Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.16 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Bangsawan dan Pengemis 0 61675 315248 174140 2026-08-21T01:10:59Z Alicya- 21994 315248 wikitext text/x-wiki {{header | title = Bangsawan dan Pengemis | author = Grisee | translator = | section = | previous = | next = | year = 1921 | notes = }} {{bagi}} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" include=1 /> {{pb|label=}} {{TOC-tambahan|title=Daftar Isi| #[[/Bab 1|Bab 1]] #[[/Bab 2|Bab 2]] #[[/Bab 3|Bab 3]] #[[/Bab 4|Bab 4]] #[[/Bab 5|Bab 5]] #[[/Bab 6|Bab 6]] #[[/Bab 7|Bab 7]] #[[/Bab 8|Bab 8]] #[[/Bab 9|Bab 9]] #[[/Bab 10|Bab 10]] #[[/Bab 11|Bab 11]] #[[/Bab 12|Bab 12]] #[[/Bab 13|Bab 13]] #[[/Bab 14|Bab 14]] #[[/Bab 15|Bab 15]] #[[/Bab 16|Bab 16]] #[[/Bab 17|Bab 17]] #[[/Bab 18|Bab 18]] #[[/Bab 19|Bab 19]] #[[/Bab 20|Bab 20]] #[[/Bab 21|Bab 21]] #[[/Bab 22|Bab 22]] #[[/Bab 23|Bab 23]] #[[/Bab 24|Bab 24]] #[[/Bab 25|Bab 25]] #[[/Bab 26|Bab 26]] #[[/Bab 27|Bab 27]] #[[/Bab 28|Bab 28]] #[[/Bab 29|Bab 29]] #[[/Bab 30|Bab 30]] #[[/Bab 31|Bab 31]] #[[/Bab 32|Bab 32]] #[[/Bab 33|Bab 33]] #[[/Bab 34|Bab 34]] #[[/Bab 35|Bab 35]] #[[/Bab 36|Bab 36]] #[[/Bab 37|Bab 37]] #[[/Bab 38|Bab 38]] #[[/Bab 39|Bab 39]] #[[/Bab 40|Bab 40]] #[[/Bab 41|Bab 41]] #[[/Bab 42|Bab 42]] }} {{DP-ID-lama}} kjwgl7uj2nhmssl8nnyr8ykugv49dd6 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/57 104 66886 315199 193454 2026-08-20T14:56:32Z Iripseudocorus 23824 315199 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><section begin="tudjuan" />tahulah baginda untuk apa baginda mendjadi radja. Lalu dilihat oleh baginda didalam petani itu, tudjuan negara, jaitu manusia itu sendiri. Manusia sebagai petani, manusia sebagai saudagar, manusia sebagai kesatria, manusia sebagai pertapa dan manusia sebagai pendeta. ''Manusia sendiri, manusia sebagai manusia, jang mendjadi tudjuan Negara.'' Tiada dengan manusia maka Negara itu dapat dibandingkan dengan rumah jang kosong dan dengan kapal jang ditengah-tengah samudra, akan tetapi tidak dengan penumpang dan barang-barang. Tiada dengan manusia, Negara itu mendjadi bajang-bajang dan hantu. Negara adalah bagi manusia, bukan manusia bagi Negara. Oleh karena itu tudjuan terachir dati Pantjasila ialah: ''Melajani manusia dengan djalan Negara.'' Djadi inilah jang harus mendjadi ukuran kita dalam mempersoalkan Pantjasila seluruhnja dan dalam membitjarakan tiap-tiap sila satu persatu. Apakah kita membitjarakan soal-soal ini demikian rupa, sehingga manusia-manusia jang dilajani, atau demikian rupa sehingga kita mengorbankan kehidupan jang sebenar-benarnja kepada suatu berhala, suatu teori, suatu bajang-bajang? Mengorbankan kehidupan jang sebenar-benarnja kepada sesuatu jang chajal, sudah tentu bukanlah maksud bangsa Indonesia. Sebab bangsa ini menerangkan dengan tegas dalam Undang-Undang Dasar Sementara, bahwa Negara Indonesia didirikan berdasarkan Pantjasila: ''„untuk mewudjudkan kebahagiaan, kesedjahteraan, perdamaian, dan kemerdekaan dalam masjarakat dan Negara-hukum Indonesia Merdeka jang berdaulat sempurna.”'' <section end="tudjuan" /> <section begin="tudjuan" /><section end="tudjuan" /> <section begin="penutup" /><center>PENUTUP.</center> Saudara-saudara, Negara itu terdjadi ''untuk'' manusia, akan tetapi djuga terdjadi ''oleh'' manusia jang membentuknja. Kita bukan ''mempunjai'' suatu negara, melainkan kita ''mendjadi'' suatu negara! Maka sekarang sebuah pertanjaan: Apakah jang dilakukan oleh kita untuk kemerdekaan, perdamaian, kesadjahteraan dan kebahagiaan Indonesia? Apakah kita hanja ingat akan kebahagiaan kita sendiri? Apakah jang kita lakukan untuk kemerdekaan, kesedjahteraan dan kebahagiaan „petani”? Izinkanlah saja sekarang berbitjara kepada kaum ''theologia'' jang hadir disini: Apakah kita sedang bekerdja untuk Geredja ''Kristus'' atau untuk geredja ''kita''? Apakah kita mentjari kedudukan jang berpengaruh, atau kita melajani Kristus? Apakah kita terharu oleh ke- <section end="penutup" /><noinclude>{{rh|||53}}</noinclude> e8tz00j2lr7vjblzxrk7re9xv1a2x1k Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/59 104 66901 315202 202725 2026-08-20T14:58:35Z Iripseudocorus 23824 315202 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="penutup" />djuta orang kekurangan untuk dapat hidup dengan selajaknja. Dalam hal ini masih diperlukan lebih banjak lagi rasa tanggung djawab diantara pemuda Kristen. Perlu lebih banjak kritik, terlebih-lebih kritik terhadap diri sendiri! Kepada „petani” saja tidak akan mengatakan apa-apa. Dia tidak ada disini. Dia berdiam diri dan tidak dapat membela diri pada konperensi ini. Kita mudah melupakan dia. Akan tetapi djustru kerena itu achirnja kita harus sekali lagi membela dia. Djika seandainja kita betul melupakan dia, maka kita melupakan Jesus, Tuhan kita. <section end="penutup" /><noinclude></noinclude> ef76atftdri8ivk13pnosgwzyihjm8s Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/58 104 66902 315201 202753 2026-08-20T14:58:11Z Iripseudocorus 23824 315201 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="penutup" />sukaran rakjat, atau apakah tidak mempunjai keberanian untuk menjerang kepintjangan-kepintjangan dalam masjarakat? Apakah kita memberikan tjontoh persesuaian faham atau tjontoh pertengkaran saudara? Sepatah kata kepada semua jang sedang ''beladjar'' atau jang sudah menamatkan peladjarannja: Apakah kita menginsafi tanggung-djawab kita sebagai peladjar dan mahasiswa? Apakah kita mengetahui, bahwa rakjat menunggu kita? Mereka telah memberikan kesempatan kepada kita untuk beladjar — saja maksudkan bukan keluarga kita sadja, melainkan djuga rakjat, jang tidak mempunjai kesempatan untuk beladjar — mereka telah memberikan kesempatan kepada kita untuk beladjar, karena mereka mengharapkan bantuan dari kita. Apakah kita hendak mengetjewakan mereka? Rakjat menunggu didesa-desa akan pendidikan dan pertolongan dalam hal kesehatan. Apakah mereka akan mendapatnja? Dimana-mana rakjat menunggu pegawai-pegawai jang baik dan jang dapat dipertjaja. Rakjat menunggu pegawai-pegawai jang melakukan pekerdjaannja dengan tidak mentjari keuntungan. Apakah rakjat akan dipuaskan, ditolong dan dikenjangkan? Sepatah kata kepada mereka jang ada hubungannja dengan ''angkatan perang'' atau ''badan-badan nasional'' jang lain: Apakah kita ketahui, bahwa negara itu rakjat? Bahwa badan-badan nasional itu adalah milik rakjat? Bahwa angkatan perang itu adalah rakjat? Bahwa suatu pertentangan antara pradjurit dengan orang preman sebenarnja tidak boleh ada? Karena rakjat itu adalah suatu keluarga jang besar, dimana setiap orang bertanggung djawab atas segala-galanja? Barang siapa jang meminta pertolongan, sokongan dan subsidi dari negara, dia meminta pertolongan, sokongan dan subsidi dari bapa dan ibu dan saudara-saudaranja. Hal itu tidak dapat selalu dilakukan dengan tidak berkeputusan. Hal itu mempunjai batas-batasnja. Ada masanja untuk meminta dan menerima, tetapi ada djuga masanja untuk memberi dan mengembalikan. Hanja orang jang belum mengerti banjak akan kemerdekaan dan demokrasi sadja, jang dapat mengambil keuntungan dari dan memboroskan milik negara. Sepatah kata kepada mereka jang mendapat penghasilan dari ''perdagangan'' atau dari ''pekerdjaan partikelir'' jang lain: Apakah saudara-saudara insafi, bahwa uang itu adalah suatu alat perhubungan nasional? Bahwa setiap laba jang diperoleh dengan tidak bekerdja, adalah mengurangi upah sesamamu? Uang itu harus datang dari orang lain. Kita tidak boleh mempermainkannja, sedangkan {{hws|berdjuta|berdjuta-djuta}} <section end="penutup" /><noinclude>{{rh|54}}</noinclude> q2iulfhyytydkt6lovyenns6y6appgt Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/45 104 66903 315179 202721 2026-08-20T14:46:18Z Iripseudocorus 23824 315179 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="pendahuluan" />adalah satu-satunja jang mengetahui dan membawa rahasia Radja Iskandar. Saudara-saudara, apakah jang dapat didjelaskan oleh perumpa- maan ini kepada kita? Terutama tiga hal ini: I. Kesatuan Pantjasila<br> II. Susunan Pantjasila<br> III. Tudjuan Pantjasila. <section end="pendahuluan" /> <section begin="pendahuluan" /><section end="pendahuluan" /> <section begin="kesatuan" /><center>I</center> <center>KESATUAN PANTJASILA</center> Pada perajaan Miradj baru-baru ini Presiden Soekarno telah menjatakan, bahwa ada orang-orang jang menghendaki hanja sebuah sila dari Pantjasila: jang seorang hanja menghendaki keadilan sosial dan jang lain perikemanusiaan dsb. Terhadap itu beliau telah menjatakan dengan tegas: „Pantjasila itu tidak dapat dibagi-bagi!” Apakah arti dalil ini untuk renungan kita tentang Pantjasila? 1) Pantja-Sila adalah dasar jang bertjorak lima dari Negara Indonesia. Kelima sila itu merupakan suatu kesatuan. Mereka saling menjokong dan saling menambah. Akan tetapi mereka saling membatasi djuga. Satu per satu dari sila-sila itu sendiri tidaklah baru. Djustru kombinasinjalah jang asli, istimewa dan sangat berarti, jang ditjiptakan oleh Presiden Soekarno sendiri. Dalam kombinasi ini terdapatlah dalam tahun 1945 suatu sembojan jang kuat untuk hidup dan masa depan jang baru bagi Indonesia. Kombinasi ini sedikit banjak merupakan suatu kompromi. Akan tetapi bahwa pada saat bersedjarah ini dapat ditjiptakan suatu rumus, jang dapat diterima oleh bermatjam-matjam aliran, menjatakan suatu keahlian jang ulung dalam ilmu ketatanegaraan. Saja hendak mengatakannja dengan tjara jang lain lagi: Sila-sila itu satu per satu tidak lain daripada kata-kata. Betul kata-kata jang besar dan indah, akan tetapi hanja kata-kata sadja. Kata-kata, baru mendapat arti oleh karena perhubungannja satu sama lain. {{hws|Um|Umpamanja}} <section end="kesatuan" /><noinclude>{{rh|||41}}</noinclude> e2wjpy45a73owwptseonf2gb304ikdv Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/51 104 66904 315189 202754 2026-08-20T14:51:45Z Iripseudocorus 23824 315189 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude># susunan ## Jang menarik perhatian kita, ialah bahwa perkataan „kebangsaan Indonesia” diganti dengan perkataan „persatuan Indonesia”. Kebangsaan Indonesia dan persatuan Indonesia ternjata sama artinja. Barangsiapa jang mengatakan „kebangsaan”, maka ia mengatakan djuga „persatuan Indonesia”. Kedua pengertian ini masing-masing berhubungan rapat dalam sedjarah perdjuangan Indonesia. Dalam „Mukaddimah Konstitusi R.I.S.” pada tanggal 29 Oktober 1949, kita mendapatkan Pantjasila itu kembali pada alinea ketiga, jang bunjinja sebagai berikut: „Maka demi ini kami menjusun kemerdekaan kami itu dalam suatu Piagam negara jang berbentuk republik-federasi, berdasarkan pengakuan ''ke-Tuhanan jang Maha Esa, peri-kemanusiaan, kebangsaan, kerakjatan dan keadilan sosial.”'' Perkataan-perkataan ini dipindahkan seluruhnja, dengan hanja sebuah perubahan sadja, dalam ''Undang-undang Dasar sementara Republik'' Indonesia, jang terdjadi oleh persetudjuan Pemerintah R.I.S. dan Pemerintah R.I. pada tanggal 19 Mei 1950 dan disahkan pada tanggal 15 Agustus 1950. Perubahan tersebut sudah saudara-saudara ketahui: Perkataan „republik-federasi” diganti dengan perkataan „republik kesatuan”. Perumusan Pantjasila itu tidak berubah. Djika dapat dikatakan tentang bentuk dan susunan Pantjasila jang resmi, maka inilah dia: #Ketuhanan Jang Maha Esa<br> #Peri-kemanusiaan<br> #Kebangsaan<br> #Kerakjatan<br> #Keadilan sosial. 2) Saudara-saudara, apakah jang dapat kita peladjari daripada urutan dan susunan ini? a) Sila pertama itu berdiri menjendiri diatas keempat sila jang lain, seolah-olah diluar setiap persaingan: 5 = 1 + 4! Hal itu berarti, bahwa Ketuhanan Jang Maha Esa tidak dapat dipersatukan dengan Kebangsaan atau Persatuan Indonesia. Tuhan dan bangsa itu tidak sama. Bangsa itu tidak ilahi. Djuga Kerakjatan dan Ketuhanan tidaklah bersamaan: Suara rakjat bukanlah suara Allah, seperti jang disangkakan oleh beberapa orang. Negara Indonesia menghormati kebebasan keinsjafan batin, jang mentjari {{hws|pe|pelindungan}}<noinclude>{{rh|||47}}</noinclude> 4nh4n93j4uosxutndbls8zmyaf2k64h 315190 315189 2026-08-20T14:52:05Z Iripseudocorus 23824 315190 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="susunan" />Jang menarik perhatian kita, ialah bahwa perkataan „kebangsaan Indonesia” diganti dengan perkataan „persatuan Indonesia”. Kebangsaan Indonesia dan persatuan Indonesia ternjata sama artinja. Barangsiapa jang mengatakan „kebangsaan”, maka ia mengatakan djuga „persatuan Indonesia”. Kedua pengertian ini masing-masing berhubungan rapat dalam sedjarah perdjuangan Indonesia. Dalam „Mukaddimah Konstitusi R.I.S.” pada tanggal 29 Oktober 1949, kita mendapatkan Pantjasila itu kembali pada alinea ketiga, jang bunjinja sebagai berikut: „Maka demi ini kami menjusun kemerdekaan kami itu dalam suatu Piagam negara jang berbentuk republik-federasi, berdasarkan pengakuan ''ke-Tuhanan jang Maha Esa, peri-kemanusiaan, kebangsaan, kerakjatan dan keadilan sosial.”'' Perkataan-perkataan ini dipindahkan seluruhnja, dengan hanja sebuah perubahan sadja, dalam ''Undang-undang Dasar sementara Republik'' Indonesia, jang terdjadi oleh persetudjuan Pemerintah R.I.S. dan Pemerintah R.I. pada tanggal 19 Mei 1950 dan disahkan pada tanggal 15 Agustus 1950. Perubahan tersebut sudah saudara-saudara ketahui: Perkataan „republik-federasi” diganti dengan perkataan „republik kesatuan”. Perumusan Pantjasila itu tidak berubah. Djika dapat dikatakan tentang bentuk dan susunan Pantjasila jang resmi, maka inilah dia: #Ketuhanan Jang Maha Esa<br> #Peri-kemanusiaan<br> #Kebangsaan<br> #Kerakjatan<br> #Keadilan sosial. 2) Saudara-saudara, apakah jang dapat kita peladjari daripada urutan dan susunan ini? a) Sila pertama itu berdiri menjendiri diatas keempat sila jang lain, seolah-olah diluar setiap persaingan: 5 = 1 + 4! Hal itu berarti, bahwa Ketuhanan Jang Maha Esa tidak dapat dipersatukan dengan Kebangsaan atau Persatuan Indonesia. Tuhan dan bangsa itu tidak sama. Bangsa itu tidak ilahi. Djuga Kerakjatan dan Ketuhanan tidaklah bersamaan: Suara rakjat bukanlah suara Allah, seperti jang disangkakan oleh beberapa orang. Negara Indonesia menghormati kebebasan keinsjafan batin, jang mentjari {{hws|pe|pelindungan}} <section end="susunan" /><noinclude>{{rh|||47}}</noinclude> p6po8rktvewse6zmodrdqe3zbf2qsnm Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/21 104 67135 315138 202742 2026-08-20T14:26:39Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 315138 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude><section begin="2" />sendiri mendjadi tidak merdeka: miskin, hina, ditangkap, diikat, disalibkan, mati, dikuburkan! Itulah pembebasan, dinjatakan pada hari Paska. Itulah perdjuangan kemerdekaan jang besar, jang menga dakan kemerdekaan jang sesungguhnja. Dan oleh karena perdjoangan kemerdekaan ini, maka ada djuga diatas bumi ini kemerdekaan jang relatif: lemah, bertjatjat, tetapi berpengharapan. Sebab kemerdekaanlah dan bukan perhambaan jang achirnja akan mentjapai kemenangan, bahkan jang sudah menang: Tuhan Allah berdiri tersembunji, lemah, sabar, tetapi walaupun begitu pasti sekali dan sangat berpihak pada pihak orang-orang tertindas dan tidak pernah berdiri pada pihak penindas. Tidak, Tuhan Allah tidaklah atjuh tak atjuh terhadap Negara dan masjarakat. Ia bukanlah musuh kemerdekaan sosial, kemerdekaan warga negara, kemerdekaan bangsa. Sebaliknja: Ia adalah sumber dan asal jang sebenar-benarnja dari pada semuanja ini. Akan tetapi pada waktu kita sedang sibuk dengan rentjana-rentjana dan soal-soal jang besar-besar, Ia memperhatikan outcasts, kaum jang paling lemah dan paling rendah, jang telah kita lupakan dalam rentjana- rentjana kita dan jang mengganggu kita dengan djeritannja. Itulah maxime Tuhan Allah - dan memakai maxime ini dalam lapangan politik, haruslah berarti sebagai berikut: 1) Soal kemerdekaan itu berpusat kepada soal ''pembebasan'' sosial. Pembebasan suatu bangsa dari pada imperialisme kolonial tidaklah mempunjai arti, djika tidak berakibatkan pembebasan buruh dari pada pemerasan dan kemiskinan, kesusahan, kelaparan, penjakit dan kesukaran-kesukaran jang lainnja. Karena itu djuga, perdjoangan kemerdekaan belumlah berachir dengan pembebasan Irian. Perdjoangan itu baru mulai! („Didalam Indonesia Merdeka itu perdjoangan kita harus berdjalan terus.” Presiden Soekarno dalam „Lahirnja Pantja-Sila”). ''Masaalah kesosialan'' selalu akan mengganggu suatu suatu bangsa. Pemogokan dan gerakan-gerakan semi-revolusioner lain-lainnja dalam dunia buruh selalu mendjadi tanda, bahwa mereka tidak merasa merdeka. Dimana solidariteit itu sempurna, maka pemogokan tidak terdjadi. Selama modal itu masih tertahan dan belum sama sekali dan dengan jakin untuk kepentingan rakjat seluruhnja, maka kita tidak berhak menghukumkan pemogokan-pemogokan. Selama air masih dapat mengalir kebawah dari sawah kesawah, <section end="2" /><noinclude>{{rh|||17}}</noinclude> twa95etznxg9b4tz44w49v0yvii8i79 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/40 104 68644 315166 202762 2026-08-20T14:38:06Z Iripseudocorus 23824 315166 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="5" />benda dan darah, djika hal ini dibutuhkannja untuk keselamatan dirinja. 2. Makin keras suatu bangsa berusaha untuk pembebasan dirinja sendiri makin besar sokongannja kepada pembebasan umum dari umat manusia. Perikemanusiaan membatasi kebangsaan kedalam dan keluar: kedalam dengan pemeliharaan orang-orang jang paling lemah, keluar dengan kebaikan budi terhadap tamu dan kerdja sama internasional. Peri-kemanusiaan bukan berarti suatu kebahagiaan maximal untuk beberapa orang dan suatu kebahagiaan minimal untuk sisanja, akan tetapi kebahagiaan maximal untuk tiap-tiap orang menurut keadaan. 3. Kebangsaan berarti kemerdekaan nasional dan kesatuan nasional, akan tetapi djuga: bahwa tidak ada kekuasaan jang didjalankan,jang dirasakan asing oleh sebahagian dari rakjat. Kesedjahteraan manusia adalah kesedjahteraan jang harus dipertahankan. Kesedjahteraan ini harus dilindungi setjara polisionil dan militer dan dalam hal itu perkara ini pertama-tama adalah sesuatu jang nasional tetapi sesudah itu barulah mendjadi sesuatu jang internasional. Dan dimana kesedjahteraan itu melulu hanja ditentukan oleh egoisme nasional, disanalah ia mendjadi sumber ketidak-amanan untuk dunia. Bangsa-bangsa pergi kemedan pertempuran untuk mentjari kebahagiaan jang besar. Mereka tidaklah menemukannja. Akan tetapi berbahagialah bangsa jang memberi perhatiannja kepada kebahagiaan orang ketjil. 4. Hak-hak demokrasi jang besar tidak boleh ditjabut dari mereka, jang dapat mempergunakan pikirannja. Makin merdeka rakjat itu, makin kuatlah pemerintahan negaranja. Dan makin kuat orang seorang menginsafi, bahwa ia turut bertanggung djawab untuk seluruhnja, makin besarlah sikap disiplin dari rakjat. Tenaga dari pada paham demokrasi adalah persoal-djawaban jang bebas dan terbuka, jang tiap-tiap kali dapat membawa kembali kepada kebenaran. Dengan demikian, maka ditjiptakan suasana jang sangat dibutuhkan untuk terdjadinja dan terpeliharanja perdamaian dan kesedjahteraan jang sungguh-sungguh. <section end="5" /><noinclude>{{rh|36}}</noinclude> 3ofdskue2vyv4b6tywncsd0h5qmrtzl Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/22 104 69505 315137 202755 2026-08-20T14:26:14Z Iripseudocorus 23824 315137 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="2" />sampai semuanja mendapat bahagian, selama itu djuga uang harus mengalir kebawah. Dalam hal ini tidak pernah terlalu banjak, tetapi hanja terlalu sedikit dilakukan. Kemerdekaan suatu negara tidak boleh diukurkan kepada standard dari lapisan rakjat jang paling terpeladjar. Kemerdekaan negara itu adalah sama harganja dengan ''kemerdekaan golongan jang paling rendah.'' Kemerdekaan suatu negara tidak boleh diukurkan kepada kemerdekaan profesor-profesor jang berbitjara dan menulis tentang kemerdekaan, melainkan kepada kemerdekaan petani dan buruh, jang menderita kesukaran dalam negara itu djuga, dimana nenek mojang mereka atau mereka sendiri atau anak-anak mereka telah memperdjoangkan kemerdekaan politik. Kemerdekaan Indonesia harus diukurkan umpamanja kepada kemerdekaan orang-orang buta huruf, jang terkurang dan terbelenggu oleh kekurangan pengetahuan mereka. Barang siapa jang mengerti hal itu, ia tidak dapat mengetjap kemerdekaannja, selama ia masih mempunjai sesamanja manusia jang kurang merdeka dari padanja sendiri. Ia tidak dapat membiarkan hal ini. Makin besar kemerdekaannja, makin bertambah besar kewadjibannja, untuk turut memerdekakan orang lain. 2) ''Hak-hak demokrasi'' jang besar itu tidak boleh ditjabut dari tiap-tiap orang, jang dapat mempergunakan pikirannja. Tiap-tiap orang terpanggil untuk turut dengan penuh rasa tanggung djawab dalam pembangunan negara dan masjarakat. Tiap-tiap orang jang normal dapat mengambil bahagian dalam hal ini. Tidaklah boleh terlalu lekas dikatakan, bahwa rakjat belum dapat melakukannja, atau belum masak untuk demokrasi. Hanjalah diperlukan, bahwa rakjat harus selalu makin dimahirkan dengan didikan dan latihan jang seksama, dengan kursus-kursus, dengan partai-partai dan surat-surat kabar, untuk pemakaian hak-hak demokrasinja dengan tepat dan keinsafan akan kewadjiban-kewadjiban demokrasinja. Usaha memperluas dan meresapkan hak-hak dan kewadjiban-kewadjiban demokrasi hampir-hampir tidak mempunjai batas. Sebab: kerakjatan tidak hanja mengenai stluruh lapangan politik sadja, jaitu perundang-undangan, pemerintahan, dan pengadilan Negara. Djuga perhubungan sosial dan kebudajaan harus diatur setjara demokratis, Dan rakjat menuntut kekuasaannja djuga atas produksi nasional dan alat pembajaran nasional: uang. Karena itu: Perwakilan rakjat! Disini sekarang pendidikan itu mempunjai tugas jang sangat <section end="2" /><noinclude>{{rh|18}}</noinclude> qaeur4n7krmjdjk2m6y11abl6cfhai1 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/23 104 69506 315136 204595 2026-08-20T14:25:46Z Iripseudocorus 23824 315136 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Rahmaziz" /></noinclude><section begin="2" />besar. ''Kerakjatan berarti pendidikan'', pendidikan sampai kedesa-desa jang terketjil. Akan tetapi djuga harus benar-benar suatu pendidikan, jang menuntun para pemuda berpikir bebas, sendiri dan bertanggung djawab. Hanja dengan tjara jang demikian sadja, maka pemakaian jang salah dari pada hak-hak demokrasi itu dapat ditjegah. Kemungkinan-kemungkinan untuk para agitator dan demagoog dari hari kesehari mendjadi lebih berkurang. Orang-orang jang berpikir tenang dan djernih tidak begitu gampang terpengaruh seperti massa jang tidak berpendidikan. Kerakjatan tulen bukanlah berarti, bahwa massa itu jang memerintah, akan tetapi bahwa massa itu menghilang. ''Makin merdeka rakjat itu,'' makin teguhlah pemerintahnja. Tiap-tiap diktatur sebenatnja berdiri diatas kaki jang Jemah. Oleh sebab diktatur itu menekan tiap-tiap oposisi, maka tidak diketahuinja, berapa banjaknja orang-orang jang sungguh-sungguh berdiri dibelakangnja. Ta tidak tahan akan penentangan dan kritik. Demokrasi adalah sebaliknja dari diktatur. Sebab wudjud demokrasi tidaklah terdapat dalam diktatur golongan jang terbesar (seperti sering dikatakan orang), melainkan dalam kemerdekaan golongan ketjil untuk mengeritik keputusan-keputusan golongan terbesar, Dan golongan ketjil besok Iusa dapat mendjadi golongan besar dan akan mengalami, bahwa mengeritik itu lebih mudah dari pada memerintah. Djadi dengan djalan kritik, maka oposisi itu dalam demokrasi jang tulen selalu ikut memerintah. Kalau hal itu tidak mungkin atau tidak terdjadi, maka tidaklah dapat dikatakan, bahwa ada Kerakjatan. Makin besar keinsafan orang-seorang itu, ''bahwa ia turut bertanggung djawab'' atas seluruhnja, makin baik djuga ''rakjat itu berdistplin.'' Suatu angkatan perang jang dengan sukarela tunduk kepada peraturan dan ketertiban, itulah angkatan perang jang mempunjai disiplin jang terbaik. Kekuasaan demokrasi adalah kekuasaan jang terkuat, oleh karena dalam suatu bangsa jang alam pikirannja demokrasi tulen, tiap-tiap warga megara menghendaki dan menjokong kekuasaan ini, djuga mereka jang termasuk golongan oposisi. Disini terdjadilah pengertian „loyal opposition”, jang ingin melihat, bahwa djuga kehendaknja sendiri dilaksanakan tidak lain Gari pada menurut tjara demokratis. 3) Kebangsaan berarti ''pembebasan nasional'', pembebasan dari tiap-tiap kekuasaan asing. Pendjadjahan dan kebangsaan tidak dapat bersama-sama, lebih dari pada api dan air. Suatu bangsa, jang telah <section end="2" /><noinclude>{{rh|||19}}</noinclude> awmzuxikovcyd015dkpfgkprukbdpm2 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/24 104 69507 315135 257865 2026-08-20T14:25:24Z Iripseudocorus 23824 315135 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude><section begin="2" />beladjar mengenal dan menghargai kebangsaan ini, sama sekali tidak boleh mempunjai tjita-tjita, untuk menguasai jang lain. Tempatnja didunia selalu ada disamping mereka, jang belum dibebaskan. Irian tidaklah dibebaskan, djika dimasukkan ''dibawah'' kekuasaan Indonesia. Irian baru. dikatakan bebas, kalau masuk wilajah Indonesia. Irian bukanlah mendjadi ''milik'' Indonesia, akan tetapi Irian itu ''sebahagian'' dari Indonesia, Orang-orang Irian tidak mau diperintah oleh Indonesia, melainkan mereka ingin mendjadi sebahagian dari suatu rakjat, jang memerintah diri sendiri. Djanganlah kita sekali-kali melihat kebangsaan itu lain dari pada melihatnja dari sudut kemerdekaan, jang adalah hak segala manusia: „Bahwa sesungguhnja kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka pendjadjahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan perikeadilan”. ''Kemerdekaan bangsa'' itu sudah tentu bukanlah berarti kebebasan untuk aksi separatistis, jang membahajakan Negara. Akan tetapi kebangsaan seharusnja berarti djuga, bahwa tidak ada kekuasaan jang didjalankan jang dirasakan asing oleh sebahagian dari rakjat. Dimana perasaan-perasaan nasional dan kedaerahan ditjela dan disinggung guna kesatuan jang salah dipahamkan, maka kemerdekaan itu tidak sempurna. Sebab dalam kemerdekaan itu termasuk djuga hormat menghormati adat-istiadat masing-masing. Kesatuan jang dipaksakan, jang mengorbankan kerakjatan kepada kebangsaan, membawa bahaja kepada seluruhnja. Kesatuan itu harus bertumbuh. Perbedaan-perbedaan jang menghalang-halangi harus diatasi. Akan tetapi uniformiteit akan berarti melemahkan dan memiskinkan. Tenaga kesatuan bangsa sesungguh-sungguhnja harus dapat tahan akan perbedaan-perbedaan, sama seperti suatu keluarga jang anggota-ang- gotanja mempunjai sifat dan watak jang berbeda-beda: „Bhinneka tunggal ika”. „Berbeda-beda tetapi tetap satu djua”. ''Kebangsaan adalah suatu tenaga sentripetal jang kuat.'' la mengadakan kesatuan jang bertumbuh dari golongan-golongan dan suku-suku bangsa. Akan tetapi pada suatu ketika tiap-tiap kebangsaan itu akan terbentur pada daja penarik bangsa-bangsa lain. Negara nasional itu dibatasi oleh negata-negara nasional jang lain. Dimana kebangsaan itu berusaha untuk kemerdekaan, maka perbatasan-perbatasan ini dihormatinja. Bangsa-bangsa atau suku-suku bangsa, jang ada diperbatasan, harus mempunjai kemetdekaan untuk menggabungkan diri kepada negara jang dikehendakinja, atau untuk membentuk negara <section end="2" /><noinclude>{{rh|20}}</noinclude> 2cly8cje9ufls231t3p6blvh9s5198j Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/25 104 69508 315133 257866 2026-08-20T14:25:02Z Iripseudocorus 23824 315133 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude><section begin="2" />sendiri. Adanja ''negara-negara'' ketjil diantara negara-negara besar menandakan, bahwa kebangsaan diatas bumi ini djauh dari pada sempurna dan bahwa djawaban jang absolut atas soal bangsa tidak dapat diketemukan. Negara-negara ketjil ini menundjuk kepada suatu kesatuan jang lebih tinggi dari segala bangsa dimana bangsa jang ketjil dan jang lemah djuga dapat memperoleh tempat jang disediakan baginja. „Kita harus menudju persatuan dunia, persaudaraan dunia”. (Presiden Soekarno) 4) Makin giat suatu bangsa berusaha untuk pembebasan dirinja, makin besar sokongannja terhadap ''pembebasan umat manusia jang umum.'' Achirnja, objek dari pada pembebasan itu bukanlah tanah atau bangsa, melainkan manusia sendiri. Manusia harus dimerdekakan, jang — walaupun perbedaan-perbedaan nasional — dimana-mana sama, jaitu: Ecce homo! Karena itu pembebasan jang benar adalah peri-kemanusiaan jang benar dan sebaliknja. Peri-kemanusiaan jang benar dinjatakan, dimana manusia itu bukan lagi hanja massa sadja, jang berdjumlah berdjuta-djuta, dan jang mendjadi umpan meriam-meriam, akan tetapi dimana ia dipandang dan dihargai sebagai orang-seorang. Djadi: dimana negara itu tidak hanja menolong dan memadjukan jang kuat-kuat sadja, melainkan sebaliknja; menolong dan memadjukan orang-orang jang lemah. Kita dapat katakan: Makin banjak usaha suatu negara untuk orang-orang jang paling lemah diantara warga-warganja — unsur-unsur a-sosial, penderita-penderita penjakit jang tidak dapat disembuhkan, orang-orang jang tua, baji-baji, invalide-invalide, — maka makin merdekalah negara itu. Dimana Peri-kemanusiaan itu mendapat pengaruh dalam perundang-undangan, pemerintahan dan pengadilan suatu negara, disanalah dibongkarnja djuga batas-batas kebangsaan dan dinjatakannja tenaganja dalam „internationalisme” jang tulen djuga: Peri-kemanusiaan membuka mata kita untuk bangsa-bangsa dain, bukanlah hanja untuk kekajaan mereka, kebudajaan mereka, dan kekuasaan mereka sadja, akan tetapi terutama untuk kesukaran-kesukaran dan kesusahan-kesusahan mereka, penjakit-penjakit dan ketjelakaan-kerjelakaan mereka, Peri-kemanusiaan itu melindungi orang asing, jang tidak selamanja dan tidak dimana-mana mendapat kedudukan jang baik, akan tetapi seringkali datang sebagai pelarian, emigrant, jang berdiri di pintu gerbang suatu negeri mentjari pertolongan. Achir-achirnja <section end="2" /><noinclude>{{rh|||21}}</noinclude> sqg23sc05bd2rn6kw9emkldc1dqo8vg Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/26 104 69655 315131 314966 2026-08-20T14:24:33Z Iripseudocorus 23824 315131 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="2" />Peri-kemanusiaanlah, jang menempatkan politik internasional diatas gerakan tenaga-tenaga dan kekuasaan-kekuasaan dan jang membawa bangsa-bangsa kepada kerdja-sama jang lebih erat. ,Kita bukan sadja harus mendirikan negara Indonesia Merdeka, tetapi kita harus menudju pula kepada kekeluargaan bangsa-bangsa.” (Presiden Soekarno dalam „Lahirnja Pantja-Sila”.) 5) ''Tuhan merdeka dan memerdekakan''. la adalah sumber segala kemerdekaan jang sesungguhnja. Peri kemanusiaan tulen, kebangsaan tulen, kerakjatan tulen, keadilan tulen, datangnja dari pada Dia, Pemberi segala anugerah. Karena itu prinsip Ke-Tuhanan jang Maha Esa hanja mempunjai arti jang begini: Membiarkan Tuan Allah dalam mentjari manusia dan membiarkan ''manusia'' dalam mentjari Tuhan Allah. Kemerdekaan itu lama-kelamaan tidak dapat tetap, bilamana kemerdekaan itu pada dasarnja bukan kemerdekaan rohani, dan itu berarti: kebebasan agama, keinsafan batin dan pikiran. Makin kuat Negara itu, makin bebas ia dalam hal ini. Ia melindungi perdjuangan rohani akan kebenaran, karena perdjuangan ini membawa udara bebas dan segar. Hanjalah dalam udara ini sadja, kemerdekaan Negara itu dapat berdiri terus. <section end="2" /> <section begin="3" /> {{rh||III.}} {{rh||PANTJA-SILA}} {{rh||DARI SUDUT PERDAMAIAN DAN KESEDJAHTERAAN.}} Djika kita menghubungkan isi pengertian-pengertian „damai” dan „sedjahtera” dan kemudian menambahkan kata-kata „selamat sentausa” (lihatlah alinea kedua dari pada Mukaddimah!), „aman” dan „makmur”, maka kita mendekati isi jang kaja dan luas dari sebuah kata dalam Alkitab: ''„sjalôm”''. Kalau kita sekarang dalam hubungan ini memakai terutama kata-kata „damai” dan „sedjahtera” atau „perdamaian” dan „kesedjahteraan”, maka kita selalu maksudkan lebih dari pada „damai” sadja atau „sedjahtera” sadja. Kita maksudkan „sjalôm”! Tentang „sjalôm” ini, jang meliputi segala-sesuatu, dikatakan oleh Alkitab, bahwa Tuhan Allah sumbernja dan Chaliknja, bahkan, bahwa Ia sendiri „sjalôm” ini dan bahwa Ia telah mengangkat seorang <section end="2" /><noinclude>{{rh|22}}</noinclude> 2hri9u5pz73dh1y2oo68c7ml0ywlz4o Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/27 104 69656 315155 257867 2026-08-20T14:33:49Z Iripseudocorus 23824 315155 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude><section begin="3" />„Radja assalam”, untuk mendirikan „sjalôm” ini diantara kita. „Radja assalam” ini ''adalah'' perdamaian dan kesedjahteraan kita. Pada saat kedatanganNja, malaekat-malaekat bernjanji: „Sedjahtera diatas bumi!” Akan tetapi kedatangan kesedjahteraan ini terdjadi dengan tjara jang sangat mengherankan dan tidak masuk akal. Djustru disana, dimana kesedjahteraan ini sedang mendjadi kekuasaan jang mengalahkan segala sesuatu, maka kita mendengar ratapan ibu-ibu di Baitlahim kehilangan anak-anaknja, jang dibunuh radja Herodes. Dan dimana kesedjahteraan itu, seperti air sungai jang meluap, jang menggenangi dan mengalahkan segala sesuatu — maka disana kita melihat tubuh jang hantjur dari Radja assalam” tergantung pada kaju salib. Djadi demikian tingginja sedjahtera Allah itu melebihi akal kita! (Pilipi 4 : 7). Marilah kita memandang kepada orang ini: Damai Dunia jang tidak berdaja, jang menderita, jang gagal; marilah kita nremandang kepada orang ini, jang tatkala kena nista, tiada membalas dengan nista, dan tatkala ia kena sengsara, tiada mengantjam, melainkan menjerahkan Dirinja kepada Dia, jang menghakimkan dengan adilnja (1 Petr. 2 : 23). Marilah kita memandang kepada-Nja — dan, djika setelah kita melihat itu semuanja, ambillah salah satu dari antara dua sikap, jaitu: mengedjek dan mentertawakan kesudahannja sesuatu angan-angan, atau dalam tubuh djasmani kita ini menjembah Allah, jang djustru dengan menderita ketidak-adilan menegakkan kembali keadilan, dan dengan keadilan ini menegakkan perdamaian dan kesedjahteraan. Pengertian-pengertian sedjahtera, damai, pendamaian, pembalasan, penggantian, dalam Al-Kitab, tidak dapat dipisahkan satu sama lainnja. Kesedjahteraan tidaklah dapat datang dengan tidak ada pembalasan jang adil. Kerugian harus diganti dan kerusakan harus diperbaiki. Hukum „mata ganti mata” dan „gigi ganti gigi” rupa-rupanja satu-satunja djalan untuk mewudjudkan kesedjahteraan. Akan tetapi djustru djalan inilah jang selalu membawa kepada keadaan jang tidak damai dan peperangan jang baru. Itulah sebabnja, maka kebanjakan perdjandjian-perdjandjian per¢amaian mengandung benih malapetaka jang baru dan peperangan itu tidak ada habis-habisnja. Sungguh suatu dilemma! Suatu impasse! Djadi disana tidak ada sedjahtera dengan tidak pembalasan. Akan tetapi djustru pembalasan itulah jang membangkitkan peperangan jang baru. Circulus vitiosus ini hanja dihentikan oleh salib Kristus sadja. <section end="3" /><noinclude>{{rh|||23}}</noinclude> pv28tinxqfrhcpdx6bxrcwq5podmred Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/28 104 69657 315154 202459 2026-08-20T14:33:30Z Iripseudocorus 23824 315154 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />Disini terdapat pembalasan, penggantian, pendamaian jang penuh untuk setiap orang. Disinilah ''adanja'' keadilan: mata ganti mata, gigi ganti gigi, hidup ganti hidup, jang didjalankan dengan teliti dan mendahsjatkan. Akan tetapi disini djuga segala pengaduan dan tuntutan, jang dimadjukan oleh manusia kepada Allah dan oleh manusia kepada manusia, dihilangkan. Sebab: jang tidak bersalah menderita untuk orang-orang jang bersalah dan dengan demikian ia mendjadi penagih hutang, jang mengumpulkan surat-surat hutang dalam tangannja dan menjobek-njobekkannja dalam matiNja pada kaju salib, Apakah akibat-akibatnja, djikalau kita mendjalankan pengetahuan ini dalam lapangan politik? 1) ''Kesedjahteraan sosial dan perdamaian antara madjikan dan pekerdja'' tidak boleh diturunkan harganja mendjadi kompromis antara madjikan dan pekerdja. Perdamaian dan kesedjahteraan itu tiada pernah suatu kompromis. Kompromis itu terdjadi, djika pekerdja pada waktu itu tidak dapat lagi mentjapai lebih banjak dan madjikan tidak mau lagi mengabulkan lebih banjak dari pada suatu tuntutan. Djadi hasilnja tidak lain dari pada gentjatan sendjata, jang mungkin dibatalkan, bilamana terdjadi pergeseran kekuasaan dan keadaan, jang memberi kesempatan baik untuk salah satu partai. Perbedaan-perbedaan jang sebernarnja, tidaklah dapat dipetjahkan dengan tjara jang demikian. Pekerdja itu merasa djuga, bahwa madjikan atau pengusaha atau pemindjamkan uang seringkali tidak akan madju selangkah, djika mereka tidak dipaksa, dan bahwa mereka masih djuga dapat menarik keuntungan sebanjak-banjaknja. Bahwa buruh itu pada sekali waktu dapat keliru dalam hal ini, tidaklah membawa perbaikan. Kebiasaannja ia tidaklah keliru: Ia merasa atau mengetahui, bahwa mereka, jang berdiri dihadapannja, tidaklah bersungguh-sungguh dan dibelakangnja mereka tersenjum, kalau mereka berhasil menidurkan si buruh. Dengan demikian tidaklah dapat timbul kepertjajaan. Hanja solidariteit jang sepenuhnja dati pada persekutuan kerdja sama, jang bertumbuh sampai kepada kekelmargaan, jang baru dapat dinamakan perdamaian dan kesedjahteraan. Barulah, djika tiap-tiap buruh itu mendjadi produsen dan tiap-tiap produsen mendjadi buruh, dapat terdjadi suatu famili baru, keluarga baru, marga baru, bangsa baru, jang dalam dunia modern harus menggantikan persekutuan-persekutuan jang bobrok. Itulah bangsa orang-orang jang bekerdja semua dan <section end="3" /><noinclude>{{rh|24}}</noinclude> susvbrfycxrifyi9jw5v206yvdqioow Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/29 104 69658 315152 202460 2026-08-20T14:33:10Z Iripseudocorus 23824 315152 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />jang berpendapatan semua. Adakah tjara jang lain untuk mengadakan sedjahtera dalam waktu sekarang? (Bandingkan dengan apa jang dikatakan Presiden Soekarno dalam „Lahirnja Pantja-Sila” tentang „gotong-rojong”.) ''Tidaklah akan ada perdamaian dan kesedjabteraan, dengan tidak ada keadilan''. Berilah buruh itu makanan setjukupnja — seperti jang dilakukan djuga oleh tuan-tuan tanah jang tjerdik terhadap kerbau- kerbau pembadjaknja — berilah ia hadiah-hadiah, kenaikan gadji, gtatifikasi sebanjak-banjak menurut kehendak kita. Akan tetapi djika ini semua hanja berupa sedekah sadja, jang sebetulnja bukan haknja, maka buruh itu selalu tidak akan puas. Dalam hubungan ini Sangat menarik perhatian, bahwa dalam suasana ketimuran hadiah dan upah, uang kemahalan dan. gratifikasi tidak dipisah-pisahkan. Tjobalah hadiah lebaran itu ditiadakan satu kali, maka saudara- saudara akan melihat, bahwa hal ini dianggap sebagai penahanan upah. Djadi disini upah itu merupakan hadiah, akan tetapi hadiah- hadiah ini tetap mendjadi sebahagian dari upah dan oleh sebab itu diatur sebagai upah-upah sendiri dalam persetudjuan-persetudjuan perburuhan atas dasar hukum perburuhan. Sedjahtera jang berdasarkan keadilan hanja dapat terdjadi dalam dunia ini dengan ''menjerahkan dan mengorbankan dengan sukarela hak-hak jang ada.'' Seperti Anak Allah telah melepaskan hak-hak ilahiNja, demikian djuga untuk perdamaian dan kesedjahteraan selalu harus ada orang, jang mentjabutkan haknja sendiri — perhatikanlah: melepaskan haknja sendiri, dan bukanlah hak orang-orang Jain. Summum ius summa iniuria: Hak tertinggi — pelaksanaan hak saja sepenuhnja — dapat membawa saja kepada ketidak-adilan jang paling besar. Michaël Koolhaas, tjiptaan seorang pudjangga bangsa Djerman, disebabkan oleh keinginan jang tak sampai untuk menegakkan kembali keadilan, achirnja mendjadi anarchist, jang membalas ketidak-adilan jang dideritanja seratus ganda. Karena itu: lebih baik megderita ketidak-adilan, dari pada melakukan ketidak-adilan. Tetapi sekarang agaknja salah, kalau kita berkata djustru kepada buruh dengan tjara demikian. Ia memangnja kekurangan dan menderita ketidak-adilan. Perkataan-perkataan itu harus ditudjukan kepada orang-orang jang berada, jang bermodal, jang kuat, jang sehat: Lepaskanlah jang dikatakan orang hak-hakmu itu, sebab hak-hak itu sudah mendjadi tidak adil. Perseimbangan disini tidak dapat {{hws|ter|terdjadi}} <section end="3" /><noinclude>{{rh|||25}}</noinclude> aq62avejgc1sxnjryqx6perf0lauw2y Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/30 104 69820 315150 202461 2026-08-20T14:32:33Z Iripseudocorus 23824 315150 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />djadi dengan menjerukan kepada dua belah pihak untuk meletakkan sendjata. Seruan netral jang demikian memperkuat kedudukan pihak jang kuat dan melemahkan kedudukan pihak jang lemah. Pihak jang lemah tidak dapat bersungguh-sungguh dengan seruan jang demikian, dan ketidak-pertjajaan terhadap geredja, jang menjangka telah bertindak bidjaksana sekali dengan sikap tidak memihak itu, akan makin besar. Memang benar sekali! Segala seruan jang sematjam itu achir-achirnja menimbulkan ketidak-adilan kembali dan bukanlah keadilan. 2) ''Perdamaian dan kesedjahteraan jang sesungguh-sungguhnja, terdjadi oleh kebenaran, dan kebenaran itu ingin mendjadi terang bagi umum.'' Urusan-urusan negara tidak boleh — terketjuali berapa hal, seperti umpamanja rahasia-rahasia militer — ditahan untuk perdebatan umum. ''Perdebatan umum ini adalah salah satu dari antara sifat-sifat dasar jang terutama dari demokrasi tulen.'' Ahli-ahli politik, jang takut akan sinar dari kritik umum, tidak menghendaki aturan ini. Akan tetapi djustru karena demikianlah, maka penting sekali, untuk mempertahankan demokrasi, dan kita lebih senang pada demokrasi dari pada setiap bentuk diktatur. Dimana orang jang tidak merasa puas dapat mengeluarkan ketidaksenangnja, dimana surat-surat kabar dimuka umum dapat mengeluarkan pendapatnja tentang beleid pemerintah ataupun barangkali mengeritiknja, dimana didalam parlemen segala sesuatu itu diperiksa dengan teliti, dimana dengan tjara pemilihan umum revolusi jang terus-menerus dan teratur dapat berdjalan, disanalah sebenarnja ditjegah revolusi jang tidak teratur dengan pertumpahan darah dan pembakaran-pembakaran: disanalah senantiasa terdjadi kembali perdamaian dan kesedjahteraan politik, djustru disebabkan oleh perdjoangan jang terus terang. „Tidak ada satu negara boleh dikatakan negara hidup, kalau tidak ada perdjoangan didalamnja." (Presiden Soekarno dalam „Lahirnja Pantja-Sila", dimana beliau menamakan prinsip demokrasi itu „dasar mufakat, dasar perwakilan, dasar permusjawaratan".) Tiada lagi jang dibutuhkan oleh suatu negeri selain dari pada forum dan gelanggang ini, dimana rakjat itu dapat memperdjoangkan soal-soal dan masaalah-masaalahnja jang besar. Dan karena itu tiada lain lagi jang dibutuhkan di Indonesia untuk perdamaian dan kesedjahteraan umum, dari pada pemberantasan buta huruf, jang memungkinkan tiap-tiap orang tampil kemuka diforum dan panggung <section end="3" /><noinclude>{{rh|26}}</noinclude> 8po28zed12lgnp8bjthwac9720b2ynq Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/31 104 70188 315149 202542 2026-08-20T14:32:11Z Iripseudocorus 23824 315149 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />perdjoangan itu dan mengeluarkan disana pendapatnja sendiri jang merdeka. Sudah tentu, bahwa ini ada ''bahajanja dan risikonja:'' Kekuatan berpikir dan berpendapat suatu bangsa diudji oleh demokrasi itu. Pemimpin-pemimpin jang benar dan jang palsu menawarkan diri. Agitator-agitator tampil kemuka, jang mengodja dan menjesatkan massa. Suara-suara dibeli. Suara hati dan perasaan hati lebih dipentingkan dari pada pikiran jang tenang. Gerombolan-gerombolan dan partai-partai berusaha terus mentjari kepentingannja sendiri dengan tidak mengatjuhkan keselamatan bangsa seluruhnja. Dalam hal ini semuanja, kebenaran tidaklah selalu dikatakan. Kadang-kadang sukar memisahkan, mana jang benar dan mana jang bohong, mana jang setengah benar dan mana jang setengah salah. Mungkin kebenaran itu seringkali tidak dapat dengan segera dilaksanakan. Akan tetapi djustru karena itulah, maka kebenaran itu harus diperdjoangkan terus dengan sabar dan tekun, Kebenaran itu pada suatu ketika akan njata. Pada suatu waktu akan ternjata, siapa jang telah mengatakan kebenaran dan siapa tidak. Djuga dalam lapangan politik berlaku: „Dari pada buah-buahannja kamu akan mengenali dia." (Matius 7 16) Kadang-kadang akan memakan waktu jang sedikit lama, sehingga sebahagian jang terbesar dari pada bangsa itu dapat dibawa kepada suatu perkara jang baik. Akan tetapi perkara ini bukan lagi mendjadi perkara jang diperintahkan. Perkara ini akan mendjadi kejakinan jang mendalam. Dan itu adalah hasil djerih pajah pergumulan jang lama dan sulit! Dapatlah terdjadi, bahwa suatu bangsa djatuh sakit, bahwa ia mendapat demam dan mendjadi gila. Dalam keadaan jang begini tidak dapat dipisahkannja lagi mana jang benar dan mana jang djahat. Kuasa-kuasa djahat bersimaharadjalela. Itu adalah achirnja demokrasi dan tanda keruntuhan negara, jang sedang mendekati. Sebab demokrasi itu bukanlah suatu guna-guna untuk mentjapai kebahagiaan jang sempurna. Demokrasi sama keadaannja seperti orang-orangnja jang berpegang kepadanja. Kalau orang-orangnja djatuh, maka demokrasi djuga djatuh. Akan tetapi apakah itu suatu alasan untuk menentang demokrasi? Tidakkah hal itu lebih-lebih berlaku untuk tiap-tiap bentuk negara jang lain? Siapakah jang dapat memberi djaminan kepada kita, bahwa seorang diktator atau suatu directorium atau suatu golongan kaum oligarchi atau aristokrasi kurang {{hws|kemung|kemungkinannja}} <section end="3" /><noinclude>{{rh|||27}}</noinclude> rj91zrp8h489zyqon127gxgp8xrql1w Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/41 104 70189 315168 202752 2026-08-20T14:38:31Z Iripseudocorus 23824 315168 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="5" />Demokrasi bukanlah suatu guna-guna untuk mentjapai kebahagiaan jang sempurna. Kerakjatan bukanlah berarti bahwa pemerintah jang harus mendjadikan rakjat itu bahagia. Sebab rakjat dan pemerintah adalah satu. Kebahagiaan terdjadi disini dalam perhubungan jang peribadi, bebas dan bertanggung-djawab, jang memperhubungkan semua warga negara: Bakti itu adalah kebahagiaan orang-orang jang merdeka. 5. Soal kemerdekaan pusatnja adalah soal pembebasan sosial. Kemerdekaan suatu negara itu adalah sama besarnja dengan kemerdekaan golongan rakjatnja jang paling rendah. Perdamaian dan kesedjahteraan sosial bukanlah suatu kompromi antara madjikan dan pekerdja. Solidariteit jang sepenuhnja barulah dapat dikatakan perdamaian dan kesedjahteraan. Tiada perdamaian dan kesedjahteraan dapat terdjadi djika tidak dengan keadilan. Perdamaian dan kesedjahteraan dengan keadilan hanja dapatlah terdjadi dalam dunia ini oleh pengorbanan jang sukarela dari hak-hak jang telah ada. Tiada kebahagiaan tidak dengan kerdja. Akan tetapi sangat banjak kerdja tidak dengan kebahagiaan. Keadilan sosial berarti, bahwa semua kerdja harus dihargai dan dihormati dan dibajar setjara adil. Dan bahwa ada istirahat setelah bekerdja. Istirahat ini adalah kebahagiaan, jang hendak diberikan oleh Allah, Chalik, Pendamai dan Penebus, kepada segala machlukNja. <section end="5" /><noinclude>{{rh|||37}}</noinclude> lm4crxpkn31pgzenp5xew6wq3z8czeu Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/32 104 70300 315148 202712 2026-08-20T14:31:53Z Iripseudocorus 23824 315148 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />{{hwe|kinannja|kemungkinannja}} untuk bersalah dari pada golongan terbesar dari pada suatu bangsa seluruhnja? 3) ''Sedjahtera manusia adalah suatu sedjahtera jang harus dipertahankan.'' Sedjahtera itu djustru untuk orang-orang lemah dan bertjatjat harus dipertahankan dengan kekuasaan dan kekuatan, kalau perlu dengan kekerasan sendjata djuga. Kesatuan suatu bangsa mau tidak mau mengharuskan adanja pendjagaan bersama untuk keamanan, kedalam polisionil dan keluar militer. Akan tetapi apakah itu sembojan nasib jang tua, jang mendjadi pegangan Pax Romana: Si vis pacem, para bellum. „Djikalau engkau menghendaki keamanan, bersedialah untuk perang.” Bukankah prinsip ini membawa kepada persendjataan kembali jang umum, suatu perlombaan untuk mempersendjatai diri, jang selalu berakibatkan peperangan jang lebih dahsjat lagi? Lihatlah persendjataan kembali dari Djerman dalam pettahanan Atlantik untuk menghadapi Rusia. Lihatlah pengumuman keadaan bahaja di Amerika. Apakah Hitler djuga selalu berkata-kata tentang damai dan sedjahtera, padahal peranglah jang dimak- sudkannja? Memang benar-benar: kita harus tadjam sekali memisahkan mana pendjagaan untuk mempertahankan diri dari suatu bangsa jang tjinta damai, jang tidak dapat dengan kurang hati-hati mengorbankan keamanan dalam batas-batas negaranja — mana militairisme agresif jang membinasakan, jang memuliakan peperangan dan mementingkan kekuasaan lebih dari pada keadilan. Siapa jang dapat mengatakan, dimana disini batas-batasnja? Siapakah jang dapat berseru kepada suatu bangsa untuk mengambil sikap militant dan bersama itu djuga memperingatkan, supaja djangan mengambil sikap militeristis? Hal ini hanja dapat terdjadi dalam suatu negara, Jang mempunjai polisi jang baik, akan tetapi bukan negara-polisi, dan jang mempunjai tentara kuat, akan tetapi bukan „negara militer”. Didalam demokrasi, pemegang kekuasaan negara itu ialah orang preman, bukanlah tentera. Akan tetapi setiap orang preman harus dapat mendjadi tentera dalam keadaan bahaja. Tidaklah baik, kalau ada perbedaan jang terlalu besar antara tentera dan orang preman. Seorang tentera pada suatu ketika harus dapat menanggalkan pakaian ketenteraannja. Ja harus dapat menginsafi bahwa tugas ketenteraannja adalah untuk sementara. Sebenar-benarnja ia menunggu-nunggu dengan tidak sabar akan perletakan sendjata seluruhnja, dimana pedang dan tombak ditempa mendjadi sabit dan penggali (Nabi Jesaja 2) <section end="3" /><noinclude>{{rh|28}}</noinclude> ql3udxtw0vjprnq9eshi44ilm2fd0dd Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/33 104 70397 315147 202711 2026-08-20T14:31:36Z Iripseudocorus 23824 315147 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />dan segala pakaian perang jang berlumur dengan darah didjadikan suatu timbunan akan dimakan api (Nabi Jesaja 9). ''Prinsip kebangsaan berarti perpaduan, persesuaian, keakuran, persatuan dari pada satu bangsa.'' Tetapi dengan demikian bangsa ini malahan membatasi diri dari pada bangsa-bangsa jang lain. Orang mendjadi asing satu sama lainnja. Negeri jang asing, bangsa jang asing, bahasa dan kebudajaan jang asing, adat-istiadat jang asing dirasakan mendjadi antjaman bagi dirinja. Kepelbagaian mendijadi pertjeraian. Perbedaan mendjadi persengketaan. Terdjadilah peperangan, karena beberapa bangsa tidak dapat lagi saling mengerti. Apakah harus demikian dan tetap tinggal demikian? Apakah kebangsaan harus mendjadi musuh perdamaian dan kesedjahteraan antata bangsa-bangsa? Memang tidak. Djuga kebangsaan dapat mendjadi abdi perdamaian dan kesedjahteraan internasional. Hal ini terdapat, djika kebangsaan itu mengadjar kita untuk mengartikan dan menghargai bangsa-bangsa, bahasa-bahasa dan kebudajaan-kebudajaan lain. Kebangsaan jang tulen menghormati djuga tjinta tanah air bangsa-bangsa lain. Kebangsaan mengadjak untuk mempeladjari dengan penuh hasrat bangsa-bangsa lain, untuk kerdja sama dalam kebudajaan, untuk saling mengirimkan mahasiswa-mahasiswa, untuk saling mengundjungi. Hal ini semuanja membantu mengalahkan instink-instink permusuhan dan menegakkan persahabatan antara bangsa-bangsa. (Bandingkan djuga dalam „Lahirnja Pantja-Sila” dengan peringatan Presiden Soekarno akan chauvinisme, jang didahului dengan perkataan-perkataan: „Saudara-saudara. Tetapi... tetapi... memang prinsip kebangsaan ini ada bahajanja!”) 4) Disini kita bukanlah berkata tentang prinsip pasifistis. Dalam hubungan ini kita tidak berbitjara tentang kesedjahteraan jang absolut. Kita membitjarakan kesedjahteraan umat manusia jang relatif, jang sementara, akan tetapi jang dapat diwudjudkan dalam waktu jang sedang berachir ini dan dalam dugia jang akan lenjap. ''Kesedjahteraan ini meliputi segala sesuatu, jang mengenat umat manusia dan jang mempertinggi deradjat umat manusia:'' tiap-tiap pernjataan kehidupan, tiap-tiap usaha kebudajaan, tiap-tiap perkembangan bakat dan karunia, tiap-tiap perkembangan kesenian, pengetahuan, teknik, perdagangan dan industri, pertanian dan pertambangan, semuanja, jang dapat mempertinggi deradjat kehidupan rakjat dan orang seorang. „Sjalôm” berarti bukan sadja perasaan hati jang puas, <section end="3" /><noinclude>{{rh|||29}}</noinclude> 9119uio8327jr6ewkb556qgy1vmoay0 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/34 104 70398 315146 202710 2026-08-20T14:31:19Z Iripseudocorus 23824 315146 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />bukan sadja angan-angan seorang pertapa, jang mendjauhkan diri dari dunia. „Sjalôm” berarti djuga dan lebih lagi: lampu listrik, makanan jang baik, pakaian-pakaian untuk pesta, dan_hari-hari, waktu orang bebas dari pekerdjaan. Suatu perumahan, dimana suatu keluarga dapat berkembang. Kemungkinan bagi seorang anak untuk mendapat didikan, jang pantas dan sesuai baginja. Hal itu semua terdjadi, djika kita melihat peri-kemanusiaan dari sudut kesedjahteraan. Disinilah tugas Negara jang sebenarnja. Disinilah ia mendapatkan pokok dari segala usahanja: manusia sendiri, jang hendak tumbuh dan mengembangkan diri. Akan tetapi disini djuga si lemah jang menderita kekalahan: Pertumbuhan dan perhubungan manusia mudah mendjadi suatu perlombaan dari mereka, jang mempunjai keuletan jang terbesar. Perlombaan mendjadi persaingan. Persaingan menghasilkan kesombongan dan kebentjian. Dan kesudahannja dari pada semua ini ialah, bahwa kesenian, kebudajaan dan pengetahuan djatuh kembali kedalam tangan lapisan atas, dan hanja bagi lapisan atas ini, jang dinamakan orang-orang pilihan. Bangsa jang miskin dibiarkan djuga lapar dalam kebudajaan. Karena itu, maka mendjadi kewadjiban besar bagi negara demokrasi, untuk meninggikan deradjat orang-orang lemah. Kekajaan-kekajaan djasmani dan rohani suatu bangsa tidak boleh tinggal tetap milik orang-orang pilihan. Perikemanusiaan berarti: Kesehatan rohani dan djasmani untuk rakjat seluruhnja. ''Peri-kemanusiaan bukanlah berarti: suatu deradjat maximal untuk beberapa orang serta deradjat minimal untuk sisanja, melainkan deradjat maximal untuk tiap-tiap orang.'' Djika suatu bangsa dengan tjara jang demikian tengah berusaha untuk mentjapai dan mewudjudkan sedjahtera dari peri-kemanusiaan dalam hidupnja sendiri, maka ia memberi sokongan kepada perdamaian dan kesedjahteraan dunia. Dan bangsa jang demikian tidak hanja akan menerima sokongan internasional, akan tetapi djuga memberikan sokongan internasional. Harga dan arti sebenarnja dari suatu bangsa untuk hidup bersama setjara internasional tidaklah bergantung kepada djumlah meriam atau bom, jang dihasilkan oleh bangsa ini, djuga tidak kepada djumlah orang, djuga tidak kepada sumber-sumber pertolongan alam, akan tetapi kepada tingkatan pelaksanaan peri-kemanusiaan dalam golongan-golongan paling rendah. Djadi dengan tjara bagaimanakah suatu bangsa dapat berbakti kepada umat manusia? Dengan djalan diri sendiri mendjadi {{hws|berperi-kemanu|berperi-kemanusiaan}} <section end="3" /><noinclude>{{rh|30}}</noinclude> 23ad1xrvq3yknhog2llseuogttwwr30 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/35 104 70401 315144 202717 2026-08-20T14:30:15Z Iripseudocorus 23824 315144 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />{{hwe|siaan|berperi-kemanusiaan}}. Bagaimanakah suatu bangsa dapat mendjadi berperi-kemanusiaan? Dengan djalan menghilangkan perbedaan-perbedaan golongan dan bangsa dan Jain-lain, jang dibawa dan dihidup-hidupkan oleh pikiran, bahwa diri sendiri lebih tinggi atau lebih kurang dari pada jang lain. 5) ''Apakah jang seharusnja mendjadi arti pengakuan keTuhanan jang Maha Esa dalam hubungan ini?'' Ialah begini: bahwa harus ada perdjoangan rohani untuk perdamaian dan kesedjahteraan. Bahwa perdjoangan rohani ini dengan tidak terbatas harus dapat menembus sampai pertanjaan-pertanjaan jang paling achir dan paling dalam. Bahwa harus diadakan kemungkinan untuk membawa didepan umum pertanjaan ini: Siapa Allah jang pohon perdamaian dan kesedjahteraan itu (Rum 15 : 33). Negara jang begitu adalah jang paling mendekati perdamaian dan kesedjahteraan, jaitu Negara jang tidak menghalang-halangi pertanjaan itu dipersoalkan. Djadi perkataan-perkataan „Ke Tuhanan jang Maha Esa” itu bukanlah suatu mantera, jang dapat dipakai negara untuk mengachiri perdjoangan rohani. Perkataan-perkataan itu bukanlah suatu sembojan, jang dipakai oleh suatu pemerintah untuk memerintahkan perdamaian antara bermatjam-matjam agama. Bukanlah djuga suatu pengakuan iman, suatu sahadat, jang dapat diletakkan oleh Negara kepada warga-negara-warga-negaranja. Anggapan jang sedemikian dari KeTuhanan jang Maha Esa akan bertentangan dengan Perikemanusiaan dan Kerakjatan. Anggapan ini akan bertentangan djuga dengan isi Undang-undang Dasar Sementara. Anggapan ini akan menggangegu perdamaian jang sesungguhnja didalam negeri. Perdamaian agama jang sebenarnja terdjadi dan terdapat disana, dimana negara ini sebenarbenarnja melindungi ''perbedaan-perbedaan'' agama dan tidak mengadakan usaha, untuk mengumumkan kepertjajaan kesatuan dan religi kesatuan, pengakuan iman kesatuan untuk warga negara semuanja. „Bukan sadja bangsa Indonesia bertuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknja bertuhan Tuhannja sendiri.” (Presiden Soekarno) Dalam suatu negara, jang didasarkan atas Pantja-Sila, dengan sendirinja orang-orang itu tidak saling membunuh lagi disebabkan oleh perkara-perkara agama, melainkan, bahwa perbedaan-perbedaan dalam lapangan keagamaan terbukti „setjara kebudajaan” dan „dengan tjara jang berkeadaban” (Presiden Soekarno) dan bahwa prinsip <section end="3" /><noinclude>{{rh|||31}}</noinclude> 7rpaloqbgkfr3zffiwqfz7lonhte76v Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/36 104 70402 315142 202718 2026-08-20T14:29:39Z Iripseudocorus 23824 315142 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />„verdraagzaamheid” atau toleransi didjalankan. (Lihatlah utjapan Presiden Soekarno dalam Lahirnja Pantja-Sila!) Marilah kita bertanja sekali lagi: Apakah artinja „KeTuhanan jang Maha Esa” dilihat dari sudut perdamaian dan kesedjahteraan? Tentu begini: „verdraagzaamheid” jang meliputi segala-galanja, suatu toleransi jang besar terhadap setiap usaha mentjari Allah, setiap pernjataan kepertjajaan-kepertjajaan. „Apakah tjara jang berkeadaban itu? ''Ialah hormat-menghormati satu sama lain.