Wikisumber
idwikisource
https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.16
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikisumber
Pembicaraan Wikisumber
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Pengarang
Pembicaraan Pengarang
Indeks
Pembicaraan Indeks
Halaman
Pembicaraan Halaman
Portal
Pembicaraan Portal
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/7
104
111389
315651
309943
2026-08-24T23:54:52Z
Ibrohim tijani
26379
315651
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{c|PERKEMBANGAN SITUASI POLITIK
DI INDONESIA}}
Sdr2 jang terhormat ,
Bersama ini kami berusaha untuk memberikan pendjelasan
kepada Sdr2 jang berkisar kepada persoalan " GESTAPU/PKI " dan perkembangan2 terachir di Indonesia . Pendjelasan ini dapat dikatakan sebagai pendjelasan resmi untuk dipergunakan sebagai landasan daripada kesatuan kesimpulan atas kedjadian2 untuk kemudian didjadikan dasar bagi satunja kata dan perbuatan didalam pelaksanaan tugas kita masing2 .
PROLOOG GESTAPU/PKI
Apabila kita menindjau kebelakang sebelum terdjadinja
peristiwa terkutuk G 30 S , maka terlihat dengan djelas kepada kita kegiatan2 PKI dalam berbagai bidang di Indonesia dalam usahanja untuk mempersiapkan gerakannja jang ment japai kulminasinja dalam kudeta 30 September 1965 jang dapat digagalkan oleh ABRI dengan bantuan massa rakjat jang sangat heroik itu . Kegiatan2 PKI itu sesungguhnja sudah tertjium oleh alat2
negara kita djauh sebelum 30 September 1965 , akan tetapi karena PKI selalu dapat menggunakan legalitas jang ada pada Pemerintah seperti Dr.Subandrio cs dengan BPI-nja , maka alat2 negara jbs . tidak dapat berbuat banjak dan walaupun dilaporkan , segera jang bersangkutan dituduh dihinggapi Komunisto -phobi . Tudjuan utama dalam tahun sebelum tahun 1965 dari PKI ialah untuk menjingkirkan organisasi2 lawan politiknja dengan legalitas jang ada pada antek2nja seperti Subandrio cs .
Dalam Bidang Politik
Pada suatu saat di Indonesia kita melihat usaha2 untuk meningkatkan demokrasi terpimpin itu dengan meniadakan hak2 demokrasi lainnja serta memonopoli kekuasaan pada tangan beberapa kontjo2 mereka . Tegasnja mereka mentjiptakan suatu kondisi atau keadaan politik dimana menurut perhitungan mereka lawan2 politiknja akan mengadakan reaksi . Dan betul , reaksi itu datang dalam bentuk pembentukan Liga Demokrasi jang dipelopori oleh
beberapa partai politik . Alhasil kita melihat orang2 Liga Demokrasi ditangkapi dan dijebloskan dalam pendjara tanpa pemeriksaan dan tidak pernah diadjukan kepengadilan . Dalam rangka inilah antara lain turut tertangkap Sutan
Sjahrir almarhum dan Mohammad Rum , Imron Rosjadi dari NU dan tokoh2 lainnja . Achirnja pada tahun 1962 ini meningkat pada<noinclude></noinclude>
pr07yys8vyrjnqzls3th7k0ivt1hmm7
Halaman:San min chu i.pdf/25
104
111431
315675
313326
2026-08-25T01:31:23Z
Ibrohim tijani
26379
315675
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||20}}</noinclude>dapat dianggap segenggam pasir berderai. Diantara negara-negara
didunia, negara kitalah jang paling miskin dan paling lemah, serta
menduduki tempat jang paling rendah didunia internasional ; kalau
bangsa-bangsa jang lain itu kita misalkan pisau dan tjawan, maka
kita ini dapat dimisalkan ikan dan dagingnja. Kedudukan kita dewasa ini sangat berbahaja ; kalau kita tidak berusaha memupuk
djiwa kebangsaan kita dengan sungguh-sungguh dan mengerahkan
seluruh empat ratus djuta bangsa kita dalam satu negara jang kuat,
maka kita akan menghadapi suatu bentjana sedih : lenjapnja tanah
air kita dan musnahnja bangsa kita. Supaja kita dapat terhindar
dari bentjana ini, kita harus mendjundjung nasionalisme dan mem-pergunakan djiwa kebangsaan untuk menjelamatkan tanah air.''
Kalau hal ini hendak kita laksanakan, maka jang sebetulnja terlebih dahulu harus kita ketahui ialah dari djurusan manakah bentjana itu datang mengantjam bangsa kita. Djalan sebaik-baiknja
untuk mengetahui hal ini, ialah dengan membanding-bandingkan
bangsa Tionghoa dengan Negara-negara Besar. Sebelum Peperangan Eropah, ada terdapat tudjuh atau delapan Negara Besar :
jang terbesar ialah Inggeris ; jang terkuat Djerman, Ustria dan
Rusia ; jang terkaja Amerika Serikat ; dan jang termuda Djepang
dan Itali. Peperangan Eropah mengakibatkan runtuhnja tiga buah
negara Besar hingga negara-negara kelas satu hanja tinggal Inggeris, Amerika Serikat, Perantjis, Djepang dan Itali. Inggeris, Perantjis , Rusia dan Amerika Serikat masing-masing membentuk sebuah negara dari satu rupa bangsa. Bangsa asli jang mendirikan
negara Inggeris ialah bangsa Anglo-saxon ; daerah aslinja, Inggeris dan Wales bagian sebelah Barat kepulauan Inggeris jang
berpenduduk tidak lebih dari tiga puluh delapan djuta orang ;
mereka dapat kita anggap bangsa Anglo-saxon jang sedjati . Meskipun demikian, mereka dapat mendirikan negara terkuat diseluruh
dunia. Seratus tahun jang lampau penduduknja hanja berdjumlah
duabelas djuta orang ; sekarang telah naik sampai tiga puluh delapan djuta orang, djadi bertambah tiga ratus persen setiap abad.
Didunia Timur kita ketemukan satu keradjaan jang dapat kita sebut
Keradjaan Inggeris di Timur. Keradjaan ini ialah Djepang . Negara
Djepangpun dibentuk dari satu matjam bangsa, jakni bangsa Yamato ( Perdamaian Abadi) . Sedjak permulaan keradjaan sampai
sekarang, Djepang belum pernah diduduki oleh kekuasaan asing.<noinclude></noinclude>
5wwhrj920av300tkcucfmnus7l7w463
Halaman:San min chu i.pdf/26
104
111433
315674
313327
2026-08-25T01:23:27Z
Ibrohim tijani
26379
315674
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||21}}</noinclude>Meskipun keradjaan Yuan luas sekali, tetapi bangsa Mongol tidak djuga berhasil mengalahkan Djepang. Tak terhitung bangsa Koreadan Formosa, djumlah penduduknja sekarang lima puluh enam djuta orang. Seratus tahun jang liwat sukar bagi kita memastikan djumlah jang tepat, tetapi kalau kita pergunakan disini persentase perkembangan penduduk setiap abad seperti Inggeris, djadi tiga ratus persen, maka djumlah penduduk Djepang pada waktu itu kira-kira dua puluh djuta orang. Ketjerdasan otak bangsa Yamato belum pernah mengetjewakan ; dengan mentjontoh kemadjuan peradaban Barat dan menjamakan tingkat kebudajaan mereka dengan Barat, mereka berhasil memadjukan kedudukan negara mereka ; dan dengan mempeladjari ilmu-ilmu pengetahuan modern, dalam waktu
setengah abad sadja mereka dapat mendjadi bangsa terkuat di Timur, sedjadjar dengan bangsa-bangsa di Eropah dan di Amerika.Bangsa Eropah dan Amerika tak berani memandang negara Djepang sebagai negara jang lebih rendah. Sungguhpun bangsa kita berdjumlah djauh lebih banjak daripada bangsa Djepang, tapi tidak diatjuhkan orang. Apakah sebabnja ? Jang satu berdjiwa kebangsaan ;sedangkan jang lain hampa belaka. Sebelum diselenggarakan pembangunan, negara Djepangpun sangat lemah. Sungguhpun luas daerah dan penduduknja tidak sebesar provinsi Szechwan, Djepangpun telah menderita penghinaan-penghinaan dari negara Barat. Tetapi karena djiwa kebangsaan jang kuat jang melahirkan pahlawan-pahlawan negara, dalam tempoh lebih kurang lima puluh
tahun, mereka berhasil mendirikan satu keradjaan jang kuat. Kalau kita ingin memperkuat kedudukan Tiongkok, maka Djepang adalah tjontoh jang sebaik-baiknja bagi kita.
Marilah kita bandingkan sekarang bangsa Eropah dengan bangsa Asia. Pada mulanja bangsa kulit putih menganggap bahwa hanja
merekalah jang mempunjai ketjerdasan dan kesanggupan serta berhak menentukan segala-galanja. Karena tak mendapat kesempatan mempeladjari kekuatan negeri Barat dan tjara mendirikanbnegara jang kuat, kita, bangsa Asia, sangat merasa putus asa keadaan ini tidak hanja terdapat pada bangsa Tionghoa, tetapi pada setiap bangsa di Asia. Tetapi dengan tidak disangka-sangka muntjullah keradjaan Djepang, jang tergolong negara kelas satu, dan kemadjuan bangsa Djepang itu, menimbulkan kembali pengharapan besar bangsa-bangsa Asia lainnja. Mereka mengetahui, bahwa<noinclude></noinclude>
no6jk0b1e0m5hf9xnkatoou8c7r4gx0
Halaman:San min chu i.pdf/32
104
111448
315673
313333
2026-08-25T01:18:43Z
Ibrohim tijani
26379
315673
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||27}}</noinclude>Djerman 250% ; Perantjis 25% . Angka perkembangan jang tinggi ini terutama disebabkan oleh kemadjuan ilmu pengetahuan, kemadjuan dalam hal obat-obatan, perbaikan keadaan kesehatan tiap-tiap tahun dan segala usaha jang bertudjuan mengurangkan djumlah kematian dan menambah djumlah kelahiran. Apakah arti ketjepatan
perkembangan bangsa-bangsa lain ini bagi Tiongkok ? Gemetar
badan saja kalau membandingkan angka perkembangan mereka
cdengan angka perkembangan bangsa Tiongkok. Perhatikanlah
Amerika Serikat ; seratus tahun jang lalu djumlah penduduknja
hanja sembilan djuta, sekarang sudah melebihi seratus djuta ; kalau
demikian seterusnja, maka pada achir abad jang akan datang akan
mendjadi seribu djuta. Kita bangsa Tionghoa selalu bermegah diri
dengan djumlah kita jang banjak itu, jang tak dapat dimusnahkan
dengan mudah oleh bangsa lain. Ketika bangsa Mongol dari keradjaan Yüan mengindjak bumi Tiongkok mereka bukan sadja tak
berhasil melenjapkan bangsa Tionghoa dari muka bumi ini, tetapi
mereka ditelan sendiri oleh bangsa Tionghoa. Bangsa Tionghoa tak
sadja hidup terus, bahkan bangsa Mongol itu mereka telan.
Tiongkok pernah ditaklukkan oleh bangsa Manchu dan lebih
dari dua ratus enam puluh tahun berada dibawah pemerintahannja ; bangsa Manchu tak hanja gagal dalam usaha mereka
melenjapkan bangsa Tionghoa, tetapi mereka ditelan oleh bangsa
Tiongkok dan lambat laun mendjadi orang Tionghoa sedjati. Banjak bangsa Manchu sekarang memakai nama tambahan Tionghoa.
Karena itu banjak mahasiswa dalam ilmu sedjarah menjatakan bah-wa Tiongkok tak perlu mengchawatirkan penjerangan dan pendudukan Djepang atau bangsa kulit putih, karena bangsa Tionghoa
untuk sekian kali akan sanggup lagi menelan mereka. Mereka lupa
memikirkan, bahwa diabad jang akan datang penduduk Amerika
Serikat akan bertambah mendjadi seribu djuta, dua setengah kali
lipat djumlah kita. Sebab-sebabnja kegagalan bangsa Manchu melenjapkan bangsa Tiongkok ialah karena mereka hanja berdjumlah
sedikit, kira-kira satu djuta. Sudah tentu djumlah jang ketjil ini
dapat ditelan oleh bangsa Tionghoa jang banjak djumlahja itu .
Tetapi kalau bangsa Amerika seratus tahun jang akan datang ingin
menduduki Tiongkok, maka sepuluh orang Amerika akan berhadapan dengan empat orang Tionghoa dan bangsa Tionghoa tentu
akan tertelan oleh bangsa Amerika.<noinclude></noinclude>
2kw39vmq9dqmttwanrryz5w01lpdexb
Halaman:San min chu i.pdf/36
104
111455
315677
313316
2026-08-25T01:35:26Z
Ibrohim tijani
26379
315677
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||Uraian II
}}
Rakjat Tiongkok sekarang bukan sadja dipengaruhi oleh kekuatan seleksi dari Alam, tetapi djuga oleh tekanan pendjadjahan politik dan Pengaekonomi Banjak daerah djadjahan negara Tiongkok hilang wawasan ekonomi tak dapat kita rasakan, tetapi tetap sangat membahajakan Tiongkok satu „hypokoloni " Pengawasan bangsa asing atas bea Kerugian Tiongkok dilapangan ekopelabuhan-pelabuhan Tiongkok nomi, karena pemasukan barang-barang asing, uang kertas asing, bankbank penukar kepunjaan bangsa asing, pemuatan barang-barang bangsa asing, keuntungan dalam daerah konsesi dan keleluasaan berspekulasi. ''
Sedjak zaman purbakala, perkembangan dan penjusutan manusia berpengaruh besar atas timbul tenggelamnja bangsa-bangsa. Hal ini disebut hukum seleksi alam. Sedjak masjarakat manusia belum kuat menentang kekuatan-kekuatan Alam, banjak bangsabangsa kuno jang ternama punah dengan tidak meninggalkan djedjak. Bangsa-bangsa Tionghoa, jang sebenarnja sudah bersedjarah 4000 tahun dan dengan sendirinja paling sedikit lima atau enam ribu tahun jang lalu sudah berdiri, pun termasuk salah satu diantara bangsa-bangsa kuno jang terbesar. Sungguhpun sepandjang masa sedjarah itu, kita sangat hebat diombang-ambingkan oleh kekuatan Alam, namun bangsa kita tetap abadi karena Alam, malahan Alam mempersubur keadaan bangsa kita. Kita sudah berkembang, mentjapai djumlah 400 djuta manusia, dan masih tetap berdjumlah terbanjak diantara bangsa-bangsa didunia ; kita lebih banjak mengetjap hikmat Alam dari pada bangsa-bangsa lain, sehingga berkat pengalaman jang beribu-ribu tahun lamanja, pergerakan kemanusiaan dan perubahan, kita lihat bahwa peradaban kita madju terus mentjapai deradjat tinggi serta terhindar dari sifat-sifat jang membawa kemunduran. Generasi berganti generasi, dan sampai sekarang kita masih tetap djadi satu bangsa jang berkebudajaan djauh lebih tinggi dari bangsa-bangsa lain didunia. Maka itu ada segolongan jang optimis, karena bangsa Tionghoa telah tabah menahan penderitaan-penderitaan diwaktu jang sudah-sudah, mengambil kesimpulan, bahwa bangsa Tionghoa akan tetap berdiri dimasa depan. Tetapi, keterangan dan pengharapan ini , menurut pikiran saja keliru. Kalau keadaan tersebut itu betul menurut seleksi Alam, maka
bangsa kita tak akan hantjur ; akan tetapi kemadjuan didunia ini<noinclude></noinclude>
dqak2dr4mx7eg92z9sexk4trz4z8eqy
Halaman:San min chu i.pdf/39
104
111458
315679
310050
2026-08-25T01:38:41Z
Ibrohim tijani
26379
315679
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||34}}</noinclude>sudah kehilangan daerah-daerah sangat luas sekali. Semendjak
waktu itu kita kehilangan Weihaiwei, Port Arthur, Dairen, Tsingtao, Kowloon, Kwangchow-wan. Sesudah Peperangan Eropah,
Negara-negara Besar memulangkan sebagian dari daerah jang dirampas mereka, diantaranja jang dikembalikan ialah Tsingtao dan
beberapa lama kemudian Weihaiwei. Akan tetapi semua ini
adalah daerah-daerah jang ketjil. Sikap Negara-negara Besar
tadinja adalah sebagai berikut : karena Tiongkok terbukti
tidak sanggup bangun dan memerintah diri sendiri, mereka berhak
menduduki beberapa tempat dipesisir seperti Dairen , Weihaiwei
dan Kowloon sebagai langkah pertama membagi-bagi daerah Tiongkok. Baru tatkala api revolusi meletus di Tiongkok, Negara-negara
Besar melepaskan tjita-tjita mereka - sungguhpun agak lama kemudian - membagi-bagi negeri Tiongkok. Tatkala nafsu tamak
dari Negara-negara Besar ditudjukan kepada Tiongkok, maka
beberapa orang anti-revolusioner mengatakan bahwa revolusi jang
sedang berkobar itu hanjalah tipu muslihat supaja Tiongkok dengan
mudah dapat dipetjah belahkan ; tetapi bukti menjatakan sebaliknja, rantjangan bangsa asing terhadap Tiongkok digagalkan oleh
revolusi . Djauh sebelum ini semua terdjadi, kita sudah kehilangan
daerah-daerah seperti Korea, Taiwan (Formosa ) dan Kepulauan
Pescadores jang diserahkan kepada Djepang sebagai akibat Peperangan Tiongkok-Djepang. Peperangan inilah jang pertama kali
menimbulkan pikiran diantara Negara-negara Besar untuk membagi-bagi Tiongkok.
Ditindjau lebih djauh lagi dalam sedjarah, kita kehilangan Birma
dan Annam. Oposisi Tiongkok tatkala penjelesaian Annam agak
keras. Dalam pertempuran Chen-nan-kwan (perbatasan Selatan)
pada hakekatnja Tiongkok menang, akan tetapi karena hebatnja
hasutan Perantjis, achirnja Tiongkoklah jang meminta perdamaian
dan dipaksa menjerahkan Annam kepada Perantjis. Hanja beberapa
hari sadja sebelum perdamaian ini ditanda tangani, tentara Tiong-
kok memperoleh kemenangan besar di Hiang-shan (Langson ) dekat
perbatasan Selatan ( 1885 ) dan seluruh tentara Perantjis dimusnahkan. Biarpun Tiongkok memperoleh kemenangan, ia meminta perdamaian djuga ; orang-orang Perantjis terkedjut dan setengah di-
antara mereka mengatakan: „Segala jang dilakukan oleh bangsa
Tionghoa sedikitpun tak memakai perhitungan. Sudah galibnja
suatu bangsa jang menang perang berkaok-kaok menginginkan {{hws|kem|kembali}}<noinclude></noinclude>
hn1ljazeuz292cv06edx2qs71x32hv1
Halaman:San min chu i.pdf/40
104
111460
315678
310054
2026-08-25T01:38:05Z
Ibrohim tijani
26379
315678
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||35}}</noinclude>{{hwe|bali|kembali}} daerah-daerahnja dan meminta ganti kerugian-kerugian dari
bangsa jang dapat dikalahkannja; tetapi dalam kemenangan, Tuantuan menjerahkan daerah-daerah Tuan, tuan meminta perdamaian,
menjerahkan Annam kepada Perantjis dan menerima berbagai ma-
tjam perdjandjian. Ini adalah suatu peristiwa jang belum pernah
terdjadi dalam sedjarah, karena sipemenang biasanja memaksakan
sjarat-sjarat kepada sikalah sesudah peperangan berachir! " Sebabsebabnja maka terdjadi bantahan atas kenjataan bangsa jang menang ini, ialah karena kebodohan pemerintah Manchu . Tadinja
Annam dan Birma masuk lingkungan daerah Tiongkok; tetapi sekarang Annam didjadjah Perantjis, Birmapun dirampas Inggeris ,
sedangkan Tiongkok tak berdaja merintanginja. Kehilangan dae-
rah ini sebenarnja sudah didahului dengan penjerahan muara
sungai Amur dan Ussuri dan sebelum waktu ini djuga daerahdaerah sebelah utara sungai Ili, Khokand dan Amur ialah daerahdaerah jang mendjadikan Republik Timur Djauh jang baru-baru
ini didirikan
seluruhnja diserahkan Tiongkok kepada bangsa
asing dengan berpangku tangan dengan tidak membantah sedikitpun. Ditambahkan lagi dengan beberapa negeri ketjil jang
pernah membajar upeti kepada Tiongkok
Kepulauan Lochoo,
Siam, Borneo, Pulau-pulau Sulu, Djawa, Ceylon, Nepal dan
Bhutan.
Semasa memuntjaknja kekuasaan pemerintah Tiongkok, daerahnja
sangat luas; kedjurusan Utara meliputi Amur-Utara, ke Selatan
sampai ke Himalaya-Selatan, ke Timur sampai kelautan Tiongkok
dan ke Barat sampai kepegunungan T'sung Lin. Dalam tahun pertama zaman Republik Tiongkok, Nepal masih membajar upeti kepada Szechwan, dan baru dihapuskan sesudah djalan melalui Thibet
tak mungkin dilalui lagi. Selama Tiongkok berpergaruh besar, tenaga politiknja mendapat tundjangan dari segenap pendjuru dar
bukan dari satu bangsa sadja, tetapi tiap-tiap negara baik dari
Selatan maupun dari Barat menganggap dirinja wadjib membajar
upeti kepada Tiongkok. Pada saat itu, Asia bebas dari tjengkeraman negara2 imperialis, dan satu-satunja jang boleh disebut negara
imperialis di Asia ialah Tiongkok. Negara-negara jang lemah lagi
ketjil, waktu itu sangatlah segannja kepada Tiongkok dan takluk
dibawah kekuasaan politiknja, karena itu Tiongkok sampai seka-
rang merupakan satu negara jang ditjurigai mereka. Konperensi
Kuomir.tang di Kanton jang baru-baru ini kita langsungkan {{hws|men|menurut}}<noinclude></noinclude>
j20y731w6jaahisa76j59i7iql4iqiy
315680
315678
2026-08-25T01:39:12Z
Ibrohim tijani
26379
315680
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||35}}</noinclude>{{hwe|bali|kembali}} daerah-daerahnja dan meminta ganti kerugian-kerugian dari
bangsa jang dapat dikalahkannja; tetapi dalam kemenangan, Tuantuan menjerahkan daerah-daerah Tuan, tuan meminta perdamaian,
menjerahkan Annam kepada Perantjis dan menerima berbagai ma-
tjam perdjandjian. Ini adalah suatu peristiwa jang belum pernah
terdjadi dalam sedjarah, karena sipemenang biasanja memaksakan
sjarat-sjarat kepada sikalah sesudah peperangan berachir! " Sebabsebabnja maka terdjadi bantahan atas kenjataan bangsa jang menang ini, ialah karena kebodohan pemerintah Manchu . Tadinja
Annam dan Birma masuk lingkungan daerah Tiongkok; tetapi sekarang Annam didjadjah Perantjis, Birmapun dirampas Inggeris ,
sedangkan Tiongkok tak berdaja merintanginja. Kehilangan dae-
rah ini sebenarnja sudah didahului dengan penjerahan muara
sungai Amur dan Ussuri dan sebelum waktu ini djuga daerahdaerah sebelah utara sungai Ili, Khokand dan Amur ialah daerahdaerah jang mendjadikan Republik Timur Djauh jang baru-baru
ini didirikan
seluruhnja diserahkan Tiongkok kepada bangsa
asing dengan berpangku tangan dengan tidak membantah sedikitpun. Ditambahkan lagi dengan beberapa negeri ketjil jang
pernah membajar upeti kepada Tiongkok
Kepulauan Lochoo,
Siam, Borneo, Pulau-pulau Sulu, Djawa, Ceylon, Nepal dan
Bhutan.
Semasa memuntjaknja kekuasaan pemerintah Tiongkok, daerahnja
sangat luas; kedjurusan Utara meliputi Amur-Utara, ke Selatan
sampai ke Himalaya-Selatan, ke Timur sampai kelautan Tiongkok
dan ke Barat sampai kepegunungan T'sung Lin. Dalam tahun pertama zaman Republik Tiongkok, Nepal masih membajar upeti kepada Szechwan, dan baru dihapuskan sesudah djalan melalui Thibet
tak mungkin dilalui lagi. Selama Tiongkok berpergaruh besar, tenaga politiknja mendapat tundjangan dari segenap pendjuru dar
bukan dari satu bangsa sadja, tetapi tiap-tiap negara baik dari
Selatan maupun dari Barat menganggap dirinja wadjib membajar
upeti kepada Tiongkok. Pada saat itu, Asia bebas dari tjengkeraman negara2 imperialis, dan satu-satunja jang boleh disebut negara
imperialis di Asia ialah Tiongkok. Negara-negara jang lemah lagi
ketjil, waktu itu sangatlah segannja kepada Tiongkok dan takluk
dibawah kekuasaan politiknja, karena itu Tiongkok sampai seka-
rang merupakan satu negara jang ditjurigai mereka. Konperensi
Kuomir.tang di Kanton jang baru-baru ini kita langsungkan {{hws|men|mendapat}}<noinclude></noinclude>
2xgqkcdo36e5vako2ig9v6wfynyscwk
Halaman:San min chu i.pdf/41
104
111462
315681
310060
2026-08-25T01:39:50Z
Ibrohim tijani
26379
315681
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||36}}</noinclude>{{hwe|dapat|mendapat}} kundjungar beberapa anggota delegasi Mongolia, untuk
menjelidiki apakah Pemerintahan Kanton masih mengikuti aliran
imperialistis dalam hubungannja terhadap negara-negara lain. Setelah ternjata bahwa prinsip politik jang diterima oleh konperensi
tidak berbau imperialisme, malahan sebaliknja menguntungkan
negara-negara ketjil dan masjarakat jang lemah, maka merekapun
turut memberikan persetudjuannja dan mengusulkan supaja bersatu
untuk membentuk satu negara besar di Timur. Bukan hanja Mongolia sadja, akan tetapi seluruh negara-negara ketjil di Timur
mendjundjung tinggi politik kita ini. Dengan kekuatan imperialisme
dan ekonomi, Negara-negara Barat sekarang sedang menggentjet
Tiongkok sehingga sedikit demi sedikit daerah Tiongkok bertambah
ketjil, malahan beberapa daerah didalam 18 provinsi harus diserahkannja djuga.
Sesudah revolusi Tiongkok selesai, Negara-negara Besar tahu
betul bahwa mereka akan menemui kesukaran-kesukaran hebat da-
lam usaha mereka memetjah belahkan Tiongkok dengan sendjata
politik. Tiongkok jang sudah pernah berpengalaman dalam perlawananja terhadap tindasan Manchu, pada suatu saat tentu akan
bangkit pula menentang Negara-negara Besar jang mendjalankan
ketjurangan politik itu. Karena keadaan jang mungkin terdjadi
ini akan membahajakan kedudukan mereka, maka tindakan politik
menindas Tiongkok diperlonggarnja dan untuk menggulingkan
Tiongkok mereka pilih sendjata lain, jaitu pengepungan dilapangan
ekonomi. Mereka mengira, bahwa kalau rentjana politiknja membagi-bagi Tiongkok disampingkan tentu pertentangan artara Negara-negara Besar akan hilang; sungguhpun rentjana ini membawa
hasil di Tiongkok, akan tetapi pergeseran di Eropah terus berdjalan. Soal Balkan sudah menjebabkan meletusr.ja Peperangan Ero-
pah ; dan sungguhpun Negara-negara Besar di Eropah mendapat
tamparan hebat dan beberapa negara seperti Djerman dan Ustria
dapat dikalahkan, namun perubahan tak sedikitpun tampak dalam
haluan imperialismer.ja. Diantara negara2 jang masih tetap beraliran imperialisme ini ialah Inggeris, Perantjis dar. Itali, sedangkan
Amerika Serikat melemparkan adjaran-adjaran Monru dan turut
dengan jang lain berlomba-lomba mengedjar keuntungan. Sungguhpun Negara-negara Besar sudah berpengalaman pahit dalam Peperangan Eropah, hingga untuk seketika waktu politik imperialisme
mereka lepaskan di Eropah; akan tetapi sebagaimana dapat dilihat<noinclude></noinclude>
817wd400xlxilmr7me2rio964s5q4ee
Halaman:San min chu i.pdf/42
104
111464
315682
310063
2026-08-25T01:41:07Z
Ibrohim tijani
26379
315682
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||37}}</noinclude>pada demonstrasi armada di Kanton baru-baru ini oleh beberapa lusin kapal meriam berbagai-bagai kebangsaan, faham politik mereka
masih tetap imperialistis. Supaja mendapat kemadjuan dilapangan
ekonomi, sendjata imperialisme terus mereka pergunakan dan perasaan tekanan ekonomi ini djauh lebih perih dari pada tekanan im-
perialisme atau politik. Tekanan politik adalah suatu tindakan jang
njata; waktu kapal2 meriam bangsa asing jang dua puluh sekian itu
berdemonstrasi disini, pada saat itu djuga penduduk Kanton merasa seolah-olah hulu hatinja disajat-sajat dan seluruh bangsa Tionghoa merasa djidjik dan marah atas perbuatan jang melanggar kehormatan negaranja itu. Umumnja manusia itu lebih lekas sadar
dan memberontak karena menderita tekanan politik, sebaliknja mereka tidak sadar sedikitpun kalau ditindas dengan kekuatan ekonomi. Sudah berpuluh-puluh tahun Tiongkok merasakan pahit getirnja pengekangan ekonomi Negara-negara Besar dan tidak seorangpun merasa dirinja digentjet.
Kesudahannja, dimana-mana tempat di Tiongkok didapat djadjahan bangsa asing. Bangsa Tionghoa masih sadja mengira bahwa
negeri mereka hanjalah negeri setengah-djadjahan" , dan sekalikali tidak merasa terhina mendengar perkataan ini, pada hal sebe-
narnja mereka ditindas oleh Negara-negara Besar dengan kekuatan
sendjata ekonomi jang lebih membahajakan dari pada mendjadi
tanah djadjahan seratus persen. Sebagai tjontoh: Annam dan Korea adalah protektorat negeri Perantjis dan Djepang dan pendu-
duknja tak beda dengan budak. Bangsa Korea dan Annam kita
beri nama edjekan ,,wang-kuo nu" (bangsa budak jang tak bertanah
air) , sedangkan kita sendiri tidak insjaf bahwa kedudukan kita
djauh lebih rendah dari kedudukan mereka. Dalam ,,setengah-djadjahan" matjam manakah Tiongkok itu tergolong ? Tiongkok adalah
djadjahan tiap2 bangsa jang membuat perdjandjiar. dengannja dan
tiap-tiap bangsa jang membuat perdjandjian dengan Tiongkok
itulah jang dipertuan.
Tiongkok bukanlah djadjahan satu bangsa, akan tetapi djadjahan
semua bangsa dan kita bukanlah budak satu negara, melainkan
budak semua negara. Manakah jang lebih ringan, mendjadi budak
satu bangsa atau mendjali budak semua bangsa? Apabila kita men-
djadi budak satu bangsa dan kalau berketjamuk bahaja Alam,
umpamanja bardjir atau musim kemarau kering, maka jang dipertuan itu tentu akan mentjoba mendapatkan bermatjam-matjam {{hws|so|sobat}}<noinclude></noinclude>
az4ncalnx8ndlehx2r519z8scv4uw5n
315684
315682
2026-08-25T01:43:13Z
Ibrohim tijani
26379
315684
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||37}}</noinclude>pada demonstrasi armada di Kanton baru-baru ini oleh beberapa lusin kapal meriam berbagai-bagai kebangsaan, faham politik mereka
masih tetap imperialistis. Supaja mendapat kemadjuan dilapangan
ekonomi, sendjata imperialisme terus mereka pergunakan dan perasaan tekanan ekonomi ini djauh lebih perih dari pada tekanan im-
perialisme atau politik. Tekanan politik adalah suatu tindakan jang
njata; waktu kapal2 meriam bangsa asing jang dua puluh sekian itu
berdemonstrasi disini, pada saat itu djuga penduduk Kanton merasa seolah-olah hulu hatinja disajat-sajat dan seluruh bangsa Tionghoa merasa djidjik dan marah atas perbuatan jang melanggar kehormatan negaranja itu. Umumnja manusia itu lebih lekas sadar
dan memberontak karena menderita tekanan politik, sebaliknja mereka tidak sadar sedikitpun kalau ditindas dengan kekuatan ekonomi. Sudah berpuluh-puluh tahun Tiongkok merasakan pahit getirnja pengekangan ekonomi Negara-negara Besar dan tidak seorangpun merasa dirinja digentjet.
Kesudahannja, dimana-mana tempat di Tiongkok didapat djadjahan bangsa asing. Bangsa Tionghoa masih sadja mengira bahwa
negeri mereka hanjalah negeri setengah-djadjahan" , dan sekalikali tidak merasa terhina mendengar perkataan ini, pada hal sebe-
narnja mereka ditindas oleh Negara-negara Besar dengan kekuatan
sendjata ekonomi jang lebih membahajakan dari pada mendjadi
tanah djadjahan seratus persen. Sebagai tjontoh: Annam dan Korea adalah protektorat negeri Perantjis dan Djepang dan pendu-
duknja tak beda dengan budak. Bangsa Korea dan Annam kita
beri nama edjekan ,,wang-kuo nu" (bangsa budak jang tak bertanah
air) , sedangkan kita sendiri tidak insjaf bahwa kedudukan kita
djauh lebih rendah dari kedudukan mereka. Dalam ,,setengah-djadjahan" matjam manakah Tiongkok itu tergolong ? Tiongkok adalah
djadjahan tiap2 bangsa jang membuat perdjandjiar. dengannja dan
tiap-tiap bangsa jang membuat perdjandjian dengan Tiongkok
itulah jang dipertuan.
Tiongkok bukanlah djadjahan satu bangsa, akan tetapi djadjahan
semua bangsa dan kita bukanlah budak satu negara, melainkan
budak semua negara. Manakah jang lebih ringan, mendjadi budak
satu bangsa atau mendjali budak semua bangsa? Apabila kita men-
djadi budak satu bangsa dan kalau berketjamuk bahaja Alam,
umpamanja bardjir atau musim kemarau kering, maka jang dipertuan itu tentu akan mentjoba mendapatkan bermatjam-matjam {{hws|so|sokongan}}<noinclude></noinclude>
b9hwrvitij7iqw2mhsgh1vwz2nkzunr
Halaman:San min chu i.pdf/43
104
111466
315683
310065
2026-08-25T01:42:55Z
Ibrohim tijani
26379
315683
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||38}}</noinclude>{{hwe|kongan|sokongan}}, sebagai kewadjiban mengatasi kesukaran itu. Sokongan ini lalu dipergunakan untuk menolong jang mengalami kerugian diantara kita. Tatkala beberapa tahun jang lalu Tiongkok-Utara mengalami satu bentjana Alam, peristiwa ini sama sekali tak diindahkan oleh bangsa asing. Mereka tak merasa sedikitpun bertanggung djawab terhadap kedjadian itu, selain dari beberapa orang bangsa asing jang tinggal di Tiongkok dan memungut sekadarnja derma untuk menolong orang2 jang ditimpa ketjelakaan itu. Orangorang Tionghoa jang melihat keadaan ini, memperhitung-hitungkan bagaimana dermawan dan halusnja perasaan kemanusiaan bangsa-bangsa asing itu, sedangkan sebenarnja tak berartilah pertolongan mereka ini kalau dibandingkan dengan pertolongan jang diberikan sipenindas kepada jang tertindas. Hal ini menundjukkan bahwa negeri kita belum sederadjat dengan Annam dan Korea dan kedudukan membudak terhadap satu negeri itu djauh lebih tinggi dan menguntungkan dari, pada membudak terhadap beberapa regeri . Djadi perkataan setengah djadjahan" bukan suatu pengertian tepat bagi kedudukan Tiongkok; saja kira, nama jang lebih tepat bagi kita ialah hypo-djadjahan" . Kata tambahan ,,hypo" berasal dari istilah ilmu pisah, seperti perkataan hypofosfit. Satu bahan kimia jang mengandung unsur fosfor, akan tetapi bertingkat lebih rendah dari tjampuran fosfor, jang murni dinamakan suatu tjampuran fosforis. Tingkat jang lebih rendah dari matjam tjampurar ini dinamakan hypōfosforus , laksana sebuah organisasi jang mempunjai kantor bertingkat dua. Tadinja kita mengira, bahwa Tiongkok itu adalah suatu negeri ,,setengah djadjahan" sedangkan keadaan seperti inipun telah memalukan. Tambahan lagi kita tidak insjaf bahwa deradjat kita sesungguhnja dibawah kedudukan Annam dan Korea. Negeri kita bukan suatu semi-djadjahan, tetapi suatu hypo-djadjahan.
Di Kwantung terdjadi pertentangan dengan kekuasaan asing
mengenai kelebihan uang bea. Kelebihan uang bea ini memang
sebetulnja hak milik kita, tetapi apakah alasannja maka mereka bertengkar dalam hal ini? Hal ini disebabkan oleh karena bea atas barang di Tiongkok sekarang diurus oleh bangsa-bangsa lain. Bea atas barang (customs ) berupa demikian, dahulu tak diketahui oleh rakjat Tiongkok; pelabuhan-pelabuhan kita, kita tutup dan kita hidup terasing. Dalam pada itu Inggeris datang ke Tiongkok dan<noinclude></noinclude>
r4v16q4ysjmh5woacy6hluwg28idtj6
Halaman:San min chu i.pdf/44
104
111467
315685
310066
2026-08-25T01:44:41Z
Ibrohim tijani
26379
315685
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||39}}</noinclude>mentjari djalan untuk berhubungan dagang; tetapi Tiongkok menutup pintunja dan menolak kedatangan bangsa asing itu.
Dengan paduan tenaga imperialisme dan ekonomi, Inggeris mendepak pagar dan merompak pintu, lalu masuk ke Tiongkok. Pada saat itu djuga, tentara Inggeris merampas Kanton, akan tetapi mereka mengundurkan diri setelah ternjata bahwa Kanton tak sanggup dipertahankannja. Kemudian mereka menaklukkan pulau Hongkong. Tak pula mereka lupa meminta uang kerugian; akan tetapi setelah ternjata Tiongkok tak mampu membajarnja, maka sebagai penggantinja diserahkan kepada Inggeris hak-hak pemu- ngutan bea dipelabuhan dan diizinkan bulat-bulat menagih dan
menerima bea-beanja. Menurut perhitungan pemerintahan Manchu, maka waktu untuk meluraskan kerugian-kerugian itu, tentu akan sangat lama ; akan tetapi setelah pengawas bea-bea dipegang penuh oleh Inggeris, segala uang pemungutan bea dalam beberapa
tahun lamanja sudah tjukup sebagai pengganti uang kerugiarnja dahulu. Dari keadaan-keadaan ini barulah pemerintahan Manchu dapat mengetahui bagaimana busuknja pegawai-pegawairja sendiri.
Sedjak dahulu keburukan-keburukan besar dari penagihan bea-bea ialah karena sebagian besar dari uang bea itu masuk saku pegawai pegawai. Demikianlah hak-hak pemungutan bea diseluruh pelabuhan Tiongkok diserahkan kebawah pengawasan Inggeris dan sedjak
itu, bangsa Inggeris didjadikan komisioner pemungutan bea. Kemudian bangsa-bangsa asing lain jang datang berdagang dengan Tiongkok tak setudju dengan pengawasan bea jang diurus bangsa Inggeris dan karena itu, dengan litjin Inggeris kemudian mengatur dan membagi-bagikan hak pengawasan bea menurut besar-ketjilnja perdagangan bangsa-bangsa asing itu. Akibatnja, seluruh bea-bea
pelabuhan Tiongkok djatuh ketangan bangsa asing. Tiap-tiap perdjardjian baru antara Tiongkok dan suatu negara asing membawa
kerugian besar bagi Tiongkok, karena perdjandjian-perdjandjiar itu isinja selalu berat sebelah. Besar-ketjilnja tarip bea ditetapkan oleh bangsa-bangsa asing dan Tiongkok sekali-kali tak berhak menagih dan mempergunakan taripnja sendiri; keadaan-keadaan seperti demikianlah jang menjebabkan timbulnja pergolakan karena
tak adilnja penagihan bea jang dilakukan oleh bangsa asing. Sekarang bagaimanakah tjaranja negara-negara lain berhadapan dengan tekanan dan penindasan ekonomi bangsa asing jang masuk<noinclude></noinclude>
brs3hccami48ch1v2fkmztl8n2fy2d7
Halaman:San min chu i.pdf/45
104
111469
315686
310069
2026-08-25T01:45:46Z
Ibrohim tijani
26379
315686
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||40}}</noinclude>dari luar kedalam negeri itu? Biasanja tarip itu ditudjukan untuk
melindungi perekonomian dalam negeri dan mentjegah bahaja jang
datang dari luar. Tak ubahnja seperti usaha pertahanan didjalan
masuk pelabuhan untuk menghindarkan serangan negeri asing, demikian pula halnja dengan tarip bea jang didjalankan untuk
menghambat tekanan ekonomi luar, membatasi pemasukan barangbarang asing; inilah salah satu djalan untuk memungkinkan tertjapainja kemadjuan industri-industri dalam negeri. Marilah kita ambil Amerika Serikat sebagai tjontoh : sesudah memusnahkan bangsa
kulit merah, mulailah Amerika Serikat berhubungan dagang dengan negara-negara Eropah. Diketika itu Amerika Serikat berupa
negeri pertanian, sedangkan negara-negara di Eropah berupa negeri industri. Oleh karena dalam perdagangan internasional, suatu
negeri industri lebih menguntungkar. dari pada negeri pertanian,
maka Amerika Serikat mengadakan tarip pelindung untuk mendjaga perindustrian dan perdagangannja. Tudjuan tarip pelindung
ini ialah, supaja barang-barang impor dapat dialangi dan dibatasi
dengan mengenakan bea jang berat atas barang-barang itu, misalnja, kalau sebuah barang impor berharga 100 dolar, maka misalnja
bea jang harus dipungut kantor bea 80 atau 100 dolar. Rata-rata
tinggi tarip bea itu dibeberapa negara 50 atau 60 persen dari djumlah harga barang. Bea jang tinggi mempertinggi pula harga barang
impor, sehingga barang-barang asing itu sukar sekali beredar,
sebaliknja barang-barang negeri sendiri dibebaskan dari bea dan
dengan sendirinja akan lebih mudah laku dan tersebar luas, karena
harganja lebih murah dari pada barang impor.
Bagaimanakah suasana sekarang dinegara Tiongkok? Sebelum
Tiongkok berhubungan dagang dengan luar negeri, barang-barang
jang dipakai penduduknja, ialah hasil keradjinan tangan mereka
sendiri. Peribahasa kuno jang berbunji: ,,laki-laki membadjak, perempuan bertenun", membuktikan bahwa pertanian dan pertenunan
adalah kedua-duanja perindustrian jang sudah tua di Tiongkok.
Dalam pada itu barang-barang dari luarpun mulailah masuk.
Bea masuk demikian rendahnja, sehingga harga bahan kain jang di-
impor djauh lebih murah dari pada harga kain buatan negeri sendiri.
Apalagi semendjak sebagian besar penduduk memandang kain
asing itu lebih berharga dari pada kain perindustriannja sendiri.
maka perindustrian dalam negeri semakin remuk. Kehantjuran {{hws|per|perdamaian}}<noinclude></noinclude>
mujwctzx61r6s31qetkw2yhh5dil0ei
315688
315686
2026-08-25T01:50:11Z
Ibrohim tijani
26379
315688
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||40}}</noinclude>dari luar kedalam negeri itu? Biasanja tarip itu ditudjukan untuk
melindungi perekonomian dalam negeri dan mentjegah bahaja jang
datang dari luar. Tak ubahnja seperti usaha pertahanan didjalan
masuk pelabuhan untuk menghindarkan serangan negeri asing, demikian pula halnja dengan tarip bea jang didjalankan untuk
menghambat tedari luar kedalam negeri itu? Biasanja tarip itu ditudjukan untuk melindungi perekonomian dalam negeri dan mentjegah bahaja jang datang dari luar. Tak ubahnja seperti usaha pertahanan didjalan masuk pelabuhan untuk menghindarkan serangan negeri asing, demikian pula halnja dengan tarip bea jang didjalankan untuk menghambat tekanan ekonomi luar, membatasi pemasukan barangbarang asing; inilah salah satu djalan untuk memungkinkan tertjapainja kemadjuan industri-industri dalam negeri. Marilah kita ambil Amerika Serikat sebagai tjontoh : sesudah memusnahkan bangsa kulit merah, mulailah Amerika Serikat berhubungan dagang dengan negara-negara Eropah. Diketika itu Amerika Serikat berupa negeri pertanian, sedangkan negara-negara di Eropah berupa negeri industri. Oleh karena dalam perdagangan internasional, suatu negeri industri lebih menguntungkar. dari pada negeri pertanian, maka Amerika Serikat mengadakan tarip pelindung untuk mendjaga perindustrian dan perdagangannja. Tudjuan tarip pelindung ini ialah, supaja barang-barang impor dapat dialangi dan dibatasi dengan mengenakan bea jang berat atas barang-barang itu, misalnja, kalau sebuah barang impor berharga 100 dolar, maka misalnja bea jang harus dipungut kantor bea 80 atau 100 dolar. Rata-rata tinggi tarip bea itu dibeberapa negara 50 atau 60 persen dari djumlah harga barang. Bea jang tinggi mempertinggi pula harga barang impor, sehingga barang-barang asing itu sukar sekali beredar, sebaliknja barang-barang negeri sendiri dibebaskan dari bea dan dengan sendirinja akan lebih mudah laku dan tersebar luas, karena harganja lebih murah dari pada barang impor.
Bagaimanakah suasana sekarang dinegara Tiongkok? Sebelum Tiongkok berhubungan dagang dengan luar negeri, barang-barang jang dipakai penduduknja, ialah hasil keradjinan tangan mereka sendiri. Peribahasa kuno jang berbunji: ,,laki-laki membadjak, perempuan bertenun", membuktikan bahwa pertanian dan pertenunan adalah kedua-duanja perindustrian jang sudah tua di Tiongkok.
Dalam pada itu barang-barang dari luarpun mulailah masuk. Bea masuk demikian rendahnja, sehingga harga bahan kain jang diimpor djauh lebih murah dari pada harga kain buatan negeri sendiri. Apalagi semendjak sebagian besar penduduk memandang kain asing itu lebih berharga dari pada kain perindustriannja sendiri. maka perindustrian dalam negeri semakin remuk. Kehantjuran {{hws|per|perindustrian}}.kanan ekonomi luar, membatasi pemasukan barangbarang asing; inilah salah satu djalan untuk memungkinkan tertjapainja kemadjuan industri-industri dalam negeri. Marilah kita ambil Amerika Serikat sebagai tjontoh : sesudah memusnahkan bangsa
kulit merah, mulailah Amerika Serikat berhubungan dagang dengan negara-negara Eropah. Diketika itu Amerika Serikat berupa
negeri pertanian, sedangkan negara-negara di Eropah berupa negeri industri. Oleh karena dalam perdagangan internasional, suatu
negeri industri lebih menguntungkar. dari pada negeri pertanian,
maka Amerika Serikat mengadakan tarip pelindung untuk mendjaga perindustrian dan perdagangannja. Tudjuan tarip pelindung
ini ialah, supaja barang-barang impor dapat dialangi dan dibatasi
dengan mengenakan bea jang berat atas barang-barang itu, misalnja, kalau sebuah barang impor berharga 100 dolar, maka misalnja
bea jang harus dipungut kantor bea 80 atau 100 dolar. Rata-rata
tinggi tarip bea itu dibeberapa negara 50 atau 60 persen dari djumlah harga barang. Bea jang tinggi mempertinggi pula harga barang
impor, sehingga barang-barang asing itu sukar sekali beredar,
sebaliknja barang-barang negeri sendiri dibebaskan dari bea dan
dengan sendirinja akan lebih mudah laku dan tersebar luas, karena
harganja lebih murah dari pada barang impor.
Bagaimanakah suasana sekarang dinegara Tiongkok? Sebelum
Tiongkok berhubungan dagang dengan luar negeri, barang-barang
jang dipakai penduduknja, ialah hasil keradjinan tangan mereka
sendiri. Peribahasa kuno jang berbunji: ,,laki-laki membadjak, perempuan bertenun", membuktikan bahwa pertanian dan pertenunan
adalah kedua-duanja perindustrian jang sudah tua di Tiongkok.
Dalam pada itu barang-barang dari luarpun mulailah masuk.
Bea masuk demikian rendahnja, sehingga harga bahan kain jang di-
impor djauh lebih murah dari pada harga kain buatan negeri sendiri.
Apalagi semendjak sebagian besar penduduk memandang kain
asing itu lebih berharga dari pada kain perindustriannja sendiri.
maka perindustrian dalam negeri semakin remuk. Kehantjuran {{hws|per|perindustrian}}<noinclude></noinclude>
3hb45k5wfk59qmive4a5u68uqrwng2z
Halaman:San min chu i.pdf/46
104
111470
315687
310070
2026-08-25T01:46:20Z
Ibrohim tijani
26379
315687
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||41}}</noinclude>{{hwe|industrian|perindustrian}} peri bumi ini mengakibatkan banjak pekerdja-pekerdja
tangan tak mempunjai pentjaharian lagi dan lalu menganggur.
Hal inilah buntut gentjetan ekonomi asing. Sungguhpun sekarang
bangsa Tionghoa masih mempergunakan alat-alat tenun tangan,
akan tetapi benang katunnja berasal dari luar negeri. Baru dalam
tahun jang achir-achir ini bahan-bahan katun Tiongkok dipergunakan untuk pabrik-pabrik luar negeri. Di Sjanghai banjak terdapat
pabrik-pabrik kain dan katun jang dapat berangsur-angsur memungkinkan menjaingi barang-barang asing jang diimpor, akan
tetapi tjelakanja, bea-bea pelabuhan masih dikuasai bangsa asing.
Bukan sadja bahan-bahan kain buatan negeri sendiri kalau diekspor
harus membajar bea jang sangat tinggi, akan tetapi dalam perputaran dalam negeri sendiripun kain-kain tersebut diberati dengan
bea jang tidak sedikit pula. Oleh karena itu, negara Tiongkok djangankan mempunjai tarip pelindung, malahan barang-barang dalam
negeri sendiripun dibekukan dengan bea jang sangat tinggi untuk
memesatkan lakunja barang-barang jang di impor. Selama Peperangan Eropah, diwaktu bangsa asing teralang mengimpor barangbarang pabrik ke Tiongkok, selama itulah barang-barang pabrik
katun dan kain di Sjanghai mengalami kemadjuan jang pesat. Ketika
inilah diperoleh keuntungan besar, dividen 100% tak asing lagi,
djumlah orang jang bermodalpun berlipat ganda. Akan tetapi setelah peperangan selesai, Tiongkok dibandjiri oleh barang-barang impor kembali, sedangkan barang-barang dari Sjanghai jang begitu
berdjasa kepada negara dan masjarakat kembali tidak laku. Selama
persaingan dilakukan antara barang-barang asing dan barang-barang buatan negeri sendiri, djangankan kita mendapat bantuan dari
kantor bea dengan djalan mempertinggi bea masuk umpamanja,
sebaliknja aturan bea melindungi saudagar bangsa asing! Tak ubahnja seperti orang-orang jang menggali lubang-lubang perlindungan
dimedan perang, jang sekali-kali tak dipergunakannja untuk bertahan dan menolak musuh, tetapi sebaliknja musuh jang mempergunakannja untuk menghantjurkan kita. Itulah sebabnja dikatakan.
gentjetan politik gampang terasa dengan njata dan terang bagi jang
tak insjaf sekalipun, akan tetapi gentjetan ekonomi adalah satu
sendjata gaib jang tak mungkin dan mudah digambarkan atau
dirasakan.<noinclude></noinclude>
71p9d5mzlmxoo5eop2pvtvlzlf32kd4
315689
315687
2026-08-25T01:52:33Z
Ibrohim tijani
26379
315689
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||41}}</noinclude>{{hwe|industrian|perindustrian}} peri bumi ini mengakibatkan banjak pekerdja-pekerdja tangan tak mempunjai pentjaharian lagi dan lalu menganggur. Hal inilah buntut gentjetan ekonomi asing. Sungguhpun sekarang bangsa Tionghoa masih mempergunakan alat-alat tenun tangan, akan tetapi benang katunnja berasal dari luar negeri. Baru dalam tahun jang achir-achir ini bahan-bahan katun Tiongkok dipergunakan untuk pabrik-pabrik luar negeri. Di Sjanghai banjak terdapat pabrik-pabrik kain dan katun jang dapat berangsur-angsur memungkinkan menjaingi barang-barang asing jang diimpor, akan tetapi tjelakanja, bea-bea pelabuhan masih dikuasai bangsa asing. Bukan sadja bahan-bahan kain buatan negeri sendiri kalau diekspor harus membajar bea jang sangat tinggi, akan tetapi dalam perputaran dalam negeri sendiripun kain-kain tersebut diberati dengan bea jang tidak sedikit pula. Oleh karena itu, negara Tiongkok djangankan mempunjai tarip pelindung, malahan barang-barang dalam negeri sendiripun dibekukan dengan bea jang sangat tinggi untuk memesatkan lakunja barang-barang jang di impor. Selama Peperangan Eropah, diwaktu bangsa asing teralang mengimpor barangbarang pabrik ke Tiongkok, selama itulah barang-barang pabrik katun dan kain di Sjanghai mengalami kemadjuan jang pesat. Ketika inilah diperoleh keuntungan besar, dividen 100% tak asing lagi, djumlah orang jang bermodalpun berlipat ganda. Akan tetapi setelah peperangan selesai, Tiongkok dibandjiri oleh barang-barang impor kembali, sedangkan barang-barang dari Sjanghai jang begitu berdjasa kepada negara dan masjarakat kembali tidak laku. Selama persaingan dilakukan antara barang-barang asing dan barang-barang buatan negeri sendiri, djangankan kita mendapat bantuan dari kantor bea dengan djalan mempertinggi bea masuk umpamanja, sebaliknja aturan bea melindungi saudagar bangsa asing! Tak ubahnja seperti orang-orang jang menggali lubang-lubang perlindungan dimedan perang, jang sekali-kali tak dipergunakannja untuk bertahan dan menolak musuh, tetapi sebaliknja musuh jang mempergunakannja untuk menghantjurkan kita. Itulah sebabnja dikatakan. gentjetan politik gampang terasa dengan njata dan terang bagi jang tak insjaf sekalipun, akan tetapi gentjetan ekonomi adalah satu sendjata gaib jang tak mungkin dan mudah digambarkan atau dirasakan.<noinclude></noinclude>
8duef6gm1mssqyxxyzx95ev1zz3pjr1
Halaman:San min chu i.pdf/47
104
111471
315690
310072
2026-08-25T01:52:51Z
Ibrohim tijani
26379
315690
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||42}}</noinclude>Semendjak Tiongkok membuka perdagangan dengan bangsa asing.
neratja perdagangan mendjadi membubung, seperti sebuah sungai
dikala pasang naik. Menurut penjelidikan 10 tahun jang lalu, neratja tersebut menundjukkan djumlah $ 200.000.000. Menurut laporan
kantor bea dalam waktu belakangan ini ternjata
bahwa
dalam tahun 1921 djumlah impor $ 500.000.000, lebih besar dari
ekspor, djadi menundjukkan kenaikan 250% dalam 10 tahun. Menurut perhitungan ini maka neratja perdagangan 10 tahun lagi akan
memperlihatkan djumlah $ 1.250.000.000. Dengan perkataan lain,
dalam 10 tahun jang akan datang Tiongkok harus membajar kepada
bangsa asing sedjumlah 1.250.000.000 dolar. Djumlah ini baru
mengenai perdagangan sadja. Bukankah ini satu djumlah besar jang
terlepas dari tangan kita ? Selain dari pada itu terdapat lagi tindasan
ekonomi asing berkenaan dengan bank-bank. Tjuriga kepada bank
sendiri dan pertjaja penuh kepada bank-bank asing, demikianlah
suasana masjarakat Tiongkok pada dewasa ini. Misalnja di Kwantung, bank-bank asing dapat beredar luas karena mendapat kepertjajaan, sedangkan bank-bank sendiri tak sedikitpun mendapat perhatian. Tadinja, uang kertas jang laku ialah uang kertas keluaran
Kwantung Provincial Bank kita, tetapi sekarang tidak berharga sama
sekali dan kita hanja mempergunakan uang perak sadja. Uang kertas jang dikeluarkan bank negara harganja lebih rendah dari pada
uang kertas keluaran bank asing, malahan sekarang uang perak
negeri kita djauh lebih rendah harganja dari uang kertas asing.
Uang kertas asing jang sudah beredar diprovinsi Kwantung sampai
sekarang diduga sudah mentjapai djumlah berpuluh-puluh djuta.
Dari pada mengumpulkan uang perak keluaran Tiongkok, kebanja-
kan orang lebih suka menumpuk uang kertas asing. Di Sjanghai,
Tientsin, Hankow dan dibeberapa kota perniagaanpun demikian
djuga halnja. Kalau kita selidiki sebabnja, maka ternjata bahwa
masjarakat sudah kena ratjun tindasan ekonomi asing sehingga
demikian rupa keadaannja. Boleh dikatakan sudah mendjadi tabiat
kita menganggap bangsa asing itu mampu semuanja ; dalam pada
itu, kita tak insjaf bahwa barang kita pertukarkan dengan kertas.
Bangsa-bangsa asing jang disini itu mula-mula memang tak mempunjai banjak modal; pada hakekatnja mereka kebanjakan dapat
mendjadi kaum bermodal hanja karena pemberian kita. Mereka
hanja mentjetak beberapa djuta uang kertas jang mau diterima ma<noinclude></noinclude>
iod2lsu6sb1iu6ntbvpj5xowfug8lzk
315692
315690
2026-08-25T01:54:47Z
Ibrohim tijani
26379
315692
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||42}}</noinclude>Semendjak Tiongkok membuka perdagangan dengan bangsa asing.
neratja perdagangan mendjadi membubung, seperti sebuah sungai
dikala pasang naik. Menurut penjelidikan 10 tahun jang lalu, neratja tersebut menundjukkan djumlah $ 200.000.000. Menurut laporan
kantor bea dalam waktu belakangan ini ternjata
bahwa
dalam tahun 1921 djumlah impor $ 500.000.000, lebih besar dari
ekspor, djadi menundjukkan kenaikan 250% dalam 10 tahun. Menurut perhitungan ini maka neratja perdagangan 10 tahun lagi akan
memperlihatkan djumlah $ 1.250.000.000. Dengan perkataan lain,
dalam 10 tahun jang akan datang Tiongkok harus membajar kepada
bangsa asing sedjumlah 1.250.000.000 dolar. Djumlah ini baru
mengenai perdagangan sadja. Bukankah ini satu djumlah besar jang
terlepas dari tangan kita ? Selain dari pada itu terdapat lagi tindasan
ekonomi asing berkenaan dengan bank-bank. Tjuriga kepada bank
sendiri dan pertjaja penuh kepada bank-bank asing, demikianlah
suasana masjarakat Tiongkok pada dewasa ini. Misalnja di Kwantung, bank-bank asing dapat beredar luas karena mendapat kepertjajaan, sedangkan bank-bank sendiri tak sedikitpun mendapat perhatian. Tadinja, uang kertas jang laku ialah uang kertas keluaran
Kwantung Provincial Bank kita, tetapi sekarang tidak berharga sama
sekali dan kita hanja mempergunakan uang perak sadja. Uang kertas jang dikeluarkan bank negara harganja lebih rendah dari pada
uang kertas keluaran bank asing, malahan sekarang uang perak
negeri kita djauh lebih rendah harganja dari uang kertas asing.
Uang kertas asing jang sudah beredar diprovinsi Kwantung sampai
sekarang diduga sudah mentjapai djumlah berpuluh-puluh djuta.
Dari pada mengumpulkan uang perak keluaran Tiongkok, kebanja-
kan orang lebih suka menumpuk uang kertas asing. Di Sjanghai,
Tientsin, Hankow dan dibeberapa kota perniagaanpun demikian
djuga halnja. Kalau kita selidiki sebabnja, maka ternjata bahwa
masjarakat sudah kena ratjun tindasan ekonomi asing sehingga
demikian rupa keadaannja. Boleh dikatakan sudah mendjadi tabiat
kita menganggap bangsa asing itu mampu semuanja ; dalam pada
itu, kita tak insjaf bahwa barang kita pertukarkan dengan kertas.
Bangsa-bangsa asing jang disini itu mula-mula memang tak mempunjai banjak modal; pada hakekatnja mereka kebanjakan dapat
mendjadi kaum bermodal hanja karena pemberian kita. Mereka
hanja mentjetak beberapa djuta uang kertas jang mau diterima {{hws|ma|masjarakat}}<noinclude></noinclude>
r9no256moy9rsegisnerebk7f37vacb
315693
315692
2026-08-25T02:01:10Z
Ibrohim tijani
26379
315693
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||42}}</noinclude>Semendjak Tiongkok membuka perdagangan dengan bangsa asing. neratja perdagangan mendjadi membubung, seperti sebuah sungai dikala pasang naik. Menurut penjelidikan 10 tahun jang lalu, neratja tersebut menundjukkan djumlah $ 200.000.000. Menurut laporan kantor bea dalam waktu belakangan ini ternjata bahwa dalam tahun 1921 djumlah impor $ 500.000.000, lebih besar dari ekspor, djadi menundjukkan kenaikan 250% dalam 10 tahun. Menurut perhitungan ini maka neratja perdagangan 10 tahun lagi akan memperlihatkan djumlah $ 1.250.000.000. Dengan perkataan lain, dalam 10 tahun jang akan datang Tiongkok harus membajar kepada bangsa asing sedjumlah 1.250.000.000 dolar. Djumlah ini baru mengenai perdagangan sadja. Bukankah ini satu djumlah besar jang terlepas dari tangan kita ? Selain dari pada itu terdapat lagi tindasan ekonomi asing berkenaan dengan bank-bank. Tjuriga kepada bank sendiri dan pertjaja penuh kepada bank-bank asing, demikianlah suasana masjarakat Tiongkok pada dewasa ini. Misalnja di Kwantung, bank-bank asing dapat beredar luas karena mendapat kepertjajaan, sedangkan bank-bank sendiri tak sedikitpun mendapat perhatian. Tadinja, uang kertas jang laku ialah uang kertas keluaran Kwantung Provincial Bank kita, tetapi sekarang tidak berharga sama sekali dan kita hanja mempergunakan uang perak sadja. Uang kertas jang dikeluarkan bank negara harganja lebih rendah dari pada uang kertas keluaran bank asing, malahan sekarang uang perak negeri kita djauh lebih rendah harganja dari uang kertas asing. Uang kertas asing jang sudah beredar diprovinsi Kwantung sampai sekarang diduga sudah mentjapai djumlah berpuluh-puluh djuta. Dari pada mengumpulkan uang perak keluaran Tiongkok, kebanja-kan orang lebih suka menumpuk uang kertas asing. Di Sjanghai, Tientsin, Hankow dan dibeberapa kota perniagaanpun demikian djuga halnja. Kalau kita selidiki sebabnja, maka ternjata bahwa masjarakat sudah kena ratjun tindasan ekonomi asing sehingga demikian rupa keadaannja. Boleh dikatakan sudah mendjadi tabiat kita menganggap bangsa asing itu mampu semuanja ; dalam pada itu, kita tak insjaf bahwa barang kita pertukarkan dengan kertas. Bangsa-bangsa asing jang disini itu mula-mula memang tak mempunjai banjak modal; pada hakekatnja mereka kebanjakan dapat mendjadi kaum bermodal hanja karena pemberian kita. Mereka hanja mentjetak beberapa djuta uang kertas jang mau diterima {{hws|ma|masjarakat}}<noinclude></noinclude>
dgrg0h1d1m4gzs4ptxdvhht8pt0w6jx
Halaman:San min chu i.pdf/48
104
111472
315691
310073
2026-08-25T01:54:14Z
Ibrohim tijani
26379
315691
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||43}}</noinclude>{{hwe|sjarakat|masjarakat}} kita, sesudah itu mereka edarkan uang kertas itu dengan harga berdjuta-djuta dolar dan hal ini berarti keuntungan besar bagi mereka. Uang kertas jang ditjetak dan diedarkan itu memakan ongkos tjetak beberapa persen sadja ; tetapi lembaran kertas jang gampang dan murah dibuat itu memperoleh harga nilai jang tinggi sekali dengan menempelkan angka-angka satu, sepuluh atau seratus dolar diatasnja. Dalam keadaan leluasa dengan tak mendapat rintangan sedikitpun, bersimaharadja lelalah bangsa asing mentjetak uang kertas dengan djumlah jang tak terbatas sampai harga berdjuta-djuta dolar; kemudian uang kertas ini ditukarkannja dengan harta milik kita seharga berdjuta-djuta dolar pula. Tuantuan bukankah ini suatu kerugian jang sangat mengerikan? Apakah sebabnja mereka dapat mengeluarkan uang kertas sedemikian banjaknja? Dan mengapakah kita tak mungkin berbuat begitu? Sebabnja terletak dalam masjarakat kita jang telah diratjun oleh pengaruh kekuasaan ekonomi asing jang mengakibatkan sikap tjuriga terhadap bangsa sendiri dan kepertjajaan penuh kepada bangsa asing hingga uang kertas sendiri tak laku dan tak dapat diedarkan.
Disamping bank jang mengeluarkan uang kertas ada lagi bank penukaran (bank exchange) . Kita bangsa Tionghoa jang tinggal dikota-kota pelabuhan mempertjajai djuga bank-bank ini, jang memberi kita kesempatan tukar menukar uang. Dalam diberi kesempatan menukar uangnja, bangsa Tionghoa bukan sadja setudju ditjekik dengan bunga satu setengah persen, tetapi disampingnja ini, bankbank mentjari keuntungan lagi dengan djalan lain. Waktu terdjadi pembajaran satu surat wesel, maka dalam mempertukarkan mata uang Tiongkok (tael) dengan uang dolar, bangsa Tionghoa kehilangan uang, baik ditempat terdjadinja pembaharuan perhitungan maupun ditempat pembajaran, sedjumlah dua atau tiga persen paling sedikit. Misalnja, kalau bank asing di Kwantung hendak mengeluarkan surat wesel buat Sjanghai seharga $ 10.000 maka dikenakan $ 500; lain dari pada itu dalam mempertukarkan uang perak ( ketjil ) dengan mata uang tael Sjanghai, selalu uang perak Kwantung mereka rendahkan harganja dan mata uang Sjanghai mereka tinggikan, supaja dapat keuntungan menurut semau mereka, paling sedikit 100 200 dolar. Dalam pembajaran surat wesel itu di Sjanghai, tidak mereka bajar dengan mata uang tael, tetapi<noinclude></noinclude>
s90d3e4shvcetv6blefijvn9a16esok
Halaman:San min chu i.pdf/49
104
111473
315694
310074
2026-08-25T02:03:10Z
Ibrohim tijani
26379
315694
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||44}}</noinclude>dengan dolar; dalam mempertukarkan tael Sjanghai dengan dolar, harga tael Sjanghai diturunkan, sedangkan harga dolar ditinggikan, supaja keuntungan jang didapat sekurang-kurangnja 200 300 dolar; dengan tak melebihi 30 surat wesel sematjam demikian. maka djumlah tadipun tertjapailah ( 10.000 dolar) . Sebab-sebabnja maka penduduk menderita nasib seperti itu ialah karena mereka mau sadja tunduk kepada gentjetan ekonomi asing. Terketjuali bank-bank biasa, bank deposito bangsa asingpun njata kelihatan berkuasa di Tiongkok. Kalau seorang Tionghoa umpamanja mempunjai uang dan ingin menjimpannja dalam bank, maka pertanjaan jang timbul dalam hatinja bukanlah bank Tionghoa manakah jang banjak atau sedikit modalnja atau jang banjak sedikit memberi bunga. Kalau pada suatu ketika ia mengetahui, bahwa bank itu bank Tionghoa, pada ketika itu pula ia merasa bahwa uang jang akan disimpannja itu tak akan aman, sedangkan bank tersebut tidak akan dapat memberi djaminan atas simpanannja itu. Mereka tidak mengambil pusing tentang dipertjajai atau tidaknja atau tinggi rendahnja bunga jang dibajar oleh bank asing; asal sadja mereka mendengar bahwa bank itu kepunjaan bangsa asing serta ada tanda-tanda jang menundjukkan hal itu, sudah tjukup buat mengabui mata dan pikiran mereka; lalu merasa sangat aman, simpananpun akan terdjaga dengan serapi-rapinja, demikianlah pendapat mereka. Berapapun djuga rendah bunganja,' mereka akan tetap merasa puas.
Pada tahun 1911 ada suatu peristiwa jang menarik perhatian. Sesudah gerakan revolusi dimulai di Wuchang, hampir semua keluarga diistana radja Manchu dan pegawai-pegawainja menjimpan semua barang mas, perak, pendeknja segala kekajaan jang dapat disimpan, dalam berbagai-bagai matjam bank asing, karena mereka takut bahwa tjukup merasa puas asal bank-bank bangsa asing mau menerima simpanannja, sungguhpun mereka tidak diberi bunga. Ketika tentara Manchu dapat dikalahkan pasukan-pasukan revolusioner di Wuchang bank-bank asing pada Legation Quarter di Peking menerima deposito dari emas, perak dan lain-lain kekajaan bangsa Manchu jang tak terhitung djumlahnja itu, sehingga mereka tak mempunjai tempat lagi untuk menjimpannja, karena bertimbun-timbun harta benda jang mereka terima. Selain dari pada bank-bank bangsa asing itu tidak<noinclude></noinclude>
9l7k60lf8wraaipqkhid6h8huxtji4i
Halaman:San min chu i.pdf/50
104
111474
315695
310076
2026-08-25T02:04:33Z
Ibrohim tijani
26379
315695
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||45}}</noinclude>membajar deposito bunga terhadap sipenjimpan, orang-orang jang menjimpan wang pada waktu itu diberati pula dengan sewa gudang-gudang atau tempat-tempat penjimpanan barang-barang lainnja. Bank-bank ini tahu, bahwa satu-satunja jang dikehendaki oleh sipenjimpan ialah asal sadja bank-bank asing mau menerima simpanannja, karena itu apa sadja jang ditagih terhadap mereka akan mereka bajar. Pada waktu itu bank-bank asing di Tiongkok menerima simpanan sedjumlah $ 12 billiun. Sungguhpun sebagian sudah dikembalikan , namun dalam waktu kira-kira 10 tahun berselang segolongan militer dan orang-orang terkemuka seperti Fen Kuo-chung, Wan Chan-Yuan, Li Shun dan Tsho Kun telah menggelapkan kas negara, hingga mereka masing-masing telah mendapat dengan tak halal sedjumlah ribuan djuta dolar. Karena nafsu mereka menghendaki dan mau mengamankan buat selama-lamanja kekajaan jang didapat dengan djalan tidak halal itu, achirnja diri mereka sendiri terdjebak kedalam lukah bank-bank asing itu. Demikianlah, semendjak tahun 1911 belum djuga didapat angka penjusutan atau penambahan jang tepat dari orang-orang jang menaruh deposito dibank-bank asing. Bunga jang dibajar oleh bank-bank ini kepada penjimpan jang mempunjai uang sedjumlah 12 miliar itu, pasti tidak lebih dari 4 atau 5% , sedangkan pindjaman-pindjaman terhadap saudagar-saudagar ketjil dari bank-bank ini di Tiongkok, harus disertai dengan bunga jang sangat tinggi, 7-8 malahan sampai melebihi 10% . Djadi selain dari pada bank-bank asing itu tak usah mengeluarkan modal sendiri, dengan amat mudah mereka dapat pula menghisap modal bangsa Tionghoa, dari mana mereka banjak dapat keuntungan.
Berdjuta-djuta dolar keuntungan tiap-tiap tahun jang diperoleh bangsa asing dari penjimpan-per.jimpan bangsa Tionghoa ini, adalah satu kerugian jang tak dapat dikira-kira. Sebab-sebabnja maka masjarakat Tionghoa dapat diabui oleh bangsa asing itu, ialah karena kejakinan kita sendiri, bahwa dibank-bank Tionghoa itu tak terdapat djaminan bagi uang kita, sedangkan kepada bank-bank bangsa asing kepertjajaan kita tertjurah penuh. Tak ada terlintas dipikiran mereka, bahwa bank-bank asing itu mungkin djuga bangkrut; akan tetapi tjobalah selidiki apakah Banque Industrielle de Chine jang telah membawa bangkrut deposito bangsa Tionghoa jang disimpan di bank itu bukan suatu bank asing? Betulkah bank<noinclude></noinclude>
1b56wghcg1bwmsphje1dqsmve8y8fbv
Halaman:San min chu i.pdf/51
104
111478
315696
310080
2026-08-25T02:05:47Z
Ibrohim tijani
26379
315696
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||46}}</noinclude>kepunjaan bangsa asing itu sungguh-sungguh dapat dipertjaja? Kalau tidak, apakah gerangan sebabnja maka kita bangsa Tionghoa seta'at dan setunduk itu menjokongnja ? Sebab-sebab terdjadinja pembajaran bunga jang sebanjak ini kepada bangsa asing, tidak pula lain dari sikap buta tuli terhadap pengaruh kekuasaan ekonomi bangsa asing. Keuntungan bank asing semuanja, seperti dalam pengeluaran uang kertas, dalam penukaran uang dengan deposito, sekurang2nja berdjumlah kurang lebih $ 100 djuta tiap-tiap tahun. Selain daripada bank-bank asing ini, ada lagi soal tarip pelajaran. Dapat atau tidaknja pengiriman barang-barang Tionghoa keluar negeri bergantung kepada perkapalan bangsa asing, begitupun pengiriman kedaerah-daerah lingkungan Tiongkok, seperti Hankow. Changsha dan Kanton, hampir semuanja dilakukan oleh kapal-kapal bangsa asing. Dalam waktu jang singkat perkapalan Djepang dapat mengalami kemadjuan pesat sekali. Pada permulaannja, Djepangpun hanja mempunjai satu Serikat Pelajaran, Nippon Yusen Kaisha ( Serikat Pelajaran Djepang) ; berkat usahanja jang tak kenal pajah, perusahaan ini kemudian meluas dan disusul oleh Toyo Kisen Kaisha, Osaka Shosen Kaisha dan Nishin Kisen Kaisha dan sedjak itu perhubungan pelajaran kepelosok-pelosok negara Tiongkok dan keseluruh pendjuru duniapun dimulai. Subsidi dan perlindungan chusus dari pemerintahlah jang menjebabkan pesatnja kemadjuan perusahaan kapal dagang Djepang ini. Menurut pandangan bangsa Tionghoa tak ada keuntungannja kalau pemerintah memberikan bantuan terhadap perusahaan kapal dagang, tetapi Djepang ingin bersaingan dengan kekuatan ekonomi bangsa asing. Demikianlah dalam hal-hal jang bersangkutan dengan pengangkutan memakai kapal, mereka djuga mengadakan perdjandjian dengan lain-lain negara, mengadakan penetapan tarip pengangkutan sebegitu banjak untuk satu ton. Muatan jang dikirim dari Eropah ke Asia terlebih dahulu harus melalui Sjanghai dari sini ke Nagasaki terus ke Yokohama, karena Sjanghai djauh lebih dekat ke Eropah dari pada pelabuhan-pelabuhan Djepang. Djumlah tarip pelajaran untuk satu ton dari Eropah ke Nagasaki dan Yokohama tidak begitu tinggi, akan tetapi jang ke Sjanghai, karena tidak ada jang menjaingi pengangkutan disini, taripnja meliwati batas, sehingga barang-barang Eropah jang ke Djepang djauh lebih murah ongkos pengangkutannja dari pada jang ke<noinclude></noinclude>
4ylpkq72aq56q0vboxxazqzqnfm1ggm
Halaman:San min chu i.pdf/52
104
111480
315697
313313
2026-08-25T02:07:25Z
Ibrohim tijani
26379
315697
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Sjanghai. Karena itu pendjualan barang-barang Eropah di Djepang djauh lebih pantas dan murah dari pada di Sjanghai. Demikian pula, kalau barang-barang Tiongkok diangkut ke Eropah
melalui Sjanghai, Sjanghai. Karena itu pendjualan barang-barang Eropah di Djepang djauh lebih pantas dan murah dari pada di Sjanghai. Demikian pula, kalau barang-barang Tiongkok diangkut ke Eropah melalui Sjanghai, orgkos pengangkutannja djauh lebih tinggi dari pada jang berasal dari Nagasaki dan Yokohama. Kalau barang-barang Tiongkok diekspor ke Eropah seharga $ 100 djuta, ongkos pelajaran jang harus dibajar berdjumlah $ 10 djuta. Semendjak harga barang-barang ekspor dar impor Tiongkok memuntjak sampai sedjumlah $ 1.000.000.000 tiap-tiap tahun, kerugian dilapangan tarip ongkos pelajaran sadja (tarip pelajaran jang harus dibajar kepada perusahaan pelajaran bangsa asing) tidak kurang dari $ 100.000.000 .
