Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.16 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/10 104 66882 315493 193450 2026-08-22T16:06:28Z Menyusurisudutnegeri 25205 315493 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><section begin="bab1" />dalam mempersoalkan kelima sila itu. Artinja: Kita tidak mulai dengan soal-soal jang dalam dan sulit tentang Ke-Tuhanan Jang Maha Esa, akan tetapi dengan soal-soal jang konkrit tentang Keadilan Sosial. Dari sana kita mentjoba dengan melalui Kerakjatan dan Kebangsaan melandjutkan pembitjaraan kita mengenai pengertian-pengertian jang lebih abstrak tentang Perikemanusiaan dan Ke-Tuhanan, jang dalam praktek ternjata menimbulkan kesukaran jang terbanjak untuk pembitjaraan. Hal itu bukanlah berarti, bahwa semua dasar jang lima itu tidak sama besar dan penting dan bersama-sama tidak merupakan kesatuan. Lihatlah gambar jang tersebut diatas, dimana kelima lapisan beton itu semuanja sama pandjang dan sama tebal! b) Bilamana kita sekarang hendak madju selangkah, maka segera kita berhadapan dengan pertanjaan: Bagaimanakah Pantja-Sila itu harus ditafsirkan? Adakah suatu ukuran atau pegangan, suatu pedoman untuk interpretasi jang benar tentang Pantja-Sila seluruhnja dan tentang tiap-tiap sila satu persatu? Dapatkah umpamanja Lentjana Negara Indonesia menolong kita dalam mentjari pedoman itu? Oleh Kementerian Penerangan telah dikeluarkan suatu lembaran dengan gambar Lembaga Negara, disertai oleh suatu uraian tentang maksud dan arti jang tersimpul dalam Lentjana itu. Uraian tersebut diachiri dengan: ,,Perisai jang terbagi lima itu mengingatkan pada PANTJA-SILA NEGARA, ja’ni: 1. Ke-Tuhanan, dengan Bintang (ditengah), 2. Kerakjatan, dengan kepala Banteng, 3. Kebangsaan, dengan Pohon Beringin, 4. Keadilan Sosial, dengan Padi dan Kapas (makanan dan pakaian) dan 5. Peri Kemanusiaan, dengan Rantai Wadja.” Tetapi tafsiran Lentjana Negara tersebut memberi kesan, bahwa ia ditjari-tjari. Memang oleh perisai lentjana ini diperlihatkan dengan njata arti kelima dasar itu: 5 = 4 + 1, dimana jang satu mendapat arti jang sentral sebagai inti atau pusat atau kesimpulan dari pada jang empat. Akan tetapi oleh perumpamaan ini urutan Pantja-Sila jang sangat berarti itu akan terganggu sama sekali. {{multicol}} Dari pada urutan:<br> '''Ke-Tuhanan''' <br> Perikemanusiaan <br> Kebangsaan <br> Kerakjatan <br> Keadilan Sosial {{multicol-break}} timbul sekarang:<br> '''Ke-Tuhanan'''<br> Kerakjatan<br> Kebangsaan<br> Keadilan Sosial<br> Perikemanusiaan. {{multicol-end}} <section end="bab1" /><noinclude>{{rh|8}}</noinclude> 3boepbeq58887gev39xbp8uygfr3a07 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/8 104 66883 315571 193448 2026-08-22T17:04:52Z Menyusurisudutnegeri 25205 315571 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><section begin="mukadimah" /><CENTER>MUKADDIMAH UNDANG-UNDANG DASAR SEMENTARA REPUBLIK INDONESIA</CENTER> BAHWA SESUNGGUHNJA KEMERDEKAAN ITU IALAH HAK SEGALA BANGSA DAN OLEH SEBAB ITU, MAKA PENDJAJAHAN DIATAS DUNIA HARUS DIHAPUSKAN, KARENA TIDAK SESUAI DENGAN PERI-KEMANUSIAAN DAN PERI-KEADILAN. “DAN PERDJOANGAN PERGERAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA TELAH SAMPAILAH KEPADA SAAT JANG BERBAHAGIA DENGAN SELAMAT SENTAUSA MENGANTARKAN RAKJAT INDONESIA KEDEPAN PINTU GERBANG KEMERDEKAAN NEGARA INDONESIA, JANG MERDEKA, BERSATU, BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR. DENGAN BERKAT DAN RAHMAT TUHAN TERTJAPAILAH TINGKATAN SEDJARAH JANG BERBAHAGIA DAN LUHUR. MAKA DEMI INI KAMI MENJUSUN KEMERDEKAAN KAMI ITU DALAM SUATU PIAGAM NEGARA JANG BERBENTUK REPUBLIK-KESATUAN, BERDASARKAN PENGAKUAN KE-TUHANAN JANG MAHA ESA, PERI-KEMANUSIAAN, KEBANGSAAN; KERAKJATAN DAN KEADILAN SOSIAL, UNTUK MEWUDJUDKAN KEBAHAGIAAN, KESEDJAHTERAAN, PERDAMAIAN DAN KEMERDEKAAN DALAM MASJARAKAT DAN NEGARA-HUKUM INDONESIA MERDEKA JANG BERDAULAT SEMPURNA. <section end="mukadimah" /><noinclude></noinclude> nixgdeejtqd1x2iw3ass3eimou2muuw Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/9 104 66885 315492 193449 2026-08-22T16:04:41Z Menyusurisudutnegeri 25205 315492 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><center>PANTJA-SILA</center> <center>Pidato jang diutjapkan pada tanggal 23 Desember 1950 di Sukabumi, pada Konperensi Gerakan Mahasiswa Keristen Indonesia, dan kemudian ditindjau kembali.</center> <section begin="bab1" /><center>I</center> <center>BAGAIMANAKAH PANTJA-SILA HARUS DITAFSIRKAN?</center> a) Pada sampul buku ketjil karangan Ki Hadjar Dewantara tentang Pantja-Sila, pembatja dapat melihat diatas titelnja sebuah gambar perlambang. Gambar itu melukiskan sebuah rumah, jang berdiri diatas 5 fondamen, atau lebih baik dikatakan: jang berdiri diatas sebuah fondamen berlapis lima. Lima lapisan jang tebal itu tersusun dan merupakan pengalasan, jang lebih kuat dan lebih teguh dari pada seluruh rumah jang harus dipikulnja. Akan tetapi kelima lapisan itu tertanam dalam didalam tanah, tidak njata kepada mereka jang tidak menggalinja. Kelima fondamen itu tidaklah mempunjai arti jang tersendiri, akan tetapi semata-mata ada untuk rumah itu sadja. Barangsiapa jang tidak teliti, dapat lupa akan fondamen tersebut. Ia masuk kedalam rumah itu dan merasakan perlindungan jang didapatnja dari rumah itu, dengan tidak menginsafi, apa jang akan dapat terdjadi, bila tidak ada kelima lapis fondamen jang tidak kelihatan itu: Rumah itu akan dapat dirusakkan oleh bandjir dan gempa bumi, dan tentulah akan roboh masuk kedalam paja. (Lihat djuga Matius 7 : 24—27.) Kita mengerti, apakah arti gambar ini: Rumah itu ialah Negara Indonesia dan kelima fondamen itu ialah Pantja-Sila. Dengan demikian sudah terang pula, apa jang harus kita artikan dengan „Pantja-Sila”, ialah: Kelima dasar azasi Negara hukum Indonesia Merdeka, Republik Indonesia. Tentang urutan dan susunan dasar-dasar ini tidaklah didjelaskan oleh gambar itu sendiri. Akan tetapi, saja kira, bahwa kita harus mentjari dasar jang pertama dibagian jang terdalam didalam tanah, sedangkan dasar jang kelima merupakan lapisan teratas: ditempat jang terdalam, jang hampir tiada terduga, terletaklah dasar pertama: ''Ke-Tuhanan Jang Maha Esa.'' Diatasnja berdiri: ''Perikemanusiaan.'' Diatas dasar kedua ini terletak jang ketiga: ''Kebangsaan''. Diatasnja lagi jang keempat: ''Kerakjatan''. Dan diatas sekali terletak jang kelima: ''Keadilan Sosial''. Berhubung dengan itu, nanti kita akan berdjalan dari atas kebawah <section end="bab1" /><noinclude>{{rh|||7}}</noinclude> t7694x0ytn1qm42nun108dpdeiyybt6 315570 315492 2026-08-22T17:04:25Z Menyusurisudutnegeri 25205 315570 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><section begin="bab1" /><center>PANTJA-SILA</center> <center>Pidato jang diutjapkan pada tanggal 23 Desember 1950 di Sukabumi, pada Konperensi Gerakan Mahasiswa Keristen Indonesia, dan kemudian ditindjau kembali.</center> <center>I</center> <center>BAGAIMANAKAH PANTJA-SILA HARUS DITAFSIRKAN?</center> a) Pada sampul buku ketjil karangan Ki Hadjar Dewantara tentang Pantja-Sila, pembatja dapat melihat diatas titelnja sebuah gambar perlambang. Gambar itu melukiskan sebuah rumah, jang berdiri diatas 5 fondamen, atau lebih baik dikatakan: jang berdiri diatas sebuah fondamen berlapis lima. Lima lapisan jang tebal itu tersusun dan merupakan pengalasan, jang lebih kuat dan lebih teguh dari pada seluruh rumah jang harus dipikulnja. Akan tetapi kelima lapisan itu tertanam dalam didalam tanah, tidak njata kepada mereka jang tidak menggalinja. Kelima fondamen itu tidaklah mempunjai arti jang tersendiri, akan tetapi semata-mata ada untuk rumah itu sadja. Barangsiapa jang tidak teliti, dapat lupa akan fondamen tersebut. Ia masuk kedalam rumah itu dan merasakan perlindungan jang didapatnja dari rumah itu, dengan tidak menginsafi, apa jang akan dapat terdjadi, bila tidak ada kelima lapis fondamen jang tidak kelihatan itu: Rumah itu akan dapat dirusakkan oleh bandjir dan gempa bumi, dan tentulah akan roboh masuk kedalam paja. (Lihat djuga Matius 7 : 24—27.) Kita mengerti, apakah arti gambar ini: Rumah itu ialah Negara Indonesia dan kelima fondamen itu ialah Pantja-Sila. Dengan demikian sudah terang pula, apa jang harus kita artikan dengan „Pantja-Sila”, ialah: Kelima dasar azasi Negara hukum Indonesia Merdeka, Republik Indonesia. Tentang urutan dan susunan dasar-dasar ini tidaklah didjelaskan oleh gambar itu sendiri. Akan tetapi, saja kira, bahwa kita harus mentjari dasar jang pertama dibagian jang terdalam didalam tanah, sedangkan dasar jang kelima merupakan lapisan teratas: ditempat jang terdalam, jang hampir tiada terduga, terletaklah dasar pertama: ''Ke-Tuhanan Jang Maha Esa.'' Diatasnja berdiri: ''Perikemanusiaan.'' Diatas dasar kedua ini terletak jang ketiga: ''Kebangsaan''. Diatasnja lagi jang keempat: ''Kerakjatan''. Dan diatas sekali terletak jang kelima: ''Keadilan Sosial''. Berhubung dengan itu, nanti kita akan berdjalan dari atas kebawah <section end="bab1" /><noinclude>{{rh|||7}}</noinclude> 5vvdhxba307y3cd0o5q86xrt7wwezwl Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/57 104 66886 315549 315199 2026-08-22T16:50:16Z Menyusurisudutnegeri 25205 315549 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><section begin="pendahuluan-3" />tahulah baginda untuk apa baginda mendjadi radja. Lalu dilihat oleh baginda didalam petani itu, tudjuan negara, jaitu manusia itu sendiri. Manusia sebagai petani, manusia sebagai saudagar, manusia sebagai kesatria, manusia sebagai pertapa dan manusia sebagai pendeta. ''Manusia sendiri, manusia sebagai manusia, jang mendjadi tudjuan Negara.'' Tiada dengan manusia maka Negara itu dapat dibandingkan dengan rumah jang kosong dan dengan kapal jang ditengah-tengah samudra, akan tetapi tidak dengan penumpang dan barang-barang. Tiada dengan manusia, Negara itu mendjadi bajang-bajang dan hantu. Negara adalah bagi manusia, bukan manusia bagi Negara. Oleh karena itu tudjuan terachir dati Pantjasila ialah: ''Melajani manusia dengan djalan Negara.'' Djadi inilah jang harus mendjadi ukuran kita dalam mempersoalkan Pantjasila seluruhnja dan dalam membitjarakan tiap-tiap sila satu persatu. Apakah kita membitjarakan soal-soal ini demikian rupa, sehingga manusia-manusia jang dilajani, atau demikian rupa sehingga kita mengorbankan kehidupan jang sebenar-benarnja kepada suatu berhala, suatu teori, suatu bajang-bajang? Mengorbankan kehidupan jang sebenar-benarnja kepada sesuatu jang chajal, sudah tentu bukanlah maksud bangsa Indonesia. Sebab bangsa ini menerangkan dengan tegas dalam Undang-Undang Dasar Sementara, bahwa Negara Indonesia didirikan berdasarkan Pantjasila: ''„untuk mewudjudkan kebahagiaan, kesedjahteraan, perdamaian, dan kemerdekaan dalam masjarakat dan Negara-hukum Indonesia Merdeka jang berdaulat sempurna.”'' <section end="pendahuluan-3" /> <section begin="penutup" /><center>PENUTUP.</center> Saudara-saudara, Negara itu terdjadi ''untuk'' manusia, akan tetapi djuga terdjadi ''oleh'' manusia jang membentuknja. Kita bukan ''mempunjai'' suatu negara, melainkan kita ''mendjadi'' suatu negara! Maka sekarang sebuah pertanjaan: Apakah jang dilakukan oleh kita untuk kemerdekaan, perdamaian, kesadjahteraan dan kebahagiaan Indonesia? Apakah kita hanja ingat akan kebahagiaan kita sendiri? Apakah jang kita lakukan untuk kemerdekaan, kesedjahteraan dan kebahagiaan „petani”? Izinkanlah saja sekarang berbitjara kepada kaum ''theologia'' jang hadir disini: Apakah kita sedang bekerdja untuk Geredja ''Kristus'' atau untuk geredja ''kita''? Apakah kita mentjari kedudukan jang berpengaruh, atau kita melajani Kristus? Apakah kita terharu oleh ke- <section end="penutup" /><noinclude>{{rh|||53}}</noinclude> 1fe2qd9ew8iwnxsomfyjice8gs4aalf Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/14 104 66887 315496 193455 2026-08-22T16:12:57Z Menyusurisudutnegeri 25205 315496 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><section begin="bab1" />kan Pantja-Sila? Apakah hubungan banteng dengan demokrasi, apakah hubungan padi dan kapas dengan keadilan sosial? Tidakkah lebih tepat rantai itu dipakai sebagai lambang ''persatuan nasional'' dari pada persatuan segala manusia? Dengan ini sekali-kali bukanlah kita hendak mengatakan, bahwa lambang-lambang ini tidak berarti. Akan tetapi kita hendak mengatakan, bahwa lambang-lambang ini berasal dari suasana jang lain dari pada Pantja-Sila. Djikalau kita memandang perisai lentjana itu dengan objektif dan melihatnja dengan begitu sadja dengan tidak dipengaruhi oleh sesuatu pendapat atau pemandangan, maka kita akan mendapat kesan, bahwa lima gambar itu merupakan lima lambang jang berlainan, akan tetapi dengan satu thema: Kebangsaan! Djelas sekali, bahwa lambang-lambang itu adalah lamang-lambang nasional. Dan alam pikiran dari mana diambilnja, hendak saja namakan: ''alam pikiran naturalis''. Hal ini terlebih djelas pada ''banteng'' dan ''pohon beringin''. Keduanja melambangkan tenaga hidup alami, kesuburan, unsur vital dan vegetatif dari bangsa. Banteng dengan tanduknja lebih mengingatkan kepada unsur laki-laki, „kepapaan”, sedangkan pohon beringin dengan dahan-dahan jang rindang, terbentang untuk melindungi, mengingatkan kepada unsur perempuan,„keibuan”. Tiap-tiap phaenomenoloog agama akan berkata kepada kita, bahwa binatang-binatang lentjana sebenarnja binatang-binatang keramat („totemdieren”), jang dengan sesuatu suku bangsa merupakan kesatuan keramat jang sangat tua, dan bahwa pohon-pohon keramat mempunjai hubungan dengan anggapan mythis tentang pohon kehidupan dan pohon dunia. Begitu djuga tiap-tiap theoloog akan mengingatkan kita kepada perdjoangan, jang dilakukan nabi-nabi Israil menentang penjembahan anak sapi di Bethel dan Dan (1 Radja-radja 12) dan penjembahan berhala „diatas segala bukit jang tinggi dan dibawah segala pohon kaju jang rindang” (1 Radja-radja 14). Dibelakang semuanja ini kita dapati paham jang benar-benar naturalis. Tiadalah bedanja djuga dengan apa jang dinamakan Eropah Fristen. Eropah djuga mempunjai banjak lambang-lambang binatang, seperti beruang, singa dan garuda, jang menghiasi lentjana negara-negaranja dan kota-kotanja dan jang sampai sekarang belum diganti. Bahwa nabi Daniel dalam wahjunja melihat bangsa-bangsa itu saling memerangi dalam rupa binatang-binatang (Daniel 8), tentulah mengandung banjak arti. Agak berlainan halnja dengan kedua ruang lentjana negara jang lain. Disini kits tidak dapati lagi tenaga alam melulu : Disini terdapat <section end="bab1" /><noinclude>{{rh|10}}</noinclude> rgyhc0amofbgntv8a80nnyy7hlp7wun Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/13 104 66890 315495 202727 2026-08-22T16:08:24Z Menyusurisudutnegeri 25205 315495 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab1" />Djika seandainja kelima ruang perisai lentjana itu betul-betul hendak disesuaikan dengan Pantja-Sila, maka rantai itu seharusnja terletak ditempat banteng, banteng ditempat padi dan kapas, dan padi dan kapas ditempat rantai wadja. Ataukah memang benar, bahwa maksudnja tidak lain dari pada melukiskan Pantja-Sila itu, dan hanjalah karena dipandang dari sudut aesthetika sadja, maka ditentukan susunan jang lain dengan keempat ruang itu? Bagian III pasal 3 Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia, alinea ketiga berbunji sebagai berikut: „Meterai dan lambang Negara ditetapkan oleh Pemerintah.” Tentang ini kita mendapatkan tjatatan dalam kitab jang ditulis oleh Prof. Dr. Supomo sebagai berikut: „Ichtisar Parlemen, tg. 16 Pebruari 1950 no. 1 memuat berita, bahwa sidang Dewan Menteri R.I.S. tg. 11 Pebruari 1950 telah mengesahkan Lambang Negara R.I.S. jang direntjanakan oleh Panitya Lentjana Negara menurut bagian III pasal 3 Konstitusi R.I.S.” Djadi lentjana negara sendiri terdjadi pada masa ini, beberapa tahun setelah pentjiptaan Pantja-Sila dan karena itu mungkin terpengaruh oleh Pantja-Sila. Akan tetapi lambang-lambang lentjana ini satu persatu, sebahagian mempunjai asal dari waktu jang lampau, jang sedjarahnja sukar diperhubungkan dengan Pantja-Sila. Menurut keterangan Prof. Dr. Poerbotjaroko ''banteng'' itu mulai dipakai sebagai lambang pada tahun 1924 di Den Haag, pada waktu Perhimpunan Indonesia didirikan. ''Pohon beringin'' menundjukkan zaman kuno, menundjukkan mythe Hindu jang sangat tua, akan tetapi untuk mempergunakan gambarnja sebagai lambang, adalah sesuatu jang baru dan tidak biasa. Dan sebagai pohon dunia, pohon beringin itu mula-mulanja tidaklah sebagai lambang nasional. ''Padi dan kapas'' adalah kiasan-kiasan jang tua sekali tentang kebutuhan hidup bangsa. Lambang-lambang ini menghiasi djuga pinggir lentjana Solo dan Jogjakarta dan kita dapat menjaksikannja dikraton kedua tempat itu. ''Rantai wadja'' sebagai lambang ikatan jang kuat adalah baru, dan demikian djuga ''bintang'' tidaklah mempunjai tradisi Indonesia. Djadi dipandang dari sudut sedjarah, dapatlah dikatakan, bahwa hanja sedikit sadja atau mungkin sama sekali tidak ada hubungan antara Pantja-Sila dan kelima lambang lentjana negara, ketjuali bilangan lima. Akan tetapi terlepas dari pada uraian tentang urutan dan asal: Dapatkah gambar-gambar ini dipakai untuk benar-benar {{hws|melambang|melambangkan}} <section end="bab1" /><noinclude>{{rh|||9}}</noinclude> tjt4wwhn2v3mg5v5prp11qql9slipwe Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/11 104 66893 315494 256618 2026-08-22T16:07:55Z Menyusurisudutnegeri 25205 315494 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab1" />[[File:Pantja-Sila oleh H. Rosin (page 11 crop).jpg|center|500px|Pantja-Sila oleh H. Rosin (page 11 crop)]] {{nop}} <section end="bab1" /><noinclude></noinclude> 004k3la1bra2o9gylcszkxkbazxxnf3 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/45 104 66903 315533 315179 2026-08-22T16:40:06Z Menyusurisudutnegeri 25205 315533 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="pendahuluan" />adalah satu-satunja jang mengetahui dan membawa rahasia Radja Iskandar. Saudara-saudara, apakah jang dapat didjelaskan oleh perumpa- maan ini kepada kita? Terutama tiga hal ini: I. Kesatuan Pantjasila<br> II. Susunan Pantjasila<br> III. Tudjuan Pantjasila. <section end="pendahuluan" /> <section begin="pendahuluan-1" /><center>I</center> <center>KESATUAN PANTJASILA</center> Pada perajaan Miradj baru-baru ini Presiden Soekarno telah menjatakan, bahwa ada orang-orang jang menghendaki hanja sebuah sila dari Pantjasila: jang seorang hanja menghendaki keadilan sosial dan jang lain perikemanusiaan dsb. Terhadap itu beliau telah menjatakan dengan tegas: „Pantjasila itu tidak dapat dibagi-bagi!” Apakah arti dalil ini untuk renungan kita tentang Pantjasila? 1) Pantja-Sila adalah dasar jang bertjorak lima dari Negara Indonesia. Kelima sila itu merupakan suatu kesatuan. Mereka saling menjokong dan saling menambah. Akan tetapi mereka saling membatasi djuga. Satu per satu dari sila-sila itu sendiri tidaklah baru. Djustru kombinasinjalah jang asli, istimewa dan sangat berarti, jang ditjiptakan oleh Presiden Soekarno sendiri. Dalam kombinasi ini terdapatlah dalam tahun 1945 suatu sembojan jang kuat untuk hidup dan masa depan jang baru bagi Indonesia. Kombinasi ini sedikit banjak merupakan suatu kompromi. Akan tetapi bahwa pada saat bersedjarah ini dapat ditjiptakan suatu rumus, jang dapat diterima oleh bermatjam-matjam aliran, menjatakan suatu keahlian jang ulung dalam ilmu ketatanegaraan. Saja hendak mengatakannja dengan tjara jang lain lagi: Sila-sila itu satu per satu tidak lain daripada kata-kata. Betul kata-kata jang besar dan indah, akan tetapi hanja kata-kata sadja. Kata-kata, baru mendapat arti oleh karena perhubungannja satu sama lain. {{hws|Um|Umpamanja}} <section end="pendahuluan-1" /><noinclude>{{rh|||41}}</noinclude> nj2ejmma0a9celvzen1628xym653io7 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/51 104 66904 315542 315190 2026-08-22T16:47:12Z Menyusurisudutnegeri 25205 315542 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="pendahuluan-2" />Jang menarik perhatian kita, ialah bahwa perkataan „kebangsaan Indonesia” diganti dengan perkataan „persatuan Indonesia”. Kebangsaan Indonesia dan persatuan Indonesia ternjata sama artinja. Barangsiapa jang mengatakan „kebangsaan”, maka ia mengatakan djuga „persatuan Indonesia”. Kedua pengertian ini masing-masing berhubungan rapat dalam sedjarah perdjuangan Indonesia. Dalam „Mukaddimah Konstitusi R.I.S.” pada tanggal 29 Oktober 1949, kita mendapatkan Pantjasila itu kembali pada alinea ketiga, jang bunjinja sebagai berikut: „Maka demi ini kami menjusun kemerdekaan kami itu dalam suatu Piagam negara jang berbentuk republik-federasi, berdasarkan pengakuan ''ke-Tuhanan jang Maha Esa, peri-kemanusiaan, kebangsaan, kerakjatan dan keadilan sosial.”'' Perkataan-perkataan ini dipindahkan seluruhnja, dengan hanja sebuah perubahan sadja, dalam ''Undang-undang Dasar sementara Republik'' Indonesia, jang terdjadi oleh persetudjuan Pemerintah R.I.S. dan Pemerintah R.I. pada tanggal 19 Mei 1950 dan disahkan pada tanggal 15 Agustus 1950. Perubahan tersebut sudah saudara-saudara ketahui: Perkataan „republik-federasi” diganti dengan perkataan „republik kesatuan”. Perumusan Pantjasila itu tidak berubah. Djika dapat dikatakan tentang bentuk dan susunan Pantjasila jang resmi, maka inilah dia: #Ketuhanan Jang Maha Esa<br> #Peri-kemanusiaan<br> #Kebangsaan<br> #Kerakjatan<br> #Keadilan sosial. 2) Saudara-saudara, apakah jang dapat kita peladjari daripada urutan dan susunan ini? a) Sila pertama itu berdiri menjendiri diatas keempat sila jang lain, seolah-olah diluar setiap persaingan: 5 = 1 + 4! Hal itu berarti, bahwa Ketuhanan Jang Maha Esa tidak dapat dipersatukan dengan Kebangsaan atau Persatuan Indonesia. Tuhan dan bangsa itu tidak sama. Bangsa itu tidak ilahi. Djuga Kerakjatan dan Ketuhanan tidaklah bersamaan: Suara rakjat bukanlah suara Allah, seperti jang disangkakan oleh beberapa orang. Negara Indonesia menghormati kebebasan keinsjafan batin, jang mentjari {{hws|pe|pelindungan}} <section end="pendahuluan-2" /><noinclude>{{rh|||47}}</noinclude> cuzssidmwrnniwecypbool1dhhgi2kk Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/19 104 66905 315502 256619 2026-08-22T16:18:40Z Menyusurisudutnegeri 25205 315502 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab1" />[[File:Pantja-Sila oleh H. Rosin (page 19 crop).jpg|500px|Pantja-Sila oleh H. Rosin (page 19 crop)|center]] {{nop}} <section end="bab1" /><noinclude></noinclude> b5mmhasvpe24o93jrxtzzgtl2l6xdtw Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/15 104 66922 315497 202735 2026-08-22T16:13:14Z Menyusurisudutnegeri 25205 315497 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab1" />unsur baru, jaitu: kebudajaan, dimana pekerdjaan manusia dan tenaga alam saling bertemu. Dengan pohon beringin, jang mengambil daja tumbuhnja jang tak habis-habisnja itu dari bumi jang selama-lamanja subur, berhubungan — dalam ruang-putih jang lain — hasil kerdja sama antara bumi dan manusia: ''padi dan kapas''; sedangkan dengan banteng, jang mempunjai tenaga djantan untuk pertahanan diri, berhubungan ''rantai wadja'', jang menundjukkan pula kesenian dan teknik, daja berorganisasi dan kehendak untuk bersatu. Djadi perisai itu melukiskan ruang tenaga-tenaga, jang hendak mentjapai kesatuan harmonis. Tenaga-tenaga tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia, merupakan seluruhnja tenaga hidup dan tjipta dari bangsa Indonesia. Tenaga banteng dan pohon beringin sendiri adalah tenaga alam jang buta. Demikian djuga akan terdjadi dengan tenaga bangsa, bilamana tidak dipimpin dan didjinakkan, diikat dan dibebaskan. Akan tetapi siapakah jang akan mendjamin, bahwa hal ini sugguh-sungguh akan dilakukan? Siapa jang mendjaga, supaja ada harmoni jang diperlukan dalam gerakan tenaga-tenaga jang bertentangan? Manusiakah dalam fungsinja jng lebih kulturil, sebagai pengolah tanah, homo technicus, homo politicus? Akan tetapi mampukah ia untuk melakukannja, djikalau ia sendiri djuga dalam fungsi ini pada dasarnja berpikir setjara naturalis? Akan berhasilkah ia, djika kebudajaan, teknik dan politik djuga, hanjalah bentuk-bentuk alam jang lebih tinggi sadja dan hanja untuk memperkuat tenaga dan memperbesar kekuasaan sadja? Tidakkah pada penghabisannja bagi kita hanja tinggal nasib sadja, jang menguasai segala sesuatu, dan hanja kepertjajaan jang optimistis kepada bintang terang jang membawa Indonesia pada waktu ia mulai dengan sedjarahnja? Bahkan, bukankah ''bintang'' itu — ditengah-tengah alam pikiran naturalis ini — menundjukkan kekurangan dan keragu-raguan dan kebimbangan? Bukankah bintang ini bintang untung jang tak dapat dipertjajai — untung jang harus kita miliki, supaja berhasil dalam penghidupan — akan tetapi jang dapat djuga meninggalkan kita. c) Djadi kita tidak pertjaja, bahwa lentjana negara Indonesia dengan lambangnja jang naturalis, dapat membawa kita kepada interpretasi jang tepat tentang Pantja-Sila, dan oleh karena itu kita mentjari djalan jang lain untuk menafsirkannja. Dalam hal ini kita dapat ditolong, kalau kita memperhatikan dimana Pantja Sila itu {{hwe|ditempat|ditempatkan}} <section end="bab1" /><noinclude>{{rh|||11}}</noinclude> 0t3rh0ejh35tbb0w2wyk4v0qktseady Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/20 104 66923 315504 314965 2026-08-22T16:20:18Z Menyusurisudutnegeri 25205 315504 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab2" /><section begin="2" />{{c|II}} {{c|PANTJA-SILA DARI SUDUT KEMERDEKAAN.}} Pengakuan ke-Tuhanan Jang Maha Esa sebagai dasar pertama dari Undang-undang Dasar mengadjak kita, bahkan berseru kepada kita, untuk berkata tentang Tuhan sebagai sumber kemerdekaan. Tuhan itu merdeka dan memerdekakan. Ia adalah jang membebaskan dan melepaskan. Akan tetapi dengan tjara, jang djauh melampaui batas segala pikiran dan akal kita. Tempat jang kita sediakan untuk Dia, dibiarkanNja kosong. Didalam ke-Tuhanan jang Maha Esa, Ia tidak terdapat. Rupa-rupanja sedikit perhatianNja terhadap agama, terhadap religi. Ia djuga sebagai jang atjuh tak atjuh terhadap peraturan-peraturan peri-kemanusiaan. Perdjuangan kemerdekaan nasional tidak diatjuhkanNja. Ia berdiam Diri sadja dalam pembangunan suatu Negara jang demokratis. Seolah-olah Ia tidak mengenal soal-soal dan masaalah-masaalah kita, seolah-olah Ia sibuk dengan perkara jang lain. Dan djika achir-achirnja kita menemukan Dia — pada beberapa orang, kepada siapa ditjeriterakanNja suatu perumpamaan tentang seorang anak jang hilang, pada beberapa orang jang berpenjakit lepra, pada beberapa orang jang murtad, pada beberapa orang jang miskin, pada beberapa orang jang tidak tahu lagi, dimana Tuhan Allah ada, — apakah jang akan kita katakan dan kita tanjakan? „Keadilan sosial” — alangkah besarnja perkataan untuk hal jang dikerdjakan orang ini! Namun demikian, orang ini adalah Allah, jang telah datang dalam daging! Dalam daging: djadi djuga dalam soal-soal dan masaalah-masaalah kita, dan djuga dalam soal-soal dan masaalah-masaalah jang dihadapkan oleh Pantja-Sila kepada kita. Tetapi Ia memperhatikan soal-soal dan masaalah-masaalah kita itu menurut tjaraNja sendiri jaag berdaulat. Ia sedang memperhatikan kita satu persatu: saja dan saudara-saudara. Ia sedang memperhatikan ketjelakaan kita jang paling dalam, jaitu kenjataan, bahwa kita tidak mempunjai Tuhan dan sesama kita manusia lagi! Karena itu Ia adalah Immanuel, „Allah beserta kita”, dalam rupa sesama kita manusia. Ia mendjadi sesama kita dalam tjara, bahwa Ia atas kerelaan <section end="bab2" /><noinclude>{{rh|16}}</noinclude> 0z2lhzdhv8c5i9ahyetlh0o0yqop8zl Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/16 104 66982 315498 202736 2026-08-22T16:13:59Z Menyusurisudutnegeri 25205 315498 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab1" />{{hwe|kan|ditempatkan}} didalam Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia. Kita mendjumpai Pantja-Sila dalam „Mukaddimah” atau „Preambule” Undang-undang Dasar Sementara, jang terdjadi dari Piagam Persetudjuan Pemerintah R.I.S. dan Pemerintah R.I. pada tanggal 19 Mei 1950 dan jang pada tanggal 15 Agustus 1950 disahkan dan diumumkan. Kedua alinea jang pertama dari Mukaddimah ini berasal dari Pembukaan Undang-undang Dasar Republik Indonesia, sedangkan alinea 3 dan 4 diambil dari Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat dengan beberapa perobahan. Maka disini sekarang dinding-dinding jang sempit dari suasana nasionalis-naturalis terbongkar kesegala djurusan: Pikiran tentang kekuasaan dan tenaga ditempatkan dibawah pengertian hak dan keadilan. Akan tetapi hak dan keadilan itu tidak mengenai hanja satu bangsa sadja, melainkan seluruh umat manusia. Karena itu Mukaddimah jang tersebut diatas mulai sebagai berikut: „Bahwa sesungguhnja kemerdekaan itu ialah ''hak segala bangsa'' dan oleh sebab itu, maka pendjadjahan ''diatas dunia'' harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan ''peri-kemanusiaan'' dan ''peri-keadilan''.” Djadi perdjoangan kemerdekaan Indonesia adalah sebahagian dari pada perdjoangan kemerdekaan umum diatas bumi. Hal ini mengenai kemanusiaan, dan umat manusia seluruhnja. Perdjoangan ini menjampaikan apel kepada perasaan keadilan dari segala bangsa. Demikianlah perdjoangan ini bukan hanja urusan nasional sadja, melainkan internasional djuga. Disini kita mendjumpai Pantja-Sila itu, jang sudah terdapat, baik dalam Pembukaan Undang-undang Dasar R.I., maupun dalam Mukaddimah Konstitusi R.I.S.: „Maka demi ini kami menjusun kemerdekaan kami itu dalam suatu piagam Negara jang berbentuk republik-kesatuan, berdasarkan pengakuan ''ke-Tuhanan Jang Maha Esa, peri-kemanusiaan, kebangsaan, kerakjatan dan keadilan sosial....” Djadi ''pengakuan'' terhadap kelima sila ini harus dianggap sebagai ''dasar Negara jang berbentuk republik-kesatuan''. Dengan perkataan lain: Negara Indonesia berdasarkan pengakuan terhadap azas-azas Pantja-Sila. Negara ini disebut dalam Undang-undang Dasar tahun 1945: <section end="bab1" /><noinclude>{{rh|12}}</noinclude> nnqh3uls24uwfkuw06gbvw5dgqqtqkz Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/17 104 66983 315500 202737 2026-08-22T16:18:03Z Menyusurisudutnegeri 25205 315500 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab1" />''Negara Indonesia, jang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.'' Djadi disini terdjadilah perhubungan antara kelima sifat, dimana Negara mengembangkan wudjudnja, dengan kelima ''dasar azasi,'' tempat ia berdiri. Sudah tentu sifat-sifat itu dapat djuga kita tambah atau kurangi; ataupun kita dapat menjebutkan sifat-sifat jang lain. Akan tetapi bilangan lima jang satu ini menundjuk kepada bilangan lima jang lainnja: Pantja-Sila berusaha kearah suatu pelaksanaan politik. Dan politik itu membutuhkan petundjuk-petundjuk jang tetap. Kita dapat kiaskan ini dengan sebuah pohon jang mempunjai lima akar jang kokoh ''didalam'' tanah dan lima dahan jang kuat ''diatas'' tanah. Kelima akar dan kelima dahan itu adalah dua benda jang berlainan, seperti kelima dasar dan kelima sifat Negara Republik Indonesia itu. Djuga tidak boleh dikatakan: Dahan ini kepunjaan akar itu dan akar ini kepunjaan dahan itu. Akan tetapi tiap-tiap dahan menarik kekuatannja dari semua akar seluruhnja. Itu berarti, bahwa prinsip kerakjatan atau dasar demokrasi umpamanja, harus mengembangkan dan membuktikan kekuatannja dalam mengadakan dan memelihara kemerdekaan, persatuan, kedaulatan, keadilan dan kemakmuran Negara. Sebaliknja harus mendjadi njata, bahwa ''kemerdekaan Negara'' umpamanja, tidak dapat terdjamin, djika tidak berakar pada kemerdekaan ''buruh,'' kemerdekaan ''warga negara'', kemerdekaan ''anggota suku bangsa'', kemerdekaan ''orang asing'', dan kemerdekaan ''orang jang beragama.'' d) Djuga Negara itu belumlah maksud jang terachir. Tidaklah mempunjai tudjuan padanja sendiri. Tidak boleh mendjadi ilah, mendjadi Moloch, jang menelan manusia. Djuga Negara itu hanja suatu djalan, suatu alat sadja. Sebab: achirnja jang dimaksudkan itu bukan akar-akar sebuah pohon dan bukan djuga dahan-dahannja, akan tetapi ''buah-buahnja''. Negara itu tidak hanja mempunjai dasar-dasar sadja. Tidak djuga hanja mempunjai sifat-sifat sadja. Achirnja dan jang terutama Negara itu mempunjai ''maksud dan tudjuan''. Negara itu mempunjai ''tugas''. Tugas ini telah disusun dengan baik dalam pendahuluan Rentjana Undang-undang Dasar. Negara Indonesia itu, menurut Mukaddimah, didirikan diatas lima fondamen dari Pantja-Sila: „untuk mewudjudkan ''kebahagiaan, kesedjahteraan, perdamaian'' dan ''kemerdekaan'' dalam masjarakat dan Negara-hukum Indonesia Merdeka jang berdaulat sempurna". Djadi apakah jang mendjadi tudjuan jang terachir itu? Bukan <section end="bab1" /><noinclude>{{rh|||13}}</noinclude> qwq1kjuluvs5bodkfbd6kwdq2y4wqhb Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/18 104 66984 315501 202739 2026-08-22T16:18:22Z Menyusurisudutnegeri 25205 315501 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab1" />negara itu sendiri, akan tetapi segala orang dalam Negara ini, manusia sendiri, jang hidup dalam ruangan negara itu sebagai laki-laki atau perempuan, orang tua atau kanak-kanak, buruh atau tentera, warga negara atau orang asing. Melindungi dan mempertinggi deradjat ''kehidupan manusia'' dalam segala kemungkinannja jang banjak dan beraneka warna itulah tugas Negara. Untuk itulah Allah mengadakan Negara (Kedjadian 9). Djadi manusia itu tidak ada untuk negara, melainkan negara itu ada untuk manusia. Dengan ini kita telah mempergunakan dasar Perikemanusiaan. Berhubung dengan pengalimatan Mukaddimah, maka kita melihat, bahwa ''kehidupan manusia'' itu terdjamin dalam ''kemerdekaan'' manusia, ''perdamaian dan kesedjahteraan'' manusia dan ''kebahagiaan'' manusia. Kebahagiaan jang tertinggi, perdamaian dan kesedjahteraan jang sempurna, kemerdekaan jang terachir, tidak dapat diberikan oleh Negara. Itu djuga tidak dituntut dari pada Negara. Akan tetapi Negara dapatlah mendjamin suatu kemerdekaan jang sementara, perdamaian dan kesedjahteraan jang sementara, dan kebahagiaan jang sementara. Dan itulah jang memang dituntut dari padanja. Tugas kita sekarang ini ialah menafsirkan Pantja-Sila. Maka sekarang, inilah isi dan tudjuan, arah dan maksud, „causa finalis” dan „entelechie” Pantja-Sila itu: ''Mewudjudkan kemerdekaan manusia, perdamaian-kesedjahteraan manusia dan kebahagiaan manusia, pertama-tama didalam batas-batas Republik Indonesia.'' Djadi kemerdekaan, perdamaian-kesedjahteraan dan kebahagiaan manusia itu dimaksudkan, bilamana kita menuntut keadilan sosial, kerakjatan, kebangsaan dan kemanusiaan. Kemerdekaan, perdamaian-kesedjahteraan dan kebahagiaan manusia itu mendjadi perhatian Dia djuga, jang benar-benar Tuhan. Kita tidak boleh membuat salah satu dari pada prinsip-prinsip mendjadi kebenaran jang mutlak, jang tiada berperi-kemanusiaan. Tiap-tiap doctrinarisme, bahkan tiap-tiap ideologi, jang mengorbankan manusia sebagai pengganti suatu programa jang abstrak, tidak dapat terdjadi. Marilah kita sekarang membitjarakan Pantja-Sila itu dari sudut ketiga tudjuan jang tersebut diatas:<br> 1) Pantja-Sila sebagai dasar kemerdekaan manusia jang terbatas.