“'' (Presiden Soekarno) Itu bukanlah suatu telativisme. („Semua agama sama!”) Itu bukanlah syncretisme (tjampuran dari pada bermatjam-matjam agama). Akan tetapi hal itu berhubungan dengan sabar dan kasih, ang diadjarkan Tuhan kepada kita. {{rh||IV}} {{rh||PANTJA-SILA DARI SUDUT KEBAHAGIAAN.}} Pantja-Sila dari sudut kebahagiaan! Kita dapat djuga mengatakan: dari sudut kegembiraan! Sebab kebahagiaan dan kegembiraan dan kesukaan berhubungan rapat satu sama lain. Dan dengan demikian kita sekonjong-konjong datang dari lingkungan jang besar dari pada masjarakat dan negara kedalam suasana partikelir dan rumah tangga: Achir-achirnja usaha kita harus menudju kepada pelaksanaan kebahagiaan pribadi orang seorang dan keluarga, kebahagiaan jang berarti: mengetjap sendiri kemerdekaan, kesedjahteraan dan kemakmuran umum. Kebenaran jang dalam tersembunji dalam sembojan opportunisme: Ubi bene, ibi patria. (Tanah airku disana, dimana aku hidup senang.) Suatu tanah air, jang tidak memberi kemungkinan untuk kebahagiaan pribadi jang ketjil dari orang seorang dan rumah tangga, bukanlah tanah air. Kemerdekaan ''individuil'' mendjadi dalam dan oleh perdamaian dan kesedjahteraan ''kolektif'' kebahagiaan ''individuil'' kembali. Bagaimana djuga kehidupan bersama itu diatur: baik primitif maupun modern, baik ketimuran maupun kebaratan, baik komunis maupun liberal — suasana kepribadian dan kebahagiaan itu tidak dapat dipisahkan, Kebahagiaan dan ketidak-bahagiaan mengenai pribadi kita. Kegembiraan saja dan kesedihan saja tiada seorangpun jang merasakannja, dan djika saja mati, saja mati sendiri. Akan tetapi dapatlah terdjadi, bahwa kebahagiaan peribadi jang <section end="3" /><noinclude>{{rh|32}}</noinclude> gfhxmst8nhoher3gqbcpqyn1poniiu1 315156 315142 2026-08-20T14:34:42Z Iripseudocorus 23824 315156 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />„verdraagzaamheid” atau toleransi didjalankan. (Lihatlah utjapan Presiden Soekarno dalam Lahirnja Pantja-Sila!) Marilah kita bertanja sekali lagi: Apakah artinja „KeTuhanan jang Maha Esa” dilihat dari sudut perdamaian dan kesedjahteraan? Tentu begini: „verdraagzaamheid” jang meliputi segala-galanja, suatu toleransi jang besar terhadap setiap usaha mentjari Allah, setiap pernjataan kepertjajaan-kepertjajaan. „Apakah tjara jang berkeadaban itu? ''Ialah hormat-menghormati satu sama lain.“'' (Presiden Soekarno) Itu bukanlah suatu telativisme. („Semua agama sama!”) Itu bukanlah syncretisme (tjampuran dari pada bermatjam-matjam agama). Akan tetapi hal itu berhubungan dengan sabar dan kasih, ang diadjarkan Tuhan kepada kita. <section end="3" /> <section begin="3" /><section end="3" /> <section begin="4" />{{rh||IV}} {{rh||PANTJA-SILA DARI SUDUT KEBAHAGIAAN.}} Pantja-Sila dari sudut kebahagiaan! Kita dapat djuga mengatakan: dari sudut kegembiraan! Sebab kebahagiaan dan kegembiraan dan kesukaan berhubungan rapat satu sama lain. Dan dengan demikian kita sekonjong-konjong datang dari lingkungan jang besar dari pada masjarakat dan negara kedalam suasana partikelir dan rumah tangga: Achir-achirnja usaha kita harus menudju kepada pelaksanaan kebahagiaan pribadi orang seorang dan keluarga, kebahagiaan jang berarti: mengetjap sendiri kemerdekaan, kesedjahteraan dan kemakmuran umum. Kebenaran jang dalam tersembunji dalam sembojan opportunisme: Ubi bene, ibi patria. (Tanah airku disana, dimana aku hidup senang.) Suatu tanah air, jang tidak memberi kemungkinan untuk kebahagiaan pribadi jang ketjil dari orang seorang dan rumah tangga, bukanlah tanah air. Kemerdekaan ''individuil'' mendjadi dalam dan oleh perdamaian dan kesedjahteraan ''kolektif'' kebahagiaan ''individuil'' kembali. Bagaimana djuga kehidupan bersama itu diatur: baik primitif maupun modern, baik ketimuran maupun kebaratan, baik komunis maupun liberal — suasana kepribadian dan kebahagiaan itu tidak dapat dipisahkan, Kebahagiaan dan ketidak-bahagiaan mengenai pribadi kita. Kegembiraan saja dan kesedihan saja tiada seorangpun jang merasakannja, dan djika saja mati, saja mati sendiri. Akan tetapi dapatlah terdjadi, bahwa kebahagiaan peribadi jang <section end="4" /><noinclude>{{rh|32}}</noinclude> n9tbs73i6jcuelah6l3ip43s4o879nx Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/46 104 70405 315183 202723 2026-08-20T14:48:41Z Iripseudocorus 23824 315183 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="kesatuan" />{{hwe|pamanja|umpamanja}}, apakah artinja untuk saja kata-kata „jang”, „didalam”, „bapa” „kami”, „sorga”, djikalau kata-kata ini terlepas satu dari jang lain-lain, Akan tetapi betapa besar perbedaannja, djika kelima kata-kata ini dirangkaikan dan dipersatukan sebagai suatu permintaan doa: „Bapa kami jang didalam sorga.” Begitupun djuga halnja dengan Pantjasila: Kelima sila itu satu persatu adalah lima perkataan besar, jang harus dibatja seakan-akan sebuah kalimat, djikalau kita bermaksud hendak mentjapai suatu pertjakapan jang berfaedah. Kita harus selalu bertanja kepada diri sendiri: Apakah artinja kelima kata-kata ini didalam perhubungannja satu dengan jang lain? 2) Kata-kata jang berdiri sendiri-sendiri gampang mendjadi sembojan atau slogan jang tidak berisi. Kata-kata itu hendak berkuasa atas segala sesuatu dan hendak menjampingkan segala kata-kata lain. Demikianlah sekarang, kata ''„demokrasi”'' jang baik itu harus membenarkan politik Amerika seluruhnja. Segala sesuatu jang dilakukan oleh orang Amerika, dilakukan demi nama „demokrasi”. Sebaliknja orang Rusia mengatakan, bahwa hanja mereka sadja jang telah melaksanakan ''keadilan sosial.'' Dan djuga segala ketidak-adilan jang dilakukan mereka terdjadi demi nama keadilan sosial. Oleh karena itu, maka adalah paling penting, bahwa Pantjasila mendampingkan ''kedua sembojan itu'' dan menjerukan kepada bangsa Indonesia, untuk melaksanakan ''didalam'' demokrasi ''keadilan sosial'' dan melaksanakan keadilan sosial ''dengan tjara jang demokratis,'' attinja: dengan mempertahankan kebebasan sepenuhnja. Djika berdiri sendiri, maka ''„kebangsaan”'' itu adalah suatu kata jang sangat berbahaja sekali. Oleh karena berdiri sendiri ini, dalam beberapa puluh tahun jang achir ini, kebangsaan telah membawa penderitaan jang sangat banjak bagi bangsa-bangsa. Eropah hampir dimusnakan oleh kebangsaan; demi nama kebangsaan Hitler telah meruntuhkan bangsanja. Demi nama kebangsaan bangsa Djepang telah mengindjak-indjak bangsa-bangsa lain. Akan tetapi betapa bedanja, bilamana kata „kebangsaan” itu ditarohkan disamping kata ''„perikemanusiaan”'', dan oleh karena itu seolah-olah dikendalikan dan dibatasi! Djikalau demikian, maka barulah kita dapat berkata-kata dengan bebas tentang kebebasan dan kemerdekaan nasional: didalam perhubungan internasional dari bangsa-bangsa. Dengan berterima kasih, kita akan memelihara {{hws|ba|bahasa}} <section end="kesatuan" /><noinclude>{{rh|42}}</noinclude> 6d84zf3qb2e0x56zuvlbm0gihl0pgtu Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/37 104 70408 315160 202747 2026-08-20T14:35:26Z Iripseudocorus 23824 315160 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="4" />ketjil ini tidak lagi memuaskan orang-orang dan bahwa bangsa-bangsa seluruhnja serentak berdiri untuk mentjari kebahagiaan jang besar. Maka datanglah malapetaka diatas bumi, peperangan dan revolusi merusakkannja dan bergontjanglah bumi itu karena pertempuran jang diadakan untuk kebahagiaan. Dan kemerdekaan, perdamaian, kesedjahteraan dan kebahagiaan dari berdjuta-djuta orang dikorbankan untuk tudjuan besar, jang belum dikenal orang. Ditengah-tengah kelaparan akan kebahagiaan jang putus harapan ini berdirilah Jesus dan berkata (Matius 5):<br> ''„Berbahagialah'' segala orang jang rendah hatinja, karena mereka itu jang empunja keradjaan surga. <br> ''Berbahagialah'' segala orang jang berdukatjita, karena mereka itu akan dihiburkan. <br> ''Berbabagialah'' segala orang jang lembut hatinja, karena mereka itu akan mewarisi bumi. <br> ''Berbahagialah'' segala orang jang lapar dan dahaga akan kebenaran, karena mereka itu akan didjamu sehingga kenjang. <br> ''Berbahagialah'' segala orang jang menaruh kasihan, karena mereka itu akan beroleh rahmat. <br> ''Berbahagialah'' segala orang jang sutji hatinja, karena mereka itu akan memandang Allah. <br> ''Berbahagialah'' segala orang jang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah.” Disini dimaklumkan oleh Tuhan Allah pelaksanaan ''kebahagiaan, kesedjahteraan, perdamaian dan kemerdekaan'' dalam keradjaanNja jang akan datang. Akan tetapi jang terachir ini djuga akan diperbuatNja menurut tjaraNja sendiri jang merdeka dan berdaulat: ''„berbahagialah'' segala orang jang ''mendamaikan'' orang, karena mereka itu akan disebut ''anak-anak Allah”'' (anak-anak Allah itulah ''orang-orang merdeka'' dalam Alkitab). ''Apakah jang akan kelak terdjadi dengan Pantja Sila?'' 1. ''Ketuhanan jang Maha Esa'' tidak lagi akan mendjadi prinsip jang kabur dan tiada tertentu. Daripada ,,Tuhan jang tiada dikenal” (Kissah 17 : 23), maka berdirilah kemuliaan Allah jang hidup: „Berbahagialah segala orang jang sutji hatinja, karena mereka itu akan memandang Allah.” 2. ''Peri Kemanusiaan'' tidak akan mendjadi tjita-tjita manusia jang bertjatjat lagi. Sebab Allah akan mengeringkan air mata manusia, <section end="4" /><noinclude>{[rh|||33}}</noinclude> pe776f4vzahc1rrcs2kffgpsbh7s6te Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/38 104 70411 315162 202750 2026-08-20T14:36:17Z Iripseudocorus 23824 315162 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="4" />„maka tiadalah ada lagi maut, atau perkabungan, atau tangisan, atau kesakitan pun tidak akan ada lagi, karena segala perkara jang pertama sudah lenjap” (Wahju 21 : 4): „Berbahagialah segala orang jang berdukatjita, karena mereka itu akan dihiburkan.” 3. ''Kebangsaan'' akan berachir dengan adanja kekuasaan bangsa baru jang lembut hati diseluruh muka bumi: „Berbahagialah segala orang jang lembut hatinja, karena mereka itu akan mewarisi bumi.” 4. ''Kerakjatan'' akan lenjap dan dimasukkan kedalam keradjaan surga, dimana orang-orang jang miskin rohani mendapat kewarganegaraan jang penuh: „Berbahagialah segala orang jang rendah hatinja, karena mereka itu jang empunja keradjaan surga.” 5. ''Keadilan sosial'' akan tertjapai sepenuhnja oleh keadilan Allah, jang menaruh kasihan dan oleh pengasihan Allah, jang adil: „Berbahagialah orang jang lapar dan dahaga akan kebenaran, karena mereka akan didjamu sehingga kenjang. Berbahagialah segala orang jang menaruh kasihan, karena mereka itu akan beroleh rahmat.” Itulah ''kebahagiaan jang besar'' jang hendak diberikan Tuhan Allah. Akan tetapi djika kita sungguh-sungguh dan tekun mengidamkan kebahagiaan jang besar ini, kita berterima kasih akan suatu negara, jang hendak mengusahakan dan melindungi kebahagiaan jang ketjil, jang sementara dan fana diatas bumi ini. Untuk negara ini kita boleh dan akan berdo’a. Dan kita akan membantu! Bantuan kita akan mempunjai arah tertentu, ja’ni arah jang ditundjukkan oleh Kristus kepada kita dalam chotbah diatas bukit: Kita ingin mendjadi orang-orang jang miskin rohani dan karena itu selalu akan berpihak kepada orang-orang miskin. Kita ingin mendjadi orang-orang jang berdukatjita dan karena itu akan mengundjungi dan menghiburkan orang-orang jang berdukatjita. Kita ingin mendjadi orang-orang jang lembut hati dan karena itu akan bermurah-hati. Kita ingin mendjadi orang-orang jang lapar dan dahaga akan keadilan, dan karena itu akan membela segala orang, jang menderita ketidak-adilan. Kita ingin mendjadi orang-orang jang menaruh kasihan, karena itu akan mengampuni kesalahan-kesalahan orang lain. <section end="4" /><noinclude>{{rh|34}}</noinclude> 6rjyhsxyjteijtqzgmo5w76zow0i78g Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/39 104 70412 315163 202751 2026-08-20T14:36:45Z Iripseudocorus 23824 315163 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="4" />Kita ingin eeiniad orang-orang jang sutji hatinja, dan karena itu akan bergaul dengan orang-orang lain dengan tulus, djudjur dan benar. Kita ingin mendjadi orang-orang jang mendamaikan orang dan karena itu akan membuat diri sendiri tjinta damai dan memelihara perdamaian. Dengan tjara demikian hendak kita mengertikan dan menafsirkan Pantja Sila dan dengan tjara demikian kita akan mengabdikan diri sebaik-baiknja kepada Negara Indonesia. <section end="4" /> <section begin="4" /><section end="4" /> <section begin="5" />{{rh||V}} {{rh||KESIMPULAN.}} Tuhan Allah telah membebaskan kita dengan salib dan kebangkitan Jesus Kristus. Tuhan Allah membangunkan perdamaian dan kesedjahteraan dengan keadilan dan menegakkan keadilan dengan sengsara Jesus Kristus jang tidak bersalah. Tuhan Allah akan mewudjudkan kebahagiaan jang sempurna dalam keradjaan jang akan datang. Hal itu berarti terhadap Pantja Sila: 1. Negara jang adil mendjamin sepenuhnja keinsafan batin, kepertjajaan dan pernjataan kepertjajaan. Bukanlah untuk kepertjajaan itu sendiri, melainkan kebebasannja dapat dan harus dipelihara negara. Kesedjahteraan agama-agama jang sebenar-benarnja terdjadi disana dimana negara tiada menghalang-halangi djalannja perdjoangan rohani untuk mentjari kebenaran. Untuk melaksanakan usahausaha keagamaan tidaklah dipakainja alat-glat kekuasaannja. Ada orang-orang jang mungkin mengorbankan kebahagiaan jang sementara dan duniawi untuk kebahagiaan jang absolut, jang diharapkannja dari Tuhan. Negara menghormati pengorbanan jang begini, tetapi megara sendiri tidaklah memintanja. Negara tiada mengorbankan kebahagiaan jang sekarang daripada warganegara-warganegaranja kepada suatu prinsippun, djuga tidak kepada prinsip „Ketuhanan jang Maha Esa”. Negara hanja meminta pengorbanan <section end="5" /><noinclude>{{rh|||35}}</noinclude> llfspki8suhvcr1nbj8lxmcxlptxbzr Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/42 104 70413 315176 202757 2026-08-20T14:45:06Z Iripseudocorus 23824 315176 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="pendahuluan" />{{rh||{{font-size|180%|PANTJA-SILA SEBAGAI KESATUAN}}}} {{rh||{{font-size|90%|Pidato jang diutjapkan pada tanggal 10 Djuni 1951 di Makassar pada Konperensi Pemuda Keristen Seluruh Indonesia jang kedua.}}}} {{rh||{{font-size|160%|PENDAHULUAN}}}} Saudara-saudara, sebagai pendahuluan saja hendak mentjeriterakan sebuah dongeng: Sesudah Radja Iskandar mena’lukkan tanah Parsi, bagindapun terus bergerak kedaerah lima sungai. Dan setelah baginda menjeberangi sungai jang pertama dengan segala bala tenteranja, maka bertemulah baginda dengan seorang pendeta jang berpakaian kehormatannja, jang berkata kepada baginda: „Tuanku, Radja Iskandar, kembalilah, dan dirikanlah suatu keradjaan jang sutji, dimana hanja pendeta-pendeta sadja jang berkuasa. Hendaklah kiranja bahasa pendeta jang sutji itu mendapat tempat jang pertama diantara bahasa-bahasa jang dipakai dalam keradjaan itu. Hendaklah kiranja rakjat beladjar daripada kitab-kitab sutji, jang telah dilupakan orang. Hendaklah kiranja tuanku membangunkan kembali tjandi-tjandi jang telah hantjur, dan membinasakan semua orang jang menghina agama. Dan tuanku sendiri hendaklah kiranja mendjadi pendeta jang tertinggi.” Akan tetapi sahut Radja Iskandar: „Ikutilah aku. Engkau akan kuangkat mendjadi salah seorang dari pada penasehat-penasehatku.” Setelah itu baginda menjeberangi dengan segala bala tenteranja sungai jang kedua. Disana baginda mendapatkan seorang ''pertapa'' dengan roman muka jang budiman, jang terbangun dari renungannja jang dalam, pada waktu bala tentera itu menghampiri dia. Lalu ia berdiri seraja berkata kepada baginda: „Tuanku, Radja Iskandar, kembalilah, dan djanganlah mena’lukkan lagi keradjaan-keradjaan jang baru. Tinggalkanlah kedudukan tuanku sebagai radja dan hiduplah sebagai seorang biasa disamping orang-orang jang lain. Maka keradjaan itu akan lebih besar dari pada jang pernah terdjadi, dan akan meliputi seluruh muka bumi. Semua batas-batas akan dihilangkan. Dan dimana batas-batas itu tidak ada lagi, maka disanapun tidak akan terdjadi peperangan. Djadi {{hws|su|suruhlah}} <section end="pendahuluan" /><noinclude>{{rh|38}}</noinclude> 8oyfh9sjcyf9vxpicocrrwl6vgjil1o Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/43 104 70414 315177 202758 2026-08-20T14:45:27Z Iripseudocorus 23824 315177 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="pendahuluan" />{{hwe|ruhlah|suruhlah}} bala tentera itu pulang kembali kerumah. Umumkanlah perlutjutan sendjata seluruhnja dan persaudaraan diantara semua bangsa-bangsa. Maka segenap umat manusia akan memudji tuanku dan mengangkat tuanku mendjadi jang terbaik diantara semua penduduk muka bumi ini.” Akan tetapi sahut Radja Iskandar: „lkutilah aku! Engkau akan kuangkat mendjadi salah seorang dari pada penasehat-penasehatku.” Kemudian baginda menjeberangi sungai jang ketiga dengan segala bala tentaranja. Lalu baginda berdjumpa dengan seorang ''ksatria'' dengan perlengkapan sendjata jang berkilau-kilauan, jang berkata kepada baginda: „Tuanku, Radja Iskandar, kembalilah! Sebab, sedangkan tuanku bergerak terus-menerus dan selalu mena'lukkan keradjaan-keradjaan baru, maka keradjaan tuanku itu terantjam oleh berbagai-bagai persaingan dan pemberontakan. Lebih dahulu tuanku harus mengadakan persatuan dalam batas-batas jang tertentu, sebelumnja tuanku berdjalan terus. Tuanku harus menempatkan seluruh keradjaan dibawah kekuasaan militer dan mempertjajakan pemerintahan kepada panglima-panglima tuanku. Tidak ada negara jang kuat jang tidak mempunjai persatuan. Tidak ada persatuan djika tidak ada kekuasaan pedang. Dalam banjak pertempuran-pertempuran tuanku telah memimpin perwira-perwira tuanku. Dan berkat kegagahan mereka, kemenangan itu tertjapai. Hendaklah kiranja kepada mereka sekarang diberikan djuga kekuasaan dalam keradjaan jang telah dita’lukkan mereka.” Akan tetapi sahut Radja Iskandar: „Ikutilah aku! Engkau akan kuangkat mendjadi salah seorang dari pada penasehat-penasehatku.” Dan baginda menjeberangi dengan segala bala tenteranja sungai jang keempat. Setelah itu baginda berdjumpa dengan seorang ''saudagar'' kaja, dengan kafilah jang besar. Ia bersudjud dihadapan baginda seraja berkata: „Duli tuanku, Radja Iskandar, kembalilah! Duli tuanku tidak perlu akan bala tentera untuk mena’lukkan keradjaan-keradjaan lain. Kami akan mengusahakannja bagi tuanku, asal sadja tuanku memberikan kebebasan jang setjukupnja kepada kami. Dengan aman tenteram kami akan pergi kesana kemari dan kami akan membuat keradjaan tuanku kaja dan makmur. Berilah kami hak-hak jang memungkinkan kami untuk pekerdjaan itu dan lindungilah kedudukan kami. Buatlah rakjat tuanku mendjadi bangsa pedagang. Hendaklah politik <section end="pendahuluan" /><noinclude>{{rh|||39}}</noinclude> 99dpac6vcpmgx3q9gxddvp54022u21y Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/44 104 70415 315178 202759 2026-08-20T14:45:50Z Iripseudocorus 23824 315178 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="pendahuluan" />tuanku ditentukan oleh kepentingan kami. Hendaklah manku mendjadi pelindung kami jang tertinggi dan tuanku sendiri hendaklah mendjadi saudagar pertama dalam keradjaan.” Akan tetapi sahut Radja Iskandar: „Ikutilah aku! Engkau akan kuangkat mendjadi salah seorang dari pada penasehat-penasehatku.” Dan bagindapun menjeberangi dengan segala bala tenteranja sungai jang kelima. Disana terdapatlah seorang ''petani'' jang terus bekerdja dengan tenaganja, dengan tidak menghiraukan bala tentera asing jang datang itu. Kemudian Radja Iskandar menitahkan ia datang menghadap baginda, lalu bertanja kepadanja: „Siapakah engkau?” Petani itu mendjawab, katanja: „Patik adalah seorang pekerdja jang bekerdja untuk tuanku. Patik adalah rakjat jang membajar ongkos pertempuran-pertempuran tuanku. Patik adalah peradjurit jang berbakei dalam tentera tuanku. Patik adalah seorang manusia biasa jang ingin hidup. Akan tetapi patik ini bukanlah anak kesajangan para dewa :Mereka itu sudah melupakan patik! — Teruslah, ja tuanku Radja, teruskanlah! Tuanku akan mendapatkan beribu--ribu orang sematjam patik ini. Kami tidak sukar dita’lukkan, akan tetapi barangsiapa jang hendak mena'lukkan kami, ia tidaklah selesai-selesai dalam usahanja itu.” Kemudian sabda Radja Iskandar: „Ikutilah aku! Engkau akan kuangkat mendjadi penasehatku ''jang pertama.''” Setelah itu baginda memutuskan untuk tidak meneruskan perdjalanannja lagi, melainkan kembali pulang ketanah airnja. Disana baginda hendak mendirikan keradjaannja dengan dibantu oleh kelima penasehat, jang dida- patnja ditanah lima sungai itu. Dan baginda bermaksud akan memberikan kepada semua rakjatnja kemerdekaan, kesedjahteraan dan kemakmuran dengan berkelimpahan. Akan tetapi pada waktu tiba kembali ditanah dua sungai, baginda djatuh sakit dan wafatlah sebelum baginda dapat melaksanakan maksudnja. Tetapi pendeta, pertapa, ksatria dan saudagar itu mulai bertengkar, sebab masing-masing ingin memerintah keradjaan itu menurut tjaranja sendiri dan ingin meneruskan niatnja masing-masing dengan tidak menghiraukan jang lain. Ksatria itu adalah jang terkuat dan ia mengalahkan mereka semuanja. Didirikannjalah suatu diktatur militer, jang mengakibatkan, bukannja kesatuan jang diharap-harapkannja, melainkan perpetjahan jang besar. Dan keradjaan itu robohlah. Akan tetapi ''petani'' itu, setelah Radja Iskandar wafat, ia berangkat dengan diam-diam kesebelah timur, dari mana ia berasal. Dan ia <section end="pendahuluan" /><noinclude>{{rh|40}}</noinclude> 4wb1bu6s6xg9idqefu1bd0918nb5xy7 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/48 104 70416 315184 202761 2026-08-20T14:49:44Z Iripseudocorus 23824 315184 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="kesatuan" />{{hwe|terpiu|interpiu}} Mr. Takdir Alisjahbana telah menegaskan lagi pendiriannja. Dari interpiu ini kita kutip jang berikut: ,Anggapan, bahwa Pantjasila itu adalah tjampuran beberapa pengertian jang bertentangan, dibuktikan oleh Takdir sebagai berikut: Pada ketika pembitjaraan mengenai undang-undang pendidikan dilakukan di Jogja didalam K.NIP., maka terdjadilah suatu pertentangan jang besar antara P.N.I. dan Masjumi perihal tafsican daripada Pantjasila, berhubung dengan soal peladjaran agama jang diharuskan disekolah rendah. Apakah sebenarnja arti „Ketuhanan jang Maha Esa”, djikalau ditempatkan disamping „Demokrasi” (sila jang keempat)? Djikalau di Indonesia ada sebuah perkumpulan jang tidak mau mengakui adanja Allah — apakah perkumpulan ini mendjadi suatu perkumpulan jang terlarang? Djikalau kita berpegang pada Ketuhanan jang Maha Esa, maka sebetulnja perkumpulan-perkumpulan sematjam ini harus dilarang! Akan tetapi djika kita berpegang pada Demokrasi, maka perkumpulan-perkumpulan sematjam itu diluaskan!” (Diterdjemahkan dari „Nieuwsgier”, 23 Djanuari 1951.) Saudara-saudara! Daripada perkataan Mr. Takdir Alisjahbana ini kita menarik kesimpulan sebagai berikut: a) Prinsip pertama daripada Pantjasila tidak dapat berarti, bahwa warganegara Indonesia diharuskan pettjaja akan Allah.<br> b) Prinsip Ketuhanan jang Maha Esa djuga tidak dapat berarti, bahwa warganegara itu diwadjibkan menggabungkan diri pada sesuatu agama atau menjuruhkan anak-anaknja untuk mengambil bahagian dalam peladjaran agama.<br> c) Prinsip ini djuga tidak dapat berarti, bahwa negara harus mempunjai suatu kementerian jang chusus untuk hal ini, dan bahwa negara itu diwadjibkan memberi sokongan uang kepada agama-agama satu persatu pada chususnja, atau kepada keagamaan pada umumnja. Djika seandainja berlainan dengan itu, maka benarlah jang dikatakan oleh Mr. Takdir itu. Sebab sila pertama itu akan bertentangan dengan sila keempat, tetapi djuga dengan sila kedua: Maka ia akan bertentangan dengan hak-hak manusia jang umum dan dengan hak-hak demokrasi, chususnja dengan kebebasan agama. Akan tetapi hal itu bukanlah maksud sila jang pertama itu. Djuga sila ini — djustru sila ini! — tidak boleh dikeluarkan dari perhubungannja dengan <section end="kesatuan" /><noinclude>{{rh|44}}</noinclude> fmwd4nkvsm79xyb7tsv63kxoei7ovqh Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/49 104 70417 315185 202764 2026-08-20T14:49:58Z Iripseudocorus 23824 315185 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="kesatuan" />sila-sila jang lain. Sila pertama tidak dapat mempunjai arti jang membawanja kepada pertentangan dengan sila kedua dan keempat. Akan tetapi apakah jang harus mendjadi arti sila pertama itu? Tentu sekali ini: Negara Indonesia memperlihatkan dengan sila pertama ini, bahwa ia hendak memberikan kebebasan dan ruangan berkembang kepada setiap agama dalam batas-batas kesusilaan dan hukum. Sebaliknja daripada Sovjet-Rusia umpamanja, maka Negara Indonesia menghormati dan melindungi kehidupan agama dari warganegaranja. Negara itu menginsafi, bahwa segala kemerdekaan jang lainnja berurat berakar didalam kemerdekaan agama. Selama Pantja-Sila itu berlaku, maka ditanah ini tidak seorangpun akan menderita karena agama jang dipeluknja. Tafsiran tentang Ke-Tuhanan Jang Maha Esa ini sesuai dengan utjapan jang ditudjukan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 29 Djanuari 1951 kepada Kongres Filipina di Manila: „Belief in the Divine Omnipotence forms the essence of our culture, expressing itself in ''mutual respect and tolerance and in an elevated code of honour.''” (Lihat „Indonesian Review”, No 2, 1951.) Perhatikanlah disini pengertian ,tolerance’. Pengertian ini menjatakan dengan tegas arti dan maksud sila pertama itu dalam hubungan Pantja-Sila. Sila ini ialah pernjataan hormat dari suatu toleransi positip, suatu kesudian jang tulus dan suatu chidmat dari negara terhadap agama pada umumnja, serta terhadap bermatjam-matjam agama dan pengakuan iman pada chususnja. Itulah jang didjamin oleh sila jang pertama: tidak lebih banjak, akan tetapi djuga tidak lebih kurang daripada itu. (Bandingkanlah „Lahirnja Pantja-Sila”: Disitu prinsip Ke-Tuhanan didjelaskan oleh Presiden Soekarno dengan dipakainja dua kali perkataan Belanda „verdraagzaamheid”.) Sungguh! „Pendeta” itu tidak boleh berkuasa atas Indonesia: Tidak boleh ada theokrasi. Akan tetapi, demikian djuga „ksatria” dan „saudagar” tidak boleh berkuasa. Pantjasila adalah kesatuan. Pantjasila tidak dapat dibagi-bagi. Radja Iskandar jang memelihara kesatuan ini dan jang mengurus harmoni dan keseimbangan daripada bermatjam-matjam tenaga, sudah mati. Oleh siapakah dia harus diganti? Dizaman kita tidak mungkin lagi oleh seorang sadja, djuga tidak mungkin oleh Bung Karno! Pengganti Radja Iskandar ialah ''petani'' itu, jang telah berangkat kesebelah Timur: ja’ni {{hws|selu|seluruh}} <section end="kesatuan" /><noinclude>{{rh|||45}}</noinclude> iofj7ncn0az7orwg7rihniugf65hlvg Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/53 104 70437 315194 202802 2026-08-20T14:53:05Z Iripseudocorus 23824 315194 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="susunan" />Apakah gunanja, djika feodalisme jang lama dari kaum ningrat dipatahkan, sedangkan sebagai penggantinja timbul feodalisme jang baru dari kaum kapitalis, jaitu kekuasaan „bangsawan uang”! b) Suatu ''kebangsaan'' jang tidak sosial, tidak berharga. Hal itu telah dinjatakan dengan dijelas oleh Soetan Sjahrir dalam bukunja „Perdjuangan kita”. Suatu revolusi, jang bukanlah revolusi sosial, adalah suatu keributan sadja, tetapi bukanlah revolusi jang sebetulnja. Pembebasan daripada kuasa pendjadjahan haruslah mengakibatkan kebebasan semua orang miskin dan orang tertindas. Penindas lama tidak boleh diganti dengan penindas baru. Djuga kemerdekaan tidak dapat dibagi-bagi: Kemerdekaan dan kebebasan adalah milik semua orang. c) Suatu ''peri-kemanusiaan'' jang tidak berakibatkan keadilan sosial tetaplah mendjadi suatu teori, suatu tjita-tjita tidak dengan kenjataan, suatu roh tidak dengan tubuh. Seseorang dapat mendjadi seorang humanist jang besar dalam teori dan mentjintai seluruh umat manusia: „Seid umschlungen, Millionen, diesen Kuss der ganzen Welt”! Akan tetapi orang itu djuga, dalam prakteknja dapat menolak untuk pergi kepada penghuni rimbu sebagai guru atau dokter. d) Suatu ''agama'', jang tidak memperhatikan dan memberantas penderitaan sosial, memang benar „madat untuk rakjat!” Karena Tuhan Allah itu tiada dapat diketemukan dalam agama jang demikian. Tuhan Allah hendak menolong manusia, baik tubuh maupun djiwa. Tuhan Allah adalah pembalas dari segala ketidak-adilan. Tuhan Allah telah mendjadi miskin, untuk mendjadi kita kaja: „Karena kamu mengetahui anugetah Tuhan kita Jesus Kristus bahwa Ia, walaupun kaja, tetapi mendjadi papa karena sebab kaum, supaja kaum ini dengan djalan kepapaannja itu mendjadi kaja”! (2 Korintus 8 : 9). Tuhan Jang Maha Esa telah menderita kelaparan, untuk mengenjangkan orang-orang jang menderita kelaparan. Maka Tuhan Allah itu berdjalan melalui segala pintu gerbang semua sila, supaja Ia sebagai orang petani mengembalikan hak orang-orang miskin. Dari sini kita mengambil kesimpulan jang berikut: bahwa setiap konperensi tentang Pantjasila mesti gagal, djikalau pada hari jang penghabisan baru dibitjarakan dengan sungguh-sungguh soal-soal „rakjat” dan „buruh”. Marilah kita djuga mulai tidak diawang- awang, akan tetapi diatas bumi ini; sebab Tuhan Allah telah {{hws|men|mendjadi}} <section end="susunan" /><noinclude>{{rh|||49}}</noinclude> ekb1c28r54sa1758h9co7ysz09b20cl Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/54 104 70438 315195 202829 2026-08-20T14:53:31Z Iripseudocorus 23824 315195 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="susunan" />{{hwe|djadi|mendjadi}} manusia. Marilah pembitjaraan jang pertama itu kita persilakan bukan kepada pendeta atau kepada kesatria, melainkan kepada petani, ja'ni rakjat. <section end="susunan" /> <section begin="susunan" /><section end="susunan" /> <section begin="tudjuan" />{{rh||III}} {{rh||TUDJUAN PANTJA-SILA.}} 1) Kita telah membitjarakan kesatuan dan susunan Pantja-Sila. Marilah kita tekankan, bahwa kesatuan ini bukanlah kesatuan jang diam dan statis dan bahwa susunan ini bukanlah susunan jang kaku, jang tidak bergerak. Kelima sila ini bukanlah seperti lima bintang jang masing-masing mempunjai djalannja sendiri didalam alam semesta dan achirnja barangkali akan saling mendjauhkan diri. Garis-garis geometri jang kita tarik diantara bintang-bintang jang demikian pada waktu malam hari, bukanlah garis-garis tenaga jang sebenarnja didalam alam semesta. Gambaran bintang adalah kombinasi jang kebetulan dan jang sembarangan dari fantasi kita. Tetapi Pantja-Sila itu tidak boleh dianggap sebagai kombinasi jang demikian, Sebaliknja, kombinasi kelima sila itu berarti, bahwa disini diketemukan konstellasi tenaga-tenaga ini saling tarik-menarik dan tolak-menolak, tetapi meskipun demikian merupakan suatu kesatuan jang erat. Maka oleh karena itu menjusun dan menjalurkan tenaga-tenaga ini, mendjadi kewadjiban jang tetap bagi orang-orang jang bergumul dan bekerdja sekarang dan bagi banjak lagi turunannja jang akan datang. Kelima sila itu dapat kita umpamakan lebih tepat dengan lima kotak sawah jang bertingkat-tingkat letaknja, Tidak ada sekotak sawahpun jang tidak membagikan airnja. Tiap-tiap kotak memberikan air kepada kotak jang lainnja. Ini berarti terhadap Pantja-sila: Pergaulan dengan Tuhan Allah memungkinkan manusia bergaul dengan sesamanja. SCsama manusia ini terutama diketemukan dalam bangsa sendiri. Disini tempatnja, dimana manusia mendjadi warganegara. Dan organisasi ketatanegaraan mendjadi alat untuk mentjapai ekonomi jang lebih baik bagi tiap-tiap orang. Tapi kebalikannjapun benar djuga: Dengan pekerdjaannja buruh itu meletakkan dasar untuk pertumbuhan politik jang sehat. Bentuk negara jang demokratis memberi kesempatan kepada bangsa untuk bertumbuh. <section end="tudjuan" /><noinclude>{{rh|50}}</noinclude> oql1gztw10oqu14h5wku4m5cxp46gyz Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/50 104 70444 315186 202830 2026-08-20T14:50:26Z Iripseudocorus 23824 315186 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="kesatuan" />{{hwe|ruh|seluruh}} bangsa Indonesia, ja’ni pemuda pemudi Kristen djuga. Kewadjiban saudaralah untuk memperdjoangkan kesatuan Pantjasila, jang tidak dapat dibagi-bagi itu! {{rh||II}} <section end="kesatuan" /> <section begin="kesatuan" /><section end="kesatuan" /> <section begin="susunan" />{{rh||SUSUNAN PANTJA-SILA.}} 1) Kelima sila itu mempunjai susunan jang tertentu, jang tidak boleh diubah begitu sadja. Pada waktu Pantjasila itu dilahirkan — hal ini terdjadi dalam ''pidato Ir. Soekarno'' pada tanggal 1 Djuni 1945 — maka susunan sila-sila itu masih sebagai berikut: # Kebangsaan Indonesia<br> # Internationalisme, atau peri-kemanusiaan<br> # Mufakat, atau demokrasi<br> # Kesedjahteraan sosial.<br> Last not least, maka prinsip Ketuhanan jang Maha Esa ditambahkan, jang andaikan puntjak dan jang menjelubungi sila-sila jang lain: 4 + 1 = 5! Pada waktu itu prinsip Kebangsaan itu masih terletak pada tempat, jang sekarang — jang memang pada tempatnja! — adalah tempat prinsip Perikemanusiaan. Dalam Undang-undang Dasar RI, tgl. 18 Agustus 1945, Pantjasila itu terdapat pada alinea keempat daripada Pembukaan dalam bentuk jang berikut: ''„Ketuhanan Jang Maha Esa, kemanusiaan jang'' adil dan beradab, ''persatuan Indonesia,'' dan ''kerakjatan'' jang dipimpin oleh hikmat kebidjaksanaan dalam permusjawaratan/perwakilan, serta dengan mewudjudkan suatu ''keadilan'' sosial bagi seluruh rakjat Indonesia”. Maka disini sudah ditetapkan urutan dan susunan jang terachir dan jang berlaku sekarang: # Ketuhanan Jang Maha Esa # Kemanusiaan # Persatuan Indonesia # Kerakjatan # Keadilan sosial. <section end="susunan" /><noinclude>{{rh|46}}</noinclude> 5oafd5j8q8hec837h62lx5b47qesro6 315204 315186 2026-08-20T15:00:30Z Iripseudocorus 23824 315204 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="kesatuan" />{{hwe|ruh|seluruh}} bangsa Indonesia, ja’ni pemuda pemudi Kristen djuga. Kewadjiban saudaralah untuk memperdjoangkan kesatuan Pantjasila, jang tidak dapat dibagi-bagi itu! <section end="kesatuan" /> <section begin="kesatuan" /><section end="kesatuan" /> <section begin="susunan" />{{rh||II}} {{rh||SUSUNAN PANTJA-SILA.}} 1) Kelima sila itu mempunjai susunan jang tertentu, jang tidak boleh diubah begitu sadja. Pada waktu Pantjasila itu dilahirkan — hal ini terdjadi dalam ''pidato Ir. Soekarno'' pada tanggal 1 Djuni 1945 — maka susunan sila-sila itu masih sebagai berikut: # Kebangsaan Indonesia<br> # Internationalisme, atau peri-kemanusiaan<br> # Mufakat, atau demokrasi<br> # Kesedjahteraan sosial.<br> Last not least, maka prinsip Ketuhanan jang Maha Esa ditambahkan, jang andaikan puntjak dan jang menjelubungi sila-sila jang lain: 4 + 1 = 5! Pada waktu itu prinsip Kebangsaan itu masih terletak pada tempat, jang sekarang — jang memang pada tempatnja! — adalah tempat prinsip Perikemanusiaan. Dalam Undang-undang Dasar RI, tgl. 18 Agustus 1945, Pantjasila itu terdapat pada alinea keempat daripada Pembukaan dalam bentuk jang berikut: ''„Ketuhanan Jang Maha Esa, kemanusiaan jang'' adil dan beradab, ''persatuan Indonesia,'' dan ''kerakjatan'' jang dipimpin oleh hikmat kebidjaksanaan dalam permusjawaratan/perwakilan, serta dengan mewudjudkan suatu ''keadilan'' sosial bagi seluruh rakjat Indonesia”. Maka disini sudah ditetapkan urutan dan susunan jang terachir dan jang berlaku sekarang: # Ketuhanan Jang Maha Esa # Kemanusiaan # Persatuan Indonesia # Kerakjatan # Keadilan sosial. <section end="susunan" /><noinclude>{{rh|46}}</noinclude> 2n7jibylrnic17rgjptbvmjfc0f1g6m Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/52 104 70445 315193 202832 2026-08-20T14:52:52Z Iripseudocorus 23824 315193 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="susunan" />{{hwe|lindungin|pelindungan}} dalam Ketuhanan Jang Maha Esa terhadap Kebangsaan atau terhadap Kerakjatan, jang melampaui batas. b) Keempat sila jang berikut dapat dibagi mendjadi dua tambah dua: 5 = 1 + 2 + 2. Perikemanusiaan dan Kebangsaan merupakan suatu pasangan dan saling mengisi atau djika perlu saling memperbaiki. Demikian djuga berlaku untuk Kerakjatan dan Keadilan sosial. Dalam hal ini penting, bahwa Peri-kemanusiaan itu didahulukan daripada Kebangsaan: Kesatuan jang lebih tinggi, dimana termasuk segala bangsa, disebut lebih dahulu, jaitu kemanusiaan. Hanja dalam kemanusiaan, hanja didalam perhubungan internasional dan dalam kerdja sama internasional, maka kesatuan nasional dapat memperoleh tempatnja jang benar. Sesuatu bangsa, jang menempatkan kebangsaan diatas kemanusiaan, mendjadi suatu bahaja untuk umat manusia. c) Maka „diktatur proletariat” itu tidak mungkin, djika keadilan sosial itu dilaksanakan menurut aturan-aturan demoktrasi jang keras: dalam lingkungan kerakjatan. Karena itu, djuga disini urutan dan susunan itu penting. 3) Tetapi sekarang marilah kita kembali sebentar kepada perumpamaan Radja Iskandar dengan kelima penasehatnja. Kita telah lihat, bahwa Radja Iskandar telah mengangkat ''petani'' itu mendjadi penasehatnja jang pertama. Bukannja pendeta! Akan tetapi orang jang bekerdja dan jang mempunjai kebutuhan. Sila jang pertama, kedua, ketiga dan keempat haruslah memelihara sila jang kelima. Sila jang kelima dan jang terachir ini haruslah mendapat perhatian jang terbesar dalam negara dan masjarakat. Marilah kita selalu udji tafsiran kita tentang Pantjasila itu pada sila jang kelima, untuk mengetahuinja, apakah tafsiran ini sesuai dengan kenjataan. Segala sila-sila jang lain gampang berubah mendjadi peranganan, jang kita dapat bandingkan dengan rumah chajal. Dalam rumah jang demikian seorangpun tidak dapat tinggel. Petani itu tinggal dalam teratak diatas bumi. Buruh itu tinggal dalam gubuk dikampung. Disanalah terletak nasib negara itu. Marilah hal ini kita djelaskan dengan beberapa tjontoh: a) Suatu ''demokrasi'' tidak dengan keadilan sosial tidaklah berisi. Pelaksanaan demokrasi itu haruslah berdjalan terus dan tidak hanja memasuki kehidupan politik, melainkan djuga kehidupan ekonomi. <section end="susunan" /><noinclude>{{rh|48}}</noinclude> 083nrarhtrabje2yxl0t0vjxq72f57c Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/55 104 70446 315197 202834 2026-08-20T14:55:47Z Iripseudocorus 23824 315197 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="tudjuan" />Suatu bangsa jang merdeka keluar dan kedalam adalah suatu berkat bagi umat manusia. Dan dimana umat manusia betul-betul dilajani, disana Allah, Chalik, dipudji. Akan tetapi perumpamaan kelima kotak sawah itu tidak terlalu tepat: Garis-garis penghubungnja tidak boleh ditarik kesatu arah sadja, Tiap-tiap sila dihubungkan dengan tiap-tiap sila: Peri-kemanusiaan umpamanja, membuktikan kekuatannja dalam memelihara kemerdekaan agama, tetapi djuga dalam memelihara segala hak-hak demokrasi lainnja. Perikemanusiaan ini melindungi mereka jang lemah dalam bangsa sendiri, tetapi pula membela tiap-tiap bangsa dalam dunia jang lemah dan tertindas. Kebangsaan mentjiptakan persekutuan bangsa jang tulen, jang memberikan tanah air kepada orang miskin djuga. Kebangsaan mengadjarkan kepada orang-orang miskin dan kaja, tinggi dan rendah untuk sama-sama mendirikan satu rumah. Kebangsaan memberikan kepada tiap-tiap orang kesempatan jang pertama dan terbaik untuk berkembang. (Masaalah emigrasi menundjukkan bahwa kebangsaan djuga lemah dan bertjatjat.) Kebangsaan ini memaksa untuk mengadakan pertjakapan dengan teman sebangsa tentang soal-soal jang dalam mengenai kehidupan dan kematian. Demikianlah kita akan dapat terus menarik garis-garis dari tiap-tiap sila ke-tiap-tiap sila jang lain. Tiada sila jang berdiri sendiri. Tiada sila terdapat tersendiri. Tiada sila ada untuk dirinja-sendiri. Tiada sila mempunjai tudjuan padanja sendiri. Begitu djuga dengan kementerian-kementerian dari pemerintah. Kementerian Luar Negeri ada bukan untuknja sendiri. Kementerian Kehakiman tiada mempunjai tudjuan padanja sendiri. Kementerian Kesehatan ada tidak untuk kepentingannja sendiri. Begitupun Kementerian Pendidikan tidaklah mempunjai tudjuan padanja sendiri. Semua melajani semua. Hanja dalam kerdjasama antara satu sama lainnja, maka kementerian-kementerian itu mempunjai arti dan faedah. Begitu djuga perhubungan antara kelima sila itu harus dipandang sebagai perhubungan jang hidup. ''Tudjuan dan maksud tiap-tiap sila djustru terdapat dalam sila-sila jang lain.'' Makin kuat garis-garis itu ditarik antara kelima titik ini, maka makin kuatlah Pantjasila itu seluruhnja. 2) Tetapi seluruhnja daripada Pantjasila djuga tidak mempunjai tudjuan padanja sendiri. Pantjasila itu tidak lain daripada suatu fondamen, Fondamen sendiri tidaklah berarti. Fondamen itu ada <section end="tudjuan" /><noinclude>{{rh|||51}}</noinclude> 8lt302pddgs6snbogqizpwv1ierq9pq Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/56 104 70447 315198 202835 2026-08-20T14:56:07Z Iripseudocorus 23824 315198 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="tudjuan" />untuk rumah, jang didirikan diatas fondamen ini. Rumah jang didirikan diatas Pantjasila itu adalah Negara Indonesia. ''Djadi Pantjasila itu ada untuk Negara Indonesia.'' Pantjasila sendiri bukanlah suatu rumah untuk didiami. Dalam prinsip-prinsip tiada seorangpun jang dapat tinggal. Prinsip-prinsip harus mendjadi kelihatan dan dapat diraba. Hal ini terdjadi dalam negara jang didirikan diatas Prinsip-prinsip ini. Negara adalah suatu usaha untuk mewudjudkan suatu ideal mendjadi kenjataan. Radja Iskandar memerlukan lima orang penasehat. Akan tetapi kelima penasehat itu membutuhkan Radja Iskandar untuk melaksanakan rentjana-tentjana mereka. Rentjana tidak selamanja sesuai dengan pelaksanaan. Akan tetapi tidak ada seorangpun akan mempersalahkan pengusaha bangunan, djika ia hanja dapat mewudjudkan gambar architect jang disusun dengan baik sebahagian sadja, disebabkan kekurangan bahan. Demikian djuga, terutama pemuda tidak boleh mendjadi kurang sabar, djika prinsip-prinsip jang mereka muliakan, tidak dapat diwudjudkan dengan sekaligus. Idealisme jang berapi-api dari Pantjasila harus berdjalan dengan disertai realisme jang tenang dari ketatanegaraan. Hal ini tidak ada hubungannja dengan scepticisme jang melumpuhkan tenaga bekerdja, dan pessimisme jang memutuskan pengharapan dan merugikan pembangunan Negara. Sebaliknja, perhubungan idealisme dan realisme ini adalah tanda suatu sikap jang tidak pernah menghentikan perdjuangan, walaupun mendjumpai banjak kekurangan dan keketjewaan. 3) Akan tetapi sekarang, apakah ''Negara'' itu mempunjai tudjuan padanja sendiri? Tidak! ''Negara'' djuga hanjalah suatu alat sadja, bukanlah tudjuannja sendiri. Radja Iskandar bertindak bidjaksana; dipilihnja ''petani'' itu sebagai penasehat pertama. Lama kelamaan ia tidak dapat mengelakkan pertanjaan-pertanjaan ini: ''Untuk apakah'' aku ini djadi radja? ''Untuk apakah'' perbendaharaanku diisi? Untuk apakah aku ini bergerak dengan bala tenteraku? ''Untuk apakah'' aku ini memupuk segala ilmu pengetahuan? ''Untuk apakah'' aku ini mendjundjung agama? ''Untuk apakah'' sebetulnja? Untuk negara para pendeta? Untuk negara para ahli? Untuk negara militer? Untuk negara para saudagar? Apakah pemerintah harus berpangkalkan kasta pendeta atau perguruan tinggi? Apakah diktatur militer jang achirnja harus mempunjai kekuasaan ataukah diktatur uang? Empat orang penasehat telah berbitjara. Jang kelima tutup mulut. Akan tetapi apabila radja memandang ia, maka sekonjong-konjong <section end="tudjuan" /><noinclude>{{rh|52}}</noinclude> m6sjjs0de6z9wzd0mqhxuef6rzsuc65 Pantja-Sila 0 89328 315126 257295 2026-08-20T14:14:01Z Iripseudocorus 23824 315126 wikitext text/x-wiki {{serupa|Pancasila (disambiguasi)}} {{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = | previous = | next = [[Pantja-Sila/I|I]] | year = 1950 | notes = }} {{bagi}} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" include=1 /> {{pb|label=}} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" include=2 /> {{pb|label=}} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" include=3 /> {{pb|label=}} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" include=5 /> {{pb|label=}} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" include=7 /> {{pb|label=}} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" include=8 /> {{pb|label=}} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=9 to=41 /> {{pb|label=}} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=42 to=59 /> {{pb|label=}} {{DP-ID-lama}} 8xz4o2dfz3cibh1lvskgqoclqk21p6z Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/1 104 90220 315310 258594 2026-08-21T11:19:20Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 315310 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|'''(TEK CENG NGO HAUW DENG SEL)'''}} <big>24 </big> {{c|<big><big>LIMA<br>JAGOAN</big></big>}}<noinclude></noinclude> pf6uyd6kon4obgt3558qvefxp7qwljo San Min Chu I 0 112282 315073 314899 2026-08-20T13:13:48Z Iripseudocorus 23824 315073 wikitext text/x-wiki {{bagi}} {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = | previous = | next = [[San Min Chu I/RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN|RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" include=1/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=2/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=3/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=4/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=5/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=6/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=7/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=8/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=9/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=10/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=38/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=129/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=285/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=287/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=288/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=394/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=395/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=396/> {{pb|label=}} <pages index="San min chu i.pdf" include=397/> mfxsbom5boo78id7iz1f8f8kvlzxedc Halaman:Korban Boedi.pdf/76 104 112415 315188 311478 2026-08-20T14:51:43Z Alicya- 21994 315188 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||―74―}}</noinclude>tida ada satoe orang jang taoe kemana perginja mendadak ia melinjap dari kota Tegal. Boeat penoetoep, penoelis wartaken jang Lian Nio kamoedian tida maoe menika maski ajah iboenja sering memboedjoek. la soeda ambil poetoesan pasti boeat tida menika pada siapa djoega, sekarang itoe gadis soeka liwatken djalannja tempo dengen penoeh kadoekahan dan kenangan-kenangan jang menjedihken. Sadjek terdjadinja itoe tragedy heibat, belon perna satoe kali orang menampak ia bergoembira. Dalem itoe kadoekahan besar kadang-kadang Soejati dateng menghiboeri. Sebab Soejati poen mengandoeng samatjem angen angen jang sama, ia tida maoe menikah lagi; sedeng itoe anak dari Tiang lok telah mati pada waktoe oemoer tiga taon sadja. Oleh kerna itoe doea orang prampoean ada mengandoeng angen-angen jang sama dan djoega sama-sama tjintaken itoe satoe orang jang soeda tida ada lagi dalem ini doenia, soeda tentoe sadja ia orang merasa sangat rapat dan sijmpathie satoe dengen laen. {{C|{{sp|TAMAT}}}} <section end="10" /><noinclude></noinclude> my2x8swhpdybrot7mto7i2wol11ufpz Halaman:Korban Boedi.pdf/61 104 112421 315175 311486 2026-08-20T14:44:59Z Alicya- 21994 315175 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 59 —}}</noinclude><section begin="9" /> {{rh||'''IX BERDOEKA. —o—'''}} Satoe boelan berlaloe dengen fjepet sekali. Dalem itoe tiga poeloeh hari Tjin Liang iboek mentjari katerangan, tapi biar begimana radjin djoega ia mengoebek, toch itoe kedjadian tingga! gelap, tida ada saoetoe apa jang bisa ditjoerigahin. Diam-diam Tjin Liang ada menaro katjoerigahan pada Tiang Lok atas dasar ia pceiija ktakoean jang dalem segala hal mace bermoesoe. Tapi ia tida brani m.endoega sembarangan, sebab boekti-boekti ia tida poenja Apa boleh boeat, dalem itoe kaiboekan Tjin Liang tjoema bisa seselken nasib dirinja jang tida beroentoeng. Begitoelah sadjak terdjadinja itoe incident, hari katemoe hari Tjin Liang poenja kagoembirahan djadi semingkin koerang, kamoedian orang tida liat poela, diantara paras moekanja jang beroba sedikit poetjet, itoe perasahan jang bergoembirah, ketjoewali roman koesoet dan berdoeka. !a poenja perobahan djadi semangkin njata dan dirasaken oleh temen temennja, sebab boekan sadja ia selaloe berdoeka, poen sekarang ia djarang oendjoek diri dalem pergaoelan. Soeatoe hari, ia poenja temen jang ada djadi promtor boeat berdiriken vereeniging Shiong Tih Hui, minta bantoeannja, tapi ia tolak „Nko Tjin Liang, ma'afken akoe, kaloe akoe bilang kaoe sekarang banjak berbeda dari doeloe. Kaoe se­ karang tida kaliatan bergoembira lagi, Sebagi sobalmoe apa akoe boleh taoe itoe sebab sebab jang menjebabken itoe perobahan ? „Akoe tida kenapa 'nko Djin Gie, djawab Tjin Liang.<noinclude></noinclude> a540da5tq3s8h0rzh0sbdjo5ocaty9u Halaman:Korban Boedi.pdf/60 104 112422 315173 311487 2026-08-20T14:42:23Z Alicya- 21994 315173 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 58 —}}</noinclude> „Tjin Liang, kenapa kaoe begitoe kepala batoe ? kata poêla njonja Eng Hoei. Kaoe tetep tida maoe akoehi itoe kantjoerangan, tapi djoega tida bisa oendjoeken boekti jang bisa lepasken kaoe dari toedoehan." „'Nkim, akoe tida taoe begimana moesti beiaken diri, maka akoe pasrah sadja apa jang kaoe pada anggep tentang dirikoe, akoe trim;i'nkim, akoe tjoema merasa penasaran pada itoe pengetjoet jang roepanja maoe mempitena," kata Tjin Liang dengen soeara seret dan kamoedian banting dirinja di soeatoe korsi dan toetoepi moekanja. „Kaoe anggep ini ada satoe pitenahan? Baik, kita poen bisa anggep begitoe, tapi kaoe haroes bisa terangken siapa jang memitenah. Sebegitoe lama kaoe belon terang­ ken siapa sabetoelnja jang iakoeken itoe katjoerangaii kaoe tida perloe banjak moeloet. Satoe lelaki kaloe berkerdja tida perloe banjak tjiiigtjong, berkerdjalah dengen sabar dan kamoedian oendjoeken itoe boekti di depan orang banjak," kata njonja Bing Liong jang pada sakoetika itoe mendadak mendoesin barangkali di loear taoenja itoe anak moeda, diam-diam ia ada mempoenjai moesoe jang rnempitenah, kamoedian ia meiandjoetken bitjaranja sembari berpaling pada Eng Hoei : „Soedara, baeklah serahken ini oeroesan pada akoe, dengen sapenoehnja tenaga akoe nanti boedjoek Tjin Liang atawa soeroeh ia tjari katerangan." Dengen lantas 'ntjek dan 'ntjim Eng Hoei trima perbaek itoe voorstel, sebab boekan sadja itoe tjara ada jang paling baek, ia poen tida terlaloe pertjaja Tjin Liang jang ia soeda kenal baek klakoeannja bisa Iakoeken itoe perboeatan renda. <section end="8" /><noinclude></noinclude> hawkma9mkf5g494s87uux8r0omn14z7 Halaman:Korban Boedi.pdf/54 104 112430 315170 311496 2026-08-20T14:40:12Z Alicya- 21994 315170 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 52 —}}</noinclude>Soejati kaliatan manda, tapi salekasnja ia dapatken pikirannja jang sedar ia brontak dan lari poelang. <section end="7" /> <section begin="8" /> {{rh||VIII O, PENOIDOEPAN ! - O—}} Soeatoe pagi Tiang Lok kaliatan doedoek terpekoer di depan medja toelisnja. Ia sedeng merasa djengkel sebab itoe daja jang soeda diatoer boeat singkirin djiwanja Tjin Liang ternjata tida berhasil, sebab mendadak sontak Tjin Liang djadi tida soeka kaioear malem Merasa gemes ia sekarang sedeng asik atoer laen daja jang lebih kedji. Tiang Lok jang berhati djoedes tida merasa poeas tjoema dapet rampas Lian Nio jang eilok, ia rasaken kaloe sabegitoe lama Tjin Liang masih berada daiem itoe kalangan familie, kadoedoekannja masih belon tetep betoel. Sebab saban sa'at ia poenja katjintahan paisoe bisa ioentoer sepoehannja, dan kapan soeda terdjadi begitoe Tjin Liang aken berarti besar bagi Lian Nio, maka sebrapa bisa ia ingin djaoeken dirinja itoe orang moeda, tapi dengen djalan mengadoe adoe ia merasa tida oengkoelan sebab Eng Hoei poenja kapertjajahan atas dirinja Tjin Liang ada sangat besar dan tegoe. Tjin Liang jang djoedjoer tinggal tida mengatahoei isi peroetnja itoe temen jang bisa bangoenken orang poenja boeloe badan. Ketambahan sebab Tjin Liang sekarang tida maoe perhatiken apa-apa, sebab ia poenja hati soeda pata. Berapa hari kombali soeda berlaloe dengen tida kedjadian apa-apa jang penting dalem hoeboengannja ini tjerita, Sampe pada soeatoe hari. Eng Hoei jang<noinclude></noinclude> 86eso8gn9lfdpmc9rfzce944qldtmk7 Halaman:Korban Boedi.pdf/48 104 112437 315167 311504 2026-08-20T14:38:22Z Alicya- 21994 315167 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 46 —}}</noinclude>Sesampenja di roemah Soejati lantas sadja kerem dirinja di kamar tidoer, sebab ia soengkan kapergok lagi sama itoe lelaki tjeriwis. Hingga bikin Tiang Lok jang sedeng tersensem merasa djengkel boeat menoenggoein, kerna maski lama sekali ia intip-intip, toch itoe gadis tida oendjoekin lagi moekanja jang manis, dan jang bisa sekali mengiroet hatinja. <section end="6" /> <section begin="7" /> {{rh||VII. SETAN ALAS. —o—}} Berapa minggoe soeda berlaloe dengen tjepet. Satoe malem Soejati kaliatan lagi menangis sedi, di sampingnja ada berdoedoek Mijah itoe iboe tiri sembari menghiboeri. „Soeda, jati, boeat apa kaoe menangis sadja, terlandjoer ibarat nasi soeda djadi boeboer paling perloe kaoe moesti bisa berlakoe tjerdik soepaja bisa lakoeken itoe kerdjahan dengen sampoerna, akoe tanggoeng kaoe bisa djadi istrinja jang sah sebab memang 'ba Tiang Lok belon beristri. Dengen soeami sematjem ia, kaoe toch boleh merasa bangga kerna ia berparas tjakep, lain dari itoe ia ada mempoenjai banjak oeang." „Mbok, kaoe maoe anggep akoe sebagi soendel ? berlaga menjinta lantaran banjak doeitnja ? menanja. Soejati dengen sengit sembari soesoet aer matanja. „Habis, kaoe maoe begimana ? Prempoean jang dihargaken „prawannja," dan kaoe soeda tertjemar.... Ja, itoe tersebab dari tjintamoe jang besar ! Kaloe begitoe, sabetoelnja tida terlaloe salah orang soeka koetoeki kakedjemannja satoe iboe tiri. Djoega apa kaoe nanti berlakoe begini djoega kaloe akoe ada anak jang terlahir dari kandoenganmoe ?"