Wikisumber
idwikisource
https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.17
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikisumber
Pembicaraan Wikisumber
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Pengarang
Pembicaraan Pengarang
Indeks
Pembicaraan Indeks
Halaman
Pembicaraan Halaman
Portal
Pembicaraan Portal
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/57
104
66886
315920
315549
2026-08-26T12:37:56Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315549|315549]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315920
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><section begin="tudjuan" />tahulah baginda untuk apa baginda mendjadi radja. Lalu dilihat oleh baginda didalam petani itu, tudjuan negara, jaitu manusia itu sendiri. Manusia sebagai petani, manusia sebagai saudagar, manusia sebagai kesatria, manusia sebagai pertapa dan manusia sebagai pendeta. ''Manusia sendiri, manusia sebagai manusia, jang mendjadi tudjuan Negara.''
Tiada dengan manusia maka Negara itu dapat dibandingkan dengan rumah jang kosong dan dengan kapal jang ditengah-tengah samudra, akan tetapi tidak dengan penumpang dan barang-barang. Tiada dengan manusia, Negara itu mendjadi bajang-bajang dan hantu. Negara adalah bagi manusia, bukan manusia bagi Negara. Oleh karena itu tudjuan terachir dati Pantjasila ialah: ''Melajani manusia dengan djalan Negara.'' Djadi inilah jang harus mendjadi ukuran kita dalam mempersoalkan Pantjasila seluruhnja dan dalam membitjarakan tiap-tiap sila satu persatu. Apakah kita membitjarakan soal-soal ini demikian rupa, sehingga manusia-manusia jang dilajani, atau demikian rupa sehingga kita mengorbankan kehidupan jang sebenar-benarnja kepada suatu berhala, suatu teori, suatu bajang-bajang?
Mengorbankan kehidupan jang sebenar-benarnja kepada sesuatu jang chajal, sudah tentu bukanlah maksud bangsa Indonesia. Sebab bangsa ini menerangkan dengan tegas dalam Undang-Undang Dasar Sementara, bahwa Negara Indonesia didirikan berdasarkan Pantjasila: ''„untuk mewudjudkan kebahagiaan, kesedjahteraan, perdamaian, dan kemerdekaan dalam masjarakat dan Negara-hukum Indonesia Merdeka jang berdaulat sempurna.”''
<section end="tudjuan" />
<section begin="tudjuan" /><section end="tudjuan" />
<section begin="penutup" /><center>PENUTUP.</center>
Saudara-saudara, Negara itu terdjadi ''untuk'' manusia, akan tetapi djuga terdjadi ''oleh'' manusia jang membentuknja. Kita bukan ''mempunjai'' suatu negara, melainkan kita ''mendjadi'' suatu negara!
Maka sekarang sebuah pertanjaan: Apakah jang dilakukan oleh kita untuk kemerdekaan, perdamaian, kesadjahteraan dan kebahagiaan Indonesia? Apakah kita hanja ingat akan kebahagiaan kita sendiri? Apakah jang kita lakukan untuk kemerdekaan, kesedjahteraan dan kebahagiaan „petani”?
Izinkanlah saja sekarang berbitjara kepada kaum ''theologia'' jang hadir disini: Apakah kita sedang bekerdja untuk Geredja ''Kristus'' atau untuk geredja ''kita''? Apakah kita mentjari kedudukan jang berpengaruh, atau kita melajani Kristus? Apakah kita terharu oleh ke-
<section end="penutup" /><noinclude>{{rh|||53}}</noinclude>
e8tz00j2lr7vjblzxrk7re9xv1a2x1k
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/45
104
66903
315910
315533
2026-08-26T12:34:24Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315533|315533]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315910
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="pendahuluan" />adalah satu-satunja jang mengetahui dan membawa rahasia Radja
Iskandar.
Saudara-saudara, apakah jang dapat didjelaskan oleh perumpa-
maan ini kepada kita? Terutama tiga hal ini:
I. Kesatuan Pantjasila<br>
II. Susunan Pantjasila<br>
III. Tudjuan Pantjasila.
<section end="pendahuluan" />
<section begin="pendahuluan" /><section end="pendahuluan" />
<section begin="kesatuan" /><center>I</center>
<center>KESATUAN PANTJASILA</center>
Pada perajaan Miradj baru-baru ini Presiden Soekarno telah menjatakan, bahwa ada orang-orang jang menghendaki hanja sebuah
sila dari Pantjasila: jang seorang hanja menghendaki keadilan sosial dan jang lain perikemanusiaan dsb. Terhadap itu beliau telah menjatakan dengan tegas: „Pantjasila itu tidak dapat dibagi-bagi!” Apakah arti dalil ini untuk renungan kita tentang Pantjasila?
1) Pantja-Sila adalah dasar jang bertjorak lima dari Negara Indonesia. Kelima sila itu merupakan suatu kesatuan. Mereka saling menjokong dan saling menambah. Akan tetapi mereka saling membatasi djuga.
Satu per satu dari sila-sila itu sendiri tidaklah baru. Djustru kombinasinjalah jang asli, istimewa dan sangat berarti, jang ditjiptakan oleh Presiden Soekarno sendiri. Dalam kombinasi ini terdapatlah dalam tahun 1945 suatu sembojan jang kuat untuk hidup dan masa depan jang baru bagi Indonesia. Kombinasi ini sedikit banjak merupakan suatu kompromi. Akan tetapi bahwa pada saat bersedjarah ini dapat ditjiptakan suatu rumus, jang dapat diterima oleh bermatjam-matjam aliran, menjatakan suatu keahlian jang ulung dalam ilmu ketatanegaraan.
Saja hendak mengatakannja dengan tjara jang lain lagi: Sila-sila
itu satu per satu tidak lain daripada kata-kata. Betul kata-kata jang besar dan indah, akan tetapi hanja kata-kata sadja. Kata-kata, baru mendapat arti oleh karena perhubungannja satu sama lain. {{hws|Um|Umpamanja}}
<section end="kesatuan" /><noinclude>{{rh|||41}}</noinclude>
e2wjpy45a73owwptseonf2gb304ikdv
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/51
104
66904
315915
315542
2026-08-26T12:36:08Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315542|315542]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315915
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="susunan" />Jang menarik perhatian kita, ialah bahwa perkataan „kebangsaan Indonesia” diganti dengan perkataan „persatuan Indonesia”. Kebangsaan Indonesia dan persatuan Indonesia ternjata sama artinja. Barangsiapa jang mengatakan „kebangsaan”, maka ia mengatakan djuga „persatuan Indonesia”. Kedua pengertian ini masing-masing berhubungan rapat dalam sedjarah perdjuangan Indonesia.
Dalam „Mukaddimah Konstitusi R.I.S.” pada tanggal 29 Oktober 1949, kita mendapatkan Pantjasila itu kembali pada alinea ketiga, jang bunjinja sebagai berikut: „Maka demi ini kami menjusun kemerdekaan kami itu dalam suatu Piagam negara jang berbentuk republik-federasi, berdasarkan pengakuan ''ke-Tuhanan jang Maha Esa, peri-kemanusiaan, kebangsaan, kerakjatan dan keadilan sosial.”'' Perkataan-perkataan ini dipindahkan seluruhnja, dengan hanja sebuah perubahan sadja, dalam ''Undang-undang Dasar sementara Republik'' Indonesia, jang terdjadi oleh persetudjuan Pemerintah R.I.S. dan Pemerintah R.I. pada tanggal 19 Mei 1950 dan disahkan pada tanggal 15 Agustus 1950. Perubahan tersebut sudah saudara-saudara ketahui: Perkataan „republik-federasi” diganti dengan perkataan „republik kesatuan”. Perumusan Pantjasila itu tidak berubah.
Djika dapat dikatakan tentang bentuk dan susunan Pantjasila jang resmi, maka inilah dia:
#Ketuhanan Jang Maha Esa<br>
#Peri-kemanusiaan<br>
#Kebangsaan<br>
#Kerakjatan<br>
#Keadilan sosial.
2) Saudara-saudara, apakah jang dapat kita peladjari daripada
urutan dan susunan ini?
a) Sila pertama itu berdiri menjendiri diatas keempat sila jang lain, seolah-olah diluar setiap persaingan: 5 = 1 + 4!
Hal itu berarti, bahwa Ketuhanan Jang Maha Esa tidak dapat dipersatukan dengan Kebangsaan atau Persatuan Indonesia. Tuhan dan bangsa itu tidak sama. Bangsa itu tidak ilahi. Djuga Kerakjatan dan Ketuhanan tidaklah bersamaan: Suara rakjat bukanlah suara Allah, seperti jang disangkakan oleh beberapa orang. Negara Indonesia menghormati kebebasan keinsjafan batin, jang mentjari {{hws|pe|pelindungan}}
<section end="susunan" /><noinclude>{{rh|||47}}</noinclude>
p6po8rktvewse6zmodrdqe3zbf2qsnm
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/21
104
67135
315921
315505
2026-08-26T12:40:14Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315505|315505]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315921
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude><section begin="2" />sendiri mendjadi tidak merdeka: miskin, hina, ditangkap, diikat,
disalibkan, mati, dikuburkan! Itulah pembebasan, dinjatakan pada
hari Paska. Itulah perdjuangan kemerdekaan jang besar, jang menga
dakan kemerdekaan jang sesungguhnja. Dan oleh karena perdjoangan kemerdekaan ini, maka ada djuga diatas bumi ini kemerdekaan jang relatif: lemah, bertjatjat, tetapi berpengharapan. Sebab
kemerdekaanlah dan bukan perhambaan jang achirnja akan mentjapai kemenangan, bahkan jang sudah menang: Tuhan Allah berdiri
tersembunji, lemah, sabar, tetapi walaupun begitu pasti sekali
dan sangat berpihak pada pihak orang-orang tertindas dan tidak
pernah berdiri pada pihak penindas.
Tidak, Tuhan Allah tidaklah atjuh tak atjuh terhadap Negara dan
masjarakat. Ia bukanlah musuh kemerdekaan sosial, kemerdekaan
warga negara, kemerdekaan bangsa. Sebaliknja: Ia adalah sumber
dan asal jang sebenar-benarnja dari pada semuanja ini. Akan tetapi
pada waktu kita sedang sibuk dengan rentjana-rentjana dan soal-soal
jang besar-besar, Ia memperhatikan outcasts, kaum jang paling
lemah dan paling rendah, jang telah kita lupakan dalam rentjana-
rentjana kita dan jang mengganggu kita dengan djeritannja. Itulah
maxime Tuhan Allah - dan memakai maxime ini dalam lapangan
politik, haruslah berarti sebagai berikut:
1) Soal kemerdekaan itu berpusat kepada soal ''pembebasan'' sosial. Pembebasan suatu bangsa dari pada imperialisme kolonial tidaklah mempunjai arti, djika tidak berakibatkan pembebasan buruh dari
pada pemerasan dan kemiskinan, kesusahan, kelaparan, penjakit dan
kesukaran-kesukaran jang lainnja. Karena itu djuga, perdjoangan
kemerdekaan belumlah berachir dengan pembebasan Irian. Perdjoangan itu baru mulai! („Didalam Indonesia Merdeka itu perdjoangan kita harus berdjalan terus.” Presiden Soekarno dalam „Lahirnja Pantja-Sila”).
''Masaalah kesosialan'' selalu akan mengganggu suatu suatu bangsa. Pemogokan dan gerakan-gerakan semi-revolusioner lain-lainnja dalam dunia buruh selalu mendjadi tanda, bahwa mereka tidak merasa merdeka. Dimana solidariteit itu sempurna, maka pemogokan tidak terdjadi. Selama modal itu masih tertahan dan belum sama sekali dan dengan jakin untuk kepentingan rakjat seluruhnja, maka kita tidak berhak menghukumkan pemogokan-pemogokan. Selama air masih dapat mengalir kebawah dari sawah kesawah,
<section end="2" /><noinclude>{{rh|||17}}</noinclude>
twa95etznxg9b4tz44w49v0yvii8i79
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/40
104
68644
315908
315530
2026-08-26T12:33:38Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315530|315530]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315908
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="5" />benda dan darah, djika hal ini dibutuhkannja untuk keselamatan
dirinja.
2. Makin keras suatu bangsa berusaha untuk pembebasan dirinja
sendiri makin besar sokongannja kepada pembebasan umum dari
umat manusia.
Perikemanusiaan membatasi kebangsaan kedalam dan keluar: kedalam dengan pemeliharaan orang-orang jang paling lemah, keluar dengan kebaikan budi terhadap tamu dan kerdja sama internasional.
Peri-kemanusiaan bukan berarti suatu kebahagiaan maximal untuk
beberapa orang dan suatu kebahagiaan minimal untuk sisanja, akan tetapi kebahagiaan maximal untuk tiap-tiap orang menurut keadaan.
3. Kebangsaan berarti kemerdekaan nasional dan kesatuan nasional, akan tetapi djuga: bahwa tidak ada kekuasaan jang didjalankan,jang dirasakan asing oleh sebahagian dari rakjat.
Kesedjahteraan manusia adalah kesedjahteraan jang harus dipertahankan. Kesedjahteraan ini harus dilindungi setjara polisionil dan militer dan dalam hal itu perkara ini pertama-tama adalah sesuatu jang nasional tetapi sesudah itu barulah mendjadi sesuatu jang internasional. Dan dimana kesedjahteraan itu melulu hanja ditentukan oleh egoisme nasional, disanalah ia mendjadi sumber ketidak-amanan untuk dunia.
Bangsa-bangsa pergi kemedan pertempuran untuk mentjari kebahagiaan jang besar. Mereka tidaklah menemukannja. Akan tetapi
berbahagialah bangsa jang memberi perhatiannja kepada kebahagiaan orang ketjil.
4. Hak-hak demokrasi jang besar tidak boleh ditjabut dari mereka, jang dapat mempergunakan pikirannja. Makin merdeka rakjat itu, makin kuatlah pemerintahan negaranja. Dan makin kuat orang seorang menginsafi, bahwa ia turut bertanggung djawab untuk seluruhnja, makin besarlah sikap disiplin dari rakjat.
Tenaga dari pada paham demokrasi adalah persoal-djawaban jang bebas dan terbuka, jang tiap-tiap kali dapat membawa kembali kepada kebenaran. Dengan demikian, maka ditjiptakan suasana jang sangat dibutuhkan untuk terdjadinja dan terpeliharanja perdamaian dan kesedjahteraan jang sungguh-sungguh.
<section end="5" /><noinclude>{{rh|36}}</noinclude>
3ofdskue2vyv4b6tywncsd0h5qmrtzl
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/22
104
69505
315890
315506
2026-08-26T12:29:08Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315506|315506]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315890
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="2" />sampai semuanja mendapat bahagian, selama itu djuga uang harus mengalir kebawah. Dalam hal ini tidak pernah terlalu banjak, tetapi hanja terlalu sedikit dilakukan.
Kemerdekaan suatu negara tidak boleh diukurkan kepada standard dari lapisan rakjat jang paling terpeladjar. Kemerdekaan negara itu adalah sama harganja dengan ''kemerdekaan golongan jang paling rendah.'' Kemerdekaan suatu negara tidak boleh diukurkan kepada kemerdekaan profesor-profesor jang berbitjara dan menulis tentang
kemerdekaan, melainkan kepada kemerdekaan petani dan buruh, jang menderita kesukaran dalam negara itu djuga, dimana nenek mojang mereka atau mereka sendiri atau anak-anak mereka telah memperdjoangkan kemerdekaan politik. Kemerdekaan Indonesia harus diukurkan umpamanja kepada kemerdekaan orang-orang buta huruf, jang terkurang dan terbelenggu oleh kekurangan pengetahuan mereka. Barang siapa jang mengerti hal itu, ia tidak dapat mengetjap
kemerdekaannja, selama ia masih mempunjai sesamanja manusia jang kurang merdeka dari padanja sendiri. Ia tidak dapat membiarkan hal ini. Makin besar kemerdekaannja, makin bertambah besar kewadjibannja, untuk turut memerdekakan orang lain.
2) ''Hak-hak demokrasi'' jang besar itu tidak boleh ditjabut dari tiap-tiap orang, jang dapat mempergunakan pikirannja. Tiap-tiap orang terpanggil untuk turut dengan penuh rasa tanggung djawab
dalam pembangunan negara dan masjarakat. Tiap-tiap orang jang normal dapat mengambil bahagian dalam hal ini. Tidaklah boleh terlalu lekas dikatakan, bahwa rakjat belum dapat melakukannja, atau belum masak untuk demokrasi. Hanjalah diperlukan, bahwa rakjat harus selalu makin dimahirkan dengan didikan dan latihan jang seksama, dengan kursus-kursus, dengan partai-partai dan surat-surat kabar, untuk pemakaian hak-hak demokrasinja dengan tepat dan keinsafan akan kewadjiban-kewadjiban demokrasinja. Usaha memperluas dan meresapkan hak-hak dan kewadjiban-kewadjiban demokrasi hampir-hampir tidak mempunjai batas. Sebab: kerakjatan tidak hanja mengenai stluruh lapangan politik sadja, jaitu perundang-undangan, pemerintahan, dan pengadilan Negara. Djuga perhubungan sosial dan kebudajaan harus diatur setjara demokratis, Dan rakjat menuntut kekuasaannja djuga atas produksi nasional dan alat pembajaran nasional: uang. Karena itu: Perwakilan rakjat!
Disini sekarang pendidikan itu mempunjai tugas jang sangat
<section end="2" /><noinclude>{{rh|18}}</noinclude>
qaeur4n7krmjdjk2m6y11abl6cfhai1
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/23
104
69506
315891
315507
2026-08-26T12:29:28Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315507|315507]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315891
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Rahmaziz" /></noinclude><section begin="2" />besar. ''Kerakjatan berarti pendidikan'', pendidikan sampai kedesa-desa jang terketjil. Akan tetapi djuga harus benar-benar suatu pendidikan, jang menuntun para pemuda berpikir bebas, sendiri dan bertanggung djawab. Hanja dengan tjara jang demikian sadja, maka pemakaian jang salah dari pada hak-hak demokrasi itu dapat ditjegah. Kemungkinan-kemungkinan untuk para agitator dan demagoog dari hari kesehari mendjadi lebih berkurang. Orang-orang jang berpikir tenang dan djernih tidak begitu gampang terpengaruh seperti massa jang tidak berpendidikan. Kerakjatan tulen bukanlah berarti, bahwa massa itu jang memerintah, akan tetapi bahwa massa itu menghilang.
''Makin merdeka rakjat itu,'' makin teguhlah pemerintahnja. Tiap-tiap diktatur sebenatnja berdiri diatas kaki jang Jemah. Oleh sebab diktatur itu menekan tiap-tiap oposisi, maka tidak diketahuinja, berapa banjaknja orang-orang jang sungguh-sungguh berdiri dibelakangnja. Ta tidak tahan akan penentangan dan kritik. Demokrasi adalah sebaliknja dari diktatur. Sebab wudjud demokrasi tidaklah terdapat dalam diktatur golongan jang terbesar (seperti sering dikatakan orang), melainkan dalam kemerdekaan golongan ketjil untuk mengeritik keputusan-keputusan golongan terbesar, Dan golongan ketjil besok Iusa dapat mendjadi golongan besar dan akan mengalami, bahwa mengeritik itu lebih mudah dari pada memerintah. Djadi dengan djalan kritik, maka oposisi itu dalam demokrasi jang tulen selalu ikut memerintah. Kalau hal itu tidak mungkin atau tidak terdjadi, maka tidaklah dapat dikatakan, bahwa ada Kerakjatan.
Makin besar keinsafan orang-seorang itu, ''bahwa ia turut bertanggung djawab'' atas seluruhnja, makin baik djuga ''rakjat itu berdistplin.'' Suatu angkatan perang jang dengan sukarela tunduk kepada peraturan dan ketertiban, itulah angkatan perang jang mempunjai disiplin jang terbaik. Kekuasaan demokrasi adalah kekuasaan jang terkuat, oleh karena dalam suatu bangsa jang alam pikirannja demokrasi tulen, tiap-tiap warga megara menghendaki dan menjokong kekuasaan ini, djuga mereka jang termasuk golongan oposisi. Disini terdjadilah pengertian „loyal opposition”, jang ingin melihat, bahwa djuga kehendaknja sendiri dilaksanakan tidak lain Gari pada menurut
tjara demokratis.
3) Kebangsaan berarti ''pembebasan nasional'', pembebasan dari tiap-tiap kekuasaan asing. Pendjadjahan dan kebangsaan tidak dapat bersama-sama, lebih dari pada api dan air. Suatu bangsa, jang telah
<section end="2" /><noinclude>{{rh|||19}}</noinclude>
awmzuxikovcyd015dkpfgkprukbdpm2
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/24
104
69507
315892
315508
2026-08-26T12:29:41Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315508|315508]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315892
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude><section begin="2" />beladjar mengenal dan menghargai kebangsaan ini, sama sekali tidak boleh mempunjai tjita-tjita, untuk menguasai jang lain. Tempatnja didunia selalu ada disamping mereka, jang belum dibebaskan. Irian tidaklah dibebaskan, djika dimasukkan ''dibawah'' kekuasaan Indonesia. Irian baru. dikatakan bebas, kalau masuk wilajah Indonesia. Irian bukanlah mendjadi ''milik'' Indonesia, akan tetapi Irian itu ''sebahagian'' dari Indonesia, Orang-orang Irian tidak mau diperintah oleh Indonesia, melainkan mereka ingin mendjadi sebahagian dari suatu rakjat, jang memerintah diri sendiri. Djanganlah kita sekali-kali melihat kebangsaan itu lain dari pada melihatnja dari sudut kemerdekaan, jang adalah hak segala manusia: „Bahwa sesungguhnja kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka
pendjadjahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan perikeadilan”.
''Kemerdekaan bangsa'' itu sudah tentu bukanlah berarti kebebasan untuk aksi separatistis, jang membahajakan Negara. Akan tetapi kebangsaan seharusnja berarti djuga, bahwa tidak ada kekuasaan jang didjalankan jang dirasakan asing oleh sebahagian dari rakjat. Dimana perasaan-perasaan nasional dan kedaerahan ditjela dan disinggung guna kesatuan jang salah dipahamkan, maka kemerdekaan itu tidak sempurna. Sebab dalam kemerdekaan itu termasuk djuga hormat menghormati adat-istiadat masing-masing. Kesatuan jang dipaksakan, jang mengorbankan kerakjatan kepada kebangsaan, membawa bahaja kepada seluruhnja. Kesatuan itu harus bertumbuh. Perbedaan-perbedaan jang menghalang-halangi harus diatasi. Akan tetapi uniformiteit akan berarti melemahkan dan memiskinkan. Tenaga kesatuan bangsa sesungguh-sungguhnja harus dapat tahan akan perbedaan-perbedaan, sama seperti suatu keluarga jang anggota-ang-
gotanja mempunjai sifat dan watak jang berbeda-beda: „Bhinneka tunggal ika”. „Berbeda-beda tetapi tetap satu djua”.
''Kebangsaan adalah suatu tenaga sentripetal jang kuat.'' la mengadakan kesatuan jang bertumbuh dari golongan-golongan dan suku-suku bangsa. Akan tetapi pada suatu ketika tiap-tiap kebangsaan itu akan terbentur pada daja penarik bangsa-bangsa lain. Negara nasional itu dibatasi oleh negata-negara nasional jang lain. Dimana kebangsaan itu berusaha untuk kemerdekaan, maka perbatasan-perbatasan ini dihormatinja. Bangsa-bangsa atau suku-suku bangsa, jang ada diperbatasan, harus mempunjai kemetdekaan untuk menggabungkan diri kepada negara jang dikehendakinja, atau untuk membentuk negara
<section end="2" /><noinclude>{{rh|20}}</noinclude>
2cly8cje9ufls231t3p6blvh9s5198j
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/25
104
69508
315893
315509
2026-08-26T12:29:54Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315509|315509]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315893
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude><section begin="2" />sendiri. Adanja ''negara-negara'' ketjil diantara negara-negara besar
menandakan, bahwa kebangsaan diatas bumi ini djauh dari pada
sempurna dan bahwa djawaban jang absolut atas soal bangsa tidak
dapat diketemukan. Negara-negara ketjil ini menundjuk kepada
suatu kesatuan jang lebih tinggi dari segala bangsa dimana bangsa
jang ketjil dan jang lemah djuga dapat memperoleh tempat jang
disediakan baginja. „Kita harus menudju persatuan dunia, persaudaraan dunia”. (Presiden Soekarno)
4) Makin giat suatu bangsa berusaha untuk pembebasan dirinja,
makin besar sokongannja terhadap ''pembebasan umat manusia jang
umum.'' Achirnja, objek dari pada pembebasan itu bukanlah tanah
atau bangsa, melainkan manusia sendiri. Manusia harus dimerdekakan, jang — walaupun perbedaan-perbedaan nasional — dimana-mana sama, jaitu: Ecce homo! Karena itu pembebasan jang benar
adalah peri-kemanusiaan jang benar dan sebaliknja. Peri-kemanusiaan jang benar dinjatakan, dimana manusia itu bukan lagi hanja
massa sadja, jang berdjumlah berdjuta-djuta, dan jang mendjadi
umpan meriam-meriam, akan tetapi dimana ia dipandang dan
dihargai sebagai orang-seorang. Djadi: dimana negara itu tidak hanja
menolong dan memadjukan jang kuat-kuat sadja, melainkan sebaliknja; menolong dan memadjukan orang-orang jang lemah. Kita dapat katakan: Makin banjak usaha suatu negara untuk orang-orang jang paling lemah diantara warga-warganja — unsur-unsur a-sosial,
penderita-penderita penjakit jang tidak dapat disembuhkan, orang-orang jang tua, baji-baji, invalide-invalide, — maka makin merdekalah negara itu.
Dimana Peri-kemanusiaan itu mendapat pengaruh dalam perundang-undangan, pemerintahan dan pengadilan suatu negara, disanalah dibongkarnja djuga batas-batas kebangsaan dan dinjatakannja tenaganja dalam „internationalisme” jang tulen djuga: Peri-kemanusiaan membuka mata kita untuk bangsa-bangsa dain, bukanlah hanja untuk kekajaan mereka, kebudajaan mereka, dan kekuasaan mereka sadja, akan tetapi terutama untuk kesukaran-kesukaran dan kesusahan-kesusahan mereka, penjakit-penjakit dan ketjelakaan-kerjelakaan mereka, Peri-kemanusiaan itu melindungi orang asing, jang tidak selamanja dan tidak dimana-mana mendapat kedudukan jang baik, akan tetapi seringkali datang sebagai pelarian, emigrant, jang berdiri di pintu gerbang suatu negeri mentjari pertolongan. Achir-achirnja
<section end="2" /><noinclude>{{rh|||21}}</noinclude>
sqg23sc05bd2rn6kw9emkldc1dqo8vg
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/26
104
69655
315894
315510
2026-08-26T12:30:16Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315510|315510]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315894
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="2" />Peri-kemanusiaanlah, jang menempatkan politik internasional diatas gerakan tenaga-tenaga dan kekuasaan-kekuasaan dan jang membawa bangsa-bangsa kepada kerdja-sama jang lebih erat. ,Kita bukan sadja harus mendirikan negara Indonesia Merdeka, tetapi kita harus menudju pula kepada kekeluargaan bangsa-bangsa.” (Presiden Soekarno dalam „Lahirnja Pantja-Sila”.)
5) ''Tuhan merdeka dan memerdekakan''. la adalah sumber segala kemerdekaan jang sesungguhnja. Peri kemanusiaan tulen, kebangsaan tulen, kerakjatan tulen, keadilan tulen, datangnja dari pada Dia,
Pemberi segala anugerah. Karena itu prinsip Ke-Tuhanan jang Maha Esa hanja mempunjai arti jang begini: Membiarkan Tuan Allah dalam mentjari manusia dan membiarkan ''manusia'' dalam mentjari Tuhan Allah. Kemerdekaan itu lama-kelamaan tidak dapat tetap, bilamana kemerdekaan itu pada dasarnja bukan kemerdekaan rohani, dan itu berarti: kebebasan agama, keinsafan batin dan pikiran. Makin kuat Negara itu, makin bebas ia dalam hal ini. Ia melindungi perdjuangan rohani akan kebenaran, karena perdjuangan
ini membawa udara bebas dan segar. Hanjalah dalam udara ini sadja, kemerdekaan Negara itu dapat berdiri terus.
<section end="2" />
<section begin="3" />{{rh||III.}}
{{rh||PANTJA-SILA}}
{{rh||DARI SUDUT PERDAMAIAN DAN KESEDJAHTERAAN.}}
Djika kita menghubungkan isi pengertian-pengertian „damai” dan „sedjahtera” dan kemudian menambahkan kata-kata „selamat sentausa” (lihatlah alinea kedua dari pada Mukaddimah!), „aman” dan „makmur”, maka kita mendekati isi jang kaja dan luas dari sebuah kata dalam Alkitab: ''„sjalôm”''. Kalau kita sekarang dalam
hubungan ini memakai terutama kata-kata „damai” dan „sedjahtera” atau „perdamaian” dan „kesedjahteraan”, maka kita selalu maksudkan lebih dari pada „damai” sadja atau „sedjahtera” sadja. Kita maksudkan
„sjalôm”!
Tentang „sjalôm” ini, jang meliputi segala-sesuatu, dikatakan oleh Alkitab, bahwa Tuhan Allah sumbernja dan Chaliknja, bahkan, bahwa Ia sendiri „sjalôm” ini dan bahwa Ia telah mengangkat seorang
<section end="3" /><noinclude>{{rh|22}}</noinclude>
pfeg50dksp9sapk6rkclqfdystca32a
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/27
104
69656
315895
315513
2026-08-26T12:30:32Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315513|315513]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315895
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude><section begin="3" />„Radja assalam”, untuk mendirikan „sjalôm” ini diantara kita. „Radja assalam” ini ''adalah'' perdamaian dan kesedjahteraan kita. Pada saat
kedatanganNja, malaekat-malaekat bernjanji: „Sedjahtera diatas bumi!”
Akan tetapi kedatangan kesedjahteraan ini terdjadi dengan tjara
jang sangat mengherankan dan tidak masuk akal. Djustru disana,
dimana kesedjahteraan ini sedang mendjadi kekuasaan jang mengalahkan segala sesuatu, maka kita mendengar ratapan ibu-ibu di
Baitlahim kehilangan anak-anaknja, jang dibunuh radja Herodes.
Dan dimana kesedjahteraan itu, seperti air sungai jang meluap, jang
menggenangi dan mengalahkan segala sesuatu — maka disana kita
melihat tubuh jang hantjur dari Radja assalam” tergantung pada
kaju salib. Djadi demikian tingginja sedjahtera Allah itu melebihi
akal kita! (Pilipi 4 : 7). Marilah kita memandang kepada orang ini:
Damai Dunia jang tidak berdaja, jang menderita, jang gagal; marilah
kita nremandang kepada orang ini, jang tatkala kena nista, tiada
membalas dengan nista, dan tatkala ia kena sengsara, tiada mengantjam, melainkan menjerahkan Dirinja kepada Dia, jang menghakimkan dengan adilnja (1 Petr. 2 : 23). Marilah kita memandang kepada-Nja — dan, djika setelah kita melihat itu semuanja, ambillah salah
satu dari antara dua sikap, jaitu: mengedjek dan mentertawakan
kesudahannja sesuatu angan-angan, atau dalam tubuh djasmani kita
ini menjembah Allah, jang djustru dengan menderita ketidak-adilan
menegakkan kembali keadilan, dan dengan keadilan ini menegakkan
perdamaian dan kesedjahteraan.
Pengertian-pengertian sedjahtera, damai, pendamaian, pembalasan,
penggantian, dalam Al-Kitab, tidak dapat dipisahkan satu sama lainnja. Kesedjahteraan tidaklah dapat datang dengan tidak ada pembalasan jang adil. Kerugian harus diganti dan kerusakan harus
diperbaiki. Hukum „mata ganti mata” dan „gigi ganti gigi” rupa-rupanja satu-satunja djalan untuk mewudjudkan kesedjahteraan.
Akan tetapi djustru djalan inilah jang selalu membawa kepada keadaan jang tidak damai dan peperangan jang baru. Itulah sebabnja,
maka kebanjakan perdjandjian-perdjandjian per¢amaian mengandung
benih malapetaka jang baru dan peperangan itu tidak ada habis-habisnja. Sungguh suatu dilemma! Suatu impasse! Djadi disana tidak
ada sedjahtera dengan tidak pembalasan. Akan tetapi djustru pembalasan itulah jang membangkitkan peperangan jang baru.
Circulus vitiosus ini hanja dihentikan oleh salib Kristus sadja.
<section end="3" /><noinclude>{{rh|||23}}</noinclude>
pv28tinxqfrhcpdx6bxrcwq5podmred
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/28
104
69657
315896
315514
2026-08-26T12:30:49Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315514|315514]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315896
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />Disini terdapat pembalasan, penggantian, pendamaian jang penuh
untuk setiap orang. Disinilah ''adanja'' keadilan: mata ganti mata,
gigi ganti gigi, hidup ganti hidup, jang didjalankan dengan teliti
dan mendahsjatkan. Akan tetapi disini djuga segala pengaduan dan
tuntutan, jang dimadjukan oleh manusia kepada Allah dan oleh
manusia kepada manusia, dihilangkan. Sebab: jang tidak bersalah
menderita untuk orang-orang jang bersalah dan dengan demikian ia
mendjadi penagih hutang, jang mengumpulkan surat-surat hutang
dalam tangannja dan menjobek-njobekkannja dalam matiNja pada
kaju salib, Apakah akibat-akibatnja, djikalau kita mendjalankan pengetahuan ini dalam lapangan politik?
1) ''Kesedjahteraan sosial dan perdamaian antara madjikan dan pekerdja'' tidak boleh diturunkan harganja mendjadi kompromis antara madjikan dan pekerdja. Perdamaian dan kesedjahteraan itu tiada pernah suatu kompromis. Kompromis itu terdjadi, djika pekerdja pada waktu itu tidak dapat lagi mentjapai lebih banjak dan madjikan tidak mau lagi mengabulkan lebih banjak dari pada suatu tuntutan. Djadi hasilnja tidak lain dari pada gentjatan sendjata, jang mungkin dibatalkan, bilamana terdjadi pergeseran kekuasaan dan keadaan, jang memberi kesempatan baik untuk salah satu partai. Perbedaan-perbedaan jang sebernarnja, tidaklah dapat dipetjahkan dengan tjara jang demikian. Pekerdja itu merasa djuga, bahwa madjikan atau pengusaha atau pemindjamkan uang seringkali tidak akan madju selangkah, djika mereka tidak dipaksa, dan bahwa mereka masih djuga dapat menarik keuntungan sebanjak-banjaknja. Bahwa buruh itu pada sekali waktu dapat keliru dalam hal ini, tidaklah membawa perbaikan. Kebiasaannja ia tidaklah keliru: Ia merasa atau mengetahui, bahwa mereka, jang berdiri dihadapannja, tidaklah bersungguh-sungguh dan dibelakangnja mereka tersenjum, kalau mereka berhasil menidurkan si buruh. Dengan demikian tidaklah dapat timbul kepertjajaan. Hanja solidariteit jang sepenuhnja dati pada persekutuan kerdja sama, jang bertumbuh sampai kepada kekelmargaan, jang baru dapat dinamakan perdamaian dan kesedjahteraan. Barulah, djika tiap-tiap buruh itu mendjadi produsen dan tiap-tiap produsen mendjadi buruh, dapat terdjadi suatu famili baru, keluarga baru, marga baru, bangsa baru, jang dalam dunia modern harus menggantikan persekutuan-persekutuan jang bobrok. Itulah bangsa orang-orang jang bekerdja semua dan
<section end="3" /><noinclude>{{rh|24}}</noinclude>
susvbrfycxrifyi9jw5v206yvdqioow
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/29
104
69658
315897
315515
2026-08-26T12:31:02Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315515|315515]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315897
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />jang berpendapatan semua. Adakah tjara jang lain untuk mengadakan sedjahtera dalam waktu sekarang? (Bandingkan dengan apa
jang dikatakan Presiden Soekarno dalam „Lahirnja Pantja-Sila” tentang „gotong-rojong”.)
''Tidaklah akan ada perdamaian dan kesedjabteraan, dengan tidak ada keadilan''. Berilah buruh itu makanan setjukupnja — seperti jang
dilakukan djuga oleh tuan-tuan tanah jang tjerdik terhadap kerbau-
kerbau pembadjaknja — berilah ia hadiah-hadiah, kenaikan gadji,
gtatifikasi sebanjak-banjak menurut kehendak kita. Akan tetapi
djika ini semua hanja berupa sedekah sadja, jang sebetulnja bukan
haknja, maka buruh itu selalu tidak akan puas. Dalam hubungan ini
Sangat menarik perhatian, bahwa dalam suasana ketimuran hadiah
dan upah, uang kemahalan dan. gratifikasi tidak dipisah-pisahkan.
Tjobalah hadiah lebaran itu ditiadakan satu kali, maka saudara-
saudara akan melihat, bahwa hal ini dianggap sebagai penahanan
upah. Djadi disini upah itu merupakan hadiah, akan tetapi hadiah-
hadiah ini tetap mendjadi sebahagian dari upah dan oleh sebab itu
diatur sebagai upah-upah sendiri dalam persetudjuan-persetudjuan
perburuhan atas dasar hukum perburuhan.
Sedjahtera jang berdasarkan keadilan hanja dapat terdjadi dalam dunia ini dengan ''menjerahkan dan mengorbankan dengan sukarela hak-hak jang ada.'' Seperti Anak Allah telah melepaskan hak-hak
ilahiNja, demikian djuga untuk perdamaian dan kesedjahteraan
selalu harus ada orang, jang mentjabutkan haknja sendiri — perhatikanlah: melepaskan haknja sendiri, dan bukanlah hak orang-orang
Jain. Summum ius summa iniuria: Hak tertinggi — pelaksanaan hak saja sepenuhnja — dapat membawa saja kepada
ketidak-adilan jang paling besar. Michaël Koolhaas, tjiptaan seorang pudjangga bangsa Djerman, disebabkan oleh keinginan jang
tak sampai untuk menegakkan kembali keadilan, achirnja mendjadi anarchist, jang membalas ketidak-adilan jang dideritanja
seratus ganda. Karena itu: lebih baik megderita ketidak-adilan, dari
pada melakukan ketidak-adilan.
Tetapi sekarang agaknja salah, kalau kita berkata djustru kepada buruh dengan tjara demikian. Ia memangnja kekurangan dan menderita ketidak-adilan. Perkataan-perkataan itu harus ditudjukan kepada orang-orang jang berada, jang bermodal, jang kuat, jang sehat: Lepaskanlah jang dikatakan orang hak-hakmu itu, sebab hak-hak itu sudah mendjadi tidak adil. Perseimbangan disini tidak dapat {{hws|ter|terdjadi}}
<section end="3" /><noinclude>{{rh|||25}}</noinclude>
aq62avejgc1sxnjryqx6perf0lauw2y
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/30
104
69820
315898
315516
2026-08-26T12:31:14Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315516|315516]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315898
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />djadi dengan menjerukan kepada dua belah pihak untuk meletakkan sendjata. Seruan netral jang demikian memperkuat kedudukan pihak jang kuat dan melemahkan kedudukan pihak jang lemah. Pihak jang lemah tidak dapat bersungguh-sungguh dengan seruan jang demikian, dan ketidak-pertjajaan terhadap geredja, jang menjangka telah bertindak bidjaksana sekali dengan sikap tidak memihak itu, akan makin besar. Memang benar sekali! Segala seruan jang
sematjam itu achir-achirnja menimbulkan ketidak-adilan kembali dan bukanlah keadilan.
2) ''Perdamaian dan kesedjahteraan jang sesungguh-sungguhnja, terdjadi oleh kebenaran, dan kebenaran itu ingin mendjadi terang bagi umum.'' Urusan-urusan negara tidak boleh — terketjuali berapa hal, seperti umpamanja rahasia-rahasia militer — ditahan untuk
perdebatan umum. ''Perdebatan umum ini adalah salah satu dari antara sifat-sifat dasar jang terutama dari demokrasi tulen.'' Ahli-ahli politik, jang takut akan sinar dari kritik umum, tidak menghendaki aturan ini. Akan tetapi djustru karena demikianlah, maka penting
sekali, untuk mempertahankan demokrasi, dan kita lebih senang
pada demokrasi dari pada setiap bentuk diktatur. Dimana orang
jang tidak merasa puas dapat mengeluarkan ketidaksenangnja, dimana surat-surat kabar dimuka umum dapat mengeluarkan pendapatnja tentang beleid pemerintah ataupun barangkali mengeritiknja,
dimana didalam parlemen segala sesuatu itu diperiksa dengan teliti,
dimana dengan tjara pemilihan umum revolusi jang terus-menerus
dan teratur dapat berdjalan, disanalah sebenarnja ditjegah revolusi
jang tidak teratur dengan pertumpahan darah dan pembakaran-pembakaran: disanalah senantiasa terdjadi kembali perdamaian dan
kesedjahteraan politik, djustru disebabkan oleh perdjoangan jang
terus terang. „Tidak ada satu negara boleh dikatakan negara hidup,
kalau tidak ada perdjoangan didalamnja." (Presiden Soekarno dalam
„Lahirnja Pantja-Sila", dimana beliau menamakan prinsip demokrasi
itu „dasar mufakat, dasar perwakilan, dasar permusjawaratan".)
Tiada lagi jang dibutuhkan oleh suatu negeri selain dari pada
forum dan gelanggang ini, dimana rakjat itu dapat memperdjoangkan
soal-soal dan masaalah-masaalahnja jang besar. Dan karena itu tiada
lain lagi jang dibutuhkan di Indonesia untuk perdamaian dan kesedjahteraan umum, dari pada pemberantasan buta huruf, jang memungkinkan tiap-tiap orang tampil kemuka diforum dan panggung
<section end="3" /><noinclude>{{rh|26}}</noinclude>
8po28zed12lgnp8bjthwac9720b2ynq
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/31
104
70188
315899
315517
2026-08-26T12:31:28Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315517|315517]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315899
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />perdjoangan itu dan mengeluarkan disana pendapatnja sendiri jang
merdeka.
Sudah tentu, bahwa ini ada ''bahajanja dan risikonja:'' Kekuatan berpikir dan berpendapat suatu bangsa diudji oleh demokrasi itu.
Pemimpin-pemimpin jang benar dan jang palsu menawarkan diri.
