Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.16 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Indeks:Laporan Hasil Penyelarasan Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang tentang Perampasan Aset Tindak Pidana.pdf 102 37635 315362 151508 2026-08-21T14:48:41Z Cgjkldn 22445 315362 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q132743936 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=2015 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=T |Pages=<pagelist 1="Cover" 2=1 2to3="roman" 4to7="ToC" 8=1 279=5 279to284="roman" 285=1 /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} rs0q69l5dl5sninw4ouj99pjfusiwg8 Halaman:Kuo-Yu Tanpa Guru I.pdf/8 104 89234 315348 256352 2026-08-21T13:53:52Z Hadithfajri 15274 315348 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hadithfajri" /></noinclude>{{center|<big>Keterangan bagi Pembatja.</big>}} Buku peladjaran "Kuo-yu Tanpa Guru" ini dikarang menurut tjara susunan saja sendiri jang sangat mudah dimengarti. Sama sekali digunakan kurang lebih 1000 huruf jang banjak dipakai untuk pembitjaraan sehari-hari dan terbagi dalam 104 peladjaran, pada tiap tiap peladjaran digunakan hanja 12 sampai 20 huruf. Supaja orang dapat membatja dan bitjara dengan suara kuo-yin jang tepat, suara batjanja selainnja diterangkan dengan huruf Latin, pun digunakan alfabet Kuo-Yin, jalah jang dinamakan "Kuo-yin- Tzê-mu". "Kuo-yin-tzê-mu" terdiri dari 39 alfabet. Pembatja Perlu peladjari dahulu alfabet ini dengan matang betul, dan lebih baik minta pertolongan seorang guru jang lajak mengadjar alfabet tersebut, hal mana hanja perlu tempo kira-kira seminggu. Djangan sekali-kali beladjar dengan guru jang kurang paham, sebab kalau suara alfabet ini salah membatjanja, nistjajalah mengakibatkan orang bitjara kuo-yu pun keliru. Oleh karena huruf Tionghoa banjak berlainan bentuk hurufnja tapi suaranja hampir sama, maka tiap-tiap huruf ditandai dengan angka 1, 2, 3, dan 4, untuk menundjukkan tinggi-rendah dan pandjang-pendeknja suara (toonladder). Tanda 1 jalah suara rendah dan horizontal; 2, pandjang dan tinggi; 3, pandjang, dan 4, pendek tinggi dan ketus. Supaja dapat membedakan empat matjam suara ini, perlulah pertolongan dari seorang guru. Tiap tiap peladjaran dalam buku ini dibagi djadi empat bahagian; bahagian kesatu adalah 12 sampai 20 huruf jang berdiri sendiri dan jang akan digunakan dalam peladjaran tersebut dengan tjara batjanja diterangkan dengan huruf Latin dan alfabet kuo-yin, serta artinja diterangkan dalam bahasa Indonesia; bahagian kedua adalah gabungan-gabungan jang pendek jang diambil dari huruf-huruf dari bahagian kesatu untuk penuhkan sifatnja huruf tadi jang belum lengkap artinja djika tidak digabungkan satu dengan jang lain; bahagian ketiga terdiri dari perkataan atau tjeritera jang serba lengkap jang menggunakan pokok huruf jang terdapat di bahagian kesatu dan disambung pulang pergi sampai djadi beberapa puluh perkataan<noinclude></noinclude> 9nnvfz0eunalbstk1zw130m27utcwgz Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/4 104 91134 315327 260668 2026-08-21T12:18:35Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 315327 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>— Hari bulan terus berjalan serta tahun tak kan menunggu walaupun kita mohon dengan sangat maka penuhilah masa hidupmu dengan perjoangan dan pengabdian kepada sesama dan Tuhan khalik semesta alam. — Janganlah menyiksa dirimu walaupun engkau dalam sengsara. — Renungkanlah setiap akan tidur, kebajikan apakah yang dapat kau perbuat untuk esok hari ? {{r|( DHIYANA )}}<noinclude></noinclude> hivy77lzb4mshw1p7kev4x62hyx3v9m Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/5 104 91135 315339 260669 2026-08-21T13:33:42Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 315339 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>''Kupersembahkan I'' <poem>''Untuk ayah dan ibu yang kuhormati'' ''Istriku Lilik Kirana Dewi yang kucintai'' ''Puteri pertamaku Cendrayani'' ''Putera keduaku Onny Dahana'' ''dan teman2 Korps Kesenian Genta Budaya''</poem> <poem>''Ulat sutera musim semi tak pernah lelah'' ''tetap memintal harapannya siang dan malam'' ''musnahnya mereka tak menjadi soal apa-apa karena'' ''bukankah cinta tak pernah lenyap ?''</poem><noinclude></noinclude> gxronlh1jtze4xomolim9x8abxsnlw1 Pengguna:Mbah Bandono 2 107123 315409 300126 2026-08-22T06:14:33Z Mbah Bandono 27321 315409 wikitext text/x-wiki Jangan pernah malas untuk berangkat bekerja, tetapi bermalas-malasanlah di tempat kerja. qhrv0n197twzo5kufv38q3snbe03axu Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas 1728 111286 315375 314929 2026-08-22T01:17:14Z Cgjkldn 22445 /* Berkas untuk Diujibaca */ 315375 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Logo WikiPandu.svg|150px|center|frameless]] {| class="wikitable" style="width:100%; text-align:center; background:#006699; font-size:150%; font-weight:bold; color:white;" |- | Tantangan WikiPandu |} {| border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center" |- style="white-space: nowrap; font-size: 150%; font-family:Monospace, sans-serif;" | style="{{#ifeq: {{FULLPAGENAME}} | Acara:Tantangan WikiPandu | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; text-align: center; padding: 1em 0em; }}" | [[Image:Home Icon by Lakas.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu| Beranda]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Checklist Noun project 5166.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan|<span style="color: #0645ad;">Ketentuan</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Documents icon - noun project 5020.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas|<span style="color: #0645ad;">Buku</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil| | border-bottom: 8px #f2b9df solid;}}" | [[Image:SVG Trophy Star.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil|<span style="color: #0645ad;">Hasil</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | |} __NOTOC__ {{ambox | type = notice | image = [[File:Noto Emoji Pie 1f4e2.svg|40px]] | text = Panitia menyediakan buku-buku untuk diuji-baca dan ditransklusi. Selain yang tercantum di bawah, kontribusi Anda tidak akan dicatat sebagai bagian dari kontribusi Tantangan WikiPandu. Panitia akan menambah jumlah buku jika diperlukan. }} == Berkas untuk Diujibaca == Penghitungan kontribusi menggunakan perkakas khusus. Halaman yang telah diujibaca disetorkan melalui [https://fountain.toolforge.org/editathons/wp-ujibaca Fountain di sini.] {| class="wikitable" {{ts|wa}} ! style="text-align: center;" |No ! style="text-align: center;" |Halaman depan ! style="text-align: center;" |Judul buku ! style="text-align: center;" |Halaman indeks ! style="text-align: center;" |Catatan khusus |- |1. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf|100px]] | [[Anna Karenine 1]] | [[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |2. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf|100px]] | [[Anna Karenine 2]] | [[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |3. | style="text-align: center;" | [[Berkas:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf|100px]] | [[Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia (Civics)]] | [[Indeks:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf]] | |- |4. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf|100px]] | [[Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan]] | [[Indeks:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf]] | |- |5. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf|100px]] | [[Perkembangan Situasi Politik di Indonesia Proloog dan Epiloog Gestapu PKI]] | [[Indeks:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf]] | Sudah selesai dujibaca |- |6. | style="text-align: center;" | [[Berkas:San min chu i.pdf|100px]] | [[San Min Chu I]] | [[Indeks:San min chu i.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |7. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf|100px]] | [[Menudju Republik Indonesia]] | [[Indeks:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |8. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Sair rempah rempah.pdf|100px]] | [[Sair rempah rempah]] | [[Indeks:Sair rempah rempah.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |9. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Dari Puncak Bukit Talang.pdf|100px]] | [[Dari Puncak Bukit Talang]] | [[Indeks:Dari Puncak Bukit Talang.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |10. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf|100px]] | [[Rencana Ekonomi Berjuang]] | [[Indeks:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |11. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Korban Boedi.pdf|100px]] | [[Korban Boedi]] | [[Indeks:Korban Boedi.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |12. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Demokrasi Terpimpin.pdf|100px]] | [[Demokrasi Terpimpin ]] | [[Indeks:Demokrasi Terpimpin.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |13. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf|100px]] | [[Raden Mas Djojo Koesomo]] | [[Indeks:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |14. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Raden-Adjeng Karmiati.pdf|100px]] | [[Raden-Adjeng Karmiati]] | [[Indeks:Raden-Adjeng Karmiati.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |15. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf|100px]] | [[Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia]] | [[Indeks:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf]] | |- |16. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Revoloesi Nasional dan Mei.pdf|100px]] | [[Revoloesi Nasional dan 1 Mei]] | [[Indeks:Revoloesi Nasional dan Mei.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |17. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Kewadjiban dan Hak.pdf|100px]] | [[Kewadjiban dan Hak]] | [[Indeks:Kewadjiban dan Hak.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |18. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Perdjandjian dengan Setan.pdf|100px]] | [[Perdjandjian dengan Setan]] | [[Indeks:Perdjandjian dengan Setan.pdf]] | |- |19. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Gerpolek.pdf|100px]] | [[Gerpolek]] | [[Indeks:Gerpolek.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |20. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Boenga rampai.djvu|100px]] | [[Boenga rampai]] | [[Indeks:Boenga rampai.djvu]] | Sudah selesai diujibaca |- |21. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Janie.pdf|100px]] | [[Janie]] | [[Indeks:Janie.pdf]] | |- |22. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf|100px]] | [[Pengorbanan]] | [[Indeks:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf]] | |- |23. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Mimbar Indonesia 33.pdf|100px]] | [[Mimbar Indonesia 33]] | [[Indeks:Mimbar Indonesia 33.pdf]] | |- |24. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Sakit Hati.pdf|100px]] | [[Sakit Hati]] | [[Indeks:Sakit Hati.pdf]] | |- |25. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Selina.djvu|100px]] | [[Selina]] | [[Indeks:Selina.pdf]] | |- |26. | style="text-align: center;" | [[Berkas:The Belle of Menado.pdf|100px]] | [[The Belle of Menado]] | [[Indeks:The Belle of Menado.pdf]] | |- |27. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Auto setan.pdf|100px]] | [[Auto setan]] | [[Indeks:Auto setan.pdf]] | |} == Halaman untuk Ditransklusi == Penghitungan kontribusi menggunakan perkakas khusus. Halaman yang telah ditransklusi disetorkan melalui [https://fountain.toolforge.org/editathons/wp-transklusi Fountain di sini]. {| class="wikitable" {{ts|wa}} ! style="text-align: center;" |No ! style="text-align: center;" |Halaman Transklusi (Utama) ! style="text-align: center;" |Halaman indeks ! style="text-align: center;" |Catatan khusus |- |1. | [[Revolusi Desember '45 Di Atjeh]] | [[Indeks:Revolusi Desember '45 Di Atjeh.pdf]] | Transklusi per sub-bab/judul |- |2. | [[Amandemen IV UUD 1945]] | [[Indeks:Amandemen IV UUD 1945.djvu]] | |- |3. | [[Aku Ini Binatang Jalang]] | [[Indeks:Aku Ini Binatang Jalang.pdf]] | Transklusikan per sub-bab/judul |- |4. | [[Misteri Rimba Mangkisi]] | [[Indeks:ADH 0005 A. Damhoeri - Misteri Rimba Mangkisi.pdf]] | Transklusikan per sub-bab/judul |- |5. | [[Kaba Si Domba Ameh]] | [[Indeks:ADH 0002 A. Damhoeri - Kaba - Si Domba Ameh.pdf]] | Transklusikan per sub-bab/judul |- |6. | [[Harta jang Terpendem atawa Tjeritanja Njai Marsina]] | [[Indeks:Harta jang Terpendem atawa Tjeritanja Njai Marsina.pdf]] | Transklusikan per sub-bab/judul |- |7. | [[Beberapa fikiran dan pandangan]] | [[Indeks:Beberapa fikiran dan pandangan.pdf]] | Transklusikan per sub-bab/judul |- |8. | [[Bwee Hoa]] | [[Indeks:Bwee Hoa.pdf]] | Transklusikan per sub-bab/judul |- |9. | [[Tjerita Perang dari Kadoea Fihak Negri Japan dan Taijwan]] | [[Indeks:Tjerita Perang dari Kadoea Fihak Negri Japan dan Taijwan.pdf]] | Transklusikan per sub-bab/judul |- |10. | [[40 Tahun PKI]] | [[Indeks:40 Tahun PKI.djvu]] | Transklusikan per periode |- |11. | [[Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan]] | [[Indeks:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf]] | Transklusikan per sub-bab/judul |- |12. | [[Demokrasi Terpimpin]] | [[Indeks:Demokrasi Terpimpin.pdf]] | Transklusikan per sub-bab |- |13. | [[Raden-Adjeng Karmiati]] | [[Indeks:Raden-Adjeng Karmiati.pdf]] | |- |- |14. | [[Revoloesi Nasional dan 1 Mei]] | [[Indeks:Revoloesi Nasional dan Mei.pdf]] | Transklusikan per sub-bab (tingkat pertama & kedoea) |- |15. | [[Korban Boedi]] | [[Indeks:Korban Boedi.pdf]] | Transklusikan per sub-bab |- |- |16. | [[Perdjandjian dengan Setan]] | [[Indeks:Perdjandjian dengan Setan.pdf]] | Transklusikan per sub-judul |- |17. | [[Janie]] | [[Indeks:Janie.pdf]] | Transklusikan per sub-bab |- |18. | [[Pengorbanan]] | [[Indeks:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf]] | Transklusikan per sub-bab |- |19. | [[San Min Chu I]] | [[Indeks:San min chu i.pdf]] | Transklusikan per uraian |- |20. | [[Raden Mas Djojo Koesomo]] | [[Indeks:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf]] | Transklusikan per sub-bab |- |21. | [[Bangsawan dan Pengemis]] | [[Indeks:Bangsawan dan Pengemis.pdf]] | Transklusikan per sub-bab |- |22. | [[Pantja-Sila]] | [[Indeks:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf]] | Transklusikan per sub-bab |- |23. | [[Tjinta dan Pengorbanan]] | [[Indeks:Tjinta dan pengorbanan.pdf]] | Transklusikan per sub-bab |- |} srh3wg0htl52lb6kjfjqhdw97j9jq6k Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/7 104 112510 315344 311697 2026-08-21T13:50:16Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 315344 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>— Kepalsuan pusaka Cincu kie ini belum dapat dipertanggung jawabkan, Sebabnya untuk memperbandingkan mana yang asli dan mana yang palsu kita harus memperbandingkan kedua keduanya sehingga semua orang bisa menilai serta menjatuh kan vonisnya. Beberapa raja muda dan menteri-menteri besar itu dapat menerima apa yang diutarakan oleh Pauw kong. ― Oleh karena itu tidak bijaksana sekali apabila bansweya memutuskan aikuman mati atas diri goanswe Dalam perkara ini bukannya aku pro Tek ceng dan benci kepada Bang hong lalu mengutarakan alasan alasan yang demikian Ciongwe sekalian barangkali juga sependapat dengan buah pikiranku ini ? Raja raja muda dan menteri-menteri besar yg hadir dalam rapat itú mengangguk anggukkan kepala dan dapat menerima pernyataan menteri Pauw kaong — Oleh karena itu kita harus masuk kembali ke istana Kim loan tian untuk mengajukan protes ! Memutuskan menteri Pauw kong dengan tegas. ― Meskipun ada tata peradaban NGO LIN (Kun sin, huhu, hucu, phengyu, heng tee).<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude> m7gvuduq26hctn84ba0pgfwu5fsuc9v Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/11 104 113119 315354 312743 2026-08-21T14:18:57Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 315354 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>menerima kunjungan beberapa menteri itu. <br>Sesudah memberi hormat menteri Oey bun khoa itupun segera bertindak keluar. Dihadapan Pauw kong cs menteri Oey bun khoa mengatakan bahwa baginda bersedia menerima kunjungan mereka. Tiada terkatakan betapa sukacita Pauw bun cin cs. Mereka masih mempunyai ketika untuk mengajukan protes dan mengadakan pembelaan atas perkara Tek ceng. Para menteri yang berjiwa Tiong sin itu menjatuhkan diri tatkala kain korden tersingkap. Mereka bersama sama berlutut dan mengucapkan: <br>{{gap}}Banswe, banswe, ban ban swe ! Baginda Song jin cong berjalan beriring dengan selir Bana kui hui diikuti oleh dayang² kraton dan para hulubalang. Baginda dan Bang kui hui lalu duduk di singgasana, sementara Pauw kong cs masih terus berlutut. — Ada perkara apakah keng sekalian datang menghadap tim ? Bertanya baginda dengan suaranya yang berat.<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude> gt41ipev4edsuuhrxnw791i2y6sb5md Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/10 104 113121 315353 312747 2026-08-21T14:10:35Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 315353 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>{{hwe|mar|kamar}} peristirahatan Sri baginda dan menyampaikan laporannya. — Bansweya, Pauw bun cin bersama beberapa tayhu dan cianswe ingin menghadap, harap bansweya memberikan putusan. Waktu itu baginda sedang bercakap cakap dengan selir Bang kui hui dan dalam percakapan itu yang dibicarakan bukan lain adalah masalah pemvonisan hukuman mati atas diri Tek ceng. Mendengar keputusan Sri baginda itu tentu saja selir Bang kui hui amat bersukacita - - haa - - akhirnya angan-angan tia tia terkabul juga. Berpikir Bang hui kui dalam hati. Akan tetapi kegembiraan itu segera lenyap tatkala menteri Oey bun khoa datang menghadap dan menyampaikan laporan bahwa Pauw bun jin yang terkenal sebagai hakim akherat itu bersama rekan-rekannya mintâ bertemu dengan Bansweya. Kadatangan menteri menteri yang berjiwa Tiong sin itu bisa merubah acara dan keputusan. Oleh karena itu Bang hui menjadi amat mendongkol. Nampak baginda menganggukkan kepala tanda dapat<noinclude>{{rh|10}}</noinclude> ovej9y7ehfjrb8y3idcu63270vuq83h Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/9 104 113123 315352 312814 2026-08-21T13:59:05Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 315352 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>Jadi tatanan Demokrasi sudah muncul di jaman itu. Setelah menemukan kata sepakat maka menteri Pauw kong, raja² muda beberapa menteri besar itu segera memasuki istana Kim loan tian kembali dan memukul genta. Dung - dung - dung - dung - ! Pada jaman dahulu dimuka istana pastilah dipasang genta. Genta itu boleh di pukul apabila ada perkara yg amat penting dan hendak dibicarakan dengan raja. Mendengar bunyi genta yg bertalu² itu para hulubalang dan perwira² kesatuan Kim ie we men jadi terkejut. ― Gerangan apakah yg terjadi ? Ber tanya² mereka dengan bingung. Pintu istana segera dibuka dan masuklah menteri Pauw kong bersama rekan² yg sehaluan. Kepada menteri Oey bun khoa menteri Pauw kong mengatakan bahwa kelompok pembesar yg datang ini hendak menghadap baginda karena ada perkara yg WAN ONG, perkara yg tidak adil sehingga membuat orang penasaran. Menteri Oey bun khoa segera berlutut dimuka {{hws|ka|kamar}}<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude> fybjmr6rhwara337n3gu1tps8hyvaku Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/8 104 113158 315347 312816 2026-08-21T13:53:46Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 315347 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>Ngo lun atau lima tata peradaban dalam hubungan kemasyarakatan. Kun sin artinya hubungan antara raja dengan menteri. Raja sadar akan kedudukannya sebagai raja, demikian juga menteri sebagai menteri. Dus kedudukan menteri dibawah raja. Seterusnya Hu hu, artinya hubungan persuami istrian. Suami sadar akan kedudukannya sebagai kepala rumah tangga dan istri memelihara rumah tangga. Masak, mencuci pakaian, berbelanja kepasar mengasuh anak² dsb. Hucu artinya hubungan antara orang tua dan anak. Phengyu artinya hubungan antar kawan. Dan Hengtee adalah hubungan antara saudara yg pernah tua dan muda. Begitulah meskipun menteri Pauw kong sadar bahwa para menteri itu kedudukannya dibawah raja, namun melihat perbuatan yg tidak adil jiwanya menggelegak dan bergolak hebat. Para pembaca yg budiman, dijaman Tay Song tiauwpun sudah ada menteri² yg berani memprotes junjungannya manakala tindakan sang junjungan itu tidak benar.<noinclude>{{rh|8}}</noinclude> nqgchauf6iitzrwzyyv2yp2k7pp2sjb Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/6 104 113160 315342 312821 2026-08-21T13:40:05Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 315342 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>Bab. XXV. {{c|JENDERAL TEK CENG DIHUKUM <br>BUANG. ★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★}} {{dropinitial|P}}ADA waktu itu raja-raja muda dan menteri-menteri besar masih enggan meninggalkan istana. Dengan perasaan tidak puas mengadakan perundingan. <br>Sebagai ketuanya adalah menteri Pauw kong. ― Keputusan bansweya tidak adil dan tidak bijaksana. Menteri kehakiman itu mengawali pembicaraannya. ― Jasa jasa Tek goanswe sangat besar, mengapa bansweya tidak mengingat jasa-jasanya akan tetapi hanya menurutkan e.nasi dan napsu marahnya saja?<noinclude>{{rh|6}}</noinclude> 7zplufybf36p3649dbh5i1kjo6liyjg Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/102 104 113239 315332 312936 2026-08-21T12:32:42Z Ammachemist 27288 315332 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>isterinja sedang berlutut seorang diri didalam kamarnja jang sempit dan sunji dan menjeka tetesan air-matanja dengan udjung badjunja jang kumal. Pula saat² ia menunaikan tugaskerdjanja, ingatannja selalu mengembara membajangkan bekas isterinja dan senantiasa timbul tanja dalam hatinja: bagaimana waktu ini kehidupannja dan apa pula pekerjaannja. Hatinja kadang² mereka-reka bahwa bekas isterinja itu takkan sudi bersuamikan laki² lain, dan ia pasti memberi ampun kepadanja. Dalam hati ia memutuskan, sesampainja ia pulang ke Kyoto nanti ia akan setjepatnja mendjumpai isterinja itu, mengambilnja kembali, memohon ampun dan bersedia melakukan apapun untuk menebus dosanja. Tapi saat perdjumpaan kembali itu baru tiba setelah beberapa tahun berlalu. Ketika masa kerdjanja berachir, Samurai itu bebas pula dari djabatannja. „Sekarang aku akan pulang keharibaan perempuan jang kutjintai", demikian suara hatinja. „Wahai, betapa terkutuknja, betapa laknat mentjeraikan dia!" Lalu isterinja jang kedua itu dikembalikannja kepada keluarganja, — ia tidak menurunkan anak —, dan setjepatnja bertolak menudju Kyoto mentjari isterinja jang telah ditinggalkan; sehingga karena sangat tergesa-gesa ia belum sempat mengganti pakaian perdjalanannja. Malam telah djauh larut waktu Samurai itu tiba dirumah isterinja, malam jang kesepuluh dari bulan kesembilan, dan kota itu senjap bagai daerah pemakaman. Namun tebaran tjahaja bulan menguak menjingkap kegelapan dan dengan mudah ia dapat menemukan rumah isterinja. Rumah itu tampaknja seperti tiada berpenghuni, tanaman tumbuh lebat menjusup sampai keatap. Ia mengetuk pintu, tapi tiada djawaban jang menjahut. Selandjutnja ia menjorong pintu itu dan menjelinap kedalam setelah ia tahu pintu itu tidak terkuntji dari dalam. Kamar muka kosong dan kotor tiada terurus, angin malam meniup lewat dinding² jang kojak dan sinar bulan menjinari melalui tjelah dinding. Pula kamar² lainnja tampak tidak terpelihara. Rumah itu kelihatannja benar² tiada berpenghuni. Betapapun keadaannja, tapi Samurai itu bermaksud hendak meneliti ka-<noinclude>{{rh|100}}</noinclude> 29gio7cwyxzvl31j2wqv4mxshh7n75y 315363 315332 2026-08-21T23:46:41Z Ammachemist 27288 315363 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>isterinja sedang berlutut seorang diri didalam kamarnja jang sempit dan sunji dan menjeka tetesan air-matanja dengan udjung badjunja jang kumal. Pula saat² ia menunaikan tugaskerdjanja, ingatannja selalu mengembara membajangkan bekas isterinja dan senantiasa timbul tanja dalam hatinja: bagaimana waktu ini kehidupannja dan apa pula pekerjaannja. Hatinja kadang² mereka-reka bahwa bekas isterinja itu takkan sudi bersuamikan laki² lain, dan ia pasti memberi ampun kepadanja. Dalam hati ia memutuskan, sesampainja ia pulang ke Kyoto nanti ia akan setjepatnja mendjumpai isterinja itu, mengambilnja kembali, memohon ampun dan bersedia melakukan apapun untuk menebus dosanja. Tapi saat perdjumpaan kembali itu baru tiba setelah beberapa tahun berlalu. Ketika masa kerdjanja berachir, Samurai itu bebas pula dari djabatannja. „Sekarang aku akan pulang keharibaan perempuan jang kutjintai", demikian suara hatinja. „Wahai, betapa terkutuknja, betapa laknat mentjeraikan dia!" Lalu isterinja jang kedua itu dikembalikannja kepada keluarganja, — ia tidak menurunkan anak —, dan setjepatnja bertolak menudju Kyoto mentjari isterinja jang telah ditinggalkan; sehingga karena sangat tergesa-gesa ia belum sempat mengganti pakaian perdjalanannja. Malam telah djauh larut waktu Samurai itu tiba dirumah isterinja, malam jang kesepuluh dari bulan kesembilan, dan kota itu senjap bagai daerah pemakaman. Namun tebaran tjahaja bulan menguak menjingkap kegelapan dan dengan mudah ia dapat menemukan rumah isterinja. Rumah itu tampaknja seperti tiada berpenghuni, tanaman tumbuh lebat menjusup sampai keatap. Ia mengetuk pintu, tapi tiada djawaban jang menjahut. Selandjutnja ia menjorong pintu itu dan menjelinap kedalam setelah ia tahu pintu itu tidak terkuntji dari dalam. Kamar muka kosong dan kotor tiada terurus, angin malam meniup lewat dinding² jang kojak dan sinar bulan menjinari melalui tjelah dinding. Pula kamar² lainnja tampak tidak terpelihara. Rumah itu kelihatannja benar² tiada berpenghuni. Betapapun keadaannja, tapi Samurai itu bermaksud hendak meneliti {{hws|ka|kamar}}<noinclude>{{rh|100}}</noinclude> ftdo0hzraowq0uaymy59sgtwsaqxopg Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/103 104 113241 315364 312940 2026-08-21T23:47:25Z Ammachemist 27288 315364 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{hwe|mar|kamar}} lain jang terletak paling udjung, sebuah kamar jang sempit sadja dimana isterinja jang ditjintainja itu biasa melepaskan lelah.. Ketika ia menghampiri kain penutup kamar itu, tiba² timbul harapannja, sebab dari dalam kamar itu tampak menjelinap tjahaja. Tangannja menguak kain penutup dan meletup lah djerit riangnja, sebab terlihat olehnja isterinja jang berada ditempat itu sedang duduk mendjahit dibawah tjahaja lampu jang tertutup kertas. Pada saat itu, tepat berbarengan pandang isterinja betumbukan dengan pandangnja dan seraja tersenjum gembira si-isteri memberi kormat kepadanja dengan mentjetuskan tanja: „Bila kau pulang ke Kyoto? Bagaimana kau bisa memasuki kamar ini jang terkurung kamar2 lainnja jang gulita?" Lintasan waktu tidak merusak ketjantikannja. Ia tetap sebagaimana dibajangkan, masih djelita dan segar; namun apa jang lebih menggairahkan daripada segala chajalannja itu ialah waktu ia mendengar getar suaranja jang mengalun akibat ketakdjuban. Kemudian dengan perasaan jang tjerah ia duduk disamping isterinja, dan dihadapannja ia mentjeritakan segala duka dan kemalangannja: betapa beban sesalnja terhadap keserakahannja jang tidak lebih hanja memikirkan diri sendiri sadja; betapa tjelakanja ia hidup tidak bersamanja; betapa ia selalu memikirkan dia; telah lama sekali ia berusaha memohon ampun, hidup berkumpul kembali dan bertobat dihadapannja. Dengan diiring limpahan kasih si-isteri mendjawabnja melalui kalbu djiwanja, dan mengharap sangat supaja suaminja memusnahkan segala rasa sesal pada diri sendiri. Adalah tindak-laku jang tersia, katanja lebih landjut, bahwa ia mengorbankan dirinja dikedjar nestapa hanja sebab memikirkan dia. Dia sendiri senantiasa merenung bahwa dia tidak patut mendampinginja sebagai isteri. Dan dia mengerti benar bahwa ia mentjeraikannja tidaklah karena diingininja, tapi hanja akibat hidup jang miskin; sebab semasa ia kumpul serumah, ia selalu menjajanginja. Sepandjang waktu dia terus berdoa memohonkan keselamatannja. Namun demikian, djika benar² ada alasan kuat untuk memperbintjangkan pengampunan, tak<noinclude>{{rh|||101}}</noinclude> 76m8f1cxggvqjzvrjy4v2ysqy2ii3r2 Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/104 104 113244 315365 312947 2026-08-21T23:48:57Z Ammachemist 27288 315365 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>sangsi lagi bahwa kepulangannja jang luhur inipun sudah tjukup untuk memberi maaf. Apa pula jang lebih membahagiakan selain perdjumpaan kembali dengan bekas suaminja, sekalipun hanja sesaat? „Hanja sesaat!", tjetus suaminja seraja tergelak riang. „Lebih tepat sebut sadja untuk tudjuh turunan! Sajangku, bila engkau tidak menolak, aku bermaksud menetap kembali dirumah ini bersamamu sampai sedjauh umurku. Engkau dengar sajangku, sampai sedjauh umurku! Tidak satupun lagi jang mentjeraikan kita. Sekarang aku berlimpah harta dan kaja manis, pasti kita tidak akan djatuh miskin. Besok harta-bendaku akan diangkut kemari, seluruh pelajanku akan melajanimu dan kita akan merubah rumah ini seperti istana". „Malam ini", sambungnja lagi seraja memohon maaf, „aku tiba hampir udjung malam; dan engkau melihat sendiri aku tidak menukar pakaian lebih dulu hanja karena kerinduanku jang sangat untuk bisa tjepat2 menemuimu dan memberitakan maksud kepulanganku ini". Mendengar tjerita suaminja itu si-isteri tampak gembira. Sebaliknja dihadapan suaminja dia menerangkan, apa jang menimpanja di Kyoto sedjak kepergiannja; tapi dia tidak mentjeritakan penderitaan dirinja jang tetap disembunjikannja rapat². Mereka berdua terus bertjerita sampai mendjelang pagi, lalu ia mengadjak suaminja memasuki kamar jang lebih hangat, ruang jang dahulu mendjadi kamar pengantin mereka jang menghadap arah keselatan. „Apakah tidak ada seorangpun jang membantumu?", tanja Samurai itu waktu dia merapikan tempat-tidur untuk isterinja. „Tidak!", djawabnja seraja tertawa riang. Aku tidak mampu menggadji walaupun hanja untuk seorang pelajan. Sebab itulah aku tinggal seorang diri sadja". „Besok pasti engkau mendapat berpuluh pelajan", sambung Samurai itu lagi. Pelajan jang menjenangkan, dan tidak sedikit jang masih engkau perlukan". Lalu mereka bergolek ditempat tidur untuk melepas lelah, namun lelap mata tidak djuga mengizinkan mereka untuk tidur. Banjak jang masih mereka persoalkan; mereka memperbintjangkan sekitar masa silam, saat kini dan hari {{hws|kemu|kemudian}}<noinclude>{{rh|102}}</noinclude> ax93ynph18b8oimhnwuf6b1v0vgjofp Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/105 104 113245 315366 312951 2026-08-21T23:50:04Z Ammachemist 27288 315366 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{hwe|dian|kemudian}}, sampai fadjar bangkit. Kemudian mereka tertidur. Waktu Samurai itu terdjaga, tjahaja matahari menerobos lewat tjelah pintu dan ia mendjadi ter-heran ketika dirinja sadar bahwa tubuhnja tergeletak pada pokok kaju diatas gundukan tanah...... Mimpikah ia? Tidak! Isterinja berada ditempat itu dan tidur......... Ia membungkuk memperhatikan dirinja; tiba² ia memekik, sebab jang tidur ditempat itu tidak berkepala...... Dihadapannja, majat seorang perempuan menggeletak terbungkus tanah kuburan. Majat itu telah luluh ketjuali tulang-belulang dan rambutnja. Dibawah tjahaja matahari Samurai itu bangkit pelan², tubuhnja menggigil. Duka jang hebat mengungkung dirinja, duka jang dahsjat. Dihadapan orang² ia berlaku seperti orang asing dan menanjakan perihal rumah dimana isterinja dahulu ditinggalkan. „Ditempat itu tidak seorang djuga tinggal", djawab orang jang ditanjainja. „Rumah tersebut adalah milik seorang isteri Samurai jang sudah bertahun-tahun lewat meninggalkan kota ini. Samurai mentjeraikan isterinja sebab bermaksud mengawini gadis lain sebelum ia bertolak. Perempuan itu sangat menderita batin, achirnja ia djatuh sakit. Di Kyoto ini ia tidak mempunjai sanak-saudara dan tak seorangpun merawatnja. Achirnja ia menutup mata untuk selamanja pada musim gugur tahun itu pula: pada malam kesepuluh dari bulan kesembilan........." {{right|(Dari „Tales and Essays from old Japan",<br/> kumpulan Lafcadio Hearn.)