<noinclude></noinclude> 9liom2ori8nv9wo5xmq7em9at629v0i Halaman:Korban Boedi.pdf/43 104 112443 315158 311510 2026-08-20T14:34:56Z Alicya- 21994 315158 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 41 —}}</noinclude>Bok Mijah jang liat Soejati doedoek termenang- menoeng, sedeng biasanja ada bergembira djadi merasa heran. "Jati, kaoe kenapa? Kaoe beda dari biasanja; apa jang kaoe sedeng iboekin?" " Akoe ada satoe permintahan, iboe," moelai itoe gadis. ,,Kaoe minta apa, anak?" Akoe minta kaoe djangan nikahken akoe ja, 'mbok?" "Kenapa jati? Orang hidoep toch moesti menika. Tapi akoe minta dikatjoealiken 'mbok, sebab akoe takoet boeat menika, kata lagi itoe gadis jang masi poeles. "Siapa jang adjarin kaoe boeat mogok menika ?" ,,Tida ada jang adjarin, tapi akoe liat kang Wajem tida beroentoeng dalem pernikahannja sama Djoeat, maka akoe ambil poetoesan boeat tida menika." „Kaoe poenja alesan tida betoel, 'jati, kaoe taoe masing-masing orang ada poenja redjeki sendiri-sendi- ri, ada jang beroentoeng tentoe djoega ada jang sialan, kenapa kaoe begiroe ketakoetan? Sekarang belon sampe temponja boeat kaoe menika, maka akoe pikir paling baek kita tida bitjaraken dari sekarang." Soejati berdiam dan berpikir teroes. <section end="5" /> <section begin="6" /> {{rh||VI. HARI RAJA TJENG BENG. -0}} Hari masi pagi sekali, matahari belon moelai djalanken koeadjibannja menerangin ini djagat, hingga oedara masih keliatan gelap dan dingin, Tapi maski hari masi begitoe pagi kandara'an soeda banjak<noinclude></noinclude> bk24bhg9hlcv0mfyfz8yzj9npwneq1e Halaman:Korban Boedi.pdf/7 104 112457 315132 313239 2026-08-20T14:24:41Z Alicya- 21994 315132 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||― 5 ―}}</noinclude>tilik lebih doeloe keadahan'moe, apatah kaoe tida berboeat apa-apa jang menjakitin hingga ia berobah pikiran? „Nah, sebegitoe sadja akoe kira soeda sampe tjoekoep boeat meroendingken hati prempoean. Sekarang ada dateng giliranmoe boeat toetoerken itoe sebab jang bikin kaoe terserang penjakit berdoeka sadja. „Akoe tida bisa kasi taoe sebab, iboe, kerna memang akoe terlaloe bingoeng boeat bisa taoe betoel apa sebabnja. Kaloe dibilang akoe tida mempoenjai sebab sama sekali, itoelah terlaloe moestail, tapi kapan akoe tjoba tjari taoe, akoe sendiri tida mengarti.” Kaloe begitoe baek akoe sadja jang menebak, Boekantah kaoe poenja soeka berdoeka tersebab merasa koerang poeas lantaran maksoed hatimoe tida terkaboel? Ja, ja, itoe ada benernja djoega, iboe, dan toeloeng kaoe teroesken." “Hati menoesia ada ibarat itoe tanah tegalan, ia tida bisa dibiarken dengen pertjoema, lebih teges maoe dibilang, haroes ada apa-apa jang meriasken. Waktoenja ketjil ia perloe sama pendidikan dan barang permaenan, tapi begitoe oesia dewasa mendatengin itoe kasoekahan aken djadi tawar, pada itoe masa ia perloe sama lain matjem barang permainan jang lebih soeroep djika dibilang hiboeran.” “Iboe akoe pasrah apa jang kaoe bilang,” kata Tjin Liang dengen bingoeng. Pada itoe waktoe sala satoe sobatnja Tjin Liang dateng mengoendjoengin hingga itoe pembitjarahan djadi terpoetoes. <section end="1" /> <section begin="2" /> {{C|{{larger|II.<br> DJEMAN PERLINTASAN.}}}} Sabelonnja penoelis menoetoer terlaloe djaoe, {{hws|baek|baeklah}}<noinclude></noinclude> 2flvz411non048ld27l4n8avhh0e4zi Halaman:Korban Boedi.pdf/32 104 112458 315151 311530 2026-08-20T14:32:47Z Alicya- 21994 315151 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 30 —}}</noinclude>matanja. Tapi itoe njonja tida bisa berboeat laeii dar! pada hiboerin poetranja, agar tida terlaloe menoeroetin hatinja. Begitoelah sedari terdjadinja itoe gontjangan heibat dalem hatinja, Tjin Liang poenja tingka iakoe djadi banjai< berobah, i<aioe doeloe ia bisa diseboet sebagi satoe djedjaka jang goembira, dalem segala oeroesan berkerdja dengen p'^noeh soemanget, sekarang djadi sebaliknja. Sekarang orang tida perna liat lagi itoe senjoeman manis jang biasa tersoengging di antara bibirnja jang merah, klakoeannja poen selaloe lesoe dan soeka doedoek bengong terlongong. Eng Hoei jang menjinta pada itoe keponakan, diam-diam merasa heran, tapi ia tida taoe betoel apa jang menjebabken perobahannja itoe keponakan, sebab kaloe ia, tjoba tanjaken sebabnja, Tjin Liang selaioe djawab dengen goleng kepala dan mengclah napas. Boeat hiboerken sedikit hatinja jang sangat pepat, Tjin Liang soeka liwatken temponja jang senggang doedoek termenang-menoeng di samping koeboeran ajahnja jang terletak di Kraton. Kraton ada satoe desa jang terletak di sabelah koelonnja kota Tegai. Dalem itoe desa tanahnja se­ bagian digoenaken boeat kebonan atawa tempat koe­ boeran oleh familie familie Tionghoa hartawan, sebab dengen membeli tanah kosong di sitoe, orang djadi bisa koeboer mait-mait familienja dengan berkoempoel. <section end="4" /> <section begin="5" /> {{rh||V. GADIS DESA. -0-}} Malaikat pagi jang asik membeber sajapnja bikin desa Kraton lapat-Iapat tertampak di pemandeiigan<noinclude></noinclude> o8xomcc6jxn0648vn0ehxi4pmsm6cnq Halaman:Korban Boedi.pdf/17 104 112462 315139 311534 2026-08-20T14:27:27Z Alicya- 21994 315139 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||― 15 ―|}}</noinclude>sakoetika itoe ia rasaken seperti ada tenaga apa-apa jang menoesoek dalem djantoengnja, hingga boeat samentara itoe ia djadi kesima. Dengen heran ia mengawasin pada Tjin Liang, tapi ia poenja moeka lantas ditoendoekan kerna ia merasa tida tahan boeat meliat sorot matanja Tjin Liang jang penoeh soemanget. Lama djoega marika tinggal boengkem sembari saling memegang tangan sampe kamoedian pengrasahan kasimanja itoe gadis dibikin kaget sama kadatengannja satoe djongos jang atas prentahnja 'ntjim Eng Hoei dateng memanggil Lian Nio. Lian Nio lantas lepasken tangannja dari pegangannja Tjin Liang. Tjin Liang tinggal boengkem, ia tjoema awasin Lian Nio dengen pikiran melajang, sedeng itoe gadis sendiri poenja keadahan tida berbeda djaoe dari keadahannja itoe djedjaka, ia berdjalan pergi dengen tindakan limboeng. Ampir satoe djam Tjin Liang teroes berdoedoek dalem keadahan separo sedar separo limboeng, achir-achir dengen tindakan lesoe berdjalan masoek ka dalem roemah. <section end="2" /> <section begin="3" /> {{c|III}} {{c|ASELINJA PENGIDOEPAN?}} {{c|―o―}} Penoelis-penoelis tjerita soeka membilang jang tjinta aseli djalannja ada begitoe tetap, tida mempan sama penggoda'an atawa pengaroe dari loear. Boeat sampe di itoe tingkatan manoesia mempoenjai doea djalan, kesatoe orang bisa menjinta lantaran perasa'an sympathie, kadoea orang poenja hati bisa djato tjinta lantaran merasa kasian, kaloe orang menjinta lantaran merasa soeka sama paras eilok, itoelah boekannja tjinta<noinclude></noinclude> szulsrfawiuaji96vd4dzb02s0s4ujr Halaman:Korban Boedi.pdf/22 104 112478 315143 311554 2026-08-20T14:30:13Z Alicya- 21994 315143 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 20 —}}</noinclude>keadahan ada separo sedar separo mengimpi, ia baroe inget poela keadahan dirinja koetika dengen mendadak Tjin Liang tarik tangannja hingga ia djato roeboe di dadanja itoe anak moeda, dan dengen jepet Tjin Liang kasi ia berapa tjioeman jang sedep. Ja, ja sekarang akoe taoe, berbisik Lian Nio sem- bari teroes rebahken kepalanja di atas dadanja," kaoe poenja mendongeng tadi sabetoelnja ada maksoednja." ,,Tentoe, Lian, orang tjape toch ada oepahnja; akoe merasa girang jang kaoe sekarang bisa berlakoe royal, doeloe maski boeat penoehken djandji kaoe soeda lanias lari terbirit-birit koetika akoe minta persen satoe tjioeman. Dan kaoe taoe apa sebabnja?" ,,Sebab sekarang akoe menjinta kaoe, 'nko, ber- bisik Lian Nio sembari sesepken moekanja, jang be- robah djadi semingkin merah, di antara lengennja itoe orang moeda jang mengoendjoek oerat oerat jang koewat. Tjin Liang dongaken kepalanja memandang langit jng tinggi dan loewas lakoenja seperti orang jang hatoerken trima kasi pada Toean jang maha moelia. Pada itoe sa'at marika berdoea tjoema rasaken kaberoentoengan meloeloe. Dalem ini doenia jang fanah, marika rasaken tjoema ada marika berdoea- han sadja! <section end="3" /> <section begin="4" /> {{rh||IV. TABEAT MANOESIA. -0-}} Doea taon kamoedian. Doenia teroes terpoeter boeat memenoehken koea- djibannja dengen membawa djoega banjak perobahan jang tida terdoega. Tjin Liang sekarang soeda brenti sekola, sekarang ia bekerdja membantoein peroesahan<noinclude></noinclude> cilvadwjvteskxqwns1u4e10bbtnv8t Halaman:Korban Boedi.pdf/65 104 112486 315180 311563 2026-08-20T14:46:30Z Alicya- 21994 315180 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 63 —}}</noinclude>tjepet. Njonja Bing Liong jang merasa kasian sama keadalian poetranja, tida bisa berboeat iaën dari pada menangis didalem kaiboe, ia sering menghiboeri, tapi itoe kedoekahan tetep tida maoe menjingkir dari hatinja Tjin Liang. Itoe iboe jang baek djadi tida berdaja, apa boleh boeat lantaran ia sendiri tida berdaja boeat terangken pentjoeri jang sabetoeinja dari iîoe katekoran, njonja Bing Liong tjoema bisa minta pada keadilannja Toehan dengen djalan saban maiem bersembajang, meminta soepaja itoe orang jang sabetoelnja haroes menerima hoekoernan dioendjoekan. <section end="9" /> <section begin="10" /> {{rh||X. DOENIA ADA KEADILAN? —o—}} Hari minggoe pagi. Langit di sabelah wetan remang-remang koetika Eng Hoei bersama anak istrinja dan Tiang Lok soeda berada di kraton. Sebab itoe hari djoestroe penang­ galan Imlek mengoendjoek tanggai 15, pendoedoek Tegal sebagian besar soeka pada koendjoengin koeboeran boeat bersoedjoet pada familienja jang telah marhoem. Eng Hoei poen tida terkatjoeali dari itoe kabiasa'an. Satoe waktoe Lian Nio jang ketarik sama satoe boeroeng poejoeh moeda lantas berlari lari mengedjer ka sana kenari. Lian Nio poenja kepingin menangken djadi lebih besar, sebab rasanja berapa kalih ia ampir kena tangkep boeroeng itoe. Begitoelah dengen tida di rasaken lagi ia djadi terpisah mentjil sendirian sembari oeber-oeber itoe bosroeng jang lari tjari perlindoengan mengoepet di soeatoe gombolan roempoet alang-alang. Lian Nio tercas mengoebek, tapi<noinclude></noinclude> 71vgy65pz46j964204mowt4nv037i8i Halaman:Korban Boedi.pdf/3 104 112498 315130 311593 2026-08-20T14:22:46Z Alicya- 21994 315130 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><section begin="judul" /> {{c|<big>'''KORBAN BOEDI.'''}} {{c|<big>OLEH</big>}} {{c|<big>'''Monsieur Hsu.'''}} <section end="judul" /> <section begin="1" /> {{c|I.}} {{c|<big>SATOE PEROENDING...</big>}} {{c|—O—}} Hari Minggoe lohor. Angin ling­sir jang anget sabentar-bentar menmoep dengen haloes dan riangken hati. Dalem satoe tegalan senjep salaen hari soe­ara berkresek­nja daon- daon poeh­oen jang tertioep angin, hingga menjo­tjokin sekali boeat satoe idealist bajang­ken pikirannja sembari diriken astananja diatas oedara. Dalem satoe paviljoen jang letaknja disabelah kirinja satoe roemah besar jang indah dan mentereng, Tjin Liang kaliatan sedeng doedoek terpekoer sendirian, dari roepanja jang poetoes harepan orang bisa mendoega bagaimana roewet pikirannja jang sedeng mengganggoe. Tapi bagi orang jang soeda kenal baik tabeatnja itoe orang moeda jang aloes dan gampang berdoeka, tida terlaloe berkoewatir djika meliat ia oendjoek roman jang berdoeka. Tjoema sadja pada ini kali roepa-roepanja Tjin Liang sedeng dipengaro­ehin betoel sama gontjangan pikirannja, saban-saban kaliatan ia mengelah napas berat dan toedjoeken matanja mengawasin itoe mega jang djaoe, djaoe sekali. Satoe waktoe dengen elahan napas berat keliatan ia toetoepin moekanja di atas soe-<noinclude></noinclude> bxeksc6v6g9ah7vfslycstds4q7962h Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/5 104 112667 315077 313403 2026-08-20T13:21:33Z Alicya- 21994 315077 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude><section begin="m" /> <center> {{bold|{{X-larger|RADEN MAS DJOJO KOESOMO <br/> Oleh: MARJOORIE, Batavia <br/> Penerbit: THE BEAUTY}}}} </center> <center> '' {{sp|Motto:}}'' </center> {{right|Segala apa jang merasa sakit sebab perlakoean tida adil bersoeara. Roempoet dan dedaonan diam, tapi kaloe marika kepoekoel angin orang nanti denger soearanja. Aer djoega diam seperti gagoe, tapi angin besar bikin ia djadi bisa bitjara. Logam dan batoe tida bernjawa, tapi kaloe marika dipoekoel tentoe kadengeran swaranja. Bagitoepoen dengen menoesia <br> {{Italic|{{sp|(Han Yu)}}}}}} <section end="m" /> <section begin="1" /> {{C|I}} Matahari belon naek tinggi. Tapi dibetoelan mana adanja dilangit, sedikit poen tida kaliatan, kerna langit ada mendoeng sekali; gelagatnja aken toeroen hoedjan besar. Sementara itoe adalah saorang lelaki moeda jang berdjalan sendiri-diri, dan maskipoen langit ada mendoeng, ia tida djalan dengen terboeroe-boeroe, hanja dengen perlahan, seperti orang sambil berpikir. Menoeroet doegahan, lelaki ini belon beroemoer sampe tigapoeloe taon; pengawakannja ada tinggi,<noinclude></noinclude> ie5ihr5rgmxcnuwif6wkx1svaovxo0q Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/11 104 112797 315079 312296 2026-08-20T13:23:14Z Alicya- 21994 315079 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /><div style="text-align:center;">'''RADEN MAS DJOJO KOESOMO'''</div> <div style="text-align:right;">'''7'''</div> <hr /> <hr /></noinclude>itoe awan tida nanti hilang tersapoe angin ; ada gloedoek, moesti ada hoedjannja, hingga madjikankoe nanti merasa dingin, atawa djadi dingin seperti bangke !” Pembatjakoe tentoe merasa, bahoea Sorto itoe ada berdendem hati pada madjikannja, hingga bisa merasa senang, dengen lantaran meliat madjikan sendiri ada kasakitan didalem hati. Apatah sebabnja itoe? Lantaran hal dendem itoe soedah terdjadi pada beberapa boelan jang telah laloe ; tapi sebelon toetoerken hal itoe, kita rasa haroeslah kita kasi Pembatja taoe lebih doeloe halnja itoe Wedono, hingga Pembatja nanti djadi kenal lebih baek pada orang hartawan itoe. {{rule|5em}} <section end="1" /><noinclude></noinclude> t1gysacwcoaua2dc67kyxof03gobqgo Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/70 104 113213 315065 312902 2026-08-20T12:00:38Z Ammachemist 27288 315065 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>„Ja, saja ingin memiliki perewangan! Hubungkanlah diri saja dengan setan-pesugihan", katanja achirnja tanpa ragu² lagi. Sinar² kegembiraan memantjar dari kedua mata Djarkasi jang tampak ber-kilat². „Benarkah keputusanmu itu?", tanjanja. Sudah saja pertimbangkan masak². Saja tak tahan lagi hidup begini sengsara. Saja membutuhkan banjak uang untuk menjembuhkan isteri saja dan untuk memperbaiki rumah tua jang hampir roboh". „Dan untuk membeli sawah, kerbau dan perhiasan emas!", sambung Djarkasi. „Ja, emas. Isteri saja tentu akan gembira nanti". „Pasti akan gembira. Mana ada perempuan jang tidak gemar barang² emas? Emas tulen lagi, bukan imitasi!", kata Djarkasi lebih landjut. Didalam hati Karsosentono tak ada rasa takut lagi sekarang, atau setidaknja sangat berkurang rasa takutnja berkat adanja pendjelasan jang mejakinkan itu. „Kapan bapak mempertemukan saja dengan perewangan itu?", tanja sipetani. „Kukira, makin lekas makin baik", sambungnja. „Dia akan mendjadi tamumu, tak lama sesudah saja pulang ke Ponorogo", djawab Djarkasi. „Ada satu pesanku jang perlu kau ingat²: „Djika kelak — pada suatu malam — ada orang asing dengan membawa bungkusan datang mentjarimu, temuilah dengan baik dan ramah, sebab dialah setan jang akan memberimu kekajaan jang tak terkira!". Tepat pada saat itu tuan rumah muntjul dari pintu dapur dan menjela pembitjaraan: „Kang Karso, berasnja sudah saja suruh antarkan anak saja kerumah, dan sudah diterima anak kang Karso sendiri". „Oh — terimakasih! Kalau begitu saja permisi pulang, dirumah tak ada jang mengurus dan isteri saja sedjak pagi belum mau makan". „Saja turut mendoakan semoga isteri kang Karso lekas sembuh", kata tuan rumah lagi. „Terimakasih", djawab Karsosentono. Dia sekali lagi minta idjin pulang seraja mendjabat tangan Djarkasi.<noinclude>{{rh|68}}</noinclude> ttj01kno6zawcrsslfdjwc03v7vbn5z Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/71 104 113214 315067 312904 2026-08-20T12:06:36Z Ammachemist 27288 315067 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>Djangan lupa pesan saja! Ingatlah selalu!", kata Djarkasi. Karsosentono mengangguk, kemudian melangkah keluar meninggalkan rumah tetangganja itu dengan perasaan puas dan gembira. Tiba dirumah dia dirubung anak2nja jang me-rengek² minta makan............. {{Asterism}} Hari² berlalu dengan sepi. Keadaan isteri Karsosentono ber-angsuar² mendjadi baik. Dia sudah bisa ber-djalan² meninggalkan biliknja jang kotor, dan kadang² tampak duduk² diserambi muka. Tapi tubuhnja belum begitu kuat untuk duduk lama², hingga dia sebentar² kembali lagi kebiliknja, membaringkan tubuhnja dan bergulat lagi dengan kesunjian dan kedjemuan! Suasana didalam keluarga itu masih tetap seperti sediakala. Hidupnja keras dan serba kekurangan! Untunglah keluarga Karsosentono banjak menerima bantuan dari Rasiman, saudara sepupunja, lebih² achir² ini pada saat² isterinja sakit. Rasiman inilah jang seringkali datang berkundjung kerumahnja pada sore hari dengan membawa berbagai bahan makan, omong² memperbintjangkan berbagai persoalan hidup se-hari², dan kemudian dia baru pulang sesudah malam telah larut. Malam itu seluruh penduduk desa telah tidur njenjak di rumahnja masing². Seorang lelaki asing tampak berdjalan seorang diri dengan langkah²nja jang ragu² dan sebentar² menoleh kekiri dan kekanan seperti ada jang sedang ditjarinja. Saat itu djalanan sangat sepi, dan dilangit tampak sepotong bulan melengkung sunji dengan memantjarkan tjahajanja jang pudar dan penuh kesangsian. Ketika itu kira² sudah djam sebelas malam. Beberapa saat kemudian, dari djurusan jang bertentangan datanglah seorang lelaki, djuga berdjalan sendirian dengan sebintik api rokok jang ber keliap² didepan mulutnja. Tapi berbeda dengan orang asing jang disebut duluan, ia berdjalan dengan langkah² seenaknja se-olah² dalam hidup ini tak ada satupun jang dirisaukannja. Lelaki ini adalah Rasiman, saudara-sepupu Karsosentono, seorang pedagang lembu di Karangdjati. Rasiman kurang-lebih berusia 25 tahun, sudah<noinclude>{{rh|||69}}</noinclude> balmeivnof90d3q75yynewfyne0a75o Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/78 104 113221 315319 312912 2026-08-21T11:44:53Z Ammachemist 27288 315319 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>membahagiakan hidup saja sekeluarga! Hidup saja sekeluarga, djadi termasuk djuga anak² saja. Lantas djika saja setiap tahun harus mengorbankan anak saja seorang demi seorang, apakah gunanja kekajaan itu? Apakah kau pikir saja mau hidup ber-senang² dengan mengorbankan anak2 saja? Tidak, itu djangan kau harapkan!". „Tapi sebaliknja harus djuga kamu pikir", djawab setan itu dengan suara tadjam, apakah saja begitu bodoh mau memberikan kekajaan beratus ribu rupiah kepada seorang manusia dengan hanja ditukar dengan kuda? Tidak, kamu harus menjerahkan njawa anakmu!". „Njawa anak saja djauh lebih mahal dari harta jang akan kau berikan kepadaku, berapapun banjaknja!". „Sudah tjukup! Djangan mem-buang waktu lagi dengan tidak ada gunanja. Sesungguhnja, engkau ini ingin kaja atau tidak?". „Tentu sadja ingin kaja. Didunia ini tiap orang ingin kaja. Tapi djika untuk itu saja harus mengorbankan anak² jang begitu kutjintai, lebih baik saja tetap seperti ini sadja asal keluarga saja tetap utuh". „Kalau begitu kemauanmu, — jah, apa boleh buat. Saja terpaksa membiarkan keluargamu tetap melarat". „Saja akan menanggung takdir saja". „Baik". Setan itu diam sedjurus. Kemudian dengan berlagak seperti hendak mengemasi barang²nja, dia berkata: Djadi barang² itu tidak kau terima?". „Bawalah pulang! Saja tidak bisa menerima sjarat²nja", djawabnja tegas. „Sajang". „Ja, sajang. Tapi saja kira lebih baik begitu daripada saja harus mengorbankan anak² saja". „Tak mengapa. Masih banjak orang lain jang mau berbuat itu untuk mendjadi kaja". Dengan tenangnja setan itu lalu membungkus barang²nja. „Nah, kalau begitu saja pulang sekarang", katanja. „Baiklah", sahut tuan rumah. „Saja harap engkau tidak menjesal". „Tidak. Saja sama sekali tidak menjesal".<noinclude></noinclude> e922cuyoxzgsptbjncorpl3a3yyfp5x Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/79 104 113222 315320 312913 2026-08-21T11:46:14Z Ammachemist 27288 315320 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>„Tapi kalau lain waktu engkau merubah pikiranmu, saja masih bersedia datang kemari lagi". „Tidak, kamu tidak perlu datang kemari lagi. Saja tidak akan merubah pikiran dan keputusan saja". Sekali lagi setan itu mengerinjitkan alisnja. Kemudian dengan tidak berkata apa2 lagi dia melangkah pergi, meninggalkan sipetani miskin jang hampir mendjadi korbannja.. Diluar tiba² angin bertiup keras mendesah diantara dahan-dahanan, dan gemerasak suaranja terdengar djelas. Angin jang meniup keras itu terasa masuk melalui pintu dan menggojang²kan njala lampu minjak dimedja. Sepeninggal tamu jang aneh itu, untuk sesaat lamanja Karsosentono masih tetap duduk ditempatnja. Tapi kemudian timbullah niatan dalam hatinja hendak mengetahui kemana perginja setan itu tadi. Maka tjepat² ia berlari kedjalanan. Tapi setan itu sudah tiada nampak. Karsosentono tidak puas. Ia lari kedjalan raja. Tapi disanapun sunji, djalanan sangat lengang, tiada seorangpun kelihatan berdjalan. Aneh, begitu tjepat dia menghilang. Tiba² Karsosentono merasa takut bukan main. Bulu-tekkuknja berdiri dan terasa sekudjur badannja panas-dingin. Ja, se-olah baru ia sadar bahwa jang dihadapinja tadi adalah setan! Tjepat² ia berlari pulang. Setiba dirumah didapatinja isterinja duduk dibalai-balai di dekat kedua orang anaknja jang masih ketjil² jang pada tidur njenjak berselimutkan kain usang. Wadjah perempuan itu tampak sangat putjat. Ketika ibu dari empat orang anak itu melihat suaminja, tiba² ia memeluknja erat² seraja menangis ter-sedu², sambil berkata: „Aku mendengar semuanja, semuanja!". Karsosentono heran mendengar kata² isterinja. Tapi ia segera maklum, bahwa jang dimaksud tentulah pertjakapannja dengan setan tadi. „Djadi engkau mendengar semuanja?", katanja dengan suara lembut. „Ja, aku belum tidur", djawab si-isteri. „Sjukurlah aku tidak silau melihat emas dimukaku tadi". „Ja, sjukur engkau tidak sampai mengorbankan anak². {{hws|Ber|Berdjandjilah}}<noinclude>{{rh||||77}}</noinclude> t1botup230g9z7gkxw3akqpniz63sve Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/80 104 113223 315321 312914 2026-08-21T11:47:08Z Ammachemist 27288 315321 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{hwe|djandjilah|Berdjandjilah}} bahwa engkau tidak akan berhubungan dengan setan lagi. Biarlah kita melarat, asal anak² tetap selamat": „Ja, aku berdjandji. Pertjajalah". Sampai pagi-hari kedua laki-isteri itu tak bisa tidur memikirkan dan mempertjakapkan kedjadian jang baru dialami oleh Karsosentono. Ber-kali² mereka mengutjapkan sjukur karena telah tertolong dari hudjukan setan. Tapi disamping itu merekapun chawatir bahwa setan jang ketjewa tadi mungkin akan melakukan pembalasan dendam. Tapi sampai pagi-harinja tak satupun terdjadi. Karena kechawatiran akan datangnja pembalasan masih tetap belum hilang, maka keesokan-harinja lagi pagi² benar Karsosentono pergi kerumah Embah Ngali, seorang dukun jang chabarnja paham benar tentang soal roh halus, perewangan dan dunia ke-setan-an. Dan atas nasehat Embah Ngali, maka tiga hari kemudian diadakanlah selamatan penolak bala. Entah karena selamatan itu, entah pula karena sisetan memang tidak ada niatan hendak menebus keketjewaannja, tapi njatanja sampai ber-bulan² kemudian Karsosentono sekeluarga tetap selamat. Bahkan isterinja jang semua sakit, kini sudah sembuh kembali dan sudah dapat membantu pekerdjaan² suaminja jang berat disawah. {{rule|width=8em|height=2px}}<noinclude>{{rh|78}}</noinclude> ing2g4lxxbslcn5pwkdt9vqe3f0xy0u Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/84 104 113235 315066 314533 2026-08-20T12:04:57Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315066 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>diletakkan dibawah pakaian² itu. Segera ia mengambil dan membukanja, dibatjanja lembar demi lembar. Begitu asjik ia membatja, sebab kitab itu merupakan tjatatan² harian dari kehidupan anaknja: Tgl. 7 Djanuari 1962. Gelisah bagai dinding pendjara jang mengurungku. Aku takutkan kesehatan Narti. Hari ini, waktu aku menengoknja kerumah-sakit, sakitnja makin parah. Tgl. 14 Djanuari 1962. Malam ini aku telah selesai melukis potret Narti. Pada matanja nampak dunia indah dan aku terbaring didalamnja. Kini aku benar² sadar, bahwa aku sangat mentjintainja lebih dari apapun jang sanggup kutjintai. Dia adalah burung dara jang telah djinak, jang bersarang dalam sangkar hatiku. Tapi waktu ini burung itu sedang kepajahan, meng-gelepar² dalam pikiranku, terkulai dalam ketakutanku....... Tgl. 16 Djanuari 1962. Ketakutan kembali menjiksaku. Aku merasa kosong, sunji dan takut. Bilakah semua ini akan berachir? Tgl. 19 Djanuari 1962. Kegelisahan suatu rasa jang paling terkutuk dalam diriku. Aku selalu termenung didepan lukisan Narti. Tuhan, lindungilah dia....... Tgl. 21 Djanuari 1962. Hari² jang kutjemaskan achirnja datang djuga. Narti meninggal. Aku mengantar kepusara dengan hati jang berdarah. Malamnja aku menangis menelungkupi lukisan Narti, tapi mataku tak bisa mentjutjurkan airmata. Wahai, timbunan duka, kemana perginja..... Tgl. 28 Djanuari 1962. Seminggu lamanja aku merasa aneh. Malam² setiap aku memandang lukisan Narti, lukisan itu seperti mendjelma mendjadi gadis tjantik bergaun putih jang meliuk-liuk bergetaran. Ia tersenjum dan melambai-lambaikan tangannja jang lemah. Tapi setiap bajangan itu kukedjar, tubuhku tertumbuk kedinding dan kepalaku terantuk pada bingkai lukisan. Bajangan itu telah menjiksa djiwaku siang dan malam. Tgl. 3 Pebruari 1962.<noinclude>{{rh|82}}</noinclude> mnz9p1w3utbi0brbcie5eaxx8gt58e6 Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/85 104 113248 315322 312955 2026-08-21T11:52:19Z Ammachemist 27288 315322 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>Tidak seorangpun akan mempertjajai bila aku mentjeritakan bahwa malam kemarin aku telah berbitjara dengan bajangan Narti. Bajangan itu mentjeritakan sebuah negeri djauh jang indah, dan aku djadi merindukannja. Aku ingin datang kenegeri indah itu bersama Narti. Selama ini Narti jang kuanggap mati, njata masih hidup. Ia hidup dalam kamarku tiap malam. Tgl. 6 Pebruari 1962. Pagi ini kurasakan sebagai pagi jang paling manis selama hidupku, tenang dan tak bersuara. Kamarku sunji dan sebentar aku memandang lukisan Nari jang masih tergantung didinding. Seperti djandjiku kemarin malam dihadapan Narti malam ini aku bersedia diantar kenegeri djauh jang indah jang sering ditjeritakan Narti kepadaku. Seperti malam² sebelumnja, malam kemarin aku berdiri dihadapan lukisanku dan memandang wadjahnja dengan degup kerinduan. Wadjah jang seperti laut, biru dan teduh. Wadjah jang seperti matahari pagi, lembut dan segar. Wadjah jang seperti langit tjerah, bening dan damai. Kubajangkan, betapa wadjah itu memberi kedamaian dalam hatiku selama ini. Kemudian mataku makin nanap memandang lukisan di hadapanku. Tangannja lambat² bergetar, tubuhnja bergetar, wadjahnja djuga dan berdirilah dihadapanku tubuh Narti jang samar² tetapi mengagumkan. Ia bergaun putih seperti pada lukisanku. Mukanja berseri-seri dan nampaknja selalu tersenjum, ia berdjalan mundur seperti terambang dilantai dan djadilah kamarku jang sempit ini seperti padang luas jang tak bertepi. Dalam diriku selalu berkata, Tuhan telah menurunkan keadjaiban dalam hidupku. Alangkah kasihnja Tuhan padaku, se-akan² aku dibedakan dari manusia² lain. Aku dikurniai sesuatu jang tak pernah didapat orang lain. „Aku tak mengerti Narti mengapa kau selalu datang pada setapak pula Narti mundur. „Aku tak mengerti Nari, mengapa kau selalu datang padaku", kataku kepadanja. „Bukankah aku kekasihmu?", djawabnja tersenjum dan suaranja kedengaran sangat merdu.<noinclude>{{rh|||83}}</noinclude> o7bhjmeeqdqu6opteco2c5jic5ztmpr Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/87 104 113252 315323 312962 2026-08-21T11:55:34Z Ammachemist 27288 315323 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>„Sungguh indah negerimu", kataku memudji. „Bukan main! Kau bisa melihat apa sadja jang kau ingini". „Aku ingin pindah kenegerimu, Narti". „Bagus, aku senang! Aku akan selalu bersamamu nanti". „Bagaimana tjaranja pindah kenegerimu?" „Kau bisa menerdjunkan dirimu dari djembatan?". „Alangkah ngerinja!", kataku terperandjat. „Bukan ngeri, sebaliknja kau akan merasa nikmat seperti melajang-lajang dilangit menembusi awan² „Tapi aku tak mau pergi dari kamar ini. Aku ingin berangkat kenegerimu dari kamar ini sadja". „Baiklah. Didalam almarimu ada sebuah pisau-tjukur jang tadjam, bukan?" „Bukan main tadjamnja! Pisau itu kerap kupakai membersihkan bulu² pipi dan daguku". „Nah, kau bisa berangkat dengan pisaumu. Pisau-tjukur itu tetakkan pada lehermu, dan kau akan merasa terbang menudju kenegeriku". „Kapan aku bisa berangkat?", tanjaku bernafsu. Aku ingin sekali lekas² sampai dinegerinja, dengan djalan apapun, asal nanti bisa selalu bersamanja. „Kapan sadja kau bisa berangkat. Sekarang, besok atau lusapun djadilah!" „Kalau begitu besok malam sadja aku berangkat. Aku perlu pamit dan bertjerita dulu kepada kawan-kawanku". Malam kemarin aku tidur pulas dan banjak bermimpi tentang negeri djauh jang indah itu. Dan kurasakan pagi ini sangat manis, lengang dan tiada suara jang mengusik. Malam nanti aku djadi berangkat............................... Orang tua jang malang itu menutup buku dihadapannja. Tangannja bergetar menutupi wadjahnja jang kerut-merut. Ia mengerti kini, anaknja membunuh-diri karena kematian kekasihnja. {{rule|width=8em|height=1px}}<noinclude>{{rh|||85}}</noinclude> mdp3rvijhgeccfhmb5mjjmdmc52b2oo Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/91 104 113256 315324 312968 2026-08-21T11:57:50Z Ammachemist 27288 315324 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>„DIDUNIA INI tak ada pekerdjaan jang lebih menjenangkan selain mendjadi orang² mati", djawab pendjaga kubur itu. Bila ada orang jang menanjakan apakah pekerdjaanku itu tidak mendjemukan. „Mengapa tidak mendjemukan?", katanja selandjutnja „Meskipun mereka sudah mati, namun mereka semua berlaku baik padaku. Setiap malam, dalam tidurku mereka selalu beramah-tamah dirumahku. Ditjeritakannja keadaan surga jang penuh tjahaja dan limpahi kegembiraan, tentang Tuhan jang alim dan angker, malaikat² pengasih jang selalu melindungi roh² jang ketika didunia dulu hidup lurus serta berbuat dosa didunia, disiksa setan² dineraka. Semuanja ditjeritakan dengan djudjur kepadaku tanpa menaruh tjuriga. Orang² mati sungguh orang² jang tidak pernah berdusta. Mereka selalu baik dan berbuat apa sadja dengan wadjar". Pendjaga kubur itu masih muda, baru berusia 32 tahun dan berwadjah riang, mempunjai seorang anak laki² jang masih berumur 8 tahun dan sudah pula masuk sekolah. Ajahnja meninggal waktu dia berumur 22 tahun, sedjak itulah dia mengganti kedudukan ajahnja sebagai pendjaga kubur. Neneknja pekerdjaannja djuga mengurus tanah bagi keluarga² jang kematian sanak-familinja, dan nenek dari neneknja jang hidup kira² 200 tahun jang lalu pun chabarnja pekerdjaannja djuga merawat makam. Djadi djabatan pendjaga kubur itu boleh dikatakan merupakan suatu pekerdjaan jang telah turun-temurun sedjak dua abad jang lalu, dirintis oleh nenek-mojangnja. Apakah anak laki²nja jang baru berumur 8 tahun itu kelak menggantikan kedudukan ajahnja jang sekarang ini, tidak seorangpun jang tahu, tetapi orang banjak meramalkannja begitu. Orang² selalu merasa senang kepadanja karena keramahannja dan suka bergurau, se-akan² kalau orang sedang berhadapan pendjaga kubur itu mereka mendjadi lupa bahwa kedatangannja kemakam tersebut seharusnja berduka-tjita. {{hws|Ker|Kerdjanja}}<noinclude>{{rh|||89}}</noinclude> esa2uu84dik4lwqurd4y8ngdon8k3bw Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/92 104 113259 315325 312971 2026-08-21T11:58:28Z Ammachemist 27288 315325 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{hwe|djanja|Kerdjanja}} tjekatan, memilih tanah jang baik, sesuai dengan permintaan keluarga jang kematian sanak-saudaranja. Belum seorangpun mengeluh mentjela kerdjanja. Pada suatu malam, tuan Ridwan. Wedana dikotanja jang tiga hari jang lalu telah dikubur dipemakaman itu, datang menemuinja dalam tidurnja. Dia berpakaian putih, suatu tanda bahwa arwahnja akan diterima Tuhan disurga. Pertama-tama diketuknja pintu, lalu pendjaga kubur itu segera bangkit dan membuka tapal pintunja, Dengan sopan dipersilahkannja tamu itu masuk. „Saja gembira melihat tuan berpakaian putih", kata pendjaga kubur itu. „Hampir semua orang² jang bertamu dirumah ini adalah orang² sutji belaka jang dalam hidupnja berbuat kebaikan", sambungnja lagi. „Sebentar lagi saja akan diterima Tuhan disurga. Saja mempunjai dosa jang tjukup besar dimata Tuhan, jaitu mentjeraikan isteri saja tanpa alasan dan mengawini gadis lain. Tetapi menurut perhitungan Tuhan dosa ini ketjil sadja bila dibandingkan kedermawanan selama hidup saja. Sebagai tebusan saja harus menanti dipintu gerbang surga sampai Tuhan membukanja untuk saja. Meskipun tidak lama, penantian ini sangat mendjemukan. Tapi harus kudjalani dengan tiada rasa menjesal", kata Wedana itu menerangkan tentang dirinja. „Ah, tebusan dosa tuan sangat ringan. Banjak tebusan dosa jang lebih berat, seperti tuan Karim jang korupsi dan pak Lurah kampung disini jang memeras penduduk jang melarat. Eh, kedatangan tuan kemari ada keperluan tertentu, jang barangkali dapat saja menolongnja?", tanja pendjaga kubur itu kemudian. „Begitulah! Saja ingin mengutjapkan terima kasih atas djerih pajahmu memilih tempat jang baik bagiku, tempat jang tinggi dengan angin bertiup dengan bebas. Beberapa hari jang akan datang nanti saja akan menjampaikan hadiah untukmu". Kira² sebulan kemudian, keluarga Wedana itu berkundjung menziarahi makamnja. Dan diluar dugaan, keluarga tersebut menjerahkan uang jang lumajan besarnja kepada pendjaga<noinclude>{{rh|90}}</noinclude> gf6kxe3qpob6zjb8qx1blewuk4t5ik3 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/62 104 113414 315288 313528 2026-08-21T07:54:37Z Ammachemist 27288 315288 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|60|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude><br> {{di|P}}IK-LIAN itoe maleman sabenernja tida minggat, hanja ia tjoema semboeni di kamarnja sang iboe dengen di dalem taoenja itoe bonda, malahan dilindoengin olehnja hingga Pik bisa semboenian sampe brapa hari. 'Ntjik dan 'ntjim Hwie-bing masing-masing mempoenjain kamar sendiri jang terpisah. 'Ntjim Hwie-bing ada sanget menjinta sama Pik, poetrinja jang tinggal satoe-satoenja. Boeat goenanja ini poetri, rasanja ia soeka korbanken djiwanja. Maka kaloe di itoe maleman perdjamoean Pik semboeni di iapoenja kamar boeat lampiasken tangisan, ia malah bantoe semboeniken dengen mengharep batalnja itoe pernikahan jang ia tida ingin, dengen ia tida pikir lebih djace atas risico apa ia nanti bakal hadepin. „Ampoen, 'tia," Pik meratap sambil berloetoet di depan ajahnja jang itoe sabentar malem menjamperin padanja: „Pik tida minggat sabagimana kau ada doegah, hanja Pik tjoema semboeniken uiri di dalem kamarnja 'nio, kerna dalem kagoegoepan sebab tida taoe bagimana akoe moesti berlakoe pada soeamikoe jang sedari siang soeda ngangloeng tida karoean. 'Nio ada djadi saksi oetama boeat ini hal ......." „Itoelah bener iapoenja katerangan," 'ntjim Hwie-bing toempangan kata. „Toetoep moeloet!" 'ntjik Hwie-bing semprot istrinja. Kamoedian 'ntjik Hwie-bing laloe kloearken dari sakoenja itoe potongan kertas jang ia dapet dari Hong-hwie itoe malem. „Ini apa .......? 'ntjik Hwie-bing kamoedian kata sambil sodorken itoe potongan kertas sama anaknja. Pik poenja paras moeka djadi semingkin poetjet dantoeboehnja semingkin goemeteran.<noinclude></noinclude> lf2ufeu2471nvkglrbch0hw1qez7ebl Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/66 104 113462 315285 313585 2026-08-21T06:52:50Z Ammachemist 27288 315285 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|64|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>„Akoe pilih laoetan.........!" achirnja Pik dongaken kepalanja, berdiri dan laloe bertindak boeat melompat dari itoe praoe. „Nanti ....... " kata Hong-hwie sambil tahan badannja Pik. Kau belon sembajang." Hong-hwie laloe kasi tiga batang hio jang ia sengadja bawa. „Kaloe akoe sembajang, akoe boekan sembajangin dirikoe, hanja akoe sembajangin iboekoe......... Oh ........." katanja Pik sambil trima itoe angsoeran. „'Ntjik, kaloe nanti kau poelang, katemoe iboe, bilanglah bahoea Pik minggat di tempat jang djace, djaoe sekali, djangan bilang kaloe ........" Aer-matanja Pik jang dari tadi roepanja mampet, sasa'at ini laloe kliatan toeroen, menetes dengen tetesan jang aloes saolah- olah menetesnja itoe aer 'mboen dari oedara jang membasahin ramboetnja jang koesoet. Pik pegang itoe batang hio, mendongak ka atas oedara dan laloe roeboeh di atasnja itoe praoe dengen tida inget dirinja. {{rule|width=5em}} <section end="Bab IV"/><noinclude></noinclude> 0l8gnvmliwqf3lhysgxkx3csd7tl3bx Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/67 104 113476 315293 313608 2026-08-21T08:03:52Z Ammachemist 27288 315293 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||65}}</noinclude><section begin="Bab V"/> {{C|{{Bold|V}}}} {{right|{{smaller| „Ia boekan doerhaka, ia tida berdosa sama Allah: kaloe is salah itoelah tjoema melanggar sama adat-istiadat, boekan melanggar sama kamanoesia'an, tida melanggar wetnja Toehan Allah ......... Ajo, mana ia? Akoe nanti bisa kalap seperti matjan kailangan anak apabila kau tida oendjoeken ia!"}}}} {{di|S}}AMPE ampir djam tiga deket pagi, Hong-hwie jang moentjoel dengen moeka jang lesoeh. „Bagimana?" 'ntjik Hwie-bing menanjah. „Beres," saoetnja Hong-hwie dengen soeara adem. Marika kamoedian tida nabsoe boeat mengomong lebih djaoe. Kamoedian masing-masing laloe pada masoek tidoer. Esoek paginja dan hari brikoetnja, Hong-hwie tida ada kliatan moentjoel poelah, kerna ia telah dapet sakit, sebab mana kamoedian Hong-hwie laloe minta verlof boeat poelang ka roemah familienja di Lasem. Dengen kasi oewang seratoes ringgit 'ntjik Hwie-bing idzinken ia verlof. Kapan itoe maleman soeda liwat, esoeknja 'ntjim Hwie-bing djadi kalap. „Mana Pik, mana anak'koe?" ia menanjah sama soeaminja. „Ia minggat ........." saoetnja 'ntjik Hwie-bing. „Djoesta, ia tida aken minggat, ia tida aken lari, kaloe itoe belon dapet akoe poenja perkenan!" 'ntjim Hwie-bing membantah. „Mana ia! Mana, mana! Kau apain padanja?" „Ia anak doerhaka: ia minggat dan kita tida oesah apa-apain padanja."<noinclude></noinclude> 7k2hforypik8bldcti9ttpww25fgj27 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/83 104 113628 315292 313793 2026-08-21T08:01:06Z Ammachemist 27288 315292 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||81}}</noinclude>Pik rasaken hatinja antjoer meliat romannja sang iboe jang lebin mirip dinamaken 'mait-hidoep' dari pada dibilang 'koeroes-kering'. Kapan sang hari soeda meliwatin poeloehan minggoe, kapan Pik jang sabar dan menjinta telah rawatin dengen sabar pada iboenja, rawatin dengen satoe waktoe bisa ikoet berlaga djadi gila, achirnja 'ntjim Hwie-bing poenja hati jang antjoer moelai bisa oetoeh kombali dan soemangetnja jang berantakan pelahan-pelahan maoe koempoel lagi di dalem kepalanja. {{rule|width=5em}} <section end="Bab V"/><noinclude></noinclude> cs5cowk5pq547hb09iiv0t8sweujk0a Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/84 104 113631 315290 313804 2026-08-21T07:59:43Z Ammachemist 27288 315290 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|82|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude><section begin="Bab VI"/> {{C|{{bold|VI}}}} {{right|{{smaller|„Ja, tapi ............." Gwat brenti berkata, boeat kasi lampias itoe aer-mata jang mengembeng dï kadoea matanja menetes toeroen ka bawah, ....... tapi, akoe merasa, kau poenja pergi ini seperti boeat tida balik lagi............"}}}} {{di|K}}OETIKA 'ntjik Ting-liang mengoesir Yong-han, boekan tjoema lantaran ia sajang sama pangkat dan takoet hadepin perkara, tapi poen boeat menjiametken poetranja dari bahaja. Berboelan-boelan Yong-han loentang-lantoeng di loearan dengen masih meroepaken satoe antjeman bagi 'ntjik Hwie-bing, kerna boekan d|arang ia masih seringkali mengantjem kaloe kabetoelan 'ntjik Hwie-bing maoe lakoeken perboeatan sawenang-wenang. Sampe achirnja ia djadi kalap koetika dengar salentingan kabar jang tida enak atas dirinja Pik, jalah itoe maleman aengen menoenggang praoe dari Tajoe, dengen resia ia telah masoek dalem kota Rembang boeat bikin peritoengan sama 'ntjik Hwie-bing, tapi telah gagal dan malahan ia kapaksa lari dengen mengondol loeka-loeka di tangannja. Maski beroleh itoe kagagalan, Yong-han masih penasaran. Satiap sa'at ia laloe semingkin giat boeat koempoelken boekti-boekti boeat serahken Hwie-bing pada negri, jang oepama nanti pembesar di Rembang mengelonin padanja, ia nanti aken oeroes lebih djaoe sama pamerentahan jang lebih tinggi. Di Tajoe dengen pake laen nama Yong-han menoempang dan membantoe kerdja sama satoe soedagar babi. Seringkali dengen ambil djalan laoet ia lakoeken pendjoealan babi ka Semarang. 'Ntjik ning-bie, itoe soedagar, djadi girang sekali<noinclude></noinclude> 36lp32ju7b0mmdckfnn72232nxt7yuh 315297 315290 2026-08-21T08:08:46Z Ammachemist 27288 315297 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|82|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude><section begin="Bab VI"/> {{C|{{bold|VI}}}} {{right|{{smaller|„Ja, tapi ............." Gwat brenti berkata, boeat kasi lampias itoe aer-mata jang mengembeng dï kadoea matanja menetes toeroen ka bawah, ....... tapi, akoe merasa, kau poenja pergi ini seperti boeat tida balik lagi............"}}}} {{di|K}}OETIKA 'ntjik Ting-liang mengoesir Yong-han, boekan tjoema lantaran ia sajang sama pangkat dan takoet hadepin perkara, tapi poen boeat menjiametken poetranja dari bahaja. Berboelan-boelan Yong-han loentang-lantoeng di loearan dengen masih meroepaken satoe antjeman bagi 'ntjik Hwie-bing, kerna boekan d|arang ia masih seringkali mengantjem kaloe kabetoelan 'ntjik Hwie-bing maoe lakoeken perboeatan sawenang-wenang. Sampe achirnja ia djadi kalap koetika dengar salentingan kabar jang tida enak atas dirinja Pik, jalah itoe maleman aengen menoenggang praoe dari Tajoe, dengen resia ia telah masoek dalem kota Rembang boeat bikin peritoengan sama 'ntjik Hwie-bing, tapi telah gagal dan malahan ia kapaksa lari dengen mengondol loeka-loeka di tangannja. Maski beroleh itoe kagagalan, Yong-han masih penasaran. Satiap sa'at ia laloe semingkin giat boeat koempoelken boekti-boekti boeat serahken Hwie-bing pada negri, jang oepama nanti pembesar di Rembang mengelonin padanja, ia nanti aken oeroes lebih djaoe sama pamerentahan jang lebih tinggi. Di Tajoe dengen pake laen nama Yong-han menoempang dan membantoe kerdja sama satoe soedagar babi. Seringkali dengen ambil djalan laoet ia lakoeken pendjoealan babi ka Semarang. 'Ntjik ning-bie, itoe soedagar, djadi girang sekali<noinclude></noinclude> fb9lnofz7yga8thvhpff4grufaiapo3 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/31 104 113639 315272 313820 2026-08-21T04:55:51Z Ammachemist 27288 315272 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||29}}</noinclude>{{center|'''PENGORBANAN'''}} „Apa kau maoe artiken ini ?” „Kau taoe, nona Pik, akoe tida berdosa,” kata lebih djaoe Yong-han. „Besoëk loesa sabenernja akoe ada satoe oeroesan jang kliwat penting, biar dipanggal batang leherkoe rasanja akoe ridlah tapi asal sadja itoe hari loesa pagi akoe bisa terlepas dari sini dan oeroes itoe.” „Itoe ada pengharepan kosong, ’nko.” „Tapi kau mampoe woedjoetken, kaloe kau maoe.” „Kau artiken bahoea kau minta akoe lepasken kau ?” „Itoelah jang akoe harep.” „Sajang, akoe tida bisa lantjang sampe di sitoe, dan lagi'nja akoe tida mempoenjain kontjinja ini slot borgolan.” „Tapi kau bisa tjoeri, apalagi kaloe ini slot ada ka- doeanja.” „Tjoeri, tjoeri ...... lepasken kau dan nanti kau bikin soesah sama ajahkoe, kau nanti bikin pembalesan .......... ?” Pik menanjah dengen pentang matanja jang moelain menjoemberken itoe aer bening. „Boekan boeat bikin pembalesan, hanja boeat toe- loeng satoe orang,” saoetnja Yong-han. „Begitoe itoe beres, akoe djandi, akoe nanti soeka balik kembali di sini, kau boleh borgol poelah.” Itoe aer-mata jang sedari tadi soeda mengembeng di sakiter matanja itoe gadis pelahan-pelahan laloe menetes ka bawah. --------- <section end="Bab II"/><noinclude></noinclude> 1433esv9531aehmr2w4vypix2qjpzc7 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/32 104 113640 315283 313821 2026-08-21T06:49:05Z Ammachemist 27288 315283 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|30|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude><section begin="Bab III"/> {{center|'''III'''}} {{smaller|{{right|„Ikan terlepas di laocetan, masah maoe kombali dalem tempajan; boeroeng terlepas di atas oedara, masah mooe kombali dalem koeroengan.”}}}} {{di|H}}ari noesanja, ’ntjik Hwie-bing dan luitenannt Tingliang djadi amat terkedjoet koetika tida karaoean dari mana sangkanja dengen mendadak menampak bahoea Yong-han ada kliatan berdoedoek di itoe roeangan pendopo kawedanan, doedoek tida djaoe’an dari tempat doedoeknja ’ntjik Liang-kwie jang djadi persakitan. Kapan semoeea saksi-saksi soeda solesih dioeroes dan ’ntjik Liang-kwie poen soeda djawab itoe oedjian pertanja’an dari Controleur kota jang kepalain itoe persidangan dengen dibantoe oleh wedana dan luitenannt Tiong-hoa, Yong-han laloe berdiri, dengen soeora tetep dan teges ia boeka soeora di hadepannja itoe kepala persidangan politie-rol: „Padoeka Kandjeng-toean. — Sabelonnja saia hatoerken banjak trima kasi bahoea Kandjeng-toean soeda izinken saia boleh membelah toean Tan Liang-kwie jang lemah. „Saia aken ringkesken sadja saia poenja pembelahan. Kaloe kita tilik dan perhatiken lebih teliti, ternjata boenjinja itoe toedoehan dan katerangannja saksi-saksi ada amat tida beralasan. „Boekti jang menjataken kabetoelannja toean Tan Liang-kwie ada dagangken madat gelap, tida ada sama sekali. Pengadilan moesti boektiken dengen saksi-saksi, apa bener ia ada dagangken madat, kaloe bener, dari siapa ia trima dan pada siapa ia mendjoeal.<noinclude></noinclude> 8nncyy0sdytj6yvdi0gkc78dnsagoqp Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/9 104 113644 315267 313834 2026-08-21T04:46:47Z Ammachemist 27288 315267 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude><section begin="Bab I"/> {{xxx-larger|{{C|{{sp|'''PENGORBANAN'''}}}}}} {{larger|{{C|Oleh: LIEM KHING HOO}}}} {{rule|6em}} {{C|I}} {{block right|align=left|{{smaller|„Menoeloeng dengen harep beroleh kaoentoengan, itoelah boekan menoeloeng, itoe ada saroepa dengen mendjilat. Menoeloeng dalem arti sedjati jalah tjoema menoeloeng dengen bikin 'PENGORBANAN'.”}}}} {{Dropinitial|J}}AVA dalem taoen 1850{{...|10}} Ini koetika oeroesan perdagangan masih belon begitoe madjoe: hasil satoe-satoenja jang djadi reboetan antara soedagar-soedagar Tionghoa adalah pachter tjandoe, pachter gade, toekang rangsoem dan sebaginja. Dengen mempoenjain harta f 10.000.― sadja itoe waktoe soeda teranggep „wan-gwee” atawa hartawan besar”. Memang bener, dengen kakaja'an sabegitoe marika (Hoakiauw) soeda bisa hidoep seperti radja, piara saprangkat gamelan dengen bebrapa wijaga (toekang taboeh) serta satoe waktoe piara satoe-doea tandak jang tjantik dan pande boeat saben tjee-it, tjap-go atawa saben minggoe diboeat tandakan dengen sambil berdjamoe arak, boeat iseng-iseng atawa boeat ilangken katjapean satelah bakerdja pajah. Teroetama dalem oeroesan pacht „tjandoe” dan „pagadean” ada djadi sóember teroetama boeat Hoakiauw maoe djadi kaja.<noinclude></noinclude> mdh7z5twhhldikatbk0j3apqb6caf2f Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/16 104 113669 315268 313865 2026-08-21T04:50:10Z Ammachemist 27288 315268 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|14|TJERITA ROMAN}}</noinclude>poelah dengen djelas; tapi sekarang, helaas! belon itoe koemandang linjap, ajahnja poenja soemanget, ajahnja poenja ka'agoengan aan deradjat soeda doeloein djoegroek. „Toetoep moeloet; djangan boeka batjot lebih lebar lagi'ntjik Ting-liang gebrak medja dan laloe oesir anaknja pergi kloear. „Kaloe 'tia tida membela, nanti akoe aken membela sampe di achirnja.” „Ja, ja, dan kau moesti tanggoeng sendiri risico apa jang kau bakal dapet.” „Menoeloeng dengen harep beroleh kaoentoengan, itoelah boekan menoeloeng, itoe ada saroepa dengen mendjilat. Menoeloeng dalem arti jang sedjati jalah tjoema menoeloeng dengen bikin 'pengorbanan'.” {{Rule|6em}} <section end="Bab I"/><noinclude></noinclude> 2jqrhhavqrg76idpnds1ke6o7t194k0 315270 315268 2026-08-21T04:52:42Z Ammachemist 27288 315270 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|14|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>poelah dengen djelas; tapi sekarang, helaas! belon itoe koemandang linjap, ajahnja poenja soemanget, ajahnja poenja ka'agoengan aan deradjat soeda doeloein djoegroek. „Toetoep moeloet; djangan boeka batjot lebih lebar lagi'ntjik Ting-liang gebrak medja dan laloe oesir anaknja pergi kloear. „Kaloe 'tia tida membela, nanti akoe aken membela sampe di achirnja.” „Ja, ja, dan kau moesti tanggoeng sendiri risico apa jang kau bakal dapet.” „Menoeloeng dengen harep beroleh kaoentoengan, itoelah boekan menoeloeng, itoe ada saroepa dengen mendjilat. Menoeloeng dalem arti jang sedjati jalah tjoema menoeloeng dengen bikin 'pengorbanan'.” {{Rule|6em}} <section end="Bab I"/><noinclude></noinclude> lx7557ja8j2ovcgm9ke3r9t7vfsfcn3 Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/17 104 113671 315271 313871 2026-08-21T04:55:21Z Ammachemist 27288 315271 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{Rh||{{sp|PENGORBANAN}}||15}}</noinclude><section begin="Bab II"/> {{larger|{{C|II}}}} {{Block right|align=left|{{smaller|„Tjoeri, tjoeri{{...|12}}lepasken kau dan kau nanti bikin soesah ajahkoe, kau nanti bikin pembalesan{{...|10}}?”}}}} {{Dropinitial|'''K'''}}ALOE itoe prempoean-prempoean Bali menjeboer dalem itoe api pembakaran maitnja sang soeami, ikoet dibakar niaoep-hidoep dirinja sendiri, itoelah ada pengorbanan”, pengorbanan boeat moeliaken, soetjiken atawa tinggiken salah satoe kabedjikan jang dinamaken kasetia'an”, dan ini pengorbananlah jang kasi satoe gesekan batin (impressie) jang tegoeh boeat bagimana sasoeatoe prempoean Bali haroes hargaken iapoenja kasoetjian”, maski sabenernja ini tjara fanatiek ada boeas. Begitoepoen itoe prawira-prawira Japan (Busido) poenja harakiri”, biarpoen itoe bisa di- golongken pada pikiran pendek”, tapi itoe poen satoe pengorbanan” jang soetji, satoe tjara boenoeh diri setjara jang paling agoeng, dan ini tiara-tjara jang kasi soemanget hingga bangsa Japan djadi satoe-satoenja bangsa Asia jang paling terbesar, bikin captain Perry dari America jang mengratak aken tjaplok djadjahan djadi keder boeat telen daerah Japan, maski itoe koetika Japan belon mempoenjain persendjata'an perang jang modern. Djoega kapan Kwan Kong dari itoe hikajat Sam Kok lepasken Tjoo Tjhoo di itoe straat Hwa-yong, sedeng ia taoe dengen itoe ia bakal dihoekoem panggal lehernja, ini poen ada satoe pengorbanan” boeat mendjoendjoeng pada priboedi”. Inilah ada kasopanan Asia koeno jang bikin batinnja itoe orang-orang doeloe lebih tinggi brapa tingkatan dari batinnja orang-orang djaman sekarang.<noinclude></noinclude> 1telyajkvz1ac30ugza6f13visqdovk Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/51 104 113675 315276 313873 2026-08-21T05:00:56Z Ammachemist 27288 315276 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|||49}}</noinclude>{{c|'''PENGORBANAN'''}} laloe toetoerken kainginannja ia dan kainginannja ’ntjik Hwie-bing. „Tia, boeat bikin akoe moesti minta ampoen dengen sambil tiga kali pay-kwie, inilah ada sama sadja dengen itoe kainginan boeat minta satoe ajam djago djadi ajam babon,” saoetnja Yong-han. „Akoe poenja ka-angkoehan dan deradjat masih ada lebih tinggi dari apa jang ia poenjain.” „Dan toch kau sir-sirin iapoenja anak?” „Ja, ’tia, dan itoe anak ada Pik-lian, boekan ’ntjik Hwie-bing,” saoetnja Yong-han. „Lebih djaoe, kita tjoema menjinta, kita belon pikir boeat menikah, katjoeali kapan nanti ’ntjik Hwie-bing mendoesoin bahoea sapenernja Yong-han tida bersalah, dan teroetama poen mendoesin bahoea dengen pendjara ’ntjik Liang-kwie, itoelah berarti iapoenja bangkroet, dan bangkroetnja ia poen berarti terlantar[n]ja iapoenja 24 familie jang ada dalem perlindoengannja.” „Inilah satoe tantangan jang heibat padanja ......!” ’ntjik Ting-liang berseroeh dengen mata mendelik. „Dengan ini poetoesan, berarti kau moesti korbanken kau poenja kadoedoekan sebagai anaknja satoe luitenan ............!” <div style="width:25%; margin:auto; border-top:1px solid;"></div> <section end="Bab III"/><noinclude></noinclude> sw9dsxpibx43r9s7bq2vjdct7gloj0l Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/52 104 113677 315275 313877 2026-08-21T05:00:04Z Ammachemist 27288 315275 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|50}}</noinclude><section begin="Bab IV"/> {{c|'''TJERITA ROMAN'''}} {{c|IV}} :„Ini loeda tjoema bisa dipesoet linjap dengen tetesan darah!” begitoelah ’ntjik Hwie-bing berkata dalem hatinja sendiri. „Akoe moesti tjari itoe doebo manoesia, boeat koelitnja dan peres darahnja boeat tjoetji ini hina’an.” SAMPENJA itoe warta tentang hal disingkirnja Yong-han dari Rembang. ’Ntjik Hwie-bing setiap hari laloe tertawa dengen hati legah, tapi padahal linjap-nja itoe pamoeda sebenarnja masih aken djadi satoe rintangan boeat iapoenja djolan. Hari-hari jang meliwatin minggoe dan boelan achir-nja sampelah meliwatin apa jang dibilang taoen. Begitoepoen Pik poenja nasib, dari itoe iapoenja hari pertoendangan sama poetraja majoor dari bangsa Tionghoa di Semarang, achirnja sampelah itoe harian penetepan boeat ia menikah. Masih djaoe hari gedongnja ’ntjik Hwie-bing soeda dipadjang bagoes sekali dengen goenaken boekan se-dikit oewang. Bangsa Timoer, teroetama bangsa Tionghoa, ada terkenal sekali soeka berlakoe amat rojal dalem oeroesan pesta pernikahan. Oepatjara jang rame, meng-gemperken péndoeoek seloeroeh kota, jang ramenja bisa melebihin pasar malem, inilah sering diboeat bang-ga oleh bangsa kita. ’Ntjik Hwie-bing tida terkatjoeli. Sedari masih pagi sekali itoe harian di iapoenja gedong soeda teramat ribeot dan ramenja. Achirnja kemanten lelaki jang ditoenggoe telah sam-pe. Kamoedian kapan marika, itoe sadjodo kemanten, soeda selesihken sembajang sama leloehoer dan meng-hormat sama papa-mama dan laen-laen familie, oleh<noinclude></noinclude> 0pqqd2q6uu7sgf4ecxbuv6dwrkwsynm 315278 315275 2026-08-21T06:43:02Z Ammachemist 27288 315278 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|50|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude><section begin="Bab IV"/> {{c|'''TJERITA ROMAN'''}} {{c|IV}} :„Ini loeda tjoema bisa dipesoet linjap dengen tetesan darah!” begitoelah ’ntjik Hwie-bing berkata dalem hatinja sendiri. „Akoe moesti tjari itoe doebo manoesia, boeat koelitnja dan peres darahnja boeat tjoetji ini hina’an.” SAMPENJA itoe warta tentang hal disingkirnja Yong-han dari Rembang. ’Ntjik Hwie-bing setiap hari laloe tertawa dengen hati legah, tapi padahal linjap-nja itoe pamoeda sebenarnja masih aken djadi satoe rintangan boeat iapoenja djolan. Hari-hari jang meliwatin minggoe dan boelan achir-nja sampelah meliwatin apa jang dibilang taoen. Begitoepoen Pik poenja nasib, dari itoe iapoenja hari pertoendangan sama poetraja majoor dari bangsa Tionghoa di Semarang, achirnja sampelah itoe harian penetepan boeat ia menikah. Masih djaoe hari gedongnja ’ntjik Hwie-bing soeda dipadjang bagoes sekali dengen goenaken boekan se-dikit oewang. Bangsa Timoer, teroetama bangsa Tionghoa, ada terkenal sekali soeka berlakoe amat rojal dalem oeroesan pesta pernikahan. Oepatjara jang rame, meng-gemperken péndoeoek seloeroeh kota, jang ramenja bisa melebihin pasar malem, inilah sering diboeat bang-ga oleh bangsa kita. ’Ntjik Hwie-bing tida terkatjoeli. Sedari masih pagi sekali itoe harian di iapoenja gedong soeda teramat ribeot dan ramenja. Achirnja kemanten lelaki jang ditoenggoe telah sam-pe. Kamoedian kapan marika, itoe sadjodo kemanten, soeda selesihken sembajang sama leloehoer dan meng-hormat sama papa-mama dan laen-laen familie, oleh<noinclude></noinclude> 22lk1y1716z9fh39kuolj8xv33c6wnk 315279 315278 2026-08-21T06:43:19Z Ammachemist 27288 315279 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|50|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude><section begin="Bab IV"/> {{c|IV}} :„Ini loeda tjoema bisa dipesoet linjap dengen tetesan darah!” begitoelah ’ntjik Hwie-bing berkata dalem hatinja sendiri. „Akoe moesti tjari itoe doebo manoesia, boeat koelitnja dan peres darahnja boeat tjoetji ini hina’an.” SAMPENJA itoe warta tentang hal disingkirnja Yong-han dari Rembang. ’Ntjik Hwie-bing setiap hari laloe tertawa dengen hati legah, tapi padahal linjap-nja itoe pamoeda sebenarnja masih aken djadi satoe rintangan boeat iapoenja djolan. Hari-hari jang meliwatin minggoe dan boelan achir-nja sampelah meliwatin apa jang dibilang taoen. Begitoepoen Pik poenja nasib, dari itoe iapoenja hari pertoendangan sama poetraja majoor dari bangsa Tionghoa di Semarang, achirnja sampelah itoe harian penetepan boeat ia menikah. Masih djaoe hari gedongnja ’ntjik Hwie-bing soeda dipadjang bagoes sekali dengen goenaken boekan se-dikit oewang. Bangsa Timoer, teroetama bangsa Tionghoa, ada terkenal sekali soeka berlakoe amat rojal dalem oeroesan pesta pernikahan. Oepatjara jang rame, meng-gemperken péndoeoek seloeroeh kota, jang ramenja bisa melebihin pasar malem, inilah sering diboeat bang-ga oleh bangsa kita. ’Ntjik Hwie-bing tida terkatjoeli. Sedari masih pagi sekali itoe harian di iapoenja gedong soeda teramat ribeot dan ramenja. Achirnja kemanten lelaki jang ditoenggoe telah sam-pe. Kamoedian kapan marika, itoe sadjodo kemanten, soeda selesihken sembajang sama leloehoer dan meng-hormat sama papa-mama dan laen-laen familie, oleh<noinclude></noinclude> fw2h6b2or5ig2fum5741915iglmlymx 315280 315279 2026-08-21T06:43:39Z Ammachemist 27288 315280 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|50|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude><section begin="Bab IV"/> {{c|{{bold|IV}}}} :„Ini loeda tjoema bisa dipesoet linjap dengen tetesan darah!” begitoelah ’ntjik Hwie-bing berkata dalem hatinja sendiri. „Akoe moesti tjari itoe doebo manoesia, boeat koelitnja dan peres darahnja boeat tjoetji ini hina’an.” SAMPENJA itoe warta tentang hal disingkirnja Yong-han dari Rembang. ’Ntjik Hwie-bing setiap hari laloe tertawa dengen hati legah, tapi padahal linjap-nja itoe pamoeda sebenarnja masih aken djadi satoe rintangan boeat iapoenja djolan. Hari-hari jang meliwatin minggoe dan boelan achir-nja sampelah meliwatin apa jang dibilang taoen. Begitoepoen Pik poenja nasib, dari itoe iapoenja hari pertoendangan sama poetraja majoor dari bangsa Tionghoa di Semarang, achirnja sampelah itoe harian penetepan boeat ia menikah. Masih djaoe hari gedongnja ’ntjik Hwie-bing soeda dipadjang bagoes sekali dengen goenaken boekan se-dikit oewang. Bangsa Timoer, teroetama bangsa Tionghoa, ada terkenal sekali soeka berlakoe amat rojal dalem oeroesan pesta pernikahan. Oepatjara jang rame, meng-gemperken péndoeoek seloeroeh kota, jang ramenja bisa melebihin pasar malem, inilah sering diboeat bang-ga oleh bangsa kita. ’Ntjik Hwie-bing tida terkatjoeli. Sedari masih pagi sekali itoe harian di iapoenja gedong soeda teramat ribeot dan ramenja. Achirnja kemanten lelaki jang ditoenggoe telah sam-pe. Kamoedian kapan marika, itoe sadjodo kemanten, soeda selesihken sembajang sama leloehoer dan meng-hormat sama papa-mama dan laen-laen familie, oleh<noinclude></noinclude> tov9lqx5njf0o9la6u2ejhfp8oohhdj 315281 315280 2026-08-21T06:44:13Z Ammachemist 27288 315281 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|50|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude><section begin="Bab IV"/> {{c|{{bold|IV}}}} :„Ini loeda tjoema bisa dipesoet linjap dengen tetesan darah!” begitoelah ’ntjik Hwie-bing berkata dalem hatinja sendiri. „Akoe moesti tjari itoe doebo manoesia, boeat koelitnja dan peres darahnja boeat tjoetji ini hina’an.” {{di|S}}AMPENJA itoe warta tentang hal disingkirnja Yong-han dari Rembang. ’Ntjik Hwie-bing setiap hari laloe tertawa dengen hati legah, tapi padahal linjap-nja itoe pamoeda sebenarnja masih aken djadi satoe rintangan boeat iapoenja djolan. Hari-hari jang meliwatin minggoe dan boelan achir-nja sampelah meliwatin apa jang dibilang taoen. Begitoepoen Pik poenja nasib, dari itoe iapoenja hari pertoendangan sama poetraja majoor dari bangsa Tionghoa di Semarang, achirnja sampelah itoe harian penetepan boeat ia menikah. Masih djaoe hari gedongnja ’ntjik Hwie-bing soeda dipadjang bagoes sekali dengen goenaken boekan se-dikit oewang. Bangsa Timoer, teroetama bangsa Tionghoa, ada terkenal sekali soeka berlakoe amat rojal dalem oeroesan pesta pernikahan. Oepatjara jang rame, meng-gemperken péndoeoek seloeroeh kota, jang ramenja bisa melebihin pasar malem, inilah sering diboeat bang-ga oleh bangsa kita. ’Ntjik Hwie-bing tida terkatjoeli. Sedari masih pagi sekali itoe harian di iapoenja gedong soeda teramat ribeot dan ramenja. Achirnja kemanten lelaki jang ditoenggoe telah sam-pe. Kamoedian kapan marika, itoe sadjodo kemanten, soeda selesihken sembajang sama leloehoer dan meng-hormat sama papa-mama dan laen-laen familie, oleh<noinclude></noinclude> kalrgb6fhgipcbb944t1a9yavekz8bu 315282 315281 2026-08-21T06:45:03Z Ammachemist 27288 315282 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh|50|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude><section begin="Bab IV"/> {{c|{{bold|IV}}}} {{smaller|{{right|„Ini loeda tjoema bisa dipesoet linjap dengen tetesan darah!” begitoelah ’ntjik Hwie-bing berkata dalem hatinja sendiri. „Akoe moesti tjari itoe doebo manoesia, boeat koelitnja dan peres darahnja boeat tjoetji ini hina’an.”