada menghantjurkan sebuah bataljon musuh, pertjajalah ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketika Junus melihat pada air-muka komandan itu, bahwa kata²nja mulai menjelusup kedalam perhatiannja, Junus meneruskan : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kesalahan kita selama ini ialah, bahwa kita selalu lalai. Kadang² kita membiarkan dengan sadar musuh² kita berkeliaran mentjari keterangan² tentang kekuatan dan tempat persembunjian kita. Kita tidak tjukup unggul dalam menghadapi mata² musuh. Kau tentu tahu, bahwa baru² ini didesa Paninggahan, duabelas orang anggota pasukan kita telah mati. Semua sendjatanja djatuh ketangan musuh. Sekarang aku ingin bertanja. Apakah sebabnja maka semuanja ini bisa terdjadi ? Kenapa musuh sampai berhasil mengetahui tempat pasukan kita itu, padahal letaknja djauh dipuntjak bukit ? Djalan kesana begitu sukar, tapi toh dengan gampang ditjapai oleh musuh bahkan ditengah malam buta ? Siapa jang menundjukkan semuanja ini kalau bukan orang² jang berchianat kepada kita ? Sesudah peristiwa itu, menjusul peristiwa di Udjung Ladang. Tiga orang anggota pasukan kita mati disana. Sebuah senapan mesin anti pesawat udara djatuh ketangan musuh. Mengapa mereka sampai begitu sukses ? Lain tidak ialah, </div> <p align="left">68</p> <div style="text-align: justify;"> karena petundjuk² jang lengkap dari kakitangan mereka, djaïtu orang² jang membentji perdjuangan kita, tapi djustru hidup di-tengah² kita. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tidakkah kau merasa bertanggung-djawab untuk menjelamatkan anak buahmu jang masih hidup dan membalaskan dendam atas kematian mereka jang malang itu ? Djika tidak ........., ja, dengan segala senang hati aku akan meninggalkan tempat ini. Tapi djika kau merasa bertanggung-djawab, aku akan membantumu sekuat tenaga. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Komandan pasukan itu achirnja tunduk kepada kemauan Junus. Junus adalah seorang jang pandai menghadapi orang² jang harus dipengaruhinja. Tjaranja ber-kata², lengkap dengan gaja dan suara jang tinggi kadang² rendah, mejakinkan komandan itu. Komandan itu mulai berpendapat, bahwa kematian anakbuahnja jang delapan orang itu, tentulah karena pengchianatan. Dan pengchianatan itu dilakukan oleh orang² jang berada disekitar Koto Hilalang. Dan orang itu ialah Karnain. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dengan perasaan puas, Junus meninggalkan komandan itu setelah komandan itu mengatakan, bahwa ia akan segera mengambil tindakan terhadap orang jang ditjurigai itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Junus kembali kelembah Katjukah. Ia lewat dimuka pondok nenek Boge untuk mengetahui, apakah Karnain dan Munandar masih berada dipondok itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kebetulan sekali, karena Munandar dan Karnain sedang duduk² dimuka pondok itu bersama nenek Boge. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Selamat sore ! — kata Junus menegur mereka. Suaranja kedengaran agak di-manis²kan dan diiringi senjum hambar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — O, selamat sore ! Datang dari mana, — kata Munandar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dari tempat kawan ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Mampirlah dulu, — teriak nenek Boge. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Terimakasih nek, karena aku agak terburu. Ada urusan penting ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Urusan ! ? Apakah hanja kau sadja jang punja urusan penting dalam perdjuangan ini ? Kau sangka perang ini akan </div> <p align="right">69</p> </div><noinclude></noinclude> c0j1aukpgvhrmko81hy3ra9dzyxxdkh Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/37 104 112345 311405 2026-08-12T00:42:38Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311405 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> dapat kau memangkan seorang diri ? Kalau besok aku pulang kekota, PRRI pasti akan kalah, — kata nenek Boge berkelakar diiringi ketawa lebar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Junus tersenjum pahit mendengarkan utjapan nenek Boge. Ia menahan perasaannja sambil memandang aneh kepada Karnain, orang jang hendak didjadikannja mangsa. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Karnain membalas senjuman itu, tapi sesuatu jang gandjil dirasakannja pada sinar mata Junus jang tadjam itu. Ia agak sedikit gugup. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Mampirlah dulu, bung Junus, — tegur Karnain menghilangkan kegugupannja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Terimakasih sadjalah. Lain kali aku akan mampir, — djawab Junus. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Lelaki itu meneruskan perdjalanannja, meunuruni lereng dan lenjap diantara semak-belukar jang tebal. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Agak lain agaknja kini, — kata Karnain kepada Munandar setelah Junus tidak kelihatan lagi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dia 'kan biasa begitu. Dia menjangka, bahwa perdjuangan ini adalah miliknja. Kau 'kan sudah tahu siapa Junus. Apa pula jang diherankan, — kata Munandar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Perasaanku mendjadi terganggu melihat gelagatnja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kau ini terlalu pengetjut, — sela nenek Boge. — Apa pula jang kau takutkan kepadanja. Dia 'kan tidak punja sendjata. Kau bisa memindjam sendjata pada komandanmu. Kalau dia mengganggu, tembak sadja, habis perkara. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Biasanja aku tidak merasa apa² bertemu dengan Junus. Tapi kali ini agak lain perasaanku. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Perasaan tidak dapat dipertjaja, — kata Munandar me-mbantah. — Banjak jang kita rasakan, tapi tidak semua perasaan kita itu benar. Kau tak usah takut kepadanja, tapi tidak ada salahnja kalau kita selalu ber-hati². </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Perasaanku bukan tidak beralasan, — kata Karnain. — Kau tentu sudah mendengar dari mulut-kemulut bahwa komandan pasukan jang dibukit Lasung itu telah melemparkan </div> <p align="left">70</p> <div style="text-align: justify;"> utjapan, bahwa kematian anakbuahnja jang delapan orang itu adalah akibat pengchianatan dari dalam. Ia tjuriga kepada kita disini, se-olah² ada diantara kita jang telah melaporkan dengan terperintji dimana pasukan itu bersembunji. Djangan² Junus tjampur-tangan dalam soal ini untuk menghasut komandan itu, se-olah² akulah jang telah melakukan pengchianatan itu, karena dia memang tidak merasa senang terhadap diriku semendjak dari Solok dulu. Perasaan bentjinja kemudian bertambah hebat ketika kau turun tangan melindungiku. Ia tetap menganggapku sebagai seorang pengchianat, karena dulu aku pernah bekerdja dengan Nica. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar dan nenek Boge kini dapat memahami ketakutan jang tumbuh dihati Karnain. Sementara itu Karnain meneruskan : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Komandan polisi dimana aku menggabung, djuga pernah dihasutnja, hingga komandan itu mula² agak ber-hati² kepadaku. Beberapa kali aku sudah diudjinja, ditjobainja. Kalau aku diizinkan memakai sendjata, pastilah ada anggota kepolisian lainnja jang membuntutiku setjara rahasia. Maksudnja ialah : kalau aku lari kedaerah APRI, aku akan ditembak dari belakang. Tapi untunglah aku tidak pernah berniat demikian, karena aku tahu kesulitan apa jang akan menimpa dirimu, apabila aku bertindak nekat. Kedjudjuran persahabatan kita melarangku berbuat pekerdjaan jang sematjam itu. Dan achirnja, komandanku itu pertjaja kepadaku. Ketjurigaannja hilang, lebih² setelah setjara langsung aku mendjaminkan kepadanja, bahwa aku tidak akan mengchianatinja. Komandan itupun kemudian terbuka hatinja. Dia mentjeritakan kepadaku, bagai mana Junus menghasutnja supaja djangan mempertjajaiku. Sjukurlah komandan itu tidak mudah dihasut begitu sadja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kalau begitu komandanmu itu sudah tahu, bahwa Junus bentji kepadamu ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Sudah ! Sudah lama ia tahu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ku rasa, — kata Munandar seterusnja, — ada baiknja kalau kau datang kembali kepada komandanmu itu. Tjerita- </div> <p align="right">71</p> </div><noinclude></noinclude> ol1h8y6ynlqk49zq1z6m3ndnnv664ke Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/19 104 112346 311406 2026-08-12T00:43:58Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311406 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>benang umpamanya, seperti kaumnya kapitalis benang tadi juga, bahkan seperti dirinya sendiri. Dia sendiri biasa jadi kapitalis kain yang memakai benang sebagai bahan. Kalau dia ambil untung lebih dari dirinya sendiri itu, pada satu pihak, maka ini berarti ia merugikan dirinya sendiri pada lain pihak. Ini mesti dimengerti, Kek! SI TOKE : Aku belum mengerti, Dam! SI GODAM : Umpamanya si Kapitalis Benang kita tadi mempunyai dua kas. Kas yang kesatu berisi 37½ sen saja. Kas kedua 75 sen. Jumlah uangnya 112½ sen. Sekarang kas kesatu bukan berisi uang 37½ sen lagi, melainkan diisi dengan benang senilai 37½ sen. Yang 37½ sen tadi menjelma menjadi benang 1 kg. Jumlah nilainya kedua kas tadi bukanlah tetap 112½ sen? Seandainya benang 1 kg dari kas kesatu tadi dia tukarkan dengan kas kedua ialah 75 sen tadi. Jadi sekarang benang senilai 37½ sen bertukar tempat. Benang itu sekarang berada di kas kedua yang dahulu berisi uang 75 sen. Dan uang 75 sen sekarang pindah ke kas kesatu. Jumlah nilainya benang dan uang bukanlah tetap 112½ sen? SI TOKE : Memang jumlah nilainya tetap 112 sen. Cuma tempatnya benang 1 kg dan uang 75 sen yang bertukar. SI GODAM : Andaikan sekarang kas kedua berisi 75 sen bukan kepunyaan satu orang. Dia kepunyaan kapitalis lain, tetapi kapitalis juga. Jadi jumlah nilai pada dua orang kapitalis itu bukanlah tetap 112½ sen juga? Jadi kalau nilai 37½ sen itu dilipat dua bukankah ini berarti dia merugikan diri sendiri atau kelasnya sendiri? Di sinilah terselipnya peraturan (kesolideran) para kapitalis sebagai kelas. Merugikan seorang kapitalis lain berarti merugikan dirinya sendiri sebagai seseorang dari kelas kapitalis pula. SI TOKE : Terlampau panjang aku mengambil tempo. Tetapi hal ini mesti terang betul buat kami. Sekarang barulah terang betul buat saya, bahwa dengan jalan menukar kapas memakai<noinclude>{{rh|||19}}</noinclude> 01laplp1addk3cneu10p51xonr40zaa Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/20 104 112347 311407 2026-08-12T00:44:58Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311407 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>tenaga dan mesin begitu saja tak menimbulkan “untung”. Jadi dari mana mestinya timbul untung itu? SI GODAM : Sekarang begini Kek! Si Buruh yang karena tak berpabrik, bermesin, atau berpacul itu, pendeknya Si Proletar, Si Tak Berpunya itu bukankah terpaksa menyerahkan, mempersekotkan, tenaganya kepada si kapitalis yang punya mesin? SI TOKE : Benar, karena dia tak punya perkakas lagi seperti di zaman lampau. Dia sudah di-“merdeka”-kan oleh Pemberontakan Borjuis dari perkakasnya. Yang ada padanya sekarang hanyalah “tenaganya” saja yang dia peroleh dari Alam dari ibu-bapaknya. SI GODAM : Benar, dengan harga 75 sen inilah yang dinamai upah Kek! Sekarang dia akan dibeli buat kerja sehari ialah 24 jam. Tadi kita andaikan dia bekerja cuma 6 jam saja sehari. 18 jam dia bebas! Sekarang si kapitalis merasa keberatan melihat dia bebas selama itu. Si kapitalis kerjakan si buruh, yang sudah mempersekotkan tenaganya, mengkontrakkan tenaganya itu, bukan 6 jam, melainkan umpamanya 12 jam! Apakah hasilnya? SI TOKE : Ingin juga aku mau tahu, hasil 12 jam kerja itu dengan bayaran 75 sen sehari, karena dia dibayar buat satu hari. SI GODAM : Perhatikan sulapan kapitalis, Kek! Tenaga itu sekarang bukan seperti mesin lagi melainkan menjelma menjadi barang yang bisa menyulapkan hasil yang dikehendaki si kapitalis. SI PACUL : Sekarang engkau Dam, yang berlaku seperti tukang sulap yang membikin kami bingung! Cobalah beri perhitungan bagaimana si kapitalis menimbulkan Nilai-Lebih tadi!<noinclude>{{rh|20}}</noinclude> 8lo113zeiohf9mw8wu1twu3laul3lcq Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/22 104 112348 311408 2026-08-12T00:46:31Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311408 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SI TOKE : Bagaimana mesin? Bukankah mesin mengambil bagian pula dalam Nilai-Lebih tadi. Apakah artinya kelunturan mesin yang masuk perhitungan di atas? SI GODAM : Mesin itu asalnya bermula dari “tenaga” juga bukan? Tenaga yang menukar besi jadi baja dan baja menjadi mesin. pikiran cerdas, pikiran si penemu (inventor), yang mesti dianggap sebagai tenaga istimewa, seperti kata Marx tenaga berlipat, sudah masuk pula ke dalam mesin tadi. Bagaimana juga mesin itu bukannya barang gaib. SI TOKE : Kelunturan mesin itu apa pula? SI GODAM : Seandainya mesin itu bisa dipakai 10 tahun. Pokoknya mesin itu umpamanya f 1.000,00. Jadi umurnya sang mesin itu ialah 10 tahun. Jadi tiap-tiap tahun dipakai umurnya berkurang satu tahun, dan harganya berkurang f 1000,00 : 10 = f 100,00. Yang f 100,00 itulah yang saya namakan kelunturan. Yang f 100,00 itulah yang dihitung oleh kapitalis sebagai ongkos. Di sini hal itu kupopulerkan saja. Biarpun mesin itu bisa hidup terus 10 tahun, tetapi kalau sesudah 5 tahun umpamanya didapati mesin yang lebih kuat, maka mesin yang tadi biasanya dilemparkan saja. Tak dipakai 5 tahun lagi! Tetapi hal ini di sini agak sedikit menyimpang. Yang penting buat diketahui ialah: si kapitalis yang mempunyai mesin dan uang pergi ke pasar tenaga. Di sini dia berjumpakan tenaga yang tak bisa dipakai oleh si empunya, karena tak ada kapital. Tenaga itu amat murah, karena persaingan satu penjual dengan yang lain. Karena yang empunya tenaga mesti makan, membayar sewa rumah buat diri dan keluarganya, tenaga murah itu dibeli murah. Ajaibnya tenaga itu bisa menukar bentuk barang dari kapas ke benang dan dari benang ke kain. Tenaga itu boleh dipakai lebih lama dari nilaiupahnya, seandainya upahnya bisa dibayar dengan 6 jam pekerjaannya. Tetapi karena dia berkontrak buat sehari, maka dia bisa dipekerjakan lebih dari 6 jam itu. KERJA LEBIH itulah yang menimbulkan Nilai-Lebih, ialah tenaga yang tak dibayar.<noinclude>{{rh|22}}</noinclude> ki5pp4rqwhe0fvqqzcu0mq0x07xud9m 311613 311408 2026-08-12T03:38:08Z Iripseudocorus 23824 311613 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SI TOKE : Bagaimana mesin? Bukankah mesin mengambil bagian pula dalam Nilai-Lebih tadi. Apakah artinya kelunturan mesin yang masuk perhitungan di atas? SI GODAM : Mesin itu asalnya bermula dari “tenaga” juga bukan? Tenaga yang menukar besi jadi baja dan baja menjadi mesin. pikiran cerdas, pikiran si penemu (inventor), yang mesti dianggap sebagai tenaga istimewa, seperti kata Marx tenaga berlipat, sudah masuk pula ke dalam mesin tadi. Bagaimana juga mesin itu bukannya barang gaib. SI TOKE : Kelunturan mesin itu apa pula? SI GODAM : Seandainya mesin itu bisa dipakai 10 tahun. Pokoknya mesin itu umpamanya f 1.000,00. Jadi umurnya sang mesin itu ialah 10 tahun. Jadi tiap-tiap tahun dipakai umurnya berkurang satu tahun, dan harganya berkurang f 1000,00 : 10 = f 100,00. Yang f 100,00 itulah yang saya namakan kelunturan. Yang f 100,00 itulah yang dihitung oleh kapitalis sebagai ongkos. Di sini hal itu kupopulerkan saja. Biarpun mesin itu bisa hidup terus 10 tahun, tetapi kalau sesudah 5 tahun umpamanya didapati mesin yang lebih kuat, maka mesin yang tadi biasanya dilemparkan saja. Tak dipakai 5 tahun lagi! Tetapi hal ini di sini agak sedikit menyimpang. Yang penting buat diketahui ialah: si kapitalis yang mempunyai mesin dan uang pergi ke pasar tenaga. Di sini dia berjumpakan tenaga yang tak bisa dipakai oleh si empunya, karena tak ada kapital. Tenaga itu amat murah, karena persaingan satu penjual dengan yang lain. Karena yang empunya tenaga mesti makan, membayar sewa rumah buat diri dan keluarganya, tenaga murah itu dibeli murah. Ajaibnya tenaga itu bisa menukar bentuk barang dari kapas ke benang dan dari benang ke kain. Tenaga itu boleh dipakai lebih lama dari nilai upahnya, seandainya upahnya bisa dibayar dengan 6 jam pekerjaannya. Tetapi karena dia berkontrak buat sehari, maka dia bisa dipekerjakan lebih dari 6 jam itu. KERJA LEBIH itulah yang menimbulkan Nilai-Lebih, ialah tenaga yang tak dibayar.<noinclude>{{rh|22}}</noinclude> aru275aafaedke8i93g64ij38ehs79q Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/38 104 112349 311409 2026-08-12T00:46:56Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311409 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> kanlah perasaanmu itu kepadanja dan pindjam sendjata. Aku rasa dia tidak akan keberatan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Itulah djalan jang se-baik²nja, — tukas nenek Boge seraja memilin kumisnja jang meranting itu. — Kalau dia berbuat djahat, pasang sadja. Djangan diberi ampun, biar si keparat itu mampus. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tapi djangan nenek sebut² pula soal ini kepada Kartina. Djangan² pikirannja mendjadi katjau mendengarkannja, — kata Munandar melarang. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kau kira aku ini anak ketjil ! ? Ha ! Kau kira aku ini tidak tahu apa jang harus diutjapkan dan apa harus disimpan ? — kata nenek Boge. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Bukan begitu nek. Aku hanja sekedar memperingatkan sadja. Lupa², diingatkan ! Bukankah begitu pepatah orang tua² ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Bolehlah ! — kata nenek Boge. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Karnain sependapat dengan Munandar untuk segera menemui komandannja sendja itu. Karnain mentjeritakan terus-terang bahwa perasaannja tidak tenteram, se-akan² ada bahaja jang memburunja. Komandannja pertjaja, bahwa Karnain tidak akan melarikan sendjata, andaikata sendjata itu dipindjamkan kepada Karnain. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tapi djangan kau salah gunakan, — kata komandan polisi PRRI itu menasihatkan. — Kau hanja boleh menembak, apabila kau diserang, </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Hanja untuk membela diri sadja, komandan, — kata Karnain menegaskan. — Aku tidak bermaksud untuk mentjari musuh. Tapi kalau djiwaku terantjam, tentu akan kupergunakan sendjata ini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Djangan banjak² menembak. Peluru hanja dua puluh butir sadja jang dapat kuberikan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — O, sudah lebih dari tjukup. Barangkali sebutirpun tak usah dibuang, ketjuali djika memang bahaja mengantjam. </div> <p align="left">72</p> <div style="text-align: right; font-size: 85%; font-weight: bold;"> kedelapan </div> <div style="text-align: right; font-size: 200%; font-weight: bold; margin-bottom: 0.5em;"> 8 </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> '''MALAM''' telah berangsur larut. Tjahaja bulan remang² menembus udara dingin jang berkabut disepandjang lembah Katjukah. Sekitarnja sunji belaka, ketjuali senandung batang Gagauan jang menggema diantara dua bukit jang memagar lembah jang sempit itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dari bukit Lasung, bergeraklah kesatuan ketjil pasukan pemberontak jang berdjumlah lima orang bersendjata lengkap, langsung dipimpin oleh komandannja jang sudah mendapat pengaruh dari Junus. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dari lereng bukit Lasung, mereka meunuruni djalan setapak diantara semak-belukar, menudju kedasar lembah Katjukah, berdjalan dipinggir batang Gagauan dibawah sinar bulan jang samar². Mereka menudju arah kehulu sungai, kemudian membelok kekanan, menjeberangi sungai jang ber-batu² besar itu dan mendaki lagi kebukit jang berhadapan dengan bukit Lasung. Tudjuan mereka sudah pasti, djaitu pondok dimana Karnain biasanja tidur. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Karnain dan Munandar malam itu sangat waspada. Perasaan tidak tenteram jang me-londjak² didada Karnain, bertambah hebat djuga. Ia tidak dapat tidur, dan sedjak semula ia memang tidak bermaksud untuk memedjamkan matanja. Firasat buruk mengganggunja semendjak sore tadi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Mereka se-olah² mendapat bisikan suara gaïb untuk tidak tidur dipondok itu pada malam bentjana ini. Mereka pindah kepondok lain, tidak berapa djauh dari pondok itu jang djuga ditempati oleh kawan² mereka. Kawan² bertanja, mengapa </div> <p align="right">73</p> </div><noinclude></noinclude> 1anpr87nvz7cg7rftmho330hf02k892 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/23 104 112350 311410 2026-08-12T00:47:33Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311410 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SI PACUL : Kalau begitu masyarakat kita ini berdasarkan kedustaan belaka. Kata si kapitalis, dialah yang memberi kehidupan pada si buruh. Sebenarnya bukankah si buruh yang senantiasa menambah kekayaan si kapitalis? Bukankah pula si buruh yang mempersekoti si kapitalis? Bukan sebaliknya si kapitalis yang mempersekoti si buruh!! SI GODAM : Memang begitu Cul! Si buruh baru menerima upahnya sesudah membanting tulang dan mengeluarkan peluh keringat sekurangnya seminggu. Baru biasanya dia menerima upah. Jadi tenaganyalah yang keluar dahulu. Di belakang baru mendapat upahnya. SI TOKE : Kalau begitu makin lama si buruh dipekerjakan makin besar pula “Nilai-Lebih” si kapitalis. Bukankah tak lebih untung buat si kapitalis, kalau dipekerjakan 24 jam sehari. SI GODAM : Ada batasnya Kek! Nantilah kuterangkan. {{larger|2. Mempertinggi “Nilai-Lebih”}} SI GODAM : Engkau Kek, tadi sudah bilang, bahwa makin lama si buruh bekerja makin besar untung si kapitalis. Umpamanya upahnya sehari bisa ditebusnya dengan kerja 6 jam hari itu, maka seandainya ia kerja terus sampai 10 jam, maka 4 jam tempo lebih itu ialah buat si kapitalis. Empat jam tempo lebih itu menimbulkan 4 jam “Nilai-Lebih” pula. Kau sangka bahwa si kapitalis akan lebih beruntung kalau buruhnya bisa dipekerjakan 24 jam sehari. SI TOKE : Logisnya memang begitu, bukan? SI GODAM : Si Jepang juga pernah menjalankan begitu, atau serupa itu. Dengan mataku sendiri kusaksikan ribuan romusha dikerjakan di hujan dan panas berhari-hari buat membikin lapangan kapal terbang. Di Inggris di abad yang lampau, di zaman Revolusi Industri, hal itu memang hampir umum terjadi. Tetapi lambat- laun, karena akibat kelamaan kerja<noinclude>{{rh|||23}}</noinclude> offzzw8bhh5hevtnsuwis7ex32w9p6u 311614 311410 2026-08-12T03:39:32Z Iripseudocorus 23824 311614 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SI PACUL : Kalau begitu masyarakat kita ini berdasarkan kedustaan belaka. Kata si kapitalis, dialah yang memberi kehidupan pada si buruh. Sebenarnya bukankah si buruh yang senantiasa menambah kekayaan si kapitalis? Bukankah pula si buruh yang mempersekoti si kapitalis? Bukan sebaliknya si kapitalis yang mempersekoti si buruh!! SI GODAM : Memang begitu Cul! Si buruh baru menerima upahnya sesudah membanting tulang dan mengeluarkan peluh keringat sekurangnya seminggu. Baru biasanya dia menerima upah. Jadi tenaganyalah yang keluar dahulu. Di belakang baru mendapat upahnya. SI TOKE : Kalau begitu makin lama si buruh dipekerjakan makin besar pula “Nilai-Lebih” si kapitalis. Bukankah tak lebih untung buat si kapitalis, kalau dipekerjakan 24 jam sehari. SI GODAM : Ada batasnya Kek! Nantilah kuterangkan. {{larger|'''2. Mempertinggi “Nilai-Lebih”'''}} SI GODAM : Engkau Kek, tadi sudah bilang, bahwa makin lama si buruh bekerja makin besar untung si kapitalis. Umpamanya upahnya sehari bisa ditebusnya dengan kerja 6 jam hari itu, maka seandainya ia kerja terus sampai 10 jam, maka 4 jam tempo lebih itu ialah buat si kapitalis. Empat jam tempo lebih itu menimbulkan 4 jam “Nilai-Lebih” pula. Kau sangka bahwa si kapitalis akan lebih beruntung kalau buruhnya bisa dipekerjakan 24 jam sehari. SI TOKE : Logisnya memang begitu, bukan? SI GODAM : Si Jepang juga pernah menjalankan begitu, atau serupa itu. Dengan mataku sendiri kusaksikan ribuan romusha dikerjakan di hujan dan panas berhari-hari buat membikin lapangan kapal terbang. Di Inggris di abad yang lampau, di zaman Revolusi Industri, hal itu memang hampir umum terjadi. Tetapi lambat- laun, karena akibat kelamaan kerja<noinclude>{{rh|||23}}</noinclude> nrazycqlt41tc5gajxzpm80d6v6jjct Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/24 104 112351 311411 2026-08-12T00:48:31Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311411 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>itu amat menyedihkan dan terutama disebabkan perlawanan kaum buruh sendiri, maka cara mempertinggi “Nilai-Lebih” dengan jalan memperpanjang lamanya kerja semau-maunya kapitalis itu tiada bisa dilakukan. Bukankah manusia perlu tidur selama 7 atau 8 jam sehari? Bukankah si buruh perlu mengaso, makan, membersihkan diri dan melayani anak istri, walaupun dalam sedikit tempo saja? Bukankah si buruh perlu menambah kebudayaannya buat menambah hasil pekerjaannya pula? SI PACUL : Lagipula hasil kerja 8 jam sehari belum tentu kurang dari hasil 12 jam sehari. Boleh jadi pada permulaan satu atau dua hari bekerja, hasil 8 jam bekerja kurang dari bekerja 12 jam sehari. Tetapi kalau sudah berhari-hari dilakukan, maka semangat bekerja dan tenaganya sendiri pasti akan berkurang. Jadi akhirnya hasil pekerjaannya kurang dari si pekerja 8 jam sehari. Si pekerja 8 jam, kesehatannya, kalau terjaga, tentu lebih kuat dan lebih bersemangat. SI GODAM : Tuntutan kaum buruh dunia yang sudah diorganisir, tuntutan 8 jam kerja sehari, memang cocok dengan ilmu dan kemanusiaan. Jadi lama kerja itu memang ada batasnya. Pertama sebab tenaga manusia memang terbatas. Kedua sebab organisasi proletar di mana-mana memaksa majikan mengurangi lama kerja. SI PACUL : Si kapitalis itu bukankah selalu mencari akal buat memperbesar untungnya? SI GODAM : Memangnya begitu, jalan yang lain buat si kapitalis ialah menambah kuatnya bekerja (lebih intensif). Seandainya ia mesti memukul 100 x 1 jam, maka sekarang dia disuruh memukul 200 x dalam 1 jam. Seandainya dia mesti berjalan 6 km satu jam, sekarang dia disuruh berjalan 8 km dalam satu jam. Ada pula jalan lain! SI PACUL : Jalan apa pula, Dam?<noinclude>{{rh|24}}</noinclude> i9rihtgssd7johl20qovziubi9czbo1 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/25 104 112352 311412 2026-08-12T00:49:33Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311412 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SI GODAM : Seandainya ukuran hidupnya yang cocok dengan hidupnya dalam kesosialan adalah hasil pukul rata 8 jam bekerja, maka dia sekarang diupah dengan 6 jam kerja saja, Tetapi marilah kita andaikan muslihat ini tak dijalankan oleh si kapitalis. Ada lagi muslihat lain yang tak begitu kentara di mata kaum buruh. SI PACUL : Ada-ada saja akal si kapitalis ini. Sungguh pintar ia memikirkan jalan yang menguntungkan dirinya sendiri. SI GODAM : Seandainya seorang buruh kerja 10 jam sehari. Buat penebus upahnya umpamanya perlu ia kerja di hari itu 6 jam lamanya. Sekarang ia dan ahli pembantunya si penemu (inventor) memikirkan jalan menurunkan kerja 6 jam itu sampai 5 jam umpamanya. Kalau bisa begitu maka kini buat menebus upahnya sendiri, dia perlu bekerja 5 jam sehari. Sisanya yang 5 jam lagi dipakainya buat majikannya. Jadi dengan tetap jumlah kerja 10 jam sehari si kapitalis sekarang bisa menaikkan “Nilai Lebih” sebanyak kerja satu jam sehari, jadi 25% tambahnya dari hasil 4 jam kerja lebih dahulunya. MR. APAL : Buat ini perlu perubahan kemesinan dan sosial. Buat itulah seorang insinyur atau penemu selalu ada di samping si kapitalis. Mereka ini selalu memutar otak buat mempertinggi kekuatan “efisiensinya” mesin. SI PACUL : Celaka 13 kalau begitu mesin itu! Mesin yang bisa menguntungkan masyarakat seluruhnya sekarang dipakai buat mempertinggi “Nilai-Lebih”-nya si kapitalis saja! MR. APAL : Mesin itu mencoba memurahkan harga kain, makanan dan keperluan sehari-harinya si Buruh. Mesin tenun yang lebih kuat, cepat, banyak dan traktor yang lebih efisien bisa melipatgandakan hasil seperti pakaian dan makanan. Hasil yang berlipat ganda banyaknya itu tentulah turun pula harganya. Karena hasil yang turun harga itu merendahkan takaran hidup (standar hidup) buruh. Maka dia sekarang bisa kurang lama kerja menebus upahnya sehari-hari. Seandainya dulu perlu kerja 6 jam<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude> al01i9e9m50t6qnrzyes3qez7auo2bz 311615 311412 2026-08-12T03:42:21Z Iripseudocorus 23824 311615 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SI GODAM : Seandainya ukuran hidupnya yang cocok dengan hidupnya dalam kesosialan adalah hasil pukul rata 8 jam bekerja, maka dia sekarang diupah dengan 6 jam kerja saja, Tetapi marilah kita andaikan muslihat ini tak dijalankan oleh si kapitalis. Ada lagi muslihat lain yang tak begitu kentara di mata kaum buruh. SI PACUL : Ada-ada saja akal si kapitalis ini. Sungguh pintar ia memikirkan jalan yang menguntungkan dirinya sendiri. SI GODAM : Seandainya seorang buruh kerja 10 jam sehari. Buat penebus upahnya umpamanya perlu ia kerja di hari itu 6 jam lamanya. Sekarang ia dan ahli pembantunya si penemu (inventor) memikirkan jalan menurunkan kerja 6 jam itu sampai 5 jam umpamanya. Kalau bisa begitu maka kini buat menebus upahnya sendiri, dia perlu bekerja 5 jam sehari. Sisanya yang 5 jam lagi dipakainya buat majikannya. Jadi dengan tetap jumlah kerja 10 jam sehari si kapitalis sekarang bisa menaikkan “Nilai Lebih” sebanyak kerja satu jam sehari, jadi 25% tambahnya dari hasil 4 jam kerja lebih dahulunya. MR. APAL : Buat ini perlu perubahan kemesinan dan sosial. Buat itulah seorang insinyur atau penemu selalu ada di samping si kapitalis. Mereka ini selalu memutar otak buat mempertinggi kekuatan “efisiensinya” mesin. SI PACUL : Celaka 13 kalau begitu mesin itu! Mesin yang bisa menguntungkan masyarakat seluruhnya sekarang dipakai buat mempertinggi “Nilai-Lebih”-nya si kapitalis saja! MR. APAL : Mesin itu mencoba memurahkan harga kain, makanan dan keperluan sehari-harinya si Buruh. Mesin tenun yang lebih kuat, cepat, banyak dan traktor yang lebih efisien bisa melipatgandakan hasil seperti pakaian dan makanan. Hasil yang berlipat ganda banyaknya itu tentulah turun pula harganya. Karena hasil yang turun harga itu merendahkan takaran hidup (standar hidup) buruh. Maka dia sekarang bisa kurang lama kerja menebus upahnya sehari-hari. Seandainya dulu perlu kerja 6 jam<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude> 4lkt3ahs2qkiuy12tycaobi5q8bena5 Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/39 104 112353 311413 2026-08-12T00:50:28Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311413 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> Munandar dan Karnain datang kepondok mereka, padahal mereka mempunjai pondok sendiri. Djarang sekali keduanja tidur dipondok orang lain, ketjuali kalau ada berita² jang mengatakan, bahwa APRI akan melantjarkan serangan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketika pasukan ketjil itu sampai dipondok jang biasanja ditempati Karnain dan Munandar, mereka langsung mengepung pondok itu dan membangunkan orang² lain jang tidur disana. Dipondok itu masih ada empat orang lainnja, tapi Munandar dan Karnain tidak ada. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Mana Karnain, — kata komandan itu dengan suara mengantjam. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dia tidak pernah datang kemari sedjak sendja tadi, — djawab salah seorang diantaranja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kalian berdusta. Barangkali kalian sembunjikan. Ajo, bangun semua ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Semua bangun dan segera memasang lampu minjak. Tapi ternjata Karnain ataupun Munandar tidak ada. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dimana biasanja mereka tidur ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Biasanja disini, — djawab mereka, — tapi malam ini kebetulan sadja mereka tidak datang. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kami perlu berurusan dengan Karnain. Kalian harus tahu, bahwa Karnain itulah jang telah melaporkan kepada APRI asrama pasukan kita, sehingga musuh dapat mengepung tempat itu dengan korban dipihak kita, — kata komandan itu se-olah² hendak mejakinkan orang² itu, bahwa benar² Karnainlah jang telah melakukan pekerdjaan mata² itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kalau nanti dia datang kemari, djangan kalian bilang, bahwa kami mentjari dia, mengerti bukan ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Orang² itu mendjawab dengan sikap jang malas karena mengantuk. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tidurlah kembali ! — kata komandan itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Mereka tidak segera tidur. Setelah pasukan itu meninggalkan pondok itu, mereka berbitjara ber-bisik². Umumtsja mereka </div> <p align="left">74</p> <div style="text-align: justify;"> tidak pertjaja, bahwa Karnain jang telah membuatkan peta dan menundjukkan persembunjian pasukan itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Pasukan itu merasa ketjewa karena tidak menemui Karnain jang hendak didjadikan mangsa. Tapi keketjewaan itu pulalah jang mendorong mereka bertambah jakin, bahwa benarlah Karnain jang melakukan pekerdjaan mata² itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Djika bukan dia, tentu dia akan tetap tidur disana seperti biasa. Barangkali dia tahu, bahwa rahasianja sudah terbongkar, sehingga dia harus menjingkir tjepat², — kata komandan itu mejakinkan anak-buahnja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kalau ketemu nanti, djangan ditembak, komandan, — tukas jang lain. — Biar disembelih sadja seperti lembu, supaja ia tahu betapa sakitnja mati. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Biar aku jang menjembelih, — kata jang lain. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Mereka sekarang akan melakukan pemeriksaan ke-tiap² pondok jang lain, kalau² Karnain menompang dan menjembunjikan diri dipondok itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Karnain masih sadja diganggu oleh perasaan jang tidak enak. Ia di-buru² oleh bajangan jang mengerikan. Karabennja terisi penuh. Ia siap untuk menembak, andaikata terdjadi hal² jang akan mengantjam djiwanja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tenang sadjalah ! — bisik Munandar. — Djika terdjadi apa²nja dapatlah kita menghadapinja dengan tjara jang se-baik²nja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Baiklah kita tidur diluar pondok, — kata Karnain. Djika mereka datang, kita tentu tidak akan terdjobak. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Usul itu dapat diterima oleh Munandar dan mereka bersiap untuk meninggalkan pondok itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Hai, mau kemana kalian ini ? — tanja salah seorang penghuni pondok itu jang kebetulan belum tertidur. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kami buang air sebentar. Tidur sadjalah kau ! — kata Munandar. </div> <p align="right">75</p> </div><noinclude></noinclude> bkb4d11ycg1hw7nhecq8mnw98evsfnu Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/27 104 112354 311414 2026-08-12T00:51:49Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311414 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>pula modal yang boleh dinaikkan sampai setinggi untung pukul rata. Modal ke 1, yang mesinnya berharga f 50,00 kekurangan untung f 12, 40 (f 25,00 - f 12,60). Modal ke 2, yang mesinnya berharga f 70,00 kekurangan untung f 2,40 (f 15,00 - f 12,60). Modal ke 3, yang mesinnya berharga f 80,00 kelebihan untung f 2,60 (f 12,60 - f 10, 00). Modal ke 4, yang mesinnya berharga f 84,00 kelebihan untung f 4,60 (f 12,60 - f 8,00). Modal ke 5, yang mesinnya berharga f 90,00 kelebihan untung f 7,60 (f 12,60 - f 5,00). Modal ke 1 dan ke 2 kekurangan sejumlah f 12,40 + f 2,40 = f l4,80. Modal ke 3, ke 4, dan ke 5 kelebihan sejumlah f 2,60 + f 4,60 + f 7,60 = f 14,80, dengan kenaikan modal buat mesin dari 80 ke 84 dan ke 90, maka naik pula kelebihan untung dari untung pukul rata f 2,60 ke f 4,60 dan ke f 7,60. SI TOKE : Kalau begitu akan terus menerus modal dipendamkan ke dalam mesin akhirnya tak ada lagi kapitalis yang mau memendamkan modalnya ke gaji buruh, ke tenaga buruh. Tegasnya penghasilan kelak akan ditimbulkan oleh mesin semata-mata. Tenaga manusia tak akan berguna lagi. SI GODAM : Jangan terlampau cepat berlari, Kek. Dalam teorinya memang begitu. Tetapi pemakaian mesin tentulah pula ada batasnya. Modal yang ditanam di mesin tak bisa sampai ke f 100,-, ialah kesemuanya pokok f 100,-. Buruh akan tetap perlu buat mengawasi mesin. Tak semua pekerjaan bisa dikuasai oleh mesin saja. Tetapi dalam kenaikan terus menerus dalam lingkungan terbatas itu sebenarnyalah kenaikan modal-mesin itu berarti kenaikan kelebihan untung dari “untung pukul rata”. SI PACUL : Herannya pula “untung pukul rata” itulah yang penting buat masyarakat kapitalis. Bukan keuntungan seorang kapitalis, tetapi untung pukul ratalah yang menjadi pedoman. SI GODAM : Tepat, Cul! Lihatlah saja modal ke 1, sebetulnya buat diri sendiri ialah buat kebun kapas untung itu f 25,- Tetapi karena pukul ratanya cuma f 12,60, jadi kebun kapas itu sebenarnya kehilangan f 12,40. Awas, Cul, Marx membedakan “Nilai-Lebih” dengan “Untung” seorang kapitalis!<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude> nmwlefzj9ugyirc2s57bq15oa0i97sv Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/28 104 112355 311415 2026-08-12T00:52:30Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311415 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Dan “untung pukul rata” kaum kapitalis seluruhnya! Di atas tadi dimisalkan 5 modal itu kepunyaan seorang kapitalis saja. Akibatnya sama juga kalau lima modal itu dipunyai oleh lima orang kapitalis. Yang lima kapitalis ini pun kalau dipandang dari penjuru kepentingan kelas, adalah satu kamus, satu kelas. SI TOKE : Jadi rupanya seorang kapitalis pada satu pihak bersatu kalau menghadapi buruh. Sama-sama mereka itu menghisap buruh. Sama-sama pula mereka itu diukur oleh untung pukul rata, ialah hasil persaingan satu sama lainnya kapitalis. Yang tinggi buat diri sendiri turun kalau diukur dengan untung pukul rata dan yang rendah naik menerima sisa sampai ke untung pukul rata. Inilah pula sebabnya tiaptiap kapitalis berlomba-lomba menaikkan modal yang ditanam dalam mesin. Nah, sekarang mesin memperbanyak hasil. Kalau hasil itu kebanyakan, maka harganya turun sampai merosot sama sekali. Kalau sampai merosot begitu rendah, bukankah kapitalis tak bisa dapat untung lagi? Akhirnya pabrik ditutup! Kaum pekerja dilepas berduyun- duyun. Ini namanya krisis bukan? SI GODAM : Baiklah kita bicarakan pula perkara krisis itu di lain tempat!<noinclude>{{rh|28}}</noinclude> 964inxhl4bmf4rjpufm3tjv09t9b7md Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/40 104 112356 311416 2026-08-12T00:52:32Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311416 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Mereka segera berdiri dan menudju pintu. Munandar membuka pintu pondok itu. Dibelakangnja menjusul Karnain. Ketika Munandar sudah sampai dibawah, Karnain masih diambang pintu. Tiba² suatu suara jang mendadak terdengar : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Siapa ! ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Aku, Munandar, — djawab Munandar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Mana Karnain ! ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Karnain merasa dirinja sudah tidak didunia ini lagi. Rohnja serasa melajang. Pemandangannja mendjadi ber-kunang². Kemudian ia insaf kembali, bahwa ia harus mempertahankan njawanja. Orang jang bertanja itu tampil kedepan dengan sendjata terisi. Dibelakangnja tampak beberapa orang lainnja mengiringkan, djuga bersendjata lengkap. Tjahaja bulan jang remang², kini agak kabur ditutup awan. Udara makin mendjadi dingin, sedang angin malam berembus disepandjang lereng bukit itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Karnain melompat kebawah. Ketika ia sampai ditanah, sebuah tembakan menggagarkan kesunjian malam. Karnain berhasil menembak dengan tepat komandan pasukan itu. Komandan itu meraung kesakitan, kemudian hening dan melenjap. Dia tewas ! Anak buahnja semuanja tiarap dan mengarahkan tembakan kepada Karnain. Nasib baik masih menyelamatkan Karnain, karena tidak sebuahpun peluru jang mengenai dirinja. Sementara itu Munandar telah melompat arah kesamping pondok itu, berlindung pada sebuah batu besar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Tembakan masih terdengar terus-menerus. Karnain tidak tinggal diam. Dia memberikan perlawanan jang gigih. Tapi lawan terlalu banjak. Ketika ia melompat menjusul Munandar, sebuah peluru menembus pahanja, remuk, dan dia tak dapat bergerak lagi. Teriakannja menjajat hati. Ia meraung kesakitan. Suaranja mengerikan, kemudian lenjap pula. Ia tewas. Munandar berhasil memungut sendjata Karnain, tapi dia tidak melepaskan tembakan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Diantara kelima anggota pasukan itu, hanja tiga orang jang masih hidup. Mereka mendjadi semakin gila. Salah seorang </div> <p align="left">76</p> <div style="text-align: justify;"> diantaranja melepaskan tembakan gentjar kearah Karnain, kemudian dengan tjepat berlari kearah tubuh itu terkapar. Dia bermaksud hendak mengambil kembali sendjata Karnain, jang diketahuinja sudah rebah ketanah. Tapi apa jang terdjadi ? Ketika ia baru sadja sampai dekat madjat Karnain, Munandar melepaskan tembakan jang djitu. Anggota pasukan itu tersungkur ketanah diiringi teriakan jang mengerikan. Barulah kemudian Munandar mengundurkan diri, menjelusup diantara semak-belukar itu menudju kebawah, kebatang Gagauan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Disaat letusan sudah menghening, salah seorang diantara anggota pasukan itu naik kepondok itu. Sikapnja njata sekali sangat menakutkan. Ditangannja terpegang erat sendjata jang siap untuk membunuh siapa jang dianggapnja sebagai musuhnja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Bangun semua ! -- teriaknja keras. Orang² itu bangun lambat² dan memandang dalam kegelapan pondok kearah datangnja suara itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Pasang lampu ! — perintahnja keras. Dengan tjepat pula lampu segera dipasang. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kenapa kalian izinkan keparat itu tidur disini ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kami tidak tahu soalnja, — djawab salah seorang diantara penghuni pondok itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tak tahu ! ? Bodoh ! Tak tahu kalian, bahwa si Karnain andjing itu, adalah mata² musuh. Dialah jang telah melaporkan tempat persembunjian kami dibukit Lasung. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Masja Allah ............. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apa masja Allah ! Kalian tolol semuanja. Ataukah kalian semuanja ini djuga kaki-tangan musuh ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tidak ! Tidak ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ajo, turun semua ! Lihatlah apa jang terdjadi diluar ! </div> <div style="text-align: justify;"> Perintah itu diikuti dengan patuh oleh penghuni pondok itu. Mereka menjaksikan sendiri, tubuh² jang tidak bernjawa, rebah berlumuran darah. Dilangit bulan masih bertjahaja. Sinarnja lemah sampai dibumi, se-olah² mengantar peristiwa itu sampai keudjungnja. </div> <p align="right">77</p> </div><noinclude></noinclude> 4tmpr7bjake97865pkhaijaha05qtxk Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/30 104 112357 311417 2026-08-12T00:54:44Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311417 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>“kapital tetap atau constant capital”. Karena mesin itu tak berubah nilainya selama dipekerjakan, selama menghasilkan. Modal yang ditanam dalam tenaga itu dinamainya “kapitalberubah” atau variable capital. Karena seperti sudah diterangkan di atas memang nilainya berubah selama dipekerjakan. Ingatlah kapas yang dilayani “tenaga” itu yang mulanya berharga f 675,menjadi benang yang berharga f 750,-. SI TOKE : Tetapi sudah kau bilang lebih dahulu, mesin itu luntur juga. SI GODAM : Memang begitu, tetapi kalau dibandingkan dengan tempo bertahun-tahun. Bukan kalau dibandingkan dengan masanya mesin bekerja. SI PACUL : Terangkanlah perhitungan di atas! SI GODAM : Lihatlah dahulu angka di baris kedua! Yang f 500,- buat tenaga, atau gaji itu mesti seimbang dengan “NilaiLebih” f 500,- yang berupa kain, dan lainlain barang yang dipakai. Itulah pertukaran antara buruh dan kapitalis. Mulanya si kapitalis memindahkan modalnya kepada buruh berupa gaji. Tenaga buruh menukar modal tadi menjadi barang-pakai. Kemudian barang-pakai itu dibeli pula oleh buruh buat dipakai. SI TOKE : Pendeknya jumlah gaji buruh mesti cocok dengan jumlah harga barang. Kalau barangnya berlebihan menjadi tertumpuk tak bisa dijual. Kalau kekurangan, maka kaum buruh kekurangan pula, tak ada barang buat dibeli. SI GODAM : Begitulah dalam garis besarnya. Diandaikan di sini dalam masyarakat itu cuma ada dua golongan saja, ialah golongan buruh yang terbanyak dan golongan kapitalis yang sedikit itu. Sekarang yang amat penting pula! Lihat f 2000,- di garis bawah f 2000,- ini. Ialah modal yang ditanam pada mesin buat barang-pakai manusia (kain dan lain-lain). Lihat pula di garis atas f 1000,- ialah modal buat gaji buruh mesin yang akan bertukar rupa menjadi mesin dan “Nilai-Lebih” berupa mesin pula seharga f 1000,- Jumlahnya f 2000,- Sekarang mesin seharga f 2000,- di garis bawah mesti sama dengan jumlah gaji dan “Nilai-Lebih”, jadinya f 1000,- + f 1000,- = f 2000,- (Gaji f 1000,- dan “Nilai-Lebih” f 1000, itu keduanya menjadi berupa<noinclude>{{rh|30}}</noinclude> jnfg3yf6nlxp5dkv34qn7g587dyyg61 311698 311417 2026-08-12T06:54:30Z Iripseudocorus 23824 311698 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>“kapital tetap atau constant capital”. Karena mesin itu tak berubah nilainya selama dipekerjakan, selama menghasilkan. Modal yang ditanam dalam tenaga itu dinamainya “kapital-berubah” atau variable capital. Karena seperti sudah diterangkan di atas memang nilainya berubah selama dipekerjakan. Ingatlah kapas yang dilayani “tenaga” itu yang mulanya berharga f 675,- menjadi benang yang berharga f 750,-. SI TOKE : Tetapi sudah kau bilang lebih dahulu, mesin itu luntur juga. SI GODAM : Memang begitu, tetapi kalau dibandingkan dengan tempo bertahun-tahun. Bukan kalau dibandingkan dengan masanya mesin bekerja. SI PACUL : Terangkanlah perhitungan di atas! SI GODAM : Lihatlah dahulu angka di baris kedua! Yang f 500,- buat tenaga, atau gaji itu mesti seimbang dengan “Nilai-Lebih” f 500,- yang berupa kain, dan lainlain barang yang dipakai. Itulah pertukaran antara buruh dan kapitalis. Mulanya si kapitalis memindahkan modalnya kepada buruh berupa gaji. Tenaga buruh menukar modal tadi menjadi barang-pakai. Kemudian barang-pakai itu dibeli pula oleh buruh buat dipakai. SI TOKE : Pendeknya jumlah gaji buruh mesti cocok dengan jumlah harga barang. Kalau barangnya berlebihan menjadi tertumpuk tak bisa dijual. Kalau kekurangan, maka kaum buruh kekurangan pula, tak ada barang buat dibeli. SI GODAM : Begitulah dalam garis besarnya. Diandaikan di sini dalam masyarakat itu cuma ada dua golongan saja, ialah golongan buruh yang terbanyak dan golongan kapitalis yang sedikit itu. Sekarang yang amat penting pula! Lihat f 2000,- di garis bawah f 2000,- ini. Ialah modal yang ditanam pada mesin buat barang-pakai manusia (kain dan lain-lain). Lihat pula di garis atas f 1000,- ialah modal buat gaji buruh mesin yang akan bertukar rupa menjadi mesin dan “Nilai-Lebih” berupa mesin pula seharga f 1000,- Jumlahnya f 2000,- Sekarang mesin seharga f 2000,- di garis bawah mesti sama dengan jumlah gaji dan “Nilai-Lebih”, jadinya f 1000,- + f 1000,- = f 2000,- (Gaji f 1000,- dan “Nilai-Lebih” f 1000, itu keduanya menjadi berupa<noinclude>{{rh|30}}</noinclude> hr50z0uipr6zb8heqab7o4zdbpxszcv Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/41 104 112358 311418 2026-08-12T00:54:55Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311418 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: right; font-size: 85%; font-weight: bold;"> KESEMBILAN </div> <div style="text-align: right; font-size: 200%; font-weight: bold; margin-bottom: 0.5em;"> 9 </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> '''KEDJADIAN''' itu memukul hati Munandar se-hebat²nja. Dia tidak mempunjai pilihan lain, ketjuali meninggalkan majat sahabatnja terbaring berlumur darah, dan ia menjelinap diantara semak-belukar, meluntjur kebawah, hingga mentjapai batang Gagauan. Suara air mengalir jang riuh itu, terasa terlalu keras sampai dihatinja. Tenaganja telah banjak berkurang, takut, tjemas dan kehilangan kepertjadjaan. Ia melihat tindakan se-wenang² telah berlaku setjara gila. Ia tidak dapat membenarkan kedjadian itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Sendjata Karnain masih tetap dibawanja, masih berisi tiga butir peluru. Ia tidak menghabiskan peluru itu, tapi akan digunakannja pada taraf terachir apabila kepadanja dihadapkan antjaman maut. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar masih mentjoba ber-lari² andjing menghilirkan sungai itu, mengikuti djalan jang ter-putus², kemudian menjeberanginja. Ia sekarang mendaki kelereng bukit, menudju pondok nenek Boge. Nafasnja sesak karena kepajahan. Ia berusaha mentjapai pondok itu dengan sisa tenaga jang masih ada padanja. Tapi ia tidak berhasil. Pemandangannja mendjadi ber-kunang². Sekitarnja terasa menggelap dan mentjengkamnja tanpa ampun. Munandar tak sadarkan dirinja lagi, terbaring ditanah. Nafasnja masih turun-naik dengan kekuatan jang sangat ketjil. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketika Munandar sadar kembali, sekitarnja sudah mulai berangsur terang. Pagi telah diambang hari. Ia teringat kembali peristiwa ngeri jang baru dialaminja beberapa djam jang lalu. Bulu tengkuknja tegak, tapi sebentar kemudian digertakkannja </div> <p align="left">78</p> <div style="text-align: justify;"> giginja, berdiri dari duduk dan mengumpulkan tenaganja untuk tjepat² menudju pondok nenek Boge. Ia sudah sampai kepada kesimpulan, bahwa keadaan tidak bisa dipertahankan lagi. Dia jakin, bahwa sisa pasukan itu akan mentjarinja dan barangkali akan membunuhnja sebagai balasan sakit-hati kepada Karnain. Dia tidak bisa menerima hukum rimba ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Sedjenak pikirannja melajang kepada masa silam dari persahabatannja dengan Karnain. Dia sangat berhutang budi kepada sahabatnja itu. Betapa tidak ! Andaikata bukan karena pertolongan Karnain, dia sudah lama tak ada didunia ini. Ketika peperangan melawan Belanda sedang hebat²nja, Munandar tertangkap. Padanja ditemukan seputjuk pistol. Tentara Belanda sangat marah kepada Munandar, dan mereka memutuskan untuk menembak Munandar. Ketika putusan itu diketahui oleh Karnain jang waktu itu bekerdja dengan Belanda, dia tjepat² datang kepada komandan pasukan Belanda itu. Dia memohon, supaja Munandar dibebaskan. Dia mendjamin, bahwa Munandar tidak akan melarikan diri kedaerah Republik. Dia membentengkan dirinja, dan berani ditembak, djika orang jang didjaminnja itu melakukan perlawanan lagi terhadap Belanda. Karena komandan tentara Belanda itu pertjaja kepada Karnain, maka djaminannja diterima. Munandar dibebaskan. Semendjak waktu itu, Munandar merasa sangat berhutang budi kepada Karnain. Mereka mendjadi sahabat jang akrab sekali. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Itulah sebabnja, mengapa Munandar tidak mau memaksa Karnain memihak kepada PRRI. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Terserah kepadamu, — kata Munandar dulu. — Aku tidak akan memaksamu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Aku tidak mau berchianat dua kali, — Karnain. — Biarlah aku tetap tinggal dikota, dan djika kau mau memilih PRRI, akupun tidak hendak menghalangimu. Biarlah pembitjaraan kita ini tidak diketahui orang lain, dan tjukup hingga kita berdua sadja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Begitulah dahulu ! Kini Karnain telah mendjadi majat. Kini Karnain sudah tak ada lagi. Ia telah berusaha sekuat tenaga </div> <p align="right">79</p> </div><noinclude></noinclude> 7mv4sv5a1z1sool1bzn8ppj4klgbis0 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/31 104 112359 311419 2026-08-12T00:56:07Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311419 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>mesin). Seperti sudah dibilangkan lebih dahulu, garis atas berhubungan dengan pembikinan mesin. Garis bawah berhubungan dengan pembikinan barang-pakai. Mesin yang dibikin di atas mesti cocok harganya dengan mesin yang dipakai buat pemakaian. Jika mesin itu dibikin terlampau banyak, maka mesin itu kelebihan, menjadi bertumpuk-tumpuk, tak bisa dijual lagi. Mesin tambahan itu menambah pula banyaknya hasil buat dipakai, kain dan lain-lain. Tertumpuk pulalah kain dan sebagainya itu. SI PACUL : Inilah namanya krisis. Si kapitalis terlampau banyak menanam modalnya di mesin yang membikin mesin. Untung terlampau banyak mengalir ke kantong si kapitalis. Dan untung yang berupa uang itu ditanam di pabrik ini dan pabrik itu, sampai hasil melimpah. Timbullah krisis, banjirlah hasil. SI GODAM : Tepat, Cul! Tetapi sebaliknya kalau modal mesin buat pemakaian, jadi jumlah f 2000,- di atas kurang dari f 2000,00 maka hasil kurang. Rakyat pembeli kehausan barang! SI TOKE : Pendeknya harga mesin yang dibikin oleh Kapitalis- Mesin mesti sama dengan banyaknya mesin yang perlu dipakai oleh Kapitalis-Barang-Pakai. Karena barang-pakai ini terutama dibeli oleh kaum buruh maka hasil barang-pakai mesti cocok dengan jumlah gaji, yakni jumlah uang pembeli barang-pakai tadi. SI GODAM : Begitulah sebenarnya, Kek! Tetapi aku insyaf bahwa penerangan di atas belum cukup. Memang seluk beluk uraian Marx tentang kapitalis itu tiadalah bisa dimengerti begitu saja. Malah banyak orang terpelajar yang tak mengerti Das Kapital itu. Barangkali penerangan yang lebih populer akan bisa menambah yang kurang. Janganlah putus asa! SI PACUL : Kasihlah juga penerangan yang populer, kalau penerangan di atas amat susah dimengerti atau belum cukup, maka pada sesuatu kursus kami bisa memakai penerangan yang populer itu. SI GODAM : Paul Memberts, nama seorang ahli ekonomi, berkata: Hasil dan pemakaian atau produksi dan konsumsi mesti seimbang. Memberts ini adalah seorang ahli ekonomi borjuis.<noinclude>{{rh|||31}}</noinclude> sbbpp49s6bnie3fgiy8c2t5abc00f58 Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/42 104 112360 311420 2026-08-12T00:56:49Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311420 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> jang ada padanja untuk membela dan membentengi sahabatnja itu. Bahkan dia sudah pula mengusahakan, supaja Karnain mendapat tugas jang tertentu dalam PRRI. Dimasukkannja mendjadi anggota kepolisian, se-mata² supaja ketjurigaan orang kepadanja bisa dipadamkan. Karnain mau masuk kedalam kesatuan polisi PRRI itu, bukan karena ia setudju dengan PRRI, tetapi se-mata² untuk memenuhi nasihat Munandar, untuk berlindung agar orang lain, terutama Junus, djangan terlalu berlantas angan kepadanja. Atas djaminan Munandar, Karnain diterima dalam kepolisian itu. Tapi kini semuanja tidak berguna lagi. Kematian telah berhasil memburunja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketika ia sampai dipondok nenek Boge, orang tua itu sudah bangun. Orang tua itu sebenarnja tidak pernah dapat tertidur semendjak letusan terdengar dimalam itu. Pikirannja mendjadi katjau. Ketjemasan datang kepadanja seperti suatu deraan jang dahsjat. Ia chawatir kalau² Munandar dan Karnain telah dihantam oleh Junus atau oleh komandan pasukan dibukit Lasung itu. Pembitjaraan siang kemarinnja, teringat kembali oleh nenek Boge. Dan hal itu menambah kechawatirannja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kartina djuga tak dapat tidur. Pikirannja hampir tak terbelok kepada jang lain, ketjuali kepada Munandar dan Karnain. Dia menjangka, bahwa tembakan itu datangnja dari APRI jang melakukan pendadakan lagi. Ketjemasannja begitu hebatnja, hingga airmatanja tak dapat dibendungnja lagi. Dia mendoa kepada Tuhan, semoga Munandar dan Karnain terhindar dari marabahaja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Tiba² diluar terdengar suara me-manggil² : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Nenek ! Bangunlah ! Bersiaplah ! Kita dalam bahaja ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Nenek Boge dan Kartina tidak ragu² lagi dengan suara itu. Mereka sudah tjukup kenal suara itu. Mereka segera menjiapkan barang² dan dengan tjepat turun dari pondok itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ada apa Munandar ? — tanja nenek Boge tjemas. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ikuti aku ! Djangan banjak tanja ! Kita harus meninggalkan tempat ini. </div> <p align="left">80</p> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Nenek Boge dan Kartina mengikuti Munandar dari belakang. Mereka sebenarnja ingin tahu apa jang telah terdjadi, tapi tidak mendapat kesempatan untuk bertanja, karena Munandar tidak bersedia mendjawab. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Soal apa jang terdjadi, nanti akan kuterangkan. Sekarang ikutilah aku. Djangan main² ! — perintah Munandar. Nenek Boge dan Kartina mengikuti perintah itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketiganja menghilirkan batang Gagauan seraja berhati², kalau² mereka ditjegat dari kedua-belah bukit jang mengapit lembah Katjukah. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketika matahari dengan pasti telah bersinar dari puntjak² bukit sebelah timur, mereka telah sampai di-tengah² desa Koto Hilalang. Desa itu hening dan sepi. Rumah² penduduk telah sama datar dengan tanah akibat pertempuran beberapa waktu jang lalu. Penduduk telah menjingkir kekota, lebih² setelah peristiwa dibukit Lasung. Kini desa itu merupakan desa jang mati, desa jang ditinggalkan. Tidak ada sesuatu jang terdengar, ketjuali desauan air batang Gagauan jang sajup² menggema kedesa itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Mereka terlalu pajah untuk meneruskan perdjalanan, karena baru sadja berhasil meninggalkan lembah maut itu. Ketiganja kini berhenti sedjenak dibawah pohon beringin di-tengah² desa itu, dimuka balairung adat jang hampir runtuh. Mereka ingin mendapatkan tenaga baru untuk meneruskan perdjalanan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apa jang telah terdjadi ? — tanja nenek Boge tak sabar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kita harus pulang ke Solok, nek, — djawab Munandar seraja memandang kepada orang tua itu dengan pandangan jang mengandung kechawatiran. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apakah PRRI sudah menang ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar terpaksa tersenjum pahit mendengar pertanjaan orang tua itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Bukan soal menang atau kalah, nek. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Djadi, mengapa kita kembali ke Solok ? — tanja Kartina jang tak kurang herannja mendengar djawaban Munandar itu. </div> <p align="right">81</p> </div><noinclude></noinclude> tkt7cz6t08ky6z8zuopc0pr31mbbsv7 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/32 104 112361 311421 2026-08-12T00:57:50Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311421 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Tetapi dalam hakikatnya dia sama pahamnya dengan Marx, ahli ekonomi proletar, yakni terhadap perkara krisis tadi. SI TOKE : Cobalah beri satu simpulan tentangan wataknya KRISIS, Dam! Si godam : Benar pula, Kek! Selama ini kita belum sampai ke sana. Memang perlu satu simpulan yang pendek dan jitu. Aku ingat akan simpulan yang pendek jitu itu. SI TOKE : Keluarkan, Dam! SI GODAM : Krisis ialah keadaan yang merupakan serba kekurangan di satu kutub dan serta kelebihan di kutub yang lain. SI TOKE : Memang di pihak yang banyak orangnya serba kekurangan. Sedangkan di pihak yang sedikit orangnya serba kelebihan. Ialah kelebihan mesin, auto, pakaian, makanan dan lain-lain. SI GODAM : Ada pula beberapa simpulan dari pihak sosialis yang terkemuka di Jerman yakni Hilferding. Sosialis ini menulis satu buku yang masyhur sekali di kalangan kaum sosialis. Nama buku itu ialah Finanz Kapital. Hilferding pernah menjadi menteri di Jerman. SI PACUL : Manakah simpulan Hilferding itu? SI GODAM : Barangkali Denmas atau Mr. Apal bisa memberikannya. Aku bisa mengaso sebentar. MR. APAL : Kalau saya tak salah Hilferding memberikan tiga simpulan penting berhubungan dengan krisis tadi. Saya terpaksa mengutip di luar kepala. Maksudnya kira-kira begini : # Lebih besar dan lebih cepat mesin itu dibutuhkan demi lebih besarnya permintaan (demand). Yang bertambah besar buat baja umpamanya, membutuhkan mesin penimpa baja yang lebih kuat dan lebih cepat. Tetapi mesin yang senantiasa bertambah besar itu lebih susah mencocokkan dirinya dengan permintaan dari pabrik di zaman manufaktur, pertukangan. Artinya itu hasil baja lebih besar daripada permintaan baja. Demikianlah baja melimpah! Ingatlah apa yang diterangkan oleh Godam tadi perkara harus seimbang jumlah harga f 2000,- di garis bawah. 32<noinclude>{{rh|32}}</noinclude> er0dbsnbk0hvixyr62q9p6at97ywln8 311422 311421 2026-08-12T00:58:14Z Iripseudocorus 23824 311422 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Tetapi dalam hakikatnya dia sama pahamnya dengan Marx, ahli ekonomi proletar, yakni terhadap perkara krisis tadi. SI TOKE : Cobalah beri satu simpulan tentangan wataknya KRISIS, Dam! Si godam : Benar pula, Kek! Selama ini kita belum sampai ke sana. Memang perlu satu simpulan yang pendek dan jitu. Aku ingat akan simpulan yang pendek jitu itu. SI TOKE : Keluarkan, Dam! SI GODAM : Krisis ialah keadaan yang merupakan serba kekurangan di satu kutub dan serta kelebihan di kutub yang lain. SI TOKE : Memang di pihak yang banyak orangnya serba kekurangan. Sedangkan di pihak yang sedikit orangnya serba kelebihan. Ialah kelebihan mesin, auto, pakaian, makanan dan lain-lain. SI GODAM : Ada pula beberapa simpulan dari pihak sosialis yang terkemuka di Jerman yakni Hilferding. Sosialis ini menulis satu buku yang masyhur sekali di kalangan kaum sosialis. Nama buku itu ialah Finanz Kapital. Hilferding pernah menjadi menteri di Jerman. SI PACUL : Manakah simpulan Hilferding itu? SI GODAM : Barangkali Denmas atau Mr. Apal bisa memberikannya. Aku bisa mengaso sebentar. MR. APAL : Kalau saya tak salah Hilferding memberikan tiga simpulan penting berhubungan dengan krisis tadi. Saya terpaksa mengutip di luar kepala. Maksudnya kira-kira begini : 1. Lebih besar dan lebih cepat mesin itu dibutuhkan demi lebih besarnya permintaan (demand). Yang bertambah besar buat baja umpamanya, membutuhkan mesin penimpa baja yang lebih kuat dan lebih cepat. Tetapi mesin yang senantiasa bertambah besar itu lebih susah mencocokkan dirinya dengan permintaan dari pabrik di zaman manufaktur, pertukangan. Artinya itu hasil baja lebih besar daripada permintaan baja. Demikianlah baja melimpah! Ingatlah apa yang diterangkan oleh Godam tadi perkara harus seimbang jumlah harga f 2000,- di garis bawah.<noinclude>{{rh|32}}</noinclude> o6duhi6k2b2kmhl37b16wso4ct6wgrp 311699 311422 2026-08-12T06:58:13Z Iripseudocorus 23824 311699 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Tetapi dalam hakikatnya dia sama pahamnya dengan Marx, ahli ekonomi proletar, yakni terhadap perkara krisis tadi. SI TOKE : Cobalah beri satu simpulan tentangan wataknya KRISIS, Dam! Si godam : Benar pula, Kek! Selama ini kita belum sampai ke sana. Memang perlu satu simpulan yang pendek dan jitu. Aku ingat akan simpulan yang pendek jitu itu. SI TOKE : Keluarkan, Dam! SI GODAM : Krisis ialah keadaan yang merupakan serba kekurangan di satu kutub dan serta kelebihan di kutub yang lain. SI TOKE : Memang di pihak yang banyak orangnya serba kekurangan. Sedangkan di pihak yang sedikit orangnya serba kelebihan. Ialah kelebihan mesin, auto, pakaian, makanan dan lain-lain. SI GODAM : Ada pula beberapa simpulan dari pihak sosialis yang terkemuka di Jerman yakni Hilferding. Sosialis ini menulis satu buku yang masyhur sekali di kalangan kaum sosialis. Nama buku itu ialah Finanz Kapital. Hilferding pernah menjadi menteri di Jerman. SI PACUL : Manakah simpulan Hilferding itu? SI GODAM : Barangkali Denmas atau Mr. Apal bisa memberikannya. Aku bisa mengaso sebentar. MR. APAL : Kalau saya tak salah Hilferding memberikan tiga simpulan penting berhubungan dengan krisis tadi. Saya terpaksa mengutip di luar kepala. Maksudnya kira-kira begini : {{ordered list| | Lebih besar dan lebih cepat mesin itu dibutuhkan demi lebih besarnya permintaan (demand). Yang bertambah besar buat baja umpamanya, membutuhkan mesin penimpa baja yang lebih kuat dan lebih cepat. Tetapi mesin yang senantiasa bertambah besar itu lebih susah mencocokkan dirinya dengan permintaan dari pabrik di zaman manufaktur, pertukangan. Artinya itu hasil baja lebih besar daripada permintaan baja. Demikianlah baja melimpah! Ingatlah apa yang diterangkan oleh Godam tadi perkara harus seimbang jumlah harga f 2000,- di garis bawah.}}<noinclude>{{rh|32}}</noinclude> 6o1d22acl87lq80e2m7na5fyrrnt5zd Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/43 104 112362 311423 2026-08-12T00:58:28Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311423 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tjeritakanlah kepada kami apa jang telah terdjadi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kau mendengar tembakan tadi malam ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ada, — djawab Kartina serentak dengan djawaban nenek Boge. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Komandan pasukan jang dibukit Lasung itu sudah mati, — kata Munandar meneruskan. Wadjahnja kelihatan tegang karena berdjuang menjimpan sesuatu jang hendak dirahasiakannja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kau jang menembaknja ? — tanja Kartina dengan hasrat jang lebih keras untuk mengetahui persoalan itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Bukan ! Karnain jang menembaknja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dan Karnain sendiri ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ia akan menjusul kita. Aku terpaksa melarikan diri, karena beberapa orang anakbuah komandan itu djuga terbunuh. Karnain menjelinap kedalam belukar dan menghilang. Kami terpentjar satu sama lain. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Djadi rupanja apa jang kita bitjarakan sore kemarin, memang tepat menurut dugaan Karnain, — kata nenek Boge. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tepat ! Mereka datang sepasukan, ingin melenjapkan Karnain. Tapi kami merasa mendapat ilham untuk menjingkir. Ketika mereka melihat kami, Karnain tjepat² menembak. Komandannja rebah disaat itu djuga. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dipondok mana peristiwa itu terdjadi ? — tanja Kartina. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dipondok Mustafa ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Bagaimana orang² lain dipondok itu ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kukira mereka selamat. Aku tidak tahu lagi apa jang terdjadi, karena aku harus tjepat² melarikan diri. Mereka mengedjar kami dengan tembakan² jang gentjar. Tapi aku dapat melepaskan diri, sedang Karnain menghindar entah kemana. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Barangkali ia sudah tewas, — keluh Kartina. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Mudah-mudahan dia selamat ! </div> <div style="text-align: justify;"> Seketika lamanja mereka tidak berbitjara lagi. Satu sama lain saling berpandangan, se-olah² ada sesuatu jang belum terdjawab. </div> <p align="left">82</p> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ajo, baiklah kita segera berangkat ! — seru Munandar. </div> <div style="text-align: justify;"> — Kalau kita main², djangan² anakbuahnja memburu kita. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Baiklah kita tunggu Karnain dulu, — djawab Kartina, jang tampaknja pertjaja bahwa Karnain masih hidup. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dia pasti akan menjusul kita, — kata Munandar menegaskan. — Menunggu, berarti maut ! Lebih baik di Solok sadja kita tunggu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Bagaimana kalau kau dipendjarakan ? — tanja Kartina dengan nada suara rendah jang mengandung ketjemasan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tidak djadi soal apakah aku akan menghuni pendjara atau tidak. Pendjara akan lebih baik daripada harus mendjalani hukum rimba jang kedjam ini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kalau begitu, baiklah kita tjepat² berangkat, — tukas nenek Boge. — Kalau kita harus dipendjarakan, akupun tidak keberatan, — kata orang tua itu bersemangat. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Mereka segera berangkat, mengikuti djalan kampung jang menghubungkan desa itu dengan desa Selajo dalam djarak tiga kilometer. Djalan itu hampir tak pernah dilalui lagi selama pemberontakan berketjamuk. Rumput²nja telah pandjang. Semak-belukar dikiri-kanan djalan itu hampir bertaut karena tak pernah dibersihkan. Djalan itu membudjur melalui penurunan jang sepi, jang merupakan suatu dunia jang penghuninja sudah tak ada lagi, ketjuali mereka bertiga. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Sebelum meunuruni djalan itu, Kartina berhenti sedjenak dan memandang kebukit Talang jang menempel dihutan lebat di-utara desa Koto Hilalang. Munandar terpaksa pula berhenti. Keduanja memandang kebukit itu, kemudian mereka saling berpandangan pula. Ada sesuatu jang tak terkatakan diantara mereka kini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Matahari telah berangkat naik. Tjahanja terasa tjerah sekali, setjerah hati mereka menghadapi kehidupan baru didalam kota. Didada mereka berkembang sekuntum harapan, tersenjum riang menghadapi dunia jang terbentang dihadapan mereka. </div> <p align="right">83</p> </div><noinclude></noinclude> f6k9vzq0b6hk0xxv3c6brpxoy3iv7ud Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/33 104 112363 311424 2026-08-12T00:59:48Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311424 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>2. Jurang di antara apa yang seharusnya dipakai oleh kaum buruh dengan apa yang mereka bisa pakai, semakin hari semakin bertambah besar. Karena jumlah gaji buruh yang sebenarnya sehari demi sehari berkurang- kurang dan hasil barang sehari demi sehari bertambah- tambah, maka kekuatan buruh itu membeli tiadalah seimbang dengan naiknya banyak barang. Ingatlah apa yang diuraikan oleh Godam perkara usaha kaum kapitalis mengurangkan jam kerja buat menebus upahnya! Dalam contoh yang diberikan tadi ialah dari 6 jam ke 5 jam. 3. Produksi itu tidak saja senantiasa bertambah maju kuatnya, efisiensinya, tetapi juga bertambah sulit. Paman kita di Kalimantan umpamanya kalau perlu makanan, dia menengok saja ke sana-sini. Kalau terlihat ular, dengan tangan saja dia tangkap ular itu masukan ke mulut. Tetapi sebelumnya roti sampai ke mulut banyak tingkat yang mesti dilalui. Supaya jangan ada krisis, tiap-tiap tingkat itu mesti memenuhi syarat. Tidak saja si tukang roti mesti mengadakan roti tak kelebihan dan tak kekurangan buat para pemakan. Tetapi juga pabrik batu tembok tak boleh mengurangi atau melebihi batu temboknya buat pabrik roti. Tak pula boleh melebihi atau mengurangi perkakas dan mesin buat pabrik roti tadi. Jadinya hasil tambang tanah liat dan tanah besi mesti tak lebih dan tak kurang dari yang dibutuhkan oleh pabrik batu tembok dan pabrik besi atau baja. Hasil pabrik besibaja tak pula boleh lebih atau kurang dari yang dibutuhkan oleh pabrik pembikin perkakas memasak roti. Hasil pabrik batu tembok dan pabrik pembikin perkakas memasak roti tak pula boleh lebih atau kurang dari kebutuhan pabrik roti sendiri. Pabrik roti akhirnya mesti mencukupi tak boleh mengurangi atau melebihi keperluan pemakan roti. SI PACUL : Mana seimbangan itu bisa diperoleh, kalau begitu banyak kapitalis tambang tanah liat dan tanah besi. Begitu banyak pula majikan pabrik batu tembok dan pabrik besi dan baja. 1001 pula banyaknya dan perhitungannya kapitalis pabrik membikin perkakas memasak roti. Akhirnya berapa pula persaingan, konkurensi di antara pabrik roti di tiap-tiap kota. Satu sama lain para kapitalis pada bermacam- macam tingkat<noinclude>{{rh|||33}}</noinclude> q95p44jpexeu3z9fa6l0w3j1ky7nuxq 311700 311424 2026-08-12T07:00:23Z Iripseudocorus 23824 311700 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{Ordered list|start=2 |Jurang di antara apa yang seharusnya dipakai oleh kaum buruh dengan apa yang mereka bisa pakai, semakin hari semakin bertambah besar. Karena jumlah gaji buruh yang sebenarnya sehari demi sehari berkurang- kurang dan hasil barang sehari demi sehari bertambah- tambah, maka kekuatan buruh itu membeli tiadalah seimbang dengan naiknya banyak barang. Ingatlah apa yang diuraikan oleh Godam perkara usaha kaum kapitalis mengurangkan jam kerja buat menebus upahnya! Dalam contoh yang diberikan tadi ialah dari 6 jam ke 5 jam. |Produksi itu tidak saja senantiasa bertambah maju kuatnya, efisiensinya, tetapi juga bertambah sulit. Paman kita di Kalimantan umpamanya kalau perlu makanan, dia menengok saja ke sana-sini. Kalau terlihat ular, dengan tangan saja dia tangkap ular itu masukan ke mulut. Tetapi sebelumnya roti sampai ke mulut banyak tingkat yang mesti dilalui. Supaya jangan ada krisis, tiap-tiap tingkat itu mesti memenuhi syarat. Tidak saja si tukang roti mesti mengadakan roti tak kelebihan dan tak kekurangan buat para pemakan. Tetapi juga pabrik batu tembok tak boleh mengurangi atau melebihi batu temboknya buat pabrik roti. Tak pula boleh melebihi atau mengurangi perkakas dan mesin buat pabrik roti tadi. }} Jadinya hasil tambang tanah liat dan tanah besi mesti tak lebih dan tak kurang dari yang dibutuhkan oleh pabrik batu tembok dan pabrik besi atau baja. Hasil pabrik besibaja tak pula boleh lebih atau kurang dari yang dibutuhkan oleh pabrik pembikin perkakas memasak roti. Hasil pabrik batu tembok dan pabrik pembikin perkakas memasak roti tak pula boleh lebih atau kurang dari kebutuhan pabrik roti sendiri. Pabrik roti akhirnya mesti mencukupi tak boleh mengurangi atau melebihi keperluan pemakan roti. SI PACUL : Mana seimbangan itu bisa diperoleh, kalau begitu banyak kapitalis tambang tanah liat dan tanah besi. Begitu banyak pula majikan pabrik batu tembok dan pabrik besi dan baja. 1001 pula banyaknya dan perhitungannya kapitalis pabrik membikin perkakas memasak roti. Akhirnya berapa pula persaingan, konkurensi di antara pabrik roti di tiap-tiap kota. Satu sama lain para kapitalis pada bermacam- macam tingkat<noinclude>{{rh|||33}}</noinclude> j62vnqi72zjf0a019nn8wu22wr4gh5t Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/44 104 112364 311425 2026-08-12T01:00:21Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311425 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: right; font-size: 85%; font-weight: bold;"> kesepuluh </div> <div style="text-align: right; font-size: 200%; font-weight: bold; margin-bottom: 0.5em;"> 10 </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> '''APA''' jang dichawatirkan oleh Munandar, nenek Boge dan Kartina sepandjang perdjalanan pulang ke Solok, kini telah lenjap. Mereka bukannja didjebloskan kedalam pendjara, atau disiksa seperti jang sering digambarkan orang selama dihutan, melainkan disuruh pulang kerumah masing² untuk menikmati kemerdekaan. Mereka diterima dengan sikap jang ramah penuh perasaan maaf, se-olah² mereka tidak pernah berbuat sesuatu pengchianatan apa². Kawan² lama, sanak-famili atau kaum-keluarga, menjambut mereka dengan kegembiraan penuh gelora, karena ,,si anak hilang telah kembali". </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Politik Pemerintah untuk menerima dengan wadjar tanpa balas dendam terhadap setiap pemberontak jang sadar, tapi bertindak tegas terhadap mereka jang masih membangkang, benar² telah didjalankan. Semuanja ini adalah diluar dugaan Munandar. Ia bagaikan tersentak dari suatu mimpi dan melihat kenjataan lain dihadapannja. Dunia sekitarnja seolah tersenjum dan mengembangkan tangannja menjambut kedatangannja seraja mengharap supaja kesalahan jang sudah² dapatlah didjadikan peladjaran untuk menghadapi hidup baru. Hidup itu kini membentang dihadapannja dengan naungan langit jang djernih. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Benar kepadanja telah dilakukan sekedar pemeriksaan, tapi kemudian ketiganja dibebaskan kembali dengan djandji, bahwa mereka tidak lagi akan melakukan pengchianatan terhadap bangsa dan negara dan menjatakan kesanggupan untuk membantu APRI dimana perlu, guna mepmertjepat pulihnja keamanan. Mereka berdjandji pada diri sendiri untuk mematuhi undang² dan setia kepada negara. </div> <p align="left">84</p> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kenang-kenangan pahit jang baru sadja dialaminja disekitar lembah Katjukah, masih sadja melekat dihati Munandar. Ia teringat betapa malam jang penuh malapetaka itu datang dengan seringai maut. Tuhanlah jang telah menyelamatkannja, tapi majat Karnain jang tertinggal dimuka pondok itu entah bagaimana keadaannja. Ia tidak dapat melepaskan pikirannja dari sahabatnja itu, walaupun telah diusahakannja. Ia tidak tahu, bahwa sisa pasukan PRRI jang mengepungnja malam itu, kemudian terus memburunja kepondok nenek Boge, tapi mereka sangat ketjewa karena pondok itu telah kosong. Sebagai pantulan dari rasa ketjewa itu, pondok jang tidak bersalah itu mereka bakar sampai musnah. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kini ia telah berada ditengah-tengah kaum-keluarganja. Kartina dan nenek Boge telah kembali pula kerumahnja. Gadis itu mengharapkan supaja apa jang di-rasa²kannja selama ini, moga² tjepat mendjadi kenjataan. Tapi sebaliknja, ia melihat kesulitan lain jang mendjurangi hubungannja dengan Munandar. Bagaimanakah dengan Martini, isteri lelaki itu. </div> <center> <div style="margin-top: 1.5em; margin-bottom: 1.5em;">*</div> </center> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ketika Munandar pulang kerumah ibunja, kaum-keluarganja menjambut dengan gembira dan sukatdjita. Tapi keriahan perasaan mereka tiba² berhenti. Mereka saling berpandangan satu-sama lain, se-olah² ada sesuatu jang mereka rahasiakan. Kemudian seorang demi seorang segera mengundurkan diri, se-olah² ada suatu kechawatiran dihati mereka. Munandar merasakan hal ini dan ia heran, kenapa sikap mereka tiba² sadja mendjadi aneh. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Bila orang² itu sudah tak ada lagi, datanglah ibunja mendekati Munandar. Pada wadjah orang tua itu mudah dibatja perasaan menjesal jang tersurat melalui garis² ketuaan pada keningnja. Tapi apakah sebenarnja jang harus disesalkan, apabila segala sesuatu telah berdjalan menurut garis jang sewadjarnja. Achirnja orang hanja bisa mengeluh, tapi tidak akan </div> <p align="right">85</p> </div><noinclude></noinclude> ik3pjfy7cthusrk0roovffcv0bbk02l Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/34 104 112365 311426 2026-08-12T01:00:50Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311426 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>dari tambang tanah liat atau besi sampai ke roti sebagai hasil akhirnya tak berunding atau menghitung hasil dan pemakaian lebih dahulu. Mereka berlomba- lomba mendapatkan dan memakai perkakas yang sebaik- baiknya, supaya bisa menjual semurah-murahnya dan mendapat untung sebesar-besarnya! SI GODAM : Tepat, Cul! Itu namanya anarkisme dalam produksi, Cul. Memang engkau ahli mamah dan tukang sekali dalam hal melaksanakan suatu paham! Tetapi engkau sekarang agak terlampau lewat melompat. Tiga simpulan Hilferding yang dimajukan oleh Mr. Apal tadi memang cukup buat penjelasan perhitungan Marx. Tetapi barangkali Denmas, yang selama ini diam-diam saja barangkali ada pula punya pelor buat ditembakkan menuju penghasilan secara kapitalis itu. DENMAS : Memang aku sudah sediakan pelor itu. Sebenarnya pelor itu datangnya dari pihak kaum borjuis pula. Sudahkah saudara sekalian mendengar satu aliran di Amerika bernama “teknokrasi”? SI TOKE : Sudah! Seorang terkemuka sekali dalam aliran itu ialah seorang profesor dari Columbia University bernama Hesley. Aliran itu timbul di masa krisis yang hebat sekali di Amerika, negara kapitalisme terbesar dan katanya paling makmur itu. Kaum “teknokrat” tak percaya pada sistem parlementer. Mereka berpendapat bahwa kaum tekniklah yang berhak mengurus Negara. Karena kaum tekniklah yang menyelenggarakan produksi. Sebab itulah aliran itu mereka namai “teknokrasi”. Almarhum Presiden Roosvelt ialah seorang penganut teknokrasi yang mencoba melaksanakan aliran itu. Tetapi, Denmas, apakah paham kaum teknokrasi tentang krisis? DENMAS : Dalam hakikatnya mereka membenarkan simpulan Marx dalam garis besarnya. Mereka mengakui penuh bahwa mesin dan hasil barang-pakai pada pihak kapitalis dari hari ke hari bertambah-tambah saja. Tetapi kemajuan hasil tak berbanding dengan kekuatan si pembeli. Kata mereka kaum teknokrat tadi, kalau dibandingkan dengan majunya hasil, maka kurang kian berkuranglah banyaknya kaum buruh yang menerima gaji sepadan dengan takaran hidup dalam masyarakat Amerika. Maksud mereka adalah hasil bertambah banyak tetapi<noinclude>{{rh|34}}</noinclude> dxbgvi0qmq71ix1w5uh7f4lvxzq78br Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/77 104 112366 311427 2026-08-12T01:01:17Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311427 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>DENMAS : Nah, sekarang “Jeruk Bali” yang kau hidangkan, Cul! Segar bugar! Sudah pandai pula engkau memakai perkataan seolah-olah dan gambaran. Tetapi engkau jangan memikirkan Rencana Ekonomi yang modern, yang sempurna saja, Cul! Bukankah di masa perang ini pun kita mesti mengadakan rencana? Istimewanya dalam suasana perang inilah kita mesti mengadakan rencana. SI GODAM : Benarlah begitu. Kita mesti tunda rencana besarbesaran dan rencana bertujuan jauh. Rencana yang akan membawa kita ke zaman sentausa ialah apabila kita sudah mempunyai Industri Berat, Industri Induk. Apabila kita sudah mempunyai Mesin Membikin Mesin, yakni mesin pembikin lokomotif, pembikin mesin oto, kapal air dan kapal terbang, barulah boleh kita tidur dengan perasaan lebih aman dan meninggalkan anak cucu dan negara kita dengan hati aman tenteram. Sebelum keadaan itu tercapai, belumlah berapa artinya suatu kemerdekaan, walaupun kita memperoleh kemerdekaan 100% yang kita tuntut itu. SI PACUL : Tetapi kemerdekaan 100% itu pulalah yang sanggup memberi kesempatan kepada negara kita buat mendirikan Mesin-Induk dan Industri Berat Nasional bukan? SI GODAM : Benar Cul. Sebab itu rencana kita sekarang ialah Rencana Ekonomi Berjuang buat mencapai kemerdekaan 100% itu lebih dahulu. Bermula baiklah diingatkan suasana sekarang ini, tegasnya ialah suasana dalam perjuangan. DENMAS : Apa perkara penting yang tampak di matamu dalam suasana berjuang ini, Dam? SI GODAM : Banyak perkara yang bisa menjadi sebab kemenangan atau kekalahan kita dalam perjuangan yang mahadahsyat ini. Mahadahsyat dalam hubungannya dengan banyak kekurangan kita dalam perjuangan. Kekurangan ini kelak akan kuuraikan lebih jelas dalam brosur bernama Muslihat. Di sini kukemukakan beberapa perkara yang menguntungkan kita<noinclude>{{rh|||77}}</noinclude> 5d46shhepy88lw7un9o6deuu9ewvx4c 311652 311427 2026-08-12T04:26:24Z Ibrohim tijani 26379 311652 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gap}}DENMAS : Nah, sekarang “Jeruk Bali” yang kau hidangkan, Cul! Segar bugar! Sudah pandai pula engkau memakai perkataan seolah-olah dan gambaran. Tetapi engkau jangan memikirkan Rencana Ekonomi yang modern, yang sempurna saja, Cul! Bukankah di masa perang ini pun kita mesti mengadakan rencana? Istimewanya dalam suasana perang inilah kita mesti mengadakan rencana. {{gap}}SI GODAM : Benarlah begitu. Kita mesti tunda rencana besarbesaran dan rencana bertujuan jauh. Rencana yang akan membawa kita ke zaman sentausa ialah apabila kita sudah mempunyai Industri Berat, Industri Induk. Apabila kita sudah mempunyai Mesin Membikin Mesin, yakni mesin pembikin lokomotif, pembikin mesin oto, kapal air dan kapal terbang, barulah boleh kita tidur dengan perasaan lebih aman dan meninggalkan anak cucu dan negara kita dengan hati aman tenteram. Sebelum keadaan itu tercapai, belumlah berapa artinya suatu kemerdekaan, walaupun kita memperoleh kemerdekaan 100% yang kita tuntut itu. {{gap}}{{gap}}SI PACUL : Tetapi kemerdekaan 100% itu pulalah yang sanggup memberi kesempatan kepada negara kita buat mendirikan Mesin-Induk dan Industri Berat Nasional bukan? {{gap}}SI GODAM : Benar Cul. Sebab itu rencana kita sekarang ialah Rencana Ekonomi Berjuang buat mencapai kemerdekaan 100% itu lebih dahulu. Bermula baiklah diingatkan suasana sekarang ini, tegasnya ialah suasana dalam perjuangan. {{gap}}DENMAS : Apa perkara penting yang tampak di matamu dalam suasana berjuang ini, Dam? {{gap}}SI GODAM : Banyak perkara yang bisa menjadi sebab kemenangan atau kekalahan kita dalam perjuangan yang mahadahsyat ini. Mahadahsyat dalam hubungannya dengan banyak kekurangan kita dalam perjuangan. Kekurangan ini kelak akan kuuraikan lebih jelas dalam brosur bernama Muslihat. Di sini kukemukakan beberapa perkara yang menguntungkan kita<noinclude>{{rh|||77}}</noinclude> lw3eg10salvaglzpyxvoa76dtmgixn9 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/35 104 112367 311428 2026-08-12T01:02:04Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311428 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>pembeli bertambah kurang. Si kaya bertambah kaya, si miskin bertambah miskin. SI GODAM : Rasanya sudah cukup penjelasan KRISIS itu dari segala pihak: dari pihak Marxis ialah dari Marx sendiri, pihak sosialis, dan pihak borjuis. Semuanya mufakat mengatakan bahwa krisis timbul disebabkan oleh gangguan seimbangnya produksi dan konsumsi, penghasilan dan pemakaian. Keuanganpun bisa menimbulkan atau memperhebat krisis, tetapi akan terlampau panjang kalau perkara ini diusik-usik pula. Baiklah saya tanya, apakah saudara sekalian ingin mendengarkan beberapa simpulan dari Maha Guru, sahabat dan teman sepembangunan Marx sendiri? Dari Frederich Engels, yang selalu setia dengan teman seperjuangannya, Marx, selalu tepatjitu dalam simpulannya dan gampang pula dimengerti. SI PACUL : Tentu, Dam! Otakku masih kuat menerimanya! Aku tak akan meminta saudara sekalian mengheningkan cipta buat menghormat Maha-Guru kita Engels. Aku cuma minta beberapa simpulan Engels yang berhubungan dengan krisis. SI GODAM : Dalam Dasar Komunisme Engels kira-kira: 1. Alat menghasilkan yang luar biasa (mesin) kita peroleh dari kapitalisme. Tetapi kapitalisme pulalah yang menimbulkan pertentangan di antara produksi dan konsumsi, di antara penghasilan dan pemakaian. 2. Untuk kemajuan alat (mesin) menghasilkan perlulah pula dinaikkan hasil. Kenaikan hasil ini tidak mempedulikan para penghasil dan para pemakai hasil itu. (Jadi maksud Engels, kalau ada seorang kapitalis mendapatkan mesin baru, maka dia naikkan saja hasilnya dengan mesin baru itu. Dia tiada mempedulikan apakah hasilnya sendiri ditambah hasil para kapitalis lain melebihi keperluan pemakai. Juga tiada dia pikirkan apakah hasilnya yang banyak dan murah itu membunuh perusahaan para kapitalis temannya). 3. Entah dapat atau tidaknya pasar, mesin raksasa zaman sekarang mesti meneruskan produksi buat menghindarkan kelunturan mesin (Di masa sekarang, memang diakui sungguh<noinclude>{{rh|||35}}</noinclude> fvw2nvup2wb5q6llk2vtfq8xe8lfbw7 311701 311428 2026-08-12T07:04:14Z Iripseudocorus 23824 311701 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>pembeli bertambah kurang. Si kaya bertambah kaya, si miskin bertambah miskin. SI GODAM : Rasanya sudah cukup penjelasan KRISIS itu dari segala pihak: dari pihak Marxis ialah dari Marx sendiri, pihak sosialis, dan pihak borjuis. Semuanya mufakat mengatakan bahwa krisis timbul disebabkan oleh gangguan seimbangnya produksi dan konsumsi, penghasilan dan pemakaian. Keuanganpun bisa menimbulkan atau memperhebat krisis, tetapi akan terlampau panjang kalau perkara ini diusik-usik pula. Baiklah saya tanya, apakah saudara sekalian ingin mendengarkan beberapa simpulan dari Maha Guru, sahabat dan teman sepembangunan Marx sendiri? Dari Frederich Engels, yang selalu setia dengan teman seperjuangannya, Marx, selalu tepat jitu dalam simpulannya dan gampang pula dimengerti. SI PACUL : Tentu, Dam! Otakku masih kuat menerimanya! Aku tak akan meminta saudara sekalian mengheningkan cipta buat menghormat Maha-Guru kita Engels. Aku cuma minta beberapa simpulan Engels yang berhubungan dengan krisis. SI GODAM : Dalam Dasar Komunisme Engels kira-kira: {{Ordered list |Alat menghasilkan yang luar biasa (mesin) kita peroleh dari kapitalisme. Tetapi kapitalisme pulalah yang menimbulkan pertentangan di antara produksi dan konsumsi, di antara penghasilan dan pemakaian. |Untuk kemajuan alat (mesin) menghasilkan perlulah pula dinaikkan hasil. Kenaikan hasil ini tidak mempedulikan para penghasil dan para pemakai hasil itu. (Jadi maksud Engels, kalau ada seorang kapitalis mendapatkan mesin baru, maka dia naikkan saja hasilnya dengan mesin baru itu. Dia tiada mempedulikan apakah hasilnya sendiri ditambah hasil para kapitalis lain melebihi keperluan pemakai. Juga tiada dia pikirkan apakah hasilnya yang banyak dan murah itu membunuh perusahaan para kapitalis temannya). |Entah dapat atau tidaknya pasar, mesin raksasa zaman sekarang mesti meneruskan produksi buat menghindarkan kelunturan mesin (Di masa sekarang, memang diakui sungguh}}<noinclude>{{rh|||35}}</noinclude> pb4g6ug7ff5rd1spdpf54r0oxz57o7e Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/76 104 112368 311429 2026-08-12T01:02:07Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311429 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>MR. APAL : Mulanya aku sendiri mau mengusulkan Rencana waktu kita diserang dengan hebat itu. Tetapi di belakangnya aku mengerti bahwa aku terlampau banyak dipengaruhi “buku”. Sesudah kucoba berhubungan dengan keadaan yang sebenarnya, maka barulah aku insyaf bahwa aku terlampau tinggi melayang di awang-awang. SI PACUL : Kalau kuingat perundingan lampau tentang dasar dan tekniknya Rencana itu, sebenarnyalah suatu maksud mengadakan Rencana yang sempurna atau setengah sempurna adalah impian belaka. Kalau ada Rencana dan memang mestinya ada Rencana, maka rencana itu mestinya tak kurang dan tak lebih dari Rencana Ekonomi Berjuang. SI TOKE : Tepat, Cul! Sebutkan lagi sarinya dasar dan teknik Rencana itu! SI PACUL : Dasar Rencana itu ialah mencocokkan produksi dengan konsumsi. Tehniknya ialah meninjau keadaan : l) industri, 2) kemesinan, 3) gaji dan 4) perdagangan luar negeri. Baik dalam hal industri berat mauupun industri ringan kita banyak sekali kekurangan mesin. Barang bahan kita benar pula lebih dari cukup buat dijual di luar negeri. Jualan itu bisa dibelikan ke mesin yang kurang. Tetapi perdagangan dengan luar negeri sama sekali terputus. Lagipula perindustrian Indonesia, sebagai pusaka imperialisme Belanda, amat pincang. Pabrik buat barang-pakai seperti kain dan lain-lain baru pada tingkat permulaan, tetapi tambang, pabrik dan kebun buat menghasilkan barang yang dijual di luar negeri, seperti teh, kopi, gula, minyak, timah, mas dll lebih daripada cukup. Di bawah telapak serdadu Jepang banyak pula mesin yang dirusak atau diangkut ke luar Indonesia. Indonesia dan dunia luar seolah-olah dipisahkan oleh jurang yang dalam dan lebar. Indonesia kekurangan mesin dan kain, tetapi kebanyakan barang bahan. Dunia luar sanggup menjual mesin pada kita dan membutuhkan bahan dari kita, tetapi perniagaan sama sekali terhenti. Jurang tadi tak bisa atau belum bisa dijembatani, selama Inggris-Nica menyerang Indonesia dan menghancurleburkan kota Indonesia.<noinclude>{{rh|76}}</noinclude> 56tra3j46b8ti8qi82se0odtm7jf7js 311650 311429 2026-08-12T04:24:52Z Ibrohim tijani 26379 311650 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gap}}MR. APAL : Mulanya aku sendiri mau mengusulkan Rencana waktu kita diserang dengan hebat itu. Tetapi di belakangnya aku mengerti bahwa aku terlampau banyak dipengaruhi “buku”. Sesudah kucoba berhubungan dengan keadaan yang sebenarnya, maka barulah aku insyaf bahwa aku terlampau tinggi melayang di awang-awang. {{gap}}SI PACUL : Kalau kuingat perundingan lampau tentang dasar dan tekniknya Rencana itu, sebenarnyalah suatu maksud mengadakan Rencana yang sempurna atau setengah sempurna adalah impian belaka. Kalau ada Rencana dan memang mestinya ada Rencana, maka rencana itu mestinya tak kurang dan tak lebih dari Rencana Ekonomi Berjuang. {{gap}}SI TOKE : Tepat, Cul! Sebutkan lagi sarinya dasar dan teknik Rencana itu! {{gap}}SI PACUL : Dasar Rencana itu ialah mencocokkan produksi dengan konsumsi. Tehniknya ialah meninjau keadaan : l) industri, 2) kemesinan, 3) gaji dan 4) perdagangan luar negeri. Baik dalam hal industri berat mauupun industri ringan kita banyak sekali kekurangan mesin. Barang bahan kita benar pula lebih dari cukup buat dijual di luar negeri. Jualan itu bisa dibelikan ke mesin yang kurang. Tetapi perdagangan dengan luar negeri sama sekali terputus. Lagipula perindustrian Indonesia, sebagai pusaka imperialisme Belanda, amat pincang. Pabrik buat barang-pakai seperti kain dan lain-lain baru pada tingkat permulaan, tetapi tambang, pabrik dan kebun buat menghasilkan barang yang dijual di luar negeri, seperti teh, kopi, gula, minyak, timah, mas dll lebih daripada cukup. Di bawah telapak serdadu Jepang banyak pula mesin yang dirusak atau diangkut ke luar Indonesia. Indonesia dan dunia luar seolah-olah dipisahkan oleh jurang yang dalam dan lebar. Indonesia kekurangan mesin dan kain, tetapi kebanyakan barang bahan. Dunia luar sanggup menjual mesin pada kita dan membutuhkan bahan dari kita, tetapi perniagaan sama sekali terhenti. Jurang tadi tak bisa atau belum bisa dijembatani, selama Inggris-Nica menyerang Indonesia dan menghancurleburkan kota Indonesia.<noinclude>{{rh|76}}</noinclude> gtdt0v11eu5tfve87kyi9o5q46b0k4g Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/75 104 112369 311430 2026-08-12T01:03:04Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311430 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||'''V. RENCANA EKONOMI UNTUK INDONESIA'''}} SI PACUL : Sekarang kita sudah sampai ke langkah penghabisan. Tibalah waktuaya buat kita memeriksa semua kemungkinan untuk melaksanakan Rencana Ekonomi itu di kepulauan Indonesia ini. Baiklah Mr. Apal saja membentangkan suasana politik, ekonomi dan sosial di Negara ini. SI TOKE : Cul! Tadi aku kau tuduh aku terlampau giat! Memang kuakui bahwa semangatku masih meluap. Semua syarat buat menceraikan suasana itu masih segar-bugar dalam ingatanku. Izinkanlah aku mencoba membentangkannya. SI PACUL : Benarlah pula usulmu itu, Kek. Bukankah kita ini calon guru kaum proletar yang sebagian besar itu belum lagi sadar? SI TOKE : Tentang suasana itu banyak kulihat persamaan Indonesia ini dengan Rusia. Pertama Rusia tak mempusakai sistem parlementer. Indonesia juga tidak. Kedua, Rusia tidak mempunyai kelas-tengah yang kuat buat menghalanghalangi tindakan sosialistis. Pun Indonesia tidak mempunyai. Rusia boleh dikatakan tak mempunyai Mesin-Induk, demikian juga Indonesia. MR. APAL : Memang semua persamaan yang kau sebutkan itu benar. Tetapi ada perbedaan besar yang juga berhubungan dengan suasana itu. Pada tahun 1928 (?) ketika Rusia menjalankan rencana 5 tahun, dia sudah lebih kurang 10 tahun mempunyai Pemerintah Komunis. Semua kekuasaan ada di tangan kaum proletar. Bagaimana Indonesia sekarang (27 November '45)? Surabaya, kota perindustrian terbesar di Indonesia sedang dihancurkan Inggris-Nica dengan pelor dan bom, dari darat, laut dan udara. Kita sedang membela kemerdekaan kita dengan senjata yang belum sampai 1% dari senjata musuh banyaknya dan kualitetnya. Bagaimana bisa kita menyusun dan menjalankan Rencana Ekonomi yang sempurna buat kita?<noinclude>{{rh|||75}}</noinclude> klofdqimpnrkqbswu3xvpn1l9rhaaqk 311649 311430 2026-08-12T04:24:27Z Ibrohim tijani 26379 311649 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||'''V. RENCANA EKONOMI UNTUK INDONESIA'''}} {{gap}}SI PACUL : Sekarang kita sudah sampai ke langkah penghabisan. Tibalah waktuaya buat kita memeriksa semua kemungkinan untuk melaksanakan Rencana Ekonomi itu di kepulauan Indonesia ini. Baiklah Mr. Apal saja membentangkan suasana politik, ekonomi dan sosial di Negara ini. {{gap}}SI TOKE : Cul! Tadi aku kau tuduh aku terlampau giat! Memang kuakui bahwa semangatku masih meluap. Semua syarat buat menceraikan suasana itu masih segar-bugar dalam ingatanku. Izinkanlah aku mencoba membentangkannya. {{gap}}SI PACUL : Benarlah pula usulmu itu, Kek. Bukankah kita ini calon guru kaum proletar yang sebagian besar itu belum lagi sadar? {{gap}}SI TOKE : Tentang suasana itu banyak kulihat persamaan Indonesia ini dengan Rusia. Pertama Rusia tak mempusakai sistem parlementer. Indonesia juga tidak. Kedua, Rusia tidak mempunyai kelas-tengah yang kuat buat menghalanghalangi tindakan sosialistis. Pun Indonesia tidak mempunyai. Rusia boleh dikatakan tak mempunyai Mesin-Induk, demikian juga Indonesia. {{gap}}MR. APAL : Memang semua persamaan yang kau sebutkan itu benar. Tetapi ada perbedaan besar yang juga berhubungan dengan suasana itu. Pada tahun 1928 (?) ketika Rusia menjalankan rencana 5 tahun, dia sudah lebih kurang 10 tahun mempunyai Pemerintah Komunis. Semua kekuasaan ada di tangan kaum proletar. Bagaimana Indonesia sekarang (27 November '45)? Surabaya, kota perindustrian terbesar di Indonesia sedang dihancurkan Inggris-Nica dengan pelor dan bom, dari darat, laut dan udara. Kita sedang membela kemerdekaan kita dengan senjata yang belum sampai 1% dari senjata musuh banyaknya dan kualitetnya. Bagaimana bisa kita menyusun dan menjalankan Rencana Ekonomi yang sempurna buat kita?<noinclude>{{rh|||75}}</noinclude> 1fjr8d7z1tcvkveda7qs44eupk6okex Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/36 104 112370 311431 2026-08-12T01:03:12Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311431 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>ahli ahli ekonomi dan teknik, bahwa mesin yang telantar itu amat merugikan kalau dipandang dari pihak kelunturan saja). SI PACUL : Habislah pembicaraan kita ini tentang krisis kalau Mr. Apal mau membentangkan bagaimana lakonnya Krisis itu. MR. APAL : Baik saya pendekan saja. # Barang melimpah, sebab itu harganya turun dan untung merosot. # Pabrik terpaksa ditutup sebab tak menguntungkan lagi. Penganggur memuncak. # Kaum saudagar juga memperhentikan berdagang. # Para pemegang saham, yang sudah merosot kurs sahamnya berebut-rebut menjual sahamnya, dari industri berat dan ringan. # Para bankir menuntut piutangnya. SI GODAM : Krisis itu dahulu terjadi sekali 10 tahun. Tetapi sekarang bertambah cepat dan bertambah hebat lagi. Bukankah pula mesin itu setahun demi setahun bertambah kuatcepat? Sepadan dengan itu putaran (cycle) KRISIS itu bertambah cepat pula.<noinclude>{{rh|36}}</noinclude> 2ma94xibxcsgzc70r66gz7sqp1fj9sr Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/45 104 112371 311432 2026-08-12T01:03:35Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311432 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> sanggup membelokkan djarum sedjarah, karena hal itu berada diluar kemampuan mereka. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kenapa ibu tiba² kelihatan muram sadja, — kata Munandar memulai. — Apakah kedatanganku kembali tidak menjenangkan hati ibu ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Ibunja terdiam. Matanja berlinang karena sesuatu desakan jang datang dari dasar kalbunja. Ia takut kalau² anaknja akan sangat ketjewa apabila ia harus berbitjara, harus mentjeritakan sesuatu jang mungkin kurang menjenangkan untuk didengar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apa jang telah terdjadi ? — tanja Munandar mendesak. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tidak apa² ! — djawab ibunja. — Kami mengharapkan, supaja kau menganggap kepulanganmu ini diatas dari segala-galanja. Bila engkau merasa ketjewa, hendaknja keketjewaan itu dapatlah kau hapus dengan kebahagiaan jang kau rasakan sekarang, karena kau sehat-selamat sadja kembali ke-tengah² kami. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apakah jang ibu anggap akan mengetjewakanku ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — 'Kan sudah kau lihat sendiri, bahwa isterimu Martini tidak pernah datang kemari, padahal orang² lain telah mendjengukmu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kenapa ia tidak datang ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Itulah jang hendak kudjelaskan, — kata ibunja bersungguh². </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apa jang ibu maksudkan ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Benarkah kau telah kawin di Koto Hilalang ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kawin ? — tanja Munandar terkedjut. — Siapa jang mengatakan ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Seluruh kota ini sudah tahu, — djawab ibunja pendek. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Berita itu bohong se-mata² ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tapi kami pertjaja. Kalau kau tidak kawin, tentu se-tidak²nja agak sekali, pastilah kau akan memberi chabar kepada Martini. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ada ! Mengapa tidak. Aku pernah mengirim surat untuknja, tapi dia diam sadja. Barangkali dialah jang berpikiran lain. </div> <p align="left">86</p> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kau djangan marah kepadanja. Dia tidak bersalah. Dan kalau begitu, akupun dapat mengatakan bahwa kau djuga tidak bersalah. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Djadi, siapa jang salah kini ? — tanja Munandar jang setjara samar² mulai memahami apa jang terdjadi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Entahlah ! Aku tidak tahu, — djawab ibunja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Mengapa dia tidak datang kemari. Apakah dia tidak tahu, bahwa aku sudah pulang ? Atau memang dia tidak merasa perlu lagi berhubungan denganku ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dia tidak ada disini, — djawab ibunja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tidak ada ? — mata Munandar agak terbelalak mendengarkan djawaban ibunja itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ja, dia sudah pergi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Pergi ? Kemana ! ? — tanja Munandar jang kelihatannja sudah tak sabar ingin tahu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dia sudah berangkat ke Djawa bersama suaminja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Hoi ........., — Munandar bingung mendengarkan kata² ibunja. Ia hampir tidak pertjaja apa jang diutjapkan oleh ibunja. Betapa ia akan pertjaja, karena dalam pikirannja, Martini masih isterinja, masih menunggu dikota. Walaupun disampingnja ada seorang gadis lain, namun perasaannja terhadap isterinja bangkit lagi ketika ia mengindjakkan kaki dikota Solok. Tapi kini ternjata semuanja telah berlaku setjara lain. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dia sudah meminta pertimbangan Pengadilan Agama untuk memutuskan hubungannja dengan kau. Dan aku bisa menerima alasannja, karena menurut chabar jang kami dengar, kau sudah kawin di Koto Hilalang. Tidak ada seorang perempuanpun jang bisa tetap sabar mendengar berita matjam itu. Itulah sebabnja mengapa ia memilih djalan jang demikian. Aku tidak bisa dan tidak mau menghalanginja, karena sebagai seorang perempuan, aku bisa memahaminja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Djadi ia kawin lagi ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ja, — djawab ibunja. — Dia kawin dengan letnan Sudarno, lelaki jang menurut pandanganku adalah seorang jang baik hati. Aku tahu, bahwa pertemuan mereka itu adalah suatu </div> <p align="right">87</p> </div><noinclude></noinclude> 86vc6opxozzzwehad8kcocc4veiigeg Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/74 104 112372 311433 2026-08-12T01:03:47Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311433 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>perseorangan. Tetapi kalau hasil sudah melambung dan didikan sosialisme sudah lebih mendalam, maka sistem gaji ini bisa dihapuskan sama sekali. Jadi nanti tiap-tiap pekerja akan menerima “bagian sosial”-nya. Bukan begitu, Dam? Tetapi bagaimana rupanya bagian sosial itu? SI GODAM : Apabila tiap-tiap orang sudah menjalankan kewajibannya sebagai anggota masyarakat, maka ibu-bapak mendapat umpamanya 2 x f 4,- (seminggu) = f 8,anaknya 2 orang mendapat 2 x f 4,- (seminggu) = f 8,bapaknya kerja istimewa f 4,- = f 4,JUMLAH(seminggu) = f 20,- Jadi satu bulan 1 keluarga tadi mendapat f 80,- misalnya saja. Bagian setiap keluarga tentunya mesti berhubungan dengan banyaknya penduduk pula, jumlah hasil negara, takaran hidup dsb. Ini garis besarnya saja, sebagai contoh. Ada banyak perkara lain yang bersangkutan. Tetapi bukankah aku menulis brosur lagi kalau kuteruskan? SI TOKE : Jadi sebagai cermin saja! Bagaimanakah keadaannya Rencana Ekonomi Indonesia? SI PACUL : Tunggu dulu, Kek! Engkau ini pada perundingan ini kulihat terlampau giat. Kalah kegiatan Mr. Apal, Denmas, dan aku dikumpul menjadi satu. Rupanya engkau tertarik betul oleh Rencana Ekonomi ini. Tetapi mesin sekalipun membutuhkan bensin. Apalagi Godam, yang tak berhentinya diserang oleh pertanyaan dari kanan kiri.<noinclude>{{rh|74}}</noinclude> 81stry3ft44gg024qzs4ccnxxc9gzrj 311648 311433 2026-08-12T04:23:47Z Ibrohim tijani 26379 311648 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>perseorangan. Tetapi kalau hasil sudah melambung dan didikan sosialisme sudah lebih mendalam, maka sistem gaji ini bisa dihapuskan sama sekali. Jadi nanti tiap-tiap pekerja akan menerima “bagian sosial”-nya. Bukan begitu, Dam? Tetapi bagaimana rupanya bagian sosial itu? {{gap}}SI GODAM : Apabila tiap-tiap orang sudah menjalankan kewajibannya sebagai anggota masyarakat, :maka ibu-bapak mendapat umpamanya 2 x f 4,- (seminggu) = f 8,anaknya 2 orang mendapat 2 x f 4,- (seminggu) = f 8,bapaknya kerja istimewa f 4,- = f 4,JUMLAH(seminggu) = f 20,- {{gap}}Jadi satu bulan 1 keluarga tadi mendapat f 80,- misalnya saja. Bagian setiap keluarga tentunya mesti berhubungan dengan banyaknya penduduk pula, jumlah hasil negara, takaran hidup dsb. Ini garis besarnya saja, sebagai contoh. Ada banyak perkara lain yang bersangkutan. Tetapi bukankah aku menulis brosur lagi kalau kuteruskan? {{gap}}SI TOKE : Jadi sebagai cermin saja! Bagaimanakah keadaannya Rencana Ekonomi Indonesia? {{gap}}SI PACUL : Tunggu dulu, Kek! Engkau ini pada perundingan ini kulihat terlampau giat. Kalah kegiatan Mr. Apal, Denmas, dan aku dikumpul menjadi satu. Rupanya engkau tertarik betul oleh Rencana Ekonomi ini. Tetapi mesin sekalipun membutuhkan bensin. Apalagi Godam, yang tak berhentinya diserang oleh pertanyaan dari kanan kiri.<noinclude>{{rh|74}}</noinclude> 17iujjh3jl6dqkw3rdwddhkcx09soet Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/37 104 112373 311434 2026-08-12T01:04:19Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311434 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|'''III. Produksi Anarkis'''}}}} DENMAS : Kalau kulihat sepintas lalu, mesin itu “celaka 13” buat masyarakat manusia. Kuakui penuh bahwa mesin itu banyak membawa kemajuan. Banyak sekali, tak perlu kusebutkan semuanya. Ingatlah saja kelaparan di satu daerah terpencil dan kurus tanahnya bisa ditolong dengan cepat. Karena kapal atau kereta api dengan segera bisa mengangkut makanan dan obat ke tempat yang ditimpa marabahaya. Persatuan dari beberapa bangsa yang dulunya tak kenal- mengenal satu sama lain atau bermusuh-musuhan bisa ditimbulkan atau ditambahtambah. Tetapi bukankah pula majunya mesin mempercepat datangnya dan memperdalam hebatnya KRISIS? Selain dari itu memperbanyak korban manusia dalam peperangan? Perhatikan sajalah akibat bom atom dan mortir, bom dan peluru Inggris di kota Surabaya kita ini. Tidakkah lebih aman masyarakat berdasarkan tenaga belaka? Bukankah pula menurut angka-angka Marx tadi modal f 50,00 ditaruhkan pada modal-tetap untungnya lebih besar daripada modal f 90,00 modal tetapnya? Yang pertama mendapat untung f 25,00, yang kedua cuma f 5,00 kalau persennya sama-sama 50% dan jumlah modal f 100,00. MR. APAL : Sekarang Denmas, baiklah saya yang menjawab. Tak kusangka engkau makan dalam begitu! Memang “tenang itu menghancurkan” kata pepatah Indonesia. Rupanya, Denmas, engkau masih terpaut oleh feodalisme! DENMAS : Oh, jangan begitu, Pal! MR. APAL : Kalau sebelum David Ricardo, ahli ekonomi Inggris itu, engkau berkata begitu, memang cocok dengan zaman seperti Ningrat. Engkau akan pertahankan mati-matian sistem memakai tenaga di bidang pertanian, karena persen untungmu sebagai kapitalis-tanah-perseorangan yang memakai tenaga memang lebih tinggi dari persen kaum industrialis yang memakai mesin, maka engkau akan meminta perlindungan dan hak luarbiasa pada Negara. Engkau akan menjadi orang yang berhak luar biasa! Dalam bahasa awak namanya ini Ningrat!<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude> fwoyc3juw316sbqwt7q4ghde502skyi Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/73 104 112374 311435 2026-08-12T01:04:41Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311435 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>mungkin dipakai uang, dan gaji dibayar “menurut kecakapan si Pekerja”. Jadi si Pekerja masih menerima gaji. Tetapi mungkin pula pemberian itu sebagian berupa gaji menurut kecakapan, dan sebagian lagi berupa “bagian-sosial”. Yang terakhir ini berarti bahwa pembagian itu rata buat orang dewasa serta rata pula buat kanak-kanak. Bagian ini ialah bagian tiap-tiap anggota masyarakat yang kerja. Ini misalnya saja! Tiap-tiap negara sosialis dalam keadaan istimewa boleh pula mengambil tindakan istimewa. Asal saja kita jangan lupa akan pedoman komunisme di atas. SI TOKE : Kita andaikan saja kita memakai sistem kembar, yakni sebagian dibayar sebagai gaji dan sebagian “bagiansosial”. Barangkali ini cocok dengan tingkat pertengahan (kompromis). Tetapi bagaimana menaksirnya? SI GODAM : Agak susah sedikit menerangkannya dengan pendek. Tetapi perlu juga diberikan garis kasarnya pembagian hartapencaharian Negara berdasarkan sosialisme pada tingkat pertengahan itu. Misalkan satu negara! Andaikan dalam Negara itu ada 25.000.000 keluarga, terdiri dari ibu-bapak dan 2 anak belum baligh. Andaikan jumlah pencaharian Negara itu setahun 4.500.000.000 Andaikan “bagian-sosial” jumlahnya seharga 2.000.000.000 Andaikan buat kelunturan mesin setahun 500.000.000 Andaikan bunga uang dan sewa dihapuskan jadi 0 Untung yang dibagikan pada kapitalis sudah dihapuskan pula 0 JADI SISA BUAT GAJI 2000.000.000 Yang 2000.000.000 itulah yang akan dibagikan kepada pekerja menurut kecakapan, kepada 25.000.000 keluarga tadi. SI TOKE : Jadi gaji itu masih bertinggi berendah menurut kecakapan, bukan? Memang kalau tak begitu yang rajin jadi malas, sebab manusia sekarang masih mempunyai semangat<noinclude>{{rh|73}}</noinclude> sbzx0ddsyze7045vwlvhbivmft2zzsx 311646 311435 2026-08-12T04:22:24Z Ibrohim tijani 26379 311646 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gap}}mungkin dipakai uang, dan gaji dibayar “menurut kecakapan si Pekerja”. Jadi si Pekerja masih menerima gaji. Tetapi mungkin pula pemberian itu sebagian berupa gaji menurut kecakapan, dan sebagian lagi berupa “bagian-sosial”. Yang terakhir ini berarti bahwa pembagian itu rata buat orang dewasa serta rata pula buat kanak-kanak. Bagian ini ialah bagian tiap-tiap anggota masyarakat yang kerja. Ini misalnya saja! Tiap-tiap negara sosialis dalam keadaan istimewa boleh pula mengambil tindakan istimewa. Asal saja kita jangan lupa akan pedoman komunisme di atas. {{gap}}SI TOKE : Kita andaikan saja kita memakai sistem kembar, yakni sebagian dibayar sebagai gaji dan sebagian “bagiansosial”. Barangkali ini cocok dengan tingkat pertengahan (kompromis). Tetapi bagaimana menaksirnya? {{gap}}SI GODAM : Agak susah sedikit menerangkannya dengan pendek. Tetapi perlu juga diberikan garis kasarnya pembagian hartapencaharian Negara berdasarkan sosialisme pada tingkat pertengahan itu. Misalkan satu negara! Andaikan dalam Negara itu ada 25.000.000 keluarga, terdiri dari ibu-bapak dan 2 anak belum baligh. :Andaikan jumlah pencaharian Negara itu setahun 4.500.000.000 :Andaikan “bagian-sosial” jumlahnya seharga 2.000.000.000 :Andaikan buat kelunturan mesin setahun 500.000.000 :Andaikan bunga uang dan sewa dihapuskan jadi 0 :Untung yang dibagikan pada kapitalis sudah dihapuskan pula 0 :JADI SISA BUAT GAJI 2000.000.000 {{gap}}Yang 2000.000.000 itulah yang akan dibagikan kepada pekerja menurut kecakapan, kepada 25.000.000 keluarga tadi. {{gap}}SI TOKE : Jadi gaji itu masih bertinggi berendah menurut kecakapan, bukan? Memang kalau tak begitu yang rajin jadi malas, sebab manusia sekarang masih mempunyai semangat<noinclude>{{rh|73}}</noinclude> rnyph0lz2fzf4ayo7i6v5m9pvpo05ss 311647 311646 2026-08-12T04:22:56Z Ibrohim tijani 26379 311647 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>mungkin dipakai uang, dan gaji dibayar “menurut kecakapan si Pekerja”. Jadi si Pekerja masih menerima gaji. Tetapi mungkin pula pemberian itu sebagian berupa gaji menurut kecakapan, dan sebagian lagi berupa “bagian-sosial”. Yang terakhir ini berarti bahwa pembagian itu rata buat orang dewasa serta rata pula buat kanak-kanak. Bagian ini ialah bagian tiap-tiap anggota masyarakat yang kerja. Ini misalnya saja! Tiap-tiap negara sosialis dalam keadaan istimewa boleh pula mengambil tindakan istimewa. Asal saja kita jangan lupa akan pedoman komunisme di atas. {{gap}}SI TOKE : Kita andaikan saja kita memakai sistem kembar, yakni sebagian dibayar sebagai gaji dan sebagian “bagiansosial”. Barangkali ini cocok dengan tingkat pertengahan (kompromis). Tetapi bagaimana menaksirnya? {{gap}}SI GODAM : Agak susah sedikit menerangkannya dengan pendek. Tetapi perlu juga diberikan garis kasarnya pembagian hartapencaharian Negara berdasarkan sosialisme pada tingkat pertengahan itu. Misalkan satu negara! Andaikan dalam Negara itu ada 25.000.000 keluarga, terdiri dari ibu-bapak dan 2 anak belum baligh. :Andaikan jumlah pencaharian Negara itu setahun 4.500.000.000 :Andaikan “bagian-sosial” jumlahnya seharga 2.000.000.000 :Andaikan buat kelunturan mesin setahun 500.000.000 :Andaikan bunga uang dan sewa dihapuskan jadi 0 :Untung yang dibagikan pada kapitalis sudah dihapuskan pula 0 :JADI SISA BUAT GAJI 2000.000.000 {{gap}}Yang 2000.000.000 itulah yang akan dibagikan kepada pekerja menurut kecakapan, kepada 25.000.000 keluarga tadi. {{gap}}SI TOKE : Jadi gaji itu masih bertinggi berendah menurut kecakapan, bukan? Memang kalau tak begitu yang rajin jadi malas, sebab manusia sekarang masih mempunyai semangat<noinclude>{{rh|73}}</noinclude> glvctm8kaca6jgi49z86gf4hwh0k5d3 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/72 104 112375 311436 2026-08-12T01:05:20Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311436 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>SI TOKE : Kalau sebaliknya, bukankah ini berarti barangbarang itu, lantaran bermacam-macam sebab, tak mengandung harapan akan bisa kita bikin lebih murah dari barang asing, walaupun pengalaman diperbanyak. Barangkali lantaran bahannya susah didapat, atau lain-lain sebab. Dalam hal ini, aku pikir baiklah barang semacam itu kita datangkan dari luar negeri saja! Toh tak ada salahnya bertindak begitu asal saja cocok dengan undang-undang ekonomi? SI GODAM : Memang begitu, Kek. Manfaatnya juga banyak buat hubungan baik antara satu negara dengan negara lain. Perdagangan itu adalah satu perkara yang merapatkan bangsa dengan bangsa, negara dengan negara. Tak perlu semua barang itu kita sendiri yang membikin. Asal Industri-Induk sempurna di tangan kita, tak ada salahnya kalau hasil barang industri enteng kita datangkan dari luar. Yaitu kalau ongkos membikinnya sendiri akan terlampau tinggi dibanding dengan ongkos luar negeri. Tetapi baiklah jangan kita lanjutkan persoalan ini. Baiklah kita rundingkan sekarang perkara CARA membagikan gaji. Penting bukan? SI PACUL : Tentulah penting sekali! SI GODAM : Awalnya pembagian gaji itu boleh dijalankan atas dua macam. Pertama pada tingkat sosialisme yang sudah sampai ke tingkat komunisme. Kedua pada tingkat sosialisme itu sendiri. Pada tingkat komunisme tiap-tiap orang itu bekerja menurut kecakapannya dan mengambil hasil usahanya. Inilah tingkat tertinggi dan belum tampak kapan akan tercapainya tingkat ini. Tetapi sebagai pedoman hidup, maka ideal atau idaman pembagian secara komunis itu perlu senantiasa dipercermin. SI PACUL : Apakah cara pembagian di tingkat kedua? SI GODAM : Tingkat ini kita capai apabila kita sampai ke tingkat sosialisme, ialah apabila semua alat penghasilan dalam kapitalisme sudah dimiliki oleh masyarakat. Pada tingkat ini<noinclude>{{rh|72}}</noinclude> czbzirncrym74g1b34cku2e9cucq3gy 311645 311436 2026-08-12T04:21:30Z Ibrohim tijani 26379 311645 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gap}}SI TOKE : Kalau sebaliknya, bukankah ini berarti barangbarang itu, lantaran bermacam-macam sebab, tak mengandung harapan akan bisa kita bikin lebih murah dari barang asing, walaupun pengalaman diperbanyak. Barangkali lantaran bahannya susah didapat, atau lain-lain sebab. Dalam hal ini, aku pikir baiklah barang semacam itu kita datangkan dari luar negeri saja! Toh tak ada salahnya bertindak begitu asal saja cocok dengan undang-undang ekonomi? {{gap}}SI GODAM : Memang begitu, Kek. Manfaatnya juga banyak buat hubungan baik antara satu negara dengan negara lain. Perdagangan itu adalah satu perkara yang merapatkan bangsa dengan bangsa, negara dengan negara. Tak perlu semua barang itu kita sendiri yang membikin. Asal Industri-Induk sempurna di tangan kita, tak ada salahnya kalau hasil barang industri enteng kita datangkan dari luar. Yaitu kalau ongkos membikinnya sendiri akan terlampau tinggi dibanding dengan ongkos luar negeri. Tetapi baiklah jangan kita lanjutkan persoalan ini. Baiklah kita rundingkan sekarang perkara CARA membagikan gaji. Penting bukan? {{gap}}SI PACUL : Tentulah penting sekali! {{gap}}SI GODAM : Awalnya pembagian gaji itu boleh dijalankan atas dua macam. Pertama pada tingkat sosialisme yang sudah sampai ke tingkat komunisme. Kedua pada tingkat sosialisme itu sendiri. Pada tingkat komunisme tiap-tiap orang itu bekerja menurut kecakapannya dan mengambil hasil usahanya. Inilah tingkat tertinggi dan belum tampak kapan akan tercapainya tingkat ini. Tetapi sebagai pedoman hidup, maka ideal atau idaman pembagian secara komunis itu perlu senantiasa dipercermin. {{gap}}SI PACUL : Apakah cara pembagian di tingkat kedua? {{gap}}SI GODAM : Tingkat ini kita capai apabila kita sampai ke tingkat sosialisme, ialah apabila semua alat penghasilan dalam kapitalisme sudah dimiliki oleh masyarakat. Pada tingkat ini<noinclude>{{rh|72}}</noinclude> lkj7firgfn2cju0x75r4zqenxl7g0ll Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/38 104 112376 311437 2026-08-12T01:05:37Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311437 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>DENMAS : Ke mana aku kau bawa, Pal? MR. APAL : Lihatlah kembali perhitungan Marx! Bukankah keuntungan bertinggi berendah itu di pasar persaingan dipukul rata? Yang tinggi direndahkan dan yang rendah ditinggikan? Di pasar “merdeka” (pasar bebas) —yakni merdeka buat kaum borjuis—persaingan itu mesti berlaku atas semua modal. Baikpun untungnya modal pabrik si industrialis ataupun untungnya modal Ningrat, yang ditanamnya di tanah itu mesti “dipukul” sampai rata. Yang lari ke parlemen itu ialah mereka yang tak mau dipukul-ratakan. Mereka memakai undang-undang istimewa buat melindungi dirinya. Dalam politik itu namanya kekolotan, konservatif. DENMAS : Kekolotan? MR. APAL : Memang kaum ningrat tulen itu kolot, mau memegang yang lama. Dalam dunia politik itu berarti meminta perlindungan, meminta hak istimewa. Dalam pertanian, itu berarti memakai tenaga saja atau perkakas yang dijalankan oleh tenaga saja, pacul umpamanya, oleh budak atau setengah budak. DENMAS : Lho! Kenapa sampai begitu, Pal! SI PACUL : Memang pacul itu —bukan aku, lho!—lebih murah harganya dari traktor! Jadi bukankah nyata modal yang ditanam pada perkakas (pacul) itu lebih rendah persennya dari yang ditanam pada traktor? DENMAS : Ya, tetapi {{...|14}} SI TOKE : Tetapi apalagi, Denmas? Aku pun sudah mengerti betul bahwa negara berdasarkan perkakas dijalankan dengan tenaga itu kolot, kaum ningratnya takut sama mesin. Tetapi bukankah itu mengenai pahammu yang pertama? DENMAS : Paham yang mana pula, Kek?<noinclude>{{rh|38}}</noinclude> rnib25gjxhh8p6iqof8d20g7aki0jzl Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/71 104 112377 311438 2026-08-12T01:06:04Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311438 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>dipikirkan membeli barang buat setengah kemewahan. Akhirnya barang buat kemewahan semata-mata. SI GODAM : Cuma ada satu lagi peninjauan ialah meninjau apakah barang yang dihasilkan industri awak itu cukup ataukah tidak buat kita? SI TOKE : Kalau tak cukup bagaimana? SI GODAM : Jika perbedaan ongkos suatu barang yang awak bikin dengan harga pasar barang itu tetapi dimasukkan dari luar lebih besar dari perbedaan ongkos awak dengan harga barang itu di pasar awak, maka baiklah barang itu dibikin di negara awak, walaupun ongkos pada permulaan membikinnya sedikit besar. SI PACUL : Tegaskan dengan angka, Dam! Amat tinggi tergantung kalau kau susun begitu! SI GODAM : Kalau ongkos barang awak umpamanya 18 sen dan jualan barang asing semacam itu juga di pasar awak 25 sen, jadi perbedaannya adalah 7 sen. Kalau ongkos barang awak itu 18 sen juga, tetapi jualan di pasar awak cuma 20 sen, jadi bedanya cuma 2 sen, walaupun sudah membikinnya dan ongkos awalnya lebih mahal. SI TOKE : Semua permulaan itu susah sekali. Lambat betul membikin sesuatu pada semua permulaan itu. Lagipula banyak barang bahan dibuang-buang. “Waste”, istilah yang dipakai dalam ekonomi! Sebab itulah ongkosnya tinggi pula. Dengan bertambah lama pengalaman berkuranglah barang terbuangbuang (waste) tadi. Jadi kalau diteruskan membikin barang semacam itu besarlah pengharapan kita lambat laun akan mendapatkan cabang industri nasional, baru, yang baik dan murah hasilnya. Tetapi bagaimana kalau perbedaan harga tadi sebaliknya? SI GODAM : Ya, baik kau jawab sendiri, Kek!<noinclude>{{rh|||71}}</noinclude> 7aasf9507r7435ru6j2h60ooiv6npd3 311644 311438 2026-08-12T04:21:00Z Ibrohim tijani 26379 311644 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>dipikirkan membeli barang buat setengah kemewahan. Akhirnya barang buat kemewahan semata-mata. {{gap}}SI GODAM : Cuma ada satu lagi peninjauan ialah meninjau apakah barang yang dihasilkan industri awak itu cukup ataukah tidak buat kita? {{gap}}SI TOKE : Kalau tak cukup bagaimana? {{gap}}SI GODAM : Jika perbedaan ongkos suatu barang yang awak bikin dengan harga pasar barang itu tetapi dimasukkan dari luar lebih besar dari perbedaan ongkos awak dengan harga barang itu di pasar awak, maka baiklah barang itu dibikin di negara awak, walaupun ongkos pada permulaan membikinnya sedikit besar. {{gap}}SI PACUL : Tegaskan dengan angka, Dam! Amat tinggi tergantung kalau kau susun begitu! {{gap}}SI GODAM : Kalau ongkos barang awak umpamanya 18 sen dan jualan barang asing semacam itu juga di pasar awak 25 sen, jadi perbedaannya adalah 7 sen. Kalau ongkos barang awak itu 18 sen juga, tetapi jualan di pasar awak cuma 20 sen, jadi bedanya cuma 2 sen, walaupun sudah membikinnya dan ongkos awalnya lebih mahal. {{gap}}SI TOKE : Semua permulaan itu susah sekali. Lambat betul membikin sesuatu pada semua permulaan itu. Lagipula banyak barang bahan dibuang-buang. “Waste”, istilah yang dipakai dalam ekonomi! Sebab itulah ongkosnya tinggi pula. Dengan bertambah lama pengalaman berkuranglah barang terbuangbuang (waste) tadi. Jadi kalau diteruskan membikin barang semacam itu besarlah pengharapan kita lambat laun akan mendapatkan cabang industri nasional, baru, yang baik dan murah hasilnya. Tetapi bagaimana kalau perbedaan harga tadi sebaliknya? {{gap}}SI GODAM : Ya, baik kau jawab sendiri, Kek!<noinclude>{{rh|||71}}</noinclude> blarmvwva540mugdporb57jd5he252v Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/39 104 112378 311439 2026-08-12T01:06:49Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311439 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SI TOKE : Engkau memuji mesin, karena mesin bisa menolong bahaya kelaparan dengan cepat. Tetapi bisakah kelaparan di Bojonegoro umpamanya ditolong kalau seperti di zaman Ken Arok padi itu mesti dipikul dari Indramayu oleh manusia atau oleh kerbau? Apakah kerisnya Ken Arok saja bisa melawan tank baja atau kapal terbangnya Inggris? DENMAS : Dalam semua hal ini aku mengalah. Tetapi aku tidak kolot, lho! Dan aku mau tanya, apa baiknya mesin yang membawa penyakit krisis tiap-tiap 10 tahun malah kurang dari itu? SI GODAM : Rupanya Denmas mau memegang terus pendiriannya walaupun sudah ke pinggir jurang. DENMAS : Wah, ini hari rupanya panas sekali buat aku. Mulanya Mr. Apal, kemudian Toke, sekarang engkau Dam yang mendorong aku. Baiklah, kalau kau bisa kalahkan aku dalam perkara terakhir ini, aku akan bertekuk lutut. Kuulang lagi: apa baiknya mesin yang membawa krisis tiap-tiap 10 tahun, malah kurang dari waktu yang sebegitu? SI GODAM : Ini pertanyaan memang tak bisa dijawab dengan satu atau dua kalimat saja. Aku mesti sedikit memberi penerangan. DENMAS : Itulah yang saya kehendaki, Dam. SI GODAM : Sendirinya mesin itu adalah satu BAHAGIA buat masyarakat manusia. Tetapi ditaruh dan dipakai dalam suasana kapitalisme, maka mesin itu memperlihatkan keburukannya. Ditilik dari penjuru politik dan sosial, maka dasarnya masyarakat borjuis, yang sedemokratis-demokratisnya pun ialah perseorangan, “individualisme”. Dihubungkan dengan perekonomian, maka ini berarti “hak milik perseorangan”. Seterusnya penghasilan perseorangan. Kalau dihubungkan pula dengan kemerdekaan, maka dalam perekonomian, si borjuis menuntut “kemerdekaan” buruh menjual tenaga, kemerdekaan<noinclude>{{rh|||39}}</noinclude> 4fcuh2x7r3ozja90uczrop72dpfv1x5 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/70 104 112379 311440 2026-08-12T01:06:55Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311440 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>lapuk. Yang saya maksudkan dengan pabrik lapuk itu ialah pabrik yang lebih banyak memakan ongkos kalau dipakai daripada merusakkan pabrik itu sama sekali. Yang lapuk itu baik diruntuhkan saja. Anggaran ongkos pabrik lapuk itu buat mengadakan hasil baik dipakai saja buat mendirikan pabrik baru. DENMAS : Sebutkanlah juga semua industri yang terutama, Dam, supaya kita sedikit mendapat pemandangan. SI GODAM : Aku susun saja begini: Pabrik buat bangunan rumah, gedung, jembatan dll. Pabrik buat perhiasan rumah, tikar, cat dinding dsb, jam, makanan, minuman dsb. Pabrik buat kain, benang, pencelupan dll. Pabrik buat pengangkutan, kereta, oto, kapal air dan udara, baja, besi dll. Tambang arang, minyak, besi, timah, tembaga, bauksit dsb. Pabrik obat-obatan dll. Di Indonesia juga pabrik teh, kina, kopi, gula, karet dll. SI TOKE : Cukuplah rasanya kita meninjau kekuatan industri awak. Jadi pabrik yang kurang ditambah dan pabrik yang menghasilkan lebih dijual hasil lebihnya itu buat pembeli pabrik yang kurang. Sekarang tinjaulah permintaan (demand) berhubung. Dengan keperluan pembeli. SI GODAM : Ingatlah bahwa keperluan itu bertukar kalau takaran hidup itu bertukar pula. SI PACUL : Pastikan Dam! SI GODAM : Kalau seandainya gaji seseorang cuma f 0,50 sehari, bukankah yang dipikirkannya cuma makanan saja? Kalau gajinya menjadi f 2 barulah dipikirkannya membeli kain. Kalau takaran hidupnya bertambah pula barulah dia memikirkan membeli vulpen, sepeda, radio oto dsb. Sepadan dengan naiknya takaran hidup setingkat demi setingkat bertukarlah pula keinginan dan keperluan si pembeli. SI TOKE : Memang, bermula sekali dipikirkan oleh si pembeli ialah barang yang paling dibutuhi. Kemudian baru<noinclude>{{rh|70}}</noinclude> 1rm5ydmoq3dgeky3fycc3ub5mc4jufy 311643 311440 2026-08-12T04:20:05Z Ibrohim tijani 26379 311643 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>lapuk. Yang saya maksudkan dengan pabrik lapuk itu ialah pabrik yang lebih banyak memakan ongkos kalau dipakai daripada merusakkan pabrik itu sama sekali. Yang lapuk itu baik diruntuhkan saja. Anggaran ongkos pabrik lapuk itu buat mengadakan hasil baik dipakai saja buat mendirikan pabrik baru. {{gap}}DENMAS : Sebutkanlah juga semua industri yang terutama, Dam, supaya kita sedikit mendapat pemandangan. {{gap}}SI GODAM : Aku susun saja begini: Pabrik buat bangunan rumah, gedung, jembatan dll. Pabrik buat perhiasan rumah, tikar, cat dinding dsb, jam, makanan, minuman dsb. Pabrik buat kain, benang, pencelupan dll. Pabrik buat pengangkutan, kereta, oto, kapal air dan udara, baja, besi dll. Tambang arang, minyak, besi, timah, tembaga, bauksit dsb. Pabrik obat-obatan dll. Di Indonesia juga pabrik teh, kina, kopi, gula, karet dll. {{gap}}SI TOKE : Cukuplah rasanya kita meninjau kekuatan industri awak. Jadi pabrik yang kurang ditambah dan pabrik yang menghasilkan lebih dijual hasil lebihnya itu buat pembeli pabrik yang kurang. Sekarang tinjaulah permintaan (demand) berhubung. Dengan keperluan pembeli. {{gap}}SI GODAM : Ingatlah bahwa keperluan itu bertukar kalau takaran hidup itu bertukar pula. {{gap}}SI PACUL : Pastikan Dam! {{gap}}SI GODAM : Kalau seandainya gaji seseorang cuma f 0,50 sehari, bukankah yang dipikirkannya cuma makanan saja? Kalau gajinya menjadi f 2 barulah dipikirkannya membeli kain. Kalau takaran hidupnya bertambah pula barulah dia memikirkan membeli vulpen, sepeda, radio oto dsb. Sepadan dengan naiknya takaran hidup setingkat demi setingkat bertukarlah pula keinginan dan keperluan si pembeli. {{gap}}SI TOKE : Memang, bermula sekali dipikirkan oleh si pembeli ialah barang yang paling dibutuhi. Kemudian baru<noinclude>{{rh|70}}</noinclude> ic5npffbajpswlkrbtpr9ywzutvuhyz Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/46 104 112380 311441 2026-08-12T01:07:27Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311441 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> hal jang sangat kebetulan sadja, lahir diatas kesadaran masing². Tjoba kau pikir, betapa pahitnja bagi Martini ketika mendengar berita, bahwa kau sudah kawin di Koto Hilalang. Ia datang kepadaku menandjakan hal itu, tapi akupun tidak dapat memberikan djawaban karena tidak tahu. Dia berusaha menghubungimu, namun sia² belaka, sedangkan orang² jang datang dari daerah pemberontakan membenarkan berita² itu. Aku bisa membenarkan tindakannja, karena kepahitan jang ditanggungkannja memang tjukup besar. Bila kau seorang wanita, kau tentu akan bisa merasakannja. Sungguhpun demikian, aku harap kau tidak akan menjesali semua jang telah terdjadi itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar tertunduk mendengarkan kata² ibunja. Ia merasakan kini, betapa berbagainja tjorak peristiwa jang timbul akibat pemberontakan. Ia teringat kepada Martini, teringat kepada Karnain, kepada Junus, kepada komandan dibukit Lasung dan kepada anakbuahnja jang mati dibukit itu. Semuanja kini datang sebagai kabut jang ber-gumpal², ber-pusing² memberat turun pada pikirannja. Kemudian ia menjadari, bahwa dalam keadaan perang jang sedemikian, berbagai hal bisa terdjadi. Bahkan bagaimanakah dia harus merumuskan pertemuannja dengan Kartina, gadis jang kini sudah mendapat tempat dihatinja. Ia mengeluh dalam djiwanja, tapi kemudian ia berkata pada dirinja sendiri : — Barangkali kepergian Martini adalah suatu pendjelesaian selandjutnja dari persoalan jang sedang aku hadapi dengan Kartina. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar achirnja tersenjum aneh dan sekali lagi berkata, tapi tidak lagi dalam hatinja, melainkan dalam suatu utjapan sesungguhnja, jang membuat ibunja heran : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Rupanja tidak ada malang jang semudjur ini, ja bu ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kenapa kau berkata demikian ? — tanja ibunja heran. Ibunja tidak tahu, bahwa ada sangkut-pautnja antara anaknja dengan Kartina tjutju nenek Boge. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ah, tak apa², — djawabnja pendek. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kenapa Karnain tak ikut-serta denganmu ? </div> <p align="left">88</p> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Dia akan menjusul. Kami sudah merundingkannja dihutan, — djawab Munandar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Pertanjaan ibunja itu dimadjukannja, karena kebetulan dilihatnja Alida, isteri Karnain menudju kerumahnja. Ibunja segera memberitahukan kedatangan Alida kepada Munandar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar memandang keluar. Kini wadjahnja tegang dan mengandung ketjemasan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Alida kelihatan sangat ter-gesa² se-olah² tidak sabar lagi hendak mendengarkan nasib jang menimpa suaminja. Sudah terang suatu pertanjaan bergema dihatinja : ,,Mengapa Karnain tidak ikut-serta pulang ber-sama² Munandar ? Sudah matikah dia ? Ataukah masih hidup ? Kalau masih hidup, mengapa Munandar meninggalkannja ?" </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Perempuan itu megeras naik kerumah itu. Munandar sangat bingung kini. Masih segar dalam ingatannja, betapa Karnain merintih kesakitan kena tembakan dan rebah ketanah bermandi darah. Tiba² ia harus berhadapan dengan Alida, isteri jang telah ter-nanti² semendjak lama. Disamping itu, ia baru sadja merasakan kehilangan isterinja sendiri, Martini. Dan bagaimana pula dengan Kartina. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Mana Karnain ? — tanja Alida. Airmata perempuan itu segera sadja djatuh berderai, se-olah² ia dapat merasakan dan menangkap nasib matjam apa jang telah menimpa suaminja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar memandang kepada perempuan itu. Ia tidak kuasa ber-pura². Airmata perempuan itu telah berhasil memantjing airmatanja sendiri. Ia tidak dapat menahan perasaannja dan menangis tersedu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Alida mengerti kini apa jang telah terdjadi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — O, kau telah pulang dengan selamat, kenapa Karnain tidak kau bawa, — ratapnja sendu. — Biar majatnja sekalipun, kenapa kau tinggalkan. Itukah tjorak persahabatanmu dengan dia ? O, mengapa ......... — tangisnja melebat dan suaranja memenuhi ruangan itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Tetangga sebelah menjebelah terkedjut mendengar suara </div> <p align="right">89</p> </div><noinclude></noinclude> m8hfo2f71gbjo745qrob4zqkktgyrc2 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/69 104 112381 311442 2026-08-12T01:07:38Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311442 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>2. Mesin khususnya. Keduanya mesti dicocokkan dengan: 3. Gaji, dan 4. Perdagangan masuk dan keluar Negara. SI TOKE : Mudah kumengerti kalau kau susun begitu, Dam! Mestinyalah yang l) yaitu industri itu (termasuk juga pertanian), yang tentunya bergantung pada kekuatan 2) mesin itu, diimbangkan, dicocokan dengan 3) yakni gaji. Bukankah jumlah harga hasil mesti sama dengan jumlah gaji? Dalam hal kekurangan mesin maka hendaklah kita periksa hasil atau barang bahan yang bisa dijual di luar negara (ekspor), buat memasukkan barang-mesin yang kurang buat dibeli (impor). Ringkasnya kita cocokan dengan 4). SI PACUL : Sekarang laksanakanlah penaksiran itu, Dam! SI GODAM : Pertama, periksalah industri yang ada, pun periksalah lebih dahulu apakah suatu pabrik bisa ditukar menghasilkan barang yang lain. Bukankah pabrik oto itu kalau sedikit ditukar bisa menjadi pabrik mesin kapal terbang? Periksalah lagi apakah satu cabang industri awak menghasilkan lebih atau kurang buat keperluan Negara. Apakah harga itu yang dijual dalam negeri. Kalau hasil itu memang lebih murah dan melebihi keperluan Negara, maka hasil lebih itu boleh dijual di luar negeri buat membeli barang yang kurang. SI TOKE : Pendeknya ukurlah kekuatan industri awak. Kalau hasilnya bisa lebih dari keperluan dan harganya cukup murah, maka keluarkanlah hasil lebih itu buat pembeli yang kurang, mesin atau barang-pakai. Kalau perlu buat dipakai sendiri atau dijual di luar negeri tukarlah kalau bisa satu pabrik buat barang ini menjadi pabrik buat menghasilkan barang lain. SI GODAM : Sesudah ditinjau kekuatan industri awak ini, cocokkanlah jumlah pekerja dengan jumlah industri yang ada atau akan diadakan. Kemudian periksalah pula apakah ada pabrik<noinclude>{{rh|||69}}</noinclude> 0rj90u8yhviepgbtg3lu9lgh3zzmiar 311642 311442 2026-08-12T04:19:29Z Ibrohim tijani 26379 311642 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gap}}2. Mesin khususnya. Keduanya mesti dicocokkan dengan: {{gap}}3. Gaji, dan {{gap}}4. Perdagangan masuk dan keluar Negara. {{gap}}SI TOKE : Mudah kumengerti kalau kau susun begitu, Dam! Mestinyalah yang l) yaitu industri itu (termasuk juga pertanian), yang tentunya bergantung pada kekuatan 2) mesin itu, diimbangkan, dicocokan dengan 3) yakni gaji. Bukankah jumlah harga hasil mesti sama dengan jumlah gaji? Dalam hal kekurangan mesin maka hendaklah kita periksa hasil atau barang bahan yang bisa dijual di luar negara (ekspor), buat memasukkan barang-mesin yang kurang buat dibeli (impor). Ringkasnya kita cocokan dengan 4). {{gap}}SI PACUL : Sekarang laksanakanlah penaksiran itu, Dam! {{gap}}SI GODAM : Pertama, periksalah industri yang ada, pun periksalah lebih dahulu apakah suatu pabrik bisa ditukar menghasilkan barang yang lain. Bukankah pabrik oto itu kalau sedikit ditukar bisa menjadi pabrik mesin kapal terbang? Periksalah lagi apakah satu cabang industri awak menghasilkan lebih atau kurang buat keperluan Negara. Apakah harga itu yang dijual dalam negeri. Kalau hasil itu memang lebih murah dan melebihi keperluan Negara, maka hasil lebih itu boleh dijual di luar negeri buat membeli barang yang kurang. {{gap}}SI TOKE : Pendeknya ukurlah kekuatan industri awak. Kalau hasilnya bisa lebih dari keperluan dan harganya cukup murah, maka keluarkanlah hasil lebih itu buat pembeli yang kurang, mesin atau barang-pakai. Kalau perlu buat dipakai sendiri atau dijual di luar negeri tukarlah kalau bisa satu pabrik buat barang ini menjadi pabrik buat menghasilkan barang lain. {{gap}}SI GODAM : Sesudah ditinjau kekuatan industri awak ini, cocokkanlah jumlah pekerja dengan jumlah industri yang ada atau akan diadakan. Kemudian periksalah pula apakah ada pabrik<noinclude>{{rh|||69}}</noinclude> 9n9zyc44mzhmhsv5sz8ihmrmk8d3g9k Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/40 104 112382 311443 2026-08-12T01:07:49Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311443 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>seseorang majikan mengatur gaji, kemerdekaan memilih membeli barang di pasar yang merdeka pula. SI PACUL : Memang dunia demokratis borjuis itu penuh, penuh dengan suara kemerdekaan di samping perseorangan. Kalau begitu tiap-tiap kapitalis berlomba-lomba pula-mencari “untung” semau-maunya dengan tiada mempedulikan nasib si buruh atau kebutuhan ramai atas hasil. Mereka itu berlombalomba masing-masing menghasilkan dengan tiada menghitung keperluan masyarakat seluruhnya dan berhubung dengan ini tidak berembuk lebih dahulu dengan teman-temannya. SI GODAM : Paling tepat, Cul. Yang kaubilang paling belakang ini namanya Produksi Anarkis. Anehnya pula Sang Borjuis mempunyai kaum cerdas, ada yang namanya profesor dalam ekonomi yang mempertahankan sistem yang lapuk menyolok mata itu. Akan terlampau panjang kalau di sini saya mesti membentangkan dan membantah semua “dalil” ilmu ekonomi mereka itu. SI PACUL : Coba sebutkan tiangnya saja ilmu ekonomi mereka itu! SI GODAM : Menurut mereka, hasrat mencari untung itu (profit motive) menghasilkan dengan merdeka secara anarkispersaingan, kemerdekaan dan biar-membiarkan (laissez-faire istilahnya). Semua inilah yang sebenarnya menimbulkan yang dituju, yakni kemakmuran bersama. SI PACUL : Apa yang dimaksudkan dengan kemakmuran bersama itu? SI GODAM : “Hasil banyak dan harga murah.” SI PACUL : Adakah bahagia lain selain kemakmuran bersama itu?<noinclude>{{rh|40}}</noinclude> 721bi93yrmxf7e54dtebzt3krxqrt8b Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/68 104 112383 311444 2026-08-12T01:08:27Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311444 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>SI TOKE : Gampang dimengerti Dam! Bagaimana negara kecil bisa memakai Mesin Raksasa, mesin modern yang hasilnya melambung cepat dan tinggi, kalau rakyatnya sedikit! Bukankah rakyatnya yang pertama mesti jadi pembeli? Negara asing tak selalu bisa diharapkan. Negara asing berhak dan mungkin menutup pintu pagarnya sewaktu-waktu. Satu Rencana Penghasilan yang pasti mesti didasarkan pula atas pembelian, ialah pemakaian yang pasti. Terlampau kurang pembeli kalutlah Rencana yang semolekmoleknya di atas kertas itu. SI PACUL : Kulihat dalam hal jual beli memang engkau jempol juga, Kek. Tidak percuma rupanya engkau ini bekastoke! SI TOKE : Perkara dulu tinggal dulu, Cul! Bukankah aku bangkrut sebab ikut-ikut Godam pula dalam pergerakan? SI PACUL : Tak apa bangkrut itu, Kek. Nanti kuusulkan engkau jadi Menteri Rencana Ekonomi! SI TOKE : Memangnya aku ini bergerak buat cari pangkat, Cul! Jangan begitu Cul! MR. APAL : Semua petunjuk itu memang perlu. Sekarang cobalah bentangkan teknik MENAKSIR itu, yakni menyusun rencana itu. SI GODAM : Berat rasanya, Pal. Terlampau banyak yang mesti dirundingkan! SI PACUL : Ambil sari perkara saja, atau perkara sari saja. SI TOKE : La! Lihat, si Pacul jadi ahli filsafat pula. SI GODAM : Karena sari Rencana itu ialah menaksir hasil yang cocok dengan pemakaian, maka perlulah direncanakan: l. Industri umumnya;<noinclude>{{rh|68}}</noinclude> ah8onjiln1fn0s7o6l6g2nzibyq7qnz 311641 311444 2026-08-12T04:18:43Z Ibrohim tijani 26379 311641 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gap}}SI TOKE : Gampang dimengerti Dam! Bagaimana negara kecil bisa memakai Mesin Raksasa, mesin modern yang hasilnya melambung cepat dan tinggi, kalau rakyatnya sedikit! Bukankah rakyatnya yang pertama mesti jadi pembeli? Negara asing tak selalu bisa diharapkan. Negara asing berhak dan mungkin menutup pintu pagarnya sewaktu-waktu. Satu Rencana Penghasilan yang pasti mesti didasarkan pula atas pembelian, ialah pemakaian yang pasti. Terlampau kurang pembeli kalutlah Rencana yang semolekmoleknya di atas kertas itu. {{gap}}SI PACUL : Kulihat dalam hal jual beli memang engkau jempol juga, Kek. Tidak percuma rupanya engkau ini bekastoke! {{gap}}SI TOKE : Perkara dulu tinggal dulu, Cul! Bukankah aku bangkrut sebab ikut-ikut Godam pula dalam pergerakan? {{gap}}SI PACUL : Tak apa bangkrut itu, Kek. Nanti kuusulkan engkau jadi Menteri Rencana Ekonomi! {{gap}}SI TOKE : Memangnya aku ini bergerak buat cari pangkat, Cul! Jangan begitu Cul! {{gap}}MR. APAL : Semua petunjuk itu memang perlu. Sekarang cobalah bentangkan teknik MENAKSIR itu, yakni menyusun rencana itu. {{gap}}SI GODAM : Berat rasanya, Pal. Terlampau banyak yang mesti dirundingkan! {{gap}}SI PACUL : Ambil sari perkara saja, atau perkara sari saja. {{gap}}SI TOKE : La! Lihat, si Pacul jadi ahli filsafat pula. {{gap}}SI GODAM : Karena sari Rencana itu ialah menaksir hasil yang cocok dengan pemakaian, maka perlulah direncanakan: {{gap}}l. Industri umumnya;<noinclude>{{rh|68}}</noinclude> 9uqk4kmuwdpwc8lgd9exrdj6yp9olsh Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/41 104 112384 311445 2026-08-12T01:08:46Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311445 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SI GODAM : Ada! Pertama kemenangan mereka yang cakap. Dalam bahasa Charles Darwin ialah “the survival of the fittest”. Kedua, penemuan baru (invention). Ketiga bahwa kemakmuran tiap-tiap orang menjamin kemakmuran bersama. Maksudnya, kalau tiap-tiap orang menjaga kemakmurannya sendiri, maka masyarakat seluruhnya akan sendirinya terjaga kemakmurannya. SI PACUL : Tetapi apa gunanya “barang banyak dan murah” kalau kaum buruh itu tak bisa beli lagi? Bukankah kalau barang kelak terlampau banyak dan terlampau murah, si majikan tak beruntung lagi dan pabriknya ditutup? Dengan begitu kaum buruh menganggur, tak cakap membeli apaapa lagi? Akibatnya ialah barang banyak tadi dibuang saja. Masihkah ingat gandum di Amerika yang dibutuhkan oleh kaum buruh miskin itu dibuang ke laut atau dibakar dalam ketel lokomotif karena melimpah? Apakah yang terjadi dengan minyak tanah di Indonesia di zaman krisis? SI GODAM : Katanya pula “hasrat” keuntungan itu memberi kemenangan pada yang cakap. Tetapi yang sebenarnya cakap itu cuma satu dua orang saja. Biasanya yang digelari cakap itu ialah anak orang kaya yang mempusakai harta bapaknya atau tamat sekolah tinggi karena bapaknya mampu membayar. Banyak pula di antara yang tak cakap namanya atau buta huruf itu ialah karena tak mempunyai apa-apa dan tak mampu membayar ongkos sekolah. SI PACUL : Perkara bahagianya kapitalisme, yaitu kemakmuran tiap-tiap orang itu menjamin kemakmuran bersama aku sudah lihat kebohongannya. Ini memang benar dalam suasana kapitalisnie. Yaitu kalau tiap-tiap orang mendapat kesempatan buat maju. Dalam hal ini memang kemakmuran tiaptiap orang akan menjamin kemakmuran bersama, yaitu kalau tiap-tiap anak diberi kesempatan masuk sekolah yang cocok dengan wataknya. Dan tiap-tiap orang boleh mengerjakan pekerjaan yang cocok dengan kecakapannya dan keperluan masyarakat seluruhnya. Dengan begitu memang hasil akan berlipat ganda dan bermanfaat buat tiap-tiap orang yang kerja.