Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.17 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/54 104 70438 315829 315545 2026-08-25T12:16:31Z ~2026-46183-51 27514 Membatalkan revisi [[Special:Diff/315545|315545]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]]) 315829 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="susunan" />{{hwe|djadi|mendjadi}} manusia. Marilah pembitjaraan jang pertama itu kita persilakan bukan kepada pendeta atau kepada kesatria, melainkan kepada petani, ja'ni rakjat. <section end="susunan" /> <section begin="susunan" /><section end="susunan" /> <section begin="tudjuan" />{{rh||III}} {{rh||TUDJUAN PANTJA-SILA.}} 1) Kita telah membitjarakan kesatuan dan susunan Pantja-Sila. Marilah kita tekankan, bahwa kesatuan ini bukanlah kesatuan jang diam dan statis dan bahwa susunan ini bukanlah susunan jang kaku, jang tidak bergerak. Kelima sila ini bukanlah seperti lima bintang jang masing-masing mempunjai djalannja sendiri didalam alam semesta dan achirnja barangkali akan saling mendjauhkan diri. Garis-garis geometri jang kita tarik diantara bintang-bintang jang demikian pada waktu malam hari, bukanlah garis-garis tenaga jang sebenarnja didalam alam semesta. Gambaran bintang adalah kombinasi jang kebetulan dan jang sembarangan dari fantasi kita. Tetapi Pantja-Sila itu tidak boleh dianggap sebagai kombinasi jang demikian, Sebaliknja, kombinasi kelima sila itu berarti, bahwa disini diketemukan konstellasi tenaga-tenaga ini saling tarik-menarik dan tolak-menolak, tetapi meskipun demikian merupakan suatu kesatuan jang erat. Maka oleh karena itu menjusun dan menjalurkan tenaga-tenaga ini, mendjadi kewadjiban jang tetap bagi orang-orang jang bergumul dan bekerdja sekarang dan bagi banjak lagi turunannja jang akan datang. Kelima sila itu dapat kita umpamakan lebih tepat dengan lima kotak sawah jang bertingkat-tingkat letaknja, Tidak ada sekotak sawahpun jang tidak membagikan airnja. Tiap-tiap kotak memberikan air kepada kotak jang lainnja. Ini berarti terhadap Pantja-sila: Pergaulan dengan Tuhan Allah memungkinkan manusia bergaul dengan sesamanja. SCsama manusia ini terutama diketemukan dalam bangsa sendiri. Disini tempatnja, dimana manusia mendjadi warganegara. Dan organisasi ketatanegaraan mendjadi alat untuk mentjapai ekonomi jang lebih baik bagi tiap-tiap orang. Tapi kebalikannjapun benar djuga: Dengan pekerdjaannja buruh itu meletakkan dasar untuk pertumbuhan politik jang sehat. Bentuk negara jang demokratis memberi kesempatan kepada bangsa untuk bertumbuh. <section end="tudjuan" /><noinclude>{{rh|50}}</noinclude> oql1gztw10oqu14h5wku4m5cxp46gyz Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/31 104 112501 315882 315758 2026-08-26T04:36:00Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 315882 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" />{{rh||41}}</noinclude>pitalistis. Tapi pemilik ketjil subjektif ti dak revolusioner sebab mereka tidak berkehendak menghapuskan hak milik perseorangan dan sistim produksi jang kapitalistis. Sebaliknja mereka menginginkan milik jang lebih besar. Akan tetapi terhadap imperialisme mereka bersikap revolusioner.Mereka mengharapkan adanja Pemerintah Nasional dan Kemerdekaan Nasional. Djustru karena itu mereka objektif adalah revo lusioner. Dalam usaha kita bertalian dengan organisasi, taktik dan strategi, kita tak dapat mentjempur adukkan satu dengan lainnja unsur2 buruh industri dan bukan proletar. Mentjempur adukkan itu tidak akan membawa kekuatan, ken tetepi honja membawa kelemahan belaka. Sekalipun unsur2 tersebut diatas kedundunnja berdjoang melawan imperialiar 3, an den tudjuan perdjoangan mereka adalah berbedaan. Akan tetapi perbedaan itu orang tak boleh melupakan kemestian kerdja sema, sebab baik tudjuan bukan proletar, maupun tudjuan terachir buruh industri hanja terlaksa na sesudah hentjurnje imperialisme. Taktik PKI terhadap orang2 bulan proletar dengan mengi ngat kepentingan2 materiilnja supaja sangat plastis (sangat membimbing). Ia harus membangkitkan tenage2 potensi revolusioner, ada pada orang2 bukan proletar. Ia harus татри djuga mongkoodinir tenaga2 ini dengan tenaga2 proletar. Djika ini berhasil, maka komerdekaan Indonosia boleh dikata telah dapat ditontukan. Kesadaran revolusioner harus dilengkapi dengan hasrat revolusioner. Kesadaran sadja tidak tjukup. Sudah sewadjarnja, bahwa rakjat Indonesia jang telah diperbudak selama 300 tahun dan harus berdjoang melawan imperialisme mampu {{rh||53}} Jaag mungkin dibantu oleh imperialisme 2 lain nja tak akan dapat menang dalam satu hari. Di beberapa tempat P.K.I.mungkin mengalami puku laa .Ada kemungkinan, bahwa ia dihari kemudian akan terpak meland jutkan eksislebih banjak dibaweh tenan. Akan tetapi, dalam semua kemung kian2 ini ia tak akan dan tak boleh kebilang an keborenian dan pikiran. Sebaliknja kita jakin bahwa ia akan lobah giet, lebih berpengalaman dan lebih berani. Sebab kepertjajaen P.K.I. a kan djetuhnja imperialisme Belanda dan tenaga revolusioner rakjat Indonesia bukan disandar ken pada DjojoBojo ateu pedagang djamu lain nja, alan tetapi kepertjajaan itu disandarkan atas analisa okonomisosial masjarakat Indone anta sia. Pertentangan jang pantang damai. r jg berkuasa den jg dikuasai di Indoensia semakin memperkuat jg tersebut belokangan ini de1um perdjoangaanja. Kesadaran dan nasrat dapat dilakukan pada tempatnje, djika F.K.1. memiliki disiplin ba dje. Semua anggauta, seksi2 dan organisasi2 P.K.I. harus melaksanakan putusan? puset dng. à judjur danglat. Suatu soksi harus membantu seksi lainn ja, jer menderita pukulan. Ia ha rus melangkan nelju, djika pimpinan momendang perlu, aan melangkah mundur djike perdjoangan monjuruhnja. Suatu strategi hanja bisa menda patkan suksee, djika Staf Unun dapat pertjaja sepenuhnja atas seluruh tentaranja. {{rh||-0-}} {{rh||<u>'''PUKULAN STRATEGI'''</u>}} Pukulan strategi jang penghabisan akan ber hasil djika memenuhi ajerat2 berikut: 1. Partai memiliki disiplin badja..<noinclude></noinclude> sg02iydhgsralia7qqd0fjefio9dinn Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/33 104 112503 315881 315760 2026-08-26T04:35:40Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 315881 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" />{{rh||56}}</noinclude>hanja dalam kemenangan, tapi djuga dalam kekalah an keportjajaan dan ketaatan pada P.K.I. seba- gei partai rakjat revolusioner harus tetap dan tak berobah. Kita harus akui, bahwa propaganda dan agitasi kita di daerah2 luar Djewa djuga di Djawa sendi ri masih belum konkrit dan tjukup kuat dan ka renanja masih belum tjukup dalam meresapnja.Ke- kurangan tenaga dan alat, kekurangan pengetahu- an dan pengalaman tentang keadaan daerah2 dilu- ar Djawa adalah sebab jang terutama mengapa te- naga2 revolusioner kite sementara masih tertim bun di Djawc. dan aksi2 kita tetap terbatas di- Djawn. Sekalipun disana-sini tenaga2 komunistis telah berkembang (Ternate,Atjeh dll sebagainja) sebagian besar dari daerah2 luar Djawa bagi ki- ta masih merupakan hutan remadja: Orang2 Djambi dan Palembang jeng memang tak dapat digolongkan pada orang2 Indonesia jeng berperasaan puas dan berdjiwa budak bagi kita masih gelap adanja. Tambang2 besar seperti tambang emas, timah, minjak, karangbatu dan industri2 pertanian seperti toh dan karet masih belum mengalani perobahan. Bandjarmasin dan Atjeh, dimana peperangan2 fanatik dilakukan orang dibawah bendera Islam, bagi kita masih asing adanja. Di daerah2 tersebut diatas kita masih belum mompunjai pengeruh diantara petani 2. Bukan hanja disana pakerd jaan bagi kita diper sukar oleh reaksi, akan tetapi djuga karena kita masih sangat kurang dapat me- nerobos kedalam kesukaran2 hidup nasional-nja dan tjara berfikirnja.. Djika kita di daorah2 luar Djawadjuga di- Djawa hendak meningkatkan tenaga2 potensi ke- pada tenaga2 penggerak revolusioner,maka propa- ganda dan agitasi harus kita sesuailean dng. ke- {{rh||57}} adapun lokal jang berbeda-beda adanja di Indonesia, lebih daripada apa jang sebegitu djauh telah kita lalaikan. Kita harus dapat mempengaruhi orang2 Djambi, Bandjar dan Atjeh jeng sedikit atau banjak tekun pade agamanja. Djika kita ma- sih belum dapat menggabungkan diri dengan mere- ka, maka kita sudah barang tontu tak dapat bor- bitjara tentang pimpinan revolusioner.Kita se- land jutnja harus dapat menund julkan, bahwa pro- gran kita bertudjuan meningkatkan hidup materi- ilnja. Kita harus mampu mendjelaskan, bahwa se- mua rintangan, jang dialami pedagang2 ketjil, petani2 dan penguanha2 ketjil di daerah Djawc, pede masa ini monti akan lenjap hapusnje imperialisme.Ketjuli jika orang2 bu- kan proletar jeng sebagian besar terdiri penduduk de er n2 luer Djowa menginajafi, bahwa dalam kemerdekaan nasional, bukan hanja buruh2 industri sadja, akan tetapi djuga mereka turut meuse hakan hasil keuntungan materiil, me- reke, akan monggabungkan diri disana-sini bersa- ma-sama proletar dalam perdjoengan melawan im- perialisme. Djika kota Roma tidak dapat dibang- un dalam satu hari, demikian-pun mendidik dan mengorganisir rakjat jung 50 djuta orang djum- labrja, dan jang telah tertindas ratusan tahun lamanja, ajuga membutuhkan waktu. Akan tetapi djustru penindasan fan reaksi jang meningkat ninglet adalah pembantu2 P.K.I. jang baik. dari akan Djika nanti partai telah dapat di-disiplin dan sebagian besar dari penduduk telah dapat dibawah pimpinan kita, kita terlebih dahulu harus meng- tahui keadaan di kubu lawan, baik jang ada dide- lam, maupun jang ada diluar negeri, sebelum kita melantjarkan pukulan jang menentukan. Lebih terpetjah-petjah keadaan lawan, lebih mengun-<noinclude></noinclude> 8r3hahpxv986dbwvxsd5nur7fi6e0uy Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/34 104 112504 315880 315761 2026-08-26T04:35:26Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 315880 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" />{{rh||58}}</noinclude>tungkan bagi kita. Kita boleh mengatakan, bahwa lawan dalam negeri jaitu imperialisme Belanda bersatu menghadapi rakjat Indonesia. Tidak de mikian halnja di Eropah. Kaum bord juis jang bertubuh dalam partai2 Konservatif, Leberal dan partai2 radikal lainnja,dalam menghadapi buruh2 revolusioner umpamanja nampak solider, akan tetapi diantara mereka sering djuga nampak adanja perpetjahan jang mendalam. Orang2 Sosial Demokrat mundarmandir kian kemari antara bord juasi dan buruh2. Perpotjahan antara bord juasi Eropah di Indonesia, djustru karena mereka tergolong pada bangsa lain daripada buruh2, tak sedemikian besarnja, sehingga penduduk Indonesia akan bisa mendapatkan keuntungan jang agak berarti dalam perpetjahan itu. Totapi sekalipun bord juasi Be landa sementara solider menghadapi penduduk In donesia, kesolideran 100.000 orang akan tak ada artinja djika dihandingkan dengen 50.000.000. orang. kesolideran Akan tetapi musuh2 luar negeri (imperialisme) Inggeris, Ameriks dan Djepang) menghadapi Indo nesia sangat terpetjah belah. Antara imperialis me Amerika dan Djepang tak terdapat unsur perse tuan dan kesolideran. Besok atau lusa kedua im perialisme itu harus menentuka kekuasaannja a tas lauten Pasifik dengan pedang.. bila waktunje perang Djepang Akan tetapi Amerika tek orang dapat meramalkan. Pertentangan2 ekonomi dan politik antara Dje pang dan Amerika jang pantang damai mur Djauh telah berulangulang kita tundjukkan, di Ti den disini tak perlu kita uraikan lagi. Memang dapat dipastikan, bahwa Inggeris akan dipihak Amerika, sehingga armada Djepang dihan berdiri ding dengan armeda Amerika akan merupakan im {{rh||59}} bangan sebagai 3:10. Satu pertanjaan jang sa na penting ja, jalah apakah ketiga imperialis mo tersebut menilik situabi internasional seka rung ini rkan mendatangkan perang dunia baru? Memang adalah satu konjataan, bahwa Amerika dalam melaksanakan politiknja "Penetration Pa offic" (penercbosen pasifik) dimanamana menda pat kemenangan dalan persaingan ekonomi. Satu orang dunia baru bukan hanja satu keharusan bo porluasen daerah pengaruh Amerika, alan tota pi coal itu akan dapat membawa bahaja, bahwa bu ruh internasional nanti dibawah pimpinan Moskow akan merobeh perang dunia itu mondjadi perang Baudara. untuk Dalam keradjarn Djepang sendiri terdapat ana air2 jang menentang perang Djopang Amerika dongan segera.Bentjena alen jang disebabkan karena gontjangan bumi pada tahun 1923 mengakibat kan kerusakan hebat pada kehidupan ekonomi Djepeng daripada ape jang dapat kita lihat dari luar. Bentjana itu bagi Djepang membutuhkan tona. ga besar dar waktu padjang sebelum ia dapat memperbaiki kembali kehidupan ekonominja atas tingket jarg suna sebagaimana adanja sebelum terdjali berijana alan itu. Pergerakan nondemokrasikan" Djepang dari pemerintahan "autokrasi" jang dipimpin oleh kasta pertengah an dan disokong oleh seluruh kaum buruh masih berdjalan langsung. Pergerakan ini diperkuat karena dalar negeri sekarang timbul penganggur an jang luas (menurut berita jang terachir le bih dari 3.000.000 orang), diantara mana terdapat djuga benjak korban2 dari kasta pertengahan, semakin Pergerakan untuk "mendemokrasikan" ini mowudjudkan satu bentuk jg berbahaja sedimikian rupa, sehingga kaum militeris jang di Djepang<noinclude></noinclude> hjy308amshy1q50p332titay2drfqrs Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/35 104 112505 315879 315762 2026-08-26T04:35:09Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 315879 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" />{{rh||60}}</noinclude>memegang kekuasaan atas alat2 politik dan militer seluruhnja, terpaksa memberikan konsessi po- litik banjak. Menurut berite awal tahun sistim parlementer di Djepang dimodernisir dan dilaksanakan hak pilih umum, sehingge sekarang djumleh pemilih meningkat dari tiga sampai dua- belas djuta orang. Untuk mewud judkan, bahwa ka- um militeris tidak menginginkan adanja perang baru (dalam hal ini kaum militeris dapat memper tehankan kedudukan autokrasinja terhadap kaste pertengahan liberal). Djepang pada achir tahun jang lalu telah mengadakan perdjendjian dengan Sovjet Uni. Sekalipun perdjandjian ini ditud ju- kan djuga terhadap persekutuan Anglo-Amerika,se- kali ketika dipergunakan djuga untuk menina be- bakken kaum buruh dan kasta pertengahan jang membent ji dan ketakutan adanja suatu perang ba ru,dengan alasan, bahwa Djepung"ingin damai de- ngen siapa-pun". Pakte2 ekonomis dan politis tersebut diatas menund jukkan, bahwa Djepang ke- dalam masih belum memiliki tenaga dan pesatuan jang diinginkan untuk memberanikan diri melawan kekuasaan dunia seperti Amerika dan Inggeris pa da pasa sekarang ini. Adalah senantiasa tak mudah memperoleh kemer- dekaan pada waktu ada sekarang. Pada perang du- nia jang lalu kita mengetahui bahwa tak ada sa- tu dari negeri2 djed jahan (Indo-China-Prantjis," India-Inggeris dan Mesir) berkehendak mengobar- kan perdjoangan kemerdekaan. Bagi Indonesia dju- ga masih belum depat dikatakan dengan segera, bahwa dalam suatu perang pasifik orang mendapat kan kesempatan jang baik untuk menuntut kemerde- kaan. Djustru hal ini tergantung djuga pada per- soalan, siapa jang akan menang dan berapa lama perang akan berlangsung. Tapi teranglah, djika {{rh||61}} nanti dilautan sekeliling Indonesia armada2Ing- goris, Amerika dan Belanda telah bersiap-siaga. Bagi Indonesia bukan lagi satu persoalan jg mu- ара- dah untuk berbitjara tentang kemerdekaan, Amerika lagi untuk merebut kemerdekaan. Anglo jang sudah tentu akan mengharapkan ketenangan dan keamanan jang mutlak di Indonesia akan de- ngan segera menget jap tiap2 gangguan ketenangan itu sebagai satu permusuhan terang-terangan. Terlebih-lebih karena Inggeris hendak memperta hankan hubungan antara Singapura dan Australia- Inggeris dan akan mendapatkan kesempatan jang baik menduduki Indonesia djika imperialisme Be- landa terlempar djauh. Kesukaran jang sama akan dihadapi oleh Indone- sepuluh ain, djikn sesudah kurang lebih tahun pangkel an armada Singapura dan armada Be- landa telah selesai dibangun.Perhubungan antara Singapura dan Australia akan mendjadi kenjataan dan pertahanan tate-tertib di Indonesia bagi im- porialisme Anglo-Amerika akan dipertjajakan ke- pada armada Belanda. Sudah tentu, perpetjahan antara imperialisme 2 satu keuntungan. luar negeri bagi ita adalah Akan tetapi persoalannja jalah: Apakah kita ha rus menunggu dulu adanja perang, ataukah seka- rang menuntut kemerdekaan Nasional dan memper gunakan semua alat untuk mendapatkannje. ar- Karena kita telah mengetahui, bahwa perang Pe- sifik jang mungkin datang bagi kita masih belum berarti setu komerdokaan dan kita tak dapat me- nunggu sampai armada Belanda dan pangkelen mada Singapura, selesai digalang, maka bagi In- donesia sangat mungkin sekarang ini adalah ke- sompatan jang baik untuk menuntut kemordekaan Nasional. Pendapat ini djuga diperkuat dengan<noinclude></noinclude> gkdomtpvryhubz8rqe0f94wo12w7irg Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/36 104 112506 315878 311686 2026-08-26T04:34:56Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 315878 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" />{{rh||62}}</noinclude>alasan2 sebagai berikut: :1. Kita tak dapat menggantungkan taktik revolu sioner kita seluruhnja pada perang Djepang- Amerika. Taktik semat jam itu djuga bersifat opportunistis dan berbahaja. Tak ada suatu rakjat jang dapat bertahan lama dalam kete- gangan dengan ant jaman jeng tak dirasakan dengan langsung. Terlebih-lebih djika ant jaman itu dalem 2 atau 3 tahun masih belum mondjadi kenjataan, maka ketegangan psycho-logis dengan sendirinja akan mendjadi bujar Ketegangan revolusioner akan mempunjai daja hidup, djika ia didasarkan atas sjarat2 materiil jang langsung dapat dirasakan oleh rakjat.Hanja djika agitasi revolusioner ki- ta didasarkan atas penderitaan2 jang njata jang dirasakan oleh rakjat dibawah kekuasa- an imperialisme Bolanda dewasa ini dan ketjuali daripada itu kita dengan serentak mampu me jakinkan rakjat akan propaganda kita, maka tak kepuasan massa akan berobah mendjadi suatu kemauan massa dan perbuatan massa.Se- land jutnja kita sekarang harus djuga beker-dja untuk tudjuan jang langsung dan meneri- ma akibat agitasi revolusioner kita. :2. Ada kemungkinan, bahwa perang Djepang rika lama tak kund jung dateng dan bahwa pe-riode pasifistis (masa tenang) harus lebih dahulu mendahului revolusi sosial diseluruh dunia. Djike. kita menggantungkan aksi2 kita seluruhnja pada perang dunia dan revolusi- dunia, maka ada kemungkinan bahwa kita akan kehilangan peranan pimpinan kita atas rakjat Indonesia. Karonanja partai kita akan bera-da di alam dogma sedang massa akan mentjari djalan sendiri sendiri. Djalan itu {{rh||63}} akan dapat mengakibatkan pemberontakan2 lokal atau perbuatan2 individuil (anarsistis). Memang rakjat Indonesia jang merasa tak puas akan ngikuti pimpinan revolusioner kita sekian lama," nelama pimpinan ini sungguh2 merupakan pertumbu- han daripada tudjuan revolusioner-nja. :3. Belum pernah kita pikirkan, bahwa kemerdeka-an Indonesia pada masa ini djustru akan ea membahajakan perdamaian di Pasifik. mordekaan ini akan dapat memetjahkan perang Pasifik. Akan totapi tak dikatakan, kekuasɛan2 dunia (karena takut akan adanja revolusi sosial) monunda porang itu sebegi- tu lama. Djustru inilah bukannja merugikan, tetapi menguntungkan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun jang lalu kita telah lihat di Ti- ongkok, bahwa tak satu dari negara2 imperia lis besar jang memberanikan diri membagi-bagi Tiongkok dan mendudukinja, sekalipun mereka mempunjai kesempatan untuk itu.Djus- tru pada waktu itu di Tiongkok berkobar pe- rang saudara, sehingga perusahaan2 luar ne geri di Tiongkok menderita kerugian. Keta-kutan akan adanja porang antara imperialis2 satu sama lain adalah sebab mengapa mereka semua melihatnja dengan terang. Tiap2 orang tentu berkohendak menduduki bagian Tiongkok jang baik, dan djustru itu ia akan dimusuhi olah jang lain dalam pilihanňja. Karena ti- ap imperialis ingin mempunjai Tiongkok jang baik, karena itu tak seorang mendapatkan sesuatu. Ditilik dari sudut perdagangan dan strategi kedudukan Indonesia di Pasifik sebegitu pen- ting, sehingga tak ada seorang imperialis membiarkan diambilnja oleh sesuatu negara<noinclude></noinclude> 1a34vw6x5d74s6ibdgq0y190nx12ltw Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/37 104 112508 315877 311694 2026-08-26T04:34:38Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 315877 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" />{{rh||64}}</noinclude>jang kuat. Tiap2 usaha untuk membaginja akan mudah menjebabkan pertikaian dan perang.Ter- lebih-lebih ijika Indonesia sendiri tak ber- diam diri akan tetapi menggunakan perpetjah- an musuh2. {{gap}}Djika Indonesia nanti mendjadi djadjahan Anglo Amerika, maka harapan Djepang untuk molebarkan pengaruhnja ke Asia Selatan Barat akan gagal buat selama-lamanja.Tjita2 Djepang "Asia untuk orang2 Asia", jaitu - sia dibawah telapak kaki. Djepang, akan Djepang jang telah dilarang memasuki Amerika sia2. dan Australia, kemudian akan terasing at selama-lamanja di Timur Djauh.. Dibalik itu Anglo-Amerika tak akan mengizin- kan Djepang menduduki sesuatu titik di Indo- nesia. Tuseboru Takekoshi, torompet kaum mi- literis Djepang, selama berlangsungnja pe- rang besar telah membikin gontjang dunia im- perialis, ketika ia menundjukkan betapa pen- tingnja Solat Sunda dan Malaka lagi baran pengaruh Djepang. Akan tetapi selat itu, salah satu dalam titik strategi di Indonesia, djika diduduki oleh Djepang, berarti djuga satu pistol didada Kerajaan Inggeris. perle- ke lua ci- me ta Djika keadaan2 dalam kubu musuh kita pulkan, baik jarg ada di luar negeri, kita dapat berkata: "Kubu Belanda jaitu dalam arti kata krisis ekonomi dan politik" Ia berada dalam permusuhan terangan dengan rokjat rovolusionor. Djika jang tersebut be- lakangan ini sekarang tak menang, maka ia besok akan dipukul. Imperialis2 luar negeri berada dalam keadaan tjerai-berai jang sa- ngat mengohawatirkan dan dalam tahun2 jang {{rh||65}} datang tak mungkin dapat tjampur dalam ruoalan Indonesia tanpa menimbulkan bahaja lotusnja perang dunia. ertanjaar bila waktu jang baik bagi aksi ke- ordokaan politik jang tak terbatas dan leng- p kita kira harus and jawab: "Sekarang dan akan da- kan nanti". Djika tidak demikian dimana kita harus ang masanja bagi kita, orkata: Kita dulu telah membiarkan kesempat- itu berlalu". Bokarang adalah waktunja bagi P.K.I. dalam dan dongan perdjoangan untuk ment jiptakan organisasi2 sendiri jang memiliki keberanian dan kekuatan un- Jul monerina pertanggungan djawab merebut dan Hoportahankan kemerdekaan Nasional. Djika nanti Botolah banjak perkelahian ketjil dan besar di- Bena-sini, sekarang dengan menggunakan organisasi organisi politik kemudian dengan menggunakan Bani Sarokat? Sekordja, kita telah dapat menun- Jukkan kesedaran, hasrat,kebidjaksanaan dan ke- gnirahan,maka kita pada achirnja akan mendjatuh- kan godan revolusioner kita sedemikian rupa 10- hingga pukulan itu akan terdengar oleh negara2 Inklukan lainnja di Asia dan oleh buruh2 jang torbelenggu di Eropa. {{rh||-0-}} {{rh||'''MADJELIS PERMUSJAwARATAN NASIONAL INDONESIA'''.}} Bortentangan dengan pessimisme jang beralasan dan peringatan2 jang sungguh oleh penulis2 Pran Jis seperti Voltaire, D'Alembort Roxssoau dan lain2nja. Bangsawan2 Prantjis,didahului oleh Ra- djanja jang boros dan Permaisuri jang lobih bo- ros,melangsungkan tjara hidupnja jang sangat me- wah. Nampak ja tak ada pandangan hidup lainnja Jg dianut daripada "Sesudah kari bahaja bandjir".