}}}} {{di|S}}AMPENJA itoe warta tentang hal disingkirnja Yong-han dari Rembang. ’Ntjik Hwie-bing setiap hari laloe tertawa dengen hati legah, tapi padahal linjap-nja itoe pamoeda sebenarnja masih aken djadi satoe rintangan boeat iapoenja djolan. Hari-hari jang meliwatin minggoe dan boelan achir-nja sampelah meliwatin apa jang dibilang taoen. Begitoepoen Pik poenja nasib, dari itoe iapoenja hari pertoendangan sama poetraja majoor dari bangsa Tionghoa di Semarang, achirnja sampelah itoe harian penetepan boeat ia menikah. Masih djaoe hari gedongnja ’ntjik Hwie-bing soeda dipadjang bagoes sekali dengen goenaken boekan se-dikit oewang. Bangsa Timoer, teroetama bangsa Tionghoa, ada terkenal sekali soeka berlakoe amat rojal dalem oeroesan pesta pernikahan. Oepatjara jang rame, meng-gemperken péndoeoek seloeroeh kota, jang ramenja bisa melebihin pasar malem, inilah sering diboeat bang-ga oleh bangsa kita. ’Ntjik Hwie-bing tida terkatjoeli. Sedari masih pagi sekali itoe harian di iapoenja gedong soeda teramat ribeot dan ramenja. Achirnja kemanten lelaki jang ditoenggoe telah sam-pe. Kamoedian kapan marika, itoe sadjodo kemanten, soeda selesihken sembajang sama leloehoer dan meng-hormat sama papa-mama dan laen-laen familie, oleh<noinclude></noinclude> t3z6il9bnl1kd9wqlac7b1k35by3v5b Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/102 104 113691 315296 313893 2026-08-21T08:07:55Z Ammachemist 27288 315296 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|100|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>„Oh, prempoean ......!" achirnja Yong-han menggrendeng dalem hati dengen hati panas. Yong-han dan iboenja bermalem di sitoe dan esoek siang ada hari nikahnja Gwat. Itoe sore Yong-han kapingin sekali katemoein Gwat, tapi ia tida ada moentjoel. Maka ia laloe bawa soelingnja ka itoe tepi kali, tioep itoe boeat sebagi oendangan Gwat dateng kasana. Tapi biarpoen ia menioep sampe napasnja abis, Gwat tida ada moentjoel. Hatinja Yong-han laloe panas seperti dibakar dan dadanja sesek penoeh amarah. la tentoeken niatannja bahoea di satoe sa'at ia moesti bisa lampiasken itoe semoea di hadepannja Gwat. Esoek siangnja, di djam menikahnja Gwat dengen itoe laen lelaki, koetika menampak aer-mata jang bertjoetjoeran seperti aer oedjan menoewang boemi, itoe tetesan aer-matanja Gwat, baroelah Yong-han mendoesin bahoea menikahnja Gwat itoe adalah boeat ia-poenja kabroentoengan. Memang, Gwat sengadja korbanken iapoenja kabroentoengan. 'Ntjim Siong-gwan soeda lama lamar dirinja, tapi 'ntjik Hing-bie tida kasi, dan kaloe sekarang kadjadian itoe pernikahan, adalah atas maoenja Gwat sendiri. {{rule|width=8em}} <section end="Bab VI"/><noinclude></noinclude> ohza131ktgb46vfgmjpdli7lhyu8hot Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/103 104 113702 315295 314919 2026-08-21T08:07:23Z Ammachemist 27288 315295 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||101}}</noinclude><section begin="Bab VII"/> {{C|{{bold|VII}}}} {{right|{{smaller|„Oh, Oh ....." 'ntjim Hing-bie laloe melonggong. „Diboewang atas laoetan, ditaroh di atasnja satoe praoe ketjil dengen dibekelin oewang seratoes ringgit serta satoe soerat : 'Piaralah Ini anak dan ambil ini oewang'?"}}}} {{di|S}}ABAGIMANA oemoemnja terdjadi dalem kita poenja pergaoelan hidoep, apabila satoe hartawan meninggal doenia, di sitoe laloe terbit kakaloetan. Begitoepoen terdjadi atas milik, harta dan peroesahannja 'ntjik Hwie-bing, laloe hadepin bahaja brantakan. Tapi soekoer kaboeroe Yong-han menikah sama Pik, ningga ia masih kaboeroe menjegah mendjalarnja itoe kakaloetan lebih djaoe. Maski ia hidoep dalem broentoeng, tapi Yong-han belon pernah loepaken sama Gwat. Boekan sedikit oewang dan barang-barang dagangan Yong-han telah oeloerin sama Swie-tik, soeaminja Gwat, hingga pelahan-pelahan Swie-tik djadi kaja. Samentara Swie-tik jang tida taoe apa-apa tjoema bisa bilang bahoea Yong-han ada kliwat baek sekali. Ada banjak sekali kadjadian-kadjadian atawa pertemoean-pertemoean jang penting tjoema terdjadi dalem tempo jang kabetoelan sadja. Rembang soeda biasa boeat saban taoen adaken karamean gwan-siauw atawa tjap-go-me. Di maleman itoe karamean, mendadak matanja Yonghan jang tadjem telah dapet menampak Gwat, 'ntjik Hing-bie dan istrinja ada bertjampoeran antara itoe rombongan orang-orang jang seperti semoet. „Pik, sabentar di sini sama 'nio; akoe maoe kasana sabentaran," katanja Yong-han, laloe tinggalken Pik dan<noinclude></noinclude> pj9gnarshchg509v4j0cp5th0rdj9kp Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/106 104 113705 315299 313909 2026-08-21T08:12:33Z Ammachemist 27288 315299 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|104|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>Gwat dan Pik kamoedian laloe mengerti doedoeknja hal apabila 'ntjim Hwie-bing telah toetoerken. „Ade Gwet," Pik laloe samperin dan peloek ia. Gwat bales memeloek dan sembari koetjoerken aer-mata seraja kata dalem hati: „Kaloe doeloe akoe boenoeh Pik, itoelah boenoeh 'ntji sendiri." Liat rame-rame di dalem, Yong-han poen laloe masoek. 'Ntjim Hing-bie laloe bisikin koepingnja Yong-han. Sa'at mana Gwat telah semboeniken moekanja di atas dadanja Pik. <br> <br> <br> <br> <br> <center> {{bold|{{sp|TAMAT}}}} <section end="Bab VII"/><noinclude></noinclude> njyr9in664bw53ho5en0xcvtwlup2yg Halaman:Janie.pdf/30 104 113710 315226 313918 2026-08-21T00:13:44Z Ammachemist 27288 315226 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|54|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||55}}</noinclude>nja'ann ja orang laen, biarlah Allah nanti koernia ken padamoe .......... " „Oh 'dék ketjinta'an itoelah berada pada sesoeatoe orang, tapi djodo itoelah berada di tangan Allah" saoetnja Soendjata dengen terharoe. Itoe pagi Janta, istrinja dan mertoe anja laloe berpamit poelang ka Bandoeng, samentara Soendjata poen laloe kombali poelang ka Wanasaba {{rule|height=6px}}{{rule}} <center> {{Italic|{{Xx-larger|Boeat apa Hidoep?}}}}</center> inilah ada kalimat dari tjerita jang bakal djadi pengisinja "Tjerita Roman" December depan ini, ditoelis oleh toean Pouw Kioe An. Boeat Apa Hidoep?" boekan tjoema mendjadi kalimat sadja, tapi djoega mendjadi satoe pertanjakan besar jang sekalian pembatja bakal djadi pendjawabnja. Boeat apa hidoep dan apa artinja hidoep, inilah ada satoe soeal jang selaloe mendja di teka-teki. „Boeat Apa Hidoep?" boekan tjoema aken meloekisken tentang romans jang langkah, tapi poen menggenggem filosofie ten tang penghidoepan, ditoelis oleh {{C|Toean Pouw Kioe An}} dan segadja disoegoehken pada sekalian pembatja boeat sebagi bingkisan penoetoep taoen 1937. {{rule|height=6px}}{{rule}} <section end="Bab V"/> <section begin="Bab VI"/> {{C|{{bold|VI.}}}} {{di|K}}OTA Wanasaba jang terkenal banjak oedjan, pada maJem itoe teJah dilimpoetin oleh kegelapan, oedjan menoeaNg dengen deres, angin menioep dengen santer dan kilat gledek bersam beran dan bergoemoerOeh kean kemari hingga membikin takoet pada siapa jang bernjali ketjil. Kerna mana maka djalanan-djaLanan di itoe kota djadi sepi, orang maoe poen kandar an ampir tida ada jang liwat di djalanan. Hawa oedara poen tambah semang kin dingin hingga roemah-roemah jang berdinding bamboe boekan sadja moesti ketakoe tan boeat mengadepin serangannja sang angin dan menampesnja oedjan, tapi poen marika pada kedinginan djoega. Pada malem itoe, satoe roemah di kampoeng kaoeman masih tertampak penerangan jang terang di bagian roeangan dalem. Roemah itoe ada saderhana, tapi diatoer sanget netjis. Di dinding tembok ada terdapet gambaran-gambaran jang teratoer baek dan di atas medja ada terdapet vaas jang terisi kemban g roos jang masih seger. Di atas medja toelis ada satoe lampoe doedoek dan di sana ada kliatan satoe gadis jang maski parasnja tertampak rada lajoe, tapi masih tertampak iapoenja ketjantikan, doedoek di sitoe sambil membatja boekoe. Gadis itoe memake kaen kebaja soetra biroe hingga menam bahken kaindah annja iapoenja koelit jang warna koening langsat itoe. Ia itoe kliatannja memba tja, tapi sebenernja tida membatja, kerna pikirannja tida menoedjoe pada<noinclude></noinclude> 747a92h4e39r3epr7jzmdeuhb4uedlo 315232 315226 2026-08-21T00:20:02Z Ammachemist 27288 315232 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|54|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||55}}</noinclude><section begin="Bab V"/> nja'annja orang laen, biarlah Allah nanti koernia ken padamoe .......... " „Oh 'dék ketjinta'an itoelah berada pada sesoeatoe orang, tapi djodo itoelah berada di tangan Allah" saoetnja Soendjata dengen terharoe. Itoe pagi Janta, istrinja dan mertoe anja laloe berpamit poelang ka Bandoeng, samentara Soendjata poen laloe kombali poelang ka Wanasaba {{rule|height=6px}}{{rule}} <center> {{Italic|{{Xx-larger|Boeat apa Hidoep?}}}}</center> inilah ada kalimat dari tjerita jang bakal djadi pengisinja "Tjerita Roman" December depan ini, ditoelis oleh toean Pouw Kioe An. Boeat Apa Hidoep?" boekan tjoema mendjadi kalimat sadja, tapi djoega mendjadi satoe pertanjakan besar jang sekalian pembatja bakal djadi pendjawabnja. Boeat apa hidoep dan apa artinja hidoep, inilah ada satoe soeal jang selaloe mendja di teka-teki. „Boeat Apa Hidoep?" boekan tjoema aken meloekisken tentang romans jang langkah, tapi poen menggenggem filosofie ten tang penghidoepan, ditoelis oleh {{C|Toean Pouw Kioe An}} dan segadja disoegoehken pada sekalian pembatja boeat sebagi bingkisan penoetoep taoen 1937. {{rule|height=6px}}{{rule}} <section end="Bab V"/> <section begin="Bab VI"/> {{C|{{bold|VI.}}}} {{di|K}}OTA Wanasaba jang terkenal banjak oedjan, pada maJem itoe teJah dilimpoetin oleh kegelapan, oedjan menoeaNg dengen deres, angin menioep dengen santer dan kilat gledek bersam beran dan bergoemoerOeh kean kemari hingga membikin takoet pada siapa jang bernjali ketjil. Kerna mana maka djalanan-djaLanan di itoe kota djadi sepi, orang maoe poen kandar an ampir tida ada jang liwat di djalanan. Hawa oedara poen tambah semang kin dingin hingga roemah-roemah jang berdinding bamboe boekan sadja moesti ketakoe tan boeat mengadepin serangannja sang angin dan menampesnja oedjan, tapi poen marika pada kedinginan djoega. Pada malem itoe, satoe roemah di kampoeng kaoeman masih tertampak penerangan jang terang di bagian roeangan dalem. Roemah itoe ada saderhana, tapi diatoer sanget netjis. Di dinding tembok ada terdapet gambaran-gambaran jang teratoer baek dan di atas medja ada terdapet vaas jang terisi kemban g roos jang masih seger. Di atas medja toelis ada satoe lampoe doedoek dan di sana ada kliatan satoe gadis jang maski parasnja tertampak rada lajoe, tapi masih tertampak iapoenja ketjantikan, doedoek di sitoe sambil membatja boekoe. Gadis itoe memake kaen kebaja soetra biroe hingga menam bahken kaindah annja iapoenja koelit jang warna koening langsat itoe. Ia itoe kliatannja memba tja, tapi sebenernja tida membatja, kerna pikirannja tida menoedjoe pada<noinclude></noinclude> fyxq41zhd6effco1f3td6ui2ocs90jp Halaman:Janie.pdf/33 104 113714 315238 313938 2026-08-21T00:34:16Z Ammachemist 27288 315238 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|60|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||61}}</noinclude>„Kaoe poenja sinar mata seperti membawak kabar bahoea Janta soedah tida aken kombali lagi di sini, maka apakah perloenja kaoe tjoba aken semboeniken itoe padakoe?" kemoedian Janie kata lebih djaoe. „Niek, ja, ja, seharoesnja memang akoe tida moesti bohongin kaoe," kemoedian Soendjata menjaoet. „Tapi bagimanakah akoe bisa oetjapken perkata'an-perkata'an jang akoe tida aken mampoe oetjapken?" „Tida, mas; akoe haroes berbitjara teroes terang," mendesek Janie dengen rada koerang sabar. „Tapi akoe harep kaoe haroes tjoba mendengerken dengen tenang, 'dék." „Itoelah akoe berdjandji, mas." Kerna Soendjata tida tegah boeat lebih doel oetoetoerken tentang keada'annja Janta den gen oetjapan, maka sigra ia laloe ambil itoe sepotong soerat dari Janta dan dikasiken kepadanja. „Inilah nasibkoe," begitoelah katanja Janie dengen soeara tergeter. Dengen tangan bergoemeter Janie boeka itoe envelop, kemoedian tarik kloear itoe lembaran kertas dan batja isinja. Satelah membatja itoe soerat, Janie tertampak seantero toeboehnja tida bergerak dan matanja memandeng itoe soerat dengen tida berkesip, kemoedian kekedjap lagi dibarengin dengen djatonja iapoenja badan tindihin itoe medja. Janie pangsan ! Soedjata sanget terkedjoet. Sigra ia laloe briken pertoeloengan. Dengen dibantoe oleh nem kemoedian ia bawak masoek itoe gadis ka dalem pembaringannja. Kerna keada'annja Janie ada begitoe roepa, Soendjata taro banjak kekwatiran, maka dokter laloe dipanggil boeat membri pertoeloengan. Dokter jang dipanggil telah dateng dan membri pertoeloengan hingga plahan-plahan itoe keada'an jang mengoewatirken rada koerangan. Malem itoe Soedjata táda poelang dan kepaksa mendjagain Janie, biarpoen itoe malem ia rasaken toeboehnja sanget lelah. Dokter menjataken bahoea peparoenja Janie sanget lemah dan dikwatir Janie nanti kena tering serta membri advies soepaja Janie djangan bekeridja berat dan haroes banjak mengaso serta tentremken pikiran. Maka sadjek itoe Janie lantas tida bekerdja lagi dan selaloe banjak berdiam di roemah dengen Soendjata jang selaloe perhatiken segala iapoenja kepentingan dan selaloe tjoba hiboerken iapoenja kesedihan. Janie sanget bertrima kasi dan hormatken Soendjata jang perlakoeken dirinja lebih-lebih dari satoe soedara.<noinclude></noinclude> bf6gj7yl1ummko2si2f29gsfh7o2q0d Halaman:Janie.pdf/34 104 113715 315208 313939 2026-08-20T17:12:40Z Ammachemist 27288 315208 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|62|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||63}}</noinclude>{{C|{{bold|VII.}}}} {{di|J}}ANTA sedari medapet taoe bahoea Janie dengen setia masih senantiasa menoenggoein dirinja, dalem hatinja lantas selaloe tida aman dan selaloe merasa bahoea dirinja ada seorang berdosa. Maka seringkali ia soeka ngelamoenken pikirannja, memikirken tentang dirinja Janie. Terhadep padaa istrinja Janta masih berlakoe seperti biasa, senantiasa perhatiken dan perlakoeken dengen manis boedi dari apa jang satoe soeami bisa kasiken. Tapi Zoebaénah poenja perasa'an dan mata ada sanget tadjem seolah-olah bisa temboesin lapisan apa sadja jang mengandang. Biarpoen sang soeami tjoba semboeniken, tapi Zoeb telah dapet mengetaoein bahoea soeaminja lagi mengandoeng kedoeka'an jang besar. Sebenernja memang begitoe. Biarpoen Janta tjoba berlakoe seperti biasa, tapi boleh dibilang ampir setiap malem ia soesah mendapet tidoer njenjak. Zoeb jang dapet mengetaoein kesoekeran jang lagi menindih hatinja sang soeami, boekan djadi marah hanja malah ia merasa sanget berdosa, merasa bahoea ia berkewadjiban boeat perbaekin itoe keada'an. Satoe waktoe Janta telah ngelamoen begitoe heibat seolah-olah loepaken kesedaran dirinja, hingga tida mengetaoein tatkalà Zoeb telah menjemperin dirinja dari blakang. Janta baroe mendoesin dengen sanget terkedjoet apabila Zoeb telah pegang iapoenja poendak dan menegor: „Soeamikoe, apakah jang kaoe sedeng pikirin sampe begini matjem." Janta dengen terprandjat boeroe-boeroe pegang tangan istrinja jang moengil dan menjaoet: „Oh, Zoeb, tida pikirin apa-apa. Akoe tjoema pikirken dengen keras tentang pladjaran jang akoe telah terlantarken. Akoe sanget kepingin sekali boeat bisa landjoetken peladjaran di G. H. S." „Ja, kaoe nanti bisa landjoetken itoe angen-angen dan kaoe nanti merdika, kaloe nanti Zoeb soedah tida ada, soedah tinggalken ini doenia jang fana .... " „Zoeb, kenapa kaoe oetjapken itoe perkata'an," katanja Janta dan laloe peloek istrinja. „Ma'afkenlah kaloe kiranja oetjapan tadi ada menjakitin hatimoe." „„Soeamikoe, kaoe boleh djoestain mata dan koepingkoe, tapi djangalah kaoe djoestain perasa'ankoe," Zoeb kata poela. "Biarlah soeatoe hari nanti akoe achirken itoe ... ..... .... " Istri itoe laloe menangis kerna tida dapet menahan perasa'an hatinja. „Tida, istriokoe; kaoe haroes tida melantoerken pikiranmoe sampe begitoe matjem. Pertjajalah, Janta nanti aken selaloe berada di damping kaoe." Tapi Zoeb poenja loeka di hati ada begitoe besar dan barangkali tida aken dapet dirapetken poela. Itoe kedjadian-kedjadian ada sanget menoesoek hatinja. Achirnja telah sampe itoe tempo boeat Zoeb melahirken anak. Dokter laloe dipanggil. Satelah ditoenggoe berdjam-djam, achirnja itoe baji telah terlahir, satoe anak prempoean jang moengil, terlahir dengen rada soesah kerna sang iboe poenja keada'an toeboeh ada lemah. „Zoeb, besarkenlah hatimoe, kaoe telah lahirken satoe poetri jang moengil dan mirip...... " katanja<noinclude></noinclude> h2hwu893t1pndl8aok678r68k4nxd7e Halaman:Janie.pdf/37 104 113718 315249 313945 2026-08-21T02:01:23Z Ammachemist 27288 315249 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|68|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||69}}</noinclude>{{C|{{bold|VIII.}}}} {{di|S}} {{sp|OEDAH}} lazimnja (oemoemnja) kaloe moesin patjeklik (mahal makanan) tentoe banjak pentjoerian, perampokan dan laen-laen peroesoehan. Orang lantas tida inget aken kebaekan atawa kebetjikan, asal sadja bisa tangsel peroetnja. Kaloe pentjoeri jang menijoeri kerna lapar itoe dapet ditangkep, marika malah merasa soekoer, sebab dengen begitoe ia di pendjara lantas dapet makan dan perawatan jang lebih baek. Maka itoe dalem tempo begitoe itoe kaoem penggawe negri pada sanget iboek dan merasa kewalahan. Baroe sadja tjoba aken dapetken kepoelesan, mendadak tong-tong lantas terdenger, tanda di sini ada perampokan atawa di sana ada pentjoeri jang dikepoeng pendoedoek jang moerka. Atawa di sana ada pemboenoehan dan di sitoe ada roemah terbakar. Demikianlah nasibnja kaoem penggawe negri pada tempo begitoe. Di district Loano poen telah kena hinggapannja itoe moesin patjeklik. Wedana, kepala dari itoe district, baroe sadja dibenoem. Sedari mendjabat pekerdja'an jang baroe, boleh dibilang itoe wedana tida pernah berada di roemah, kerna temponja banjak digoenaken di loearan boeat oeroes perkara pemboenoehan, perampokan d.l.l. Tatkala itoe sang Wedana itoe soedah berselang tiga hari telah tinggalken iapoenja kewedanan, kerna perloe oeroes dan tindes peroesoehan di satoe desa jang termasoek daerah dari districtnja. Samentara di kawedanan ada doea poetri jang toenggoein iapoenja kedatengan dengen penoeh kekwatiran. Poetri itoe jang satoe badannja bagoes, rada montok, dan koelitnja poetih bersih, samentara jang laen ada ,berpengawakan lentjir, koelitnja koening, jang makipoen tjantik tapi iapoenja mata seperti lampoe jang keabisan minjak, soerem dan lajoe. Kapan marika berdoea berada di loear pendapa, mendadak ada satoe djoli jang dipikoel oleh brapa or8ng-orang desa telah dibawak masoek ka sitoe dengen di'iring oleh satoe Mantri Politie. „Padoeka Wedana telah mendapei loeka" katanja itoe M. P. Doea poetri itoe boeroe-boeroe bantoe toeloeng bawak masoek itoe Wedana jang roepanja sanget lelah. Dokter laloe dipanggil dateng. Itoe thabib satelah memreksa loeka, kasi Perubalsem dan kemoedian diboengkoes dengen baek, laloe menjataken bahoea loekanja sang Wedana tida berbahaja, tjoema haroes didjaga soepaja djangan diboeat banjak bergerak sebelonnja semboeh. Dan, kerna si sakit tatkala itoe peroetnja sanget kosong, sang thabib poen soeroe masaken barang makanan jang enteng, boeboer dan sebaginja. Sri, itoe gadis jang montok, laloe pergi ka dapoer dan sediaken itoe semoea keperloean. Itoe thabib kemoedian berlaloe dan samentara itoe gadis jang lentjir toenggoein si sakit. Itoe ambtenaar koetika melekin matanja dan dapet meliat itoe gadis di samping pembaringannja, ia laloe kata: „Oh, kaoe, Niek ...... "<noinclude></noinclude> 1kebed01twmhxy877ge5h3j62s3xf1o 315251 315249 2026-08-21T02:04:33Z Ammachemist 27288 315251 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|68|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||69}}</noinclude><section begin="Bab VIII"/> {{C|{{bold|VIII.}}}} {{di|S}} {{sp|OEDAH}} lazimnja (oemoemnja) kaloe moesin patjeklik (mahal makanan) tentoe banjak pentjoerian, perampokan dan laen-laen peroesoehan. Orang lantas tida inget aken kebaekan atawa kebetjikan, asal sadja bisa tangsel peroetnja. Kaloe pentjoeri jang menijoeri kerna lapar itoe dapet ditangkep, marika malah merasa soekoer, sebab dengen begitoe ia di pendjara lantas dapet makan dan perawatan jang lebih baek. Maka itoe dalem tempo begitoe itoe kaoem penggawe negri pada sanget iboek dan merasa kewalahan. Baroe sadja tjoba aken dapetken kepoelesan, mendadak tong-tong lantas terdenger, tanda di sini ada perampokan atawa di sana ada pentjoeri jang dikepoeng pendoedoek jang moerka. Atawa di sana ada pemboenoehan dan di sitoe ada roemah terbakar. Demikianlah nasibnja kaoem penggawe negri pada tempo begitoe. Di district Loano poen telah kena hinggapannja itoe moesin patjeklik. Wedana, kepala dari itoe district, baroe sadja dibenoem. Sedari mendjabat pekerdja'an jang baroe, boleh dibilang itoe wedana tida pernah berada di roemah, kerna temponja banjak digoenaken di loearan boeat oeroes perkara pemboenoehan, perampokan d.l.l. Tatkala itoe sang Wedana itoe soedah berselang tiga hari telah tinggalken iapoenja kewedanan, kerna perloe oeroes dan tindes peroesoehan di satoe desa jang termasoek daerah dari districtnja. Samentara di kawedanan ada doea poetri jang toenggoein iapoenja kedatengan dengen penoeh kekwatiran. Poetri itoe jang satoe badannja bagoes, rada montok, dan koelitnja poetih bersih, samentara jang laen ada ,berpengawakan lentjir, koelitnja koening, jang makipoen tjantik tapi iapoenja mata seperti lampoe jang keabisan minjak, soerem dan lajoe. Kapan marika berdoea berada di loear pendapa, mendadak ada satoe djoli jang dipikoel oleh brapa or8ng-orang desa telah dibawak masoek ka sitoe dengen di'iring oleh satoe Mantri Politie. „Padoeka Wedana telah mendapei loeka" katanja itoe M. P. Doea poetri itoe boeroe-boeroe bantoe toeloeng bawak masoek itoe Wedana jang roepanja sanget lelah. Dokter laloe dipanggil dateng. Itoe thabib satelah memreksa loeka, kasi Perubalsem dan kemoedian diboengkoes dengen baek, laloe menjataken bahoea loekanja sang Wedana tida berbahaja, tjoema haroes didjaga soepaja djangan diboeat banjak bergerak sebelonnja semboeh. Dan, kerna si sakit tatkala itoe peroetnja sanget kosong, sang thabib poen soeroe masaken barang makanan jang enteng, boeboer dan sebaginja. Sri, itoe gadis jang montok, laloe pergi ka dapoer dan sediaken itoe semoea keperloean. Itoe thabib kemoedian berlaloe dan samentara itoe gadis jang lentjir toenggoein si sakit. Itoe ambtenaar koetika melekin matanja dan dapet meliat itoe gadis di samping pembaringannja, ia laloe kata: „Oh, kaoe, Niek ...... "<noinclude></noinclude> j0h9yvdgdrbwp4upt3oxuymh39s8ma6 Halaman:Janie.pdf/40 104 113720 315210 313947 2026-08-20T17:23:01Z Ammachemist 27288 315210 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|74|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||76}}</noinclude>„Itoelah kerna dari kaoe poenja pri kesetiawanan, Niek.” „Dengen akoe terlaloe memboeta, tida bisa bedaken mana jang berharga dan mana jang tida berharga. Maka akoe sanget menjesel sekali telah sia-siaken kaoe poenja perhatian.” Sebenernja Soendjata ada satoe pemoeda jang loear biasa. Kerna iapoenja tjinta jang soetji, bertaoen-taoen ia telah poenjaken itoe kesabaran boeat menanti, menoenggoein dengen penoeh keridlahan hati terboekanja sendirinja itoe pintoe dari hatinja Janie jang agaknja seperti telah terkantjing boeat selamanja. Banjak sekali gadis-gadis dan orang-orang toea jang ingin ambil soeami atawa anak mantoe kepadanja. Tapi Soendjata selaloe toetoep hatinja boeat marika. Apalagi satelah ia diangkat mendjadi Wedana, kerna iapoenja kepandean atawa ketjakepan, banjak ajah bonda dari kalangan kaoem prijaji jang seperti dengen teroes terang tawarken poetri-poetrinja, Janie boekan tida taoe bahoea Soendjata telah mintain dirinja, Tapi Janie tida aken soeka imbangin itoe perasa’an kerna iapoenja perasa’an kesian padanja ada terlebih besar dari iapoenja perasa’an soeka Begitoelah doea-doea telah pada saling oempetken masing-masing poenja perasa’an sahingga sampe terdjadinja itoe ketjilaka’an jang menerbitken perledakan dari masing-masing hatinja. Ketjinta’an adalah manoesia jang poenjaken, tapi djodo itoelah Allah jang kwasaken, {{C|{{bold|IX.}}}} {{di|T}} {{sp|IGA}} taoen telah laloe, Janie dan Soendjata telah hidoep dalem kebroentoengan jang asli Soendjata selaloe indahken dan tida lakoeken apa jang bisa mengganggoe kesenengannja sang istri. Samentara sang istri selaloe mendjaga dan perhatiken segala keperloeannja sang soeami serta ia tida berboeatken apa jang soeaminja tida soeka. Kaloe sang soeami poelang dari tournee, Janie itoe Soeka menjamboet di loear pendapa. Kebroentoengan itoe agaknja di rasaken lebih-lebih dari biasa kerna sekarang Janie telah berbadan doea, mengandoeng anak jang bakal djadi penjamboeng dari marika poenja toeroenan. Hamilan itoe achirnja telah sampe temponja boeat melahirken satoe baji, Soedjata laloe panggil vroedvrouw boeat menoeloeng itoe kelahiran. Vroedvrouw telah dateng dan membantoe oeroes itoe bakal iboe. Tapi ternjatalah itoe vroedvrouw tida bisa berboeat banjak, kerna Janie telah hadepin bahaja soesah melahirken anak berhoeboeng dengen brapa keada’an salah jang satoe vroedvrouw poenja kepandean tida dapet menoeloeng itoe, Maka itoe kepaksa moesti memanggil dokter. Tapi sanget latjoer itoe waktoe dokter satoe-satoenja jang berada di itoe tempat telah berpergian ka loear kota, Janie telah menderita kesakitan jang heibat hingga membikin bingoeng orang sedalem roemah. Poeter telefoon ka roemahnja itoe dokter telah dipoeter berkali-kali, barangkali dokter itoe telah poelang.<noinclude></noinclude> 06kijze83c7yotm41rcqd7i8ir7bvn9 315250 315210 2026-08-21T02:03:36Z Ammachemist 27288 315250 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|74|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||76}}</noinclude>„Itoelah kerna dari kaoe poenja pri kesetiawanan, Niek.” „Dengen akoe terlaloe memboeta, tida bisa bedaken mana jang berharga dan mana jang tida berharga. Maka akoe sanget menjesel sekali telah sia-siaken kaoe poenja perhatian.” Sebenernja Soendjata ada satoe pemoeda jang loear biasa. Kerna iapoenja tjinta jang soetji, bertaoen-taoen ia telah poenjaken itoe kesabaran boeat menanti, menoenggoein dengen penoeh keridlahan hati terboekanja sendirinja itoe pintoe dari hatinja Janie jang agaknja seperti telah terkantjing boeat selamanja. Banjak sekali gadis-gadis dan orang-orang toea jang ingin ambil soeami atawa anak mantoe kepadanja. Tapi Soendjata selaloe toetoep hatinja boeat marika. Apalagi satelah ia diangkat mendjadi Wedana, kerna iapoenja kepandean atawa ketjakepan, banjak ajah bonda dari kalangan kaoem prijaji jang seperti dengen teroes terang tawarken poetri-poetrinja, Janie boekan tida taoe bahoea Soendjata telah mintain dirinja, Tapi Janie tida aken soeka imbangin itoe perasa’an kerna iapoenja perasa’an kesian padanja ada terlebih besar dari iapoenja perasa’an soeka Begitoelah doea-doea telah pada saling oempetken masing-masing poenja perasa’an sahingga sampe terdjadinja itoe ketjilaka’an jang menerbitken perledakan dari masing-masing hatinja. Ketjinta’an adalah manoesia jang poenjaken, tapi djodo itoelah Allah jang kwasaken, <section end="Bab VIII"/> <section begin="Bab IX"/> {{C|{{bold|IX.}}}} {{di|T}} {{sp|IGA}} taoen telah laloe, Janie dan Soendjata telah hidoep dalem kebroentoengan jang asli Soendjata selaloe indahken dan tida lakoeken apa jang bisa mengganggoe kesenengannja sang istri. Samentara sang istri selaloe mendjaga dan perhatiken segala keperloeannja sang soeami serta ia tida berboeatken apa jang soeaminja tida soeka. Kaloe sang soeami poelang dari tournee, Janie itoe Soeka menjamboet di loear pendapa. Kebroentoengan itoe agaknja di rasaken lebih-lebih dari biasa kerna sekarang Janie telah berbadan doea, mengandoeng anak jang bakal djadi penjamboeng dari marika poenja toeroenan. Hamilan itoe achirnja telah sampe temponja boeat melahirken satoe baji, Soedjata laloe panggil vroedvrouw boeat menoeloeng itoe kelahiran. Vroedvrouw telah dateng dan membantoe oeroes itoe bakal iboe. Tapi ternjatalah itoe vroedvrouw tida bisa berboeat banjak, kerna Janie telah hadepin bahaja soesah melahirken anak berhoeboeng dengen brapa keada’an salah jang satoe vroedvrouw poenja kepandean tida dapet menoeloeng itoe, Maka itoe kepaksa moesti memanggil dokter. Tapi sanget latjoer itoe waktoe dokter satoe-satoenja jang berada di itoe tempat telah berpergian ka loear kota, Janie telah menderita kesakitan jang heibat hingga membikin bingoeng orang sedalem roemah. Poeter telefoon ka roemahnja itoe dokter telah dipoeter berkali-kali, barangkali dokter itoe telah poelang.<noinclude></noinclude> mgdsnyqbgityjwitrqcgc5jow0fqpi1 Halaman:Janie.pdf/9 104 113766 315211 314058 2026-08-20T17:36:26Z Ammachemist 27288 315211 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|12|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||13}}</noinclude>„Ja, beste neef, sama-sama,” saoetnja Niek dengen bersenjoem simpoel. „Dari mana sadja kaoe goenaken ini tempo vacantie?” Akoe baroesan dateng dari Poerwaredja menengokin Oom Dana di sana, Dari sana kamoedian akoe niat poelang ka Rembang, tapi dengen di loear kemaoean akoe mendadak kombali mampir poela di Djokja, boleh djadi ini disebabkon akoe dimoestiken ketemoeken dan samboet kaoe poenja kedatengan, 'bak-ajoe.” Niek samboet itoe pernjata’an dengen iapoenja senjoem simpoel jang manis, kerna iapoenja soedjen-soedjen jang eilok itoe seperti menggenggem riboean tetes sari madoe. Niek itoe ada seboetan pendek dari itoe gadis poenja nama, Iapoenja nama jang lengkep adalah R. A. Woerjanie. Ia baroe sadja loeloes dari Kweekschool Salatiga dengen mendapet angka jang bagoes, jalah nummer satoe. Tatkala ia masih beroesia 10 taoen, ajahnja telah meninggal doenia, hingga itoe masa iboenja boleh dibilang masih moeda, tapi toch itoe iboe tida soeka menikah lagi kerna iboe itoe beranggepan bahoea orang menikah itoe haroeslah tjoema boeat satoe kali sadja, maka itoe djanda lebih soeka hidoep dengen pensioennja jang ketjil sadja, hidoep di iboe kota dari itoe daerah Kasultanan dengen tjara saderhana soepaja bisa liwatken hari-hari dengen tida kakoerangan, kerna iboe itoe ada kejakinan boeat didik Woerjanie, anak satoe-satoenja, sampe mendapet didikan jang pantes, sebab ia berjakin, maski anaknja itoe ada prempoean, haroeslah di kemoedian hari bisa berdiri atawa mempoenjain pokok goena menoendjang kahidoepannja sendiri. Dan sekarang ternjatalah harepannja itoe iboe Jang bidjaksana telah terkaboel, Niek telah loeloes dari itoe sekolah tjalon goeroe. Sekarang roemah jang didiamin oleh R. A. Tjakra itoe tertampak hidoep dan bersoemanget kerna adanja itoe keponakan dan sang poetri. Baroe sadja saling kenal, Janta dan Jani tertampaknja soedah saling resep boeat bergaoel dan beromong-omong. Janta toenda niatannja boeat poelang ka Rembang. Satoe minggoe ia berdiam di roemah tantenja itoe, kemoedian lantas bersama-sama Jani dan iboenja marika bikin perdjalanan ka Rembang. Orang-toeanja Janta tentoe sadja merasa sanget bergirang menerima kedatengannja sang poetra dan teroctama pada R A. Tjakra serta poetrinja, sala-saorang familienja jang telah lama tida berdjoempah dan poen lama tida saling berhoeboeng. R. Tjakrasapoetra sanget terharoe ketemoeken sang tjoetjoe telah djadi gadis jang tjantik. Janta tida sia-siaken ini tempo dengen menongkrong di roemah sadja, hanja kapan sang boelan poernama telah oendjoeken parasnja jang permei, adalah ia laloe anterken Niek pergi djalan-djalan di pantei — itoe pantei jang indah dari pesisir Rembang jang terkenal. Djoega goenoeng Moeria jang telah mendapet marika poenja koendjoengan. Kemoedian Janta abisken itoe vacantie bersama sang tante dan nicht ka Soerabaia dan kemoedian poelang ka Djokja. Inilah ada satoe vacantie jang sanget mengoembiraken dan membesarken soemanget jang Janta belon pernah dapetken selama bertaoen-taoen ia bertjokol di bangkoe sekolahan.<noinclude></noinclude> qpay4qgv5d1ur89dpaargjmlo2ockh2 Halaman:Janie.pdf/10 104 113767 315215 314059 2026-08-20T17:41:46Z Ammachemist 27288 315215 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|14|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||15}}</noinclude>{{C|{{bold|II.}}}} {{di|S}}{{sp|ATELAH}} abis vacantie, Niek atawa Janie soedah tida masoek sekolah lagi, kena soedah tamat, maka ia tjoema tinggal menoenggoe besluit sadja, kapankah ia nanti mendapet benoeman menjadi onderwijzeres. Tapi Janta masih moesti masoek sekolah lagi, sebab ia haroes melaloein satoe taoen poela boeat bisa tamatken pladjarannja di A, M, S. Sembari menanti datengnja benoeman, Janie banjak bekerdja di roemah, menoeloeng masak, menjoelam, mendjait dan laen-laennja pakerdja'an prempoean. Kapan telah sampe djam 1 liwat tengah hari, ia soedah selesihken semoea pakerdja'an dapoer dan kemoedian sama-sama doedoek dahar dengen sang iboe dan Janta jang telah poelang dari roemah sekolahan. Seringkali, kapan poelang dari sekolahan, Janta dapetken bahoea Janie berada di pekarangan depan dan menjamboet iapoenja kedatengan. Marika itoe saling hormat dan saling menjajang salolah-olah marika itoe bersoedara poetoesan peroet. Sadjek itoe, Janta djarang sekali kliatan ngelentier ka loear roemah, kabanjakan ia goenaken temponja boeat beladjar lebih giat dan kaloe tida demikian ia pake iapoenja tempo senggang boeat beromong-omong pada Janie, Kaloe toch Janta kloear djalan-djalan, adalah kebanjakan ia selaloe berkawan dengen Janie, dan koendjoengan boeat mentjari hawa seger. Satoe waktoe, kaloe kebetoelan malem minggoe, Janta, Janie dan R. A. Tjakra pergi ka Kalioerang, Parang Tritis atawa ka Sri Wedari. Begitoelah ampat boelan marika telah hidoep dalem kegoembira’an dan ketjotjokan pikiran, Tapi keada’an jang demikian itoe tida selamanja aken tetep begitoe, kerna tatkala mana Janie telah menerima besluit keangkatan mendjadi goeroe pada H.I.S. di Wanasaba. Janta djabat tangan Janie dan kata: „Mbak-ajoe, akoe kasi slamet boeat itoe keangkatan.” Janta membri slamet dengen hati girang, tapi kapan Janie telah atoer pemindahannja, hatinja Janta telah tertindih oleh perasa’an jang sanget berat, Iboenja Janie aken toeroet bertinggal di Wanasaba. Iboe itoe menasehatken boeat Janta pindah tinggal di roemah pondokan agar pengrawatan atas di rinja tida terlantar. Tapi Janta menolak dan menjtaken bahoea ia aken tinggal sendirian di ini roemah, kerna ia merasa telah mendapet ketjotjokan dengen ini roemah dan merasa berat boeat tinggalken. Dengen pertoeloengannja satoe familie di WanaSaba, satoe roemah telah didapetken boeat tempat tinggalnja Janie dan sang iboe. Harian Janie moesti brangkat ka itoe kota pagoenoengan telah sampe. Maleman pada hari pembrangkatan itoe marika telah doedoek di serambi moeka dan saling bertjakep dengen asik. „Anakda Janta,” katanja R. A, Tjakra pada itoe pamoeda, „sepeninggalnja kita, harep kaoe soeka beladjar dengen soenggoe hati dan kelakoean jang baek itoelah djangan sampe diloepaken. Poen harep<noinclude></noinclude> c5yy61b2vuckez7omtmvh7i11jvape0 Halaman:Janie.pdf/16 104 113778 315242 314090 2026-08-21T00:41:51Z Ammachemist 27288 315242 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|26|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||27}}</noinclude><section begin="Bab III"/> {{C|{{bold|III.}}}} {{di|A}}{{sp|NEM}} boelan telah berselang. Dalem sepandjang itoe tempo telah banjak perobahan atas penghidoepannja Janta dan Janie. Sedari ajahnja meninggal dan satelah anterken Janie serta iboenja poelang, Janta telah djato skit tida bisa masoek Sekolah di Rembang. Oleh kerna sampe sakit sampe sebegitoe lama dan belon semboeh, Janie laloe mengasi oesoel soepaja Janta tetirah di Wanasaba jang njaman hawanja Janta jang soedah tida betah tinggal : trima baek itoe oesoel. Begitoelah Janta laloe pasrahken oeroesan peroesahan dari ajahnja pada sala-satoe familienja, Soedarga, seorang pamoeda kloearan dari Handelsschool. Kemoedian brangkatlah Janta ka itoe tanah pagoenoengan. Mendapet isep hawa jang sedjock dari itoe tanah pagoenoengan dan mendapet rawatan dan perhatian Jang baek dari Janie serta iboenja, saboelan sadja berdiam di itoe tempat, Janta telah mendapet kasemboehan. Achirnnja kerna merasa badan soedah koeat, Janta njataken aken kombali ka Djokja boeat tempoeh lagi pladjarannja jang telah ditelantarken sakean lama. Dan sebelonnja ia tinggalken Wanasaba, Janie dan Janta telah ambil tempo di digoenaken boeat djalan-djalan di Kalianget, boeat mendapet hawa jang lebih sedjoek dan boeat hiboerken hatinja dengen memandeng pemandengan alam jang indah. Menampak itoe pemandengan alam jang tjan- tik, Janta doedoek termenoeng, pikirannja dibawak melajang oleh perasa’annja jang moeloek, jang romantisch, Tapi achirnja ia tida sanggoep membiarken hatinja terbawak anjoet oleh perasa’annja itoe, maka aer-mata laloe kliatan mengembeng di kadoea matanja. Apalagi koetika ia menjaksiken itoe goenoeng Sindoro dan Soembing jang setaoe soedah brapa laksa taoen telah senantiasa berdjedjer sebagi sepasang merpati jang lagi liwat hari-harinja jang romantisch. Janie jang lagi memandeng dengen tida bosennja pada itoe sepasang goenoeng, tida mengataoein bahoea kawan di sampingnja lagi menepas aer-mata. Dengen tida menoleh pada Janta, Janie djawil poendaknja sang kawan dan kat: „Janta, liatlah, itoe goenoeng ada sebagi satoe pasangan jang tida pernah berpisah. Marika itoe soenggoe meroepaken satoe pemandengan jang indah. Tjoema sajang goenoeng Sindoro tertampak lagi bersedih, kerna di brapa bagian dialingin mega.” Mendenger itoe oetjapan, Janta seperti tertoesoek hatinja. Sigra ia laloe mendjawab: „Ja, Sindoro ikoet bersedih kerna akoe dalem kesedihan.” Kerna kloearnja Janta poenja soeara ada tergeter, Janie laloe menengok. Ia rada terkedjoet koetika menampak bahoea sepasang matanja Janta telah melelehken aer-mata. „Janta, adékkoe,” katanja Janie dengen soeara terharoe, „kenapa kaoe selaloe tertampak berdoeka tjita? Kaloe senantiasa demikian, tentoe kaoe tida bisa melandjoetken kaoe poenja pladjaran. Betoel sekali, seorang anak ditinggal mati oleh orang toea haroes bersedih. Tapi tidalah kasedihan itoe dilanjoet-landjoetken. Kaoe masih moedah, masih sedengnja haroes menempoeh kemadjoean.......”<noinclude></noinclude> 1winwhbd67to62skl6ope5d82y6s4gs 315243 315242 2026-08-21T00:42:31Z Ammachemist 27288 315243 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|26|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||27}}</noinclude><section begin="Bab III"/> {{C|{{bold|III.}}}} {{di|A}}{{sp|NEM}} boelan telah berselang. Dalem sepandjang itoe tempo telah banjak perobahan atas penghidoepannja Janta dan Janie. Sedari ajahnja meninggal dan satelah anterken Janie serta iboenja poelang, Janta telah djato skit tida bisa masoek Sekolah di Rembang. Oleh kerna sampe sakit sampe sebegitoe lama dan belon semboeh, Janie laloe mengasi oesoel soepaja Janta tetirah di Wanasaba jang njaman hawanja Janta jang soedah tida betah tinggal : trima baek itoe oesoel. Begitoelah Janta laloe pasrahken oeroesan peroesahan dari ajahnja pada sala-satoe familienja, Soedarga, seorang pamoeda kloearan dari Handelsschool. Kemoedian brangkatlah Janta ka itoe tanah pagoenoengan. Mendapet isep hawa jang sedjock dari itoe tanah pagoenoengan dan mendapet rawatan dan perhatian Jang baek dari Janie serta iboenja, saboelan sadja berdiam di itoe tempat, Janta telah mendapet kasemboehan. Achirnnja kerna merasa badan soedah koeat, Janta njataken aken kombali ka Djokja boeat tempoeh lagi pladjarannja jang telah ditelantarken sakean lama. Dan sebelonnja ia tinggalken Wanasaba, Janie dan Janta telah ambil tempo di digoenaken boeat djalan-djalan di Kalianget, boeat mendapet hawa jang lebih sedjoek dan boeat hiboerken hatinja dengen memandeng pemandengan alam jang indah. Menampak itoe pemandengan alam jang tjantik, Janta doedoek termenoeng, pikirannja dibawak melajang oleh perasa’annja jang moeloek, jang romantisch, Tapi achirnja ia tida sanggoep membiarken hatinja terbawak anjoet oleh perasa’annja itoe, maka aer-mata laloe kliatan mengembeng di kadoea matanja. Apalagi koetika ia menjaksiken itoe goenoeng Sindoro dan Soembing jang setaoe soedah brapa laksa taoen telah senantiasa berdjedjer sebagi sepasang merpati jang lagi liwat hari-harinja jang romantisch. Janie jang lagi memandeng dengen tida bosennja pada itoe sepasang goenoeng, tida mengataoein bahoea kawan di sampingnja lagi menepas aer-mata. Dengen tida menoleh pada Janta, Janie djawil poendaknja sang kawan dan kat: „Janta, liatlah, itoe goenoeng ada sebagi satoe pasangan jang tida pernah berpisah. Marika itoe soenggoe meroepaken satoe pemandengan jang indah. Tjoema sajang goenoeng Sindoro tertampak lagi bersedih, kerna di brapa bagian dialingin mega.” Mendenger itoe oetjapan, Janta seperti tertoesoek hatinja. Sigra ia laloe mendjawab: „Ja, Sindoro ikoet bersedih kerna akoe dalem kesedihan.” Kerna kloearnja Janta poenja soeara ada tergeter, Janie laloe menengok. Ia rada terkedjoet koetika menampak bahoea sepasang matanja Janta telah melelehken aer-mata. „Janta, adékkoe,” katanja Janie dengen soeara terharoe, „kenapa kaoe selaloe tertampak berdoeka tjita? Kaloe senantiasa demikian, tentoe kaoe tida bisa melandjoetken kaoe poenja pladjaran. Betoel sekali, seorang anak ditinggal mati oleh orang toea haroes bersedih. Tapi tidalah kasedihan itoe dilanjoet-landjoetken. Kaoe masih moedah, masih sedengnja haroes menempoeh kemadjoean.......”<noinclude></noinclude> omr0gcvx1ffzkf4bklmsnm0rybgc3wi Halaman:Janie.pdf/17 104 113783 315244 314115 2026-08-21T00:44:02Z Ammachemist 27288 315244 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|28|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||29}}</noinclude>„Kaoe poenja semoea oetjapan ada betoel, mijn nicht,” saoetnja Janta dengen soeara tergeter. „Kailangan ajah-bonda, memang tida haroes senantiasa diseselken, sebab itoe ada satoe kemoestian, kaloe tida sekarang adalah besoek. Aken tetapi kaoe tida taoe, Janie........" Janie awasken Janta dengen mata jang sorotken sinar pertanjakan, kemoedian berkata: „Apa jang kaoe maoe artiken, Janta, mijn nef?" „Isi hatinja Janta tjoema Toehan jang taoe lebih djelas. Janie, Janta tida kloearken isinja itoe hati dengen beroepa perkata'an kerna apa jang dikandoeng dalem hati itoe, ada satoe pikiran jang njasar. Kaoe ada sanget soetji dan kaoe poenja perhatian padakoe melebihin satoe soedara toea, maski kaoe poenja oesia lebih moeda, kerna menoeroet tingkatan familie kaoe berada di soesoenan sebagi soedara toea, Tapi.....” Janta tida dapet landjoetken oetjapannja dan laloe toendoeken kepalanja, sesa'at kemoedian baroe ia bisa landjoetken oetjapannja: „Tetapi akoe kepingin memangil kaoe ....... adinda, andindakoe jang tertjinta........” Janie tertjenggang mendenger itoe perkata’an. Sampe brapa saat itoe gadis tida bisa oetjapken itoe perkata’an, Meliat Janie tinggal diam, Janta laloe pegang tangannja Janie, itoe tangan jang dingin dan berkringet. „Kenapa kaoe diam? Bilanglah, Janie adakah hati kaoe masih merdika atawakah telah terisi oleh laen hati?” kemoedian Janta menanjak. „Janta......." kemoedian Janie berkata dengen soeara goemeter. „Akoe tida njana aken menerima kaoe poenja pernjata’an jang begini matjem, akoe tida sangka......" „Ma’afkenlah, Janie, Perasa’an itoe akoe soedah tida dapet menahan lagi lebih lama boeat simpen lebih lama lama lagi. Adakah kaoe tidak senang dan menolak itoe pernjata’an? Oh, Janie, bagimanakah artinja koe poenja hidoep nanti!” „Kaoe tida perloe bersedih hati, Janta. Berdjandjilah bahoea kaoe aken bladjar dengen soenggoe-soenggoe dan aken perbaekin kaoe poenja kesehatan....." „Apa perloenja akoe bladjar lebih giat. Janie, kaloe akoe menampak bahoea akoe tida mempoenjain bajangan soeatoe apa boeat kahidoepankoe hari nanti?” Janie awasin Janta dengen terharoe dan penoe perasa’an kesian. „Kaoe tida oesah berkwatir, Janta, Toehan nanti koerniain kaoe.......” „Koerniain akoe dengen kaoe poenja...... tjinta Janie?” katanja Janta dengen hati berdebaran dan sambil remes-remes dengen pelahan djari-djari tangannja Janie jang moengil. „Bilanglah, Janie, akoe aken boeat selamanja boeang itoe seboetan 'mbak- ajoe pada kaoe, hanja akoe aken bahasaken kaoe ‘dindakoe jang tertjinta?.” Janie semboenjiken senjoemannja dengen menoleh ka samping. Kamoedian ia kata: „Janta, djangan kaoe berdjanda, Marilah sekarang kita poelang. Kita soedah lama kloear dari roemah, kwatir nanti dimarahin oleh iboe.” Begitoclah dengen moeloet boengkem, tapi di hati masing-masing penoeh dengen loekisan perkata-<noinclude></noinclude> nsdjqn2thrm9px62ivhs9k4bbgaxfa1 Halaman:Janie.pdf/18 104 113789 315240 314154 2026-08-21T00:39:12Z Ammachemist 27288 315240 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|30|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||31}}</noinclude>'an-perkata'an jang moeloek, marika laloe pada brangkat poelang. Itoe saat oedara mendadak dilimpoetin mendoeng dan tida brapa lama oedjan-laloe toeroen menoeang atas boemi. Janta kepaksa kasiken iapoenja badjoe djas jang tebel boeat dipake oleh Janie dan kemoedian pimpin itoe gadis boeat mentjari tedoehan di satoe emperan dari satoe goeboek. Inilah ada satoe sa’at jang Janta tida aken loepaken. Sockoer marika tida berdiam lama di sitoe, kena tida brapa lama ada mendatengin satoe taxie kosong dari djoeroesan Garoeng. Marika brentiken itoe taxie dan laloe poelang ka roemah dengen mehoempang itoe kendaran. Iboenja Janie telah toenggoein marika poenja kedatengan dengen penoeh kekwatiran. Sadjek itoe sa’at Janta saolah-olah mendapet tenaga kahidoepan jang baroe hingga ia berbesar hati boeat menempoeh pladjaran dan sampoernaken penghidoepannja, kerna ia mendapet bajangan bahoea hidoepnja nanti aken penoeh dengen madoe. Begitoelah marika telah liwatken itoe tempo jang pendek dengen penoeh kemanisan, Janta laloe tinggalken Wanasaba dan pergi ka Djokja boeat boeroe itoe pladjaran jang ia telah tinggalken begitoe djaoe. <section end="Bab III"/> <section begin="Bab IV"/> {{C|{{bold|IV.}}}} {{di|J}}{{sp|ANTA}} achirnja telah bisa loeloes dari A.M.S. dengen poedjian back. Dengen sambil gondol itoe diploma, itoe pamoeda laloe dateng di Wanasaba, ketemoein itoe gadis jang djadi iapoenja kenang-kenangan. „Janie,” katanja Janta sambil genggem djari-djari tangannja Janie jang lantjip moengil, akoe telah loeloes dari A. M. S. Tapi ini masih belon memoeasken hatikoe. Boeat goena kaoe, akoe kepingin jadi seorang laen. Akoe aken meneroesken pladjarankoe ka G. H. S.” Janie ada saorang gadis Timoer jang aloes perasa'an dan boedi pakertinja, Ia tida bisa loeapken perasa’annja dengen beroepa pralakoe, tida bisa oendjoeken iapoenja rasa tjinta dengen perkata’an-perkata’an jang moeloek, katjoeali tjoema dengen iapoenja sinar mata jang mengandoeng artian jang soetji, jang dalem dan jang tida sembarang bisa diadjakin. Begitoelah, goena menoentoet pladjarannja lebih jaoe dan boeat menjamboeng tjita-tjitanja, Janta telah tinggal di Batavia. Maski terpisah ratoesan kilometer, tapi perpisahan itoe tida dianggep djaoe, kerna boleh dibilang ampir saben minggoe antara Janta dan Janie sering soerat menjoerat. Janie poenja penghidoepan poen dapet banjak perobahan. Ia bersama iboenja dalem hidoep seneng, goembira dan tida kekoerangan, Teroetama bagi Janie, kerna dalem hatinja ada terisi Janta poenja bajangan, Janta poenja soemanget, gadis itoe {{hws|rasa|rasaken}}<noinclude></noinclude> 54zr27wpvyn5v7lt8fub0ksrm949kba Halaman:Janie.pdf/19 104 113793 315241 314160 2026-08-21T00:39:37Z Ammachemist 27288 315241 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|32|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||33}}</noinclude>{{hwe|ken|rasaken}} bahoea hidoepnja telah mendapet koernia’an jang tinggi dari Sorga. Janta berada di tempat jang djaoe, tapi dianggepnja ia itoe senantiasa berada di dampingnja, kerna itoe djedjaka jang tjakep poenja bajangan senantiasa berada dalem hatinja itoe gadis. Aken tetapi, doea taoen kemoedian, keada’an jang begitoe matjem telah berobah banjak. Sekarang Janta djarang sekali soerat menjoerat pada Janie, kaloe telah ditegor, Janta membales bahoea sanget repot dengen pladjarannja, dibalesnja dengen barisan-barisan perkata’an jang pendek sadja. Kemoedian Janie telah mendapet laen kasoesahan. Iboenja jang ditjinta telah djato sakit. Soedah doea kali Janie menoelis soerat pada Janta, membertaoeken tentang sakit iboenja, Tapi dari Janta tida mendapet balesan apa-apa. Kamoedian kapan ditegor, djedjaka itoe membales bahoea ia poedjiken itoe iboe lekas semboeh, samentara ia tida bisa dateng menjambangin kerna kerepotan dengen pladjarannja. Sakit iboenja Janie makin lama makin keras, sahingga tida soeka makan lagi. Siang dan malem teroes terlentang atas pembaringan dan poen brapa kali telah pangsan. Setiap poelang dari pakerdja'an, Janie tentoe menoenggoein iboenja, kadang-kadang ia sendiri sampe loepa makan, kerna memikirken sakit iboenja jang ditjinta. Kapan thabib jang merawat memereksa keadadan iboenja ditanjak oleh Janie, ia tjoema mendjawab: „Manoesia poenja bisa, tapi Allah poenja kwasa. Akoe aken berdaja boeat bikin semboeh sakitnja kaoe poenja iboe.” Kerna menilik sakit iboenja tambah berat, Janie sigra kirim telegram kepada Janta di Batavia, mewartaken tentang sakit jang berat dari iboenja serta minta ia dateng di Wanasaba. Pada hari Saptoe sore, selagi Janie menoenggoein iboenja, ia itoeng djam bahoea sore itoe tentoelah Janta aken sampe. Tetapi ditoenggoe-toenggoe sampe petang, tida saorang poen ada dateng. Meliat poetrinja termenoeng-menoeng, tiba-tiba iboenja melekin matanja dan kata: „Janie, anakkoe, taoekah kaoe aken sakit iboemoe?” „Iboe, djangalah banjak memikirken tentang sakit kaoe. Pertjajalah kaoe sakit tentoe tjoema sebab sedikit koerang koeat badan.” „Tida, Janie. Marilah akoe tjeritaken di sini, doedoeklah deketkoe,” itoe iboe kata lebih djaoe dengen soeara tida lampias. „Janie, letaken tanganmoe atas dada iboe. Terasakah dadakoe panas?” Ia brentiken oetjapannja sabentaran, kamoedian landjoetken poela: „Oh, Janie, iboe sakit kerna banjak memikirken ...... halmoe....." „Iboe, djangalah banjak memikirken halkoe, Bersenengkenlah hatimoe, anakmoe tida kenapa-kenapa.” „Tida, anakoe, iboe kepingin ikoet memikoel kaoe poenja segala kesoesahan hati, Tapi, maskipoen iboe tjoba melawan dengen kekerasan hati, boeat senantiasa bertjoba tida aken tinggalken kaoe, tapi nasib, oh....... Janie, bagimana hidoep kaoe nanti apabila zonder iboe......?” „Tida, iboe, Toehan nanti berkahin kaoe....” „Tida, Janie, itoe ada harepan kosong, kerna iboemoe poenja keada’an telah begini roepa, Maka itoe iboe ingin tinggalken sedikit pesenan, Boeat kaoe<noinclude></noinclude> hmde3nqwhm4iduc8ih940e1mu5c19v2 Halaman:Janie.pdf/22 104 113846 315217 314225 2026-08-20T17:47:50Z Ammachemist 27288 315217 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|38|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||39}}</noinclude>tida bisa ketemoe, tjoekoep dengen iapoenja kabar sadja,” „Ja, Janie,” Saoetnja Soendjata, „djanganlah kwatir. Akoe nanti tjari ia, kaloe bisa bawak ia dateng kemari, dan kaloe tida, akoe nanti bawak kabar tentang ia.” „Kapankah kaoe aken pergi, kanda?” „Esoek pagi-pagi akoe aken brangkat.” Soendjata kamoedian berlaloe dari sitoe dengen perasa'an sanget Kesian pada Janie jang koerang broentoeng. Janie kamoedian merasa menjesel kerna ia merasa rada koerang atoeran, tatkala Soendjata berlaloe, ia tida oetjapken trima dan poen tida hatoerken slamet djalan. Kerna mana Janie laloe toelis sapoetjoek soerat dan soeroean boedjangnja anterken kepada Soedjata dengen mana ia hatoerken slamet djalan berserta trima kasinja. Soedjata itoe ada satoe pamoeda tjakep kloearan dari Osvia dan sekarang mendjabat pangkat Mantri Politie di Wanasaba. Pengawakannja tinggi tegep, matanja tjeli dan koelitnja ‘njawo mateng’ (nembaga). Soearanja menjenengken telingga, antep tapi oelem. Iapoenja tabeat ada pendiam dan agoeng. Pada Janie ia itoe masih terkenak familie. Di tempat kediamannja jang baroe, Wanasaba, Soendjata itoe sebagi Mantri Politie sanget ditjinta oleh pendoedoek dan disoengkanin oleh kawanan pendjahat. Soendjata itoe terhadep kaoem pendjahat ada berlakoe sanget keras. Ia sanget gemar menangkep pendjahat-pendjahat, tapi ia poen sanget soeka me- nasehatken dan membri pitoetoer-pitoetoer jang baek pada itoe orang-orang djahat jang berdosa, hingga maski marika itoe kena tertangkep dan kena terhoekoem, tapi iaorang tida merasa penasaran, malah menghatoerken trima kasinja itoe mantri jang telah bagiken banjak pitoea-pitoea jang betjik. Begitoelah, boekan sadja terkenal sebagi satoe ambtenaar jang eras pegang kewadjiban, tapi Soendjata poen ada terkenal satoe pemimpin jang boediman. Soedjata itoe ada sanget tertarik, kesengsem, sanget tjinta kepada Janie jang tjantik, lemah lemboet dan manis boedi, Tapi iapoenja ketjinta’an itoe lebih soetji dan lebih agoeng dari apa jang dibilang tjinta. Tapoenja tjinta itoe, kaloe dioepamaken tjoeatja, adalah tjoeatja pagi dari moesim semi, terang, sedjoek dan tenang. Atawa kaloe dioepamaken kebeningan, tjintanja itoe laksana aer dari telaga tanah padas, poetih, seger dan djernih, bening, hingga tertampak njata jang djadi dasarnja. Besarnja iapoenja tjinta tida bisa dioekoer. Tapi ia tida aken njataken itoe di depannja Janie, kerna ia tae bahoea Janie itoe telah kasiken hatinja di isi oleh laen lelaki, Sekarang ia merasa berkewadjiban boeat membikin beroentoeng itoe gadis. Dan kebroentoengan itoe aken didapet oleh itoe gadis apabila ia bisa ketemoe pada Janta. Begitoelah, esoek paginja itoe, masih pagi-pagi sekali, Soendjata laloe tinggalken roemahnja dan menoedjoe ka Betawie, tinggal Janie jang menanti di roemahnja dengen perasa’an penoeh pertanjakan. Janie sekarang boekan sadja memikirin dirinja jang sebatang karang, tapi poen lebih banjak lagi<noinclude></noinclude> lf3j6bvmd7gq1r5le9e5q3rzkaxsd5t 315246 315217 2026-08-21T00:47:44Z Ammachemist 27288 315246 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|38|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||39}}</noinclude>tida bisa ketemoe, tjoekoep dengen iapoenja kabar sadja,” „Ja, Janie,” Saoetnja Soendjata, „djanganlah kwatir. Akoe nanti tjari ia, kaloe bisa bawak ia dateng kemari, dan kaloe tida, akoe nanti bawak kabar tentang ia.” „Kapankah kaoe aken pergi, kanda?” „Esoek pagi-pagi akoe aken brangkat.” Soendjata kamoedian berlaloe dari sitoe dengen perasa'an sanget Kesian pada Janie jang koerang broentoeng. Janie kamoedian merasa menjesel kerna ia merasa rada koerang atoeran, tatkala Soendjata berlaloe, ia tida oetjapken trima dan poen tida hatoerken slamet djalan. Kerna mana Janie laloe toelis sapoetjoek soerat dan soeroean boedjangnja anterken kepada Soedjata dengen mana ia hatoerken slamet djalan berserta trima kasinja. Soedjata itoe ada satoe pamoeda tjakep kloearan dari Osvia dan sekarang mendjabat pangkat Mantri Politie di Wanasaba. Pengawakannja tinggi tegep, matanja tjeli dan koelitnja ‘njawo mateng’ (nembaga). Soearanja menjenengken telingga, antep tapi oelem. Iapoenja tabeat ada pendiam dan agoeng. Pada Janie ia itoe masih terkenak familie. Di tempat kediamannja jang baroe, Wanasaba, Soendjata itoe sebagi Mantri Politie sanget ditjinta oleh pendoedoek dan disoengkanin oleh kawanan pendjahat. Soendjata itoe terhadep kaoem pendjahat ada berlakoe sanget keras. Ia sanget gemar menangkep pendjahat-pendjahat, tapi ia poen sanget soeka menasehatken dan membri pitoetoer-pitoetoer jang baek pada itoe orang-orang djahat jang berdosa, hingga maski marika itoe kena tertangkep dan kena terhoekoem, tapi iaorang tida merasa penasaran, malah menghatoerken trima kasinja itoe mantri jang telah bagiken banjak pitoea-pitoea jang betjik. Begitoelah, boekan sadja terkenal sebagi satoe ambtenaar jang eras pegang kewadjiban, tapi Soendjata poen ada terkenal satoe pemimpin jang boediman. Soedjata itoe ada sanget tertarik, kesengsem, sanget tjinta kepada Janie jang tjantik, lemah lemboet dan manis boedi, Tapi iapoenja ketjinta’an itoe lebih soetji dan lebih agoeng dari apa jang dibilang tjinta. Tapoenja tjinta itoe, kaloe dioepamaken tjoeatja, adalah tjoeatja pagi dari moesim semi, terang, sedjoek dan tenang. Atawa kaloe dioepamaken kebeningan, tjintanja itoe laksana aer dari telaga tanah padas, poetih, seger dan djernih, bening, hingga tertampak njata jang djadi dasarnja. Besarnja iapoenja tjinta tida bisa dioekoer. Tapi ia tida aken njataken itoe di depannja Janie, kerna ia tae bahoea Janie itoe telah kasiken hatinja di isi oleh laen lelaki, Sekarang ia merasa berkewadjiban boeat membikin beroentoeng itoe gadis. Dan kebroentoengan itoe aken didapet oleh itoe gadis apabila ia bisa ketemoe pada Janta. Begitoelah, esoek paginja itoe, masih pagi-pagi sekali, Soendjata laloe tinggalken roemahnja dan menoedjoe ka Betawie, tinggal Janie jang menanti di roemahnja dengen perasa’an penoeh pertanjakan. Janie sekarang boekan sadja memikirin dirinja jang sebatang karang, tapi poen lebih banjak lagi<noinclude></noinclude> pvzisnl8w97dgb1hb0zoti7nm74p2sz Halaman:Janie.pdf/24 104 113922 315230 314900 2026-08-21T00:17:14Z Ammachemist 27288 315230 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|42|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||43}}</noinclude><section begin="Bab V"/> {{C|{{bold|V.