}}<noinclude>{{rh|||103}}</noinclude> dbmcixtl165cshfkbwzm63sq4bfidrj Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/96 104 113290 315329 313017 2026-08-21T12:25:54Z Ammachemist 27288 315329 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>tidak pula sanggup mentjarikan tempat jang lebih baik". Pada bulan² Desember hudjan senantiasa tumpah setiap hari. Tanah² mendjadi litjin berlumpur dan daerah² jang rendah tergenang air. Suatu malam ketika hudjan turun sangat lebat dan sipendjaga kuburan sedang nikmat dalam tidurnja, seorang bekas perampok dengan mengenakan pakaian serba hitam menjelinap masuk kerumahnja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dalam hati pendjaga kubur itu mengutuk tingkah-laku perampok itu jang dengan tidak sopan memasuki rumahnja dan wadjahnja memantjarkan kemarahan. „Apa pula jang dimarahkan. Hudjan ini? Kalau dia kesal dengan hudjan jang lebat ini sebaiknja dia lapor sadja kepada Tuhan dan bukan kepada saja", gerutu pendjaga kubur itu dalam hati. „He Bung, kau tidak perlu mengadu padaku. Saja djuga tidak akan bisa memindahkan kuburmu, apa pula pada malam hudjan selebat ini. Sabar sadjalah, beberapa bulan lagi langit pasti kehabisan air-hudjan dan makammu akan kembali mendjadi kering oleh sinar matahari. Pulang sadjalah dan tidur baik²". „Saja tidak mengadu tentang tumpahnja hudjan malam ini", kata perampok itu memulai. Suaranja kedengaran memendam kemarahan. Saja datang untuk memperingatkan anakmu jang setiap hari bermain² kemakamku. Ia suka memandjati pohon jang menaungi nisanku. Kalau kenakalannja itu tidak dihentikan pasti ia akan menemui bentjana. Mulai saat ini kau harus selalu mengawasi anakmu". „Ketika didengarnja peringatan itu, esok-paginja dia memanggil anaknja dan memperingatkan dengan keras supaja djangan lagi ber-main² dikuburan perampok itu. Mula² anaknja tidak bermain lagi disana, ia sangat takut, bila ketahuan ber-main² disitu pasti ia kena marah ajahnja. Ia ber-sama² kawannja pindah ber-main² ketempat lain; tapi achirnja mereka kembali pula kekuburan itu, karena selain tempatnja teduh, pohon jang menaungi nisan itu sangat kuat untuk pandjat-memandjat. Pada suatu sore djantung pendjaga kuburan itu seperti {{hws|ter|terguntjang}}<noinclude></noinclude> gjy348b0nuc8i3eye5372ggg4v661qd Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/97 104 113291 315330 313019 2026-08-21T12:26:48Z Ammachemist 27288 315330 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{hwe|guntjang|terguntjang}} keras waktu seorang tetangganja melaporkan kepadanja bahwa anaknja djatuh dari pohon jang menaungi pusara perampok tersebut. Karena malam hudjan, batang pohon itu mendjadi sangat litjin dan rupanja anaknja tergelintjir waktu sampai diatas pohon. Anaknja terpelanting djatuh, dadanja tertumbuk udjung batu nisan hingga berdarah, dan sedjurus kemudian anak itupun meninggal. Sedjak kematian anaknja dia melepaskan pekerdjaannja dan pindah ke-tengah² kota jang riuh bekerdja pada sebuah bengkel mobil. Dan bila ada orang jang bertanja, mengapa dia tidak bekerdja lagi sebagai pendjaga kubur, bekas pendjaga kubur jang sekarang mendjadi orang penjedih itu akan selalu mendjawab: „Orang² mati selamanja bikin susah!" {{rule|width=8em|height=1px}}<noinclude>{{rh|||95}}</noinclude> gsf1xrr1fb5rfxc3ykxsi1xub0ol1qf Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/50 104 113297 315367 313028 2026-08-21T23:52:46Z Ammachemist 27288 315367 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>djawabannja nanti hanja ber-tanja² menjelidik tentang penjakit jang kuderita. Baru seminggu jang lalu waktu aku, akan kembali ke Solo, kusurati dia. Djalan membelok kekampungnja agak gelap dan betjek. Banjak batu² dan dipinggirnja selokan memandjang. Tapi djalan itu sudah biasa kulalui. Kukenal betul daerah ini! Tiba dimuka rumahnja, lama aku berdiri memandang rumahnja jang gelap dan sunji. Rumput² dipekarangannja tumbuh liar dan dekat sumur tampak tanah ber-gunduk² dengan tumbuhan bergerumbul diatasnja. Rumahnja jang lebar itu kelihatan kotor dan tua. Melihat pekarangan jang tak pernah diindjak kaki dan dinding² jang tak pernah didjamah tangan itu, mestilah sudah lama rumah ini ditinggalkan penghuninja. Tapi aku mentjoba djuga memasuki halaman rumahnja dengan membuka pintu halaman jang terbuat dari kaju djati jang kokoh. Ternjata tak dikuntji dari dalam! Dimuka pintu rumahnja kurasai kelengangan jang makin menekan. Tubuhku merasa agak gemetar memandang kesunjian rumahnja. Mataku kutempelkan pada katja pintu mentjoba menembus ruang dalam. Tapi tak nampak apa². Gelap! Waktu aku membalik akan melangkah keluar, mendadak terdengar gerit pintu jang dibuka. Tubuhku gemetar sedikit dan kudukku dingin. Aku menoleh. Tampak olehku seorang tua membawa dian ditangannja menudju pintu depan. Aku memandangnja setengah takut. Lalu dibukanja pintu itu lebar-lebar. „Masuklah, nak!", orang tua itu menjilahkan dengan merentangkan djari² kanannja jang kurus. „Mari, masuklah nak! Nak Alfian mentjari Samsijah kan?", kata orang tua itu lagi. „O, Lailah! Baru ingat aku, inilah ajah Samsijah! Mengapa nampak tua betul sekarang, hampir aku tak mengenalinja lagi. Kerut² mukanja tambah dalam dan rambut dan djambangnja bertabur warna perak Hampir seluruhnja putih! „Bapak tua betul nampak", kataku setelah aku duduk. „Hampir² saja lupa, pak!". Ruangan kamar ini baunja apak dan menjesakkan nafas. Barangkali tak pernah dibersihkan. Kursi jang kududuki {{hws|pe|penuh}}<noinclude>{{rh|48}}</noinclude> gy7gx9v4zqhhhhfb1ct23hudq5hcboy Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/51 104 113300 315368 313032 2026-08-21T23:53:33Z Ammachemist 27288 315368 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{hwe|nuh|penuh}} debu jang tebal. Pakaian dan tanganku kotor karenanja. „Sepi sadja, pak. Kemana semuanja?", lagi kataku. Kutjoba berbuat seriang mungkin seperti biasanja. „Semua sudah pindah, nak". „Kemana?". „Nanti kutundjukkan". Ia menggantungkan dian jang dipegangnja kedinding. Lalu duduk dimukaku. Kamar ini masih nampak remang², karena tjahaja dian itu tidak mampu menerangi seluruh ruangan. „Ada kedjadian sedih, pak, disini, selama saja pulang ke Bandung?", tanjaku. Aku melihat kemurungan pada wadjahnja. „Kedjadian sedih bagi ibumu dan adik²mu, nak. Tapi bagi bapak tidak!". Aku tidak mengerti maksudnja. Tapi segan aku bertanja lebih landjut. „Pernah rumah ini kemasukan pentjuri, nak. Sebelum pentjuri itu berhasil mengangkuti barang², ajah tahu lebih dulu dan ber-teriak² minta tolong tetangga². Tapi dasar bangsat dia! Dikedjarnja bapak dan tiba² belati ditangannja dihundjamkan keperut bapak. Lihat ini", sambil membuka badju piamanja, inilah bekas sobekan belati itu!". Aku pergi melihat bekas luka itu. Dalam keremangan se-olah luka itu masih baru. Kelihatan masih merah darah² jang nampaknja belum begitu kering di-pinggir² lukanja. „Kedjadian ini membuat ibu dan adik²mu selalu menangis. Tapi aku sendiri tidak pernah menangisi diriku. O, ja lama nak Alfian istirahat di Bandung?", tiba² ajah Samsijah membelokkan pertjakapan. „Lama djuga, pak". „Sakit apa sampai disuruh istirahat begitu lama?". Agak sukar aku mendjawab. „Djangan mentjoba berbohong", suaranja keras mendadak. „Bapak tahu apa jang kau derita. Djangan terlalu banjak menghirup udara malam!", Aku tunduk sadja. Malu dengan diriku sendiri. „Sebentar nak", katanja lagi.„Bapak kebelakang sebentar merebus air. Nak Alfian haus mestinja. Baru sadja turun dari kereta-api kan?".<noinclude>{{rh|||49}}</noinclude> fs2u7dvicosvytplxpr1jaurt5ube7l Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/54 104 113305 315369 313039 2026-08-21T23:55:58Z Ammachemist 27288 315369 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>memindah roh itu ketempat lain, hingga nanti roh lelaki tersebut tidak mengganggu ketenteraman rumah dan keluarganja lagi". Dengan lesu aku minta pamit pada tetangga itu, karena hari sudah djam sebelas malam. Diluar gerimis masih turun. Lampu² didjalan nampak menggigil memantjarkan sinar putjat. Aku segera menudju kepenginapan jang terdekat! {{rule|width=8em|height=1px}}<noinclude>{{rh|52}}</noinclude> 700cqecgd63dcazs28y3tfpce5bdodt Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/57 104 113308 315370 313046 2026-08-21T23:58:22Z Ammachemist 27288 315370 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude><center> {{larger|{{sp|PENGANTAR}}}} </center> Tjerita „PERDJANDJIAN DENGAN SETAN" ini saja gubah berdasarkan KISAH NJATA jang ditulis oleh SONDONG Mdg. Peristiwanja terdjadi didesa Karangdjati, suatu ketjamatan didaerah Madiun, pada bulan Mei tahun 1959. Nama² tempat dan nama² pelaku²nja sengadja tidak saja ganti, djadi sama seperti keadaan dan peristiwa jang sebenarnja, hanja bahan²nja jang ada saja olah berdasarkan sjarat² penulisan tjerita-pendek. Tjerita ini merupakan kemenangan seorang manusia atas setan, jaitu mengkisahkan sebuah keluarga petani jang miskin, dimana dalam keadaan jang hampir putusasa sang ajah hampir² mendjual anak²nja dan dirinja sendiri kepada setan. Sudah sedjak lama kita dengar, bahwa dikalangan masjarakat kita, (djuga dikalangan masjarakat² negeri lain) memang ada orang jang mentjari kekajaan atau ingin mendjadi kaja dengan tjara jang lekas dan mudah dengan perantaraan meminta bantuan ''setan'' dan ''machluk²'' halus lainnja. Orang² jang menginginkan kekajaan setjara mendadak ini biasanja disebut memelihara ''„Perewangan"'' atau ''„Pesugihan'' (dari asal kata ''„Sugih"'' jang berarti:''„kaja"''), dan sebagai gantinjaorang tersebut diharuskan memenuhi sjarat² tertentu jang diminta pihak setan jang memberinja kekajaan. Pada umumnja orang jang memelihara atau mengambil pesugihan" itu diharuskan mengorbankan anaknja pada tiap² tahun. Djadi setiap tahunnja anaknja akan meninggal dan roh-nja akan turut bersama setan. Anak jang dikorbankan ini disebut ''„lebon'' (dari asal kata ''„lebu"'' jang berarti: ''„masuk"'', memasukkan atau menjerahkan sebagai imbalan djasa² si-setan). Disamping itu, orang jang memiliki perewangan" itu sendiri, djika kelak ia sudah mati rohnja djuga akan „tersasar" dari djalan jang benar dan akan mengembara sebagai hantu. Demikianlah pendjelasan singkat mengenai apa jang disebut „pesugihan", jang dapat membantu para pembatja dalam mengikuti tjerita ini. {{Asterism}}<noinclude>{{rh|||55}}</noinclude> 7kzp4zhopuayx4fgqh32lmu1s9y4t9u Indeks:Selina.djvu 102 113336 315372 313133 2026-08-22T01:16:04Z Cgjkldn 22445 Cgjkldn memindahkan halaman [[Indeks:Selina.pdf]] ke [[Indeks:Selina.djvu]]: Indeks tidak muncul gambar 313133 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=Selina |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Monsieur D' Amour |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=pdf |Image=1 |Progress=OCR |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:Indeks - Buku]] [[Kategori:WikiPandu]] 15pjf0q1r899ez20dynywjwdwjog0co Halaman:The Belle of Menado.pdf/40 104 114355 315386 315260 2026-08-22T02:33:39Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315386 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|70|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|71}}</noinclude>kau maoe berklai? Kau moesti perloe bawa kawan, djangan sampe kena dipetjoendangin, sebab satoe sama satoe kau tida oentoeng. Kau boleh kalah koewat tapi menang bolo." „Kau djangan pikir jang tida-tida. Pendek sekarang kau boleh poelang, dan sabentar saia maoe menjoesoel ka Kemaweg." „Kau tida bekel revolver?" „Saia boekan satoe pengetjoet. Saia boleh mati dengen tjara laki-laki kaloe perloe." {{c|'''VIII'''}} {{di|I}}TOE orang jang mengintip dimana loear djendela semingkin lama matanja bernjala seperti api. Ia dapet liat bagimana Tjhiang-in pegang dan pelok itoe Ratoe Kembang jang terkenal ka'angkoehannja. Ia dapet amatin bagimana itoe bibir jang soetji, itoe djidat jang haroem soeda trima manda datengnja tjoeman {{...|12}} Oh, ia poenja dada dirasaken seperti maoe meledak, dan iapoenja kringet mengoetjoer basa di sekoedjoer iapoenja badan. Kamoedian lapat-alpat ia dapet denger brapa perkata'an jang dioetjapken oleh Liang-nio. „'Nko, 'nko Tjhiang-in, apa betoel kau menjinta saia? Bilanglah dengen setoeloesnja." „Saia dateng kemari ada dibawa oleh saia poenja rasa menjinta, rasa menjinta atas dirinja itoe Ratoe Kembang dari Menado," djawabnja sembari tjioem itoe mata. „Apa kau sangsi, apa kau perloe soempah?? Dan apa kau djoega menjinta saia seperti besarnja saia menjinta kau? Tapi kenapa kau menjinta saorang jang kau baroe pertama ketemoe dan tida kenal asal-oesoelnja?" „Dan kenapa kau sendiri ada menjinta saia jang kau tida taoe asal-oesoelnja?" kata Liang-nio. Tjhiang-in aken kasi taoe teroes terang jang,itoe ada gara-garanja pertarohan, dan kendati begitoe ia sekarang ada menjinta dengen didasarken atas soemanget, boekan sakedar didasarken atas pertarohan; tapi ia tida mampoe oetjapken itoe perkata'an; kerna oetjapan „pertarohan" ada amat tida enak didengernja teroetama kaloe itoe pertarohan ada menjangkoet atas dirinja itoe prempoean jang ia tjinta dengen toeloes. „Tjinta ada barang jang aloes dan loeas," ia mendjawab. Kita boleh tjoema pertama ketemoe atawa kita boleh tida kenal asal-oesoelnja, tapi kaloe dalem masing-masing ada taro pengrasahan, itoe pertemoean kita rasaken seperti soeda dibikin riboean kali, dan demikian djoega saia rasaken saia poenja perkenalan padamoe. Kaloe kau tanjah saia bagimana kau poenja asal-oesoel, dengen tetep saia nanti djawab: kau poenja asal-oesoel ada moelia, ada soetji." Liang-nio rasaken bagimana merdoe itoe perkata'an, dan dengen tida mendjawab ia soesoepken kepalanja diatas Tjhiang-in poenja lengan tangan. „'Nko Tihiang-in, kau djangan tinggalken saia," katanja dengen pelahan. „Apa kau djadi aken kombali ka Sourabaya?" „Saia nanti tinggalken kau tapi boeat sabentar. Saia aken kombali poelang dan selekasnja saia balik kemari sama iboe, boeat bitjaraken lebih djaoeh kita poenja oeroesan pada kau poenja tante dan ajah. Apa kau tida kaberatan djika saia brangkat dengen kapal besok atawa loesa?" „Tapi kau moesti lekas kombali ?" „Tentoe, apa kau rasa saia kaenakan djaoeh dari<noinclude></noinclude> nkuctwe9lb2xx2ejycl57li8i93qksr Halaman:The Belle of Menado.pdf/41 104 114356 315389 315261 2026-08-22T02:44:21Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315389 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|72|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|73}}</noinclude>kau? Oh, tida bidadari, sedari pertama saia ketemoe kau dan sedari itoe malem saia dapet tjoeri dalem itoe kebon, saia merasa tra karoean kaloe berada sendirian, kau poenja roman selaloe berbajang, kau poenja soeara jang ketoes selaloe kadengeran. Tapi, sekarang, dengen tida mendoega barang seramboet, kau diam-diam menjinta saia; inilah sabetoelnja ampir bikin saia gila lantaran kagirangan {{...|12}} Oh, Liang, soenggoe kita orang hidoep seperti dalem lelakon di atas tooneel! Boekankah tadi, brapa menutes dimoeka, kau kliatan ada memboenji saia, dan boekankah baroesan sadja kau ada mengakoe menjinta saia ? Itoelah bikin saia ampir tida pertjaja. Bilanglah lagi, dearest, kau ada tjintaken saia?" Dengen soeara ampir tida kadengeran Liang-nio oelangken itoe perkata'an jang diminta: „Saia tjintaken kau sebab kau boekan seperti kebanjakan anak di Menado jang soeka berlaga dan tjari moeka dihadepan orang prampoean." Itoe orang jang setadian mengintip diloear djendela sorot matanja djadi lebih beringas. Ia dapet denger semoea apa jang marika bitjaraken. Iapoenja irih hati dan moerka sampe dipoentjaknja, ia tida tahan boeat bersabar lebih djaoe. Ia lantas berlaloe dan boeroe² pergi kamoeka dimana ada pintoe boeat masoek kadalem itoe kamar tetamoe. Zonder mengetok poelah ia menoblos masoek dalem itoe kamar jang mana bikin Tjhiang-in dan Liang-nio sanget terprandjat. Marika bertiga djadi saling memandeng. „Kau masoek kasini zonder lebih doeloe dapet saia poenja perkenan, 'nko Tiong-sin ?" itoe gadis menegor lebih doeloe dengen hatinja masih bingoeng. „Sebagi satoe sobat saia merasa ada kwadjiban aken tida ilangken tempo boeat sigra dateng dalem waktoe kau sedeng dalem bahaja," Tiong-sin mendjawab dengen soeara keren {{...|9}} Kau poenja penghidoepan dalem bahaja." „Saia tida mengerti apa jang kau maoe maksoedken," ia berkata poelah. „Apa kau soeda dapet taoe apa jang terdjadi antara saia dan 'nko Tjhiang-in?" ,Saia taoe semoea, saia taoe semoea sampe terang, dan djoestroe itoe saia perloe peringetken jang kau dalem bahaja. Kau soeda dapet goda'an iblis, jang bikin kaupoenja pemandengan djadi boeta. Nona, kau soeda tempatken tjinta'moe ada begitoe ketjiwa, apa betoel kau menjinta ini orang dengen mata terboeka? Liang-nio romannja brobah merah, kamoedian poetjat. „Ada hak apa kau tanjah saia begitoe?" ia ganti menanjah. „Atas hanja satoe orang jang ambil perhatian besar boeat kaupoenja nasib penghidoepan, sebab saia taoe kau sedeng menjinta dengen tjara memboeta, kau soeda kepantjing oleh manisnja omongan." „Saia rasa kau tida perloe toeroet tjampoer lain orang poenja oeroesan," itoe gadis berkata poelah sembari tangannja masih terpegang oleh Tjhiang-in „'Nko Tiong-sin, itoe semoea ada saia poenja oeroesan sendiri. Kaloe kau belon poeas sama ini djawaban, biarlah saia mengakoeh, orang siapa jang sekarang saia tjintaken, saia tjinta dengen pikiran terang, dengen mata terboeka. Saia tjintaken padanja dengen soetji seperti soetjinja ia menjinta saia." ,Ia menjinta kau ?" Tiong-sin menanjah dengen ketawa sindir. „Menjinta dengen soetji? Bagimana loetjoe kaupoenja anggepan! Brapa lama kau soeda pernah bergaoel dan brapa djaoe kau soeda oekoer iapoenja hati? Oh, kau masih terlaloe moeda boeat taoe itoe<noinclude></noinclude> cvof9o13tvub6os9v8omxkbuy37ljj0 Halaman:The Belle of Menado.pdf/47 104 114371 315331 315302 2026-08-21T12:28:15Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315331 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|84|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|85}}</noinclude>{{di|T}}IONG SIN kombali ka roemahnja Liang-nio pada esoek harinja. Ia katemoeken itoe gadis djoestroe doedoek di roewangan moeka dengen romannja seperti orang jang koerang tidoer. Iapoenja dateng ditrima dengen saderhana dan disilahken doedoek. „Kau ada oeroesan apa dateng kamarih?" itoe nona menanjah dengen zonder angkat moekanja, dan itoe perkata'an jang kadengerannja begitoe adem soeda bikin hatinja Tiong-sin djadi lebih bingoeng dan madjoe moendoer. „Saia dateng kamarih ada sedikti oeroesan," ia lantas mendjawab, „sekalian saia ingin tengokin kau, apa kau poenja kwarasan tida terganggoe, kerna kemaren saia dateng kamarih kau katanja koerang enak badan {{...|12}}" „Saia djoega dikasi taoe sama Alima jang kau dateng kamarih, abis sekarang kau maoe bitjara oeroesan apa?" „Saia aken bitjaraken oeroesan kemaren doeloe..." „Saia tida ingin denger lagi itoe oeroesan," memoetoes itoe gadis dengen roepa koerang seneng. „Saia tida aken omongken halnja itoe anak sombong dari Sourabaya, hanja saia aken beremboek poelah oeroesan kita sendiri ― kau dan saia." „Kau tida perloe oelangken apa jang kau pernah bitjaraken," mendjawab poelah itoe gadis jang taoe maksoed apa Tiong-sin poenja kadatengan. „Saia tida bisa tarik kombali apa jang saia soeda kasi kau poetoesan." „Kau moesti ada kasian," mendjawab itoe djedjaka dengen soeara sember dan poetjet. „Nona Liang, pertjajalah saia tjintaken kau dengen satoeloesnja hati, dengen antero soekma." „Tapi saia tida ada {{...|12}}tjinta boeat kau, kaloe saia boleh mengakoeh begitoe." „Boeat sekarang saia tida harep kau poenja tjinta, saia harep kau poenja kasian, dan dari itoe rasa kasian di blakang saia boleh harep kau poenja tjinta ― rasa kasian bisa datengken sendiri itoe rasa menjinta." Liang-nio bertoendoek, ia roepanja terharoe sama itoe perkata'an. „Saia tida bisa bilang apa itoe bisa kadjadian," djawabnja dengen soeara pelahan. „Saia boleh {{...|9}} kasian, tapi apa saia bisa menikah pada kau tjoema lantaran kasian dan zonder ada tjinta? 'Nko Tiong-sin, saia rasa kau harep barang jang bakal tida bisa kadjadian." „Saia pertjaja kau bakal tida pikir begitoe kapan kau taoe brapa besar saia poedja kau. Orang toea-toea ada kata, apa jang dipoedja dengen antero hati siang-hari-malem, tida ada perkara jang tida bisa kadjadian, dan sekarang saia poedja kau seperti satoe moerid poedja iapoenja goeroe, atawa satoe rahajat poedja iapoenja djoendjoengan." Kombali itoe gadis berdiam sampe lama ia baroe mendjawab: „Saia poenja pikiran koesoet, baek djangan bitjaraken lagi itoe perkara {{...|12}}" „Saharoesnja kau moesti bergirang, kau soeda bisa taoe dan menjingkir dari moeslihatnja itoe orang jang kau {{...|12}} tjinta. Allah masih berkasian telah boeka itoe alingan jang menoetoepin kau poenja mata, dan sekarang kau bisa liat terang itoe lelaki ada palsoe, ia tarik kau poenja diri sebagi pertarohan boeat iapoenja kaoentoengan! Tjoema ƒ 500.― roepiah!" Liang-nio romannja mendadak lebih poetjet. Ia sigra berdiri dan pandeng Tiong-sin dengen sorot mata goesar: „Kenapa kau oelangken lagi itoe perkata'an?!" ia<noinclude></noinclude> bq6zp598rt9vvj75vp76nmihvivkrys Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/3 104 114378 315326 315309 2026-08-21T12:04:29Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 315326 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>{{c|<big>'''LIMA JAGOAN'''</big>}} {{c|'''Tek Ceng Ngo Hauw Deng See'''<br>Di terjemahkan oleh: DYANA<br> {{sp|JILID KE 24}}}} {{c|[[File:Lima Jagoan vol.24 (page 3 crop).jpg|200px|Lima Jagoan vol.24 (page 3 crop)]]}} {{c|NOVEL SILAT<br>Ijin terbit No. Po: 1/12 260 Intel 54 / 0 74.<br>Tahun Akhir 1976}}<noinclude></noinclude> 2ggk18sj0mamttgs79yybbnjacvpbrf Halaman:The Belle of Menado.pdf/26 104 114387 315328 2026-08-21T12:20:50Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315328 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|42|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||43}}</noinclude>{{di|L}}IANG-NIO bangoen lebih pagi dari sari-sarinja. Iapoenja bedan dirasaken sanget enteng; njata sémalem ia tra dapet tidoer sama sekali. „Liang, lebih baek kau djangan mandi sebab semalem kau tidoer telat," berkata ia poenja tante tatkala ia ketemoe diserambi blakang. „Kau kliatan begitoe poetjet." Liang-nio paksa bersenjoem, tapi tida mendjawab satoe perkata’an. Ia poenja sikep sekarang brobah banjak sekali. Seantero hari ia lebih banjak doedoek sendirian dan termenoeng dari pada bitjara sama ia poenja tante atawa ajah. Ia poenja pikiran selaloe menjebrang pada semalem poenja kedjadian jang diraseken ampir seperti dalem impihan. Ia poenja rasa penasaran saben kali bikin iapoenja hati berdebar. Ia aken maki itoe orang, itoe anak dari Sourabaya, kaloe sadja ia dikasi koetika boeat berdjoempah kombali .......... Tapi lain pikiran menjega jang ia tida nanti soedi boeat ketemoe poela, ia ingin selamanja tida ketemoe lagi! Brapa hari telah liwat, ia broentoeng bisa loepaken sedikit itoe perkara jang mengganggoe ia poenja piKiran. Soeatoe soreh ia poenja ajah dateng padanja seraja berkata: „Saia nanti ada ingetan aken nonton bioscope, apa kau soeka toeroet ?” Liang-nio samboet itoe tawaran dengen goembira sakedar ia pikir boeat dapet hiboeran. Djam ½7 dalem gedong Gemeente-bioscope soeda penoeh sama penonton sebab itoe sore ada dipoeter film John Barrimore in „Marion”. Liang-nio, dengen dipimpin oleh ia poenja ajah, sampe dimana roewangannja itoe gedong, tapi semoea korsi dibagian loge soeda penoeh. Ia teroes menoedjoe dibagian Balcon, tapi disitoe djoega soede tide ada satoe korsi jang kosong. Djoestroe ia dalem bingoeng satoe anak moeda menghampirin sembari berkata: „Kau boleh dapet saia poenja korsi......." Liang-nio melongok dan ketemoeken Tjhiang-in berdiri dihadepannja! „Kau orang bisa dapet itoe korsi. "Tjhiang-in mengoelangin poelah dengen tjara begitoe sebar dan kemoedian hampirin Tek-lok jang itoe waktoe ada sama-sama doedoek disitoe, boeat minta itoe kawan soeka mengalah goena ajahnja itoe gadis. Tapi pada itoe sa'at Liang-nio lantas toentoen ajahnja pergi dengen tida omong satoe perkata’an. Tjhiang-in memandeng dengen tida bisa berkata poelah, dan sembari angkat poendak ia bersenjoem dan kombali dimana ia poenja tempat doedoek. Pada itoe waktoe satoe soeara ketawa ada terdenger di seblah podjok dari klasse I. Itoelah ada soeara ketawanja Koek-kway jang setadian dapet intip apa jang terdjadi diatas itoe balcon. „Ia oentoeng tide dapet loeda!" ia berkata pada Djit-tjing, voorzitter dari Siauwlian Hwee, jang ada doedoek disampingnja. „Apa jang kau bitjaraken, ‘nko Koe-kway?" tanja itoe kawan dengen tida mengerti. „ ........ Oh, ja! kau masih belon taoe? Astaga Moehamaddiah!! saia kira kau boekan Djit-tjing, saia kira kau ‘nko Tiong-sin. Ape kau tida taoe itoe orang diatas balcon jang tawarken korsinja sama Ratoe Kembang dari Menado tadi tjoema dapet idoeng pandjang? Ia ada anak dari Sourabaya, sombongnja doelbillah ........ setan.” „Apa jang saia taoe ia ada satoe anak jang manis di," djawab Djiet-tjing. „Ia tida sombong kendati<noinclude></noinclude> kq33b9e8vdalqj8vt0kabuavhdo8mrk Halaman:The Belle of Menado.pdf/48 104 114388 315333 2026-08-21T12:53:13Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315333 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|86|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|87}}</noinclude>menegor. „Saia tida idzinken lain orang terlaloe djelekan 'nko {{...|12}} Tjhiang-in poenja nama dihadepan saia! Saia masih {{...|12}} tjinta padanja kendati kau soeda beroentoeng pisaken kitaorang." Tiong-sin moekanja merah dan sabentar berobah poetjat. Ia sedikitnja ada satoe lelaki dan satoe lelaki ia ada poenja djoega kakerasan. Ia sigra toeroet bediri dan pandeng romannja Liang-nio dengen tadjem: „Kau ada satoe prempoean jang koerang menerima!" katanja. „Kau poenja mata sekarang soeda boeta!! Kau masih menjinta pada itoe orang jang hargain dirimoe tjoema {{...|12}} ƒ 500.― roepiah? Njata kau poenja perasahan ada lemah! Kau poenja ka'angkoehan ada tipis! tjoema kau bisa sombong sama anak Menado {{...|12}}!" „{{...|9}} Tjoekoep! djangan bitjara lebih banjak!!" memotong itoe gadis dengen aseran sembari tangannja menoeding ka pintoe loear. {{di|K}}APAN Liang-nio soeda kombali dimana iapoenja kamar sendiri, ia bisa hiboerin dirinja sama pakerdja'an menjoelam. Ia tjobah loepaken itoe kedjadian kedjadian pada hari-hari jang blakangan. Baboe Alima masoek dan berkata: „Nona, diloear ada satoe tetamoe minta ketemoe?" „Tamoe siapa?" tanjah itoe gadis sambil taro itoe djaroem soelaman. „Satoe anak moeda, dan kaloe tida salah, ia soeda pernah dateng kemari." Liang-nio bertindak kloear dan ketemoeken {{...|9}} Tjhiang-in ada disitoe. Marika saling memandeng; Liang-nio kliatan goegoep dan kwatir, tapi Tjhiang-in kliatan tetep dan sabar. „Ini hari ada hari paling achir boeat saia berpisa dari kota Menado," katanja „Apa kau tida ada lain oeroesan boeat saia?" „Tida!" djawabnja dengen ketoes. „Kau moesti ada, tjoba kau inget." berkata poelah itoe anak moeda sambil bersenjoem sindir. „Kemaren doeloe kau poenja hinahan roepanja belon tjoekoep, saia dateng sekarang boeat trima kaloe masih ada lagi, boeat trima jang paling pengabisan. Kau masih moedah, tida baek simpen nabsoe penasaran, toempahken djoestroe saia masih ada disini {{...|12}} Dan blakangan nanti ada saia poenja giliran." Itoe gadis djadi sanget marah dan ini dikasi kentara oleh berombaknja iapoenja dada. „Kau satoe lelaki pengetjoet!" ia berseroe." „Satoe pengetjoet tida nanti dateng kemari," djawab Tjhiang-in dengen adem, „tapi saia tida melarang kapan kau gelarken saia begitoe. Djadi kemaren doeloe kau soeda menjioem dan {{...|12}} ditjioem oleh satoe pengetjoet?! Djadi kau menjinta dan {{...|12}} ditjinta oleh satoe pengetjoet!? {{...|12}}" Liang-nio mendjerit dan tekep moekanja sambil menangis. Dari dalem 'ntjek Hien-an, ajahnja itoe gadis denger itoe djeritan, lantas memboeroe kloear dengen tangannja masih pegang satoe botol Whiskij jang kliatan isihnja masih tinggal setengah. „Ada apa {{...|12}}ada apa{{...|12}}Apa ini artinja!!!?" itoe ajah menanjah dengen mata merah dan roman sebagi djingga bahana kerdjanja itoe ratjoen alcohol! „Eh, kau siapa?!" ia tanjah pada Tjhiang-in, „Apa kau soeda bikin disini ?" Itoe anak moeda belon bisa menjaoet kapan itoe 'ntjek berkata poelah: „Kau anak koerangadjar! maoe mengganggoe orang<noinclude></noinclude> id1e2y7vylzzhrsr00scnri80t3rzo4 Halaman:The Belle of Menado.pdf/37 104 114389 315334 2026-08-21T13:07:56Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315334 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|64|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|65}}</noinclude>Tihiang-in sendiri teroes menoedjoe ka Kemaweg. Tida brapa menute ia soeda berada di roewangan loear dari itoe gedong jang dalem mana ada djadi astananja itoe Ratoe Kembang. Iapoenja hati ada berdebar keras. Di sakoelilingnja itoe roemah ada soenji, tida ada satoe orang jang ada di loear. Lama sekali ia berdiri di sitoe sebagi satoe patoeng, kamoedian satoe djongos ada kloear dari kamar samping. „Apa kau poenja nona ada di roemah?" ia menanjah dengen soeara pelahan. „Ada, toean, toenggoe sabentar," djawabnja itoe djongos sembari berdjalan masoek. Tjhiang-in menanti di kamar tetamoe. Djalannja iapoenja djantoeng saben seconde dirasaken gontjang lebih keras, seperti motor roesak! Tida antara lama soeara kasoet kadengeran dan Liang-nio ada berdiri di hadepannja dengen roman begitoe koeatir dan poetjet. „Ada oeroesan apa kau dateng kamari?" itoe gadis menegor dengen soeara tida lampias. „Saia hatoerken kau trima kasi boeat kau poenja pembrian ma'af dan slamet djalan," djawabnja sembari toendoek. Liang-nio pandeng itoe roman dan berbareng itoe oendang djoega iapoenja kakerasan dan ka'angkoehan boeat tetepken hati. Itoe roman semingkin dipandeng {{illegible}}atan semingkin moelia dan dalem mana seperti ada apa-apa jang memboeka itoe pintoe dari iapoenja soemanget. Pendengeran ada soenji, tjoema kadengeran soearanja gandoelnja lontjeng dalem itoe kamar. Tida brapa sa'at Tjhiang-in berkata. „Saia djoega tida bisa pergi dengen zonder lebih doeloe hatoerken kau slamet tinggal, dan selama saia nanti tida loepaken kau poenja kabaekan dan kamoerahan hati." Itoe gadis tinggal tida mendjawab, hatinja djoega ada berdebar. Nona Liang," Tjhiang-in berkata poelah sambil pandeng itoe roman jang toendoek, „saia sangsi, apa betoel kau soeka ma'afken saia ? Ma'afken dengen satoeloesnja hati?? Sebab saia merasa itoe perboeatan jang saia lakoeken ada amat tida atoeran, tapi pertjajalah, sasoeda dapet kau poenja ma'af, saia nanti tida maoe ma'afken diri sendiri{{...