<noinclude></noinclude> fvspdagudwxaybreltsqon9y59qo08a Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/290 104 112850 315843 312367 2026-08-25T15:23:06Z Iripseudocorus 23824 315843 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Revolusi Indonesia sekarang bukanlah revolusi model revolusi Perantjis tahun 1789, jang menghasilkan berdirinja sebuah Republik kapitalis, tetapi djuga bukan model revolusi Rusia tahun 1917, jang telah mendirikan kediktatoran proletariat. Revolusi Indonesia mempunjai sifat jang multi komplek, mengenai segala bidang sesuai dengan keadaan masjarakat Indonesia pada waktu sekarang, jaitu ”Revolusi Nasional menentang imperialisme-kolonialisme” (hal. 32). Djadi, walaupun Republik Indonesia bersifat multi-komplex, tetapi sifat nasional daripada Revolusi Indonesia adalah sangat menondjol. Disamping sifat nasionalnja, Revolusi Indonesia sebagaimana djuga semua revolusi dizaman modern sekarang, adalah revolusi demokratis. Sifat demokratis dari pada Revolusi Indonesia dinjatakan oleh tugasnja menentang keterbelakangan feodal dan menentang otokrasi atau kediktatoran, baik militer maupun perseorangan. Mengingat sifat revolusi Indonesia jang nasional dan demokratis, maka revolusi Indonesia adalah revolusi bersama dari semua klas dan golongan jang menentang imperialisme-kolonialisme. Pendeknja Revolusi Indonesia harus mendirikan kekuasaan Gotong Rojong, kekuasaan demokratis jang dipimpin oleh hikmah kebidjaksanaan, jang mendjamin terkonsentrasinja seluruh kekuatan Nasional seluruh kekuatan Rakjat. Tentang Hari Depan Revolusi Indonesia dinjatakan antara lain: Hari depan revolusi Indonesia bukanlah kekapitalisme, dan sama sekali bukan menudju ke feodalisme. Tentang hal ini Manifesto Politik mendjelaskan bahwa hari depan revolusi Indonesia didahului oleh penemuan tudjuan djangka pendek, dan tudjuan djangka pandjang ; pendjelasan itu berbunji sebagai berikut: (Manifesto Politik hal. 47). „Tudjuan djangka pendek jang saja hadapkan kepada saudara² ialah : program kabinet kerdja jang amat sederhana itu, sandang pangan, keamanan, melandjutkan perdjuangan anti imperialisme ditambah dengan mempertahankan kepribadian kita ditengah-tengah tarikan kekanan dan kekiri, jang sekarang sedang berlaku kepada kita dalam pergolakan dunia menudju kepada satu imbangan baru. Dan tudjuan kita djangka pandjang ialah masjarakat jang adil dan makmur, melenjapkan imperialisme dimana-mana, dan mentjapai dasar-dasar bagi perdamaian dunia jang kekal abadi”. Tentang Musuh-Musuh Revolusi Indonesia dinjatakan antara lain : Bahwa musuh-musuh jang sebenarnja dari revolusi Indonesia adalah imperialisme disemua lapangan. Dalam Manifesto Politik djelas dinjatakan, bahwa kita melawan imperialis Belanda karena imperialis ini<noinclude>{{rh|284}}</noinclude> inirvx182njamhcw0d0pxf5b7vwt723 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/285 104 112852 315844 312377 2026-08-25T15:24:55Z Iripseudocorus 23824 315844 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Harmoni, di Surabaja ikut aktif ambil alih gedung Sositet Belanda di Simpang, di Djakarta bahkan pemudalah jang mendorong dan mengambil inisiatif ambil alih Gedung Sositet Harmoni. Di Balikpapan pemuda² berhasil mengetahui diselenggarakan rapat gelap Belanda dikomplek B.P.M., dan digropjoknja. Sajang penggropjokan ini sudah agak terlambat sedikit hingga sewaktu pemuda-pemuda itu datang ditempat jang digunakan rapat, orang-orang Belanda itu sudah pada pergi dan tinggal 10 orang jang masih ditangkap dan diserahkan kepada jang berwajib. Aksi untuk mendapatkan solidaritas internasional djuga dilakukan oleh pemuda-pemuda. Dengan melalui Badan Kerdjasama Pemuda Militer Pusat, pemuda mengirimkan telegram minta solidaritas dari WFDY, WAY, IUS, dan lain-lain. Walaupun tindakan-tindakan ini mendapatkan rintangan jang besar dari kaum reaksioner, terutama dari kaum separatis namun rakjat Indonesia, pemuda Indonesia tak djuga gentar, dan bahkan sekali lagi memperlihatkan keberanian serta keteguhannja. Dengan aksi-aksi ini rakjat dan pemuda Indonesia menemukan kembali kepribadian revolusionernja. {{C|{{larger|MENDUKUNG DEKRIT PRESIDEN<br> DAN MANIPOL}}}} Sudah diterangkan didepan bahwa dalam memperdiuangkan tjita-tjitanja pemuda Indonesia mejakini bahwa hal ini tak mungkin dapat ditjapai dengan tidak menghiraukan apa jang terdjadi disekitarnja, terutama mengenai nasib negaranja. Tjita-tjita pemuda untuk mentjapai Indonesia Merdeka penuh, demokrasi, adil dan makmur, dalam mana terdjamin sjarat-sjarat bagi pemuda untuk mengenjam masa muda jang bahagia, dalam mana pemuda-pemuda dapat mengembangkan bakatnja, mengembangkan pengetahuannja dan dapat memilih pekerjaan jang disukai menurut bakat dan ketjakapannja, hanja mungkin apabila ada suatu sistim masjarakat dan sistim negara jang madju jang dapat mendjamin hal itu semua. Untuk mentjapai kemadjuan-kemadjuan inilah pemuda Indonesia ikut ambil bagian aktif dalam pemilihan umum, ikut memperdiuangkan demokrasi, menumpas pemberontakan separatis dewan-dewan partikelir dan ikut serta memperhatikan djalannja badan-badan kenegaraan. Satu badan kenegaraan jang tertinggi, Konstituante, jang anggotanja dipilih dalam pemilihan umum tidak berdialan lantiar dalam menunaikan tugasnja untuk menjusun suatu Konstitusi Res Publica jang memberi arah<noinclude>{{rh|||279}}</noinclude> 0pj94q84h98znkwvfnqhg3z8ylf8nj7 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/283 104 112874 315845 312396 2026-08-25T15:29:11Z Iripseudocorus 23824 315845 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{hwe|nja|dibebaskannja}} Padang ini, maka kekuatan pokok kaum pemberontak telah dipatahkan sedangkan sisa-sisanja jang lari kehutan tinggal menanti waktunja untuk ditumpas. Djuga tak lama kemudian kekuatan Permesta dipatahkan oleh angkatan perang Republik Indonesia dan Sulawesipun dibebaskan kembali. Dengan ditumpasnja PRRI/Permesta ini, maka kaum reaksioner di Indonesia kehilangan sandaran jang utama dalam kekuatan bersendjata, suatu kehilangan jang terus menerus bertambah dan jang tak mungkin dapat dipulihkan kembali. Ini mempunjai arti penting jang menentukan dalam perkembangan-perkembangan jang sangat menguntungkan kekuatan demokratis rakjat Indonesia, termasuk pemudanja. {{C|{{larger|PEMUDA DUKUNG ”DJALAN LAIN{{...|5}}”}}}} Konsep ”djalan lain{{...|4}}” adalah suatu konsep jang merupakan komando dari pemerintah Republik Indonesia terhadap rakjat, termasuk pemuda Indonesia untuk melakukan aksi-aksi lebih tegas setelah djalan berunding di PBB untuk menjelesaikan ”sengketa” Irian Barat tidak berhasil. Masalah perdjuangan mengembalikan Irian Barat kepangkuan kekuasaan R. I. adalah perdjuangan jang sudah berlangsung sedjak K.M.B. jang chianat itu ditandatangani. Sedjak itu rakjat, termasuk pemuda Indonesia tak henti-henti, dan tak djemu-djemu terus memperdjuangkan agar Irian Barat segera diserahkan kembali kekuasaan Republik Indonesia. Gerakan ini makin hari makin hangat, terutama setelah ternjata bahwa djandji Belanda akan mengembalikan Irian Barat ke-kekuasaan Republik setahun setelah ”penjerahan kedaulatan” tak ditepati. Berbagai organisasi pemuda, atau perseorangan pemuda dalam berbagai kesempatan telah mengemukakan hal itu sebagai masalah, sebagai suatu tuntutan jang perlu segera dipetjahkan. Masalah ini terasa hangatnja setelah perdjandjian KMB setjara formil dibatalkan oleh Pemerintah R.I. pada tahun 1955. Rakjat termasuk pemuda Indonesia menghendaki agar pembatalan itu bukan hanja formil, tetapi riil dilaksanakan termasuk dalam segala ikatan hubungan kolonial. Tuntutan pengembalian Irian Barat kedalam kekuasaan R.I. makin hangat lagi seiring dengan diadjukan masalah itu kedalam forum PBB oleh wakil Indonesia, apa lagi setelah ternjata bahwa diadjukannja masalah ini di PBB tidak mendapatkan korum suara jang diperlukan untuk didjadikan atjara dalam sidang umum.<noinclude>{{rh|||277}}”</noinclude> g96g4mrg8d53giimk15upng8y1ehc7w Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/280 104 112893 315846 312422 2026-08-25T15:33:09Z Iripseudocorus 23824 315846 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>kaum pemberontak, tetapi sajang tak pernah dipanggil. Pemuda diberbagai daerah ramai mendaftarkan diri untuk masuk dinas militer guna menumpas pemberontak. Di daerah „kekuasaan” kaum pemberontak sendiri perlawanan, djuga sudah mulai timbul sedjak hari pertamanja. Di Sulawesi Tengah didaerah kekuasaan Permesta sampai tanggal 8 Februari 1957 sadja sudah terdapat 12.000 orang pemuda jang meninggalkan kota jang merupakan pendjara Permesta itu. Mereka masuk hutan untuk mengadakan perlawanan terhadap kekuasaan lalim dari Permesta. Suasana daerah itu tidak tenteram, pemuda-pemuda putra daerah tidak diperkenankan meninggalkan kota, toko-toko hanja dibolehkan buka sebentar, penangkapan dan penganiajaan meradjalela. Semuanja ini mengingatkan orang kepada kekedjaman fasis Djepang jang lalu. Diuga di Sumatra Barat rakjat dan pemuda melakukan perlawanannja. Djauh sebelum kaum separatis memproklamasikan apa jang mereka namakan PRRI, rakjat dan pemuda-pemuda jang setia terhadap Republik Proklamasi sudah melakukan kegiatannja untuk menggagalkan pembentukan Dewan Banteng. Pada bulan Agustus 1957, demonstrasi protes meledak di Bukittinggi, kota jang dianggapnia mendjadi tiang kaum separatis Achmad Husein dkk-nja. Demonstrasi massa jang menjatakan protes dan perlawanan terhadap Dewan Banteng ini dipimpin oleh wanita-wanita muda, putri Minang, dari keluarga rakjat biasa jaitu Manismar, Nadiar, Nilawati, dll. Dewan Banteng menangkap pimpinan demonstrasi Manismar dan Nadiar, serta menahannja dimarkas mereka, namun kaum demontran tidak bubar, menanti hingga Manismar keluar. Manismar tidak dibebaskan dan bahkan beberapa orang lagi ditangkapnja. Kaum pemberontak djuga melakukan pembunuhan jang kedjam terhadap patriot-patriot jang mereka tawan, seperti di Situdju mereka membakar kurang lebih 135 orang. Di Simun (Suliki) mereka menembak mati 17 orang, di Atar (Tanah Datar) mereka menembak mati kurang lebih 54 orang dan ditempat lain djuga. Namun demikian rakjat tak djuga menghentikan kegiatan perlawanannja, bahkan makin meningkat. Segera setelah proklamasi PRRI, pemuda-pemuda putra Minang membentuk gerilja untuk melawan, dan menumbangkan „kekuasaan” PRRI. Pemuda-pemuda itu meninggalkan kota-kota merampas sendiata dari tangan alat-alat pemerintah PRRI, dan membentuk pasukan perlawanan diberbagai ketjamatan, sampai kemarga-marga. Djuga tidak sedikit pradi rit jang setia terhadap sumpah pradiuritnja memisahkan diri dari rombongan gerombolan pemberontak dan melakukan perlawanan terhadap kaum pemberontak antara lain dibawah pimpinan Major Nurmatias, Kapten Bainal Dt Paduko Malano, Kapten Chotib Hassan, Kapten Machjuddin,<noinclude>{{rh|274}}</noinclude> i6div1f6glw2n62s0f84uk7mqwof8o5 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/279 104 112900 315847 312430 2026-08-25T15:34:56Z Iripseudocorus 23824 315847 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Indonesia, PP TRIP, IPPI, dll. mendukung pemerintah R.I. Djuga berbagai organisasi rakjat seperti SOBSI, BTI, Gerwani, dll. djuga mendukung sikap pemerintah. Sementara keadaan ini berlangsung, Presiden Sukarno, jang sedjak beberapa lama berkundjung ke Djepang, pada tanggal 16 Februari 1958 tiba di tanah air, setelah mempeladjari keadaan ini lebih teliti, menjatakan bahwa „Penjelewengan Padang, kita kahadapi dengan tegas, dan dengan segala kekuatan jang ada pada kita”. Djuga pada hari itu pemerintah melarang organisasi-organisasi Dewan Banteng, Dewan Garuda, Permesta. Dalam menghadapi situasi genting sebagai akibat pengchianatan Achmad Husein dkk. pemuda Indonesia bukan hanja berhenti dengan memberikan pernjataan tetapi djuga berusaha melakukan mobilisasi umum untuk menumpas pemberontakan. Untuk menjatakan kesetiaannja ini pada tanggal 21 Februari 1958, 300 orang pemuda jang mewakili 14 organisasi pemuda menghadap Presiden dan diterimanja dihalaman tengah Istana Negara. Wakil organisasi Pemuda ini menjampaikan suatu pernjataan bersama, jang berisi kutukan bahwa tindakan Achmad Husein dkk itu sebagai pengchianatan terhadap tjita-tjita Proklamasi 17 Agustus 1945, dan mendesak kepada Presiden Panglima Tertinggi agar segera mengambil tindakan jang tegas dan tjepat untuk membasminja. Djuga dinjatakan bahwa seluruh pemuda jang tergabung dalam 14 organisasi Pemuda bersedia dengan tegas dan konsekwen untuk ikut serta menggulung dan membasmi pengchianat proklamasi 17 Agutsus 1945. Pemuda-pemuda jang menandatangani pernjataan ini ialah, Achmad dari Gerakan Pemuda Bekas Tentara Peladjar ; Widarbo jang mewakili keluarga TRIP Djawa Timur ; Sukiadi jang mewakili keluarga Bekas Tentara Peladjar ; Ismail Kertasasmito jang mewakili PP TRIP Djawa Timur ; S. Wiaka jang mewakili Gerakan Peladjar Pedjuang Nusatenggara ; Soeharto Rebo jang mewakili Persatuan Demobilisan Peladjar ; Sujatno jang mewakili Sekretariat Bersama Kongres Peladjar Pedjuang Seluruh Indonesia ; Agus Suparno jang mewakili tentara Peladjar Banjumas ; Sutarto Adinoto jang mewakili Ikatan Demobilisan Pegawai Kementerian Perdagangan Sunardi jang mewakili Persatuan Peladjar Demobilisan ; Bambang Koesnahadi jang mewakili Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ; E. Sularso jang mewakili Pergerakan Pemuda Demokrat ; Odjohan Maresenar jang mewakili Corps Peladjar Veteran R.I. Ketjuali ini pemuda-pemuda Indonesia djuga melakukan berbagai usaha untuk memobilisasi anggotanja. PP TRIP djuga pernah menghadap KASAD untuk menjampaikan daftar berisi nama 200 orang anggotanja jang bersedia dipanggil aktif kedalam tentara lagi untuk menumpas Bedjarah Perdjuangan<noinclude>{{rh|{{smaller|Sedjarah Perdjuangan{{gap}}18}}||273}}</noinclude> i77sm3eazwftgr87ykt185yd8oiebkd Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/277 104 112913 315848 312448 2026-08-25T15:36:39Z Iripseudocorus 23824 315848 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>kepala kaum separatis jang dikirim keluar negeri oleh kaum pemberontak separatis, dengan melalui Warrow, menjampaikan „ultimatum” tentang hasil rapat Sungai Dareh kepada Presiden jang pada waktu itu berada di Tokyo. Djuga „tokoh-tokoh” kaum separatis jang dikirim keluar negeri mengadakan kegiatan menentang R.I. berusaha mendapatkan bantuan dari negara lain terutama anggota Seato. Pemuda Indonesia jang mengikuti keadaan jang makin memburuk, dimana kaum separatis makin mengintensifkan persiapannja untuk menentang Republik Indonesia, djuga makin memperlipat gandakannja usaha-usahanja guna menggagalkan usaha kaum separatis itu. Pada tanggal 3 Februari 1958, Badan Kerdjasama Organisasi-organisasi Pedjuang Sumatra mengeluarkan pernjataan jang isinja menentang aksi kaum separatis dan menjerukan agar pemerintah waspada terhadap hal ini. Pada tanggal 15 Februari 1958, konferensi pers Sumual dan Des Alwi tokoh kaum separatis, di Manila — Pilipina, digagalkan oleh usaha-usaha pemuda Ade Hasan dan Bakri Ilijas. Pemuda Indonesia jang sedang beladjar di Djepang djuga menjatakan kesetiaannja berdiri dibelakang Presiden Sukarno dan hanja mengenal satu pemerintah jang berpusat di Djakarta. Desakan-desakan dari berbagai organisasi massa jang demokratis makin santer, agar pemerintah mengambil tindakan jang tegas menindas kaum separatis itu. Pada tanggal 20 Februari 1958 Korps Pemuda Indonesia mendesak kepada pemerintah Republik Indonesia untuk segera menindas gerakan jang merugikan rakjat dan gerakan jang dapat meruntuhkan negara kesatuan Republik Indonesia, agar mengambil tindakan jang tegas dan berani terhadap siapa sadja jang berchianat kepada rakjat dan negara kesatuan Republik Proklamasi. Pernjataan seperti ini djuga dikeluarkan oleh Himpunan Peladjar dan Mahasiswa Indonesia Seberang jang berkedudukan di Surabaja. Pernjataan jang patriotik dan demokratis terus mengalir dari berbagai organisasi pemuda, seperti dari PP Pemuda Rakjat, dari DPP Ex TRIP, dari DP Ex. Tentara Geni Peladjar, dari Pemuda Demokrat, Pemuda Muslimin Indonesia dari SOBSI, dari BTI, Gerwani dll-nja. Achirnja, dengan tekadnja jang kalap, kaum separatis mengambil djalan nekad. Pada tanggal 10 Februari 1958 Achmad Husein dengan melalui radio Padang dan Bukittinggi menjiarkan apa jang mereka namakan „Piagam Perdjuangan untuk menjelamatkan Negara” jang berisi tuntutan dengan sangsi jang antara lain sebagai berikut : 1). Dalam waktu lima kali 24 djam kabinet Djuanda supaja menjerahkan mandat kepada pendjabat Presiden atau Presiden mentjabut mandat kabinet Djuanda. 2). Supaja Hatta dan Hamengkubuwono diberi tugas {{hws|mem|membentuk}}<noinclude>{{rh|||271}}</noinclude> dqufx12ogbqvyhjl0ln5375jm1uy6pl Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/275 104 112926 315849 312465 2026-08-25T15:38:21Z Iripseudocorus 23824 315849 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>menghasut pemuda-pemuda, karena mereka tahu bahwa tanpa pemuda tak mungkin mendapatkan kekuatan untuk melaksanakan maksudnja. Mereka dapat menipu sebagian ketjil pemuda jang masih belum tjukup tinggi kesadaran politik nasionalnja. Sifat-sifat heroisme pemuda, hasrat untuk mengabdi kepentingan rakjat dan daerahnja digunakan dengan propaganda dan agitasi palsu tentang birokrasi pemerintah pusat, korupsi, Djawa sentris, Djawa mau menguasai suku-suku lain dll. Propaganda ini bisa termakan oleh pemuda-pemuda itu karena memang kenjataannja penjakit itu menghinggapi banjak pendjabat pusat sudah sedjak tahun sebelum pemilihan umum dan bahkan ditjiptakan oleh tokoh-tokoh reaksioner sendiri sewaktu memimpin pemerintahan. Sebagai hasil dari tipu muslihat kaum separatis ini maka sedjumlah pemuda di Makasar, pada tanggal 3 Agustus 1957, hari Minggu pagi mengadakan rapat dengan bertempat dibalai perwira Makasar membentuk apa jang dinamakan „Pemuda Permesta”. Organisasi ini diketuai oleh seorang jang bernama A. Muin dan sekretarisnja A. Aziz, sedangkan organisasi jang mendjadi pendukungnja ialah apa jang dinamakan „Dewan Permesta Indonesia Timur”, Korps Pemuda Pembangunan, Pemuda Ichwanul Muslimin, Konsentrasi Pemuda Revolusioner Lompobatang. Di Sumatra Barat organisasi pemuda jang mendukungnja ialah : Gerakan Mahasiswa Sosialis, GPII, dan lain-lain, sedangkan di Sumatra Selatan mereka djuga mendapat dukungan organisasi pemuda jang sama. Dalam menghadapi kegiatan kaum separatis ini pemuda Indonesia jang setia terhadap sumpah pemuda, tidak bersikap bertumpang dagu menantikan apa jang terdjadi. Latihan politik jang sudah mereka peroleh selama revolusi Agustus 1945 dan tekad mereka untuk mempertahankan, serta mengisi Republik proklamasi membangkitkan mereka untuk bertindak menghalangi, menggagalkan dan menumpas segala kegiatan kaum extrim kanan, jang hendak meneruskan politik pemetjah belahan kaum kolonialis Belanda. Berbagai organisasi pemuda jang demokratis mengutuk segala kegiatan kaum separatis dan menuntut kepada pemerintah untuk segera mengambil tindakan melarang dan menangkapi pemimpin mereka. Pemuda di Sumatra Utara dengan antusias menjokong overste Djamin Ginting dan overste Wahab Makmur dalam melaksanakan tugas pemerintah pusat menggagalkan ''Cup'' Simbolon pada tanggal 22 Desember 1965, dan mengusir kaum separatis jang bersembunji didalam militer jang hendak menggunakan militer untuk menentang pemerintah Pusat. Front Pemuda Sumatra Selatan dalam mobilisasi massa pemuda untuk mempertahankan kesatuan negara R.I. djuga mendukung tindakan Djamin Ginting sebagaimana jang dinjatakan dalam pernjataannja jang diumumkan dalam<noinclude>{{rh|||269}}</noinclude> q70id56kwvc9ihtambc7t5me28ae9vh Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/271 104 112952 315851 312501 2026-08-25T15:41:24Z Iripseudocorus 23824 315851 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>peredaran djaman. Udjian ini menundjukkan bahwa watak revolusioner pemuda watak mentjari pembaruan selalu, watak berani dan bertanggung djawab, masih tetap dan terus menjala dalam dada pemuda. Pemuda² dengan penuh antusias menjambut dan mendukung Konsepsi karena mereka merasakan bahwa ini adalah suatu ide jang madju, jang sesuai dengan tuntutan keadaan. Sementara aksi untuk mendukung Konsepsi Presiden terus berdjalan, dan gema Pekan Pemuda di Surabaja masih terasa hangat, pemuda di Djakarta djuga meneruskan usahanja mentjari djalan memperkuat dengan adanja berbagai reaksi kaum separatis jang makin hari makin terasa mengamuknja untuk menimbulkan perpetjahan Nasional dengan mulai membentuk Dewan-dewan partikelir. Dalam usaha untuk memetjah belah dan menumbangkan kekuasaan Negara Republik Indonesia, mereka melakukan pertjobaan pembunuhan Presiden Republik Indonesia Ir. Dr. Sukarno dan melakukan penggranatan terhadap gedung Dewan Nasional SOBSI di Gang Tengah Djakarta, digedung Comite Central PKI di Kramat Raya 81, dirumahnja Sukendro. Djuga aksi untuk menuntut agar Irian Barat dikembalikan kepangkuan Republik Indonesia berdjalan santer dan hangat. Keadaan ini semua makin mendorong pemuda Indonesia mentjari djalan lebih mempersatukan diri dalam bentuk kerdjasama satu sama lain. Sementara keadaan ini berdjalan, terbentuklah badan kerdjasama pemuda, peladjar dan mahasiswa anti subversif asing dan kemudian dalam proses perdjalanan perdjuangan dibentuklah Badan Kerdjasama Pemuda Militer atas instruksi Kepala Staf Angkatan Darat tanggal 5 Djuli 1957. Terbentuknja BKSPM ini dalam arti tertentu mendorong memperbaiki kerdjasama antara Pemerintah dengan pemuda. Djuga dalam proses perdjuangan ini oleh pemerintah telah dibentuk Dewan Pertimbangan Pemuda jang terdiri dari 70 organisasi pemuda, peladjar dan mahasiswa. Peresmian Dewan Pertimbangan Pemuda ini dilakukan dengan pelantikan di Istana Negara pada tanggal 26 Djuli 1962. Dalam menghadapi kegiatan-kegiatan kaum separatis jang hendak memetjah belah Republik Indonesia, Pemuda Indonesia sekali lagi menjatakan tekadnja dengan mengikrarkan sumpah ”Pantja Prasetia Pemuda Indonesia”. Sumpah ini ditandatangani oleh 60 orang dari anggota² Dewan Pertimbangan Pemuda dan staf pelaksana dari BKSPM setjara chidmat pada tanggal 16 Agustus 1962, digedung jang bersedjarah Pegangsaan Timur 56 (kini telah dibongkar dan didirikan gedung Pola Pembangunan) dalam ruangan dimana dulu djuga ditandatangani naskah proklamasi kemerdekaan 1945. Isi sumpah Pantja Presetia itu<noinclude>{{rh|||265}}</noinclude> 17avbtlro6wm8mcvyfc4kho2ypdy6og Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/268 104 112970 315853 312524 2026-08-25T15:44:10Z Iripseudocorus 23824 315853 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Berbagai organisasi pemuda memberikan pernjataan terhadap usaha kaum reaksioner, pernjataan jang isinja mendukung kabinet Ali-Idham dan mengutuk usaha kaum reaksi itu. Hal ini dapat dilihat antara lain alam pernjataan Pimpinan Pusat Pemuda Rakjat jang diumumkan pada tanggal 17 Djanuari 1957 jang dinjatakan "mendukung setiap djalan jang ditempuh untuk meneruskan dan diperkuatnja kabinet Ali-Idham tanpa Masjumi dan PSI. Dalam pernjataan itu djuga dikemukakan adjakan kepada rakjat umumnja berdjuang untuk mendorong pemerintah guna : 1). Melaksanakan programnja jang telah disetudjui oleh Parlemen Setjara bulat dengan mengadakan tindakan-tindakan tegas terhadap anasir² sabot dan korup disemua alat pemerintahan jang menghalangi terlaksananja program tersebut, dan bertindak tegas terhadap aktivitas subversif asing anti Republik. 2). Melaksanakan pembatalan KMB setjara sungguh² terutama dilapangan ekonomi dan keuangan dan melaksanakan pendemokrasian pemerintah disemua tingkatan untuk mengembangkan kekuatan rakjat. 3). Memperkokoh solidaritas anti kolonialisme dan kerdjasama dengan negara Asia Afrika untuk memenangkan klaim nasional kita atas Irian Barat di PBB, serta kerdjasama negara atas dasar saling menguntungkan guna memelihara perdamaian dunia. Djuga diberbagai tempat diadakan rapat jang mengambil resolusi untuk menjokong kabinet Ali- Idham, seraja mengadjukan saran dan tuntutannja. Dalam rapat jang diselenggarakan oleh Panitia Koordinator Persatuan Pemuda Salatiga — Djawa Tengah, jang terdiri dari 10 organisasi pemuda setempat jaitu Persatuan Peladjar Demobilisan, Permusjawaratan Pemuda Indonesia. Ikatan Warga CTN, Pemuda Rakjat, Perbepsi, Gerwani, ITVI, PPTS, IPPI, Persatuan Demobilisan Peladjar, jang dihadiri lebih kurang 7.000 orang menuntut agar pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap kaum separatis, tidak menjetudjui pelanggaran demokrasi. menuntut segera disitanja perusahaan² Belanda, dan segera diambil tindakan terhadap anasir subversif asing. Djuga terhadap usaha separatis, jang hendak memisahkan diri dari RI seperti halnja dengan dinjatakan dalam kedjadian dikalangan tentara di Sumatra Utara tetapi jang telah digagalkan oleh overste Djamin Ginting, pemuda² memberi sokongannja. Dalam menghadapi kaum reaksioner untuk mendjatuhkan kabinet hasil pemilihan umum, suatu kabinet jang baik politik, personalia dan tindakannja lebih madju dari kabinet sebelumnja, rakjat termasuk pemuda Indonesia memberikan perlawanan jang gigih dan santer djuga. Kaum reaksi bukan hanja melakukan tekanan-tekanan dari luar kabinet tetapi djuga beberapa elemen jang kurang teguh dalam kabinet sendiri<noinclude>{{rh|262}}</noinclude> ok2ucwq1n11e0brzzzhwxk3kit0gaco Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/267 104 112974 315854 312532 2026-08-25T15:45:33Z Iripseudocorus 23824 315854 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Pekan Pemuda memakai pakaian daerahnja masing-masing. Malam penutupan djuga dihikmati dengan ikrar pemuda jang menjatakan kesetiaan terhadap tradisi persatuan pemuda, dan akan tetap memelihara tradisi persatuan itu. Dengan dilangsungkannja Pekan Pemuda jang berhasil baik ini merupakan usaha besar dalam membantu untuk mempertjepat penggalangan persatuan jang lebih baik, lebih erat dan lebih kuat, sebagai sjarat jang diperlukan untuk melandjutkan perdjuangan pemuda, perdjuangan seluruh rakjat Indonesia untuk mempertahankan kesatuan Republik Indonesia, jang demokratis. Hawa Pekan Pemuda adalah hawa segar jang ikut serta dibawa pulang pesertanja keberbagai daerah, dan meniup melalui pantai-pantai dan menjeberangi lautan keberbagai pendjuru kepulauan Nusantara kita. {{C|{{larger|MENDUKUNG KONSEPSI<br> PRESIDEN}}}} Pemilihan umum untuk Dewan Perwakilan Rakjat dan Konstituante jang berlangsung pada tahun 1955/1956 adalah suatu kemenangan besar bagi ide dan kekuatan demokrasi dalam masjarakat Indonesia, termasuk dalam kalangan pemudanja. Hasil pemilihan umum jang mentjerminkan perimbangan dalam masjarakat dan jang setjara menjolok memperlihatkan bahwa kekuatan demokrasi adalah kekuatan besar jang terus berkembang dapat mengalahkan kekuatan non-demokrasi, lawan demokrasi. Ini berarti bahwa kekuatan reaksioner dalam masjarakat Indonesia, jang tertjerminkan dalam pemilihan umum sangat labil, tidak kuat dan terus merosot. Dengan perimbangan ini maka sudah djadi kepastian mutlak bahwa kaum imperialis sudan tidak mungkin lagi menggunakan partai politik atau organisasi politik biasa untuk mentjapai tudjuan, memegang pemerintahan dengan djalan ”demokrasi”. Mereka melakukan berbagai intrik dengan menghambur-hamburkan tuduhan dan memfitnah PKI, sebagai salah satu partai besar jang keluar dari pemilihan umum, dengan maksud agar tidak terbentuk kabinet dalam mana PKI ikut serta. Mereka berusaha untuk menumbangkan kabinet Ali-Idham (Ali Sastroamidjojo — Idham Chalid) sebagai kabinet hasil pemilihan umum dimana partai Masjumi dan PSI tidak ikut serta. Kaum reaksi berusaha untuk mendirikan junta-junta militer sebagai lazimnja jang dipakai oleh kaum imperialis Amerika di negeri Amerika Latin, atau mendirikan diktator perseorangan, diktator alat kaum kapitalis monopoli. Terhadap usaha kaum reaksi ini pemuda, jang ikut serta bertanggung djawab dalam terlaksananja pemilihan umum, tak djuga atjuh tak atjuh.