}}}} {{di|K}}{{sp|APAN}} Soendjata brangkat ka station, hari masih pagi sekali dan hawa amat dingin, Ia naek pada spoor jang kesatoe. Ia doedoek dalem itoe kreta api jang bawak dirinja dengen pikiran koesoet, kerna semalem ia tida dapet tidoer, otaknja penoeh dengen roepa-roepa impian dan pikiran. Kapan ia sedikit longoken kepalanja di djendela kreta, ia laloe dapet meliat goenoeng Soembing dan Sindara jang berdiri berdjedjeran sebagi sepasang kemanten baroe. Matahari masih belon kloear hanja tjoema sedikit dari sedikit telah kloearken tjahjanja jang semoe merah. „Oh, goenoeng Sindara senantiasa bersanding dengen goenoeng Soembing,” begitoelah Soendjata laloe ngelamoenken pikirannja, „Sindara itoe boleh dioepamaken Janie jang agoeng. Tapi siapakah Soembing, Janta atawakah Soendjata?” Kaloe pikir sampe di sitoe, ia laloe merasa djeloes pada Janta, Tapi kemoedian ia bantras sendiri itoe perasa’an, kerna dengen itoe berarti ia aken perkosa angen-angennja satoe gadis jang soetji? Janie belon mendjadi istri dari Janta, tapi roepanja iapoenja kesetia'an pada itoe djedjaka telah memboektiken lebih dari brapa istri setiawan dirangkep mendjadi satoe. „Tida, akoe tida haroes meroesaken kebroentoengannja Janie,” kamoedian Soendjata ngelamoen lebih djaoe. „Akoe menjinta padanja dengen segenep djiwa, tapi hatinja ia telah dikasiken laen orang, inilah ada akoe poenja nasib badan dan tida haroeslah akoe meroesak kebroentoengannja.” Kapan telah sampe di Betawie, Soendjata tinggal menoempang pada sala-satoe familienja. Esoeknja Soendjata laloe pergi ka G. H. S. menanjaken tentang Drijanta pada bebrapa student di sitoe. Tapi dari marika ia dapet keterangan bahoea soedah berselang satoe taoen Drijanta tida ada masoek sekolah lagi dan tida ketaoean bagimana kabarnja. Soendjata berlaloe dari sitoe dengen penoeh keheranan. Roepa-roepa pertanjakan laloe mengadoek dalem otaknja. Kemana Janta telah pergi dan apa sebabnja ia berlaloe dengen zonder kabar? Itoe pemoeda laloe pergi ka pondokan jang bekas ditempatin oleh Janta. Dari toean-roemahnja itoe pondokan Soendjata dapet taoe bahoea sekarang Drijanta telah pindah di Bandoeng. Dengen tida boeang banjak tempo lagi Soendjata laloe pergi ka Bandoeng dan koendjoengin pada adres jang dioendjoeken. Di sitoe betoelah ada bertinggal Drijanta, Kerna itoe ada roemah....... mertoeanja Janta. Tapi Janta tida berada di roemah, hanja masih berada di Palembang, berdagang di sana. „Esoek ia dengen istrinja aken toeroen ai Priok,” katanja itoe orang toea. „Akoe telah trima iapoenja soerat bahoea ia aken dateng kemari.” Soendjata rada tertjenggang koetika denger penoetoerannja toe orang-toea, kerna semoea apa jang ditoetoerken ada di loear iapoenja doega’an. Kapan ditanjak, Soendjata tida kasi djawaban jang betoel tentang maksoed iapoenja kedatengan. Soendjata kemoedian berpamitan dan boeroe-boeroe kombali ka Betawie.<noinclude></noinclude> 20dx6794jzyw4754hmpb19nad0i850q 315231 315230 2026-08-21T00:19:10Z Ammachemist 27288 315231 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|42|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||43}}</noinclude><section begin="Bab V"/> {{C|{{bold|V.}}}} {{di|K}}{{sp|APAN}} Soendjata brangkat ka station, hari masih pagi sekali dan hawa amat dingin, Ia naek pada spoor jang kesatoe. Ia doedoek dalem itoe kreta api jang bawak dirinja dengen pikiran koesoet, kerna semalem ia tida dapet tidoer, otaknja penoeh dengen roepa-roepa impian dan pikiran. Kapan ia sedikit longoken kepalanja di djendela kreta, ia laloe dapet meliat goenoeng Soembing dan Sindara jang berdiri berdjedjeran sebagi sepasang kemanten baroe. Matahari masih belon kloear hanja tjoema sedikit dari sedikit telah kloearken tjahjanja jang semoe merah. „Oh, goenoeng Sindara senantiasa bersanding dengen goenoeng Soembing,” begitoelah Soendjata laloe ngelamoenken pikirannja, „Sindara itoe boleh dioepamaken Janie jang agoeng. Tapi siapakah Soembing, Janta atawakah Soendjata?” Kaloe pikir sampe di sitoe, ia laloe merasa djeloes pada Janta, Tapi kemoedian ia bantras sendiri itoe perasa’an, kerna dengen itoe berarti ia aken perkosa angen-angennja satoe gadis jang soetji? Janie belon mendjadi istri dari Janta, tapi roepanja iapoenja kesetia'an pada itoe djedjaka telah memboektiken lebih dari brapa istri setiawan dirangkep mendjadi satoe. „Tida, akoe tida haroes meroesaken kebroentoengannja Janie,” kamoedian Soendjata ngelamoen lebih djaoe. „Akoe menjinta padanja dengen segenep djiwa, tapi hatinja ia telah dikasiken laen orang, inilah ada akoe poenja nasib badan dan tida haroeslah akoe meroesak kebroentoengannja.” Kapan telah sampe di Betawie, Soendjata tinggal menoempang pada sala-satoe familienja. Esoeknja Soendjata laloe pergi ka G. H. S. menanjaken tentang Drijanta pada bebrapa student di sitoe. Tapi dari marika ia dapet keterangan bahoea soedah berselang satoe taoen Drijanta tida ada masoek sekolah lagi dan tida ketaoean bagimana kabarnja. Soendjata berlaloe dari sitoe dengen penoeh keheranan. Roepa-roepa pertanjakan laloe mengadoek dalem otaknja. Kemana Janta telah pergi dan apa sebabnja ia berlaloe dengen zonder kabar? Itoe pemoeda laloe pergi ka pondokan jang bekas ditempatin oleh Janta. Dari toean-roemahnja itoe pondokan Soendjata dapet taoe bahoea sekarang Drijanta telah pindah di Bandoeng. Dengen tida boeang banjak tempo lagi Soendjata laloe pergi ka Bandoeng dan koendjoengin pada adres jang dioendjoeken. Di sitoe betoelah ada bertinggal Drijanta, Kerna itoe ada roemah....... mertoeanja Janta. Tapi Janta tida berada di roemah, hanja masih berada di Palembang, berdagang di sana. „Esoek ia dengen istrinja aken toeroen ai Priok,” katanja itoe orang toea. „Akoe telah trima iapoenja soerat bahoea ia aken dateng kemari.” Soendjata rada tertjenggang koetika denger penoetoerannja toe orang-toea, kerna semoea apa jang ditoetoerken ada di loear iapoenja doega’an. Kapan ditanjak, Soendjata tida kasi djawaban jang betoel tentang maksoed iapoenja kedatengan. Soendjata kemoedian berpamitan dan boeroe-boeroe kombali ka Betawie. <section end="Bab V"/><noinclude></noinclude> r5bjlst9k1jgk9kyvrlcn2qtmub1s1c Halaman:Janie.pdf/26 104 113952 315236 314341 2026-08-21T00:27:14Z Ammachemist 27288 315236 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|46|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||47}}</noinclude>„Tatkala aken masoek kota Bandoeng dan di satoe simpangan, kita mendapet ketjilaka'an heibat. Abdoer roepanja koerang awas dan tabrak satoe grobak jang lagi brenti di samping itoe tikoengan. Akoe terpental dari itoe kandaran dan lantas tida inget diri lagi. Taoe-taoenja, kapan akoe tersedar, akoe telah berada di kamar sakit dan dengen lajap-lajap akoe menampak saorang gadis tjantik jang tida dikenal berada di depan pembaringankoe. Tapi akoe tida perhatiken itoe sebab akoe rasaken kesakitan heibat dan kepalakoe amat sakit. Brapa hari kemoedian, satelah akoe poenja keada’an rada baekan, akoe telah dibri taoe bahoea Abdoerrachman telah meninggal doenia sakoetika terdjadi itoe ketjilaka’an. „Akoe sendiri mendapet patah satoe toelang roeSoek dan dapet loeka di toelang kepala. Satoe boelan lebih akoe moesti tinggal di roemah-sakit Juliana. „Ajahnja Abdoerrachman dan poetrinja, Zoebaénah, telah berlakoe sanget baek sekali. Adalah marika jang sering dateng mengoendjoengin dan membawaken makanan-makanan. „Satelah akoe semboeh, tapi badan masih amat lemah, dokter idjinken akoe boleh tinggalken kamar sakit, tapi larang akoe masoek sekolah dan haroes tjoekoep mengaso sahingga itoe loeka-loeka di toelang kepala soedah baek betoel. „Ajahnja Abdoer itoe joema poenjaken doea anak, jalah Abdoer dan Zoebaénah. Kematiannja Abdoer itoe ada sanget menoesoek hatinja. Maka itoe ia ada sanget kasih dan sajang kepadakoe jang ketoeloengan dari bahaja maoet. „Kapan akoe di idjinken kloear dari itoe kamar sakit, ajahnja Abdoer laloe bawak akoe ka roemahnja, titahken akoe haroes toeroet adviesnja dokter, tida masoek sekolah hanja mengaso di roemahnja itoe orang toea jang bak, tinggal di Bandoeng jang sedjoek hawanja.........” Janta brentiken penoetoerannja dan lajangken pikjrannja pada itoe hal-hal heibat jang ia pernah alamken. „Apa tjoema ini sadja kaoe poenja tjerita’an, ‘dék?” kemoedian Soendjata menanjak. „Belon, mas Soen,” Janta berkata lebih djaoe. „Masih ada banjak hal jang akoe perloe tjeritaken padamoe. „Zoebaénah itoe kloeran dari Van Deventer School dan boekan sadja tjantik, tapi poen sanget baek dan manis boedi. Akoe sanget tertarik sekali padanja. Tapi dengen ini boekan lantas akoe loepaken pada Janie. „Di kamar sakit berkali-kali akoe menoelis soerat kepada Janie, minta Zoenbaénah masoeken itoe di bus soerat. Tapi selaloe tida mendapet kabar. Begitoepoen sampe akoe kloear dari kamar sakit dan bertinggal di roemah ajahnja Abdoer, berkali-kali akoe toelis dan menanjaken tentang iapoenja kabar, tapi selaloe tida mendapet balesan dari ia, sahingga akoe djadi kesel dan penasaran serta pikirken jang tida-tida, doega tentoelah ia telah menikah padamoe,” Sampe di sini Janta tida landjoetken oetjapannja dan toendoekin kepalanja, kamoedian ia laloe landjoetken penoetoerannja. „Kemoedian kerna itoe, akoe telah berdosa dan kena goda. „Zocbaénah sedari akoe masih dalem kamar sakit telah taro hati, tapi akoe selaloe berdaja boeat simbangken iapoenja perhatian dengen kataken bahoea akoe telah bertoenangan pada Janie jang akoe {{hws|tjin|tjinta}}<noinclude></noinclude> 6qphcsixkokudljpj1j8esknr11tak3 Halaman:Janie.pdf/27 104 113953 315235 314343 2026-08-21T00:26:18Z Ammachemist 27288 315235 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|48|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||49}}</noinclude>ta segenep njawa. Tapi perhatiannja Zoebaénah tida terkoerang. „Tatkala akoe pindah di roemah Zoebaénah dan menanti-nanti tapi tida mendapet kabar dari Janie, kerna kesel badankoe jang lemah djadi begitoe lambat boeat dapetken kesemhoehan, hingga Zoebaénah setiap hari senantiasa repot merawat dan meladenin dirikoe. „Plahan-plahan akoe poenja perhatian telah berpindah pada Zoebaénah dan achirnja dengen zonder dipikir lagi satoe hari akoe telah samboet iapoenja pernjata’an tjinta schingga akoe menikah padanja dan telantarken..........” Janta tida dapet landjoetken oetjapannja lebih djaoe, kerna tenggorokannja seperti terkantjing. Soendjata tinggal diam, kerna ia tida taoe apa jang moesti ditanjaken. „Sekarang akoe merasa sanget berdosa, mas Soen,” kamoedian Janta berkata lebih djaoe, „jalah sia-siaken ketjinta’an dan kesetia’annja Janie jang soetji. Tapi apa dan bagimana akoe haroes berboeat sekarang? Bagimana akoe haroes berboeat ?” Kombali Soendjata tida mendjawab itoe pertanjakan, Begitoepoen Janta sendiri tida dapet djawab pertanjakan itoe, hingga marika berdoea laloe pada tinggal mendjoeblek. „Mas Soen,” kemoedian Janta berkata poela, „bagimanakah keada’annja Janie dan iboenja ini waktoe?” „Masja’allah! Masakah kaoe belon taoe bahoea iboenja Janie soedah meninggal doenia,” katanja Soendjata dengen penoeh keheranan. „Astaga! Inallilahi wainallilahi rodjioen!” Janta berseroeh dengen ampir tida terkloear kerna tertahan di dalem tenggorokannja, „Djadi iboenja Janie soedah meninggal? Kapan?” „Berapa boelan berselang.” „Oh, Allah, kesian si Janie, ia haroes hidoep sebatang karang dan hidoep ......... dihianatin oleh seorang jang ia tjintain. Bagimana, mas Soen, bagimana akoe haroes berhoeat? Adakah akoe haroes meminta ampoen padanja dan perbaekin pri kehidoepan dan kesetia’annja jang teroesak?” „Adék Janta, djangaalah kaoe berpikir dengen gampang. Ingetlah, kaoe telah beristri dan lagi istri kaoe itoe sedeng mengandoeng. Bagimana rasanja iapoenja hati apabila mengetaoein bahoea soeaminja hatinja sekarang telah aken bertjabang....." „Ja, mas Soen. Dan tjeritakenlah bagimana keada’annja Janie ini waktoe?” „Oh, Janie ada sanget tersengsara, lajoe ibarat kembang jang sia-sia menanti menetesnja sang emboen dan terbitnja sang matahari pagi jang sedjoek. Iboenja meninggal poen kerna memikirin keada’an poetrinja.” begitoelah Soendjata laloe menoetoer. „Janie telah djadi poetoes pengharepan kerna tida mendapet kabar soeatoe apa tentang diri kaoe. Janie poenja keada'an djadi semangkin heibat tatkala iboenja telah meninggal hingga akoe menaro kekwatiran besar atas keada’an dirinja, tapi akoe tida bisa berboeat banjak, kerna itoe waktoe akoe masih bekerdja di Semarang dan tjoema tempo- sadja bisa koendjoengin Janie. Tapi kemoedian satelah dengen kebetoelan akoe dipindah ka Wanasaba, lantaslah akoe bisa herboeat banjak boeat hiboerin Janie sahingga kesehatannja kombali sedikit dan bisa bekerdja kombali. Kerna akoe taoe biarpoen soedah begitoe lama tida ada mendenger kabar dari kaoe,<noinclude></noinclude> 4b0rhfscyi3lvqhiy9ueuar3ffkxs0o 315237 315235 2026-08-21T00:27:43Z Ammachemist 27288 315237 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|48|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||49}}</noinclude>{{hwe|ta|tjinta}} segenep njawa. Tapi perhatiannja Zoebaénah tida terkoerang. „Tatkala akoe pindah di roemah Zoebaénah dan menanti-nanti tapi tida mendapet kabar dari Janie, kerna kesel badankoe jang lemah djadi begitoe lambat boeat dapetken kesemhoehan, hingga Zoebaénah setiap hari senantiasa repot merawat dan meladenin dirikoe. „Plahan-plahan akoe poenja perhatian telah berpindah pada Zoebaénah dan achirnja dengen zonder dipikir lagi satoe hari akoe telah samboet iapoenja pernjata’an tjinta schingga akoe menikah padanja dan telantarken..........” Janta tida dapet landjoetken oetjapannja lebih djaoe, kerna tenggorokannja seperti terkantjing. Soendjata tinggal diam, kerna ia tida taoe apa jang moesti ditanjaken. „Sekarang akoe merasa sanget berdosa, mas Soen,” kamoedian Janta berkata lebih djaoe, „jalah sia-siaken ketjinta’an dan kesetia’annja Janie jang soetji. Tapi apa dan bagimana akoe haroes berboeat sekarang? Bagimana akoe haroes berboeat ?” Kombali Soendjata tida mendjawab itoe pertanjakan, Begitoepoen Janta sendiri tida dapet djawab pertanjakan itoe, hingga marika berdoea laloe pada tinggal mendjoeblek. „Mas Soen,” kemoedian Janta berkata poela, „bagimanakah keada’annja Janie dan iboenja ini waktoe?” „Masja’allah! Masakah kaoe belon taoe bahoea iboenja Janie soedah meninggal doenia,” katanja Soendjata dengen penoeh keheranan. „Astaga! Inallilahi wainallilahi rodjioen!” Janta berseroeh dengen ampir tida terkloear kerna tertahan di dalem tenggorokannja, „Djadi iboenja Janie soedah meninggal? Kapan?” „Berapa boelan berselang.” „Oh, Allah, kesian si Janie, ia haroes hidoep sebatang karang dan hidoep ......... dihianatin oleh seorang jang ia tjintain. Bagimana, mas Soen, bagimana akoe haroes berhoeat? Adakah akoe haroes meminta ampoen padanja dan perbaekin pri kehidoepan dan kesetia’annja jang teroesak?” „Adék Janta, djangaalah kaoe berpikir dengen gampang. Ingetlah, kaoe telah beristri dan lagi istri kaoe itoe sedeng mengandoeng. Bagimana rasanja iapoenja hati apabila mengetaoein bahoea soeaminja hatinja sekarang telah aken bertjabang....." „Ja, mas Soen. Dan tjeritakenlah bagimana keada’annja Janie ini waktoe?” „Oh, Janie ada sanget tersengsara, lajoe ibarat kembang jang sia-sia menanti menetesnja sang emboen dan terbitnja sang matahari pagi jang sedjoek. Iboenja meninggal poen kerna memikirin keada’an poetrinja.” begitoelah Soendjata laloe menoetoer. „Janie telah djadi poetoes pengharepan kerna tida mendapet kabar soeatoe apa tentang diri kaoe. Janie poenja keada'an djadi semangkin heibat tatkala iboenja telah meninggal hingga akoe menaro kekwatiran besar atas keada’an dirinja, tapi akoe tida bisa berboeat banjak, kerna itoe waktoe akoe masih bekerdja di Semarang dan tjoema tempo- sadja bisa koendjoengin Janie. Tapi kemoedian satelah dengen kebetoelan akoe dipindah ka Wanasaba, lantaslah akoe bisa herboeat banjak boeat hiboerin Janie sahingga kesehatannja kombali sedikit dan bisa bekerdja kombali. Kerna akoe taoe biarpoen soedah begitoe lama tida ada mendenger kabar dari kaoe,<noinclude></noinclude> iv3ccdgefoktpbehf5h8gtu6as5kdm8 Halaman:Janie.pdf/29 104 113968 315233 314370 2026-08-21T00:24:04Z Ammachemist 27288 315233 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|52|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||53}}</noinclude>Janta rasaken kepalanja ampir petjah kerna digoenaken boeat tjoba petjahken itoe perkara jang Soelit. Kamoedian satelah tida dapetken kepoetoesan soeatoe apa, Janta laloe beranggepan: „Ah, menoeroet adat Islam, saorang lelaki boleh beristri lebih dari satoe. Maka boekankah ada sepantesnja kaloe akoe ambil Janie sebagi bini kedoea?”. Begitoelah Janta telah berpikir. Tapi kamoedian ini pikiran laloe dibantah oleh iapoenja laen pikiran jang lebih sehat. „Tapi, ah, ini anggepan ada sanget gelo, sanget menghina pada dirinja Janie jang soetji dan sanget merendahken deradjatnja kaoem prempeoan jang terpladjar. Ini boekan anggepan dari saorang jang terpladjar........." Kerna ini anggepan jang paling blakang, Janta laloe mendapet poetoesan, adalah lebih terhormat ia betjere dari Janie, maski sebenernja ia belon nikah padanja. „Janie, biarlah kaoe hidoep beroentoeng dengen laen lelaki jang lebih berharga,” begitoelah Janta mengelah napas sambil dongaken kepalanja ke atas memandeng itoe bintang-bintang jang berkelap-kelip di itoe atas langit jang gelap hingga laksana riboean boetir batoe-batoe inten jang berkelap-kelip di salembar beloedroe item jang indah. Satelah memikir sampe di sitoe, Janta laloe masoek ka dalem roemah dan laloe menoelis sepotong soerat boeat Janie. Ia toelis: :: Ajoenda Janie jang tertjinta, :: Maskipoen dengen tangan jang dingin dan berat, akoe telah paksa toelis ini sepotong soerat boeat sebagi gantinja bahoea akoe tida bisa dateng sambang di Wanasaba. :: Akoe tida aken membri keterangan pandjang lebar, kerna mas Soen nanti bisa tjerita lebih loeas. Maka dengen ini akoe tjoema minta kaoe poenja ma’af dan ampoen, Akoe poenja penghidoepan telah berobah banjak sekali dan telah sia-siaken kaoe poenja pengharepan. :: Akoe tida bersekolah lagi berhoeboeng dengen satoe ketjilaka’an motorfiets dan sekarang mendjadi soedagar, melandjoetken perdagangannja akoe posnja mertoea, dan soedah brapa boelan telah bertinggal oeroes perdagangan di Palembang. :: Akoe telah menikah dengen Zoebaénah, siapa tida lama poela aken mendjadi iboe, kerna sekarang telah mengandoeng hamilan. :: Janiekoe, biarlah Allah berkahken kaoe dan akoe poedjiken kaoe aken dapet hidoep beroentoeng dengen laen lelaki jang lebih berharga. {{right|Salam dan minta ma’af dari <br/> {{sp|'''Janta'''}}}} Satelah menoelis itoe soerat, masoeken envelop dan kemoedian simpen dalem kantong badjoenja. Janta laloe naek atas pembaringan, tapi semalem itoe ia tida dapet tidoer barang sekedjab, maski ia telah meremken matanja berdjam-djam. Esoeknja Soendjata dan Janta bertemoe kombali. Janta serahken itoe soerat kepada Soendjata soepaja disampeken pada Janie. „Sampeken akoe poenja ma’af padanja,” katanja Janta. „Dan akoe poedjiken biarlah itoe gadis jang Soetji, jang setiawan, tida aken mendjadi kepoe-<noinclude></noinclude> eaq53fo8sfn328tef0qufd57kwbh1e8 Halaman:Sakit Hati.pdf/49 104 114282 315068 2026-08-20T12:55:09Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 315068 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude><noinclude></noinclude> strgv3gx8bknbzdxmid30oftgj5eslr 315100 315068 2026-08-20T13:40:14Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315100 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||TJERITA ROMAN|92}}</noinclude>{{c|{{larger|'''Segala tetek bengek pada<br>harian Taoen Baroe.'''}}}} {{c|''Oleh: Niwarna''}} {{di|A}}DA waktoe boeat dateng. Ada waktoe boeat pergi. itoelah memang soeda djadi sifatnja penghidoepan, segala apa moesti ada tentangannja dan segala apa moesti ada lawanannja. Kaloe, satoe kasenengan pernah dateng, poen ada satoe kasenengan pernah pergi, begitoepoen kasoesahan, begitoepoen segala apa. Sewaktoe waktoe orang dapet doeit, sewaktoe waktoe orang abis doeit. Doeit itoe dateng, doeit itoe pergi, artinja. Ada waktoe seneng, ada waktoe soesah; ada waktoe girang ada waktoe doeka; ada waktoe miskin ada waktoe kaja, seperti djoega ada waktoe hidoep ada waktoe hilang-njawa {{...|10}} Itoepoen seperti apa jang diartiken: Pergi dan dateng. Segale matjem jang ada dalam doenia ini begitoelah, kerna itoe memang soeda mendjadi sifat jang oemoem dari penghidoepan {{...|10}} {{rule|8em}} Tjatetan penghidoepan poen seroepa dengen begitoe. Djam bertoekar djam mendjadi hari; hari bertoekar hari mendjadi minggoe, mendjadi boelan dan kamoedian mendjadi taoen{{...|10}} Kaloe taoen bertoekar taoen lantas mendjadi taoen baroe{{...|10}} Menoeroet masing-masing igama jang dianoetnja, terbagilah dalem doenia ini brapa matjem taoen baroe, seperti taoen baroe Islam menoeroet kapertjajaan igama dari nabi Mohamad; taoen baroe Imlik menoeroet kapertjajaan dari Khonghoetjoe; taoen baroe Yanglik menoeroet kapertjajaan dari nabi Jezus; taoen baroe Keling menoeroet kapertjajaan dari igamanja, dan laen-laen. Kapan taoen jang lama hendak pergi, dan taoen jang bakal dateng, lantas orang rajaken pertoekaran tatoen itoe dengen tjara-tjara jang sanget goembirah, ada jang menoeroeti kasenengan hati sendiri, ada djoega jang menoeroet oedjar-oedjar igama. Bangsa Keling rajaken iaorang poenja harian taoen baroe dengen setjara fanatiek sekali. Marika poenja kapertjajaan pada igamanja ada begitoe besar, hingga marika tida hargaken djiwanja boeat kapertjajaannja itoe. Selaennja di negrinja sendiri, adalah di tanah-tanah Straits dan F.M.S. dimana banjak sekali rahajat Keling menoempang hidoep, aken dapetken banjak oepatjara pada harian taoen baroe Keling. Di Poelau Penang Thokong Keling ada besar sekali, kerna djoega djoemblahnja orang Keling disana<noinclude>{{rh||IJERITA ROMAN|93}}</noinclude> 39z3iieq0xy75chhz6zmtttr4d6s04k 315102 315100 2026-08-20T13:41:35Z Aeia aai 24023 315102 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||'''TJERITA ROMAN'''|92}}</noinclude>{{c|{{larger|'''Segala tetek bengek pada<br>harian Taoen Baroe.'''}}}} {{c|''Oleh: Niwarna''}} {{di|A}}DA waktoe boeat dateng. Ada waktoe boeat pergi. itoelah memang soeda djadi sifatnja penghidoepan, segala apa moesti ada tentangannja dan segala apa moesti ada lawanannja. Kaloe, satoe kasenengan pernah dateng, poen ada satoe kasenengan pernah pergi, begitoepoen kasoesahan, begitoepoen segala apa. Sewaktoe waktoe orang dapet doeit, sewaktoe waktoe orang abis doeit. Doeit itoe dateng, doeit itoe pergi, artinja. Ada waktoe seneng, ada waktoe soesah; ada waktoe girang ada waktoe doeka; ada waktoe miskin ada waktoe kaja, seperti djoega ada waktoe hidoep ada waktoe hilang-njawa {{...|10}} Itoepoen seperti apa jang diartiken: Pergi dan dateng. Segale matjem jang ada dalam doenia ini begitoelah, kerna itoe memang soeda mendjadi sifat jang oemoem dari penghidoepan {{...|10}} {{rule|8em}} Tjatetan penghidoepan poen seroepa dengen begitoe. Djam bertoekar djam mendjadi hari; hari bertoekar hari mendjadi minggoe, mendjadi boelan dan kamoedian mendjadi taoen{{...|10}} Kaloe taoen bertoekar taoen lantas mendjadi taoen baroe{{...|10}} Menoeroet masing-masing igama jang dianoetnja, terbagilah dalem doenia ini brapa matjem taoen baroe, seperti taoen baroe Islam menoeroet kapertjajaan igama dari nabi Mohamad; taoen baroe Imlik menoeroet kapertjajaan dari Khonghoetjoe; taoen baroe Yanglik menoeroet kapertjajaan dari nabi Jezus; taoen baroe Keling menoeroet kapertjajaan dari igamanja, dan laen-laen. Kapan taoen jang lama hendak pergi, dan taoen jang bakal dateng, lantas orang rajaken pertoekaran tatoen itoe dengen tjara-tjara jang sanget goembirah, ada jang menoeroeti kasenengan hati sendiri, ada djoega jang menoeroet oedjar-oedjar igama. Bangsa Keling rajaken iaorang poenja harian taoen baroe dengen setjara fanatiek sekali. Marika poenja kapertjajaan pada igamanja ada begitoe besar, hingga marika tida hargaken djiwanja boeat kapertjajaannja itoe. Selaennja di negrinja sendiri, adalah di tanah-tanah Straits dan F.M.S. dimana banjak sekali rahajat Keling menoempang hidoep, aken dapetken banjak oepatjara pada harian taoen baroe Keling. Di Poelau Penang Thokong Keling ada besar sekali, kerna djoega djoemblahnja orang Keling disana<noinclude>{{rh||'''IJERITA ROMAN'''|93}}</noinclude> cf4qgc4spssu8tkozlzzygoaq5sgufo Halaman:Sakit Hati.pdf/51 104 114283 315069 2026-08-20T12:57:28Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 315069 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude><noinclude></noinclude> strgv3gx8bknbzdxmid30oftgj5eslr 315113 315069 2026-08-20T13:47:35Z Aeia aai 24023 315113 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>TJERITA ROMAN tian tacen jang bakal dateng 1349- 1350, diantara boelan Doelkidjah dan Moharam, dan orang Djawa ada poenja laen penanggalan poolah se- peti penggantian tacen 1861-1862, diantara boelan Hadji - dan Soera. Tapi kabanjakan orang Islam dan orang Djawa bikin perajaan seperti pada perajaan tacen barce pada itoe waktoe penggantian boelan Poeasa dan Sawal, jang diseboet djcega Bada Poeasa, samentara orang Islam namaken Ramalan dan Sawal. Pada boelan Poeasa atawa boelan Ramalan biasanja orang Is- lam dan orang Djawa berpoeasa, ja- itoe diantara bermoelaan fadjar sam- pa pencetoap fadjar, marika tida memakan barang apa-apa, boeat sa- t-o boelan iamanja. Tjoema diantara orang Islam dan orang Djawa itoe sering tida tjotjak waktoenja, kaba- njakan terpacet sehari seperti jang bakal kedjadian pada hari Raja Poea- sa jang bakal deteng ini, orang Is- lam rojaken marika poenja harian le- baran pada tanggal 19 Februari, aaalah orang Djawa rajaken pada tanggal 20 Februari. Sasoeda fjoekoep berpoeasa satoe boelan, lantas datenglah hari Raja, dan pada harian Raja ini dirajaken rame, achirnja Poeasa dan Ramalan itoa dibakari petasan, diadaken slä- metan, seroapa seperti laen bangsa rajaken iapoenja tacen baroe. Dari itoe kabanjakan orang anggep sadja bahoea hari raja Poeasa itoe seperti djooga tacen parce Islam atawa Dja- wa, malahan ada banjak djoega crang saling memberi samet dengen membilang Slamet tacen baroe". Seperti djoega bangsa-bangsa laen, bangsa Islam dan Djawa poen samboet datengnja itoe hari Raja Poeasa dengen sanget goembirah. Marika bersihin roemah, membeli se- gala apa serba baroe, menjediaken koewee-koewee. Boleh dibilang sela- ma Pocasa orang Boemipoetra kaba- njakan simpen cewangnja, selaennja bocat membeli sagala apa serba jang porloe, poen boeat digoenaken me- rajaken iapoenja harian-lebaran. Pada harian Lebaran itoe, keada- han di kalangan Boemipoetra kliatan mendjadi laen. Marika rajaken itoe harian dengen bersifat segala apa serba baroe. Kaloe seandeh pada harian itoe orang mace mengoendjoengi roe- malinja kita poenja seso atoe sobat Boemipoetra, tentoe kita dapetken segala apa serba baroe. Dari segala mangkok-piring, dari segala kaen moeili, dari segala pigoera, djangan kata segala koowee-koswee semoea oken serba barce O.rang Boemipoetra ada poenja kabiasaan akon saben tacen belandja segala ka- perlceannja serha baroe, dan orang tida taco lagi kamana perginja se- moea barang-barang itoe, kerna se- tiap tacen marika kombali belandja poelah boeat beli apa serba baroe Tentang pakean sampe pada ha- rian jang paling blakang ini, orang Boomipoetra ada seperti orang Tionghoa pada bebrapa poeloeh ta- TJERITA ROMAN 96 97<noinclude></noinclude> p4idd88blkgwcpizt21qq8srpugqhqw Halaman:Sakit Hati.pdf/52 104 114284 315070 2026-08-20T12:58:53Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 315070 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude><noinclude></noinclude> strgv3gx8bknbzdxmid30oftgj5eslr Halaman:Sakit Hati.pdf/53 104 114285 315071 2026-08-20T12:59:12Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 315071 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude><noinclude></noinclude> strgv3gx8bknbzdxmid30oftgj5eslr Halaman:The Belle of Menado.pdf/49 104 114286 315072 2026-08-20T13:02:36Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO poen ja roemah-tangga ! !" ia bertindak lebih deket. . Lia~g-nio memandeng dengen terkedjoet. Ia taoe alahnla sedeng 'm"bok sama minoeman ksras. Ia lantas pandeng romannja Tjhiang-in jang kliatan tinggal sabar. "Kau djangan keboeroe marah, 'nt jek," Tjhiang-in 'berkata koetika Hat itoe orang toea ada begitoe moerka dan menakoetken. "Kau belon taoe asal-oesoelnja, per.kara ... .... .. ...... " " ..... .... ...... 315072 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO poen ja roemah-tangga ! !" ia bertindak lebih deket. . Lia~g-nio memandeng dengen terkedjoet. Ia taoe alahnla sedeng 'm"bok sama minoeman ksras. Ia lantas pandeng romannja Tjhiang-in jang kliatan tinggal sabar. "Kau djangan keboeroe marah, 'nt jek," Tjhiang-in 'berkata koetika Hat itoe orang toea ada begitoe moerka dan menakoetken. "Kau belon taoe asal-oesoelnja, per.kara ... .... .. ...... " " ..... .... ... Koerang adiar!" memoetoes itoe 'ntiek. "Pertara? Perkara ?? Kita tida poenia perkara sama kau .... .......... . kau anakkoerang adjar!!!" ber-bareng itoe ia iantas aioenken itoe botol Whisky diatas kepalania itoe anak moeda dan siapa lantas djato dengen mandi darah oleh tiga poekoeion jang amat seroeh. Tjhiang-in roe boe tengkoerep! Liang-nio mendjerit dan memoebroek aiahnja, " ..... ..... ..Ajah ! aiah, kenapa kau begitoe? !" itoe gadis meratap. 'iDia tida poenja kesalahan .... .. .... .. " Dengen ramboet moedal-madel itoe 'ntje~ mangloejoer masoe'lc sama tindakan sempoiongan. lapoenja pikiran sinting dan roepanja tida merasa apa jang ia lakoehken. Liang-nio merangkoel itoe korban iang matanja ada tertoetoep dengen mengalir darah. ,,'Nko .... .. .. ... . Tihiang-in ......... .. . Oh, Allah, lindoengken djiwania ...... ... ... " la oesap-oesap dan tjioem itoe ramboet iang ditahan atas iapoenja pangkoehan, samentara iapoenja setangan sendiri soeda basa boeat bi~in soesoet itoe dara. Sedi'kit dengen sedilkit Tjhiang-in tersedar dan boekamatanja. Ia inget apa jang haroe terdjadi. Ia bersenjoem tapi itoe senioeman sigra lajoe dan meramkell1 me!!tanja komba'li seperti ia dapet re!!se!! se!!kitnje!! itoe kepala jang Joeka. " ........ .'Nko Tjhiang-in ?" memanggil Liang-nio de.ngen kwatir. Itoe djedjaka boeka matanja. ,,'Nko, saia panggil dokter ke!!pan Ikau soeka 7" kom. bali itoe gadis be~kata sambil menge!!lirken aermata. Orang jang ditanjah tjoema goj'ang kepala. Itoe nona berkata lebih djaoe : "Ajah ada kebetoelan mabok. Ia poe~oel kau diloear iapoenia pi.kiran terang." Tjhiang-in kombali tida mendjawab, nania angkat badannja dan berdiri dengen sempojongan. Ia tekep kepalMja seperti tahanken itoe rasa sakit jang mengalir darah tida hrenti. Ia henda-k berdjalan !cloear dan Liang-nio lantas dateng menahan: "Kau djangan pergi doeloe, " katanja dengen memoehoen. "Kau poenja pakean penoeh sama darah ... " "Memang begitoe ade!! ,kau harep, kau boleh poeas," dj,e!!wabnja dengen pendek. ,,'Oarahnja satoe pengetjoet tida ada hargania. Orang tida nanti perdoeli ~ende!!ti dapet liat. Kau tida ada hak boeat menahan." Tjhiang-in berdialan kloear dengen .kak.i tida bertenaga. Sampe dipelataran I'oear ia hersender sama temboknja pintoe straat seperti hen dak koempoelken tenaga. Liang-nio memboeroe kasitoe. "Kenapa kau maoe paksa pergi ?" ia menanjah sembari pegang orang poenja tangan dengen palahan. Tjhiang-in tida ambil perdoeli. Ia panggil satoe bendi iang IkebetoelM dialan disitoe. Sama ·itoe ~andaran ie!! bawa dirinja .ka mana Hotel. Liang-nio kombali masoek dan meMngis dalem ia.poenja -kamar. Ie!! merasa meniesel sama diri sendiri, merasa terharoe dan sedih kapan inget itoe darah jang mengalir .......... .. 88 .... • • •• 89<noinclude></noinclude> mvkuk02jctu7jem5pc8ljn4fzo8v23q 315114 315072 2026-08-20T13:48:18Z Aeia aai 24023 315114 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" />{{rh|88|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|89}}</noinclude>poenja roemah-tangga !!" ia bertindak lebih deket. Liang-nio memandeng dengen terkedjoet. Ia taoe ajahnja sedeng mabok sama minoeman keras. Ia lantas pandeng romannja Tjhiang-in jang kliatan tinggal sabar. „Kau djangan keboeroe marah, 'ntjek," Tjhiang-in berkata koetika liat itoe orang toea ada begitoe moerka dan menakoetken. „Kau belon taoe asal-oesoelnja perkara {...|15}}" „{{...|15}} Koerang adiar!" memoetoes itoe 'ntjek. „Perkara? Perkara?? Kita tida poenja perkara sama kau {{...|15}} kau anak koerang adjar!!!" berbareng itoe ia lantas ajoenken itoe botol Whisky diatas kepalanja itoe anak moeda dan siapa lantas djato dengen mandi darah oleh tiga poekoelan jang amat seroeh. Tjhiang-in roeboe tengkoerep! Liang-nio mendjerit dan memoebroek ajahnja. „{{...|15}}Ajah! ajah, kenapa kau begitoe? !" itoe gadis meratap. „Dia tida poenja kesalahan {{..15}}" Dengen ramboet moedal-madel itoe 'ntjek mangloejoer masoek sama tindakan sempojongan. Iapoenja pikiran sinting dan roepanja tida merasa apa jang ia lakoehken. Liang-nio merangkoel itoe korban iang matanja ada tertoetoep dengen mengalir darah. ,,'Nko .... .. .. ... . Tihiang-in ......... .. . Oh, Allah, lindoengken djiwania ...... ... ... " la oesap-oesap dan tjioem itoe ramboet iang ditahan atas iapoenja pangkoehan, samentara iapoenja setangan sendiri soeda basa boeat bi~in soesoet itoe dara. Sedi'kit dengen sedilkit Tjhiang-in tersedar dan boekamatanja. Ia inget apa jang haroe terdjadi. Ia bersenjoem tapi itoe senioeman sigra lajoe dan meramkell1 me!!tanja komba'li seperti ia dapet re!!se!! se!!kitnje!! itoe kepala jang Joeka. " ........ .'Nko Tjhiang-in ?" memanggil Liang-nio de.ngen kwatir. Itoe djedjaka boeka matanja. ,,'Nko, saia panggil dokter ke!!pan Ikau soeka 7" kom. bali itoe gadis be~kata sambil menge!!lirken aermata. Orang jang ditanjah tjoema goj'ang kepala. Itoe nona berkata lebih djaoe : "Ajah ada kebetoelan mabok. Ia poe~oel kau diloear iapoenia pi.kiran terang." Tjhiang-in kombali tida mendjawab, nania angkat badannja dan berdiri dengen sempojongan. Ia tekep kepalMja seperti tahanken itoe rasa sakit jang mengalir darah tida hrenti. Ia henda-k berdjalan !cloear dan Liang-nio lantas dateng menahan: "Kau djangan pergi doeloe, " katanja dengen memoehoen. "Kau poenja pakean penoeh sama darah ... " "Memang begitoe ade!! ,kau harep, kau boleh poeas," dj,e!!wabnja dengen pendek. ,,'Oarahnja satoe pengetjoet tida ada hargania. Orang tida nanti perdoeli ~ende!!ti dapet liat. Kau tida ada hak boeat menahan." Tjhiang-in berdialan kloear dengen .kak.i tida bertenaga. Sampe dipelataran I'oear ia hersender sama temboknja pintoe straat seperti hen dak koempoelken tenaga. Liang-nio memboeroe kasitoe. "Kenapa kau maoe paksa pergi ?" ia menanjah sembari pegang orang poenja tangan dengen palahan. Tjhiang-in tida ambil perdoeli. Ia panggil satoe bendi iang IkebetoelM dialan disitoe. Sama ·itoe ~andaran ie!! bawa dirinja .ka mana Hotel. Liang-nio kombali masoek dan meMngis dalem ia.poenja -kamar. Ie!! merasa meniesel sama diri sendiri, merasa terharoe dan sedih kapan inget itoe darah jang mengalir .......... .. 88 .... • • •• 89<noinclude></noinclude> doz9wzdsvoolg8mya3lk9q96srgpnjq 315218 315114 2026-08-20T23:33:18Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315218 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|88|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|89}}</noinclude>poenja roemah-tangga !!" ia bertindak lebih deket. Liang-nio memandeng dengen terkedjoet. Ia taoe ajahnja sedeng mabok sama minoeman keras. Ia lantas pandeng romannja Tjhiang-in jang kliatan tinggal sabar. „Kau djangan keboeroe marah, 'ntjek," Tjhiang-in berkata koetika liat itoe orang toea ada begitoe moerka dan menakoetken. „Kau belon taoe asal-oesoelnja perkara {{...|15}}" „{{...|15}} Koerang adiar!" memoetoes itoe 'ntjek. „Perkara? Perkara?? Kita tida poenja perkara sama kau {{...|15}} kau anak koerang adjar!!!" berbareng itoe ia lantas ajoenken itoe botol Whisky diatas kepalanja itoe anak moeda dan siapa lantas djato dengen mandi darah oleh tiga poekoelan jang amat seroeh. Tjhiang-in roeboe tengkoerep! Liang-nio mendjerit dan memoebroek ajahnja. „{{...|15}}Ajah! ajah, kenapa kau begitoe? !" itoe gadis meratap. „Dia tida poenja kesalahan {{..15}}" Dengen ramboet moedal-madel itoe 'ntjek mangloejoer masoek sama tindakan sempojongan. Iapoenja pikiran sinting dan roepanja tida merasa apa jang ia lakoehken. Liang-nio merangkoel itoe korban jang matanja ada tertoetoep dengen mengalir darah. „'Nko {{...|15}} Tjhiang-in {{...|15}}. Oh, Allah, lindoengken djiwanja {{...|15}}" Ia oesap-oesap dan tjioem itoe ramboet jang ditahan atas iapoenja pangkoehan, samentara iapoenja setangan sendiri soeda basa boeat bikin soesoet itoe dara. Sedikit dengen sedikit Tjhiang-in tersedar dan boeka matanja. Ia inget apa jang baroe terdjadi. Ia bersenjoem tapi itoe senjoeman sigra lajoe dan meramken matanja kombali seperti ia dapet rasa sakitnja itoe kepala jang loeka. „{{...|15}}'Nko Tjhiang-in?" memanggil Liang-nio dengen kwatir. Itoe djedjaka boeka matanja. „'Nko, saja panggil dokter kapan kau soeka?" kombali itoe gadis berkata sambil mengalirken aermata. Orang jang ditanjah tjoema gojang kepala. Itoe nona berkata lebih djaoe : „Ajah ada kebetoelan mabok. Ia poekoel kau diloear iapoenja pikiran terang." Tjhiang-in kombali tida mendjawab, hanja angkat badannja dan berdiri dengen sempojongan. Ia tekep kepalanja seperti tahanken itoe rasa sakit jang mengalir darah tida brenti. Ia hendak berdjalan kloear dan Liang-nio lantas dateng menahan: „Kau djangan pergi doeloe, " katanja dengen memoehoen. „Kau poenja pakean penoeh sama darah {{...|15}}" „Memang begitoe ada kau harep, kau boleh poeas," djawabnja dengen pendek. „Darahnja satoe pengetjoet tida ada harganja. Orang tida nanti perdoeli kendati dapet liat. Kau tida ada hak boeat menahan." Tjhiang-in berdialan kloear dengen kaki tida bertenaga. Sampe dipelataran loear ia bersender sama temboknja pintoe straat seperti hendak koempoelken tenaga. Liang-nio memboeroe kasitoe. „Kenapa kau maoe paksa pergi?" ia menanjah sembari pegang orang poenja tangan dengen palahan. Tjhiang-in tida ambil perdoeli. Ia panggil satoe bendi jang kebetoelan djalan disitoe. Sama itoe kandaran ia bawa dirinja ka mana Hotel. Liang-nio kombali masoek dan menangis dalem iapoenja kamar. Ia merasa menjesel sama diri sendiri, merasa terharoe dan sedih kapan inget itoe darah jang mengalir {{...|15}}<noinclude></noinclude> 76llg140ex9edjqwq2gfzgltq8zn078 315219 315218 2026-08-20T23:34:14Z Aeia aai 24023 315219 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|88|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|89}}</noinclude>poenja roemah-tangga !!" ia bertindak lebih deket. Liang-nio memandeng dengen terkedjoet. Ia taoe ajahnja sedeng mabok sama minoeman keras. Ia lantas pandeng romannja Tjhiang-in jang kliatan tinggal sabar. „Kau djangan keboeroe marah, 'ntjek," Tjhiang-in berkata koetika liat itoe orang toea ada begitoe moerka dan menakoetken. „Kau belon taoe asal-oesoelnja perkara {{...|15}}" „{{...|15}} Koerang adiar!" memoetoes itoe 'ntjek. „Perkara? Perkara?? Kita tida poenja perkara sama kau {{...|15}} kau anak koerang adjar!!!" berbareng itoe ia lantas ajoenken itoe botol Whisky diatas kepalanja itoe anak moeda dan siapa lantas djato dengen mandi darah oleh tiga poekoelan jang amat seroeh. Tjhiang-in roeboe tengkoerep! Liang-nio mendjerit dan memoebroek ajahnja. „{{...|15}}Ajah! ajah, kenapa kau begitoe? !" itoe gadis meratap. „Dia tida poenja kesalahan {{...|15}}" Dengen ramboet moedal-madel itoe 'ntjek mangloejoer masoek sama tindakan sempojongan. Iapoenja pikiran sinting dan roepanja tida merasa apa jang ia lakoehken. Liang-nio merangkoel itoe korban jang matanja ada tertoetoep dengen mengalir darah. „'Nko {{...|15}} Tjhiang-in {{...|15}}. Oh, Allah, lindoengken djiwanja {{...|15}}" Ia oesap-oesap dan tjioem itoe ramboet jang ditahan atas iapoenja pangkoehan, samentara iapoenja setangan sendiri soeda basa boeat bikin soesoet itoe dara. Sedikit dengen sedikit Tjhiang-in tersedar dan boeka matanja. Ia inget apa jang baroe terdjadi. Ia bersenjoem tapi itoe senjoeman sigra lajoe dan meramken matanja kombali seperti ia dapet rasa sakitnja itoe kepala jang loeka. „{{...|15}}'Nko Tjhiang-in?" memanggil Liang-nio dengen kwatir. Itoe djedjaka boeka matanja. „'Nko, saja panggil dokter kapan kau soeka?" kombali itoe gadis berkata sambil mengalirken aermata. Orang jang ditanjah tjoema gojang kepala. Itoe nona berkata lebih djaoe : „Ajah ada kebetoelan mabok. Ia poekoel kau diloear iapoenja pikiran terang." Tjhiang-in kombali tida mendjawab, hanja angkat badannja dan berdiri dengen sempojongan. Ia tekep kepalanja seperti tahanken itoe rasa sakit jang mengalir darah tida brenti. Ia hendak berdjalan kloear dan Liang-nio lantas dateng menahan: „Kau djangan pergi doeloe, " katanja dengen memoehoen. „Kau poenja pakean penoeh sama darah {{...|15}}" „Memang begitoe ada kau harep, kau boleh poeas," djawabnja dengen pendek. „Darahnja satoe pengetjoet tida ada harganja. Orang tida nanti perdoeli kendati dapet liat. Kau tida ada hak boeat menahan." Tjhiang-in berdialan kloear dengen kaki tida bertenaga. Sampe dipelataran loear ia bersender sama temboknja pintoe straat seperti hendak koempoelken tenaga. Liang-nio memboeroe kasitoe. „Kenapa kau maoe paksa pergi?" ia menanjah sembari pegang orang poenja tangan dengen palahan. Tjhiang-in tida ambil perdoeli. Ia panggil satoe bendi jang kebetoelan djalan disitoe. Sama itoe kandaran ia bawa dirinja ka mana Hotel. Liang-nio kombali masoek dan menangis dalem iapoenja kamar. Ia merasa menjesel sama diri sendiri, merasa terharoe dan sedih kapan inget itoe darah jang mengalir {{...|15}}<noinclude></noinclude> 1s3yhutlkmxhm2w06dumkcfz9t3ifet San Min Chu I/RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN 0 114287 315074 2026-08-20T13:15:26Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN | previous = [[../|SAMPUL]] | next = [[San Min Chu I/BAGIAN PERTAMA|BAGIAN PERTAMA]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=11 to=15 />' 315074 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN | previous = [[../|SAMPUL]] | next = [[San Min Chu I/BAGIAN PERTAMA|BAGIAN PERTAMA]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=11 to=15 /> mqz6ywaqv50r81cjg29j387g0nx8b15 315075 315074 2026-08-20T13:16:45Z Iripseudocorus 23824 315075 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN | previous = [[../|SAMPUL]] | next = [[San Min Chu I/Uraian I|Uraian I]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=11 to=15 /> 8i0ohwsaw6ly591cy9cldwm9n6cz4gr 315088 315075 2026-08-20T13:32:55Z Iripseudocorus 23824 315088 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN | previous = [[../|SAMPUL]] | next = [[San Min Chu I/Bagian I Uraian I|Bagian I Uraian I]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=11 to=15 /> h1xnb26s5y59ptu023e6wijnfqvabb9 San Min Chu I/Bagian I Uraian I 0 114288 315076 2026-08-20T13:19:11Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian I | previous = [[../RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN|RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN]] | next = [[San Min Chu I/Uraian II|Uraian II]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=16 to=35 />' 315076 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian I | previous = [[../RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN|RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN]] | next = [[San Min Chu I/Uraian II|Uraian II]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=16 to=35 /> o782x9it6gr6c830iupen0l9z2tafp4 315086 315076 2026-08-20T13:31:51Z Iripseudocorus 23824 Iripseudocorus memindahkan halaman [[San Min Chu I/Uraian I]] ke [[San Min Chu I/Bagian I Uraian I]] 315076 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian I | previous = [[../RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN|RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN]] | next = [[San Min Chu I/Uraian II|Uraian II]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=16 to=35 /> o782x9it6gr6c830iupen0l9z2tafp4 315106 315086 2026-08-20T13:43:28Z Iripseudocorus 23824 315106 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian I Uraian I | previous = [[../RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN|RIWAJAT SINGKAT Dr. SUN YAT-SEN]] | next = [[San Min Chu I/Bagian I Uraian II|Bagian I Uraian II]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=16 to=35 /> 34bgq500uhuxh5hjy0q0ospooxdksfc San Min Chu I/Bagian I Uraian II 0 114289 315078 2026-08-20T13:23:04Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian II | previous = [[../Uraian I|Uraian I]] | next = [[San Min Chu I/Uraian III|Uraian III]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=36 to=55 />' 315078 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian II | previous = [[../Uraian I|Uraian I]] | next = [[San Min Chu I/Uraian III|Uraian III]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=36 to=55 /> kambhlx0yjqilkfh2fatemrnvbu8z3d 315089 315078 2026-08-20T13:35:10Z Iripseudocorus 23824 Iripseudocorus memindahkan halaman [[San Min Chu I/Uraian II]] ke [[San Min Chu I/Bagian I Uraian II]] 315078 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian II | previous = [[../Uraian I|Uraian I]] | next = [[San Min Chu I/Uraian III|Uraian III]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=36 to=55 /> kambhlx0yjqilkfh2fatemrnvbu8z3d 315105 315089 2026-08-20T13:42:42Z Iripseudocorus 23824 315105 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian I Uraian II | previous = [[../Bagian I Uraian I|Bagian I Uraian I]] | next = [[San Min Chu I/Bagian I Uraian III|Bagian I Uraian III]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=36 to=55 /> e1kfqaum9twe5n78yxrcvxqibeupgbj San Min Chu I/Bagian I Uraian III 0 114290 315080 2026-08-20T13:25:08Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian III | previous = [[../Uraian II|Uraian II]] | next = [[San Min Chu I/Uraian IV|Uraian IV]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=56 to=74 />' 315080 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian III | previous = [[../Uraian II|Uraian II]] | next = [[San Min Chu I/Uraian IV|Uraian IV]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=56 to=74 /> 3o94r3aubk33iu9qwrhaco1la19hzma 315091 315080 2026-08-20T13:35:56Z Iripseudocorus 23824 Iripseudocorus memindahkan halaman [[San Min Chu I/Uraian III]] ke [[San Min Chu I/Bagian I Uraian III]] 315080 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian III | previous = [[../Uraian II|Uraian II]] | next = [[San Min Chu I/Uraian IV|Uraian IV]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=56 to=74 /> 3o94r3aubk33iu9qwrhaco1la19hzma 315104 315091 2026-08-20T13:42:10Z Iripseudocorus 23824 315104 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian I Uraian III | previous = [[../Bagian I Uraian II|Bagian I Uraian II]] | next = [[San Min Chu I/Bagian I Uraian IV|Bagian I Uraian IV]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=56 to=74 /> hob9evk02ws9b1fesrkdmci7uwr0bwy San Min Chu I/Bagian I Uraian IV 0 114291 315081 2026-08-20T13:27:18Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian IV | previous = [[../Uraian III|Uraian III]] | next = [[San Min Chu I/Uraian V|Uraian V]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=75 to=91 />' 315081 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian IV | previous = [[../Uraian III|Uraian III]] | next = [[San Min Chu I/Uraian V|Uraian V]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=75 to=91 /> co13ug3n6wjpzn1f9yqmx014yyqk3k9 315093 315081 2026-08-20T13:36:35Z Iripseudocorus 23824 Iripseudocorus memindahkan halaman [[San Min Chu I/Uraian IV]] ke [[San Min Chu I/Bagian I Uraian IV]] 315081 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian IV | previous = [[../Uraian III|Uraian III]] | next = [[San Min Chu I/Uraian V|Uraian V]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=75 to=91 /> co13ug3n6wjpzn1f9yqmx014yyqk3k9 315103 315093 2026-08-20T13:41:36Z Iripseudocorus 23824 315103 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian I Uraian IV | previous = [[../Bagian I Uraian III|Bagian I Uraian III]] | next = [[San Min Chu I/Bagian I Uraian V|Bagian I Uraian V]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=75 to=91 /> cy2sa6qtshldix9q773hezicoravn3a Raden Mas Djojo Koesomo/Bab 1 0 114292 315082 2026-08-20T13:28:08Z Alicya- 21994 halaman baru 315082 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Marjoorie | translator = | section = Bab 1 | previous = [[../|Halaman depan]] | next = [[../Bab 2|Bab 2]] | notes = }} <pages index="Raden Mas Djojo Koesomo.pdf" from=5 fromsection="1" to=11 tosection="1" /> owhfq1tarksdnjehlm7yxvq22f50op2 San Min Chu I/Bagian I Uraian V 0 114293 315083 2026-08-20T13:29:23Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian V | previous = [[../Uraian IV|Uraian IV]] | next = [[San Min Chu I/Uraian VI|Uraian VI]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=92 to=107 />' 315083 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian V | previous = [[../Uraian IV|Uraian IV]] | next = [[San Min Chu I/Uraian VI|Uraian VI]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=92 to=107 /> 1xqjimgfkctsl7lvhivssahxg5xfx95 315095 315083 2026-08-20T13:37:09Z Iripseudocorus 23824 Iripseudocorus memindahkan halaman [[San Min Chu I/Uraian V]] ke [[San Min Chu I/Bagian I Uraian V]] 315083 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian V | previous = [[../Uraian IV|Uraian IV]] | next = [[San Min Chu I/Uraian VI|Uraian VI]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=92 to=107 /> 1xqjimgfkctsl7lvhivssahxg5xfx95 315101 315095 2026-08-20T13:40:35Z Iripseudocorus 23824 315101 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian V | previous = [[../Bagian I Uraian IV|Bagian I Uraian IV]] | next = [[San Min Chu I/Bagian I Uraian VI|Bagian I Uraian VI]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=92 to=107 /> ljzrx7z00t9gjtzk9pqfpoi5iojy14k 315107 315101 2026-08-20T13:44:09Z Iripseudocorus 23824 315107 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian I Uraian V | previous = [[../Bagian I Uraian IV|Bagian I Uraian IV]] | next = [[San Min Chu I/Bagian I Uraian VI|Bagian I Uraian VI]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=92 to=107 /> 2bqvwv0bpj99zw48101v2nzhjcq62ty Raden Mas Djojo Koesomo/Bab 2 0 114294 315084 2026-08-20T13:29:47Z Alicya- 21994 halaman baru 315084 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Marjoorie | translator = | section = Bab 2 | previous = [[../Bab 1|Bab 1]] | next = [[../Bab 3|Bab 3]] | notes = }} <pages index="Raden Mas Djojo Koesomo.pdf" from=12 to=22 /> 0vdz5ihxte5av778zv91psnyy76ggpq San Min Chu I/Bagian I Uraian VI 0 114295 315085 2026-08-20T13:30:42Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian VI | previous = [[../Uraian V|Uraian V]] | next = [[San Min Chu I/Uraian VII|Uraian VII]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=92 to=127 />' 315085 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian VI | previous = [[../Uraian V|Uraian V]] | next = [[San Min Chu I/Uraian VII|Uraian VII]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=92 to=127 /> 2v7elmn8to19g0brebfxduoukwjp4v1 315097 315085 2026-08-20T13:38:53Z Iripseudocorus 23824 315097 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian VI | previous = [[../Bagian I Uraian V|Bagian I Uraian V]] | next = [[San Min Chu I/Bagian II Uraian I|Bagian II Uraian I]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=108 to=127 /> lvayvg06gscg1aemzg71vriww1anksn 315098 315097 2026-08-20T13:39:47Z Iripseudocorus 23824 Iripseudocorus memindahkan halaman [[San Min Chu I/Uraian VI]] ke [[San Min Chu I/Bagian I Uraian VI]] 315097 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Uraian VI | previous = [[../Bagian I Uraian V|Bagian I Uraian V]] | next = [[San Min Chu I/Bagian II Uraian I|Bagian II Uraian I]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=108 to=127 /> lvayvg06gscg1aemzg71vriww1anksn 315108 315098 2026-08-20T13:44:33Z Iripseudocorus 23824 315108 