Agitator-agitator tampil kemuka, jang mengodja dan menjesatkan
massa. Suara-suara dibeli. Suara hati dan perasaan hati lebih dipentingkan dari pada pikiran jang tenang. Gerombolan-gerombolan dan
partai-partai berusaha terus mentjari kepentingannja sendiri dengan
tidak mengatjuhkan keselamatan bangsa seluruhnja. Dalam hal ini semuanja, kebenaran tidaklah selalu dikatakan. Kadang-kadang sukar
memisahkan, mana jang benar dan mana jang bohong, mana jang
setengah benar dan mana jang setengah salah. Mungkin kebenaran
itu seringkali tidak dapat dengan segera dilaksanakan.
Akan tetapi djustru karena itulah, maka kebenaran itu harus
diperdjoangkan terus dengan sabar dan tekun, Kebenaran itu pada
suatu ketika akan njata. Pada suatu waktu akan ternjata, siapa jang
telah mengatakan kebenaran dan siapa tidak. Djuga dalam lapangan
politik berlaku: „Dari pada buah-buahannja kamu akan mengenali
dia." (Matius 7 16) Kadang-kadang akan memakan waktu jang
sedikit lama, sehingga sebahagian jang terbesar dari pada bangsa itu
dapat dibawa kepada suatu perkara jang baik. Akan tetapi perkara
ini bukan lagi mendjadi perkara jang diperintahkan. Perkara ini akan
mendjadi kejakinan jang mendalam. Dan itu adalah hasil djerih pajah
pergumulan jang lama dan sulit!
Dapatlah terdjadi, bahwa suatu bangsa djatuh sakit, bahwa ia mendapat demam dan mendjadi gila. Dalam keadaan jang begini tidak
dapat dipisahkannja lagi mana jang benar dan mana jang djahat.
Kuasa-kuasa djahat bersimaharadjalela. Itu adalah achirnja demokrasi
dan tanda keruntuhan negara, jang sedang mendekati. Sebab demokrasi itu bukanlah suatu guna-guna untuk mentjapai kebahagiaan jang sempurna. Demokrasi sama keadaannja seperti orang-orangnja
jang berpegang kepadanja. Kalau orang-orangnja djatuh, maka demokrasi djuga djatuh. Akan tetapi apakah itu suatu alasan untuk
menentang demokrasi? Tidakkah hal itu lebih-lebih berlaku untuk
tiap-tiap bentuk negara jang lain? Siapakah jang dapat memberi
djaminan kepada kita, bahwa seorang diktator atau suatu directorium
atau suatu golongan kaum oligarchi atau aristokrasi kurang {{hws|kemung|kemungkinannja}}
<section end="3" /><noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
rj91zrp8h489zyqon127gxgp8xrql1w
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/41
104
70189
315909
315531
2026-08-26T12:33:50Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315531|315531]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315909
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="5" />Demokrasi bukanlah suatu guna-guna untuk mentjapai kebahagiaan jang sempurna. Kerakjatan bukanlah berarti bahwa pemerintah jang harus mendjadikan rakjat itu bahagia. Sebab rakjat dan pemerintah adalah satu. Kebahagiaan terdjadi disini dalam perhubungan jang peribadi, bebas dan bertanggung-djawab, jang memperhubungkan semua warga negara: Bakti itu adalah kebahagiaan orang-orang jang merdeka.
5. Soal kemerdekaan pusatnja adalah soal pembebasan sosial. Kemerdekaan suatu negara itu adalah sama besarnja dengan kemerdekaan golongan rakjatnja jang paling rendah.
Perdamaian dan kesedjahteraan sosial bukanlah suatu kompromi antara madjikan dan pekerdja. Solidariteit jang sepenuhnja barulah dapat dikatakan perdamaian dan kesedjahteraan. Tiada perdamaian dan kesedjahteraan dapat terdjadi djika tidak dengan keadilan. Perdamaian dan kesedjahteraan dengan keadilan hanja dapatlah terdjadi dalam dunia ini oleh pengorbanan jang sukarela dari hak-hak jang telah ada.
Tiada kebahagiaan tidak dengan kerdja. Akan tetapi sangat banjak kerdja tidak dengan kebahagiaan. Keadilan sosial berarti, bahwa semua kerdja harus dihargai dan dihormati dan dibajar setjara adil. Dan bahwa ada istirahat setelah bekerdja. Istirahat ini adalah kebahagiaan, jang hendak diberikan oleh Allah, Chalik, Pendamai dan Penebus, kepada segala machlukNja.
<section end="5" /><noinclude>{{rh|||37}}</noinclude>
lm4crxpkn31pgzenp5xew6wq3z8czeu
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/32
104
70300
315900
315518
2026-08-26T12:31:42Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315518|315518]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315900
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />{{hwe|kinannja|kemungkinannja}} untuk bersalah dari pada golongan terbesar dari pada suatu
bangsa seluruhnja?
3) ''Sedjahtera manusia adalah suatu sedjahtera jang harus dipertahankan.'' Sedjahtera itu djustru untuk orang-orang lemah dan bertjatjat harus dipertahankan dengan kekuasaan dan kekuatan, kalau
perlu dengan kekerasan sendjata djuga. Kesatuan suatu bangsa mau
tidak mau mengharuskan adanja pendjagaan bersama untuk keamanan, kedalam polisionil dan keluar militer. Akan tetapi apakah
itu sembojan nasib jang tua, jang mendjadi pegangan Pax Romana:
Si vis pacem, para bellum. „Djikalau engkau menghendaki keamanan, bersedialah untuk perang.” Bukankah prinsip ini membawa
kepada persendjataan kembali jang umum, suatu perlombaan untuk
mempersendjatai diri, jang selalu berakibatkan peperangan jang lebih
dahsjat lagi? Lihatlah persendjataan kembali dari Djerman dalam
pettahanan Atlantik untuk menghadapi Rusia. Lihatlah pengumuman keadaan bahaja di Amerika. Apakah Hitler djuga selalu berkata-kata tentang damai dan sedjahtera, padahal peranglah jang dimak-
sudkannja? Memang benar-benar: kita harus tadjam sekali memisahkan mana pendjagaan untuk mempertahankan diri dari suatu bangsa
jang tjinta damai, jang tidak dapat dengan kurang hati-hati mengorbankan keamanan dalam batas-batas negaranja — mana militairisme
agresif jang membinasakan, jang memuliakan peperangan dan mementingkan kekuasaan lebih dari pada keadilan. Siapa jang
dapat mengatakan, dimana disini batas-batasnja? Siapakah jang
dapat berseru kepada suatu bangsa untuk mengambil sikap militant
dan bersama itu djuga memperingatkan, supaja djangan mengambil
sikap militeristis? Hal ini hanja dapat terdjadi dalam suatu negara,
Jang mempunjai polisi jang baik, akan tetapi bukan negara-polisi,
dan jang mempunjai tentara kuat, akan tetapi bukan „negara militer”.
Didalam demokrasi, pemegang kekuasaan negara itu ialah orang
preman, bukanlah tentera. Akan tetapi setiap orang preman harus
dapat mendjadi tentera dalam keadaan bahaja. Tidaklah baik, kalau
ada perbedaan jang terlalu besar antara tentera dan orang preman.
Seorang tentera pada suatu ketika harus dapat menanggalkan pakaian
ketenteraannja. Ja harus dapat menginsafi bahwa tugas ketenteraannja
adalah untuk sementara. Sebenar-benarnja ia menunggu-nunggu dengan tidak sabar akan perletakan sendjata seluruhnja, dimana pedang
dan tombak ditempa mendjadi sabit dan penggali (Nabi Jesaja 2)
<section end="3" /><noinclude>{{rh|28}}</noinclude>
ql3udxtw0vjprnq9eshi44ilm2fd0dd
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/33
104
70397
315901
315519
2026-08-26T12:31:54Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315519|315519]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315901
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />dan segala pakaian perang jang berlumur dengan darah didjadikan suatu timbunan akan dimakan api (Nabi Jesaja 9).
''Prinsip kebangsaan berarti perpaduan, persesuaian, keakuran, persatuan dari pada satu bangsa.'' Tetapi dengan demikian bangsa ini
malahan membatasi diri dari pada bangsa-bangsa jang lain. Orang
mendjadi asing satu sama lainnja. Negeri jang asing, bangsa jang
asing, bahasa dan kebudajaan jang asing, adat-istiadat jang asing
dirasakan mendjadi antjaman bagi dirinja. Kepelbagaian mendijadi
pertjeraian. Perbedaan mendjadi persengketaan. Terdjadilah peperangan, karena beberapa bangsa tidak dapat lagi saling mengerti.
Apakah harus demikian dan tetap tinggal demikian? Apakah kebangsaan harus mendjadi musuh perdamaian dan kesedjahteraan antata bangsa-bangsa? Memang tidak. Djuga kebangsaan dapat mendjadi abdi perdamaian dan kesedjahteraan internasional. Hal ini terdapat, djika kebangsaan itu mengadjar kita untuk mengartikan dan menghargai bangsa-bangsa, bahasa-bahasa dan kebudajaan-kebudajaan lain. Kebangsaan jang tulen menghormati djuga tjinta tanah
air bangsa-bangsa lain. Kebangsaan mengadjak untuk mempeladjari
dengan penuh hasrat bangsa-bangsa lain, untuk kerdja sama dalam
kebudajaan, untuk saling mengirimkan mahasiswa-mahasiswa, untuk
saling mengundjungi. Hal ini semuanja membantu mengalahkan
instink-instink permusuhan dan menegakkan persahabatan antara bangsa-bangsa. (Bandingkan djuga dalam „Lahirnja Pantja-Sila” dengan peringatan Presiden Soekarno akan chauvinisme, jang didahului dengan perkataan-perkataan: „Saudara-saudara. Tetapi... tetapi... memang prinsip kebangsaan ini ada bahajanja!”)
4) Disini kita bukanlah berkata tentang prinsip pasifistis. Dalam hubungan ini kita tidak berbitjara tentang kesedjahteraan jang absolut. Kita membitjarakan kesedjahteraan umat manusia jang relatif, jang sementara, akan tetapi jang dapat diwudjudkan dalam waktu jang sedang berachir ini dan dalam dugia jang akan lenjap. ''Kesedjahteraan ini meliputi segala sesuatu, jang mengenat umat manusia dan jang mempertinggi deradjat umat manusia:'' tiap-tiap pernjataan kehidupan, tiap-tiap usaha kebudajaan, tiap-tiap perkembangan bakat dan karunia, tiap-tiap perkembangan kesenian, pengetahuan, teknik, perdagangan dan industri, pertanian dan pertambangan, semuanja, jang dapat mempertinggi deradjat kehidupan rakjat dan orang seorang. „Sjalôm” berarti bukan sadja perasaan hati jang puas,
<section end="3" /><noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
9119uio8327jr6ewkb556qgy1vmoay0
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/34
104
70398
315902
315520
2026-08-26T12:32:14Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315520|315520]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315902
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />bukan sadja angan-angan seorang pertapa, jang mendjauhkan diri dari dunia. „Sjalôm” berarti djuga dan lebih lagi: lampu listrik, makanan jang baik, pakaian-pakaian untuk pesta, dan_hari-hari,
waktu orang bebas dari pekerdjaan. Suatu perumahan, dimana suatu
keluarga dapat berkembang. Kemungkinan bagi seorang anak untuk
mendapat didikan, jang pantas dan sesuai baginja. Hal itu semua
terdjadi, djika kita melihat peri-kemanusiaan dari sudut kesedjahteraan. Disinilah tugas Negara jang sebenarnja. Disinilah ia mendapatkan pokok dari segala usahanja: manusia sendiri, jang hendak
tumbuh dan mengembangkan diri.
Akan tetapi disini djuga si lemah jang menderita kekalahan: Pertumbuhan dan perhubungan manusia mudah mendjadi
suatu perlombaan dari mereka, jang mempunjai keuletan jang terbesar. Perlombaan mendjadi persaingan. Persaingan menghasilkan
kesombongan dan kebentjian. Dan kesudahannja dari pada semua
ini ialah, bahwa kesenian, kebudajaan dan pengetahuan djatuh kembali kedalam tangan lapisan atas, dan hanja bagi lapisan atas ini,
jang dinamakan orang-orang pilihan. Bangsa jang miskin dibiarkan
djuga lapar dalam kebudajaan. Karena itu, maka mendjadi kewadjiban besar bagi negara demokrasi, untuk meninggikan deradjat
orang-orang lemah. Kekajaan-kekajaan djasmani dan rohani suatu
bangsa tidak boleh tinggal tetap milik orang-orang pilihan. Perikemanusiaan berarti: Kesehatan rohani dan djasmani untuk rakjat
seluruhnja. ''Peri-kemanusiaan bukanlah berarti: suatu deradjat maximal untuk beberapa orang serta deradjat minimal untuk sisanja,
melainkan deradjat maximal untuk tiap-tiap orang.''
Djika suatu bangsa dengan tjara jang demikian tengah berusaha untuk mentjapai dan mewudjudkan sedjahtera dari peri-kemanusiaan dalam hidupnja sendiri, maka ia memberi sokongan kepada perdamaian dan kesedjahteraan dunia. Dan bangsa jang demikian tidak hanja akan menerima sokongan internasional, akan tetapi djuga memberikan sokongan internasional. Harga dan arti sebenarnja dari suatu bangsa untuk hidup bersama setjara internasional tidaklah bergantung kepada djumlah meriam atau bom, jang dihasilkan oleh bangsa ini, djuga tidak kepada djumlah orang, djuga tidak kepada sumber-sumber pertolongan alam, akan tetapi kepada tingkatan pelaksanaan peri-kemanusiaan dalam golongan-golongan paling rendah. Djadi dengan tjara bagaimanakah suatu bangsa dapat berbakti kepada umat manusia? Dengan djalan diri sendiri mendjadi {{hws|berperi-kemanu|berperi-kemanusiaan}}
<section end="3" /><noinclude>{{rh|30}}</noinclude>
23ad1xrvq3yknhog2llseuogttwwr30
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/35
104
70401
315903
315521
2026-08-26T12:32:34Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315521|315521]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315903
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />{{hwe|siaan|berperi-kemanusiaan}}. Bagaimanakah suatu bangsa dapat mendjadi berperi-kemanusiaan? Dengan djalan menghilangkan perbedaan-perbedaan golongan dan bangsa dan Jain-lain, jang dibawa dan dihidup-hidupkan oleh pikiran, bahwa diri sendiri lebih tinggi atau lebih kurang dari pada jang lain.
5) ''Apakah jang seharusnja mendjadi arti pengakuan keTuhanan jang Maha Esa dalam hubungan ini?'' Ialah begini: bahwa harus ada perdjoangan rohani untuk perdamaian dan kesedjahteraan. Bahwa perdjoangan rohani ini dengan tidak terbatas harus dapat menembus sampai pertanjaan-pertanjaan jang paling achir dan paling dalam. Bahwa harus diadakan kemungkinan untuk membawa didepan umum pertanjaan ini: Siapa Allah jang pohon perdamaian dan kesedjahteraan itu (Rum 15 : 33). Negara jang begitu adalah jang paling mendekati perdamaian dan kesedjahteraan, jaitu Negara jang tidak menghalang-halangi pertanjaan itu dipersoalkan. Djadi perkataan-perkataan „Ke Tuhanan jang Maha Esa” itu bukanlah suatu mantera, jang dapat dipakai negara untuk mengachiri perdjoangan rohani. Perkataan-perkataan itu bukanlah suatu sembojan, jang dipakai oleh suatu pemerintah untuk memerintahkan perdamaian antara bermatjam-matjam agama. Bukanlah djuga suatu pengakuan iman, suatu sahadat, jang dapat diletakkan oleh Negara kepada warga-negara-warga-negaranja. Anggapan jang sedemikian dari KeTuhanan jang Maha Esa akan bertentangan dengan Perikemanusiaan dan Kerakjatan. Anggapan ini akan bertentangan djuga dengan isi Undang-undang Dasar Sementara. Anggapan ini akan menggangegu perdamaian jang sesungguhnja didalam negeri. Perdamaian agama jang sebenarnja terdjadi dan terdapat disana, dimana negara ini sebenarbenarnja melindungi ''perbedaan-perbedaan'' agama dan tidak mengadakan usaha, untuk mengumumkan kepertjajaan kesatuan dan religi kesatuan, pengakuan iman kesatuan untuk warga negara semuanja. „Bukan sadja bangsa Indonesia bertuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknja bertuhan Tuhannja sendiri.” (Presiden Soekarno) Dalam suatu negara, jang didasarkan atas Pantja-Sila, dengan sendirinja orang-orang itu tidak saling membunuh lagi disebabkan oleh perkara-perkara agama, melainkan, bahwa perbedaan-perbedaan dalam lapangan keagamaan terbukti „setjara kebudajaan” dan „dengan tjara jang berkeadaban” (Presiden Soekarno) dan bahwa prinsip
<section end="3" /><noinclude>{{rh|||31}}</noinclude>
7rpaloqbgkfr3zffiwqfz7lonhte76v
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/36
104
70402
315904
315522
2026-08-26T12:32:47Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315522|315522]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315904
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="3" />„verdraagzaamheid” atau toleransi didjalankan. (Lihatlah utjapan Presiden Soekarno dalam Lahirnja Pantja-Sila!)
Marilah kita bertanja sekali lagi: Apakah artinja „KeTuhanan jang Maha Esa” dilihat dari sudut perdamaian dan kesedjahteraan? Tentu begini: „verdraagzaamheid” jang meliputi segala-galanja, suatu toleransi jang besar terhadap setiap usaha mentjari Allah, setiap pernjataan kepertjajaan-kepertjajaan. „Apakah tjara jang berkeadaban itu? ''Ialah hormat-menghormati satu sama lain.“'' (Presiden Soekarno) Itu bukanlah suatu telativisme. („Semua agama sama!”) Itu bukanlah syncretisme (tjampuran dari pada bermatjam-matjam
agama). Akan tetapi hal itu berhubungan dengan sabar dan kasih, ang diadjarkan Tuhan kepada kita.
<section end="3" />
<section begin="3" /><section end="3" />
<section begin="4" />{{rh||IV}}
{{rh||PANTJA-SILA DARI SUDUT KEBAHAGIAAN.}}
Pantja-Sila dari sudut kebahagiaan! Kita dapat djuga mengatakan: dari sudut kegembiraan! Sebab kebahagiaan dan kegembiraan dan kesukaan berhubungan rapat satu sama lain. Dan dengan demikian kita sekonjong-konjong datang dari lingkungan jang besar dari pada masjarakat dan negara kedalam suasana partikelir dan rumah tangga: Achir-achirnja usaha kita harus menudju kepada pelaksanaan kebahagiaan pribadi orang seorang dan keluarga, kebahagiaan jang berarti: mengetjap sendiri kemerdekaan, kesedjahteraan dan kemakmuran umum. Kebenaran jang dalam tersembunji dalam sembojan opportunisme: Ubi bene, ibi patria. (Tanah airku disana, dimana aku hidup senang.) Suatu tanah air, jang tidak memberi kemungkinan untuk kebahagiaan pribadi jang ketjil dari orang seorang dan rumah tangga, bukanlah tanah air. Kemerdekaan ''individuil'' mendjadi dalam dan
oleh perdamaian dan kesedjahteraan ''kolektif'' kebahagiaan ''individuil'' kembali. Bagaimana djuga kehidupan bersama itu diatur: baik primitif
maupun modern, baik ketimuran maupun kebaratan, baik komunis maupun liberal — suasana kepribadian dan kebahagiaan itu tidak dapat dipisahkan, Kebahagiaan dan ketidak-bahagiaan mengenai pribadi kita. Kegembiraan saja dan kesedihan saja tiada seorangpun jang merasakannja, dan djika saja mati, saja mati sendiri.
Akan tetapi dapatlah terdjadi, bahwa kebahagiaan peribadi jang
<section end="4" /><noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
n9tbs73i6jcuelah6l3ip43s4o879nx
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/46
104
70405
315911
315534
2026-08-26T12:34:45Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315534|315534]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315911
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="kesatuan" />{{hwe|pamanja|umpamanja}}, apakah artinja untuk saja kata-kata „jang”, „didalam”, „bapa” „kami”, „sorga”, djikalau kata-kata ini terlepas satu dari jang lain-lain, Akan tetapi betapa besar perbedaannja, djika kelima kata-kata ini dirangkaikan dan dipersatukan sebagai suatu permintaan doa: „Bapa kami jang didalam sorga.”
Begitupun djuga halnja dengan Pantjasila: Kelima sila itu satu persatu adalah lima perkataan besar, jang harus dibatja seakan-akan sebuah kalimat, djikalau kita bermaksud hendak mentjapai suatu pertjakapan jang berfaedah. Kita harus selalu bertanja kepada diri
sendiri: Apakah artinja kelima kata-kata ini didalam perhubungannja satu dengan jang lain?
2) Kata-kata jang berdiri sendiri-sendiri gampang mendjadi sembojan atau slogan jang tidak berisi. Kata-kata itu hendak berkuasa atas segala sesuatu dan hendak menjampingkan segala kata-kata lain. Demikianlah sekarang, kata ''„demokrasi”'' jang baik itu harus membenarkan politik Amerika seluruhnja. Segala sesuatu jang dilakukan oleh orang Amerika, dilakukan demi nama „demokrasi”. Sebaliknja orang Rusia mengatakan, bahwa hanja mereka sadja jang telah melaksanakan ''keadilan sosial.'' Dan djuga segala ketidak-adilan jang
dilakukan mereka terdjadi demi nama keadilan sosial.
Oleh karena itu, maka adalah paling penting, bahwa Pantjasila mendampingkan ''kedua sembojan itu'' dan menjerukan kepada bangsa Indonesia, untuk melaksanakan ''didalam'' demokrasi ''keadilan sosial'' dan melaksanakan keadilan sosial ''dengan tjara jang demokratis,'' attinja: dengan mempertahankan kebebasan sepenuhnja.
Djika berdiri sendiri, maka ''„kebangsaan”'' itu adalah suatu kata jang sangat berbahaja sekali. Oleh karena berdiri sendiri ini, dalam beberapa puluh tahun jang achir ini, kebangsaan telah membawa penderitaan jang sangat banjak bagi bangsa-bangsa. Eropah hampir dimusnakan oleh kebangsaan; demi nama kebangsaan Hitler telah meruntuhkan bangsanja. Demi nama kebangsaan bangsa Djepang telah mengindjak-indjak bangsa-bangsa lain.
Akan tetapi betapa bedanja, bilamana kata „kebangsaan” itu ditarohkan disamping kata ''„perikemanusiaan”'', dan oleh karena itu seolah-olah dikendalikan dan dibatasi! Djikalau demikian, maka barulah kita dapat berkata-kata dengan bebas tentang kebebasan dan kemerdekaan nasional: didalam perhubungan internasional dari bangsa-bangsa. Dengan berterima kasih, kita akan memelihara {{hws|ba|bahasa}}
<section end="kesatuan" /><noinclude>{{rh|42}}</noinclude>
6d84zf3qb2e0x56zuvlbm0gihl0pgtu
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/37
104
70408
315905
315524
2026-08-26T12:33:00Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315524|315524]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315905
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="4" />ketjil ini tidak lagi memuaskan orang-orang dan bahwa bangsa-bangsa seluruhnja serentak berdiri untuk mentjari kebahagiaan jang besar. Maka datanglah malapetaka diatas bumi, peperangan dan revolusi merusakkannja dan bergontjanglah bumi itu karena pertempuran jang diadakan untuk kebahagiaan. Dan kemerdekaan, perdamaian, kesedjahteraan dan kebahagiaan dari berdjuta-djuta orang dikorbankan untuk tudjuan besar, jang belum dikenal orang.
Ditengah-tengah kelaparan akan kebahagiaan jang putus harapan ini berdirilah Jesus dan berkata (Matius 5):<br> ''„Berbahagialah'' segala orang jang rendah hatinja, karena mereka itu jang empunja keradjaan surga. <br> ''Berbahagialah'' segala orang jang berdukatjita, karena mereka itu akan dihiburkan. <br>
''Berbabagialah'' segala orang jang lembut hatinja, karena mereka itu akan mewarisi bumi. <br>
''Berbahagialah'' segala orang jang lapar dan dahaga akan kebenaran, karena mereka itu akan didjamu sehingga kenjang. <br> ''Berbahagialah'' segala orang jang menaruh kasihan, karena mereka itu akan beroleh rahmat. <br> ''Berbahagialah'' segala orang jang sutji hatinja, karena mereka itu akan memandang Allah. <br> ''Berbahagialah'' segala orang jang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah.”
Disini dimaklumkan oleh Tuhan Allah pelaksanaan ''kebahagiaan, kesedjahteraan, perdamaian dan kemerdekaan'' dalam keradjaanNja jang akan datang. Akan tetapi jang terachir ini djuga akan diperbuatNja menurut tjaraNja sendiri jang merdeka dan berdaulat:
''„berbahagialah'' segala orang jang ''mendamaikan'' orang, karena mereka itu akan disebut ''anak-anak Allah”'' (anak-anak Allah itulah ''orang-orang merdeka'' dalam Alkitab).
''Apakah jang akan kelak terdjadi dengan Pantja Sila?''
1. ''Ketuhanan jang Maha Esa'' tidak lagi akan mendjadi prinsip jang kabur dan tiada tertentu. Daripada ,,Tuhan jang tiada dikenal” (Kissah 17 : 23), maka berdirilah kemuliaan Allah jang hidup: „Berbahagialah segala orang jang sutji hatinja, karena mereka itu akan memandang Allah.”
2. ''Peri Kemanusiaan'' tidak akan mendjadi tjita-tjita manusia jang bertjatjat lagi. Sebab Allah akan mengeringkan air mata manusia,
<section end="4" /><noinclude>{[rh|||33}}</noinclude>
pe776f4vzahc1rrcs2kffgpsbh7s6te
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/38
104
70411
315906
315525
2026-08-26T12:33:12Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315525|315525]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315906
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="4" />„maka tiadalah ada lagi maut, atau perkabungan, atau tangisan, atau kesakitan pun tidak akan ada lagi, karena segala perkara jang pertama sudah lenjap” (Wahju 21 : 4): „Berbahagialah segala orang jang berdukatjita, karena mereka itu akan dihiburkan.”
3. ''Kebangsaan'' akan berachir dengan adanja kekuasaan bangsa baru jang lembut hati diseluruh muka bumi: „Berbahagialah segala orang jang lembut hatinja, karena mereka itu akan mewarisi bumi.”
4. ''Kerakjatan'' akan lenjap dan dimasukkan kedalam keradjaan surga, dimana orang-orang jang miskin rohani mendapat kewarganegaraan jang penuh: „Berbahagialah segala orang jang rendah hatinja, karena mereka itu jang empunja keradjaan surga.”
5. ''Keadilan sosial'' akan tertjapai sepenuhnja oleh keadilan Allah, jang menaruh kasihan dan oleh pengasihan Allah, jang adil: „Berbahagialah orang jang lapar dan dahaga akan kebenaran, karena mereka akan didjamu sehingga kenjang. Berbahagialah segala orang jang menaruh kasihan, karena mereka itu akan beroleh rahmat.”
Itulah ''kebahagiaan jang besar'' jang hendak diberikan Tuhan Allah. Akan tetapi djika kita sungguh-sungguh dan tekun mengidamkan kebahagiaan jang besar ini, kita berterima kasih akan suatu negara, jang hendak mengusahakan dan melindungi kebahagiaan jang ketjil,
jang sementara dan fana diatas bumi ini. Untuk negara ini kita boleh dan akan berdo’a. Dan kita akan membantu! Bantuan kita akan mempunjai arah tertentu, ja’ni arah jang ditundjukkan oleh Kristus kepada kita dalam chotbah diatas bukit:
Kita ingin mendjadi orang-orang jang miskin rohani dan karena itu selalu akan berpihak kepada orang-orang miskin.
Kita ingin mendjadi orang-orang jang berdukatjita dan karena itu akan mengundjungi dan menghiburkan orang-orang jang berdukatjita.
Kita ingin mendjadi orang-orang jang lembut hati dan karena itu akan bermurah-hati.
Kita ingin mendjadi orang-orang jang lapar dan dahaga akan keadilan, dan karena itu akan membela segala orang, jang menderita ketidak-adilan.
Kita ingin mendjadi orang-orang jang menaruh kasihan, karena itu akan mengampuni kesalahan-kesalahan orang lain.
<section end="4" /><noinclude>{{rh|34}}</noinclude>
6rjyhsxyjteijtqzgmo5w76zow0i78g
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/39
104
70412
315907
315526
2026-08-26T12:33:25Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315526|315526]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315907
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="4" />Kita ingin eeiniad orang-orang jang sutji hatinja, dan karena itu akan bergaul dengan orang-orang lain dengan tulus, djudjur dan benar.
Kita ingin mendjadi orang-orang jang mendamaikan orang dan karena itu akan membuat diri sendiri tjinta damai dan memelihara perdamaian.
Dengan tjara demikian hendak kita mengertikan dan menafsirkan Pantja Sila dan dengan tjara demikian kita akan mengabdikan diri sebaik-baiknja kepada Negara Indonesia.
<section end="4" />
<section begin="4" /><section end="4" />
<section begin="5" />{{rh||V}}
{{rh||KESIMPULAN.}}
Tuhan Allah telah membebaskan kita dengan salib dan kebangkitan Jesus Kristus.
Tuhan Allah membangunkan perdamaian dan kesedjahteraan dengan keadilan dan menegakkan keadilan dengan sengsara Jesus Kristus jang tidak bersalah.
Tuhan Allah akan mewudjudkan kebahagiaan jang sempurna dalam keradjaan jang akan datang.
Hal itu berarti terhadap Pantja Sila:
1. Negara jang adil mendjamin sepenuhnja keinsafan batin, kepertjajaan dan pernjataan kepertjajaan. Bukanlah untuk kepertjajaan itu sendiri, melainkan kebebasannja dapat dan harus dipelihara negara.
Kesedjahteraan agama-agama jang sebenar-benarnja terdjadi disana dimana negara tiada menghalang-halangi djalannja perdjoangan rohani untuk mentjari kebenaran. Untuk melaksanakan usahausaha keagamaan tidaklah dipakainja alat-glat kekuasaannja.
Ada orang-orang jang mungkin mengorbankan kebahagiaan jang sementara dan duniawi untuk kebahagiaan jang absolut, jang diharapkannja dari Tuhan. Negara menghormati pengorbanan jang begini, tetapi megara sendiri tidaklah memintanja. Negara tiada mengorbankan kebahagiaan jang sekarang daripada warganegara-warganegaranja kepada suatu prinsippun, djuga tidak kepada prinsip „Ketuhanan jang Maha Esa”. Negara hanja meminta pengorbanan
<section end="5" /><noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
llfspki8suhvcr1nbj8lxmcxlptxbzr
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/48
104
70416
315912
315537
2026-08-26T12:35:32Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315537|315537]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315912
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="kesatuan" />{{hwe|terpiu|interpiu}} Mr. Takdir Alisjahbana telah menegaskan lagi pendiriannja.
Dari interpiu ini kita kutip jang berikut: ,Anggapan, bahwa Pantjasila itu adalah tjampuran beberapa pengertian jang bertentangan,
dibuktikan oleh Takdir sebagai berikut: Pada ketika pembitjaraan
mengenai undang-undang pendidikan dilakukan di Jogja didalam
K.NIP., maka terdjadilah suatu pertentangan jang besar antara
P.N.I. dan Masjumi perihal tafsican daripada Pantjasila, berhubung
dengan soal peladjaran agama jang diharuskan disekolah rendah.
Apakah sebenarnja arti „Ketuhanan jang Maha Esa”, djikalau ditempatkan disamping „Demokrasi” (sila jang keempat)? Djikalau
di Indonesia ada sebuah perkumpulan jang tidak mau mengakui
adanja Allah — apakah perkumpulan ini mendjadi suatu perkumpulan jang terlarang? Djikalau kita berpegang pada Ketuhanan jang
Maha Esa, maka sebetulnja perkumpulan-perkumpulan sematjam ini
harus dilarang! Akan tetapi djika kita berpegang pada Demokrasi,
maka perkumpulan-perkumpulan sematjam itu diluaskan!” (Diterdjemahkan dari „Nieuwsgier”, 23 Djanuari 1951.)
Saudara-saudara! Daripada perkataan Mr. Takdir Alisjahbana ini
kita menarik kesimpulan sebagai berikut:
a) Prinsip pertama daripada Pantjasila tidak dapat berarti, bahwa warganegara Indonesia diharuskan pettjaja akan Allah.<br> b) Prinsip Ketuhanan jang Maha Esa djuga tidak dapat berarti, bahwa warganegara itu diwadjibkan menggabungkan diri pada sesuatu agama atau menjuruhkan anak-anaknja untuk mengambil bahagian dalam peladjaran agama.<br> c) Prinsip ini djuga tidak dapat berarti, bahwa negara harus mempunjai suatu kementerian jang chusus untuk hal ini, dan bahwa negara itu diwadjibkan memberi sokongan uang kepada agama-agama satu persatu pada chususnja, atau kepada keagamaan pada umumnja.
Djika seandainja berlainan dengan itu, maka benarlah jang dikatakan oleh Mr. Takdir itu. Sebab sila pertama itu akan bertentangan dengan sila keempat, tetapi djuga dengan sila kedua: Maka ia akan bertentangan dengan hak-hak manusia jang umum dan dengan hak-hak demokrasi, chususnja dengan kebebasan agama. Akan tetapi hal itu bukanlah maksud sila jang pertama itu. Djuga sila ini — djustru sila ini! — tidak boleh dikeluarkan dari perhubungannja dengan
<section end="kesatuan" /><noinclude>{{rh|44}}</noinclude>
fmwd4nkvsm79xyb7tsv63kxoei7ovqh
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/49
104
70417
315913
315538
2026-08-26T12:35:43Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315538|315538]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315913
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="kesatuan" />sila-sila jang lain. Sila pertama tidak dapat mempunjai arti jang
membawanja kepada pertentangan dengan sila kedua dan keempat.
Akan tetapi apakah jang harus mendjadi arti sila pertama itu?
Tentu sekali ini: Negara Indonesia memperlihatkan dengan sila
pertama ini, bahwa ia hendak memberikan kebebasan dan ruangan
berkembang kepada setiap agama dalam batas-batas kesusilaan dan
hukum. Sebaliknja daripada Sovjet-Rusia umpamanja, maka Negara
Indonesia menghormati dan melindungi kehidupan agama dari warganegaranja. Negara itu menginsafi, bahwa segala kemerdekaan jang
lainnja berurat berakar didalam kemerdekaan agama. Selama Pantja-Sila itu berlaku, maka ditanah ini tidak seorangpun akan menderita
karena agama jang dipeluknja.
Tafsiran tentang Ke-Tuhanan Jang Maha Esa ini sesuai dengan utjapan jang ditudjukan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 29 Djanuari 1951 kepada Kongres Filipina di Manila: „Belief in the Divine Omnipotence forms the essence of our culture, expressing itself in
''mutual respect and tolerance and in an elevated code of honour.''”
(Lihat „Indonesian Review”, No 2, 1951.)
Perhatikanlah disini pengertian ,tolerance’. Pengertian ini menjatakan dengan tegas arti dan maksud sila pertama itu dalam hubungan Pantja-Sila. Sila ini ialah pernjataan hormat dari suatu toleransi positip, suatu kesudian jang tulus dan suatu chidmat dari
negara terhadap agama pada umumnja, serta terhadap bermatjam-matjam agama dan pengakuan iman pada chususnja.
Itulah jang didjamin oleh sila jang pertama: tidak lebih banjak,
akan tetapi djuga tidak lebih kurang daripada itu. (Bandingkanlah
„Lahirnja Pantja-Sila”: Disitu prinsip Ke-Tuhanan didjelaskan oleh
Presiden Soekarno dengan dipakainja dua kali perkataan Belanda „verdraagzaamheid”.)
Sungguh! „Pendeta” itu tidak boleh berkuasa atas Indonesia: Tidak boleh ada theokrasi. Akan tetapi, demikian djuga „ksatria” dan „saudagar” tidak boleh berkuasa. Pantjasila adalah kesatuan. Pantjasila tidak dapat dibagi-bagi. Radja Iskandar jang memelihara kesatuan ini dan jang mengurus harmoni dan keseimbangan daripada bermatjam-matjam tenaga, sudah mati. Oleh siapakah dia harus diganti? Dizaman kita tidak mungkin lagi oleh seorang sadja, djuga tidak mungkin oleh Bung Karno! Pengganti Radja Iskandar ialah ''petani'' itu, jang telah berangkat kesebelah Timur: ja’ni {{hws|selu|seluruh}}
<section end="kesatuan" /><noinclude>{{rh|||45}}</noinclude>
iofj7ncn0az7orwg7rihniugf65hlvg
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/53
104
70437
315917
315544
2026-08-26T12:36:42Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315544|315544]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315917
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="susunan" />Apakah gunanja, djika feodalisme jang lama dari kaum ningrat dipatahkan, sedangkan sebagai penggantinja timbul feodalisme jang baru dari kaum kapitalis, jaitu kekuasaan „bangsawan uang”!
b) Suatu ''kebangsaan'' jang tidak sosial, tidak berharga. Hal itu telah dinjatakan dengan dijelas oleh Soetan Sjahrir dalam bukunja „Perdjuangan kita”. Suatu revolusi, jang bukanlah revolusi sosial, adalah suatu keributan sadja, tetapi bukanlah revolusi jang sebetulnja. Pembebasan daripada kuasa pendjadjahan haruslah mengakibatkan kebebasan semua orang miskin dan orang tertindas. Penindas lama tidak boleh diganti dengan penindas baru. Djuga kemerdekaan tidak dapat dibagi-bagi: Kemerdekaan dan kebebasan adalah milik semua orang.
c) Suatu ''peri-kemanusiaan'' jang tidak berakibatkan keadilan sosial
tetaplah mendjadi suatu teori, suatu tjita-tjita tidak dengan kenjataan, suatu roh tidak dengan tubuh. Seseorang dapat mendjadi seorang
humanist jang besar dalam teori dan mentjintai seluruh umat manusia: „Seid umschlungen, Millionen, diesen Kuss der ganzen Welt”!
Akan tetapi orang itu djuga, dalam prakteknja dapat menolak untuk
pergi kepada penghuni rimbu sebagai guru atau dokter.
d) Suatu ''agama'', jang tidak memperhatikan dan memberantas
penderitaan sosial, memang benar „madat untuk rakjat!” Karena
Tuhan Allah itu tiada dapat diketemukan dalam agama jang demikian. Tuhan Allah hendak menolong manusia, baik tubuh maupun
djiwa. Tuhan Allah adalah pembalas dari segala ketidak-adilan. Tuhan
Allah telah mendjadi miskin, untuk mendjadi kita kaja: „Karena kamu
mengetahui anugetah Tuhan kita Jesus Kristus bahwa Ia, walaupun kaja, tetapi mendjadi papa karena sebab kaum, supaja kaum
ini dengan djalan kepapaannja itu mendjadi kaja”! (2 Korintus
8 : 9). Tuhan Jang Maha Esa telah menderita kelaparan, untuk
mengenjangkan orang-orang jang menderita kelaparan. Maka Tuhan
Allah itu berdjalan melalui segala pintu gerbang semua sila, supaja Ia sebagai orang petani mengembalikan hak orang-orang miskin.
Dari sini kita mengambil kesimpulan jang berikut: bahwa setiap konperensi tentang Pantjasila mesti gagal, djikalau pada hari jang penghabisan baru dibitjarakan dengan sungguh-sungguh soal-soal „rakjat” dan „buruh”. Marilah kita djuga mulai tidak diawang-
awang, akan tetapi diatas bumi ini; sebab Tuhan Allah telah {{hws|men|mendjadi}}
<section end="susunan" /><noinclude>{{rh|||49}}</noinclude>
ekb1c28r54sa1758h9co7ysz09b20cl
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/50
104
70444
315914
315541
2026-08-26T12:35:56Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315541|315541]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315914
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="kesatuan" />{{hwe|ruh|seluruh}} bangsa Indonesia, ja’ni pemuda pemudi Kristen djuga. Kewadjiban saudaralah untuk memperdjoangkan kesatuan Pantjasila, jang tidak dapat dibagi-bagi itu!
<section end="kesatuan" />
<section begin="kesatuan" /><section end="kesatuan" />
<section begin="susunan" />{{rh||II}}
{{rh||SUSUNAN PANTJA-SILA.}}
1) Kelima sila itu mempunjai susunan jang tertentu, jang tidak
boleh diubah begitu sadja. Pada waktu Pantjasila itu dilahirkan — hal ini terdjadi dalam ''pidato Ir. Soekarno'' pada tanggal 1 Djuni 1945 — maka susunan sila-sila itu masih sebagai berikut:
# Kebangsaan Indonesia<br>
# Internationalisme, atau peri-kemanusiaan<br>
# Mufakat, atau demokrasi<br>
# Kesedjahteraan sosial.<br>
Last not least, maka prinsip Ketuhanan jang Maha Esa ditambahkan, jang andaikan puntjak dan jang menjelubungi sila-sila jang
lain: 4 + 1 = 5! Pada waktu itu prinsip Kebangsaan itu masih
terletak pada tempat, jang sekarang — jang memang pada tempatnja! — adalah tempat prinsip Perikemanusiaan.
Dalam Undang-undang Dasar RI, tgl. 18 Agustus 1945, Pantjasila itu terdapat pada alinea keempat daripada Pembukaan dalam
bentuk jang berikut: ''„Ketuhanan Jang Maha Esa, kemanusiaan jang'' adil dan beradab, ''persatuan Indonesia,'' dan ''kerakjatan'' jang dipimpin
oleh hikmat kebidjaksanaan dalam permusjawaratan/perwakilan,
serta dengan mewudjudkan suatu ''keadilan'' sosial bagi seluruh rakjat
Indonesia”. Maka disini sudah ditetapkan urutan dan susunan jang
terachir dan jang berlaku sekarang:
# Ketuhanan Jang Maha Esa
# Kemanusiaan
# Persatuan Indonesia
# Kerakjatan
# Keadilan sosial.
<section end="susunan" /><noinclude>{{rh|46}}</noinclude>
2n7jibylrnic17rgjptbvmjfc0f1g6m
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/52
104
70445
315916
315543
2026-08-26T12:36:30Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315543|315543]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315916
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="susunan" />{{hwe|lindungin|pelindungan}} dalam Ketuhanan Jang Maha Esa terhadap Kebangsaan
atau terhadap Kerakjatan, jang melampaui batas.
b) Keempat sila jang berikut dapat dibagi mendjadi dua tambah
dua: 5 = 1 + 2 + 2. Perikemanusiaan dan Kebangsaan merupakan suatu pasangan dan saling mengisi atau djika perlu saling memperbaiki. Demikian djuga berlaku untuk Kerakjatan dan Keadilan
sosial. Dalam hal ini penting, bahwa Peri-kemanusiaan itu didahulukan daripada Kebangsaan: Kesatuan jang lebih tinggi, dimana
termasuk segala bangsa, disebut lebih dahulu, jaitu kemanusiaan.