<noinclude>{{rh|||261}}</noinclude> nos64llpfy1jfkpwvycvlcl8yudpj00 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/254 104 112989 315855 312547 2026-08-25T15:53:00Z Iripseudocorus 23824 315855 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>menundjukkan bahwa pengaruh dari golongan demokratis merupakan bagian terbesar. Pemilihan D.P.R. ini, kemudian dilandjutkan dengan pemilihan untuk Konstituante. Hasil pemilihan umum untuk Konstituante ini makin memperkuat imbangan pengaruh golongan demokratis. Kedua pemilihan umum ini mempunjai pengaruh jang besar sekali dalam perdjalanan sedjarah perdjuangan rakjat dan pemuda Indonesia dalam mentjapai tjita-tjitanja Indonesia Merdeka jang demokratis, adil dan makmur. Pemuda Indonesia walaupun setjara organisasi tidak ikut serta mentjalonkan wakil dalam pemilihan ini namun umumnja banjak pemimpin organisasi pemuda jang ditjalonkan oleh partai-partai politik ikut terpilih dalam pemilihan baik D.P.R. maupun Konstituante. Pemuda-pemuda atau tokoh-tokoh pemuda jang terpilih antara lain S.M. Taher, Sukatno, Sukardi, Aminuddin Azis, Hardojo. Istanto dll. Dengan demikian pemuda djuga setjara tidak langsung mempunjai wakilnja dalam badan-badan itu, jang memudahkan bagi mereka untuk mengadjukan pikiran-pikirannja, guna diperdjuangkan melalui badan-badan itu. Pemilihan mum jang berlangsung dengan sukses dan dimana pemuda-pemuda ikut ambil bagian aktif dalam pelaksanaannja bukanlah terdjalan dengan lantjar, tanpa perlawanan dari golongan reaksioner dan kaum imperialis. Sabotase, usaha untuk menunda dan meniadakan pemilihan umum sudah berlangsung sedjak hari-hari pertamanja. Dalam proses propaganda djuga terdjadi berbagai provokasi jang mereka lakukan untuk memantjing peristiwa-peristiwa. Djuga dalam saat-saat pemberian suara itu terdjadi provokasi-provokasi dan insiden-insiden. Sebagai akibat dari berbagai insiden dan provokasi, terutama jang dilakukan oleh gerombolan DI/TII dsb-nja, tidak sedikit petugas pemilihan jang antara lain terdiri dari pemuda, jang mendjadi korban. Diantara mereka jang mendjadi korban, terdapat 93 orang gugur, dan 74 ditjulik, disamping terdapat jang luka-luka. Walaupun ada korban-korban jang djatuh. sebagai akibat provokasi, namun berlangsungnja pemilihan umum ini mentjerminkan kemenangan dari kekuatan demokrasi dari rak{{illegible}} termasuk pemuda Indonesia, dan merupakan kekalahan dari kek{{illegible}}an demokrasi, kekuatan imperialis serta musuh rakjat dan pemuda Indonesia Kedjadian-kedjadian sesudah pemilihan umum diuga menundjukkan akan kebenaran hal ini. Usaha-usaha untuk menjatukan kekuatan nasional jang demokratis termasuk kalangan pemudanja. makin mendapatkan perangsang, dan kerdja-sama antara berbagai organisasi pemuda jang demokratis itu bertambah baik. Dengan demikian maka pemilihan umum telah mendorong lebih landjut diperkuatnja barisan melawan imperialisme.<noinclude>{{rh|248}}</noinclude> ahgb61xjppq9409vc95aci8p1jje1w4 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/251 104 112992 315856 312554 2026-08-25T16:03:05Z Iripseudocorus 23824 315856 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Dalam rangka gerakan menentang subversif asing ini dilantjarkan berbagai rapat umum pemuda diberbagai daerah, seperti rapat umum peladjar dan mahasiswa jang dilangsungkan dialun-alun utara Jogjakarta pada tanggal 24 Agustus 1955, di Djakarta, di Surabaja dan lain-lain tempat. Achirnja pikiran sehat jang patriotik dari pemuda dan rakjat Indonesia mendapatkan kemenangan, dan kepala subversif asing Jungschlager dan Smith didjatuhi hukuman mati, sedangkan agen-agen lainnja mendapat hukuman-hukuman berat. Walaupun hukuman-hukuman ini belum sepenuhnja memenuhi harapan pemuda karena dosa-dosa mereka jang berat, namun hal ini adalah tindakan patriotik jang patut dipudji dari pengadilan Indonesia jang dilahirkan didalam Revolusi dan seharusnja mendjadi alat Revolusi Indonesia dalam menghantjurkan dan mengalahkan kontra revolusi. Dari peristiwa ini tampaklah bahwa semangat patriotisme dan heroisme jang telah ditanam oleh Revolusi Agustus 1945 dalam dada pemuda dan rakjat umumnja tak mendjadi pudar karena politik resmi jang kompromis. Pemuda tetap mempunjai kemampuan, kesanggupan dan daja djuang jang tinggi sesuai dengan sifat-sifat alamiahnja. Ini djuga merupakan suatu tantangan djaman terhadap generasi tua jang sudah tenggelami dalam kepuasan, ketakmampuan, dan bahkan sementara ada jang merosot moralnja akibat ketidak teguhan imannja. Sedjarah perdjuangan akan tetap mengudji kesemuanja ini dan masih menuntut kesanggupan jang lebih besar lagi dari pemuda-pemudanja. {{C|{{larger|PEMUDA INDONESIA MENDUKUNG <br>PEMILIHAN UMUM}}}} Salah satu azas kenegaraan jang mendjadi tudjuan perdjuangan pemuda adalah demokrasi, jaitu adanja sistim dan kehidupan demokrasi dalam masjarakat dan negara Republik Indonesia. Demokrasi jang diperdjuangkan pemuda Indonesia bukannja demokrasi formil tetapi demokrasi riil, suatu sistim dan kehidupan demokrasi jang sesuai dengan keadaan masjarakat dan kehidupan rakjat Indonesia jang berdjuang untuk melawan imperialisme, untuk kemerdekaan penuh dan demokratis sebagai djembatan untuk mentjapai masjarakat sosialis Indonesia. Ini berarti bahwa jang diidam-idamkan oleh rakjat Indonesia bukanlah<noinclude>{{rh|||245}}</noinclude> 6qy9ai82ale8kc1rm00bcotazlwsqlg Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/249 104 112993 315857 312950 2026-08-25T16:07:44Z Iripseudocorus 23824 315857 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{hwe|pentingannja|kepentingannja}} dan berbagai matjam propaganda dengan melalui perguruan, surat kabar dll. mereka lakukan. Dalam menghadapi keadaan ini pemuda Indonesia jang telah terlatih dalam Revolusi Agustus 1945 tak mengendorkan perlawanannja. Pemuda Indonesia baik jang tergabung dalam tentara, dalam organisasi keamanan, dikampung-kampung dan desa-desa, dikantor-kantor dan diberbagai tempat ikut aktif membasminja. Pemerintah KMB sedjak semula tidak aktif membasmi gerombolan itu, sehingga tindakan pemuda dan rakjat umumnja, dapat dikatakan berdiri sendiri. Namun demikian perdjuangan jang adil ini dapat membangkitkan kemauan baik dan simpati dari kalangan alat pemerintah jang patriotik. Gerombolan pengatjau mulai ditindas oleh alat pemerintah, dan mulai dilakukan penangkapan terhadap anasir pengatjau, terutama Belanda. Tindakan penangkapan ini mulai dilakukan pada permulaan tahun 1954, di Bandung, Djakarta dan beberapa tempat lainnja. Orang Belanda jang ditangkap itu pada umumnja adalah bekas KNIL, IVG dan ada pula jang bekerdja di kementerian-kementerian, kedjaksaan dll. Tindakan ini terutama dilakukan setjara intensif dan meluas sedjak kabinet Ali Sastroamidjojo. Ini adalah tindakan jang tegas jang pertama kali sedjak terbentuknja kabinet KMB. Tindakan penangkapan ini djuga antara lain didorong oleh sikap Belanda di Indonesia jang sombong, sembrono dan provokatif. Hal ini terbukti dengan peristiwa penolakan direksi Hotel Simpang, Surabaja, atas permintaan tempat untuk Menteri Perekonomian jang pada waktu itu sedang berkundjung ke Djawa Timur pada bulan Djanuari 1954. Alasan jang digunakan untuk menolak ialah tidak ada tempat, tetapi setelah diperiksa sebenarnja masih banjak tempat. Sikap sombong dari Belanda penguasa Hotel Simpang ini menimbulkan kemarahan pemuda, dan Hotel Simpang ”diserbu”. Achirnja pemerintah setempatpun mengambil tindakan dan Hotel Simpang diambil-alih serta didjadikan milik Kotapradja. Dalam melakukan tindakan untuk menindas gerombolan pengatjau ini pemuda djuga ambil bagian aktif dalam mentjari keterangan, dan kalau perlu menundjukkan atau ikut menangkap mereka itu. Dengan djalan demikian maka tidak sedikit komplotan agen kolonial itu tertangkap dan diringkus dalam pendjara. Kegiatan ini memuntjak hingga dapat ditangkapnja kepala gerombolan pengatjau Belanda Jungschlager dan Smith. Pemuda mengadakan aksi jang luas menuntut agar Jungschlager segera diadjukan kemuka pengadilan dan dihukum mati. Aksi ini djuga mendapat dukungan luas dari segenap lapisan masjarakat. Rapat {{hws|diada|diadakan}}<noinclude>{{rh|243}}</noinclude> dl4dlxzv1mvmp9ho4b70uye3palrrm5 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/90 104 113264 315860 312978 2026-08-25T16:20:14Z Iripseudocorus 23824 315860 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|PERSATUAN PEMUDA<br> (PERDA)}}}} Kalau kita tilik perkembangan organisasi pemuda sedjak tahun 1930, maka tampak bahwa setelah berlangsung proses konsentrasi sebagai realisasi ide persatuan dalam organisasi pemuda, timbul proses diferensiasi jang disebabkan oleh : a. masih kurang puasnja pemuda-pemuda pada umumnja terhadap organisasi pemuda jang telah ada, jang disebabkan sifat keterbatasan organisasi itu pada mulanja ; b. pengaruh dibubarkan Partai Nasional Indonesia, dan timbulnja dua partai baru, jaitu Partindo dan P.N.I. Merdeka ; c. akibat tekanan dari pemerintah kolonial Belanda sehingga organisasi pemuda jang ada tak dapat melakukan aktivitasnja setjara wadjar; d. adanja usaha dari berbagai golongan untuk mendirikan organisasi pemuda. Diferensiasi dalam organisasi pemuda ini dapat dilihat dari timbulnja berbagai organisasi pemuda baik jang bersifat nasional maupun jang bersifat kedaerahan seperti : 1. Persatuan Bekas Murid Taman Siswa (PBMTS) didirikan pada tahun 1930. Azasnja : menentukan nasib berdasarkan kekeluargaan dan pendidikan, rasa kekeluargaan dan kesedjahteraan. PBMTS mendjaga kemurnian azas dan sendi Taman Siswa, mengusahakan berdirinja tjabang-tjabang Taman Siswa diseluruh Indonesia. PBMTS djuga menaburkan rasa kebangsaan, menjediakan gedung Taman Siswa untuk berapat bila pemuda-pemuda hendak mengadakan rapat dan lain-lain ; 2. PERPRI dan S.P.I. seperti jang sudah diterangkan didepan ; 3. Putri Marhaen di Jogjakarta, jang azasnja Marhaenisme dan usahanja memberantas buta huruf dan mengadakan kursus-kursus untuk meningkatkan kesadaran wanita. Organisasi ini dipimpin oleh Almarhum Sri Panggihan dan S.K. Trimurti. Achirnja organisasi ini dilarang oleh pemerintah kolonial Belanda ; 4. Sangkoro Mudo, di Jogjakarta, suatu organisasi untuk memperkuat keturunan Sultan Hamengku Buwono I. Usahanja : mempeladjari dan memadjukan kesenian Djawa, menjokong aksi menentang „Wilde Schoolen Ordonansi”. Pengurusnja antara lain Senirimawen, Hertog, Sudarisman (Mr. Purwokusumo) ; 5. Mudo Kristen Djawi, jang bertudjuan untuk memperkuat rasa persaudaraan antara pemuda-pemuda Kristen. Organisasi ini antara lain dipimpin oleh Sunardi ; 6. Pemuda Walfadri, jang pusatnja di Karang Kadjeng Jogjakarta dibawah pimpinan H. Hani ; 7. Djuga pemuda-pemuda diberbagai daerah jang merasa kepentingannja belum tertampung dalam organisasi pemuda jang telah ada atau jang belum sempat menggabungkan diri pada organisasi pemuda jang telah ada, djuga masih {{hws|mendiri|mendirikan}}<noinclude>{{rh|34}}</noinclude> rckjxxxd0fzndzcjz5ufm6b766trwsx 315861 315860 2026-08-25T16:20:34Z Iripseudocorus 23824 315861 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{larger|PERSATUAN PEMUDA<br> (PERDA)}}}} Kalau kita tilik perkembangan organisasi pemuda sedjak tahun 1930, maka tampak bahwa setelah berlangsung proses konsentrasi sebagai realisasi ide persatuan dalam organisasi pemuda, timbul proses diferensiasi jang disebabkan oleh : a. masih kurang puasnja pemuda-pemuda pada umumnja terhadap organisasi pemuda jang telah ada, jang disebabkan sifat keterbatasan organisasi itu pada mulanja ; b. pengaruh dibubarkan Partai Nasional Indonesia, dan timbulnja dua partai baru, jaitu Partindo dan P.N.I. Merdeka ; c. akibat tekanan dari pemerintah kolonial Belanda sehingga organisasi pemuda jang ada tak dapat melakukan aktivitasnja setjara wadjar; d. adanja usaha dari berbagai golongan untuk mendirikan organisasi pemuda. Diferensiasi dalam organisasi pemuda ini dapat dilihat dari timbulnja berbagai organisasi pemuda baik jang bersifat nasional maupun jang bersifat kedaerahan seperti : 1. Persatuan Bekas Murid Taman Siswa (PBMTS) didirikan pada tahun 1930. Azasnja : menentukan nasib berdasarkan kekeluargaan dan pendidikan, rasa kekeluargaan dan kesedjahteraan. PBMTS mendjaga kemurnian azas dan sendi Taman Siswa, mengusahakan berdirinja tjabang-tjabang Taman Siswa diseluruh Indonesia. PBMTS djuga menaburkan rasa kebangsaan, menjediakan gedung Taman Siswa untuk berapat bila pemuda-pemuda hendak mengadakan rapat dan lain-lain ; 2. PERPRI dan S.P.I. seperti jang sudah diterangkan didepan ; 3. Putri Marhaen di Jogjakarta, jang azasnja Marhaenisme dan usahanja memberantas buta huruf dan mengadakan kursus-kursus untuk meningkatkan kesadaran wanita. Organisasi ini dipimpin oleh Almarhum Sri Panggihan dan S.K. Trimurti. Achirnja organisasi ini dilarang oleh pemerintah kolonial Belanda ; 4. Sangkoro Mudo, di Jogjakarta, suatu organisasi untuk memperkuat keturunan Sultan Hamengku Buwono I. Usahanja : mempeladjari dan memadjukan kesenian Djawa, menjokong aksi menentang „Wilde Schoolen Ordonansi”. Pengurusnja antara lain Senirimawen, Hertog, Sudarisman (Mr. Purwokusumo) ; 5. Mudo Kristen Djawi, jang bertudjuan untuk memperkuat rasa persaudaraan antara pemuda-pemuda Kristen. Organisasi ini antara lain dipimpin oleh Sunardi ; 6. Pemuda Walfadri, jang pusatnja di Karang Kadjeng Jogjakarta dibawah pimpinan H. Hani ; 7. Djuga pemuda-pemuda diberbagai daerah jang merasa kepentingannja belum tertampung dalam organisasi pemuda jang telah ada atau jang belum sempat menggabungkan diri pada organisasi pemuda jang telah ada, djuga masih {{hws|mendiri|mendirikan}}<noinclude>{{rh|84}}</noinclude> glvydxi70wsnzd3vd24iwk9n98htko7 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/88 104 113267 315862 312981 2026-08-25T16:22:24Z Iripseudocorus 23824 315862 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>mendidik putra-putri Indonesia dengan semangat patriotisme, semangat tjinta tanah air dan ide progresif untuk mentjapai Indonesia Merdeka. Tindakan pengekangan pemerintah kolonial Belanda terhadap sekolah-sekolah swasta dinjatakan pada tanggal 17 September 1932 dalam bentuk suatu undang-undang jang ”mengatur” sekolah-sekolah ”liar” jang terkenal dengan nama ”Wilde Schoolen Ordonantie”. Walaupun dalam kata-kata undang-undang ini menjatakan mengatur tetapi kalau dilihat keseluruhan undang-undang ini membatasi dan membekukan sekolah-sekolah swasta, terutama Taman Siswa. Tepat pada hari mulai berlakunja undang-undang ini, jaitu pada tanggal 11 Nopember 1932, Ki Hadjar Dewantoro salah seorang pemimpin terkemuka dalam gerakan pendidikan nasional dan ketua umum Taman Siswa mengirimkan surat kawat protes dan jang menjatakan perlawanan kepada Gubernur Djendral pemerintah kolonial Belanda jang bunjinja sebagai berikut : Gubernur Djendral Buitenzorg <ref>{{rule|align=left|6em}} Dari buku "Taman Siswo 30 tahun" hl. 231.</ref> Paduka Jang Mulia. Ordonansi, jang dikeluarkan setjara tergesa-gesa dan didjalankan dengan paksaan menjentuh tulang sendinja masjarakat dan adab sesudah dibatalkannja rentjana pengadjaran, membuktikan kebingungan dan kegetaran pemerintah, salah mengerti dan salah raba jang sangat berbahaja terhadap kepentingan vital dari rakjat. Perkenankanlah saja memperingatkan bahwa mahluk jang tidak berdajapun mempunjai perasaan dasar untuk menangkis bahaja untuk mendjaga diri dan demikianlah djuga mungkin kami karena terpaksa akan mengadakan perlawanan jang gigih dengan diam. {{R|''Ki Hadjar Dewantoro.''}} Pada tanggal 3 Oktober 1932, Ki Hadjar Dewantoro djuga mengirimkan surat kepada semua pimpinan gerakan rakjat jang mendjelaskan bahajanja ordonansi itu serta sikap Taman Siswa. Dapat dikatakan semua organisasi dan pimpinan organisasi gerakan nasional menjokong sikap Taman Siswa dan ikut serta mengadakan perlawanannja. Demikian djuga pemuda-pemuda Indonesia. Ordonansi itu dirasakan sebagai suatu tindakan jang djuga sangat merugikan kepentingan pemuda Indonesia, disamping melukai perasaan nasionalnja, karenanja pemuda-pemuda tak dapat bersikap atjuh tak atjuh. Pemuda-pemuda jang tergabung dalam berbagai organisasi, seperti<noinclude>{{rh|82}}</noinclude> csdkguvvm28te4iy27p5l2ze9g18njz Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/82 104 113283 315859 313003 2026-08-25T16:17:34Z Iripseudocorus 23824 315859 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>”Persatuan Pemuda Rakjat Mataram” berusaha keras untuk meluaskan sajapnja. Pada waktu liburan sekolah bulan Djuli 1931 pemuda² ini disebarkan keberbagai daerah di Djawa Tengah untuk mendjelaskan dan menerangkan tudjuan organisasi. Mereka jang disebarkan ini antara lain : ialah Sutomo Djohar Arifin, Sudimuljono, Ismail Widjojo, Dastirin Siti Suwarni dan Darmijati ke Semarang ; Sarli Angkoro, Sumarno Imbram dan lain-lain ke Magelang ; Bambang Setiawan dan lain-lainnja ke Purwodadi ; Trubus dan lain-lain ke Magelang ; Husein, Sarwono dan lain-lain ke Purworedjo. Mereka ini berhasil membentuk persiapan tjabang diberbagai daerah itu. Setelah berdiri persiapan tjabang ini maka pada permulaan tahun 1930 diadakan konferensi besar di Jogjakarta jang dihadiri utusan semua persiapan tjabang. Dalam konferensi ini diputuskan : 1. nama organisasi diubah mendjadi ”Persatuan Pemuda Rakjat Indonesia” dengan disingkat PERPRI ; 2. tudjuan organisasi ”Mentjapai Indonesia jang Sempurna” dengan mempersatukan semua lapisan pemuda ; 3. sebagai lambang organisasi jang menjatukan semua organisasi pemuda ini ditetapkan : Gambar Kesatuan {{sp|PENA}} dengan {{sp|ARIT}} ; 4. azas organisasi ialah : Persatuan, Kebangsaan, Kerakjatan. Azas perdjuangannja: Radikal Revolusioner jang bersendi pada keteguhan iman dan kesutjian hati. Untuk mentjapai tudjuan tersebut dilakukan usaha-usaha : a. mendidik anggota-anggotanja supaja pemuda jang berdjuang untuk tanah air dan bangsanja, dengan djalan mengadakan kursus-kursus pengetahuan umum, bahasa asing dan pemberantasan buta huruf ; b. mengadakan bagian jang dinamakan K.B. (Kesehatan Badan) jang bertugas untuk mendidik anak-anak dikampung dan desa-desa dalam olah raga dan berbaris ; c. mengadakan kerdja sama dengan berbagai organisasi pemuda dalam kegiatan sosial, pendidikan dan lain-lain. Konferensi Besar ini djuga memilih pengurus besar sementara jang terdiri : Ketua I, Sutomo Djohar Arifin ; Ketua II, Muhamad Sunarman ; Sekretaris I, Mantoro Tirtonegoro ; Sekretaris II, Tjipto Laso (Abdul Gafar Miftah) ; Bendahara, Sudi Muljono, Pembantu-pembantu : Dastirin Siti Suwarni, Darmijati (Nj. Hadiprabowo), Sahudoro. Sedangkan untuk memperhatikan dan memelihara daerah Jogjakarta chususnja ditugaskan kepada S.W. Lagiono, Sudarjo, Subarsono, Utomo, dan Kotot Sukardi. Pengurus Besar PERPRI berkedudukan di Jogjakarta. PERPRI kerap kali mengadakan rapat umum dimana kedjahatan² pemerintah kolonial dibeberkan dan ide perlawanan dipropagandakan. Karena azas dan tudjuannja serta sepak terdjangnja jang memperlihatkan sifat anti kolonial itu, maka PERPRI dalam waktu jang singkat<noinclude>{{rh|76}}</noinclude> p6jmioias0wv3k50thizr6102dts0xu Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/60 104 113288 315863 313015 2026-08-25T16:28:15Z Iripseudocorus 23824 315863 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>dan tulisan-tulisan; menjelenggarakan rapat-rapat dan lain-lain” * <ref>{{rule|align=left|6em}}Dari buku ”De Nationalistische Beweging in Nederlandsch Indie” J. Th. Petrus Blumberger, hl. 393.</ref> Organisasi ”Pemuda Indonesia” djuga meluas dan mempunjai tjabang-tjabangnja di Jogja, Solo, Surabaja dan Djakarta. Berdirinja ”Pemuda Indonesia” lebih mempertjepat penjatuan organisasi pemuda. Makin lebih matangnja kesadaran nasional dikalangan pemuda tertjermin dalam pertemuan pengurus-pengurus organisasi-organisasi pemuda pada tanggal 23 April 1927. Pertemuan ini dihadiri oleh pengurus Jong Sumatranen Bond, Jong Batak, Jong Ambon, Jong Minahasa, Jong Indonesia, Jong Java dan Perhimpunan Peladjar-Peladjar Indonesia. Pertemuan ini membahas persoalan-persoalan jang diadjukan Jong Java dalam pertemuan tanggal 20 Pebruari 1927 jang belum mendapatkan kebulatan. Walaupun dalam pertemuan ini masih djuga belum tertjapai kebulatan jang penuh tentang djalan penjatuan, namun hasil pertemuan ini sudah lebih madju, dan dapat meletakkan dasar-dasar untuk melantjarkan usaha selandjutnja. Keputusan-keputusan ini jang terpenting, antara lain ialah : a. Indonesia Merdeka harus mendjadi ideal segala anak Indonesia ; b. Segala perserikatan pemuda harus berdaja upaja menudju mempersatukan diri dalam satu perkumpulan **. <ref> Dari buku ”Gedenboek” Jong Java, hl. 325.</ref> Tahun-tahun sedjak berdirinja P.N.I. adalah merupakan tahun kebangunan kembali kegiatan gerakan nasional sedjak pemberontakan tahun 1926 ― 1927 ditindas oleh pemerintah kolonial Belanda. Tekad pemuda-pemuda untuk lebih menjatukan diri dalam perlawanan guna menghadapi kekuasaan pemerintah kolonial Belanda, dan untuk mentjapai Indonesia Merdeka makin mendjadi kuat. Untuk menjatukan kebulatan tekad atas inisiatif Perhimpunan Peladjar-Peladjar Indonesia, pemuda-pemuda Indonesia mengadakan Kongresnja ke II jang dilangsungkan pada tanggal 26 ― 28 Oktober 1928 di Djakarta. Kongres ini dihadiri oleh wakil-wakil dari organisasi pemuda : Perhimpunan Peladjar-Peladjar Indonesia, Pemuda Sumatra, Pemuda Indonesia, Jong Batakse Bond, Sekar Rukun, Pemuda Kaum Batawi, Jong Islamieten Bond, Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, dan lain-lainnja. Utusan kongres ini datang dari berbagai pelosok tanah air. Pemimpin pemuda jang ikut mempelopori Kongres Pemuda ini adalah antara lain : Rusmali, Jusupadi, Mokoginta, Moh. Jamin, A.K. Gani, Sudiman, Moh.<noinclude>{{rh|54}}</noinclude> 4crw5oa7jfdlukgk6tjsow5habidduk Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/58 104 113298 315864 313029 2026-08-25T16:29:46Z Iripseudocorus 23824 315864 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>menjatukan organisasi pemuda dengan fusi ataukah federasi mendjadi persoalan jang tjukup menarik dan hangat. Suatu usul dari Perhimpunan Peladjar-Peladjar Indonesia (P.P.P.I.) jang menghendaki fusi antara semua organisasi pemuda mendjadi satu organisasi jang bersifat penghimpunan massa muda Indonesia, mendapat sambutan dan diperdebatkan dengan hangat sekali. Namun demikian persoalan djalan penjatuan ini belum djuga mendapatkan kebulatan. Kongres ini djuga mentjerminkan makin matangnja kesadaran politik pemuda-pemuda. Pidato-pidato dan atau tjeramah politik terdengar melantang. Seorang mahasiswa dari Sekolah Tinggi Hukum anggota P.P.P.I. dalam tjeramahnja memberikan lukisan tentang perkembangan gerakan rakjat Indonesia. Pentjeramah ini menekankan bahwa ”orang tidak boleh banja mempunjai perasaan Jong Java atau Jong Sumatra, tetapi harus mempunjai perasaan Indonesia Muda”. Pentjeramah-pentjeramah lain djuga ada jang mengemukakan masalah emansipasi wanita, dan mengetjam poligami. Dalam memperdebatkan masalah ini banjak pembitjara jang mengetjam pengekangan adat-istiadat kolot. Raden Adjeng Kartini oleh para pembitjara mendapat penghargaan jang tinggi sebagai wanita pertama jang memelopori gerakan wanita modern. Tjeramah jang diadakan pada malam ketiganja membitjarakan pentingnja bahasa Indonesia sebagai alat pembentuk persatuan Indonesia. Dalam tjeramah jang mempersoalkan agama dalam gerakan nasional, pembitjara menekankan penungnja persatuan antara pemuda dari berbagai agama didalam perdjuangan. Walaupun dalam Kongres ini belum menghasilkan kebulatan tentang djalan menjatukan organisasi pemuda, namun Kongres telah memperkuat ide persatuan dikalangan pemuda dan lebih membuat matang pemuda Indonesia dalam perdjuangan kemerdekaan nasional. Usaha untuk menjatukan organisasi pemuda tidak berhenti dengan Kongres ini. Pertemuan-pertemuan pertukaran pikiran selalu diadakan untuk mendapatkan djalan jang sebaik-baiknja. Dalam usaha untuk mendapatkan djalan ini maka pada tanggal 15 Agustus 1926 diadakan pertemuan lagi. Jang hadir dalam pertemuan ini ialah wakil Jong Java, Jong Sumatra, Sekar Rukun, Jong Batak, Jong Minahasa, Vereeniging voor Ambonsche Studeerenden, Jong Islamieten Bond tjabang Djakarta, dan Komite Kongres I Pemuda. Pertemuan ini bertempat di Gedung bioskop ”Java”. Jang dibitjarakan dalam pertemuan ini ialah usul Jong Java untuk mengadakan badan federasi antara organisasi-organisasi pemuda. Dengan gigih pemuda-pemuda berusaha terus untuk mendapatkan djalan mempersatukan diri. Pada tanggal 20 Pebruari 1927 di Djakarta<noinclude>{{rh|52}}</noinclude> f0thx97u1g6tgqmj1ejjma0vhmy7up8 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/57 104 113301 315865 313033 2026-08-25T16:31:16Z Iripseudocorus 23824 315865 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>pemuda dari berbagai sukubangsa, selandjutnja dengan didorong oleh makin meningkatnja perdjuangan nasional rakja Indonesia pada tahun 1920 keatas, maka tumbuhlah ide persatuan dikalangan pemuda jaitu meningkatnja kesadaran perlu adanja satu organisasi pemuda. Sebenarnja adanja satu organisasi pemuda bagi seluruh pemuda Indonesia sudah disadari djauh sedjak tahun pertama didirikan Tri Koro Dharmo. Pendiri organisasi ini Dr. Satiman Wirjosandjojo, pernah mengemukakan bahwa ”perkumpulan Tri Koro Dharmo harus memakai sifat buat sementara, supaja dikemudian hari boleh dirubah mendjadi suatu perkumpulan buat pemuda-pemuda Indonesia seumumnja”. Tahun-tahun 1920 ― 1926 ― 1927 adalah terkenal sebagai tahun pertjobaan dan serangan pertama rakjat Indonesia terhadap imperialisme Belanda. Hal ini ditandai dengan makin serunja perlawanan jang terwudjud dalam pemogokan-pemogokan buruh, pemberontakan tani, dan protes-protes dari berbagai golongan rakjat. Sebagai akibat penindasan, tekanan, dan provokasi jang dilantjarkan ''oleh'' pemerintah kolonial Belanda, maka meletuslah pemberontakan rakjat Indonesia pada bulan Nopember 1926 di Djawa, dan pada bulan Djanuari 1927 di Sumatera. Meningkatnja perdjuangan rakjat Indonesia ini sudah tentu mempunjai gema dan pengaruhnja terhadap organisasi pemuda Indonesia. Pemuda Indonesia makin mendjadi matang dalam politik dan organisasi, mereka mengemukakan tuntutannja makin terang jaitu Indonesia Merdeka. Dalam bidang organisasi mereka makin menjadari perlunja ada satu organisasi pemuda bagi seluruh pemuda Indonesia jang seazas agar makin dapat menjatukan kekuatannja guna mentjapai tjita-tjitanja. Ide mempersatukan organisasi pemuda ini dilaksanakan dalam Kongres I Pemuda Indonesia pada tanggal 30 April 1926 s/d 2 Mei 1926 di Djakarta. Kongres ini dihadiri oleh wakil-wakil dari organisasi-organisasi pemuda Jong Java, Jong Sumatra. Jong Ambon. Jong Minahasa. Jong Islamieten Bond, dan Jeugd-vereeniging van Theosofen (Himpunan Pemuda Teosofi). Kongres ini diselenggarakan oleh suatu komite jang dibentuk sebelumnja dan bertugas membentuk badan sentral jang bertudjuan : a. memadjukan faham persatuan kebangsaan; b. mengeratkan hubungan antara semua perkumpulan-perkumpulan pemuda kebangsaan.*<ref>{{rule|align=left|6em}}Dari buku ”Sedjarah Pergerakan Rakjat Indonesia”<br>Mr. A.K. Pringgodigdo, hl. 116.</ref> Djalan untuk .