|12}}" „Kau djangan oelangken itoe perkara !" memoetoes Liang-nio jang soeda broentoeng bisa tetepken hatinja. „Saia maoe bikin soeda itoe perkara dan abis perkara. Itoe perboeatan dari kau memang ada perboeatan biadab dan kaloe kau poenja dateng kamarih tjoema maoe bangkitken kombali itoe perkara, saia tida ada tempo boeat ladenin kau, atawa ini pintoe ada kau poenja djalan ka loear{{...|12}}" sembari berkata begitoe ia menoeding di mana pintoe. Tjhiang-in moekanja djadi poetjet dan kamoedian djadi merah, kringetnja mengoetjoer. „Doea kali kau oendjoeken saia pintoe seperti kau maoe oesir satoe binatang," ia berkata dengen soearanja jang tetep dan penasaran. „Saia hormatin kau sebagi satoe prempoean jang moelia tapi kau pandeng saia begitoe tipis sekali. Saia dateng kamarih boekan mengemis{{...|15}}" „Lebih baek kau mengemis dari pada mengoelangken satoe perboeatan jang tida pernah dilakoeken dalem golongan sopan!" memotong itoe nona dengen sikepnja jang angkoeh.<noinclude></noinclude> dchwti8lpm5rch0h4yd3n8dj52n6bgy Halaman:Kuo-Yu Tanpa Guru I.pdf/1 104 114390 315335 2026-08-21T13:08:10Z Hadithfajri 15274 /* Telah diuji baca */ 315335 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hadithfajri" /></noinclude><center> '''<big><big>KUO-YU</big></big> TANPA <big><big>GURU</big></big>'''<br> DJILID I<br> OLEH:<br> NJONJA THE CHUNG SHEN </center><noinclude></noinclude> ah7af5iw6xfplc6qopoixf8usmee4j5 Halaman:Kuo-Yu Tanpa Guru I.pdf/2 104 114391 315336 2026-08-21T13:16:07Z Hadithfajri 15274 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{right|Rp. 39,-}} <center> <big>'''<big><big>KUO-YU</big></big> TANPA <big><big>GURU</big></big>'''<br></big> <small>Sistim 1000 Huruf diterangkan dalam bahasa Indonesia<br></small> Djilid ke I<br> dikarang oleh:<br> Njonja THE CHUNG SHEN - TJIA {| |- |Tjetakan ke I||NOPEMBER 1934 |- |Tjetakan ke II||NOPEMBER 1935 |- |Tjetakan ke III||NOPEMBER 1936 |- |Tjetakan ke IV||NOPEMBER 1940 |- |Tjetakan ke V||DJUNI 1941 |- |Tjetakan ke VI||DJULI 1... 315336 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Hadithfajri" /></noinclude>{{right|Rp. 39,-}} <center> <big>'''<big><big>KUO-YU</big></big> TANPA <big><big>GURU</big></big>'''<br></big> <small>Sistim 1000 Huruf diterangkan dalam bahasa Indonesia<br></small> Djilid ke I<br> dikarang oleh:<br> Njonja THE CHUNG SHEN - TJIA {| |- |Tjetakan ke I||NOPEMBER 1934 |- |Tjetakan ke II||NOPEMBER 1935 |- |Tjetakan ke III||NOPEMBER 1936 |- |Tjetakan ke IV||NOPEMBER 1940 |- |Tjetakan ke V||DJUNI 1941 |- |Tjetakan ke VI||DJULI 1942 |- |Tjetakan ke VII || OKTOBER 1942 |- |Tjetakan ke VIII || DESEMBER 1942 |- |Tjetakan ke IX || DJULI 1957 |- |} DITERBITKAN OLEH:<br> N. V. KANTOR TATA USAHA MUSTIKA.<br> SURABAJA. INDONESIA. </center><noinclude></noinclude> bsqdlbwcc6t3rri95i9nfp83vco5alt 315337 315336 2026-08-21T13:16:33Z Hadithfajri 15274 /* Telah diuji baca */ 315337 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hadithfajri" /></noinclude>{{right|Rp. 39,-}} <center> <big>'''<big><big>KUO-YU</big></big> TANPA <big><big>GURU</big></big>'''<br></big> <small>Sistim 1000 Huruf diterangkan dalam bahasa Indonesia<br></small> Djilid ke I<br> dikarang oleh:<br> Njonja THE CHUNG SHEN - TJIA {| |- |Tjetakan ke I||NOPEMBER 1934 |- |Tjetakan ke II||NOPEMBER 1935 |- |Tjetakan ke III||NOPEMBER 1936 |- |Tjetakan ke IV||NOPEMBER 1940 |- |Tjetakan ke V||DJUNI 1941 |- |Tjetakan ke VI||DJULI 1942 |- |Tjetakan ke VII || OKTOBER 1942 |- |Tjetakan ke VIII || DESEMBER 1942 |- |Tjetakan ke IX || DJULI 1957 |- |} DITERBITKAN OLEH:<br> N. V. KANTOR TATA USAHA MUSTIKA.<br> SURABAJA. INDONESIA. </center><noinclude></noinclude> 3zg4jkcc0yqbzkxl72gpkubpfy0is1y Halaman:Kuo-Yu Tanpa Guru I.pdf/5 104 114392 315338 2026-08-21T13:18:29Z Hadithfajri 15274 /* Telah diuji baca */ 315338 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hadithfajri" /></noinclude>{{center|版權所有 不許翻印}}<noinclude></noinclude> hq2jzdk3rk1x2gra9qf5p0btd6illcn Halaman:Kuo-Yu Tanpa Guru I.pdf/3 104 114393 315340 2026-08-21T13:37:28Z Hadithfajri 15274 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '<center> {{rule|24em}} {{block center|align=left| DILARANG BUAT TJETAK LAGI DIPER-<br> LINDUNGI HAK PENGARANG.<br> Menurut fataal 11 Staatsblad 1912 No. 600.}} {{rule|24em}} </center>' 315340 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Hadithfajri" /></noinclude><center> {{rule|24em}} {{block center|align=left| DILARANG BUAT TJETAK LAGI DIPER-<br> LINDUNGI HAK PENGARANG.<br> Menurut fataal 11 Staatsblad 1912 No. 600.}} {{rule|24em}} </center><noinclude></noinclude> nw8u65oikbjpzo348e82c8aidcaz85p 315341 315340 2026-08-21T13:37:39Z Hadithfajri 15274 /* Telah diuji baca */ 315341 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Hadithfajri" /></noinclude><center> {{rule|24em}} {{block center|align=left| DILARANG BUAT TJETAK LAGI DIPER-<br> LINDUNGI HAK PENGARANG.<br> Menurut fataal 11 Staatsblad 1912 No. 600.}} {{rule|24em}} </center><noinclude></noinclude> 6qd16idhv9v01qt1b1mhp59vw9vhwru Kuo-Yu Tanpa Guru I 0 114394 315343 2026-08-21T13:50:07Z Hadithfajri 15274 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Kuo-Yu Tanpa Guru | author = The Chung Shen | translator = | section = | previous = | next = | notes = | year = 1957 }} <pages <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" include=1/> {{pb|label=}} <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" include=2/> {{pb|label=}} <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" include=3/> {{pb|label=}} <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" include=4/> {{pb|label=}} <pages index="Kuo...' 315343 wikitext text/x-wiki {{header | title = Kuo-Yu Tanpa Guru | author = The Chung Shen | translator = | section = | previous = | next = | notes = | year = 1957 }} <pages <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" include=1/> {{pb|label=}} <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" include=2/> {{pb|label=}} <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" include=3/> {{pb|label=}} <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" include=4/> {{pb|label=}} <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" include=5/> {{pb|label=}} {{TOC-tambahan| [[/Pendahuluan|Kata Pendahuluan]]<br> [[/Keterangan|Keterangan bagi Pembatja]]<br> [[/Alfabet|Peladjaran Alphabet Kuo - Yin]]<br> Peladjaran Alphabet Kuo - Yu<br> [[/1|1. Peladjaran Kesatu]] }} ixiyni5o9vt0uc9ppdswb3bgwagb9af 315349 315343 2026-08-21T13:54:43Z Hadithfajri 15274 315349 wikitext text/x-wiki {{header | title = Kuo-Yu Tanpa Guru | author = The Chung Shen | translator = | section = | previous = | next = [[/Pendahuluan|Kata Pendahuluan]] | notes = | year = 1957 }} <pages <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" include=1/> {{pb|label=}} <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" include=2/> {{pb|label=}} <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" include=3/> {{pb|label=}} <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" include=4/> {{pb|label=}} <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" include=5/> {{pb|label=}} {{TOC-tambahan| [[/Pendahuluan|Kata Pendahuluan]]<br> [[/Keterangan|Keterangan bagi Pembatja]]<br> [[/Alfabet|Peladjaran Alphabet Kuo - Yin]]<br> Peladjaran Alphabet Kuo - Yu<br> [[/1|1. Peladjaran Kesatu]] }} qw3430ogsmgqx02re8dqiz9690gh6ow Kuo-Yu Tanpa Guru I/Pendahuluan 0 114395 315345 2026-08-21T13:51:40Z Hadithfajri 15274 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Kuo-Yu Tanpa Guru | author = The Chung Shen | translator = | section = | previous = | next = | notes = | year = 1957 }} <pages <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" from=6 to=7/>' 315345 wikitext text/x-wiki {{header | title = Kuo-Yu Tanpa Guru | author = The Chung Shen | translator = | section = | previous = | next = | notes = | year = 1957 }} <pages <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" from=6 to=7/> 5j7jrha1exlsxe13t3pho71bxnc111k 315350 315345 2026-08-21T13:55:56Z Hadithfajri 15274 315350 wikitext text/x-wiki {{header | title = Kuo-Yu Tanpa Guru | author = The Chung Shen | translator = | section = | previous = [[../|Judul]] | next = [[../Keterangan|Keterangan bagi Pembatja]] | notes = | year = 1957 }} <pages <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" from=6 to=7/> sqgn4tamu478e1drtf869q32m9jvgis Kuo-Yu Tanpa Guru I/Keterangan 0 114396 315346 2026-08-21T13:52:34Z Hadithfajri 15274 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Kuo-Yu Tanpa Guru | author = The Chung Shen | translator = | section = | previous = | next = | notes = | year = 1957 }} <pages <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" from=8 to=9/>' 315346 wikitext text/x-wiki {{header | title = Kuo-Yu Tanpa Guru | author = The Chung Shen | translator = | section = | previous = | next = | notes = | year = 1957 }} <pages <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" from=8 to=9/> 58b9a601gf0niuzdc537lpdwm1xij71 315351 315346 2026-08-21T13:57:05Z Hadithfajri 15274 315351 wikitext text/x-wiki {{header | title = Kuo-Yu Tanpa Guru | author = The Chung Shen | translator = | section = | previous = [[../Pendahuluan|Kata Pendahuluan]] | next = [[../Alfabet|Peladjaran Alphabet Kuo - Yin]] | notes = | year = 1957 }} <pages <pages index="Kuo-Yu_Tanpa_Guru_I.pdf" from=8 to=9/> ppbmj843viau619iqqd1dww0znjcva1 Halaman:The Belle of Menado.pdf/38 104 114397 315355 2026-08-21T14:32:14Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Tjhiang-in rasaken kepalanja seperti ampir petjah. Liang-nio memandeng dengen mendadak merasa terharoe {{...|18}} Iapoenja kakerasan djadi poenah, ibarat ijs jang meleleh! Kamoedian Tjhiang-in angkat moekanja. „Kau poenja omongan tida sala," ia berkata dengen soeara tida bertenaga. „satoe pengemis memang lebih baek dan lebih terhormat dari orang jang tida sopan, dan saia ada itoe orang jang tida sopan hingga ini gedong jang agoeng tida pantes... 315355 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" />TJERITA ROMAN THE BEllE of MENAOO</noinclude>Tjhiang-in rasaken kepalanja seperti ampir petjah. Liang-nio memandeng dengen mendadak merasa terharoe {{...|18}} Iapoenja kakerasan djadi poenah, ibarat ijs jang meleleh! Kamoedian Tjhiang-in angkat moekanja. „Kau poenja omongan tida sala," ia berkata dengen soeara tida bertenaga. „satoe pengemis memang lebih baek dan lebih terhormat dari orang jang tida sopan, dan saia ada itoe orang jang tida sopan hingga ini gedong jang agoeng tida pantes trima saia poenja kadatengan. Saia menjesel kenapa saia moesti dateng kamarih." Itoe perkata'an jang dioetjapken sanget pelahan dan lemah telah membikin Liang-nio berdiri termenoeng. Iapoenja roman sabentar poetjet dan sabentar merah. samentara dadanja ada berombak keras. Njata iapoenja pikiran telah melajang di tempat jang djaoe, djaoe sekali. Dengen tindakan pelahan dan sembari toendoek Tjhiang-in bertindak ka loear, tapi sabelonnja sampe di mana pintoe, Liang-nio memboeroe dan dengen tida terasa, iapoenja bibir jang poetjet dan goemeter ada meloekisken tiga patah perkata'an: 'Nko Tjhiang-in." Tihiang-in kombali dan...... Oh, Allah! apa ia- poenja pemandengan tida beres! Apa betoel iapoe- nja pendengeran tida salah, itoe nona ada panggil ia poenja nama ? la ketemoeken itoe gadis djatoeken di- rinja dimana satoe korsi sembari tekep moekanja de- ngen kadoea tangan. Dengen kaki goemeter ia ham- pirin dengen sangsi jang kamoedian ia djadi berkoe- wi disampingnja itoe korsi...... Pendengeran semingkin soenji, disitoe tjoema ter- denger soeara dari gojangnja doea djantoeng. THE BELLE of MENADO 67 Tida brapa sa'at Liang-nio, angkat kepalanja dan ketemoeken Tihiang-in ada berkoewi disampingnja sembari toendoek. la poenja aer mata lantas mengalir toeroen, dan pada itoe koetika djoega Tjhiang-in ang- kat moekanja dan marika lantas saling memandeng sebagi sa'orang jang baroe sedar dari impihan. Djoestroe marika poenja sorot mata saling beradoe, beradoe dengen penoeh artian, satoe orang ada me- ngintip diloear djendela dengen roman goesar dan pe- nasaran saolah-olah ia ampir tida poenja kesabaran boeat liatken apa jang bakal terdjadi lebih djaoeh. Giginja berboenji, romannja merah sebagi djingga, tangannja mengepel-ngepel saolah-olah oendjoeken besarnja iapoenja marah! L AMA sekali pembatja soeda tida katemoe sama Tiong-sin sedari itoe maleman pesta, ia kloear dalem itoe gelap-goelita dengen maksoed boeat soe- soel Liang-nio, itoe nona jang ia tjintaken dengen soe- tji. Tapi tida broentoeng, kerna itoe malem ia kate- moeken jang roemahnja Liang-nio soeda tertoetoep. la gadangin itoe sa'antero malem dengen tida bisa tidoer seperti djoega iapoenja pikiran ada tida beres. la tida perdoeliken serangannja hawa dingin jang ter- bawa dari tioepannja sang angin. la tida rasa jang itoe waktoe iapoenja kepala ada poesing, iapoenja pi- kiran melingken tjoema ada satoe perkara, jaitoe, ka- temoein Liang-nio. Djam 4 pagi ia masih moendar-mandir di straat Ke- maweg dan ampir djam 5 pagi ia baroe kombali poe- lang dengen tindakan sebagi orang maboek. Besoeknja djam 8 ia merasa badan tida enak, ia rebah di pembaringan. Ajahnja amat koeatir dan dok- ter dioendang boeat diminta pertoeloengannja. Bla-<noinclude></noinclude> ixvkstefe4hnzaxj34upa33o5kjlu5a 315361 315355 2026-08-21T14:47:57Z Aeia aai 24023 315361 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" />TJERITA ROMAN THE BEllE of MENAOO</noinclude>Tjhiang-in rasaken kepalanja seperti ampir petjah. Liang-nio memandeng dengen mendadak merasa terharoe {{...|18}} Iapoenja kakerasan djadi poenah, ibarat ijs jang meleleh! Kamoedian Tjhiang-in angkat moekanja. „Kau poenja omongan tida sala," ia berkata dengen soeara tida bertenaga. „satoe pengemis memang lebih baek dan lebih terhormat dari orang jang tida sopan, dan saia ada itoe orang jang tida sopan hingga ini gedong jang agoeng tida pantes trima saia poenja kadatengan. Saia menjesel kenapa saia moesti dateng kamarih." Itoe perkata'an jang dioetjapken sanget pelahan dan lemah telah membikin Liang-nio berdiri termenoeng. Iapoenja roman sabentar poetjet dan sabentar merah. samentara dadanja ada berombak keras. Njata iapoenja pikiran telah melajang di tempat jang djaoe, djaoe sekali. Dengen tindakan pelahan dan sembari toendoek Tjhiang-in bertindak ka loear, tapi sabelonnja sampe di mana pintoe, Liang-nio memboeroe dan dengen tida terasa, iapoenja bibir jang poetjet dan goemeter ada meloekisken tiga patah perkata'an: „{{...|9}}'Nko Tjhiang-in." Tjhiang-in kombali dan {{...|12}} Oh, Allah! apa iapoenja pemandengan tida beres! Apa betoel iapoenja pendengeran tida salah, itoe nona ada panggil ia poenja nama? Ia ketemoeken itoe gadis djatoeken dirinja dimana satoe korsi sembari tekep moekanja dengen kadoea tangan. Dengen kaki goemeter ia hampirin dengen sangsi jang kamoedian ia djadi berkoewi disampingnja itoe korsi{{...|12}} Pendengeran semingkin soenji, disitoe tjoema terdenger soeara dari gojangnja doea djantoeng. THE BELLE of MENADO 67 Tida brapa sa'at Liang-nio, angkat kepalanja dan ketemoeken Tihiang-in ada berkoewi disampingnja sembari toendoek. la poenja aer mata lantas mengalir toeroen, dan pada itoe koetika djoega Tjhiang-in ang- kat moekanja dan marika lantas saling memandeng sebagi sa'orang jang baroe sedar dari impihan. Djoestroe marika poenja sorot mata saling beradoe, beradoe dengen penoeh artian, satoe orang ada me- ngintip diloear djendela dengen roman goesar dan pe- nasaran saolah-olah ia ampir tida poenja kesabaran boeat liatken apa jang bakal terdjadi lebih djaoeh. Giginja berboenji, romannja merah sebagi djingga, tangannja mengepel-ngepel saolah-olah oendjoeken besarnja iapoenja marah! L AMA sekali pembatja soeda tida katemoe sama Tiong-sin sedari itoe maleman pesta, ia kloear dalem itoe gelap-goelita dengen maksoed boeat soe- soel Liang-nio, itoe nona jang ia tjintaken dengen soe- tji. Tapi tida broentoeng, kerna itoe malem ia kate- moeken jang roemahnja Liang-nio soeda tertoetoep. la gadangin itoe sa'antero malem dengen tida bisa tidoer seperti djoega iapoenja pikiran ada tida beres. la tida perdoeliken serangannja hawa dingin jang ter- bawa dari tioepannja sang angin. la tida rasa jang itoe waktoe iapoenja kepala ada poesing, iapoenja pi- kiran melingken tjoema ada satoe perkara, jaitoe, ka- temoein Liang-nio. Djam 4 pagi ia masih moendar-mandir di straat Ke- maweg dan ampir djam 5 pagi ia baroe kombali poe- lang dengen tindakan sebagi orang maboek. Besoeknja djam 8 ia merasa badan tida enak, ia rebah di pembaringan. Ajahnja amat koeatir dan dok- ter dioendang boeat diminta pertoeloengannja. Bla-<noinclude></noinclude> 5kx838vsx65fphc8ht42ben5oz1lco1 315371 315361 2026-08-22T01:06:38Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315371 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|66|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|67}}</noinclude>Tjhiang-in rasaken kepalanja seperti ampir petjah. Liang-nio memandeng dengen mendadak merasa terharoe {{...|18}} Iapoenja kakerasan djadi poenah, ibarat ijs jang meleleh! Kamoedian Tjhiang-in angkat moekanja. „Kau poenja omongan tida sala," ia berkata dengen soeara tida bertenaga. „satoe pengemis memang lebih baek dan lebih terhormat dari orang jang tida sopan, dan saia ada itoe orang jang tida sopan hingga ini gedong jang agoeng tida pantes trima saia poenja kadatengan. Saia menjesel kenapa saia moesti dateng kamarih." Itoe perkata'an jang dioetjapken sanget pelahan dan lemah telah membikin Liang-nio berdiri termenoeng. Iapoenja roman sabentar poetjet dan sabentar merah. samentara dadanja ada berombak keras. Njata iapoenja pikiran telah melajang di tempat jang djaoe, djaoe sekali. Dengen tindakan pelahan dan sembari toendoek Tjhiang-in bertindak ka loear, tapi sabelonnja sampe di mana pintoe, Liang-nio memboeroe dan dengen tida terasa, iapoenja bibir jang poetjet dan goemeter ada meloekisken tiga patah perkata'an: „{{...|9}}'Nko Tjhiang-in." Tjhiang-in kombali dan {{...|12}} Oh, Allah! apa iapoenja pemandengan tida beres! Apa betoel iapoenja pendengeran tida salah, itoe nona ada panggil ia poenja nama? Ia ketemoeken itoe gadis djatoeken dirinja dimana satoe korsi sembari tekep moekanja dengen kadoea tangan. Dengen kaki goemeter ia hampirin dengen sangsi jang kamoedian ia djadi berkoewi disampingnja itoe korsi{{...|12}} Pendengeran semingkin soenji, disitoe tjoema terdenger soeara dari gojangnja doea djantoeng. Tida brapa sa'at Liang-nio, angkat kepalanja dan ketemoeken Tjhiang-in ada berkoewi disampingnja sembari toendoek. Ia poenja aer mata lantas mengalir toeroen, dan pada itoe koetika djoega Tjhiang-in angkat moekanja dan marika lantas saling memandeng sebagi sa'orang jang baroe sedar dari impihan. Djoestroe marika poenja sorot mata saling beradoe, beradoe dengen penoeh artian, satoe orang ada mengintip diloear djendela dengen roman goesar dan penasaran saolah-olah ia ampir tida poenja kesabaran boeat liatken apa jang bakal terdjadi lebih djaoeh. Giginja berboenji, romannja merah sebagi djingga, tangannja mengepel-ngepel saolah-olah oendjoeken besarnja iapoenja marah! {{di|L}}AMA sekali pembatja soeda tida katemoe sama Tiong-sin sedari itoe maleman pesta, ia kloear dalem itoe gelap-goelita dengen maksoed boeat soesoel Liang-nio, itoe nona jang ia tjintaken dengen soetji. Tapi tida broentoeng, kerna itoe malem ia katemoeken jang roemahnja Liang-nio soeda tertoetoep. Ia gadangin itoe sa'antero malem dengen tida bisa tidoer seperti djoega iapoenja pikiran ada tida beres. Ia tida perdoeliken serangannja hawa dingin jang terbawa dari tioepannja sang angin. Ia tida rasa jang itoe waktoe iapoenja kepala ada poesing, iapoenja pikiran melingken tjoema ada satoe perkara, jaitoe, katemoein Liang-nio. Djam 4 pagi ia masih moendar-mandir di straat Kemaweg dan ampir djam 5 pagi ia baroe kombali poelang dengen tindakan sebagi orang maboek. Besoeknja djam 8 ia merasa badan tida enak, ia rebah di pembaringan. Ajahnja amat koeatir dan dokter dioendang boeat diminta pertoeloengannja. {{hws|Bla|Blakangan}}<noinclude></noinclude> fzd1bw1dfehjce37w7kxypyxze11yun Halaman:The Belle of Menado.pdf/27 104 114398 315356 2026-08-21T14:44:16Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'saia tioema ketemoe satoe kali di restaurant Bie Hiang ............." „Kaloe begitoe kau soeda kenal baek, soeda djadi sobat kentel?” „Boekan katanja kenal baek, ‘nko Tek-lok baroe adjarken saia kenal koetika kita orang sama² katemoe di mana itoe roemah makan." „Tapi saia minta kau djangan berfihak padanja.” berkate poelah Koe-kway dengen soeara tida seneng. „Kau selaloe moesti ada di fihaknja kita orang Menado, djangan kasi hati sama lain or... 315356 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh|44|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||45}}</noinclude>saia tioema ketemoe satoe kali di restaurant Bie Hiang ............." „Kaloe begitoe kau soeda kenal baek, soeda djadi sobat kentel?” „Boekan katanja kenal baek, ‘nko Tek-lok baroe adjarken saia kenal koetika kita orang sama² katemoe di mana itoe roemah makan." „Tapi saia minta kau djangan berfihak padanja.” berkate poelah Koe-kway dengen soeara tida seneng. „Kau selaloe moesti ada di fihaknja kita orang Menado, djangan kasi hati sama lain orang dari lain tempat jang main betingka. Kau taoe, kaloe saia dilahirken sebagi poetranja resident, saia nanti tida kasi idzin boeat ia selamanja masoek Menado ......" Djiet-tjing bersenjoem: „Kau roepanja seperti orang Papoea kena pana. Ia berboeat dosa apa sampe kau begitoe membentji?" „He, kau oepamaken saia bangsa ....... Papoea?! Mari Kloear kapan kau maoe mengadjak berklai!! ....... Ngana poenja moeak boleh moent.......!" Koe-kway poenja hati memang lemah, Djiet-tjing dengen gampang sabarken hatinja kombali. Achirnja Djiet-tjing menanja sambil ketawa: „Tjoba tjeritaken apa jang itoe tetamoe dari Sourabaya soeda bikin kaonaran disini." Koe-kway sigra tieritaken apa jang soeda terdjadi dalem pestanja ‘ntjek Bing-liong. Sebagi penoetoep ia bilang: „Lagi brapa hari itoe contract berdjandjian bakal ditoetoep, dan kau, sebagi voorzitter dari kita poenja Siauwlian Hwee, bakal tarik kloear ''f''500.— roepiah dari kantongnja itoe anak jang tida taoe diri. Djiet-tjing tjoema djawab itoe semoea dengen senjoeman. Tjhiang-in poenja sikep tide kentaraken ada kedjadian apa-apa, tapi dalem ia poenja hati ada bergoentjang keras saolah-olah itoe Ratoe Kembang poenja sorot mata dan roman ada mendobrak lebih keras dimana ia poenja soemanget. Ia poenja pertarohan bakal kala itoelah soeda pasti, dan berbareng itoe djoega ia poenja hati bakal toeroet tertoesoek, satoe toesoekan jang datengnja tida kira, tida dinjana! Ia sekarang mengerti bikin satoe permainan jang sanget gegaba. Tek-lok jang doedoek diseblahnja tida oetjapken perkata‘an apa-apa, ia taoe sang sobat kliatan poetoes harepan.. Kamoedian Tjhiang-in kadengeran berkata sembari bersenjoem: „'Nko Tek-lok, apa kau bisa dapet bade bagimana kasoeda’annja saja poenja pertarohan?" „Soesa boeat taksir," kata itoe sobat jang djoega toeroet mesem, „tapi kau djangan begitoa lekas poetoes harepan; kau masih ada tempo lagi brapa hari.” Tjhiang-in roepanja tida perhatiken itoe perkata'an, ia memandeng disablah kiri, dimana Liang-nio dan ajahnja ada berdiri jang tida lama kamoedian dapet speciaal doea korsi kosong jang baroe diangkat oleh djongos atas titehnja eigenaar dari itoe bioscope. Djam 7 liwat 10 menutes pertoendjoekan film moelai dipoeter dan semoea penonton jang tadinja berkrisik, telah djadi sirep dan gelap, tapi laen orang tida taoe bahoea dalem itoe gedong ada gontjangan djantoeng jang keras dan berdebar dari doea penonton jang itoe waktoe lebih soeroep doedoek termenoeng sendirian dari pada doedosk menonton bioscope! {{di|B}}ESOEK harinja kapan Liang-nio bangoen dari tidoernja, ia terkenang kombali sama itoe kadjadian semalem. Ia masih denger njata bagimana aloes<noinclude></noinclude> c44vbzogesrdsnmprvscte7o6ixqzta 315357 315356 2026-08-21T14:44:31Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315357 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|44|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||45}}</noinclude>saia tioema ketemoe satoe kali di restaurant Bie Hiang ............." „Kaloe begitoe kau soeda kenal baek, soeda djadi sobat kentel?” „Boekan katanja kenal baek, ‘nko Tek-lok baroe adjarken saia kenal koetika kita orang sama² katemoe di mana itoe roemah makan." „Tapi saia minta kau djangan berfihak padanja.” berkate poelah Koe-kway dengen soeara tida seneng. „Kau selaloe moesti ada di fihaknja kita orang Menado, djangan kasi hati sama lain orang dari lain tempat jang main betingka. Kau taoe, kaloe saia dilahirken sebagi poetranja resident, saia nanti tida kasi idzin boeat ia selamanja masoek Menado ......" Djiet-tjing bersenjoem: „Kau roepanja seperti orang Papoea kena pana. Ia berboeat dosa apa sampe kau begitoe membentji?" „He, kau oepamaken saia bangsa ....... Papoea?! Mari Kloear kapan kau maoe mengadjak berklai!! ....... Ngana poenja moeak boleh moent.......!" Koe-kway poenja hati memang lemah, Djiet-tjing dengen gampang sabarken hatinja kombali. Achirnja Djiet-tjing menanja sambil ketawa: „Tjoba tjeritaken apa jang itoe tetamoe dari Sourabaya soeda bikin kaonaran disini." Koe-kway sigra tieritaken apa jang soeda terdjadi dalem pestanja ‘ntjek Bing-liong. Sebagi penoetoep ia bilang: „Lagi brapa hari itoe contract berdjandjian bakal ditoetoep, dan kau, sebagi voorzitter dari kita poenja Siauwlian Hwee, bakal tarik kloear ''f''500.— roepiah dari kantongnja itoe anak jang tida taoe diri. Djiet-tjing tjoema djawab itoe semoea dengen senjoeman. Tjhiang-in poenja sikep tide kentaraken ada kedjadian apa-apa, tapi dalem ia poenja hati ada bergoentjang keras saolah-olah itoe Ratoe Kembang poenja sorot mata dan roman ada mendobrak lebih keras dimana ia poenja soemanget. Ia poenja pertarohan bakal kala itoelah soeda pasti, dan berbareng itoe djoega ia poenja hati bakal toeroet tertoesoek, satoe toesoekan jang datengnja tida kira, tida dinjana! Ia sekarang mengerti bikin satoe permainan jang sanget gegaba. Tek-lok jang doedoek diseblahnja tida oetjapken perkata‘an apa-apa, ia taoe sang sobat kliatan poetoes harepan.. Kamoedian Tjhiang-in kadengeran berkata sembari bersenjoem: „'Nko Tek-lok, apa kau bisa dapet bade bagimana kasoeda’annja saja poenja pertarohan?" „Soesa boeat taksir," kata itoe sobat jang djoega toeroet mesem, „tapi kau djangan begitoa lekas poetoes harepan; kau masih ada tempo lagi brapa hari.” Tjhiang-in roepanja tida perhatiken itoe perkata'an, ia memandeng disablah kiri, dimana Liang-nio dan ajahnja ada berdiri jang tida lama kamoedian dapet speciaal doea korsi kosong jang baroe diangkat oleh djongos atas titehnja eigenaar dari itoe bioscope. Djam 7 liwat 10 menutes pertoendjoekan film moelai dipoeter dan semoea penonton jang tadinja berkrisik, telah djadi sirep dan gelap, tapi laen orang tida taoe bahoea dalem itoe gedong ada gontjangan djantoeng jang keras dan berdebar dari doea penonton jang itoe waktoe lebih soeroep doedoek termenoeng sendirian dari pada doedosk menonton bioscope! {{di|B}}ESOEK harinja kapan Liang-nio bangoen dari tidoernja, ia terkenang kombali sama itoe kadjadian semalem. Ia masih denger njata bagimana aloes<noinclude></noinclude> s6wrw5pokn0mylo2i5glhpye9j996k9 Halaman:The Belle of Menado.pdf/28 104 114399 315358 2026-08-21T14:47:02Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '46 TJERITA ROMAN Tjhi~ng-in poe~j? soeara tatkala tawarken korsinja padànla. Kendatl la merasa menjesel atas iapoenja penola,kan jang ketoes tapi sebaliknja ia merasa broentoeng soeda bisa oendjoeken si'kepnja begitoe roepa_ Dengen bersenjoem girang ia tjoba loepaken itoe perkara sembari hampirin iapoenja tante jang ada doedoek diroewangan blakang. "Kau. tentoe belon dapet thee 7" ia menanja, ",8abo~ Allm~, semalem. traenak badan dan tadi bang... 315358 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh|46|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||47}}</noinclude>46 TJERITA ROMAN Tjhi~ng-in poe~j? soeara tatkala tawarken korsinja padànla. Kendatl la merasa menjesel atas iapoenja penola,kan jang ketoes tapi sebaliknja ia merasa broentoeng soeda bisa oendjoeken si'kepnja begitoe roepa_ Dengen bersenjoem girang ia tjoba loepaken itoe perkara sembari hampirin iapoenja tante jang ada doedoek diroewangan blakang. "Kau. tentoe belon dapet thee 7" ia menanja, ",8abo~ Allm~, semalem. traenak badan dan tadi bangoen kaslangan, sembarl berkata ia masoek kadalem tida lama klo~ar Ikomba li den gen membawa doea tjangkir thee. "Alah roepanja masih enak mengimpih." "Djam brapa semalem kau orang poelang 7" tanjah itoe tante tatkala Liang-nio ada doedoek disampingnja. "Brangkali djam 9112." "Kau poenja ajah begitoe djoega kau, kenapa sanget soeka sama bioscope," menjamboeng poelah itoe orang toea sambil bersenjoem. "Itoe toch +joema gambar di atas lajar, kau orang dibodoin ; boeat saia, djangan lagi disoeree bajar, nonton pertjoema trima kasi 1anjak." Itoe gadis toe roet bersenjoem. "Kita manoesia djoega seperti gambar hidoep, doenia sebagi lajarnja," ia berkata, "itoelah sebabnja kenapa saia sendiri soeka sama gambar hidoep," sampe disini ia djadi ketawa selakoe satoe anak jang djinaka. "Abis apa iang semalem kau dapet nonton 7 tanjah poelah itoe tante sembari iroep itoe thee. "Tida lebih dari baiangan .. , ......... " "Penghideepan djeega tida lebih dari impihan," memoetoes itoe gadis sambil rang koel lehernja itoe tante jang baek. "Apa kau tida pilkir begitoe, tante 7" "Kau omasih terlaloe moeda boeat taoe jang penghidoepan ada satee impihan, ,paling banjak kau tioema THE BELLE of MENADO •• •• •• 47 dapet taoe dalem boekoe sekolahan atawa dalem boekoe tjerita. Tapi," menjambeeng itoe tante lebih djaoe, "tapi, kaloe kau soeda taoe jang penghidoepan sebagi impihan, bikinlah penghidoep'moe sendiri ada dateng sebenernja, ada hidoep dalem sedar, djangan silahken segala penggoda dateng deket tereetama dalem oemeer seperti kau banjak sekali menampak setan-penggoda, maka djangan kau pandeng enteng dan tioema maoe anggep : hidoep sebagi impihan." liang-nio bertoendoek. Ia bajanglken pikirannja pada apa lang dateng paling blakang tatkala djoempahin itoe anak dari Sourabaya: la belon taoe dapet itoe pengrasahan dan ia tida ta oe apakah namanja itoe 7 la bentji pada itee anak moeda tapi ia dioega ada terkenang. Ia aken loepaken itoe semoea kedjadian, tapi ia selaloe masih inget itoe sikep jang sebat, itoe koe mandangnja soeara jang tetep dan aroes. Apakah artinja itoe semoea 7 Djoestroe pikir sampe disitoe, djongos Astro mendatengin sembari kasi taoe jang diloear ada satoe tetamoe ingin Ketemoe. "Tjoba kau 'kleear, Liang, ikasi taoe jang ajah'moe masih tidoer," oerkata itoe tante sabelonnja Liang-nio bisa berkata. "Kaloe ada oeroesan perloe, soeroe itoe tetamoe 'kom bali sabentar ~iang atawa kita nanti bol'eh kasi bangoen." Liang-nio berdialan kloear dengen pakean masih lentjee kerna ia memang beien teekar pakean. Sampe di bagian pintoe roewangan loear, ia mendadak mandek, kerna dihadepannja ia dapet liat .. .......... Tjhiang-in berdiri sembari pondeng Ikadoea tangannja, sikepnja ada mengeendjoeken ~ebagi itoe panglima prang jang tida Ikedal' boeat tri.rna datengnja lawanan.