<br> 2) Pantja-Sila sebagai dasar perdamaian dan kesedjahteraan manusia jang terbatas.<br> 3) Pantja-Sila sebagai dasar kebahagiaan manusia jang terbatas.<br> <section end="bab1" /><noinclude>{{rh|14}}</noinclude> iluif4un2ykvz29g7cmnk7rrs1mbd0j Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/21 104 67135 315505 315138 2026-08-22T16:20:42Z Menyusurisudutnegeri 25205 315505 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude><section begin="bab2" />sendiri mendjadi tidak merdeka: miskin, hina, ditangkap, diikat, disalibkan, mati, dikuburkan! Itulah pembebasan, dinjatakan pada hari Paska. Itulah perdjuangan kemerdekaan jang besar, jang menga dakan kemerdekaan jang sesungguhnja. Dan oleh karena perdjoangan kemerdekaan ini, maka ada djuga diatas bumi ini kemerdekaan jang relatif: lemah, bertjatjat, tetapi berpengharapan. Sebab kemerdekaanlah dan bukan perhambaan jang achirnja akan mentjapai kemenangan, bahkan jang sudah menang: Tuhan Allah berdiri tersembunji, lemah, sabar, tetapi walaupun begitu pasti sekali dan sangat berpihak pada pihak orang-orang tertindas dan tidak pernah berdiri pada pihak penindas. Tidak, Tuhan Allah tidaklah atjuh tak atjuh terhadap Negara dan masjarakat. Ia bukanlah musuh kemerdekaan sosial, kemerdekaan warga negara, kemerdekaan bangsa. Sebaliknja: Ia adalah sumber dan asal jang sebenar-benarnja dari pada semuanja ini. Akan tetapi pada waktu kita sedang sibuk dengan rentjana-rentjana dan soal-soal jang besar-besar, Ia memperhatikan outcasts, kaum jang paling lemah dan paling rendah, jang telah kita lupakan dalam rentjana- rentjana kita dan jang mengganggu kita dengan djeritannja. Itulah maxime Tuhan Allah - dan memakai maxime ini dalam lapangan politik, haruslah berarti sebagai berikut: 1) Soal kemerdekaan itu berpusat kepada soal ''pembebasan'' sosial. Pembebasan suatu bangsa dari pada imperialisme kolonial tidaklah mempunjai arti, djika tidak berakibatkan pembebasan buruh dari pada pemerasan dan kemiskinan, kesusahan, kelaparan, penjakit dan kesukaran-kesukaran jang lainnja. Karena itu djuga, perdjoangan kemerdekaan belumlah berachir dengan pembebasan Irian. Perdjoangan itu baru mulai! („Didalam Indonesia Merdeka itu perdjoangan kita harus berdjalan terus.” Presiden Soekarno dalam „Lahirnja Pantja-Sila”). ''Masaalah kesosialan'' selalu akan mengganggu suatu suatu bangsa. Pemogokan dan gerakan-gerakan semi-revolusioner lain-lainnja dalam dunia buruh selalu mendjadi tanda, bahwa mereka tidak merasa merdeka. Dimana solidariteit itu sempurna, maka pemogokan tidak terdjadi. Selama modal itu masih tertahan dan belum sama sekali dan dengan jakin untuk kepentingan rakjat seluruhnja, maka kita tidak berhak menghukumkan pemogokan-pemogokan. Selama air masih dapat mengalir kebawah dari sawah kesawah, <section end="bab2" /><noinclude>{{rh|||17}}</noinclude> 4hxser6i9hxsg8sos0t7h1vs2sekdxw Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/40 104 68644 315530 315166 2026-08-22T16:32:21Z Menyusurisudutnegeri 25205 315530 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab5" />benda dan darah, djika hal ini dibutuhkannja untuk keselamatan dirinja. 2. Makin keras suatu bangsa berusaha untuk pembebasan dirinja sendiri makin besar sokongannja kepada pembebasan umum dari umat manusia. Perikemanusiaan membatasi kebangsaan kedalam dan keluar: kedalam dengan pemeliharaan orang-orang jang paling lemah, keluar dengan kebaikan budi terhadap tamu dan kerdja sama internasional. Peri-kemanusiaan bukan berarti suatu kebahagiaan maximal untuk beberapa orang dan suatu kebahagiaan minimal untuk sisanja, akan tetapi kebahagiaan maximal untuk tiap-tiap orang menurut keadaan. 3. Kebangsaan berarti kemerdekaan nasional dan kesatuan nasional, akan tetapi djuga: bahwa tidak ada kekuasaan jang didjalankan,jang dirasakan asing oleh sebahagian dari rakjat. Kesedjahteraan manusia adalah kesedjahteraan jang harus dipertahankan. Kesedjahteraan ini harus dilindungi setjara polisionil dan militer dan dalam hal itu perkara ini pertama-tama adalah sesuatu jang nasional tetapi sesudah itu barulah mendjadi sesuatu jang internasional. Dan dimana kesedjahteraan itu melulu hanja ditentukan oleh egoisme nasional, disanalah ia mendjadi sumber ketidak-amanan untuk dunia. Bangsa-bangsa pergi kemedan pertempuran untuk mentjari kebahagiaan jang besar. Mereka tidaklah menemukannja. Akan tetapi berbahagialah bangsa jang memberi perhatiannja kepada kebahagiaan orang ketjil. 4. Hak-hak demokrasi jang besar tidak boleh ditjabut dari mereka, jang dapat mempergunakan pikirannja. Makin merdeka rakjat itu, makin kuatlah pemerintahan negaranja. Dan makin kuat orang seorang menginsafi, bahwa ia turut bertanggung djawab untuk seluruhnja, makin besarlah sikap disiplin dari rakjat. Tenaga dari pada paham demokrasi adalah persoal-djawaban jang bebas dan terbuka, jang tiap-tiap kali dapat membawa kembali kepada kebenaran. Dengan demikian, maka ditjiptakan suasana jang sangat dibutuhkan untuk terdjadinja dan terpeliharanja perdamaian dan kesedjahteraan jang sungguh-sungguh. <section end="bab5" /><noinclude>{{rh|36}}</noinclude> rakg3ndzwbewvagf4gaaslbkrjdl251 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/22 104 69505 315506 315137 2026-08-22T16:21:01Z Menyusurisudutnegeri 25205 315506 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab2" />sampai semuanja mendapat bahagian, selama itu djuga uang harus mengalir kebawah. Dalam hal ini tidak pernah terlalu banjak, tetapi hanja terlalu sedikit dilakukan. Kemerdekaan suatu negara tidak boleh diukurkan kepada standard dari lapisan rakjat jang paling terpeladjar. Kemerdekaan negara itu adalah sama harganja dengan ''kemerdekaan golongan jang paling rendah.'' Kemerdekaan suatu negara tidak boleh diukurkan kepada kemerdekaan profesor-profesor jang berbitjara dan menulis tentang kemerdekaan, melainkan kepada kemerdekaan petani dan buruh, jang menderita kesukaran dalam negara itu djuga, dimana nenek mojang mereka atau mereka sendiri atau anak-anak mereka telah memperdjoangkan kemerdekaan politik. Kemerdekaan Indonesia harus diukurkan umpamanja kepada kemerdekaan orang-orang buta huruf, jang terkurang dan terbelenggu oleh kekurangan pengetahuan mereka. Barang siapa jang mengerti hal itu, ia tidak dapat mengetjap kemerdekaannja, selama ia masih mempunjai sesamanja manusia jang kurang merdeka dari padanja sendiri. Ia tidak dapat membiarkan hal ini. Makin besar kemerdekaannja, makin bertambah besar kewadjibannja, untuk turut memerdekakan orang lain. 2) ''Hak-hak demokrasi'' jang besar itu tidak boleh ditjabut dari tiap-tiap orang, jang dapat mempergunakan pikirannja. Tiap-tiap orang terpanggil untuk turut dengan penuh rasa tanggung djawab dalam pembangunan negara dan masjarakat. Tiap-tiap orang jang normal dapat mengambil bahagian dalam hal ini. Tidaklah boleh terlalu lekas dikatakan, bahwa rakjat belum dapat melakukannja, atau belum masak untuk demokrasi. Hanjalah diperlukan, bahwa rakjat harus selalu makin dimahirkan dengan didikan dan latihan jang seksama, dengan kursus-kursus, dengan partai-partai dan surat-surat kabar, untuk pemakaian hak-hak demokrasinja dengan tepat dan keinsafan akan kewadjiban-kewadjiban demokrasinja. Usaha memperluas dan meresapkan hak-hak dan kewadjiban-kewadjiban demokrasi hampir-hampir tidak mempunjai batas. Sebab: kerakjatan tidak hanja mengenai stluruh lapangan politik sadja, jaitu perundang-undangan, pemerintahan, dan pengadilan Negara. Djuga perhubungan sosial dan kebudajaan harus diatur setjara demokratis, Dan rakjat menuntut kekuasaannja djuga atas produksi nasional dan alat pembajaran nasional: uang. Karena itu: Perwakilan rakjat! Disini sekarang pendidikan itu mempunjai tugas jang sangat <section end="bab2" /><noinclude>{{rh|18}}</noinclude> 4kwd3z4l1cj9rxe6m8rrigvdhf8wze5 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/23 104 69506 315507 315136 2026-08-22T16:21:34Z Menyusurisudutnegeri 25205 315507 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Rahmaziz" /></noinclude><section begin="bab2" />besar. ''Kerakjatan berarti pendidikan'', pendidikan sampai kedesa-desa jang terketjil. Akan tetapi djuga harus benar-benar suatu pendidikan, jang menuntun para pemuda berpikir bebas, sendiri dan bertanggung djawab. Hanja dengan tjara jang demikian sadja, maka pemakaian jang salah dari pada hak-hak demokrasi itu dapat ditjegah. Kemungkinan-kemungkinan untuk para agitator dan demagoog dari hari kesehari mendjadi lebih berkurang. Orang-orang jang berpikir tenang dan djernih tidak begitu gampang terpengaruh seperti massa jang tidak berpendidikan. Kerakjatan tulen bukanlah berarti, bahwa massa itu jang memerintah, akan tetapi bahwa massa itu menghilang. ''Makin merdeka rakjat itu,'' makin teguhlah pemerintahnja. Tiap-tiap diktatur sebenatnja berdiri diatas kaki jang Jemah. Oleh sebab diktatur itu menekan tiap-tiap oposisi, maka tidak diketahuinja, berapa banjaknja orang-orang jang sungguh-sungguh berdiri dibelakangnja. Ta tidak tahan akan penentangan dan kritik. Demokrasi adalah sebaliknja dari diktatur. Sebab wudjud demokrasi tidaklah terdapat dalam diktatur golongan jang terbesar (seperti sering dikatakan orang), melainkan dalam kemerdekaan golongan ketjil untuk mengeritik keputusan-keputusan golongan terbesar, Dan golongan ketjil besok Iusa dapat mendjadi golongan besar dan akan mengalami, bahwa mengeritik itu lebih mudah dari pada memerintah. Djadi dengan djalan kritik, maka oposisi itu dalam demokrasi jang tulen selalu ikut memerintah. Kalau hal itu tidak mungkin atau tidak terdjadi, maka tidaklah dapat dikatakan, bahwa ada Kerakjatan. Makin besar keinsafan orang-seorang itu, ''bahwa ia turut bertanggung djawab'' atas seluruhnja, makin baik djuga ''rakjat itu berdistplin.'' Suatu angkatan perang jang dengan sukarela tunduk kepada peraturan dan ketertiban, itulah angkatan perang jang mempunjai disiplin jang terbaik. Kekuasaan demokrasi adalah kekuasaan jang terkuat, oleh karena dalam suatu bangsa jang alam pikirannja demokrasi tulen, tiap-tiap warga megara menghendaki dan menjokong kekuasaan ini, djuga mereka jang termasuk golongan oposisi. Disini terdjadilah pengertian „loyal opposition”, jang ingin melihat, bahwa djuga kehendaknja sendiri dilaksanakan tidak lain Gari pada menurut tjara demokratis. 3) Kebangsaan berarti ''pembebasan nasional'', pembebasan dari tiap-tiap kekuasaan asing. Pendjadjahan dan kebangsaan tidak dapat bersama-sama, lebih dari pada api dan air. Suatu bangsa, jang telah <section end="bab2" /><noinclude>{{rh|||19}}</noinclude> drtxjch7t6h1oq18znctqkj3kyfm0gl Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/24 104 69507 315508 315135 2026-08-22T16:21:55Z Menyusurisudutnegeri 25205 315508 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude><section begin="bab2" />beladjar mengenal dan menghargai kebangsaan ini, sama sekali tidak boleh mempunjai tjita-tjita, untuk menguasai jang lain. Tempatnja didunia selalu ada disamping mereka, jang belum dibebaskan. Irian tidaklah dibebaskan, djika dimasukkan ''dibawah'' kekuasaan Indonesia. Irian baru. dikatakan bebas, kalau masuk wilajah Indonesia. Irian bukanlah mendjadi ''milik'' Indonesia, akan tetapi Irian itu ''sebahagian'' dari Indonesia, Orang-orang Irian tidak mau diperintah oleh Indonesia, melainkan mereka ingin mendjadi sebahagian dari suatu rakjat, jang memerintah diri sendiri. Djanganlah kita sekali-kali melihat kebangsaan itu lain dari pada melihatnja dari sudut kemerdekaan, jang adalah hak segala manusia: „Bahwa sesungguhnja kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka pendjadjahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan perikeadilan”. ''Kemerdekaan bangsa'' itu sudah tentu bukanlah berarti kebebasan untuk aksi separatistis, jang membahajakan Negara. Akan tetapi kebangsaan seharusnja berarti djuga, bahwa tidak ada kekuasaan jang didjalankan jang dirasakan asing oleh sebahagian dari rakjat. Dimana perasaan-perasaan nasional dan kedaerahan ditjela dan disinggung guna kesatuan jang salah dipahamkan, maka kemerdekaan itu tidak sempurna. Sebab dalam kemerdekaan itu termasuk djuga hormat menghormati adat-istiadat masing-masing. Kesatuan jang dipaksakan, jang mengorbankan kerakjatan kepada kebangsaan, membawa bahaja kepada seluruhnja. Kesatuan itu harus bertumbuh. Perbedaan-perbedaan jang menghalang-halangi harus diatasi. Akan tetapi uniformiteit akan berarti melemahkan dan memiskinkan. Tenaga kesatuan bangsa sesungguh-sungguhnja harus dapat tahan akan perbedaan-perbedaan, sama seperti suatu keluarga jang anggota-ang- gotanja mempunjai sifat dan watak jang berbeda-beda: „Bhinneka tunggal ika”. „Berbeda-beda tetapi tetap satu djua”. ''Kebangsaan adalah suatu tenaga sentripetal jang kuat.'' la mengadakan kesatuan jang bertumbuh dari golongan-golongan dan suku-suku bangsa. Akan tetapi pada suatu ketika tiap-tiap kebangsaan itu akan terbentur pada daja penarik bangsa-bangsa lain. Negara nasional itu dibatasi oleh negata-negara nasional jang lain. Dimana kebangsaan itu berusaha untuk kemerdekaan, maka perbatasan-perbatasan ini dihormatinja. Bangsa-bangsa atau suku-suku bangsa, jang ada diperbatasan, harus mempunjai kemetdekaan untuk menggabungkan diri kepada negara jang dikehendakinja, atau untuk membentuk negara <section end="bab2" /><noinclude>{{rh|20}}</noinclude> 1w92uzcc5lhsf894lrtbw3dpd952mzh Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/25 104 69508 315509 315133 2026-08-22T16:22:13Z Menyusurisudutnegeri 25205 315509 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude><section begin="bab2" />sendiri. Adanja ''negara-negara'' ketjil diantara negara-negara besar menandakan, bahwa kebangsaan diatas bumi ini djauh dari pada sempurna dan bahwa djawaban jang absolut atas soal bangsa tidak dapat diketemukan. Negara-negara ketjil ini menundjuk kepada suatu kesatuan jang lebih tinggi dari segala bangsa dimana bangsa jang ketjil dan jang lemah djuga dapat memperoleh tempat jang disediakan baginja. „Kita harus menudju persatuan dunia, persaudaraan dunia”. (Presiden Soekarno) 4) Makin giat suatu bangsa berusaha untuk pembebasan dirinja, makin besar sokongannja terhadap ''pembebasan umat manusia jang umum.'' Achirnja, objek dari pada pembebasan itu bukanlah tanah atau bangsa, melainkan manusia sendiri. Manusia harus dimerdekakan, jang — walaupun perbedaan-perbedaan nasional — dimana-mana sama, jaitu: Ecce homo! Karena itu pembebasan jang benar adalah peri-kemanusiaan jang benar dan sebaliknja. Peri-kemanusiaan jang benar dinjatakan, dimana manusia itu bukan lagi hanja massa sadja, jang berdjumlah berdjuta-djuta, dan jang mendjadi umpan meriam-meriam, akan tetapi dimana ia dipandang dan dihargai sebagai orang-seorang. Djadi: dimana negara itu tidak hanja menolong dan memadjukan jang kuat-kuat sadja, melainkan sebaliknja; menolong dan memadjukan orang-orang jang lemah. Kita dapat katakan: Makin banjak usaha suatu negara untuk orang-orang jang paling lemah diantara warga-warganja — unsur-unsur a-sosial, penderita-penderita penjakit jang tidak dapat disembuhkan, orang-orang jang tua, baji-baji, invalide-invalide, — maka makin merdekalah negara itu. Dimana Peri-kemanusiaan itu mendapat pengaruh dalam perundang-undangan, pemerintahan dan pengadilan suatu negara, disanalah dibongkarnja djuga batas-batas kebangsaan dan dinjatakannja tenaganja dalam „internationalisme” jang tulen djuga: Peri-kemanusiaan membuka mata kita untuk bangsa-bangsa dain, bukanlah hanja untuk kekajaan mereka, kebudajaan mereka, dan kekuasaan mereka sadja, akan tetapi terutama untuk kesukaran-kesukaran dan kesusahan-kesusahan mereka, penjakit-penjakit dan ketjelakaan-kerjelakaan mereka, Peri-kemanusiaan itu melindungi orang asing, jang tidak selamanja dan tidak dimana-mana mendapat kedudukan jang baik, akan tetapi seringkali datang sebagai pelarian, emigrant, jang berdiri di pintu gerbang suatu negeri mentjari pertolongan. Achir-achirnja <section end="bab2" /><noinclude>{{rh|||21}}</noinclude> 57wp7h0kbu31l2b12wfxjl3dhzzwb16 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/26 104 69655 315510 315131 2026-08-22T16:22:40Z Menyusurisudutnegeri 25205 315510 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab2" />Peri-kemanusiaanlah, jang menempatkan politik internasional diatas gerakan tenaga-tenaga dan kekuasaan-kekuasaan dan jang membawa bangsa-bangsa kepada kerdja-sama jang lebih erat. ,Kita bukan sadja harus mendirikan negara Indonesia Merdeka, tetapi kita harus menudju pula kepada kekeluargaan bangsa-bangsa.” (Presiden Soekarno dalam „Lahirnja Pantja-Sila”.) 5) ''Tuhan merdeka dan memerdekakan''. la adalah sumber segala kemerdekaan jang sesungguhnja. Peri kemanusiaan tulen, kebangsaan tulen, kerakjatan tulen, keadilan tulen, datangnja dari pada Dia, Pemberi segala anugerah. Karena itu prinsip Ke-Tuhanan jang Maha Esa hanja mempunjai arti jang begini: Membiarkan Tuan Allah dalam mentjari manusia dan membiarkan ''manusia'' dalam mentjari Tuhan Allah. Kemerdekaan itu lama-kelamaan tidak dapat tetap, bilamana kemerdekaan itu pada dasarnja bukan kemerdekaan rohani, dan itu berarti: kebebasan agama, keinsafan batin dan pikiran. Makin kuat Negara itu, makin bebas ia dalam hal ini. Ia melindungi perdjuangan rohani akan kebenaran, karena perdjuangan ini membawa udara bebas dan segar. Hanjalah dalam udara ini sadja, kemerdekaan Negara itu dapat berdiri terus. <section end="bab2" /> <section begin="bab3" />{{rh||III.}} {{rh||PANTJA-SILA}} {{rh||DARI SUDUT PERDAMAIAN DAN KESEDJAHTERAAN.}} Djika kita menghubungkan isi pengertian-pengertian „damai” dan „sedjahtera” dan kemudian menambahkan kata-kata „selamat sentausa” (lihatlah alinea kedua dari pada Mukaddimah!), „aman” dan „makmur”, maka kita mendekati isi jang kaja dan luas dari sebuah kata dalam Alkitab: ''„sjalôm”''. Kalau kita sekarang dalam hubungan ini memakai terutama kata-kata „damai” dan „sedjahtera” atau „perdamaian” dan „kesedjahteraan”, maka kita selalu maksudkan lebih dari pada „damai” sadja atau „sedjahtera” sadja. Kita maksudkan „sjalôm”! Tentang „sjalôm” ini, jang meliputi segala-sesuatu, dikatakan oleh Alkitab, bahwa Tuhan Allah sumbernja dan Chaliknja, bahkan, bahwa Ia sendiri „sjalôm” ini dan bahwa Ia telah mengangkat seorang <section end="bab3" /><noinclude>{{rh|22}}</noinclude> gn56g1fflyqi2ky6dh75fljcv2seflj Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/27 104 69656 315513 315155 2026-08-22T16:24:04Z Menyusurisudutnegeri 25205 315513 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude><section begin="bab3" />„Radja assalam”, untuk mendirikan „sjalôm” ini diantara kita. „Radja assalam” ini ''adalah'' perdamaian dan kesedjahteraan kita. Pada saat kedatanganNja, malaekat-malaekat bernjanji: „Sedjahtera diatas bumi!” Akan tetapi kedatangan kesedjahteraan ini terdjadi dengan tjara jang sangat mengherankan dan tidak masuk akal. Djustru disana, dimana kesedjahteraan ini sedang mendjadi kekuasaan jang mengalahkan segala sesuatu, maka kita mendengar ratapan ibu-ibu di Baitlahim kehilangan anak-anaknja, jang dibunuh radja Herodes. Dan dimana kesedjahteraan itu, seperti air sungai jang meluap, jang menggenangi dan mengalahkan segala sesuatu — maka disana kita melihat tubuh jang hantjur dari Radja assalam” tergantung pada kaju salib. Djadi demikian tingginja sedjahtera Allah itu melebihi akal kita! (Pilipi 4 : 7). Marilah kita memandang kepada orang ini: Damai Dunia jang tidak berdaja, jang menderita, jang gagal; marilah kita nremandang kepada orang ini, jang tatkala kena nista, tiada membalas dengan nista, dan tatkala ia kena sengsara, tiada mengantjam, melainkan menjerahkan Dirinja kepada Dia, jang menghakimkan dengan adilnja (1 Petr. 2 : 23). Marilah kita memandang kepada-Nja — dan, djika setelah kita melihat itu semuanja, ambillah salah satu dari antara dua sikap, jaitu: mengedjek dan mentertawakan kesudahannja sesuatu angan-angan, atau dalam tubuh djasmani kita ini menjembah Allah, jang djustru dengan menderita ketidak-adilan menegakkan kembali keadilan, dan dengan keadilan ini menegakkan perdamaian dan kesedjahteraan. Pengertian-pengertian sedjahtera, damai, pendamaian, pembalasan, penggantian, dalam Al-Kitab, tidak dapat dipisahkan satu sama lainnja. Kesedjahteraan tidaklah dapat datang dengan tidak ada pembalasan jang adil. Kerugian harus diganti dan kerusakan harus diperbaiki. Hukum „mata ganti mata” dan „gigi ganti gigi” rupa-rupanja satu-satunja djalan untuk mewudjudkan kesedjahteraan. Akan tetapi djustru djalan inilah jang selalu membawa kepada keadaan jang tidak damai dan peperangan jang baru. Itulah sebabnja, maka kebanjakan perdjandjian-perdjandjian per¢amaian mengandung benih malapetaka jang baru dan peperangan itu tidak ada habis-habisnja. Sungguh suatu dilemma! Suatu impasse! Djadi disana tidak ada sedjahtera dengan tidak pembalasan. Akan tetapi djustru pembalasan itulah jang membangkitkan peperangan jang baru. Circulus vitiosus ini hanja dihentikan oleh salib Kristus sadja. <section end="bab3" /><noinclude>{{rh|||23}}</noinclude> 5ih5yn4q6ac0mdn785nlyc1zd1uzax6 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/28 104 69657 315514 315154 2026-08-22T16:24:25Z Menyusurisudutnegeri 25205 315514 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab3" />Disini terdapat pembalasan, penggantian, pendamaian jang penuh untuk setiap orang. Disinilah ''adanja'' keadilan: mata ganti mata, gigi ganti gigi, hidup ganti hidup, jang didjalankan dengan teliti dan mendahsjatkan. Akan tetapi disini djuga segala pengaduan dan tuntutan, jang dimadjukan oleh manusia kepada Allah dan oleh manusia kepada manusia, dihilangkan. Sebab: jang tidak bersalah menderita untuk orang-orang jang bersalah dan dengan demikian ia mendjadi penagih hutang, jang mengumpulkan surat-surat hutang dalam tangannja dan menjobek-njobekkannja dalam matiNja pada kaju salib, Apakah akibat-akibatnja, djikalau kita mendjalankan pengetahuan ini dalam lapangan politik? 1) ''Kesedjahteraan sosial dan perdamaian antara madjikan dan pekerdja'' tidak boleh diturunkan harganja mendjadi kompromis antara madjikan dan pekerdja. Perdamaian dan kesedjahteraan itu tiada pernah suatu kompromis. Kompromis itu terdjadi, djika pekerdja pada waktu itu tidak dapat lagi mentjapai lebih banjak dan madjikan tidak mau lagi mengabulkan lebih banjak dari pada suatu tuntutan. Djadi hasilnja tidak lain dari pada gentjatan sendjata, jang mungkin dibatalkan, bilamana terdjadi pergeseran kekuasaan dan keadaan, jang memberi kesempatan baik untuk salah satu partai. Perbedaan-perbedaan jang sebernarnja, tidaklah dapat dipetjahkan dengan tjara jang demikian. Pekerdja itu merasa djuga, bahwa madjikan atau pengusaha atau pemindjamkan uang seringkali tidak akan madju selangkah, djika mereka tidak dipaksa, dan bahwa mereka masih djuga dapat menarik keuntungan sebanjak-banjaknja. Bahwa buruh itu pada sekali waktu dapat keliru dalam hal ini, tidaklah membawa perbaikan. Kebiasaannja ia tidaklah keliru: Ia merasa atau mengetahui, bahwa mereka, jang berdiri dihadapannja, tidaklah bersungguh-sungguh dan dibelakangnja mereka tersenjum, kalau mereka berhasil menidurkan si buruh. Dengan demikian tidaklah dapat timbul kepertjajaan. Hanja solidariteit jang sepenuhnja dati pada persekutuan kerdja sama, jang bertumbuh sampai kepada kekelmargaan, jang baru dapat dinamakan perdamaian dan kesedjahteraan. Barulah, djika tiap-tiap buruh itu mendjadi produsen dan tiap-tiap produsen mendjadi buruh, dapat terdjadi suatu famili baru, keluarga baru, marga baru, bangsa baru, jang dalam dunia modern harus menggantikan persekutuan-persekutuan jang bobrok. Itulah bangsa orang-orang jang bekerdja semua dan <section end="bab3" /><noinclude>{{rh|24}}</noinclude> 8ka5458k18o8hycp5u294n9xo5vnmj5 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/29 104 69658 315515 315152 2026-08-22T16:24:44Z Menyusurisudutnegeri 25205 315515 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab3" />jang berpendapatan semua. Adakah tjara jang lain untuk mengadakan sedjahtera dalam waktu sekarang? (Bandingkan dengan apa jang dikatakan Presiden Soekarno dalam „Lahirnja Pantja-Sila” tentang „gotong-rojong”.) ''Tidaklah akan ada perdamaian dan kesedjabteraan, dengan tidak ada keadilan''. Berilah buruh itu makanan setjukupnja — seperti jang dilakukan djuga oleh tuan-tuan tanah jang tjerdik terhadap kerbau- kerbau pembadjaknja — berilah ia hadiah-hadiah, kenaikan gadji, gtatifikasi sebanjak-banjak menurut kehendak kita. Akan tetapi djika ini semua hanja berupa sedekah sadja, jang sebetulnja bukan haknja, maka buruh itu selalu tidak akan puas. Dalam hubungan ini Sangat menarik perhatian, bahwa dalam suasana ketimuran hadiah dan upah, uang kemahalan dan. gratifikasi tidak dipisah-pisahkan. Tjobalah hadiah lebaran itu ditiadakan satu kali, maka saudara- saudara akan melihat, bahwa hal ini dianggap sebagai penahanan upah. Djadi disini upah itu merupakan hadiah, akan tetapi hadiah- hadiah ini tetap mendjadi sebahagian dari upah dan oleh sebab itu diatur sebagai upah-upah sendiri dalam persetudjuan-persetudjuan perburuhan atas dasar hukum perburuhan. Sedjahtera jang berdasarkan keadilan hanja dapat terdjadi dalam dunia ini dengan ''menjerahkan dan mengorbankan dengan sukarela hak-hak jang ada.'' Seperti Anak Allah telah melepaskan hak-hak ilahiNja, demikian djuga untuk perdamaian dan kesedjahteraan selalu harus ada orang, jang mentjabutkan haknja sendiri — perhatikanlah: melepaskan haknja sendiri, dan bukanlah hak orang-orang Jain. Summum ius summa iniuria: Hak tertinggi — pelaksanaan hak saja sepenuhnja — dapat membawa saja kepada ketidak-adilan jang paling besar. Michaël Koolhaas, tjiptaan seorang pudjangga bangsa Djerman, disebabkan oleh keinginan jang tak sampai untuk menegakkan kembali keadilan, achirnja mendjadi anarchist, jang membalas ketidak-adilan jang dideritanja seratus ganda. Karena itu: lebih baik megderita ketidak-adilan, dari pada melakukan ketidak-adilan. Tetapi sekarang agaknja salah, kalau kita berkata djustru kepada buruh dengan tjara demikian. Ia memangnja kekurangan dan menderita ketidak-adilan. Perkataan-perkataan itu harus ditudjukan kepada orang-orang jang berada, jang bermodal, jang kuat, jang sehat: Lepaskanlah jang dikatakan orang hak-hakmu itu, sebab hak-hak itu sudah mendjadi tidak adil. Perseimbangan disini tidak dapat {{hws|ter|terdjadi}} <section end="bab3" /><noinclude>{{rh|||25}}</noinclude> 5itd13jy1qkymaqh58n3m53eoupmib5 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/30 104 69820 315516 315150 2026-08-22T16:25:02Z Menyusurisudutnegeri 25205 315516 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab3" />djadi dengan menjerukan kepada dua belah pihak untuk meletakkan sendjata. Seruan netral jang demikian memperkuat kedudukan pihak jang kuat dan melemahkan kedudukan pihak jang lemah. Pihak jang lemah tidak dapat bersungguh-sungguh dengan seruan jang demikian, dan ketidak-pertjajaan terhadap geredja, jang menjangka telah bertindak bidjaksana sekali dengan sikap tidak memihak itu, akan makin besar. Memang benar sekali! Segala seruan jang sematjam itu achir-achirnja menimbulkan ketidak-adilan kembali dan bukanlah keadilan. 2) ''Perdamaian dan kesedjahteraan jang sesungguh-sungguhnja, terdjadi oleh kebenaran, dan kebenaran itu ingin mendjadi terang bagi umum.'' Urusan-urusan negara tidak boleh — terketjuali berapa hal, seperti umpamanja rahasia-rahasia militer — ditahan untuk perdebatan umum. ''Perdebatan umum ini adalah salah satu dari antara sifat-sifat dasar jang terutama dari demokrasi tulen.'' Ahli-ahli politik, jang takut akan sinar dari kritik umum, tidak menghendaki aturan ini. Akan tetapi djustru karena demikianlah, maka penting sekali, untuk mempertahankan demokrasi, dan kita lebih senang pada demokrasi dari pada setiap bentuk diktatur. Dimana orang jang tidak merasa puas dapat mengeluarkan ketidaksenangnja, dimana surat-surat kabar dimuka umum dapat mengeluarkan pendapatnja tentang beleid pemerintah ataupun barangkali mengeritiknja, dimana didalam parlemen segala sesuatu itu diperiksa dengan teliti, dimana dengan tjara pemilihan umum revolusi jang terus-menerus dan teratur dapat berdjalan, disanalah sebenarnja ditjegah revolusi jang tidak teratur dengan pertumpahan darah dan pembakaran-pembakaran: disanalah senantiasa terdjadi kembali perdamaian dan kesedjahteraan politik, djustru disebabkan oleh perdjoangan jang terus terang. „Tidak ada satu negara boleh dikatakan negara hidup, kalau tidak ada perdjoangan didalamnja." (Presiden Soekarno dalam „Lahirnja Pantja-Sila", dimana beliau menamakan prinsip demokrasi itu „dasar mufakat, dasar perwakilan, dasar permusjawaratan".) Tiada lagi jang dibutuhkan oleh suatu negeri selain dari pada forum dan gelanggang ini, dimana rakjat itu dapat memperdjoangkan soal-soal dan masaalah-masaalahnja jang besar. Dan karena itu tiada lain lagi jang dibutuhkan di Indonesia untuk perdamaian dan kesedjahteraan umum, dari pada pemberantasan buta huruf, jang memungkinkan tiap-tiap orang tampil kemuka diforum dan panggung <section end="bab3" /><noinclude>{{rh|26}}</noinclude> qttfgu1xc93nemahvnj4xmwxaesntlf Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/31 104 70188 315517 315149 2026-08-22T16:25:20Z Menyusurisudutnegeri 25205 315517 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab3" />perdjoangan itu dan mengeluarkan disana pendapatnja sendiri jang merdeka. Sudah tentu, bahwa ini ada ''bahajanja dan risikonja:'' Kekuatan berpikir dan berpendapat suatu bangsa diudji oleh demokrasi itu. Pemimpin-pemimpin jang benar dan jang palsu menawarkan diri. Agitator-agitator tampil kemuka, jang mengodja dan menjesatkan massa. Suara-suara dibeli. Suara hati dan perasaan hati lebih dipentingkan dari pada pikiran jang tenang. Gerombolan-gerombolan dan partai-partai berusaha terus mentjari kepentingannja sendiri dengan tidak mengatjuhkan keselamatan bangsa seluruhnja. Dalam hal ini semuanja, kebenaran tidaklah selalu dikatakan. Kadang-kadang sukar memisahkan, mana jang benar dan mana jang bohong, mana jang setengah benar dan mana jang setengah salah. Mungkin kebenaran itu seringkali tidak dapat dengan segera dilaksanakan. Akan tetapi djustru karena itulah, maka kebenaran itu harus diperdjoangkan terus dengan sabar dan tekun, Kebenaran itu pada suatu ketika akan njata. Pada suatu waktu akan ternjata, siapa jang telah mengatakan kebenaran dan siapa tidak. Djuga dalam lapangan politik berlaku: „Dari pada buah-buahannja kamu akan mengenali dia." (Matius 7 16) Kadang-kadang akan memakan waktu jang sedikit lama, sehingga sebahagian jang terbesar dari pada bangsa itu dapat dibawa kepada suatu perkara jang baik. Akan tetapi perkara ini bukan lagi mendjadi perkara jang diperintahkan. Perkara ini akan mendjadi kejakinan jang mendalam. Dan itu adalah hasil djerih pajah pergumulan jang lama dan sulit! Dapatlah terdjadi, bahwa suatu bangsa djatuh sakit, bahwa ia mendapat demam dan mendjadi gila. Dalam keadaan jang begini tidak dapat dipisahkannja lagi mana jang benar dan mana jang djahat. Kuasa-kuasa djahat bersimaharadjalela. Itu adalah achirnja demokrasi dan tanda keruntuhan negara, jang sedang mendekati. Sebab demokrasi itu bukanlah suatu guna-guna untuk mentjapai kebahagiaan jang sempurna. Demokrasi sama keadaannja seperti orang-orangnja jang berpegang kepadanja. Kalau orang-orangnja djatuh, maka demokrasi djuga djatuh. Akan tetapi apakah itu suatu alasan untuk menentang demokrasi? Tidakkah hal itu lebih-lebih berlaku untuk tiap-tiap bentuk negara jang lain? Siapakah jang dapat memberi djaminan kepada kita, bahwa seorang diktator atau suatu directorium atau suatu golongan kaum oligarchi atau aristokrasi kurang {{hws|kemung|kemungkinannja}} <section end="bab3" /><noinclude>{{rh|||27}}</noinclude> 9zzdvwu3w34g2lburxgzdznu0qnpb6f Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/41 104 70189 315531 315168 2026-08-22T16:32:38Z Menyusurisudutnegeri 25205 315531 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab5" />Demokrasi bukanlah suatu guna-guna untuk mentjapai kebahagiaan jang sempurna. Kerakjatan bukanlah berarti bahwa pemerintah jang harus mendjadikan rakjat itu bahagia. Sebab rakjat dan pemerintah adalah satu. Kebahagiaan terdjadi disini dalam perhubungan jang peribadi, bebas dan bertanggung-djawab, jang memperhubungkan semua warga negara: Bakti itu adalah kebahagiaan orang-orang jang merdeka. 