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian I Uraian VI | previous = [[../Bagian I Uraian V|Bagian I Uraian V]] | next = [[San Min Chu I/Bagian II Uraian I|Bagian II Uraian I]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=108 to=127 /> j8kumarqauox4i2cbzlz5y0o7800i75 San Min Chu I/Uraian I 0 114296 315087 2026-08-20T13:31:51Z Iripseudocorus 23824 Iripseudocorus memindahkan halaman [[San Min Chu I/Uraian I]] ke [[San Min Chu I/Bagian I Uraian I]] 315087 wikitext text/x-wiki #ALIH [[San Min Chu I/Bagian I Uraian I]] hnedef3i4inzz5cs29mznt1lhshznd6 San Min Chu I/Uraian II 0 114297 315090 2026-08-20T13:35:11Z Iripseudocorus 23824 Iripseudocorus memindahkan halaman [[San Min Chu I/Uraian II]] ke [[San Min Chu I/Bagian I Uraian II]] 315090 wikitext text/x-wiki #ALIH [[San Min Chu I/Bagian I Uraian II]] 47pgqn22e4ul0a42h5113rmrkmi750h San Min Chu I/Uraian III 0 114298 315092 2026-08-20T13:35:56Z Iripseudocorus 23824 Iripseudocorus memindahkan halaman [[San Min Chu I/Uraian III]] ke [[San Min Chu I/Bagian I Uraian III]] 315092 wikitext text/x-wiki #ALIH [[San Min Chu I/Bagian I Uraian III]] ow70no4d3a2vp6c8zn0y3f5sxtowaiy San Min Chu I/Uraian IV 0 114299 315094 2026-08-20T13:36:35Z Iripseudocorus 23824 Iripseudocorus memindahkan halaman [[San Min Chu I/Uraian IV]] ke [[San Min Chu I/Bagian I Uraian IV]] 315094 wikitext text/x-wiki #ALIH [[San Min Chu I/Bagian I Uraian IV]] 7sdag8gpq1a63pz6i2yqr4s2kl4nx7v San Min Chu I/Uraian V 0 114300 315096 2026-08-20T13:37:09Z Iripseudocorus 23824 Iripseudocorus memindahkan halaman [[San Min Chu I/Uraian V]] ke [[San Min Chu I/Bagian I Uraian V]] 315096 wikitext text/x-wiki #ALIH [[San Min Chu I/Bagian I Uraian V]] 3kuvmw50t5mympnkir7rduaeymyg71t San Min Chu I/Uraian VI 0 114301 315099 2026-08-20T13:39:47Z Iripseudocorus 23824 Iripseudocorus memindahkan halaman [[San Min Chu I/Uraian VI]] ke [[San Min Chu I/Bagian I Uraian VI]] 315099 wikitext text/x-wiki #ALIH [[San Min Chu I/Bagian I Uraian VI]] n6s8dnzapjlxl1wbir9yit3texe2qrr Raden Mas Djojo Koesomo/Bab 3 0 114302 315109 2026-08-20T13:44:37Z Alicya- 21994 halaman baru 315109 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Marjoorie | translator = | section = Bab 3 | previous = [[../Bab 2|Bab 2]] | next = [[../Bab 5|Bab 5]] | notes = }} <pages index="Raden Mas Djojo Koesomo.pdf" from=23 to=47 /> 01qikkvhxa54dlujrt2grbj2k9vli8y San Min Chu I/Bagian II Uraian I 0 114303 315110 2026-08-20T13:45:39Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian II Uraian I | previous = [[../Bagian I Uraian VI|Bagian I Uraian VI]] | next = [[San Min Chu I/Bagian II Uraian II|Bagian II Uraian II]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=128 to=156 />' 315110 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian II Uraian I | previous = [[../Bagian I Uraian VI|Bagian I Uraian VI]] | next = [[San Min Chu I/Bagian II Uraian II|Bagian II Uraian II]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=128 to=156 /> a2zdc92xfg0ixwz8gvqwcrijuan3t2h Raden Mas Djojo Koesomo/Bab 5 0 114304 315111 2026-08-20T13:46:13Z Alicya- 21994 halaman baru 315111 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Marjoorie | translator = | section = Bab 5 | previous = [[../Bab 3|Bab 3]] | next = [[../Bab 6|Bab 6]] | notes = }} <pages index="Raden Mas Djojo Koesomo.pdf" from=48 to=58 /> m5yduyp0i29onbe1yiumzr2hrvh95mc Raden Mas Djojo Koesomo/Bab 6 0 114305 315112 2026-08-20T13:47:09Z Alicya- 21994 halaman baru 315112 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Marjoorie | translator = | section = Bab 6 | previous = [[../Bab 5|Bab 5]] | next = [[../Bab 7|Bab 7]] | notes = }} <pages index="Raden Mas Djojo Koesomo.pdf" from=59 to=70 /> l3wryr19jl4aww7hvohcr1w7ndsd3t5 Halaman:Sakit Hati.pdf/50 104 114306 315115 2026-08-20T13:48:36Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 315115 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude><noinclude></noinclude> strgv3gx8bknbzdxmid30oftgj5eslr San Min Chu I/Bagian II Uraian II 0 114307 315116 2026-08-20T13:49:11Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian II Uraian II | previous = [[../Bagian II Uraian I|Bagian II Uraian I]] | next = [[San Min Chu I/Bagian II Uraian III|Bagian II Uraian III]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=157 to=175 />' 315116 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian II Uraian II | previous = [[../Bagian II Uraian I|Bagian II Uraian I]] | next = [[San Min Chu I/Bagian II Uraian III|Bagian II Uraian III]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=157 to=175 /> 1umwt0k4qilox6110fbpjy7tkkkdvrd Raden Mas Djojo Koesomo/Bab 7 0 114308 315117 2026-08-20T13:49:39Z Alicya- 21994 halaman baru 315117 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Marjoorie | translator = | section = Bab 7 | previous = [[../Bab 6|Bab 6]] | next = | notes = }} <pages index="Raden Mas Djojo Koesomo.pdf" from=71 to=91 /> jw5ctr7g98vh13f0l37b9y115jeuvwf San Min Chu I/Bagian II Uraian III 0 114309 315118 2026-08-20T13:50:06Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian II Uraian III | previous = [[../Bagian II Uraian II|Bagian II Uraian II]] | next = [[San Min Chu I/Bagian II Uraian IV|Bagian II Uraian IV]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=176 to=199 />' 315118 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian II Uraian III | previous = [[../Bagian II Uraian II|Bagian II Uraian II]] | next = [[San Min Chu I/Bagian II Uraian IV|Bagian II Uraian IV]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=176 to=199 /> rppfpuan77w2ked6qlpcjbf7h8tx5by San Min Chu I/Bagian II Uraian IV 0 114310 315119 2026-08-20T13:51:42Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian II Uraian IV | previous = [[../Bagian II Uraian III|Bagian II Uraian III]] | next = [[San Min Chu I/Bagian II Uraian V|Bagian II Uraian V]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=200 to=223 />' 315119 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian II Uraian IV | previous = [[../Bagian II Uraian III|Bagian II Uraian III]] | next = [[San Min Chu I/Bagian II Uraian V|Bagian II Uraian V]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=200 to=223 /> hb4g1eh0ym26tf5cwutekv0k206cvrx San Min Chu I/Bagian II Uraian V 0 114311 315120 2026-08-20T13:53:27Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian II Uraian V | previous = [[../Bagian II Uraian IV|Bagian II Uraian IV]] | next = [[San Min Chu I/Bagian II Uraian VI|Bagian II Uraian VI]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=234 to=253 />' 315120 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian II Uraian V | previous = [[../Bagian II Uraian IV|Bagian II Uraian IV]] | next = [[San Min Chu I/Bagian II Uraian VI|Bagian II Uraian VI]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=234 to=253 /> qui862wqst8uibj4tvxr4qc0miyt6rd San Min Chu I/Bagian II Uraian VI 0 114312 315121 2026-08-20T13:55:48Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian II Uraian VI | previous = [[../Bagian II Uraian V|Bagian II Uraian V]] | next = [[San Min Chu I/Bagian III Uraian I|Bagian III Uraian I]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=254 to=284 />' 315121 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian II Uraian VI | previous = [[../Bagian II Uraian V|Bagian II Uraian V]] | next = [[San Min Chu I/Bagian III Uraian I|Bagian III Uraian I]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=254 to=284 /> d992bucdrwxdr52ric42s8wn3gj0yca San Min Chu I/Bagian III Uraian I 0 114313 315122 2026-08-20T13:58:16Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian III Uraian I | previous = [[../Bagian II Uraian VI|Bagian II Uraian VI]] | next = [[San Min Chu I/Bagian III Uraian II|Bagian III Uraian II]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=286 to=317 />' 315122 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian III Uraian I | previous = [[../Bagian II Uraian VI|Bagian II Uraian VI]] | next = [[San Min Chu I/Bagian III Uraian II|Bagian III Uraian II]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=286 to=317 /> 6t093zlld8fnkvi4bhzsmsubp1ppl1o San Min Chu I/Bagian III Uraian II 0 114314 315123 2026-08-20T14:00:10Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian III Uraian II | previous = [[../Bagian III Uraian I|Bagian III Uraian I]] | next = [[San Min Chu I/Bagian III Uraian III|Bagian III Uraian III]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=318 to=341 />' 315123 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian III Uraian II | previous = [[../Bagian III Uraian I|Bagian III Uraian I]] | next = [[San Min Chu I/Bagian III Uraian III|Bagian III Uraian III]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=318 to=341 /> 9u4jcpsrxnrlfhs60fmmrqgqpdzc3zi San Min Chu I/Bagian III Uraian III 0 114315 315124 2026-08-20T14:01:52Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian III Uraian III | previous = [[../Bagian III Uraian II|Bagian III Uraian II]] | next = [[San Min Chu I/Bagian III Uraian IV|Bagian III Uraian IV]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=345 to=367 />' 315124 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian III Uraian III | previous = [[../Bagian III Uraian II|Bagian III Uraian II]] | next = [[San Min Chu I/Bagian III Uraian IV|Bagian III Uraian IV]] | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=345 to=367 /> g41buztf8z6lmgdaj7o3ha3tu7lkyvj San Min Chu I/Bagian III Uraian IV 0 114316 315125 2026-08-20T14:04:10Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian III Uraian IV | previous = [[../Bagian III Uraian III|Bagian III Uraian III]] | next = | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=368 to=390 />' 315125 wikitext text/x-wiki {{header | title = San Min Chu I (Tiga Asas Pokok Rakjat) | author = Sun Yat-sen | translator = Azinar Ibrahim | section = Bagian III Uraian IV | previous = [[../Bagian III Uraian III|Bagian III Uraian III]] | next = | year = 1951 | notes = }} <pages index="San min chu i.pdf" from=368 to=390 /> 8jg6rf61gmv1st1scbg9u8v18joc76a Pantja-Sila/I 0 114317 315127 2026-08-20T14:15:40Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = I: BAGAIMANAKAH PANTJA-SILA HARUS DITAFSIRKAN? | previous = [[../Sampul|Sampul]] | next = [[Pantja-Sila/II|II]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=9 to=19 />' 315127 wikitext text/x-wiki {{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = I: BAGAIMANAKAH PANTJA-SILA HARUS DITAFSIRKAN? | previous = [[../Sampul|Sampul]] | next = [[Pantja-Sila/II|II]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=9 to=19 /> 68ds0jinqfuw6eqyustwqj47x13583n 315128 315127 2026-08-20T14:16:02Z Iripseudocorus 23824 315128 wikitext text/x-wiki {{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = I: BAGAIMANAKAH PANTJA-SILA HARUS DITAFSIRKAN? | previous = [[../|Sampul]] | next = [[Pantja-Sila/II|II]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=9 to=19 /> e0thuv62rjs48yq7ggh2lmx5f4k8xsv Pantja-Sila/II 0 114318 315129 2026-08-20T14:18:24Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = II: PANTJA-SILA DARI SUDUT KEMERDEKAAN. | previous = [[../I|I]] | next = [[Pantja-Sila/III|III]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=20 to=26 onlysection="2" />' 315129 wikitext text/x-wiki {{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = II: PANTJA-SILA DARI SUDUT KEMERDEKAAN. | previous = [[../I|I]] | next = [[Pantja-Sila/III|III]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=20 to=26 onlysection="2" /> joppfg4s8y3maet62lphvdwm3ks8bgc Korban Boedi/Bab 1 0 114319 315134 2026-08-20T14:25:07Z Alicya- 21994 halaman baru 315134 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Monsieur Hsu | translator = | section = Bab 1 | previous = [[../|Halaman depan]] | next = [[../Bab 2|Bab 2]] | notes = }} <pages index="Korban Boedi.pdf" from=3 fromsection="1" to=7 tosection="1" /> 17ugvkhp1iik0zv8wg9n5vwybzqhjrv Korban Boedi/Bab 2 0 114320 315140 2026-08-20T14:27:57Z Alicya- 21994 halaman baru 315140 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Monsieur Hsu | translator = | section = Bab 2 | previous = [[../Bab 1|Bab 1]] | next = [[../Bab 3|Bab 3]] | notes = }} <pages index="Korban Boedi.pdf" from=7 fromsection="2" to=17 tosection="2" /> 60j81wnids0oh4839gbyhybac32472q Pantja-Sila/III 0 114321 315141 2026-08-20T14:29:18Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = III:PANTJA-SILA DARI SUDUT PERDAMAIAN DAN KESEDJAHTERAAN. | previous = [[../II|II]] | next = [[Pantja-Sila/III|III]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=26 to=36 onlysection="3" />' 315141 wikitext text/x-wiki {{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = III:PANTJA-SILA DARI SUDUT PERDAMAIAN DAN KESEDJAHTERAAN. | previous = [[../II|II]] | next = [[Pantja-Sila/III|III]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=26 to=36 onlysection="3" /> 1dwlssmhnlnpvla4hqfhz1i7glhow50 315157 315141 2026-08-20T14:34:55Z Iripseudocorus 23824 315157 wikitext text/x-wiki {{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = III:PANTJA-SILA DARI SUDUT PERDAMAIAN DAN KESEDJAHTERAAN. | previous = [[../II|II]] | next = [[Pantja-Sila/IV|IV]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=26 to=36 onlysection="3" /> rehpo2y8pm85h725bsrh46i0bh2oyb0 Korban Boedi/Bab 3 0 114322 315145 2026-08-20T14:30:43Z Alicya- 21994 halaman baru 315145 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Monsieur Hsu | translator = | section = Bab 3 | previous = [[../Bab 2|Bab 2]] | next = [[../Bab 4|Bab 4]] | notes = }} <pages index="Korban Boedi.pdf" from=17 fromsection="3" to=22 tosection="3" /> jaijv0c2kmnlrbpyyxwf5c83o5kasgo Korban Boedi/Bab 4 0 114323 315153 2026-08-20T14:33:13Z Alicya- 21994 halaman baru 315153 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Monsieur Hsu | translator = | section = Bab 4 | previous = [[../Bab 3|Bab 3]] | next = [[../Bab 5|Bab 5]] | notes = }} <pages index="Korban Boedi.pdf" from=22 fromsection="4" to=32 tosection="4" /> 4he6dy014opnbb3mjlji2rz1w3h2bze Korban Boedi/Bab 5 0 114324 315159 2026-08-20T14:35:20Z Alicya- 21994 halaman baru 315159 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Monsieur Hsu | translator = | section = Bab 5 | previous = [[../Bab 4|Bab 4]] | next = [[../Bab 6|Bab 6]] | notes = }} <pages index="Korban Boedi.pdf" from=32 fromsection="2" to=43 tosection="5" /> gxf8ai90phfw3smcot952dt0mkieraa 315161 315159 2026-08-20T14:35:46Z Alicya- 21994 315161 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Monsieur Hsu | translator = | section = Bab 5 | previous = [[../Bab 4|Bab 4]] | next = [[../Bab 6|Bab 6]] | notes = }} <pages index="Korban Boedi.pdf" from=32 fromsection="5" to=43 tosection="5" /> 66o390duxgfeyg1cth57fhrl9rf3c4z Pantja-Sila/IV 0 114325 315164 2026-08-20T14:36:57Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = IV: PANTJA-SILA DARI SUDUT KEBAHAGIAAN. | previous = [[../III|III]] | next = [[Pantja-Sila/IV|IV]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=36 to=39 onlysection="4" />' 315164 wikitext text/x-wiki {{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = IV: PANTJA-SILA DARI SUDUT KEBAHAGIAAN. | previous = [[../III|III]] | next = [[Pantja-Sila/IV|IV]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=36 to=39 onlysection="4" /> 01cotmhhssqsk193cx3j43h6ygioaby 315165 315164 2026-08-20T14:37:33Z Iripseudocorus 23824 315165 wikitext text/x-wiki {{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = IV: PANTJA-SILA DARI SUDUT KEBAHAGIAAN. | previous = [[../III|III]] | next = [[Pantja-Sila/V|V]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=36 to=39 onlysection="4" /> li1b3gbva6tqmt3tjojxb4a638q9vxj Korban Boedi/Bab 6 0 114326 315169 2026-08-20T14:38:41Z Alicya- 21994 halaman baru 315169 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Monsieur Hsu | translator = | section = Bab 6 | previous = [[../Bab 5|Bab 5]] | next = [[../Bab 7|Bab 7]] | notes = }} <pages index="Korban Boedi.pdf" from=43 fromsection="6" to=48 tosection="6" /> bzntxnaiw9ess15xvfw2xgv7rvhq1d0 Pantja-Sila/V 0 114327 315171 2026-08-20T14:40:26Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = V: Kesimpulan | previous = [[../IV|IV]] | next = [[Pantja-Sila/Pantja-sila sebagai kesatuan|Pantja-sila sebagai kesatuan]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=39 to=41 onlysection="5" />' 315171 wikitext text/x-wiki {{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = V: Kesimpulan | previous = [[../IV|IV]] | next = [[Pantja-Sila/Pantja-sila sebagai kesatuan|Pantja-sila sebagai kesatuan]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=39 to=41 onlysection="5" /> 5fjphaihjwmdlmyf6z6quu8zqbrzyuo Korban Boedi/Bab 7 0 114328 315172 2026-08-20T14:40:39Z Alicya- 21994 halaman baru 315172 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Monsieur Hsu | translator = | section = Bab 7 | previous = [[../Bab 6|Bab 6]] | next = [[../Bab 8|Bab 8]] | notes = }} <pages index="Korban Boedi.pdf" from=48 fromsection="7" to=54 tosection="7" /> a0yecsh2y9lf6nm12evyetzsljml6qq Korban Boedi/Bab 8 0 114329 315174 2026-08-20T14:43:22Z Alicya- 21994 halaman baru 315174 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Monsieur Hsu | translator = | section = Bab 8 | previous = [[../Bab 7|Bab 7]] | next = [[../Bab 9|Bab 9]] | notes = }} <pages index="Korban Boedi.pdf" from=54 fromsection="8" to=60 tosection="8" /> 3t0x4uchu7wt90cdxrf0bw7hgj9n7rb Korban Boedi/Bab 9 0 114330 315181 2026-08-20T14:47:30Z Alicya- 21994 halaman baru 315181 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Monsieur Hsu | translator = | section = Bab 9 | previous = [[../Bab 8|Bab 8]] | next = [[../Bab 10|Bab 10]] | notes = }} <pages index="Korban Boedi.pdf" from=61 fromsection="9" to=65 tosection="9" /> 29jtco2u1p9ph5gbxmahav5wv00sn0c Pantja-Sila/Pantja-sila sebagai kesatuan 0 114331 315182 2026-08-20T14:48:33Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = PANTJA-SILA SEBAGAI KESATUAN | previous = [[../V|V]] | next = [[Pantja-Sila/KESATUAN PANTJASILA|KESATUAN PANTJASILA]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=41 to=45 onlysection="pendahuluan" />' 315182 wikitext text/x-wiki {{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = PANTJA-SILA SEBAGAI KESATUAN | previous = [[../V|V]] | next = [[Pantja-Sila/KESATUAN PANTJASILA|KESATUAN PANTJASILA]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=41 to=45 onlysection="pendahuluan" /> cfcjagcjuriorgkub2b6oxy4osbqj7z Pantja-Sila/KESATUAN PANTJASILA 0 114332 315187 2026-08-20T14:51:21Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = KESATUAN PANTJASILA | previous = [[../PANTJA-SILA SEBAGAI KESATUAN|PANTJA-SILA SEBAGAI KESATUAN]] | next = [[Pantja-Sila/SUSUNAN PANTJASILA|SUSUNAN PANTJASILA]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=45 to=50 onlysection="kesatuan" />' 315187 wikitext text/x-wiki {{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = KESATUAN PANTJASILA | previous = [[../PANTJA-SILA SEBAGAI KESATUAN|PANTJA-SILA SEBAGAI KESATUAN]] | next = [[Pantja-Sila/SUSUNAN PANTJASILA|SUSUNAN PANTJASILA]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=45 to=50 onlysection="kesatuan" /> tsfgm0zu426f719btypxpy041lgiovg 315191 315187 2026-08-20T14:52:34Z Iripseudocorus 23824 315191 wikitext text/x-wiki {{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = KESATUAN PANTJASILA | previous = [[../Pantja-sila sebagai kesatuan|Pantja-sila sebagai kesatuan]] | next = [[Pantja-Sila/SUSUNAN PANTJASILA|SUSUNAN PANTJASILA]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=45 to=50 onlysection="kesatuan" /> d2g4vokral74o49ylm3m9dffutobywa Korban Boedi/Bab 10 0 114333 315192 2026-08-20T14:52:38Z Alicya- 21994 halaman baru 315192 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Monsieur Hsu | translator = | section = Bab 10 | previous = [[../Bab 9|Bab 9]] | next = | notes = }} <pages index="Korban Boedi.pdf" from=65 fromsection="10" to=76 tosection="10" /> rgqvn09e5wuyvtoo491jw7e8v3hua4w Pantja-Sila/SUSUNAN PANTJASILA 0 114334 315196 2026-08-20T14:55:16Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = SUSUNAN PANTJASILA | previous = [[../KESATUAN PANTJASILA|KESATUAN PANTJASILA]] | next = [[Pantja-Sila/TUDJUAN PANTJASILA|TUDJUAN PANTJASILA]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=50 to=54 onlysection="susunan" />' 315196 wikitext text/x-wiki {{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = SUSUNAN PANTJASILA | previous = [[../KESATUAN PANTJASILA|KESATUAN PANTJASILA]] | next = [[Pantja-Sila/TUDJUAN PANTJASILA|TUDJUAN PANTJASILA]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=50 to=54 onlysection="susunan" /> ltuir3mr8sccsrhjazqhgp7apcv949u Pantja-Sila/TUDJUAN PANTJASILA 0 114335 315200 2026-08-20T14:57:36Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = TUDJUAN PANTJASILA | previous = [[../SUSUNAN PANTJASILA|SUSUNAN PANTJASILA]] | next = [[Pantja-Sila/PENUTUP |PENUTUP]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=54 to=57 onlysection="tudjuan" />' 315200 wikitext text/x-wiki {{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = TUDJUAN PANTJASILA | previous = [[../SUSUNAN PANTJASILA|SUSUNAN PANTJASILA]] | next = [[Pantja-Sila/PENUTUP |PENUTUP]] | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=54 to=57 onlysection="tudjuan" /> fo4kxxqzfuqyy1iujs9duu4lux6mxg6 Pantja-Sila/PENUTUP 0 114336 315203 2026-08-20T14:59:41Z Iripseudocorus 23824 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = PENUTUP | previous = [[../TUDJUAN PANTJASILA|TUDJUAN PANTJASILA]] | next = | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=57 to=59 onlysection="penutup" />' 315203 wikitext text/x-wiki {{header | title = Pantja-Sila | author = H. Rosin | translator = | section = PENUTUP | previous = [[../TUDJUAN PANTJASILA|TUDJUAN PANTJASILA]] | next = | year = 1950 | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=57 to=59 onlysection="penutup" /> 354emqot4krlqpx65a8r0gcdu3q2i6b Halaman:The Belle of Menado.pdf/34 104 114337 315205 2026-08-20T17:02:01Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315205 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|58|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||59}}</noinclude>{{right|{{smaller|„Kau boleh tjatji dengen moeloet atawa kau boleh <br/> tjatji dengen soerat, saia silahken kev pilih jang mana <br/> ade lebih baek. <br/> „Kaloe sampe besoek sore — waktoe mana saia <br/> tjoema tinggal semalem lagi ada di Menado — kau tida <br/> berboeat apa-apa, saia anggep jang kau ichlas loepaken <br/> itoe kedjadian, dan di fihak saia nanti tinggalken oetjapan 'trima kasi' senantiasa.}}}} {{right|{{smaller| Slamet siang, <br/> {{bold|{{sp|„Tjhiang-in."}}}}}}}} Dengen tida terasa iapoenja aer-mata berlinang saabisnja batja itoe soerat dan kamoedian ia tjioem itoe lembaran kertas. Tida ada satoe perkata'an jang kloear dari iapoenja bibir jang goemeter ......... „Oh, Allah, kenapa saia boleh djadi begini,” achirnja ia meratep dengen pelahan. „Oh...... “nko Tjhiang-in apa bener kau maoe pergi, pergi dari samping saia ........?" Bitjara sampe di sitoe ia toetoep moekanja dengen tangan dan banting dirinja di mana satoe rustbank ..... {{C|'''VII'''}} {{di|T}}EK-LOK bertemoe kombali pada Tjhiang-in dan toetoerken apa telah terdjadi atas itoe pertemoeen pada itoe Ratoe Kembang dari Menado. Sekalian ia toetoerken bagimana itoe boengkoesan ada ditrima. Sebagi penoetoep ia bilang : „Kau poenja doegahen ada betoel, kau tida nanti dapetken iapoenja hati, maski oepama kata, kau dapet tempo kalonggaran lagi, taroh kata 3 boelan, djangan sentara tjoema 3 hari. Now, 'nko Tjhiang-in, biarlah laen kali kau poenja koendjoengan ka sini ada lebih broentoeng dari ini kali, tapi itoe ada satoe keoentoengan bagi kasnje Siauw Lian Hwee.” Besoeknja, precies diam 4 sore, ‘nko Dijit-tjing jang dianter oleh Tek-lok koendjoengin hotel Wilhelmina, di mana Tjhiang-in ada menginep. Marika djoempahin Tjhiang-in djoestroe doedoek termenoeng brikoet satoe boekoe ada rebah di atas pangkoeannja. Ia mendoesin koetika denger daoen pintoe tersoeroeng. „Ach, ‘nko Tek-lok, saia toenggoe kau sekalian," ia kata sembari silahken marika doedosk. „Saia girang kau soedi dateng ka mari, ‘nko Djit-jing.” Marika lantas bitjara dan dalem itoe pembitjara'an lantas menjimpang halnja itoe pertarohan. „Saia menjesel kau orang soeda bikin itoe pertarothan gelo," berkata Djit-tiing, „kendati dengen itoe berarti menoedjang kasnja kita poenja perkoempoelan.” Tjhiang-in bersenjoem : „Bertaroh boeat satoe nona boekan perkara gelo, lebih lagi keloe menang, itoe kamenangan tida bisa lolos kombali, tapi kaloe sebaliknja kalah, itoe kakalahan bisa masoek di hati, tida bisa diloepa ...... Oh, ja, apa saia boleh trimaken itoe oewang sekarang?" ia menanjah pada Tek-lok. „Boleh djoega kau trimaken sendiri sama ‘nko Djit-tjing,"” mendjawab Tek-lok, „sebab ‘nko Kiem-sing, penningmeester, kebetoelan pergi ke Singkil, djadi kita tida bisa adjak ia boeat toeroet kamari.” Djoestroe itoe sa’at pintoe terboeka, Koe-kway menoblos masoek dengen roman bersenjoem girang. „Astaga! kau orang soeda koempoel di sini?" ia berseroeh sembari ambil tempat doedoek. „Saia baroe bangoen dari tidoer, dan saia dapet impian jang kasnja Siauw Lian Hwee bakal dapet berkah f 500.— roepiah! dari dewa Tjhiang-in lootjo!! Apa betoel kau orang sekarang maoe atoer itoe oeroesan?" Tjhiang-in memang ada satoe socialist, tida djadi<noinclude></noinclude> bib7vq3kkbnx2s0jcaukv8iw2pnpxx1 Janie/Mira Gagaklodra 0 114338 315206 2026-08-20T17:08:13Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Mira Gagaklodra | previous = | next = | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=48 to=61/>' 315206 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Mira Gagaklodra | previous = | next = | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=48 to=61/> rtt2cn3cslr95obhk36lnbthanauz86 315207 315206 2026-08-20T17:10:37Z Ammachemist 27288 315207 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Mira Gagaklodra | previous = | next = | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=49 to=61/> t400zgmnab98b5jg85f9wrzsrtr7eej Janie/Bab VII 0 114339 315209 2026-08-20T17:18:00Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Bab VII | previous = [[Janie/Bab VI|Bab VI]] | next = [[Janie/Bab VIII|Bab VIII]] | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=34 to=36/>' 315209 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Bab VII | previous = [[Janie/Bab VI|Bab VI]] | next = [[Janie/Bab VIII|Bab VIII]] | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=34 to=36/> 2pua5do7loqk6mhsseq0cewypdltvyp Janie/Bab I 0 114340 315212 2026-08-20T17:38:57Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Bab I | previous = [[Janie/Halaman Judul|Halaman Judul]] | next = [[Janie/Bab II|Bab II]] | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=6 to=9/>' 315212 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Bab I | previous = [[Janie/Halaman Judul|Halaman Judul]] | next = [[Janie/Bab II|Bab II]] | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=6 to=9/> i7r57jovm8342fhbba0uclah8uc1hmu 315213 315212 2026-08-20T17:39:38Z Ammachemist 27288 Ammachemist memindahkan halaman [[Janie/Bab VIII]] ke [[Janie/Bab I]]: Judul salah eja 315212 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Bab I | previous = [[Janie/Halaman Judul|Halaman Judul]] | next = [[Janie/Bab II|Bab II]] | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=6 to=9/> i7r57jovm8342fhbba0uclah8uc1hmu Janie/Bab VIII 0 114341 315214 2026-08-20T17:39:39Z Ammachemist 27288 Ammachemist memindahkan halaman [[Janie/Bab VIII]] ke [[Janie/Bab I]]: Judul salah eja 315214 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Janie/Bab I]] gnn1t00l03hi9qr6mleoxh914fuwxrp Janie/Bab II 0 114342 315216 2026-08-20T17:44:05Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Bab II | previous = [[Janie/Bab I|Bab I]] | next = [[Janie/Bab III|Bab III]] | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=10 to=15 />' 315216 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Bab II | previous = [[Janie/Bab I|Bab I]] | next = [[Janie/Bab III|Bab III]] | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=10 to=15 /> r14wsyfq1g67uk7xsp60lyyfga38f5d Halaman:The Belle of Menado.pdf/50 104 114343 315220 2026-08-20T23:34:31Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '90 TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO Diwa'ktoe soreh ia ketemoeken sang ajah masih tidoer mengeros-geros dalem ,kamarnja. Napasnja masih baoeh arak. Ia 'kombali karoewangan bl~k.ang dan ketemoeken ta'ntenia doedoek disitoe. "Tante, aiah tadi ada poe koel kepalania 'nkc Tihiang-in dengen botol Whiskij," katania den gen soeara pelahan. . "Tihiang-in, itoe anak dari Sourabaya (" meneges itoe tante. "Apa sebabnja ?" "Ia memoekoei dengen zonder al... 315220 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>90 TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO Diwa'ktoe soreh ia ketemoeken sang ajah masih tidoer mengeros-geros dalem ,kamarnja. Napasnja masih baoeh arak. Ia 'kombali karoewangan bl~k.ang dan ketemoeken ta'ntenia doedoek disitoe. "Tante, aiah tadi ada poe koel kepalania 'nkc Tihiang-in dengen botol Whiskij," katania den gen soeara pelahan. . "Tihiang-in, itoe anak dari Sourabaya (" meneges itoe tante. "Apa sebabnja ?" "Ia memoekoei dengen zonder alesan." "Saia djoega tadi ada sedikit denger soearanja barang jang djatoh didjoebin, tapi saia kira Alima dja tohin apa-apa. Abis, dimana jang Ikena poekoel ?" "Dikepala "" ." .,, ' . Oh, tante, sampe me'loearken darah," Liang-nio oetiap'ken itoe perkata'an sambil toendoeken 'kepala! dikwatir itoe aermata jang berlinang dapet diliat. ,,/toe memang ada sa toe kabiasa'an djelek dari ajahmoe," berkata poelah itoe tante. "Saia lebih seneng dia tida bekerdja ter/aloe berat dan terlaloe banjak pikir ·kaloe dia moesti minoem arak boeat dapet tenaga baroe. Soenggoe itoe kabiasa'an ada djelek." "Saben-saben toeloeng Ikau kasi inget," memoehoen itoe gadis dengen soeara doeka. "Minoem ara'k tjara begitoe se'lainnia bahajaken iapoenja kwarasan, djoega tida baek da le m pergaoelan. Ia bisa dapet halangan dan tida enak kapan ia djoestroe mabok diloearan seperti brapakali ia dibawa poelang sama 'kawannja da lem keada'an tida inget orang." Djam 7 soreh ajahnja tbangoen. Ia baroe bisa toekar bitjara kapan itoe ajah soeda rawat dan dahar. "Aiah, apa kau tida inget tadi perboeat ilpa ?" itoe gadis moela i menanjah dengen menjinta dan berdiri disampingnja. "Tadi siang ? Oh, tadi siang saia terlaloe banjak pi, kir, perkara pengiriman copra di Singapore ada karewelan. Tapi ini soreh saia poenja pikiran ·ka'loet soeda enteng, dan setaoe bra pa lama saia dapet poeles." "T api kau tida inget iang kau tadi ada mabok dan poekoel 'nko Tjhiang-in sa ma botol Whiskij ?" itoe gadis menanjah poelah dengen soeara terharoe. "Mabok ? Sa ia poekoel orang ? .. ,......... Ach! sa ia tida merasa," djawabnja den gen njataken herannja. Liang-n io lantas toetoerken bagimana itoe soeda terdjadi, dan bag imana keras itoe korban trima itoe poekoelan. "Ia ada pangsan, aiah, dalem tbrapa menute, ,katanja sebagi penoetoep, "saia merasa doeka ~enapa I~au tida bisa ilangken itoe kabiasa'an. Kau moesti tjobah goena kabaekannja kita orang." Itoe ajah denger itoe penoetoeran ~oerang pertiaia, t api pelahan-pelahan ia merasa rada-rada inget jang ia kebetoelan abis minoem banjak Whiskij ,kapan ia memboeroe' kaloear denger ada satoe dieritan. "Sekarang ia ingef' ia benkata. "tapi apa betoei' diloear tadinia saia ada denger seperti soeara dieritan ?" Liang-nio toendoek dan tida maoe kasi katerangan betoel ; ia kwatir aiahnia nanti meneges lebih djaoe. "Kau bilang itoe orang dari Sourahaya 7" be~ata poelah itoe orang toea "Tapi 'kenapa ia dateng kemari , dan apa ,ada oeroesan sama kita ?" Dengen soeara lemah Liang-niokata "Tante kena! padania koetika kita ada di pestanja 'nt jek Bing-liong. la dateng kemari boeat wartaken jang ia aken kombali ,ka Sourabaya." "T adi soreh ada kapal ka Sourabaya. Kaloe begitoe ia soeda poelang ?" .. . • • •• 91<noinclude></noinclude> mbf6d4la3xj5xis0p0viwx36g2k35j3 315221 315220 2026-08-20T23:48:53Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315221 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|90|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|91}}</noinclude>Diwaktoe soreh ia ketemoeken sang ajah masih tidoer mengeros-geros dalem kamarnja. Napasnja masih baoeh arak. la kombali karoewangan blakang dan ketemoeken tantenja doedoek disitoe. „Tante, ajah tadi ada poekoel kepalanja 'nko Tjhiang-in dengen botol Whiskij," katanja dengen soeara pelahan. „Tjhiang-in, itoe anak dari Sourabaya?" meneges itoe tante. „Apa sebabnja?" „Ia memoekoel dengen zonder alesan." „Saia djoega tadi ada sedikit denger soearanja barang jang djatoh didjoebin, tapi saia kira Alima djatohin apa-apa. Abis, dimana jang kena poekoel?" „Dikepala {{...|12}}......... Oh, tante, sampe meloearken darah," Liang-nio oetjapken itoe perkata'an sambil toendoeken kepala, dikwatir itoe aermata jang berlinang dapet diliat. „Itoe memang ada satoe kabiasa'an djelek dari ajahmoe," berkata poelah itoe tante. Saia lebih seneng dia tida bekerdja terlaloe berat dan terlaloe banjak pikir kaloe dia moesti minoem arak boeat dapet tenaga baroe. Soenggoe itoe kabiasa'an ada djelek." „Saben-saben toeloeng kau kasi inget," memoehoen itoe gadis dengen soeara doeka. „Minoem arak tjara begitoe selainnja bahajaken iapoenja kwarasan, djoega tida baek dalem pergaoelan. la bisa dapet halangan dan tida enak kapan ia djoestroe mabok diloearan seperti brapakali ia dibawa poelang sama kawannja dalem keada'an tida inget orang." Djam 7 soreh ajahnja bangoen. la baroe bisa toekar bitjara kapan itoe ajah soeda rawat dan dahar. „Ajah, apa kau tida inget tadi perboeat apa?" itoe gadis moelai menanjah dengen menjinta dan berdiri disampingnja. „Tadi siang? Oh, tadi siang saia terlaloe banjak pikir, perkara pengiriman copra di Singapore ada karewelan. Tapi ini soreh saia poenja pikiran kaloet soeda enteng, dan setaoe brapa lama saia dapet poeles." „Tapi kau tida inget jang kau tadi ada mabok dan poekoel 'nko Tjhiang-in sama botol Whiskij?" itoe gadis menanjah poelah dengen soeara terharoe. „Mabok? Saia poekoel orang? {{...|12}}Ach! saiaitida merasa," djawabnja dengen njataken herannja. Liang-nio lantas toetoerken bagimana itoe soeda terdjadi, dan bagimana keras itoe korban trima itoe poekoelan. „Ia ada pangsan, ajah, dalem brapa menute, katanja sebagi penoetoep, „saia merasa doeka kenapa kau tida bisa ilangken itoe kabiasa'an. Kau moesti tjobah goena kabaekannja kita orang." Itoe ajah denger itoe penoetoeran koerang pertjaia, tapi pelahan-pelahan ia merasa rada-rada inget jang ia kebetoelan abis minoem banjak Whiskij kapan ia memboeroe kaloear denger ada satoe djeritan. „Sekarang ia inget," ia berkata. „tapi apa betoel diloear tadinja saia ada denger seperti soeara djeritan?" Liang-nio toendoek dan tida maoe kasi katerangan betoel : ia kwatir ajahnja nanti meneges lebih djaoe. „Kau bilang itoe orang dari Sourabaya?" berkata poelah itoe orang toea „Tapi kenapa ia dateng kemari, dan apa ada oeroesan sama kita?" Dengen soeara lemah Liang-nio kata „Tante kenal padanja koetika kita ada di pestanja 'ntjek Bing-liong. la dateng kemari boeat wartaken jang ia aken kombali ka Sourabaya." „Tadi soreh ada kapal ka Sourabaya. Kaloe begitoe ia soeda poelang?"<noinclude></noinclude> 730y6usg0q88yoysgn83r2tfbr96cxt Halaman:The Belle of Menado.pdf/51 104 114344 315222 2026-08-20T23:50:52Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '92 TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO Lillng-nio terkedjoet jllng bikin iapoenja kellda'an djadi bingoeng. Dan dengen tidll merasa ia lantlls bilang: "Saill harep tida djadi poelMg. I~poenja loekaloeka dikepala perloe lebih doeloe dapet rawatan disini ............ ... " "Dimana ia ada menoempang 7 Mari kitll nanti tjoba dateng kasana . So~koer djika ia masih belon kombali poelang ... ....... ~. " . '. T •• band dan dengen pelahan itoe oran... 315222 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>92 TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO Lillng-nio terkedjoet jllng bikin iapoenja kellda'an djadi bingoeng. Dan dengen tidll merasa ia lantlls bilang: "Saill harep tida djadi poelMg. I~poenja loekaloeka dikepala perloe lebih doeloe dapet rawatan disini ............ ... " "Dimana ia ada menoempang 7 Mari kitll nanti tjoba dateng kasana . So~koer djika ia masih belon kombali poelang ... ....... ~. " . '. T •• band dan dengen pelahan itoe orang toell ber,kllta : "KitIl dateng boe1lt sambang kau. Saia njllta~en menjesel apa jang kemllren saia ada berboeat, tapi itoe waktoe saia djoestroe matbok dlln itoelah memang ada satoe kabiasa'an djelek dari saia." Tjhiang-in menerangken itoe perkara tida bikin ia merasa meniesel, ia harep itoe h1l'1 tida per,loe dibitjara'ken poelah. "Saia harep kau tida dapeilken loeka seperti jang tadinja kita ada kira 7" kombali itoe 'nt jek menanlah sembari pandeng itoe roman jang bisa datengken lain orang poenja kawelas/ln. "Oh, tida ~enapa, sllia tjoema dapet sedikit loeka," djawabnja sambil bersenjoem. "Saia menjesel soeda bi,kin kau orang tiape dateng ,kemari." ,Saill 'kira kau tida lantas Ikombali poelang. Saia harep kau soeka tinggal' lagi sedikit ,lama." Marika 'Iantas omongken lain-Iain perkara seperti djoega satoe sama lain ada bersobat lama : . Tapi .Liang-nio sama sekali tida toeroet tlampoer bltja ra, ia djoega roepanja tida soeka bitjara. Kapan iapoenja ajah pamitan poelang, ia tjoema memanggoet dan jang mana dibales djoega oleh Tjhiangin, seperti mari~a baroe pernah ,ketemoe. Saroe sadja Tjhiang-in rebahken dirinja diatas pembaringan, pintoe ,kamar te~boeka poel ah dan ....... .. Liang-nio ada berdiri disitoe bersen?irian. ., Tjhiang-in dapet liat tapi tid1l ambd perdoell , la berlaga tida taoe. " ............ 'Nko Tjhiang-in," terdenger satoe soeara lemah dengen tindakM mendatengin. . Tjhiang-in menengok dM teroes :in~gal r~b1lh . Ditegor tjara begitoe itoe gadls tlda blsa mendlawab. Romannja poet je+. Kamoedian dengen soeara am- JHIANG-IN sampe di Hotel dengen badan tid1l poenja ka~oewatan dan kepala poejeng. Itoe perkata'an "Pengetjoet" jang dioetjapken oleh Liangnio saben sa'at masi,h terdenger teges. Itoe poekoelan diatas iapoenja kepala tida bikin ia begitoe penasaran seperti itoe nona jang ia tjint1l gelarlken ia dengen itoe perkata'an jang sedep. Dengen tjara amat sabar ia sendiri pergi telefoon dokter jang tida lama itoe tahit dateng dan preksa itoe loeka-Ioeka. la dikasi obat loear dengen di verband dimana iapoenja ,kepala, srenta dapet kenjata'an jang itoe loekaloeka tida herbahaja. Kendati begitoe Tjhiang-in terpaksa bataIken iapoenja niat boeat ,kombali ka Sourabaya, ia aken brang~at pada lain mail. la teroes robahken diri diatas pembaringan dan lam a sekllli ill baroe bisa poeles. Eso'k harinja kapan ia sedeng doedoek dalem i1lpoenja .kamar, satoe djongos hampirin padan ja dengen angsoe'ken satoe k1lrtps. Itoe waHoe ada djam 9 pagi. Itoe djongos kloe1lr dan tida lam1l ada masoek Lian gnio jang dianter oleh ajahnja. TjhiMg-in berdiri dengen s1lbar dan memangoet. Itoe aiah dan anak dapet liat itoe kepala jang dira- •• 93<noinclude></noinclude> r8ugwnwkpbipp9rbojnu8pt7scbr30i 315224 315222 2026-08-21T00:02:48Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315224 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />92 92 TJERITA ROMANTHE BELLE of MENADO 93</noinclude>Liang-nio terkedjoet jang bikin iapoenja keada'an djadi bingoeng. Dan dengen tida merasa ia lantas bilang: „Saia harep tida djadi poelang. Iapoenja loeka-loeka dikepala perloe lebih doeloe dapet rawatan disini {{...|12}}" „Dimana ia ada menoempang? Mari kita nanti tjoba dateng kasana. Soekoer djika ia masih belon kombali poelang {{...|12}}" {{di|T}}JHIANG-IN sampe di Hotel dengen badan tida poenja kakoewatan dan kepala poejeng. Itoe perkata'an „Pengetjoet" jang dioetjapken oleh Liang-nio saben sa'at masih terdenger teges. Itoe poekoelan diatas iapoenja kepala tida bikin ia begitoe penasaran seperti itoe nona jang ia tjinta gelarken ia dengen itoe perkata'an jang sedep. Dengen tjara amat sabar ia sendiri pergi telefoon dokter jang tida lama itoe tabit dateng dan preksa itoe loeka-loeka. la dikasi obat loear dengen di verband dimana iapoenja kepala, srenta dapet kenjata'an jang itoe loeka-loeka tida berbahaja. Kendati begitoe Tjhiang-in terpaksa batalken iapoenja niat boeat kombali ka Sourabaya, ia aken brangkat pada lain mail. Ia teroes robahken diri diatas pembaringan dan lama sekali ia baroe bisa poeles. Esok harinja kapan ia sedeng doedoek dalem iapoenja kamar, satoe djongos hampirin padanja dengen angsoeken satoe kartjis. Itoe waktoe ada djam 9 pagi. Itoe djongos kloear dan tida lama ada masoek Liang- nio jang dianter oleh ajahnja. Tjhiang-in berdiri dengen sabar dan memangoet. Itoe ajah dan anak dapet liat itoe kepala jang diraband dan dengen pelahan itoe orang toea berkata: „Kita dateng boeat sambang kau. Saia njataken menjesel apa jang kemaren saia ada berboeat, tapi itoe waktoe saia djoestroe mabok dan itoelah memang ada satoe kabiasa'an djelek dari saia." „Tjhiang-in menerangken itoe perkara tida bikin ia merasa menjesel, ia harep itoe hal tida perloe dibitjaraken poelah. „Saia harep kau tida dapetken loeka seperti jang tadinja kita ada kira ?" kombali itoe 'ntjek menanjah sembari pandeng itoe roman jang bisa datengken lain orang poenja kawelasan. „Oh, tida kenapa, saia tjoema dapet sedikit loeka," djawabnja sambil bersenjoem. „Saia menjesel soeda bikin kau orang tjape dateng kemari." „Saia kira kau tida lantas kombali poelang. Saia harep kau soeka tinggal lagi sedikit lama." Marika lantas omongken lain-lain perkara seperti djoega satoe sama lain ada bersobat lama. Tapi Liang-nio sama sekali tida toeroet tjampoer bitjara, ia djoega roepanja tida soeka bitjara. Kapan iapoenja ajah pamitan poelang, ia tjoema memanggoet dan jang mana dibales djoega oleh Tjhiang-in, seperti marika baroe pernah ketemoe. Baroe sadja Tjhiang-in rebahken dirinja diatas pembaringan, pintoe kamar terboeka poelah dan Liang-nio ada berdiri disitoe bersendirian. Tjhiang-in dapet liat tapi tida ambil perdoeli, ia berlaga tida taoe. „{{...|12}}'Nko Tjhiang-in," terdenger satoe soeara lemah dengen tindakan mendatengin. Tjhiang-in menengok dan teroes tinggal rebah. Ditegor tjara begitoe itoe gadis tida bisa mendjawab. Romannja poetjet. Kamoedian dengen soeara {{hws|am|ampir}}<noinclude></noinclude> ajkz9d0uc9zls725vrclrf9oi2n9788 315225 315224 2026-08-21T00:04:05Z Aeia aai 24023 315225 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|92|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|93}}</noinclude>Liang-nio terkedjoet jang bikin iapoenja keada'an djadi bingoeng. Dan dengen tida merasa ia lantas bilang: „Saia harep tida djadi poelang. Iapoenja loeka-loeka dikepala perloe lebih doeloe dapet rawatan disini {{...|12}}" „Dimana ia ada menoempang? Mari kita nanti tjoba dateng kasana. Soekoer djika ia masih belon kombali poelang {{...|12}}" {{di|T}}JHIANG-IN sampe di Hotel dengen badan tida poenja kakoewatan dan kepala poejeng. Itoe perkata'an „Pengetjoet" jang dioetjapken oleh Liang-nio saben sa'at masih terdenger teges. Itoe poekoelan diatas iapoenja kepala tida bikin ia begitoe penasaran seperti itoe nona jang ia tjinta gelarken ia dengen itoe perkata'an jang sedep. Dengen tjara amat sabar ia sendiri pergi telefoon dokter jang tida lama itoe tabit dateng dan preksa itoe loeka-loeka. la dikasi obat loear dengen di verband dimana iapoenja kepala, srenta dapet kenjata'an jang itoe loeka-loeka tida berbahaja. Kendati begitoe Tjhiang-in terpaksa batalken iapoenja niat boeat kombali ka Sourabaya, ia aken brangkat pada lain mail. Ia teroes robahken diri diatas pembaringan dan lama sekali ia baroe bisa poeles. Esok harinja kapan ia sedeng doedoek dalem iapoenja kamar, satoe djongos hampirin padanja dengen angsoeken satoe kartjis. Itoe waktoe ada djam 9 pagi. Itoe djongos kloear dan tida lama ada masoek Liang- nio jang dianter oleh ajahnja. Tjhiang-in berdiri dengen sabar dan memangoet. Itoe ajah dan anak dapet liat itoe kepala jang diraband dan dengen pelahan itoe orang toea berkata: „Kita dateng boeat sambang kau. Saia njataken menjesel apa jang kemaren saia ada berboeat, tapi itoe waktoe saia djoestroe mabok dan itoelah memang ada satoe kabiasa'an djelek dari saia." „Tjhiang-in menerangken itoe perkara tida bikin ia merasa menjesel, ia harep itoe hal tida perloe dibitjaraken poelah. „Saia harep kau tida dapetken loeka seperti jang tadinja kita ada kira ?" kombali itoe 'ntjek menanjah sembari pandeng itoe roman jang bisa datengken lain orang poenja kawelasan. „Oh, tida kenapa, saia tjoema dapet sedikit loeka," djawabnja sambil bersenjoem. „Saia menjesel soeda bikin kau orang tjape dateng kemari." „Saia kira kau tida lantas kombali poelang. Saia harep kau soeka tinggal lagi sedikit lama." Marika lantas omongken lain-lain perkara seperti djoega satoe sama lain ada bersobat lama. Tapi Liang-nio sama sekali tida toeroet tjampoer bitjara, ia djoega roepanja tida soeka bitjara. Kapan iapoenja ajah pamitan poelang, ia tjoema memanggoet dan jang mana dibales djoega oleh Tjhiang-in, seperti marika baroe pernah ketemoe. Baroe sadja Tjhiang-in rebahken dirinja diatas pembaringan, pintoe kamar terboeka poelah dan Liang-nio ada berdiri disitoe bersendirian. Tjhiang-in dapet liat tapi tida ambil perdoeli, ia berlaga tida taoe. „{{...|12}}'Nko Tjhiang-in," terdenger satoe soeara lemah dengen tindakan mendatengin. Tjhiang-in menengok dan teroes tinggal rebah. Ditegor tjara begitoe itoe gadis tida bisa mendjawab. Romannja poetjet. Kamoedian dengen soeara {{hws|am|ampir}}<noinclude></noinclude> 0upgqs2nbgu3xqcwkkuckqu2lkak6me Halaman:The Belle of Menado.pdf/52 104 114345 315223 2026-08-20T23:59:29Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '94 TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO pir tida !kadengeran ia mendjawab : "Kenapa kau tegor saia begitoe roepa 7 Saia dateng 'kemari boeat, .... .... . sambang kau, dan saia hatoerken ma'af bqeat naman ja ajah." "Itoe perkara ada ketjil, laginia satoe "pengetjoet" tida ada harga boeat trima itoe ma'af." Romannja itoe gadis berobah merah, kamoedian poet jat kombali. ,,'Nko Tjhiang-in! kenapa kau begitoe 7" katanja sembari mengalirlken aermata.... 315223 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>94 TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO pir tida !kadengeran ia mendjawab : "Kenapa kau tegor saia begitoe roepa 7 Saia dateng 'kemari boeat, .... .... . sambang kau, dan saia hatoerken ma'af bqeat naman ja ajah." "Itoe perkara ada ketjil, laginia satoe "pengetjoet" tida ada harga boeat trima itoe ma'af." Romannja itoe gadis berobah merah, kamoedian poet jat kombali. ,,'Nko Tjhiang-in! kenapa kau begitoe 7" katanja sembari mengalirlken aermata. "Apa kau tida bisa loepaken, tida b isa ma'afken itoe perkata'an 7" Tjhiang-in poenja kakerasan tida bisa sampe boe at melaloein itoe pintoe dari lapisan aermata. la lantas bangoen, dan selakoeh orang jang djoestroe mengimpih, ia pegang itoe nona, dan disitoe liat.ken sepasang merpati jang sama serah'ken hatinja dimana taman dari tiioeman. Lama sekaii marika mengimpih, dalem itoe taman, dan kamoedian Tihiang-in berkata : " .... .. .. .... Liang, dimana kau poenja ajah 7 Kenapa ti da toe roet poelang ? 7" ,Ajah belon poelang, ia masih omong-omong sama toean Jasen, beheerder dari ini Hotel. Marika bitjara perkara pakerdja'an." "Sekarang saia tida sangsi jang kau tjintaken saia, tapi apa kau sendiri masih sangsi jang saia ada tjintaken ,kau den gen njawa 7" Tjhiang-in bikin itoe pertanjahan seraia pandeng itoe sorot mata jang terboengKoes sama aermata . "Kau diangan sangsi," ia ngoelangin tatkala itoe gadis tida mendjawab. "Djangan idinken laio orang pengaroehin ,kita poenja pertjinta'an soetji - 'kita djangan pertjaia apa jang orang kata djelek, sebab doenia memang banjak katjoerangan: Kaloe kau soeda faoe jang sa ia menjinta kau , perdoeh apa sama lain orang poenja omongan 7 Kita poenjil' kabroentoengan boekan didiriken oleh lain orang lain orang tioema bisa .ketawa kapan ,kita gag.al dan sebaliknja kaloe kita berhasil. Liang, tjinta tida bisa berdjalan zonder ada kapertjaia'an." Itoe gadis mendengerin dengen rasa terharoe. "Zonder sebab Ikau kemaren oesir saia seperti ,....... .... andjing, dan ini hari Ikau dateng kemari zonder ada angin toefan menioep kau," melandjoefken Tjhiang-in sambil bersenjoem. "Apakah artinja ini semoea 7" "Artinja 7 Itoelah sebab saia tjintaken kau ......... " djawabnja sambil berbisik. Pintoe kamar terboeka: Tek-lok, Djit-tjing, Koe-kway dan Tiong-sin. masoek. Marika djadi bingoeng dan melongo tatkala dapet liat itoe pemandengan jang romantisch. Apa artinja itoe 7 Tjhiang-in memanggoet dan silahken marika doedoek sembari Liang-nio masih dalem peloekan. "Kau orang dateng diwaktoe jang kebetoelan," ia kata sambil bersenjoem. "Liat, apa jang sekarang saiadapet 7" Tek-lok sanget girang, Djit-tjing bersenjoem, samentara Tiong-sin dan Koe-kway saling memandeng de ngen mata menanjah. "Kau heran, 'nko Koe-~way 7" Tjhiang -in tanjah samb:1 mesem. "Samoestinja kau bersenjoem sebaliknja oendjoeken roman kaget dan ta,koet seperti orang kwatir idoengnia dimakan ti koes .... ... ... .. " Koe-kway dan Tiong-sin djadi lebih penasaran tertjampoer heran,apa betoei iaorang dapet liat itoe kedjadian boe'kan diatas panggoengnja komidie? "Nah! apa sekarang kau orang maoe bi lang 7 " Tjhiang-in be ~kata poelah den gen roman berseri "Saia: •• .... •• 95<noinclude></noinclude> lehoq2qs3mjrck65v3c9i1mbm1xl51h 315227 315223 2026-08-21T00:16:09Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315227 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|94|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|95}}</noinclude>{{hwe|pir|ampir}} tida kadengeran ia mendjawab: „Kenapa kau tegor saia begitoe roepa? Saia dateng kemari boeat, {{...|9}}sambang kau, dan saia hatoerken ma'af boeat namanja ajah." „Itoe perkara ada ketjil, laginja satoe „pengetjoet" tida ada harga boeat trima itoe ma'af." Romannja itoe gadis berobah merah, kamoedian poetjat kombali. „'Nko Tjhiang-in, kenapa kau begitoe?" katanja sembari mengalirken aermata. Apa kau tida bisa loepaken, tida bisa ma'afken itoe perkata'an?" Tjhiang-in poenja kakerasan tida bisa sampe boeat melaloein itoe pintoe dari lapisan aermata. Ia lantas bangoen, dan selakoeh orang jang djoestroe mengimpih, ia pegang itoe nona, dan disitoe liatken sepasang merpati jang sama serahken hatinja dimana taman dari tjioeman. Lama sekali marika mengimpih, dalem itoe taman, dan kamoedian Tjhiang-in berkata: „{{...|12}}Liang, dimana kau poenja ajah? Kenapa tida toeroet poelang??" ,Ajah belon poelang, ia masih omong-omong sama toean Jasen, beheerder dari ini Hotel. Marika bitjara perkara pakerdja'an." „Sekarang saia tida sangsi jang kau tjintaken saia, tapi apa kau sendiri masih sangsi jang saia ada tjintaken kau dengen njawa?" Tjhiang-in bikin itoe pertanjahan seraja pandeng itoe sorot mata jang terboengkoes sama aermata. „Kau djangan sangsi," ia ngoelangin tatkala itoe gadis tida mendjawab. „Djangan idinken lain orang pengaroehin kita poenja pertjinta'an soetji ― kita djangan pertjaia apa jang orang kata djelek, sebab doenia memang banjak katjoerangan. Kaloe kau soeda taoe jang saia menjinta kau, perdoeli apa sama lain orang poenja omongan? Kita poenja kabroentoengan boekan didiriken oleh lain orang ― lain orang tjoema bisa ketawa kapan kita gagal dan sebaliknja kaloe kita berhasil. Liang, tjinta tida bisa berdjalan zonder ada kapertjaia'an." Itoe gadis mendengerin dengen rasa terharoe. „Zonder sebab kau kemaren oesir saia seperti {{...|12}} andjing, dan ini hari kau dateng kemari zonder ada angin toefan menioep kau," melandjoetken Tjhiang-in sambil bersenjoem. Apakah artinja ini semoea?" „Artinja? Itoelah sebab saia tjintaken kau {{...|9}}" djawabnja sambil berbisik. Pintoe kamar terboeka: Tek-lok, Djit-tjing, Koe-kway dan Tiong-sin, masoek. Marika djadi bingoeng dan melongo tatkala dapet liat itoe pemandengan jang romantisch. Apa artinja itoe? Tjhiang-in memanggoet dan silahken marika doedoek sembari Liang-nio masih dalem peloekan. „Kau orang dateng diwaktoe jang kebetoelan," ia kata sambil bersenjoem. „Liat, apa jang sekarang saia dapet?" Tek-lok sanget girang, Djit-tjing bersenjoem, samentara Tiong-sin dan Koe-kway saling memandeng dengen mata menanjah. „Kau heran, 'nko Koe-kway?" Tjhiang-in tanjah sambil mesem „Samoestinja kau bersenjoem sebaliknja oendjoeken roman kaget dan takoet seperti orang kwatir idoengnja dimakan tikoes {{...|12}}" Koe-kway dan Tiong-sin djadi lebih penasaran tertjampoer heran,apa betoel iaorang dapet liat itoe kedjadian boekan diatas panggoengnja komidie? „Nah! apa sekarang kau orang maoe bilang?" Tjhiang-in berkata poelah dengen roman berseri „Saia<noinclude></noinclude> n1wefalad356tzspswe3c0l3uqhs84y Halaman:The Belle of Menado.pdf/54 104 114346 315228 2026-08-21T00:16:24Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '98 TJERITA ROMAN lang," kata Tjhiang-in pada itoe gadis. "Tapi saia kepingin dapet kau sendiri poen ja katetepan, apa ~au pertjaia apa jang !-ain orang maoe djele'kin diri saia 7" Orang jang ditanjah tida mendjawab, tapi romannja ada liatken satoe penasaran. Tek-lok dan Djit-tjing liat itoe ,kedjadian dengen kasima. Marika tida taoe tjara bagimana boeat mendjadi orang pertengahan kerna marika tida taoe banjak doedoeknja per.kara. ,,'Nko Tiong-... 315228 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>98 TJERITA ROMAN lang," kata Tjhiang-in pada itoe gadis. "Tapi saia kepingin dapet kau sendiri poen ja katetepan, apa ~au pertjaia apa jang !-ain orang maoe djele'kin diri saia 7" Orang jang ditanjah tida mendjawab, tapi romannja ada liatken satoe penasaran. Tek-lok dan Djit-tjing liat itoe ,kedjadian dengen kasima. Marika tida taoe tjara bagimana boeat mendjadi orang pertengahan kerna marika tida taoe banjak doedoeknja per.kara. ,,'Nko Tiong-sin, saia minta kau soeka poelang lebih doeloe, " meminta itoe gadis dengen soeara tetep. "Kaloe perloe! nanti soreh kau bisa djoempahin saia diroema." /toe djediaka tida membanta. Ia merasa lega~ ~an girang. Ia sigra adjak Koe-k-kway berlaloe dan Itoe kamar. ,,'Nko Tek-lok, ~enapa marika toe roet dateng .kemari 7" Tjhiang-in taniah. . "Kau maksoedken Tiong-sin dan Koe-kway 7 Sala berdoea 'nko Diiet-tjing tadi ketemoein marika di dia lanan.Marika tanjah dan saia kasi taoe jang kau dapet tjilaka dan saia a~en sambangin kau, marika d~nge~ maoe sendiri, lantas ikoet. Saia dapet kabar dan Sal~in, itoe djongos hotel, kapan kau dapet loe~a-Ioeka dikepal·a." . . .. Tjhiang-in tida sempet .boe~t adlak m~~lk.a bltlara lebih djaoe, kerna di samplngn/a ada berd,r, Itoe non a jang aken membajar kliwat mahal atas iapoenja permainan jang tjerobo. .... Tida lama itoe kamar ada soenp, t/oema tlngga l Liang-nio dan Tjhiang-in, ~erna jang lain djoega lantas diminta boeat ~aloear. . "Liang, saia oelangken lagi jang itoe semoea tida betoei "'aloe saia menjinta kau tjoema didasarken atas THE BELLE . of MENADO .... 99 itoe pertarohan," Tjhiang-in moelai berkata. poelah "Sa ia tjinta kau dengen soetji dan toeloes." "Kita' manoesia koedoe poenja pengrasahan: bisa ketawa dioega moesti bisa bersedih; bisa menjajang djoega· ";oesti bisa me~bentji," djawab ito~ ga dis dengen soeara pelahan. "Saia sekarang bentp padamoe !" Tjhiang-in rasal~en seroe'hnja itoe perkata'an jang datengnja seperti poekoelan hamer. "Kaloe begitoe ~au poenja tjinta ada lemah dan tjoerang" ia berseroeh. . "Tida lebih tjoerang dari pada kau perta~ohk~,n d,rinja satoe prempoean boe.at ~ 500.- roe~lah ! . Tjhiang-in tekep kepalan/a, Itoe ' kepala .lang maslh belon semboeh, dari mana lantas mengahrken dara~ lagi. Ia djatoehken dirinja diatas s~toe kro.si. semba.rl semboeniken kepalanja diatas media. Tap~ lapoen/a darah lelaki jang keras, tetep dan. tabah, hda m~ng­ idzinken boeat dirinia berlakoe begltoe lemah. Ia slgra berdiri poelah, dan' hadepin itoe nona dengen roman penasaran. . "Kau bilang tida sa'lah! bahoea manoesla k~edoe poenja rasa menjajang dan djoega koedoe poen/a r~: sa membentji," ia berkata. "Kau s~arang membentp tjoema lantaran moeloetnja orang. Saia djoega ada .satoe manoesia, dan saia tida maoe roeboeken drad/atnja kaoem lela~i terhadep kaoem prempoean dengen sanget ketjiwa. Saia tjinta kau dengen mata t~rboeka, pikiran . terang dus saia tida bisa mengesot d, ba,:",ah kau poenja .kaki dengen tjara memboeta, dengen t/a.r~ minta-minta. Kau bentji saia ! Now, se~arang ada Inl pintoe boeat kau kaloear dan bawa ~ekal~ .itoe !asa membentji jang terbit dari kau poen/a p,kiran lang . menta h l " maslh ... ...... , ..... .