<noinclude></noinclude> 623e8u69rrbqdjz8kuc83nbvnmugchw Halaman:The Belle of Menado.pdf/29 104 114400 315359 2026-08-21T14:47:26Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '48 TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO ,Ada ........ ... . ada apa ~au dateng kema ri ?" itoe gadis menanjah dengen soeara tida begitoe tetep ta pi tjoekoep ketoes. Orang jang ditanjah tida mendjawab, hanja ting ga ~ memandeng dengen mata tida bersekip. "Ada oeroes.an apa kau dateng kemari?" tanjalo poe/ah itoe Ratoe Kembang jang moe/ai soeda bisa tetepken hatinja. "Apa kau bisoe, atawa apa saia bitjara sama patoeng ? 7" itoe nona 'berkata /ebi... 315359 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>48 TJERITA ROMAN THE BELLE of MENADO ,Ada ........ ... . ada apa ~au dateng kema ri ?" itoe gadis menanjah dengen soeara tida begitoe tetep ta pi tjoekoep ketoes. Orang jang ditanjah tida mendjawab, hanja ting ga ~ memandeng dengen mata tida bersekip. "Ada oeroes.an apa kau dateng kemari?" tanjalo poe/ah itoe Ratoe Kembang jang moe/ai soeda bisa tetepken hatinja. "Apa kau bisoe, atawa apa saia bitjara sama patoeng ? 7" itoe nona 'berkata /ebih djaoe tatka/a Tjhiang-in komba/i tida menjaoet, "Nou, saiè tida poenja tempo .... ........ " ia hendak ber/a/oe kapan itoe djedjaka /antas berkata : "Saia boekan bisoe atawa patoeng seperti djoega tadi ma/em , dalem itoe gedong bioscope, saia boe~ao tawarin hosi pada satoe patoeng, atawa satoe pembisoe, tapi toch ia tida menjaoet seperti iapoenja ........ . bibir ada terdiait! " Romannja Üang-nio djad i merah, dadanja ada berombak njata iapoenja panasaran dateng dengen mendadak. " ......... Pergi dari sini ! lekas kau pergi dari ini pekarangan I '" ia berseroe sambi/ tangannja menoeding kaloear. "Zonder kau oesir saia nanti pergi," Tjhiang-in mendjawab dengen sikepnja tida brobah. "Apa kau ada /ain makian boeat saia ? Saia toengoe, sebab tida brapa hari /agi saia bakal maboer dari Menado. Saia taoe kau ma sih simpen penasaran, dan saia pikir tida baek orang hidoep simpen penasaran, teroet~ma boeat satoe prempoean moeda seperti kau. Maka itoe ma/em, sepoe/angnja dari pestanja 'nt jek Bing-Iiong, saia soeda tida bisa tidoer, saia goenaken itoe tempo gelap goelita dateng kemari boeat tjari kau tapi tida bisa ketemoeken kau kendati ampir satoe djam saia moendoer mandir di/oear tkaupoenja pekarangan. Sa ia djoega ada bodo, ,kenapa saia tida taoe kaloe itoe koetika kau sedeng enak tidoer, enak mengimpih. Tapi sa ia tida perloe seselken itoe, sekarang saia soeda dateng kemar: sekarang kau bo/eh nista, bo/eh maki saia apa jang kau sOEf,<a. Saia tida minta kaupoenja ma'af, saia minta ka u poenja maki, agar dalem sa ia poen ja perdjalanan poelang ka Sourabaya dengen hati tentrem ~endati, saia moesti mengakoe, sa ia baka/ tida /oepaken itoe barang peringetan jang saia dapet tjoeri dalem itoe kebon .,. " liang-nio poenja djidat dan roman berobah merah dadoe. Ia engosken kepa/anja dengen moeka toendoe-k. la rasaken itoe perkata'an ada menikem dan /emahken iapoenja kakerasan hati kendati dioetjapken dengen kasar, tapi ia anggep ada djoedjoer dan sabenernja. Apa seka rang ia moesti bikin? Apa ia maoe ma'afken? 7 Tida, itoe/ah tida , iapoenja keangkoehan me/a rang aken berboeat beg itoe. "Saia menanti apa jang kau bo/eh memaki ......... ," mengoelangin poelah Tjhiang-in sembari pandeng itoe roman jang sao/ah-olah aken disemboeniken .. ....... , .. Oh Allah jang toengga/ , bag imana ei/ok itoe roman , bagimana aloes itoe sorot mata. Ia ingin dengen tjara memboeta boeat bi/ang : "Sa ia tjinta kau" . tapi ia poenja katabahan tida sampe disitoe. Dengen sebat itoe kapa/a jang toendoek lantas te rangkat, sekarang liang-nio poen ja sikep brobah sebag i satoe Ratoe ja:1g hendak memrentah: "Sa ia maoe kau /antas pergi dari sini , lekas pergi dari ini roemah' '" ia berkata dengen soearanja jang njaring dan tete p. "Tapi hu moesti berdjandji tida menjatj i di b/akang sa ia poenja taoe ," Tjhiang-in tjoba be/ahken diri nja dengen tida merasa apa jang dioetjapken. "Sebab, . .. •• .'.. 49<noinclude></noinclude> syxkk8ggu7vezbc8dc4x9e9ypfk6cho Halaman:The Belle of Menado.pdf/30 104 114401 315360 2026-08-21T14:47:42Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'THE BELLE of MENADO TJERITA ROMAN 50 begitoe b/lnja,k jang mengasih boekti, moeloet prempoean lebih obanja'k omong di blakang dari pada di moeka, dan djoestroe itoe saia tida maoe. Saia maoe balik ,ka Sourabaya dengen kaada'an seperti waktoe saia dateng kamari, tida ada satoe orang simpen penasaran atawa kasi koetoelkan." Dengen sorot mata dan roman membentji Liang-nio lantas berdjalan masoek, tinggal Tjhiang-in berdiri me10ngo zonder perkata... 315360 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>THE BELLE of MENADO TJERITA ROMAN 50 begitoe b/lnja,k jang mengasih boekti, moeloet prempoean lebih obanja'k omong di blakang dari pada di moeka, dan djoestroe itoe saia tida maoe. Saia maoe balik ,ka Sourabaya dengen kaada'an seperti waktoe saia dateng kamari, tida ada satoe orang simpen penasaran atawa kasi koetoelkan." Dengen sorot mata dan roman membentji Liang-nio lantas berdjalan masoek, tinggal Tjhiang-in berdiri me10ngo zonder perkata'annja dapet djawaban. Tapi maski dalem kaada'an beg itoe iapoenja pikiran jong terang tid a semoeanja tinggalken padanja. Ia boleh merasa ha ngga atas iapoenja katetepan hati ; ,kaloe boeat laen orang brangkali tida bisa beroiri lebih lama. la lantas bersenjoem, satoe senjoeman jang dirasaken sendiri terlaloe asem. Ia nendak bertindak kloear .kapan tida djaoe dari tempat ia berdiri ada rebah satoe benda 'ketjil jang mengloearken sinar mentjorong. Id 'hampirin dan poengoet itoe barang ... ... Oh, itoe1ah ada satoe mata tjintjin I mata tjintjin dari brilliant. la ·kenalin siopa jang poenja itoe barang berharga mahal jong terfepas dori iketannja. Boeat samentara waHoe ia berdiri bingoeng, ~a­ moedian dengen sikep biaso ia lantas kantongin itoe barang sembari berdjalan pergi. VI ETAMOE 'siapa, Liang, dan apa ada oeroesan " penting begitoe pagi tjariajahmoe?" tanj ah sang tante tatkala Liang-nio sampe di blakang. Itoe ga dis tida kasi katcrangan apa jang telah terdjadi. Ia belon pernah brani mendjoesta maski pada siap,) djoega, tapi ini kali ia tida ' mengerti I<enapa holeh begiroe. Ia taoe mendjoesta ada perboeatan T 5f ~oerang moeli~, tapi boeat bila~g sabenernja boekan • •• •• la tokoet,. hanla me~asa maloe. Sekan kasi ~aterangan doedoeknla perkara lang bener, apa ia boleh tida toetoerken ~ekal.i bah~ea iapoenja. ... .... .... pipi soeda ~ena tertloen ol?h Itoe anak dari Sourabaya? Sebab Itoe ada pokohnla pe~kara kenapa ia boleh membentji dan oesir d.irinja Tj,hiang-in. Dengen tida bitjara ban jak ia teroes masoek dalem iapoenj~ ,kamar. Di. sito~ ia doedoek termet'oeng, terk~nang Itoe roman lang .,a soedo oesir seperti andjing ! l,da terasa aer-matanla melelah toeroen dan tida brap~ sa'at ia berkoewi dan hetoep moekanja di atas randlang .... .. .. .. .... . Pembatja. kaloe uia bilang liang-nio ada tjintaken Tjhiang-in, Kau tentoe anggep ini toelisan terlaloe dikasi goela of dilebihin_ Tapi dengen djiwa salembar, sama koe mis sepasang saia boleh tarohin, Bahoea tjinta ada 9aib dan menarik dalem sa'at sorot mata saling djoempahin_ ... " .', "Tjinta" di'impikennja ada ei 10k, banjak orang ingin . dateng berdeket. Tap. tida taoe kanan-kirinja ada beriboe doeri tadjem jang belengket; Satoe kali menantjep ibarat sesapoeh oleh rante besi ada di'iket. Meli ngken bisa diangkat kloear kapan badan dan njawa soeda tida sariket. Sebab begitoe, pengarang Melatie van Java ada • pernah membilang. Pengh,doepan ada TlGA perkara jan9 tida boleh dipandeng kepalang : Ka I, Api; ka 11, Singa; ka 111 , Tjinta jan9 boekan tjoema patahken toelang • Malah hati dir.mes, darah di'iroep. koelit-daging dibeset melintang-malang.<noinclude></noinclude> ghhvdq6cy3gi4vs9eciydb8l926np0w Indeks:Selina.pdf 102 114402 315373 2026-08-22T01:16:04Z Cgjkldn 22445 Cgjkldn memindahkan halaman [[Indeks:Selina.pdf]] ke [[Indeks:Selina.djvu]]: Indeks tidak muncul gambar 315373 proofread-index text/x-wiki #REDIRECT [[Indeks:Selina.djvu]] 3snhxsool7ds94485h4ksy6mysia7xa Halaman:The Belle of Menado.pdf/39 104 114403 315374 2026-08-22T01:17:12Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315374 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|68|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|69}}</noinclude>{{hwe|kangan|Blakangan}} itoe thabib kasi katerangan jang Tiong-sin tjoema dapet demem, perloe tinggal teroes dalem kamar lamanja 2 of 3 hari dan itoe penjakit nanti sigra mendjadi semboeh. Tiong-sin rasa tida betah teroes rebah di pembaringan dan didjaga tida boleh kloear pintoe. Itoe roman dari Liang-nio selaloe berbajang, ia kapingin bisa lantas bawa dirinja di hadepan itoe Ratoe Kembang dan pandeng itoe roman jang soeda menarik iapoenja antero soemanget, tapi tida bisa, ajahnja mendjaga keras. Doea hari kamoedian iapoenja kwarasan ampir kombali sabagimana biasa, tjoema iapoenja badan masih lemah. Ia rasaken djalannja tempo ada sanget pelahan. Tiga hari telah liwat, dan dokter soeda bisa kasi idzin boeat ia boleh kloear. Iapoenja girang itoe waktoe boekan kepalang. Djoestroe soeatoe sore ia doedoek di roewangan loear, ia dapet liat Koe-kway dari loear mendatengin dengen langkahan doea kali lipet dari biasanja. „Kau soeda boleh kloear? Ach, kabetoelan, saia membawa warta penting!" Koe-kway berkata dengen napas segal-segal dan tida sabaran. „Satoe kabar penting jang kau perloe lantas berdaja atawa{{...|12}}" „Toetoerken saia dengen sabar, djangan seperti orang diboeroe matjan," mendjawab Tiong-sin sembari silahken itoe kawan doedoek. Apa kau maoe digantoeng orang?" „Ampir saroepa itoe, boekan boeat saia hanja boeat kau." „Boeat saia? Perkara apa itoe?" Dengen katjepetan 100 K.M. Koe-kway lantas toetoerken apa jang telah terdjadi sama itoe pertarohan, dan kamoedian bagimana Tjhiang-in telah trima satoe soerat dari itoe Ratoe Kembang hingga itoe oewang ƒ 500.― boekan sadja bakal lolos kombali tapi berbalik djadi satoe karoegian besar pada iapoenja fihak. Sebagi penoetoep ia menerangken lebih teges: „'Nko Tiong-sin, Liang-nio kasi ma'af sama Tjhiang-in sebab katanja ia ada pernah ditjioem{{...|12}}" „Kau gila!" memotong itoe anak hartawan. „Siapa jang bilang begitoe?" „Tjhiang-in sendiri ada mengakoeh koetika saia menanjah." „Kau goblok, kepala oedang ! ia maoe djoestain kau. Ia tjoema maoe bikin kau poenja hati djadi ketjil." „Tapi boeat perkara apa itoe perkata'an 'ma'af calem itoe soerat?" „Itoe brangkali ada laen oeroesan, dan blakangan kita nanti taoe." „Tapi kau djangan pandeng enteng ini perkara kaloe kau tida maoe roegi terlaloe banjak," Koe-kway memLri inget dengen roman koeatir. „Itoe anak dari Sourabaya sekarang ada di mana?" Tiong-sin menanjah satelah memikir brapa lama. „Ia roepanja pergi roemahnja Liang-nio {{...|12}}" „Apa kau taoe pasti?" „99% dari 100 saia brani pastiken. Sekarang tinggal kau tida boleh ilangken tempo boeat atoer apa jang perloe. Apa dokter soeda tida larang kau kloear?" „Tida, saia soeda waras. Kaloe bener katamoe, sekarang saia maoe menjoesoel ka sana boeat boektiken sendiri dan baroe saia nanti bisa pikirken laen." „Kaloe begitoe apa saia djoega boleh toeroet?" „Djangan, saia maoe selidikin ini oeroesan dengen sendirian. Tjoema kau moesti lekas dateng begitoe dapet saia poenja panggilan." „Kaloe betoel kau djoempahin Tjhiang-in di sana, apa<noinclude></noinclude> 4x4voqqfasfyv7dtu8x4hiia5vu0h22 Halaman:The Belle of Menado.pdf/19 104 114404 315376 2026-08-22T01:26:58Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315376 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|28|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|29}}</noinclude>bajangan item jang berdiri diantara itoe tetaneman boengah-boengah. Ia sampirin dengen harepan itoe orang ada itoe prempoean jang ia kenangken, tapi, astaga! ia tjoema ketemoeken satoe nenek jang ramboetnja soeda berwarna dan giginja soeda banjak verlof. Ia aken liwatin teroes tapi itoe nenek lantas menegor: „Kenapa kau terbang kemari sedeng didalem banjak kawan-kawan?" Tjhiang-in memberi hormat: „Didalem terlaloe rameh dan hawahnja ada panas." „Saia denger kaupoenja tekoekan soeara seperti orang lain kota?" tanja poelah itoe oewa sambil pandeng itoe roman jang tjakep. Itoe anak moeda bersenjoem: „Saia memang dari Sourabaya." „Pantes. Kapan kau boleh dateng?" „Belon brapa hari. Kau brangkali ada familie dari 'ntjek Bing-liong?" „Tida saia tjoema mendjadi tetamoe." Dari seblah samping ada soeara tindakan mendatengin, dan tida brapa sa'at {{...|12}} Liang-nio soeda berada disitoe. Ia djadi terkedjoet tatkala dapet liat siapa adanja itoe anak moeda jang berdiri tapi sigra ia bersenjoem pada itoe prempoean toea dan berkata: „Saia tjari kau setengah mati, tida njana kau katemoe disini. Tante, kenapa kau maoe semboeni, tida sama-sama kita orang didalem?" Sebaliknja mendjawab itoe pertanja'an, itoe nenek lantas berkata pada Tjhiang-in: „Ini ada saia poenja kaponakan, Liang-nio." Berdoea sama-sama memanggoet. Inilah baroe pertama kali Tjhiang-in mendenger itoe Ratoe Kembang poenja soeara jang aloes dan enteng. Liang-nio! itoelah ada satoe nama jang manis. Itoe gadis tida bitjara lain hanja pimpin tangan tantenja hendak diadjak masoek kapan itoe anak moeda keboeroe berkata: „Harep kau tida ambil ketjil hati, kaloe tadi, waktoe kau main piano, saia ada dateng mengganggoe." „Saia tida ketjil hati sebab kau memang lebih pinter, djawabnja dengen sikep angkoeh. Tjhiang-in moekanja brobah merah, ia merasa dapet satoe poekoelan. „Kau marah? Apa boleh boeat," ia berkata sembari tjoba bersenjoem. „Saia berboeat begitoe boekan dengen maoenja hati, hanja maoenja satoe perdjandjian." Liang-nio tida perhatiken itoe omongan, hanja sigra toentoen tantenja masoek kedalem. Tjhiang-in tinggal berdiri sebagi toenggak, dalem hatinja bilang pantes itoe nona poenja keangkoehan dan kaeilokan sebagi Ratoe. Iapoenja harepan menang dalem itoe pertarohan mendadak djadi toeroen 50% ― ia bakal dapet idoeng pandjang dengen korbanken oewang ƒ500 roepiah! Kapan ia kombali dan djoempahin Tek-lok sendirian, ia berbisik dengen pelahan: „Saia poenja pertarohan bakal kalah ― sedikit sekali harepan boeat menang {{...|12}}" „Kenapa, kenapa begitoe?" tanja Tek-lok dengen tida mengerti, tapi orang jang ditanja tida kasi djawaban jang memoeasken {{...|12}} {{di|„K}}ENAPA kau begitoe tida soeka sama itoe anak dari Sourabya?" Tantenja Liang-nio menanja tatkala marika sampe di dalem dan doedoek berdoeaan.<noinclude></noinclude> mzbaehfttm123xraairvp6x4k79rxho Halaman:The Belle of Menado.pdf/18 104 114405 315377 2026-08-22T01:46:41Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315377 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|26|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|27}}</noinclude>„Saia poenja mata djoestroe dipake boeat liat 'nko Tjhiang-in," mendjawab Tek-lok sambil bersenjoem. „Djangan marah, 'nko Koe-kway, saia tida sengadja{{...|12}} Liat, bagimana anak Sourabaya poenja kepandean main piano{{...|15}} „Kau tida perloe poedji." djawabnja, itoe semoea tida masoek koepingnja Ratoe Kembang dari Menado {{...|12}} Liat, ia menjingkir, ia tida soedi pandeng{{...|12}}" Itoe sa'at Liang-nio memang tida maoe liat samasekali. Tiong-sin mengikoet dan berkata: „Sekarang ada kau poenja giliran{{...|9}}" „Kasi ia main teroes, saia tjape." Baroe sadja itoe perkata'an abis dioetjapken, kombali itoe piano kasi denger soearanja dan ini kali ada dimainken lagoeh jang djadi Liang-nio poenja favoriet: „Oh, Mother Dear!" Tida terasa Liang-nio poenja aer mata mengalir toeroen. Itoe lagoeh ada mengasih lagoeh sedih prihal satoe anak terpisa dari iboenja. Ia djadi terkenang pada iboenja sendiri jang telah wafat. Ia lantas engosken moekanja dan berkata pada Tiong-sin: „Toeloeng kasi taoe djangan mainken itoe lagoeh, itoe lagoeh ada sedih, tida soeroep sama ini pesta jang goembira." Tiong-sin hampirin Tjhiang-in. „{{...|12}}Atas namanja ini pesta kau diminta brenti mainken ini piano," ia berkata, kerna kitapoenja muziek maoe ambil giliran." Ia lantas berlaloe dan djoempahin Liang-nio di mana roewangan blakang jang sedeng pasang bitjara pada sang iboe. „Kenapa kau maoe semboeni diblakang, tida doedoek diloear?" ia menanja pada itoe Ratoe Kembang. „Oh, diloear terlaloe panas dan terlaloe berisik," djawabnja. „Tapi kenapa itoe piano dikasi brenti?" „Saia penoehken kaupoenja prentah." „{{...|12}}Saia tida prentah boeat soeroe brenti tapi saia minta ia soeka pilih lain lagoeh." soearanja ada menjataken satoe kamenjeselan. Tjhiang-in dengen sikep biasa ia berdiri dan berlaloe Ia dapet pandeng saklebatan itoe nona ada beromong pada Tiong-sin, kamoedian ia menoedjoe ka loear, dimana kawannja ada berdoedoek. „Brangkali ini malem saia belon oentoeng boeat sampeken apa jang saia djandji." ia berkata sambil bersenjoem pada Koe-kway. „Tapi kau begitoe baek kasi saia kalonggaran tempo sampe satoe mingoe. Harep sakbelonnja itoe tempo saia nanti berhasil atawa ƒ 500 roepiah boeat kasnja Siauwlian Hwee." Koe-kway tida mendjawab, merasa tida oengkoelan boeat djegekin moesoenja, ia harep datengnja Tiong-sin boeat djadi fihaknja {{..12}} Itoe waktoe soeda djam 11½ tengah malem, pesta teroes berdjalan dengen tida brobah. Whisky-soda ada ambil bagian paling teroetama dalem kalangan tetamoe lelaki, sampe moekanja merah seperti djingga, dan ada djoega jang sinting seperti prauw kapitja'an lajar. Tjhiang-in tinggalken kawan-kawannja, jang sedeng adoe gorakannja sama itoe minoeman keras. Ia djalan-djalan dimana satoe tempat terboeka disamping gedongnja 'ntjek Bing-liong jang poenja pekarangan loeas. Iapoenja pikiran selaloe penoeh sama itoe sorot mata jang aloes. Oh, bagimana broentoeng kapan ia bisa berdjoempah berdoea'an! Tapi itoe harepan kosong boeat ini malem, kerna itoe Ratoe Kembang selaloe dikawanin oleh Tiong-sin dan iboenja. Djoestroe iapoenja pikiran melajang, dari djaoe ia dapet liat satoe<noinclude></noinclude> 1q37c82c8636uv64n3ut1xiyege039i 315378 315377 2026-08-22T01:47:58Z Aeia aai 24023 315378 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|26|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|27}}</noinclude>„Saia poenja mata djoestroe dipake boeat liat 'nko Tjhiang-in," mendjawab Tek-lok sambil bersenjoem. „Djangan marah, 'nko Koe-kway, saia tida sengadja{{...|12}} Liat, bagimana anak Sourabaya poenja kepandean main piano{{...|15}} „Kau tida perloe poedji." djawabnja, itoe semoea tida masoek koepingnja Ratoe Kembang dari Menado {{...|12}} Liat, ia menjingkir, ia tida soedi pandeng{{...|12}}" Itoe sa'at Liang-nio memang tida maoe liat samasekali. Tiong-sin mengikoet dan berkata: „Sekarang ada kau poenja giliran{{...|9}}" „Kasi ia main teroes, saia tjape." Baroe sadja itoe perkata'an abis dioetjapken, kombali itoe piano kasi denger soearanja dan ini kali ada dimainken lagoeh jang djadi Liang-nio poenja favoriet: „Oh, Mother Dear!" Tida terasa Liang-nio poenja aer mata mengalir toeroen. Itoe lagoeh ada mengasih lagoeh sedih prihal satoe anak terpisa dari iboenja. Ia djadi terkenang pada iboenja sendiri jang telah wafat. Ia lantas engosken moekanja dan berkata pada Tiong-sin: „Toeloeng kasi taoe djangan mainken itoe lagoeh, itoe lagoeh ada sedih, tida soeroep sama ini pesta jang goembira." Tiong-sin hampirin Tjhiang-in. „{{...|12}}Atas namanja ini pesta kau diminta brenti mainken ini piano," ia berkata, kerna kitapoenja muziek maoe ambil giliran." Ia lantas berlaloe dan djoempahin Liang-nio di mana roewangan blakang jang sedeng pasang bitjara pada sang iboe. „Kenapa kau maoe semboeni diblakang, tida doedoek diloear?" ia menanja pada itoe Ratoe Kembang. „Oh, diloear terlaloe panas dan terlaloe berisik," djawabnja. „Tapi kenapa itoe piano dikasi brenti?" „Saia penoehken kaupoenja prentah." „{{...|12}}Saia tida prentah boeat soeroe brenti tapi saia minta ia soeka pilih lain lagoeh." soearanja ada menjataken satoe kamenjeselan. Tjhiang-in dengen sikep biasa ia berdiri dan berlaloe Ia dapet pandeng saklebatan itoe nona ada beromong pada Tiong-sin, kamoedian ia menoedjoe ka loear, dimana kawannja ada berdoedoek. „Brangkali ini malem saia belon oentoeng boeat sampeken apa jang saia djandji." ia berkata sambil bersenjoem pada Koe-kway. „Tapi kau begitoe baek kasi saia kalonggaran tempo sampe satoe mingoe. Harep sakbelonnja itoe tempo saia nanti berhasil atawa ƒ 500 roepiah boeat kasnja Siauwlian Hwee." Koe-kway tida mendjawab, merasa tida oengkoelan boeat djegekin moesoenja, ia harep datengnja Tiong-sin boeat djadi fihaknja {{...|12}} Itoe waktoe soeda djam 11½ tengah malem, pesta teroes berdjalan dengen tida brobah. Whisky-soda ada ambil bagian paling teroetama dalem kalangan tetamoe lelaki, sampe moekanja merah seperti djingga, dan ada djoega jang sinting seperti prauw kapitja'an lajar. Tjhiang-in tinggalken kawan-kawannja, jang sedeng adoe gorakannja sama itoe minoeman keras. Ia djalan-djalan dimana satoe tempat terboeka disamping gedongnja 'ntjek Bing-liong jang poenja pekarangan loeas. Iapoenja pikiran selaloe penoeh sama itoe sorot mata jang aloes. Oh, bagimana broentoeng kapan ia bisa berdjoempah berdoea'an! Tapi itoe harepan kosong boeat ini malem, kerna itoe Ratoe Kembang selaloe dikawanin oleh Tiong-sin dan iboenja. Djoestroe iapoenja pikiran melajang, dari djaoe ia dapet liat satoe<noinclude></noinclude> 89703f465nqnevei9hmmbw8ki7bbbng Halaman:Selina.djvu/5 104 114406 315379 2026-08-22T01:47:58Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '<center> {{xxxx-LARGER|{{SP|'''„SELINA"'''}}}} <br/> oleh: <br/> {{larger|{{sp|MONSIEUR D'AMOUR}}} <center/> . dari kamar makan terboeka boest ketiga an a eS setenga djam, dan Selina angkat moeka dan dape ja poenja boedjang prempoean Sekarang soeda | koel dela de iwat poe! pan njonja dan soeda ampir satoe setenga djam itoe makanan telah disediaken. Semoea sekarang soeda djadi dingin.” ‘ oa Selina bersenjoem, maski setoe tiahja tida enak ada a... 315379 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude><center> {{xxxx-LARGER|{{SP|'''„SELINA"'''}}}} <br/> oleh: <br/> {{larger|{{sp|MONSIEUR D'AMOUR}}} <center/> . dari kamar makan terboeka boest ketiga an a eS setenga djam, dan Selina angkat moeka dan dape ja poenja boedjang prempoean Sekarang soeda | koel dela de iwat poe! pan njonja dan soeda ampir satoe setenga djam itoe makanan telah disediaken. Semoea sekarang soeda djadi dingin.” ‘ oa Selina bersenjoem, maski setoe tiahja tida enak ada a ” tertampak pada parasnja. a Apa toean belon djoega poelang, Gendoek?” ia 4 _ ae ida” djawabnja dengen saderhana. ,,Tapi selaloe ‘ - — sy _ aja pikir, kaloe satoe lelaki keloear dari roema, sering . pare Pett poelang pada waktoe jang betoel.” 4 = e? 4 a tertawa, «Tjoba kau tahan itoe makanan lagi setengah diam. ” Kaloe kau soeka, kau boleh angetin doeloe, soepaja eu = , _ djangan lama dingin." : : an aa ___ nBaeklah njonja” kate itoe boedjang jang laloe me- kt ' — ninggalken madiikannja. le kombali ka dapoer dan Selina moelai membatia<noinclude></noinclude> he3rg0fayx0lol76b4rfayft5svmlhz Halaman:The Belle of Menado.pdf/8 104 114407 315380 2026-08-22T02:04:45Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315380 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{rule}}{{rule}} {{c|{{X-larger|{{sp|'''BAAAANDIIINGKEN!!!'''}}}}}} {{di|T}}JERITA ROMAN poenja „pakean" jang tjantik boekan tjoema diakoeh oleh pembatjanja tapi djoega diakoeh oleh . . . . . . . . colleganja! Boekan lain orang tida bisa bikin, tapi tida bisa meniroe atas itoe onkost-onkost besar jang dikorbanken. Maka tida terlaloe dilebih-lebihin — sa'ande maoe — Tjerita Roman boleh kerek „benderanja" lebih mentit! Maoe bitjara tentang „toeboenja", ada menarik, montok dan dénok, koelitnja-poeti aloes, soearanja empoek-njaring dan poenja banjak katjinta'an! Itoe „pakean" tjantik dan „toeboe" menarik harganja tida mahal, tiap-tiap orang bisa poenjaken. Tjoema ƒ 1.― roepiah saben kwartaal atawa tjoema ƒ 0.33 ct. saben djilid trima franco! Toelislah boeat minta langganan, djangan liwat ini boelan, kerna Tjerita Roman sedia aken moeat: ::„OETOESAN ALLAH" oleh M. Novel. {{right|(Februari Editie)}} ::„SIRADA dari Telaga TOBA" {{right|oleh Njoo Cheong seng}} {{right|(Maart Editie)}} ::Gelombang dari Laoetan Kidoel" {{right|oleh Liem Khing Hoo}} {{right|(April - Editie)}} {{rule}}{{rule}} {{c|font-size|100pt|''The BELLE of MENADO''}} {{c|''Oleh: Monsieur Novel''}} {{rule|8em}} {{right|Kita manoesia koedoe poenja pengrasa'an:<br>Bisa ketawa djoega moesti bisa bersedih;<br>bisa menjajang djoega moesti bisa membentji. {{c||}} {{di|S}}OEARA muziek jang rioeh dengen lagoe-lagoe jang menggoembirahken ada terdengar di mana satoe roemah gedong jang pernahnja di Tepekongstraat (Menado). Panerangan jang disoeloet ampir meroepaken sebagi siang hari, samentara tetamoe-tetamoe lelaki dan prempoean ada berseliweran di roewangan dalem jang menambahken ramenja itoe harian pesta shedjit dari 'ntjik Tio Bing-liong. Di bagian roewangan loear ada berdoedoek brapa anak moeda jang sedeng beromong dan bertjanda sembari saben-saben toewang lemon di mana marika poenja glas. „Ntjik Bing-liong roepanja 'ngepiah betoel-betoel." kadengeran Hian-ling berkata. „Oh, ini masih belon!" membantah Tek-lok. „Kau nanti bisa lebih heran kaloe hari nikahnja iapoenja poetra, Tiong-sin, soeda sampe. Tapi toch pantes djoega, kerna boeat apa 'ntjik Bing-liong simpen oewang begitoe banjak kaloe tida diboeat seneng-seneng di waktoe hidoep?"<noinclude></noinclude> 7putpr64oap824o10530x9gn4w06ftq 315381 315380 2026-08-22T02:11:44Z Aeia aai 24023 315381 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{rule}}{{rule}} {{c|{{X-larger|{{sp|'''BAAAANDIIINGKEN!!!'''}}}}}} {{di|T}}JERITA ROMAN poenja „pakean" jang tjantik boekan tjoema diakoeh oleh pembatjanja tapi djoega diakoeh oleh . . . . . . . . colleganja! Boekan lain orang tida bisa bikin, tapi tida bisa meniroe atas itoe onkost-onkost besar jang dikorbanken. Maka tida terlaloe dilebih-lebihin — sa'ande maoe — Tjerita Roman boleh kerek „benderanja" lebih mentit! Maoe bitjara tentang „toeboenja", ada menarik, montok dan dénok, koelitnja-poeti aloes, soearanja empoek-njaring dan poenja banjak katjinta'an! Itoe „pakean" tjantik dan „toeboe" menarik harganja tida mahal, tiap-tiap orang bisa poenjaken. Tjoema ƒ 1.― roepiah saben kwartaal atawa tjoema ƒ 0.33 ct. saben djilid trima franco! Toelislah boeat minta langganan, djangan liwat ini boelan, kerna Tjerita Roman sedia aken moeat: ::„OETOESAN ALLAH" oleh M. Novel. ::::::(Februari Editie) ::„SIRADA dari Telaga TOBA" ::::oleh Njoo Cheong seng ::::::(Maart Editie) ::Gelombang dari Laoetan Kidoel" ::::oleh Liem Khing Hoo ::::::(April - Editie) {{rule}}{{rule}} {{c|{{font-size|20pt|''The BELLE of MENADO''}}}} {{c|''Oleh: Monsieur Novel''}} {{rule|8em}} {{right|Kita manoesia koedoe poenja pengrasa'an:<br>Bisa ketawa djoega moesti bisa bersedih;<br>bisa menjajang djoega moesti bisa membentji.}} {{c|I}} {{di|S}}OEARA muziek jang rioeh dengen lagoe-lagoe jang menggoembirahken ada terdengar di mana satoe roemah gedong jang pernahnja di Tepekongstraat (Menado). Panerangan jang disoeloet ampir meroepaken sebagi siang hari, samentara tetamoe-tetamoe lelaki dan prempoean ada berseliweran di roewangan dalem jang menambahken ramenja itoe harian pesta shedjit dari 'ntjik Tio Bing-liong. Di bagian roewangan loear ada berdoedoek brapa anak moeda jang sedeng beromong dan bertjanda sembari saben-saben toewang lemon di mana marika poenja glas. „Ntjik Bing-liong roepanja 'ngepiah betoel-betoel." kadengeran Hian-ling berkata. „Oh, ini masih belon!" membantah Tek-lok. „Kau nanti bisa lebih heran kaloe hari nikahnja iapoenja poetra, Tiong-sin, soeda sampe. Tapi toch pantes djoega, kerna boeat apa 'ntjik Bing-liong simpen oewang begitoe banjak kaloe tida diboeat seneng-seneng di waktoe hidoep?"<noinclude></noinclude> apef0ff4m7d23aycaqtgng1lybrr1gc Halaman:Selina.djvu/6 104 114408 315382 2026-08-22T02:17:31Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315382 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|8|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|9}}</noinclude>boekoe jang tadi ia membatja; tapi agaknja pertjoema boeat perhatiken isinja itoe boekoe. Seperti itoe ada halimoen jang mengandang di antara iapoenja mata dan itoe lembaran toelisan: apa jang dibatjanja tida sampe ka iapoenja hati. Ia memandang pada lontjeng, ia dapatken soeda lebih doea poeloe poekoel delapan dan tatkala soeaminja tjioem ia tadi lepas-lohor, ia bilang aken balik djam toedjoe. Ia laloe berbangkit dari doedoeknja dan menoedjoe ka djendela. Tida ada pemandangan lebih inda dari pemandangan natuur jang tertampak di matanja itoe waktoe. Sinar boelan jang belon terlaloe besar mengasi sinaran remeng-remeng ka iapoenja kebon-ketjil, dan angin haloes menioepin iapoenja kembeang-kembang membawai bebaoean jang haroem kepadanja. Itoe waktoe ada satoe anak gadis-ketjil membawa satoe anak-baji jang baroe beroesia 1 tahoen. „Tin-nio, bawalah itoe anak kemari” kata Selina. Selina empo itoe anak, pelokin ia dan tjioem djidatnja, dan bisikin koepingnja itoe anak dengan itoe bahasa jang paling manis antara iboe dan anak-anak-baji. „Mana kau poenja papa, anakkoe" katanja Selina. „Adakah kau tjape menoenggoein padanja?” Itoe anak-baji boeka matanja lebar-lebar. Hatinja itoe iboe rasanja bangga dengen memandang anaknja itoe. Oh, Toehan, itoe anak nanti djadi satoe anak moeda jang gaga di hari kemoedian; tapi toch, tida lebih boediman dari ajahnja, kerna anggepannja Selina sang istri, keboedimanan soeaminja tida ada kedoeanja dalem doenia. Dengen plahan dari lontjeng sebela-tetangga ada kedengeran berboenji mengoendjoeken setenga sembilan. Itoe woktoe Gendoek soeda dateng kombali dan menanjah: „Apakah sekarang saja moesti berboeat dengen itoe semoea makanan?™ katanja „Toenggoelah lagi sepoeloe menuut” djawabnja dengen pendek. Itoe medja makan soeda teratoer dengen sederhana. Korsi boeat iapoenja soeami selamanja tersedia menghadepinn satoe potret-besar dari Selina diambil waktoe belon menikah; waktoe Selina masih anak-gadis. Soeaminja ada meninggalken ia djam 3 lohor dan ia bilang bahoea ia akan pergi ka Soerabaja boeat satoe pekerdja'an. Soerabaja djaoenja kira-kira berapa belas batas dari Sidhoardjo; ia dapetken di atas medja soeaminja poenja pipa jang biasa dipake diwaktoe pagi. Ia samperin, pindaken itoe baek-baek di atas iapoenja medja-toelis. „Ketjinta’ ankoe" katanja seorang diri, „Tjinta jang soetji mendjadiken soarga roema-tangga ini.” Selagi itoe ia berdiri djedjak dengen mata jang bersinar oleh ketjinta'an jang beroentoeng. Dengen ia pakean saroeng Pekalongan jang baek dan badjoe renda poeti-potongan Soerabaja, agaknja ia boleh dipandang lebih tjantik dari bidadari. Ia badannja tinggi dan beroesia baroe sembilanbelas tahoen, potongan tiroes, koelit koening langsat, mata djeli seperti mata Tionghoa. Tangan haloes dan lintjir, kakinja bersi dan menngioerken. Ramboetnja jeng item dikondei menoeroet konde nona Tionghoa Soerabaja tergantoeng dilehernja jang djoendjeng, ramboet itoe djoestroe ikal-mayang, berombak-ombak seperti toeroennja aer di Ramboetmojo. Dengen itoe pakean saderhana, menamba-namba iapoenja ketjantikan dan kemanisan. Lagi-lagi Gendoek dateng kombali, tapi sekarang ia membawa satoe soerat di tangannja.