5. Soal kemerdekaan pusatnja adalah soal pembebasan sosial. Kemerdekaan suatu negara itu adalah sama besarnja dengan kemerdekaan golongan rakjatnja jang paling rendah. Perdamaian dan kesedjahteraan sosial bukanlah suatu kompromi antara madjikan dan pekerdja. Solidariteit jang sepenuhnja barulah dapat dikatakan perdamaian dan kesedjahteraan. Tiada perdamaian dan kesedjahteraan dapat terdjadi djika tidak dengan keadilan. Perdamaian dan kesedjahteraan dengan keadilan hanja dapatlah terdjadi dalam dunia ini oleh pengorbanan jang sukarela dari hak-hak jang telah ada. Tiada kebahagiaan tidak dengan kerdja. Akan tetapi sangat banjak kerdja tidak dengan kebahagiaan. Keadilan sosial berarti, bahwa semua kerdja harus dihargai dan dihormati dan dibajar setjara adil. Dan bahwa ada istirahat setelah bekerdja. Istirahat ini adalah kebahagiaan, jang hendak diberikan oleh Allah, Chalik, Pendamai dan Penebus, kepada segala machlukNja. <section end="bab5" /><noinclude>{{rh|||37}}</noinclude> t11jg4w8r1sw8qyg9j9fasjqmvgs67t Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/32 104 70300 315518 315148 2026-08-22T16:25:37Z Menyusurisudutnegeri 25205 315518 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab3" />{{hwe|kinannja|kemungkinannja}} untuk bersalah dari pada golongan terbesar dari pada suatu bangsa seluruhnja? 3) ''Sedjahtera manusia adalah suatu sedjahtera jang harus dipertahankan.'' Sedjahtera itu djustru untuk orang-orang lemah dan bertjatjat harus dipertahankan dengan kekuasaan dan kekuatan, kalau perlu dengan kekerasan sendjata djuga. Kesatuan suatu bangsa mau tidak mau mengharuskan adanja pendjagaan bersama untuk keamanan, kedalam polisionil dan keluar militer. Akan tetapi apakah itu sembojan nasib jang tua, jang mendjadi pegangan Pax Romana: Si vis pacem, para bellum. „Djikalau engkau menghendaki keamanan, bersedialah untuk perang.” Bukankah prinsip ini membawa kepada persendjataan kembali jang umum, suatu perlombaan untuk mempersendjatai diri, jang selalu berakibatkan peperangan jang lebih dahsjat lagi? Lihatlah persendjataan kembali dari Djerman dalam pettahanan Atlantik untuk menghadapi Rusia. Lihatlah pengumuman keadaan bahaja di Amerika. Apakah Hitler djuga selalu berkata-kata tentang damai dan sedjahtera, padahal peranglah jang dimak- sudkannja? Memang benar-benar: kita harus tadjam sekali memisahkan mana pendjagaan untuk mempertahankan diri dari suatu bangsa jang tjinta damai, jang tidak dapat dengan kurang hati-hati mengorbankan keamanan dalam batas-batas negaranja — mana militairisme agresif jang membinasakan, jang memuliakan peperangan dan mementingkan kekuasaan lebih dari pada keadilan. Siapa jang dapat mengatakan, dimana disini batas-batasnja? Siapakah jang dapat berseru kepada suatu bangsa untuk mengambil sikap militant dan bersama itu djuga memperingatkan, supaja djangan mengambil sikap militeristis? Hal ini hanja dapat terdjadi dalam suatu negara, Jang mempunjai polisi jang baik, akan tetapi bukan negara-polisi, dan jang mempunjai tentara kuat, akan tetapi bukan „negara militer”. Didalam demokrasi, pemegang kekuasaan negara itu ialah orang preman, bukanlah tentera. Akan tetapi setiap orang preman harus dapat mendjadi tentera dalam keadaan bahaja. Tidaklah baik, kalau ada perbedaan jang terlalu besar antara tentera dan orang preman. Seorang tentera pada suatu ketika harus dapat menanggalkan pakaian ketenteraannja. Ja harus dapat menginsafi bahwa tugas ketenteraannja adalah untuk sementara. Sebenar-benarnja ia menunggu-nunggu dengan tidak sabar akan perletakan sendjata seluruhnja, dimana pedang dan tombak ditempa mendjadi sabit dan penggali (Nabi Jesaja 2) <section end="bab3" /><noinclude>{{rh|28}}</noinclude> qh51tw1mldgoggieesmksw33yx5ffb1 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/33 104 70397 315519 315147 2026-08-22T16:25:55Z Menyusurisudutnegeri 25205 315519 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab3" />dan segala pakaian perang jang berlumur dengan darah didjadikan suatu timbunan akan dimakan api (Nabi Jesaja 9). ''Prinsip kebangsaan berarti perpaduan, persesuaian, keakuran, persatuan dari pada satu bangsa.'' Tetapi dengan demikian bangsa ini malahan membatasi diri dari pada bangsa-bangsa jang lain. Orang mendjadi asing satu sama lainnja. Negeri jang asing, bangsa jang asing, bahasa dan kebudajaan jang asing, adat-istiadat jang asing dirasakan mendjadi antjaman bagi dirinja. Kepelbagaian mendijadi pertjeraian. Perbedaan mendjadi persengketaan. Terdjadilah peperangan, karena beberapa bangsa tidak dapat lagi saling mengerti. Apakah harus demikian dan tetap tinggal demikian? Apakah kebangsaan harus mendjadi musuh perdamaian dan kesedjahteraan antata bangsa-bangsa? Memang tidak. Djuga kebangsaan dapat mendjadi abdi perdamaian dan kesedjahteraan internasional. Hal ini terdapat, djika kebangsaan itu mengadjar kita untuk mengartikan dan menghargai bangsa-bangsa, bahasa-bahasa dan kebudajaan-kebudajaan lain. Kebangsaan jang tulen menghormati djuga tjinta tanah air bangsa-bangsa lain. Kebangsaan mengadjak untuk mempeladjari dengan penuh hasrat bangsa-bangsa lain, untuk kerdja sama dalam kebudajaan, untuk saling mengirimkan mahasiswa-mahasiswa, untuk saling mengundjungi. Hal ini semuanja membantu mengalahkan instink-instink permusuhan dan menegakkan persahabatan antara bangsa-bangsa. (Bandingkan djuga dalam „Lahirnja Pantja-Sila” dengan peringatan Presiden Soekarno akan chauvinisme, jang didahului dengan perkataan-perkataan: „Saudara-saudara. Tetapi... tetapi... memang prinsip kebangsaan ini ada bahajanja!”) 4) Disini kita bukanlah berkata tentang prinsip pasifistis. Dalam hubungan ini kita tidak berbitjara tentang kesedjahteraan jang absolut. Kita membitjarakan kesedjahteraan umat manusia jang relatif, jang sementara, akan tetapi jang dapat diwudjudkan dalam waktu jang sedang berachir ini dan dalam dugia jang akan lenjap. ''Kesedjahteraan ini meliputi segala sesuatu, jang mengenat umat manusia dan jang mempertinggi deradjat umat manusia:'' tiap-tiap pernjataan kehidupan, tiap-tiap usaha kebudajaan, tiap-tiap perkembangan bakat dan karunia, tiap-tiap perkembangan kesenian, pengetahuan, teknik, perdagangan dan industri, pertanian dan pertambangan, semuanja, jang dapat mempertinggi deradjat kehidupan rakjat dan orang seorang. „Sjalôm” berarti bukan sadja perasaan hati jang puas, <section end="bab3" /><noinclude>{{rh|||29}}</noinclude> lzaeexnnt01j85ugc8pnkhwv44vhen4 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/34 104 70398 315520 315146 2026-08-22T16:26:12Z Menyusurisudutnegeri 25205 315520 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab3" />bukan sadja angan-angan seorang pertapa, jang mendjauhkan diri dari dunia. „Sjalôm” berarti djuga dan lebih lagi: lampu listrik, makanan jang baik, pakaian-pakaian untuk pesta, dan_hari-hari, waktu orang bebas dari pekerdjaan. Suatu perumahan, dimana suatu keluarga dapat berkembang. Kemungkinan bagi seorang anak untuk mendapat didikan, jang pantas dan sesuai baginja. Hal itu semua terdjadi, djika kita melihat peri-kemanusiaan dari sudut kesedjahteraan. Disinilah tugas Negara jang sebenarnja. Disinilah ia mendapatkan pokok dari segala usahanja: manusia sendiri, jang hendak tumbuh dan mengembangkan diri. Akan tetapi disini djuga si lemah jang menderita kekalahan: Pertumbuhan dan perhubungan manusia mudah mendjadi suatu perlombaan dari mereka, jang mempunjai keuletan jang terbesar. Perlombaan mendjadi persaingan. Persaingan menghasilkan kesombongan dan kebentjian. Dan kesudahannja dari pada semua ini ialah, bahwa kesenian, kebudajaan dan pengetahuan djatuh kembali kedalam tangan lapisan atas, dan hanja bagi lapisan atas ini, jang dinamakan orang-orang pilihan. Bangsa jang miskin dibiarkan djuga lapar dalam kebudajaan. Karena itu, maka mendjadi kewadjiban besar bagi negara demokrasi, untuk meninggikan deradjat orang-orang lemah. Kekajaan-kekajaan djasmani dan rohani suatu bangsa tidak boleh tinggal tetap milik orang-orang pilihan. Perikemanusiaan berarti: Kesehatan rohani dan djasmani untuk rakjat seluruhnja. ''Peri-kemanusiaan bukanlah berarti: suatu deradjat maximal untuk beberapa orang serta deradjat minimal untuk sisanja, melainkan deradjat maximal untuk tiap-tiap orang.'' Djika suatu bangsa dengan tjara jang demikian tengah berusaha untuk mentjapai dan mewudjudkan sedjahtera dari peri-kemanusiaan dalam hidupnja sendiri, maka ia memberi sokongan kepada perdamaian dan kesedjahteraan dunia. Dan bangsa jang demikian tidak hanja akan menerima sokongan internasional, akan tetapi djuga memberikan sokongan internasional. Harga dan arti sebenarnja dari suatu bangsa untuk hidup bersama setjara internasional tidaklah bergantung kepada djumlah meriam atau bom, jang dihasilkan oleh bangsa ini, djuga tidak kepada djumlah orang, djuga tidak kepada sumber-sumber pertolongan alam, akan tetapi kepada tingkatan pelaksanaan peri-kemanusiaan dalam golongan-golongan paling rendah. Djadi dengan tjara bagaimanakah suatu bangsa dapat berbakti kepada umat manusia? Dengan djalan diri sendiri mendjadi {{hws|berperi-kemanu|berperi-kemanusiaan}} <section end="bab3" /><noinclude>{{rh|30}}</noinclude> ndosc9ckys9ci6zdj4kadr7f3idctkg Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/35 104 70401 315521 315144 2026-08-22T16:26:33Z Menyusurisudutnegeri 25205 315521 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab3" />{{hwe|siaan|berperi-kemanusiaan}}. Bagaimanakah suatu bangsa dapat mendjadi berperi-kemanusiaan? Dengan djalan menghilangkan perbedaan-perbedaan golongan dan bangsa dan Jain-lain, jang dibawa dan dihidup-hidupkan oleh pikiran, bahwa diri sendiri lebih tinggi atau lebih kurang dari pada jang lain. 5) ''Apakah jang seharusnja mendjadi arti pengakuan keTuhanan jang Maha Esa dalam hubungan ini?'' Ialah begini: bahwa harus ada perdjoangan rohani untuk perdamaian dan kesedjahteraan. Bahwa perdjoangan rohani ini dengan tidak terbatas harus dapat menembus sampai pertanjaan-pertanjaan jang paling achir dan paling dalam. Bahwa harus diadakan kemungkinan untuk membawa didepan umum pertanjaan ini: Siapa Allah jang pohon perdamaian dan kesedjahteraan itu (Rum 15 : 33). Negara jang begitu adalah jang paling mendekati perdamaian dan kesedjahteraan, jaitu Negara jang tidak menghalang-halangi pertanjaan itu dipersoalkan. Djadi perkataan-perkataan „Ke Tuhanan jang Maha Esa” itu bukanlah suatu mantera, jang dapat dipakai negara untuk mengachiri perdjoangan rohani. Perkataan-perkataan itu bukanlah suatu sembojan, jang dipakai oleh suatu pemerintah untuk memerintahkan perdamaian antara bermatjam-matjam agama. Bukanlah djuga suatu pengakuan iman, suatu sahadat, jang dapat diletakkan oleh Negara kepada warga-negara-warga-negaranja. Anggapan jang sedemikian dari KeTuhanan jang Maha Esa akan bertentangan dengan Perikemanusiaan dan Kerakjatan. Anggapan ini akan bertentangan djuga dengan isi Undang-undang Dasar Sementara. Anggapan ini akan menggangegu perdamaian jang sesungguhnja didalam negeri. Perdamaian agama jang sebenarnja terdjadi dan terdapat disana, dimana negara ini sebenarbenarnja melindungi ''perbedaan-perbedaan'' agama dan tidak mengadakan usaha, untuk mengumumkan kepertjajaan kesatuan dan religi kesatuan, pengakuan iman kesatuan untuk warga negara semuanja. „Bukan sadja bangsa Indonesia bertuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknja bertuhan Tuhannja sendiri.” (Presiden Soekarno) Dalam suatu negara, jang didasarkan atas Pantja-Sila, dengan sendirinja orang-orang itu tidak saling membunuh lagi disebabkan oleh perkara-perkara agama, melainkan, bahwa perbedaan-perbedaan dalam lapangan keagamaan terbukti „setjara kebudajaan” dan „dengan tjara jang berkeadaban” (Presiden Soekarno) dan bahwa prinsip <section end="bab3" /><noinclude>{{rh|||31}}</noinclude> injsw9uztzmxda7yssv2lhz7ap759jz Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/36 104 70402 315522 315156 2026-08-22T16:26:59Z Menyusurisudutnegeri 25205 315522 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab3" />„verdraagzaamheid” atau toleransi didjalankan. (Lihatlah utjapan Presiden Soekarno dalam Lahirnja Pantja-Sila!) Marilah kita bertanja sekali lagi: Apakah artinja „KeTuhanan jang Maha Esa” dilihat dari sudut perdamaian dan kesedjahteraan? Tentu begini: „verdraagzaamheid” jang meliputi segala-galanja, suatu toleransi jang besar terhadap setiap usaha mentjari Allah, setiap pernjataan kepertjajaan-kepertjajaan. „Apakah tjara jang berkeadaban itu? ''Ialah hormat-menghormati satu sama lain.“'' (Presiden Soekarno) Itu bukanlah suatu telativisme. („Semua agama sama!”) Itu bukanlah syncretisme (tjampuran dari pada bermatjam-matjam agama). Akan tetapi hal itu berhubungan dengan sabar dan kasih, ang diadjarkan Tuhan kepada kita. <section end="bab3" /> <section begin="bab4" />{{rh||IV}} {{rh||PANTJA-SILA DARI SUDUT KEBAHAGIAAN.}} Pantja-Sila dari sudut kebahagiaan! Kita dapat djuga mengatakan: dari sudut kegembiraan! Sebab kebahagiaan dan kegembiraan dan kesukaan berhubungan rapat satu sama lain. Dan dengan demikian kita sekonjong-konjong datang dari lingkungan jang besar dari pada masjarakat dan negara kedalam suasana partikelir dan rumah tangga: Achir-achirnja usaha kita harus menudju kepada pelaksanaan kebahagiaan pribadi orang seorang dan keluarga, kebahagiaan jang berarti: mengetjap sendiri kemerdekaan, kesedjahteraan dan kemakmuran umum. Kebenaran jang dalam tersembunji dalam sembojan opportunisme: Ubi bene, ibi patria. (Tanah airku disana, dimana aku hidup senang.) Suatu tanah air, jang tidak memberi kemungkinan untuk kebahagiaan pribadi jang ketjil dari orang seorang dan rumah tangga, bukanlah tanah air. Kemerdekaan ''individuil'' mendjadi dalam dan oleh perdamaian dan kesedjahteraan ''kolektif'' kebahagiaan ''individuil'' kembali. Bagaimana djuga kehidupan bersama itu diatur: baik primitif maupun modern, baik ketimuran maupun kebaratan, baik komunis maupun liberal — suasana kepribadian dan kebahagiaan itu tidak dapat dipisahkan, Kebahagiaan dan ketidak-bahagiaan mengenai pribadi kita. Kegembiraan saja dan kesedihan saja tiada seorangpun jang merasakannja, dan djika saja mati, saja mati sendiri. Akan tetapi dapatlah terdjadi, bahwa kebahagiaan peribadi jang <section end="bab4" /><noinclude>{{rh|32}}</noinclude> e8z7bspb506jvcftlw6qcnys25n3juq Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/47 104 70403 315536 202719 2026-08-22T16:43:44Z Menyusurisudutnegeri 25205 315536 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="pendahuluan-1" />{{hwe|hasa|bahasa}} dan kebudajaan kita: untuk memberikan suatu sumbangan bagi kebudajaan dunia, Kita akan berusaha mentjapai kesatuan nasional: dengan tidak menekan keaslian-keaslian dari suku-suku bangsa. Kita akan membangunkan suatu angkatan perang bagi pendjagaan nasional: dengan tidak mengabaikan sifat sipil dari masjarakat kita. Kita akan selalu merasa sebagai sebahagian kehidupan bersama dari umat manusia semua, dan kita akan memberikan, didalam perhubungan nasional kita sendiri, tjukup ruangan kepada individu. 3) Perdebatan jang besar terdjadi tentang interpretasi jang tepat mengenai sila jang pertama, ''Ketuhanan jang Maha Esa.'' Hampir tidak mungkin untuk menterdjemahkan perkataan-perkataan ini kedalam bahasa jang lain dengan tepat. Kesukaran itu terdjadi oleh karena kombinasi daripada kata jang abstrak „Ketuhanan” dengan tambahan „jang Maha Esa”. Tambahan ini lebih baik disesuaikan dengan kata „Tuhan”. „Tuhan jang Maha Esa” adalah Allah jang Maha Tunggal, sedangkan „Ketuhanan” adalah lebih kabur dan berarti „jang ilahi”, „suatu kuasa ilahi”. Rumus „Ketuhanan jang Maha Esa” itu tidak dapat disangkal, membawa tjap kompromi diantara anggapan-anggapan keislaman, kedjawaan dan modern dilapangan agama, sehingga diberi kesempatan untuk berbagai-bagai tafsiran. Mr. Takdir Alisjahbana dalam Rapat Tahunan dari Perhimpunan Pendidikan Indonesia, jang diselenggarakan pada achir bulan Desember 1950 di Bandung, telah mengadakan kritik jang keras terhadap pemakaian jang tidak mendalam dari Pantjasila: „Pembitjara mengadakan ketjaman bermatjam-matjam sembojan tak berisi jang diulang-ulang tak habis-habisnja. Pantjasilapun, tjampuran beberaa pengertian jang bertentangan, masih harus diisi. Kita harus mengetahui dengan tepat, djelas dan njata, hendak kemana kita, apa tudjuan pengadjaran dan pendidikan kita. Kita harus mengadjar bangsa kita berpikir rasional, zakelijk, berdasarkan ilmu pengetahuan. Kalau kita hendak menempati tempat kita dalam barisan bangsa-bangsa sebagai orang jang sederadjat, haruslah kita beladjar mengarahkan perhatian kita kedunia internasional. Sedjarah menundjukkan bagaimana sesuatu kebudajaan jang timbul disuatu tempat jang tertentu, diambil oleh bangsa-bangsa lain dan dikembangkan selandjutnja sebagai kepunjaan bersama” (Demikianlah perselah tentang rapat tahunan jang tersebut tadi). Kritik ini telah berakibatkan suatu kegemparan. Dalam suatu {{hwe|in|interpiuw}} <section end="pendahuluan-1" /><noinclude></noinclude> piivb4wxq31poxk6c7jwctupi5e2qfd Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/46 104 70405 315534 315183 2026-08-22T16:40:28Z Menyusurisudutnegeri 25205 315534 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="pendhauluan-1" />{{hwe|pamanja|umpamanja}}, apakah artinja untuk saja kata-kata „jang”, „didalam”, „bapa” „kami”, „sorga”, djikalau kata-kata ini terlepas satu dari jang lain-lain, Akan tetapi betapa besar perbedaannja, djika kelima kata-kata ini dirangkaikan dan dipersatukan sebagai suatu permintaan doa: „Bapa kami jang didalam sorga.” Begitupun djuga halnja dengan Pantjasila: Kelima sila itu satu persatu adalah lima perkataan besar, jang harus dibatja seakan-akan sebuah kalimat, djikalau kita bermaksud hendak mentjapai suatu pertjakapan jang berfaedah. Kita harus selalu bertanja kepada diri sendiri: Apakah artinja kelima kata-kata ini didalam perhubungannja satu dengan jang lain? 2) Kata-kata jang berdiri sendiri-sendiri gampang mendjadi sembojan atau slogan jang tidak berisi. Kata-kata itu hendak berkuasa atas segala sesuatu dan hendak menjampingkan segala kata-kata lain. Demikianlah sekarang, kata ''„demokrasi”'' jang baik itu harus membenarkan politik Amerika seluruhnja. Segala sesuatu jang dilakukan oleh orang Amerika, dilakukan demi nama „demokrasi”. Sebaliknja orang Rusia mengatakan, bahwa hanja mereka sadja jang telah melaksanakan ''keadilan sosial.'' Dan djuga segala ketidak-adilan jang dilakukan mereka terdjadi demi nama keadilan sosial. Oleh karena itu, maka adalah paling penting, bahwa Pantjasila mendampingkan ''kedua sembojan itu'' dan menjerukan kepada bangsa Indonesia, untuk melaksanakan ''didalam'' demokrasi ''keadilan sosial'' dan melaksanakan keadilan sosial ''dengan tjara jang demokratis,'' attinja: dengan mempertahankan kebebasan sepenuhnja. Djika berdiri sendiri, maka ''„kebangsaan”'' itu adalah suatu kata jang sangat berbahaja sekali. Oleh karena berdiri sendiri ini, dalam beberapa puluh tahun jang achir ini, kebangsaan telah membawa penderitaan jang sangat banjak bagi bangsa-bangsa. Eropah hampir dimusnakan oleh kebangsaan; demi nama kebangsaan Hitler telah meruntuhkan bangsanja. Demi nama kebangsaan bangsa Djepang telah mengindjak-indjak bangsa-bangsa lain. Akan tetapi betapa bedanja, bilamana kata „kebangsaan” itu ditarohkan disamping kata ''„perikemanusiaan”'', dan oleh karena itu seolah-olah dikendalikan dan dibatasi! Djikalau demikian, maka barulah kita dapat berkata-kata dengan bebas tentang kebebasan dan kemerdekaan nasional: didalam perhubungan internasional dari bangsa-bangsa. Dengan berterima kasih, kita akan memelihara {{hws|ba|bahasa}} <section end="pendhauluan-1" /><noinclude>{{rh|42}}</noinclude> jdf8hg44w7nq33hrr00t8f5lcgqnb60 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/37 104 70408 315524 315160 2026-08-22T16:30:00Z Menyusurisudutnegeri 25205 315524 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab4" />ketjil ini tidak lagi memuaskan orang-orang dan bahwa bangsa-bangsa seluruhnja serentak berdiri untuk mentjari kebahagiaan jang besar. Maka datanglah malapetaka diatas bumi, peperangan dan revolusi merusakkannja dan bergontjanglah bumi itu karena pertempuran jang diadakan untuk kebahagiaan. Dan kemerdekaan, perdamaian, kesedjahteraan dan kebahagiaan dari berdjuta-djuta orang dikorbankan untuk tudjuan besar, jang belum dikenal orang. Ditengah-tengah kelaparan akan kebahagiaan jang putus harapan ini berdirilah Jesus dan berkata (Matius 5):<br> ''„Berbahagialah'' segala orang jang rendah hatinja, karena mereka itu jang empunja keradjaan surga. <br> ''Berbahagialah'' segala orang jang berdukatjita, karena mereka itu akan dihiburkan. <br> ''Berbabagialah'' segala orang jang lembut hatinja, karena mereka itu akan mewarisi bumi. <br> ''Berbahagialah'' segala orang jang lapar dan dahaga akan kebenaran, karena mereka itu akan didjamu sehingga kenjang. <br> ''Berbahagialah'' segala orang jang menaruh kasihan, karena mereka itu akan beroleh rahmat. <br> ''Berbahagialah'' segala orang jang sutji hatinja, karena mereka itu akan memandang Allah. <br> ''Berbahagialah'' segala orang jang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah.” Disini dimaklumkan oleh Tuhan Allah pelaksanaan ''kebahagiaan, kesedjahteraan, perdamaian dan kemerdekaan'' dalam keradjaanNja jang akan datang. Akan tetapi jang terachir ini djuga akan diperbuatNja menurut tjaraNja sendiri jang merdeka dan berdaulat: ''„berbahagialah'' segala orang jang ''mendamaikan'' orang, karena mereka itu akan disebut ''anak-anak Allah”'' (anak-anak Allah itulah ''orang-orang merdeka'' dalam Alkitab). ''Apakah jang akan kelak terdjadi dengan Pantja Sila?'' 1. ''Ketuhanan jang Maha Esa'' tidak lagi akan mendjadi prinsip jang kabur dan tiada tertentu. Daripada ,,Tuhan jang tiada dikenal” (Kissah 17 : 23), maka berdirilah kemuliaan Allah jang hidup: „Berbahagialah segala orang jang sutji hatinja, karena mereka itu akan memandang Allah.” 2. ''Peri Kemanusiaan'' tidak akan mendjadi tjita-tjita manusia jang bertjatjat lagi. Sebab Allah akan mengeringkan air mata manusia, <section end="bab4" /><noinclude>{[rh|||33}}</noinclude> o5royrx6j3jb3rwx0kojx92w41ol8cz Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/38 104 70411 315525 315162 2026-08-22T16:30:18Z Menyusurisudutnegeri 25205 315525 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab4" />„maka tiadalah ada lagi maut, atau perkabungan, atau tangisan, atau kesakitan pun tidak akan ada lagi, karena segala perkara jang pertama sudah lenjap” (Wahju 21 : 4): „Berbahagialah segala orang jang berdukatjita, karena mereka itu akan dihiburkan.” 3. ''Kebangsaan'' akan berachir dengan adanja kekuasaan bangsa baru jang lembut hati diseluruh muka bumi: „Berbahagialah segala orang jang lembut hatinja, karena mereka itu akan mewarisi bumi.” 4. ''Kerakjatan'' akan lenjap dan dimasukkan kedalam keradjaan surga, dimana orang-orang jang miskin rohani mendapat kewarganegaraan jang penuh: „Berbahagialah segala orang jang rendah hatinja, karena mereka itu jang empunja keradjaan surga.” 5. ''Keadilan sosial'' akan tertjapai sepenuhnja oleh keadilan Allah, jang menaruh kasihan dan oleh pengasihan Allah, jang adil: „Berbahagialah orang jang lapar dan dahaga akan kebenaran, karena mereka akan didjamu sehingga kenjang. Berbahagialah segala orang jang menaruh kasihan, karena mereka itu akan beroleh rahmat.” Itulah ''kebahagiaan jang besar'' jang hendak diberikan Tuhan Allah. Akan tetapi djika kita sungguh-sungguh dan tekun mengidamkan kebahagiaan jang besar ini, kita berterima kasih akan suatu negara, jang hendak mengusahakan dan melindungi kebahagiaan jang ketjil, jang sementara dan fana diatas bumi ini. Untuk negara ini kita boleh dan akan berdo’a. Dan kita akan membantu! Bantuan kita akan mempunjai arah tertentu, ja’ni arah jang ditundjukkan oleh Kristus kepada kita dalam chotbah diatas bukit: Kita ingin mendjadi orang-orang jang miskin rohani dan karena itu selalu akan berpihak kepada orang-orang miskin. Kita ingin mendjadi orang-orang jang berdukatjita dan karena itu akan mengundjungi dan menghiburkan orang-orang jang berdukatjita. Kita ingin mendjadi orang-orang jang lembut hati dan karena itu akan bermurah-hati. Kita ingin mendjadi orang-orang jang lapar dan dahaga akan keadilan, dan karena itu akan membela segala orang, jang menderita ketidak-adilan. Kita ingin mendjadi orang-orang jang menaruh kasihan, karena itu akan mengampuni kesalahan-kesalahan orang lain. <section end="bab4" /><noinclude>{{rh|34}}</noinclude> t71b22dezk43nw6hzdhimhn7hw6hy2k Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/39 104 70412 315526 315163 2026-08-22T16:30:43Z Menyusurisudutnegeri 25205 315526 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="bab4" />Kita ingin eeiniad orang-orang jang sutji hatinja, dan karena itu akan bergaul dengan orang-orang lain dengan tulus, djudjur dan benar. Kita ingin mendjadi orang-orang jang mendamaikan orang dan karena itu akan membuat diri sendiri tjinta damai dan memelihara perdamaian. Dengan tjara demikian hendak kita mengertikan dan menafsirkan Pantja Sila dan dengan tjara demikian kita akan mengabdikan diri sebaik-baiknja kepada Negara Indonesia. <section end="bab4" /> <section begin="bab5" />{{rh||V}} {{rh||KESIMPULAN.}} Tuhan Allah telah membebaskan kita dengan salib dan kebangkitan Jesus Kristus. Tuhan Allah membangunkan perdamaian dan kesedjahteraan dengan keadilan dan menegakkan keadilan dengan sengsara Jesus Kristus jang tidak bersalah. Tuhan Allah akan mewudjudkan kebahagiaan jang sempurna dalam keradjaan jang akan datang. Hal itu berarti terhadap Pantja Sila: 1. Negara jang adil mendjamin sepenuhnja keinsafan batin, kepertjajaan dan pernjataan kepertjajaan. Bukanlah untuk kepertjajaan itu sendiri, melainkan kebebasannja dapat dan harus dipelihara negara. Kesedjahteraan agama-agama jang sebenar-benarnja terdjadi disana dimana negara tiada menghalang-halangi djalannja perdjoangan rohani untuk mentjari kebenaran. Untuk melaksanakan usahausaha keagamaan tidaklah dipakainja alat-glat kekuasaannja. Ada orang-orang jang mungkin mengorbankan kebahagiaan jang sementara dan duniawi untuk kebahagiaan jang absolut, jang diharapkannja dari Tuhan. Negara menghormati pengorbanan jang begini, tetapi megara sendiri tidaklah memintanja. Negara tiada mengorbankan kebahagiaan jang sekarang daripada warganegara-warganegaranja kepada suatu prinsippun, djuga tidak kepada prinsip „Ketuhanan jang Maha Esa”. Negara hanja meminta pengorbanan <section end="bab5" /><noinclude>{{rh|||35}}</noinclude> qchdnui5d40r6xh1r0zcmomi1b5cjlv Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/48 104 70416 315537 315184 2026-08-22T16:44:07Z Menyusurisudutnegeri 25205 315537 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="pendahuluan-1" />{{hwe|terpiu|interpiu}} Mr. Takdir Alisjahbana telah menegaskan lagi pendiriannja. Dari interpiu ini kita kutip jang berikut: ,Anggapan, bahwa Pantjasila itu adalah tjampuran beberapa pengertian jang bertentangan, dibuktikan oleh Takdir sebagai berikut: Pada ketika pembitjaraan mengenai undang-undang pendidikan dilakukan di Jogja didalam K.NIP., maka terdjadilah suatu pertentangan jang besar antara P.N.I. dan Masjumi perihal tafsican daripada Pantjasila, berhubung dengan soal peladjaran agama jang diharuskan disekolah rendah. Apakah sebenarnja arti „Ketuhanan jang Maha Esa”, djikalau ditempatkan disamping „Demokrasi” (sila jang keempat)? Djikalau di Indonesia ada sebuah perkumpulan jang tidak mau mengakui adanja Allah — apakah perkumpulan ini mendjadi suatu perkumpulan jang terlarang? Djikalau kita berpegang pada Ketuhanan jang Maha Esa, maka sebetulnja perkumpulan-perkumpulan sematjam ini harus dilarang! Akan tetapi djika kita berpegang pada Demokrasi, maka perkumpulan-perkumpulan sematjam itu diluaskan!” (Diterdjemahkan dari „Nieuwsgier”, 23 Djanuari 1951.) Saudara-saudara! Daripada perkataan Mr. Takdir Alisjahbana ini kita menarik kesimpulan sebagai berikut: a) Prinsip pertama daripada Pantjasila tidak dapat berarti, bahwa warganegara Indonesia diharuskan pettjaja akan Allah.<br> b) Prinsip Ketuhanan jang Maha Esa djuga tidak dapat berarti, bahwa warganegara itu diwadjibkan menggabungkan diri pada sesuatu agama atau menjuruhkan anak-anaknja untuk mengambil bahagian dalam peladjaran agama.<br> c) Prinsip ini djuga tidak dapat berarti, bahwa negara harus mempunjai suatu kementerian jang chusus untuk hal ini, dan bahwa negara itu diwadjibkan memberi sokongan uang kepada agama-agama satu persatu pada chususnja, atau kepada keagamaan pada umumnja. Djika seandainja berlainan dengan itu, maka benarlah jang dikatakan oleh Mr. Takdir itu. Sebab sila pertama itu akan bertentangan dengan sila keempat, tetapi djuga dengan sila kedua: Maka ia akan bertentangan dengan hak-hak manusia jang umum dan dengan hak-hak demokrasi, chususnja dengan kebebasan agama. Akan tetapi hal itu bukanlah maksud sila jang pertama itu. Djuga sila ini — djustru sila ini! — tidak boleh dikeluarkan dari perhubungannja dengan <section end="pendahuluan-1" /><noinclude>{{rh|44}}</noinclude> jp2mxcv9wlu7xgjvwyzri3kmp05keat Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/49 104 70417 315538 315185 2026-08-22T16:44:26Z Menyusurisudutnegeri 25205 315538 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="pendahuluan-1" />sila-sila jang lain. Sila pertama tidak dapat mempunjai arti jang membawanja kepada pertentangan dengan sila kedua dan keempat. Akan tetapi apakah jang harus mendjadi arti sila pertama itu? Tentu sekali ini: Negara Indonesia memperlihatkan dengan sila pertama ini, bahwa ia hendak memberikan kebebasan dan ruangan berkembang kepada setiap agama dalam batas-batas kesusilaan dan hukum. Sebaliknja daripada Sovjet-Rusia umpamanja, maka Negara Indonesia menghormati dan melindungi kehidupan agama dari warganegaranja. Negara itu menginsafi, bahwa segala kemerdekaan jang lainnja berurat berakar didalam kemerdekaan agama. Selama Pantja-Sila itu berlaku, maka ditanah ini tidak seorangpun akan menderita karena agama jang dipeluknja. Tafsiran tentang Ke-Tuhanan Jang Maha Esa ini sesuai dengan utjapan jang ditudjukan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 29 Djanuari 1951 kepada Kongres Filipina di Manila: „Belief in the Divine Omnipotence forms the essence of our culture, expressing itself in ''mutual respect and tolerance and in an elevated code of honour.''” (Lihat „Indonesian Review”, No 2, 1951.) Perhatikanlah disini pengertian ,tolerance’. Pengertian ini menjatakan dengan tegas arti dan maksud sila pertama itu dalam hubungan Pantja-Sila. Sila ini ialah pernjataan hormat dari suatu toleransi positip, suatu kesudian jang tulus dan suatu chidmat dari negara terhadap agama pada umumnja, serta terhadap bermatjam-matjam agama dan pengakuan iman pada chususnja. Itulah jang didjamin oleh sila jang pertama: tidak lebih banjak, akan tetapi djuga tidak lebih kurang daripada itu. (Bandingkanlah „Lahirnja Pantja-Sila”: Disitu prinsip Ke-Tuhanan didjelaskan oleh Presiden Soekarno dengan dipakainja dua kali perkataan Belanda „verdraagzaamheid”.) Sungguh! „Pendeta” itu tidak boleh berkuasa atas Indonesia: Tidak boleh ada theokrasi. Akan tetapi, demikian djuga „ksatria” dan „saudagar” tidak boleh berkuasa. Pantjasila adalah kesatuan. Pantjasila tidak dapat dibagi-bagi. Radja Iskandar jang memelihara kesatuan ini dan jang mengurus harmoni dan keseimbangan daripada bermatjam-matjam tenaga, sudah mati. Oleh siapakah dia harus diganti? Dizaman kita tidak mungkin lagi oleh seorang sadja, djuga tidak mungkin oleh Bung Karno! Pengganti Radja Iskandar ialah ''petani'' itu, jang telah berangkat kesebelah Timur: ja’ni {{hws|selu|seluruh}} <section end="pendahuluan-1" /><noinclude>{{rh|||45}}</noinclude> ebhdshonuh9a0fnxatafuvo17aaef3g Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/53 104 70437 315544 315194 2026-08-22T16:47:51Z Menyusurisudutnegeri 25205 315544 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="pendahuluan-2" />Apakah gunanja, djika feodalisme jang lama dari kaum ningrat dipatahkan, sedangkan sebagai penggantinja timbul feodalisme jang baru dari kaum kapitalis, jaitu kekuasaan „bangsawan uang”! b) Suatu ''kebangsaan'' jang tidak sosial, tidak berharga. Hal itu telah dinjatakan dengan dijelas oleh Soetan Sjahrir dalam bukunja „Perdjuangan kita”. Suatu revolusi, jang bukanlah revolusi sosial, adalah suatu keributan sadja, tetapi bukanlah revolusi jang sebetulnja. Pembebasan daripada kuasa pendjadjahan haruslah mengakibatkan kebebasan semua orang miskin dan orang tertindas. Penindas lama tidak boleh diganti dengan penindas baru. Djuga kemerdekaan tidak dapat dibagi-bagi: Kemerdekaan dan kebebasan adalah milik semua orang. c) Suatu ''peri-kemanusiaan'' jang tidak berakibatkan keadilan sosial tetaplah mendjadi suatu teori, suatu tjita-tjita tidak dengan kenjataan, suatu roh tidak dengan tubuh. Seseorang dapat mendjadi seorang humanist jang besar dalam teori dan mentjintai seluruh umat manusia: „Seid umschlungen, Millionen, diesen Kuss der ganzen Welt”! Akan tetapi orang itu djuga, dalam prakteknja dapat menolak untuk pergi kepada penghuni rimbu sebagai guru atau dokter. d) Suatu ''agama'', jang tidak memperhatikan dan memberantas penderitaan sosial, memang benar „madat untuk rakjat!” Karena Tuhan Allah itu tiada dapat diketemukan dalam agama jang demikian. Tuhan Allah hendak menolong manusia, baik tubuh maupun djiwa. Tuhan Allah adalah pembalas dari segala ketidak-adilan. Tuhan Allah telah mendjadi miskin, untuk mendjadi kita kaja: „Karena kamu mengetahui anugetah Tuhan kita Jesus Kristus bahwa Ia, walaupun kaja, tetapi mendjadi papa karena sebab kaum, supaja kaum ini dengan djalan kepapaannja itu mendjadi kaja”! (2 Korintus 8 : 9). Tuhan Jang Maha Esa telah menderita kelaparan, untuk mengenjangkan orang-orang jang menderita kelaparan. Maka Tuhan Allah itu berdjalan melalui segala pintu gerbang semua sila, supaja Ia sebagai orang petani mengembalikan hak orang-orang miskin. Dari sini kita mengambil kesimpulan jang berikut: bahwa setiap konperensi tentang Pantjasila mesti gagal, djikalau pada hari jang penghabisan baru dibitjarakan dengan sungguh-sungguh soal-soal „rakjat” dan „buruh”. Marilah kita djuga mulai tidak diawang- awang, akan tetapi diatas bumi ini; sebab Tuhan Allah telah {{hws|men|mendjadi}} <section end="pendahuluan-2" /><noinclude>{{rh|||49}}</noinclude> 5ef9nd9hrej8da0n4shvalph6l76jwg Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/54 104 70438 315545 315195 2026-08-22T16:48:34Z Menyusurisudutnegeri 25205 315545 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="pendahuluan-2" />{{hwe|djadi|mendjadi}} manusia. Marilah pembitjaraan jang pertama itu kita persilakan bukan kepada pendeta atau kepada kesatria, melainkan kepada petani, ja'ni rakjat. <section end="pendahuluan-2" /> <section begin="pendahuluan-3" />{{rh||III}} {{rh||TUDJUAN PANTJA-SILA.