<noinclude>{{rh|||51}}</noinclude> lelx8f1tusjsfyqxbbyz1alzsi818d4 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/55 104 113304 315866 313038 2026-08-25T16:32:23Z Iripseudocorus 23824 315866 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Jong Islamieten Bond tidak mendukung ide ikut fusi untuk mendirikan satu organisasi Pemuda Indonesia. Pemimpin-pemimpin J.I.B. jang diputuskan oleh kongres tersebut antara lain terdiri dari Raden Sam, Wiwoho, dan lain-lainnja. Dengan berdirinja Jong Islamieten Bond ini mendorong pemuda-pemuda dari agama lain membentuk organisasinja sendiri-sendiri. Dalam tahun berikutnja berdirilah organisasi Pemuda Muhamadijah, Pemuda Kristen, dan Pemuda Katholik, dan djuga kemudian lahir organisasi Pemuda Muslimin jang didirikan pada tahun 1928. {{C|{{larger|BERBAGAI ORGANISASI PEMUDA LAINNJA.}}}} Kelahiran Tri Koro Dharmo, bukan hanja mendorong pemuda dari suku Sumatera berorganisasi, tetapi djuga mendjadi perangsang dan pendorong pemuda-pemuda dari suku bangsa lain untuk segera mendirikan organisasinja sendiri. Dikalangan pemuda-pemuda dari suku bangsa jang lain, terutama jang sedang beladjar di Djawa, setelah mengetahui manfaatnja organisasi pemuda Tri Koro Dharmo dalam usaha mengeratkan persatuan antara pemuda-pemuda, maka tumbuhlah hasrat dan kesadaran untuk membentuk organisasinja sendiri. Pemuda dari suku Ambon, Minahasa dan Sulawesi segera berusaha terbentuknja organisasi mereka sendiri. Tahun 1918 ― 1919 adalah tahun kelahiran organisasi-organisasi mereka ini. Dalam tahun ini berdirilah organisasi pemuda Minahasa dengan nama ”Jong Minahasa”, organisasi Ambon dengan nama ”Jong Ambon” dan organisasi pemuda Sulawesi dengan nama ”Jong Celebes”. Djuga dalam tahun berikutnja lahir organisasi pemuda dari suku Batak, dengan nama ”Jong Batak”. Azas dan tudjuan organisasi pemuda-pemuda ini umumnja sama dengan azas dan tudjuan Tri Koro Dharmo (Jong Java) dan Jong Sumatranen Bond. Kechususannja ialah, bahwa mereka menjatukan dan mengeratkan ikatan pemuda peladjar dari suku mereka masing-masing. Organisasi pemuda ini umumnja berpusat di Djawa, karena di Djawalah pemuda-pemuda dari suku itu beladjar disekolah menengah. Ini tidak berarti bahwa pengaruh kegiatan organisasi mereka hanja di Djawa, tetapi sampai djuga didaerah kelahiran mereka masing-masing, didaerah suku bangsa mereka. Hal ini terbukti dengan terbentuknja grup-grup pemuda jang madju diberbagai daerah jang mendukung ide-ide untuk mengeratkan persatuan, meningkatkan deradjat kebudajaan dari pemuda-pemuda suku bangsa mereka masing-masing.<noinclude>{{rh|{{smaller|Sedjarah Perdjuangan{{gap}}4}}||49}}</noinclude> erh2oe2hlvj6b7b21fngj1f3t773lm7 Halaman:The Belle of Menado.pdf/10 104 113403 315836 313512 2026-08-25T13:13:56Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315836 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|10|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||11}}</noinclude>Pendengeran ada soenji, kamoedian Tek-lok berkata: „Apa betoei itoe kabaran tida, sala? Saia masih sa ngsi boeat tetepken." „Saia tida paksa boeat kau pertjaja, tapi saia brani tetepken 9 dari 10 'nko Tiong-sin bakal poenjain itoe boenga. „Akoe koeatir itoe kembang terlaloe angkoe boeat gampang dipegang kendati 'nko Tiong-sin ada tjoekoep harta dan segalanja ........... " „Goblok!" membentak Koe-kway sambil ketawa. „Tjintanja anak djaman sekarang kabanjakan tjoema pandeng doeit, kerna kabanjakan marika lebih taoe plesir dengen auto dan badan terhias brilliant dari pada taoe harganja katjinta'an soetji. Masah kau poenja katja-mata bikinan natuur tida bisa liat brapa banjak anak moeda jang penghidoepannja soeda dibikin roesak oleh itoe prempoean-prempoean jang berhati tjoerang tjoema lantaran jang satoe ada geld dan jang laen tjoema hidoep djoeal kringet? 'Nko, saia tjintaken kau maski kau ada miskin', etc. Sabetoelnja itoe perkata'an tjoema mendjadi lagoe dari bibirnja soeatoe prempoean, kerna begitoe ada dateng laen lamaran jang pake auto Sedan, boeroe-boeroe ia lantas toelis pada itoe anak moeda jang katanja ia ada tjinta: 'Nko, menjesel saia bakal tida bisa menikah pada moe kerna orang toea ada menghalangin sanget, saia harep kau nanti broentoeng dapet laen nona'. Ha! apa ini komedie tida sering dimaenken oleh penghidoepannja kaoem prempoean jang tadinja tida takoet soempah dimakan setan bahoea katanja ia ada menjinta soetji?" Itoe pertanja'an tida ada orang jang menjaoet, brangkali Koe-kway poenja perkata'an ada dianggap betoel, maka kamoedian ia landjoetken lebih djaoe: „Begitoe djoega sama itoe ratoe kembang di Kemaweg, ia nanti mandah kena sinarnja 'ntjik Bing-liong poenja koempoelan inten dan mas." „Kau toch belon dapet boekti tjoekoep?" berkata Tek-lok jang masih koerang poeas. „Tentoe saia ada boekti," mendjawab jang ditanjah dengen bangga. „Itoe Ratoe Kembang trima 'nko Tiong-sin poenja oendangan, dan berdjandji ini sore bakal toeroet koendjoengin ini pesta." „Tapi kenapa sampe djam begini belon moentjoel?" tanjah Hian-ling jang toeroet ambil perhatian dalem itoe perkara. Koe-kway tjaboet horlogenja: „Iapoenja djandji masih ada lO menutes, ia bilang sama 'nko Tiong-sin maoe dateng precies djam 8 ......" " ........Oh, saia loepa!" memoetoes Tek-lok dengen mendadak, „ach, saia ampir loepa! Mana Tjhia-ngin, kenapa belon dateng?" „Tjhiang-in siapa?"tanjah Hian-ling. „Anak dari Sourabaya jang kemaren baroe dateng sama kapal Barentz." „Brangkali saia djoega belon kenal padanja," menjamboeng Koe-kway jang terpaksa moesti tinggalken pembitjara'annja di atas. „Apa ia soeda kenal sama 'nko Tiong-sin?" „Boleh djadi, tapi saia rasa itoe perkenalan tida, begitoe kekel. marika tjoema kenal dalem soeratmenjoerat hal oeroesan dagang,laginja 'nko Tjhiang-in baroe ini pertama kali koendjoengin Menado." Marika bikin brenti pembitjara'annja dengen angkat masing-masing poenja glas minoeman. Tida brapa sa'at dari loear ada kliatan dateng satoe enak moeda dengwn dandanan smoking item. Tindakannja ada tetep<noinclude></noinclude> 5v21d9qtkyxhdp5qpfdy3kg1uln7f68 Halaman:The Belle of Menado.pdf/11 104 113405 315837 313514 2026-08-25T13:21:51Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315837 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|12|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||13}}</noinclude>dan romannja ada begitoe tjakep, samentara iapoenja sinar mata dan bibir ada meloekisken bahoea ia ada saorang jang sabar tapi poenja katertipan dan tjara lakoe jang loear biasa. „Hallo, 'nko Tjhiang-in!!!" berseroeh Tek-lok sembari angsoerken tangannja. „Harep kau dapet sore jang baek, saia kira kau tida dateng." Tjhiang-in dengen amat saderhana ia bladjar kenal pada laen-laen tetamoe jang doedoek dalem itoe group. „Mana 'ntjik Bing-liong, apa saia bisa katemoe padanja?" ia menanjah pada Tek-lok. „Tentoe, kaloe kau soeka masoek ka dalem." Tjhiang-in sigra masoek ka dalem. Ia berdjalan sembari memanggoet pada tetamoe-tetamoe jang doedoek di samping roewangan. Iapoenja kaada'an ada begitoe kalm dan moekanja selaloe berseri, njata natuur soeda tjiptaken dalem dirinja satoe katabahan jang orang lelaki perloe poenja. Ia djoempahin 'ntjik Bing-liong di roewangan dalem. „Hallo, 'nko Tjhiang-in, kenapa begini laat kau dateng?" menegor itoe toean roemah tatkala tetamoenja membri hormat padanja. „Saia kapingin dateng lebih sore, tapi kabetoelan saia dapet satoe halangan." „Apa kau soeda katemoe sama Tiong-sin? Belon? Oh, ja, kau belon kenal padanja; brangkali ia ada di loear sama iapoenja kawan-kawan. Ach, kenapa kau poenja ajah tida toeroet dateng?" „Ia sasoenggoenja kapingin dateng, tjoema di toko ini waktoe ada terlaloe repot, kabetoelan moesim djagoeng, laginja pengabisan ini boelan ajah aken pergi ka Singapore." „Pergi boeat plesir atawa boeat dagang?" tanjah itoe 'ntjik sembari pandeng itoe roman jang tjakep dan berseri. „Brangkali sabagian boeat pesiar, sabagian boeat liat-liat kaada'an dagang di itoe kota." Tambah menutes tetamoe dateng semingkin banjak hingga itoe gedong jang loeas dan indah soeda djadi padet dan korsi-korsi ampir tida ada jang kosong. Soeara muziek jang dipoekoel membawa lagoe ganti- berganti dan tjoema orang jang sedeng berada di sitoe seperti rasaken penghidoepan ada taman dari Sorga, marika seperti loepa jang di loearnja itoe gedong ada tinggal banjak orang jang pikoel soesah hati, sedih dan gagal. Kapan Tjhiang-in dan 'ntjik Bing-liong enak beromong, Tiong-sin ada kloear dari kamar samping dan teroes menoedjoe ka loear di mana Koe-kway dan kawan-kawannja ada doedoek. Tiong-sin ada satoe anak moeda jang terpladjar tinggi, djoega ada mempoenjain pengawakan dan roman jang tida bisa ditjelah, tjoema satoe tjatjat, iapoenja sikep selaloe maoe menang sendiri dan tida gampang mengalah. Maski begitoe, iapoenja karoyalan boewang oewang datengken banjak sobat, melingken belon taoe apa itoe sobat ada sobat jang berarti, sebab dalem waktoe seneng di sana tida ada sobat jang palsoe! semoea kliatan kekel, kliatan lemah-lemboet dan manis!! „Ma'af, saia tinggalken kau orang lama sekali," Tiong-sin berkata sambil ketawa dan pegang-pegang poendaknja Koe-kway. „Apa kau orang soeda dapet minoeman tjoekoep? Minta sadja apa jang koerang, djangan soengkan." „Astaga! saia kira kau teroes mendekem di dalem," berseroeh Koe-kway, „kau roepanja maoe dedepin {{hws|sen|sendiri}}<noinclude></noinclude> 4cyhoa1m4coyjgc47wr8ep371gsckkm Halaman:Gerpolek.pdf/103 104 113431 315867 313552 2026-08-25T16:48:03Z Iripseudocorus 23824 315867 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Laskar Gerilya dapat diterima menjadi bagian dari pada Tentara Rakyat! Demikian pula Tentara Rakyat boleh mengutamakan Taktik-Gerilya secara besar-besaran. Tentara Rakyat, Laskar Rakyat dan Laskar Gerilya, bukanlah Tentara FEDERAL atau tentara yang saja dan dibentuk oleh KERJA-SAMA dengan Belanda. Opsir KNIL atau KMA dalam seluruhnya Revolusi ini belum pernah menunjukan inisiatif, kecakapan dan keulungan LEBIH dari pada opsir bentukan Jepang dalam tiga atau enam bulan. Boleh dikatakan hampir seluruh Tentara Laskar dan Barisan Rakyat yang berjasa dalam Revolusi, adalah hasil INISIATIF dan JASA Rakyat/Pemuda. Didikan serta latihan kader opsir cap KNIL dan KMA akan memakan ongkos terlampau besar yang tiada dapat dipikul Rakyat yang sudah miskin itu. Bagaimana didikan dan latihan KADER OPSIR Republik sesudah Merdeka 100 %, kelak akan ditentukan oleh FILSAFAT POLITIK dan sifatnya Republik Inodneisa, serta oleh kemajuan INDUSTRI Indonesia pula. Ini adalah urusan Rakyat Indonesia semata-mata. Bukannya urusan Belanda, ataupun urusan yang boleh dicampuri oleh Belanda! Dalam perang dunia yang baru lalu sama sekali Belanda tak menunjukkan keulungan dalam kemiliteran. Kita tak boleh mengizinkan Belanda kembali IKUT-SERTA membentuk nama apa saja. Semua macam tentara yang dibentuk Belanda itu tentu Tentara di Indoensia, dengan nama TENTARA FEDERAL, atau dengan akan bersifat KOLONIAL. Tentara federal itu akan berarti satu Tentara yang terpisah dari Rakyat atas ongkosnya Rakyat, buat menindas Rakyat itu sendiri. Mempercayakan 70 juta Rakyat kita kembali kepada Tentara yang dibentuk oleh tukang warung Belanda berarti memancing kembalinya MALAPETAKA, seperti pada tanggal 8 Maret 1942!!!<noinclude>{{rh||102}}</noinclude> s7txo6ge6ads6tncmd7xitl53ag33b4 Halaman:Gerpolek.pdf/100 104 113441 315868 313564 2026-08-25T16:50:17Z Iripseudocorus 23824 315868 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>yang mestinya DIBOIKOT atau diperangi oleh UNO. Yang menjadi pertimbangan UNO mestinya cuma pertama tindakan yang harus dilakukan, ialah PEMBOIKOTAN atau KEKERASAN (dengan senjata). Kedua, tempo buat menjalankannya. Tetapi sebaliknya dari pada konsekwen yang kita harapkan dari UNO itu, maka kita melihat semua Negara Imperialis membantu si-Agresor Belanda. Inggris memasukkan Belanda ke dalam daerah Republik. Kalau tiada dengan pertolongan Inggris, maka Belanda mungkin sekali tak sanggup masuk sama sekali, sampai sekarang ini. Amerika mempersenjatai dan membantu melatih tentara Belanda, yang dikirimkan ke Indonesia. Lagi pula Amerika Serikat sudah beberapa kali membantu Belanda dengan uang. Tanpa uang Amerika itu, tentara Belanda mungkin sudah roboh sendiri karena mati kelaparan di Indonesia ini saja. Walaupun beberapa pahitnya pengalaman yang kita peroleh dari pihak Inggris-Amerika, yang keduanya anggota dari UNO itu, tetapi kita tiada pula boleh melupakan anggota yang tetap memberi kebutuhan diplomasi yang berharga kepada Indonesia ialah Soviet Rusia dan lain-lain. Bagaimana juga, UNO dalam corak sekarang bukanlah menjadi pengharapan yang terakhir ataupun yang pertama bagi perjuangan Kemerdekaan kita. Tetapi UNO yang banyak mengandung pertentangan dalam dirinya sendiri itu bisa dipergunakan sebagai “TRIBUNE” (mimbar) untuk mempengaruhi suara-umum di dunia! Asal saja kita jangan terlibat dalam salah satu pihak yang bertentangan, maka atas azas yang dijunjung tinggi oleh UNO sendiri itu, kita bisa mendapatkan sedikit manfaat bagi pembelaan Kemerdekaan Indonesia. Sekali lagi, asal kita awas, supaya jangan diperlakukan oleh salah satu pihak yang bertentangan. Sampai sekarang nyatalah Republik Indonesia terus diperkudakan saja oleh KTN. Ini amat berbahaya bagi kita sekalian! UNO atau Negara Imperialisme manapun juga tak pula perlu terlalu kita taati dan takuti begtiu saja. Tegasnya KTN wakil tiga Negara (Imperialis) tak perlu kita “ya-tuan-besarkan” saja!!! PERTAMA SEKALI: Republik Indonesia bukanlah anggota UNO. Maka putusan, yang tiada diambil BESERTA Persetujuan Wakil Republik, sebagai anggota penuh dari UNO itu, adalah bertentangan dengan kemerdekaan, kepentingan dan kehormatan bangsa Indonesia. KEDUA: Meskipun kita belum mempunyai tank, kapal-selam dan pesawat-terbang, tetapi dengan segala kekuatan yang tersembunyi<noinclude>{{rh||99}}</noinclude> 3a53ipdcy34kn7tmjmw9z7rkj1llyxk Halaman:Gerpolek.pdf/99 104 113445 315869 313568 2026-08-25T16:51:21Z Iripseudocorus 23824 315869 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>“hoogmoeds-waanzin” superiority complex, kecongkakan orang berkulit putih, karena keputihan kulitnya. Selama “perasaan lebih” dipihak berkulit putih (tidak pada semua bangsa dan tidak pula pada segala kelas) itu masih ada dan dimana pula dengan “perasaan kurang” oleh pihak berwarna, selama itulah pula PERSAMAAN HAK yang dijunjung tinggi oleh UNO akan tinggal perkataan hampa saja. Orang berkulit putih yang datang ke Asia dan Afrika ini harus melenyapkan “rasa lebihnya” itu. Begitu pula orang berwarna harus menjauhkan “rasa kekurangannya”. Barulah persamaan dalam undang-undang yang mengenai pergaulan kedua jenis manusia itu bisa dibentuk dan dilaksanakan. Kalau tiada maka undang-undang semacam itu akan tinggal di atas kertas saja. Demikianlah pula halnya, maka pengakuan UNO atas HAK TIAP- TIAP BANGSA UNTUK MENENTUKAN NASIBNYA SENDIRI itu (rights of self determination) akan tetap tinta di atas kertas saja! Sekianlah sekedar tentang maksud dan Daya-Upaya UNO. Marilah sedikit kita ambil beberapa kesimpulan dalam hal kita bangsa Indonesia menghadapi UNO. Seandainya UNO setia kepada azasnya sendiri dan tiada memandang warna atau kelas, maka sewajarnyalah UNO pertama sekali MENGAKUI Kemerdekaan kita. Karena apa yang kita lakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 itu, lain tidak hanyalah menjalankan Azas UNO sendiri ialah: MENENTUKAN NASIB KITA SENDIRI. Tugasnya kita sudah MERDEKA dan Negara MANA saja yang melanggar kemerdekaan kita itu adalah Negara Ceroboh (Agressor)<noinclude>{{rh||98}}</noinclude> pecga23nrdoc82hboenu55vl94twng7 Halaman:Gerpolek.pdf/98 104 113449 315870 313572 2026-08-25T16:52:35Z Iripseudocorus 23824 315870 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>5. PERTENTANGAN KAUM PENJAJAH DAN KAUM TERJAJAH. Hampir seluruhnya bangsa berwarna yang meliputi lebih kurang tiga perlima (3/5) penduduk seluruhnya dunia, masih berada di bawah pemerasan, penindasan atau pengaruh bangsa berkulit putih. Pemerasan dan penindasan itu terutama sekali dan pertama sekali bersandar kepada kelebihan Dunia Barat dari Dunia Timur dalam hal tehnik, ekonomi, ilmu bukti dan organisasi. Kelebihan itu dipertajam pula oleh perbedaan warna-kulit, bahasa dan kebudayaan. Tetapi dimana tehnik, ekonomi, ilmu bukti dan organisasi itu sudah bersamaan, perbedaan warna itu belum juga dapat melenyapkan “perbedaan ras” antara satu sama yang lainnya. Di Amerika Serikat sendiri, di antara sewarga-Negara, dalam satu Negara, yang menjunjung tinggi demokrasi dan perikemanusiaan, maka kedua azas yang cantik-molek ini cuma berlaku di antara bangsa berkulit putih saja. Itupun hanya di antara sebagian kecil yang berkulit putih itu pula. Bagi kaum buruh Amerika sendiri demokrasi dan perikemanusiaan itu, hanyalah satu perhiasan kata dan semboyan pemungutan suara kaum buruh saja di waktu pemilihan Kongres dan Presiden Amerika. Tetapi terhadap bangsa Negro kaya atau miskin, terpelajar atau tidak, oleh Yang Berkulit-Putih “perasaan lebih” (entah dalam hal mana!) itu masih terus diperlihatkan. Didalam pergaulan hidup sehari-hari antara putih dan hitam, apalagi dalam hal perkawinan, maka “perasaan lebih” orang berkulit putih itu masih bermerajalela. “Rasa-lebih”nya orang berkulit putih masih terlihat di Tiongkok, di India dan di Afrika Selatan. Kita sendiri di Indonesia ini tak perlu lama dan jauh mencari contoh di sekitar kita sendiri dalam pergaulan kita dengan bangsa Berkulit-Putih. Cuma segelintir dua gelintir manusia yang naif dan dhaif saja, yang tiada dapat melihat atau tiada mau melihat<noinclude>{{rh||97}}</noinclude> q4pwi5eewrdmxey5qbh231ufimxfq8w Halaman:Gerpolek.pdf/97 104 113456 315871 313579 2026-08-25T16:53:21Z Iripseudocorus 23824 315871 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>menentukan siapa yang “BENAR”. Atau persetujuan harus diperoleh dengan “”KONSESI BESAR” dari kedua pihak. Tetapi keputusan dengan jalan damai atau kekerasan itu haruslah didapatkan kalau UNO benar-benar hendak dijadikan satu organisasi yang bersifat Pengadilan dan Pemerintah Dunia. Dalam keadaan sekarang tak dapat UNO mengambil sesuatu keputusan yang agak penting. Satu keputusan UNO yang oleh Soviet Russia dirasanya merugikan dirinya, boleh digagalkannya dengan memakai HAK-VETO-nya (Hak melarang). Begitu pula sesuatu keputusan UNO yang oleh Amerika Serikat dianggapnya bertentangan dengan kepentingan dirinya, dapat ditolaknya dengan memakai HAK-VETO-nya pula. Demikianlah pertentangan tajam yang sewaktu-waktu bisa meletus menjadi perang dunia ketiga, antara kepentingan Gabungan Soviet Rusia itu dengan Gabungan Amerika Serikat terdapat hampir diseluruhnya Eropa, di Lautan Tengah (Italia, Turki dan Iran) dan di Timur Jauh (Korea dan Tiongkok). 4. PERTENTANGAN KAUM BURUH DAN KAUM KAPITALIS. Pertentangan inilah yang menjadi Sumber pertentangan yang sebenarnya antara Gabungan Soviet dan Gabungan Kapitalis yang terpusat pada Amerika Serikat seperti tersebut di atas tadi. Pertentangan ini akan terus menerus berlaku selama ada kapitalisme. Kaum buruh di seluruh dunia tentulah bersimpati dengan kaum seperjuangannya yang sudah menang di Rusia. Kaum Kapitalis diseluruh Dunia tentulah bersimpati dengan kaum kapitalis Amerika Serikat karena mereka sama-sama merasa terancam oleh gerakan buruh revolusioner. Pertentangan buruh dengan kapitalis itu tentulah, mau tak mau, merayap masuk ke dalam gedung UNO! Pertentangan itu baru akan lenyap apabila kapitalisme sendiri sudah lenyap dari seluruhnya muka bumi ini.<noinclude>{{rh||96}}</noinclude> lpn7p3rqe43e6uzmqfbs1481l9x6xnz Halaman:Gerpolek.pdf/93 104 113479 315872 313607 2026-08-25T16:58:20Z Iripseudocorus 23824 315872 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>tindakan apa yang akan diambil yang cocok dengan Pasal 41 dan 42, untuk memeliharakan perdamaian dan ketentraman dunia. PASAL 41. DK bisa memutuskan, tindakan apa (yang tiada memakai kekerasan) yang akan dipergunakan untuk melaksanakan putusannya dan boleh meminta para anggtao UNO melakukan tindakan itu. Termasuk juga pada tindakan ini, ialah pemutusan perhubungan ekonomi, seluruhnya atau sebagian saja dan memutuskan perhubungan kereta, laut, udara pos dan kawat, serta radio dan perhubungan lain dan memutuskan hubungan diplomasi. PASAL 42. Apabila DK menganggap tindakan menurut Pasal 41 tersebut tak cukup atau ternyata tak cukup, maka DK boleh mengambil tindakan dengan TENTARA udara, laut, dan darat, menurut kepentingan mengembalikan keamanan dan ketentraman dunia. Pendeknya: UNO sebagai perserikatan beberapa bangsa di dunia bermaksud memelihara perdamaian dan Ketentraman dunia. Daya Upaya untuk mencapai maksud itu, ialah melakukan PEMBOIKOTAN (ekonomi, perhubungan dan diplomasi) dengan sesuatu Negara yang sudah ditetapkan BERSALAH (ceroboh). Kalau Pemboikotan (menurut pasal 41) itu tak cukup maka UNO boleh memaksa NegaraBersalah (ceroboh) itu dengan senjata Udara, Laut dan Daratan (menurut Pasal 42). Semuanya itu memang lebih mudah dikatakan daripada dijalankan. Sebabnya ialah, karena terlampau banyak pertentangan di antara negara dan neagra yang menjadi anggota UNO itu. Pertentangan terbesar adalah LIMA.<noinclude>{{rh||92}}</noinclude> lwm1iyti3t041yx015skl8uu0tg002m Halaman:Gerpolek.pdf/92 104 113485 315873 313614 2026-08-25T16:59:01Z Iripseudocorus 23824 315873 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Maka selama kapitalisme ini ada dan dunia terpisah-pisah dalam beberapa Negara, maka sukarlah untuk mendapatkan perdamaian dunia itu. Volkenbond, Serikat Bangsa yang didirikan setelah perang dunia pertama degan maksud memelihara perdamaian dan memberantas kecerobohan, kandas, terbengkalai, akhirnya bubar, karena pertentangan yang terbawa oleh sistem kapitalisme-imperialisme di dunia ini juga. Apakah UNO, yang didirikan setelah perang Duni ke II ini akan berhasil mecapai maksudnya? Marilah kita kupas Maksud dan Daya Upaya UNO untuk mencapai maksudnya itu, serta keadaan dunia, yang menjadi sumber bagi semua pertikaian dan kekuatan di antara Bangsa-Bangsa serta Negara dan Negara. Dalam Risalah "PIAGAM PERDAMAIAN" Bab 1 TENTANGAN MAKSUD DAN AZAS, di antara lain-lain termaktub: Maksud UNO ialah: {{Ordered list|start=36 |Memelihara perdamaian dunia dan buat itu mengambil tindakan bersama buat menolak dan melenyapkan ancaman kepada perdamaian {{...|12}}dll. |Memajukan persahabatan di antara beberapa negara berdasarkan atas kehormatan, terhadap dasar PERSAMAAN HAK (Equal Rights) serta HAK MENENTUKAN NASIB SENDIRI oleh semua bangsa (Rights of self-determination of peoples {{...|12}}dll).}} '''Bab VII. TINDAKAN TERHADAP ANCAMAN PERDAMAIAN GANGGUAN PERDAMAIAN DAN TINDAKAN CEROBOH (Agression).''' PASAL 39. DK (Dewan Keamanan) akan memutuskan (tidaknya) sesuatu ancaman terhadap perdamaian, gangguan (branches) perdamaian atau tindakan ceroboh dan akan mengadakan usul atau menentukan<noinclude>{{rh||91}}</noinclude> 2r372o4o5bjdt6z8f050adv4hqvyxb6 Halaman:Gerpolek.pdf/77 104 113597 315874 313750 2026-08-25T17:05:36Z Iripseudocorus 23824 315874 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SELURUHNYA Indonesia. Karena Republik cuma sebagian saja, dan malah sebagian kecil saja dari SELURUHNYA Indonesia, maka Belanda menuntut berlakunya kedaulatan atas ketentaraan, urusan luar negeri dan keuangan Republik. Dalam perjanjian Linggarjati sudah dituliskan pula bahwa Belanda dan Indonesia akan "kerja sama" dalam urusan kebudayaan. Barulah kemudian dalam penafsiran dan pelaksanaan ternyata, bahwa yang dimaksudkan oleh Belanda dengan “KERJA SAMA" itu ialah KEDAULATAN BELANDA dalam segala yang berhubungan dengan kenegaraan. BERHUBUNGAN DENGAN ITU MAKA: ''Tuntutan Belanda.'' {{Ordered list| |Dalam Uni (Persekutuan) Indonesia-Belanda diadakan kabinet KERAJAAN dan Dewan Perwakilan KERAJAAN. |Walaupun Belanda tak menyebut begitu, tetapi maksudnya ialah, supaya PEMERINTAH KERAJAAN itu (Kabinet dan Dewan) berada di atas Pemerintah Negara Indonesia Serikat. |Supaya urusan luar Negeri dikembalikan kepada Belanda yang memegang kedaulatan atas seluruhnya Indonesia jadi akibat dari pengakuan beberapa Negara Arab atas Republik jangan dilanjutkan dan dipergunakan oleh Republik. |Supaya TENTARA Republik DIBUBARKAN saja (inipun oleh Belanda dianggapnya cocok dengan kedaulatannya). |Hal keuangan, plebisciet, dll. Dsb{{...|15}} <br><br>''Sikap Pemerintah Indonesia.''<br> |UNI itu adalah persektuan dari DUA NEGARA merdeka ialah Negara Nederland dan Negara Indonesia Serikat. |Pemerintah Indonesia ingin Belanda mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Negara Indonesia Serikat. Jadi NIS itu jangan berada DIBAWAH kedaulatan Pemerintah UNI |Pemerintah Republik sedang memperjuangkan (?) dan mempertimbangkan (?) tuntutan Belanda itu!! Sukar bagi republik}}<noinclude>{{rh||76}}</noinclude> a6fayj4mn9mwxzs7k7eky3tiulbx29n Halaman:Sakit Hati.pdf/30 104 113748 315875 314026 2026-08-25T23:38:49Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315875 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|'''54'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''55'''}}</noinclude>„Oh ........ kata Njonja Kiem-hoat sembari memandeng dengen mata tjeli atas gerak-gerakannja Lian-nio. „Apa kau soeda pernah dateng di Soerabaia?" „Saia doeloe tinggal disana, dan saia poen sekolah disana. Baroe sadja doea boelan saia poelang kamari ......." „Oh .......... Apa kau soeka dengen kota Soerabaia? Soerabaia, satoe kota jang rame, selaloe goembira, selaloe bising, jang tida memberi tempo boeat orang mengaso „Tida. Saia lebih soeka tanah-tanah pagoenoengan, kerna hawanja sedjoek dan dingin, samentara rasa hati poen aman........" „Tapi kaloe seandeh kau dateng di Soerabaia, tentoe saia girang sekali kaloe kau soeka mampir di kita poenja roemah ............." „Saia sanget bertrima kasi, 'Ntjim," djawabnja Lian-nio dengen tertawa. „Tjoema saia belon taoe apa saia aken pernah pergi ka Soerabaia poelah." „.Tapi kau tida bisa bilang," kata Njonja Kiem-hoat jang dalem hatinja berpikir, tida boleh djadi satoe gadis sebagi ia nanti hidoep dan mati di satoe tempat jang begitoe soenji. „Tida saorang boleh taoe apa jang aken kedjadian dalem doenia ini......" Lian-nio toendoekin kepalanja. „Saia ingin aken toetoerken apa-apa kapadamoe, nona, bahoea lagi doea boelan kita aken ada kerdja besar di Soerabaia, kerna di itoe waktoe ada satoe hari jang paling goemilang jang familienja kita pernah alamken. Hong-an dan Jeanne Tan, masing-masing satoe-satoenja achliwaris dari familie Tio dan Tan, jang soeda bertoenangan doea taoen lamanja aken {{sp|menikah}} ..... " Hong-an menikah ? Helaaas.......... Itoe pedang sekarang soeda djatoe. Dengen polahan kliatan sekali hatinja Lain-nio roeboeh.......... Sebagi satoe manoesia, Njonja Kiem-hoat merasa kasian, kerna ia poen soeda mendoaga apa bakal kedjadian kaloe ia lahirken omongan itoe. Tapi boeat kebaekannja iapoenja familie, ia moesti bilang...... „Moestinja perkawinan itoe soeda dilakoeken taoen jang laloe. Tapi kerna Hong-an selaloe dalem bersakitan, maka itoe pernikahan telah dioendoerken sampe ini taoen ......." Itoe soeda tjoekoep. Lian-nio dalem iapoenja kalm ternjata ia telah menerima satoe poekoelan jang sanget berat. Njonja Kiem-hoat memandeng dan menjamperin iapoenja korban. Sampe pada hari dari iapoenja kamatian, Njonja Kiem-hoat tentoe tida aken bisa loepaken apa jang ia liat itoe hari, atas itoe perobahan pada parasnja Lian-nio, semoea tjahaja-tjahaja jang tadinja gilang-goemilang dengen tjepet telah moesna, sahingga pada bibirnja djadi kliatan poetih dan bergoemeteran. Tjahaja matanja jang biasanja bersinar-sinar terang koenjoeng-koenjoeng telah djadi padem, seperti djoega api pelita ditioep angin. Badannja lantas djadi lim-boeng, seperti djoega saorang jang menerima satoe toesoekan heibat. Njonja Kiem-hoat kliatan sanget menjesel dan sanget kasian, meliat bagimana Lian-nio itoe poetoes pengharepan, ia tjoba bitjara banjak boeat menghiboerin, tapi Lian-nio tinggal soenji, seperti djoega satoe gadis jang njawanja soeda meninggalkan dirinja, tinggal berdiri ia poenja badan jang kasar. Kerna tida dapet menghiboerin, maka Njonja Kiem-hoat meninggalken Lian-nio itoe. Tatkala ia pergi {{hws|Lian-|Lian-no}}<noinclude></noinclude> cu0ur0ko60evx01tjtdpbm7ffw6zi1p Halaman:The Belle of Menado.pdf/17 104 114170 315838 314846 2026-08-25T13:31:25Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315838 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|24|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||25}}</noinclude>{{hwe|lah|telah}} bikin semoea tetamoe memandeng ka itoe djoeroesan dengen mata menanja... {{C|'''III'''}} {{di|T}}JHIANG-IN tida bisa omong, gorokannja dirasaken seperti tertahan oleh sorotnja itoe mata jang terang dan gesit, tapi djoestroe ia dalem keada'an begitoe, itoe nona lantas baliken poelah badannja dan hendak moelai poelah sama itoe lagoe jang baroe dimainken kapan Tjhiang-in soeda memboeroe disampingnja sembari berkata: „Kau mainken itoe lagoeh ada terlaloe pelahan, kaloe sedikit keras, tentoe kasi soeara lebih merdoe ........" Liang-nio menengok kablakang, tapi romannja mengoendjoeken tida seneng, dan zonder menjaoet ia lantas berdiri dan tinggalken itoe anak moeda sendirian. Soeara ketawa dari Koe-kway ada kadengeran diloear, sementara Tiong-sin mesem dengen kagirangan. Dalem itoe roewangan orang saling berbisik dengen membilang jang itoe tetamoe dari Sourabaya soeda bikin marah itoe Ratoe Kembang Menado. Tjhiang-in tida perdoeliken itoe semoea. Ia ambil itoe boekoe note dan preksa isinja. Kamoedian ia broentoeng dapet pili satoe lagoeh: „To The Rose of My Heart". Kombali itoe roewangan jang berisik sama soearanja orang jang berbisik lantas terganti dengen itoe lagoeh jang moeloek, aloes dan merdoe. Koe-kway djadi melongo, sementara Tiong-sin merasa irih hati dan penasaran. Liang-nio, jang itoe waktoe ada berdiri sedikit djaoeh, djadi kesima tatkala itoe lagoeh jang dipoekoel kasi soeara begitoe roepa, tapi iapoenja mata tida memandeng dimana Tjhiang-in ada berdoedoek hanja menengok kalain djoeroesan. Tiong-sin hampirin padanja dan berkata: „Ma'afken itoe satoe tetamoe jang tida taoe adat. Saia harep kau sekarang soeka main lagi, saia nanti oesir padanja....." „ ................ Oh, djangan, ia sepoeloe kali lebih pande dari saia," djawabnja dengen soeara lemah, „laginja saia tida ada ingetan boeat main kombali......." „Tapi bagimana djoega saia maoe anggep ia ada satoe orang jang tida poenja atoeran," berkata poelah itoe poetra hartawan. „Sabetoelnja ia boekan anak disini, ia anak dari Sourabaya dan maoe main oegal- oegalan." „Kau moesti ma'afken padanja, ia toch bantoe ramehken ini pesta," berkata itoe nona sambil bersenjoem. „Tapi saia koerang seneng kaloe lain orang lakoeken kau koerang sopan, apalagi ia boekan djadi kau atawa saia poenja sobat....." „Abis, siapa jang oendang ia kemari?" „Ajah. Ia ada sobat dari ajah berhoeboeng oeroesan dagang." Kapan itoe pembitjara'an sampe disitoe, itoe lagoeh jang dimainken sampe dibagian ...... I gave my love into your keeping dear Rose ......" = Saia briken tjintakoe dalem kau poenja pamelihara'an, Boengah. Tida lama itoe note sampe dipaling achir, tepok tangan ada terdenger rioe teroetama Hian-ling dan Tek-lok, lantaran sangking girangnja, sampe bikin djato doea glas jang isihnja menimpah pangkoeannja Koe-kway dan siapa itoe waktoe sedeng merengoet. „Dimana kau poenja mata?" ia menegor.<noinclude></noinclude> s2u5yv4x2bz27vw843x94velkx9bl3z Halaman:The Belle of Menado.pdf/32 104 114207 315842 314896 2026-08-25T15:07:10Z Ammachemist 27288 315842 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|54|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||55}}</noinclude>nanti bisa loepaken. Kabetoelan besoek loesa ada kapal belojar ka Sourabaya, dan boeat ia lebih lekas menjingkir ada lebih slamet. Pintoe kamar tersoeroeng, Tek-lok masoek. „Apa jang kau inget sempe doedoek diam sebagi boneka?" Tek-lok menegor tatkala ia pergokin sikepnja itoe kawan. Orang jang ditanjah bersenjoem dan silahken itoe sobat doedoek seraja berkata: „Besoek loesa saia aken kombali sama kapal Van Cloon .........?" „ ........Eh! kenapa begitoe keboeroe?” Tek-lok memoetoes dengen terkedjoet. „Kau djangan tanjah lebih djaoe," djawabnja, ,tjoema saia minta kau poenja pertoeloengan boeat beresken saia poenja pertarohan.” „Bagimana saia moesti bikin?" „Kau tida boewang tenaga terlaloe banjak. Saia nanti tinggalken kau ''f'' 500.— boeat kasnja Siauw-lian Hwee ........" „Kau mash ade tempo 3 hari, kenapa kau soeda poetoes harepan? kau boleh tjoba lagi.” „Saia rasa pertjoema, laginja saia tida ingin boeat tjoba poelah.” „Saia toeroet menjesel atas itoe hal. Kaloe begitoe besoek sore saia adjak ‘nko Diiet-tjing dan Kiem-sing, president den penningmeester dari S.LH, boeat dateng kamari den trima sendiri itoe oewang,” „Apa kau poenja soeka. Dan ini siang saia minta kau toeloeng pergi ka roomahnja itoe prempoean jang gelarken dirinja sebagi Ratoenja Kembang Menado ......." sambil paksa bersenjoem. „ ......... Ada kaperloean apa?" tanjah Tek-lok dengen heren. Tjhiang-in tide mendjawab hanja ambil satoe boengkoesan di bawah bantal. Ia boeka dan liat kombali isihnja, kamoedian ia boengkoes lagi dengen rapi. Itoelah ada Liang-nio poenja mata tjintjin jang ia katemoeken. „Kau boleh trimaken sendiri padanja ini boengkoesan, dan kau tida perloe bitjara apa-apa," menerang Ken Tjhiang-in lebih djaoe. Tek-lok samboetin itoe berang dengen tida tanjah apa isihnja. „Ape saia tida bisa serahken sama laen orang, iapoenja ajah atawa baboenja?" „Kaloe bisa djangan, kau trimaken sadja dalem iapoenja tangan sendiri.” Tek-lok teroes brangkat dan menoedjoe di tempat mana itoe Ratoe Kembang dari Menado ada tinggal. Iapoenja dateng pertama disamboet oleh baboe dan pada siapa ia minta boeat djoempahin Liang-nio sendiri. Ia disilahken doedoek menanti di kamar tetamoe, jang tida lama ia denger soeara tindakan kasoet, kamoedian Liang-nio kliatan mendatengin. „Saia hatoerken kau slamet siang," Tek-lok berkata sembari berdiri dan memanggoet. „Saia dateng kamari boeat sampeken sedikit oeroesan, saia harep tida mengganggoe kau poenja waktoe mengasoh." „Oh, tida," djawabnja sambil silahken tetamoenja doedoek kombali. „Apa brangkali kau perloe djoega Katemoe sama ajah, ia kabetoelan masih tidoer.” „Saia poenja kamari tjoema ada kaperloean sama kau boeat serahken ini barang jang ‘nko Tjhiang-in minta saia serahken sendiri pada kau." Liang-nio denger itoe nama ada merasa terkedjoet tertjampoer heran dan berbareng itoe djoega iapoenja djidat berobeh warna merah. „Apa ada isihnja ini<noinclude></noinclude> mdve9zu94z0dgo6tjo22prexn219ns8 Halaman:The Belle of Menado.pdf/35 104 114359 315850 315284 2026-08-25T15:39:39Z Ammachemist 27288 315850 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh|52|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||53}}</noinclude>koerang seneng, malah ia bermoeka girang samboet kedatengannja Koe-kway. wa, Tihieng-in lootjo sekarang mace trimaken itoe berkah," ia berkata sambil bersenjoem, ,,dan kapan ie soeda kombali di gowanja, ia djoega nanti berkah- ken kau dengen robah kau poenja pangket 'Koe-kway toodjin’," marika pada ketawa, tapi ketawanja Koe- kway ada tida begitoe sedep. Djadi kau soeda mace menjerah kalah?" achir- Koe-kway menanjah, uBoeat bermoeka-mocka di hadepannja orang prem- poean saia tida menjerah kalah, selamanja saia tide mace robah saia poenja sikep kendati dengen begitoe saia moesti Saie soeda menjoekoepin apa jang sala djandji boeat tida mengambil hatinja prempoean dengen tiara ‘tari moeka’ mp ulapi kau tida ada alesan boeat tida kasi minoem § 500.— delem kasnja S.LH.?" Koe-kway memotong, Djoestroe itoe saia baroe bitjaraken sama ‘nko Djit- ting dan Tek-lok boeat serahken siapa ada hak aken trima itoe djoemblah.” «Dengen seneng hati atawa dengen menjesel 2" ta- njah poelah Kee-kway dengen merasa girang di hati Sala tide merasa seneng atawa merasa meniesel, fjoema saia merasa mace kasi apa jang saia rasa moes- ti dikasi, goena ates namanja satoe pertarohan.”” uKaloe begitoe kau ada satoe anak laki-laki, djago dari Sourabaya," Koe-kway ketawa. ,,Dan biarlah ini kakalahan nanti kasi kau peringetan baek di blakang hari, djangan enteng moeloe! Ja, nanti djadi satoe peringetan baek, tapi boekan peringetan jang bisa bikin hati saia ketil. Now, apa kau mace trimaken itoe oewang ?" Koe- kway memotong. THE BELLE of MENADO 61 »Sekarang boleh ditrima,” menoempang Tek-lok jang merase koerang seneng ates sikepnja Koe-kway. Tibiang-in lantas berdiri dan ambil iapoenja dompet oewang, dari mana ia kloearken lima lembar oewang kertas dari f 100.— roepiah. la gelarken itoe di atas medja. uNah, siapa moestinja trima ini cewang?" ia me- nenjah sambil bersenjoem. Sabelonnja orang bisa mendjawab, pintoe kamar ter- ketok, dan berbareng itoe ada masoek satoe prem- poean boemipoetra. wApe betoel, toean, di sini ada kamamja tetamoe dari Sourabaya ?" ia menanjah, Tihiang-in doteng hampirin : ,.Betoel, ada oeroesan apa?" «Sala disoeroeh sama saia poenja nona boeat trima- ken ini soerat,"" baboe Alima berkata poelah sem- bari angsoerken satoe envelope tertoetoep, di atas mana ada ditoelis namanja Tjhiang-i Dari siapa ini soerat 2" Tjhiang-in meneges sem- bari amatin itoe soerat jang ia masih sangsi boeat boeka. Dari nona Liang-nio di Kemaweg,” sembari berkata begitoe itoe prempoean berpamit pergi. Tiniang-in djadi terkedjoet, tapi ia lantas bisa men- dosgah bahoes isihnia itoe soerat tentoe ada terisin makion atawa tiatjian. Koe-kway dan begitoe djoega jang laen, merase sangsi dan haran, kenapa Tihieng-in ada trima soerat- nja itoe Ratoe Kembang dari Menado jang terken tida mace gampang menoelis maski pada sobatnja jang poling kekel. Tjhiang-in djoega hatinja ada ber- gojang keras. la sigra boeka dan batja boenjinja. lapoenja roman jang tadinja asem dan goerem men-<noinclude></noinclude> 6ufik9sq7g23e05eda8f5rdxzfaj9iy Halaman:The Belle of Menado.pdf/28 104 114399 315839 315470 2026-08-25T13:46:33Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315839 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|46|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||47}}</noinclude>Tjhiang-in poenja soeara tatkala tawarken korsinja padanja. Kendati ia merasa menjesel atas iapoenja penolakan jang ketoes tapi sebaliknja ia merasa broentoeng soeda bisa oendjoeken sikepnja begitoe roepa. Dengen bersenjoem girang ia tjoba loepaken itoe perkara sembari hampirin iapoenja tante jang ada doedoek diroewangan blakang. „Kau tentoe belon dapet thee?" ia menanja, „Baboe Alima semalem traenak badan dan tadi bangoen kasiangan, sembari berkata ia masoek kadalem tida lama kloear kombali dengen membawa doea tjangkir thee. „Ajah roepanja masih enak mengimpih." „Djam brapa semalem kau orang poelang?" tanjah itoe tante tatkala Liang-nio ada doedoek disampingnja. „Brangkali djam 9½." „Kau poenja ajah begitoe djoega kau, kenapa sanget soeka sama bioscope," menjamboeng poelah itoe orang toea sambil bersenjoem. „Itoe toch tjoema gambar di atas lajar, kau orang dibodoin; boeat saia, djangan lagi disoeroe bajar, nonton pertjoema trima kasi banjak." Itoe gadis toeroet bersenjoem. „Kita manoesia djoega seperti gambar hidoep, doenia sebagi lajarnja," ia berkata, „itoelah sebabnja kenapa saia sendiri soeka sama gambar hidoep," sampe disini ia djadi ketawa selakoe satoe anak jang djinaka. „Abis apa iang semalem kau dapet nonton?" tanjah poelah itoe tante sembari iroep itoe thee. „Tida lebih dari bajangan ......... " „Penghideepan djoega tida lebih dari impihan," memoetoes itoe gadis sambil rangkoel lehernja itoe tante jang baek. „Apa kau tida pilkir begitoe, tante?" „Kau omasih terlaloe moeda boeat taoe jang penghidoepan ada satoe impihan, „paling banjak kau tjoema dapet taoe dalem boekoe sekolahan atawa dalem boekoe tjerita. Tapi," menjamboeng itoe tante lebih djaoe, „tapi, kaloe kau soeda taoe jang penghidoepan sebagi impihan, bikinlah penghidoep'moe sendiri ada dateng sebenernja, ada hidoep dalem sedar, djangan silahken segala penggoda dateng deket tereetama dalem oemoer seperti kau banjak sekali menampak setan-penggoda, maka djangan kau pandeng enteng dan tjoema maoe anggep: hidoep sebagi impihan." Liang-nio bertoendoek. Ia bajangken pikirannja pada apa jang dateng paling blakang tatkala djoempahin itoe anak dari Sourabaya: Ia belon taoe dapet itoe pengrasahan dan ia tida taoe apakah namanja itoe? Ia bentji pada itoe anak moeda tapi ia djoega ada terkenang. Ia aken loepaken itoe semoea kedjadian, tapi ia selaloe masih inget itoe sikep jang sebat, itoe koemandangnja soeara jang tetep dan aroes. Apakah artinja itoe semoea? Djoestroe pikir sampe disitoe, djongos Astro mendatengin sembari kasi taoe jang diloear ada satoe tetamoe ingin Ketemoe. „Tjoba kau 'kleear, Liang, kasi taoe jang ajah'moe masih tidoer," berkata itoe tante sabelonnja Liang-nio bisa berkata. „Kaloe ada oeroesan perloe, soeroe itoe tetamoe kombali sabentar siang atawa kita nanti boleh kasi bangoen." Liang-nio berdialan kloear dengen pakean masih lentjee kerna ia memang beien teekar pakean. Sampe di bagian pintoe roewangan loear, ia mendadak mandek, kerna dihadepannja ia dapet liat ........... Tjhiang-in berdiri sembari pondeng kadoea tangannja, sikepnja ada mengoendjoeken sebagi itoe panglima prang jang tida kedar boeat trima datengnja lawanan.<noinclude></noinclude> 5qpzn51fvjrq59a0umoacclwobjy2wg Halaman:The Belle of Menado.pdf/29 104 114400 315840 315359 2026-08-25T13:55:09Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315840 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|48|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||49}}</noinclude>„Ada........ ada apa kau dateng kemari ?" itoe gadis menanjah dengen soeara tida begitoe tetep tapi tjoekoep ketoes. Orang jang ditanjah tida mendjawab, hanja tinggal memandeng dengen mata tida bersekip. „Ada oeroesan apa kau dateng kemari?" tanjah poelah itoe Ratoe Kembang jang moelai soeda bisa tetepken hatinja. „Apa kau bisoe, atawa apa saia bitjara sama patoeng??" itoe nona berkata lebih djaoe tatkala Tjhiang-in kombali tida menjaoet, „Nou, saia tida poenja tempo....." ia hendak berlaloe kapan itoe djedjaka lantas berkata: „Saia boekan bisoe atawa patoeng seperti djoega tadi malem, dalem itoe gedong bioscope, saia boekan tawarin krosi pada satoe patoeng, atawa satoe pembisoe, tapi toch ia tida menjaoet seperti iapoenja..... bibir ada terdjait!" Romannja Liang-nio djadi merah, dadanja ada berombak njata iapoenja panasaran dateng dengen mendadak. „ ........... Pergi dari sini! lekas kau pergi dari ini pekarangan!!" ia berseroe sambil tangannja menoeding kaloear. „Zonder kau oesir saia nanti pergi." Tihiang-in mendjawab dengen sikepnja tida brobah. „Apa kau ada lain makian boeat saia? Saia toengoe, sebab tida brapa hari lagi saia bakal maboer dari Menado. Saia taoe kau masih simpen penasaran, dan saia pikir tida baek orang hidoep simpen penasaran, teroetama boeat satoe prempoean moeda seperti kau. Maka itoe malem, sepoelangnja dari pestanja 'ntjek Bing-liong, saia soeda tida bisa tidoer, saia goenaken itoe tempo gelap goelita dateng kemari boeat tjari kau tapi tida bisa ketemoeken kau kendati ampir satoe djam saia moendoer mandir diloear kaupoenja pekarangan. Saia djoega ada bodo, kenapa saia tida taoe kaloe itoe koetika kau sedeng enak tidoer, enak mengimpih. Tapi saia tida perloe seselken itoe, sekarang saia soeda dateng kemari sekarang kau boleh nista, boleh maki saia apa jang kau soeka. Saia tida minta kaupoenja ma'af, saia minta kau poenja maki, agar dalem saia poenja perdjalanan poelang ka Sourabaya dengen hati tentrem kendati, saia moesti mengakoe, saia bakal tida loepaken itoe barang peringetan jang saia dapet tjoeri dalem itoe kebon......" Liang-nio poenja djidat dan roman berobah merah dadoe. Ia engosken kepalanja dengen moeka toendoek. Ia rasaken itoe perkata'an ada menikem dan lemahken iapoenja kakerasan hati kendati dioetjapken dengen kasar, tapi ia anggep ada djoedjoer dan sabenernja. Apa sekarang ia moesti bikin? Apa ia maoe ma'afken?? Tida, itoelah tida! iapoenja keangkoehan melarang aken berboeat begitoe. „Saia menanti apa jang kau boleh memaki ......" mengoelangin poelah Tjhiang-in sembari pandeng itoe roman jang saolah-olah aken disemboeniken..... Oh Allah jang toenggal! bagimana eilok itoe roman, bagimana aloes itoe sorot mata. Ia ingin dengen tjara memboeta boeat bilang „Saia tjinta kau". tapi iapoenja katabahan tida sampe disitoe. Dengen sebat itoe kapala jang toendoek lantas terangkat, sekarang Liang-nio poenja sikep brobah sebagi satoe Ratoe jang hendak memrentah: „Saia maoe kau lantas pergi dari sini! lekas pergi dari ini roemah!!" ia berkata dengen soearanja jang njaring dan tetep. „Tapi kau moesti berdjandji tida menjatji di blakang saia poenja taoe," Tjhiang-in tjoba belahken dirinja dengen tida merasa apa jang dioetjapken. „Sebab,<noinclude></noinclude> dlx7jn4bv7bnlkg8efug5rxjs6aoult Halaman:The Belle of Menado.pdf/30 104 114401 315841 315360 2026-08-25T15:04:29Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315841 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|50|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||51}}</noinclude>begitoe banjak jang mengasih boekti, moeloet prempoean lebih banjak omong di blakang dari pada di moeka, dan djoestroe itoe saia tida maoe. Saia maoe balik ka Sourabaya dengen kaada'an seperti waktoe. saia dateng kamari, tida ada satoe orang simpen penasaran atawa kasi koetoekan." Dengen sorot mata dan roman membentji Liang-nio lantas berdjalan masoek, tinggal Tjhiang-in berdiri melongo zonder perkata'annja dapet djawaban. Tapi maski dalem kaada'an begitoe iapoenja pikiran jang terang tida semoeanja tinggalken padanja. Ia boleh merasa bangga atas iapoenja katetepan hati: kaloe boeat laen orang brangkali tida bisa berdiri lebih lama. Ia lantas bersenjoem, satoe senjoeman jang dirasaken sendiri terlaloe asem. Ia hendak bertindak kloear kapan tida djaoe dari tempat ia berdiri ada rebah satoe benda ketjil jang mengloearken sinar mentjorong. Ia hampirin dan poengoet itoe barang..... Oh, itoelah ada satoe mata tjintjin! mata tjintjin dari brilliant. Ia kenalin siapa jang poenja itoe barang berharga mahal jang terlepas dari iketannja. Boeat samentara waktoe ia berdiri bingoeng, kamoedian dengen sikep biasa ia lantas kantongin itoe barang sembari berdjalan pergi. {{C|'''VI'''}} {{di|T}}ETAMOE siapa, Liang, dan apa ada oeroesan penting begitoe pagi tjari ajahmoe?" tanjah sang tante tatkala Liang-nio sampe di blakang. Itoe gadis tida kasi katerangan apa jang telah terdjadi. Ia belon pernah brani mendjoesta maski pada siapa djoega, tapi ini kali ia tida mengerti kenapa boleh begitoe. Ia taoe mendjoesta ada perboeatan koerang moelia, tapi boeat bilang sabenernja boekan ia takoet, hanja merasa maloe. Sekali kasi katerangan doedoeknja perkara jang bener, apa ia boleh tida toetoerken sekali bahoea iapoenja ......... pipi soeda kena tertjoeri oleh itoe anak dari Sourabaya? Sebab itoe ada pokohnja perkara kenapa ia boleh membentji dan oesir dirinja Tjhiang-in. Dengen tida bitjara banjak ia teroes masoek dalem iapoenja kamar. Di sitoe ia doedoek termeroeng, terkenang itoe roman jang ia soeda oesir seperti andjing! Tida terasa aer-matanja meleleh toeroen dan tida brapa sa'at ia berkoewi dan toetoep moekanja di atas randjang.......... : {{smaller|''' Pembatja, kaloe saia bilang Liang-nio ada tintaken Tjhiang-in. <br/> Kau tentoe anggep ini toelisan terlaloe dikasi goela of dilebihin. <br/> Tapi dengen djiwa salembar, sama koemis sepasang saia boleh tarohin, <br/> Bahoea tjinta ada gaib dan menarik dalem sa'at sorot mata saling djoempahin. <br/> „Tjinta" di'impikennja ada eilok, banjak orang ingin dateng berdeket, <br/> Tapi tida taoe kanan-kirinja ada beriboe doeri tadjem jang belengket; <br/> Satoe kali menantjep ibarat sesapoeh oleh rante besi ada di'iket, <br/> Melingken bisa diangkat kloear kapan badan dan njawa soeda tida sariket. <br/> Sebab begitoe, pengarang Melatie van Java ada pernah membilang, <br/> Penghidoepan ada TIGA perkara jang tida boleh dipandeng kepalang: <br/> Ka I, Api; ka II, Singa; ka III, Tjinta jang boekan tjoema patahken toelang, <br/> Malah hati diremes, darah di'iroep, koelit-daging dibeset melintang-malang.'''}}<noinclude></noinclude> e0kj6ougwc3szm3ldes3g2wck4eyclz Halaman:Selina.djvu/10 104 114414 315830 315391 2026-08-25T12:32:49Z Ammachemist 27288 315830 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|16|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|17}}</noinclude>{{hwe|loeap|meloeap}} dari iapoenja bibir. Itoelah tjoema boleh dibebasken dengen kematian. Ia tida bisa menahanken itoe kemaloean dalem hidoepnja. Djalan tida berapa djace ada terdapet satoe soengi ketjil tapi dalem. Sinarnja boelan menerangin aer jang agoknja bergoelak itoe, seperti hendak menoenggoein satoe njawa. Apakah ia moesti mengaso disitoe? „Tida, saja tida boleh mati" pikirnja. „Saja keliwat sering berada di sini dengen Hong-ing. Saja tentoe aken selaloe tengok iapoenja moeka didasarnja itoe aer, saja tentoe tida bisa mati. Saja moesti mendapet satoe kematian jang tjepet, dengen apa saja djadi tida terganggoe oleh satoe peringetan apa poen dari ianja." Kemoedian ia djadi terprandjat, tatkala mendenger soeara treakan, soeara tertawa dan soeara mengaoeng. Padahal itoe dari dirinja sendiri. Kemoedian ia berkata: „Adakah saja aken djadi gila?" katanja dengen keras. Biarlah saja mati, saja mati, djangan saja hidoep gila." Tapi kemoedian ia soeda djadi hilap kombali. Ia lantas berloetoet kepada iapoenja Toehan, dengen sedikit doa'an boeat minta diampoeni dari kedosa'annja dan perboeatannja. „Ia jang memboeang saja pada kematian, Toehan: seperti saja tida dapet semboeniken saja poenja rasa maloe dalem penghidoepan. Kau ada lebih mempoenjai kesian dari pada manoesia, maka toeloenglah saja dan ambillah njawa saja." Ia toetoep matanja dan bersedia boeat melemparken dirinja di itoe soengei jang dalem, tiba-tiba itoe satoe tangan jang koeat soeda memegang iapoenja tangan. Ia menengok dan dapetken dihadepannja satoe padri toea: itoe mata jang memandang padanja seaken-aken mementjarken tjahja jang terang, tapi itoe sinaran ada soetji dan moelia. „Kau hendak memboenoe dirimoe sendiri, anakkoe" kata padri itoe. Ia laloe berloetoet dan meratab: „Kenapa kau menjega maksoed saja? Oh, kenapa kau tida biarken saja mati?