Disamping itu terdapat tiga matjam padjak, sewa tanah dan harga tanah jang harus dibajar didaerah-daerah kolonisasi dan didaerahdaerah dibawah pengawasan bangsa asing, jang tidak pula sedikit djumlahnja. Misalnja selidikilah keadaan bangsa Tionghoa di Hongkong, Formosa, Sjanghai, Tientsin, Dalny, Hankow dan beberapa konsesi-konsesi asing lainnja; mereka disitu tiap-tiap tahun harus membajar kepada bangsa asing sedjumlah $ 200.000.000 sebagai pelunasan berbagai-bagai padjak. Dahulu pembajaran Formosa kepada Djepang hanja $ 20.000.000, sekarang djumlah padjak sudah bertambah mendjadi $ 100.000.000. Padjak di Hongkong jang harus dibajar kepada Inggeris diwaktu jang lalu bolehlah dikatakan hanja beberapa djuta dolar sadja setahun; sekarang raik sampai $ 30.000.000 dan setingkat demi setingkat akan memuntjak saban tahun.
Karena penilikan jang kurang saksama dan ukuran jang tidak pasti terhadap padjak sewa jang dipungut oleh bangsa-bangsa asing dan bangsa Tionghoa itu, sesungguhnja tidak mungkin diberikan suatu kepastian djumlah uang jang diterima, tetapi tidak terdapat keragu-raguan sedikitpun, bahwa bangsa-bangsa asing itu mendapat lebih banjak dari pada bangsa Tionghoa sendiri. Sudah dapat dipastikan, bahwa pembajaran sewa tanah sama sekali sepuluh kali lebih banjak dari pada djumlah padjak. Harga tanah naik tiap-tiap tahun; semendjak pengawasan bangsa asing atas ekonomi kita berlangsung di Tiongkok, tanah-tanah dikonsesi-konsesi jang mereka kuasai dibeli dengan harga murah dan didjual dengan harga mahal, dan dengan sendirinja dikatakan, bahwa kekajaan membuat {{hws|saudagar|saudagar}}
orgkos pengangkutannja djauh lebih tinggi dari
pada jang berasal dari Nagasaki dan Yokohama. Kalau barang-
barang Tiongkok diekspor ke Eropah seharga $ 100 djuta, ongkos
pelajaran jang harus dibajar berdjumlah $ 10 djuta. Semendjak
harga barang-barang ekspor dar impor Tiongkok memuntjak sampai sedjumlah $ 1.000.000.000 tiap-tiap tahun, kerugian dilapangan
tarip ongkos pelajaran sadja (tarip pelajaran jang harus dibajar
kepada perusahaan pelajaran bangsa asing) tidak kurang dari
$ 100.000.000 .
Disamping itu terdapat tiga matjam padjak, sewa tanah dan harga
tanah jang harus dibajar didaerah-daerah kolonisasi dan didaerahdaerah dibawah pengawasan bangsa asing, jang tidak pula sedikit
djumlahnja. Misalnja selidikilah keadaan bangsa Tionghoa di Hongkong, Formosa, Sjanghai, Tientsin, Dalny, Hankow dan beberapa konsesi-konsesi asing lainnja; mereka disitu tiap-tiap tahun harus membajar kepada bangsa asing sedjumlah $ 200.000.000 sebagai pelunasan berbagai-bagai padjak. Dahulu pembajaran Formosa kepada Djepang hanja $ 20.000.000, sekarang djumlah padjak sudah bertambah mendjadi $ 100.000.000. Padjak di Hongkong jang harus dibajar kepada Inggeris diwaktu jang lalu bolehlah dikatakan hanja beberapa djuta dolar sadja setahun; sekarang naik sampai $ 30.000.000 dan setingkat demi setingkat akan memuntjak saban tahun.
Karena penilikan jang kurang saksama dan ukuran jang tidak pasti terhadap padjak sewa jang dipungut oleh bangsa-bangsa asing dan bangsa Tionghoa itu, sesungguhnja tidak mungkin diberikan suatu kepastian djumlah uang jang diterima, tetapi tidak terdapat keraguraguan sedikitpun, bahwa bangsa-bangsa asing itu mendapat lebih banjak dari pada bangsa Tionghoa sendiri. Sudah dapat dipastikan, bahwa pembajaran sewa tanah sama sekali sepuluh kali lebih banjak dari pada djumlah padjak. Harga tanah naik tiap-tiap tahun; semendjak pengawasan bangsa asing atas ekonomi kita berlangsung di Tiongkok, tanah-tanah dikonsesi-konsesi jang mereka kuasai dibeli dengan harga murah dan didjual dengan harga mahal, dan dengan sendirinja dikatakan, bahwa kekajaan membuat {{hws|saudagar|saudagar}}<noinclude></noinclude>
h3g5j1tbupwbbpbn8erdjusfegiwtf0
Halaman:San min chu i.pdf/53
104
111481
315698
310087
2026-08-25T02:08:25Z
Ibrohim tijani
26379
315698
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||48}}</noinclude>{{hwe|saudagar|sesaudagar}} tjerdik". Dengan terdapatnja ketiga djalan ini, kerugian
jang diderita oleh bangsa Tionghoa jang hidup dalam daerahdaerah konsesi tak kurang dari 4 sampai 5 ratus djuta dolar tiaptiap tahun.
Selandjutnja terdapat lagi di Tiongkok banjak maskapai-maskapai
asing dan tak terhitung pula djumlah badan perseroan bangsa asing
jang berniaga dinegeri kita; mereka ini sekalian karena menerima
hak-hak istimewa berkat perdjandjian, telah merampas hak-hak
kita. Ditindjau dari keadaan ini semakin sulitlah bagi kita untuk
mengukur besar kerugian jang diakibatkan oleh keadaan ini, akan
tetapi djika menilik perusahaan „The South Manchuria Railway
Company" sadja, jarg menghasilkan keuntungan bersih lebih dari
$ 50.000.000. setahun, maka tak boleh tidak keuntungan jarg diper-
oleh berbagai matjam badan-badan asing berdjumlah beratus-ratus
djuta dolar setahun.
Selain dari itu ada lagi sesuatu hal jang merugikan kita, jaitu
pekerdjaan spekulasi. Didaerah-daerah konsesi, bangsa-bangsa
asing mengambil keuntungan dari kelemahan jang berupa keserakahan dalam tabiat dan sifat bangsa Tionghoa dan memberikan berkali kesempatan berspekulasi setjara ketjil-ketjilan, kemudian dari
tingkat ini dalam beberapa tahun sekali diberi kesempatan kepada
bangsa Tionghoa untuk melepaskan nafsu berdjudi seluas-luasnja.
Dalam tiap-tiap kota diberi kesempatan berspekulasi di Beurs atau
dipasar karet; bangsa Tionghoa dalam hal ini mengalami kerugian
berdjumlah berpuluh-puluh djuta dolar. Dan biasanja spekulasi
ketjil-ketjilan itu, achirnja berupa uang banjak djuga.
Uang pengganti kerugian perang kita bermatjam-matjam pada tahun 1894, 250.000.000 tael kepada Djepang; pada tahun 1900,
900.000.000 tael kepada Negara-negara Besar, disebabkan karena
tekanan politik dan militer mereka terhadap kita dan hal ini tak
boleh digolongkan dalam kerugian-kerugian jang kita derita oleh
tekanan ekonomi. Bea-bea ini tidak kekal dar. tidak tentu, djika
dibandingkan dengan penindasan oleh serdjata ekonomi. Tjobalah
pikirkan kerugian2 jang tak sadja terdapat dalam negara Tiongkok,
tetapi djuga dalam negara-negara jang dahulu mendjadi tanah
djadjahan Tiongkok dan diantara Hoakiao dinegara lain, maka
djumlahnja sungguh-sungguh tak dapat dihitung. Alangkah berbahajanja penggentjetan ekonomi itu !<noinclude></noinclude>
f41gureel8vv7r5zzuv3grnubs40zvz
Halaman:San min chu i.pdf/54
104
111483
315699
310088
2026-08-25T02:09:45Z
Ibrohim tijani
26379
315699
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||49}}</noinclude>Marilah kita perhatikan! Kalau diukur dengan uang, kerugian kita
tiap-tiap tahun karena perampasan hak dan keuntungan kita:
pertama, disebabkan oleh pemasukan barang asing sedjumlah
$ 500.000.000; kedua, karena pemasukan uang kertas asing kedalam
pasar uang kita; selandjutnja diskonto bank asing atau kertas wesel,
bunga atas deposito kita, semuarja berdjumlah kira2 $ 100.000.000;
ketiga, karena tarip ongkos muatan untuk impor dan ekspor
kita, jang sampai sekarang berdjumlah $ 100.000.000 ; keempat,
karena berbagai-bagai bea, bunga, sewaan dan pendjualan tanahMarilah kita perhatikan! Kalau diukur dengan uang, kerugian kita tiap-tiap tahun karena perampasan hak dan keuntungan kita: pertama, disebabkan oleh pemasukan barang asing sedjumlah $ 500.000.000; kedua, karena pemasukan uang kertas asing kedalam pasar uang kita; selandjutnja diskonto bank asing atau kertas wesel, bunga atas deposito kita, semuarja berdjumlah kira2 $ 100.000.000; ketiga, karena tarip ongkos muatan untuk impor dan ekspor kita, jang sampai sekarang berdjumlah $ 100.000.000 ; keempat, karena berbagai-bagai bea, bunga, sewaan dan pendjualan tanah didaerah-daerah jang diawasi bangsa asing paling sedikit berdjumlah $ 400.000.000 atau $ 500.000.000 ; kelima, keuntungan-keuntungan jang diperoleh karena terdapatnja hak-hak istimewa perdagangan bagi bangsa-bangsa asing di Tiongkok, sedjumlah kira-kira $ 100.000.000 ; keenam, dari perdagangan spekulasi dan dari permainan untung-untungan, lainnja tidak kurang dari beratus-ratus djuta dolar djumlahnja. Keenam matjam pemerasan dilapangan ekonomi ini, menjebabkan kita menderita kerugian tiap2 tahun tak kurang dari $ 1.200.000.000. Selama kita belum mendapat suatu tjara bagaimana menghindarkan bentjana ini, selama itu pula penanggungan kita akan semakin berkembang sadja tiap2 tahun ; tak ada kemungkinan akan sembuhnja penjakit ini dengan sendirinja. Tiongkok mengalami bangkrut nasional dan kalau kita tak lekas dapat menjelamatkan bangsa kita, maka pengawasan asing atas ekonomi kita setjepat kilat akan menjebabkan hantjur-leburnja bangsa kita. Diwaktu zaman keemasan Tiongkok, tiap-tiap tahun negara-negara tetangga datang berkundjung membawa persembahan mereka kesinggasana keradjaan Tiongkok; sungguhpun djumlah persembahan tiap-tiap tahun itu hanja lebih sedikit dari satu djuta dolar, tetapi hal ini membawa kehormatan besar bagi kita. Tatkala keradjaan Sung lenjap dan kita harus membajar upeti pada Kin Tartar, djumlah seluruhnja hanja kira-kira 100 djuta dolar, tetapi hal demikian sadja sudah kita pandang sebagai satu penghinaan besar sekali. Padjak jang harus kita bajar sekarang kepada bangsa asing 1200 djuta tiap-tiap tahun atau 12.000 djuta dalam sepuluh tahun. Adanja gentjetan ekonomi seperti demikian, pembajaran upeti sebesar itu, tidak pernah terlintas dipikiran kita dan sampai sekarang belum djuga kita sadar akan kebodohan kita itu. Akan tetapi sungguhpun begitu, kita tidak djuga merasa malu karena San Min Chu I
didaerah-daerah jang diawasi bangsa asing paling sedikit berdjumlah $ 400.000.000 atau $ 500.000.000 ; kelima, keuntungan-keuntungan jang diperoleh karena terdapatnja hak-hak istimewa perda-
gangan bagi bangsa-bangsa asing di Tiongkok, sedjumlah kira-kira
$ 100.000.000 ; keenam, dari perdagangan spekulasi dan dari per-
mainan untung-untungan, lainnja tidak kurang dari beratus-ratus
djuta dolar djumlahnja. Keenam matjam pemerasan dilapangan
ekonomi ini, menjebabkan kita menderita kerugian tiap2 tahun tak
kurang dari $ 1.200.000.000. Selama kita belum mendapat suatu tjara bagaimana menghindarkan bentjana ini, selama itu pula penanggungan kita akan semakin berkembang sadja tiap2 tahun ; tak ada
kemungkinan akan sembuhnja penjakit ini dengan sendirinja. Tiongkok mengalami bangkrut nasional dan kalau kita tak lekas dapat
menjelamatkan bangsa kita, maka pengawasan asing atas ekonomi
kita setjepat kilat akan menjebabkan hantjur-leburnja bangsa kita.
Diwaktu zaman keemasan Tiongkok, tiap-tiap tahun negara-negara tetangga datang berkundjung membawa persembahan mereka
kesinggasana keradjaan Tiongkok; sungguhpun djumlah persembahan tiap-tiap tahun itu hanja lebih sedikit dari satu djuta dolar,
tetapi hal ini membawa kehormatan besar bagi kita. Tatkala
keradjaan Sung lenjap dan kita harus membajar upeti pada Kin Tartar, djumlah seluruhnja hanja kira-kira 100 djuta dolar, tetapi hal demikian sadja sudah kita pandang sebagai satu penghinaan
besar sekali. Padjak jang harus kita bajar sekarang kepada bangsa
asing 1200 djuta tiap-tiap tahun atau 12.000 djuta dalam sepuluh
tahun. Adanja gentjetan ekonomi seperti demikian, pembajaran
upeti sebesar itu, tidak pernah terlintas dipikiran kita dan sampai
sekarang belum djuga kita sadar akan kebodohan kita itu. Akan
tetapi sungguhpun begitu, kita tidak djuga merasa malu karena
San Min Chu I<noinclude>{{rh|||4}}</noinclude>
fgmubepc13fd1a2nqtozmv3csoqow3b
315700
315699
2026-08-25T02:10:11Z
Ibrohim tijani
26379
315700
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||49}}</noinclude>Marilah kita perhatikan! Kalau diukur dengan uang, kerugian kita
tiap-tiap tahun karena perampasan hak dan keuntungan kita:
pertama, disebabkan oleh pemasukan barang asing sedjumlah
$ 500.000.000; kedua, karena pemasukan uang kertas asing kedalam
pasar uang kita; selandjutnja diskonto bank asing atau kertas wesel,
bunga atas deposito kita, semuarja berdjumlah kira2 $ 100.000.000;
ketiga, karena tarip ongkos muatan untuk impor dan ekspor
kita, jang sampai sekarang berdjumlah $ 100.000.000 ; keempat,
karena berbagai-bagai bea, bunga, sewaan dan pendjualan tanahMarilah kita perhatikan! Kalau diukur dengan uang, kerugian kita tiap-tiap tahun karena perampasan hak dan keuntungan kita: pertama, disebabkan oleh pemasukan barang asing sedjumlah $ 500.000.000; kedua, karena pemasukan uang kertas asing kedalam pasar uang kita; selandjutnja diskonto bank asing atau kertas wesel, bunga atas deposito kita, semuarja berdjumlah kira2 $ 100.000.000; ketiga, karena tarip ongkos muatan untuk impor dan ekspor kita, jang sampai sekarang berdjumlah $ 100.000.000 ; keempat, karena berbagai-bagai bea, bunga, sewaan dan pendjualan tanah didaerah-daerah jang diawasi bangsa asing paling sedikit berdjumlah $ 400.000.000 atau $ 500.000.000 ; kelima, keuntungan-keuntungan jang diperoleh karena terdapatnja hak-hak istimewa perdagangan bagi bangsa-bangsa asing di Tiongkok, sedjumlah kira-kira $ 100.000.000 ; keenam, dari perdagangan spekulasi dan dari permainan untung-untungan, lainnja tidak kurang dari beratus-ratus djuta dolar djumlahnja. Keenam matjam pemerasan dilapangan ekonomi ini, menjebabkan kita menderita kerugian tiap2 tahun tak kurang dari $ 1.200.000.000. Selama kita belum mendapat suatu tjara bagaimana menghindarkan bentjana ini, selama itu pula penanggungan kita akan semakin berkembang sadja tiap2 tahun ; tak ada kemungkinan akan sembuhnja penjakit ini dengan sendirinja. Tiongkok mengalami bangkrut nasional dan kalau kita tak lekas dapat menjelamatkan bangsa kita, maka pengawasan asing atas ekonomi kita setjepat kilat akan menjebabkan hantjur-leburnja bangsa kita. Diwaktu zaman keemasan Tiongkok, tiap-tiap tahun negara-negara tetangga datang berkundjung membawa persembahan mereka kesinggasana keradjaan Tiongkok; sungguhpun djumlah persembahan tiap-tiap tahun itu hanja lebih sedikit dari satu djuta dolar, tetapi hal ini membawa kehormatan besar bagi kita. Tatkala keradjaan Sung lenjap dan kita harus membajar upeti pada Kin Tartar, djumlah seluruhnja hanja kira-kira 100 djuta dolar, tetapi hal demikian sadja sudah kita pandang sebagai satu penghinaan besar sekali. Padjak jang harus kita bajar sekarang kepada bangsa asing 1200 djuta tiap-tiap tahun atau 12.000 djuta dalam sepuluh tahun. Adanja gentjetan ekonomi seperti demikian, pembajaran upeti sebesar itu, tidak pernah terlintas dipikiran kita dan sampai sekarang belum djuga kita sadar akan kebodohan kita itu. Akan tetapi sungguhpun begitu, kita tidak djuga merasa malu karena San Min Chu I
didaerah-daerah jang diawasi bangsa asing paling sedikit berdjumlah $ 400.000.000 atau $ 500.000.000 ; kelima, keuntungan-keuntungan jang diperoleh karena terdapatnja hak-hak istimewa perda-
gangan bagi bangsa-bangsa asing di Tiongkok, sedjumlah kira-kira
$ 100.000.000 ; keenam, dari perdagangan spekulasi dan dari per-
mainan untung-untungan, lainnja tidak kurang dari beratus-ratus
djuta dolar djumlahnja. Keenam matjam pemerasan dilapangan
ekonomi ini, menjebabkan kita menderita kerugian tiap2 tahun tak
kurang dari $ 1.200.000.000. Selama kita belum mendapat suatu tjara bagaimana menghindarkan bentjana ini, selama itu pula penanggungan kita akan semakin berkembang sadja tiap2 tahun ; tak ada
kemungkinan akan sembuhnja penjakit ini dengan sendirinja. Tiongkok mengalami bangkrut nasional dan kalau kita tak lekas dapat
menjelamatkan bangsa kita, maka pengawasan asing atas ekonomi
kita setjepat kilat akan menjebabkan hantjur-leburnja bangsa kita.
Diwaktu zaman keemasan Tiongkok, tiap-tiap tahun negara-negara tetangga datang berkundjung membawa persembahan mereka
kesinggasana keradjaan Tiongkok; sungguhpun djumlah persembahan tiap-tiap tahun itu hanja lebih sedikit dari satu djuta dolar,
tetapi hal ini membawa kehormatan besar bagi kita. Tatkala
keradjaan Sung lenjap dan kita harus membajar upeti pada Kin Tartar, djumlah seluruhnja hanja kira-kira 100 djuta dolar, tetapi hal demikian sadja sudah kita pandang sebagai satu penghinaan
besar sekali. Padjak jang harus kita bajar sekarang kepada bangsa
asing 1200 djuta tiap-tiap tahun atau 12.000 djuta dalam sepuluh
tahun. Adanja gentjetan ekonomi seperti demikian, pembajaran
upeti sebesar itu, tidak pernah terlintas dipikiran kita dan sampai
sekarang belum djuga kita sadar akan kebodohan kita itu. Akan
tetapi sungguhpun begitu, kita tidak djuga merasa malu karena
San Min Chu I {{rh|||4}}<noinclude></noinclude>
p0x61v6rrjel1g2lvkbq6dq7o6m8y74
315701
315700
2026-08-25T02:10:35Z
Ibrohim tijani
26379
315701
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||49}}</noinclude>Marilah kita perhatikan! Kalau diukur dengan uang, kerugian kita
tiap-tiap tahun karena perampasan hak dan keuntungan kita:
pertama, disebabkan oleh pemasukan barang asing sedjumlah
$ 500.000.000; kedua, karena pemasukan uang kertas asing kedalam
pasar uang kita; selandjutnja diskonto bank asing atau kertas wesel,
bunga atas deposito kita, semuarja berdjumlah kira2 $ 100.000.000;
ketiga, karena tarip ongkos muatan untuk impor dan ekspor
kita, jang sampai sekarang berdjumlah $ 100.000.000 ; keempat,
karena berbagai-bagai bea, bunga, sewaan dan pendjualan tanahMarilah kita perhatikan! Kalau diukur dengan uang, kerugian kita tiap-tiap tahun karena perampasan hak dan keuntungan kita: pertama, disebabkan oleh pemasukan barang asing sedjumlah $ 500.000.000; kedua, karena pemasukan uang kertas asing kedalam pasar uang kita; selandjutnja diskonto bank asing atau kertas wesel, bunga atas deposito kita, semuarja berdjumlah kira2 $ 100.000.000; ketiga, karena tarip ongkos muatan untuk impor dan ekspor kita, jang sampai sekarang berdjumlah $ 100.000.000 ; keempat, karena berbagai-bagai bea, bunga, sewaan dan pendjualan tanah didaerah-daerah jang diawasi bangsa asing paling sedikit berdjumlah $ 400.000.000 atau $ 500.000.000 ; kelima, keuntungan-keuntungan jang diperoleh karena terdapatnja hak-hak istimewa perdagangan bagi bangsa-bangsa asing di Tiongkok, sedjumlah kira-kira $ 100.000.000 ; keenam, dari perdagangan spekulasi dan dari permainan untung-untungan, lainnja tidak kurang dari beratus-ratus djuta dolar djumlahnja. Keenam matjam pemerasan dilapangan ekonomi ini, menjebabkan kita menderita kerugian tiap2 tahun tak kurang dari $ 1.200.000.000. Selama kita belum mendapat suatu tjara bagaimana menghindarkan bentjana ini, selama itu pula penanggungan kita akan semakin berkembang sadja tiap2 tahun ; tak ada kemungkinan akan sembuhnja penjakit ini dengan sendirinja. Tiongkok mengalami bangkrut nasional dan kalau kita tak lekas dapat menjelamatkan bangsa kita, maka pengawasan asing atas ekonomi kita setjepat kilat akan menjebabkan hantjur-leburnja bangsa kita. Diwaktu zaman keemasan Tiongkok, tiap-tiap tahun negara-negara tetangga datang berkundjung membawa persembahan mereka kesinggasana keradjaan Tiongkok; sungguhpun djumlah persembahan tiap-tiap tahun itu hanja lebih sedikit dari satu djuta dolar, tetapi hal ini membawa kehormatan besar bagi kita. Tatkala keradjaan Sung lenjap dan kita harus membajar upeti pada Kin Tartar, djumlah seluruhnja hanja kira-kira 100 djuta dolar, tetapi hal demikian sadja sudah kita pandang sebagai satu penghinaan besar sekali. Padjak jang harus kita bajar sekarang kepada bangsa asing 1200 djuta tiap-tiap tahun atau 12.000 djuta dalam sepuluh tahun. Adanja gentjetan ekonomi seperti demikian, pembajaran upeti sebesar itu, tidak pernah terlintas dipikiran kita dan sampai sekarang belum djuga kita sadar akan kebodohan kita itu. Akan tetapi sungguhpun begitu, kita tidak djuga merasa malu karena San Min Chu I
didaerah-daerah jang diawasi bangsa asing paling sedikit berdjumlah $ 400.000.000 atau $ 500.000.000 ; kelima, keuntungan-keuntungan jang diperoleh karena terdapatnja hak-hak istimewa perda-
gangan bagi bangsa-bangsa asing di Tiongkok, sedjumlah kira-kira
$ 100.000.000 ; keenam, dari perdagangan spekulasi dan dari per-
mainan untung-untungan, lainnja tidak kurang dari beratus-ratus
djuta dolar djumlahnja. Keenam matjam pemerasan dilapangan
ekonomi ini, menjebabkan kita menderita kerugian tiap2 tahun tak
kurang dari $ 1.200.000.000. Selama kita belum mendapat suatu tjara bagaimana menghindarkan bentjana ini, selama itu pula penanggungan kita akan semakin berkembang sadja tiap2 tahun ; tak ada
kemungkinan akan sembuhnja penjakit ini dengan sendirinja. Tiongkok mengalami bangkrut nasional dan kalau kita tak lekas dapat
menjelamatkan bangsa kita, maka pengawasan asing atas ekonomi
kita setjepat kilat akan menjebabkan hantjur-leburnja bangsa kita.
Diwaktu zaman keemasan Tiongkok, tiap-tiap tahun negara-negara tetangga datang berkundjung membawa persembahan mereka
kesinggasana keradjaan Tiongkok; sungguhpun djumlah persembahan tiap-tiap tahun itu hanja lebih sedikit dari satu djuta dolar,
tetapi hal ini membawa kehormatan besar bagi kita. Tatkala
keradjaan Sung lenjap dan kita harus membajar upeti pada Kin Tartar, djumlah seluruhnja hanja kira-kira 100 djuta dolar, tetapi hal demikian sadja sudah kita pandang sebagai satu penghinaan
besar sekali. Padjak jang harus kita bajar sekarang kepada bangsa
asing 1200 djuta tiap-tiap tahun atau 12.000 djuta dalam sepuluh
tahun. Adanja gentjetan ekonomi seperti demikian, pembajaran
upeti sebesar itu, tidak pernah terlintas dipikiran kita dan sampai
sekarang belum djuga kita sadar akan kebodohan kita itu. Akan
tetapi sungguhpun begitu, kita tidak djuga merasa malu karena
San Min Chu I<noinclude>{{rh|||4}}</noinclude>
fgmubepc13fd1a2nqtozmv3csoqow3b
Halaman:San min chu i.pdf/55
104
111484
315702
310096
2026-08-25T02:11:10Z
Ibrohim tijani
26379
315702
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>penghinaan jang sangat besar itu. Andaikan kita menerima upeti
sebesar $ 1.200.000.000 itu untuk kas negara kita, apakah jang
hendak kita lakukan dengan penghasilan sebesar demikian? Tak
terkira-kira kemadjuan jang akan ditjapai masjarakat kita! Karena
ekonomi Tiongkok dikekang dan dikungkung, sehingga tiap2 tahun
akibatnja menimbulkan kerugian semata-mata, maka terhalanglah
masjarakat kita mentjapai kemadjuan karena tak didapatnja kebebasan dan disamping itu pula menjebabkan rakjat Tiongkok hampir-hampir tak mempunjai pentjaharian. Pengawasan atas ekonomi
kita ini sudah lebih mengerikan dari pada berdjuta-djuta pradjurit
jang siap-sedia untuk melakukan penjembelihan terhadap kita. Dan
selama imperialisme asing memperhebat dorongan gentjetan ekonomi, penghidupan sehari-hari masjarakat Tionghoa makin lama
makin menakutkan, kaum penganggur bertambah lama bertambah
banjak, dan akibatnja bagi negeri kita ialah kelemahan jang makin
lama makin mendjadi. Dalam seratus tahun jang achir ini, penderitaan Tiongkok ditambah lagi dengan soal penduduk ; bangsa
Tionghoa tak berkembang lagi sedangkan bangsa-bangsa lain terus
berlipat ganda. Pada waktu ini kita rasai pula gentjetan politik dan
gentjetan ekonomi. Djika kita tak berusaha menghindarkan diri
dari tindasan ketiga hal jang berbahaja ini, kita tak boleh bersandar
kepada luasnja daerah Tiongkok dan djumlah penduduknja, karena
pada abad depan akan kita saksikan sendiri kemusnahan negeri
kita dan kepunahan bangsa kita. Djumlah jang 400 djuta bukan
barang kekal. Ambillah tjontoh pada kemusnahan bangsa Amerika
asli jang mula-mula bertebar diseluruh benua Amerika. Karena kita
sekarang sudah insjaf akan kerugian-kerugian jang disebabkan gentjetan dilapangan politik, dan penindasan dilapangan ekonomi jang
lebih mengerikan lagi, maka adalah barang mustahil bahwa djumlah
kita jang 400 djuta dapat dipertahankan dengan mudah buat selama-lamanja. Sebelum ini, dalam sedjarah Tiongkok jang ribuan
tahun itu, belum pernah tersua penderitaan bangsa Tionghoa jang
serupa dengan penderitaan jang disebabkan oleh tindasan ketiga
faktor dalam satu masa. Untuk menolong nasib bangsa Tionghoa
dimasa depan, wadjiblah kita berusaha sekuat tenaga menemukan
satu djalan untuk menghantjurkan kekangan-kekangan tsb.
''3 Pebruari 1923''<noinclude></noinclude>
7avndqdeo2hr5ggbhyqiiffbro9t62y
Halaman:San min chu i.pdf/56
104
111487
315703
310097
2026-08-25T02:12:33Z
Ibrohim tijani
26379
315703
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||Uraian III}}
Sudah beberapa abad Tiongkok kehilangan semangat kebangsaannja Tantangan terhadap penerangan pemerintah tentang wudjud kebangsaan dan haluan Revolusi Gerakan Revolusi dulu untuk menentang kekuasaan Manchu sudah padam - Golongan intelektuil menundjang kaum Manchu, tetapi nasionalisme terus hidup subur dalam perkumpulan-perkumpulan rahasia dikalangan rakjat. Daja upaja pemerintah Manchu untuk melenjapkan semangat kebangsaan Tionghoa - Kegagalan perkumpulan-perkumpulan rahasia dalam pemberontakan Taiping - Sebab-sebab makanja Tiongkok kehilangan semangat kebangsaannja: menggantungkan nasib kepada bangsa asing Benih kemunduran pemerintahan imperialisme kuno di Tiongkok dan teori tentang kosmopolitisme. Kemadjuan adjaran kosmopolitisme didjadikan dunia Barat alat imperialisme, merupakan satu bahaja bagi Tiongkok - Keturunan asli dari bangsa Tionghoa dilembah Sungai Kuning Riwajat seorang kuli melemparkan kekajaan jang disimpan atau disembunjikan dalam pikulan bambu sebagai perumpamaan masjarakat Tiongkok jang telah mendjauhkan diri dari semangat kebangsaannja - Sesungguhnja mempersubur arti kebangsaan itu, satu usaha untuk melandjutkan sedjarah bangsa Tionghoa.
Nasionalisme atau djiwa kebangsaan adalah satu milik jang tak ternilai harganja, satu sendjata bagi negara untuk mentjapai kemadjuan dan alat bagi satu bangsa untuk mengekalkan perdjalanan sedjarahnja. Pada masa ini Tiongkok sudah kehilangan perbendaharaan itu. Apakah sebabnja? Untuk mendjawab pertanjaan ini dan untuk mempeladjari semangat kebangsaan matjam apakah sebenarnja jang sudah tak ada lagi pada kita, memang inilah jarg mendjadi pokok pembitjaraan saja sekali ini.
Bagi saja sudah njata, bahwa kita kehilangan djiwa kebangsaan itu tidak untuk sehari, akan tetapi akan larut sampai berabad-abad. Perhatikanlah riwajat anti-Revolusi jang muntjul sebelumnja Revolusi, jang semuanja menentang nasionalisme ! Sudah beratus-ratus tahun lamanja tjita-tjita kebangsaan ini musnah di Tiongkok ; dalam semua kesusasteraan dewasa ini, andainja seseorang memperhatikan sjair-sjair atau njanjian-njanjian bangsa Tionghoa, tentulah hanja akan berdjumpa dengan pudjian-pudjian terhadap ,,Bangsa Manchu jang budiman " ,,sifat kebesaran dan kemurahan hati jang tak ada taranja " ; „kami hidup berkat kekajaanmu dan berpidjak dibumimu " . Tak seorangpun jang berani mengeluarkan perkataan jang bersifat menentang terhadap bangsa Manchu. Biarpun semendjak hidupnja kembali tjita-tjita Revolusi ditahun<noinclude></noinclude>
6gtrzlrzrbjnyc577yhi0k6s4pnsvl2
Halaman:San min chu i.pdf/57
104
111488
315704
310098
2026-08-25T02:13:23Z
Ibrohim tijani
26379
315704
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||52}}</noinclude>tahun jang achir ini, orang-orang Tionghoa jang tjerdik pandai dan terpeladjar setiap hari masih sadja membitjarakan kebaikan-kebaikan bangsa Manchu, tak ubahnja seperti terompet. Pada masa kita menerbitkan Min Pao ( Harian Rakjat) di Tokio jang bermaksud mempertahankan deradjat kebangsaan kita, ada beberapa orang jang berlainan pendirian mengatakan, bahwa kita sekali-kali tak mendjadi bangsa tertindas waktu ditaklukkan bangsa Manchu. Semendjak hak memerintah Tiongkok diserahkan kepada bangsa Manchu pada peristiwa gelar Lunghu (djendral) diberikan kepada mereka oleh kaisar Ming, maka bangsa Manchu tak mendjatuhkan keradjaan Ming, tetapi mewarisi tachta keradjaan jang telah mendjadi pusaka turur-temurun. Tak dapat disangkal bahwa telah timbul suatu dinasti baru, akan tetapi rakjatnja bukan tergolong bangsa jang terdjadjah, demikianlah pendapat mereka. Umpamanja, inspektur djendral jang dahulu dari kantor Inggeris bernama Hart, jang djuga diberi mendjabat pangkat Menteri Keuangan ; seandainja ia datang kemari untuk menaklukkan Tiongkok dan berhasil mendjadi seorang kaisar, dapatkah kita katakan bahwa Tiongkok bukan sebuah negara jang ditaklukkan ? Berbagai-bagai alasan telah dikemukakan oleh golongan tadi untuk membela bangsa Manchu dan malahan mereka menjusun sebuah perkumpulan jang bersifat pro-monarchi guna kepentingan keradjaan Manchu ; perkumpulan tersebut dinamakan Pao-huang-tang ; tudjuannja terutama menghantjurkan semangat kebangsaan dikalangan masjarakat Tionghoa. Golongan monarchi ini bukan orang-orang Manchu; mereka semua terdiri dari orang-orang Tionghoa. Kalangan masjarakat Tionghoa diluar negeri menjambut berdirinja perkumpulan ini dengan penuh kehormatan dan banjak diantara mereka jang turut serta. Kemudian setelah tjita-tjita revolusi mulai berkembang, dengan berangsur-angsur orang-orang jang diluarpun bertukar pendirian dan berbalik menjokong tjita-tjita revolusi. Dengan djalan demikian timbullah dimana-mana partai-partai revolusi.
Hung-men San-ho-hui ( dinamai djuga Chih-kung-tang ) adalah salah satu diantaranja jang mendasarkan perdjuangannja menentang bangsa Manchu dan hendak mengembalikan dinasti Ming. Perkumpulan ini mentjintai dan memupuk rasa kebangsaan jang sedjati. Akan tetapi setelah golongan pro-monarchi tersebar dimana-mana merekapun bertukar bulu mendjadi golongan pro-monarchi<noinclude></noinclude>
bqg6xqlsegto2dctwow33257wcu7un7
Halaman:San min chu i.pdf/58
104
111492
315705
310113
2026-08-25T02:14:20Z
Ibrohim tijani
26379
315705
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||52}}</noinclude>dan hanja bertudjuan mempertahankan radja „Tay Tjen" ( 1 )
diatas tachta keradjaannja. Pertukaran haluan dari golongan ke-
bangsaan mendjadi golongan pro-monarchi ini menundjukkan betapa Tiongkok telah kehilangan semangat kebangsaannja sama
sekali.
Dalam memperkatakan seluk beluk perkumpulan rahasia jang bersifat revolusioner itu, pertama-tama perlu kita mengetahui asal-usulnja. Dimasa pemerintahan dibawah radja K'ang Hsi ( 2 ) kekuasaan
dan kedudukan mereka sangat kuat! Setelahnja Shun Chi menaklukkan dinasti Ming dan menguasai seluruh Tiongkok, maka dimanamana bangunlah menteri-menteri dan orang-orang terpeladjar
jang berpendirian teguh pada keradjaan Ming menentang Shun
Chi. Malahan sampai kepada tahun permulaan dari radja K'ang
Hsi, pertentangan masih berdjalan terus, dan tatkala itu Tiongkok
belum seluruhnja ditaklukkan oleh Manchu. Dalam zaman pemerintahan K'ang Hsi, setelah orang-orang berfaham kuno berangsurangsur hilang dari pertjaturan masjarakat, bangkitlah segerombolan
kaum nasionalis jang berhati teguh dan berperhitungan djauh serta
insaf bahwa zaman bagi orang-orang jang berfaham kolot sudah
lampau dan peninggalan usaha mereka tidak tjukup kuat untuk
menentang bangsa Manchu; lalu mereka bangkit serentak memperhatikan gelagat masjarakatnja dan merantjangkan satu program
untuk membangunkan masjarakat jang revollusioner setjara rahasia.
Mereka adalah orang-orang jang berpemandangan luas, berpikir
tadjam dan berpengalaman sempurna tentang soal kemasjarakatan.
Tepat pada waktu mereka sedang menggabungkan dan menjusun
perkumpulan-perkumpulan bermatjam-matjam tjoraknja itu, pada
ketika itu pula K'ang Hsi memulai udjian2 Po-Hsüeh Hung-t'su ;
sebagian besar jang turut mengambil bagian terdiri dari mereka
jang bekerdja dimasa Ming dulu ; mereka ini semua terdjerat didalam djawatan pemerintahan Manchu. Dikalangan jang berpikiran
tadjam mulai timbul keinsjafan bahwa untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaar. tak dapat diharapkan sokongan sematamata dari orang2 terpeladjar sadja, tetapi terutama harus ditudjukan kepada rakjat djelata, jang tak mempunjai rumah dan bergelan
_____________
(1) Gelar jang dipakai radja Manchu,
(2) 1661-1722<noinclude></noinclude>
1rfs9x3humvsfcqdbnbewqj68cuggg5
315707
315705
2026-08-25T02:15:48Z
Ibrohim tijani
26379
315707
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||52}}</noinclude>dan hanja bertudjuan mempertahankan radja „Tay Tjen" ( 1 )
diatas tachta keradjaannja. Pertukaran haluan dari golongan ke-
bangsaan mendjadi golongan pro-monarchi ini menundjukkan betapa Tiongkok telah kehilangan semangat kebangsaannja sama
sekali.
Dalam memperkatakan seluk beluk perkumpulan rahasia jang bersifat revolusioner itu, pertama-tama perlu kita mengetahui asal-usulnja. Dimasa pemerintahan dibawah radja K'ang Hsi ( 2 ) kekuasaan
dan kedudukan mereka sangat kuat! Setelahnja Shun Chi menaklukkan dinasti Ming dan menguasai seluruh Tiongkok, maka dimanamana bangunlah menteri-menteri dan orang-orang terpeladjar
jang berpendirian teguh pada keradjaan Ming menentang Shun
Chi. Malahan sampai kepada tahun permulaan dari radja K'ang
Hsi, pertentangan masih berdjalan terus, dan tatkala itu Tiongkok
belum seluruhnja ditaklukkan oleh Manchu. Dalam zaman pemerintahan K'ang Hsi, setelah orang-orang berfaham kuno berangsurangsur hilang dari pertjaturan masjarakat, bangkitlah segerombolan
kaum nasionalis jang berhati teguh dan berperhitungan djauh serta
insaf bahwa zaman bagi orang-orang jang berfaham kolot sudah
lampau dan peninggalan usaha mereka tidak tjukup kuat untuk
menentang bangsa Manchu; lalu mereka bangkit serentak memperhatikan gelagat masjarakatnja dan merantjangkan satu program
untuk membangunkan masjarakat jang revollusioner setjara rahasia.
Mereka adalah orang-orang jang berpemandangan luas, berpikir
tadjam dan berpengalaman sempurna tentang soal kemasjarakatan.
Tepat pada waktu mereka sedang menggabungkan dan menjusun
perkumpulan-perkumpulan bermatjam-matjam tjoraknja itu, pada
ketika itu pula K'ang Hsi memulai udjian2 Po-Hsüeh Hung-t'su ;
sebagian besar jang turut mengambil bagian terdiri dari mereka
jang bekerdja dimasa Ming dulu ; mereka ini semua terdjerat didalam djawatan pemerintahan Manchu. Dikalangan jang berpikiran
tadjam mulai timbul keinsjafan bahwa untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaar. tak dapat diharapkan sokongan sematamata dari orang2 terpeladjar sadja, tetapi terutama harus ditudjukan kepada rakjat djelata, jang tak mempunjai rumah dan {{hws|bergelan|bergelandangan}}
_____________
(1) Gelar jang dipakai radja Manchu,
(2) 1661-1722<noinclude></noinclude>
7wm2if2vm521cju8dnuga6zh6vbgkwx
Halaman:San min chu i.pdf/59
104
111497
315706
310121
2026-08-25T02:15:14Z
Ibrohim tijani
26379
315706
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||54}}</noinclude>dangan kian kemari. Kaum marhaen inilah jang mereka gabungkan
sehingga merupakan satu golongan baru dan mereka suntik dengan
semangat kebangsaan, dengan tudjuar agar semangat kebangsaan
itu djangan lenjap begitu sadja. Karena mereka berasal dari tingkatan masjarakat jang serendah-rendahnja, karena adat-istiadat
sederhana itu tak menimbulkan ketjurigaan terhadap mereka dan
karena bahasa jang mereka pakai tidak terpakai oleh orang jang
terpeladjar guna mengembangkan ilmunja, maka terhadap gerakgerik mereka (dalam gerakan antidinasti) tidak sedikitpun menarik
perhatian. Orang-orang jang pintar dan berpengalaman serta setia
terhadap tjita-tjita Ming itu, menundjukkan ilmu dan kepintaran
tjukup untuk bertindak dengan tepat dalam rentjana menjimpan
tjita-tjita kebangsaan. Tak ubahnja seperti orang-orang kaja, jang
diwaktu aman menjimpan harta kekajaannja dalam peti besi jang
kuat, dan apabila mereka ketahui ada maling jang hendak memasuki rumahnja, mereka ketakutan kalau-kalau diantara barang-barang
jang ada dirumahnja terdapat peti besi itulah jang pertama-tama
akan ditjuri; oleh karena itu peti itu mereka kuburkan disuatu
tempat jang tersembunji dan tempat jang tak akan disangka orang ;
dan sedapat mungkin selama keadaan bahaja itu masih mengantjam,
akan mereka kuburkan peti itu ditengah-tengah kotoran jang paling
kotor; pun demikian pendapat orang-orang jang berpengalaman
dimasa Ming dalam mentjari akal menjelamatkan perbendaharaan
Tiongkok jang berharga itu dengan mengikuti djedjak tempat persembunjian peti itu jaitu ditengah-tengah masjarakat jang sekasarkasar dan sehina-hinanja. Djadi, taklah diatjuhkan betul bagaimana
bengisnja pemerintahan Manchu dalam 200 tahun belakang ini,
tetapi mereka tetap memupuk semangat kebangsaan turun-temurun
dengan perantaraan keaktipan perkumpulan-perkumpulan rahasia
tadi. Apakah sebabnja, tatkala perkumpulan Hung-men hendak meruntuhkan dinasti Manchu dan berniat mengembalikan
Ming ditachta keradjaan, mereka itu sekalian tidak menanamkan
tjita-tjita kebangsaan dikalangan golongan terpeladjar dan tidak
pula mereka bukukan tjita-tjita kebangsaan itu agar dapat turun-
temurun dituruti keturunan sebagaimana kata seorang ahli sedjarah
termasjhur, Ssû- Ma-Chien untuk disimpan ditengah-tengah
gunung sakti dan diserahkan kepada orang-orang jang termasjhur ? " Sebabnja ialah, tatkala orang-orang berpengalaman jang<noinclude></noinclude>
trnv13h0ej4o4d1tzedfcocd7ehojvr
315708
315706
2026-08-25T02:16:15Z
Ibrohim tijani
26379
315708
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||54}}</noinclude>{{hwe|dangan|bergelandangan}} kian kemari. Kaum marhaen inilah jang mereka gabungkan
sehingga merupakan satu golongan baru dan mereka suntik dengan
semangat kebangsaan, dengan tudjuar agar semangat kebangsaan
itu djangan lenjap begitu sadja. Karena mereka berasal dari tingkatan masjarakat jang serendah-rendahnja, karena adat-istiadat
sederhana itu tak menimbulkan ketjurigaan terhadap mereka dan
karena bahasa jang mereka pakai tidak terpakai oleh orang jang
terpeladjar guna mengembangkan ilmunja, maka terhadap gerakgerik mereka (dalam gerakan antidinasti) tidak sedikitpun menarik
perhatian. Orang-orang jang pintar dan berpengalaman serta setia
terhadap tjita-tjita Ming itu, menundjukkan ilmu dan kepintaran
tjukup untuk bertindak dengan tepat dalam rentjana menjimpan
tjita-tjita kebangsaan. Tak ubahnja seperti orang-orang kaja, jang
diwaktu aman menjimpan harta kekajaannja dalam peti besi jang
kuat, dan apabila mereka ketahui ada maling jang hendak memasuki rumahnja, mereka ketakutan kalau-kalau diantara barang-barang
jang ada dirumahnja terdapat peti besi itulah jang pertama-tama
akan ditjuri; oleh karena itu peti itu mereka kuburkan disuatu
tempat jang tersembunji dan tempat jang tak akan disangka orang ;
dan sedapat mungkin selama keadaan bahaja itu masih mengantjam,
akan mereka kuburkan peti itu ditengah-tengah kotoran jang paling
kotor; pun demikian pendapat orang-orang jang berpengalaman
dimasa Ming dalam mentjari akal menjelamatkan perbendaharaan
Tiongkok jang berharga itu dengan mengikuti djedjak tempat persembunjian peti itu jaitu ditengah-tengah masjarakat jang sekasarkasar dan sehina-hinanja. Djadi, taklah diatjuhkan betul bagaimana
bengisnja pemerintahan Manchu dalam 200 tahun belakang ini,
tetapi mereka tetap memupuk semangat kebangsaan turun-temurun
dengan perantaraan keaktipan perkumpulan-perkumpulan rahasia
tadi. Apakah sebabnja, tatkala perkumpulan Hung-men hendak meruntuhkan dinasti Manchu dan berniat mengembalikan
Ming ditachta keradjaan, mereka itu sekalian tidak menanamkan
tjita-tjita kebangsaan dikalangan golongan terpeladjar dan tidak
pula mereka bukukan tjita-tjita kebangsaan itu agar dapat turun-
temurun dituruti keturunan sebagaimana kata seorang ahli sedjarah
termasjhur, Ssû- Ma-Chien untuk disimpan ditengah-tengah
gunung sakti dan diserahkan kepada orang-orang jang termasjhur ? " Sebabnja ialah, tatkala orang-orang berpengalaman jang<noinclude></noinclude>
sirmn8xq4w49pl6173f8iei1cuc3bif
Halaman:San min chu i.pdf/60
104
111500
315709
310124
2026-08-25T02:17:03Z
Ibrohim tijani
26379
315709
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||55}}</noinclude>menundjang Ming melihat bahwa pada waktu diadakan udjian oleh
bangsa Manchu, hampir semua orang2 pandai serta terpeladjarterpeladjar dapat tertipu dan tertarik kena perangkap; njatalah
keadaan-keadaan tersebut bagi mereka, sebagai bukti, bahwa golongan terpeladjar itu tak dapat dipertjajai, bahwa „harta benda
tak ada djaminan akan selamat, biarpun ditengah-tengah gunung
sakti dan diserahkan kepada orang-orang ternama " , dan karena
itulah harus disimpan ditengah-tengah masjarakat jang terdiri
dari rakjat murba. Itulah sebabnja mereka mendirikan dan meng-
gabungkan perkumpulan-perkumpulan rahasia dikalangan rakjat
murba dalam satu organisasi sederhana dan lagi efektif sekali;
organisasi sematjam ini memberi harapan besar serta dapat diharapkan berkobarnja dengan tetap perasaan kebangsaan dikalangan
rakjat murba. Itulah sebabnja mereka mengembangkan perasaan
kebangsaan bukan dengan djalan buku-buku, tetapi dengan tutur
kata dari mulut kemulut dikalangan rakjat murba. Karena itulah
bagi kita sekarang sangat sulit untuk membuka tambo-asli tentang
timbulnja perkumpulan-perkumpulan rahasia itu, sebab sedjarah
jang dipusakai dengan djalan tjeritera-tjeritera dan dongengan
dari mulut-kemulut itu hanja sedikit sekali. Andaikan orang-orang
dulu itu membentangkan kedjadian-kedjadian itu dalam buku-buku,
tentulah buku-buku ini akan dihantjurkan dimasa pemerintahan
Ch'ien Lung.
Selama pemerintahan K'ang Hsi dan Yung Cheng, aksi anti dinasti
masih kuat sekali, dan pemerintah banjak sekali mengeluarkan
buku-buku seperti Ta-i-chio-mi-lu. Buku-buku ini membentangkan
alasan-alasan dan keterangan, apa sebabnja orang Tionghoa tak
boleh menentang pemerintahan Manchu dengan alasan bahwa
Shun (1) itu adalah orang biadab" disebelah Timur, dan Wen
Wang ,orang biadab" disebelah Barat; dan karena bangsa Manchu
itu djuga ,,bangsa biadab" tentu tak ada alangan baginja memerintah di Tiongkok. Keterangan ini menundjukkan sekadarnja ketulusan K'ang Hsi dan Yung Cheng dengan berterus terang mengakui
bahwa mereka itu adalah orang-orang Manchu. Akan tetapi dimasa
Ch'ien Lung, perkataan-perkataan Man dan Han ( Manchu dan
Tionghoa) dibuang, buku-buku sedjarah diselidiki dengan teliti,
----------
( 1) Kaisar-kaisar dizaman purbakala di Tiongkok.<noinclude></noinclude>
c401h9q1afgb11rnxevtzfyqpviqn8s
Halaman:San min chu i.pdf/61
104
111539
315710
310184
2026-08-25T02:17:59Z
Ibrohim tijani
26379
315710
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||56}}</noinclude>tiap2 sesuatu jang ada hubungannja dengan pertalian antara Sung dengan Mongol atau antara dinasti Ming dengan Manchu semuanja dihapuskan; semua buku jang berkenaan dengar sedjarah Manchu, Hun dan Tartar disampingkan, malahan dihartjurkan dan dilarang mengumpulkan atau membatjanja. Sesudah ber-matjam² kedjadian jang banjak memakan korban djiwa manusia karena menulis dan membatja buku-buku jang terlarang itu, maka semangat kebangsaan Tionghoa jang digambarkan oleh buku-buku dan kesusasteraan-kesusasteraan itu dengan berangsur-angsur tak dapat tidak akan lenjap. Sampai kepada pertengahan zaman dinasti Manchu, ternjata satu-satunja golongan jang masih tinggal dan masih mempunjai tjita-tjita kebangsaan, ialah golongan rahasia Hung-mên.
Dimasa Hung Hsiu-ch'uan (pemimpin kaum Taiping) mengerahkan barisan pemberontaknja, golongan Hung-mên semuanja turut serta, menjebabkan menjala-njalanja kembali semangat kebangsaan. Akan timbullah dalam pikiran, bahwa nama Hung-mên ini bukan berasal dari nama Hung-Hsiu-ch'uan akan tetapi mungkin dari nama Hung-wu atau dari nama Chu Hung-chu ( pemimpin-pemimpin pemberontakan dimasa pemerintahan K'ang Hsi) . Sesudah keruntuhan Hung-ch'uan, semangat kebangsaan dapat mendjalar dikalangan tentera dan gerombolan-gerombolan pengembara. Tentera dimasa itu, seperti divisi Hunan dan divisi Sungai Huai, semuanja mendjadi anggota perkumpulan² itu, dan golongan Ching-pang dan Hung-pang jang sekarang ini adalah landjutan perkumpulan-perkumpulan rahasia tersebut tadi. Seperti telah dikatakan, orang-orang jang menundjang Ming menjiarkan tjita-tjita kebangsaan dikalangan rakjat murba; akan tetapi, karena rendahnja pengertian rakjat djelata itu mereka sedikitpun tidak tahu apa jang akan dapat diperbuatnja dengan tjita-tjita itu, malahan sebaliknja - mereka didjadikan perkakas oleh fihak lain. Didalam zaman Hung Hsi-ch'uan, waktu berkembang tjita-tjita untuk mendirikan keradjaan Ming kembali dengan mendapat sokongan keras dari kalangan tentera, anggota-anggota Hung-men gagal dalam mempergunakan kesempatan jang baik itu, sebab kebanjakan dari tentera tetap tinggal setia pada bangsa Manchu. Insiden-insiden jang terdjadi sesudahnja, boleh didjadikan bukti keterangan saja ini.<noinclude></noinclude>
3vs8ys2ceo9t13j55l2mpmerlr5b3q0
Halaman:San min chu i.pdf/62
104
111546
315711
310193
2026-08-25T02:18:39Z
Ibrohim tijani
26379
315711
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||57}}</noinclude>Diwaktu Tso Tsung-tang memimpin pasukan untuk menjerang
Sinkiang, ia berangkat dari Hankow menjeberang Sungai Yangtze
kedjurusan kota Sian, dengan tentera terdiri dari pasukan-pasukan
Hunan dan Lembah Sungai Huai jang besar sekali djumlahnja.
Golongan-golongan revolusioner dilembah sungai Tsekiang dinamai San-ho-hui, dan jang dilembah sungai Yangtze dinamai Kolao-hui. Pemimpin golongan terachir digelari „Pemimpin Naga Besar " ( Great Dragon Head). Pemimpin perkumpulan jang bergelar
Naga Besar pernah melanggar undang-undang dihilir Sungai Yangtze dan lalu melarikan diri ke Hankow. Pesuruh-pesuruh bangsa
Manchu sangat kentjang membawa berita-berita, akan tetapi pe-
nunggang-penunggang kuda Ko-lao-hui lebih kentjang lagi. Waktu Djendral Tso Tsung-t'ang sedang dalam perdjalanan, pada
suatu hari dia melihat bahwa tenteranja berbaris merupakan garis
jang pandjangnja berapa mil dengan kemauar sendiri. Melihat keadaan itu, ia sedikitpun tak mengerti. Tak lama antaranja diterimanja surat dari seorang radja muda dari Kiongsu dan Kiangsi, bahwa seorang kepala bandit jang masjhur melarikan diri dari Hankow
ke Sian, dan meminta kepadanja supaja pelarian tersebut ditangkap.
Untuk mendjalankan perintah itu dengan segera, bagi Djendral
Tso tak mungkin dikerdjakan dan ia berpikir supaja perintah itu
buat sementara dibiarkan sadja dahulu. Dalam pada itu tiba-tiba ia
mendengar huru-hara disepandjang barisan tentera tadi; dari mereka itu didengarnja berita, bahwa mereka hendak pergi mengutjap-
kan selamat dan terima kasih kepada „Pemimpin Naga Besar" ;
Djendral itu makin lama makin tak mengerti akan hal-hal tersebut.
Tetapi setelah ia mengetahui bahwa Pemimpin Naga Besar jang
hendak didjumpai oleh serdadu-serdadunja itu tidak lain dari pada
Kepala bandit jang hendak ditangkap oleh radja muda tadi; maka
timbullah panas hatinja, dan achirnja ia bertanja kepada sekretarisnja: „Bagaimana hal desas-desus jang saja dengar tentang Ko-laohui? Bagaimanakah hubungannja antara Pemimpin Naga Besar
dengan kepala bandit itu ? " Sekretarisnja mendjawab : „Orang2
tentera kita, mulai dari serdadu biasa sampai kepada opsir jang
setinggi-tingginja, semuanja anggauta perkumpulan Ko-lao-hui.
Dan Pemimpin Naga Besar jang ditjari-tjari itu, ialah pemimpin
Ko-lao-hui kita " . ,, Djadi, apakah jang akan saja usahakan supaja
mereka djangan berontak?", tanja Djendral Tso lagi. Lalu {{hws|sekreta|sekretaris}}<noinclude></noinclude>
qtr6q56cpqq2ju0xbi1ly80k4uu81xn
Halaman:San min chu i.pdf/63
104
111552
315712
310199
2026-08-25T02:20:00Z
Ibrohim tijani
26379
315712
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||58}}</noinclude>{{hwe|risnja|sekretarisnja}} mendjawab: „ Mendjadi Pemimpin Naga Besar itulah satusatunja djalan bagi Tuan untuk mendjaga supaja tentera tuan djangan berontak. Apabila tuan elakkan djalan itu, putuslah harapan kita untuk sampai di Sinkiang". Daja jang lebih baik dari daja inipun memang tak terbajang oleh Djendral Tso; apalagi ia perlu sekali akan tenaga tentera untuk mentjapai maksudnja , sebab itu diadakannja suatu permusjawaratan dengan orang-orang bawahannja; maka disitu ia diangkat mendjadi Pemimpin Naga Besar dan perkumpulan rahasia itu seluruhnja berada dibawah perintahnja.
Dari sini djelaslah, bahwa jang diinginkan Djendral Tso, semata-mata kesentausaan Sinkiang; hal ini ditjapainja dengan mempergunakan semangat kebangsaan Tionghoa jang berdjangkit dikalangan tenteranja, djadi tudjuannja bukan ditjapainja dengan kekerasan sebagai dikehendaki oleh bangsa Manchu. Semendjak permulaan keradjaan Manchu, semangat nasionalisme sudah terpelihara baik djuga; akan tetapi setelah Tso Tsung-t'ang mendjadi Pemimpin Naga Besar, ia mempeladjari dan menjelidiki djalannja gerak- gerik perkumpulan-perkumpulan revolusioner itu, dan kemudian dengan djalan litjin diubrak-abrikkannja organisasi revolusioner serta pemimpin-pemimpinnja dihukum mati, sehingga pada waktu terbitnja Revolusi baru ini tak terdapat suatu perkumpulan rahasiapun lagi jang dapat dipakai sebagai alat bantuan, HungMin-Hui sudah dipakai sebagai sendjata didalam genggaman tangan fihak lain dan semangat kebangsaan Tiongkok sebenarnja sudah lama padam .
Sekarang hendak saja kemukakan , sebab-sebab makanja kita kehilangan semangat kebangsaan atau nasionalisme itu. Diantara sebab-sebab jang terpenting sekali ialah karena kita ditaklukkan oleh bangsa asing. Bilamana suatu bangsa menundjukkan bangsa jang lain, pastilah bangsa jang menundukkan itu tidak akan memperkenankan kemerdekaan berpikir kepada bangsa jang ditaklukkan itu. Ambillah misalnja Djepang, jang berusaha memutar haluan pandangan hidup bangsa Korea, sesudahnja bangsa itu ditundukkannja. Semua tjita-tjita jang berbau kebangsaan dihapuskan dari rentjana peladjaran sekolah-sekolah Korea, sehingga tiga puluh tahun lagi nanti , anak-anak Korea tidak akan mengetahui akan adanja Korea atau pernahnja terdiri bangsa Korea sendiri. Bangsa Manchupun mengandung tjita-tjita seperti itu terhadap kita. Bangsa jang {{hws|ber|bersaksi}}<noinclude></noinclude>
bcmqfw3ys95okwm4j00p47greg50d85
315714
315712
2026-08-25T02:21:13Z
Ibrohim tijani
26379
315714
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||58}}</noinclude>{{hwe|risnja|sekretarisnja}} mendjawab: „ Mendjadi Pemimpin Naga Besar itulah satusatunja djalan bagi Tuan untuk mendjaga supaja tentera tuan djangan berontak. Apabila tuan elakkan djalan itu, putuslah harapan kita untuk sampai di Sinkiang". Daja jang lebih baik dari daja inipun memang tak terbajang oleh Djendral Tso; apalagi ia perlu sekali akan tenaga tentera untuk mentjapai maksudnja , sebab itu diadakannja suatu permusjawaratan dengan orang-orang bawahannja; maka disitu ia diangkat mendjadi Pemimpin Naga Besar dan perkumpulan rahasia itu seluruhnja berada dibawah perintahnja.
Dari sini djelaslah, bahwa jang diinginkan Djendral Tso, semata-mata kesentausaan Sinkiang; hal ini ditjapainja dengan mempergunakan semangat kebangsaan Tionghoa jang berdjangkit dikalangan tenteranja, djadi tudjuannja bukan ditjapainja dengan kekerasan sebagai dikehendaki oleh bangsa Manchu. Semendjak permulaan keradjaan Manchu, semangat nasionalisme sudah terpelihara baik djuga; akan tetapi setelah Tso Tsung-t'ang mendjadi Pemimpin Naga Besar, ia mempeladjari dan menjelidiki djalannja gerak- gerik perkumpulan-perkumpulan revolusioner itu, dan kemudian dengan djalan litjin diubrak-abrikkannja organisasi revolusioner serta pemimpin-pemimpinnja dihukum mati, sehingga pada waktu terbitnja Revolusi baru ini tak terdapat suatu perkumpulan rahasiapun lagi jang dapat dipakai sebagai alat bantuan, HungMin-Hui sudah dipakai sebagai sendjata didalam genggaman tangan fihak lain dan semangat kebangsaan Tiongkok sebenarnja sudah lama padam .
Sekarang hendak saja kemukakan , sebab-sebab makanja kita kehilangan semangat kebangsaan atau nasionalisme itu. Diantara sebab-sebab jang terpenting sekali ialah karena kita ditaklukkan oleh bangsa asing. Bilamana suatu bangsa menundjukkan bangsa jang lain, pastilah bangsa jang menundukkan itu tidak akan memperkenankan kemerdekaan berpikir kepada bangsa jang ditaklukkan itu. Ambillah misalnja Djepang, jang berusaha memutar haluan pandangan hidup bangsa Korea, sesudahnja bangsa itu ditundukkannja. Semua tjita-tjita jang berbau kebangsaan dihapuskan dari rentjana peladjaran sekolah-sekolah Korea, sehingga tiga puluh tahun lagi nanti , anak-anak Korea tidak akan mengetahui akan adanja Korea atau pernahnja terdiri bangsa Korea sendiri. Bangsa Manchupun mengandung tjita-tjita seperti itu terhadap kita. Bangsa jang {{hws|ber|berkuasa}}<noinclude></noinclude>
exnqqri9l310ehx3kvyd87a1qv1xg4z
Halaman:San min chu i.pdf/64
104
111554
315713
310201
2026-08-25T02:20:55Z
Ibrohim tijani
26379
315713
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||59}}</noinclude>{{hwe|kuasa|berkuasa}} mentjoba menghantjurkan bahan2 jang dapat memelihara tumbuhnja semangat kebangsaan dari bangsa jang ditaklukkan. Sikap ini berguna bagi kemadjuan djalannja pemerintahan si penakluk. Dengan maksud seperti demikian pulalah bangsa Manchu mendjalankan segala tipu muslihat dan daja upaja jang sangat litjin terhadap Tiongkok. Dengan terang-terangan K'ang Hsi menjatakan larangan terhadap beberapa buku, akan tetapi Ch'ien Lung lebih litjin lagi dalam usahanja memusnahkan semangat kebangsaan kita. K'ang Hsi mengatakan bahwa ia diturunkan dari kajangan untuk menguasai Tiongkok, dan memaksa supaja semua orang djangan menentang kemauan Tuhan ; akan tetapi Ch'ien Lung menghapuskan semua perbedaan antara bangsa Manchu dan Tionghoa, sehingga sebahagian besar dari golongan terpeladjar tidak mempunjai keinsjafan kebangsaan lagi sesudahnja tindakan itu. Keinsjafan kebangsaan itu hanja terdapat pada golongan rendah, akan tetapi sungguhpun mereka mengetahui bahwa mereka harus membunuh bangsa Tartar, tetap gelap bagi mereka apa jang mendjadi sebab-sebabnja itu. Djadi teranglah bagi kita, bahwa dalam beratus-ratus tahun lamanja ini, tjita-tjita kebangsaan Tionghoa itu hilang lenjap disebabkan karena kelitjikan bangsa Manchu semata-mata.
Semangat kebangsaan Tiongkok terutama dimusnahkan oleh penindasan pemerintahan asing ; didunia ini masih terdapat lagi bangsa-bangsa lain jang ditindas, selain dari bangsa Tionghoa. Bangsa Jahudi, adalah satu bangsa jang telah kehilangan tanah air, sedjak sebelum Nabi Isa dilahirkan. Mereka djuga telah merupakan suatu bangsa jang ditaklukkan. Ketika Nabi Isa diutus kedunia, beliau dipandang oleh pengikut-pengikutnja sebagai seorang revolusioner dan mereka ingin supaja beliau mendjadi seorang pemimpin revolusi, beliau pernah digelari „Radja bangsa Jahudi" . Pada suatu ketika, ibu-bapak dua orang pengikutnja berkata kepada beliau : ,,Tuan, kalau tuan telah menepati atau memenuhi apa jang Tuan tjita-tjitakan, dudukkanlah anak kami jang tua ditargan kiri Tuan dan anak kami jang muda ditangan kanan Tuan" , bertepatan sesuai dengan kedudukan Tso Yu Tsai Siang perdana menteri di Tiongkok. Utjapan itu menundjukkan bahwa pengikut-pengikutnja menganggap Nabi mereka sebagai seorang revolusioner. Boleh djadi adjaran jang disiarkan Nabi Isa berisi pula pikiran-pikiran tentang suatu revolusi politik, tetapi salah satu pengikutnja berkejakinan bahwa<noinclude></noinclude>
oywsd1o04j1onep5i0xcmprn36gm0i5
Halaman:San min chu i.pdf/65
104
111556
315715
310203
2026-08-25T02:22:08Z
Ibrohim tijani
26379
315715
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>revolusi politik telah gagal hingga kemudian ia berchianat kepada Nabinja. Ia tak dapat mengerti bahwa Nabi Isa adalah seorang pemimpin agama jang revolusioner jang menganggap Keradjaan Kajangan sebagai tanah airnja. Karena itu, meskipun negara mereka telah lama musnah, bangsa Jahudi tetap berdiri terus sedjak zaman Nabi Isa sampai sekarang. Perhatikan pulalah Ir.dia jang djuga tergolong bangsa jang ditaklukkan ; meskipun demikian, semangat kebangsaannja tak dapat diubrak-abrikkan begitu sadja oleh bangsa jang berhasil menaklukkannja itu, sebagaimana kita lihat pada Tiongkok. Atau marilah kita melihat ke Polan ; sungguhpun sudah beratus-ratus tahun menderita sebagai bangsa jang terdjadjah, tetapi kesadaran kebangsaan tak kundjung dapat dipadamkan: demikianlah sesudah Peperangan Eropah selesai, bangsa Pelan dapat kembali menjusun pemerintahannja jang lama, sehingga sekarang ia terhitung salah satu dari negara-negara tingkat dua atau tingkat tiga di Eropah.
Djadi djika kita bandingkan, djelas bahwa bangsa Tionghoa sekarang, tergolong satu bangsa jang ditaklukkan laksana bangsa Jahudi, India dan Polan ; tetapi, apakah sebabnja maka mereka tidak kehilangan djiwa kebangsaannja, sedangkan Tiongkok, sesudah melalui dua zaman penindasan sadja, semangat kebangsaannja musnah sama sekali ? Keadaan ini adalah suatu kenjataan jang sangat adjaib, dan menjelidiki sebab-sebabnja adalah suatu pekerdjaan jang sangat menarik hati. Sebelumnja ditindas atau ditaklukkan, bangsa Tionghoa adalah suatu bangsa jang berkebudajaan tjukup dan berpemerintah kuat. Mereka menjebut negeri mereka sebagai „Negeri Terbesar" atau „Negeri jang berperadaban tinggi ", sedangkan negeri lainnja mereka pandang sebagai negeri-negeri biadab ; karena mereka menganggap negeri mereka itu terletak dipusat dunia, mereka namai pula negerinja „Tiongkok" atau „Keradjaan Pusat" . Sebutan-sebutan jang lain seperti Pemadu Besar" ,,, Langit hanja mempunjai satu matahari, machluk hanja mempunjai satu radja " . ,,Orang-orang bangsawan dari semua bangsa bersudjud dihadapan satu mahkota dan mutu " , lazim dipakai dimasa sebelumnja penindasan atas Tiongkok dilakukan, dimasa nasionalisme-nja berangsur-angsur berkembang mendjadi internasionalisme dan kemudian angkatan baru mulai mempergunakan haluan imperialisme untuk menghantjurkan bangsa-bangsa lain. Chang Po-wang dan Pan<noinclude></noinclude>
rbvbm1l2w3vdg2d0l5rsd9gmvlniicu
Halaman:San min chu i.pdf/66
104
111559
315716
310206
2026-08-25T02:22:49Z
Ibrohim tijani
26379
315716
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||61}}</noinclude>Tingyuan dari keradjaan Han telah menghantjurkan tiga puluh buah negara, sebagaimana djuga Clive, jaitu pemimpin dari Maskapai India Timur (East India Company) , menggabungkan negara-negara ketjil di Hindustan dalam satu pemerintahan, tatkala India dikendalikannja. Beribu-ribu tahun sudah, Tiongkok mentjoba menaklukkan seluruh dunia dan telah beruntung pula menundukkan semua negara-negara ketjil di Asia, akan tetapi tjara penaklukan jang dipakai oleh bangsa Tionghoa tidaklah seganas tjaranja bangsa Eropah. Jang ditempuh oleh Tiongkok ialah djalan damai, dengan maksud memberi teladan atau mempengaruhi bangsa-bangsa lain ; jang dinamakan djalan luhur ( royal way) " , untuk membawa negara-negara ketjil dan lemah dibawah pengaruhnja. Kalau kita fahamkan betul-betul tjara atau aliran pikiran ini, akan mulai tampak bagi kita sebab-sebabnja Tiongkok kehilangan semangat kebangsaannja, sedangkan bangsa-bangsa lain, seperti Jahudi dapat mempertahankannja selama dua ribu tahun dan apakah sebabnja biarpun Tiongkok dikuasai hanja tiga ratus tahun, semangat kebangsaannja terkikis sama sekali.
Mempeladjari sebab-sebabnja, tak ubahnja seperti kita menjelidiki penjakit seseorang. Bagaimanapun djuga penjakit seseorang, dapat djuga ditemukan faktor-faktor jang menjebabkan timbulnja penjakit itu pada badan jang lemah atau suatu kelemahan, sebelumnja orang itu djatuh sakit. Sebelum Tiongkok kehilangan kedaulatannja jang dipertuan, didalam bentuk dan susunan negerinja sudah terdapat djuga urat2 busuk ; baru sadja ditaklukkan, dengan segera dan mudah semangat kebangsaannja dapat dimusnahkan. Sebab-sebabnja jang tersembunji ialah karena selama beribu-ribu tahun itu Tiongkok berpemerintahan imperialistis, seperti djuga Inggeris Raya dan Rusia sebelumnja revolusi, jang merupakan negeri-negeri terkuat diantara negeri-negeri sedunia. Imperialisme Tiongkok kuno rupa-ruparja lebih hebat dari pada imperialisme modern Inggeris, jang sekarang sedang mengalami kemadjuan.
Di Inggeris dan Rusia muntjul satu teori baru, dikemukakan oleh orang-orang pandai, jang maksudnja menentang nasionalisme, dengan alasan bahwa nasionalisme itu berfaham sempit dan beraliran paksaan ; karena itu mereka adjukan teori kosmopolitisme (kewargaan-dunia) , Inggeris jang sekarang, serta Rusia jang dahulu dan Djerman, bersama-sama dengan angkatan muda modern jang<noinclude></noinclude>
mp4c5nnc5f3jdwkis3mgltmoeleq7pf
Halaman:San min chu i.pdf/67
104
111561
315717
310208
2026-08-25T02:23:52Z
Ibrohim tijani
26379
315717
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||62}}</noinclude>mempertahankan kebudajaan baru di Tiongkok, semuanja menjokong aliran dan adjaran baru itu dan menentang nasionalisme. Dengan tegas saja mendengar pemuda-pemuda mengatakan : „Asas-asas San Min tidak sesuai lagi dengan kemauan zaman modern ; adjaran jang paling baik dan jang tak akan ada tandingannja lagi, ialah aliran kosmopolitisme. Apakah ini sesungguhnja betul ? Aliran kosmolitisme itu tak ada bedanja dengan tjara pemerintahan dunia dari Tiongkok pada waktu dua ribu tahun jang lalu. Kalau kita selidiki teori ini, bagaimanakah pendapat kita, baik atau tidak ? Setjara teori dapat kita anggap adjaran jang baik, akan tetapi karena orang-orang tjerdik pandai di Tiongkok memegang teguh akar. tjara inilah, makanja bangsa Manchu dapat menerobos perbatasan Tiongkok, sehingga seluruh bangsa Tiongkok takluk kepadanja. K'ang Hsi sibuk dengan aliran kosmopolitisme, sambil mengatakan bahwa Shun itu ialah seorang biadab (barbar ) disebelah Timur, Wen Wang seorang biadab disebelah Barat, dan kalau seorang biadab disebelah Barat dan seorang biadab disebelah Timur dapat djadi radja di Tiongkok, pendek kata tak ada lagi perbedaan terdapat antara bangsa biadab dengan Hua-hsia (sebutan bagi bangsa Tionghoa waktu dulu) aliran sematjam inilah jang disebut aliran kosmopolitisme. Dengan tidak melihat hasilnja dalam praktek lebih dahulu tak dapat kita memastikan atau menentukan, mana tjita-tjita jang baik dan mana jang tidak baik. Kalau dalam prakteknja, satu tjita-tjita bermanfaat bagi kita dan bagi dunia, maka baiklah tjita-tjita itu ; akan tetapi apabila tjita-tjita itu tak praktis, tentu tak akan membawa manfaat bagi kita.