<noinclude></noinclude> 1jve25i962czwd20xkp20g12u5gwakn Halaman:The Belle of Menado.pdf/9 104 114409 315383 2026-08-22T02:23:40Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315383 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|8|TJERITA ROMAN|{{sp|THE BELLE of MENADO}}|9}}</noinclude>„Memang begitoe saia moefakat," menemboeng kawan laen jang terkenal dengen nama Koe-kway. Ia ada sebagi saorang jang soeka membanjol srentah ada poenja kapandean omong jang tida bisa dilawan! „Kaloe 'nko Hian-ling brangkali ada pikiran laen: djika ia djadi hartawan ia tentoe lebih oetamaken boewang banjak doeit di mana soehian dari pada dalem perkara jang betoel." Hian-ling moekanja merah: „Kau djangan omong sakenanja," ia berkata dengen soeara sedikit koerang seneng. „Ini ada tempat pesta, djangan kau begitoe tida poenja atoeran oengkat-oengkat perkara soehian." „Astaga firoelah! djadi kau marah?" menanjah Koe-kway sembari madjoeken korsinja. „Saia bitjara toch dengen sabenernja, apa kau loepa itoe hari bilang jang kau hendak tjari tiga aandeelhouder boeat mendiriken satoe maatschappij goena speciaal import barang patent-berdjiwa dari Makasser atawa Java." „Toetoep kau poenja batjot!" membentak Hian-ling dengen penasaran. „Apa sengadja kau maoe tantang perkara? Di loear ada tempat kita adoe kepelan{{...|12}}" „Haillah! begitoe sadja kau aken adjak berklai?" itoe orang jang ditantang tinggal bersenjoem dan roepanja ia hendak bikin sabar kombali itoe kawan, samentara jang laen tjoema tinggal liatin sambil mesem. „'Nko Hian-ling, kau begitoe gampang dapet darah panas: saia koeatir saben pagi kau koerang mandi boeat koejoer kau poenja kepala dengen aer dingin, sebab kau poenja amarah harganja kliwat moerah jang nanti bisa bikin harga koers di Europa djadi tambah naek." Hian-ling tida menjaoet, tapi romannja ada merengoet. Dengen lakoe amat sabar Koe-kway berdiri dan angsoerken saglas limonade pada itoe kawan jang roepanja masih oering-oeringan: „Marih minoem ini limon soepaja kau poenja hati kasirem dingin, djangan sampe beldak, nanti bisa bikin lahar ini perdjamoean; sasoedanja, marih kita nanti bitjara laen perkara." Hian-ling pertama tida soedi samboetin, tapi achirnja ia minoem djoega tatkala laen-laen kawannja toeroet memboedjoek. Soeara muziek ditioep lebih seroeh: soeara piring beradoe sama sendok dan garpoe ditambah dengen beldosnja minoeman keras ada berboenji seperti Jazz-band. „Mana Tiong-sin, kenapa tida kloear?" Tek-lok moelain berkata. „Apa ia belon taoe kaloe kita soeda dateng?" „Ia tida goena tempo-tempo pake katja-mata sebagi professor kaloe ia tida taoe kapan kita soeda dateng," mendjawab Koe-kway. „Brangkali ia masih iboek bantoe lajanin tetamoe di dalem maka ia belon sempet djoempahin kita orang." „Dalem brapa hari ini ia kliatan ada sanget bergirang, apa kau loepa koetika kemaren kita katemoe padanja di Gemeente Bioscope?" „Ja, saia inget, dan saia taoe dari mana ia dapet itoe kagirangan." „Dari mana ia dapet itoe kagirangan?" menempoeng Hian-ling jang oeloe-hatinja soeda kasirem ijs. „Eh, astaga hatimoe soeda tercompres dingin?" Koe-kway terprandjat dengen katanja jang djinaka. „Soekoer! apa djoega kau ingin taoe? 'Nko Tiong-sin bakal dapet ratoenja kembang jang tertanem dalem taman di Kemaweg."<noinclude></noinclude> njf68nrwe6etereofb5paeosqo7jrtu Halaman:The Belle of Menado.pdf/6 104 114410 315384 2026-08-22T02:25:20Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'The BELLE of MENADO 11111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111 "Noraka dan Sorga/l SATOE boekoe jang soeda terbit, ditoelis oleh toean ONG PING LOK, tebelnja 282 pagina, harga tjoema f 3.- per djilid tamat. Pe:nC?elisnja bilang: "NORAKA dan SORGA" mendjadi timpalan lebih tinggi dan meresep dari "LAGOE dari Toedjoe SORGA" jang telah koendjoengin pembatja. Kir i m I a h f 3... 315384 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>The BELLE of MENADO 11111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111 "Noraka dan Sorga/l SATOE boekoe jang soeda terbit, ditoelis oleh toean ONG PING LOK, tebelnja 282 pagina, harga tjoema f 3.- per djilid tamat. Pe:nC?elisnja bilang: "NORAKA dan SORGA" mendjadi timpalan lebih tinggi dan meresep dari "LAGOE dari Toedjoe SORGA" jang telah koendjoengin pembatja. Kir i m I a h f 3.- pembatja nanti trima franco. Satoe tjerita terdjadi di Menado . , O/eh: M. Navel H.t auteursrecht voorbe. houden Ingevolg. arllk.1 No 600 vlh wetbo.k In 1912 "THE EUREKA" Djember. TJERITA cli Ierbliken denaen letep •• ben ROMAN t.naae. 20 boel.n M•• ehl Abonnement f 1.- per kwartaal. K.ntoor Sulkerstr•• t t· 3 - Sa,r.b"I••<noinclude></noinclude> 6qgnc67gepwrb1nm465w0frqvxhrvlf Halaman:Selina.djvu/7 104 114411 315385 2026-08-22T02:30:01Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315385 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|10|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|11}}</noinclude>„Satoe soerat dari Soerabaja" katanja itoe boedjang prempoean dengen pendek. Selina bersenjoem dan lantas kenalin toelisan soeaminja. Selina moelai heran, tapi iapoenja adat jang sabar tida oendjoek itoe. Ia laloe ambil tempat doedoek dan batja itoe. Biarlah Toehan memberkahken pada itoe machloek-machloek jang lemah jang bersengsara kerna kekedjeman dari orang lelaki. Baroe sadjah ia bersenjoem, iapoenja hati terberkah oleh ketjinta'annja satoe soeami, tapi sekarang itoe hati jang lemah-lemboet djadi hantjoer. Ia batja itoe soerat beroelang-oelang. {{smaller|Kekasihkoe Selina, <br/> Itoe ada lebih baek boeat tjerita teroes terang kepadamoe dan toetoerken doedoeknja perkara sama sekali. Kau tentoe aken koetoekin saja, tapi saja meminta ma'af kerna itoe waktoe saja sanget tjinta kepadamoe, tjinta begitoe boeta, seperti saja tida nanti boleh hidoep dengen zonder kau. Kau moesti mengerti Selina, bagimana itoe waktoe saja menangken kau dan poenjaken kau dalem saja poenja hati. Saja ada begitoe beroentoeng, kerna itoe kembang jang paling tjantik, terpetik dan bertempat dalem saja poenja hati, seperti belon perna ada laen prempoean bertempat. Tapi saja tida boleh loepa saja poenja kedoedoekan dan kehormatan. <br/> Lebih baak boeat kau taoe hal jang bener. Saja tida bisa hidoep zonder kau; tapi Selina, kau boekan saja poenja istri! Saja tida bisa menikah kepada kau, kerna berapa tahoen doeloe saja soeda ditoenangken dengen satoe nona bangsa saja sendiri dan sama dengen tingkatan saja, dan sekarang saja berkoeadjiban boeat tinggalkon kau dan panoehken saja poenja djandji kepadanja. <br/> Pertiajalah saja bahoea doeka-sanget hati saja dengen menoelis ini; seande itoe ada hal boleh djadi, seboleh-boleh ini hal saja aken singkirken. Saja harep soepaja kau dengen pelahan boleh loepaken saja, dan kau aken menikah pada satoe lelaki leen jang lebih berharga dari saia. <br/> Saja harep kau ada mempoenjai perasahan aken menimbang akan hal kesoesa'an saja terhadep kepada ini soeal dan kau soeka membantoe. Ketahoeilah kaloe seande ada satoe hal moesti dikoetoekin, itoelah boekan kau jang moesti dapat itoe koetoekan, tapi saja. Kau pertjaja bahoea kau ada saja poenja istri. Sebetoelnja berat boeat tinggalken kau, tapi saja moesti kombali ka Djocja. <br/> Sekarang kau perloe beroeroesan dengen Advocaat Mr. Brouwer di Soerabaja, siapa nanti menentoeken berapa kau poenja belandja dan boeat itoe anak. Itoe oeang nanti diberiken pada kau saban boelan dengen perdjandjian kau tida menjoesaken saja. <br/> Selamet tinggal, Selinakoe. Saja poenja hati sakit dengen mengoetjepken ini perkata'an. Kau moesti tjoba boeat loepaken saja tjobalah seboleh-bolehnja, dan tjobalah boeat hidoep broentoeng dengen laen orang. Saja poenja djam jang paling tjilaka adalah ini waktoe saja meninggalkan kau, tapi pergi saja moesti. Maski kita bakal tida aken bertemoe kombali, pertjajalah kau selaloe kepada saja.}} {{right|{{smaller|Kau poenja, <br/> '''Hong-ing.'''}}}} Dari itoe soerat ada djato berapa oeang kertas dan djato kebawa dengen tida terambil. Ia batja sampe di paling achir dan doedoek diam<noinclude></noinclude> gapxlbp4wbgaw8pfq9m7h611t0g0rrf Halaman:Selina.djvu/8 104 114412 315387 2026-08-22T02:38:52Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315387 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|12|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|13}}</noinclude>dengen soenji seaken-aken ia soeda mendjadi satoe batoe. Itoe bibir jang poetjet terpisa dan terboeka, tapi tida ada soeara terlampias; itoe mata djadi djelilatan. Tida ada kesoesa'an, kesengsara'an dan katjilaka'an dirasaken begitoe heibat seperti ini dalem keada'an jang soenji. Angin jang menroblos dari djendela, menioep itoe soerat djato dari tangannja, dan ia laloe berdiri seperti disorong oleh angin itoe. „Ing........" ia betreak. Ia laloe menoedjoe ka kebonnja seaken-aken iapoenja soeami ada di sana, roepanja iapoenja pikiran sekoetika itoe soeda djadi tida betoel. Kemoedian tatkala di sana tjoema dapetken poehoen dan kembang ia laloe kombali poela ka roemanja dengen tida taoe apa jang ia berboeat. {{C|'''II'''}} {{di|A}}DAKAH kau memanggil saja njonja?" kata Gendoek jang masoek poela tatkala mendenger soeara treakan. Selina dengen zonder balikin moekanja ia mendjawab „Tida." Kamoedian itoe boedjang liat di bawa ada oeang berarakan, ia laloe poengoet dan taro diatas medja. „Hei banjak oeang" katanja. „Apa saja boleh bawaken kau makanan, njonja?" „Saja nanti panggil kau kaloe saja perloe" katanja Selina. Itoe boedjang-moeda heiran kenapa soearanja iapoenja madjikan-prempoean ada begitoe beroba: ia tjoba aken perhatiken itoe, tapi moekanja ada tersemboeni. Ia laloe kombali tinggalken Selina sendirian dengen kedoeka'annja. Lagi sekali ia batja itoe soerat jang dipoengoet diatas djoebin dan batja itoe satoe per-satoe. „Ach, ini seperti hanja satoe banjolan" katanja. „Ini seperti boekan semoestinja." Ia pikir, baroe kapan soeaminja dengen moeka manis mentjioem iapoenja moeka tatkala ia pergi, berdjandji aken dateng kombali pada djam jang ia sendiri tetepken. Mana boleh djadi lantas terbit ini peroba'an jang seaken-aken doenia mendadak djadi kiamat. Kemoedian ia laloe angkat tangannja keatas dan berkata. Toehan jang maha adil. Toehan jang masih<noinclude></noinclude> tgyvqqzdhtogv7izrpuy3z5e0dm9x5g 315388 315387 2026-08-22T02:40:21Z Ammachemist 27288 315388 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|12|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|}}</noinclude>dengen soenji seaken-aken ia soeda mendjadi satoe batoe. Itoe bibir jang poetjet terpisa dan terboeka, tapi tida ada soeara terlampias; itoe mata djadi djelilatan. Tida ada kesoesa'an, kesengsara'an dan katjilaka'an dirasaken begitoe heibat seperti ini dalem keada'an jang soenji. Angin jang menroblos dari djendela, menioep itoe soerat djato dari tangannja, dan ia laloe berdiri seperti disorong oleh angin itoe. „Ing........" ia betreak. Ia laloe menoedjoe ka kebonnja seaken-aken iapoenja soeami ada di sana, roepanja iapoenja pikiran sekoetika itoe soeda djadi tida betoel. Kemoedian tatkala di sana tjoema dapetken poehoen dan kembang ia laloe kombali poela ka roemanja dengen tida taoe apa jang ia berboeat. {{C|'''II'''}} {{di|A}}DAKAH kau memanggil saja njonja?" kata Gendoek jang masoek poela tatkala mendenger soeara treakan. Selina dengen zonder balikin moekanja ia mendjawab „Tida." Kamoedian itoe boedjang liat di bawa ada oeang berarakan, ia laloe poengoet dan taro diatas medja. „Hei banjak oeang" katanja. „Apa saja boleh bawaken kau makanan, njonja?" „Saja nanti panggil kau kaloe saja perloe" katanja Selina. Itoe boedjang-moeda heiran kenapa soearanja iapoenja madjikan-prempoean ada begitoe beroba: ia tjoba aken perhatiken itoe, tapi moekanja ada tersemboeni. Ia laloe kombali tinggalken Selina sendirian dengen kedoeka'annja. Lagi sekali ia batja itoe soerat jang dipoengoet diatas djoebin dan batja itoe satoe per-satoe. „Ach, ini seperti hanja satoe banjolan" katanja. „Ini seperti boekan semoestinja." Ia pikir, baroe kapan soeaminja dengen moeka manis mentjioem iapoenja moeka tatkala ia pergi, berdjandji aken dateng kombali pada djam jang ia sendiri tetepken. Mana boleh djadi lantas terbit ini peroba'an jang seaken-aken doenia mendadak djadi kiamat. Kemoedian ia laloe angkat tangannja keatas dan berkata. Toehan jang maha adil. Toehan jang masih<noinclude></noinclude> cb6qjdk34gd45ikkl43b42ljtnxwefi 315424 315388 2026-08-22T10:02:18Z Ammachemist 27288 315424 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|12|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}||}}</noinclude>dengen soenji seaken-aken ia soeda mendjadi satoe batoe. Itoe bibir jang poetjet terpisa dan terboeka, tapi tida ada soeara terlampias; itoe mata djadi djelilatan. Tida ada kesoesa'an, kesengsara'an dan katjilaka'an dirasaken begitoe heibat seperti ini dalem keada'an jang soenji. Angin jang menroblos dari djendela, menioep itoe soerat djato dari tangannja, dan ia laloe berdiri seperti disorong oleh angin itoe. „Ing........" ia betreak. Ia laloe menoedjoe ka kebonnja seaken-aken iapoenja soeami ada di sana, roepanja iapoenja pikiran sekoetika itoe soeda djadi tida betoel. Kemoedian tatkala di sana tjoema dapetken poehoen dan kembang ia laloe kombali poela ka roemanja dengen tida taoe apa jang ia berboeat. {{C|'''II'''}} {{di|A}}DAKAH kau memanggil saja njonja?" kata Gendoek jang masoek poela tatkala mendenger soeara treakan. Selina dengen zonder balikin moekanja ia mendjawab „Tida." Kamoedian itoe boedjang liat di bawa ada oeang berarakan, ia laloe poengoet dan taro diatas medja. „Hei banjak oeang" katanja. „Apa saja boleh bawaken kau makanan, njonja?" „Saja nanti panggil kau kaloe saja perloe" katanja Selina. Itoe boedjang-moeda heiran kenapa soearanja iapoenja madjikan-prempoean ada begitoe beroba: ia tjoba aken perhatiken itoe, tapi moekanja ada tersemboeni. Ia laloe kombali tinggalken Selina sendirian dengen kedoeka'annja. Lagi sekali ia batja itoe soerat jang dipoengoet diatas djoebin dan batja itoe satoe per-satoe. „Ach, ini seperti hanja satoe banjolan" katanja. „Ini seperti boekan semoestinja." Ia pikir, baroe kapan soeaminja dengen moeka manis mentjioem iapoenja moeka tatkala ia pergi, berdjandji aken dateng kombali pada djam jang ia sendiri tetepken. Mana boleh djadi lantas terbit ini peroba'an jang seaken-aken doenia mendadak djadi kiamat. Kemoedian ia laloe angkat tangannja keatas dan berkata. Toehan jang maha adil. Toehan jang masih<noinclude></noinclude> 4qfuicbqncu6wckw4feucecfz2itjr1 Halaman:Selina.djvu/9 104 114413 315390 2026-08-22T02:48:47Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315390 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|14|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|15}}</noinclude>soetji, saja meminta kau memberi keadilan atas perboeatannja kepada saja." Tapi apakah ini ratapan kepada jang maha tinggi, dari satoe hati jang dibikin hantjoer dari kekedjeman satoe lelaki aken mendapet djawabannja? Boeat sekean lama ia berdiri djedjak, tapi kemoedian dadanja moelai berombak dan berkata: „Saja beriken padanja saja poenja tjinta, dan sekarang ia telah sia-siaken itoe. Saja kasiken kepadanja saja poenja penghidoepan, ia sekarang membikin maloe. Saja tjintaken padanja dan sekarang ia tinggalken saja........." Kesoenjian sekoenjoeng-koenjoeng dapet dipitjaken. kesediannja itoe terlampias keloear, matanja djadi begitoe binal dan mengkredap seaken-aken menjala. Ia laloe ambil dan rakoep itoe oeang-kertas dan tertawa berkakakan, soeara tertawa itoe kedengerannja serem. „Inilah roepanja harga dari saja poenja tjinta, saja poenja kehormatan, saja poenja njawa" ia laloe robek-robek oeang itoe. Saja nanti kelaparan, saja nanti mati ....... tapi saja tida nanti ambil satoe peser dari ia." Ia masoek kekamarnja dan bawa keloear iapoenja barang permata pengasiannja iapoenja soeami, ia tarik japoenja gelang, ia tarik iapoenja kaloeng, dan ia boeka iapoenja giwang, hingga leher dan tangannja berdara, kemoedian ia hantjoerken itoe mendjadi berapa riboe keping. „Saja tida nanti djoeal saja poenja njawa dengen ini" ia bertreak. Saja tida nanti memake satoe barang jang mendjadi iapoenja." Kemoedian itoe kegalakan lantas soenji kombali dan iapoenja moeka mendjadi lebih poetjet. „Saja tida bisa hidoep" katanja dengen meratab. „Saja tida bisa hidoep." Seperti tida taoe apa jang diperboeatnja, ia toekar iapoenja pakean rok pake topi, laloe hendak pergi. Di deket pintoe loear ia djoempa Kim-nio, satoe anak piatoe jang dititipin padanja, dan olehnja disoeroe djaga itoe anak-ketjil. Selina ampir betreak, tapi ia laloe tjepet menjingkir soepaja djangan dapet liat paras mooka anaknja. „Kau hendak pergi 'ntji?" katanja itoe anak gadis ketjil. „Ja, akoe hendak pergi, djaga itoe anak sampe tidoer...... djaga betoel-betoel." Ia moesti mati, ia ta'boleh tahan dengen itoe rasa maloe. Selaennja itoe, dalem iapoenja penghidoepan jang bersi, ia tjoema menjintaken itoe lelaki, dan sekarang itoe lelaki tinggalken ia, bagimana ia bisa hidoep? Ia tida bisa liat parasnja itoe anak jang ia bakal tida liat lagi, ia tida bisa menjioem itoe bibir jang moengil, kerna ia pergi hendak mentjari kematian. Ia berdiri sebentar di iapoenja kebon dan memandang itoe semoea peringetan, tapi matanja tetep kering, ia menahan iapoenja kesoesa'an dengen hati bekoe. Kemaren, di kebon itoe Hong-ing lagi djalan bergandeng dengen ia, dengen saben-saben soeaminja tjeritaken hal-hal jang loetjoe tentang anaknja. Di sitoe, di itoe deket poehoen kembang roos jang haroem, soeaminja tjioem iapoenja moeka, dan katanja bahoea ia tjemboeroe kerna Selina keliwat menjintaken anaknja, koerang menjinta kepadanja. Toch itoe waktoe ia mengerti bahoea ia aken menjia-njiaken padanja, kerna Selina boekan iapoenja istri. Lagi doea poeloe ampat djam ia aken meninggalken padanja boeat selama-lama. Satoe ratapan-ratapan dari hati jang pata — {{hws|me|meloeap}}<noinclude></noinclude> ekyimmjps4q8dl5esxjmswhqkjskt8j Halaman:Selina.djvu/10 104 114414 315391 2026-08-22T02:53:15Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315391 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|16|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|}}</noinclude>{{hwe|loeap|meloeap}} dari iapoenja bibir. Itoelah tjoema boleh dibebasken dengen kematian. Ia tida bisa menahanken itoe kemaloean dalem hidoepnja. Djalan tida berapa djace ada terdapet satoe soengi ketjil tapi dalem. Sinarnja boelan menerangin aer jang agoknja bergoelak itoe, seperti hendak menoenggoein satoe njawa. Apakah ia moesti mengaso disitoe? „Tida, saja tida boleh mati" pikirnja. „Saja keliwat sering berada di sini dengen Hong-ing. Saja tentoe aken selaloe tengok iapoenja moeka didasarnja itoe aer, saja tentoe tida bisa mati. Saja moesti mendapet satoe kematian jang tjepet, dengen apa saja djadi tida terganggoe oleh satoe peringetan apa poen dari ianja." Kemoedian ia djadi terprandjat, tatkala mendenger soeara treakan, soeara tertawa dan soeara mengaoeng. Padahal itoe dari dirinja sendiri. Kemoedian ia berkata: „Adakah saja aken djadi gila?" katanja dengen keras. Biarlah saja mati, saja mati, djangan saja hidoep gila." Tapi kemoedian ia soeda djadi hilap kombali. Ia lantas berloetoet kepada iapoenja Toehan, dengen sedikit doa'an boeat minta diampoeni dari kedosa'annja dan perboeatannja. „Ia jang memboeang saja pada kematian, Toehan: seperti saja tida dapet semboeniken saja poenja rasa maloe dalem penghidoepan. Kau ada lebih mempoenjai kesian dari pada manoesia, maka toeloenglah saja dan ambillah njawa saja." Ia toetoep matanja dan bersedia boeat melemparken dirinja di itoe soengei jang dalem, tiba-tiba itoe satoe tangan jang koeat soeda memegang iapoenja tangan. Ia menengok dan dapetken dihadepannja satoe padri toea: itoe mata jang memandang padanja seaken-aken mementjarken tjahja jang terang, tapi itoe sinaran ada soetji dan moelia. „Kau hendak memboenoe dirimoe sendiri, anakkoe" kata padri itoe. Ia laloe berloetoet dan meratab: „Kenapa kau menjega maksoed saja? Oh, kenapa kau tida biarken saja mati?<noinclude></noinclude> rfw6cppntwlxqmk5b3fiybs0jztaypx Halaman:Selina.djvu/49 104 114415 315392 2026-08-22T02:54:25Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 315392 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude><noinclude></noinclude> strgv3gx8bknbzdxmid30oftgj5eslr Halaman:Selina.djvu/50 104 114416 315393 2026-08-22T02:54:46Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 315393 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude><noinclude></noinclude> strgv3gx8bknbzdxmid30oftgj5eslr Halaman:Selina.djvu/26 104 114417 315394 2026-08-22T02:56:11Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 315394 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude><noinclude></noinclude> strgv3gx8bknbzdxmid30oftgj5eslr 315410 315394 2026-08-22T06:39:02Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315410 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|48|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|49}}</noinclude>„Saja dateng boeat mentjari kerdja, boeat mentjari hidoep" djawabnja Selina. „Apa kau ada oeang?” „Saja ada sedikit oeang.” Matanja itoe orang politie melirik pada apa jang diempo oleh itoe iboe jang tertoetoep oleh shawl. „Apakah itoe satoe anak jang kau ada bawa?” „Ja.” „Dan boeat kebaekannja itoe anak, kau moesti pergi ka satoe tempat boeat bernajoep. Kau tida boleh tinggal di ini djembatan antero malem.” Selina boeka shawlnja sebentar dan tjioemin anak itoe. „Tapi saja tida taoe dimana saja moesti pergi.” Lagi satoe kali itoe agent-politie memandang moekanja itoe nona kemoedian ia menanja. „Boekankah kau satoe prempoean Tionghoa?” Selina soesa boeat mendjawab. Sebetoelnja memang iapoenja paras ada banjak mirip dengen satoe prempoean Tionghoa, matanja sipit dan koelit moekanja bewarna koening langsat. Banjak orang memang sering doega bahoea ia ada satoe njonja Tionghoa. Achirnja Selina pikir tida salanja kaloe ia mengakoe sadja sebagi seorang Tionghoa. „Ja, saja ada seorang Tionghoa” djawabnja. „Kau ada oeang. Kau bisa pergi di satoe hotel Tionghoa jang sopan. Kau menginep di sana dan besok kau boleh mentjari kau poenja maksoed.” „Tapi saja tida taoe toean, hotel jang mana saja boleh pergi?” „Saja nanti anterken kau di satoe tempat jang kau tentoe soeka. Ambil satoe deeleman, saja nanti anter kau di Hotel Buitenzorg, kau nanti dapetken di sana satoe tempat jang baek, boekan seperti kebanjakan hotel ada terdapet banjak prempoean tida baek.” „Oh, kau ada begitoe baek, toean” katanja Selina. Kemoedian ia laloe naek satoe deeleman di bawa ka itoe tempat jang dimaksoedken. „Kau dateng di Soerabaja hendak mentjari kerdja” katanja itoe orang politie, pekerdja'an apa jang kau tjari?” „Segala pekerdja'an., katanja Selina. „Apakah kau sekarang bersendirian” menanja itoe orang politie. „Apa kau poenja soeami meninggal?” Roepanja itoe orang politie dapet liat itoe tjintjin kawin jang ada di djarinja. „Ja, saja sendirian.” „Satoe djanda. Ja, memang dalem doenia ada banjak kesoesa'an dan kesengsara'an. Tapi kau moesti dapet mempertahan itoe. Saja boekannja seorang jang berigama tinggi, tapi saja taoe bahoea Allah ada berserta pada itoe orang jang selaloe menerima.” Selina djadi lebih menghargaken lagi pada itoe orang politie jang ternjata ada baek sekali. Itoe politie Ambon laloe dateng pada jang poenja hotel, njataken maksoednja. Ternjata marika ada itoe sobat baek, maka itoe eigenaar hotel memang seorang boediman, telah berdjandji bahoea seboleh-bolehnja aken menoeloeng seperloenja boeat itoe nona, apalagi itoe nona ada iapoenja bangsa sendiri. Tatkala itoe orang politie berlaloe, beroelang-oelang njataken iapoenja trima kasih boeat pertoeloengan itoe, boeat mana itoe agent samboet dengen satoe sonjoeman jang bersoekoer. {{rule|8em}}<noinclude></noinclude> 3vu83zmk9yg21tb3fqrg6bmvui1re56 Halaman:Selina.djvu/11 104 114418 315395 2026-08-22T03:00:37Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315395 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|19}}</noinclude>{{C|'''III'''}} {{di|I}}TOE padri cendjoek moeka sabar dan laloe adjak padanja di deket satoe batoe, dan dengen kasi ia doedoek itoe padri menoenggoe apa jang ia maoe tjeritaken. „Kenapa kau tida maoe biarken saja mati?" ia meratab lagi. Ia memandang padanja dengen moeka soesa kerna sympathie dari seorang jang banjak meliat manoesia dalem kesengsaraan. „Anakkoe" katanja padri itoe. „Kau taoe bahoea itoe djiwa boekan ada mendjadi kepoenja'an kau? Kau tida boleh pandjangken itoe maski satoe sa'at, poen kau ta'boleh binasaken itoe. Toehan jang nanti memberiken itoe kepadamoe. Kau tida boleh berdjoempa kepada Toehan sebagi tetamoe jang tida dioendang." „Kau tida taoe tentang saja..... "katanja Selina. „Tida; boleh djadi saja tida taoe kau poenja kesoesa'an; tapi saja sekarang ada seorang toea, dan dalem saja poenja penghidoepan saja soeda mempeladjarken oendang-oendang dari Toehan; saja soeda bersengsara dalem segala hal, tapi toch tida boleh orang mengambil pertjoba'an boeat memboenoe diri." Ia keliatan bergoemeter mendenger itoe perkata'an. „Ada banjak kali saja liat satoe orang jang tertimpa oleh kesengsaraan berat" katanja itoe padri lebih djaoe. Tapi ia serahken nasibnja kepada Toehan, ia pertjaja bahoea Toehan aken memberiken ia djalanan jang lebih baek. Apa kau tida bisa pertjajaken saja kau poenja riwajat kesedihan........" „Tida, itoe tida boleh ditoetoerken." „Anakkoe jang baek" kata ia. „Kau ada sanget moeda aken boleh menahan sengsara keliwat berat, tapi apa djoega kau poenja kesengsara'an mendjadi djanganlah bikin itoe terlampau. Ini penghidoepan aken dengen lekas sampe di achirnja: maskipoen itoe ada beroentoeng atawa djoega itoe sengsara, semoea tida berbeda'an aken sama-sama berachir di itoe djam kematian." Selina doedoek dengen tida berkoetik boeat sekean lamanja. Koenjoeng-koenjoeng ia laloe memandang pada padri itoe. „Apa kau soeka aken toetoerken saja kenapa ini boleh kedjadian?" menanja Selina. Saja ada sanget bangga dengen saja poenja nama — saja anggep itoe mendjadi makota dalem saja poenja kebangga'an sebagi seorang prempoean. Saja belon perna mendjadi satoe prempoean jang tjentil atawa genit. Kaloe ada seorang goda saja, dan tawarken saja kekaja'an antero doenia sebagi harga dari saja poenja kehormatan, saja tentoe soeda tolak itoe. Sekarang, adakah kau boleh toetoerken saja kenapa ini hal boleh kedjadian, kenapatah saja moesti hidoep dengen rasa maloe?" Selina bitjara dengen sanget bernapsoe, hingga itoe padri djadi bengong. „Kau loepa" kata itoe orang toea dengen lemah-lemboet bahoea saia tida taoe apa jang soeda kedjadian? Adakah kau tida soeka toetoerken saja?" Satoe tjahja mera meloeap dari iapoenja paras moeka jang sedih, ia laloe lemparken poela dirinja diatas roempoet jang basa. „Saja tida bisa, saja tida bisa" katanja. Itoe padri-toea gojang kepalanja. Itoe soeda djadi<noinclude></noinclude> 0l5xaw9drebl0a2gaq4e2to8sav9do3 Halaman:Selina.djvu/12 104 114419 315396 2026-08-22T03:23:18Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315396 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|20|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|21}}</noinclude>lebih malem, apakah ia moesti berboeat terhadep kepada itoe prempoean moeda jang reba dengen semboeniken iapoenja moeka diatas roempoet, tida menangis, tida pangsan, tapi dingin dan soenji dalem iapoenja kesengsara'an. Ia toch tida bisa tinggalken itoe njonja sendirian. Kemoedian ia laloe bongkokin badannja. „Apa kau poenja orang toea masih hidoep?" menanja ia, dan djawabannja adalah iapoenja ajah soeda meninggal berapa tahoen jang laloe, tapi iapoenja iboe masih hidoep tapi tinggal djaoe, djaoe sekali. „Toetoerken saja dimana?" menanja itoe padri. „Di Samarinda." „Apa kau tida soeka pergi padanja, atawa saja nanti boleh anterken kau kepadanja?" „Tida" ia membanta. Saja tida nanti memandang lagi moekanja saja poenja iboe. Oh, djika kau tjoema maoe meninggalkan saja — biarken saja mati. Saja tida bisa, soenggoe saja tida bisa tahan boeat hidoep." „Sebelonnja kau hendak mati boekankah kau perloe memboeang kau poenja dosa kepada satoe padri" berkata itoe padri. „Ja" katanja dengen paras moeka terhiboer. „Dan sebagi satoe padri" katanja. „Saja prentah kau boeat toetoerken kau poenja tjerita." „Itoe waktoe saja beroesia toedjoe belas tahoen". Ia moelai dalem pembitjara'annja. Saja telah djoempaken seorang asing, siapa ada bekas saja poenja temen sekola di Soerabaja dalem H.B.S. Maski ia ada laen bangsa, kerna ia ada seorang Tionghoa, tapi ia sanget sopan dan berparas tjakep. Rasanja tida ada seorang seperti ia di mata saja. Ia telah minta saja boeat kawin kepadanja, iboe saja agaknja bertentangan, tapi saja paksa iboe saja boeat perkenanken itoe perkawinan. Saja sanget tjinta kepadanja, soesa boeat toetoerken kau bagimana saja djoendjoeng ia. Iboe saja minta soepaja perkawinan saja dibikin di gredja di Samarinda, tapi itoe lelaki jang ada anoet igama Christen tida moefakat. Ia ada toetoerken saja bahoea ia hendak harep sedjoembla oeang dari orang toeanja, maka ia minta soepaja itoe perkawinan dibikin dalem resia samentara waktoe. Saja djawab: „ja". Saja ada sanget toeloes seperti satoe anak, tapi saja soeda berboeat satoe kesala'an jang paling besar dalem saja poenja penghidoepan dengen perkenanken itoe perminta'an. Itoe waktoe saja soeda djadi boeta kerna tjinta, tapi saja masih sanget moeda. Saja meninggalken roema dan hidoep dengen ia sebagi soeami istri. Kaloe saja tida pertjaja iapoenja hati, saja tentoe lebih soeka mati seriboe kali dari pada berboeat begitoe. Saja soeda tinggal dengen ia kira² doea tahoen dengen penoeh keberoentoengan dalem pertjinta'an. Anggepan saja keada'an djadi begitoe gilang-goemilang hingga agaknja soarga tida ada lebih soetji dari pada ini doenia: dan tatkala satoe anak dilahirken, saja poenja hati sanget besar bertrima-kasih Allah." Maski sceara itoe dioetjapken dengen goemeter, ia landjoetken perkata'annja lebih djeoe. „Saja bangga betoel dengen segala apa disekiter saja, satoe anak jang moengil, satoe soeami jang sanget menjinta, saja tida ada poenja perasahan laen, selaennja saja ada iapoenja istri dalem seoemoer hidoepnja. Sekarang toetoerken saja, kenapa saja moesti dibales dengen begini kedjem? Ini hari saja ada trima satoe soerat dari ia, dan ia toetoerken saja bahoea saja boekan iapoenja istri dan dengen tida rasaken saja poenja kesengsara'an, dengen getas ia<noinclude></noinclude> 08arkqhoo4c7v4thmo5vsf1uuy4ne08 Halaman:Selina.djvu/13 104 114420 315397 2026-08-22T03:32:50Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315397 