Hanja dalam kemanusiaan, hanja didalam perhubungan internasional dan dalam kerdja sama internasional, maka kesatuan nasional
dapat memperoleh tempatnja jang benar. Sesuatu bangsa, jang menempatkan kebangsaan diatas kemanusiaan, mendjadi suatu bahaja
untuk umat manusia.
c) Maka „diktatur proletariat” itu tidak mungkin, djika keadilan
sosial itu dilaksanakan menurut aturan-aturan demoktrasi jang keras:
dalam lingkungan kerakjatan. Karena itu, djuga disini urutan dan
susunan itu penting.
3) Tetapi sekarang marilah kita kembali sebentar kepada perumpamaan Radja Iskandar dengan kelima penasehatnja. Kita telah
lihat, bahwa Radja Iskandar telah mengangkat ''petani'' itu mendjadi
penasehatnja jang pertama. Bukannja pendeta! Akan tetapi orang
jang bekerdja dan jang mempunjai kebutuhan. Sila jang pertama,
kedua, ketiga dan keempat haruslah memelihara sila jang kelima. Sila
jang kelima dan jang terachir ini haruslah mendapat perhatian jang
terbesar dalam negara dan masjarakat. Marilah kita selalu udji tafsiran kita tentang Pantjasila itu pada sila jang kelima, untuk mengetahuinja, apakah tafsiran ini sesuai dengan kenjataan. Segala sila-sila
jang lain gampang berubah mendjadi peranganan, jang kita dapat
bandingkan dengan rumah chajal. Dalam rumah jang demikian seorangpun tidak dapat tinggel. Petani itu tinggal dalam teratak diatas
bumi. Buruh itu tinggal dalam gubuk dikampung. Disanalah terletak
nasib negara itu. Marilah hal ini kita djelaskan dengan beberapa
tjontoh:
a) Suatu ''demokrasi'' tidak dengan keadilan sosial tidaklah berisi. Pelaksanaan demokrasi itu haruslah berdjalan terus dan tidak hanja memasuki kehidupan politik, melainkan djuga kehidupan ekonomi.
<section end="susunan" /><noinclude>{{rh|48}}</noinclude>
083nrarhtrabje2yxl0t0vjxq72f57c
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/55
104
70446
315918
315547
2026-08-26T12:37:01Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315547|315547]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315918
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="tudjuan" />Suatu bangsa jang merdeka keluar dan kedalam adalah suatu berkat
bagi umat manusia. Dan dimana umat manusia betul-betul dilajani, disana Allah, Chalik, dipudji.
Akan tetapi perumpamaan kelima kotak sawah itu tidak terlalu
tepat: Garis-garis penghubungnja tidak boleh ditarik kesatu arah
sadja, Tiap-tiap sila dihubungkan dengan tiap-tiap sila: Peri-kemanusiaan umpamanja, membuktikan kekuatannja dalam memelihara
kemerdekaan agama, tetapi djuga dalam memelihara segala hak-hak
demokrasi lainnja. Perikemanusiaan ini melindungi mereka jang
lemah dalam bangsa sendiri, tetapi pula membela tiap-tiap bangsa
dalam dunia jang lemah dan tertindas.
Kebangsaan mentjiptakan persekutuan bangsa jang tulen,
jang memberikan tanah air kepada orang miskin djuga. Kebangsaan mengadjarkan kepada orang-orang miskin dan kaja, tinggi
dan rendah untuk sama-sama mendirikan satu rumah. Kebangsaan
memberikan kepada tiap-tiap orang kesempatan jang pertama dan
terbaik untuk berkembang. (Masaalah emigrasi menundjukkan bahwa
kebangsaan djuga lemah dan bertjatjat.) Kebangsaan ini memaksa
untuk mengadakan pertjakapan dengan teman sebangsa tentang soal-soal jang dalam mengenai kehidupan dan kematian.
Demikianlah kita akan dapat terus menarik garis-garis dari tiap-tiap sila ke-tiap-tiap sila jang lain. Tiada sila jang berdiri sendiri.
Tiada sila terdapat tersendiri. Tiada sila ada untuk dirinja-sendiri.
Tiada sila mempunjai tudjuan padanja sendiri. Begitu djuga dengan
kementerian-kementerian dari pemerintah. Kementerian Luar Negeri
ada bukan untuknja sendiri. Kementerian Kehakiman tiada mempunjai tudjuan padanja sendiri. Kementerian Kesehatan ada tidak
untuk kepentingannja sendiri. Begitupun Kementerian Pendidikan
tidaklah mempunjai tudjuan padanja sendiri. Semua melajani semua.
Hanja dalam kerdjasama antara satu sama lainnja, maka kementerian-kementerian itu mempunjai arti dan faedah. Begitu djuga
perhubungan antara kelima sila itu harus dipandang sebagai perhubungan jang hidup. ''Tudjuan dan maksud tiap-tiap sila djustru terdapat dalam sila-sila jang lain.'' Makin kuat garis-garis itu ditarik antara
kelima titik ini, maka makin kuatlah Pantjasila itu seluruhnja.
2) Tetapi seluruhnja daripada Pantjasila djuga tidak mempunjai tudjuan padanja sendiri. Pantjasila itu tidak lain daripada suatu fondamen, Fondamen sendiri tidaklah berarti. Fondamen itu ada
<section end="tudjuan" /><noinclude>{{rh|||51}}</noinclude>
8lt302pddgs6snbogqizpwv1ierq9pq
Halaman:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf/56
104
70447
315919
315548
2026-08-26T12:37:13Z
Iripseudocorus
23824
Membatalkan revisi [[Special:Diff/315548|315548]] oleh [[Special:Contributions/Menyusurisudutnegeri|Menyusurisudutnegeri]] ([[User talk:Menyusurisudutnegeri|bicara]])
315919
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Najla Khairani Siregar" /></noinclude><section begin="tudjuan" />untuk rumah, jang didirikan diatas fondamen ini. Rumah jang
didirikan diatas Pantjasila itu adalah Negara Indonesia. ''Djadi Pantjasila itu ada untuk Negara Indonesia.'' Pantjasila sendiri bukanlah
suatu rumah untuk didiami. Dalam prinsip-prinsip tiada seorangpun
jang dapat tinggal. Prinsip-prinsip harus mendjadi kelihatan dan
dapat diraba. Hal ini terdjadi dalam negara jang didirikan diatas
Prinsip-prinsip ini. Negara adalah suatu usaha untuk mewudjudkan
suatu ideal mendjadi kenjataan. Radja Iskandar memerlukan lima
orang penasehat. Akan tetapi kelima penasehat itu membutuhkan
Radja Iskandar untuk melaksanakan rentjana-tentjana mereka.
Rentjana tidak selamanja sesuai dengan pelaksanaan. Akan tetapi
tidak ada seorangpun akan mempersalahkan pengusaha bangunan,
djika ia hanja dapat mewudjudkan gambar architect jang disusun
dengan baik sebahagian sadja, disebabkan kekurangan bahan. Demikian djuga, terutama pemuda tidak boleh mendjadi kurang sabar,
djika prinsip-prinsip jang mereka muliakan, tidak dapat diwudjudkan dengan sekaligus. Idealisme jang berapi-api dari Pantjasila
harus berdjalan dengan disertai realisme jang tenang dari ketatanegaraan. Hal ini tidak ada hubungannja dengan scepticisme jang
melumpuhkan tenaga bekerdja, dan pessimisme jang memutuskan
pengharapan dan merugikan pembangunan Negara. Sebaliknja, perhubungan idealisme dan realisme ini adalah tanda suatu sikap jang
tidak pernah menghentikan perdjuangan, walaupun mendjumpai
banjak kekurangan dan keketjewaan.
3) Akan tetapi sekarang, apakah ''Negara'' itu mempunjai tudjuan
padanja sendiri? Tidak! ''Negara'' djuga hanjalah suatu alat sadja,
bukanlah tudjuannja sendiri. Radja Iskandar bertindak bidjaksana;
dipilihnja ''petani'' itu sebagai penasehat pertama. Lama kelamaan ia
tidak dapat mengelakkan pertanjaan-pertanjaan ini: ''Untuk apakah''
aku ini djadi radja? ''Untuk apakah'' perbendaharaanku diisi? Untuk
apakah aku ini bergerak dengan bala tenteraku? ''Untuk apakah'' aku
ini memupuk segala ilmu pengetahuan? ''Untuk apakah'' aku ini mendjundjung agama? ''Untuk apakah'' sebetulnja? Untuk negara para
pendeta? Untuk negara para ahli? Untuk negara militer? Untuk
negara para saudagar? Apakah pemerintah harus berpangkalkan kasta
pendeta atau perguruan tinggi? Apakah diktatur militer jang achirnja
harus mempunjai kekuasaan ataukah diktatur uang?
Empat orang penasehat telah berbitjara. Jang kelima tutup mulut. Akan tetapi apabila radja memandang ia, maka sekonjong-konjong
<section end="tudjuan" /><noinclude>{{rh|52}}</noinclude>
m6sjjs0de6z9wzd0mqhxuef6rzsuc65
Halaman:Sengsara Membawa Nikmat (2010).pdf/14
104
90109
315987
258171
2026-08-27T06:41:45Z
Zweiazzahra
27169
/* Telah diuji baca */ Uji baca: mencocokkan teks dengan pindaian
315987
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Zweiazzahra" /></noinclude>untuk menonton. Ada pula di antara mereka itu yang bermain-main, misalnya berkucing-kucing, berkuda-kuda, dan lain-lain, menanti permainan dimulai. Segala orang di pasar itu rupanya gelisah, tidak senang diam. Sebentar-sebentar melihat ke jalan besar, sebagai ada yang dinantikannya.
Tidak berapa lama antaranya, kelihatan seorang muda datang menuju ke pasar itu. Ia bercelana batik, berbaju Cina yang berkerawang pada saku dan punggungnya. Kopiahnya sutra selalu, berterompah dan bersarung kain Bugis. Sungguh, tampan dan alap benar kelihatannya dari jauh. Ia berjalan dengan gagah dan kocaknya, apalagi diiringkan oleh beberapa orang pengiringnya.
"Itu dia Engku Muda Kacak sudah datang," kata Maun kepada kawan-kawannya.
Mendengar perkataan Maun, orang yang duduk berkelompok-kelompok itu berdiri. Setelah Kacak sampai ke pasar, semuanya datang bersalam kepadanya. Sungguhpun Kacak masih berumur 21 tahun lebih, tetapi segala orang di pasar itu, baik tua ataupun muda, sangat hormat kepadanya dan dengan sopan bersalam dengan dia. Tetapi mereka bersalam tidak sebagai kepada Midun, melainkan kebalikannya. Mereka itu semuanya seolah-olah terpaksa, sebab ada yang ditakutkannya.
Sudah padan benar nama itu dilekatkan kepadanya, karena bersesuaian dengan tingkah lakunya. Ia tinggi hati, sombong, dan congkak. Matanya juling, kemerah-merahan warnanya.
Alisnya terjorok ke muka, hidungnya panjang dan bungkuk. Hal itu sudah menyatakan, bahwa ia seorang yang busuk hati. Di kampung itu ia sangat dibenci orang, karena sangat angkuhnya.
Perkataannya kasar, selalu menyakitkan hati. Adat sopan santun sedikit pun tak ada pada Kacak. Ke mana-mana berjalan selalu ia pakai pengiring. Bahkan di dalam pemerintahan ia pun campur pula, agaknya lebih dari mamaknya. Sungguhpun demikian, seorang pun tak ada yang berani menegurnya, karena orang takut kepada Tuanku Laras. Kacak pun seolah-olah tahu pula siapa dia: karena itu ia selalu menggagahkan diri di kampung itu.
{{nop}}<noinclude></noinclude>
7or46elejfkpsf4d8pqngw79llfo7jf
Halaman:Sengsara Membawa Nikmat (2010).pdf/17
104
90112
315989
258174
2026-08-27T06:42:53Z
Zweiazzahra
27169
/* Telah diuji baca */ Uji baca: menyelaraskan teks dengan pindaian dan memperbaiki kesalahan OCR
315989
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Zweiazzahra" /></noinclude>tergelincir, lalu Kacak ... bab, jatuh terenyak. Segala yang main, baik pun si penonton semuanya tersenyum sambil membuang muka. Mereka itu seakan-akan menahan tertawanya. Oleh karena itu, tak ada ubahnya sebagai orang sakit gigi tertawa. Sebabnya, ialah karena orang segan dan takut kepada kemenakan Tuanku Laras itu. Waktu Kacak terduduk, dan warna mukanya itu pucat menahan sakit, seorang daripada mereka yang main itu bernama Kadirun berkata, katanya, "Cempedak hutan!"
Adapun Kadirun itu ialah teman Midun semasa kecil. Ia amat pandai membuat orang tertawa. Tak ada ubahnya sebagai alan-alan (badut) pada komidi. Jangankan mendengar perkataannya, melihat rupanya saja pun orang sudah hendak tertawa. Kadirun adalah seorang muda yang sabar. Biarpun bagaimana juga diolok-olokkan orang, ia tertawa saja. Meskipun orang marah kepadanya, tetapi manakala berhadapan dengan dia, tak dapat tiada tertawa. Memang sudah menjadi sifat padanya tabiat itu sejak kecil. Hampir semua orang di kampung itu sudah mengetahui perangai Kadirun yang demikian.
Kawan-kawan Kadirun waktu masih kanak-kanak dahulu, lebih kurang ada sepuluh orang yang hadir di sana. Mereka itu mengerti apa maksud Kadirun berkata begitu. Semuanya terkenang akan kejadian semasa mereka masih kecil itu, ketika menggembalakan kerbau di hutan. Karena itu tidak tertahan lagi perut mereka itu hendak tertawa. Kesudahannya lepas jua, mereka tertawa gelak-gelak mengenangkan perbuatan masa dahulu.
Kacak bertambah pucat mukanya karena malu. Apalagi dalam permainan itu, ia dialahkan Midun. Tubuhnya berasa sakit terjatuh. Pada pikiran Kacak orang tertawa itu mengejekkannya. Sekonyong-konyong merah padam mukanya. Darahnya mendidih, sebab marah. Maka diturutnya Kadirun akan menanyakan, apa maksud perkataan "Cempedak hutan" itu. Kadirun anak muda yang sabar itu menjawab katanya, "Tanyakan kepada Midun apa maksudnya, Engku Muda!"
Mendengar perkataan itu, Kacak makin meradang. Hatinya bertambah panas, lebih-lebih mendengar nama orang yang<noinclude></noinclude>
05yjjywxfey09zahygx24iscvhu18vy
Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/2
104
111386
315999
311762
2026-08-27T08:07:52Z
Cgjkldn
22445
/* Tanpa teks */
315999
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{C|CORNELL UNIVERSITY}}
{{C|LIBRARY}}
{{C|ITHACA, N.Y. 14853}}
{{C|John M. Echols Collection}}
{{C|on Southeast Asia}}
{{C|KROCH LIBRARY}}<noinclude></noinclude>
1f4icrxj9ws4m4ttk8q8roan6skoxwq
Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/4
104
111387
316000
309939
2026-08-27T08:08:40Z
Cgjkldn
22445
/* Tanpa teks */
316000
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude>ASIA
DS
644
.32
P47
1966<noinclude></noinclude>
hvcbslyc93us3bft9856riushi5jruh
Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/6
104
111388
316001
309940
2026-08-27T08:09:21Z
Cgjkldn
22445
/* Tanpa teks */
316001
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude>σ<noinclude></noinclude>
pbj9flontt3n26b1gw0c068m2c31qf2
Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/1
104
111520
315998
310149
2026-08-27T08:07:24Z
Cgjkldn
22445
/* Tanpa teks */
315998
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude>ASIA
<br>
.DS
<br>
644
<br>
.32
<br>
.P47
<br>
1966
<br>
+<noinclude></noinclude>
9cht3gx9n5irdqosdyndss9dqwq0uos
Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/1
104
111907
316003
310758
2026-08-27T08:10:46Z
Cgjkldn
22445
/* Tanpa teks */
316003
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude><div style="text-align:center;">
'''SIGNATUUR<br>
MICROVORM :'''
<br><br>
'''SHELF NUMBER<br>
MICROFORM :'''
'''BIBLIOGRAFISCH VERSLAG:'''
''BIBLIOGRAPHIC RECORD:''
'''MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER:'''
''MASTER NEGATIVE STORAGE NUMBER:''
KTLV/Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies
'''AUTEUR(S)'''
Lev Nikolaevich Tolstoj (1828-1910)
'''Exemplarengeven:'''
3 dl. in 1 bnd. (?)
<br><br><br>
'''N SNO 0589 01 2'''
</div><noinclude></noinclude>
9ugl0ckw108kr3wxxn58nq7k0g9xjlf
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/31
104
112501
316023
315882
2026-08-27T09:30:42Z
Ibrohim tijani
26379
/* Telah diuji baca */
316023
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||41}}</noinclude>pitalistis. Tapi pemilik ketjil subjektif ti
dak revolusioner sebab mereka tidak berkehendak menghapuskan hak milik perseorangan dan
sistim produksi jang kapitalistis. Sebaliknja
mereka menginginkan milik jang lebih besar. Akan tetapi terhadap imperialisme mereka bersikap revolusioner.Mereka mengharapkan adanja Pemerintah Nasional dan Kemerdekaan Nasional.
Djustru karena itu mereka objektif adalah revo
lusioner.
Dalam usaha kita bertalian dengan organisasi,
taktik dan strategi, kita tak dapat mentjempur
adukkan satu dengan lainnja unsur2 buruh industri dan bukan proletar. Mentjempur adukkan itu
tidak akan membawa kekuatan, ken tetepi honja
membawa kelemahan belaka. Sekalipun unsur2 tersebut diatas kedundunnja berdjoang melawan imperialiar 3, an den tudjuan perdjoangan mereka adalah berbedaan. Akan tetapi perbedaan
itu orang tak boleh melupakan kemestian kerdja
sema, sebab baik tudjuan bukan proletar, maupun
tudjuan terachir buruh industri hanja terlaksa
na sesudah hentjurnje imperialisme. Taktik PKI
terhadap orang2 bulan proletar dengan mengi
ngat kepentingan2 materiilnja supaja sangat
plastis (sangat membimbing). Ia harus
membangkitkan tenage2 potensi revolusioner,
ada pada orang2 bukan proletar. Ia harus татри
djuga mongkoodinir tenaga2 ini dengan tenaga2
proletar. Djika ini berhasil, maka komerdekaan
Indonosia boleh dikata telah dapat ditontukan.
Kesadaran revolusioner harus dilengkapi
dengan hasrat revolusioner. Kesadaran sadja tidak tjukup. Sudah sewadjarnja, bahwa rakjat
Indonesia jang telah diperbudak selama 300 tahun dan harus berdjoang melawan imperialisme mampu
{{rh||53}}
Jaag mungkin dibantu oleh imperialisme 2 lain
nja tak akan dapat menang dalam satu hari. Di
beberapa tempat P.K.I.mungkin mengalami puku
laa .Ada kemungkinan, bahwa ia dihari kemudian
akan terpak meland jutkan eksislebih banjak
dibaweh tenan. Akan tetapi, dalam semua kemung
kian2 ini ia tak akan dan tak boleh kebilang
an keborenian dan pikiran. Sebaliknja kita jakin
bahwa ia akan lobah giet, lebih berpengalaman
dan lebih berani. Sebab kepertjajaen P.K.I. a
kan djetuhnja imperialisme Belanda dan tenaga
revolusioner rakjat Indonesia bukan disandar
ken pada DjojoBojo ateu pedagang djamu lain
nja, alan tetapi kepertjajaan itu disandarkan
atas analisa okonomisosial masjarakat Indone
anta
sia. Pertentangan jang pantang damai.
r jg berkuasa den jg dikuasai di Indoensia semakin memperkuat jg tersebut belokangan ini de1um perdjoangaanja.
Kesadaran dan nasrat dapat dilakukan pada
tempatnje, djika F.K.1. memiliki disiplin ba
dje. Semua anggauta, seksi2 dan organisasi2
P.K.I. harus melaksanakan putusan? puset dng.
à judjur danglat. Suatu soksi harus membantu
seksi lainn ja, jer menderita pukulan. Ia ha
rus melangkan nelju, djika pimpinan momendang
perlu, aan melangkah mundur djike perdjoangan
monjuruhnja. Suatu strategi hanja bisa menda
patkan suksee, djika Staf Unun dapat pertjaja
sepenuhnja atas seluruh tentaranja.
{{rh||-0-}}
{{rh||<u>'''PUKULAN STRATEGI'''</u>}}
Pukulan strategi jang penghabisan akan ber
hasil djika memenuhi ajerat2 berikut:
1. Partai memiliki disiplin badja..<noinclude></noinclude>
1jhyq09b1npsg3x5vnuu81sn0lon2y4
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/32
104
112502
316021
315759
2026-08-27T09:29:52Z
Ibrohim tijani
26379
316021
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||54}}</noinclude>2. Rakjat Indonesia berada dibawah pimpinan
P.K:I.
3. Mush, baik didalam maupun diluar negeri
terpetjah-belch.
Djika sjarat pertama belum terpenuhi, kita
tak perlu dan tak boleh menjembunjikan. Sering
terdjadi, bahwa seorang enggauta jang bertang-
gung jawab mengikuti polepatnja sendiri, tan-
pa menunggu putusan2 pusat. Atau ia melaksana-
kan pendapatnja, sedang ia mengetahui, bahwa i-
tu bertentangan dengan pendapat pusat. Bikep
atau watak jong tak disipliner semat jam itu da-
lam perdjoangan revolusioner jeng secungguhnja,
bukan hanja akan memba hajakan diripimpinan Jg.
bersangkutan dan seksinja, akan tetapi juga
pergerakan seluruhnja.
Disiplin revolusioner mrpunjai personaen de-
rg disiplin militer pada titik ini: bahwa ru-
tusan harus dilaksanakan. Akan tetapi semua
berbeda satu sama lain dalam hal ini: bahwa di-
Siplin revolusioner bukarnia hasjrat menjere
sad je (seun danh). Sedangkan Staf Taum
liter tidak mongaerapkan dari serdadu2nja bah-
wa mereka harus mengerti perintah jang diberi-
kan, bagi Star Uaun Revolusioner sjarat jang
pertama-tara jalah: bahwa anggauta2 harus me-
ngerti benar2 putusan jang harus dilaksanakan.
Bukan hanja arti putusan sadja, akan tetapi
setiap anggauta harus djuga mengerti kemutlak-
an ketaatan pelaksanaen putusan, se lipun dji-
ka putusan itu bertentangan dengan pendapatnja
sendiri. Suatu putusan revolusioner djustru di
dapat sesudah suatu atjara dirundingkan masak-
masak. Dalam perundingan tiap2 anggauta mempu-
njai hak penuh mengemukakan dan mempertahankan
pendapatnja dan menentang atau menjokong {hws|pen|pendapat}}
{{rh||55}}
{{hwe|dapat|pendapat}} orang lain. Pada pemungutan suara Jang
terachir is mempur jai hak mempertahankan penda-
patnja sekuat mungkin, sehingga ia dapat mela-
kukan seluruh pengaruh rochaninja atas putusan.
partai. Tetapi djika suara jang terbanjak meng-
ambil suatu keputusan djuga jang bertentangan
dengan pendapatnje, sekalipun ia tak menjetud jui
nja, naka ia harus tunduk pada putusan itu dan
nebagai anggauta atau pemimpin ia harus melak-
annakann ja dengan taat dan giat.Djika tidak se-
demikian halaja, tidak mungkin daja kekuatan re-
volusioner partai dapat bertindak keluar setja-
ra massal dan bersatu-padu. Suatu partai jang
tiap2 anggautanja berpegang teguh pada pendapat
nja masing2 dan menjabotir putusan partai akan
tak berdajaadanja.
Demikianpun sjarat kedua masih belum terpenu-
hi. Sungat pasti P.K.I. pada masa sekarang ini
adalah partai satu2nja jang dapat dikatakan par-
tai rakjat Indonesia. B.U., Pasundan, Perserekat-
(un Minahasa dan partai2 ketjil lainnja dengan
Jukar dapat mempertahankan diri, dalam batas2-
nja jang sempit, ketjuali djika partai2 itu de-
ngan penuh tenaga dapat melampaui batas2 jang
nempit itu untuk mondjadi satu partai rakjat na-
sional.
Hanja P.K.I.pada masa ini mampu membentuk af-
dooling2 dimana-mana dipelbagai pulau. Akan te
tapi masih belum dapat dikatakan, bahwa ia te
lah dapat mengorganisir semua lapisan rakjat
dan mombawanja dibawah pimpinannja. Masih belum
tjukup, djika semua orang Indonesia jang tertin-
das menaruh sympati pada P.K.I., akan tetapi dji-
ka waktunja telah datang rekjat jang tertindas
jang berdjuta-juta orang djumlahn ja itu setiap
wektu akan mengikuti djuga seruan P.K.I. Bukan<noinclude></noinclude>
0q29ngvnn7yx2rma0p1u29cp5mlyqz6
316022
316021
2026-08-27T09:30:15Z
Ibrohim tijani
26379
316022
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||54}}</noinclude>2. Rakjat Indonesia berada dibawah pimpinan
P.K:I.
3. Mush, baik didalam maupun diluar negeri
terpetjah-belch.
Djika sjarat pertama belum terpenuhi, kita
tak perlu dan tak boleh menjembunjikan. Sering
terdjadi, bahwa seorang enggauta jang bertang-
gung jawab mengikuti polepatnja sendiri, tan-
pa menunggu putusan2 pusat. Atau ia melaksana-
kan pendapatnja, sedang ia mengetahui, bahwa i-
tu bertentangan dengan pendapat pusat. Bikep
atau watak jong tak disipliner semat jam itu da-
lam perdjoangan revolusioner jeng secungguhnja,
bukan hanja akan memba hajakan diripimpinan Jg.
bersangkutan dan seksinja, akan tetapi juga
pergerakan seluruhnja.
Disiplin revolusioner mrpunjai personaen de-
rg disiplin militer pada titik ini: bahwa ru-
tusan harus dilaksanakan. Akan tetapi semua
berbeda satu sama lain dalam hal ini: bahwa di-
Siplin revolusioner bukarnia hasjrat menjere
sad je (seun danh). Sedangkan Staf Taum
liter tidak mongaerapkan dari serdadu2nja bah-
wa mereka harus mengerti perintah jang diberi-
kan, bagi Star Uaun Revolusioner sjarat jang
pertama-tara jalah: bahwa anggauta2 harus me-
ngerti benar2 putusan jang harus dilaksanakan.
Bukan hanja arti putusan sadja, akan tetapi
setiap anggauta harus djuga mengerti kemutlak-
an ketaatan pelaksanaen putusan, se lipun dji-
ka putusan itu bertentangan dengan pendapatnja
sendiri. Suatu putusan revolusioner djustru di
dapat sesudah suatu atjara dirundingkan masak-
masak. Dalam perundingan tiap2 anggauta mempu-
njai hak penuh mengemukakan dan mempertahankan
pendapatnja dan menentang atau menjokong {{hws|pen|pendapat}}
{{rh||55}}
{{hwe|dapat|pendapat}} orang lain. Pada pemungutan suara Jang
terachir is mempur jai hak mempertahankan penda-
patnja sekuat mungkin, sehingga ia dapat mela-
kukan seluruh pengaruh rochaninja atas putusan.
partai. Tetapi djika suara jang terbanjak meng-
ambil suatu keputusan djuga jang bertentangan
dengan pendapatnje, sekalipun ia tak menjetud jui
nja, naka ia harus tunduk pada putusan itu dan
nebagai anggauta atau pemimpin ia harus melak-
annakann ja dengan taat dan giat.Djika tidak se-
demikian halaja, tidak mungkin daja kekuatan re-
volusioner partai dapat bertindak keluar setja-
ra massal dan bersatu-padu. Suatu partai jang
tiap2 anggautanja berpegang teguh pada pendapat
nja masing2 dan menjabotir putusan partai akan
tak berdajaadanja.
Demikianpun sjarat kedua masih belum terpenu-
hi. Sungat pasti P.K.I. pada masa sekarang ini
adalah partai satu2nja jang dapat dikatakan par-
tai rakjat Indonesia. B.U., Pasundan, Perserekat-
(un Minahasa dan partai2 ketjil lainnja dengan
Jukar dapat mempertahankan diri, dalam batas2-
nja jang sempit, ketjuali djika partai2 itu de-
ngan penuh tenaga dapat melampaui batas2 jang
nempit itu untuk mondjadi satu partai rakjat na-
sional.
Hanja P.K.I.pada masa ini mampu membentuk af-
dooling2 dimana-mana dipelbagai pulau. Akan te
tapi masih belum dapat dikatakan, bahwa ia te
lah dapat mengorganisir semua lapisan rakjat
dan mombawanja dibawah pimpinannja. Masih belum
tjukup, djika semua orang Indonesia jang tertin-
das menaruh sympati pada P.K.I., akan tetapi dji-
ka waktunja telah datang rekjat jang tertindas
jang berdjuta-juta orang djumlahn ja itu setiap
wektu akan mengikuti djuga seruan P.K.I. Bukan<noinclude></noinclude>
8a689odc2lnpakqbo54d1audr4f8hx8
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/33
104
112503
316019
315881
2026-08-27T09:28:29Z
Ibrohim tijani
26379
/* Telah diuji baca */
316019
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||56}}</noinclude>hanja dalam kemenangan, tapi djuga dalam kekalah
an keportjajaan dan ketaatan pada P.K.I. seba-
gei partai rakjat revolusioner harus tetap dan
tak berobah.
Kita harus akui, bahwa propaganda dan agitasi
kita di daerah2 luar Djewa djuga di Djawa sendi
ri masih belum konkrit dan tjukup kuat dan ka
renanja masih belum tjukup dalam meresapnja.Ke-
kurangan tenaga dan alat, kekurangan pengetahu-
an dan pengalaman tentang keadaan daerah2 dilu-
ar Djawa adalah sebab jang terutama mengapa te-
naga2 revolusioner kite sementara masih tertim
bun di Djawc. dan aksi2 kita tetap terbatas di-
Djawn. Sekalipun disana-sini tenaga2 komunistis
telah berkembang (Ternate,Atjeh dll sebagainja)
sebagian besar dari daerah2 luar Djawa bagi ki-
ta masih merupakan hutan remadja: Orang2 Djambi
dan Palembang jeng memang tak dapat digolongkan
pada orang2 Indonesia jeng berperasaan puas dan
berdjiwa budak bagi kita masih gelap adanja.
Tambang2 besar seperti tambang emas, timah, minjak, karangbatu dan industri2 pertanian seperti
toh dan karet masih belum mengalani perobahan.
Bandjarmasin dan Atjeh, dimana peperangan2 fanatik dilakukan orang dibawah bendera Islam, bagi kita masih asing adanja. Di daerah2 tersebut
diatas kita masih belum mompunjai pengeruh diantara petani 2. Bukan hanja disana pakerd jaan
bagi kita diper sukar oleh reaksi, akan tetapi
djuga karena kita masih sangat kurang dapat me-
nerobos kedalam kesukaran2 hidup nasional-nja
dan tjara berfikirnja..
Djika kita di daorah2 luar Djawadjuga di-
Djawa hendak meningkatkan tenaga2 potensi ke-
pada tenaga2 penggerak revolusioner,maka propa-
ganda dan agitasi harus kita sesuailean dng. ke-
{{rh||57}}
adapun lokal jang berbeda-beda adanja di Indonesia, lebih daripada apa jang sebegitu djauh telah kita lalaikan. Kita harus dapat mempengaruhi
orang2 Djambi, Bandjar dan Atjeh jeng sedikit
atau banjak tekun pade agamanja. Djika kita ma-
sih belum dapat menggabungkan diri dengan mere-
ka, maka kita sudah barang tontu tak dapat bor-
bitjara tentang pimpinan revolusioner.Kita se-
land jutnja harus dapat menund julkan, bahwa pro-
gran kita bertudjuan meningkatkan hidup materi-
ilnja. Kita harus mampu mendjelaskan, bahwa se-
mua rintangan, jang dialami pedagang2 ketjil,
petani2 dan penguanha2 ketjil di daerah
Djawc, pede masa ini monti akan lenjap
hapusnje imperialisme.Ketjuli jika orang2 bu-
kan proletar jeng sebagian besar terdiri
penduduk de er n2 luer Djowa menginajafi, bahwa
dalam kemerdekaan nasional, bukan hanja buruh2
industri sadja, akan tetapi djuga mereka
turut meuse hakan hasil keuntungan materiil, me-
reke, akan monggabungkan diri disana-sini bersa-
ma-sama proletar dalam perdjoengan melawan im-
perialisme. Djika kota Roma tidak dapat dibang-
un dalam satu hari, demikian-pun mendidik dan
mengorganisir rakjat jung 50 djuta orang djum-
labrja, dan jang telah tertindas ratusan tahun
lamanja, ajuga membutuhkan waktu. Akan tetapi
djustru penindasan fan reaksi jang meningkat
ninglet adalah pembantu2 P.K.I. jang baik.
dari
akan
Djika nanti partai telah dapat di-disiplin dan
sebagian besar dari penduduk telah dapat dibawah
pimpinan kita, kita terlebih dahulu harus meng-
tahui keadaan di kubu lawan, baik jang ada dide-
lam, maupun jang ada diluar negeri, sebelum kita melantjarkan pukulan jang menentukan. Lebih
terpetjah-petjah keadaan lawan, lebih {{hws|mengun|mengutungkan}}<noinclude></noinclude>
dqi8mu93ipbcgrxlpo81j2fllqtux6e
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/34
104
112504
316018
315880
2026-08-27T09:27:54Z
Ibrohim tijani
26379
/* Telah diuji baca */
316018
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||58}}</noinclude>tungkan bagi kita. Kita boleh mengatakan, bahwa
lawan dalam negeri jaitu imperialisme Belanda
bersatu menghadapi rakjat Indonesia. Tidak de
mikian halnja di Eropah. Kaum bord juis jang bertubuh dalam partai2 Konservatif, Leberal dan partai2 radikal lainnja,dalam menghadapi buruh2
revolusioner umpamanja nampak solider, akan tetapi diantara mereka sering djuga nampak adanja perpetjahan jang mendalam. Orang2 Sosial Demokrat mundarmandir kian kemari antara bord juasi dan buruh2. Perpotjahan antara bord juasi Eropah di Indonesia, djustru karena mereka tergolong
pada bangsa lain daripada buruh2, tak sedemikian
besarnja, sehingga penduduk Indonesia akan bisa
mendapatkan keuntungan jang agak berarti dalam
perpetjahan itu. Totapi sekalipun bord juasi Be
landa sementara solider menghadapi penduduk In
donesia, kesolideran 100.000 orang akan tak ada
artinja djika dihandingkan dengen
50.000.000. orang.
kesolideran
Akan tetapi musuh2 luar negeri (imperialisme)
Inggeris, Ameriks dan Djepang) menghadapi Indo
nesia sangat terpetjah belah. Antara imperialis
me Amerika dan Djepang tak terdapat unsur perse
tuan dan kesolideran. Besok atau lusa kedua im
perialisme itu harus menentuka kekuasaannja a
tas lauten Pasifik dengan pedang..
bila waktunje perang Djepang
Akan tetapi
Amerika tek
orang dapat meramalkan.
Pertentangan2 ekonomi dan politik antara Dje
pang dan Amerika jang pantang damai
mur Djauh telah berulangulang kita tundjukkan,
di Ti
den disini tak perlu kita uraikan lagi. Memang
dapat dipastikan, bahwa Inggeris akan
dipihak Amerika, sehingga armada Djepang dihan
berdiri
ding dengan armeda Amerika akan merupakan im
{{rh||59}}
bangan sebagai 3:10. Satu pertanjaan jang sa
na penting ja, jalah apakah ketiga imperialis
mo tersebut menilik situabi internasional seka
rung ini rkan mendatangkan perang dunia baru?
Memang adalah satu konjataan, bahwa Amerika
dalam melaksanakan politiknja "Penetration Pa
offic" (penercbosen pasifik) dimanamana menda
pat kemenangan dalan persaingan ekonomi. Satu
orang dunia baru bukan hanja satu keharusan bo
porluasen daerah pengaruh Amerika, alan tota
pi coal itu akan dapat membawa bahaja, bahwa bu
ruh internasional nanti dibawah pimpinan Moskow
akan merobeh perang dunia itu mondjadi perang
Baudara.
untuk
Dalam keradjarn Djepang sendiri terdapat ana
air2 jang menentang perang Djopang Amerika
dongan segera.Bentjena alen jang disebabkan karena gontjangan bumi pada tahun 1923 mengakibat
kan kerusakan hebat pada kehidupan ekonomi Djepeng daripada ape jang dapat kita lihat dari luar. Bentjana itu bagi Djepang membutuhkan tona.
ga besar dar waktu padjang sebelum ia dapat
memperbaiki kembali kehidupan ekonominja atas
tingket jarg suna sebagaimana adanja sebelum
terdjali berijana alan itu. Pergerakan
nondemokrasikan" Djepang dari pemerintahan
"autokrasi" jang dipimpin oleh kasta pertengah
an dan disokong oleh seluruh kaum buruh masih
berdjalan langsung. Pergerakan ini diperkuat
karena dalar negeri sekarang timbul penganggur
an jang luas (menurut berita jang terachir le
bih dari 3.000.000 orang), diantara mana terdapat djuga benjak korban2 dari kasta pertengahan,
semakin
Pergerakan untuk "mendemokrasikan" ini
mowudjudkan satu bentuk jg berbahaja sedimikian rupa, sehingga kaum militeris jang di Djepang<noinclude></noinclude>
nr8kz43d7nop9d4lshdknblvp0apyn2
316020
316018
2026-08-27T09:28:54Z
Ibrohim tijani
26379
316020
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||58}}</noinclude>{{hwe|tungkan|menguntungkan}} bagi kita. Kita boleh mengatakan, bahwa
lawan dalam negeri jaitu imperialisme Belanda
bersatu menghadapi rakjat Indonesia. Tidak de
mikian halnja di Eropah. Kaum bord juis jang bertubuh dalam partai2 Konservatif, Leberal dan partai2 radikal lainnja,dalam menghadapi buruh2
revolusioner umpamanja nampak solider, akan tetapi diantara mereka sering djuga nampak adanja perpetjahan jang mendalam. Orang2 Sosial Demokrat mundarmandir kian kemari antara bord juasi dan buruh2. Perpotjahan antara bord juasi Eropah di Indonesia, djustru karena mereka tergolong
pada bangsa lain daripada buruh2, tak sedemikian
besarnja, sehingga penduduk Indonesia akan bisa
mendapatkan keuntungan jang agak berarti dalam
perpetjahan itu. Totapi sekalipun bord juasi Be
landa sementara solider menghadapi penduduk In
donesia, kesolideran 100.000 orang akan tak ada
artinja djika dihandingkan dengen
50.000.000. orang.
kesolideran
Akan tetapi musuh2 luar negeri (imperialisme)
Inggeris, Ameriks dan Djepang) menghadapi Indo
nesia sangat terpetjah belah. Antara imperialis
me Amerika dan Djepang tak terdapat unsur perse
tuan dan kesolideran. Besok atau lusa kedua im
perialisme itu harus menentuka kekuasaannja a
tas lauten Pasifik dengan pedang..
bila waktunje perang Djepang
Akan tetapi
Amerika tek
orang dapat meramalkan.
Pertentangan2 ekonomi dan politik antara Dje
pang dan Amerika jang pantang damai
mur Djauh telah berulangulang kita tundjukkan,
di Ti
den disini tak perlu kita uraikan lagi. Memang
dapat dipastikan, bahwa Inggeris akan
dipihak Amerika, sehingga armada Djepang dihan
berdiri
ding dengan armeda Amerika akan merupakan im
{{rh||59}}
bangan sebagai 3:10. Satu pertanjaan jang sa
na penting ja, jalah apakah ketiga imperialis
mo tersebut menilik situabi internasional seka
rung ini rkan mendatangkan perang dunia baru?
Memang adalah satu konjataan, bahwa Amerika
dalam melaksanakan politiknja "Penetration Pa
offic" (penercbosen pasifik) dimanamana menda
pat kemenangan dalan persaingan ekonomi. Satu
orang dunia baru bukan hanja satu keharusan bo
porluasen daerah pengaruh Amerika, alan tota
pi coal itu akan dapat membawa bahaja, bahwa bu
ruh internasional nanti dibawah pimpinan Moskow
akan merobeh perang dunia itu mondjadi perang
Baudara.
untuk
Dalam keradjarn Djepang sendiri terdapat ana
air2 jang menentang perang Djopang Amerika
dongan segera.Bentjena alen jang disebabkan karena gontjangan bumi pada tahun 1923 mengakibat
kan kerusakan hebat pada kehidupan ekonomi Djepeng daripada ape jang dapat kita lihat dari luar. Bentjana itu bagi Djepang membutuhkan tona.
ga besar dar waktu padjang sebelum ia dapat
memperbaiki kembali kehidupan ekonominja atas
tingket jarg suna sebagaimana adanja sebelum
terdjali berijana alan itu. Pergerakan
nondemokrasikan" Djepang dari pemerintahan
"autokrasi" jang dipimpin oleh kasta pertengah
an dan disokong oleh seluruh kaum buruh masih
berdjalan langsung. Pergerakan ini diperkuat
karena dalar negeri sekarang timbul penganggur
an jang luas (menurut berita jang terachir le
bih dari 3.000.000 orang), diantara mana terdapat djuga benjak korban2 dari kasta pertengahan,
semakin
Pergerakan untuk "mendemokrasikan" ini
mowudjudkan satu bentuk jg berbahaja sedimikian rupa, sehingga kaum militeris jang di Djepang<noinclude></noinclude>
bp4qihh9qzqv005qekojdrqqkn9hg4d
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/35
104
112505
316017
315879
2026-08-27T09:27:32Z
Ibrohim tijani
26379
/* Telah diuji baca */
316017
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||60}}</noinclude>memegang kekuasaan atas alat2 politik dan militer seluruhnja, terpaksa memberikan konsessi po-
litik banjak. Menurut berite awal tahun
sistim parlementer di Djepang dimodernisir dan
dilaksanakan hak pilih umum, sehingge sekarang
djumleh pemilih meningkat dari tiga sampai dua-
belas djuta orang. Untuk mewud judkan, bahwa ka-
um militeris tidak menginginkan adanja perang
baru (dalam hal ini kaum militeris dapat memper
tehankan kedudukan autokrasinja terhadap kaste
pertengahan liberal). Djepang pada achir tahun
jang lalu telah mengadakan perdjendjian dengan
Sovjet Uni. Sekalipun perdjandjian ini ditud ju-
kan djuga terhadap persekutuan Anglo-Amerika,se-
kali ketika dipergunakan djuga untuk menina be-
bakken kaum buruh dan kasta pertengahan jang
membent ji dan ketakutan adanja suatu perang ba
ru,dengan alasan, bahwa Djepung"ingin damai de-
ngen siapa-pun". Pakte2 ekonomis dan politis
tersebut diatas menund jukkan, bahwa Djepang ke-
dalam masih belum memiliki tenaga dan pesatuan
jang diinginkan untuk memberanikan diri melawan
kekuasaan dunia seperti Amerika dan Inggeris pa
da pasa sekarang ini.