}} 1) Kita telah membitjarakan kesatuan dan susunan Pantja-Sila. Marilah kita tekankan, bahwa kesatuan ini bukanlah kesatuan jang diam dan statis dan bahwa susunan ini bukanlah susunan jang kaku, jang tidak bergerak. Kelima sila ini bukanlah seperti lima bintang jang masing-masing mempunjai djalannja sendiri didalam alam semesta dan achirnja barangkali akan saling mendjauhkan diri. Garis-garis geometri jang kita tarik diantara bintang-bintang jang demikian pada waktu malam hari, bukanlah garis-garis tenaga jang sebenarnja didalam alam semesta. Gambaran bintang adalah kombinasi jang kebetulan dan jang sembarangan dari fantasi kita. Tetapi Pantja-Sila itu tidak boleh dianggap sebagai kombinasi jang demikian, Sebaliknja, kombinasi kelima sila itu berarti, bahwa disini diketemukan konstellasi tenaga-tenaga ini saling tarik-menarik dan tolak-menolak, tetapi meskipun demikian merupakan suatu kesatuan jang erat. Maka oleh karena itu menjusun dan menjalurkan tenaga-tenaga ini, mendjadi kewadjiban jang tetap bagi orang-orang jang bergumul dan bekerdja sekarang dan bagi banjak lagi turunannja jang akan datang. Kelima sila itu dapat kita umpamakan lebih tepat dengan lima kotak sawah jang bertingkat-tingkat letaknja, Tidak ada sekotak sawahpun jang tidak membagikan airnja. Tiap-tiap kotak memberikan air kepada kotak jang lainnja. Ini berarti terhadap Pantja-sila: Pergaulan dengan Tuhan Allah memungkinkan manusia bergaul dengan sesamanja. SCsama manusia ini terutama diketemukan dalam bangsa sendiri. Disini tempatnja, dimana manusia mendjadi warganegara. Dan organisasi ketatanegaraan mendjadi alat untuk mentjapai ekonomi jang lebih baik bagi tiap-tiap orang. Tapi kebalikannjapun benar djuga: Dengan pekerdjaannja buruh itu meletakkan dasar untuk pertumbuhan politik jang sehat. Bentuk negara jang demokratis memberi kesempatan kepada bangsa untuk bertumbuh. <section end="pendahuluan-3" /><noinclude>{{rh|50}}</noinclude> gg67828umdoecphja7z8yiulbil6hoe Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/50 104 70444 315541 315204 2026-08-22T16:46:47Z Menyusurisudutnegeri 25205 315541 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="pendahuluan-1" />{{hwe|ruh|seluruh}} bangsa Indonesia, ja’ni pemuda pemudi Kristen djuga. Kewadjiban saudaralah untuk memperdjoangkan kesatuan Pantjasila, jang tidak dapat dibagi-bagi itu! <section end="pendahuluan-1" /> <section begin="pendahuluan-2" />{{rh||II}} {{rh||SUSUNAN PANTJA-SILA.}} 1) Kelima sila itu mempunjai susunan jang tertentu, jang tidak boleh diubah begitu sadja. Pada waktu Pantjasila itu dilahirkan — hal ini terdjadi dalam ''pidato Ir. Soekarno'' pada tanggal 1 Djuni 1945 — maka susunan sila-sila itu masih sebagai berikut: # Kebangsaan Indonesia<br> # Internationalisme, atau peri-kemanusiaan<br> # Mufakat, atau demokrasi<br> # Kesedjahteraan sosial.<br> Last not least, maka prinsip Ketuhanan jang Maha Esa ditambahkan, jang andaikan puntjak dan jang menjelubungi sila-sila jang lain: 4 + 1 = 5! Pada waktu itu prinsip Kebangsaan itu masih terletak pada tempat, jang sekarang — jang memang pada tempatnja! — adalah tempat prinsip Perikemanusiaan. Dalam Undang-undang Dasar RI, tgl. 18 Agustus 1945, Pantjasila itu terdapat pada alinea keempat daripada Pembukaan dalam bentuk jang berikut: ''„Ketuhanan Jang Maha Esa, kemanusiaan jang'' adil dan beradab, ''persatuan Indonesia,'' dan ''kerakjatan'' jang dipimpin oleh hikmat kebidjaksanaan dalam permusjawaratan/perwakilan, serta dengan mewudjudkan suatu ''keadilan'' sosial bagi seluruh rakjat Indonesia”. Maka disini sudah ditetapkan urutan dan susunan jang terachir dan jang berlaku sekarang: # Ketuhanan Jang Maha Esa # Kemanusiaan # Persatuan Indonesia # Kerakjatan # Keadilan sosial. <section end="pendahuluan-2" /><noinclude>{{rh|46}}</noinclude> 935awtyh5rclyznauhhjlkqna0y6j5b Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/52 104 70445 315543 315193 2026-08-22T16:47:32Z Menyusurisudutnegeri 25205 315543 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="pendahuluan-2" />{{hwe|lindungin|pelindungan}} dalam Ketuhanan Jang Maha Esa terhadap Kebangsaan atau terhadap Kerakjatan, jang melampaui batas. b) Keempat sila jang berikut dapat dibagi mendjadi dua tambah dua: 5 = 1 + 2 + 2. Perikemanusiaan dan Kebangsaan merupakan suatu pasangan dan saling mengisi atau djika perlu saling memperbaiki. Demikian djuga berlaku untuk Kerakjatan dan Keadilan sosial. Dalam hal ini penting, bahwa Peri-kemanusiaan itu didahulukan daripada Kebangsaan: Kesatuan jang lebih tinggi, dimana termasuk segala bangsa, disebut lebih dahulu, jaitu kemanusiaan. Hanja dalam kemanusiaan, hanja didalam perhubungan internasional dan dalam kerdja sama internasional, maka kesatuan nasional dapat memperoleh tempatnja jang benar. Sesuatu bangsa, jang menempatkan kebangsaan diatas kemanusiaan, mendjadi suatu bahaja untuk umat manusia. c) Maka „diktatur proletariat” itu tidak mungkin, djika keadilan sosial itu dilaksanakan menurut aturan-aturan demoktrasi jang keras: dalam lingkungan kerakjatan. Karena itu, djuga disini urutan dan susunan itu penting. 3) Tetapi sekarang marilah kita kembali sebentar kepada perumpamaan Radja Iskandar dengan kelima penasehatnja. Kita telah lihat, bahwa Radja Iskandar telah mengangkat ''petani'' itu mendjadi penasehatnja jang pertama. Bukannja pendeta! Akan tetapi orang jang bekerdja dan jang mempunjai kebutuhan. Sila jang pertama, kedua, ketiga dan keempat haruslah memelihara sila jang kelima. Sila jang kelima dan jang terachir ini haruslah mendapat perhatian jang terbesar dalam negara dan masjarakat. Marilah kita selalu udji tafsiran kita tentang Pantjasila itu pada sila jang kelima, untuk mengetahuinja, apakah tafsiran ini sesuai dengan kenjataan. Segala sila-sila jang lain gampang berubah mendjadi peranganan, jang kita dapat bandingkan dengan rumah chajal. Dalam rumah jang demikian seorangpun tidak dapat tinggel. Petani itu tinggal dalam teratak diatas bumi. Buruh itu tinggal dalam gubuk dikampung. Disanalah terletak nasib negara itu. Marilah hal ini kita djelaskan dengan beberapa tjontoh: a) Suatu ''demokrasi'' tidak dengan keadilan sosial tidaklah berisi. Pelaksanaan demokrasi itu haruslah berdjalan terus dan tidak hanja memasuki kehidupan politik, melainkan djuga kehidupan ekonomi. <section end="pendahuluan-2" /><noinclude>{{rh|48}}</noinclude> o9sem7fppe1p84ixd20nzcqe59c0oqm Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/55 104 70446 315547 315197 2026-08-22T16:49:27Z Menyusurisudutnegeri 25205 315547 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="pendahuluan-3" />Suatu bangsa jang merdeka keluar dan kedalam adalah suatu berkat bagi umat manusia. Dan dimana umat manusia betul-betul dilajani, disana Allah, Chalik, dipudji. Akan tetapi perumpamaan kelima kotak sawah itu tidak terlalu tepat: Garis-garis penghubungnja tidak boleh ditarik kesatu arah sadja, Tiap-tiap sila dihubungkan dengan tiap-tiap sila: Peri-kemanusiaan umpamanja, membuktikan kekuatannja dalam memelihara kemerdekaan agama, tetapi djuga dalam memelihara segala hak-hak demokrasi lainnja. Perikemanusiaan ini melindungi mereka jang lemah dalam bangsa sendiri, tetapi pula membela tiap-tiap bangsa dalam dunia jang lemah dan tertindas. Kebangsaan mentjiptakan persekutuan bangsa jang tulen, jang memberikan tanah air kepada orang miskin djuga. Kebangsaan mengadjarkan kepada orang-orang miskin dan kaja, tinggi dan rendah untuk sama-sama mendirikan satu rumah. Kebangsaan memberikan kepada tiap-tiap orang kesempatan jang pertama dan terbaik untuk berkembang. (Masaalah emigrasi menundjukkan bahwa kebangsaan djuga lemah dan bertjatjat.) Kebangsaan ini memaksa untuk mengadakan pertjakapan dengan teman sebangsa tentang soal-soal jang dalam mengenai kehidupan dan kematian. Demikianlah kita akan dapat terus menarik garis-garis dari tiap-tiap sila ke-tiap-tiap sila jang lain. Tiada sila jang berdiri sendiri. Tiada sila terdapat tersendiri. Tiada sila ada untuk dirinja-sendiri. Tiada sila mempunjai tudjuan padanja sendiri. Begitu djuga dengan kementerian-kementerian dari pemerintah. Kementerian Luar Negeri ada bukan untuknja sendiri. Kementerian Kehakiman tiada mempunjai tudjuan padanja sendiri. Kementerian Kesehatan ada tidak untuk kepentingannja sendiri. Begitupun Kementerian Pendidikan tidaklah mempunjai tudjuan padanja sendiri. Semua melajani semua. Hanja dalam kerdjasama antara satu sama lainnja, maka kementerian-kementerian itu mempunjai arti dan faedah. Begitu djuga perhubungan antara kelima sila itu harus dipandang sebagai perhubungan jang hidup. ''Tudjuan dan maksud tiap-tiap sila djustru terdapat dalam sila-sila jang lain.'' Makin kuat garis-garis itu ditarik antara kelima titik ini, maka makin kuatlah Pantjasila itu seluruhnja. 2) Tetapi seluruhnja daripada Pantjasila djuga tidak mempunjai tudjuan padanja sendiri. Pantjasila itu tidak lain daripada suatu fondamen, Fondamen sendiri tidaklah berarti. Fondamen itu ada <section end="pendahuluan-3" /><noinclude>{{rh|||51}}</noinclude> oznrt5v8vlcf7d2vpw8i0s6qfo1gov1 Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/56 104 70447 315548 315198 2026-08-22T16:49:48Z Menyusurisudutnegeri 25205 315548 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="pendahuluan-3" />untuk rumah, jang didirikan diatas fondamen ini. Rumah jang didirikan diatas Pantjasila itu adalah Negara Indonesia. ''Djadi Pantjasila itu ada untuk Negara Indonesia.'' Pantjasila sendiri bukanlah suatu rumah untuk didiami. Dalam prinsip-prinsip tiada seorangpun jang dapat tinggal. Prinsip-prinsip harus mendjadi kelihatan dan dapat diraba. Hal ini terdjadi dalam negara jang didirikan diatas Prinsip-prinsip ini. Negara adalah suatu usaha untuk mewudjudkan suatu ideal mendjadi kenjataan. Radja Iskandar memerlukan lima orang penasehat. Akan tetapi kelima penasehat itu membutuhkan Radja Iskandar untuk melaksanakan rentjana-tentjana mereka. Rentjana tidak selamanja sesuai dengan pelaksanaan. Akan tetapi tidak ada seorangpun akan mempersalahkan pengusaha bangunan, djika ia hanja dapat mewudjudkan gambar architect jang disusun dengan baik sebahagian sadja, disebabkan kekurangan bahan. Demikian djuga, terutama pemuda tidak boleh mendjadi kurang sabar, djika prinsip-prinsip jang mereka muliakan, tidak dapat diwudjudkan dengan sekaligus. Idealisme jang berapi-api dari Pantjasila harus berdjalan dengan disertai realisme jang tenang dari ketatanegaraan. Hal ini tidak ada hubungannja dengan scepticisme jang melumpuhkan tenaga bekerdja, dan pessimisme jang memutuskan pengharapan dan merugikan pembangunan Negara. Sebaliknja, perhubungan idealisme dan realisme ini adalah tanda suatu sikap jang tidak pernah menghentikan perdjuangan, walaupun mendjumpai banjak kekurangan dan keketjewaan. 3) Akan tetapi sekarang, apakah ''Negara'' itu mempunjai tudjuan padanja sendiri? Tidak! ''Negara'' djuga hanjalah suatu alat sadja, bukanlah tudjuannja sendiri. Radja Iskandar bertindak bidjaksana; dipilihnja ''petani'' itu sebagai penasehat pertama. Lama kelamaan ia tidak dapat mengelakkan pertanjaan-pertanjaan ini: ''Untuk apakah'' aku ini djadi radja? ''Untuk apakah'' perbendaharaanku diisi? Untuk apakah aku ini bergerak dengan bala tenteraku? ''Untuk apakah'' aku ini memupuk segala ilmu pengetahuan? ''Untuk apakah'' aku ini mendjundjung agama? ''Untuk apakah'' sebetulnja? Untuk negara para pendeta? Untuk negara para ahli? Untuk negara militer? Untuk negara para saudagar? Apakah pemerintah harus berpangkalkan kasta pendeta atau perguruan tinggi? Apakah diktatur militer jang achirnja harus mempunjai kekuasaan ataukah diktatur uang? Empat orang penasehat telah berbitjara. Jang kelima tutup mulut. Akan tetapi apabila radja memandang ia, maka sekonjong-konjong <section end="pendahuluan-3" /><noinclude>{{rh|52}}</noinclude> dz5mmv4o0lf3lfawsr3raed0wkwqlb7 Halaman:Sakit Hati.pdf/54 104 114082 315472 314676 2026-08-22T14:40:18Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 315472 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||'''TJERITA ROMAN'''|102}}</noinclude>Marika anggep sanget aneh, dan berasa sanget moestail, kaloe perajaan sembajang dan laen-laen moesti dirobah mendjadi Janglik, kerna penanggalan Tionghoa toch menganoet dengen Imlik, menoeroet itoengan remboolan. Marika ada poenja anggepan, tida bisa djadi kaloe segala Kingthikong, segala harian Tjapgome, tida terdjadi pada tanggal 8, dan Tjapgome terdjadi boekan tanggal 15. Masah ada Tjapgome diwaktoe kabetoelan Remboelan tida boender? Begitoelah anggepan marika jang menganoet tetep kapada Imlik. Penggantian tacen baroe Imlik adalah terdjadi pada nanti 16 djalan 17 Februari 1931. Taoon Khe Ngo, dimana sang Koeda bertachta dalem taoen 2481, menoeroet itoengan Khongtjoe, aken serahken iapoenja makota kepada sang Kambing, jang bertachta dalem taoen Sin Bi, dan ia aken memangkoe itoe djabatan selama tapen 2482. Taoen Sin Bi aken membawa apa kapada kita orang Tionghoa? Itoalah kita belon taoe. Taoen Khe Ngo jang telah liwat, meninggalkan serentetan tjatetan boeat sayoe taoen Iamanja, keadahan jang tida menjenengken, taoen itoe tida mendatengken banjak berkah kapada orang Tionghoa, boleh djadi djoega kapada doenia. Boeat orang jang tinggal di Java, tentoe tida bisa loepaken itoe Lahar Merapi, dan itoe gempa Boemi dari Goenoeng Selamet, jong membawa kabinasaan boekan sedikit kapada manoesia, dan memberi karoesakan boekan ketjil kapada sesoeatoe roemah jang mendjadi sorganja sesoeatoe pendoedoek, kaja atawa miskin. Boleh djadi djoega ada satoe peringetan jang menjenengken tentang kedjadian di Tiongkok dengen kamenangan pamarentah Centraal dalem iapoenja pertempoeran paling blakang boeat tindes pembrontak pembrontak, tapi itoelah belon boleh terlaloe dipastiken{{...|10}} Mendoeng-mendoeng tebel masih bernaoeng di Tiongkok, mendoeng-mendoeng sewaktoe waktoe aken mendatengken oedjan lebat, dengen kilat dan goentoer. Tapi kita selaloe pertjaja dengen tangan besinja President Chiang Kai Shek, dan dengen bantoeannja itoe djago dari Mukden Chang Hsueh Leang Tiongkok poenja katentreman aken boleh diharep-harep, soepaja mendoeng-mendoeng itoe aken ditioep angin djadi boejar, atawa saandeh mendatengken oedjan, biarlah oedjan itoe dateng sebagi penghabisan kali boeat membikin bersi apa jang kotor. Itoelah semoea aken terdjadi, kaloe bener aken terdjadi, jalah pada taoen Sin-Bi jang dateng ini. Seandeh taoen Sin-Bi ini bolah dioepamaken boekoe, boekoe itoe jang terdiri dari kira-kira 355 pagina masih tinggal kosong, tapi ada brapa lembar boleh djoega soeda terisi alamat-alamatnja dari kedjadian jang bakal dateng.<noinclude>{{rh||'''TJERITA ROMAN'''|103}}</noinclude> gk7ltdybv8kywebkd0mxrilduefmzhj Halaman:Sakit Hati.pdf/51 104 114283 315579 315113 2026-08-23T10:08:33Z Aeia aai 24023 315579 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" />{{rh||'''TJERITA ROMAN'''|96}}</noinclude>{{hwe|tian|penggantian}} tacen jang bakal dateng 1349- 1350, diantara boelan Doelkidjah dan Moharam, dan orang Djawa ada poenja laen penanggalan poolah se- peti penggantian tacen 1861-1862, diantara boelan Hadji - dan Soera. Tapi kabanjakan orang Islam dan orang Djawa bikin perajaan seperti pada perajaan tacen baroe pada itoe waktos penggantian boelan Poeasa dan Sawal, jang diseboet djcega Bada Poeasa, samentara orang Islam namaken Ramalan dan Sawal. Pada boelan Poeasa atawa boelan Ramalan biasanja orang Is- lam dan orang Djawa berpoeasa, ja- itoe diantara bermoelaan fadjar sam- pa pencetoap fadjar, marika tida memakan barang apa-apa, boeat sa- t-o boelan iamanja. Tjoema diantara orang Islam dan orang Djawa itoe sering tida tjotjak waktosnja, kaba- njakan terpacet sehari seperti jang bakal kedjadian pada hari Raja Poea- sa jang bakel deteng ini, orang Is- lam rajaken marika poenja harian le- baran pada tanggal 19 Februari, aaolah orang Djawa rojaken pada tanggal 20 Februari. Sasoeda tjoekoep berpoeasa satoe boelan, lantas datenglah hari Raja. dan pada harian Raja ini dirajaken rame, achirnja Poeasa dan Ramalan itoa dibakari petasan, diadaken sla- metan, seroapa seperti loen bangsa rajaken iapoenja tacen baroe. Dari itce kabanjakan orang anggep sadja bahoea hari raja Poeasa itoe seperti djooga tacen carce Islam atawa Dja- wa, malahan ada banjak djoega 96 crang saling memberi samet dengen membilang Slamet tacen barce". Seperti djoega bangsa-bangse laen, bangsa Islam dan Djawa poen samboet datengnja itoe hari Raja Poeasa dengen sanget goembirah. Marika bersihin roemah, membeli se- gala apa serba baroe, menjediaken koewee-koewee. Boleh dibilang sela- ma Pocasa orang Boemipoetra kaba- njakan simpen cewangnja, selaennja bocat membeli sagala apa serba jang porloe, poen boeat digoenaken me- rajaken iapoenja harian-lebaran. Pada harian Lebaran itoe, keada han di kalangan Boemipoetra kliatan mendjadi laen. Marika rajaken toe harian dengen bersifat segala apa serba baroe. Kaloo seandeh pada harian itoe orang mace mengoendjoengi roe- mahinja kita poenja seso atoe sobat Boemipoetra, tentoe kita dapetken segala apa serba baroe. Dari segala mangkok-piring, dari segala kaen moeili, dari segala pigoera, djangan kata segala koowee-koswee semcea aken serba barce O.rang Boemipoatra ada poenja kabiasaan akan seben tacen belandja segala ka- perlceannja serba baroe, dan orang tida taca lagi kamana perginja se moea barang-barang itoe, kerna se- tiap tacen marika kombali belandja poelah boeat beli apa serba baroe Tentang pakean sampe pada ha- rian jang paling blakang ini, orang Boomipoetra ada seperti orang Tionghoa pada bebrapa poeloeh ta- TJERITA ROMAN 97<noinclude></noinclude> s0todw3clb320ycwvwa26nqgd68ly2r Halaman:Sakit Hati.pdf/50 104 114306 315577 315115 2026-08-23T09:57:09Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315577 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||'''TJERITA ROMAN'''|94}}TJERITA ROMAN 95</noinclude>ada kliwat banjak. Orang-orang Keling disana ada terdiri dari banjak tingkatan, dari koeli-koeli sampe pada Millionair. Di tanah Straits dan di tanah Melajoe, ada banjak sekali orang Keling terpladjar, hingga mendjabat pakerdjahan besar dalam kalangan Gouvernement. Ponggawa-ponggawa dari kreta api Federated Malay States Railway kabanjakan ada memake bangsa Keling, dan banjak antara marika djadi Station-Chef. Chiet- Inspector dan laen-laen. Bangsa Keling kaoem Intellectueelen kabanjakan tida pertjaja lagi pada itoe segala perboeatan gila-gila jang terdjadi pada taoen baroe, seperti banjak orang Keling jang soeda pernah kaoel pada harian taoen baroenja, dengen badan telandjang, ditantjepin anak pana di seloeroeh toeboehnja, idoeng, moeloet dan laen-laen, kamoedian dengen diiringken aleh tetaboean, ia dibawa rame-rame djalan kaki dari roemahnja menoedjoe ka tempat tepekong Keling, dan dihadepannja sang Thokong, anak pana itoe ditjaboet dari badannja, kamoedian disirem dengen aer soetji dan diolesin oleh aboe jang memang disediaken, katanja marika tida merasa sakit apa-apa. Orang-orang Keling jang terpladjar anggep itoe perboeatan sanget meliwatin wates, tapi toch djoemblahnja orang jang berboeat bogitoe masih banjak sekali{{...|9}} Pada harian taoen baroe Keling di Penang boekan maen ramenja, di semoea djalan besar penoeh dengen orang Keling, jang menoedjoe mererot-rerot berdjalan kaki ka itoe Tepekong{{...|9}} Boekan sadja bangsa Keling, tapi laen bangsa seperti Tionghoa, orang Poetih poen toeroet-toeroetan merameken taoen baroe itoe, kerna marika dapetken banjak perkara gandjil disana{{...|9}} Tepekong Keling itoe ada seroepa dengen tepekong Buddha, tapi dibikin dari Mas seanteronja dan ditaboer oleh berlian. Harganja itoe te- akong seandeh maoe ditaksir boleh ajadi berjoeta, boleh djadi bermillioen. Orang-orang bangsa Keling sanget sekali pelitnja, kabanjakan marika ada toekang kasi pindjem doeit dengen renten-renten jang paling berat, tapi boeat kapertjajaan igamanja marika sanget berlakoe moerah. Setiap taoen tepekong itoe, jang disana orang namaken Thokong, diarak dengan rame-rame disatoe kreta Perak, dan kaloe perarakan itoe berdjalan, seperti djoega perarakan di djawa gotong Tepekong, begitoelah di djalanan banjak orang bersoedjoet. {{asterism}} {{di|O}}RANG Islam dan orang Djawa ada mempoenjai penggantian taoen, jang diseboetken taoen baroe Hadji, seperti orang Islam {{hws|penggan|penggantian}}<noinclude></noinclude> hwa0do1bw25puoggbpsh5jm16ak3hm4 315578 315577 2026-08-23T09:58:06Z Aeia aai 24023 315578 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh||'''TJERITA ROMAN'''|94}}</noinclude>ada kliwat banjak. Orang-orang Keling disana ada terdiri dari banjak tingkatan, dari koeli-koeli sampe pada Millionair. Di tanah Straits dan di tanah Melajoe, ada banjak sekali orang Keling terpladjar, hingga mendjabat pakerdjahan besar dalam kalangan Gouvernement. Ponggawa-ponggawa dari kreta api Federated Malay States Railway kabanjakan ada memake bangsa Keling, dan banjak antara marika djadi Station-Chef. Chiet- Inspector dan laen-laen. Bangsa Keling kaoem Intellectueelen kabanjakan tida pertjaja lagi pada itoe segala perboeatan gila-gila jang terdjadi pada taoen baroe, seperti banjak orang Keling jang soeda pernah kaoel pada harian taoen baroenja, dengen badan telandjang, ditantjepin anak pana di seloeroeh toeboehnja, idoeng, moeloet dan laen-laen, kamoedian dengen diiringken aleh tetaboean, ia dibawa rame-rame djalan kaki dari roemahnja menoedjoe ka tempat tepekong Keling, dan dihadepannja sang Thokong, anak pana itoe ditjaboet dari badannja, kamoedian disirem dengen aer soetji dan diolesin oleh aboe jang memang disediaken, katanja marika tida merasa sakit apa-apa. Orang-orang Keling jang terpladjar anggep itoe perboeatan sanget meliwatin wates, tapi toch djoemblahnja orang jang berboeat bogitoe masih banjak sekali{{...|9}} Pada harian taoen baroe Keling di Penang boekan maen ramenja, di semoea djalan besar penoeh dengen orang Keling, jang menoedjoe mererot-rerot berdjalan kaki ka itoe Tepekong{{...|9}} Boekan sadja bangsa Keling, tapi laen bangsa seperti Tionghoa, orang Poetih poen toeroet-toeroetan merameken taoen baroe itoe, kerna marika dapetken banjak perkara gandjil disana{{...|9}} Tepekong Keling itoe ada seroepa dengen tepekong Buddha, tapi dibikin dari Mas seanteronja dan ditaboer oleh berlian. Harganja itoe te- akong seandeh maoe ditaksir boleh ajadi berjoeta, boleh djadi bermillioen. Orang-orang bangsa Keling sanget sekali pelitnja, kabanjakan marika ada toekang kasi pindjem doeit dengen renten-renten jang paling berat, tapi boeat kapertjajaan igamanja marika sanget berlakoe moerah. Setiap taoen tepekong itoe, jang disana orang namaken Thokong, diarak dengan rame-rame disatoe kreta Perak, dan kaloe perarakan itoe berdjalan, seperti djoega perarakan di djawa gotong Tepekong, begitoelah di djalanan banjak orang bersoedjoet. {{asterism}} {{di|O}}RANG Islam dan orang Djawa ada mempoenjai penggantian taoen, jang diseboetken taoen baroe Hadji, seperti orang Islam {{hws|penggan|penggantian}}<noinclude>{{rh||'''TJERITA ROMAN'''|95}}</noinclude> ibrifswyce7e9jvqkqgk3poq2yitqd8 Halaman:The Belle of Menado.pdf/28 104 114399 315470 315358 2026-08-22T14:37:11Z Ammachemist 27288 315470 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh|46|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||47}}</noinclude>Tjhiang-in poenja soeara tatkala tawarken korsinja padanja. Kendati ia merasa menjesel atas iapoenja penolakan jang ketoes tapi sebaliknja ia merasa broentoeng soeda bisa oendjoeken sikepnja begitoe roepa. Dengen bersenjoem girang ia tjoba loepaken itoe perkara sembari hampirin iapoenja tante jang ada doedoek diroewangan blakang. „Kau tentoe belon dapet thee?" ia menanja, „Baboe Alima semalem traenak badan dan tadi bangoen kasiangan, sembari berkata ia masoek kadalem tida lama kloear kombali dengen membawa doea tjangkir thee. "Alah roepanja masih enak mengimpih." "Djam brapa semalem kau orang poelang 7" tanjah itoe tante tatkala Liang-nio ada doedoek disampingnja. "Brangkali djam 9112." "Kau poenja ajah begitoe djoega kau, kenapa sanget soeka sama bioscope," menjamboeng poelah itoe orang toea sambil bersenjoem. "Itoe toch +joema gambar di atas lajar, kau orang dibodoin ; boeat saia, djangan lagi disoeree bajar, nonton pertjoema trima kasi 1anjak." Itoe gadis toe roet bersenjoem. "Kita manoesia djoega seperti gambar hidoep, doenia sebagi lajarnja," ia berkata, "itoelah sebabnja kenapa saia sendiri soeka sama gambar hidoep," sampe disini ia djadi ketawa selakoe satoe anak jang djinaka. "Abis apa iang semalem kau dapet nonton 7 tanjah poelah itoe tante sembari iroep itoe thee. "Tida lebih dari baiangan .. , ......... " "Penghideepan djeega tida lebih dari impihan," memoetoes itoe gadis sambil rang koel lehernja itoe tante jang baek. "Apa kau tida pilkir begitoe, tante 7" "Kau omasih terlaloe moeda boeat taoe jang penghidoepan ada satee impihan, ,paling banjak kau tioema THE BELLE of MENADO •• •• •• 47 dapet taoe dalem boekoe sekolahan atawa dalem boekoe tjerita. Tapi," menjambeeng itoe tante lebih djaoe, "tapi, kaloe kau soeda taoe jang penghidoepan sebagi impihan, bikinlah penghidoep'moe sendiri ada dateng sebenernja, ada hidoep dalem sedar, djangan silahken segala penggoda dateng deket tereetama dalem oemeer seperti kau banjak sekali menampak setan-penggoda, maka djangan kau pandeng enteng dan tioema maoe anggep : hidoep sebagi impihan." liang-nio bertoendoek. Ia bajanglken pikirannja pada apa lang dateng paling blakang tatkala djoempahin itoe anak dari Sourabaya: la belon taoe dapet itoe pengrasahan dan ia tida ta oe apakah namanja itoe 7 la bentji pada itee anak moeda tapi ia dioega ada terkenang. Ia aken loepaken itoe semoea kedjadian, tapi ia selaloe masih inget itoe sikep jang sebat, itoe koe mandangnja soeara jang tetep dan aroes. Apakah artinja itoe semoea 7 Djoestroe pikir sampe disitoe, djongos Astro mendatengin sembari kasi taoe jang diloear ada satoe tetamoe ingin Ketemoe. "Tjoba kau 'kleear, Liang, ikasi taoe jang ajah'moe masih tidoer," oerkata itoe tante sabelonnja Liang-nio bisa berkata. "Kaloe ada oeroesan perloe, soeroe itoe tetamoe 'kom bali sabentar ~iang atawa kita nanti bol'eh kasi bangoen." Liang-nio berdialan kloear dengen pakean masih lentjee kerna ia memang beien teekar pakean. Sampe di bagian pintoe roewangan loear, ia mendadak mandek, kerna dihadepannja ia dapet liat .. .......... Tjhiang-in berdiri sembari pondeng Ikadoea tangannja, sikepnja ada mengeendjoeken ~ebagi itoe panglima prang jang tida Ikedal' boeat tri.rna datengnja lawanan.<noinclude></noinclude> 8zlomkp2b1kiogn8fsstdjgaeyi5ygn Halaman:Selina.djvu/5 104 114406 315464 315379 2026-08-22T14:20:17Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315464 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude><center> {{Xxx-larger|{{SP|'''„SELINA"'''}}}} <br/> oleh: <br/> {{larger|{{sp|MONSIEUR D'AMOUR}}} <center/> {{C|'''I'''}} {{di|P}}INTOE dari kamar makan terboeka boeat ketiga kalinja selama setenga djam, dan Selina angkat moeka dan dapetken ia poenja boedjang prempoean Gendoek. „Sekarang soeda liwat poekoel delapan njonja dan soeda ampir satoe setenga djam itoe makanan telah disediaken. Semoea sekarang soeda djadi dingin." Selina bersenjoem, maski satoe tjahja tida enak ada tertampak pada parasnja. „Apa toean belon djoega poelang. Gendoek?" ia menanjah. „Tida" djawabnja dengen saderhana. „Tapi selaloe saja pikir, kaloe satoe lelaki keloear dari roema, sering loepa boeat poelang pada waktoe jang betoel." Selina tertawa. „Tjoba kau tahan itoe makanan lagi setengah djam. Kaloe kau soeka, kau boleh angetin doeloe, soepaja djangan lama dingin." „Baeklah njonja" kata itoe boedjang jang laloe meninggalken madjikannja. Ia kombali ka dapoer dan Selina moelai membatja.<noinclude></noinclude> 1ycmrhqrhenpittaz6bev5128w46etb 315465 315464 2026-08-22T14:21:09Z Ammachemist 27288 315465 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude><center> {{Xxx-larger|{{SP|'''„SELINA"'''}}}} <br/> oleh: <br/> {{Xx-larger|{{sp|MONSIEUR D'AMOUR}}} <center/> {{C|'''I'''}} {{di|P}}INTOE dari kamar makan terboeka boeat ketiga kalinja selama setenga djam, dan Selina angkat moeka dan dapetken ia poenja boedjang prempoean Gendoek. „Sekarang soeda liwat poekoel delapan njonja dan soeda ampir satoe setenga djam itoe makanan telah disediaken. Semoea sekarang soeda djadi dingin." Selina bersenjoem, maski satoe tjahja tida enak ada tertampak pada parasnja. „Apa toean belon djoega poelang. Gendoek?" ia menanjah. „Tida" djawabnja dengen saderhana. „Tapi selaloe saja pikir, kaloe satoe lelaki keloear dari roema, sering loepa boeat poelang pada waktoe jang betoel." Selina tertawa. „Tjoba kau tahan itoe makanan lagi setengah djam. Kaloe kau soeka, kau boleh angetin doeloe, soepaja djangan lama dingin." „Baeklah njonja" kata itoe boedjang jang laloe meninggalken madjikannja. Ia kombali ka dapoer dan Selina moelai membatja.<noinclude></noinclude> j44u4o9jjonyvnm5hp7u429d939ixqt 315466 315465 2026-08-22T14:21:30Z Ammachemist 27288 315466 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude><center> {{Xxx-larger|{{sp|'''„SELINA"'''}}}} <br/> oleh: <br/> {{Xx-larger|{{sp|MONSIEUR D'AMOUR}}} <center/> {{C|'''I'''}} {{di|P}}INTOE dari kamar makan terboeka boeat ketiga kalinja selama setenga djam, dan Selina angkat moeka dan dapetken ia poenja boedjang prempoean Gendoek. „Sekarang soeda liwat poekoel delapan njonja dan soeda ampir satoe setenga djam itoe makanan telah disediaken. Semoea sekarang soeda djadi dingin." Selina bersenjoem, maski satoe tjahja tida enak ada tertampak pada parasnja. „Apa toean belon djoega poelang. Gendoek?" ia menanjah. „Tida" djawabnja dengen saderhana. „Tapi selaloe saja pikir, kaloe satoe lelaki keloear dari roema, sering loepa boeat poelang pada waktoe jang betoel." Selina tertawa. „Tjoba kau tahan itoe makanan lagi setengah djam. Kaloe kau soeka, kau boleh angetin doeloe, soepaja djangan lama dingin." „Baeklah njonja" kata itoe boedjang jang laloe meninggalken madjikannja. Ia kombali ka dapoer dan Selina moelai membatja.<noinclude></noinclude> 01y8i0t5qqpxvpv1tsmg61s6iuugx0g 315467 315466 2026-08-22T14:22:10Z Ammachemist 27288 315467 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude><center> {{Xxx-larger|{{sp|'''„SELINA"'''}}}} <br/> oleh: <br/> {{Xx-larger|{{sp|MONSIEUR D'AMOUR}}} </center> {{C|'''I'''}} {{di|P}}INTOE dari kamar makan terboeka boeat ketiga kalinja selama setenga djam, dan Selina angkat moeka dan dapetken ia poenja boedjang prempoean Gendoek. „Sekarang soeda liwat poekoel delapan njonja dan soeda ampir satoe setenga djam itoe makanan telah disediaken. Semoea sekarang soeda djadi dingin." Selina bersenjoem, maski satoe tjahja tida enak ada tertampak pada parasnja. „Apa toean belon djoega poelang. Gendoek?" ia menanjah. „Tida" djawabnja dengen saderhana. „Tapi selaloe saja pikir, kaloe satoe lelaki keloear dari roema, sering loepa boeat poelang pada waktoe jang betoel." Selina tertawa. „Tjoba kau tahan itoe makanan lagi setengah djam. Kaloe kau soeka, kau boleh angetin doeloe, soepaja djangan lama dingin." „Baeklah njonja" kata itoe boedjang jang laloe meninggalken madjikannja. Ia kombali ka dapoer dan Selina moelai membatja.<noinclude></noinclude> gtth9pglu44a0tcaufr2n8xrqt79yje 315468 315467 2026-08-22T14:22:55Z Ammachemist 27288 315468 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude><center> {{Xxx-larger|{{sp|'''„SELINA"'''}}}} <br/> oleh: <br/> {{Xx-larger|{{sp|MONSIEUR D'AMOUR}}}} </center> {{C|'''I'''}} {{di|P}}INTOE dari kamar makan terboeka boeat ketiga kalinja selama setenga djam, dan Selina angkat moeka dan dapetken ia poenja boedjang prempoean Gendoek. „Sekarang soeda liwat poekoel delapan njonja dan soeda ampir satoe setenga djam itoe makanan telah disediaken. Semoea sekarang soeda djadi dingin." Selina bersenjoem, maski satoe tjahja tida enak ada tertampak pada parasnja. „Apa toean belon djoega poelang. Gendoek?" ia menanjah. „Tida" djawabnja dengen saderhana. „Tapi selaloe saja pikir, kaloe satoe lelaki keloear dari roema, sering loepa boeat poelang pada waktoe jang betoel." Selina tertawa. „Tjoba kau tahan itoe makanan lagi setengah djam. Kaloe kau soeka, kau boleh angetin doeloe, soepaja djangan lama dingin." „Baeklah njonja" kata itoe boedjang jang laloe meninggalken madjikannja. Ia kombali ka dapoer dan Selina moelai membatja.