Bangsa-bangsa jang mempergunakan imperialisme sebagai sendjata untuk menaklukkan bangsa-bangsa lain, dan jang mentjoba mentjapai dan mempertahankan kedudukan jang melangit, laksana radja jang menguasai seluruh pemerintahan didunia, maka mereka itu bertindak seolah-olah mereka pelopor dan penundjang teori kewargaan dunia, dan berharap supaja negeri lain menuruti paham-paham mereka. Tiongkok pada ketika itu ingin mendjadi penguasa seluruh pemerintahan didunia dan berkedudukan tinggi dari pada bangsa-bangsa lain, karena itulah sistim kewargaan dunia dipegang teguh. Karena masjarakat Tiongkok umumnja pada ketika ini dapat dipengaruhi oleh pengertian atau angan-angan inilah, maka tak terdapat perlawanan tatkala bangsa Manchu menerobos Dinding<noinclude></noinclude>
gsrw6rdsrqulc38tothjspvz4vfxo5d
Halaman:San min chu i.pdf/68
104
111562
315718
310209
2026-08-25T02:24:58Z
Ibrohim tijani
26379
315718
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||63}}</noinclude>Besar, sampai Tiongkok djatuh. Bangsa Manchu masuk, hanja dengan pasukan jang amat ketjil, tidak lebih dari seratus ribu orang. Entah bagaimana djalannja, maka pasukan jang seketjil ini dapat menaklukkan beratus-ratus djuta rakjat Tiongkok ! Sebab-sebabnja, ialah karena sebahagian besar dari bangsa Tionghoa pada masa itu lebih mempertjajai teori internasionalisme kewargaan dunia dari pada nasionalisme, dan menjambut kedatangan siapa sadja jang hendak berkuasa di Tiongkok sebagai radja jang berhak. Demikianlah, sungguhpun Shih K'o-fah menentang Manchu, pengikutnja sedikit sekali untuk mengadakan perlawanan jang dapat memberi hasil baik ; apalagi setelah sebahagian besar bangsa Tionghoa menjambut kedatangan bangsa Manchu dengan tangan terbuka dan dengan senang hati membiarkan mereka bertachta diatas singgasara kekuasaan, tak berartilah lagi perlawanan Shih K'o-fah itu. Bukan sadja mereka tjuma mengutjapkan selamat datang kepada bangsa Manchu, malahan djuga kebanjakan dari mereka berdujun-dujun pergi bernaung dibawah pandji-pandji tentera Manchu, dan mereka jang masuk kedalam tentera itu dinamai pasukan Tionghoa dari tentera Manchu dan banjak diantara mereka itu mengaku dirinja bangsa Manchu.
Negara terkuat didunia pada waktu ini, ialah Inggeris dan Amerika. Ada lagi beberapa negeri besar, jaitu jang dinamakan „Negara-negara Besar " ( Great Powers) , jang politik dan nama baiknja belum mengalami tanda perubahan atau tjatjat. Achirnja mungkin nanti Inggeris dan Amerika dapat meruntuhkan kekuasaan Negeri-regeri Besar jang lain, sehingga tinggal lagi mereka sadja jang terkuat. Andai kata ini mungkin terdjadi, sehingga Tiongkok akan dikuasai oleh Inggeris dan bangsa kita mendjadi rakjat Inggeris , - akan baiklah hal ini bagi kita ? Kalau bangsa Tionghoa bertukar warga negara, mendjadi warga Inggeris atau warga Amerika, karena hendak mempraktekkan dasar2 kewargaan dunia, dan bersama-sama dengan orang-orang Inggeris dan Amerika menghantjurkan Tiongkok, maka saja hendak bertanja, apakah isi hati kita tak akan berontak terhadap keadaan seperti demikian ? Kalau isi hati kita berontak dan bernjala-njala (ibarat api dalam sekam) maka hal ini menjatakan, bahwa kita masih mengandung perasaan kebangsaan dan tjinta tanah air ; karena itulah saja mengatakan, bahwa nasionalisme itu satu sendjata atau perbendaharaan jang tak ternilai {{hws|har|harganja}}<noinclude></noinclude>
kfz61as47yhuiw3mz3q3rplq8uqwh7s
Halaman:San min chu i.pdf/69
104
111565
315719
310212
2026-08-25T02:25:54Z
Ibrohim tijani
26379
315719
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||64}}</noinclude>{{hwe|ganja|harganja}} bagi siapa jang hendak mentjapai kekekalan perdjalanan sedjarah bangsanja. Tak ubahnja seperti seorang terpeladjar mempergunakan penanja untuk mentjari sesuap nasi, maka begitu pulalah oleh bangsa-bangsa nasionalisme dipergunakan sebagai alat mempertahankan keturunan atau perkembangan bangsa. Djika nasionalisme tidak lagi supur, dan apabila paham kosmopolitisme mendalam dan berkembang baik, maka tentulah kita tak kan sanggup lagi bertahan, malahan akan dihantjurkan oleh bangsa-bangsa lain, didalam proses-seleksi dari alam . Orang2 tua Tionghoa berkata : „Buanglah atau masukkanlah ketiga suku Miao kedalam San Wei " , dan burulah mereka sampai kebatas Yünan dan Kweishow; dan djangan memusnahkan mereka seluruhnja, sehingga tak terdapat harapan lagi bagi mereka untuk mendapat kesempatan buat melandjutkan keturunan mereka. Ketiga suku Miao ini pernah djadi penduduk jang paling pertama di Tiongkok; pada suatu ketika bangsa Tionghoa mungkin sekali berpengalaman serupa dengan mereka itu.
Kalau bangsa asli Tiongkok diperbintjangkan, ada setengah orang jang mengatakan, bahwa „Seratus keluarga " bangsa kita datang dari sebelah Barat, bertolak meliwati pegunungan T'sung-Ling ke Tien-Shan, menjeberangi Sinkiang dan terus masuk kelembah Sungai Hoang Ho. Bersandarkan tempat lahirnja kebudajaan dan peradaban Tiongkok, keadaan belakang ini tepat sekali diuraikan, karena kalau seandainja peradaban dan kebudajaan Tiongkok itu tidak datang mendjelma dari luar, tetapi tumbuh dan berkembang didalam negeri sendiri, maka menurut asas-asas dan kehendak alam, lembah Sungai Tsukiang (1 ) jang mendjadi pusatnja, bukanlah lembah Sungai Hoang Ho. Lembah Sungai Tsu-kiang berhawa sedang, kaja dengan hasil bumi dan gampang untuk mentjari nafkah hidup ; keadaan-keadaan ini semua tentu membawa kepada tingkat tumbuhnja satu kemadjuan peradaban. Tetapi kalau kita menjelidiki sedjarah, ternjata bahwa Yao, Shun, Yu, T'ang, Wen dan Wu tidak dilahirkan dilembah Sungai Tsu-kiang, akan tetapi di Barat Laut Tiongkok. Dizaman keradjaan Han (2) lembah Sungai Tsu-kiang itu masih terhitung daerah kediaman bangsa
---
(1) Diprovinsi Kwantung.
(2)206 B.C. hingga A.D. 25.<noinclude></noinclude>
p37e4rxd06j7ncvy53mz3la5dslo1dw
315720
315719
2026-08-25T02:26:16Z
Ibrohim tijani
26379
315720
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||64}}</noinclude>{{hwe|ganja|harganja}} bagi siapa jang hendak mentjapai kekekalan perdjalanan sedjarah bangsanja. Tak ubahnja seperti seorang terpeladjar mempergunakan penanja untuk mentjari sesuap nasi, maka begitu pulalah oleh bangsa-bangsa nasionalisme dipergunakan sebagai alat mempertahankan keturunan atau perkembangan bangsa. Djika nasionalisme tidak lagi supur, dan apabila paham kosmopolitisme mendalam dan berkembang baik, maka tentulah kita tak kan sanggup lagi bertahan, malahan akan dihantjurkan oleh bangsa-bangsa lain, didalam proses-seleksi dari alam . Orang2 tua Tionghoa berkata : „Buanglah atau masukkanlah ketiga suku Miao kedalam San Wei " , dan burulah mereka sampai kebatas Yünan dan Kweishow; dan djangan memusnahkan mereka seluruhnja, sehingga tak terdapat harapan lagi bagi mereka untuk mendapat kesempatan buat melandjutkan keturunan mereka. Ketiga suku Miao ini pernah djadi penduduk jang paling pertama di Tiongkok; pada suatu ketika bangsa Tionghoa mungkin sekali berpengalaman serupa dengan mereka itu.
Kalau bangsa asli Tiongkok diperbintjangkan, ada setengah orang jang mengatakan, bahwa „Seratus keluarga " bangsa kita datang dari sebelah Barat, bertolak meliwati pegunungan T'sung-Ling ke Tien-Shan, menjeberangi Sinkiang dan terus masuk kelembah Sungai Hoang Ho. Bersandarkan tempat lahirnja kebudajaan dan peradaban Tiongkok, keadaan belakang ini tepat sekali diuraikan, karena kalau seandainja peradaban dan kebudajaan Tiongkok itu tidak datang mendjelma dari luar, tetapi tumbuh dan berkembang didalam negeri sendiri, maka menurut asas-asas dan kehendak alam, lembah Sungai Tsukiang (1 ) jang mendjadi pusatnja, bukanlah lembah Sungai Hoang Ho. Lembah Sungai Tsu-kiang berhawa sedang, kaja dengan hasil bumi dan gampang untuk mentjari nafkah hidup ; keadaan-keadaan ini semua tentu membawa kepada tingkat tumbuhnja satu kemadjuan peradaban. Tetapi kalau kita menjelidiki sedjarah, ternjata bahwa Yao, Shun, Yu, T'ang, Wen dan Wu tidak dilahirkan dilembah Sungai Tsu-kiang, akan tetapi di Barat Laut Tiongkok. Dizaman keradjaan Han (2) lembah Sungai Tsu-kiang itu masih terhitung daerah kediaman bangsa
________________
(1) Diprovinsi Kwantung.
(2)206 B.C. hingga A.D. 25.<noinclude></noinclude>
7u33zq168v63goig5loizl8dveax2ji
Halaman:San min chu i.pdf/70
104
111566
315721
310213
2026-08-25T02:27:01Z
Ibrohim tijani
26379
315721
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||65}}</noinclude>biadab, sehingga kemadjuan Tiongkok itu tak mungkin tidak mestilah datang dari Barat Laut Tiongkok dan dari negeri-negeri lain. Bangsa Tionghoa mengatakan, bahwa bangsa Tionghoa berasal dari „Seratus keluarga". Para ahli-ahli pengetahuan bangsa asing mengatakan, bahwa bangsa jang melahirkan seratus keluarga" itu tinggalnja djauh di Barat, dan achirnja pindah ke Tiongkok, kemudian salah satu diantara dua kemungkinan terdjadi ; kalau mereka tak menghantjurkan bangsa Miao, tentu mereka berpadu dengannja, jang mengakibatkan terdjelmanja bangsa Tionghoa jang sekarang ini.
Menurut evolusi hukum alam, jang tjerdik dan kuat berdiri terus dan jang bodoh lemah punah, jang kuat menang dan jang lemah lenjap. Apakah kita satu bangsa jang kuat atau lemah , satu bangsa jang mungkin hidup terus atau tidak ? Tidak ada seorangpun diantara kita jang mau melihat bangsa kita punah atau susut ; tiap2 orang Tionghoa ingin akan kekekalan dan kemenangan bangsanja dalam segala pergolakan zaman hal ini adalah akibat perasaan naluri dan setiap bangsa ingin melihat rakjatnja kekal dan kuat. Akan tetapi tanah air kita pada waktu ini ada dalam bahaja. Nampaknja, bangsa kita pasti akan mengalami kemusnahan, disebabkan oleh ketiga tenaga penghantjur didunia ini - perkembangan penduduk bangsa lain ; penindasan politik dan ekonomi dari bangsa asing. Karena tindasan politik dan ekonomi bangsa asing itu, kita sekarang didesak kepinggir dinding, akan tetapi negara Tiongkok, kita rasa masih tjukup luas, sehingga kita tinggal diam sadja dan tidak sedikitpun mau insaf akan akibatnja perkembangan bangsa lain didunia. Akan tetapi seratus tahun lagi, baru akan kita rasai akibatnja. Karena kita sekarang sudah kehilangan semangat kebangsaan, kita biarkan sadja desakan politik dan ekonomi bangsa asing leluasa menerobos kedalam negari kita. Seandainja semangat kebangsaan kita terpupuk subur, hal jang demikian tidak mungkin dan tidak masuk diakal akan terdjadi.
Sukar djuga untuk menerangkan sebab-sebab kita kehilangan semangat kebangsaan itu. Untuk mendjelaskannja hendak saja kemukakan satu kedjadian, jang mungkin nampaknja menjimpang serta tak ada hubungannja dengan atjara jang dimaksud sekarang ini, akan tetapi barangkali dapat mendjelaskan sebab-sebabnja hal jang kita bitjarakan. Pernah terdjadi suatu peristiwa di Hongkong
San Min Chu I<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
s8b5ku0fe8gins9sxtra2ftvs0oeh0c
Halaman:San min chu i.pdf/71
104
111568
315722
310215
2026-08-25T02:27:49Z
Ibrohim tijani
26379
315722
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||66}}</noinclude>jang saja sendiri turut menjaksikannja. Kedjadian ini mengenai seorang kuli jang sehari-hari bekerdja dipelabuhan menolong mengangkut barang-barang atau muatan penumpang kapal dengan mempergunakan bambunja serta dua utas tali. Penghasilannja sehari-hari terbatas - tjukup sekedar untuk belandja sehari sadja, akan tetapi achirnja ia dapat djuga berhasil menjimpan lebih dari 10 dolar. Kebetulan pada waktu itu sedang beredar undian uang Luzon, dan uang simpanannja tadi achirnja dipakainja pembeli sehelai surat undian itu. Dia tidak mempunjai rumah atau tempat menjimpan undian jang dibelinja itu. Modal penghidupannja tak lain dari pada sebuah pedagang bambu dengan dua utas tali jang senantiasa disandangnja kemana-mana ia pergi. Karena itu disembunjikanlah surat undian itu kedalam lobang pendagang bambunja, dan semendjak saat itu tak dapat lagi ia melihat surat undian tersebut tiap-tiap kali; karena itu dihafalkannja sadja nomor surat undian itu, dan tidak dilupakannja barang sedikitpun. Setelah hari penarikannja tiba, pergilah ia ketempat pendjualan lot untuk menjamakan nomor lotnja dan baru sadja ia melihat pada daftar nomor-nomor itu, dike-tahuinja bahwa ialah jang mendapat hadiah nomor satu, mendapat kekajaan terdjumlah $ 100.000 dengan tiba2. Tak terkatakan gembiranja ia, malahan hampir gila ia karena kesukaan. Dalam memikirmikirkan bahwa ia tak akan berkuli lagi dan tak pula lagi mempergunakan pedagang bambu dan dua utas talinja, karena ia sekarang sudah mendjadi orang kaja untuk selama-lamanja, maka dengan pe-nuh kegirangan diambilnjalah pedagang bambu dan dua utas talinja itu, lalu dilemparkannja kelaut dengar. tak berpikir pandjang lagi. Pendagang bambu kepunjaan kuli ini bolehlah dimisalkan dengan nasionalisme satu alat untuk dapat hidup kekal ; kemenangannja dengan mendapat hadiah nomor satu itu sebagai perumpamaan zaman kemadjuan imperialisme Tiongkok jang sedang berfaham kosmopolitisme dan waktu nenek mojang kita itu jakin, bahwa Tiongkok itu adalah suatu negara berpemerintahan paling terpebahwa ,,langit hanja mempunjai satu matahari, ngaruh didunia machluk hanja mempunjai satu radja", bahwa ,,kaum bangsawan bermatjam-matjam bangsa bersudjud dihadapan mahkota dan mu-tiara itu" ; bahwa keselamatan umum akan didjamin seterusnja dan satu-satunja hal jang sangat penting ialah kerukunan dan perdamaian diantara machluk sedunia ini, dimana bangsa-bangsa lain<noinclude></noinclude>
koqqhz4yh5du5ye3kh7zrz8rgme0dyn
Halaman:San min chu i.pdf/72
104
111569
315723
310219
2026-08-25T02:28:45Z
Ibrohim tijani
26379
315723
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>bersembah sudjud dibawah telapak kaki radja Tiongkok - dan membuang nasionalisme atau semangat kebangsaan, sebagaimana kuli tadi melemparkan pendagang bambunja kedalam laut. Kemudian ketika negara Tiongkok ditaklukkan oleh bangsa Manchu, djangankan Tiongkok sanggup menguasai dunia seluruhnja, menjelenggarakan pusaka nenek mojangnja jang begitu murni, itupun lagi tak mampu. Semangat kebangsaan rakjat telah dimusnahkan, tak ubahnja sebagai kuli itu melemparkan pendagang bambunja kelaut. Wu-San-Kueilah jang mendjadi penundjuk djalan tatkala tentara Manchu memasuki dan merompak Dinding Besar ; dan ketika Sih K'o-fah mentjoba mempertahankan dan memperdjoangkan tetap menjalanja semangat kebangsaan dengan mengusulkan seorang radja Tiongkok. Fuhwang, menaiki tachta keradjaan dan supa-ja keradjaan Ming didirikan lagi di Nanking, maka To-erh-kun 1 ) seorang bangsa Manchu berkata kepadanja : „Sungai-sungai dan gunung-gunung ini tidak kami pusakai dari keradjaan besar Ming, tetapi kami rebut dari kaum pemberontakan Li Chuang", maksudnja : Sungai-sungai dan gunung-gunung keradjaan Ming telah dibuang oleh Ming sendiri, tak ubahnja seperti kuli tadi melemparkan pendagang bambunja.
Mahasiswa-mahasiswa angkatan muda jang hangat menundjang dan membitjarakan peradaban dan kebudajaan baru dari kosmopolitisme itu, mengatakan bahwa nasionalisme itu sudah ketinggalan zaman ; sungguhpun peradaban baru ini boleh dikatakan ada djuga artinja bagi Inggeris dan Amerika atau bagi nenek mojang kita sendiri, akan tetapi kalau pembitjaraan ditudjukan terhadap keadaan negara Tiongkok pada waktu ini, mereka chilaf sama sekali. Sebelumnja negara Djerman terkepung, negara itupun anti-nasionalisme, mengidamkan satu pemerintahan dunia dan satu kewargaan dunia. Saja pertjaja, bahwa Djerman sekarang ini sudah berhenti mempropagandakan kewargaan dunia mulai sekarang, sedikit demi sedikit perasaan kebangsaan itu dipupuk lagi. Sedianja kita akan mendapat hadiah nomor satu, seandainja nenek mojang kita tidak melemparkan pendagang bambunja; akan tetapi apa hendak dikata, kita terlalu terburu nafsu melemparkannja, lupa bahwa surat undian itu tersembunji didalamnja. Segera negara berada dibawah
________
1)Durgan<noinclude></noinclude>
ky3xn18tnej6fo0tptrfiay8hf50bn7
Halaman:San min chu i.pdf/73
104
111571
315724
310220
2026-08-25T02:29:29Z
Ibrohim tijani
26379
315724
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||68}}</noinclude>penindasan politik ekonomi bangsa asing serta menghadapi pula bahaja atau bentjana alam, maka bangsa kita satu demi satu menghadapi segala matjam hal jang menjedihkan, jang dapat mengakibatkan kerubuhan dan kemusnahan negara dan bangsa kita.
Kalau kita bangsa Tionghoa dimasa depan dapat mentjari daja upaja untuk menghidupkan kembali nasionalisme kita, dapat menemui satu pedagang bambu jang lain, maka tak ada bentuk kekuatan politik dan ekonomi asing matjam manapun akan dapat menindas kita dan bangsa kita akan dapat kekal hidup keachir zaman. Kekuatan-kekuatan serangan alam dapat kita atasi; kurnia alam jang merupakan empat ratus djuta bangsa Tionghoa, sampai sekarang menundjukkan bahwa alam itu sendiri tidak berkehendak menghantjurkan kita; andai kata Tiongkok musnah, jang salah dan jang bertanggung-djawab ialah kita sendiri dan kitalah akan djadi bangsa jang durhaka besar didunia ini terhadap negaranja sendiri. Alam telah mengamanati bangsa Tionghoa dengan tanggung-djawab jang besar; alam akan mengutuki kita, kalau kita tidak mentjintai diri sendiri dan kita dapat dianggap sebagai kafir jang tak menuruti perintah Tuhan. Saat bagi Tiongkok untuk memikul tanggung-djawab jang amat besar sudah datang. Djika alam tidak berkehendak kepada kesudahan riwajat kita, pastilah ia ingin supaja kita dapat melandjutkan hidupnja bangsa kita didunia ini. Djika Tiongkok musnah ; maka kemusnahan itu tentulah disebabkan oleh Negara-negara Besar ; tegasnja : Negara-negara Besar itulah jang akan mendjadi perintang kemadjuan bangsa kita didunia ini. Baru-baru ini seorang Rus berkata kepada saja: „Apakah sebabnja Lenin diserang atau ditentang oleh semua Negara-negara Besar? Tidak lain karena Lenin berani mengatakan bahwa masjarakat dunia itu terbagi atas dua golongan atau tingkatan - jang 1250 djuta dan jang 250 djuta; jang 1250 djuta masih berada dibawah tindasan jang 250 djuta, dan jang menindas ini tidaklah bertindak menurut kehendak alam, malahan sebaliknja, menentang kehendak alam. Hanja kalau kita atasi kekuatan itu, barulah kita bergerak menurut kehendak alam." Kalau kita mau mengatasi kekuatan itu, maka haruslah kita padu djumlah jang 400 djuta itu dan kita padukan dengan jang 1250 djuta machluk tertindas dari seluruh dunia. Kita mesti menganut nasionalisme jang hanja dapat ditjapai dengan memenuhi sjarat-sjarat jang utama jaitu persatuan dikalangan kita<noinclude></noinclude>
2a1ucu1e9200i6m1ktocq3gg879fw14
Halaman:San min chu i.pdf/74
104
111573
315725
310222
2026-08-25T02:29:50Z
Ibrohim tijani
26379
315725
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>sendiri, sesudah itu barulah kita dapat memikirkan golongan-golongan lain, membantu jang lemah dan ketjil, menggabungkan mereka dalam satu perdjuangan jang luas, menentang jang 250 djuta
tadi. Baiklah kita ber-sama2 menggunakan Keadilan untuk menem-pur Kekuasaan jang memperkosa tadi, dan djika kaum jang memperkosa itu sudah lenjap dari dunia ini, barulah datang masanja untuk
memperbintjangkan soal kewargaan dunia.
''10 Pebruari 1924.''<noinclude></noinclude>
54u5jdmjif3my5h2n1epon52358ddv2
Halaman:San min chu i.pdf/75
104
111575
315726
311668
2026-08-25T02:30:26Z
Ibrohim tijani
26379
315726
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||Uraian IV}}
Ekspansi bangsa-bangsa kulit putih - Kekuasaan bangsa Anglo Saxon Sebab-sebab perang dunia; persaingan bangsa dan perebutan daerah Amerika Serikat terlibat dalam peperangan karena pertalian bangsa dengan Inggeris- Hasil faham Presiden Wilson tentang menentukan nasib sendiri bagi bangsa-bangsa jang ketjil Pengchianatan terhadap tjitaPada hakekatnja peperangan itu satu tjita ini sesudah peperangan Satu akibat peperangan jang sangat pertarungan kaum-kaum kapitalis Pertarungan dunia jang inemberi pengharapan ialah revolusi Rusia Dibandingkan akan datang antara jang ditindas dan jang menindas dengan imperialisme modern, imperialisme kuno di Tiongkok lumajan Pertjakapan dengan konsol Inggeris Kekuasaan Amerika di Pilipina berkenaan dengan turut sertanja Tiongkok dalam peperangan Dunia Kesedjadjaran Tudjuan Negara-negara Sekutu jang pura-pura tjita-tjita politik Tiongkok kuno dengan tjita-tjita politik modern Keunggulan peradaban Eropah kalau dibandingkan dengan peradaban Ilmu pengetaTiongkok hanja terletak dalam lapangan materi sadja Tiongkok harus mentjintai tjitahuan Barat suatu prestasi jang baru tjita leluhurnja - Nasionalisme tangga pertama kearah internasionalisme.
Penduduk dunia dewasa ini sudah mendekati angka seribu lima ratus djuta. Seperempat dari djumlah ini terdapat di Tiongkok, hingga berarti bahwa dari tiap-tiap empat orang didunia ini terdapat seorang Tionghoa. Bangsa kulit putih di Eropah, semuanja djuga berdjumlah 400 djuta. Bangsa kulit putih jang sekarang sedang meningkat kepuntjak kemadjuan itu, dapat kita bagikan dalam empat matjam bangsa: di Eropah-Tengah dan Utara bangsa Teuton, jang telah mendirikan berbagai-bagai negara. Jang terbesar diantaranja ialah Djerman dan lain-lainnja: Ustria, Sweden, Norwegia, Belanda dan Danmark. Di Eropah-Timur bangsa Slavia, jang telah pula membentuk beberapa negara. Jang terbesar diantaranja ialah Rusia, sedangkan Peperangan Eropah mengakibatkan timbulnja negara-negara muda seperti: Tjekoslowakia dan Jugoslavia; di Eropah-Barat bangsa Saxon atau Anglo-Saxon, jang mentjiptakan dua negara besar: Inggeris dan Amerika Serikat; di Eropah-Selatan bangsa Latin, jang mendirikan berbagai-bagai negara. Jang terbesar ialah Prantjis, Itali, Spanjol dan Portugis. Bangsa ini sebagian pindah ke Amerika-Selatan dan membentuk pemerintahan disana, seperti bangsa Anglo-Saxon jang pindah ke Amerika-Utara dan membentuk negara Kanada dan Amerika Serikat. Bangsa kulit putih di Eropah jang sekarang hanja berdjumlah 400 djuta, terbagi<noinclude></noinclude>
jp4mulgxatjhvdnccgc88sdv046o3uf
Halaman:San min chu i.pdf/76
104
111703
315727
310429
2026-08-25T02:31:14Z
Ibrohim tijani
26379
315727
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||71}}</noinclude>pula atas empat golongan bangsa jang telah membentuk beberapa matjam negara. Karena djiwa kebangsaan mereka terpupuk baik, bangsa kulit putih tersebar diseluruh benua Eropah. Sesudah hal ini terlaksana, mereka tersebar lebih djauh lagi; ke Amerika-Utara dan Amerika-Selatan dan ke Afrika dan Australi.
Bangsa Anglo-Saxon dewasa ini menguasai daerah terluas dipermukaan bumi ini, kalau dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Sungguhpun bangsa Anglo-Saxon berasal dari Eropah, daerah jang mereka tempati disana semata-mata kepulauan Britania Inggeris , Skotlandia dan Irlandia - jang letaknja dilautan Atlantik seperti djuga kepulauan Djepang di Lautan Pasifik. Bangsa Anglo-Saxon telah meluaskan daerah kekuasaan mereka kedjurusan Barat, ke Amerika-Utara, kedjurusan Timur ke Australia dan New-Zealandia serta kedjurusan Selatan ke Afrika, sehingga mereka sekarang memiliki daerah luas dan lebih kaja dari pada jang pernah diduduki bangsa lain. Sebelum peperangan Eropah, bangsa-bangsa Teuton dan Slavia tergolong bangsa terkuat didunia. Berkat keteguhan hati dan kesanggupan rakjat Djerman jang tergolong bangsa Teuton tadi, mereka dapat mempersatukan lebih dari 20 negara2 ketjil dalam satu pemerintahan Djerman-Raya. Mula-mula mereka adalah bangsa petani pula, kemudian meningkat mendjadi bangsa perindustrian dan karena kemadjuan perindustrian itu, angkatan darat dan lautnja sangat kuat sekali.
Sebelum peperangan Eropah, semua bangsa-bangsa Eropah telah kena ratjun imperialisme. Apakah jang dinamakan imperialisme itu? Imperialisme ialah satu politik agresif, politik penjerangan terhadap negara lain dengan djalan kekuasaan politik, atau dengar. peribahasa Tiongkok disebut ,,penjerangan sedikit demi sedikit". Karena segenap bangsa di Eropah berpegang pada politik ini, peperangan timbul sambung-menjambung dan hampir tiap-tiap 10 tahun Eropah mengalami sekurang-kurangnja satu peperangan ketjil dan tiap2 abad satu peperangan besar, jang paling dahsjat diantaranja ialah Peperangan Eropah jang baru liwat dan boleh disebut Peperangan Dunia, karena achirnja seluruh dunia terlibat kedalamnja. Jang mendjadi pokok perselisihan Peperangan Eropah ialah persaingan antara bangsa Saxon dengan Bangsa Teuton menguasai lautan. Dalam masa kedjajaannja, Djerman telah memperoleh kemadjuan besar dilapangan angkatan laut, hingga Djerman mendjadi negara<noinclude></noinclude>
py74o8jra52prrw9pm3octbt4jpnnwj
Halaman:San min chu i.pdf/77
104
111704
315728
310430
2026-08-25T02:31:48Z
Ibrohim tijani
26379
315728
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||72}}</noinclude>kedua jang mempunjai angkatan laut terkuat didunia. Karena Inggeris hanja menginginkan angkatan lautnja sadja jang menguasai seluruh samudra, maka ia berusaha sekuat tenaga menghantjurkan Djerman, jang kekuatan angkatan lautnja hanja berbeda setingkat dengannja. Pertarungan untuk menggenggam sendiri tampuk kekuasaan lautan inilah terutama jang menimbulkan perang. Sebab kedua ialah usaha tiap-tiap bangsa memperluaskan daerahnja sendiri. Di Eropah-Timur terdapat satu negara jang lemah : Turki . Dalam seratus tahun ini bangsa-bangsa didunia menamakannja ,,sisakit di Eropah " . Karena pemerintah konservatif dan sultannja kedjam, maka kedudukannja sangat lemah dan bangsa-bangsa di Eropah malahan berniat membagi-bagi daerahnja. Karena dalam satu abad soal Turki belum sadja dapat diselesaikan, se-
dangkan tiap-tiap negara di Eropah berusaha sendiri mentjari djalan penjelesaian, maka hal ini mengakibatkan pula suatu peperangan. Djadi, sebab pertama Peperangan Eropah, ialah perdjuangan antara bangsa-bangsa kulit putih mentjapai kekuasaan tertinggi; sebab kedua, ialah usaha memetjahkan soal-soal dunia jang sulit. Seandainja Djerman menang dalam peperangan ini, tentulah ia jang memegang tampuk kekuasaan dilautan sesudah peperangan dan djadjahan Inggeris tentu akan lenjap samasekali dan negaranja akan berpetjah belah seperti keradjaan Rumawi kuno. Akan tetapi perang berachir dengan kekalahan difihak Djerman, dan mengakibatkan pula kegagalan segala jang direntjanakan pemerintahnja . Peperangan Eropah jang baru lalu adalah peperangan paling dahsjat dalam sedjarah dunia, 40 sampai 50 djuta orang dipersendjatai selama 4 tahun, dan hampir pada saat berachirnja peperangan, belum djuga tentu mana jang menang dan mana jang kalah. Satu fihak diantaranja dinamakan Negara-negara Sekutu sedangkan lawannja disebut Negara-negara Entente. Pada mulanja Negara-negara Sekutu ini hanja terdiri atas Djerman dan Ustria ; kemudian disusul oleh Turki dan Bulgaria. Jang mula-mula tergabung dalam persatuan Negara-negara Entente, ialah Serbia, Perantjis, Rusia, Inggeris dan Djepang; tak lama kemudian Itali dan Amerika Serikat turut serta. Amerika Serikat terlibat kedalam peperangan ini semata-mata terdorong oleh tanggung-djawab atas bangsanja. Selama dua tahun sesudah petjah peperangan, Djerman dan Ustria berkalikali memperoleh kemenangan. Kota Paris dan selat Inggeris, hampir<noinclude></noinclude>
fhyopbtct3vuihec5tj9fk0flgvmg9r
315729
315728
2026-08-25T02:32:17Z
Ibrohim tijani
26379
315729
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||72}}</noinclude>kedua jang mempunjai angkatan laut terkuat didunia. Karena Inggeris hanja menginginkan angkatan lautnja sadja jang menguasai seluruh samudra, maka ia berusaha sekuat tenaga menghantjurkan Djerman, jang kekuatan angkatan lautnja hanja berbeda setingkat dengannja. Pertarungan untuk menggenggam sendiri tampuk kekuasaan lautan inilah terutama jang menimbulkan perang. Sebab kedua ialah usaha tiap-tiap bangsa memperluaskan daerahnja sendiri. Di Eropah-Timur terdapat satu negara jang lemah : Turki . Dalam seratus tahun ini bangsa-bangsa didunia menamakannja ,,sisakit di Eropah " . Karena pemerintah konservatif dan sultannja kedjam, maka kedudukannja sangat lemah dan bangsa-bangsa di Eropah malahan berniat membagi-bagi daerahnja. Karena dalam satu abad soal Turki belum sadja dapat diselesaikan, sedangkan tiap-tiap negara di Eropah berusaha sendiri mentjari djalan penjelesaian, maka hal ini mengakibatkan pula suatu peperangan. Djadi, sebab pertama Peperangan Eropah, ialah perdjuangan antara bangsa-bangsa kulit putih mentjapai kekuasaan tertinggi; sebab kedua, ialah usaha memetjahkan soal-soal dunia jang sulit. Seandainja Djerman menang dalam peperangan ini, tentulah ia jang memegang tampuk kekuasaan dilautan sesudah peperangan dan djadjahan Inggeris tentu akan lenjap samasekali dan negaranja akan berpetjah belah seperti keradjaan Rumawi kuno. Akan tetapi perang berachir dengan kekalahan difihak Djerman, dan mengakibatkan pula kegagalan segala jang direntjanakan pemerintahnja . Peperangan Eropah jang baru lalu adalah peperangan paling dahsjat dalam sedjarah dunia, 40 sampai 50 djuta orang dipersendjatai selama 4 tahun, dan hampir pada saat berachirnja peperangan, belum djuga tentu mana jang menang dan mana jang kalah. Satu fihak diantaranja dinamakan Negara-negara Sekutu sedangkan lawannja disebut Negara-negara Entente. Pada mulanja Negara-negara Sekutu ini hanja terdiri atas Djerman dan Ustria ; kemudian disusul oleh Turki dan Bulgaria. Jang mula-mula tergabung dalam persatuan Negara-negara Entente, ialah Serbia, Perantjis, Rusia, Inggeris dan Djepang; tak lama kemudian Itali dan Amerika Serikat turut serta. Amerika Serikat terlibat kedalam peperangan ini semata-mata terdorong oleh tanggung-djawab atas bangsanja. Selama dua tahun sesudah petjah peperangan, Djerman dan Ustria berkalikali memperoleh kemenangan. Kota Paris dan selat Inggeris, hampir<noinclude></noinclude>
o6cn2e687vp5vc9j8ipsm5hgmvkilcx
Halaman:San min chu i.pdf/78
104
111705
315730
310431
2026-08-25T02:37:11Z
Ibrohim tijani
26379
315730
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||73}}</noinclude>sadja djatuh ketangan tentara Djerman dan Ustria. Ketika itu,
bangsa Teuton berkejakinan kuat bahwa negara Inggeris sudah dekat waktu adjalnja, dan disamping itu orang-orang Inggeris sendiri
merasa sangat chawatir akan kesudahan peperangan. Melihat djalannja peperangan, jang semakin buruk itu orang-orang Inggeris
kemudian berusaha sekuat tenaga menjeret rakjat Amerika Serikat
kedalam kantjah peperangan dengan menundjukkan adanja persa-
maan darah antara kedua bangsa ini. Setelah rakjat Amerika Serikat insaf bahwa Inggeris - bangsanja sendiri - sedang menghadapi bahaja akan hantjur dalam pertarungan dengan Djerman
bangsa asing - dengan tak dapat dihindarkan lagi ,machluk harus
menderita untuk kepentingan djenisnja " , dan Amerika Serikat kemudian menggabungkan nasibnja dengan Inggeris untuk membela
pelandjutan bangsa Anglo-Saxon didunia ini. Tambahan lagi karena
chawatir bahwa tenaganja sendiri tak akan tjukup kuat melawan
Negara-negara Sekutu, Amerika mentjoba dengan segala dajaupaja memikat semua negara netral didunia ini supaja turut dalam
peperangan menghantjurkan Djerman. Selama peperangan Presiden
Wilson berkali-kali mengemukakan satu utjapan jang dimana-mana
mendapat sambutan meriah, ialah hak segala bangsa menentukan nasibnja sendiri ". Karena Djerman mempergunakan kekuatan
sendjatanja untuk menghantjurkan rakjat Negara-negara Entente
di Eropah, maka Amerika lalu mengandjurkan pemusnahan kekua-
saan Djerman, serta mendjandjikan otonomi kepada bangsa-bangsa
ketjil dan lemah dimasa depan sesudah kemenangan tertjapai. Tjitatjitanja dipudji dimana-mana, dan meskipun pada umumnja rakjat
India membentji Inggeris, dengan senang hati mereka memberikan
bantuan tentara kepadanja. Mereka berbuat demikian, hanjalah dengan berpegangan pada utjapan Wilson, bahwa peperangan ini
harus berachir dengan kemenangan Inggeris guna melaksanakan kemerdekaan bagi segala bangsa. Sungguhpun Annam sudah dikuasai
Prantjis dan rakjat biasa menaruh dendam kepada pemerintahan
Prantjis, merekapun terpengaruh oleh utjapan Wilson, mereka
masih menolong Perantjis sampai kemenangan tertjapai. Sebab terutama bangsa-bangsa ketjil di Eropah, seperti Polan, Tjekoslowakia
dan Rumania menggabungkan nasibnja dengan Negara-negara
Entente dan melawan Negara-negara Sekutu, ialah karena utjapan
Presiden Wilson itu jang berkenaan dengan hak segala bangsa {{hws|me|melakukan}}<noinclude></noinclude>
00b9clrfpbg5lpnuc2q6la982lhna40
315732
315730
2026-08-25T02:38:38Z
Ibrohim tijani
26379
315732
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||73}}</noinclude>sadja djatuh ketangan tentara Djerman dan Ustria. Ketika itu, bangsa Teuton berkejakinan kuat bahwa negara Inggeris sudah dekat waktu adjalnja, dan disamping itu orang-orang Inggeris sendiri merasa sangat chawatir akan kesudahan peperangan. Melihat djalannja peperangan, jang semakin buruk itu orang-orang Inggeris kemudian berusaha sekuat tenaga menjeret rakjat Amerika Serikat kedalam kantjah peperangan dengan menundjukkan adanja persamaan darah antara kedua bangsa ini. Setelah rakjat Amerika Serikat insaf bahwa Inggeris - bangsanja sendiri - sedang menghadapi bahaja akan hantjur dalam pertarungan dengan Djerman bangsa asing - dengan tak dapat dihindarkan lagi ,machluk harus menderita untuk kepentingan djenisnja " , dan Amerika Serikat kemudian menggabungkan nasibnja dengan Inggeris untuk membela pelandjutan bangsa Anglo-Saxon didunia ini. Tambahan lagi karena chawatir bahwa tenaganja sendiri tak akan tjukup kuat melawan Negara-negara Sekutu, Amerika mentjoba dengan segala dajaupaja memikat semua negara netral didunia ini supaja turut dalam peperangan menghantjurkan Djerman. Selama peperangan Presiden Wilson berkali-kali mengemukakan satu utjapan jang dimana-mana mendapat sambutan meriah, ialah hak segala bangsa menentukan nasibnja sendiri ". Karena Djerman mempergunakan kekuatan sendjatanja untuk menghantjurkan rakjat Negara-negara Entente di Eropah, maka Amerika lalu mengandjurkan pemusnahan kekuasaan Djerman, serta mendjandjikan otonomi kepada bangsa-bangsa ketjil dan lemah dimasa depan sesudah kemenangan tertjapai. Tjita-tjitanja dipudji dimana-mana, dan meskipun pada umumnja rakjat India membentji Inggeris, dengan senang hati mereka memberikan bantuan tentara kepadanja. Mereka berbuat demikian, hanjalah dengan berpegangan pada utjapan Wilson, bahwa peperangan ini harus berachir dengan kemenangan Inggeris guna melaksanakan kemerdekaan bagi segala bangsa. Sungguhpun Annam sudah dikuasai Prantjis dan rakjat biasa menaruh dendam kepada pemerintahan Prantjis, merekapun terpengaruh oleh utjapan Wilson, mereka masih menolong Perantjis sampai kemenangan tertjapai. Sebab terutama bangsa-bangsa ketjil di Eropah, seperti Polan, Tjekoslowakia dan Rumania menggabungkan nasibnja dengan Negara-negara Entente dan melawan Negara-negara Sekutu, ialah karena utjapan Presiden Wilson itu jang berkenaan dengan hak segala bangsa {{hws|me|menentukan}}<noinclude></noinclude>
q3wyvv2g8mf7ssltef18n1kdur3pp8z
Halaman:San min chu i.pdf/79
104
111706
315731
310432
2026-08-25T02:37:53Z
Ibrohim tijani
26379
315731
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||74}}</noinclude>{{hwe|nentukan|menentukan}} nasibnja sendiri. Tiongkokpun, karena terpikat oleh Amerika Serikat, turut berperang ; meskipun tentaranja tak dimadjukan
kemedan peperangan, ratusan ribu kaum pekerdja bangsa Tionghoa
dikerahkan digaris belakang untuk menggali parit-parit. Sebagai
akibat djandji-djandji muluk tadi, jang tak berhenti-henti digembar-
gemborkan Negara-negara Entente, achirnja segala bangsa jang
tertindas di Eropah dan Asia bersatu padu menolong mereka menghantjurkan Negara-negara Sekutu. Untuk mendjamin perdamaian
dunia dimasa jang akan datang, pada saat itu djuga memadjukan
14 fasalnja jang terkenal ; diantaranja jang terpenting ialah hak
menentukan nasib sendiri bagi setiap bangsa. Tatkala itu belum ada
kepastiar. menang atau kalah. Perantjis dan Inggeris membenarkan
dan menjetudjui empatbelas fasal dari Wilson tadi ; akan tetapi
setelah kemenangan tertjapai dan Konperensi Perdamaian dimulai,
Inggeris, Perantjis dan Itali semuanja insjaf bahwa andjuran Wilson
mengenai hak kemerdekaan bagi tiap2 bangsa sangat membahajakan kedudukan imperialisme ; sebab itu selama persidangan berlangsung, mereka mempergunakan segala matjam tipu muslihat
untuk membatalkan asas-asas Wilson tadi. Dan hal ini mengakibatkan terlahirnja satu persetudjuan perdamaian jang berisi fasal- fasal
jang sama sekali tak adil ; bukan sadja bangsa-bangsa ketjil dan
lemah tidak diberikan hak menentukan nasibnja sendiri serta
kemerdekaan negerinja, akan tetapi tindasan jang mereka derita
sekarang lebih dahsjat dan hebat dari pada jang sudah-sudah.
Hal ini menundjukkan, bahwa negara-negara jang kuat dan bangsabangsa jang berkuasa sudah memiliki seluruh dunia dengan mempergunakan kekerasan serta memonopoli segala hak kepunjaan
negara dan bangsa-bangsa lain. Untuk mengekalkan kedudukan
mereka jang istimewa ini dan untuk berdjaga-djaga agar bangsabangsa jang ketjil dan lemah djangan kembali menentang mereka,
disiarkannja dan diandjurkannja faham kosmopolitisme, sedangkan
faham nasionalisme atau kebangsaan sangat mereka tjela ; akan
tetapi faham kosmopolitisme jang mereka anut dan andjurkan itu,
pada hakekatnja tak lain dari pada imperialisme dan perampasan
dalam bentuk lain.
Akan tetapi utjapan jang pernah dikemukakan Wilson pada satu
masa, tak dapat dilupakan orang ; bangsa-bangsa lemah dan ketjil
jang telah memberikan bantuan kepada Negara-negara Entente {{hws|me|melakukan}}<noinclude></noinclude>
rz8fh4hl2w9lww9zwen76mkt8o71o8m
315734
315731
2026-08-25T02:40:42Z
Ibrohim tijani
26379
315734
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||74}}</noinclude>{{hwe|nentukan|menentukan}} nasibnja sendiri. Tiongkokpun, karena terpikat oleh Amerika Serikat, turut berperang ; meskipun tentaranja tak dimadjukan
kemedan peperangan, ratusan ribu kaum pekerdja bangsa Tionghoa
dikerahkan digaris belakang untuk menggali parit-parit. Sebagai
akibat djandji-djandji muluk tadi, jang tak berhenti-henti digembar-
gemborkan Negara-negara Entente, achirnja segala bangsa jang
tertindas di Eropah dan Asia bersatu padu menolong mereka menghantjurkan Negara-negara Sekutu. Untuk mendjamin perdamaian
dunia dimasa jang akan datang, pada saat itu djuga memadjukan
14 fasalnja jang terkenal ; diantaranja jang terpenting ialah hak
menentukan nasib sendiri bagi setiap bangsa. Tatkala itu belum ada
kepastiar. menang atau kalah. Perantjis dan Inggeris membenarkan
dan menjetudjui empatbelas fasal dari Wilson tadi ; akan tetapi
setelah kemenangan tertjapai dan Konperensi Perdamaian dimulai,
Inggeris, Perantjis dan Itali semuanja insjaf bahwa andjuran Wilson
mengenai hak kemerdekaan bagi tiap2 bangsa sangat membahajakan kedudukan imperialisme ; sebab itu selama persidangan berlangsung, mereka mempergunakan segala matjam tipu muslihat
untuk membatalkan asas-asas Wilson tadi. Dan hal ini mengakibatkan terlahirnja satu persetudjuan perdamaian jang berisi fasal- fasal
jang sama sekali tak adil ; bukan sadja bangsa-bangsa ketjil dan
lemah tidak diberikan hak menentukan nasibnja sendiri serta
kemerdekaan negerinja, akan tetapi tindasan jang mereka derita
sekarang lebih dahsjat dan hebat dari pada jang sudah-sudah.
Hal ini menundjukkan, bahwa negara-negara jang kuat dan bangsabangsa jang berkuasa sudah memiliki seluruh dunia dengan mempergunakan kekerasan serta memonopoli segala hak kepunjaan
negara dan bangsa-bangsa lain. Untuk mengekalkan kedudukan
mereka jang istimewa ini dan untuk berdjaga-djaga agar bangsabangsa jang ketjil dan lemah djangan kembali menentang mereka,
disiarkannja dan diandjurkannja faham kosmopolitisme, sedangkan
faham nasionalisme atau kebangsaan sangat mereka tjela ; akan
tetapi faham kosmopolitisme jang mereka anut dan andjurkan itu,
pada hakekatnja tak lain dari pada imperialisme dan perampasan
dalam bentuk lain.
Akan tetapi utjapan jang pernah dikemukakan Wilson pada satu
masa, tak dapat dilupakan orang ; bangsa-bangsa lemah dan ketjil
jang telah memberikan bantuan kepada Negara-negara Entente {{hws|me|mengalahkan}}<noinclude></noinclude>
baa52az6v3yqjbcf3aime6b7x2y19va
Halaman:San min chu i.pdf/80
104
111707
315733
310433
2026-08-25T02:39:45Z
Ibrohim tijani
26379
315733
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||75}}</noinclude>{{hwe|ngalahkan|mengalahkan}} Negara-negara Sekutu dan sebagai hasil kemenangan ini
berharap mendapatkan kemerdekaan mereka, semuanja merasa dirinja tertipu dan bukan kepalang ketjewa mereka ketika mendengar hasil Konperensi Perdamaian. Rakjat Annam, Birma, Djawa,
India, Kepulauan Melaju, Turki, Parsi, Afganistan, Mesir dan
bangsa-bangsa Eropah jang lemah semuanja insjaf bahwa mereka telah kena tipu Negara-negara Entente ketika pertjaja akan
djandjinja melaksanakan hak tiap-tiap bangsa menentukan nasib
sendiri ; keinsjafan ini kemudian mengakibatkan bangsa-bangsa tadi
masing-masing mentjoba mewudjudkan asas tadi dengan kekuatan
sendiri .
Peperangan jang berdjalan bertahun-tahun lamanja tak sanggup
melenjapkan imperialisme dari dunia ini, karena peperangan ini
adalah akibat pertentangan antara beberapa negara imperialis dan
bukan akibat pergolakan antara kebiadaban melawan peradaban
atau antara Kekerasan melawan Keadilan. Oleh karena itu, peperangan ini hanja berachir dengan kehantjuran satu negara imperialis oleh negara imperialis lain ; jang tinggal, tetap berbentuk imperialis. Akan tetapi sesudah peperangan Eropah selesai, tumbuhlah
dikalbu umat manusia satu benih pengharapan - revolusi Rusia.
Petjahnja Revolusi Rusia sudah dimulai sedjak tahun 1905 , hanja
tudjuannja belum tertjapai penuh. Sekarang, baru pada waktu Peperangan Eropah mengamuk dengan dahsjatnja, kaum revolusioner
berhasil dalam usahanja. Alasan supaja sumbu revolusi pada saat
itu dibakar kembali ialah kesadaran rakjat, sebagai akibat pengalamannja dalam peperangan. Rusia pada mulanja salah satu anggauta dari Negeri-negeri Entente ; selama peperangan, lebih dari
sepuluh djuta pradjurit dikerahkannja kemedan pertempuran. Kalau
Rusia tak menjumbangkan tenaganja digaris pertahanan Timur,
maka tak sukar bagi Djerman menghantjurkan garis pertahanan
Negara-negara Entente di Eropah-Barat; tetapi karena perlawanan
tentara Rusia, Djerman terpaksa memusatkan perhatiannja kearah
Timur, hingga Negara-negara Entente mendapat kesempatan mengumpulkan tjukup tentara guna menghantjurkan Djerman dan
mentjapai kemenangan setelah dua sampai tiga tahun bertempur.
Akan tetapi tatkala peperangan baru sampai pada seperdua djalan,
Rusia dengan mendadak membalik, karena ia mulai insjaf bahwa<noinclude></noinclude>
jfe05zbg755jdi7tuh4qn1ngwtfjgo9
Halaman:San min chu i.pdf/82
104
111709
315735
310435
2026-08-25T02:41:51Z
Ibrohim tijani
26379
315735
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||77}}</noinclude>Peperangan kedjam jang baru dialami oleh Eropah itu semata-mata
timbul karena pergeseran keinginan beberapa negara imperialisme;
akan tetapi dengan adanja Revolusi Rusia, tumbuhlah satu pengharapan besar dikalbu umat manusia.
Bangsa jang paling berkuasa diantara penduduk dunia jang seribu
lima ratus djuta djumlahnja itu ialah bangsa kulit putih jang hidup
dibenua Eropah dan Amerika dan hanja berdjumlah 400 djuta ;
dari sini mereka bersebar keseluruh dunia dan mulai menelan bang-
sa-bangsa lain. Bangsa kulit merah di Amerika telah lenjap, bangsa
kulit hitam di Afrika tak lama lagi dapat mempertahankan diri,
bangsa kulit tjoklat di India sedang mengalami nasib buruk dibawah penindasan dan bangsa-bangsa kulit kuning di Asiapun tengah
menderita penindasan dan dalam waktu jang tak lama lagi boleh
djadi akan musnah pula.
Akan tetapi 150 djuta rakjat Rusia, setelah revolusinja berhasil
baik, memutuskan tali perhubungan dengan bangsa-bangsa kulit putih lainnja serta menghukum dan menentang tindakan imperialistis bangsa-bangsa kulit putih ; sekarang mereka sedang mempertimbangkan untuk menggabungkan diri dengan bangsa-bangsa Asia
jang lemah dalam suatu perdjuangan meruntuhkan negara-negara
Imperialis. Djadi bangsa-bangsa imperialis sekarang hanja berdjumlah 250 djuta, akan tetapi djumlah jang ketjil ini masih djuga
berusaha menundukkan sisa 1250 djuta penduduk dunia ini dengan
mempergunakan kekuatan tentara dan segala matjam tjara jang tak
kenal peri kemanusiaan. Demikianlah sesudah kedjadian ini, umat
manusia dapat kita bagi dalam dua golongan : fihak pertama berdjumlah 1250 djuta, sedangkan fihak kedua djumlahnja 250 djuta.
Sungguhpun golongan kedua djauh lebih sedikit djumlahnja kalau
dibandingkan dengan golongan pertama, tetapi mereka memegang
kedudukan-kedudukan jang terkuasa dimasjarakat dunia ini sedangkan tenaga politik dan ekonomi mereka tak terbatas. Dengan
mempergunakan kedua kekuatan ini, mereka memeras bangsa-bangsa jang lemah dan ketjil. Djika sendjata politik mereka, angkatan
laut dan darat kurang tjukup kuat, mereka mempergunakan kekuatan ekonomi untuk menghantjurkan segala perlawanan jang
didjumpai mereka. Seandainja kalau pada suatu waktu sendjata
ekonomi terlalu lemah, maka mereka mempergunakan kekuatan
angkatan laut dan darat untuk memaksa kemauan mereka dituruti.<noinclude></noinclude>
ixrx2xfaw7nnpotegs90bgm6k66mfre
Halaman:San min chu i.pdf/83
104
111710
315736
310436
2026-08-25T02:43:24Z
Ibrohim tijani
26379
315736
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||78}}</noinclude>Kekuatan-kekuatan politik dan ekonomi mereka selalu membantu
satu sama lain dan tjara bekerdjanja dapat kita samakan dengan
tjara tangan kanan membantu tangan kiri, dengan pertolongan
kedua belah tangannja dapatlah ia menghantjurkan golongan jang
berdjumlah 1250 djuta dengan tjara jang kedjam. Akan tetapi
,,Alam tak selalu mengabulkan keinginan manusia", karena dengan
tak diduga lebih dahulu bangsa Slavia jang berdjumlah 150 djuta
sekonjong-konjong bangkit serentak dan memukul imperialisme
dan kapitalisme, berperang membela peri kemanusiaan serta menentang ketidak-samaan dikalangan umat manusia. Dalam uraian saja
jang lalu, sudah saja tjeritakan tentang seorang Rus jang mengatakan: ,, Sebab-sebab terutama Lenin difitnahi Negara-negara Besar
ialah karena Lenin berani mengemukakan bahwa golongan manusia
jang berdjumlah 1250 djuta sedang menderita tindasan oleh golongan lain jang berdjumlah 250 djuta". Tetapi Lenin tak hanja sampai
disitu sadja. Ia mengemukakan djuga bahwa hak menentukan nasih
sendiri harus diserahkan kepada bangsa-bangsa jang ditindas serta
ia mengandjurkan persatuan guna menentang ketidak-adilan didunia ini. Faham Lenin ini ditentang keras oleh Negara-negara Besar,
karena mereka takut akan kepandaiannja jang dapat membahajakan
kedudukan mereka jang teguh itu. Akan tetapi rakjat diseluruh
dunia pada waktu ini sudah insaf dan jakin bahwa desas-desus dan
gembar-gembor jang disiarkan Negara-negara Besar, hanja tipu
muslihat belaka; mereka tak mau lagi diabui mata mereka. Keinsafan politik rakjat diseluruh dunia sudah sampai pada tingkat ini.
Sekarang kita berkemauan keras membangkitkan kembali nasionalisme Tiongkok jang sudah lenjap serta mempergunakan kekuatan
400 djuta rakjat kita guna perlawanan mempertahankan peri kemanusiaan dan melenjapkan ketidak-adilan dari dunia; inilah tudjuan
kita semata-mata. Negara-negara Besar chawatir akan kejakinan
kita jang demikian itu, hingga mereka kemudian menondjol-nondjolkan satu adjaran baru jang sangat menarik hati kalau dilihat
sepintas lalu.
Untuk membangkitkan nafsu amarah kita, mereka sekarang mengandjurkan kosmopolitisme dan menerangkan, bahwa dengan
bertambah madjunja peradaban dunia dan bertambah luasnja pandangan hidup manusia, nasionalisme mendjadi suatu aliran jang
terlalu sempit dan tidak selaras lagi dengan keadaan zaman, dan<noinclude></noinclude>
j2oh5jqv5dz5x25sxgbbfhlh4rmrik5
Halaman:San min chu i.pdf/84
104
111711
315737
310437
2026-08-25T02:46:02Z
Ibrohim tijani
26379
315737
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||79}}</noinclude>karena itulah kita harus memeluk kosmopolitisme. Karena kena tipu
adjaran ini, pada tahun-tahun terkebelakang, banjak pemuda-
pemuda Tionghoa mendewa-dewakannja dan menentang serta
membelakangkan nasionalisme. Akan tetapi adjaran ini bukanlah
sesuatu hal jang perlu dipikirkan bangsa-bangsa jang tersesat.
Kita, sebagai bangsa jang termasuk golongan ini, pertama-tama
berkewadjiban merampas kemerdekaan nasional kita dan mengangkat
kedudukan negara kita, supaja sederadjat dengan negara-negara lain,
sebelum kita sanggup dan tjakap memperbintjangkan kosmopolitisme.
Berkenaan dengan hal ini, perumpamaan atau keterangan jang saja
kemukakan dalam uraian saja jang lalu tentang seorang kuli jang
mendapat hadiah pertama dalam suatu undian, sudah tjukup untuk
mendjelaskan keadaan ini. Kertas undian itu dapat kita umpamakan
kosmopolitisme; pendagang bambu, nasionalisme. Karena mendapat
hadiah pertama, sikuli tadi melemparkan pendagang bambunja
sebagaimana djuga kita membuang nasionalisme, karena dipergila-
gilakan dengan djandji-djandji tentang kosmopolitisme. Kita harus
insaf bahwa kosmopolitisme dilahirkan oleh nasionalisme; seandainja
kita mau melaksanakan kosmopolitisme, terlebih dahulu kita harus
memperkokoh tiang nasionalisme kita sendiri. Djika nasionalisme itu
tak kokoh, maka kosmopolitisme itupun tak mungkin tumbuh subur.
Maka teranglah bagi kita bahwa kosmopolitisme itu bersarang
didalam nasionalisme, sebagaimana djuga surat undian itu bersarang
dipendagangkan bambu tadi; kalau nasionalisme kita abaikan dan
kosmopolitisme kita gemborkan setinggi langit, tak ubahnja sikap kita
sebagai sikuli jang melemparkan pendagang bambunja kedalam laut.
Kita dahulukan badjak dari djawi. Sudah pernah saja kemukakan
bahwa kedudukan kita belum setinggi kedudukan bangsa Annam atau
Korea ; mereka tergolong bangsa jang ditindas dan diperbudak,
sedangkan kita belum dapat dinamakan seperti itu. Meskipun begitu,
kita memperbintjangkan djuga kosmopolitisme dan memandang
nasionalisme sebagai sesuatu jang tak perlu. Tuan2, apakah ini jang
dinamakan pikiran jang sehat ? Menurut sedjarah, maka ternjata
bahwa 400 djuta bangsa kitapun pernah berpemerintah imperialistis.
Tak dapat disangkal, bahwa nenek mojang kita mendjalankan politik
kekerasan terhadap bangsa2 jang lemah dan ketjil; akan tetapi pada
waktu itu kekuatan ekonomi belum begitu mendahsjatkan, sehingga<noinclude></noinclude>
bodmc76tr6k7t6yov4e7931au83ofp6
Halaman:San min chu i.pdf/92
104
111714
315738
311669
2026-08-25T02:51:49Z
Ibrohim tijani
26379
315738
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{rh||'''Uraian V'''}}
Bagaimana menghidupkan kembali semangat kebangsaan (nasionalisme) di Tiongkok - Menginsjafkan rakjat tentang posisi Tiongkok - Malapetaka jang mengantjam Tiongkok - Bahaja militer dari Djepang, Amerika Serikat, Inggeris, Perantjis - Tiongkok tak dapat pertjaja pada kesetimbangan kekuatan" dari bangsa lain - Kemenangan diplomatik jang meliputi Tiongkok Bahaja kekuasaan asing atas ekonomi Tiongkok Bahaja mengenai bertambah besarnja penduduk lain didunia - TiongTiongkok harus memkok harus insjaf akan keadaan sebetulnja bangun sentimen kebangsaannja jang baru berdasarkan kesetiaan jang telah ada dalam pertalian sekeluarga dan sesuku Tjara-tjara dari nenek-mojang Kalau India dapat bersatu mengenai rentjana non- koperasi, Tiongkok harus sanggup bersatu. Perlawanan positif dan negatif terhadap penjerangan asing.''
''Uraian saja hari ini mengenai tjara bagaimana kita menghidupkan
kembali perasaan kebangsaan kita. Dari uraian saja jang lalu dapat
dilihat apa sebab-sebabnja Tiongkok sampai djatuh seperti sekarang, jaitu karena Tiongkok kehilangan semangat kebangsaannja.
Kita didjadjah dan diperintah selama 200 tahun lebih.
Dahulu kita mendjadi budak bangsa Manchu ; sekarang kita budak
segala bangsa dan menderita lebih dari pada jang sudah-sudah.
Kalau kita biarkan keadaan ini dan kita tidak dapat mentjari tjara
tjara lain untuk menghidupkan kembali perasaan kebangsaan kita.
maka Tiongkok akan lenjap sebagai negara, dan barangkali djuga
sebagai bangsa.
Oleh karena itu, kalau kita ingin menjelamatkan Tiongkok, terutama
kita harus menghidupkan kembali perasaan kebangsaan kita.
Sekarang saja akan membitjarakan dua djalan, bagaimana perasaan
kebangsaan dapat kita hidupkan kembali. Pertama dengan menginsjafkan 400 djuta bangsa kita, supaja mengerti bagaimana keadaan
kita sekarang.
Kita berada dalam suatu krisis; kita harus menghindarkan kemelaratan dan mentjari kebahagiaan ; menghindarkan tenggelamnja bangsa
dan menudju kedjajaan. Mula-mula harus kita lihat dengan tabah
hati dan diikuti oleh tindakan.
Kalau Tuan-tuan hendak menghargai bagaimana „susahnja pengertian dan mudahnja tindakan itu" , peladjarilah dalil-dalil saja.
Dahulu Tiongkok tidak menginsafi, bahwa ia berada dalam kemunduran dan achirnja akan menghadapi kelenjapan.<noinclude></noinclude>
fnasky2024qcvbhcs9x9rmz3sqp2q6q
Halaman:San min chu i.pdf/95
104
111720
315739
310452
2026-08-25T02:52:20Z
Ibrohim tijani
26379
315739
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||90}}</noinclude>Timur kita jang terdekat, mempunjai angkatan darat dan laut jang
sanggup menjusup djauh kedalam pertahanan kita dalam waktu jang
singkat.
Sampai sekarang ia belum menjerang, mungkin karena waktu jang
baik belum tiba baginja. Akan tetapi setiap waktu ia dapat meng-
hantjurkan Tiongkok, seandainja ia menjerang. Waktu jang dipakainja untuk memanggil tentara (mobilisasi) sampai penjerangan
terhadap Tiongkok memakan waktu tak lebih dari sepuluh hari.
Sebab itu kalau Tiongkok memutuskan perhubungan diplomasinja
dengan Djepang, maka Djepang akan dapat melumpuhkan negara
kita dalam sepuluh hari sadja. Kalau kita tindjau dari negeri Djepang, sepandjang pantai Timur-Laut Pasifik, Negara Amerikalah
jang terkuat didaerah itu.
Dahulu Amerika Serikat mempunjai angkatan laut jang bersaingan
besarnja, jaitu tiga kali dari angkatan laut Djepang. Ini adalah berkat hasil konperensi jang ditetapkan di Washington jang mengurangkan ukuran tonase angkatan lautnja sampai 500 ribu ton.
Kapal-kapal perang seperti kapal-kapal selam, kapal-kapal perusak
kepunjaan Amerika Serikat djumlahnja lebih besar dari kepunjaan
Djepang.
Didalam angkatan darat Amerika, tiap-tiap warga-negaranja mendapat didikan ketentaraan. Tiap2 warga-negara Amerika Serikat
diharuskan masuk sekolah rendah dan kebanjakan dari mereka
meneruskan peladjaran kesekolah landjutan, umpama kesekolah
Menengah atau College. Mereka ini semuanja mendapat didikan
militer disekolah-sekolah ini hingga setiap waktu pemerintah dapat
memperbanjak djumlah pradjuritnja.
Ketika Amerika Serikat terdjun dalam gelanggang peperangan di
Eropah, mereka sanggup mengirimkan 2 djuta pradjurit dalam
setahun. Maka dari itu biarpun angkatan darat Amerika Serikat itu
ketjil sekali sekarang, tetapi kekuatan sebenarnja dari tentaranja
sangat mengagumkan; dalam waktu jang singkat berdjuta-djuta
pradjurit dapat dikirimkan kemedan peperangan.
Andai kata Tiongkok memutuskan perhubungan diplomasinja dengan Amerika Serikat, bagi mereka ini hanja memerlukan waktu
sebulan untuk memobilisasi tentaranja, siap untuk menjerang, se-
hingga Tiongkok dapat dihantjurkan dalam sebulan sesudah pertikaian.<noinclude></noinclude>
tun7btl768b5ahqakmbm5qlv60tncif
Halaman:San min chu i.pdf/103
104
111734
315740
310470
2026-08-25T02:54:11Z
Ibrohim tijani
26379
315740
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||98}}</noinclude>pengabdian terhadap suku dan achirnja pengabdian terhadap
negara.
Tjara sematjam inilah jang sangat kita perlukan ; dari sedikit
kesedikit kita atur kearah kesempurnaan dengan djalan memperkokoh perasaan sosial diantara golongan-golongan jang ketjil
dengan jang besar, supaja mereka ini merasa kenjataan-kenjataannja.
Kalau kita ambil suku-suku sebagai kesatuan-kesatuan sosial lalu
organisasi mereka kita perbaiki dan sesudah itu kita bentuk mendjadi kesatuan organisasi negara, tentu pekerdjaan seperti ini akan
lebih mudah dilakukan dari pada tjara bangsa-bangsa asing jang
membentuk kesatuan dari kesatuan-kesatuan perseorangan.
Dimana persatuan-persatuan tersendiri bersimaharadjalela didalam
suatu negara, sekurang-kurangnja kesatuan ini berdjumlah berdjutadjuta. Di Tiongkok kesatuan ini berdjumlah 400 djuta. Untuk
mengikat kesatuan-kesatuan jang terpisah dan banjak ini tentu tak
mudah.
Kalau kita mengambil kesatuan suku sebagai sendi, maka namanama suku itu dahulu banjaknja seratus, sekarang kira-kira empat
ratus . Sebabnja ialah karena berbagai-bagai nenek mojang jang
sama, dihormati oleh tiap-tiap suku. Djumlah ini kian abad kian
bertambah. Suku-suku ini semuanja mempunjai pertalian keluarga ;
masing-masing keluarga mentjari asal-muasalnja serta nenek mojangnja dari keturunan sedjak beribu-ribu tahun jang lalu. Nama
nenek-nenek mojang jang pertama lambat laun ditukar dengan
nama-nama keturunan jang baru. Sekarang suku-suku jang ada
di Tiongkok mentjoba menjelidiki asal-muasal sukunja sampai kepargkalnja, akan tetapi tak berhasil mendapat nama suku jang asli,
Kebiasaan menjelidiki asal-muasal ini telah dilakukan dizaman
purbakala dan sudah berdjalan beribu-ribu tahun. Hal inilah jang
mengakibatkan sangat kokohnja penghidupan sosial di Tiongkok.
Orang-orang asing menganggap kebiasaan ini tak berguna, tetapi
menurut perdapat kita pemudjaan terhadap nenek mojang dan
perhubungan silaturahim antara suku-suku" sudah meresap benarbenar dalam djiwa bangsa Tionghoa sedjak beribu-ribu tahun jang
achir ini. Dengan beranggapan demikian seorang Tionghoa tak
begitu menghiraukan kepentingan negara, tak memperdulikan siapa
radjanja ; hanja jang harus dilakukannja, ialah membajar padjak<noinclude></noinclude>
ajvqbegmdxmo7twxrzhj7la54ex7zu2
Halaman:San min chu i.pdf/168
104
111803
315741
310568
2026-08-25T02:58:08Z
Ibrohim tijani
26379
315741
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||163}}</noinclude>setelah berhasil, setiap orang mulai meluaskan pembatasan-pembatasan kemerdekaan diri dan tak lama kemudian kemerdekaan jang
berlebih-lebihan itu menimbulkan banjak akibat jang buruk. Sebab
itulah maka seorang ahli pikir Inggeris Mill (John Stuart )
sampai berani mengatakan, bahwa kemerdekaan diri jang tidak mentjampuri kemerdekaan orang lain, itulah kemerdekaan jang sedjati.
Djika kemerdekaan seseorang tidak dapat disatukan dengan suasana kemerdekaan orang lain, maka kemerdekaan ini tidaklah tahan
lama. Sebelum itu orang Barat tidak membatasi kemerdekaan itu.
Tetapi ketika Mill mengandjurkan teorinja kemerdekaan jang terbatas, maka kemerdekaan perseorangan sangat dibatasi.
Dengan djelas ahli pikir Barat menjatakan, bahwa kemerdekaan
itu bukanlah barang jang sutji jang tak dapat dinodai, tetapi ia
harus mempunjai batas-batas.
Orang-orang asing jang mentjela orang Tionghoa, bahwa orang
Tionghoa tak mengerti akan kemerdekaan dan berada seperti „pasir
berderai " , sudah tentu pendapat mereka ini bertentangan dengan
pendapat mereka sendiri. Biarpun orang Tionghoa berada dalam
,,pasir berderai", tetapi mereka sebelumnja sudah pernah mengetjap
kemerdekaan jang sempurna ; kalau pendapat kita ini kurang sem-
purna, selajaknjalah kita menambahkan semen dan air kedalamnja
setjepat mungkin, supaja mendjadi karang. Djikalau sudah terdjadi,
tentu pasir itu tak dapat bergerak sesukanja sendiri dan tak bebas
lagi.
Kesengsaraan jang diderita orang Tionghoa bukan karena kekurangan kemerdekaan ; kalau pasir berderai menggambarkan kealaman kita, maka kita mempunjai kemerdekaan jang tjukup. Jang
tak dimiliki orang Tionghoa ialah perkataan kemerdekaan dan
karena itu pula tidak terdapat tjita-tjita kemerdekaan. Apakah jang
harus diperhatikan pemerintah berhubung dengan ini ? Apakah
orang Tionghoa benar-benar mempunjai kemerdekaan ?
Kalau kita perhatikan perumpamaan ,lapangan pasir berderai " , kita
akan insjaf bahwa orang Tionghoa mempunjai kemerdekaan jang
luas. Itulah sebabnja tak ada seorangpun jang mengindahkan kemerdekaan, djangankan lagi akan namanja. Mengapa demikian ?
Marilah saja gambarkan sesuatu keadaan penghidupan kita sehari-hari.<noinclude></noinclude>
fnd2vlwzw3pn56knqsn0vd0282fsbm1
Halaman:San min chu i.pdf/172
104
111896
315742
310740
2026-08-25T02:59:06Z
Ibrohim tijani
26379
315742
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||167}}</noinclude>„Kalau matahari terbit, aku bekerdja keras :<br>
Kalau matahari terbenam, aku melepaskan lelah :<br>
Ku gali sumur memperoleh air :<br>
Ku tjangkul tanah mentjari makan :<br>
Apakah hubungan kekuasaan radja dengan aku ?”
Dapat kita saksikan dari njanjian kemerdekaan ini bahwa Tiongkok
meskipun tak mempunjai kemerdekaan dalam sebutan, namun sedjak zaman dahulu telah mengalami kemerdekaan, begitu banjak
hingga tak perlu ditjari lagi. Sedjak kemerdekaan demokrasi lahir
sesudah kemerdekaan, maka membitjarakannja harus kita terang-
kan dengan sedjarah negeri2 Barat untuk mentjapai kemerde-
kaan. Kalau tidak begitu, kita tak akan dapat menginsjafi bahwa
kemerdekaan itu berharga sekali. Perdjuangan orang Eropah guna
mentjapai kemerdekaan adalah karena didorong oleh hawa nafsu
jang besar, jang sekarang sudah agak reda ; hal ini membuktikan
bahwa kemerdekaan disamping mempunjai tanda-tanda baik djuga
mengandung tanda-tanda buruk, hingga tak dapat dianggap salah
suatu barang sadja. Kalau orang-orang asing mengatakan bahwa kita
berupa „pasir berderai”, tentu kita akan mengakui kebenaran itu,
tetapi kita tak dapat begitu sadja menerima tjelan mereka dan
bahwa kita tak mengerti kemerdekaan dan kurang kesadaran poli-
tik. Apakah sebabnja kita mendjadi suatu „lapangan pasir berde-
rai”? Semata-mata karena akibat kemerdekaan perseorangan.
Itulah sebabnja tudjuan revolusi Tiongkok berlainan dari pada
tudjuan revolusi-revolusi asing, sedang metode jang kita pakai
lain pula. Dengan tegas dapat kita katakan, bahwa tudjuan revolusi
kita bertentangan sama sekali dengan revolusi-revolusi Eropah.
Orang-orang Eropah memberontak dan bertempur untuk kemerde-
kaan, karena mereka terlalu sedikit merasakannja. Tetapi kita,
terlalu banjak mempunjai kemerdekaan itu, tetapi tidak ada kesatu-
an dan tenaga berontak, sebab kita telah mendjadi lapangan pasir
berderai, dan dikuasai oleh imperialisme asing, dan ditekan oleh
pengawasan ekonomi dan perang-perang perdagangan kekuasaan-
kekuasaan tsb. sedang kita tak sanggup memberontak, sebab itu
hentikanlah kemerdekaan perseorangan itu dan bergabunglah dalam satu badan laksana karang jang terbentuk dari paduan semen
dan pasir.<noinclude></noinclude>
dkvx2m6bbf60lnjna47ojr4hcm01td5
Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/21
104
111913
315746
310764
2026-08-25T03:24:18Z
Ibrohim tijani
26379
315746
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;">— 116 —</div>
Perhoeboengan antara Karenine dan istrinja
tinggal tetep tiga berobah. Bedanja tjoema Ka-
renine tinggal lebi lama dalem kantoorja dari-
pada biasanja. Sedari ia menanjakan keterangan
sama Anna, sebening poelang dari pestanja
prinses Betsy tiada sekali ia tjoba tandjakan ke-
terangannja poela apa jang ia doega atawa tiada
sekali masoe njatakan atinja jang tjemboroesan.
Tapi samaraja tinggal tetep seperti ia pertama
kali telah njatakan di hadepunja Anna. Kare-
nine jang dalem oetroesa pemerentahan terkenal
sebagai orang jang pikiranja tadjem, sama sekali
tiada mendoesin jang kalakoeannja terhadap sama
istrinja ada amat gelo. Terutama dengan ispoe-
nja kalakoean akan bikin papekesan dalam
hal jang ditjerigain bikin matsnja jang malek
tiada bisa selesai boeta. Atinja jang tadinja
tjinta dengan sangeop djiwa sama istri dan anak
lelakinja, sekarang djadi amat adang ; Karenine
jang selaloe oendjoek dirinja sebagai satou saja
jang boesk terhadap sama anak, dan selaloe
kandjikan dirinja sebagai satou saja jang ber-
boedi sama istrinja, moelai terdjalinja pertjikan
antara dirinja dan Anna, soe’a oemoeg dengan
ketoes sama ispoenja anak, betsel seperti dielep
ia ada bilang djoepa sama japoeja istri.
Di loesran Karenine terlahoe sebagai orang jang
amat boeng dengan pakerdja’an seperti terdjata
djoega dengan ispoenja ketetrapa pada ispoenja
soekat sobat. Ia tida masoeng mengakoe itoe paker-
dja’an jang banjak lantaran ia sendiri jang tjari
dan soeda berikoe begitoe akan oempetken
<div style="text-align:center;">— 117 —</div>
resia atinja pada orang banjak, soengsja tiada
tœe jang inpoenja perhoeboengan dengan ispoenja
istri sedia banjak berbeda. Semakin lame
atinja djadi semakin gede pada Anna jang
doeloenja ia ada begitu tjinta...
Tjoema bagoesnja Karenina tiada sekali masoe
jepet sama klakœm dan perboestanija Anna.
Roesa têtirœnja Karenina ada di Peterhof dan
di moesin rasas telah dateng di sito Gravin
Lydie dan biasanja selaloe berdam di sito
bersama sama Anna. Tapi dalam ini taon Gra-
vin Lydie berdjam di deket Peterhof, maki ke-
gitoe t'ch djarang sekali menenamoe sama Anna.
Itoe djonja naperawan bilang, perboestanija
Anna degen prinsip Betsy dan Vronsky ia
anggep sebagai satoe hal jang tiada begitoe baik.
Karenina kasi kepastija degen lakoe jang
soenngoe soenngoe, istrinja tjampoer marika itoe
degen pantja dan tiada soeatoe apa jang bisa
ditjoerigin. Moelain dari itoe kasi ia tiada
perna list lagi Gravin Lydie dateng di roemahnja.