Adalah senantiasa tak mudah memperoleh kemerdekaan pada waktu ada sekarang. Pada perang dunia jang lalu kita mengetahui bahwa tak ada satu dari negeri2 djed jahan (Indo-China-Prantjis,"
India-Inggeris dan Mesir) berkehendak mengobar-
kan perdjoangan kemerdekaan. Bagi Indonesia dju-
ga masih belum depat dikatakan dengan segera,
bahwa dalam suatu perang pasifik orang mendapat
kan kesempatan jang baik untuk menuntut kemerde-
kaan. Djustru hal ini tergantung djuga pada per-
soalan, siapa jang akan menang dan berapa lama
perang akan berlangsung. Tapi teranglah, djika
{{rh||61}}
nanti dilautan sekeliling Indonesia armada2Ing-
goris, Amerika dan Belanda telah bersiap-siaga.
Bagi Indonesia bukan lagi satu persoalan jg mu-
ара-
dah untuk berbitjara tentang kemerdekaan,
Amerika
lagi untuk merebut kemerdekaan. Anglo
jang sudah tentu akan mengharapkan ketenangan
dan keamanan jang mutlak di Indonesia akan de-
ngan segera menget jap tiap2 gangguan ketenangan
itu sebagai satu permusuhan terang-terangan.
Terlebih-lebih karena Inggeris hendak memperta
hankan hubungan antara Singapura dan Australia-
Inggeris dan akan mendapatkan kesempatan jang
baik menduduki Indonesia djika imperialisme Be-
landa terlempar djauh.
Kesukaran jang sama akan dihadapi oleh Indone-
sepuluh
ain, djikn sesudah kurang lebih
tahun pangkel an armada Singapura dan armada Be-
landa telah selesai dibangun.Perhubungan antara
Singapura dan Australia akan mendjadi kenjataan
dan pertahanan tate-tertib di Indonesia bagi im-
porialisme Anglo-Amerika akan dipertjajakan ke-
pada armada Belanda.
Sudah tentu, perpetjahan antara imperialisme 2
satu keuntungan.
luar negeri bagi ita adalah
Akan tetapi persoalannja jalah: Apakah kita ha
rus menunggu dulu adanja perang, ataukah seka-
rang menuntut kemerdekaan Nasional dan memper
gunakan semua alat untuk mendapatkannje.
ar-
Karena kita telah mengetahui, bahwa perang Pe-
sifik jang mungkin datang bagi kita masih belum
berarti setu komerdokaan dan kita tak dapat me-
nunggu sampai armada Belanda dan pangkelen
mada Singapura, selesai digalang, maka bagi In-
donesia sangat mungkin sekarang ini adalah ke-
sompatan jang baik untuk menuntut kemordekaan
Nasional. Pendapat ini djuga diperkuat dengan<noinclude></noinclude>
gwi99tzu12itayubse87ul8cqnawkut
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/36
104
112506
316016
315878
2026-08-27T09:26:48Z
Ibrohim tijani
26379
/* Telah diuji baca */
316016
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||62}}</noinclude>alasan2 sebagai berikut:
1. Kita tak dapat menggantungkan taktik revolu sioner kita seluruhnja pada perang Djepang- Amerika. Taktik semat jam itu djuga bersifat opportunistis dan berbahaja. Tak ada suatu rakjat jang dapat bertahan lama dalam kete- gangan dengan ant jaman jeng tak dirasakan dengan langsung. Terlebih-lebih djika ant jaman itu dalem 2 atau 3 tahun masih belum mondjadi kenjataan, maka ketegangan psycho-logis dengan sendirinja akan mendjadi bujar Ketegangan revolusioner akan mempunjai daja hidup, djika ia didasarkan atas sjarat2 materiil jang langsung dapat dirasakan oleh rakjat.Hanja djika agitasi revolusioner ki- ta didasarkan atas penderitaan2 jang njata jang dirasakan oleh rakjat dibawah kekuasa- an imperialisme Bolanda dewasa ini dan ketjuali daripada itu kita dengan serentak mampu me jakinkan rakjat akan propaganda kita, maka tak kepuasan massa akan berobah mendjadi suatu kemauan massa dan perbuatan massa.Se- land jutnja kita sekarang harus djuga beker-dja untuk tudjuan jang langsung dan meneri- ma akibat agitasi revolusioner kita.
2. Ada kemungkinan, bahwa perang Djepang rika lama tak kund jung dateng dan bahwa pe-riode pasifistis (masa tenang) harus lebih dahulu mendahului revolusi sosial diseluruh dunia. Djike. kita menggantungkan aksi2 kita seluruhnja pada perang dunia dan revolusi- dunia, maka ada kemungkinan bahwa kita akan kehilangan peranan pimpinan kita atas rakjat Indonesia. Karonanja partai kita akan bera-da di alam dogma sedang massa akan mentjari djalan sendiri sendiri. Djalan itu
{{rh||63}}
akan dapat mengakibatkan pemberontakan2 lokal
atau perbuatan2 individuil (anarsistis). Memang
rakjat Indonesia jang merasa tak puas akan
ngikuti pimpinan revolusioner kita sekian lama,"
nelama pimpinan ini sungguh2 merupakan pertumbu-
han daripada tudjuan revolusioner-nja.
3. Belum pernah kita pikirkan, bahwa kemerdeka-an Indonesia pada masa ini djustru akan ea membahajakan perdamaian di Pasifik. mordekaan ini akan dapat memetjahkan perang Pasifik. Akan totapi tak dikatakan, kekuasɛan2 dunia (karena takut akan adanja revolusi sosial) monunda porang itu sebegi- tu lama. Djustru inilah bukannja merugikan, tetapi menguntungkan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun jang lalu kita telah lihat di Ti- ongkok, bahwa tak satu dari negara2 imperia
lis besar jang memberanikan diri membagi-bagi Tiongkok dan mendudukinja, sekalipun mereka mempunjai kesempatan untuk itu.Djus- tru pada waktu itu di Tiongkok berkobar pe- rang saudara, sehingga perusahaan2 luar ne
geri di Tiongkok menderita kerugian. Keta-kutan akan adanja porang antara imperialis2 satu sama lain adalah sebab mengapa mereka semua melihatnja dengan terang. Tiap2 orang tentu berkohendak menduduki bagian Tiongkok jang baik, dan djustru itu ia akan dimusuhi olah jang lain dalam pilihanňja. Karena ti- ap imperialis ingin mempunjai Tiongkok jang
baik, karena itu tak seorang mendapatkan sesuatu. Ditilik dari sudut perdagangan dan strategi kedudukan Indonesia di Pasifik sebegitu pen- ting, sehingga tak ada seorang imperialis membiarkan diambilnja oleh sesuatu negara<noinclude></noinclude>
nn0sc3n7ry0zsxzq4ng23edjbc1yjbi
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/37
104
112508
316014
315877
2026-08-27T09:25:42Z
Ibrohim tijani
26379
/* Telah diuji baca */
316014
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" />{{rh||64}}</noinclude>jang kuat. Tiap2 usaha untuk membaginja akan
mudah menjebabkan pertikaian dan perang.Ter-
lebih-lebih ijika Indonesia sendiri tak ber-
diam diri akan tetapi menggunakan perpetjah-
an musuh2.
Djika Indonesia nanti mendjadi djadjahan
Anglo Amerika, maka harapan Djepang untuk
molebarkan pengaruhnja ke Asia Selatan
Barat akan gagal buat selama-lamanja.Tjita2
Djepang "Asia untuk orang2 Asia", jaitu -
sia dibawah telapak kaki. Djepang, akan
Djepang jang telah dilarang memasuki Amerika
sia2.
dan Australia, kemudian akan terasing
at selama-lamanja di Timur Djauh..
Dibalik itu Anglo-Amerika tak akan mengizin-
kan Djepang menduduki sesuatu titik di Indo-
nesia. Tuseboru Takekoshi, torompet kaum mi-
literis Djepang, selama berlangsungnja pe-
rang besar telah membikin gontjang dunia im-
perialis, ketika ia menundjukkan betapa pen-
tingnja Solat Sunda dan Malaka lagi
baran pengaruh Djepang. Akan tetapi
selat itu, salah satu dalam titik strategi
di Indonesia, djika diduduki oleh Djepang,
berarti djuga satu pistol didada Kerajaan
Inggeris.
perle-
ke lua
ci-
me ta
Djika keadaan2 dalam kubu musuh kita
pulkan, baik jarg ada di luar negeri,
kita dapat berkata: "Kubu Belanda jaitu
dalam arti kata krisis ekonomi dan politik"
Ia berada dalam permusuhan terangan dengan
rokjat rovolusionor. Djika jang tersebut be-
lakangan ini sekarang tak menang, maka ia
besok akan dipukul. Imperialis2 luar negeri
berada dalam keadaan tjerai-berai jang sa-
ngat mengohawatirkan dan dalam tahun2 jang
{{rh||65}}
datang tak mungkin dapat tjampur dalam
ruoalan Indonesia tanpa menimbulkan bahaja
lotusnja perang dunia.
ertanjaar bila waktu jang baik bagi aksi ke-
ordokaan politik jang tak terbatas dan leng-
p kita kira harus and jawab: "Sekarang dan
akan da-
kan nanti". Djika tidak demikian
dimana kita harus
ang masanja bagi kita,
orkata: Kita dulu telah membiarkan kesempat-
itu berlalu".
Bokarang adalah waktunja bagi P.K.I. dalam dan
dongan perdjoangan untuk ment jiptakan organisasi2
sendiri jang memiliki keberanian dan kekuatan un-
Jul monerina pertanggungan djawab merebut dan
Hoportahankan kemerdekaan Nasional. Djika nanti
Botolah banjak perkelahian ketjil dan besar di-
Bena-sini, sekarang dengan menggunakan organisasi
organisi
politik kemudian dengan menggunakan
Bani Sarokat? Sekordja, kita telah dapat menun-
Jukkan kesedaran, hasrat,kebidjaksanaan dan ke-
gnirahan,maka kita pada achirnja akan mendjatuh-
kan godan revolusioner kita sedemikian rupa 10-
hingga pukulan itu akan terdengar oleh negara2
Inklukan lainnja di Asia dan oleh buruh2 jang
torbelenggu di Eropa.
{{rh||-0-}}
{{rh||'''MADJELIS PERMUSJAwARATAN NASIONAL INDONESIA'''.}}
Bortentangan dengan pessimisme jang beralasan
dan peringatan2 jang sungguh oleh penulis2 Pran
Jis seperti Voltaire, D'Alembort Roxssoau dan
lain2nja. Bangsawan2 Prantjis,didahului oleh Ra-
djanja jang boros dan Permaisuri jang lobih bo-
ros,melangsungkan tjara hidupnja jang sangat me-
wah. Nampak ja tak ada pandangan hidup lainnja
Jg dianut daripada "Sesudah kari bahaja bandjir".<noinclude></noinclude>
h7n98h40m5qzeszf90139gtpq7stgpe
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/23
104
112514
316004
311707
2026-08-27T08:12:24Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316004
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata">
<p align="center">36</p>
dinosia. Karenanja mereka djuga tak pernah sampai pada Programnja, sebab suatu program bukannja hanja satu "daftar keinginan", akan tetapi harus didasarkan atas desusan sosial ekonomi sesuatu negeri.
Djuga Partai Komunis Indonesia belum pernah menjusun apa jang ia sebenarnja mauken, sekarang dibawah imperialisme, dan sesudah hapusnja Imperialisme. Sudah tepat pada waktunja kita kerdjakan sekarang. Bukannja karena program adalah segala sesuatunja! Tidak, tak ada sesuatu program revolusioner jang berarti, djikatak ada pergerakan revolusioner. Akan tetapi djuga adanja, djika tiap-2 gerakan revolusioner jang tak mempunjai dasar teori jang njata dan tudjuan revolusioner jang tersusun tegas (jaitu suatu program) akan tak berdaja suatu apa dan akan mendjadi alat kapitalisme.
Sebagai bukti dapat kita ambil sebagai tjonto : B.U., N.I.P. dan S.I. Ketiga-tiganja setidak-tidaknja pada permulaan — adalah revolusioner. Akan tetapi tak ada satu jang bisa menjusun tudjuan revolusionernja. Memang pemimpin dan disiplin menjebabkan djuga keruntuhan partai2 ini, akan tetapjisebab jang terutama ialah tak adanja tudjuan jang tersusun (program) dan penguraian jang djelas tentang djalan2 jang harus ditempuh (taktik).
Pergerakan revolusioner di Indonesia selalu masih ada. Djika pergerakan ini hendak mendapatkan hasil, maka sekarang telah pada waktunja, kita menjusun program Nasional dan mengumumean program ini kepada seluruh Rakjat.
Kita kira, program kita ini selaras dengan keadaan ekonomi sosial Indonesia, Kita dapat dengan rasa berat selangkah lebih djauh dalam
<p align="center">37</p>
tuntutan kita, tanpa menjusahkan kita sendiri. Dibagian lain kita tak akan dan tak perlu mundur selangkahpun. Program ini agaknja sesuai dengan segala kemungkinan, baik internasional maupun nasional. Djika besok atau lusa kapitalisme dunia djatuh, sehingga rakjat Indonesia bisa mendapatkan segala bantuan lahir dan batin dengan langsung dari proletariat Barat, maka program ini dapat digunakan sebagai dasar jang kuat untuk membentuk bangunan komunistis. Djika kita besok atau lusa terpaksa melakukan perdjoangan nasional sendiri, maka program ini tjukup mempunjai unsur2 untuk membangkitkan dan memusatkan tenaga2 seluruh rakjat Indonesia jang sedang tidur, tenaga2 mana sangat dibutuhkan untuk mendapatkan kemerdekaan nasional.
Djika kita selandjutnja mendapatkan kemerdekaan itu, kita dapat djuga mempertahankannja dengan lebih baik. Dengan tenaga2 jang terdapat di Indonesia kita nanti sesudah mendapatkan kemerdekaan — dapat melangkah kearah komunisme internasional lebih tjepat dan dengan pengharapan lebih banjak.
Djika kita dapat melaksanakan program ini di Indonesia Merdeka, maka kemerdekaan sematjam itu akan lebih njata daripada jang dinamakan Merdeka di banjak negara2 modern didunia. Buruh Indonesia akan memiliki industri2 besar dan melakukan kekuasaan jang njata baik dalam ekonomi maupun dalam politik negara. Penindasan dan pemerasan jang pada masa sekarang ini diderita oleh buruh2 di Djepang, Amerika, Inggris dll. akan tak ada lagi. Hubungan sosial antara budak dan madjikan akan memberikan tempat pada persamaan dan kemerdekaan. Laba jang berdjuta-djuta djumlahnja jang sekarang mengalir keda-
</div><noinclude></noinclude>
01cv0zhdvg2nb3g2y53sjn0zy56jhu3
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/24
104
112516
316005
311709
2026-08-27T08:12:52Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316005
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata">
<p align="center">38</p>
lam saku2 lintah darat, jang bertempat tinggal Zorgvliet (Den Haag) akan dapat digunakan untuk memadjukan industri Indonesia (tekstil dan pabrik2 mesin, galangan2 kapal dan pekerdjaan tenaga air). Ketjuali itu laba itu akan dapat digunakan untuk bantuan keuangan pada petani2, pedagang2 ketjil, industri2 ketjil, dsb. Pendek kata program kita bukan hanja meliputi perubahan dalam arti kata jang sangat sempit, akan tetapi hampir seluruh rakjat Indonesia.
<u>Kita berani katakan sedemikian itu, bukannja karena kita hendak mendjandjikan kepada setiap orang satu sorga, akan tetapi untuk kepentingan kemerdekaan sendiri!</u> Kepentingan kemerdekaan itu menjarankan, bahwa orang2 bukan proletar (petani2, pedagang2 ketjil, pengusaha2 ketjil, dan orang2 intelek) harus djuga diberikan pembagian ekonomi, djika buruh menasionalisir industri2 besar. Karena kapital nasional sangat ketjil adanja jang dapat menjebabkan adanja kekuatiran akan politik nasionalisasi buruh, dan karena lebih dari 90% dari penduduk berada dalam penderitaan dan kemelaratan, maka kerdja sama antara proletar dan bukan proletar memang sangat mungkin. Dengan pembangunan industri2 dan kooperasi2 Negara lebih banjak, dengan bantuan Negara jang njata kepada orang2 bukan proletar, maka lambat laun akan lenjap segala sesuatunja jang ketjil untuk memberikan tempat kepada perusahaan2 besar atas dasar teknik jg lebih tinggi, milik-bersama dan kerdja-sama. Perusahaan2 ketjil harus insjaf, bahwa perusahaan Negara dapat menghasilkan lebih tjepat, lebih baik dan lebih murah daripada mereka.
Bilamana mereka menginsjafi ini, maka mereka akan dengan sukarela menjerahkan diri kepada
<p align="center">39</p>
perusahaan2 Negara dan akan meninggalkan perusahaan2 ketjilnja.
Djika proses ekonomi ini, jaitu peleburan perusahaan2 ketjil kedalam perusahaan2 Negara jg besar dapat berdjalan langsung dengan kesesuaian di Indonesia merdeka, maka politik bordjuis ketjil lambat laun djuga akan lenjap untuk memberikan tempat kepada politik internasional buruh.
Teranglah sudah, bahwa orang2 bukan proletar di Indonesia pada masa ini, sekalipun revolusioner nampaknja dalam politiknja adalah nasional jang sangat sempit. Mereka hanja menginginkan penghapusan imperialisme, bukannja penghapusan milik. Akan tetapi buruh Indonesia menganggap orang2 bukan proletar bukan sebagai lawan. Bagi Indonesia ada gedjala jang menguntungkan, bahwa orang bukan proletar menjerahkan diri dibawah pimpinan buruh ( bertubuh dalam P.K.I.) Kerdja sama antara proletar dan bukan proletar telah menundjukkan sebagai tenaga hidup. Di Priangan dimana kapitalisme tidak meresap begitu dalam, dimana bordjuis ketjil mempunjai peranan jang menentukan, disana orang2 bukan proletar dibawah pimpinan kaum Komunis menundjukkan keberanian dan keulatan. Kepada P.K.I. terletak tugas membangkitkan tenaga2 jang sedang tidur jang sangat banjak djumlahnja di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dll. Angsur-angsur S.R. harus mendjadi organisasi dari semua musuh imperialisme. Djika penduduk dikota2 besar di Djawa dan penduduk diluar Djawa telah menginsjafi, bahwa program P.K.I. bertudjuan mempertinggi kesedjahteraan rakjat pada umumnja dan bukan mengabaikan kepentingan orang2 bukan proletar, maka orang2 jang ter-
</div><noinclude></noinclude>
6mxcvqvhcx513tt7s1nc010skf76di5
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/27
104
112517
316006
311710
2026-08-27T08:13:12Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316006
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata">
<p align="center">44</p>
pada kwalita organisasi kita, akan tetapi djuga pada keadaan ekonomi-politik, baikpun didalam maupun diluar negeri. Akan tetapi pukulan strategis itu akan mempunjai harapan lebih besar akan berhasil, djika tiap2 aksi politik atau ekonomi dapat kita imbgarkan dengan sukses. Ini berarti, bahwa kita, seandainja kita tak mendapatkan kemenangan jang lengkap, kita sedapat mungkin dapat menghindarkan kekalahan, jang dapat melemahkan organisasi kita buat waktu jang lama (tetapi bukannja menghindarkan perdjoangan dan pada buruh ditanamkan sangkaan seolah-oleh dalam masjarakat kapitalis perdjoangan dapat dihindarkan, akan tetapi karena kegiatan persiapan dan ketjakapan revolusioner). Memang benar kemenangan politik atau ekonomi dalam masjarakat kapitalis adalah relatif, akan tetapi djika kekalahan salah satu organisasi kita membikinnja tak berdaja buat waktu jang lama, maka dengan sendirinja waktu untuk melandjutkan pukulan strategis diperlambat. Sebaliknja djika salah satu dari organisasi politik atau ekonomi kita mendapat kemenangan taktis, maka bukan hanja organisasi jang menang chusus dja jang akan mengalami akibat2 jang menguntungkan, akan tetapi seluruh barisan revolusioner di Indonesia. Sekarang dengan itu kepertjajaanatas pimpinan, kejakinan atas kemenangan terachir, dan kegairahan dalam perdjoangan akan meningkat.
Suatu strategi perang biasa tidak sama dengan strategi revolusioner. Dalam perang biasa, baik kwalita (djenis), maupun kwantita(djumlah) pasukan selalu hampir constant (tetap). Bagaimanapun halnja lebih sedikit mengalami perobahan2 daripada pasukan revolusioner. Pada jang tersebut belakangan ini, baik djumlah maupun djenis
<p align="center">45</p>
dari perkumpulan lebih tjepat mengalami pasang surut. Pasang surut ini ditentukan oleh keadaan ekonomi politik negeri. Djika seluruh rakjat hidup dalam penderitaan jang sangat, sebagaimana halnja di Indonesia sekarang ini, reaksi bertindak kedjam dan berpandangan sempit, maka gelombang semangat revolusioner sekonjong-konjong meningkat diseluruh negeri sedemikian rupa, sehingga Staf Umum Revolusioner dengan mendadak mendapatkan pasukan jang besar djumlahnja, jang tak pernah dialami lebinja. Djika P.K.I. sekarang umpananja bisa mendapat-kan 50.000 anggota, maka sesudah dilaksanakan Inlandsche Verpondin (Padjak Tanah bagi anak-bumi) atau suatu taksiran ekonomi lainnja, akan bisa terdjadi, bahwa seluruh rakjat akan berhimpun dibawah bendera komunis. Lebih daripada itu, djika kita tahu mempropagandakan dan mempertahankan program dan pendirian kita dengan bidjaksana dan konsetan.
Karena pasukan revolusioner lebih banjak mengalami pasang surut daripada pasukan biasa, maka oleh karena itu Staf Umum sesuatu Organisasi Revolusioner dapat melihat lebih djauh kedepan daripada Staf Umum pasukan biasa.
Pada permulaan mereka harus telah dapat memperhitungkan seberapa besar djumlah pasukannja sendiri dan pasukan lawan-nja jang akan bisa terdapat pada okasionnja. Selaras dengan itu taktiknja harus lebih banjak disesuaikan dengan perobahan pasang surut dan djustru harus lebih plastis (djelas dan njata). Ia harus lebih memperhitungkan moral daripada Staf Umum pasukan biasa, karena hal itu lebih merupakan suatu faktor jang menentukan dalam perdjoangan revolusioner daripada dalam perang biasa.
</div><noinclude></noinclude>
e16ordem01rgtgg5cmj7qv2yrowub91
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/28
104
112519
316007
311712
2026-08-27T08:13:34Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316007
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata">
<p align="center">46</p>
Sekalipun perang biasa mempunjai benjak perbedaan dengan perdjoangan revolusioner, keduanja pun mempunjai titik2 persamaan, keduanjapun mempunjai titik2 perbedaan jang njata. Hukum2 berikut, jang mewudjudkan dasar strategis perang berlaku djuga bagi strategi revolusioner.
:<ol><li>Nilai offensif dan inisiatif.</li><li>Pemusatan kekuatan pada tempat jang menguntungkan dan waktu jang tepat bagi kita.</li></ol>
<center>
---o0o---<br />
<u>NILAI OFFENSIF DAN INISIATIF</u>
</center>
Dalam tiap2 matjam perdjoangan inisiatif mempunjai nilai besar. Mereka jang lebih dulu mengambil inisiatif, mempunjai keuntungan besar jg tak terduga atas lawannja. Sebab ia lebih dulu melandjutkan aksi dan dengan demikian dapat menimbulkan keadaan jang sama sekali baru difihak lawannja. Karenanja lawan tak dapat memikirkan rentjane baru jang tersendiri, akan tetapi terikat pada keadaan jang baru tertjipta. Dengan tjara sedemikian itu bentjana mereka jg menunggu dihantjurkan lah pengambil inisiatif. Jang tersebut belakangan ini menguasai kemauan dan perbuatan jang tersebut duluan, jang terpasa pasif dan menunggu serangan2 pengambil inisiatif.
Djika kita dalam perdjoangan revolusioner tidak mengambil inisiatif duluan, maka lawan mendapatkan keuntungan menguasai kemauan dan perbuatan kita sehingga kita dipaksa dlm keadaan pasif jang melumpuhkan. Djika umpamanja reaksi bermaksud hendak menghantjurkan salah satu dari Sarekat2 Sekerdja atau perkumpulan2 politik kita, dan ia telah mengambil inisiatif lebih
<p align="center">47</p>
dahulu maka kita akan merasa tertekan dan tak berketentuan, karena kita tak dapat mengetahui bagaimana dan bilamana ia akan melakukan itu. Akan tetapi djika kita hendak menangkis itu dengan mengambil inisiatif lebih dahulu, maka kita akan mendapatkan ketjuali keuntungan moril, djuga keuntungan, bahwa kita dapat menguasai rentjane lawan jang permulaan, mungkin djuga dapat menghantjurkannja.
Udjud perdjoangan jang dilakukan inisiatif ialah offensif. Mereka jang menjerang duluan, mempunjai inisiatif dan menguasai kemauan dan perbuatan lawannja. Tetapi bentuk offensif jang baik ialah offensif jang dilakukan setjara defensif. Politik revolusioner kita di Indonesia dilakukan setjara defensif. Sekalipun tudjuan kita tak kurang daripada penghapusan imperialismo dan kapitalisme, kita dipaksa oleh keadaan melandjutkan serangan2 kita dalam bentuk pertahanan2. Kita mempersiapkan serangan setelah kita terantjam dan terserang. Atas tindakan2 reaksioner lawan, kita mendasarkan agitasi, protes atau tindakan2 kita jang lebih mendekatkan kita pada tudjuan kita terachir.
Pada pukulan terachir jang menentukan, kita hanja bisa mendapat kemenangan, djika kita djuga mengambil inisiatif bertahan. Agar supaja pukulan terachir jang menentukan itu dapat mewudjudkan tudjuan kita. Sarekat2 Sekerdja dan organisasi2 politik kita mulai sekarang harus memiliki djiwa offensif.
<center>
---o0o---<br />
PEMUSATAN KEKUATAN2 PADA TEMPAT DAN WAKTU JANG MENGUNTUNGKAN BAGI KITA
</center>
Tudjuan tiap2 offensif ialah menjerang per-
</div><noinclude></noinclude>
5z3mubfybqmwqp9ym2piknux6lun7pq
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/40
104
112522
316008
311715
2026-08-27T08:15:17Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316008
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata">
<p align="center">70</p>
Djalan kita terletak diluar Parlemen. Djalan kita melalui politik dan Sarekat2 Sekerdja.
Madjelis musjawarah nasional Indonesia harus dipanggil berkumpul oleh kita sendiri, dengan atau tanpa persetudjuan lawan2 kita. Madjelis Permusjawaratan nasional sangat mungkin akan tertjipta pada waktu bentrokan physik, ekonomi atau politik jang hebat seperti pemberontakan setempat, pemogokan umum dan demonstrasi massa. Hal ini akan merupakan puntjak semua kegiatan kerdja kita. Soal Madjelis Permusjawaratan Nasional adalah soal hidup atau mati kita sebagai manusia MERDEKA, untuk itu djuga "to be or not to be" bagi lawan kita sebagai pemegang kekuasaan dan lintah2 darat.
Hal ini akan kita persoalkan, djika kita telah jakin, bahwa tindakan pembalasan lawan2 kita jakin terdjadi dapat kita tangkis dan hantjurkan dengan sukses. Soal itu tidak kita kemukakan lebih dahulu, sebab memanggil berkumpul Madjelis Permusjawaratan Nasional berarti menjampaikan ultimatum kepada pemegang2 kekuasaan dewasa ini.
Panggilan berkumpul, Madjelis Permusjawaratan Nasional Indonesia berisikan pengakuan, bahwa pemegang2 kekuasaan dewasa ini tidak mampu mengatur persoalan2 kita; bahwa kita merasa kuat memegang kekuasaan sendiri dan mondjawab tindakan pembalasan lawan2 kita dengan sukses, bahwa kita karenanja ingin mengatur sendiri persoalan2 dalam dan luar negeri menurut pendapat kita sendiri tanpa perantaraan orang lain; bahwa atas dasar alasan2 tersebut pemegang2 kekuasaan dewasa ini harus memberikan tempat kepada kita. (Pegawai2 administratif dan teknis Belanda, bahkan pedjabat militer dan polisi bisa tinggal di Indonesia dengan sjarat2 tertentu, djika mereka
<p align="center">71</p>
mau bekerdja dengan patuh dibawah pemerintahan Indonesia jang baru).
Sudah tentu kita tak dapat mengambil putusan jang penting ini, djika kita tidak didukung oleh seluruh penduduk Indonesia. Pengaruh P.K.I. dan S.R. lebih dahulu harus sedemikian besarnja, sehingga semua seksi dan Sarekat2 Sekerdja benar2 merupakan divisi2 pasukan jang harus siap-siaga pada seruan kita pertama, sekalipun mereka harus menghadapi antjaman2 senapan mesin dan kapal2 udara.
Ketika Mirabeau mengutjapkan kata2jang mengandung penuh keberanian, dia mengetahui benar, bahwa kata2nja akan bergema diantara buruh2jang sangat aktif di kota2 muka Paris. Djika Lodewijk ke XVI sungguh menggunakan bajonet, tentu akan segera didjawab dengan pemberontakan umum.
Dengan penderitaan rakjat Indonesia jang semakin meningkat ini setiap waktu akan bisa meletus kegiatan2 ekonomi dan politik dari Massa. Djika organisasi2 politik dan ekonomi kita telah mentjapai kwalita dan kwantita jang diharapkan, djika petani, buruh, pedagang dan mahasiswa sungguh2 menginginkan kehidupan berudjung lebih baik dan djuga untuk itu berani terang-terangan mengemukakan diri, maka barulah kita dapat memanggil berkumpul Madjelis Permusjawaratan Nasional Indonesia. Kita harus jakin, djika perlu, dapat mengulangi "djangan bujar, ketjuali dengan udjung bajonet".
<center>
---o0o---<br />
<u>HALILINTAR MEMBERSIHKAN UDARA</u>
</center>
Pada waktu kita menulis brosir ini, datanglah, laporan, bahwa partai kita djantjamoleh"andjing2 liar". Petani2 dan penganggur2 di organisir dan dikirim pada anggauta2 kita untuk mejakinkan mereka dengan tongkat. Pedjabat2 jang telah melaku-
</div><noinclude></noinclude>
encvyq2ro55t955uzt6iycnqia1ec09
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/41
104
112525
316009
311718
2026-08-27T08:15:39Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316009
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div class="pagedata">
<p align="center">72</p>
kan pembunuhan beberapa kali dibajar dan dikirimkan kepada pemimpin2 kita jang bertanggung djawab untuk mentjoba mengambil djiwanja. Demonstrasi2 dari sampah masjarakat Indonesia diorganisir untuk menakut-nakuti, menghina dan memprovokasi anggauta2 kita. Sarekat Idjo adalah nama fascisme Indonesia ini.
Mussolini, seorang machluk djahat jang reaksioner mentjiptakan alat reaksionernja setidak-tidaknja menurut suatu prinsip, dan prinsip untuk suatu tudjuan politik. Akan tetapi prinsip apakah jang dimiliki Sarekat Idjo ini ketjuali putus asa dan kerendahan budi? Demikianlah adanja satu periode fascisme!
Kamu Pemerintah, pentjipta, peng-ilham Perentjang-intelek perbuatan suram ini! Kamu kira, bahwa tjiptaanmu ini dapat menghantjurkan kita? Sebagaimana halnja dengan pendjara2, pembuangan2, pukulan2 tongkat, peluru2 dan alat2 lain dari alam gelap, demikian-pun fascisme-mu akan lenjap sebagai timbunan saldju dibawah sinar matahari!!
:.................................................
Tetapi kita tidak mengharapkan satu ohajalan, seolah-olah djalan kita pendek dan rata. Tanah gelap, sukar dan penuh dengan ratjun adalah djalan menudju Kemerdekaan. Dari kiri dan kanan kita telah terdengar bisikan kawan2 jang ragu2: Apakah kita akan meneruskan itu?
Berat adanja pekerdjaan pendidikan diantara massa, jang berabad-abad mengalami tidak lain daripada hinaan dan pukulan tongkat, baik dari Pemerintahan bangsa sendiri,maupun dari Pemerintahan bangsa asing,massa jang dibikin merangkak-rangkak dan meminta-minta sebagai kebiasaan dan pemetjahan persoalan penghidupan pada chajalan tak pertjaja dan pikiran2 budak ..................
<p align="center">73</p>
rat rasanja melaksanakan pekerdjaan pendidikan dibawah kekuasaan jang tak segan2 berdusta, memperkosa undang2 jang dibikin sendiri, mengindjak-indjak hak2 rakjat dan mempergunakan alat2 perkosaan setjara kurang adjar, satu kekuasaan jang memiliki hak luar biasa menggunakan alat2 penindas jang modern atas rakjat Timur jang merut ................................
Berat rasanja melakukan pekerdjaan perdjoangan dengan suatu pasukan tak bersendjata, kehabisan tenaga dan dikelilingi oleh pengchianat2,melawan sesuatu pasukan jang mempergunakan emas, orang2 sewaan dan semua alat2 lainnja...................
Tetapi kebenaran adalah kuasa, kebenaran kita Pertentangan antara jang berkuasa dan jang dikuasai, djalan dialektik perkembangan kapitalisme,adalah tenaga pendorong dalam perdjoangan revolusioner kita,tenaga jang membangkitkan dan meilhami kembali jang sedang runtuh dan memberikan kemenangan kepada jang kuat.
Penderitaan jang sedang mendalam, reaksi jang semakin kurang adjar akan memperkuat barisan kita dalam waktu jang pendek dan merong-rong barisan musuh.
Kepada kaum intelek kita serukan !
Djuga golongan-mu tak akan lepas daripada penderitaan. Akan datang satu masa,bahwa kapitalisme kolonial jang sekarang masih dapat menggunakan tenaga-mu, akan membuang kaum-mu seperti sampah jang habis manisnja. Penjakit kapitalistis, djelah krisis akan tak mampu memelihara,djuga kamu buat selama-lamanja. Djuga kamu akan terdesak seperti ribuan saudara2-mu di Djepang dan India-Inggeris kepada "Kasta Proletar Intelek".
Tak terdengarkah oleh-mu,teriakan massa Indonesia untuk kemerdekaan jang senantiasa mendjadi sema-
</div><noinclude></noinclude>
huhs6e2dk2q486u5cmyawgjj63gjslc
Halaman:Raden-Adjeng Karmiati.pdf/44
104
112685
316002
312131
2026-08-27T08:10:05Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316002
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|80}}</noinclude>Tiga taoen berselang, orang liat Wirjonoto dan istrinja ada tinggal dalem satoe Gedong jang amat saderhana.
Sedeng Raden Soegondo dan istrinja poen soeda tida katinggalan djoega ada diantaranja pendoedoek itoe roemah jang broentoeng.
Saben-saben orang ketemoeken Wirjonoto dan Raden-adjeng Karmiati ada berdjalan sembari toentoen doea anaknja lelaki jang mempoenjai roman tida beda pada marika poenja iboe dan ajah.
Dengen kabroentoengan jang tida terhingga kamoedian Wirjonoto bisa trima itoe oewang peninggalan dari ia poenja orang toea, sedeng kepoenja'annja Wirsojoedo, lantaran tida mempoenjai lain achliwaris, hingga itoe harta poen djadi miliknja Raden Wirjonoto sekalian.
{{C|The End.}}
{{C|{{larger|DJAGA TERBITNJA<br>
KITA POENJA<br>
TRIO!}}}}<noinclude></noinclude>
mt09u72mqtxzh34ribgpnj3igc5w7n1
Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/2
104
112687
316025
312118
2026-08-27T09:34:42Z
Ibrohim tijani
26379
316025
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>[[Berkas:Demokrasi Terpimpin.pdf|page=2|600px]]<noinclude></noinclude>
agrxku8nenx80fqovj2chil9a1lv57y
Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/37
104
112749
316034
312566
2026-08-27T10:04:17Z
Ibrohim tijani
26379
316034
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>3. Golongan Fungsionil dalam masjarakat Indonesia.'''
a. Batasan Golongan Fungsionil.
tjita-tjita Bangsa Indonesia jang tersirat dalam Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Ini berarti bahwa golongan Fungsionil dalam masjarakat Indonesia ditentukan oleh dua hal.
Pertama, ditentukan oleh hakekat tjita-tjita Bangsa Indonesia dan
Kedua, ditentukan oleh peranan golongan menurut bakat, tugas pekerdjaannja dan kepentingannja dalam pelaksanaan tjita-tjita Bangsa Indonesia tersebut.
Hakekat tjita-tjita Bangsa Indonesia telah kita uraikan diatas. Untuk menentukan peranan golongan dalam pelaksanaan tjita-tjita Bangsa harus ditindjau dari babakan perdjuangan Nasional Indonesia. Telah kita kemukakan diatas bahwa sedjak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, perdjuangan Nasional Indonesia memasuki suatu babak dan suasana revolusi, jaitu, Revolusi Nasional Indonesia. Pelaksanaan tjita-tjita Bangsa dalam Revolusi Nasional sedjak Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat kita babak dalam dua babak, ,,Perang Kemerdekaan" dan babak ,,Penjelesaian Revolusi".
b. Pelaksanaan Revolusi
Babak ,,Perang Kemerdekaan".
Dalam babak Revolusi Perang Kemerdekaan (17 Agustus 1945 — 27 Desember 1949), kita kenal mereka itu jang mendjadi pendobrak dan pelaksana bermula dari Revolusi Nasional Indonesia — mereka ini adalah Angkatan Proklamasi 17 Agustus 1945. Kita kenal mereka itu jang bergolong setjara wadjar dalam kesatuan-kesatuan Lasjkar Rakjat, T.K.R., T.N.I., A.L.R.I., A.U.R.I., Polisi, berdjuang bahu-membahu dengan Rakjat dan Pemerintah di front depan Perang Kemerdekaan.<noinclude>{{rh|30}}</noinclude>
i1b5od9xieh1e8mi59jpnb7ipjpu6hk
316035
316034
2026-08-27T10:04:35Z
Ibrohim tijani
26379
316035
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>3. '''Golongan Fungsionil dalam masjarakat Indonesia.'''
a. Batasan Golongan Fungsionil.
tjita-tjita Bangsa Indonesia jang tersirat dalam Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Ini berarti bahwa golongan Fungsionil dalam masjarakat Indonesia ditentukan oleh dua hal.
Pertama, ditentukan oleh hakekat tjita-tjita Bangsa Indonesia dan
Kedua, ditentukan oleh peranan golongan menurut bakat, tugas pekerdjaannja dan kepentingannja dalam pelaksanaan tjita-tjita Bangsa Indonesia tersebut.
Hakekat tjita-tjita Bangsa Indonesia telah kita uraikan diatas. Untuk menentukan peranan golongan dalam pelaksanaan tjita-tjita Bangsa harus ditindjau dari babakan perdjuangan Nasional Indonesia. Telah kita kemukakan diatas bahwa sedjak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, perdjuangan Nasional Indonesia memasuki suatu babak dan suasana revolusi, jaitu, Revolusi Nasional Indonesia. Pelaksanaan tjita-tjita Bangsa dalam Revolusi Nasional sedjak Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat kita babak dalam dua babak, ,,Perang Kemerdekaan" dan babak ,,Penjelesaian Revolusi".
b. Pelaksanaan Revolusi
Babak ,,Perang Kemerdekaan".
Dalam babak Revolusi Perang Kemerdekaan (17 Agustus 1945 — 27 Desember 1949), kita kenal mereka itu jang mendjadi pendobrak dan pelaksana bermula dari Revolusi Nasional Indonesia — mereka ini adalah Angkatan Proklamasi 17 Agustus 1945. Kita kenal mereka itu jang bergolong setjara wadjar dalam kesatuan-kesatuan Lasjkar Rakjat, T.K.R., T.N.I., A.L.R.I., A.U.R.I., Polisi, berdjuang bahu-membahu dengan Rakjat dan Pemerintah di front depan Perang Kemerdekaan.<noinclude>{{rh|30}}</noinclude>
btgvteta5e3kobjikrxz01152111n0e
Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/9
104
112791
316030
312286
2026-08-27T09:54:24Z
Ibrohim tijani
26379
316030
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;">'''RADEN MAS DJOJO KOESOMO'''</div>
<hr />
{{hwe|nja|tindakanja}} kaki orang. Sigra akoe rebahken diri dan mengirtip sambil mengkoeroep ditanah. Tida sebrapa lama akoe lantes dapet liat saorang lelaki, jang berdjala dengen senang menghamperi pada itoe pintoe dipager pekarangan. Akoe rasa, itoe orang nanti balik kombali dari sebab pintoe ada terkoentji; tapi setelah ia sampe di itoe pintoe, lantes sadja ia tarik daonnja pintoe itoe dan menindak kloear pager. Belon sampe akoe berbangkit aken memboeroe, akoe soedah dapet denger boenjinja koentji dipoeter, laloe akoe denger boenjinja banjak kaki koeda jang berdjalan di djembatan. Setelah akoe sampe di itoe pintoe, akoe dapet ken pintoe itoe terkoentji, dan dari pada renggangnja pager akoe dapet liat doea orang jang menoenggang koeda, dan soedah ada diseberang sana."
„Apa kaoe dapet liat djoega moekanja itoe orang?" kata itoe Wedono.