<noinclude></noinclude> 6nt0xombj7z6l23wadvkqt5463f2d01 Halaman:Selina.djvu/41 104 114449 315831 315436 2026-08-25T12:48:27Z Ammachemist 27288 315831 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|78|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|79}}</noinclude>Tapi tatkala Selina djoempakan itoe soeami, ia tertawaken Selina jang minta ia dateng. „Saja tida ada tempo" katanja Henny van Arcken. „Nanti kaloe saja kombali saja nanti koendjoengin padanja ......." „Itoe soeda laat" katanja Selina dengen menangis. „Kau poenja istri sakitnja ada sangat berat, dan saja pikir tida ada harepan." „Oh, itoe ada lelakon toea, saben waktoe ia berlakoe begitoe" kata itoe soeami. „Saja sebagi soeaminja saja ada taoe itoe akal." Berapa kali meratab-ratab, tapi Henny tida perdoeliken. „Apa sekarang Selina moesti berboeat. Ia kombali ka kamarnja itoe njonja. „Oh, Selina, mana dia, mana dia ......?" meratab itoe njonja. Apakah ia dateng?" „Ia aken dateng selekasnja" kata Selina dengen berdjoesta. Boleh djadi aken selama hidoepnja Selina tida nanti boleh loepaken itoe paras dari orang jang aken mati {{Illegible}} harepan begitoe roepa. {{Illegible}}toetoerken padanja bahoea saja aken {{Illegible}} poela itoe istri jang menjinta, tapi {{Illegible}} ketjinta'annja. „Ia taoe itoe dan ia nanti dateng." „Tapi kenapa ia belon dateng..... Oh, Henny." „Ia nanti dateng" katanja Selina. „Tahankenlah hatimoe." Tapi selagi Selina oetjapken itoe perkata'an, kedengeran soeara tindakan lelaki toeroen ka bawa. „Henny". Treak istrinja, dan itoe soeara ada begitoe roepa, hingga Selena djadi bergidik. „Henny......" Itoe lelaki jang tjilaka tertawa tatkala mendenger soeara itoe, dianggepnje seperti soeara aleman. „Itoe boekannja soeara seperti orang maoe mati" kata itoe lelaki sembari naek ka mobielnja. „Itoe soeara poera-poera. Hei, prempoean, selaloe maoe berlakoe seperti anak-anak." Tatkala mendenger itoe mobiel Selina tida brani memandang moekanja iapoenja njonja. „Henny. Oh, Henny". Meratab itoe soeara dengen pelahan. „Oh, Henny, ketjinta'ankoe......" Itoe soeara seperti mati dalem iapoenja bibir. Kemoedian ia laloe balikin moekanja ka tembok dengen lemah. „Selamet tinggal Selina......." katanja. Marika tida mendenger itoe soeara lagi, djoega tida taoe bagimana ia menarik napasnja jang penghabisan. Itoelah ada satoe kematian jang menjedihken. Ini njonja, moestinja mendjadi saorang jang beroentoeng bila ia menjintain satoe lelaki jang baek. Doeloe ia ada sanget beroentoeng, tapi iapoenja pilihan jang sala, meroesak antero penghidoepannja. Ia soeda memilih satoe lelaki jang tjoema tjantik japoenja paras tapi soeda sia-siaken ia, bikin pata iapoenja hati, dan bikin roesak iapoenja penghidoepan sampe diharian adjalnja. Selina menoenggoein datengnja Henny, tapi seperti biasa, ia dateng ampir tenga-malem. Tatkala di loear kamar ia djoempaken Selina, ini lelaki dengen bersenjoem ia berkata. Kau liat, saja penoehken djandji saja, dan saja dateng tida terlaloe laat." Kemoedin dengen di ikoetin oleh Selina ia masoek dalem kamarnja iapoenja istri. Sebagi pertama kali dalem hidoepnja ia masoek ka kamar itoe dengen tida ada soeara menghormat dari istrinja, tida ada moeka jang bergoemilap dan {{hws|ber|bertjahja}}<noinclude></noinclude> jxn2komcc0r28p73s4xh1cfjzz8xm20 Halaman:Selina.djvu/48 104 114456 315832 315446 2026-08-25T12:51:16Z Ammachemist 27288 315832 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|92|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|}}</noinclude>Seande keinginan dari iapoenja hati dapet dipenoehken, boleh djadi ia dapet menghiboerin iapoenja hati dan boleh loepaken ini pelahan dengen pelahan. Tapi ini keinginan boeat dapet satoe anak, pada siapa Frida boleh toempaken iapoenja sisa tjinta-kasih jang tertjaboet dari soeaminja, tida perna dateng. Frida poenja tjinta kepada Hong-ing ada tjinta jang agoeng, ada tjinta jang tinggi, tapi itoe sekarang moelai loemer sedikit dengan sedikit. Ia anggep soeaminja ada lelaki jang paling soetji dan terhormat, tapi ternjata ia tida lebih dari lelaki-lelaki jang laen. Tapi bagimana djoega Frida tetep sabar, dengen hati-loeka ia tetep bersoeka-soeka dilahirnja. Tapi apakah tjintanja kepada iapoenja soeami ada koerangan? Inilah siapa jang mengerti hati prempoean boleh djawab ini pertanja'an. {{smaller|'''„LU-LU"''' dalem Tjerita Roman October, <br/> pembatja nanti merasa sajang kaloe tida membatja, jang sekali <br/> pegang, pasti tida aken lepaskan sabelonnja tamat. <br/> Antara laen-laen „Lu-lu" poen ada loekisken: <br/> „Lo." Lulu tarik satoe napas dan berkata, „akoe tida <br/> pertjaia kaloe akoe tida bisa temenin kau poenja mama. <br/> Kau taoe bagimana akoe poenja kepingin boeat mem- <br/> poenjain satoe mama! Kaloe sadja kau poenja mama <br/> soedi pandeng akoe seperti iapoenja anak sendiri, itoelah <br/> akoe poenja pengharepan saoemoer hidoep. Akoe eken lajanin ia seperti laen anak prempcean berbakti lajanin <br/> mata telah mengalir sanget deres.}} {{C|'''XIV'''}} {{di|B}}OEAT hiboerken iapoenja hati Frida sering djoempaken Selina. Ini Njonja-Soerabaja, seperti Njonja-roema soeka namaken, pande berkata-kata dan pande menarik hati orang. Pada satoe hari lepas maen tennis dibelakang dari itoe gedong, selagi doedoek berdoea diatas roempoet dan sembari gendong iapoenja racket, Selina godain Frida dengen berkata: „Saja brani bertaro kau lagi ke'ilangan apa-apa" katanja Selina itoe. Frida memandang pada kawannja dengen bersenjoem. „Kau pande memaenken hati. Ade-tin" kata Frida. „Kau maoe artiken, kerna soeami saja ada dalem perdjalanan djaoe?" Selina tertawa berkakakan. „Saja sebetoelnja kepingin djoempa dengen kau poenja soeami" kata Selina itoe. „Kenapa?" Menanja Njonja Koo dengen manis boedi. „Kerna saja kepingin liat satoe lelaki jang dapet memenangken itoe tjinta jang agoeng dari kau." Selagi masih berkata-kata, Kok-san, seorang moeda, soedara-misan dari njonja roema dateng samperin Selina dan berkata: „Mejuffrouw Tan, apa kau soeka mendjadi saja poenja partner melawan King-hoo dan Sing-nio?" Selina meminta ma'af kepada Frida dan ia laloe menoedjoe ka tempat tennis-baan. Frida memandang kedoeanja dengen moeka jang<noinclude></noinclude> p3n25rf7p7ruf3w7bqmrkvjtq1pm4md Halaman:Selina.djvu/55 104 114462 315834 315459 2026-08-25T12:54:25Z Ammachemist 27288 315834 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|106|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|107}}</noinclude>Selina menangis. Hong-ing ampir lompat dari tempat tidoernja. „Selina...... Toehan ...... mengirim kau ..... aken meliat Toehan membales dosa saja......." Hong-ing lantas roeboe kombali. Selina lantas memelak kakinja Frida. „Ntji, ampoen saja ....... ampoenken saja...... saja lebih soeka mati dari pada bawa kau ini ketjilaka'an...... Ah, kenapa saja tida mati, sebelonnja saja djoempaken kau......." „Toehan poenja maoe." kata Frida sembari memelok Selina. „Betoel Frida, Toehan membales" katanja Hong-ing jang bangoen kombali, kemoedian tatkala meliat pada Dirk, ia lantas berkata. „Apa satoe ajah jang berdosa, masih boleh memelok anaknja pada iapoenja djam penghabisan?" Frida lantas berloetoet pada Hong-ing. „Ing, memintalah kepada kau poenja istri." Selina berdiri seperti patoeng. „Selina ....." Berkata Hong-ing dengen soeara dalem. „Apa saja boleh memelok Dirk lagi satoe kali......" Selina soeroe anaknja samperin iapoenja ajah, dan Hong-ing lantas memelok dengen kentjeng. Kemoedian ia lantas minta Selina dateng. „Selina......" katanja dengen menangis. „Dosa saja kepadamoe tida dapet dibajarnja dengen tjoema ini njawa jang tida berharga berlaloe dari ini doenia. Saja berasa, seande kau sendiri tida mengoetoek, Toehan aken mengoetoek, tembok dan dinding aken mengoetoek, karsi dan medja aken menjatii, doenia aken menghoekoem......... Sekarang saja soeda terhoekoem di doenia, dan saja aken menoenggoe laen hoekoeman saja di doenia jang laen. Apa kau aken mengampoen saja ......." Selina lantas berloetoet diseblanja Frida. „Seande saja taoe, saja aken berdjoempa kau dalem keada'an begini, kau, satoe soeami jang tertjinta dari saja poenja kawan jang saja tjintaken dengen seantero njawa, saja aken lebih soeka lebih doeloe mati, sebelonnja saja berdjoempa dengen 'Ntji Frida. Tapi ini seperti soeda takdir. Saja minta Toehan ampoenken kau, saja minta doenia meloepaken kau poenja dosa dan saja mengharep 'Ntji Frida ampoen kau...... seperti saja soeda lama mengampoen kau, Hong-ing ....... " Frida sembari memelok pada kawannja dan sembari menangis ia poen berkata: „Saja ampoenken kau, Hong-ing ....." Hong-ing seperti kedengeran tertawa, dan dengen soeara jang ampir tida kedengeran ia berkata: „Saja harep kematian saja djangan didoekaken banjak, kerna hidoep saja di doenia tida ada harganja ....." Kemoedian sembari memandang kepada Frida ia berkata: „Sesoeda kau ampoenken saja Frida, trima-kasih, apa kau nanti soeka pandang Selina seperti kau poenja soedara, beriken kebroentoengan kepada sisa dari penghidoepannja, dan kasilah kau poenja rasa tjinta pada Dirk, seperti ia ada kau poenja anak sendiri......." „Selina seperti soedara dari saja poenja dara daging sendiri" kata Frida. Hong-ing lantas memandang pada Selina. „Selina, apa kau soeka, sesoeda saja mati, kau loepaken dosa saja, menjintalah Frida sebagi kau poenja soedara, siapa ada menjintaken kau seperti lebih dari soedara satoe peroet........"<noinclude></noinclude> 5d8m1xplkxko9afl45alc1ceg3kkl31 Halaman:Selina.djvu/54 104 114463 315833 315458 2026-08-25T12:53:39Z Ammachemist 27288 315833 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|104|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}|{{sp|'''„SELINA”'''}}|105}}</noinclude>menangis. „Tapi, bersoempalah kau, dengen demi kau poenja kehormatan. Pertama, kau nanti ma'afken saja, kedoea, saja minta kau nanti mempenoehken saja poenja kainginan.... " Frida jang berhati keras, lantas sadja berdiri, seaken-aken tida nanti ada ma'af keloear dari iapoenja hati. Tapi kemoedian apa-bila meliat keada'annja Hong-ing ia lantas mendjadi sangsi. „Frida, kau ma'afken seorang jang bakal mati. Itoe orang kau ada tjintaken, tapi itoe orang tida dapet membales penoeh kau poenja tjinta, boekannja kerna ia tida menjinta, tapi kerna ia ada seorang jang berdosa. Saja taoe Frida, soeda lama kau koerang broentoeng dengen saja, kerna kau poenja tjinta-kasih jang agoeng, tida dibalesnja dengen sama agoengnja. Tapi, itoelah, kerna semangkin hari berasa diri saja semangkin ketjil terhadep kepadamoe, patoet-patoet, kau ini saja poenja ratoe dan saja ini kau poenja hamba. Boekan pantes saja mendjadi kau poenja soeami, seorang jang berdosa, jang berboeat satoe dosa, seperti belon perna laen lelaki perna berdosa....." Kemoedian Hong-ing lantas memegang tangannja Frida. „Kau soeka ampoenken saja............?" Frida lantas berloetoet. Saja ampoenken kau Hong-ing" katanja. Saja ampoenken segala kau poenja dosa, terhadep kepada saja atawa terhadep kepada siapa djoega. Tapi apa perloe kau toetoerken itoe kepada saja..... .?" „Itoe perloe. ...... katanja Hong-ing. Kemoedian dengen ringkes dan pendek Hong-ing tjeritaken hikajat penghidoepannja. Dengen pelahan tapi dengen kedjam menoesoek hatinja Frida, ampir ia tida bisa menahan lagi. „Saja satoe lelaki jang kedjam" katanja Hong-ing itoe. „Pada satoe hari, saja telah tinggalken Selina...... itoe nona jang telah seraken iapoenja njawa kepada saja. Saja tida taoe kenapa saja djadi begitoe kedjam, boekan sadja saja tinggalken itoe prempoean jang pertjaja seratoes persen bahoea dirinja ada saja poenja istri, tapi saja tinggalken djoega saja poenja anak lelaki jang terlahir dan mendjadi beni dari kita poenja tjinta-kasih........" Frida memandang kepada soeaminja dengen hati berdebar. Kau meloekain saja poenja hati, kau memboenoe saja Ing, tapi...seande sekarang, saja moesti mati djoega...... saja nanti ma'afken kau......" katanja Frida. „Kemoedian saja telah djato kasih kepadanja Frida, itoe nona jang terpilih oleh saja poenja iboe. Sa'at itoe saja lantas meloepaken dia. Tapi lebih menjinta kau kepada saja, lebih berharga kau oendjoekin diri saja kepadamoe, saja lantas lebih berasa bahoea saja poenja diri djadi lebih berdosa, dan lebih-lebih saja merasa bahoea saja tida berharga lagi boeat kau..... Itoe nona jang sering saja seboetken dalem tidoer saja, itoelah dia....saja berasa bahoea satoe waktoe pembalesan aken dateng dan......." Frida sekarang mengerti semoea, dan mengerti djoega bahoea itoe memang betoel-betoel pembalesan Toehan. Maka ia poen laloe lari keloear dan seret Selina dengen iapoenja anak masoek. „Saja ampoenken kau, tapi pembalesan ada dateng dari Toehan," katanja Frida. Apa kau kenalin ini nona....?" Selina tatkala memandang pada Hong-ing ia soeda lantas betreak dan hendak lari-keloear.<noinclude></noinclude> 3sh525r6vi5jtdwkjox51wpvnkitxno Halaman:Selina.djvu/56 104 114467 315835 315463 2026-08-25T12:55:56Z Ammachemist 27288 315835 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|108|{{sp|'''TJERITA ROMAN'''}}||}}</noinclude>„Frida ada saja poenja soedara..... Hong-ing lantas angkat tangannja keatas. „Toehan, trimalah kedatengan machloekmoe jang berdosa, koetoeklah dosa-dosa itoe, dan berkahken itoe machloek-machloek jang lemah, machloek jang baek." Kemoedian Hong-ing lantas menoetoep mata boeat selama-lamanja. {{di|F}}RIDA dan Selina dalem kedoedoekannja betoel- betoel mengampoenken Hong-ing poenja dosa. Marika seperti berasa mendjadi doea istri dari satoe soeami, jang sebetoelnja, apabila Hong-ing masih hidoep, itoe hal tida aken boleh terdjadi, tapi atas djalannja nasib, sekarang terdjadi itoe hal jang gandjil. Marika bersama-sama pergi membawa kembang dan siram koeboerannja Hong-ing dengen marika poenja aer-mata. Dirk Koo, jang seperti tida mempoenjai bapa dalem hidoepnja, sekarang moesti sembajangin satoe bapa dalem koeboerannja. Apabila Frida dan Selina jang menjiram kembang, adalah Dirk Koo sembajang dengen hio-biroe. Frida dan Selina saling menjinta seperti djoega tjinta kasihnja kepada Hong-ing sekarang diatoerken satoe pada jang laen. Peringetan-peringetan ini tida enak dikenang-kenangkennja, tapi satoe hal jang moesti terdjadi dalem penghidoepan manoesia. Dalem penghidoepan penoeh dengen lelakon, kerna doenia ini ada satoe tooneel jang besar dan manoesia mendjadi anak-anak wajangnja. {{C|'''TAMAT'''}} <center> {{Xx-larger|{{bold|„OFFSET-DRUKKERIJ NIRO-THAIJSIANG"}}}} <br/> {{larger|'''Kapasan-Wetan 144. Tel. Nos: 538-526 N.'''}} <br/> {{sp|{{x-larger|SOERABAIA.}}}} </center> '''SCHEURKALENDER 1934.''' Dari 3 penanggalan jang tjotjok, soedah bisa pesen moelain dari sekarang, tanjaklah keterangan lebih djaoeh. '''HERO VULPENHOUDER & VULPOTLOOD:''' Model seperti „Parker", pakenja enak dan awet, manis sekali kliatannja kapan di tjantoemken diatas zak sedeng harganja tjoema f 4.50 Vulpennja sadja, dan f 6.50 per stel. '''„050" CARBON PAPIER:''' Per doos isi 100 lembar, kleur violet, terang dan tahan lama, harganta ada moerah sekali tjoema f 2.— per doos. '''TAFELKALENDER:''' Model bacek dan modern, compleet dengen bloknote. harga f 1.50, dan jang zonder pake kalender, tjoema bloknote dan potlood pake veer f 1.50 djoega, doeanja ada model baroe dan back sekali boeat medja toelis. '''CHINA-POST:''' Kertas toelis kleur, aloes dan modern, harganja per pak isi 25 lembar kertas toelis dan 25 lembar envelope f 0.75, ada harga di boeat hadiah pada sobat-sobat kenalan, teroetama pada nona-nona. '''VERA POST:''' Kleur oranje dan poeti dengen kembang goerat-goerat, bagoes sekali dan setimpal di pake boeat nona-nona jang soeka toelis menoelis. Harganja f 0.60 per pak isi 10 lembar envelope dan 10 lembar kertas toelis. '''SLUITZEGEL TIMBOEL:''' Seroepa etiket zegel timboel, dari roepa-roepa kertas mas dan perak, atawa kertas merah, model seperti bikinan Europa, ada bagoes sekali di boeat etiket apa sadia. Tanisklah keterangan lebih diaoeh dan harganja di kabarken dengen soerast. '''NASIBNJA ITOE GADIS:''' Boekoe tjerita jang sanget menarik, penoch dengen roman dan drama jang mengeriken, mendjemoeken, dan menggirangken. Harga tjoema f 0.54, franco di tempat pembatja.<noinclude></noinclude> b53n9whpx8xiobkw036umqdxi24o6jf Halaman:The Belle of Menado.pdf/58 104 114510 315852 2026-08-25T15:42:41Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '106 TJERITA ROMAN Setoe we'k;oe ia blse goembirah den ketewe ' kepen s~be:-sobatnla 'kebetoelan adiak ia pasier, tepi ia sigra dledl termenoeng kapan ia doedoek sendirian. Ie selaloe t.erkenang romannja itoe non a jang terpiseh sama lC,ba~nl~ la~etan, tapi olehnja dirasaken tjoema terplsah dl antara diantoeng dan koelit. . Seperti Tiong-sin, begitoe dioega bagi Tjhiang-in, hlboeran sotoe-satoenja jang menoeloeng odalah selaloe membont~e ,sang... 315852 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>106 TJERITA ROMAN Setoe we'k;oe ia blse goembirah den ketewe ' kepen s~be:-sobatnla 'kebetoelan adiak ia pasier, tepi ia sigra dledl termenoeng kapan ia doedoek sendirian. Ie selaloe t.erkenang romannja itoe non a jang terpiseh sama lC,ba~nl~ la~etan, tapi olehnja dirasaken tjoema terplsah dl antara diantoeng dan koelit. . Seperti Tiong-sin, begitoe dioega bagi Tjhiang-in, hlboeran sotoe-satoenja jang menoeloeng odalah selaloe membont~e ,sang ajah poenia pakerdja'on. la soeda d!adl korban ~tos iapoenja permaenon jang gegobo, dan sekarang la moesti baier itoe semoea - Batara Kama, Cupido, tide me'oe dibikin permaenen zonder mendapet hasil dari iapoenja panah! S EBAGI penoetoep di sini saia' tambahin sedikit sair dari A!fred Tennyson : "LOVE and DEATH" What time the mighty moon was gathering light, Love paeed the thymy plots of Paradise, And all ab?ut him roll 'd his ludrous eyes: When, turnlng round a eassia, full in view Oeath, walking all alone beneath a yew, And talking to himself, first met his sight: "You must be gone," said Daath, "these walks are mine." Love wept IInd spread his sheeny vans for flight: Yet ere he parted said: "This hour is thine: Thou art the shadow of life, and as the tree Stands in the su n and shadows ,,11 beneath 50 in the light of groat eternity , Life eminent ereates the shado of death: The shadow passoth whon the tree shall fall But I shall reign for ever over all." ' THE BELLE of MENADO 107 TJINTA ada mempoenjain kakwasa'an lebih besar dari Kamatian. Kamatian ada tjoema mendjadi satoe bajangan dalem penghidoepannja manoesia atawo seperti itoe bajangan poehoen di bawah sorot matahari: jalah, itoe bajangan ilang kapon sang poehoen roeboeh • Tapi kakwasa'an Tjinta tida begitoe : ia berkwasa teroes-meneroes zonder ada laen pengaroeh jang mampoe menghalangin. "OETO(SAH AllAH" Bakal dimoeat dalem Tjerita Roman Februari-Editie. "Oetoesan Allah" ada poenja perhoeboengan rapet sama "The Belle of Menado". Liwatnja sang taoen telah bawa Tjhiang-in kom bali lagi ka Menado dan kombali berdjoempah pada ..... Liang-nio I !toe pertemoean ada tida diharep, tapi brangkali soeda maoenja T oehan. Lelakon apa jang bakal dialamken oleh marika Iebih djaoe nanti ditoetoerken teges dalem itoe tjerita. Preksalah Pagina 6<noinclude></noinclude> gepnxgbzgnt7pf81irs64c07gni7pyy Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/6 104 114511 315858 2026-08-25T16:13:01Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{X-larger|''Sambutan P. J. M. Drs. M. HATTA''}} {{larger|17 AGUSTUS}} {{di|T}}ANGGAL 17 Agustus adalah Hari Raja nasional jang luar biasa. Oleh karena itu sudah selajaknja apabila „MIMBAR INDONESIA" pada hari ini terbit sebagai nomor istimewa. Pada tanggal 17 Agustus 1945 rakjat Indonesia memerdekakan dirinja dari genggaman Djepang, dan dengan suatu proklamasi jang isinja sangat sederhana bangsa Indonesia menjatakan kepada seluruh dunia, bah... 315858 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>{{X-larger|''Sambutan P. J. M. Drs. M. HATTA''}} {{larger|17 AGUSTUS}} {{di|T}}ANGGAL 17 Agustus adalah Hari Raja nasional jang luar biasa. Oleh karena itu sudah selajaknja apabila „MIMBAR INDONESIA" pada hari ini terbit sebagai nomor istimewa. Pada tanggal 17 Agustus 1945 rakjat Indonesia memerdekakan dirinja dari genggaman Djepang, dan dengan suatu proklamasi jang isinja sangat sederhana bangsa Indonesia menjatakan kepada seluruh dunia, bahwa ia dari itu keatas ingin hidup sebagai suatu bangsa jang merdeka. Maka dengan pernjataan itu, jang diikuti pula dengan tindakan jang tegas untuk memenuhi kemauan hati dan otak, lenjaplah sistim pendjadjahan kedalam sedjarah. Pantarei, semuanja mengalir. „Het historisch gewandene" mendjadi sedjarah jang telah lalu! Dengan proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia ingin memulai hidup baru dengan berdasarkan pantjasila: Ketuhanan jang Maha Esa, Perikemanusiaan, Persatuan Indonesia, Kedaulatan Rakjat dan Keadilan Sosial. Pantjasila ini mendjadi sendi Negara Republik Indonesia! Dasar Ketuhanan jang Maha Esa adalah dasar jang memimpin tjita-tjita kenegaraan kita untuk menjelenggarakan segala jang baik, sedangkan dasar perikemanusiaan adalah kelandjutan dalam praktek hidup dari pada dasar jang memimpin tadi. Dengan dasar-dasar ini sebagai pedoman, bangsa kita tidak akan menjimpang dari djalan jang lurus untuk mentjapai kebaikan dunia serta persaudaraan bangsa-bangsa. Manakala kesasar sewaktu-waktu dalam perdjalanan, senantiasa ada jang membimbingnja kembali ke djalan jang benar. Persatuan Indonesia adalah dasar jang mengudjudkan kesatuan bangsa kita, jang hidup dalam tjinta-mentjintai dengan melaksanakan dalam pergaulan hidup tjita-tjita perikemanusiaan. Sesuai dengan itu diwadjibkan dalam Undang-undang Dasar Negara Republík Indonesia kepada Pemerintah untuk memadjukan kebudajaan nasional Indonesia. Dasar Kedaulatan Rakjat adalah dasar untuk melaksanakan pemerintah negeri dengan tudjuan, supaja tertjapai persaudaraan sebagai orang sekeluarga diantara rakjat Indonesia seluruhnja, dan tertjapai keadilan serta kesedjahteraan dan kemakmuran hidup. Inilah dasar jang menegaskan hak rakjat untuk memerintah diri sendiri dan menjusun keselamatan hidup sendiri. Kekuasaan jang tertinggi didalam negara adalah ditangan rakjat, dilakukan dengan djalan bermusjawarat didalam dewan-dewan perwakilan rakjat, jang anggotanja dipilih oleh rakjat. Mempunjai kekuasaan berarti pula menerima tanggung djawab jang sepadan dengan kekuasaan jang diperoleh. Oleh karena itu rakjat seluruhnja bertanggung djawab atas djalan nasibnja! Buruk atau baik nasib kita adalah ditangan rakjat. Kedaulatan rakjat disebut djuga demokrasi. Tetapi demokrasi kita berlainan tjoraknja dengan demokrasi barat, jang terbatas hingga demokrasi politik. Tjita-tjita demokrasi kita lebih luas. Ia tidak sadja demokrasi politik, tetapi djuga demokrasi ekonomi, sebagaimana didjamin dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia, pasal 33, jang begini bunjinja: : „Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan. : „Tjabang-tjabang produksi jang penting bagi negara dan jang menguasai hadjat hidup orang banjak dikuasai oleh negara. ,,Bumi dan air dan kekajaan ,,alam jang terkandung didalam- ,,nja dikuasai oleh negara dan di- ,,pergunakan untuk sebesar-besar ,,kemakmuran rakjat". Memang tak mudah melaksanakan demokrasi ekonomi ini dengan seka- ligus, apalagi dimasa pergolakan jang serba sulit ini. Tetapi perhubu- ngan jang tepat menurut keadaan antara ideologi dan realiteit, an- tara tjita-tjita dan kemungkinan harus ditudju. Dengan adanja demokrasi ekono mi barulah dapat didjamin adanja Keadilan Sosial, jang mendjadi tiang kelima dari pada Negara Republik Indonesia. Keadilan sosial menge- hendaki kemakmuran jang merata keseluruh rakjat, jang melaksana- kan tjita-tjita kemerdekaan jang ke- empat dari almarhum Roosevelt: freedom from want", j.i. bebas dari kesengsaraan hidup. Disinipun Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia meng- adakán djaminan. Pasal 27 ajat 2 mengatakan: ,,Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerd jaan dan penghidupan jang lajak bagi kemanusiaan", ge- dangkan pasal 34 menegaskan, bah- wa,,fakir miskin dan anak2 jang ter- lantar dipelihara oleh negara". Kemerdekaan berserikat dan ber- kumpul serta mengeluarkan pikiran didjamin. dengan lisan dan tulisan Demikian djuga didjamin kemerde- kaan tiap-tiap penduduk untuk me- meluk agamanja masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanja dan kepertjajaannja itu. Djaminan tjukup ada dalam Un- dang-undang Dasar Negara Repu- blik Indonesia, untuk menjelengga- rakan pemerintahan jang baik dan teratur dan kesedjahteraan hidup bagi rakjat seluruhnja. Tetapi terse- lenggaranja semuanja itu tergan- tung kepada orang jang mendjalan- kan kewadjiban dan kepada rakjat jang bertanggung djawab atas dja- lan nasibnja. Untuk menjelenggara- kannja itu dengan sempurna perlu ada tertanam dalam djiwa rakjat dan pemimpin tiga matjam keinsa- fan: keinsafan nasional, keinsafan bernegara dan keinsafan berpeme- rintah. Pergolakan masa dan suasana re- volusi nasional jang baru sadja ber- djalan tiga tahun sering mengh:- langkan salah satu dari pada keinsa- fan jang tiga itu dari kalbu manu- sia, sehingga sering pula terdapat dalam masjarakat pertentangan jang tidak pada tempatnja. Pengalaman jang belum tjukup atjapkali pula menimbulkan salah raba dan kurang perimbangan. Sebab itu demokrasi kita harus diperkuat dengan melakukan zelfkri- tik atas diri sendiri serta mengada- kan zelfkoreksi dengan sungguh2. Dan rasa tanggung djawab harus di- perkuat! Kurang ketjakapan bisa di- tjukupkan dengan pengalaman, ku- rang kesanggupan bisa dipenuhi de- ngan latihan, tetapi kurang kedju- djuran susah memperbaikinja. Kenang-kenangan kepada 17 Agus- tus 1945 mudah-mudahan menambah élan vital rakjat kita, memperkuat tjita-tjita bangsa Indonesia untuk hidup- membangun negara sasaran nja, dengan rasa tanggung djawab sepenuh-penuhnja. Penerbitan nomor istimewa dari pada,,MIMBAR INDONESIA" pada hari ini pasti akan memperkuat ke- insafan itu. Tiga tahun perdjalanan telah, li- wat. Masa datang membajangkan tertjapainja suatu Indonesia jang merdeka dan berdaulat, adil dan makmur. Landjutkan perdjalanan dengan djiwa jang bergelora, dengan tiada memandang waktu! Kita peringati tanggal 17 Agustus untuk membarui tenaga dan mem- perkuat kejakinan! Hashi Digitized by Google<noinclude></noinclude> kff5cc7u1krkbipnxomhszckbvs6vao Halaman:Sakit Hati.pdf/57 104 114512 315876 2026-08-25T23:55:28Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'telah dapet kekalahan di sidang pengadilan dan telah mendapet hoekoeman....... Sesoeatoe bangsa Boemipoetra jang berdarah Nationaal tida nanti loepaken ini...... Kerna hendak membela kapentingannja iapoenja bangsa jang berdjoemblah 40 millioen, brapa pemimpin telah mendjadi korban, dan pada harian Lebaran ini, selagi bangsanja jang dibela bikin rame-rame merajaken hari lebarannja, adalah itoe pemoeka-pemoeka pergerakan boleh djadi rajaken itoe... 315876 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh||'''TJERITA ROMAN'''|108}}</noinclude>telah dapet kekalahan di sidang pengadilan dan telah mendapet hoekoeman....... Sesoeatoe bangsa Boemipoetra jang berdarah Nationaal tida nanti loepaken ini...... Kerna hendak membela kapentingannja iapoenja bangsa jang berdjoemblah 40 millioen, brapa pemimpin telah mendjadi korban, dan pada harian Lebaran ini, selagi bangsanja jang dibela bikin rame-rame merajaken hari lebarannja, adalah itoe pemoeka-pemoeka pergerakan boleh djadi rajaken itoe harian-lebaran dalem pendjara dengen saling pandeng satoe dengen laen. {{rule|width=5em}} <center> TJERITA ROMAN <br/> {{larger|Maandblad „LIBERTY"}} </center> Ada Namanja Satoe Soerat Kabar Boelanan, Moeat Matjem-matjem Toelisan teroetama memoeat TJERITA-TJERITA PENDEK dan SAIR-SAIR jang Menarik. Harga abonnement Satoe Kwartaal Tjoema: {{C|{{Xxx-larger|'''f 1.50 ct.'''