Karenina tiada masoe perdjaja sama sekali jang
tanjak orang hendak asitnja tjinta dari Anna;
sama sekali ia tiada mengerti kenapa Anna
begitoe getol tateboeg di Tsarkoe, di mana Betsy
ada tinggal dan djega tiada berdjauhan dari
roemahnja Vronsky. Ini semoest tiada sekali
ia masoe pikirken. Tapi dalam atinja sendiri,
zonder rasoe mengakoe itoe dan zander ada
poenja boekti, ia bilang dengan segala kapestian
jang dirinja ada satoe lelaki jang tiada broe-
toeng; ini soenggoe aka amat menjakiti atinja.<noinclude></noinclude>
h6vuwlflufddcgck4r44x1ys2wy6hpe
Halaman:San min chu i.pdf/175
104
111921
315743
310774
2026-08-25T03:00:26Z
Ibrohim tijani
26379
315743
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||170}}</noinclude>tentera tak akan berdisiplin lagi. Bagaimanakah kita dapat mempunjai sekolah jang tak mempunjai peraturan ? Bentuk tentera apakah
jang tak berdisiplin ? Apakah sebabnja kita mengingini bangsa
memperoleh kemerdekaannja ? Karena Tiongkok jang berada
dibawah pengaruh negara2 besar, telah kehilangan kedudukan
nasionalnja. Tiongkok tak hanja sebuah semi-koloni sadja, tetapi
telah mendjadi sebuah hypo-koloni jang lebih rendah deradjatnja
dari pada Birma, Annam dan Korea. Negara ini masing2 djadjahan suatu bangsa lain, budak seorang madjikan, tetapi Tiongkok
adalah djadjahan segala bangsa, disamping itu budak dari segalanja. Kita sekarang mendjadi budak lebih dari sepuluh madjikan ;
kemerdekaan nasional kita sangat terbatas. Kalau kita betul2 bertjita2 mengembalikan kedudukan Tiongkok, kita harus bersatu padu
dalam satu badan jang kokoh kuat ; kita harus memakai metode2
revolusioner untuk mengerahkan segenap tenaga, supaja negara
kita mendjadi sebuah kesatuan jang kokoh kuat. Dengan tak
memakai prinsip2 revolusioner, kita tak akan berhasil. Prinsip2
revolusioner kita adalah semennja. Kalau kita dapat mengkonsoli-
dasikan 400 djuta djiwa bangsa kita dan bentuklah sebuah
kesatuan jang berkuasa dan bebaskan kesatuan ini dari segala
pengaruh luar, barulah pada waktu itu negara Tiongkok akan merdeka dan rakjatnja akan bebas menurut arti kata jang sebenarnja.
Bandingkanlah sembojan revolusi Perantjis dengan sembojan kita ;
,,kemerdekaan" dalam sembojan revolusi Perantjis dan ,nasionalisme rakjat " dalam sembojan kita ada persamaannja. Nasionalisme
rakjat bertudjuan kemerdekaan bangsa. ,,Persamaan" sama dengan
,,prinsip kedaulatan rakjat " jang bermaksud hendak menghantjurkan otokrasi dan mendjamin hak jang sama bagi semua orang.
„Persaudaraan " asal mulanja ditudjukan kepada arti „saudara sekeluarga " dan sama artinja dengan perkataan Tiongkok t'ung-pao
(saudara setanah air). Maksud „persaudaraan" sama dengar. „prinsip penghidupan rakjat ' kita jang berisi rentjana-rentjana bagi kemakmuran 400 djuta bangsa kita. Saja akan mendjelaskan ini
lebih-lebih seluk-beluknja, kalau saja sampai pada pembitjaraan
tentang penghidupan rakjat.
''16 Maret 1924.''<noinclude></noinclude>
5y0bfb4y47xcwfnilsl2r794i3y1p8q
Halaman:San min chu i.pdf/178
104
111930
315744
310788
2026-08-25T03:02:14Z
Ibrohim tijani
26379
315744
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||173}}</noinclude>Sang Alam pada mulanja tak mentjiptakan manusia jang serupa,
tetapi ketika otokrasi berkembang diantara manusia, radja-radja
dan putera-putera radja memperbedakan manusia berlebih-lebihan
hingga mengakibatkan perbedaan jang lebih tadjam dari pada
perbedaan jang ditjiptakan Alam.
Perbedaan-perbedaan jang ditjiptakan radja-radja dan putera-
putera radja adalah perbedaan buatan. Untuk mendjelaskan ke-
adaan pada waktu itu marilah saja gambarkan dipapan tulis ini.
{| style="margin-left:0; border-collapse:collapse;"
|-
| Kaisar atau radja
|-
| style="padding-left:70px;" | putera radja
|-
| style="padding-left:140px;" | hertog (duke)
|-
| style="padding-left:210px;" | markis
|-
| style="padding-left:280px;" | graaf (earl)
|-
| style="padding-left:350px;" | viscount
|-
| style="padding-left:420px;" | baron
|-
| style="padding-left:490px;" | rakjat
|}
<div style="text-align:center;">Gambar 1, perbedaan-perbedaan.</div>
Peladjarilah gambar ini dengan saksama dan Tuan-tuan akan
mengetahui artinja „perbedaan buatan”. Karena perbedaan
tingkatan ini, golongan-golongan jang mempunjai hak-hak istime-
wa mendjadi sangat kedjam dan tjurang, hingga rakjat jang ter-
tindas achirnja tak dapat menahan penderitaan dan memberontak
melawan perbedaan buatan ini.
Tudjuan sesungguhnja dari revolusi-revolusi adalah penghantju-
ran perbedaan jang ditjiptakan manusia; setelah perbedaan-perbe-
daan ini dapat dilenjapkan, orang mengira bahwa revolusi mereka
telah selesai sampai disitu sadja. Sebaliknja radja, dan kaisar se-
muanja mempertahankan kedudukan mereka dengan mengatakan<noinclude></noinclude>
h8q1z001rt7voorp9ndur5qfo2ju29h
Halaman:San min chu i.pdf/181
104
111934
315745
313297
2026-08-25T03:03:45Z
Ibrohim tijani
26379
315745
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /><div style="text-align:center;">176</div></noinclude>{{hwe|bawah|kebawah}} sampai kedudukan jang sama tingginja soepaja orang sa-
ma, dunia ini tak akan madju dan seluruh umat manusia akan mun-
dur karenanja. Kalau kita bertjita-tjita hendak mentjapai demokrasi
dan persamaan, disamping itu ingin pula melihat soepaja dunia
akan madju, kita harus membitjarakan „persamaan politik”. Ka-
rena persamaan adalah barang buatan dan bukan benda azasi ;
djadi persamaan jang dapat kita bangunkan ialah dalam keduduk-
an politik.
<br>
{| style="width:100%; text-align:center; border-collapse:collapse;"
|-
| style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" |
'''ahli'''<br>'''fil'''<br>'''safat'''
| style="vertical-align:bottom; width:10%;" |
'''orang'''<br>'''utama'''
| style="vertical-align:bottom; width:8.5%;" |
'''orang'''<br>'''genie'''
| style="vertical-align:bottom; width:7.5%;" |
'''orang tjep-'''<br>'''dik pandai'''
| style="vertical-align:bottom; width:6.5%;" |
'''orang per-'''<br>'''tengahan'''
| style="vertical-align:bottom; width:5.5%;" |
'''orang'''<br>'''biasa'''
| style="vertical-align:bottom; width:4.5%;" |
'''orang'''<br>'''bodoh'''
| style="vertical-align:bottom; width:3.5%;" |
'''orang'''<br>'''hina'''
|}
{| style="width:100%; border-collapse:collapse; text-align:center;"
|-
| style="width:12.5%; height:260px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" |
| style="width:12.5%; height:230px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" |
| style="width:12.5%; height:200px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" |
| style="width:12.5%; height:170px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" |
| style="width:12.5%; height:140px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" |
| style="width:12.5%; height:110px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" |
| style="width:12.5%; height:75px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" |
| style="width:12.5%; height:45px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000; border-right:1px solid #000;" |
|}
<div style="text-align:center;">
'''Gambar III — Kebebasan jang benar.'''
</div>
Sesudah revolusi ini selesai, kita berkehendak soepaja tiap-tiap
orang mempunjai kedudukan politik jang sama seperti jang didje-
laskan pada gambar III. Inilah persamaan jang benar serta
sesuai dengan prinsip alam.
Dalam revolusi-revolusi di Eropah, rakjat berusaha pajah serta
memberi pengorbanan-pengorbanan jang tak terhitung banjaknja
guna mentjapai kemerdekaan dan persamaan. Soepaja kita djuga
dapat mengerti, apakah sebabnja mereka mau berselisih begitu
hebat dan berkorban sebanjak itu terutama kita harus mengerti<noinclude></noinclude>
7rsyx1eciyd3zsgbstc04ilox9y6ilz
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/82
104
112329
315653
311657
2026-08-25T00:00:50Z
Ibrohim tijani
26379
315653
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>DENMAS : Tak pula kurang pentingnya perkara rencana
pakaian. Aku menyaksikan sendiri seorang pemuda remaja yang
mendesak mengikut rombongan pergi menyerang. Pertama
kusaksikan di Banten. Di sana kulihat seorang pemuda pergi
menyerang ke Kebayoran. Kedua, pemuda lain yang “menyerbu”
ke Surabaya. Mereka berangkat dengan tombak bambu dan golok
saja. Tak pula mereka tadi memakai pakaian militer. Bahkan
bajupun tak ada dipakainya. Tetapi mereka kembali ke desanya
membawa beberapa pistol di pinggangnya dan tommy-gun di
bahunya!
SI PACUL : Bagaimana perasaan Denmas melihat pemuda
semacam itu? Mereka itu satria unggul, bukan?
DENMAS : Tetapi aku suka dan sedih! Suka karena belum
pernah aku seumur hidup menyaksikan bakti kesatriaan bangsa
Indonesia seperti sekarang. Sedih, melihat prajurit muda, gagah
perkasa itu cuma memakai celana buntung tak bersepatu dan
berbaju. Alangkah baiknya kalau diberi uniform, pakaian militer.
Alangkah senang dan girang hatinya sendiri. Alangkah pula
besarnya minat dan keinginan bertarung di antara teman
sedesanya mereka itu, apalagi sesudah melihat temannya pulang
membawa oleh-oleh perang, tanda kemenangan. Rasanya brosur
ini sudah terlampau jauh melebihi brosur yang lain-lain.
SI PACUL : Sebagai penutup ucapkanlah beberapa kalimat,
Dam, sebagai simpulan yang penting.
SI GODAM : Kita di masa penyerangan musuh sekarang dan
di hari depan perlu mengadakan rencana. Bukan buat
mengadakan perekonomian yang kuat-kokoh. Buat ini kita tak
diberi kesempatan. Rencana Ekonomi kita ialah buat berjuang
semata-mata. Berjuang mati-matian, karena maksud musuh
sudah terang seperti cahaya matahari. Hendaknyalah dengan
cepat tangkas kita mengadakan badan buat mengatur penghasilan
dan pemakaian buat berjuang. Hasil itu mesti dicocokan dengan
permintaan. Dalam pembagian hasil itu, sekarang uang Jepang
itu masih dipakai. Tetapi cetakan uang itu sudah direbut Nica.<noinclude>{{rh|82}}</noinclude>
p3usmkpb0fdwglhojkov5m82y1zrebu
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/81
104
112331
315654
311656
2026-08-25T00:03:50Z
Ibrohim tijani
26379
315654
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>SI TOKE : Memang begitu, Dam! Indonesia ini bukan Jawa
saja. Memang hubungan kita dengan seberang kini amat
terganggu. Tetapi kalau maksud dan tujuan itu sama, persatuan
dalam mengambil tindakan bisa didapat. Seberang seperti biasa
siap setia akan mengikuti Jawa.
DENMAS : Kalau kita dari awal Republik didirikan bisa
sedikit saja memandang ke depan dan memegang teguh makna
dan akibat kemerdekaan itu, maka kita tentu sudah mempunyai
Rencana Ekonomi Berjuang itu. Dengan itu kita akan jaya
menangkis serangan Inggris-Nica yang mesti datang menyerang
kita. Saya bilang mesti, karena mengingat kebutuhan
imperialisme Inggris-Belanda sesudah Perang Dunia ini dan
mengingat pula sejarah imperialisme Inggris-Belanda dalam 350
tahun di belakang ini, di seluruh pelosok dunia..
{{gap}}SI PACUL : Memang pengharapan kosong itu terlampau
banyak terselit dalam hati sanubari para pemimpin kita. Tak
perlulah nama si pemimpin itu kita sebut. Kita cukup mengerti
artinya persatuan di masa perang ini. Tetapi ingatlah saja
perjanjian Inggris dengan para pemimpin kita di Surabaya dan
Magelang. Berapa banyak korban mesti diberikan sesudah
perjanjian itu, karena kita percaya pada suara merdu dan janji
muluk para pejabat yang terdesak itu.
MR. APAL : Memang aku setuju penuh dengan
perkataanmu. Tetapi engkau sedikit sesat kepada simpang
diplomasi. Baiklah kita kembali ke bagian ekonomi Rencana
Ekonomi Berjuang itu. Tiadalah akan begitu besar penderitaan
mereka yang mesti meninggalkan rumahnya di kota-kota dan lari
tergesa-gesa ke desa-desa. Mereka akan bisa disambut dengan
persediaan makanan dan pomondokan, walaupun amat sederhana
sekali. Rakyat tak akan begitu kacau, kalut, dan prajurit kita tak
akan begitu terganggu hatinya melihat rakyat dalam kesusahan
itu. Lagipula jika ada persiapan di luar kota, maka rakyat dalam
kota tak akan begitu berat hatinya meninggalkan rumah
tangganya, tempatnya bernaung berbulan-bulan barangkali sudah
bertahun-tahun.<noinclude>{{rh|||82}}</noinclude>
nsrxox24oauahn3tkjv3o7w5t73x289
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/80
104
112333
315655
311655
2026-08-25T00:07:44Z
Ibrohim tijani
26379
315655
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>tenun dan membagikan hasilnya. 3. Mendirikan pondok di
tempat aman sebagai persiapan buat penduduk kota. 4. Mengatur
pertukaran barang. 5. Mempersiapkan hubungan dengan luar
negeri.
SI TOKE : Apakah tindakan yang pertama mesti diambil?
SI PACUL : Saya pikir mengadakan l) Panitia menaksir, 2)
Jabatan menjalankan taksiran atau Rencana, dan 3) Badan
Penyelidik.
SI GODAM : Tepat, Cul! Sebenarnya tak perlu saya uraikan
lagi apa tindakan sesudah mengadakan Badan itu yang mesti
diambil. Semuanya itu sudah terkandung dalam pasal rencana
ekonomi sosialis tadi. Cukuplah di sini kalau disebutkan bahwa
sesudah Badan Kekuasaan tadi dibentuk, maka hendaklah
diadakan penaksiran itu selekas mungkin.
SI TOKE : Sebenarnyalah mesti dicocokan semua hasil
makanan, pakaian dan perkakas perumahan (di luar kota) serta
keperluan buat Jawa seluruhnya dengan keperluan dan
permintaan. Kalau ada kekurangan cobalah cari akal buat
menambahnya. Barangkali kebun ini mesti ditanami ini dan
pabrik ini mesti ditukar dengan pabrik itu. Sesudahnya adakanlah
pendaftaran buat semua jenis pekerjaan, seperti pekerja besi,
kain, kereta, tambang dll. Tiap-tiap jenis pekerja itu mesti dibagi
pula menurut kepandaiannya. Di antara pekerja besi umpamanya
berapa banyak tukang lebur, tukang las dsb. Baru kita mendapat
pandangan tentang banyak dan kesanggupannya kaum pekerja
kita. Apabila kita sudah mempunyai daftar yang sempurna, baru
pula kita bisa mengerahkan prajurit pekerja kita yang perlu,
kalau kita sudah mempunyai pendaftaran yang sempurna itu.
SI GODAM : Kalau tindakan tersebut di atas sudah
dijalankan di Jawa, sudah tentu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi,
Maluku, Nusa Tenggara akan mengikut. Sebab itu semua
tindakan di Jawa itu mestinya tepat cepat.<noinclude>{{rh|80}}</noinclude>
l1l6zjrom52qhucfgw3wqfuq8r5mv4f
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/78
104
112342
315652
311653
2026-08-24T23:56:41Z
Ibrohim tijani
26379
315652
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>saja. Karena perkara ini langsung bersangkutan dengan pasal
Rencana Ekonomi Berjuang.
SI PACUL : Jadi berhubung dengan Rencana Ekonomi
Berjuang ini menurut pikiranmu ada beberapa perkara yang
menguntungkan kita. Cobalah sebutkan atau uraikan pula perkara
itu panjang lebar.
SI GODAM : Belumlah sampai temponya buat menguraikan
perkara itu panjang lebar. Baiklah disebutkan saja semuanya itu.
Kalau perlu di sana-sini kutambah ssdikit penerangan.
SI TOKE : Mulailah, Dam!
SI GODAM : Semuanya ada empat perkara yang nyata
menguntungkan kita. Makin tahan lama kita berjuang, makin
nyata pula keuntungannya. Perkara itu:
l. Iklim. Lantaran tak ada musim dingin di Indonesia,
tanaman tumbuh 12 bulan setahun, sedangkan di negara dingin
cuma 6 bulan. Makanan mudah disiapkan, direncanakan, dan
pakaian cuma sedikit yang kita perlukan. Di pinggir-pinggir atau
pinggang gunung kita bisa hidup dalam pondok kecil
meneruskan perjuangan, menghindarkan pesawat udara.
2. Penduduk Indonesia amat banyak. Buat di belakang dan di
depan medan peperangan lebih dari cukup banyaknya prajurit.
Kalau dari rakyat yang 70 juta itu diambil 10% orang terkuat
saja, kita bisa mendapatkan 7 juta prajurit buat garis depan. Yang
7 juta lagi buat garis belakang. Belum lagi terhitung kaum wanita
yang amat penting buat perjuangan ini.
3. Moral prajurit amat menggembirakan. Semangat buat
membela kemerdekaan dan keikhlasan berkorban buat
kemerdekaan belum pernah ternyata dan umum seperti sekarang.
Lebih susah buat seseorang pemimpin perang menahan
prajuritnya bertarung daripada menyuruhnya bertarung. Berebut-<noinclude>{{rh|78}}</noinclude>
b2gezcss64keceaiu5e107ew0iny198
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/77
104
112366
315656
311652
2026-08-25T00:11:14Z
Ibrohim tijani
26379
315656
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>DENMAS : Nah, sekarang “Jeruk Bali” yang kau hidangkan,
Cul! Segar bugar! Sudah pandai pula engkau memakai perkataan
seolah-olah dan gambaran. Tetapi engkau jangan memikirkan
Rencana Ekonomi yang modern, yang sempurna saja, Cul!
Bukankah di masa perang ini pun kita mesti mengadakan
rencana? Istimewanya dalam suasana perang inilah kita mesti
mengadakan rencana.
SI GODAM : Benarlah begitu. Kita mesti tunda rencana
besarbesaran dan rencana bertujuan jauh. Rencana yang akan
membawa kita ke zaman sentausa ialah apabila kita sudah
mempunyai Industri Berat, Industri Induk. Apabila kita sudah
mempunyai Mesin Membikin Mesin, yakni mesin pembikin
lokomotif, pembikin mesin oto, kapal air dan kapal terbang,
barulah boleh kita tidur dengan perasaan lebih aman dan
meninggalkan anak cucu dan negara kita dengan hati aman
tenteram. Sebelum keadaan itu tercapai, belumlah berapa artinya
suatu kemerdekaan, walaupun kita memperoleh kemerdekaan
100% yang kita tuntut itu.
SI PACUL : Tetapi kemerdekaan 100% itu pulalah yang
sanggup memberi kesempatan kepada negara kita buat
mendirikan Mesin-Induk dan Industri Berat Nasional bukan?
SI GODAM : Benar Cul. Sebab itu rencana kita sekarang
ialah Rencana Ekonomi Berjuang buat mencapai kemerdekaan
100% itu lebih dahulu. Bermula baiklah diingatkan suasana
sekarang ini, tegasnya ialah suasana dalam perjuangan.
DENMAS : Apa perkara penting yang tampak di matamu
dalam suasana berjuang ini, Dam?
SI GODAM : Banyak perkara yang bisa menjadi sebab
kemenangan atau kekalahan kita dalam perjuangan yang
mahadahsyat ini. Mahadahsyat dalam hubungannya dengan
banyak kekurangan kita dalam perjuangan. Kekurangan ini kelak
akan kuuraikan lebih jelas dalam brosur bernama Muslihat. Di
sini kukemukakan beberapa perkara yang menguntungkan kita<noinclude>{{rh|||77}}</noinclude>
5d46shhepy88lw7un9o6deuu9ewvx4c
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/76
104
112368
315658
311650
2026-08-25T01:05:46Z
Ibrohim tijani
26379
315658
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>MR. APAL : Mulanya aku sendiri mau mengusulkan
Rencana waktu kita diserang dengan hebat itu. Tetapi di
belakangnya aku mengerti bahwa aku terlampau banyak
dipengaruhi “buku”. Sesudah kucoba berhubungan dengan
keadaan yang sebenarnya, maka barulah aku insyaf bahwa aku
terlampau tinggi melayang di awang-awang.
SI PACUL : Kalau kuingat perundingan lampau tentang
dasar dan tekniknya Rencana itu, sebenarnyalah suatu maksud
mengadakan Rencana yang sempurna atau setengah sempurna
adalah impian belaka. Kalau ada Rencana dan memang mestinya
ada Rencana, maka rencana itu mestinya tak kurang dan tak lebih
dari Rencana Ekonomi Berjuang.
SI TOKE : Tepat, Cul! Sebutkan lagi sarinya dasar dan
teknik Rencana itu!
SI PACUL : Dasar Rencana itu ialah mencocokkan produksi
dengan konsumsi. Tehniknya ialah meninjau keadaan : l)
industri, 2) kemesinan, 3) gaji dan 4) perdagangan luar negeri.
Baik dalam hal industri berat mauupun industri ringan kita
banyak sekali kekurangan mesin. Barang bahan kita benar pula
lebih dari cukup buat dijual di luar negeri. Jualan itu bisa
dibelikan ke mesin yang kurang. Tetapi perdagangan dengan luar
negeri sama sekali terputus. Lagipula perindustrian Indonesia,
sebagai pusaka imperialisme Belanda, amat pincang. Pabrik buat
barang-pakai seperti kain dan lain-lain baru pada tingkat
permulaan, tetapi tambang, pabrik dan kebun buat menghasilkan
barang yang dijual di luar negeri, seperti teh, kopi, gula, minyak,
timah, mas dll lebih daripada cukup. Di bawah telapak serdadu
Jepang banyak pula mesin yang dirusak atau diangkut ke luar
Indonesia. Indonesia dan dunia luar seolah-olah dipisahkan oleh
jurang yang dalam dan lebar. Indonesia kekurangan mesin dan
kain, tetapi kebanyakan barang bahan. Dunia luar sanggup
menjual mesin pada kita dan membutuhkan bahan dari kita,
tetapi perniagaan sama sekali terhenti. Jurang tadi tak bisa atau
belum bisa dijembatani, selama Inggris-Nica menyerang
Indonesia dan menghancurleburkan kota Indonesia.<noinclude>{{rh|76}}</noinclude>
56tra3j46b8ti8qi82se0odtm7jf7js
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/75
104
112369
315659
311649
2026-08-25T01:06:33Z
Ibrohim tijani
26379
315659
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>'''V. RENCANA EKONOMI UNTUK INDONESIA'''
SI PACUL : Sekarang kita sudah sampai ke langkah
penghabisan. Tibalah waktuaya buat kita memeriksa semua
kemungkinan untuk melaksanakan Rencana Ekonomi itu di
kepulauan Indonesia ini. Baiklah Mr. Apal saja membentangkan
suasana politik, ekonomi dan sosial di Negara ini.
SI TOKE : Cul! Tadi aku kau tuduh aku terlampau giat!
Memang kuakui bahwa semangatku masih meluap. Semua syarat
buat menceraikan suasana itu masih segar-bugar dalam
ingatanku. Izinkanlah aku mencoba membentangkannya.
SI PACUL : Benarlah pula usulmu itu, Kek. Bukankah kita
ini calon guru kaum proletar yang sebagian besar itu belum lagi
sadar?
SI TOKE : Tentang suasana itu banyak kulihat persamaan
Indonesia ini dengan Rusia. Pertama Rusia tak mempusakai
sistem parlementer. Indonesia juga tidak. Kedua, Rusia tidak
mempunyai kelas-tengah yang kuat buat menghalanghalangi
tindakan sosialistis. Pun Indonesia tidak mempunyai. Rusia boleh
dikatakan tak mempunyai Mesin-Induk, demikian juga
Indonesia.
MR. APAL : Memang semua persamaan yang kau sebutkan
itu benar. Tetapi ada perbedaan besar yang juga berhubungan
dengan suasana itu. Pada tahun 1928 (?) ketika Rusia
menjalankan rencana 5 tahun, dia sudah lebih kurang 10 tahun
mempunyai Pemerintah Komunis. Semua kekuasaan ada di
tangan kaum proletar. Bagaimana Indonesia sekarang (27
November '45)? Surabaya, kota perindustrian terbesar di
Indonesia sedang dihancurkan Inggris-Nica dengan pelor dan
bom, dari darat, laut dan udara. Kita sedang membela
kemerdekaan kita dengan senjata yang belum sampai 1% dari
senjata musuh banyaknya dan kualitetnya. Bagaimana bisa kita
menyusun dan menjalankan Rencana Ekonomi yang sempurna
buat kita?<noinclude>{{rh|||75}}</noinclude>
dyrdh2ilkiy9vyezxqnuqqjrmjo6kwy
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/74
104
112372
315660
311648
2026-08-25T01:07:11Z
Ibrohim tijani
26379
315660
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>perseorangan. Tetapi kalau hasil sudah melambung dan didikan
sosialisme sudah lebih mendalam, maka sistem gaji ini bisa
dihapuskan sama sekali. Jadi nanti tiap-tiap pekerja akan
menerima “bagian sosial”-nya. Bukan begitu, Dam? Tetapi
bagaimana rupanya bagian sosial itu?
SI GODAM : Apabila tiap-tiap orang sudah menjalankan
kewajibannya sebagai anggota masyarakat,
maka ibu-bapak mendapat umpamanya 2 x f 4,- (seminggu) = f 8,anaknya 2 orang mendapat 2 x f 4,- (seminggu) = f 8,bapaknya kerja istimewa f 4,- = f 4,JUMLAH(seminggu) = f 20,-
Jadi satu bulan 1 keluarga tadi mendapat f 80,- misalnya saja.
Bagian setiap keluarga tentunya mesti berhubungan dengan
banyaknya penduduk pula, jumlah hasil negara, takaran hidup
dsb. Ini garis besarnya saja, sebagai contoh. Ada banyak perkara
lain yang bersangkutan. Tetapi bukankah aku menulis brosur lagi
kalau kuteruskan?
SI TOKE : Jadi sebagai cermin saja! Bagaimanakah
keadaannya Rencana Ekonomi Indonesia?
SI PACUL : Tunggu dulu, Kek! Engkau ini pada
perundingan ini kulihat terlampau giat. Kalah kegiatan Mr. Apal,
Denmas, dan aku dikumpul menjadi satu. Rupanya engkau
tertarik betul oleh Rencana Ekonomi ini. Tetapi mesin sekalipun
membutuhkan bensin. Apalagi Godam, yang tak berhentinya
diserang oleh pertanyaan dari kanan kiri.<noinclude>{{rh|74}}</noinclude>
b60ft6ltdz8ilnjp041vepx6aznkmct
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/73
104
112374
315661
311647
2026-08-25T01:07:31Z
Ibrohim tijani
26379
315661
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>mungkin dipakai uang, dan gaji dibayar “menurut kecakapan si
Pekerja”. Jadi si Pekerja masih menerima gaji. Tetapi mungkin
pula pemberian itu sebagian berupa gaji menurut kecakapan, dan
sebagian lagi berupa “bagian-sosial”. Yang terakhir ini berarti
bahwa pembagian itu rata buat orang dewasa serta rata pula buat
kanak-kanak. Bagian ini ialah bagian tiap-tiap anggota
masyarakat yang kerja. Ini misalnya saja! Tiap-tiap negara
sosialis dalam keadaan istimewa boleh pula mengambil tindakan
istimewa. Asal saja kita jangan lupa akan pedoman komunisme
di atas.
SI TOKE : Kita andaikan saja kita memakai sistem kembar,
yakni sebagian dibayar sebagai gaji dan sebagian “bagiansosial”.
Barangkali ini cocok dengan tingkat pertengahan (kompromis).
Tetapi bagaimana menaksirnya?
SI GODAM : Agak susah sedikit menerangkannya dengan
pendek. Tetapi perlu juga diberikan garis kasarnya pembagian
hartapencaharian Negara berdasarkan sosialisme pada tingkat
pertengahan itu. Misalkan satu negara! Andaikan dalam Negara
itu ada 25.000.000 keluarga, terdiri dari ibu-bapak dan 2 anak
belum baligh.
:Andaikan jumlah pencaharian Negara itu setahun 4.500.000.000
:Andaikan “bagian-sosial” jumlahnya seharga 2.000.000.000
:Andaikan buat kelunturan mesin setahun 500.000.000
:Andaikan bunga uang dan sewa dihapuskan jadi 0
:Untung yang dibagikan pada kapitalis sudah dihapuskan pula 0
:JADI SISA BUAT GAJI 2000.000.000
Yang 2000.000.000 itulah yang akan dibagikan kepada
pekerja menurut kecakapan, kepada 25.000.000 keluarga tadi.
SI TOKE : Jadi gaji itu masih bertinggi berendah menurut
kecakapan, bukan? Memang kalau tak begitu yang rajin jadi
malas, sebab manusia sekarang masih mempunyai semangat<noinclude>{{rh|73}}</noinclude>
aa4433729pts4uewkdprco81vk90pyq
315662
315661
2026-08-25T01:07:51Z
Ibrohim tijani
26379
315662
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>mungkin dipakai uang, dan gaji dibayar “menurut kecakapan si
Pekerja”. Jadi si Pekerja masih menerima gaji. Tetapi mungkin
pula pemberian itu sebagian berupa gaji menurut kecakapan, dan
sebagian lagi berupa “bagian-sosial”. Yang terakhir ini berarti
bahwa pembagian itu rata buat orang dewasa serta rata pula buat
kanak-kanak. Bagian ini ialah bagian tiap-tiap anggota
masyarakat yang kerja. Ini misalnya saja! Tiap-tiap negara
sosialis dalam keadaan istimewa boleh pula mengambil tindakan
istimewa. Asal saja kita jangan lupa akan pedoman komunisme
di atas.
SI TOKE : Kita andaikan saja kita memakai sistem kembar,
yakni sebagian dibayar sebagai gaji dan sebagian “bagiansosial”.
Barangkali ini cocok dengan tingkat pertengahan (kompromis).
Tetapi bagaimana menaksirnya?
SI GODAM : Agak susah sedikit menerangkannya dengan
pendek. Tetapi perlu juga diberikan garis kasarnya pembagian
hartapencaharian Negara berdasarkan sosialisme pada tingkat
pertengahan itu. Misalkan satu negara! Andaikan dalam Negara
itu ada 25.000.000 keluarga, terdiri dari ibu-bapak dan 2 anak
belum baligh.
:Andaikan jumlah pencaharian Negara itu setahun 4.500.000.000
:Andaikan “bagian-sosial” jumlahnya seharga 2.000.000.000
:Andaikan buat kelunturan mesin setahun 500.000.000
:Andaikan bunga uang dan sewa dihapuskan jadi 0
:Untung yang dibagikan pada kapitalis sudah dihapuskan pula 0
:JADI SISA BUAT GAJI 2000.000.000
Yang 2000.000.000 itulah yang akan dibagikan kepada
pekerja menurut kecakapan, kepada 25.000.000 keluarga tadi.
SI TOKE : Jadi gaji itu masih bertinggi berendah menurut
kecakapan, bukan? Memang kalau tak begitu yang rajin jadi
malas, sebab manusia sekarang masih mempunyai semangat<noinclude>{{rh|||73}}</noinclude>
d6wimo6h316gwswffate22ukx5ev2xg
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/72
104
112375
315663
311645
2026-08-25T01:08:22Z
Ibrohim tijani
26379
315663
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>SI TOKE : Kalau sebaliknya, bukankah ini berarti barangbarang itu, lantaran bermacam-macam sebab, tak mengandung
harapan akan bisa kita bikin lebih murah dari barang asing,
walaupun pengalaman diperbanyak. Barangkali lantaran
bahannya susah didapat, atau lain-lain sebab. Dalam hal ini, aku
pikir baiklah barang semacam itu kita datangkan dari luar negeri
saja! Toh tak ada salahnya bertindak begitu asal saja cocok
dengan undang-undang ekonomi?
SI GODAM : Memang begitu, Kek. Manfaatnya juga banyak
buat hubungan baik antara satu negara dengan negara lain.
Perdagangan itu adalah satu perkara yang merapatkan bangsa
dengan bangsa, negara dengan negara. Tak perlu semua barang
itu kita sendiri yang membikin. Asal Industri-Induk sempurna di
tangan kita, tak ada salahnya kalau hasil barang industri enteng
kita datangkan dari luar. Yaitu kalau ongkos membikinnya
sendiri akan terlampau tinggi dibanding dengan ongkos luar
negeri. Tetapi baiklah jangan kita lanjutkan persoalan ini.
Baiklah kita rundingkan sekarang perkara CARA membagikan
gaji. Penting bukan?
SI PACUL : Tentulah penting sekali!
SI GODAM : Awalnya pembagian gaji itu boleh dijalankan
atas dua macam. Pertama pada tingkat sosialisme yang sudah
sampai ke tingkat komunisme. Kedua pada tingkat sosialisme itu
sendiri. Pada tingkat komunisme tiap-tiap orang itu bekerja
menurut kecakapannya dan mengambil hasil usahanya. Inilah
tingkat tertinggi dan belum tampak kapan akan tercapainya
tingkat ini. Tetapi sebagai pedoman hidup, maka ideal atau
idaman pembagian secara komunis itu perlu senantiasa
dipercermin.
SI PACUL : Apakah cara pembagian di tingkat kedua?
SI GODAM : Tingkat ini kita capai apabila kita sampai ke
tingkat sosialisme, ialah apabila semua alat penghasilan dalam
kapitalisme sudah dimiliki oleh masyarakat. Pada tingkat ini<noinclude>{{rh|72}}</noinclude>
czbzirncrym74g1b34cku2e9cucq3gy
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/71
104
112377
315664
311644
2026-08-25T01:08:51Z
Ibrohim tijani
26379
315664
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>dipikirkan membeli barang buat setengah kemewahan. Akhirnya
barang buat kemewahan semata-mata.
SI GODAM : Cuma ada satu lagi peninjauan ialah meninjau
apakah barang yang dihasilkan industri awak itu cukup ataukah
tidak buat kita?
SI TOKE : Kalau tak cukup bagaimana?
SI GODAM : Jika perbedaan ongkos suatu barang yang awak
bikin dengan harga pasar barang itu tetapi dimasukkan dari luar
lebih besar dari perbedaan ongkos awak dengan harga barang itu
di pasar awak, maka baiklah barang itu dibikin di negara awak,
walaupun ongkos pada permulaan membikinnya sedikit besar.
SI PACUL : Tegaskan dengan angka, Dam! Amat tinggi
tergantung kalau kau susun begitu!
SI GODAM : Kalau ongkos barang awak umpamanya 18 sen
dan jualan barang asing semacam itu juga di pasar awak 25 sen,
jadi perbedaannya adalah 7 sen. Kalau ongkos barang awak itu
18 sen juga, tetapi jualan di pasar awak cuma 20 sen, jadi
bedanya cuma 2 sen, walaupun sudah membikinnya dan ongkos
awalnya lebih mahal.
SI TOKE : Semua permulaan itu susah sekali. Lambat betul
membikin sesuatu pada semua permulaan itu. Lagipula banyak
barang bahan dibuang-buang. “Waste”, istilah yang dipakai
dalam ekonomi! Sebab itulah ongkosnya tinggi pula. Dengan
bertambah lama pengalaman berkuranglah barang terbuangbuang (waste) tadi. Jadi kalau diteruskan membikin barang
semacam itu besarlah pengharapan kita lambat laun akan
mendapatkan cabang industri nasional, baru, yang baik dan
murah hasilnya. Tetapi bagaimana kalau perbedaan harga tadi
sebaliknya?
SI GODAM : Ya, baik kau jawab sendiri, Kek!<noinclude>{{rh|||71}}</noinclude>
7aasf9507r7435ru6j2h60ooiv6npd3
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/70
104
112379
315665
311643
2026-08-25T01:09:11Z
Ibrohim tijani
26379
315665
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>lapuk. Yang saya maksudkan dengan pabrik lapuk itu ialah
pabrik yang lebih banyak memakan ongkos kalau dipakai
daripada merusakkan pabrik itu sama sekali. Yang lapuk itu baik
diruntuhkan saja. Anggaran ongkos pabrik lapuk itu buat
mengadakan hasil baik dipakai saja buat mendirikan pabrik baru.
DENMAS : Sebutkanlah juga semua industri yang terutama,
Dam, supaya kita sedikit mendapat pemandangan.
SI GODAM : Aku susun saja begini: Pabrik buat bangunan
rumah, gedung, jembatan dll. Pabrik buat perhiasan rumah, tikar,
cat dinding dsb, jam, makanan, minuman dsb. Pabrik buat kain,
benang, pencelupan dll. Pabrik buat pengangkutan, kereta, oto,
kapal air dan udara, baja, besi dll. Tambang arang, minyak, besi,
timah, tembaga, bauksit dsb. Pabrik obat-obatan dll. Di Indonesia
juga pabrik teh, kina, kopi, gula, karet dll.
SI TOKE : Cukuplah rasanya kita meninjau kekuatan industri
awak. Jadi pabrik yang kurang ditambah dan pabrik yang
menghasilkan lebih dijual hasil lebihnya itu buat pembeli pabrik
yang kurang. Sekarang tinjaulah permintaan (demand)
berhubung. Dengan keperluan pembeli.
SI GODAM : Ingatlah bahwa keperluan itu bertukar kalau
takaran hidup itu bertukar pula.
SI PACUL : Pastikan Dam!
SI GODAM : Kalau seandainya gaji seseorang cuma f 0,50
sehari, bukankah yang dipikirkannya cuma makanan saja? Kalau
gajinya menjadi f 2 barulah dipikirkannya membeli kain. Kalau
takaran hidupnya bertambah pula barulah dia memikirkan
membeli vulpen, sepeda, radio oto dsb. Sepadan dengan naiknya
takaran hidup setingkat demi setingkat bertukarlah pula
keinginan dan keperluan si pembeli.
SI TOKE : Memang, bermula sekali dipikirkan oleh si
pembeli ialah barang yang paling dibutuhi. Kemudian baru<noinclude>{{rh|70}}</noinclude>
1rm5ydmoq3dgeky3fycc3ub5mc4jufy
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/69
104
112381
315666
311642
2026-08-25T01:09:37Z
Ibrohim tijani
26379
315666
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>2. Mesin khususnya. Keduanya mesti dicocokkan dengan:
3. Gaji, dan
4. Perdagangan masuk dan keluar Negara.
SI TOKE : Mudah kumengerti kalau kau susun begitu, Dam!
Mestinyalah yang l) yaitu industri itu (termasuk juga pertanian),
yang tentunya bergantung pada kekuatan 2) mesin itu,
diimbangkan, dicocokan dengan 3) yakni gaji. Bukankah jumlah
harga hasil mesti sama dengan jumlah gaji? Dalam hal
kekurangan mesin maka hendaklah kita periksa hasil atau barang
bahan yang bisa dijual di luar negara (ekspor), buat memasukkan
barang-mesin yang kurang buat dibeli (impor). Ringkasnya kita
cocokan dengan 4).
SI PACUL : Sekarang laksanakanlah penaksiran itu, Dam!
SI GODAM : Pertama, periksalah industri yang ada, pun
periksalah lebih dahulu apakah suatu pabrik bisa ditukar
menghasilkan barang yang lain. Bukankah pabrik oto itu kalau
sedikit ditukar bisa menjadi pabrik mesin kapal terbang?
Periksalah lagi apakah satu cabang industri awak menghasilkan
lebih atau kurang buat keperluan Negara. Apakah harga itu yang
dijual dalam negeri. Kalau hasil itu memang lebih murah dan
melebihi keperluan Negara, maka hasil lebih itu boleh dijual di
luar negeri buat membeli barang yang kurang.
SI TOKE : Pendeknya ukurlah kekuatan industri awak. Kalau
hasilnya bisa lebih dari keperluan dan harganya cukup murah,
maka keluarkanlah hasil lebih itu buat pembeli yang kurang,
mesin atau barang-pakai. Kalau perlu buat dipakai sendiri atau
dijual di luar negeri tukarlah kalau bisa satu pabrik buat barang
ini menjadi pabrik buat menghasilkan barang lain.
SI GODAM : Sesudah ditinjau kekuatan industri awak ini,
cocokkanlah jumlah pekerja dengan jumlah industri yang ada
atau akan diadakan. Kemudian periksalah pula apakah ada pabrik<noinclude>{{rh|||69}}</noinclude>
0rj90u8yhviepgbtg3lu9lgh3zzmiar
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/68
104
112383
315667
311641
2026-08-25T01:12:22Z
Ibrohim tijani
26379
315667
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>SI TOKE : Gampang dimengerti Dam! Bagaimana negara
kecil bisa memakai Mesin Raksasa, mesin modern yang hasilnya
melambung cepat dan tinggi, kalau rakyatnya sedikit! Bukankah
rakyatnya yang pertama mesti jadi pembeli? Negara asing tak
selalu bisa diharapkan. Negara asing berhak dan mungkin
menutup pintu pagarnya sewaktu-waktu. Satu Rencana
Penghasilan yang pasti mesti didasarkan pula atas pembelian,
ialah pemakaian yang pasti. Terlampau kurang pembeli kalutlah
Rencana yang semolekmoleknya di atas kertas itu.
SI PACUL : Kulihat dalam hal jual beli memang engkau
jempol juga, Kek. Tidak percuma rupanya engkau ini bekastoke!
SI TOKE : Perkara dulu tinggal dulu, Cul! Bukankah aku
bangkrut sebab ikut-ikut Godam pula dalam pergerakan?
SI PACUL : Tak apa bangkrut itu, Kek. Nanti kuusulkan
engkau jadi Menteri Rencana Ekonomi!
SI TOKE : Memangnya aku ini bergerak buat cari pangkat,
Cul! Jangan begitu Cul!
MR. APAL : Semua petunjuk itu memang perlu. Sekarang
cobalah bentangkan teknik MENAKSIR itu, yakni menyusun
rencana itu.
SI GODAM : Berat rasanya, Pal. Terlampau banyak yang
mesti dirundingkan!
SI PACUL : Ambil sari perkara saja, atau perkara sari saja.
SI TOKE : La! Lihat, si Pacul jadi ahli filsafat pula.
SI GODAM : Karena sari Rencana itu ialah menaksir hasil
yang cocok dengan pemakaian, maka perlulah direncanakan:
l. Industri umumnya;<noinclude>{{rh|68}}</noinclude>
ah8onjiln1fn0s7o6l6g2nzibyq7qnz
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/67
104
112385
315668
311639
2026-08-25T01:12:47Z
Ibrohim tijani
26379
315668
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>SI GODAM : Lebih gampang pekerjaan taksir-menaksir buat
satu negara yang agak kecil tetapi mempunyai bahan lengkap,
daripada satu negara besar yang penduduknya rapat dan takaran
hidupnya rendah. Gajinya rendah, persaingan antara tenaga dan
tenaga amat hebat.
SI PACUL : Belum kulihat seluruhnya arti kalimat itu. Tetapi
sudah kurasa. Bukankah gaji itu perlu buat membeli hasil?
Jumlah harga hasil mesti sama dengan jumlah gaji. Makin tinggi
gaji makin bisa ditinggikan hasil, makin rendah gaji makin susah
meninggikan hasil, bukan?
SI GODAM : Sampai sekian benar, Cul. Simpulan ini boleh
kita pakai sebagai pedoman. Simpulan yang kedua: Sebelum
cukup banyaknya industri enteng, susahlah kita menimbulkan
industri berat, Industri-Induk.
SI TOKE : Ini aku bisa tangkap artinya. Sebelum cukup
banyak pabrik (pabrik kina, pabrik kain, obat-obatan, minum
dsb), sebelum itu, tentu susah buat mengadakan Mesin-Induk
yang mesti bikin mesin buat pabrik teh, kina, kain, obatobatan,
minuman dan lain-lain itu. Bukankah pula hasil Pabrik-Induk
mesti seimbang dengan hasil yang berupa mesin buat industri
ringan?
SI GODAM : Tepat, Kek! Petunjuk yang ketiga ialah
industrialisasi, atau rencana menukar Negara-Pertanian menjadi
Negara- Perindustrian. Lambat jalannya pada permulaan, tetapi
semakin lama semakin cepat.
SI TOKE : Mestinya begitu Dam. Tak bisa dilakukan sekali
jalan saja. Apa lagi petunjuk yang perlu diperhatikan? Cobalah
sebutkan.
SI GODAM : Penting pula artinya buat Indonesia ialah:
negara kecil tak bisa mengadakan rencana yang sempurna,
terpisah dari negara besar. Jadi buat negara kecil susahlah kalau
tak mustahil mengadakan Ekonomi Teratur itu.<noinclude>{{rh|||67}}</noinclude>
4ojvgmno46vv4g6a7dhntdggr4si24h
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/66
104
112387
315669
311638
2026-08-25T01:13:15Z
Ibrohim tijani
26379
315669
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>SI GODAM : Rencana Ekonomi ialah urusan perekonomian
yang teratur dengan maksud supaya produksi cocok dengan
konsumsi, serta berdasarkan hidup sama-rata dan tolong
bertolong.
SI PACUL : Betul, ekonomi itu mestinya teratur, bukan lagi
anarkis seperti di zaman kapitalisme. Produksi mesti
diimbangkan dengan konsumsi. Dengan begitu maka krisis itu
terhindar. Dasarnya ialah sama-rata dan tolong bertolong.
Memang ini dasar sosialisme.
MR. APAL : Kurasa definisi di belakang ini memang lebih
praktis, lebih enteng kalau dipakai buat menaksir! Bukankah
yang terutama sekali ialah hasil mesti lebih dahulu disamakan
dengan pemakaian?
SI TOKE : Terang semuanya buat aku. Sekarang CARANYA
hitung menghitung dalam pekerjaan mencocokkan hasil dan
pemakaian itu.
SI GODAM : Cara yang gampang dan pasti tentulah tak ada.
Rencana yang berarti juga satu taksiran itu mengandung
kesilapan. Sedangkan menaksir banyak telur yang akan menetas
saja bukan satu perkara yang selalu bisa dilakukan dengan tepat.
Apalagi menaksir banyaknya hasil yang mesti tak lebih dan tak
kurang dari pemakaian dalam suatu negara. Menaksir dalam hal
ini selalu berarti mencoba menghitung lebih dahulu.
SI PACUL : Teruskan Dam! Tetapi hendaknya lebih
mengenai bukti yang nyata.
SI GODAM : Belum bisa aku berbicara nyata-pasti, Cul. Ada
lagi satu perkara yang mesti kukemukakan sebagai petunjuk buat
suatu Rencana, Cul.
SI PACUL : Petunjuk apapula lagi, Dam?<noinclude>{{rh|66}}</noinclude>
fmfk76e5mhsfmqsu1jss49di2n40abx
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/65
104
112388
315670
311637
2026-08-25T01:13:34Z
Ibrohim tijani
26379
315670
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>DENMAS : Tentulah para ahli tadi bersama-sama dengan
pengurus industri.
MR. APAL : Pemerintah dan Dewan Perwakilan bukankah
mesti ikut pula merundingkan dan memutuskan benar atau
tidaknya Panitia itu?
SI GODAM : Para ahli, para pengurus industri, Kementerian
beserta Dewan Perwakilan Rakyat memang mesti ikut berunding
dan memutuskan. Tetapi juga tak boleh lupa wakil kaum pekerja
yang tersusun dalam berbagai Pakbon. Apalagi wakil kaum
pemakai (konsumen) yang jutaan itu tak boleh pula ditinggalkan.
Kebanyakan mereka yang disebut di belakangan ini sudah
tersusun dalam koperasi. Ajaklah pula wakil koperasi itu
berunding dan memutus! Ingat bahwa Rencana itu ialah buat
masyarakat seluruhnya. Bukanlah buat satu golongan saja,
berapapun besarnya golongan itu.
MR. APAL : Akhirnya Jabatan Pengawas itu mestilah
mempunyai penyelidik yang bepergian ke sana-sini.
SI GODAM : Mestinya begitu.
DENMAS : Sekarang sudahlah terang bagiku Kekuasaan atas
Rencana Ekonomi itu. Nanti akan dirundingkan pula Cara
menjalankan rencana itu. Tetapi sebelum itu baik juga kau
berikan sekali lagi ketetapan (definisi) Rencana itu.
MR. APAL : Dulu sudah ditetapkan bahwa Rencana
Ekonomi ialah daya upaya memasyarakatkan Alat-Penghasil,
Penghasilan, Pembagian Hasil, Gaji, dan Hidup Sosial.
SI GODAM : Benar, definisi ini memang sudah cukup.
Tetapi ada definisi yang lebih penuh dan lebih cocok dipakai
menaksir.
SI PACUL : Cobalah sebutkan!<noinclude>{{rh|65}}</noinclude>
p83of9imhzso9zok81hdfccqzdhw413
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/64
104
112390
315671
311636
2026-08-25T01:13:55Z
Ibrohim tijani
26379
315671
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>SI GODAM : Dalam partai Komunis itu bukannya ada 1 atau
4 orang saja, Denmas. Di dalam partai itu semua orang tentulah
sama-sama berpaham komunis. Tetapi tidak satu saja pikiran,
kemauan, dan perasaan ribuan komunis dalam partai sebesar itu!
Lagipula kalau saya tak salah maka di Rusia pun dipisahkan
jabatan menyusun rencana itu dengan jabatan menjalankan dan
mengawasi.
SI PACUL : Bagaimana memisahkannya?
SI GODAM : Saya kurang mendapat keterangan dan banyak
kelupaan. Tetapi saya pikir rencana itu disusun di pusat. Tetapi
pengawasan di daerah. Walaupun dipisahkan, bukanlah
pemisahan berlaku seperti di negara kapitalis. Baik di pusat
ataupun daerah yang berkuasa itu ialah satu kelas ialah kelas
proletar. Kepentingan mereka adalah satu, ialah kepentingan
kaum proletar. Paham yang dijunjung pun cuma satu saja ialah
komunisme atau sosialisme. Jadi kepentingan sama dan tujuan
sama.
SI TOKE : Sekarang sudah sedikit terang bagiku apa badan
kekuasaan dan jabatan (fungsi) masing-masing kekuasaan. Kalau
aku tak salah maka jabatan menyusun rencana itu berbentuk satu
Panitia atau Komisi. Jabatan menjalankan rencana itu berbentuk
satu Kementerian. Akhirnya jabatan mengawasi rencana itu
berbentuk satu penyelidikan.
SI GODAM : Benarlah begitu!
DENMAS : Kalau jabatan menyusun itu berbentuk satu
Panitia, maka Panitia semacam ini mesti diberi kekuasaan penuh
buat mencari keterangan yang berhubungan, bukan? Terutama
pula yang berhubungan dengan Ekonomi. Pekerjaan menyusun
atau lebih tegas, pekerjaan menakar ini mestinya pekerjaan ahli.
SI PACUL : Tetapi kalau Jabatan atau Panitia Penyusun
sudah membikin suatu Rencana, siapakah yang mesti
memutuskan betul atau tidaknya taksiran Panitia itu?<noinclude>{{rh|64}}</noinclude>
pto074bqxf656uby6ghufo5a9j88bk9
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/63
104
112391
315672
311635
2026-08-25T01:14:13Z
Ibrohim tijani
26379
315672
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>sama di seluruh muka bumi ini. Tetapi dalam garis kecilnya ada
berlainan. Perhatikan sajalah Jiwa dan Lakunya turunan
berlainan bangsa itu bersamaan atau hampir bersamaan hak dan
kewajibannya.
SI PACUL : Wah, Dam, rupanya engkau ini lari kencang lagi
menurun ke lembah filsafat. Aku mesti tangkap lengan bajumu
dan bawa kembali engkau ke perbandingan Inggris dan Amerika
dalam ekonomi dan politik. Engkau sudah majukan perbedaan
dalam hal bentuknya kekuasaan yang akan menjalankan rencana
itu di Inggris dan Rusia. Tetapi kekuasaan tetap kekuasaan,
bukan? Jadi mesti ada pula persamaan isinya pada ke dua Negara
tadi, maka keduanya bisa dinamakan kekuasaan.
SI GODAM : Memang ada! Kekuasaan atas Rencana
Ekonomi Sosialis di kedua negara tersebut sama-sama
mengandung tiga kewajiban atau jabatan.
SI PACUL : Apakah jabatan yang tiga itu?
SI GODAM : Pertama, jabatan menyusun rencana. Kedua,
mengadakan rencana. Ketiga, mengawasi rencana.
SI TOKE : Di negara demokratis sudahlah tentu tiga jabatan
itu dipisah-pisahkan pula.
SI GODAM : Memang begitu. Di negara sosialis seperti
Rusia yang diperintahi oleh satu partai saja betul tiga jabatan itu
dibedakan, tetapi tiada dipisah-pisah seperti di negara demokratis
kapitalis itu.
DENMAS : Jadi yang membikin, menjalankan, dan
mengawasi orang itu juga. Jadi umpamanya kalau si A, B, C, D
yang menyusun maka si A, B. C, D pulalah yang menjalankan
dan mengawasinya? Akibatnya tiadakah seperti di zaman yang
selalu dicela itu, di mana kekuasaan menangkap, memeriksa
perkara, menghukum, dan menjatuhkan hukuman di tangan satu
orang itu juga, atau beberapa biji orang “sekonco”?<noinclude>{{rh|||63}}</noinclude>
c80xq4p64hswl3muw2nawyflbv74cda
Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/62
104
112394
315650
311633
2026-08-24T23:52:24Z
Ibrohim tijani
26379
315650
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>insaf dan kuat itu mengizinkan rencana sosialistis itu. Rusia
(1927) bisa menyusun dan menjalankan rencana itu dengan
tersusun, terpusat pada satu kekuasaan, ialah kekuasaan Proletar.
MR. APAL : Inggris mesti membagi-bagi kekuasaan itu di
antara borjuis-ningrat atau ningrat-borjuis dengan kaum-tengah
dan kaum-buruh. Jadi di sana “seandainya” Rencana itu disetujui
rakyat, maka Parlemen mesti mempunyai sebagian kekuasaan.
Kementerian sebagian pula, Pakbon sebagian lagi. Serikat-tani,
para-pembeli (konsumen) dan serikat kapitalis tak pula boleh
ketinggalan. Maklumlah di negara demokratis itu semua
golongan dan sekalian yang berkepentingan tak boleh dilampaui.
Semuanya mesti dirembukkan lebih dahulu dan dimufakati lebih
dahulu. Di Soviet Rusia tahun 1927 kaum modal dan ningrat itu
sudah lenyap sama sekali. Kaum-tengah, ahli dalam mengomong
dan mengkritik itu sudah tak ada pula kekuasaannya. Partai
Komunis yang memeluk semua kekuasaan dan kekayaan negara
dengan lekas dan secara praktis bisa menyusun rencana
sosialistis, menjalankan dengan cepat dan mengawasi serta
memperbaiki jalannya itu menurut kepentingan satu kelas saja,
ialah kelas pekerja.
SI TOKE : Kalau Inggris sudah melakukan revolusisosialnya, apakah kelak KEKUASAAN dan CARA menjalankan
Rencana Ekonomi tak akan sama dengan di Rusia tahun 1927?
SI GODAM : Juga tidak! Sejarah yang sudah dilalui rakyat
dari suatu negara itu terus mempengaruhi jiwa dan tindakannya
rakyat itu. Sejarah politik Inggris akan terus mempengaruhinya.
Tiadalah orang Inggris akan sama sekali lepas dari pengaruh
sejarahnya yang berhubungan dengan iklim negaranya, suasana
politik, ekonomi, sosial dan kebudayaannya di zaman lampau.
Memang sejarah dan suasana itu mengubah pula jiwa dan
lakunya rakyat itu. Tetapi karena suasana pada suatu tempat akan
terus berlawanan dari tempat lain, umpamanya karena berlainan
iklim saja, maka jiwa dan lakunya manusia di lain-lain tempat itu
akan tetap mempunyai corak sendirinya pula. Dalam garis
besarnya Jiwa dan Lakunya atau watak manusia itu memang<noinclude>{{rh|62}}</noinclude>
7smdy2yp66zzh8v7m75rk1ly5eot3uq
Halaman:Korban Boedi.pdf/8
104
112414
315747
311477
2026-08-25T03:44:36Z
Ibrohim tijani
26379
315747
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||— 6 —}}</noinclude>
Iah penoelis adjak pembatja berkenalan sama keadahannja Tjin Liang, itoe orang jang pegang rol pen
ting dalem ini tjerita.
Tjin Liang poenja peroentoengan dalem penghidoepan boleh dibilang djaoe dari beroentoeng, sadari
masi ketjil soeda ditinggal mati oleh ajahnja, soekoer
djoega ia poenja 'nkoe, Eng Hoei, jang menjinta soe
dara prempoeannja jang toenggal, adjak ia tinggai
dalem satoe roemah.
Tjin Liang poenja denger kata dan tida bertabeat ban
tahan dengen lantas menarik keras kasoekahannja itoe
paman, hingga ia diperlakoeken seperti itoe paman
poenja anak sendiri. Soeal peladjaran djoega Tjin Liang
tida dikatjoealiken. Tapi atas permintahannja sendiri
ia lebih soeka masoek sekola di T. H. H. K. dari pa
d a sekola Blanda, maski Liari Nlo, ia poenja misanan,
ada toentoet itoe matjem peladjaran.
Pergaoelannja sama Lian Nio satoe gadis jang
mempoenjai tabeat baek dan berboedi, kaliatan ada
sanget akoer, hingga belon perna orang liat ia orang
berpisahan memaen kapan sadja djoestroe lagi nganggoer. Satoe waktoe perna djoega terbit setorian, tapi
salekasnja marika lantas djadi akoer kombali, hingga
masing-masing orang toeanja poen merasa girang.
Begitoelah hari liwat hari itoe doea soedara mi
san selaloe hidoep dengen tjotjok dan akoer, kaloe
jang satoe tida kaliatan jang lain pergi mentjari, dan
kaloe soeda bertemoe lantas fihak jang mentjari menanjaken jang ditjari dari mana, dan selandjoetnja bermaen sama-sama, djoega waktoenja dapet makanan
enak jang satoe tentoe bagiken pada jang lain, soepaja
sama-sama bisa merasaken. Pendeknja dalem segala
apa itoe doea anak berada dalem keakoeran.<noinclude></noinclude>
si12uvufesrgob35dgflwzcy71mjm83
Halaman:Korban Boedi.pdf/77
104
112495
315753
311579
2026-08-25T03:58:37Z
Ibrohim tijani
26379
315753
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{c|'''KABAR ADMINISTRATIE'''}}
{{c|Pembatja jang terhormat}}
Dengan ini djalan kita hatoerkan maaf jang GOEDANG-TJERITA penerbitan boelan Januari ada laat lantaran GOEDANG TJERITA tadinja diganti omslagnja. Seladjoetnja kita tentoe aken djaga betoel tanggalpenerbitannja.
{{c|
Hoermat kita<br/>
Adm G. TJERITA<br/>
Bandoeng.
}}
Maoe di ganti omslagñja<br/>
tapi dari lantaran ada laat<br/>
jang bikin cliche mangka-<br/>
nja G. Tjerita boelan Ja-<br/>
nuari pake omslag jang<br/>
seperti sekarang boeat boe-<br/>
lan Februari tentoe pake<br/>
omslag baroe.<noinclude></noinclude>
782t0dqdme8n7kdknox2ueneenaarmt
Halaman:Korban Boedi.pdf/3
104
112498
315748
315130
2026-08-25T03:54:35Z
Ibrohim tijani
26379
315748
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><section begin="judul" />
{{c|<big>'''KORBAN BOEDI.'''}}
{{c|<big>OLEH</big>}}
{{c|<big>'''Monsieur Hsu.'''}}
<section end="judul" />
<section begin="1" />
{{c|I.}}
{{c|<big>SATOE PEROENDING...</big>}}
{{c|—O—}}
Hari Minggoe lohor.
Angin lingsir jang anget sabentar-bentar menmoep
dengen haloes dan riangken hati. Dalem satoe tegalan
senjep salaen hari soeara berkreseknja daon-
daon poehoen jang tertioep angin, hingga menjotjokin
sekali boeat satoe idealist bajangken pikirannja sembari
diriken astananja diatas oedara.
Dalem satoe paviljoen jang letaknja disabelah
kirinja satoe roemah besar jang indah dan mentereng,
Tjin Liang kaliatan sedeng doedoek terpekoer
sendirian, dari roepanja jang poetoes harepan orang
bisa mendoega bagaimana roewet pikirannja jang
sedeng mengganggoe. Tapi bagi orang jang soeda
kenal baik tabeatnja itoe orang moeda jang aloes
dan gampang berdoeka, tida terlaloe berkoewatir
djika meliat ia oendjoek roman jang berdoeka.
Tjoema sadja pada ini kali roepa-roepanja Tjin
Liang sedeng dipengaroehin betoel sama gontjangan
pikirannja, saban-saban kaliatan ia mengelah napas berat
dan toedjoeken matanja mengawasin itoe mega jang
djaoe, djaoe sekali. Satoe waktoe dengen elahan
napas berat keliatan ia toetoepin moekanja di atas soe-<noinclude></noinclude>
tl7fnchbdoni04vfeu8hg0icnj9bi9k
315749
315748
2026-08-25T03:55:24Z
Ibrohim tijani
26379
315749
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><section begin="judul" />
{{c|<big>'''KORBAN BOEDI.'''}}
{{c|<big>OLEH</big>}}
{{c|<big>'''Monsieur Hsu.'''}}
<section end="judul" />
<section begin="1" />
{{c|I.}}
{{c|'''SATOE PEROENDING'''}}
{{c|—O—}}
Hari Minggoe lohor.
Angin lingsir jang anget sabentar-bentar menmoep
dengen haloes dan riangken hati. Dalem satoe tegalan
senjep salaen hari soeara berkreseknja daon-
daon poehoen jang tertioep angin, hingga menjotjokin
sekali boeat satoe idealist bajangken pikirannja sembari
diriken astananja diatas oedara.
Dalem satoe paviljoen jang letaknja disabelah
kirinja satoe roemah besar jang indah dan mentereng,
Tjin Liang kaliatan sedeng doedoek terpekoer
sendirian, dari roepanja jang poetoes harepan orang
bisa mendoega bagaimana roewet pikirannja jang
sedeng mengganggoe. Tapi bagi orang jang soeda
kenal baik tabeatnja itoe orang moeda jang aloes
dan gampang berdoeka, tida terlaloe berkoewatir
djika meliat ia oendjoek roman jang berdoeka.
Tjoema sadja pada ini kali roepa-roepanja Tjin
Liang sedeng dipengaroehin betoel sama gontjangan
pikirannja, saban-saban kaliatan ia mengelah napas berat
dan toedjoeken matanja mengawasin itoe mega jang
djaoe, djaoe sekali. Satoe waktoe dengen elahan
napas berat keliatan ia toetoepin moekanja di atas soe-<noinclude></noinclude>
bycikmqv36bumvc34wv8ow4a6xd732o
315750
315749
2026-08-25T03:56:23Z
Ibrohim tijani
26379
315750
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{c|'''KORBAN BOEDI.'''}}
{{c|OLEH<}}
{{c|'''Monsieur Hsu.'''}}
{{c|I.}}
{{c|'''SATOE PEROENDING'''}}
{{c|—O—}}
Hari Minggoe lohor.
Angin lingsir jang anget sabentar-bentar menmoep
dengen haloes dan riangken hati. Dalem satoe tegalan
senjep salaen hari soeara berkreseknja daon-
daon poehoen jang tertioep angin, hingga menjotjokin
sekali boeat satoe idealist bajangken pikirannja sembari
diriken astananja diatas oedara.
Dalem satoe paviljoen jang letaknja disabelah
kirinja satoe roemah besar jang indah dan mentereng,
Tjin Liang kaliatan sedeng doedoek terpekoer
sendirian, dari roepanja jang poetoes harepan orang
bisa mendoega bagaimana roewet pikirannja jang
sedeng mengganggoe. Tapi bagi orang jang soeda
kenal baik tabeatnja itoe orang moeda jang aloes
dan gampang berdoeka, tida terlaloe berkoewatir
djika meliat ia oendjoek roman jang berdoeka.
Tjoema sadja pada ini kali roepa-roepanja Tjin
Liang sedeng dipengaroehin betoel sama gontjangan
pikirannja, saban-saban kaliatan ia mengelah napas berat
dan toedjoeken matanja mengawasin itoe mega jang
djaoe, djaoe sekali. Satoe waktoe dengen elahan
napas berat keliatan ia toetoepin moekanja di atas soe-<noinclude></noinclude>
lr1hvnzookhwhuctgbwi8bu8t3o89o5
315751
315750
2026-08-25T03:56:46Z
Ibrohim tijani
26379
315751
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{c|'''KORBAN BOEDI.'''}}
{{c|'''OLEH'''}}
{{c|'''Monsieur Hsu.'''}}
{{c|I.}}
{{c|'''SATOE PEROENDING'''}}
{{c|—O—}}
Hari Minggoe lohor.
Angin lingsir jang anget sabentar-bentar menmoep
dengen haloes dan riangken hati. Dalem satoe tegalan
senjep salaen hari soeara berkreseknja daon-
daon poehoen jang tertioep angin, hingga menjotjokin
sekali boeat satoe idealist bajangken pikirannja sembari
diriken astananja diatas oedara.
Dalem satoe paviljoen jang letaknja disabelah
kirinja satoe roemah besar jang indah dan mentereng,
Tjin Liang kaliatan sedeng doedoek terpekoer
sendirian, dari roepanja jang poetoes harepan orang
bisa mendoega bagaimana roewet pikirannja jang
sedeng mengganggoe. Tapi bagi orang jang soeda
kenal baik tabeatnja itoe orang moeda jang aloes
dan gampang berdoeka, tida terlaloe berkoewatir
djika meliat ia oendjoek roman jang berdoeka.
Tjoema sadja pada ini kali roepa-roepanja Tjin
Liang sedeng dipengaroehin betoel sama gontjangan
pikirannja, saban-saban kaliatan ia mengelah napas berat
dan toedjoeken matanja mengawasin itoe mega jang
djaoe, djaoe sekali. Satoe waktoe dengen elahan
napas berat keliatan ia toetoepin moekanja di atas soe-<noinclude></noinclude>
d3w74b4fd0mik54quzwjop2odb20bdu
315752
315751
2026-08-25T03:57:17Z
Ibrohim tijani
26379
315752
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{c|'''KORBAN BOEDI.'''}}
{{c|'''OLEH'''}}
{{c|'''Monsieur Hsu.'''}}
{{c|I.}}
{{c|'''SATOE PEROENDING'''}}
{{c|—O—}}
Hari Minggoe lohor.
Angin lingsir jang anget sabentar-bentar menmoep
dengen haloes dan riangken hati. Dalem satoe tegalan
senjep salaen hari soeara berkreseknja daon-
daon poehoen jang tertioep angin, hingga menjotjokin
sekali boeat satoe idealist bajangken pikirannja sembari
diriken astananja diatas oedara.
Dalem satoe paviljoen jang letaknja disabelah
kirinja satoe roemah besar jang indah dan mentereng,
Tjin Liang kaliatan sedeng doedoek terpekoer
sendirian, dari roepanja jang poetoes harepan orang
bisa mendoega bagaimana roewet pikirannja jang
sedeng mengganggoe. Tapi bagi orang jang soeda
kenal baik tabeatnja itoe orang moeda jang aloes
dan gampang berdoeka, tida terlaloe berkoewatir
djika meliat ia oendjoek roman jang berdoeka.
Tjoema sadja pada ini kali roepa-roepanja Tjin
Liang sedeng dipengaroehin betoel sama gontjangan
pikirannja, saban-saban kaliatan ia mengelah napas berat
dan toedjoeken matanja mengawasin itoe mega jang
djaoe, djaoe sekali. Satoe waktoe dengen elahan
napas berat keliatan ia toetoepin moekanja di atas {{hws|soe|soesoenan}}<noinclude></noinclude>
qj7crktpuj1brjcgm4j4im3sdggk5ho
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/29
104
112499
315754
311672
2026-08-25T04:00:31Z
Ibrohim tijani
26379
315754
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||48}}</noinclude>tahanan lawen jang terlemah dengan tjepat,men-
dadak dan dengan pasukan jang terbesar, dengan
maksud mematahkan hubungan2 organisatoris-nja
dan achirnja menghant jurkannja buat selama-la-
manja
Organisasi2 perdjoangan kita jang terutama
Sarekat Sekerdja dan Politik djika telah pa-
da waktunja, harus dengan tjepat dibimbing ke-
tempat dimana kita dapat membikin musuh mende-
rita kerugian jang terbesar, jaitu dimana me-
nempatkan induk pasukannja.
Djika kita menganggap Indonesia sebagai
langgan perd joangan, maka kita mengetahui bah-
wa kekuatan imperialis Belanda (militer, poli-
tik dan ekonomi) tidak terpusat pada satu tem-
pat. Kekuatan militor dipusatkan di Priangan..
Kekuasaan politik jang sekarang berpusat di Ba-
tavia, kemudian mungkin dipindahkan ke Priang-
an. Akan tetapi baik Batavia, maupun Priangan
sesungguhnja tidak mempun jai pusat ekonomi.Ki-
ta mendapatkan itu terutama di lembah bengawan
Solo (Djokja, Solo, Madiun, Kediri dan Surabaja)
dimana terletak bertimbuntimbun industri2,per-
usahaan2,Badan2 angkutan lalu-lintas dan Bank2.
Bimana suatu offensif revolusioner jang te-
lah disiapsiagakan akan mendapat sukses seba
njak-banjak-nja.
Djika kekuatan militer, politik dan ekonomi
dipusatkan pada suatu kota sebagaimana
terd jadi dinegeri 2 Eropah, maka mondjadi ke-
wadjiban kita memasukkan kota2 itu lebih dulu
dan rontjana organisasi revolusioner kita,
untuk nanti serangan revolusioner jang pertama
tama dilantjarkan. Djika kita disana mendapat-
kan sukses, maka sukses dibagian2 negara lain-
nja sedikit atau banjak akan terdjadi dengan
sondirinja.
{{rh||49}}
Akan tetapi karena kekuasaan, imperialis Be -
landa terbagi dalam pelbagai pusat, sesuai de-
ngan itu kita harus à juga membagi kekuatan,re-
volusioner kita, untuk nanti kita kerahkan pa
aukan induk kita kesana, dimana sukses soba-
njak banjakaja dapat tertjapai.
Djika kita pelad jari tempat mana jang sangat.
menguntungkan bagi kita untuk digempur, maka
pilihan kita akan djatuh pada lembah bengawan-
Solo. Memang disini kita mempunjai harapan le-
bih besar dapat merampas kekuasaan ekonomi dan
politik dan bertahan daripada di Batavia dan
di Priangan. Dilembah bengawan-Solo bertimbun2
buruh industri dan petani melarat, jang akan
mowud judkan tenaga2, bukan sadja untuk peram-
pasan, aken tetapi juga sebagai sjarat2 teh-
nis dan ekonomi mempertahankan perampasan itu.
Di Batavia atau Priangan kemenangan politik
atau nilitor akon sukar didapat dan dipertahan-
kan daripada di lembah bengawan Solo, karena
nedikit adanja sjarat2 tehnis dan ekonomis un-
tuk mempertahankan perampasan itu. Kemenangan
politik atau militer di Batavia atau Priangan
labih sukar bisa didapat dan dipertahankan da-
ipada di lembah bengawan-Solo, karena faktor2
toria dan ekonomis sädikit adanja disana, Ke-
renangan politik dan militer jang modern hanja
dapat dipertahankan, djilta lita memiliki sja-
rat2 kekuasaan ekonomi (pabrik2, Perusahaan2,
Badan2 angkutan lalu-lintes, Bank2 dsb).
Dari apa jang torsobut diatas, kita bisa me-
aarik kesimpulan, bahwa kita nanti harus mengo-
rahkan induk pasukan kita ke lembah bengawan-
Solo, agar offonsif revolusioner kita dapat me-
nentukan strategi seluruhnja. Djika kita nanti<noinclude></noinclude>
k9ll1pcxhek10i588rhw6r9i3j2g7um
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/30
104
112500
315755
311676
2026-08-25T04:01:05Z
Ibrohim tijani
26379
315755
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||50}}</noinclude>dapat bertahan di lembah begawan Solo, sedang
dipusat ekonomi lainnja (Sumatera Timur, Palem-
bang, Kalimantan Timur) dan pusat ekonomi
militer Batavia, Bandung, Magelang, Malang, A-
tjeh) dapat kita sorang atau berhasil kita per-
tahankan, maka lombah bongawan-Solo seland jut-
nja dapat kita pergunakan sebagai basis bagi
Republik Indonesia. Terlebih-lebih djika suara
dan pengaruh kita dapat menerobos.djuga keda
lam Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Maka ba-
gi imperialisme Belanda tak akan begitu mudah
tempergunakan kekuasaan militernja. Suara2 bu-
ruh jang bergelora dari lembah bengawan-Solo,
akan pasti didengar djuga oleh buruh2 di Asia,
Eropah dan Amerika. Imperialis2 luar negeri a-
kan tak begitu mudah menjerahkan buruhnja un-
tuk membunuh habis-habisan buruh2 Indonesia.
Ketjuali dari pada itu adalah internasionale
III jang akan berusaha menjerukan pemberhenti-
an pekerd jaan pembunuhan imperialis2 itu.
Sekali-pun lebah bengawan-Solo bagi kemena-
ngan kita adalah satu hal jang menentukan akan
tetapi bagi offensif2penjesatan, tempat2 seper-
ti Priangen, terutama Atjeh dan Ternate adalah
sangat penting. Djika kita disana dapat menje-
rang dengan berhasil, maka musuh akan terpaksa
membagi-bagi kekuatan jang terpusat di Djawa.
dan mengirimkan sebagian dari padanja kedaerah,
daerah jang djauh. Bagi pergerakan revolusio-
per hal sedemikian itu setidak-tidaknja masih
sangat penting. Ketjuali itu bagi imperialisme
Belanda, djika itu diteruskan penindasan porla
wanan revolusioner dengan kekerasan akan sang-
at besar beajanja. Akibatnja ia akan
padjak lebih besar dari rakjat jang menderita.
Hal ini akan meningkatkan lagi rasa tak puas
menarik
{{rh||51}}
dan oleh karenanja meningkat pula hasrat rovo-
lusionernja.
Satu kemenangan di Priangan, Atjeh dan Ter
nate ditilik dari sudut taktik adalah sangat
ponting dan dapat merintis djalan bagi kemena-
ngan strategis.Pukulan strategis jang akan ki-
ta lantjarkan kemudian dilombah bongawan-Solo,
akan merupakan satu pedang Damoclas diatas ke-
pala imperialis Belanda.
Berhubung dengan besarnja arti jang ada di-
loubah bengawan-Solo bagi kemerdekaan Indonesia
kita
sekarang adalah kewadjiban revolusioner
lebih banjak memberikan perhatian pada pusat
ekonomi itu daripada jang sudah2. Adalah kewa-
djiban rovolusioner kita,mengorganisir dan me-
koordinir massa buruh2 industri dan pertanian
dan pada achiraja melatih mereka untuk massa
kekuasaan
aksi jang langsung buat perampasan
ekonomi dan politik.