„Tida, ’den Mas!" saoet Sorto: „Moekanja orang itoe akoe tida dapet liat; kerna maskipoen temponja boelan bersinar, langit ada mendoeng seperti sekarang ini, dan segala barang melaenken ada kaliatan dengen sama-samar sadja."
Itoe Wedono lantes taro sikoetnja kanan dan kiri diatas medja, dan menoendjang kapala dengen doea tangan.
„Hm!" kata Sorto didalem hati, sedeng moeloetnja ada tersenjoem sedikit: „Sekarang dapet akoe loekaken hatimoe betoel-betoel!"
Tida salah, kaloe Sorto itoe berkata bahoea hatinja Djojo Koesomo ada loeka, kerna di itoe waktoe Wedono itoe ada merasa seledat-seledot dioeloe hati, seperti beroelang-oelang kalanggar oleh kilap, jang pada sa’at itoe ada berkredep boelang-baling dilangit.<noinclude></noinclude>
lc4jx6uohw5i4hggrz3zfficpvapev3
Halaman:Raden-Adjeng Karmiati.pdf/7
104
112999
316036
312567
2026-08-27T10:05:18Z
Ibrohim tijani
26379
316036
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;">'''6'''</div>
lebih djaoeh, selanjutnya sedikit perkataan jang ampir<br>
tida kedengaran « Wirsjoedo, toeloeng kau adji<br>
walinja kangmas-moe poenja pernika’an» sembari<br>
merengkem matnja, dan tangannja menoleping pada<br>
R. Wirsjoedo, jang kemudian ia lepaskan napas-<br>
nja jang penghabisan.<br>
«Romil romil kau! soeda tinggalken akoe<br>
ohi; romo soeda meninggall» bertreak iboe doea<br>
soedara jang ampir berbareng.<br>
K. Karang-wiroe menoetoep mata, lon-<br>
tjeng bah? mengoetarkan? dan 8 maken, hingga<br>
pada besok sorenja djinazat dari R. Karang-wiroe<br>
baroe dikeboer dengan oepatara jang pantas,<br>
samantra orang-orang jang toeroet mengantar<br>
djinazatnja R. Karang-wiroe marhoem, dan terhiri<br>
dari berbagai-bagi golongan, terutama dari fihaknja<br>
Ambtenaar Boemipoetra roepanja dapetken banjak<br>
sympathie.<br>
P. Sahboe?nja ini tjerita sampe pada achirnja,<br>
baek kita adjak pembatja boeat tilik sedikit riwajat-<br>
nja R. Karang-wiroe, dan sekalinf familinja.<br>
R. Karang-wiroe, ada asal toeroen? orang pra-<br>
wira dari Solo, berhoeboeng dengan adanja ja<br>
poenja dja sadja tida oepang dja?an? Negeri,<br>
hingga ia dengan istrinja soeda pinda ka Pasoe-<br>
roean, dan ditempat mana, ia oesa?kan dagangan<br>
boeka-doeko, jang kemoedian soeda bisa me-<br>
ngasi banjak kaentoengan diloear ia poenja<br>
doega’an.<br>
Orangnja ada sangat soeka sama pergaolan,<br>
dengen zonder o?ang?ken dirinja, kendati ia ber-<br>
goel pada orang jang ka?a sampe poen pada<br>
jang paling miskin, samantara ia poenja hati jang<br>
dermawan, dan ia poenja boedi bahasa jang manis,
</div>
<div style="width:50%;">
<div style="text-align:center;">'''7'''</div>
membikin ia sosda dapetken banjak sympathie<br>
dari berbagai golongan penduduk ditempat ter-<br>
sebut. K. Karang-wiroe stoema mempunyai doea<br>
poetra laki-laki, dan poetraja jang pertama nama<br>
Wirsjonto, sedang jang bongso Wirsjoedo<br>
poenja boedi, dan poetraja? jang lain ada? dia?<br>
bangko? sekoela’an? soeda ditinggal mati oleh iboe-<br>
nja sampe betoe? sama laki 2 raden? moeder ada<br>
dan anak-anak itoe masing 2 ada-<br>
boet? boekti boenja? poenja, hingga itoe mak-<br>
soed boeat bisa troesken pladjarannja ka Neder-<br>
land, kepa? dikeboengken.<br>
Maskipoen ketika adjahnja masi hidoep ada<br>
b?rik? segala pladjaran jang bersamaan pada<br>
miraka berdoea, tapi soedanja besar? ternyata<br>
itoe 2 raden moeda ada membawa klakoean<br>
sendiri-sendiri.<br>
R. Wirsjoedo, ada itoe orang jang sangat di-<br>
bentji oleh sebagian banjak pendedoek dari<br>
Pasoean-straat, berhoeboeng pada ia poenja tjingka<br>
leko? jang soeka goenaken pengaroenja oewang<br>
boeat bisa? selesaikan kepentingan orang-orang, te-<br>
roetama kalau ia soeda moeke? orang lain poenja<br>
anak-istrinja, ia djadi tida inget lage djin?ja ada<br>
orang toeroen dari dari dan daging bangsawan,
</div>
</div><noinclude></noinclude>
gutdabfrgdghkvq2xwg2cehuaaqpmeb
316037
316036
2026-08-27T10:06:59Z
Ibrohim tijani
26379
316037
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude><div style="text-align:center;">'''6'''</div>
lebih djaoeh, selanjutnya sedikit perkataan jang ampir
tida kedengaran « Wirsjoedo, toeloeng kau adji
walinja kangmas-moe poenja pernika’an» sembari
merengkem matnja, dan tangannja menoleping pada
R. Wirsjoedo, jang kemudian ia lepaskan napas-
nja jang penghabisan.
«Romil romil kau! soeda tinggalken akoe
ohi; romo soeda meninggall» bertreak iboe doea
soedara jang ampir berbareng.
K. Karang-wiroe menoetoep mata, lon-
tjeng bah? mengoetarkan? dan 8 maken, hingga
pada besok sorenja djinazat dari R. Karang-wiroe
baroe dikeboer dengan oepatara jang pantas,
samantra orang-orang jang toeroet mengantar
djinazatnja R. Karang-wiroe marhoem, dan terhiri
dari berbagai-bagi golongan, terutama dari fihaknja
Ambtenaar Boemipoetra roepanja dapetken banjak
sympathie.
P. Sahboe?nja ini tjerita sampe pada achirnja,
baek kita adjak pembatja boeat tilik sedikit riwajat-
nja R. Karang-wiroe, dan sekalinf familinja.
R. Karang-wiroe, ada asal toeroen? orang pra-
wira dari Solo, berhoeboeng dengan adanja ja
poenja dja sadja tida oepang dja?an? Negeri,
hingga ia dengan istrinja soeda pinda ka Pasoe-
roean, dan ditempat mana, ia oesa?kan dagangan
boeka-doeko, jang kemoedian soeda bisa me-
ngasi banjak kaentoengan diloear ia poenja
doega’an.
Orangnja ada sangat soeka sama pergaolan,
dengen zonder o?ang?ken dirinja, kendati ia ber-
goel pada orang jang ka?a sampe poen pada
jang paling miskin, samantara ia poenja hati jang
dermawan, dan ia poenja boedi bahasa jang manis,
<div style="text-align:center;">'''7'''</div>
membikin ia sosda dapetken banjak sympathie
dari berbagai golongan penduduk ditempat ter-
sebut. K. Karang-wiroe stoema mempunyai doea
poetra laki-laki, dan poetraja jang pertama nama
Wirsjonto, sedang jang bongso Wirsjoedo
poenja boedi, dan poetraja? jang lain ada? dia?
bangko? sekoela’an? soeda ditinggal mati oleh iboe-
nja sampe betoe? sama laki 2 raden? moeder ada
dan anak-anak itoe masing 2 ada-
boet? boekti boenja? poenja, hingga itoe mak-
soed boeat bisa troesken pladjarannja ka Neder-
land, kepa? dikeboengken.
Maskipoen ketika adjahnja masi hidoep ada
b?rik? segala pladjaran jang bersamaan pada
miraka berdoea, tapi soedanja besar? ternyata
itoe 2 raden moeda ada membawa klakoean
sendiri-sendiri.
R. Wirsjoedo, ada itoe orang jang sangat di-
bentji oleh sebagian banjak pendedoek dari
Pasoean-straat, berhoeboeng pada ia poenja tjingka
leko? jang soeka goenaken pengaroenja oewang
boeat bisa? selesaikan kepentingan orang-orang, te-
roetama kalau ia soeda moeke? orang lain poenja
anak-istrinja, ia djadi tida inget lage djin?ja ada
orang toeroen dari dari dan daging bangsawan,<noinclude></noinclude>
kgm6d735lqvyoj6wpye837ddxxkma90
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/176
104
113000
316038
312568
2026-08-27T10:09:21Z
Ibrohim tijani
26379
316038
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Api kota Bandung makin membakar dada pemuda dan makin<br>
membakar semangat perdjuangannja. Peristiwa pembakaran kota<br>
Bandung tak hanja membangkitkan semangat djuang pemuda, tetapi telah<br>
memberikan ilmu pula kepada beberapa pemuda. Pesindo dalam men-<br>
tjiptakan lagu perdjuangan jang terkenal : "Hallo-hallo Bandung".
Hallo ! hallo Bandung,<br>
Ibu kota Periangan<br>
Hallo ! hallo Bandung<br>
Kota kenang-kenangan<br>
Sudah lama beta tidak berdjumpa dengan kau<br>
Sekarang telah mendjadi lautan api<br>
Mari bung ! rebut kembali !.
Lagu ini untuk pertama kalinja didjanjikan dalam suatu pertemuan<br>
Dewan Pimpinan Pemuda pada suatu malam pada bulan April 1945 di<br>
Gedung Bioskop Madjalaja. Lagu ini kemudian mendjadi lagu perdjuang-<br>
an jang tidak hanja membangkitkan semangat pemuda Indonesia, tetapi<br>
djuga mendjadi terkenal dan digemari oleh pemuda-pemuda progresif<br>
diluar negeri.
Pemuda Bandung melandjutkan perdjuangannja dari luar kota.<br>
Markas-markas perdjuangan pindah ke Tjiparaj, Madjalaja dan kemudian<br>
ke Garut.
</div>
Di Djawa Tengah, setelah Kongres Pemuda jang pertama itu organi-<br>
sasi pemuda segera menjesuaikan diri dengan keputusan kongres itu.<br>
Beberapa organisasi pemuda jang telah sepakat mendjadi satu organisasi<br>
mendjadi Pesindo, segera meleburkan diri. Sementara itu djuga di Djawa<br>
Tengah berdiri berbagai organisasi pemuda seperti : Ikatan Pemuda<br>
Indonesia (I.P.I.). Pemuda Kristen Protestan Indonesia kemudian<br>
mendjadi Persatuan Pemuda Kristen Indonesia (P.P.K.I.), Angkatan<br>
Muda Katholik Republik Indonesia (A.M.K.R.I.), Gerakan Pemuda<br>
Islam Indonesia (G.P.I.I.), Pemuda Putri Indonesia (P.P.I.), dan lain².<br>
Sesuai dengan keputusan kongres, berbagai organisasi pemuda itu semuanja<br>
tergabung didalam dan dikoordinasi kegiatannja oleh Dewan Pimpinan<br>
Pemuda (D.P.P.).
</div>
<div style="text-align:justify;">
Sementara proses ini berlangsung, pada tanggal 18 Nopember 1945<br>
tentara Inggris mendarat didaerah Semarang dalam mana tentara Belanda<br>
ikut memboncengnja. Tentara Inggris-Belanda mengadakan berbagai<br>
provokasi dan tindakan jang sangat menjakitkan hati rakjat dan pemuda.<br>
Rakjat dan pemuda jang mempunyai harga diri dan bertekad membela<noinclude>{{rh|170}}</noinclude>
rgzevow1tkz3r2cdkeeeku0ml174ypi
316039
316038
2026-08-27T10:10:48Z
Ibrohim tijani
26379
316039
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Api kota Bandung makin membakar dada pemuda dan makin
membakar semangat perdjuangannja. Peristiwa pembakaran kota
Bandung tak hanja membangkitkan semangat djuang pemuda, tetapi telah
memberikan ilmu pula kepada beberapa pemuda. Pesindo dalam men-
tjiptakan lagu perdjuangan jang terkenal : "Hallo-hallo Bandung".
Hallo ! hallo Bandung,
Ibu kota Periangan
Hallo ! hallo Bandung
Kota kenang-kenangan
Sudah lama beta tidak berdjumpa dengan kau
Sekarang telah mendjadi lautan api
Mari bung ! rebut kembali !.
Lagu ini untuk pertama kalinja didjanjikan dalam suatu pertemuan
Dewan Pimpinan Pemuda pada suatu malam pada bulan April 1945 di
Gedung Bioskop Madjalaja. Lagu ini kemudian mendjadi lagu perdjuang-
an jang tidak hanja membangkitkan semangat pemuda Indonesia, tetapi
djuga mendjadi terkenal dan digemari oleh pemuda-pemuda progresif
diluar negeri.
Pemuda Bandung melandjutkan perdjuangannja dari luar kota.
Markas-markas perdjuangan pindah ke Tjiparaj, Madjalaja dan kemudian
ke Garut.
Di Djawa Tengah, setelah Kongres Pemuda jang pertama itu organi-
sasi pemuda segera menjesuaikan diri dengan keputusan kongres itu.
Beberapa organisasi pemuda jang telah sepakat mendjadi satu organisasi
mendjadi Pesindo, segera meleburkan diri. Sementara itu djuga di Djawa
Tengah berdiri berbagai organisasi pemuda seperti : Ikatan Pemuda
Indonesia (I.P.I.). Pemuda Kristen Protestan Indonesia kemudian
mendjadi Persatuan Pemuda Kristen Indonesia (P.P.K.I.), Angkatan
Muda Katholik Republik Indonesia (A.M.K.R.I.), Gerakan Pemuda
Islam Indonesia (G.P.I.I.), Pemuda Putri Indonesia (P.P.I.), dan lain².
Sesuai dengan keputusan kongres, berbagai organisasi pemuda itu semuanja
tergabung didalam dan dikoordinasi kegiatannja oleh Dewan Pimpinan
Pemuda (D.P.P.).
Sementara proses ini berlangsung, pada tanggal 18 Nopember 1945
tentara Inggris mendarat didaerah Semarang dalam mana tentara Belanda
ikut memboncengnja. Tentara Inggris-Belanda mengadakan berbagai
provokasi dan tindakan jang sangat menjakitkan hati rakjat dan pemuda.
Rakjat dan pemuda jang mempunyai harga diri dan bertekad membela<noinclude>{{rh|170}}</noinclude>
qwjkk5ktv1tutr8evpupscc1o3txs85
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/181
104
113005
316040
312576
2026-08-27T10:15:27Z
Ibrohim tijani
26379
316040
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>kan kenjataan adanja satu revolusi Kemerdekaan jang meliputi 70 djuta rakjat Indonesia (tafsiran penduduk Indonesia tahun 1945) dan berdirinja satu negara jang baru merdeka, bagaimanapun tidak lengkap peralatannja. Kenjataan-kenjataan itu memaksa mereka untuk berunding dengan pemimpin-pemimpin Pemerintah R.I.
Pada tanggal 3 Desember 1945 Menteri Pertahanan Belanda mengumumkan kesediaan Pemerintah Belanda untuk berunding dengan pihak Indonesia asal sadja jang ditundjuk oleh pihak Indonesia sebagai utusannja ialah St. Sjahrir. Kenjataan selandjutnja menundjukkan bahwa diplomasi Sjahrir tidak didasarkan atas kekuatan dan perlawanan sendjata rakjat Indonesia dan pemudanja, tetapi sebaliknja perlawanan sendjata rakjat dan pemuda Indonesia ditundukkan kepada diplomasi St. Sjahrir. Pada achir tahun 1945, hampir semua kota besar dan daerah sekitarnja di Sumatra dan Djawa jang diduduki pasukan-pasukan Belanda dan Inggris, pertempuran berdjalan terus. Diluar Djawa dan Sumatra, ialah di Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara, ketjuali Bali, Minahasa di Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan dimana pertempuran-pertempuran berkobar terus, tentara Belanda-Australia sepenuhnja berkuasa.
Suasana politik jang ditimbulkan oleh tindakan-tindakan diplomasi Pemerintahan Sjahrir amat berpengaruh terhadap perkembangan gerakan rakjat pada umumnja dan gerakan pemuda chususnja. Politik berunding jang kompromis itu tidak hanja membingungkan rakjat, tetapi djuga menimbulkan keretakan dikalangan rakjat, antara mereka jang menjetudjui politik Sjahrir dan mereka jang tidak menjetudjuinja. Djuga gerakan pemuda tidak terhindar dari keretakan itu.
Salah satu usaha untuk mengatasi penjelewenangan kompromis dan mempersatukan kembali segenap potensi nasional, adalah dibentuknja suatu organisasi massal Persatuan Perdjuangan. Tetapi Persatuan Perdjuangan tidak berhasil dalam usaha, baik untuk memulihkan kembali persatuan di kalangan rakjat maupun untuk mengoreksi politik Pemerintah, bahkan berbagai tindakan-tindakan itu tidak disetudjui oleh sebagian anggota-anggota dan pada hakekatnja telah menjebabkan bertambah dalamnja ketjatjauan politik. Demikianlah, maka Badan Kongres Pemuda dalam konferensi pertama pada tanggal 14 Maret 1946 jang dihadiri oleh segenap organisasi anggota, memutuskan untuk keluar dari Persatuan Perdjuangan. Tak lama kemudian pada tanggal 23 Maret 1946, Chaerul Saleh keluar dari Badan Kongres Pemuda.
Badan Kongres Pemuda telah melihat ketjenderungan kompromis jang amat meratjuni udara politik dan sebagai akibatnja, bahaja keretakan<noinclude>{{rh|||175}}</noinclude>
lu0tm98ib5llaocv0hcerepcwjx3f7h
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/182
104
113006
316043
312579
2026-08-27T10:17:17Z
Ibrohim tijani
26379
316043
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>dalam gerakan pemuda a.l. ditandai oleh keluarnja tiga organisasi pemuda dari Pesindo, jalah Angkatan Muda Kereta Api (A.M.K.A.), Angkatan Muda P.T.T. dan Angkatan Muda Gas dan Listrik, dan dengan keluarnja Chaerul Saleh dari Badan Kongres Pemuda. Badan Kongres Pemuda djuga mengetahui bahaja politik kompromis jang didjalankan Pemerintah, dan terhadap hal ini diambil suatu Resolusi dalam rapat Presidium B.K.P.R.I. tanggal 21 April 1946, jang a.l. menekankan bahwa pemuda Indonesia tetap menuntut kemerdekaan Negara Kesatuan R.I. 100% dan menjelesaikan persoalan perusahaan-perusahaan modal Belanda dengan berpegangan kepada fasal 33 U.U.D.
Dalam suasana politik kompromis demikian dan dengan menghadapi bahaja keretakan-keretakan dibarisannja sendiri, Badan Kongres Pemuda tetap bekerdja keras untuk melaksanakan tugasnja.
Dalam masa antara Kongres ke-I dan II banjak pekerdjaan dan usaha jang positif jang telah dilakukan, misalnja : mengadakan kursus kader, membuka pemantjar "Gelora Pemuda", menggerakkan dan mengorganisasi hiburan-hiburan ke front pertempuran. Pemuda-pemuda Djawa dan Marma Sulana dari Bagian Penerangan B.K.P.R.I. menitjiptakan wajang modern dari karton jang kemudian dikirim kedaerah-daerah. Hari tanggal 10 Nopember didjadikan/diresmikan sebagai Hari Pahlawan Indonesia.
{{rh|||''Kongres Pemuda Indonesia ke II.''}}
Untuk membulatkan persatuan, pemuda-pemuda Indonesia mengadakan kongresnja jang ke-II. di Jogjakarta pada tanggal 8 — 9 Djuni 1946, Kongres ini djuga merupakan Kongres ke-IV dari pemuda Indonesia. Kongres mendapat perhatian besar dari Presiden Sukarno, Menteri Pertahanan Mr Amir Sjarifuddin, dan Menteri Pemuda Wikana, Kongres mengambil berbagai putusan dan resolusi baik mengenai politik umumnja, sikap terhadap agresi Inggris-Belanda, maupun mengenai organisasi. Kongres Pemuda ke-II tidak setjara tegas menentukan sikap terhadap ketjenderungan kompromis Kabinet Sjahrir, namun berbagai keputusan kongres menggambarkan rasa tidak puas pemuda dengan politik jang ditempuh Kabinet Sjahrir dalam menghadapi imperialis Belanda.
Kongres disamping mendesak "agar Pemerintah Republik Indonesia bertindak tegas terhadap Belanda sesuai dengan tindakan Belanda terhadap kita", memperkuat tuntutan B.K.P.R.I. tertanggal 25 April 1946 jang berisi "pengakuan Kemerdekaan Negara Kesatuan R.I. 100% sekarang djuga."<noinclude>{{rh|176}}</noinclude>
r2j3uyednsnzg3p69c0wjualuethdud
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/183
104
113007
316044
312582
2026-08-27T10:18:23Z
Ibrohim tijani
26379
316044
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Didalam sidang politik kongres a.l. memperkuat Resolusi Angkatan
Muda Djawatan di Purwokerto tanggal 29 — 30 jang a.l. menuntut
stabilisasi Pemerintahan, mobilisasi umum dan keharusan keprajuritan
(wadjib militer). Disamping itu semua diadakan djuga perubahan di-
dalam susunan Badan Pimpinan jang terdiri dari Supardo, Buchari,
Supeno dan Warsono.
Ditengah-tengah ketjenderungan kompromis dan keragu-raguan
jang menghinggapi suasana politik dinegara R.I. jang merdeka itu, maka
keputusan kongres untuk menuntut dilaksanakan mobilisasi umum dan
wadjib dinas militer merupakan suatu keputusan jang amat penting.
Keputusan ini membuktikan kewaspadaan jang tinggi jang hidup dika-
langan pemuda revolusioner jang kemudian tidak mendapat bimbingan
dan saluran jang wadjar dari Pemerintah. Keputusan Kongres ke-II.
jang dituangkan dalam bentuk "Resolusi" berbunji sbb : (dipersingkat) :
I. Dimana negara kita dalam keadaan bahaja, dimana pula NICA
njata-njata hendak memperkosa kemerdekaan kita dengan kekuatan
militernja, laskaar kita dengan sendirinja harus kuat, baik T.N.I.-nja, baik
laskar Rakjatnja maupun segenap Laskar pemudanja. Dimana belum
ada : susunlah Laskarmu. Setiap tenaga muda jang sehat wadjib ber-
latih militer. Para pemudi mengambil bagian aktif dalam lapangan
P.P.P.K., barisan Palang Merah, dapur umum dan lain sebagainja.
II. Supaja segenap kekuatan dikoordir dan dipersatukan dengan
menjingkirkan nafsu golongan. Persatuan kita harus dipererat dan di-
perkuat untuk dapat merupakan satu front jang kuat dalam menangkis
serangan-serangan dari pihak pendjadjah.
III. Penghambat dan perintang perdjuangan termasuk : pemetjah
persatuan, perbuatan mata-mata, menimbun barang-barang jang amat
dibutuhkan untuk perdjuangan, korupsi dan anarki.
IV. Pemerintah harus dinamis dan revolusioner untuk dapat me-
mimpin revolusi nasional dan sosial kita.
Kongres djuga mengambil keputusan tentang pimpinan sbb:
Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Republik Indonesia terdiri dari: Pimpinan Umum, Supardo ; Wakil Pimpinan Umum I, A. Buchori ;
Wakil Pimpinan Umum II, Supeno ; Penulis, Warsono. Sedangkan
pimpinan Badan Pekerdja — Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia ialah Pimpinan Umum — Sumarsono ; Penulis I, Bambang Kaslan ; Penulis II, Supardo.
Sebagai penutup kongres, pada tanggal 9 Djuni 1946 diadakan rapat raksasa di Alun-alun di Jogjakarta, jang dikundjungi puluhan ribu orang.
Sedjarah Perdjuangan 12<noinclude>{{rh|||177}}</noinclude>
1eqfazb66vqzz0pd9flx66cebtlsc7d
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/185
104
113008
316045
312584
2026-08-27T10:19:14Z
Ibrohim tijani
26379
316045
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>Indonesia jang langsung diutus dari tanah air oleh Badan Kongres Pemuda
untuk menghadiri Inter Asian Relations Conference di New Delhi pada
tanggal 26 Maret 1947 telah mengadakan pertemuan dengan delegasi
G.P.D.S. jang terdiri dari Rajko Tomovic (Jugoslavia), Jean Lautissier
(Perantjis) dan Olga Tjotjotkina (U.R.S.S.). Delegasi Indonesia terdiri
a.l. dari Hurustiati Subandrio (Pemuda Putri Indonesia), Siti Wahjuni
(Pemuda Putri Indonesia), Jetty Zain (Pesindo), dan bertugas mewakili
pemuda Indonesia didalam "Asiatic Youth Meeting" jang diselenggarakan
dalam rangka Inter Asian Relations Conference itu.
Persoalan-persoalan jang dibawa oleh delegasi Pemuda Indonesia ke
"Asiatic Youth Meeting" menunjukkan bahwa tradisi internasionalisme
jang anti imperialisme/kolonialisme dan setia kawan internasional pada
waktu-waktu permulaan Revolusi Kemerdekaan Nasional sudah sungguh²
disadari dan didjundjung tinggi oleh gerakan pemuda Indonesia. Per-
soalan-persoalan tsb. jang tidak masuk atjara konferensi dan merupakan
masalah-masalah baru dalam gerakan pemuda Asia pada umumnja,
adalah berhubungan erat dengan perdjuangan menentang kolonialisme
untuk mempertahankan kemerdekaan nasional dan demokrasi, dan me-
liputi djuga masalah-masalah gerakan pemuda dan hubungan dengan
pemerintah serta pemuda dan hubungan dengan gerakan pemuda inter-
nasional.
Kontak pertama dengan delegasi G.P.D.S. itu menghasilkan kemudian
kundjungan delegasi pemuda itu ke Indonesia dalam bulan Mei 1947.
Mereka datang pada saat-saat, dimana suasana politik didalam negeri
makin tegang dan meruntjing karena tindakan-tindakan imperialis Be-
landa, jang dengan menggunakan pasal-pasal persetudjuan Linggardjati
jang amat kompromis itu, hendak menegakkan kembali kekuasaan kolonial-
nja atas Indonesia, rakjat dan pemudanja. Kundjungan delegasi G.P.D.S.
jang pertama itu merupakan realisasi jang konkrit dari keputusan kon-
ferensi Pemuda Sedunia di London.
{{left|''Delegasi pertama Pemuda Indonesia ke''}}
{{left|''Festival Pemuda Sedunia I di Praha.''}}
Dalam bulan Djuni 1946 ditengah-tengah memuntjaknja persiapan²
imperialis Belanda untuk melantjarkan perang agresi ke-I terhadap R.I.,
maka berangkatlah delegasi pertama pemuda Indonesia ke Perdjaan
Pemuda dan Peladjar Sedunia jang pertama di Praha. Delegasi terdiri
dari Suripno, dan Sugijoso jang mewakili mahasiswa Indonesia dan
Francisca Fangiday, jang mewakili pemuda Indonesia. Delegasi pemuda/<noinclude>{{rh|||179}}</noinclude>
2mbqfpmdbuw21ldidninoqnkicynatz
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/187
104
113009
316046
312587
2026-08-27T10:19:56Z
Ibrohim tijani
26379
316046
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{c|'''MASA ANTARA KONGRES PEMUDA II DAN'''}}
{{c|'''KONGRES PEMUDA III'''}}
Keadaan organisasi pemuda dan persatuan pemuda setelah Kongres-
nja jang ke-II bukannja makin baik tetapi sebaliknja perpetjahan makin
mendjadi-djadi, keadaan saling tidak memperdjajai dan saling menuduh
membuat perpetjahan semakin mendalam.
Persetudjuan Linggardjati (25 Maret 1947) dan kemudian disusul
dengan persetudjuan Renville (17 Djanjuari 1948) jang kompromistis
dan jang tidak sesuai dengan tuntutan revolusi serta semangat perlawanan
rakjat termasuk pemudanja, mengakibatkan pertentangan jang tadjam
dan mendalam dikalangan pemuda chususnja dan rakjat umumnja.
Pertentangan ini makin meruntjing karena adanja usaha-usaha kaum
imperialis dan kaum reaksioner untuk memperlemah potensi kekuatan
revolusioner, agar memudahkan kaum imperialis menghantjurkan R.I.
{{rh|||''Republik Indonesia menghadapi komplotan''}}
{{rh|||''imperialis internasional''}}
Pada awal tahun 1946 Presiden Sukarno dan Pemerintah R.I.
pindah ke Jogjakarta. Pada tanggal 19 Djanjuari 1946 tiba di Indonesia
Sir Archibald Clark-Kerr jang diutus oleh Pemerintah Inggris untuk
mendjadi perantara didalam perundingan Indonesia-Belanda.
Perundingan pertama tidak resmi dimulai pada tanggal 10 Pebruari
1946 dimana Belanda diwakili oleh Dr. Hubertus Van Mook, bekas
gubernur-djendral Hindia Belanda, dan Indonesia diwakili oleh St. Sjahrir
dengan dihadiri oleh dutabesar Inggris Clark-Kerr. Usul Belanda untuk
membentuk suatu ”democratic partnership” (”perskutuan demokrasi”)
antara Belanda dan Indonesia untuk suatu masa tertentu sampai saat
”bangsa Indonesia sanggup menentukan setjara bebas nasib politiknja
sendiri” ditolak mentah-mentah oleh pihak Indonesia atas desakan rakjat
Indonesia jang menuntut berunding atas dasar ”pengakuan R.I. 100%”.
Pada tanggal 18 Maret 1946 Maj. Dj. D.C. Hawthorn, panglima
pasukan-pasukan Inggris di Indonesia menerangkan bahwa tentara Inggris
tidak akan ditarik dari Indonesia, sebelum kedudukan mereka diganti
oleh tentara Belanda.
Pada tanggal 23 Maret 1946 perundingan tak resmi diteruskan,
dimana St. Sjahrir mundur dari usul tuntutan semula dan mengemukakan<noinclude>{{rh|||181}}</noinclude>
rbgrydksj1o5r30x2idk4f2mhrw9uwn
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/189
104
113011
316047
312593
2026-08-27T10:21:12Z
Ibrohim tijani
26379
316047
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{right|''Djaman "Persetudjuan Linggardjati"''}}
{{right|''sampai Perang Agresi ke-I.''}}
Perundingan-perundingan selandjutnja berpindah tempat dan sete-
rusnja dilakukan di Linggardjati.
Demikianlah, maka kegiatan-kegiatan komplotan imperialis internasi-
onal disatu pihak, dan politik kompromis pemimpin-pemimpin Pemerintah
R.I. jang dengan politik gentjatan sendjata telah melutjuti dirinja sendiri,
dipihak lain, telah menghasilkan suatu naskah persetudjuan jang terkenal
sebagai Naskah Persetudjuan Linggardjati, jang ditandatangani pada
tanggal 15 Nopember 1946.
Pokok-pokok Persetudjuan Linggardjati adalah sebagai berikut :
1. Pemerintah Nederland mengakui kekuasaan de facto R.I. di
Djawa dan Sumatra.
2. Pemerintah-pemerintah Nederland dan R.I. bekerdjasama kearah
pembentukan suatu negara federal jang demokratis dan berdaulat,
Republik Indonesia Serikat (teks bahasa Inggris : United States
of Indonesia) jang terdiri dari tiga negara, Republik Indonesia jang meliputi Djawa dan Sumatra, negara Kalimantan dan Negara Indonesia Timur.
3. Pemerintah-pemerintah Nederland dan R.I. bekerdjasama kearah
pembentukan Uni Nederland-Indonesia jang akan terdiri dari
Nederland — termasuk Nederland, Suriname dan Kurasau dan
Republik Indonesia Serikat, Uni mana akan dikepalai oleh ratu
Nederland.
4. Uni Nederland Indonesia dan Republik Indonesia Serikat didiri-
kan selambat-lambatnja pada tanggal 1 Djanjuari 1949, Uni
Nederland Indonesia mempunjai aparat-aparatnja sendiri untuk
mengurus soal-soal jang merupakan kepentingan-kepentingan
bersama bagi negara-negara anggota, chususnja soal-soal jang
menjangkut urusan luar negeri, pertahanan dan kebidjaksanaan-
kebidjaksanaan keuangan dan ekonomi jang tertentu.
5. Saling mengurangi kekuatan-kekuatan pasukan masing-masing,
pengungsian setjara berangsur-angsur pasukan Belanda dari
daerah-daerah Republik selekas mungkin sesuai dengan peme-
liharaaan ketertiban umum ; pengakuan oleh Republik atas semua
tuntutan-tuntutan warganegara-warganegara asing untuk restitusi
dan atas hak-hak serta milik-milik didalam daerah-daerah jang dikuasai oleh Republik.<noinclude>{{rh|||183}}</noinclude>
fkd2hc4gkt7969kga5g708m7a8olsru
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/191
104
113013
316048
312595
2026-08-27T10:23:52Z
Ibrohim tijani
26379
316048
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>gardjati dari pihak R.I. dan pihak Belanda, tidak menambah tenang keadaan, dan achirnja meletuslah keluar dalam bentuk ultimatum Komisi Djenderal Belanda di Indonesia kepada Pemerintah R.I. pada tanggal 27 Mei 1948. Ultimatum tsb. mengandung ketentuan² sbb. : pengakuan de jure Belanda atas Indonesia sampai tanggal 1 Djanuari 1949. Sementara kekuasaan di Indonesia dipegang oleh sebuah pemerintahan peralihan dimana wakil Belanda mempunyai wewenang final jang menentukan. Pemerintahan peralihan jang demikian inilah jang akan membentuk kerangka politik maupun lembaga-lembaga negara dari Republik Indonesia Serikat (bahasa Inggris United States of Indonesia) jang bakal didirikan pada tanggal 1 Djanuari 1949. Dalam masa peralihan seluruh urusan-urusan export-import dan divisen mendjadi wewenang pemerintah peralihan. Sebuah gendarmeri bersama jang terdiri dari pasukan-pasukan Indonesia dan Belanda dalam djumlah jang sama bertugas memelihara keamanan dan ketertiban diseluruh Indonesia, termasuk daerah kekuasaan de facto R.I.
Didalam usaha untuk menghindarkan suatu peperangan terbuka dengan Belanda achirnja St. Sjahrir pada tanggal 8 Djuni menerima prinsip peralihan itu, dan pada tanggal 20 Djuni menjetudjui "kedudukan istimewa" de jure wakil Mahkota Belanda didalam pemerintah peralihan serta pengawasan Belanda atas hubungan-hubungan luar negeri Indonesia selama masa peralihan. Konsepsi-konsepsi tersebut diatas menjebabkan makin terpetjah belahnja potensi nasional R.I., pertentangan-pertentangan jang mendalam, jang achirnja menjebabkan bubarnja kabinet Sjahrir.
Dalam keadaan krisis politik jang amat gawat ini Republik Indonesia tidak luput pula dari tekanan-tekanan imperialisme Amerika jang pada tanggal 22 Djuni mengeluarkan suatu aide memoire jang berisi desakan kepada pihak R.I. untuk "segera bekerdja sama" (bahasa Inggris "to cooperate without delay") kearah pembentukan suatu pemerintahan federal peralihan untuk seluruh Indonesia. Hal mana memang sudah termuat didalam Persetudjuan Linggardjati. Tetapi, aide memoire Amerika Serikat memuat ketentuan lebih djauh dari pada itu dengan menetapkan interpretasi sbb. : "persetudjuan Linggardjati menentukan suatu peralihan dari sekarang sampai 1 Djanuari 1949, dalam masa mana Belanda tetap berdaulat dan berkuasa penuh di Indonesia" (bahasa Inggris "The Linggardjati Agreement specifies an interim period from now until January 1, 1949, during which the Netherlands is to retain sovereignty and ultimate authority in Indonesia").
Pada tanggal 3 Djuli 1947 Mr. Amir Sjarifuddin berhasil membentuk Kabinet baru jang berintikan 3 partai politik besar (Partai Sosialis, P.N.I<noinclude>{{right|185}}</noinclude>
ot3tqbvv74jo50jqob4hvo5jdyobd38
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/193
104
113014
316049
312599
2026-08-27T10:25:18Z
Ibrohim tijani
26379
316049
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>dan Partai Buruh) dan partai Islam P.S.I.I. Tetapi, garis politik kompromis terhadap imperialis kolonialis Belanda jang amat djelaka itu, djuga tak luput didjalankan oleh kabinet Mr. Amir Sjarifuddin. Sebuah nota tertanggal 8 Djuli 1947 jang ditandatangani oleh Wakil P.M. Setiadjit, memuat ketentuan-ketentuan sbb. :
1. Republik menjetudjui kekuasaan de jure wakil Mahkota Belanda, menjetudjui djuga suatu pemerintahan peralihan jang terdiri dari wakil-wakil Mahkota dan wakil-wakil "negara" Indonesia.
2. Republik menarik kembali permintaannja untuk mendirikan perwakilan-perwakilannja dibukota-ibukota diluar negeri selama masa peralihan.
3. Hak-hak orang asing atas perkebunan-perkebunan diakui oleh Pemerintah R.I.
4. Republik menjetudjui usul-usul Belanda untuk mendirikan djawatan-djawatan federasi seperti pabean dan badan² ekonomi.
Tetapi, belum djuga puas, pihak Belanda tetap menuntut suatu pengawasan bersama dan pimpinan bersama atas suatu gendarmeri Indonesia jang beroperasi didalam R.I. Terhadap tuntutan satu-satu ini, seluruh pimpinan pemerintahan R.I. bersikap bulat menolaknja !
Demikianlah, maka pada tanggal 21 Djuli 1947 meletuslah agresi kolonial I di Indonesia.
{{rh|||''Perang Agresi Kolonial I.''}}
Pada tanggal 21 Djuli 1947 Republik diserang dari laut, udara dan darat oleh kaum kolonialis Belanda. Dalam waktu dua minggu sadja sebagian besar Djawa Barat dan Djawa Timur, daerah-daerah minjak di Sumatra Selatan dan pelabuhan terpenting di Sumatra Barat djatuh ditangan kolonialis Belanda. Pasukan-pasukan Tentara Nasional Indonesia (T.N.I.) mengadakan perlawanan jang gagah berani terhadap kekuatan militer tentara kolonial Belanda jang djauh lebih besar, dan terhadap kedudukan-kedudukan militer strategis jang djauh lebih menguntungkan jang dibentuk selama perundingan-perundingan politik kompromis kabinet Sjahrir dan Mr. Amir Sjarifuddin dengan pelanggaran-pelanggaran berkali-kali terhadap gentjatan sendjata.
Djuga kali ini sedjarah perdjuangan menentang imperialisme Republik Indonesia mentjatat peristiwa-peristiwa jang penuh heroisme dari rakjat dan pemuda Indonesia didalam gerakan mundur ke gunung² dan hutan-hutan. Sementara itu di forum internasional, baik kalangan<noinclude>{{right|187}}</noinclude>
oouepe1ei6deecfyswwpgbkbwgsin78
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/194
104
113015
316054
312602
2026-08-27T11:17:59Z
Ibrohim tijani
26379
316054
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>pemuda dan mahasiswa sedunia, maupun kalangan-kalangan negarawan terkemuka, telah mengutuk perang agresi kolonial Belanda I itu.
Pada tanggal 29 dan 30 Djuli 1947, India dan Australia mengadjukan masalah Indonesia kepada Dewan Keamanan P.B.B. Didalam perdebatan-perdebatan berikut, djelaslah bahwa imperialis tetap ..... imperialis karena usul resolusi Australia jang moderat sekalipun (tjampur tangan P.B.B.) ditolak oleh Amerika Serikat dkk. Amerika Serikat mengadjukan usul kompromi, jang diterima oleh Dewan Keamanan pada tanggal 1 Agustus 1947. Resolusi-resolusi tersebut, memuat ketentuan² sbb. : 1. Agar Belanda dan R.I. menghentikan permusuhan-permusuhan dan 2. Agar pertikaian-pertikaian diselesaikan dengan djalan arbitrase ataupun dengan tjara-tjara damai lainnja dan melaporkan kepada Dewan Keamanan tentang hasil-hasil usaha-usaha perdamaian itu.
Dilain pihak, mendjadi djelas pula, siapakah sebenarnja kawan² R.I. jang sesungguhnja. Apabila disatu pihak imperialisme internasional menjokong kolonialisme Belanda dengan tuntutan penghentian permusuhan djustru pada saat dimana pasukan-pasukan kolonial Belanda sudah dapat merebut kedudukan-kedudukan strategi baik militer maupun ekonomis jang vital di R.I. maka wakil negara-negara sosialis U.R.S.S. dan Republik Rakjat Polandia dengan gigih mempertahankan tuntutannja agar pasukan-pasukan Belanda ditarik mundur sampai tempat-tempat jang didudukinja sebelum dilantjarkan serangan agresinja. Wakil U.R.S.S. Gromyko didalam pidatonja mempertahankan pendiriannja bahwa "perundingan apapun sadja melalui arbitrase atau tjara lain-lain jang dilakukan dalam keadaan dimana pasukan-pasukan dari pihak satu berada diwilajah pihak lain, tidak akan membantu didalam tertjiptanja persamaan diantara kedua belah pihak".
Demikianlah, maka pada tanggal 3 — 4 Agustus 1947 perintah penghentian tembak-menembak dikeluarkan. Tetapi pihak Belanda djuga melanggarnja. Betul, bahwa Belanda menghentikan operasi-operasi mereka ke ibu kota R.I. Jogjakarta, tetapi dalam pada itu mereka mengepung kantong-kantong R.I. didalam daerah-daerah luar jang telah mereka kuasai dan kemudian mengadakan aksi-aksi pembersihan terhadap pasukan-pasukan R.I. didaerah kantong-kantong itu.
Pada tanggal 14 Agustus, setelah Sjahrir sebagai wakil pemerintah Indonesia tiba di Lake Success Amerika, dan kemudian mengeluarkan seruan agar P.B.B. mengirimkan suatu komisi untuk mengawasi pelaksanaan gentjatan sendjata dan diperbolehkan menjampaikan laporannja tentang situasi gentjatan sendjata di R.I. didepan Dewan Keamanan P.B.B., maka dengan melalui perdebatan-perdebatan jang sengit dan {{hws|me|mencekam}}<noinclude>{{rh|198}}</noinclude>
ggyj98sw5cbadxpvnmxc5dibanv7qfw
316056
316054
2026-08-27T11:18:50Z
Ibrohim tijani
26379
316056
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>pemuda dan mahasiswa sedunia, maupun kalangan-kalangan negarawan terkemuka, telah mengutuk perang agresi kolonial Belanda I itu.