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|22|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|23}}</noinclude>njataken bahoea ia aken tinggalken saja boeat selama-lamanja: dan ia tawarken saja banjak oeang, djoega belandja dari iapoenja advocaat, seaken-aken oeang boleh membajar itoe semoea? Oh, Toehan, kenapa kau tida biarken saja mati? Bagimana saja boleh mempertahanken itoe?" Itoe moeka jang baek dari itoe padri mendjadi poetjet tatkala mendenger itoe penoetoeran dan kemoedian pertanja'an jang begitoe mengantjoerken hati. „Berapa lama, Oh, Toehan, berapa lama". Meratab itoe padri sembari taro tangannja diatas kepalanja jang menoendoek. „Itoelah ada sanget soesa, sanget sengsara boeat kau, anakkoe" katanja. „Tapi ada lebih berat dan lebih sengsara lagi pada ia itoe hari dimana ia moesti djawab boeat iapoenja dosa-dosa." „Itoelah ada satoe pengalaman baroe boeat itoe padri dari satoe kedosa'an besar dalem doenia ini. Ia soeda meliat banjak prempoean berhati pata, lelaki bersengsara sebelonnja; toch ia belon perna hadepken kesengsara'an sematjem ini jang begitoe berat. „Tapi kau tida bisa mati, kerna itoe nanti lebih memberatken iapoenja dosa anakkoe" katanja. „Kaloe kau habisken kau poenja djiwa, kau poenja kematian nanti terletak di iapoenja pintoe." „Tapi, bagimana saja bisa hidoep?" ia meratab dengen menangis. „Laen orang boleh mempertahanken itoe. Kau djoega moesti tjoba sebolehnja. Kau moesti banjak menimbang, maski kau anggep bahoea ia soeda meroesakin dan menipoe kau. Kau sendiri soetji bersi dan tida berdosa anakkoe. Dan kaloe sekarang kau poenja pemberasahan ada bersi, dan kau memangnja tida berdosa didepan soarga, Oh, anak, kau moesti besarken hatimoe boeat ini. Kau poenja kegagalan boekan kau poenja sala. Dengerlah saja, biarlah saja nanti tjoba boeat kasi kau laen pengharepan dalem kau poenja penghidoepan." „Tapi itoe tida goena, kerna saja tida bisa hidoep dengen hati pata, pikirlah bagimana saja bisa?" „Kau tentoe tida bisa tanjah pada laen orang jang memberi djawaban lebih dari saja. Apa kau liat di itoe tempat jang djaoe, palang poeti jang bertjahja di- antara itoe poehoen-poehoen?" Matanja Selina mendjoeroes ka itoe djoeroesan dari tangannja itoe padri. „Saja poenja hati poen teroesak" katanja. „Tiga poeloe tahoen jang laloe saja poenja hati terkoeboer di sana dengen saja poenja istri. Tapi saja hidoep teroes dengen menoentoet oendang-oedang Toehan." Selina tida berkata-kata, hanja mengoenggoe itoe padri melandjoetken pembitjara'annja lebih djaoe. „Saja ada tjintaken padanja kira-kira anem tahoen" katanja itoe padri jang menjeritaken penghidoepannja. Tapi kita tida bisa menikah kerna kita sanget miskin. Tapi kemoedian kita menikah, dengen itoe perkawinan rasanja seperti saja hidoep dalem Taman dari Eden. Satoe tahoen kemoedian istri saja melahirken satoe anak, dan itoe hari bertamba hari dirasaken lebih gilang-goemilang oleh istri saja." Kemoedian ia mengaso sebentar. „Dan bagimana sering saja menanja kepada Toehan kenapa moesti djadi begitoe? Kenapa ia moesti diambil njawanja. Marika mati bersama-sama, iboe dan anak. Ia mati dengen soenji, dengen tida ada satoe perkata'an ditinggalkan boeat saja, siapa menjinta padanja begitoe besar. Saja tida perna meliat matanja saja poenja anak, belon perna mendenger tangisan<noinclude></noinclude> f1enuyie64l5zi735nzajbs9f82pkcn 315398 315397 2026-08-22T03:34:54Z Ammachemist 27288 315398 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|22|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|23}}</noinclude>njataken bahoea ia aken tinggalken saja boeat selama-lamanja: dan ia tawarken saja banjak oeang, djoega belandja dari iapoenja advocaat, seaken-aken oeang boleh membajar itoe semoea? Oh, Toehan, kenapa kau tida biarken saja mati? Bagimana saja boleh mempertahanken itoe?" Itoe moeka jang baek dari itoe padri mendjadi poetjet tatkala mendenger itoe penoetoeran dan kemoedian pertanja'an jang begitoe mengantjoerken hati. „Berapa lama, Oh, Toehan, berapa lama". Meratab itoe padri sembari taro tangannja diatas kepalanja jang menoendoek. „Itoelah ada sanget soesa, sanget sengsara boeat kau, anakkoe" katanja. „Tapi ada lebih berat dan lebih sengsara lagi pada ia itoe hari dimana ia moesti djawab boeat iapoenja dosa-dosa." „Itoelah ada satoe pengalaman baroe boeat itoe padri dari satoe kedosa'an besar dalem doenia ini. Ia soeda meliat banjak prempoean berhati pata, lelaki bersengsara sebelonnja; toch ia belon perna hadepken kesengsara'an sematjem ini jang begitoe berat. „Tapi kau tida bisa mati, kerna itoe nanti lebih memberatken iapoenja dosa anakkoe" katanja. „Kaloe kau habisken kau poenja djiwa, kau poenja kematian nanti terletak di iapoenja pintoe." „Tapi, bagimana saja bisa hidoep?" ia meratab dengen menangis. „Laen orang boleh mempertahanken itoe. Kau djoega moesti tjoba sebolehnja. Kau moesti banjak menimbang, maski kau anggep bahoea ia soeda meroesakin dan menipoe kau. Kau sendiri soetji bersi dan tida berdosa anakkoe. Dan kaloe sekarang kau poenja pemberasahan ada bersi, dan kau memangnja tida berdosa didepan soarga, Oh, anak, kau moesti besarken hatimoe boeat ini. Kau poenja kegagalan boekan kau poenja sala. Dengerlah saja, biarlah saja nanti tjoba boeat kasi kau laen pengharepan dalem kau poenja penghidoepan." „Tapi itoe tida goena, kerna saja tida bisa hidoep dengen hati pata, pikirlah bagimana saja bisa?" „Kau tentoe tida bisa tanjah pada laen orang jang memberi djawaban lebih dari saja. Apa kau liat di itoe tempat jang djaoe, palang poeti jang bertjahja di- antara itoe poehoen-poehoen?" Matanja Selina mendjoeroes ka itoe djoeroesan dari tangannja itoe padri. „Saja poenja hati poen teroesak" katanja. „Tiga poeloe tahoen jang laloe saja poenja hati terkoeboer di sana dengen saja poenja istri. Tapi saja hidoep teroes dengen menoentoet oendang-oedang Toehan." Selina tida berkata-kata, hanja mengoenggoe itoe padri melandjoetken pembitjara'annja lebih djaoe. „Saja ada tjintaken padanja kira-kira anem tahoen" katanja itoe padri jang menjeritaken penghidoepannja. Tapi kita tida bisa menikah kerna kita sanget miskin. Tapi kemoedian kita menikah, dengen itoe perkawinan rasanja seperti saja hidoep dalem Taman dari Eden. Satoe tahoen kemoedian istri saja melahirken satoe anak, dan itoe hari bertamba hari dirasaken lebih gilang-goemilang oleh istri saja." Kemoedian ia mengaso sebentar. „Dan bagimana sering saja menanja kepada Toehan kenapa moesti djadi begitoe? Kenapa ia moesti diambil njawanja. Marika mati bersama-sama, iboe dan anak. Ia mati dengen soenji, dengen tida ada satoe perkata'an ditinggalkan boeat saja, siapa menjinta padanja begitoe besar. Saja tida perna meliat matanja saja poenja anak, belon perna mendenger {{hws|tangisan|tangisannja}}<noinclude></noinclude> 80cpkgur32ggde99ec5ry0ud7ob86gi Halaman:Selina.djvu/14 104 114421 315399 2026-08-22T03:42:08Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315399 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|24|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|25}} {{rh|12|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|}}</noinclude>{{hwe|nja|tangisannja}} saja poenja hati hantjoer leboer pada masa itoe. Tida ada satoe apa dapet menghiboerken saja poenja kesoesa'an. Saja poenja hati terkoeboer bersama dengen istri saja, toch saja hidoep boeat tiga poeloe tahoen dan saja tida perna menanja lagi tentang kemaoean dari kita poenja Toehan jang soeda mengambil njawa dari saja poenja istri jang tertjinta. Dan kau anak, kau masih moeda dan tjantik — kau boleh hidoep dengen hati pata kaloe kau maoe berboeat seperti itoe." Kemoedian, Selina lantas menangis, menangis keras. „Ia ada seakan-aken saja poenja djiwa" katanja sembari mengoeloen. „Ia soeda merampas antero njawa saja. Saja tida ada pikiran laen selaennja saja poenja tjinta. Ini doenia rasanja semoea gelap, semoea soenji, semoea roesak! Ia jang mendjadiken saja poenja penerangan, saja poenja matahari dan saja poenja keberoentoengan. Oh, rasanja, saja ta'boleh tahan. Saja tida taoe bagimana saja moesti hidoep." Ini perkata'an ada dioetjapken begitoe mengantjoerken hati, hingga itoe orang-toea sendiri matanja basa dengen aer-mata. „Kau tida taoe apa matjem tjinta jang dipoenjaken oleh saja" katanja. „Seande sekarang ia berdiri di depan saja, saja tentoe menoebroek dibawa kakinja dan tjioemin kaki itoe." „Saja tida pertjaja kau aken berboeat begitoe. Ia soeda meroesakin kau. Ingetlah, bahoea kau soeda memberiken kau poenja tjinta jang bersi, tapi ia tida membales ketjintaan itoe, hanja ia perhatiken dirinja sendiri. Tjobalah boeat loepaken ia." „Loepaken padanja! Ja, kapan itoe matahari brenti bersinar. Seande saja reba, dalem saja poenja lobang koeboer, dingin dan senjap, badan ini soeda tida bernjawa lagi, saja tida nanti loepaken ia". Moekanja lantas bertjahja, matanja lantas menjala. „Dalem seoemoer hidoep saja, tida satoe menuut saja boleh loepaken ia." „Pembalasan ada bagian Toehan" katanja itoe padri. Seande kau tida dapet meloepaken ia, kau ampoenken ia." „Ampoeni ia?" ia mengoelangken. „Ja, kapan saja inget, bagimana ia tjioem saja poenja bibir dan ia panggil saja sebagi iapoenja istri: bagimana ia telah bikin saja menjinta sampe itoe hari berarakan, agaknja itoe hati hantjoer leboer: Oh, saja nanti tjoba boeat ma'afken ia." Keada'an lantas djadi soenji. Tjoema kedengeran soeara boeroeng jang berkresek diatas poehoen, dan daon-daon poehoen kerna ketioep angin djato ka roempoet, soearanja kedengeran njata. Kemoedian itoe padri laloe bongkokin badannja poela. „Saja harep kau pertahanken itoe kesedihan, poelang ka roemah, dan berdjandji kepada saja" katanja. „Kau ada mendjadi satoe iboe, kau ada mempoenjai satoe anak jang nanti dapet menghiboerin kau. Apakah kau soeka berdjandji bahoea dengen kau poenja tjinta terhadep kepada iboemoe dan kau poenja anak — dengen kau poenja tjinta dan hormat kepada kau poenja Toehan — tida tjoba lagi boeat ambil kau poenja djiwa." Ia angkat iapoenja moeka jang poetjet kepada padri itoe. „Saja sendiri tida taoe bagimana saja bisa hidoep dengen zonder ia. Sebetoelnja perboeatan jang paling baek boeat saja, adalah seorang lantas ambil djiwa saja di sini dan saja terbebas dari kesengsara'an; tapi seperti kau minta saja dengen namanja Allah, saja tida<noinclude></noinclude> 5axix2yjz7k6k9rzavy20k1b1f7vvsq 315400 315399 2026-08-22T03:43:04Z Ammachemist 27288 315400 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|24|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|25}}</noinclude>{{hwe|nja|tangisannja}} saja poenja hati hantjoer leboer pada masa itoe. Tida ada satoe apa dapet menghiboerken saja poenja kesoesa'an. Saja poenja hati terkoeboer bersama dengen istri saja, toch saja hidoep boeat tiga poeloe tahoen dan saja tida perna menanja lagi tentang kemaoean dari kita poenja Toehan jang soeda mengambil njawa dari saja poenja istri jang tertjinta. Dan kau anak, kau masih moeda dan tjantik — kau boleh hidoep dengen hati pata kaloe kau maoe berboeat seperti itoe." Kemoedian, Selina lantas menangis, menangis keras. „Ia ada seakan-aken saja poenja djiwa" katanja sembari mengoeloen. „Ia soeda merampas antero njawa saja. Saja tida ada pikiran laen selaennja saja poenja tjinta. Ini doenia rasanja semoea gelap, semoea soenji, semoea roesak! Ia jang mendjadiken saja poenja penerangan, saja poenja matahari dan saja poenja keberoentoengan. Oh, rasanja, saja ta'boleh tahan. Saja tida taoe bagimana saja moesti hidoep." Ini perkata'an ada dioetjapken begitoe mengantjoerken hati, hingga itoe orang-toea sendiri matanja basa dengen aer-mata. „Kau tida taoe apa matjem tjinta jang dipoenjaken oleh saja" katanja. „Seande sekarang ia berdiri di depan saja, saja tentoe menoebroek dibawa kakinja dan tjioemin kaki itoe." „Saja tida pertjaja kau aken berboeat begitoe. Ia soeda meroesakin kau. Ingetlah, bahoea kau soeda memberiken kau poenja tjinta jang bersi, tapi ia tida membales ketjintaan itoe, hanja ia perhatiken dirinja sendiri. Tjobalah boeat loepaken ia." „Loepaken padanja! Ja, kapan itoe matahari brenti bersinar. Seande saja reba, dalem saja poenja lobang koeboer, dingin dan senjap, badan ini soeda tida bernjawa lagi, saja tida nanti loepaken ia". Moekanja lantas bertjahja, matanja lantas menjala. „Dalem seoemoer hidoep saja, tida satoe menuut saja boleh loepaken ia." „Pembalasan ada bagian Toehan" katanja itoe padri. Seande kau tida dapet meloepaken ia, kau ampoenken ia." „Ampoeni ia?" ia mengoelangken. „Ja, kapan saja inget, bagimana ia tjioem saja poenja bibir dan ia panggil saja sebagi iapoenja istri: bagimana ia telah bikin saja menjinta sampe itoe hari berarakan, agaknja itoe hati hantjoer leboer: Oh, saja nanti tjoba boeat ma'afken ia." Keada'an lantas djadi soenji. Tjoema kedengeran soeara boeroeng jang berkresek diatas poehoen, dan daon-daon poehoen kerna ketioep angin djato ka roempoet, soearanja kedengeran njata. Kemoedian itoe padri laloe bongkokin badannja poela. „Saja harep kau pertahanken itoe kesedihan, poelang ka roemah, dan berdjandji kepada saja" katanja. „Kau ada mendjadi satoe iboe, kau ada mempoenjai satoe anak jang nanti dapet menghiboerin kau. Apakah kau soeka berdjandji bahoea dengen kau poenja tjinta terhadep kepada iboemoe dan kau poenja anak — dengen kau poenja tjinta dan hormat kepada kau poenja Toehan — tida tjoba lagi boeat ambil kau poenja djiwa." Ia angkat iapoenja moeka jang poetjet kepada padri itoe. „Saja sendiri tida taoe bagimana saja bisa hidoep dengen zonder ia. Sebetoelnja perboeatan jang paling baek boeat saja, adalah seorang lantas ambil djiwa saja di sini dan saja terbebas dari kesengsara'an; tapi seperti kau minta saja dengen namanja Allah, saja tida<noinclude></noinclude> ps0bozy5rfkk5jbicygpt8y5qnq4pem Halaman:Selina.djvu/15 104 114422 315401 2026-08-22T03:50:59Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315401 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|26|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|}}</noinclude>berani menolak. Saja berdjandji padamoe, apa sadjah aken terdjadi, saja tida nanti tjoba boeat memboenoe diri." „Saja bertrima-kasih Toehan" kata itoe padri. „Sekarang anakkoe, dengerlah kepada saja, kau poelang ka roemah dan temenin kau poenja anak, ia tentoe menoenggoein kau. Tjintalah kepada anakmoe doea kali lipet, kerna anak itoe tida mendapet kasih ajahnja. Kau tadi ada berkata kepada saja, bahoea kau tida nanti ganggoe oeangnja kau poenja soeami sama sekali." „Saja lebih soeka anak saja dan saja mati kelaparan dari pada saja memake oeang itoe." „Saja pikir kau ada betoel. Kau tentoe bisa bekerdja dengen kau poenja tangan sendiri." „Saja bisa bekerdja." Sekarang poelanglah ka roema, dan inget, bahoea selagi saja hidoep, saja ada kau poenja sobat. Toehan mengirim saja kemari, saja pikir boeat menoeloeng kau poenja djiwa: saja nanti menoeloeng kau sebanjak- banjaknja saja bisa. Poelanglah, besok saja nanti dateng kepadamoe boeat atoer tentang kau poenja penghidoepan jang bakal dateng, dan saja pertjaja kau aken hidoep aman dan santousa. Djangan bilang pada dirimoe sendiri bahoea kau ada bersendiri dan tida mempoenjai sobat, kerna saja ada kau poenja sobat jang paling baek." Itoe istri jang tilaka lantas berloetoet dihadepannja itoe padri dan berkata: „Saja ada sanget bertrima-kasih padamoe" kemoedian ia laloe berdjalan poelang dan meninggalken itoe tempat jang ampir ia habisken njawanja sendiri. {{rule|width=5em}} {{C|'''IV'''}} {{di|S}}ELINA itoe ada satoe nona Olanda Indo, iapoenja nama penoe adalah Selina Margarita Houtman dengen Hong-ing ia soeda kenal sedari marika ada sama-sama di Hoogere Burger School Soerabaja. Dalem itoe roema sekola Hong-ing ada sanget baek terhadep padanja, maka Selina telah djato tjinta. Kemoedian marika berpisa, kerna Selina moesti balik ka Samarinda. Belakangan Hong-ing pergi ka Samarinda dan pertemoean itoe telah membakar lebih besar marika poenja api ketjinta'an, hingga terbit itoe perkawinan. Achirnja terdjadi itoe kedjadian jang ampir membinasaken njawanja Selina jang tjantik. Itoe waktoe Selina kombali pada iapoenja roema, jang satoe kali seperti mendjadi Eden dalem penghidoepannja, itoe tempat dari Adam dan Eva, tapi sekarang itoe boekan sepertinja lagi. Ia meliwatin itoe taman jang mengasi bebaoean haroem, dan dideketnja iapoenja roema ia dapet liat penerangan jang menemboes dari iapoenja djendela, dimana tadi ia ada berdiri. Baroe kemaren sore — baroe sadjah kemaren — di itoe djam, ia ada berdjalan dengen soeaminja di itoe djalanan: dengen lapoenja tjara menjinta ada seaken-aken tetaboean jang paling merdoe jang bisikin iapoenja koeping, agaknja lida itoe bermadoe penoe dengen segala kemanisan dalem doenia pertjinta'an — tangannja selaloe mengoesap pada iapoenja ramboet jang<noinclude></noinclude> gcp4wh9j5k53wm1xaeg2oxgh9yoa7zi Halaman:Selina.djvu/16 104 114423 315402 2026-08-22T03:59:48Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315402 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|28|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|29}}</noinclude>item, helaas, ia berasaken itoe waktoe bahoea tida ada machloek lebih beroentoeng dari ia. Sekarang ia moesti masoek dalem itoe kamar dimana bajangannja iapoenja soeami tida aken bakal tertampak lagi. Sekarang ia moesti merasain bahoea dirinja ada di chianatin, ada ditipoe dan dikaniaja, dan itoe semoea kemanisan jang dioendjoek hanja ada palsoe belaka. Roepanja itoe lelaki telah bikin ia seperti satoe permaenan boeat liwatken waktoe, selagi ia menjeraken pada itoe lelaki antero njawanja. Ia masoek dalem itoe roema jang teratoer dengen repi, dengen iapoenja kembang-kembang, pigoera-pigoera dan bekakas roema jang sanget baek, tapi itoe semoea membikin lebih hantjoer iapoenja hati. Ia masoek ka iapoenja kamar, dimana masih tinggal berarakan itoe keping-kepingan dari barang permata jang tadi ia bikin hantjoer, dan dengen ini rasa amara timboel kombali dalem iapoenja hati. „Ia rasa ia dapet beli saja poenja njawa dengen semoea ini?" ia berkata sendirinja dengen getir. Kemoedian ia berasa badannja sanget lemah, itoe soeda keliwat laat djaoe malem, ia belon ada makan atawa minoem apa-apa. Ia laloe roeboeken dirinja di atas satoe bangkoe, tatkala Gendoek memboeka pintoe kamarnja. Itoe boedjang jang baek tatkala meliat pada iapoenja njonja, maski tida seanteronja, sedikitnja ia dapet mengerti doedoeknja perkara. „Apa toean belon balik njonja?" menanja Gendoek Selina tida mendjawab. Kau keliatan seperti sakit njonja, apatah saja boleh bawa apa-apa, bolehkah saja berboeat apa-apa aken goenamoe........?" „Tida." „Tapi kau belon makan atawa minoem. Kau poenja pakean ada basa dengen aer emboen. Bolehkah saja bikinin kau kopie njonja?" „Saja tida bisa makan atawa minoem" djawabnja Selina dengen soeara lemah Gendoek, kaloe kau maoe berboeat sedikit kebaekan boeat saja, tinggalken saja sendirian." Itoe boedjang lantas berlaloe, dan tatkala ia berasa sendirian, ia berkata pada dirinja sendiri. „Saja tida nanti raba itoe makanan jang ia belih — tida, maskipoen saja boleh mati kelaparan." {{di|G}}ENDOEK menoedjoe pada kamarnja Tin-nio dan dapetken ia lagi memaen dengen sang baji. Gendoek lantas menanja. Nona Tin, adakah kau taoe, Toean dan Njonja Koo berklai?" Tin-nio itoe gadis-piatoe djawab. „Tida sama sekali agaknja. Waktoe marika berpisa, 'Ngko Hong-ing tjioem 'ntji dan bilang 'Schatje, saja aken balik poekoel toedjoe', kenapa?" „Ini ada satoe perkara gandjil" katanja sang Gendoek. Roepanja seperti Toean Koo meninggalken istrinja, dan njonja keliatan ada begitoe hilap dan mara, semoea barang permata dibikin hantjoer, oeang kertas di robek-robek mendjadi berapa lembar." Marika poenja pembitjara'an lantas habis, kerna tatkala itoe Selina masoek. Ia laloe memandang pada anaknja. „Saja tida maoe makan apa-apa, Gendoek" katanja pada iapoenja boedjang. „Kau Tin-nio, tinggalken itoe anak pada saja. Kau lantas pergi makan dan masoek tidoer." Sebetoelnja marika ingin kawanin itoe njonja, {{hws|soe|soepaja}}<noinclude></noinclude> 248ssgzff6nk3lq4874rvgq2csa434o Halaman:Selina.djvu/17 104 114424 315403 2026-08-22T04:07:11Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315403 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|30|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|31}}</noinclude>{{hwe|paja|soepaja}} boleh mengasi sedikit hiboeran. Tin-nio jang dipiara dengen baek, ada sanget sajang kepada itoe njonja jang ia panggil 'ntji, atas perminta'annja Selina sendiri, jang roepanja mace hidoep dalem segala apa Tionghoa. Gendoek, maskipoen satoe boedjang jang terbajar, tapi kelakoean manis boedi dari madjikannja membikin ia bekerdja seperti boekannja boedjang dan menaro hati-kasih sanget besar pada njonja itoe. „Njonja, kosilah saja berboeat apa-apa aken goenamoe njonja" katanja si Gendoek. Biarlah Nona Tin oeroesin itoe anak: soepaja saja boleh toekar kau poenja badjoo, saja boleh bawaken kau kopie dan sedikit makanan. Djanganlah kau bikin kosong kau poenja peroet dan pake itoe pakean jang basa." „Saja tida maoe apa-apa, saja tjoema maoe mengaso." „Mengaso dengen itoe mata jang menjala" pikirnja Gendoek dan kemoedian sebab tida goena boeat tinggal, maka ia dengen Tin-nio jang tjoema bisa memandang, lantas berlaloe. Prempoean jang koerang soetjinja tentoe koerang kebangga'annja, satoe prempoean dalem mana pemberasahannja ada koerang tinggi dan koerang haloes, nistjaja ada koerang bersengsaranja. Banjak prempoean sering anggep maksoed itoe boekan marika poenja sala dan lantas menerima sadja dan ambil apa jang ada tinggal teroes di itoe roema jang ditinggalkennja, trima itoe oeang belandja jang boekannja ketjil, tapi Selina Houtman tida begitoe. Iapoenja ketjinta'an pada iapoenja soeami ada begitoe agoeng hingga ia tjoema berasa mempoenjai satoe njawa, satoe soekma dan satoe hati antara marika Tapi sekarang itoe soeda djadi beroba. Kaloe itoe soeami tida bersetia padanja, apa goena ia ambil iapoenja oeang, itoolah hina, kerna itoe lantas mendjadi satoe anggepan, bahoea ia mendjoeal kehormatan dirinja, seaken-aken itoe prempoean di djalanan, ada oeang boleh mendjadi. Boeat ia, Seline soeda mengambil poetoesan, kelaparan dan aken mati di mana-mana, tapi tida ia aken meraba oeangnja ipoenja soeami. Kemoedian ia laloe toekar pakean di kamarnja, bongkar iapoenja koffer, dan dapetken iapoenja pakean doeloe, waktoe ia berangkat dari Samarinda. Di itoe koffer poen ada tersimpen iapoenja tasch ketjil, dimana masih ada tersimpen iapoenja oeang sendiri berapa belas roepia. Ia lantas toekar itoe pakean dan boeang segala apa, pakean, sepatoe, barang permata jang menempel pada dirinja, ia sekarang berpakean iepoenja pakean sendiri, membawa oeangnja sendiri. Sesoeda ia berpakean, ia lantas berasa dirinja banjak berlaenan, dengen itoe pakean dateng banjak peringetan dalem penghidoepannja. la keloear dan memandang sekiternja iapoenja roema jang doeloe mendjadi iapoenja soarga. „Selamet tinggal" katanja dengen perasahan enteng. „Di sini saja telah perna merasaken beroentoeng — di sini, malem dan pagi, saja selaloe berdoa boeat saja poenja soeami — dan di sini djoega sekarang saja mengoetoek atas iapoenja pembalesan kepada saja. Biarlah saja minta soepaja itoe dapet dirasa olehnja, tatkala ia merasa kedosa annja." Ia lantas ambil itoe anak dan boengkoes dengen iapoenja pakean toea, dan itoe anak seperti merasa bahoea ia bakal hadepken kemalaratan, ia lantas menangis. „Djangan menangis, anakkoe" katanja. „Kau dan akoe aken bersama-sama hadepin ini penghidoepan jang soenji — kita tjoema berdoea."<noinclude></noinclude> 67a62wfbrvdavydts9j3vcqf79b0i2m Halaman:Selina.djvu/18 104 114425 315404 2026-08-22T04:12:28Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315404 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|32|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|}}</noinclude>Kemoedian ia lantas berlaloe dari itoe roema, di deket djalanan ia memandang lagi sekali pada iapoenja roema, ia mengela napas, kemoedian ia berkata. „Toehan biarlah berkahken kita, anakkoe" katanja. „Kita, bila boleh dioepamaken dalem satoe praoe, aken terkatoeng-katoeng dalem geloembang laoetan jang besar....." {{C|'''V'''}} {{di|S}}ATOE auto-sedan besar dengen leter AD ada brenti di depan kantoornja Advocaat Mr. Brouwer di Willemskade Soerabaja. Seorang moeda jang berbadan tinggi, memake topi-poeti dengen tindakan gaga berdjalan masoek. „Saja heran" katanja sembari mengrendeng tatkala ia baroe toeroen dari mobilnja. „Kenapa hati saja tida enak betoel, adakah seperti saja masih dalem menjinta dengen Selina, dan tida boleh meloepaken padanja boeat saja poenja kebaekan ......" Di depan pintoe ia berdiri sekedjab, kerna dapetken di naambordnja Mr. Brouwer, dengen toelisan UIT—KELOEAR. Sembari berdiri di depan pintoe itoe agaknja terbajang di iapoenja mata, itoe roema villa jang bagoes di Sidhoardjo, jang tekoeroeng oleh poehoen tjemara jang tinggi, itoe taman-boenga jang eilok, dimana saben ia poelang ia disamboet dengen senjoeman jang manis oleh Selina. Tapi achirnja ia lantas berlakoe begitoe roepa, seaken-aken hendak loepaken itoe semoea. „Tida moest saja digoda begini matjem oleh ini peringetan". Ia kata. „Kaloe saja soeda taoe bagimana ia sekarang ada, itoe boeat saja soeda tjoekoep, tapi saja heran, kenapa Mr. Brouwer tida mengasi kabar apa-apa, adakah itoe boleh djadi ia belon mendapet kabar apa-apa?" Tatkala itoe dari loear ada masoek satoe toean<noinclude></noinclude> cddqxug8y39kuu06tww4j2unrihtys6 315405 315404 2026-08-22T04:12:52Z Ammachemist 27288 315405 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|32|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|}}|}}</noinclude>Kemoedian ia lantas berlaloe dari itoe roema, di deket djalanan ia memandang lagi sekali pada iapoenja roema, ia mengela napas, kemoedian ia berkata. „Toehan biarlah berkahken kita, anakkoe" katanja. „Kita, bila boleh dioepamaken dalem satoe praoe, aken terkatoeng-katoeng dalem geloembang laoetan jang besar....." {{C|'''V'''}} {{di|S}}ATOE auto-sedan besar dengen leter AD ada brenti di depan kantoornja Advocaat Mr. Brouwer di Willemskade Soerabaja. Seorang moeda jang berbadan tinggi, memake topi-poeti dengen tindakan gaga berdjalan masoek. „Saja heran" katanja sembari mengrendeng tatkala ia baroe toeroen dari mobilnja. „Kenapa hati saja tida enak betoel, adakah seperti saja masih dalem menjinta dengen Selina, dan tida boleh meloepaken padanja boeat saja poenja kebaekan ......" Di depan pintoe ia berdiri sekedjab, kerna dapetken di naambordnja Mr. Brouwer, dengen toelisan UIT—KELOEAR. Sembari berdiri di depan pintoe itoe agaknja terbajang di iapoenja mata, itoe roema villa jang bagoes di Sidhoardjo, jang tekoeroeng oleh poehoen tjemara jang tinggi, itoe taman-boenga jang eilok, dimana saben ia poelang ia disamboet dengen senjoeman jang manis oleh Selina. Tapi achirnja ia lantas berlakoe begitoe roepa, seaken-aken hendak loepaken itoe semoea. „Tida moest saja digoda begini matjem oleh ini peringetan". Ia kata. „Kaloe saja soeda taoe bagimana ia sekarang ada, itoe boeat saja soeda tjoekoep, tapi saja heran, kenapa Mr. Brouwer tida mengasi kabar apa-apa, adakah itoe boleh djadi ia belon mendapet kabar apa-apa?" Tatkala itoe dari loear ada masoek satoe toean<noinclude></noinclude> pdgrklmml19l7wegafbk5g1v6qylrmi Halaman:Selina.djvu/19 104 114426 315406 2026-08-22T04:57:29Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315406 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|34|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|35}}</noinclude>jang baroe toeroen dari autonja. „Hallo Meneer Koo, saja harep kau tida toenggoe lama" katanja itoe advocaat pada iapoenja langganan. Hong-ing lantas ikoet masoek dengen Mr. Brouwer sesoeda ia memberi selamet pagi. Mr. Brouwer sebetoelnja ada mendjadi iapoenja advocaat sedari ajahnja masih boeka firma besar di Soerabaja, maka ia dengen itoe advocaat boleh dibilang seperti satoe sobat baek sekali. Dengen ambil doedoek di atas medja Hong-ing laloe moelai berkata: „Saja heran tida dapet soerat dari kau, Mr. Brouwer" katanja. Adakah kau belon menerima kabar apa-apa dari Sidhoardjo?" „Tida, Meneer Koo" djawabnja itoe advocaat dengen pendek. „Apa kau maoe bilang bahoea belon ada perminta'an hal oeang?" menanja lagi itoe orang moeda hartawan. „Saja tida menrima maski satoe garis toelisan dari Selina, kabar baek, kabar boesoek atawa kabar jang apa sadja." „Saja anggep itoe ada satoe hal jang mengheranken." „Tapi saja tida moefakat dengen kau poenja anggepan Meneer Koo. Itoe toch boekan soeal hal oeang jang kau hendak maksoedken?" „Boekan seanteronja, tapi ia toch moesti hidoep, oeang bisa berboeat segala apa." „Tapi oeang djarang membikin oetoe hati jang pata." Hong-ing memandang dengen senjoeman aneh di moeloetnja pada iapoenja advocaat. „Saja rasanja ampir tida pertjaja bahoea saja ada bitjara pada satoe advocaat" katanja. „Satoe abad dari abad ka doea poeloe. Hati jang pata. Itoelah soesa aken dipertjaja bahoea ada itoe matjem hati, djangan bitjara halnja pata." „Tapi saja ada meliat banjak dalem saja poenja pekerdja'an Meneer Koo. Boleh djadi saja sebagi satoe advocaat ada lebih banjak meliat hal orang prempoean lebih dari kau. Saja ada memegang satoe pekerdja'an seperti kau seraken sekarang baroe sadja taoen jang laloe. Satoe agent-besar dari satoe firma-besar, hendak poelang ka Europa, di Den Haag ia soeda ada mempoenjai istri, maka ia kepaksa moesti tinggalkan satoe nona jang djadiken ia, sebagi iapoenja huishoudster di sini. Ia ada tinggalken banjak oeang boeat itoe nona dan oeang belandja setiap boelan soepaja ia boleh hidoep pantes. Tapi itoe nona ada menolak boeat menerima atawa mendenger apa-apa dari kita: dan ia telah memboenoe dirinja sendiri dalem iapoenja roema jang doeloe roepanja ada mendjadi iapoenja soarga......." „Ah, satoe kedjadian jang tida enak" kata Hong-ing dengen koerang senang. „Kau roepanja boleh djoega mendjadi satoe penoelis boekoe romans hei. Apa kau denger kabar apa-apa dari Sidhoardjo, dari laen-laen orang?" „Ja, tapi dengen zonder hasil. Katerangan jang saja bisa dapet adalah itoe njonja dengen iapoenja anak soeda mengilang. Ada satoe padri telah memberi keterangan, bahoea pada satoe malem ia telah menoeloeng satoe prempoean moeda jang ampir terdjoenken dirinja dalem satoe soengi. Selaennja keterangan ini tida ada laen keterangan lagi. Dimana itoe njonja dan anaknja soeda pergi, tida ada satoe orang bisa kasi taoe." Hatinja Hong-ing sanget tida enak roepanja, tapi<noinclude></noinclude> 4r9g8qnoxq6c9wrpc38l36oz1ihk4lb Halaman:Selina.djvu/20 104 114427 315407 2026-08-22T05:05:23Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315407 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|36|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|37}}</noinclude>kemoedian ia laloe berkata: „Saja soeda berboeat apa jang paling baek. Saja harep kau bertaoeken saja kaloe kau mendapat kabar apa-apa." „Tentoe sekali Meneer Koo" katanja iapoenja advocaat, tapi tatkala itoe tetamoenja soeda berlaloe, itoe advocaat jang roepanja banjak taoe hal penghidoepan dan adat orang prempoean jang berhati soetji ia berkata sendirinja. „Saja pikir saja tida nanti dapet kabar apa-apa." Tatkala sampe di loear, Hong-ing masih ngalamoen. „Saja koeatir Selina ambil hati terlaloe