}}}} Hati Soesa, ukiran Koesoet; Membatja Tjerita-tjerita jang Menarik. Ada Mendjadi Pengniboer Satoe-satoenja {{Custom rule segment|sp|100|POTONGLAH INI COUPON|sp|100}} Dan Kirim Ini Hari- ADM. MAANDBLAD LIBERTY Suikerstraat 1-3 SOERABAYA. Saia minta dikirim LIBERTY jang terbit paling blakang selakoe pertjobahan. Kaloe saia tida kirim kombali, berarti saia soeka berlangganan teroes. katjoeali djika isihnja tida menjenengken saben waktoe saia bisa minta brenti. Nama Pa Straat Kota Toelis nama terang, kirim dalem envelope ter- boeka, tjoema pake franco f 0.02 ct. - -<noinclude></noinclude> ffeo4kuu3yvaqxhetvfmou1pqprfnv4 Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/12 104 114513 315883 2026-08-26T06:56:58Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315883 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|||MIMBAR Indonesia}}</noinclude>Dr. ABU HANIFAH {{Xx-larger|AGAMA DAN NEGARA}} {{right|''Hamlet to Herotio: <br/> „There are more things in heaven and earth <br/> Than are dreams of in your philosophy." <br/> (Shakespeare: Hamlet)''}} {{di|D}}IDALAM pembentukan Negara baru, banjaklah soal-soal gang timbul, biar jang dinamakan politis, ekonomis, kulturil dan militer. Sekalipun kita belum tahu benar, bagaimana kelak tjoraknja negara jang akan lahir ditanah-air kita Indonesia, terang, bahwa negara itu, adalah negara dari bangsa Indonesia, jang merdeka dan berdaulat. Mungkin djalan masih djauh kepada tudjuan jang, achirnja ditjita-tjita, tetapi jang sudah boleh difikirkan dengan njata sekarang ini, ialah: Negara Indonesia Serikat, jang merdeka dan berdaulat. Jang nampak pada dewasa ini hanjalah baru bingkainja, sedang isinja harus lebih njata dibitjarakan dan dimusjawaratkan dalam satu Konstituante, jang sebenarnja sudah lama dinanti-nanti, baik oleh bangsa Indonesia jang bernaung dalam Republik, maupun jang dalam daerah pendudukan Belanda. Seperti sudah dikatakan soal-soal adalah banjak, dan menentukan Undang-Undang Dasar itu akan memakan tempo sedikit banjaknja, sekalipun banjak pemimpin-pemimpin didalam dan diluar Republik jakin, bahwa kemungkinan besar Undang-Undang Dasar Republik boleh dibikin dasar dari U.U.D. Indonesia Serikat, sekurang-kurangnja mendjadi dasar permusjawaratan dalam satu Konstituante Indonesia, atau Panitya Perantjang U.U.D. Indonesia Serikat. Siapa jang sedikit banjak mengetahui, betapa sukarnja membikin Undang-undang jang bisa memuaskan bahagian jang terbanjak dari penduduk, dan tidak menjinggung perasaan keadilan umumnja, akan mengakui, bahwa U.U.D. Indonesia Serikat akan meminta pekerdjaan banjak dan berat. Tidak sadja kepentingan-kepentingan ekonomi atau politik, tetapi kepentingan kebudajaan, dimana termasuk Agama akan meminta perhatian sepenuhnja. Soal Agama dalam Negara Baru harus dipetjah dengan bidjaksana, tetapi djuga dengan tegas, supaja tak ada kebimbangan-kebimbangan dalam menjelesaikan soal ini, buat kemudian hari. Kalau dikatakan soal ekonomi dan soal politik sulit adanja soal Agama tidak kurang sulitnya, karena dalam soal ini, tidak sadja akal, tetapi seringkali sentimen manusia turut tjampur. Tetapi sekalipun sulit, ini tak berarti bahwa kita akan mendjauhkan soal ini seakan-anak soal ini tidak ada. Ini merupakan diplomasi burung onta, jang pura-pura tidak tahu bahwa bahaja ada, tetapi karena takut menghadapinja, menjembunjikan kepala dibawah pasir. Kita bukan burung onta, dan ber- tambah djelas perkara ini, bertambah baik, supaja bisa ditjari bersama- sama penjelesaiannja. Ini tak berarti, bahwa apa jang akan saja kemukakan disini adalah penjelesaian. Maksud karangan ini adalah hanja memberi penindjauan sepintas lalu tentang kedudukan perkara, dan mungkin bisa dibikin bahan buat fikiran jang lebih luas dan terang. Didalam abad pertengahan dan lama sesudah itu sampai kepada revolusi Perantjis di Eropah, perhubungan Negara dan Agama amat rapat. Perhubungan itu rapat, karena segala tata-tertib dalam masjarakat adalah terikat kepada undang-undang keagamaan, kepada berdosa dan tidak berdosa. Sekalipun dunia Keristen, sesudah pembrontakan Luther, Calvijn, dll. terhadap Geredja-Katholik, terbagi atas beberapa bahagian² jang seringkali bermusuh-musuhan, namun tak bisa disangkal, bahwa biar Katholicisme, Lutheranisme dan Calvinisme memegang kuat pengaruhnja atas mereka jang berkuasa dalam negara, dan dengan perantaraan mereka ini langsung kepada negara dan masjarakatnja. Perhubungan rapat antara agama Kristen dan negara terdjadi sehingga terdapatlah badan persatuan jang dinamakan '''„Corpus Christianum".''' Tentu sadja aliran-aliran masjarakat turut mempengaruhi keagamaan tadi, apalagi ketika dunia Barat mulai dengan tegas mementingkan keduniaan, jang sedikit banjaknja tergantung kepada '''soal berfaedah atau tidak berfaedahnja''' satu fikiran, pekerdjaan dan tindakan. Dengan sendirinja, kepertjajaan tegas terhadap Tuhan dan manusia difahamkan, mendjadi kendur, dan terbit faham, supaja agama itu djuga memberi faedah kepada manusia dan masjarakat. Oleh karena ini agama seringkali dipakai buat kepentingan-kepentingan hartawan dan kapital buat membersihkan diri terhadap rakjat umum. {{di|S}}AMPAI ABAD ke-19, hal ini di Eropah masih sedikit banjak berlaku. Buat mereka jang berpikir begini agama itu adalah berfaedah, dan inilah sebabnya maka di Eropah '''sosialisme''' umumnya, dan '''Marx''' chususnya memusuhi agama dengan tidak tedheng-aling² lagi. Agama mendjadi perkakas dalam tangan mereja yang menguasai alat² agama itu. Djangan salah faham. Bukan agama disini jang harus disalahkan, tetapi mereka jang memakainja sebagai alat, dan menurut tafsiran sekehendak diri sendiri. Sungguhpun begitu bukanlah semua agama mendapat reaksi begitu hebat dari masjarakat mereka seperti agama Kristen di Eropah, jang akibatnja sampai dewasa ini masih dirasakan oleh manusia di Barat. Sesudah revolusi Perantjis, dan dunia melalui periode sosialisme sampai kepada bolsjewisme di Rusia, agama di Barat tidak pernah lagi mendapat tempat dan penghargaan seperti abad pertengahan sampai abad ke 18. Sekalipun dalam tahun 1815, Louis ke XVIII sudah meniadakan perdagangan budak negro, tetapi sampai djauh dalam abad ke 19, budak-budak negro masih diseret- seret dengan setahu negara-negara jang pada hakekatnja masih berpegang teguh kepada faham Corpus Christianum tadi. Djadi kenjataan adalah kita lihat di Eropah, bahwa agama disitu tak sanggup memberi semangat baru kepada masjarakat manusia, malahan sebaliknja agama dipengaruhi oleh suasana '''„utiliteit"''' dari masjarakat, sehingga beberapa filsuf-kultur memberikan tjap kepada keadaan itu dengan menjatakan: '''„het geloof is verburgerlijkt" („agama itu sudah keduniawian"). Berkata '''Mr Lührs''' dalam bukunja: '''„Burgerlijk en socialistisch denken"''' (hal. 102) '''„Het (geloof) is verburgerlijkt en het heeft in zijn burgerlijken vorm in belangrijke mate bijgedragen tot de instandhouding van de kapitalistische maatschappij".''' Kalau apa jang dikatakan Mr. Lühra ini benar, maka terang, bahwa agama seperti ini membahajakan keadilan sosial pada manusia, dan membuka pintu buat akibat-akibat kapitalisme, seperti imperialisme, kolonialisme, dan lain-lain tindakan dan kelakuan jang menjolok mata silemah dan simiskin. Kalau ini benar, maka Corpus Christianum dari Nederland, jang dilangsungkan oleh Belanda dengan konsekwen ditanah air kita Indonesia, adalah membahajakan tidak sadja hak-hak kemanusiaan bangsa Indonesia selama ini, tetapi djuga membahajakan '''kedudukan agama Kristen chususnja, dan agama pada umumnja.''' Dan ini harus tidak sadja disesalkan, tetapi harus dirobah sama sekali, dalam hari depan Indonesia, {{hws|di|dimana}}<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude> rrcztb0uvc3aijv2p4b0ndlqmz6v8vi Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/13 104 114514 315884 2026-08-26T08:18:25Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315884 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{hwe|mana|dimana}} pergaulan dan pertemuan Nederland dan Indonesia harus berdasarkan atas ukuran² (normen) baru. {{di|S}}EPERTI dikatakan diatas tidak sadja ada Corpus Christianum, tetapi djuga ada „Corpus Islamicum" dan hal ini djuga terdjadi dalam abad pertengahan di Turki dan sebelum itu dinegara-negara Islam di Asia, Afrika dan Sepanjol. Sesudahnja politis djatuh mendjadi setengah djadjahan atau mendjadi djadjahan, maka terang dengan sendirinja negara berdasarkan „Corpus Islamicum" itu lenjap. Baru dalam abad ke 20, sesudah perang Dunia ke II ini mulailah kembali timbul negara-negara Islam, jang merupakan sedikit banjak tjorak Corpus Islamicum itu. Mungkin sekali jang hanja benar-benar merupakan itu, ialah negara Saudi-Arabia. Sekarang timbul negara baru di Pasifik, dimana penduduknja buat 94% menganut Agama Islam. Ini tidak berarti, bahwa semuanja mereka itu fanatik Islam. Banjak antara mereka, istimewa jang berpendidikan Barat memeluk agama Islam karena turunan sadja, dan seringkali mereka menamakan diri mereka '''„conventional Muslim".''' Sungguhpun begitu kurang lebih 90% mempunjai kejakinan beragama Islam jang tidak hanja „conventional", sekalipun tidak semua antara mereka mendalam pengetahuannja dalam agama itu. Disamping ini ada kira-kira 1½ djuta Kristen-Protestan dan 2 djuta Kristen-Katholik di Indonesia ini, jang terbanjak terkumpul di Indonesia-Timur. Dan dikepulauan Sunda Ketjil, seperti Bali, Lombok, dll. ada kira2 12 djuta jang beragama Hindu, dll. Kelebihan dari penduduk Indonesia selain Islam, Kristen, Hindu, adalah beragama Pelbegoe atau menganut animisme. Sesudah expose djumlah pengikut² agama-agama masing-masing, maka timbul sekarang beberapa soal-soal lagi. Seringkali kita dengar didalam pers, pidato², supaja Indonesia mempunjai Undang-Undang Dasar, jang mendjamin kemerdekaan beragama kepada penduduknja. Ada jang menuntut pula, supaja agama djangan ditjampur-tjampurkan kepada kenegaraan. Menurut mereka ini harus ada: '''Negara netral dalam soal agama.''' Timbul pertanjaan apakah artinja netral ini? Apakah artinja demikian sehingga negara membiarkan warga negara tidak beragama sama sekali, malahan anti-agama, atau ini berarti, bahwa negara tidak mempersoalkan agama apa jang dianut warga negara, asal sadja mereka menganut agama² jang diperbolehkan? Seringkali diutjapkan perkataan, bahwa bilamana negara Indonesia hendak disamakan dengan negara jang modern, maka hendaknja negara tidak boleh tjampur dengan soal agama warga negaranja. Kalau kita tindjau negara² jang dikatakan „modern" itu, maka umumnja, sekalipun tidak langsung negara itu tjampur tangan dengan soal agama, malahan beberapa negara „modern" tadi membuktikan hal ini dalam U.U.D. mereka. Didalam U.U.D. Denmark, artikel 3, kita batja: „The Evangelical Lutheran Church is the National Church of Denmark, and as such is maintained by the State".— '''U.U.D. Norway''' menjatakan (artikel 2): „The Evangelical Lutheran religion shall remain the public religion of the State. The inhabitants professing it, shall be required to bring up their children in the same. Jesuits shall not be tolerated". '''U.U.D. Sweden''' artikel 2, berkata: „The King shall always belong to the pure Evangelical faith as adopted and explained in the unaltered Augsburg Confession and in the resolution of the Upsala Synod".— Didalam U.U.D. negara² „modern" jang tiga diatas, ternjata tegas, bahwa tidak sadja negara² itu turut tjampur dalam agama, tetapi djuga malahan memberi sanksi². Suara jang terdengar misalnja didalam U.U.D. Norway berfihak tegas terhadap Geredja Lutheran, tetapi pula melarang masuknja tarekat Katholik- Jesuit. Disini njata bahwa kebebasan beragama tidaklah terdjamin. Bahwasanja banjak pula negara² memulai U.U.D.nja dengan kalimat: „In the name of the Almighty God", seperti Swls, atau seperti The Union of South-Africa, jang mempunjai satu mukaddimah dalam U.U. D., artikel 1, jang berbunji: „The people of the Union acknowledge the sovereignty and guidance of Almighty God", sudah tjukup dikenal. Suara jang agak djelas kenetralannja adalah dari Belgia, dimana dalam U.U.D.-nja, artikel 14, tertulis: „Religions liberty and the freedom of public worship, as well as free expression of opinion in all matters, are guaranteed, with the reservation of power to surpress offence committed in the exercise of there liberties". Didalam praktek ini berarti, berhubung Belgia adalah negara, dimana penduduknja pada umumnja beragama Rooms-Katholik, bahwa tiap-tiap andjuran anti-agama atau andjuran melukai perasaan Rooms-Katholik bisa dituntut dan dihukum. Buat negara Nederland, Inggeris dan Spanjol, umum sudah tjukup mengetahui betapa rapatnja biar langsung atau tidak langsung perhubungan agama dan Pemerintah. Dahulu dan sekarang dinegara Nederland, pemimpin² terkemuka masih kuat berpegang kepada faham: „Nederlands-Christen-Nationalisme", dan kita ketahui tjukup betapa kuatnja kedudukan partai² Kristen-nasionalis, seperti antaranja „Christelijk-Historische Partij" dan "Katholieke Volkspartij". Pemimpin-pemimpin partai² ini sedikit-banjaknja tjampur tangan dalam pekerdjaan² Missi dan Zending di Indonesia, serta Geredja² jang berhubungan dengan ini. Dari fihak ini seringkali didengar perkataan², jang menuntut, supaja di Indonesia harus ada: „Negara netral terhadap agama". Ini berhubung mungkin dengan sjak-wasangka mereka, bahwa kedudukan golongan Kristen jang ketjil itu tendjepit ditengah-tengah golongan besar kaum Muslim. Tetapi baik saja peringatkan disini, utjapan dari: '''Dr. A. J. Rasker,''' dalam artikelnja: '''„Kerk en Staat in Indonesia"''' („Wending" nummer 5, 6, tahun ke 2) seperti berikut: „“Een waarschuwing in deze, door Nederlanders gegeven zou waarschijnlijk achterdocht wekken. De Nederlanders hebben trouwens in het verleden en in het heden te veel hun eigen nationalisme met hun Christendom verbonden, dan dat zij veel recht van spreken zouden hebben". (artinja: satu peringatan terhadap soal itu (kenetralan) diutjapkan oleh bangsa Belanda tentu akan ditjurigai, Bangsa Belanda dalam waktu² jang lampau dan pada waktu sekarang terlalu banjak mentjampur-tjampurkan nasionalisme mereka dengan Agama Kristen mereka, dan oleh karena itu kuranglah mereka berhak turut bitjara dalam soal ini."). Utjapan Dr. A. J. Rasker, rector dari Sekolah Tinggi Theologi di Djakarta jg. tjukup tahu tentang apa jg. beliau bitjarakan, dan oleh karena itu utjapan beliau itu tjukup djelas dengan tak usah lagi diberi komentar. {{Asterism}} {{di|J}}ANG SERINGKALI mendjadi pem-bitjaraan adalah kedudukan agama dalam negara Sovjet-Rusla. Di dalam dasar umum dari U.U.D. Rusia bab V, artikel 13, kita batja dari terdjemahan Shiva-Rao: '''„To ensure for the workers genuine liberty of conscience, the Church is separated from the State and the school from the Church; and freedom of religious and anti-religious propaganda is assued to. every citizen".''' Artinja: Buat mendjamin terhadap kaum pekerdja kemerdekaan kejakinan jang benar, maka Geredja ditjeraikan dari Negara dan sekolah dilepaskan dari Geredja; dan kemerdekaan buat propaganda agama atau anti-agama diperbolehkan buat tiap warga-negara". Sepintas lalu akan dirasakan, bahwa Sovjet-Rusia, adalah satu²nja negara jang benar² netral terhadap agama, sebab tidak mengambil pusing sedikitpun tentang beragama atau tidaknja warga-negaranja. Tetapi bilamana diselidiki lebih djauh, maka ternjata bahwa Sovjet-Rusia jang berideologi kommunistis, atau historis-materialistis tidak mungkin netral terhadap agama dalam praktek. Sebab seperti kita ketahui '''faham agama''' dan '''faham wijsgeer.g-materialisme adalah bertentangan.''' Baru terasa kemana kehendak Pemimpin² partai Bolsjewik, jang berkuasa dinegara Sovjet-<noinclude>{{rh|10}}</noinclude> pd2uigctabnyiasvygq1b0vhtlos6ui Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/14 104 114515 315885 2026-08-26T08:46:32Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315885 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>Rusia itu ditudjukan, dengan terang-terangannja larangan sekolah jang harus dipisahkan dari Geredja atau agama. Disini timbul '''soal pendidikan rakjat,''' jang buat agama mendjadi soal hidup-mati. Tidak diperbolehkan lagi tjampur tangan dalam pendidikan anak-anak, berarti menghalangi gerak-gerik agama, sekalipun pendidikan-pendidikan itu dilakukan dalam sekolah² istimewa atau „bijzondere scholen". Pukulan jang terbesar diberi oleh Hitler dulu terhadap agama Katholik adalah larangan mempunjai sekolah-sekolah sendiri. Nederland sendiri menghadapi satu perdjoangan pendidikan dalam abad ke 19, buat mendapat hak memberi pendidikan Kristen kepada anak-anak. Perdjoangan pendidikan ini, terkenal sebagai '''„schoolstrijd"''' dan berakibat dengan disjahkan kemerdekan golongan-golongan jang berkepentingan dalam memberi peladjaran menurut kejakinan, karena hebatnja perdjoangan itu, maka golongan-golongan jang masih jakin kepada agama, merasa perlu berkumpul dalam partai-partai politik buat mendjamin hak-hak golongan-golongan mereka. Seperti utjapan: Dr. C.L. Patijn dalam karangannja:'''Nederland en de internationale verhoudingen''' („Wending" No. 7, tahun ke 2): „Deze schoolstrijd heeft goleid tot de vorming van Christelijke politieke par.ljen en een alle levensgebleden doortrekkend christelijk organisatieleven". Demikianlah besarnja pengaruh sekolah dan pendidikan sehingga berakibat pergeseran suasana dalam masjarakat. Soal pendidikan dan agama memang soal penting, dan oleh karena soal pendidikan umumnja adalah soal pemerintahan, maka penting pula pendirian satu pemerintahan terhadap agama, dan tidak mengherankan kalau rakjat jang masih jakin kepada agama berusaha mendjamin hak-hak agama dalam negara dengan membentuk kekuatan² jang tertentu, seperti partai-partai politik berdasarkan agama. Inilah jang sudah terdjadi dinegeri Belanda. Dan ini djuga kita lihat di Belgia dan di Perantjis. Di Inggeris, pemerintah mentjiptakan satu undang² pendidikan, jang dinamakan: '''Education Act, 1944,''' dan diantara artikel² jang terpenting terdapat satu kalimat jang menerangkan kedudukan pendidikan agama didalam sistim pendidikan umumnja: The main futures of the Act are broadly — as follows: No. 7. The law is to be amended to: '''1. Emphasise the position of rellglous instruction as an essential element of education.''' (artinja: dititik-beratkan kedudukan peladjaran agama sebagai anasir jang hakekat dari pendidikan). Dengan begini Inggeris memperkuat kedudukan agama dalam pendidikan dan dalam masjarakat bangsa Inggeris umumnja. Terang kenetralan seperti di Rusia tidak ada di Inggeris, dan dengan begini pemerintah Inggeris jang sosialistis, kurang mendasarkan faham sosialis kepada historis-materialisme atau dialektis- materialisme, terang tidak didasarkan kepada „wijageerig-materialisme". Sebab disini terletak soalnja antaranja dalam menentukan „netral" atau „tidak netral"'nja negara terhadap agama. '''Satu negara bisa netral terhadap aliran-aliran dan faham² agama, tetapi tak usah netral terhadap „anti agama" atau tidak beragama"''' Dalam soal Sovjet-Rusia ternjata bahwa prakteknja adalah tergantung kepada kebidjaksanaan pemimpin² Rusia jang tertinggi biar di „Politbureau" atau didaerah-daerah, tetapi kalau dilihat kepada U.U.D. sadja maka,kenetralan" atau lebih tegas lagi pengertian „kenetralan" adalah berupa karet, bisa ditarik bisa dilepaskan. {{di|K}}ALAU kita selidiki sekarang apa jang terkandung dalam U.U.D. tentang agama di '''Republik Indonesia,''' maka terlebih dahulu harus diperhatikan pasal dalam U.U.D. jang mendjamin hak kemerdekaan berfikir buat rakjat, jang berarti demokrasi jang sebenarnja. Kemerdekaan berfikir adalah tiang dari segala demokrasi politis, jang tidak terdapat dalam negara² fascis atau negara-negara totaliter, atau dalam negeri djadjahan. '''Pasal 28 dari U.U.D.''' Republik Indonesia menjatakan antaranja: „Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan fikiran dengan Hsan dan tulisan dan sebagainja, ditetapkan dalam Undang-undang". '''Pasal 29, U.U.D.''' Republik Indonesia menegaskan berhubung dengan hak-hak diatas dalam '''ajat 1: „Negara berdasarkan atas Ketuhanan Jang Maha Esa", dan ajat 2: „Negara mendjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk Agamanja masing-masing dan untuk beribadat menurut Agamanja dan Kepertjajaannja itu". Disini njata benar, bahwa negara melindungi warga negara jang hendak melakukan agamanja, agama manapun djuga rupanja dan tjoraknja. Bagi saja Republik Indonesia adalah netral terhadap aliran-aliran dan faham-faham agama, tetapi oleh karena dengan tegas dalam pasal 29, ajat 1, dinjatakan, bahwa „Negara berdasarkan atas Ketuhanan jang Maha Esa", maka Republik tidak netral, tidak akan netral terhadap aliran dan faham anti-agama. Dalam praktek hal ini belum djelas sampai sekarang dan undang-undang harus memberi ketentuan dalam hal ini buat menetapkan konsekwensi dari pasal 29 U.U.D. tadi. Sampai sekarang dalam praktek, mulai dari bergolaknja revolusi Indonesia, pada 17 Augustus 1945, pada umumnja tidak banjak ada kenjataan² jang membenarkan persangkaan lawan Republik, bahwa kemerdekaan agama tidak terdjamin. Diakui, bahwa disini-gana ada beberapa bidji anasir² jang tidak bertanggung-djawab mengatjaukan pada permulaan revolusi keadaan masjarakat agama, biar jang Kristen, biar jang Islam, tetapi peristiwa² itu tetap „lokal" dan bisa dibantras dengan tjepat dan tegas. Pada dewasa ini daerah Republik malahan banjak tanda-tanda jang menandakan, bahwa kaum golongan Agama, biar dari Islam atau Kristen lebih rapat bekerdja satu sama lain daripada pernah d'impi-impikan dalam zaman Belanda dulu. Bahwasanja hal ini bukan sadja pendapat pemimpin² Republik jang bertanggung-djawab tetapi djuga dari pihak luar, baru-baru ini ternjata lagi dari utjapan2 beberapa pemimpin agama Kristen bangsa Belanda jang mengundjungi Republik. Dalam Kerke-Nieuws, (1 April 1948) (via: Kritiek en Opbouw" No. 11 1948) seorang predikant Belanda Dr. Bergsma dari Makassar, jang turut dalam rombongan goodwill-missi N.I.T. ke Republik menjatakan antaranja: „De Javaansche Christelijke Kerken hebben het, nade uitroeping van de Republik niet moeilijk gehad, want er heerscht daar volledige godsdienstvrijheid.Het Christelijk onderwijs wordt door de Staat gesubsidieerd tot 60% van de kosten. In Djokja zelf zijn 18 lagere Christelijke scholen en 4 middelbare. De verhoudingen ten aanzien van de Islam zijn goed; men beseft dat men samen verder moet". (Artinja: „Geredja² Krsiten Djawa tidak mendapat kesulitan sesudah Republik diproklamirkan, sebab kemerdekaan beragama njata. Pendidikan Kristen disubsidi oleh negara sampai 60% dari perongkosan. Di Djokja sadja ada 18 sekolah rendah dan 4 sekolah landjutan Kristen. Perhubungan dengan Islam baik, sebab rakját insjaf, bahwa mereka harus bekerdja rapat bersama".). Komentar atas utjapan ini tak usah diberi lagi, sebab soal sudah djelas! Republik Indonesia tidak sadja dalam teori, tetap djuga dalam praktek memberi kemerdekaan sepenuhnja kepada pelbagai agama, dan Islam dan Kristen berdjoang bersama sebagai saudara sebangsa bahu-membahu. {{di|B}} ILAMANA dalam U.U.D. Indonesia Serikat ke'ak terdapat pasal² jang berupa pasal 28 dan 29 dari Republik, dan dalam praktek terdapat pula keadaan dan suasana baik antara Islam, Kristen dan lain-lain agama seperti dalam Republik, maka soal agama dan negara tidak akan mémusingkan „Constituante" atau „Panitia pembentuk U.U.D. negara Indonesia Serikat", jang tentu perlu akan dibentuk kelak. Disini djelas, bahwa antara bangsa Indonesia dari pelbagai daerah dan<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude> 4bm7opp6dtvzcp2p0o6ak499vr2hwjn 315886 315885 2026-08-26T08:47:17Z Ammachemist 27288 315886 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>Rusia itu ditudjukan, dengan terang-terangannja larangan sekolah jang harus dipisahkan dari Geredja atau agama. Disini timbul '''soal pendidikan rakjat,''' jang buat agama mendjadi soal hidup-mati. Tidak diperbolehkan lagi tjampur tangan dalam pendidikan anak-anak, berarti menghalangi gerak-gerik agama, sekalipun pendidikan-pendidikan itu dilakukan dalam sekolah² istimewa atau „bijzondere scholen". Pukulan jang terbesar diberi oleh Hitler dulu terhadap agama Katholik adalah larangan mempunjai sekolah-sekolah sendiri. Nederland sendiri menghadapi satu perdjoangan pendidikan dalam abad ke 19, buat mendapat hak memberi pendidikan Kristen kepada anak-anak. Perdjoangan pendidikan ini, terkenal sebagai '''„schoolstrijd"''' dan berakibat dengan disjahkan kemerdekan golongan-golongan jang berkepentingan dalam memberi peladjaran menurut kejakinan, karena hebatnja perdjoangan itu, maka golongan-golongan jang masih jakin kepada agama, merasa perlu berkumpul dalam partai-partai politik buat mendjamin hak-hak golongan-golongan mereka. Seperti utjapan: Dr. C.L. Patijn dalam karangannja:'''Nederland en de internationale verhoudingen''' („Wending" No. 7, tahun ke 2): „Deze schoolstrijd heeft goleid tot de vorming van Christelijke politieke par.ljen en een alle levensgebleden doortrekkend christelijk organisatieleven". Demikianlah besarnja pengaruh sekolah dan pendidikan sehingga berakibat pergeseran suasana dalam masjarakat. Soal pendidikan dan agama memang soal penting, dan oleh karena soal pendidikan umumnja adalah soal pemerintahan, maka penting pula pendirian satu pemerintahan terhadap agama, dan tidak mengherankan kalau rakjat jang masih jakin kepada agama berusaha mendjamin hak-hak agama dalam negara dengan membentuk kekuatan² jang tertentu, seperti partai-partai politik berdasarkan agama. Inilah jang sudah terdjadi dinegeri Belanda. Dan ini djuga kita lihat di Belgia dan di Perantjis. Di Inggeris, pemerintah mentjiptakan satu undang² pendidikan, jang dinamakan: '''Education Act, 1944,''' dan diantara artikel² jang terpenting terdapat satu kalimat jang menerangkan kedudukan pendidikan agama didalam sistim pendidikan umumnja: The main futures of the Act are broadly — as follows: No. 7. The law is to be amended to: '''1. Emphasise the position of rellglous instruction as an essential element of education.''' (artinja: dititik-beratkan kedudukan peladjaran agama sebagai anasir jang hakekat dari pendidikan). Dengan begini Inggeris memperkuat kedudukan agama dalam pendidikan dan dalam masjarakat bangsa Inggeris umumnja. Terang kenetralan seperti di Rusia tidak ada di Inggeris, dan dengan begini pemerintah Inggeris jang sosialistis, kurang mendasarkan faham sosialis kepada historis-materialisme atau dialektis- materialisme, terang tidak didasarkan kepada „wijageerig-materialisme". Sebab disini terletak soalnja antaranja dalam menentukan „netral" atau „tidak netral"'nja negara terhadap agama. '''Satu negara bisa netral terhadap aliran-aliran dan faham² agama, tetapi tak usah netral terhadap „anti agama" atau tidak beragama"''' Dalam soal Sovjet-Rusia ternjata bahwa prakteknja adalah tergantung kepada kebidjaksanaan pemimpin² Rusia jang tertinggi biar di „Politbureau" atau didaerah-daerah, tetapi kalau dilihat kepada U.U.D. sadja maka,kenetralan" atau lebih tegas lagi pengertian „kenetralan" adalah berupa karet, bisa ditarik bisa dilepaskan. {{di|K}}ALAU kita selidiki sekarang apa