Pada tanggal 29 dan 30 Djuli 1947, India dan Australia mengadjukan masalah Indonesia kepada Dewan Keamanan P.B.B. Didalam perdebatan-perdebatan berikut, djelaslah bahwa imperialis tetap ..... imperialis karena usul resolusi Australia jang moderat sekalipun (tjampur tangan P.B.B.) ditolak oleh Amerika Serikat dkk. Amerika Serikat mengadjukan usul kompromi, jang diterima oleh Dewan Keamanan pada tanggal 1 Agustus 1947. Resolusi-resolusi tersebut, memuat ketentuan² sbb. : 1. Agar Belanda dan R.I. menghentikan permusuhan-permusuhan dan 2. Agar pertikaian-pertikaian diselesaikan dengan djalan arbitrase ataupun dengan tjara-tjara damai lainnja dan melaporkan kepada Dewan Keamanan tentang hasil-hasil usaha-usaha perdamaian itu.
Dilain pihak, mendjadi djelas pula, siapakah sebenarnja kawan² R.I. jang sesungguhnja. Apabila disatu pihak imperialisme internasional menjokong kolonialisme Belanda dengan tuntutan penghentian permusuhan djustru pada saat dimana pasukan-pasukan kolonial Belanda sudah dapat merebut kedudukan-kedudukan strategi baik militer maupun ekonomis jang vital di R.I. maka wakil negara-negara sosialis U.R.S.S. dan Republik Rakjat Polandia dengan gigih mempertahankan tuntutannja agar pasukan-pasukan Belanda ditarik mundur sampai tempat-tempat jang didudukinja sebelum dilantjarkan serangan agresinja. Wakil U.R.S.S. Gromyko didalam pidatonja mempertahankan pendiriannja bahwa "perundingan apapun sadja melalui arbitrase atau tjara lain-lain jang dilakukan dalam keadaan dimana pasukan-pasukan dari pihak satu berada diwilajah pihak lain, tidak akan membantu didalam tertjiptanja persamaan diantara kedua belah pihak".
Demikianlah, maka pada tanggal 3 — 4 Agustus 1947 perintah penghentian tembak-menembak dikeluarkan. Tetapi pihak Belanda djuga melanggarnja. Betul, bahwa Belanda menghentikan operasi-operasi mereka ke ibu kota R.I. Jogjakarta, tetapi dalam pada itu mereka mengepung kantong-kantong R.I. didalam daerah-daerah luar jang telah mereka kuasai dan kemudian mengadakan aksi-aksi pembersihan terhadap pasukan-pasukan R.I. didaerah kantong-kantong itu.
Pada tanggal 14 Agustus, setelah Sjahrir sebagai wakil pemerintah Indonesia tiba di Lake Success Amerika, dan kemudian mengeluarkan seruan agar P.B.B. mengirimkan suatu komisi untuk mengawasi pelaksanaan gentjatan sendjata dan diperbolehkan menjampaikan laporannja tentang situasi gentjatan sendjata di R.I. didepan Dewan Keamanan P.B.B., maka dengan melalui perdebatan-perdebatan jang sengit dan {{hws|me|memakan}}<noinclude>{{rh|198}}</noinclude>
ahayc3po83zvrj5d4ok9mhe8988qvap
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/195
104
113016
316055
312604
2026-08-27T11:18:32Z
Ibrohim tijani
26379
316055
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{hwe|makan|memakan}} waktu lama, terjapailah suatu putusan-putusan berdasarkan reso-
lusi Amerika Serikat jang mendapat sokongan dari semua anggota-ang-
gota Dewan Keamanan, ketjuali U.R.S.S., Polandia dan Suriah jang abstain.
Pada tanggal 12 September sebuah "Komisi djasa-djasa baik" jang terdi-
ri dari Belgia (pilihan Belanda), Australia (pilihan Republik), A.S. (di-
tundjuk oleh kedua pilihan) dibentuk, tetapi baru tiba di Indonesia achir
bulan Oktober. Sudah dari permulaan bekerdjanja "Komisi djasa-djasa
baik" suatu situasi militer telah tertjipta, dimana menurut "garis demar-
kasi Van Mook" (ditentukan setjara unilateral pada tanggal 29 Agustus)
daerah R.I. dibatasi meliputi hanja k.l. sepertiga dari pulau Djawa,
setengah dari Madura dan bagian paling tidak subur pulau Sumatra.
Keadaan militer jang tak seimbang itu dan sikap pasif jang diambil
Dewan Keamanan terhadap pelanggaran-pelanggaran jang terus menerus
dan tanpa kenal malu jang dilakukan pihak Belanda, pada hakekatnja
telah membuat "Komisi Djasa-djasa Baik" tidak berdaya. Blokade ekono-
mi jang dilakukan Belanda terhadap Republik sudah djauh sebelum pe-
tjahnja perang agresi kolonial ke-I dan dengan lebih kedjam lagi diterus-
kan selama perang agresi, telah menempatkan pihak R.I. dalam keadaan,
dimana amat menjulitkan kalau tidak sama sekali menghentikan pemasuk-
an bahan makanan, pakaian obat-obatan, begitu djuga sendjata, kedalam
daerah R.I. jang sudah dipersempit itu, terutama di Djawa. Demikianlah,
maka tiga bulan sesudah tjampur tangan P.B.B. belum djuga tertjapai
suatu pertjelesaian, sedangkan pertempuran-pertempuran masih terus
berkobar. Baru pada tanggal 8 Desember 1947 pertemuan pertama jang
formil antara pihak Indonesia dan Belanda dengan dihadiri oleh "Komisi
Djasa-djasa Baik" dapat diselenggarakan dikapal perang Amerika Serikat
"Renville".
Perundingan-perundingan Renville dilakukan dengan mengambil
sebagai dasar pembitjaraan usul "Komisi Djasa-djasa Baik" jang dalam
fase pertama dapat diterima oleh pihak R.I. didalam keseluruhannja,
tetapi tidak sepenuhnja dapat diterima oleh Belanda. Usul jang kedua
lebih mendekati keinginan-keinginan Belanda. Usul mana memuat ketentu-
an gentjatan sendjata dengan "garis demarkasi Van Mook" sebagai garis
perbatasan militer antara pihak jang bersengketa dengan sjarat a.l.
bahwa dalam masa waktu tak kurang dari pada tiga bulan pihak Belanda
akan menarik pasukan-pasukannja pada posisi-posisi sebelum tanggal 21
Djuli 1947, dan pemerintah R.I. akan menguasai kembali daerah-daerah
jang ditinggalkan itu.
Tetapi 12 fasal kontra usul Belanda dengan djelas memperlihatkan bahwa pada hakekatnja tak ada keinginan sama sekali pada pihak Belanda<noinclude>{{right|189}}</noinclude>
qs6ncpsyqpver033uapccppc705sbu2
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/210
104
113017
316057
312607
2026-08-27T11:21:43Z
Ibrohim tijani
26379
316057
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>daerah-daerah jang dianggap keruh. Tuntutan
mana tak dapat diterima oleh pihak Republik
Indonesia.
Pada tanggal 11 Desember 1948, Belanda
memutuskan perundingan-perundingan dengan
Republik Indonesia dan pada tanggal 19 Desem-
ber Persetudjuan Renville didjatuhkannja tidak
berlaku lagi. Pada tanggal 19 Desember 1948,
pk. 5.30 pagi lapangan terbang Maguwo di Jog-
jakarta, diserang oleh pesawat-pesawat pembom
Belanda dan beberapa djam lagi Ibu kota R.I.
Jogjakarta diserang dari udara dan darat. Pada
hari itu djuga Bung Karno, Drs. Moh. Hatta,
Sjahrir dan hampir semua Menteri-menteri
Kabinet ditawan oleh Belanda. Perang agresi kolonial ke-II terhadap
Indonesia mulai dilantjarkan oleh kolonialisme Belanda.
{{c|''[[Gambar hilang]]''}}
{{c|''Ir. Setiadji Ketua''}}
{{c|''Perindo''}}
{{c|'''KONGRES PEMUDA INDONESIA KE-III'''}}
Masa mendjelang Kongres Pemuda Indonesia ke-III sesudah penan-
datanganan Persetudjuan Renville ditandai oleh udara politik, kedalam
dan keluar jang makin panas, pertentangan-pertentangan jang makin
meruntjing, keadaan ekonomi jang makin gawat karena blokade Belanda
dan karena djatuhnja daerah „surplus” jang mendjadi urat nadi penghi-
dupan rakjat di Djawa, sebagian besar ada dibawah kekuasaan Belanda.
Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia dan lain-lain organisasi
pemuda chususnja mengalami batu udjian jang seberat-beratnja. Per-
satuan pemuda sudah retak sama sekali. Disamping B.K.P.R.I. berdirilah
3 badan federasi baru, jakni K.N.I. Muda (Kongres Nasional Indonesia
Muda), Front Nasional Pemuda dan P.P.M.I. (Persatuan Perhimpunan-
perhimpunan Mahasiswa Indonesia).
Bagaimanapun keruhnja suasana perjetjahan pada waktu itu, pim-
pinan Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia senantiasa berusaha
agar organisasi-organisasi pemuda jang masih ada diluarnja dapat masuk
persatuannja. Karena keinginan persatuan jang sedemikian ini, maka
B.K.P.R.I. dengan tidak mempermasalahkan prestise atau lainnja lagi, telah
mengulurkan tangannja kepada G.P.I.I. jang telah lama meninggalkan
perumahan persatuan B.K.P.R.I. dan Pemuda Demokrat Indonesia jang
baru berdiri, untuk melaksanakan putusan rapat Presidiumnja pada
10—11 Februari 1948 jang a.l. berbunji :<noinclude>
{{right|204}}</noinclude>
nul7paf0rx1urd0g99qe9moa4a6znxi
316058
316057
2026-08-27T11:22:06Z
Ibrohim tijani
26379
316058
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>daerah-daerah jang dianggap keruh. Tuntutan
mana tak dapat diterima oleh pihak Republik
Indonesia.
Pada tanggal 11 Desember 1948, Belanda
memutuskan perundingan-perundingan dengan
Republik Indonesia dan pada tanggal 19 Desem-
ber Persetudjuan Renville didjatuhkannja tidak
berlaku lagi. Pada tanggal 19 Desember 1948,
pk. 5.30 pagi lapangan terbang Maguwo di Jog-
jakarta, diserang oleh pesawat-pesawat pembom
Belanda dan beberapa djam lagi Ibu kota R.I.
Jogjakarta diserang dari udara dan darat. Pada
hari itu djuga Bung Karno, Drs. Moh. Hatta,
Sjahrir dan hampir semua Menteri-menteri
Kabinet ditawan oleh Belanda. Perang agresi kolonial ke-II terhadap
Indonesia mulai dilantjarkan oleh kolonialisme Belanda.
[[Gambar hilang]]
{{c|''Ir. Setiadji Ketua''}}
{{c|''Perindo''}}
{{c|'''KONGRES PEMUDA INDONESIA KE-III'''}}
Masa mendjelang Kongres Pemuda Indonesia ke-III sesudah penan-
datanganan Persetudjuan Renville ditandai oleh udara politik, kedalam
dan keluar jang makin panas, pertentangan-pertentangan jang makin
meruntjing, keadaan ekonomi jang makin gawat karena blokade Belanda
dan karena djatuhnja daerah „surplus” jang mendjadi urat nadi penghi-
dupan rakjat di Djawa, sebagian besar ada dibawah kekuasaan Belanda.
Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia dan lain-lain organisasi
pemuda chususnja mengalami batu udjian jang seberat-beratnja. Per-
satuan pemuda sudah retak sama sekali. Disamping B.K.P.R.I. berdirilah
3 badan federasi baru, jakni K.N.I. Muda (Kongres Nasional Indonesia
Muda), Front Nasional Pemuda dan P.P.M.I. (Persatuan Perhimpunan-
perhimpunan Mahasiswa Indonesia).
Bagaimanapun keruhnja suasana perjetjahan pada waktu itu, pim-
pinan Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia senantiasa berusaha
agar organisasi-organisasi pemuda jang masih ada diluarnja dapat masuk
persatuannja. Karena keinginan persatuan jang sedemikian ini, maka
B.K.P.R.I. dengan tidak mempermasalahkan prestise atau lainnja lagi, telah
mengulurkan tangannja kepada G.P.I.I. jang telah lama meninggalkan
perumahan persatuan B.K.P.R.I. dan Pemuda Demokrat Indonesia jang
baru berdiri, untuk melaksanakan putusan rapat Presidiumnja pada
10—11 Februari 1948 jang a.l. berbunji :<noinclude>
{{right|204}}</noinclude>
qgxrsteu4r1nf7vvxa1oet3ler67fbt
316059
316058
2026-08-27T11:22:38Z
Ibrohim tijani
26379
316059
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>daerah-daerah jang dianggap keruh. Tuntutan
mana tak dapat diterima oleh pihak Republik
Indonesia.
Pada tanggal 11 Desember 1948, Belanda
memutuskan perundingan-perundingan dengan
Republik Indonesia dan pada tanggal 19 Desem-
ber Persetudjuan Renville didjatuhkannja tidak
berlaku lagi. Pada tanggal 19 Desember 1948,
pk. 5.30 pagi lapangan terbang Maguwo di Jog-
jakarta, diserang oleh pesawat-pesawat pembom
Belanda dan beberapa djam lagi Ibu kota R.I.
Jogjakarta diserang dari udara dan darat. Pada
hari itu djuga Bung Karno, Drs. Moh. Hatta,
Sjahrir dan hampir semua Menteri-menteri
Kabinet ditawan oleh Belanda. Perang agresi kolonial ke-II terhadap
Indonesia mulai dilantjarkan oleh kolonialisme Belanda.
{{c[[Gambar hilang]]}}
{{c|''Ir. Setiadji Ketua''}}
{{c|''Perindo''}}
{{c|'''KONGRES PEMUDA INDONESIA KE-III'''}}
Masa mendjelang Kongres Pemuda Indonesia ke-III sesudah penan-
datanganan Persetudjuan Renville ditandai oleh udara politik, kedalam
dan keluar jang makin panas, pertentangan-pertentangan jang makin
meruntjing, keadaan ekonomi jang makin gawat karena blokade Belanda
dan karena djatuhnja daerah „surplus” jang mendjadi urat nadi penghi-
dupan rakjat di Djawa, sebagian besar ada dibawah kekuasaan Belanda.
Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia dan lain-lain organisasi
pemuda chususnja mengalami batu udjian jang seberat-beratnja. Per-
satuan pemuda sudah retak sama sekali. Disamping B.K.P.R.I. berdirilah
3 badan federasi baru, jakni K.N.I. Muda (Kongres Nasional Indonesia
Muda), Front Nasional Pemuda dan P.P.M.I. (Persatuan Perhimpunan-
perhimpunan Mahasiswa Indonesia).
Bagaimanapun keruhnja suasana perjetjahan pada waktu itu, pim-
pinan Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia senantiasa berusaha
agar organisasi-organisasi pemuda jang masih ada diluarnja dapat masuk
persatuannja. Karena keinginan persatuan jang sedemikian ini, maka
B.K.P.R.I. dengan tidak mempermasalahkan prestise atau lainnja lagi, telah
mengulurkan tangannja kepada G.P.I.I. jang telah lama meninggalkan
perumahan persatuan B.K.P.R.I. dan Pemuda Demokrat Indonesia jang
baru berdiri, untuk melaksanakan putusan rapat Presidiumnja pada
10—11 Februari 1948 jang a.l. berbunji :<noinclude>
{{right|204}}</noinclude>
148jwoqdyspz778ce10mos4p2i845tp
Halaman:Boenga rampai.djvu/3
104
113404
315938
313915
2026-08-26T13:47:11Z
Iripseudocorus
23824
315938
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{Xx-larger|{{C|TJERITERA PAK BELALANG.}}}}
Maka inilah soeatoe bidal Melajoe, jang diambil ibarat dari pada nama bapak si Belalang. Maka apabila saorang mendapat soeatoe kaoentoengan barang sabagainja jang tiada disangka-sangka akan diperolehnja, atau djika saorang hendak akan soeatoe tiada didapatnja, maka datang saorang lain memperdapat soeatoe itoe dengan kamoedahan ; maka dikatalah dengan diperoepamakan : Moedjoer bapak Belalang.
Maka demikianlah tjeriteranja: Maka ada saorang miskin tiga beranak, maka nama anaknja si Belalang, digelarlah bapak si Belalang ; doedoeknja di tepi negeri, pada lampir hoetan. Maka kahidoepannja poen dengan mengambil kajoe api; maka bininja mengambil oepah menoemboek tepoeng atau menampi-nampi beras. Demikian halnja. Maka si Belalang poen besarlah, maka pergilah bermain-main masoek ka kampoeng orang. Hingga berapa lama masoek pergi bermain dengan boedak-boedak radja. Maka berapa kali si Belalang balik ka roemahnja tiada soeatoe apa jang dimakan, maka pada ketika iboenja atau bapaknja dapat oepah beharoelah boleh makan. Maka didalam hal begitoe kasakitan, datang pikiran si Belalang: „Betapakah hal bapakkoe dan iboekoe ini, hidoep dengan miskin! soekat mengambil kajoe api bapakkoe, jang iboekoe mengambil oepah menoenboek tepoeng, beharoelah dapat makan. Kalau begini, baik akoe mentjoeri kain-kain anak goendik radja, karena akoe koeat kaloear masoek bermain-main ka dalam radja ; maka apabila dapat akoe tjoeri, maka akoe semboenjikan ; kemoedian kalau orang gadoeh kahilangan nistjaja orang memanggil toekang bertilik bertenoeng,<noinclude></noinclude>
poal3c4vxsgg9qdcl9s058qvcb3n8pa
Halaman:Gerpolek.pdf/92
104
113485
315926
315873
2026-08-26T12:50:31Z
Iripseudocorus
23824
315926
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Maka selama kapitalisme ini ada dan dunia terpisah-pisah dalam beberapa Negara, maka sukarlah untuk mendapatkan perdamaian dunia itu.
Volkenbond, Serikat Bangsa yang didirikan setelah perang dunia pertama degan maksud memelihara perdamaian dan memberantas kecerobohan, kandas, terbengkalai, akhirnya bubar, karena pertentangan yang terbawa oleh sistem kapitalisme-imperialisme di dunia ini juga. Apakah UNO, yang didirikan setelah perang Duni ke II ini akan berhasil mecapai maksudnya?
Marilah kita kupas Maksud dan Daya Upaya UNO untuk mencapai maksudnya itu, serta keadaan dunia, yang menjadi sumber bagi semua pertikaian dan kekuatan di antara Bangsa-Bangsa serta Negara dan Negara.
Dalam Risalah "PIAGAM PERDAMAIAN" Bab 1 TENTANGAN MAKSUD DAN AZAS, di antara lain-lain termaktub:
Maksud UNO ialah:
{{Ordered list|start=36
|Memelihara perdamaian dunia dan buat itu mengambil tindakan bersama buat menolak dan melenyapkan ancaman kepada perdamaian {{...|12}}dll.
|Memajukan persahabatan di antara beberapa negara berdasarkan atas kehormatan, terhadap dasar PERSAMAAN HAK (Equal Rights) serta HAK MENENTUKAN NASIB SENDIRI oleh semua bangsa (''Rights of self-determination of peoples'' {{...|12}}dll).}}
'''Bab VII. TINDAKAN TERHADAP ANCAMAN PERDAMAIAN GANGGUAN PERDAMAIAN DAN TINDAKAN CEROBOH (Agression).'''
PASAL 39.
DK (Dewan Keamanan) akan memutuskan (tidaknya) sesuatu ancaman terhadap perdamaian, gangguan (branches) perdamaian atau tindakan ceroboh dan akan mengadakan usul atau menentukan<noinclude>{{rh||91}}</noinclude>
r3qsnidsxvhl0fzfiye3au5uec0iabi
Halaman:Boenga rampai.djvu/101
104
113497
315939
313629
2026-08-26T13:50:26Z
Iripseudocorus
23824
315939
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||101}}</noinclude>hamba dengar perkataan isteri hamba itoe demikian, maka hilanglah soemangat hamba, seraja hamba bertanja kapada isteri hamba : „Adoehai adinda, betapakah hal kadoea saudara hamba itoe telah berobah mengambil sifat andjing itoe?” Maka kata isteri hamba : „Adoehai kakanda, hambalah jang telah mengobahkan kaadaan marika itoe, dari sebab perboeatannja jang djahat itoe; dan lagi kapal marika itoe telah hamba soeroeh tenggelamkan kapada saorang saudara perampoean hamba, maka saperti sekalian dagangan toean-hamba itoe telah binasalah adanja ; akan tetapi akan hamba balasi kakanda dengan djalan jang lain poela. Akan kadoea saudara kakanda itoe, telah hamba hoekoemkanlah dengan mengambil sifat andjing, sahingga sapoeloeh tahoen lamanja, akan mendjadi pembalasan dengki-kianat marika itoe akan kakanda” ― sambil diberinjalah tahoe poela akan hamba, betapa kelak boleh hamba menengar kabarnja itoe. Satelah soedahlah isteri hamba berkata-kata demikian, maka ia poen gaiblah dari pada mata hamba. Maka akan sapoeloeh tahoen itoe poen telah hampirlah genap, maka itoelah sebabnja hamba ini kaloear mengoembara mentjehari isteri hamba itoe. Maka apabila hamba laloe pada djalan ini, maka bertemoelah hamba dengan saudagar ini serta dengan orang toea jang membawa roesa betina ini, laloe hamba poen berhentilah di sini. Demikianlah kesah hamba ini, ja toeankoe penghoeloe segala djin! Maka tiadalah kesah hamba ini mendjadikan heran kapada toeankoe?” Maka kata djin itoe: „Bahwa sasoenggoehnjalah tjeriteramoe itoe terlaloelah adjaib sakali, maka sebab itoe koemaafkanlah doea soekoe behagian kasalahan saudagar ini, dan jang sasoekoe behagian lagi itoe soedah djoega koemaafkan, tiada oesahlah kautjeriterakan halmoe dengan kaldai ini, hai orang toea jang katiga! Adapoen saudagar ini patoetlah ia memberi terima kasih akan kamoe sakalian, jang telah melepaskan njawanja.”<noinclude></noinclude>
1axmxc5kr7anfgseun79eqx0xpn6ecf
Halaman:Boenga rampai.djvu/99
104
113504
315940
313636
2026-08-26T13:52:03Z
Iripseudocorus
23824
315940
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||99}}</noinclude>maka hamba kalihatan kapada kakanda dengan menjamar memakai pakaian jang tjompang-tjamping itoe ; tetapi hamba ini dengan hal hamba jang demikian itoe diterima djoega oleh kakanda dengan rila. Maka demikianlah djoega wadjib bagi hamba menoendjoekkan djasa-setia serta memberi sjoekoer dan terima kasih. Akan tetapi adalah hamba sangat morka akan kadoea saudara kakanda itoe, dari karena dengki-kianat marika itoe dan tiadalah pocas rasanja hati hamba ini sabeloem kadocanja itoe hamba boenoch.” Ja toeankoe djin, demi hamba dengar perkataan isteri hamba itoe demikian, maka soekatjitalah hati hamba serta hamba membalas terima kasih kapadanja, saberapa jang dapat hamba perboeatkan dia, oleh sebab ia telah memeliharakan njawa hamba ini, seraja hamba berkata : „Adoehai adinda, jang elok paras dan jang baik boedi, maka kakanda poehoenkanlah sangat-sangat kapada adinda, soepaja dapatlah kiranja adinda memaafkan dan mengampoenkan kasalahan kadoea saudara kakanda itoe.” Maka maski poen ja toeankoe djin, hamba terkenangkan sakalian boedi-pekerti kadoea saudara hamba ini atas hamba, maka tiadalah sampai rasanja hati hamba hendak mendatangkan sasoeatoe kadjahatan atas marika itoe, melainkan hamba kabarkanlah peri kasih-sajang hamba akan kadoea saudara hamba ini kapada isteri hamba itoe. Demi didengarnja akan perkataan hamba itoe demikian, maka makinlah lagi bertambah-tambah morkanja akan kadoea saudara hamba ini. Satelah itoe maka berkatalah isteri hamba itoe kapada hamba, katanja : „Adoehai kakanda, tinggallah dehoeloe kakanda, karena hamba ini hendak sigera terbang mengikoeti kadoea saudara kakanda itoe, jang tiada tahoe membalas kabaikan orang, hendak hamba hoekoem akan dia dengan hoekoem jang sapatoetnja, jaitoe hamba tenggelamkan kapal marika itoe di tengah laoet.” Maka serta bamba dengar perkataan isteri hamba itoe demikian, maka<noinclude></noinclude>
4vroc9xezdo50c4undnj5495psvaboc
Halaman:Boenga rampai.djvu/23
104
113528
315941
313664
2026-08-26T13:54:53Z
Iripseudocorus
23824
315941
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||23}}</noinclude>Loeng, dipimpinnja, laloe dibawanja masoek kadalam biliknja, serta ditoetoepkannja pintoe bilik itoe. Maka bertjakaplah marika itoe kadoea didalam bilik itoe. Maka saorang poen tiada mengatahoei akan rehasia kadoea marika itoe bertjakap; entah apakah jang ditjakapkannja itoe. Maka djikalau kiranja koekatahoei akan rehasia tjakapnja itoe, nistjaja koetoeliskan djoega didalam hikajat ini; melainkan Allah jang tahoe. Adalah sadjoeroes pandjang lamanja, maka kaloearlah kadoeanja itoe dengan tersenjoem-senjoen simpoel dengan berpegang-pegang tangan, laloe toeroenlah kadalam sekoetji. Maka toean Farquhar dan temenggoeng poen toeroenlah bersama-sama, maka kapitan kapal itoe serta segala orangnja poen toeroenlah dalam sekoetji, serta dengan alat dan perkakasnja dan sendjatanja. Maka satelah sampailah ka roemah temenggoeng, maka tengkoe Loeng itoe poen memakailah pakaian karadjaän. Maka toean Raffles dan toean Farquhar serta segala orang kapal dan orang Malaka semoeanja poen telah halirlah soedah, menanti di tengah padang itoe. Maka diatoerlah medja dengan koersi kiri kanan, maka baris kalasi adalah sedia di kiri kanan. Maka saketika lagi datanglah tengkoe Loeng dan tengkoe temenggoeng dan radja Amboeng, serta segala orang Melajoe itoe poen ramailah mengiringkan dia, dengan berpajoeng koening, laloe berdjalanlah. Adapoen ketika berdjalan itoe, dengan koeasa Allah maka toeroenlah hoedjan panas, maka dalam petoea. Melajoe koenoen alamat kabadjikan djoega kasoedahannja. Maka sigeralah toean Raffles datang menjamboet tangan tengkoe Loeng itoe laloe berdjalanlah masoek kadalam kemah itoe. Maka soenggoch poen dalam hal jang demikian itoe, maka ada djoega lagi katakoetan tengkoe Loeng, karena pada sangkanja toean Raffles hendak menipoe akan dia, hendak ditangkapnja, dibawanja ka Benggala. Ada poen sambil ia berdjalan itoe<noinclude></noinclude>
ajn9yq04mu0j85qu68wh6551q2ohlms
Halaman:Gerpolek.pdf/85
104
113555
315927
313700
2026-08-26T12:57:58Z
Iripseudocorus
23824
315927
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>akan giat bekerja, kalau mereka merasakan sendiri faedahnya rencana ekonomi yang begini atau begitu.
Kalau sesuatu “Braintrust” itu merencanakan produksi dan distribusi itu cuma buat kepentingan segelintir dua manusia saja, rencana itu tak akan kekal hidupnya di Indonesia ini. Apalagi kalau rencananya “Braintrust” itu harus pula disandarkan kepada “Kerjasama” dengan Belanda dan Modal Asing lainnya. Rencana semacam itu akan menjadi rencana Modal Asing saja. Dan “Braintrust” itu akan menjadi kuda-beban modal Asing itu saja. Penyakit perekonomian Rakyat Indonesia sudah sampai begitu mendalam disebabkan oleh wabah kapitalisme Belanda selama 350 tahun dan wabah kapitalisme-militerisme Jepang selama 3½ tahun. Penyakit perekonomian Rakyat tak bisa diobati pel dan pudar lagi, melainkan harus disembuhkan oleh OPERASI oleh pembedahan. Terutama sekali perekonomian Rakyat Indonesia baru dapat diselenggarakan dalam Republik yang merdeka 100%, yang SEKURANGNYA 60% memiliki dan menguasai produksi, distribusi, upah, export, dan import (LIHAT RENCANA EKONOMI oleh TAN MALAKA). Rencana yang dibikin oleh berlusin-lusin “Braintrust” dalam suasana “kerja-sama” dengan modal besar Asing akan berakhir dengan pemerasan dan penindasan atas buruh dan tani Indonesia belaka.
Kami merasa wajib memperingatkan hal tersebut di atas kepada KAUM MURBA!!!
Tetapi tiadalah pula berarti, bahwa dalam revolusi ini kaum Murba (buruh, tani, pedagang dan Rakyat serta intellect jembel!) haruslah berpangku tangan saja! Kaum Murba harus tunda Rencana Ekonomi tulen, besar-besaran, sampai Revolusi ini selesai dengan kemenangan bagi Murba. Tetapi selama Revolusi ini berlangsung, maka kaum Murba harus pula menjalankan Rencana Ekonomi. Rencana itu tak lain hanyalah Rencana-Ekonomi Perang.<noinclude>{{rh||84}}</noinclude>
1b81yhs5xa40c7l8itmyztlqe19i0ci
Halaman:Gerpolek.pdf/84
104
113562
315928
313710
2026-08-26T12:58:42Z
Iripseudocorus
23824
315928
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>setelah Revolusi BERHASIL, pula maka pemerintah Rusia masih tiada semudah pemerintah Republik Indonesia mengizinkan orang yang keluar-masuk dimana Revolusi itu sedang berlaku dengan hebatnya. Kegampangan keluar masuknya bangsa Asing (termasuk bangsa musuh atau konconya musuh) mempermudah Belanda mencari bagian yang lemah dalam kemiliteran, politik dan ekonomi kita! Juga ekonomi! Karena dengan mengetahui keadaan ekonomi dan harga barang di pedalaman maka Belana dengan mudah dapat menjalankan perang-ekonomi dan perang-uangnya.
Kita tahu bagaimana Belanda menyuruh tengkulaknya membeli makanan sayur, hedan dan lain-lain dari daerah Republik dengan ORI yang tak ada harganya di daerah pendudukan Belanda. Tetapi Rakyat harus menukarkan uang ORI dengan rupiah Belanda, kalau berada di daerah pendudukan, untuk beli semacam itu Belanda MEMBELI-MURAH kepada Republik Indonesia segala barang yang dibutuhkannya. Sebaliknya dia MENJUAL MAHAL kepada Republik segala barang yang dibutuhkan oleh Rakyat Indonesia. Dengan begitu maka uang ORI terus merosot! Sebanding dengan itu pula maka harga barang keperluan hidup sehari-hari buat Rakyat semakin melambung harganya.
Untuk memperbaiki perekonomian Rakyat Indonesia belumlah cukup mendirikan apa yang dinamakan “Braintrust” (Gabungan Otak) itu. Perbaikan perekonomian Rakyat Indonesia haruslah diperbaiki dengan pertolongan Rakyat sendiri dan watak Rakyat sendiri. Tani, buruh, pedagang Indonesia sendiri harus campur dengan merencanakan produksi (penghasilan), distribusi (pembagian) serta pertukaran barang. Tidak cukup selusin atau lebih orang yang bertitel ini atau itu saja memikirkan begini atau begitu buat kaum buruh dan tani, tanpa membawa buruh dan tani itu sendiri ke dalam kincir Produksi dan distribusi. Tetapi buruh dan tani Indonesia cuma baru<noinclude>{{rh||83}}</noinclude>
4z4txpr3del5s2fsg4uunpl8v038fcx
Halaman:Gerpolek.pdf/83
104
113565
315929
313717
2026-08-26T12:59:36Z
Iripseudocorus
23824
315929
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>meminjam uang dari Amerika untuk memperkuat kemiliteran, keuangan dan perekonomiannya sendiri.
Sebaliknya pula dia terus melakukan BLOKADE terhadap perdagangan republik. Kapal Republik yang keluar dari Indonesia mengangkut barang dagangan DISITA atau ditembakinya. Maksud Belanda ialah supaya dirinya sekian hari sekian kaya dan sekian kuat, tetapi Republik sekian hari sekian miskin, dan sekian lemah. Setelah percederaan pada tanggal 21 Juli 1947, maka hampirlah semua DAERAH-PLUS (ialah daerah berkelebihan) makanan di pulau Jawa jatuh ke tangan Belanda. Yang tinggal cuma daerah yang di zaman "Hindia Belanda" cuma cukup saja buat diri sendiri atau yang dalam kekuarangan (daerah-minus) seperti Bojonegoro, Pajitan, Yogya dan Solo. Daerah Republik yang sudah dalam keadaan kekuarangan makanan dan pakaian itu ditambah kacau-balau pula oleh PERANG UANG yang dilakukan oleh Belanda terhadap uang Republik. Bermacam tindakan jahat, yang langsung atau tidak, telah dilakukan oleh Belanda, untuk memerosotkan harga uang Republik. Akibatnya, ialah kehidupan Rakyat makin sukar karena harga uang semakin merosot dan barang keperluan hidup (seperti makanan dan pakaian) semakin melambung harganya. Perekonomian Rakyat, yang sudah kalut itu diperkalut pula oleh adanya Colonne ke-5 yang dikirimkan oleh Belanda ke dalam pemerintahan administrasi badan-ekonomi ketentaraan dll. Dengan maksud jahat, ialah memperkalut yang sudah kalut itu.
Dalam semangat “damai-nya” maka pemerintah kita mempermudah pula masuknya pelbagai spion yang bertopeng “wartawan” atau wakil dari Serikat Sekerja ini atau itu. Revolusi di zaman manakah dan dinegeri manakah yang membolehkan anggota musuh atau sahabat musuh keluar masuk ke tempat-tempat yang penting bagi pertahanan, seperti Malang, Cirebon dan lain-lain? Puluhan tahun<noinclude>{{rh||82}}</noinclude>
ta8hi5u9v8v9h56v9g5w5fop388l1wh
Halaman:Gerpolek.pdf/82
104
113571
315930
313720
2026-08-26T13:00:57Z
Iripseudocorus
23824
315930
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{xxx-larger|{{C|'''XIII. PERANG EKONOMI'''}}}}
Di musim kita Jaya Berjuang, maka Belanda tak mempunyai tempat dan tempoh untuk memperkokoh ekonominya. Serangan dari luar dan dari dalam kota yang didudukinya memusingkan kepalanya dan mengancam jiwanya setiap hari. Setiap jam. Kebon, pabrik dan tambang tak bisa dibukanya kembali. Perdagangan dengan luar negeri tak dapat dilakukannya. Bukan saja tentara dan Laskar yang mengancam hidupnya berterang-terangan tetapi Laskar Terpendam, barisan bumi hangus, dan sabotase tiada memberi tempo kepada Belada buat berfikir dengan tenang. Bahkan keluar rumahpun tiada
aman bagi Belanda.
Dengan begitu, maka ekonomi Belanda kian hari kian kalut. Tak ada ganti buat delapan juta rupiah yang harus dibelanjakan setiap hari untuk mengongkosi serdadunya. UANG KELUAR berat sekali buat pikulan Belanda yang sudah amat miskin itu, sedangkan UANG MASUK tak ada.
Setelah “Perang digencat” dan politik “Berunding” serta politik “damai” dijalankan, maka Belanda kembali masuk kebun, pabrik, tambang dan kantor. Di Surabaya, Semarang, Jakarta, dan Bandung, di Padang, di Palembang dan Medan; di Pontianak, Banjarmasin, dan balikpapan; di Makasar dll, tempat dia bisa kembali menyuruh buruh Indonesia, memegang mesin, mencangkul dan memikul. Semua pekerjaan itu tak bisa dilakukannya sendiri. Mulailah pula dia menjualkan hasil keringat pekerja Indonesia itu keluar Negeri berupa Karet, minyak, timah, the gula, kina dan lain-lain. Dalam suasana “damai” itu dapatlah Belanda memperkokoh ekonominya buat membelanjai serdadunya. Karena perdagangannya dengan Luar Negeri itu mulai hidup kembali, maka dapatlah pula Belanda<noinclude>{{rh||81}}</noinclude>
smrpomotnxfgpqfp8ji88cqy6umcatm
Halaman:Gerpolek.pdf/80
104
113583
315931
313733
2026-08-26T13:02:36Z
Iripseudocorus
23824
315931
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>pengakuan atas Kedaulatan Belanda, atas seluruhnya Indonesia. Hak kedaulatannya sudah diakui inilah yang sedang dipergunakannya dengan kelicikan “Belanda meminta tanah “untuk memperoleh semua kekuasaan atas semua urusan Rakyat Indonesia. Dengan perkataan lain dia sedang berusaha keras mendapatkan kembali kekuasaannya sebagai penjajah, ialah kekuasaan 100 % atau hidup dan matinya Rakyat Indonesia.
Seperti lebih dari dua tahun lampau sikap kami tetap: Berunding atas pengakuan Kemerdekaan 100 % Berhubungan dengan sikap kami yang bersandar kepada Proklamasi ini, maka bagi kami:
{{Ordered list|start=25
|Soal UNI yang berada di bawah Mahkota Belanda itu bertentangan dengan Proklamasi dan Kedaulatan Rakyat. Bagi kami Kedaulatan Rakyat itu tak boleh dipindahkan (inalienable) dan tak boleh dibagi-bagi (indivisible), baik buat selama-lamanya ataupun untuk sementara tempo saja. Bagi kami Pemerintah seluruh Indonesia itu tak boleh di Abdul Kadir atau di Husein-Djajadiningratkan lagi!!
|Soal Unity atau Federasi, soal Negara Republik Kesatuan atau Negara Indonesia Serikat adalah Hak dan Urusan Rakyat Indonesia sendiri. Bangsa Belanda atau bangsa manapun juga tak BERHAK mencampuri urusan pembentukan Negara Republik Indonesia itu.
|Soal Ketentaraan, urusan Luar Negeri, Keuangan dll, adalah semata-mata Hak serta Urusan Rakyat Indonesia sendiri.
|Soal Plebisciet adalah bertentangan dengan tulisan dan lisan PROKLAMASI.}}
Rakyat pada tanggal 17 Agustus 1945 SUDAH memproklamirkan Hak Mutlaknya ke-seluruh dunia, ialah Haknya atas Kemerdekaan dan Kedaulatannya. Kemerdekaan 70 juta bangsa Indonesia pada tanah dan air seluas 4 ½ juta mili persegi itu tak PERLU dan tak<noinclude>{{Rh||79}}</noinclude>
983rfbbandhqzpdyyhrf8158mrn2r63
Halaman:Gerpolek.pdf/78
104
113592
315932
313742
2026-08-26T13:04:47Z
Iripseudocorus
23824
315932
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>membatalkan pengakuan Negara Asing atas KEMERDEKAAN yang sudah DIPROKLAMIRKAN oleh Rakyat dan Pemuda sendiri itu. Bukankah dengan begitu Proklamasi Kemerdekaan akan menjadi LELUCON DUNIA dan SEJARAH.
{{Ordered list|start=9
|Hal ketentaraan ini sedang menjadi soal yang hangat!! Rekonstruksi (!) dan rasionalisasi (!) yang sedang dijalankan ini mungkin sekali akan menimbulkan akibat yang tidak disangka-sangka dan diharapkan oleh pengamat kemerdekaan (ketika Mei 1948).
|Menyerah terus atau {{...|19}} bertempur!!!}}
Buat kami maksud Belanda sudah jelas sebelumnya Belanda kembali pada permulaan tahun 1946 ke Indonesia! SIFATNYA imperialisme Belanda mengakibatkan Belanda mengambil sikap seperti yang berlaku selama perundingan lebih kurang 2 tahun di belakang ini. Sifatnya imperialisme Belanda mengakibatkan dia tiada bisa (walaupun dia mau!) memberi konsesi yang berarti kepada Rakyat Indonesia! Apa lagi MENGAKUI Kemerdekaan Indonesia dan menerima segala konsekuensi pengakuan Kemerdekaan itu. Pengakuan Kemerdekaan Indonesia itu berarti runtuhnya Negara Nederland dan miskin-melaratnya Rakyat Belanda!
Buat menyaksikan benar-tidaknya perkaan kami ini, kami persilahkan para pembaca yang budiman membaca RISALAH kami yang lain-lain! (Salah satunya ialah Risalah Massa Aksi, yang ditulis pada pertengahan tahun 1926). Maka berhubung dengan paham kami tentangan Sifat imperialisme Belanda itulah, maka kami pada tanggal 1-4-5 bulan Januari tahun 1946 dalam Kongres Persatuan Perjuangan memajukan tuntutan:
“BERUNDING ATAS PENGAKUAN KEMERDEKAAN 100% SERTA MENUNTUT PENSITAAN HAK-MILIK-MUSUH.”<noinclude>{{rh||77}}</noinclude>
m507wt4xvwurfdvsxjfb6y8g993ahjg
Halaman:Gerpolek.pdf/77
104
113597
315933
315874
2026-08-26T13:05:37Z
Iripseudocorus
23824
315933
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>SELURUHNYA Indonesia. Karena Republik cuma sebagian saja, dan malah sebagian kecil saja dari SELURUHNYA Indonesia, maka Belanda menuntut berlakunya kedaulatan atas ketentaraan, urusan luar negeri dan keuangan Republik. Dalam perjanjian Linggarjati sudah dituliskan pula bahwa Belanda dan Indonesia akan “kerja sama” dalam urusan kebudayaan. Barulah kemudian dalam penafsiran dan pelaksanaan ternyata, bahwa yang dimaksudkan oleh Belanda dengan “KERJA SAMA" itu ialah KEDAULATAN BELANDA dalam segala yang berhubungan dengan kenegaraan.
BERHUBUNGAN DENGAN ITU MAKA:
''Tuntutan Belanda.''