<noinclude>{{rh|||41}}</noinclude> qeby5pjk3s08h7gnug67xtodns8yylq Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/67 104 112385 311446 2026-08-12T01:09:10Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311446 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>SI GODAM : Lebih gampang pekerjaan taksir-menaksir buat satu negara yang agak kecil tetapi mempunyai bahan lengkap, daripada satu negara besar yang penduduknya rapat dan takaran hidupnya rendah. Gajinya rendah, persaingan antara tenaga dan tenaga amat hebat. SI PACUL : Belum kulihat seluruhnya arti kalimat itu. Tetapi sudah kurasa. Bukankah gaji itu perlu buat membeli hasil? Jumlah harga hasil mesti sama dengan jumlah gaji. Makin tinggi gaji makin bisa ditinggikan hasil, makin rendah gaji makin susah meninggikan hasil, bukan? SI GODAM : Sampai sekian benar, Cul. Simpulan ini boleh kita pakai sebagai pedoman. Simpulan yang kedua: Sebelum cukup banyaknya industri enteng, susahlah kita menimbulkan industri berat, Industri-Induk. SI TOKE : Ini aku bisa tangkap artinya. Sebelum cukup banyak pabrik (pabrik kina, pabrik kain, obat-obatan, minum dsb), sebelum itu, tentu susah buat mengadakan Mesin-Induk yang mesti bikin mesin buat pabrik teh, kina, kain, obatobatan, minuman dan lain-lain itu. Bukankah pula hasil Pabrik-Induk mesti seimbang dengan hasil yang berupa mesin buat industri ringan? SI GODAM : Tepat, Kek! Petunjuk yang ketiga ialah industrialisasi, atau rencana menukar Negara-Pertanian menjadi Negara- Perindustrian. Lambat jalannya pada permulaan, tetapi semakin lama semakin cepat. SI TOKE : Mestinya begitu Dam. Tak bisa dilakukan sekali jalan saja. Apa lagi petunjuk yang perlu diperhatikan? Cobalah sebutkan. SI GODAM : Penting pula artinya buat Indonesia ialah: negara kecil tak bisa mengadakan rencana yang sempurna, terpisah dari negara besar. Jadi buat negara kecil susahlah kalau tak mustahil mengadakan Ekonomi Teratur itu.<noinclude>{{rh|||67}}</noinclude> 4ojvgmno46vv4g6a7dhntdggr4si24h 311639 311446 2026-08-12T04:18:00Z Ibrohim tijani 26379 311639 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gap}}SI GODAM : Lebih gampang pekerjaan taksir-menaksir buat satu negara yang agak kecil tetapi mempunyai bahan lengkap, daripada satu negara besar yang penduduknya rapat dan takaran hidupnya rendah. Gajinya rendah, persaingan antara tenaga dan tenaga amat hebat. {{gap}}SI PACUL : Belum kulihat seluruhnya arti kalimat itu. Tetapi sudah kurasa. Bukankah gaji itu perlu buat membeli hasil? Jumlah harga hasil mesti sama dengan jumlah gaji. Makin tinggi gaji makin bisa ditinggikan hasil, makin rendah gaji makin susah meninggikan hasil, bukan? {{gap}}SI GODAM : Sampai sekian benar, Cul. Simpulan ini boleh kita pakai sebagai pedoman. Simpulan yang kedua: Sebelum cukup banyaknya industri enteng, susahlah kita menimbulkan industri berat, Industri-Induk. {{gap}}SI TOKE : Ini aku bisa tangkap artinya. Sebelum cukup banyak pabrik (pabrik kina, pabrik kain, obat-obatan, minum dsb), sebelum itu, tentu susah buat mengadakan Mesin-Induk yang mesti bikin mesin buat pabrik teh, kina, kain, obatobatan, minuman dan lain-lain itu. Bukankah pula hasil Pabrik-Induk mesti seimbang dengan hasil yang berupa mesin buat industri ringan? {{gap}}SI GODAM : Tepat, Kek! Petunjuk yang ketiga ialah industrialisasi, atau rencana menukar Negara-Pertanian menjadi Negara- Perindustrian. Lambat jalannya pada permulaan, tetapi semakin lama semakin cepat. {{gap}}SI TOKE : Mestinya begitu Dam. Tak bisa dilakukan sekali jalan saja. Apa lagi petunjuk yang perlu diperhatikan? Cobalah sebutkan. {{gap}}SI GODAM : Penting pula artinya buat Indonesia ialah: negara kecil tak bisa mengadakan rencana yang sempurna, terpisah dari negara besar. Jadi buat negara kecil susahlah kalau tak mustahil mengadakan Ekonomi Teratur itu.<noinclude>{{rh|||67}}</noinclude> pysgobngnuf0ttd5syijdppt68uf94f Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/42 104 112386 311447 2026-08-12T01:09:48Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311447 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>MR. APAL : Sang Profesor Borjuis juga pintar. Ditaruhnya kesalahan itu di pihak buruh. Katanya kalau Pakbon (serikat buruh) tidak menuntut tambah gaji, maka undang-undang alam akan berjalan sendirinya dalam ekonomi, kemakmuran tiap-tiap orang akan terjaga. SI GODAM : Kalau dibiarkan si kapitalis bertindak semaumaunya hidup buruh akan terdesak kembali ke hidup hewan atau setengah hewan seperti di masa Revolusi Industri Inggris. Baca sajalah Das Kapital karangan Marx dan buku karangan Engels tentang keadaan buruh di Inggris di masa itu. Pakbon itu adalah senjata buruh buat membela nasibnya terhadap para majikan yang bersatu dan dilindungi pula oleh undang-undang, polisi, dan kehakiman Negara, dan yang selalu berniat merendahkan gaji buruh dan menambah lamanya kerja. MR. APAL : Kata profesor itu pula: Apa salahnya terusmenerus si kapitalis menghasilkan mesin buat membikin barangpakai. Dengan begitu harga barang itu senantiasa turun. Semua orang bisa membeli. SI GODAM : Pembagian hasil itu tak seimbang. Kebanyakan hasil pergi ke kaum kapitalis. Kalau terlampau banyak pergi ke si kapitalis dan sedikit pergi ke kaum buruh, dengan apakah kaum buruh beli hasil yang melimpah itu? Bukankah ini asalnya krisis? Ialah disebabkan pembagian hasil tak seimbang. Bagian si kapitalis yang berupa untung itu ditanam pada modal membikin barang-pakai dan ditanam terus-menerus. Tetapi dengan apa dibeli kalau bagian kaum buruh cuma sedikit, kian sedikit? MR. APAL : Akhirnya kata si profesor: Kalau gaji buruh itu rendah, ongkos rendah pula. Dengan begitu jualan rendah pula! SI GODAM : Rupanya begitu! Tetapi jualan itu tiada sematamata bergantung kepada ongkos saja. Bagaimanakah kalau kaum kapitalis kumpulan, monopoli namanya? Dengan monopoli itu dia bisa tetapkan jualan semau-maunya saja!<noinclude>{{rh|42}}</noinclude> c4jpdwnn5zloor71pqphuw4jpivf1xh Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/66 104 112387 311448 2026-08-12T01:09:48Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311448 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>SI GODAM : Rencana Ekonomi ialah urusan perekonomian yang teratur dengan maksud supaya produksi cocok dengan konsumsi, serta berdasarkan hidup sama-rata dan tolong bertolong. SI PACUL : Betul, ekonomi itu mestinya teratur, bukan lagi anarkis seperti di zaman kapitalisme. Produksi mesti diimbangkan dengan konsumsi. Dengan begitu maka krisis itu terhindar. Dasarnya ialah sama-rata dan tolong bertolong. Memang ini dasar sosialisme. MR. APAL : Kurasa definisi di belakang ini memang lebih praktis, lebih enteng kalau dipakai buat menaksir! Bukankah yang terutama sekali ialah hasil mesti lebih dahulu disamakan dengan pemakaian? SI TOKE : Terang semuanya buat aku. Sekarang CARANYA hitung menghitung dalam pekerjaan mencocokkan hasil dan pemakaian itu. SI GODAM : Cara yang gampang dan pasti tentulah tak ada. Rencana yang berarti juga satu taksiran itu mengandung kesilapan. Sedangkan menaksir banyak telur yang akan menetas saja bukan satu perkara yang selalu bisa dilakukan dengan tepat. Apalagi menaksir banyaknya hasil yang mesti tak lebih dan tak kurang dari pemakaian dalam suatu negara. Menaksir dalam hal ini selalu berarti mencoba menghitung lebih dahulu. SI PACUL : Teruskan Dam! Tetapi hendaknya lebih mengenai bukti yang nyata. SI GODAM : Belum bisa aku berbicara nyata-pasti, Cul. Ada lagi satu perkara yang mesti kukemukakan sebagai petunjuk buat suatu Rencana, Cul. SI PACUL : Petunjuk apapula lagi, Dam?<noinclude>{{rh|66}}</noinclude> fmfk76e5mhsfmqsu1jss49di2n40abx 311638 311448 2026-08-12T04:17:26Z Ibrohim tijani 26379 311638 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gap}}SI GODAM : Rencana Ekonomi ialah urusan perekonomian yang teratur dengan maksud supaya produksi cocok dengan konsumsi, serta berdasarkan hidup sama-rata dan tolong bertolong. {{gap}}SI PACUL : Betul, ekonomi itu mestinya teratur, bukan lagi anarkis seperti di zaman kapitalisme. Produksi mesti diimbangkan dengan konsumsi. Dengan begitu maka krisis itu terhindar. Dasarnya ialah sama-rata dan tolong bertolong. Memang ini dasar sosialisme. {{gap}}MR. APAL : Kurasa definisi di belakang ini memang lebih praktis, lebih enteng kalau dipakai buat menaksir! Bukankah yang terutama sekali ialah hasil mesti lebih dahulu disamakan dengan pemakaian? {{gap}}SI TOKE : Terang semuanya buat aku. Sekarang CARANYA hitung menghitung dalam pekerjaan mencocokkan hasil dan pemakaian itu. {{gap}}SI GODAM : Cara yang gampang dan pasti tentulah tak ada. Rencana yang berarti juga satu taksiran itu mengandung kesilapan. Sedangkan menaksir banyak telur yang akan menetas saja bukan satu perkara yang selalu bisa dilakukan dengan tepat. Apalagi menaksir banyaknya hasil yang mesti tak lebih dan tak kurang dari pemakaian dalam suatu negara. Menaksir dalam hal ini selalu berarti mencoba menghitung lebih dahulu. {{gap}}SI PACUL : Teruskan Dam! Tetapi hendaknya lebih mengenai bukti yang nyata. {{gap}}SI GODAM : Belum bisa aku berbicara nyata-pasti, Cul. Ada lagi satu perkara yang mesti kukemukakan sebagai petunjuk buat suatu Rencana, Cul. SI PACUL : Petunjuk apapula lagi, Dam?<noinclude>{{rh|66}}</noinclude> 4jfyhc42t13n1rbg7p16lej7i0xuyq6 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/65 104 112388 311449 2026-08-12T01:10:36Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311449 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>DENMAS : Tentulah para ahli tadi bersama-sama dengan pengurus industri. MR. APAL : Pemerintah dan Dewan Perwakilan bukankah mesti ikut pula merundingkan dan memutuskan benar atau tidaknya Panitia itu? SI GODAM : Para ahli, para pengurus industri, Kementerian beserta Dewan Perwakilan Rakyat memang mesti ikut berunding dan memutuskan. Tetapi juga tak boleh lupa wakil kaum pekerja yang tersusun dalam berbagai Pakbon. Apalagi wakil kaum pemakai (konsumen) yang jutaan itu tak boleh pula ditinggalkan. Kebanyakan mereka yang disebut di belakangan ini sudah tersusun dalam koperasi. Ajaklah pula wakil koperasi itu berunding dan memutus! Ingat bahwa Rencana itu ialah buat masyarakat seluruhnya. Bukanlah buat satu golongan saja, berapapun besarnya golongan itu. MR. APAL : Akhirnya Jabatan Pengawas itu mestilah mempunyai penyelidik yang bepergian ke sana-sini. SI GODAM : Mestinya begitu. DENMAS : Sekarang sudahlah terang bagiku Kekuasaan atas Rencana Ekonomi itu. Nanti akan dirundingkan pula Cara menjalankan rencana itu. Tetapi sebelum itu baik juga kau berikan sekali lagi ketetapan (definisi) Rencana itu. MR. APAL : Dulu sudah ditetapkan bahwa Rencana Ekonomi ialah daya upaya memasyarakatkan Alat-Penghasil, Penghasilan, Pembagian Hasil, Gaji, dan Hidup Sosial. SI GODAM : Benar, definisi ini memang sudah cukup. Tetapi ada definisi yang lebih penuh dan lebih cocok dipakai menaksir. SI PACUL : Cobalah sebutkan!<noinclude>{{rh|65}}</noinclude> p83of9imhzso9zok81hdfccqzdhw413 311637 311449 2026-08-12T04:16:51Z Ibrohim tijani 26379 311637 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gap}}DENMAS : Tentulah para ahli tadi bersama-sama dengan pengurus industri. {{gap}}MR. APAL : Pemerintah dan Dewan Perwakilan bukankah mesti ikut pula merundingkan dan memutuskan benar atau tidaknya Panitia itu? {{gap}}SI GODAM : Para ahli, para pengurus industri, Kementerian beserta Dewan Perwakilan Rakyat memang mesti ikut berunding dan memutuskan. Tetapi juga tak boleh lupa wakil kaum pekerja yang tersusun dalam berbagai Pakbon. Apalagi wakil kaum pemakai (konsumen) yang jutaan itu tak boleh pula ditinggalkan. Kebanyakan mereka yang disebut di belakangan ini sudah tersusun dalam koperasi. Ajaklah pula wakil koperasi itu berunding dan memutus! Ingat bahwa Rencana itu ialah buat masyarakat seluruhnya. Bukanlah buat satu golongan saja, berapapun besarnya golongan itu. {{gap}}MR. APAL : Akhirnya Jabatan Pengawas itu mestilah mempunyai penyelidik yang bepergian ke sana-sini. SI GODAM : Mestinya begitu. {{gap}}DENMAS : Sekarang sudahlah terang bagiku Kekuasaan atas Rencana Ekonomi itu. Nanti akan dirundingkan pula Cara menjalankan rencana itu. Tetapi sebelum itu baik juga kau berikan sekali lagi ketetapan (definisi) Rencana itu. {{gap}}MR. APAL : Dulu sudah ditetapkan bahwa Rencana Ekonomi ialah daya upaya memasyarakatkan Alat-Penghasil, Penghasilan, Pembagian Hasil, Gaji, dan Hidup Sosial. {{gap}}SI GODAM : Benar, definisi ini memang sudah cukup. Tetapi ada definisi yang lebih penuh dan lebih cocok dipakai menaksir. {{gap}}SI PACUL : Cobalah sebutkan!<noinclude>{{rh|65}}</noinclude> 96w9voseg363b555upwjnotf94ncw0e Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/43 104 112389 311450 2026-08-12T01:10:56Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311450 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SI PACUL : Umpamanya kita monopoli kina atau timah di dunia ini, kalau seandainya kita tawarkan timah f 1000,00 sepikul, atau kina f 100,00 sebiji bagaimana! Saya pikir bangsa Indonesia tak mempunyai darah monopolis itu! DENMAS : Kalau kita kuat di laut, di darat, dan di udara, tentu negara lain mesti beli! SI GODAM : Itulah dia! Karena monopoli itu tahu bahwa dia menguasai produksi suatu barang, maka dia kuasai pula harga barang itu. Dia coba mencari untung yang sebesar-besarnya. Untung itu paling besar kalau banyak barang disusutkan, jadi harganya bisa dinaikkan. SI PACUL : Terangkan dulu, Dam! SI GODAM : Oleh karena intan dan mas itu sedikit sekali ada di dunia ini dan susah pula mengerjakannya, maka harganya tinggi sekali. Selama air itu mengalir dari sumbernya terusmenerus, maka air itu di tempat itu hampir tak ada harganya. Tetapi alangkah tingginya harga air di gurun pasir. Ringkasnya politik monopoli ialah “hasil sedikit harga mahal”. Bertentangan dengan dalil profesornya yang mengatakan, bahwa cara penghasilan kapitalisme itu, dengan tujuan “mencari untung” ialah: “hasil banyak dan harga murah”. SI PACUL : Sekarang rasanya kita sudah cukup jauh membicarakan apa yang kau sebutkan “Produksi Anarkis” itu, yakni: menghasilkan semau-maunya saja dengan tak ada perundingan dan perhitungan lebih dahulu satu sama lainnya. Jadi kulihat akibatnya “Produksi Anarkis” itu ialah PERSAINGAN hebat antara kapitalis dan kapitalis dalam satu negara. MR. APAL : Selanjutnya ialah persaingan satu negara kapitalis dengan negara kapitalis yang lain. Tiap-tiap negara kapitalis berlomba-lomba menanam modal di negara yang lemah, memonopoli bahan di negeri lemah itu buat perindustrian Negara<noinclude>{{rh|||43}}</noinclude> sqr1hdyu09tleykcjlmxim1avpqpbl5 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/64 104 112390 311451 2026-08-12T01:11:14Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311451 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>SI GODAM : Dalam partai Komunis itu bukannya ada 1 atau 4 orang saja, Denmas. Di dalam partai itu semua orang tentulah sama-sama berpaham komunis. Tetapi tidak satu saja pikiran, kemauan, dan perasaan ribuan komunis dalam partai sebesar itu! Lagipula kalau saya tak salah maka di Rusia pun dipisahkan jabatan menyusun rencana itu dengan jabatan menjalankan dan mengawasi. SI PACUL : Bagaimana memisahkannya? SI GODAM : Saya kurang mendapat keterangan dan banyak kelupaan. Tetapi saya pikir rencana itu disusun di pusat. Tetapi pengawasan di daerah. Walaupun dipisahkan, bukanlah pemisahan berlaku seperti di negara kapitalis. Baik di pusat ataupun daerah yang berkuasa itu ialah satu kelas ialah kelas proletar. Kepentingan mereka adalah satu, ialah kepentingan kaum proletar. Paham yang dijunjung pun cuma satu saja ialah komunisme atau sosialisme. Jadi kepentingan sama dan tujuan sama. SI TOKE : Sekarang sudah sedikit terang bagiku apa badan kekuasaan dan jabatan (fungsi) masing-masing kekuasaan. Kalau aku tak salah maka jabatan menyusun rencana itu berbentuk satu Panitia atau Komisi. Jabatan menjalankan rencana itu berbentuk satu Kementerian. Akhirnya jabatan mengawasi rencana itu berbentuk satu penyelidikan. SI GODAM : Benarlah begitu! DENMAS : Kalau jabatan menyusun itu berbentuk satu Panitia, maka Panitia semacam ini mesti diberi kekuasaan penuh buat mencari keterangan yang berhubungan, bukan? Terutama pula yang berhubungan dengan Ekonomi. Pekerjaan menyusun atau lebih tegas, pekerjaan menakar ini mestinya pekerjaan ahli. SI PACUL : Tetapi kalau Jabatan atau Panitia Penyusun sudah membikin suatu Rencana, siapakah yang mesti memutuskan betul atau tidaknya taksiran Panitia itu?<noinclude>{{rh|64}}</noinclude> pto074bqxf656uby6ghufo5a9j88bk9 311636 311451 2026-08-12T04:16:15Z Ibrohim tijani 26379 311636 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gap}}SI GODAM : Dalam partai Komunis itu bukannya ada 1 atau 4 orang saja, Denmas. Di dalam partai itu semua orang tentulah sama-sama berpaham komunis. Tetapi tidak satu saja pikiran, kemauan, dan perasaan ribuan komunis dalam partai sebesar itu! Lagipula kalau saya tak salah maka di Rusia pun dipisahkan jabatan menyusun rencana itu dengan jabatan menjalankan dan mengawasi. {{gap}}SI PACUL : Bagaimana memisahkannya? {{gap}}SI GODAM : Saya kurang mendapat keterangan dan banyak kelupaan. Tetapi saya pikir rencana itu disusun di pusat. Tetapi pengawasan di daerah. Walaupun dipisahkan, bukanlah pemisahan berlaku seperti di negara kapitalis. Baik di pusat ataupun daerah yang berkuasa itu ialah satu kelas ialah kelas proletar. Kepentingan mereka adalah satu, ialah kepentingan kaum proletar. Paham yang dijunjung pun cuma satu saja ialah komunisme atau sosialisme. Jadi kepentingan sama dan tujuan sama. {{gap}}SI TOKE : Sekarang sudah sedikit terang bagiku apa badan kekuasaan dan jabatan (fungsi) masing-masing kekuasaan. Kalau aku tak salah maka jabatan menyusun rencana itu berbentuk satu Panitia atau Komisi. Jabatan menjalankan rencana itu berbentuk satu Kementerian. Akhirnya jabatan mengawasi rencana itu berbentuk satu penyelidikan. {{gap}}SI GODAM : Benarlah begitu! DENMAS : Kalau jabatan menyusun itu berbentuk satu Panitia, maka Panitia semacam ini mesti diberi kekuasaan penuh buat mencari keterangan yang berhubungan, bukan? Terutama pula yang berhubungan dengan Ekonomi. Pekerjaan menyusun atau lebih tegas, pekerjaan menakar ini mestinya pekerjaan ahli. {{gap}}SI PACUL : Tetapi kalau Jabatan atau Panitia Penyusun sudah membikin suatu Rencana, siapakah yang mesti memutuskan betul atau tidaknya taksiran Panitia itu?<noinclude>{{rh|64}}</noinclude> sj2uzpmiwtkxlet4ir5otzl0hhy8475 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/63 104 112391 311452 2026-08-12T01:11:56Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311452 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>sama di seluruh muka bumi ini. Tetapi dalam garis kecilnya ada berlainan. Perhatikan sajalah Jiwa dan Lakunya turunan berlainan bangsa itu bersamaan atau hampir bersamaan hak dan kewajibannya. SI PACUL : Wah, Dam, rupanya engkau ini lari kencang lagi menurun ke lembah filsafat. Aku mesti tangkap lengan bajumu dan bawa kembali engkau ke perbandingan Inggris dan Amerika dalam ekonomi dan politik. Engkau sudah majukan perbedaan dalam hal bentuknya kekuasaan yang akan menjalankan rencana itu di Inggris dan Rusia. Tetapi kekuasaan tetap kekuasaan, bukan? Jadi mesti ada pula persamaan isinya pada ke dua Negara tadi, maka keduanya bisa dinamakan kekuasaan. SI GODAM : Memang ada! Kekuasaan atas Rencana Ekonomi Sosialis di kedua negara tersebut sama-sama mengandung tiga kewajiban atau jabatan. SI PACUL : Apakah jabatan yang tiga itu? SI GODAM : Pertama, jabatan menyusun rencana. Kedua, mengadakan rencana. Ketiga, mengawasi rencana. SI TOKE : Di negara demokratis sudahlah tentu tiga jabatan itu dipisah-pisahkan pula. SI GODAM : Memang begitu. Di negara sosialis seperti Rusia yang diperintahi oleh satu partai saja betul tiga jabatan itu dibedakan, tetapi tiada dipisah-pisah seperti di negara demokratis kapitalis itu. DENMAS : Jadi yang membikin, menjalankan, dan mengawasi orang itu juga. Jadi umpamanya kalau si A, B, C, D yang menyusun maka si A, B. C, D pulalah yang menjalankan dan mengawasinya? Akibatnya tiadakah seperti di zaman yang selalu dicela itu, di mana kekuasaan menangkap, memeriksa perkara, menghukum, dan menjatuhkan hukuman di tangan satu orang itu juga, atau beberapa biji orang “sekonco”?<noinclude>{{rh|||63}}</noinclude> br4eetg2wpqvhsepzxxc5zlhfvr75tn 311634 311452 2026-08-12T04:14:57Z Ibrohim tijani 26379 311634 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>sama di seluruh muka bumi ini. Tetapi dalam garis kecilnya ada berlainan. Perhatikan sajalah Jiwa dan Lakunya turunan berlainan bangsa itu bersamaan atau hampir bersamaan hak dan kewajibannya. {{gap}}SI PACUL : Wah, Dam, rupanya engkau ini lari kencang lagi menurun ke lembah filsafat. Aku mesti tangkap lengan bajumu dan bawa kembali engkau ke perbandingan Inggris dan Amerika dalam ekonomi dan politik. Engkau sudah majukan perbedaan dalam hal bentuknya kekuasaan yang akan menjalankan rencana itu di Inggris dan Rusia. Tetapi kekuasaan tetap kekuasaan, bukan? Jadi mesti ada pula persamaan isinya pada ke dua Negara tadi, maka keduanya bisa dinamakan kekuasaan. {{gap}}SI GODAM : Memang ada! Kekuasaan atas Rencana Ekonomi Sosialis di kedua negara tersebut sama-sama mengandung tiga kewajiban atau jabatan. {{gap}}SI PACUL : Apakah jabatan yang tiga itu? {{gap}}SI GODAM : Pertama, jabatan menyusun rencana. Kedua, mengadakan rencana. Ketiga, mengawasi rencana. {{gap}}SI TOKE : Di negara demokratis sudahlah tentu tiga jabatan itu dipisah-pisahkan pula. SI GODAM : Memang begitu. Di negara sosialis seperti Rusia yang diperintahi oleh satu partai saja betul tiga jabatan itu dibedakan, tetapi tiada dipisah-pisah seperti di negara demokratis kapitalis itu. {{gap}}DENMAS : Jadi yang membikin, menjalankan, dan mengawasi orang itu juga. Jadi umpamanya kalau si A, B, C, D yang menyusun maka si A, B. C, D pulalah yang menjalankan dan mengawasinya? Akibatnya tiadakah seperti di zaman yang selalu dicela itu, di mana kekuasaan menangkap, memeriksa perkara, menghukum, dan menjatuhkan hukuman di tangan satu orang itu juga, atau beberapa biji orang “sekonco”?<noinclude>{{rh|||63}}</noinclude> g30ns56qnjbkllnc91qu1lxe9ck8sgr 311635 311634 2026-08-12T04:15:35Z Ibrohim tijani 26379 311635 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>sama di seluruh muka bumi ini. Tetapi dalam garis kecilnya ada berlainan. Perhatikan sajalah Jiwa dan Lakunya turunan berlainan bangsa itu bersamaan atau hampir bersamaan hak dan kewajibannya. {{gap}}SI PACUL : Wah, Dam, rupanya engkau ini lari kencang lagi menurun ke lembah filsafat. Aku mesti tangkap lengan bajumu dan bawa kembali engkau ke perbandingan Inggris dan Amerika dalam ekonomi dan politik. Engkau sudah majukan perbedaan dalam hal bentuknya kekuasaan yang akan menjalankan rencana itu di Inggris dan Rusia. Tetapi kekuasaan tetap kekuasaan, bukan? Jadi mesti ada pula persamaan isinya pada ke dua Negara tadi, maka keduanya bisa dinamakan kekuasaan. {{gap}}SI GODAM : Memang ada! Kekuasaan atas Rencana Ekonomi Sosialis di kedua negara tersebut sama-sama mengandung tiga kewajiban atau jabatan. {{gap}}SI PACUL : Apakah jabatan yang tiga itu? {{gap}}SI GODAM : Pertama, jabatan menyusun rencana. Kedua, mengadakan rencana. Ketiga, mengawasi rencana. {{gap}}SI TOKE : Di negara demokratis sudahlah tentu tiga jabatan itu dipisah-pisahkan pula. {{gap}}SI GODAM : Memang begitu. Di negara sosialis seperti Rusia yang diperintahi oleh satu partai saja betul tiga jabatan itu dibedakan, tetapi tiada dipisah-pisah seperti di negara demokratis kapitalis itu. {{gap}}DENMAS : Jadi yang membikin, menjalankan, dan mengawasi orang itu juga. Jadi umpamanya kalau si A, B, C, D yang menyusun maka si A, B. C, D pulalah yang menjalankan dan mengawasinya? Akibatnya tiadakah seperti di zaman yang selalu dicela itu, di mana kekuasaan menangkap, memeriksa perkara, menghukum, dan menjatuhkan hukuman di tangan satu orang itu juga, atau beberapa biji orang “sekonco”?<noinclude>{{rh|||63}}</noinclude> j3j8peqi4bs9sgr5p1qryt6hosvesk2 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/44 104 112392 311453 2026-08-12T01:12:02Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311453 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Induk dan monopoli pasar negara lemah buat penjualan barang industri Negara Induk. SI GODAM : Perlombaan itulah yang dinamai imperialisme. Perlombaan imperialisme ini berakhir pada perang imperialisme, peperangan merebut jajahan buat dijadikan pasar bahan dan barang pabrik serta buat menanam modal. SI PACUL : Memang kalau begitu produksi anarkis itu berakhir pada peperangan imperialisme. Tetapi dengan majunya monopoli, bukanlah perseorangan itu atau menghasilkan dan menjual semau-maunya seseorang anggota monopoli itu sendirinya terhenti? Bukankah aturan yang diikut oleh seseorang anggota monopoli itu: satu buat semua dan semua buat satu? SI GODAM : Tepat, Cul! Pintar lu Cul! Memang dalam dirinya sendiri satu monopoli itu, anggotanya kerja bersama satu dengan yang lain. Tetapi perjuangan yang lebih hebat terjadi pula di antara satu monopoli dengan monopoli lain. Dalam satu negara seperti Amerika, satu monopoli yang berbentuk trust berjuang dengan trust lain dalam negara itu buat merebut pasar dalam negeri. Di antara negara dan negara berjuang pula satu Trust Raksasa lain. Begitulah kita kenal di sini perjuangan Kongsi Minyak Amerika Standard Oil dengan Gabungan Kongsi Minyak Belanda-Inggris, yakni Royal Dutch atau B.P.M. buat monopoli pasar di Indonesia ini. SI PACUL : Kalau begitu produksi anarkisme itu berlaku dalam suasana yang lebih hebat lagi. Ringkasnya pada Kapitalisme itu melekat perseorangan, penghasilan anarkis, imperialisme, dan perang {{...|7}} buat mencari keuntungan.<noinclude>{{rh|44}}</noinclude> 30vu53cdjqzjjelzo434f365ahbvt4o Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/47 104 112393 311454 2026-08-12T01:12:03Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311454 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> Alida jang meratap-mendaju itu. Mereka mendekati rumah itu, ingin tahu apa jang terdjadi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tenanglah Alida, — kata Munandar jang djuga turut menangis. — Kau harus sabar menerima segala tjobaan ! Kita semua harus sabar ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Mengapa kau tinggalkan dia ? Antarkanlah aku kesana. Biarlah dia dikuburkan dihalaman rumah kami. O, anaknja akan tumbuh dewasa. Siapakah jang akan membela kami. Siapakah jang akan membimbing anaknja. Dia belum pernah bertemu dengan ajahnja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Sabarlah kau ! Selama aku masih hidup, aku akan membantumu, sabarlah ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Orang² mulai menaiki tangga, memandang dengan mata jang ber-tanja², apakah jang telah terdjadi. Tapi kemudian mereka dengan mudah sadja dapat mengetahui, bahwa Karnain sudah tak ada lagi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Orangtua Munandar mentjoba membudjuk Alida, menjuruhnja bersabar, tapi perempuan itu telah kemasukan setan. Ia ber-guling² disepandjang ruangan itu, meratap, menangis, dan me-raung². Munandar sendiri tidak dapat menguasai keadaan. Bahkan ia ikut menangis ter-sedu² seperti anak ketjil, karena hatinja ditekan oleh kenangan kepada sahabatnja itu, sahabat jang kini sudah tak ada lagi. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Beberapa lamanja Alida berlaku seperti orang gila, kadang² ber-teriak² memanggil Karnain, kadang² ber-guling² dan meng-hempas², hingga achirnja ia kehilangan tenaga, tak sadarkan dirinja untuk beberapa waktu lamanja. </div> <center> <div style="margin-top: 1.5em; margin-bottom: 1.5em;">*</div> </center> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> '''SEMUANJA''' kini sudah mendjadi djelas. Karnain takkan hidup lagi. Munandar jang mula² tidak mau mentjeritakan soal itu kepada nenek Boge dan Kartina, tanpa disadarinja, kini terpaksa berterus-terang. Ia tidak berhasil merahasiakan bentjana jang telah menimpa sahabatnja itu. Semula ia bermaksud </div> <p align="left">90</p> <div style="text-align: justify;"> untuk mentjeritakan persoalan itu setjara ber-angsur² dan lambat-laun, tapi rentjananja itu telah gagal. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Keadaan telah berangsur pulih. Pasukan² pemberontak gelombang demi gelombang telah melaporkan diri kepada APRI dengan persendjataan mereka. Mereka berdjandji akan patuh kepada Undang-undang Negara dan bersumpah akan mengachiri pengchianatan itu untuk se-lama²nja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Perasaan Munandar jang selama ini luka oleh berbagai sebab, kini sudah bertambah sembuh. Ia telah dapat menerima kenjataan tentang isterinja Martini. Ia dapat memahami segala sesuatu jang telah memutuskan hubungan mereka. Ia tidak marah atau menjesal kepada siapa djuga, baik kepada Martini ataupun kepada letnan Sudarno. Bahkan ia berdoa, semoga mereka hidup bahagia untuk se-lama²nja sebagai sepasang suami-isteri jang telah dipertemukan takdir. Hatinja tidak rusak oleh kedjadian itu. Dan disamping itu, ia ber-angsur² dapat mententeramkan hatinja dari kenangan Katjukah, lebih² setelah penduduk lembah Katjukah mulai mengalir kekota. Dari mereka inilah Munandar mendapat keterangan, bahwa Junus jang selalu mem-buru² Karnain, telah mati tertembak. Dia ditembak oleh sisa pasukan jang dibukit Lasung, karena kemudian mereka mengetahui, bahwa Junuslah jang telah menghasut komandan mereka untuk membunuh Karnain, dimana komandan mereka sendiri djuga mati terbunuh. Untuk membalaskan sakit hati atas kematian komandan mereka ini, Junus achirnja mereka tjulik dan mereka bunuh. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Hati Alida sudah mulai pula berangsur mendapat obat. Ia sering² datang kerumah Munandar dan lelaki itu terus-menerus berusaha supaja Alida djangan terlalu banjak memikirkan Karnain. Munandar berusaha sekeras mungkin, supaja Alida kembali seperti biasa, hidup dengan tenteram dan melupakan luka dihatinja. Alida memang dapat melupakan Karnain, walaupun sesering itu pula ia digoda oleh keketjewaan. Munandar dianggapnja sebagai lelaki jang patut mendjadi temannja, lelaki </div> <p align="right">91</p> </div><noinclude></noinclude> aqd68c0ihjdqioihwptn6ca40jzpses Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/62 104 112394 311455 2026-08-12T01:12:34Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311455 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>insaf dan kuat itu mengizinkan rencana sosialistis itu. Rusia (1927) bisa menyusun dan menjalankan rencana itu dengan tersusun, terpusat pada satu kekuasaan, ialah kekuasaan Proletar. MR. APAL : Inggris mesti membagi-bagi kekuasaan itu di antara borjuis-ningrat atau ningrat-borjuis dengan kaum-tengah dan kaum-buruh. Jadi di sana “seandainya” Rencana itu disetujui rakyat, maka Parlemen mesti mempunyai sebagian kekuasaan. Kementerian sebagian pula, Pakbon sebagian lagi. Serikat-tani, para-pembeli (konsumen) dan serikat kapitalis tak pula boleh ketinggalan. Maklumlah di negara demokratis itu semua golongan dan sekalian yang berkepentingan tak boleh dilampaui. Semuanya mesti dirembukkan lebih dahulu dan dimufakati lebih dahulu. Di Soviet Rusia tahun 1927 kaum modal dan ningrat itu sudah lenyap sama sekali. Kaum-tengah, ahli dalam mengomong dan mengkritik itu sudah tak ada pula kekuasaannya. Partai Komunis yang memeluk semua kekuasaan dan kekayaan negara dengan lekas dan secara praktis bisa menyusun rencana sosialistis, menjalankan dengan cepat dan mengawasi serta memperbaiki jalannya itu menurut kepentingan satu kelas saja, ialah kelas pekerja. SI TOKE : Kalau Inggris sudah melakukan revolusisosialnya, apakah kelak KEKUASAAN dan CARA menjalankan Rencana Ekonomi tak akan sama dengan di Rusia tahun 1927? SI GODAM : Juga tidak! Sejarah yang sudah dilalui rakyat dari suatu negara itu terus mempengaruhi jiwa dan tindakannya rakyat itu. Sejarah politik Inggris akan terus mempengaruhinya. Tiadalah orang Inggris akan sama sekali lepas dari pengaruh sejarahnya yang berhubungan dengan iklim negaranya, suasana politik, ekonomi, sosial dan kebudayaannya di zaman lampau. Memang sejarah dan suasana itu mengubah pula jiwa dan lakunya rakyat itu. Tetapi karena suasana pada suatu tempat akan terus berlawanan dari tempat lain, umpamanya karena berlainan iklim saja, maka jiwa dan lakunya manusia di lain-lain tempat itu akan tetap mempunyai corak sendirinya pula. Dalam garis besarnya Jiwa dan Lakunya atau watak manusia itu memang<noinclude>{{rh|62}}</noinclude> 7smdy2yp66zzh8v7m75rk1ly5eot3uq 311633 311455 2026-08-12T04:14:13Z Ibrohim tijani 26379 311633 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>insaf dan kuat itu mengizinkan rencana sosialistis itu. Rusia (1927) bisa menyusun dan menjalankan rencana itu dengan tersusun, terpusat pada satu kekuasaan, ialah kekuasaan Proletar. {{gap}}MR. APAL : Inggris mesti membagi-bagi kekuasaan itu di antara borjuis-ningrat atau ningrat-borjuis dengan kaum-tengah dan kaum-buruh. Jadi di sana “seandainya” Rencana itu disetujui rakyat, maka Parlemen mesti mempunyai sebagian kekuasaan. Kementerian sebagian pula, Pakbon sebagian lagi. Serikat-tani, para-pembeli (konsumen) dan serikat kapitalis tak pula boleh ketinggalan. Maklumlah di negara demokratis itu semua golongan dan sekalian yang berkepentingan tak boleh dilampaui. Semuanya mesti dirembukkan lebih dahulu dan dimufakati lebih dahulu. Di Soviet Rusia tahun 1927 kaum modal dan ningrat itu sudah lenyap sama sekali. Kaum-tengah, ahli dalam mengomong dan mengkritik itu sudah tak ada pula kekuasaannya. Partai Komunis yang memeluk semua kekuasaan dan kekayaan negara dengan lekas dan secara praktis bisa menyusun rencana sosialistis, menjalankan dengan cepat dan mengawasi serta memperbaiki jalannya itu menurut kepentingan satu kelas saja, ialah kelas pekerja. {{gap}}SI TOKE : Kalau Inggris sudah melakukan revolusisosialnya, apakah kelak KEKUASAAN dan CARA menjalankan Rencana Ekonomi tak akan sama dengan di Rusia tahun 1927? {{gap}}SI GODAM : Juga tidak! Sejarah yang sudah dilalui rakyat dari suatu negara itu terus mempengaruhi jiwa dan tindakannya rakyat itu. Sejarah politik Inggris akan terus mempengaruhinya. Tiadalah orang Inggris akan sama sekali lepas dari pengaruh sejarahnya yang berhubungan dengan iklim negaranya, suasana politik, ekonomi, sosial dan kebudayaannya di zaman lampau. Memang sejarah dan suasana itu mengubah pula jiwa dan lakunya rakyat itu. Tetapi karena suasana pada suatu tempat akan terus berlawanan dari tempat lain, umpamanya karena berlainan iklim saja, maka jiwa dan lakunya manusia di lain-lain tempat itu akan tetap mempunyai corak sendirinya pula. Dalam garis besarnya Jiwa dan Lakunya atau watak manusia itu memang<noinclude>{{rh|62}}</noinclude> m3go7yohrbe9ue2fya5utdv5qa5qxji Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/45 104 112395 311456 2026-08-12T01:13:06Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311456 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|'''IV. Rencana Ekonomi'''}}}} SI GODAM : Sebenarnya aku mau pakai sebagai pokok perkara ini istilah Ekonomi Terkendali, bukan Rencana Ekonomi. SI TOKE : Apa bedanya, Dam? SI GODAM : Istilah Terkendali itu mau kupertentangkan dengan Anarkis yang berarti semau-maunya, jadi “tidak” terkendali. Tetapi sebab istilah Rencana Ekonomi ini sekarang sudah lazim dipakai, maka akupun turut memakainya. Tetapi janganlah dilupakan bahwa yang kumaksudkan dengan Rencana Ekonomi itu ialah Ekonomi yang dijalankan menurut rencana. SI PACUL : Baik juga lebih dahulu kau jelaskan, Dam, apakah maknanya Ekonomi. Sampai sekarang buat aku perkataan Ekonomi masih kabur. Seboleh-bolehnya kau pakai sedikit perkataan saja. SI GODAM : Ekonomi itu berurusan dengan produksi dan distribusi. SI TOKE : Jitu, tepat, Dam, itulah yang terutama. MR. APAL : Buku profesor borjuis menarik-narik lain perkataan lagi, seperti pengangkutan dan keuangan. Tetapi memang yang menjadi pokok perkaranya produksi dan distribusi itulah! SI PACUL : Jadi tegasnya Rencana Ekonomi ialah usaha mengatur produksi dan distribusi. Atau dalam bahasa awak ialah: Usaha mengatur penghasilan dan pembagian hasil buat Negara. Dalam dunia Kapitalisme Ekonomi itu, penghasilan dan pembagian itu tak diatur, liar. Dalam masyarakat kapitalisme maka manusia itulah yang dikendalikan oleh ekonomi. Bukannya ekonomi itu yang dikendalikan oleh manusia.<noinclude>{{rh|||45}}</noinclude> 3s0xiwg51q6jbngow9kpyvfy1zl32mm Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/61 104 112396 311457 2026-08-12T01:13:19Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311457 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>'''C. RENCANA EKONOMI SOSIALIS''' DENMAS : Sudah sampai kita sekarang ke Rencana Ekonomi berdasarkan Sosialisme. MR. APAL : Seperti biasa tentulah lebih dahulu kita mesti selidiki dalam suasana bagaimana Rencana Sosialis itu dijalankan. Pada suasana itulah tergantungnya KEKUASAAN dan CARA menjalankan rencana itu. SI PACUL : Suasana itu tentulah berhubungan dengan keadaan ekonomi dan politik, bukan? MR. APAL : Benar keadaan sosial dan lain-lain tentulah terbawa oleh keadaan ekonomi dan politik itu pula. Di Inggris sekarang keadaan politik-ekonomi itu berlainan daripada di Rusia tahun 1927, ketika Pemerintah Soviet hendak menjalankan rencana ekonomi itu. Inggris mempunyai Parlemen yang tertua di dunia. Sedangkan Soviet Rusia tahun 1927 itu belum mengenal pemerintahan secara parlementer itu. Baru saja 10 tahun Rusia lepas dari pemerintah Tsar yang sewenang-wenang itu. Inggris mempunyai kelas-tengah yang sadar dan akan menghalanghalangi suatu tindakan sosialis. Rusia tak mempunyai kelastengah yang kuat seperti di Inggris itu. Inggris mempunyai Industri Berat dan Mesin-Induk, yakni mesin pembikin mesin yang sempurna buat abad ke 20 ini. Rusia tahun 1927 mesti mulai mengadakan Industri Berat dan Mesin-Induk itu. SI PACUL : Ringkasnya Inggris sekarang mempunyai Parlemen, Rusia tahun 1927 tak mengenal Parlemen. Inggris sekarang punya kelas-tengah, ialah kontra-revolusioner tersembunyi. Rusia tidak atau sedikit mempunyai, kalau dibandingkan dengan Inggris. Inggris punya Mesin-Induk yang sempurna, Rusia tahun 1927 sama sekali tidak. SI TOKE : Ya, kalau begitu Inggris tak bisa menyusun Rencana Ekonomi itu secara langsung, terpusat dan menjalankan rencana itu dengan cepat, yakni kalau kaum borjuis Inggris yang<noinclude>{{rh|||61}}</noinclude> rv1b8dh08onunzq6niqxqjcicdadb28 311631 311457 2026-08-12T04:13:18Z Ibrohim tijani 26379 311631 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>'''C. RENCANA EKONOMI SOSIALIS''' {{gap}}DENMAS : Sudah sampai kita sekarang ke Rencana Ekonomi berdasarkan Sosialisme. {{gap}}MR. APAL : Seperti biasa tentulah lebih dahulu kita mesti selidiki dalam suasana bagaimana Rencana Sosialis itu dijalankan. Pada suasana itulah tergantungnya KEKUASAAN dan CARA menjalankan rencana itu. {{gap}}SI PACUL : Suasana itu tentulah berhubungan dengan keadaan ekonomi dan politik, bukan? {{gap}}MR. APAL : Benar keadaan sosial dan lain-lain tentulah terbawa oleh keadaan ekonomi dan politik itu pula. Di Inggris sekarang keadaan politik-ekonomi itu berlainan daripada di Rusia tahun 1927, ketika Pemerintah Soviet hendak menjalankan rencana ekonomi itu. Inggris mempunyai Parlemen yang tertua di dunia. Sedangkan Soviet Rusia tahun 1927 itu belum mengenal pemerintahan secara parlementer itu. Baru saja 10 tahun Rusia lepas dari pemerintah Tsar yang sewenang-wenang itu. Inggris mempunyai kelas-tengah yang sadar dan akan menghalanghalangi suatu tindakan sosialis. Rusia tak mempunyai kelastengah yang kuat seperti di Inggris itu. Inggris mempunyai Industri Berat dan Mesin-Induk, yakni mesin pembikin mesin yang sempurna buat abad ke 20 ini. Rusia tahun 1927 mesti mulai mengadakan Industri Berat dan Mesin-Induk itu. {{gap}}SI PACUL : Ringkasnya Inggris sekarang mempunyai Parlemen, Rusia tahun 1927 tak mengenal Parlemen. Inggris sekarang punya kelas-tengah, ialah kontra-revolusioner tersembunyi. Rusia tidak atau sedikit mempunyai, kalau dibandingkan dengan Inggris. Inggris punya Mesin-Induk yang sempurna, Rusia tahun 1927 sama sekali tidak. {{gap}}SI TOKE : Ya, kalau begitu Inggris tak bisa menyusun Rencana Ekonomi itu secara langsung, terpusat dan menjalankan rencana itu dengan cepat, yakni kalau kaum borjuis Inggris yang<noinclude>{{rh|||61}}</noinclude> 2jbie9qrt1evhghmumm4y003mmgiw7g 311632 311631 2026-08-12T04:13:35Z Ibrohim tijani 26379 311632 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>'''C. RENCANA EKONOMI SOSIALIS''' {{gap}}DENMAS : Sudah sampai kita sekarang ke Rencana Ekonomi berdasarkan Sosialisme. {{gap}}MR. APAL : Seperti biasa tentulah lebih dahulu kita mesti selidiki dalam suasana bagaimana Rencana Sosialis itu dijalankan. Pada suasana itulah tergantungnya KEKUASAAN dan CARA menjalankan rencana itu. {{gap}}SI PACUL : Suasana itu tentulah berhubungan dengan keadaan ekonomi dan politik, bukan? {{gap}}MR. APAL : Benar keadaan sosial dan lain-lain tentulah terbawa oleh keadaan ekonomi dan politik itu pula. Di Inggris sekarang keadaan politik-ekonomi itu berlainan daripada di Rusia tahun 1927, ketika Pemerintah Soviet hendak menjalankan rencana ekonomi itu. Inggris mempunyai Parlemen yang tertua di dunia. Sedangkan Soviet Rusia tahun 1927 itu belum mengenal pemerintahan secara parlementer itu. Baru saja 10 tahun Rusia lepas dari pemerintah Tsar yang sewenang-wenang itu. Inggris mempunyai kelas-tengah yang sadar dan akan menghalanghalangi suatu tindakan sosialis. Rusia tak mempunyai kelastengah yang kuat seperti di Inggris itu. Inggris mempunyai Industri Berat dan Mesin-Induk, yakni mesin pembikin mesin yang sempurna buat abad ke 20 ini. Rusia tahun 1927 mesti mulai mengadakan Industri Berat dan Mesin-Induk itu. {{gap}}SI PACUL : Ringkasnya Inggris sekarang mempunyai Parlemen, Rusia tahun 1927 tak mengenal Parlemen. Inggris sekarang punya kelas-tengah, ialah kontra-revolusioner tersembunyi. Rusia tidak atau sedikit mempunyai, kalau dibandingkan dengan Inggris. Inggris punya Mesin-Induk yang sempurna, Rusia tahun 1927 sama sekali tidak. {{gap}}SI TOKE : Ya, kalau begitu Inggris tak bisa menyusun Rencana Ekonomi itu secara langsung, terpusat dan menjalankan rencana itu dengan cepat, yakni kalau kaum borjuis Inggris yang<noinclude>{{rh|||61}}</noinclude> mfgt2hwc2bimimg0wm2v6qmsw0m8ft7 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/60 104 112397 311458 2026-08-12T01:13:55Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311458 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>SI TOKE : Tetapi Rencana Nazi memang berdasarkan kontrarevolusioner ke dalam dan imperialis ke luar! Akibatnya ialah peperangan. Sesungguhnya peperangan tak bisa dihindarkan oleh Rencana yang semacam itu ...... Tetapi bagaimana Rencana Ekonomi fasis Italia? SI GODAM : Rencana fasis Italia yang dipastikan buat sekian tahun (5 atau 3 tahun) seperti di Rusia dan Jerman tak kukenal. Tetapi pasti Mussolini, bapanya aliran fasisme dunia campur tangan dalam urusan dalamnya kaum kapitalis Italia. Lagipula perekonomian Italia juga berupa kontrarevolusioner ke dalam dan imperialis ke luar. Ingatlah saja semua kumpulan dan rapat buruh yang dibubarkan oleh Mussolini dengan senjata. Betul perindustrian perang Italia tak mengejutkan dan menakutkan dunia seperti perindustrian Jerman. Tetapi Mussolini juga memusatkan perhatiannya kepada alat perang seperti kapal terbang yang lebih cepat dan lebih tangkas berjuang. Tampaknya pula kaum kapitalis Italia dan kaum ningrat Italia lebih terkendali oleh Mussolini daripada kaum kapitalis dan ningrat Jerman oleh Hitler. Tetapi politik dan perekonomian Italia, ber- atau tak berencana menuju dan tiba pada Perang Dunia juga. Demikianlah politik ekonominya Jerman Nazi, seperti juga politik ekonominya Italia, yang didasarkan atas kontra- revolusioner ke dalam dan imperialisme ke luar itu berakhir dengan keruntuhan! SI PACUL : Sekarang kita sampai kepada Rencana Ekonomi Sosialis! SI GODAM : Baiklah dibicarakan dalam pasal khusus.<noinclude>{{rh|60}}</noinclude> qkdtz6ws0n1ho5v00q0n1ogfugzm2s0 311630 311458 2026-08-12T04:11:49Z Ibrohim tijani 26379 311630 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{gap}}SI TOKE : Tetapi Rencana Nazi memang berdasarkan kontrarevolusioner ke dalam dan imperialis ke luar! Akibatnya ialah peperangan. Sesungguhnya peperangan tak bisa dihindarkan oleh Rencana yang semacam itu ...... Tetapi bagaimana Rencana Ekonomi fasis Italia? {{gap}}SI GODAM : Rencana fasis Italia yang dipastikan buat sekian tahun (5 atau 3 tahun) seperti di Rusia dan Jerman tak kukenal. Tetapi pasti Mussolini, bapanya aliran fasisme dunia campur tangan dalam urusan dalamnya kaum kapitalis Italia. Lagipula perekonomian Italia juga berupa kontrarevolusioner ke dalam dan imperialis ke luar. Ingatlah saja semua kumpulan dan rapat buruh yang dibubarkan oleh Mussolini dengan senjata. Betul perindustrian perang Italia tak mengejutkan dan menakutkan dunia seperti perindustrian Jerman. Tetapi Mussolini juga memusatkan perhatiannya kepada alat perang seperti kapal terbang yang lebih cepat dan lebih tangkas berjuang. Tampaknya pula kaum kapitalis Italia dan kaum ningrat Italia lebih terkendali oleh Mussolini daripada kaum kapitalis dan ningrat Jerman oleh Hitler. Tetapi politik dan perekonomian Italia, ber- atau tak berencana menuju dan tiba pada Perang Dunia juga. Demikianlah politik ekonominya Jerman Nazi, seperti juga politik ekonominya Italia, yang didasarkan atas kontra- revolusioner ke dalam dan imperialisme ke luar itu berakhir dengan keruntuhan! {{gap}}SI PACUL : Sekarang kita sampai kepada Rencana Ekonomi Sosialis! {{gap}}SI GODAM : Baiklah dibicarakan dalam pasal khusus.<noinclude>{{rh|60}}</noinclude> ts8l8d0nft7041hg5wmfc5t4h3c945f Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/59 104 112398 311459 2026-08-12T01:14:38Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311459 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>ekonomi Nazi memang dipusatkan ke Ersatz ini. Kalau Jerman Nazi bisa mengadakan barang-pakai itu, berupa ERSATZ, lebih murah dari barang luar yang dimasukkan, maka akan jayalah siasat Jerman Nazi. SI TOKE : Jadi Rencana Ekonomi Nazi dipandang dari penjuru politik bersifat kontra-revolusioner ke dalam dan imperialistis ke luar. Inilah yang sudah dikatakan oleh Pacul tadi, bukan? Dari penjuru ekonomi, maka siasat Nazi rupanya berdasarkan penghasilan “senjata” dan Ersatz. SI GODAM : Tepat, Kek, semuanya membawa Nazi ke medan perang, bukan? DENMAS : Terang begitu, Dam! Rencana Nazi rupanya rencana perang! Rencana ini memang cocok dengan semangat JUNKER alias Ningrat Jerman. Rencana Nazi itu dalam garis besarnya memang jaya, bukan? Dunia hampir takluk pada Jerman Nazi. Kalau negara yang sudah rusak ekonominya di masa Perang Dunia 1914-1918 seperti Jerman, dan diremukkan pula selama 14 tahun sesudah perang itu oleh gencatan Sekutu, kalau Negara yang kurus kering macam itu, dalam lebih kurang 7 tahun saja bisa bangun dan mengancam seluruh dunia lainnya yang lebih kurang 30 kali besar penduduk Jerman, bukankah ini berarti Rencana Nazi itu jaya? SI PACUL : Engkau ini bersabda seperti Zarathustra sendiri, Denmas! Friedrich Nietzsche akan senyum menerima engkau seperti “übermensch” di Indonesia. Dan Von Berhardi sendiri akan bangkit dari kuburnya memberi selamat kepada engkau! Bukankah begitu Raden Mas Panji Singodimedjo? Tetapi untung pula di atas meja saja! Saingannya sudah tak ada lagi dan kukunya sudah tumpul pula! Ditumpulkan imperialisme Belanda selama 350 tahun...... Paling banyak juga bisa menangkap cerutunya Van Mock saja!! DENMAS : Bukan bermaksud Indonesia hendaknya kumau berperang, Cul...... Jangan bicara begitu, Cul ..... !<noinclude>{{rh|||59}}</noinclude> 168ci1vvs2ak5tlgbeuhi4bmmdtt6lu 311629 311459 2026-08-12T04:11:06Z Ibrohim tijani 26379 311629 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>ekonomi Nazi memang dipusatkan ke Ersatz ini. Kalau Jerman Nazi bisa mengadakan barang-pakai itu, berupa ERSATZ, lebih murah dari barang luar yang dimasukkan, maka akan jayalah siasat Jerman Nazi. {{gap}}SI TOKE : Jadi Rencana Ekonomi Nazi dipandang dari penjuru politik bersifat kontra-revolusioner ke dalam dan imperialistis ke luar. Inilah yang sudah dikatakan oleh Pacul tadi, bukan? Dari penjuru ekonomi, maka siasat Nazi rupanya berdasarkan penghasilan “senjata” dan Ersatz. {{gap}}SI GODAM : Tepat, Kek, semuanya membawa Nazi ke medan perang, bukan? {{gap}}DENMAS : Terang begitu, Dam! Rencana Nazi rupanya rencana perang! Rencana ini memang cocok dengan semangat JUNKER alias Ningrat Jerman. Rencana Nazi itu dalam garis besarnya memang jaya, bukan? Dunia hampir takluk pada Jerman Nazi. Kalau negara yang sudah rusak ekonominya di masa Perang Dunia 1914-1918 seperti Jerman, dan diremukkan pula selama 14 tahun sesudah perang itu oleh gencatan Sekutu, kalau Negara yang kurus kering macam itu, dalam lebih kurang 7 tahun saja bisa bangun dan mengancam seluruh dunia lainnya yang lebih kurang 30 kali besar penduduk Jerman, bukankah ini berarti Rencana Nazi itu jaya? SI PACUL : Engkau ini bersabda seperti Zarathustra sendiri, Denmas! Friedrich Nietzsche akan senyum menerima engkau seperti “übermensch” di Indonesia. Dan Von Berhardi sendiri akan bangkit dari kuburnya memberi selamat kepada engkau! Bukankah begitu Raden Mas Panji Singodimedjo? Tetapi untung pula di atas meja saja! Saingannya sudah tak ada lagi dan kukunya sudah tumpul pula! Ditumpulkan imperialisme Belanda selama 350 tahun...... Paling banyak juga bisa menangkap cerutunya Van Mock saja!! {{gap}}DENMAS : Bukan bermaksud Indonesia hendaknya kumau berperang, Cul...... Jangan bicara begitu, Cul ..... !<noinclude>{{rh|||59}}</noinclude> hvzgmo5bp1h5h64ncdf2djbi2k4amey Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/46 104 112399 311460 2026-08-12T01:14:46Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311460 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>DENMAS : Engkau ini rupa-rupanya darah ahli filsafat pula, Cul! SI GODAM : Aku sudah bilang, pikirannya Pacul segar bugar seperti buah jeruk di desanya. SI PACUL : Wah, bukan main! SI TOKE : Sebelum melanjutkan percakapan kita ini, saya mau bertanya apakah yang mengacaukan perhitungan para kapitalis pada suatu KRISIS? Tentulah si kapitalis juga tidak sama sekali menerima pasif saja dalam usaha mencocokan hasil dengan pemakaian, produksi dengan konsumsi. MR. APAL : Memang, Kek, mereka para kapitalis ada memakai perhitungan juga. Tetapi celaka 13, karena yang punya perusahaan itu banyak sekali orangnya dan berlain-lain pula kemauannya. Kata pepatah: Kepalanya saja sama berambut, tetapi pendapatnya berlain-lain. Lagipula menurut paham Sang Profesor tiap-tiap pembeli itu adalah satu mahluk yang “ekonomis”. Makna kasarnya ialah satu makhluk yang selalu bisa memilih apa yang patut dibeli menurut kekuatan membelinya dan apa yang tidak. Selalu si pembeli itu katanya bisa menghitung berapa dia bisa membelanjakan buat makanan atau barang yang terpenting itu. Buat pakaian dan lain-lain barang yang kurang penting itu. Buat kaus kaki ialah kemewahan sederhana. Buat palmbeach ialah kemewahan sedang. Buat auto sedan ialah kemewahan tuan besar. Dalam hal makanan pun beberapa tingkatnya pula keinginan itu. Bandingkan sajalah keinginan dan pembelanjaan uang buat nasi sama lombok, nasi sama perkedel, nasi sama corned-beef atau sardin. Nah, menurut Sang Profesor, si pembeli, sebagai mahluk yang ekonomis tahu benar menyelenggarakan belanjanya. Dengan begitu konsumsi itu bisa diketahui lebih dahulu. Tetapi dalam praktiknya si pembelanja itu sama anarkisnya dalam berbelanja dengan si kapitalis yang menghasilkan. Si pembelanja tak berembuk lebih dahulu dengan teman-temannya. Begitu pula si kapitalis mengurus hasil menurut perhitungan sendiri-sendiri saja.<noinclude>{{rh|46}}</noinclude> 7hsi62za7naj1fni7m9kzdss30lhvnf Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/58 104 112400 311461 2026-08-12T01:15:12Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311461 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>SI GODAM : Itulah yang kumaksudkan dengan jalannya Rencana Nazi! Rupanya pendek dan bagus. Tetapi membawa ke medan peperangan. MR. APAL : Bagaimana juga, perlulah kau terangkan, Dam, apa lagi dasar dan tindakan yang diambil oleh Jerman Nazi. Bukankah pertama pemerintah Nazi lebih banyak campur tangan dalam hal membereskan perekonomian terhadap kaum kapitalis Jerman daripada Roosevelt terhadap kaum kapitalis Amerika? Bukankah pula rakyat Jerman selama membikin alat senjata perang itu masih perlu makanan dan pakaian? Bukankah pula mereka perlu beli makanan dan pakaian lebih mahal kalau mereka mesti beli makanan dan pakaian yang dimasukkan dari luar negeri? SI GODAM : Perkara pertama campur tangan terhadap kaum kapitalis, boleh jadi Hitler secara lahirnya, kelihatan saja lebih berkuasa daripada Roosevelt. Tetapi lahirnya saja juga Hitler terikat oleh kaum kapitalis walaupun kaum kapitalis itu dipaksa menanam modalnya dalam perindustrian perang. Bagaimana juga perekonomian Jerman tetap tinggal kapitalis. Tetapi tentang barang-pakai yang disebut Mr. Apal itu memang adalah salah satu kunci terpenting pula buat membuka rahasianya Rencana Nazi. Barang-pakai itu tidak bisa terbatas pada barang pembunuh sesama manusia saja. Barang-pakai seperti makanan dan pakaian terus perlu buat 70 juta rakyat Jerman itu. Kalau barang itu tak dibikin, maka rakyat Jerman terpaksa mendatangkan barang itu dari luar. Inilah yang mereka tak setujui. Politik Nazi kita kenal sebagai autarki, ialah menghasilkan barang atas dasar kekuatan (bahan dan tenaga) diri sendiri. Sebab tak ada getah tumbuh di Jerman, maka mereka carilah rumput yang zatnya bisa disaring dan dicampur dengan zat lain supaya menjadi karet. Karena Jerman amat kekurangan minyak, maka mereka saringlah minyak itu dari batu arang yang banyak didapat di Jerman. Kalau tak ada ulat sutera, maka mereka carilah pula tumbuhan yang bisa disaring dan dicampur zatnya dengan menjadikan sutera. Memang Jerman sudah terkenal sebagai Negara Jempol dalam hal membikin ERSATZ, ialah barang gantian itu. Rencana<noinclude>{{rh|58}}</noinclude> h2eqlnj7csk19tikb3lrc03wsonkwnt 311626 311461 2026-08-12T04:07:41Z Ibrohim tijani 26379 311626 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Itulah yang kumaksudkan dengan jalannya Rencana Nazi! Rupanya pendek dan bagus. Tetapi membawa ke medan peperangan. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;MR. APAL : Bagaimana juga, perlulah kau terangkan, Dam, apa lagi dasar dan tindakan yang diambil oleh Jerman Nazi. Bukankah pertama pemerintah Nazi lebih banyak campur tangan dalam hal membereskan perekonomian terhadap kaum kapitalis Jerman daripada Roosevelt terhadap kaum kapitalis Amerika? Bukankah pula rakyat Jerman selama membikin alat senjata perang itu masih perlu makanan dan pakaian? Bukankah pula mereka perlu beli makanan dan pakaian lebih mahal kalau mereka mesti beli makanan dan pakaian yang dimasukkan dari luar negeri? &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Perkara pertama campur tangan terhadap kaum kapitalis, boleh jadi Hitler secara lahirnya, kelihatan saja lebih berkuasa daripada Roosevelt. Tetapi lahirnya saja juga Hitler terikat oleh kaum kapitalis walaupun kaum kapitalis itu dipaksa menanam modalnya dalam perindustrian perang. Bagaimana juga perekonomian Jerman tetap tinggal kapitalis. Tetapi tentang barang-pakai yang disebut Mr. Apal itu memang adalah salah satu kunci terpenting pula buat membuka rahasianya Rencana Nazi. Barang-pakai itu tidak bisa terbatas pada barang pembunuh sesama manusia saja. Barang-pakai seperti makanan dan pakaian terus perlu buat 70 juta rakyat Jerman itu. Kalau barang itu tak dibikin, maka rakyat Jerman terpaksa mendatangkan barang itu dari luar. Inilah yang mereka tak setujui. Politik Nazi kita kenal sebagai autarki, ialah menghasilkan barang atas dasar kekuatan (bahan dan tenaga) diri sendiri. Sebab tak ada getah tumbuh di Jerman, maka mereka carilah rumput yang zatnya bisa disaring dan dicampur dengan zat lain supaya menjadi karet. Karena Jerman amat kekurangan minyak, maka mereka saringlah minyak itu dari batu arang yang banyak didapat di Jerman. Kalau tak ada ulat sutera, maka mereka carilah pula tumbuhan yang bisa disaring dan dicampur zatnya dengan menjadikan sutera. Memang Jerman sudah terkenal sebagai Negara Jempol dalam hal membikin ERSATZ, ialah barang gantian itu. Rencana<noinclude>{{rh|58}}</noinclude> 0s0xgp5igez7lnkzdbys8x0ejqdi1e3 311627 311626 2026-08-12T04:08:08Z Ibrohim tijani 26379 311627 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Itulah yang kumaksudkan dengan jalannya Rencana Nazi! Rupanya pendek dan bagus. Tetapi membawa ke medan peperangan. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;MR. APAL : Bagaimana juga, perlulah kau terangkan, Dam, apa lagi dasar dan tindakan yang diambil oleh Jerman Nazi. Bukankah pertama pemerintah Nazi lebih banyak campur tangan dalam hal membereskan perekonomian terhadap kaum kapitalis Jerman daripada Roosevelt terhadap kaum kapitalis Amerika? Bukankah pula rakyat Jerman selama membikin alat senjata perang itu masih perlu makanan dan pakaian? Bukankah pula mereka perlu beli makanan dan pakaian lebih mahal kalau mereka mesti beli makanan dan pakaian yang dimasukkan dari luar negeri? &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Perkara pertama campur tangan terhadap kaum kapitalis, boleh jadi Hitler secara lahirnya, kelihatan saja lebih berkuasa daripada Roosevelt. Tetapi lahirnya saja juga Hitler terikat oleh kaum kapitalis walaupun kaum kapitalis itu dipaksa menanam modalnya dalam perindustrian perang. Bagaimana juga perekonomian Jerman tetap tinggal kapitalis. Tetapi tentang barang-pakai yang disebut Mr. Apal itu memang adalah salah satu kunci terpenting pula buat membuka rahasianya Rencana Nazi. Barang-pakai itu tidak bisa terbatas pada barang pembunuh sesama manusia saja. Barang-pakai seperti makanan dan pakaian terus perlu buat 70 juta rakyat Jerman itu. Kalau barang itu tak dibikin, maka rakyat Jerman terpaksa mendatangkan barang itu dari luar. Inilah yang mereka tak setujui. Politik Nazi kita kenal sebagai autarki, ialah menghasilkan barang atas dasar kekuatan (bahan dan tenaga) diri sendiri. Sebab tak ada getah tumbuh di Jerman, maka mereka carilah rumput yang zatnya bisa disaring dan dicampur dengan zat lain supaya menjadi karet. Karena Jerman amat kekurangan minyak, maka mereka saringlah minyak itu dari batu arang yang banyak didapat di Jerman. Kalau tak ada ulat sutera, maka mereka carilah pula tumbuhan yang bisa disaring dan dicampur zatnya dengan menjadikan sutera. Memang Jerman sudah terkenal sebagai Negara Jempol dalam hal membikin ERSATZ, ialah barang gantian itu. Rencana<noinclude>{{rh|58}}</noinclude> 4yvhdz7phw3r1pjo00wld799zd2cwr4 311628 311627 2026-08-12T04:09:41Z Ibrohim tijani 26379 311628 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Itulah yang kumaksudkan dengan jalannya Rencana Nazi! Rupanya pendek dan bagus. Tetapi membawa ke medan peperangan. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;MR. APAL : Bagaimana juga, perlulah kau terangkan, Dam, apa lagi dasar dan tindakan yang diambil oleh Jerman Nazi. Bukankah pertama pemerintah Nazi lebih banyak campur tangan dalam hal membereskan perekonomian terhadap kaum kapitalis Jerman daripada Roosevelt terhadap kaum kapitalis Amerika? Bukankah pula rakyat Jerman selama membikin alat senjata perang itu masih perlu makanan dan pakaian? Bukankah pula mereka perlu beli makanan dan pakaian lebih mahal kalau mereka mesti beli makanan dan pakaian yang dimasukkan dari luar negeri? &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Perkara pertama campur tangan terhadap kaum kapitalis, boleh jadi Hitler secara lahirnya, kelihatan saja lebih berkuasa daripada Roosevelt. Tetapi lahirnya saja juga Hitler terikat oleh kaum kapitalis walaupun kaum kapitalis itu dipaksa menanam modalnya dalam perindustrian perang. Bagaimana juga perekonomian Jerman tetap tinggal kapitalis. Tetapi tentang barang-pakai yang disebut Mr. Apal itu memang adalah salah satu kunci terpenting pula buat membuka rahasianya Rencana Nazi. Barang-pakai itu tidak bisa terbatas pada barang pembunuh sesama manusia saja. Barang-pakai seperti makanan dan pakaian terus perlu buat 70 juta rakyat Jerman itu. Kalau barang itu tak dibikin, maka rakyat Jerman terpaksa mendatangkan barang itu dari luar. Inilah yang mereka tak setujui. Politik Nazi kita kenal sebagai autarki, ialah menghasilkan barang atas dasar kekuatan (bahan dan tenaga) diri sendiri. Sebab tak ada getah tumbuh di Jerman, maka mereka carilah rumput yang zatnya bisa disaring dan dicampur dengan zat lain supaya menjadi karet. Karena Jerman amat kekurangan minyak, maka mereka saringlah minyak itu dari batu arang yang banyak didapat di Jerman. Kalau tak ada ulat sutera, maka mereka carilah pula tumbuhan yang bisa disaring dan dicampur zatnya dengan menjadikan sutera. Memang Jerman sudah terkenal sebagai Negara Jempol dalam hal membikin ERSATZ, ialah barang gantian itu. Rencana<noinclude>{{rh|58}}</noinclude> n5fko7gdr9fe0e8y9xsplrhylnq6inx Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/57 104 112401 311462 2026-08-12T01:15:52Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311462 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>banyak. Tetapi barang itu bukanlah buat dimakan atau dipakai, seperti kain, jarum, gunting, mesin jahit dll. Bahkan banyaknya barang semacam ini disusutkan. Jadi jumlah gaji yang disusutkan itu cocok dengan jumlah harga barang-pakai yang disusutkan itu pula. DENMAS : Pintar sekali Nazi itu. Gampang, seperti “telur Columbus”, bukan? SI TOKE : Tetapi kalau barang dipakai disusutkan membikinnya, bukankah banyak pabrik yang terpaksa ditutup pula? Kalau begitu partai Nazi itu tak akan mengurangi kaum penganggur yang berjuta-juta itu, melainkan menambah. SI GODAM : Penganggur yang berjuta-juta itu dibawa masuk pabrik baru, pabrik membikin kapal terbang baru, seperti Stuka, pabrik pembikin tank baru, senapan baru, meriam baru, bom baru, pendeknya senjata baru buat memusnahkan sesama manusia. SI PACUL : Saya mencium-cium Jawa “Baru” di sini, Jawa Jepang! Rupanya dan namanya juga semua baru, tetapi isinya kolot dan kontra-revolusioner, semuanya tindakan bersifat kemunduran. Bukankah pembikinan senjata itu menggemparkan dunia, menimbulkan kecurigaan di dunia lain dan mempertinggi hawa perang? SI TOKE : Undang-undang ekonomi memang tak terlanggar. Karena jumlah gaji kaum buruh sama dengan jumlah harga barang dipakai. SI PACUL : Memangnya meriam raksasa, tank raksasa, stuka dan bom raksasa itu tidak akan dipakai? Aku lihat Rencana Ekonomi fasis itu kontra-revolusioner terhadap kaum buruh di dalam negeri dan imperialis terhadap negara luar. Jerman Nazi pasti akan menerkam negara lain. Yang belum diketahui cuma siapa yang akan diterkamnya lebih dahulu!<noinclude>{{rh|||57}}</noinclude> 8drgtsd5tmj776mipz7ew1rnzvqjskj 311624 311462 2026-08-12T04:06:41Z Ibrohim tijani 26379 311624 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>banyak. Tetapi barang itu bukanlah buat dimakan atau dipakai, seperti kain, jarum, gunting, mesin jahit dll. Bahkan banyaknya barang semacam ini disusutkan. Jadi jumlah gaji yang disusutkan itu cocok dengan jumlah harga barang-pakai yang disusutkan itu pula. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;DENMAS : Pintar sekali Nazi itu. Gampang, seperti “telur Columbus”, bukan? &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI TOKE : Tetapi kalau barang dipakai disusutkan membikinnya, bukankah banyak pabrik yang terpaksa ditutup pula? Kalau begitu partai Nazi itu tak akan mengurangi kaum penganggur yang berjuta-juta itu, melainkan menambah. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Penganggur yang berjuta-juta itu dibawa masuk pabrik baru, pabrik membikin kapal terbang baru, seperti Stuka, pabrik pembikin tank baru, senapan baru, meriam baru, bom baru, pendeknya senjata baru buat memusnahkan sesama manusia. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : Saya mencium-cium Jawa “Baru” di sini, Jawa Jepang! Rupanya dan namanya juga semua baru, tetapi isinya kolot dan kontra-revolusioner, semuanya tindakan bersifat kemunduran. Bukankah pembikinan senjata itu menggemparkan dunia, menimbulkan kecurigaan di dunia lain dan mempertinggi hawa perang? &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI TOKE : Undang-undang ekonomi memang tak terlanggar. Karena jumlah gaji kaum buruh sama dengan jumlah harga barang dipakai. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : Memangnya meriam raksasa, tank raksasa, stuka dan bom raksasa itu tidak akan dipakai? Aku lihat Rencana Ekonomi fasis itu kontra-revolusioner terhadap kaum buruh di dalam negeri dan imperialis terhadap negara luar. Jerman Nazi pasti akan menerkam negara lain. Yang belum diketahui cuma siapa yang akan diterkamnya lebih dahulu!<noinclude>{{rh|||57}}</noinclude> 0jl8hwk6jxi6wjjhunhc5eehpi4qbgr 311625 311624 2026-08-12T04:07:07Z Ibrohim tijani 26379 311625 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>banyak. Tetapi barang itu bukanlah buat dimakan atau dipakai, seperti kain, jarum, gunting, mesin jahit dll. Bahkan banyaknya barang semacam ini disusutkan. Jadi jumlah gaji yang disusutkan itu cocok dengan jumlah harga barang-pakai yang disusutkan itu pula. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;DENMAS : Pintar sekali Nazi itu. Gampang, seperti “telur Columbus”, bukan? &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI TOKE : Tetapi kalau barang dipakai disusutkan membikinnya, bukankah banyak pabrik yang terpaksa ditutup pula? Kalau begitu partai Nazi itu tak akan mengurangi kaum penganggur yang berjuta-juta itu, melainkan menambah. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Penganggur yang berjuta-juta itu dibawa masuk pabrik baru, pabrik membikin kapal terbang baru, seperti Stuka, pabrik pembikin tank baru, senapan baru, meriam baru, bom baru, pendeknya senjata baru buat memusnahkan sesama manusia. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : Saya mencium-cium Jawa “Baru” di sini, Jawa Jepang! Rupanya dan namanya juga semua baru, tetapi isinya kolot dan kontra-revolusioner, semuanya tindakan bersifat kemunduran. Bukankah pembikinan senjata itu menggemparkan dunia, menimbulkan kecurigaan di dunia lain dan mempertinggi hawa perang? &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI TOKE : Undang-undang ekonomi memang tak terlanggar. Karena jumlah gaji kaum buruh sama dengan jumlah harga barang dipakai. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : Memangnya meriam raksasa, tank raksasa, stuka dan bom raksasa itu tidak akan dipakai? Aku lihat Rencana Ekonomi fasis itu kontra-revolusioner terhadap kaum buruh di dalam negeri dan imperialis terhadap negara luar. Jerman Nazi pasti akan menerkam negara lain. Yang belum diketahui cuma siapa yang akan diterkamnya lebih dahulu!<noinclude>{{rh|||57}}</noinclude> 55ldvuwzial0ao8bvb2mtcrfnbwgp6z Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/47 104 112402 311463 2026-08-12T01:15:54Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311463 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SI PACUL : Jadi kalau begitu aku sekarang bisa menyimpulkan maksudnya Ekonomi Teratur atau Rencana Ekonomi itu. DENMAS : Tampillah ke muka, Cul! SI PACUL : Rencana Ekonomi ialah usaha merencanakan penghasilan, pembagian hasil, dan gaji. Kalau gaji tak direncanakan lebih dahulu bagaimana ahli rencana mencocokan dengan hasil. Lebih dahulu jumlah gaji sekalian buruh mestinya dicocokan dengan jumlah hasil. Satu liter beras hasil diadukan dehgan 5 sen gaji. Satu kilo kain hasil dicocokan pula dengan 15 sen, dsb. Kalau jumlah hasil dan jumlah gaji sudah cocok dalam perhitungan dalam rencana, barulah rencana tadi dipraktikkan. SI TOKE : Bukankah perkara Hak-Milik dipecahkan lebih dahulu? Bagaimana bisa diadakan rencana sebelum semua pabrik, bengkel, tambang, kebun dan sebagainya lebih dahulu dikumpulkan? SI GODAM : Memangnya semua mata pencaharian lebih dahulu seharusnya dijadikan harta bersama. Bolehkah saya pakai istilah saya sendiri buat menggambarkan usaha semacam itu? MR. APAL : Kalau memang tepat-pendek, apa salahnya, Dam! Apakah istilah yang hendak kau pakai itu? SI GODAM : Menyita dan memakai mata-pencaharian itu buat masyarakat, saya mau pendekan saja dengan istilah: memasyarakatkan. DENMAS : Kalau begitu bukan saja mata-pencaharian, atau alatpenghasil yang mesti dimasyarakatkan lagi. Kehidupan sosial sendiri, bukankah mesti dimasyarakatkan pula. Bagaimana bisa diadakan rencana kalau tiap-tiap pembeli dan penghasil masih berdiri atas perseorangan?<noinclude>{{rh|||47}}</noinclude> 23s2ftnse26ixpvjzmx335fx1097tbr Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/56 104 112403 311464 2026-08-12T01:16:34Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311464 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>rakyat Jerman di pasar dalam negeri akan merosot. Barang akan bertumpuk- tumpuk, pembeli menjadi kurang. SI TOKE : Memang gaji kaum buruh itu perkara yang amat penting. Kita masih ingat perundingan kita yang sudah-sudah, bahwa jumlah gaji mestinya sama dengan jumlah harga barang bukan? Jadi, Dam, apa siasat yang dijalankan oleh Nazi? Ingin pula aku mengetahuinya. SI GODAM : Terka saja, Kek! Partai Nazi itu terdiri dari chauvinis, orang mabuk kebangaaan, congkak terhadap bangsa lain. Mereka digenggam oleh kaum kapitalis seperti Tiesen & Co dan kaum Ningrat Maha Chauvinis seperti Herman Guring & Co. Mereka sudah terlampau banyak berdosa terhadap buruh Jerman. Mereka sudah bubarkan semua kumpulan dan rapat kaum buruh dengan senjata. Mereka berdendam kesumat terhadap Negara Menang, negara berjajahan. SI PACUL : Dalam hal memilih, apakah gaji kaum buruh akan diturunkan atau dinaikan tentulah si Nazi takkan banyak ambil pusing. Tentulah gaji kaum buruh yang dalam politik itu dimusuhi, diturunkan.. SI GODAM : Memang diturunkan sampai rendah sekali. SI TOKE : Tetapi kalau begitu kan kekuatan membeli kaum buruh Jerman merosot pula. Jadinya jumlah harganya barang kelebihan, karena jumlah gaji kekurangan. SI GODAM : Itulah kecelakaan Rencana Nazi. Tetapi mereka mendapat jalan. Rupanya jalan itu pendek dan bertaburan intan pula. Tetapi jalan itu berujung di Neraka peperangan. SI PACUL : Wah, Dam, gambaran lagi! Buka isi saja Dam, jangan dibungkus-bungkus begitu dong! SI GODAM : Begini! Sebab naik atau turunnya gaji tadi serba-salah, maka ekonom Sang Nazi bikin barang banyak-<noinclude>{{rh|56}}</noinclude> 32jm4v7iagdftgnz7qn0udydqaxd9k9 311622 311464 2026-08-12T04:05:37Z Ibrohim tijani 26379 311622 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;rakyat Jerman di pasar dalam negeri akan merosot. Barang akan bertumpuk- tumpuk, pembeli menjadi kurang. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI TOKE : Memang gaji kaum buruh itu perkara yang amat penting. Kita masih ingat perundingan kita yang sudah-sudah, bahwa jumlah gaji mestinya sama dengan jumlah harga barang bukan? Jadi, Dam, apa siasat yang dijalankan oleh Nazi? Ingin pula aku mengetahuinya. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Terka saja, Kek! Partai Nazi itu terdiri dari chauvinis, orang mabuk kebangaaan, congkak terhadap bangsa lain. Mereka digenggam oleh kaum kapitalis seperti Tiesen & Co dan kaum Ningrat Maha Chauvinis seperti Herman Guring & Co. Mereka sudah terlampau banyak berdosa terhadap buruh Jerman. Mereka sudah bubarkan semua kumpulan dan rapat kaum buruh dengan senjata. Mereka berdendam kesumat terhadap Negara Menang, negara berjajahan. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : Dalam hal memilih, apakah gaji kaum buruh akan diturunkan atau dinaikan tentulah si Nazi takkan banyak ambil pusing. Tentulah gaji kaum buruh yang dalam politik itu dimusuhi, diturunkan.. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Memang diturunkan sampai rendah sekali. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI TOKE : Tetapi kalau begitu kan kekuatan membeli kaum buruh Jerman merosot pula. Jadinya jumlah harganya barang kelebihan, karena jumlah gaji kekurangan. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Itulah kecelakaan Rencana Nazi. Tetapi mereka mendapat jalan. Rupanya jalan itu pendek dan bertaburan intan pula. Tetapi jalan itu berujung di Neraka peperangan. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : Wah, Dam, gambaran lagi! Buka isi saja Dam, jangan dibungkus-bungkus begitu dong! &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Begini! Sebab naik atau turunnya gaji tadi serba-salah, maka ekonom Sang Nazi bikin barang banyak-<noinclude>{{rh|56}}</noinclude> 6s51wvzbscuor5h3ajsxxt11aufrf8k 311623 311622 2026-08-12T04:06:11Z Ibrohim tijani 26379 311623 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;rakyat Jerman di pasar dalam negeri akan merosot. Barang akan bertumpuk- tumpuk, pembeli menjadi kurang. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI TOKE : Memang gaji kaum buruh itu perkara yang amat penting. Kita masih ingat perundingan kita yang sudah-sudah, bahwa jumlah gaji mestinya sama dengan jumlah harga barang bukan? Jadi, Dam, apa siasat yang dijalankan oleh Nazi? Ingin pula aku mengetahuinya. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Terka saja, Kek! Partai Nazi itu terdiri dari chauvinis, orang mabuk kebangaaan, congkak terhadap bangsa lain. Mereka digenggam oleh kaum kapitalis seperti Tiesen & Co dan kaum Ningrat Maha Chauvinis seperti Herman Guring & Co. Mereka sudah terlampau banyak berdosa terhadap buruh Jerman. Mereka sudah bubarkan semua kumpulan dan rapat kaum buruh dengan senjata. Mereka berdendam kesumat terhadap Negara Menang, negara berjajahan. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : Dalam hal memilih, apakah gaji kaum buruh akan diturunkan atau dinaikan tentulah si Nazi takkan banyak ambil pusing. Tentulah gaji kaum buruh yang dalam politik itu dimusuhi, diturunkan.. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Memang diturunkan sampai rendah sekali. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI TOKE : Tetapi kalau begitu kan kekuatan membeli kaum buruh Jerman merosot pula. Jadinya jumlah harganya barang kelebihan, karena jumlah gaji kekurangan. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Itulah kecelakaan Rencana Nazi. Tetapi mereka mendapat jalan. Rupanya jalan itu pendek dan bertaburan intan pula. Tetapi jalan itu berujung di Neraka peperangan. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : Wah, Dam, gambaran lagi! Buka isi saja Dam, jangan dibungkus-bungkus begitu dong! &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Begini! Sebab naik atau turunnya gaji tadi serba-salah, maka ekonom Sang Nazi bikin barang banyak-<noinclude>{{rh|56}}</noinclude> t9ys0d7pu357evj51jzrzalof4lc5qe Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/48 104 112404 311465 2026-08-12T01:17:01Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311465 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> jang sanggup mendjadikan kepedihannja berkurang dan membuatnja berperasaan aman. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kalau Alida datang, Munandar menerimanja dengan baik. Ia sering membawa anaknja jang raut mukanja hampir sama dengan Karnain. Anak ketjil itu mengingatkan Munandar pada almarhum sahabatnja itu. Ia mendjadi begitu dekat kepada anak itu. Ia merasa mendjadi sebahagian dari hidup anak itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Alida sendiri merasakan hatinja disentuh oleh sesuatu jang aneh. Ia memandang Munandar tidak sadja sebagai sahabat almarhum suaminja, tapi lebih dari itu, dalam pandangannja Munandar adalah seorang pelindung, dibawah mana ia merasa tenteram. Kalaulah Munandar dapat senantiasa berada disampingnja, ia pertjaja bahwa jang hilang telah berganti. Apa jang dirasakannja itu, kemudian dikemukakannja kepada Munandar. Mula² dengan ragu², tapi achirnja dengan tegas dikatakannja, bahwa lelaki jang sanggup diterimanja sebagai ganti Karnain, hanjalah satu orang sadja, dan orang itu tidak lain dari Munandar. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar tidak terkedjut mendengar penjataan itu, djustru karena ia bisa merasakan sendiri, bahwa sajangnja kepada perempuan itu dan kepada anaknja, memang bukannja suatu perasaan jang palsu. Tapi ia insaf, bahwa kedatangan nenek Boge kepadanja bukanlah kedatangan jang tidak ada artinja pula. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Nenek Boge bertekad keras untuk membawa Munandar kelingkungan keluarganja. Kartina tidak dapat mengalihkan hatinja dari lelaki itu jang dikenalnja untuk pertama kali di-tengah² hudjan peluru, dipuntjak bukit Talang. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar mengerti persoalan jang dihadapinja. Ia bukan tak mentjintai Kartina dan bukan tak menjajangi Alida. Antara tjinta dan sajang, antara sajang dan tjinta, tidak mudah untuk menarik garis pemisahnja. Munandar mendjadi bingung. Ia berdiri dipersimpangan djalan. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Hanja engkaulah tempat kami berlindung, — kata Alida pada suatu kali. — Djika tidak kau buka hatimu terhadap kami, </div> <p align="left">92</p> <div style="text-align: justify;"> siapakah jang akan kami harapkan. Kasihanilah kami ! Anak ketjil ini belum pernah berdjumpa dengan ajahnja, dan takkan pernah untuk se-lama²nja. Kami mengharap, supaja engkaulah jang akan ganti ajahnja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Sementara itu nenek Boge mendesak pula : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Apa lagi jang kau pikirkan, — kata orang tua itu. — Apakah tjutju sadja tidak tjukup tjantik, ataukah kau ingin melihat dia bunuh diri ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Munandar tersenjum mendengar utjapan orang tua itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Bunuh diri matjam mana, nek ? — tanjanja. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ja, djawab orang tua itu. — Kau sangka aku ini tidak pernah merasa muda dahulu. Kau kira aku melompat sadja djadi tua ? Dahulu aku bertekad demikian. Kalau patjarku tidak mau kawin denganku, aku pasti bunuh diri. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tapi 'kan nenek tidak djadi kawin dengan patjar nenek itu bukan ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Memang tidak ! </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Mengapa nenek tidak bunuh diri ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — O, kau sangka enak mati itu ? Aku ingin hidup lama. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Ha, kalau begitu nenek membohongi diri nenek sendiri. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Tidak djadi soal. Jang tidak boleh 'kan membohongi orang lain. Seperti kau sekarang ! Kalau kau tak djadi kawin dengan tjutjuku, itu berarti kau membohongi dia. Kau pendusta. Dan kau tahu, tjutjuku mati-matian setengah gila djatuh tjinta kepadamu. Barangkali kau pakai guna² ja ? </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Begitulah, nenek Boge sering datang menggugah Munandar dengan olok²nja, tapi dibalik olok² itu ada perasaan jang sungguh². </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Kebimbangan dihatinja ber-gumpal² seperti mendung jang bergerak dilangit tinggi. Ia ingin mentjari pendjelesaian se-baik²nja. Ia ingin berlalu diantara kedua persoalan itu. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Korbankanlah sedikit perasaanmu, — kata Alida pada kesempatan lain. — Aku tahu, bahwa Kartina itu telah berhasil merebut hatimu selama dihutan. Dan untuk itu telah kau bajar </div> <p align="right">93</p> </div><noinclude></noinclude> c2q248v0dfotni8s6az4cq50enxsmcm Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/55 104 112405 311466 2026-08-12T01:17:11Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311466 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>DENMAS : Sebelum partai Nazi menjalankan rencananya, apakah “kesukaran” yang dihadapinya? Cobalah susun dalam satu atau dua kalimat saja, Dam! SI GODAM : Kesukaran itu ialah “serba salah”, atau alternatif. DENMAS : Memang di masa sebelum Pemerintah Nazi, pembayaran utang perang kepada Sekutu “serba-salah” buat Sekutu sendiri. Kalau Jerman tak dipaksa membayar utang, maka tentulah Jerman yang ditakuti itu bisa lekas bangun kerabali. Kalau Jerman dipaksa membayar, maka dijumpai perkara “serbasalah” pula. SI TOKE : Apa pula serba-salahnya, kalau Jerman dipaksa membayar? DENMAS : Apabila Jerman hendak membayar utangnya dengan uang, maka semua negara Sekutu menolak uang kertasnya Jerman yang merosot itu. Kalau Jerman membayar utangnya dengan hasil pabriknya maka Sekutu berteriak-teriak setinggi langit lantaran pagarnya dibanjiri barang Jerman yang lebih baik tetapi lebih murah dari barangnya Negara Sekutu sendiri. SI PACUL : Celaka 13 buat Sekutu! Tetapi yang ditanyakan oleh Denmas tadi ialah apakah serba-salahnya kedudukan pemerintah Nazi sebelumnya partai Nazi naik memerintah? SI GODAM : Perundingan kita memang sedikit menyimpang. Tetapi tiada merugikan sekali. Bahkan memberikan penerangan lebih baik tentang suasana Jerman, seperti negara yang kalah perang. Memang Jerman ketika mau merencanakan ekonomi dalam keadaan “serba-salah”. Kalau dia naikkan gaji kaum buruh Jerman, maka harga barangnya buat keluar (ekspor) menjadi mahal, akan kalah bersaing di pasar asing. Tetapi kalau dia turunkan gajinya, maka kekuatan beli<noinclude>{{rh|||55}}</noinclude> jxkhijnnzsis493u6w05z2tavfmjace 311621 311466 2026-08-12T04:04:47Z Ibrohim tijani 26379 311621 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;DENMAS : Sebelum partai Nazi menjalankan rencananya, apakah “kesukaran” yang dihadapinya? Cobalah susun dalam satu atau dua kalimat saja, Dam! &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Kesukaran itu ialah “serba salah”, atau alternatif. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;DENMAS : Memang di masa sebelum Pemerintah Nazi, pembayaran utang perang kepada Sekutu “serba-salah” buat Sekutu sendiri. Kalau Jerman tak dipaksa membayar utang, maka tentulah Jerman yang ditakuti itu bisa lekas bangun kerabali. Kalau Jerman dipaksa membayar, maka dijumpai perkara “serbasalah” pula. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI TOKE : Apa pula serba-salahnya, kalau Jerman dipaksa membayar? DENMAS : Apabila Jerman hendak membayar utangnya dengan uang, maka semua negara Sekutu menolak uang kertasnya Jerman yang merosot itu. Kalau Jerman membayar utangnya dengan hasil pabriknya maka Sekutu berteriak-teriak setinggi langit lantaran pagarnya dibanjiri barang Jerman yang lebih baik tetapi lebih murah dari barangnya Negara Sekutu sendiri. S&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;I PACUL : Celaka 13 buat Sekutu! Tetapi yang ditanyakan oleh Denmas tadi ialah apakah serba-salahnya kedudukan pemerintah Nazi sebelumnya partai Nazi naik memerintah? &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Perundingan kita memang sedikit menyimpang. Tetapi tiada merugikan sekali. Bahkan memberikan penerangan lebih baik tentang suasana Jerman, seperti negara yang kalah perang. Memang Jerman ketika mau merencanakan ekonomi dalam keadaan “serba-salah”. Kalau dia naikkan gaji kaum buruh Jerman, maka harga barangnya buat keluar (ekspor) menjadi mahal, akan kalah bersaing di pasar asing. Tetapi kalau dia turunkan gajinya, maka kekuatan beli<noinclude>{{rh|||55}}</noinclude> 4u7trjv51x1d7mppqizicuq43ql2xbn Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/48 104 112406 311467 2026-08-12T01:17:25Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311467 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SI GODAM : Tepat, Denmas. Jadi simpulan Sang Pacul tadi baik kita sempurnakan saja begini... SI PACUL : Kenapa pula “Sang”, Dam? Bukankah Pacul saja sudah cukup? Tetapi aku tak akan ambil pusing sama gelaran yang dalam wayang diberikan pada Arjuna itu. Berilah saja simpulan yang sempurna buat Rencana Ekonomi itu. SI GODAM : Rencana Ekonomi ialah daya-upaya memasyarakatkan Alat-Penghasil, Penghasilan, Pembagian Hasil, Gaji, dan Hidup Sosial. SI TOKE : Jadi lima perkara ada terkandung di dalamnya. DENMAS : Tepatlah kurasa penetapan Godam tentang Rencana Ekonomi itu! Tetapi aku mau tahu pula, bagaimanakah hubungan Negara dengan suatu Rencana itu. MR. APAL : Memang Rencana Ekonomi itu sudah dijalankan di negara komunis, ialah Rusland. Kemudian di negara fasis, ialah Jerman dan Italia, pun di negara demokratis, seperti Amerika. Ekonomi Anarkis itu dicoba ditukar dengar Ekonomi (sedikit) Teratur, ialah dengan NEW DEAL-nya Roosevelt. Berhubung dengan derajat pemusatan kekuasaan di negara yang demokratis dan tidak demokratis, maka pemusatan kekuasaan buat mengukur ekonomi adalah bertinggi rendah pula. Di negara komunis semua mata pencaharian disita oleh Negara. Di Amerika dan negara fasis hak milik diakui terus. SI PACUL : Terangkan bagaimana tinggi rendahnya kekuasaan mengatur Rencana itu? MR. APAL : Di Negara Amerika Serikat itu pada lahirnya, ialah menurut undang-undang, maka hak dan kekuasaan itu memang dibagi-bagi: Pertama antara rakyat dan pemerintah, kedua antara tiga badan pemerintah, ialah kekuasaan membikin Undang-undang, menjalankan Undang-undang dan Pengawasan<noinclude>{{rh|48}}</noinclude> 2e5qg1ka4lbv70a2osadrwt1debrmmv Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/54 104 112407 311468 2026-08-12T01:17:52Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311468 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>'''B. RENCANA EKONOMI FASIS''' SI PACUL : Sebelum kudengarkan uraiannya Godam tentang Rencana Ekonomi fasis itu, aku sudah bisa terka perkara apa yang hendak diselidikinya lebih dahulu. SI TOKE : Coba tuliskan di atas kertas saja! Gulung saja dahulu kertas itu! Nanti kita baca bersama-sama, Cul! Kalaubetul terkaanmu itu aku akan kasih gelar engkau ini “pawang”. Sekarang Dam, tuliskan apa perkara yang hendak kauselidiki lebih dahulu itu! Nanti kita bandingkan dengan apa yang dituliskan oleh Pacul! DENMAS : Mari kubuka kedua kertas itu. Lho, sama sama tertulis: SUASANA. SI TOKE : Cul, Pawang Pacul, engkau betul jempol! SI PACUL : Cuma perkataan “pawang” itu tak sedap di telinga aku. Aku bukan menerka, lho. Aku selama ini mempelajari cara Godam berpikir. MR. APAL : Perkara “suasana” di Jerman sesudah kalah di masa Perang Dunia Pertama dan sebelum Partai Fasis tahun 1932 naik memegang kendali pemerintah, kita semua masih ingat. Perkara kemelaratan Rakyat Jerman, tak perlu dikemukakan lagi kekacauan politik. Pernah malah partai komunis dan sosialis kalau digabungkan bisa mendapat suara lebih dalam parlemen Jerman. Bencana yang menimpa Jerman, terutama sekali menurut pahamku ialah karena kedua partai proletar itu tak bisa mengadakan persatuan yang kuat-jujur buat menentang musuh yang mengancam, yaitu kaum fasis. Partai Fasis di bawah Adolf Hitler akhirnya mendapat kesempatan buat memegang tampuk pemerintah Jerman pada tahun 1932. Tetapi baiklah Godam saja meneruskan uraian tentang Rencana Ekonomi Jerman Fasis, yaitu Jerman - Nazi.<noinclude>{{rh|54}}</noinclude> g70muzy3g7h3djfmg8i6v0azn5zztcd 311620 311468 2026-08-12T04:04:18Z Ibrohim tijani 26379 311620 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>'''B. RENCANA EKONOMI FASIS''' &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : Sebelum kudengarkan uraiannya Godam tentang Rencana Ekonomi fasis itu, aku sudah bisa terka perkara apa yang hendak diselidikinya lebih dahulu. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI TOKE : Coba tuliskan di atas kertas saja! Gulung saja dahulu kertas itu! Nanti kita baca bersama-sama, Cul! Kalaubetul terkaanmu itu aku akan kasih gelar engkau ini “pawang”. Sekarang Dam, tuliskan apa perkara yang hendak kauselidiki lebih dahulu itu! Nanti kita bandingkan dengan apa yang dituliskan oleh Pacul! DENMAS : Mari kubuka kedua kertas itu. Lho, sama sama tertulis: SUASANA. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI TOKE : Cul, Pawang Pacul, engkau betul jempol! &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : Cuma perkataan “pawang” itu tak sedap di telinga aku. Aku bukan menerka, lho. Aku selama ini mempelajari cara Godam berpikir. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;MR. APAL : Perkara “suasana” di Jerman sesudah kalah di masa Perang Dunia Pertama dan sebelum Partai Fasis tahun 1932 naik memegang kendali pemerintah, kita semua masih ingat. Perkara kemelaratan Rakyat Jerman, tak perlu dikemukakan lagi kekacauan politik. Pernah malah partai komunis dan sosialis kalau digabungkan bisa mendapat suara lebih dalam parlemen Jerman. Bencana yang menimpa Jerman, terutama sekali menurut pahamku ialah karena kedua partai proletar itu tak bisa mengadakan persatuan yang kuat-jujur buat menentang musuh yang mengancam, yaitu kaum fasis. Partai Fasis di bawah Adolf Hitler akhirnya mendapat kesempatan buat memegang tampuk pemerintah Jerman pada tahun 1932. Tetapi baiklah Godam saja meneruskan uraian tentang Rencana Ekonomi Jerman Fasis, yaitu Jerman - Nazi.<noinclude>{{rh|54}}</noinclude> k0ogzf2v4rmm045rjkpgiirokr2c2ww Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/53 104 112408 311469 2026-08-12T01:18:28Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311469 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>restriksi seperti sudah kita kenal juga di Indonesia dan semua negara yang ada monopoli. Jadi banyaknya kaum buruh direstriki, dibatasi pula. Dengan begitu maka jumlah gaji dan daya beli terbatas pula. SI TOKE : Tetapi umumnya roda industri mulai bergerak lagi. SI GODAM : Memang begitu! Tidak saja “start” tetapi terus jalan. Sesudah jalan maka si tukang dorong otoindustri tadi, yakni Roosevelt, berhenti. Bukankah ia cuma mendorong saja. Dorongannya tadi tak perlu diulang lagi karena ketika Perang Dunia Kedua ini pecah di tahun 1939 maka Perang Dunia itulah yang terus mendorong Kapitalisme Amerika itu. SI PACUL : Nah, Dam! Sekarang engkau yang mendorong aku bertanya: “Dengan apa pula Perang Dunia Kedua itu mendorong industri Amerika?” SI GODAM : Permintaan Amerika sendiri dan Negara Serikat seperti Inggris, Perancis, Tiongkok dan Rusia atas bahan makanan dan mesin seperti kapal terbang, oto, kapal perang, tank, meriam dsb, sekarang luar biasa besarnya. Permintaan sebesar itu buat perang disertai pula oleh keluarnya rakyat dewasa Amerika buat berperang di sekalian medan perang. Kaum menganggur sekarang semuanya dipakai. Malah mereka tiada lagi mencukupi. Industri Amerika terpaksa membawa perempuan ke dalam pabrik lebih dari yang sudah-sudah, didorong oleh besarnya permintaan dari semua penjuru. SI PACUL : Rupanya engkau Dam, terus didorong oleh “Kapitalisme Didorong” atau New Deal itu! Hentikanlah menguraikan “Kapitalisme Didorong” itu! Baiklah engkau berikan pemandangan tentang Rencana Ekonomi fasis.<noinclude>{{rh|||53}}</noinclude> gojem7sgfwqf6ff78a5pbn6ul2zd6r4 311619 311469 2026-08-12T04:03:46Z Ibrohim tijani 26379 311619 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>restriksi seperti sudah kita kenal juga di Indonesia dan semua negara yang ada monopoli. Jadi banyaknya kaum buruh direstriki, dibatasi pula. Dengan begitu maka jumlah gaji dan daya beli terbatas pula. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI TOKE : Tetapi umumnya roda industri mulai bergerak lagi. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Memang begitu! Tidak saja “start” tetapi terus jalan. Sesudah jalan maka si tukang dorong otoindustri tadi, yakni Roosevelt, berhenti. Bukankah ia cuma mendorong saja. Dorongannya tadi tak perlu diulang lagi karena ketika Perang Dunia Kedua ini pecah di tahun 1939 maka Perang Dunia itulah yang terus mendorong Kapitalisme Amerika itu. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : Nah, Dam! Sekarang engkau yang mendorong aku bertanya: “Dengan apa pula Perang Dunia Kedua itu mendorong industri Amerika?” &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Permintaan Amerika sendiri dan Negara Serikat seperti Inggris, Perancis, Tiongkok dan Rusia atas bahan makanan dan mesin seperti kapal terbang, oto, kapal perang, tank, meriam dsb, sekarang luar biasa besarnya. Permintaan sebesar itu buat perang disertai pula oleh keluarnya rakyat dewasa Amerika buat berperang di sekalian medan perang. Kaum menganggur sekarang semuanya dipakai. Malah mereka tiada lagi mencukupi. Industri Amerika terpaksa membawa perempuan ke dalam pabrik lebih dari yang sudah-sudah, didorong oleh besarnya permintaan dari semua penjuru. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : Rupanya engkau Dam, terus didorong oleh “Kapitalisme Didorong” atau New Deal itu! Hentikanlah menguraikan “Kapitalisme Didorong” itu! Baiklah engkau berikan pemandangan tentang Rencana Ekonomi fasis.<noinclude>{{rh|||53}}</noinclude> bo2vyd7sdytnrvftkrph33zudaxjn5l Halaman:Dari Puncak Bukit Talang.pdf/49 104 112409 311470 2026-08-12T01:18:30Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311470 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <div style="text-align: justify;"> dengan harga jang mahal, djaitu perginja Martini dari sampingmu. Tapi kini, tidakkah kau kasihan melihat kami jang ditinggalkan pergi oleh Karnain, oleh sahabatmu, untuk se-lama²nja ? Atau antarkanlah kami kekuburnja, supaja kami lenjap bersama dia, supaja kau dapat meneruskan perkawinanmu dengan perawan itu ............ </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Dipihak lain Kartina mendesak pula : — Apakah jang kau-tunggu², se-olah² masih ada sesuatu jang kau sembunjikan dibalik hatimu ? O, soal Alida ? Aku bukan tak mengetahui persoalan itu. Ditindjau dari segi kemanusiaan, memang sewadjarnja apabila kau terus-menerus membantunja, menjadjangi keluarga jang malang itu. Itu adalah kewadjibanmu, bahkan djuga akan mendjadi kewadjibanku. Kita harus menolong kawan, sahabat jang begitu setia kepadamu. Tapi haruskah segala pertolongan itu disangkut-pautkan dengan perkawinan. Apakah kalau kau tidak mengawininja, lantas tidak ada artinja kau menolong dia ? Persahabatan adalah persahabatan. Tjinta adalah tjinta. Djangan kau tjampur-adukkan antara keduanja itu. Ambillah keputusan, segeralah menentukan sikap jang njata, karena aku hampir tak sanggup menanggungkan perasaan jang sematjam ini. Sudah ber-kali² nenek datang kepadamu, tapi kau masih ber-tangguh² djuga. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> Utjapan Kartina ini menimbulkan pikiran baru kepada Munandar. Ia se-olah² mendapat suatu petundjuk, suatu kenjataan diatas dasar mana ia harus mengambil suatu sikap jang djelas. Dan ketika Alida datang lagi kepadanja dengan tangis dan sendunja, Munandar berkata : </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Alida ! Kau djangan salah terima. Kau djangan salah sangka. Aku bukan tak menjayangimu, anakmu, dan segala sesuatu mengenai dirimu. Sajangku kepada keluargamu, adalah sajang jang tak di-buat². Tapi kau harus tahu, bahwa sajang jang demikian lahir se-mata² karena persahabatanku dengan suamimu, dengan Karnain. Aku dan Karnain se-olah² dua saudara jang tak dapat dipisahkan. Kini, dalam kesadaran jang ada didadaku, Karnain masih hidup, masih berada di-tengah² </div> <p align="left">94</p> <div style="text-align: justify;"> kita. Itulah jang menghalangiku, mengapa aku tak dapat me-nerimamu sebagai isteriku. Aku tahu, bahwa keputusanku ini akan merosakkan hatimu, ketjuali bila kau mau berpikir se-tjara baik. Djangan terlalu kau turutkan perasaanmu. Andaikata rasa persahabatan itu telah mati dalam hatiku, aku tentu akan memandangmu sebagai orang lain jang patut aku kawini. Tapi tidak ! Karnain masih segar-bugar diantara kita. Aku tidak berani memenuhi keinginanmu. Bila aku berpikir, bahwa aku harus mengawinimu, pada saat itu terbanglah Karnain dihadapanku, se-olah² ia merasa dilukai, se-olah² persahabatan itu harus dibadjar dengan mengawini isterinja. Tulang-belulangnja akan menggeliat kesakitan bila berita perkawinan kita sampai keliang kuburnja. Biarkanlah persahabatan antara kami hidup terus setjara abadi, dan biarkanlah aku menjajangimu dan anakmu seperti menjadjangi sahabatku sendiri, djaitu Karnain. Djanganlah kiranja persahabatan jang mulia itu kita nodai dengan perkawinan jang mengandung segi kelamin itu. Karena itu kau djangan salah anggapan terhadapku. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Kau pandai bitjara ! — kata Alida. — Kau pandai menghelah, karena sebenarnja kau tidak bisa me-nerimaku, lantaran aku bukan perawan seperti Kartina. </div> <div style="text-align: justify; text-indent: 2em;"> — Djanganlah berbitjara dengan perasaan, — djawab Munandar. — Batas antara perawan dan tidak perawan adalah dekat sekali. Sebenarnja untuk mendapatkan kehidupan jang sungguh-sungguh, untuk memperoleh bahagia jang di-tjita²kan, orang tidak perlu memandang keperawanan sebagai suatu sjarat. Kalau kita bersikap demikian, kita telah memilih tjara berpikir jang salah. Bagaimanakah nasibnja dengan djanda² jang ditinggalkan suaminja ? Apakah mereka harus mendjadi korban seumur hidup lantaran tidak perawan lagi ? Dan apakah hanja gadis² remadja sadja jang berhak mendapat suami ? Aku kira tidak ! Pada saatnja, kau akan mendapat ganti jang tjotjok, jang benar² sanggup mendjadi suamimu. Selama masa itu belum tiba, aku akan tetap membantumu, aku akan tetap </div> <p align="right">95</p> </div><noinclude></noinclude> 4qfbccgf8a0phq7ti793cr1y8qnanih Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/49 104 112410 311471 2026-08-12T01:18:32Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311471 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Undang-undang. Ketiga di antara masing-masing Staat (negara bagian) dan Amerika Serikat. SI TOKE : Jadi di Amerika, kekuasaan itu tidak begitu terpusat pada pemerintah. Sebagian juga ada di tangan rakyat, terutama di tangan para hartawan. MR. APAL : Begitulah dia! Itulah sebabnya maka di Amerika, pemerintah itu tak berani campur tangan langsung ke dalan urusan Rencana Ekonomi di sana. Para Kapitalis menerima usul Pemerintah Roosevelt, tetapi mereka kapitalislah yang mempraktikkan ekonomi itu. Simpulan Godam di atas tak berlaku buat Amerika. Di masyarakat fasis, kekuasaan itu terpaut pada pemerintahnya borjuis kecil. Pemerintah fasis memaksa kaum kapitalis menjalankan rencana yang dibikin oleh Pemerintah secara fasis. Di masyarakat fasis simpulan Godam di atas sedikit lebih berlaku daripada di Amerika. Di masyarakat sosialis, ialah Rusia, pemasyarakatan Alat Penghasil, Penghasilan, Pembagian Hasil, Gaji, dan Hidup Sosial memang cocok dengan yang dimaksudkan oleh Godam tadi. SI TOKE : Baik juga Dam, kau uraikan serba sedikit Rencana Ekonomi di Negara Demokratis, Negara Fasis, dan Negara Komunis tadi. {{C|{{larger|'''A. NEW DEAL'''}}}} SI GODAM : Baik kita tentukan lebih dahulu dalam suasana mana lahirnya NEW DEAL itu. MR. APAL : Pada tahun 1929 Kapitalisme Dunia sampai pula ke puncak musim BAHAGIA-nya. Kita masih ingat bahwa dari masa penghabisan Perang Dunia ke I sampai kira-kira tahun 1923 Kapitalis Dunia menarik-narik napas. Dari tahun 1923 roda kapitalisme mulai berputar kencang kian kencang sampai ke tahun 1929. Sesudahnya tahun 1929 timbul lagi musim kemarau ialah KRISIS yang paling hebat buat Kapitalisme Dunia. Amerika Negara yang memiliki hampir 100% mas dunia,<noinclude>{{rh|||49}}</noinclude> 4ipwlx8yd1v8fydhc9remymrllljc12 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/52 104 112411 311472 2026-08-12T01:18:59Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311472 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>SI GODAM : Engkau tak dengar berapa uang dicetak, ketika Roosevelt baru diangkat jadi Presiden? Uang dikasihkan sama bankir yang hampir bangkrut, kepada industri yang berutang menarik-narik napas. Jadi si bankir yang hampir bangkrut dan industrialis yang setengah mati bisa hidup kembali. Aku lupa apakah dikasihkan dengan percuma atau dipinjamkan dengan tak pakai bunga. Tetapi sama saja, Roosevelt isi kantongnya bankir dan industrialis. Juga dia isi kantongnya tuan tanah yang berutang. Pula isi kantongnya proletar mesin dan tanah. Aku benar tak bisa tahu apakah semuanya dikasihkan dengan percuma. Tetapi aku tahu baik juga kalau dikasihkan dengan percuma. Yang aku pasti tahu, ialah Roosevelt membuka perusahaan baru, ada yang berupa industri buat barang-pakai. Tetapi terutama dia membuka bangunan baru. Presiden Roosevelt asyik membangun gedung ini dan gedung itu buat umum, jalan raya, terusan air, taman (tempat) buat ngaso dsb. SI TOKE : Kalau begitu tiadakah, pertama, industri lama akan mendapat persaingan hebat dari industri baru, industri bikinan Roosevelt? Kedua, tiadakah nanti akan terlampau banyak gedung ini dan gedung itu, taman ini dan taman itu? SI GODAM : Memang begitu, Kek! Sebentar saja sesudah Roosevelt bertindak, industrialis lama menjerit-jerit dan memprotes terhadap industri baru yang didirikan oleh Roosevelt. Bukankah perseorangan dan persaingan terus tetap walaupun Amerika sekarang mempunyai New Deal? Didesak oleh protes itu, sebagai “demokrat” dan dalam hakikatnya penganut kapitalisme maka Roosevelt mesti indahkan protes kaum industrialis itu. Aku tak tahu benar pada bagian industrialis mana sebenarnya Roosevelt memihak. Tetapi bagaimana juga ia tak mau bersaing terus dengan para industrialis yang terjepit oleh New Dealnya tadi! Dia makin lama makin lari kepada caranya uang, kepada bangunan ini bangunan itu, sampai gedung, jalan dan kebun yang dibikin itu akhirnya kebanyakan pula. MR. APAL : Tetapi kapitalis tanah menyusutkan hasil dan meninggikan harga hasil. Pun industrialis mengadakan politik<noinclude>{{rh|52}}</noinclude> msd76r95730scst4kwtlynrpae9hnck 311618 311472 2026-08-12T04:02:25Z Ibrohim tijani 26379 311618 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Engkau tak dengar berapa uang dicetak, ketika Roosevelt baru diangkat jadi Presiden? Uang dikasihkan sama bankir yang hampir bangkrut, kepada industri yang berutang menarik-narik napas. Jadi si bankir yang hampir bangkrut dan industrialis yang setengah mati bisa hidup kembali. Aku lupa apakah dikasihkan dengan percuma atau dipinjamkan dengan tak pakai bunga. Tetapi sama saja, Roosevelt isi kantongnya bankir dan industrialis. Juga dia isi kantongnya tuan tanah yang berutang. Pula isi kantongnya proletar mesin dan tanah. Aku benar tak bisa tahu apakah semuanya dikasihkan dengan percuma. Tetapi aku tahu baik juga kalau dikasihkan dengan percuma. Yang aku pasti tahu, ialah Roosevelt membuka perusahaan baru, ada yang berupa industri buat barang-pakai. Tetapi terutama dia membuka bangunan baru. Presiden Roosevelt asyik membangun gedung ini dan gedung itu buat umum, jalan raya, terusan air, taman (tempat) buat ngaso dsb. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI TOKE : Kalau begitu tiadakah, pertama, industri lama akan mendapat persaingan hebat dari industri baru, industri bikinan Roosevelt? Kedua, tiadakah nanti akan terlampau banyak gedung ini dan gedung itu, taman ini dan taman itu? &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Memang begitu, Kek! Sebentar saja sesudah Roosevelt bertindak, industrialis lama menjerit-jerit dan memprotes terhadap industri baru yang didirikan oleh Roosevelt. Bukankah perseorangan dan persaingan terus tetap walaupun Amerika sekarang mempunyai New Deal? Didesak oleh protes itu, sebagai “demokrat” dan dalam hakikatnya penganut kapitalisme maka Roosevelt mesti indahkan protes kaum industrialis itu. Aku tak tahu benar pada bagian industrialis mana sebenarnya Roosevelt memihak. Tetapi bagaimana juga ia tak mau bersaing terus dengan para industrialis yang terjepit oleh New Dealnya tadi! Dia makin lama makin lari kepada caranya uang, kepada bangunan ini bangunan itu, sampai gedung, jalan dan kebun yang dibikin itu akhirnya kebanyakan pula. MR. APAL : Tetapi kapitalis tanah menyusutkan hasil dan meninggikan harga hasil. Pun industrialis mengadakan politik<noinclude>{{rh|52}}</noinclude> imxcdc786s78ev1eynwuhsro0mub8hf Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/50 104 112412 311473 2026-08-12T01:19:46Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311473 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>menghasilkan barang penting seperti besi baja mesin, minyak tanah, auto, gandum, rata-rata lebih dari 60% jumlah produksi seluruh dunia dan berpiutang kepada seluruh dunia tiadalah luput dari krisis. Sebelas juta buruh berkeliaran di jalan raya Amerika. Kalau seandainya tiap-tiap buruh mempunyai satu istri dan satu anak saja, maka lebih kurang 33 juta manusia terlantar. Artinya 25% dari seluruh penduduk. Di mana letaknya kemakmuran Amerika itu! SI GODAM : Dalam keadaan semacam itu Amerika tak mempunyai partai Sosialis yang membahayakan. Persoalan dalam negeri ialah New Deal atau Old Deal. Kapitalisme didorong atau Kapitalisme lama dibiarkan. DENMAS : Baru buat saya terjemahan semacam itu, Dam! Didorong bagaimana dan dibiarkan bagaimana? Bukankah New Deal itu satu Rencana Ekonomi? SI GODAM : Memang satu rencana, tetapi rencana secara Amerika. Kapitalisme di sana memang tak bisa jalan. Tetapi belum lagi remuk. Seperti oto, mesinnya yang penting masih baik. Cuma bensinnya kebanyakan atau di sana-sini bagian yang rusak. Dia tidak bisa “start” sendirinya. Mesti didorong lebih dahulu, baru mesinnya kerja lagi {{...|1}} SI PACUL : Kalau kubiarkan, Dam, engkau terus menerus mengukir gambaranmu itu, aku nanti menjadi pusing. Kembalilah engkau kepada contoh yang nyata. SI GODAM : Kita sudah rundingkan keadaan kapital dalam krisis. Semuanya hasil melimpah! Mesin pembikin mesin kebanyakan. Mesin pembikin barang-pakai kelebihan. Barangpakai melimpah. Dalam hal semua barang berlebih itu kaum buruh dalam kelaparan dan kebutuhan. Sebab dalam keadaan semua berlebih itu, harga barang turun, si majikan rugi, pabrik ditutup jadi kaum buruh diusir. “Seandainya” kalau 11.000.000 itu dulu menerima gaji pukul rata 5 dolar saja atau f<noinclude>{{rh|50}}</noinclude> 92phc1iwpjyoml3e8tv8senqs76y6xc 311616 311473 2026-08-12T04:00:27Z Ibrohim tijani 26379 311616 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>menghasilkan barang penting seperti besi baja mesin, minyak tanah, auto, gandum, rata-rata lebih dari 60% jumlah produksi seluruh dunia dan berpiutang kepada seluruh dunia tiadalah luput dari krisis. Sebelas juta buruh berkeliaran di jalan raya Amerika. Kalau seandainya tiap-tiap buruh mempunyai satu istri dan satu anak saja, maka lebih kurang 33 juta manusia terlantar. Artinya 25% dari seluruh penduduk. Di mana letaknya kemakmuran Amerika itu! &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Dalam keadaan semacam itu Amerika tak mempunyai partai Sosialis yang membahayakan. Persoalan dalam negeri ialah New Deal atau Old Deal. Kapitalisme didorong atau Kapitalisme lama dibiarkan. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;DENMAS : Baru buat saya terjemahan semacam itu, Dam! Didorong bagaimana dan dibiarkan bagaimana? Bukankah New Deal itu satu Rencana Ekonomi? &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Memang satu rencana, tetapi rencana secara Amerika. Kapitalisme di sana memang tak bisa jalan. Tetapi belum lagi remuk. Seperti oto, mesinnya yang penting masih baik. Cuma bensinnya kebanyakan atau di sana-sini bagian yang rusak. Dia tidak bisa “start” sendirinya. Mesti didorong lebih dahulu, baru mesinnya kerja lagi {{...|1}} &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : Kalau kubiarkan, Dam, engkau terus menerus mengukir gambaranmu itu, aku nanti menjadi pusing. Kembalilah engkau kepada contoh yang nyata. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Kita sudah rundingkan keadaan kapital dalam krisis. Semuanya hasil melimpah! Mesin pembikin mesin kebanyakan. Mesin pembikin barang-pakai kelebihan. Barangpakai melimpah. Dalam hal semua barang berlebih itu kaum buruh dalam kelaparan dan kebutuhan. Sebab dalam keadaan semua berlebih itu, harga barang turun, si majikan rugi, pabrik ditutup jadi kaum buruh diusir. “Seandainya” kalau 11.000.000 itu dulu menerima gaji pukul rata 5 dolar saja atau f<noinclude>{{rh|50}}</noinclude> 3d0zhqxhr25vknds8s8n59hdksilbrl Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/51 104 112413 311474 2026-08-12T01:19:58Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311474 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>12,50 sehari, berapakah merosotnya jumlah gaji yang diterima kaum buruh Amerika dalam sehari? SI PACUL : f 137.500.000,- Barangkali lebih dari itu. SI GODAM : Hitunglah banyak barang yang dibeli dengan f 137.500.000,- sehari saja! Dengan begitu timbullah pertanyaan dalam pikirannya Presiden Roosevelt & Co. l. Apakah mesti dibiarkan saja barang yang melimpah itu rusak sendirinya? 2. Atau apakah tidak baik dimasukkan uang kembali ke kantong kaum buruh sebanyak f 137.500,000,- sehari? Kalau jalan pertama yang diturut, maka itu namanya “old deal”, jalan lama, peraturan lama. Biarkan saja mesin berlebih itu rusak atau lemparkan. Biarkan saja gandum, kain, kromofon rusak atau dirusakkan saja. Biarkan saja toko yang tak tahan lagi bangkrut. Carilah akhirnya barang baru yang bisa membangunkan pabrik baru, permintaan baru dan pembeli baru, seperti “lipstik”, “karet dimamah” dan sebagainya. Dengan adanya permintaan baru atas barang baru itu, satu atau dua pabrik baru bisa dibangun dan digerakkan. Roda ekonomi yang berhenti itu siapa tahu bisa bergerak lagi, bisa “start” lagi seperti oto kita tadi. Akhirnya diharap supaya roda ekonomi bisa berjalan seperti biasa. SI PACUL : Itu Old Deal. Itu jalan lama. Kalau jalan baru, New Deal, bagaimana? SI GODAM : Kalau jalan baru? Seperti dibilang di atas. Masukkan kembali uang ke dalam kantong perusahaan yang menarik napas karena setengah bangkrut, dan persenkan uang pada kaum buruh. SI PACUL : Benar persenkan uang begitu saja?<noinclude>{{rh|||51}}</noinclude> 3fqn0c2u2ss9y3ootta4n7r0ev7zmul 311617 311474 2026-08-12T04:01:40Z Ibrohim tijani 26379 311617 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>12,50 sehari, berapakah merosotnya jumlah gaji yang diterima kaum buruh Amerika dalam sehari? &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : f 137.500.000,- Barangkali lebih dari itu. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Hitunglah banyak barang yang dibeli dengan f 137.500.000,- sehari saja! Dengan begitu timbullah pertanyaan dalam pikirannya Presiden Roosevelt & Co. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;l. Apakah mesti dibiarkan saja barang yang melimpah itu rusak sendirinya? &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;2. Atau apakah tidak baik dimasukkan uang kembali ke kantong kaum buruh sebanyak f 137.500,000,- sehari? &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Kalau jalan pertama yang diturut, maka itu namanya “old deal”, jalan lama, peraturan lama. Biarkan saja mesin berlebih itu rusak atau lemparkan. Biarkan saja gandum, kain, kromofon rusak atau dirusakkan saja. Biarkan saja toko yang tak tahan lagi bangkrut. Carilah akhirnya barang baru yang bisa membangunkan pabrik baru, permintaan baru dan pembeli baru, seperti “lipstik”, “karet dimamah” dan sebagainya. Dengan adanya permintaan baru atas barang baru itu, satu atau dua pabrik baru bisa dibangun dan digerakkan. Roda ekonomi yang berhenti itu siapa tahu bisa bergerak lagi, bisa “start” lagi seperti oto kita tadi. Akhirnya diharap supaya roda ekonomi bisa berjalan seperti biasa. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : Itu Old Deal. Itu jalan lama. Kalau jalan baru, New Deal, bagaimana? &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Kalau jalan baru? Seperti dibilang di atas. Masukkan kembali uang ke dalam kantong perusahaan yang menarik napas karena setengah bangkrut, dan persenkan uang pada kaum buruh. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : Benar persenkan uang begitu saja?<noinclude>{{rh|||51}}</noinclude> n7rayue18cdryvnbmot1l8gf4d7ukqz Halaman:Korban Boedi.pdf/8 104 112414 311475 2026-08-12T01:22:41Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '—6— Iah penoelis adjak pembatja berkenalan sama keadahannja Tjin Liang, itoe orang jang pegang rol pen­ ting dalem ini tjerita. Tjin Liang poenja peroentoengan dalem penghidoepan boleh dibilang djaoe dari beroentoeng, sadari masi ketjil soeda ditinggal mati oleh ajahnja, soekoer djoega ia poenja 'nkoe, Eng Hoei, jang menjinta soe dara prempoeannja jang toenggal, adjak ia tinggai dalem satoe roemah. Tjin Liang poenja denger kata dan tida bertabe... 311475 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>—6— Iah penoelis adjak pembatja berkenalan sama keadahannja Tjin Liang, itoe orang jang pegang rol pen­ ting dalem ini tjerita. Tjin Liang poenja peroentoengan dalem penghidoepan boleh dibilang djaoe dari beroentoeng, sadari masi ketjil soeda ditinggal mati oleh ajahnja, soekoer djoega ia poenja 'nkoe, Eng Hoei, jang menjinta soe dara prempoeannja jang toenggal, adjak ia tinggai dalem satoe roemah. Tjin Liang poenja denger kata dan tida bertabeat ban­ tahan dengen lantas menarik keras kasoekahannja itoe paman, hingga ia diperlakoeken seperti itoe paman poenja anak sendiri. Soeal peladjaran djoega Tjin Liang tida dikatjoealiken. Tapi atas permintahannja sendiri ia lebih soeka masoek sekola di T. H. H. K. dari pa­ d a sekola Blanda, maski Liari Nlo, ia poenja misanan, ada toentoet itoe matjem peladjaran. Pergaoelannja sama Lian Nio satoe gadis jang mempoenjai tabeat baek dan berboedi, kaliatan ada sanget akoer, hingga belon perna orang liat ia orang berpisahan memaen kapan sadja djoestroe lagi nganggoer. Satoe waktoe perna djoega terbit setorian, tapi salekasnja marika lantas djadi akoer kombali, hingga masing-masing orang toeanja poen merasa girang. Begitoelah hari liwat hari itoe doea soedara mi­ san selaloe hidoep dengen tjotjok dan akoer, kaloe jang satoe tida kaliatan jang lain pergi mentjari, dan kaloe soeda bertemoe lantas fihak jang mentjari menanjaken jang ditjari dari mana, dan selandjoetnja bermaen sama-sama, djoega waktoenja dapet makanan enak jang satoe tentoe bagiken pada jang lain, soepaja sama-sama bisa merasaken. Pendeknja dalem segala apa itoe doea anak berada dalem keakoeran.<noinclude></noinclude> sxdeldht7v9tkggmdqhlv8jd52qr8dz 311477 311475 2026-08-12T01:23:31Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311477 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||-6-}}</noinclude> Iah penoelis adjak pembatja berkenalan sama keadahannja Tjin Liang, itoe orang jang pegang rol pen­ ting dalem ini tjerita. Tjin Liang poenja peroentoengan dalem penghidoepan boleh dibilang djaoe dari beroentoeng, sadari masi ketjil soeda ditinggal mati oleh ajahnja, soekoer djoega ia poenja 'nkoe, Eng Hoei, jang menjinta soe dara prempoeannja jang toenggal, adjak ia tinggai dalem satoe roemah. Tjin Liang poenja denger kata dan tida bertabeat ban­ tahan dengen lantas menarik keras kasoekahannja itoe paman, hingga ia diperlakoeken seperti itoe paman poenja anak sendiri. Soeal peladjaran djoega Tjin Liang tida dikatjoealiken. Tapi atas permintahannja sendiri ia lebih soeka masoek sekola di T. H. H. K. dari pa­ d a sekola Blanda, maski Liari Nlo, ia poenja misanan, ada toentoet itoe matjem peladjaran. Pergaoelannja sama Lian Nio satoe gadis jang mempoenjai tabeat baek dan berboedi, kaliatan ada sanget akoer, hingga belon perna orang liat ia orang berpisahan memaen kapan sadja djoestroe lagi nganggoer. Satoe waktoe perna djoega terbit setorian, tapi salekasnja marika lantas djadi akoer kombali, hingga masing-masing orang toeanja poen merasa girang. Begitoelah hari liwat hari itoe doea soedara mi­ san selaloe hidoep dengen tjotjok dan akoer, kaloe jang satoe tida kaliatan jang lain pergi mentjari, dan kaloe soeda bertemoe lantas fihak jang mentjari menanjaken jang ditjari dari mana, dan selandjoetnja bermaen sama-sama, djoega waktoenja dapet makanan enak jang satoe tentoe bagiken pada jang lain, soepaja sama-sama bisa merasaken. Pendeknja dalem segala apa itoe doea anak berada dalem keakoeran.<noinclude></noinclude> ct5qdotfwd2wd5hce6ker39m7z1tmlh Halaman:Korban Boedi.pdf/76 104 112415 311478 2026-08-12T01:23:43Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311478 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||―74―}}</noinclude>tida ada satoe orang jang taoe kemana perginja mendadak ia melinjap dari kota Tegal. Boeat penoetoep, penoelis wartaken jang Lian Nio kamoedian tida maoe menika maski ajah iboenja sering memboedjoek. la soeda ambil poetoesan pasti boeat tida menika pada siapa djoega, sekarang itoe gadis soeka liwatken djalannja tempo dengen penoeh kadoekahan dan kenangan-kenangan jang menjedihken. Sadjek terdjadinja itoe tragedy heibat, belon perna satoe kali orang menampak ia bergoembira. Dalem itoe kadoekahan besar kadang-kadang Soejati dateng menghiboeri. Sebab Soejati poen mengandoeng samatjem angen angen jang sama, ia tida maoe menikah lagi; sedeng itoe anak dari Tiang lok telah mati pada waktoe oemoer tiga taon sadja. Oleh kerna itoe doea orang prampoean ada mengandoeng angen-angen jang sama dan djoega sama-sama tjintaken itoe satoe orang jang soeda tida ada lagi dalem ini doenia, soeda tentoe sadja ia orang merasa sangat rapat dan sijmpathie satoe dengen laen. {{C|{{sp|TAMAT}}}}<noinclude></noinclude> cbvi19y8d3ngn1zkathzmdz83mrjjj6 Halaman:Korban Boedi.pdf/12 104 112416 311479 2026-08-12T01:24:40Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '— 10 — "Habis begimana akoe moesti terangkeri kaloe akoe sendiri tida mengarti," djawab itoe anak moeda sem­ bari meringis. "Masa!" "Kaoe memaksa, Lian, baekiah, tapi . "Kenapa oeroeng lagi ?" . . "Akoe merasa berat lidah, Lian." "Ach, betoel-betoel kaoe, keterlaioean, 'nko. Masa boeat menoetoer sadja kaoe merasa berat lidah? masi merasa tjape ?". Tjin Liang memanggoet sakenanja. "Djangan koeatir, akoe djoega tida begitoe telengas boeat diami... 311479 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>— 10 — "Habis begimana akoe moesti terangkeri kaloe akoe sendiri tida mengarti," djawab itoe anak moeda sem­ bari meringis. "Masa!" "Kaoe memaksa, Lian, baekiah, tapi . "Kenapa oeroeng lagi ?" . . "Akoe merasa berat lidah, Lian." "Ach, betoel-betoel kaoe, keterlaioean, 'nko. Masa boeat menoetoer sadja kaoe merasa berat lidah? masi merasa tjape ?". Tjin Liang memanggoet sakenanja. "Djangan koeatir, akoe djoega tida begitoe telengas boeat diamin orang ketjapean, Tadi mama kasih akoe doea bidji djeroek, sebagi oepah tjapemoe nanti akoe bagi satoe bidji, begimana ?" "Hu, "kata Tjin Liang sembari mojongin moeioetnja, "siapa sih jang kapengenan tjape-tjape tjoema di persen djeroek ? kaloe kepengen djeroek akoe djoega bisa minta sama mama tida, perloe djoeal tjerita." "Habis kaoe maoe minta apa"?" menanja itoe ga­ dis jang soeda kewalahan. "Akoe pikir lebih baek berdiam sadja, sebab maski akoe njataken kaoe tentoe tida soeka kasi." "Djangan koeatir, kaloe barang jang akoe bisa ka­ si akoe berdjandji tida nanti moengkir." "Kaloe sasoedahnja akoe tjeritaken, tapi kaoe tida maoe kasi, begimana ?„ "Akoe toch belon perna berdjoesta hinga kaoe per­ loe koeatirken." "Tapi ini kaloe kaoe banjakan aken moengkir djandji !" "Kaloe moengkir kaoe boleh tjoebit sadja padakoe." „Baekiah, kata Tjin Liang sembari pegang tangannja itoe gadis "Hati-hati kaoe djangan lari ; Boeat itoe<noinclude></noinclude> rzwi7v1ocomun3yv6fkkspqyurip13r 311490 311479 2026-08-12T01:33:21Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 311490 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||— 10 —|}}</noinclude>“Habis begimana akoe moesti terangken kaloe akoe sendiri tida mengarti,“ djawab itoe anak moeda sembari meringis. “Masa!“ “Kaoe memaksa, Lian, baeklah, tapi . . . .“ “Kenapa oeroeng lagi?“ “Akoe merasa berat lidah, Lian.“ “Ach, betoel-betoel kaoe, keterlaloean, ’nko. Masa boeat menoetoer sadja kaoe merasa berat lidah? masi merasa tjape?“. Tjin Liang memanggoet sakenanja. “Djangan koeatir, akoe djoega tida begitoe telengas boeat diamin orang ketjapean, Tadi mama kasih akoe doea bidji djeroek, sebagi oepah tjapemoe nanti akoe bagi satoe bidji, begimana?“ “Hu, “kata Tjin Liang sembari mojongin moeioetnja, “siapa sih jang kapengenan tjape-tjape tjoema di persen djeroek? kaloe kepengen djeroek akoe djoega bisa minta sama mama tida, perloe djoeal tjerita.“ “Habis kaoe maoe minta apa?“ menanja itoe ga­dis jang soeda kewalahan. “Akoe pikir lebih baek berdiam sadja, sebab maski akoe njataken kaoe tentoe tida soeka kasi.“ “Djangan koeatir, kaloe barang jang akoe bisa ka­si akoe berdjandji tida nanti moengkir.“ “Kaloe sasoedahnja akoe tjeritaken, tapi kaoe tida maoe kasi, begimana?„ “Akoe toch belon perna berdjoesta hinga kaoe perloe koeatirken.“ “Tapi ini kaloe kaoe banjakan aken moengkir djandji!“ “Kaloe moengkir kaoe boleh tjoebit sadja padakoe.“ „Baeklah, kata Tjin Liang sembari pegang tangannja itoe gadis “Hati-hati kaoe djangan lari; Boeat itoe<noinclude></noinclude> 76pmg9c3n58l2xy2rbntbqgyvdygyzk Halaman:Korban Boedi.pdf/13 104 112417 311480 2026-08-12T01:25:32Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '—11 — k e t j a p e a n a k o e m i n t a p e r s e n tji . . . tji . . . t j i o e m J a p i pada sablonnja Tjin Liang sempet tempelken moeloetnja pada bibirnja Lian Nio, itoe gadis soeda berontak dari pegangannja dan lari masoek sembari menggrendeng. . Tjin Liang ganda ketawa sembari awasm tmgka lakoenja itoe gadis. „Hati-hati, laen waktoe toch aken dateng itoe koetika, menggrendeng Tjin Liang sembari berdjalan masoek. * * * Berapa hari soeda... 311480 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>—11 — k e t j a p e a n a k o e m i n t a p e r s e n tji . . . tji . . . t j i o e m J a p i pada sablonnja Tjin Liang sempet tempelken moeloetnja pada bibirnja Lian Nio, itoe gadis soeda berontak dari pegangannja dan lari masoek sembari menggrendeng. . Tjin Liang ganda ketawa sembari awasm tmgka lakoenja itoe gadis. „Hati-hati, laen waktoe toch aken dateng itoe koetika, menggrendeng Tjin Liang sembari berdjalan masoek. * * * Berapa hari soeda berlaloe sadjek terdjadinja itoe hal jang seperli telah ditoetoerken di bagian atas. Sedari itoe sore Lian Nio djadi merasa maloe boeat ketemoeken Tjin Liang, itoelah tida heran, kerna dalem pikirannja lajap-lajap mendadak digentak oleh Tjin Liang hingga djadi tersedar. Seka­ rang ia poenja pikiran soeka berkerdja lebih banjak dari biasa, perhatiannja terhadep itoe 'nko misan poen berobah laen dari doeloe-doeloe. Sabelonnja itoe, la tioema pikirken Tjin Liang ada baek diboeat temen memaen dan bertjanda, tapi sekarang ia bajangken paras moekanja jang tjakep dan tingka lakoenja jang menarik, la tjoba mentjari taoe kenapa halinja dengen mendadak berobah begitoe djaoe, tapi ia tida beroentoeng boeat petjahken itoe soeaf, jang bagi dinnja ada sebagi satoe badean jang roewet. Djoega ia tida habis pikir, kenapa koetika Tjin Liang njataken minta „tjioem", jang tida lebih bisa diartiken dari memaen, la djadi merasa sanget maloe ? Begitoe dengen begitoe berapa hari soeda berla­ loe dengen hatinja masi teroes dirasaken sangsi. Se­ lagi dalem kesangsian ia merasa ogah boeat katemoe-<noinclude></noinclude> ov3w7ia4apg9awgrzcw3inqmnk4w7lg 311513 311480 2026-08-12T01:52:22Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 311513 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||— 11 —|}}</noinclude>ketjapean akoe minta persen tji... tji... tjioem....... „Tapi pada sablonnja Tjin Liang sempet tempelken moeloetnja pada bibirnja Lian Nio, itoe gadis soeda berontak dari pegangannja dan lari masoek sembari menggrendeng. Tjin Liang ganda ketawa sembari awasin tingka lakoenja itoe gadis. „Hati-hati, laen waktoe toch aken dateng itoe koetika, menggrendeng Tjin Liang sembari berdjalan masoek. {{asterism}} Berapa hari soeda berlaloe sadjek terdjadinja itoe hal jang seperti telah ditoetoerken di bagian atas. Sedari itoe sore Lian Nio djadi merasa boeat ketemoeken Tjin Liang, itoelah tida heran, kerna dalem pikirannja lajap-lajap mendadak kena digentak oleh Tjin Liang hingga djadi tersedar. Sekarang ia poenja pikiran soeka berkerdja lebih banjak dari biasa, perhatiannja terhadep itoe ’nko misan poen berobah laen dari doeloe-doeloe. Sabelonnja itoe, ia tjoema pikirken Tjin Liang ada baek diboeat temen memaen dan bertjanda, tapi sekarang ia bajangken paras moekanja jang tjakep dan tingka lakoenja jang menarik. la tjoba mentjari taoe kenapa hatinja dengen mendadak berobah begitoe djaoe, tapi ia tida beroentoeng boeat petjahken itoe soeal, jang bagi dirinja ada sebagi satoe badean jang roewet. Djoega ia tida habis pikir, kenapa koetika Tjin Liang njataken minta „tjioem”, jang tida lebih bisa diartiken dari memaen, ia djadi merasa sanget maloe? Begitoe dengen begitoe berapa hari soeda berlaloe dengen hatinja masi teroes dirasaken sangsi. Selagi dalem kesangsian ia merasa ogah boeat {{hws|katemoe|katemoeken}}<noinclude></noinclude> pb7q9t8kx9u9odq6ez9t792an83y0mq Halaman:Korban Boedi.pdf/9 104 112418 311481 2026-08-12T01:25:37Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311481 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 7 —}}</noinclude>Berapa taon telah berlaloe dengen tjepet, sekarang itoe doea anak-anak sama-sama djadi besar. Ijin Liang berobah satoe djedjaka jang tjakep dan berboedi, Lian Nio poen berobah djadi satoe gadis eilok, berhati moerah dan moelia, tapi sajang Allah tida sekalian compleetken itoe kamoelia'an dengen kategoehan hati jang oetama. lantaran hatinja ada lemah, Lian Nio berlakoe dengen menoeroetin angin atawa pengaroe dari loear jang lebih koeat sedikit sebab sadja tjoe- koep boeat roba segala angen-angennja. Doea taon berselang, koetika itoe gadis moelai mendjadi akil baleg dan pikirannja sebagi anak-anak jang saderhana dan polos moelai sedar dan terboeka pada penghidoepan manoesia, diam-diam itoe gadis merasa katarik sama Tjin Liang jang tjakep dan beradat sopan. Sedeng Tjin Liang sebagimana lajiknja manoesia jang saoemoemnja poen ada anoet itoe matjem pera. sa'an. Demikianlah, sadjek terbitnja itoe perasa'an soeka jang melebihin dari soekanja satoe sobat atawa soedara, masing-masing djadi lebih open dan menjajang, per- gaoelannja poen djadi terlebih rapet, marika berdoea soeka-mengobrol sampe djaoe malem, iaorang mengo- brol ka barat dan ka timoer dengen tida perna merasa bosen. Begitoe memang ada sifatnja pertjintahan jang soe tji, dari pergaoelan anak-anak soeka berobah djadi pertjintahan antara lelaki dan prempoean. Koetika itoe perasa'an baroe moelai dirasaken, Lian Nio sendiri ampir tida mengarti apa adanja itoe pengaroe. Diam-diam ia merasa heran, kenapa kaloe satoe hari sadja ia tida doedoek berkoempoel dan bertjanda sama Tjin Liang-kaloe waktoenja Tjin Liang sedeng repot bikin persediahan examen ia rasaken doenia ada sepi sekali, dan sebaliknja hatinja merasa<noinclude></noinclude> 5z2y7utfgeoq111wq9ftme6sok40w4p Halaman:Korban Boedi.pdf/10 104 112419 311482 2026-08-12T01:26:28Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311482 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 8 —}}</noinclude>senang sekali kapan ia sedeng berkoempoel sama itoe anak moeda. Pada soeatoe hari, lantaran oeroesan familie Tjin Liang disoeroe pergi ka Pekalongan dan di sana ia dipaksa menginep sampe doea malem, Tjin Liang soeda kepaksa menoeroetin kainginannja itoe familie, tapi dalem itoe doea hari doea malem hatinja selaloe djadi kesel, hingga boeat itoe tempo tida lebih dari, bebrapa poeloeh djam lamanja ia rasaken seperti bertaon-taonan. Pada waktoe siang Tjin Liang bisa sedi­ kit terhiboer sarna ramenja orang-orang jang dateng berlandja dalem peroesahannja itoe familie, tapi begitoe lekas sang malem mendatengin pada waktoe mana segala apa terdjatoh dalem lipetannja kasoenjian, pikirannja djadi melajang ka Tegal, la bajangken Lian Nio tentoe sedeng menoenggoein kedatengannja dengen tida sabaran, sebab memang pada waktoenja berang­ kat lantaran keboeroe-boeroe ia tida sempet berpamitan pada itoe soedara misan prempoean. Pada hari jang ketiganja dengen tida bisa ditjega lagi Tjin Liang lantas berpamitan poelang. Djalannja expresstrein jang tjepet Tjin Liang rasaken masi terlaloe pelahan, sebab kaloe menoeroetin kainginannja, kaloe bisa, ia maoe terbang soepaja bisa lekas sampe di Tegal dan katemoeken Lian Nio, jang tentoe sedeng menoenggoein kedatengannja dengen tida sabar, la bajangken, bagimana itoe gadis aken lantas menegor, kemana ia telah pergi sabegitoe lekas itoe gadis dapet liat padanja. Sesampenja di roemah ia lantes toetoerken dengen tjepet pada iboenja apa jang dalem itoe koeadjiban ia soeda lakoeken, sasoedanja beres menoetoer, ia lantas boeroe-boeroe dateng kasamping kebon, di mana betoel sadja Lian Nio sedeng doedoek menoendjang<noinclude></noinclude> a8xcarlpy0h231j9lqz0wiqwe0bg2kd Halaman:Korban Boedi.pdf/11 104 112420 311483 2026-08-12T01:28:09Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311483 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>djaiijjgoet di bawahnja poehoen kemoening satoe tem­ pat jaiig bias'inja marika goenaken boeat doedoek berkoempoel : „Kaoe pergi kemana sampe doea hari iarnanja,'nko Tjin Liang? Kaoe jsng pergi plesir tentoe merasa Sïnang, tapi akoe jang berdiam di roemah merasa kase|)ian. Kaloe akoe mempoenjai sajap seperti boerociig, tentoe akoe soeda pergi menjoesoel dan seret kaoe diadjak poelang menanja Lien Nio dengen roepa sedikit masgoei. „Akoe pergi ka Pekalongan, Liaii " „Kenapa begitoe lama? Djoega mengapa kaoe tida sekalian adjak akoe? memang kaoe nakal, kaoe tida inget waktoenja akoe diadjak pergi pesiar oleh mama, tentoe akoe tida loepa adjak kaoe." Ditjomelin begitoe sebaiiknja merasa koerang senang Tjin Liang djadi ketawa. Diam-diam hatinja merasa girang, dari pengakoeannja ifoe gadis ternjata boekan ïjoema dirinja, tapi itoe gadis poen roepanja tida bisa terpisa dari ia. „Kenapa kaoe diam sadja ? djoega kaoe kaliatan beda dari sari-sarinja. Kenapa kaoe awasin sadja moeka'koe hingga bikin akoe djadi merasa maloe ?„ „Kaoe, merasa maloe dipandang oleh akoe? Kaioe begitoe kaoe boleh pasang kere boeat nienoetoepin moekamoe soepaja tida bisa dipandang lagi !" "Soeda, soeda, akoe tida maoe terik pandjang itoe oeroesan, tapi kaoe moesti terangken kenapa sakombalinja dari Pei<alongan kaoe keli;iian banjak berobah, soeka awasin orang dengen tida bisa soeda apa idoeng stawa matakoe somplak?" "Akoe tida mengarti, Lian." Ach memeng kaoe bandel , " kata itoe gadis sembari kerdjaken tangannja menjoebit orang poenja iengan.<noinclude></noinclude> jc7heywdpjvq5nxv299havuybwaimzn 311484 311483 2026-08-12T01:28:27Z Ibrohim tijani 26379 311484 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 9 —}}</noinclude>djaiijjgoet di bawahnja poehoen kemoening satoe tem­ pat jaiig bias'inja marika goenaken boeat doedoek berkoempoel : „Kaoe pergi kemana sampe doea hari iarnanja,'nko Tjin Liang? Kaoe jsng pergi plesir tentoe merasa Sïnang, tapi akoe jang berdiam di roemah merasa kase|)ian. Kaloe akoe mempoenjai sajap seperti boerociig, tentoe akoe soeda pergi menjoesoel dan seret kaoe diadjak poelang menanja Lien Nio dengen roepa sedikit masgoei. „Akoe pergi ka Pekalongan, Liaii " „Kenapa begitoe lama? Djoega mengapa kaoe tida sekalian adjak akoe? memang kaoe nakal, kaoe tida inget waktoenja akoe diadjak pergi pesiar oleh mama, tentoe akoe tida loepa adjak kaoe." Ditjomelin begitoe sebaiiknja merasa koerang senang Tjin Liang djadi ketawa. Diam-diam hatinja merasa girang, dari pengakoeannja ifoe gadis ternjata boekan ïjoema dirinja, tapi itoe gadis poen roepanja tida bisa terpisa dari ia. „Kenapa kaoe diam sadja ? djoega kaoe kaliatan beda dari sari-sarinja. Kenapa kaoe awasin sadja moeka'koe hingga bikin akoe djadi merasa maloe ?„ „Kaoe, merasa maloe dipandang oleh akoe? Kaioe begitoe kaoe boleh pasang kere boeat nienoetoepin moekamoe soepaja tida bisa dipandang lagi !" "Soeda, soeda, akoe tida maoe terik pandjang itoe oeroesan, tapi kaoe moesti terangken kenapa sakombalinja dari Pei<alongan kaoe keli;iian banjak berobah, soeka awasin orang dengen tida bisa soeda apa idoeng stawa matakoe somplak?" "Akoe tida mengarti, Lian." Ach memeng kaoe bandel , " kata itoe gadis sembari kerdjaken tangannja menjoebit orang poenja iengan.<noinclude></noinclude> 57ena9bt4o6n1tvyb7kpc8y2z89yzps Halaman:Korban Boedi.pdf/61 104 112421 311485 2026-08-12T01:29:48Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311485 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||'''59 IX BERDOEKA. —o—'''}} Satoe boelan berlaloe dengen fjepet sekali. Dalem itoe tiga poeloeh hari Tjin Liang iboek mentjari katerangan, tapi biar begimana radjin djoega ia mengoebek, toch itoe kedjadian tingga! gelap, tida ada saoetoe apa jang bisa ditjoerigahin. Diam-diam Tjin Liang ada menaro katjoerigahan pada Tiang Lok atas dasar ia pceiija ktakoean jang dalem segala hal mace bermoesoe. Tapi ia tida brani m.endoega sembarangan, sebab boekti-boekti ia tida poenja Apa boleh boeat, dalem itoe kaiboekan Tjin Liang tjoema bisa seselken nasib dirinja jang tida beroentoeng. Begitoelah sadjak terdjadinja itoe incident, hari katemoe hari Tjin Liang poenja kagoembirahan djadi semingkin koerang, kamoedian orang tida liat poela, diantara paras moekanja jang beroba sedikit poetjet, itoe perasahan jang bergoembirah, ketjoewali roman koesoet dan berdoeka. !a poenja perobahan djadi semangkin njata dan dirasaken oleh temen temennja, sebab boekan sadja ia selaloe berdoeka, poen sekarang ia djarang oendjoek diri dalem pergaoelan. Soeatoe hari, ia poenja temen jang ada djadi promtor boeat berdiriken vereeniging Shiong Tih Hui, minta bantoeannja, tapi ia tolak „Nko Tjin Liang, ma'afken akoe, kaloe akoe bilang kaoe sekarang banjak berbeda dari doeloe. Kaoe se­ karang tida kaliatan bergoembira lagi, Sebagi sobalmoe apa akoe boleh taoe itoe sebab sebab jang menjebabken itoe perobahan ? „Akoe tida kenapa 'nko Djin Gie, djawab Tjin Liang.<noinclude></noinclude> i98hf20p369e60lnwpm8awybfzh4o5x 311486 311485 2026-08-12T01:30:18Z Ibrohim tijani 26379 311486 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 59 —}}</noinclude>{{rh||'''IX BERDOEKA. —o—'''}} Satoe boelan berlaloe dengen fjepet sekali. Dalem itoe tiga poeloeh hari Tjin Liang iboek mentjari katerangan, tapi biar begimana radjin djoega ia mengoebek, toch itoe kedjadian tingga! gelap, tida ada saoetoe apa jang bisa ditjoerigahin. Diam-diam Tjin Liang ada menaro katjoerigahan pada Tiang Lok atas dasar ia pceiija ktakoean jang dalem segala hal mace bermoesoe. Tapi ia tida brani m.endoega sembarangan, sebab boekti-boekti ia tida poenja Apa boleh boeat, dalem itoe kaiboekan Tjin Liang tjoema bisa seselken nasib dirinja jang tida beroentoeng. Begitoelah sadjak terdjadinja itoe incident, hari katemoe hari Tjin Liang poenja kagoembirahan djadi semingkin koerang, kamoedian orang tida liat poela, diantara paras moekanja jang beroba sedikit poetjet, itoe perasahan jang bergoembirah, ketjoewali roman koesoet dan berdoeka. !a poenja perobahan djadi semangkin njata dan dirasaken oleh temen temennja, sebab boekan sadja ia selaloe berdoeka, poen sekarang ia djarang oendjoek diri dalem pergaoelan. Soeatoe hari, ia poenja temen jang ada djadi promtor boeat berdiriken vereeniging Shiong Tih Hui, minta bantoeannja, tapi ia tolak „Nko Tjin Liang, ma'afken akoe, kaloe akoe bilang kaoe sekarang banjak berbeda dari doeloe. Kaoe se­ karang tida kaliatan bergoembira lagi, Sebagi sobalmoe apa akoe boleh taoe itoe sebab sebab jang menjebabken itoe perobahan ? „Akoe tida kenapa 'nko Djin Gie, djawab Tjin Liang.<noinclude></noinclude> 3b75nge6grpvv9koz19xd4ikiaadxzl Halaman:Korban Boedi.pdf/60 104 112422 311487 2026-08-12T01:31:00Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311487 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 58 —}}</noinclude> „Tjin Liang, kenapa kaoe begitoe kepala batoe ? kata poêla njonja Eng Hoei. Kaoe tetep tida maoe akoehi itoe kantjoerangan, tapi djoega tida bisa oendjoeken boekti jang bisa lepasken kaoe dari toedoehan." „'Nkim, akoe tida taoe begimana moesti beiaken diri, maka akoe pasrah sadja apa jang kaoe pada anggep tentang dirikoe, akoe trim;i'nkim, akoe tjoema merasa penasaran pada itoe pengetjoet jang roepanja maoe mempitena," kata Tjin Liang dengen soeara seret dan kamoedian banting dirinja di soeatoe korsi dan toetoepi moekanja. „Kaoe anggep ini ada satoe pitenahan? Baik, kita poen bisa anggep begitoe, tapi kaoe haroes bisa terangken siapa jang memitenah. Sebegitoe lama kaoe belon terang­ ken siapa sabetoelnja jang iakoeken itoe katjoerangaii kaoe tida perloe banjak moeloet. Satoe lelaki kaloe berkerdja tida perloe banjak tjiiigtjong, berkerdjalah dengen sabar dan kamoedian oendjoeken itoe boekti di depan orang banjak," kata njonja Bing Liong jang pada sakoetika itoe mendadak mendoesin barangkali di loear taoenja itoe anak moeda, diam-diam ia ada mempoenjai moesoe jang rnempitenah, kamoedian ia meiandjoetken bitjaranja sembari berpaling pada Eng Hoei : „Soedara, baeklah serahken ini oeroesan pada akoe, dengen sapenoehnja tenaga akoe nanti boedjoek Tjin Liang atawa soeroeh ia tjari katerangan." Dengen lantas 'ntjek dan 'ntjim Eng Hoei trima perbaek itoe voorstel, sebab boekan sadja itoe tjara ada jang paling baek, ia poen tida terlaloe pertjaja Tjin Liang jang ia soeda kenal baek klakoeannja bisa Iakoeken itoe perboeatan renda.<noinclude></noinclude> g5piuzuq1hopujzpkholst5kpyxwe1y Halaman:Korban Boedi.pdf/59 104 112423 311488 2026-08-12T01:31:43Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311488 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 57 —}}</noinclude>Nio lantas büeang moekanja kelaen djoeroesan sabegitoe lekas sorot matanja beradoe sama itoe anak moeda. Ini perlakoean bikin Tjin Liang djadi sänget penasaran. „'Nkoe, kaloe kaoe masih penasaran memang pa­ ling baik kaoe minta bantoeaniija orang politie, kata ia. „Boeat akoe sendiri tida penasaran maski tangankoe bisa diborggol asal sadja soeka berboekti." „Djangan, djangan ! membanta njonja Eng Hoei sembari pandang moekanja njonja Bing Liong. Akoe tida setoedjoe ini oeroesan diserahken sama politie, sebab itoe nanti djadi semingkin koesoet. Kita poenja dateng kemari poen tjoema ingin dapet kepastian jang terang, kita tida maoe bikin perkara, maka Tjin Liang, kaloe betoel kaoe soeda kena pake iioe oeang, bilang sadja teroes terang, kita toch bisa ma'afken." „'Nkim, akoe tida merasa iakoeken itoe katjoerangan, begimana akoe moesti akoehi ? / koe lebih soeka dipendjara lantaran ditoedoe mentjoeri dari pada akoehi sakenanja kadosahan jang akoe tida perna iakoeken, tjoema boeat loepoetken diri dari toentoetannja pe­ ngadilan." „Wah ! begitoe poenja garang, menjindir Tiang Lok. „Apa? treak Tjin Liang sembari berlompat bangoen hamperin Tiang Lok. „Tjoba oelangin lagi itoe perkata'an kaloe kaoe ingin rasaken ini," mengantjem Tjin Liang dengen goesar sembari atjoengken kepelannja. Tiang Lok jang memang djeri sama tenaganja itoe sportman lantas djadi koentjoep dan menjingkir kasoeatoe podjok. Lian Nio jang meliat itoe klakoean pengetjoet djadi penasaran ; tapi ia tida sempet memikir terialoe djaoe, sebab oeroesan jang di depan mata ada lebih besar.<noinclude></noinclude> 29l0gyckb05dtadacryrkck13wpi18m Halaman:Korban Boedi.pdf/58 104 112424 311489 2026-08-12T01:32:44Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311489 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 56 —}}</noinclude> „Kaloe akoe boleh menoetoer sadjoedjoernja, iboe; tapi, ach, kaoe tentoe tida maoe pertjaja, sebab kedjadiannja ada begitoe gandjil." "Akoe soeka pertjaja katerangan moe, Tjin Liang, tapi moesti dibrikoetin sama boekti-boekti jang tegoeh. dengen zonder itoe siapa djoega tentoe tida bisa pertjaja." Tjin Liang maoe lantas berkata koetika dari djoeroesan loear mendatengin Eng Hoei dengen istrinja, diikoeti djoega oleh Lian Nio dan Tiang Lok. Tjin Liang tida perdoeliken marika poenja kedatengan, ia teroes berloetoet sembari menangis tersedoe-sedoe. ,,Tjin Liang," moelai njonja Eng Hoei dengen roepa terharoe, "akoe tida mengarti begimana kaoe bisa lakoeken itoe katjoerangan?" Tjin Liang teroes menangis tida saoetin orang poenja pertanjahan. ,,Akoe poen tida doega ia jang kaliatannja begitoe baek, djoedjoer dan boleh dipertjaja bisa lakoeken itoe perboeatan," menambahi Eng Hoei. ,,Kaoe denger sendiri, anak," kata njonja Bing Liong, ,,memang orang tentoe aken mendoega begi- toe." Tjin Liang masi teroes mendjoera di hadepan iboenja sembari pandang itoe orang orang dengen sorot mata penasaran. ,,lethio," menjeletoek Tiang Lok sembari pelem- boengken dadanja, "ini perkara tentoe soesa diterang- ken kaloe kita tida minta toeloengannja politie." Tjin Liang masih tinggal membisoe. Boeat samen- tara kaliatan sinar matanja djadi mentjorot koetika ia denger itoe pernjatahan jang menghina. Kamoedian ia toedjoeken pemandangannja pada Lian Nio, saolah- olah maoe tjari taoe pikirannja itoe gadis, tapi Lian<noinclude></noinclude> 1dcn5pm42949eat32l78tml6qn4kexd Halaman:Korban Boedi.pdf/14 104 112425 311491 2026-08-12T01:33:40Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 1 2 ken Tjin Liang. Lagiiija sekarang ia merasa nialoe boeat ketemoekeir dan doedoek berkoempoei sama itoe orang moeda, hingga dalem berapa ban itoe ia selaloe tahan sebrapa bisa kainginannja ooeat doedoek berkoempoei sama Tjin Liang. Waktoenja mandi atawa ambil kaperioean kablakang ia poen selaloe djaga soepaja tida kesomploken pada Ijin Liang. Begiloe memang : da bangoennja perasa'an ,,soeka", siapa fang hatinja mendendam rasa soeka tentoe d... 311491 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>- 1 2 ken Tjin Liang. Lagiiija sekarang ia merasa nialoe boeat ketemoekeir dan doedoek berkoempoei sama itoe orang moeda, hingga dalem berapa ban itoe ia selaloe tahan sebrapa bisa kainginannja ooeat doedoek berkoempoei sama Tjin Liang. Waktoenja mandi atawa ambil kaperioean kablakang ia poen selaloe djaga soepaja tida kesomploken pada Ijin Liang. Begiloe memang : da bangoennja perasa'an ,,soeka", siapa fang hatinja mendendam rasa soeka tentoe diamdiam me'rasa maloe boeat bitjara sama itoe orang jang disoeka, kerna dalem pengrasahannja banjak mata ada mengawasin perboeatannja. Tjin Liang jang mengira perobahann)a jang tjorobo, diam-diam djadi menjesel sama perboeatannja 'toe la bersedia boeat hatoerken ma'af, kaloe sadja itoe gadis soeka oandjoeken lagi moekanja. Pada hari saptoe sore, Tjin Liang poenja berapa temen sekola dateng samperin ia boeat diadjak pasiar kalepi laoct, tapi beda dari biasa^ja ia merasa soengkan boeat kaloear pada itoe sore, maka dangen aiesan badan koerang anak ia tolak adjakan berapa temennja. Lian Nio janj; mengira Tjin Liang toroet pergi pasiar lantas pergi kesamping kebon doedoek di bawahnja itoe poehoen kemoening, di mana p:ida berapa hari jang laloe ia perna liwaiken temponja dengen ditemenin oleh Tjin Liang. Tjin Liang jang selaloe pasang mata pada gerakannja itoe gadis dengen lantes dapet kaoe Lian Nio berdoedoek di itoe tempat. Berbed.-i sama biasanja ia djadi moendcer madjoe boeaî saiTip:rin itoe gadis. Tapi achirnja iapoenja rasakangen ternjata ada lebin oerkoeasa dan iapoenja perasa'an koeatir maka dengen tida merasa<noinclude></noinclude> cjjppreaguprxddz4g00icdaldr6342 311523 311491 2026-08-12T01:57:28Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 311523 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||— 12 —|}}</noinclude>{{hwe|ken|katemoeken}} Tjin Liang. Laginja sekarang ia merasa maloe boeat ketemoeken dan doedoek berkoempoel sama itoe orang moeda, hingga dalem berapa hari itoe ia selaloe tahan sebrapa bisa kainginannja boeat doedoek berkoempoel sama Tjin Liang. Waktoenja mandi atawa ambil kaperioean kablakang ia poen selaloe djaga soepaja tida kesomploken pada Tjin Liang. Begitoe memang ada bangoennja perasa'an „soeka“, siapa jang hatinja mendendem rasa soeka tentoe diam-diam merasa maloe boeat bitjara sama itoe orang jang disoeka, kerna dalem pengrasahannja banjak mata ada mengawasin perboeatannja. Tjin Liang jang mengira perobahannja jang tjorobo, diam-diam djadi menjesel sama perboeatannja itoe ia bersedia boeat hatoerken ma'af, kaloe sadja itoe gadis soeka oandjoeken lagi moekanja. Pada hari saptoe sore, Tjin Liang poenja berapa temen sekola dateng samperin ia boeat diadjak pasiar katepi laoet, tapi beda dari biasanja ia merasa soengkan boeat kaloear pada itoe sore, maka dengen alesan badan koerang anak ia tolak adjakan berapa temennja. Lian Nio jang mengira Tjin Liang toroet pergi pasiar lantas pergi kesamping kebon doedoek di bawahnja itoe poehoen kemoening, di mana pada berapa hari jang laloe ia perna liwatken temponja dengen ditemenin oleh Tjin Liang. Tjin Liang jang selaloe pasang mata pada gerakannja itoe gadis dengen lantes dapet kaoe Lian Nio berdoedoek di itoe tempat. Berbeda sama biasanja ia djadi moendoer madjoe boeat samp rin itoe gadis. Tapi achirnja iapoenja rasakangen ternjata ada lebih berkoeasa dari iapoenja perasa'an koeatir maka dengen tida merasa<noinclude></noinclude> sxjoqv2xzd7vo0j6409ass1bblfgnxt Dari Puncak Bukit Talang 0 112426 311492 2026-08-12T01:34:14Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Dari Puncak Bukit Talang | author = Soewardi Idris | translator = | section = | previous = | next = | year = 1960 | notes = }} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=1/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=2/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=3/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=4/> {{pb|label=...' 