<noinclude></noinclude> 1k6rzbov3u8rli2yl8dlojz2misiysn 315469 315468 2026-08-22T14:23:39Z Ammachemist 27288 315469 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude><center> {{Xxx-larger|{{sp|'''„SELINA"'''}}}} <br/> oleh: <br/> {{X-larger|{{sp|MONSIEUR D'AMOUR}}}} </center> {{C|'''I'''}} {{di|P}}INTOE dari kamar makan terboeka boeat ketiga kalinja selama setenga djam, dan Selina angkat moeka dan dapetken ia poenja boedjang prempoean Gendoek. „Sekarang soeda liwat poekoel delapan njonja dan soeda ampir satoe setenga djam itoe makanan telah disediaken. Semoea sekarang soeda djadi dingin." Selina bersenjoem, maski satoe tjahja tida enak ada tertampak pada parasnja. „Apa toean belon djoega poelang. Gendoek?" ia menanjah. „Tida" djawabnja dengen saderhana. „Tapi selaloe saja pikir, kaloe satoe lelaki keloear dari roema, sering loepa boeat poelang pada waktoe jang betoel." Selina tertawa. „Tjoba kau tahan itoe makanan lagi setengah djam. Kaloe kau soeka, kau boleh angetin doeloe, soepaja djangan lama dingin." „Baeklah njonja" kata itoe boedjang jang laloe meninggalken madjikannja. Ia kombali ka dapoer dan Selina moelai membatja.<noinclude></noinclude> 4567bdlrucv8ps9h2rrdzgsaxhc8k2u Halaman:Selina.djvu/49 104 114415 315474 315392 2026-08-22T14:41:48Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315474 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|94|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|95}}</noinclude>bersorot girang dan dimoeloetnja dengen tida terasa ia berkata: „Saja koeatir Kok-san aken djato-tjinta pada Tin-nio dan Tin-nio tentoe ta'dapet menolak itoe." {{di|S}}EBETOELNJA Kok-san tjintaken Selina seperti belon perna satoe lelaki menjinta. Ia taoe Selina itoe soeda ada mempoenjai anak, tapi Selina ditjintain seperti belon perna satoe gadis ditjintain. Tatkala Njonja-roema mendenger Kok-san njataken perasahan hatinja, ia tjoema dengen tertawa berkata dalem hatinja sendiri. „Tin-nio pantes ditjintain. Kaloe ia mendjadi satoe istri, tentoe ia nanti membikin soeaminja beroentoeng seperti itoe roema mendjadi soarga." Diwaktoe sore, sesoeda habis maen tennis dan tatkala Selina doedoek minoem thee berdoea dengen Frida, itoe Njonja Lieutenant berkata. „Apa kau nanti bikin Kok-san djadi beroentoeng, Ade-tin?" katanja. „Dengen membikin ia beroentoeng, kau poen bikin saja beroentoeng. Kok-san dengen saja ada ade-keponakan, tapi seperti soedara sendiri{{...|18}}" Tapi dari pada terliat beroentoeng, Selina moekanja djadi poetjet. „Ade-tin, kau tida nanti menolak lamarannja; ia sanget menjinta kepadamoe. Ia nanti bikin kau beroentoeng, dan djangan kau bilang bahoea saja bilang begini boeat keperloean sendiri, saja poen girang kau mendjadi saja poenja familie dan mendjadi familie dari 'Ntji Kong-kian." Selina lantas memegang tangannja itoe kawan dan berkata: „Kau masih inget 'Ntji-Frida" katanja. „Itoe perkata'an jang kau oetjapken berapa hari jang laloe ― satoe prempoean boleh menjinta dengen setoeloes hatinja, tapi tjoema satoe kali." „Saja inget itoe, Ade-tin." „Itoelah saja poenja keada'an. Saja tida ada poenja tjinta lagi jang saja boleh beriken kepada laen orang." Tapi Frida belon poeas rasanja. „Tapi satoe hal boleh merobaken keada'an" katanja. „Kau masi moeda dan kau tjantik, kau perloe dengen satoe penoendjang. Kau ada mempoenjai satoe anak jang kau tjinta, dan kau perloe satoe orang soepaja boleh pimpin ia sampe ia dewasa. Kau moesti beralesan, ade-Tin, boeat kebaekannja kau poenja anak, kau moesti kawin lagi. Saja tida nanti berkata begini, seande saja tida taoe bahoea ini pasti mendjadi kau poenja kebaekan." „Saja kepingin berboeat banjak hal jang kau ingin saja berboeat" katanja Selina. „Tapi saja tida bisa kawin. Djangan kau pandang saja begitoe doeka. Kaloe kau perkenanken saja, saja nanti toetoerken riwajat dari saja poenja penghidoepan." „Kau maoe ade-Tin. Kau pertjajaken kau poenja resia kepada saja?" „Saja nanti toetoerken kau, dan saja nanti minta kau sendiri ambil poetoesan{{...|12}}" Kemoedian Selina toetoerken satoe per-satoe iapoenja riwajat penghidoepan. Bagimana iapoenja soeami telah tinggalken ia dengen hati dingin. Soeaminja meninggalken iapoenja roema, dengen kasi tinggal tjioeman jang manis, dan minta disediaken makan malem kerna ia nanti balik pada djam jang ia telah tetepken. Tapi ia soeda tinggalken iapoenja roema, iapoenja istri dan iapoenja anak boeat selama-lamanja. Tatkala habis toetoerken semoea, Selina lantas djadi lemas, ia menangis terpelok oleh Frida jang menjintaken<noinclude></noinclude> ej40fspjbhmv6f1rxlrc19zf9czmv0y Halaman:Selina.djvu/50 104 114416 315574 315393 2026-08-23T08:34:18Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315574 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|96|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|97}}</noinclude>ia seperti soedara sendiri. Tapi dari Selina tida ada koetoekan, tida ada oendjoek kebentjian, begitoe berboedi dan begitoe soetji hatinja ini bidadari jang tersengsara. Laen lagi dengen Frida, ia lantas mengoetoek, dan dengen oendjoek moeka jang menjesel ia berkata: „Kedjam, oh, lebih kedjam dari kedjam" katanja dengen koetoekan. „Itoelah satoe lelaki jang tida mempoenjai hati, dan satoe manoesia jang telah meloepaken iapoenja Toehan." „Itoelah oleh saja dirasaken doea kali tilaka" kata Selina. „Kerna, seande ini hal boleh dibandingken dengen kau, bagimana kau bersetia dengen kau poenja soeami, dengen tjinta jang agoeng dan hati kasih jang soetji, apa rasanja, seande kemoedian kau poenja soeami nanti toelis soerat padamoe dan njataken bahoea kau poenja perkawinan boekannja ada perkawinan jang sah{{...|6}} kerna sebetoelnja ia soeda dipoenjaken oleh laen orang." Dengen tida sengadja, kerna tjoema boeat bikin peroepama'an, Selina soeda lahirken doedoeknja perkara jang sebenernja. „Itoe tentoe nanti memboenoe saja" katanja Frida. „Saja tentoe tida nanti hidoep lebih lama dari hari itoe." „Itoelah saja pikir djoega" katanja. Tapi Toehan ada baek, dan saja poenja ketjinta'an pada penghidoepan ada lebih koeat. Saja telah tjoba boeat mati, tapi sekarang saja ada di sini, hidoep, bisa tjeritaken saja poenja riwajat kepadamoe." „Apa kau tida mendapet sedikit firasat bahoea ia aken bakal meninggalken kau?" Menanja Frida. „Tida sama sekali" katanja Selina. „Saja rasanja masih inget, soeami saja meninggalken saja dengen satoe senjoeman, dengen satoe tjioeman dan bilang bahoea ia aken kombali ― poekoel toedjoe. Saja menoenggoe dan saja mengoenggoe, orang jang ditoenggoe tida prena dateng, maski sampe sekarang. Bagimana rasanja? Saja menoenggoein ia seperti kau sekarang menoonggoein kau poenja soeami. Inilah jang bikin saja djadi gila." „Oh, kekedjeman jang meliwatin wates" katanja. „Tapi ade-Tin, lelaki matjem itoe tida ada harga boeat didoekain, tida ada harga boeat dipikirken. Kenapa kau masi memikirken ia?" „Saja tida bisa tooloeng boeat tida menjintaken ia" katanja Selina. „Saja soeda tjoba boeat koetoek ia, namaken ia satoe lelaki jang kedjam, tapi saja poenja hati tetep ma'afken ia. Saja tjoema inget, ia ada ajahnja Dirk, dan itoe sadjah jang saja tida bisa loepa." „Kau poenja hati ada sanget lemah" katanja Frida. „Patoetnja lelaki matjem begitoe moesti dibales." „Tida, saja tida bisa membales dia, saja tida bisa menghoekoem dia, dia ada saja poenja laki jang satoe kali saja perna tintaken dan saja tjintaken ia, saja tetep mendjoendjoeng ia maski saja merasa, ia boekan mendjadi kepoenja'an saja lagi." „Kau sanget lemah. Itoe lelaki moesti mendapet hoekoem dari iapoenja kekedjeman." „Itoelah saja tida bisa. Saja taoe bahoea sekarang ia soeda kawin, ia soeda ada mempoenjai anak, oh, bagimana saja bisa membales dia. 'Ntji-Frida, biarlah kau kataken saja lemah, saja bodo, tapi saja soeda ambil poetoesan boeat koeboer saja poenja sengsara dalem saja poenja hati sendiri. Itoe prempoean jang mendjadi iapoenja istri, dan itoe anak jang mendjadi iapoenja anak, marika tida moesti taoe bersengsara boekan dari marika poenja dosa. Oh, biarlah saja {{hws|sen|sendiri}}<noinclude></noinclude> dyb4ckic3rwp1sq2pmlcnnkzp2a6hza Halaman:Selina.djvu/27 104 114429 315460 315411 2026-08-22T14:11:16Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315460 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|||{{sp|'''„SELINA”'''}}|51}}</noinclude>{{c|'''VIII'''}} {{di|T}}IDA lama lagi, Selina dioendjoekin satoe kamar belakang maski kamar itoe ketjil ada teratoer baek. Djongos soeda lantas dateng dan sediaken satoe tekoan thee jang panas. Ia sendiri soeda lama loepa, apa jang dinamaken kasehatan, kerna ia makan dengen tida tentoe, dan badannja itoe waktoe sanget lemah sekali. Roepanja ada disoeroe oleh eigenaar hotel, satoe boedjang prempoean Djawa ada dateng dan tawarken pertoeloengan apa-apa boeat iapoenja anak. Boedjang prempoean itoe roepanje senang dengen anak-anak, maka tatkala ia meliat anak itoe lantas oendjoek iapoenja perasa'an sympathie. Dengen dibantoe oleh itoe boedjang, Selina tjit dengen aer panas dan kemoedian kasi ia tidoer dengen ditoetoep oleh kaen flannel. Tatkala itoo anak soeda poeles, ia laloe doedoek terpekoer sendirian dalem kamar itoe. Ia memandang ka loear dan keada'an di djalanan depan hotel di Djagalan itoe ada sanget rame, hingga dengen ini agaknja mendatengken satoe hiboeran, bahoea ia tida bersendirian dalem doenia jang tida ketaoean berapa besarnja. „Saja bisa bekerdja" katanja seorang diri. „Tapi bagimana dengen ini anak?" Ia sendiri tida ada mempoanjai pengalaman dalem penghidoepan. Ia ada di Soerabaja waktoe sakola, kemoedian poelang ka Samarinda hidoep dengen tida taoe apa-apa dengen iboenja, belakangan ia diambil oleh Hong-ing, dengen siapa ia anggep dirinja berada dalem soarga, tapi ternjata kemoedian itoe ada satoe soarga jang kosong. Sesoeda lama bergoelak-goelik di tempat tidoer, achinja ia dapet djoega poeles kerna badannja sanget lelah, dan baroe ia tersedar waktoe sinar matahari menjinarin masoek dari lobang djendela; dengen datengnja pagi ini, dalem satoe tempat jang baek, seaken-aken matahari, menjinarin kombali penghidoepannja. Njonja dari jang poenja itoe hotel, roepanja ada ditjeritaken banjak oleh boedjangnja si Marni, tentang itoe tetamoe prempoean dan anaknja jang moengil. Itoe pagi poen ada dapet denger soeara tangisannja itoe anak jang njaring sekali, mengoendjoeken anak jang baek kesehatannja. Maka ini njonja jang baek, jang mempoenjai banjak anak, dan sajang dan banjak tjinta-kasih pada machloek jang sengsara lantas dateng menjamperin pada kamarnja Selina. Iapoenja hati ketarik betoel tatkala dapet liat parasnja itoe anak jang tjantik. Ia lantas angkat itoe anak dari tempat tidoernja dan digendongnja. Kemoedian dengen moeka penoeh rasa sympathie, ia berkata: „Kau keliatan sanget moeda, ade" katanja. „Tapi roepanja kaloe saja tide kliroe kau ada tertimpa kedoeka'an besar." „Saja poenja penghidoepan seaken-aken prahoe jang terloentang-loentang dalem laoetan jang lebar" djawabnja. „Dan itoe kesoesa'an ada begitoe besar, ampir itoe memboenoe njawa saja." Kemoedian itoe njonja dapet meliat itoe tintjin kawin diatas djarinja. „Kenapa kau bersendiri?" katanje itoe njonja. „Mana kau poenja soeami?"<noinclude></noinclude> 3yxg4mxrje92upz1t6zqvjhc439k9hc Halaman:Selina.djvu/30 104 114433 315444 315417 2026-08-22T12:47:08Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315444 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|||{{sp|'''„SELINA”'''}}|57}}</noinclude>{{c|{{larger|'''IX'''}}}} {{di|I}A ada bekerdja pada satoe firma Olanda mendjadi clerk. Dalem pekerdja'annja, maski ia sebetoelnja tida ada mempoenja experience, toch tida berapa lama lagi ia dapet menjoekoepin perminta'annja iapoenje pekerdja'an, dengen ringkes ia dapet menjoekoepin iapoenja koeadjiban. Iapoenja chef ada seorang Belanda jang sanget baeknja. Maski boekan semoestinja, ia sering banjak menoeloeng keperloean dari itoe nona. Iapoenja keada'an sebetoelnja banjak membikin sangsi. Seande ia mengakoe satoe prempoean Tionghoa, dapet djoega orang merasa sangsi, kerna iapoenja adat-adat boleh dibilang ada seperti prempoean Olanda, tapi seande ia mengakoe seorang Olanda, iapoenja moeka ada mengoendjoeken 100% ke-Tionghoa'an. Di itoe kantoor ia terkenal sebagi satoe nona Tionghoa. Ia terkenal dengen iapoenja nama „Mejuffrouw Tin", itoe nama jang ia dapet djambret sekenanja. Tapi seande penghidoepan ini boleh dioepamaken laoetan jang lebar, dan manoesia itoe boleh diandeken seperti satoe prahoe, jang teroembang-ambing di tengah laoetan jang besar, prahoe itoe aken tertampar ombak boekan tjoema satoe kali, sebab ombak itoe, dengen terbawa oleh sang angin jang merdika, datengnja berkali-kali dan tentoe djoega menamparnja berkali-kali, sebelon prahoe itoe terdampar di satoe pantai. Begitoelah baroe sadjah Selina itoe berasa sedikit aman hidoepnja, mempoenjai kawan-kawan jang baek, jang dapet djoega menghiboerin iapoenja kesedihan, laen penggoda dateng menjelak. Itoe chef, Meneer de Bruin, njata iapoenja manis boedi hanja poelasan belaka, kerna dalem hatinja ada bermaksoed laen. Berapa kalie tapi dengen tjara haloes, ia oendjoekin tingka-lakoe jang tengik. Selama Tin-nio alias Selina itoe bekerdja, de Bruin jang biasanja ambil makan di Restaurant, sekarang makan di kantoor. Ia sering oendang Selina boeat makan bersama-sama. Tadinja Selina tida berani menampik, menerima itoe dengen hati jang toeloes. Tapi roepanja belakangan ia dapet taoe maksoed jang sebetoelnja. Pada satoe hari Selina itoe habis doedoek makan, dan tatkala maoe berlaloe, de Bruin tahan padanja. sebab ia ada maoe bitjara apa-apa. Selina pikir itoe ada satoe oeroesan pekerdja'an. Dengen silaken doedoek dan sesoeda de Bruin pandang dengen tjara jang boleh diseboet koerang-adjar, ia berkata: „Boleh djadi kau tida taoe„ katanja. „Bahoea saja ada perhatiken banjak tentang kau poenja penghidoepan." Selina memandang pada lelaki itoe dengen rasa hati tida senang. „Kau poenja oesia jang moeda, kau poenja paras jang tjantik tapi dengen kau poenja badan jang kenji, sesoeatoe orang aken memandang kau dengen rasa kesian. Dan kau tentoe mengerti nona, saja jang mendjadi kau poenja chef, jang lebih banjak perhatiken hal kau, lantas timboel perasahan menoeloeng." Selina sekarang moelai tida mengerti, apa jang {{hws|ba|bakal}}<noinclude></noinclude> su8y3l1xp2w3g7dbguzdj73zidzglf4 315445 315444 2026-08-22T12:47:54Z Aeia aai 24023 315445 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|||{{sp|'''„SELINA”'''}}|57}}</noinclude>{{c|{{larger|'''IX'''}}}} {{di|I}}A ada bekerdja pada satoe firma Olanda mendjadi clerk. Dalem pekerdja'annja, maski ia sebetoelnja tida ada mempoenja experience, toch tida berapa lama lagi ia dapet menjoekoepin perminta'annja iapoenje pekerdja'an, dengen ringkes ia dapet menjoekoepin iapoenja koeadjiban. Iapoenja chef ada seorang Belanda jang sanget baeknja. Maski boekan semoestinja, ia sering banjak menoeloeng keperloean dari itoe nona. Iapoenja keada'an sebetoelnja banjak membikin sangsi. Seande ia mengakoe satoe prempoean Tionghoa, dapet djoega orang merasa sangsi, kerna iapoenja adat-adat boleh dibilang ada seperti prempoean Olanda, tapi seande ia mengakoe seorang Olanda, iapoenja moeka ada mengoendjoeken 100% ke-Tionghoa'an. Di itoe kantoor ia terkenal sebagi satoe nona Tionghoa. Ia terkenal dengen iapoenja nama „Mejuffrouw Tin", itoe nama jang ia dapet djambret sekenanja. Tapi seande penghidoepan ini boleh dioepamaken laoetan jang lebar, dan manoesia itoe boleh diandeken seperti satoe prahoe, jang teroembang-ambing di tengah laoetan jang besar, prahoe itoe aken tertampar ombak boekan tjoema satoe kali, sebab ombak itoe, dengen terbawa oleh sang angin jang merdika, datengnja berkali-kali dan tentoe djoega menamparnja berkali-kali, sebelon prahoe itoe terdampar di satoe pantai. Begitoelah baroe sadjah Selina itoe berasa sedikit aman hidoepnja, mempoenjai kawan-kawan jang baek, jang dapet djoega menghiboerin iapoenja kesedihan, laen penggoda dateng menjelak. Itoe chef, Meneer de Bruin, njata iapoenja manis boedi hanja poelasan belaka, kerna dalem hatinja ada bermaksoed laen. Berapa kalie tapi dengen tjara haloes, ia oendjoekin tingka-lakoe jang tengik. Selama Tin-nio alias Selina itoe bekerdja, de Bruin jang biasanja ambil makan di Restaurant, sekarang makan di kantoor. Ia sering oendang Selina boeat makan bersama-sama. Tadinja Selina tida berani menampik, menerima itoe dengen hati jang toeloes. Tapi roepanja belakangan ia dapet taoe maksoed jang sebetoelnja. Pada satoe hari Selina itoe habis doedoek makan, dan tatkala maoe berlaloe, de Bruin tahan padanja. sebab ia ada maoe bitjara apa-apa. Selina pikir itoe ada satoe oeroesan pekerdja'an. Dengen silaken doedoek dan sesoeda de Bruin pandang dengen tjara jang boleh diseboet koerang-adjar, ia berkata: „Boleh djadi kau tida taoe„ katanja. „Bahoea saja ada perhatiken banjak tentang kau poenja penghidoepan." Selina memandang pada lelaki itoe dengen rasa hati tida senang. „Kau poenja oesia jang moeda, kau poenja paras jang tjantik tapi dengen kau poenja badan jang kenji, sesoeatoe orang aken memandang kau dengen rasa kesian. Dan kau tentoe mengerti nona, saja jang mendjadi kau poenja chef, jang lebih banjak perhatiken hal kau, lantas timboel perasahan menoeloeng." Selina sekarang moelai tida mengerti, apa jang {{hws|ba|bakal}}<noinclude></noinclude> kll64eln7skjs4z72c7h7qwukka10bl Halaman:Selina.djvu/41 104 114449 315435 2026-08-22T12:00:19Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Tapi tatkala Selina djoempakan itoe soeami, ia tertawaken Selina jang minta ia dateng. „Saja tida ada tempo" katanja Henny van Arcken. „Nanti kaloe saja kombali saja nanti koendjoengin padanja ......." „Itoe soeda laat" katanja Selina dengen menangis. „Kau poenja istri sakitnja ada sangat berat, dan saja pikir tida ada harepan." „Oh, itoe ada lelakon toea, saben waktoe ia berlakoe begitoe" kata itoe soeami. „Saja sebagi soeaminja saja ada tao... 315435 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh|74|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|75}}</noinclude>Tapi tatkala Selina djoempakan itoe soeami, ia tertawaken Selina jang minta ia dateng. „Saja tida ada tempo" katanja Henny van Arcken. „Nanti kaloe saja kombali saja nanti koendjoengin padanja ......." „Itoe soeda laat" katanja Selina dengen menangis. „Kau poenja istri sakitnja ada sangat berat, dan saja pikir tida ada harepan." „Oh, itoe ada lelakon toea, saben waktoe ia berlakoe begitoe" kata itoe soeami. „Saja sebagi soeaminja saja ada taoe itoe akal." Berapa kali meratab-ratab, tapi Henny tida perdoeliken. „Apa sekarang Selina moesti berboeat. Ia kombali ka kamarnja itoe njonja. „Oh, Selina, mana dia, mana dia ......?" meratab itoe njonja. Apakah ia dateng?" „Ia aken dateng selekasnja" kata Selina dengen berdjoesta. Boleh djadi aken selama hidoepnja Selina tida nanti boleh loepaken itoe paras dari orang jang aken mati {{Illegible}} harepan begitoe roepa. {{Illegible}}toetoerken padanja bahoea saja aken {{Illegible}} poela itoe istri jang menjinta, tapi {{Illegible}} ketjinta'annja. „Ia taoe itoe dan ia nanti dateng." „Tapi kenapa ia belon dateng..... Oh, Henny." „Ia nanti dateng" katanja Selina. „Tahankenlah hatimoe." Tapi selagi Selina oetjapken itoe perkata'an, kedengeran soeara tindakan lelaki toeroen ka bawa. „Henny". Treak istrinja, dan itoe soeara ada begitoe roepa, hingga Selena djadi bergidik. „Henny......" Itoe lelaki jang tjilaka tertawa tatkala mendenger soeara itoe, dianggepnje seperti soeara aleman. „Itoe boekannja soeara seperti orang maoe mati" kata itoe lelaki sembari naek ka mobielnja. „Itoe soeara poera-poera. Hei, prempoean, selaloe maoe berlakoe seperti anak-anak." Tatkala mendenger itoe mobiel Selina tida brani memandang moekanja iapoenja njonja. „Henny. Oh, Henny". Meratab itoe soeara dengen pelahan. „Oh, Henny, ketjinta'ankoe......" Itoe soeara seperti mati dalem iapoenja bibir. Kemoedian ia laloe balikin moekanja ka tembok dengen lemah. „Selamet tinggal Selina......." katanja. Marika tida mendenger itoe soeara lagi, djoega tida taoe bagimana ia menarik napasnja jang penghabisan. Itoelah ada satoe kematian jang menjedihken. Ini njonja, moestinja mendjadi saorang jang beroentoeng bila ia menjintain satoe lelaki jang baek. Doeloe ia ada sanget beroentoeng, tapi iapoenja pilihan jang sala, meroesak antero penghidoepannja. Ia soeda memilih satoe lelaki jang tjoema tjantik japoenja paras tapi soeda sia-siaken ia, bikin pata iapoenja hati, dan bikin roesak iapoenja penghidoepan sampe diharian adjalnja. Selina menoenggoein datengnja Henny, tapi seperti biasa, ia dateng ampir tenga-malem. Tatkala di loear kamar ia djoempaken Selina, ini lelaki dengen bersenjoem ia berkata. Kau liat, saja penoehken djandji saja, dan saja dateng tida terlaloe laat." Kemoedin dengen di ikoetin oleh Selina ia masoek dalem kamarnja iapoenja istri. Sebagi pertama kali dalem hidoepnja ia masoek ka kamar itoe dengen tida ada soeara menghormat dari istrinja, tida ada moeka jang bergoemilap dan {{hws|ber|bertjahja}}<noinclude></noinclude> 5qgpijas0vmv9rkx5o95sivxmwrhh57 315436 315435 2026-08-22T12:01:11Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315436 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|74|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|75}}</noinclude>Tapi tatkala Selina djoempakan itoe soeami, ia tertawaken Selina jang minta ia dateng. „Saja tida ada tempo" katanja Henny van Arcken. „Nanti kaloe saja kombali saja nanti koendjoengin padanja ......." „Itoe soeda laat" katanja Selina dengen menangis. „Kau poenja istri sakitnja ada sangat berat, dan saja pikir tida ada harepan." „Oh, itoe ada lelakon toea, saben waktoe ia berlakoe begitoe" kata itoe soeami. „Saja sebagi soeaminja saja ada taoe itoe akal." Berapa kali meratab-ratab, tapi Henny tida perdoeliken. „Apa sekarang Selina moesti berboeat. Ia kombali ka kamarnja itoe njonja. „Oh, Selina, mana dia, mana dia ......?" meratab itoe njonja. Apakah ia dateng?" „Ia aken dateng selekasnja" kata Selina dengen berdjoesta. Boleh djadi aken selama hidoepnja Selina tida nanti boleh loepaken itoe paras dari orang jang aken mati {{Illegible}} harepan begitoe roepa. {{Illegible}}toetoerken padanja bahoea saja aken {{Illegible}} poela itoe istri jang menjinta, tapi {{Illegible}} ketjinta'annja. „Ia taoe itoe dan ia nanti dateng." „Tapi kenapa ia belon dateng..... Oh, Henny." „Ia nanti dateng" katanja Selina. „Tahankenlah hatimoe." Tapi selagi Selina oetjapken itoe perkata'an, kedengeran soeara tindakan lelaki toeroen ka bawa. „Henny". Treak istrinja, dan itoe soeara ada begitoe roepa, hingga Selena djadi bergidik. „Henny......" Itoe lelaki jang tjilaka tertawa tatkala mendenger soeara itoe, dianggepnje seperti soeara aleman. „Itoe boekannja soeara seperti orang maoe mati" kata itoe lelaki sembari naek ka mobielnja. „Itoe soeara poera-poera. Hei, prempoean, selaloe maoe berlakoe seperti anak-anak." Tatkala mendenger itoe mobiel Selina tida brani memandang moekanja iapoenja njonja. „Henny. Oh, Henny". Meratab itoe soeara dengen pelahan. „Oh, Henny, ketjinta'ankoe......" Itoe soeara seperti mati dalem iapoenja bibir. Kemoedian ia laloe balikin moekanja ka tembok dengen lemah. „Selamet tinggal Selina......." katanja. Marika tida mendenger itoe soeara lagi, djoega tida taoe bagimana ia menarik napasnja jang penghabisan. Itoelah ada satoe kematian jang menjedihken. Ini njonja, moestinja mendjadi saorang jang beroentoeng bila ia menjintain satoe lelaki jang baek. Doeloe ia ada sanget beroentoeng, tapi iapoenja pilihan jang sala, meroesak antero penghidoepannja. Ia soeda memilih satoe lelaki jang tjoema tjantik japoenja paras tapi soeda sia-siaken ia, bikin pata iapoenja hati, dan bikin roesak iapoenja penghidoepan sampe diharian adjalnja. Selina menoenggoein datengnja Henny, tapi seperti biasa, ia dateng ampir tenga-malem. Tatkala di loear kamar ia djoempaken Selina, ini lelaki dengen bersenjoem ia berkata. Kau liat, saja penoehken djandji saja, dan saja dateng tida terlaloe laat." Kemoedin dengen di ikoetin oleh Selina ia masoek dalem kamarnja iapoenja istri. Sebagi pertama kali dalem hidoepnja ia masoek ka kamar itoe dengen tida ada soeara menghormat dari istrinja, tida ada moeka jang bergoemilap dan {{hws|ber|bertjahja}}<noinclude></noinclude> epxn2dfc1pby8ddkfteg4r1kp5zug17 Halaman:Selina.djvu/42 104 114450 315437 2026-08-22T12:07:33Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315437 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|80|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|81}}</noinclude>{{hwe|tjahja|bertjahja}} dari meloeapnja iapoenja hati. Ini istri, jang sanget menjintaken padanja, maski ketjinta'annja tersia-sia, sekarang reba dengen tida terkoetik, dengen dislimoetin oleh makota dari kematian. Henny van Arcken betreak dengen ngeri. „Ini semoea kau poenja kordja" katanja Selina. „Kau soeda roesakin iapoenja hati dengen kau poenja perboeatan, dan maski kau taoe itoe kemoedian, kau sengadja berboeat teroes. Kau roepanja soeda kawin padanja tjoema boeat memaen, kau poenja tjinta tjoema boeat samentara waktoe. Ini semoea membikin penghidoepannja penoeh dengen doeri. Boeat iapoenja perminta'an jang paling soetji dari iapoenja penghabisan, kau poen soeda sia-siaken. Sekarang kau liat, liat pada itoe moeka. Kematian oemoemnja moesti dateng dengen keamanan dan kebroentoengan, tapi tengok, iapoenja mati dengen moeka begitoe roepa, kerna sampe di paling achir ia masih poetoes pengharepan, berasa tersia-sia dan hatinja loeka besar. Oh, Meneer van Arcken, seande kau maoe mentjari lagi dalem ini doenia, kau tida nanti mendapet lagi satoe istri begitoe menjintai kau seperti kau poenja istri jang mati ini........." Henny berdiri dengen tida bergerak. „Dengen saja poenja kehormatan" katanja. „Saja tida kira bahoea ia dalem sakit berat. Doeloe ia soeda berboeat berapa kali begitoe, perloenja soepaja saja dateng. Kaloe saja taoe. Oh, tentoe saja tida nanti pergi, maski boeat oeroesan apa djoega......" Kemoedian itoe djinazat soeda dikoeboer. Dan tatkala segala apa soeda slesei, itoe soeami tawarken Selina segala barang dari istrinja jang ia maoe ambil. Tapi Selina dengen angkoe ia berkata: „Saja ada mendapet pengasian satoe tintjin moentiara jang tjoekoep boeat saja dan njonja van Arcken sebagi peringetan ...... saja tida maoe apa-apa laen........" Kemoedian itoe hari djoega Selina meninggalken itoe roema dengen kesedihan dan peringetan. {{smaller|'''„LU-LU"'''-jang bakal dimoeat dalem Tjerita Roman October nummer antara laen-laen ada moeat: <br/> „Djadi kau tida aken bekerdja di Peach Palace Cobaret lagi?" <br/> „Tida, 'wak." <br/> „Ja. sabelonnja boekankah akoe soeda menjataken pada kau; seperti kau masih begini moeda dan apalagi terpladjer, sabenernja tida pantes ambil itoe pakerdjahan saben malam boeat dipeloek oleh lelaki-lelaki. Kau tadibilang ka Peiping, siapa temennja?"<noinclude></noinclude> szucloab1ft3tliyarhqo0bb4ubrhb7 315438 315437 2026-08-22T12:07:54Z Ammachemist 27288 315438 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|80|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|81}}</noinclude>{{hwe|tjahja|bertjahja}} dari meloeapnja iapoenja hati. Ini istri, jang sanget menjintaken padanja, maski ketjinta'annja tersia-sia, sekarang reba dengen tida terkoetik, dengen dislimoetin oleh makota dari kematian. Henny van Arcken betreak dengen ngeri. „Ini semoea kau poenja kordja" katanja Selina. „Kau soeda roesakin iapoenja hati dengen kau poenja perboeatan, dan maski kau taoe itoe kemoedian, kau sengadja berboeat teroes. Kau roepanja soeda kawin padanja tjoema boeat memaen, kau poenja tjinta tjoema boeat samentara waktoe. Ini semoea membikin penghidoepannja penoeh dengen doeri. Boeat iapoenja perminta'an jang paling soetji dari iapoenja penghabisan, kau poen soeda sia-siaken. Sekarang kau liat, liat pada itoe moeka. Kematian oemoemnja moesti dateng dengen keamanan dan kebroentoengan, tapi tengok, iapoenja mati dengen moeka begitoe roepa, kerna sampe di paling achir ia masih poetoes pengharepan, berasa tersia-sia dan hatinja loeka besar. Oh, Meneer van Arcken, seande kau maoe mentjari lagi dalem ini doenia, kau tida nanti mendapet lagi satoe istri begitoe menjintai kau seperti kau poenja istri jang mati ini........." Henny berdiri dengen tida bergerak. „Dengen saja poenja kehormatan" katanja. „Saja tida kira bahoea ia dalem sakit berat. Doeloe ia soeda berboeat berapa kali begitoe, perloenja soepaja saja dateng. Kaloe saja taoe. Oh, tentoe saja tida nanti pergi, maski boeat oeroesan apa djoega......" Kemoedian itoe djinazat soeda dikoeboer. Dan tatkala segala apa soeda slesei, itoe soeami tawarken Selina segala barang dari istrinja jang ia maoe ambil. Tapi Selina dengen angkoe ia berkata: „Saja ada mendapet pengasian satoe tintjin moentiara jang tjoekoep boeat saja dan njonja van Arcken sebagi peringetan ...... saja tida maoe apa-apa laen........" Kemoedian itoe hari djoega Selina meninggalken itoe roema dengen kesedihan dan peringetan. {{smaller|'''„LU-LU"'''-jang bakal dimoeat dalem Tjerita Roman October nummer antara laen-laen ada moeat: <br/> „Djadi kau tida aken bekerdja di Peach Palace Cobaret lagi?" <br/> „Tida, 'wak." <br/> „Ja. sabelonnja boekankah akoe soeda menjataken pada kau; seperti kau masih begini moeda dan apalagi terpladjer, sabenernja tida pantes ambil itoe pakerdjahan saben malam boeat dipeloek oleh lelaki-lelaki. Kau tadibilang ka Peiping, siapa temennja?"}}<noinclude></noinclude> 8xbu4wfo3jqty738y8kfmglivzupu6d Halaman:Selina.djvu/43 104 114451 315439 2026-08-22T12:16:46Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315439 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||||{{sp|'''„SELINA”'''}}|83}}</noinclude>{{C|'''XIII'''}} {{di|S}}ESOEDA teroembang-ambing dalem penghidoepannja, achirnja Selina ada di Batavia. Berhoeboang dengen satoe advertentie meminta satoe nona boeat kasi beladjar 4 anak-anak dalem roemahnja sendiri, maka Selina soeda madjoeken itoe lamaran. Itoe lamaran roepanja ada disetoedjoel. Selina dikirimin ongkos boeat dateng, sekalian conditie dalem itoe pakerdja'an. Dalem itoe soerat-balesan, antara laen-laen ada ditoelis sebagi berikoet: {{right|{{smaller| „ ............ Saja pikir kau aken setoedjoe, boeat tinggal <br/> di roema saja. dengan mengasi peladjaran dan pendidikan <br/> pada saja poenja anak, 4 anak, satoe lelaki dan <br/> tiga prempoean. Boeat itoe kegoena'an saja aken beriken pada kau sebagi bermoela ''f'' 125-, kau tinggal <br/> dan segala keperloean ada dalem saja poonja tanggoengan. <br/> Kau boleh pertjaja nona bahoea kau aken diperlakoeken seperti kita poenja familie....."