<noinclude></noinclude> 8ql3uo9zxep81ua8m1kxhbdn7irwukm 315257 315228 2026-08-21T03:20:03Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315257 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|98|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|99}}</noinclude>{{hwe|lang|bilang}}." kata Tihiang-in pada itoe gadis. „Tapi saia kepingin dapet kau sendiri poenja katetepan, apa kau pertjaia apa jang lain orang maoe djelekin diri saia?" Orang jang ditanjah tida mendjawab, tapi romannja ada liatken satoe penasaran. Tek-lok dan Djit-tjing liat itoe kedjadian dengen kasima. Marika tida taoe tjara bagimana boeat mendjadi orang pertengahan kerna marika tida taoe banjak doedoeknja perkara. „'Nko Tiong-sin, saia minta kau soeka poelang lebih doeloe," meminta itoe gadis dengen soeara tetep. „Kaloe perloe, nanti soreh kau bisa djoempahin saia diroema." Itoe djedjaka tida membanta. Ia merasa legah dan girang. Ia sigra adjak Koek-kway berlaloe dari itoe kamar. „'Nko Tek-lok, kenapa marika toeroet dateng kemari?" Tjhiang-in tanjah. „Kau maksoedken Tiong-sin dan Koe-kway? Saia berdoea 'nko Djiet-tjing tadi ketemoein marika di djalanan. Marika tanjah dan saia kasi taoe jang kau dapet tjilaka dan saia aken sambangin kau, marika dengen maoe sendiri, lantas ikoet. Saia dapet kabar dari Saikin, itoe djongos hotel, kapan kau dapet loeka-loeka dikepala." Tjhiang-in tida sempet boeat adjak marika bitjara lebih djaoe, kerna di sampingnja ada berdiri itoe nona jang aken membajar kliwat mahal atas iapoenja permainan jang tjerobo. Tida lama itoe kamar ada soenji, tjoema tinggal Liang-nio dan Tjhiang-in, kerna jang lain djoega lantas diminta boeat kaloear. „Liang, saia oelangken lagi jang itoe semoea tida betoel kaloe saia menjinta kau tjoema didasarken atas itoe pertarohan," Tihiang-in moelai berkata. poelah „Saia tjinta kau dengen soetji dan toeloes." „Kita manoesia koedoe poenja pengrasahan: bisa ketawa djoega moesti bisa bersedih; bisa menjajang djoega moesti bisa membentji." djawab itoe gadis dengen soeara pelahan. Saia sekarang bentji padamoe!" Tjhiang-in rasaken seroehnja itoe perkata'an jang datengnja seperti poekoelan hamer. „Kaloe begitoe kau poenja tjinta ada lemah dan tjoerang" ia berseroeh. „Tida lebih tjoerang dari pada kau pertarohken dirinja satoe prempoean boeat ƒ 500.―roepiah!" Tjhiang-in tekep kepalanja, itoe kepala jang masih belon semboeh, dari mana lantas mengalirken darah lagi. Ia djatoehken dirinja diatas satoe krosi sembari semboeniken kepalanja diatas medja. Tapi iapoenja darah lelaki jang keras, tetep dan tabah, tida mengidzinken boeat dirinja berlakoe begitoe lemah. Ia sigra berdiri poelah, dan hadepin itoe nona dengen roman penasaran. „Kau bilang tida salah! bahoea manoesia koedoe poenja rasa menjajang dan djoega koedoe poenja rasa membentji," ia berkata. „Kau sekarang membentji tjoema lantaran moeloetnja orang. Saia djoega ada satoe manoesia, dan saia tida maoe roeboeken dradjatnja kaoem lelaki terhadep kaoem prempoean dengen sanget ketjiwa. Saia tjinta kau dengen mata terboeka, pikiran terang dus saia tida bisa mengesot di bawah kau poenja kaki dengen tjara memboeta, dengen tjara minta-minta. Kau bentji saia! Now, sekarang ada ini pintoe boeat kau kaloear dan bawa sekali itoe rasa membentji jang terbit dari kau poenja pikiran jang masih mentah {{...|12}}!"<noinclude></noinclude> beviga9abaslwgs04i122i03m65hr2a Halaman:The Belle of Menado.pdf/55 104 114347 315229 2026-08-21T00:16:45Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO "Kau mengoesir .. ... .. ... .." .berseroeh itoe gadis dengen roman poet jat dan bibir goemeter. "Tida ! Kau balar !.! siapa itoe hari pernah oesir saia seperti itoe and!ing ? aan sekarang apa saia poenja giliran boeat kombaliken itoe perlakoehan manis dari kau!" . Tida brapa sa'at Liang-nio soeda berada diloear kamar. Ia lantas ad!ak aiahnja kombali poelang. Kapan pintoe kamar soeda tertoetoep kombali dan ia... 315229 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO "Kau mengoesir .. ... .. ... .." .berseroeh itoe gadis dengen roman poet jat dan bibir goemeter. "Tida ! Kau balar !.! siapa itoe hari pernah oesir saia seperti itoe and!ing ? aan sekarang apa saia poenja giliran boeat kombaliken itoe perlakoehan manis dari kau!" . Tida brapa sa'at Liang-nio soeda berada diloear kamar. Ia lantas ad!ak aiahnja kombali poelang. Kapan pintoe kamar soeda tertoetoep kombali dan ia berada sendiri, Tjhiang-in sigra banting dirinja diatas pembaringan, ia tida perdoeliken verbandnja itoe ,kepala ampir terlepas. Oh, ia soeda diadi korban dalem itoe pertarohan jang diail dan geoaba. Ia tida taoe bahoea doenia bikin terdjadi apa jang tadinja tida pernah disangka, seperti sekarang ia ada alamken. Ia djoega 'soeda dja di korban dari lain orang poenia hati sirilk dan tjoerang. lapoenja ambekan tinggi tida kasi dirinia minta-minta bersambat-sambat dan merangkang. Ia aken menjinta dengen ka'agoengan, dengen :kasoetjian, ia boe'kan menjinta dengen sifat sebagi satoe pengemis jang .bisa tambah menoeroenken kadoedoekannja ~aoem lelaki, dan dioestroe satoe le!a'Ki iang tida poenja ·kadoedoekan p~ntes, tida poenla a~bekan besar, lel aki begitoe tida pantes ditlinta atawa menjinta, ~erna lela:ki. dalem arti jang betoei perloe samq katabahan, dan pIkiran terang ....... ....... . la ta oe bahoea Liang-nio ada menjinta, tàpi ia merasa ketiiwa aken merkosa boeat tida boleh pertjaia apa jang Tiong-sin ada bilang. Katjinta'an 'koedoe ad~ kapertjaja'an sendiri atawa nanti mandek setengah dialal) seperti ia sekarang ada menampak. !toe nona soeda tida pertjaia dirinja, dan apa lang sekarang ada ka- tinggalan, ia anggep dirinja tjoema dibikin Nasib' poenja permainan! Itoe perkata'an dari Licng-nio jang membilang: "Manoesia bisa menjajang djoega '!koedoe bisa mem" bikin iapoenja 'kakerasan hati djadi bcntji .. .. lebih. 100 101 IX IANG-NIO sampe diroemah keada'annja sebagi orang jang bisoeh. Ia te roes banting dirinja diL mana pembaringan dan kamoedian toeroe nken itoe aermata dari hati jang patah .............. . la djoega soeda djadi korban dari lain orang poenja kairihan hati , poenja omongan tjoerang ! lapoenja tjinta pada Tjhiang-in ada begitoe besar, tapi ia masih ada terlaloe moedah boeat bisa mengerti bahoea tjinta baroe bisa langgeng dan berdjalan teroes Ikapan dalem sitoe ada kapertjaia' an. lapoenja pikiran jang masih lemah dan belon ada pengalaman ada kasi pemandengan begitoe tjioet atas l~asetiaannja Tjhiang-in pada dirinja. Ia pertjaia apa jang Tiong-sin ada bilang bahoea Tjh iang-in soeda taro dirinja boeat pertarohan f 500.- dan Tjhiang-in sendiri soeda mengakoeh. Oh ! Allah! tjoema f 500.- roepiah!!! itoelah bikin ia ampir pangsan. la masih anak-anak boeat bisa trima Tjhiang-in poenja atesan, kerna ia anggep manoesia bisa bi'kin segala alesan, tjoema sajang ia tida bisa liat itoe ' sorot mata jang soetji dan toeloes dari itoe orang jëing ia tjinta. lapoenja tjinta ada begitoe besar, dan baroe ini pertamakali ia sera'hken hatinja pada soeatoe orang, mah ia diadi amat penasaran tafkala Tjhiang-in tida bisa mendjawab Koe-kway poenja ' perkata'an jang<noinclude></noinclude> 2wykhvq5rpylaobr6bft3n051qemy6c 315252 315229 2026-08-21T02:21:11Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315252 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|100|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|101}}</noinclude>„Kau mengoesir {{...|12}}" berseroeh itoe gadis dengen roman poetjat dan bibir goemeter. „Tida! Kau bajar!! siapa itoe hari pernah oesir saia seperti itoe andiing? dan sekarang ada saia poenja giliran boeat kombaliken itoe perlakoehan manis dari kau!" Tida brapa sa'at Liang-nio soeda berada diloear kamar. la lantas adjak ajahnja kombali poelang. Kapan pintoe kamar soeda tertoetoep kombali dan ia berada sendiri, Tihiang-in sigra banting dirinja diatas pembaringan, ia tida perdoeliken verbandnja itoe kepala ampir terlepas. Oh, ia soeda djadi korban dalem itoe pertarohan jang djail dan geaaba. Ia tida taoe bahoea doenia bikin terdjadi apa jang tadinja tida pernah disangka, seperti sekarang ia ada alamken. Ia djoega soeda djadi korban dari lain orang poenja hati sirik dan tjoerang. Iapoenja ambekan tinggi tida kasi dirinja minta-minta bersambat-sambat dan merangkang. Ia aken menjinta dengen ka'agoengan, dengen kasoetjian, ia boekan menjinta dengen sifat sebagi satoe pengemis jang bisa tambah menoeroenken kadoedoekannja kaoem lelaki, dan djoestroe satoe lelaki jang tida poenja kadoedoekan pantes, tida poenja ambekan besar, lelaki begitoe tida pantes ditjinta atawa menjinta, kerna lelaki dalem arti jang betoel perloe sama katabahan, dan pikiran terang {{...|12}} Ia taoe bahoea Liang-nio ada menjinta, tapi ia merasa ketjiwa aken merkosa boeat tida boleh pertjaia apa jang Tiong-sin ada bilang. Katjinta'an koedoe ada kapertjaja'an sendiri atawa nanti mandek setengah djalan seperti ia sekarang ada menampak. Itoe nona soeda tida pertjaia dirinja, dan apa jang sekarang ada katinggalan, ia anggep dirinja tjoema dibikin Nasib poenja permainan! Itoe perkata'an dari Liang-nio jang membilang: „Manoesia bisa menjajang djoega koedoe bisa membentji {{...|12}}" bikin iapoenja kakerasan hati djadi lebih. {{c|IX}} {{di|L}}IANG-NIO sampe diroemah keada'annja sebagi orang jang bisoeh. Ia teroes banting dirinja dimana pembaringan dan kamoedian toeroenken itoe aermata dari hati jang patah {{...|12}} Ia djoega soeda djadi korban dari lain orang poenja kairihan hati, poenja omongan tjoerang! Iapoenja tjinta pada Tjhiang-in ada begitoe besar, tapi ia masih ada terlaloe moedah boeat bisa mengerti bahoea tjinta baroe bisa langgeng dan berdjalan teroes kapan dalem sitoe ada kapertjaia'an. Iapoenja pikiran jang masih lemah dan belon ada pengalaman ada kasi pemandengan begitoe tjioet atas kasetiaannja Tjhiang-in pada dirinja. Ia pertjaia apa jang Tiong-sin ada bilang bahoea Tihiang-in soeda taro dirinja boeat pertarohan ƒ 500. ― dan Tjhiang-in sendiri soeda mengakoeh. Oh! Allah tjoema ƒ 500.― roepiah !!! itoelah bikin ia ampir pangsan. Ia masih anak-anak boeat bisa trima Tjhiang-in poenja alesan, kerna ia anggep manoesia bisa bikin segala alesan, tjoema sajang ia tida bisa liat itoe sorot mata jang soetji dan toeloes dari itoe orang jang ia tjinta. Iapoenja tjinta ada begitoe besar, dan baroe ini pertamakali ia serahken hatinja pada soeatoe orang, maka ia djadi amat penasaran tatkala Tjhiang-in tida bisa mendjawab Koe-kway poenja perkata'an jang<noinclude></noinclude> p0fx9zvfznwfiqz1q9jlv2vob5nvcp4 Janie/Bab V 0 114348 315234 2026-08-21T00:25:08Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Bab V | previous = [[Janie/Bab IV|Bab IV]] | next = [[Janie/bab VI|Bab VI]] | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=24 to=30 fromsection="Bab V" tosection="Bab V" />' 315234 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Bab V | previous = [[Janie/Bab IV|Bab IV]] | next = [[Janie/bab VI|Bab VI]] | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=24 to=30 fromsection="Bab V" tosection="Bab V" /> gxloypcstud6iepfq5umnym6rzuhz52 Janie/Bab VI 0 114349 315239 2026-08-21T00:34:58Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Bab VI | previous = [[Janie/Bab V|Bab V]] | next = [[Janie/Bab VII|Bab VII]] | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=30 to=33 fromsection="Bab VI" tosection="Bab VI"/>' 315239 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Bab VI | previous = [[Janie/Bab V|Bab V]] | next = [[Janie/Bab VII|Bab VII]] | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=30 to=33 fromsection="Bab VI" tosection="Bab VI"/> exxoyl4w9qorenwaku91if1bysdkiuh Janie/Bab III 0 114350 315245 2026-08-21T00:44:24Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Bab III | previous = [[Janie/Bab II|Bab II]] | next = [[Janie/Bab IV|Bab IV]] | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=16 to=18 fromsection="Bab III" tosection="Bab III"/>' 315245 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Bab III | previous = [[Janie/Bab II|Bab II]] | next = [[Janie/Bab IV|Bab IV]] | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=16 to=18 fromsection="Bab III" tosection="Bab III"/> hwq4pvs2mto95ukkgn5t9ywagk8t2qz Janie/Bab IV 0 114351 315247 2026-08-21T00:48:18Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Bab IV | previous = [[Janie/Bab III|Bab III]] | next = [[Janie/Bab V|Bab V]] | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=18 to=23 fromsection="Bab IV" tosection="Bab IV"/>' 315247 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Roro Paloepie | translator = | section = Bab IV | previous = [[Janie/Bab III|Bab III]] | next = [[Janie/Bab V|Bab V]] | notes = }} <pages index="Janie.pdf" from=18 to=23 fromsection="Bab IV" tosection="Bab IV"/> 7bvjhvp4cda07d1auezmr92k0oh7f4h Halaman:The Belle of Menado.pdf/56 104 114352 315253 2026-08-21T02:21:54Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '102 TJERITA ROMAN membilang: "Kau tida nanti maoe berkenalan same ini nona kapan tida -kau dasa~ken atas itoe pertarohan." la tida taoe banja'k lelakon dalem doenia. Ia tjoema maoe menjinta dan ditjint~ zonder holeh satoe perkata'an djele~ sampe dikoepingnja J la anggep pertjintaan ada moeloes dan poetih, zonder pernah kedjadian salah mengerti. Memang bener tjinta ada moeloes dan poetih sebagi saldjoe, tegoehnja sebagi wadja, ~api dalemnja ter... 315253 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>102 TJERITA ROMAN membilang: "Kau tida nanti maoe berkenalan same ini nona kapan tida -kau dasa~ken atas itoe pertarohan." la tida taoe banja'k lelakon dalem doenia. Ia tjoema maoe menjinta dan ditjint~ zonder holeh satoe perkata'an djele~ sampe dikoepingnja J la anggep pertjintaan ada moeloes dan poetih, zonder pernah kedjadian salah mengerti. Memang bener tjinta ada moeloes dan poetih sebagi saldjoe, tegoehnja sebagi wadja, ~api dalemnja terisi banjak perkara jang gampang bikin loemer dan patah teroetama itoe sifat irih hati dari lain orang seringkali menerbitken :kaonaran seperti Tiong-sin poenja sifat irih-hati ada ,kasi pengaroeh dalem itoe pertjinta'an jang didiriken dengen toeloes dan soetji. Liang-nio boleh dima'afken malah kita boleh .kasihan iapoenja hati soeda terpatah tioema lantaran ambil pertimbangan terlaloe moedah -hingga -kena djaringnja Tiong-sin poenja lidah iang berbisa. lapoenja ka'angkoehan iang tinggi tertambah oleh iapocnja pikiran jang tjoepet, te~ah bawa dirinja pada sa roe poetoesûn: "manoesia -koedoe bisa menjajang dan djoega koedoe bisa membentji ! " In i kabadoan jang menoeroetin nabsoe ia moesti bajar mahal sekali ! la soeda dibikin permaenannja nasib ! jang tida pernah kasian! Obat jang mampoe enteng!ken itoe penagian atas itoe sikep jang gelo dan getas, tjoema mengoetjoernja iapoenja aer-mata, meratapnja iapoenja tangisan sorenja Tiong-sin dateng roemannja LiangKAPAN nio dengen pikiran terang, ia tjoema trima satoe THE BELLE of MENADO 103 soerat dari itoe gadis sebagi samboetan atas ia poen ja kadatengan. Boenjinja: "S~i~ h~rep k~u tidll dllteng 1~9i k~m~rih. S~ ­ riboe k~1i kllu d~teng, s~riboe kllli slli~ n~nti oendjoeken k~u pintoe. Kllu soed~ berh~sil poetoesken s~i~ d~ri 'nko Tjhi~n9·in, t~pi k~u tidll berhllsil boe~t s~mpeken semoe~ kllu poenj~ mllksoed. "Lillng-nio." Tiong-sin djoega ada poenja kakerasan hati. Sedari dapet itoe soerat ia bladjar boeat membentji itoe nona, bladjar boeat mendjadi satoe lelaki dalem arti jang betoeI. Ia merasa menjesel sama itoe perboeatan rendah soeda tjoerangin dirinja Tjhiang-in dan Liangnio, tapi sekarang soeda kasep boeat diseselken. la maloe sama diri sendiri, maloe sama iapoenja tjinta jang .katanja soetji. Ia sekarang mengerti bahoea arti iang Ioeas dari tjinta soetji jalah boekan tjoema melo~loe pandeng goena kapentingan diri sendiri tapi djoega goena pikirken kabaekannja itoe orang jang ditjinta. Tjinta jang melingken pikir boeat 'kasenen~an­ nja diri sendiri adalah tjinta boeat nabsoe, dan tpnta begitoe tjoema ada dalem penghidoepan golongan rcndah dan biadab. Kapan ia memikir sampe di sitoe, iapoenia roman merah dan kamoedian poet jet. Brapa kali ia dateng di roemahnja Liang-nio boeat hatoerken ma'aft boeat mengakoeh iapoenja kadosa'an tapi sia-sia, kerna itoe nona tida maoe kloear. Pada Koe-kway ia tida soedi lagi bergaoei begitoe rapet. Ia taoe itoe sobat tioema mengoempak dan mengi~oet djalannia angin. Sobat begitoe tida kasi kabaekan malah kasi andioeran tida ba goes seperti sekarang ada ternjata.<noinclude></noinclude> dgkv1lyzkyqe3hn0vz2i1ggaqtz7dke 315254 315253 2026-08-21T02:41:54Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315254 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|102|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|103}}</noinclude>membilang: „Kau tida nanti maoe berkenalan sama ini nona kapan tida kau dasarken atas itoe pertarohan." Ia tida taoe banjak lelakon dalem doenia. Ia tjoema maoe menjinta dan ditjinta zonder boleh satoe perkata'an djelek sampe dikoepingnja! Ia anggep pertjintaan ada moeloes dan poetih, zonder pernah kedjadian salah mengerti. Memang bener tjinta ada moeloes dan poetih sebagi saldjoe, tegoehnja sebagi wadja, tapi dalemnja terisi banjak perkara jang gampang bikin loemer dan patah teroetama itoe sifat irih hati dari lain orang seringkali menerbitken kaonaran seperti Tiong-sin poenja sifat irih-hati ada kasi pengaroeh dalem itoe pertjinta'an jang didiriken dengen toeloes dan soetji. Liang-nio boleh dima'afken malah kita boleh kasihan iapoenja hati soeda terpatah tjoema lantaran ambil pertimbangan terlaloe moedah hingga kena djaringnja Tiong-sin poenja lidah jang berbisa. Iapoenja ka'angkoehan jang tinggi tertambah oleh iapoenja pikiran jang tjoepet, te~ah bawa dirinja pada satoe poetoesan: „manoesia koedoe bisa menjajang dan djoega koedoe bisa membentji!" Ini kabodoan jang menoeroetin nabsoe ia moesti bajar mahal sekali! Ia soeda dibikin permaenannja nasib! jang tida pernah kasian! Obat jang mampoe entengken itoe penagian atas itoe sikep jang gelo dan getas, tjoema mengoetjoernja iapoenja aer-mata, meratapnja iapoenja tangisan {{...|15}} {{di|K}}APAN sorenja Tiong-sin dateng roemannja Liang-nio dengen pikiran terang, ia tjoema trima satoe soerat dari itoe gadis sebagi samboetan atas ia poenja kadatengan. Boenjinja: :„Saia harep kau tida dateng lagi kamarih. Sariboe kali kau dateng, sariboe kali saia nanti oendjoeken kau pintoe. Kau soeda berhasil poetoeskan saia dari 'nko Tjhiang-in, tapi kau tida berhasil boeat sampeken semoea kau poenja maksoed. {{right|{{sp|„Liang-nio."}}}} Tiong-sin djoega ada poenja kakerasan hati. Sedari dapet itoe soerat ia bladjar boeat membentji itoe nona, bladjar boeat mendjadi satoe lelaki dalem arti jang betoel. Ia merasa menjesel sama itoe perboeatan rendah soeda tjoerangin dirinja Tjhiang-in dan Liang-nio, tapi sekarang soeda kasep boeat diseselken. la maloe sama diri sendiri, maloe sama iapoenja tjinta jang katanja soetji. Ia sekarang mengerti bahoea arti jang loeas dari tjinta soetji jalah boekan tjoema meloeloe pandeng goena kapentingan diri sendiri tapi djoega goena pikirken kabaekannja itoe orang jang ditjinta. Tjinta jang melingken pikir boeat kasenengannja diri sendiri adalah tjinta boeat nabsoe, dan tjinta begitoe tjoema ada dalem penghidoepan golongan rendah dan biadab. Kapan ia memikir sampe di sitoe, iapoenja roman merah dan kamoedian poetjet. Brapa kali ia dateng di roemahnja Liang-nio boeat hatoerken ma'af, boeat mengakoeh iapoenja kadosa'an tapi sia-sia, kerna itoe nona tida maoe kloear. Pada Koe-kway ia tida soedi lagi bergaoel begitoe rapet. Ia taoe itoe sobat tjoema mengoempak dan mengikoet djalannja angin. Sobat begitoe tida kasi kabaekan malah kasi andjoeran tida bagoes seperti sekarang ada ternjata.<noinclude></noinclude> k91iqld7427hgv488yxfg2011hbr6v8 Halaman:The Belle of Menado.pdf/57 104 114353 315255 2026-08-21T02:43:58Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '104 ..... la sekarang djarang ,kloear, djarang bergaoel. me- loel~e. sab~n hari bantoe ajahnja poenja pakerdja'an, ?an sltoe la dapetken sedi~it hiboeran. Kapan malem ~a t~.rkenang bagimana sedih romannja itoe ga dis jang la tpnta, dan berbareng itoe ia lantas merasa brapa besar iapoenja kadosa'an. l~poenJa h~rep~n satoe-satoenla soeda patah. Kendatl begltoe la bdang sama hati sendiri jang ia tidd nanti menikah begitoe lama itoe gadis belon m... 315255 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>104 ..... la sekarang djarang ,kloear, djarang bergaoel. me- loel~e. sab~n hari bantoe ajahnja poenja pakerdja'an, ?an sltoe la dapetken sedi~it hiboeran. Kapan malem ~a t~.rkenang bagimana sedih romannja itoe ga dis jang la tpnta, dan berbareng itoe ia lantas merasa brapa besar iapoenja kadosa'an. l~poenJa h~rep~n satoe-satoenla soeda patah. Kendatl begltoe la bdang sama hati sendiri jang ia tidd nanti menikah begitoe lama itoe gadis belon menikah. Kita saben.er~ja moes~i ge:nes sama iapoenja perb?e~tan, tapl kit~ moe:fI ma afken padanja. Ia soeda dladl korban dan andloerannja sobat, dan ia soeda disesatken oleh iapoenja nabsoe jang terbit dari darahmoeda, pikiran lemah. la mendoesin dari itoe ka~liroean hingga siksa hati sendiri boeat teboes itoe dosa jang kita haroes kasian padanja. lANG - NIO hidoep dalem soenji, ia djarang terdapet di mana bangsal bioscope atawa dalem pesta perdjamoean. Ba~jak iapoenja sobat prempoean bendjoengin roemahnla .dan merasa heran kapan itoe sorot mata jang doeloenla selaloe terang dan bergoembirah sekarang berobah begitoe soenji dan goerem seperti dalem sito~ ada .terbo~ngkoes oleh aer-mato. lapoenja sikep sering-sering bIngoeng dan koerang dj el as djika mendjawab dalem soeatoe omongan. lapoenja tante dan baboe sering pergokin ia doedoek termenoeng sembari pangkoe tangannia, dan kapan ia ditegor, ia tjoema djawab sambil bersenjoem : " ........ . Oh, tida kenapa." Djika ia merasa terlaloe ~asoenjia n, ia lontas hampirin itoe piano dan maenken ifoe lagoe: "Oh, Mother L TH E BEL L E TJERITA ROMAN .0 f MEN A DO 105 deor" ! jolah itoe logoe jong Tjhiong-in pernoh moenken poda itoe molem di mono io orong boroe berdjoempah, don di ma no boroe pertomo l<ali iapoenja pipi jang mosih soetji trima tjioeman. Oh, itoe semoea peringetan torik iapoenjo oer-mota, tarik iopoenja kenongan pado romonnja itoe orang jong io tjinta dan jang io oesir! Tjoemo baboe Alima bropa kali pernah pergokin itoe ga dis mengigo dan panggil namanjo Tjhiang-in. Itoe baboe lantas mengerti podo siopo hotinja song nona ada tertang~ep topi ia tido broni tonjoh otowa bitjoro samo loen orong. Liang-nio terbajor tjoekoep samo itoe poetoesan jong tjerobo. Ia soeda djadi korban lantaron terlaloe pertjaja moeloetnja laen orang. Tapi djoega ~ita haroes ma'afken padanja; ka satoe ia masih terlaloe moeda boeat bisa pikir I'ebih djaoe, 'kadoea: seperti Shokespeare ada bilang : "Tjinta sifatnja ada aloes topi tida ada batesnja. Tjoeriga ada djodi tetanggo paling deket: barang jang tida ada maoe ditjari sampe ada hingga nanti mendjadi satoe tetamoe jang poetoesken itoe tali pengiket dan tinggalken kamenjeselon." Liang-nio poenja tjinta jang soetji dan aloes memba wa itoe saroepa sifat. Tjhiang-in bilang tida bener atas Tiong-sin poenja mengadoean tapi Liang-nio tida maoe tri~a itoe alesan. 10 adaken barang jang tido ada sompe mendiadi ado dan berachir tinggalken itoe kamenjeselan dan ratapan ..... ........ .. JHIANG - IN kombali ka Sourabaya, don seperti Liang-nio, ia djoega dibikin pendiam, dibikin membisoe .oleh panahnja Batara Kama, itoe dewa dari Cupido! T<noinclude></noinclude> qbo0b1em86ub2c0i1f17g3x1dmqgdb8 315256 315255 2026-08-21T02:57:48Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315256 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|104|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|105}}</noinclude>Ia sekarang djarang kloear, djarang bergaoel, meloeloe saben hari bantoe ajahnja poenja pakerdja'an, dari sitoe ia dapetken sedikit hiboeran. Kapan malem ia terkenang bagimana sedih romannja itoe gadis jang ia tjinta, dan berbareng itoe ia lantas merasa brapa besar iapoenja kadosa'an. Iapoenja harepan satoe-satoenja soeda patah. Kendati begitoe ia bilang sama hati sendiri jang ia tida nanti menikah begitoe lama itoe gadis belon menikah. Kita sabenernja moesti gemes sama iapoenja perboeatan, tapi kita moesti ma'afken padanja. Ia soeda djadi korban dari andjoerannja sobat, dan ia soeda disesatken oleh iapoenja nabsoe jang terbit dari darahmoeda, pikiran lemah. Ia mendoesin dari itoe kakliroean hingga siksa hati sendiri boeat teboes itoe dosa jang kita haroes kasian padanja. {{di|L}}IANG NIO hidoep dalem soenji, ia djarang terdapet di mana bangsal bioscope atawa dalem pesta perdjamoean. Banjak iapoenja sobat prempoean koendjoengin roemahnja dan merasa heran kapan itoe sorot mata jang doeloenja selaloe terang dan bergoembirah sekarang berobah begitoe soenji dan goerem seperti dalem sitoe ada terboengkoes oleh aer-mata. Iapoenja sikep sering-sering bingoeng dan koerang djelas djika mendjawab dalem soeatoe omongan. Iapoenja tante dan baboe sering pergokin ia doedoek termenoeng sembari pangkoe tangannja, dan kapan ia ditegor, ia tjoema djawab sambil bersenjoem: „{{...|9}}Oh, tida kenapa." Djika ia merasa terlaloe kasoenjian, ia lantas hampirin itoe piano dan maenken itoe lagoe: „Oh, Mother dear"! jalah itoe lagoe jang Tjhiang-in pernah maenken pada itoe malem di mana ia orang baroe berdjoempah, dan di mana baroe pertama kali iapoenja pipi jang masih soetji trima tjioeman. Oh, itoe semoea peringetan tarik iapoenja aer-mata, tarik iapoenja kenangan pada romannja itoe orang jang ia tjinta dan jang ia oesir! Tjoema baboe Alima brapa kali pernah pergokin itoe gadis mengigo dan panggil namanja Tjhiang-in. Itoe baboe lantas mengerti pada siapa hatinja sang nona ada tertangkep tapi ia tida brani tanjah atawa bitjara sama laen orang. Liang-nio terbajar tjoekoep sama itoe poetoesan jang tjerobo. Ia soeda djadi korban lantaran terlaloe pertjaja moeloetnja laen orang. Tapi djoega kita haroes ma'afken padanja: ka satoe ia masih terlaloe moeda boeat bisa pikir lebih djaoe, kadoea; seperti Shakespeare ada bilang: „Tjinta sifatnja ada aloes tapi tida ada batesnja. Tjoeriga ada djadi tetangga paling deket: barang jang tida ada maoe ditjari sampe ada hingga nanti mendjadi satoe tetamoe jang poetoesken itoe tali pengiket dan tinggalken kamenjeselan." Liang-nio poenja tjinta jang soetji dan aloes membawa itoe saroepa sifat. Tjhiang-in bilang tida bener atas Tiong-sin poenja mengadoean tapi Liang-nio tida maoe trima itoe alesan. Ia adaken barang jang tida ada sampe mendjadi ada dan berachir tinggalken itoe kamenjeselan dan ratapan {{...|15}} {{di|T}}JHIANG-IN kombali ka Sourabaya, dan seperti Liang-nio, ia djoega dibikin pendiam, dibikin membisoe oleh panahnja Batara Kama, itoe dewa dari Cupido!<noinclude></noinclude> 3myqxg59lnq7hafb4jikdpd16tw8lmc Halaman:The Belle of Menado.pdf/53 104 114354 315258 2026-08-21T03:21:35Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '96 ~. TJERITA ROMAN soedo dapet itoe Ratoe Kembang jang disoehoerken, don memang betoet saia soedo djoto tjinta tapi djoega soia ada ditjinta komboli." . Tiong·sin madioe kamoeko. Sorot motanja ado merah. "Liong, di mana kau poenio tka,hormatan 7 " ia negor pada itoe gad is dengen la,koeh kalop." Dimana kau ,poen ja kaagoengan 7 7 kau poen ja kMngkoehart 7 7 7" "Apo soia boleh mendiawab hoeat itoe pertanjahan?" Tjh iang-in berkata. "Saio tida... 315258 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>96 ~. TJERITA ROMAN soedo dapet itoe Ratoe Kembang jang disoehoerken, don memang betoet saia soedo djoto tjinta tapi djoega soia ada ditjinta komboli." . Tiong·sin madioe kamoeko. Sorot motanja ado merah. "Liong, di mana kau poenio tka,hormatan 7 " ia negor pada itoe gad is dengen la,koeh kalop." Dimana kau ,poen ja kaagoengan 7 7 kau poen ja kMngkoehart 7 7 7" "Apo soia boleh mendiawab hoeat itoe pertanjahan?" Tjh iang-in berkata. "Saio tida perloe berhadepan poda tkou, atawa kita nonti ada poen ia giliran sendiri," memoetoes Tiong-sin jang memondeng dengen tadjem romonnjo itoe gadis jang sabentar merah dan ,kwatir. ,,'Nko Tiong-sin, :kenapa hu maoe toe roet tjampoer la in orang poenja perkara 7" itoe nona menanjah dengen perbta'an tetep. "Kau perloe sama saia poen ja djowaban 7 Baek. Dalem lain perkara saia oda ka'angkoehan, ada ,ka 'agoengan, tapi dalem perkora tjinta itoe sifat tida ada pengaroeh - saia tjinto 'nko Tjhiang-in .. "" .... " .. " .. " " ...... , ..... Tjinta itoe orang iang dasorken dirim09 boeat pertarohan f 500.- roepiah 7" memoetoes Tiong-sin dengen mesem sindir. "Didepan iopoen ja pe- , mandengon dirimoe tjoema be~harga f500.- roepiah ! !" Itoe gadis romann1a broboh poet jat sembari menengok pada Tjhiang-in. Tjhiang-in tida doega kapan Tiong-sin oengkot itoe perkara. Ia merasa berhadepan pada sa'orang jong morMI rendah. "Apa tkau merosa berlakoeh sebogi sotoe gentlemon dengen tarik itoe oeroesan 7 " ia menanjah komoedian io mengadep pa do itoe nona : "Liong, opa kou pertioio THE BELLE of MENADO .. ' 97 bahoea saia tioema hargain dirimoe seperti la ada bilang 7" . Itoe gadis obibirnja goemeter tapi tida ,mampoe oetjapken perkata'an apa-apa. Ia lepasken tangannia dari pegangannia Tjhiang-in. "Kenapa k~u tida mendjawab 7" Tjhiang-in menanjah dengen soeara aseran, samentara . ~oe-~way ~an Tiong-sin merasa dapet kamenangan "Tpnta lang tlda poenjo kapertjaia'an ad~ tji.~ta pa'lsoe; apa be.toel begitoe adanja kau poen!a tpnta 7 Atas namanla Allah harep kou teroes terang, dan ini djam saia nanti me , njingkir dihadepanmoe - saia nanti ti ~a. me~g~ang ­ goe kau dan saia poen!a ambekan lela'KI tlda Idzln~en meratap dibawah ,kau poenja kaki." . Liang-nio poenja sikep brobah tetep kombali, malah sorot matania ada oendioeken satoe kamarahan. "Tapi .... ,', .. , .. tapi apa bet~el apa jang'nK? .Ti~ng­ sin ada bilang, kau soeda begltoe rendah blbn Itoe pertllrohan 7 !" ia menaniah pada Tjhiang-in. ,,~au men'linta saia tioema terdasar boeat dapetken Itoe oe. 00. - roepia . h?" wang pertarohan.. .......... f 5 . '. . "Diangan bitjara lebih banjak, " memotong Tlhlang-I~ dengen dada berdebar. "Saia ak.oeh i~oe sem.oea, tapl saia sangkat ka!oe orang maoe bdang lan~ s.ala belaga menjinta 'kou tjoema se'keder atas n.?manla I.toe pertarohan ! Saia tjinta kau dengen soetp ken dat! pertamanja saia tida njana, 'tida sangka ........ , .. ," "Itoelah omong kosong !" memoetoes Koe-'kway.sembari ketawa. "Kau tida nanti berkenalan pada Inl nona ,kapan kau tida dipaksa oleh i:oe .perdja~djian ata~ itoe pertaroha~,. dus! kau poenla. tpnta ~doe~~, dan kau poenia hat! lang bener! Apa tlda begltoe . Tjhiang-in goegoepL t,api i.a paks~ berk~ta. "liang, saia tida perdoeli apa Jang 'Ialn orang bi-<noinclude></noinclude> c8237vmocanqtv271qac2qfl6afh6dm 315259 315258 2026-08-21T04:00:30Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315259 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|96|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|97}}</noinclude>soeda dapet itoe Ratoe Kembang jang disoehoerken, dan memang betoel saia soeda djato tjinta tapi djoega saia ada ditjinta kombali." Tiong-sin madjoe kamoeka. Sorot matanja ada merah. „Liang, di mana kau poenja kahormatan?" ia negor pada itoe gadis dengen lakoeh kalap." Dimana kau poenja kaagoengan?? kau poenja kaangkoehan???" „Apa saia boleh mendjawab boeat itoe pertanjahan?" Tjhiang-in berkata." „Saia tida perloe berhadepan pada kau, atawa kita nanti ada poenja giliran sendiri," memoetoes Tiong-sin jang memandeng dengen tadjem romannja itoe gadis jang sabentar merah dan kwatir. „'Nko Tiong-sin, kenapa kau maoe toeroet tjampoer lain orang poenja perkara?" itoe nona menanjah dengen perkata'an tetep. „Kau perloe sama saia poenja djawaban? Baek. Dalem lain perkara saia ada ka'angkoehan, ada ka'agoengan, tapi dalem perkara tjinta itoe sifat tida ada pengaroeh ― saia tjinta 'nko Tjhiang-in {{...|15}}" „{{...|12}}Tjinta itoe orang jang dasarken dirimoe boeat pertarohan ƒ 500.― roepiah?" memoetoes Tiong-sin dengen mesem sindir. „Didepan iapoenja pemandengan dirimoe tjoema berharga ƒ500.― roepiah!!" Itoe gadis romannia brobah poetjat sembari menengok pada Tjhiang-in. Tjhiang-in tida doega kapan Tiong-sin oengkat itoe perkara. Ia merasa berhadepan pada sa'orang jang moraal rendah. „Apa kau merasa berlakoeh sebagi satoe gentleman dengen tarik itoe oeroesan?" ia menanjah kamoedian ia mengadep pada itoe nona: „Liang, apa kau pertjaia bahoea saia tjoema hargain dirimoe seperti ia ada bilang?" Itoe gadis bibirnja goemeter tapi tida mampoe oetjapken perkata'an apa-apa. Ia lepasken tangannja dari pegangannja Tjhiang-in. „Kenapa kau tida mendjawab?" Tjhiang-in menanjah dengen soeara aseran, samentara Koe-kway dan Tiong-sin merasa dapet kamenangan „Tjinta jang tida poenja kapertjaia'an ada tjinta palsoe; apa betoel begitoe adanja kau poenja tjinta? Atas namanja Allah harep kau teroes terang, dan ini djam saia nanti menjingkir dihadepanmoe ― saia nanti tida mengganggoe kau dan saia poenja ambekan lelaki tida idzinken meratap dibawah kau poenja kaki." Liang-nio poenja sikep brobah tetep kombali, malah sorot matanja ada oendjoeken satoe kamarahan. „Tapi {{...|12}} tapi apa betoel apa jang'nko Tiong-sin ada bilang, kau soeda begitoe rendah bikin itoe pertarohan?!" ia menanjah pada Tjhiang-in. „Kau menjinta saia tjoema terdasar boeat dapetken itoe oewang pertarohan {{...|12}} ƒ 500.― roepiah?" „Djangan bitjara lebih banjak," memotong Tjhiang-in dengen dada berdebar. „Saia akoeh itoe semoea, tapi saia sangkal kaloe orang maoe bilang jang saia belaga menjinta kau tjoema sekeder atas namanja itoe pertarohan! Saia tjinta kau dengen soetji kendati pertamanja saia tida njana, tida sangka {{...|12}}" „Itoelah omong kosong!" memoetoes Koe-kway sembari ketawa. „Kau tida nanti berkenalan pada ini nona kapan kau tida dipaksa oleh itoe perdjandjian atas itoe pertarohan, dus! kau poenja tjinta diloear dari kau poenja hati jang bener! Apa tida begitoe?" Tjhiang-in goegoep, tapi ia paksa berkata. „Liang, saia tida perdoeli apa jang lain orang {{hws|bi|bilang}}<noinclude></noinclude> nbgo98m0f9s8kkgyj5yczc6ws9qtbpl Halaman:The Belle of Menado.pdf/40 104 114355 315260 2026-08-21T04:01:09Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO kau maoe berklai? Kau .moesti perl'oe bawa kawan, djangan sampe kena dipetjoendangin, sebab satoe sama satoe kau tida oentoeng. Kau bol eh kalah koewat tapi menang bolo." "Kau djangan pikir jang tida-tida. Pen dek sekarang ka u boleh poelang, dan sabentar saia maoe menjoesoel ka Kemaweg." "Kau tida be'kel revol,ver 7" "Saia boekan satoe pengetjoet. Saia boleh mati dengen tjara laki-Iaki kaloe perloe." "Dan ke... 315260 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO kau maoe berklai? Kau .moesti perl'oe bawa kawan, djangan sampe kena dipetjoendangin, sebab satoe sama satoe kau tida oentoeng. Kau bol eh kalah koewat tapi menang bolo." "Kau djangan pikir jang tida-tida. Pen dek sekarang ka u boleh poelang, dan sabentar saia maoe menjoesoel ka Kemaweg." "Kau tida be'kel revol,ver 7" "Saia boekan satoe pengetjoet. Saia boleh mati dengen tjara laki-Iaki kaloe perloe." "Dan kenapa kau sendiri ada menjinta saia jang ~au tida taoe asal-oesoelnja 7 " kata Liang-nio. Tjhiang-in aken kasi taoe te roes ter.ang jang itoe ada gara-garanja pertarohan , dan kendati begito'e ia se'karang ada menjinta dengen didasarken atas soemanget, boekan sakedar didasarken atas pertarohan ; tapi ia tida mampoe oetjapken itoe perkata'an; kerna oetjapan "pertarohan" ada amat tida enak didengernja teroetama kaloe itoe pertarohan ada menjangkoet atas dirinja itoe prempoean jang ia tjinta dengen toeloes. "Tjinta ada ba rang jang aloes dan loeas," ia mendjawab. "Kita boleh tjoema pertama ·ketemoe atawa kita boleh tida Ikenal asal-oesoelnja, tapi -kaloe dalem masing-masing ada taro pengrasahan, itoe pertemoean 'kita rasaken seperti soeda dibikin riboean .kali, dan dem ikian djoega saia rasaken saia poenja pe~kenalan padamoe. Ka'loe kau tanjah saia bagimana ·kau poenja asal-oesoel, dengen tetep sa ia nanti djawab : Ikau poenja asal-oesoel ada moelia, ada soetji." Liang-n io rasaken bagimana merdoe itoe perkata'an, dan dengen tida mendjawab ia soesoepken kepalanja diatas Tjhiang-i n poenja tengan tangan. ,,'Nko Tjhiang-in, kau djangan tinggalken saia," katanja dengen pelahan. "Apa .kau djadi aken .komtbali ka Sourabaya 7" "Saia nanti tingga!ken 'kau tapi boeat sabentar. Saia a'ken kom bali poelang dan selekasnja saia balik kemari sama iboe, boeat bitjaraken lebih djaoeh kita poenja oeroesan pada kau p'oenja tante dan ajah. Apa kau tida kaberatan djika saia brangkat dengen kapal besok atawa loesa ? " "Tapi kau moesti 'Iekas kombali 7" "Tentoe, apa ,kau rasa saia 'kaenakan djaoeh dari 10· VIII ., •• TOE orang jang mengintip dimana loear djendela semingkin ,lama matanja bernjala seperti api. Ia Idapet liat bagimana Tjhiang-in pegang dan pel ok itoe Ratoe Kembang jang terkenal ka'angkoe'hannja. Ia dapet amatin bag imana itoe bibir jang soetji, itoe djidat jang haroem soeda trima manda datengnja tjioeman ... .... .. ... Oh, ia poenja dada dirasaken seperti maoe meledak, dan iapoenja kringet mengoetjoer basa di sekoedjoer iapoenja badan. Kamoedian lapat-alpat ia dapet denger brapa pe"kata'an jang dioetjapken oleh Liang-nio. ,,'Nko, 'nko Tjh iang-in , apa betoei kau menjinta saia 7 Bilanglah dengen setoeloesnja." "Saia dateng kemari ada dibawa ol'eh saia poen ja rasa menjinta, rasa menjinta atas dirinja itoe Ratoe Kembang dari Menado," djawabnja sembari tjioem itoe mata. "Apa kau sangsi, apa kau perloe soempah 7 7 Dan apa kau dioega menj inta saia seperti besarnja saia menjinta kau 7 Tapi kenapa kau menjinta saorang jang :kau baroe pertama ketemoe dan tida kenal asal-oesoelnja 7" ,. " .. . 11<noinclude></noinclude> qzysx2olwokby01lqhtnjq3g24eji80 Halaman:The Belle of Menado.pdf/41 104 114356 315261 2026-08-21T04:01:26Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '72 I THE BELLE of MENADO TJERITA ROMAN kau ? Oh, tida bidadari l sedari pertama saia ketemoe ,kau dan sedari itoe malem saia dapet tjoeri dalem itoe kebon, saia merasa tra karoean kaloe berada sendirian, 'kau poenja roman selaloe berbajang, kau poenja soeara . ,jang ketoes selaloe kadengeran. Tapi, sekarang, dengen tida mendoega barang seramboet, kau diamdiam menjinta saia ; inilah sabetoelnja ampir bikin saia g,ila lantaran kagirangan , .. .... 315261 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>72 I THE BELLE of MENADO TJERITA ROMAN kau ? Oh, tida bidadari l sedari pertama saia ketemoe ,kau dan sedari itoe malem saia dapet tjoeri dalem itoe kebon, saia merasa tra karoean kaloe berada sendirian, 'kau poenja roman selaloe berbajang, kau poenja soeara . ,jang ketoes selaloe kadengeran. Tapi, sekarang, dengen tida mendoega barang seramboet, kau diamdiam menjinta saia ; inilah sabetoelnja ampir bikin saia g,ila lantaran kagirangan , .. .. ...... , Oh, Liang, soenggoe kita orang thidoep seperti dalem lelakon di atas tooneel ! Boekankah tadi, brapa menutes dimoe'ka, kau kliatan ada memboenji saia, dan boekankah baroesan sadja kau ada mengakoe menFnta saia? Itoelah bi~in saia ampir tida pertjaja. 'BHanglah lagi, dearest, kau ada ~jintaken saia ?" Dengen soeara ampir fida kadengeran Liang-nio oelangken itoe perkata'an jang diminta : "Saia tjinta,ken 'kau sebaob kau boekan seperti kebanjakan anak di Menado jang soeka berlaga dan tjari moeka dihadepan orang prampoean." Itoe orang jang setadian mengintip diloear djendela sorot matanja djadi lebih beringas. Ia dapet denger semoea apa jang marika bitjaraken. lapoenja irih hati dan moe~ka sampe dipoentjaknja, ia tida tafian boeat bersabar lebih djaoe. Ia lantas berlaloe dan boeroe2 pergi kamoeka dimana ada pintoe boeat masoek kadalem itoe kamar tetamoe. Zonder mengetok poelah ia menoblos ma soek dalem itoe kamar j~ng mana bikin Tjhiang-in dan Liang-n io sanget terprandlat. Marika bertiga djadi sa'ling memandeng. "Kau ma soek kasini zonder lebih doeloe dapet saia poenja perkenan, 'nko Tiong-sin ?" itoe gadis menegor lebih doel oe dengen hatinja masih bingoeng. "Sebagi satoe sobat saia merasa ada kwadjiban aken tida i1angken tempo boeat sigra dateng dalem •• 1'1 • . ,t • I 73 waktoe kau sedeng dalem bahaja," Tiong-sin mendjawab dengen soeara ,keren .. , ... ... "Kau poenja penghidoepan dalem bahaja." "Saia tida mengerti apa jang kau maoe ma'ksoedken," ia berikata poelah. "Apa kau soeda dapet taoe apa jang terdjadi antara saia dan 'nko Tjhiang-in ?" ,Sai~ taoe se:noea, ~aia taoe semoea sampe terang, dan dloestr?e Itoe sala perloe peringetken jang kau ~alem bahal~' Kau soeda dapet goda'an iblis, jang bikin kaupoenla pemandengan djadi boeta. Nona, kau soeda tempatken tjinta'moe ada begitoe ketjiwa, apa betoei kau menFnta ini orang dengen mata terboeka? Liang-nio romannja brobah merah, 'kamoediari poetjat. "Ada hak apa kau tanjah saia begitoe?" ia ganti menanja'h. "Atas hanja satoe orang jang ambil perhatian besar 'boeat ,kaupoen ja nasib penghidoepan, sebab saia taoe hu sedeng menjinta dengen tjara memboeta, kau soeda kepantjing oleh manisnjaomongan." "Saia rasa kau tida perloe toeroet tjampoer lain orang poenja oeroesan," itoe ga dis berlkata poetah ~embari tangannja masih terpegang o'i'eh Tjhiang-in ,,'Nko Tiong-sin, itoe semoea ada saia poen ja oeroesan sendiri. Kaloe ,kau belon poeas sama ini djawaban, biarlah saia mengakoe'h, orang siapa jang sekarang saia tjintaken, saia tjinta dengen pikiran terang, dengen mata terboeka. Saia tjintaken padanja dengen soetji seperti soetjinja ia menjinta saia." ,Ia menjinta kau ?" Tiong-sin menanjah dengen ketawa sindir. "Menjinta dengen soetji ? Bagimana loet joe kaupoenja anggepan I Brapa lama ,kau soeda pernah bergaoel dan obrapa djaoe ,kau soeda oekoer iapoenja hati ? Oh, kau masih terlaloe moeda boeat taoe itoe<noinclude></noinclude> 5bidkucl8qc82wn2vklpsk2w2sl4xqq Halaman:The Belle of Menado.pdf/42 104 114357 315262 2026-08-21T04:13:36Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315262 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|74|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|95}}</noinclude>semoea. Tjoema ketemoe brapa menute lantas menjinta itoelah terlaloe loetjoe, seperti djoega djalannja itoe anak komidie dalem panggoeng." „Djoestroe kita manoesia poenja penghidoepan memang tjoema sebagi lelakon diatas komidie," menoempang Tjhiang-in dengen bersenjoem, sedikit ia tida menjesel kendati semata-mata Tiong-sin djeleken dirinja. „Kau djangan heran boeat itoe perkara, 'nko Tiong-sin." „Saia tida bitjara padamoe," djawab Tiong-sin dengen sikep koerang seneng. „Saia maoe bitjara sama nona Liang-nio sendiri." „Tapi iapoenja djawaban ada seperti djoega saia poenja djawaban," memoetoes Liang-nio sembari dateng pada Tjhiang-in lebih deket. „'Nko Tiong-sin, kaloe kau ingin kita poenja bersobatan berdjalan baek, harep djangan tjampoer saia poenja oeroesan; saia tida bisa robah apa jang saia soeda mengakoeh." Tiong-sin rasaken poekoelannja itoe perkata'an tapi ia tida poetoes harepan. „Saia ingin kau tida menjesel diblakang," katanja. „Saia liat njata diblakang kau ada djoerang jang nanti roeboeken dan tanem kau selamanja, dan kaloe soeda djadi begitoe, kau menjesel tida bergoena." „Dalem Liang-nio dan saia poenja oeroesan tida ada barang kamenjeselan," menoempang poelah Tjhiang-in. „Kau bilang tida salah jang diblakangnja nona Liang-nio ada djoerang tapi itoe djoerang boekan dari toebirnja goenoeng hanja djoerang dari toebirnja saia poenja hati. Disitoe nona Liang-nio nanti tertanem boeat selamanja jang teroeroek dengen tanah jang beroepa: „menjinta dan ditjinta". Apa begitoe ada kamenjeselan?" Tiong-sin menggigit bibir boeat tahan besarnja iapoenja rasa penasaran. „Kau djangan bitjara seperti anak-anak, apa kau sengadja maoe adjak berklai?" „Disini boekan tempatnja orang adoe tenaga," djawabnja orang jang ditantang dengen sikep amat sabar. „Kita masih banjak tempo boeat berdjoempa dilain tempat." „Saia nanti boektiken kau poenja perkata'an," djawab Tiong-sin, samentara Liang-nio memandeng dengen rasa kwatir. „Saia tida soeka nonton atawa denger orang berklai," berkata itoe gadis. „Saia harep kau orang tida lakoeken itoe perkara jang gelo." „Saia nanti tida berklai kapan kau tida soeka," Tjhiang-in mendjawab sambil bersenjoem. „Laginja perloe apa saia moesti berklai kaloe dari kau saia soeda broentoeng dapetken apa jang djadi saia poenja rasa kenangan ?" Tiong-sin tambah gemes, tapi ia sabar kombali tatkala berkata pada Liang-nio: „Minta ia kloear samentar dan idzinken saia boeat bitjara sendiri padamoe. Saia minta doea menute kaloe kau tida soeka kasi lebih lama, saia maoe bitjara satoe hal jang tjoema boleh didenger oleh kau sendiri." Itoe gadis sangsi, tapi achirnja boeat menjega karewelan, ia minta Tjhiang-in kloear sabentar. „Saia maoe singkirken itoe alingan jang menoetoepin kau poenja pemandengan gelap," Tiong-sin moelai atoer pembitjara'annja tatkala soeda berada berdoeaan, „tapi kau moesti berdjandji tida bilang pada siapa djoega teroetama pada Tjhiang-in jang kau dapet taoe apa-apa dari saia. Apa kau maoe djandji?" „Apa ada terlaloe penting hingga kau minta begitoe ?" itoe gadis bales menanjah.<noinclude></noinclude> 6g4roec4s3x4ynkoxm1fv98ap3z7x2g Halaman:The Belle of Menado.pdf/43 104 114358 315263 2026-08-21T04:15:38Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '76 THE BELLE of MENADO TJERITA ROMAN "Kliwat penting, sebab apa jang saia aken toetoerk?n pada~oe ada be~hoeboeng sama nasibnja ,kau poe·nla p.engh,doepan. Dari se'bab itoe ,kau moesti djandji apa lang kau tace dari saia tjoema goena «au sendiri ?" "S~ia djandji :kaloe betoei itoe ada penting," djawabnla dengen soeara pelahan. .. "Now, denge:,. Tjhiang-in mengakoe jbng ia ada tpntaken kau, tpnta dengen soetji? Itoelah omong kosong I" . . "Ken... 315263 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>76 THE BELLE of MENADO TJERITA ROMAN "Kliwat penting, sebab apa jang saia aken toetoerk?n pada~oe ada be~hoeboeng sama nasibnja ,kau poe·nla p.engh,doepan. Dari se'bab itoe ,kau moesti djandji apa lang kau tace dari saia tjoema goena «au sendiri ?" "S~ia djandji :kaloe betoei itoe ada penting," djawabnla dengen soeara pelahan. .. "Now, denge:,. Tjhiang-in mengakoe jbng ia ada tpntaken kau, tpnta dengen soetji? Itoelah omong kosong I" . . "Kenapa kau bitjara itoe oeroesan jang bakal tida bisa merobah saia poenja ~atetepan?" memoetoes itoe nona dengen koerang seneng . "Kau sekarang masih poeles atawa masih xafelep dalem manisnja lidah, tapi kau nanti sedar dan terprandjat kapan ka·u tace apa jang sabenernja," meieroesken Tiong-sin sambil' bersen'joem dan soeara tetep hingga bikin Liang-n io sangsi. "Kau boleh lantas toetoerken apa jang kau maoe maksoedken. " . Dengen amat sabar Tiong-sin 'kloearken salembar kertas dari da'tem kantongnja. "Batjala'h ini dengen pela'han," ia ber.kata sembari trimaken itoe kertas jang ada tertoelis. Liang-nio samboetin dan bat ja itoe toelisan. Mendada·k moekanja poet jet, bibirnja goemeter. Tida ada satoe pata perkata'an jang bisa dioetjapken. Ia pandeng dengen kesima itoe toelisan jang ada ditandain oleh doea orang : dan satoe diantaranja ia ·kenalin ad:! tanda tangannja Tjhiang-in sendiri ! Itoelah ada soerat pertarohan berhoeboeng atas dirinja Liang-nio jang telah dibikin oleh itoe ana'k moeda dari Sourabaya dan Koe-kway jang berboenji : 77 "Kaloe Oei Tjhiang.in mampoe berken~lan atawa dapetken hatinja Liang·nio, itoe Ratoe Kembllng d ari Menado, dalem tempo satoe minggoe, saia soaka korbanken oewang f 500.- boeat iapoenja hadia; tapi kaloe ia tida mampoe, ia moesti isi kasnja vereeniging Siauw. lian Hwee disini seperti djoemblah diatas." . " .. . •• . '. "Apa kau sekarang maoe bilang ?" tanjah Tiong-sin jang merasa gamannja tkasi pengaroe. "Apa kau masih pertjaia itoe anak pa saran tjintaken ~au ? .Inilah ada satoe boekti jang dirimoe soeda dibi,kin pertarohan dan ia berlaga tiinta kau boeat namanja itoe pertarohan." . Itoe gadis berdiri termenoeng sebagi patoeng. lapoenja pengliatan dirasaken goerem. Ia ticfa mampoe kloearken satoe pata perkata 'an. "Ia ada sebangsa gotongan jang renda," Tiong-sin menjamboeng lebih djaoeh. "Ia pandeng dirinja orang prampoean tipis selkali. Boeat memboeroe kamenangan ia soeda goenaken lidahnja jang manis boeat roeboeken kau, dan njata ia be~hasil kerna kau ada lemah dan .belon taoe katjoerangannja doenia. Sekarang ~au mengerti jang saia t ida soeka liatin kau katjemploeng dalem itoe djoerang jang bakal roesakin sa' antero penghidoepanmoe." Liang-nio pikirannja terpoeter, kamoedian berkata : "Apakah 'kau bisa kasi 'katerangan, dengen maksoeci ·apa ia bikin itoe pertarohan ?" . "Boeat maoksoed dapet kamenangan f 500.- roe. piah! Dirimoe soeda dipasang boeat pertarohan f 500.- roepiah 1" Liang-nio lantas inget bagimana Tjhiang-in itoe hari pernah omong dihadepannja : "f500.- roepiah boeat<noinclude></noinclude> ood3x51828t2beuutnmkvn52y4fap5v 315264 315263 2026-08-21T04:24:50Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315264 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|76|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|77}}</noinclude>„Kliwat penting, sebab apa jang saia aken toetoerken padamoe ada berhoeboeng sama nasibnja kau poenja penghidoepan. Dari sebab itoe kau moesti djandji apa jang kau taoe dari saia tjoema goena kau sendiri?" „Saia djandji kaloe betoel itoe ada penting," djawabnja dengen soeara pelahan. „Now, denger. Tjhiang-in mengakoe jang ia ada tjintaken kau, tjinta dengen soetji? Itoelah omong kosong!". „Kenapa kau bitjara itoe oeroesan jang bakal tida bisa merobah saia poenja katetepan?" memoetoes itoe nona dengen koerang seneng. Kau sekarang masih poeles atawa masih kalelep dalem manisnja lidah, tapi kau nanti sedar dan terprandjat kapan kau taoe apa jang sabenernja," meieroesken Tiong-sin sambil bersenjoem dan soeara tetep hingga bikin Liang-nio sangsi. „Kau boleh lantas toetoerken apa jang kau maoe maksoedken." Dengen amat sabar Tiong-sin kloearken salembar kertas dari dalem kantongnja. „Batjalah ini dengen pelahan," ia berkata sembari trimaken itoe kertas jang ada tertoelis. Liang-nio samboetin dan batja itoe toelisan. Mendadak moekanja poetjet, bibirnja goemeter. Tida ada satoe pata perkata'an jang bisa dioetjapken. Ia pandeng dengen kesima itoe toelisan jang ada ditandain oleh doea orang dan satoe diantaranja ia kenalin ada tanda tangannja Tjhiang-in sendiri! Itoelah ada soerat pertarohan berhoeboeng atas dirinja Liang-nio jang telah dibikin oleh itoe anak moeda dari Sourabaya dan Koe-kway jang berboenji: :„Kaloe Oei Tjhiang-in mampoe berkenalan atawa dapetken hatinja Liang-nio, itoe Ratoe Kembang dari Menado, dalem tempo satoe minggoe, saia soeka korbanken oewang ƒ 500.― boeat iapoenja hadia; tapi kaloe ia tida mampoe, ia moesti isi kasnja vereeniging Siauw- lian Hwee disini seperti djoemblah diatas." „Apa kau sekarang maoe bilang?" tanjah Tiong-sin jang merasa gamannja kasi pengaroe. „Apa kau masih pertjaia itoe anak pa saran tjintaken kau ? Inilah ada satoe boekti jang dirimoe soeda dibikin pertarohan dan ia berlaga tjinta kau boeat namanja itoe pertarohan." Itoe gadis berdiri termenoeng sebagi patoeng. Iapoenja pengliatan dirasaken goerem. Ia tida mampoe kloearken satoe pata perkata'an. „Ia ada sebangsa golongan jang renda," Tiong-sin menjamboeng lebih djaoeh. „Ia pandeng dirinja orang prampoean tipis sekali. Boeat memboeroe kamenangan ia soeda goenaken lidahnja jang manis boeat roeboeken kau, dan njata ia berhasil kerna kau ada lemah dan belon taoe katjoerangannja doenia. Sekarang kau mengerti jang saia tida soeka liatin kau katjemploeng dalem itoe djoerang jang bakal roesakin sa'antero penghidoepanmoe." Liang-nio pikirannja terpoeter, kamoedian berkata: „Apakah kau bisa kasi katerangan, dengen maksoed apa ia bikin itoe pertarohan?" „Boeat maksoed dapet kamenangan ƒ 500.―roepiah! Dirimoe soeda dipasang boeat pertarohan ƒ 500.―roepiah!" Liang-nio lantas inget bagimana Tjhiang-in itoe hari pernah omong dihadepannja: „ƒ500.― roepiah boeat<noinclude></noinclude> npxm22ctjlifrc7wxqndxaxz9pktvkz Halaman:The Belle of Menado.pdf/35 104 114359 315265 2026-08-21T04:39:50Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '60 TJERITA ROMAN koerang seneng, malah ia bermoeka girang samboet kedatengannja Kos-kway. wa, Tihieng-in lootjo sekarang mace trimaken itoe berkah," ia berkata sambil bersenjoem, ,,dan kapan ie soeda kombali di gowanja, ia djoega nanti berkah- ken kau dengen robah kau poenja pangket 'Koe-kway toodjin’," marika pada ketawa, tapi ketawanja Koe- kway ada tida begitoe sedep. Djadi kau soeda mace menjerah kalah?" achir- Koe-kway menanjah, uBoeat... 315265 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>60 TJERITA ROMAN koerang seneng, malah ia bermoeka girang samboet kedatengannja Kos-kway. wa, Tihieng-in lootjo sekarang mace trimaken itoe berkah," ia berkata sambil bersenjoem, ,,dan kapan ie soeda kombali di gowanja, ia djoega nanti berkah- ken kau dengen robah kau poenja pangket 'Koe-kway toodjin’," marika pada ketawa, tapi ketawanja Koe- kway ada tida begitoe sedep. Djadi kau soeda mace menjerah kalah?" achir- Koe-kway menanjah, uBoeat bermoeka-mocka di hadepannja orang prem- poean saia tida menjerah kalah, selamanja saia tide mace robah saia poenja sikep kendati dengen begitoe saia moesti Saie soeda menjoekoepin apa jang sala djandji boeat tida mengambil hatinja prempoean dengen tiara ‘tari moeka’ mp ulapi kau tida ada alesan boeat tida kasi minoem § 500.— delem kasnja S.LH.?" Koe-kway memotong, Djoestroe itoe saia baroe bitjaraken sama ‘nko Djit- ting dan Tek-lok boeat serahken siapa ada hak aken trima itoe djoemblah.” «Dengen seneng hati atawa dengen menjesel 2" ta- njah poelah Kee-kway dengen merasa girang di hati Sala tide merasa seneng atawa merasa meniesel, fjoema saia merasa mace kasi apa jang saia rasa moes- ti dikasi, goena ates namanja satoe pertarohan.”” uKaloe begitoe kau ada satoe anak laki-laki, djago dari Sourabaya," Koe-kway ketawa. ,,Dan biarlah ini kakalahan nanti kasi kau peringetan baek di blakang hari, djangan enteng moeloe! Ja, nanti djadi satoe peringetan baek, tapi boekan peringetan jang bisa bikin hati saia ketil. Now, apa kau mace trimaken itoe oewang ?" Koe- kway memotong. THE BELLE of MENADO 61 »Sekarang boleh ditrima,” menoempang Tek-lok jang merase koerang seneng ates sikepnja Koe-kway. Tibiang-in lantas berdiri dan ambil iapoenja dompet oewang, dari mana ia kloearken lima lembar oewang kertas dari f 100.— roepiah. la gelarken itoe di atas medja. uNah, siapa moestinja trima ini cewang?" ia me- nenjah sambil bersenjoem. Sabelonnja orang bisa mendjawab, pintoe kamar ter- ketok, dan berbareng itoe ada masoek satoe prem- poean boemipoetra. wApe betoel, toean, di sini ada kamamja tetamoe dari Sourabaya ?" ia menanjah, Tihiang-in doteng hampirin : ,.Betoel, ada oeroesan apa?" «Sala disoeroeh sama saia poenja nona boeat trima- ken ini soerat,"" baboe Alima berkata poelah sem- bari angsoerken satoe envelope tertoetoep, di atas mana ada ditoelis namanja Tjhiang-i Dari siapa ini soerat 2" Tjhiang-in meneges sem- bari amatin itoe soerat jang ia masih sangsi boeat boeka. Dari nona Liang-nio di Kemaweg,” sembari berkata begitoe itoe prempoean berpamit pergi. Tiniang-in djadi terkedjoet, tapi ia lantas bisa men- dosgah bahoes isihnia itoe soerat tentoe ada terisin makion atawa tiatjian. Koe-kway dan begitoe djoega jang laen, merase sangsi dan haran, kenapa Tihieng-in ada trima soerat- nja itoe Ratoe Kembang dari Menado jang terken tida mace gampang menoelis maski pada sobatnja jang poling kekel. Tjhiang-in djoega hatinja ada ber- gojang keras. la sigra boeka dan batja boenjinja. lapoenja roman jang tadinja asem dan goerem men-<noinclude></noinclude> htxlrpragunwd9eesob6ub54iflg909 315284 315265 2026-08-21T06:50:24Z Ammachemist 27288 315284 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh|52|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||53}}</noinclude>koerang seneng, malah ia bermoeka girang samboet kedatengannja Kos-kway. wa, Tihieng-in lootjo sekarang mace trimaken itoe berkah," ia berkata sambil bersenjoem, ,,dan kapan ie soeda kombali di gowanja, ia djoega nanti berkah- ken kau dengen robah kau poenja pangket 'Koe-kway toodjin’," marika pada ketawa, tapi ketawanja Koe- kway ada tida begitoe sedep. Djadi kau soeda mace menjerah kalah?" achir- Koe-kway menanjah, uBoeat bermoeka-mocka di hadepannja orang prem- poean saia tida menjerah kalah, selamanja saia tide mace robah saia poenja sikep kendati dengen begitoe saia moesti Saie soeda menjoekoepin apa jang sala djandji boeat tida mengambil hatinja prempoean dengen tiara ‘tari moeka’ mp ulapi kau tida ada alesan boeat tida kasi minoem § 500.