{{rh||-00-}}
{{rh||'''<u>NILAI KESADARAN,HASRaT DAN DISIPLIN</u>'''}}
Dalam tiap2 pergerakan kesadaran memegang
peranan jan sangat penting. Kesadaran revolu-
sioner kita, kita ambil dari materialisme dia-
loktika Merx. Mengikuti Marx,kita dapat memu-
tuskan, bahwa sekarang hampir seluruh rakjat In-
donosia berseriangat revolusioner.Tetapi
porbedaan besar antara kerevolusioneran buruh2
industri dan kerevolusioneran pemilik2
(petani 2,pedegang2 dan pengusaha2 ket jil).Jang
tersebut duluan subjektif adalah revolusioner,
jaitu mereka tidak hanja berkehendak menghapus
kan kekuasaan politik sadja, tapi djuga kekua-
tanah
saan ekonomi, jalah dengan penghapusan
milik perseorangan dan sistim produksi jang ka-
ketjil<noinclude></noinclude>
20zadssef6lf3gd5wg0noylh6w51qcx
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/31
104
112501
315756
311677
2026-08-25T04:01:29Z
Ibrohim tijani
26379
315756
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||41}}</noinclude>pitalistis. Tapi pemilik ketjil subjektif ti-
dak revolusioner sebab mereka tidak berkehen-
dak menghapuskan hak milik perseorangan dan
sistim produksi jang kapitalistis. Sebaliknja
mereka menginginkan milik jang lebih besar. A-
kan tetapi terhadap imperialisme mereka bersi-
kap revolusioner.Mereka mengharapkan adanja Pe-
merintah Nasional dan Kemerdekaan Nasional.
Djustru karena itu mereka objektif adalah revo
lusioner.
Dalam usaha kita bertalian dengan organisasi,
taktik dan strategi, kita tak dapat mentjempur-
adukkan satu dengan lainnja unsur2 buruh indus-
tri dan bukan proletar. Mentjempur adukkan itu
tidak akan membawa kekuatan, ken tetepi honja
membawa kelemahan belaka. Sekalipun unsur2 tor-
sebut diatas kedun-dunnja berdjoang melawan im-
perialiar 3, an den tudjuan perd joangan me-
reka adalah berbedaan. Akan tetapi perbedaan
itu orang tak boleh melupakan kemestian kerdja-
sema, sebab baik tudjuan bukan proletar, maupun
tudjuan terachir buruh industri hanja terlaksa-
na sesudah hentjurnje imperialisme. Taktik PKI
terhadap orang2 bulan proletar dengan mengi-
ngat kepentingan2 materiilnja - supaja sangat
plastis (sangat membimbing). Ia harus
membangkitkan tenage2 potensi revolusioner,
ada pada orang2 bukan proletar. Ia harus татри
djuga mongkoodinir tenaga2 ini dengan tenaga2
proletar. Djika ini berhasil, maka komerdekaan
Indonosia boleh dikata telah dapat ditontukan.
Kesadaran revolusioner harus dilengkapi
dengan hasrat revolusioner. Kesadaran sadja ti-
dak tjukup. Sudah sewadjarnja, bahwa rakjat
Indonesia jang telah diperbudak selama 300 ta-
hun dan harus berdjoang melawan imperialisme mampu
{{rh||53}}
Jaag mungkin dibantu oleh imperialisme 2 lain-
nja tak akan dapat menang dalam satu hari. Di
beberapa tempat P.K.I.mungkin mengalami puku-
laa .Ada kemungkinan, bahwa ia dihari kemudian
akan terpak meland jutkan eksislebih banjak
dibaweh tenan. Akan tetapi, dalam semua kemung
kian2 ini ia tak akan dan tak boleh kebilang-
an keborenian dan pikiran. Sebaliknja kita jakin
bahwa ia akan lobah giet, lebih berpengalaman
dan lebih berani. Sebab kepertjajaen P.K.I. a-
kan djetuhnja imperialisme Belanda dan tenaga
revolusioner rakjat Indonesia bukan disandar-
ken pada Djojo-Bojo ateu pedagang djamu lain-
nja, alan tetapi kepertjajaan itu disandarkan
atas analisa okonomi-sosial masjarakat Indone-
anta-
sia. Pertentangan jang pantang damai.
r jg berkuasa den jg dikuasai di Indoensia e-
kin memperkuat jg tersebut belokangan ini de-
1um perdjoangaanja.
Kesadaran dan nasrat dapat dilakukan pada
tempatnje, djika F.K.1. memiliki disiplin ba-
dje. Semua anggauta, seksi2 dan organisasi2
P.K.I. harus melaksanakan putusan? puset dng.
à jud jur dan glat. Suatu soksi harus membantu
seksi lainn ja, jer menderita pukulan. Ia ha-
rus melangkan nelju, djika pimpinan momendang
perlu, aan melangkah mundur djike perdjoangan
monjuruhnja. Suatu strategi hanja bisa menda-
patkan suksee, djika Staf Unun dapat pertjaja
sepenuhnja atas seluruh tentaranja.
{{rh||-0-}}
{{rh||<u>'''PUKULAN STRATEGI'''</u>}}
Pukulan strategi jang penghabisan akan ber-
hasil djika memenuhi ajerat2 berikut:
1. Partai memiliki disiplin badja..<noinclude></noinclude>
4xts3f18mrbd3f6sloyezdx6535z3lo
315757
315756
2026-08-25T04:03:36Z
Ibrohim tijani
26379
315757
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||41}}</noinclude>pitalistis. Tapi pemilik ketjil subjektif ti
dak revolusioner sebab mereka tidak berkehendak menghapuskan hak milik perseorangan dan
sistim produksi jang kapitalistis. Sebaliknja
mereka menginginkan milik jang lebih besar. Akan tetapi terhadap imperialisme mereka bersikap revolusioner.Mereka mengharapkan adanja Pemerintah Nasional dan Kemerdekaan Nasional.
Djustru karena itu mereka objektif adalah revo
lusioner.
Dalam usaha kita bertalian dengan organisasi,
taktik dan strategi, kita tak dapat mentjempur
adukkan satu dengan lainnja unsur2 buruh industri dan bukan proletar. Mentjempur adukkan itu
tidak akan membawa kekuatan, ken tetepi honja
membawa kelemahan belaka. Sekalipun unsur2 tersebut diatas kedundunnja berdjoang melawan imperialiar 3, an den tudjuan perdjoangan mereka adalah berbedaan. Akan tetapi perbedaan
itu orang tak boleh melupakan kemestian kerdja
sema, sebab baik tudjuan bukan proletar, maupun
tudjuan terachir buruh industri hanja terlaksa
na sesudah hentjurnje imperialisme. Taktik PKI
terhadap orang2 bulan proletar dengan mengi
ngat kepentingan2 materiilnja supaja sangat
plastis (sangat membimbing). Ia harus
membangkitkan tenage2 potensi revolusioner,
ada pada orang2 bukan proletar. Ia harus татри
djuga mongkoodinir tenaga2 ini dengan tenaga2
proletar. Djika ini berhasil, maka komerdekaan
Indonosia boleh dikata telah dapat ditontukan.
Kesadaran revolusioner harus dilengkapi
dengan hasrat revolusioner. Kesadaran sadja tidak tjukup. Sudah sewadjarnja, bahwa rakjat
Indonesia jang telah diperbudak selama 300 tahun dan harus berdjoang melawan imperialisme mampu
{{rh||53}}
Jaag mungkin dibantu oleh imperialisme 2 lain
nja tak akan dapat menang dalam satu hari. Di
beberapa tempat P.K.I.mungkin mengalami puku
laa .Ada kemungkinan, bahwa ia dihari kemudian
akan terpak meland jutkan eksislebih banjak
dibaweh tenan. Akan tetapi, dalam semua kemung
kian2 ini ia tak akan dan tak boleh kebilang
an keborenian dan pikiran. Sebaliknja kita jakin
bahwa ia akan lobah giet, lebih berpengalaman
dan lebih berani. Sebab kepertjajaen P.K.I. a
kan djetuhnja imperialisme Belanda dan tenaga
revolusioner rakjat Indonesia bukan disandar
ken pada DjojoBojo ateu pedagang djamu lain
nja, alan tetapi kepertjajaan itu disandarkan
atas analisa okonomisosial masjarakat Indone
anta
sia. Pertentangan jang pantang damai.
r jg berkuasa den jg dikuasai di Indoensia semakin memperkuat jg tersebut belokangan ini de1um perdjoangaanja.
Kesadaran dan nasrat dapat dilakukan pada
tempatnje, djika F.K.1. memiliki disiplin ba
dje. Semua anggauta, seksi2 dan organisasi2
P.K.I. harus melaksanakan putusan? puset dng.
à judjur danglat. Suatu soksi harus membantu
seksi lainn ja, jer menderita pukulan. Ia ha
rus melangkan nelju, djika pimpinan momendang
perlu, aan melangkah mundur djike perdjoangan
monjuruhnja. Suatu strategi hanja bisa menda
patkan suksee, djika Staf Unun dapat pertjaja
sepenuhnja atas seluruh tentaranja.
{{rh||0}}
{{rh||<u>'''PUKULAN STRATEGI'''</u>}}
Pukulan strategi jang penghabisan akan ber
hasil djika memenuhi ajerat2 berikut:
1. Partai memiliki disiplin badja..<noinclude></noinclude>
0ohbhzfywvzo7yjx726t84qnvu4nd4x
315758
315757
2026-08-25T04:04:04Z
Ibrohim tijani
26379
315758
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||41}}</noinclude>pitalistis. Tapi pemilik ketjil subjektif ti
dak revolusioner sebab mereka tidak berkehendak menghapuskan hak milik perseorangan dan
sistim produksi jang kapitalistis. Sebaliknja
mereka menginginkan milik jang lebih besar. Akan tetapi terhadap imperialisme mereka bersikap revolusioner.Mereka mengharapkan adanja Pemerintah Nasional dan Kemerdekaan Nasional.
Djustru karena itu mereka objektif adalah revo
lusioner.
Dalam usaha kita bertalian dengan organisasi,
taktik dan strategi, kita tak dapat mentjempur
adukkan satu dengan lainnja unsur2 buruh industri dan bukan proletar. Mentjempur adukkan itu
tidak akan membawa kekuatan, ken tetepi honja
membawa kelemahan belaka. Sekalipun unsur2 tersebut diatas kedundunnja berdjoang melawan imperialiar 3, an den tudjuan perdjoangan mereka adalah berbedaan. Akan tetapi perbedaan
itu orang tak boleh melupakan kemestian kerdja
sema, sebab baik tudjuan bukan proletar, maupun
tudjuan terachir buruh industri hanja terlaksa
na sesudah hentjurnje imperialisme. Taktik PKI
terhadap orang2 bulan proletar dengan mengi
ngat kepentingan2 materiilnja supaja sangat
plastis (sangat membimbing). Ia harus
membangkitkan tenage2 potensi revolusioner,
ada pada orang2 bukan proletar. Ia harus татри
djuga mongkoodinir tenaga2 ini dengan tenaga2
proletar. Djika ini berhasil, maka komerdekaan
Indonosia boleh dikata telah dapat ditontukan.
Kesadaran revolusioner harus dilengkapi
dengan hasrat revolusioner. Kesadaran sadja tidak tjukup. Sudah sewadjarnja, bahwa rakjat
Indonesia jang telah diperbudak selama 300 tahun dan harus berdjoang melawan imperialisme mampu
{{rh||53}}
Jaag mungkin dibantu oleh imperialisme 2 lain
nja tak akan dapat menang dalam satu hari. Di
beberapa tempat P.K.I.mungkin mengalami puku
laa .Ada kemungkinan, bahwa ia dihari kemudian
akan terpak meland jutkan eksislebih banjak
dibaweh tenan. Akan tetapi, dalam semua kemung
kian2 ini ia tak akan dan tak boleh kebilang
an keborenian dan pikiran. Sebaliknja kita jakin
bahwa ia akan lobah giet, lebih berpengalaman
dan lebih berani. Sebab kepertjajaen P.K.I. a
kan djetuhnja imperialisme Belanda dan tenaga
revolusioner rakjat Indonesia bukan disandar
ken pada DjojoBojo ateu pedagang djamu lain
nja, alan tetapi kepertjajaan itu disandarkan
atas analisa okonomisosial masjarakat Indone
anta
sia. Pertentangan jang pantang damai.
r jg berkuasa den jg dikuasai di Indoensia semakin memperkuat jg tersebut belokangan ini de1um perdjoangaanja.
Kesadaran dan nasrat dapat dilakukan pada
tempatnje, djika F.K.1. memiliki disiplin ba
dje. Semua anggauta, seksi2 dan organisasi2
P.K.I. harus melaksanakan putusan? puset dng.
à judjur danglat. Suatu soksi harus membantu
seksi lainn ja, jer menderita pukulan. Ia ha
rus melangkan nelju, djika pimpinan momendang
perlu, aan melangkah mundur djike perdjoangan
monjuruhnja. Suatu strategi hanja bisa menda
patkan suksee, djika Staf Unun dapat pertjaja
sepenuhnja atas seluruh tentaranja.
{{rh||-0-}}
{{rh||<u>'''PUKULAN STRATEGI'''</u>}}
Pukulan strategi jang penghabisan akan ber
hasil djika memenuhi ajerat2 berikut:
1. Partai memiliki disiplin badja..<noinclude></noinclude>
1jhyq09b1npsg3x5vnuu81sn0lon2y4
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/32
104
112502
315759
311679
2026-08-25T04:04:30Z
Ibrohim tijani
26379
315759
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||54}}</noinclude>2. Rakjat Indonesia berada dibawah pimpinan
P.K:I.
3. Mush, baik didalam maupun diluar negeri
terpetjah-belch.
Djika sjarat pertama belum terpenuhi, kita
tak perlu dan tak boleh menjembunjikan. Sering
terdjadi, bahwa seorang enggauta jang bertang-
gung jawab mengikuti polepatnja sendiri, tan-
pa menunggu putusan2 pusat. Atau ia melaksana-
kan pendapatnja, sedang ia mengetahui, bahwa i-
tu bertentangan dengan pendapat pusat. Bikep
atau watak jong tak disipliner semat jam itu da-
lam perdjoangan revolusioner jeng secungguhnja,
bukan hanja akan memba hajakan diripimpinan Jg.
bersangkutan dan seksinja, akan tetapi juga
pergerakan seluruhnja.
Disiplin revolusioner mrpunjai personaen de-
rg disiplin militer pada titik ini: bahwa ru-
tusan harus dilaksanakan. Akan tetapi semua
berbeda satu sama lain dalam hal ini: bahwa di-
Siplin revolusioner bukarnia hasjrat menjere
sad je (seun danh). Sedangkan Staf Taum
liter tidak mongaerapkan dari serdadu2nja bah-
wa mereka harus mengerti perintah jang diberi-
kan, bagi Star Uaun Revolusioner sjarat jang
pertama-tara jalah: bahwa anggauta2 harus me-
ngerti benar2 putusan jang harus dilaksanakan.
Bukan hanja arti putusan sadja, akan tetapi
setiap anggauta harus djuga mengerti kemutlak-
an ketaatan pelaksanaen putusan, se lipun dji-
ka putusan itu bertentangan dengan pendapatnja
sendiri. Suatu putusan revolusioner djustru di
dapat sesudah suatu atjara dirundingkan masak-
masak. Dalam perundingan tiap2 anggauta mempu-
njai hak penuh mengemukakan dan mempertahankan
pendapatnja dan menentang atau menjokong pen-
{{rh||55}}
dapat orang lain. Pada pemungutan suara Jang
terachir is mempur jai hak mempertahankan penda-
patnja sekuat mungkin, sehingga ia dapat mela-
kukan seluruh pengaruh rochaninja atas putusan.
partai. Tetapi djika suara jang terbanjak meng-
ambil suatu keputusan djuga jang bertentangan
dengan pendapatnje, sekalipun ia tak menjetud jui
nja, naka ia harus tunduk pada putusan itu dan
nebagai anggauta atau pemimpin ia harus melak-
annakann ja dengan taat dan giat.Djika tidak se-
demikian halaja, tidak mungkin daja kekuatan re-
volusioner partai dapat bertindak keluar setja-
ra massal dan bersatu-padu. Suatu partai jang
tiap2 anggautanja berpegang teguh pada pendapat
nja masing2 dan menjabotir putusan partai akan
tak berdajaadanja.
Demikianpun sjarat kedua masih belum terpenu-
hi. Sungat pasti P.K.I. pada masa sekarang ini
adalah partai satu2nja jang dapat dikatakan par-
tai rakjat Indonesia. B.U., Pasundan, Perserekat-
(un Minahasa dan partai2 ketjil lainnja dengan
Jukar dapat mempertahankan diri, dalam batas2-
nja jang sempit, ketjuali djika partai2 itu de-
ngan penuh tenaga dapat melampaui batas2 jang
nempit itu untuk mondjadi satu partai rakjat na-
sional.
Hanja P.K.I.pada masa ini mampu membentuk af-
dooling2 dimana-mana dipelbagai pulau. Akan te
tapi masih belum dapat dikatakan, bahwa ia te
lah dapat mengorganisir semua lapisan rakjat
dan mombawanja dibawah pimpinannja. Masih belum
tjukup, djika semua orang Indonesia jang tertin-
das menaruh sympati pada P.K.I., akan tetapi dji-
ka waktunja telah datang rekjat jang tertindas
jang berdjuta-juta orang djumlahn ja itu setiap
wektu akan mengikuti djuga seruan P.K.I. Bukan<noinclude></noinclude>
a7jcs671gm5hivajj5b3ipgmeig0739
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/33
104
112503
315760
311680
2026-08-25T04:06:00Z
Ibrohim tijani
26379
315760
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||56}}</noinclude>hanja dalam kemenangan, tapi djuga dalam kekalah
an keportjajaan dan ketaatan pada P.K.I. seba-
gei partai rakjat revolusioner harus tetap dan
tak berobah.
Kita harus akui, bahwa propaganda dan agitasi
kita di daerah2 luar Djewa djuga di Djawa sendi
ri masih belum konkrit dan tjukup kuat dan ka
renanja masih belum tjukup dalam meresapnja.Ke-
kurangan tenaga dan alat, kekurangan pengetahu-
an dan pengalaman tentang keadaan daerah2 dilu-
ar Djawa adalah sebab jang terutama mengapa te-
naga2 revolusioner kite sementara masih tertim
bun di Djawc. dan aksi2 kita tetap terbatas di-
Djawn. Sekalipun disana-sini tenaga2 komunistis
telah berkembang (Ternate,Atjeh dll sebagainja)
sebagian besar dari daerah2 luar Djawa bagi ki-
ta masih merupakan hutan remadja: Orang2 Djambi
dan Palembang jeng memang tak dapat digolongkan
pada orang2 Indonesia jeng berperasaan puas dan
berdjiwa budak bagi kita masih gelap adanja.
Tambang2 besar seperti tambang emas, timah, minjak, karangbatu dan industri2 pertanian seperti
toh dan karet masih belum mengalani perobahan.
Bandjarmasin dan Atjeh, dimana peperangan2 fanatik dilakukan orang dibawah bendera Islam, bagi kita masih asing adanja. Di daerah2 tersebut
diatas kita masih belum mompunjai pengeruh diantara petani 2. Bukan hanja disana pakerd jaan
bagi kita diper sukar oleh reaksi, akan tetapi
djuga karena kita masih sangat kurang dapat me-
nerobos kedalam kesukaran2 hidup nasional-nja
dan tjara berfikirnja..
Djika kita di daorah2 luar Djawadjuga di-
Djawa hendak meningkatkan tenaga2 potensi ke-
pada tenaga2 penggerak revolusioner,maka propa-
ganda dan agitasi harus kita sesuailean dng. ke-
{{rh||57}}
adapun lokal jang berbeda-beda adanja di Indonesia, lebih daripada apa jang sebegitu djauh telah kita lalaikan. Kita harus dapat mempengaruhi
orang2 Djambi, Bandjar dan Atjeh jeng sedikit
atau banjak tekun pade agamanja. Djika kita ma-
sih belum dapat menggabungkan diri dengan mere-
ka, maka kita sudah barang tontu tak dapat bor-
bitjara tentang pimpinan revolusioner.Kita se-
land jutnja harus dapat menund julkan, bahwa pro-
gran kita bertudjuan meningkatkan hidup materi-
ilnja. Kita harus mampu mendjelaskan, bahwa se-
mua rintangan, jang dialami pedagang2 ketjil,
petani2 dan penguanha2 ketjil di daerah
Djawc, pede masa ini monti akan lenjap
hapusnje imperialisme.Ketjuli jika orang2 bu-
kan proletar jeng sebagian besar terdiri
penduduk de er n2 luer Djowa menginajafi, bahwa
dalam kemerdekaan nasional, bukan hanja buruh2
industri sadja, akan tetapi djuga mereka
turut meuse hakan hasil keuntungan materiil, me-
reke, akan monggabungkan diri disana-sini bersa-
ma-sama proletar dalam perdjoengan melawan im-
perialisme. Djika kota Roma tidak dapat dibang-
un dalam satu hari, demikian-pun mendidik dan
mengorganisir rakjat jung 50 djuta orang djum-
labrja, dan jang telah tertindas ratusan tahun
lamanja, ajuga membutuhkan waktu. Akan tetapi
djustru penindasan fan reaksi jang meningkat
ninglet adalah pembantu2 P.K.I. jang baik.
dari
akan
Djika nanti partai telah dapat di-disiplin dan
sebagian besar dari penduduk telah dapat dibawah
pimpinan kita, kita terlebih dahulu harus meng-
tahui keadaan di kubu lawan, baik jang ada dide-
lam, maupun jang ada diluar negeri, sebelum kita melantjarkan pukulan jang menentukan. Lebih
terpetjah-petjah keadaan lawan, lebih mengun-<noinclude></noinclude>
2bnolb8tjky9lk0evozhu89fxv1basz
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/34
104
112504
315761
311681
2026-08-25T04:07:32Z
Ibrohim tijani
26379
315761
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||58}}</noinclude>tungkan bagi kita. Kita boleh mengatakan, bahwa
lawan dalam negeri jaitu imperialisme Belanda
bersatu menghadapi rakjat Indonesia. Tidak de
mikian halnja di Eropah. Kaum bord juis jang bertubuh dalam partai2 Konservatif, Leberal dan partai2 radikal lainnja,dalam menghadapi buruh2
revolusioner umpamanja nampak solider, akan tetapi diantara mereka sering djuga nampak adanja perpetjahan jang mendalam. Orang2 Sosial Demokrat mundarmandir kian kemari antara bord juasi dan buruh2. Perpotjahan antara bord juasi Eropah di Indonesia, djustru karena mereka tergolong
pada bangsa lain daripada buruh2, tak sedemikian
besarnja, sehingga penduduk Indonesia akan bisa
mendapatkan keuntungan jang agak berarti dalam
perpetjahan itu. Totapi sekalipun bord juasi Be
landa sementara solider menghadapi penduduk In
donesia, kesolideran 100.000 orang akan tak ada
artinja djika dihandingkan dengen
50.000.000. orang.
kesolideran
Akan tetapi musuh2 luar negeri (imperialisme)
Inggeris, Ameriks dan Djepang) menghadapi Indo
nesia sangat terpetjah belah. Antara imperialis
me Amerika dan Djepang tak terdapat unsur perse
tuan dan kesolideran. Besok atau lusa kedua im
perialisme itu harus menentuka kekuasaannja a
tas lauten Pasifik dengan pedang..
bila waktunje perang Djepang
Akan tetapi
Amerika tek
orang dapat meramalkan.
Pertentangan2 ekonomi dan politik antara Dje
pang dan Amerika jang pantang damai
mur Djauh telah berulangulang kita tundjukkan,
di Ti
den disini tak perlu kita uraikan lagi. Memang
dapat dipastikan, bahwa Inggeris akan
dipihak Amerika, sehingga armada Djepang dihan
berdiri
ding dengan armeda Amerika akan merupakan im
{{rh||59}}
bangan sebagai 3:10. Satu pertanjaan jang sa
na penting ja, jalah apakah ketiga imperialis
mo tersebut menilik situabi internasional seka
rung ini rkan mendatangkan perang dunia baru?
Memang adalah satu konjataan, bahwa Amerika
dalam melaksanakan politiknja "Penetration Pa
offic" (penercbosen pasifik) dimanamana menda
pat kemenangan dalan persaingan ekonomi. Satu
orang dunia baru bukan hanja satu keharusan bo
porluasen daerah pengaruh Amerika, alan tota
pi coal itu akan dapat membawa bahaja, bahwa bu
ruh internasional nanti dibawah pimpinan Moskow
akan merobeh perang dunia itu mondjadi perang
Baudara.
untuk
Dalam keradjarn Djepang sendiri terdapat ana
air2 jang menentang perang Djopang Amerika
dongan segera.Bentjena alen jang disebabkan karena gontjangan bumi pada tahun 1923 mengakibat
kan kerusakan hebat pada kehidupan ekonomi Djepeng daripada ape jang dapat kita lihat dari luar. Bentjana itu bagi Djepang membutuhkan tona.
ga besar dar waktu padjang sebelum ia dapat
memperbaiki kembali kehidupan ekonominja atas
tingket jarg suna sebagaimana adanja sebelum
terdjali berijana alan itu. Pergerakan
nondemokrasikan" Djepang dari pemerintahan
"autokrasi" jang dipimpin oleh kasta pertengah
an dan disokong oleh seluruh kaum buruh masih
berdjalan langsung. Pergerakan ini diperkuat
karena dalar negeri sekarang timbul penganggur
an jang luas (menurut berita jang terachir le
bih dari 3.000.000 orang), diantara mana terdapat djuga benjak korban2 dari kasta pertengahan,
semakin
Pergerakan untuk "mendemokrasikan" ini
mowudjudkan satu bentuk jg berbahaja sedimikian rupa, sehingga kaum militeris jang di Djepang<noinclude></noinclude>
nr8kz43d7nop9d4lshdknblvp0apyn2
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/35
104
112505
315762
311682
2026-08-25T04:08:08Z
Ibrohim tijani
26379
315762
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||60}}</noinclude>memegang kekuasaan atas alat2 politik dan militer seluruhnja, terpaksa memberikan konsessi po-
litik banjak. Menurut berite awal tahun
sistim parlementer di Djepang dimodernisir dan
dilaksanakan hak pilih umum, sehingge sekarang
djumleh pemilih meningkat dari tiga sampai dua-
belas djuta orang. Untuk mewud judkan, bahwa ka-
um militeris tidak menginginkan adanja perang
baru (dalam hal ini kaum militeris dapat memper
tehankan kedudukan autokrasinja terhadap kaste
pertengahan liberal). Djepang pada achir tahun
jang lalu telah mengadakan perdjendjian dengan
Sovjet Uni. Sekalipun perdjandjian ini ditud ju-
kan djuga terhadap persekutuan Anglo-Amerika,se-
kali ketika dipergunakan djuga untuk menina be-
bakken kaum buruh dan kasta pertengahan jang
membent ji dan ketakutan adanja suatu perang ba
ru,dengan alasan, bahwa Djepung"ingin damai de-
ngen siapa-pun". Pakte2 ekonomis dan politis
tersebut diatas menund jukkan, bahwa Djepang ke-
dalam masih belum memiliki tenaga dan pesatuan
jang diinginkan untuk memberanikan diri melawan
kekuasaan dunia seperti Amerika dan Inggeris pa
da pasa sekarang ini.
Adalah senantiasa tak mudah memperoleh kemer-
dekaan pada waktu ada sekarang. Pada perang du-
nia jang lalu kita mengetahui bahwa tak ada sa-
tu dari negeri2 djed jahan (Indo-China-Prantjis,"
India-Inggeris dan Mesir) berkehendak mengobar-
kan perdjoangan kemerdekaan. Bagi Indonesia dju-
ga masih belum depat dikatakan dengan segera,
bahwa dalam suatu perang pasifik orang mendapat
kan kesempatan jang baik untuk menuntut kemerde-
kaan. Djustru hal ini tergantung djuga pada per-
soalan, siapa jang akan menang dan berapa lama
perang akan berlangsung. Tapi teranglah, djika
{{rh||61}}
nanti dilautan sekeliling Indonesia armada2Ing-
goris, Amerika dan Belanda telah bersiap-siaga.
Bagi Indonesia bukan lagi satu persoalan jg mu-
ара-
dah untuk berbitjara tentang kemerdekaan,
Amerika
lagi untuk merebut kemerdekaan. Anglo
jang sudah tentu akan mengharapkan ketenangan
dan keamanan jang mutlak di Indonesia akan de-
ngan segera menget jap tiap2 gangguan ketenangan
itu sebagai satu permusuhan terang-terangan.
Terlebih-lebih karena Inggeris hendak memperta
hankan hubungan antara Singapura dan Australia-
Inggeris dan akan mendapatkan kesempatan jang
baik menduduki Indonesia djika imperialisme Be-
landa terlempar djauh.
Kesukaran jang sama akan dihadapi oleh Indone-
sepuluh
ain, djikn sesudah kurang lebih
tahun pangkel an armada Singapura dan armada Be-
landa telah selesai dibangun.Perhubungan antara
Singapura dan Australia akan mendjadi kenjataan
dan pertahanan tate-tertib di Indonesia bagi im-
porialisme Anglo-Amerika akan dipertjajakan ke-
pada armada Belanda.
Sudah tentu, perpetjahan antara imperialisme 2
satu keuntungan.
luar negeri bagi ita adalah
Akan tetapi persoalannja jalah: Apakah kita ha
rus menunggu dulu adanja perang, ataukah seka-
rang menuntut kemerdekaan Nasional dan memper
gunakan semua alat untuk mendapatkannje.
ar-
Karena kita telah mengetahui, bahwa perang Pe-
sifik jang mungkin datang bagi kita masih belum
berarti setu komerdokaan dan kita tak dapat me-
nunggu sampai armada Belanda dan pangkelen
mada Singapura, selesai digalang, maka bagi In-
donesia sangat mungkin sekarang ini adalah ke-
sompatan jang baik untuk menuntut kemordekaan
Nasional. Pendapat ini djuga diperkuat dengan<noinclude></noinclude>
nl3ykhsyj9a33rwu2hggb44yrxx5091
Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/22
104
112671
315763
312107
2026-08-25T04:13:20Z
Ibrohim tijani
26379
315763
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Pertama : Bung Karno pentjetus idee demokrasi terpimpin tersebut adalah bapak Pantjasila itu sendiri.
Kedua: Dalam mengemukakan idee demokrasi terpimpin tersebut Bung Karno terang-terangan menolak demokrasi liberal, tetapi dipihak lain djuga tidak pernah menerima demokrasi organis absolute, malahan dengan tegas menolak diktatur.
Ketiga : Dalam mentjetuskan demokrasi terpimpin, Bung Karno selalu mengemukakan dan mengandjurkan demokrasi jang sesuai dengan keperibadian Bangsa Indonesia sendiri, sedang Pantjasila digali oleh Bung Karno dari keperibadian Bangsa Indonesia
sendiri.
Ke empat : Bung Karno terus-menerus menginsjafkan Bangsa Indonesia, bahwa revolusi kita belum selesai, dipihak lain beliau berkata bahwa revolusi hanja dapat dimulai , diselenggarakan dan diselesaikan dengan alat persatuan , sedang dipihak lain beliau menegaskan kejakinannja bahwa Bangsa Indonesia dari Sabang sampai ke Merauke hanjalah dapat bersatu-padu diatas dasar Pantjasila.
Kelima : Sebagaimana dikatakan oleh Bung Karno dalam bukunja „ Lahirnja Pantjasila” beliau telah berdjuang sedjak tahun
1918 sampai 1945 sekarang ini untuk Pantjasila dan bahwa
Pantjasila itulah jang berkobar-kobar didalam dada „ beliau” sedjak berpuluh-puluh tahun”, ternjata dan terbukti dari pidato-pidato dan tindakan-tindakan beliau sampai sekarang ini, bahwa beliau tidak pernah menjimpang dari garis kejakinan ini.
Keenam : Istilah ,,terpimpin" dalam „,, demokrasi terpimpin" telah lazim dipergunakan untuk menundjukkan pengertian Pantjasila sebagai sistim, sebagaimana „ ekonomi Pantjasila" jang tertjantum dalam pasal 37 dan 38 U.U.D.S.R.I., telah lazim disebutkan
„ekonomi terpimpin”.
Berdasar beberapa kenjataan jang kami sebutkan diatas, jakni beberapa kenjataan dari banjak-banjak lagi kenjataan jang tidak tersebutkan, kami berpendapat bahwa demokrasi terpimpin jang dilahirkan oleh Bung Karno - bapak Pantjasila itu, adalah {{hws|Demo|demokrasi}}<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
7ofi7qqldszd6jiyq8hg2b191gk3ehi
Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/23
104
112684
315764
312113
2026-08-25T04:14:08Z
Ibrohim tijani
26379
315764
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{hwe|krasi|demokrasi}} Pantjasila -- jaitu sila demokrasi atau kedaulatan Rakjat dari Pantjasila dalam keadaannja jang dinamis.
Djikalau kiranja demokrasi terpimpin itu adalah demokrasi Pantjasila, jaitu sila demokrasi dari Pantjasila dalam keadaannja jang dinamis, maka dalam pelaksanaannja tidak boleh terlepas dari sila lain dari Pantjasila, apalagi tidak boleh dilaksanakan bertentangan dengan sila lain dari Pantjasila. Sebab sebagaimana telah berulangulang kali dikatakan oleh bapak Pantjasila - Bung Karno, Pantjasila kelima-lima silanja adalah satu kesatuan jang tak boleh dipisah-pisahkan satu sama lain atau diambil sekedar sebagian dari padanja. Tiap-tiap sila dari Pantjasila mempunjai hubungan satu dengan lain jang terikat dalam satu kesatuan.
Prof. Mr. Drs. Notonagoro dalam bukunja „ Pemboekaan OendangOendang Dasar 1945 (Pokok kaidah fundamentil Negara Indonesia) ” hal 17, mengatakan, „ maka diantara lima sila ada hubungan jang mengikat jang satu kepada jang lain , sehingga Pantjasila merupakan satu kesatuan jang bulat. Andaikata urut-urutan itu dipandang tidak mutlak, diantara satu sila dengan sila lainnja tidak ada sangkut pautnja, maka Pantjasila lalu mendjadi terpetjah-belah, oleh karena itu tidak dapat dipergunakan sebagai suatu dasar kerochanian bagi Negara. Tiap-tiap sila dapat diartikan dalam ber-matjam-matjam maksud, sehingga sebenarnja lalu sama sadja dengan tidak ada Pantjasila".
Maka, djikalau sila „ demokrasi ” atau „ kerakjatan” dari Pantjasila jang dalam keadaannja jang statis adalah dasar negara, kita dinamisir sebagai sistim politik, maka djuga dalam keadaannja jang dinamis ini, tidak boleh dilepaskan dari lain-lain sila dari Pantjasila. Djadi, sila demokrasi atau Kerakjatan itu dalam keadaannja jang dinamis, harus mengabdi pada tiap-tiap sila dari Pantjasila dan pada Pantjasila itu sendiri sebagai satu kesatuan jang bulat. Dengan kata lain, dalam pelaksanaan sila demokrasi atau Kerakjatan itu harus sesuai dan dapat mewudjudkan sila ke-Tuhanan Jang Maha Esa, sila peri Kemanusiaan, sila Kebangsaan, sila Keadilan Sosial dan Pantjasila sendiri sebagai satu kesatuan jang bulat, sehingga terasa njata-njata bahwa demokrasi terpimpin itu adalah sila {{hws|demo|demokrasi}}<noinclude>{{rh|16}}</noinclude>
e4zgjbp97zrtlxl84pe23vngq0zauim
Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/24
104
112686
315765
312116
2026-08-25T04:14:39Z
Ibrohim tijani
26379
315765
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{hwe|krasi|demokrasi}} atau kerakjatan dari Pantjasila dalam keadaannja jang dinamis berupa satu sistim politik jang bulat, dimana didalamnja tidak terdapat norma-norma jang bertentangan satu dengan jang lainnja dan dibangun diatas satu azas jang tentu, jaitu azas Pantjasila.
''a. Lindungan dan<br />
pimpinan Tuhan<br />
Jang Maha Esa.''
Berdasarkan pada pokok pikiran diatas, maka demokrasi terpimpin harus dilaksanakan sesuai dengan dan mewu-<br />djukan sila ke-Tuhanan Jang Maha Esa dari Pantjasila. Sila ke-Tuhanan Jang Maha Esa dalam perwudjudannja jang kongkrit ialah agama-agama jang berke-Tuhanan Jang Maha Esa. Oleh karena itu, didalam demokrasi terpimpin harus terjamin kebebasan dan perkembangan agama jang berke-Tuhanan Jang Maha Esa. Dalam „Lahirnja Pantjasila” Bung Karno mengenai sila ke-Tuhanan Jang Maha Esa ini, antara lain berkata „Bukan sadja bangsa Indonesia ber-Tuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknja ber-Tuhan Tuhannja sendiri. Jang Kristen menjembah Tuhan menurut petundjuk Isa al Masih, jang Islam ber-Tuhan menurut petundjuk Nabi Muhammad s.a.w., orang Budha mendjalankan ibadatnja menurut kitab-kitab jang ada padanja. Tetapi marilah kita semuanja ber-Tuhan. Dan hendaknja Negara Indonesia satu Negara jang ber-Tuhan”.
Dengan demokrasi terpimpin harus dielakkan hal-hal jang dapat menghambat berkembangnja semua agama jang berke-Tuhanan Jang Maha Esa. Demokrasi terpimpin harus dilaksanakan dengan kejakinan akan lindungan dan pimpinan Tuhan Jang Maha Esa atas djalannja sedjarah dunia dan manusia, chususnja sedjarah negara dan Bangsa Indonesia.
Dan memang demikian inilah kenjataannja. Babak „Perang Ke-<br />merdekaan” dari Revolusi Nasional Indonesia telah menghasilkan pemulihan kembali kedaulatan Republik Indonesia diatas wilajah Indonesia — ketjuali Irian Barat — bukan oleh karena menurut perhitungan hikmah manusia, tetapi njata-njata adalah karena berkat pimpinan Tuhan Jang Maha Esa kepada Rakjat dan Bangsa Indonesia atas tuntutannja jang adil. Dan diatas dasar kejakinan akan pimpinan Tuhan Jang Maha Esa ini djuga, kita memelihara<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude>
dyp9b0poshmeqzpymwvvosdo45t7jpu
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/313
104
112716
315819
312189
2026-08-25T11:16:22Z
Iripseudocorus
23824
315819
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude><ol>
<li value="1" style="list-style-type: none;">{{hwe|djuang|berdjuang}} untuk mengedjar tjita-tjitanja jaitu mentjapai dunia baru jang adil dan makmur, dunia jang damai dimana terdapat persahabatan antara rakjat dan pemuda seluruh dunia, dimana pemuda dapat mengenjam masa mudanja dengan penuh kebahagiaan, mengembangkan bakat dan ketjerdasannja. Untuk inilah maka pemuda dengan setia pada sumpahnja berdjuang gigih untuk mentjapai Indonesia jang merdeka penuh, demokratis sebagai langkah untuk mentjiptakan masjarakat Indonesia jang adil dan makmur.
</ol>
{{ordered list|start=2
|Didalam memperdjuangkan tjita-tjitanja, pemuda sebagai bagian dari rakjat Indonesia bukan hanja dipengaruhi arus perdjuangan nasional umumnja, tetapi djuga sebaliknja mempengaruhi perdjuangan nasional umumnja. Sikap-sikap, tindakan dan langkah-langkah jang bersifat patriotik, heroik jang sesuai dengan tuntutan djamannja dapat mempengaruhi mendorong madju lebih pesat djalannja arus perdjuangan nasional, seperti peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1928, peristiwa kegiatan pemuda sekitar proklamasi kemerdekaan 1945, peristiwa sekitar mobilisasi pemuda untuk melaksanakan TRIKORA, dll. Ini menundjukkan arti penting dan vitalnja gerakan pemuda dan massa pemuda di Indonesia dalam rangka perdjuangan nasional umumnja.
|Dalam bidang keorganisasian kita melihat adanja suatu proses konsentrasi jang menudju kepersatuan, dan deferensiasi jang kemudian berkembang lagi mendjadi konsentrasi jang bersifat federatif. Hal ini disebabkan karena kenjataan bahwa pemuda sebagai bagian dari rakjat Indonesia djuga dipengaruhi oleh kedudukan sosial keluarganja, oleh hubungan sosialnja sendiri, oleh pendidikannja, oleh kepertjajaan agama dsb-nja. Dari keadaan ini timbullah berbagai organisasi jang pasti dan diperlukan dari pemuda-pemuda kalangan rakjat pekerdja, dari peladjar, mahasiswa, dan berbagai lapisan dan golongan, dan pemuda jang menganut berbagai kepertjajaan agama dll. Organisasi pemuda seperti ini memang perlu untuk menghimpun massa pemuda dari kalangannja. Tetapi walaupun perlu adanja berbagai organisasi pemuda mereka semua harus dipersatukan oleh semangat perdjuangan untuk mentjapai Indonesia Merdeka jang penuh dan demokratis, dan karenanja dapat bersatu dan kerdjasama dalam bentuk badan kerdjasama atau badan federatif.
|Karena berbagai organisasi pemuda mempunjai programnja sendiri jang bisa berbeda satu sama lain, maka dalam melakukan kerdjasama perlu adanja program bersama jang dapat disetudjui bersama dan didjadikan landasan perdjuangan bersama dan jang harus ditaati }}<noinclude>{{rh|||307}}</noinclude>
l0sl0ay6q45aew6up6naagcc6q90r3e
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/311
104
112748
315820
312221
2026-08-25T11:20:01Z
Iripseudocorus
23824
315820
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{block right|align=left|Pemimpin Besar Revolusi Indonesia<br>
Panglima Besar Komando Tertinggi<br>
Pembebasan Irian Barat.}}
Terhadap „TRIKOMANDO RAKJAT” (TRIKORA) ini pemuda Indonesia dengan bulat mendukung dan segera melakukan aksi mobilisasi umum pemuda untuk siap dikirim ke Irian Barat. Sebagai pernjataan kesiapan pemuda ini, oleh Panitia Nasional Hari Sumpah Pemuda ke-33 menetapkan program untuk menjelenggarakan latihan militer dikalangan pemuda-pemuda jang terdiri dari anggota serta pimpinan berbagai organisasi pemuda. Latihan ini diselenggarakan bersama oleh Front Pemuda Pusat, Pengurus Besar Front Nasional, dan Angkatan Perang Republik Indonesia. Dalam waktu jang tidak lama pemuda Indonesia dapat membentuk Bataljon-bataljon Pemuda jang terlatih dan siap untuk dikirim ke Irian Barat mengusir Belanda. Kemarahan pemuda makin bertambah setelah mendengar peristiwa penjerangan Belanda terhadap kapal-kapal ANGKATAN LAUT REPUBLIK INDONESIA (ALRI) dikepulauan Aru sehingga menewaskan antara lain Komodor Laut Jos Sudarso. Mobilisasi berlangsung dengan pesatnja diseluruh pelosok tanah. air dan dalam waktu jang singkat telah tersedia djutaan Sukarelawan Pembebasan Irian Barat jang terdiri dari Pemuda, peladjar dan mahasiswa. Sementara dari mereka ini telah dikirim atau didrop didaratan Irian Barat. Hal ini semua jang sangat menakutkan Belanda dan kaum imperialis lain jang mendukungnja.
Dalam rangka mobilisasi segala kekuatan untuk melaksanakan TRIKORA, atas inisiatif Persatuan Mahasiswa Sedunia (IUS) dan persatuan Peladjar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) pada tanggal 15 Mei 1962 dengan mengambil tempat di Istana Olahraga Bung Karno, di Senajan Djakarta, diselenggarakan pertemuan Setia Kawan Internasional Mahasiswa untuk Pembebasan Irian Barat dan kemudian Sidang Exsekutif PMS. Dalam pembukaan sidang ini Presiden Sukarno djuga berkenan memberi amanatnja jang mendapatkan sambutan penuh dari para peserta. Bambang Kusnohadi, sebagai wakil pemuda Indonesia berkenan mem-memberikan pidato uraian jang mendjelaskan perdjuangan rakjat Indonesia, termasuk pemudanja untuk membebaskan Irian Barat. Atas dasar uraian dan pengertian ini sidang Exsekutif PMS memberikan dukungan sepenuhnja terhadap perdjuangan pembebasan Irian Barat, dan bahkan dinjatakan bahwa PMS bersedia memobilisasikan pemuda diberbagai negeri apabila perlu untuk mendjadi sukarelawan guna membebaskan<noinclude>{{rh|{{smaller|Sedjarah Perdjuangan{{gap}}20}}||305}}</noinclude>
bmvojlkgnwbi6coeo2e9kpkqywezgus
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/310
104
112759
315821
312230
2026-08-25T11:22:09Z
Iripseudocorus
23824
315821
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{hwe|ngan|dengan}} berbagai demonstrasi seperti demonstrasi ke Kedutaan Belgia dan Amerika Serikat pada tanggal 18 Februari 1961, demonstrasi protes di Medan terhadap konsulat Belgia dan Amerika, rapat umum "Lumumba" di Djakarta pada tanggal 23 Februari 1961. Dalam rapat umum ini antara lain berbitjara Nj. Dr Hurustiati Subandrio, M.H. Lukman, Manai Sophian, Zaifudin Zukri dan Siradjudin Abas jang kesemuanja mengutuk tindakan penibunuhan Lumumba. Rapat jang sama, djuga diadakan di Surabaja, Semarang, Jogja, dll. kota. Rapat-rapat demonstrasi itu jang diadakan oleh berbagai organisasi pemuda, peladjar dan mahasiswa selalu membawa poster-poster, sembojan-sembojan jang antara lain berbunji "Tumpas Banditisme Belgia", "Hukum mati pembunuh Lumumba", "Ritul PBB", "Lumumba Patriot Rakjat Konggo", "Kasavubu dan Tjombe alat imperialisme Amerika & Belgia", dll.
Kebulatan dan keserampakan aksi pemuda ini djuga diperlihatkan dalam perdjuangan pembebasan Irian Barat dari kekuasaan kolonialisme Belanda, serta menjambut Tri komando Rakjat. TRIKORA jang diutjapkan oleh Presiden dalam pidato beliau di Jogjakarta berbunji sebagai berikut:
{{C|KOMANDO RAKJAT}}
„Kami Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia dalam rangka politik konfrontasi dengan pihak Belanda untuk membebaskan Irian Barat, telah memberikan instruksi kepada Angkatan Bersendjata untuk pada setiap waktu bebaskan Irian Barat Tanah Air Indonesia dari belenggu kolonialisme Belanda.
Dan kini, oleh karena Belanda masih tetap mau melandjutkan kolonialisme ditanah air kita Irian Barat, dengan memetjah belah Negara dan Tanah Air Indonesia, maka kami memerintahkan untuk melaksanakan Tri Komando sebagai berikut:
# Gagalkan pembentukan „Negara Boneka Papua” buatan kolonial.
# Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia.
# Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdedekaan dan kesatuan Tanah Air dan Bangsa.
Semoga Tuhan Jang Maha Esa memberkati perdjuangan kemerdedekaan Indonesia.
{{block right|align=center|Jogjakarta, 19 Desember 1961<br>
Presiden/Panglima Tertinggi<br>
Angkatan Perang Republik Indonesia<br>
Soekarno}}<noinclude>{{rh|304}}</noinclude>
g1pcfa2eznil89trvgw27a9f9wz3xx4
Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/39
104
112771
315766
312247
2026-08-25T04:17:54Z
Ibrohim tijani
26379
315766
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Mereka telah berjuang, mereka sedang berjuang, mereka akan terus berjuang hingga selesainja Revolusi Nasional Indonesia, hingga Irian Barat kembali kepangkukan Republik Indonesia, hingga sampai madjarakat jang adil dan makmur terlaksana.
d. ''Perintjian Golongan Fungsionil dalam masjarakat Indonesia.'' Djadi, Golongan Fungsionil dalam madjarakat Indonesia ditindjau dari segi pelaksana tjita-tjita Bangsa Indonesia jang diperjuangkan dalam revolusi Nasional Indonesia jang dimulai dengan tjutusan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah:
I. Angkatan Proklamasi 17 Agustus 1945.
II. Angkatan Bersenjata:
# Angkatan Darat,
# „ Laut,
# „ Udara,
# Polisi,
# Veteran Pendjuang Kemerdekaan,
# O.P.R. dan O.K.D.
III. Tani.
IV. Buruh/Pegawai Negeri.
V. Pengusaha Nasional.
VI. Alim Ulama:
# Islam,
# Kristen Protestant,
# Katholik,
# Hindu/Bali.
VII. Djasa:
# Tjendekiawan,
# Guru dan Pendidik,
# Seniman,<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
lza7msteyqa36tgyenexb8r9mv6da36
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/305
104
112792
315822
312279
2026-08-25T11:27:11Z
Iripseudocorus
23824
315822
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>pemimpin dari Kepanduan Rakjat Indonesia jang ikut ditangkap. Disamping ini djuga oleh Parindra, pada tahun 1936 didirikan organisasi kepanduannja sendiri jang bernama Surja Wirawan.
Pada massa pendudukan militer fasis Djepang semua organisasi kepanduan djuga merupakan organisasi jang tidak diperkenankan berdiri dan pemuda-pemuda hanja boleh masuk organisasi buatan Djepang, jang bertudjuan untuk membantu Djepang dalam usaha melantjarkan perang agresinja.
Gerakan kepanduan mulai bangun kembali pada tahun 1945, jaitu setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia diumumkan. Tetapi karena kegiatan umum berpusat pada penjusunan kekuatan bersendjata untuk menghadapi agresi imperialis Belanda maka gerakan kepanduan belum dapat berkembang. Kesulitan lain hingga belum memungkinkan kepanduan berkembang meluas lagi jalah, kesulitan politik dan ekonomi jang besar pada masa ini. Namun demikian pada bulan Desember tanggal 28 tahun 1945 mulai didirikan Pandu Rakjat di Solo dan pada tahun 1949 diusulkan dengan berdirinja Kepanduan Putra Indonesia.
Gerakan Kepanduan dapat benar-benar mulai berkembang lagi jalah sedjak tahun 1950, Berbagai organisasi kepanduan jang sudah sedjak tahun 1945 tidak aktif mulai diaktifkan kembali, dan bahkan timbul banjak organisasi jang lainnja. Hingga tahun 1954 di Indonesia sudah berdiri 71 organisasi kepanduan dan mempunjai anggota sebanjak 234.682 orang pandu, jang terdiri dari 193.826 pandu putra dan 40.856 pandu putri, sedangkan pemimpinnja ada 15.505 orang. Diantara sekian banjak anggota pandu itu Pandu Hizbul Wathon adalah nomor satu (1) dilihat dari djumlahnja, kemudian menjusul Pandu Ansor nomor dua (2), Pandu Rakjat Indonesia nomor tiga (3), Kepanduan Bangsa Indonesia nomor empat (4), Pandu Islam Indonesia nomor lima (5).
Djumlah anggota mereka masing-masing jalah : Hizbul Wathon 47.451 orang pandu, Pandu Ansor 46.320 orang pandu, Pandu Rakjat Indonesia 43.933 orang pandu, Kepanduan Bangsa Indonesia 22.318 orang pandu, Pandu Islam Indonesia 21.898 orang pandu.
Dengan banjaknja organisasi kepanduan jang ada maka sangat dirasakan perlunja ada suatu badan jang dapat mengatur kerdjasama dan mengkoordinir kegiatan bersama. Keperluan akan adanja badan seperti ini sangat dirasakan bersama, karena itu pemimpin-pemimpin organisasi kepanduan pada sepakat mendirikan suatu badan jang bersifat federasi kepanduan seluruh Indonesia. Badan seperti ini didirikan pada tanggal 16 September 1951 jang diberi nama Ikatan Pandu Indonesia dengan disingkat IPINDO. Dari sekian banjak organisasi kepanduan jang terbesar<noinclude>{{rh|||299}}</noinclude>
0r5cy17a7vkgftqxmkx41h22jktyf6s
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/304
104
112800
315823
312295
2026-08-25T11:28:25Z
Iripseudocorus
23824
315823
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{hwe|lam|dalam}} konferensi ini telah diambil suatu kesimpulan untuk menjatukan berbagai organisasi kepanduan jang berazaskan kebangsaan, dan dua untuk kepanduan jang berazaskan Islam. Pandu-pandu Kebangsaan dari Jong Java, Indonesische Nasional Padvinder Organisatie dan Pandu Indonesia, Pandu Pemuda Sumatra dari Jong Sumatra mempersatukan diri dengan nama „KEPANDUAN BANGSA INDONESIA”, disingkat K.B.I. Dalam bulan Februari 1930 terbentuklah komisi untuk mempersiapkan fusi.
Dasar K.B.I. sebagaimana jang dinjatakan dalam Anggaran dasarnja jalah : 1). Kepanduan bertudjuan untuk menjatukan semua lapisan pemuda, baik laki-laki maupun wanita kedalam suatu barisan besar dan ketjil, untuk melaksanakan permainan kepanduan guna mempeladjari kebaikan dan kesehatan. 2). Dengan permainan ini bermaksud untuk meningkatkan fikiran, ketjerdasan dan watak pandu. 3). Kepanduan adalah suatu sport, jang bebas dari paksaan dan jang dapat menarik anak-anak sehingga mereka dapat memperoleh kesenangan. 4). Kepanduan mengatur permainan menurut waktunja, sehingga pemuda-pemuda dapat dengan mudah dan sehat mengerti dan menerima djiwa itu. 5). Kepanduan berusaha untuk mendidik pemuda-pemuda, baik laki-laki maupun wanita untuk mendjadi manusia jang baik, jang bersiap baik ketjakapan, fikiran, ketjerdasannja dan badannja guna kepentingan rakjat, tanah air dan seluruh masjarakat.
Dasar K.B.I. ini pada pokoknja diambil dari dasar organisasi kepanduan sedunia. K.B.I. djuga menggunakan buku-buku tuntutanan jang ditulis oleh „Pandu Agung” Lort Baden Powell of Gillwell. Tetapi dalam prakteknja K.B.I. berbeda dengan dasar umum itu dalam hal bahwa organisasi kepanduan ini djuga merupakan tempat untuk mendidik pemuda dengan djiwa kebangsaan dan bertjita-tjita mentjapai Indonesia Merdeka.
Berbeda dengan kepanduan jang berazaskan kebangsaan ini, kepanduan jang berazaskan Islam tidak mempersatukan diri dengan berfusi tetapi dengan federasi. Jang tergabung dalam federasi kepanduan Islam jalah Hisbul Wathon dari Muhamadijah, SIAP dari Serikat Islam, Nati-pij dari Jong Islamieten Bond dan Al Kasjsjaf Wal Fadjri. Ketjuali ini masih ada beberapa kepanduan lainnja. Seperti Siswo Projo dari Taman Siswa jang tetap berdiri sendiri. Ketjuali organisasi kepanduan ini juga pada tahun 1933 berdirilah suatu organisasi kepanduan jang mempunjai dasar progresif jaitu Kepanduan Rakjat Indonesia. Organisasi kepanduan ini setjara terang-terangan mendidik anggota-anggotanja dengan tjita-tjita Indonesia Merdeka. Karena itu dalam penangkapan tahun 1935 banjak<noinclude>{{rh|298}}</noinclude>
azelicex3rx3qsx9l0yaolpynruowvi
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/303
104
112806
315824
312306
2026-08-25T11:30:41Z
Iripseudocorus
23824
315824
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>kesadaran nasional dalam kalangan pemuda maka sangat dirasakan perlu adanja suatu badan jang dapat mengkoordinasi antara berbagai organisasi kepanduan ini. Dengan didorong oleh kesadaran ini pada tahun 1927 terbentuklah suatu badan federasi antara organisasi kepanduan Indonesia jang diberi nama „Persaudaraan Antar Pandu Indonesia” dengan disingkat P.A.P.I. jang dipimpin oleh Mr. Sunario. Organisasi-organisasi kepanduan jang mendjadi anggota PAPI jalah IPO, JJP, NATIPIJ, SIAP, Al Kasjaaf van Wal Fadjrie, Nationale Padvinderij, dan Siswo Projo. Tudjuan PAPI jalah untuk membentuk „uni antara pengurus besar dari perkumpulan Kepanduan Indonesia”, untuk meningkatkan deradjat serta saling memperkuat satu sama lain. Hanja kepanduan dari Muhamadijah, Hizbulwathon, jang tidak masuk dalam PAPI.
Seperti diterangkan didepan bahwa gerakan kepanduan mendapat pengaruh jang besar dari gerakan nasional, dari gerakan pemuda umum. nja, maka seiring dengan meningkatnja kesadaran kesatuan dalam gerakan pemuda, djuga mempunjai pengaruhnja terhadap kepanduan. Hal ini dapat dilihat bahwa dalam Kongresnja Jong Java jang diadakan pada bulan Desember 1928, dalam mana Jong Java menerima prinsip fusi, maka djuga diputuskan agar kepanduannja masih berdiri sendiri. Dalam kongres Jong Java Padvinderij (JJP) pada tanggal 16―24 Djuni 1929 telah diadjukan suatu pemetjahan jang prinsipil dalam menghadapi pengaruh persatuan. Putusan itu antara lain jalah: a). usul reorganisasi untuk memisahkan diri dari organisasi Jong Java dan mengubah namanja mendjadi „Pandu Kebangsaan”; b). untuk memperkenalkan apa jang telah dikerdjakan oleh kepanduan ini maka akan dikirimkan utusan seorang pemimpin Pasukan, Mustafa, ke Eropa.
Kongres menerima usul jang diadjukan oleh pimpinan JJP, dan dengan demikian maka JJP berubah namanja „Pandu Kebangsaan”, jang akan menerima pemuda dari segala suku bangsa, Djawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dll. Tetapi sifat berdiri sendirinja kepanduan ini tak djuga bertahan lama, karena gerakan Persatuan jang menghendaki adanja fusi diantara kepanduan nasional berdjalan dengan kerasnja. Kesadaran nasional untuk mempersatukan semua organisasi pemuda jang bersifat kedaerahan berlangsung dengan sukses. Keadaan ini mendorong organisasi-organisasi kepanduan jang ada untuk mengambil djalan menjatukan diri kedalam suatu organisasi kepanduan nasional.
Untuk mentjapai maksud mempersatukan semua organisasi kepanduan jang masih bersifat kesukuan ini, pada tanggal 15 Desember 1929 di Djakarta dilangsungkan suatu konferensi jang dihadiri wakil-wakil semua pimpinan pusat dari berbagai organisasi kepanduan jang ada. {{hws|Da|Dalam}}<noinclude>{{rh|||297}}</noinclude>
1vnszozawp7te1u2jteu90sprjiwy3e
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/301
104
112815
315825
312317
2026-08-25T11:32:52Z
Iripseudocorus
23824
315825
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|{{sp|KEPANDUAN}}}}}}
Kepanduan adalah salah satu bentuk organisasi pemuda, salah satu bentuk gerakan pendidikan jang ketiga, jaitu pendidikan dalam kehidupan masjarakat. Dasar ide jang diletakkan oleh pendirinja, Lord Robert Baden Powell of Gilwell, seorang bekas Djenderal Kolonial Inggris jang bertahun-tahun telah mengabdikan diri sebagai tentara kolonial Inggris, dan jang pernah memimpin perang kolonial Inggris menindas dan merampok rakjat Afrika, jalah bahwa organisasi ini adalah organisasi sport jang bersifat kemiliteran, organisasi pendidikan sosial dengan dasar humanisme jang bertjita-tjita persaudaraan dan perdamaian. Sudah tentu ide ini mempunjai batas jang tak dapat dilampauinja sendiri jaitu humanisme, persaudaraan dan perdamaian jang tidak menjinggung dasar kolonialisme. Karena itu dasar ini tidak dapat memuaskan bagi gerakan kepanduan dinegeri djadjahan seperti Indonesia, jang rakjatnja termasuk pemudanja berdjuang untuk mentjapai kemerdekaan nasionalnja.
Gerakan Kepanduan Indonesia tidak sama dengan gerakan kepanduan pada umumnja jang hanja berdasarkan ide Robert Baden Powell of Gilwell tsb., walaupun bentuknja mempunjai persamaan. Di Indonesia gerakan kepanduan mendapatkan pengaruh dari gerakan nasional umumnja dan gerakan pemuda chususnja, ia mendjadi objek pendidikan bagi organisasi perdjuangan kemerdekaan rakjat Indonesia. Organisasi kepanduan jang tidak sesuai dengan tuntutan gerakan nasional pasti tidak dapat berkembang atau tenggelam lenjap tanpa bekas.
Kepanduan di Indonesia mulai berdiri sedjak tahun 1912, jaitu 4 tahun sedjak usaha pertama dari Baden Powell pada tahun 1908. Organisasi kepanduan ini adalah merupakan suatu tjabang dari organisasi kepanduan dinegeri Belanda, dan hanja beranggota murid sekolah Belanda di Indonesia. Organisasi ini tidak mempunjai sangkut paut dan kepentingan untuk mengembangkan keanggotaan dari pemuda-pemuda Indonesia. Namun demikian organisasi ini mempunjai pengaruh terhadap dibentuknja kepanduan-kepanduan putra-putra Indonesia sendiri. Pengaruh ini hanjalah merupakan dorongan, sedangkan kelahiran kepanduan jang terdiri dari putra-putra Indonesia adalah hasil dari dalam gerakan pemuda Indonesia sendiri.
Tak lama kemudian setelah berdirinja kepanduan itu, pada {{hwe|permu|permulaan}}<noinclude>{{rh|||295}}</noinclude>
ijdemw3x5ht4o9c20x9ibuknsglelkb
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/298
104
112824
315826
312331
2026-08-25T11:36:10Z
Iripseudocorus
23824
315826
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>rakjat mendapatkan perumahan jang lajak memenuhi sjarat higienis dan pemuda harus mempelopori aksi-aksi agar pemerintah kotapradja daerah mendjalankan suatu politik perumahan jang progresif.
Dalam bidang keamanan dinjatakan bahwa segenap pemuda Indonesia siap sedia membantu bersama-sama dengan Angkatan Perang Republik Indonesia dan aparatur negara lainnja, untuk mempertjepat pelaksanaan keamanan diseluruh wilajah Indonesia termasuk Irian Barat, dengan segala konsekwensinja. Disamping itu djuga diadjukan usul, agar diintensifkan organisasi keamanan rakjat dalam mana organisasi pemuda harus diikut sertakan, dan segera diadakan pembangunan.
Dalam melaksanakan perlawanan terhadap gerombolan kontra revolusioner diusulkan untuk menolak djalan kompromi.
Dalam lapangan kebudajaan diputuskan agar pemuda ikut aktif mengembangkan dan mempertinggi serta bertanggung djawab atas kebudajaan nasional jang membangun dalam arti kata harus berani dengan kritis mengoreksi unsur-unsur kebudajaan kita sendiri jang tidak sesuai dengan kepribadian kita ; ikut aktif memberantas kebudajaan asing jang bertentangan dengan kepribadian Bangsa Indonesia setjara njata dan konsekwen ; mengikut sertakan pemuda jang dapat dipertanggung djawabkan dalam Panitia Sensor Film, supaja mendesak kepada Pemerintah untuk menindjau kembali Peraturan Padjak Pengarang ; supaja djawatan kebudajaan didaerah-daerah digiatkan daja kerdjanja dan diperluas ; supaja diperbanjak Gedung-gedung Kesenian dan Gedung² Pertemuan ; aktif membantu dan tidak bertentangan dengan kepribadian Nasional Indonesia. Sedangkan chusus untuk perdjuangan membebaskan Irian Barat kongres mengambil keputusan antara lain, membentuk korps penerangan pemuda jang bertugas menggelorakan semangat perdjuangan pembebasan Irian Barat dan menanamkan pengertian sedalam-dalamnja mengenai kedudukan Irian Barat kepada seluruh lapisan masjarakat menjiapkan pemusatan segenap potensi pemuda untuk siap sedia melaksanakan setiap komando Pemerintah guna membebaskan Irian Barat dari tjengkeraman imperialis kolonialis Belanda, mengadakan hubungan dengan organisasi luar negeri guna mendapatkan solidaritas dalam rangka perdjuangan pembebasan Irian Barat. Kongres djuga mengadjukan saran² kepada Pemerintah supaja Pemerintah membuat rentjana perdjuangan pembebasan Irian Barat setjara konkrit, jang dapat dilakukan dalam waktu singkat ; menjempurnakan aparatur Pemerintah di Irian Barat dengan menempatkan tenaga-tenaga jang sanggup melaksanakan setiap langkah dalam rangka perdjuangan pembebasan Irian Barat, menjelenggarakan pembangunan jang merata diseluruh daerah Irian Barat ;<noinclude>{{rh|292}}</noinclude>
1k7mnfsxkbrisji0tfny01y2u431ea1
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/296
104
112828
315827
312336
2026-08-25T11:38:08Z
Iripseudocorus
23824
315827
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>hawanja selama seminggu mendjadi hangat oleh semangat pemuda jang datang dari segala pendjuru tanah air. Djumlah delegasi seluruhnja 3000 orang, diantaranja 2900 dari daerah-daerah. Mereka datang dan berkumpul dengan membawakan semangat persatuan serta hasrat untuk membulatkan tekad melaksanakan Manifesto Politik Republik Indonesia. Karena itu, walaupun mereka datang dari tempat jang terpisah satu sama lain, tempat jang dipisahkan oleh rintangan-rintangan alam seperti lautan, sungai-sungai, hutan-hutan, gunung-gunung tanpa djalan manusia, namun djiwa persatuan dan Manipol telah meresapi dirinja dan mendjadi landasan kuat untuk menggalang persatuan jang lebih kuat dikalangan pemuda.
Kongres diselenggarakan digedung DEPERNAS Bandung dan dibuka dengan amanat Presiden. Ikut bertindak memberikan prasarannja dalam kongres ini jalah Ruslan Abdulgani, Chaerul Saleh, Prof. Mr. Moh. Yamin (Almarhum) tentang Pembinaan Bangsa Indonesia ; Menteri Muda Agama Kjai Hadji Wahib Wahab, tentang pembangunan Spirituil Rochani ; Menteri Inti Pertahanan Keamanan Djendral Nasution tentang Pemuda Dalam Melaksanakan Manifesto Politik Republik Indonesia di bidang Keamanan dan Pertahanan ; disamping itu oleh Panitia Pusat disampaikan working paper jang masing-masing diadjukan oleh S.M. Taher soal keorganisasian ; Aminuddin Azis soal Pembangunan Semesta ; Urip Hartojo soal Pembangunan Spirituil ; Himawan soal Pendidikan Kebudajaan; Sukatno soal Keamanan ; Sulaeman Dahlan soal Irian Barat. Kongres ini walaupun berlangsung dengan penuh ketegangan pemuda, tetapi jang djuga penuh tolerensi pemuda, berachir dengan sukses sesuai dengan harapan semula.
Kongres berhasil mengambil keputusan antara lain sbb. :
Mengenai organisasi, pemuda-pemuda sepakat untuk : Mendirikan sebuah federasi organisasi pemuda jang sudah mengalami penjederhanaan dalam djumlah anggota dan wilajah dan menjerahkan penjempurnaan badan-badan tersebut kepada presidium sementara jang memimpin kongres.
Mengenai pembangunan spirituil dan kerochanian kongres antara lain mengusulkan kepada pemerintah : Supaja pemerintah memperbesar fonds Kepanduan ; supaja mengadakan film-film pendidikan sebanjak-banjaknja, agar mengadakan panitia sensor jang melarang beredarnja film tontonan, buku²/tulisan² jang tidak susila dan mengandung unsur-unsur anti agama ; supaja mempermurah harga alat-alat untuk kepentingan kemadjuan pembentukan djasmani dan rochani ; meluaskan pendidikan dan pengetahuan serta ketjintaan terhadap kebudajaan bangsa<noinclude>{{rh|290}}</noinclude>
4312ebvjfgu9yxqhlslouovn83g7vvl
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/293
104
112835
315828
312345
2026-08-25T11:40:16Z
Iripseudocorus
23824
315828
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>badan kerdjasama jang telah ada. Badan kerdjasama, seperti Front Pemuda Indonesia jang lahir sebagai hasil kongres Surabaja tak banjak dajanja. Sehari bersama dengan berdirinja Sekretariat Front Pemuda Indonesia, jaitu pada tanggal 9 Djuli 1950, Muda Katholik dan GPII menjatakan keluar dari Front Pemuda Indonesia. Tidak berdajanja Front Pemuda Indonesia ini makin hari makin terasa apalagi dengan lahirnja berbagai federasi organisasi pemuda disamping Front Pemuda Indonesia seperti Perserikatan Perhimpunan-perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI), Front Pemuda Islam Indonesia (FPII) jang kemudian berubah mendjadi Perserikatan Organisasi Pemuda Islam Seluruh Indonesia (PERPISI), Sekretariat Bersama Peladjar Pedjuang Seluruh Indonesia, Front Pemuda Kristen Indonesia, Front Pemuda Katholik Republik Indonesia.
Adanja berbagai federasi pemuda ini maka sangat terasa sulitnja untuk mengkoordinasi atau melakukan kerdjasama antara organisasi pemuda dalam melakukan aksi-aksi bersama. Karena itu sangat terasa perlu adanja penjederhanaan organisasi pemuda dan adanja suatu badan k ordinasi atau federasi jang sanggup memimpin kerdjasama diantara berbagai organisasi pemuda jang ada.
Dengan demikian maka terasa sangat mendesaknja pula untuk diadakan Kongres Pemuda Seluruh Indonesia jang bertugas untuk membulatkan dan memperbaharui semangat dalam menunaikan tugas pemuda sesuai dengan sjarat-sjarat perkembangan djamannia. Tjetusan² tentang hasrat ini sudah lama dirasakan dan dinjatakan. Berbagai tulisan jang menjatakan hasrat ini telah muntjul diberbagai surat kabar dan madjalah sedjak tahun sebelumnja pemilihan umum. Bahkan pada tahun 1955 beberapa organisasi anggota Front Pemuda Indonesia mengambil inisiatif untuk mengadakan pertemuan di Panti Pemuda Bogor dalam mana tertjetus pikiran untuk mengadakan kongres Pemuda Seluruh Indonesia. Djuga dalam tahun itu Front Pemuda Indonesia Djakarta mengadakan pertemuan dengan Front Pemuda Islam Indonesia dalam mana djuga disinggung masalah untuk mengadakan Kongres Pemuda. Tetapi agaknja sjarat-sjarat untuk itu masih kurang tjukup tersedia atau belum tjukup matang, hingga belum djuga dapat terwudjud. Hanja baru dalam tahun 1959 sjarat ini tersedia.
Keperluan dan sifat mendesak diadakannja kongres pemuda ini djuga diketahui dan dirasakan oleh Presiden Sukarno. Hal ini terutama karena Presiden Sukarno djuga mengharapkan agar pemuda harus tetap merupakan salah satu kekuatan jang dapat mendukung dan melaksanakan ide, gagasan beliau, terutama gagasan beliau jang terachir jang telah<noinclude>{{rh|||287}}</noinclude>
58xmlq9hm1utv4lhaqc9z2c1a1h5pfr
Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/12
104
113113
315770
312740
2026-08-25T06:54:04Z
Alfiyah Rizzy Afdiquni
20781
/* Tervalidasi */
315770
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>― Bansweya tidak lain adalah perkara Tek goanswe yg telah banswe {{sic|jatuhui|jatuhi}} hukuman mati.
Menjawab menteri Pauw kong dengan lantang. Seketika wajah baginda dan sang setir berubah menjadi kurang senang.
<br>Akan tetapi Pauw köng tidak memperdulikan perubahan air muka junjungan dan selirnya, ia melanjutkan pula kata²nya.
― Pepatah kuno mengatakan bahwa apabila ada genteng yg pecah harus segera diganti sehingga apabila musim hujan datang tidak tiris (bocor) dan apabila musim rontok datang tidak panas.
― Hmmm . . apakah maksud kata²mu ini Pauw sian seng ? Mémutus baginda dengan sengit.
― Keputusan banswe tidak adil dan tidak bijaksana, oleh karena itu haruslah di tarik kembali. Jasa² Tek goanswe tidak terbatas, apabila tidak Tek goanswe niscaya negeri ini telah menjadi negeri jajahan.
Bukannya sin hendak menyanjung nyanjung dan mendewa dewakan Tek goanswe (Kalau jaman kini terkena dengan istilah meng KULTUS INDIVIDUKAN) ,<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
nxpc6jd65m9h4r8a1x5wod7w1sww2xg
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/62
104
113414
315777
315288
2026-08-25T07:36:14Z
Ammachemist
27288
315777
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|60|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude><br>
{{di|P}}IK-LIAN itoe maleman sabenernja tida minggat, hanja ia tjoema semboeni di kamarnja sang iboe dengen di dalem taoenja itoe bonda, malahan dilindoengin olehnja hingga Pik bisa semboenian sampe brapa hari.
'Ntjik dan 'ntjim Hwie-bing masing-masing mempoenjain kamar sendiri jang terpisah.
'Ntjim Hwie-bing ada sanget menjinta sama Pik, poetrinja jang tinggal satoe-satoenja. Boeat goenanja ini poetri, rasanja ia soeka korbanken djiwanja. Maka kaloe di itoe maleman perdjamoean Pik semboeni di iapoenja kamar boeat lampiasken tangisan, ia malah bantoe semboeniken dengen mengharep batalnja itoe pernikahan jang ia tida ingin, dengen ia tida pikir lebih djace atas risico apa ia nanti bakal hadepin.
„Ampoen, 'tia," Pik meratap sambil berloetoet di depan ajahnja jang itoe sabentar malem menjamperin padanja: „Pik tida minggat sabagimana kau ada doegah, hanja Pik tjoema semboeniken uiri di dalem kamarnja 'nio, kerna dalem kagoegoepan sebab tida taoe bagimana akoe moesti berlakoe pada soeamikoe jang sedari siang soeda ngangloeng tida karoean. 'Nio ada djadi saksi oetama boeat ini hal ......."
„Itoelah bener iapoenja katerangan," 'ntjim Hwie-bing toempangan kata.
„Toetoep moeloet!" 'ntjik Hwie-bing semprot istrinja. Kamoedian 'ntjik Hwie-bing laloe kloearken dari sakoenja itoe potongan kertas jang ia dapet dari Hong-hwie itoe malem.
„Ini apa .......? 'ntjik Hwie-bing kamoedian kata sambil sodorken itoe potongan kertas sama anaknja.
Pik poenja paras moeka djadi semingkin poetjet dantoeboehnja semingkin goemeteran.<noinclude></noinclude>
37a9hszgew9z14v4ct1ub1j2uglkdnx
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/64
104
113438
315778
313561
2026-08-25T07:38:27Z
Ammachemist
27288
315778
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|62|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>Marika laloe samperin kamarnja Pik.
„Ikoet ini 'nko Hong-hwie," memrentah 'ntjik Hwie-bing pada poetrinja.
„Tia ......." dengen soeara goemeteran Pik tjoba meratap.
„Tida ada 'tia lagi ..... Bangoen, ikoet ia sekarang."
„Tapi ...... 'nio, iboekoe .......?"
„Tida ada iboe lagi....."
„Tapi, ia....... ia menangis ......"
'Ntjik Hwie-bing tida ambil poesing lagi, laloe prentah Hong-hwie bawa ia kaloear dari sitoe.
„Tia ......" inilah tjoema satoe-satoenja perkata'an jang Pik oetjapken di paling achir dan laloe lemes kerna iapoenja mata seperti berkoenang, bajangken apa2 jang memberdiriken boeloe.
Hong-hwie tjoema bisa menceroet prentah, tarik tangannja Pix jang menglisah di depan ajahnja dengen badan jang lemes, kamoedian toentoen ia kaloear dari itoe kamar.
Itoe maleman soeda mendeketin ampir djam 12 tengah malem. Hong-hwie krobongin badannja Pik dengen itoe soetra item dan laloe bawa menoedjoe ka tepi pasisir.