}}}} Tatkala sampe di Batavia, Selina menoedjoe ka Kramat dan dapetken adres jang ditjari. Ia telah disamboet dengen moeka girang. „Saja memberi kau selamet dateng" katanja toean roema, satoe soedagar besar di Batavia jaitoe Lim Kong-kian. Iapoenja njonja, seorang prempoean jang terpladjar poen baroe sadja bertemoe soeda oendjoek rasa soeka. Selina kenalken dirinja sebagi satoe nona Tionghoa, ia telah memake itoe nama Tan Tin-nio. Lagi sekali telah dibikin perdamian, dan achirnja marika soeda djadi saling setoedjoe. Selina tinggal dalem sala satoe kamar di hoofdgebouw, dan ia diperlakoeken seperti soedara njonja roema sendiri. Anak-anaknja poen lantas mendjadi soeka pada ini goeroe-roemahan. Selina ada begitoe perhatian dan begitoe menaro kasih pada anak-anak, hingga Njonja Kong-kian satoe hari telah menanja. „Ade-Tin. Kau poenja tjara-tjara berlakoe kepada anak, saja berasa seperti kau soeda perna mendjadi iboe..... ?" Selina memandang pada itoe njonja-roema dan berkata: „'Ntji, saja ada mempoenjai satoe anak lelaki, jang saja tinggalken di Soerabaja. Saja poen bekerdja perloenja fjoema boeat itoe anak soepaja saja boleh didik ia dengen pantes dihari besarnja. Ia soeda tida mempoenjai ajah, maka itoe saja pikir ada saja poenja koeadjiban boeat menanggoeng itoe semoea." Njonja Kong-kian djadi lebih timboel perasahan sympathie. „Apa kau poenja soeami meninggal?" menanja ia. „Tida. Saja sendiri tida taoe dimana ia sekarang berada. Saja poenja penghidoepan ada tertimpa oleh banjak kesoesahan, dan oleh kerna tjoema boeat itoe anak, maka saja boleh hidoep sampe sekarang." Njonja Kong-kian lebih-lebih djato soeka pada ini njonja jang manis-boodi. „Saja kepingin liat itoe anak, Ade Tin" katanja. „Kenapa kau moesti berpisa padanja. Saja girang betoel kaloe kau boleh bawa itoe anak kemari. Djangan bikin dirimoe di sini seperti orang laen. Saja kepingin<noinclude></noinclude> q9u8kimkthupk18vcc6pdni2a43lfm6 Halaman:Selina.djvu/44 104 114452 315440 2026-08-22T12:23:03Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315440 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|84|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|85}}</noinclude>kau bawa itoe anak kemari, dan didik di sini. Kaloe kau perloe kasi ia sekola, saja nanti dengen girang soeka membantoe kepadamoe dan kirim bersama-sama kita poenja anak, apabila soeda liwat oemoer 7 tahoen...." „Oh, 'Ntji, kau ada begitoe baek. Saja tida mengerti, bagimana saja berasa beroentoeng, seperti kau poenja kebaekan itoe ada anoegrahan dari Toehan ...... " Satoe orang kemoedian soeda dikirim ka Soerabaja boeat ambil anak itoe. Selina menoenggoe datengnja iapoenja anak itoe dengen hati berkembang. Sama sekali ia tida doega, bahoea ia bakal bekerdja disitoe dengen tjara begitoe merdika, hingga boleh bawa anaknja sekali. Itoe njonja roema ada begitoe baek beliken satoe tempat tidoer ketjil dan soeda diatoer rapi dalem kamarnja Selina. Selina soeda beliken koeda-koeda'an besar, seperti itoe anak-anak dari njonja-roema. Tatkala itoe hari soeda sampe dimana anaknja bakal dateng, Selina soeda gadangin itoe djam, dan itoengin djam itoe seaken-aken setiap djam telah beroba mendjadi satoe abad, dan satoe ketikan lontjeng berarti satoe djam. Itoe anak aken dateng dengen kreta-api poekoel anem liwat, jaitoe Eendagsche dari Soerabaja. Dan sedari poekoel ampat Selina soeda menoenggoein di loear. Tiba-tiba apabila siang soeda terganti dengen sore dan langit moelai gelap, auto-sedannja toean roema masoek, jang diparentah oleh Kong-kian boeat papak. Ampir sadja Selina soeda lompat dari tangga atas sampe kebawa seaken-aken takoet tida keboeroe memelok anaknja. Selina lantas toebroek dan tjioemin itoe anak dengen aer matanja mengoetjoer. Ia sendiri tida taoe berapa lama ia soeda berpisa dengen anaknja jang tertjinta itoe, dan ia sendiri poen tida doega bagimana ia boleh berdjoempa itoe waktoe. Semoea agaknja seperti berada dalem impian, dan Selina takoot bahoea itoe betoel-betoel ada satoe impian. Dirk memandang kepada iboenja dengen terprandjat. Itoe anak jang moengil dengen matanja jang bersinar memandang iboenja jang pipinja basa dengen aer-ketjinta'an jang terperas dari matanja. „Apa akoe membikin kau kaget, anakkoe, Dirk...?" menanja iboe itoe jang tida brentinja memelok. Itoe anak masih memandang kepada iboenja dengen heran agaknja. „Oh, Dirk, apa kau masih kaget?" menanja poela itoe iboe. „Oh, iboemoe rasanja mati-dahaga kepingin liat kau poenja moeka, ini soekma rasanja lapar ingin djoempaken kau. Dirk, seboetkenlah dan panggil akoe Mama", seboetkenlah itoe perkata'an „Mama" dari kau poenja moeloet, dengen begitoe djadi saja taoe bahoea saja boekannja mengimpi. Baroe ini anak seperti dapet mendoesin dan laloe memelok kepada iboenja sembari berkata: „Mama, mama..." ia berkata seaken-aken maratab soearanja itoe. Saja ada sanget girang boleh bertemoe dengen kau, Mama....." Toean dan njonja roema poen boekan maen girangnja, pertama, marika telah dapet menggirangken hatinja itoe njonja jang lagi dahaga dengen ketjinta'an anaknja, kedoea ia orang sanget soeka betoel meliat anak jang moengil itoe. Anak-anaknja Lim Kong-kian poen soeka dengen anak itoe, dan lekas mendjadi kawan. Itoe malem, Selina tidoer dengen anaknja, tida<noinclude></noinclude> f6yf6fw00bggqaexcfho7q9tkzxvhmp Halaman:Selina.djvu/45 104 114453 315441 2026-08-22T12:31:14Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315441 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|86|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|87}}</noinclude>maoe anaknja djaoe dari iapoenja diri. Itoe waktoe ia ada begitoe girang, hingga ampir ia telah dapet loepaken iapoenja penghidoepan jang tjilaka. {{di|S}}ELINA dalem itoe familie semangkin lama semangkin dipandang seperti orang roema sendiri. Selina tangannja enteng, ie soedi-gawe, selaennja mengadjar dan mendidik anak-anaknja toean roema, ia poen banjak membantoe segala oeroesan roema-tangga. Njonja Kong-kian boekan maen lantas sajang kepadanja. Ampir kemana sadja Njonja Kong-kian pergi selama Selina dibawanja, dan dipandang seperti soedara sendiri. Di Batavia belon lama Selina berdiam lantas mendapet banjak temen kekal. Antara itoe kawan-kawan prempoean ada teritoeng Njonja-Lieutenant Tionghoa, satoe njonja jang beroentoeng, kaja dan tertjinta betoel oleh soeaminja. Dengen tjepet, begitoe lekas marika berdjoempa, marika lantas mendjadi soeka satoe dengen laen. Njonja Lieutenant itoe, atawa orang panggil djoega Njonja Koo, ada sanget soeka dengen anak ketjil, pada Dirk ia ada sanget sajang. Satoe waktoe, tatkala Selina lagi pelokin anaknja di tangga roema, tatkala njonja roema lagi tidoer dan anak-anaknja jang laen lagi memeen, Njonja Koo ada dateng dan dari djaoe ia mengawasin lakoenja Selina jang roepanja lagi mengenang-ngenangken apa-apa. Kemoedian ia lantas memegang poendaknja Selina dan berkata dengen soeara sympathie. „Apa jang kau pikirken Ade Tin" katanja. „Kau selaloe soeka doedoek menang-menoeng. Kenapa kau moesti liwatken kau poenja oesia moeda dengen banjak pikiran. Kau nanti boleh lekas toea." Selina djadi kaget, tapi sebagi djawaban ia kasi oendjoek senjoeman jang terpaksa. Njonja Koo laloe ambil tempat doedoek diseblanja itoe njonja jang penghidoepannja tertoetoep oleh mendoeng kesedihan. „Apa papanja ini anak soeda lama mati?" menanja ia. „Oh, itoe soeda banjak tahoen saja ke'ilangan dia" kata Selina dengen pendek. „Apa kau poenja soeami tida ada mempoenjai familie di sini, boekankah djoega ia ada seorang Tionghoa-pranakan?" menanja Njonja Koo. Selina njataken teroes terang bahoea soeaminja belon perna tjerita hal sapoenja familie. „Kau tjinta padanja betoel-betoel?" menanja Njonja Koo dengen tertawa. „Saja tiinta padanja lebih besar dari saja poenja njawa sendiri" djawab Selina. „Itoelah ada djalan jang betoel boeat menjinta" katanja Njonja Koo dengen mengela-napas. Itoe rasanja seperti tida ada persama'annja. Jang satoe mengasi semoea, jang laen memberiken seanteronja. Saja pikir boekan gampang aken dapet djoempaken satoe soeami dengen satoe istri jang saling memberiken tjinta-kasihnja sama agoengnja seperti itoe." „Tapi segala apa sering diadi meleset" kata Selina dengen hati merasa peri. „Doenia dikoewasain oleh Toehan. Dia jang menjediaken lelakon-lelakon aneh dalem penghidoepan kita manoesia........." kata Njonja Koo, kemoedian ia laloe pegang tangannja Dirk dan bawa kepangkoeannja. „Dirk" kata ia sembari memelok. „Kau aken lekas mendjadi besar." „Saja kepingin lantas mendjadi besar sekarang {{hws|djoe|djoega}}<noinclude></noinclude> e5zzu7nynrvzqki7ci4y0j875cek15y Halaman:Selina.djvu/46 104 114454 315442 2026-08-22T12:37:36Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315442 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|88|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|89}}</noinclude>{{hwe|ga|djoega}}" katanja itoe anak jang moengil. „Soepaja saja boleh membantoe mama saja." „Berapa besar kau tjinta iboemoe. Dirk?" „Tjoema ia sendiri jang saja poenjaken dalem ini doenia" djawabnja sembari memandang iboenja. „Saja tjoema tjintaken ia." Njonja Koo lantas pelok anak itoe dan meratab kepada dirinja sendiri. „Oh, kaloe ia mendjadi anak saja........." katanja. „Saja nanti korbanken segala apa, saja poenja oeang, saja poenja kekaja'an, boeat satoe anak jang moengil sematjem kau....." Dirk tertawa, agaknja anggep itoe njonja berkata memaen. Selina lantas soeroe ia pergi memaen dengen anaknja toean roema, dan pesen soepaja tida nakal. Dirk lantas lompat dari pangkoeannja Njonja Koo, pelok dan tjioemin iboenja, kemoedian ia lari pergi dengen senjoeman manis dimoeloetnja. Njonja Koo memandang itoe anak dengen aer-mata di matanja. „Saja kepingin bawa itoe anak ka roema tetira saja di Sindanglaja kaloe kau idzinken. Laen minggoe saja aken pergi ka sana. Apa kau boleh idzinken itoe, Selina?" „Kenapa tida." Itoe doea prempoean tjantik, sama tjantiknja, tapi tida sama broentoengnja, saling menjinta, saling berkasih-kasih, seperti marika atawa dari soedara poetoesan peroet. Itoe njonja ada begitoe baek, hingga Selina merasa beroentoeng dengen iapoenja kebroentoengan. Seande, itoe njonja aken dapet ditimpa oleh kesoesahan apa-apa, tentoe Selina nanti soeka aken pikoel itoe boeat goena itoe njonja sobatnja. Njonja Koo poen ada seroepe. Selina poenja kesedihan-kesedihan agaknja ada toeroet djoega dirasaken olehnja. Berapa kali ia tjoba meminta, soepaja ia boleh berboeat apa-apa aken beroentoengken iapoenja hati, atawa Selina toetoerken iapoenja hikajat penghidoepan jang tentoe panoeh dengen kesedihan, tapi Selina menampik, Selina menolak, kerna ia ta'maoe orang toeroet memikoel kesedihannja. {{di|N}}JONJA Koo atawa Frida, ada istri jang tertjinta dari Hong-ing. Perkawinan marika itoe dipandangnja dengen gilang-goemilang kerna dianggepnja tida ada perkawinan lebih beroentoeng dari marika itoe. Itoe soeami-istri ada begitoe accoord, selaloe bersama-sama di tempat apa djoega, seperti jang satoe mendjadi bajangan dari jeng laen. Banjak nona-nona mengiri, meliat bagimana Frida ditjintain oleh soeaminja. Banjak lelaki-lelaki kepingin ambil tempatnja Hong-ing, soepaja ia boleh ditjintain, maski tjoema separo sadjah, seperti apa jang Frida boleh atoerken kepada soeaminja jang sekarang. Tapi itoelah dipandangnja dari loear. Betoel Frida menikah kepada Hong-ing, dan Hong-ing pilih Frida, boleh dibilang ada pilihan orang-toea, tapi apabila marika soeda berdjoempa, marika lantas lepasken masing-masing hatinja. Marika lantas saling menjinta, seperti belon perna ada merpati bertjinta-tjinta dan berkasih-kasih seperti marika itoe. Itoe perkawinan ada satoe perkawinan jang beroentoeng, matahari bersinar teroes sedari matahari itoe bersinar diwaktoe hari nikahnja. Tapi orang tentoe nanti merasa heran, bahoea agaknja Frida itoe seperti tida mendapet antero ketjoekoepan.<noinclude></noinclude> oagwa9ztzmf1qkmvmvto6vxxj8cg408 Halaman:Selina.djvu/47 104 114455 315443 2026-08-22T12:44:55Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315443 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|90|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|91}}</noinclude>Ia sendiri tida dapet menjataken apa jeng koerang. Tjoema ia taoe soeaminja berlakoe soenji, lebih soenji dan semangkin soenji, dan kapan itoe dimoelainnja, itoe ia sendiri tida bisa bilang. Bagimana doedoeknja sekoenjian itoe, poen ia tida dapet menerangken. Ia tjoema merasa, soeaminja tida membales penoeh, besarnja itoe tinta jang ia atoerken kepada soeaminja. Adakah ini oleh kerna soeaminja saorang jang beradat tinggi, atawa oleh kerna ia selaloe repot dalem pekerdja'an, atawa oleh kerna belakangan ia diangkat mendjadi Officer Tionghoa, itoelah ia tida bisa kasi djawaban. Belakangan, soeaminja sering berkata-kata dalem iapoenja tidoer, perkataan-perkata'an jang ia belon perna oetjapkon kepada istrinja. Sebagi satoe prempoean, Frida itoe mengiri. Maoe Frida bertjemboeroe, tjoema tra'taoe kepada siapa ia moesti bertjemboeroe. Ia tjoema inget pada satoe pagi, sesoeda malemnja terdjadi satoe hal. Itoe malem tatkala Frida mendoesin, ia mendenger soeaminja mengatjo dalem iapoenja tidoer. Perkataan-perkata'an itoe dioetjapkennja dengen menarik hati, tapi Frida koerang ketarik, sebab itoe tida diatoerken kepadanja. Pada paginja ia telah menanja kepada iapoenja soeami. „Ing, apa kau impiken saja malem-tadi?" menanja Frida. Sembari bersenjoem Hong-ing djawab peranja'an istrinja. „Tida. Sebetoelnja saja moesti maloe dengen tida impiken kau jang saja tjinta. Tapi saja tida beroentoeng impiken kau, Frida." „Tapi siapa jang kau panggil kekasih" dalem kau poenja impian?" „Saja tida taoe bahoea saja perna berkata-kata dalem saja poenja tidoer." „Kau sering berboeat Ing, boekan satoe kali. Djangan kau takoet toetoerken saja, apa kau perna menjinta satoe nona sebelonnja kau menikah kepada saja?" „Kenapa Frida, kenapa kau madjoeken pertanja'an matjem ini?" kata Hong-ing dengen tertawa. „Saja boekannja satoe malaekat, djoega boekannja saja hidoep di oetan jang soenji, manoesia, kekasih, tinggal seperti manoesia." „Itoe boekan djawaban dari saja poenja pertanja'an katanja Frida. Apa kau perna menjintaken satoe nona sebelon kau djoempaken saja?" „Tida, saja belon perna, seriboe kali saja belon perna seperti menjintaken padamoe." Tapi itoe tekoekan dari soeara ada begitoe roepa, ada mengoendjoeken kepalsoean. Frida berasa itoe, maka moela itoe hari maski dengen tida kentara marika poenja ketjinta'an seperti dilipoetin oleh mendoeng-mendoeng jang mengandang antara kedoeanja. Frida ada satoe prempoean jang beradat bangsawan. Seande laen prempoean, ia aken banjak perhatiken hal impian itoe, atawa mentjari djalan soepaja taoe resia soeaminja, atawa soeroe iapoenja sala-satoe familie boeat slidikin keada'an soeaminja doeloe. Tapi ia tida berboeat begitoe. Ia tjoema anggep bahoea impian dari penghidoepannja soeda moesna. Ia tida lagi anggep bahoea dirinja ada itoe satoe-satoenja nona jang soeaminja perna menjinta. Tjoema Frida moelai berkoeatir, moelai koerang-girangnja, dan itoe kebroentoengan jang pendeknja agaknja soeda berachir.<noinclude></noinclude> n3bz78d7p65cjt84ass32nivncljwj1 Halaman:Selina.djvu/48 104 114456 315446 2026-08-22T12:55:24Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315446 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|92|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|93}}</noinclude>Seande keinginan dari iapoenja hati dapet dipenoehken, boleh djadi ia dapet menghiboerin iapoenja hati dan boleh loepaken ini pelahan dengen pelahan. Tapi ini keinginan boeat dapet satoe anak, pada siapa Frida boleh toempaken iapoenja sisa tjinta-kasih jang tertjaboet dari soeaminja, tida perna dateng. Frida poenja tjinta kepada Hong-ing ada tjinta jang agoeng, ada tjinta jang tinggi, tapi itoe sekarang moelai loemer sedikit dengan sedikit. Ia anggep soeaminja ada lelaki jang paling soetji dan terhormat, tapi ternjata ia tida lebih dari lelaki-lelaki jang laen. Tapi bagimana djoega Frida tetep sabar, dengen hati-loeka ia tetep bersoeka-soeka dilahirnja. Tapi apakah tjintanja kepada iapoenja soeami ada koerangan? Inilah siapa jang mengerti hati prempoean boleh djawab ini pertanja'an. {{smaller|'''„LU-LU"''' dalem Tjerita Roman October, <br/> pembatja nanti merasa sajang kaloe tida membatja, jang sekali <br/> pegang, pasti tida aken lepaskan sabelonnja tamat. <br/> Antara laen-laen „Lu-lu" poen ada loekisken: <br/> „Lo." Lulu tarik satoe napas dan berkata, „akoe tida <br/> pertjaia kaloe akoe tida bisa temenin kau poenja mama. <br/> Kau taoe bagimana akoe poenja kepingin boeat mem- <br/> poenjain satoe mama! Kaloe sadja kau poenja mama <br/> soedi pandeng akoe seperti iapoenja anak sendiri, itoelah <br/> akoe poenja pengharepan saoemoer hidoep. Akoe eken lajanin ia seperti laen anak prempcean berbakti lajanin <br/> mata telah mengalir sanget deres.}} {{C|'''XIV'''}} {{di|B}}OEAT hiboerken iapoenja hati Frida sering djoempaken Selina. Ini Njonja-Soerabaja, seperti Njonja-roema soeka namaken, pande berkata-kata dan pande menarik hati orang. Pada satoe hari lepas maen tennis dibelakang dari itoe gedong, selagi doedoek berdoea diatas roempoet dan sembari gendong iapoenja racket, Selina godain Frida dengen berkata: „Saja brani bertaro kau lagi ke'ilangan apa-apa" katanja Selina itoe. Frida memandang pada kawannja dengen bersenjoem. „Kau pande memaenken hati. Ade-tin" kata Frida. „Kau maoe artiken, kerna soeami saja ada dalem perdjalanan djaoe?" Selina tertawa berkakakan. „Saja sebetoelnja kepingin djoempa dengen kau poenja soeami" kata Selina itoe. „Kenapa?" Menanja Njonja Koo dengen manis boedi. „Kerna saja kepingin liat satoe lelaki jang dapet memenangken itoe tjinta jang agoeng dari kau." Selagi masih berkata-kata, Kok-san, seorang moeda, soedara-misan dari njonja roema dateng samperin Selina dan berkata: „Mejuffrouw Tan, apa kau soeka mendjadi saja poenja partner melawan King-hoo dan Sing-nio?" Selina meminta ma'af kepada Frida dan ia laloe menoedjoe ka tempat tennis-baan. Frida memandang kedoeanja dengen moeka jang<noinclude></noinclude> rmttuhjz4s0fpoakx9786xbyl8leu9u Halaman:Selina.djvu/31 104 114457 315447 2026-08-22T13:03:38Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315447 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|58|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|59}}</noinclude>{{hwe|kal|bakal}} dioetjapken lebih djeoe. „Dengen kau poenja keada'an ini tida pantes kau bekerdja. Saja rasa, pekerdja'an begini ada sanget berat boeat kau. Pantesnja, kau moesti berdiam di satoe roema-tangga, kerna kau lebih pantes mendjadi njonja roema dari pada satoe nona-bekerdja{{...|9}}" Selina djawab sadjah seadanja. „Ja, tapi penghidoepan memaksa saja bekerdja toean, dan saja pikir, pekerdja'an begini tida berat boeat saja." „Itoe betoel, kau masih moeda, kau masih banjak mempoenjai tenaga, tapi hati lelaki ada laen. Hati seorang jang baek, sering merasa ketarik dalem keada'an jang begini. Apa kau soeka kaloe saja berboeat sedikit apa-apa aken goena kau?" Selina memandang kepada lelaki itoe, agaknja hendak menimbang, adakah ini perkata'an dioetjapken dengen hati jang toeloes. Selina sangsi. „Saja tentoe bertrima kasih toean boeat pertoeloengan itoe." De Bruin lantas isep dan soeloet iapoenja sigaret, kemoedian landjoetken perkata'annja lebih djaoe. „Saja pikir ada tida baek boeat kau bekerdja teroes. Saja niat aken menoeloeng kau dengen kasiken kau satoe roema-tangga jang baek. Saja nanti sewaken kau satoe roema dengen tjoekoep bekakasnja. Hal oeang belandja, saja nanti boleh memberiken tjoekoep. Kau nanti mendapet satoe boedjang. Dan dalem kau poenja kesepian saja nanti aken sering dateng boeat kawanin kau{{...|12}}" De Bruin deketin seaken-aken ada maksoed djahat. Selina berdiri dan dengen mata menjala, ia tampar moekanja itoe lelaki jang koerang adjar. Tapi kerna ini boekan de Bruin moendoer, tapi lantas menoebroek. Sekoetika itoe Selina berada dalem pelokannja itoe lelaki jang ternjata tida baek kelakoeannja dan boeroek maksoed hatinja, jang di moeloet ia artiken 'menoeloeng'. Helaas, pintoe poen terboeka, satoe njonja berdiri dengen mata hilap. „Inilah jang membikin adat kau berlaenan di roema, jang membikin kau seperti lingloeng" katanja itoe njonja. „Roepanja kau ada menjimpen satoe prempoean djahanam dalem kau poenja kantoor{{...|9}} kau bikin ini kantoor{{...|9}} sebagi tempat jang tida baek{{...|9}}" Itoelah ada njonja de Bruin. Selina lantas merontak keras dan terlepas dari tjangkramannja itoe lelaki binatang. De Bruin poen berdiri dengen kesima, selagi mana iapoenja njonja soeda menjemprot dengan laen perkata'an. „Hei, prempoean moeda, kau maoe djoeal kau poenja ketjantikan, sebagi gantinja kau djoeal kau poenja pekerdja'an" katanja. „Kau, satoe prempoean jang tida baek, kau tjantik kau poenja paras, poeti kau poenja koelit moeka, tapi djahanam kau poenja isi hati. Apa kau tida maloe dengen keada'an begini. Kau satoe prempoean jang tida bisa hargaken kau poenja deradjat, bermoraal renda dan Toehan nanti koetoekin kau{{...|15}}" Selina betreak dengen koetoekan itoe. Ia tida berdosa. „Njonja{{...|9}}" treak Selina. „Toetoep kau poenja moeloet. Kau hendak memberi keterangan, saja taoe, tapi itoe tida perloe. Saja poenja mata dapet meliat segala apa dari apa jang kau poenja lida bisa njanjiken perkata'an." Kemoedian itoe njonja memandang dengen mata melotot pada iapoenja lelaki. „Kau, kasi keloear ia<noinclude></noinclude> abn32conl6b6rwhxxtvg2smhscv9agl Halaman:Selina.djvu/32 104 114458 315448 2026-08-22T13:11:17Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315448 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|60|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|61}}</noinclude>dari kau poenja kantoor, atawa saja madjoeken ini perkara di hadepan pengadilan boeat satoe perkara pertjerean{{...|12}}" Kemoedian njonja itoe gabroekin pintoe dan berdjalan pergi. Selina masih berdiri dengen kesima, memandang itoe segala apa seperti satoe impian. De Bruin lantas memandang kepada itoe njonja moeda. „Saja menjesel moesti njataken padamoe, bahoea dari pada saja moesti bebentrok dengen roema-tangga saja, kepaksa saja brentiken kau{{...|12}}" Selina dalem iapoenja amara, ia sekarang tertawa. „Sebetoelnja saja moesti meminta itoe kepadamoe" katanja dengen tertawa. „Boeat ini semoea, saja dapet satoe keoentoengan, saja dapet mengenalin lebih banjak lagi adat-adat manoesia jang boeroek{{...|9}}" Selina lantas berdjalan keloear, pake iapoenja topi dan tinggalken iapoenja pekerdja'an di itoe sa'at djoega. Tatkala ia soeda berdiri di loear, mendapet sinar matahari, kena angin jang merdika, rasanja ia dapet bernapas lega. „Oh, penghidoepan" katanja, „njatalah penghidoepan ini penoeh dengen doeri. Betoel sekali, bahoea, dalem penghidoepan ini banjak sekali pertjoba'an. Seande orang tida dapet menahan hati, ia tida dapet meliwatin djalannja ini penghidoepan jang soeker." Kemoedian ia djalan teroes, djalan teroes, dan ia djalan dalem keada'an begitoe roepa, dalem keada'an begitoe bingoeng, hingga ia tida taoe bahoea ia djalan dengen sembarangan di tempat jang rame, hingga satoe mobiel jang berdjalan dengen kentjeng soeda toebroek ia dari belakang. Orang betreak{{...|9}} itoe njonja jang doedoek di itoe mobiel soeda lompat keloear dan ampir djato, tapi itoe njonja-moeda tida dapet ditoeloeng lagi, ia soeda djato dan di kepalanja keloear banjak dara. Oentoeng baek sang chauffeur ada begitoe tjepet menggoenaken remnja, hingga tida sampe itoe nona tergiling. Itoe njonja lantas prentah iapoenja kenecht bawa itoe orang jang bertjilaka ka iapoenja auto. Politie lantas dateng dan bikin tjatetan dari itoe ketjilaka'an, tentoe sadjah itoe chauffeur ditempelin verbal. Tapi koeadjiban jang pertama adalah menoeloeng itoe njonja jang tilaka dan anterken ka Centraal Burgelijke Ziekenhuis di Goebeng.<noinclude></noinclude> ra45pm7wrt701pbvplrfmi52qg4dt1l Halaman:Selina.djvu/51 104 114459 315449 2026-08-22T13:16:55Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315449 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|98|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|99}}</noinclude>diri, soepaja ia orang boleh tetep dalem kebroentoengannja. „Tentoe itoe laen prempoean moesti bersengsara seperti kau telah bersengsara, kenapa moesti tida. Tapi boleh djadi ia ada satoe prempoean jang terhormat dan satoe prempoean, apa kau kira ia nanti bertrimakasih padamoe, kerna kau simpen dan semboeniken perboeatannja iapoenja soeami jang biadab?" „Itoe saja tida taoe" katanja Selina dengen menangis. „Oh, Frida, Frida.......seande ia taoe bahoea itoe lelaki jang ia koetoek boeat kebaekannja Selina, jang ia tjatji kerna iapoenja tinta pada iapoenja kawan jang kekal sebetoelnja ada iapoenja soeami sendiri, Hong-ing. Hong-ing jang ia tjinta............ Tapi djoega Hong-ing jang belakangan seperti tida membales penoeh iapoenja tjinta, kerna, ia seperti berasa bahoea sebelonnja berdjoempa padanja, ada laen nona soeda mengambil tempat dalem iapoenja hati. Djadi Frida itoe mendapet tempat dalem hatinja Hong-ing, seperti prempoean jang kedoea. Dan itoe prempoean jang Hong-ing sering ngatjoken dalem impiannja, dalem tidoernja, sebetoelnja boekan laen orang, jalah Selina. Selina .... jang terkenal olehnja sebagi Tin-nio. Sesoeda lama marika brenti berkata-kata, Selina samboeng iapoenja perkata'an. „Oh, biarlah ia bersengsara seriboe kali, dari pada saja meliat laen prempoean bersengsara" katanja Selina. „Kau tentoe berboeat kebaekan kepada oendang-oendang penghidoepan bila kau djoempaken kau poenja soeami dan kau bikin pembalesan. Seande saja bertempat sebagi itoe prempoean jang kedoea, saja tentoe lantas meninggalken saja poenja soeami itoe, dan maski saja poenja hati boleh roesak, saja tentoe nanti lantas ambil selamet tinggal boeat selama-lamanja." „Kau betoel-betoel nanti berboeat begitoe?" menanja Selina, seperti djoega hendak memastiken orang poenja maksoed. „Saja tentoe tida bisa tinggal dalem dalem satoe ajoeban roema sebegitoe lekas saja dapet taoe resia sematjem itoe." „Oh, saja tida ada poenja itoe kebranian seperti itoe" katanja Selina. „Dan 'Ntji-Frida, sesoeda kau taoe saja poenja riwajat jang begini tjilaka, apa kau masi soeka bertjampoer dengen saja seperti doeloe." „Oh, Ade-Tin, saja lebih tjinta kau, kerna kau poenja sengsara saja poen rasaken sengsara, seperti kau ini saja poenja soedara." Kemoedina boeat hiboerken hatinja Selina, Frida adjak ia tetira ka iapoenja villa di Sindanglaja. Ini telah dinjataken pada Njonja Kong-kian, soepaja Selina boleh tinggal di iapoenja villa boeat lamanja satoe minggoe. Njonja Kong-kian dengen tertawa kata. „Saja aken keilangan Ade-Tin boeat satoe minggoe, itoe seperti ke'ilangan anggota badan. Tapi saja soeka ia mendapet hawa goenoeng jang segar, kerna belakangan seperti iapoenja kesehatan terganggoe." Selina, seande mendapet ia boleh meloepaken iapoenja riwajat penghidoepan, tentoe ia aken djadi satoe prempoean jang beroentoeng, kerna Njonja Kong-kian perlakoeken, pandang dan tjintaken ia seperti soedara sendiri.<noinclude></noinclude> 0tcaimxge5kki17ykgv7xo379gjyn27 Halaman:Selina.djvu/52 104 114460 315450 2026-08-22T13:23:51Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315450 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|||{{sp|'''„SELINA”'''}}|101}}</noinclude>{{C|'''XV.'''}} {{di|T}}ATKALA sampe di iapoenja villa di Sindanglaja, dengen iapoenja auto ambil djalan dari Buitenzorg, Poentjak, Frida anterin sendiri Selina pada satoe kamar jang diwaktoe pagi mendapet sinar matahari. „Tjoba kau liat ade-Tin, saja tjintaken kau lebih dari pada seande kau ini saja poenja soedara sendiri. Kemaren saja soeda telegram boeat minta disediaken kau poenja kamar. Kau liat segala apa soeda mendjadi sepertinja" katanja Frida jang cendjoek iapoenja rasa kasih pada itoe njonja sobatnja. Seande maoe dikataken bangga dan sombong, sebetoelnja kaloe boleh saja kepingin bagi separo kebroentoengan saja kepadamoe, itoe kebroentoengan jang kau anggep saja beroentoeng dan seande saja boleh oendjoekin djoega saja poenja rasa hati, saja rasanja kepingin memikoel separo kau poenja rasa sengsara. Sekarang. loepaken itoe semoea, hilangken itoe, dan anggep seperti satoe impian jang soeda liwat dan kau sekarang soeda tersedar dalem kau poenja tidoer." Selina lantas merasa bahoea ia kepingin bales itoe boedi dengen korbanken njawanja. Dan kaloe satoe waktoe perloe, ia nanti bikin pengorbanan, asal itoe boeat goenanja Frida. Ia tinggal dengen beroentoeng sekali dalem roema itoe, dan marika berdoea agaknja seaken-aken doea soedara jang berpisa lama dan baroe berdjoempa, hingga agaknja jang satoe ada mendjadi bajangan dari jang laen. Ini roema ada besar, ini roema ada bagoes, tapi boeat saja Ade, koerang gilang-goemilangnja, agaknja soenji-senjap. kerna itoe fida dirameken dengen soeara tangisannja anak-baji, tida dirameken oleh treakannja anak-jang-nakal. Oh, ade-Tin, saja rasanja brani mengasi separo njawa saja, asal saja boleh mempoenjai Dirk seperti anak saja ..........." Pada satoe hari, tatkala Selina lagi memaen dengen anaknja, dan lagi lari-lari di sinarnja panas matahari sore jang soeda enteng, Frida dengen napas sengal-sengal dateng menghamperin. „Oh, ade-Tin, saja girang, saja girang ....." katanja. „Saja poenja soeami bakal dateng...... ini malem ia nanti dateng dengen iapoenja mobiel...... Apa kau girang djoega?" Selina memandang itoe njonja moeda jang begitoe beroentoeng parasnja, dan boeat kebaekannja Frida, iapoen toeroet merasa beroentoeng. „Tentoe sekali 'Ntji-Frida. Kau poenja beroentoeng seperti djoega saja poenja beroentoeng......" Katanja dengen moeka goembira. Itoe malem kedoeanja keliatan ada repot sekali. Marika tida ambil marika poenja makan-malem, soepaja marika boleh makan bersama-sama. Poekoel toedjoe, lebih sepoeloe menuut, lebih setenga djam... Poekoel delapan. Belon djoega orang jang ditoenggoe dateng. Setenga sembilan.... Poekoel sembilan.... Frida moelai kesel, Selina seperti berasa aneh. Djam sepoeloe. Sebelas. Doea-belas. Hei, soeda liwat tenga-malem, hawa di Sindanglaja<noinclude></noinclude> pdkop3sn3upjouj25uoaxub2isaa7jp Halaman:Selina.djvu/53 104 114461 315451 2026-08-22T13:30:56Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315451 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|102|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|103}}</noinclude>boekan maen dingin. Selina soeda memake iapoenja badjoe wol, Dirk soeda pergi tidoer. Frida moelai djadi tida senang dan lantas mendapet firasat koerang enak. Achirnja itoe malem telah liwat begitoe sadjah, soenji dan dingin. Frida djato poeles diatas bangkoe dan Selina jang menoenggoein tidoer diatas korsi. Frida seperti mendenger soeara ajam berkroejoek, dan berbareng itoe Selina dibikin kaget dengen soeara ketokan. Marika lantas memboeke pintoe dan dapetken Tjamat Poentjak dengen orang politie menganterken satoe lelaki jang loeke. Si-loeka soeda diverband dan keada'annja ada sanget paja. Politie memberi keterangan bahoea autonja itoe orang moeda soeda selip dan masoek kedalem djoerang. Frida betreak..... dan iapoenja anggota dengen plahan mendjadi lemas dan roeboe didjoebin. Selina lantas memboeroe menoeloengin Frida dan persilaken si-sakit dibawa ka tempat tidoernja. Keadaan sekarang soeda fadjar. Matahari soede menemboes sinarnja dari lobang-lobang djendela. Frida sesoede tersedar laloe samperken soeaminja. Ia dapetken soeaminja lagi dioeroes oleh doea dokter jang sengadja dioendang dari Tjiandjoer. Keadaan si-sakit jang tjilaka sanget paja. Iapoenja kepala kena bentoer barang jang keras, iapoenja tangan soeda pata dan satoe kakinja terbakar. Itoe ketjilaka'an ada sanget peri. Waktoe istrinja dateng, kebetoelan Hong-ing dapet inget orang poela, dan tatkala meliat kepada istrinja itoe, ia lantas sesambat: Sebelon saja berangkat dari Batavia, saja telah mendapet firasat koerang baek. Saja heran, itoe waktoe saja sendiri ada membilang 'Orang jang berboeat dosa aken dibales dosanja dan tatkala saja stuur auto sampe betoel di tempat jang paling tinggi di bilangan Poentjak, Oh... Frida.... saja tida boleh tjeritaken kau....... saja seperti boekannja saja lagi...... saja poenja ingetan lantas hilang, dan saja lantas..... Frida menangis. „Saja menoenggoe kau poenja dateng dengen satoe njonja jang mendjadi saja poenja sobat baek dan saja kepingin kau djoempaken ia. Ia, 'Ngko-Ing, ada satoe prempoean jang tersia-sia oleh soeaminja. Ia ada mempoenjai satoe anak lelaki, loetjoe dan moengil, saja tjinta anak itoe, maski boekan anak saja sendiri. Oh, Ing, bagimana kau boleh djadi begini...." „Itoe soeda nasib... Seorang jang dibales dosanja....." Meratab Hong-ing. Frida baroe moelai mengerti doedoeknja perkara. „Kau bitjaraken tentang dosa, adakah kau perna berboeat dosa?" Menanja Frida. Hong-ing memandang paras istrinja dengen moeka menangis. „Saja kepingin tjeritaken itoe sebelonnja saja mati Katanja. „Saja Frida, soeda berboeat satoe dosa, boekan sadjah kepada orang laen, tapi pada kau...... saja poenja istri jang tertjinta. Tapi Frida, saja aken lekas mati, dan mati dengen tida melampiasken, dosa saja itoe, dan dengen tida mengoetaraken itoe padamoe, maski saja taoe, kau nanti pandang saja renda, saja aken mati dan soekma saja tida aken boleh naek ka doenia jang tinggi....." Napasnja Hong-ing djadi sengal-sengal. Frida memang tangannja iapoenja soeami dengen<noinclude></noinclude> 778esaznpfslv4t9xdxltj5ketx3wn7 Halaman:Selina.djvu/55 104 114462 315452 2026-08-22T13:31:47Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '106 Selina menangis. Selina...... TJERITA ROMAN Hong-ing ampir lompat dari tempat tidoernja. Toehan mengirim kau aken meliat Toehan membales dosa saja. Hong-ing lantas roeboe kombali. Selina lantas memelak kakinja Frida., Ntji. ampoen saja ampoenken saja...... saja lebih soeka mati dari pada bawa kau ini ketjilaka'an...... Ah, kenapa saja tida mati, sebelonnja saja djoempaken kau. Toehan poenja maoe." kata Frida sembari me- melok Selina. Betoel... 315452 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh|74|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|75}}</noinclude>106 Selina menangis. Selina...... TJERITA ROMAN Hong-ing ampir lompat dari tempat tidoernja. Toehan mengirim kau aken meliat Toehan membales dosa saja. Hong-ing lantas roeboe kombali. Selina lantas memelak kakinja Frida., Ntji. ampoen saja ampoenken saja...... saja lebih soeka mati dari pada bawa kau ini ketjilaka'an...... Ah, kenapa saja tida mati, sebelonnja saja djoempaken kau. Toehan poenja maoe." kata Frida sembari me- melok Selina. Betoel Frida, Toehan membales" katanja Hong-ing jang bangoen kombali, kemoedian tatkala meliat pada Dirk, ia lantas berkata. Apa satoe ajah jang berdosa, masih boleh memelok anaknja pada iapoenja djam penghabisan?" Frida lantas berloetoet pada Hong-ing. Ing, me mintalah kepada kau poenja istri." Selina berdiri seperti patoeng. Selina Berkata Hong-ing dengen soeara da- lem...Apa saja boleh memelok Dirk lagi satoe kali...... " Selina soeroe anaknja samperin iapoenja ajah, dan Hong-ing lantas memelok dengen kentjeng. Kemoedian ia lantas minta Selina dateng. ..Selina...... katanja dengen menangis...Dosa saja kepadamoe tida dapet dibajarnja dengen tjoema ini njawa jang tida berharga berlaloe dari ini doenia. Saja berasa, seande kau sendiri tida mengoetoek, Toehan aken mengoetoek, tembok dan dinding aken mengoe- toek, karsi dan medja aken menjatii, doenia aken menghoekoem......... Sekarang saja soeda terhoekoem di doenia, dan saja aken menoenggoe laen hoekoeman saja di doenia jang laen. Apa kau aken mengampoen SELINA" saja Selina lantas berloetoet diseblanja Frida. 