311492 wikitext text/x-wiki {{header | title = Dari Puncak Bukit Talang | author = Soewardi Idris | translator = | section = | previous = | next = | year = 1960 | notes = }} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=1/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=2/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=3/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=4/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=5/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=6/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=7/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=8/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=9/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=10/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=11/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=12/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=13/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=14/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=15/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=16/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=17/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=18/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=19/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=20/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=21/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=22/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=23/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=24/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=25/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=26/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=27/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=28/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=29/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=30/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=31/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=32/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=33/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=34/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=35/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=36/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=37/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=38/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=39/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=40/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=41/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=42/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=43/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=44/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=45/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=46/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=47/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=48/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=49/> {{pb|label=}} <pages index="Dari Puncak Bukit Talang.pdf" include=50/> h7cbqifs70hoksa7psd6kdyg5pgxlle Halaman:Korban Boedi.pdf/57 104 112427 311493 2026-08-12T01:34:28Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311493 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 55 —}}</noinclude>Tiang Lok sabaliknja dengen penoeh kagirangan se- ngadja siarken itoe perkara pada segala orang. {{rh||---}} Sorenja orang liat Tjin Liang doedoek terpekoer di depan medja toelisnja. Selang tjida lama kamoedian pintoe kamar tersoeroeng dan iboenja dateng menjam- peri. ,,Liang, akoe liat parasmoe ada begitoe goerem. moelai itoe iboe sembari doedoek di hadepannja sang poetra, tapi sebaliknja mendjawab iboenja poenja per- tanjahan Ijin Liang toendjoeki moekanja lebih tandes. ,,Dengen itoe matjem klakoean akoe koeatir itoe war- ta ada bener, kata sang iboe. ,,Siapa jang kasih kaoe taoe itoe kedjadian, iboe? menanja Tjin Liang dengen hati mentjelos, sabetoel- nja ia tida ingin bikin itoe iboe djadi djengkel dan maloe lantaran iapoenja oeroesan.bi ,,Tadi Tiang Lok dateng ka sini, kasih taoe kas toko tekort sereboe roebia tapi apa itoe kabar ada betoel? Oh, akoe harep sadja Tiang Lok memain." ,,Iboe, kaoe pertjaja anakmoe bisa lakoeken itoe matjem perboeatan? menanja Tjin Liang sembari awasin moeka iboenja dengen sorot mata gelap. ,,Sabetoelnja akoe tida bisa mempertjaja, tapi begi- mana tentang itoe warta, djoega begimana bisa moen- -toel itoe warta kaloe tida kedjadiannja? Iboe! treak Tjin Liang sembari berloetoet dan menangis tersedoe-sedoe. sli boe, kaoe djoega pertjaja akoe berdosa? Oh, Allah, pada siapa akoe bisa minta kaadilan ? Kaoe djadinja maoe poengkir jang kaoe tida lakoeken itoe perboewatan tjoerang ?" meneges sang iboe dengen paras moeka bengis. Sown dalo<noinclude></noinclude> 4czyu27sfqtqdvdi1op2q8bbuj96hde Halaman:Korban Boedi.pdf/56 104 112428 311494 2026-08-12T01:35:38Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311494 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 54 —}}</noinclude> koerang seriboe. Sakoetika itoe Tjin Liang poenja paras moeka djadi berobah poetjet. „Habis kemana iarinja itoe djoembiah, Liang? Akoe pikir tida bisa djadi kaloe kaoe kesalahan bajar, sebab djoemblahnja ada begitoe besar." „akoe djoega ada memikir begitoe, 'nkoe, tapi ach, kemanalah Iarinja itoe oeang?" „Ja, kemanatsh Iarinja?" memoetoes Eng Hoei dengen paras mcekanja jang lantas berobah djadi bengis, sebab ia taro doegahan djelek atas dirinja itoe keponakan. „Apatah kaoe tida main gila, Tjin Liang ?" Akoe maen gila,'nkoe? ach, demi kahormatankoe, akoe tida merasa lakoeken itoe katjoerangan !" ,,Habis, kemanatah Iarinja itoe oeang, kaloe boekannja jang pegang maen gila? Akoe menjesel, Tjin Liang, sebaliknja mempenoehken akoe poenja kapertjajahan jang besar kaoe soeda maen gila " ,,'Nkoe, akoe bersalah dan alpa dalem koeadjiban itoelah betoel, tapi katerlaloean sekali kaloe orang anggep akoe maen gila." ,,Kaoe boleh bilang begitoe, Tjin Liang, kaloe oeang tida tekort, tapi sekarang keadahan perkara m engoendjoek laen. Akoe tida bisa anggep laen, kaloe kaoe tida bisa tjari katerangan jang memboektiken kaoe tida berdosa." Sahabisnja berkata begitoe dengen paras moeka mengandoeng kamoerkahan Eng Hoei tinggalken itoe orang moeda doedoek dalem kabingoengan dan kadjengkelan. Berbeda dengen laen-laen temen kerdjanja Tjin Liang jang tida beroentoeng, sebab marika semoea tida mempertjaja Tjin Liang bisa lakoeken itoe katjoerangan<noinclude></noinclude> sd81wxsvrskqwzmqtpxim1d3q6nis1j Halaman:Korban Boedi.pdf/55 104 112429 311495 2026-08-12T01:36:21Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311495 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 53 —}}</noinclude>biasanja tida moentjoel di toko sadjek pengoeroesan peroesahannja diserahken pada Tjiii Liang, katjoeali kaioe hcbis boelan boeat control semoea oeroesan, teritoeng djoega kas. Pada itoe hari adaiah hari jang soeda tentoeken boeat ia bikin penilikan. Sedari pagi ia iboek bikin papriksahan ini dan itoe, tapi ia poenja paras moeka menoendjoek roepa goembira, sebab dapetken semoea ada beres. Kamoedian sampe gilirannja ia memriksa kas, Tjin Liang jang repot sama laen kerdjahan tida toeroet mamriksa. Satoe waktoe Tjin Liang dipanggil dan ditanjaken kenapa oeang kas tida tjotjok sama peritoengan boekoenja. Tjin Liang djadi kemekmek, sebab dalem itoe boelan lantaran kerdjahan ada sanget repot ia tida sempet boeat bikin papriksahan. „'Nkoe, apa kaoe soeda preksa dengen betoel ? Akoe menjesel, lantaran ini boelan kerdjahan ada loear biasa banjaknja bikin akoe belon sempet control kas." Eng Hoei jang anggep itoe perkatahan ada bener anggap ia tida mengitoeng dengen betoel, lantas moelai lagi sama peritoengannja dari permoelahan dengen tjara sanget hati-hati. Tapi dasarnja kas koerang, biar direken berpoeloeh kali achirnja mengoendjoek djoega itoe kakoerangan. „Tida bisa salah lagi, Liang, memang betoel kas tekort sariboe roepia; apa tida boleh djadi kaoe ke­ salahan masoeken boekoe? Mari tjoba kaoe akoerken lagi jang taliti. Maski merasa tida berdosa Tjin Liang merasa kaget djoega denger djoemblahnja itoe katekoran ada begitoe besar, maka dengen hati-hati ia priksa satoe persatoe kaloear masoeknja oeang, tapi ternjata semoeanja ada tjotjok, tjoema oeang contant jang memang<noinclude></noinclude> jb6o1in6v07xsizks314alieznpjjp8 Halaman:Korban Boedi.pdf/54 104 112430 311496 2026-08-12T01:37:42Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311496 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 52 —}}</noinclude>Soejati kaliatan manda, tapi salekasnja ia dapatken pikirannja jang sedar ia brontak dan lari poelang. {{rh||VIII O, PENOIDOEPAN ! - O—}} Soeatoe pagi Tiang Lok kaliatan doedoek terpekoer di depan medja toelisnja. Ia sedeng merasa djengkel sebab itoe daja jang soeda diatoer boeat singkirin djiwanja Tjin Liang ternjata tida berhasil, sebab mendadak sontak Tjin Liang djadi tida soeka kaioear malem Merasa gemes ia sekarang sedeng asik atoer laen daja jang lebih kedji. Tiang Lok jang berhati djoedes tida merasa poeas tjoema dapet rampas Lian Nio jang eilok, ia rasaken kaloe sabegitoe lama Tjin Liang masih berada daiem itoe kalangan familie, kadoedoekannja masih belon tetep betoel. Sebab saban sa'at ia poenja katjintahan paisoe bisa ioentoer sepoehannja, dan kapan soeda terdjadi begitoe Tjin Liang aken berarti besar bagi Lian Nio, maka sebrapa bisa ia ingin djaoeken dirinja itoe orang moeda, tapi dengen djalan mengadoe adoe ia merasa tida oengkoelan sebab Eng Hoei poenja kapertjajahan atas dirinja Tjin Liang ada sangat besar dan tegoe. Tjin Liang jang djoedjoer tinggal tida mengatahoei isi peroetnja itoe temen jang bisa bangoenken orang poenja boeloe badan. Ketambahan sebab Tjin Liang sekarang tida maoe perhatiken apa-apa, sebab ia poenja hati soeda pata. Berapa hari kombali soeda berlaloe dengen tida kedjadian apa-apa jang penting dalem hoeboengannja ini tjerita, Sampe pada soeatoe hari. Eng Hoei jang<noinclude></noinclude> 0lobtodg5iyzoium4lqvcf0sb5x1izz Halaman:Korban Boedi.pdf/53 104 112431 311497 2026-08-12T01:38:31Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311497 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 51 —}}</noinclude>„ 'Ba Tjin Liang, kace moesti lekas poelang dan boeat berapa malem lamanja paling baek kaoe djangan kaloear roemah, sebab ada orang-orang jang maoein dirimoe. Akoe sendiri ampir tida pertjaja, kaloe tida koepingkoe denger sendiri, orang jang begiloe baek seperti kaoe bisa mempoenjai moesoemoesoe jang tersemboeni." „Kaoe dapet denger itce wsrta dari mana, 'jati? Siapalah itoe orang-orang jang maoein dirikoe ?" menarja iloe anak moeda dengen heran. „Akoe pikir lebih baek kaoe tida dapet taoe siapa adanja itoe orang pengetjoet dan berhati binatang, paling perloe kaoe bisa djaga diri. Itoe resia boesoek akoe dapet tjoeri denger dengen tida disengadja, sebab koetika akoe sedeng enak doedoek didalem kamarkoe mendadak akoe dapet denger itoe persakoetoean jang sedeng diatoer, akoe lantas kemari boeat kasih kaoe kabar. Paling baik kaoe lekas poelang, ba, djoega boeat kebaekan dirimoe, akoe harep kaoe soeka dengerin nasehatkoe djangan sering kaloear maiem." „Kaoe tida memaen, 'jati ?" „Astaga 'ba Tjin Liang, apa akoe gila moesti memaen dengen ini tjara ?" „Baeklah, 'jati, akoe bisa pe rtjaja kaoe poenja katerangan dan lebih djaoe akoe poenja Irima kasi boeat kaoe poenja kebaekan." „Itoe perkara gampang, 'ba, tapi kaoe moesti berdjandji padakoe, jang kaoe nanti perhatiken nase­ hatkoe boeat tida kaloear malem ?" Meneges Soejati dengen roepa ketakoetan hingga bikin Tjin Liang merasa terharoe sama kebaekannja itoe gadis. Menginget itoe, dengen tida bersoeara Tjin Liang pelok dan tjioem Soejati dengen tjepet, boeat samentara<noinclude></noinclude> o4v3bj6fhunbyhb103wi9cmcs3bbu26 Halaman:Korban Boedi.pdf/52 104 112432 311498 2026-08-12T01:39:41Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311498 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 50 —}}</noinclude> Itoelah djam toedjoe sore koetika Soejati sedeng doedoek di dalem kamarnja, ia berdoedoek begitoe anteng saolah-olah soekmanja soeda meninggalken dirinja, hingga kaloe itoe dada tida saban-saban ber- gerak lantaran djalanja napas, orang aken mendoega ia ada satoe patoeng jang tida bernjawa. Satoe waktoe ia poenja pendengeran ada ketarik sama soeara bisik-bisik jang mendatengin dari djoe- roesan pertengahan roemah Rasa kepingin taoe lantas mengandjoeri ia boeat mengintip. Soejati liat di pertengahan roemah ada berdoedoek Tiang Lok berhadepan pada satoe orang Boemipoetra jang kaliatan mempoenjai paras bengis. Tapi Soejati tida sempet memperhatiken lebih djaoe, sebab tiba- tiba ia dapet denger satoe persakoetoean boesoek jang sedeng diatoer boeat menjilakaken dirinja Tjin Liang itoe orang jang tertjinta dalem batinnja. Sa kean lamanja ia berdiri kesima sampe koetika itoe tetamoe soeda berlakoe dengen dilkoet oleh Tiang Lok, jang roepanja tjoema maoe goenaken itoe pondok boeat atoer persakoetoeannja, hingga zonder berpamitan lagi ngelojor pergi. Soejati lantas lari kaloear menoe- djoe ka Patjinan boeat kasih taoe pada Tjin Liang. Sepandjang djalan Soejati teroes berlari-lari hingga napasnja djadi empas-empis. Soejati tida kapergok sama Tiang Lok dan kontjonja, sebab ia ambil laen djalanan jang meneroes ka Patjinan. Di soeatoe ti- koengan Soejati kena toebroek pada satoe orang jang berdjalan dengen toendoek. ,,Siapa? menegor itoe orang jang kena ditoe- broek dengen soeara rendongkol. Sebaliknja menga- sih djawabannja Soejati jang kenal soearanja itoe orang lantas sadja pegang tangannja dan seret menghampiri satoe tempat jang sedikit gelap.<noinclude></noinclude> 5msyl1a2pbuplsenca7g9paojzz1kkr Halaman:Korban Boedi.pdf/51 104 112433 311499 2026-08-12T01:41:00Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311499 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 49 —}}</noinclude>sekali masa kita tida bertemoe boeat berapa hari sadja perobahan datengnja begitoe tjepet ?, Kaoe sekarang kaliatannja banjak lebih gemoek, djoega kaoe poenja paras djadi beitambah lebih eilok," Tjin Liang lantas brentiken pembitjarahannja, sebab ia dapet liat paras moekanja Soejati berobah semingkin merah dan achirnja berohah djadi poetjet. „Soejati, Soejati, ach, kaoe kenapa? Kaoe bikin akoe djadi bingoeng dan heran!" „Akoe , akoe tida kenapa iiapa 'ba, djawab Soejati dengen serat. Kaoe bitjara tida sadjoedjoernja Soejati, kaoe kelia­ tan katakoetan dan bergoemeteran, akoe taoe kaoe tentoe simpen apa-apa jang meiigharoeken hatimoe." „Kaoe ada satoe malaikat, 'ba. Kaoe bisa tebak pikiran jang tjoba disemboeniken. Tapi harep kaoe tida mendesek teroes, menjesel akoe tida bisa kasih taoe itoe hal," kata itoe prempoean moeda dengen soeara sember dan achirnja menangis. „Ma'afken akoe,' jati. memang tida pantes akoe tjoba tjari taoe laen orang poenja oeroesan, ma'afken sadja, dan marilah kita bitjaraken laen oeroesan sadja." „Akoe permisi berlaloe,' ba, sebab akoe rasaken badan tida enak," meminta Soejati dan kamoedian dengen tindakan tida tetep ia berdjalan poelang. Tjin Liang awasin orang poenja tindakan dengen melongo, la tida mengarti apa jang bikin Soejati djadi begitoe berobah dan ketakoetan. Tapi sebagi saorang jang terpladjar dan sopan, ia tida ingin tjari taoe oeroesan jang orang sengadja tida maoe kasih ia taoe.<noinclude></noinclude> i37209s5h81t0h6bq44klxjrm3qwbze Halaman:Korban Boedi.pdf/4 104 112434 311500 2026-08-12T01:41:33Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{hwe|soenan|soesoenan}} tangannja. Selang tida lama kamoedian dari sabelah dalem mendatengin njonja Bing Liong, iboenja itoe orang moeda, dengen tindaken sanget pelahan. ,,Helaas, Tjin Liang, apa sadja jang kaoe doekahin hingga kaliatannja tida ada habisnja? „Menegor itoe iboe dengen soeara pelahan sambil pegang poendaknja itoe anak. Dengen kaget Tjin Liang angkat moekanja mengawasin pada iboenja, tapi sasaat kamoedian ia lantas bertoendoek k... 311500 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" />{{rh||― 2 ―}}</noinclude>{{hwe|soenan|soesoenan}} tangannja. Selang tida lama kamoedian dari sabelah dalem mendatengin njonja Bing Liong, iboenja itoe orang moeda, dengen tindaken sanget pelahan. ,,Helaas, Tjin Liang, apa sadja jang kaoe doekahin hingga kaliatannja tida ada habisnja? „Menegor itoe iboe dengen soeara pelahan sambil pegang poendaknja itoe anak. Dengen kaget Tjin Liang angkat moekanja mengawasin pada iboenja, tapi sasaat kamoedian ia lantas bertoendoek kombali. ,,Tjin Liang, kaoe roepanja telah diwarisin darah dan tabeat ajahmoe jang lemah; Natuur sabetoelnja tida adil, apa jang tida baik selaloe didjadiken warisan pada anak tjoetjoenja, tapi kekaja'an selaloe tida maoe ditoeroenken dengen beroentoen-roentoen," kata itoe njonja dengen soeara getir dan kamoedian ia berdiam. bebrapa sa'at lamanja. Itoe sifat lemah sabetoelnja kaoe haroes boeang, anak. Kaoe moesti inget dirimoe ada satoe laki-laki, satoe candidaat pemimpin roemah tangga." ,,Helaas, iboe, akoe djoega ingin mempoenjai kakerasan hati, tapi bagimana akoe bisa membanta kaloe sang hati selaloe menoentoen begitoe?" Sang iboe kaliatan berdiam, ia merasa bahoea sang poetra poenja pembelahan ada masoek di akal. Tapi, Liang, akoe kepingin taoe apa sebabnja jang membikin kaoe senantiasa mengandoeng pengrasahan jang berdoeka sadja ?" Tjin Liang djadi kemekmek sebab ia tida kira bakal dapet itoe matjem pertanjahan, achirnja dengen bingoeng ia berkata: ,,Iboe, begimana romannja hati orang prempoean?" ,,Kaoe sedeng maen petak sama Hiang Kama ?"<noinclude></noinclude> pqc9hub4boad8kp0mzk0b8oumc8321c 311502 311500 2026-08-12T01:44:21Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311502 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||― 2 ―}}</noinclude>{{hwe|soenan|soesoenan}} tangannja. Selang tida lama kamoedian dari sabelah dalem mendatengin njonja Bing Liong, iboenja itoe orang moeda, dengen tindaken sanget pelahan. „Helaas, Tjin Liang, apa sadja jang kaoe doekahin hingga kaliatannja tida ada habisnja? „Menegor itoe iboe dengen soeara pelahan sambil pegang poendaknja itoe anak. Dengen kaget Tjin Liang angkat moekanja mengawasin pada iboenja, tapi sasaat kamoedian ia lantas bertoendoek kombali. „Tjin Liang, kaoe roepanja telah diwarisin darah dan tabeat ajahmoe jang lemah ; Natuur sabetoelnja tida adil, apa jang tida baik selaloe didjadiken warisan pada anak tjoetjoenja, tapi kekaja'an selaloe tida maoe ditoeroenken dengen beroentoen-roentoen,” kata itoe njonja dengen soeara getir dan kamoedian ia berdiam bebrapa sa'at lamanja. „Itoe sifat lemah sabetoelnja kaoe haroes boeang, anak. Kaoe moesti inget dirimoe ada satoe laki-laki, satoe candidaat pemimpin roemah tangga.” „Helaas, iboe, akoe djoega ingin mempoenjai kakerasan hati, tapi bagimana akoe bisa membanta kaloe sang hati selaloe menoentoen begitoe?” Sang iboe kaliatan berdiam, ia merasa bahoea sang poetra poenja pembelahan ada masoek di akal. „Tapi, Liang, akoe kepingin taoe apa sebabnja jang membikin kaoe senantiasa mengandoeng pengrasahan jang berdoeka sadja ?” Tjin Liang djadi kemekmek sebab ia tida kira bakal dapet itoe matjem pertanjahan, achirnja dengen bingoeng ia berkata: „Iboe, begimana romannja hati orang prempoean?” „Kaoe sedeng maen petak sama Hiang Kama ?”<noinclude></noinclude> 9e0g5dnirnu7fng1x88wts09mfu0wxi Halaman:Korban Boedi.pdf/50 104 112435 311501 2026-08-12T01:43:27Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311501 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 48 —}}</noinclude>hatinja nanti bisa merasa poeas maski tida dikawin dengan sah atawa tida dioeroeki sama barang jDerrnata, asa! sadja jang ambil itoe kedoedoekan ada Tjin Liang jang ia tjintaken. {{rh||***}} Berapa boelan soeda berlaloe dengen tjepet, piahanplahan Soejati djadi biasa sama itoe matjem penghidoepan. la poenja pengiiidoepan jang sekarang ada banjak berobah, sebab kaloe ia maoe apa sadja Liang Lok selaloe toeroetin boeat menjenangken hatinja itoe nona manis. Soejati poenja siksahan jang paling berat, adalah sekarang ia merasa tida ada moeka boeat ketemoein Tjing Uang, hingga kapan ia liat Tjin Tiang sedeng berdoedoek di kebonan tentoe ia tida brani dateng menjamperi atawa poen oendjoek roepanja pada itoe pamoeda. Tapi Tjin Liang jang hatinja selaloe berdoeka tida perhatiken itoe. Pada soeatoe koetika Soejati sedeng doedoek mengangin di bawahnja poehoen sawo tiba-tiba Tjin Liang moentjoel di hadepannja hingga ia tida poenja kesepetan boeat menjingkir. „'Jati, berapa hari ini kaoe selaloe tida kaliatan kaoe kemana sadja sih?" „Akoe tida kemana-mana," djawab itoe prampoean moeda sembari toendoek, hingga Tjin Liang jang dapet liat itoe sinar mata jang merasa maloe mendjadi heran. „Kaoe kaliatan banjak beroba, 'jati, kaoe kaliatan maloe bitjara sama akoe, apatah sebabnja? Djoega kaoe poenja toeboe baiiatan membawa banjak perobahan," meneroesken Tjin Liang sembari memperhatiken pada itoe gadis hingga bikin Soejati semingkin tan des toendoekin moekanja. „Soenggoe 'jati, itoelah aneh<noinclude></noinclude> g3f5lozklx1h1koy2spp4spxciumh57 Halaman:Korban Boedi.pdf/49 104 112436 311503 2026-08-12T01:44:56Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311503 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 47 —}}</noinclude>Mbok Mijah rasaken dadanja maoe meladak itoe perkata'an pedes, tapi sebrapa bisa ia tahan sabar, sebab ia mengarti kaloe Soejati djadi kenapa napa ia jang bakal kailangan soember oeang. "Kenapa akoe moesti bikin perbedahan, jati, mas- ki kaoe ada anak jang terlahir dari kandoengankoe tentoe akoe aken andjoeri boeat sampeken itoe ka- beroentoengan jang diangsoeken. Sabarken sadja, 'jati, kaloe kaoe sɔeda sedikit biasa kaoe nanti mera- sa beroentoeng dan tida bakal koetoeki akoe lagi, ,,sahabisnja berkata begitoe 'mbok Mijah lantas ber- djalan kaloear, tinggalken Soejati jang masih doedoek menangis.alnega ganidan yant nis Soejati merasa djengkel sekali sama ketemahannja itoe iboe tiri, hingga menjebabken teroesaknja ia poenja kahormatan. la poenja rasa penasaran dan sakit hati djadi bertamba besar, kapan inget jang dengen terdjadinja itoe kakedjeman boekan sadja meroesaki nasib penghidoepannja, poen ia poenja impian boeat bisa hidoep sebagi istrinja Tjin Liang toeroet loedes. Semingkin dipikir ia poenja rasa mendongkol djadi semingkin heibat, tapi ia tida ada kebranian boeat ambil pembalesan sakit hati. Sadjek kahormatan dirinja teroesak sering ia timboel niatan boeat boenoe diri sadja tapi hatinja jang lemah selaloe djadi rin- tangan boeat ia bisa sampeken itoe niatan nekat. Achir-achir Soejati bisa djoega sedikit terhiboer, sebab Tiang Lok jang sedeng sajang-sajangnja selaloe berlakoe manis dan oeroek ia dengen banjak pakean dan periasan mas inten. Apa boleh boeat, ia maoe toentoet djoega itoe matjem penghidoepan jang sabetoelnja ada sanget berlawanan sama hatinja. Tjoema itoe tjinta pertama jang telah dikorbanken oleh Tjin Liang, saban-saban soeka bikin ia menjesel. la taoe<noinclude></noinclude> s1fg9bo96puhv913awjzign6fp7a5am Halaman:Korban Boedi.pdf/48 104 112437 311504 2026-08-12T01:45:50Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311504 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 46 —}}</noinclude>Sesampenja di roemah Soejati lantas sadja kerem dirinja di kamar tidoer, sebab ia soengkan kapergok lagi sama itoe lelaki tjeriwis. Hingga bikin Tiang Lok jang sedeng tersensem merasa djengkel boeat menoenggoein, kerna maski lama sekali ia intip-intip, toch itoe gadis tida oendjoekin lagi moekanja jang manis, dan jang bisa sekali mengiroet hatinja. {{rh||VII. SETAN ALAS. —o—}} Berapa minggoe soeda berlaloe dengen tjepet. Satoe malem Soejati kaliatan lagi menangis sedi, di sampingnja ada berdoedoek Mijah itoe iboe tiri sembari menghiboeri. „Soeda, jati, boeat apa kaoe menangis sadja, terlandjoer ibarat nasi soeda djadi boeboer paling perloe kaoe moesti bisa berlakoe tjerdik soepaja bisa lakoeken itoe kerdjahan dengen sampoerna, akoe tanggoeng kaoe bisa djadi istrinja jang sah sebab memang 'ba Tiang Lok belon beristri. Dengen soeami sematjem ia, kaoe toch boleh merasa bangga kerna ia berparas tjakep, lain dari itoe ia ada mempoenjai banjak oeang." „Mbok, kaoe maoe anggep akoe sebagi soendel ? berlaga menjinta lantaran banjak doeitnja ? menanja. Soejati dengen sengit sembari soesoet aer matanja. „Habis, kaoe maoe begimana ? Prempoean jang dihargaken „prawannja," dan kaoe soeda tertjemar.... Ja, itoe tersebab dari tjintamoe jang besar ! Kaloe begitoe, sabetoelnja tida terlaloe salah orang soeka koetoeki kakedjemannja satoe iboe tiri. Djoega apa kaoe nanti berlakoe begini djoega kaloe akoe ada anak jang terlahir dari kandoenganmoe ?"<noinclude></noinclude> 8zeccvvlxzvam4w9szyh5qd5nniqpx2 Halaman:Korban Boedi.pdf/47 104 112438 311505 2026-08-12T01:46:44Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311505 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 45 —}}</noinclude>doek diam, sepata poen tida ada jang mengeloearken perkataan. Sekarang soeda siang, 'jati akoe maoe ke sana sebab dikoeatir nanti marika mentjari kemari." Soejati tida bisa menjega maski sabetoclnja sang hati ingin feroes berkoempcel sama itoe orang moeda jang sympathiek. Begitoelah ia tjoema bisa awasin Tjin Liang berdjalan pergi dengen mata tida berkesip. ,,Orang jang bakal djadi istrinja itoelah ada satoe mengeloeh prempoean jang paling beroentoeng," Soejati dengen penoeh kadoekahan. la ampir tida brani mengharep boeat djadi istrinja Tjin Liang, ia sampe kenal pada kadoedoekan dirinja. Helaas, begitoe tjepet tjinta bikin satoe hati jang masi idjo djadi mateng. Soejati djadi begitoe gampang roeboe lantaran ketarik sama prilakoenja Tjin Liang jang lemah-lemboet dan soeka berdoeka. Dari peng- rasa'an menaro indah dan sympathie, Soejati naek satoe tingkat djadi menjinta, menjinta dengen seante- ronja badan dan njawa. Ampir satoe djam Soejati baroe inget poelang, tapi soenggoe sial dalem perdjalanannja poelang ia ada berpapasan pada Tiang Lok jang asik pasiar sama Lian Nio. Tiang Lok jang bermata krandjang dengen tjepet merasa ketarik sama kaeilokannja itoe gadis dessa, hingga ia teroes memandang dengen tida bisa poeas. Soejati jang sekarang soeda bisa bedaken artinja satoe sorot mata djadi sanget maloe koetika taoe dirinja ada diawasin begitoe roepa, maka ia lantas pandjangken langkanja soepaja bisa lekas terpisa dari itoe orang tjeriwis. Lian Nio jang sedeng ketarik sama soeatoe pemandangan tinggal tida mengetahoei klakoean kekasihnja.<noinclude></noinclude> rw0c8kgwogr6twsocbwn0bxbqc806eb Halaman:Korban Boedi.pdf/46 104 112439 311506 2026-08-12T01:47:54Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311506 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 44 —}}</noinclude>„Ach, boeat apa kaoe sengadja poesingken hati, 'jati, paling baik kaoe toentoet sadja penghidoepaiimoe sendiri setjara tentrem dan goembira". „Mana akoe bisa bersenang kaloe selaloe liaï kaoe berparas soerem? „Itoe paras soerem boeat sabentaran sadja, 'jali, saiel<asnja ia aken berlaloe, kerna itoe tida diierbitken dari rasa berdoeka". „Tapi kenapa baroesan kaoe menangis?" „Menangis toch ada banjak djalannja, kaoe djangan anggep orang menangis tentoe disebabken kadoekahan sadja. Kagirangan jang besar atawa rasa terharoe poen bisa mengoendang aer mata toeroen mengalir. Akoe bilang teroes terang,'jati, baroesan akoe poenja toempahken aer mata sebab terkenang pada marhoem ajah'koe". Sekarang Soejati jang gantiin Tjin Liang menangis, hingga itoe anak moeda djadi merasa heran. „Kaoe kenapa, 'jati'" „Akoe djoega djadi terkenang sama iboe dan ajah'koe jang telah marhoem. o, kita poenja peroentoengan kaliatannja sama djeleknja,'ba." Lama sekali Tjin Liang menghiboerin, tapi Soejati masih teroes linangken aer matanja, ia baroe maoe brenti menangis koetika Tjin Liang berkarta begini: „'Jati, tadi kaoe bilang bisa djadi berdoeka kaloe liat paras soerem, tapi kenapa sekarang kaoe sendiri maoe ambil itoe toeladan ? Kaoe ingin akoe djoega djadi bersedi?!" „O, tidal'ba, akoe tida nanti bikin kaoe bersedi, akoe lebih soeka trima itoe kasedian sendirian dari pada moesti rembet-rembet kaoe," sembari berkata begitoe Soejati lantas soesoei aer matanja hingga djadi kering. Tapi sekarang itoe doea orang moeda doe-<noinclude></noinclude> mvvw1e9rp1xxjrgoc4qn2dblx55a3ca Halaman:Korban Boedi.pdf/45 104 112440 311507 2026-08-12T01:49:12Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311507 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 43 —}}</noinclude>Pada itoe waktoe dengen sänget tida terdoega Soejati moentjoel di hadepannja dengen paras moeka bersenjoem senjoem, tapi begitoe lekas ia dapet liat djatonja itoe aer mata dari kadoea pipinja itoe anak moeda, moekanja jang berseri-seri djadi berobah goerem. „Eh, kaoe doedoek menangis sendirian, tapi apatah jang kaoe tangisin ?" menanja ia. „Akoe lagi sedihin nasib diri jang tida beroentoeng, 'jati." „Kaoe tida beroentoeng? Ach itoe tida boleh djadi ! apanja jang kaoe merasa kakoerangan, oeang ada, familie tjoekoep banjak dan maoe mengopen." „Kaoe poenja doegahan kliroe djaoe sekali 'jati." „Kaloe begitoe apa barangkali kaoe baroe dipaksa menika? tanja Soejati dengen mendadak hingga bikin Tjin Liang djadi melongo, dan Soejati lantas meneroesken dengen paras berseri : „Nah, liat, 'ba, Soejati sekarang ada sedikit tjerdik, hingga bisa menebak hatimoe " „Nanti doeloe, 'jati, menjega Tjin Liang sembari tarik tangannja itoe gadis hingga kepaksa ia berdoedoek di sampingja Tjin Liang; „Kaoe poenja tjara menebak ada sakenanja sadja." „Soejati tida maloe, 'ba, kaloe tebakannja koerang djitoe, kata lagi itoe gadis dengan soeara lemboet sembari kepel tangannja Tjin Liang dengen keras hingga bikin Tjing Liang djadi kaget. Diam-diam ia mendoesin Soejati sekarang ada laen dari Soejati be­ rapa hari jang baroe berselang, pada waktoe mana segala-galanja masih bersifat anak-anak." Akoe tida maloe, 'ba, sebab sebagi satoe anak desa, mana bisa menebak hatimoe. Tapi kaoe moesti kasih akoe taoe, akoe kepingin bisa berboeat apa-apa goena kebaekanmoe".<noinclude></noinclude> shilfovvtpx3szy9oz8x6zpomued0j1 Halaman:Korban Boedi.pdf/44 104 112441 311508 2026-08-12T01:49:47Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311508 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 42 —}}</noinclude>moendar-mandir, sebab pada itoe hari djoestroe ada hari raja Tjengbeng hingga banjak sekali orang jang perloe sama kandaran boeat pergi koendjoengin tempat koeboeran; tapi djoega tida sedikit djoemblahnja jang lebih soeka djalan kaki, sebab selaennja bisa lemesken oerat kaki, poen bisa endoes hawa pagi jang njaman. Satoe rombongan familie kaliatan asik berdjalan menoedjoe ka Kraton marika semoea pada berdjalan dengen diam, sebab marika anggep lebih baek tida ganggoe kasoenjiannja itoe tanah koeboeran jang masih dalem tidoer njenjek. Selang tida lama kamoedian marika soeda sampe di itoe tempat jang ditoedjoe, sedang 'mbok Mijah soeda doedoek menoenggoe. Dan itoe rombongan jang boekan laen ada Eng Hoei bersetoeroe familienja lantas moelai atoer barang sembajangan boeat lakoeken oepatjara sembajang sabegimana biasanja. Sehabisnja seleseken koeadjibannja bersembajang, itoe rombongan familie kaliata pada berpentjaran, ada jang berdoe- doekan, ada djoega jang pergi liat-liat keadahannja itoe kebonan. Dengen bergandengan Lian Nio pergi djalan- djalan sama Tiang Lok. Tjin Liang jang merasa me- ngiri sama kaberoentoengannja itoe sepasang merpati kaliatan berdjalan ka soeatoe djoeroesan dengen kepala ditoendoeken, sesampenja di bawah satoe poehoen djati Tjin Liang lantas berdoedoek bengong. la poenja tabeat jang pendiam dan soeka ngelamoen pada itoe sa'at lantas sadja djadi melajang djaoe sekali, segala apa jang soeda laloe djadi teringet lagi dan segala apa jang belon kedjadian ia tjoba bikin doegah-doegahan. Kamoediam koetika kasedihannja mengoeroek dan bersoesoen tindih, aer matanja lantas djato mengetel dengen tida merasa lagi. (tjilaka 13.... Corr.)<noinclude></noinclude> jyxa75k5pumzzqxvp0heh6wx6tyzngl Halaman:Korban Boedi.pdf/5 104 112442 311509 2026-08-12T01:50:19Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '— 3— „Akoe tida taoe pasti bagimana adanja perasa'ankoe pada ini waktoe, iboe; akoe maoe bilang waras tapi akoe koeatir tida terlaloe benar ; sedeng kaloe akoe kira soeda djadi gila, tapi pikirankoe masih sedikit te­ rang boeat bisa menginget dengen baik. Jang akoe inget terang, adalah akoe sedeng merasa penasaran sama romannja hati orang prempoean Kenapa iboe, hati orang prempoean ada begitoe lemah, gampang berobah, gampang meloepaken apa jang... 311509 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>— 3— „Akoe tida taoe pasti bagimana adanja perasa'ankoe pada ini waktoe, iboe; akoe maoe bilang waras tapi akoe koeatir tida terlaloe benar ; sedeng kaloe akoe kira soeda djadi gila, tapi pikirankoe masih sedikit te­ rang boeat bisa menginget dengen baik. Jang akoe inget terang, adalah akoe sedeng merasa penasaran sama romannja hati orang prempoean Kenapa iboe, hati orang prempoean ada begitoe lemah, gampang berobah, gampang meloepaken apa jang soeda dibosen. Akoe menanja pada kaoe, iboe, sebab kaoe ada ang- ^ gotanja bangsa prampoean, hingga apa jang iaorang » rasaken kaoe poen tentoe merasaken." „Kaoe kepingin taoe romannja hati orang prem- ^ poean ? Tapi, ach, iboemoe ada terlaloe tjoepet boeat bisa beroending dengen sampoerna, tapi boeat memceasken penasaranmoe, akoe nanti tjoba menoetoer; tapi kaoe boleh pikir lagi dan tjoba akoerken pada anggepannja orang jang lebih mengarti. Begini, anak : menoeroet pemandangan'koe, sabetoelnja antara hati orang-orang lelaki dan hati prem­ poean tida ada perbedahan jang terlaloe djaoe. Perbedahan jang njata adalah hati lelaki sifatnja lebih keras dan berangasan, sedeng hati prempoean ada lemboet dan lemah, sedikit sebab jang boeat orang lelaki tida dirasaken tapi bagi orang prempoean bisa mengganggoe hatinja, Dari itoe anak kaloe kaoe beroeroesan sama prempoean kaoe moesti hati-hati, teroetama sifat keras dan berangasan kaoe tida boleh oendjoeken. Pepata poen soeda oepameken hati prempoean seperti roempoet alang-alang. Itoe matjem roempoet tida aken bertoendoek pada amoekannja angin poejoe, maski djoega itoe angin bisa roesaken tangkenja, tapi ia nanti reba dengen lemas sama tioepannja angin jang aloes. Begitoe djoega ada djadi sifatnja hati prem-<noinclude></noinclude> e9hy25m1gdt9jx4g8navn52tqczy5gg 311517 311509 2026-08-12T01:54:06Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311517 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||―3}}</noinclude>„Akoe tida taoe pasti bagimana adanja perasa'ankoe pada ini waktoe, iboe ; akoe maoe bilang waras tapi akoe koeatir tida terlaloe benar ; sedeng kaloe akoe kira soeda djadi gila, tapi pikirankoe masih sedikit terang boeat bisa menginget dengen baik. Jang akoe inget terang, adalah akoe sedeng merasa penasaran sama romannja hati orang prempoean Kenapa iboe, hati orang prempoean ada begitoe lemah, gampang berobah, gampang meloepaken apa jang soeda dibosen. Akoe menanja pada kaoe, iboe, sebab kaoe ada anggotanja bangsa prampoean, hingga apa jang iaorang rasaken kaoe poen tentoe merasaken.“ „Kaoe kepingin taoe romannja hati orang prempoean? Tapi, ach, iboemoe ada terlaloe tjoepet boeat bisa beroending dengen sampoerna, tapi boeat memoeasken penasaranmoe, akoe nanti tjoba menoetoer; tapi kaoe boleh pikir lagi dan tjoba akoerken pada anggepannja orang jang lebih mengarti. Begini, anak menoeroet pemandangan'koe, sabetoelnja antara hati orang-orang lelaki dan hati prempoean tida ada perbedahan jang terlaloe djaoe. Perbedahan jang njata adalah hati lelaki sifatnja lebih keras dan berangasan, sedeng hati prempoean ada lemboet dan lemah, sedikit sebab jang boeat orang lelaki tida dirasaken tapi bagi orang prempoean bisa mengganggoe hatinja, Dari itoe anak kaloe kaoe beroeroesan sama prempoean kaoe moesti hati-hati, teroetama sifat keras dan berangasan kaoe tida boleh oendjoeken. Pepata poen soeda oepameken hati prempoean seperti roempoet alang-alang. Itoe matjem roempoet tida aken bertoendoek pada amoekannja angin poejoe, maski djoega itoe angin bisa roesaken tangkenja, tapi ia nanti reba dengen lemas sama tioepannja angin jang aloes. Begitoe djoega ada djadi sifatnja hati {{hws|prem|prempoean}}<noinclude></noinclude> ki61pok57oc0es2i09hkyddwnjrx8ch Halaman:Korban Boedi.pdf/43 104 112443 311510 2026-08-12T01:50:50Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311510 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 41 —}}</noinclude>Bok Mijah jang liat Soejati doedoek termenang- menoeng, sedeng biasanja ada bergembira djadi merasa heran. "Jati, kaoe kenapa? Kaoe beda dari biasanja; apa jang kaoe sedeng iboekin?" " Akoe ada satoe permintahan, iboe," moelai itoe gadis. ,,Kaoe minta apa, anak?" Akoe minta kaoe djangan nikahken akoe ja, 'mbok?" "Kenapa jati? Orang hidoep toch moesti menika. Tapi akoe minta dikatjoealiken 'mbok, sebab akoe takoet boeat menika, kata lagi itoe gadis jang masi poeles. "Siapa jang adjarin kaoe boeat mogok menika ?" ,,Tida ada jang adjarin, tapi akoe liat kang Wajem tida beroentoeng dalem pernikahannja sama Djoeat, maka akoe ambil poetoesan boeat tida menika." „Kaoe poenja alesan tida betoel, 'jati, kaoe taoe masing-masing orang ada poenja redjeki sendiri-sendi- ri, ada jang beroentoeng tentoe djoega ada jang sialan, kenapa kaoe begiroe ketakoetan? Sekarang belon sampe temponja boeat kaoe menika, maka akoe pikir paling baek kita tida bitjaraken dari sekarang." Soejati berdiam dan berpikir teroes. {{rh||VI. HARI RAJA TJENG BENG. -0}} Hari masi pagi sekali, matahari belon moelai djalanken koeadjibannja menerangin ini djagat, hingga oedara masih keliatan gelap dan dingin, Tapi maski hari masi begitoe pagi kandara'an soeda banjak<noinclude></noinclude> 3x96nlfqhdef0n1j6vddppf1mvjk9pb Halaman:Korban Boedi.pdf/42 104 112444 311511 2026-08-12T01:51:45Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311511 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />v{{rh||— 40 —}}</noinclude>jaiig aloes dan saderhana. Sebagi îjonto, Soejati poenja pikiran dan klakoean sernoea ada berdjaian de­ ngen nienoeroetin maoenja aiam jang aseli, sedikit tida rertjampoer sama pengaroeii dari loear. Tapi prempoean tinggal prempoean, akoe koeatir ia poen tida terioepoet 'dari goda'an jang seperti djoega Lian Nie soeda alami," kata Fjin Liang sembari tekep moekanja dan mengelah napas. Ia menaro sympathie keras pada Soejati boekan didasarken lantaran kaeliokannja, tapi menaro sympathie lantaran pikirannja jang masi poetih beresih. {{rh***}} Beda dari sari sarinja pada itoe satoe hari Soejati rasaken pikirannja berkerdja banjak ; tapi apa jang la pikirin ia tida taoe pasti. Sabentar ia merasa takoet sabentar ia kenangken tingka lakoenja Tjin Liang jang menarik. Tjin Liang poenja klakoean jang lemah lemboet dengen tida bisa tertjega lagi soeda mendjangkitken ia poenja perasahan sympathie dan mengindahken. la taoe terang Tjin Liang ada beda dari lelaki-lelaki biasa jang ia ketemoeken, jang biasanja soeka godain dirinja. Begitoelah dengen tida merasa lagi Soejati moelaf boeka perasahan hatinja boeat pikirken tentang pertjintahan. Tjoema ia poenja penghidoepan di desa jang saderhana bikin ia tida taoe terang apa artinja itoe kandoengan pikiran, la tjoema taoe jang hatinja merasa sanget tertarik sama klakoeannja itoe orang moeda jang menarik, selandjoetnja ia menaro sympat­ hie dan mengindahkan pada itoe pamoeda Tionghoa jang sopan dan lemah lemboet. Begitoe memang ada per.garoenja tjinta ia selaloe tida memilih toea atawa moeda, tjinta tetep bisa toemboe masRi itoe orang belon mengarti apa sabenernja tjinta.<noinclude></noinclude> mpgmaj82i6dyv3d9yviheiz85ie2fig Halaman:Korban Boedi.pdf/15 104 112445 311514 2026-08-12T01:52:38Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '— 13 — äagi ia soeda bawa tindakaniija menghamperi itoe gadis, sirioa, tinggal tida mengetahoei atas l<adatengannja. „Lian," moelai Tjin Liang dengen soeara peiahan dan Lian Nio i<aliatan djadi sänget, kaget „Kaoe tida bisa ma'afken itoe perboeatan maen maen, hinggasampe berapa hari seiaioe kaoe oempetken diri dari akoe?" „Kaoe poeiija tjara maen-maen ada katerlaioean, 'nko, dari itoe omongan jang tida karoean boekantah kita bisa dapet maloe kap... 311514 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>— 13 — äagi ia soeda bawa tindakaniija menghamperi itoe gadis, sirioa, tinggal tida mengetahoei atas l<adatengannja. „Lian," moelai Tjin Liang dengen soeara peiahan dan Lian Nio i<aliatan djadi sänget, kaget „Kaoe tida bisa ma'afken itoe perboeatan maen maen, hinggasampe berapa hari seiaioe kaoe oempetken diri dari akoe?" „Kaoe poeiija tjara maen-maen ada katerlaioean, 'nko, dari itoe omongan jang tida karoean boekantah kita bisa dapet maloe kapan ada orang denger ? Maka kaloe kaoe maoe djadi sobat 'koe boeat seiamanja, kaoe moesti djaga djangan kaloearken lagi itoe matjem omongan." „Baeklah akoe nanti psrhatiken kainginan 'moe, dan dengen itoe perdjandjian apa kaoe merasa poeas ?" Lian Nio berdiam sadja, tapi itoe moeka jang mer»ngoet sekarang telah iinjap, maski belon balik bergoembira lagi seperti biasanja. „Ksoe boeat menjesel sama itoe perkataiian ? Nah, akoe hatoerken ma'af boeat itoe kesalahan, kata Tjin Liang sembari uengkoken badannja sampe begitoe roepa hingga bikin Lian Nio, dengen berlawanan sam akainginaiinja, djadi ketawa dan djiwir koepingnja. „Adoeh !" rierseroeh Tjin Liang sembari pegang itoe tangan. Kaoe ini bengis sekali, Lian menoeroet patoet kaoe jang moesli diljoebit, sebab kaoe soeda langgar perdjandjian Nanti doeloe, denger akoe poenja omongan," menjega Tjin Liang koetika liat iroe gadis maoe bitjara;, „Lian, inget, kaoe tida boleh poengkir perdjandjian sendiri, kaoe loepa begimana kaoe soeda berdjandji ?" „Tapi kaoe nakal, kaoe soeda djebak akoe, hingga boekan akoe jaiig moesti b^jar itoe djandjian, tapi kaoe jang moesti dikenaken denda."<noinclude></noinclude> sv55hlyfvz5pupb8p58fh2e91m3u7i9 311596 311514 2026-08-12T02:34:48Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 311596 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||— 13 —|}}</noinclude>lagi ia soeda bawa tindakannja menghamperi itoe gadis, siapa, tinggal tida mengetahoei atas kadatengannja. „Lian,“ moelai Tjin Liang dengen soeara pelahan dan Lian Nio kaliatan djadi sanget, kaget „Kaoe tida bisa ma'afken itoe perboeatan maen-maen, hingga sampe berapa hari selaloe kaoe oempetken diri dari akoe?“ „Kaoe poenja tjara maen-maen ada katerlaloean, 'nko, dari itoe omongan jang tida karoean boekantah kita bisa dapet maloe kapan ada orang denger? Maka kaloe kaoe maoe djadi sobat koe boeat selamanja, kaoe moesti djaga djangan kaloearken lagi itoe matjem omongan.“ „Baeklah akoe nanti perhatiken kainginan 'moe, dan dengen itoe perdjandjian apa kaoe merasa poeas?“ Lian Nio berdiam sadja, tapi itoe moeka jang merengoet sekarang telah linjap, maski belon balik bergoembira lagi seperti biasanja. „Kaoe boeat menjesel sama itoe perkatahan? Nah, akoe hatoerken ma'af boeat itoe kesalahan, kata Tjin Liang sembari bengkoken badannja sampe begitoe roepa hingga bikin Lian Nio, dengen berlawanan sain akainginannja, djadi ketawa dau djiwir koepingnja. „Adoeh!“ Berseroeh Tjin Liang sembari pegang itoe tangan. Kaoe ini hengis sekali, Lian menoeroet patoet kaoe jang moesti ditjoebit, sebab kaoe soeda langgar perdjandjian..... Nanti doeloe, denger akoe poenja omongan,“ menjega Tjin Liang koetika liat itoe gadis maoe bitjara; „Lian, inget, kaoe tida boleh poengkir perdjandjian sendiri, kaoe loepa begimana kaoe soeda berdjandji?“ „Tapi kaoe nakal, kaoe soeda djebak akoe, hingga boekan akoe jang moesti bajar itoe djandjian, tapi kaoe jang moesti dikenaken denda.“<noinclude></noinclude> tqnhju1odfm1qxh17f8ufkcl5lskym1 Halaman:Korban Boedi.pdf/41 104 112446 311515 2026-08-12T01:52:43Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311515 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 39 —}}</noinclude>sekali kadengeranja tapi djika kamoedian sasoeda dapet apa jaiig diingin, baroe oendjoeken tembaganja jang betoel." „Orang tcch bisa hidoep dengen zonder meiiika?" membelah itoe gadis. „Sekarang kaoe inasih merasa takoet, 'jaii, tapi nanti satoe waktoe dateng itoe koetika kaoe kepingin „kawin." „Tida, 'ba, sebab akoe takoet., orang toch tida memaksa kapan akoe tida maoe. Tapi, eii, kenapa kaoe sendiri jang soeda besar tida menika, 'ba ? bales menanja itoe gaiis dengen lakoe seperti anak-anak. Tjin Liang jang tida mendoega bakal dapet itoe matjem pertanjahan djadi kemekmek, hingga bikin Suejaii djadi menjesel, sebab ia kira Tjin Liang marah. „Akoe menanja ijoema boeat memaen, 'ba harep kaoe tida marah," kata lagi ia dengen tjepat. „Tida 'jiti, pada kaoe akoe tida marah; akoe me rasa kagoem sima kaoe poenja kasader'iana'an." Soejati tida begitoe mengarti maksoednja itoe perkatahan „Saderhana„. Tapi toch ia merasa girang djoega sama itoe perkatahan jang ia anggap sebagi satoe poedjian. Diam-diam ia djadi merasa semingkin soeka pada Tjin Liang, kaloe tadinja ia memang merasa senang bergaoelan sama itoe pamoeda Tionghoa, sekarang itoe kasenangan djadi berlipat ganda. „Eh. sekarang soeda siang" kata Soejati dengen roepa sedikit kaget. „Idzinkenlah akoe maoe poelang, 'ba sebab iboe tentoe soeda menoenggoein lama " Tjin Liang awasin tindakannja itoe gadis dengen roepa melajang, ia merasa kagoem sama kasaderhana'annja itoe gadis jang masih polos „Helaas,, itoelah ada Doenia poenja kakedjaman, hingga orang-orang prempoean bisa berobah sifatnja<noinclude></noinclude> lpc5kqgef0bz9xx32djw46590n3v0q1 Halaman:Korban Boedi.pdf/40 104 112447 311516 2026-08-12T01:53:45Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311516 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 38 —}}</noinclude>„Akoe sedeiig merasa penasaran sama kedjemnja penghidoepan jang permainken machloeknja." „Apa itoe penghidoepan?" meiianja itoe gad^s dengen roepa heran. „Soejati, kaoe jang masi terlaloe moeda tentoe tida taoe selak seloeknja penghidoepan jang roewet dan banjak goda'annja, siapa jang berlakoe tjerobo tentoe aken tcrple-et dan berljilaka boeat saoemoer hidoepnja." (ssocmoer liidoep si tida, 'ba . . . . Corr.) „Tapi akoe lida perlce sama itoe,'ba," djawab itoe gadis jang telah merasa heran „Heiaas ! soejati kaoe poenja penghidoepan di desa bikin kaoe tida taoe apa artinja itoe perkataiian „Penghidoepan''. ßegii'ilah: manoesia terlahir beroepa baji dan kamoedian djadi besar dan sesoedanja besar ia moesti alamken segala roepa kadjadian, dan itoe semoea kadjadian jang dinamaken penghidoepan. „Sesoeatoe machioek jang terlahir dan idoep moesti melakoni penghidoepan, maka kaoe poen tida terloepoet diseboet sala satoe anggotanja penggidoepan. Sekarang kaoe masih terlaioe moeda djadi kaoe tida mengani djalaiinja penghidoepan, sampe nanti kaloe kaoe soeda terdjiret dalem pernikahan, baroelah kaoe mendoesin dan taoe betoel apa artinja penghi­ doepan „Tapi akoe tida kepingin menika, 'ba," kata Soejati. „Tida bisa, Soejati, manoesia hidoep moesti, sebab itoe soeda di<etepken dalem wet alam. Boeat itoe perdjalanan akoe tjoema pesen biarlah kaoé pilih bakal soeamimoe dengen hati-hati, djangan kaoe maen toeroetin sadja geterannja hati, sebab banjak sekali djoemblahnja lelaki-lelaki kedjem jang soeka pikat hati prempoean dengen goenaken akal boeloes, tapi manis<noinclude></noinclude> iiwtlmp2i0ojwcye9637ow9ou5lrhqq Halaman:Korban Boedi.pdf/39 104 112448 311518 2026-08-12T01:54:36Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311518 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 37 —}}</noinclude>dan mengoendjoek kalemboetan, sebagi pelindoeng di atasnja ada melengkoeng sepasang alis jang kereng. Bibirnja jang merah delima djadi lebih manis lagi kaliat'innja, sebab satan saban ia bersenjoem lantas tertampak doea baris gigi jang laksana moetiara pilihan. Sebagai timpalan toeboehnia jang kefjil langsing ia ada mempoenjai sapasang kaki jang berpotongan haloes dan berimbang, type dari bangsa Djawa jang terkenal, iegesnja Soejati ada mempoenjai tjoekoep apa jang prempoean eilok haroes mempoenjai. Malah seperti djoega itoe pengasih alam jang sampoerna belon tjoekoep, Soejati ada mempoenjai tabeat jang goembira, hingga siapa sadfa jang bergaoel padanja tida aken dihinggapin perasa'an bosen, malah soeda oentoeng kapan dirinja diam dam tida djadi terdjato di bawah pengaroe kaeilokannja itoe gadis jang saderhana tapi sangat menarik. „Soejati, kaoe kaliatan berpikiran saderhana sekalih, apa kaoe tida perna pikir boeat hidoep besar dan mentereng ?" „Akoe tida taoe, 'ba, tapi dengen penghidoepan jang sekarang akoe merasa tjoekoep senang, sebaliknja kapan ditoekar sama laen matjem penghidoepan, akoe koeatir tida monjotjc kin." Tjin Liang bersenjoem, ia mengarti hatinja itoe gadis masih sanget sadrrhana, belon terpengaroe sama segala kabanggahan kosong. Lian Nio doeloe poen ada me­ ngoendjoek itoe matjem sipat. Menginget itoe hal de­ ngen tida bisa -ertjega lagi paras moekanja djadi koesoet. Soejati jang kabetoelan dapet liat itoe perobahan lantas menanja; „Eh, ba, kenapa paras moekamoe berobah djadi soerem dengen mendadak?<noinclude></noinclude> qq58opyu8bbiuuisgu41bzrhgsxu3mz Halaman:Korban Boedi.pdf/6 104 112449 311519 2026-08-12T01:55:41Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{hwe|poean|prempoean}} perlakoean kasar dan menindes tida nanti sanggoep eloek hatinja. Boleh djadi lantaran saking takoet sebab toeboenja lemah di lahir ia soeka pasrah, tapi batinnja melawan keras. ,,Tentang kaoeletan, akoe kira orang prempoean ada lebi bisa menahan dari orang lelaki, tjoema oemoemnja orang tida terlaloe perhatiken itoe. Tjatjat satoe-satoenja dari hati prempoean soeka mengiri dan tjemboeroean, kaloe kaoe ketemoeken satoe p... 311519 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" />{{rh||― 4 ―}}</noinclude>{{hwe|poean|prempoean}} perlakoean kasar dan menindes tida nanti sanggoep eloek hatinja. Boleh djadi lantaran saking takoet sebab toeboenja lemah di lahir ia soeka pasrah, tapi batinnja melawan keras. ,,Tentang kaoeletan, akoe kira orang prempoean ada lebi bisa menahan dari orang lelaki, tjoema oemoemnja orang tida terlaloe perhatiken itoe. Tjatjat satoe-satoenja dari hati prempoean soeka mengiri dan tjemboeroean, kaloe kaoe ketemoeken satoe prempoean jang berhati pengirian di dalem ini doenia tida laen hal jang bisa mendjadi bandinganja dan kaloe kaoe ketemoe prempoean sedeng tjemboeroean, ia ada lebih galak dari satoe harimau. ,,Kategoehan hati djoega prempoean ada lebih memang dari lelaki, itoe tenaga kakoeatan roepanja natuur sengadja bingkisin aken ia mempertahanken kahormatan dirinja. kerna dengen zonder itoe, prempoean tentoe tida ada harganja lagi, lantaran keboeasannja lelaki-lelaki bangor. Djoega kaoe djangan soeka bikin prempoean sakit hati, prempoean kaloe sakit hati tida ada bandinganja lagi delem doenia ini. Saoemoer hidoepnja ia nanti teroes inget itoe sakit, begimana ia aken berdaja membales itoe kasakitan hati akoe tida oesa terangken akoe tjoema maoe terangken jang satoe prempoean kapan tida bisa membales sakit hatinja dengen contant ia nanti bawa itoe sampe di lobang koeboer, kaloe ia soeda dikoeboer baroe itoe niatan bales sakit hati djadi tamat. ,,Kaoe tadi bilang hati prempoean gampang berobah, itoelah tida pantes kaoe serampang sekenanja, sadja, paling perloe orang moesti tjari taoe apa sebabnja ia merobah sikep, sebab djoega boekan djarang lain orang soeka kasi kaliatan boeat orang merobah pikiranja. Lebih teges akoe maksoedken kaoe kasi<noinclude></noinclude> 3suey4ybeanbbe3n6u8w8g7wqwjwb8z 311524 311519 2026-08-12T01:57:43Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311524 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||― 4 ―}}</noinclude>{{hwe|poean|prempoean}} perlakoean kasar dan menindes tida nanti sanggoep eloek hatinja. Boleh djadi lantaran saking takoet ― sebab toeboenja lemah ― di lahir ia soeka pasrah, tapi batinnja melawan keras. „Tentang kaoeletan, akoe kira orang prempoean ada lebi bisa menahan dari orang lelaki, tjoema oemoemnja orang tida terlaloe perhatiken itoe. Tjatjat satoe-satoenja dari hati prempoean soeka mengiri dan tjemboeroean, kaloe kaoe ketemoeken satoe prempoean jang berhati pengirian di dalem ini doenia tida laen hal jang bisa mendjadi bandinganja dan kaloe kaoe ketemoe prempoean sedeng tjemboeroean, ia ada lebih galak dari satoe harimau. „Kategoehan hati djoega prempoean ada lebih memang dari lelaki, itoe tenaga kakoeatan roepanja natuur sengadja bingkisin aken ia mempertahanken kahormatan dirinja. kerna dengen zonder itoe, prempoean tentoe tida ada harganja lagi, lantaran keboeasannja lelaki-lelaki bangor. Djoega kaoe djangan soeka bikin prempoean sakit hati, prempoean kaloe sakit hati tida ada bandinganja lagi delem doenia ini. Saoemoer hidoepnja ia nanti teroes inget itoe sakit, begimana ia aken berdaja membales itoe kasakitan hati akoe tida oesa terangken akoe tjoema maoe terangken jang satoe prempoean kapan tida bisa membales sakit hatinja dengen contant ia nanti bawa itoe sampe di lobang koeboer, kaloe ia soeda dikoeboer baroe itoe niatan bales sakit hati djadi tamat. „Kaoe tadi bilang hati prempoean gampang berobah, itoelah tida pantes kaoe serampang sekenanja, sadja, paling perloe orang moesti tjari taoe apa sebabnja ia merobah sikep, sebab djoega boekan djarang lain orang soeka kasi kaliatan boeat orang merobah pikiranja. Lebih teges akoe maksoedken kaoe kasi<noinclude></noinclude> njl96zcphngnifmsi63l29j1tszgl1l Halaman:Korban Boedi.pdf/38 104 112450 311520 2026-08-12T01:55:43Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311520 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 36 —}}</noinclude>„Takoet 'jati? Ach kenapa akoe rnoesti takoet boeat hadepin kagoembirahan ? Tapi, eh kapan kaoe poeiang dari Banjoemas? Baroe ini pagi akoe ketemoeken lagi kaoe, 'jati ?" „Akoe baroe poelang kemaren doeioe, 'ba," saoet itoe gadis. „Berapa lamanja, 'jati kaoe tinggal di sana? Dan apa kaoe merasa betah berdiam di tempat 'wamoe ? „Ampir satengah taon akoe bisa diam di sana 'ba. Penghidoepan di sana sabetoelnja ada lebih menjenangken hatikoe, 'ba. Di sana orangnja ada lebih djoedjoer aari pada di sini, djoega oewa 'koe ada sänget tjinta padakoe, tapi akoe tida bisa berdiam di sana lama-lama tinggalken tempat toempah dara, dan akoe selaloe terkenang sama ini kebonan, djoega de­ ugen berdiam di sana saban hari Djoemahat akoe tida bisa sebar kembang dan bersiken koeboeran iboe koe." „ja, begitoe tjepet berlaloenja sang tempo, 'jati, sabeniar sadja soeda anem boelan sedari kita ketemoe jang paling belakang, sekarang kaoe kaliatan banjak segeran dan djadi lebih tjantik, boleh djadi itoe disebabken sama hawa di pegoenoengan jang njaman." „Ach, kaoe ini bisa sadja mengoempak, 'ba," djawab Soejati dengen sembari bertoendoek dan salebar moekanja ditebar sama warna merah dadoe. Memang itoe gadis tida bisa diseboet djelek, selaennja ia mempoenjai tampang moeka jang rame dan menarik, koelit moekanja bersemoe koening langsep hingga sänget setimpal sama baiigoennja itoe batok kepala jang tida terlaloe lebar, sebab memang moe­ kanja ada potongan daon sirih, di atas mana selaloe ada toemboe ramboet jang gompiok dan itam djengat. Boeat menambaken kapermeiannja itoe paras eilok, ia ada mempoenjai sepasang mata jang bersinar terang<noinclude></noinclude> ikwa8wib4yblqgf8nhb7yhe2cdu18sv Halaman:Korban Boedi.pdf/37 104 112451 311521 2026-08-12T01:56:34Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311521 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 35 —}}</noinclude>diberikoetken sama soeara njanjiannja boeroeng boe- roeng, jang merdoe. Satoe waktoe, kapan sang Remboelan kabetoelan oendjoek roepanja kita aken meliat satoe pemandangan jang meriangken hati. Tempat pedesan jang oleh sabagian orang jang beranggepan tjoepet disingkirken, itoe masa aken oendjoeken kaelokan dirinja jang aman dan tentrem, sebaliknja dari ka'adahan dalem kota jang dirameken oleh segala soeara bikinan jang brisik, pedesan selaloe dilipoetin sama kasoenjian dan katenireman jang soetji, apapoela kapan kita tjoba dengerin itoe soeara tembangannja anak-anak jang sedeng bergoembira di waktoenja boelan boelan poernama oendjoek tjahjanja jang seperti sinar perak, adoeh..... soekma dan roch rasanja lolos dari raganja." Tjin Liang brentiken sabenta itoe pengloekisan dan toedjoeken scrot matanja memandang dengen tadjem pada paras moekanja itoe gadis Indonesier jang eilok. Soejati dengen tida mengarti apa sebabnja lantas sadja toendoeki moekanja dengen warna merah djamboe menghiasin kadoea pipinja jang boto, koetika sorot matanja kena kabentrok sama sorot matanja Tjin Liang jang seperti menggenggem pengaroe loear biasa. ,,Kaoe roepanja merasa heran, jati akoe bisa meng. gambarken penghidoepan di desa sampe begitoe tandes. Tapi kaoe tida aken merasa heran kaloe kaoe taoe akoe boekan djarang soeka gandangin malem jang soenji di desa kapan pikiraлkoe sedeng pepet." ,,Oh djadi kaoe sering berdoedoek di siri tengah malem boeta sendirian sadja ?" menanja itoe gadis Indonesier. Ja jati; apa kaoe merasa heran ?" ,,Kaoe tida merasa takoet, 'ba? Kata Soejati jarg berbalik menanja.<noinclude></noinclude> 4nmtz9gfhjzx6o79ht32p1yatd5lt2u Halaman:Korban Boedi.pdf/36 104 112452 311522 2026-08-12T01:57:12Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311522 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 34 —}}</noinclude>Laen kasenangan lagi jang selaioe masih terbajang bajang di antara telingakoe, jalah soeara berkritjikan- nja aer oedjan di moesim panas, jang djato menimpah pada dedaonan; lantaran dengen mendadak djato itoe aer dari langit, roempoet roempoet dan segala tetane- man ketjil lantas mengaloewarken saroepa oeap jang sanget sedep. Kamoedian kaloe langit soeda mendjadi terang kombali, begimana indahnja itoe sorot mata- hari jang menemboes di antara pepoehoenan, hingga membikin itoe titikan titikan aer oedjan jang masih melengket di antara daon daon poehoen, ada ibarat berlian berlian jang bergoemilang. Djoega itoe boeroeng boeroeng jang djadi sanget bergoembira sama bero- bahannja hawa oedara jang njaman, kita bisa awasin marika poenja kagoembirahan jang berlonijat-lontjat sama sini sembari tjetjowetan mengotje. Oh, seperti djoega sekarang akoe soeda dapet liat itoe boeroeng boeroeng pada menari dengen gerakin doea sajapnja sembari mengeloearken soeara girang jang sanget rioe. Dan apa kaoe djoega tida sering merasa begi- toe, Soejati?" ,,Ba Tjin Liang, kaoe poenja pikiran ada begitoe aloes dan moeloek, hingga bisa bajangken apa jang pernah diliat, dengen maloe akoe moesti mengakoe, 'ba, maski akoe hidoep di desa tapi akoe ampir tida perhatiken itoe kaindahan, dan sekarang, pada sasoe- danja kaoe bajangken itoe, akoe rasaken itoe semoewa sebagi djoega tergelar di hadepan matakoe," kata Soejati jang kaliatan sanget tertarik sama loekisannja Tjin Liang. ,,Waktoenja sore," melandjoetken Tjin Liang dengen roepa melajang, Ka'adahannja tida kalah sama pe mandangan di waktoe pagi, kombali kita menampan saroepa kaindahan jang goemilang, jang djoega<noinclude></noinclude> 3wyanalk5vib5bpuxpcqbdnjoexqv6u Halaman:Korban Boedi.pdf/16 104 112453 311525 2026-08-12T01:57:43Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '— 14 — „Nah, soedalah, kita sama-sama salah maka kita djangan tarik pandjang itoe oeroesan. Sekarang mari­ lah kita kombali lagi sama apa jang djadi kabiasaan kita doeloe-doeloe. Kaoe moesti tarik poelang itoe protest satjara diam-diam, dengen perboeatan jang selaloe kerem diri, Lian, kaoe tida taoe itoe poetoesan telah bikin akoe djadi berdoeka lantaran kesepian tida mempoenjai temen." „Omong kosong baroesan toch banjak dateng kawan -kawan moe... 311525 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>— 14 — „Nah, soedalah, kita sama-sama salah maka kita djangan tarik pandjang itoe oeroesan. Sekarang mari­ lah kita kombali lagi sama apa jang djadi kabiasaan kita doeloe-doeloe. Kaoe moesti tarik poelang itoe protest satjara diam-diam, dengen perboeatan jang selaloe kerem diri, Lian, kaoe tida taoe itoe poetoesan telah bikin akoe djadi berdoeka lantaran kesepian tida mempoenjai temen." „Omong kosong baroesan toch banjak dateng kawan -kawan moe kenapa kaoe bilang kasepian ?" „Betoel, Lian; tapi maski marika djoemblahnja ada banjak tida aken menangin nona Lian Nio satoe. Kaoe pertjaja, Lian, soeara 'moe jang merdoe bisa boejarken pikirankoe jang boetek, kaoe poenja senjoeman jang manis, bisa ilangken akoe poenja rasa tjape, kaoe poenja sorot mata jang djerni bikin akoe poenja soemangat djadi terbangoen, kaoe poenja tingka jang menarik bikin akoe poenja kalesoean djadi berlaloe dengen tida terasa, kaoe " „Soeda, soeda, apa kaoe soeda djadi gila?" memoetoes Lian Nio dengen tjepet dan tjoebit Tjin Liang poenja tangan, tapi itoe tjoebitan tida dirasaken sakit, sebab memang itoe tangan tjoema ditempelken. Sakoetika itoe Tjin Lian lantas pegang dan kepel itoe tangan dengen keras dan penoeh soemanget. Sering dibilang manoesia ada mempoenjai tenaga soemanget jang ioear biasa kerasnja. Kaloe satoe ma­ noesia toedjoeken soemangetnja dengen keras dan soenggoe-soenggoe, itoe benda jang ditoedjoe tentoe aken dapet perasa'an aneh jang menggontjangken. Beda dari biasanja Tjin Liang soeda genggem itoe tangan dengen keras dan penoeh soemanget, hingga itoe tenaga kakoeatan dengen djalan perantarahan tangannja menjamboeng sama nadinja Lian Nio dan<noinclude></noinclude> j3kldygun5bsbc9s4eqjlyvqtdgithc 311598 311525 2026-08-12T02:39:46Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 311598 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||― 14 ―|}}</noinclude>„Nah, soedalah, kita sama-sama salah maka kita djangan tarik pandjang itoe oeroesan. Sekarang mari­lah kita kombali lagi sama apa jang djadi kabiasaan ita doeloe-doeloe. Kaoe moesti tarik poelang itoe protest satjara diam-diam, dengen perboeatan jang selaloe kerem diri, Lian, kaoe tida taoe itoe poetoesan telah bikin akoe djadi berdoeka lantaran kesepian tida mempoenjai temen.“ „Omong kosong baroesan toch banjak dateng kawan-kawan moe kenapa kaoe bilang kasepian?“ „Betoel, Lian; tapi maski marika djoemblahnja ada banjak tida aken menangin nona Lian Nio satoe. Kaoe pertjaja, Lian, soeara 'moe jang merdoe bisa boejarken pikirankoe jang boetek, kaoe poenja senjoeman jang manis, bisa ilangken akoe poenja rasa tjape, kaoe poenja sorot mata jang djerni bikin akoe poenja soemangat djadi terbangoen, kaoe poenja tingka jang menarik bikin akoe poenja kalesoean djadi berlaloe dengen tida terasa, kaoe.....“ „Soeda, soeda, apa kaoe soeda djadi gila?“ memoetoes Lian Nio dengen tjepet dan tjoebit Tjin Liang poenja tangan, tapi itoe tjoebitan tida dirasaken sakit, sebab memang itoe tangan tjoema ditempelken. Sakoetika itoe Tjin Lian lantas pegang dan kepel itoe tangan dengen keras dan penoeh soemanget. Sering dibilang manoesia ada mempoenjai tenaga soemanget jang loear biasa kerasnja. Kaloe satoe ma­noesia toedjoeken soemangetnja dengen keras dan soenggoe-soenggoe, itoe benda jang ditoedjoe tentoe aken dapet perasa'an aneh jang menggontjangken. Beda dari biasanja Tjin Liang soeda genggem itoe tangan dengen keras dan penoeh soemanget, hingga itoe tenaga kakoeatan dengen djalan perantarahan tangannja menjamboeng sama nadinja Lian Nio dan<noinclude></noinclude> cyzkcfm9mbdqfb2ai7mgjaazvtae3kh Halaman:Korban Boedi.pdf/35 104 112454 311526 2026-08-12T01:57:50Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311526 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 33 —}}</noinclude>denger orang tjelah pengidoepan di pedesan dan sebaliknja poedji-poedji keada'an di kota." „Tida, 'jati, itoe ada omong kosong, kaoe jang belon perna berdiam di kota seantero hari dan maiem, tida taoe betoei ka'adahan dalem kota. Tapi pertjajalah sama katerangankoe. pengidoepan di kota seiamanja ada terganggoe sama segala keramean jang brisik, ijergaoelan jang paisoe, ketamaha'an dan katjoerangan jang kedjem, hingga tida nanti ada sa'at jang menjenangken boeat diiiwatin kapan sadja orang maoe perhatiken itoe dengen teliti. Itoe sebab djoega, 'jati, kenapa akoe sering kandoeng niatan boeat pindah tinggal di desa, boeat bisa rasaken semoea kasenangan jang aseli, seperti : bangoen pagi kita rasaken hawanja jang njaman, rasaken silirannja angin pagi jang sedjoek dan selaloe bisa endoes hawa oedara jang seger dan tertjampoer haroemnja boengah-boengah oetan. itoe masih belon semoeanja, moesti ditambahi ; pada waktoe begitoe kita poenja pikiran bisa melajang lantaran kaindahannja alam jang seger, kapermeiannja itoe goenoeng goenoeng jang djadi bergoemilang lantaran tersorot sama sinar mata­ hari jang mengintip intip di sabelah wetan ; sebagi gantinja music jang soeka terdenger di kota, kita aken dengerin soeara njanjiannja boeroeng-boeroeng, poehoen-poehoen padi jang baroe pada toemboe jang kaliatan bergebiar sebagi sakawanan bidadari jang lagi asik berdansa dengen pakean serba idjo. Waktoenja tengah hari panas kentjeng, kita bisa lindoengan diri dari serangannja hawa panas sembari berdoedoekan menedoeh di bawahnja bajangannja poehoen-poehoen besar sembari dengerin berkritjikannja aer soengei jang saolah-oiah sebagi tangisannja satoe kekasih jang diloekaken hatinja.<noinclude></noinclude> 8ta4a752u1oplz9vdapbmjvpopa3qt7 Halaman:Korban Boedi.pdf/34 104 112455 311527 2026-08-12T01:59:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311527 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 32 —}}</noinclude>,,Hasmarandana" jang terkenal. Begitoe merdoe dan empoek sekali tekoekannja soeara itoe, dan saban- saban di barengin sama berkerotokannja tjaba ng-tja- bang poehoen toeri jang dipotong sebagi djoega oekoerannja lagoe. Soejati, satoe gadis desa dengen pakeannja jang saderhana kaliatan lagi asik bekerdja sembari menjanji menjanji. Penghidoepan di pedesan jang tentrem ke- tambahan memang hatinja itoe gadis soeka bergoem- bira, bikin ia soeka sekali liwatken temponja dengen menjanji-njanji. Selang tida lama kamoedian, koetika ia soeda selesiken pakerdjahannja dengen moeloetnja masih teroes menjanji-njanji, ia berdjalan poelang dengen tangannja memandang ketjipir jang ia baroe petik. Koetika ia berdjalan sampe di dekatnja itoe koeboeran Tionghoa Soejati kaliatan merandek sabentaran, sebab pemandangan matanja tertarik boeat mengawasin satoe djedjaka Tionghoa jang roepanja lagi asik lajangken pikiran di sampingnja Itoe koeboeran. ,,Oh, 'ba Tjin Liang," menegor Soejati dengen soearanja jang lemboet, sebab ini gadis Indonesier soeda lama kenal pada Tjin Liang, karna iboe tirinja ada bekerdja sebagi pendjaga koeboeran pada Eng Hoei, begini waktoe kaoe soeda dateng ka koeboeran. Apa kaoe koeatir oedjan angin riboet jang semalem toeroen membawa anjoet ini koeboeran ?" " ,Boekan begitoe, jati." djawab Tjin Liang dengen sedikit mesem, "begini waktoe akoe soeda dateng ka ini tempat, sebab akoe rasaken di sini ada lebih menje- nangken dan menentremken pikiran." Apa betoel kaoe poenja bitjara dengen sasoeng- goenja, 'ba? Kaloe betoel itoelah heran, akoe sering<noinclude></noinclude> tfz7cegt5suott8lubeywyjh7l9sm9a Halaman:Korban Boedi.pdf/33 104 112456 311528 2026-08-12T01:59:44Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311528 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 31 —}}</noinclude>mata, kaadahannja itoe desa masi soenji di sitoe tjoema kadengaran njanjiannja boeroeng-boeroeng jang merasa girang deiigen datengnja fadjar, teroetama soearaiija boeroeiig „Sri Ooenting" jang njaring dan moeioek kadengeran, berboenji tida brentinja di sapoetemja itoe tempat pakoeboeran jang saoiah-oiah masih njenjek dalem kapoelesannja. Begitoe memang djadi kebiasa'an di waktoe fadjar dari pedesan, segala apa jang tertampak ada sänget njamam dan menemtrenken hati, hingga goblok sekali kaloe orang tjoba boeang pikiran jang roevvet ka tem pat keramean, sebab disitoe marika tida aken dapet katentreman pikiran jang sampoerna; kaloe kadjadian djoega hatinja bisa terhiboer, tentoe marika poenja berdoeka tida sewadjarnja, alias berdoeka kepingin „tontonnan". Dari itoe dinasehatken, kaloe orang jang betoel-betoel maoe menentremken pikiran jang roewet, lebih baik orang pergi ka pedesa'an, penoelis brani tanggoeng seratoes procent, maksoednja aken berhasil dengen sampoerna. Sekarang kita kombaii sama keadahannja desa Kra­ ton jang berbangkit poela dari mengasonja. Pendoedoek lelakinja jaag kebanjakan toentoet penghidoepan djadi djongos, kaliatan pada moelai berangkat menoedjoe tempat kerdjahannja dengen roepa goembira. Pendoedoek prampoeannja jang kebanjakan toentoet penghidoepan dengen membatik atawa oesahaken kebonan, ada jang lagi asik bikin api boeat kerdjaken batikannja, ada djoega jang menenteng arit masoek ka dalem kebonnja. Pada itoe sa'at di tengahnja satoe kebon katjang dan ketjipir jang baroe ditanemin hingga mengoendjoeken satoe pemandangan jang indah ada kadengeran merdoenja satoe soeara jang sedeng njanjiken lagoe<noinclude></noinclude> bxj1y93pran8uonzhf7fcw6c0fsbez6 Halaman:Korban Boedi.pdf/7 104 112457 311529 2026-08-12T02:00:55Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'tilik lebih doeloe keadahan'moe, apatah kaoe tida berboeat apa-apa jang menjakitin hingga ia berobah pikiran? ,,Nah, sebegitoe sadja akoe kira soeda sampe tjoekoep boeat meroendingken hati prempoean. Sekarang ada dateng giliranmoe boeat toetoerken itoe sebab jang bikin kaoe terserang penjakit berdoeka sadja. ,,Akoe tida bisa kasi taoe sebab, iboe, kerna memang akoe terlaloe bingoeng boeat bisa taoe betoel apa sebabnja. Kaloe dibilang akoe tida... 311529 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" />{{rh||― 5 ―}}</noinclude>tilik lebih doeloe keadahan'moe, apatah kaoe tida berboeat apa-apa jang menjakitin hingga ia berobah pikiran? ,,Nah, sebegitoe sadja akoe kira soeda sampe tjoekoep boeat meroendingken hati prempoean. Sekarang ada dateng giliranmoe boeat toetoerken itoe sebab jang bikin kaoe terserang penjakit berdoeka sadja. ,,Akoe tida bisa kasi taoe sebab, iboe, kerna memang akoe terlaloe bingoeng boeat bisa taoe betoel apa sebabnja. Kaloe dibilang akoe tida mempoenjai sebab sama sekali, itoelah terlaloe moestail, tapi kapan akoe tjoba tjari taoe, akoe sendiri tida mengarti." Kaloe begitoe baek akoe sadja jang menebak, Boekantah kaoe poenja soeka berdoeka tersebab merasa koerang poeas lantaran maksoed hatimoe tida terkaboel? Ja, ja, itoe ada benernja djoega, iboe, dan toeloeng kaoe teroesken." "Hati menoesia ada ibarat itoe tanah tegalan, ia tida bisa dibiarken dengen pertjoema, lebih teges maoe dibilang, haroes ada apa-apa jang meriasken. Waktoenja ketjil ia perloe sama pendidikan dan barang permaenan, tapi begitoe oesia dewasa mendatengin itoe kasoekahan aken djadi tawar, pada itoe masa ia perloe sama lain matjem barang permainan jang lebih soeroep djika dibilang hiboeran." "Iboe akoe pasrah apa jang kaoe bilang, "kata Tjin Liang dengen bingoeng. Pada itoe waktoe sala satoe sobatnja Tjin Liang dateng mengoendjoengin hingga itoe pembitjarahan djadi terpoetoes. {{C|{{larger|II.<br> DJEMAN PERLINTASAN.}} Sabelonnja penoelis menoetoer terlaloe djaoe, baek-<noinclude></noinclude> fdtogc15015ku8mkv6h8tjf9plc13yu 311538 311529 2026-08-12T02:03:23Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311538 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||― 5 ―}}</noinclude>tilik lebih doeloe keadahan'moe, apatah kaoe tida berboeat apa-apa jang menjakitin hingga ia berobah pikiran? „Nah, sebegitoe sadja akoe kira soeda sampe tjoekoep boeat meroendingken hati prempoean. Sekarang ada dateng giliranmoe boeat toetoerken itoe sebab jang bikin kaoe terserang penjakit berdoeka sadja. „Akoe tida bisa kasi taoe sebab, iboe, kerna memang akoe terlaloe bingoeng boeat bisa taoe betoel apa sebabnja. Kaloe dibilang akoe tida mempoenjai sebab sama sekali, itoelah terlaloe moestail, tapi kapan akoe tjoba tjari taoe, akoe sendiri tida mengarti.” Kaloe begitoe baek akoe sadja jang menebak, Boekantah kaoe poenja soeka berdoeka tersebab merasa koerang poeas lantaran maksoed hatimoe tida terkaboel? Ja, ja, itoe ada benernja djoega, iboe, dan toeloeng kaoe teroesken." “Hati menoesia ada ibarat itoe tanah tegalan, ia tida bisa dibiarken dengen pertjoema, lebih teges maoe dibilang, haroes ada apa-apa jang meriasken. Waktoenja ketjil ia perloe sama pendidikan dan barang permaenan, tapi begitoe oesia dewasa mendatengin itoe kasoekahan aken djadi tawar, pada itoe masa ia perloe sama lain matjem barang permainan jang lebih soeroep djika dibilang hiboeran.” “Iboe akoe pasrah apa jang kaoe bilang,” kata Tjin Liang dengen bingoeng. Pada itoe waktoe sala satoe sobatnja Tjin Liang dateng mengoendjoengin hingga itoe pembitjarahan djadi terpoetoes. {{C|{{larger|II.<br> DJEMAN PERLINTASAN.