dalem aken hal ini dengen tjoba mengambil djiwanja sendiri. Saja pikir, sebetoelnja ada lebih baek, kaloe saja tinggalken ia sebelon ia mendapet itoe anak....." Selagi ia ngalamoen, satoe orang tepok iapoenja poendak. „Hei, kau lagi pikirken apa 'Ngko Hong-ing?" katanja itoe orang. Roepanja kau ada sanget koesoet." Hong-ing menengok dan dapetken iapoenja satoe sobat baek Giok-tihwan. Hong-ing bersenjoem. Saja taoe kau tentoe soesaken hal Sidhoardjo" katanja itoe sobat jang menjamboeng perkata'annja. „Bagimana kau taoe?" kata Hong-ing. „Apa kau pikir saja soeda mendjadi batoe dengen tida taoe apa jang kau bikin di Sidhoardjo selama doea tahoen. Helaas, apa lagi kau pikirken, kau soeda bisa tinggalken padanja, itoe soeda bagoes, djangan teriket teroes. Saja poen soeda denger bahoea laen boalan kau bakal menikah dengen Nona Frida Lim, itoe anak Major Tionghoa di Batavia......." „Kau roepanja ada mempoenjai koeping Soenhong-nji" katanja Hong-ing agak membanjol. „Tapi apa matjem, roepanja kau dapet meninggalken Sidhoardjo, tapi roepanja kau poenja hati poen ketinggalan. Tapi Ing, kaloe kau soeda djoempaken kau poenja istri, itoe Bidadari-Gondangdia, kata orang Menteng, kau tentoe lantas loepaken segala boeloe-matanja Selina....." Hong-ing lantas paksaken dirinja tertawa. „Apa kau kira saja ada anak kemaren sore aken hal ini saja tida taoe bagimana moesti berboeat?" Giok-tihwan poen tertawa. Achirnja Hong-ing adjak Giok-tjhwan pergi ka Clubgebouwnje Hua Chiao Tsing Nien Hui boeat maen billiard. Selagi ia meen, ia liat ka depan, dan dapetken kebonnja Hotel Ngemplak, jang sebla menjebla dengen roemanja Major Han Tjiong-khing, terpisa dengen satoe straat menoedjoe ka Ketabangbaroe. Itoe kebon membawa peringetan padanja, iapoenja kebon sendiri di Sidhoardjo. Ia seperti terbajang-bajang tatkala setiap pagi, ia pimpin Selina dan bisikin ia njanjian dari pertjinta'an. Dengan itoe seperti terbajang Selina poenja paras moeka jang tjantik, jang doeloe ia pandang sebagi bidadaridan iapoenja soeara jang paling merdoe, bidadari dan iapoenja soeara jang paling merdoe, seperti soearanja Selina itoe. Dalem itoe doea tahoen rasanja tida perna habis aken lampiasken marika poenja tjinta-kasih satoe dengen laen. Tjinta, hanja tjinta. Sekarang, ia soeda djaoe dari ia, dan itoe anak jang dilahirken dari iapoenja beni. Bagimana adanja Selina itoe waktoe, ia sendiri tida dapet taoe. Katanja Selina soeda mengilang dengen iapoenja anak, kemana Selina pergi, adakah Selina poelang ka Samarinda? Ia taoe Selina tida nanti poelang, kerna, waktoe ia goda Seline, iboenja tida moefakat Selina ikoet ia,<noinclude></noinclude> dzr547ujhjx39hyb9hcvx7ab20r25pt Halaman:Selina.djvu/21 104 114428 315408 2026-08-22T05:12:33Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315408 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|38|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}||}}</noinclude>tapi kerna Selina sanget menjinta, maka ia tida perdoeli iboenja poenja nasehat, dan ikoet padanja tida perdoeli apa aken terdjadi. Kaloe waktoe ia poelang sore, Selina soegoeken ia thee dan koewee-koewee, dan berdiam-diam sampe matahari silam marika bertjanda. Itoe semoea adalah tjinta, hanja tjinta. Segala apa disekiternja itoe waktoe seperti bisikin iapoenja koeping, berapa agoeng ketjinta'annja Selina terhadep kepada iapoenja diri: dan itoe semoea menerangken soetji, toeloes, bersi, tjinte kasihnja Selina itoe. Moestinja Selina itoe ada berharga boeat djadi satoe kawan-hidoep dalem selama penghidoepannja. Tapi itoe boekan ada satoe hal jang boleh djadi. Dengen hidoep bersama Selina, ia terpisa dengen familienja, tentoe djaoe dari roema orang-toeanja. Selaennja itoe djoega, ia soeda ditoenangken oleh ajahnja, pada iapoenja bangsa sendiri, jang nanti mendjadiken satoe perkawinan dihadepan orang jang banjak, dengen kehormatan dan sama deradjat agaknja dengen ia. Begitoelah Hong-ing ngalamoen, hingga Giok-tjhwan telah kagetin padanja. „Kau lagi-lagi ngalamoen, apa jang kau kenang-kenangken?" katanja. „Itoe soeda djadi adat manoesia 'Ngko Giok-tjhwan, manoesia itoe sering mengenang-ngenangken perkara jang tida-tida." {{rule|width=5em}} {{C|'''VI'''}} {{di|B}}OEAT hiboerken iapoenja hati, Hong-ing berangkat ka Batavia dengen Eendaagsche, tinggalken autonja di Soerabaja. Lebih doeloe ia mengirim telegraam pada Frida, memberi taoe kedatengannja. Frida ditoenangken pada Hong-ing atas maoenja orang-toea, tapi pada pertama kali marika berdjoempa di Djocja, dan kedoea kalinja berdjoempa di Batavia, Frida lantas djato hati pada Hong-ing, kerna Hong-ing itoe sebetoelnja satoe anak moeda jang tjakep, terpladjar, sopan-santoen dan satoe gentleman. Hong-ing poen lantas memoedja pada Frida seperti belon perna ia memoedja laen prempoean. Ini hal membikin Hong-ing jang banjak rintangan menjintain Selina dan boleh membawa Selina dalem penghidoepannja, sesoeda meliat Frida, ia lantas dapet meringanken iapoenja kasih sajang pada Selina itoe, dan toempaken iapoenja perasahan pada Frida, jang bakal ia boleh menjinta dengen merdika, boekannja dengen semboeni, ia aken boleh hadepken dengen bangga ka'eilokan istrinja pada seantero doenia, pada iapoenja pergaoelan, pada iapoenja kawan-kawan, boekannja seperti dengen Selina, menjintain ia, bangga dengen ka'eilokannja, broentoeng dengen tjinta-sajangnja, tjoema dalem iapoenja roema dan kebon. Dalem perdjalanannja seantero hari itoe, Hong-ing liwatken dengen membatja boekoe-boekoe. Tapi tida oeroeng, ia sering tergoda dengen Selina poenja peringetan. Di Station Poerwokerto, ada satoe {{hws|prem|prempoean}}<noinclude></noinclude> mzzak79wcf4cdx8bggabeuwuav2j3y4 Halaman:Selina.djvu/27 104 114429 315411 2026-08-22T06:39:36Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 315411 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude><noinclude></noinclude> strgv3gx8bknbzdxmid30oftgj5eslr Halaman:Selina.djvu/28 104 114430 315412 2026-08-22T07:17:55Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '52 TJERITA ROMAN ..Oh, saja keilangan dia" katanja itoe njonja moeda dengen moeka koesoet. Sekarang apa kau mace berboeat disini?" menanja itos njonja Hotel dengen oendjoek perasahan kesian. ..Saja denger kau hendak mentjari kerdja." Ja, tapi 'Ntji, saja ta'taoe kerdja apa saja nanti boleh lakoeken" katanja Selina...Kerna saja belon perna bekerdja sama sekali." Djoega, djangan kau loepa" katanja itoe njonja hotel. Bagimana kau bisa bekerdja deng... 315412 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>52 TJERITA ROMAN ..Oh, saja keilangan dia" katanja itoe njonja moeda dengen moeka koesoet. Sekarang apa kau mace berboeat disini?" menanja itos njonja Hotel dengen oendjoek perasahan kesian. ..Saja denger kau hendak mentjari kerdja." Ja, tapi 'Ntji, saja ta'taoe kerdja apa saja nanti boleh lakoeken" katanja Selina...Kerna saja belon perna bekerdja sama sekali." Djoega, djangan kau loepa" katanja itoe njonja hotel. Bagimana kau bisa bekerdja dengen adanje itoe anak." Selina memang lagi bingoengken itoe. Itoelah djoestroe jang membikin saja keliwat tida mengerti" katanja Selina itoe dengen paras moeka goerem. Seande saja inget hal ini sadja, saja lantas berasa poetoes harepan. Saja lantas berasa... oh. Kematian... ada lebih senang......... dan boleh mengamanken ini penghidoepan. Itoe njonja-hotel taro itoe anak di tempat tidoernja, ia lantas deketin itoe njonja moeda. Ade" katanja. ..Kau ada satoe prempoean Tionghoa boekan?" Sebagi kedoea kalinja Selina sangsi. Tapi apa sala- nja, ia pikir, boeat mengakoe satoe prempoean Tiong- hoa. lapoenja paras moeka seperti mengoendjoeken itoe. Kerna ia mendjadi istrinja seorang Tionghoa doea tahoen, ia pande bitjara Melajoe dan kenal sama se- kali adat Tionghoa. Ja, 'Ntji. " Apa kau boleh kasi taoe kau poenja nama?" Selina djambret sadja nama dari itoe gadis piatoe jang mencempang di roemanja...Saja poenja nama Tin-nio." Saja pikir kau ada pande omong Olanda?" katanja itoe njonja. ..SELINA" 53 ..Ada pande sedikit" katanja Selina. Sebab doeloe saja ada sekola di Hoogere Burger School." Itoe njonja sesoeda lebih banjak toekar-menoekar bitjara, lebih banjak ia berkesian pada itoe njonja moeda. Saja nanti berdami dengen soeami saja bagimana boeat menoeloeng kau" katanja itoe njonja. Tapi lebih doeloe dari itoe, kau moesti berpisa dengen itoe anak. Kau moesti titipken itoe anak dalem satoe roema piatoe atawa satoe roema miskin. Tida mendjadi apa boekan, sebab seande kau soeda senang dan kau poe- nja kedoedoekan moelai baek, kau boleh ambil kom- bali itoe anak. Kaloe kau soeka, kau titipken kau poe- nja anak pada Thay Tong Bong Yan, jaitoe satoe per- koempoelan jang menaro perhatian pada anak-anak piatoe. Apa kau soeka?" Selina rangkepken kedoea tangannja keatas, seaken- aken oendjoek bertrima-kasihnja pada itoe njonja jang berboedi. Saja seaken-aken disedarken" katanja Selina alias Tin-nio itoo. Saja sanget bersoekoer kepada kau jang memikirken hal ini. Saja sendiri ada sanget poetoes asa, sehingga saja sendiri tida taoe bagimana saja boleh mendapet kerdja dengen ini anak di tangan saja." Ja, ade, kau tentoe boleh pertjaja, saja ada lebih toea dari kau, dan saja tace lebih banjak hal keada'an doenia ini" katanja njonja-hotel dengen oendjoekin moeka sympathie. Dengen tida terasa Selina lantas menoebroek dan memelok itoe njonja dengen menangis...'Ntji, saja be- rasa seperti kau ada saja poenja soedara toea." ..Saja harep saja boleh mendjadi, ade" kata itoe njonja.<noinclude></noinclude> pn4oedvunzt1jigtmhx0ujjvzblb160 315413 315412 2026-08-22T07:37:13Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315413 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|52|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|53}}</noinclude>„Oh, saja keilangan dia" katanja itoe njonja moeda dengen moeka koesoet. „Sekarang apa kau maOe berboeat disini?" menanja itoe njonja Hotel dengen oendjoek perasahan kesian. „Saja denger kau hendak mentjari kerdja." „Ja, tapi 'Ntji, saja ta'taoe kerdja apa saja nanti boleh lakoeken" katanja Selina. „Kerna saja belon perna bekerdja sama sekali." „Djoega, djangan kau loepa" katanja itoe njonja hotel. „Bagimana kau bisa bekerdja dengen adanja itoe anak." Selina memang lagi bingoengken itoe. „Itoelah djoestroe jang membikin saja keliwat tida mengerti" katanja Selina itoe dengen paras moeka goerem. „Seande saja inget hal ini sadja, saja lantas berasa poetoes harepan. Saja lantas berasa {{...|9}} oh, Kematian{{...|9}} ada lebih senang{{...|9}} dan boleh mengamanken ini penghidoepan{{...|9}}" Itoe njonja-hotel taro itoe anak di tempat tidoernja, ia lantas deketin itoe njonja moeda. „Ade" katanja. „Kau ada satoe prempoean Tionghoa boekan?" Sebagi kedoea kalinja Selina sangsi. Tapi apa salanja, ia pikir, boeat mengakoe satoe prempoean Tionghoa. Iapoenja paras moeka seperti mengoendjoeken itoe. Kerna ia mendjadi istrinja seorang Tionghoa doea tahoen, ia pande bitjara Melajoe dan kenal sama sekali adat Tionghoa. „Ja, 'Ntji{{...|12}}" „Apa kau boleh kasi taoe kau poenja nama?" Selina djambret sadja nama dari itoe gadis piatoe jang menoempang di roemanja. „Saja poenja nama Tin-nio." „Saja pikir kau ada pande omong Olanda?" katanja itoe njonja. „Ada pande sedikit" katanja Selina. „Sebab doeloe saja ada sekola di Hoogere Burger School." Itoe njonja sesoeda lebih banjak toekar-menoekar bitjara, lebih banjak ia berkesian pada itoe njonja moeda. „Saja nanti berdami dengen soeami saja bagimana boeat menoeloeng kau" katanja itoe njonja. „Tapi lebih doeloe dari itoe, kau moesti berpisa dengen itoe anak. Kau moesti titipken itoe anak dalem satoe roema piatoe atawa satoe roema miskin. Tida mendjadi apa boekan, sebab seande kau soeda senang dan kau poenja kedoedoekan moelai baek, kau boleh ambil kombali itoe anak. Kaloe kau soeka, kau titipken kau poenja anak pada Thay Tong Bong Yan, jaitoe satoe perkoempoelan jang menaro perhatian pada anak-anak piatoe. Apa kau soeka?" Selina rangkepken kedoea tangannja keatas, seaken-aken oendjoek bertrima-kasihnja pada itoe njonja jang berboedi. „Saja seaken-aken disedarken" katanja Selina alias Tin-nio itoe. „Saja sanget bersoekoer kepada kau jang memikirken hal ini. Saja sendiri ada sanget poetoes asa, sehingga saja sendiri tida taoe bagimana saja boleh mendapet kerdja dengen ini anak di tangan saja." „Ja, ade, kau tentoe boleh pertjaja, saja ada lebih toea dari kau, dan saja taoe lebih banjak hal keada'an doenia ini" katanja njonja-hotel dengen oendjoekin moeka sympathie. Dengen tida terasa Selina lantas menoebroek dan memelok itoe njonja dengen menangis. „'Ntji, saja berasa seperti kau ada saja poenja soedara toea." „Saja harep saja boleh mendjadi, ade" kata itoe njonja.<noinclude></noinclude> ig25fbtk80gsxjp73x992h3iyta438v Halaman:Selina.djvu/29 104 114431 315414 2026-08-22T07:47:51Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315414 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|54|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''|55}}</noinclude>Selina menangis teroes. „Kau keilangan kau poenja soeami" katanja itoe njonja jang pikir Selina poenja soeami meninggal doenia, „dan saja taoe itoe ada sanget mendoekaken padamoe. Djoega roepanja kau ada begitoe boeroe- boeroe, hingga ampir rasanja tida sempet kau boeat njataken kau poenje kedoeka'an itoe." Satoe tjahja aneh mengkredep di iapoenja paras moeka. „Saja tida pikirken hal itoe" katanja Selina. „Saja ada sanget sedih boeat bisa memikirken segala apa." „Saja pertjaja itoe semoea, seperti saja dapet tebak seanteronja apa kau poenja kesoesa'an" kata itoe njonja hotel. „Tapi sisa dari kau poenja penghidoepan rasanja tida nanti bersama'an. Ini doenia ada doenia dari siksa'an, tapi tida boeat selamanja. Meliat, bahoea kau ada begitoe moeda dan meliat ini anak — mendenger, kau namaken dirimoe satoe djanda, tapi kau tida memake pakean berkaboeng ― saja koeatir merobaken orang poenja anggepan terhadep kepada dirimoe." „Saja tida pikir sampe disitoe{{...|9}}katanja Selina dengen soenji, dan ia sendiri poen tida mengerti bagimana moesti djawab laen. „Saja girang bahoea saja dapet membantoe pikirken itoe goena kau" katanja. „Sekarang, ada lebih baek, kau beli pakean berkaboeng, itoe ada koeadjiban jang pertama, dan kau tentoe mengerti bahoea itoe ada koeadjiban jang soetji. Kemoedian soeami saja nanti anterin kau ka Bestuur dari Thay Tong Bong Yan, dan sesoeda itoe dapet diberesken, laen hal nanti boleh diatoer poela{{...|12}}" Di sini Selina bingoeng betoel. Ia moesti berpakean berkaboeng? Apa matjem? Boekankah soeaminja belon mati, atawa, ia boekannja istri jang sah dari soeaminja. Bagimana itoe boleh mendjadi? Tapi boeat kebaekannja iapoenja penghidoepan, dan boeat kebaekannja iapoenja anak, ia toeroet djoega. Begitoelah keperloean itoe telah dapet ditjoekoepin, dan itoe njonja hotel jang baek, poen ada begitoe baek kasi doea lembar kaen saroeng biroe dengen doea badjoe kebaja poeti. Dengen sedikit oeangnja, Selina beli doea rok-item boeat iapoenja pakean bila ia keloear roema. Dan{{...|9}} Selina dipaksa dengen keada'annja moesti berkaboeng kerna soeaminja mati. Ja, sebetoelnja, seande maoe ditimbang djaoe-djaoe, ada lebih baek soeaminja itoe mati, iapoenja kedoeka'an tida nanti mendoekahken seperti ia sekarang. Itoe sore sang Eigenaar Hotel soeda atoer dengen Bestuur Thay Tong Bong Yan, dan Selina lantas menjeraken anaknja pada penilikannja itoe roema piatoe. Dan ia beriken nama sebenernja dari itoe anak, jalah Dirk Koo. Dan sekarang itoe njonja moeda soeda bersendian, dan plan soeda diatoer bagimana boeat mentjari kerdja goena penghidoepannja.<noinclude></noinclude> 0m1efunty6577hjjtz86771ttw523y0 315415 315414 2026-08-22T07:50:07Z Aeia aai 24023 315415 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|54|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|55}}</noinclude>Selina menangis teroes. „Kau keilangan kau poenja soeami" katanja itoe njonja jang pikir Selina poenja soeami meninggal doenia, „dan saja taoe itoe ada sanget mendoekaken padamoe. Djoega roepanja kau ada begitoe boeroe- boeroe, hingga ampir rasanja tida sempet kau boeat njataken kau poenje kedoeka'an itoe." Satoe tjahja aneh mengkredep di iapoenja paras moeka. „Saja tida pikirken hal itoe" katanja Selina. „Saja ada sanget sedih boeat bisa memikirken segala apa." „Saja pertjaja itoe semoea, seperti saja dapet tebak seanteronja apa kau poenja kesoesa'an" kata itoe njonja hotel. „Tapi sisa dari kau poenja penghidoepan rasanja tida nanti bersama'an. Ini doenia ada doenia dari siksa'an, tapi tida boeat selamanja. Meliat, bahoea kau ada begitoe moeda dan meliat ini anak — mendenger, kau namaken dirimoe satoe djanda, tapi kau tida memake pakean berkaboeng ― saja koeatir merobaken orang poenja anggepan terhadep kepada dirimoe." „Saja tida pikir sampe disitoe{{...|9}}katanja Selina dengen soenji, dan ia sendiri poen tida mengerti bagimana moesti djawab laen. „Saja girang bahoea saja dapet membantoe pikirken itoe goena kau" katanja. „Sekarang, ada lebih baek, kau beli pakean berkaboeng, itoe ada koeadjiban jang pertama, dan kau tentoe mengerti bahoea itoe ada koeadjiban jang soetji. Kemoedian soeami saja nanti anterin kau ka Bestuur dari Thay Tong Bong Yan, dan sesoeda itoe dapet diberesken, laen hal nanti boleh diatoer poela{{...|12}}" Di sini Selina bingoeng betoel. Ia moesti berpakean berkaboeng? Apa matjem? Boekankah soeaminja belon mati, atawa, ia boekannja istri jang sah dari soeaminja. Bagimana itoe boleh mendjadi? Tapi boeat kebaekannja iapoenja penghidoepan, dan boeat kebaekannja iapoenja anak, ia toeroet djoega. Begitoelah keperloean itoe telah dapet ditjoekoepin, dan itoe njonja hotel jang baek, poen ada begitoe baek kasi doea lembar kaen saroeng biroe dengen doea badjoe kebaja poeti. Dengen sedikit oeangnja, Selina beli doea rok-item boeat iapoenja pakean bila ia keloear roema. Dan{{...|9}} Selina dipaksa dengen keada'annja moesti berkaboeng kerna soeaminja mati. Ja, sebetoelnja, seande maoe ditimbang djaoe-djaoe, ada lebih baek soeaminja itoe mati, iapoenja kedoeka'an tida nanti mendoekahken seperti ia sekarang. Itoe sore sang Eigenaar Hotel soeda atoer dengen Bestuur Thay Tong Bong Yan, dan Selina lantas menjeraken anaknja pada penilikannja itoe roema piatoe. Dan ia beriken nama sebenernja dari itoe anak, jalah Dirk Koo. Dan sekarang itoe njonja moeda soeda bersendian, dan plan soeda diatoer bagimana boeat mentjari kerdja goena penghidoepannja.<noinclude></noinclude> cznnxvjnfwp9m5fxjy85gdvtsnlyoec Halaman:Selina.djvu/22 104 114432 315416 2026-08-22T09:00:01Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315416 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|40|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|41}}</noinclude>{{hwe|poean|prempoean}} Olanda naek di klas satoe dengen menggendong japoenja anak jang kira-kira sama dengen anaknja. Hong-ing ampir sadja lompat dari doedoeknja, kerna itoe njonja ada banjak mirip dengen Selina, iapoenja Selina jang ia tinggalken. Achirnja ia bernapas-lega, tatkala kreta api meliwatin Meester Cornelis. Tida lama lagi ia meliwatin Gondangdia dan dapetken di deket djalanan kreta-api. Frida dengen iapoenja Chrisler Imperial Two-seater lagi menoenggoein. Hatinja Hong-ing seperti berboenga, lantas treakin Frida itoe jang memang matanja lagi memandang pada djendela-djendela kreta-api. „Frida, How do you do?" Treak Hong-ing, dengen soenggingken senjoeman dalem bibirnja, itoe sa'at ia lantas dapet meloepaken Selina. „Hallo Ing" kata Frida, jang lantas kaboerken mobilnja menoedjoe ka Station Gambir. Frida tida keboeroe masoek di Station, di depan pintoe ia berpapasan dengen Hong-ing, kemoedian ia laloe dengen autonja Frida pergi ka Gondangdia. Ajah dan Iboenja Frida senang djoempaken iapoenja bakal-mantoe. Itoe pilihan sebetoelnja ada sanget tjotjok, dari anak sampe kepada orang-toeanja. Itoe orang-toea jang sanget menjinta kepada anaknja, boekan maen girang tatkala mendapet tace bahoea apa jang diinginken oleh marika terkaboel, marika poenja tjinta-kasih terhadep satoe dengen laen ada begitoe hidoep, hingga boleh bikin mengiri antero merpati dalem ini doenia. Hong-ing lantas pergi mandi dan toeker pakean. Makan-malem lantas disediaken. Di atas medja makan pembitjara'an kebanjakan menoedjoe pda oeroesan dagang. Hong-ing mengerti bahoea itoe waktoe ia moesti ladenin marika dengen marika poenja kesoeka'an. Ia bitjara dengen sang bakal mertoea lelaki tentang oeroesan goela dan effect, tentang perniaga'an ajahnja dan tentang pasar dagang jang belakangan ada bergontjang keras. Pada sang bakal iboe mertoea, ia bitjara tentang iapoenja iboe, iapoenja soedara prempoean dan iapoenja familie. Pada Frida, tentoe sadjah tentang iapoenja perdjalanan, dan tentang iapoenja hati-kasih-berdoea, ia tida bitjaraken di medja makan, hanja itoe nanti diloeapken bila marika soeda doedoek berdoea di kebonnja atawa lagi djalan-djalan. Achirnja itoe makan malem soeda ditoetoep. Ajah dan iboenja pergi batja soerat-kabar di roeangan tenga, selagi Hong-ing dan Frida ambil tempat doedoek di kebon depan. Kita poenja perkawinan" kata Hong-ing. „Aken dibikin pada 23 Februari. Adakah kau soeda taoe itoe?" Menanja Hong-ing dengen paras bangga tatkala ia memandang agoengnja ketjantikan dari iapoenja istri. „Saja soeda dapet tace itoe dari iboe" katanja Frida dengen iapoenja soeara jang moeloek. „Bagimana kita aken atoer kita poenja Honey-moon?" katanja Hong-ing lebih djaoe. Apa kau ada poenja idea tentang ini hal? Kemana kita aken pergi......?" Seande kau menanja pikiran saja?" kata Frida dengen pipinja djadi bewarna mera, kerna tersentoek sanoebarinja oleh itoe berkobarnja api ketjinta'an. „Kita pergi sadja ka Bali, orang namaken Bali itoe, „Garden of Eden" dari sana kita teroes ka Menado, jang orang namaken „Small Paradise". Tapi bagimana kau poenja pikiran 'Ngko-Ing?" „Saja ada poenja laen pikiran" kata Hong-ing. „Saja kepingin liwatken kita poenja honeymoon di Philipine<noinclude></noinclude> 38v7o8fk2k39w516nmo3x911d2mh8qx Halaman:Selina.djvu/30 104 114433 315417 2026-08-22T09:00:49Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'IX ada bekerdja pada satoe firma Olanda mendjadi clerk. Dalem pekerdja annja, maski ia sebetoelnja tida ada mempoenja experience, toch tida berapa lama lagi ia dapet menjoekoepin perminta'annja ia- poenje pekerdja'an, dengen ringkes ia dapet menjoe- koepin iapoenja koeadjiban. lapoenja chef ada seorang Belanda jang sanget baeknja. Maski boekan semoestinja, ia sering banjak menoeloeng keperloean dari itoe nona. lapoenja keada'an sebetoelnja banja... 315417 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>IX ada bekerdja pada satoe firma Olanda mendjadi clerk. Dalem pekerdja annja, maski ia sebetoelnja tida ada mempoenja experience, toch tida berapa lama lagi ia dapet menjoekoepin perminta'annja ia- poenje pekerdja'an, dengen ringkes ia dapet menjoe- koepin iapoenja koeadjiban. lapoenja chef ada seorang Belanda jang sanget baeknja. Maski boekan semoestinja, ia sering banjak menoeloeng keperloean dari itoe nona. lapoenja keada'an sebetoelnja banjak membikin sangsi. Seande ia mengakoe satoe prempoean Tiong- hoa, dapet djoega orang merasa sangsi, kerna iapoe- nja adat-adat boleh dibilang ada seperti prempoean Olanda, tapi seande ia mengakoe seorang Olanda, ia- poenja moeka ada mengoendjoeken 100% ke- Tionghoa'an. Di itoe kantoor ia terkenal sebagi satoe nona Tiong- hoa. la terkenal dengen iapoenja nama ..Mejuffrouw Tin", itoe nama jang ia dapet djambret sekenanja. Tapi seande penghidoepan ini boleh dioepamaken lacetan jang lebar, dan manoesia itoe boleh diandeken seperti satoe prahoe, jang teroembang-ambing di tengah lacetan jang besar, prahoe itoe aken tertampar ombak boekan tjoema satoe kali, sebab ombak itoe, dengen terbawa oleh sang angin jang merdika, dateng- nja berkali-kali dan tentoe djoega menamparnja ber- kali-kali. sebelon prahoe itoe terdampar di satoe pantai. ,,SELINA" 57 Begitoelah baroe sadjah Selina itoe berasa sedikit aman hidoepnja, mempoenjai kawan-kawan jang back, jang dapet djoega menghiboerin iapoenja kesedihan, laen penggoda dateng menjelak. Itoe chef, Meneer de Bruin, njata iapoenja manis boedi hanja poelasan belaka, kerna dalem hatinja ada bermaksoed laen. Berapa kalie tapi dengen tjara haloes, la cendjoekin tingka-lakoe jang tengik. Selama Tin-nio alias Selina itoe bekerdja, de Bruin jang biasanja ambil makan di Restaurant, sekarang makan di kantoor. la sering oen- dang Selina boeat makan bersama-sama. Tadinja Se- lina tida berani menampik, menerima itoe dengen hati jang toeloes. Tapi roepanja belakangan ia dapet tace maksoed jang sebetoelnja. Pada satos hari Selina itoe habis doedoek makan, dan tatkala maoe berlaloe, de Bruin tahan padanja. sebab ia ada mace bitjara apa-apa. Selina pikir itoe ada satoe oeroesan pekerdja'an. Dengen silaken doedoek dan sesoeda de Bruin pan- dang dengen tjara jang boleh diseboet koerang-adjar, ia berkata: Boleh djadi kau tida taoe.. katanja...Bahoea saja ada perhatiken banjak tentang kau poenja peng- hidoepan." Selina memandang pada lelaki itoe dengen rasa hati tida senang. Kau poenja oesia jang moeda, kau poenja paras jang tjantik tapi dengen kau poenja badan jang kenji. sesoeatoe orang aken memandang kau dengen rasa kesian, Dan kau tentoe mengerti nona, saja jang men- djadi kau poenja chef, jang lebih banjak perhatiken hal kau, lantas timboel perasahan menoeloeng." Selina sekarang moelai tida mengerti, apa jang ba-<noinclude></noinclude> n4msxv0p0kl9bp6j26zswpaw6uitv0p Halaman:Selina.djvu/23 104 114434 315418 2026-08-22T09:09:58Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315418 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|42|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|43}}</noinclude>Island, seperti Zamboangga, Cebu, Manilla, jang dianggep seperti Amerika Ketjil. Itoe perdjalanan semoea dilakoeken dengen kapal. Kita ambil S. S. Plancius atawa Op ten Noort dari Batavia ka Soerabaja. Dari sana sesoeda tinggal satoe doea hari, ambil kapal mail jang berangkat ka Samarinda, kapal Both, Reael atawa Van Swoll. Di Samarinda kita tinggal menoenggoe kapal, soepaja boleh liat Sanga-sanga, itoe tempat soember minjak dari B.P.M. dan pergi liat Tenggaroeng, tempat astana Sultan keradja'an Koetei. Dengen laen kapal, boleh djadi dengen kapal S.S. Reinst atawa S.S. General van Rooseboom, kita pergi ka Tawao (tempat jang pertama dari British North Borneo), dengen via, Boelongan dan Tarakan. Dari Tawao kita ambil kapal S.S. Klias atawa S.S. Kinabalu ka Sandakan dari sana teroes ka Zamboangga via Sulu, toeker dengen kapal Manilla ka Cebu dan Manilla, poelang dari sana teroes ka Singapore dan balik ka Batavia dengen kapal-terbang dari K.N.I.L.M." Selagi Hong-ing omongken itoe, agaknja terbajang dalem pikirannja Frida itoe semoea tempat jang aken dikoendjoengin. „Saja aken menoeroet sadjah apa kau poenja maoe 'Ngko-Ing" katanja itoe nona. Saja taoe bahoea keberoentoengan dalem perkawinan, adalah tergantoeng kita saling mengala. Saja maoe tjoba boeat mendjadi kau poenja istri jang berharga, dengen selaloe ikoetin kau poenja maoe dan sedikit perminta'an dari saja sendiri. Saja nanti tjoba boeat dapet taoe kau poenja angen-angen, dan saja nanti imbangin angen-angen itoe." Ia bitjara begitoe soenggoe hingga itoe perasahan meloeap sampe iapoenja mata. „Kau ada sanget baek Frida; saja pertjaja penghidoepan itoe aken penoeh dengen kebroentoengan dan keamanan. Itoe kita boleh tentoeken." Frida poenja sinaran mata rasanja terloekis pada parasnja iapoenja kekasih. Kemoedian sembari pegang tangannja iapoenja kekasih, Hong-ing landjoetken perkata'annja lebih djaoe. „Dalem doenia ini Frida, ada banjak matjem diantara orang lelaki" katanja. Ada marika jang lebih banjak membilang dari apa jang diartiken, jang laen artiken lebih banjak dari apa jang dibilang. Saja ada mempoenjai itoe adat jang belakangan. Saja boekan ada seorang jang pande menggoenaken saja poenja perkata'an boeat loeapken saja poenja perasahan, tapi kau haroes djangan sangsi, bahoea saja poenja hati dan artian ada boeat kau." „Saja nanti inget itoe", katanja Frida dengen pendek, tapi roepanja itoe perkata'an ada djadi badean jang ia belon dapet menebak seanteronja. „Kau lagi memikirken apa, Frida? menanja Hong-ing. „Saja lagi memikirken tentang apa jang kau bilang" djawabnja nona itoe. 