{{Ordered list|
|Dalam Uni (Persekutuan) Indonesia-Belanda diadakan kabinet KERAJAAN dan Dewan Perwakilan KERAJAAN.
|Walaupun Belanda tak menyebut begitu, tetapi maksudnya ialah, supaya PEMERINTAH KERAJAAN itu (Kabinet dan Dewan) berada di atas Pemerintah Negara Indonesia Serikat.
|Supaya urusan luar Negeri dikembalikan kepada Belanda yang memegang kedaulatan atas seluruhnya Indonesia jadi akibat dari pengakuan beberapa Negara Arab atas Republik jangan dilanjutkan dan dipergunakan oleh Republik.
|Supaya TENTARA Republik DIBUBARKAN saja (inipun oleh Belanda dianggapnya cocok dengan kedaulatannya).
|Hal keuangan, plebisciet, dll. Dsb{{...|15}}
<br><br>''Sikap Pemerintah Indonesia.''<br>
|UNI itu adalah persektuan dari DUA NEGARA merdeka ialah Negara Nederland dan Negara Indonesia Serikat.
|Pemerintah Indonesia ingin Belanda mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Negara Indonesia Serikat. Jadi NIS itu jangan berada DIBAWAH kedaulatan Pemerintah UNI
|Pemerintah Republik sedang memperjuangkan (?) dan
mempertimbangkan (?) tuntutan Belanda itu!! Sukar bagi republik}}<noinclude>{{rh||76}}</noinclude>
oqbif97m54x7od38zt7j1warewkguxa
Halaman:Gerpolek.pdf/76
104
113602
315934
313755
2026-08-26T13:07:06Z
Iripseudocorus
23824
315934
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>harta-benda Indonesia dan menembaki serta membunuh ribuan Rakyat/Pemuda Indonesia di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali dll tempat. Pengembalian semua HAK-MILIK Belanda dan semua Hak Milik Asing lainnya tentulah membutuhkan Hak Politik bagi Belanda dan Asing lain buat memelihara HAK-MILIK-ASING sebesar itu. Bukankah pula kewajiban Politik yang terutama dan teristimewa sekali ialah menjamin keberesan jalannya ekonomi? Mungkinkah ada di dunia ini satu Negara yang ekonominya 100% di tangan bangsa Asing tetapi politiknya 100% di tangan putera-bumi?
Kalau Belanda sudah memiliki kembali semuanya kebun, tambang, pabrik, pengangkutan dan pelbagai Bank, seperti di zaman “Hindia-Belanda” dahulu maka Belanda akan menuntut kekuasaan Politik yang seimbang dengan kekuasaan Ekonominya itu. Jadi kekuasaan Belanda atas Polisi, ketentaraan pengadilan, keuangan, urusan luarnegeri, mesti dapat menjamin pemeliharaan dan perkembangan perusahaan, perdagangan dan keuangan Belanda dan Asing yang lain-lain di Indonesia ini. Belanda akan menuntut kekuasaan politik sebesar atau hampir sebesar kekuasaannya di zaman “Hindia Belanda” dahulu.
Tetapi Pemerintah Republik tahu juga akan adanya Proklamasi 17 Agustus 1945 dan insyaf juga bahwa Rakyat dan Pemuda yang sudah berkorban begitu banyak tak akan mau begitu saja dibawa kemabli kepada status penjajahan Belanda. Inilah kesulitan yang sukar sekali buat dilintasi oleh Delegasi Republik. Inilah pula sebabnya maka perundingan acap kali menemui jalan untu, walaupun Pemerintah Indonesia sudah terlampu banyak menyerah. Diantaranya NIT diakui, Wiranatakusuma, Walii Negara Pasundan dilepaskan: perang digenjet “Kantong” dikosongkan dan lain-lain dsb.
Dalam perjanjian Linggarjati dan perjanjian Renville, maka Pemerintah Republik sudah mengakui KEDAULATAN Belanda atas<noinclude>{{rh||75}}</noinclude>
ch2sqqxfrbqi0del1wct4kn41hg9sb1
Halaman:Gerpolek.pdf/11
104
113607
315935
313766
2026-08-26T13:19:03Z
Iripseudocorus
23824
315935
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>luasnya cuma 210.000 mil persegi atau 30% dari seluruhnya daratan Indonesia. Dengan laut di pesisir Jawa / Sumatra kita menerima 225.000 mil persegi, atau ± 1/20 = 5% dari Tanah dan Air seluruhnya Indonesia.
Tetapi dengan perjanjian Renville, maka hasil perundingan tadi sudah merosot lebih rendah lagi. Enam atau tujuh daerah di Jawa terpencar dari ― dan beberaa daerah di Sumatera belum lagi lebih dari 2% dari pada seluruhnya Tanah dan Lautan Indonesia.
'''B. TENTANGAN PENDUDUK.'''
'''Di-Musim-Jaya-Berjuang.'''
Semuanya penduduk yang jumlahnya 70 juta berada di bawah kedaulatan Negara Republik Merdeka.
'''Di-Musim-Runtuh-Berjuang.'''
Dengan menerima “de facto” Jawa, Sumatera, maka Republik AKAN menerima kasarnya 50 juta penduduk. Ini AKAN berarti sedikit lebih 70% penduduk.
Tetapi dengan penandatanganan RENVILLE dan langsung berdirinya atau akan berdirinya Empat atau lebih “Negara” Baru dalam daerah Jawa-Sumatra sendiri (ialah: Negara Sumatera Timur, Negara Jawa Barat, Negara Jawa Utara, Negara Jawa Timur (Blambangan), Negara "Batavia" dll) maka Republik akan meliputi paling mujurnya cuma 23 juta jiwa. Jadi kasar cuma 33% dari seluruhnya Indonesia.<noinclude>{{rh||10}}</noinclude>
8zsycbmvbkwkym5j0zswu7ijnkglpsi
Halaman:Gerpolek.pdf/13
104
113612
315936
313772
2026-08-26T13:19:37Z
Iripseudocorus
23824
315936
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Indonesia dapat melenyapkan kemundurannya dalam ekonomi. Dengan cepat pula Rakyat Indonesia dapat mengejar kemakmuran yang cukup tinggi buat tiap-tiap orang.
'''Di-Musim-Runtuh-Berunding.'''
Menurut Linggarjati dan Renville, maka Belanda berhak menuntut haknya kembali atas miliknya di Indonesia. Dengan demikian maka kelak Belanda akan mendapat kesempatan sepenuhnya menguasai kembali pengangkutan di daratan dan/atau di lautan Idnonesia. Dengan begitu maka Belanda dengan kebun, pabrik dan tambang serta semua Bnak yang ada di tangannya akan kembali menguasai perdagangan baik ke dalam ataupun ke luar Indonesia seperti pada zaman “HINDIA BELANDA” sekarangpun selama musim perundingan ini, Belanda sudah dengan AMAN sekali memiliki dan menguasai hampir semua kebun, semua tambang semua pabrik dan semua pelabuhan penting di Indonesia ini. Dengan begitu maka hampir semua export dan import berada ditangannya. Dengan memblokade Republik, maka perekonomian Republik mendapat hambatan yang hebat.
'''3. MILITER.'''
'''Di-Musim-Jaya-Berjuang.'''
Semua gunung, lapangan terbang yang penting buat pertahanan tentara dan Angkatan Udara, beserta pelbagai senjata berada di tangan rakyat serta pemuda Republik.
Semua pelabuhan yang penting buat perdagangan dan pembelaan tetap berada di tangan Republik, semua senjata dari granat tangan sampai bom-peledak dari pistol sampai ke<noinclude>{{rh||12}}</noinclude>
0jgxrx9tf3wkcew56j4mxq5wf9zgmtl
Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/5
104
113626
315937
313800
2026-08-26T13:44:47Z
Iripseudocorus
23824
315937
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{xxx-larger|''Kata Pengantar''}}
{{sp|''MERDEKA''!}}
{{dropinitial|'''S'''}}''EBAGAIMANA telah tersiar pada permulaan terbitnja Mimbar Indonesia dalam nomor pertama dan tahun pertamanja, maka adalah dasar-dasar madjallah ini:''
# ''Menuntut dan mempertahankan hak bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnja sendiri.''
# Demokrasi sebagai ''sistim jang harus diselenggarakan dalam hidup kenegaraan dan keekonomian Indonesia.''
# Keadilan sosial ''sebagai ukuran dan tudjuan dari segala usaha pembangunan.''
#Persahabatan ''dan'' kerdjasama internasional ''guna perdamaian dan kesedjahteraan Dunia''.
''Dasar-dasar jang sedemikian itu telah djelas dan itulah salah satu hak azasi manusia jang telah diakui djuga oleh anggapan umum diseluruh dunia, sebagai dasar dan tudjuan demokrasi.''
''Berhubung dengan itu tidaklah pada tempatnja bagi bangsa Indonesia, apalagi jang ada didaerah pendudukan, kalau pada pergantian tahun III masuk th. IV dari Republik Indonesia, diabaikan sadja peringatan Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, seolah-olah tidak ada apa-apa jang kedjadian, padahal seluruh dunia telah mengetahui Proklamasi itu. Menurut perasaan kami kedjadian seperti itu jang telah mentakdjubkan dunia tidak dapat dilangkahi begitu sadja, bahkan sepatutnja dibanggakan sehebat-hebatnja.''
''Pada mulanja kami melantjarkan usaha Jajasan Dharma ini, telah tertanam dalam hati kami pengharapan akan lekas timbulnja persetudjuan politik antara Republik dan Belanda, hal mana bila terbentuk, tentu menggembirakan kedua belah pihak. Sajang sekali sampai sekarang persetudjuan politik jang diharap-harap itu tidak djuga atau belum djuga tertjapai sampai ada menimbulkan ketjewa.''
''Perasaan ketjewa itu telah menimbulkan pada golongan pessimist satu sikap menunggu dan duduk diam-diam, bahkan ada jang merasa telah bosan dan tidak tahu lagi apa jang akan dibuatnja, ada pula jang ingin ment jari pemetjahan soal dengan kekuatan sendjata.''
''Tidak begitu sifat dan keadaan Jajasan Dharma, sebagai penerbit Mimbar Indonesia, malahan segala kesulitan dan kesukaran soal jang ada sekarang menimbulkan hasrát mengaturkan suatu sumbangan untuk mendjernihkan pikiran dengan meminta pertimbangan tinggi pada para pemimpin jang bertanggung djawab dikedua belah pihak, baik dalam Republik maupun dipihak Belanda, supaja menuruti djalan pikiran jang sehat (common sense).''
''Kemerdekaan itu hanjalah ibarat djembatan emas jang akan membawa kita pada perdamaian, jang berdasar pembangunan, lahir dan bathin.''
''Kami berharap supaja rakjat seluruh Indonesia segera dapat merajakan Hari Kemerdekaan dalam suasana gembira-raja.''
{{block right|align=center|''Wassalam,''<br>
''Penerbit Jajasan Dharma''<br>
''Redaksi Mimbar Indonesia''}}<noinclude></noinclude>
nvr74sbyow3ych5cbdubcafvheuq555
Halaman:Janie.pdf/4
104
113630
315942
313806
2026-08-26T13:56:49Z
Iripseudocorus
23824
315942
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{Xxx-larger|''Janie''}}
{{R|''Oleh: Raro Paloepie.''}}
{{rule|12em}}
{{larger|{{C|DILARANG KOETIB}}}
{{rule|12em}}
{{x-larger|{{sp|{{c|'''„Tjerita Roman”'''}}}}}}
{{sp|{{c|{{larger|TOSARI}}}}}}
{{C|
Terbit tiap pertengahan boelan dan saben terbit moeat satoe tjerita tamat dari penoelis-penoelis pilihan.
Harga berlangganan ƒ 1— dan loear Indonesia ƒ 1.50 <br> per 3 boelan.}}
{{rule|15 em}}<noinclude></noinclude>
4t3igxm19w2i5lud4zk1x887ft788wx
315943
315942
2026-08-26T13:57:05Z
Iripseudocorus
23824
315943
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{Xxx-larger|''Janie''}}
{{R|''Oleh: Raro Paloepie.''}}
{{rule|12em}}
{{larger|{{C|DILARANG KOETIB}}}}
{{rule|12em}}
{{x-larger|{{sp|{{c|'''„Tjerita Roman”'''}}}}}}
{{sp|{{c|{{larger|TOSARI}}}}}}
{{C|
Terbit tiap pertengahan boelan dan saben terbit moeat satoe tjerita tamat dari penoelis-penoelis pilihan.
Harga berlangganan ƒ 1— dan loear Indonesia ƒ 1.50 <br> per 3 boelan.}}
{{rule|15 em}}<noinclude></noinclude>
72zf0r1eqjc1ft00tcbu0rfcf1531qv
315944
315943
2026-08-26T13:57:18Z
Iripseudocorus
23824
315944
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{Xxx-larger|''Janie''}}
{{R|''Oleh: Raro Paloepie.''}}
{{rule|12em}}
{{larger|{{C|DILARANG KOETIB}}}}
{{rule|12em}}
{{x-larger|{{sp|{{c|'''„Tjerita Roman”'''}}}}}}
{{sp|{{c|{{larger|TOSARI}}}}}}
{{C|
Terbit tiap pertengahan boelan dan saben terbit moeat satoe tjerita tamat dari penoelis-penoelis pilihan.
Harga berlangganan ƒ 1— dan loear Indonesia ƒ 1.50 <br> per 3 boelan.}}
{{rule|15em}}<noinclude></noinclude>
fpgk9h4nls04yjyuzdod8h1ewgsv3ji
Halaman:Janie.pdf/6
104
113637
315945
313822
2026-08-26T13:58:26Z
Iripseudocorus
23824
315945
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{xxx-larger|''Janie''}}
{{R|''Oleh: Rara Paloepie.''}}
{{C|'''I.'''}}
{{dropinitial|'''„L'''}}{{sp|'''EKASLAH'''}}, Lem kaoe pergi ka pasar berbelandja dan kemoedian masak jang
ledzat, kerna sebentar siang Niek aken dateng.”
„Nanti tentoe saja pangling pada 'den-adjeng, sébab saben vacantie poelang ka roemah, tentoe tambah besarnja dan tjantiknja. Saja nanti aken masaken nasi goerih boeat sebagi penjamboetan slamet dateng.”
„Ja, masak jang enak. Tetapi djangan banjak omong, temponja nanti abis diboeat mengobrol sadja. Sekarang lekas ka pasar berbelandja.”
Jang bertjakepan itoe adalah R. A. Tjakrawardaja, djanda dari R. Tjakrawardaja, bekas Wedana dari Sragen, dan sekarang tinggal di Djokja, bertjakepan dengen boedjang prempoeannja, Ilem.
Ilem sigra pergi blandja ka pasar boeat membeli daging, sajoeran dan laen-laennja kaperloean masak.
Sapeninggalnja sang boedjang, R. A. Tjakra laloe meliat gambar-gambar dan pot-pot kembang, preksa apa semoea telah teratoer baek dan tida kotor, dan mana jang tida betoel laloe dibetoelken.<noinclude></noinclude>
fbxla2193xk6u8osu0alw2gtjj1507p
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/9
104
113644
315946
315267
2026-08-26T14:00:49Z
Iripseudocorus
23824
315946
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude><section begin="Bab I"/>
{{xxx-larger|{{C|{{sp|'''PENGORBANAN'''}}}}}}
{{larger|{{C|Oleh: LIEM KHING HOO}}}}
{{rule|6em}}
{{C|I}}
{{block right|align=left|width=600px|{{smaller|„Menoeloeng dengen harep beroleh kaoentoengan, itoelah boekan menoeloeng, itoe ada saroepa dengen mendjilat. Menoeloeng dalem arti sedjati jalah tjoema menoeloeng dengen bikin 'PENGORBANAN'.”}}}}
{{Dropinitial|J}}AVA dalem taoen 1850{{...|10}}
Ini koetika oeroesan perdagangan masih belon begitoe madjoe: hasil satoe-satoenja jang djadi reboetan antara soedagar-soedagar Tionghoa adalah pachter tjandoe, pachter gade, toekang rangsoem dan sebaginja.
Dengen mempoenjain harta f 10.000.― sadja itoe waktoe soeda teranggep „wan-gwee” atawa hartawan besar”. Memang bener, dengen kakaja'an sabegitoe marika (Hoakiauw) soeda bisa hidoep seperti radja, piara saprangkat gamelan dengen bebrapa wijaga (toekang taboeh) serta satoe waktoe piara satoe-doea tandak jang tjantik dan pande boeat saben tjee-it, tjap-go atawa saben minggoe diboeat tandakan dengen sambil berdjamoe arak, boeat iseng-iseng atawa boeat ilangken katjapean satelah bakerdja pajah.
Teroetama dalem oeroesan pacht „tjandoe” dan „pagadean” ada djadi sóember teroetama boeat Hoakiauw maoe djadi kaja.<noinclude></noinclude>
l4hg1z6bqnwdf4fnymx8t7p9o7vech4
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/10
104
113649
315947
313837
2026-08-26T14:02:46Z
Iripseudocorus
23824
315947
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''8'''|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>Kaloe itoe waktoe ada itoe beratoesan hartawan-hartawan Tionghoa, adalah sabagian besar terdiri dari pacnter-pachter madat atawa gade.
Memang bener itoe doea matjem peroesahan ada mengasih banjak kaoentoengan. Tapi kita djangan loepaken, di samping itoe kaoentoengan poen ada menjelip banjak karoegian, boekan karoegian oewang, tapi karoegian moreel, karoegian kamerdika'an dari sasoeatoe orang Tiongnoa jang ingin hidoep sebagi loemrahnja satoe manoesia.
Kaloe kita tjoba bongkar itoe segala kadjahatan pachter-pachter begitoean di banjak ploksok, pembatja bisa bergidik, kerna banjak sekali kakedjeman, kadjahatan, sawenang-wenang, mesoem d. I. I. perboeatan doerhaka jang ditjiptaken oleh marika.
Pamerentah Blanda ada sanget tjerdik. Koetika menampak bahoea itoe peroesahan-peroesahan mengasih banjak kaoentoengan, kamoedian dengen pelahan itoe semoea pacht lantas di'ilangken dan lantas dipegang sendiri boeat sebagi monopolie.
Doeloe waktoe dipegang oleh orang Tionghoa, sasoeatoe roemah madat atawa pagadean oleh pamerentah dikasi djam pemboeka'an jang tetep, tida satoe hari boleh toetoep, biar hari besar, minggoe atawa hari taoen baroe, kerna katanja pamerentah itoe menjoesahken sama orang ketjil. Tapi satelah itoe sekalian pacht di'ilangken dan djadi monopolie sendiri, saben hari minggoe, hari besar atawa taoen baroe itoe segala roemah pendjoealan madat atawa pagadean boleh vrij.
Dalem oeroesan tanah-tanah particulier, sabagimana di bilangan Djawa-koelon orang-orang Tionghoa banjak dapet itoe hak, poen pamerentah maoe ambil sikep seperti sama oeroesan madat atawa pagadean di atas,<noinclude></noinclude>
rro3ima409li8tlrtuubdtd0lrkcsdy
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/11
104
113653
315948
313842
2026-08-26T14:04:23Z
Iripseudocorus
23824
315948
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|'''9'''}}</noinclude>jalah sasoedanja pachter-pachter Tionghoa bikin madjoe lantas ditarik balik boeat dimonopolie sendiri.
Itoelah ada soeal-soeal jang menjangkoet sama economie Hoakiauw itoe koetika.
Salaennja itoe, kita poen tida bisa loepaken sama itoe „pas-stelsel” atawa pelatoeran pake pas" boeat Hoakiauw, itoe „politie-rol” dan sebaginja.
Boeat loekisken atawa bajangken kombali kaada'an penghidoepan oemoem dari kita Hoakiauw, sabenernja di halaman ini ada terlaloe sempit. Maka tjoekoep kaloe saia ambil ringkesnja sadja : Itoe pelatoeran memake pas adalah jang bikin Hoakiauw hidoep seperti ajam dalem koeroengan dan itoe politie-rol bikin marika teranggep seperti satengah manoesia.
Saia aken tjoba djambret sedikit dengen sedikit bajangan-bajangan dari penghidoepan Hoakiauw di itoe maşa, jang sekarang orang tida dapet menampak poelah lantaran perobahan djaman.
{{Dropinitial|'''R'''}}EEMBANG, sebagi satoe iboe kota residentie, dan seperti laen-laennja kota, poen dapet satoe roemah pendjoeal madat dengen di bawah pengoeroesannja 'ntjik Hwie-bing sebagi pachter.
Dengen banjak soesah, dengen banjak korbanken oewang boeat menjoeap, baroelah 'ntjik Hwie-bing dapet pegang itoe peroesahan.
Mamegang pacht madat memang boekan satoe pakerdja'an ringan, kerna satoe waktoe bisa digoda satengah mati oleh smokkelaar-smokkelaar tjandoe gelap. Maka satoe waktoe boeat melindoengin peroesahannja marika bisa kalap, bisa adaken roepa-roepa pelatoeran jang tida pantes, kedjem dan biadab.
Tapi kaloe tida begitoe, lantaran kalebihan cewang, terlaloe iseng atawa lantaran sebab pegang peroesahan<noinclude></noinclude>
ch4qfm74drn457f7pvuquwnpbv4eqj5
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/12
104
113657
315949
313847
2026-08-26T14:05:52Z
Iripseudocorus
23824
315949
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''10'''|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>monopolie, banjak antaranja jang loepaken sama apa jang dibilang kabedjikan.
'Ntjik Hwie-bing ada pachter dari type (matjem) di atas. Dalem tempo ampat taoen djadi pachter, boekan sedikit oewang ia telah dapet kantongin, hingga sekarang ia telah djadi satoe orang jang paling kaja dari itoe residentie.
Salaennja pegang itoe pacht, 'ntjik Hwie-bing masih temaha, ia poen ada boeka satoe toko hasil boemi. Tapi ini toko pelahan-pelahan kena disaingin oleh tokonja 'ntjik Liang-kwie hingga 'ntjik Hwie-bing poenja toko terseboet hadepin crisis boeat goeloeng tiker.
'Ntjik Hwie-bing jang darah panas djadi amat penasaran. Kamoedian kerna merasa tida mempoenjain katjerdikan boeat djatohken itoe lawanan, 'ntjik Hwie-bing laloe goenaken djalan pitenahan.
Oemoemnja pachter-pachter itoe koetika jalah moesti piara banjak „djago-djago” jang termasoek golongan „tjabang atas”, boeat melindoengin peroesahannja dan poen boeat mendjaga marika poenja kapentingan privé.
Begitoepoen 'ntjik Hwie-bing tida terkatjoeali. Ia poenja djago-ujago jang biasanja tjoema boeat di soeroeh intip-intip smokkelaar atawa boeat bawa lari orang poenja anak-bini, sekarang telah dapet kwadjiban boeat pitenah 'ntjik Liang-kwie dengen tjara pengetjoet, jalah satoe antara marika pada tengah malem boeta diprentah masoek dalem gedongnja 'ntjik Liang-kwie, letaken brapa poeloeh tael tjandoe di satoe kamar kosong dari itoe roemah.
Esoeknja pagi-pagi 'ntjik Hwie-bing mengadoe sama luitenant Tionghoa, jaitoe Ting-liang sia, wartaken bahoea iapoenja spion telah dapet endoes baoe bahoea 'ntjik Liang-kwie ada lakoeken smokkelaar atawa {{hws|da|dagangken}}<noinclude></noinclude>
raxhtqw40j51s49htay4hue2jcb9sg8
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/13
104
113658
315950
313850
2026-08-26T14:07:28Z
Iripseudocorus
23824
315950
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|'''11'''}}</noinclude>{{Hwe|gangken|dagangken}} tjandoe gelap. Lebih djaoe ia minta luitenant bikin gledahan di mana roemahnja 'ntjik Liang-kwie.
Itoe koetika djoega penggledahan di roemahnja 'ntjik Liang-kwie lantas dilakoeken, dengen disaksiken oleh luitenant dan penggawenja bener sekali di itoe kamar kosong dari itoe roemah telah didapet brapa poeloeh tael tjandoe gelap.
Menampak itoe 'ntjik Liang-kwie djadi bergoemeteran. Dengen mata menjalah lantaran kagoesaran ia laloe kata sama luitenant: „Kong-sie, inilah tjoema satoe pitenahan pengetjoet, tapi sanget kedji !”
„Boleh djadi bisa begitoe; tapi di sini ada boekti-boekti, kita tida bisa berboeat laen katjoeali moesti tangkep padamoe,” saoetnja itoe luitenant.
Dengen tida bisa membantah poelah, 'ntjik Liang-kwie laloe diborgol dan dibawa ka kantoor luitenant.
„Akoe pertjaja kong-sie ada saorang adil, maka akoe moehoen kongsie nanti soeka selidikin lebih djaoe dan timbang apakan akoe bener ada dagangken itoe barang, maski betoel di dalem roemahkoe ada kadapetan boekti-boekti tjandoe,” begitoelah sasampenja di itoe kantoor 'ntjik Liang-kwie laloe berkata lebih djaoe sama itoe kepala bangsa.
„Ja, tapi akoe rasa akoe tida bisa berboeat apaapa, ini hal nanti terserah sama poetoesannja politie rol jang bakal memreksa,” saoetnja.
„Tapi kaloe kong-sie maoe selidikin, maoe toeroet tjampoer, akoe kira ada mengasih lebih banjak kabaekan lagi.”
„Akoe nanti maoe tjoba.”
{{dropinitial|'''L'''}}UITENANT Tan Ting-liang ada mempoenjain ampat anak, satoe lelaki dan tiga prempoean. Yong-han adalah namanja itoe anak lelaki, anak soeloeng, dan<noinclude></noinclude>
2xqbyvu06rtw68egelp6ndv57oudf4e
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/14
104
113662
315951
313853
2026-08-26T14:08:54Z
Iripseudocorus
23824
315951
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''12'''|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>sekarang soeda djadi satoe djedjaka jang tjakep.
Yong-han salaennja mempoenjain pengawakan badan jang tegep dan tjakep, poen ia mempoenjain katjerdikan otak, bertabeat brani dan djoedjoer, teroetama boeat oeroesan kong-ek, ia ada sanget soeka tjampoer, maka boekan djarang ia saben kali berbentrokan sama ajahnja sendiri.
Oeroesannja 'ntjik Liang-kwie ia poen ambil perhatian besar. Begitoe kapan ia soeda selidikin terang, sigra ia menghadep sama ajahnja.
„'Tia, tida bisa dipoengkir lagi oeroesannja 'ntjik Liang-kwie memang bener-bener tjoema satoe pitenahan belaka,” katanja Yong-han dan kamoedian djelasKen lebih djaoe iapoenja pendapetan-pendapetan jang aidapet dari iapoenja penjelidikan.
„Akoe poen pikir begitoe; tapi kita tida bisa berboeat apa,” saoetnja 'ntjik Ting-liang.
„Tapi dengen goenaken 'tia poenja pangkat, kau bisa membela banjak dalem ini oeroesan.”
„Kau ini masih anak-anak; kau kata dengen zonder dipikir. Apa kau tida taoe siapa Hwie-bing?”
„Ia ada satoe doerdjana; soeda sakean kali ia lakoeken perboeatan-perboeatan sawenang-wenang, maka ini kali kita moesti brentiken iapoenja segala perboeatan.”
„Hoeh, kau tjoema bisa melantoer. Kita tida poenja pengaroeh apa-apa boeat djatohken ia, kerna ia ada pengaroeh besar sama pembesar-pembesar di sini.
„Kaloe kita maoe slamet, dan kita djanganlah berlawanan padanja.”
„Kaloe kau tida djadi sebagi kepala bangsa, 'tia. Tapi kau ada satoe luitenant, satoe pangkat jang wadjibken kau moesti lindoengin kasantousa'annja bangsa Tionghoa di ini bilangan rata-rata, zonder pandeng boeloe.”<noinclude></noinclude>
gio6xfkdt0w2w6xmtdnvr3jwonw36ln
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/15
104
113666
315952
313859
2026-08-26T14:11:17Z
Iripseudocorus
23824
315952
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|'''13'''}}</noinclude>„Telor maoe menerdjang oedjoeng tandoek, inilah adanja kau poenja pikiran gila !” itoe ajah laloe kata dengen sengit.
„Tapi roepanja kau loepa, 'tia ; waktoe kau adjari itoe kitab Soe-sie, akoe masih inget ada satoe oetjapan dari Bing-tjoe : 'Ka'adilan moesti ditaroh di atasnja kakwasa'an, boekan kakwasa'an jang moesti ditaroh di atas ka'adilan'. Lagi : 'Jang koeat toeloeng jang lemah, inilah baroe diseboet {{sp|ing-hiong}} = gaga perkasa'. Tapi bagimana kaloe oepama kita sekarang biarin 'ntjik Liang-kwie, sedeng kita taoe ia ada lemah dan diperlakoeken sawenang-wenang?”
'Ntjik Ting-liang poenja moeka lantas merah oepama barah, kerna itoe oetjapan dari anaknja ada saoepama balik iapoenja isih peroet masoek di dalem kepalanja.
'Ntjik Ting-liang memang doeloe pernah mendjadi goeroe mengadjar, antara moerid-moeridnja poen ada Yong-han, siapa ada djadi iapoenja moerid jang paling tjerdik. Ia memang ada pande ilmoe soerat Tiong-hoa koeno (klassiek), maka kapan ia petjahken artinja itoe semoea kitab-kitab klassiek ada sanget mamoeasken dan menarik hingga sampe bikin Yong-han kagoemin kabesarannja kasopanan Tionghoa. Yong-han poenja anggota peringetan ada amat koeat dan tadjem, apa jang doeloe ajahnja pernah adjarken, ampir semoea ia masih inget di loear kepala. Begitoepoen ia masih inget koetika ajahnja bitjaraken hal Khong-tjoe poenja pladjaran tentang „ka'adilan”; antaranja jang ia ingetin jalah: „'Ka'adilan' ada sebagi itoe goenoeng Thay-san, sabegitoe lama doenia masih ada, ia aken tetep berdiri langgeng, maka orang tida oesah koeatir boeat koekoehin 'ka'adilan' sepandjang hidoepnja, boeat sendjata dalem pergoeletan boeat hidoep”. Inilah Yong-han masih bisa koemandangken<noinclude></noinclude>
jhbr3emmafl4aabul8ptyfclxs37a3c
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/16
104
113669
315953
315270
2026-08-26T14:12:29Z
Iripseudocorus
23824
315953
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|14|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>poelah dengen djelas; tapi sekarang, helaas! belon itoe koemandang linjap, ajahnja poenja soemanget, ajahnja poenja ka'agoengan aan deradjat soeda doeloein djoegroek.
„Toetoep moeloet; djangan boeka batjot lebih lebar lagi” 'ntjik Ting-liang gebrak medja dan laloe oesir anaknja pergi kloear.
„Kaloe 'tia tida membela, nanti akoe aken membela sampe di achirnja.”
„Ja, ja, dan kau moesti tanggoeng sendiri risico apa jang kau bakal dapet.”
„Menoeloeng dengen harep beroleh kaoentoengan, itoelah boekan menoeloeng, itoe ada saroepa dengen mendjilat. Menoeloeng dalem arti jang sedjati jalah tjoema menoeloeng dengen bikin 'pengorbanan'.”
{{Rule|6em}}
<section end="Bab I"/><noinclude></noinclude>
s9671mz7vc7t5pyf4wth3mmw9wfe0z7
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/17
104
113671
315954
315271
2026-08-26T14:13:38Z
Iripseudocorus
23824
315954
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{Rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}||'''15'''}}</noinclude><section begin="Bab II"/>
{{larger|{{C|II}}}}
{{Block right|align=left|width=600pc|{{smaller|„Tjoeri, tjoeri{{...|12}}lepasken kau dan kau nanti bikin soesah ajahkoe, kau nanti bikin pembalesan{{...|10}}?”}}}}
{{Dropinitial|'''K'''}}ALOE itoe prempoean-prempoean Bali menjeboer dalem itoe api pembakaran maitnja sang soeami, ikoet dibakar niaoep-hidoep dirinja sendiri, itoelah ada pengorbanan”, pengorbanan boeat moeliaken, soetjiken atawa tinggiken salah satoe kabedjikan jang dinamaken kasetia'an”, dan ini pengorbananlah jang kasi satoe gesekan batin (impressie) jang tegoeh boeat bagimana sasoeatoe prempoean Bali haroes hargaken iapoenja kasoetjian”, maski sabenernja ini tjara fanatiek ada boeas. Begitoepoen itoe prawira-prawira Japan (Busido) poenja harakiri”, biarpoen itoe bisa di- golongken pada pikiran pendek”, tapi itoe poen satoe pengorbanan” jang soetji, satoe tjara boenoeh diri setjara jang paling agoeng, dan ini tiara-tjara jang kasi soemanget hingga bangsa Japan djadi satoe-satoenja bangsa Asia jang paling terbesar, bikin captain Perry dari America jang mengratak aken tjaplok djadjahan djadi keder boeat telen daerah Japan, maski itoe koetika Japan belon mempoenjain persendjata'an perang jang modern. Djoega kapan Kwan Kong dari itoe hikajat Sam Kok lepasken Tjoo Tjhoo di itoe straat Hwa-yong, sedeng ia taoe dengen itoe ia bakal dihoekoem panggal lehernja, ini poen ada satoe pengorbanan” boeat mendjoendjoeng pada priboedi”. Inilah ada kasopanan Asia koeno jang bikin batinnja itoe orang-orang doeloe lebih tinggi brapa tingkatan dari batinnja orang-orang djaman sekarang.<noinclude></noinclude>
r87wz6ugbnrmlpmytc3g9r3fwopl3kv
315955
315954
2026-08-26T14:13:58Z
Iripseudocorus
23824
315955
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{Rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}||'''15'''}}</noinclude><section begin="Bab II"/>
{{larger|{{C|II}}}}
{{Block right|align=left|width=600px|{{smaller|„Tjoeri, tjoeri{{...|12}}lepasken kau dan kau nanti bikin soesah ajahkoe, kau nanti bikin pembalesan{{...|10}}?”}}}}
{{Dropinitial|'''K'''}}ALOE itoe prempoean-prempoean Bali menjeboer dalem itoe api pembakaran maitnja sang soeami, ikoet dibakar niaoep-hidoep dirinja sendiri, itoelah ada pengorbanan”, pengorbanan boeat moeliaken, soetjiken atawa tinggiken salah satoe kabedjikan jang dinamaken kasetia'an”, dan ini pengorbananlah jang kasi satoe gesekan batin (impressie) jang tegoeh boeat bagimana sasoeatoe prempoean Bali haroes hargaken iapoenja kasoetjian”, maski sabenernja ini tjara fanatiek ada boeas. Begitoepoen itoe prawira-prawira Japan (Busido) poenja harakiri”, biarpoen itoe bisa di- golongken pada pikiran pendek”, tapi itoe poen satoe pengorbanan” jang soetji, satoe tjara boenoeh diri setjara jang paling agoeng, dan ini tiara-tjara jang kasi soemanget hingga bangsa Japan djadi satoe-satoenja bangsa Asia jang paling terbesar, bikin captain Perry dari America jang mengratak aken tjaplok djadjahan djadi keder boeat telen daerah Japan, maski itoe koetika Japan belon mempoenjain persendjata'an perang jang modern. Djoega kapan Kwan Kong dari itoe hikajat Sam Kok lepasken Tjoo Tjhoo di itoe straat Hwa-yong, sedeng ia taoe dengen itoe ia bakal dihoekoem panggal lehernja, ini poen ada satoe pengorbanan” boeat mendjoendjoeng pada priboedi”. Inilah ada kasopanan Asia koeno jang bikin batinnja itoe orang-orang doeloe lebih tinggi brapa tingkatan dari batinnja orang-orang djaman sekarang.<noinclude></noinclude>
bec8t7c1j3p8vo2isin12jkbkluen6p
315956
315955
2026-08-26T14:14:25Z
Iripseudocorus
23824
315956
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{Rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}||'''15'''}}</noinclude><section begin="Bab II"/>
{{larger|{{C|II}}}}
{{Block right|align=left|width=400px|{{smaller|„Tjoeri, tjoeri{{...|12}}lepasken kau dan kau nanti bikin soesah ajahkoe, kau nanti bikin pembalesan{{...|10}}?”}}}}
{{Dropinitial|'''K'''}}ALOE itoe prempoean-prempoean Bali menjeboer dalem itoe api pembakaran maitnja sang soeami, ikoet dibakar niaoep-hidoep dirinja sendiri, itoelah ada pengorbanan”, pengorbanan boeat moeliaken, soetjiken atawa tinggiken salah satoe kabedjikan jang dinamaken kasetia'an”, dan ini pengorbananlah jang kasi satoe gesekan batin (impressie) jang tegoeh boeat bagimana sasoeatoe prempoean Bali haroes hargaken iapoenja kasoetjian”, maski sabenernja ini tjara fanatiek ada boeas. Begitoepoen itoe prawira-prawira Japan (Busido) poenja harakiri”, biarpoen itoe bisa di- golongken pada pikiran pendek”, tapi itoe poen satoe pengorbanan” jang soetji, satoe tjara boenoeh diri setjara jang paling agoeng, dan ini tiara-tjara jang kasi soemanget hingga bangsa Japan djadi satoe-satoenja bangsa Asia jang paling terbesar, bikin captain Perry dari America jang mengratak aken tjaplok djadjahan djadi keder boeat telen daerah Japan, maski itoe koetika Japan belon mempoenjain persendjata'an perang jang modern. Djoega kapan Kwan Kong dari itoe hikajat Sam Kok lepasken Tjoo Tjhoo di itoe straat Hwa-yong, sedeng ia taoe dengen itoe ia bakal dihoekoem panggal lehernja, ini poen ada satoe pengorbanan” boeat mendjoendjoeng pada priboedi”. Inilah ada kasopanan Asia koeno jang bikin batinnja itoe orang-orang doeloe lebih tinggi brapa tingkatan dari batinnja orang-orang djaman sekarang.<noinclude></noinclude>
r37pt1yqk1je9webb92imnf1an8kgp7
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/18
104
113678
315957
313876
2026-08-26T14:16:17Z
Iripseudocorus
23824
315957
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''16'''|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>Memang, tida aken ada pergerakan kabangsa'an bisa djadi besar bila di sana tida dikasi oempan „pengorbanan” milik atawa djiwa: tida ada pamoedja'an jang bener-bener bisa djadi soetji dan agoeng apabila tida dibrikoetin dengen „pengorbanan”; tida ada perboeatan jang bisa lebih mengharoeken katjoeali perboeatan dari boeahnja „pengorbanan”.
Yong-han ada itoe anak-moeda jang kenjang didjedjelin sama itoe semoea kasopanan-kasopanan koeno.
Doeloe ia pandeng ajahnja sama seperti dewa, ia rendengken sama itoe sakean filosoof-filosoof jang terbesar; tapi dengen tida didoega itoe anggepan, itoe pamoedja'an dari satoe anak kepada ajahnja, telah diroesak sendiri oleh itoe orang toea.
Maka diam-diam ia maoe bikin „pengorbanan” boeat tampar moekanja itoe ajah, boeat njataken bahoea itoe kasopanan lahir, itoe kabedjikan-kabedjikan di koelit bibir sabenernja itoe ada sifat-sifat jang lebih boeroek dari batinnja perampok dan pembegal jang bener-bener memang tida mengenal Allah.
Doeloe onderwijs boeat Hoakiauw tida madjoe seperti sekarang, tapi ternjata dalem segala hal Hoakiauw doeloe ada leoin Tionghoa dari orang-orang Tionghoa sekarang, kerna Hoakiauw doeloe, tida perdoeli pranakan atawa totok, makan nasi tjara „Tionghoa”, pakean „Tionghoa”, ngomong „Tionghoa”, bladjar soerat „Tionghoa” hingga lantaran mana dengen automatisch, dengen sendirinja, batin marika djadi batin „Tionghoa” sedjati. Dan djoestroe orang² jang didjadiken tjonto oetamà dalem kasopanan Tionghoa adalah Baginda Giauw dan Soen, Khong-tjoe, Loo-tjoe, Gak Hoei, Kwan Kong d. l. l. filosoof dan pendekar. Maka djangan heran kalce batinnja orang-orang Tionghoa djaman<noinclude></noinclude>
abnfgysd0if475p46fyaek5g7vg457l
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/19
104
113679
315958
313887
2026-08-26T14:18:07Z
Iripseudocorus
23824
315958
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||'''PENGORBANAN'''|'''17'''}}</noinclude>doeloe ada lebih besar dari pada sekarang, kerna marika bisa pertjaja sama kabesarannja diri sendiri, jang mana bisa menjoeroeng marika boeat brani lakoeken soeatoe pengorbanan”.
{{Dropinitial|„'''Y'''}}ONG HAN, kau moesti brentiken kau poenja niatan: kaloe kau maoe landjoetken kau poenja kamaoean terseboet, kemaren Hwie-bing peringetken padakoe, menang atawa kalah, ia aken bikin peritoengan jang tjoekoep ngeri,” katanja 'ntjik Ting-liang. „Sabelonnja kasep, ia minta kau kasi kapastian sekarang, djangan toeroet tjampoer iapoenja perkara dan ia lantas tida apa-apa.”
„Hahaha!” Yong-han menjaoet dengen bersenjoem. „Dalem banjak hal roepanja kau selaloe loepa, 'tia, kau loepa jang kau doeloe pernah adjarken itoe pepatah-pepatah Tionghoa : 'Satoe ing-hiong (pendekar gagah), meliat kadjahatan dan antepin, seperti djoega ia sekongkolan atawa bantoe lakoeken itoe kadjahatan.”
Dan apa kau poen loepa, akoe doeloe pernah adjarin boenjinja itoe kitab Lee-kie jang kata: 'Satoe koen-tjoe tida aken tjampoer laen orang poenja oeroesan'?”
„Tapi, itoe oeroesan kaloe 'oeroesan roemah-tangga': tapi sekarang boekan, kita boekan hadepin satoe oeroesan roemah-tangga, hanja kita hadepin satoe kadjahatan, satoe perboeatan sawenang-wenang, dan pada perkara mana boekan kita aken toeroet tjampoer. tapi kita moesti djalanken kwadjiban, oendjoeken kaadilan dan kabedjikan, lebih tida, dan boeat ini soeda terang tida bisa dilakoeken dengen zonder 'pengorbanan'.”
„Anak poet-hauw!” dengen mata mendelik 'ntjik ling-liang sentak anaknja. „Di hadepannja orang toea<noinclude></noinclude>
9eyyr05wj5wn52u1wzpuiiol654pgjv
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/20
104
113690
315959
313891
2026-08-26T14:19:24Z
Iripseudocorus
23824
315959
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''18'''|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>kau brani kata begini, bagi satoe anak inilah ada klakoean doerhaka, melanggar bangsa Tionghoa poenja peradatan hauw = bakti!”