Itoe waktoe di tepi pasisir ada kliwat soenji, apalagi Hong-hwie menoedjoe di itoe tepi jang terpisah djaoe dari itoe tepi di mana djoestroe siangnja ada banjak praoe-praoe pada berlaboeh.
Hong-hwie laloe samperin itoe praoe jang disediaken di sitoe, naeken Pik ka atas praoe mana.
„'Ntjik, kau maoe bawa ka mana?" dengen soeara jang ampir tida kadengeran Pik menanjah dengen perasa'an ngerih.
„Diam; kau nanti taoe sendiri."<noinclude></noinclude>
ishnr91zdaxj61qkui3klhrj6d5m6dw
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/65
104
113451
315779
313574
2026-08-25T07:39:52Z
Ammachemist
27288
315779
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}}}|||63}}</noinclude>Soeda anem taoen Hong-hwie ikoet sama 'ntjik Hwie-bing, bakerdja padanja sebagi satoe pahlawan jang sanget dimaloein, kerna Hong-hwie salaennja bertenaga dan tjerdik, poen ia pande ilmoe silat.
Boeat itoe selama anem taoen, 3 djiwanja orang ia soeda paksa poelangken ka Giam Loo Ong dan tida koerang dari satengah dozijn ia kaniaja heibat pada orang jang djadi moesoeh-moesoehnja 'ntjik Hwie-bing, moesoeh kerna oeroesan smokkel madat, moesoeh dalem pergaoelan, moesoeh lantaran bini atawa anaknja tida boleh diambil.
„Sekarang kau soeda boleh taoe," Hong-hwie laloe kata satelah ia soeda dajoeng itoe prace djaoe dari daratan.
„'Ntjik...... ?" kata Pik dan tida bisa landjoetken poelan kerna tenggorokannja seperti terkantjing.
„Atas prentahnja kau poenja ajah, sekarang kau pilih satoe antara doea," kata poelah Hong-hwie sambil kaloearken itoe piso blati jang ia selipken di pinggangnja, „jalah: laoetan atawa blati?"
„'Ntjik, kau maoe boenoeh padakoe?" Pik menanjah dengen soeara serak dan goemeteran.
„Kaloe kau pilih ini piso."
Pik laloe boengkem sakean sa'at, tinggal melonggong sambil awasin bergontjangnja itoe ombak jang ditioep angin.
„Kaloe akoe pilih laoetan ..........?" kamoedian Pik berkata poelah.
„Kau menjeboer sendiri, akoe lepas tangan."
„Allah ..........!" Pik laloe toetoepin moekanja dengen kadoea tangannja, tengkoeroepken di atas itoe loetoetnja.
Hong-hwie tetep tinggal anteng awasin itoe semoea pemandengan.<noinclude></noinclude>
d1ucf4wiy9kzmdo365fllv6xlhqvn62
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/66
104
113462
315780
315285
2026-08-25T07:41:00Z
Ammachemist
27288
315780
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|64|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>„Akoe pilih laoetan.........!" achirnja Pik dongaken kepalanja, berdiri dan laloe bertindak boeat melompat dari itoe praoe.
„Nanti ....... " kata Hong-hwie sambil tahan badannja Pik. Kau belon sembajang."
Hong-hwie laloe kasi tiga batang hio jang ia sengadja bawa.
„Kaloe akoe sembajang, akoe boekan sembajangin dirikoe, hanja akoe sembajangin iboekoe......... Oh ........." katanja Pik sambil trima itoe angsoeran.
„'Ntjik, kaloe nanti kau poelang, katemoe iboe, bilanglah bahoea Pik minggat di tempat jang djace, djaoe sekali, djangan bilang kaloe ........" Aer-matanja Pik jang dari tadi roepanja mampet, sasa'at ini laloe kliatan toeroen, menetes dengen tetesan jang aloes saolah- olah menetesnja itoe aer 'mboen dari oedara jang membasahin ramboetnja jang koesoet.
Pik pegang itoe batang hio, mendongak ka atas oedara dan laloe roeboeh di atasnja itoe praoe dengen tida inget dirinja.
{{rule|width=5em}}
<section end="Bab IV"/><noinclude></noinclude>
g8kyv6ecm41l345l8eudssj0va96awt
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/67
104
113476
315781
315293
2026-08-25T07:43:37Z
Ammachemist
27288
315781
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}}}|||65}}</noinclude><section begin="Bab V"/> {{C|{{Bold|V}}}}
{{right|{{smaller| „Ia boekan doerhaka, ia tida berdosa sama <br/> Allah: kaloe is salah itoelah tjoema melanggar <br/> sama adat-istiadat, boekan melanggar sama kamanoesia'an, tida melanggar wetnja Toehan Allah <br/> ......... Ajo, mana ia? Akoe nanti bisa kalap <br/> seperti matjan kailangan anak apabila kau tida <br/> oendjoeken ia!"}}}}
{{di|S}}AMPE ampir djam tiga deket pagi, Hong-hwie jang moentjoel dengen moeka jang lesoeh.
„Bagimana?" 'ntjik Hwie-bing menanjah.
„Beres," saoetnja Hong-hwie dengen soeara adem.
Marika kamoedian tida nabsoe boeat mengomong lebih djaoe. Kamoedian masing-masing laloe pada masoek tidoer.
Esoek paginja dan hari brikoetnja, Hong-hwie tida ada kliatan moentjoel poelah, kerna ia telah dapet sakit, sebab mana kamoedian Hong-hwie laloe minta verlof boeat poelang ka roemah familienja di Lasem. Dengen kasi oewang seratoes ringgit 'ntjik Hwie-bing idzinken ia verlof.
Kapan itoe maleman soeda liwat, esoeknja 'ntjim Hwie-bing djadi kalap.
„Mana Pik, mana anak'koe?" ia menanjah sama soeaminja.
„Ia minggat ........." saoetnja 'ntjik Hwie-bing.
„Djoesta, ia tida aken minggat, ia tida aken lari, kaloe itoe belon dapet akoe poenja perkenan!" 'ntjim Hwie-bing membantah. „Mana ia! Mana, mana! Kau apain padanja?"
„Ia anak doerhaka: ia minggat dan kita tida oesah apa-apain padanja."<noinclude></noinclude>
s7ix9w4uw66mynm7sujrn64a1x857bh
315782
315781
2026-08-25T07:43:57Z
Ammachemist
27288
315782
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|||65}}</noinclude><section begin="Bab V"/> {{C|{{Bold|V}}}}
{{right|{{smaller| „Ia boekan doerhaka, ia tida berdosa sama <br/> Allah: kaloe is salah itoelah tjoema melanggar <br/> sama adat-istiadat, boekan melanggar sama kamanoesia'an, tida melanggar wetnja Toehan Allah <br/> ......... Ajo, mana ia? Akoe nanti bisa kalap <br/> seperti matjan kailangan anak apabila kau tida <br/> oendjoeken ia!"}}}}
{{di|S}}AMPE ampir djam tiga deket pagi, Hong-hwie jang moentjoel dengen moeka jang lesoeh.
„Bagimana?" 'ntjik Hwie-bing menanjah.
„Beres," saoetnja Hong-hwie dengen soeara adem.
Marika kamoedian tida nabsoe boeat mengomong lebih djaoe. Kamoedian masing-masing laloe pada masoek tidoer.
Esoek paginja dan hari brikoetnja, Hong-hwie tida ada kliatan moentjoel poelah, kerna ia telah dapet sakit, sebab mana kamoedian Hong-hwie laloe minta verlof boeat poelang ka roemah familienja di Lasem. Dengen kasi oewang seratoes ringgit 'ntjik Hwie-bing idzinken ia verlof.
Kapan itoe maleman soeda liwat, esoeknja 'ntjim Hwie-bing djadi kalap.
„Mana Pik, mana anak'koe?" ia menanjah sama soeaminja.
„Ia minggat ........." saoetnja 'ntjik Hwie-bing.
„Djoesta, ia tida aken minggat, ia tida aken lari, kaloe itoe belon dapet akoe poenja perkenan!" 'ntjim Hwie-bing membantah. „Mana ia! Mana, mana! Kau apain padanja?"
„Ia anak doerhaka: ia minggat dan kita tida oesah apa-apain padanja."<noinclude></noinclude>
d8bvmkxysed37dabqhxwpddlyet7a8s
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/70
104
113510
315783
313644
2026-08-25T07:47:14Z
Ammachemist
27288
315783
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|68|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>dari soedara-soedaranja. 'Ntjik Hwie-bing sanget menjajang sama terlahirnja ini anak, kerna salaennja moengil poen membawa hari kalahiran jang baek.
Lantaran djengkel saben-saben dikasi koernia anak prempoean meloeloe, soeatoe hari 'ntjik Hwie-bing pernah bersoempah bahoea apabila istrinja nanti melahirken anak prempoean poelah, zonder toenggoe sampe dipotong hari-harinja, ia aken boewang itoe baji dalem laoetan. Dan, helaas! anak ka lima jang terlahir poen kombali ada anak prempoean.
Orang-orang type koeno itoe masa ada terlaloe fanatiek sama segala soempah atawa kacel, itoe anak jang baroe terlahir, belon bisa boeka moeloet boeat mendjoesta, pentang mata boeat menipoe atawa geraken kaki-tangan boeat lakoeken kadjahatan, tapi oleh marika soeda bisa dianggep ..anak djahat" apabila ia terlahir dalem boelan jang dianggep sial. Inilah boekan tachajoel lagi, tapi satoe kagoblokan jang mengandoeng dosa. Apa perloenja Allah adaken hari baek dan boesoek? Inilah tjoema orang-orang kepala obi jang brani lantjangin kata dengen segala nonsens.
Begitoelah itoe anak ka lima, itoe ade dari Pik, laloe diboewang ka lacet, diletaken di satoe peti jang dibikin seperti satoe prace ketjil hingga bisa mengambang di atas aer.
„Kaloe kau terlahir dengen membawa nasib boeat hidoep, nanti aken ada orang jang katemoeken padamoe," begitoelah kata 'ntjik Hwie-bing sambil lepasken itoe peti ka itoe laoetan.
Ini hal sering kadjadian di djaman doeloe-doeloe, malah sampe sekarang itoe tabeat tida soeka anak prempoean poen masih lengket antara kita poenja pergaoelan hidoep.
Tida taoe bagimana itoe empeh-empeh dan {{hws|'ntjik|'ntjik-'ntjik}}<noinclude></noinclude>
serowaw5kl2fk0g9eztz51k2hcwvzbt
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/71
104
113521
315784
313655
2026-08-25T07:48:25Z
Ammachemist
27288
315784
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||69}}</noinclude>{{hwe|'ntjik|'ntjik-'ntjik}} nanti berkata kaloe oepama bener-bener Allah nanti bikin sasoeatoe orang prempoean tida aken melahirken anak prempoean lagi? Kaloe tida ada prempoean bagimana ia nanti bisa menikah, bisa tjari djinge atawa shange?
Tapi ini semoea adalah gara-garanja Bing-tjoe poenja oetjapan: „Poet-hauw yoe sam, boe ho wie tay = tida berbakti ada tiga matjem, dan tida mempoenjain toeroenan adalah jang teroetama". Dan ini 'toeroenan' oleh bangsa Tionghoa tjoema anak-anak laki jang dianggep manoesia, anak jang bisa toeroen-menoeroenken she (nama familie).
Tapi salaennja ini poen ada laen sebab. Kaloe bangsa Tionghoa tjoema soekain anak-anak laki, adalah lantaran lelaki itoe begitoe soeda dewasa bisa lantas tjari makan sendiri, malahan kena uitoempangin di hari toeanja. Maka ajangan heran, kaloe soemanget ko-ka-ti (egoistisch) bisa begitoe lengket dalem sanoebarinja bangsa Tionghoa, kerna boekan saaja dalem oeroesan negri, sociaal, atawa perdagangan, tapi sampe poen dalem melahirken anak marika poen bersikep dan memandeng boeat kagoena'annja sendiri, jalah dengen tjoema memikir di hari blakang nanti marika bisa menoempang dan itoe anak Dikin banjak seneng pada dirinja, hingga mana marika lantas loepaken kwadjibannja sebagi orang toea, boeat didik dan sampoernaken hidoepnja itoe anak.
Itoe koetika tatkala Pik masih djadi anak-anak, 'ntjik Hwie-bing masih belon djadi pachter, belon djadi begitoe hartawan dan ia masi terkenal sebagi satoe orang jang alim.
Tatkala di masa masih hidoepnja sang ajah, berkali-kali 'ntjik Hwie-bing dipaksa tjereken istrinja kerna tida melahirken anak lelaki, sabagimana menoeroet {{hws|boenji|boenjinja}}<noinclude></noinclude>
d6id4f3kndf8slyr6zjeh27szgirnsd
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/72
104
113532
315785
313669
2026-08-25T07:49:26Z
Ammachemist
27288
315785
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|70|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>{{hwe|nja|boenjinja}} Lee-kie itoe hal ada di'idzinken. Tapi 'ntjik Hwie-bing tida tegan, kerna ada amat menjajang istrinja, maka ia ridlah dengen ambil sadja dji-nge dan blakangan kapan ia soeda kaja dan djadi pachter dan kapan itoe dji-nge tida melahirken anak, ia laloe ambil laen gadis boeat didjadiken sha-nge.
Sekarang satelah djadi hartawan, 'ntjik Hwie-bing ajadi bertingkah, djadi radja-radja'an, dan dengen berslimoet sama itoe Bing-tjoe poenja pepatah boekan sedikit ia telah roesakin orang poenja gadis-gadis.
'Ntjim Hwie-bing sekarang telah djadi gila, satiap hari mengameh tida karoean dan malahan satoe waktoe djadi begitoe kalap boeat aken memboenoeh sama 'nrjik Hwie-bing, hingga 'ntjik Hwie-bing krangkeng ia di satoe kamar.
Samentara, boeat melipoerken hatinja jang soesah — katanja, 'ntjik Hwis-bing bawa iapoenja dji-nge dan sha-nge ka dalem gedongnja, kerna istrinja pertama toch soeda melantoer tida karoean.
Soeatoe malem, selagi ia asik bertjanda sama Liat, iapoenja dji-nge, mendadak dari itoe djendela ada melompat masoek Yong-han.
„'Ntjik, mana Pik?" Yong-han menanjah.
„Bangsat! Kau brani moentjoel ka mari lagi!" 'ntjik Hwie-bing berseroeh dengen mata melotot.
„Kau sendiri bangsat lebih dari bangsat, orang doerdjana lebih dari orang doerhaka; kaloe doenia ada hoekoeman mati, boekan Pik tapi kaulah jang haroes dipanggal batang lehermoe!" berseroeh Yong-han dengen kamoerka'an jang tida bisa ditahan dan kamoedian dengen sebat ia tjaboet sendjatanja dan laloe serangken di toeboehnja 'ntjik Hwie-bing.
„Ai.....!" Liat mendjerit sakoeatnja tenaga.
Tapi ternjata itoe serangan tida apa-apa, sebab 'ntjik<noinclude></noinclude>
l0x39fgvjg2yuw8yuuj102u1dc8p0fg
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/73
104
113537
315786
313678
2026-08-25T09:54:06Z
Ammachemist
27288
315786
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|||71}}</noinclude>Hwie-bing pande bersilat, dengen sama sebatnja ia bisa egosin itoe serangan.
Yong-han seperti kerbo jang kamasoekan orong-orong laloe teroes mendesek menjerang hingga dalem itoe kamar jang tida begitoe loeas djadi gerombiangan tida karoean dengen dibarengin sama Liat poenja soeara djeritan.
Brapa sa'at lagi mendadak salah-satoe djagonja 'ntjik Hwie-bing telah melompat naek dari itoe djendela. Meliat ini, dengen sebat Yong-han tinggalken 'ntjik Hwie-bing, laloe tendang itoe orang penceloeng hingga tergoeling djatoh, dan ia poen lantas melompat toeroen djoega dari itoe kamar boeat melariken diri.
Di loear itoe djago laloe memboeroe Yong-han jang aken melarikan diri. Pergoeletan lantas terdjadi antara marika. Tapi kapan 'ntjik Hwie-bing dateng ka sana boeat membri pertoeloengan, ternjata Yong-han soeda bisa maboer, tinggalken sang moesoeh jang dapet loeka.
Menilik sekarang djiwanja dimaoein, 'ntjik Hwie-bing itoe maleman lantas koempoelken antero pahlawan-pahlawannja, sabagian menajaga dan sabagian memboeroe lebih djaoe di mana larinja Yong-han.
{{di|D}}JELOES, irih-hati dan dengki, orang prempoean soesah sekali boeat terlepas dari ini tiga sifat. Begitoepoen dalem oeroesan reboet pengaroeh dan kabangga'an, marika tida segan boeat lakoeken segala apa asal sadja marika bisa lakoeken.
Begitoelah antara Liat dan Liang, 'ntjik Hwie-bing poenja kadoea bini-moeda, laloe moelai bersedia boeat terbitken pertempoeran satelah menilik bahoea marika ada dapet koetika boeat dapet reboet pengaroeh. Doeloe, koetika tida pengharepan apa-apa, marika {{hws|hi|hidoep}}<noinclude></noinclude>
5mefvoafwwcz1hbfvjyz58jg96i0ro9
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/74
104
113539
315787
313680
2026-08-25T09:55:25Z
Ammachemist
27288
315787
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|60|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>{{hwe|doep|hidoep}} akoer; tapi sekarang, lantaran ada lowongan kadoedoekan njonja besar, marika laloe moelai saling oendjoek tiakar.
Dari saling melorok kamoedian marika lantas saling menjindir dan achirnja dari saling menjindir lantas bertjektjok.
Tapi Liat roepanja ada lebih tjerdik ambil-ambil hati, lebih genit boeat pikat hatinja lelaki, apalagi memang ia ada lebih tjantik kaloe dibanding sama Liang, maka dalem banjak hal 'ntjik Hwie-bing soeka miring di fihaknja.
Tentoe sadia ini hal disamboet dengen hati panas oleh Liang. Boeat bikin abis ini hal Liang laloe impiken. tapi boekan aken beroeroesan sama 'ntjik Hwie-bing sendiri hanja moesti dengen langsoeng sama itoe lawanan jang djadi gara-gara.
'Ntjik Hwie-bing kaloe tjerdik harcesnja lantas singkirken salah-satoe dari marika. Tapi 'ntjik Hwie-bing ada seperti itoe orang jang kalelep dalem itoe pepatah Arab: 'Berdiri di antara doea prempoean jang bersaing, satoe lelaki lantas djadi seperti radja tawon di sarang madoe'.
Liang jang satiap hari hatinja selaloe mendidi seperti barah, achirnja laloe teruitken satoe poetoesan nekat, jalah pindahken dirinja itoe saingan ka laen doenia.
Ngerih!
Saben liwat tengah hari Liat biasa soeka minoem koffie. Ini siang poen tida terkatjoeali, jalah seperti prasanja satoe boedjang telah anterin satjingkir koffie.
Itoe siang djoestroe 'ntjik Hwie-bing masih belon poelang.
Lantaran repot menjoelam Liat tida sempet minoem<noinclude></noinclude>
9d13fbutut47cvqsyo09pefv62srkrc
315788
315787
2026-08-25T09:56:02Z
Ammachemist
27288
315788
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|72|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>{{hwe|doep|hidoep}} akoer; tapi sekarang, lantaran ada lowongan kadoedoekan njonja besar, marika laloe moelai saling oendjoek tiakar.
Dari saling melorok kamoedian marika lantas saling menjindir dan achirnja dari saling menjindir lantas bertjektjok.
Tapi Liat roepanja ada lebih tjerdik ambil-ambil hati, lebih genit boeat pikat hatinja lelaki, apalagi memang ia ada lebih tjantik kaloe dibanding sama Liang, maka dalem banjak hal 'ntjik Hwie-bing soeka miring di fihaknja.
Tentoe sadia ini hal disamboet dengen hati panas oleh Liang. Boeat bikin abis ini hal Liang laloe impiken. tapi boekan aken beroeroesan sama 'ntjik Hwie-bing sendiri hanja moesti dengen langsoeng sama itoe lawanan jang djadi gara-gara.
'Ntjik Hwie-bing kaloe tjerdik harcesnja lantas singkirken salah-satoe dari marika. Tapi 'ntjik Hwie-bing ada seperti itoe orang jang kalelep dalem itoe pepatah Arab: 'Berdiri di antara doea prempoean jang bersaing, satoe lelaki lantas djadi seperti radja tawon di sarang madoe'.
Liang jang satiap hari hatinja selaloe mendidi seperti barah, achirnja laloe teruitken satoe poetoesan nekat, jalah pindahken dirinja itoe saingan ka laen doenia.
Ngerih!
Saben liwat tengah hari Liat biasa soeka minoem koffie. Ini siang poen tida terkatjoeali, jalah seperti prasanja satoe boedjang telah anterin satjingkir koffie.
Itoe siang djoestroe 'ntjik Hwie-bing masih belon poelang.
Lantaran repot menjoelam Liat tida sempet minoem<noinclude></noinclude>
bfs2ik48hifi4mduc8lmrcloqg5gml1
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/76
104
113560
315789
313708
2026-08-25T09:58:12Z
Ammachemist
27288
315789
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|74|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>baka: tapi, satoe kabetoelan atawa satoe kakwasa'an jang tida kliatan dari alam — kaloe orang tida pertjaja sama Allah — telah simpangken itoe malaekat el-maut di toeboehnja 'ntjik Hwie-bing.
{{di|S}}EDARI itoe harian minta verlof sampe di harian meningalnja 'ntjik Hwie-bing, Hong-hwie tida ada kliatan moentjoel poelah. Inilah boekan lantaran ia sakit, tapi memang sengadja ia tida maoe indjek poelah gedongnja 'ntjik Hwie-bing, kerna ia telah mendoesin, kenapa manoesia moesti lakoeken kadjahatan? Apa kaloe tida saben kali pitenah, memoekoel dan memboenoeh sesamanja, orang bisa mati?
Berboelan-boelan Hong-hwie laloe toentoet penghidoepan tjara loemrahnja manoesia di Lasem dengen sentuosa, dan ini semoea ada Pik jang djadi sebab.
Di itoe maleman koetika Pik klenger di atas praoe, moestinja itoelah ada koetika jang paling baek boeat ia lantas goelingkén padanja ka dalem aer. Tapi ia tida lakoeken, malah ia tjoba bikin mendoesin padanja.
„Pik, toetoerkenlah kau poenja semoea hal padakoe," Hong-hwie kamoedian berkata.
„Itoe toch lebih baek terbawa mati?" saoetnja Pik dengen badan kliwat lemah, tida mampoe angkat toeboehnja.
„Tapi kaloe itoe ada penasaran, tida haroes dibawa." Pik boengkem sakean sa'at, kamoedian satelah koempoelken iapoenja soemanget ia laloe oetoerken semoea iapoenja perkara dengen teroes terang.
„Nah, djalanken kau poenja kwaajiban," begitoelah Pik toetoep penoetoerannja. „Akoe tida taoe, akoe tida mengerti apakah jang dibilang kabedjikan. Apakah kabeajikan jalah barang boeat mendoegah-doegah, boeat poeasken penasaran, boeat menang sendiri {{hws|ata|atawa}}<noinclude></noinclude>
o69007lvba70x7n0333bsmkauwf7d9n
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/77
104
113573
315790
313722
2026-08-25T09:59:03Z
Ammachemist
27288
315790
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{Bold|{{sp|PENGORBANAN}}}}|||75}}</noinclude>{{hwe|wa|atawa}} boeat bisa memboenoeh orang dengen zonder dosa?"
Hong-hwie tinggal boengkem, kamoedian brapa sa'at lagi baroe berkata: Teroesken, Pik, anggeplah kau eperti bitjara sama ajahmoe sendiri jang menjinta."
Pik djadi heran menampak itoe perobahan.
„Lelaki katarik hati sama prempoean dan prempoean katarik hati sama lelaki, inilah ada kaoemoeman: kaloe akoe tjoba menoeloeng ia, akoe tida taoe, tida mengerti, apakah akoe menjinta padanja atawa apakah akoe tjoema kasianin padanja. Tapi akoe inget, sama sekali akoe boekan artiken boeat djatohken ajah sen-diri, hanja akoe tjoema menoeloeng ......... Apa kadjelekannja menoeloeng? Apa kadjelekannja akoe menjinta padanja?"
„Kau tjoema melanggar adat, anak, tida melanggar kamanoesia'an dan kodrat Allah ........" kata Hong-hwie. „Watesnja kabedjikan memang ada sama loeasnja dengen ini djagad. Akoe sendiri poen tida mengerti apa satoe kabedjikan moesti bedahken deradjat : Kaloe satoe ajah boleh kawinken anaknja sama orang satengah gila, bisa anggep ini ada satoe kabedjikan; dan apakah satoe anak jang tjoema bikin sedikit maloe, tida meroesak penghidoepannja itoe ada melanggar kabedjikan, sedeng sabenernja jang pertama tjoema boeat bangga'an-banga'an samentara jang blakangan adalah goena kabroentoengan, goena nasibnja saoemoer hidoep?"
Sakiter matanja Pik jang tadinja soeda kering laloe menjoemberken aer-mata poelah.
Memang kabeujikan ada kosong melompong; kabedjikan tjoema boeat reclamein diri belaka, kerna tida ada orang jang bisa dapetken artinja kabedjikan jang sedjati, dan kaloe ada jang mengakoe dirinja penoeh<noinclude></noinclude>
8gbvjl73z1foyjb5znv6btbpkxbew2l
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/79
104
113595
315791
313746
2026-08-25T10:01:04Z
Ammachemist
27288
315791
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|||77}}</noinclude>„Kau boekan jang pertama, anak, ada banjak laen korban lebih doeloe dari kau, jang serahken nasibnja padakoe. Tapi tjoema kau sekarang jang mengheranken padakoe, jalah kenapa kau belon pernah meminta ampoen?"
„Akoe soeda minta ampoen sama ajahkoe, ia tida kasi: abis pada siapa lagi akoe minta?" saoetnja Pik.
„Pada Allah, pada akoe......"
„Akoe tida berdosa sama Allah, dan poen akoe tida berdosa padamoe ........?"
„Ja, ja, anak, kau tjoema berdosa sama ajahmoe, tida pada kabedjikan, kaloe oepama itoe dianggep dosa," kata Hong-hwie lebih djaoe. „Maka kaloe oepama sekarang ada malaekat kasi kau hidoep, bagimana...?"
„Pik soeda mati di pemandengan mata ajahnja, dan sekarang ini tjoema tinggal restant toeboeh jang soeda tida ada artinja............."
„Kaloe akoe lepasken kau, singkirken atawa semboeniken kau di satoe tempat jang sentousa .......?"
„Dan itoelah ada laoetan di sini ......."
"Boekan akoe artiken begitoe, akoe poenja maoe jalah bawa kau ka laen kota ............... ?"
„Kau poen salah artiken, 'ntjik: maksoednja akoe poenja oetjapan tadi jalah akoe kira ini laoetan ada lebih tentrem, lebih sentousa, lebih soetji dari pada akoe kaleleran di loearan. Boekan begini, 'ntjik ?"
„Kaloe itoe goena kau poenja kapentingan sendiri: tapi kaloe goena kau poenja iboe .....?"
„'Ntjik.......... Allah lindoengin padanja ............" Pik laloe djatohken kepalanja di pangkoeannja Hong-hwie dengen sasenggoekan.
„Diam, anak, akoe nanti panggil satoe toekang praoe, prentah ia bawa belajar kau ka Toeban, di sana ada tinggal akoe poenja 'nko jang baek, boekan {{hws|se|sebagi}}<noinclude></noinclude>
0vaxfybmxn5wgl6di7k6kaz79vzi4s2
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/80
104
113605
315792
313760
2026-08-25T10:02:08Z
Ammachemist
27288
315792
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|78|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>{{hwe|bagi|sebagi}} akoe jang djadi reroentoek doenia. Akoe kasi soerat padanja boeat kau agar bisa mondok di sana boeat samentara. Kamoedian akoe nanti aken meliat glagat, kaloe dirasa sang masa mengidzinken, akoe nanti bawa balik kau ka roemahmoe, jalah kaloe oepama ajahmoe soeda tida beroepa sebagi singa lagi." begitoeláh Hong-hwie kata lebih djaoe. „Menoeroetlah sadja, Pik, kaloe ini boekan boeat kau, adalah boeat iboemoe, jang setaoe bagimana kalap dan bagimana gila kaloe ia nanti tida menampak poelah pada kau."
„'Ntjik, akoe kira kau ada melaekat kamatian; tapi sekarang njata akoe salah doegah, ternjata kau ada satoe dewa ........"
„Soeda, anak, djangan retjokin itoe," Hong-hwie kata poelah. Akoe nanti tjari'in Yong-han, akoe nanti aken oendjoeken padanja kaloe doenia ada dewi, itoelah tioema Pik saorang............."
Achirnja Pik tida bisa berboeat laen salaennja menoeroet sadja.
Maka kapan Hong-hwie poelang kombali di gedongnja nijik Hwie-bing dengen badan lesoeh, itoelah boekan ia soeda lakoeken itoe pemboenoehan, hanja dalem kepalanja telah terbit itoe sakean perasa'an jang saling bertempoer, di depan matanja selaloe berbajang-bajang kombali bangoennja itoe iapoenja korban-korban dan koepingnja seperti koemandangken kombali rintihan dan sesambatnja itoe orang-orang jang ia kirim ka noraka, dengen zonder ia mengataoein apa dosanja ketjoeali tjoema pandeng 'ntjik Hwie-bing poenja doeit jang seperti goela.
{{di|D}}ARI Lasem Hong-hwie saben kali soeka sambangin Pik di Toeban, dan poen sering serepin kadjadian pada dirinja 'ntjik Hwie-bing. Taoe 'ntjim Hwie-bing<noinclude></noinclude>
nibh9yx84tpum9ofzq4dfrlk1je6bu4
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/81
104
113614
315793
313771
2026-08-25T10:03:04Z
Ammachemist
27288
315793
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|||79}}</noinclude>dalem kaada'an begitoe, kaloe tida takoet sama pengaroehnja 'ntjik Hwie-bing dan koeatir Pik nanti hadepin bahaja-bahaja apa-apa, tentoe ia soeda boeka teroes-terang hal dirinja Pik.
Soeatoe hari Hong-hwie soeda ambil poetoesan nekat. Dengen hati soeda tetep, boeat menoeloeng 'ntjim Hwie-bing, ia aken menghadep sama itoe Hwie-bing sendiri, bertaceken halnja Pik-lian dengen tarohan djiwanja.
Tapi dengen tida dinjana, sampe di sana ia tjoema katemoeken 'ntjik Hwie-bing jang soeda dimasoeken dalem peti, rohnja soeda minggat setace ka noraka atawa apa ka tempat jang dibilang tempat baka.
Hong-hwie laloe katemoein 'ntjim Hwie-bing jang masih dalem krangkeng. la djadi terprandjat koetika menampak bahoea toeboehnja itoe njonja ada begitoe koeroes cepama koelit memboengkoes toelang, matanja tjowong hingga seperti djerangkong hidoep.
„'Nso, ma'afken padakoe," begitoelah Hong-hwie kata padanja: ..akoe telah berlakoe bagitoe pengetjoet, tida brani setjara laki-laki boeat bertaoeken pada kau bahoea sabenernja Pik masih bernapas."
„Kau gila! Selamanja Pik teroes bernapas; kau liat sekarang," begitoelah 'ntjim Hwie-bing menjaoet kamoedian toedingken djarinja pada itoe goeling dan bantal jang terletak di atas pembaringan, „sampe maski ia lagi tidoer sekarang ia djoega masih bernapas."
Hong-hwie memandeng itoe semoea dengen hati piloe.
„Itoe kau poenja Pik dalem impian, 'nso; tapi Pik dari kau poenja darah-daging jang sedjati, nanti aken dateng kamari ........."
„Kau gila ! Kau edan! Pergi dari sini!"'ntjim Hwie-bing mendjerit. „Pik tida minggat, Pik anak'koe jang<noinclude></noinclude>
4b0639cyvp27yr7gnbm96aon14054tr
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/82
104
113627
315794
313790
2026-08-25T10:04:00Z
Ammachemist
27288
315794
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|80|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>soetji, soeda lama ia dateng dan sekarang ia tidoer kenapa kau bilang aken dateng?"
Orang gila poen bisa maki laen orang gila, orang gendeng poen djoega bisa memaki laen orang gendeng, inilah memang kerna doenia ada roemah sakit gila besar, tempatnja orang gendeng. Dan poen djangan heran kaloe badjingan-badjingan bisa djoega maki'in laen orang badjingan, kerna manoesia ini semoea ada badjingan-badjingan jang pande sekali topengin hatinja jang sedjati, soeka melawan sama perasa'an hatinja sendiri, dengen tjoema ada perbeda'an antara aloes dan kasar.
Hong-hwie anggep 'ntjim Hwie-bing gila, sebaliknja 'ntjim Hwie-bing poen anggep Hong-hwie gila, hingga marika berdoea pada gilanja.
Doenia ini jang loeas poen tida bedah seperti dalem itoe kamar. Satoe dakwa jang laen gila dan sebaliknja jang laen poen demikian hingga lantas masing-masing pada gilanja, lantas terbitken persetorian, perklaian, paperangan d.l.l.
Hong-hwie kamoedian rasa ada lebih baek lantas pergi ambil Pik di Toeban.
Begitoelah brapa hari lagi kadjadian Pik soeda sampe di roemannja.
„Nio-nio," begitoelah Pik berseroeh dan laloe toebroek, peloek dan tjioem iboenja.
„He, he, anak nakal, dari maenan di mana kau?" katanja 'ntjim Hwie-bing dengen tertawa. „Kemaren akoe bikinken itoe koen idjo moeda, mana sekarang kau tida pake?"
„Ditjoetji, 'nio," begitoelah Pik moesti berlaga ikoet djadi gila, agar tida dimaki 'gila' oleh iboenja, kamoedian seperti lakoenja satoe anak ketjil ia tjioem itoe iboe seraja kata: „Besoek Pik pake lagi, ja."<noinclude></noinclude>
ixkazevtcwq463m56t1cvnttu7tt5wh
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/83
104
113628
315795
315292
2026-08-25T10:04:53Z
Ammachemist
27288
315795
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|||81}}</noinclude>Pik rasaken hatinja antjoer meliat romannja sang iboe jang lebin mirip dinamaken 'mait-hidoep' dari pada dibilang 'koeroes-kering'.
Kapan sang hari soeda meliwatin poeloehan minggoe, kapan Pik jang sabar dan menjinta telah rawatin dengen sabar pada iboenja, rawatin dengen satoe waktoe bisa ikoet berlaga djadi gila, achirnja 'ntjim Hwie-bing poenja hati jang antjoer moelai bisa oetoeh kombali dan soemangetnja jang berantakan pelahan-pelahan maoe koempoel lagi di dalem kepalanja.
{{rule|width=5em}}
<section end="Bab V"/><noinclude></noinclude>
dudmmqkj0pi7dlz7c7nmlmssg2dnbpu
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/84
104
113631
315796
315297
2026-08-25T10:06:36Z
Ammachemist
27288
315796
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|82|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude><section begin="Bab VI"/> {{C|{{bold|VI}}}}
{{right|{{smaller|„Ja, tapi ............." Gwat brenti berkata, boeat kasi lampias itoe aer-mata jang mengembeng dï kadoea matanja menetes toeroen ka bawah, ....... tapi, akoe merasa, kau poenja pergi ini seperti boeat tida balik lagi............"}}}}
{{di|K}}OETIKA 'ntjik Ting-liang mengoesir Yong-han, boekan tjoema lantaran ia sajang sama pangkat dan takoet hadepin perkara, tapi poen boeat menjiametken poetranja dari bahaja.
Berboelan-boelan Yong-han loentang-lantoeng di loearan dengen masih meroepaken satoe antjeman bagi 'ntjik Hwie-bing, kerna boekan d|arang ia masih seringkali mengantjem kaloe kabetoelan 'ntjik Hwie-bing maoe lakoeken perboeatan sawenang-wenang.
Sampe achirnja ia djadi kalap koetika dengar salentingan kabar jang tida enak atas dirinja Pik, jalah itoe maleman aengen menoenggang praoe dari Tajoe, dengen resia ia telah masoek dalem kota Rembang boeat bikin peritoengan sama 'ntjik Hwie-bing, tapi telah gagal dan malahan ia kapaksa lari dengen mengondol loeka-loeka di tangannja.
Maski beroleh itoe kagagalan, Yong-han masih penasaran. Satiap sa'at ia laloe semingkin giat boeat koempoelken boekti-boekti boeat serahken Hwie-bing pada negri, jang oepama nanti pembesar di Rembang mengelonin padanja, ia nanti aken oeroes lebih djaoe sama pamerentahan jang lebih tinggi.
Di Tajoe dengen pake laen nama Yong-han menoempang dan membantoe kerdja sama satoe soedagar babi. Seringkali dengen ambil djalan laoet ia lakoeken pendjoealan babi ka Semarang.
'Ntjik ning-bie, itoe soedagar, djadi girang sekali<noinclude></noinclude>
fgvrb6rbo5cgpmoil1i332z28x1nd6h
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/85
104
113632
315797
313807
2026-08-25T10:07:49Z
Ammachemist
27288
315797
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|||83}}</noinclude>mempoenjain pembantoe sebagi ia, salaennja radjin poen memang bisa bakeruja.
'Ntjik Hing-bie ada mempoenjain satoe anak angkat prempoean, jang segala-galanja ampir mirip sama Pik. Gwat, begitoelah namanja itoe anak, sekarang soeda djadi gadis jang radjin, satiap pagi dan sore belon pernah alpa atoer oeroesan pembagian makanan babi piara'an ajahnja jang djoemblahnja ratoesan. Tapi sadjek Yong-han berada di sitoe, ia djadi tida terlaloe repot lagi, kerna dalem banjak hal Yong-han soeka membantoe padanja.
'Ntjik Hing-bie poenja tanah pekarangan ada loeas sekali, di paling blakang, sedikit djaoe dari roemah tinggalnja, ada itoe kandang-babi, kamoedian jang moeka'an lagi ada itoe kebon sajoeran dan kebon kembang, kerna memang salaennja berniaga babi ia poen ada dioeal itoe hasil tetaneman.
Sabelonnja sampe di itoe kandang babi, ada satoe soengi ketjil jang melintang di sitoe, di mana, di atas itoe batoe-batoe Yong-han soeka lajap-lajapken dirinja apabila sang hari soeda djadi sore dan ia soeda menganggoer. Dateng di mana, selaloe ia belon pernah kaloepa'an membawa iapoenja soeling bamboe jang bagoes.
Yong-han doeloe, kapan ajahnja repot sama pakerdja'an, laloe disekolahken di Semarang. Kabetoelan iapoenja goeroe salaennja pande ilmoe soerat dan silat poen pande dalem hal tetaboean, hingga kamoedian Yong-han salaennja pande boenjiken Soe-sie Ngo-king djoega gapah pentil khiem tioep soeling.
Itoe sore, seperti biasanja, Yong-han telah tioep satoe lagoe Tionghoa klassiek begitoe moeloek.
„Ho, ho, 'nko, kau tioep soeling begini moeloek, tida seperti sari-sarinja," dengen sakoenjoeng-koenjoeng<noinclude></noinclude>
7v5r5slqx5b8z3e98i73ohp2xwroaek
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/86
104
113638
315798
313819
2026-08-25T10:10:54Z
Ammachemist
27288
315798
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|84|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>Gwat telah moentjoel di dampingnja, sampe akoe kira ini soeara ada dari langit boekan dari bamboe. Lagoe apakah ini?"
„'Sian-li bong = Impiannja satoe dewi'," saoetnja Yong-han sambil lepasken itoe soeling dari bibirnja. „Akoe aapet tjangkok ini lagoe dari satoe Pooteehie di Semarang, jalah waktoe maenken itoe lelakon Sie Djien-kwie Tjing Tang, di bagian menikahnja Tjien Han sama Tiauw Gwat-goo, Gwat-goo ada njanjiken itoe lagoe."
Tetaboean dari roepa-roepa bangsa sabenernja masing-masing poen ada mempoenjain pengrasa'an sendiri-sendiri. Begitoepoen lagoe-lagoe Tionghoa, boekan meloeloe tjoema beroepa itoe tamboer dan gembreng jang bikin penggang koeping, tapi poen mempoenjain djoega lagoe klassiek jang aloes, membawa sifat-sifat bangsawan atawa ka'agoengan serta bisa pengaroehin orang poenja pengrasa'an jang lemboet. Seperti oepama lagoe di atas, dengen di loear taoenja itoe componist (pengarang lagoe), itoelah ada satoe klassiek jang aloes, soeara-soeara jang mengandoeng kasoetjian, kasetia'an dan katjinta'an jang moeloek, bisa bikin orang jang denger lantas soemangetnja lajap-lajap pada doenia dan penghidoepan jang lebih aloes. Ini kita belon korek Li Tai-po, Tu Fu atawa itoe Song Hian poenja lagoe: „Menjoesoel iboe di sorga" jang oepama soeara menetesnja aer-mata darah, dari mata djatoh ka boemi.
„Ja, begitoe moeloek," Gwat kata poelah; „belon taoe bagimana kaloe itoe soeara dilengkepin dengen khiem ?"
Yong-han tertawa dan laloe toendoeken kepalanja awasin mengalirnja itoe kali ketjil jang bening.
„Liat, ini kali begini bening, begini santer kerna {{hws|de|deket}}<noinclude></noinclude>
bfx96cnhwl6ag22cbiiq9adb8bvp7uf
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/87
104
113642
315799
313824
2026-08-25T10:11:49Z
Ammachemist
27288
315799
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|||85}}</noinclude>{{hwe|ket|deket}} soembernja; dan kaloe sampe di bawah sana ini aliran djadi boetek, itoelah boekan salahnja si soember, itoe tjoema soedi-gawenja tangan manoesia jang boewangin segala kakotoran," begitoelah kamoedian Yong-han berkata. Dan Tjinta poen demikian, sama seperti itoe soember. Apakah perloenja ia menerdjang goenoeng dan karang, melintasin desa dan kota?"
„Masoek dalem laoetan."
„Hoho! ternjata kau lebih pinter dari jang akoe doegah," Yong-han bersenjoem. Dan itoelah penghidoepan. Itoe lacetan adalah kita poenja lapangan penghidoepan, boeat kotjok kita poenja peroet dengen geloembangnja dan boeat tioep kita poenja kepala dengen angin toefannja."
Lebih djaoe Yong-han tjeritaken iapoenja advontuur di Rembang, tjeritaken iapoenja katjinta'an jang setaoe apa sekarang masih hidoep atawa terloenta-loenta di tempat mana, tapi ia tida tjeritaken kaloe ia ada Yong-han, anaknja luitenant Tionghoa di itoe tempat.
„Itoelah tjoema satoe perboeatan nakal ............" Gwat kata dengen bersenjoem.
{{di|S}}ABAGIMANA di bagian atas soeda diseboetkan di itoe koetika pendoedoek Tionghoa masih dikoeroeng oleh pas-stelsel. Tida aken ada satoe orang Tionghoa bisa pergi dari satoe kota ka laen kota apabila tida membawa soerat pas dari pembesar negri, kerna di saben tapel wates dari sasoeatoe kota ada didiriken post boeat memreksa sasoeatoe orang jang masoek. Maka oepama dari Rembang dengen menoenggang grobak (kerna itoe waktoe belon ada spoor) orang aken pergi ka Soerabaia, berhari-hari marika di djalan dan moesti liwatin poeloehan post-post sematjem terseboet dengen poen poeloehan kali dipreksa<noinclude></noinclude>
nh4fay7bdsbi2dtzzfygjb4ct07ekas
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/88
104
113647
315800
313831
2026-08-25T10:13:35Z
Ammachemist
27288
315800
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|86|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>atawa digledahin badannja kaloe-kaloe membawa tjandoe gelap. Sebab ini maka boekan djarang ini tjara ada sanget menjoesahken dan mengajenggaken pada prempoean-prempoean Tionghoa, apalagi jang masih moeda, kaloe maoe bikin perdjalanan djaoe. Dan kaloe ini atoeran bisa hidoep sampe ratoesan taoen, itoelah ada dari dosanja itoe sekalian pachter-pachter dan officier Tionghoa jang ko-ka-tie, tjoema ingin hidoep sebagi radia dari pada menengok penghidoepan oemoem. Malah jang paling heran jalah pendoedoek Tionghoa di Rembang doeloe telah dikenaken heerendienst, djaga gerdoe, ronda malem d.l.I.
Soeatoe hari, boeat oeroesan perdagangan, 'ntjik Hing-bie telah pergi ka Rembang, tapi apa latjoer, koetika aken masoek dalem kota mana, ia baroe taoe kaloe iapoenja pas djalan telah katinggalan.
Pada kepala politie di sitoe ia njataken bahoea ia aken poelang balik boeat ambil itoe pas djalan, tapi oleh itoe orang politie ia tida ailoeloesken, malah itoe penggawe negri laloe tangkep ia kerna didakwa orang djahat jang tida karoean tempatnja.
Tida sari-sarinja 'ntjik Hing-bie berpergian begitoe lama, maka tida poelangnja ia sampe begitoe lama laloe menerbitken Yong-han poenja katjoeriga'an.
„'Ntjim, akoe koeatir brangkali 'ntjik dapet halangan apa-apa di djalan; maka besoek akoe niat pergi menjoesoel ka Rembang," begitoelah soeatoe malem Yong-han kata sama istrinja 'ntjik Hing-bie.
„Tapi akoe kira ia dapet halangan lantaran pasnja katinggalan .............." saoetnja 'ntjim Hing-bie.
„Boleh djadi begitoe."
Pagi-pagi koetika Yong-han bikin persediaan boeat brangkat, Gwat telah samperin padanja.
„Ada apa kau pergi: itoe nanti tida beroepa {{hws|per|pertoeloengan}}<noinclude></noinclude>
jpksb5slj25v9nptim186qb2j0wiqdl
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/89
104
113652
315801
313839
2026-08-25T10:14:38Z
Ammachemist
27288
315801
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|||87}}</noinclude>{{hwe|toeloengan|pertoeloengan}}, hanja beroepa kau anterin djiwa sendiri," kata Gwat.
„Tapi di sana ada satoe kabaekan boeat goenanja ntjik Hing-bie."
„Tapi 'ntjik Hwie-bing.........?"
Akoe boekan anak kemaren lagi: ia boleh bokong dari blakang, tapi ia tida bisa djatohken akoe dengen berdepan. Ini kali akoe tida maoe sia-siaken lagi, dengerken sadja, akoe nanti bongkar itoe atoeran-atoeran gila dari pachter-pachter poenja pelatoeran penggledahan badan, dan akoe nanti telandjangin boelet itoe kepala bangsa Tionghoa poenja isih hati jang sabetoelnja, di mana 'ntjik Hing-bie nanti dapet kabaekan dari sitoe."
„Tapi...... tapi......... kau djangan pergi," Gwat memoehoen. „Boekankah laen orang bisa dimintain toeloeng oeroes itoe?"
„Gwat, kirim laen orang sama sadja seperti kirim babi boeat marika bikin sam-sing."
Gwat laloe awasin padanja dengen aer-mata jang mengembeng di sakiter matanja.
„Kenapa kau menangis? Akoe toch tida pergi perang?" achirnja Yong-han berkata poelah.
„Ja, tapi......." Gwat brenti berkata, boeat kasi lampias itoe aer-mata jang mengembeng di kadoea matanja menetes toeroen ka bawah......... tapi, akoe merasa, kau poenja pergi ini seperti boeat tida balik lagi......"
„He, he, Gwat, kau poenja oetjapan ini apakah terbit dari pengrasa'an serem atawa dari tjoerigain akoe loepaken padamoe .......... ?"
„Tapi kau tida taoe..........."
„Akoe taoe, akoe taoe; ini aer-mata ada seperti itoe aer soember, menerdjang goenoeng dan karang,<noinclude></noinclude>
lk6ieoqdrggk18nu7ctmji79gwqucpw
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/90
104
113659
315802
313848
2026-08-25T10:15:44Z
Ammachemist
27288
315802
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|88|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>melintasin rimba dan beboelakan, menerobos desa dan kota, perloenja jalah goena menemboes ka laoetan," saoetnja Yong-han seraja sambil seka mengalirnja itoe aer-mata di pipinja Gwat. Dan itoe laoetan adalah akoe poenja lapangan hati..........."
Gwat senderken moekanja di dadanja Yong-han saolah olah minta itoe dada isep itoe aer-matanja, itoe aer dari soembernja katjinta'an.
Yong-han tjioem itoe kepala dan kata: „Akoe tida taoe, apa akoe menjinta kau atawa tjoema soeka sadja: tapi ada sabenernja, kaloe kau bersenjoem atawa kaloe kau awasin padakoe, akoe lantas loepa, apakah kau Gwat atawa Pik. Maka kenapa kaloe akoe bisa menjinta Pik, kenapa tida bisa menjinta Gwat?........ Hoho! Gwat, akoe nanti balik lagi kamari, biar bagimana, katjoeali kapan akoe soeda tida bernapas poelah......."
{{di|D}}ENGEN menggelap Yong-han telah bisa masoek dalem kota Rembang dengen ambil djalan dari pasisir. Dan sigra ia aengen langsoeng lantas menoedjoe di kantoornja iápoenja ajah.
„Hola, Yong-han, soeda doea boelan dimoeka akoe telah soeroehan orang mentjari kau," katanja 'ntjik Ting-liang.
„Itoelah oeroesan nanti, 'tia; sekarang akoe tjoema perloe menanjah: di mana adanja satoe orang Tionghoa nama Liem Hing-bie?" saoetnja Yong-han.
„Ia dalem pendjara."
„Dan apakah ini kombali ada perboeatannja itoe Hwi-bing, jang tjoerigain semoea orang ada toekang smokkel tjandoe gelap?
„Hwie-bing soeda binasa kerna Allah..........! Ia tjoema ditahan lantaran tida mempoenjain pas."
„Ini iapoenja pas: kasi ia lepas."<noinclude></noinclude>
pwg05427pi2fpop4v5s3fq9a7j0ci4a
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/91
104
113663
315803
313854
2026-08-25T10:16:36Z
Ammachemist
27288
315803
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|||89}}</noinclude>„Itoelah ada oeroesannja politie-rol."
„Hola! 'tia, moestinja sabelonnja ia terdjatoh di sana, 'tia saharoesnja kasi ia kasempetan minta dianterken pasnja; dan ini biarlah. Tapi sekarang kau poenja pangkat moesti lepasken ia."
Sabenernja 'ntjik Ting-liang bisa berboeat banjak, tapi ia tida maoe kerna memang oemoemnja officier- officier Tionghoa ada sagolongan machloek pendjilat pantat, iaorang tjoema maoe hidoep kaja dengen minta-minta boekan maoe hidoep agoeng dengen iapoenja ambekan-tinggi = tjie-kek.
Koetika maoe membela, dengen tida banjak soesah 'ntjik Ting-liang telah bisa merdikaken 'ntjik Hing-bie dari tahanan.
'Ntjik Hing-bie djadi heran koetika mengataoein bahoea itoe iapoenja pembantoe kerdja sabenernja ada poetranja satoe luitenant Tionghoa.
Yong-han laloe minta katerangan lebih djace pada ajahnja hal kamatiannja 'ntjik Hwie-bing.
„Dan di mana sekarang 'ntjim Hwie-bing, 'tia ?" achirnja Yong-han menanjah.
„Kau menanjah 'ntjim Hwie-bing atawa apa kau artiken Pik?"
Yong-han laloe melonggong dengen sinar mata menanjah.
„Haha! pergilah ka sana," 'ntjik Ting-liang kata poelah.
Yong-han tida maoe boewang banjak tempo lagi laloe pergi ka sana.
Itoe siang hawa ada kliwat panas. Sampe di gedong mana Yong-han telah dapetken itoe roeangan depan ada soenji.
„Mana kau poenja njonja?" ia menanjah sama itoe djongos jang menjamboet.<noinclude></noinclude>
trc5h1qdutj9oa247bt0isars5whb28
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/92
104
113668
315804
313861
2026-08-25T10:17:23Z
Ammachemist
27288
315804
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|90|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>„Tidoer, 'joo."
„Dan kau poenja nona?"
„Itoe, itoe ia di kebonan, di samping sana."
Yong-han laloe menghampirin itoe tempat jang dioendjoek.
„Pik begitoelah dengen pelahan Yong-han memanggil Pik jang djoestroe angin-angin di bawahhnja itoe poehoen lengkeng.
Pik djadi terkedjoet koetika menoleh menampak bahoea Yong-han jang mendatengin, dengen sebat ia laloe lari masoek ka dalem, tinggalken Yong-han jang djoestroe menjamperin.
Yong-han tida mengerti dan terheran-heran. Dengen pikiran jang tida karoean ia laloe doedoek termenoeng- menoeng di bawahnja itoe poehoen.
„Kliatan ia koerang seneng padakoe; kenapa?" begitoelah Yong-han laloe menggrendeng sendiri.
„Ja, akoe koerang seneng, akoe marah pada kau," kamoedian satoe sceara dari blakang telah bikin kaget Yong-han, dan apabila ia menengok, njatalah ia menampak bahoea Pik lagi intip-intip di blakangnja itoe badan poehoen.
„Kenapa kau lari, apa kau kira akoe matjan?" kata Yong-han.
„Boekan, akoe tjoema anggep kau satoe setan....."
„Setan jang menjolong kau poenja hati......?" kata poelah Yong-han dengen tertawa, tapi kamoedian ini tertawa ia telah tarik balik lagi hingga lantas tjoema djadi senjoem ketjoet kerna menampak bahoea Pik poenja paras tinggal bersengoet. „He, Pik, kenapa kau?" Yong-han laloe samperin ia. Pik tjoba aken menjingkir, tapi Yong-han kaboeroe tjekel padanja. „Kenapa kau poenja bibir seperti menjoesoer asem<noinclude></noinclude>
p94a9ig6kyka1a58eks0fbvumuef8db
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/93
104
113674
315805
313869
2026-08-25T10:18:15Z
Ammachemist
27288
315805
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|||91}}</noinclude>jang dikasi ijs? Dan kenapa matamoe seperti itoe remboelan dialingin kapangan?"
„Itoelah lantaran kau poenja perboeatan semoea ada boeat bikin tjilaka pada dirikoe."
„Bikin tjilaka diri, tapi boeat kabroentoengannja kita poenja katjinta'an. Dan ini ada 'ntjik Hwie-bing sendiri jang tanem, samentara kau sendiri jang sirem, hingga achirnja itoe bibit djadi bersemi dan sekarang djadi satoe poehoen, poehoen dari kembang kabroentoengan, serta kembang mana sekarang ......." Yong-han laloe tjioem padanja.
„Kenapa kau lantjang menjioem......... ?" kata Pik.
„Boekan, ini kembang bibir tjoema kapingin menanjah kamana begitoe lama si kebon tida ada moentjoel poelah?"
Pik awasin ia dengen mata jang seperti matahari, kamoedian baroelah ia bersenjoem.
„Hahaha!" Yong-han laloe tertawa. „Itoe asem sekarang loentoer dari kau poenja bibir, itoe kapangan (grahana) sekarang lepasken alingin kau poenja mata! Itoe bibir sekarang djadi sarang madoe, dan, oh, itoe mata sekarang djadi itoe sepasang remboelan poernama!" Ia laloe tjioem poelah padanja, kamoedian dengen mendadak ia laloe tarik kepalanja, parasnja djadi goarem dan kamoedian dengen pelahan aer-mata laloe mengalir toeroen dari kadoea matanja, itoelah lantaran sa'at mana ia rasaken bahooa tangannja Gwat jang aloes seperti telah menjelak iapoenja tengah.
'.............tapi akoe merasa, kau poenja pergi ini seperti tida boeat baik lagi ....... begitoelah dengen lapat-lapat koepingnja Yong-han seperti denger poelah itoe soearanja Gwat jang mewelasken, dan pelahan-pelahan ia merasa seperti seka poelah mengalirnja itoe<noinclude></noinclude>
18v4h53l1mof0yfb12i55edvp35mmqh
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/94
104
113676
315806
313874
2026-08-25T10:19:20Z
Ammachemist
27288
315806
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|92|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>aer-mata jang mengalir di selah-selahnja itoe pipi jang berseri seperti itoe boenga roos di moesim semi.
„'Nko, kenapa kau mengembeng aer-mata ?" kamoedian Pik menegor.
Yong-han laloe tersedar dari lajap-lajapnja. Akoe inget doeloe kau pernah mati, tapi di doenia ini akoe masih dapet memandeng bahoea di atas boemi ada laen Pik-lian." Kombali Yong-han laloe terpekoer, kerna tiba-tiba itoe koepingnja seperti koemandangken poelah itoe iapoenja oetjapan kapan hari : 'Akoe tida taoe, apakah akoe menjinta kau atawa tjoema soeka sadja: tapi ada sabenernja, kaloe kau bersenjoem atawa kaloe kau awasin padakoe, akoe lantas loepa, apakah kau Gwat atawa Pik. Maka kenapa kaloe akoe bisa menjinta Pik, kenapa tida bisa menjinta Gwat?........... Hoho! Gwat, akoe nanti balik kamari, biar bagimana, katjoeali kapan akoe soeda tida bernapas poelah........
„'Nko, kau bawa terbang hatimoe kamana, kau bawa maboer di tempat kadjadian jang doeloe-doeloe atawa tempat jang aken dateng?" begitoelah Pik menegor poelah.
Yong-han tjioem ia, kamoedian kata: Akoe poenja toeboeh ada di doenia, tapi akoe poenja katjinta'an ada di sorga, kerna akoe kira kau soeda ada di itoe tempat baka."
{{di|N}}TJIK Hing-bie telah poelang ka roemah dengen zonder iapoenja Boen-nan (Yong-han). Inilah mengheranken sama Gwat.
„Tia, mana 'nko Boen-han ?" Gwat menanjah
„Hoho! Ia boekan Boen-han, ia ada Yong-han, anaknja kong-sie Rembang dan itoe moesoeh dari pachter<noinclude></noinclude>
sg8rlaq5u9vmfwzfohul9nrdajudcre
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/95
104
113681
315808
313880
2026-08-25T10:21:13Z
Ammachemist
27288
315808
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|||93}}</noinclude>Hwie-bing jang banjak orang gemperken," saoetnja 'ntjik Hing-bie. Hwie-bing sekarang soeda binasa, Ting-liang sia minta anaknja tida boleh berlaloe lagi, maka mana Yong-han mace tinggalken iapoenja gedong boeat balik ka kandang babi sini lagi."
Gwat laloe tinggal tjelengap dengen perasa'an tida pertjaja apa jang ajahnja kata.
Apabila sang hari djadi malem, Gwat laloe goelang-goeling di atas pembaringan dengen isih kepala jang koesoet.
„Kenapa ia djadi anaknja satoe kong-sie ? Oh, akoe lebih soeka meliat ia boekan sebagi itoe, dan nanti akoe masih boleh harep bahoea ia tentoe kombali di sini," begitoelah Gwat mengotjeh sendirian.
Hari-hari, saben sore, ia masih soeka samperin itoe batoe-batoe di tepi kali, kerna di sitoe masih seperti koemandangken apa-apa, bajangken apa-apa dari Yong-han poenja sifat-sifat.
„Iapoenja pakean toch masih berada di sini, kenapa ia tida ambil?" begitoelah Gwat soeka menanjah sama diri sendiri.
Kapan sang hari-hari jang meliwatin minggoe soeda lebih dari saboelan, mendadak Yong-han telah moentjoel lagi, koendjoengin roemahnja dengen diloear doegahan.
„Akoe kira kau tida aken balik lagi begini tjepet," begitoelah 'ntjik Hing-bie jang menjamboet laloe berkata dengen girang.
„Ach, Joeat sering sambang di sini, inilah ada akoe poenja kamoestian, maka mana bisa begitoe," saoetnja Yong-han. Apalagi di sini poen perloe akoe ambil katinggalannja akoe poenja barang-barang."
'Ntjik Hing-bie dan istrinja laloe repot sediain dan bersihin kamarnja Yong-han jang ditinggal kosong {{hws|ber|minggoe-minggoe}}<noinclude></noinclude>
d5m1si9572lnv0fpnjv3mq8t0bwxaok
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/96
104
113686
315807
313885
2026-08-25T10:21:04Z
Ammachemist
27288
315807
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|94|{{Bold|TJERITA ROMAN}}}}</noinclude>{{hwe|minggoe-minggoe|berminggoe-minggoe}}
Sa'at mana Yong-han menampak Gwat; itoe gadis memanggoet tapi lantas mengilang masoek ka dalem kamarnja. Dalem hatinja Yong-han laloe terbit berdjenis-djenis doeganan.
Kapan Yong-han soeda kenjang mengobrol sama 'ntjk dan 'ntjim Hing -bie dan satelah abis mandi sore, kamoedian ia laloe menjamperin itoe batoe-batoe di tepi soengi, tioep iapoenja soeling seperti biasanja, kerna ia ada sanget kapingin bertemoe sama Gwat.
Itoe sore, Gwat laloe riboet berias, bikin aloes moekanja dengen bedak dan bikin klimis kondenja dengen minjak kenanga, sodeng biasanja, sedari Yong-han berlaloe ia soeda tida ambil poesing sama itoe semoea.
Gwat soeda doegah pasti, tentoe Yong-han nanti samperin itoe batoe-batoe. Dan inilah ternjata tida meleset.
„'Nko Boen-han, di waktoe melek akoe belon pernah doegah bahoea kau bakal soedi balik lagi, katjoeali tjoema di waktoe malem akoe sering mengimpi bahoea satiap sore kau masih biasa boenjiken soeling di sini," begitoelah Gwat berkata koetika soeda katemoe padanja.
„Kenapa kau masih panggil akoe 'nko Boen-han'; apakah ajahmoe tida kata apa-apa pada kau?"
„Ia kata banjak ......."
„Nah ...........?"
„Tapi akoe tida kenal 'nko Yong-han, akoe tjoema kenal sama 'nko Boen-han," saoetnja Gwat. „Laginja akoe koeatir, kaloe akoe panggil kau 'nko Yong-han, apakah kau nanti soedi pandeng padakoe?"
„Ach, soedalah, Gwat: marih deket sini, ada satoe hal penting akoe maoe denger dari kau poenja moeloet."<noinclude></noinclude>
d32yv55iubg7yds2ckm9462r80g60km
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/97
104
113687
315809
313888
2026-08-25T10:22:41Z
Ammachemist
27288
315809
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|||95}}</noinclude>Gwat deketin ia dengen paras heran kerna menampak bahoea Yong-han poenja paras moeka kliatan goerem.
„Kaloe oepama nanti ada laen prempoean kawin padakoe?" Yong-han menanjah.
„Akoe nanti boenoeh ia."
„Kaloe memang akoe sengadja tinggalkan padamoe?"
„Itoelah akoe tida pertjaja, katjoeali kapan kau soeda djadi tjongkak dan pandeng rendah padakoe, pandeng sebagi satoe gadis doesoen jang tida ada harganja."
„Dan tapi kaloo oepama Pik jang disangka mati hidoep lagi?"
„Kau tentoe tarik kombali ka atas boemi sini lagi kau poenja katjinta'an padanja jang katanja kau taroh di sorga."
Yong-han laloe tinggal terpekoer sambil poeter otaknja bagimana ia moesti oetjapken perkata'an lebih djaoe.
„Nko, kenapa kau sasoedanja liwat saboelan baroe sambang kamari? Dan kenapa kau poenja dateng kamari dengen membawa paras jang goerem ?" kamoedian Gwat kata poelah.
„Itoelah tjoema djoestroe akoe pikirin: apakah akoe moesti dianggep menipoe apabila dengen zonder kasi alesan apa-apa akoe tida moentjoel lagi kamari, dan atawa apakah akoe bisa dianggep kedjem apabila akoe dateng kamari dan tjeritaken hal jang sabenernja?" achirnja Yong-han berkata.
„Akoe kira kau tida kenal 'menipoe' dan poen tida kenal 'kedjem'?'
„Itoelah ada sepantesnja kaloe kau bisa oetjapken itoe perkata'an, Gwat, kerna kau poenja batin poen<noinclude></noinclude>
611ar5zmdhe2i7o4yd9wo9s1eogo5vy
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/102
104
113691
315814
315296
2026-08-25T10:27:20Z
Ammachemist
27288
315814
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|100|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>„Oh, prempoean ......!" achirnja Yong-han menggrendeng dalem hati dengen hati panas.
Yong-han dan iboenja bermalem di sitoe dan esoek siang ada hari nikahnja Gwat.
Itoe sore Yong-han kapingin sekali katemoein Gwat, tapi ia tida ada moentjoel. Maka ia laloe bawa soelingnja ka itoe tepi kali, tioep itoe boeat sebagi oendangan Gwat dateng kasana. Tapi biarpoen ia menioep sampe napasnja abis, Gwat tida ada moentjoel. Hatinja Yong-han laloe panas seperti dibakar dan dadanja sesek penoeh amarah. la tentoeken niatannja bahoea di satoe sa'at ia moesti bisa lampiasken itoe semoea di hadepannja Gwat.
Esoek siangnja, di djam menikahnja Gwat dengen itoe laen lelaki, koetika menampak aer-mata jang bertjoetjoeran seperti aer oedjan menoewang boemi, itoe tetesan aer-matanja Gwat, baroelah Yong-han mendoesin bahoea menikahnja Gwat itoe adalah boeat ia-poenja kabroentoengan.
Memang, Gwat sengadja korbanken iapoenja kabroentoengan. 'Ntjim Siong-gwan soeda lama lamar dirinja, tapi 'ntjik Hing-bie tida kasi, dan kaloe sekarang kadjadian itoe pernikahan, adalah atas maoenja Gwat sendiri.
{{rule|width=8em}}
<section end="Bab VI"/><noinclude></noinclude>
1bdre1c79oykqbj5t166n9wnottpf1j
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/98
104
113694
315810
313896
2026-08-25T10:23:49Z
Ammachemist
27288
315810
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|96|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>masih sebagi itoe aer jang baroe intip-intip di itoe poesat mata-aer. Tapi ini laen terhadep pada dirikoe; akoe ada itoe orang jang satoe waktoe terlaloe gegabah boeat ikoetin perasa'an dan lantjangin sedjatinja sang hati."
„Ach, 'nko, kau selamanja memang soeka mendongeng."
„Djangan memotong, Gwat; denger, akoe ingin menanjah, apa artinja kau poenja perkata'an: 'Kau tentoe tarik balik ka atas boemi sini lagi kau poenja katjinta'an padanja jang katanja kau taroh di sorga'? Kaloe itoe ditarik balik, apakah itoe boeat Pik atawa boeat Gwat?"
„Dan kau pikir boeat siapa?"
Yong-han laloe awasin padanja dengen tida berkesip, samentara Gwat poen demikian dengen kamoedian laloe kadoea matanja mengembengken aer jang djernih.
„Gwat, kenapa kau menangis ?" kamoedian Yong-han menanjah.
„Akoe sendiri tida taoe, seperti djoega ini soember, tida taoe sampe di mana achirnja iapoenja aer, di djoerang-djoerang, sawah-sawah, laoetan atawa di rawa-rawa," saoetnja Gwat. Tapi bagi kau brangkali lebih taoe, apa sabenernja jang semboeni antara kau poenja cetjapan-oetjapan baroesan?
„Ja, ja, Gwat, kaloe akoe moesti menipoe, kaloe akoe moesti berlakoe kedjem, itoelah boekan moesti pada kau," kata poelah Yong-han dan kamoedian laloe toetoerken lebih djace hal iapoenja pertemoean jang paling blakang sama Pik.
„Oh, Allah! la mati, tapi hidoep kombali," katanja Gwat dengen mata terpentang.
„Dan bagimana kau pikir tentang ini?"
„Kau tjinta padanja?"<noinclude></noinclude>
5ekcqyz2uwc7gibtbd0cd4k363gahls
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/99
104
113696
315811
313898
2026-08-25T10:25:00Z
Ammachemist
27288
315811
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|||97}}</noinclude>„Akoe menjinta ia sabelonnja akoe menjajang padamoe."
„Itoelah soeda tjoekoep boeat kau tida oesah menanjah padakoe."
Memoedji laen prempoean di hadepannja satoe prempoean, berarti kasi 'djeloes' pada itoe prempoean, apalagi kaloe ditambah dengen perkata'an tjinta, tjoekoep boeat bikin ia djadi 'sakit-hati'.
Gwat laloe berdiri dan tinggalken Yong-han dengen zonder oetjapken sepatah perkata'an.
„Gwat, Gwat," Yong-han memboeroe dan pegang ia, „kau tida bisa berlakoe begini, akoe masih banjak kata jang kau belon denger."
Gwat tida menjaoet katjoeali tjoema senderken iapoenja kepala di dadanja Yong-han dengen aer-mata jang bertjoetjoeran dari kadoea matanja."
„Dengen berlakoe begini, seperti djoega kau banting akoe poenja hati; bilanglah apa jang hatimoe kata, bilanglah apa akoe moesti lakoeken pengorbanan, dan itoe pengorbanan baroe berarti pengorbanan apabila goena kau?"
Gwat laloe tjioem ia. Sabelonnja Gwat mendjelma di depan kau poenja mata, Pik soeda masoek dalem hatimoe. Maka apalagi akoe moesti kata? Poelanglah besoek, kau menikah padanja, bikin girang ajah-bondamoe dan bikin kau hidoep menoeroet sapantesnja deradjatmoe."
„Dan kau ..........?"
„Akoe ada akoe sendiri poenja oeroesan ........."
„Tapi kau sakit-hati......... ?"
„Itoe sakit-hati aken linjap apabila tida meliat akoe poenja kapentingan sendiri."
„Dalem hatikoe akoe poen soeda doegah bahoea kau tentoe aken berboeat begini," katanja Yong-han<noinclude></noinclude>
nifnotf3xz0hm2q8a490akey4k2g240
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/100
104
113698
315812
313900
2026-08-25T10:25:49Z
Ammachemist
27288
315812
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|98|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>lebih djaoe. Akoe sendiri berpikir sampe rasanja kepala ampir petjah, jalah apa moestinja satoe laki-laki moesti telen balik oetjapannja: 'Hoho! Gwat, akoe nanti balik lagi kamari, biar bagimana, katjoeali kapan akoe soeda tida bernapas poelah'?"
„Ja, dan sekarang itoe pengorbanan ada akoe boeat kau, boekan kau boeat akoe."
Yong-han laloe tjicem itoe kepala jang menjender di dadanja.
„Kau poenja tjioeman ini ada jang pengabisan kali, dan tjioeman ini nanti akoe koeboer antara alirannja itoe aer ....... " Gwat jang memang soeda lemes sedari tadian, sasa'at itoe ia djatoh di peloekannja Yong- han dengen tida inget diri.
„Gwat! Gwat!" dengen goepoeh Yong-han sedarken ia, tapi sampe sakean sa'at baroelah ia inget orang poelah. Menampak ini, menampak matanja Gwat jang goerem kerna penoeh aer-mata telah awasin padanja, Yong-han laloe toendoeken kepalanja boeat kasi koetika itoe aer-mata jang mengembeng di matanja menetes ka moeka boemi.
Yong-han bawa ia doedoek di itoe batoe poelah.
„Gwat," Yong-han kamoedian bisikin koepingnja ia, „kaloe akoe menipoe, itoe boekan haroes pada kau: kaloe akoe berlakoe kedjem, itoe poen boekan moesti pada kau. Kau ada terlaloe soetji boeat ditjoerangin; kau ada terlaloe lemah-lemboet boeat diperlakoeken sawenang-wenang. Akoe nanti bikin itoe pengorbanan, akoe boeat kau.
„Kaloe kau boekan Yong-han, poetranja satoe luitenant Tionghoa jang kaja," saoetnja Gwat.
„Tapi kau toch tjinta sama Yong-han?"
„Tida, akoe tida tjinta sama Yong-han; akoe tjoema<noinclude></noinclude>
n70thjzo2uv31kmafgl9jrjqkf55kk6
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/101
104
113701
315813
313903
2026-08-25T10:26:36Z
Ammachemist
27288
315813
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|||99}}</noinclude>menjinta sama 'nko Boen-han, dan seboetan mana sekarang soeda mati...."
„Oh, Gwat, kau maoe tipoe sama diri sendiri: tida, akoe soeda tetepken akoe poenja pikiran......."
„Tapi kau kata dengen tida meliat blakang," katanja Gwat lebih djaoe. Besoek kau poelanglah ............. "
„Tida; akoe tida aken poelang sabelonnja dapet meliat dan denger kau poenja bibir bergerak dan oetjapken: 'Akoe nanti djadi kau poenja istri."
„Itoe oeroesan besoek; boelan delapan tanggal 20, itoo waktoelah kau kombali kasini ....."
{{di|B}}OEAT goenanja orang jang ditinta, moestinja dan biasanja satoe lelaki tida maoe tengok kanan-kiri atawa moeka-blakang. Yong-han poen aken demikian, tapi achirnja hatinja laloe loemer kaloe dengen lapat-lapat koepingnja koemandangken kombali Gwat poenja soeara-soeara, terlebih lagi itoe oetjapan: 'Nko, kau ada seperti matahari dan akoe sebagi ini boemi; ini doenia nanti goerem bila sang mendoeng alingin ia'. Maka Yong-han dengen melawan perasa'annja kamoedian pergi djoega katemoein Gwat.
Kapan itoe boelan Pik-gwik baroe sampe tanggal limablas, Yong-han bersama iboenja soeda sampe di roemahnja 'ntjik Hing-bie. Marika djadi tjelengap, datengnja di sitoe djoestroe 'ntjik Hing-bie lagi sedia merajahken hari nikahnja Gwat, hingga antara itoe iboe dan anak laloe terbit saling menanjah.
„'Ntjik, Gwat menikah........?" Yong-han menanjah sama 'ntjik Hing-bie.
„Bener begitoe; ia berdjodo sama anaknja 'nko Siong-gwan di sana, di moeka pasar."
Yong-han laloe boengkem dengen pikiran melajang tida karoean.<noinclude></noinclude>
5gvcvkeu7jhc7p4uk0orz4pfqib0o7n
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/106
104
113705
315815
315299
2026-08-25T10:28:22Z
Ammachemist
27288
315815
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|104|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>Gwat dan Pik kamoedian laloe mengerti doedoeknja hal apabila 'ntjim Hwie-bing telah toetoerken.
„Ade Gwet," Pik laloe samperin dan peloek ia.
Gwat bales memeloek dan sembari koetjoerken aer-mata seraja kata dalem hati: „Kaloe doeloe akoe boenoeh Pik, itoelah boenoeh 'ntji sendiri."
Liat rame-rame di dalem, Yong-han poen laloe masoek. 'Ntjim Hing-bie laloe bisikin koepingnja Yong-han.
Sa'at mana Gwat telah semboeniken moekanja di atas dadanja Pik.
<br>
<br>
<br>
<br>
<br>
<center>
{{sp|'''TAMAT'''}}
<section end="Bab VII"/><noinclude></noinclude>
ekzqdfvdpfdchntwe1hxr0qbq86msdo
Halaman:Janie.pdf/30
104
113710
315628
315232
2026-08-24T15:00:54Z
Ammachemist
27288
315628
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|54|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''JANIE.'''}}|||55}}</noinclude><section begin="Bab V"/>
{{hwe|nja'annja|kepoenja'annja}} orang laen, biarlah Allah nanti koernia ken padamoe .......... "
„Oh 'dék ketjinta'an itoelah berada pada sesoeatoe orang, tapi djodo itoelah berada di tangan Allah" saoetnja Soendjata dengen terharoe.
Itoe pagi Janta, istrinja dan mertoe anja laloe berpamit poelang ka Bandoeng, samentara Soendjata poen laloe kombali poelang ka Wanasaba.
{{rule|height=6px}}{{rule}}
<center> {{Italic|{{Xx-larger|Boeat apa Hidoep?}}}}</center>
inilah ada kalimat dari tjerita jang bakal djadi pengisinja "Tjerita Roman" December depan ini, ditoelis oleh toean Pouw Kioe An.