107 Seande saja taoe, saja aken berdjoempa kau dalem keada'an begini, kau, satoe soeami jang tertjinta dari saja poenja kawan jang saja tjintaken dengen seantero njawa, saja aken lebih soeka lebih doeloe mati, se- belonnja saja berdjoempa dengen 'Ntji Frida. Tapi ini seperti soeda takdir. Saja minta Toehan ampoenken kau, saja minta doenia meloepaken kau poenja dosa. dan saja mengharep 'Ntji Frida ampoen kau...... se- perti saja soeda lama mengampoen kau, Hong-ing Frida sembari memelok pada kawannja dan sem- bari menangis ia poen berkata: " ..Saja ampoenken kau, Hong-ing Hong-ing seperti kedengeran tertawa, dan dengen soeara jang ampir tida kedengeran ia berkata: Saja harep kematian saja djangan didoekaken banjak, kerna hidoep saja di doenia tida ada harganja Kemoedian sembari memandang kepada Frida ia berkata: ..Sesoeda kau ampoenken saja Frida, trima-kasih, apa kau nanti soeka pandang Selina seperti kau poenja soedara, beriken kebroentoengan kepada sisa dari penghidospannja, dan kasilah kau poenja rasa tjinta pada Dirk, seperti ia ada kau poenja anak sendiri....... ..Selina seperti soedara dari saja poenja dara daging sendiri" kata Frida. Hong-ing lantas memandang pada Selina. ..Selina, apa kau soeka, sesoeda saja mati, kau loepa- ken dosa saja, menjintalah Frida sebagi kau poenja soedara, siapa ada menjintaken kau seperti lebih dari soedara satoe percet..... "<noinclude></noinclude> 6zusnj3f1s0otwhdu4zbkqz759z46s5 315459 315452 2026-08-22T14:02:45Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315459 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|74|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|75}}</noinclude>Selina menangis. Hong-ing ampir lompat dari tempat tidoernja. „Selina...... Toehan ...... mengirim kau ..... aken meliat Toehan membales dosa saja......." Hong-ing lantas roeboe kombali. Selina lantas memelak kakinja Frida. „Ntji, ampoen saja ....... ampoenken saja...... saja lebih soeka mati dari pada bawa kau ini ketjilaka'an...... Ah, kenapa saja tida mati, sebelonnja saja djoempaken kau......." „Toehan poenja maoe." kata Frida sembari memelok Selina. „Betoel Frida, Toehan membales" katanja Hong-ing jang bangoen kombali, kemoedian tatkala meliat pada Dirk, ia lantas berkata. „Apa satoe ajah jang berdosa, masih boleh memelok anaknja pada iapoenja djam penghabisan?" Frida lantas berloetoet pada Hong-ing. „Ing, memintalah kepada kau poenja istri." Selina berdiri seperti patoeng. „Selina ....." Berkata Hong-ing dengen soeara dalem. „Apa saja boleh memelok Dirk lagi satoe kali......" Selina soeroe anaknja samperin iapoenja ajah, dan Hong-ing lantas memelok dengen kentjeng. Kemoedian ia lantas minta Selina dateng. „Selina......" katanja dengen menangis. „Dosa saja kepadamoe tida dapet dibajarnja dengen tjoema ini njawa jang tida berharga berlaloe dari ini doenia. Saja berasa, seande kau sendiri tida mengoetoek, Toehan aken mengoetoek, tembok dan dinding aken mengoetoek, karsi dan medja aken menjatii, doenia aken menghoekoem......... Sekarang saja soeda terhoekoem di doenia, dan saja aken menoenggoe laen hoekoeman saja di doenia jang laen. Apa kau aken mengampoen saja ......." Selina lantas berloetoet diseblanja Frida. „Seande saja taoe, saja aken berdjoempa kau dalem keada'an begini, kau, satoe soeami jang tertjinta dari saja poenja kawan jang saja tjintaken dengen seantero njawa, saja aken lebih soeka lebih doeloe mati, sebelonnja saja berdjoempa dengen 'Ntji Frida. Tapi ini seperti soeda takdir. Saja minta Toehan ampoenken kau, saja minta doenia meloepaken kau poenja dosa dan saja mengharep 'Ntji Frida ampoen kau...... seperti saja soeda lama mengampoen kau, Hong-ing ....... " Frida sembari memelok pada kawannja dan sembari menangis ia poen berkata: „Saja ampoenken kau, Hong-ing ....." Hong-ing seperti kedengeran tertawa, dan dengen soeara jang ampir tida kedengeran ia berkata: „Saja harep kematian saja djangan didoekaken banjak, kerna hidoep saja di doenia tida ada harganja ....." Kemoedian sembari memandang kepada Frida ia berkata: „Sesoeda kau ampoenken saja Frida, trima-kasih, apa kau nanti soeka pandang Selina seperti kau poenja soedara, beriken kebroentoengan kepada sisa dari penghidoepannja, dan kasilah kau poenja rasa tjinta pada Dirk, seperti ia ada kau poenja anak sendiri......." „Selina seperti soedara dari saja poenja dara daging sendiri" kata Frida. Hong-ing lantas memandang pada Selina. „Selina, apa kau soeka, sesoeda saja mati, kau loepaken dosa saja, menjintalah Frida sebagi kau poenja soedara, siapa ada menjintaken kau seperti lebih dari soedara satoe peroet........"<noinclude></noinclude> rum9mjl2tumpe2ntcwyfj68h2zc7ml6 Halaman:Selina.djvu/54 104 114463 315453 2026-08-22T13:31:50Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '104 menangis. TJERITA ROMAN Tapi, bersoempalah kau, dengen demi kau poenja kehormatan. Pertama, kau nanti ma'afken saja, kedoes, saja minta kau nanti mempenoehken saja poenja ka- inginan.... " Frida jang berhati keras, lantas sadja berdiri, seaken- aken tida nanti ada ma'af keloear dari iapoenja hati. Tapi kemoedian apa-bila meliat keada'annja Hong-ing ia lantas mendjadi sangsi. ..Frida, kau ma'afken seorang jang bakal mati. Itoe orang kau ada t... 315453 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh|74|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|75}}</noinclude>104 menangis. TJERITA ROMAN Tapi, bersoempalah kau, dengen demi kau poenja kehormatan. Pertama, kau nanti ma'afken saja, kedoes, saja minta kau nanti mempenoehken saja poenja ka- inginan.... " Frida jang berhati keras, lantas sadja berdiri, seaken- aken tida nanti ada ma'af keloear dari iapoenja hati. Tapi kemoedian apa-bila meliat keada'annja Hong-ing ia lantas mendjadi sangsi. ..Frida, kau ma'afken seorang jang bakal mati. Itoe orang kau ada tjintaken, tapi itoe orang tida dapet membales penoeh kau poenja tjinta, boekannja kerna ia tida menjinta, tapi kerna ia ada seorang jang berdosa. Saja tace Frida, soeda lama kau koerang broentoeng dengen saja, kerna kau poenja tjinta-kasih jang agoeng, tida dibalesnja dengen sama agoengnja. Tapi, itoelah, kerna semangkin hari berasa diri saja semang kin ketjil terhadep kepadamoe, patoet-patoet, kau ini saja poenja ratoe dan saja ini kau poenja hamba. Boe- kan pantes saja mendjadi kau poenja soeami, seorang jang berdosa, jang berboeat satoe dosa, seperti belon perna laen lelaki perna berdosa... Kemoedian Hong-ing lantas memegang tangannja Frida...Kau soeka ampoenken saja............?" Frida lantas berloetoet. Saja ampoenken kau Hong- ing" katanja. Saja ampoenken segala kau poenja dosa, terhadep kepada saja atawa terhadep kepada siapa djoega. Tapi apa perloe kau toetoerken itoe ke- pada saja..... .?" Itoe perloe. ...... katanja Hong-ing. Kemoedian dengen ringkes dan pendek Hong-ing tjeritaken hikajat penghidoepannja. Dengen pelahan tapi dengen kedjam menoesoek hatinja Frida, ampir ia tida bisa menahan lagi. SELINA" 105 ..Saja satoe lelaki jang kedjam" katanja Hong-ing itoe...Pada satoe hari, saja telah tinggalken Selina...... itoe nona jang telah seraken iapoenja njawa kepada saja. Saja tida taoe kenapa saja djadi begitoe kedjam, bookan sadja saja tinggalken itoe prempoean jang pertjaja seratoes persen bahoea dirinja ada saja poe- nja istri, tapi saja tinggalken djoega saja poenja anak lelaki jang terlahir dan mendjadi beni dari kita poenja tjinta-kasih.. Frida memandang kepada soeaminja dengen hati berdebar. Kau meloekain saja poenja hati, kau mem- boenoe saja Ing, tapi...seande sekarang, saja moesti mati djoega...... saja nanti ma'afken kau...... katanja Frida. ..Kemoedian saja telah djato kasih kepadanja Frida, itoe nona jang terpilih oleh saja poenja iboe. Sa'at itoe saja lantas meloepaken dia. Tapi lebih menjinta kau kepada saja, lebih berharga kau oendjoekin diri saja kepadamoe, saja lantas lebih berasa bahoea saja poenja diri djadi lebih berdosa, dan lebih-lebih saja merasa bahoea saja tida berharga lagi boeat kau..... Itoe nona jang sering saja seboetken dalem tidoer saja, itoelah dia....saja berasa bahoea satoe waktoe pembalesan aken dateng dan.. Frida sekarang mengerti semoea, dan mengerti djoega bahoea itoe memang betoel-betoel pembalesan Toehan. Maka ia poen laloe lari keloear dan seret Selina de- ngen iapoenja anak masoek. Saja ampoenken kau, tapi pembalesan ada dateng dari Toehan," katanja Frida. Apa kau kenalin ini nona.... .?" Selina tatkala memandang pada Hong-ing ia soeda lantas betreak dan hendak lari-keloear.<noinclude></noinclude> kwkuc6qpt59ecc0m66v2spkr5fpuiad 315458 315453 2026-08-22T13:54:56Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315458 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|74|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|75}}</noinclude>menangis. „Tapi, bersoempalah kau, dengen demi kau poenja kehormatan. Pertama, kau nanti ma'afken saja, kedoea, saja minta kau nanti mempenoehken saja poenja kainginan.... " Frida jang berhati keras, lantas sadja berdiri, seaken-aken tida nanti ada ma'af keloear dari iapoenja hati. Tapi kemoedian apa-bila meliat keada'annja Hong-ing ia lantas mendjadi sangsi. „Frida, kau ma'afken seorang jang bakal mati. Itoe orang kau ada tjintaken, tapi itoe orang tida dapet membales penoeh kau poenja tjinta, boekannja kerna ia tida menjinta, tapi kerna ia ada seorang jang berdosa. Saja taoe Frida, soeda lama kau koerang broentoeng dengen saja, kerna kau poenja tjinta-kasih jang agoeng, tida dibalesnja dengen sama agoengnja. Tapi, itoelah, kerna semangkin hari berasa diri saja semangkin ketjil terhadep kepadamoe, patoet-patoet, kau ini saja poenja ratoe dan saja ini kau poenja hamba. Boekan pantes saja mendjadi kau poenja soeami, seorang jang berdosa, jang berboeat satoe dosa, seperti belon perna laen lelaki perna berdosa....." Kemoedian Hong-ing lantas memegang tangannja Frida. „Kau soeka ampoenken saja............?" Frida lantas berloetoet. Saja ampoenken kau Hong-ing" katanja. Saja ampoenken segala kau poenja dosa, terhadep kepada saja atawa terhadep kepada siapa djoega. Tapi apa perloe kau toetoerken itoe kepada saja..... .?" „Itoe perloe. ...... katanja Hong-ing. Kemoedian dengen ringkes dan pendek Hong-ing tjeritaken hikajat penghidoepannja. Dengen pelahan tapi dengen kedjam menoesoek hatinja Frida, ampir ia tida bisa menahan lagi. „Saja satoe lelaki jang kedjam" katanja Hong-ing itoe. „Pada satoe hari, saja telah tinggalken Selina...... itoe nona jang telah seraken iapoenja njawa kepada saja. Saja tida taoe kenapa saja djadi begitoe kedjam, boekan sadja saja tinggalken itoe prempoean jang pertjaja seratoes persen bahoea dirinja ada saja poenja istri, tapi saja tinggalken djoega saja poenja anak lelaki jang terlahir dan mendjadi beni dari kita poenja tjinta-kasih........" Frida memandang kepada soeaminja dengen hati berdebar. Kau meloekain saja poenja hati, kau memboenoe saja Ing, tapi...seande sekarang, saja moesti mati djoega...... saja nanti ma'afken kau......" katanja Frida. „Kemoedian saja telah djato kasih kepadanja Frida, itoe nona jang terpilih oleh saja poenja iboe. Sa'at itoe saja lantas meloepaken dia. Tapi lebih menjinta kau kepada saja, lebih berharga kau oendjoekin diri saja kepadamoe, saja lantas lebih berasa bahoea saja poenja diri djadi lebih berdosa, dan lebih-lebih saja merasa bahoea saja tida berharga lagi boeat kau..... Itoe nona jang sering saja seboetken dalem tidoer saja, itoelah dia....saja berasa bahoea satoe waktoe pembalesan aken dateng dan......." Frida sekarang mengerti semoea, dan mengerti djoega bahoea itoe memang betoel-betoel pembalesan Toehan. Maka ia poen laloe lari keloear dan seret Selina dengen iapoenja anak masoek. „Saja ampoenken kau, tapi pembalesan ada dateng dari Toehan," katanja Frida. Apa kau kenalin ini nona....?" Selina tatkala memandang pada Hong-ing ia soeda lantas betreak dan hendak lari-keloear.<noinclude></noinclude> mdmo9cbfv6ik2h5qls9tjmi2oyvsh08 Halaman:Selina.djvu/33 104 114464 315454 2026-08-22T13:35:15Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315454 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|||{{sp|'''„SELINA”'''|63}}</noinclude>{{c|'''X'''}} {{di|B}}OEAT sate minggoe lamanja Selina moesti tinggal di roema sakit. Itoe njonja roepanja ada satoe prempoean jang baek. Ampir setiap hari ia dateng dan tengokin itoe prempoean moeda jang bertjilaka. Selina poen achirnja soeda djadi ketarik dengen kebaekannja itoe njonja. Tjoema ia ada sedikit heran, itoe njonja roepanja ada seorang hartawan, tapi itoe paras moeka jang tjantik, keliatan tertoetoep oleh awan-awan kedoeka'an. Seande Selina memandang njonja itoe, ia seperti memandang dirinja sendiri. Tapi adakah itoe hal boleh djadi, satoe njonja hartawan seperti ia, ada tertimpa kedoeka'an seperti Selina ada rasaken? Inilah ada mendjadi pertanja'an selaloe dalem iapoenja hati. Tatkala Selina soeda boleh keloear, itoe njonja poen dateng, dan ia minta soepaja Selina boleh dateng di roemanja, dan tinggal sama dia boeat lagi berapa hari soepaja ia djadi koeat betoel, kerna keada'annja Selina ada sanget lemah. Tatkala sampe di roemanja itoe nona di Ardjoeno Boulevaard, Selina dapetken satoe roema besar jang diperabotin seaken-aken istana. Sebab itoe roema ada berdiri di satoe podjok, maka ampir di sekiternja di koeroeng oleh djaroedji besi jang bagoes. Roema itoe menghadepin betoel train dari Oost Java Stroomtraam Maatschappy, jang djalan dari Wonokromo, via Koepang Boulevaard, teroes ka Pasar-toeri, Stationweg, liwatin Straat-straat Tionghoa jang rame, djalan di sepandjang soengi Kali-mas sampe di Oedjoeng. Di sebelahnja adalah djalanan electric-train jang djalan dari Sawahan, liwatin Embong-Malang, Toendjoengan, Simpang dan Station Soerabaja Goebeng. Itoe njonja ada begitoe baek dengen silaken Selina anggep itoe roema sebagi roemanja sendiri. Ia itoe ada satoe njonja Olanda pranakan jang menikah dengen seorang hartawan besar. Iapoenja nama sendiri adalah Rika Wolff, tapi kerna ia soeda menikah dengen toean Henny van Arcken, maka ia dianggep sekali Mevr. Rika van Arcken. Seande maoe dipandang dari iapoenja paras moeka, ia ada satoe prempoean jang manis, eilok, tjantik dan molek. Badannja tinggi dan langsing, koelit moekanja poeti seperti nona Olanda totok, ramboetnja sedikit bewarna koening-mas. Seande orang memandang padanja, kaloe tida mendjadi gila waktoe pertama kali liat, tentoelah ia djadi djato waktoe memandang ka doea kalinja, kerna ka'eilokannja Rika itoe lebih lama dipandang lebi bersari manisnja itoe. „Saja berasa seperti itoe satoe kebroentoengan jang kita soeda bertemoe satoe dengen laen" katanja Rika itoe. Selina jang memandang moekanja itoe njonja keliatan seperti heran. „Kau keliatan memandang saja dengen heran" katanja njonja roema itoe. „Saja selaloe djoega perhatiken orang jang baroe saja djoempaken, dan rata-rata memandang saja seperti kau djoega". Kemoedian dengen manis boedi ia menanja. „Apa kau soeka memberi keterangan, kau djangan takoet dan djangan soengkan." „Saja tida taoe apa jang saja moesti bilang" {{hws|kata|katanja}}<noinclude></noinclude> 5guh20bi92tifhbfy8jrfzz3namaa28 315455 315454 2026-08-22T13:35:44Z Aeia aai 24023 315455 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|||{{sp|'''„SELINA”'''}}|63}}</noinclude>{{c|'''X'''}} {{di|B}}OEAT sate minggoe lamanja Selina moesti tinggal di roema sakit. Itoe njonja roepanja ada satoe prempoean jang baek. Ampir setiap hari ia dateng dan tengokin itoe prempoean moeda jang bertjilaka. Selina poen achirnja soeda djadi ketarik dengen kebaekannja itoe njonja. Tjoema ia ada sedikit heran, itoe njonja roepanja ada seorang hartawan, tapi itoe paras moeka jang tjantik, keliatan tertoetoep oleh awan-awan kedoeka'an. Seande Selina memandang njonja itoe, ia seperti memandang dirinja sendiri. Tapi adakah itoe hal boleh djadi, satoe njonja hartawan seperti ia, ada tertimpa kedoeka'an seperti Selina ada rasaken? Inilah ada mendjadi pertanja'an selaloe dalem iapoenja hati. Tatkala Selina soeda boleh keloear, itoe njonja poen dateng, dan ia minta soepaja Selina boleh dateng di roemanja, dan tinggal sama dia boeat lagi berapa hari soepaja ia djadi koeat betoel, kerna keada'annja Selina ada sanget lemah. Tatkala sampe di roemanja itoe nona di Ardjoeno Boulevaard, Selina dapetken satoe roema besar jang diperabotin seaken-aken istana. Sebab itoe roema ada berdiri di satoe podjok, maka ampir di sekiternja di koeroeng oleh djaroedji besi jang bagoes. Roema itoe menghadepin betoel train dari Oost Java Stroomtraam Maatschappy, jang djalan dari Wonokromo, via Koepang Boulevaard, teroes ka Pasar-toeri, Stationweg, liwatin Straat-straat Tionghoa jang rame, djalan di sepandjang soengi Kali-mas sampe di Oedjoeng. Di sebelahnja adalah djalanan electric-train jang djalan dari Sawahan, liwatin Embong-Malang, Toendjoengan, Simpang dan Station Soerabaja Goebeng. Itoe njonja ada begitoe baek dengen silaken Selina anggep itoe roema sebagi roemanja sendiri. Ia itoe ada satoe njonja Olanda pranakan jang menikah dengen seorang hartawan besar. Iapoenja nama sendiri adalah Rika Wolff, tapi kerna ia soeda menikah dengen toean Henny van Arcken, maka ia dianggep sekali Mevr. Rika van Arcken. Seande maoe dipandang dari iapoenja paras moeka, ia ada satoe prempoean jang manis, eilok, tjantik dan molek. Badannja tinggi dan langsing, koelit moekanja poeti seperti nona Olanda totok, ramboetnja sedikit bewarna koening-mas. Seande orang memandang padanja, kaloe tida mendjadi gila waktoe pertama kali liat, tentoelah ia djadi djato waktoe memandang ka doea kalinja, kerna ka'eilokannja Rika itoe lebih lama dipandang lebi bersari manisnja itoe. „Saja berasa seperti itoe satoe kebroentoengan jang kita soeda bertemoe satoe dengen laen" katanja Rika itoe. Selina jang memandang moekanja itoe njonja keliatan seperti heran. „Kau keliatan memandang saja dengen heran" katanja njonja roema itoe. „Saja selaloe djoega perhatiken orang jang baroe saja djoempaken, dan rata-rata memandang saja seperti kau djoega". Kemoedian dengen manis boedi ia menanja. „Apa kau soeka memberi keterangan, kau djangan takoet dan djangan soengkan." „Saja tida taoe apa jang saja moesti bilang" {{hws|kata|katanja}}<noinclude></noinclude> km5lxeusueoeoqij5bcgkv0v1mvy2og Halaman:Selina.djvu/34 104 114465 315456 2026-08-22T13:51:57Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315456 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" />{{rh|64|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|65}}</noinclude>{{hwe|nja|katanja}} Selina dengen teroes terang. Sebab kau poenja keada'an boeat saja mendatengken satoe teka-teki." Njonja Rika van Arcken itoe tertawa. „Sekarang saja mengerti kau poenja maksoed. Kau liat saja moeda, kau pandang saja tjantik, dan lagi djoega saja kaja{{...|9}} Saja ada mempoenjai satoe soeami jang agaknja menjintaken saja. Kenapa saja poenja moeka tertampak tida beroentoeng? Itoelah ada satoe soeal dalem seja poenja roema-tangga. Saja moesti mengakoe padamoe, saja berasaken hidoep saja soenji, saja berasa seperti seande saja lagi berdoeka, saja berdoeka sendirian. Apa kau soeka boeat djadi saja poenja kawan, saja poenja sobat-baek jang boleh selaloe berdamping dengen saja. Saja harep kau tida sala mengerti, boekannja saja aken bikin kau saja poenja boedjang, boekan tapi seperti saja poenja kawan dan soedara moeda. Saja nanti aken mengasi kau segala apa ketjoekoepan. Adakah kau soeka{{...|6}}?" „Saja nanti tjoba" katanja. „Seande kau pikir saja ada berharga boeat kau." „Saja maoe satoe nona tjantik jang boleh kawanin saja, batjaken saja boekoe, maenken piano boeat saja, njanjiken lagoe-lagoe jang girang. Hiboerken saja bila saja lagi doeka, rameken saja waktoe saja berasa soenji." „Saja berdjandji{{...|12}}" „Oh, saja girang" katanja itoe njonja seperti satoe anak jang lagi kegirangan. „Saja seperti merasa bahoea kau nanti mempenoehken itoe semoea pengharepan saja. Saja seperti teroesak penghidoepan saja. seperti kau agaknja. Rasanja saja aken beroentoeng kapan ada bersama-sama dengen kau." Itoelah seperti ada apa-apa dalem iapoenja tjara jang menoesoek hatinja Selina. Ia seperti mengerti bahoea di sitoe, ada satoe djalan boeat menghiboerin hati sendiri, dengen menghiboerin satoe njonja jang lapoenja kesengsara'an dalem hati ada terloekis begitoe terang dalem iapoenja paras moeka. „Kau sebetoelnja ada terlaloe moeda boeat mendjadi satoe djanda." katanja itoe njonja. „Tapi Selina, idzinken saja panggil ini nama, dengen saja poenja keada'an, saja berasa sympathie dengen kau." „Saja seperti soeda hidoep terlaloe pagi" katanja Selina dengen senjoeman tawar. „Saja soeda menjinta dan teroesak sebelon laen-laen gadis moelai tjoba boeat menjinta." Satoe perasahan seperti terhiboer telah terbajang di matanja itoe njonja, bahoea dalem doenia ini boekan tjoema ia sendiri merasaken siksa'an hidoep. Inilah memang soeda djadi adat manoesia, bila ia sengsara, ia aken sedikit terhiboer bila meliat laen orang poen bersengsara. „Kesian. Njata penghidoepan ada terdiri dari banjak matjem. Saja selaloe meminta kepada Toehan, soepaja Toehan memberi sedikit pengasih kepada saja, dan bila saja dapetken itoe, rasanja doenia ini aken beroba mendjadi soarga." Selina memandang moekanja itoe njonja dengen keheranan jang soenji. „Kau roepanja heran jang saja oetjapken ini perkata'an? Begitoepoen saja. Bila kau mendengerin saja, tentoe kau aken mengambil koerang perhatian; saja tida artiken itoe, kerna sebetoelnja ada beroentoeng. Kenapa saja tida mendjadi beroentoeng? Apakah kau ada mendapet liat satoa sebab bahoea saja tida haroes merasa beroentoeng?" „Tida" djawabnja Selina. „Saja tida liat satoe sebab."<noinclude></noinclude> mslb7xmj1l9sxst3t4ee6md5nwvboik Halaman:Selina.djvu/4 104 114466 315457 2026-08-22T13:53:36Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 315457 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude><noinclude></noinclude> strgv3gx8bknbzdxmid30oftgj5eslr 315575 315457 2026-08-23T09:32:55Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 315575 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{rule|width=15em}}{{rule|width=15em}} {{c|DITJITAK OLEH:<br>{{sp|DRUKKERIJHAHN}} & Co<br> KAMP. DORO ― SOERABAIA}} {{rule|width=15em}}{{rule|width=15em}} {{rule}}{{rule}} {{c|SEDIKIT OETJAPAN}} {{di|P}}OENJA harta banjak poenja deradjat tinggi, belon djadi satoe tanggoengan pasti aken tiap-tiap orang bisa hidoep manis dan broentoeng. Marika sering pake iapoenja harta dan..... deradjat (?) boeat bikin tjilaka dan sia-sia lain orang, jang dipandengnja lebih lemah dan kena diperlakoehken apa soeka. Ini matjem poenja orang tida bisa toentoet penghidoepannja dengen pikiran tentrem: sang Tempo nanti bawa itoe „rasa kamenjeselan" pada iapoenja perasahan jang sehat, tjepet atawa lambat. Orang soeka mengerti bahoea berboeat tida baek atas dirinja lain orang ada saolah-olah menambahken dose, senantiasa di iring oleh koetoekannja Toehan, tapi manoesia poenja watek iblis tida bisa pikir lain dari pada tjoema pikirken kasenengannja diri sendiri maskipoen itoe kasenengan semata-mata menjilakaken nasibnja lain orang! Ini manoesia! Orang jang berboeat kedjahatan dan menjakitin hatinja lain orang, apa bisa terbebas dari „lirikannja" kita poenja Toehan? Kita djangan tida pertjaia sama kakwasahannja Toehan jang maha Tinggi. Iapoenja moerah hati tida ada bandingannja, tapi tidalah lantaran itoe ia lantas toetoep mata dan biarin sadja itoe perboeatan-perboeatan terkoetoek dari machloeknja. {{right|M. Novel.}} {{rule}}{{rule}}<noinclude></noinclude> 0khx0rzfs067h2bu4d10kjup67unb27 315576 315575 2026-08-23T09:36:30Z Aeia aai 24023 315576 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{block center| {{rule}}{{rule}} DITJITAK OLEH:<br>{{sp|DRUKKERIJHAHN}} & Co<br> KAMP. DORO ― SOERABAIA {{rule}}{{rule}}}} {{rule}}{{rule}} {{c|SEDIKIT OETJAPAN}} {{di|P}}OENJA harta banjak poenja deradjat tinggi, belon djadi satoe tanggoengan pasti aken tiap-tiap orang bisa hidoep manis dan broentoeng. Marika sering pake iapoenja harta dan..... deradjat (?) boeat bikin tjilaka dan sia-sia lain orang, jang dipandengnja lebih lemah dan kena diperlakoehken apa soeka. Ini matjem poenja orang tida bisa toentoet penghidoepannja dengen pikiran tentrem: sang Tempo nanti bawa itoe „rasa kamenjeselan" pada iapoenja perasahan jang sehat, tjepet atawa lambat. Orang soeka mengerti bahoea berboeat tida baek atas dirinja lain orang ada saolah-olah menambahken dose, senantiasa di iring oleh koetoekannja Toehan, tapi manoesia poenja watek iblis tida bisa pikir lain dari pada tjoema pikirken kasenengannja diri sendiri maskipoen itoe kasenengan semata-mata menjilakaken nasibnja lain orang! Ini manoesia! Orang jang berboeat kedjahatan dan menjakitin hatinja lain orang, apa bisa terbebas dari „lirikannja" kita poenja Toehan? Kita djangan tida pertjaia sama kakwasahannja Toehan jang maha Tinggi. Iapoenja moerah hati tida ada bandingannja, tapi tidalah lantaran itoe ia lantas toetoep mata dan biarin sadja itoe perboeatan-perboeatan terkoetoek dari machloeknja. {{right|M. Novel.}} {{rule}}{{rule}}<noinclude></noinclude> a2xfyhy1dxpbsrhws9tvdlwe5vfc6ii Halaman:Selina.djvu/56 104 114467 315461 2026-08-22T14:15:16Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315461 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|108|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}||}}</noinclude>„Frida ada saja poenja soedara..... Hong-ing lantas angkat tangannja keatas. „Toehan, trimalah kedatengan machloekmoe jang berdosa, koetoeklah dosa-dosa itoe, dan berkahken itoe machloek-machloek jang lemah, machloek jang baek." Kemoedian Hong-ing lantas menoetoep mata boeat selama-lamanja. {{di|F}}RIDA dan Selina dalem kedoedoekannja betoel- betoel mengampoenken Hong-ing poenja dosa. Marika seperti berasa mendjadi doea istri dari satoe soeami, jang sebetoelnja, apabila Hong-ing masih hidoep, itoe hal tida aken boleh terdjadi, tapi atas djalannja nasib, sekarang terdjadi itoe hal jang gandjil. Marika bersama-sama pergi membawa kembang dan siram koeboerannja Hong-ing dengen marika poenja aer-mata. Dirk Koo, jang seperti tida mempoenjai bapa dalem hidoepnja, sekarang moesti sembajangin satoe bapa dalem koeboerannja. Apabila Frida dan Selina jang menjiram kembang, adalah Dirk Koo sembajang dengen hio-biroe. Frida dan Selina saling menjinta seperti djoega tjinta kasihnja kepada Hong-ing sekarang diatoerken satoe pada jang laen. Peringetan-peringetan ini tida enak dikenang-kenangkennja, tapi satoe hal jang moesti terdjadi dalem penghidoepan manoesia. Dalem penghidoepan penoeh dengen lelakon, kerna doenia ini ada satoe tooneel jang besar dan manoesia mendjadi anak-anak wajangnja. {{C|'''TAMAT'''}} <center> {{Xxx-larger|{{bold|„OFFSET-DRUKKERIJ NIRO-THAIJSIANG"}}}} <br/> {{X-larger|'''Kapasan-Wetan 144. Tel. Nos: 538-526 N.'''}} <br/> {{sp|{{xx-larger|SOERABAIA.}}}}}} <center/> '''SCHEURKALENDER 1934.''' Dari 3 penanggalan jang tjotjok, soedah bisa pesen moelain dari sekarang, tanjaklah keterangan lebih djaoeh. '''HERO VULPENHOUDER & VULPOTLOOD:''' Model seperti „Parker", pakenja enak dan awet, manis sekali kliatannja kapan di tjantoemken diatas zak sedeng harganja tjoema f 4.50 Vulpennja sadja, dan f 6.50 per stel. '''„050" CARBON PAPIER:''' Per doos isi 100 lembar, kleur violet, terang dan tahan lama, harganta ada moerah sekali tjoema f 2.— per doos. '''TAFELKALENDER:''' Model bacek dan modern, compleet dengen bloknote. harga f 1.50, dan jang zonder pake kalender, tjoema bloknote dan potlood pake veer f 1.50 djoega, doeanja ada model baroe dan back sekali boeat medja toelis. '''CHINA-POST:''' Kertas toelis kleur, aloes dan modern, harganja per pak isi 25 lembar kertas toelis dan 25 lembar envelope f 0.75, ada harga di boeat hadiah pada sobat-sobat kenalan, teroetama pada nona-nona. '''VERA POST:''' Kleur oranje dan poeti dengen kembang goerat-goerat, bagoes sekali dan setimpal di pake boeat nona-nona jang soeka toelis menoelis. Harganja f 0.60 per pak isi 10 lembar envelope dan 10 lembar kertas toelis. '''SLUITZEGEL TIMBOEL:''' Seroepa etiket zegel timboel, dari roepa-roepa kertas mas dan perak, atawa kertas merah, model seperti bikinan Europa, ada bagoes sekali di boeat etiket apa sadia. Tanisklah keterangan lebih diaoeh dan harganja di kabarken dengen soerast. '''NASIBNJA ITOE GADIS:''' Boekoe tjerita jang sanget menarik, penoch dengen roman dan drama jang mengeriken, mendjemoeken, dan menggirangken. Harga tjoema f 0.54, franco di tempat pembatja.<noinclude></noinclude> r8mmvnwi60uuvppv6upi3rg7ep4s3jx 315462 315461 2026-08-22T14:15:45Z Ammachemist 27288 315462 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|108|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}||}}</noinclude>„Frida ada saja poenja soedara..... Hong-ing lantas angkat tangannja keatas. „Toehan, trimalah kedatengan machloekmoe jang berdosa, koetoeklah dosa-dosa itoe, dan berkahken itoe machloek-machloek jang lemah, machloek jang baek." Kemoedian Hong-ing lantas menoetoep mata boeat selama-lamanja. {{di|F}}RIDA dan Selina dalem kedoedoekannja betoel- betoel mengampoenken Hong-ing poenja dosa. Marika seperti berasa mendjadi doea istri dari satoe soeami, jang sebetoelnja, apabila Hong-ing masih hidoep, itoe hal tida aken boleh terdjadi, tapi atas djalannja nasib, sekarang terdjadi itoe hal jang gandjil. Marika bersama-sama pergi membawa kembang dan siram koeboerannja Hong-ing dengen marika poenja aer-mata. Dirk Koo, jang seperti tida mempoenjai bapa dalem hidoepnja, sekarang moesti sembajangin satoe bapa dalem koeboerannja. Apabila Frida dan Selina jang menjiram kembang, adalah Dirk Koo sembajang dengen hio-biroe. Frida dan Selina saling menjinta seperti djoega tjinta kasihnja kepada Hong-ing sekarang diatoerken satoe pada jang laen. Peringetan-peringetan ini tida enak dikenang-kenangkennja, tapi satoe hal jang moesti terdjadi dalem penghidoepan manoesia. Dalem penghidoepan penoeh dengen lelakon, kerna doenia ini ada satoe tooneel jang besar dan manoesia mendjadi anak-anak wajangnja. {{C|'''TAMAT'''}} <center> {{Xxx-larger|{{bold|„OFFSET-DRUKKERIJ NIRO-THAIJSIANG"}}}} <br/> {{X-larger|'''Kapasan-Wetan 144. Tel. Nos: 538-526 N.'''}} <br/> {{sp|{{xx-larger|SOERABAIA.}}}}}} </center> '''SCHEURKALENDER 1934.''' Dari 3 penanggalan jang tjotjok, soedah bisa pesen moelain dari sekarang, tanjaklah keterangan lebih djaoeh. '''HERO VULPENHOUDER & VULPOTLOOD:''' Model seperti „Parker", pakenja enak dan awet, manis sekali kliatannja kapan di tjantoemken diatas zak sedeng harganja tjoema f 4.50 Vulpennja sadja, dan f 6.50 per stel. '''„050" CARBON PAPIER:''' Per doos isi 100 lembar, kleur violet, terang dan tahan lama, harganta ada moerah sekali tjoema f 2.— per doos. '''TAFELKALENDER:''' Model bacek dan modern, compleet dengen bloknote. harga f 1.50, dan jang zonder pake kalender, tjoema bloknote dan potlood pake veer f 1.50 djoega, doeanja ada model baroe dan back sekali boeat medja toelis. '''CHINA-POST:''' Kertas toelis kleur, aloes dan modern, harganja per pak isi 25 lembar kertas toelis dan 25 lembar envelope f 0.75, ada harga di boeat hadiah pada sobat-sobat kenalan, teroetama pada nona-nona. '''VERA POST:''' Kleur oranje dan poeti dengen kembang goerat-goerat, bagoes sekali dan setimpal di pake boeat nona-nona jang soeka toelis menoelis. Harganja f 0.60 per pak isi 10 lembar envelope dan 10 lembar kertas toelis. '''SLUITZEGEL TIMBOEL:''' Seroepa etiket zegel timboel, dari roepa-roepa kertas mas dan perak, atawa kertas merah, model seperti bikinan Europa, ada bagoes sekali di boeat etiket apa sadia. Tanisklah keterangan lebih diaoeh dan harganja di kabarken dengen soerast. '''NASIBNJA ITOE GADIS:''' Boekoe tjerita jang sanget menarik, penoch dengen roman dan drama jang mengeriken, mendjemoeken, dan menggirangken. Harga tjoema f 0.54, franco di tempat pembatja.<noinclude></noinclude> gozc04ow69thy6skond6mxqt1u9jbxm 315463 315462 2026-08-22T14:16:14Z Ammachemist 27288 315463 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|108|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}||}}</noinclude>„Frida ada saja poenja soedara..... Hong-ing lantas angkat tangannja keatas. „Toehan, trimalah kedatengan machloekmoe jang berdosa, koetoeklah dosa-dosa itoe, dan berkahken itoe machloek-machloek jang lemah, machloek jang baek." Kemoedian Hong-ing lantas menoetoep mata boeat selama-lamanja. {{di|F}}RIDA dan Selina dalem kedoedoekannja betoel- betoel mengampoenken Hong-ing poenja dosa. Marika seperti berasa mendjadi doea istri dari satoe soeami, jang sebetoelnja, apabila Hong-ing masih hidoep, itoe hal tida aken boleh terdjadi, tapi atas djalannja nasib, sekarang terdjadi itoe hal jang gandjil. Marika bersama-sama pergi membawa kembang dan siram koeboerannja Hong-ing dengen marika poenja aer-mata. Dirk Koo, jang seperti tida mempoenjai bapa dalem hidoepnja, sekarang moesti sembajangin satoe bapa dalem koeboerannja. Apabila Frida dan Selina jang menjiram kembang, adalah Dirk Koo sembajang dengen hio-biroe. Frida dan Selina saling menjinta seperti djoega tjinta kasihnja kepada Hong-ing sekarang diatoerken satoe pada jang laen. Peringetan-peringetan ini tida enak dikenang-kenangkennja, tapi satoe hal jang moesti terdjadi dalem penghidoepan manoesia. Dalem penghidoepan penoeh dengen lelakon, kerna doenia ini ada satoe tooneel jang besar dan manoesia mendjadi anak-anak wajangnja. {{C|'''TAMAT'''}} <center> {{Xxx-larger|{{bold|„OFFSET-DRUKKERIJ NIRO-THAIJSIANG"}}}} <br/> {{X-larger|'''Kapasan-Wetan 144. Tel. Nos: 538-526 N.'''}} <br/> {{sp|{{xx-larger|SOERABAIA.}}}} </center> '''SCHEURKALENDER 1934.''' Dari 3 penanggalan jang tjotjok, soedah bisa pesen moelain dari sekarang, tanjaklah keterangan lebih djaoeh. '''HERO VULPENHOUDER & VULPOTLOOD:''' Model seperti „Parker", pakenja enak dan awet, manis sekali kliatannja kapan di tjantoemken diatas zak sedeng harganja tjoema f 4.50 Vulpennja sadja, dan f 6.50 per stel. '''„050" CARBON PAPIER:''' Per doos isi 100 lembar, kleur violet, terang dan tahan lama, harganta ada moerah sekali tjoema f 2.— per doos. '''TAFELKALENDER:''' Model bacek dan modern, compleet dengen bloknote. harga f 1.50, dan jang zonder pake kalender, tjoema bloknote dan potlood pake veer f 1.50 djoega, doeanja ada model baroe dan back sekali boeat medja toelis. '''CHINA-POST:''' Kertas toelis kleur, aloes dan modern, harganja per pak isi 25 lembar kertas toelis dan 25 lembar envelope f 0.75, ada harga di boeat hadiah pada sobat-sobat kenalan, teroetama pada nona-nona. '''VERA POST:''' Kleur oranje dan poeti dengen kembang goerat-goerat, bagoes sekali dan setimpal di pake boeat nona-nona jang soeka toelis menoelis. Harganja f 0.60 per pak isi 10 lembar envelope dan 10 lembar kertas toelis. '''SLUITZEGEL TIMBOEL:''' Seroepa etiket zegel timboel, dari roepa-roepa kertas mas dan perak, atawa kertas merah, model seperti bikinan Europa, ada bagoes sekali di boeat etiket apa sadia. Tanisklah keterangan lebih diaoeh dan harganja di kabarken dengen soerast. '''NASIBNJA ITOE GADIS:''' Boekoe tjerita jang sanget menarik, penoch dengen roman dan drama jang mengeriken, mendjemoeken, dan menggirangken. Harga tjoema f 0.54, franco di tempat pembatja.