— delem kasnja S.LH.?" Koe-kway memotong, Djoestroe itoe saia baroe bitjaraken sama ‘nko Djit- ting dan Tek-lok boeat serahken siapa ada hak aken trima itoe djoemblah.” «Dengen seneng hati atawa dengen menjesel 2" ta- njah poelah Kee-kway dengen merasa girang di hati Sala tide merasa seneng atawa merasa meniesel, fjoema saia merasa mace kasi apa jang saia rasa moes- ti dikasi, goena ates namanja satoe pertarohan.”” uKaloe begitoe kau ada satoe anak laki-laki, djago dari Sourabaya," Koe-kway ketawa. ,,Dan biarlah ini kakalahan nanti kasi kau peringetan baek di blakang hari, djangan enteng moeloe! Ja, nanti djadi satoe peringetan baek, tapi boekan peringetan jang bisa bikin hati saia ketil. Now, apa kau mace trimaken itoe oewang ?" Koe- kway memotong. THE BELLE of MENADO 61 »Sekarang boleh ditrima,” menoempang Tek-lok jang merase koerang seneng ates sikepnja Koe-kway. Tibiang-in lantas berdiri dan ambil iapoenja dompet oewang, dari mana ia kloearken lima lembar oewang kertas dari f 100.— roepiah. la gelarken itoe di atas medja. uNah, siapa moestinja trima ini cewang?" ia me- nenjah sambil bersenjoem. Sabelonnja orang bisa mendjawab, pintoe kamar ter- ketok, dan berbareng itoe ada masoek satoe prem- poean boemipoetra. wApe betoel, toean, di sini ada kamamja tetamoe dari Sourabaya ?" ia menanjah, Tihiang-in doteng hampirin : ,.Betoel, ada oeroesan apa?" «Sala disoeroeh sama saia poenja nona boeat trima- ken ini soerat,"" baboe Alima berkata poelah sem- bari angsoerken satoe envelope tertoetoep, di atas mana ada ditoelis namanja Tjhiang-i Dari siapa ini soerat 2" Tjhiang-in meneges sem- bari amatin itoe soerat jang ia masih sangsi boeat boeka. Dari nona Liang-nio di Kemaweg,” sembari berkata begitoe itoe prempoean berpamit pergi. Tiniang-in djadi terkedjoet, tapi ia lantas bisa men- dosgah bahoes isihnia itoe soerat tentoe ada terisin makion atawa tiatjian. Koe-kway dan begitoe djoega jang laen, merase sangsi dan haran, kenapa Tihieng-in ada trima soerat- nja itoe Ratoe Kembang dari Menado jang terken tida mace gampang menoelis maski pada sobatnja jang poling kekel. Tjhiang-in djoega hatinja ada ber- gojang keras. la sigra boeka dan batja boenjinja. lapoenja roman jang tadinja asem dan goerem men-<noinclude></noinclude> 8z0jmfknyzd6nlgtj1vo3e7i389gu7w Halaman:The Belle of Menado.pdf/36 104 114360 315266 2026-08-21T04:40:14Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '62 TJERITA ROMAN dadek djadi bertjahaja, ia amatin dan batja itoe soe- rat beroelang-oelang seperti ida mace pertjaja sama kwarasannja iapoenja mata sendiri. Tek-lok dapet liat itoe perobahan jang roepanja membawa kagirangan, samentara Djittjing dan Koe- kway memandeng dengen kesima. uKabar girang, ‘nko Tihiang-in 2 Teklok menegor sembari mendeketin. lebih dari girang,” djawabnja dengen seperti orang tida taoe bahoea di sampingnja ada laen k... 315266 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>62 TJERITA ROMAN dadek djadi bertjahaja, ia amatin dan batja itoe soe- rat beroelang-oelang seperti ida mace pertjaja sama kwarasannja iapoenja mata sendiri. Tek-lok dapet liat itoe perobahan jang roepanja membawa kagirangan, samentara Djittjing dan Koe- kway memandeng dengen kesima. uKabar girang, ‘nko Tihiang-in 2 Teklok menegor sembari mendeketin. lebih dari girang,” djawabnja dengen seperti orang tida taoe bahoea di sampingnja ada laen kawan, ,.Saia dapet ini soerat, soerat dari goeroe dewa, goerce dewanja 'Koe-kway toodjin’.” Tek-lok boeroe-boeroe batja itoe soerat jang cendjoeken padanja, dan ia djoega mendadak djadi toeroet bergirang. Koe-kway diadi lebih bingoeng, tapi sabslonnja ia menanjah, Tek-lok gelarken itoe soerat di atasnja itoe oeweng kertas jang ada di atas medja. Now, ‘nko Koe-kway,"” ia kata, .djangan ambil dosloe ini oe- wang f 500.—! di sana masih ada tempo dan banjak harepan ! Liat ini soerat !"" Dengen sebet Koe-kway ambil dan batja itoe soe- rat: mendadak iapoenja moeka poetjet, dan sikepnia seperti anak jang kailangan badjoe. Djitjing djoega tida katinggalan batja itoe soerat jang berboenji: ko Tihiang-in; Sia ma'aften apa jang kau ada + djalan booat kau aliang-nio.” Tjhiang-in poenja kagirangan mendatengken djoega ‘asangsian, kerna ia merasa koeatir apa itoe boekan ada laen orang jang hendak permaenin dirinja, tapi THE BELLE of MENADO 63 bagimana dioega itoe toelisan ada dari tangan prem- poean. uKaloe begitoe kau orang poorje periaronan masin tergantoeng, belon tace siapa moesti jang kalah,” achirnja Djit-jing berkata sembari kasi kombali itoe soerat. ,,Lagi 2 hari kita nanti dapet kapastian.” Koe-kway poenja roman ada mengoendjosken satoe kakoeatiran. la kenalin itoelah betoel ada Liang-nio poenja toelisen tangan. Ach, kenapa djadi begitoe, apa artinja itoe semoea ! lapoenja kepala rasanja poe- sing seperti trima djatohnja satoe poekoelan. la sigra pamitan poelang dan boeroe-boeroe me- noedjoe ka roemahnja Tiong-sin dengen tindakan kaki begitoe roepa saoleh-olah satoe pradjoerit hendak panggil bala bantoeen | (Fe alae Tek-lok dan Dijit-tiing berlaloe dari itoe kamer, Tjhiang-in sigra mandi dan toekar pe- kean, dan baroe sadja ia hendak kloear pintoe, Koe- kway kliatan balik kombali dengen menanjah padanja = Saia loepa tanjah padamoe,” ia kata sebagi kaada- ja orang maboek. njah oeroesan apa 2” Tihiang-in mendjawab. fang-nio dalem iapoenja soerat ada ma'afken kau —"ma'atken perkare apa, dan kau pernah berboeat apa?" Sala pernah menjioem ia dengen djalan tida fjari mocka atawa mendillet. Tadinja ia marah keras, tapi blakangen, seperti kau tace, ia ma'afken saia. Ape lagi kav mace tanjah?" Koe-kway romannja berobah merah bahna marsh, tapi dengen zonder oetjapken sepatah perkata'an ie sigra berdjalen pergi.<noinclude></noinclude> glnryz32el1jqglktacuhedxvn3remx Tjerita Roman Pengorbanan/Bab I 0 114361 315269 2026-08-21T04:50:46Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bab I | previous = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Halaman Cover|Halaman Cover]] | next = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab I|Bab II]] | notes = }} <pages index="Tjerita Roman Pengorbanan.pdf" from=9 to=16 fromsection="Bab I" tosection="Bab I"/>' 315269 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bab I | previous = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Halaman Cover|Halaman Cover]] | next = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab I|Bab II]] | notes = }} <pages index="Tjerita Roman Pengorbanan.pdf" from=9 to=16 fromsection="Bab I" tosection="Bab I"/> 9dwxf2v390dh18gp8ai8u9olde6lkmb Tjerita Roman Pengorbanan/Bab II 0 114362 315273 2026-08-21T04:56:37Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bab II | previous = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab I|Bab I]] | next = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab I|Bab III]] | notes = }} <pages index="Tjerita Roman Pengorbanan.pdf" from=17 to=31 fromsection="Bab II" tosection="Bab II"/>' 315273 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bab II | previous = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab I|Bab I]] | next = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab I|Bab III]] | notes = }} <pages index="Tjerita Roman Pengorbanan.pdf" from=17 to=31 fromsection="Bab II" tosection="Bab II"/> r5nyv9kfj4xnjd0ekx0q8jdvbbdfzho 315274 315273 2026-08-21T04:57:16Z Ammachemist 27288 315274 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bab II | previous = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab I|Bab I]] | next = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab III|Bab III]] | notes = }} <pages index="Tjerita Roman Pengorbanan.pdf" from=17 to=31 fromsection="Bab II" tosection="Bab II"/> drtucwd4radsd5wzba7832qhgiwkdck Tjerita Roman Pengorbanan/Bab III 0 114363 315277 2026-08-21T05:03:50Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bab III | previous = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab II|Bab II]] | next = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab IV|Bab IV]] | notes = }} <pages index="Tjerita Roman Pengorbanan.pdf" from=31 to=51 fromsection="Bab III" tosection="Bab III"/>' 315277 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bab III | previous = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab II|Bab II]] | next = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab IV|Bab IV]] | notes = }} <pages index="Tjerita Roman Pengorbanan.pdf" from=31 to=51 fromsection="Bab III" tosection="Bab III"/> 1iozu8mgvji1l4uxq0u1wnal4yop1cj Halaman:The Belle of Menado.pdf/44 104 114364 315286 2026-08-21T07:10:44Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315286 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|78|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|79}}</noinclude>harganja satoe tjioeman, itoelah sabetoelnja ada teramat mahal!" Iapoenja roman lantas berobah merah, kamoedian poetjat sebagi kertas saolah-olah mengoendjoeken iapoenja rasa amarah dan penasaran jang dirinja soeda diboeat permainan dan pertarohan! „Apa kau tida ada lain perkata'an lagi?" achirnja ia menanjah. „Ada, jalah, sasoedanja kau taoe palsoenja itoe orang jang tadinja kau pandeng berharga dan terhormat, saia ingin bersembahken saia poenja tawaran seperti itoe malem saia pernah njataken padamoe. Pertjaialah saia tjintaken kau dengen satoeloesnja. Saia rebahken semoea apa jang saia ada dibawah kaupoenja kaki{{...|15}}" „Djangan bitjara terlaloe banjak perkara tjinta," memoetoes itoe gadis dengen pendek. „Saia tida soeka denger lagi itoe perkata'an." „Saia tida paksa kapan kau tida soeka denger dalem waktoe seperti sekarang," Tiong-sin mendjawab seraja hiboerin diri sendiri. „Saia harep dikasi lain koetika, boeat saia dapet kau poenja kamoerahan hati. Sekarang, soeda sampe saia poenja kwadjiban boeat kau pikir sendiri itoe perkara bagimana kau rasa baek terhadep sama itoe orang jang tjoerang, dan kaloe perloe, kau boleh minta saia dateng kemari boeat dapet katerangan lebih djelas," kamoedian ia berdjalan kloear sembari memanggoet. Sabelonnja ia toeroen dari oendak-oendakan loear ia ketemoe pada Tjhiang-in jang masih berdiri menoenggoe sembari isep seroetoe: „Now, sekarang kau boleh masoek, dan slamet tinggal." Tjhiang-in lempar itoe seroetoe jang soeda ampir terisep abis dan teroes kombali masoek dalem itoe kamar. Ia ketemoeken Liang-nio djatoeken dirinja dimana rustbank dengen keada'an begitoe roepa. Ia sanget terkedjoet dan menghampirin, tapi sabelonnja ia bisa deket, itoe gadis sigra bangoen dan menjingkir moendoer. „Djangan pegang saia!" ia berseroeh. „Dan djangan omong satoe perkata'an!" Tjhiang-in djadi melongo, ia heran apa sebabnja. „Liang, kenapa mendadak kau djadi brobah begitoe?" ia meneges dengen kakwatiran. Itoe gadis tida mendjawab. „Bilang, apa sebabnja, apa saia berboeat salah?" itoe djadjaka berkata poelah sambil menghampirin, tapi itoe gadis lantas moendoer. „Djangan pegang saia poenja badan maski satoe djari, ia membantah. „Kau moesti berlaloe dari sini atawa saia nanti panggil lain orang boeat oesir kau dengen paksa." Tjhiang-in tekep kepalanja dengen tangan seperti hendak ingetin ia ada kesalahan perkara apa, dan apa ia sekarang sedeng mengimpih atawa apa memang ia djadi permainannja nasib. „Liang, boleh djadi saia ada berdosa, tapi kau moesti oendjoek adanja itoe kadosa'an," katanja dengen soeara memoehoen. „Kaloe kau maoe anggep diri saia sebagi satoe persakitan, saia trima, tapi kedjahatan apa jang saia pernah lakoehken dan apa sebabat sama itoe oekoeman jang kau maoe beriken pada saia." Itoe gadis trima itoe perkata'an jang sabar dan aloes dengen zonder bisa membanta, iapoenja kakerasan hati roepanja ada teriket. Ia aken toetoerken apa jang ia dapet katerangan dan boekti tjoekoep dari Tiong-sin, tapi ia inget jang ia soeda berdjandji boeat disimpen dalem hati sendiri. Ia inget perdjandjian ada satoe kahormatan jang ia tida boleh pataken kendati kainginannja hati sendiri boleh patah.<noinclude></noinclude> hp4uuu901b9lsgv497qx36xtmhufmmt Halaman:The Belle of Menado.pdf/45 104 114365 315287 2026-08-21T07:49:13Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315287 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|80|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|81}}</noinclude>Kau moesti kasi taoe apa jang djadi lantaran hingga mendadak kaupoenja pikiran brobah begitoe roepa," Tjhiang-in menjamboeng poelah. „Saia tida nanti lari dari soeatoe oekoeman kapan itoe oekoeman memang soeda djadi saia poenja bagian." Kombali Liang-nio tida mendjawab, seperti ia tida denger itoe omongan. Kau dapet asoetan apa dari Tiong-sin?" Tjhiang-in menanjah poelah dengen aseran. „Kau boekan anak-anak lagi jang kena lain orang perdajain." Inikaii itoe gadis mendiawab dengen tetep: „Disana tida ada asoetan boeat saia minta kau lekas berlaloe dari hadepan saia! Kau djangan tanjah lebih djaoe ;pergi dari ini roemah itoelah ada jang saia minta !! Kau tida perloe oetjapken lain perkata'an, saia poenja koeping soeda penoeh sama kaupoenja omongan jang bermadoe {{...|9}}" sembari berkata begitoe ia lantas bertindak kloear hingga Tjhiang-in tida dapet kasempetan poelah boeat belah dirinja jang merasa tida berdosa. {{di|B}}ESOK harinja. Tiong-sin dengen roman terang ia berdjalan kloear. Ia merasa girang jang gamannja soeda memakan, dan sekarang ada iapoenja giliran boeat tetepken iapoenja nasib. Itoe ada waktoe tengah hari kapan ia bitjara sama baboe Alima boeat ketemoe nona Liang-nio. „Nona brangkali ada tidoer" djawabnja itoe baboe, „kerna soeda sedari pagi pintoe kamarnja ada tertoetoep. „Tjoba kau liat, brangkali ia soeda bangoen," memaksa Tiong-sin dengen hati berkedoetan. „Kau kasi taoe saia dateng membawa satoe oeroesan.„ „Apa tida bisa kau kombali lagi nanti soreh? Sebab kemaren ia larang saia masoek-kloear dalem iapoenja kamar kapan tida trima panggilan." Tiong-sin terpaksa poelang dan sorehnja ia kombali poelah, dan inikali boekan ketemoe sama itoe baboe, hanja sama tantenja itoe gadis. „Apa saia bisa berdjoempah sama nona Liang-nio?" katanja sembari memanggoet. „Oh, kau Sin?" meneges itoe orang toea dengen moeka girang. „Kau aken dapetin Liang-nio? Toenggoe sabentar ja?" ia sigra berlaloe dan tida lama kombali kloear sembari berkata: „Menjesel ini sore ia tida bisa trima tetamoe kerna ia dapet tra enak badan, harep kau kombali besoek pagi dan djangan ketjil hati." Tiong-sin terpaksa balik poelang dengen membawa pikiran koesoet. „Bagimana djoega saia moesti bisa menangken hatinja," ia mengroetoe sendirian. „Atawa paling sedikit saia moesti pisahken padanja dari itoe bangsat Sourabaya." Ia merasa amat penasaran dan irih hati kapan inget bagimana gampang Tjhiang-in soeda mengambil tempat dalem hatinja itoe Ratoe Kembang dari Menado jang terkenal boekan sembarangan. {{di|„'NKO}} Tek-lok, saia merasa ditjoerangin oleh satoe orang jang ambil daja dengen tjara semboeni," berkata Tjhiang-in pada itoe kawan jang disitoe djoega ada toeroet berdoedoek Djit-tjing. Itoe pembitjara'an dilakoeken dalem Restaurant, liwat satoe malem sedari ia teroesir oleh Liang-nio, „tapi saia tida menjesel maski boeat itoe berarti saia moesti korbanken ƒ 500.― tjoema saia merasa menjesel moesti berhadepan sama satoe pengetjoet."<noinclude></noinclude> oe4ndbcekg5hdwi41ialh89fafeolxl Tjerita Roman Pengorbanan/Bab IV 0 114366 315289 2026-08-21T07:55:12Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bab IV | previous = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab III|Bab III]] | next = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab V|Bab V]] | notes = }} <pages index="Tjerita Roman Pengorbanan.pdf" from=52 to=66 fromsection="Bab IV" tosection="Bab IV"/>' 315289 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bab IV | previous = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab III|Bab III]] | next = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab V|Bab V]] | notes = }} <pages index="Tjerita Roman Pengorbanan.pdf" from=52 to=66 fromsection="Bab IV" tosection="Bab IV"/> qmn0t4fak2wievjp8zvnklur24jxqmi Halaman:The Belle of Menado.pdf/46 104 114367 315291 2026-08-21T08:00:14Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315291 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|82|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|83}}</noinclude>„Tapi bagimana doedoeknja perkara? tanja Tek-lok. „Itoelah tida perloe diomong lagi. Kau melinken boleh taoe jang saia kalah dalem itoe pertaroan dan saia tida poengkir boeat bajar itoe djoemblah." „Tapi semalem kita bestuurs dari Siauwlian Hwee soeda ambil poetoesan tida maoe trima itoe djoemblah," memotong Djit-tjing. „Kenapa? Kau orang ada hak boeat trima, dan saia dengen seneng hati boeat kasi," berkata poelah Tjhiang-in. „Kendati begitoe kita tida bisa trima, itoe oewang ada terbikin dari tarohan, tarohan boeat satoe perkara jang amat gelo, boeat dirinja satoe prempoean," sampe disini ia lantas ketawa. „Itoe oewang kita rasa ada koerang moelia boeat masoek kasnja kita poenja perkoempoelan jang bermaksoed loeas dan soetji." „Pendek itoe pertarohan jang edan kita batalken," menjamboeng Tek-lok, djoega saoepama kata kau menang, kita tra soedi trima doeitnja Tiong-sin, sebab Siauw-lian Hwee tida anggep itoe oewang halal, teroetama nanti bikin orang ketawa kapan taoe jang kitapoenja vereeniging dapet sokong dengen djalan pertarohan atas dirinja satoe nona." Tjhiang-in kwalahan boeat membantah dan achirnja ia menoeroet djoega sama itoe pikiran kendati ia kwatir Tiong-sin nanti ketawain dirinja jang dikira tida mampoe kloearken itoe djoemblah. „Apa kau tetep kombali besok pagi?" tanjak Tek-lok jang simpangken itoe pembitjara'an. „Saia tetep boeat kombali besok pagi," djawabnja Harep kita nanti berdjoempah poelah selekasnja." Kapan Tjhiang-in poenja tetamoe soeda tinggalken ia sendirian, iapoenja pikiran ada sanget kaloet dan terkenang sama itoe nona jang zonder sebab perlakoeken ia begitoe roepa. Ia mendoega pasti itoe semoea ada perboeatannja Tiong-sin, tapi ia tida taoe kenapa ia itoe ada pengaroeh hingga terbitken itoe nona poenja kabentjian atas dirinja? Semalem ia tra bisa tidoer, begitoe djoega sedari pagi ia ampir tida telen soeatoe barang jang biasanja ia makan sapotong roti dan koffie. Ia pikir dan pikir lagi bagimana Tiong-sin soeda tjoerangin dirinja hingga ia tida merasa brapa lama ia doedoek termenoeng sebagi satoe boneka. Ia sanget penasaran dan merasa koerang ridlah semata-mata ditjoerangin begitoe roepa, tapi apa sekarang ia maoe bikin? Ia tjoba membentji itoe nona, tjoba koetoek itoe prempoean, tapi dalem dirinja tida poenja itoe kaitoe roman, dan bagimana eilok itoe kepala waktoe rebah di mana iapoenja tangan. Kapan ia inget itoe semoea, ia banting-banting kakinja seperti hendak seselken iapoenja peroentoengan. Apa ia bisa begitoe lekas koedoe angkat kakinja dari Menado jang ada mengiket iapoenja soekma. Achirnja kadengeran ia meratap sendirian: „Oh, Allah, saia soeda bikin satoe permaenan jang sanget gegabah {{...|12}}!" Ia lantas ketawa, toetoep moekanja dengen tangan dan dalem pengrasa'an ia ingin lagi sekali liat itoe roman, denger itoe soeara sabelonnja itoe kapal bawa dirinja di antara itoe geloembang di tengah laoetan {{...|15}} Ja, bagimana djoega ia moesti dateng lagi sekali maski ia nanti dimaki dan dioesir. Ia perloe kasi slamet tinggal dan sebagi pengabisan kali, ia ingin amatin lagi itoe roman dan rasaken lagi koemandangnja itoe soeara{{...|15}}<noinclude></noinclude> b0zzfgqp48xnrsb4mi1w0xp5ct5s9gb Tjerita Roman Pengorbanan/Bab V 0 114368 315294 2026-08-21T08:04:50Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bab V | previous = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab IV|Bab IV]] | next = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab VI|Bab VI]] | notes = }} <pages index="Tjerita Roman Pengorbanan.pdf" from=67 to=83 fromsection="Bab V" tosection="Bab V"/>' 315294 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bab V | previous = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab IV|Bab IV]] | next = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab VI|Bab VI]] | notes = }} <pages index="Tjerita Roman Pengorbanan.pdf" from=67 to=83 fromsection="Bab V" tosection="Bab V"/> 91mh55taspqs58w2m1zsndish21dbho Tjerita Roman Pengorbanan/Bab VI 0 114369 315298 2026-08-21T08:11:24Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bab VI | previous = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab V|Bab V]] | next = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab VII|Bab VII]] | notes = }} <pages index="Tjerita Roman Pengorbanan.pdf" from=84 to=102 fromsection="Bab VI" tosection="Bab VI"/>' 315298 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bab VI | previous = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab V|Bab V]] | next = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab VII|Bab VII]] | notes = }} <pages index="Tjerita Roman Pengorbanan.pdf" from=84 to=102 fromsection="Bab VI" tosection="Bab VI"/> pum6a1n682id2oytkb0uachvs3ztzvf Tjerita Roman Pengorbanan/Bab VII 0 114370 315300 2026-08-21T08:14:58Z Ammachemist 27288 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bab VII | previous = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab VI|Bab VI]] | next = | notes = }} <pages index="Tjerita Roman Pengorbanan.pdf" from=103 to=106 fromsection="Bab VII" tosection="Bab VII"/>' 315300 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bab VII | previous = [[Tjerita Roman Pengorbanan/Bab VI|Bab VI]] | next = | notes = }} <pages index="Tjerita Roman Pengorbanan.pdf" from=103 to=106 fromsection="Bab VII" tosection="Bab VII"/> lo2h1ofx9elttvk4xkudpy0dxqj6mz3 Halaman:The Belle of Menado.pdf/47 104 114371 315301 2026-08-21T08:16:02Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{di|T}}IONG SIN kombali ka roemahnja Liang-nio pada esoek harinja. Ia katemoeken itoe gadis djoestroe doedoek di roewangan moeka dengen romannja seperti orang jang koerang tidoer. Iapoenja dateng ditrima dengen saderhana dan disilahken doedoek. „Kau ada oeroesan apa dateng kamarih?" itoe nona menanjah dengen zonder angkat moekanja, dan itoe perkata'an jang kadengerannja begitoe adem soeda bikin hatinja Tiong-sin djadi lebih bingoeng dan madjoe... 315301 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" />TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO</noinclude>{{di|T}}IONG SIN kombali ka roemahnja Liang-nio pada esoek harinja. Ia katemoeken itoe gadis djoestroe doedoek di roewangan moeka dengen romannja seperti orang jang koerang tidoer. Iapoenja dateng ditrima dengen saderhana dan disilahken doedoek. „Kau ada oeroesan apa dateng kamarih?" itoe nona menanjah dengen zonder angkat moekanja, dan itoe perkata'an jang kadengerannja begitoe adem soeda bikin hatinja Tiong-sin djadi lebih bingoeng dan madjoe moendoer. „Saia dateng kamarih ada sedikti oeroesan," ia lantas mendjawab, „sekalian saia ingin tengokin kau, apa kau poenja kwarasan tida terganggoe, kerna kemaren saia dateng kamarih kau katanja koerang enak badan {{...|12}}" „Saia djoega dikasi taoe sama Alima jang kau dateng kamarih, abis sekarang kau maoe bitjara oeroesan apa?" „Saia aken bitjaraken oeroesan kemaren doeloe..." „”Saia tida ingin denger lagi itoe oeroesan," me- moetoes itoe gadis dengen roepa koerang seneng. Saia tida aken omongken halnja itoe anak som- bong dari Sourabaya, hanja saia aken beremboek poe- lah oeroesan kita sendiri kau dan saia." ,,Kau tida perloe oelangken apa jang kau pernah bi- tjaraken," mendjawab poelah itoe gadis jang taoe maksoed apa Tiong-sin poenja kadatengan. Saia tida bisa tarik kombali apa jang saia soeda kasi kau poe- toesan." ..Kau moesti ada kasian," mendjawab itoe djedjaka dengen soeara sember dan poetjet. .,Nona Liang, per- tjajalah saia tjintaken kau dengen satoeloesnja hati, dengen antero soekma." ..Tapi saia tida ada. tjinta boeat kau, ka- THE BELLE of MENADO loe saia boleh mengakoeh begitoe." 85 ,,Boeat sekarang saia tida harep kau poenja tjinta, saia harep kau poenja kasian, dan dari itoe rasa ka- sian di blakang saia boleh harep kau poenja tjinta rasa kasian bisa datengken sendiri itoe rasa menjinta." Liang-nio bertoendoek, ia roepanja terharoe sama itoe perkata'an. ..Saia tida bisa bilang apa itoe bisa kadjadian," djawabnja dengen soeara pelahan...Saia boleh. kasian, tapi apa saia bisa menikah pada kau tjoema lantaran kasian dan zonder ada tjinta? 'Nko Tiong-sin, saia rasa kau harep barang jang bakal tida bisa ka- djadian." ,,Saia pertjaja kau bakal tida pikir begitoe kapan kau taoe brapa besar saia poedja kau. Orang toea-toea ada kata, apa jang dipoedja dengen antero hati siang- hari-malem, tida ada perkara jang tida bisa kadjadian, dan sekarang saia poedja kau seperti satoe moerid poedja iapoenja goeroe, atawa satoe rahajat poedja iapoenja djoendjoengan." Kombali itoe gadis berdiam sampe lama ia baroe mendjawab: Saia poenja pikiran koesoet, baek dja- ngan bitjaraken lagi itoe perkara....... " Saharoesnja kau moesti bergirang, kau soeda bisa taoe dan menjingkir dari moeslihatnja itoe orang jang kaujinta. Allah masih berkasian telah boeka itoe alingan jang menoetoepin kau poenja mata, dan sekarang kau bisa liat terang itoe lelaki ada palsoe, ia tarik kau poenja diri sebagi pertarohan boeat ia- poenja kaoentoengan! Tjoema f 500.- roepiah!" Liang-nio romannja mendadak lebih poetjet. la sigra berdiri dan pandeng Tiong-sin dengen sorot mata goesar: ..Kenapa kau oelangken lagi itoe perkata'an?!" ia<noinclude></noinclude> hbvwosetdhd59o2wqs8ampzej1o8gso 315302 315301 2026-08-21T08:21:14Z Aeia aai 24023 315302 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" />TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO</noinclude>{{di|T}}IONG SIN kombali ka roemahnja Liang-nio pada esoek harinja. Ia katemoeken itoe gadis djoestroe doedoek di roewangan moeka dengen romannja seperti orang jang koerang tidoer. Iapoenja dateng ditrima dengen saderhana dan disilahken doedoek. „Kau ada oeroesan apa dateng kamarih?" itoe nona menanjah dengen zonder angkat moekanja, dan itoe perkata'an jang kadengerannja begitoe adem soeda bikin hatinja Tiong-sin djadi lebih bingoeng dan madjoe moendoer. „Saia dateng kamarih ada sedikti oeroesan," ia lantas mendjawab, „sekalian saia ingin tengokin kau, apa kau poenja kwarasan tida terganggoe, kerna kemaren saia dateng kamarih kau katanja koerang enak badan {{...|12}}" „Saia djoega dikasi taoe sama Alima jang kau dateng kamarih, abis sekarang kau maoe bitjara oeroesan apa?" „Saia aken bitjaraken oeroesan kemaren doeloe..." „Saia tida ingin denger lagi itoe oeroesan," memoetoes itoe gadis dengen roepa koerang seneng. „Saia tida aken omongken halnja itoe anak sombong dari Sourabaya, hanja saia aken beremboek poelah oeroesan kita sendiri ― kau dan saia." „Kau tida perloe oelangken apa jang kau pernah bitjaraken," mendjawab poelah itoe gadis jang taoe maksoed apa Tiong-sin poenja kadatengan. „Saia tida bisa tarik kombali apa jang saia soeda kasi kau poetoesan." „Kau moesti ada kasian," mendjawab itoe djedjaka dengen soeara sember dan poetjet. „Nona Liang, pertjajalah saia tjintaken kau dengen satoeloesnja hati, dengen antero soekma." „Tapi saia tida ada {{...|12}}tjinta boeat kau, kaloe saia boleh mengakoeh begitoe." 85 ,,Boeat sekarang saia tida harep kau poenja tjinta, saia harep kau poenja kasian, dan dari itoe rasa ka- sian di blakang saia boleh harep kau poenja tjinta rasa kasian bisa datengken sendiri itoe rasa menjinta." Liang-nio bertoendoek, ia roepanja terharoe sama itoe perkata'an. ..Saia tida bisa bilang apa itoe bisa kadjadian," djawabnja dengen soeara pelahan...Saia boleh. kasian, tapi apa saia bisa menikah pada kau tjoema lantaran kasian dan zonder ada tjinta? 'Nko Tiong-sin, saia rasa kau harep barang jang bakal tida bisa ka- djadian." ,,Saia pertjaja kau bakal tida pikir begitoe kapan kau taoe brapa besar saia poedja kau. Orang toea-toea ada kata, apa jang dipoedja dengen antero hati siang- hari-malem, tida ada perkara jang tida bisa kadjadian, dan sekarang saia poedja kau seperti satoe moerid poedja iapoenja goeroe, atawa satoe rahajat poedja iapoenja djoendjoengan." Kombali itoe gadis berdiam sampe lama ia baroe mendjawab: Saia poenja pikiran koesoet, baek dja- ngan bitjaraken lagi itoe perkara....... " Saharoesnja kau moesti bergirang, kau soeda bisa taoe dan menjingkir dari moeslihatnja itoe orang jang kaujinta. Allah masih berkasian telah boeka itoe alingan jang menoetoepin kau poenja mata, dan sekarang kau bisa liat terang itoe lelaki ada palsoe, ia tarik kau poenja diri sebagi pertarohan boeat ia- poenja kaoentoengan! Tjoema f 500.- roepiah!" Liang-nio romannja mendadak lebih poetjet. la sigra berdiri dan pandeng Tiong-sin dengen sorot mata goesar: ..Kenapa kau oelangken lagi itoe perkata'an?!" ia<noinclude></noinclude> ff6l6t3dygv17y0t3hkk98tndwc3lbn Halaman:The Belle of Menado.pdf/20 104 114372 315303 2026-08-21T08:43:31Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315303 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|30|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||31}}</noinclude>„Dia ada satoe orang jang ..... kasar," djawabnja dengen pendek, tapi dimana romannja kliatan seperti pikirken apa-apa. „Kau toch belon perinah Koempoe!. dimana kau bisa taoe ia poenja sifat ada kasar?" Liang-nio tida mendjawab, pikirannja sedeng melajang pada perkata'annja Tjhiang-in jang baroe dioetjapken dihadepannja. Tadinja ia doega itoe anak moeda tentoe maoe njataken ma'af seperti kebanjakan ia dapet dari ia poenja kenalan-kenalan lelaki, tida taoe ia tjoema diminta: djangan ketjil hati. Tadinja ia merasa penasaran hingga ia tinggal'ken itoe anak moeda begitoe roepa, tapi, brapa menutes kamoedian ; sorot mata dan senjoeman jang sabar, jang djadi timpalan dari itoe roman jang tjakep, ada menarik ia poenja perhatian dengen djalan tida terasa. Ia selama belon pernah dibikin koerang seneng hati oleh kaoem lelaki dan berbareng itoe ia djoega belon pernah briken hatinja pada siapa djoega sampe dateng satoe orang dari Sourabaya jang pertama bi'kin ia penasaran tapi sebalikannja menarik djoega ia poenja perhatian. Boekan poeloehan tapi ratoesan anak moeda jang soeka rebahken segalanja dibawah iapoenja kaki boeat menangken ia poenja hati tapi tida ada satoe jang berhasil, iapoenja pengrasa' an masih tinggal dingin sebagi ijs dan itoelah sebabnja kenapa dirinja mendjadi :kenangan teroetama dalem kalangan anak-anak moeda. Tiong-sin dalem sakean boelan soeda tjobah kepandeannja aken mendjadi satoe di antara itoe orang jang broentoeng boeat dapet itoe Ratoe Kembang poenja perhatian, tapi kadangkali ia merasa tida berhasil, dan koetika ia poenja oendangan ditrima, ia rasanja maoe mebajar separo dari ajahnja poenja harta kekaja'an. Kerna Liang-nio tida maoe sembarang dateng dalem pesta atawa dalem keramehan, roman dan temponja sanget mahal boeat diketemoeken oleh lain orang, maka trooesa heran kapan ini malem ia poenja dateng dalem pestanja 'ntjek Bing-liong dapet perhation besar dari Menado poenja kongtjoe-kongtjoe ......... Kapan Liang-nio djoestroe termenoeng, Tiong-sin ada dateng dan berdiri disampingnjo sembari bersenjoem: „Kemana ku pergi, saia tjari kau setadian ........" berkata itoe anak moeda. " ....... Oh, saia baroesan pergi dari kau poenja kebon tjari tante," djawabnja dengen pikiran masi terbagi doea. „Tiong-sin memboedjoek boeat itoe nona soepaja soeka main piano lagi tapi dari siapa ia tjoema dapet djawaban : „tida bisa, saia tjape." Pado itoe 'koetika keada'an dalem itoe pesta ada sedikit soenji, kerna tetamoe² sebagian soeda ada jang poelang. Dengen hati berdebar Tiong-sin awasin romannja itoe Ratoe Kembang. Ia harep lantas dateng itoe sa'at boeat ia bisa bitjara berdoea'an; ia ingin njataken pengrasa'annja, ia ingin tjioem itoe djari² jang haroem. Njata sang tempo membantoe padanja , kerna tida antara lama Liang-nio berdjalan ka penirat blakang dan Tiong-sin lantas memboentoet. {{C|{{bold|IV}}}} {{di|A}}NGIN dingin ada menioep sahingga meresep ditoelang-toelang. Liang-nio sampe di satoe tempat jang soenji, iapoenja pikiran sedeng terkenang pada Tjhiang-in poenja sikep dan omongan jang boroesan<noinclude></noinclude> qc775lv9na0p06fv2gvodxh7tnpid47 Halaman:The Belle of Menado.pdf/21 104 114373 315304 2026-08-21T08:57:15Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315304 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|32|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||33}}</noinclude>ada dioetiapken dihadepannja. Dan ia djadi sedikit terkedjoet tatkala dapet liat Tiong-sin berada diblakangnja. „O ..... saia tida taoe kaloe kau djoega toeroet kemari," katanja dengen soeara palahan. Orang jang diadjak bitjara tida menjaoet satoe perkata‘an, iapoenja koeping seperti tertoetoep sama itoe roman jang berdiri dihadepannja. Ia poenja djantoeng dirasaken gojang semingkin keras, bibirnja goemeter. Ia bingoeng bagimana boeat moelai bitjara. Liang-nio memandeng dengen merasa heran. Keada'an djadi berobah soenji. Tida brapa seat. Tiong-sin bertindak lebth deket semberi berkata dengen soeara ampir tida kedengeran: „ ........Liang, kau taoe kakwasa'an apa jang membawa saia kemari mengikoet kau?" Liang-nio memendeng dengen sangsi. „ ......... Itoelah satoe kakwasa’an menjinta boeat kau," menjamboeng itoe anak moeda, „Liang, saia tjintaken kau ......... Saia menjinta kau sedari brapa boelan dimoeka.” Romannja itoe gadis lantas berobah merah, tapi kamoedian lantas berobah poetjet, dan dengen pelahan ia mendjawab: „Apa ada satoe perkera baek boeat kau bitjara perkara tjinta di ini tempat dalem waktoe begini?" „Saia poenja tjinta menaiknja tida ada waktoe," djawabnja. „Saben seconde menaik lebih tinggi jang bikin saia tida ada kakoeatan boeat menahan labih lama ....... Liang, kasilah saia sedikit kamoerahan hati ......." Apa kau tida taoe kaloe lama sekali ada satoe orang diam-diam menjinta dirimoe sampe begitoe roepa? Apakah kau berlaga tida taoe atawa memang tida taoe .....?" Liang-nio angkat sorot matanja jang penoeh sama kadjoedjoeran dan kesabaran. „Saia taoe kau ada mentjinta saia," djawabnja, „saia taoe lama sekali, tapi menjesel saia tida ada tjinta boeat bales itoe kahormatan jang kau kasi pada saia.” Tiong-sin tekep moekanja sama iapoenja tangan jang goemeter: „Oh, Allah!" ia meratab. „Kau soeda taoe! dan kau tida soeka membales .....!" Ia sempojongan hampirin satoe poehoen boeat tahanan. „Tapi ..... tapi kenapa kau trima saia poenja oendangan .......?" „'Nko Tiong-sin, saia trima itoe oendangan boeat namanja persobatan jang kau minta saia dateng begitoe sanget," itoe gadis mendjawab dengen soeara berkasihan. „Harep kau tida artiken lain — tjoema satoe sobat." „Kau bakal memboenoe saia poenja harepan, saia poenja penghidoepan! Apa kau tida ada hati boeat bagiken saia sedikit — boeat bales sedikit saia poenja tjinta boeat kau? Liang, hati saia soeda kebakar ...." „Saia harep tida seperti apa jang kau bilang,” djawabnja dengen kepala toendoek. „Disana masi ada lain prempoean jang bisa hargaken kau poenja tinta ......" „...... Djadi kau sendiri tida bisa hargaken saia poenja tjinta ?” memotong itoe anak moeda dengen sedikit penasaran. „Boekan begitoe," djawabnja dengen tetep. „Tapi bagimana satoe boeroeng bisa hidoep dimana satoe sarang jang boekan terbikin dari maoenja hati sendiri? Demikian djoega saia poenja keada'an: saia tida bisa taroh saia poenja hati di mana tempat jang boekan terbikin dari maoenja hati, harep kau tida ketjil hati ....." Tiong-sin tida bisa mendjawab, kringetnja ada kloear<noinclude></noinclude> 2csoivigowi77klavhl2xj7704gql4u Halaman:The Belle of Menado.pdf/22 104 114374 315305 2026-08-21T09:10:10Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315305 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|34|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||35}}</noinclude>kendati hewa itoe waktoe, boeat lain orang, ada dingin. „Saia rasa lebih baek kaloe saia bitjara teroes terang," melandjoetken itoe nona. „Kita tjoema bisa koempoel sebagi satoe sobat atawa sebagi satoe soedara ....." „Saia tida bisa trima apa jang kau tolak," membanta Tiong-sin dengen sakenahnja, „saia kasi kau tempo boeat pikir kombali." „Lagi brapa hari atawa brape boelan, saia poenja katetepan bakal seperti djoega ini malem,kau djangan mengharep lebih djaoe ...." Tiong-sin poenja sorot mata berobah djadi beringas, ja sigra berdiri dengen tegap, ia poenja sikep mendadak seperti kemasoekan setan ....... „ ...... Kau terlaloe kedjem!" ia berseroe sembari pegang tangannja itoe Ratoe Kembang, „Kau tida poenja kasihan! Kau terlaloe kedjem!!" Berbareng itoe ia memegang lebih keras, Liang-nio berontak dengen sakoeatnja, ia kwatir Tiong-sin soeda djadi gila. „'Nko Tiong-sin! kau koedoe poenja atoeran.... atawa saia nanti minta pertoeloengan ........" Pada itoe sa'at Tiong-sin djato ka tanah dan Liang-nio lantas terlepas dengen badan goemeteran. Ia boeroe-boeroe tinggalken itoe anak moeda jang agaknja tida inget orang ....... Dengen tindakan tida tetep Liang-nio ambil djalan disamping kebonan jang disitoe ada satoe pintoe boeat meneroes ka dalem roewangan itoe gedong, tapi baroe sadja berdjalan brapa tindak, satoe bajangan menghampirin dan pegang dirinja. Itoe bajangen ada poenja lengan tangan jang koewat hingga Liang-nio tide berdaja boeat berontak. Satoe ........ tjioeman djato dimana itoe bibir jang masih soetji! Astaga! itoe nona ampir pangsan! matanja tertoetoep rapet, dadanja berombak keras. Ia poenja ka'angkoehan jang tinggi telah oendang iapoenja kakoeatan doea kali lipet. Kombali ia lantas brontak dan ini kali berhasil, ia lantas terlepas dengen sorot mata begitoe goesar memandeng itoe bajangan jang berdiri di hadepannia dengen sikep begitoe sabar dan bersenjoem, seperti djoega tida ada kedjadian apa-apa ...... Liang-nio tida djadi mendjerit tatkala dapet tamatken siapa adanja itoe bajangan, tapi iapoenja amarah tingal tetep dan bikin sinar matanja seperti kloear api..... „Koerang adjar! kau ada satoe orang jang tida poenja atoeran!" itoe none berseroeh sembari menoeding. „Kau tida pantes mengindjek ini pekarangan dari familie sopan ...... Kau biadab!" Tjhiang-in, itoe bajangan, memandeng dengen tida berkesip saolah-olah itoe perkata’an kasar ada mendjadi lagoeh jang enak dalem pendengerannja. „Apa tida ada lain perkata'an jang lebih keras?" ia menanja. „Saia menanti kaloe masih ada ........" „ .......... Lekas kloear dari ini roemah! atawa saia nanti panggil ‘nko Tiong-sin boeat oesir kau!" „Saia nanti pergi sendiri zonder kau oesir, tjoema idzinken boeat saia bitjara brapa menutes. — itoe nona hendak berlaloe — „moehoen djangan pergi, saia minta tjoema brapa seconde," ia menjamboeng dengen keboeroe. „Saia tjioem kau dengen djalan mentjoeri memang ada satoe perkera jang amat koerang adjar, tapi saia tida bisa ambil djalan lain. Kaloe saia minta dengen teroes terang, kau tentoe tolak seperti tadi kau soeda tolak perminta'annja ‘nko... Tiong-sin. Saia dapet denger itoe semoea apa jang baroesan kau orang ada<noinclude></noinclude> 70ei2uyky97t17817nsdvu9p9nt8dxl Halaman:The Belle of Menado.pdf/23 104 114375 315306 2026-08-21T09:23:00Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315306 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|36|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||37}}</noinclude>bitjare, dan sekarang kau tinggalken ia sampe begitoe roepa. Dari sebab saia tida maoe djadi seperti ‘nko Tiong-sin, maka saia soeda tjioem kau dengen djalan semboeni ......" „ ........ Djangan banjak bitjara!" memotong itoe nona dan agaknja hendak berlaloe. „Toenggoe, lagi brepa seconde. Satoe tjioeman jang kau dapet biar mendjadi kau poenja peringetan boeat tida berlakoe begitoe angkoeh di lain hari. Saia taoe kau bekal koetoek dan tjatji saia abis-abisan, tapi boeat saia tida apa — saia oentoeng atawa saia roegi: oentoeng; sebab saia dapet satoe tjioeman, roegi; sebab saia bakal ilang ''f''500 roepiah,” — ia bersenjoem — „tjobah pikir, ''f''500 roepiah boeat harganja satoe tjioeman! Itoelah sabetoelnja ada terlaloe mahal!tapi mendjadi tanda peringetan boeat saia poenja kakalahan! Now! slamet tinggal! bladjarlah djangan terlaloe angkoeh!" Tihiang-in sigra mengilang dari pemandengan. Liang-nio berdiri seperti patoeng, romannja sebentar merah dan sebentar poetjet! dadanja berdebar semingkin keras ........ Ia rasaken itoe tjioeman masih belengket di atas iapoenja bibir! Oh, Allah! bagimana bisa djadi begitoe! Ia toetoep moekanja dengen tangan, aermatanja toeroen berketel-ketel. Inilah baroe pertama kali iapoenja bibir jang masih soetji dapet koendjoengan, koendjoengan jang merkosa hati! Ia amat penasaran, dan gemas tapi siapa moesti ditjatji? itoe orang soeda pergi, soeda mengilang! Dengen roman koesoet ia soesoet sama setangan beroelang-oelang itoe bibir jang bekas tertjioem ..... Oh, kenapa djadi begitoe ! {{di|D}}JAM 12½ itoe pesta berachir dengen memoeasken bagi sekalian tetamoe, tapi dirasaken tida enak bagi Tiong-sin dan Liang-nio. Pada itoe malem, sesampenja diroemah, Liang-nio tida bisa poeles: ia merasa maloe, penasaran dan... terkenang, terkenang pada itoe roman jang sampe timboelken iapoenja amarah dan berbareng itoe timboelken djoega iapoenja perhatian. Ia bentji pada diri sendiri kenapa ia maoe dateng dalem itoe pesta, dan lebih bentji lagi kenapa pada itoe malem boeta ia kloear dimana itoe kebonan hingga iapoenja bibir kena tertjoeri. Ia masih rasaken bagimana itoe tangan jang koewat soeda pegang dirinja, dan bagimana itoe soeara jang tabah dan lantjar pernah dioetjapken dihadepannja, tjoema ia tida begitoe mengerti apa jang hendak dimaksoedken sama itoe orang poenja perkata'an jang membilang: „F 500. roepiah boeat harganja satoe tjioeman!" Apakah artinja itoe? Sampe lontjeng berboenji 3 ia masih melek dan termenoeng diatas pembaringan, srenta, kaloe ia inget apa jang baroesan terdjadi antara dirinja dan itoe anak dari Sourabaya, iapoenja mata berlinang jang kamoedian kepalanja lantas disemboeniken dibawah bantal. Ngelahan napes saben-saben terdenger: ia amat menjesel bawa dirinja dimana itoe pesta jang bakal kasi satoe peringetan tida bisa diloepa! Tiong-sin njata tida djadi pangsen seperti jang didoega, kerna tida brapa lama kamoedian ia, tersedar tapi ia soeda tida ketemoe poela pada Liang-nio. Ia masoek ka dalem dengen badan begitoe lajoeh dan romannja begitoe koesoet. Dalem itoe roewangan ia dapetken soeda sepih, semoea tetamoe pada poelang, ia<noinclude></noinclude> r7m6soualr1l2jl6ef2wxi927coofm8 Halaman:The Belle of Menado.pdf/24 104 114376 315307 2026-08-21T09:35:29Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315307 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|38|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||39}}</noinclude>melinken ketemoe Koe-kway jang masih bitjara sama salah-satoe muziek-speler. „Kamana kau semboeniken diri, 'nko Tiong-sin?!" ia menegor sembari menghampirin dan tatkala liat pakeannja itoe kawan ada begitoe lentjoe, ia lantas berkata lebih djaoe: kau roepanja banjak plesir. Saia doega pasti kau soeda dapet pangkoe dirinja The Belle of Menado! pantes kau poenja ramboet dan pakean seperti sarangnja boeroeng Dares! ia ketawa berkakaan. Tiong-sin merengoet tapi tida mendjawab apa-apa. Ia tjoema gigit bibir seperti menahan perihnja hati. „Itoe anak sombong dari Sourabaya tadi kliatan seperti monjet kena trasi!" Koe-kway menjamboeng poela. „Ia dapet idoeng pendjang, Ia tida ada taksiran maski tjoema harep boeat tjioem kakinja ....... 'Nko Tiong-sin, kita poenja pertarohan bakal menang — kasnja Siauwlianhwee bakal dapet redjeki, ‘nko Djit-tiing, kitapoenja voorzitter, bakal bersenjoem dapet oewangnja anak Sourabaya ............" ........... Kau djangan mengatjo!" memoetoes Tiong-sin, „Saia tra perloe denger itoe oeroesan ........" „ ..........Eh, eh, eh!!! Astaga Moehamatdia!!!kenapa kau djadi brobeh seperti kemasoekan iblis? menanja itoe kawan sembari pandeng orang poenja roman dengen heran, tapi iapoenja senjoeman tida ilang. „Kau kliatannja seperti orang abis berklai, apa kou bertlai sama njaji Eweh ? Sasoenggoenja kau terlaloe tida pantes tetamoe kau tinggal diam² lantas pergi ka sarangnja ‘nji Eweh? Kau bitjara moesti liat tempo,” Tiong-sin berkata dengen mata mendelik dan marah. „Kau selamanja bitjara seperti anak ketjil, tida poenja kadienstsan ......" „Djangan marah, ‘nko Tiong-sin, kitaorang particulier selamanja tida ada jang dienst, katjoeali atoerannja gouvernement, sedeng orang gouvernement sendiri satoe tempo tida dienst” — ia menjamboeng poelah dengen boeroe-boeroe kerna Tiong-sin roepanja maoe moetoes omongan — „boektinja, doeakali saia kirim soerat sama satoe sobat di Semarang, adress tertoelis terang, nomer roemah djoega terang, tapi itoe soerat-soerat jang pake beah franco complet, dikirim balik dengen diloear enviopenja ditoelis: Onbekend, tida dikenal tjoba kau pikir, apa itoe ada kadienstsan? Tjoema kaloe oeroesan padjeg, wadoeh! minta ampoen, maski orang pindah dilobang semoet, saoepama, bisa ditjari dan bisa diketaoean ...... Baroe sadja kemaren doeloe saia kedjatoehan padjeg penghasilan, sedeng soeda setengah taoen saia tinggal menganggoer, dan dipaksa moesti bajar dalem tempo satoe minggoe: tida kerdja moesti bajar! Itoe hal baroe ada kadienstsen! Dan moelai kemaren saia djoega bikin satoe kedienstsan saben pagi dan soreh dateng di mana saia poenja kandang ajam perloe koempoelken telornja boeat didjoeal, dan cewangnja dikoempoel goena angkat itoe soerat padjeg ....... Tapi dasar badan sial dengkalan, tadi soreh saia poenja ajam-biang_ilang tiga ekor: satoe dimakan koetjing, jang satoe masoek peroetnja 'wako dan jang satoe ditjolong maling.” Tiong-sin tida dengerken itoe semoea perkata'an, iapoenja pikiran semoea ketarik pada itoe kedjadian jang baroesan ia alamken. „Kau taoe, mana Liang-nio? Ape soeda poelang?” achirnja ia menanja. Koe-kway melongo, ia merasa pembitjara’annja tadi tida didengerken. Ia merasa mendongkol dan merengoet, tapi ia mendjawab djoega atas pertanjahannja<noinclude></noinclude> 17u2wrez2bfxl4uboqq7nu0fgblhpuq Halaman:The Belle of Menado.pdf/25 104 114377 315308 2026-08-21T09:51:41Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315308 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|40|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||41}}</noinclude>Tiong-sin dengen membilang jang itoe Ratoe Kembang soeda poslang dan dianter sendiri oleh tantenja. Sebagi penoetoep ia njataken herannja dengen menanja : „Astaga,'nko Tiong-sin! setadian kau semboeni dimana hingga kau tida taoe poelangnja itoe Ratoe Kembang jang kau soedjoet? Kamana kau tadi soeda pergi, anak’koe jang tersajang ........???" ia boewang actinja sebagi satoe iboe jang tangannja dittaro atas poendaknja sang poetra, tapi oleh Tiong-sin itoe tangan lantas dilemparken dan teroes ditinggal masoek, dengen tida oetjapken poolah maski satoe patah perkata‘an .............. Tiong-sin tida inget itoe waktoe ada djam brapa. Ia sigra masoek ambil kain mantel, dan teroes berdjalan kloear dengen roman koesoet. Iapoenja tindakkan bawa dirinja distraat Kemaweg, jang itoe koetika tjoema tertoetoep oleh kawa dingin dan soearanja binatang ketjil jang mengerik ......... : {{smaller|Menjinta condition borarti satoe siksa'an, <br/> Ditjinta sendirian berarti satoe goda’an: <br/> Jang pertama: 100% membawa kegagalan, Jang kadooa: 100% kasi kamenjesalan.}} Tihiang-in itoe malem teroes kombali dimana iapoenia pondokan. Seperti Laing-nio, ia djoega tida bisa poeles barang samenuut. Iapoenja idoeng masih rasa-ken angetnja itoe barang tjoerian dimana itoe kebon. Ia bersenjoem sendirian dan merasa geli, bagimana sampe ada itoe lelakon. Tapi berbareng itoe iapoenja hati sendiri djoega dirasaken tertjoeri oleh satoe pengaroeh jang selama ia belon pernah alamken!! Apa betoel ia main api dan sekarang moelai merasa panasnja ? Sabentar ia bangoen, sabentar ia djalan-djalan dalem roewangan kamar. Iapoenja pikiran mendjoeroes brapa poeloeh djalan! Itoe roman selaloe berbajang! itoe soeara marah dan angkoeh selaloe masih terdengar! Sekarang ia tersedar, ia mengerti bahoea ia soeda bikin pertarohan sanget gegaba dan berbahaja............ Ia moesti lantas moendoer atawa teroes madjoe! Doea-doea ia rasaken serbeh soesa. Tida brapa sa'at ia menggebrak medja sa‘olah-olah sampe pada satoe poetoesan! Bagimana djoega, kendati apa nanti mendjadi, iapoenja darah-moeda, tida idzinken boeat ia kombali ka Sourabaya dengen kekalahan ............ hati. Ia maoe tjoba sampe dapetken kasoeda'an: ia kalah atawa oentoeng, ia dibentji atawa ....... Sampe disitoe ia boeka pintoe kamarnja. Keada‘an disekiteraja ada gelap dan soenji. Ia teroes memboeroe kloear dengen tindakan doea langka lebih tjepet dari biasanja ......... {{C|{{bold|V}}}} : {{smaller|'''Kapan saia doedoek memikir sembari meremken mata, <br/> „Tjinta" kliatannja gitoe eilok sebagi inten makota: <br/> Tapi, kapan saia melek, nampak banjaknja hati jang pata <br/> Saia bergidik seperti hadepin : leher digorok sendjata <br/>}} {{di|T}}JHIANG-IN melajap kloear dalem itoe malem gelap goelita! Tiong-sin getajangan sepandjang itoe straat jang peteng dan njenjap!! Apakah marika aken bikin, jang samistinja delem waktoe begitoe, enaknja orang mengorok diatas pembaringan??? Keada’an mengoendjoeken djam 3 pagi!<noinclude></noinclude> anhl3jn9oj063fju5al3j78x9dxpoq0 Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/3 104 114378 315309 2026-08-21T11:16:39Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 315309 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|<big>'''LIMA JAGOAN'''</big>}} {{c|'''Tek Ceng Ngo Hauw Deng See'''<br>Di terjemahkan oleh: DYANA<br> {{sp|JILID KE 24}}}} {{c|[[File:Lima Jagoan vol.24 (page 3 crop).jpg|200px|Lima Jagoan vol.24 (page 3 crop)]]}} {{c|NOVEL SILAT<br>Ijin terbit No. Po: 1/12 260 Intel 54 / 0 74.<br>Tahun Akhir 1976}}<noinclude></noinclude> ehnemrptljdqjbyos53rgcjlmrur2pp Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/1 104 114379 315311 2026-08-21T11:21:13Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 315311 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|'''(TEK CENG NGO HAUW DENG SEL)'''}} <big>23 </big> {{c|<big><big>LIMA<br>JAGOAN</big></big>}}<noinclude></noinclude> boqs6ynyfawza1txtdz43abpj2i0d4i Halaman:Lima Jagoan vol.22.pdf/1 104 114380 315312 2026-08-21T11:21:22Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 315312 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|'''(TEK CENG NGO HAUW DENG SEL)'''}} <big>22 </big> {{c|<big><big>LIMA<br>JAGOAN</big></big>}}<noinclude></noinclude> t7sppqnb83m8od6x00e59v2kbsum1b0 Halaman:Lima Jagoan vol.22.pdf/3 104 114381 315313 2026-08-21T11:22:55Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 315313 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|<big>'''LIMA JAGOAN'''</big>}} {{c|'''Tek Ceng Ngo Hauw Deng See'''<br>Di terjemahkan oleh: DYANA<br> {{sp|JILID KE 22}}}} {{c|[[File:Lima Jagoan vol.24 (page 3 crop).jpg|200px|Lima Jagoan vol.24 (page 3 crop)]]}} {{c|NOVEL SILAT<br>Ijin terbit No. Po: 1/12 260 Intel 54 / 0 74.<br>Tahun Akhir 1976}}<noinclude></noinclude> fzmhtf6z7y4r4fhnrmgftnhsulyvio4 Halaman:Lima Jagoan vol.22.pdf/28 104 114382 315314 2026-08-21T11:25:48Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 315314 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>Bukankah surat pernyataan bersama barang2 upeti dapat dititipkan kepada utusan baginda Song-jin cong. Mengapa tidak mempercayai KIM CEE negeri kami dan kini mengirimkannya sendiri? Apakah maksud semua itu ? — Sebagai negeri yg bersalah akan kurang pantas bila surat pernyataan yg resmi hanya diki rimkan dengan dititipkan ? Oleh karena itu raja-kami telah mengangkat siauw ciang sebagai Kimce untuk menyampaikan secara langsung. Sukalah tayjin memaklumi perkara dan memberikan jalan bagi misi kami! — Hm tahukah ciangkun syarat2 bagi2 orang yg hendak melewati kota Sam koan ini? Dalam hati jenderal Tut liong gie mencaci-maki dan me nyumpah2 manusia licin itu. — Bangsat keparat, kiranya hanya mau PUNG LI saja ! Berpikir Tut liong, dan karena menyadari akan kedudukan serta tugas yg dipikulnya terpaksa berlaku ramah dan merendahkan diri. — Apa maksud kata2 tayjin itu ? Pura² ber<noinclude>{{rh|28}}</noinclude> jxr7lkjlmg236uabq1c823otuugpczf Halaman:Lima Jagoan vol.22.pdf/29 104 114383 315315 2026-08-21T11:27:38Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 315315 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>tanya jenderal Tut liong gie dengan bersenyum kecil. — Busyet! Memaki Sun siu dalam hati ia berlagak dungu dan pilon, hmm benar2 Samber delap! — Peribahasa mengatakan air harus mengetahui sifat air, bertemu gunung harus mengetahui sifat dan keadaaan gunung itu – –<br>Dan belum habis kata2 Sun siu, cepat jenderal Tut liong gie menyahut. — Oh kiranya itu ? — Itu apa hah ciangkun ? Apakah kau sudah mengetahui kemana arah pembicaraanku ini ? Dengan tersenyum lebar jenderal Tut liong gie angguk2kan kepala. — Sudah tahu, sudah tahu. Pokoknya kami harus menyelipkan sebuah amplop khusus untuk tayjin? Sun siu tertawa gelak2 mendengar jawaban jenderal Tut liong gie itu. Dasar pejabat gentong nasi, benar2 ia tidak tahu malu. Huh muka tembok beton, sudah tebal, keras dan bonjot! Menyumpahi jenderal Tut liong gie dalam hati.<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude> bplezfbtddpnw2zpp0mn29lp8s9ihfj Halaman:Lima Jagoan vol.22.pdf/42 104 114384 315316 2026-08-21T11:30:27Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 315316 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>Dalam hati menteri Durha itu berpikir {{...|3}} tentunya peti peti ini berisi barang-barang berharga dari kerajaan See lianw Benar-benar merupa kan rejeki nomplok! Semalam aku tidak bermimpi kejatuhan bintang, kenapa tanpa dinyana nyana eh ada kiriman datang hohooo. Bang hong lalu mempersilahkan tamu tamunya minum dan mencicipi kue kue. Ia berbangkit untuk menyimpan tiga buah peti itu kedalam ka- mar pribadinya. Didalam kamar pribadinya itulah ia baru membuka surat yang diterimanya dari baginda See liau kok dan dengan penuh perhatian surat itu dibacanya <br>Isi surat itu antara lain sebagai berikut. {{c|Kepada yang terhormat.<br>Sinsiang Bang hong di negeri Song.}} {{rule|width=4em}} Dengan hormat, Dengan ini kami iaja negeri See liauw mengucapkan banyak terima kasih atas budi kebaikan Bang sinsiang.<br>Dalam usaha membinasakan Tek ceng, putri kami telah banyak mendapatkan bantuan dan perto<noinclude>{{rh|42}}</noinclude> jx6hgrf1vtfthi57fa6da0lj7xhcuxr Halaman:Lima Jagoan vol.22.pdf/43 104 114385 315317 2026-08-21T11:34:04Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 315317 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>longan dari Bang sinsiang.<br>Sayang, bukannya anjing Tek ceng yang mampus sebaliknya putriku telah mengalami nasib yang na as dan mati ditangannya Tek ceng. Sakit hati ini benar benar tiada terbatas, tinggi melebihi langit dan dalam melebihi samodera.<br>Terlebih tatkala baginda Song jin cong mengirim kan abu jenasah putriku, oh benar benar, kami sangat penasaran dan Wan ong. Kapankah sakit hatí ini dapat terbalas ? Mendengar bahwa dalam perkara ini Bang sinsiang juga turut terlibat maka beranilah kami mengirimkan surat ini untuk mengajak bekerja sama. Ketahuilah Bang sinsiang bahwa pusaka yang dibawa oleh Tek ceng itu sesungguhnya PALSU. Yang asli tetap kami simpan di istana dengan penjagaan yang ketat. Tidak akan semberangan dan semudah itu kami mau menyerahkan pusaka negeri Cincu liat hwee kie.<br>Dengan adanya peristiwa ini maka sinsiang dapat melapor kepada baginda Song jin cong. Tuduhlah bahwa Tek ceng telah berani mengakali dan membohongi baginda. Meskipun jasa-jasa Tek ceng amat bes ir, akan tetapi dengan kesalahan ini niscaya ia akan mendapatkan hukuman yang berat.<noinclude>{{rh|||43}}</noinclude> ldowg7ply6xy7uizlmzfkkelarfmwxe Halaman:Lima Jagoan vol.22.pdf/41 104 114386 315318 2026-08-21T11:37:02Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 315318 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>apa datang menemuiku ? — Kami adalah perutusan dari Baginda negeri See liauw. Siauw ciang sendiri berpangkut Tay — ciang dan bernama Tut liong gie. Kedua toyu ini adalah pengawal2 siauw ciang. — Hah? Perutusan dari baginda negeri See-liauw? Durna Bang hong pura2 terkejut. — Mempunyai kebisaan apakah diriku sehingga baginda negeri See lionw mengirimkan ciangkun kemari untuk menemuiku? — Baginda menitipkan sepucuk surat dan sedikit bingkisan yg tak berarti, harap Thaysu suka - menerimanya. — Tut liong gie mengangsurkan sepucuk surat & tiga buah peti berat. — Ah, tiada sangka baginda begitu memperhatikan diriku, halim sungguh merupakan penghormatan yg amat besar bagiku, haaaa {{...|2}} haa {{...|2}} Dengan napas êmpas empis dan mata jelilatan Bang hong menyambuti surat itu & tiga buah peti yang berat ,<noinclude>{{rh|||41}}</noinclude> i37epcbudap5h4wortviq7da35ykqn1