„Boeat Apa Hidoep?" boekan tjoema mendjadi kalimat sadja, tapi djoega mendjadi satoe pertanjakan besar jang sekalian pembatja bakal djadi pendjawabnja.
Boeat apa hidoep dan apa artinja hidoep, inilah ada satoe soeal jang selaloe mendja di teka-teki. „Boeat Apa Hidoep?" boekan tjoema aken meloekisken tentang romans jang langkah, tapi poen menggenggem filosofie ten tang penghidoepan, ditoelis oleh
{{C|Toean Pouw Kioe An}}
dan segadja disoegoehken pada sekalian pembatja boeat sebagi bingkisan penoetoep taoen 1937.
{{rule|height=6px}}{{rule}}
<section end="Bab V"/>
<section begin="Bab VI"/>
{{C|{{bold|VI.}}}}
{{di|K}}{{sp|OTA}} Wanasaba jang terkenal banjak oedjan, pada maJem itoe teJah dilimpoetin oleh kegelapan, oedjan menoeaNg dengen deres, angin menioep dengen santer dan kilat gledek bersam beran dan bergoemoerOeh kean kemari hingga membikin takoet pada siapa jang bernjali ketjil. Kerna mana maka djalanan-djaLanan di itoe kota djadi sepi, orang maoe poen kandar an ampir tida ada jang liwat di djalanan.
Hawa oedara poen tambah semangkin dingin hingga roemah-roemah jang berdinding bamboe boekan sadja moesti ketakoe tan boeat mengadepin serangannja sang angin dan menampesnja oedjan, tapi poen marika pada kedinginan djoega.
Pada malem itoe, satoe roemah di kampoeng kaoeman masih tertampak penerangan jang terang di bagian roeangan dalem. Roemah itoe ada saderhana, tapi diatoer sanget netjis. Di dinding tembok ada terdapet gambaran-gambaran jang teratoer baek dan di atas medja ada terdapet vaas jang terisi kembang roos jang masih seger.
Di atas medja toelis ada satoe lampoe doedoek dan di sana ada kliatan satoe gadis jang maski parasnja tertampak rada lajoe, tapi masih tertampak iapoenja ketjantikan, doedoek di sitoe sambil membatja boekoe. Gadis itoe memake kaen kebaja soetra biroe hingga menam bahken kaindah annja iapoenja koelit jang warna koening langsat itoe.
Ia itoe kliatannja membatja, tapi sebenernja tida membatja, kerna pikirannja tida menoedjoe pada<noinclude></noinclude>
8uctg0zesemb6qdmzeys8srk4dmbrdp
315629
315628
2026-08-24T15:01:23Z
Ammachemist
27288
315629
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|54|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||55}}</noinclude><section begin="Bab V"/>
{{hwe|nja'annja|kepoenja'annja}} orang laen, biarlah Allah nanti koernia ken padamoe .......... "
„Oh 'dék ketjinta'an itoelah berada pada sesoeatoe orang, tapi djodo itoelah berada di tangan Allah" saoetnja Soendjata dengen terharoe.
Itoe pagi Janta, istrinja dan mertoe anja laloe berpamit poelang ka Bandoeng, samentara Soendjata poen laloe kombali poelang ka Wanasaba.
{{rule|height=6px}}{{rule}}
<center> {{Italic|{{Xx-larger|Boeat apa Hidoep?}}}}</center>
inilah ada kalimat dari tjerita jang bakal djadi pengisinja "Tjerita Roman" December depan ini, ditoelis oleh toean Pouw Kioe An.
„Boeat Apa Hidoep?" boekan tjoema mendjadi kalimat sadja, tapi djoega mendjadi satoe pertanjakan besar jang sekalian pembatja bakal djadi pendjawabnja.
Boeat apa hidoep dan apa artinja hidoep, inilah ada satoe soeal jang selaloe mendja di teka-teki. „Boeat Apa Hidoep?" boekan tjoema aken meloekisken tentang romans jang langkah, tapi poen menggenggem filosofie ten tang penghidoepan, ditoelis oleh
{{C|Toean Pouw Kioe An}}
dan segadja disoegoehken pada sekalian pembatja boeat sebagi bingkisan penoetoep taoen 1937.
{{rule|height=6px}}{{rule}}
<section end="Bab V"/>
<section begin="Bab VI"/>
{{C|{{bold|VI.}}}}
{{di|K}}{{sp|OTA}} Wanasaba jang terkenal banjak oedjan, pada maJem itoe teJah dilimpoetin oleh kegelapan, oedjan menoeaNg dengen deres, angin menioep dengen santer dan kilat gledek bersam beran dan bergoemoerOeh kean kemari hingga membikin takoet pada siapa jang bernjali ketjil. Kerna mana maka djalanan-djaLanan di itoe kota djadi sepi, orang maoe poen kandar an ampir tida ada jang liwat di djalanan.
Hawa oedara poen tambah semangkin dingin hingga roemah-roemah jang berdinding bamboe boekan sadja moesti ketakoe tan boeat mengadepin serangannja sang angin dan menampesnja oedjan, tapi poen marika pada kedinginan djoega.
Pada malem itoe, satoe roemah di kampoeng kaoeman masih tertampak penerangan jang terang di bagian roeangan dalem. Roemah itoe ada saderhana, tapi diatoer sanget netjis. Di dinding tembok ada terdapet gambaran-gambaran jang teratoer baek dan di atas medja ada terdapet vaas jang terisi kembang roos jang masih seger.
Di atas medja toelis ada satoe lampoe doedoek dan di sana ada kliatan satoe gadis jang maski parasnja tertampak rada lajoe, tapi masih tertampak iapoenja ketjantikan, doedoek di sitoe sambil membatja boekoe. Gadis itoe memake kaen kebaja soetra biroe hingga menam bahken kaindah annja iapoenja koelit jang warna koening langsat itoe.
Ia itoe kliatannja membatja, tapi sebenernja tida membatja, kerna pikirannja tida menoedjoe pada<noinclude></noinclude>
el6c35vec0dri1rimlvudq5oluiipbz
315630
315629
2026-08-24T15:24:13Z
Ammachemist
27288
315630
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|54|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||55}}</noinclude><section begin="Bab V"/>
{{hwe|nja'annja|kepoenja'annja}} orang laen, biarlah Allah nanti koernia ken padamoe .......... "
„Oh 'dék ketjinta'an itoelah berada pada sesoeatoe orang, tapi djodo itoelah berada di tangan Allah" saoetnja Soendjata dengen terharoe.
Itoe pagi Janta, istrinja dan mertoe anja laloe berpamit poelang ka Bandoeng, samentara Soendjata poen laloe kombali poelang ka Wanasaba.
{{rule|height=6px}}{{rule}}
<center> {{Italic|{{Xx-larger|Boeat apa Hidoep?}}}}</center>
inilah ada kalimat dari tjerita jang bakal djadi pengisinja "Tjerita Roman" December depan ini, ditoelis oleh toean Pouw Kioe An.
„Boeat Apa Hidoep?" boekan tjoema mendjadi kalimat sadja, tapi djoega mendjadi satoe pertanjakan besar jang sekalian pembatja bakal djadi pendjawabnja.
Boeat apa hidoep dan apa artinja hidoep, inilah ada satoe soeal jang selaloe mendja di teka-teki. „Boeat Apa Hidoep?" boekan tjoema aken meloekisken tentang romans jang langkah, tapi poen menggenggem filosofie ten tang penghidoepan, ditoelis oleh
{{C|Toean Pouw Kioe An}}
dan segadja disoegoehken pada sekalian pembatja boeat sebagi bingkisan penoetoep taoen 1937.
{{rule|height=6px}}{{rule}}
<section end="Bab V"/>
<section begin="Bab VI"/> {{C|{{bold|VI.}}}}
{{di|K}}{{sp|OTA}} Wanasaba jang terkenal banjak oedjan, pada maJem itoe teJah dilimpoetin oleh kegelapan, oedjan menoeaNg dengen deres, angin menioep dengen santer dan kilat gledek bersam beran dan bergoemoerOeh kean kemari hingga membikin takoet pada siapa jang bernjali ketjil. Kerna mana maka djalanan-djaLanan di itoe kota djadi sepi, orang maoe poen kandar an ampir tida ada jang liwat di djalanan.
Hawa oedara poen tambah semangkin dingin hingga roemah-roemah jang berdinding bamboe boekan sadja moesti ketakoe tan boeat mengadepin serangannja sang angin dan menampesnja oedjan, tapi poen marika pada kedinginan djoega.
Pada malem itoe, satoe roemah di kampoeng kaoeman masih tertampak penerangan jang terang di bagian roeangan dalem. Roemah itoe ada saderhana, tapi diatoer sanget netjis. Di dinding tembok ada terdapet gambaran-gambaran jang teratoer baek dan di atas medja ada terdapet vaas jang terisi kembang roos jang masih seger.
Di atas medja toelis ada satoe lampoe doedoek dan di sana ada kliatan satoe gadis jang maski parasnja tertampak rada lajoe, tapi masih tertampak iapoenja ketjantikan, doedoek di sitoe sambil membatja boekoe. Gadis itoe memake kaen kebaja soetra biroe hingga menam bahken kaindah annja iapoenja koelit jang warna koening langsat itoe.
Ia itoe kliatannja membatja, tapi sebenernja tida membatja, kerna pikirannja tida menoedjoe pada<noinclude></noinclude>
9phy54y4f99w7afpy39aaloyc6k7du0
Halaman:Janie.pdf/32
104
113711
315632
313919
2026-08-24T15:32:54Z
Ammachemist
27288
315632
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|58|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||59}}</noinclude>kasiken iapoenja barang-barang oleh-oleh pada Janie.
Biarpoen Soendjata bawaken barang-barang jang aneh-aneh, tapi Janie itoe tida tertamp ak terlaloe girang, kerna sebene rnja jang ia harep-harep boekan oleh-oleh barang jang bagimanapoen, tapi hanja kabaran tentang Janta. Kaloe ia tida inget bahoea itoe boekan perboe atannja satoe gadis Timoer jang alim, adalah ia dengen tida sabar lagi ia aken madjoeken pertanjakan: 'Adakah kaoe telah ketemoeken Janta, mas Soen?" Tapi Janie tida dapet boeat boeroe-boeroe madjoeken itoe pertanjakan selagi itoe pemoeda masih belon doedoek mengaso. Maka Janie tjoema awasin sadja sikepnja Soendjata dengen penoeh pertanjakan. Meliat sikepnja Soendjata, biarpoen roepanja itoe pemoeda tjoba oempetken, Janie seperti mendapet firasat tida baek.
„Adalah kaoe soedah makan, mas Soen?" kamoedian Janie menanjak.
"Belon, 'dek, kerna dari kesoesoenja akoe kemari," saoetnja Soendjata.
Janie laloe adjak dahar Soendjata. Soendjata dahar biasa sadja, tapi Janie ampir tida mempoenjain tenaga boeat telen itoe :boetiran nasih jang ia koenjah. Marika berdahar dengen boengkem moeloet.
Soendjata rasaken hatinja antjoer meliat parasnja Janie jang begitoe roepa. Bagimana sekarang ia haroes bertjerita kepada Janie? Toetoerken dengen teroes terang? Oh, inilah ia merasa tida tegah dan tida aken mampoe oetjapken itoe perkata'an-perkata'an jang aken membikin sakit hatinja itoe gadis jang telah terloeka. Maka ltoe Soendjata sampe sekean lama tinggal diam dan tida menjeritaken tentang iapoenja pertemoean-pertemoean kepada Janta.
Sesoedah makan, marika laloe berdoe'doekan di roeangan tengah kombali.
„Mas kabar apa jang kaoe bisa bagiken padakoe tentang kaoe poenja perdjalanan di Betawie? Adakah kaoe telah ketemoe ........ ?" kemoedian Janie paksa menanjak.
„Ja, akoe ketemoein Janta ........ " saoetnja Soedjata dengen kalm.
Parasnja Janie tertampak bersinarken tjahjanja jang merah.
„Bagimanakah keada'annja ia sekarang?" kemoedian Janie menanjak poela.
„Baek, 'dék."
„Dan kenapa ia tida pernah dateng di Wanasaba atawa maoepoen tjoema kirim sepoetjoek soerat sadja?"
„Katanja ia sanget repot dengen pekerdja'annja. Tapi boleh djadi nanti brapa minggoe lagi ia aken boeang sedikit tempo lagi boeat berkoendjoeng di sini."
Janie awasin parasnja Soendjata dengen penoeh sinar pertanjakan.
„Mas," Janie kata poelah dengen soeara rada tergeter, „kaoe tida bitjara sebenernja, roepanja kaoe sengadja aken samboeniken apa jang kaoe liat dan jang kaoe denger. Akoe telah perhatiken kaoe poenja sikep."
Soendjata rasaken hatinja seperti terpoekoel mendenger itoe tegoran. Bagimanakah ia sekarang haroes berboeat satelah mengetaoein bahoea Janie tida kena dibodoin.<noinclude></noinclude>
h3srtxpcd9ixkbx2ag1e2o9dwnp9idz
Halaman:Janie.pdf/39
104
113712
315641
314076
2026-08-24T15:58:29Z
Ammachemist
27288
315641
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|72|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||73}}</noinclude>„Ja, Niek, seperti djoega kaoe, akoe poen senantiasa ingin mendjaga soepaja tida menambahken loeka di kaoe poenja hati jang masih terloeka.”
Begitoelah achirnja Soendjata toch menangken djoega itoe hati jang tadinja selaloe tinggal bekoe.
Dengen tangan jang anjep dan goemeter Soendjata laloe pegang tangannja Janie dan dengen soeara meratap laloe berkata: „Achirnja akoe toch menangken kaoe, Niek.......... Kapankah kita nanti menikah?”
„Begitoe kaoe semboeh, kita nanti menikah. Maka sekarang kita haroes tida retjokin laen ketjoeali kaoe poenja kesehatan.”
Marika poenja pembitjara’an achirnja di poetoes kerna Sri telah mendatengin dengen membawak barang makanan boeat sang Wedana itoe.
Janie dengen tida mengenal tjape telah rawat Soendjata dengen penoeh perhatian hingga Soendjata dapetken kesemboehannja dengen tjepet.
Kapan Soendjata telah semboeh dan tenaga toeboehnja telah balik sebagi sediakala, iapoenja pertoenangan pada Janie telah dilangsoengken dengen perkawinan
Hari itoe telah diadaken perdjamoean besar, kerna dalem pesta kawin itoe ada dihadlirin djoega oleh Boepati dan laen-laen pembesar tinggi.
Soendjata dan Janie doedoek berdjedjer di korsi kemanten seolah-olah Batara Kemadjaja dan Dewi Ratih.
Pertoedjoekan wajang orang telah dipertoendjoeken dan dimaenken oleh golongan kaoem prijaji dari Poerwaredja.
Satelah itoe oepatjara perkawinan selesih, Soendjata dan Janie laloe bikin perdjalanan boeat liwatken itoe boelan madoe dengen pergi koendjoengin Wanasaba, sambangin koeboerannja R. A, Tjakra, lantas ka Semarang, koendjoengin kediaman dari iboenja Soendjata, kemoedian dari sitoe marika lantas mengaso di Kopéng.
Di itoe tempat Janie lantas inget pada koetika ia masih ketjil, tatkala mana ia soedah sering pergi ka Kopéng.
Satoe hari marika djalan-djalan boeat isep sedjoeknja hawa dan kemoedian brenti mengaso di tepi soengi jang djernih aernja, berdoedoekan atasnja itoe batoe-batoe sambil mendengeri soearanja itoe aliran jang membentoer batoe-batoe.
„Istrikoe, soearanja aliran aer jang membentoer batoe-batoe ada laksana muziek dari sorga,” Soendjata berkata.
„Ja, dan boeat merameken kita poenja kebroentoengan.........” saoetnja Janie.
Dan marika kemoedian pada tinggal boengkem kerna marika tida bisa loekisken dengen perkata’an marika poenja kebroentoengan itoe waktoe.
„Niek, adakah kaoe tjoema inget aken kebroentoengan sadja?” kemoedian Soendjata petjahken itoe kesoenjian dengen madjoeken itoe pertanjakan.
„Tida; akoe poen memikirken djoega pada hal-hal jang telah liwat. Sekarang akoe berpendapetan bahoea tjinta pertama itoe ada sebagi satoe penjakit, timboelnja tjepet tapi poen semboehnja lekas. Tjinta pertama itoe tjoema tertjipta dari perasa’an, boekan dari pikiran, Liat pada Janta, bertaoen-taoen akoe menanti dan pikirin dirinja, tapi ia tjoema anggep itoe sebagi maen-maen."<noinclude></noinclude>
kvymd11iq3cvlkr7fzkkfxsvndvnzzi
Halaman:Janie.pdf/31
104
113713
315631
313937
2026-08-24T15:28:35Z
Ammachemist
27288
315631
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|56|||{{sp|TJERITA ROMAN}}|{{sp|JANIE.}}|||57}}</noinclude>itoe lembaran-lembaran kertas, hanja ka tempattempat jang djaoe.
Kadang-kadang ia soeka memandeng satoe portret di depannja, dan kapan ia meliat itoe dengen perhatian, aer-mata laloe kliatan meleleh di sepasang matanja.
„Oh, iboe, kenapakah kaoe boeroe-boeroe tinggalken anakmoe sebelonnja ia bisa berdiri sendiri?" begitoelah itoe gadis telah mengelah napas.
Gadis itoe adalah Janie jang setiap sore selaloe menantiken kedatengannja Soendjata. Adakah Soendjata itoe bisa ketemoein Janta? Adakah Janta itoe nanti aken dateng bersama-sama ia? lnilah ada pertanjakan-pertanjakan jang selaloe timboel dalem otaknja.
Maski itoe waktoe telah liwat boe at tempo makan, tapi Janie masih belon maoe dahar, maski Ilem soedah berkali-kali persilahken djoeragannja boeat lantas santap barang-barang hidangan jang telah disediaken.
Ilem itoe doedoek di bawahnja Janie dan adjak bertjakep-tjakep sang djoeragang agar bisa hiboerken sedikit itoe kesoenjian.
„Kenapa mas Soen masih belon ada dateng?" begitoelah Janie kemoedian berkata.
„Boleh djadi ia masih belon ketemoeken 'ndara Janta," Ilem menjaoetin. „Atawa, oepama 'ndara Soendjata dateng ini sore, tidalah ia bisa dateng kemari kerna oedjan toeroen begini lebet."
„Bisa djadi begitoe, 'bi Lem."
„Maka itoe lebih baek sekarang "den adjeng dahar doeloe dan kemoedian lantas masoek tidoer, tentoelah nanti aken dapet mengeros jang njenjak sekali."
„Tida 'bi; akoe belon lapar dan lagi matakoe belon berasa ngantoek."
Marika itoe laloe pada berdiam. Janie melajangken pikirannja lebih djaoe dan tjoba membajangken bahoea Soendjata itoe telah kombali dengen sambil membawak Janta.
Tapi selagi ia ngelamoenken itoe lamoenan, mendadak terdenger soeara ketokan pintoe.
„Siapa?" tanjak Janie dengen terkedjoet, kerna ada loear biasa di dalem toeroen oedjan angin begini lebet ada orang mengetok pintoe.
„Akoe, 'dék Niek. Boekalah pintoe.
Janie kenalin bahoea itoe ada soearanja Soendjata. Maka boeroe-boeroe ia sigra boeka itoe pintoe dan berkata : „Ah, kiranja kaoe, mas Soen! Masoeklah."
Soendjata itoe maski memake mantel oedjan, tapi pakeannja masih mendapet basah di brapa bagian kerna dari saking deresnja sang oedjan jang menoeang.
Tatkala itoe Janie 'telah samboet kedatengannja Soedjata den gen dada berdebaran dan paras sebentar kliatan merah dan sekedjap poela poetjet.
„Slamet dateng, mas Soen ...... " kemoedian Janie berkata.
„Ja, trima kasi, 'dék Niek."
„Kapankah kaoe dateng dari Betawie dan kenapakah dalem malem jang ,gelap begini serta oedjan toeroen dengen deres, kaoe perloeken dateng kemari?"
„Akoe baroe dateng dan belon poelang roemah. Spoor tjoema sampe di Poerwakerta sadja hingga akoe meneroesken perdjalanan kemari dengen taxie," saoetnja Soedjata dengen kalm, dan laloe<noinclude></noinclude>
h0m1dhc8mo81muzqemp1abdhqp25q2o
Halaman:Janie.pdf/33
104
113714
315633
315238
2026-08-24T15:36:31Z
Ammachemist
27288
315633
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|60|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||61}}</noinclude>„Kaoe poenja sinar mata seperti membawak kabar bahoea Janta soedah tida aken kombali lagi di sini, maka apakah perloenja kaoe tjoba aken semboeniken itoe padakoe?" kemoedian Janie kata lebih djaoe.
„Niek, ja, ja, seharoesnja memang akoe tida moesti bohongin kaoe," kemoedian Soendjata menjaoet. „Tapi bagimanakah akoe bisa oetjapken perkata'an-perkata'an jang akoe tida aken mampoe oetjapken?"
„Tida, mas; akoe haroes berbitjara teroes terang," mendesek Janie dengen rada koerang sabar.
„Tapi akoe harep kaoe haroes tjoba mendengerken dengen tenang, 'dék."
„Itoelah akoe berdjandji, mas."
Kerna Soendjata tida tegah boeat lebih doel oetoetoerken tentang keada'annja Janta den gen oetjapan, maka sigra ia laloe ambil itoe sepotong soerat dari Janta dan dikasiken kepadanja.
„Inilah nasibkoe," begitoelah katanja Janie dengen soeara tergeter.
Dengen tangan bergoemeter Janie boeka itoe envelop, kemoedian tarik kloear itoe lembaran kertas dan batja isinja. Satelah membatja itoe soerat, Janie tertampak seantero toeboehnja tida bergerak dan matanja memandeng itoe soerat dengen tida berkesip, kemoedian kekedjap lagi dibarengin dengen djatonja iapoenja badan tindihin itoe medja. Janie pangsan!
Soedjata sanget terkedjoet. Sigra ia laloe briken pertoeloengan. Dengen dibantoe oleh Ilem kemoedian ia bawak masoek itoe gadis ka dalem pembaringannja.
Kerna keada'annja Janie ada begitoe roepa, Soendjata taro banjak kekwatiran, maka dokter laloe dipanggil boeat membri pertoeloengan.
Dokter jang dipanggil telah dateng dan membri pertoeloengan hingga plahan-plahan itoe keada'an jang mengoewatirken rada koerangan.
Malem itoe Soedjata tida poelang dan kepaksa mendjagain Janie, biarpoen itoe malem ia rasaken toeboehnja sanget lelah.
Dokter menjataken bahoea peparoenja Janie sanget lemah dan dikwatir Janie nanti kena tering serta membri advies soepaja Janie djangan bekerdja berat dan haroes banjak mengaso serta tentremken pikiran.
Maka sadjek itoe Janie lantas tida bekerdja lagi dan selaloe banjak berdiam di roemah dengen Soendjata jang selaloe perhatiken segala iapoenja kepentingan dan selaloe tjoba hiboerken iapoenja kesedihan.
Janie sanget bertrima kasi dan hormatken Soendjata jang perlakoeken dirinja lebih-lebih dari satoe soedara.<noinclude></noinclude>
26o2bsvz56urgkuem9t8h40lyolirjb
Halaman:Janie.pdf/34
104
113715
315634
315208
2026-08-24T15:39:59Z
Ammachemist
27288
315634
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|62|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||63}}</noinclude>{{C|{{bold|VII.}}}}
{{di|J}}{{sp|ANTA}} sedari medapet taoe bahoea Janie dengen setia masih senantiasa menoenggoein dirinja, dalem hatinja lantas selaloe tida aman dan selaloe merasa bahoea dirinja ada seorang berdosa. Maka seringkali ia soeka ngelamoenken pikirannja, memikirken tentang dirinja Janie.
Terhadep padaa istrinja Janta masih berlakoe seperti biasa, senantiasa perhatiken dan perlakoeken dengen manis boedi dari apa jang satoe soeami bisa kasiken. Tapi Zoebaénah poenja perasa'an dan mata ada sanget tadjem seolah-olah bisa temboesin lapisan apa sadja jang mengandang. Biarpoen sang soeami tjoba semboeniken, tapi Zoeb telah dapet mengetaoein bahoea soeaminja lagi mengandoeng kedoeka'an jang besar.
Sebenernja memang begitoe. Biarpoen Janta tjoba berlakoe seperti biasa, tapi boleh dibilang ampir setiap malem ia soesah mendapet tidoer njenjak.
Zoeb jang dapet mengetaoein kesoekeran jang lagi menindih hatinja sang soeami, boekan djadi marah hanja malah ia merasa sanget berdosa, merasa bahoea ia berkewadjiban boeat perbaekin itoe keada'an.
Satoe waktoe Janta telah ngelamoen begitoe heibat seolah-olah loepaken kesedaran dirinja, hingga tida mengetaoein tatkalà Zoeb telah menjemperin dirinja dari blakang. Janta baroe mendoesin dengen sanget terkedjoet apabila Zoeb telah pegang iapoenja poendak dan menegor: „Soeamikoe, apakah jang kaoe sedeng pikirin sampe begini matjem."
Janta dengen terprandjat boeroe-boeroe pegang tangan istrinja jang moengil dan menjaoet: „Oh, Zoeb, tida pikirin apa-apa. Akoe tjoema pikirken dengen keras tentang pladjaran jang akoe telah terlantarken. Akoe sanget kepingin sekali boeat bisa landjoetken peladjaran di G. H. S."
„Ja, kaoe nanti bisa landjoetken itoe angen-angen dan kaoe nanti merdika, kaloe nanti Zoeb soedah tida ada, soedah tinggalken ini doenia jang fana .... "
„Zoeb, kenapa kaoe oetjapken itoe perkata'an," katanja Janta dan laloe peloek istrinja. „Ma'afkenlah kaloe kiranja oetjapan tadi ada menjakitin hatimoe."
„„Soeamikoe, kaoe boleh djoestain mata dan koepingkoe, tapi djangalah kaoe djoestain perasa'ankoe," Zoeb kata poela. "Biarlah soeatoe hari nanti akoe achirken itoe ... ..... .... " Istri itoe laloe menangis kerna tida dapet menahan perasa'an hatinja.
„Tida, istriokoe; kaoe haroes tida melantoerken pikiranmoe sampe begitoe matjem. Pertjajalah, Janta nanti aken selaloe berada di damping kaoe."
Tapi Zoeb poenja loeka di hati ada begitoe besar dan barangkali tida aken dapet dirapetken poela. Itoe kedjadian-kedjadian ada sanget menoesoek hatinja.
Achirnja telah sampe itoe tempo boeat Zoeb melahirken anak. Dokter laloe dipanggil.
Satelah ditoenggoe berdjam-djam, achirnja itoe baji telah terlahir, satoe anak prempoean jang moengil, terlahir dengen rada soesah kerna sang iboe poenja keada'an toeboeh ada lemah.
„Zoeb, besarkenlah hatimoe, kaoe telah lahirken satoe poetri jang moengil dan mirip...... " katanja<noinclude></noinclude>
o31wrnrwk6z23qun2wfojp32vsznwve
Halaman:Janie.pdf/35
104
113716
315635
313942
2026-08-24T15:45:04Z
Ammachemist
27288
315635
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|64|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||65}}</noinclude>Janta boeat hiboerken istrinj~ jang dalem keada'an lelah.
„Mirip Janta atawa .......Janie?" saoetnja Zoeb dengen soeara lemah.
Zoebaénah poenja keada'an tida djadi tambah baek, hanja tertampak tambah lemah kerna mengloearken dara terlaloe banjak. Dokter jang merawat tjoba toeloeng dengen seadanja iapoenja. pengataoean boeat hindarken itoe iboe dari bahaja maoet.
Sampe di hari ketiga Zoeb poenja keada'an masih sanget lemah.
Hari ketiga itoe, selagi Janta berada di loear kamar dan bertjakep dengen mertoeanja, mendadak ia denger soeara djeritannja sang istri: „Oh, soeamikoe ............ !"
Janta boeroe-boeroe masoek ka dalem kamarnja dan ketemoeken istrinja soedah tida inget diri.
„Zoeb! Ingetlah!" Janta tjoba sedarken istrinja, tapi Zoeb tida berkoetik.
Dokter laloe dipanggil, tapi ini thabib poen tida bisa menoeloeng djiwanja Zoebaénah.
Begitoelah Zoebaénah telah tinggalken ini doenia jang fana dalem oesia 21 taoen dan baroe sadja mendjadi iboe boeat tiga hari.
Kesedihan jang dipikoel oleh Janta ada terlaloe heibat sehingga ia tida bisa mengloearken aer-mata lagi. Sesa'at lagi, satelah rasaken tindihan jang menindih hatinja ada entengan, baroelah ia bisa menangis menggeroeng-geroeng seperti satoe anak ketjil.
Satelah mait istrinja terkoeboer, dengen disetoedjoein oleh sekalian familie, Janta bawak itoe anak baji ka roemah sakit bagian baji agar itoe anak jang masih begitoe moeda ,bisa dapet perawatan jang semoestinja.
Penghidoepannja Janta boleh dibilang sekarang telah antjoer berantakan, hingga apa jang ia bisa berboeat kaloe lagi berada di roemah adalah doedoek termenoeng seorang diri.
Satoe hari ia membersihin lemari pakean jang doeloenja telah terisi Zoeb dan ia sendiri poenja pakean, mendadak ia telah ketemoeken satoe envelop jang terisi soerat jang diadresken kepadanja. Ia kenalin bahoea moeka soerat itoe ada memake toelisan tangan dari Zoebaénah.
Dengen hati penoeh perasa'an kepingin taoe Janta laloe djoempoet itoe envelop, diboeka dan laloe dibatjanja:
:: Kanda Janta jang tertjinta,
:: Maski keada'ankoe ada sanget pajah, tapi toch akoe bisa paksaken boeat menoelis ini sepotong soerat.
:: Akoe merasa pasti, kaloe ini soerat terdjato di tangan kaoe, adalah akoe soedah tida aken berada lagi bersama-sama kaoe di ini doenia jang fana.
:: Sebelon akoe menoelis lebih djaoe, akoe meminta ma'af dan minta ampoen boeat akoe poenja segaia kesalahan dan kedosa'an.
:: Sekarang terpaksa akoe moesti boeka itoe resia selagi akoe telah menghadepin bahaja maoet.
:: Koetika moela-moela akoe ketemoe padamoe, akoe poenja perasa'an tjinta ada terlampau besarnja, hingga maski kemoedian mendapet taoe bahoea kaoe telah poenjaken toenangan, toch<noinclude></noinclude>
t6rp3p3gkt3p1i34vxzaceq8st69he0
Halaman:Janie.pdf/36
104
113717
315636
313944
2026-08-24T15:48:04Z
Ammachemist
27288
315636
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|66|||TJERITA ROMAN|JANIE|||67}}</noinclude>:: akoe tida mampoe pademken itoe rasa tjinta jang telah berakar. Dengen segala apa jang akoe mampoe akoe telah tjoba pengaroeken kaoe. Hatikoe merasa sanget sirik dan dengki bahoea kaoe telah dipoenjaken oleh laen hati.
:: Tida ada satoe soerat jang kaoe soeroe akoe kirimken telah terkirim pada Janie. Begitoepoen tida ada sepotong soerat dari Janie jang tersampe padamoe. Semoea itoe akoe boeka sendiri dan kemóedian lantas dibakar. Sampepoen kaoe telah semboeh dan bertinggal di roemah ajah, akoe selaloe djaga dengen tertip soepaja tida ada soerat-soerat dari Janie jang ,tersampe pada kaoe dan poen tida ada soerat-soerat dari kaoe jang bisa tersampe pada Janie.
:: Begitoelah achirnja akoe telah dapetken itoe kemenangan, tapi satoe kemenangan jang sanget rendah.
:: Akoe ada satoe pengroesak dari doea djiwa. Tapi, ah, biarlah Allah ampoenken dirikoe satelah sekarang akoe teboes itoe kedosa'an dengen djiwakoe.
:: Biarlah kaoe dan ia nanti dapet hidoep beroentoeng, satoe keberoentoengan jang kaoe berdoea semoestinja haroes dapet.
:: Tjoema sadja, rawatlah jang baek dan tjintalah poetrimoe agar nanti di waktoe dewasanja bisa mendjadi satoe gadis jang bidjaksana.
:: Kaloe nanti ia soedah besar, bilanglah padanja bahoea iapoenja iboe jang telah mangkat ada sanget menjinta padanja maski tjoema brapa hari sadja.
{{right|Slamet tinggal dari kaoe poenja <br/> {{bold|{{sp|Zoebaénah.}} }}}}
Satelah membatja abis boenjinja itoe soerat, Janta tertampak diam sebagi patoeng, kerna dari heibatnja rasa terharoe jang menjerang hatinja jang telah antjoer.
„Oh, Zoeb, kenapa kaoe tida bawak sekali dirikoe! Begitoelah kemoedian Janta, berkata pada diri sendiri dan laloe menangis.
Seriboe satoe pikiran telah mengadoek di dalem otaknja. Ia masih sanget doekaken kematiannja sang istri, pikirin tida abisnja pada Janie jang tersia-sia dan poen, pikirin djoega nasib sendiri pada sekarang ini.
Kemana sekarang ia aken toedjoeken hidoepnja?<noinclude></noinclude>
cqnv6dhhuvbbpg54ox8q54fj7bx7i3y
315637
315636
2026-08-24T15:49:01Z
Ammachemist
27288
315637
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|66|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''|||67}}</noinclude>:: akoe tida mampoe pademken itoe rasa tjinta jang telah berakar. Dengen segala apa jang akoe mampoe akoe telah tjoba pengaroeken kaoe. Hatikoe merasa sanget sirik dan dengki bahoea kaoe telah dipoenjaken oleh laen hati.
:: Tida ada satoe soerat jang kaoe soeroe akoe kirimken telah terkirim pada Janie. Begitoepoen tida ada sepotong soerat dari Janie jang tersampe padamoe. Semoea itoe akoe boeka sendiri dan kemóedian lantas dibakar. Sampepoen kaoe telah semboeh dan bertinggal di roemah ajah, akoe selaloe djaga dengen tertip soepaja tida ada soerat-soerat dari Janie jang ,tersampe pada kaoe dan poen tida ada soerat-soerat dari kaoe jang bisa tersampe pada Janie.
:: Begitoelah achirnja akoe telah dapetken itoe kemenangan, tapi satoe kemenangan jang sanget rendah.
:: Akoe ada satoe pengroesak dari doea djiwa. Tapi, ah, biarlah Allah ampoenken dirikoe satelah sekarang akoe teboes itoe kedosa'an dengen djiwakoe.
:: Biarlah kaoe dan ia nanti dapet hidoep beroentoeng, satoe keberoentoengan jang kaoe berdoea semoestinja haroes dapet.
:: Tjoema sadja, rawatlah jang baek dan tjintalah poetrimoe agar nanti di waktoe dewasanja bisa mendjadi satoe gadis jang bidjaksana.
:: Kaloe nanti ia soedah besar, bilanglah padanja bahoea iapoenja iboe jang telah mangkat ada sanget menjinta padanja maski tjoema brapa hari sadja.
{{right|Slamet tinggal dari kaoe poenja <br/> {{bold|{{sp|Zoebaénah.}} }}}}
Satelah membatja abis boenjinja itoe soerat, Janta tertampak diam sebagi patoeng, kerna dari heibatnja rasa terharoe jang menjerang hatinja jang telah antjoer.
„Oh, Zoeb, kenapa kaoe tida bawak sekali dirikoe! Begitoelah kemoedian Janta, berkata pada diri sendiri dan laloe menangis.
Seriboe satoe pikiran telah mengadoek di dalem otaknja. Ia masih sanget doekaken kematiannja sang istri, pikirin tida abisnja pada Janie jang tersia-sia dan poen, pikirin djoega nasib sendiri pada sekarang ini.
Kemana sekarang ia aken toedjoeken hidoepnja?<noinclude></noinclude>
270cv6366efp6l24u9re1voiogniskn
315638
315637
2026-08-24T15:49:17Z
Ammachemist
27288
315638
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|66|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||67}}</noinclude>:: akoe tida mampoe pademken itoe rasa tjinta jang telah berakar. Dengen segala apa jang akoe mampoe akoe telah tjoba pengaroeken kaoe. Hatikoe merasa sanget sirik dan dengki bahoea kaoe telah dipoenjaken oleh laen hati.
:: Tida ada satoe soerat jang kaoe soeroe akoe kirimken telah terkirim pada Janie. Begitoepoen tida ada sepotong soerat dari Janie jang tersampe padamoe. Semoea itoe akoe boeka sendiri dan kemóedian lantas dibakar. Sampepoen kaoe telah semboeh dan bertinggal di roemah ajah, akoe selaloe djaga dengen tertip soepaja tida ada soerat-soerat dari Janie jang ,tersampe pada kaoe dan poen tida ada soerat-soerat dari kaoe jang bisa tersampe pada Janie.
:: Begitoelah achirnja akoe telah dapetken itoe kemenangan, tapi satoe kemenangan jang sanget rendah.
:: Akoe ada satoe pengroesak dari doea djiwa. Tapi, ah, biarlah Allah ampoenken dirikoe satelah sekarang akoe teboes itoe kedosa'an dengen djiwakoe.
:: Biarlah kaoe dan ia nanti dapet hidoep beroentoeng, satoe keberoentoengan jang kaoe berdoea semoestinja haroes dapet.
:: Tjoema sadja, rawatlah jang baek dan tjintalah poetrimoe agar nanti di waktoe dewasanja bisa mendjadi satoe gadis jang bidjaksana.
:: Kaloe nanti ia soedah besar, bilanglah padanja bahoea iapoenja iboe jang telah mangkat ada sanget menjinta padanja maski tjoema brapa hari sadja.
{{right|Slamet tinggal dari kaoe poenja <br/> {{bold|{{sp|Zoebaénah.}} }}}}
Satelah membatja abis boenjinja itoe soerat, Janta tertampak diam sebagi patoeng, kerna dari heibatnja rasa terharoe jang menjerang hatinja jang telah antjoer.
„Oh, Zoeb, kenapa kaoe tida bawak sekali dirikoe! Begitoelah kemoedian Janta, berkata pada diri sendiri dan laloe menangis.
Seriboe satoe pikiran telah mengadoek di dalem otaknja. Ia masih sanget doekaken kematiannja sang istri, pikirin tida abisnja pada Janie jang tersia-sia dan poen, pikirin djoega nasib sendiri pada sekarang ini.
Kemana sekarang ia aken toedjoeken hidoepnja?<noinclude></noinclude>
bkna5goyn9phyqferwfh9fkde68baz7
Halaman:Janie.pdf/37
104
113718
315639
315251
2026-08-24T15:52:00Z
Ammachemist
27288
315639
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|68|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||69}}</noinclude><section begin="Bab VIII"/> {{C|{{bold|VIII.}}}}
{{di|S}} {{sp|OEDAH}} lazimnja (oemoemnja) kaloe moesin patjeklik (mahal makanan) tentoe banjak pentjoerian, perampokan dan laen-laen peroesoehan. Orang lantas tida inget aken kebaekan atawa kebetjikan, asal sadja bisa tangsel peroetnja. Kaloe pentjoeri jang menijoeri kerna lapar itoe dapet ditangkep, marika malah merasa soekoer, sebab dengen begitoe ia di pendjara lantas dapet makan dan perawatan jang lebih baek. Maka itoe dalem tempo begitoe itoe kaoem penggawe negri pada sanget iboek dan merasa kewalahan. Baroe sadja tjoba aken dapetken kepoelesan, mendadak tong-tong lantas terdenger, tanda di sini ada perampokan atawa di sana ada pentjoeri jang dikepoeng pendoedoek jang moerka. Atawa di sana ada pemboenoehan dan di sitoe ada roemah terbakar. Demikianlah nasibnja kaoem penggawe negri pada tempo begitoe.
Di district Loano poen telah kena hinggapannja itoe moesin patjeklik.
Wedana, kepala dari itoe district, baroe sadja dibenoem.
Sedari mendjabat pekerdja'an jang baroe, boleh dibilang itoe wedana tida pernah berada di roemah, kerna temponja banjak digoenaken di loearan boeat oeroes perkara pemboenoehan, perampokan d.l.l.
Tatkala itoe sang Wedana itoe soedah berselang tiga hari telah tinggalken iapoenja kewedanan, kerna perloe oeroes dan tindes peroesoehan di satoe desa jang termasoek daerah dari districtnja.
Samentara di kawedanan ada doea poetri jang toenggoein iapoenja kedatengan dengen penoeh kekwatiran.
Poetri itoe jang satoe badannja bagoes, rada montok, dan koelitnja poetih bersih, samentara jang laen ada ,berpengawakan lentjir, koelitnja koening, jang makipoen tjantik tapi iapoenja mata seperti lampoe jang keabisan minjak, soerem dan lajoe.
Kapan marika berdoea berada di loear pendapa, mendadak ada satoe djoli jang dipikoel oleh brapa or8ng-orang desa telah dibawak masoek ka sitoe dengen di'iring oleh satoe Mantri Politie.
„Padoeka Wedana telah mendapti loeka" katanja itoe M. P.
Doea poetri itoe boeroe-boeroe bantoe toeloeng bawak masoek itoe Wedana jang roepanja sanget lelah.
Dokter laloe dipanggil dateng. Itoe thabib satelah memreksa loeka, kasi Perubalsem dan kemoedian diboengkoes dengen baek, laloe menjataken bahoea loekanja sang Wedana tida berbahaja, tjoema haroes didjaga soepaja djangan diboeat banjak bergerak sebelonnja semboeh. Dan, kerna si sakit tatkala itoe peroetnja sanget kosong, sang thabib poen soeroe masaken barang makanan jang enteng, boeboer dan sebaginja.
Sri, itoe gadis jang montok, laloe pergi ka dapoer dan sediaken itoe semoea keperloean.
Itoe thabib kemoedian berlaloe dan samentara itoe gadis jang lentjir toenggoein si sakit.
Itoe ambtenaar koetika melekin matanja dan dapet meliat itoe gadis di samping pembaringannja, ia laloe kata: „Oh, kaoe, Niek ...... "<noinclude></noinclude>
tnqnkxcj6jtrwx7epombuyjvekbo1m3
Halaman:Janie.pdf/38
104
113719
315640
313946
2026-08-24T15:55:34Z
Ammachemist
27288
315640
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|70|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||71}}</noinclude>„Ja, dan bagimana dengen kaoe poenja keada’an, mas Soen?” saoetnja itoe gadis jang ternjata boekan laen hanja Janie sendiri.
„Akoe sanget tjape dan lelah sekali.”
Janie melelehken sang aer-mata kerna sanget terharoe. Doeloe, tatkala ia berada dalem kesoesahan dan kesakitan, Soendjata selaloe oendjoeken iapoenja perhatian, Dan sekarang bagimanakah ia haroes berlakoe setelah Soendjata jang lepasken banjak boedi padanja sekarang mendapet ini ketjilakka’an,
„Nick, kenapa kaoe melelehken aer-mata?” kemoedian itoe ambtenaar menegor, siapa boekan laen jalah Soendjata sendiri, jang kerna ketjakepannja sekarang telah diangkat mendjadi Wedana dalem tempo jang tida begitoe lama sedari ia moelai mendjabat pekerdja’an negri.
„Akoe menangis kerna seselken kaoe, kenapa kaoe tida menikah, tjoba kaoe telah beristri, dalem keada’an begini tentoelah kaoe aken dapet perawatan jang terlebih baek.”
„Dengen oetjapken itoe perkata’an, adakah kaoe kwatir nanti kaoe banjak repot merawat dirikoe?”
„Tida, tida, mas; akoe nanti rawatin kaoe seperti satoe djoeroe-rawat jang tida bisa didapetken pada laen djoeroe-rawat. Akoe nanti toenggoein kaoe dan rawat kaoe sehingga kaoe nanti semboeh. Kaloe akoe kataken itoe, itoelah sekedar akoe peringetken kaoe, bahoea satoe istri bagi kaoe aken lebih berharga dari pada siapapoen.”
„Tapi akoe tjoema aken menikah satelah meliat kaoe kawin, Niek,”
Janie awasin itoe padanja dengen mata jang penoeh sinar dari perasa’an kesian.
„Kawin? Pada siapakah akoe haroes nikah? Adakah di doenia ini ada orang jang kedoea dari Mas Soendjata?”
„Adakah Soendjata tida ada itoe harga boeat mendjadi satoe soeami dari seorang gadis jang soetji?” Soendjata kata lebih djaoe. „Kaoe taoe, bahoea soedah bertaoen-taoen akoe toenggoein terboekanja kaoe poenja pintoe hati, tapi sampe itoe sekean taoen akoe belon menampak pintoe itoe terboeka............ ”
„Akoe taoe......... Tjoema kaoe tida taoe bahoea ibarat kembang, boengah itoe telah lajoe pada sebelonnja mekar! Hatikoe soedah kosong, soemangetkoe soedah linjap, maka adakah akoe ada itoe harga boeat berdiri di damping kaoe?”
„Akoe tida tjintain kaoe poenja harga, Niek. Akoe tjintain kaoe poenja kesengsara'an dan tjintain kaoe poenja soemanget.”
Janie tida bisa mendjawab hanja tengkoerepken kepalanja atas itoe slimoet jang menoetoepin dadanja Soendjata,
Soendjata paksa kloearken satoe tangannja dan oesap-oesap kepalanja Janie.
„Kenapa kaoe berlakoe kedjem padakoe, Niek?” Kemoedia Soendjata berkata poela
Janie laloe angkat kepalanja dan tjioem itoe laen moeloet jang oetjapken itoe perkata’an jang mengharoeken.
„Boekan akoe berlakoe kedjem, mas. Akoe tjoema inginken satoe hari laen prempoean jang lebih berharga nanti menempatin lapangan hatimoe,” katanja Janie dengen soeara tida lampias.<noinclude></noinclude>
sn7j5pobnam3jz7bxydwkg41j0gogar
Halaman:Janie.pdf/40
104
113720
315642
315250
2026-08-24T16:01:46Z
Ammachemist
27288
315642
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|74|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||76}}</noinclude>„Itoelah kerna dari kaoe poenja pri kesetiawanan, Niek.”
„Dengen akoe terlaloe memboeta, tida bisa bedaken mana jang berharga dan mana jang tida berharga. Maka akoe sanget menjesel sekali telah sia-siaken kaoe poenja perhatian.”
Sebenernja Soendjata ada satoe pemoeda jang loear biasa. Kerna iapoenja tjinta jang soetji, bertaoen-taoen ia telah poenjaken itoe kesabaran boeat menanti, menoenggoein dengen penoeh keridlahan hati terboekanja sendirinja itoe pintoe dari hatinja Janie jang agaknja seperti telah terkantjing boeat selamanja.
Banjak sekali gadis-gadis dan orang-orang toea jang ingin ambil soeami atawa anak mantoe kepadanja. Tapi Soendjata selaloe toetoep hatinja boeat marika. Apalagi satelah ia diangkat mendjadi Wedana, kerna iapoenja kepandean atawa ketjakepan, banjak ajah bonda dari kalangan kaoem prijaji jang seperti dengen teroes terang tawarken poetri-poetrinja.
Janie boekan tida taoe bahoea Soendjata telah mintain dirinja. Tapi Janie tida aken soeka imbangin itoe perasa’an kerna iapoenja perasa’an kesian padanja ada terlebih besar dari iapoenja perasa’an soeka.
Begitoelah doea-doea telah pada saling oempetken masing-masing poenja perasa’an sahingga sampe terdjadinja itoe ketjilaka’an jang menerbitken perledakan dari masing-masing hatinja.
Ketjinta’an adalah manoesia jang poenjaken, tapi djodo itoelah Allah jang kwasaken.
<section end="Bab VIII"/>
<section begin="Bab IX"/> {{C|{{bold|IX.}}}}
{{di|T}} {{sp|IGA}} taoen telah laloe. Janie dan Soendjata telah hidoep dalem kebroentoengan jang asli Soendjata selaloe indahken dan tida lakoeken apa jang bisa mengganggoe kesenengannja sang istri. Samentara sang istri selaloe mendjaga dan perhatiken segala keperloeannja sang soeami serta ia tida berboeatken apa jang soeaminja tida soeka. Kaloe sang soeami poelang dari tournee, Janie itoe Soeka menjamboet di loear pendapa. Kebroentoengan itoe agaknja di rasaken lebih-lebih dari biasa kerna sekarang Janie telah berbadan doea, mengandoeng anak jang bakal djadi penjamboeng dari marika poenja toeroenan.
Hamilan itoe achirnja telah sampe temponja boeat melahirken satoe baji.
Soedjata laloe panggil vroedvrouw boeat menoeloeng itoe kelahiran. Vroedvrouw telah dateng dan membantoe oeroes itoe bakal iboe. Tapi ternjatalah itoe vroedvrouw tida bisa berboeat banjak, kerna Janie telah hadepin bahaja soesah melahirken anak berhoeboeng dengen brapa keada’an salah jang satoe vroedvrouw poenja kepandean tida dapet menoeloeng itoe, Maka itoe kepaksa moesti memanggil dokter. Tapi sanget latjoer itoe waktoe dokter satoe-satoenja jang berada di itoe tempat telah berpergian ka loear kota.
Janie telah menderita kesakitan jang heibat hingga membikin bingoeng orang sedalem roemah.
Poeter telefoon ka roemahnja itoe dokter telah dipoeter berkali-kali, barangkali dokter itoe telah poelang.<noinclude></noinclude>
qlzu8nrjoa8nikah6ulzhlgg7siu9y6
Halaman:Janie.pdf/41
104
113721
315643
313948
2026-08-24T16:06:09Z
Ammachemist
27288
315643
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|76|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||77}}</noinclude>Beroentoenganlah, kapan Janie telah berada dalem keada’an jang berbahaja, dokter itoe, Dr. Soedjana, telah dateng dengen membawak seorang kawannja, satoe dokter djoega, satoe specialist boeat orang branak.
Dr. Soedjana koetika poelang dan dibri taoe tentang itoe perminta’an toeloeng jang perloe dari Soendjata boeat menoeloeng istrinja jang mendapet bahaja kerna kesoesahan branak, boeroe-boeroe ia beli telefoon ka kawedanan dan membri taoeken bahoea ia aken dateng bersama saorang dokter specialist branak.
Begitoelah, boeat hormatken kawannja, Dr. Soen@jata telah bawa itoe kawan ka kawedanan dan dikasi kewadjiban boeat menoeloeng itoe bakal iboe jang berada dalem bahaja.
Datengnja itoe thabib ada sanget kebetoelan sekali, kerna tatkala itoe Janie telah djatoh pangsan kerna tida dapet menahan lagi pada perasa’an sakit jang diderita.
Dalem kegoegoepan itoe Soendjata tida perhatiken dengen teges itoe dokter dari loear kota jang dipoedjiken oleh Dr. Soedjana, kerna iapoenja pikiran telah ditoempleken seanteronja kepada sang istri jang dalem bahaja.
Itoe dokter telah tjoba goenaken seantero iapoenja kepandean boeat menoeloeng Janie.
Achirnja pengisinja itoe roemah dibikin legah dengen terdengernja soeara tangisan dari satoe baji.
Janie telah dapet melahirken satoe anak laki dengen slamet, maski ia masih dalem keada’an pajah
Satelah baji itoe terlahir, dokter itoe poen masih goenaken kepandeannja dengen kesoenggoean hati boeat toeloeng keada’annja sang iboe jang sanget lemah. Membetoelken apa jang tida betoel dan kasiken recept obat boeat bikin itoe iboe poenjaken tenaganja kombali.
Sampe djaoe malem dokter itoe masih belon poelang, kerna ia kepingin toengkoelin sehingga itoe iboe jang baroesan melahirken dalem slamet. Saben² ia timbang panasnja badan dan poen saben-saben perksain iapoenja oerat nadi.
Dokter itoe merasa girang, kerna ternjatalah keada’annja Janie ada memoeasken. Satelah dapet tidoer sesa’at sadja dan kemoedian mendoesin, Janie poenja keada’an ada baekan, dan koetika ia melekin matanja dan menampak dokter jang lagi menimbang obat, ia laloe terkedjoet kerna ia kenalin bahoea itoe thabib ada......
„Dokter, kaoe...... kaoe ada........”
„Ja, akoe Janta, Adalah kaoe masih kenalin akoe, 'mbak-joe?” saoetnja itoe thabib jang ternjata ada Janta.
„Tentoe, 'dék. Kaloe akoe ampir tida kenalin kaoe poenja paras moeka jang berobah begitoe banjak, tapi tidalah akoe loepa pada kaoe poenja soeara dan kaoe poenja bajangan ......."
Soendjata itoe sedari tadi bersama vroedvrouw repot oeroes itoe baji jang selaloe menangis.
Kemoedian baji itoe ditidoerken di laen kamar soepaja tida mengganggoe pada iboenja.
Koetika di laen kamar ia denger soeara istrinja bertjakep, Soendjata laloe paranin itoe kamar.
Soendjata agaknja koerang seneng koetika menampak bahoea itoe thabib telah berdoedoek di samping randjang istrinja. Tapi achirnja Soendjata<noinclude></noinclude>
m59y0s95z4je4z00pd4rkr49mev5l46
Halaman:Janie.pdf/42
104
113722
315644
314085
2026-08-24T16:09:50Z
Ammachemist
27288
315644
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|78|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||79}}</noinclude>rada terkedjoet koetika sekarang tegesken romannja itoe thabib.
„Mas, kaoe taoe siapa ini dokter?” kemoedian Janie berkata dengen soeara lemah.
„Janta?” Soendjata tahan soearanja jang aken bertreak.
„Ja, mas Soen,” Janta menjaoet dan laloe djabat tangannja Soendjata.
„Satoe pertemoean jang tida terdoega,” kemoedian Soendjata kata lebih djaoe. „Sedari kapankah kaoe bersekolah lagi dan poen sedari kapankah kaoe mendjadi thabib? Di manakah kaoe poenja istri, apakah tida ikoet kemari?”
„Istrikoe..........” Janta melelehken aer-matanja. „Ia telah meniggal doenia kerna melahirken anak......."
„Innallilahi wainallilahi rodjioen...... ” katanja Soendjata sambil sedakepken tangannja, „Sama sekali akoe tida poenja doega’an bahoea istri kaoe beroemoer begitoe pendek.”
„Ia poen mendapet kasoekeran soesah branak, jang maski dokter tjoba toeloeng, tapi tida berhasil. Baji dapet dilahirken dengen slamet, tapi iboenja tida broentoeng ........"
„Di mana sekarang kaoe tinggal?”
„Akoe baroe sadja boeka praktijk di Magelang.”
„Sedari kapan kaoe sekolah lagi?”
„Ah, mas Soen, riwajatkoe ada dari tetesan aer-mata. Akoe kira djanglah ditoetoerken sekarang, nanti mengganggoe ‘mbak-joe Janie jang perloe mengaso.”
„Tida, kaoe boleh bitjara, dék, Akoe poon kepingin dapet taoe prihal keada’an kaoe,” saoetnja Janie.
„Kapan istrikoe meninggalken ini doenia, akoe kira akoe sendiri poen brangkali aken menjoesoel. Akoe tida poenjaken aer-mata lagi, kerna itoe soedah terkoeras abis.
„Kapan iboenja meninggal, baji itoe baroe beroemoer tiga hari. Kaoe bisa bajangken sendiri bagimanakah sedihnja orang jang mendjadi iapoenja ajah.
„Baji itoe akoe laloe taroek di kamar sakit bagian anak-anak baji. Dan sekarang baji itoe telah mendjadi satoe poetri jang moengil dan loetjoe, mendjadi akoe poenja hiboeran satoe-satoenja.
Penghidoepankoe telah antjoer, telah ambrek, sehingga berboelan-boelan akoe seperti orang gila. Tapi achirnja akoe tersedar, akoe haroes tida sia-siaken hidoepkoe dengen itoe tjara, kerna akoe ada mendjadi ajah dari satoe anak jang hidoepnja mendjadi akoe poenja tanggoengan.
„Dengen kerasken hatikoe, akoe bersekolah lagi dengen kegiatan jang loear biasa, ingin mendjadi satoe specialist branak, kerna akoe telah kandoeng niatan boeat goenaken tempokoe goena menoeloeng orang-orang prémpoean jang mendapet kesoekeran branak, kepingin bisa tjitaken itoe angen-angen degen satoe gerakan jang setjara loeas.”
„Dan di mana sekarang kaoe poenja anak itoe?”
„Dan adakah kaoe sekarang telah kawin lagi?" Soendjata kemoedian menanjak.<noinclude></noinclude>
qvabn3d0xinb8bu1z0occ05qmqt0kv3
Halaman:Janie.pdf/43
104
113726
315645
313958
2026-08-24T16:14:58Z
Ammachemist
27288
315645
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|80|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||81}}</noinclude>„Kawin ........ ?" Janta bersenjoem. „Akoe kira dengen poetrikoe jang moengil itoe soedah joekoep hiboerken penghidoepankoe ......... "
Begitoelah marika bertjakep-tjakep dengen asik. Janie sanget terharoe dan taro banjak kesian pada Janta.
Janta tida di'idjinken poelang dan dipaksa menginep di kawedanan sampe brapa hari.
Dengen tinggalnja Janta di itoe roemah sampe be'brapa hari, Janta bisa berboeat banjak boeat bikin Janie dan bajinja djadi sehat.
Poetranja Janie itoe telah dirbri nama Woerjanta.
Soeatoe waktoe, kebetoelan Janie berada berdoea'an dengen Janta, Janie laloe menanjak: „Satelah kaoe toelis itoe soerat jang paling achir, kenapakah kaoe lantas tida maoe kabarken poela tentang keada'an kaoe?"
„Akoe pikir, akoe soedah tida ada harganja lagi boeat kabarken apa-apa lagi pada kaoe, laginja akoe telah doega, tentoelah kaoe ada sanget bentji...... "
„Ja, akoe sanget ,brentji sekali, tapi belon pernah aokoe loepaken kaoe."
„Soedalah, anggep sadja itoe oeroesan ada satoe majit jang telah dikoeboer dan tida perloe dibongkar lagi. Allah berkahken kaoe ........... ."
Kaloe ada orang dibikin djato bangoen oleh tjinta, adalah tjoema tjinta pertama jang membriken loeka jang tida aken bisa semboeh betoel. Satoe waktoe, biarpoen soedah lama sekali, loeka itoe aken masih teraaa sakit.
Janie poenja ketjinta'an pada Soendjata ada sanget agoeng dan bersih. Tapi dengen ini tida berarti ia lantas loepaken sama sekali dirinja Janta.
{{C|'''X.'''}}
{{di|S}}{{sp|OEATOE}} sore jang sedjoek, satoe sore dari malem minggoe, oedara ada bersih dan njaman. Tatkala mana taneman kembang² di moeka pendapa kawedanan tertampak pada seger dan kembang-kembangnja pada megar, saling bersaing oendjoeken ketjantikannja dan saling sebiarken keharoemannja.
Di waktoe mana, dalem taman kembang itoe ada tertampak satoe gadis lagi memetikan kembangkembang pranti ditaroek dalem vaas.
Gadis itoe koelitnja poetih, parasnja boender seperti remboelan poernama, aIisnja jang item djengwt melengkoeng laJksana rbianglala, ramboetnja, maski roepanja tida diminjakin, tapi tertampak rapi dan item gompiok dan terkonde dengen baek. Potongan badannja ada baek dan montok, menandaken bahoea kesehatannja ada baek.
Siapa gadis itoe? Boekan laen jalah Sri Soemarsih, ade prempoean dari Soendjata.
Ia itoe boekan tjoema memetikin kembang sadja, tapi poen djoega sambil melajangken pilkirannja. Dan lamoenan apakah jang ia lajangken itoe? Boekan laen tentoelah lamoenken lamoenan jang moeloek.
Tiba-tlba sa'at itoe ia dibikin terkedjoet oleh brentinja satoe auto di depan kewedanan itoe. Kemoedian tertampak Dr. Drijanta telah toeroen dari itoe kandaran, siapa poen lantas pimpin kloear satoe anak prempoean ketjil kira oesia 4-5 taoen.
Menampak Janta jang dateng, Sri hatinja amat berdebaran dan bingoeng. Bagimanakah ia haroes<noinclude></noinclude>
naobpm6ge7vuq3sz5tkiszljjy395ho
Halaman:Janie.pdf/44
104
113727
315646
313962
2026-08-24T16:18:45Z
Ammachemist
27288
315646
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|82|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||83}}</noinclude>berboeat, adakah ia memapak ka depan atawakah tinggal masoek ka dalem. Tapi belon ia sempet mengambil poetoesan, Janta soeda masoek ka dalem pekarangan dan membri hormat.
Anak ketjil itoe mendadak lari di djoeroesan itoe taneman kembang-kembang dan kata: „Papie, ini kembang-kembang begini banjak, Niek minta.”
„Eh, ini boekan papie poenja kembang,” saoetnja Janta.
„Siapa poenja, pap?"
„Itoe,” Janta toedingken djarinja pada Sri, „ia jang poenja.”
„Siapa ia, pap? Ia iboe?”
„Boekan, ia ada kaoe poenja tante.”
Sri tertawa dan laloe samperin itoe anak. „Ini anak begini loetjoe. Adakah ini kaoe poenja anak, dokter?”
„Ja, 'dék-adjeng,” saoetnja Janta,
Sri laloe angkat dan gendong itoe anak. „Siapakah kaoe poenja nama, ‘nak?”’
„Niek,” saoetnja itoe anak dengen lantjar.
„Tjoema Niek sadja, laen tida?” Sri tanjak poela.
„Drijanie ......."
„Kaoe amat loetjoe,” katanja Sri lebih djaoe dan laloe tjioem itoe anak beroelang-oelang.
Sri laloe petiken brapa kembang dan kasiken pada itoe anak ketjil.
Begitoelah sampe brapa saat marika berdjanda dengen itoe anak ketjil di pekarang depan sitoe.
Kemoedian Janta menanjaken Soendjata dan Janie.
„Oh, marika lagi berada di serambi blakang, Marilah akoe anterken kaoe,” saoetnja Sri dan laloe adjak tamoenja itoe masoek ka dalem.
Soendjata dan Janie samboet kedatengannja Janta dengen sanget girang.
„Inilah kaoe poenja anak?” katanja Janie. „Ia sanget moengil. Tjoema sajang ia tida beriboe. Kessian,”
„Papie aken tjariken Niek iboe,” Drijanie menjaoetin maski tida diadjak bitjara.
Semoea tertawa koetika dengen bitjaranja itoe anak jang loetjoe.
„Dan jang gendong kaoe ini boekankah kaoe poenja iboe?” kata Janie.
Drijanie tida menjaoet hanja awasin Sri Soemarsih sambil bersenjoem, Sri poenja selebar moeka laloe tertampak berobah merah.
Marika itoe lantas pada beromong-omong dengen oeplek.
Kemoedian Soendjata menjataken, bahoea Drijanie haroes tida diadjak poelang lagi, hanja koedoe ditinggal di kawedanan sitoe, dimana tentoelah itoe anak aken mendapet rawatan terlebih baek dari pada di bawah rawatan ajahnja, satoe doeda.
„Ia ada mendjadi penghiboer dari penghidoepankoe, mas. Kaloe ia dipisah bagimanakah rasa hatikoe?” saoetnja Janta. „Sedeng akoe telah berdjandji bahoea akoe aken senantiasa mendjadi ajah dan berbareng merangkep djadi iboe.......”
Sri Soemarsih denger itoe oetjapan hatinja seperti merasa tertoesoek. Ia taroek banjak kesian pada Janta jang sial. Maka koetika dapet djalan, ia lantas berlaloe tinggalken marika.
Kemoedian Drijanie koetika meliat bahoea Soemarsih tida tertampak, laloe menanjak pada ajahnja: „Papie, mana iboe Sri.”
„Siapa! Kaoe poenja iboe, kaoe poenja mamie?”<noinclude></noinclude>
pykdzwufrjim3utqotgajfkl0pt98o8
Halaman:Janie.pdf/46
104
113728
315648
313964
2026-08-24T16:24:54Z
Ammachemist
27288
315648
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|86|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||87}}</noinclude>„Kaloe akoe kwatir diganggoe, tentoe akoe tida adjak ia petikin kembang."
Janta ibersenjoem simpoeI.
Janie koetika kloear dan meliat marika laloe bersenjoem dan kata: "Niek, jang akoer ia sama iboenja............"
Janta dan Soemarsih tjoema bisa saling bersenjoem.
„Niek, soedalah nanti kaoe djangan poelang, tinggal sadja. di sini bersama iboe Sri........ " Janie kata poela.
„Ja," saoetnja itoe anak, „kaloe sama papie di sini."
Kombali marika tertawa.
„Kaloe kaoe poenja papie tida maoe tinggal di sini?" Janie tanjak poela.
„Niek djoega tida maoe."
„Dan kaloe iboe Sri ikoet ka roemah kaoe, boleh?"
„Boleh .........."
Marika kombali tertawa:
„Ah, 'mbakjoe masih pagi-pagi begini soedah menggodain orang!" kata Sri dengen moeka kemerahan. „Masih begini ketjil kaoe soedah pinter bitjara, Niek." Gadis itoe laloe tjioem kedoea pipinja itoe anak.
Kemoedian, kapan kebetoelan Janta dan Janie berada berdoea'an di kamar tamoe, di mana Janie sembari pangkoe iapoenja poetra ia sambil bertjakep-tjakep kepadanja.
„Kaoe moesti menikah poela, 'dék Janta," katanja Janie.
Denger itoe oetjapan Janta kliatan aken mengembengken aer-mata, tapi achirnja roepanja ia dapet tindes aken terkloearnja itoe dengen iapoenja kekerasan hati.
„Akoe telah namaken poetrikoe Drijanie, inlah soedah tjoekoep boeat akoe nanti liwatken penghidoepankoe sampe di achirnja," kemoedian Janta menjaoet. „Janta soedah tjoekoep berdosa dan tida haroes tjoba aken mempersakitin hatinja saorang prempoean laen ........ "
Apa jang Janta oetjapken, sebenernja memang boekan oetjapan kosong, hanja itoe telah tertjipta dari iapoenja kejakinan.
Ia tida aken loepaken Janie maka ia namaken poetrinja dengen mengambil sebagian-sebagian dari doea nama jang tergaboeng.
Janie poen tida aken loepaken bahoea satoe hari ia pernah kasiken iapoenja hati kepada Janta dan peringetken itoe dengen namaken iapoenja poetra dengen nama Woerjanta — doea bagian nama jang tergaboeng.
„Tapi kejakinan itoe ada sanget menjakitin hatikoe," kemoedian Janie kata poela. „Kaoe sanget kedjem dan kaoe roepanja aken senantiasa membiarken loeka-loeka itoe tida aken semboeh ...... .. "
Janta awasin padanja dengen sinar mata menanjak.
„Dan perboeatan bagimanakah jang tida bikin kaoe sakit hati?" tanjak Janta.
„Kaoe menikah dan hidoep broentoeng dengen itoe pernikahan, itoelah aken bikin akoe nanti bisa tinggalken ini doenia dengen mata merem apabila telah sampe itoe tempo:.... ....... "
Aer-mata jang sedari tadi ditahan, soedah tida dapet ditahan poela, laloe menggalir kloear. Janta<noinclude></noinclude>
iotkyd3easok40if9itvdq9tjzhybgl
Halaman:Janie.pdf/47
104
113729
315649
313967
2026-08-24T16:30:33Z
Ammachemist
27288
315649
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|88|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||89}}</noinclude>boeroe-boeroe pesoet itoe aer-mata soepaja nanti tida dipergokin orang.
„Ja, akoe nanti menikah poela ......" saoetnja Janta.
Janie hatinja sanget terharoe, tapi ia awasin Janta den gen sinar mata jang menggenggem kepoeasan kerna itoe djawaban.
Siangnja, setelah makan tengah hari, Janta laloe berpamitan poelang.
Itoe waktoe berpisahan ada sanget mengharoeken, kerna Drijanie agaknja berat berpisahan pada Sri dan minta itoe gadis ikoet padanja.
Semoea pada tertawa dengen mengalirken aermata kerna keloetjoeannja itoe anak.
Sri Soemarsih hatinja terasa kosong dan roemah itoe mendadak terasa soenji, satelah tamoe itoe terlinjap dari depan mata.
Ternjatalah kedjadian kemaren, satoe hari sadja, telah merobah banjak sifatnja iapoenja penghidoepan.
Sadjek itoe, boleh dibilang ampir saben malem minggoe, Janta bersama poetrinja telah koendjoengin itoe kawedanan, kerna Drijanie poen selaloe minta itoe kepada ajahnja.
Satoe hari Janta telah dapet kepastian dari Sri tentang sikep dan batinja.
„Sri," katanja Janta," sebenernja akoe soedah tida berharga poela boeat mengretjokin kesoetjiannja satoe gadis jang soetji. Tapi itoe keada'an dan itoe laen djiwa, memaksa bahoea akoe tida haroes koekoehin kejakinan sendiri......."
Sri tida mendjawab ketjoeali toendoekin kepalanja.
„Kaoe perloe taoe, Sri, kaoe telah serahken kaoe poenja kemoelia'an, keagoengan dan kesoetjian, pendeknja segala apa dari kaoe poenja kepoenja'an. Tapi, ja tapi, kaoe tida aken dapetken kebroentoengan sebagi selajiknja istri-istri jang laen. Kaoe boekan tjoema aken djadi istri, tapi poen aken djadi iboe dan saorang anak jang boekan dari kaoe poenja kandoengan ........ ".
„Akoe poen tjoema bertoedjoean sekedar djadi iboe dari Drijanie jang akoe soeka ........ " begitoelah saoetnja Sri dengen moeka merah dan sembari oesap-oesap ramboetnja Drijanie jang berada atas pangkoeannja.
Janta sanget terharoe dan laloe tjioem poetrinja.
Begitoelah itoe oetjapan-oetjapan dan itoe perdjandjian-perdjandjian, brapa boelan kemoedian telah dilangsoengken dengen pernikahan jang dirajahken sanget rame dan dikoendjoengin oleh hampir semoea golongan ambtenaar dan orang-orang ternama, kerna jang menikah ada adenja satoe Wedana jang bidjaksan dan Dr. Drijanta jang haroem namanja berhoeboeng dengen iapoenja pekerdja'an di kalangan sociaal.
{{C|{{sp|'''TAMAT.'''}}}}<noinclude></noinclude>
tl50uf7nixot38t2wvtjbu5chlt17z0
Halaman:Janie.pdf/50
104
113732
315771
313974
2026-08-25T07:16:24Z
Ammachemist
27288
315771
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|94|||95}}</noinclude>„Barang jang seroepa itoe, tida di taro di loear,” kata si toekang djoeal, „kerna barang sematjem itoe tida sari-sari lakoenja, dan djoega ada terlaloe berbahaja.......”
Njonja itoe mengikoeti kepada toean-toko masoek ke dalem, di dalem satoe kamar jang dikoeroeng oleh djeroedji besi.
„Roepanja saja sekarang berada dalem satoe kamar-besi, boekannja satoe kamar biasa,” kata njonja itoe sembari meliat sekoelilingan.
„Di sini, njonja, berarti harga millioenan, dan berarti harga njawa dari Firma Hock & Zoon Juwelier.”
„Oh, kaloe begitoe, toean ini ada eigenaar sendiri dari ini toko?” Menanjak itoe njonja.
„Tida, saja hanja anak dari Eigenaar, ....."
„Itoe seroepa sadja......”
Achir pilih memilih, boekan njonja itoe memilihnja gelang, tetapi ketarik dengen satoe Leontine jang sanget bagoes, dengen satoe harga jang sanget baek jaitoe f 6.700.— contant.
Poelang balik, meliat ini itoe, roepanja perasa’an njonja itoe djato kepada itoe barang.
Njonja itoe berkata:
„Toean, sebetoelnja saja telah bitjara dengen soeami saja, boeat beliken saia sepasang gelang. Tetapi sekarang hati saja telah djadi beroba, kerna ketarik dengen ini.......”
Pelajan itoe dengen ketawa berkata:
„Njonja sendiri soedah ada mempoenjai sepasang gelang jang sanget bagoes, tentoe tida terdapet di sini....... boekan dibeli di sini......?”
„Bener,” katanja dengen moeka berseri. Saja beli itoe di Rotterdam sebelon saja kombali ke Indonesia dengen soeami saja......."
"Oh ....... ”
Sembari pandeng lagi dan pandeng lagi barang itoe, ia lantas berkata:
„Saja sebetoelnja tida terlaloe brani lantas memilinja, apa kiranja toean ada sedikit tempo boeat — oepamanja — anterken barang ini di roemah seabisnja_djam bitjara dari soeami saja......”
„Tentoe sekali......”
„Soeami saja tida terlaloe banjak tempo, tetapi kaloe toean dateng poekoel 6 precies, Toean, tentoe soeka boeat menrima pembajaran dengen cheque.......”
„Tentoe itoe seroepa sadja, Apa saja boleh taoe njonja poenja adres?”
„Oh, ja. Saja ada Njonja Dr. Soediono, tinggal di Regentesselaan No, 47...”
{{sp|DR. R. SOEDIONO}} lagi repot dalem kamar tetamoenja. Ia ada salah satoe dokter jang sanget populair di masah itoe, Ia manis boedi, tida oetamaken doewit terlaloe banjak, dan banjak tjampoer dalem sociaal dari segala bangsa.
Satoe njonja, agaknja pranakan, tjantik dan sanget manis, menroblos di antara jang laen, minta ketemoe dengen Dr. R. Soediono.
Dokter itoe sanget hormat terhadep prempoean, dari itoe pelajanan kepada njonja ini dilakoeken sanget manis.
„Dokter, saja sebetoelnja sanget sedih. Apa kiranja dokter boleh memberi toeloengan kepada saja?”<noinclude></noinclude>
arziyymsttkxlidbplsrw21cs849cwe
Halaman:Janie.pdf/54
104
113738
315772
314396
2026-08-25T07:20:31Z
Ammachemist
27288
315772
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|102||103}}</noinclude>Hock-Keng roeboe pangsan itoe waktoe djoega, hingga Dr. Soediono djadi kalang kaboet...
{{sp|MIRA}} telah mendjalanken iapoenja pekerdja‘an jang sebaek-baeknja menoeroet instructie Gagaklodra dibawah pimpinan Bi-hong.
Tjantik, brani dan tetep hatinja, ini semoea menoeloeng Mira boeat djalanken rol sebagi satoe pendjahat-prempoean jang pinter.
Mira, dengen sockanja sendiri mewadjibken diri mendjadi anggota ke 9 dari kawanan Gagaklodra, dan hasil jang pertama soenggoe boleh dikagoemken.
Sekarang Mira berada dalem perdjalanan boeat ilangken diri dari mata politie, tetapi dalem keada’an jang sekarang Mira ampir tida dapet dikenai lagi.
Waktoe ia berada di kapal, ia telah berkenalan dengen Chu-chiang. Ia ini masih sanget moedah, gagah dan pada parasnja selaloe bersenjoem.
Dalem perkenalan itoe seperti ada apa-apa jang saling menarik,
Orang moeda ini berlakoe sanget back, sopan santoen dan manis boedi. Sedari ia belajar dari Betavia ambil lijn Padang dengen maksoed mengider, Chu-chiang berboeat apa jang ia bisa boeat menoeloeng. Tjaranja ia berboeat seperti itoe hanja satoe kewadjiban — boekan agak hendak menrima oepa.
Chu-chiang, orangnja tida terlaloe pande bergaoel, dan djoestroe ini perkenalan baek boeat kedoeanja, kerna sebetoelnja Mira tida ingin banjak bergaoel.
Tjara - tjaranja jang goembira dan saderhana, dan apa jang sebetoclnja sanget menarik perasa’an Mira, adalah kemoedian ia mendapet taoe, bahoea Chu-chiang itoe ada satoe Journalist, dan sekarang ia mendapet verlof 3 minggoe dan hendak berkoeliling di Sumatra dari Barat ke Timoer, kemoedian ke Penang boeat satoe Malaya-Tour......