jang terkandung dalam U.U.D. tentang agama di '''Republik Indonesia,''' maka terlebih dahulu harus diperhatikan pasal dalam U.U.D. jang mendjamin hak kemerdekaan berfikir buat rakjat, jang berarti demokrasi jang sebenarnja. Kemerdekaan berfikir adalah tiang dari segala demokrasi politis, jang tidak terdapat dalam negara² fascis atau negara-negara totaliter, atau dalam negeri djadjahan. '''Pasal 28 dari U.U.D.''' Republik Indonesia menjatakan antaranja: „Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan fikiran dengan Hsan dan tulisan dan sebagainja, ditetapkan dalam Undang-undang". '''Pasal 29, U.U.D.''' Republik Indonesia menegaskan berhubung dengan hak-hak diatas dalam '''ajat 1: „Negara berdasarkan atas Ketuhanan Jang Maha Esa", dan ajat 2: „Negara mendjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk Agamanja masing-masing dan untuk beribadat menurut Agamanja dan Kepertjajaannja itu". Disini njata benar, bahwa negara melindungi warga negara jang hendak melakukan agamanja, agama manapun djuga rupanja dan tjoraknja. Bagi saja Republik Indonesia adalah netral terhadap aliran-aliran dan faham-faham agama, tetapi oleh karena dengan tegas dalam pasal 29, ajat 1, dinjatakan, bahwa „Negara berdasarkan atas Ketuhanan jang Maha Esa", maka Republik tidak netral, tidak akan netral terhadap aliran dan faham anti-agama. Dalam praktek hal ini belum djelas sampai sekarang dan undang-undang harus memberi ketentuan dalam hal ini buat menetapkan konsekwensi dari pasal 29 U.U.D. tadi. Sampai sekarang dalam praktek, mulai dari bergolaknja revolusi Indonesia, pada 17 Augustus 1945, pada umumnja tidak banjak ada kenjataan² jang membenarkan persangkaan lawan Republik, bahwa kemerdekaan agama tidak terdjamin. Diakui, bahwa disini-gana ada beberapa bidji anasir² jang tidak bertanggung-djawab mengatjaukan pada permulaan revolusi keadaan masjarakat agama, biar jang Kristen, biar jang Islam, tetapi peristiwa² itu tetap „lokal" dan bisa dibantras dengan tjepat dan tegas. Pada dewasa ini daerah Republik malahan banjak tanda-tanda jang menandakan, bahwa kaum golongan Agama, biar dari Islam atau Kristen lebih rapat bekerdja satu sama lain daripada pernah d'impi-impikan dalam zaman Belanda dulu. Bahwasanja hal ini bukan sadja pendapat pemimpin² Republik jang bertanggung-djawab tetapi djuga dari pihak luar, baru-baru ini ternjata lagi dari utjapan2 beberapa pemimpin agama Kristen bangsa Belanda jang mengundjungi Republik. Dalam Kerke-Nieuws, (1 April 1948) (via: Kritiek en Opbouw" No. 11 1948) seorang predikant Belanda Dr. Bergsma dari Makassar, jang turut dalam rombongan goodwill-missi N.I.T. ke Republik menjatakan antaranja: „De Javaansche Christelijke Kerken hebben het, nade uitroeping van de Republik niet moeilijk gehad, want er heerscht daar volledige godsdienstvrijheid.Het Christelijk onderwijs wordt door de Staat gesubsidieerd tot 60% van de kosten. In Djokja zelf zijn 18 lagere Christelijke scholen en 4 middelbare. De verhoudingen ten aanzien van de Islam zijn goed; men beseft dat men samen verder moet". (Artinja: „Geredja² Krsiten Djawa tidak mendapat kesulitan sesudah Republik diproklamirkan, sebab kemerdekaan beragama njata. Pendidikan Kristen disubsidi oleh negara sampai 60% dari perongkosan. Di Djokja sadja ada 18 sekolah rendah dan 4 sekolah landjutan Kristen. Perhubungan dengan Islam baik, sebab rakját insjaf, bahwa mereka harus bekerdja rapat bersama".). Komentar atas utjapan ini tak usah diberi lagi, sebab soal sudah djelas! Republik Indonesia tidak sadja dalam teori, tetap djuga dalam praktek memberi kemerdekaan sepenuhnja kepada pelbagai agama, dan Islam dan Kristen berdjoang bersama sebagai saudara sebangsa bahu-membahu. {{di|B}} ILAMANA dalam U.U.D. Indonesia Serikat ke'ak terdapat pasal² jang berupa pasal 28 dan 29 dari Republik, dan dalam praktek terdapat pula keadaan dan suasana baik antara Islam, Kristen dan lain-lain agama seperti dalam Republik, maka soal agama dan negara tidak akan mémusingkan „Constituante" atau „Panitia pembentuk U.U.D. negara Indonesia Serikat", jang tentu perlu akan dibentuk kelak. Disini djelas, bahwa antara bangsa Indonesia dari pelbagai daerah dan<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude> pftpwuv77rtrr4v2s77i2n8or47m0my Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/15 104 114516 315887 2026-08-26T08:51:50Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'dari pelbagai agama tidak akan ada pertjektjokan jang berarti, bilamana mereka diberi kesempatan leluasa buat menentukan sendiri tentang nasib sendiri. Dasarnja hanja djanganlah orang-orang luar terlalu banjak tjampur tangan. Saja sendiri jakin, bahwa bangsa Indonesia jang 70 djuta itu, pada umumnja adalah „“religieus", dan perasaan keagamaan berakar berurat sampai kepada orang² ketjil didesa dan dikota, dan bilamana benar-benar ada orang² Indo... 315887 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>dari pelbagai agama tidak akan ada pertjektjokan jang berarti, bilamana mereka diberi kesempatan leluasa buat menentukan sendiri tentang nasib sendiri. Dasarnja hanja djanganlah orang-orang luar terlalu banjak tjampur tangan. Saja sendiri jakin, bahwa bangsa Indonesia jang 70 djuta itu, pada umumnja adalah „“religieus", dan perasaan keagamaan berakar berurat sampai kepada orang² ketjil didesa dan dikota, dan bilamana benar-benar ada orang² Indonesia jang anti-agama atau tidak beragama, maka saja jakin mereka ini hanja berdjumlah amat ketjil, mungkin tidak tjukup 1/100% dari bangsa Indonesia. Mereka jang berdjumlah ketjil ini mungkin dididik diluar Negeri, di Eropah atau di Rusia. Mungkin mereka ini hanja „snobs" sadja, jang keluar bertjorak „wijsgeerig materialisme", tetapi djauh dalam hati masih pertjaja kepada jang gaib, atau „bijgeloovig" dan diam² berdjimat keris atau batu-permata, atau berdukun. Inipun menandakan keagamaan, sekalipun agama jg. agak primitif. Mungkin sekali benar utjapan setengah filsuf Barat, jang menjatakan bahwa kaum bolsjewis-tulen jang bentji kepada agama resmi, toch berperasaan agama, hanja berusaha membikin agama baru, dengan Marx Engels dan Lenin sebagai nabi-nabi baru. Mungkin Sekiranja agama didalam negara hanja buat keperluan golongan² atau orang-orang sadja buat memuaskan hati dan djiwa mereka, maka agama dalam negara ti Spanjol, Portugal, Nederland, Djer- man, sebagai negara2 berkoloni, de- ngan tegas memperlihatkan sifat- sifat itu, sekalipun jang satu kurang dari jang lain dalam melaksanakan. Spanjol dan Portugal terkenal ke- bentjiannja terhadap agama lain, istimewa agama Islam. Djerman dan Nederland dalam sedjarah terkenal dalam sedjarahnja sebagai negara- kolonial dalam memakai bijbel seba- gai alat buat memperkuat keduduk- annja sebagai imperialis dan peda- gang besar. Ini semua kita harap lambat laun berobah didunia ini bilamana manu- sia didunia benar2 sudi mentjapal perdamaian. Balik kita kepada soal negara baru dan agama, maka terang. bahwa di- dalam satu negara harus ada kejaki nan beragama, dan harus pula tiap warga-negara merdeka dalam memi- lih agamanja sendiri, dengan tak boleh mengganggu perasaan dan kejakinan agama lain. Dalam kebudajaan negara, kebi- djaksanaan beragama adalah soal penting. Tetapi seperti diterangkan lebih dulu diatas, netral dalam aga- ma, harus hanja berarti, netral ter- hadap aliran2 dan faham-faham aga- ma jang ada. Buat golongan Islam diperingatkan firman Tuhan, dimana dengan djelas Agamamu buat kamu, dan agama aku buat aku". Jang berarti toleransi atau kebidjaksanaan beragama jang tegas, dan tidak bisa salah difaham kan. dak usah mendjadi soal negara. Te- KAI tapi agama seperti dijakinkan oleh agama Islam dan agama Kristen mi- salnja, pada umumnja dan pada ha- kekat harus membangkitkan perike- manusiaan, perasaan keadilan sosial, moral, kesusilaan, kasih-mengasih hormat-menghormati sesama manu- sla, lain halnja. Oleh karena itu didalam negara jang ingin mendidik masjarakatnja kepada semuanja ini agama harus diberi tempat sepantasnja. Mungkin ada jang mengatakan, bahwa di Rusia, dimana agama ti- dak mendjadi soal negara, keadilan sosial tjukup terdjamin. Andai kata hal ini benar, itu tak berarti, bahwa didalam negara2 lain, jang lain tjo- rak pemerintahannja hal itu dengan tak ada agama terdjamin pula, dan sebaliknja ukuran-ukuran atau,,nor- men" di Rusia belum tentu dapat ditanamkan begitu sadja kenegeri la- in dengan suasana lain dan masjara- kat lain. Tetapi kita tak usah buta pula ke- pada bahaja, bahwa selama sedjarah dunia ini dikenal selalu golongan agama jang berkuasa dalam peme- rintahan negara mentjoba mempe- ngaruhi penduduk2 beragama lain dalam masjarakat buat menurut ke- hendak mereka. Seringkali njata dalam sedjarah dunia, golongan itu tidak-tolerant, tidak tjukup bid jaksana. Negara2 12 ALAU kita beri kesimpulan ten- tang pendapat-pendapat dalam karangan ini, maka bisa dikemuka- kan: a. Soal agama dan negara adalah soal penting dalam negara baru, istimewa dalam Negara Indone- sia Serikat, dimana penduduknja umumnja adalah kuat perasaan agamanja, biar Islam, Kristen, Buddha, d.l.1. b. Sekalipun penduduk beragama Islam terbanjak djumlahnja, ± 94% dari 70 djuta bangsa Indo- nesia, ini tak berarti, bahwa ke- merdekaan agama dalam praktek tidak akan terdjamin. Buktinja jang njata adalah Republik In- donesia sendiri. c. Netral dalam agama buat nega- ra-negara modern di Eropah, ter- njata, bahwa umumnja negara- negara itu, selain dari jang ber- ideologi,,kommunisme", hanja netral terhadap agama-agama lain. Dibeberapa negara2 ge- perti Denmark, Sweden, Norwe- gia, terdapat dengan tegas per.. lindungan atas satu aliran aga- ma Kristen, jaitu Lutheranisme, sedangkan buat Norwegia te- rang-terangan ada larangan buat tarekat Jesuit. d. Netral dalam agama di Sovjet- Rusia berarti dalam teori, bah- wa selain warga-negara leluasa mendjalankan anti-propaganda terhadap agama, djuga kaum agama dilarang turut serta da- lam pendidikan anak-anak. Kesan dari beberapa filsuf-filsuf kebudajaan adalah, bahwa Ru- sia membentuk agama baru de- ngan Marx, Engels, Lenin seba- gai nabi dan Stalin d.l.1. sebagai sahabat. e. Pendidikan dalam agama di Ing- ele- geris mendjadi,,essential ment of education" menurut Education Act 1944. Hal ini ber- gantung sangat kepada pendapat umum djuga didunia lainnja, bahwa agama bisa memperkuat perasaan peri kemanusiaan, mo- ral, keadilan sosial, kesusilaan pada anak-anak, dalam memben- tuk negara jang adil. berkuasa dalam f. Golongan-golongan agama jang pemerintahan negara dalam sedjarah dunia se- lalu memakai kesempatan itu buaf mementingkan golongan sendiri dan agamanja, dan hai ini terdapat dalam sedjarah, isti- mewa pada negara-negara jang mempunjai djadjahan, seperti Spanjol, Portugal, Nederland dan Djerman. Hal seperti ini hendak- nja harus tidak ada dalam satu negara jang modern, bilamana perdamaian umumnja, dan ke- tenteraman chususnja akan ber- laku. g. Perlu dalam negara baru, seperti Negara Indonesia Serikat, jang berdaulat dan Merdeka, ditegas- kan kemerdekaan beragama se- luas-luasnja, dan djaminan ke- tenteraman penganut-penganut masing-masing agama, dan tidak turut tjampurnja dalam soal agama bangsa-bangsa lain dan atau negara-negara lain. Soal Indonesia, djuga dalam agama adalah soal bangsa Indonesia sendiri. Perpustakaan: 1. B. Shiva Rao M. A.: Select Con- stitutions of the World. 2. Undang-Undang-Dasar Republik Indonesia. 3. Statistical Pocketbook of Indone- sia 1941. 4. Prof. Alan F. Hattersley M. A.: A short history of Western Civi- lisation 1948. 5. Mr. A. Lührs: Burgerlijk en So- cialistisch Denken, 1948. 6. Post-War Reconstruction in Bri- tain: A record of progress, January 1941 November 1944. (Ministry of Information) (page 67). 7. Dr. A. J. Rasker: Kerk en Staat in Indonesië. (Wending, jaargang 2, nummer 5. 6). en 8. Dr. C. L. Patijn: Nederland de internationale verhoudingen. (Wending, jaargang 2, nummer 7). 9. Prof. J. B. S. Haldane: A ban- ned broadcast and other essays. (hal 226, Comparative study of freedom) 1946. Digitized by Google<noinclude>{{rh|12}}</noinclude> j0abxtfevqmiqvzc70zztiw5uvgg1y9 Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/16 104 114517 315888 2026-08-26T11:30:28Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{Xx-larger|'''Menudju keadilan sosial bagi kaum Pekerdja'''}} Oleh: Mr. Sunario {{C|TOWARDS SOCIAL JUSTICE FOR <br/> THE WORKERS}} {{di|O}}NE OF THE FOUR FREEDOMS since the Atlantic Charter is,,freedom from want". This means social security" for the workers, social justice being the ultimate end. Much has already been achieved in the labour movement in this direction, since everywhere in Europe the pro- hibition to associate was abolished, s... 315888 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh|MIMBAR Indonesia}}</noinclude>{{Xx-larger|'''Menudju keadilan sosial bagi kaum Pekerdja'''}} Oleh: Mr. Sunario {{C|TOWARDS SOCIAL JUSTICE FOR <br/> THE WORKERS}} {{di|O}}NE OF THE FOUR FREEDOMS since the Atlantic Charter is,,freedom from want". This means social security" for the workers, social justice being the ultimate end. Much has already been achieved in the labour movement in this direction, since everywhere in Europe the pro- hibition to associate was abolished, some time after the French Revolution, so that trade unions could start to lead a legal existence. These trade unions did much for the betterment of the workers' lot. In the beginning, especially under political so- cialistic influence,,direct action" (strikes) was propagated as the best means to beat the capitalistic employers, but af- terwards more peaceful and less revo- lutionary means were used. In this respect should be mentioned the institution of,,collective agreements" and voluntary conciliation procedures, in many countries being tripartite in cha- racter (where the government plays an active part in the settlement of the dis- pute), and also arbitration. The international Labour Organisation (1. L. O.) with its resolutions regarding freedom of association, collective agree- ments etc and draft-conventions is sti- mulating the process towards social jus- tice for the workers in a very affective manner. Our Republic also has already pro- mulgated some social laws such for the well-being of the working classes. jang buat diantara Presiden Ame- rika Serikat Roosevelt dan Perdana Menteri Inggeris Churchill pada 14 Agustus 1941 dikapal perang Prince of Wales itu memuat dalam pasal- pasalnja suatu pokok pikiran jang amat besar sekali artinja, jakni bah- wa dilapangan ekonomi pemimpin negara tadi ingin mentjapai,,kerdja- sama antara bangsa² jang selengkap- lengkapnja agar supaja dapat men- djamin bagi sekalian orang keadaan. keadaan perburuhan jang lebih baik, kemadjuan ekonomi, dan djaminan sosial (social security)". Inilah jang dimaksudkan dengan "freedom from want" (kebebasan dari kekurangan) itu, jakni disam- ping kebebasan dari ketakutan, ke- bebasan untuk berbitjara (melahir kan pikiran) dan kebebasan agama (beribadat). Piagam Atlantik tadi mendjadi an- djuran bagi negara2 seperti negara- negara Amerika Selatan dll. untuk memperhatikan soal jang hangat itu dengan sekuat tenaganja. Pada suatu konperensi di Santiago dari 10 16 September 1942 ditetap kanlah bahwa:,,Tiap-tiap negeri ha- rus menimbulkan, memelihara dan membangun kekuatan pikiran kesusi- laan dan djasmani dari angkatan rakjatnja, jang bekerdja memper- siapkan djalan bagi angkatan jang akan datang dan membantu angka- tan jang tidak dapat lagi turut da- lam proses produksi. Inilah djaminan sosial, ialah pemakaian jang se- sungguh-sungguhnja dan setjara ra- sionil dari sumber dan kekuatan jang berharga dari manusia. O. Stein dalam,,Building Social Security" menerangkan bahwa dja- minan sosial ialah untuk mentjegah hilangnja dwa dan kekuatan pro. duktif jang dapat ditjegah, untuk mendjamin supaja tiap-tiap orang mempergunakan kekuatan dan ke- pandaiannja sebaik-baiknja, untuk mengakui persamaan kesempatan dengan djaminan kollektif (bersama) jang benar-benar jang harus didja- lankan bilamana ichtiar orang satu- satunja gagal diluar kemauannja sen- diri. Serta untuk mentjapal maksud² demikian itu agar supaja membukti- kan penghormatan jang pantas dibe- rikan pada apa sadja jang berharga dalam kemuliaan dan kemerdekaan manusia jang luhur dan tak dapat di- lepaskan itu". Meskipun definisi jang mengenai djaminan sosial itu tidak ada jang memuaskan seratus persen, tetapi pada umumnja teranglah sudah, bah- wa kaum pekerdja dengan nasibnja- lah jang didjadikan soal dan diper- hatikan disitu. Dengan perkataan lain jang mendjadi pembitjaraan ia- lah keadilan sosial, terutama bagi kaum pekerdja. Dalam ma'na jang sebenarnja ru- panja djaminan sosial itu mengenai: upah minimum, tambahan gadjih berhubung adanja anak2 (kindertoe- lage), pertanggungan sosial (sociale verzekering), aturan penglepasan. pengangguran dan sebagainja. Memang agaknja soal-soal itulah jang terpenting dalam kehidupan kaum pekerdja jang terlebih dahulu diatur, tetapi tidak ada salahnja djuga untuk menarik lain-lain soal seperti djaminan bagi pekerdja wa- nita jang hamil dan sebagainja da- Iam social security itu. Ada satu maksud jang ekonomis semata-mata dalam hal ini ialah, bu- kan supaja terlalu menggampang- kan kaum pekerdja sehingga mereka boleh tinggal,gojang kaki" sadja, melainkan untuk memperbesar tena- ga produksi mereka. Bahkan karena dengan djaminan2 tadi kaum peker- dja lalu lebih suka dan lebih mampu djuga bekerdja sekuat-kuatnja se- hingga dapat menambah hasil nasio- nal. Karena tidak mungkin djuga di- harap-harapkan dari seorang peker- dja supaja ia bekerdja keras, bila- mana ia pergi ketempat pekerd jaan- nja dengan penuh rasa segan dan be- rontak karena tidak puas dalam ha- tinja. Kalau kita melalui sedjarah kerdja maka njatalah, bahwa djalan ke dja- minan sosial itu adalah djalan evo- lusi jang pandjang, jang penuh ran- djau bagi dan korban dari kaum pe- kerdja. Sedjarah itu sesungguhnja bertalian dengan sedjarah pergera- kan kaum pekerdja sendiri, dan ka- rena itu djuga dengan pergerakan sosialisme. Karena itu pula maka kita dengan sendirinja harus ingat djuga kepada soal-soal kebebasan (hak) berseri- kat dan berkumpul, soal pemogokan, soal serikat sekerdja, soal perdjan- djian kerdja kollektif (bersama) dan soal penjelesaian pertikaian kerdja jang mendjadi pembitjaraan setjara singkat dalam.karangan ini. Serikat Sekerdja dan kebebasan ber- serikat EBELUM REVOLUSI PERAN- STJIS (1789), maka di Eropah adalah perserikatan kaum sekerdja sedjenis perusahaan jang namanja "gilde". ,,Gilde" ini dihapuskan dalam Re- volusi Besar itu, karena terlalu ber- sifat badan-badan monopoli perusa- haan (pertukangan) jang terlalu me- rintangi kemerdekaan seseorang (ka- um pekerdja). Dengan timbulnja kapitalisme jang membawa keadaan dalam industri jang berbeda dengan masa, jang te- lah lampau (zaman pertengahan), maka setelah pada 1789 Konstituante mengadakan kemerdekaan perusaha- an, pada 1791 gilde-gilde itu dilenjap- kanlah. Lebih dahulu dinegeri Ingge- ris pengaruh buruk dari gilde itu di- kurangi keras. Akan tetapi dengan makin kuatnja kaum kapitalis maka terasalah amat kebutuhan kaum pe- kerdja jang makin tergentjet itu un- tuk bersatu. Padahal, lama tidak ada perserika- tan sama sekali jang mendjamin hi- dupnja sebagai kaum pekerdja dan manusia, sehingga nasibnja mendja- di buruk sekali, sebagaimana terbuk- ti dari gambar-gambar dari zaman Digitized by Google 13.<noinclude></noinclude> 7ex9urf7p6p99ffu8whfzxm0vcvsoyt 315889 315888 2026-08-26T11:42:57Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 315889 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|MIMBAR Indonesia}}</noinclude>{{Xx-larger|'''Menudju keadilan sosial bagi kaum Pekerdja'''}} Oleh: Mr. Sunario {{C|TOWARDS SOCIAL JUSTICE FOR <br/> THE WORKERS}} {{di|O}}NE OF THE FOUR FREEDOMS since the Atlantic Charter is,,freedom from want". This means social security" for the workers, social justice being the ultimate end. Much has already been achieved in the labour movement in this direction, since everywhere in Europe the prohibition to associate was abolished, some time after the French Revolution, so that trade unions could start to lead a legal existence. These trade unions did much for the betterment of the workers' lot. In the beginning, especially under political socialistic influence „direct action" (strikes) was propagated as the best means to beat the capitalistic employers, but afterwards more peaceful and less revolutionary means were used. In this respect should be mentioned the institution of „collective agreements" and voluntary conciliation procedures, in many countries being tripartite in character (where the government plays an active part in the settlement of the dispute), and also arbitration. The international Labour Organisation (I.L.O.) with its resolutions regarding freedom of association, collective agreements etc and draft-conventions is stimulating the process towards social justice for the workers in a very affective manner. Our Republic also has already promulgated some social laws such for the well-being of the working classes. {{Asterism}} {{di|A}}TLANTIC CHARTER jang buat diantara Presiden Amerika Serikat Roosevelt dan Perdana Menteri Inggeris Churchill pada 14 Agustus 1941 dikapal perang Prince of Wales itu memuat dalam pasal-pasalnja suatu pokok pikiran jang amat besar sekali artinja, jakni bahwa dilapangan ekonomi pemimpin negara tadi ingin mentjapai „kerdjasama antara bangsa² jang selengkap-lengkapnja agar supaja dapat mendjamin bagi sekalian orang keadaan-keadaan perburuhan jang lebih baik, kemadjuan ekonomi, dan djaminan sosial (social security)". Inilah jang dimaksudkan dengan ''"freedom from want"'' (kebebasan dari kekurangan) itu, jakni disamping kebebasan dari ketakutan, kebebasan untuk berbitjara (melahirkan pikiran) dan kebebasan agama (beribadat). Piagam Atlantik tadi mendjadi andjuran bagi negara² seperti negara-negara Amerika Selatan dll. untuk memperhatikan soal jang hangat itu dengan sekuat tenaganja. Pada suatu konperensi di Santiago dari 10 16 September 1942 ditetapkanlah bahwa: „Tiap-tiap negeri harus menimbulkan, memelihara dan membangun kekuatan pikiran kesusilaan dan djasmani dari angkatan rakjatnja, jang bekerdja mempersiapkan djalan bagi angkatan jang akan datang dan membantu angkatan jang tidak dapat lagi turut dalam proses produksi. Inilah djaminan sosial, ialah pemakaian jang sesungguh-sungguhnja dan setjara rasionil dari sumber dan kekuatan jang berharga dari manusia. '''O. Stein''' dalam „Building Social Security" menerangkan bahwa djaminan sosial ialah untuk mentjegah hilangnja dwa dan kekuatan produktif jang dapat ditjegah, untuk mendjamin supaja tiap-tiap orang mempergunakan kekuatan dan kepandaiannja sebaik-baiknja, untuk mengakui persamaan kesempatan dengan djaminan kollektif (bersama) jang benar-benar jang harus didjalankan bilamana ichtiar orang satu-satunja gagal diluar kemauannja sendiri. Serta untuk mentjapal maksud² demikian itu agar supaja membuktikan penghormatan jang pantas diberikan pada apa sadja jang berharga dalam kemuliaan dan kemerdekaan manusia jang luhur dan tak dapat dilepaskan itu". Meskipun definisi jang mengenai djaminan sosial itu tidak ada jang memuaskan seratus persen, tetapi pada umumnja teranglah sudah, bahwa kaum pekerdja dengan nasibnjalah jang didjadikan soal dan diperhatikan disitu. Dengan perkataan lain jang mendjadi pembitjaraan ialah keadilan sosial, terutama bagi kaum pekerdja. Dalam ma'na jang sebenarnja rupanja djaminan sosial itu mengenai: upah minimum, tambahan gadjih berhubung adanja anak² (kindertoe-lage), pertanggungan sosial (sociale verzekering), aturan penglepasan. pengangguran dan sebagainja. Memang agaknja soal-soal itulah jang terpenting dalam kehidupan kaum pekerdja jang terlebih dahulu diatur, tetapi tidak ada salahnja djuga untuk menarik lain-lain soal seperti djaminan bagi pekerdja wanita jang hamil dan sebagainja dalam social security itu. Ada satu maksud jang ekonomis semata-mata dalam hal ini ialah, bukan supaja terlalu menggampangkan kaum pekerdja sehingga mereka boleh tinggal „gojang kaki" sadja, melainkan untuk memperbesar tenaga produksi mereka. Bahkan karena dengan djaminan² tadi kaum pekerdja lalu lebih suka dan lebih mampu djuga bekerdja sekuat-kuatnja sehingga dapat menambah hasil nasional. Karena tidak mungkin djuga diharap-harapkan dari seorang pekerdja supaja ia bekerdja keras, bilamana ia pergi ketempat pekerdjaannja dengan penuh rasa segan dan berontak karena tidak puas dalam hatinja. Kalau kita melalui sedjarah kerdja maka njatalah, bahwa djalan ke djaminan sosial itu adalah djalan evolusi jang pandjang, jang penuh randjau bagi dan korban dari kaum pekerdja. Sedjarah itu sesungguhnja bertalian dengan sedjarah pergerakan kaum pekerdja sendiri, dan karena itu djuga dengan pergerakan sosialisme. Karena itu pula maka kita dengan sendirinja harus ingat djuga kepada soal-soal kebebasan (hak) berserikat dan berkumpul, soal pemogokan, soal serikat sekerdja, soal perdjandjian kerdja kollektif (bersama) dan soal penjelesaian pertikaian kerdja jang mendjadi pembitjaraan setjara singkat dalam karangan ini. '''Serikat Sekerdja dan kebebasan berserikat''' {{di|S}}EBELUM REVOLUSI PERANSTJIS (1789), maka di Eropah adalah perserikatan kaum sekerdja sedjenis perusahaan jang namanja "gilde". „Gilde" ini dihapuskan dalam Revolusi Besar itu, karena terlalu bersifat badan-badan monopoli perusahaan (pertukangan) jang terlalu merintangi kemerdekaan seseorang (kaum pekerdja). Dengan timbulnja kapitalisme jang membawa keadaan dalam industri jang berbeda dengan masa, jang telah lampau (zaman pertengahan), maka setelah pada 1789 Konstituante mengadakan kemerdekaan perusahaan, pada 1791 gilde-gilde itu dilenjapkanlah. Lebih dahulu dinegeri Inggeris pengaruh buruk dari gilde itu dikurangi keras. Akan tetapi dengan makin kuatnja kaum kapitalis maka terasalah amat kebutuhan kaum pekerdja jang makin tergentjet itu untuk bersatu. Padahal, lama tidak ada perserikatan sama sekali jang mendjamin hidupnja sebagai kaum pekerdja dan manusia, sehingga nasibnja mendjadi buruk sekali, sebagaimana terbukti dari gambar-gambar dari zaman<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude> o37onwx9qct0bx8g8czr2y04g32k8xa