}} Sabelonnja penoelis menoetoer terlaloe djaoe, {{hws|baek|baeklah}}<noinclude></noinclude> m2aat3fjun9obgsazcshoq81rl90tt2 Halaman:Korban Boedi.pdf/32 104 112458 311530 2026-08-12T02:00:58Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311530 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 30 —}}</noinclude>matanja. Tapi itoe njonja tida bisa berboeat laeii dar! pada hiboerin poetranja, agar tida terlaloe menoeroetin hatinja. Begitoelah sedari terdjadinja itoe gontjangan heibat dalem hatinja, Tjin Liang poenja tingka iakoe djadi banjai< berobah, i<aioe doeloe ia bisa diseboet sebagi satoe djedjaka jang goembira, dalem segala oeroesan berkerdja dengen p'^noeh soemanget, sekarang djadi sebaliknja. Sekarang orang tida perna liat lagi itoe senjoeman manis jang biasa tersoengging di antara bibirnja jang merah, klakoeannja poen selaloe lesoe dan soeka doedoek bengong terlongong. Eng Hoei jang menjinta pada itoe keponakan, diam-diam merasa heran, tapi ia tida taoe betoel apa jang menjebabken perobahannja itoe keponakan, sebab kaloe ia, tjoba tanjaken sebabnja, Tjin Liang selaioe djawab dengen goleng kepala dan mengclah napas. Boeat hiboerken sedikit hatinja jang sangat pepat, Tjin Liang soeka liwatken temponja jang senggang doedoek termenang-menoeng di samping koeboeran ajahnja jang terletak di Kraton. Kraton ada satoe desa jang terletak di sabelah koelonnja kota Tegai. Dalem itoe desa tanahnja se­ bagian digoenaken boeat kebonan atawa tempat koe­ boeran oleh familie familie Tionghoa hartawan, sebab dengen membeli tanah kosong di sitoe, orang djadi bisa koeboer mait-mait familienja dengan berkoempoel. {{rh||V. GADIS DESA. -0-}} Malaikat pagi jang asik membeber sajapnja bikin desa Kraton lapat-Iapat tertampak di pemandeiigan<noinclude></noinclude> trcihf2f51f0ehsmcxyl28rufwqtxch Halaman:Korban Boedi.pdf/31 104 112459 311531 2026-08-12T02:01:45Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311531 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 29 —}}</noinclude>gaga sabagi satoe laki-laki sec'jati! tapi akoe sänget tida moefakat kapan kaoemati memboenoe diri sebab itoe tjara sering tjoema diambil oleh orang-orang jang tjoepet dan pengetjoet boeat hadepin segala kasoekeran jang Toehan sengadja tempatken dirinja sebagi pertjobahan atas Wategoehan hatinja. „Iboe apatah kedoea diseboet pengetjoet? kata Tjin Liang sasoedanja tersedar dari kasesatannjó mendengerin perkatahan perkata'an. Sekarang akoe soeda mendoesin dan akoe berdjandji tida nanti iakoeken itoe perboeatan pengetjoet Tapi boeat menoeloeng kadoekahan'koe, akoe pikir lebih baek akoe Iakoeken poetoesan jang kadoea, jaitoe pergi mengoembara. Kaloe akoe pergi mengoembara, seiaennja akoe bisa hiboerken hati jang terloeka djoega akoe bisa dapet banjak pengalaman dan pengatahoean di loearan." „Liang, sabetoelnja akoe bisa setoedjoe sama itoe pikiran, kaloe sadja kita poenja kedoedoekan tida seperti sekarang, kaoe taoe sendiri kita telah meneri­ ma boedi kebaekannja kaoe poenja'ngkoe berat sekali hingga begimanatah ia nanti anggep tentang brentimoe dari itoe pekerdjahan di mana sekarang kaoe diwadjibken djadi pengoeroesnja ? la jang tida taoe betoel doedoeknja perkara, tidakah nanti hisa salah doega kaoe poenja berlaloe sabetoelnja maoe tjari kadoedoekan jang lebih baek? Ini hal kaoe moesti pikir dengen tertip." „Ja, apa boleh boeat iboe, kata poela Tjin Liang pada s&sotdanja sakean lama doedoek berpikir kepaksa akoe moesti tetep berdiam, di sini maski djoega itoe berarti penghidoepaiikoe aken djadi roesak atawa aken djadi lebih pendek, kata ia dengen soeara getir hingga bikin itoe iboe ampir sadja djatoken aer<noinclude></noinclude> 4eru0ztt0ehlkv008eel8ew62wot1go Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/43 104 112460 311532 2026-08-12T02:01:50Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Bung Karno tentang PARTAI MURBA, TAN MALAKA dan PERDJUANGANNJA PIDATO AMANAT PRESIDEN SUKARNO KEPADA RESEPSI PEMBUKAAN KONGRES KE V PARTAI MURBA DI BANDUNG 15-17 DESEMBER 1960 Bung Karno: Partai Murba bukannja partai gurem Partai Murba adalah Partai Nasionalis Revolu- sioner jang Konsekwen ..Tan Malaka ..... adalah Pentjinta tanah-air. dan bangsa Indonesia; ia adalah Sosialis jang sepenuh-penuhnja. Dikeluarkan oleh Biro Agitprop D.P.,,PARTAI MUR... 311532 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Bung Karno tentang PARTAI MURBA, TAN MALAKA dan PERDJUANGANNJA PIDATO AMANAT PRESIDEN SUKARNO KEPADA RESEPSI PEMBUKAAN KONGRES KE V PARTAI MURBA DI BANDUNG 15-17 DESEMBER 1960 Bung Karno: Partai Murba bukannja partai gurem Partai Murba adalah Partai Nasionalis Revolu- sioner jang Konsekwen ..Tan Malaka ..... adalah Pentjinta tanah-air. dan bangsa Indonesia; ia adalah Sosialis jang sepenuh-penuhnja. Dikeluarkan oleh Biro Agitprop D.P.,,PARTAI MURBA"<noinclude></noinclude> r6qhs8r1ugpzo75d91d57r0dqoknszu 311670 311532 2026-08-12T04:50:10Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 311670 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{xx-larger|'''Bung Karno tentang PARTAI MURBA, TAN MALAKA dan PERDJUANGANNJA'''}} PIDATO AMANAT PRESIDEN SUKARNO KEPADA RESEPSI PEMBUKAAN KONGRES KE V PARTAI MURBA DI BANDUNG 15-17 DESEMBER 1960 {{Block center| Bung Karno:<br> „{{...|10}}Partai Murba bukannja partai gurem {{...|10}} Partai Murba adalah Partai Nasionalis Revolusioner jang Konsekwen {{...|10}}“<br> „Tan Malaka {{...|10}} adalah Pentjinta tanah-air dan bangsa Indonesia; ia adalah Sosialis jang sepenuh-penuhnja. {{...|10}}“ }} {{Rule}} '''''''''Dikeluarkan oleh Biro Agitprop D.P.,,PARTAI MURBA"''' {{Rule}}<noinclude></noinclude> jb4h5xpotqn8meuwfuu73rszgq4780y Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/18 104 112461 311533 2026-08-12T02:02:10Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'asalnya "Nilai-Lebih" yang oleh Weitling dan Guru Kung tadi dinamai pencurian. MR. APAL: Sekarang juga sering dinamai "tenaga yang tidak dibayar". Inggrisnya, unpaid labour. SI GODAM Sekarang marilah kita masuki satu pabrik pemintal benang. Di depan si pemintal ada mesin. Di kanannya ada kapas sebagai bahan. Di kirinya ada benang sebagai hasil tenaganya dan kekuatan mesin. Kita timbang benang hasilnya tadi, adalah 10 kg, ialah hasil sehari beker... 311533 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>asalnya "Nilai-Lebih" yang oleh Weitling dan Guru Kung tadi dinamai pencurian. MR. APAL: Sekarang juga sering dinamai "tenaga yang tidak dibayar". Inggrisnya, unpaid labour. SI GODAM Sekarang marilah kita masuki satu pabrik pemintal benang. Di depan si pemintal ada mesin. Di kanannya ada kapas sebagai bahan. Di kirinya ada benang sebagai hasil tenaganya dan kekuatan mesin. Kita timbang benang hasilnya tadi, adalah 10 kg, ialah hasil sehari bekerja umpamanya 6 jam. SI TOKE: Berapakah harga 10 kg benang itu? SI GODAM Marilah kita hitung dengan harga yang diberikan oleh Marx. Sekarang, karena harga uang Indonesia tak keruan turun naiknya ini, harga di masa Marx baik terus kita pakai saja. Tetapi uang Inggris kita tukar dengan uang yang kita kenal saja, dengan tak begitu mempedulikan harga tukarannya itu. Maksud kita cuma buat memberi contoh supaya paham, "bagaimana timbulnya Nilai-Lebih" tadi bisa kita mengerti. SI TOKE: Silahkan! SI GODAM: Harga 10 kg kapas sebagai bahan benang tadi ialah 10 x 25 sen Harga kelunturan mesin dalam 6 jam kerjanya Harga tenaga kerja dalam 6 jam kerja itu (upah sehari) JUMLAH Jadi pokok 1 kg benang = 250 sen 50 sen 75 sen 375 sen 37½ sen SI TOKE: Kalau dia jual umpamanya 75 sen 1 kg benang, jadi untungnya 100%. SI GODAM Tunggu dulu, Kek! Jangan terlalu cepat. Kita mesti anggap kaum kapitalis seluruhnya. Bukan kapitalis benang ini saja. Kita mesti menganggap kapitalis kain yang membeli 18<noinclude></noinclude> bxjvuyy7f07gor5yp7ur0tql7nrftnu 311544 311533 2026-08-12T02:06:47Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 311544 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>asalnya “Nilai-Lebih” yang oleh Weitling dan Guru Kung tadi dinamai pencurian. MR. APAL: Sekarang juga sering dinamai “tenaga yang tidak dibayar”. Inggrisnya, unpaid labour. SI GODAM : Sekarang marilah kita masuki satu pabrik pemintal benang. Di depan si pemintal ada mesin. Di kanannya ada kapas sebagai bahan. Di kirinya ada benang sebagai hasil tenaganya dan kekuatan mesin. Kita timbang benang hasilnya tadi, adalah 10 kg, ialah hasil sehari bekerja umpamanya 6 jam. SI TOKE: Berapakah harga 10 kg benang itu? SI GODAM : Marilah kita hitung dengan harga yang diberikan oleh Marx. Sekarang, karena harga uang Indonesia tak keruan turun naiknya ini, harga di masa Marx baik terus kita pakai saja. Tetapi uang Inggris kita tukar dengan uang yang kita kenal saja, dengan tak begitu mempedulikan harga tukarannya itu. Maksud kita cuma buat memberi contoh supaya paham, “bagaimana timbulnya Nilai-Lebih” tadi bisa kita mengerti. SI TOKE: Silahkan! SI GODAM : {| |- || Harga 10 kg kapas sebagai bahan benang tadi ialah 10 x 25 sen || 250 sen |- || Harga kelunturan mesin dalam 6 jam kerjanya || 50 sen |- || Harga tenaga kerja dalam 6 jam kerja itu (upah sehari) || <u>75 sen</u> |- || JUMLAH || 375 sen |- || Jadi pokok 1 kg benang = || 37½ sen |} SI TOKE : Kalau dia jual umpamanya 75 sen 1 kg benang, jadi untungnya 100%. SI GODAM : Tunggu dulu, Kek! Jangan terlalu cepat. Kita mesti anggap kaum kapitalis seluruhnya. Bukan kapitalis benang ini saja. Kita mesti menganggap kapitalis kain yang membeli<noinclude>{{rh|18}}</noinclude> 7mvfhta669gwafxbsoe52jasc6as3xp 311611 311544 2026-08-12T03:13:31Z Iripseudocorus 23824 /* Tervalidasi */ 311611 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" /></noinclude>asalnya “Nilai-Lebih” yang oleh Weitling dan Guru Kung tadi dinamai pencurian. MR. APAL: Sekarang juga sering dinamai “tenaga yang tidak dibayar”. Inggrisnya, unpaid labour. SI GODAM : Sekarang marilah kita masuki satu pabrik pemintal benang. Di depan si pemintal ada mesin. Di kanannya ada kapas sebagai bahan. Di kirinya ada benang sebagai hasil tenaganya dan kekuatan mesin. Kita timbang benang hasilnya tadi, adalah 10 kg, ialah hasil sehari bekerja umpamanya 6 jam. SI TOKE: Berapakah harga 10 kg benang itu? SI GODAM : Marilah kita hitung dengan harga yang diberikan oleh Marx. Sekarang, karena harga uang Indonesia tak keruan turun naiknya ini, harga di masa Marx baik terus kita pakai saja. Tetapi uang Inggris kita tukar dengan uang yang kita kenal saja, dengan tak begitu mempedulikan harga tukarannya itu. Maksud kita cuma buat memberi contoh supaya paham, “bagaimana timbulnya Nilai-Lebih” tadi bisa kita mengerti. SI TOKE: Silahkan! SI GODAM : <small> {| |- || Harga 10 kg kapas sebagai bahan benang tadi ialah 10 x 25 sen || 250 sen |- || Harga kelunturan mesin dalam 6 jam kerjanya || 50 sen |- || Harga tenaga kerja dalam 6 jam kerja itu (upah sehari) || <u>75 sen</u> |- || JUMLAH || 375 sen |- || Jadi pokok 1 kg benang = || 37½ sen |} </small> SI TOKE : Kalau dia jual umpamanya 75 sen 1 kg benang, jadi untungnya 100%. SI GODAM : Tunggu dulu, Kek! Jangan terlalu cepat. Kita mesti anggap kaum kapitalis seluruhnya. Bukan kapitalis benang ini saja. Kita mesti menganggap kapitalis kain yang membeli<noinclude>{{rh|18}}</noinclude> 2i5fnuzjlul63m4t0m3lrqjk7v90sb5 Halaman:Korban Boedi.pdf/17 104 112462 311534 2026-08-12T02:02:25Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 311534 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||― 15 ―|}}</noinclude>sakoetika itoe ia rasaken seperti ada tenaga apa-apa jang menoesoek dalem djantoengnja, hingga boeat samentara itoe ia djadi kesima. Dengen heran ia mengawasin pada Tjin Liang, tapi ia poenja moeka lantas ditoendoekan kerna ia merasa tida tahan boeat meliat sorot matanja Tjin Liang jang penoeh soemanget. Lama djoega marika tinggal boengkem sembari saling memegang tangan sampe kamoedian pengrasahan kasimanja itoe gadis dibikin kaget sama kadatengannja satoe djongos jang atas prentahnja 'ntjim Eng Hoei dateng memanggil Lian Nio. Lian Nio lantas lepasken tangannja dari pegangannja Tjin Liang. Tjin Liang tinggal boengkem, ia tjoema awasin Lian Nio dengen pikiran melajang, sedeng itoe gadis sendiri poenja keadahan tida berbeda djaoe dari keadahannja itoe djedjaka, ia berdjalan pergi dengen tindakan limboeng. Ampir satoe djam Tjin Liang teroes berdoedoek dalem keadahan separo sedar separo limboeng, achir-achir dengen tindakan lesoe berdjalan masoek ka dalem roemah. {{c|III}} {{c|ASELINJA PENGIDOEPAN?}} {{c|―o―}} Penoelis-penoelis tjerita soeka membilang jang tjinta aseli djalannja ada begitoe tetap, tida mempan sama penggoda'an atawa pengaroe dari loear. Boeat sampe di itoe tingkatan manoesia mempoenjai doea djalan, kesatoe orang bisa menjinta lantaran perasa'an sympathie, kadoea orang poenja hati bisa djato tjinta lantaran merasa kasian, kaloe orang menjinta lantaran merasa soeka sama paras eilok, itoelah boekannja tjinta<noinclude></noinclude> iu3hgju6b0tcgzz4oz9mw1zja4j12wp Halaman:Korban Boedi.pdf/30 104 112463 311535 2026-08-12T02:02:41Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311535 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 28 —}}</noinclude>boeat kenangan pada waktoe malem akoe boeat impian ?" Kombaii itoe iboe kaliatan djadi bingoeng, lama djoega baroe kedengaran la berkata lagi ; „Tapi kaoe toch moesti mempoenjai kakerasan hati, anak, kaoe ada satoe lelaki; satoe lelaki haroes mempoenjai kakerasan hati, kaloe tida, itoelah boekannja laki-laki lagi." „Apa maoe dikata, iboe, sebab hatikoe soeda lama antjoer leboer di bawah pengaroe sorot matanja Lian Nio; iboe apa kaoe tida ada laen daja ?" Boeat kasekean kalinja itoe iboe toendoeki moekanja dan tinggal boengkem. „Sekarang akoe dapet pikir satoe djalan, iboe, kata Tjin Liang jang pikirannja moelai djadi sedikit terang; boeat loepaken itoe peringetan akoe moesti brangkat mati atawa pergi mengoembara, sebab kaloe lebi lama akoe berdiam di sini, akoe koeatir kesengsara'an aken menimpa lebih heibat." „Kaoe gila, Tjin Liang," Kata sang iboe dengen roepa terharoe. „Kaoe maoe korbanken diri lantaran gagal dalem pertjintahan ? Helaas, anak, apatah dalem ini doenia jang fanah tjoema pertjintahan sadja jang bisa dilakoeken oleh satoe anak laki laki ?" „Tapi apatah lagi jang akoe moesti kerdjaken. iboe? Akoe soeda tida poenja pengharepan atawa kagoembirahan, maka akoe ambil poetoesan boeat iakoeken salah satoe dari itoe doea pikiran." „Itoelah ada perboeatanja satoe pengetjoet ! Kaoe tida inget itoe pepata jang membilang : Lebih baik sepoeloeh kalih mati di medan paperangan dari pada mati boenoediri. Kaloe kaoe binasa dalem peperangan akoe tida doekahin anak, malah akoe bergirang dan dan bangga jang satoe darah dagingkoe bisa berlaloe<noinclude></noinclude> 82lx3u0hpn9vr5n2i1e8bqlrm94vep6 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/26 104 112464 311536 2026-08-12T02:02:48Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'sehari, sekarang dengan 5 jam sehari atau kurang, bisalah ditebus upahnya itu. Sisanya yang 5 jam masuk ke kantong majikannya. SI GODAM Begitulah maka si kapitalis berlomba-lomba mendapatkan mesin baru, setahun demi setahun modal yang terkandung oleh mesin bertambah naik dan modal yang terkandung oleh upah sehari demi sehari bertambah turun. SI TOKE Ada saja paham yang berlainan dengan paham ahli ekonomi-borjuis, Dam! Jadi kalau begitu menambah... 311536 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>sehari, sekarang dengan 5 jam sehari atau kurang, bisalah ditebus upahnya itu. Sisanya yang 5 jam masuk ke kantong majikannya. SI GODAM Begitulah maka si kapitalis berlomba-lomba mendapatkan mesin baru, setahun demi setahun modal yang terkandung oleh mesin bertambah naik dan modal yang terkandung oleh upah sehari demi sehari bertambah turun. SI TOKE Ada saja paham yang berlainan dengan paham ahli ekonomi-borjuis, Dam! Jadi kalau begitu menambah modal yang ditanam dalam mesin itu memang sudah terbawa oleh kemajuan kapitalisme. SI GODAM: Begitulah yang sebenarnya. Selalu saja modal mesin naik! SI PACUL : Coba kasih contoh, Dam! SI GODAM Camkanlah contoh dari Guru Marx juga, Cul! Tapi saya kutip dari ingatan saja. Maafkan kalau ada berbeda angkanya! Andaikan 5 Modal Nilai Modal Rupiah Modal Modal Gaji dalam Mesin Jumlah Untung Nilai Lebih Buruh Modal Lebih 50% Gaji 1 50 50 100 25 25 2 70 30 100 15 15 3 80 20 100 10 10 4 5 45 84 16 100 8 8 90 10 100 5 5 JUMLAH 374 126 500 63 63 Andaikan 5 modal tadi kepunyaan seorang kapitalis. Yang ke 1 ialah modal kebun kapas. Yang ke 2 modal buat membersihkan biji kapas. Yang ke 3 modal buat memintal benang. Yang ke 4 buat menenun kain. Yang ke 5 buat mencat atau mencelup. Jumlah modal itu adalah f 500,00. Jumlah untungnya f 63,00. Jadi untungnya dipukul rata adalah f 12,60. Kalau begitu, maka ada modal yang untungnya mesti diturunkan ke untung pukul rata, yaitu untung yang lebih tinggi dari untung pukul rata. Ada 26<noinclude></noinclude> 2qj7po0cke55k0ibvpuhag3tuluoziv 311577 311536 2026-08-12T02:23:26Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 311577 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>sehari, sekarang dengan 5 jam sehari atau kurang, bisalah ditebus upahnya itu. Sisanya yang 5 jam masuk ke kantong majikannya. SI GODAM : Begitulah maka si kapitalis berlomba-lomba mendapatkan mesin baru, setahun demi setahun modal yang terkandung oleh mesin bertambah naik dan modal yang terkandung oleh upah sehari demi sehari bertambah turun. SI TOKE : Ada saja paham yang berlainan dengan paham ahli ekonomi-borjuis, Dam! Jadi kalau begitu menambah modal yang ditanam dalam mesin itu memang sudah terbawa oleh kemajuan kapitalisme. SI GODAM : Begitulah yang sebenarnya. Selalu saja modal mesin naik! SI PACUL : Coba kasih contoh, Dam! SI GODAM : Camkanlah contoh dari Guru Marx juga, Cul! Tapi saya kutip dari ingatan saja. Maafkan kalau ada berbeda angkanya! Andaikan 5 Modal {| class="wikitable" |- style="align-text:center" !| Modal !| Rupiah Modal dalam Mesin !| Modal Gaji Buruh !| Jumlah Modal !| Nilai Lebih 50% Gaji !| Untung Nilai Lebih |- style="align-text:center" || 1 || 50 || 50 || 100 || 25 || 25 |- style="align-text:center" || 2 || 70 || 30 || 100 || 15 || 15 |- style="align-text:center" || 3 || 80 || 20 || 100 || 10 || 10 |- style="align-text:center" || 4 || 84 || 16 || 100 || 8 || 8 |- style="align-text:center" || 5 || 90 || 10 || 100 || 5 || 5 |- style="align-text:center" || JUMLAH || 374 || 126 || 500 || 63 || 63 |} Andaikan 5 modal tadi kepunyaan seorang kapitalis. Yang ke 1 ialah modal kebun kapas. Yang ke 2 modal buat membersihkan biji kapas. Yang ke 3 modal buat memintal benang. Yang ke 4 buat menenun kain. Yang ke 5 buat mencat atau mencelup. Jumlah modal itu adalah f 500,00. Jumlah untungnya f 63,00. Jadi untungnya dipukul rata adalah f 12,60. Kalau begitu, maka ada modal yang untungnya mesti diturunkan ke untung pukul rata, yaitu untung yang lebih tinggi dari untung pukul rata. Ada<noinclude>{{rh|26}}</noinclude> dwacfmuuaxs0ln6t08wkhv9y1mi4ya5 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/29 104 112465 311537 2026-08-12T02:02:53Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'II. Krisis SI GODAM: Marx mempunyai perhitungan yang pasti pula tentang krisis itu. Dia jalankan aliran KRISIS itu dengan angka. Tetapi aku sangsi apakah perhitungan itu bisa diperlihatkan di sini. SI TOKE: Kenapa pula tiada bisa, Dam? SI GODAM Sebelum Marx mengeluarkan itu sudahlah tentu ia lebih dahulu memberikan bermacam-macam penerangan. Lagipula mempunyai bahasa sendiri dan cara memeriksa sendiri. Kalau kita belum memahami filsafatnya Hegel... 311537 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>II. Krisis SI GODAM: Marx mempunyai perhitungan yang pasti pula tentang krisis itu. Dia jalankan aliran KRISIS itu dengan angka. Tetapi aku sangsi apakah perhitungan itu bisa diperlihatkan di sini. SI TOKE: Kenapa pula tiada bisa, Dam? SI GODAM Sebelum Marx mengeluarkan itu sudahlah tentu ia lebih dahulu memberikan bermacam-macam penerangan. Lagipula mempunyai bahasa sendiri dan cara memeriksa sendiri. Kalau kita belum memahami filsafatnya Hegel, ialah Gurunya Marx, susah kita mengikuti uraian Marx. Akhirnya saya sangsi, apakah saya masih ingat seluruh perhitungan Marx tadi, karena sudah lama betul saya pelajari hal itu. Celakanya lagi saya tak mempunyai buku karangan Marx sudah bertahun-tahun. SI PACUL Asal aliran pikirannya benar, Dam! Selama ini kami bisa mengikuti aliran pikiran Marx yang kau bentangkan. SI GODAM: Maaf kalau salah! Sebenarnyalah, di tengah- tengah perjuangan Surabaya ini, di antara api, terbakar di kampung ini dan kampung itu, di antara tembakan dari pihak musuh dan pihak kita, manakah kita bisa mencari, apalagi mempelajari teori krisisnya Karl Marx. SI PACUL: Seadanya saja, Dam! SI GODAM: Marilah kita mulai. Semua yang berhubungan dengan perkakas menghasilkan, ringkasnya mesin, ditaruh oleh Marx pada garis atas. Semua yang berhubungan dengan pemakaian (konsumsi) dibubuhnya di garis bawah. Modal mesin f 4.000,- Modal gaji buruh Nilai-Lebih (modal mesin f 1.000,- mesin) f 1.000,- Mesin Pemakaian Modal (mesin) Modal Buruh pemakaian f 2.000,- (pemakaian) f Nilai-Lebih (modal pemakaian) f 500,- 500,- Oleh Marx modal yang ditanam dalam "mesin" itu, baik buat pembikin mesin ataupun pembikin barang pakai, dinamainya 29<noinclude></noinclude> 1coddql2o27fumq3rwt9jkei2k95tnx 311586 311537 2026-08-12T02:28:32Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 311586 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|'''{{ol|type=I|start=2|Krisis}}'''}} SI GODAM : Marx mempunyai perhitungan yang pasti pula tentang krisis itu. Dia jalankan aliran KRISIS itu dengan angka. Tetapi aku sangsi apakah perhitungan itu bisa diperlihatkan di sini. SI TOKE : Kenapa pula tiada bisa, Dam? SI GODAM : Sebelum Marx mengeluarkan itu sudahlah tentu ia lebih dahulu memberikan bermacam-macam penerangan. Lagipula mempunyai bahasa sendiri dan cara memeriksa sendiri. Kalau kita belum memahami filsafatnya Hegel, ialah Gurunya Marx, susah kita mengikuti uraian Marx. Akhirnya saya sangsi, apakah saya masih ingat seluruh perhitungan Marx tadi, karena sudah lama betul saya pelajari hal itu. Celakanya lagi saya tak mempunyai buku karangan Marx sudah bertahun-tahun. SI PACUL : Asal aliran pikirannya benar, Dam! Selama ini kami bisa mengikuti aliran pikiran Marx yang kau bentangkan. SI GODAM : Maaf kalau salah! Sebenarnyalah, di tengah-tengah perjuangan Surabaya ini, di antara api, terbakar di kampung ini dan kampung itu, di antara tembakan dari pihak musuh dan pihak kita, manakah kita bisa mencari, apalagi mempelajari teori krisisnya Karl Marx. SI PACUL : Seadanya saja, Dam! SI GODAM : Marilah kita mulai. Semua yang berhubungan dengan perkakas menghasilkan, ringkasnya mesin, ditaruh oleh Marx pada garis atas. Semua yang berhubungan dengan pemakaian (konsumsi) dibubuhnya di garis bawah. {| class="wikitable" |- || Mesin || Modal mesin f 4.000,- || Modal gaji buruh mesin f 1.000,- || Nilai-Lebih (modal mesin) f 1.000,- |- || Pemakaian || Modal (mesin) pemakaian f 2.000,- || Modal Buruh (pemakaian) f 500,- || Nilai-Lebih (modal pemakaian) f 500,- |} Oleh Marx modal yang ditanam dalam "mesin" itu, baik buat pembikin mesin ataupun pembikin barang pakai, dinamainya<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude> 8v5x4lpow7lakp082is5d2swqtcu7eq Halaman:Korban Boedi.pdf/18 104 112466 311539 2026-08-12T02:03:41Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '16 — aseli; marika tjoema terpengaroe sama napsoe birahi atawa penarik di lahir, itoe matjem kerjintainan dengen gampang bisa djadi loentoer. Tapi tida hegitoe sama djalannja tjinta jang aseii, semingkin lama iïoe pengrasahan mengoerek semingkin dalem. Sebabnja boleh djadi djoega lantaran perdjalanannja jang pelahaii djadi mengasih kans aken satoe perasa'an menanem satoe fondamant dengen tida dirasa oleh jang mempoenjai hati. Demikian djoega ada... 311539 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>16 — aseli; marika tjoema terpengaroe sama napsoe birahi atawa penarik di lahir, itoe matjem kerjintainan dengen gampang bisa djadi loentoer. Tapi tida hegitoe sama djalannja tjinta jang aseii, semingkin lama iïoe pengrasahan mengoerek semingkin dalem. Sebabnja boleh djadi djoega lantaran perdjalanannja jang pelahaii djadi mengasih kans aken satoe perasa'an menanem satoe fondamant dengen tida dirasa oleh jang mempoenjai hati. Demikian djoega ada terdjadi sama perhoeboengan nja Tjin Liang dan Lian Nio, bermoela marika menjinta atas dasar persoedara misan, karnoedian disoeroeng sama perasa'an saling sympathie hingga marika terangkat satoe tingkat ka dalem kalangannja tjinta menjinta jang toelen. Menjintanja satoe hati lelaki terhadep orang prempoean dan sebaliknja. Tapi marika jang masih beroemoer begitoe moeda beloii begitoe mengarti apa adanja itoe perasa'an aneh, jang saban sa'at menjerang hatinja; marika tjoema rasaken sadja, itoelah ada satoe kasenangan djika marika djoestroe doedoek berkoempoel. Pada soeatoe sore koetika oedara terang hingga sanget menggoembiraken, teroetama boeat itoe hatihati jang sedeng saling metjinta, itoelah adii sa'at jang marika tida maoe liwatken dengen perljoema. Pada itoe wak:oe kekasih kekasih soeka liwatken tempo de­ ngen doedoek berendengan sembari lajangken pikirannja sembari memandang itoe mega jang djaoe dan tida bisa didatengin. Tjiii Liang berdoea Lian Nio poen kaliatan tida maoe sia siaken itoe waktoe jang soesa didapet, begitoe senang dan tentrem kaliatannja itoe sepassng merpati berdoedoekan di bawahnja poehoen mangga sembari dengerin soearanja boerocng perkoetoet jang berkeloelcetan.<noinclude></noinclude> 8rna06jktfu0wf8jk3vxpr5ubrlgf3d 311543 311539 2026-08-12T02:06:34Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311543 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||― 16 ―}}</noinclude>aseli; marika tjoema terpengaroe sama napsoe birahi atawa penarik di lahir, itoe matjem kerjintahan dengen gampang bisa djadi loentoer. Tapi tida begitoe sama djalannja tjinta jang aseli, semingkin lama itoe pengrasahan mengoerek semingkin dalem. Sebabnja boleh djadi djoega lantaran perdjalanannja jang pelahan djadi mengasih kans aken satoe perasa'an menanem satoe fondamant dengen tida dirasa oleh jang mempoenjai hati. Demikian djoega ada terdjadi sama perhoeboengannja Tjin Liang dan Lian Nio, bermoela marika menjinta atas dasar persoedara misan, kamoedian disoeroeng sama perasa'an saling sympathie hingga marika terangkat satoe tingkat ka dalem kalangannja tjinta menjinta jang toelen. Menjintanja satoe hati lelaki terhadep orang prempoean dan sebaliknja. Tapi marika jang masih beroemoer begitoe moeda belon begitoe mengarti apa adanja itoe perasa'an aneh, jang saban sa'at menjerang hatinja; marika tjoema rasaken sadja, itoelah ada satoe kasenangan djika marika djoestroe doedoek berkoempoel. Pada soeatoe sore koetika oedara terang hingga sanget menggoembiraken, teroetama boeat itoe hati-hati jang sedeng saling metjinta, itoelah ada sa'at jang marika tida maoe liwatken dengen pertjoema. Pada itoe waktoe kekasih kekasih soeka liwatken tempo dengen doedoek berendengan sembari lajangken pikirannja sembari memandang itoe mega jang djaoe dan tida bisa didatengin. Tjin Liang berdoea Lian Nio poen kaliatan tida maoe sia siaken itoe waktoe jang soesa didapet, begitoe senang dan tentrem kaliatannja itoe sepasang merpati berdoedoekan di bawahnja poehoen mangga sembari dengerin soearanja boeroeng perkoetoet jang berkeloeloetan.<noinclude></noinclude> 64g8fetazyy9ftrqgn2wfp8bahb44qt Halaman:Korban Boedi.pdf/29 104 112467 311540 2026-08-12T02:04:58Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311540 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 27 —}}</noinclude>Doeloe djoega akoe perna peringetken kaoe; kaloe maoe memilih boengah boeat riasin hatimoe, pilihlah sadja bcengah melati, jang maski kaliatannja ada sänget saderhana tapi ada menjimpen satoe kamoeliahaii jang oetama, tapi kaoe tida dengerin itoe, sebaliknja kaoe tjoba petik boengah mawar, hingga sekarang sasoedanja kena ketoesoek saira doeri doerinja jang tadjem, baroe kaoe menjesel dan penasaran. " lboe............ ach " „Kenapa kaoe boeat penasaran, anak ?" „lboe, ma'afkenlah akoe. Dalem segala oeroesan maski oeroesan jang begimana besar—barangkali akoe ada mempoenjai tjoekoep kategoehan hati ; tapi dalem ini oeroesan akoe menjera kala, akoe ra­ saken soemanget dan toeboekoe ada sänget lemah, maka harep kaoe tida terlaloe salahken akoè. Djoega sebab kaoe tida taoe iboe, begimana itoe perasa'an soeda mengoerek dalem sekali di antara hati koe, siang dan malem akoe tida bisa loepaken itoe akoe lebih soeka, iboe, oepama kasihken sebagian toeboekoe boeat dipotong dari pada moesti teroes menanggoeng ini kasengsarahan, maka iboe adoeh, toeloenginlah akoe " N'jonja Bin Liong jang biasanja bisa berlakoe sabar, pada itoe waktoe tida oeroeng oendjoeken roepa bingoeng dan terharoe, „Tapi, anak, menjesel akoe tida bisa berboeat apa apa selaennja minta kaoe tegoehken hati boeat ioepaken itoe oeroesan, sebab akoe taoe tjoema ada itoe satoe djalan sadja jang bisa hindarken kaoe dari bahaja !" „Iboe, adoeh," meratap itoe anak moeda dengen roepa poetoes harepan. „Begimana akoe bisa loepaken itoe kedjadian jang pada waktoe siang akoe biasa<noinclude></noinclude> dytmg49yyaorbarawjdydvvr9nvf3bj Halaman:Korban Boedi.pdf/28 104 112468 311541 2026-08-12T02:06:13Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311541 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 26 —}}</noinclude>poenja batin tida bisa imbangin kameiiteraiigan 'moe jaiig di laliir." Lian Nio toendoeki moekanja, ia tida brani djawab atawa pandang paras moekanja itoe orang moeda. Tjin Liang poen tida maoe berdiam lebih lama di itoe tempat jang bisa kiamatken hatinja, dengen tindakan sedikit iimboeng ia berdjalan pergi menoedjoe ka paviljoen. Sesampenja dalem kamar tidoer Tjin Liang lantas bantingken dirinja di atas pembaringan, menangis tersedoe-sedoe, itoe soeara sasenggoekan jang santer dengen lantes bikin kaget iboenja jang lagi asik bi­ kin koewe diroemah samping hingga dengen tersipoe-sipoe ia dateng menjamperin. „Kaoe kenapa Tjin Liang ? Tida oedjan tida angin menangis begitoe roepa?' menanja sang iboe. „Iboe, iboe, akoe merasa sangat penasaran dihinakén orang," kata Tjin Liang dengen seroe. „Siapa jang menghinaken, anak? loetoerkenlah, siapa dan kenapa kaoe djadi dihinaken?" „Lian Nio itoe gadis jang kaiiatannja lemah-lemboet bisa hinaken akoe, iboe. Akoe ampir tida bisa pertjaja, tapi toch soeda kedjadian, iboe. „Dan selandjoetnja Tjin Liang lantas tjeritaken satoe per satoe perhoeboengannja sama itoe gadis, sahingga baroesan ia dihinaken. „Oh, anak," kata itoe iboe dengen sabar, pada sasoedanja denger habis penoetoeran poetranja, „kaoe merasa penasaran kaloe maksoed hatimoe ditolak ? Tapi itoelah ada salahmoe sendiri, sabelonnja bertin­ dak boeat tjoba tjaplok itoe remboelan kaoe moest! inget doeloe kadoedoekan dirimoe tapi kaoe memboeta, hingga hasilnja poen tjoema kegagalan sadja.<noinclude></noinclude> f8jetl3sfi0k0v3n7xzmh71gui8lp0j Pembicaraan:Mustikarasa/Asem Asem Pedas Udang 1 112469 311542 2026-08-12T02:06:16Z Mbee-wiki 5975 /* Header */ bagian baru 311542 wikitext text/x-wiki == Header == Halo @[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]], terima kasih sudah berkontribusi di WS ID :) Terdapat kesalahan kecil pada header baris <code>next=</code> semestinya diisi dengan <code>Mustikarasa/Asem Asem Udang</code> alih-alih <code>Mustikarasa/Asem Asem '''Pedas''' Udang</code>. Trims :) [[Pengguna:Mbee-wiki|Mbee-wiki]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mbee-wiki|bicara]]) 12 Agustus 2026 02.06 (UTC) bcd030f4vf3dthmvcy29lubk530766a Halaman:Korban Boedi.pdf/19 104 112470 311545 2026-08-12T02:06:54Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '17 — „Lian, kaoe taoe apa artinja penghidoepan ?" „Tida," djawab gadis. „Baroesan akoe dapet batja boekoe „Goedang Tjerita" penerbitan dari Drukkery Minerva Banaoeng, jaiig kabetoelan ada moeat eerste prys dari prys'vraag tentang Artinja Petighidoepan. Daierv: itoe boekoe satoe penoeüs terkenal teiaii ioekisken dengen bagoes dan djitoe djaiannja satoe penghidoepan jang aseli, satoe penghidoepan jang berarti penghidoepan djoedjoer dan tinggi, ant... 311545 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>17 — „Lian, kaoe taoe apa artinja penghidoepan ?" „Tida," djawab gadis. „Baroesan akoe dapet batja boekoe „Goedang Tjerita" penerbitan dari Drukkery Minerva Banaoeng, jaiig kabetoelan ada moeat eerste prys dari prys'vraag tentang Artinja Petighidoepan. Daierv: itoe boekoe satoe penoeüs terkenal teiaii ioekisken dengen bagoes dan djitoe djaiannja satoe penghidoepan jang aseli, satoe penghidoepan jang berarti penghidoepan djoedjoer dan tinggi, antara laen laen, kaloe akoe tida salah artiken, penoeiisnja maksoedken hoofdrol dari peng­ hidoepan ada pernika'an di satnpingnja pernika'an baroe terletak koeadjiban." „Kaoe mendongeng ? „Hush, kaoe djangan berlakoe seperti anak-anak sadja. oesiamoe jang. ménadjak semingkin tinggi aken memaksa kaoe perhatiken djaiannja penghidoepan. Kaoe tida taoe, begitoe lekas manoesia menindak dalerrr kalangan dewasa, dalem kalangan mana orang poenja oesia di nggap soeda mateng, berbagi-bagi koeadjiban lantas dateng menimpa ka atas poendaknja, tapi soeal pertama 'jang menimpa, jalah soeal perni­ kahan, kerna orang belon bisa dibilang hidoep dalem penghidoepan jang sedjati sebegitoe lama marika be­ lon menika, atawa orang sini bilang „djadi orang"; itoe perkata'an „djadi orang" sabetoelnja ada menggenggem arti-sni jang besar, kapan kaoe maoe per­ hatiken dengen betoel itoe tjengli jang baroesan akoe seboet; „orang tida bisa dibilang hidoep dalem peng­ hidoepan jang betoel, kapan marika belon menika," itoe ada betoel Kaoe djangan membanta doeloe, menjega Tjin Liang koetika ia liat itoe gadis bikin gerakan seperti maoe bitjara „Kaoe haroes mengarti bahoea pernika'an ada vvet Natuur jang tida bisa di<noinclude></noinclude> sq8f97brega3ynyfqa3dfp1gn9qu3q8 311555 311545 2026-08-12T02:12:08Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311555 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||― 17 —}}</noinclude>„Lian, kaoe taoe apa artinja penghidoepan ?” „Tida,” djawab gadis. „Baroesan akoe dapet batja boekoe „Goedang Tjerita” penerbitan dari Drukkery Minerva Bandoeng, jang kabeloelan ada moeat eerste prys dari prysvraag tentang Artinja Penghidoepan. Dalem itoe boekoe satoe penoelis terkenal telah loekisken dengen bagoes dan djitoe djalannja satoe penghidoepan jang aseli, satoe penghidoepan jang berarti penghidoepan djoedjoer dan tinggi, antara laen laen, kaloe akoe tida salah artiken, penoelisnja maksoedken hoofdrol dari penghidoepan ada pernika'an di sampingnja pernika'an baroe terletak koeadjiban." „Kaoe mendongeng? „Hush, kaoe djangan berlakoe seperti anak-anak sadja. oesiamoe jang menadjak semingkin tinggi aken memaksa kaoe perhatiken djalannja penghidoepan. Kaoe tida taoe, begitoe lekas manoesia menindak dalem kalangan dewasa, dalem kalangan mana orang poenja oesia di nggap soeda mateng, berbagi-bagi koeadjiban lantas dateng menimpa ka atas poendaknja, tapi soeal pertama jang menimpa, jalah soeal pernikahan, kerna orang belon bisa dibilang hidoep dalem penghidoepan jang sedjati sebegitoe lama marika belon menika, atawa orang sini bilang „djadi orang”; itoe perkata'an „djadi orang” sabetoelnja ada menggenggem arti-arti jang besar, kapan kaoe maoe perhatiken dengen betoel itoe tjengli jang baroesan akoe seboet; „orang tida bisa dibilang hidoep dalem peng- hidoepan jang betoel, kapan marika belon menika,” itoe ada betoel {{...|6}} Kaoe djangan membanta doeloe, menjega Tjin Liang koetika ia liat itoe gadis bikin gerakan seperti maoe bitjara „Kaoe haroes mengarti bahoea pernika'an ada wet Natuur jang tida bisa di<noinclude></noinclude> emaocjbbksw9smid48h66kj4iddilyh Halaman:Korban Boedi.pdf/27 104 112471 311546 2026-08-12T02:07:09Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311546 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 25 —}}</noinclude>jaiig sedeng kasepian kaliatan lagi berdoedoek di soeatoe batoe sendirian. „Lian, moeiai ia dengen peiahan dan doedoek di sampingnja, hingga bikin itoe gadis djadi sänget kaget, „apa kaoe banjak baek dalem ini berapa hari ? ' „Trima kasi, akoe ada waras, „djawab itoe gadis dengén pendek, hingga soeda bikin Tjin Liang poenja rasa mendongkol djadi semingkin besar, maka ampir pada itoe waktoe djoega ia berkata lagi . „Lian, akoe tida mengarti, kenapa dalem berapa boe'ian in kaoe kaliatan banjak berobah, kaoe seka­ rang roepanja soengkan berdekatan sama akoe. Kaoe membeiitji akoe? Tajji apatah sebabnja maka kaoe perlakoeken akoe begitoe matjem ?" „Kaloe akoe tida salah inget, doeloe kaoe sering beroending : satoe orang jang berotak moesti bisa lekas robah pikirannja dengen moenoeroetin aliran keada'an. Kaloe tida, marika poenja kepala ada kepala kalde. Tapi toch kaoe bisa merasa heran jang seka­ rang akoe robah pikiran jang doeloe." Mendenger itoe perkata'an seperti mendadak kena digoejoer oleh satimba aer dingin Tjin Liang djadi melengek, lama djoega baroe ia bisa berkata lagi : „Baeklah, Lian.-Tapi kaoe moesti kasi alesannja, baroe akoe bisa merasa poeas." „Akoe pikir tida perloe kasi itoe alesan, tjoekoep kapan kaoe diingeti, jang kaoe tida ada hak boeat paksa akoe pegang tetep itoe perdjandjian anak-anak." „Lian, kaoe taoe akoe poen tida ada begitoe renda boeat memperkosa hatinja satoe prempoean. Sekarang akoe tjoema menjesel kenapa doeloe akoe kena dibodoken sama anggepan sendiri, anggep kaoe ada sanget moelia dan berboedi, dengen sabetoelnja kaoe<noinclude></noinclude> khr9t3r1m843d0z0qx91368numwm0yz Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/21 104 112472 311547 2026-08-12T02:08:08Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'SI GODAM Bukankah tadi kita andaikan si pemintal benang bekerja 12 jam? SI TOKE: Benar! SI GODAM Dalam 6 jam tadi dia pintal 10 kg artinya itu kapas dia sulap menjadi benang! Inilah keajaiban pertama dari tenaga manusia. Dia bisa tukar bentuknya barang. Bentuk kapas bertukar menjadi benang. Dalam 12 jam berapa kilogramkah benang yang bisa dipintal? SI TOKE: Tentulah 2 x 10 kg = 20 kg. SI GODAM: Berapakah harganya 20 kg benang, penjelmaan 20 kg k... 311547 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>SI GODAM Bukankah tadi kita andaikan si pemintal benang bekerja 12 jam? SI TOKE: Benar! SI GODAM Dalam 6 jam tadi dia pintal 10 kg artinya itu kapas dia sulap menjadi benang! Inilah keajaiban pertama dari tenaga manusia. Dia bisa tukar bentuknya barang. Bentuk kapas bertukar menjadi benang. Dalam 12 jam berapa kilogramkah benang yang bisa dipintal? SI TOKE: Tentulah 2 x 10 kg = 20 kg. SI GODAM: Berapakah harganya 20 kg benang, penjelmaan 20 kg kapas tadi? SI TOKE: Sekarang aku sendiri bisa hitung, 20 kg harganya 2 x 375 sen tadi, ialah 750 sen. SI GODAM: Tetapi berapa "pokok" si Kapitalis? SI PACUL Aku saja, Dam! Aku sudah mengerti. Harga 20 kg kapas 20 x 25 sen Harga kelunturan mesin 2 x 50 sen Harga tenaga tetap JUMLAH 500 sen 100 sen 15 sen 675 sen Jadi "untung" 750 sen - 675 sen = 75 sen. Dan "untung" ini terang didapatnya dari tenaga. Inilah yang tiada dibayar, inilah yang secara ilmu oleh Marx dinamai "Nilai-Lebih". SI GODAM Inilah sulapan kedua yakni sulapan yang menimbulkan Nilai-Lebih dengan jalan memakai tenaga buruh, lebih dari harga tenaga yang dipersekotkannya oleh Buruh. Dari "tenaga"-lah timbulnya Nilai-Lebih itu. Hitung sajalah persen untungnya, kalau 12 jam kerja itu diperpanjang sampai 15 jam, sampai 16 jam, seperti sungguh terjadi di Inggris semasa Marx! 21<noinclude></noinclude> hi22l6e5eycn9jd8juxmkplt0vs966x 311553 311547 2026-08-12T02:11:53Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 311553 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>SI GODAM : Bukankah tadi kita andaikan si pemintal benang bekerja 12 jam? SI TOKE : Benar! SI GODAM : Dalam 6 jam tadi dia pintal 10 kg artinya itu kapas dia sulap menjadi benang! Inilah keajaiban pertama dari tenaga manusia. Dia bisa tukar bentuknya barang. Bentuk kapas bertukar menjadi benang. Dalam 12 jam berapa kilogramkah benang yang bisa dipintal? SI TOKE : Tentulah 2 x 10 kg = 20 kg. SI GODAM : Berapakah harganya 20 kg benang, penjelmaan 20 kg kapas tadi? SI TOKE : Sekarang aku sendiri bisa hitung, 20 kg harganya 2 x 375 sen tadi, ialah 750 sen. SI GODAM : Tetapi berapa “pokok” si Kapitalis? SI PACUL : Aku saja, Dam! Aku sudah mengerti. {| |- || Harga 20 kg kapas 20 x 25 sen || 500 sen |- || Harga kelunturan mesin 2 x 50 sen || 100 sen |- || Harga tenaga tetap || <u>15 sen</u> |- || JUMLAH || 675 sen |} Jadi “untung” 750 sen - 675 sen = 75 sen. Dan “untung” ini terang didapatnya dari tenaga. Inilah yang tiada dibayar, inilah yang secara ilmu oleh Marx dinamai “Nilai-Lebih”. SI GODAM : Inilah sulapan kedua yakni sulapan yang menimbulkan Nilai-Lebih dengan jalan memakai tenaga buruh, lebih dari harga tenaga yang dipersekotkannya oleh Buruh. Dari “tenaga”-lah timbulnya Nilai-Lebih itu. Hitung sajalah persen untungnya, kalau 12 jam kerja itu diperpanjang sampai 15 jam, sampai 16 jam, seperti sungguh terjadi di Inggris semasa Marx!<noinclude>{{rh|||21}}</noinclude> dg1dnlu3o4db1z305riz878g1ixq4mf 311612 311553 2026-08-12T03:17:44Z Iripseudocorus 23824 /* Tervalidasi */ 311612 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SI GODAM : Bukankah tadi kita andaikan si pemintal benang bekerja 12 jam? SI TOKE : Benar! SI GODAM : Dalam 6 jam tadi dia pintal 10 kg artinya itu kapas dia sulap menjadi benang! Inilah keajaiban pertama dari tenaga manusia. Dia bisa tukar bentuknya barang. Bentuk kapas bertukar menjadi benang. Dalam 12 jam berapa kilogramkah benang yang bisa dipintal? SI TOKE : Tentulah 2 x 10 kg = 20 kg. SI GODAM : Berapakah harganya 20 kg benang, penjelmaan 20 kg kapas tadi? SI TOKE : Sekarang aku sendiri bisa hitung, 20 kg harganya 2 x 375 sen tadi, ialah 750 sen. SI GODAM : Tetapi berapa “pokok” si Kapitalis? SI PACUL : Aku saja, Dam! Aku sudah mengerti. {| |- || Harga 20 kg kapas 20 x 25 sen || 500 sen |- || Harga kelunturan mesin 2 x 50 sen || 100 sen |- || Harga tenaga tetap || <u>15 sen</u> |- || JUMLAH || 675 sen |} Jadi “untung” 750 sen - 675 sen = 75 sen. Dan “untung” ini terang didapatnya dari tenaga. Inilah yang tiada dibayar, inilah yang secara ilmu oleh Marx dinamai “Nilai-Lebih”. SI GODAM : Inilah sulapan kedua yakni sulapan yang menimbulkan Nilai-Lebih dengan jalan memakai tenaga buruh, lebih dari harga tenaga yang dipersekotkannya oleh Buruh. Dari “tenaga”-lah timbulnya Nilai-Lebih itu. Hitung sajalah persen untungnya, kalau 12 jam kerja itu diperpanjang sampai 15 jam, sampai 16 jam, seperti sungguh terjadi di Inggris semasa Marx!<noinclude>{{rh|||21}}</noinclude> flnj8178f1cqn7mn3uhgk4lt3y17v9t Halaman:Korban Boedi.pdf/26 104 112473 311548 2026-08-12T02:08:18Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311548 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 24 —}}</noinclude>renggang, sebab biar poen Tiang Lok tida brani me- larang itoe gadis bergaoel pada Tjin Liang, tapi dengen samar ia oendjoek itoe rasa tida senang. Soeatoe hari koetika Tiang Lox dateng mengoen- djoengin dan dapet liat Lian Nio sedeng doedoek beromong sama Tjin Liang, ia lantas oeroengin itoe koendjoengan malah sampe berapa hari sebagi protest, ia tida oendjoek moekanja Lian Nio jang hatinja soeda kena terdjebak djadi kabingoengan, dar koetika ia menegor kenapa berapa hari itoe ia selaloe tida maoe dateng Tiang Lok lantas menjindir. ,,Di sini toch soeda ada Tjin Liang jang menemeni, perioe apa akoe dateng menggretjok!" Sadjek itoe waktoe Lian No djadi mengarii jang Tiang Lok tida senang liat ia bergaoel pada Tin Liang, maka boeat menjenangken hatinja itoe kekasih baroe sebrapa bisa ia djaoeliken diri dari Tjin Liang. Tiang Lok jang anggep Tjin Liang sebagi satoe saingan sengadja goenaken koetika baek bɔeat pisah- ken itoe doea orang moeda, maski djoega Tjin Liang tida pernah njataken pada siapa djoega jang ia ada menjinta pada itoe gadis. rjin Liang jang boekannja patoeng atawa batoe jang tida merasa, pelahan-pelahan poen rasaken djoega itoe perobahan dari Lian Nio, tapi ia tida bisa ber- boeat laen dari merasa heran dan mengelah napas. Berapa kali ia kandoeng niatan boeat tanjaken piki- rannja itoe gadis, tapi saban kali ia moesti foenda itoe maksoed, sebab Lian Nio sekarang soesa sekali di ketemoekennja. Pada soeatoe sore koetika ia soeda merasa tida tahan boeat simpen lebih lama itoe gandjelan hati, ia lantas pergi tjari Lian Nio di kebon belakang. Ini kali Tjin Liang poenja maksoed berhasil, Lian Nio<noinclude></noinclude> jewkkh790vyzv1t4qxzpqnh1umgpuge Halaman:Korban Boedi.pdf/25 104 112474 311549 2026-08-12T02:08:57Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311549 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 23 —}}</noinclude>pande djoeal laga seperti Tiang Lok, laginja Tiang Lok ada pladjaran sekoia Blanda hingga sanget menjotjokin kainginannja. Djoega t'jata Tjin Liang jang pendiatyi sebetoelnja lida soeroep boeat bisa menjotjokin dirinja jang gemar sama plesiran, maka djoega Tiang Lok gampang sekali ambil over kadoedoekannja, sebab saban diadjak pergi pasiar atawa menonton, tida seperti Tjin Liang jang soeka gojang kepala, Tiang Lok selaloe bisa mengiringken, malah kaloe itoe gadis tida niat Tiang Lok sendiri jang timboelken itoe soeal, hingga tida heran lagi ia poenja perhatian pada Tjin Liang djadi dipindahken pada itoe orang moeda jang ternjata bisa sekali mengambil hatinja. Demikianlah pelahan dengen pelahan mengandel sama ketadjeman lidanja Tiang Lok bikin revolutie dalem hatinja Lian Nio jang tadinja ada saderhana lantaran pengaroenja Tjin Liang. Sekarang orang liat ia tida betah berdiam di roemah, saban ada waktoe senggang tentoe pergi pasiar berdoeahan sama Tiang Lok. Ajah dan iboenja jang terlaioe kasi hati pada itoe poetri toenggal, diam diam tjoema bisa rnengeloeh. Itoe gadis poenja perlakoean pada Tjin Liang poen banjak berobah, doeloe kaloe satoe hari sadja ia tida bertemoe pada itoe orang moeda, ia soeka merasa kasepian. Tapi sekarang, maski antero minggoe Tjin Liang tida oendjoek moeka, ia tida ambil perdoeli sama sekali, malah kaloe satoe sebab bikin ia kepaksa beroeroesan sama Tjin Liang, ia lakoeken itoe dengen roepa ogah-ogahan. Lian Nio poenja sikap jang ba­ njak berobah sebetoelnja ada sebabnja, ia merasa koeatir doedoek beromong sama Tjin Liang kerna takoet dapet diliat oleh Tiang Lok, hingga bisa mem­ bikin ia poenja perhoeboengan sama Tiang Lok djadi<noinclude></noinclude> qaffryspzjb7ffhqrzfmyr3s7bks9og Halaman:Korban Boedi.pdf/24 104 112475 311550 2026-08-12T02:10:25Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311550 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 22 —}}</noinclude>sekola di Handelschool Soerabaja, Tiang Lok ampir dioesir dari roemah pergoeroean, sebab ia telah djadi lantaran jang lelah membikin moerid moerid prempoean bersetorian. Lian Nio jang tjantik dan ada djadi poetrinja satoe hartawan, dengen lantas menarik keras perhatiannja Tiongkok dan berdaja boeat goenaken keijakepan dan ketadjeman lidanja mendjebak hatinja iloe nona moeda. Begitoelah saban kali ia bertemoe pada Lian Nio, selamanja ia berlakoe loear biasa hormat dan sebrapa bisa kaloearken antero kepandeannja boeat menarik perhatiannja itoe gîdis itoe daja djadi begitoe gam­ pang berhasilnja, sebab seperti soeda dikata, Lian Nio ada berhati lemah, ia gampang berlakoe menoeroetin pengaroe d^ri laen orang jang lebih koeat. Sekarang saban sore atawa pada hari vry Tiang Lok soeka djoeal obrolannja pada itoe gadis dengen berlakoe setjara familiar. Tjin Liang jang berhati djoedjoer ting­ gal tida mengopeni, sedeng Eng Hoei lantaran menginget sama itoe perhoeboengan familie soeka antepin sadja itoe kadjadian, maski pada bermoelanja ia merasa sedikit kaberataii kaloe Lian Nio berialoe bergaoel sama Tiang Lok jang ia tida begitoe soeka. Lantaran pandenja Tiang Lok djoeal laga di hadepannja itoe gadis, dengen lantas perhatiannja pada Tjin Liang dipindahken pada Tiang Lok, seperti doeloe ia ada rasaken terhadep pengaroenja Tjing Liang, sekarang kaloe Tiang Lok satoe hari sadja tida bisa dateng mengoendjoengin, tentoe Lian Nio djadi sanget kasepian dan soeka berlakoe oering-oeringan. Pada waktoe sendirian Lian Nio soeka tjoba bikin perban­ dingan antara dirinja itoe doea orang moeda, dan poetoesannja, Tjin Liang ada lebih bawah dari Tiang Lok, sebab Tjin Liang jang djoedjoer tentoe sadja tida<noinclude></noinclude> gx679mbqrzhgzzwzf471fhy266eawqy Halaman:Korban Boedi.pdf/23 104 112476 311551 2026-08-12T02:11:07Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311551 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 21 —}}</noinclude>'nkoenja, dalem itoe peroesahan kamoedian ia' diwadjibken djadi peiijioeroesnja, sebab Eng Hoei diam diam me' rasa keiarik sama kapintaran dan kedjoedjoerannja itoe keponakan. Dan soeda oemoemnja dalem peroeSaliannja oiang Tionghoa pakerdjahan selaloe ditjampoer adoek seperti tjapijay, orang jang mendapet kapertjajahan selaloe dikasi koeadjiban jang pjling berat, ia moesti meratigkep segala kerdjahan jang penting de­ ngen berbareng. Directeur tevens toekang pak eet (Corr. Kassier bisa dianggep penting dalem soeatoe pe­ roesahan, dan pada satoe kali itoe kasier telah bikin tekorr, Eng Hoei ian:as sadja wadjibken Tjin Liang merangkep djoega itoe kerdjahan. Orang bisa bajangken sendiri bagimana repomja itoe pamoeda poenja pakerdjahan jang sänget banjak, tapi iapoenja paman sama sekali tida maoe ambil poesing. Sebagi temen kerdjanja Ijin Liang dapet kawan Tiang Lok, salah satoe keponakannja njonja Eng Hoei sebagi Boekhouder. Tapi soenggoe sial, pada itoe te­ men kerdja Tjin Liang tida bisa dapet keakoeran. Tiang Lok jang bertabeat dengki dan soeka mengadoe jang boekan-boekan boeat tjari moeka, menerbitken, boekan sadja Tjin Liang poenja rasa tida soeka, tapi seantero tei^ien kerdjanja djoega merasa bentji pada itoe orang moeda. Tiang Lok jang mengiri sama kedoedoekannja Tjin Liang diam diam mentjari segala alesan boeat memboesoeki adresnja itoe orang moeda dihadepannja Eng Hoei, tapi Eng Hoei jang tjoekoep berpikir tida garni pane-gampang kena di^lomotin Tiang Lok bisa diakoeh ada satoe anak moeda jang menarik, selaennja ia mempoenjai paras jang tjakep djoega ia mempoenjai tabeat jang djinaka, hing­ ga gadis gadis jang masi idjo dengen gampang bisa terdjebak oleh laga lagoenja. Doeloe waktoe ia masi<noinclude></noinclude> 6rl0og7h7yp127b6cuweaywlw8rzo62 Pembicaraan:Mustikarasa/Ang Sio Hi 1 112477 311552 2026-08-12T02:11:35Z Mbee-wiki 5975 /* Header */ bagian baru 311552 wikitext text/x-wiki == Header == Halo @[[Pengguna:Lemonwithices|Lemonwithices]], terima kasih sudah berkontribusi di WS ID :) Terdapat kesalahan kecil pada header baris <code>next=</code> semestinya diisi dengan <code>Mustikarasa/Anjang '''Anjang'''</code> alih-alih <code>Mustikarasa/Anjang</code>. Trims :) [[Pengguna:Mbee-wiki|Mbee-wiki]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mbee-wiki|bicara]]) 12 Agustus 2026 02.11 (UTC) gsszf6h3zs1ah82hu0mhrxg8d6vz2oc Halaman:Korban Boedi.pdf/22 104 112478 311554 2026-08-12T02:11:54Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311554 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 20 —}}</noinclude>keadahan ada separo sedar separo mengimpi, ia baroe inget poela keadahan dirinja koetika dengen mendadak Tjin Liang tarik tangannja hingga ia djato roeboe di dadanja itoe anak moeda, dan dengen jepet Tjin Liang kasi ia berapa tjioeman jang sedep. Ja, ja sekarang akoe taoe, berbisik Lian Nio sem- bari teroes rebahken kepalanja di atas dadanja," kaoe poenja mendongeng tadi sabetoelnja ada maksoednja." ,,Tentoe, Lian, orang tjape toch ada oepahnja; akoe merasa girang jang kaoe sekarang bisa berlakoe royal, doeloe maski boeat penoehken djandji kaoe soeda lanias lari terbirit-birit koetika akoe minta persen satoe tjioeman. Dan kaoe taoe apa sebabnja?" ,,Sebab sekarang akoe menjinta kaoe, 'nko, ber- bisik Lian Nio sembari sesepken moekanja, jang be- robah djadi semingkin merah, di antara lengennja itoe orang moeda jang mengoendjoek oerat oerat jang koewat. Tjin Liang dongaken kepalanja memandang langit jng tinggi dan loewas lakoenja seperti orang jang hatoerken trima kasi pada Toean jang maha moelia. Pada itoe sa'at marika berdoea tjoema rasaken kaberoentoengan meloeloe. Dalem ini doenia jang fanah, marika rasaken tjoema ada marika berdoea- han sadja! {{rh||IV. TABEAT MANOESIA. -0-}} Doea taon kamoedian. Doenia teroes terpoeter boeat memenoehken koea- djibannja dengen membawa djoega banjak perobahan jang tida terdoega. Tjin Liang sekarang soeda brenti sekola, sekarang ia bekerdja membantoein peroesahan<noinclude></noinclude> 6itwaocendwmxums2mozuhl38131mgr Halaman:Korban Boedi.pdf/20 104 112479 311556 2026-08-12T02:12:29Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '— 18 — balita, siapa jang tjoba poengkir ia ada berdosa pada alam. Djoega boekan tjoema manoesia sadja jang diwadjibken menika, tida, semoea machioek dalem doenia ini tida terbebas dari itoe koeadjiban, seperti itoe boeroeng, koepoe-koepoe, eiiz, djoega itoe kem­ bang-kembang tida diasingken, kaoe djangan keboeroe ketawa kaloe akoe bilang menika, dengen zonder menika begimanaia bisa kaioearken pentil dan achirnja djadi boeah ? Natuur jang berkoe... 311556 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>— 18 — balita, siapa jang tjoba poengkir ia ada berdosa pada alam. Djoega boekan tjoema manoesia sadja jang diwadjibken menika, tida, semoea machioek dalem doenia ini tida terbebas dari itoe koeadjiban, seperti itoe boeroeng, koepoe-koepoe, eiiz, djoega itoe kem­ bang-kembang tida diasingken, kaoe djangan keboeroe ketawa kaloe akoe bilang menika, dengen zonder menika begimanaia bisa kaioearken pentil dan achirnja djadi boeah ? Natuur jang berkoeasa tida ingin wetnja dilanggar, maka lantaran taoe kembang t'da bisa berkoetik dari tangkenja, natuur lantas kirim perantara'an sang tawon atawa koepoe-koepoe, sebagi tjomblangnja dalem „pernikahannja" bangsa kembang. Kaoe liat begimana gaib dan besar pakcrdjahannja Natuur." „Dan kaoe sebagi manoesia tentoe tida terbebas?" „Soeda tentoe sadja, Lian satoe waktoe moesti dateng itoe siat boeat akoe mendjalanken boenjinja itoe wet tjoema akoe kira kadatengannja itoe saat ada lebih lambat dari kaoe, sebab maloemlah sebagi orang m i s k i n , b a n j a k g a d i s - g a d i s j a n g s o e n g k a n d j a d i istrinja " „Tapi orang toch menika sama orang, masa harta diboeat oekoeran ? membantah itoe gadis. „Dalem aselinja penghidoepan memang oeang tida digoenaken boeat oekoeran, tapi pengidoepan dalem doenia ini, jang katanja soeda sopan, ada mengoendjoek laen, dalem segala hal Oeang jang dipandang dan digoenaken sabagi oekoeran deradjatnja orang. Roemahnja orang mampoe saban-saban mendapat koendjoengannja orang-orang jang dateng madjoeken lamaran, sedikitpoen orang tida maoe ambil taoe itoe harta kakajahan dari mana datengnja dan dengen tjara begimana, atawa taro kata orang mengetahoei jang si hartawan poenja kakajahan lantaran perboeatan jang<noinclude></noinclude> dn335e5piz3uixcao2jfo41bz65ngxh 311564 311556 2026-08-12T02:18:15Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311564 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||— 18 —}}</noinclude>banta, siapa jang tjoba poengkir ia ada berdosa pada alam. Djoega boekan tjoema manoesia sadja jang diwadjibken menika, tida, semoea machloek dalem doenia ini tida terbebas dari itoe koeadjiban, seperti itoe boeroeng, koepoe-koepoe, enz, djoega itoe kembang-kembang tida diasingken, kaoe djangan keboeroe ketawa kaloe akoe bilang menika, dengen zonder menika begimana ia bisa kaloearken pentil dan achirnja djadi boeah? Natuur jang berkoeasa tida ingin wetnja dilanggar, maka lantaran taoe kembang t'da bisa berkoetik dari tangkenja, natuur lantas kirim perantara'an sang tawon atawa koepoe-koepoe, sebagi tjomblangnja dalem „pernikahannja” bangsa kembang. Kaoe liat egimana gaib dan besar pakerdjahannja Natuur.” „Dan kaoe sebagi manoesia tentoe tida terbebas?” „Soeda tentoe sadja, Lian satoe waktoe moesti dateng itoe saat boeat akoe mendjalanken boenjinja itoe wet tjoema akoe kira kadatengannja itoe saat ada lebih lambat dari kaoe, sebab maloemlah sebagi orang miskin, banjak gadis-gadis jang soengkan djadi istrinja {{...|6}}” „Tapi orang toch menika sama orang, masa harta diboeat oekoeran ? membantah Itoe gadis. „Dalem aselinja penghidoepan memang oeang tida digoenaken boeat oekoeran, tapi pengidoepan dalem doenia ini, jang katanja soeda sopan, ada mengoendjoek laen, dalem segala hal Oeang jang dipandang dan digoenaken sabagi oekoeran deradjatnja orang. Roemahnja orang mampoe saban-saban mendapat koendjoengannja orang-orang jang dateng madjoeken lamaran, sedikitpoen orang tida maoe ambil taoe itoe harta kakajahan dari mana datengnja dan dengen tjara begimana, atawa taro kata orang mengetahoei jang si hartawan poenja kakajahan lantaran perboeatan jang<noinclude></noinclude> 4xqtxm8bnhwx1yxpi6iwfuhrusx80se Halaman:Korban Boedi.pdf/21 104 112480 311557 2026-08-12T02:12:57Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311557 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 19 —}}</noinclude>tida halal toch sama sekali tida orang boeat kaberataii, dengen sengadja orang toelikeii koeping dan boetaken mata. Tapi sebaliknja, seorang jang berboedi dan ber­ harga mendapat perindahan, oleh karena tida mem poenjai harta jang bisa membikin silo orang poenja mata, tida ada satoe koetjing atawa andjing jang maoe ambil perdoeii padanja." „Tapi kaloe akoe tentoe tida bikin itoe matjem perbedahan." „Kaloe begitoe kaoe aken memilih siapa, Lian ?" „Ach, kenapa kaoe tanja begitoe?" Berbalik menanja itoe gadis dengen paras moekanja berobah merah. „Sebab akoe kepingin tsoe." „Tapi akoe tida taoe. djawab itoe gadis sembari bertoendoek. Tjin Liang awasin itoe paras moeka jang ditoendjoeken dengen tida bisa merasa poeas. „Apa kaoe aken memilih jang miskin atawa jang hartawan ?" „Kenapa kaoe begitoe melit, 'nko. Ach, lebih baek kita bitjaraken laennja meminta itoe gadis sembari teroes bertoendoek; ia rasaken tida ada tenaga boeat bentrok sorot matanja itoe orang moeda jang berpengaroe, diam diam ia merasa heran, kenapa sekarang ia merasa maloe kaloe diawasken oleh Tjin Liang. „Lian, akoe rasa lebih baek akoe bitjara teroes terang, sebab akoe soeda tida sanggoep boeat simpen lebih lama itoe perasa'an jang bertambah hari djadi bertamba besar. Ma'af. Lian, kaloe ini djam akoe njataken jang Akoe tjinta pada kaoe , tjintaken kaoe dengen satceloesnja hati dan sagenap djiwa." Sakoetika itoe, saperti mendadak kategoehan hatinja meninggalken dirinja dengen tida merasa Tjin Liang pegang tanggannja itoe gadis jang sedikit bergoemeter dan tjioem itoe. Lian Nio kaliatan manda, ia poenja<noinclude></noinclude> 7h9au68xrpemmjoebqv7u9zmlahsdj3 Halaman:Korban Boedi.pdf/67 104 112481 311558 2026-08-12T02:14:03Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 311558 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||― 65 ―|}}</noinclude>Lian Nio tida tahan boeat teroes dengerin itoe ratapan jang sepata-sepatanja ada ibarat piso raoet menoesoek hatinja. Lian Nio tentoe aken djato kadjengkang lantaran kakoeatan hatinja tinggalken dirinja, kaloe tida begitoe kabetoelan Tiang Lok jang bersama ajah dan iboenja dateng ka sitoe, sanggap ia dari belakang. Tiang Lok maoe menanja, tapi lebih siang Lian Nio soeda taro djeridji di bibirnja hingga bikin itoe orang moeda djadi boengkem. Kamoedian dengen tindakan lemah Lian Nio lantas samperin ajahnja. „'Pa kaoe tjoba dengerin 'nko Tjin Liang jang meratap lantaran penasaran dan mengadoe sama lethio. „Apatah itoe memang soeda djadi nasib peroentoengankoe jang tjilaka, pa? „Kadengeran lagi ratapannja Tjin Liang” maka sang nasib roepanja begitoe kedjem menindes padakoe? akoe tjoba melawan itoe gentjetan, tapi akoe tida bedaja. Akoe soeda merasa poetoes harepan boeat dapet taoe itoe orang jang mimpitenah, akoe denger orang jang soeda mati soeka mempoenjai aloes jang sakti, kaloe bener, 'pa, toeloenglah oendjoekin akoe itoe binatang jang be­gitoe kedjem. Tapi ach, meladjoetken Tjin Liang sembari dongaken kapalanja, „Kenapa kaoe diam sadja, 'pa? Kaoe soengkan tjapeken diri? Kaloe betoel, baeklah kaoe tarik sadja njawakoe soepaja ini lelakon lantas tamat. O, sakit rasanja hatikoe.....” Sakoetika itoe, seperti mendadak pemandangan matanja dapet liat apa apa. Tjin Liang lantas donga­ken kepalanja dan oeloer tangannja seperti maoe mendjambret kamoedian dengen roepa lemes ia mendjoera hingga kepalanja menempel di platarannja itoe koeboeran. Eng Hoei jang tida tahan meliat itoe pe­mandangan lantas dateng menjamperi sembari {{hws|memang|memanggil}}<noinclude></noinclude> 1hec8vcsf7fbsxzw05tbsk22ulucca0 Halaman:Korban Boedi.pdf/62 104 112482 311559 2026-08-12T02:15:13Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311559 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 60 —}}</noinclude>,,Lebih betoel kapan dibilang kaoe tida maoe bi- tjara teroes terang. Tjin Liang berdiam. ,,Soenggoe, 'nko Tjin Liang, segala orang aken anggep begitoe, kace tida pertjaja? Kaloe kaoe ada poenja katja, kaoe boleh liat itoe roepa koesoet dan poetjet jang penoeh meroeboengin paras moekamoe. Akoe sering denger penjakit berdoeka jang paling seroe mnnjerang orang moeda tjoema ada sato, ja- itoe: LOVE alias tjinta. Apa hatimoe kena terpanah oleh panahnja Amor jang djail? moekanja itoe sobat dengen heran, sebab sebagian doegahannja ada bener. ,,Akoe taoe, 'nko Tjin Liang, Kata lagi Djin Gie jang liat itoe sobat berdiam, dengen ini pertanjahan jang berarti membongkar resia hatimoe, tentoe aken mendjangkitken poela itoe rasa tjilaka. Dan kaloe akoe boleh menasehatin kaoe, 'nko, lebih baik kaoe djangan terlaloe teroetin kalemahanja sang hati kaloe kaoe kena diloekaken oleh satoe nona; lekaslah kaoe tjari penggantinja, agar itoe loeka djadi tida dirasaken perihnja lantaran disirem sama laen kagoembirahan. ,,Nko Djin Gie, kane poenja nasehat ada bagoes sekali, tapi akoe sangsi, kaloe kaoe ambil tempatkoe apatah kaoe bisa goenaken itoe theorie jang baroe- san kaoe seboetken ? Djin Gie jang bertabeat keboeroe napsoe paras moekanja lantas berobah merah, sebab terkena djitoe- nja Tjin Liang poenja tegoran. Ia menjesel, kenapa dengen zonder sebab ia tjari penjakit. Tjin Liang jang berpikiran loeas sabegitoe lekas liat itoe perobahan lantas mengarti apa jang sedeng dipikir dalem hatinja itoe sobat."<noinclude></noinclude> ree5y79rvq3dkyc6lf0ruxyvxpdnulw Halaman:Korban Boedi.pdf/63 104 112483 311560 2026-08-12T02:16:18Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311560 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 61 —}}</noinclude>,,'Nko Djin Gie, kaoe poenja doegahan jang baroesan tida betoel seanteronja; kaloe tjoema oeroesan pertjintahan sadja barangkali tida aken bikin akoe djadi begini roesak. Kaoe tentoe denger itoe schandaal kas jang dipertjajaken padakoe?" „Ja, akoe denger djoega, tapi akoe sengadja tida bitjaraken itoe oeroesan, sebab akoe tida pertjaja sama itoe toedoehan." ,,Boeat kaoe, 'nko Djin Gie' barangkali bisa pertjaja akoe tida berdosa, tapi di fihak laen, teroetama itoe orang jang diroegiken, apatah bisa soeda sadja? Se- dikitnja ia toch menaro sangkahan djelek atas kadjoe- djoerankoe. Betoel ia ada kena familie sama akoe, tapi kaoe taoe sendiri kebiasahan doenia, membitjara- ken orang baroe ada familie, tapi dalem oeroesan oeang tida ada familie atawa sobat. Nah, djoestroe itoelah jang bikin badankoe djadi begini koeroes, akoe penasaran, akoe djengkel dan achirnja berdoeka, tapi pertjoema, sebab akoe tida bisa terangken pokonja itoe katekoran. Jang paling mengheranken hatikoe, koentji ada akoe jang pegang, kenapa oeang bisa tekort?" ,,Tapi, 'nko Tjin Liang, orang toch bisa goenaken koentji palsoe!" Ja, itoe betoel djoega, tapi itoe anggepan toch pertjoema sadja, kaloe tjoema dibajangken dan diboeat doega-doegahan. Akoe soeda merasa poetoes harepan, sebab maski akoe berdaja sebrapa jang akoe bisa, selaloe itoe ichtiar tida berhasil. Akoe tida taoe pada siapa akoe moesti seselken; akoe tjoema taoe jang doenia sabetoelnja tida mempoenjai keadilan......." ",,Kaoe djangan keboeroe poetoes harepan 'nko, di atasnja segala apa masih ada Toehan jang berkoeasa dan selaloe soeka melindoengin pada machloeknja jang<noinclude></noinclude> 4eqe75ayo8droolvnvm8slxi2w5nwn5 Halaman:Korban Boedi.pdf/68 104 112484 311561 2026-08-12T02:16:59Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 311561 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>66 {{hwe|gil|memanggil}}-manggil, tapi Tjin Liang tinggal tida menjaoet. Itoe anak moeda soeda pangsan. {{asterism}} Doea djam kemoedian Tjin Liang kaliatan rebah di atas satoe pembaringan dengen paras moeka sangat poetjet dan matanja masi dimeremken. Di depan itoe pembaringan kaliatan berdiri berkoempoel iboenja itoe orang moeda, Eng Hoei dan istrinja, Lian Nio poen kaliatan toeroet berada di sitoe. Ini, ada pertama kalihnja Lian Nio indjek lagi itoe paviljoen, sadjek hatinja kena ditjoeri oleh Tiang Lok. Selang tida lama kamoedian baroe Tjin Liang gerakin sedikit badannja kamoedian sedikit dengen sedikit ia boeka matanja. ,,Iboe, kata ia denger soewara sangat lemah dan bibir bergoemeter sabegitoe lekas meliat pada iboenja, di mana sekarang akoe berada? Dan mana papa? tadi papa dja dji maoe toeloeng akoe....." Njonja Bing Liong tida bisa bersoeara selaennja mengoetjoerken aer matanja dengen deres. Tjin Liang meremin lagi matanja. Tjin Liang, akoe menjesel kaoe seksa diri sampe begitoe roepa, kaoe taoe dengen itoe tjara aken meroesaken kasehatanmoe, kata Eng Hoei dengen roepa sanget terharoe. ,,Kesehatan boeat akoe soeda tida ada arlinja, 'nkoe, malah akoe bergirang kaloe sang kematian maoe lantas mendeketi akoe, djawab Tjin Liang dengen lemah. Itoe perkata'an jang sanget getir bikin semoea orang jang berada di sitoe tida merasa lagi toempahken aer matanja. Teroetama Lian Nio kaliatan ada sanget terpoekoel sama itoe perkata'an. Sekarang ia djadi terkenang pada berapa taon di moeka, di mana Tjin Liang masi seger dan soeka berlakoe djinaka.<noinclude></noinclude> 63nt3fegzzgqexreitfy6nnbcz0cc9g 311587 311561 2026-08-12T02:28:35Z Aeia aai 24023 311587 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>66 {{hwe|gil|memanggil}}-manggil, tapi Tjin Liang tinggal tida menjaoet. Itoe anak moeda soeda pangsan. {{asterism}} Doea djam kemoedian Tjin Liang kaliatan rebah di atas satoe pembaringan dengen paras moeka sangat poetjet dan matanja masi dimeremken. Di depan itoe pembaringan kaliatan berdiri berkoempoel iboenja itoe orang moeda, Eng Hoei dan istrinja, Lian Nio poen kaliatan toeroet berada di sitoe. Ini, ada pertama kalihnja Lian Nio indjek lagi itoe paviljoen, sadjek hatinja kena ditjoeri oleh Tiang Lok. Selang tida lama kamoedian baroe Tjin Liang gerakin sedikit badannja kamoedian sedikit dengen sedikit ia boeka matanja. „Iboe, kata ia denger soewara sangat lemah dan bibir bergoemeter sabegitoe lekas meliat pada iboenja, di mana sekarang akoe berada? Dan mana papa? tadi papa dja dji maoe toeloeng akoe.....“ Njonja Bing Liong tida bisa bersoeara selaennja mengoetjoerken aer matanja dengen deres. Tjin Liang meremin lagi matanja. „Tjin Liang, akoe menjesel kaoe seksa diri sampe begitoe roepa, kaoe taoe dengen itoe tjara aken meroesaken kasehatanmoe, kata Eng Hoei dengen roepa sanget terharoe. „Kesehatan boeat akoe soeda tida ada arlinja, 'nkoe, malah akoe bergirang kaloe sang kematian maoe lantas mendeketi akoe, djawab Tjin Liang dengen lemah. Itoe perkata'an jang sanget getir bikin semoea orang jang berada di sitoe tida merasa lagi toempahken aer matanja. Teroetama Lian Nio kaliatan ada sanget terpoekoel sama itoe perkata'an. Sekarang ia djadi terkenang pada berapa taon di moeka, di mana Tjin Liang masi seger dan soeka berlakoe djinaka.<noinclude></noinclude> ted6scivdnqlmum0nep98hbxfpzca81 Halaman:Korban Boedi.pdf/64 104 112485 311562 2026-08-12T02:17:10Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311562 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 62 —}}</noinclude>baek, tapi tida berdaja. Pertjsjalah satoe vvaktoe fentoe daieiig itoe koetika orang jang berdosa trima hoekoemannja dan kaoe terbebas dari segala toedoehan djelek." Tjin Liang tida membanta lagi Djin Oie poen diarn. Tida iama kamoedian ia permisi poeiang. Demikianlah Tjin Liang telah liwatkeii penghidoepannja, hari ketemoe hari, dengen kadoekahan dan penasaran selaloe meroeboengin dirinja. Satoe waktoe kapan pikirannja sda sedikit gelap lantaran terlaloe djengkel, ijin Liang pikir lebih baek ia minta brenti kerdja, tapi itoe pikiran djadi bcejar sendiri, kapan ia inget tida pantes sekali selagi dalem itoe kedoedoekan ia lantas minta brenti, sebab nanti sebaliknja itoe toedoehan djadi semingkin tegoe, dan dengen tida merasa ia seperti mengakoehi kedosahannja dengen samar. Sebab perloe apa ia moesti menjingkir kaloe memangnja diri tida berdosa ? Lantaran adnnja itoe pikiran bikin ia dengen ber­ lawanan sama kemaoean hatinja masih teroes berkerdja seperti . biasa. Kamoedian atas maoenja sendiri jang sauget, salarisnja saban boelan dipotong f 100.— boeat toetoep itoe ketekoran. Sebab ia pikir, maski boekan ia jang gasak itoe doeit, toch ada sepaniesnja ia jang dipertjajaken dalem pakerdjalian itoe jang meng­ ganti, kapan terdapet kekoerangan. Eng Hoei jang katjoerigahannja pelahan-pelahan djadi boejar, sebab meliat Tjin Liang saban-saban oendjoek tersiksa sama terdjadinja itoe incident, djadi memikir jang tentoe Tjin Liang boekan itoe orang jang lakoeken itoe penljoerian, maka ia tjoba menolak Tjin Liang poenja penggantian ; tapi itoe anak moeda memaksa. Lantaran hatinja solaloe tersiksa Tjin Liang poenja toeboe poen lantas berobah koeroes dan lajoe dengan<noinclude></noinclude> fzsy596uukcu7m8z15id9l2lk7g8791 Halaman:Korban Boedi.pdf/65 104 112486 311563 2026-08-12T02:18:00Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311563 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 63 —}}</noinclude>tjepet. Njonja Bing Liong jang merasa kasian sama keadalian poetranja, tida bisa berboeat iaën dari pada menangis didalem kaiboe, ia sering menghiboeri, tapi itoe kedoekahan tetep tida maoe menjingkir dari hatinja Tjin Liang. Itoe iboe jang baek djadi tida berdaja, apa boleh boeat lantaran ia sendiri tida berdaja boeat terangken pentjoeri jang sabetoeinja dari iîoe katekoran, njonja Bing Liong tjoema bisa minta pada keadilannja Toehan dengen djalan saban maiem bersembajang, meminta soepaja itoe orang jang sabetoelnja haroes menerima hoekoernan dioendjoekan. {{rh||X. DOENIA ADA KEADILAN? —o—}} Hari minggoe pagi. Langit di sabelah wetan remang-remang koetika Eng Hoei bersama anak istrinja dan Tiang Lok soeda berada di kraton. Sebab itoe hari djoestroe penang­ galan Imlek mengoendjoek tanggai 15, pendoedoek Tegal sebagian besar soeka pada koendjoengin koeboeran boeat bersoedjoet pada familienja jang telah marhoem. Eng Hoei poen tida terkatjoeali dari itoe kabiasa'an. Satoe waktoe Lian Nio jang ketarik sama satoe boeroeng poejoeh moeda lantas berlari lari mengedjer ka sana kenari. Lian Nio poenja kepingin menangken djadi lebih besar, sebab rasanja berapa kalih ia ampir kena tangkep boeroeng itoe. Begitoelah dengen tida di rasaken lagi ia djadi terpisah mentjil sendirian sembari oeber-oeber itoe bosroeng jang lari tjari perlindoengan mengoepet di soeatoe gombolan roempoet alang-alang. Lian Nio tercas mengoebek, tapi<noinclude></noinclude> a99u5afj6nbf06gvr12gza984vedqc0 Halaman:Korban Boedi.pdf/66 104 112487 311565 2026-08-12T02:18:36Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311565 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 64 —}}</noinclude>maski keringet sarnjje moelai meiigoetjoer itoe boeroeng jang ditjari tida bisa diketemoeken djoega. Kamoedian sebab mengira itoe boeroeng soeda lari ke laen djoeroesan dengen ia tida dapet liat, Lian Nio lantas maoe kombali, tapi tiba-tiba koepingnja seperti denger soeara ratapan peiahan tapi metnpiloeken, maka ia poenja niatan balik kombaii djadi boejar dan terdesek sama rasa kepingin taoe, begitoelah ia lantas menjelingkir di blakangnja satoe koeboeran boeat mengintip Tapi ampir sadja Lian Nio bertreak lantaran kaget, koetika ia dapet kenalin jang menangis ada Tjin Liang jang lagi berloetoet di depan koeboeran marhoem ajahnja. „O, papa . . . . papa, di manatah akoe bisa ketemoeken kaoeî Akoe merasa djempe, papa, boeat teroes tinggal di ini doenia jang penoeh kekedjeman dan kepalsoean. Kaoe tida taoe, papa, jang anakmoe kena dipitena orang dengen senioea orang roepanja pertjaja akoe ada begitoe renda. O, O, di manatah adanja keadilan? Lian Nio, itoe gadis jang akoe poenja siang malem dengen seanteronja badan dan njawa poen bisa pertjaja anakmoe lakoeken, itoe perboeatan. „Akoe tida betah,'pa, kaloe teroes tinggal hidoep tapi tersiksa begini roepa, akoe lebih senang berangkat mati sadja, tapi jang meiidjengkelin hati, adalah maskt akoe meratap siang malem soepaja dikoerniaken kekematian, toch malaikat maut tida maoe perdoeliken. Akoe taoe doeloe kaoe ada menjinta akoe, papa, maka akoe pertjaja kaoe soeka toeloeng kasih akoe kematian. O , papa, kapan, ja, kapan kaoe nanti kasiken itoe? dan dimana, papa, di mana, akoe bisa ketemoe­ ken kaoe? Di sorga atawa di acherat?"