'Ngko-Ing, tjoba kau terangken saja, apa semoea lelaki bitjara teroes terang dari apa jang bener?" Ini perkata'an jang keloear dari hati jang toeloes dan poeti bersi ada seaken-aken piso jang tadjem meloekain itoe hati jang soeda perna berdosa. Sedikit sekali, ini machloek jang masih baroe dapet memandang doenia, mengerti bagimana banjak soeal terdjadi dalem penghidoepan manoesia ini, sedikit sekali ia mengenal tentang ini doenia, bahoea ketoeloesan dan kebeneran sebetoelnja ada sanget moera dan {{hws|kehor|matan}}<noinclude></noinclude> nsbe2obe45z8nbej0zh7t7wq5crzekq Halaman:Selina.djvu/24 104 114435 315419 2026-08-22T09:15:10Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315419 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|44|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}||}}</noinclude>{{hwe|matan|kehormatan}} seperti barang jang koerang harganja. Apakah semoea orang lelaki bitjara djoedjoer? Inilah Hong-ing tida mempoenjai kemampoean boeat djawab dengen sedjoedjoernja, maski itoe waktoe soeal jang dibitjaraken ada hal kedjoedjoeran. Hong-ing berkata: „Doenia ada banjak matjem diantara manoesia, maka djawaban itoe soesa aken didjawab sebenernja." {{C|'''VII'''}} {{di|A}}PABILA boleh dioopman praoe, Selina tarkatoeng² dalem geloembang penghidoepannja. Ia soeda membajar mahal boeat itoe lelaki, jang ia anggep nanti membikin broentoeng penghidoepannja. Itoe njanjian-njanjian jang merdoe, jang penoeh dengen tjinta-kasih, itoe pengharepan-pengharepan jang seaken-aken soarga diletakin di hadepannja, membikin ia terdjeblos. Itoe waktoe, ia dapet merasain bagimana ia soeda terdjroemoes dan teroembang-ambing, terloentang-loentang dan terapoeng-apoeng dalem itoe geloembang jang didjadiken oleh soeaminja. Selagi itoe waktoe Hong-ing bisikin iapoenja kekasih Frida jang kaja, jang sama deradjat, jang bakal boleh mendjadi istrinja jang sah dihadepan orang jang banjak, dalem pergaoelan jang terboeka, diantara antero familienja, adalah Selina dibisikin oleh angin-angin jang dingin, dengen goda-goda'an dari kematian, jang dianggep mendjadi hiboeran satoe-satoenja. Itoe waktoe soeda kira-kira djaoe malem. Di deketan Djembatan-Mera Soerabaja, jang diwaktoe siang ada begitoe rame, keada'an diwaktoe malem ada sanget soenji. Itoe waktoe aer soengi lagi toeroen, dan keliatan toeroen dengen deres sekali. Dalem keada'an jang gelap-goelita itoe, agaknja membikin djoega iapoenja perasahan mendjadi gelap kombali. Ia pikir, seande ia lantas terdjoen ka soengi itoe, dalem sekedjab sadjah iapoenja kesoesahan akon mendjadi habis. Orang tentoe tida nanti dapetken iapoenja badan jang soeda<noinclude></noinclude> buv8o0c5xoyeqo1q1euzpi5xktaazbr Halaman:Selina.djvu/25 104 114436 315420 2026-08-22T09:22:38Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315420 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|46|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|47}}</noinclude>tida bernjawa, kerna toeroennja itoe aer nanti memoekoel badan itoe teroes ka Kali-mas dan teroes ka laoetan jang lebar. Itoe soengi agaknja lebih deket dari segala apa jang ada pada doenia ini; bintang di langit ada berkelak-kelik dengen anteng, seaken-aken itoe boleh mendjadi saksi dari tergodanja iopoonja hati. Hei, disitoo roepanja segala apa aken berachir, ia tjoema berdiri dan terdjoen, di laen sa'atnja ia nanti tida inget apa- apa lagi — kerna disitoe ada penghidoepan jang dami. Ia memandang pada aer soengi itoe jang dalem kesoenjian itoe agaknja bersoeara, kerna aer itoe memoekoel pada besi-besi djembatan. Iapoenja kelakoean itoe roepanja ada menaro perhatian pada seorang politie jang lagi mendjaga. Ia memandang lagi sekali ka bawa, tapi achirnja ia di peringetken atas iapoenja djandji. „Tida" kata seorang politie dalem bahasa Olanda. „Kau tida boleh berboeat, maski roepanja penghidoepan ada sengsaraken kau." Ia laloe balikin kepalanja ka belakang dan dapetken satoe agent politie bangsa Ambon. „Saja boekannja hendak memboeang diri" ia kata dengen saderhana. „Itoe bener; di Soerabaja ada banjak prempoean moeka, moeda seperti kau, mengambil poetoesan dalem penghidoepannja di sini, dalem waktoe malem boeta begini". Agaknja itoe Agent-politie seperti dapet meliat itoe moeka jang tjantik. „Kenapa," katanja. „Kau ada itoe nona jang tadi sore saja ada liat?" „Ja" katanja Selina. Saja soeda ada di sini sedari sore." „Wel, boleh djadi itoe boekan djadi saja poenja oeroesan" kata itoe orang politie. „Tapi saja ingin taoe kenapa kau ada di sini?" „Saja tida ada tempat boeat saja pergi." Itoe paras moeka jang item, tapi roepanja mempoenjai hati poeti, seorang Ambon jang berigama Christen dan mempoenjai hati baek, agaknja ia seperti dapet tebak keada'an jang sebenernja. „Njata, saja poenja doega'an tida kliroe" katanja seorang diri. „Apa hal jang bawa kau dateng ka Soerabaja?" menanja itoe agent-politie. Selina lantas memandang pada itoe keada'an malem jang gelap-goelita dari satoe kota jang diwaktoe siangnja ada sanget rame. Ia masih inget betoel, waktoe ia sekola di Soerabaja, diwaktoe siang, ia sering dengen iapoenja sepeda ia liwat di sitoe. Itoe djalanan jang terletak di sekiternja Djembatan-mera, seperti Willemskade, Heerenstraat, Chineesche Voorstraat, Kembangdjepoen, Panggoeng ada satoe tempat jang rame, jang mendjadi poesatnja perdagangan. Tapi ia belon perna satoe kali mengimpi bahoea ia boleh ada di sitoe diwaktoe malem, malem jang soenji, kerna semoea kantoor-kantoor besar itoe dan bank-bank besar itoe soeda toetoep. Sering-sering tjoema kedengeran orang Madoera toekang-toekang pendjaga menjanji dengen lagoe bangsanja. Ja, kenapa ia boleh ada disitoe? Apakah perloe ia toetoerken pada itoe orang politie tentang iapoenja ketjilaka'an, bagimana ia dibikin tjilaka penghidoepannja, hingga ia terloenta-loenta disitoe? Tida, ia toch tida nanti mengerti, dan boeat apa ia moesti toetoerken itoe. „Kenapa kau dateng ka Soerabaja, dari mana kau dateng, kenapa kau ambil ini tempat?" menanja lagi itoe agent-politie bangsa Ambon.<noinclude></noinclude> pkt39r8fsmstedxqo5dnhmljcht1cf3 Halaman:Selina.djvu/35 104 114437 315421 2026-08-22T09:30:48Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315421 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|66|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|67}}</noinclude>Boeat berapa sa'at lamanja keada'an ada soenji. Selina kemoedian pitjaken kesoenjian itoe. „Saja perloe aken terangken kepadamoe njonja, bahoea saja tida bersendirian. Saja ada mepoenjai satoe anak, satoe anak lelaki ketjil. Saja taro itoe dalem tilikannja laen orang." „Kau ada mempoenjai anak?" katanja Njonja itoe dengen mata terboeka, seperti itoe ada satoe sinar dari kegirangan, jang membikin heran perasahannja Selina. „Satoe anak jang ditjintai. Oh, saja tida ada mempoenjai satoe." Lantas itoe njonja keliatan sanget berdoeka. „Saja tida perna mempoenjai satoe anak. Saja selaloe meminta, saja selaloe berdoa kepada Toehan boeat minta satoe. Sering saja djato poeles dengen saja poenja dowahan itoe masih rasanja mengambang dalem bibir saja. Saja berdoa setiap malem waktoe saja masoek tidoer, dan bila saja tersedar dan bangoen diwaktoe pagi saja poen berdoa sematjem itoe." „Toehan nanti memberkahken" katanja Selina. „Saja pikir begitoe, banjak orang poen membilang begitoe. Itoe agaknja mendatengken demam kepada saja, demam jang kering, demam jang membakar saja poenja hati; dan saja berani pastiken, bila satoe kali saja menggendong satoe anak baji, saja poenja kesoesahan aken berlaloe." Selina rasanja diloekain dengen perkataan-perkata'an itoe. Tapi ia mengerti, itoe njonja hartawan jang sekarang bitjara dihadepannja, dengen oetjapken itoe perkataan-perkata'an poen meloekain hati sendiri atawa sedikitnja, itoe waktoe ia lagi teroembang-ambing dalem pengharepannja sendiri jang tide perna kesampean. „Saja poenja soeami sanget menjinta pada anak-anak" katanja Njonja van Arcken itoe dengen sedih. Paras moekanja satoe anak ada seperti satoe sinaran- matahari baginja. Orang kata, bahoea itoelah ada lelaki baek siapa soeka dengen anak-anak. Apa kau pikir itoe ada betoel, Selina?" „Ja" kata Selina. Saja pikir itoe ada mendjadi tanda dari satoe hati jang baek." Tapi adakah Selina boleh djawab, halnja iapoenja Hong-ing terhadep pada iapoenja anak jang moengil, jang mendjadi beni dari marika poenja impian jang beroentoeng dalem itoe soarga jang tornjata hanja ada satoe bajangan. „Begitoelah saja" kata Rika itoe. Saja poenja soeami njatakan pada saja, bahoea banjak anak-anak jang ia gendong, teroes lantas tjinta padanja. Seande ia poelang telaat ka roema, dan saja tanjah dimana ia pergi, ia tentoe bilang, ia baroe dateng dari roemanja Njonja de Groot jang anak-anaknja sanget soeka padanja, atawa dari roemanja iapoenja sobat baek, Familie Tan, jang anak-anaknja memanggil ia, „Oom Henny", kau tentoe mengerti Selina, bagimana saja poenja hati lantas pata rasanja." Boeat bebrapa sa'at kombali keada'an sanget soenji, tapi ini kali Rika jang moelai berkata: „Saja kepingin satoe kali meliat kau poenja anak, katanja. „Kapan sadja kau soeka." {{di|H}}ENNY van Arcken, ada seorang setenga-toea, tapi ade satoe Don Juan besar. Ia bikin istrinja seperti boneka hidoep dalem roemanja. Seande boleh di itoeng dengen djam, dalem itoe doea poeloe ampat djam satoe hari dan satoe malem, boleh dibilang beroentoeng seande ia boleh tinggal sadjah satoe djam dengen istrinja.<noinclude></noinclude> 0x3f8av3dkn6wtmv2wfed6p77335vmb Halaman:Selina.djvu/36 104 114438 315422 2026-08-22T09:38:44Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315422 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|68|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|69}}</noinclude>Sering djoega terdjadi, si soeami itoe poelang di waktoe pagi, toeker pakean, teroes pergi ka iapoenja kantoor, tenga hari ia ambil iapoenja makan di Hellen- dorn atawa Bar and Luchroom, dan sorenja, biasanja. Ini tjara di djalanken teroes meneroes. Belon perna satoe kali ia oendjoek moeka manis, belon perna satoe kali ia adjak istrinja pergi nonton Opera, seande kebetoelan ada Italiansche Opera dateng di Soerabaja atawa pergi nonton Cinema jang sering dimaenken film-film jang djempol. Dalem club selaloe tjoema ada toean van Arcken, semoea iapoenja kawan-kawan tida perna liat iapoenja njonja. Ini keadaan soeda berdjalan ampir ampat tahoen, dan ia baroe kawin lima tahoen sadjah. Tentoe sadjah orang tida oesa bilang, bagimana itoe kebroentoengan jang Rika rasaken dalem tahoen pertama. Sesoeda kawin, toean dan njonja van Arcken liwatin lapoenja Honeymoon ka Europa. Itoe Honey-moon mengambil tempo kira-kira delapan boelan, dalem sisa ampat boelan, Rika rasaken roemanja sebagi soarga, iapoenja soeami jang tertjinta selaloe njanjiken ia dengen njanjian-njanjian dari ketjinta'an jang beroentoeng........... Dan... bila tahoen kedoea moentjoel, sang soeami moelai poelang sedikit telaat...... moelai soeka pesiar dengen kawan-kawannja. Poelang sampe djaoe malem, kira-kira poekoel 10 atawa poekoel 11. Njonja van Arcken moesti ambil iapoenja makan tengahari dan malem sendirian. Makan pagi, selaloe masih dengen soeaminja. Tapi kemoedian, kemoedian, wel..... Djarang sang istri meliat bajangannja sang soeami seantero hari atawa dalem bebrapa hari. Tapi itoe pagi, sesoeda kemarennja ia mengasi oeang pada Selina, soepaja balik lagi tiga hari, pintoe kamarnja itoe istri jang tjoema rasaken iapoenja kebroentoengan dalem impian, terboeka dan soeaminja seorang jang tinggi dan berbadan lintjir berdjalan masoek. „Hallo, Rika, kau ada baek ini hari?" katanja dengen satoe senjoeman. Dengen ini kedatangan agaknja soarga soeda terbajang dalem boeloe matanja itoe istri jang toeloes hatinja. Ia lantas bersenjoem dan kasi oendjoek moeka jang berseri-seri. „Saja girang sekali kau dateng Henny" katanja itoe njonja. „Saja selaloe itoengin itoe djam sebelonnja saja liat kau." Soeaminja tertawa berkakakan. „Itoe ada satoe tjara jang bodo, djangan itoeng itoe djam. Saja kepingin soepaja ada ampat poeloe delapan djam dalem satoe hari." „Saja rasanja tida mengerti bagimana saja liwatken saja poenja hari" katanja itoe njonja. „Itoe kau poenja sala. Kau moosti bikin paling goemilang adanja itoe hari jang liwatken kau, seperti itoe telah liwatken saja." Kemoedian itoe soeami boekannja deketin iapoenja istri, memelok atawa mentjioem, hanja ia laloe pergi ka djendela meliat djalanan train O.J.S. jang di kedoea sebelanja ada ditanemin roempoet dan poehoen-poehoen ketjil dengen bagoes. Ini hari Minggoe saja mendapet oendangan boeat koendjoengin satoe pesta boeat satoe Nona Italy toekang njanji. Helaas, ia ada begitoe tjantik, hingga ampir antero lelaki di Soerabaja gilaken padanja. Iapoenja nama jalah Madame de Jucetti" katanja. „Iapoenja ka'eilokan dianggep lebih elok dari Cleopatra."<noinclude></noinclude> ilhui6y90gfjknlo3eyucfm4645k98e Halaman:Selina.djvu/37 104 114439 315423 2026-08-22T10:01:27Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315423 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|70|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|71}}</noinclude>Bagimana orang bisa taoe bahoea Cleopatra ada tjantik?" menanja sang istri dengen hati tergoda. „Wel, pendeknja Madame de Jucetti lebih tjantik dari apa jang dinamaken tjantik." „Tapi ketjantikan itoe sering gampang roeboe, sebab orang lelaki tjepet djadi bosen" kata itoe istri dengen menjindir. „Ketjantikan seperti itoe ada laen, agaknja ketjantikan itoe hidoep dalem segala abad, seande ia boleh hidoep seperti She dalem dongengannja Sir Ridder Haggard." Itoe lelaki berdiri dan berkata-kata dengen zonder memandang pada iapoenja istri. Tapi kemoedian ia lantas kepaksa menengok tatkala ia mendenger Rika berkata: „Saja heran, Henny, kenapa kau kawin pada saja, selagi kau tjoema tjinta dengen ketjantikan?" „Itoelah satoe tjerita koeno" katanja sang soeami. „Saja tida pikir laen orang taoe apa sebabnja kenapa ia menikah. Sekarang saja moesti pergi Rika...... selamet pagi....." Ini istri menoenggoein lama-lama datengnja satoe perkata'an jang manis dari soeaminja. Satoe perkata'an sadjah tjoekoep membikin ia beroentoeng. Tapi itoe tida perna dateng. Kesian. „Kapan saja boleh liat kau kombali, Henny" katanja. „Boekankah ini ada hari Minggoe." „Saja pikir ini malem saja aken poelang laat" katanja. Saja teroes ka Opera di mana Madame de Jucetti ada menjanji. Ia ada itoe star dari Italiaansche Opera. Malemnia saja aken pergi ka satoe pesta dansa. „Dan dengen begitoe, saja tida liat kombali kau ini hari minggoe?" kata itoe istri. „Saja menjesel" katanja. „Oh, sekarang soeda leat." Dan itoe lelaki dengen tida mentjioem lantas berlaloe. „Oh, satoe perkoendjoengan jang pendek betoel" katanja itoe njonja. Seperti ini boekan iapoenja roema dan saja boekan seperti iapoenja bini." Kemoedian ia lantas menangis di tempat tidoernja dan berkata. „Oh, ia soeda tida tjinta lagi pada saja, bagimana saja bisa hidoep dalem keadaan begini?" Boedjang tawarin ia makan, tapi ia menampik, hingga boedjangnja itoe dalem hati ia berkata sendirinja: Ia selaloe tida maoe makan, bila hatinja lagi soesa. Bagimana ia bisa hidoep dengen zonder makan?" Rika seperti mengerti apa jang dipikir oleh boedjangnja, maka ia sendirinja mendjawab. „Sebetoelnja ada lebih baek mati dari pada hidoep, kaloe hidoep dengen tida ada orang jang perdoeliken." {{smaller|{{C|'''Oleh T. L. Liem'''}}}} {{smaller|„'''LU-LU"''' adalah jang bakal djadi isihnja Tjerita Roman di laen nummer. <br/> „Lu-lu" ada boeah penah dari Mr. Ma Kuo-liang, satoe pencelis di Tiongkok jang terkenal. Dengen toelis ini tjerita jang menarik Mr. Ma soperti maoe bentet satoe tjatjat dari masjarakat (shia-hwee). <br/> Satoe orang jang terdjeroemoes dalem satoe djoerang dan dengen berkoetet jang saheibat-heibatnja marika telah bisa menandjak naek ke atas, apakah kita orang masih boleh namaken ia saorang tjilaka? <br/> Boleh djedi anggepan dari kita poenja mosjarakat ada baek, tapi itoe tida boleh lantes dianggep sebagi angger-angger dari Allah. <br/> Toenggoelah, pembatja, satoe loekisan jang menarik dan mengharoeken, satoe tjerita jang bener-bener berharga, laen boelan aken koendjoengin pembatja poenja medja batja'an.}}<noinclude></noinclude> pyq4new1amnrp3yv2x6gym1p8s3bzn2 Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/11 104 114440 315425 2026-08-22T10:20:48Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 315425 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Atas desakan dan penjelasan Tek ceng itu barulah Ongceng berani menyambutinya. <br>Ong ceng lalu masuk kebelakang untuk mengatur pegawai pegawainya. <br>Mereka dipesan untuk menyuguhkan hidangan yg pilihan. — Orang hukuman yang baru datang ini bukanlah orang sembarangan. Dia adalah raja muda Peng see ong Tek ceng, masih sanak baginda sendiri dan kalian harus memperhatikannya dengan sungguh2! — Baik loya, baik! Menjawab pembantu2 kepala sipir bui itu. — Belanjalah kepasar dàn carilah daging, buah buahan, sayur serta arak yang nomör satu. — Baik, baik loya ! — Setelah mengatur pembantu2nya Ong ceng kembali pula keluar. Dalam duduk ber cakap2 itu Thio tiong angkat bicara. — Ong ciangkun kau harus merawat dan menjaga twako baik².<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude> snzjn17kpd20cef5sjqba1xgppnoihd Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/12 104 114441 315426 2026-08-22T10:26:53Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 315426 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Jangan kau persamakan twako seperti persakitan² lainnya. ― Ah, mana berani, mana berani siauwciang memperlakukan goanswe seperti persakitan atau orang hukuman kebanyakan. Uutuk hal ini ciongwe tidak perlu berkhawatir ! Kau lihat badan twako lemah dan kulitnya halus. <br>Jangan kau suruh dia bekerja keras ! <br>Berkata pula Thio tiong dengan sungguh². ― Ya, ya siauwciang tahu, siauwciang tahu. ― Gietee, Menyeletuk Tek ceng atas pembicaraan Thio tiong itu. ― Pesanmu terlalu jelimet sehingga aku menjadi malu ! Masakan seorang hukuman tak boleh bekerja keras, lalu disuruh apakah aku di Yu liong ya ini? Apakan di suruh tetirah dan makan nganggur dengan ongkang ongkang ? Ada ada saja kau ini ? ― Twako, bukankah hukuman yang diberikan kepadamu ini banyalah untuk memandang muka baginda saja? Sesungguhnya twako tidak bersalah. Oleh karena itu entah satu tahun atau paling lama satu setengah tahun pastilah twako akan dibebaskan.<noinclude>{{rh|12}}</noinclude> 47ci0z5orfuikcbibjjym2kzto9fxwd Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/13 104 114442 315427 2026-08-22T10:33:17Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 315427 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Oleh karena itu kalau twako dipersamakan dengan orang2 hukuman kebanyakan kan sikpun ( rugi ) ? Tek ceng tertawa mendengar pesan2 adik angkatnya itu <br>Pelayan² keluar dengan menyuguhkan hidangan² istimewa. Dengan hormat Ong ceng mempersilahkan Tek ceng dan saudara2nya untuk makan. Selesai makan minum Tek ceng lalu berpaling {{sic|ekpada|kepada}} saudara2nya dan berkata. — Aku sudah sampai di Yuliong ya dengan selamat. Ong ciangkunpun akan merawat dan memeliharaku dengan baik. Oleh karena itu kalian tak usah berkecil hati. Lekaslah kalian kembali kekota raja dan beritahukan kepada ibu Dengan laroran kalian maka ibu akan merasa b lega hati dan tidak terlalu sedih. Kalian tidak usah sering2 datang, seminggu atau dua minggu sekali sudah cukup. Beritahukan apabila ada apa² tentang ibu atau kejadian kejadian yang penting di ibu kota.<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude> kbx04piqdt05t69wg07nr9wrkp7ctta Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/14 104 114443 315428 2026-08-22T10:37:51Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 315428 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Ciauw teng kwie, Thio tiong dan dan yang lain² mengangguk anggukkan kepala sambil menjawab ya . . ya. Begitulah setelah tangsel perut dengan kenyang saudara saudara Tek ceng lalu berpamitan. — Harap twako baik² menjaga diri ! — Aku tahu, disini jauh lebih aman dan tenteram dibandingkan kota raja, kalian tak usah khawatir. Saudara saudara Tek ceng menekankan pula pesan²nya kepada kepala sipir bui itu. Setelah lega hatinya barulah mereka ambil selamat berpisah dan kembali kekota raja. — Slamat jalan ciongwe ciangkun ! Baik² di jalan ! <br>Berkata Ong ceng sambil menjura. — Selamat tinggal twako! Selamat tinggal Ong ciangkun ! Begitulah saudara² Tek ceng lalu meninggalkan tempat pembuangan Yu liong ya . . . {{c|○○○○<big>Ο</big>○○○○}}<noinclude>{{rh|14}}</noinclude> 0ie5u5nl8zbhes9gn0yd8uokoh9z3dm Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/15 104 114444 315429 2026-08-22T10:42:38Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 315429 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Bab. XXVI. {{c|<big>TEK CENG PURA PURA <BR>MATI.</big>}} {{C|★★★★☆☆☆☆☆★★★★☆☆☆☆☆★★★★☆☆☆☆☆★★★★}} SEHABIS makan dan berpisahan dengan saudara saudaranya Tek ceng minta kepada Ong ceng supaya dihantarkan kerumah penjara. Ong ceng merasa kurang enak, ia tidak segera mau menghantarkan persakitan baru ini kerumah penjara. Tek ceng merasa sangat heran dan menanyakan apa sebab musababnya sehingga nampaknya Ong ceng berat hati dan begitu berayal ? Dengan muka pucat dan sulit untuk membuka mulut, akan tetapi akhirnya Ong ceng menjawab juga secara terus terang. - - Goanswe - - soalnya soalnya - rumah penjara itu amat kotor, banyak yang rusak karena<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude> q9vqr0zdomz0y3neu5wz6qd09nhhk1v Halaman:Selina.djvu/38 104 114445 315430 2026-08-22T11:34:27Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315430 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|72|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|73}}</noinclude>{{C|'''XI'''}} {{di|T}}ATKALA Selina soeda berapa hari di sitoe, dengen iapoenja tjara-tjara jang menarik hati membikin girang djoega pada itoe njonja jang biasanja selaloe kesepian. „Saja ingin" katanja. „Kau soeda ada disini berapa tahoen doeloe. Dengen kau, saja berasa seperti saja ada poenja soedara moeda jang tjintaken saja." „Saja harap saja boleh menggirangken hati kau selamanja Njonja" kata Selina itoe. Tida lama Selina ada di sana ia mengerti doedoeknja somoea perkara. Itoe njonja tida kekoerangan segala, oeang, pakean, kekaja'an, auto, semoea serba tjoekoep, tapi apa jang koerang adalah ketjinta'an dari satoe soeami. Itoe soeami agaknja tjoema maoe hidoep dengen dirinja sendiri, dengen tida perdoeliken orang laen jang lagi berdoeka-tjita atas perboeatannja. Henny sendiri djadi ketarik dengen ka'eilokannja Selina, waktoe Selina soeda di sitoe, doea hari lamanja itoe soeami anteng di roema. Ini roepanja ada menggirangken hatinja itoe istri jang dikira soeaminja ada mendjaga padanja, kerna itoe waktoe ia lagi sakit. „Kau liat Selina bahoea saja poenja soeami poen ada seorang jang berperasahan" katanja dengen girang. „Betoel, ia ada seorang jang sering ka mana-mana, selaloe hidoep di antara orang banjak, tapi kaloe ia taoe betoel istrinja sakit, ia poen bisa tinggal di roemah." Selina seperti boleh pertjaja itoe omongan. Tapi pada satoe hari tatkala ia petik kembang di kebonnja, ia dapetken Henny jang lagi seaken-oken menoenggoein apa-apa, dan tatkala meliat padanja mata itoe bersinar terang dan seperti mempoenjai banjak arti boeat diartiken. „Apa kau pikir tentang saja poenja keada'an?" menanja itoe lelaki dengen satoe senjoeman di moeloetnja. Tapi tida ada djawaban dengen senjoeman dari itoe paras moeka jang tjantik. „Apa kau pikir saja ada satoe soeami jang manis dengen tinggal doea hari dan doea malem dalem roema?" Selina memandang pada ini lelaki dengen tida mengerti. „Saja koeatir kau nanti anggep saja koerang adat" katanja Selina „tapi saja balon perna perhatiken hal kau." Henny van Arcken tertawa berkakakan. „Saja anggep itoe ada satoe kemanisan. Djadi, kau belon perna perhatiken hal saja. Itoe tida manis, dengen menimbang pada itoe keada'an bahoea saja tinggal di roema doea hari ada boeat kau." Selina lantas balikin badannja dan laloe memetik kembang boeat diatoer di dalem vas dalem kamarnja Njonja van Arcken. Selina ada gampang mengerti maksoednja pembitjara'an, maka itoe waktoe dengen hati tida senang, ada bertjahja warna mera di moekanja. Tapi itoe lelaki memboetoetin padanja. „Kaloe selaloe itoe moeka bewarna mera saben saja berkata apa-apa" katanja itoe lelaki. „Saja aken tida bosen siang dan malem berkata-kata lebih banjak aken goena kau."<noinclude></noinclude> 8vlggowcr05x4bj5fs692r2km6wqvt3 315431 315430 2026-08-22T11:35:20Z Ammachemist 27288 315431 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|||{{sp|'''„SELINA”'''}}|73}}</noinclude>{{C|'''XI'''}} {{di|T}}ATKALA Selina soeda berapa hari di sitoe, dengen iapoenja tjara-tjara jang menarik hati membikin girang djoega pada itoe njonja jang biasanja selaloe kesepian. „Saja ingin" katanja. „Kau soeda ada disini berapa tahoen doeloe. Dengen kau, saja berasa seperti saja ada poenja soedara moeda jang tjintaken saja." „Saja harap saja boleh menggirangken hati kau selamanja Njonja" kata Selina itoe. Tida lama Selina ada di sana ia mengerti doedoeknja somoea perkara. Itoe njonja tida kekoerangan segala, oeang, pakean, kekaja'an, auto, semoea serba tjoekoep, tapi apa jang koerang adalah ketjinta'an dari satoe soeami. Itoe soeami agaknja tjoema maoe hidoep dengen dirinja sendiri, dengen tida perdoeliken orang laen jang lagi berdoeka-tjita atas perboeatannja. Henny sendiri djadi ketarik dengen ka'eilokannja Selina, waktoe Selina soeda di sitoe, doea hari lamanja itoe soeami anteng di roema. Ini roepanja ada menggirangken hatinja itoe istri jang dikira soeaminja ada mendjaga padanja, kerna itoe waktoe ia lagi sakit. „Kau liat Selina bahoea saja poenja soeami poen ada seorang jang berperasahan" katanja dengen girang. „Betoel, ia ada seorang jang sering ka mana-mana, selaloe hidoep di antara orang banjak, tapi kaloe ia taoe betoel istrinja sakit, ia poen bisa tinggal di roemah." Selina seperti boleh pertjaja itoe omongan. Tapi pada satoe hari tatkala ia petik kembang di kebonnja, ia dapetken Henny jang lagi seaken-oken menoenggoein apa-apa, dan tatkala meliat padanja mata itoe bersinar terang dan seperti mempoenjai banjak arti boeat diartiken. „Apa kau pikir tentang saja poenja keada'an?" menanja itoe lelaki dengen satoe senjoeman di moeloetnja. Tapi tida ada djawaban dengen senjoeman dari itoe paras moeka jang tjantik. „Apa kau pikir saja ada satoe soeami jang manis dengen tinggal doea hari dan doea malem dalem roema?" Selina memandang pada ini lelaki dengen tida mengerti. „Saja koeatir kau nanti anggep saja koerang adat" katanja Selina „tapi saja balon perna perhatiken hal kau." Henny van Arcken tertawa berkakakan. „Saja anggep itoe ada satoe kemanisan. Djadi, kau belon perna perhatiken hal saja. Itoe tida manis, dengen menimbang pada itoe keada'an bahoea saja tinggal di roema doea hari ada boeat kau." Selina lantas balikin badannja dan laloe memetik kembang boeat diatoer di dalem vas dalem kamarnja Njonja van Arcken. Selina ada gampang mengerti maksoednja pembitjara'an, maka itoe waktoe dengen hati tida senang, ada bertjahja warna mera di moekanja. Tapi itoe lelaki memboetoetin padanja. „Kaloe selaloe itoe moeka bewarna mera saben saja berkata apa-apa" katanja itoe lelaki. „Saja aken tida bosen siang dan malem berkata-kata lebih banjak aken goena kau."<noinclude></noinclude> 8dqex3qlgyrhqnr1bh1sul5oik7sxrw Halaman:Djawa Baroe 01-01-1944.pdf/5 104 114446 315432 2026-08-22T11:38:59Z ~2026-45820-37 27499 Tolong ringkaskan 315432 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="82.158.130.59" /></noinclude><noinclude></noinclude> ag81jcvzxkofn7cai9grak726ir8gcr Halaman:Selina.djvu/39 104 114447 315433 2026-08-22T11:43:13Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315433 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|74|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|75}}</noinclude>Kemoedian Selina lantas balikin badannja dan berkata dengen moeka manis. „Kau ada sala Meneer van Arcken" katanja. „Saja poenja paras rasanja terbakar, kerna sebetoelnja maloe, kerna saja soeda sala menimbang, bahoea satoe gentleman seperti kau boleh begitoe lekas meloepaken diri sendiri." „Bagimana saja boleh loopaken diri sendiri?" menanja itoe lelaki jang tida mengerti atawa poera-poera tida mengerti orang poenja perkata'an jang tadjem. „Saja ada kau poenja istri poenja companion jang digadji, dan moestinja kau tida ada pantes boeat bitjara nonsens kepada saja." „Tapi ini boekannja nonsens" katanja itoe lelaki dengen tjengar-tjengir. Saja pikir, bahoea saja belon perna oetjapken perkata'an jang betoel-betcel saja artiken, pada sebelonnja saja berhadapan dengen kau. „Kau, saja maoe njataken, dan saja maoe artiken, ada prempoean jang paling eilok jang saja perna djoempaken dalem penghidoepan saja............" Ini Don-Juan lantas brenti bitjara, tatkala Selina angkat tangannja seaken-aken mengantjem. „Djika kau menghinaken saja dengen laen perkata'an lagi maski tjoema satoe perkata'an, saja nanti tinggalkan ini roema dengen sigra, dan tida nanti maski saja sanget berkasian kepada kau poenja istri saja aken kombali lagi." „Satoe tjara jang loear biasa" kata itoe lelaki. „Mengerti satoe kali dan mengerti djoega seteroesnja" katanja, bahoea saja tida soeka segala omongan nonsens dioetjapken kepada saja. Kau ada mempoenjai istri, satoe istri jang manis, satoe istri jang baek, dan kau agaknja seperti memboenoe ia dengen sia-siaken iapoenja tjinta-kasih. Kau ada taoe itoe, seperti satoe manoesia. Saja pikir, bahoea saja boleh hiboerin iapoenja kesoenjian. Tapi inget, saja tida soeka mendenger itoe segala dongengan jang kau oetjapken ini pagi. Djika kau tida sanggoep boeat menjintaken kau poenja istri, kau tida sanggoep penoehken koeadjiban kau sebagi satoe soeami, saja nanti jang bikin girang kau poenja istri, tapi djangan goda saja. „Satoe pridato jang bermoraal, dan pembitjara'an hal morality tida ada begitoe sedap di dengernja seperti bila itoe terlampias dari bibir jang manis. Wel, biarlah itoe tinggal seperti apa jang kau bilang, Nona-bidadari. Kau aken mendjadi sobatnja saja poenja istri, dan kau ma'afken saja bahoea kau soeda anggep saja sia-siaken istri saja." Selina memandang pada itoe lelaki dengen laen tjara. „Kau moesti mengerti Meneer van Arcken, bahoea istri jang tida beroentoeng tida aken hidoep lama. Maka kau poenja koeadjiban, adalah kau moesti tjoba sebisanja boeat watken kau poenja tempo di roema di deketnja kau poenja istri. Apakah kau soeka perhatiken saja poenja perminta'an." Itoe lelaki memandang padanja dengen tersensam, tatkala meliat aer-mata melele dari matanja. „Djika kau taoe, begimana ia tjintaken kau" katanja Selina lebih djaoe, bagimana ia hitoeng itoe djam waktoe kau tinggalken ia, dan selaloe mengharep kau poenja kombali — kau tida moesti menolak. Seande saja memoehoen kau, atas nama Toehan, kau tentoe tida nanti menampik." Tapi ini lelaki tida ada mempoenjai perasahan. Maka dengen tertawa ia berkata: „Kau ada sanget baek nona, tapi saja menjesel, saja tida bakal mendjadi seperti apa jang kau harepken.<noinclude></noinclude> mx3gq0exjbu20gprjhskawqs16onwkd Halaman:Selina.djvu/40 104 114448 315434 2026-08-22T11:50:48Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315434 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|76|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}||}}</noinclude>Kerna saja poenja anggepan tentang penghidoepan ada berlaenan dengen tjaranja. Saja menjesel bahoea kau tida ada begitoe setoedjoe dengen saja. Selamet pagi. Saja akoehin bahoea saja soeka dengen kebedjikan, tapi kebedjikan seperti dioetjapken oleh kemanisan paras seperti kau." Tatkala ia kombali dengen itoe kembang, Rika menanjaken kenapa ia ada begitoe lama, boeat itoe doea poeloe minuut, ia rasaken satoe djam. Kemoedian ia tanjah djoega mana adanja iapoenja soeami. „Ia belon pergi dan masih ada di bawa" djawabnja Selina. „Ia tentoe tida nanti pergi sebelonnja djoempaken saja" katanja itoe njonja. „Bikinlah saja soepaja keliatan seger, kerna antero malem saia tida dapet tidoer. Saja koeatir sajapoenja moeka keliatan poetjet dan soeami saja tida soeka paras jang begitoe......." Selina riasin ia, hiboerin ia, tapi tida bisa ditoeloeng lagi. Iapoenja paras keliatan poetjet seperti majit. Begitoelah ia menoenggoein datengnja iapoenja soeami, tapi njatalah itoe soeami soeda pergi dengen tida berpamitan lagi. „Saja poenja soeami soeda pergi" katanja. „Ia tida ada tempo boeat liat saja lagi. Oh, Selina saja tjape........" Itoe njonja laloe reba dengen diam, tapi Selina taoe ia menangis, dengen koetjoerken itoe aer-mata kesedihan jang satoe prempoean hatinja tersia-sia bisa koetjoerken. {{C|'''XII'''}} {{di|B}}ANJAK jang sanget, itoe perboeatan jang sanget menjakitin hati dari soeaminja, hingga achirnja itoe njonja djato sakit. Waktoe ia djato sakit dan bila badannja berasa enakan, ia minta soeaminja satoe waktoe adjak ia djalan-djalan, soepaja dapet menghiboerin hatinja, tapi itoe soeami jang kedjam dengen roepa-roepa alesan selaloe dapet lolosken dirinja. Sakitnja ini semangkin lama semangkin djadi berat. Tapi selama sakit lebih-lebih lagi soeaminja belon perna keliatan ada di roema. Helaas. Selina jang teroesak hidoepnja, sekarang ia moesti kawanin satoe nona jang roesak hatinja. Satoe boelan kemoedian, Rika hadepken iapoenja kematian. Ia soeda berkoetet lama, tapi achirnja sampe di iapoenja waktoe penghabisan. Ia sekarang tida dapet bangoen lagi dari iapoenja pembaring tjoema menoenggoe datengnja elmaoet {{Illegible}}bertrima-kasih jang ia bakal meninggalkan kehidoepannja jang sedikit sekali mendapet kesenangan {{Illegible}} tapi ia soeda broentoeng bisa berboeat satoe kebaekan, ia telah bersetia pada soeaminja sampe pada paling achir. Tatkala itoe pagi Selina doedoek di pembaringannja, dengen koenjoeng-koenjoeng ia lantas memegang tangannja Selina dan berkata: „Saja kepingin djoempaken ia, saja poenja soeami, satoe kali lagi sadja" katanja. Bertaoeken padanja bahoea saja soeda tida ada harepan boeat hidoep lagi. Tentoe ia tida nanti menolak."<noinclude></noinclude> 56tkx8697sn3fsr84duvtn7etvbk5d8