<noinclude></noinclude> 14183783q78qerkz4c39emen2sfujhc Pengarang:W. L. Olthof 100 114468 315471 2026-08-22T14:39:19Z Rachma Arman 21655 ←Membuat halaman berisi ' W.L Olthof, seorang sejarawan Belanda, menerjemahkan ini dari aksara Jawa kuno punika serat babad tanah jawi dengan membuat nabi adam doemogi ing taoen 1647.' 315471 wikitext text/x-wiki W.L Olthof, seorang sejarawan Belanda, menerjemahkan ini dari aksara Jawa kuno punika serat babad tanah jawi dengan membuat nabi adam doemogi ing taoen 1647. 1pm6mls6napzfluwtblnh73osse1kct Halaman:Sakit Hati.pdf/48 104 114469 315473 2026-08-22T14:41:29Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '90 Kapada pembatja kita jang setia. BOEAT AT pembatja jang tida soeka ditagi de- ngen postkwitantie, jang masih belon bajar abonnement,,TJERITA ROMAN" bagian kwartaal ka 3 en 4 dari taoen 1930 dan bagian kwartaal ka 1 dari ini taoen, harep soeka kirim pembajaran dengen postwissel goena bantoe ringanken kita poenja administratie. Sa- mentara pembatja jang soeda kirim pembajaran lebih, kita soeda tjatet dalem boekoe boeat ba- gian lain-lainnja kwa... 315473 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>90 Kapada pembatja kita jang setia. BOEAT AT pembatja jang tida soeka ditagi de- ngen postkwitantie, jang masih belon bajar abonnement,,TJERITA ROMAN" bagian kwartaal ka 3 en 4 dari taoen 1930 dan bagian kwartaal ka 1 dari ini taoen, harep soeka kirim pembajaran dengen postwissel goena bantoe ringanken kita poenja administratie. Sa- mentara pembatja jang soeda kirim pembajaran lebih, kita soeda tjatet dalem boekoe boeat ba- gian lain-lainnja kwartaal jang bakal dateng. Penerbit TJERITA ROMAN" NV EXTRA PAGINA Moeat toelisan dari: Niwarna 91<noinclude></noinclude> fcdama1h0u5mya6lk7hasc7yqfe0pvs 315475 315473 2026-08-22T14:48:40Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 315475 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh|90||91}}</noinclude>{{Rule}} {{Rule}} '''Kapada pembatja kita jang setia.''' {{Dropinitial|B}}OEAT pembatja jang tida soeka ditagi dengen postkwitantie, jang masih belon bajar abonnement „{{sp|TJERITA ROMAN}}“ bagian kwartaal ka 3 en 4 dari taoen 1930 dan bagian kwartaal ka 1 dari ini taoen, harep soeka kirim pembajaran dengen postwissel goena bantoe ringanken kita poenja administratie. Samentara pembatja jang soeda kirim pembajaran lebih, kita soeda tjatet dalem boekoe boeat bagian lain-lainnja kwartaal jang bakal dateng. {{Right|''Penerbit „TJERITA ROMAN“''}} {{Rule}} {{Rule}} {{c| {{xx-larger|EXTRA PAGINA}}<br> Moeat toelisan dari:<br> {{Right|''Niwarna''}} }} {{rule|width=8em|align=center}}<noinclude></noinclude> qozfsgfpcoretimqd9lpr7dmpjgls08 Halaman:Auto setan.pdf/72 104 114470 315476 2026-08-22T14:51:09Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Socaf jang actueel Membitjaraken soeal pengidoepan, seding soeal kabiasa'an, soeal politiek dan economie enz. enz. Sanget penting boeat dibatja! Sanget berharga boeat isih Bibliotheek! jalah boekoe jang baroesan terbit : Pemandangan tentang JAPAN dan TIONGKOK oleh AMICUS. Dengen terhias bebrapa gambar jang indah. Harga per djilid tebel. . f 1.25 Kirim cewang lebih doeloe, vrij ongkos kirim. Bisa dapet pada: Drukkerij Hahn & Co., Soerabaia.' 315476 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Socaf jang actueel Membitjaraken soeal pengidoepan, seding soeal kabiasa'an, soeal politiek dan economie enz. enz. Sanget penting boeat dibatja! Sanget berharga boeat isih Bibliotheek! jalah boekoe jang baroesan terbit : Pemandangan tentang JAPAN dan TIONGKOK oleh AMICUS. Dengen terhias bebrapa gambar jang indah. Harga per djilid tebel. . f 1.25 Kirim cewang lebih doeloe, vrij ongkos kirim. Bisa dapet pada: Drukkerij Hahn & Co., Soerabaia.<noinclude></noinclude> kyhtjfuaevljdsxgatjwvoqnyz4m6uf 315478 315476 2026-08-22T15:09:18Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 315478 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{xx-larger|'''Sooal jang actueel'''}} {{sp|Membitjaraken}} soeal pengidoepan, soeal kabiasa'an, soeal politiek dan economie enz. enz. Sanget penting boeat dibatja! Sanget berharga boeat {{Right|isih Bibliotheek!}} jalah boekoe jang baroesan terbit : {{larger|Pemandangan tentang JAPAN dan TIONGKOK oleh AMICUS.}} Dengen terhias bebrapa gambar jang indah. Harga per djilid tebel. . {{larger|f 1.25}} Kirim oewang lebih doeloe, vrij ongkos kirim. Bisa dapet pada: {{x-larger|'''Drukkerij Hahn & Co.,'''}} {{larger|'''Soerabaia.'''}}<noinclude></noinclude> 6yygk6ieqn6ca91n9rwievritzhwe8b Halaman:Auto setan.pdf/1 104 114471 315477 2026-08-22T14:54:29Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 315477 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><noinclude></noinclude> i2trfsrykxod5puu4367ujs2t4be8v0 315479 315477 2026-08-22T15:26:22Z Menyusurisudutnegeri 25205 315479 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{xx-larger|'''SIGNATUUR'''<br>'''MICROVORM:'''}} {{xx-larger|'''SHELF NUMBER'''<br>'''MICROFORM:'''}} {| class="wikitable" |- ||M SINO 0728 dl 78 |} {{larger|'''BIBLIOGRAFISCH VERSLAG:'''}} {{larger|'''BIBLIOGRAPHIC RECORD:'''}} '''MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER:''' '''MASTER NEGATIVE STORAGE NUMBER:''' {{larger|'''MM69C-10'''0233}} {{Rule}} '''KITLV/Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies''' '''Auto setan: jang menggemperken seloeroe San Francisco / oleh H. Moreland;''' '''terkoetib oleh Adonis Sr.. - Soerabaia: [Hahn & Co.], 1935.-134 p.; 16 cm.''' '''-(Tjerita roman; [taoen ka-71, no. 78 (20 Juni 1935))''' '''Sino-Maleise literatuur.- Detective''' '''AUTEUR(S)''' '''H. Moreland''' '''Monsieur Adonis pseud. van Soe Lie Piet''' '''Exemplaargegevens:''' '''Tjerita roman. no. 73 t/m 78 (1935) in 1 bd.''' {| |- || '''Sign. van origineel:'''<br> '''Shelfnr. of original copy:'''<br> '''M hh 6950 N\e''' ||'''Sign. van microvorm:'''<br> '''Shelfnr, of microform:'''<br> '''M SINO 0728 dl 78''' |} {{Rule}} {| |- || '''Filmformaat/Size of film:''' || {{Right|'''HDP/ 16/mm'''}} |- || '''Beeld plaatsing/Image placement:''' || {{Right|'''COMIC/IIB'''}} |- || '''Reductie moederfilm / Reduction Master film:''' || {{Right|'''15:1'''}} |- || '''Jaar van verfilming / Filmed in:''' || {{Right|'''2005'''}} |- || '''Verfilmd door bedrijf / Filmed by:''' || {{Right|'''Karmac Microfilm Systems'''}} |}<noinclude></noinclude> ij8f2q1nh84xl818roquvs0opkzqsm9 315480 315479 2026-08-22T15:34:14Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 315480 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{xx-larger|'''SIGNATUUR'''<br>'''MICROVORM:'''}} {{xx-larger|'''SHELF NUMBER'''<br>'''MICROFORM:'''}} {| class="wikitable" |- ||M SINO 0728 dl 78 |} {{larger|'''BIBLIOGRAFISCH VERSLAG:'''}} {{larger|'''BIBLIOGRAPHIC RECORD:'''}} '''MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER:''' '''MASTER NEGATIVE STORAGE NUMBER:''' {| class="wikitable" |- ||{{larger|'''MM69C-10'''0233}} |} {{Rule}} '''KITLV/Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies''' <br><br> '''Auto setan: jang menggemperken seloeroe San Francisco / oleh H. Moreland;''' '''terkoetib oleh Adonis Sr.. - Soerabaia: [Hahn & Co.], 1935.-134 p.; 16 cm.''' '''-(Tjerita roman; [taoen ka-71, no. 78 (20 Juni 1935))''' '''Sino-Maleise literatuur.- Detective''' <br><br><br><br> '''AUTEUR(S)''' '''H. Moreland''' '''Monsieur Adonis pseud. van Soe Lie Piet''' <br><br> '''Exemplaargegevens:''' '''Tjerita roman. no. 73 t/m 78 (1935) in 1 bd.''' <br><br> {| |- || '''Sign. van origineel:'''<br>'''Shelfnr. of original copy:'''<br>'''M hh 6950 N\e''' ||'''Sign. van microvorm:'''<br>'''Shelfnr, of microform:'''<br>'''M SINO 0728 dl 78''' |} {{Rule}} {| |- || '''Filmformaat/Size of film:''' || {{Right|'''HDP/ 16/mm'''}} |- || '''Beeld plaatsing/Image placement:''' || {{Right|'''COMIC/IIB'''}} |- || '''Reductie moederfilm / Reduction Master film:''' || {{Right|'''15:1'''}} |- || '''Jaar van verfilming / Filmed in:''' || {{Right|'''2005'''}} |- || '''Verfilmd door bedrijf / Filmed by:''' || {{Right|'''Karmac Microfilm Systems'''}} |}<noinclude></noinclude> onut0bu7lj663ceb8jxmh5tm4bab40y Halaman:Selina.djvu/3 104 114472 315481 2026-08-22T15:40:12Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'SELINA" oleh: MONSIEUR d' AMOUR Het auteursrecht vaerbehouden ingevolge artikel No. 600 v wetboek in 1912 TJERITA ROMAN di terbitken dengen tetep saben tanggal 20 boelan Mesehi Abonnement f 1.- per kwartaal. Kantoor Suikerstraat 1-3-Soerabaia.' 315481 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>SELINA" oleh: MONSIEUR d' AMOUR Het auteursrecht vaerbehouden ingevolge artikel No. 600 v wetboek in 1912 TJERITA ROMAN di terbitken dengen tetep saben tanggal 20 boelan Mesehi Abonnement f 1.- per kwartaal. Kantoor Suikerstraat 1-3-Soerabaia.<noinclude></noinclude> jjbfg2yjwmsxsp8vkgpdnq2m9p33nhb 315482 315481 2026-08-22T15:43:43Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 315482 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Rule}} {{c| {{xxx-larger|{{sp|'''„SELINA“'''}}}}<br> oleh:<br> {{larger|MONSIEUR d' AMOUR}} }} {{Block center| {{Rule}} Het auteursrecht vaerbehouden ingevolge<br> artikel No. 600 v wetboek in 1912 {{Rule}} }} {{Rule}} {{c| {{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}<br> di terbitken dengen tetep saben tanggal 20 boelan Mesehi<br> Abonnement f 1.- per kwartaal.<br> Kantoor Suikerstraat 1-3-Soerabaia. }} {{Rule}}<noinclude></noinclude> rnm1jl4njdcz52wk0jzwu18p4nqdfss Halaman:The Belle of Menado.pdf/3 104 114473 315483 2026-08-22T15:45:01Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Tanpa teks */ 315483 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>1 1 ~lillllij~!~!ï~~llIil l I C I j~ 0 " ~1<noinclude></noinclude> dp4hhv0cdrb3oc4ovgxcp33kqsews78 Halaman:The Belle of Menado.pdf/4 104 114474 315484 2026-08-22T15:46:34Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 315484 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{xxx-larger|Tjerita Roman}} {{x-larger|TAOEN 4 JANUARI 1932 NO 37}}<noinclude></noinclude> h4j0z0gcvym6vhks3vcbv9i6f4ah045 Halaman:Auto setan.pdf/5 104 114475 315485 2026-08-22T15:48:23Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'СОРІЮНАЯЯ НАС ЗОЯНО 32 Tolspievale MT WAT32 OTUA brielanoM Holo zinobAnglo disole lov no noy SAN FRA SELOEROE DITJITAK OLEMI DRUKKERIJ HAHN & Co. KAMP. DORO 1-3 SB. SEDIKIT OETJAPAN ENDJAHAT bisa lebih tjerdik dari PENJAH politie, tapi kadjahatan tida dilindoe- ngin oleh kaslametan. ROMANO. ATABA MAMORATI BUT' 315485 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>СОРІЮНАЯЯ НАС ЗОЯНО 32 Tolspievale MT WAT32 OTUA brielanoM Holo zinobAnglo disole lov no noy SAN FRA SELOEROE DITJITAK OLEMI DRUKKERIJ HAHN & Co. KAMP. DORO 1-3 SB. SEDIKIT OETJAPAN ENDJAHAT bisa lebih tjerdik dari PENJAH politie, tapi kadjahatan tida dilindoe- ngin oleh kaslametan. ROMANO. ATABA MAMORATI BUT<noinclude></noinclude> dos6yk2ykpxq0uwo2yhv6kisdjjam2g 315486 315485 2026-08-22T15:50:40Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 315486 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c| DITJITAK OLEH:<br> DRUKKERIJ HAHN & Co.<br> KAMP. DORO 1-3 SB. }} {{Block center| {{Rule}} {{sp|SEDIKIT OETJAPAN}}<br> {{Dropinitial|P}}ENDJAHAT bisa lebih tjerdik dari politie, tapi kadjahatan tida dilindoengin oleh kaslametan.<br> {{Right|{{sp|ROMANO}}.}} {{Rule}} }}<noinclude></noinclude> 5gwn95pu6t4hwdesb3subpvd35nl4eo Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/1 104 114476 315487 2026-08-22T15:54:19Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Tanpa teks */ 315487 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><noinclude></noinclude> b4tl57fmnp2hnavjhpn5obhb8eil8dq Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/2 104 114477 315488 2026-08-22T15:54:35Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'RAD AP 95 T 166 2: no33 ·194.8. BAHR MIMBAR INDONESIA NOMOR KEMERDEKAAN 33 17 AGUSTUS 1948 PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 AGUSTUS Digitized by ogle' 315488 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>RAD AP 95 T 166 2: no33 ·194.8. BAHR MIMBAR INDONESIA NOMOR KEMERDEKAAN 33 17 AGUSTUS 1948 PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 AGUSTUS Digitized by ogle<noinclude></noinclude> nug5864cy05luc43we0d4o3jl85aqw7 315489 315488 2026-08-22T15:56:50Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 315489 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c| {{xx-larger|'''MIMBAR'''<br>'''INDONESIA'''<br>NOMOR KEMERDEKAAN}} }} {{X-larger|33}} {{c| 17 AGUSTUS 1948 }} {{c| PROKLAMASI<br> 17<br> AGUSTUS<br> 1945}}<noinclude></noinclude> 67ncg5jqekx0kxjcgrl23iy8ggrowbj Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/4 104 114478 315490 2026-08-22T15:57:46Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Proklamasi Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan dan lain- lain diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. Djakarta, 17 Agoesfoes 1945. Atas nama bangsa Indonesia Soekarno-Hatta zoder Google' 315490 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Proklamasi Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan dan lain- lain diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. Djakarta, 17 Agoesfoes 1945. Atas nama bangsa Indonesia Soekarno-Hatta zoder Google<noinclude></noinclude> k1wyckzxallxob2ohitvzsk5fjnvves 315491 315490 2026-08-22T16:00:03Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 315491 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c| {{xxx-larger|'''Proklamasi'''}}<br> Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan<br> {{xx-larger|'''Kemerdekaan Indonesia'''}}<br> Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. }} Djakarta, 17 Agoesfoes 1945. {{Block right| {{c| Atas nama bangsa Indonesia<br> {{xx-larger|'''Soekarno-Hatta'''}} }} }} {{Gambar hilang}}<noinclude></noinclude> 6t0j2ggzjfaexg9z75u5y03r439zawj Pantja-Sila/Pengantar Bab I 0 114479 315499 2026-08-22T16:17:29Z Menyusurisudutnegeri 25205 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab I | previous = | next = [[Pantja-Sila/Bab II|Pantja-Sila/Bab II]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=9 fromsection="bab1" to=15 tosection="bab1"/>' 315499 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab I | previous = | next = [[Pantja-Sila/Bab II|Pantja-Sila/Bab II]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=9 fromsection="bab1" to=15 tosection="bab1"/> ofuac9nchykvsstn1l11fbowywaoml5 315503 315499 2026-08-22T16:19:11Z Menyusurisudutnegeri 25205 315503 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab I | previous = | next = [[Pantja-Sila/Bab II|Pantja-Sila/Bab II]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=9 fromsection="bab1" to=19 tosection="bab1"/> av3amrgoy1io3njfq925mak12lr6afv 315567 315503 2026-08-22T17:02:37Z Menyusurisudutnegeri 25205 Menyusurisudutnegeri memindahkan halaman [[Pantja-Sila/Bab I]] ke [[Pantja-Sila/Pengantar Bab I]]: Judul salah eja 315503 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab I | previous = | next = [[Pantja-Sila/Bab II|Pantja-Sila/Bab II]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=9 fromsection="bab1" to=19 tosection="bab1"/> av3amrgoy1io3njfq925mak12lr6afv 315569 315567 2026-08-22T17:02:58Z Menyusurisudutnegeri 25205 315569 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Pengantar Bab I | previous = | next = [[Pantja-Sila/Pengantar Bab II|Pantja-Sila/Pengantar Bab II]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=9 fromsection="bab1" to=19 tosection="bab1"/> s1rloigj2ic8kjjjpyz608drlbmlw50 Pantja-Sila/Pengantar Bab II 0 114480 315511 2026-08-22T16:22:52Z Menyusurisudutnegeri 25205 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab II | previous = [[Pantja-Sila/Bab II|Pantja-Sila/Bab I]] | next = [[Pantja-Sila/Bab II|Pantja-Sila/Bab III]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=20 fromsection="bab2" to=26 tosection="bab2"/>' 315511 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab II | previous = [[Pantja-Sila/Bab II|Pantja-Sila/Bab I]] | next = [[Pantja-Sila/Bab II|Pantja-Sila/Bab III]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=20 fromsection="bab2" to=26 tosection="bab2"/> n84sm0bslpoduzpl44l3jo8gkw5xd7g 315512 315511 2026-08-22T16:23:09Z Menyusurisudutnegeri 25205 315512 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab II | previous = [[Pantja-Sila/Bab I|Pantja-Sila/Bab I]] | next = [[Pantja-Sila/Bab III|Pantja-Sila/Bab III]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=20 fromsection="bab2" to=26 tosection="bab2"/> c8u8ei8lydz62bmwampygsbmgx0tg5c 315564 315512 2026-08-22T17:01:37Z Menyusurisudutnegeri 25205 Menyusurisudutnegeri memindahkan halaman [[Pantja-Sila/Bab II]] ke [[Pantja-Sila/Pengantar Bab II]]: Judul salah eja 315512 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab II | previous = [[Pantja-Sila/Bab I|Pantja-Sila/Bab I]] | next = [[Pantja-Sila/Bab III|Pantja-Sila/Bab III]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=20 fromsection="bab2" to=26 tosection="bab2"/> c8u8ei8lydz62bmwampygsbmgx0tg5c 315566 315564 2026-08-22T17:02:15Z Menyusurisudutnegeri 25205 315566 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Pengantar Bab II | previous = [[Pantja-Sila/Pengantar Bab I|Pantja-Sila/Pengantar Bab I]] | next = [[Pantja-Sila/Pengantar Bab III|Pantja-Sila/Pengantar Bab III]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=20 fromsection="bab2" to=26 tosection="bab2"/> 6t8t9her5tphsohf8f25nd278pwyrqi Pantja-Sila/Pengantar Bab III 0 114481 315523 2026-08-22T16:27:17Z Menyusurisudutnegeri 25205 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab III | previous = [[Pantja-Sila/Bab II|Pantja-Sila/Bab II]] | next = [[Pantja-Sila/Bab IV|Pantja-Sila/Bab IV]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=26 fromsection="bab3" to=36 tosection="bab3"/>' 315523 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab III | previous = [[Pantja-Sila/Bab II|Pantja-Sila/Bab II]] | next = [[Pantja-Sila/Bab IV|Pantja-Sila/Bab IV]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=26 fromsection="bab3" to=36 tosection="bab3"/> 3syecmgnhe8q2b88ihbjzxmx3drbti0 315561 315523 2026-08-22T16:58:03Z Menyusurisudutnegeri 25205 Menyusurisudutnegeri memindahkan halaman [[Pantja-Sila/Bab III]] ke [[Pantja-Sila/Pengantar Bab III]]: Judul salah eja 315523 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab III | previous = [[Pantja-Sila/Bab II|Pantja-Sila/Bab II]] | next = [[Pantja-Sila/Bab IV|Pantja-Sila/Bab IV]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=26 fromsection="bab3" to=36 tosection="bab3"/> 3syecmgnhe8q2b88ihbjzxmx3drbti0 315563 315561 2026-08-22T17:01:19Z Menyusurisudutnegeri 25205 315563 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Pengantar Bab III | previous = [[Pantja-Sila/Pengantar Bab II|Pantja-Sila/Pengantar Bab II]] | next = [[Pantja-Sila/Pengantar Bab IV|Pantja-Sila/Pengantar Bab IV]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=26 fromsection="bab3" to=36 tosection="bab3"/> b1rxta7anipdz558rc09pk62ykoue05 Pantja-Sila/Pengantar Bab IV 0 114482 315527 2026-08-22T16:31:00Z Menyusurisudutnegeri 25205 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab IV | previous = [[Pantja-Sila/Bab III|Pantja-Sila/Bab III]] | next = [[Pantja-Sila/Bab IV|Pantja-Sila/Bab IV]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=36 fromsection="bab4" to=39 tosection="bab4"/>' 315527 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab IV | previous = [[Pantja-Sila/Bab III|Pantja-Sila/Bab III]] | next = [[Pantja-Sila/Bab IV|Pantja-Sila/Bab IV]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=36 fromsection="bab4" to=39 tosection="bab4"/> ka7vvz1yzo84zavd6yq10dj8n8dyfye 315528 315527 2026-08-22T16:31:15Z Menyusurisudutnegeri 25205 315528 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab IV | previous = [[Pantja-Sila/Bab III|Pantja-Sila/Bab III]] | next = [[Pantja-Sila/Bab V|Pantja-Sila/Bab V]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=36 fromsection="bab4" to=39 tosection="bab4"/> cq82wl8aaka73h3st75w5pil0bvc9qm 315558 315528 2026-08-22T16:56:53Z Menyusurisudutnegeri 25205 Menyusurisudutnegeri memindahkan halaman [[Pantja-Sila/Bab IV]] ke [[Pantja-Sila/Pengantar Bab IV]]: Judul salah eja 315528 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab IV | previous = [[Pantja-Sila/Bab III|Pantja-Sila/Bab III]] | next = [[Pantja-Sila/Bab V|Pantja-Sila/Bab V]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=36 fromsection="bab4" to=39 tosection="bab4"/> cq82wl8aaka73h3st75w5pil0bvc9qm 315560 315558 2026-08-22T16:57:29Z Menyusurisudutnegeri 25205 315560 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Pengantar Bab IV | previous = [[Pantja-Sila/Pengantar Bab III|Pantja-Sila/Pengantar Bab III]] | next = [[Pantja-Sila/Pengantar Bab V|Pantja-Sila/Pengantar Bab V]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=36 fromsection="bab4" to=39 tosection="bab4"/> cpa5zhqxr10b82qixl3tdau45q42jrt Pantja-Sila/Pengantar Bab V 0 114483 315529 2026-08-22T16:31:55Z Menyusurisudutnegeri 25205 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab V | previous = [[Pantja-Sila/Bab IV|Pantja-Sila/Bab IV]] | next = [[Pantja-Sila/Bab IV|Pantja-Sila/Bab IV]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=39 fromsection="bab5" to=39 tosection="bab5"/>' 315529 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab V | previous = [[Pantja-Sila/Bab IV|Pantja-Sila/Bab IV]] | next = [[Pantja-Sila/Bab IV|Pantja-Sila/Bab IV]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=39 fromsection="bab5" to=39 tosection="bab5"/> asiyf1csfa54gnlh7d3uv4sopzsd0z8 315532 315529 2026-08-22T16:34:33Z Menyusurisudutnegeri 25205 315532 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab V | previous = [[Pantja-Sila/Bab IV|Pantja-Sila/Bab IV]] | next = [[Pantja-Sila/Pendahuluan|Pantja-Sila/Pendahuluan]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=39 fromsection="bab5" to=41 tosection="bab5"/> r7w7z19ud1z0d9wtc5krk3zt6ngzt6z 315554 315532 2026-08-22T16:55:34Z Menyusurisudutnegeri 25205 Menyusurisudutnegeri memindahkan halaman [[Pantja-Sila/Bab V]] ke [[Pantja-Sila/Pengantar Bab V]]: Judul salah eja 315532 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Bab V | previous = [[Pantja-Sila/Bab IV|Pantja-Sila/Bab IV]] | next = [[Pantja-Sila/Pendahuluan|Pantja-Sila/Pendahuluan]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=39 fromsection="bab5" to=41 tosection="bab5"/> r7w7z19ud1z0d9wtc5krk3zt6ngzt6z 315557 315554 2026-08-22T16:56:32Z Menyusurisudutnegeri 25205 315557 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Pengantar Bab V | previous = [[Pantja-Sila/Bab IV|Pantja-Sila/Bab IV]] | next = [[Pantja-Sila/Pendahuluan|Pantja-Sila/Pendahuluan]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=39 fromsection="bab5" to=41 tosection="bab5"/> 3rxg37vhij7nsdl6l7b0rmrrqkl6r89 Pantja-Sila/Pendahuluan 0 114484 315535 2026-08-22T16:42:09Z Menyusurisudutnegeri 25205 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Pendahuluan | previous = [[Pantja-Sila/Bab V|Pantja-Sila/Bab V]] | next = [[Pantja-Sila/Pendahuluan Bab I|Pantja-Sila/Pendahuluan Bab I]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=42 fromsection="pendahuluan" to=45 tosection="pendahuluan"/>' 315535 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Pendahuluan | previous = [[Pantja-Sila/Bab V|Pantja-Sila/Bab V]] | next = [[Pantja-Sila/Pendahuluan Bab I|Pantja-Sila/Pendahuluan Bab I]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=42 fromsection="pendahuluan" to=45 tosection="pendahuluan"/> o14dvmddyt5l2yp8ue7zh1b2ml5bp2u 315556 315535 2026-08-22T16:56:08Z Menyusurisudutnegeri 25205 315556 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Pendahuluan | previous = [[Pantja-Sila/Pengantar Bab V|Pantja-Sila/Pengantar Bab V]] | next = [[Pantja-Sila/Pendahuluan Bab I|Pantja-Sila/Pendahuluan Bab I]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=42 fromsection="pendahuluan" to=45 tosection="pendahuluan"/> 6vw9zg7bps20rk9gahewuhqlv23jwdf Pantja-Sila/Pendahuluan Bab I 0 114485 315539 2026-08-22T16:45:35Z Menyusurisudutnegeri 25205 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Pendahuluan Bab I | previous = [[Pantja-Sila/Pendahuluan|Pantja-Sila/Pendahuluan]] | next = [[Pantja-Sila/Pendahuluan Bab II|Pantja-Sila/Pendahuluan Bab II]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=45 fromsection="pendahuluan-1" to=50 tosection="pendahuluan-1"/>' 315539 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Pendahuluan Bab I | previous = [[Pantja-Sila/Pendahuluan|Pantja-Sila/Pendahuluan]] | next = [[Pantja-Sila/Pendahuluan Bab II|Pantja-Sila/Pendahuluan Bab II]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=45 fromsection="pendahuluan-1" to=50 tosection="pendahuluan-1"/> ktu3y4wem297aqqh9wfqyqx30e8ywo7 Pantja-Sila/Pendahuluan Bab II 0 114486 315540 2026-08-22T16:46:18Z Menyusurisudutnegeri 25205 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Pendahuluan Bab II | previous = [[Pantja-Sila/Pendahuluan Bab I|Pantja-Sila/Pendahuluan Bab I]] | next = [[Pantja-Sila/Pendahuluan Bab III|Pantja-Sila/Pendahuluan Bab III]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=50 fromsection="pendahuluan-2" to=50 tosection="pendahuluan-2"/>' 315540 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Pendahuluan Bab II | previous = [[Pantja-Sila/Pendahuluan Bab I|Pantja-Sila/Pendahuluan Bab I]] | next = [[Pantja-Sila/Pendahuluan Bab III|Pantja-Sila/Pendahuluan Bab III]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=50 fromsection="pendahuluan-2" to=50 tosection="pendahuluan-2"/> anskndghsqi39horyr5ox0sef81dzdb 315546 315540 2026-08-22T16:48:45Z Menyusurisudutnegeri 25205 315546 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Pendahuluan Bab II | previous = [[Pantja-Sila/Pendahuluan Bab I|Pantja-Sila/Pendahuluan Bab I]] | next = [[Pantja-Sila/Pendahuluan Bab III|Pantja-Sila/Pendahuluan Bab III]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=50 fromsection="pendahuluan-2" to=54 tosection="pendahuluan-2"/> djxexhtw9b900zvglhfarhritqh6l8a Pantja-Sila/Pendahuluan Bab III 0 114487 315550 2026-08-22T16:51:01Z Menyusurisudutnegeri 25205 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Pendahuluan Bab II | previous = [[Pantja-Sila/Pendahuluan Bab I|Pantja-Sila/Pendahuluan Bab I]] | next = [[Pantja-Sila/Penutup|Pantja-Sila/Penutup]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=54 fromsection="pendahuluan-3" to=57 tosection="pendahuluan-3"/>' 315550 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Pendahuluan Bab II | previous = [[Pantja-Sila/Pendahuluan Bab I|Pantja-Sila/Pendahuluan Bab I]] | next = [[Pantja-Sila/Penutup|Pantja-Sila/Penutup]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=54 fromsection="pendahuluan-3" to=57 tosection="pendahuluan-3"/> p1ad6thgkxulomtx37mn4k90dvc9ha0 315553 315550 2026-08-22T16:53:12Z Menyusurisudutnegeri 25205 315553 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Pendahuluan Bab III | previous = [[Pantja-Sila/Pendahuluan Bab II|Pantja-Sila/Pendahuluan Bab II]] | next = [[Pantja-Sila/Penutup|Pantja-Sila/Penutup]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=54 fromsection="pendahuluan-3" to=57 tosection="pendahuluan-3"/> ja1c9c2ydzwfkqnnftgl3ye1j9dofmp Pantja-Sila/Penutup 0 114488 315551 2026-08-22T16:52:12Z Menyusurisudutnegeri 25205 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Penutup | previous = [[Pantja-Sila/Pendahuluan Bab III|Pantja-Sila/Pendahuluan Bab III]] | next = | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=57 fromsection="penutup" to=57 tosection="penutup"/>' 315551 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Penutup | previous = [[Pantja-Sila/Pendahuluan Bab III|Pantja-Sila/Pendahuluan Bab III]] | next = | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=57 fromsection="penutup" to=57 tosection="penutup"/> 35kps1ypokmxlqyh3kob11z8vgpeol1 315552 315551 2026-08-22T16:52:51Z Menyusurisudutnegeri 25205 315552 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Penutup | previous = [[Pantja-Sila/Pendahuluan Bab III|Pantja-Sila/Pendahuluan Bab III]] | next = | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=57 fromsection="penutup" to=59 tosection="penutup"/> cizcqmzhfh1fzf1y0exbj6zzrf3z2kk Pantja-Sila/Bab V 0 114489 315555 2026-08-22T16:55:34Z Menyusurisudutnegeri 25205 Menyusurisudutnegeri memindahkan halaman [[Pantja-Sila/Bab V]] ke [[Pantja-Sila/Pengantar Bab V]]: Judul salah eja 315555 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Pantja-Sila/Pengantar Bab V]] ajgqq83klg9eioznxuumqwwbjkoq9pn Pantja-Sila/Bab IV 0 114490 315559 2026-08-22T16:56:53Z Menyusurisudutnegeri 25205 Menyusurisudutnegeri memindahkan halaman [[Pantja-Sila/Bab IV]] ke [[Pantja-Sila/Pengantar Bab IV]]: Judul salah eja 315559 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Pantja-Sila/Pengantar Bab IV]] iab6kexejq1kr3yzrfrwv9gexafgqzd Pantja-Sila/Bab III 0 114491 315562 2026-08-22T16:58:03Z Menyusurisudutnegeri 25205 Menyusurisudutnegeri memindahkan halaman [[Pantja-Sila/Bab III]] ke [[Pantja-Sila/Pengantar Bab III]]: Judul salah eja 315562 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Pantja-Sila/Pengantar Bab III]] 7jpr94udynjr62rp33vxbyg1600i6na Pantja-Sila/Bab II 0 114492 315565 2026-08-22T17:01:38Z Menyusurisudutnegeri 25205 Menyusurisudutnegeri memindahkan halaman [[Pantja-Sila/Bab II]] ke [[Pantja-Sila/Pengantar Bab II]]: Judul salah eja 315565 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Pantja-Sila/Pengantar Bab II]] ph5viu2qul11ydwxbd972u2wu38zmb5 Pantja-Sila/Bab I 0 114493 315568 2026-08-22T17:02:37Z Menyusurisudutnegeri 25205 Menyusurisudutnegeri memindahkan halaman [[Pantja-Sila/Bab I]] ke [[Pantja-Sila/Pengantar Bab I]]: Judul salah eja 315568 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Pantja-Sila/Pengantar Bab I]] sdu0escykfshgkk4ddtnueuxnubv2rk Pantja-Sila/Mukaddimah 0 114494 315572 2026-08-22T17:07:38Z Menyusurisudutnegeri 25205 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Mukaddimah | previous = | next = [[Pantja-Sila/Pengantar Bab I|Pantja-Sila/Pengantar Bab I]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" include=8 onlysection="mukadimah"/>' 315572 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = H. Rosin | translator = | section = Mukaddimah | previous = | next = [[Pantja-Sila/Pengantar Bab I|Pantja-Sila/Pengantar Bab I]] | notes = }} <pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" include=8 onlysection="mukadimah"/> f46r8yk1j5epcau2jm882j030ls7t80 Pembicaraan Pengguna:Ammachemist 3 114495 315573 2026-08-23T00:36:08Z Mnam23 12152 /* Selamat datang */ bagian baru 315573 wikitext text/x-wiki == Selamat datang == <div style="border:2px solid #f3e4f2; background-color:#ffffff; font-size:95%; margin-right:1em; margin-left :1em; margin-bottom : 1em; padding: 5px;"> {{larger|'''Selamat datang, ''{{BASEPAGENAME}}''!'''}} Halo dan [[Wikisource:Selamat datang|selamat datang]] di [[Wikisource bahasa Indonesia|Wikisumber bahasa Indonesia]]! '''[[Wikisource:Apakah Wikisource itu?|Wikisumber]]''' adalah sumber dokumen bebas multibahasa yang isinya ditulis bersama-sama oleh para penggunanya dan disusun agar dapat dibaca dan disunting oleh siapa pun juga. * Anda bisa mengucapkan selamat datang kepada Wikipustakawan lainnya di [[Wikisource:Halaman perkenalan|Halaman perkenalan]] * Pertanyaan, usulan, dan komentar tentang Wikisumber bahasa Indonesia bisa dilakukan di [[Wikisource:Warung Kopi|Warung Kopi]]. Jangan lupa untuk menandatangani pesan Anda, sehingga pengguna lain mengetahui siapa sang penulis pesan. Caranya: ketik &#126;&#126;&#126;&#126; (empat kali tanda gelombang/tilde). * '''Baca dan pelajarilah terlebih dahulu [[wikisource:kebijakan dan pedoman|kebijakan dan pedoman]] yang berlaku di Wikisumber bahasa Indonesia.''' * Untuk bereksperimen, mencoba-coba, atau tes, lakukanlah di [[Wikisource:Bak pasir|bak pasir]]. * Walaupun begitu perhatikan juga [[Wikisource:Hindari kesalahan umum|hal-hal yang tidak boleh dilakukan di {{SITENAME}}]]. * Untuk menulis profil atau sekilas informasi tentang Anda, bisa dilakukan di [[Pengguna:{{PAGENAME}}]], sehingga pengguna lain bisa mengenal sedikit tentang Anda. <div class="tabbertab" title="Contributing texts" lang="en"> {{larger|'''Welcome to Wikisource, ''{{BASEPAGENAME}}''!'''}} *Hope you enjoy contributing to Wikisource ''Bahasa Indonesia'', the library that is free for everyone to use! *If you are not an Indonesian speaker, you may want to visit the [[:w:Wikipedia:Kedutaan|Indonesian Wikisource embassy]] or get some [[:w:Wikipedia:Babel/id-0|information about finding users who speak your language]]. Or just '''<span class="plainlinks">[{{fullurl:User talk:{{BASEPAGENAME}}|action=edit&section=new}} edit]</span>''' this page and ask your question here. Be sure to place <code><nowiki>{{</nowiki>[[:Kategori:Pengguna mencari bantuan|helpme]]<nowiki>}}</nowiki></code> before your question to get the attention of [[:Kategori:Pengurus Wikisource|our administrators]]. Finally, ''please "sign" your comments on [[Wikisource:Warung kopi|discussion pages]] by using four tildes (<nowiki>~~~~</nowiki>)''; this will automatically produce your username (or IP address if you're not logged in) and the current date. '''Enjoy!''' </div> </div> [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 23 Agustus 2026 00.36 (UTC) ksge2od4u78hw73280hmqaujpnwtt7l