^<noinclude></noinclude> qhn8onoa6g8s10f4ya2whtdc5u4uep5 Halaman:Korban Boedi.pdf/69 104 112488 311566 2026-08-12T02:19:10Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '„Kaoe begitoe tega sama iboemoe, Tjin Liang? berkata poela Eng Hoei sembari gigit bibiruja boeat menjega nier.etesnja itoe aer mata jang soeda mengembeng. „Kaoe taoe sekarang skoe tida jjerna bitjaraken lagi itoe oeroesas^, djadi tegesnja akoe tida maoe tarik paiidjang itoe kedjadian," „Tapi boeat akoe ada sama sadja, 'n koe, akoe baroe bi?a merasa lega kapan akoe soeda beroentoeng terangken ini oroesan, tapi menjesei akoe ada begitoe lemah hing... 311566 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>„Kaoe begitoe tega sama iboemoe, Tjin Liang? berkata poela Eng Hoei sembari gigit bibiruja boeat menjega nier.etesnja itoe aer mata jang soeda mengembeng. „Kaoe taoe sekarang skoe tida jjerna bitjaraken lagi itoe oeroesas^, djadi tegesnja akoe tida maoe tarik paiidjang itoe kedjadian," „Tapi boeat akoe ada sama sadja, 'n koe, akoe baroe bi?a merasa lega kapan akoe soeda beroentoeng terangken ini oroesan, tapi menjesei akoe ada begitoe lemah hingga tida bisa terangken doedoeknjs itoe perkara." Seiandjoetnja Tjin Liang djadi mengatjo tida karoean, hingga semoea jang berhadür di sitoe tida bisa berboeat laen dari pada goieng kepaia dan mengeiah napas. Dr. Siem lantas di minta pertoeloengannia. Tapi orang pcenja kakoeatiran djadi bertamba besar koetika itoe thabib gojang gojang kepala sepandjang iakoeken papriksahannja. „Ini toean poeiija sakit ada berat, menerangken Dr. Siem sembari teroesken papriksahannja". Boeat bisa niereboet kombaii kewarasannja tjoema ada satoe djaian, bikin ia djadi bersenang. Kaloe ia bisa bergirang akoe tanggoeng ia aken lekas semboeh." „Toean dokter," kata. Eng Hoei dengeti tjepet, „ a p a k i t a r n a s i b< l e h m e n g h a r e p s a m a k a s e m b o e hannja?" „Pengharepan masih ada, toean; tapi asal sadja ia bisa loepaken itoe kadoekahan, dari papriksahan akoe dapet taoe ia terlaloe goenaken pikiran boeat berdoeka, hingga biar begimana pande satoe dokter tida nanti bisa semboehken dengen zonder si sakit sendiri kepingin semboeh". Sehabisnja berkata begitoe, itoe thabib lantas menoehs satoe recept dan berpamitan poelang.<noinclude></noinclude> ei4eg6t2nmtklf52dhtcyv5ip96tg1r 311574 311566 2026-08-12T02:22:58Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311574 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||― 67 ―}}</noinclude>„Kaoe begitoe tega sama iboemoe, Tjin Liang? berkata poela Eng Hoei sembari gigit bibirnja boeat menjega menetesnja itoe aer mata jang soeda mengembeng. „Kaoe taoe sekarang akoe tida perna bitjaraken lagi itoe oeroesan, djadi tegesnja akoe tida maoe tarik pandjang itoe kedjadian.“ „Tapi boeat akoe ada sama sadja, 'nkoe, akoe baroe bisa merasa lega kapan akoe soeda beroentoeng terangken ini oroesan, tapi menjesel akoe ada begitoe lemah hingga tida bisa terangken doedoeknja itoe perkara.“ Selandjoetnja Tjin Liang djadi mengatjo tida karoean, hingga semoea jang berhadlir di sitoe tida bisa berboeat laen dari pada goleng kepala dan mengelah napas. Dr. Siem lantas di minta pertoeloengannja. Tapi orang poenja kakoeatiran djadi bertamba besar koetika itoe thabib gojang gojang kepala sepandjang lakoeken papriksahannja. „Ini toean poenja sakit ada berat, menerangken Dr. Siem sembari teroesken papriksahannja“. Boeat bisa mereboet kombali kewarasannja tjoema ada satoe djalan, bikin ia djadi bersenang. Kaloe ia bisa bergirang akoe tanggoeng ia aken lekas semboeh.“ „Toean dokter,“ kata, Eng Hoei dengen tjępet, „apa kita masi boleh mengharep sama kasemboehannja?“ „Pengharepan masih ada, toean ; tapi asal sadja ia bisa loepaken itoe kadoekahan, dari papriksahan akoe dapet taoe ia terlaloe goenaken pikiran boeat berdoeka, hingga biar begimana pande satoe dokter tida nanti bisa semboehken dengen zonder si sakit sendiri kepingin semboeh“. Sehabisnja berkata begitoe, itoe thabib lantas menoelis satoe recept dan berpamitan poelang.<noinclude></noinclude> 2ztc4cnnk2z1v775rfcebr4722qw57v Halaman:Korban Boedi.pdf/70 104 112489 311567 2026-08-12T02:19:21Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Satoe boelan berlaioe dengen tjepet sekali. Dalem itoe liga poeloeh hari sebaiiknja djadi semangkin baek Tjin Liang poenja keadahaii djadi lebih mengoeatirken. Badannja dengen tjepet berobah djadi sanget koeroes, sedeng moekanja djoega kaliatan sauget perok; familienja kaliatan soeJa tida menaro pengharepan sama sekali. Sang iboe jang tida berdaja menghiboerin pandang itoe perobahan dengen hati antjoer. Kaloe membitjaraken orang-orang jang doeka... 311567 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Satoe boelan berlaioe dengen tjepet sekali. Dalem itoe liga poeloeh hari sebaiiknja djadi semangkin baek Tjin Liang poenja keadahaii djadi lebih mengoeatirken. Badannja dengen tjepet berobah djadi sanget koeroes, sedeng moekanja djoega kaliatan sauget perok; familienja kaliatan soeJa tida menaro pengharepan sama sekali. Sang iboe jang tida berdaja menghiboerin pandang itoe perobahan dengen hati antjoer. Kaloe membitjaraken orang-orang jang doekahin keadahan penjakitnja Tjin Liang, Lian Nio teritoeng djoega. Betoel sekarang ia tida menaro tjinta lagi pada Tjin Liang, tapi itoe peringetan jang doeloe-doeloe djadi teringet lagi koetika ia meliat keadahannja Tjin Liang, apapoela kapan ia bajangken itoe kedjadian di depan koeboeran. Di dalem poetoes harepannja Tjin Liang ada seboet-seboet djoega dirinja, hingga ia jang terdiri dari manoesia djoega, sedikitnia merasa terharoe. sama ketjintahannja itoe orang moeda, kerna maski ia soeda persakiti toch masi tetep tjintaken dan hargaken dirinja, dengen ia sendiri tida mengetahoei. Dengen terdjangkitnja itoe rasa terharoe bikin Lian Nio poenja perlakoean pada Tjin Liang sedikit berobah, sekarang ia maoe perhatiken djoega boeat dateng meneiigokin. Tapi, helaas, in! perlakoean boekannja bikin Tjin Liang djadi terhiboer, sabaliknja bikin kadoekahannja djadi lebih besar sadja. Pada soeatoe sore koetika hawa oedara menoendjoeken gelagat maoe oedjan, dalem roemahnja Eng Hoei kaliatan sedikit riboet, banjak orang moendar mandir, teroetama itoe paviljioen di mana Tjin Liang ada tinggal kaliatan mengoelek hawa kadoekahan besar sekali. Orang jang kaloear dari itoe paviljioen semoeanja menoedjoeken roepa poetoes harepan, sedeng jang maoe masoek mencendjoek roepa koeatir.<noinclude></noinclude> pcpx2lijtfgb888l7rweytzy9nbbvr9 311568 311567 2026-08-12T02:19:48Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311568 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 70 —}}</noinclude>Satoe boelan berlaioe dengen tjepet sekali. Dalem itoe liga poeloeh hari sebaiiknja djadi semangkin baek Tjin Liang poenja keadahaii djadi lebih mengoeatirken. Badannja dengen tjepet berobah djadi sanget koeroes, sedeng moekanja djoega kaliatan sauget perok; familienja kaliatan soeJa tida menaro pengharepan sama sekali. Sang iboe jang tida berdaja menghiboerin pandang itoe perobahan dengen hati antjoer. Kaloe membitjaraken orang-orang jang doekahin keadahan penjakitnja Tjin Liang, Lian Nio teritoeng djoega. Betoel sekarang ia tida menaro tjinta lagi pada Tjin Liang, tapi itoe peringetan jang doeloe-doeloe djadi teringet lagi koetika ia meliat keadahannja Tjin Liang, apapoela kapan ia bajangken itoe kedjadian di depan koeboeran. Di dalem poetoes harepannja Tjin Liang ada seboet-seboet djoega dirinja, hingga ia jang terdiri dari manoesia djoega, sedikitnia merasa terharoe. sama ketjintahannja itoe orang moeda, kerna maski ia soeda persakiti toch masi tetep tjintaken dan hargaken dirinja, dengen ia sendiri tida mengetahoei. Dengen terdjangkitnja itoe rasa terharoe bikin Lian Nio poenja perlakoean pada Tjin Liang sedikit berobah, sekarang ia maoe perhatiken djoega boeat dateng meneiigokin. Tapi, helaas, in! perlakoean boekannja bikin Tjin Liang djadi terhiboer, sabaliknja bikin kadoekahannja djadi lebih besar sadja. Pada soeatoe sore koetika hawa oedara menoendjoeken gelagat maoe oedjan, dalem roemahnja Eng Hoei kaliatan sedikit riboet, banjak orang moendar mandir, teroetama itoe paviljioen di mana Tjin Liang ada tinggal kaliatan mengoelek hawa kadoekahan besar sekali. Orang jang kaloear dari itoe paviljioen semoeanja menoedjoeken roepa poetoes harepan, sedeng jang maoe masoek mencendjoek roepa koeatir.<noinclude></noinclude> hcrkpkponc91i753xi9dlwm5gz2hh1r Halaman:Korban Boedi.pdf/71 104 112490 311569 2026-08-12T02:19:58Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '69 Di atas pembaringan kaliatan reba Tjin Liang jang soeda tida bertenaga, sorot matanja poen kaiiatan goerem sekali. Njonja Bing Liong jang seperti dapet firasat tida enak lantas panggil soedaranja dateng menemeni. „Liang, Liang," memanggil njonja Bing Liong pada satoe waktoe, sebab meliat Tjin Liang poenja ka'adahan jang mengoeatirken, „Liang, ach, djangan finggalken akoe " Kamoedian itoe ratapan ilang di antara tenggorokannja, sebab terhalang... 311569 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>69 Di atas pembaringan kaliatan reba Tjin Liang jang soeda tida bertenaga, sorot matanja poen kaiiatan goerem sekali. Njonja Bing Liong jang seperti dapet firasat tida enak lantas panggil soedaranja dateng menemeni. „Liang, Liang," memanggil njonja Bing Liong pada satoe waktoe, sebab meliat Tjin Liang poenja ka'adahan jang mengoeatirken, „Liang, ach, djangan finggalken akoe " Kamoedian itoe ratapan ilang di antara tenggorokannja, sebab terhalang sama perasahan jang sauget sedih. „Iboe," kata Tjin Liang dengen soeara lemah sembari tekep dadanja, „kenapa kaoe menangis?" „Liang, kaoe tega linggalken iboemoe sendirian ?" meratap sang iboe. „Perkara mati dan hidoep toch soeda ditoelis dalem takdir, iboe, maski kita boeat berdoeka atawa penasaran, tetep tida aken membawa perobahan apa-apa, maka akoe harep kaoe teroesa begitoe bersedi kaloe adjalkoe sampe." Tjin Liang berdiam sadjoeroes koetika dapet liat Lian Nio jang sedeng toendoek soesoeti aer matanja. „Kaoe bisa toeloeng akoe, Lian, akoe kepingin bitjara sama 'nko Tiang Lok pada sabelonnja berangkat meninggalken ini doenia." Dengen tida berkata satoe apa Lian Nio lantas berdjalan kaloear, tida lama kamoedian ia soeda kombali lagi dengen di ikoet oleh Tiang Lok jang kaliatan menoendjoek roepa takoet. „ Nko Tiang Lok." moeial Tjin Liang sembari pegang tangannja Tiang Lok jang kaliatan sedikit goemeter, „kaoe ada lebih beroentoeng dari akoe, ja, itoe barangkali soeda djadi peroentoengankoe jang<noinclude></noinclude> m3erhmlh9d184og4br5ozt6njfssvpv 311571 311569 2026-08-12T02:20:53Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311571 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 69 —}}</noinclude>Di atas pembaringan kaliatan reba Tjin Liang jang soeda tida bertenaga, sorot matanja poen kaiiatan goerem sekali. Njonja Bing Liong jang seperti dapet firasat tida enak lantas panggil soedaranja dateng menemeni. „Liang, Liang," memanggil njonja Bing Liong pada satoe waktoe, sebab meliat Tjin Liang poenja ka'adahan jang mengoeatirken, „Liang, ach, djangan finggalken akoe " Kamoedian itoe ratapan ilang di antara tenggorokannja, sebab terhalang sama perasahan jang sauget sedih. „Iboe," kata Tjin Liang dengen soeara lemah sembari tekep dadanja, „kenapa kaoe menangis?" „Liang, kaoe tega linggalken iboemoe sendirian ?" meratap sang iboe. „Perkara mati dan hidoep toch soeda ditoelis dalem takdir, iboe, maski kita boeat berdoeka atawa penasaran, tetep tida aken membawa perobahan apa-apa, maka akoe harep kaoe teroesa begitoe bersedi kaloe adjalkoe sampe." Tjin Liang berdiam sadjoeroes koetika dapet liat Lian Nio jang sedeng toendoek soesoeti aer matanja. „Kaoe bisa toeloeng akoe, Lian, akoe kepingin bitjara sama 'nko Tiang Lok pada sabelonnja berangkat meninggalken ini doenia." Dengen tida berkata satoe apa Lian Nio lantas berdjalan kaloear, tida lama kamoedian ia soeda kombali lagi dengen di ikoet oleh Tiang Lok jang kaliatan menoendjoek roepa takoet. „ Nko Tiang Lok." moeial Tjin Liang sembari pegang tangannja Tiang Lok jang kaliatan sedikit goemeter, „kaoe ada lebih beroentoeng dari akoe, ja, itoe barangkali soeda djadi peroentoengankoe jang<noinclude></noinclude> cocucs0tdrgfezirxaqqm36lkxokciv Halaman:Korban Boedi.pdf/73 104 112491 311570 2026-08-12T02:20:12Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Tatkala meliat pada Tiang Lok dengen tida bisa ditjega lagi Soejati poenja moeka djadi berobah be­ ngis, sedeng iapoenja mata ada mentjorotken sinar jang seperti kiiat. „Eh, menoesia binatang! kenapa kaoe berdiam di sini ?" meiiegor ia dengan gergeten hingga bikin semoea orang jang berada di sitoe djadi kesima. „Kaoe tida maloe sama kedosahanmoe boeat hadiirin berangkatnja itoe loch jang kaoe soeda pitenah dan keniaja ?" Dapet itoe dompratan seb... 311570 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>Tatkala meliat pada Tiang Lok dengen tida bisa ditjega lagi Soejati poenja moeka djadi berobah be­ ngis, sedeng iapoenja mata ada mentjorotken sinar jang seperti kiiat. „Eh, menoesia binatang! kenapa kaoe berdiam di sini ?" meiiegor ia dengan gergeten hingga bikin semoea orang jang berada di sitoe djadi kesima. „Kaoe tida maloe sama kedosahanmoe boeat hadiirin berangkatnja itoe loch jang kaoe soeda pitenah dan keniaja ?" Dapet itoe dompratan sebaiiknja oendjoek njaiinja jang tida berdosa, Tiang Lok djadi koentjoep. toendoeken kepalanja dengen badan bergoemeteran. Lian Nio jang berdiri tida djaoa kaliatan penasaran, kenapa toendangannja di kataken meiioesia binatang, lebih mengheranken lagi kenapa Tiang Lok berdiam sadja seperti lakoenja otang jang berdosa' „He, kaoe djangan bertingka di sini! kata Lian Nio dengen soeara koerang senang „Kaoe taoe di sini siapa poenja roema ?" „Akoe taoe, nona ; tapi lebih doeloe akoe harep kaoe soeka bersabar. Kaoe toch ada djadi toendangannja ini binatang? kata lagi Soejati dengen tida terdoega sembari rnenoeding pada Tiang Lok, hingga bikin Lian Nio djadi keniekmak. „Kaoe teroesa maloe boeat akoehi, nona. Kaloe itoe perhoeboengan belon terlaloe djaoe, akoe nasehatin kaoe poetoesin sadja. Kaoe taoe, di loear taoemoe dan famiiienja, diam diam ia soeda piara akoe sahingha menoendjoeken hasilnja ini, meneranken Soejati sembari menoendjoek peroetnja. Selandjoetnja ia lantas tjeritaken begimana asal permoeianja ia di­ perkosa dan lantaran tida berdaja soeda .membikin ia manda sadja dirinja diboeat permaenan. Tadinja ia<noinclude></noinclude> 0svhlg19zxrtyci6hdqpvjdg7bcyti4 311580 311570 2026-08-12T02:25:33Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 311580 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||―71|}}</noinclude>Tatkala meliat pada Tiang Lok dengen tida bisa ditjega lagi Soejati poenja moeka djadi berobah bengis, sedeng iapoenja mata ada mentjorotken sinar jang seperti kilat. „Eh, menoesia binatang! kenapa kaoe berdiam di sini?“ menegor ia dengan gergeten hingga bikin semoea orang jang berada di sitoe djadi kesima. „Kaoe tida maloe sama kedosahanmoe boeat hadlirin berangkatnja itoe roch jang kaoe soeda pitenah dan keniaja?“ Dapet itoe dompratan sebaliknja oendjoek njalinja jang tida berdosa, Tiang Lok djadi koentjoep. toendoeken kepalanja dengen badan bergoemeteran. Lian Nio jang berdiri tida djaoe kaliatan penasaran, kenapa toendangannja di kataken menoesia binatang, lebih mengheranken lagi kenapa Tiang Lok berdiam sadja seperti lakoenja orang jang berdosa' „He, kaoe djangan bertingka di sini! kata Lian Nio dengen soeara koerang senang „Kaoe taoe di sini siapa poenja roema?“ „Akoe taoe, nona; tapi lebih doeloe akoe harep kaoe soeka bersabar. Kaoe toch ada djadi toendangannja ini binatang? kata lagi Soejati dengen tida terdoega sembari menoeding pada Tiang Lok, hingga bikin Lian Nio djadi kemekmak. „Kaoe teroesa maloe boeat akoehi, nona. Kaloe itoe perhoeboengan belon terlaloe djaoe, akoe nasehatin kaoe poetoesin sadja. Kaoe taoe, di loear taoemoe dan familienja, diam diam ia soeda piara akoe sahingha menoendjoeken hasilnja ini, meneranken Soejati sembari menoendjoek peroetnja. Selandjoetnja ia lantas tjeritaken begimana asal permoelanja ia di­perkosa dan lantaran tida berdaja soeda membikin ia manda sadja dirinja diboeat permaenan. Tadinja ia<noinclude></noinclude> 01cqggk21kbso6h9djsm8f11a1c5b14 311583 311580 2026-08-12T02:26:35Z Aeia aai 24023 311583 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||― 71 ―|}}</noinclude>Tatkala meliat pada Tiang Lok dengen tida bisa ditjega lagi Soejati poenja moeka djadi berobah bengis, sedeng iapoenja mata ada mentjorotken sinar jang seperti kilat. „Eh, menoesia binatang! kenapa kaoe berdiam di sini?“ menegor ia dengan gergeten hingga bikin semoea orang jang berada di sitoe djadi kesima. „Kaoe tida maloe sama kedosahanmoe boeat hadlirin berangkatnja itoe roch jang kaoe soeda pitenah dan keniaja?“ Dapet itoe dompratan sebaliknja oendjoek njalinja jang tida berdosa, Tiang Lok djadi koentjoep. toendoeken kepalanja dengen badan bergoemeteran. Lian Nio jang berdiri tida djaoe kaliatan penasaran, kenapa toendangannja di kataken menoesia binatang, lebih mengheranken lagi kenapa Tiang Lok berdiam sadja seperti lakoenja orang jang berdosa' „He, kaoe djangan bertingka di sini! kata Lian Nio dengen soeara koerang senang „Kaoe taoe di sini siapa poenja roema?“ „Akoe taoe, nona; tapi lebih doeloe akoe harep kaoe soeka bersabar. Kaoe toch ada djadi toendangannja ini binatang? kata lagi Soejati dengen tida terdoega sembari menoeding pada Tiang Lok, hingga bikin Lian Nio djadi kemekmak. „Kaoe teroesa maloe boeat akoehi, nona. Kaloe itoe perhoeboengan belon terlaloe djaoe, akoe nasehatin kaoe poetoesin sadja. Kaoe taoe, di loear taoemoe dan familienja, diam diam ia soeda piara akoe sahingha menoendjoeken hasilnja ini, meneranken Soejati sembari menoendjoek peroetnja. Selandjoetnja ia lantas tjeritaken begimana asal permoelanja ia di­perkosa dan lantaran tida berdaja soeda membikin ia manda sadja dirinja diboeat permaenan. Tadinja ia<noinclude></noinclude> 774fvk9bnejr2ltx7rard4mdwta2iow Halaman:Korban Boedi.pdf/72 104 112492 311572 2026-08-12T02:21:29Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311572 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 70 —}}</noinclude>sial, tapi soedalah lebih baek kita tida bitjarakeii itoe oeroesan. Akoe aken lantas berangkat mati, 'iiko, dan pada sabelonnja berangkat akoe kepingin memesen apa-apa pada kaoe boeat dirinja Lian Nio jang doeloe seperti kaoe, akoe poen perna tjintaken padanja, Akoe harep kaoe nanti bisa bikin Lian Nio djadi beroentoeng, sedeng akoe, akoe berdjandji nant! dari iaen doenia aken doaken kaoe berdoea poenja kabeioentoengan " Tiang Lok toendoeki nioekanja dengen tida satoe perkatahan kaloewar dari bibirnja jang goemeteran. !a merasa lerbaroe sama priboedinja itoe orang jang sakeari lamanja ia pandang sebagi moesoe atawa saingan. Lian Nio tjega soeara sasegoekannja dengen tekep dadanja sakerasnja, hingga itoe toeboe jang lemes djadi bergojang-gojang. Sampe di sitoe 'ntjek dan 'ntjin Eng Hoei baroe mendoesin sama perhoeboengannja itoe anak-anak moeda. Pada sabelonnja orang ilang dari rasa terharoenja satoe djongos dateng masoek kasih taoe Soejati min.ta di idzinni tengokin pada Tjin Liang jang ia bilang ada kenai. Semoea orang berdiam, tapi Tjin Liang lantas soeroeh itoe djongos silahken Soejati masoek. Tjin Liarg lebarken matanja jang sedikit goerem soepaja bisa mengav/asi lebih terang, sebab sekarang ia liat Soejati ada hamil „Soejati apatah akoe tida kliroe meliat, kaoe roepanja soeda bersoeami ? mamanja Tjin Liang dengen roepa heran. Boeat samentara Soejati piengosken moekanja, tapi dengen tida terdoega djadi berhadepan sama moekanja Tiang Lok jang kaliatan ada sanget poetjat d a n badannja bergoemeteran.<noinclude></noinclude> l4qicnwelhieavtks0l60mlrbwxdp0k Halaman:Korban Boedi.pdf/74 104 112493 311573 2026-08-12T02:22:26Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '— 72 — tida begitoe, sebab Tiang Lok djandjikeii maoe kawin p a d a n j a d e n g e n s a h , t a p i b e g i t o e lei<as m e r a s a b o s e n maski ia meratap sembari oendjoeken hasil dari itoe perhoeboengan, boekanja ia djadi sedar sebaliknja ia djadi lantas ia toedoeh akoe berdjina hingga dapet itoe hasil kandoengan. „Tjoba nona, kaoe timbang sendiri begimana renda tabeat dan boedi perketinja ini binatang jang tjoema tjetjongornja mengoendj... 311573 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>— 72 — tida begitoe, sebab Tiang Lok djandjikeii maoe kawin p a d a n j a d e n g e n s a h , t a p i b e g i t o e lei<as m e r a s a b o s e n maski ia meratap sembari oendjoeken hasil dari itoe perhoeboengan, boekanja ia djadi sedar sebaliknja ia djadi lantas ia toedoeh akoe berdjina hingga dapet itoe hasil kandoengan. „Tjoba nona, kaoe timbang sendiri begimana renda tabeat dan boedi perketinja ini binatang jang tjoema tjetjongornja mengoendjoek satoe roepa manoesia." Seperti mendadak sepoeioeh gledek dateng menjamber dengen berbareng Lian Nio djadi kesima dan awasin Tiang Lok dengen sorot mata mendelong, tapi itoe djahanam tida brani menjamboetin sorot matanja itoe gadis. „Ini masi beioii sebrapa, nona. Toenggoe akoe nanti bongkar " „Toetoep kaoe poenja batjot, soendel, treak Tiang Lok dengen roepa kalap, tapi ia djadi mengkeret koetika Soejati kaloearken blati dari dalem badjoenja sembari mengantjem dan berkata : „Djangan bergerak atawa akoe nanti lakoeken satoe pemboenoehan, kaoe djangan anggep semoea prempoean ada lemah, gampang dipedajaken dan dipermainken." Tiang Lok djadi koentjoep dan selandjoetnja ber­ diri sebagi patoeng. „Kaoe tida taoe keboeasannja itoe manoesia, nona. Hm ! ia lebih boesoek dari satoe boeaja. Setaoe apa sebabnja pada soeatoe malem ia telah koempoelken doea pendjahat di dalem roemahkoe boeat lakoeken pembokongan pada 'ba Tjin Liang jang tida berdosa, tapi akoe tida bisa diamin ia lakoeken itoe kakedjeman pada soeatoe orang jang tida berdosa, akoe lantas kasih taoe pada 'ba Tjin Liang, hingga ia poenja<noinclude></noinclude> 8wonu6rhaqtun3as0x2ju1ymx5lvf0f 311575 311573 2026-08-12T02:23:20Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311575 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 72 —}}</noinclude>tida begitoe, sebab Tiang Lok djandjiken maoe kawin padanja dengen sah, tapi begitoe lekas merasa bosen maski ia meratap sembari oendjoeken hasil dari itoe perhoeboengan, boekanja ia djadi sedar sebaliknja ia djadi lantas ia toedoeh akoe berdjina hingga dapet itoe hasil kandoengan. ,,Tjoba nona, kaoe timbang sendiri begimana renda tabeat dan boedi perketinja ini binatang jang tjoema tjetjongornja mengoendjoek satoe roepa manoesia." Seperti mendadak sepoeloeh gledek dateng me- njamber dengen berbareng Lian Nio djadi kesima dan awasin Tiang Lok dengen sorot mata mendelong, tapi itoe djahanam tida brani menjamboetin sorot matanja itoe gadis. ,,Ini masi belon sebrapa, nona. Toenggoe akoe nanti bongkar ,,Toetoep kaoe poenja batjot, soendel, treak Tiang Lok dengen roepa kalap, tapi ia djadi mengkeret koetika Soejati kaloearken blati dari dalem badjoenja sembari mengantjem dan berkata : ,,Djangan bergerak atawa akoe nanti lakoeken satoe pemboenoehan, kaoe djangan anggep semoea prem- poean ada lemah, gampang dipedajaken dan diper- mainken." Tiang Lok djadi koentjoep dan selandjoetnja ber- diri sebagi patoeng. ,,Kaoe tida taoe keboeasannja itoe manoesia, nona. Hm! ia lebih boesoek dari satoe boeaja. Setaoe apa sebabnja pada soeatoe malem ia telah koempoelken doea pendjahat di dalem roemahkoe boeat lakoeken pembokongan pada 'ba Tjin Liang jang tida berdosa, tapi akoe tida bisa diamin ia lakoeken itoe kakedjeman pada soeatoe orang jang tida berdosa, akoe lantas kasih taoe pada 'ba Tjin Liang, hingga ia poenja<noinclude></noinclude> 2uq3c22ygstoviffbsym7l0e1p8l44s Halaman:Korban Boedi.pdf/75 104 112494 311576 2026-08-12T02:23:20Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '— 73 — k I ** t ichtiar gagal. Merasa gemes akainja jang pertsma tida berhasil, ia lantas goeiiakeii iaen akal, deugen pake koentji paisoe ia soeda tjoeri kas toko jang dipertjajaken pada 'ba Tjin Liang. . . . »Oh, djadi kaoe ada itoe manoesia jang lakoeken itoe pitenahan ?" treak njoja Bing Liong dengen k-lap sembari mengoendjoek gelagat maoe menjerang, tapi ia tida bisa landjoetken niatannja sebab ampir pada itoe sa'at djoega Tjin Liang ber... 311576 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>— 73 — k I ** t ichtiar gagal. Merasa gemes akainja jang pertsma tida berhasil, ia lantas goeiiakeii iaen akal, deugen pake koentji paisoe ia soeda tjoeri kas toko jang dipertjajaken pada 'ba Tjin Liang. . . . »Oh, djadi kaoe ada itoe manoesia jang lakoeken itoe pitenahan ?" treak njoja Bing Liong dengen k-lap sembari mengoendjoek gelagat maoe menjerang, tapi ia tida bisa landjoetken niatannja sebab ampir pada itoe sa'at djoega Tjin Liang bertreak dan pada sasoedanja mengglisa sabentar lantas berdiam boeat tida bergerak lagi. Semoea orang djadi riboet boeat menoeloeng, tapi Tjin Liang poenja roch lebih siang soeda melajang. Di antara itoe semoea orang jang me[iangis Soejati poen toeroet menangis dengen sedih sembari berloetoet di pinggirnja pembaringan. „'Ba Tjin Liang boeat saoemoer hidoepkoe akoe bakal tida loepaken kaoe," meratap Soejati dalem tangisannja. Berapa hari kamoedian djinasatnja Tjin Liang dikoeboer dengen tjara saderhana. Antara orang-orang jang menganter ada kaliatan Soejati dan Lian Nio. Itoe doea orang prampoean moeda kaliatan berdjalan de­ ngen berendeng, tapi sepandjang djalan tida ada satoe pata perkata'an jang di tjeritaken. Soejati merasa terharoe sama meninggalnja Tjin Liang jang baek dengen tjara begitoe penasaran. Sedeng Lian Nio poenja diam lantaran menjesel. Ia menjesel soeda tida perhatiken ketjinta'annja Tjin Liang jang besar dan djoedjoer, sebaliknja menjinta pada Tiang Lok jang njata ada satoe djalanan besar. Terpetjanja itoe resia boesoek bikin Tiang Lok tida ada itoe moeda boeat teroes tjampoerken dirinja dalem pergaoelannja itoe familie. Begitoelah dengen<noinclude></noinclude> grrrotj4r775vh250fqyjrfzeiwwrpb 311582 311576 2026-08-12T02:26:05Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 311582 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||— 73 —}}</noinclude>ichtiar gagal. Merasa gemes akalnja jang pertama tida berhasil, ia lantas goenaken laen akal, dengen pake koentji palsoe ia soeda tjoeri kas toko jang dipertjajaken pada 'ba Tjin Liang. {{...|6}}“ „Oh, djadi kaoe ada itoe manoesia jang lakoeken itoe pitenahan ?“ treak njoja Bing Liong dengen klap sembari mengoendjoek gelagat maoe menjerang, tapi ia tida bisa landjoetken niatannja sebab ampir pada itoe sa'at djoega Tjin Liang bertreak dan pada sasoedanja mengglisa sabentar lantas berdiam boeat tida bergerak lagi. Semoea orang djadi riboet boeat menoeloeng, tapi Tjin Liang poenja roch lebih siang soeda melajang. Di antara itoe semoea orang jang menangis Soejati poen toeroet menangis dengen sedih sembari berloetoet di pinggirnja pembaringan. „'Ba Tjin Liang boeat saoemoer hidoepkoe akoe bakal tida loepaken kaoe,“ meratap Soejati dalem tangisannja. Berapa hari kamoedian djinasatnja Tjin Liang dikoeboer dengen tjara saderhana. Antara orang-orang jang menganter ada kaliatan Soejati dan Lian Nio. Itoe doea orang prampoean moeda kaliatan berdjalan dengen berendeng, tapi sepandjang djalan tida ada satoe pata perkata'an jang di tjeritaken. Soejati merasa terharoe sama meninggalnja Tjin Liang jang baek dengen tjara begitoe penasaran. Sedeng Lian Nio poenja diam lantaran menjesel. Ia menjesel soeda tida perhatiken ketjinta'annja Tjin Liang jang besar dan djoedjoer, sebaliknja menjinta pada Tiang Lok jang njata ada satoe djalanan besar. Terpetjanja itoe resia boesoek bikin Tiang Lok tida ada itoe moeda boeat teroes tjampoerken dirinja dalem pergaoelannja itoe familie. Begitoelah dengen<noinclude></noinclude> fnskyvs9mlosa517jxebzz7tzhjwl4a Halaman:Korban Boedi.pdf/77 104 112495 311578 2026-08-12T02:24:59Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'KABAR ADMINISTRATIE Pcirtbaija jang terhormat Dengen ini djaian kita hatoeri<en maaf jang GOEDANG-TJERITA penerbitan boeiaii Januari ada laat lantaran GOEDANIG TJERITA tadinja diganti omsiagn j a . S e l a d j o e t n j a tcita t e n t o e a k e n d j a g a b e t o e l t a n g g a i penerbitannja. H oermat kita Ädm G. TJERITA Bandoeag. À li Maoe di ganti omsiagnja tapi dari jang bikin lantaran ada laat cliche mangka- 'ija G. Tjerita bo... 311578 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>KABAR ADMINISTRATIE Pcirtbaija jang terhormat Dengen ini djaian kita hatoeri<en maaf jang GOEDANG-TJERITA penerbitan boeiaii Januari ada laat lantaran GOEDANIG TJERITA tadinja diganti omsiagn j a . S e l a d j o e t n j a tcita t e n t o e a k e n d j a g a b e t o e l t a n g g a i penerbitannja. H oermat kita Ädm G. TJERITA Bandoeag. À li Maoe di ganti omsiagnja tapi dari jang bikin lantaran ada laat cliche mangka- 'ija G. Tjerita boeian Ja­ nuari pake omslag jang seperti sekarang boeat boe­ ian Februari omslag baroe. tentoe pake<noinclude></noinclude> pa6o824am42mojjc97503ic9twpafb0 311579 311578 2026-08-12T02:25:30Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311579 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{c|'''KABAR ADMINISTRATIE'''}} {{c|Pembatja jang terhormat}} Dengan ini djalan kita hatoerkan maaf jang GOE-<br/> DANG-TJERITA penerbitan boelan Januari ada laat<br/> lantaran GOEDANG TJERITA tadinja diganti omslag-<br/> nja. Seladjoetnja kita tentoe aken djaga betoel tanggal<br/> penerbitannja. {{c| Hoermat kita<br/> Adm G. TJERITA<br/> Bandoeng. }} Maoe di ganti omslagñja<br/> tapi dari lantaran ada laat<br/> jang bikin cliche mangka-<br/> nja G. Tjerita boelan Ja-<br/> nuari pake omslag jang<br/> seperti sekarang boeat boe-<br/> lan Februari tentoe pake<br/> omslag baroe.<noinclude></noinclude> 54teyvwe2xjqu5i4zsyi09xbat4a0xm Halaman:Korban Boedi.pdf/78 104 112496 311581 2026-08-12T02:26:03Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '^ ê y Toean-Toean Abonne, Saja hoendjoek boelan ^ ¥ ^ bikin penagian de- ^ boeat l e kwartaal Ja- ^ bertaoc, ^ Januari 1932, saja A ngen Postkwitantie T nuari ^ harep toean-toean nanti soeka pembajar. 0 0 0 Februari Djoega ada ini Maart 1932, saja boeat meringkanken banjak kerdjahan Administratie. Dan toean toean V ^ À jang soeda kirim di- À reet'dengen post wessei, dengen ini djaian ^ saja hatoerken banjak tr... 311581 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>^ ê y Toean-Toean Abonne, Saja hoendjoek boelan ^ ¥ ^ bikin penagian de- ^ boeat l e kwartaal Ja- ^ bertaoc, ^ Januari 1932, saja A ngen Postkwitantie T nuari ^ harep toean-toean nanti soeka pembajar. 0 0 0 Februari Djoega ada ini Maart 1932, saja boeat meringkanken banjak kerdjahan Administratie. Dan toean toean V ^ À jang soeda kirim di- À reet'dengen post wessei, dengen ini djaian ^ saja hatoerken banjak trima kasi. O a ^ a ¥ à V Hormat saja. X â è A Adm. Goedang-Tjerita. ^<noinclude></noinclude> l0aazo7m585s3m4ifklun5woc2pu4cv 311584 311581 2026-08-12T02:27:10Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311584 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{c|'''Toean-Toean Abonne,'''}} Saja hoendjoek bertjaoe, ini boelan<br/> Januari 1932, saja ada bikin penagian de-<br/> ngen Postkwitantie boeat 1e kwartaal Ja-<br/> nuari Februari Maart 1932, saja banjak<br/> harep toean-toean nanti soeka pembajar.<br/> Djoega boeat meringkanken kerdjahan<br/> Administratie. Dan toean-toean jang soeda kirim di-<br/> rect`dengen post wessel, dengan ini djalan<br/> saja hatoerken banjak trima kasi. {{c| Hormat saja.<br/><br/> '''Adm. Goedang-Tjerita.''' }}<noinclude></noinclude> 8n7u8wwkr8gbcnte4hota9q4wi53d3i Halaman:Korban Boedi.pdf/2 104 112497 311588 2026-08-12T02:29:09Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'T H E M O N T H L Y S T O R I E S ..GOEDANG TJERITA" Redacteur : K wo Lay Yen • Ttrbit tefap saban tanggal 1 5 dari boelan Mesehi. —O— Harga Abonnement ; Satoe kwartaal (3 boelan) f 1.50. Pembajaran lebih doeloe. Administratie : Grootepostweg 321 — Telef, No. 2534 BANDOENG,' 311588 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>T H E M O N T H L Y S T O R I E S ..GOEDANG TJERITA" Redacteur : K wo Lay Yen • Ttrbit tefap saban tanggal 1 5 dari boelan Mesehi. —O— Harga Abonnement ; Satoe kwartaal (3 boelan) f 1.50. Pembajaran lebih doeloe. Administratie : Grootepostweg 321 — Telef, No. 2534 BANDOENG,<noinclude></noinclude> bg2bjn4bem5jsb8ji9wsmwnem8hv5de 311590 311588 2026-08-12T02:29:24Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311590 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{c|<small>THE MONTHLY STORIES</small>}} {{c|<big>'''„GOEDANG TJERITA”'''</big>}} {{c|<big>Redacteur :</big>}} {{c|<big><big>Kwo Lay Yen</big></big>}} {{c|Terbit tetap saban tanggal 15 dari<br/> boelan Mesehi.}} {{c|—O—}} {{c|<big>'''Harga Abonnement :'''</big>}} {{c|Satoe kwartaal (3 boelan) f 1.50.}} {{c|Pembajaran lebih doeloe.}} {{c|<big>Administratie :</big>}} {{c|'''Groote postweg 321 — Telef. No. 2534'''}} {{c|<big>'''BANDOENG.'''}}<noinclude></noinclude> bbopbcrx431fgyc3q0qquiokqjpccpi Halaman:Korban Boedi.pdf/3 104 112498 311591 2026-08-12T02:30:42Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311591 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{c|<big>'''KORBAN BOEDI.'''}} {{c|<big>OLEH</big>}} {{c|<big>'''Monsieur Hsu.'''}} {{c|I.}} {{c|<big>SATOE PEROENDING...</big>}} {{c|—O—}} Hari Minggoe lohor.<br/> Angin ling­sir jang anget sabentar-bentar menmoep<br/> dengen haloes dan riangken hati. Dalem satoe tegalan<br/> senjep salaen hari soe­ara berkresek­nja daon-<br/> daon poeh­oen jang tertioep angin, hingga menjo­tjokin<br/> sekali boeat satoe idealist bajang­ken pikirannja sembari<br/> diriken astananja diatas oedara. Dalem satoe paviljoen jang letaknja disabelah<br/> kirinja satoe roemah besar jang indah dan mentereng,<br/> Tjin Liang kaliatan sedeng doedoek terpekoer<br/> sendirian, dari roepanja jang poetoes harepan orang<br/> bisa mendoega bagaimana roewet pikirannja jang<br/> sedeng mengganggoe. Tapi bagi orang jang soeda<br/> kenal baik tabeatnja itoe orang moeda jang aloes<br/> dan gampang berdoeka, tida terlaloe berkoewatir<br/> djika meliat ia oendjoek roman jang berdoeka. Tjoema sadja pada ini kali roepa-roepanja Tjin<br/> Liang sedeng dipengaro­ehin betoel sama gontjangan<br/> pikirannja, saban-saban kaliatan ia mengelah napas berat<br/> dan toedjoeken matanja mengawasin itoe mega jang<br/> djaoe, djaoe sekali. Satoe waktoe dengen elahan<br/> napas berat keliatan ia toetoepin moekanja di atas soe-<noinclude></noinclude> sbl1iexajds53v8wh2n6znuvxx27sh8 311593 311591 2026-08-12T02:32:19Z Ibrohim tijani 26379 311593 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{c|<big>'''KORBAN BOEDI.'''}} {{c|<big>OLEH</big>}} {{c|<big>'''Monsieur Hsu.'''}} {{c|I.}} {{c|<big>SATOE PEROENDING...</big>}} {{c|—O—}} Hari Minggoe lohor. Angin ling­sir jang anget sabentar-bentar menmoep dengen haloes dan riangken hati. Dalem satoe tegalan senjep salaen hari soe­ara berkresek­nja daon- daon poeh­oen jang tertioep angin, hingga menjo­tjokin sekali boeat satoe idealist bajang­ken pikirannja sembari diriken astananja diatas oedara. Dalem satoe paviljoen jang letaknja disabelah kirinja satoe roemah besar jang indah dan mentereng, Tjin Liang kaliatan sedeng doedoek terpekoer sendirian, dari roepanja jang poetoes harepan orang bisa mendoega bagaimana roewet pikirannja jang sedeng mengganggoe. Tapi bagi orang jang soeda kenal baik tabeatnja itoe orang moeda jang aloes dan gampang berdoeka, tida terlaloe berkoewatir djika meliat ia oendjoek roman jang berdoeka. Tjoema sadja pada ini kali roepa-roepanja Tjin Liang sedeng dipengaro­ehin betoel sama gontjangan pikirannja, saban-saban kaliatan ia mengelah napas berat dan toedjoeken matanja mengawasin itoe mega jang djaoe, djaoe sekali. Satoe waktoe dengen elahan napas berat keliatan ia toetoepin moekanja di atas soe-<noinclude></noinclude> pk4xr29wvi47ze0aphuoxctumaou77q Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/29 104 112499 311672 2026-08-12T05:23:49Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311672 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||48}}</noinclude>tahanan lawen jang terlemah dengan tjepat,men- dadak dan dengan pasukan jang terbesar, dengan maksud mematahkan hubungan2 organisatoris-nja dan achirnja menghant jurkannja buat selama-la- manja {{gap}}Organisasi2 perdjoangan kita jang terutama Sarekat Sekerdja dan Politik djika telah pa- da waktunja, harus dengan tjepat dibimbing ke- tempat dimana kita dapat membikin musuh mende- rita kerugian jang terbesar, jaitu dimana me- nempatkan induk pasukannja. {{gap}}Djika kita menganggap Indonesia sebagai langgan perd joangan, maka kita mengetahui bah- wa kekuatan imperialis Belanda (militer, poli- tik dan ekonomi) tidak terpusat pada satu tem- pat. Kekuatan militor dipusatkan di Priangan.. Kekuasaan politik jang sekarang berpusat di Ba- tavia, kemudian mungkin dipindahkan ke Priang- an. Akan tetapi baik Batavia, maupun Priangan sesungguhnja tidak mempun jai pusat ekonomi.Ki- ta mendapatkan itu terutama di lembah bengawan Solo (Djokja, Solo, Madiun, Kediri dan Surabaja) dimana terletak bertimbuntimbun industri2,per- usahaan2,Badan2 angkutan lalu-lintas dan Bank2. Bimana suatu offensif revolusioner jang te- lah disiapsiagakan akan mendapat sukses seba njak-banjak-nja. {{gap}}Djika kekuatan militer, politik dan ekonomi dipusatkan pada suatu kota sebagaimana terd jadi dinegeri 2 Eropah, maka mondjadi ke- wadjiban kita memasukkan kota2 itu lebih dulu dan rontjana organisasi revolusioner kita, untuk nanti serangan revolusioner jang pertama tama dilantjarkan. Djika kita disana mendapat- kan sukses, maka sukses dibagian2 negara lain- nja sedikit atau banjak akan terdjadi dengan sondirinja. {{rh||49}} {{gap}}Akan tetapi karena kekuasaan, imperialis Be - landa terbagi dalam pelbagai pusat, sesuai de- ngan itu kita harus à juga membagi kekuatan,re- volusioner kita, untuk nanti kita kerahkan pa aukan induk kita kesana, dimana sukses soba- njak banjakaja dapat tertjapai. {{gap}}Djika kita pelad jari tempat mana jang sangat. menguntungkan bagi kita untuk digempur, maka pilihan kita akan djatuh pada lembah bengawan- Solo. Memang disini kita mempunjai harapan le- bih besar dapat merampas kekuasaan ekonomi dan politik dan bertahan daripada di Batavia dan di Priangan. Dilembah bengawan-Solo bertimbun2 buruh industri dan petani melarat, jang akan mowud judkan tenaga2, bukan sadja untuk peram- pasan, aken tetapi juga sebagai sjarat2 teh- nis dan ekonomi mempertahankan perampasan itu. Di Batavia atau Priangan kemenangan politik atau nilitor akon sukar didapat dan dipertahan- kan daripada di lembah bengawan Solo, karena nedikit adanja sjarat2 tehnis dan ekonomis un- tuk mempertahankan perampasan itu. Kemenangan politik atau militer di Batavia atau Priangan labih sukar bisa didapat dan dipertahankan da- ipada di lembah bengawan-Solo, karena faktor2 toria dan ekonomis sädikit adanja disana, Ke- renangan politik dan militer jang modern hanja dapat dipertahankan, djilta lita memiliki sja- rat2 kekuasaan ekonomi (pabrik2, Perusahaan2, Badan2 angkutan lalu-lintes, Bank2 dsb). Dari apa jang torsobut diatas, kita bisa me- aarik kesimpulan, bahwa kita nanti harus mengo- rahkan induk pasukan kita ke lembah bengawan- Solo, agar offonsif revolusioner kita dapat me- nentukan strategi seluruhnja. Djika kita nanti<noinclude></noinclude> tdr7po1u5r1gpwpgy27cr803i2bo77h Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/30 104 112500 311673 2026-08-12T05:27:20Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311673 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||50}}</noinclude>dapat bertahan di lembah begawan Solo, sedang dipusat ekonomi lainnja (Sumatera Timur, Palem- bang, Kalimantan Timur) dan pusat ekonomi militer Batavia, Bandung, Magelang, Malang, A- tjeh) dapat kita sorang atau berhasil kita per- tahankan, maka lombah bongawan-Solo seland jut- nja dapat kita pergunakan sebagai basis bagi Republik Indonesia. Terlebih-lebih djika suara dan pengaruh kita dapat menerobos.djuga keda lam Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Maka ba- gi imperialisme Belanda tak akan begitu mudah tempergunakan kekuasaan militernja. Suara2 bu- ruh jang bergelora dari lembah bengawan-Solo, akan pasti didengar djuga oleh buruh2 di Asia, Eropah dan Amerika. Imperialis2 luar negeri a- kan tak begitu mudah menjerahkan buruhnja un- tuk membunuh habis-habisan buruh2 Indonesia. Ketjuali dari pada itu adalah internasionale III jang akan berusaha menjerukan pemberhenti- an pekerd jaan pembunuhan imperialis2 itu. {{gap}}Sekali-pun lebah bengawan-Solo bagi kemena- ngan kita adalah satu hal jang menentukan akan tetapi bagi offensif2penjesatan, tempat2 seper- ti Priangen, terutama Atjeh dan Ternate adalah sangat penting. Djika kita disana dapat menje- rang dengan berhasil, maka musuh akan terpaksa membagi-bagi kekuatan jang terpusat di Djawa. dan mengirimkan sebagian dari padanja kedaerah, daerah jang djauh. Bagi pergerakan revolusio- per hal sedemikian itu setidak-tidaknja masih sangat penting. Ketjuali itu bagi imperialisme Belanda, djika itu diteruskan penindasan porla wanan revolusioner dengan kekerasan akan sang- at besar beajanja. Akibatnja ia akan padjak lebih besar dari rakjat jang menderita. Hal ini akan meningkatkan lagi rasa tak puas menarik {{rh||51}} dan oleh karenanja meningkat pula hasrat rovo- lusionernja. {{gap}}Satu kemenangan di Priangan, Atjeh dan Ter nate ditilik dari sudut taktik adalah sangat ponting dan dapat merintis djalan bagi kemena- ngan strategis.Pukulan strategis jang akan ki- ta lantjarkan kemudian dilombah bongawan-Solo, akan merupakan satu pedang Damoclas diatas ke- pala imperialis Belanda. {{gap}}Berhubung dengan besarnja arti jang ada di- loubah bengawan-Solo bagi kemerdekaan Indonesia kita sekarang adalah kewadjiban revolusioner lebih banjak memberikan perhatian pada pusat ekonomi itu daripada jang sudah2. Adalah kewa- djiban rovolusioner kita,mengorganisir dan me- koordinir massa buruh2 industri dan pertanian dan pada achiraja melatih mereka untuk massa kekuasaan aksi jang langsung buat perampasan ekonomi dan politik. {{rh||-00-}} {{c||NILAI KESADARAN,HASR/T DAN DISIPLIN}} {{gap}}Dalam tiap2 pergerakan kesadaran memegang peranan jan sangat penting. Kesadaran revolu- sioner kita, kita ambil dari materialisme dia- loktika Merx. Mengikuti Marx,kita dapat memu- tuskan, bahwa sekarang hampir seluruh rakjat In- donosia berseriangat revolusioner.Tetapi porbedaan besar antara kerevolusioneran buruh2 industri dan kerevolusioneran pemilik2 (petani 2,pedegang2 dan pengusaha2 ket jil).Jang tersebut duluan subjektif adalah revolusioner, jaitu mereka tidak hanja berkehendak menghapus kan kekuasaan politik sadja, tapi djuga kekua- tanah saan ekonomi, jalah dengan penghapusan milik perseorangan dan sistim produksi jang ka- ketjil<noinclude></noinclude> jc0zx3sd299uain3dbi4zwwekb5ikc3 311674 311673 2026-08-12T05:29:10Z Ibrohim tijani 26379 311674 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||50}}</noinclude>dapat bertahan di lembah begawan Solo, sedang dipusat ekonomi lainnja (Sumatera Timur, Palem- bang, Kalimantan Timur) dan pusat ekonomi militer Batavia, Bandung, Magelang, Malang, A- tjeh) dapat kita sorang atau berhasil kita per- tahankan, maka lombah bongawan-Solo seland jut- nja dapat kita pergunakan sebagai basis bagi Republik Indonesia. Terlebih-lebih djika suara dan pengaruh kita dapat menerobos.djuga keda lam Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Maka ba- gi imperialisme Belanda tak akan begitu mudah tempergunakan kekuasaan militernja. Suara2 bu- ruh jang bergelora dari lembah bengawan-Solo, akan pasti didengar djuga oleh buruh2 di Asia, Eropah dan Amerika. Imperialis2 luar negeri a- kan tak begitu mudah menjerahkan buruhnja un- tuk membunuh habis-habisan buruh2 Indonesia. Ketjuali dari pada itu adalah internasionale III jang akan berusaha menjerukan pemberhenti- an pekerd jaan pembunuhan imperialis2 itu. {{gap}}Sekali-pun lebah bengawan-Solo bagi kemena- ngan kita adalah satu hal jang menentukan akan tetapi bagi offensif2penjesatan, tempat2 seper- ti Priangen, terutama Atjeh dan Ternate adalah sangat penting. Djika kita disana dapat menje- rang dengan berhasil, maka musuh akan terpaksa membagi-bagi kekuatan jang terpusat di Djawa. dan mengirimkan sebagian dari padanja kedaerah, daerah jang djauh. Bagi pergerakan revolusio- per hal sedemikian itu setidak-tidaknja masih sangat penting. Ketjuali itu bagi imperialisme Belanda, djika itu diteruskan penindasan porla wanan revolusioner dengan kekerasan akan sang- at besar beajanja. Akibatnja ia akan padjak lebih besar dari rakjat jang menderita. Hal ini akan meningkatkan lagi rasa tak puas menarik {{rh||51}} dan oleh karenanja meningkat pula hasrat rovo- lusionernja. {{gap}}Satu kemenangan di Priangan, Atjeh dan Ter nate ditilik dari sudut taktik adalah sangat ponting dan dapat merintis djalan bagi kemena- ngan strategis.Pukulan strategis jang akan ki- ta lantjarkan kemudian dilombah bongawan-Solo, akan merupakan satu pedang Damoclas diatas ke- pala imperialis Belanda. {{gap}}Berhubung dengan besarnja arti jang ada di- loubah bengawan-Solo bagi kemerdekaan Indonesia kita sekarang adalah kewadjiban revolusioner lebih banjak memberikan perhatian pada pusat ekonomi itu daripada jang sudah2. Adalah kewa- djiban rovolusioner kita,mengorganisir dan me- koordinir massa buruh2 industri dan pertanian dan pada achiraja melatih mereka untuk massa kekuasaan aksi jang langsung buat perampasan ekonomi dan politik. {{rh||-00-}} <u>{{c||'''NILAI KESADARAN,HASR/T DAN DISIPLIN'''}}</u> {{gap}}Dalam tiap2 pergerakan kesadaran memegang peranan jan sangat penting. Kesadaran revolu- sioner kita, kita ambil dari materialisme dia- loktika Merx. Mengikuti Marx,kita dapat memu- tuskan, bahwa sekarang hampir seluruh rakjat In- donosia berseriangat revolusioner.Tetapi porbedaan besar antara kerevolusioneran buruh2 industri dan kerevolusioneran pemilik2 (petani 2,pedegang2 dan pengusaha2 ket jil).Jang tersebut duluan subjektif adalah revolusioner, jaitu mereka tidak hanja berkehendak menghapus kan kekuasaan politik sadja, tapi djuga kekua- tanah saan ekonomi, jalah dengan penghapusan milik perseorangan dan sistim produksi jang ka- ketjil<noinclude></noinclude> ep66ypyqxod30uxxsfk5bcuqn89qw4e 311675 311674 2026-08-12T05:30:19Z Ibrohim tijani 26379 311675 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||50}}</noinclude>dapat bertahan di lembah begawan Solo, sedang dipusat ekonomi lainnja (Sumatera Timur, Palem- bang, Kalimantan Timur) dan pusat ekonomi militer Batavia, Bandung, Magelang, Malang, A- tjeh) dapat kita sorang atau berhasil kita per- tahankan, maka lombah bongawan-Solo seland jut- nja dapat kita pergunakan sebagai basis bagi Republik Indonesia. Terlebih-lebih djika suara dan pengaruh kita dapat menerobos.djuga keda lam Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Maka ba- gi imperialisme Belanda tak akan begitu mudah tempergunakan kekuasaan militernja. Suara2 bu- ruh jang bergelora dari lembah bengawan-Solo, akan pasti didengar djuga oleh buruh2 di Asia, Eropah dan Amerika. Imperialis2 luar negeri a- kan tak begitu mudah menjerahkan buruhnja un- tuk membunuh habis-habisan buruh2 Indonesia. Ketjuali dari pada itu adalah internasionale III jang akan berusaha menjerukan pemberhenti- an pekerd jaan pembunuhan imperialis2 itu. {{gap}}Sekali-pun lebah bengawan-Solo bagi kemena- ngan kita adalah satu hal jang menentukan akan tetapi bagi offensif2penjesatan, tempat2 seper- ti Priangen, terutama Atjeh dan Ternate adalah sangat penting. Djika kita disana dapat menje- rang dengan berhasil, maka musuh akan terpaksa membagi-bagi kekuatan jang terpusat di Djawa. dan mengirimkan sebagian dari padanja kedaerah, daerah jang djauh. Bagi pergerakan revolusio- per hal sedemikian itu setidak-tidaknja masih sangat penting. Ketjuali itu bagi imperialisme Belanda, djika itu diteruskan penindasan porla wanan revolusioner dengan kekerasan akan sang- at besar beajanja. Akibatnja ia akan padjak lebih besar dari rakjat jang menderita. Hal ini akan meningkatkan lagi rasa tak puas menarik {{rh||51}} dan oleh karenanja meningkat pula hasrat rovo- lusionernja. {{gap}}Satu kemenangan di Priangan, Atjeh dan Ter nate ditilik dari sudut taktik adalah sangat ponting dan dapat merintis djalan bagi kemena- ngan strategis.Pukulan strategis jang akan ki- ta lantjarkan kemudian dilombah bongawan-Solo, akan merupakan satu pedang Damoclas diatas ke- pala imperialis Belanda. {{gap}}Berhubung dengan besarnja arti jang ada di- loubah bengawan-Solo bagi kemerdekaan Indonesia kita sekarang adalah kewadjiban revolusioner lebih banjak memberikan perhatian pada pusat ekonomi itu daripada jang sudah2. Adalah kewa- djiban rovolusioner kita,mengorganisir dan me- koordinir massa buruh2 industri dan pertanian dan pada achiraja melatih mereka untuk massa kekuasaan aksi jang langsung buat perampasan ekonomi dan politik. {{rh||-00-}} {{c||'''<u>NILAI KESADARAN,HASRaT DAN DISIPLIN</u>'''}} {{gap}}Dalam tiap2 pergerakan kesadaran memegang peranan jan sangat penting. Kesadaran revolu- sioner kita, kita ambil dari materialisme dia- loktika Merx. Mengikuti Marx,kita dapat memu- tuskan, bahwa sekarang hampir seluruh rakjat In- donosia berseriangat revolusioner.Tetapi porbedaan besar antara kerevolusioneran buruh2 industri dan kerevolusioneran pemilik2 (petani 2,pedegang2 dan pengusaha2 ket jil).Jang tersebut duluan subjektif adalah revolusioner, jaitu mereka tidak hanja berkehendak menghapus kan kekuasaan politik sadja, tapi djuga kekua- tanah saan ekonomi, jalah dengan penghapusan milik perseorangan dan sistim produksi jang ka- ketjil<noinclude></noinclude> m55gmq4w4efg1xat3ey45szomovq965 311676 311675 2026-08-12T05:31:02Z Ibrohim tijani 26379 311676 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||50}}</noinclude>dapat bertahan di lembah begawan Solo, sedang dipusat ekonomi lainnja (Sumatera Timur, Palem- bang, Kalimantan Timur) dan pusat ekonomi militer Batavia, Bandung, Magelang, Malang, A- tjeh) dapat kita sorang atau berhasil kita per- tahankan, maka lombah bongawan-Solo seland jut- nja dapat kita pergunakan sebagai basis bagi Republik Indonesia. Terlebih-lebih djika suara dan pengaruh kita dapat menerobos.djuga keda lam Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Maka ba- gi imperialisme Belanda tak akan begitu mudah tempergunakan kekuasaan militernja. Suara2 bu- ruh jang bergelora dari lembah bengawan-Solo, akan pasti didengar djuga oleh buruh2 di Asia, Eropah dan Amerika. Imperialis2 luar negeri a- kan tak begitu mudah menjerahkan buruhnja un- tuk membunuh habis-habisan buruh2 Indonesia. Ketjuali dari pada itu adalah internasionale III jang akan berusaha menjerukan pemberhenti- an pekerd jaan pembunuhan imperialis2 itu. {{gap}}Sekali-pun lebah bengawan-Solo bagi kemena- ngan kita adalah satu hal jang menentukan akan tetapi bagi offensif2penjesatan, tempat2 seper- ti Priangen, terutama Atjeh dan Ternate adalah sangat penting. Djika kita disana dapat menje- rang dengan berhasil, maka musuh akan terpaksa membagi-bagi kekuatan jang terpusat di Djawa. dan mengirimkan sebagian dari padanja kedaerah, daerah jang djauh. Bagi pergerakan revolusio- per hal sedemikian itu setidak-tidaknja masih sangat penting. Ketjuali itu bagi imperialisme Belanda, djika itu diteruskan penindasan porla wanan revolusioner dengan kekerasan akan sang- at besar beajanja. Akibatnja ia akan padjak lebih besar dari rakjat jang menderita. Hal ini akan meningkatkan lagi rasa tak puas menarik {{rh||51}} dan oleh karenanja meningkat pula hasrat rovo- lusionernja. {{gap}}Satu kemenangan di Priangan, Atjeh dan Ter nate ditilik dari sudut taktik adalah sangat ponting dan dapat merintis djalan bagi kemena- ngan strategis.Pukulan strategis jang akan ki- ta lantjarkan kemudian dilombah bongawan-Solo, akan merupakan satu pedang Damoclas diatas ke- pala imperialis Belanda. {{gap}}Berhubung dengan besarnja arti jang ada di- loubah bengawan-Solo bagi kemerdekaan Indonesia kita sekarang adalah kewadjiban revolusioner lebih banjak memberikan perhatian pada pusat ekonomi itu daripada jang sudah2. Adalah kewa- djiban rovolusioner kita,mengorganisir dan me- koordinir massa buruh2 industri dan pertanian dan pada achiraja melatih mereka untuk massa kekuasaan aksi jang langsung buat perampasan ekonomi dan politik. {{rh||-00-}} {{rh||'''<u>NILAI KESADARAN,HASRaT DAN DISIPLIN</u>'''}} {{gap}}Dalam tiap2 pergerakan kesadaran memegang peranan jan sangat penting. Kesadaran revolu- sioner kita, kita ambil dari materialisme dia- loktika Merx. Mengikuti Marx,kita dapat memu- tuskan, bahwa sekarang hampir seluruh rakjat In- donosia berseriangat revolusioner.Tetapi porbedaan besar antara kerevolusioneran buruh2 industri dan kerevolusioneran pemilik2 (petani 2,pedegang2 dan pengusaha2 ket jil).Jang tersebut duluan subjektif adalah revolusioner, jaitu mereka tidak hanja berkehendak menghapus kan kekuasaan politik sadja, tapi djuga kekua- tanah saan ekonomi, jalah dengan penghapusan milik perseorangan dan sistim produksi jang ka- ketjil<noinclude></noinclude> rlydb8wlcf3rnvdn2a2glh2820wni5k Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/31 104 112501 311677 2026-08-12T05:34:50Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311677 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||41}}</noinclude>pitalistis. Tapi pemilik ketjil subjektif ti- dak revolusioner sebab mereka tidak berkehen- dak menghapuskan hak milik perseorangan dan sistim produksi jang kapitalistis. Sebaliknja mereka menginginkan milik jang lebih besar. A- kan tetapi terhadap imperialisme mereka bersi- kap revolusioner.Mereka mengharapkan adanja Pe- merintah Nasional dan Kemerdekaan Nasional. Djustru karena itu mereka objektif adalah revo lusioner. {{gap}}Dalam usaha kita bertalian dengan organisasi, taktik dan strategi, kita tak dapat mentjempur- adukkan satu dengan lainnja unsur2 buruh indus- tri dan bukan proletar. Mentjempur adukkan itu tidak akan membawa kekuatan, ken tetepi honja membawa kelemahan belaka. Sekalipun unsur2 tor- sebut diatas kedun-dunnja berdjoang melawan im- perialiar 3, an den tudjuan perd joangan me- reka adalah berbedaan. Akan tetapi perbedaan itu orang tak boleh melupakan kemestian kerdja- sema, sebab baik tudjuan bukan proletar, maupun tudjuan terachir buruh industri hanja terlaksa- na sesudah hentjurnje imperialisme. Taktik PKI terhadap orang2 bulan proletar dengan mengi- ngat kepentingan2 materiilnja - supaja sangat plastis (sangat membimbing). Ia harus membangkitkan tenage2 potensi revolusioner, ada pada orang2 bukan proletar. Ia harus татри djuga mongkoodinir tenaga2 ini dengan tenaga2 proletar. Djika ini berhasil, maka komerdekaan Indonosia boleh dikata telah dapat ditontukan. Kesadaran revolusioner harus dilengkapi dengan hasrat revolusioner. Kesadaran sadja ti- dak tjukup. Sudah sewadjarnja, bahwa rakjat Indonesia jang telah diperbudak selama 300 ta- hun dan harus berdjoang melawan imperialisme mampu {{rh||53}} Jaag mungkin dibantu oleh imperialisme 2 lain- nja tak akan dapat menang dalam satu hari. Di beberapa tempat P.K.I.mungkin mengalami puku- laa .Ada kemungkinan, bahwa ia dihari kemudian akan terpak meland jutkan eksislebih banjak dibaweh tenan. Akan tetapi, dalam semua kemung kian2 ini ia tak akan dan tak boleh kebilang- an keborenian dan pikiran. Sebaliknja kita jakin bahwa ia akan lobah giet, lebih berpengalaman dan lebih berani. Sebab kepertjajaen P.K.I. a- kan djetuhnja imperialisme Belanda dan tenaga revolusioner rakjat Indonesia bukan disandar- ken pada Djojo-Bojo ateu pedagang djamu lain- nja, alan tetapi kepertjajaan itu disandarkan atas analisa okonomi-sosial masjarakat Indone- anta- sia. Pertentangan jang pantang damai. r jg berkuasa den jg dikuasai di Indoensia e- kin memperkuat jg tersebut belokangan ini de- 1um perdjoangaanja. Kesadaran dan nasrat dapat dilakukan pada tempatnje, djika F.K.1. memiliki disiplin ba- dje. Semua anggauta, seksi2 dan organisasi2 P.K.I. harus melaksanakan putusan? puset dng. à jud jur dan glat. Suatu soksi harus membantu seksi lainn ja, jer menderita pukulan. Ia ha- rus melangkan nelju, djika pimpinan momendang perlu, aan melangkah mundur djike perdjoangan monjuruhnja. Suatu strategi hanja bisa menda- patkan suksee, djika Staf Unun dapat pertjaja sepenuhnja atas seluruh tentaranja. {{rh||-0-}} {{rh||<u>'''PUKULAN STRATEGI'''</u>}} Pukulan strategi jang penghabisan akan ber- hasil djika memenuhi ajerat2 berikut: 1. Partai memiliki disiplin badja..<noinclude></noinclude> lgn15evz86zo3lcutu6cjp8mjikjpz8 Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/32 104 112502 311678 2026-08-12T05:37:18Z Ibrohim tijani 26379 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '2. Rakjat Indonesia berada dibawah pimpinan P.K:I. 3. Mush, baik didalam maupun diluar negeri terpetjah-belch. {{gap}}Djika sjarat pertama belum terpenuhi, kita tak perlu dan tak boleh menjembunjikan. Sering terdjadi, bahwa seorang enggauta jang bertang- gung jawab mengikuti polepatnja sendiri, tan- pa menunggu putusan2 pusat. Atau ia melaksana- kan pendapatnja, sedang ia mengetahui, bahwa i- tu bertentangan dengan pendapat pusat. Bikep atau wa... 311678 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ibrohim tijani" />{{rh||54}}</noinclude>2. Rakjat Indonesia berada dibawah pimpinan P.K:I. 3. Mush, baik didalam maupun diluar negeri terpetjah-belch. {{gap}}Djika sjarat pertama belum terpenuhi, kita tak perlu dan tak boleh menjembunjikan. Sering terdjadi, bahwa seorang enggauta jang bertang- gung jawab mengikuti polepatnja sendiri, tan- pa menunggu putusan2 pusat. Atau ia melaksana- kan pendapatnja, sedang ia mengetahui, bahwa i- tu bertentangan dengan pendapat pusat. Bikep atau watak jong tak disipliner semat jam itu da- lam perdjoangan revolusioner jeng secungguhnja, bukan hanja akan memba hajakan diripimpinan Jg. bersangkutan dan seksinja, akan tetapi juga pergerakan seluruhnja. {{gap}}Disiplin revolusioner mrpunjai personaen de- rg disiplin militer pada titik ini: bahwa ru- tusan harus dilaksanakan. Akan tetapi semua berbeda satu sama lain dalam hal ini: bahwa di- Siplin revolusioner bukarnia hasjrat menjere sad je (seun danh). Sedangkan Staf Taum liter tidak mongaerapkan dari serdadu2nja bah- wa mereka harus mengerti perintah jang diberi- kan, bagi Star Uaun Revolusioner sjarat jang pertama-tara jalah: bahwa anggauta2 harus me- ngerti benar2 putusan jang harus dilaksanakan. Bukan hanja arti putusan sadja, akan tetapi setiap anggauta harus djuga mengerti kemutlak- an ketaatan pelaksanaen putusan, se lipun dji- ka putusan itu bertentangan dengan pendapatnja sendiri. Suatu putusan revolusioner djustru di dapat sesudah suatu atjara dirundingkan masak- masak. Dalam perundingan tiap2 anggauta mempu- njai hak penuh mengemukakan dan mempertahankan pendapatnja dan menentang atau menjokong pen- {{rh||55}} dapat orang lain. Pada pemungutan suara Jang terachir is mempur jai hak mempertahankan penda- patnja sekuat mungkin, sehingga ia dapat mela- kukan seluruh pengaruh rochaninja atas putusan. partai. Tetapi djika suara jang terbanjak meng- ambil suatu keputusan djuga jang bertentangan dengan pendapatnje, sekalipun ia tak menjetud jui nja, naka ia harus tunduk pada putusan itu dan nebagai anggauta atau pemimpin ia harus melak- annakann ja dengan taat dan giat.Djika tidak se- demikian halaja, tidak mungkin daja kekuatan re- volusioner partai dapat bertindak keluar setja- ra massal dan bersatu-padu. Suatu partai jang tiap2 anggautanja berpegang teguh pada pendapat nja masing2 dan menjabotir putusan partai akan tak berdajaadanja. {{gap}}Demikianpun sjarat kedua masih belum terpenu- hi. Sungat pasti P.K.I. pada masa sekarang ini adalah partai satu2nja jang dapat dikatakan par- tai rakjat Indonesia. B.U., Pasundan, Perserekat- (un Minahasa dan partai2 ketjil lainnja dengan Jukar dapat mempertahankan diri, dalam batas2- nja jang sempit, ketjuali djika partai2 itu de- ngan penuh tenaga dapat melampaui batas2 jang nempit itu untuk mondjadi satu partai rakjat na- sional. Hanja P.K.I.pada masa ini mampu membentuk af- dooling2 dimana-mana dipelbagai pulau. Akan te tapi masih belum dapat dikatakan, bahwa ia te lah dapat mengorganisir semua lapisan rakjat dan mombawanja dibawah pimpinannja. Masih belum tjukup, djika semua orang Indonesia jang tertin- das menaruh sympati pada P.K.I., akan tetapi dji- ka waktunja telah datang rekjat jang tertindas jang berdjuta-juta orang djumlahn ja itu setiap wektu akan mengikuti djuga seruan P.K.I. Bukan<noinclude></noinclude> g704k10gejxz8g3jl2mayns38yebuth 311679 311678 2026-08-12T05:37:32Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311679 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||54}}</noinclude>2. Rakjat Indonesia berada dibawah pimpinan P.K:I. 3. Mush, baik didalam maupun diluar negeri terpetjah-belch. {{gap}}Djika sjarat pertama belum terpenuhi, kita tak perlu dan tak boleh menjembunjikan. Sering terdjadi, bahwa seorang enggauta jang bertang- gung jawab mengikuti polepatnja sendiri, tan- pa menunggu putusan2 pusat. Atau ia melaksana- kan pendapatnja, sedang ia mengetahui, bahwa i- tu bertentangan dengan pendapat pusat. Bikep atau watak jong tak disipliner semat jam itu da- lam perdjoangan revolusioner jeng secungguhnja, bukan hanja akan memba hajakan diripimpinan Jg. bersangkutan dan seksinja, akan tetapi juga pergerakan seluruhnja. {{gap}}Disiplin revolusioner mrpunjai personaen de- rg disiplin militer pada titik ini: bahwa ru- tusan harus dilaksanakan. Akan tetapi semua berbeda satu sama lain dalam hal ini: bahwa di- Siplin revolusioner bukarnia hasjrat menjere sad je (seun danh). Sedangkan Staf Taum liter tidak mongaerapkan dari serdadu2nja bah- wa mereka harus mengerti perintah jang diberi- kan, bagi Star Uaun Revolusioner sjarat jang pertama-tara jalah: bahwa anggauta2 harus me- ngerti benar2 putusan jang harus dilaksanakan. Bukan hanja arti putusan sadja, akan tetapi setiap anggauta harus djuga mengerti kemutlak- an ketaatan pelaksanaen putusan, se lipun dji- ka putusan itu bertentangan dengan pendapatnja sendiri. Suatu putusan revolusioner djustru di dapat sesudah suatu atjara dirundingkan masak- masak. Dalam perundingan tiap2 anggauta mempu- njai hak penuh mengemukakan dan mempertahankan pendapatnja dan menentang atau menjokong pen- {{rh||55}} dapat orang lain. Pada pemungutan suara Jang terachir is mempur jai hak mempertahankan penda- patnja sekuat mungkin, sehingga ia dapat mela- kukan seluruh pengaruh rochaninja atas putusan. partai. Tetapi djika suara jang terbanjak meng- ambil suatu keputusan djuga jang bertentangan dengan pendapatnje, sekalipun ia tak menjetud jui nja, naka ia harus tunduk pada putusan itu dan nebagai anggauta atau pemimpin ia harus melak- annakann ja dengan taat dan giat.Djika tidak se- demikian halaja, tidak mungkin daja kekuatan re- volusioner partai dapat bertindak keluar setja- ra massal dan bersatu-padu. Suatu partai jang tiap2 anggautanja berpegang teguh pada pendapat nja masing2 dan menjabotir putusan partai akan tak berdajaadanja. {{gap}}Demikianpun sjarat kedua masih belum terpenu- hi. Sungat pasti P.K.I. pada masa sekarang ini adalah partai satu2nja jang dapat dikatakan par- tai rakjat Indonesia. B.U., Pasundan, Perserekat- (un Minahasa dan partai2 ketjil lainnja dengan Jukar dapat mempertahankan diri, dalam batas2- nja jang sempit, ketjuali djika partai2 itu de- ngan penuh tenaga dapat melampaui batas2 jang nempit itu untuk mondjadi satu partai rakjat na- sional. Hanja P.K.I.pada masa ini mampu membentuk af- dooling2 dimana-mana dipelbagai pulau. Akan te tapi masih belum dapat dikatakan, bahwa ia te lah dapat mengorganisir semua lapisan rakjat dan mombawanja dibawah pimpinannja. Masih belum tjukup, djika semua orang Indonesia jang tertin- das menaruh sympati pada P.K.I., akan tetapi dji- ka waktunja telah datang rekjat jang tertindas jang berdjuta-juta orang djumlahn ja itu setiap wektu akan mengikuti djuga seruan P.K.I. Bukan<noinclude></noinclude> 4sg1ymbjiueqrjrexify99ke78vm0sg Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/33 104 112503 311680 2026-08-12T05:40:15Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311680 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||56}}</noinclude>hanja dalam kemenangan, tapi djuga dalam kekalah an keportjajaan dan ketaatan pada P.K.I. seba- gei partai rakjat revolusioner harus tetap dan tak berobah. {{gap}}Kita harus akui, bahwa propaganda dan agitasi kita di daerah2 luar Djewa djuga di Djawa sendi ri masih belum konkrit dan tjukup kuat dan ka renanja masih belum tjukup dalam meresapnja.Ke- kurangan tenaga dan alat, kekurangan pengetahu- an dan pengalaman tentang keadaan daerah2 dilu- ar Djawa adalah sebab jang terutama mengapa te- naga2 revolusioner kite sementara masih tertim bun di Djawc. dan aksi2 kita tetap terbatas di- Djawn. Sekalipun disana-sini tenaga2 komunistis telah berkembang (Ternate,Atjeh dll sebagainja) sebagian besar dari daerah2 luar Djawa bagi ki- ta masih merupakan hutan remadja: Orang2 Djambi dan Palembang jeng memang tak dapat digolongkan pada orang2 Indonesia jeng berperasaan puas dan berdjiwa budak bagi kita masih gelap adanja. Tambang2 besar seperti tambang emas, timah, mi- njak, arangbatu dan industri2 pertanian seperti toh dan karet masih belum mengalani perobahan. Bandjarmasin dan Atjeh, dimana peperangan2 fa- natik dilakukan orang dibawah bendera Islam, ba- gi kita masih asing adanja. Di daerah2 tersebut diatas kita masih belum mompunjai pengeruh di- antara petani 2. Bukan hanja disana pakerd jaan bagi kita diper sukar oleh reaksi, akan tetapi djuga karena kita masih sangat kurang dapat me- nerobos kedalam kesukaran2 hidup nasional-nja dan tjara berfikirnja.. {{gap}}Djika kita di daorah2 luar Djawadjuga di- Djawa hendak meningkatkan tenaga2 potensi ke- pada tenaga2 penggerak revolusioner,maka propa- ganda dan agitasi harus kita sesuailean dng. ke- {{rh||57}} {{gap}}adapun lokal jang berbeda-beda adanja di Indone- cin, lebih daripada apa jang sebegitu djauh te- 1sh kita lalaikan. Kita harus dapat mempengaruhi orang2 Djambi, Bandjar dan Atjeh jeng sedikit atau banjak tekun pade agamanja. Djika kita ma- sih belum dapat menggabungkan diri dengan mere- ka, maka kita sudah barang tontu tak dapat bor- bitjara tentang pimpinan revolusioner.Kita se- land jutnja harus dapat menund julkan, bahwa pro- gran kita bertudjuan meningkatkan hidup materi- ilnja. Kita harus mampu mendjelaskan, bahwa se- mua rintangan, jang dialami pedagang2 ketjil, petani2 dan penguanha2 ketjil di daerah Djawc, pede masa ini monti akan lenjap hapusnje imperialisme.Ketjuli jika orang2 bu- kan proletar jeng sebagian besar terdiri penduduk de er n2 luer Djowa menginajafi, bahwa dalam kemerdekaan nasional, bukan hanja buruh2 industri sadja, akan tetapi djuga mereka turut meuse hakan hasil keuntungan materiil, me- reke, akan monggabungkan diri disana-sini bersa- ma-sama proletar dalam perdjoengan melawan im- perialisme. Djika kota Roma tidak dapat dibang- un dalam satu hari, demikian-pun mendidik dan mengorganisir rakjat jung 50 djuta orang djum- labrja, dan jang telah tertindas ratusan tahun lamanja, ajuga membutuhkan waktu. Akan tetapi djustru penindasan fan reaksi jang meningkat ninglet adalah pembantu2 P.K.I. jang baik. dari akan Djika nanti partai telah dapat di-disiplin dan sebagian besar dari penduduk telah dapat dibawah pimpinan kita, kita terlebih dahulu harus meng- tahui keadaan di kubu lawan, baik jang ada dide- lam, maupun jang ada diluar negeri, sebelum ki- ta melant jarkan pukulan jang menentukan. Lebih terpetjah-petjah keadaan lawan, lebih mengun-<noinclude></noinclude> ap5mmickwbnd2j8mhx19optfg721pu2 Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/34 104 112504 311681 2026-08-12T05:42:06Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311681 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||58}}</noinclude>tungkan bagi kita. Kita boleh mengatakan, bahwa lawan dalam negeri jaitu imperialisme Belanda bersatu menghadapi rakjat Indonesia. Tidak de- mikian halnja di Eropah. Kaum bord juis jang ber tubuh dalam partai2 Konservatif, Leberal dan partai2 radikal lainnja,dalam menghadapi buruh2 revolusioner umpamanja nampak solider, akan te- tapi diantara mereka sering djuga nampak adanja perpetjahan jang mendalam. Orang2 Sosial Demo- krat mundar-mandir kian kemari antara bord juasi dan buruh2. Perpotjahan antara bord juasi Eropah di Indonesia, djustru karena mereka tergolong pada bangsa lain daripada buruh2, tak sedemikian besarnja, sehingga penduduk Indonesia akan bisa mendapatkan keuntungan jang agak berarti dalam perpetjahan itu. Totapi sekalipun bord juasi Be- landa sementara solider menghadapi penduduk In- donesia, kesolideran 100.000 orang akan tak ada artinja djika dihandingkan dengen 50.000.000. orang. kesolideran {{gap}}Akan tetapi musuh2 luar negeri (imperialisme) Inggeris, Ameriks dan Djepang) menghadapi Indo- nesia sangat terpetjah belah. Antara imperialis- me Amerika dan Djepang tak terdapat unsur perse- tuan dan kesolideran. Besok atau lusa kedua im- perialisme itu harus menentuka kekuasaannja a- tas lauten Pasifik dengan pedang.. bila waktunje perang Djepang Akan tetapi Amerika tek orang dapat meramalkan. {{gap}}Pertentangan2 ekonomi dan politik antara Dje- pang dan Amerika jang pantang damai mur Djauh telah berulang-ulang kita tundjukkan, di Ti- den disini tak perlu kita uraikan lagi. Memang dapat dipastikan, bahwa Inggeris akan dipihak Amerika, sehingga armada Djepang dihan- berdiri ding dengan armeda Amerika akan merupakan im- {{rh||59}} bangan sebagai 3:10. Satu pertanjaan jang sa- na penting ja, jalah apakah ketiga imperialis- mo tersebut menilik situabi internasional seka- rung ini rkan mendatangkan perang dunia baru? Memang adalah satu konjataan, bahwa Amerika dalam melaksanakan politiknja "Penetration Pa- offic" (penercbosen pasifik) dimana-mana menda- pat kemenangan dalan persaingan ekonomi. Satu orang dunia baru bukan hanja satu keharusan bo- porluasen daerah pengaruh Amerika, alan tota- pi coal itu akan dapat membawa bahaja, bahwa bu- ruh internasional nanti dibawah pimpinan Moskow akan merobeh perang dunia itu mondjadi perang Baudara. untuk {{gap}}Dalam keradjarn Djepang sendiri terdapat ana- air2 jang menentang perang Djopang - Amerika dongan segera.Bentjena alen jang disebabkan ka- rena gontjangan bumi pada tahun 1923 mengakibat kan kerusakan hebat pada kehidupan ekonomi Dje- peng daripada ape jang dapat kita lihat dari lu ar. Bentjana itu bagi Djepang membutuhkan tona. ga besar dar waktu padjang sebelum ia dapat memperbaiki kembali kehidupan ekonominja atas tingket jarg suna sebagaimana adanja sebelum terdjali berijana alan itu. Pergerakan nondemokrasikan" Djepang dari pemerintahan "autokrasi" jang dipimpin oleh kasta pertengah- an dan disokong oleh seluruh kaum buruh masih berdjalan langsung. Pergerakan ini diperkuat karena dalar negeri sekarang timbul penganggur- an jang luas (menurut berita jang terachir le- bih dari 3.000.000 orang), diantara mana terda- pat djuga benjak korban2 dari kasta pertengahan, semakin Pergerakan untuk "mendemokrasikan" ini mowud judkan satu bentuk jg berbahaja sedimiki- an rupa, sehingga kaum militeris jang di Djepang<noinclude></noinclude> qchb5638q28nlsa4uqrm22k6l3wjbls Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/35 104 112505 311682 2026-08-12T05:43:31Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311682 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||60}}</noinclude>memegang kekuasaan atas alat2 politik dan mili- ter seluruhnja, terpaksa memberikan konsessi po- litik banjak. Menurut berite awal tahun sistim parlementer di Djepang dimodernisir dan dilaksanakan hak pilih umum, sehingge sekarang djumleh pemilih meningkat dari tiga sampai dua- belas djuta orang. Untuk mewud judkan, bahwa ka- um militeris tidak menginginkan adanja perang baru (dalam hal ini kaum militeris dapat memper tehankan kedudukan autokrasinja terhadap kaste pertengahan liberal). Djepang pada achir tahun jang lalu telah mengadakan perdjendjian dengan Sovjet Uni. Sekalipun perdjandjian ini ditud ju- kan djuga terhadap persekutuan Anglo-Amerika,se- kali ketika dipergunakan djuga untuk menina be- bakken kaum buruh dan kasta pertengahan jang membent ji dan ketakutan adanja suatu perang ba ru,dengan alasan, bahwa Djepung"ingin damai de- ngen siapa-pun". Pakte2 ekonomis dan politis tersebut diatas menund jukkan, bahwa Djepang ke- dalam masih belum memiliki tenaga dan pesatuan jang diinginkan untuk memberanikan diri melawan kekuasaan dunia seperti Amerika dan Inggeris pa da pasa sekarang ini. {{gap}}Adalah senantiasa tak mudah memperoleh kemer- dekaan pada waktu ada sekarang. Pada perang du- nia jang lalu kita mengetahui bahwa tak ada sa- tu dari negeri2 djed jahan (Indo-China-Prantjis," India-Inggeris dan Mesir) berkehendak mengobar- kan perdjoangan kemerdekaan. Bagi Indonesia dju- ga masih belum depat dikatakan dengan segera, bahwa dalam suatu perang pasifik orang mendapat kan kesempatan jang baik untuk menuntut kemerde- kaan. Djustru hal ini tergantung djuga pada per- soalan, siapa jang akan menang dan berapa lama perang akan berlangsung. Tapi teranglah, djika {{rh||61}} nanti dilautan sekeliling Indonesia armada2Ing- goris, Amerika dan Belanda telah bersiap-siaga. Bagi Indonesia bukan lagi satu persoalan jg mu- ара- dah untuk berbitjara tentang kemerdekaan, Amerika lagi untuk merebut kemerdekaan. Anglo jang sudah tentu akan mengharapkan ketenangan dan keamanan jang mutlak di Indonesia akan de- ngan segera menget jap tiap2 gangguan ketenangan itu sebagai satu permusuhan terang-terangan. Terlebih-lebih karena Inggeris hendak memperta hankan hubungan antara Singapura dan Australia- Inggeris dan akan mendapatkan kesempatan jang baik menduduki Indonesia djika imperialisme Be- landa terlempar djauh. Kesukaran jang sama akan dihadapi oleh Indone- sepuluh ain, djikn sesudah kurang lebih tahun pangkel an armada Singapura dan armada Be- landa telah selesai dibangun.Perhubungan antara Singapura dan Australia akan mendjadi kenjataan dan pertahanan tate-tertib di Indonesia bagi im- porialisme Anglo-Amerika akan dipertjajakan ke- pada armada Belanda. Sudah tentu, perpetjahan antara imperialisme 2 satu keuntungan. luar negeri bagi ita adalah Akan tetapi persoalannja jalah: Apakah kita ha rus menunggu dulu adanja perang, ataukah seka- rang menuntut kemerdekaan Nasional dan memper gunakan semua alat untuk mendapatkannje. ar- Karena kita telah mengetahui, bahwa perang Pe- sifik jang mungkin datang bagi kita masih belum berarti setu komerdokaan dan kita tak dapat me- nunggu sampai armada Belanda dan pangkelen mada Singapura, selesai digalang, maka bagi In- donesia sangat mungkin sekarang ini adalah ke- sompatan jang baik untuk menuntut kemordekaan Nasional. Pendapat ini djuga diperkuat dengan<noinclude></noinclude> 58stmwdps1pilr2nrdtr15wikh5rn5n Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/36 104 112506 311683 2026-08-12T05:46:16Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311683 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||62}}</noinclude>alasan2 sebagai berikut: :1. Kita tak dapat menggantungkan taktik revolu sioner kita seluruhnja pada perang Djepang- Amerika. Taktik semat jam itu djuga bersifat opportunistis dan berbahaja. Tak ada suatu rakjat jang dapat bertahan lama dalam kete- gangan dengan ant jaman jeng tak dirasakan dengan langsung. Terlebih-lebih djika ant ja man itu dalem 2 atau 3 tahun masih belum mondjadi kenjataan, maka ketegangan psycho- logis dengan sendirinja akan mendjadi bujar Ketegangan revolusioner akan mempunjai daja hidup, djika ia didasarkan atas sjarat2 ma- teriil jang langsung dapat dirasakan oleh rakjat.Hanja djika agitasi revolusioner ki- ta didasarkan atas penderitaan2 jang njata jang dirasakan oleh rakjat dibawah kekuasa- an imperialisme Bolanda dewasa ini dan ketju ali daripada itu kita dengan serentak mampu me jakinkan rakjat akan propaganda kita, maka tak kepuasan massa akan berobah mendjadi suatu kemauan massa dan perbuatan massa.Se- land jutnja kita sekarang harus djuga beker- dja untuk tudjuan jang langsung dan meneri- ma akibat agitasi revolusioner kita. :2. Ada kemungkinan, bahwa perang Djepang rika lama tak kund jung dateng dan bahwa pe- riode pasifistis (masa tenang) harus lebih dahulu mendahului revolusi sosial diseluruh dunia. Djike. kita menggantungkan aksi2 kita seluruhnja pada perang dunia dan revolusi- dunia, maka ada kemungkinan bahwa kita akan kehilangan peranan pimpinan kita atas rakjat Indonesia. Karonanja partai kita akan bera- da di alam dogma sedang massa akan mentjari djalan sendiri sendiri. Djalan itu {{rh||63}} akan dapat mengakibatkan pemberontakan2 lokal atau perbuatan2 individuil (anarsistis). Memang rakjat Indonesia jang merasa tak puas akan ngikuti pimpinan revolusioner kita sekian lama," nelama pimpinan ini sungguh2 merupakan pertumbu- han daripada tudjuan revolusioner-nja. :3. Belum pernah kita pikirkan, bahwa kemerdeka- an Indonesia pada masa ini djustru akan ea membahajakan perdamaian di Pasifik. mordekaan ini akan dapat memetjahkan perang Pasifik. Akan totapi tak dikatakan, kekuasɛan2 dunia (karena takut akan adanja revolusi sosial) monunda porang itu sebegi- tu lama. Djustru inilah bukannja merugikan, tetapi menguntungkan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun jang lalu kita telah lihat di Ti- ongkok, bahwa tak satu dari negara2 imperia lis besar jang memberanikan diri membagi- bagi Tiongkok dan mendudukinja, sekalipun mereka mempunjai kesempatan untuk itu.Djus- tru pada waktu itu di Tiongkok berkobar pe- rang saudara, sehingga perusahaan2 luar ne geri di Tiongkok menderita kerugian. Keta- kutan akan adanja porang antara imperialis2 satu sama lain adalah sebab mengapa mereka semua melihatnja dengan terang. Tiap2 orang tentu berkohendak menduduki bagian Tiongkok jang baik, dan djustru itu ia akan dimusuhi olah jang lain dalam pilihanňja. Karena ti- ap imperialis ingin mempunjai Tiongkok jang baik, karena itu tak seorang mendapatkan sesuatu. Ditilik dari sudut perdagangan dan strategi kedudukan Indonesia di Pasifik sebegitu pen- ting, sehingga tak ada seorang imperialis membiarkan diambilnja oleh sesuatu negara<noinclude></noinclude> 95o510xpg2cmbzpt0ylbxr8tblg6q9r 311686 311683 2026-08-12T05:49:46Z Ibrohim tijani 26379 311686 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||62}}</noinclude>alasan2 sebagai berikut: :1. Kita tak dapat menggantungkan taktik revolu sioner kita seluruhnja pada perang Djepang- Amerika. Taktik semat jam itu djuga bersifat opportunistis dan berbahaja. Tak ada suatu rakjat jang dapat bertahan lama dalam kete- gangan dengan ant jaman jeng tak dirasakan dengan langsung. Terlebih-lebih djika ant jaman itu dalem 2 atau 3 tahun masih belum mondjadi kenjataan, maka ketegangan psycho-logis dengan sendirinja akan mendjadi bujar Ketegangan revolusioner akan mempunjai daja hidup, djika ia didasarkan atas sjarat2 materiil jang langsung dapat dirasakan oleh rakjat.Hanja djika agitasi revolusioner ki- ta didasarkan atas penderitaan2 jang njata jang dirasakan oleh rakjat dibawah kekuasa- an imperialisme Bolanda dewasa ini dan ketjuali daripada itu kita dengan serentak mampu me jakinkan rakjat akan propaganda kita, maka tak kepuasan massa akan berobah mendjadi suatu kemauan massa dan perbuatan massa.Se- land jutnja kita sekarang harus djuga beker-dja untuk tudjuan jang langsung dan meneri- ma akibat agitasi revolusioner kita. :2. Ada kemungkinan, bahwa perang Djepang rika lama tak kund jung dateng dan bahwa pe-riode pasifistis (masa tenang) harus lebih dahulu mendahului revolusi sosial diseluruh dunia. Djike. kita menggantungkan aksi2 kita seluruhnja pada perang dunia dan revolusi- dunia, maka ada kemungkinan bahwa kita akan kehilangan peranan pimpinan kita atas rakjat Indonesia. Karonanja partai kita akan bera-da di alam dogma sedang massa akan mentjari djalan sendiri sendiri. Djalan itu {{rh||63}} akan dapat mengakibatkan pemberontakan2 lokal atau perbuatan2 individuil (anarsistis). Memang rakjat Indonesia jang merasa tak puas akan ngikuti pimpinan revolusioner kita sekian lama," nelama pimpinan ini sungguh2 merupakan pertumbu- han daripada tudjuan revolusioner-nja. :3. Belum pernah kita pikirkan, bahwa kemerdeka-an Indonesia pada masa ini djustru akan ea membahajakan perdamaian di Pasifik. mordekaan ini akan dapat memetjahkan perang Pasifik. Akan totapi tak dikatakan, kekuasɛan2 dunia (karena takut akan adanja revolusi sosial) monunda porang itu sebegi- tu lama. Djustru inilah bukannja merugikan, tetapi menguntungkan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun jang lalu kita telah lihat di Ti- ongkok, bahwa tak satu dari negara2 imperia lis besar jang memberanikan diri membagi-bagi Tiongkok dan mendudukinja, sekalipun mereka mempunjai kesempatan untuk itu.Djus- tru pada waktu itu di Tiongkok berkobar pe- rang saudara, sehingga perusahaan2 luar ne geri di Tiongkok menderita kerugian. Keta-kutan akan adanja porang antara imperialis2 satu sama lain adalah sebab mengapa mereka semua melihatnja dengan terang. Tiap2 orang tentu berkohendak menduduki bagian Tiongkok jang baik, dan djustru itu ia akan dimusuhi olah jang lain dalam pilihanňja. Karena ti- ap imperialis ingin mempunjai Tiongkok jang baik, karena itu tak seorang mendapatkan sesuatu. Ditilik dari sudut perdagangan dan strategi kedudukan Indonesia di Pasifik sebegitu pen- ting, sehingga tak ada seorang imperialis membiarkan diambilnja oleh sesuatu negara<noinclude></noinclude> h9xg98sel9jyrjw0dgfq649eqf3pq4g Halaman:20 Mei Pelopor 17 Agustus.pdf/4 104 112507 311685 2026-08-12T05:48:22Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311685 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Dalam risalah ketjil ini hanja terdapat karangan-karangan dari Ki Hadjar Dewantara dan Wurjaningrat sebagai tambahan sumbangsih untuk mengenang hari sedjarah bangsa Indonesia itu. Kepada jang ikut serta dalam perdjoangan 20 Mei, baik jang masih ada maupun jang sudah berpulang mendahului kita, kita utjapkan berbahagialah! Bahagia, karena benih jang mereka taburkan, telah tumbuh rindang, tempat kita bernaung dibawahnja. Kepada kita sekarang sebagai suatu bangsa jang beradab dan generasi jang tahu menghargai djasa serta pengorbanan leluhurnja, terletak kewadjiban jang sutji untuk mendjaga agar pohon jang rindang itu seterusnja akan mendjadi tempat bernaung generasi jang bakal datang. {{Right|Kementerian Penerangan}} {{Right|Republik Indonesia}} {{Right|20 Mei 1950.