Dan apa jang menarik Chu-chiang dari hal Mira, sebetoelnja bisa didjawab dengen sependek-pendeknja, kerna....... Mira itoe manis,
„Manis” ada penarik jang dari paling saderhana sampe pada jang paling heibat, dari satoe prempoean kepada satoe laki-laki.
Tatkala membikin perkenalan, Mira telah memperkenalken dirinja sebagi Tengkoe Siti Kamaria.... dan ini bikin Chu-chiang memandeng padanja dengen laen matjem.
{{sp|}}TATKALA hendak toeroen di Emma Haven Padang, Mira meliat banjak politie dateng di plaboean. Prempoean ini keliatan keder. Satoe maling selamanja tida begitoe soedih meliat djoemblahnja hamba-hamba wet.
Marika toeroen bersama dengen Chu-chiang jang masing-masing tenteng sendiri taschnja jang ketjil.
Mata-mata politie itoe memandeng Mira — Mira agaknja moelai koerang leloeasa, tetapi tida pertjoema ia mendjadi moerid Gagaklodra, maka ia soedah lantas menetepken hatinja.
Doea politie mengikoeti ke kantoor Duoane, Mira moelai merasa lebih tida enak. Tatkala ambtenaar dari Douane mempreksa barang-barang, telah dateng satoe pikiran dari Mira, kerna Chu-chiang ada<noinclude></noinclude>
t0681uuzqiy0rc4326krzc685pscf5j
Halaman:Janie.pdf/60
104
113740
315775
314015
2026-08-25T07:28:45Z
Ammachemist
27288
315775
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|114}}</noinclude>HIBOERAN JANG SEHAT
: DIDAPET DENGEN HARGA MOERAH!
{{right|Inilah ada kita poenja penerbitan <br/> madjalah boelanan "Tjerita Roman", <br/> pembatja, jang terbit saben <br/> boelan memoeat satoe tjerita <br/> (tamat) dari penoelis-penoelis pilihan.}}
HARGA BERLANGGANAN <br/> TJOEMA ''f'' 1.— per 3 boelan
{{c|Potonglah coupon di bawah kaloe <br/> pembatja dapet koendjoengannja <br/> „Tjerita Roman" dengen tetep- <br/>tetep tiap boelan boeat hiboerken <br/>pembatja poenja kasepian}}
--------------------------------
Adm. TJERITA ROMAN
{{C|{{sp|Tosari.}}}}
Saja minta dikirim „Tjerita Roman" terbitan paling blakang. Kaloe dalem tempo 10 hari saja tida kirim balik, boleh tjatet nama saja sebagi langganan tetep.
: Nama .....................
: P/a ......................
: Straat ...................
: Postkantoor ..............
{{c|{{Xxxx-larger|PERANG}} <br/> {{Xxxx-larger|TIONGKOK - JAPAN}}}}
{{right|ORANG BILANG BANJAK GOENAKEN <br/> TACTIEK {{sp|SAM KOK,}} <br/> APA BETOEL ??? <br/> NJATAKEN DAN {{sp|BATJALAH}} <br/> SEKARANG SOEDAH TERBIT!}}
Boekoe SAM KOK diringkesken djadi 1 djilid
Satoe boek oe jang soedah ratoesan taoen terkenal dan {{sp|tida bisa}} membosenken. Tertjitak at as kertas {{sp|baek}}, oekoeran 14 X 21½ c.M., tebel 296 pag. dengen terhias 47 gambar-gambar jang menarik boeat tjoema ''' ''f'' 2.—,''' Luxe editie ''' ''f'' 3.50 '''
{{C|PESEN SEKARANG, SEBELONNJA KEABISAN}}
{{C|{{sp|PADA:}}}}
{{bold|{{rh|The Paragon Press <br/> {{sp|Malang}} || Adm. Maandbl.LIBERTY <br/> {{sp|Tosari (Sb.)}}}}}}<noinclude></noinclude>
gvih13wsqdv3t3uq7mxju6mkeiwz42h
315776
315775
2026-08-25T07:29:45Z
Ammachemist
27288
315776
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|114}}</noinclude>HIBOERAN JANG SEHAT
: DIDAPET DENGEN HARGA MOERAH!
{{right|Inilah ada kita poenja penerbitan <br/> madjalah boelanan "Tjerita Roman", <br/> pembatja, jang terbit saben <br/> boelan memoeat satoe tjerita <br/> (tamat) dari penoelis-penoelis pilihan.}}
HARGA BERLANGGANAN <br/> TJOEMA ''f'' 1.— per 3 boelan
{{c|Potonglah coupon di bawah kaloe <br/> pembatja dapet koendjoengannja <br/> „Tjerita Roman" dengen tetep- <br/>tetep tiap boelan boeat hiboerken <br/>pembatja poenja kasepian}}
--------------------------------
Adm. TJERITA ROMAN
{{C|{{sp|Tosari.}}}}
Saja minta dikirim „Tjerita Roman" terbitan paling blakang. Kaloe dalem tempo 10 hari saja tida kirim balik, boleh tjatet nama saja sebagi langganan tetep.
: Nama .....................
: P/a ......................
: Straat ...................
: Postkantoor ..............
{{c|{{Xxx-larger|PERANG}} <br/> {{Xxx-larger|TIONGKOK - JAPAN}}}}
{{right|ORANG BILANG BANJAK GOENAKEN <br/> TACTIEK {{sp|SAM KOK,}} <br/> APA BETOEL ??? <br/> NJATAKEN DAN {{sp|BATJALAH}} <br/> SEKARANG SOEDAH TERBIT!}}
Boekoe SAM KOK diringkesken djadi 1 djilid
Satoe boek oe jang soedah ratoesan taoen terkenal dan {{sp|tida bisa}} membosenken. Tertjitak at as kertas {{sp|baek}}, oekoeran 14 X 21½ c.M., tebel 296 pag. dengen terhias 47 gambar-gambar jang menarik boeat tjoema ''' ''f'' 2.—,''' Luxe editie ''' ''f'' 3.50 '''
{{C|PESEN SEKARANG, SEBELONNJA KEABISAN}}
{{C|{{sp|PADA:}}}}
{{bold|{{rh|The Paragon Press <br/> {{sp|Malang}} || Adm. Maandbl.LIBERTY <br/> {{sp|Tosari (Sb.)}}}}}}<noinclude></noinclude>
h8p4yz8l8tw771kugmeffawka58ixk7
Halaman:Janie.pdf/57
104
113749
315774
314027
2026-08-25T07:23:42Z
Ammachemist
27288
315774
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|108||109}}</noinclude>{{hwe|poenjai|mempoenjai}} itoe Kekwasa’an boeat menolak Chu- chiang.....
Di tengah telaga Chu-chiang simpen dajoen dan memandeng remboelan jang sanget boender. Dengen sendirinja ia berkata:
„Remboelan, kenapa kaoe bikin doenia ini begini tjantiknja dengen kaoepoenja sinaran jang djernih?
Mira seperti tertoesoek hatinja. Ia berkata:
„Remboelan itoe memberi apa jang tjantik tjoema boeat hati jang tjantik, jang sealoes-aloesnja dapet menrima bingkisan jang agoeng dari sinarnja, boekan begitoe, Chiang?”
Chu-chiang goleng kepala: „Tida, seperti remboelan itoe tida selamanja memoeliaken machloeknja ..."
Mira menanjak: „Apa artinja?”
Chu-chiang sekarang memandeng kepada Mira
dan berkata:
„Kamaria, kenapa kaoe ada terlaloe tjantik boeat bisa dipandeng tjantik, kenapa kaoe ada terlaloe agoeng boeat bisa dipandeng agoeng. Dengen kaoe, seperti tida ada persama’annja....... dengen begitoe orang memandeng kaoe dengen sia-sia.... Kenapa?”
Mira itoe toendoek, tetapi kaloe ia dongaki kepalanja, ia menanjak:
„Adakah Kaoe ini mengoempak....... atawa mengoepet tjatji?”
„Tida ada kata-kata brani menentang-bentji dengen kaoe — tida ada kedjem boleh mengedjemi kemoelia'anmoe, Kamaria, kenapa kaoe Kamaria, boekannja seorang biasa, Kenapa kaoe tida sepantaran dengen saja.......?”
Mira memboeang moekanja: „Oh, Chiang, apa
kaoe soeka berboeat kebaekan dengen mendajoengken praoe poelang.......”
Chu-chiang tida mendjawab hanja dajoengken praoenja.....
{{sp|ITOE}} malem ada tiga politie dari Pematang Siantar dateng di Prapat Hotel, Mira dan Bi-hong telah bersedia, kaloe perloe lakoeken perlawanan, dan iapoenja auto memang segala waktoe soedah bersedia.
Tetapi tanda-tanda penggropiokan tida pernah mengasih tanda-tanda, malahan politie-politie itoe doedoek minoem sampe djaoe malem....
Ini roepanja digoenaken sebagi kesempetan, dengen diam-diam, Bi-hong telah selesiken rekeningnja dan brangkat pada malem itoe.......”
Tatkala sampe di Siantar....... soedah deket pagi.
Waktoe hendak memberi prentah kepada sang
Chauffeur, adalah Chauffeur itoe dengen ketawa berkata: „Slamet pagi Kamaria dan Tengkoe Hoessin..... "
Bi-hong ampir sadja soedah tjaboet revolvernja, tetapi Mira menahan........
„Chiang, apa artinja kaoe sampe di sini?”
„Mengoentit kaoe.......” kata Chiang.
„Apa maksoednja?”
„Kaoe ada terlaloe tjantik boeat saja...... Kamaria?”
„Apa kaoe taoe bahaja apa nanti mendeketi kaoe....... ?”
„Seorang laki-laki, kaloe ia soedah madjoe, ia tida moendoer — dan tida kenal apa artinja berbahaja.....”<noinclude></noinclude>
gzdnft0bmwpop0f2vbt6djnl3vnbxu7
Halaman:Janie.pdf/56
104
113750
315773
314028
2026-08-25T07:22:43Z
Ammachemist
27288
315773
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|106||107}}</noinclude>Bagimana boleh tertoekar...... dalem saat jang begitoe tjoepet?
Kenapa dan....... ada hal apa-apa?
Ia tjoema liat, kaloe ande kata itoe boleh dihoeboengken, Mira kliatan seperti sangsi waktoe hendak dipreksa oleh Douane?
Apa itoe Kris? Apa itoe revolver? Apa itoe Tengkorak? Dan apa itoe Gagak-poetih?
{{sp|ITOE}} Oom alias Tengkoe Hoessin sebetoelnja boekan laen jalah Bi-hong jang dioetoes oleh Gagaklodra boeat bantoe Mira.
Kedoeanja sekarang menginep di Hotel Prapat, di pantei Telaga Toba jang besar. Kaloe ande-kata ada pemboeroean, tentoelah orang aken teroes ke Medan........
Antero soerat-soerat kabar di Java telah bitjaraken loeas sekali tentang ini perampokan jang brani, jang dilakoeken dengen setjara brutaal, hingga doea orang ternama mendjadi korban dan perantara’an,
Mira merasa sedikit antengan, kerna ia sekarang mendapet ngaso sesoedah satoe perdjalanan sendirian jang lama, Itoe sore, waktoe ia doedoek minoem thee sendirian, tiba-tiba dari blakang poendaknja ada jang tepok.
Itoe satoe tepokan tjoekoep bikin Mira bergoemeter......
Lambat ia menengok, tetapi ia laloe berdiri dan baliki badannja......
„Chu-chiang.......” katanja Mira, ia separo goemeter dan separo girang.
„Kaoe goemeter......?” kata Chu-ehiang sambil memandeng dengen matanja jang tadjem.
„Ja, kerna girang djoempaken kaoe ...... lagi ......." kata Mira,
„Girang....... Dan kaoe taoe tentang itoe penoekaran tasch......?”
„Saja tida bisa toeloeng. Saja sendiri baroe dapet taoe di Sibolga, dan saja moesti brangkat boeroe-boeroe poelang......”
„Poelang........ dan mampir ke Prapat ....."
Tetapi memandeng dan memandeng lagi sama Mira, paras siapa ada terlaloe manis boeat satoe lelaki bisa mendesek teroes dan minta ketrangan lebih djaoe, telah membikin Chu-chiang roba lagoe .......
Pengabisannja kedoeanja minoem thee bersama....
Tiga hari marika tinggal di Prapat. Bi-hong seperti tida begitoe seneng, tetapi ia tida taoe apa ia moesti berboeat. Bi-hong ada sampe tjerdik boeat mengerti, apa jang ia tida boleh memaksa.
Satoe hari Mira menanjak pada Chu-chiang:
„Chu-chiang, sampe kapan........ kaoe aken tinggal di sini?”
„Sampe kaoe pergi,”
„Kaloe saja tinggal satoe taoen......?"
Dan saja aken tinggal sampe itoe satoe taoen....."
Mira moelai memandeng:
„Kaloe saja pergi, dan kemana maoe nanti pergi?”
„Mengoentit kaoe...."
Mira dengen tida leloeasa pandeng paras moekanja Chu-chiang, tetapi ia sendiri kemoedian toendoeki kepalanja. Ia tida dapet menantang ia.
{{sp|PADA}} satoe malem, remboelan lagi terang, Chu-chiang minta soepaja Mira bersama-sama dengen ia dalem satoe praoe ke Telaga Toba, Sebetoelnja Mira ingin menolak, tetapi ia tida ada {{hws|mem|mempoenjai}}<noinclude></noinclude>
iv8synfsqgo6og3qcz2a7gaz6cwmoq5
Halaman:Janie.pdf/20
104
113819
315610
314194
2026-08-24T11:59:51Z
Ammachemist
27288
315610
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|34|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||35}}</noinclude>bisa terlepas dari kesoesahanmoe, tida ada laen djalan, anakkoe, ketjoeali....... loepakenlah pada Janta.”
Janie tepas aer-matanja koetika denger oetjapannja sang iboe itoe. Ia tida bisa mendjawab itoe pertanjakan, kerna ia poen belon dapet mendjawab pertanjakan jang terbit dari hatinja sendiri. Adakah ia bisa loepaken Janta?
Sesa’at itoe mendadak pintoe telah terpentang dengen plahan dan saorang pamoeda jang gagah dan tjakep telah masoek ka dalem itoe kamar seraja kata: „Ma’afkenlah, iboe dan adék Janie, akoe masoek dengen tida meminta idjin lebih doeloe.”
„Ja, ‘nak Soendjata,” saoetnja R, A. Tjakra dengen soeara lemah, „kaoe tida perloe memake banjak peradatan. Kaoe poenja dateng ada kebetoelan sekali, Soen,”
„Ja, dan moehoen iboe tida ketjil hati, Sebab berpergian ka Soerabaia dan Semarang, baroe sekarang akoe bisa sambangin kaoe, iboe,” Soendjata kata poela.
„Kedatengan kaoe ada sanget menggirangken akoe, Soen, dan akoe aken bisa meninggalken ini doenia dengen mata merem,” kamoedian R. A, Tjakra landjoetken oetjapannja dengen soeara lemah. „Kaloe akoe soedah tida ada, berdjandjilah, Soen, bahoea kaoe aken mendjaga dan lindoengin adémoe sebagi satoe soedara toea. Dan selidikinlah halnja Janta, bagimanakah keada’annja pada sekarang ini......"
„Ja, iboe, segala kaoe poenja perkata'an aken akoe perhatiken......." saoetnja Soendjata dengen terharoe.
Begitoelah semaleman itoe Janie dan Soendjata telah gadangin si sakit. Kira deket djam 6 pagi, iboenja minta minoem. Satelah dikasi minoem, iboe itoe mengawasin Janie dengen penoeh perasa'an kesian kemoedian meremin matanja — toetoep matanja boeat selamanja.
Janie mendjerit dan laloe tida inget diri, hingga Soendjata djadi tergoepoeh-goepoeh menoeloeng si gadis dibawak ka kamarnja sendiri.
Meninggalnja sang iboe ada berarti satoe poekoelan sanget heibat bagt Janie jang telah patah hati, makalah kerna tida sanggoep memikoel itoe kesedihan jang seolah-olah satoe goenoeng telah menimpah lapangan hatinja. Sadjek itoe keada'an kesehatannja Janie ada sanget berbahaja, hingga atas advies dokter kepaksa Soendjata bawak Janie ka kamar sakit. Samentara Soendjata balik ka Semarang boeat melakoeken pakerdja’an, tjoema pada saben minggoe ia dateng sambangin Janie. Soendjata sanget kwatir kerna keada’annja Janie tida tambah baek, hanja paras moekanja tertampak bertambah tjowong.
Ada sanget kebetoelan sekali, itoe tempo Soendjata telah dipindah ka Wanasaba boeat menggantiken pangkat Mantri Politie jang kebetoelan lowong.
Dengen perpindahannja di itoe tempat, lantaslah bikin Soendjata laloeasa boeat menjambangin dan hiboerin Janie, siapa plahan-plahan achirnja telah mendapet kesemboehan, tapi boekan semboeh sebagi sedia kala, hanja Janie poenja toeboeh tertampak sanget Koeroes dan ketjantikannja tjoema tinggal sebagian sadja, iapoenja senjoeman dan soedjen-soedjen jang manis ampir tida pernah tertampak<noinclude></noinclude>
mxug52d10diy2a8g4eobnqluupvhwuu
Halaman:Janie.pdf/21
104
113833
315612
314209
2026-08-24T12:09:44Z
Ammachemist
27288
315612
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|36|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||37}}</noinclude>lagi. Kaloe tida Soendjata jang sering dateng sambangin dan hiboerin dirinja, setaoe bagimana Janie rasaken arti hidoepnja.
Satelah rasaken toeboehnja rada bertenaga, Janie laloe lakoeken poela pekerdja'annja mengadjar dan boeat samentara tjoema sampe djam 10 sampe djam 11. Dengen melakoeken pekerdja’annja poela, ia dapet djoega sedikit hiboeran, kerna kapan brapa moerid-moeridnja ada jang berlakoe loetjoe, ia bisa djoega tertawa sedikit.
Pada Soendjata jang baek boedi, Janie merasa oetang boedi boekan sedikit.
Soendjata maski djato tjinta padanja, tapi ia tida maoe kentaraken, kerna ia taoe bahoea lapangan hatinja Janie masih terisi oleh laen bajangan dan ia tida maoe memaksa atawa meroesak perasa’annja itoe gadis. Maka kapan mengoendjoengi Janie, ia berlakoe tida lebih tjoema sebagi soedara sadja, maski sebenernja ia kepingin pesoet itoe aer-mata jang sering mengembeng di kedoea matanja Janie. Tida, ia tida aken berboeat jang egoistisch, Ia aken tjari Janta dan bawak ka hadepannja Janie, maskipoen sebenernja ia tida ingin Janie dipoenjaken oleh laen lelaki.
Setengah taoen kemoedian kapan Soendjata dapet verlof, ia ingin goenaken boeat pergi ka Batavia. Begitoelah itoe sore ia laloe ketemoein Janie boeat njataken maksoednja.
„Janie, adékoe,” katanja Soendjata, „akoe mendapet verlof dan akoe aken goenaken tempo itoe boeat pergi ka Betawie......"
Denger itoe oetjapan „Betawie”, parasnja Janie tertampak berobah merah.
„Kaoe aken titip apa, adék,” kamoedian Soendjata kata poela.
„Akoe tida taoe apa jang akoe haroes titip pada kaoe, mas.......” saoetnja Janie dengen koerang terlampias. „Maka akoe paserah pada kaoe sadja, apa ang kaoe aken oleh-olehken boeat akoe.”
„Masa kaoe tida ada laen keperloean. Ingetlah, kaoe tida perloe soengkan kepadakoe, sebab akoe senantiasa sediaken tenagakoe goenamoe.”
Janie toendoekin kepalanja dan berpikir.
„Ja, kanda, kaloe kaoe telah sampe di sana, soekalah kaoe koendjoengin ......” katanja Janie dan kemoedian tida bisa landjoetken oetjapannja kerna tenggorokannja seperti terkantjing.
Soendjata awasin padanja dengen penoeh perasa’an kesian, kemoedian kata sebagi menjamboengin oetjapannja Janie jang tida dapet terlampias: „Ka Janta....... ?”
Aer-mata kliatan meleleh di kedoea matanja Janie.
„Kaoe telah dapet batja isi hatikoe, mas,” katanja. „Sabener-benernja akoe haroes marah, haroes bentji kepada Janta, kerna ia soeda tida ada harga boeat akoe pikirin lebih djaoe. Tapi dengen tjara bagimana akoe bisa membentji ia dan bisa marah kepadanja, kerna akoe tida poenjaken kemampoean boeat loepaken padanja.......” Janie toetoep moekanja boeat semboeniken mengalirnja iapoenja aer-mata.
Soendjata hatinja mentjelos koetika menampak itoe pemandengan.
„Kaloe kaoe ka sana, soedilah kaoe tjari dan mampir padanja,” kamoedian Janie berkata. „Kaloe<noinclude></noinclude>
6iqbsyh60jlv2jn30rkem6cxb2gdadu
315614
315612
2026-08-24T12:11:30Z
Ammachemist
27288
315614
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|36|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||37}}</noinclude>lagi. Kaloe tida Soendjata jang sering dateng sambangin dan hiboerin dirinja, setaoe bagimana Janie rasaken arti hidoepnja.
Satelah rasaken toeboehnja rada bertenaga, Janie laloe lakoeken poela pekerdja'annja mengadjar dan boeat samentara tjoema sampe djam 10 sampe djam 11. Dengen melakoeken pekerdja’annja poela, ia dapet djoega sedikit hiboeran, kerna kapan brapa moerid-moeridnja ada jang berlakoe loetjoe, ia bisa djoega tertawa sedikit.
Pada Soendjata jang baek boedi, Janie merasa oetang boedi boekan sedikit.
Soendjata maski djato tjinta padanja, tapi ia tida maoe kentaraken, kerna ia taoe bahoea lapangan hatinja Janie masih terisi oleh laen bajangan dan ia tida maoe memaksa atawa meroesak perasa’annja itoe gadis. Maka kapan mengoendjoengi Janie, ia berlakoe tida lebih tjoema sebagi soedara sadja, maski sebenernja ia kepingin pesoet itoe aer-mata jang sering mengembeng di kedoea matanja Janie. Tida, ia tida aken berboeat jang egoistisch, Ia aken tjari Janta dan bawak ka hadepannja Janie, maskipoen sebenernja ia tida ingin Janie dipoenjaken oleh laen lelaki.
Setengah taoen kemoedian kapan Soendjata dapet verlof, ia ingin goenaken boeat pergi ka Batavia. Begitoelah itoe sore ia laloe ketemoein Janie boeat njataken maksoednja.
„Janie, adékoe,” katanja Soendjata, „akoe mendapet verlof dan akoe aken goenaken tempo itoe boeat pergi ka Betawie......"
Denger itoe oetjapan „Betawie”, parasnja Janie tertampak berobah merah.
„Kaoe aken titip apa, adék,” kamoedian Soendjata kata poela.
„Akoe tida taoe apa jang akoe haroes titip pada kaoe, mas.......” saoetnja Janie dengen koerang terlampias. „Maka akoe paserah pada kaoe sadja, apa ang kaoe aken oleh-olehken boeat akoe.”
„Masa kaoe tida ada laen keperloean. Ingetlah, kaoe tida perloe soengkan kepadakoe, sebab akoe senantiasa sediaken tenagakoe goenamoe.”
Janie toendoekin kepalanja dan berpikir.
„Ja, kanda, kaloe kaoe telah sampe di sana, soekalah kaoe koendjoengin ......” katanja Janie dan kemoedian tida bisa landjoetken oetjapannja kerna tenggorokannja seperti terkantjing.
Soendjata awasin padanja dengen penoeh perasa’an kesian, kemoedian kata sebagi menjamboengin oetjapannja Janie jang tida dapet terlampias: „Ka Janta....... ?”
Aer-mata kliatan meleleh di kedoea matanja Janie.
„Kaoe telah dapet batja isi hatikoe, mas,” katanja. „Sabener-benernja akoe haroes marah, haroes bentji kepada Janta, kerna ia soeda tida ada harga boeat akoe pikirin lebih djaoe. Tapi dengen tjara bagimana akoe bisa membentji ia dan bisa marah kepadanja, kerna akoe tida poenjaken kemampoean boeat loepaken padanja.......” Janie toetoep moekanja boeat semboeniken mengalirnja iapoenja aer-mata.
Soendjata hatinja mentjelos koetika menampak itoe pemandengan.
„Kaloe kaoe ka sana, soedilah kaoe tjari dan mampir padanja,” kamoedian Janie berkata. „Kaloe<noinclude></noinclude>
np11irg5l7i0ah791pozk4y2ugeg5yv
Halaman:Janie.pdf/22
104
113846
315617
315246
2026-08-24T12:23:24Z
Ammachemist
27288
315617
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|38|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||39}}</noinclude>tida bisa ketemoe, tjoekoep dengen iapoenja kabar sadja.”
„Ja, Janie,” Saoetnja Soendjata, „djanganlah kwatir. Akoe nanti tjari ia, kaloe bisa bawak ia dateng kemari, dan kaloe tida, akoe nanti bawak kabar tentang ia.”
„Kapankah kaoe aken pergi, kanda?”
„Esoek pagi-pagi akoe aken brangkat.”
Soendjata kamoedian berlaloe dari sitoe dengen perasa'an sanget Kesian pada Janie jang koerang broentoeng.
Janie kamoedian merasa menjesel kerna ia merasa rada koerang atoeran, tatkala Soendjata berlaloe, ia tida oetjapken trima dan poen tida hatoerken slamet djalan. Kerna mana Janie laloe toelis sapoetjoek soerat dan soeroean boedjangnja anterken kepada Soedjata dengen mana ia hatoerken slamet djalan berserta trima kasinja.
Soedjata itoe ada satoe pamoeda tjakep kloearan dari Osvia dan sekarang mendjabat pangkat Mantri Politie di Wanasaba. Pengawakannja tinggi tegep, matanja tjeli dan koelitnja ‘njawo mateng’ (nembaga). Soearanja menjenengken telingga, antep tapi oelem. Iapoenja tabeat ada pendiam dan agoeng.
Pada Janie ia itoe masih terkenak familie.
Di tempat kediamannja jang baroe, Wanasaba, Soendjata itoe sebagi Mantri Politie sanget ditjinta oleh pendoedoek dan disoengkanin oleh kawanan pendjahat.
Soendjata itoe terhadep kaoem pendjahat ada berlakoe sanget keras. Ia sanget gemar menangkep pendjahat-pendjahat, tapi ia poen sanget soeka menasehatken dan membri pitoetoer-pitoetoer jang baek pada itoe orang-orang djahat jang berdosa, hingga maski marika itoe kena tertangkep dan kena terhoekoem, tapi iaorang tida merasa penasaran, malah menghatoerken trima kasinja itoe mantri jang telah bagiken banjak pitoea-pitoea jang betjik.
Begitoelah, boekan sadja terkenal sebagi satoe ambtenaar jang eras pegang kewadjiban, tapi Soendjata poen ada terkenal satoe pemimpin jang boediman.
Soedjata itoe ada sanget tertarik, kesengsem, sanget tjinta kepada Janie jang tjantik, lemah lemboet dan manis boedi, Tapi iapoenja ketjinta’an itoe lebih soetji dan lebih agoeng dari apa jang dibilang tjinta. Tapoenja tjinta itoe, kaloe dioepamaken tjoeatja, adalah tjoeatja pagi dari moesim semi, terang, sedjoek dan tenang. Atawa kaloe dioepamaken kebeningan, tjintanja itoe laksana aer dari telaga tanah padas, poetih, seger dan djernih, bening, hingga tertampak njata jang djadi dasarnja.
Besarnja iapoenja tjinta tida bisa dioekoer. Tapi ia tida aken njataken itoe di depannja Janie, kerna ia tae bahoea Janie itoe telah kasiken hatinja di isi oleh laen lelaki.
Sekarang ia merasa berkewadjiban boeat membikin beroentoeng itoe gadis. Dan kebroentoengan itoe aken didapet oleh itoe gadis apabila ia bisa ketemoe pada Janta.
Begitoelah, esoek paginja itoe, masih pagi-pagi sekali, Soendjata laloe tinggalken roemahnja dan menoedjoe ka Betawie, tinggal Janie jang menanti di roemahnja dengen perasa’an penoeh pertanjakan.
Janie sekarang boekan sadja memikirin dirinja jang sebatang karang, tapi poen lebih banjak lagi<noinclude></noinclude>
rh0c3fc9pospkfl3589wjoe2h5uk6df
Halaman:Janie.pdf/23
104
113877
315618
314258
2026-08-24T12:30:55Z
Ammachemist
27288
315618
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|40|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||41}}</noinclude>memikirin dirinja Janta jang sampe sebegitoe lama tida ada kabarnja.
Ia sanget harep-harep Soendjata aken lekas balik, boekan harep-harep kedatengannja Soen, hanja toenggoe dengen ampir tida sabaran iapoenja kabaran. Pasti sadja ia aken hatoerken trima kasihnja dengen tida ada abisnja kepada Soendjata, kaloe sadja itoe pamoeda bisa ketemoeken Janta. Tapi bagimanakah rasa hatinja apabila Soendjata balik dengen tangan kosong? Janie tida dapet mendjawab itoe pertanjakan ketjoeali laloe melelehken sang aer-mata.
Kerna menginget dirinja ada saorang poetri Djawa, maka ia bladjar moetih, makan sadja nasih poetih dan zonder ikan apapoen, agar apa jang ia angen-angenken, iapoenja maksoed hati, bisalah mempoenain tenaga boeat terkaboel. Maka, toeboeh Janie itoe, kaloe doeloe montok dan molek, adalah sekarang tertampak koeroes Kering, lajoe, seperti poehoen di waktoe moesin ketiga. Iapoenja sorot mata doeloe sebagi sinar remboelan poernama, adalah sekarang sinar itoe sebagi remboelan jang kealingan mendoeng.
Tapi maski ia dalem keada’an begitoe roepa, iapoenja kaeilokan lahir dan batin masih menjengsemken pada siapa sadja.
Boleh dibilang ampir setiap minggoe Janie soeka pergi ka koeboeran dari iboenja sambil membawak kembang. Dan kapan telah berada di sana, ia lantas soeka doedoek ngelamoen, termenoeng-menoeng sampe sekean djam, dan inilah ada seolah-olah iapoenja hiboeran.
Poen Janie tida alpaken iapoenja kewadjiban pada pekerdja’annja, begitoe djoega kewadjibannja dalem perkoempoelan.
Boeat hiboerken hatinja jang doeka dan jang terloeka, Janie soeka toelis menoelis atawa karang mengarang, jang tentoe sadja toelis-toelisannja itoe bersifat kesedihan meloeloe.
<center>
{{Xxxx-larger| {{sp|'''MAMPIR'''}}}}
{{Xx-larger|'''Restaurant „DEPOT 7”'''}}
{{Xx-larger|'''Koedoesan 15 — Malang.'''}}
{{bold|Toean - toean nanti aken dapet <br/> hidangan jang ledzat.}}
</center><noinclude></noinclude>
qc3j6fcpij7usof5tq027nkvm8k0sce
315619
315618
2026-08-24T12:32:13Z
Ammachemist
27288
315619
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|40|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||41}}</noinclude>memikirin dirinja Janta jang sampe sebegitoe lama tida ada kabarnja.
Ia sanget harep-harep Soendjata aken lekas balik, boekan harep-harep kedatengannja Soen, hanja toenggoe dengen ampir tida sabaran iapoenja kabaran. Pasti sadja ia aken hatoerken trima kasihnja dengen tida ada abisnja kepada Soendjata, kaloe sadja itoe pamoeda bisa ketemoeken Janta. Tapi bagimanakah rasa hatinja apabila Soendjata balik dengen tangan kosong? Janie tida dapet mendjawab itoe pertanjakan ketjoeali laloe melelehken sang aer-mata.
Kerna menginget dirinja ada saorang poetri Djawa, maka ia bladjar moetih, makan sadja nasih poetih dan zonder ikan apapoen, agar apa jang ia angen-angenken, iapoenja maksoed hati, bisalah mempoenain tenaga boeat terkaboel. Maka, toeboeh Janie itoe, kaloe doeloe montok dan molek, adalah sekarang tertampak koeroes Kering, lajoe, seperti poehoen di waktoe moesin ketiga. Iapoenja sorot mata doeloe sebagi sinar remboelan poernama, adalah sekarang sinar itoe sebagi remboelan jang kealingan mendoeng.
Tapi maski ia dalem keada’an begitoe roepa, iapoenja kaeilokan lahir dan batin masih menjengsemken pada siapa sadja.
Boleh dibilang ampir setiap minggoe Janie soeka pergi ka koeboeran dari iboenja sambil membawak kembang. Dan kapan telah berada di sana, ia lantas soeka doedoek ngelamoen, termenoeng-menoeng sampe sekean djam, dan inilah ada seolah-olah iapoenja hiboeran.
Poen Janie tida alpaken iapoenja kewadjiban pada pekerdja’annja, begitoe djoega kewadjibannja dalem perkoempoelan.
Boeat hiboerken hatinja jang doeka dan jang terloeka, Janie soeka toelis menoelis atawa karang mengarang, jang tentoe sadja toelis-toelisannja itoe bersifat kesedihan meloeloe.
<center>
{{Xxxx-larger| {{sp|'''MAMPIR'''}}}}
{{X-larger|'''Restaurant „DEPOT 7”'''}}
{{X-larger|'''Koedoesan 15 — Malang.'''}}
{{bold|Toean - toean nanti aken dapet <br/> hidangan jang ledzat.}}
</center><noinclude></noinclude>
h1n44me84ybmmxh488h98t34doe4wtp
Halaman:Janie.pdf/24
104
113922
315620
315231
2026-08-24T12:36:15Z
Ammachemist
27288
315620
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|42|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||43}}</noinclude>## Bab V ## {{C|{{bold|V.}}}}
{{di|K}}{{sp|APAN}} Soendjata brangkat ka station, hari masih pagi sekali dan hawa amat dingin. Ia naek pada spoor jang kesatoe. Ia doedoek dalem itoe kreta api jang bawak dirinja dengen pikiran koesoet, kerna semalem ia tida dapet tidoer, otaknja penoeh dengen roepa-roepa impian dan pikiran.
Kapan ia sedikit longoken kepalanja di djendela kreta, ia laloe dapet meliat goenoeng Soembing dan Sindara jang berdiri berdjedjeran sebagi sepasang kemanten baroe. Matahari masih belon kloear hanja tjoema sedikit dari sedikit telah kloearken tjahjanja jang semoe merah.
„Oh, goenoeng Sindara senantiasa bersanding dengen goenoeng Soembing,” begitoelah Soendjata laloe ngelamoenken pikirannja, „Sindara itoe boleh dioepamaken Janie jang agoeng. Tapi siapakah Soembing, Janta atawakah Soendjata?”
Kaloe pikir sampe di sitoe, ia laloe merasa djeloes pada Janta, Tapi kemoedian ia bantras sendiri itoe perasa’an, kerna dengen itoe berarti ia aken perkosa angen-angennja satoe gadis jang soetji?
Janie belon mendjadi istri dari Janta, tapi roepanja iapoenja kesetia'an pada itoe djedjaka telah memboektiken lebih dari brapa istri setiawan dirangkep mendjadi satoe.
„Tida, akoe tida haroes meroesaken kebroentoengannja Janie,” kamoedian Soendjata ngelamoen lebih djaoe. „Akoe menjinta padanja dengen segenep djiwa, tapi hatinja ia telah dikasiken laen orang, inilah ada akoe poenja nasib badan dan tida haroeslah akoe meroesak kebroentoengannja.”
Kapan telah sampe di Betawie, Soendjata tinggal menoempang pada sala-satoe familienja.
Esoeknja Soendjata laloe pergi ka G. H. S. menanjaken tentang Drijanta pada bebrapa student di sitoe. Tapi dari marika ia dapet keterangan bahoea soedah berselang satoe taoen Drijanta tida ada masoek sekolah lagi dan tida ketaoean bagimana kabarnja.
Soendjata berlaloe dari sitoe dengen penoeh keheranan. Roepa-roepa pertanjakan laloe mengadoek dalem otaknja. Kemana Janta telah pergi dan apa sebabnja ia berlaloe dengen zonder kabar?
Itoe pemoeda laloe pergi ka pondokan jang bekas ditempatin oleh Janta. Dari toean-roemahnja itoe pondokan Soendjata dapet taoe bahoea sekarang Drijanta telah pindah di Bandoeng.
Dengen tida boeang banjak tempo lagi Soendjata laloe pergi ka Bandoeng dan koendjoengin pada adres jang dioendjoeken. Di sitoe betoelah ada bertinggal Drijanta, Kerna itoe ada roemah....... mertoeanja Janta. Tapi Janta tida berada di roemah, hanja masih berada di Palembang, berdagang di sana.
„Esoek ia dengen istrinja aken toeroen ai Priok,” katanja itoe orang toea. „Akoe telah trima iapoenja soerat bahoea ia aken dateng kemari.”
Soendjata rada tertjenggang koetika denger penoetoerannja toe orang-toea, kerna semoea apa jang ditoetoerken ada di loear iapoenja doega’an.
Kapan ditanjak, Soendjata tida kasi djawaban jang betoel tentang maksoed iapoenja kedatengan.
Soendjata kemoedian berpamitan dan boeroe-boeroe kombali ka Betawie.<noinclude></noinclude>
ojw6p61cykzzp8pteclv2nu3rdyymjw
315621
315620
2026-08-24T12:37:16Z
Ammachemist
27288
315621
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|42|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||43}}</noinclude><section begin="Bab V"/>
{{C|{{bold|V.}}}}
{{di|K}}{{sp|APAN}} Soendjata brangkat ka station, hari masih pagi sekali dan hawa amat dingin. Ia naek pada spoor jang kesatoe. Ia doedoek dalem itoe kreta api jang bawak dirinja dengen pikiran koesoet, kerna semalem ia tida dapet tidoer, otaknja penoeh dengen roepa-roepa impian dan pikiran.
Kapan ia sedikit longoken kepalanja di djendela kreta, ia laloe dapet meliat goenoeng Soembing dan Sindara jang berdiri berdjedjeran sebagi sepasang kemanten baroe. Matahari masih belon kloear hanja tjoema sedikit dari sedikit telah kloearken tjahjanja jang semoe merah.
„Oh, goenoeng Sindara senantiasa bersanding dengen goenoeng Soembing,” begitoelah Soendjata laloe ngelamoenken pikirannja, „Sindara itoe boleh dioepamaken Janie jang agoeng. Tapi siapakah Soembing, Janta atawakah Soendjata?”
Kaloe pikir sampe di sitoe, ia laloe merasa djeloes pada Janta, Tapi kemoedian ia bantras sendiri itoe perasa’an, kerna dengen itoe berarti ia aken perkosa angen-angennja satoe gadis jang soetji?
Janie belon mendjadi istri dari Janta, tapi roepanja iapoenja kesetia'an pada itoe djedjaka telah memboektiken lebih dari brapa istri setiawan dirangkep mendjadi satoe.
„Tida, akoe tida haroes meroesaken kebroentoengannja Janie,” kamoedian Soendjata ngelamoen lebih djaoe. „Akoe menjinta padanja dengen segenep djiwa, tapi hatinja ia telah dikasiken laen orang, inilah ada akoe poenja nasib badan dan tida haroeslah akoe meroesak kebroentoengannja.”
Kapan telah sampe di Betawie, Soendjata tinggal menoempang pada sala-satoe familienja.
Esoeknja Soendjata laloe pergi ka G. H. S. menanjaken tentang Drijanta pada bebrapa student di sitoe. Tapi dari marika ia dapet keterangan bahoea soedah berselang satoe taoen Drijanta tida ada masoek sekolah lagi dan tida ketaoean bagimana kabarnja.
Soendjata berlaloe dari sitoe dengen penoeh keheranan. Roepa-roepa pertanjakan laloe mengadoek dalem otaknja. Kemana Janta telah pergi dan apa sebabnja ia berlaloe dengen zonder kabar?
Itoe pemoeda laloe pergi ka pondokan jang bekas ditempatin oleh Janta. Dari toean-roemahnja itoe pondokan Soendjata dapet taoe bahoea sekarang Drijanta telah pindah di Bandoeng.
Dengen tida boeang banjak tempo lagi Soendjata laloe pergi ka Bandoeng dan koendjoengin pada adres jang dioendjoeken. Di sitoe betoelah ada bertinggal Drijanta, Kerna itoe ada roemah....... mertoeanja Janta. Tapi Janta tida berada di roemah, hanja masih berada di Palembang, berdagang di sana.
„Esoek ia dengen istrinja aken toeroen ai Priok,” katanja itoe orang toea. „Akoe telah trima iapoenja soerat bahoea ia aken dateng kemari.”
Soendjata rada tertjenggang koetika denger penoetoerannja toe orang-toea, kerna semoea apa jang ditoetoerken ada di loear iapoenja doega’an.
Kapan ditanjak, Soendjata tida kasi djawaban jang betoel tentang maksoed iapoenja kedatengan.
Soendjata kemoedian berpamitan dan boeroe-boeroe kombali ka Betawie.<noinclude></noinclude>
inkwpxtqvriz3r8jsjzjebqylnkhlct
315622
315621
2026-08-24T12:38:05Z
Ammachemist
27288
315622
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|42|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||43}}</noinclude><section begin="Bab V"/> {{C|{{bold|V.}}}}
{{di|K}}{{sp|APAN}} Soendjata brangkat ka station, hari masih pagi sekali dan hawa amat dingin. Ia naek pada spoor jang kesatoe. Ia doedoek dalem itoe kreta api jang bawak dirinja dengen pikiran koesoet, kerna semalem ia tida dapet tidoer, otaknja penoeh dengen roepa-roepa impian dan pikiran.
Kapan ia sedikit longoken kepalanja di djendela kreta, ia laloe dapet meliat goenoeng Soembing dan Sindara jang berdiri berdjedjeran sebagi sepasang kemanten baroe. Matahari masih belon kloear hanja tjoema sedikit dari sedikit telah kloearken tjahjanja jang semoe merah.
„Oh, goenoeng Sindara senantiasa bersanding dengen goenoeng Soembing,” begitoelah Soendjata laloe ngelamoenken pikirannja, „Sindara itoe boleh dioepamaken Janie jang agoeng. Tapi siapakah Soembing, Janta atawakah Soendjata?”
Kaloe pikir sampe di sitoe, ia laloe merasa djeloes pada Janta, Tapi kemoedian ia bantras sendiri itoe perasa’an, kerna dengen itoe berarti ia aken perkosa angen-angennja satoe gadis jang soetji?
Janie belon mendjadi istri dari Janta, tapi roepanja iapoenja kesetia'an pada itoe djedjaka telah memboektiken lebih dari brapa istri setiawan dirangkep mendjadi satoe.
„Tida, akoe tida haroes meroesaken kebroentoengannja Janie,” kamoedian Soendjata ngelamoen lebih djaoe. „Akoe menjinta padanja dengen segenep djiwa, tapi hatinja ia telah dikasiken laen orang, inilah ada akoe poenja nasib badan dan tida haroeslah akoe meroesak kebroentoengannja.”
Kapan telah sampe di Betawie, Soendjata tinggal menoempang pada sala-satoe familienja.
Esoeknja Soendjata laloe pergi ka G. H. S. menanjaken tentang Drijanta pada bebrapa student di sitoe. Tapi dari marika ia dapet keterangan bahoea soedah berselang satoe taoen Drijanta tida ada masoek sekolah lagi dan tida ketaoean bagimana kabarnja.
Soendjata berlaloe dari sitoe dengen penoeh keheranan. Roepa-roepa pertanjakan laloe mengadoek dalem otaknja. Kemana Janta telah pergi dan apa sebabnja ia berlaloe dengen zonder kabar?
Itoe pemoeda laloe pergi ka pondokan jang bekas ditempatin oleh Janta. Dari toean-roemahnja itoe pondokan Soendjata dapet taoe bahoea sekarang Drijanta telah pindah di Bandoeng.
Dengen tida boeang banjak tempo lagi Soendjata laloe pergi ka Bandoeng dan koendjoengin pada adres jang dioendjoeken. Di sitoe betoelah ada bertinggal Drijanta, Kerna itoe ada roemah....... mertoeanja Janta. Tapi Janta tida berada di roemah, hanja masih berada di Palembang, berdagang di sana.
„Esoek ia dengen istrinja aken toeroen ai Priok,” katanja itoe orang toea. „Akoe telah trima iapoenja soerat bahoea ia aken dateng kemari.”
Soendjata rada tertjenggang koetika denger penoetoerannja toe orang-toea, kerna semoea apa jang ditoetoerken ada di loear iapoenja doega’an.
Kapan ditanjak, Soendjata tida kasi djawaban jang betoel tentang maksoed iapoenja kedatengan.
Soendjata kemoedian berpamitan dan boeroe-boeroe kombali ka Betawie.<noinclude></noinclude>
sfkgps68gy74zkbmcsamgsjmto5hz2i
Halaman:Janie.pdf/25
104
113943
315623
314332
2026-08-24T12:41:01Z
Ammachemist
27288
315623
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|44|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||45}}</noinclude>Esoek paginja Soendjata laloe menanti kedatengannja Janta di pelaboehan.
Kerna itoe hari ada kebetoelan hari minggoe, maka keada’an di pelaboean itoe pagi ada amat rame.
Itoe orang toea jang Soendjata ketemoein di Bandoeng poen ada terdapet di sitoe.
„Kaoe sedeng menanti siapa, ‘nak?” itoe orang toea menanjak pada Soedjata.
„Seperti djoega kaoe, bapa, akoe poen sedeng menanti Drijanta,” saoetnja Soendjata.
Itoe praoe-praoe dari Palembang jang ditoenggoe-toenggoe achirnja telah rapet pada pelaboean.
Betoel sadja, di sala satoe praoe ada kliatan toeroen Janta bersama istrinja. Itoe orang toea dan Soendjata telah samboet marika poenja kedatengan.
Satelah Janta poenja barang-barang bekelan dipreksa, ia dan istrinja laloe dibawak ka roemah familienja Soendjata.
Janta merasa sanget heran menampak Soendjata memapak di pelaboehan.
Di hadepan banjak orang Janta tida bisa oetaraken iapoenja keheranan. Tapi kapan telah berada di itoe roemah familie dan telah berada berdoea’an, Janta laloe kata:
„Meliat kaoe poenja roepa, mas Soen, roepanja ada soeatoe oeroesan penting?”
„Tida, hanja tjoema sebab akoe dapet verlof dan goenaken ini koetika boeat djoempahin kaoe jang lama tida ketemoe,” saoetnja Soendjata.
„Dan kaoe pegri sendiriian, tida dengen istrimoe?”
„Istri? Kaoe artiken akoe soedah beristri? Siapa?”
„Siapa lagi, mas, tentoelah dia..........”
„Dia.....?"
„........ Janie."
„Oh, kaoe salah doega ‘dék,” saoetnja Soendjata. „Soendjata masih merdika....... malah akoe poenja kedatengan sekarang ada atas iapoenja kehendakan. Ia kepingin dapet kabar, bagimanakah keada’an kaoe? Kenapakah lama sekali kaoe tida ada kabarnja? Akoe telah berdjandji aken membawak itoe kabaran kepadanja, Tapi kabar apakah sekarang akoe haroes wartaken padanja.....?”
Janta laloe toendoekin kepalanja kerna rasaken hatinja seperti mendapet poekoelan jang heibat.
„Akoe kiraken kaoe telah mendjadi anak mantoenja R. A. Tjakra,” kamoedian Janta berkata dengen soeara koerang lampias.
„Dan kerna itoe kira'an kaoe lantas menikah pada laen prempoean?”
„Tida; boekan begitoe sadja, mas,” saoetnja Janta lebih djaoe. „Dengerlah, ini boekan satoe tjerita’an karangan, hanja satoe kedjadian jang bener.
„Akoe poenja riwajat perhoeboengan kepada Janie kaoe tentoe telah mengetaoein, Akoe tjintain padanja lebih dari pada tjinta, begitoepoen akoe taoe bahoea ia tjintain dirikoe lebih dari pada apa jang akoe berboeat.
„Sampe akoe mendjadi student, ketjinta’ankoe padanja masih berkobar dan mendjadiken satoe soemanget boeat akoe menempoeh pladjaran-pladjaran.
„Tapi satoe hari na'as telah sampe, Satoe hari akoe bersama kawankoe, Abdoerrachman, telah pergi ka Bandoeng dengen naek motorfiets. Abdoer jang pegang stuur, samentara akoe membontjeng di blakangnja.<noinclude></noinclude>
c0swa3ihb9x5wppqubzqi3ovap4mr8k
Halaman:Janie.pdf/26
104
113952
315624
315236
2026-08-24T12:44:40Z
Ammachemist
27288
315624
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|46|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||47}}</noinclude>„Tatkala aken masoek kota Bandoeng dan di satoe simpangan, kita mendapet ketjilaka'an heibat. Abdoer roepanja koerang awas dan tabrak satoe grobak jang lagi brenti di samping itoe tikoengan. Akoe terpental dari itoe kandaran dan lantas tida inget diri lagi. Taoe-taoenja, kapan akoe tersedar, akoe telah berada di kamar sakit dan dengen lajap-lajap akoe menampak saorang gadis tjantik jang tida dikenal berada di depan pembaringankoe. Tapi akoe tida perhatiken itoe sebab akoe rasaken kesakitan heibat dan kepalakoe amat sakit.
„Brapa hari kemoedian, satelah akoe poenja keada’an rada baekan, akoe telah dibri taoe bahoea Abdoerrachman telah meninggal doenia sakoetika terdjadi itoe ketjilaka’an.
„Akoe sendiri mendapet patah satoe toelang roeSoek dan dapet loeka di toelang kepala. Satoe boelan lebih akoe moesti tinggal di roemah-sakit Juliana.
„Ajahnja Abdoerrachman dan poetrinja, Zoebaénah, telah berlakoe sanget baek sekali. Adalah marika jang sering dateng mengoendjoengin dan membawaken makanan-makanan.
„Satelah akoe semboeh, tapi badan masih amat lemah, dokter idjinken akoe boleh tinggalken kamar sakit, tapi larang akoe masoek sekolah dan haroes tjoekoep mengaso sahingga itoe loeka-loeka di toelang kepala soedah baek betoel.
„Ajahnja Abdoer itoe joema poenjaken doea anak, jalah Abdoer dan Zoebaénah. Kematiannja Abdoer itoe ada sanget menoesoek hatinja. Maka itoe ia ada sanget kasih dan sajang kepadakoe jang ketoeloengan dari bahaja maoet.
„Kapan akoe di idjinken kloear dari itoe kamar sakit, ajahnja Abdoer laloe bawak akoe ka roemahnja, titahken akoe haroes toeroet adviesnja dokter, tida masoek sekolah hanja mengaso di roemahnja itoe orang toea jang bak, tinggal di Bandoeng jang sedjoek hawanja.........” Janta brentiken penoetoerannja dan lajangken pikjrannja pada itoe hal-hal heibat jang ia pernah alamken.
„Apa tjoema ini sadja kaoe poenja tjerita’an, ‘dék?” kemoedian Soendjata menanjak.
„Belon, mas Soen,” Janta berkata lebih djaoe. „Masih ada banjak hal jang akoe perloe tjeritaken padamoe.
„Zoebaénah itoe kloeran dari Van Deventer School dan boekan sadja tjantik, tapi poen sanget baek dan manis boedi. Akoe sanget tertarik sekali padanja. Tapi dengen ini boekan lantas akoe loepaken pada Janie.
„Di kamar sakit berkali-kali akoe menoelis soerat kepada Janie, minta Zoenbaénah masoeken itoe di bus soerat. Tapi selaloe tida mendapet kabar. Begitoepoen sampe akoe kloear dari kamar sakit dan bertinggal di roemah ajahnja Abdoer, berkali-kali akoe toelis dan menanjaken tentang iapoenja kabar, tapi selaloe tida mendapet balesan dari ia, sahingga akoe djadi kesel dan penasaran serta pikirken jang tida-tida, doega tentoelah ia telah menikah padamoe,” Sampe di sini Janta tida landjoetken oetjapannja dan toendoekin kepalanja, kamoedian ia laloe landjoetken penoetoerannja. „Kemoedian kerna itoe, akoe telah berdosa dan kena goda.
„Zoebaénah sedari akoe masih dalem kamar sakit telah taro hati, tapi akoe selaloe berdaja boeat simbangken iapoenja perhatian dengen kataken bahoea akoe telah bertoenangan pada Janie jang akoe {{hws|tjin|tjinta}}<noinclude></noinclude>
a8syybfimuh377e3n5satw61fkh4jf0
Halaman:Janie.pdf/27
104
113953
315625
315237
2026-08-24T12:47:31Z
Ammachemist
27288
315625
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|48|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||49}}</noinclude>{{hwe|ta|tjinta}} segenep njawa. Tapi perhatiannja Zoebaénah tida terkoerang.
„Tatkala akoe pindah di roemah Zoebaénah dan menanti-nanti tapi tida mendapet kabar dari Janie, kerna kesel badankoe jang lemah djadi begitoe lambat boeat dapetken kesemhoehan, hingga Zoebaénah setiap hari senantiasa repot merawat dan meladenin dirikoe.
„Plahan-plahan akoe poenja perhatian telah berpindah pada Zoebaénah dan achirnja dengen zonder dipikir lagi satoe hari akoe telah samboet iapoenja pernjata’an tjinta schingga akoe menikah padanja dan telantarken..........” Janta tida dapet landjoetken oetjapannja lebih djaoe, kerna tenggorokannja seperti terkantjing.
Soendjata tinggal diam, kerna ia tida taoe apa jang moesti ditanjaken.
„Sekarang akoe merasa sanget berdosa, mas Soen,” kamoedian Janta berkata lebih djaoe, „jalah sia-siaken ketjinta’an dan kesetia’annja Janie jang soetji. Tapi apa dan bagimana akoe haroes berboeat sekarang? Bagimana akoe haroes berboeat ?”
Kombali Soendjata tida mendjawab itoe pertanjakan, Begitoepoen Janta sendiri tida dapet djawab pertanjakan itoe, hingga marika berdoea laloe pada tinggal mendjoeblek.
„Mas Soen,” kemoedian Janta berkata poela, „bagimanakah keada’annja Janie dan iboenja ini waktoe?”
„Masja’allah! Masakah kaoe belon taoe bahoea iboenja Janie soedah meninggal doenia,” katanja Soendjata dengen penoeh keheranan.
„Astaga! Inallilahi wainallilahi rodjioen!” Janta berseroeh dengen ampir tida terkloear kerna tertahan di dalem tenggorokannja, „Djadi iboenja Janie soedah meninggal? Kapan?”
„Berapa boelan berselang.”
„Oh, Allah, kesian si Janie, ia haroes hidoep sebatang karang dan hidoep ......... dihianatin oleh seorang jang ia tjintain. Bagimana, mas Soen, bagimana akoe haroes berboeat? Adakah akoe haroes meminta ampoen padanja dan perbaekin pri kehidoepan dan kesetia’annja jang teroesak?”
„Adék Janta, djangaalah kaoe berpikir dengen gampang. Ingetlah, kaoe telah beristri dan lagi istri kaoe itoe sedeng mengandoeng. Bagimana rasanja iapoenja hati apabila mengetaoein bahoea soeaminja hatinja sekarang telah aken bertjabang....."
„Ja, mas Soen. Dan tjeritakenlah bagimana keada’annja Janie ini waktoe?”
„Oh, Janie ada sanget tersengsara, lajoe ibarat kembang jang sia-sia menanti menetesnja sang emboen dan terbitnja sang matahari pagi jang sedjoek. Iboenja meninggal poen kerna memikirin keada’an poetrinja.” begitoelah Soendjata laloe menoetoer. „Janie telah djadi poetoes pengharepan kerna tida mendapet kabar soeatoe apa tentang diri kaoe. Janie poenja keada'an djadi semangkin heibat tatkala iboenja telah meninggal hingga akoe menaro kekwatiran besar atas keada’an dirinja, tapi akoe tida bisa berboeat banjak, kerna itoe waktoe akoe masih bekerdja di Semarang dan tjoema tempo- sadja bisa koendjoengin Janie. Tapi kemoedian satelah dengen kebetoelan akoe dipindah ka Wanasaba, lantaslah akoe bisa herboeat banjak boeat hiboerin Janie sahingga kesehatannja kombali sedikit dan bisa bekerdja kombali. Kerna akoe taoe biarpoen soedah begitoe lama tida ada mendenger kabar dari kaoe.<noinclude></noinclude>
2e594g1rwcahs2t2n2rgv1zipddcw9e
Halaman:Janie.pdf/28
104
113960
315626
314354
2026-08-24T12:50:11Z
Ammachemist
27288
315626
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|50|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||51}}</noinclude>toch senantiasa ia masih senantiasa toenggoein dan harep-harep kaoe poenja dateng maoepoen tjoema kabar sadja, maka akoe teleh ambil verlof dan goenaken boeat dateng di sini dengen membawak iapoenja pesenan: „Akoe tjoema titip, kaloe poelang bawaklah kabar bagimanakah keada'annja Janta.......”
Janta rasaken hatinja seperti diremes antjoer, soekoer ia poenjaken itoe kekerasan hati boeat tida koetjoerken aer-mata, tjoba tida begitoe pasti mengalirnja sang aer-mata soedah tida bisa ditahan poela.
„Adék Janta, bagimanakah akoe moesti bawak kabar boeat Janie?” kemoedian Soendjata berkata.
„Tidoerlah doeloe, mas Soen, hatikoe pepet dan tida dapet memikir,” saoetnja Janta. „Esoek pagi akoe aken pikirken itoe.”
„Nah, slamet tidoer, 'dék,” katanja Soendjata dan aloe masoek ka dalem kamarnja.
Janta poen laloe masoek ka dalem kamarnja. Di sitoe ia ketemoeken bahoea istrinja lagi tengkoerepken di atas bantal dan sesenggoekan.
„Zoeb, kenapa kaoe?” Janta menjamperin danmenanjak, tapi sang istri tinggal tida mendjawab dan teroes menangis sesenggoekan.
Janta angkat kepalanja sang istri dan dapet menampak bahoea paras istrinja itoe telah basah dengen aer-mata.
„Kenapa kaoe, Zoeb? Adakah kaoe sakit?” tanjak Janta.
Tapi Zoebaénah tinggal mendjoeblek sadja.
„Bilang, Zoeb, kenapa kaoe? Kaoe sakit atawakah ada laen hal jang membikin kaoe sedih atawa djengkel?” Janta tanjak poela.
„Tida, akoe tida sakit,” kamoedian Zoebaénah menjaoet, „Akoe baroesan telah mendenger semoea kaoe dan mas Soen poenja pembitjara‘an, kerna itoe akoe djadi sanget bersedih dan merasa berdosa. Maka biarlah kita poenja perhoeboengan tjoema sampe di sini sadja......."
„Oh, istrikoe, djanganlah kaoe berpendapetan jang demikian,” Janta berkata sambil rangkoel istrinja dengen perasa’an penoeh menjajang. „Djangalah kaoe salah mengerti dengen apa jang kaoe denger. Apa jang kaoe denger, itoe semoea tjoema satoe lamoenan jang kosong, boekan terkloear dari pikiran jang sehat. Janta tida aken djadi laen ketjoeali djadi kepoenja'an kaoe."
Tapi Zoebaénah roepanja tida djadi poeas dengen itoe hiboeran sadja, hingga sampe lama Janta haroes menghiboerin.
Kamoedian kapan sang istri telah tidoer, Janta laloe Kloear mandi kerna dari tadi masih belon mandi. Satelah bersihken badannja Janta laloe kloear di pekarangan maski keada’an tjoeatja itoe waktoe ada sanget gelap. Di sitoe ia lajangken pikirannja pada hal-hal jang telah laloe dan kemoedian pada hal-hal jang aken dateng. Bagimanakah sekarang ia haroes berboeat? Tjereken Zoebaénah dan menikah pada Janie? Oh, inilah ada perboeatan jang sanget rendah dan doerhaka, kerna Zoeb dalem perasa’annja tida poenjaken kedosa’an apa-apa dan laginja sekarang lagi mengandoeng. Tapi bagimana kaloe ia telantarken Janie, jang boekan sadja menjinta, tapi poen telah oendjoeken kesetia‘anja sampe begitoe matjem, boekankah ini ada satoe perboeatan jang kedjem terhadep satoe gadis jang soetji sebagi Janie?<noinclude></noinclude>
7ejt7xexyuir5gx2tipqa6i3lbixpqy
Halaman:Janie.pdf/29
104
113968
315627
315233
2026-08-24T14:54:55Z
Ammachemist
27288
315627
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|52|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||53}}</noinclude>Janta rasaken kepalanja ampir petjah kerna digoenaken boeat tjoba petjahken itoe perkara jang Soelit.
Kamoedian satelah tida dapetken kepoetoesan soeatoe apa, Janta laloe beranggepan: „Ah, menoeroet adat Islam, saorang lelaki boleh beristri lebih dari satoe. Maka boekankah ada sepantesnja kaloe akoe ambil Janie sebagi bini kedoea?”. Begitoelah Janta telah berpikir. Tapi kamoedian ini pikiran laloe dibantah oleh iapoenja laen pikiran jang lebih sehat. „Tapi, ah, ini anggepan ada sanget gelo, sanget menghina pada dirinja Janie jang soetji dan sanget merendahken deradjatnja kaoem prempeoan jang terpladjar. Ini boekan anggepan dari saorang jang terpladjar........." Kerna ini anggepan jang paling blakang, Janta laloe mendapet poetoesan, adalah lebih terhormat ia betjere dari Janie, maski sebenernja ia belon nikah padanja.
„Janie, biarlah kaoe hidoep beroentoeng dengen laen lelaki jang lebih berharga,” begitoelah Janta mengelah napas sambil dongaken kepalanja ke atas memandeng itoe bintang-bintang jang berkelap-kelip di itoe atas langit jang gelap hingga laksana riboean boetir batoe-batoe inten jang berkelap-kelip di salembar beloedroe item jang indah.
Satelah memikir sampe di sitoe, Janta laloe masoek ka dalem roemah dan laloe menoelis sepotong soerat boeat Janie.
Ia toelis:
:: Ajoenda Janie jang tertjinta,
:: Maskipoen dengen tangan jang dingin dan berat, akoe telah paksa toelis ini sepotong soerat boeat sebagi gantinja bahoea akoe tida bisa dateng sambang di Wanasaba.
:: Akoe tida aken membri keterangan pandjang lebar, kerna mas Soen nanti bisa tjerita lebih loeas. Maka dengen ini akoe tjoema minta kaoe poenja ma’af dan ampoen, Akoe poenja penghidoepan telah berobah banjak sekali dan telah sia-siaken kaoe poenja pengharepan.
:: Akoe tida bersekolah lagi berhoeboeng dengen satoe ketjilaka’an motorfiets dan sekarang mendjadi soedagar, melandjoetken perdagangannja akoe posnja mertoea, dan soedah brapa boelan telah bertinggal oeroes perdagangan di Palembang.
:: Akoe telah menikah dengen Zoebaénah, siapa tida lama poela aken mendjadi iboe, kerna sekarang telah mengandoeng hamilan.
:: Janiekoe, biarlah Allah berkahken kaoe dan akoe poedjiken kaoe aken dapet hidoep beroentoeng dengen laen lelaki jang lebih berharga.
{{right|Salam dan minta ma’af dari <br/> {{sp|'''Janta'''}}}}
Satelah menoelis itoe soerat, masoeken envelop dan kemoedian simpen dalem kantong badjoenja. Janta laloe naek atas pembaringan, tapi semalem itoe ia tida dapet tidoer barang sekedjab, maski ia telah meremken matanja berdjam-djam.
Esoeknja Soendjata dan Janta bertemoe kombali. Janta serahken itoe soerat kepada Soendjata soepaja disampeken pada Janie.
„Sampeken akoe poenja ma’af padanja,” katanja Janta. „Dan akoe poedjiken biarlah itoe gadis jang Soetji, jang setiawan, tida aken mendjadi {{hws|kepoe|kepoenja'annja}}<noinclude></noinclude>
76t4vm1yxwmrsz38p1bu3bszjcqeo7q
Halaman:Janie.pdf/45
104
113982
315647
314386
2026-08-24T16:21:25Z
Ammachemist
27288
315647
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|84|||{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''JANIE.'''}}|||85}}</noinclude>Janie menggoda.
„Ja,” saoetnja Drijanie.
Semoea tertawa koetika mendenger katanja itoe anak ketjil.
„Adakah kaoe soedah kepingin poenja mamie?” Janie tanjak poela.
„Ja.”
„Liatlah, 'dék Janta, Drijanie soedah kepingin poenjaken satoe iboe, adakah kaoe tida kesian padanja,” kemoedian Soendjata berkata.
„Tapi toch kaoe poenja papie ada mendjadi djoega mamie?” katanja Janta sembari angkat sang poetri dan taroek atas pangkoeannja.
„Katanja papie aken tjariken Niek satoe mamie,” itoe anak kata poela.
Kombali semoea pada tertawa.
Janie bangoen dari doedoeknja dan angkat itoe anak dari pangkoeannja sang ajah.
„Ajo, ‘nak, tjari’in kaoe poenja iboe.......” katanja Janie dan sambil toentoen itoe anak.
Drijanie dibawak ka kamarnja Soemarsih, siapa jang lagi lamoenken pikirannja djadi sanget terkejoet koetika dengen mendadak dapet taoe bahoea Janie bersama Drijanie telah masoek ka dalem kamarnja.
„lni kaoe poenja iboe, toeroetlah padanja,” katanja Janie. „Kaoe poenja iboe memang nakal, ja, baroe ketemoe soedah tinggalken pada Niek.”
Sri Soemarsih bersenjoem dengen moekanja berobah merah, Itoe gadis laloe angkat itoe anak, gendong dan laloe tjioemin pipinja jang montok beroelang-oelang.
„Kaloe panggil dia, panggilah iboe, ja Niek,” katanja Janie.
Drijanie manggoetken kepalanja.
„'Boe, Nick minta kembang lagi,” kemoedian Drijanie berkata.
„Minta kembang? Ajolah akoe bawak ka kebonan,” saoetnja itoe gadis dan gendong itoe anak menoedjoe ka pekarang depan.
Janie telah samperin kombali pada Janta jang masih asik bertjakep kepada Soendjata.
„Liat, kaoe poenja anak roepanja soeda sanget setoedjoe poenjaken Sri sebagi iboenja,” katanja Janie sambil bersenjoem.
„Kaoe selaloe menggoda, ‘mbak-joe,” saoetnja Janta dengen moeka kemerahan.
„Tapi toch pantes kaloe ia mendjadi iboenja?” Janie kata poela.
„Tapi anak itoe nanti aken terlebih girang menganggep iapoenja ajah ada sebagi iboenja djoega, doea dirangkep mendjadi satoe,” Janta kata poela.
Janie awasin Janta dengen sinar mata penoeh artian.
Kerna dipaksa, Janta kepaksa itoe malem menginep di kawedanan sitoe.
Malem itoe Drijanie tida tidoer dengen ajahnja, hanja tidoer sama Soemarsih.
Pagi-pagi bangoen, Janta soedah dapetken bahoea anaknja bersama Sri telah berada di taman dan petikin brapa kembang.
„Eh, masih pagi begini kaoe soedah bikin repot tante kaoe, Niek,” kata Janta,
„Apa kaoe tida soeka ia bikin repot padakoe, mas?” kata Soemarsih,
„Tida; tjoema akoe kwatir ia banjak menganggoe kaoe.”<noinclude></noinclude>
gxljo83wrmw387zqflw32hxpjiy3d68
Aku Ini Binatang Jalang/Biografi
0
114499
315609
2026-08-24T11:59:08Z
Alicya-
21994
Halaman baru
315609
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author = Chairil Anwar
| translator =
| section = Biografi
| previous = [[../Bibliografi|Bibliografi]]
| next =
| notes =
}}
<pages index="Aku Ini Binatang Jalang.pdf" include=155/>
55zo171xys5g2vqv92wrq4wspctzi36
Aku Ini Binatang Jalang/Bibliografi
0
114500
315611
2026-08-24T12:01:41Z
Alicya-
21994
Halaman baru
315611
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author = Chairil Anwar
| translator =
| section = Bibliografi
| previous = [[../Kata Penutup|Kata Penutup]]
| next = [[../Biografi|Biografi]]
| notes =
}}
<pages index="Aku Ini Binatang Jalang.pdf" from=151 to=154/>
rgftfbq9ptmg01jh3r9vdi67s33ra1o
Aku Ini Binatang Jalang/Kata Penutup
0
114501
315613
2026-08-24T12:10:41Z
Alicya-
21994
Halaman baru
315613
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author = Chairil Anwar
| translator =
| section = Kata Penutup
| previous = [[../Surat-Surat|Surat-Surat]]
| next = [[../Bibliografi|Bibliografi]]
| notes =
}}
<pages index="Aku Ini Binatang Jalang.pdf" from=144 to=150/>
d7m9d5958efnubsgev86m1idp735ki5
Aku Ini Binatang Jalang/Surat-Surat
0
114502
315615
2026-08-24T12:19:01Z
Alicya-
21994
Halaman baru
315615
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author = Chairil Anwar
| translator =
| section = Surat-Surat
| previous = [[../Krawang-Bekasi|Krawang-Bekasi]]
| next = [[../Kata Penutup|Kata Penutup]]
| notes =
}}
<pages index="Aku Ini Binatang Jalang.pdf" include=136/>
{{pb|label=}}
<pages index="Aku Ini Binatang Jalang.pdf" from=137 to=143/>
mivavg4cn5gjeoedl6rpvy0yejmkl9r
Aku Ini Binatang Jalang/Krawang-Bekasi
0
114503
315616
2026-08-24T12:22:51Z
Alicya-
21994
Halaman baru
315616
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author = Chairil Anwar
| translator =
| section = Krawang-Bekasi
| previous = [[../Kepada Peminta-minta|Kepada Peminta-minta]]
| next = [[../Surat-Surat|Surat-Surat]]
| notes =
}}
<pages index="Aku Ini Binatang Jalang.pdf" from=133 to=134/>
0z6ra9hsqy7hq74ib21f807kn6y1uot
Aku Ini Binatang Jalang/Kepada Peminta-minta
0
114504
315657
2026-08-25T00:22:01Z
Alicya-
21994
Halaman baru
315657
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author = Chairil Anwar
| translator =
| section = Kepada Peminta-minta
| previous = [[../Aku Berada Kembali|Aku Berada Kembali]]
| next = [[../Krawang-Bekasi|Krawang-Bekasi]]
| notes =
}}
<pages index="Aku Ini Binatang Jalang.pdf" include=132/>
a005sdbk7hgnj8g3zaaojg7x6gc1plq
Halaman:Janie.pdf/1
104
114505
315676
2026-08-25T01:31:35Z
Aeia aai
24023
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{xx-larger|'''SIGNATUUR'''<br>'''MICROVORM:'''}} {{xx-larger|'''SHELF NUMBER'''<br>'''MICROFORM:'''}} {{| class="wikitable" |- |M SINO 0827 dl 107 |}} {{larger|'''BIBLIOGRAFISCH VERSLAG:'''}} {{larger|'''''BIBLIOGRAPHIC RECORD:'''''}} '''MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER:''' '''''MASTER NEGATlVE STORAGE NUMBER:''''' {{| class="wikitable" |- |MM69C-10023b |}} {{rule}} '''KITLV/Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean St...
315676
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>{{xx-larger|'''SIGNATUUR'''<br>'''MICROVORM:'''}}
{{xx-larger|'''SHELF NUMBER'''<br>'''MICROFORM:'''}}
{{| class="wikitable"
|-
|M SINO 0827 dl 107
|}}
{{larger|'''BIBLIOGRAFISCH VERSLAG:'''}}
{{larger|'''''BIBLIOGRAPHIC RECORD:'''''}}
'''MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER:'''
'''''MASTER NEGATlVE STORAGE NUMBER:'''''
{{| class="wikitable"
|-
|MM69C-10023b
|}}
{{rule}}
'''KITLV/Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies'''
'''Janie/oleh Roro Paloepi. - [Malang] : [Paragon Press], 1937. -P.[7]-89.;Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/12:<br>
17 cm. - (TJerita roman; Itaoen ka-91, no. 107 (November 1937)
Sino-Maleise literatuur. - Novelle. - Bevat extra pagina: Mira GI,aklodra'
NJoo Cheong Seng. - P. 91-113. - MIsdaadverhaal
AUTEUR(S)
Roro Paloepie i. een luteunaanduldinl
NJoo Cheong Seng (1902-1962)
Exempl"raeaevens:
TJerita roman; taoen ka-9, no. 103 t/m 108 (1937) in I bd.
Sign. van origineel:
ShelCnr. oC original copy:
M bb 6955N Ic
Filmformaat I Size o/film:
Beeld plaatsing 1Image placemellt :
Reductie moederfilm I Redllctioll Master film:
J aar van verfilming I Filmed itl :
Verfilmd door bedrijf I Filmed by:
Siln. van microvorm:
ShelCnr. oC microCorm:
M SINO 0827 dl 107
BDP/ . . 16 I e mm
COMICI DB
15 : 1
2005
Karmac Microfilm Systems<noinclude></noinclude>
qkqwvcmmvt5z5gkxy2dbkcvq7ruv4tw
Pembicaraan:Pantja-Sila/PENUTUP
1
114507
315816
2026-08-25T10:55:33Z
Iripseudocorus
23824
/* Konflik penyuntingan */ bagian baru
315816
wikitext
text/x-wiki
== Konflik penyuntingan ==
Salam para juri,
@[[Pengguna:Quraeni|Quraeni]] @[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]]@[[Pengguna:Mbee-wiki|Mbee-wiki]]
Izin menginformasikan terkait adanya halaman transklusi yang dobel dengan
[[Pantja-Sila/Penutup]]
Terima kasih [[Pengguna:Iripseudocorus|Iripseudocorus]] ([[Pembicaraan Pengguna:Iripseudocorus|bicara]]) 25 Agustus 2026 10.55 (UTC)
h8bco399cinh2pd86znhu89ijfghcn7
Pembicaraan:Pantja-Sila/Pantja-sila sebagai kesatuan
1
114508
315817
2026-08-25T10:57:14Z
Iripseudocorus
23824
/* Konflik Transklusi */ bagian baru
315817
wikitext
text/x-wiki
== Konflik Transklusi ==
Salam para juri,
@[[Pengguna:Quraeni|Quraeni]] @[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]]@[[Pengguna:Mbee-wiki|Mbee-wiki]]
Izin menginformasikan terkait adanya halaman transklusi yang dobel dengan
[[Pantja-Sila/Pendahuluan]]
Terima kasih [[Pengguna:Iripseudocorus|Iripseudocorus]] ([[Pembicaraan Pengguna:Iripseudocorus|bicara]]) 25 Agustus 2026 10.57 (UTC)
3wmt9u5kovllaqtam1hjp9rzat8nfpy
Pembicaraan:Pantja-Sila/I
1
114509
315818
2026-08-25T11:01:46Z
Iripseudocorus
23824
/* Konflik Transklusi */ bagian baru
315818
wikitext
text/x-wiki
== Konflik Transklusi ==
Salam para juri,
@[[Pengguna:Quraeni|Quraeni]] @[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]]@[[Pengguna:Mbee-wiki|Mbee-wiki]]
Izin menginformasikan terkait adanya halaman transklusi yang dobel dengan
[[Pantja-Sila/Pengantar Bab I]].
Sebagai catatan, sebenarnya per tanggal 20 agustus laman ini sudah saya hubungkan sebagai bagian selanjutnya dari laman [[Pantja-Sila]] untuk menghindari halaman ganda. Namun, mungkin masih terlewat oleh orang lain
Terima kasih [[Pengguna:Iripseudocorus|Iripseudocorus]] ([[Pembicaraan Pengguna:Iripseudocorus|bicara]]) 25 Agustus 2026 11.01 (UTC)
prpsvuyr1o1knhphgzfj3r2o07vrdsj