}}<noinclude>{{rh|4||}}</noinclude> qftf9yjbz6b9ibk6o5mujdh9snlyfzm Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/37 104 112508 311690 2026-08-12T05:53:10Z Ibrohim tijani 26379 /* Telah diuji baca */ 311690 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||64}}</noinclude>jang kuat. Tiap2 usaha untuk membaginja akan mudah menjebabkan pertikaian dan perang.Ter- lebih-lebih ijika Indonesia sendiri tak ber- diam diri akan tetapi menggunakan perpetjah- an musuh2. {{gap}}Djika Indonesia nanti mendjadi djadjahan Anglo Amerika, maka harapan Djepang untuk molebarkan pengaruhnja ke Asia Selatan Barat akan gagal buat selama-lamanja.Tjita2 Djepang "Asia untuk orang2 Asia", jaitu - sia dibawah telapak kaki. Djepang, akan Djepang jang telah dilarang memasuki Amerika sia2. dan Australia, kemudian akan terasing at selama-lamanja di Timur Djauh.. Dibalik itu Anglo-Amerika tak akan mengizin- kan Djepang menduduki sesuatu titik di Indo- nesia. Tuseboru Takekoshi, torompet kaum mi- literis Djepang, selama berlangsungnja pe- rang besar telah membikin gontjang dunia im- perialis, ketika ia menundjukkan betapa pen- tingnja Solat Sunda dan Malaka lagi baran pengaruh Djepang. Akan tetapi selat itu, salah satu dalam titik strategi di Indonesia, djika diduduki oleh Djepang, berarti djuga satu pistol didada Kerajaan Inggeris. perle- ke lua ci- me ta Djika keadaan2 dalam kubu musuh kita pulkan, baik jarg ada di luar negeri, kita dapat berkata: "Kubu Belanda jaitu dalam arti kata krisis ekonomi dan politik" Ia berada dalam permusuhan terangan dengan rokjat rovolusionor. Djika jang tersebut be- lakangan ini sekarang tak menang, maka ia besok akan dipukul. Imperialis2 luar negeri berada dalam keadaan tjerai-berai jang sa- ngat mengohawatirkan dan dalam tahun2 jang {{rh||65}} datang tak mungkin dapat tjampur dalam ruoalan Indonesia tanpa menimbulkan bahaja lotusnja perang dunia. ertanjaar bila waktu jang baik bagi aksi ke- ordokaan politik jang tak terbatas dan leng- p kita kira harus and jawab: "Sekarang dan akan da- kan nanti". Djika tidak demikian dimana kita harus ang masanja bagi kita, orkata: Kita dulu telah membiarkan kesempat- itu berlalu". Bokarang adalah waktunja bagi P.K.I. dalam dan dongan perdjoangan untuk ment jiptakan organisasi2 sendiri jang memiliki keberanian dan kekuatan un- Jul monerina pertanggungan djawab merebut dan Hoportahankan kemerdekaan Nasional. Djika nanti Botolah banjak perkelahian ketjil dan besar di- Bena-sini, sekarang dengan menggunakan organisa- organi- #1 politik kemudian dengan menggunakan Bani Sarokat? Sekordja, kita telah dapat menun- Jukkan kesedaran, hasrat,kebidjaksanaan dan ke- gnirahan,maka kita pada achirnja akan mendjatuh- kan godan revolusioner kita sedemikian rupa 10- hingga pukulan itu akan terdengar oleh negara2 Inklukan lainnja di Asia dan oleh buruh2 jang torbelenggu di Eropa. 10001 MADJELIS PERMUSJAVARATAN NASIONAL INDONESIA. Bortentangan dengan pessimisme jang beralasan dan peringatan2 jang sungguh oleh penulis2 Pran Jis seperti Voltaire, D'Alembort Roxssoau dan lain2nja. Bangsawan2 Prantjis,didahului oleh Ra- djanja jang boros dan Permaisuri jang lobih bo- ros,melangsungkan tjara hidupnja jang sangat me- wah. Nampak ja tak ada pandangan hidup lainnja Jg dianut daripada "Sesudah kari bahaja bandjir".<noinclude></noinclude> skuuh4tu5m6khzcap6d7gycg886suq0 311692 311690 2026-08-12T05:54:43Z Ibrohim tijani 26379 311692 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||64}}</noinclude>jang kuat. Tiap2 usaha untuk membaginja akan mudah menjebabkan pertikaian dan perang.Ter- lebih-lebih ijika Indonesia sendiri tak ber- diam diri akan tetapi menggunakan perpetjah- an musuh2. {{gap}}Djika Indonesia nanti mendjadi djadjahan Anglo Amerika, maka harapan Djepang untuk molebarkan pengaruhnja ke Asia Selatan Barat akan gagal buat selama-lamanja.Tjita2 Djepang "Asia untuk orang2 Asia", jaitu - sia dibawah telapak kaki. Djepang, akan Djepang jang telah dilarang memasuki Amerika sia2. dan Australia, kemudian akan terasing at selama-lamanja di Timur Djauh.. Dibalik itu Anglo-Amerika tak akan mengizin- kan Djepang menduduki sesuatu titik di Indo- nesia. Tuseboru Takekoshi, torompet kaum mi- literis Djepang, selama berlangsungnja pe- rang besar telah membikin gontjang dunia im- perialis, ketika ia menundjukkan betapa pen- tingnja Solat Sunda dan Malaka lagi baran pengaruh Djepang. Akan tetapi selat itu, salah satu dalam titik strategi di Indonesia, djika diduduki oleh Djepang, berarti djuga satu pistol didada Kerajaan Inggeris. perle- ke lua ci- me ta Djika keadaan2 dalam kubu musuh kita pulkan, baik jarg ada di luar negeri, kita dapat berkata: "Kubu Belanda jaitu dalam arti kata krisis ekonomi dan politik" Ia berada dalam permusuhan terangan dengan rokjat rovolusionor. Djika jang tersebut be- lakangan ini sekarang tak menang, maka ia besok akan dipukul. Imperialis2 luar negeri berada dalam keadaan tjerai-berai jang sa- ngat mengohawatirkan dan dalam tahun2 jang {{rh||65}} datang tak mungkin dapat tjampur dalam ruoalan Indonesia tanpa menimbulkan bahaja lotusnja perang dunia. ertanjaar bila waktu jang baik bagi aksi ke- ordokaan politik jang tak terbatas dan leng- p kita kira harus and jawab: "Sekarang dan akan da- kan nanti". Djika tidak demikian dimana kita harus ang masanja bagi kita, orkata: Kita dulu telah membiarkan kesempat- itu berlalu". Bokarang adalah waktunja bagi P.K.I. dalam dan dongan perdjoangan untuk ment jiptakan organisasi2 sendiri jang memiliki keberanian dan kekuatan un- Jul monerina pertanggungan djawab merebut dan Hoportahankan kemerdekaan Nasional. Djika nanti Botolah banjak perkelahian ketjil dan besar di- Bena-sini, sekarang dengan menggunakan organisasi organisi politik kemudian dengan menggunakan Bani Sarokat? Sekordja, kita telah dapat menun- Jukkan kesedaran, hasrat,kebidjaksanaan dan ke- gnirahan,maka kita pada achirnja akan mendjatuh- kan godan revolusioner kita sedemikian rupa 10- hingga pukulan itu akan terdengar oleh negara2 Inklukan lainnja di Asia dan oleh buruh2 jang torbelenggu di Eropa. {{rh||-0-}} {{rh||MADJELIS PERMUSJAVARATAN NASIONAL INDONESIA.}} Bortentangan dengan pessimisme jang beralasan dan peringatan2 jang sungguh oleh penulis2 Pran Jis seperti Voltaire, D'Alembort Roxssoau dan lain2nja. Bangsawan2 Prantjis,didahului oleh Ra- djanja jang boros dan Permaisuri jang lobih bo- ros,melangsungkan tjara hidupnja jang sangat me- wah. Nampak ja tak ada pandangan hidup lainnja Jg dianut daripada "Sesudah kari bahaja bandjir".<noinclude></noinclude> 9nokk3390ztlg9k1a4itmz7e5oaqh4x 311694 311692 2026-08-12T05:55:17Z Ibrohim tijani 26379 311694 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||64}}</noinclude>jang kuat. Tiap2 usaha untuk membaginja akan mudah menjebabkan pertikaian dan perang.Ter- lebih-lebih ijika Indonesia sendiri tak ber- diam diri akan tetapi menggunakan perpetjah- an musuh2. {{gap}}Djika Indonesia nanti mendjadi djadjahan Anglo Amerika, maka harapan Djepang untuk molebarkan pengaruhnja ke Asia Selatan Barat akan gagal buat selama-lamanja.Tjita2 Djepang "Asia untuk orang2 Asia", jaitu - sia dibawah telapak kaki. Djepang, akan Djepang jang telah dilarang memasuki Amerika sia2. dan Australia, kemudian akan terasing at selama-lamanja di Timur Djauh.. Dibalik itu Anglo-Amerika tak akan mengizin- kan Djepang menduduki sesuatu titik di Indo- nesia. Tuseboru Takekoshi, torompet kaum mi- literis Djepang, selama berlangsungnja pe- rang besar telah membikin gontjang dunia im- perialis, ketika ia menundjukkan betapa pen- tingnja Solat Sunda dan Malaka lagi baran pengaruh Djepang. Akan tetapi selat itu, salah satu dalam titik strategi di Indonesia, djika diduduki oleh Djepang, berarti djuga satu pistol didada Kerajaan Inggeris. perle- ke lua ci- me ta Djika keadaan2 dalam kubu musuh kita pulkan, baik jarg ada di luar negeri, kita dapat berkata: "Kubu Belanda jaitu dalam arti kata krisis ekonomi dan politik" Ia berada dalam permusuhan terangan dengan rokjat rovolusionor. Djika jang tersebut be- lakangan ini sekarang tak menang, maka ia besok akan dipukul. Imperialis2 luar negeri berada dalam keadaan tjerai-berai jang sa- ngat mengohawatirkan dan dalam tahun2 jang {{rh||65}} datang tak mungkin dapat tjampur dalam ruoalan Indonesia tanpa menimbulkan bahaja lotusnja perang dunia. ertanjaar bila waktu jang baik bagi aksi ke- ordokaan politik jang tak terbatas dan leng- p kita kira harus and jawab: "Sekarang dan akan da- kan nanti". Djika tidak demikian dimana kita harus ang masanja bagi kita, orkata: Kita dulu telah membiarkan kesempat- itu berlalu". Bokarang adalah waktunja bagi P.K.I. dalam dan dongan perdjoangan untuk ment jiptakan organisasi2 sendiri jang memiliki keberanian dan kekuatan un- Jul monerina pertanggungan djawab merebut dan Hoportahankan kemerdekaan Nasional. Djika nanti Botolah banjak perkelahian ketjil dan besar di- Bena-sini, sekarang dengan menggunakan organisasi organisi politik kemudian dengan menggunakan Bani Sarokat? Sekordja, kita telah dapat menun- Jukkan kesedaran, hasrat,kebidjaksanaan dan ke- gnirahan,maka kita pada achirnja akan mendjatuh- kan godan revolusioner kita sedemikian rupa 10- hingga pukulan itu akan terdengar oleh negara2 Inklukan lainnja di Asia dan oleh buruh2 jang torbelenggu di Eropa. {{rh||-0-}} {{rh||'''MADJELIS PERMUSJAwARATAN NASIONAL INDONESIA'''.}} Bortentangan dengan pessimisme jang beralasan dan peringatan2 jang sungguh oleh penulis2 Pran Jis seperti Voltaire, D'Alembort Roxssoau dan lain2nja. Bangsawan2 Prantjis,didahului oleh Ra- djanja jang boros dan Permaisuri jang lobih bo- ros,melangsungkan tjara hidupnja jang sangat me- wah. Nampak ja tak ada pandangan hidup lainnja Jg dianut daripada "Sesudah kari bahaja bandjir".<noinclude></noinclude> iairc3adq603gcudt6dx9d79rt716hd Halaman:20 Mei Pelopor 17 Agustus.pdf/5 104 112509 311696 2026-08-12T06:04:45Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311696 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> '''PERINGATAN 42 TAHUN KEBANGUNAN NASIONAL.''' 1908 — 20 Mei — 1950. </center> HARI 20 MEI 1908 adalah hari berdirinja „Budi Utomo”, jaitu suatu Badan Perhimpunan, jang untuk pertama kali didirikan oleh bangsa kita di Djawa dan Madura setjara modern; pun mempunjai maksud jang modern pula (jaitu memperhatikan segala kepentingan hidup dan penghidupan dalam arti jang seluas-luasnja, ialah cultureel dan social); tudjuannja: {{sp|mempertinggi deraddjat kebabngsaan kita.}} Demikian maksud dan tudjuan B.U. menurut statutennja. Berdirinja B.U. ini sebagai persatuan jang tetap adalah hasil Kongres Nasional jang Pertama, jang diadakan di Jogjakarta. Sebenarnja, pada hari itu, B.U. sudah lahir di Djakarta, sebagai buah usaha para peladjar di S.t.o.v.i.a., jaitu Akademi Ketabiban pada djaman itu. Jang mendirikan ialah marhum dr. Sutomo, marhum dr. Gunawan Mangunkusumo (waktu itu masih student) serta peladjar-peladjar lainnja. Peladjar-peladjar dari sekolah-sekolah menengah lain (Landbouwschool dan Veeartsenschool di Bogor, semua O.s.v.i.a diseluruh Djawa, djuga Kweekschool-Kweekschool, H.B.S. dll.) menjambut berdirinja B.U. dengan gembira; mereka segera mendirikan tjabang-tjabang. Berkat kebidjaksanaan dr. Sutomo c.s., jang menghendaki B.U. mendjadi „perhimpunan nasional”, jang umum dan setjara besar-besaran, untuk mana pemu-<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude> 4h8l815vk0bxm34en4u1xsavllds440 311705 311696 2026-08-12T09:11:13Z Link PB 26772 311705 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> '''PERINGATAN 42 TAHUN KEBANGUNAN NASIONAL.''' 1908 — 20 Mei — 1950. </center> HARI 20 MEI 1908 adalah hari berdirinja „Budi Utomo”, jaitu suatu Badan Perhimpunan, jang untuk pertama kali didirikan oleh bangsa kita di Djawa dan Madura setjara modern; pun mempunjai maksud jang modern pula (jaitu memperhatikan segala kepentingan hidup dan penghidupan dalam arti jang seluas-luasnja, ialah cultureel dan social); tudjuannja: {{sp|mempertinggi deraddjat kebabngsaan kita.}} Demikian maksud dan tudjuan B.U. menurut statutennja. Berdirinja B.U. ini sebagai persatuan jang tetap adalah hasil Kongres Nasional jang Pertama, jang diadakan di Jogjakarta. Sebenarnja, pada hari itu, B.U. sudah lahir di Djakarta, sebagai buah usaha para peladjar di S.t.o.v.i.a., jaitu Akademi Ketabiban pada djaman itu. Jang mendirikan ialah marhum dr. Sutomo, marhum dr. Gunawan Mangunkusumo (waktu itu masih student) serta peladjar-peladjar lainnja. Peladjar-peladjar dari sekolah-sekolah menengah lain (Landbouwschool dan Veeartsenschool di Bogor, semua O.s.v.i.a diseluruh Djawa, djuga Kweekschool-Kweekschool, H.B.S. dll.) menjambut berdirinja B.U. dengan gembira; mereka segera mendirikan tjabang-tjabang. Berkat kebidjaksanaan dr. Sutomo c.s., jang menghendaki B.U. mendjadi „perhimpunan nasional”, jang umum dan setjara besar-besaran, untuk mana pemu-<noinclude><br> {{rh|||5}}</noinclude> lhnthe028q6s8x2y2jfujglpkpxcx0o 311706 311705 2026-08-12T09:11:29Z Link PB 26772 311706 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> '''PERINGATAN 42 TAHUN KEBANGUNAN NASIONAL.''' 1908 — 20 Mei — 1950. </center> HARI 20 MEI 1908 adalah hari berdirinja „Budi Utomo”, jaitu suatu Badan Perhimpunan, jang untuk pertama kali didirikan oleh bangsa kita di Djawa dan Madura setjara modern; pun mempunjai maksud jang modern pula (jaitu memperhatikan segala kepentingan hidup dan penghidupan dalam arti jang seluas-luasnja, ialah cultureel dan social); tudjuannja: {{sp|mempertinggi deraddjat kebabngsaan kita.}} Demikian maksud dan tudjuan B.U. menurut statutennja. Berdirinja B.U. ini sebagai persatuan jang tetap adalah hasil Kongres Nasional jang Pertama, jang diadakan di Jogjakarta. Sebenarnja, pada hari itu, B.U. sudah lahir di Djakarta, sebagai buah usaha para peladjar di S.t.o.v.i.a., jaitu Akademi Ketabiban pada djaman itu. Jang mendirikan ialah marhum dr. Sutomo, marhum dr. Gunawan Mangunkusumo (waktu itu masih student) serta peladjar-peladjar lainnja. Peladjar-peladjar dari sekolah-sekolah menengah lain (Landbouwschool dan Veeartsenschool di Bogor, semua O.s.v.i.a diseluruh Djawa, djuga Kweekschool-Kweekschool, H.B.S. dll.) menjambut berdirinja B.U. dengan gembira; mereka segera mendirikan tjabang-tjabang. Berkat kebidjaksanaan dr. Sutomo c.s., jang menghendaki B.U. mendjadi „perhimpunan nasional”, jang umum dan setjara besar-besaran, untuk mana pemu-<noinclude> {{rh|||5}}</noinclude> 1aq8b5mq9hll3navag9lcr6651zec6l Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/7 104 112510 311697 2026-08-12T06:16:04Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 311697 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>- Kepalsuan pusaka Cincu kie ini belum da pat dipertanggung jawabkan, Sebabnya untuk mem perbandingkan mana yang asli dan mana yang palsu kita harus memperbandingkan kedua keduanya sehingga semua orang bisa menilai serta menjatuh kan vonisnya. Beberapa raja muda dan menteri-menteri besar itu dapat menerima apa yang diutarakan oleh Pauw kong. - Oleh karena itu tidak bijaksana sekali apabila bansweya memutuskan aikuman mati atas diri goanswe Dalam perkara ini bukannya aku pro Tek ceng dan benci kepada Bang hong lalu mengutarakan alasan alasan yang demikian Ciongwe sekalian barangkali juga sependapat dengan buah pikiranku ini ? Raja raja muda dan menteri-menteri besar yg hadir dalam rapat itú mengangguk anggukkan kepala dan dapat menerima pernyataan menteri Pauw kaong - Oleh karena itu kita harus masuk kembali ke istana Kim loan tian untuk mengajukan protes ! Memutuskan menteri Pauw kong dengan tegas. - Meskipun ada tata peradaban NO LIN (Kun sin, huhu, hucu, phengyu, heng tee).<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude> 065r5mjgvnucjbvagpwfbd723tuu234 Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/42 104 112511 311702 2026-08-12T07:13:28Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 311702 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude><noinclude></noinclude> 3ykuxguduzn6rpx5lfy068fgabq13cd Halaman:Kuo-Yu Tanpa Guru I.pdf/11 104 112512 311703 2026-08-12T07:21:17Z Hadithfajri 15274 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{center|<big>ALFABET</big>}} {{center|Anak Suara}} {| |- | pê || p'ê || mê || fê || || || tê || t'ê || nê || lê |- | ㄅ || ㄆ || ㄇ || ㄈ || || || ㄉ || ㄊ || ㄋ || ㄌ |- | kê || k'ê || ngê || hê || || || chi || ch'i || nê || shih |- | ㄍ || ㄎ || ㄫ || ㄒ || || || ㄐ || ㄑ || ㄬ || ㄒ | Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh |}' 311703 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Hadithfajri" /></noinclude>{{center|<big>ALFABET</big>}} {{center|Anak Suara}} {| |- | pê || p'ê || mê || fê || || || tê || t'ê || nê || lê |- | ㄅ || ㄆ || ㄇ || ㄈ || || || ㄉ || ㄊ || ㄋ || ㄌ |- | kê || k'ê || ngê || hê || || || chi || ch'i || nê || shih |- | ㄍ || ㄎ || ㄫ || ㄒ || || || ㄐ || ㄑ || ㄬ || ㄒ | Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh || Contoh |}<noinclude></noinclude> mhi3cjcmgprylv9y4nll0jp8s8b437s Halaman:Kuo-Yu Tanpa Guru I.pdf/9 104 112513 311704 2026-08-12T07:39:16Z Hadithfajri 15274 /* Telah diuji baca */ 311704 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hadithfajri" /></noinclude>Dan bahagian ke-empat atau kelima adalah peladjaran sendiri jang harus didjawab oleh pembatja sendiri. Bahagian kesatu haruslah lebih dahulu dipahamkan betul. Batjalah empat sampai lima kali dengan suara keras, dan tulislah tiap huruf berkali-kali supaja tidak mudah terlupa. Setelah bahagian kesatu dipahamkan betul, barulah madju ke bahagian kedua dan ketiga. Dan bahagian2 ini pun perlu dibatja berulang-ulang sehingga pembatja bisa gunakan perkataan-perkataan itu buat bitjara. Sesudahnja pembatja paham betul bahagian ini, tjobalah kerdjakan latihan dibahagian ke-empat. Apabila pembatja belum dapat mendjawabnja pertanjaan itu, batjalah kembali berulang2 bahagian kedua dan ketiga sampai pembatja dapat mendjawabnja. Tjara edjahan harus di-perhatikan betul titik-titik ketjil (puntjes) jang ditandakan diatas edjahan itu, seperti: lê, tê, shê, disini ê tidak dibatja é, tapi harus dibatja ê, seperti dalam perkataan Indonesia: bêsar, lêbih, têtapi, dan sebagainja. "Tjiè, disini tidak dibatja tji, tapi tji-é, dan chièn harus dibatja chi-ën dan sebagainja. {{right|Pengarang.}}<noinclude></noinclude> pjaktwqht921yn7em3r608fe4nmqkh5 Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/23 104 112514 311707 2026-08-12T09:30:21Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311707 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <p align="center">36</p> dinosia. Karenanja mereka djuga tak pernah sampai pada Programnja, sebab suatu program bukannja hanja satu "daftar keinginan", akan tetapi harus didasarkan atas desusan sosial ekonomi sesuatu negeri. Djuga Partai Komunis Indonesia belum pernah menjusun apa jang ia sebenarnja mauken, sekarang dibawah imperialisme, dan sesudah hapusnja Imperialisme. Sudah tepat pada waktunja kita kerdjakan sekarang. Bukannja karena program adalah segala sesuatunja! Tidak, tak ada sesuatu program revolusioner jang berarti, djikatak ada pergerakan revolusioner. Akan tetapi djuga adanja, djika tiap-2 gerakan revolusioner jang tak mempunjai dasar teori jang njata dan tudjuan revolusioner jang tersusun tegas (jaitu suatu program) akan tak berdaja suatu apa dan akan mendjadi alat kapitalisme. Sebagai bukti dapat kita ambil sebagai tjonto : B.U., N.I.P. dan S.I. Ketiga-tiganja setidak-tidaknja pada permulaan — adalah revolusioner. Akan tetapi tak ada satu jang bisa menjusun tudjuan revolusionernja. Memang pemimpin dan disiplin menjebabkan djuga keruntuhan partai2 ini, akan tetapjisebab jang terutama ialah tak adanja tudjuan jang tersusun (program) dan penguraian jang djelas tentang djalan2 jang harus ditempuh (taktik). Pergerakan revolusioner di Indonesia selalu masih ada. Djika pergerakan ini hendak mendapatkan hasil, maka sekarang telah pada waktunja, kita menjusun program Nasional dan mengumumean program ini kepada seluruh Rakjat. Kita kira, program kita ini selaras dengan keadaan ekonomi sosial Indonesia, Kita dapat dengan rasa berat selangkah lebih djauh dalam <p align="center">37</p> tuntutan kita, tanpa menjusahkan kita sendiri. Dibagian lain kita tak akan dan tak perlu mundur selangkahpun. Program ini agaknja sesuai dengan segala kemungkinan, baik internasional maupun nasional. Djika besok atau lusa kapitalisme dunia djatuh, sehingga rakjat Indonesia bisa mendapatkan segala bantuan lahir dan batin dengan langsung dari proletariat Barat, maka program ini dapat digunakan sebagai dasar jang kuat untuk membentuk bangunan komunistis. Djika kita besok atau lusa terpaksa melakukan perdjoangan nasional sendiri, maka program ini tjukup mempunjai unsur2 untuk membangkitkan dan memusatkan tenaga2 seluruh rakjat Indonesia jang sedang tidur, tenaga2 mana sangat dibutuhkan untuk mendapatkan kemerdekaan nasional. Djika kita selandjutnja mendapatkan kemerdekaan itu, kita dapat djuga mempertahankannja dengan lebih baik. Dengan tenaga2 jang terdapat di Indonesia kita nanti sesudah mendapatkan kemerdekaan — dapat melangkah kearah komunisme internasional lebih tjepat dan dengan pengharapan lebih banjak. Djika kita dapat melaksanakan program ini di Indonesia Merdeka, maka kemerdekaan sematjam itu akan lebih njata daripada jang dinamakan Merdeka di banjak negara2 modern didunia. Buruh Indonesia akan memiliki industri2 besar dan melakukan kekuasaan jang njata baik dalam ekonomi maupun dalam politik negara. Penindasan dan pemerasan jang pada masa sekarang ini diderita oleh buruh2 di Djepang, Amerika, Inggris dll. akan tak ada lagi. Hubungan sosial antara budak dan madjikan akan memberikan tempat pada persamaan dan kemerdekaan. Laba jang berdjuta-djuta djumlahnja jang sekarang mengalir keda- </div><noinclude></noinclude> 8cpjpblqzt89esk63pxz7f45cxgkhg7 Halaman:20 Mei Pelopor 17 Agustus.pdf/7 104 112515 311708 2026-08-12T09:34:24Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311708 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>Ki Hadjar Dewantara, keluar<br>dari Pendjara Pekalongan</center><noinclude></noinclude> nomc5qha67mljdkub2fxx36df64leac Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/24 104 112516 311709 2026-08-12T09:34:33Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311709 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <p align="center">38</p> lam saku2 lintah darat, jang bertempat tinggal Zorgvliet (Den Haag) akan dapat digunakan untuk memadjukan industri Indonesia (tekstil dan pabrik2 mesin, galangan2 kapal dan pekerdjaan tenaga air). Ketjuali itu laba itu akan dapat digunakan untuk bantuan keuangan pada petani2, pedagang2 ketjil, industri2 ketjil, dsb. Pendek kata program kita bukan hanja meliputi perubahan dalam arti kata jang sangat sempit, akan tetapi hampir seluruh rakjat Indonesia. <u>Kita berani katakan sedemikian itu, bukannja karena kita hendak mendjandjikan kepada setiap orang satu sorga, akan tetapi untuk kepentingan kemerdekaan sendiri!</u> Kepentingan kemerdekaan itu menjarankan, bahwa orang2 bukan proletar (petani2, pedagang2 ketjil, pengusaha2 ketjil, dan orang2 intelek) harus djuga diberikan pembagian ekonomi, djika buruh menasionalisir industri2 besar. Karena kapital nasional sangat ketjil adanja jang dapat menjebabkan adanja kekuatiran akan politik nasionalisasi buruh, dan karena lebih dari 90% dari penduduk berada dalam penderitaan dan kemelaratan, maka kerdja sama antara proletar dan bukan proletar memang sangat mungkin. Dengan pembangunan industri2 dan kooperasi2 Negara lebih banjak, dengan bantuan Negara jang njata kepada orang2 bukan proletar, maka lambat laun akan lenjap segala sesuatunja jang ketjil untuk memberikan tempat kepada perusahaan2 besar atas dasar teknik jg lebih tinggi, milik-bersama dan kerdja-sama. Perusahaan2 ketjil harus insjaf, bahwa perusahaan Negara dapat menghasilkan lebih tjepat, lebih baik dan lebih murah daripada mereka. Bilamana mereka menginsjafi ini, maka mereka akan dengan sukarela menjerahkan diri kepada <p align="center">39</p> perusahaan2 Negara dan akan meninggalkan perusahaan2 ketjilnja. Djika proses ekonomi ini, jaitu peleburan perusahaan2 ketjil kedalam perusahaan2 Negara jg besar dapat berdjalan langsung dengan kesesuaian di Indonesia merdeka, maka politik bordjuis ketjil lambat laun djuga akan lenjap untuk memberikan tempat kepada politik internasional buruh. Teranglah sudah, bahwa orang2 bukan proletar di Indonesia pada masa ini, sekalipun revolusioner nampaknja dalam politiknja adalah nasional jang sangat sempit. Mereka hanja menginginkan penghapusan imperialisme, bukannja penghapusan milik. Akan tetapi buruh Indonesia menganggap orang2 bukan proletar bukan sebagai lawan. Bagi Indonesia ada gedjala jang menguntungkan, bahwa orang bukan proletar menjerahkan diri dibawah pimpinan buruh ( bertubuh dalam P.K.I.) Kerdja sama antara proletar dan bukan proletar telah menundjukkan sebagai tenaga hidup. Di Priangan dimana kapitalisme tidak meresap begitu dalam, dimana bordjuis ketjil mempunjai peranan jang menentukan, disana orang2 bukan proletar dibawah pimpinan kaum Komunis menundjukkan keberanian dan keulatan. Kepada P.K.I. terletak tugas membangkitkan tenaga2 jang sedang tidur jang sangat banjak djumlahnja di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dll. Angsur-angsur S.R. harus mendjadi organisasi dari semua musuh imperialisme. Djika penduduk dikota2 besar di Djawa dan penduduk diluar Djawa telah menginsjafi, bahwa program P.K.I. bertudjuan mempertinggi kesedjahteraan rakjat pada umumnja dan bukan mengabaikan kepentingan orang2 bukan proletar, maka orang2 jang ter- </div><noinclude></noinclude> ejpzshrybss8fezm3rhzkt931y517iu Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/27 104 112517 311710 2026-08-12T09:37:26Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311710 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <p align="center">44</p> pada kwalita organisasi kita, akan tetapi djuga pada keadaan ekonomi-politik, baikpun didalam maupun diluar negeri. Akan tetapi pukulan strategis itu akan mempunjai harapan lebih besar akan berhasil, djika tiap2 aksi politik atau ekonomi dapat kita imbgarkan dengan sukses. Ini berarti, bahwa kita, seandainja kita tak mendapatkan kemenangan jang lengkap, kita sedapat mungkin dapat menghindarkan kekalahan, jang dapat melemahkan organisasi kita buat waktu jang lama (tetapi bukannja menghindarkan perdjoangan dan pada buruh ditanamkan sangkaan seolah-oleh dalam masjarakat kapitalis perdjoangan dapat dihindarkan, akan tetapi karena kegiatan persiapan dan ketjakapan revolusioner). Memang benar kemenangan politik atau ekonomi dalam masjarakat kapitalis adalah relatif, akan tetapi djika kekalahan salah satu organisasi kita membikinnja tak berdaja buat waktu jang lama, maka dengan sendirinja waktu untuk melandjutkan pukulan strategis diperlambat. Sebaliknja djika salah satu dari organisasi politik atau ekonomi kita mendapat kemenangan taktis, maka bukan hanja organisasi jang menang chusus dja jang akan mengalami akibat2 jang menguntungkan, akan tetapi seluruh barisan revolusioner di Indonesia. Sekarang dengan itu kepertjajaanatas pimpinan, kejakinan atas kemenangan terachir, dan kegairahan dalam perdjoangan akan meningkat. Suatu strategi perang biasa tidak sama dengan strategi revolusioner. Dalam perang biasa, baik kwalita (djenis), maupun kwantita(djumlah) pasukan selalu hampir constant (tetap). Bagaimanapun halnja lebih sedikit mengalami perobahan2 daripada pasukan revolusioner. Pada jang tersebut belakangan ini, baik djumlah maupun djenis <p align="center">45</p> dari perkumpulan lebih tjepat mengalami pasang surut. Pasang surut ini ditentukan oleh keadaan ekonomi politik negeri. Djika seluruh rakjat hidup dalam penderitaan jang sangat, sebagaimana halnja di Indonesia sekarang ini, reaksi bertindak kedjam dan berpandangan sempit, maka gelombang semangat revolusioner sekonjong-konjong meningkat diseluruh negeri sedemikian rupa, sehingga Staf Umum Revolusioner dengan mendadak mendapatkan pasukan jang besar djumlahnja, jang tak pernah dialami lebinja. Djika P.K.I. sekarang umpananja bisa mendapat-kan 50.000 anggota, maka sesudah dilaksanakan Inlandsche Verpondin (Padjak Tanah bagi anak-bumi) atau suatu taksiran ekonomi lainnja, akan bisa terdjadi, bahwa seluruh rakjat akan berhimpun dibawah bendera komunis. Lebih daripada itu, djika kita tahu mempropagandakan dan mempertahankan program dan pendirian kita dengan bidjaksana dan konsetan. Karena pasukan revolusioner lebih banjak mengalami pasang surut daripada pasukan biasa, maka oleh karena itu Staf Umum sesuatu Organisasi Revolusioner dapat melihat lebih djauh kedepan daripada Staf Umum pasukan biasa. Pada permulaan mereka harus telah dapat memperhitungkan seberapa besar djumlah pasukannja sendiri dan pasukan lawan-nja jang akan bisa terdapat pada okasionnja. Selaras dengan itu taktiknja harus lebih banjak disesuaikan dengan perobahan pasang surut dan djustru harus lebih plastis (djelas dan njata). Ia harus lebih memperhitungkan moral daripada Staf Umum pasukan biasa, karena hal itu lebih merupakan suatu faktor jang menentukan dalam perdjoangan revolusioner daripada dalam perang biasa. </div><noinclude></noinclude> 6qvhnjrwqggg84enc3rd2cuk0x4o5qm Halaman:20 Mei Pelopor 17 Agustus.pdf/9 104 112518 311711 2026-08-12T09:40:11Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311711 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>R.A.Kartini</center> ...... Air mata kami jang titik sekarang ini perlunja semata-mata supaja bertunas bibit itu, supaja dari padanja berkembanglah nafsu hidup jang baru dan murni kemudian hari. Air mata, darah akan mengalir banjak2, tetapi tiadalah mengapa; semuanja itu akan membawa kearah kemenangan. Manakah akan terang, bila tiada didahului oleh gelap-gulita. Hari fadjar lahir daripada hari malam.<noinclude></noinclude> eh8zj4l4p8yhdscmre2xg9csn1yi9ol Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/28 104 112519 311712 2026-08-12T09:42:37Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311712 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <p align="center">46</p> Sekalipun perang biasa mempunjai benjak perbedaan dengan perdjoangan revolusioner, keduanja pun mempunjai titik2 persamaan, keduanjapun mempunjai titik2 perbedaan jang njata. Hukum2 berikut, jang mewudjudkan dasar strategis perang berlaku djuga bagi strategi revolusioner. :<ol><li>Nilai offensif dan inisiatif.</li><li>Pemusatan kekuatan pada tempat jang menguntungkan dan waktu jang tepat bagi kita.</li></ol> <center> ---o0o---<br /> <u>NILAI OFFENSIF DAN INISIATIF</u> </center> Dalam tiap2 matjam perdjoangan inisiatif mempunjai nilai besar. Mereka jang lebih dulu mengambil inisiatif, mempunjai keuntungan besar jg tak terduga atas lawannja. Sebab ia lebih dulu melandjutkan aksi dan dengan demikian dapat menimbulkan keadaan jang sama sekali baru difihak lawannja. Karenanja lawan tak dapat memikirkan rentjane baru jang tersendiri, akan tetapi terikat pada keadaan jang baru tertjipta. Dengan tjara sedemikian itu bentjana mereka jg menunggu dihantjurkan lah pengambil inisiatif. Jang tersebut belakangan ini menguasai kemauan dan perbuatan jang tersebut duluan, jang terpasa pasif dan menunggu serangan2 pengambil inisiatif. Djika kita dalam perdjoangan revolusioner tidak mengambil inisiatif duluan, maka lawan mendapatkan keuntungan menguasai kemauan dan perbuatan kita sehingga kita dipaksa dlm keadaan pasif jang melumpuhkan. Djika umpamanja reaksi bermaksud hendak menghantjurkan salah satu dari Sarekat2 Sekerdja atau perkumpulan2 politik kita, dan ia telah mengambil inisiatif lebih <p align="center">47</p> dahulu maka kita akan merasa tertekan dan tak berketentuan, karena kita tak dapat mengetahui bagaimana dan bilamana ia akan melakukan itu. Akan tetapi djika kita hendak menangkis itu dengan mengambil inisiatif lebih dahulu, maka kita akan mendapatkan ketjuali keuntungan moril, djuga keuntungan, bahwa kita dapat menguasai rentjane lawan jang permulaan, mungkin djuga dapat menghantjurkannja. Udjud perdjoangan jang dilakukan inisiatif ialah offensif. Mereka jang menjerang duluan, mempunjai inisiatif dan menguasai kemauan dan perbuatan lawannja. Tetapi bentuk offensif jang baik ialah offensif jang dilakukan setjara defensif. Politik revolusioner kita di Indonesia dilakukan setjara defensif. Sekalipun tudjuan kita tak kurang daripada penghapusan imperialismo dan kapitalisme, kita dipaksa oleh keadaan melandjutkan serangan2 kita dalam bentuk pertahanan2. Kita mempersiapkan serangan setelah kita terantjam dan terserang. Atas tindakan2 reaksioner lawan, kita mendasarkan agitasi, protes atau tindakan2 kita jang lebih mendekatkan kita pada tudjuan kita terachir. Pada pukulan terachir jang menentukan, kita hanja bisa mendapat kemenangan, djika kita djuga mengambil inisiatif bertahan. Agar supaja pukulan terachir jang menentukan itu dapat mewudjudkan tudjuan kita. Sarekat2 Sekerdja dan organisasi2 politik kita mulai sekarang harus memiliki djiwa offensif. <center> ---o0o---<br /> PEMUSATAN KEKUATAN2 PADA TEMPAT DAN WAKTU JANG MENGUNTUNGKAN BAGI KITA </center> Tudjuan tiap2 offensif ialah menjerang per- </div><noinclude></noinclude> k94gpvjq58lhdzo3nj3gsacowvgpi3e Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/38 104 112520 311713 2026-08-12T09:45:46Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311713 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <p align="center">66</p> Tjara hidup bangsawan dan radja jang mahal belanja jang ditumpahkan kepada rakjat jang melarat jang ditjiptakan didunia seolah-olah bukan untuk sesuatu lainnja, akan tetapi hanja untuk mebbajar "padjak". Kemelaratan, penjakit dan kelaparan terdapat dimana-mana. Oleh karenanja meningkatlah tak kepuasan massa. Petani, Buruh dan bordjuis, dibawah pimpinan tersebut belakangan, kemudian menggabungkan diri mendjadi satu dan menuntut perobahan2 politik2 jang radikal. "Madjelis Permusjawaratan Nasional" dan mewakili seluruh rakjat jang harus berbitjara tentang keadaan nasional dan jang dapat dipandang sebagai hasil dari perdjoangan politik jang ulet, kemudian dipanggil berkumpul. Akan tetapi bangsawan2 dan pendeta2, jang merasa kekuasaan dan hak2 istimewanja terantjam, menghasut radja agar membubarkan wakil2 jang datang berkumpul. Perkataan Mirabeau jang bersedjarah jang bertindak tepat pada waktunja "djangan bujar, ketjuali dengan kekuatan bajonet", benar2 membawa titik balik dalam sedjarah Perantjis dan sedjarah dunia. Dari Madjelis Permusjawaratan Nasional lahirlah kemerdekaan Perantjis dan tjita2 Republik. Kita tidak mau pastikan, bahwa ada satu persamaan jang njata antara Perantjis sebelum revolusi besar dan Indonesia dewasa ini. Sungguh benar keduanja mempunjai perpaduan banjak jang bersifat ekonomi dan politik jang prinsipiil. Tetapi di Indonesia bukannja bangsawan2 Indonesia jang menghisap, hidup mewah dan tak membajar padjak, akan tetapi lintah2 darat Belanda. Karenanja disini keadaannja melebihii, sebab uang JANG DIHAMBUR-hamburkan di Versaille sekali-sekali disana-sini masih ada jang djatuh pada rakjat Prantjis dalam wadjud tjetjeran, sedangkan uang <p align="center">67</p> jang dihambur-hamburkan di Zandvoort dan Scheveningen tak sesen-pun tertjetjer ke-saku Kromo. Ketika Gubernur Djendral Dirk Fock ini, oleh kapitalis2 Belanda ditempatkan di Bogor, ketika ibu Indonesia menghadapi bankroot finansiil. Uang negara dalam tahun 1923 meningkat sampai djauh diatas F. 1.000.000.000. Anggaran Belandja tahun 1921 menundjukkan defisit sedjumlah F. 285.500.000. Dalam arti kata, pengeluaran uang dalam tahun 1921 terdapat F. 285.500.000. lebih tinggi daripada pemasukan uang. Sebagaimana Necker dipanggil oleh Lodewijk ke XVI untuk memperbaiki finansiil Negara, demikianlah Dirk Fock muntjul di Indonesia untuk menolong Negara daripada bankroot finansiil. Necker tak mampu berbuat sesuatu apa, karena bangsawan2 Prantjis dan Pendota2 sampai pada detik jang terachir tetap berkepala batu berpegang pada hak2nja luar biasa atas ekonomi dan politik. Dalam kata2 Belanda Kampungan, mereka memporosotkan pembajaran padjak dan membiarkan rakjat mampus kelaperan. Apakah Dirk Fock akan bisa mendapatkan satu "kasta lintah-darat" jang luhur budi dan bidjaksana terhadap manusia2 berkulit sawo mateng di Indonesia. Rentjananja dahulu untuk mewadjibkan pengusaha2 gula mendjamin sjarat2 hidup dan kerdja jang lebih baik atas benja kapital gula ia batalkan tak lama sesudah ia datang di Indonesia. Ketika ia hendak membebankan padjak atas minjak, datanglah antjaman jang terkenal dari Celijn: "Lepas tangan dalam urusan itu, djika tidak kita tutup lumbung2 minjak". Dokter Fock jang harus menjehatkan finansiil Negara jang sedang sakit, kemudian beralih menggunakan alat lain, jang sedang Necker tak berani </div><noinclude></noinclude> ofo8dm0iz79tsru7ik3mroti16fe68m Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/39 104 112521 311714 2026-08-12T09:48:57Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311714 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <p align="center">68</p> monggunakannja. Pada bagian satunja memperbesar pasukan Armada dan polisi dan menaikkan gadji2 ambtenaar tinggi. Pada bagian lainnja melepaskan kaumburu dan menurunkan gadjinja, menarik lebih banjak dari rakjat jang melarat dan mengurangipengeluaran untuk sekolah2 rakjat dan kesehatan rakjat. Dengan demikian ia mengira neratja pengeluaran dan pemasukan dapat diperbaiki kembali. Demikian itu adalah satu tindakan seorang Negarawan jang berani, satu tindakan terpaksa, jang biasa dilakukan oleh kolot2 politik danpendjual2 djamu pada waktu kehilangan pengharapan. Bagaimana-pun hal-nja pengawitin2 opan di Zorgvliet dan Den Haag akan puas adanja. Gula, teh, kerek api, minjak tanah dan bahan2 tekstil untuk masak dan keluar negeri ditarik padjak, akan tetapi kapital dapat mengambil kembali semua itu dengan aman atas beban pemakai2, yaitu dengan mudah menaikkan harga2 kebutuhan hidup rakjat jang penting. Rumah2 gadai Pemerintah dan Pegadaian menambah berat tekanan ekonomi atas bahu si Kromo sampai pada luar batas-kemampuannja. Tak dilebih-lebihkan, djika orang berkata, bahwa seorang Djawa dewasa ini dibandingkan dengan kemampuannja membajar padjak jang tertinggi di dunia. Seorang Djawa dalam arti kata jang sebenarnja, tidak memiliki suatu apa, ketjuali "hawa untuk dihirup". Apakah ada harapan, krisis ekonomi itu akan diatasi? Tentu tidak, selama setiap tahun ratusan djuta rupiah sebagai dividen mengalir ke saku2 kapitalis2 Belanda di Negeri Belanda. Tak ada satu tanah djadjahan lainnja jang dikeringkan sedemikian rupa seperti Indonesia, sebab Negara2 djadjahan lainnja, seperti Mesir, In- <p align="center">69</p> dia dan Filipina atau Negara2 setengah djadjahan seperti Persia dan Tiongkok, setidak tidaknja sebagian daripada keuntungan itu tinggal disaku sekumpulan pribumi jang bagaimanapun akan dipergunakan untuk dalam negeri sendiri. Sekalipun nanti djika Amerika atau siapa sadja bersedia memberikan pindjaman kepada Indonesia krisis ekonomi karenanja masih belum dapat diperbaiki. Sebab djutaan rupiah setahunnja jang harus diperoleh dengan memeras kaum buruh Indonesia untuk dikirim ke negeri asing. Lebih gelap adanja hari depan ekonomi bagi rakjat Indonesia daripada rakjat Perantjis sebelum tahun 1789. Tiap2 orang Gubernur Djendral jang dikirim ke Bogor oleh lintah-2 darat Belanda, sebagaimana halnja dengan Dirk Fock ini, akan tak mampu mentjiptakan sesuatunja jang baru ketjuali "padjak" baru. Tak seorang G.G. akan mampu menghapuskan pengeringan itu, selama lintah2 darat negeri Belanda semantiasa menginginkan dividen. Karenanja kita sangat tjepat menuju ke krisis politik. Objektif semua sjarat2 telah ada. Kemampuan ber-organisasi, moral politik dan kesadaran dengan mutlak ada pada kita sendiri. Tetapi langkahkita tidak melalui Parlemen. Demikian itu djustru terdjadi di India-Inggris, Mesir dan Filipina, dimana terdapat bordjuasi pribumi jang kuat, jang kepentingan2 ekonominja bersatu dengan kepentingan2 ekonomi imperialis dan karenanja kepadanja dapat diportjajakan kekuasaan politik berturut-turut dengan aman. Demikianlah(tapi tida dipastikan) kemerdekaan Nasional - di India, Mesir dan Filipina sedikit banjak dg. dukungan massa melalui "Dominion" dan "Parlemen Nasional". </div><noinclude></noinclude> e8ezvfrt1xopqhyhl1zjmokfttv2q6u Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/40 104 112522 311715 2026-08-12T09:51:29Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311715 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <p align="center">70</p> Djalan kita terletak diluar Parlemen. Djalan kita melalui politik dan Sarekat2 Sekerdja. Madjelis musjawarah nasional Indonesia harus dipanggil berkumpul oleh kita sendiri, dengan atau tanpa persetudjuan lawan2 kita. Madjelis Permusjawaratan nasional sangat mungkin akan tertjipta pada waktu bentrokan physik, ekonomi atau politik jang hebat seperti pemberontakan setempat, pemogokan umum dan demonstrasi massa. Hal ini akan merupakan puntjak semua kegiatan kerdja kita. Soal Madjelis Permusjawaratan Nasional adalah soal hidup atau mati kita sebagai manusia MERDEKA, untuk itu djuga "to be or not to be" bagi lawan kita sebagai pemegang kekuasaan dan lintah2 darat. Hal ini akan kita persoalkan, djika kita telah jakin, bahwa tindakan pembalasan lawan2 kita jakin terdjadi dapat kita tangkis dan hantjurkan dengan sukses. Soal itu tidak kita kemukakan lebih dahulu, sebab memanggil berkumpul Madjelis Permusjawaratan Nasional berarti menjampaikan ultimatum kepada pemegang2 kekuasaan dewasa ini. Panggilan berkumpul, Madjelis Permusjawaratan Nasional Indonesia berisikan pengakuan, bahwa pemegang2 kekuasaan dewasa ini tidak mampu mengatur persoalan2 kita; bahwa kita merasa kuat memegang kekuasaan sendiri dan mondjawab tindakan pembalasan lawan2 kita dengan sukses, bahwa kita karenanja ingin mengatur sendiri persoalan2 dalam dan luar negeri menurut pendapat kita sendiri tanpa perantaraan orang lain; bahwa atas dasar alasan2 tersebut pemegang2 kekuasaan dewasa ini harus memberikan tempat kepada kita. (Pegawai2 administratif dan teknis Belanda, bahkan pedjabat militer dan polisi bisa tinggal di Indonesia dengan sjarat2 tertentu, djika mereka <p align="center">71</p> mau bekerdja dengan patuh dibawah pemerintahan Indonesia jang baru). Sudah tentu kita tak dapat mengambil putusan jang penting ini, djika kita tidak didukung oleh seluruh penduduk Indonesia. Pengaruh P.K.I. dan S.R. lebih dahulu harus sedemikian besarnja, sehingga semua seksi dan Sarekat2 Sekerdja benar2 merupakan divisi2 pasukan jang harus siap-siaga pada seruan kita pertama, sekalipun mereka harus menghadapi antjaman2 senapan mesin dan kapal2 udara. Ketika Mirabeau mengutjapkan kata2jang mengandung penuh keberanian, dia mengetahui benar, bahwa kata2nja akan bergema diantara buruh2jang sangat aktif di kota2 muka Paris. Djika Lodewijk ke XVI sungguh menggunakan bajonet, tentu akan segera didjawab dengan pemberontakan umum. Dengan penderitaan rakjat Indonesia jang semakin meningkat ini setiap waktu akan bisa meletus kegiatan2 ekonomi dan politik dari Massa. Djika organisasi2 politik dan ekonomi kita telah mentjapai kwalita dan kwantita jang diharapkan, djika petani, buruh, pedagang dan mahasiswa sungguh2 menginginkan kehidupan berudjung lebih baik dan djuga untuk itu berani terang-terangan mengemukakan diri, maka barulah kita dapat memanggil berkumpul Madjelis Permusjawaratan Nasional Indonesia. Kita harus jakin, djika perlu, dapat mengulangi "djangan bujar, ketjuali dengan udjung bajonet". <center> ---o0o---<br /> <u>HALILINTAR MEMBERSIHKAN UDARA</u> </center> Pada waktu kita menulis brosir ini, datanglah, laporan, bahwa partai kita djantjamoleh"andjing2 liar". Petani2 dan penganggur2 di organisir dan dikirim pada anggauta2 kita untuk mejakinkan mereka dengan tongkat. Pedjabat2 jang telah melaku- </div><noinclude></noinclude> mtw8puqyugdm0rvovn9222m9z4odc62 Halaman:20 Mei Pelopor 17 Agustus.pdf/6 104 112523 311716 2026-08-12T09:52:11Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311716 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|da|pemuda}}-pemuda kita di Djakarta itu mentjari hubungan dengan pemimpin-pemimpin tua, dan sanggup menjerahkan pimpinan dan organisasinja kepada golongan tua, maka B. U., jang waktu itu menamakan dirinja dengan sebutan „Badan-sementara” (provisorisch lichaam), tidak bersifat „Jeugdvereeniging” atau perhimpunan pemuda, tetapi terus tumbuh sebagai '''badan perhimpunan nasional umum.''' Sifat B.U. jang „sementara” itu sungguh-sungguh „nasionalistis” dan „revolusioner” dan ini dapat dimengerti, bila kita mengingati tingkatan ketjerdasan para maha-siswa kita di S.t.o.v.i.a., jang waktu itu merupakan perguruan bagi bangsa kita jang paling tinggi. Pada djaman itu sebenarnja dipelbagai kalangan diseluruh Djawa dan Madura sudah nampak '''tanda-tanda kebangunan nasional;''' teristimewa di '''Jogjakarta dan Surakarta.''' Misalnja di Jogja ada suatu gerombolan orang-orang terkemuka, jang sibuk berusaha menjiapkan berdirinja '''„Studiefonds”'''; diantaranja jang patut disebut jaitu: marhum Pangeran Notodirodjo, marhum R. Dwidjosewojo, marhum Mas Budiardjo, R. Sosrosugondo dan lain-lain: pusat dari gerombolan itu bukan lain ialah '''M. Ng. Sudirohusodo''' alias '''Dokter Wahidin.''' Untuk mempropagandakan berdirinja Studiefonds tadi, pada tahun 1906 dr. Wahidin mengelilingi seluruh Djawa, guna menarik perhatian para bupati dan orang-orang terkemuka. Inilah sebabnja ada hubungan antara beliau dengan Sutomo dan Gunawan Mangunkusumo c.s. Dr. Wahidin sanggup „mengoper” gerakan nasional jang dimulai kan para pemuda tadi, dan begitulah B.U. mendjadi perhimpunan '''besar dan umum''', berdasar '''{{hws|na|nasional}}'''<noinclude>{{rh|6||}}</noinclude> a330pspwwsiysmv9k0zqkijcb256tfp Halaman:20 Mei Pelopor 17 Agustus.pdf/8 104 112524 311717 2026-08-12T09:54:03Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311717 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>'''{{hwe|sional|nasional}}''' dan menudju ke-arah '''kemuliaan bangsa; ditjiptakan oleh''' pemuda, dioper oleh kaum-tua, lalu diselenggarakan bersama. Kongres para pemimpin, jang diadakan di Jogjakarta pada bulan-liburan Puasa tahun 1908, jang waktu itu disebut "Eerste Jong-Javanen-congres", sangat menarik perhatian umum. '''Bersuanja kaum tua dan kaum muda menimbulkan banjak pertentangan faham, sikap dan laku'''. Para pemuda dapat bantuan penuh dari beberapa kaum "setengah-tua" (diantaranja: marhum dr. Tjipto Mangunkusumo, Sutopo Wonobojo, Sumarsono alias "Ki Tjokrodirdjo" d.l.l. jang tidak kalah berkobar-kobarnja semangat dengan para pemuda). Hasil dari pada pertentangan antara golongan "revolusioner nasionalis" dengan kaum "conservatif" ialah terbentuknja '''pengurus besar pertama jang bertjorak''' "coalisi", '''sedangkan'' Budi-Utomo &mdash; buat seterusnja &mdash; tetap bersifat "cultureel-nasional" dengan penuh "politieke tendenzen". Berhubung dengan hebatnja pertentangan antara tua dan muda, maka marhum dr. Wahidin (saat itu beliau menangis) menolak, ketika dipilih mendjadi ketua. "Saja akan bekerdja, tidak sanggup memimpin", kata beliau. Tetapi kemudian beliau toh menerima kedudukan wakil-ketua; jang mendjadi pemimpin pertama ialah marhum bupati Karanganjar Tirtokusumo. (Baik disini diperingati adanja opposisi jang sangat hebat pada Kongres jang ke-2, tahun 1909, di Jogjakarta djuga, jang menuntut turunnja Pengurus Besar; dari kaum-tua hanja dr. Wahidin jang dipertahankan oleh sajap-muda; sebagai ketua baru, dipilih marhum Pangeran Notodirodjo dari Pakualaman, jang sudah lama bersama-sama dengan dr. Wahidin melakukan {{hws|per|per}}<noinclude>{{rh|8||}}</noinclude> ihujcx2hy605i3j1cqlracpnrnabwin 311719 311717 2026-08-12T09:55:39Z Link PB 26772 311719 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>'''{{hwe|sional|nasional}}''' dan menudju ke-arah '''kemuliaan bangsa; ditjiptakan oleh''' pemuda, dioper oleh kaum-tua, lalu diselenggarakan bersama. Kongres para pemimpin, jang diadakan di Jogjakarta pada bulan-liburan Puasa tahun 1908, jang waktu itu disebut "Eerste Jong-Javanen-congres", sangat menarik perhatian umum. '''Bersuanja kaum tua dan kaum muda menimbulkan banjak pertentangan faham, sikap dan laku'''. Para pemuda dapat bantuan penuh dari beberapa kaum "setengah-tua" (diantaranja: marhum dr. Tjipto Mangunkusumo, Sutopo Wonobojo, Sumarsono alias "Ki Tjokrodirdjo" d.l.l. jang tidak kalah berkobar-kobarnja semangat dengan para pemuda). Hasil dari pada pertentangan antara golongan "revolusioner nasionalis" dengan kaum "conservatif" ialah terbentuknja '''pengurus besar pertama jang bertjorak''' "coalisi", '''sedangkan''' Budi-Utomo &mdash; buat seterusnja &mdash; tetap bersifat "cultureel-nasional" dengan penuh "politieke tendenzen". Berhubung dengan hebatnja pertentangan antara tua dan muda, maka marhum dr. Wahidin (saat itu beliau menangis) menolak, ketika dipilih mendjadi ketua. "Saja akan bekerdja, tidak sanggup memimpin", kata beliau. Tetapi kemudian beliau toh menerima kedudukan wakil-ketua; jang mendjadi pemimpin pertama ialah marhum bupati Karanganjar Tirtokusumo. (Baik disini diperingati adanja opposisi jang sangat hebat pada Kongres jang ke-2, tahun 1909, di Jogjakarta djuga, jang menuntut turunnja Pengurus Besar; dari kaum-tua hanja dr. Wahidin jang dipertahankan oleh sajap-muda; sebagai ketua baru, dipilih marhum Pangeran Notodirodjo dari Pakualaman, jang sudah lama bersama-sama dengan dr. Wahidin melakukan {{hws|per|per}}<noinclude>{{rh|8||}}</noinclude> p9fsosq2bx1ctvwteqxfuap97k5kbh3 Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/41 104 112525 311718 2026-08-12T09:54:08Z Ogidzatul Azis Sueb 25874 /* Telah diuji baca */ 311718 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ogidzatul Azis Sueb" /></noinclude><div class="pagedata"> <p align="center">72</p> kan pembunuhan beberapa kali dibajar dan dikirimkan kepada pemimpin2 kita jang bertanggung djawab untuk mentjoba mengambil djiwanja. Demonstrasi2 dari sampah masjarakat Indonesia diorganisir untuk menakut-nakuti, menghina dan memprovokasi anggauta2 kita. Sarekat Idjo adalah nama fascisme Indonesia ini. Mussolini, seorang machluk djahat jang reaksioner mentjiptakan alat reaksionernja setidak-tidaknja menurut suatu prinsip, dan prinsip untuk suatu tudjuan politik. Akan tetapi prinsip apakah jang dimiliki Sarekat Idjo ini ketjuali putus asa dan kerendahan budi? Demikianlah adanja satu periode fascisme! Kamu Pemerintah, pentjipta, peng-ilham Perentjang-intelek perbuatan suram ini! Kamu kira, bahwa tjiptaanmu ini dapat menghantjurkan kita? Sebagaimana halnja dengan pendjara2, pembuangan2, pukulan2 tongkat, peluru2 dan alat2 lain dari alam gelap, demikian-pun fascisme-mu akan lenjap sebagai timbunan saldju dibawah sinar matahari!! :................................................. Tetapi kita tidak mengharapkan satu ohajalan, seolah-olah djalan kita pendek dan rata. Tanah gelap, sukar dan penuh dengan ratjun adalah djalan menudju Kemerdekaan. Dari kiri dan kanan kita telah terdengar bisikan kawan2 jang ragu2: Apakah kita akan meneruskan itu? Berat adanja pekerdjaan pendidikan diantara massa, jang berabad-abad mengalami tidak lain daripada hinaan dan pukulan tongkat, baik dari Pemerintahan bangsa sendiri,maupun dari Pemerintahan bangsa asing,massa jang dibikin merangkak-rangkak dan meminta-minta sebagai kebiasaan dan pemetjahan persoalan penghidupan pada chajalan tak pertjaja dan pikiran2 budak .................. <p align="center">73</p> rat rasanja melaksanakan pekerdjaan pendidikan dibawah kekuasaan jang tak segan2 berdusta, memperkosa undang2 jang dibikin sendiri, mengindjak-indjak hak2 rakjat dan mempergunakan alat2 perkosaan setjara kurang adjar, satu kekuasaan jang memiliki hak luar biasa menggunakan alat2 penindas jang modern atas rakjat Timur jang merut ................................ Berat rasanja melakukan pekerdjaan perdjoangan dengan suatu pasukan tak bersendjata, kehabisan tenaga dan dikelilingi oleh pengchianat2,melawan sesuatu pasukan jang mempergunakan emas, orang2 sewaan dan semua alat2 lainnja................... Tetapi kebenaran adalah kuasa, kebenaran kita Pertentangan antara jang berkuasa dan jang dikuasai, djalan dialektik perkembangan kapitalisme,adalah tenaga pendorong dalam perdjoangan revolusioner kita,tenaga jang membangkitkan dan meilhami kembali jang sedang runtuh dan memberikan kemenangan kepada jang kuat. Penderitaan jang sedang mendalam, reaksi jang semakin kurang adjar akan memperkuat barisan kita dalam waktu jang pendek dan merong-rong barisan musuh. Kepada kaum intelek kita serukan ! Djuga golongan-mu tak akan lepas daripada penderitaan. Akan datang satu masa,bahwa kapitalisme kolonial jang sekarang masih dapat menggunakan tenaga-mu, akan membuang kaum-mu seperti sampah jang habis manisnja. Penjakit kapitalistis, djelah krisis akan tak mampu memelihara,djuga kamu buat selama-lamanja. Djuga kamu akan terdesak seperti ribuan saudara2-mu di Djepang dan India-Inggeris kepada "Kasta Proletar Intelek". Tak terdengarkah oleh-mu,teriakan massa Indonesia untuk kemerdekaan jang senantiasa mendjadi sema- </div><noinclude></noinclude> 7ffpjkjmgrdiqwkffm2oo4dltpesc0u Halaman:20 Mei Pelopor 17 Agustus.pdf/10 104 112526 311720 2026-08-12T09:57:27Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311720 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{hwe|siapan|persiapan}} untuk berdirinja "Studiefonds" dan kemudian berdirinja "Neutrale Schoolvereeniging". Salah satu sebab jang menimbulkan opposisis jang hebat itu, ialah dapatnja '''pemerintah kolonial menjelundupi gerakan nasional B. U.).''' Mengingati peristiwa-peristiwa tadi sungguh perlu, agar kita dapat mengarti, apa sebabnja makin lama makin banjak kaum "revolusioner" meninggalkan organisasi B. U. untuk menggabungkan diri pada perhimpunan-perhimpunan baru jang kemudian menusul, jaitu "Sarikat Islam" dan "Indische Partij", atau berdjoang sendirian selaku "wilde politici" (politicus merdeka). Kaum-tua dan setengah-tua, jang berhaluan "kiri" dan masih terus berdjoang dalam kalangan B. U., ada pula: misalnja K.R.M.T.H. Wurjaningrat, R.M. Sutatmo Surjokusumo, R. M. Sutopo Wonobojo, R. Sumarsono Tjokrodirdjo, dan masih banjak lain-lainnja. Sesudah kita tahu, bahwa Budi-Utomo sebagai organisasi setjara modern jang pertama, sudah '''bertjorak politik''' (meskipun sifatnja cultureel), lagi pula mendjadi '''pangkalan pertama dari pada tjalon-tjalon nasionalis-revolusioner''', maka tepatlah saat berdirinja B. U. pada hari 20 Mei 1908 itu kini dianggap '''"hari nasional"'''. Malah pada tahun 1918, ulang-tahun B. U. jang ke-10, oleh '''studenten kita jang ada di Nederland''' dirajakan sebagai "hari nasional" djuga. Ketua Panitya adalah marhum '''dr. Tumbelaka''', jang waktu itu tinggal dinegeri Belanda untuk menjiapkan diri sebagai "specialist" dalam ilmu penjakit urat-sjaraf. Meskipun B. U. itu bersifat "Jong-Javanenbond" (perhimpunan Djawa-muda) namun ta' boleh disebut<noinclude> {{rh|||10}}</noinclude> eve7f675h1l2lu7sxta51a4ivve0sgj Halaman:Harmoni Cinta untuk Negeri.pdf/10 104 112527 311721 2026-08-12T10:00:16Z Lemonwithices 26124 /* Telah diuji baca */ 311721 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lemonwithices" /></noinclude>Oleh karena itu, DJP harus mengelola media dengan baik dan profesional melalui media relations (hubungan media) yang memosisikan media sebagai mitra kerja. Dengan media relations yang baik, DJP dapat mengomunikasikan kebijakan dan program perpajakan secara lebih efektif. Nah, buku ini merekam aneka jawaban atas pertanyaan dan keraguan publik yang sempat beredar sekaligus membuka cakrawala berpikir masyarakat tentang UU HPP sebagai bagian dari perjalanan reformasi perpajakan. Ke-50 artikel opini yang terangkum dalam buku ini dipilih dari buah pikiran para penulis yang telah dimuat di media massa baik cetak maupun elektronik. Kami merasa, sebagaimana peraturan perpajakan perlu diharmonisasi, karya para kontributor ini pun perlu diapresiasi dengan menerbitkannya sebagai sebuah buku. Dan untuk memberi benang merah atas aneka topik yang diangkat, buku ini kami beri judul Harmoni Cinta untuk Negeri. Semoga upaya ini dapat menjadi jembatan bagi publik untuk mengetahui dan memahami pentingnya UU HPP sebagai bagian dari Reformasi Perpajakan yang tengah dan akan terus berlangsung. Selanjutnya, saya berterima kasih kepada tim penyusun yang telah berinisiatif menjadikan tulisan-tulisan ini menjadi sebuah buku dan juga kepada para penulis yang telah menyumbangkan cinta mereka kepada negeri ini melalui tuangan pandangan mereka di media massa. Semoga Allah SWT membalas semua usaha dan jerih payah mereka. Saran dan masukan terhadap buku ini akan kami terima dengan senang hati demi perbaikan upaya serupa di masa depan. {{right|Jakarta, Agustus 2022}} {{right|Dwi Astuti}} {{right|Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat}} {{right|Direktorat Jenderal Pajak}} {{right|Kementerian Keuangan Republik Indonesia}} {{c|Harmoni Cinta untuk Negeri}}<noinclude></noinclude> 2tyoc4wsnz8vbmrua3ty5psvrv7e5ry Halaman:20 Mei Pelopor 17 Agustus.pdf/11 104 112528 311722 2026-08-12T10:04:34Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311722 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}} <center>Tiga serangkai, Dr. Douwes Dekker, Dr. Tjipto<br>Mengungkusmo dan Suwardi Suryaningrat</center><noinclude></noinclude> 5wu0x6hvqtuebvfzlzzytrviszetikz Halaman:20 Mei Pelopor 17 Agustus.pdf/12 104 112529 311723 2026-08-12T10:09:19Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311723 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>..provincialistis". Djaman itu belum ada bentuk kebangsaan Indonesia wutuh, walaupun rasa-satu benarnja sudah ada. Ini terbukti dengan adanja hubungan jang sangat baik dengan perhimpunan didaerah2 diseluruh kepulauan Indonesia, jang kemudian menusul. Menurut statutennja bahkan boleh B. U. menerima orang-orang sebagai anggauta, jang berasal dari Maluku, Sulawesi, Bali, Borneo, Sumatera dll. (Bukankah hingga kini masih ada perhimpunan-perhimpunan „Pasundan", Gerakan Rakjat Indonesia Sunda Ketjil, Pemuda Indonesia Maluku, Kebaktian Rakjat Indonesia Sulawesi dll. sebagainja?). Bukti jang njata tentang sifat B. U. jang tidak provincialistis itu ialah berfusinja B. U. dengan P.B.I. mendjadi „Parindra". Sesudah nama „Indonesia" disjahkan oleh rakjat, maka dengan dipelopori oleh pemuda-pemuda kita, jang pada tahun 1928 bersumpah satu Negara, {{sp|satu Bangsa, satu Bahasa}}", dan melebur „Jong-Java", Jong-Ambon, Jong-Sumatranenbond dll. sebagainja mendjadi „Indonesia Muda", mulai saat itulah bentuk-bentuk kedaerahan baru dapat ditinggalkan. Sesudah B.U. lahir, maka rakjat nampak mulai bangun dan sedar. Banjak perkumpulan-perkumpulan didirikan, baik jang bertjorak agama, sosial, ekonomi, kesenian, pendidikan, journalistiek, olah raga, dll. sebagainja. Begitu djuga rakjat mulai memberanikan diri untuk mendirikan perseroan-perseroan dagang, tanggung-djiwa, credietbank, tabungan, pertanian dll. sebagainja. Tahun 1911; inilah tahun jang istimewa. Pada tahun itu timbul gerakan baru jang ingin mewudjudkan tjita-<noinclude>{{rh|12||}}</noinclude> 823o02imi5vh868sq40latowu6knirp Halaman:20 Mei Pelopor 17 Agustus.pdf/13 104 112530 311724 2026-08-12T10:17:25Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 311724 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>tjita politik. Marhum '''Umar Said Tjokroaminoto''' jang berdjiwa nasionalis-islam-revolusioner, sesudah bertemu dengan '''Hadji Samanhudi''' (jang waktu itu mempunjai perserikatan dagang, jang bernama „'''Sarikat Dagang Islam'''”, dan mempunjai tjorak Islam dan revolusioner djuga) dapat membentuk badan baru, jaitu „'''Sarikat Islam'''”, jang dalam waktu jang pendek sadja dapat mengumpulkan anggauta-anggauta sedjumlah setengah djuta. Pemerintah kolonial sangat gelisah. Disamping penjelundupan atau „infiltrasi” biasa, pemerintah kolonial mengirimkan '''dr. A. Rinkes'''-nja (pembantu adviseur voor inlandsche zaken) kedalam lingkungan S.I. (Sarikat Islam). Kelak S. I. hanja dibolehkan berdiri setempat-setempat (lokal), jang tidak boleh saling berhubungan setjara „organisatories”. Tjokroaminoto cs. (pemimpin-pemimpin lainnja misalnja H.A. Salim, Surjopranoto, Abdul Muis, Sangadji marhum, H. Fachrudin marhum, H. Samanhudi, marhum Sosrokardono dan banjak lain-lainnja), tak dapat digertak begitu sadja. Mereka lalu mendirikan perhimpunan baru jaitu C.S.I. berarti „Centrale Sarikat Islam”, dan jang mendjadi anggauta-anggautanja ialah semua S. I. lokal. Pada waktu itu „Sarikat Islam” belum terus terang berwudjud „partai politik”: sifatnja ialah '''keagamaan, ke-ekonomian, dan kesosialan''', jang bertjorak '''politik''' dan '''revolusioner'''. Pada tahun 1911 lahir djuga „Indische Party” (terkenal dengan singkatannja „I. P.”), jang didirikan oleh '''E. F. E. Douwes Dekker''' jang kini bernama '''Dr. Danu Dirdjo Setyabudhy'''. I. P. adalah party politik jang pertama, jang didirikan semata-mata sebagai partai politik. Tjita-tjita I. P. ialah: Indonesia merdeka dan berdaulat,<noinclude> {{rh|||5}}</noinclude> f238572cqy68me1z738z6nn8mm6oerl 311725 311724 2026-08-12T10:17:41Z Link PB 26772 311725 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>tjita politik. Marhum '''Umar Said Tjokroaminoto''' jang berdjiwa nasionalis-islam-revolusioner, sesudah bertemu dengan '''Hadji Samanhudi''' (jang waktu itu mempunjai perserikatan dagang, jang bernama „'''Sarikat Dagang Islam'''”, dan mempunjai tjorak Islam dan revolusioner djuga) dapat membentuk badan baru, jaitu „'''Sarikat Islam'''”, jang dalam waktu jang pendek sadja dapat mengumpulkan anggauta-anggauta sedjumlah setengah djuta. Pemerintah kolonial sangat gelisah. Disamping penjelundupan atau „infiltrasi” biasa, pemerintah kolonial mengirimkan '''dr. A. Rinkes'''-nja (pembantu adviseur voor inlandsche zaken) kedalam lingkungan S.I. (Sarikat Islam). Kelak S. I. hanja dibolehkan berdiri setempat-setempat (lokal), jang tidak boleh saling berhubungan setjara „organisatories”. Tjokroaminoto cs. (pemimpin-pemimpin lainnja misalnja H.A. Salim, Surjopranoto, Abdul Muis, Sangadji marhum, H. Fachrudin marhum, H. Samanhudi, marhum Sosrokardono dan banjak lain-lainnja), tak dapat digertak begitu sadja. Mereka lalu mendirikan perhimpunan baru jaitu C.S.I. berarti „Centrale Sarikat Islam”, dan jang mendjadi anggauta-anggautanja ialah semua S. I. lokal. Pada waktu itu „Sarikat Islam” belum terus terang berwudjud „partai politik”: sifatnja ialah '''keagamaan, ke-ekonomian, dan kesosialan''', jang bertjorak '''politik''' dan '''revolusioner'''. Pada tahun 1911 lahir djuga „Indische Party” (terkenal dengan singkatannja „I. P.”), jang didirikan oleh '''E. F. E. Douwes Dekker''' jang kini bernama '''Dr. Danu Dirdjo Setyabudhy'''. I. P. adalah party politik jang pertama, jang didirikan semata-mata sebagai partai politik. Tjita-tjita I. P. ialah: Indonesia merdeka dan berdaulat,<noinclude> {{rh|||13}}</noinclude> 3d2gblxe8xp5qvy3y0iin0sg46g3yvw