Inilah memang ada sendjatanja orang-orang toea Tionghoa boeat toendoeken soemangetnja iapoenja anak-anak.
Yong-han itoe koetika laloe tinggal diam, maskipoen padahal sabenernja ia tida bersalah, kerna ia tjoema koemandangken dan bajangken kombali itoe soemanget kaprawiran apa jang ajahnja pernah djedjelken di dalem otaknja.
Biarpoen begitoe, Yong-han tida maoe mengiser saoedjoeng ramboet dari iapoenja niatan. Maka koetika 'ntjik Hwie-bing dapet itoe poetoesan jang pasti dari itoe pamoeda, djadi marah heibat.
Daja boeat brangoes moeloetnja Yong-han laloe diatoer, dan daja mana aken goenaken tenaga perkosaan kerna Yong-han tida bisa disorok (disoeap) dengen harta.
Bener sadja soeatoe hari 'ntjik Ting-liang telah dibikin terkedjoet oleh linjapnja Yong-han. Tiga hari ia oebek-oebekan soeroehan orang-orang mentjari, tapi teroes tersia-sia.
Zonder sangsi lagi kamoedian Ting-liang taroh doegahan djelek atas dirinja 'ntjik Hwie-bing.
„'Nko Hwie-bing, akoe telah kailangan akoe poenja anak: berhoeboeng dengen ini akoe kira ada kau poenja kwadjiban boeat menanggoeng djawab,” 'ntjik Ting-liang koendjoengin dan kata sama 'ntjik Hwie-bing.
„Hahaha!” 'ntjik Hwie-bing tertawa. „Bagimana akoe moesti menanggoeng djawab, sedeng kau jang djadi ajah tida berboeat begitoe?”
„Kau kasi taoe ringkesnja sadja; di mana Yong-han?”<noinclude></noinclude>
9tqm81w1kjejqpd7wtihtaedn0jpjn0
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/21
104
113692
315960
313894
2026-08-26T14:21:06Z
Iripseudocorus
23824
315960
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|'''19'''}}</noinclude>„Akoe tida taoe; kongsie toch tida bisa paksa orang jang tida taoe disoeroeh taoe?”
„Inget, 'nko Hwie-bing; boleh djadi akoe poenja tenaga ada lemah, tapi akoe nanti poen bisa kalap seperti matjan kalaparan apabila kau apa-apain anakkoe!” katanja ntjik Ting-liang lebih djaoe dengen moeka jang berobah merah laksana barah.
„Dengen apa kong-sie maoe lakoeken atas dirikoe? Akoe toch tida ada boekti-boekti kaniaja anakmoe?”
„Tapi akoe nanti bongkar kau poenja resia-resia!”
„Hahaha! Itoelah ada sama sadja seperti satoe orang maoe bongkar goenoeng Semeroe!” 'ntjik Hwie-bing kata sambil bersenjoem iblis. „Inget, boeat bikin djatoh Hwie-bing, itoelah ada moestail sekali; tapi boeat bikin djatoh luitenant Tan Ting-liang, ada sama gampangnja seperti orang boelak-balik telapakan tangannja sendiri!”
„Tapi, tapi akoe nanti berklai sampe jang paling achir.”
„Itoelah satoe perboeatan bodo; kerna boleh dipastiken Yong-han nanti moentjoel di doenia poelah apabila perkaranja Liang-kwie soeda beres.”
„Apa kau artiken dengen itoe oetjapan?”
„Akoe artiken, bahoea kau ada saorang baek, akoe nanti tjari dan djaga hingga anakmoe bisa poelang dengen tida koerang satoe apa.”
Achirnja 'ntjik Ting-liang poenja mata jang berapi pelahan-pelahan ringanan dan kamoedian berbalik goerem lantaran timboelnja itoe sakean kasangsian-kasangsian.
{{Dropinitial|'''Y'''}}ONG-HAN masih terlaloe idjo boeat bisa tandingin 'ntjik Hwie-bing, satoe bekas tjabang atas<noinclude></noinclude>
fgcbzhqlx445pmkjcon94v4727oppfu
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/22
104
113693
315961
313895
2026-08-26T14:23:06Z
Iripseudocorus
23824
315961
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''20'''|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>jang oeloeng, maka dengen gampang kena didjebak dan ditangkep oleh pahlawan-pahlawannja.
Yong-han diborgol kadoea kaki dan kadoea tangannja, dimasoeken dalem satoe kamar boedjang jang terletak di pekarangan paling blakang dari gedongnja 'ntjik Hwie-bing jang loeas. Dari saking loeasnja itoe pekarangan, biarpoen Yong-han bertreak satinggi langit, tida aken ada laen koeping dari orang loear jang bisa denger, apalagi kabanjakan roemah-roemahnja orang Tionghoa di bilangan Rembang memang pada mempoenjain tanah-pekarangan jang amat loeas, sebab harga tanah di sitoe ada amat rendah kaloe dibanding sama laen-laen tempat.
„Hoho! Yong-han,” 'ntjik Hwie-bing menghampirin padanja dan kata dengen menjengir, baroe sekarang kau taoe sampe di mana akoe poenja pengaroeh. Dan bagimana sekarang kau maoe ambil sikep?”
Yong-han dengen mata menjalah dan paras moeka merah, panas sebagi barah, awasin dengen tida berkesip pada 'ntjik Hwie-bing.
„Satelah dapet ini pladjaran, kau moesti djandji tida aken tjampoer akoe poenja oeroesan, dan akoe nanti lepasken padamoe,” 'ntjik Hwie-bing kata lebih djaoe. „Maoekah kau berdjandji {{...|8}} ?”
„Tida pada satoe setan akoe maoe berdjandji {{...|6}}!” saoetnja Yong-han.
„Hahaha! Soenggoe kau gagah, anak; tapi bodo seperti kerbo,” katanja 'ntjik Hwie-bing. „Kau moesti inget, kaloe akoe tida inget sama kabaekannja kong-sie, kau poenja ajah, ini djam Yong-han soeda disembajangin dengen sam-sing.”
„Yong-han nanti lebih moelia disembajangin dengen sam-sing dari pada disembajangin dengen segala pachter doerhaka !”<noinclude></noinclude>
qfycpd77z7aaer1m69cpn1kgmh7imuw
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/23
104
113695
315962
313897
2026-08-26T14:24:59Z
Iripseudocorus
23824
315962
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}||'''21'''}}</noinclude>„Inget, anak: kau poenja oetjapan ini bisa mendatengken satoe bintjana kalaparan bagi kau, kalaparan sebagi andjing kaleleran!”
Dengen hati jang seperti dibakar 'ntjik Hwie-bing laloe tinggalken padanja.
Bener sadja, 'ntjik Hwie-bing tida mengantjem. Sampe lamanja tida hari dan tiga malem, Yong-han tida dikasi telen saboetir nasi dan tida dikasi tengak satestes aer.
Yong-han bergoemeteran, kringetnja bertjoetjoeran dan napasnja sengal-sengal kerna saking dari marahnja, lapar dan dahaga jang kliwat.
Pada malem jang ka ampat, ia soeda teramat lelah, ia rasaken seperti rohnja soeda tinggalken iapoenja badan. Sampe djaoe malem ia tida bisa tidoer; ia roeboehken badannja terlentang, matanja berkoenang dan pikirannja lajap-lajap seperti lampoe jang koerang minjak.
Dalem itoe tengah malem boeta, dalem itoe kaadaan tida hidoep dan tida mati, tida mengeros dan tida melek, mendadak sasa'at mana ia dibikin terkedjoet oleh soearanja kontji jang memboeka itoe pintoe toetoepan dengen gerakan jang pelahan.
Dalem itoe roeangan kamar toetoepan ada gelap sekali kerna tida dipasangin lampoe maoepoen lilin.
Itoe pintoe kamoedian dipentang dengen pelahan dan dari sedikit. Menampak ini Yong-han, jang biasanja tabah, djadi sedikit teratapan hatinja. Apalagi kaloe kamoedian ia telah dapet menampak bahoea dari itoe renggangan pintoe jang sedikit terpentang ia dapet meliat sepasang mata jang bening, ditjorotin dengen itoe sinarnja lilin di sampingnja, ada mengintip-intip di dalem roeangan kamarnja.<noinclude></noinclude>
o0i51gp6e2rd35sgacw4k96uegpsgi1
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/24
104
113697
315963
313899
2026-08-26T14:26:12Z
Iripseudocorus
23824
315963
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''22'''|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>„Siapa ia, setan atawa hantoe ?” Yong-han menanjah sama hati sendiri dengen berdebar dan kringet mengoetjoer ai seloeroeh toeboehnja.
Achirnja, lebar semingkin lebar, itoe pintoe telah terpentang, satoe bajangan orang jang berkroedoeng kaen item telah masoek sambil tengteng satoe lilin, kamoedian rapetken dan kontji kombali itoe pintoe.
„Siapa?” Yong-han laloe braniken hatinja menanjah.
„Akoe {{...|10}}” saoetnja itoe orang.
„Ja, siapa {{...|10}} ?”
„Orang pembawa makanan boeat kau.”
Yang-han dengen melonggong, dengen tida berkesip, awasin itoe orang jang sa'antero toeboehnja dikrobongin soetra item, katjoeali sepasang matanja jang bening tinggal tertampak. Ia djadi semingkin heran lagi kerna kenalin bahoea itoe orang poenja oetjapan ada soeara prempoean. Memang bener itoe orang ada saorang prempoean, ternjata kaloe dari itoe krobongan kaen terboeka dan satoe tangan jang poetih dan aloes telah angsoerken satoe boengkoes boengkoesan jang roepanja terisih nasi dan ikan.
„Akoe kira kau soeda meninggal; makanlah ini makanan,” katanja itoe prempoean dengen soeara pelahan dan lemboet.
Yong-han tjoba berbangkit, loepaken iapoenja kalaparan dan dahaga, ia samboet itoe angsoeran dan kata : Siapa kau {{...|10}} ?”
Tapi itoe prempoean tida maoe mendjawab, hanja lantas boeroe-boeroe tinggalken itoe kamar.
Seperti satoe matjan jang dapet terkem satoe kambing, Yong-han laloe santap itoe makanan dengen bernabsoe.<noinclude></noinclude>
7we73hg2l5yx3k2ks23iuz9s5wla8zo
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/25
104
113699
315964
313901
2026-08-26T14:27:20Z
Iripseudocorus
23824
315964
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|'''23'''}}</noinclude>{{Dropinitial|'''M'''}}ALEM brikoetnja {{...|10}}
Dari tadi, saharian, Yong-han poen tida dapet santapan, kerna 'ntjik Hwie-bing soeda sedari brapa hari kelojongan di loearan, tida poelang, dengen sengadja biarin Yong-han dalem kaada'an satengah mati.
Itoe maleman, selagi Yong-han dalem kalaparan, kombali itoe prempoean ada kliatan boeka pintoe dan bawain makanan.
„Nona jang baek, siapa kau?” kata Yong-han dan kamoedian dengen sebat tjoba djambret itoe tangan jang mengangsoerken boengkoesan, tapi ternjata itoe tangan prempoean lebih sebat boeat tarik balik hingga terloepoet.
„Ada kapentingan apakah kau moesti semboeniken sedjatinja diri kau padakoe?” Yong-han kata poelah.
„Dan ada kapentingan apa kau maoe tape dirikoe?” saoetnja itoe prempoean.
„Kaloe akoe hidoep, akoe nanti oekir namamoe dalem hatikoe; kaloe akoe mati, rohkoe nanti djoendjoeng itoe nama sampe di sorga.”
Brapa tetes aer-mata laloe kliatan mengembeng di kadoea matanja itoe prempoean.
„Mana 'ntjik Hwie-bing ?” kamoedian Yong-han menanjah.
„Soeda tiga hari ia kloear, tida ada poelang; inilah memang ada iapoenja kabiasa'an,” saoetnja.
Sasa'at mana marika laloe dibikin terkedjoet oleh soeara tindakan kaki jang berat dan dengen sawat terdenger itoe tindakan seperti menjamperin di djoeroesannja. Teroetama itoe prempoean djadi amat terkedjoet dan goemeteran.
„Tjilaka {{...|10}}” itoe prempoean aken berseroeh, tapi kaboeroe tangannja teken tenggorokannja, {{hws|kamoe|kamoedian}}<noinclude></noinclude>
63hfqrq8wjrzo9xo2kf9idw7xjp6hmd
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/26
104
113700
315983
313902
2026-08-27T06:04:24Z
Iripseudocorus
23824
315983
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''24'''|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>{{Hwe|dian|kemoedian}} berpaling sama Yong-han dengen sinar mata katakoetan.
Samentara Yong-han sendiri poen ikoet goegoep. Tapi kamoedian ia bisa tetepken hatinja.
„Djangan goegoep: menjeloesoeplah di bawahnja ini tiker, akoe oeroekin dengen ini roempoet kering, toetoepin tiker dan ini slimoet {{...|10}} Lekas {{...|10}} begitoelah Yong-han berkata. Akoe kira tentoe ia ada 'ntjik Hwie-bing jang aken koendjoengin kamari.”
„'Nko, pademken ini lilin{{...|10}}” kata itoe prempoean dengen goemeter, kamoedian dengen sebat laloe menjoeloesoep di bawah itoe lapisan tiker dari tempat tidoernja Yong-han dengen bawa sekali itoe boengkoesan makanan.
Bener sadja sabentar poelah kadengeran soeara kontji jang dimasoeken itoe lobang kontji, kamoedian itoe pintoe lantas terpentang dan lantas bener ada 'ntjik Hwie-bing sendiri jang moentjoel sambil tengteng lilin.
„Hoho!” 'ntjik Hwie-bing kata dengen menjengir dan oendjoeken senjoeman iblis. „Sasoedanja poeasa sakean hari, bagimana kau poenja pikiran?”
Yong-han tida mendjawab, ia tinggal terlentang dengen roepa jang sanget lelah, pajah dan sinar mata jang goerem.
„Hohoho! Akoe mengerti; makanlah ini santapan dan kau nanti bisa mendjawab bahoea kau tida aken tjampoer lagi akoe poenja oeroesan,” kata poelah 'ntjik Hwie-bing dengen menjengir dan laloe angsoerken bekelan makanan jang ia ada bawa.
Yong-han poenja kaki tida merdika, kerna iapoenja kaki ada diborgol, di'iket dengen rante dan ditjangtjang di itoe tiang, maka 'ntjik Hwie-bing letaken itoe boengkoesan makanan di deket sampingnja, begitoe itoe lilin jang ia pegang poen laloe diletaken di sitoe.<noinclude></noinclude>
jcf99t1cnxb11y32bzcj4b505lr9kuk
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/60
104
113704
315984
313907
2026-08-27T06:36:13Z
Iripseudocorus
23824
315984
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''58'''|'''TJERITA ROMAN'''}}</noinclude>namper moekanja 'ntjik Hwie-bing, „itoelah alesan-alesan djoesta: kau poenja deradjat tida lebih sebagI satoe germo jang maoe djoeal soendel padakoe. Kaloe kau saorang terhormat, sedikit hari lagi akoe haroe denger bahoea kau soeda boenoeh diri!”
Itoe majoor laloe tinggal masoek ka dalem, hingga di itoe roeangan tinggal 'ntjik Hwie-Ding sendirian jang berdiri dengen moeka poetjet sebagi mait, dengen ditonton dan aiajengekin oleh banjak tetamoe laen jang terdiri dari orang kaja-kaja jang djoestroe poen mertamoe di sitoe.
Inilah satoe nista'an besar bagi 'ntjik Hwie-bing. Dari ketjil sampe djadi toea bangka begitoe, belon pernah ia trima matjem hina'an sebagi ini hari, apalagi disemprot dengen loeda, inilah tida aken dapet perlakoean begini apabila boekan orang jang kliwat apes.
Dengen kepala jang poejeng seperti roda terpoeter, dengen hati jang panas sebagi barah dan dengen kringet jang berontosan seperti soember, 'ntjik Hwie-bing laloe tinggalken itoe gedong dengen bawa poelang itoe nista'an besar.
„Ini loeda tjoema bisa dipesoet linjap dengen tetesan darah!” begitoelah 'ntjik Hwie-ping kata dalem hatinja sendiri. Akoe moesti tjari itoe doea manoesia, beset koelitnja dan peres darahnja boeat tjoetji ini hina'an.”
Berpoeloehan djam 'ntjik Hwie-bing dikotjok dalem itoe kandara'an dengen hati jang senantiasa masih ber kobar.
Begitoepoen tatkala ia soeda sampe di roemahnja sendiri, ia masih tetep djadi seperti saekor singa jang aken mentjari korban.
Satelah sampe di mana roeangan dalem, 'ntjik Hwie-bing poenja sepasang mata jang merah laloe mendelik<noinclude></noinclude>
de9zlbttqtz4qfe7db2m5cv1cm2h6os
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/61
104
113706
315985
313910
2026-08-27T06:36:49Z
Iripseudocorus
23824
315985
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|'''59'''}}</noinclude>kerna menampak bahoea Pik lagi berdoedoekan sama iboenja.
Pik jang diawasin begitoe roepa oleh ajahnja jang berdiri tertjenggang di depannja djadi bergoemeteran kerna sanget katakoetan.
„Bangsat{{...|10}}!” 'ntjik Hwie-bing bertreak, samperin dan laloe tjengkerem lehernja Pik hingga mendelik dan laloe anting di djoebin. „Kau masih ada moeka boeat kombali di sini!”
'Ntjim Hwie-bing laloe mendjerit dan toeloengin anaknja.
Dengen tida ambil poesing lebih ajaoe, 'ntjik Hwie-bing laloe tinggalken marika, ia pergi ka roeangan loear dan prentah djongos memanggil Mong-hwie.
Kapan Hong-hwie soeda mengadep di depannja, ia laloe kata: „Sabentar malem kau moesti ka mari, kau perloe moesti lakoeken satoe pakerdja'an jang laen orang tida bisa dan tida boleh kerdjaken.”
„Akoe merasa bahoea kau poenja prentah ini ada aneh, 'nko Hwie-bing,” saoetnja Hong-hwie.
'Ntjik Hwie-bing laloe toetoerken itoe penghina'an besar jang ia dapet di Semarang, kamoedian samboeng lebih djaoe: „itoe kanista'an, itoe loeda jang menempel di moekakoe, moesti ditjoetji dengen marika poenja tetesan darah. Sekarang Pik soeda kombali poelah, satoe antara marika jalah ia jang pertama haroes tetesken iapoenja darah di ini moeka boemi {{...|10}}”
„Oh, Allah{{...|10}}!” Hong-hwie tekepken tangannja di dada. Apa kau maksoedken kita moesti boenoeh padanja {{...|10}}?"
„Itoelah {{...|10}}”<noinclude></noinclude>
m8mdbmgqtiemymbwsf5u14fpnqgyrph
Halaman:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf/105
104
113707
315986
313913
2026-08-27T06:37:40Z
Iripseudocorus
23824
315986
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{Rh||{{sp|'''PENGORBANAN'''}}|'''103'''}}</noinclude>„ia tjoema anak angkat,” saoetnja 'ntjim Hing-bie. „Kenapa kau menanjah begini?”
„Akoe merasa ia seperti anak'koe sendiri,” katanja 'ntjim Hwie-bing lebih djaoe. „Akoe telah lahirken lima anak prempoean, tiga antaranja oleh ajahnja telah kasiken poengoet laen orang dan doea antara ini tiga telah dibawa ka Tiongkok samentara jang satoenja akoe tida taoe dibawa pindah kamana oleh ajah angkatnja. Dan jang paling ketjil {{...|10}}boeat genepin soempah {{...|10}}diboewang ka laoetan oleh ajahnja jang gila {{...|10}}” 'Ntjim Hwie-bing laloe melelehken aer-matanja. „Sampe satoe waktoe, koetika akoe kailangan Pik, akoe sampe djadi mati dalem hidoep {{...|10}}”
„Oh, Oh {{...|10}}” 'ntjim Hing-bie laloe melonggong. „Diboewang atas laoetan, ditaroh di atasnja satoe praoe ketjil dengen dibekelin oewang seratoes ringgit serta satoe soerat: 'Piaralah ini anak dan ambil ini oewang'?”
„Ja, ja {{...|10}}”
„Oh, itoelah dia {{...|10}}!” 'ntjim Hing-bie berseroeh pelahan. „Soeamikoe doeloe sering blajar di laoetan sini boeat berniaga. Soeatoe pagi ia telah katemoeken itoe baji. Akoe laloe piara kerna kabetoelan akoe sendiri tida mempoenjain anak. Dan itoelah {{...|10}} Gwat.”
„Oh, 'ntji! panggil ia kamari {{...|10}}!”
'Ntjim Hing-bie laloe kloear adjak Gwat ka sitoe.
Koetika masoek dalem itoe kamar, Gwat djadi terkedjoet koetika dengen mendadak ia dipeloek dan ditjioemin oleh 'ntjim Hwie-bing.
Pik jang tjoeriga laloe masoek pergi mengintip, kamoedian masoek samperin iaorang.
„Ha! Pik, inilah ademoe.{{...|10}} !” 'ntjim Hwie-bing laloe kata.<noinclude></noinclude>
sgpj1tjippt5vgjomr8m8tocpgogv67
Halaman:Sakit Hati.pdf/4
104
113730
315988
313972
2026-08-27T06:42:11Z
Iripseudocorus
23824
315988
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{rule}} {{rule}}
{{Xxx-larger|{{C|'''''Sedikit oetjapan.'''''}}}}
{{dropinitial|D}}ALEM penghidoepan manoesia ada terdapet banjak penggoda. Sa'orang jang bijaksana hadepin sesoaeatoe penggoda dengen tanggoeng sendiri apa resiconja, atawa kaloe perloe ia sediaken djiawanja boeat pengorbanan. Tapi, dalem ini doenia jang loeas jang terisih dengen {{...|10}} 1500 millioen manoesia djarang sekali bisa diketemoeken itoe orang jang: mandah trima penggoda dan mandah mendjadi korban.
Kabanjakan manoesia goenaken itoe penggoda jang ia dapet boeat tjilakanja lain orang, dan orang jang matjem begitoe ada orang jang paling dosa, ada orang jang paling kedjem, paling boeas jang doenia pernah ada.
Kaloe kau dapet penggoda apa-apa tanggoenglah itoe boeat resico sendiri, djangan bikin itoe penggoda mendjadi satoe dosa boeat kapirken nasibnja lain orang teroetama nasibnja soeatu prempoean jang masih soetji. Sebab sa'orang jang mengapirken nasibnja lain orang boeat kasenengan diri sendiri, ia nanti dikoetoek, ditjatji saoemoer hidoepnja, dan itoe djoega nanti mendjadi satoe peringetan jang tida bisa diloepa.
{{R|M.NOVEL}}
{{rule}} {{rule}}<noinclude></noinclude>
mnq44pmnoixcmhh3e182anzwdzs5n2f
Halaman:Sakit Hati.pdf/6
104
113731
315990
313981
2026-08-27T06:46:06Z
Iripseudocorus
23824
315990
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{Dropinitial|I}}NI tjerita ditoelis sebagi peringetan<br>
dari almarhoem Miss Lu Chin-liu<br>
jang meninggal doenia pada<br>
5 December 1930, dengen<br>
satoe pernjata'an<br>
toeroet berdoeka<br>
tjita dari<br>
'''MONSIEUR D'AMOUR'''}}
{{border|align=right|{{smaller|Penggoda dai penghidoepan adalah apa jang dinamaken tjinta.<br>
Jang selaloe mendatengken sengsara. menerbitken doeka-tjita.<br>
iapa tida ingin bersengsara, djanganlah kau gampang menjinta,<br>
Tjinta selamanja membikin sengsara sahingga kau menoetoep mata.}}}}
{{rule}}{{rule}}
{{C|{{Xxx-larger|'''SAKIT HAT'''}}}}
{{rule}}{{rule}}
{{rule|align=left|6em}} {{R|{{larger|{{asc|'''O'''LEH, '''M'''ONSIEUR D''''A'''MOUR}}}}}}
{{Block right|{{smaller|
Kaloe kau tida bisa menjinta, djanganlah kau menjinta,<br>
Djanganlah kau menjinta dengen setjara memboeta,<br>
Kalon kau tida bisa menjinta, djanganlah kau menjinta,<br>
Djanganlah kau bikin hatinja satoe gadis pata,<br>
Kerna kapan satoe gadis menjinta, sasoenggoenja menjinta,<br>
Ia tjoema menjinta dengen satoe pata kata :<br>
„Tjinta-soetji'' jang ta'dapat dibeli dengen harta,<br>
Maski dengen harta sedoenia, harta jang berjoeta-joeta,<br>
Dan maski dibikin „Sakit hati” ia aken tetep menjinta,<br>
Ia aken tetap menjinta sampe waktoenja menoetoep-mata.<br>
Maka, siapa jang meroesaki hatinja satoe gadis jang soetji.<br>
Oleh doenia, ia heroes dikoetoeki, ia haroes dibentji.}}}}
{{rule|6em}}
{{C|'''I.'''}}
{{dropinitial|„M}}ALAISE kliatannja mendesek betoel-betoel” kata Ping-siang pada soeatoe pagi kapada istrinja. Rasanja itoe tida bisa salah lagi. Tiga taoen lamanja saia telah berkoetet keras, tapi Mary, saia moesti bilang teroes terang,— saia telah ilang banjak oewang sebagi gantinja saia dapet {{...|10}}”
„Saia koeatir begitoe” kata istrinja dengen pendek, dengen moeka koesoet.
„Memang betoel begitoe. Boelan begini moestinja kita dapet banjak pesanan, kerna kembang-kembang semoea toemboe dengen baek, dan moesim ada terang, tapi itoe kembang toemboe sahingga lajoe kombali, pesenan tetep tida ada. Tiga taoen lamanja saia menoenggoe dengen pertjoema, itoe harepan besar boeat bekerdja, besar tinggal mendjadi harepan kosong.”<noinclude></noinclude>
h0erxhppa0pyrxlnaj7bbqo2tl98ds1
315991
315990
2026-08-27T06:47:08Z
Iripseudocorus
23824
315991
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{C|{{Dropinitial|I}}NI tjerita ditoelis sebagi peringetan<br>
dari almarhoem Miss Lu Chin-liu<br>
jang meninggal doenia pada<br>
5 December 1930, dengen<br>
satoe pernjata'an<br>
toeroet berdoeka<br>
tjita dari<br>
'''MONSIEUR D'AMOUR'''}}
{{border|align=right|{{smaller|''Penggoda dai penghidoepan adalah apa jang dinamaken tjinta.''<br>
''Jang selaloe mendatengken sengsara. menerbitken doeka-tjita.''<br>
''iapa tida ingin bersengsara, djanganlah kau gampang menjinta,''<br>
''Tjinta selamanja membikin sengsara sahingga kau menoetoep mata.''}}}}
{{rule}}{{rule}}
{{C|{{Xxx-larger|'''SAKIT HAT'''}}}}
{{rule}}{{rule}}
{{rule|align=left|6em}} {{R|{{larger|{{asc|'''O'''LEH, '''M'''ONSIEUR D''''A'''MOUR}}}}}}
{{Block right|{{smaller|
Kaloe kau tida bisa menjinta, djanganlah kau menjinta,<br>
Djanganlah kau menjinta dengen setjara memboeta,<br>
Kalon kau tida bisa menjinta, djanganlah kau menjinta,<br>
Djanganlah kau bikin hatinja satoe gadis pata,<br>
Kerna kapan satoe gadis menjinta, sasoenggoenja menjinta,<br>
Ia tjoema menjinta dengen satoe pata kata :<br>
„Tjinta-soetji'' jang ta'dapat dibeli dengen harta,<br>
Maski dengen harta sedoenia, harta jang berjoeta-joeta,<br>
Dan maski dibikin „Sakit hati” ia aken tetep menjinta,<br>
Ia aken tetap menjinta sampe waktoenja menoetoep-mata.<br>
Maka, siapa jang meroesaki hatinja satoe gadis jang soetji.<br>
Oleh doenia, ia heroes dikoetoeki, ia haroes dibentji.}}}}
{{rule|6em}}
{{C|'''I.'''}}
{{dropinitial|„M}}ALAISE kliatannja mendesek betoel-betoel” kata Ping-siang pada soeatoe pagi kapada istrinja. Rasanja itoe tida bisa salah lagi. Tiga taoen lamanja saia telah berkoetet keras, tapi Mary, saia moesti bilang teroes terang,— saia telah ilang banjak oewang sebagi gantinja saia dapet {{...|10}}”
„Saia koeatir begitoe” kata istrinja dengen pendek, dengen moeka koesoet.
„Memang betoel begitoe. Boelan begini moestinja kita dapet banjak pesanan, kerna kembang-kembang semoea toemboe dengen baek, dan moesim ada terang, tapi itoe kembang toemboe sahingga lajoe kombali, pesenan tetep tida ada. Tiga taoen lamanja saia menoenggoe dengen pertjoema, itoe harepan besar boeat bekerdja, besar tinggal mendjadi harepan kosong.”<noinclude></noinclude>
6qgamumrw9q7ekv8db4anr99535o9ap
Halaman:Sakit Hati.pdf/7
104
113734
315992
313985
2026-08-27T06:49:54Z
Iripseudocorus
23824
315992
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''8'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''9'''}}</noinclude>Abis, apa kita moesti berboeat ”Ko Ping-siang. Sabetoelnja sajang sekali kita tinggalken itoe pakerdja'an baek di Soerabaia, pakerdja'an jang hasilnja soeda kliatan. Kita pindah djaoe-djaoe kemari, boewang banjak doeit, pengabisan kita djadi berdeketan dengen bahaja roedin.”
„Itoelah troesah kita inget hal doeloe-doeloe lagi, kerna ibarat beras soeda djadi nasi. Kita manoesia kapan masih hidoep djangan gampang poetoes asa, berdaja dan berdaja, kaloe boeroeng-boeroeng di oedara dan ikan-ikan di laoet bisa hidoep, kenapa kita tida ?”
Kamoedian boeat sakoetika lamanja marika doedoek bingoeng, mentjari daja. Soeami istri itoe hidoep roekoen, dan maski soeda 7 taoen menikah dan soeda mempoenjai 3 anak, tetep marika bergaoel setjara sobat, setjara kekasih, saling menjinta, saling mengindahin satoe dengen laen.
„Saja ada satoe pikiran kaloe kau moefakat” katanja soeami itoe, Kita ada mempoenjai satoe kamar kosong di deket blakang. Disini banjak orang pergi tetira, tapi tiada banjak tempat dimana marika bisa dapet menoempang. Apa kau pikir, kaloe seandeh akoe masoekin satoe advertentie dimana dibertaoeken bahoea disatoe tanah pagoenoengan jang tingginja kira-kira 3800 M. dimoeka laoet, ada disediaken satoa kamar boeat menginep boelanan, paling sedikit 3 boelan. Orang-orang jang bisa pergi tetira, tentoe ada orang orang jang ada doeit, dan ia bisa bajar dari ƒ 75.― sampe ƒ 100.― saboelan {{...|10}}”
Istrinja memandeng iapoenja soeami dengen heran. Dengen pendek ia anggep pikiran itoe ada langka. Ping-siang dapet tebak apa jang dimaksoedken oleh istrinja, maka ia kasi katerangan, bahoea itoe tida nanti melikatken pergaoelan hari-hari, kerna tempat diblakang itoe sedikit terpisah, dan marika poen soeda sanget biasa dalem pergaoelan lelaki-prempoean.
Pengabisan istrinja moefakat dengen pikiran soeami itoe, begitoelah satoe advertentie ketjil dalem satoe soerat kabar Tionghoa-Melajoe, diwartaken bahoea satoe familie Tionghoa di satoe tanah pagoenoengan bisa menerima saorang Tionghoa menoempang boeat tetira, paling sedikit 3 boelan. Pembajaran boleh berdami.
{{rule|6em}}
{{dropinitial|'''T'''}}OEDJOE hari berselang ada doea soerat dianterken oleh toekang-post.
Soerat jang pertama ia boeka, dalem mana ada dinjataken bahoea saorang Tionghoa jang lagi bersakitan, ingin tetira di satoe tanah pagoenoengan jang hawanja seger. Dalem soerat itoe, si penoelis njataken girangnja, dan ia soeka aken membajar ƒ 100.― roepia boeat tinggal dan makan seperti biasa dengen perdjandjian ia aken bajar ƒ 300.― maski ia tida tinggal teroes sampe 3 boelan. Hal makanan jang loear biasa, obat dan laen-laen kaperloean aken dibajar oleh si penoempang sendiri.
„Satoe hasil baek” kata Ping-siang kapada istrinja, kamoedian ia laloe menoelis satoe soerat Expresse, seperti apa ada diminta oleh sipenoelis sebagi balesan bahoea itoe telah dimoefakati.
Tatkala soerat kadoea itoe diboeka, njatalah itoe ada dari Lily, soedaranja Mary, djadi Ping-siang poenja ipar, jang mengabarken bahoea iapoenja examen Koo-ting Pitgiap dari Tiong Hoa Lie Hak Hauw Soerabaia telah loeloes dan ia itoe sekarang berada dalem perdjalanan poelang.
Doea matjem kagirangan jang itoe satoe hari dirasaken oleh marika. Kasoesahan oewangnja dapet {{hws|di|ditoeloeng}}<noinclude></noinclude>
te1j5m12ywixryl1uybot52fhhw7uya
Halaman:Sakit Hati.pdf/8
104
113737
315993
313992
2026-08-27T06:56:37Z
Iripseudocorus
23824
315993
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''10'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{Sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''11'''}}</noinclude>{{hwe|toeloeng|ditoeloeng}}, dan Lily jang tertjinta jang mendjadi kembang dari roemah tangganja bakal poelang. Bagimana seneng Tjiet-nio, Lien-nio dan Sin-nio atas kadatengan tantenja jang sanget disajangnja, kerna Lily itoe tatkala berkoempoel satoe roemah di Soerabaja sanget sajangnja kapada tiga kaponakannja itoe.
Hari esoknja Lily itoe dateng dengen auto, dianter oleh kawan kawannja. Tatkala kawan kawan itoe dioendang makan di satoe medja pandjang, masing-masing pada oetjapken perkata'an jang djinaka, hingga mengoembiraken satoe dengen laen.
Tapi adalah Hoo-lan jang kliatan memandeng kapada Lily dengen hati tida enak. Mary jang dapet liat itoe berkata:
„Oom Hoo-lan tentoe aken siangmia poelah Lily” katanja „Tjoba, bagimana dengen Lily poenja penghidoepan jang bakal dateng.”
„Ah, 'Ntji,” kata Lily Saja tida terlaloe soeka aken dapet taoe hal penghidoepan saja jang bakal dateng, kerna kaloe seandeh saja dipetangi aken mati lagi sepoeloeh taoen, saja aken mati lebih lekas lima taoen kerna dalem lima taoen itoe saia selaloe bersoesah hati {{...|10}}
„Ah, hal kematian ada terserah pada Allah, tida pada kita {{...|10}}” kata kawan kawannja, „Tjobalah 'Ko Hoo-lan, kau bilang hal Lily.”
Hoo-lan itoe ada saorang moeda terpladjar, jang banjak perhatiken hal orang poenja peroentoengan dengen memandeng pada paras, garis tangan dan hari boelan lahir.
Kamoedian Hoo-lan moelai dengen petangannja sasoeda tanjah hal hari boelan lahirnja Lily.
„Lily ada saorang prempoean jang koeat hatinja” kata Hoo-lan, „Ia tida gampang tergoda oleh rasa tjinta jang sembarangan. Seandeh ada saorang jang banjak harta, seandeh ada orang moeda jang sanget tjantik parasnja, tidalah ia poenja hati djadi tergioer. Tapi satoe waktoe Lily aken menjinta, ia aken menjinta begitoe roepa, begitoe soenggoe, hingga tida dapet tjinta itoe dirobahnja. Tjoema sajang orang jang ditjintai itoe ada saorang moeda {{...|10}} jang hatinja tida tetep, dan achirnja {{...|10}}!”
„Ah, ngeri betoel{{...|10}}”kata satoe kawannja.
„Saia anggep itoe nonsens{{...|10}}” kata satoe gadis jang ramboetnja Bobbed.
Tapi Lily djawab dengen tertawa, „Segala apa bisa terdjadi, kerna peroentoengan manoesia itoe tergantoeng dengen Toehan. Kaloe itoe soeda maoenja Toehan, kaloe itoe memang soeda djadi nasib kita, boleh kita membantahnja {{...|10}}?”
Hatinja Mary berasa tida enak, berasa seperti dapet firasat tida baek, tjoema ia tida taoe firasat itoe beralesan dari hal apa.
Tatkala soeda moelai sore, kawan kawannja itoe berpamitan poelang. Satoe per satoe marika kasi slamet berpisah, dengen diharep sebegitoe lekas Lily aken kombali ka Soerabaia, kerna dengen perginja Lily, pergaoelan dari roemah sekolah, pergaoelan dari Dames-afdeeling dari Tsing Nien Hui Soerabaia telah kailangan saorang gadis jang paling disoekai dan ditjintai.
Sampe paling blakang adalah Hoo-lan jang berkata: „Saia sebagi sobat, begitoe djoega sebagi satoe familie, jang taoe sedikit apa-apa dari kau poenja character, ingin kasi nasehat, kaloe nasehat itoe sekiranja dihargai. Berlakoeken hati-hati kapan kau hendak berdeketan dengen itoe tangga penghidoepan. Sesoeatoe gadis moesti aken menjebrangi itoe tangga jang pandjang boeat sampe ka laen tepi, dimana sesoeatoe {{hws|ma|manoesia}}<noinclude></noinclude>
qdqtqc1lq15y6xa64zcb79t5xwzqa50
Halaman:The Belle of Menado.pdf/12
104
113741
315980
314811
2026-08-27T04:23:46Z
Arunika Darsana
27443
315980
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{rh|14|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||15}}
“Diri dlltengnja itoe RIltoe Kembllng dllri Kemaweg.”
,,Hush! kau djangan melantoer,” memotong Tiongsin sambil mesem. ,,Kau roepanja soeda maboek.”
,,Saia boekan maboek sama whisky, hanja maboek menoenggoe datengnja itoe Ratoe, saia kapingin taoe dengen dandanan bagimana ia nanti bikin kita orang kagoem. Tjoema saia koeatir,” sampe di sini ia ketawa, tekep moeloetnja dengen tangan, ,,saia koeatir 'nko Hian-ling nanti menangis keras kapan lirikannja tida digoebris, sebab seringkali ia mengakoeh kaloe perminta'annja tida ditoeroetin iapoenja tangisan diboeat sendjata.”
Hian-ling merengoet, tapi pi sabelonnja ia bisa berkata Tek-Iok poeterken itoe pembitjara'an ka laen djoeroesan:
,,'Nko Tiong-sin, apa kau soeda berdjoempah sama'nko Tjhiang-in?”
,,Siapa? saia tida ,kenal.”
,,Ia ada anak dari Sourabaya.”
,,Di mana sekarang?”
,,Ia pergi ka dalem, katemoein kau poenja ajah.”
,,'Nko Tek-lok roepanja bangga poenja itoe kawan,”
menoempang Koe-kway sembari mesem, ,,sebab romannja ada tjakep dan gagah, pendek lebih oenggoel dari kau sendiri, 'nko Tiong-sin.”
Tiong-sin oendjoeken sinar mata koerang seneng, kerna di Menado ia ada terkenal sebagi Don Juan jang tida poenja bandingan dalem segalanja. Ia tida menjaoet hanja seret satoe korsi dan doedoek.
Tida lama kamoedion ia lantas berkata pada Koekway dengen soeara tida begitoe keras: ,,Kenapa sampe begini waktoe ia masih belon dateng? Apa ia tida penoehken djandji??”
,,Saia pertjaja ia ada satoe prempoean jang hormatin perkata'annja,” djawab itoe sobat jang diadjak omong. ,,Orang jang eilok djandjinja ada mahal djoega temponja ada mahal; ia tentoe tida maoe dateng koerang satoe menutes dari djandjinja.........”
Tiong-sin liat horlogenja: ,,Toch soeda djam 8 liwat lima.........”
,,Boeat kau poenja horloge, ia toch mempoenjain horloge sendiri boeat ia liat sendiri. 'Nko Tiong-sin,” Koe-kway meneroesken lebih djaoe sambil ketawa, ,,boleh djadi kau mampoe merkosa segala perkara tapi kau tida mampoe merkosa kamaoeannja satoe prempoean eilok, sebab menoeroet oedjarnja orang toea-toea bahoea gerakannja 'prempoean eilok ada membawa pengaroeh djimat, seperti sekarang kau sendiri soeda kena iapoenja popwee.”
Dari dalem Tjhiang-in mendatengin dan sabelonnja Tek-lok bisa kenalken Pada Tiong-sin, semoea tetamoe dari golongan anak-anak moeda jang doedoek di roewangan paling moeka, pada berdiri dan memanggoet pada satoe tetamoe jang baroe dateng dengen sikep dan tindakannja begitoe angker dan angkoe.
Brapa soeara di sampingnja Tjhiang-in kadengeran ada dioetjapken ampir berbareng: ,,Oh! ini dia!! The Belle of Menado!!”
{{c|II}}
TJHIANG-IN tida toeroet toeladannja marika, hanja tambah pernahken dirinja di atas satoe korsi sambil soeloet satoe sigaret dengen bibir bersenjoem.
Tiong-sin merasa koerang seneng liat sikepnja itoe tetamoe jang dianggep 'koerang adat, kerna tida ada satoe anak moeda di mana itoe roewangan jang tida<noinclude></noinclude>
peltrm25dndzl7xg61zcuwuy3st3u58
315981
315980
2026-08-27T04:26:13Z
Arunika Darsana
27443
315981
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{rh|14|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||15}}
“Diri dlltengnja itoe RIltoe Kembllng dllri Kemaweg.”
,,Hush! kau djangan melantoer,” memotong Tiongsin sambil mesem. ,,Kau roepanja soeda maboek.”
,,Saia boekan maboek sama whisky, hanja maboek menoenggoe datengnja itoe Ratoe, saia kapingin taoe dengen dandanan bagimana ia nanti bikin kita orang kagoem. Tjoema saia koeatir,” sampe di sini ia ketawa, tekep moeloetnja dengen tangan, ,,saia koeatir 'nko Hian-ling nanti menangis keras kapan lirikannja tida digoebris, sebab seringkali ia mengakoeh kaloe perminta'annja tida ditoeroetin iapoenja tangisan diboeat sendjata.”
Hian-ling merengoet, tapi pi sabelonnja ia bisa berkata Tek-Iok poeterken itoe pembitjara'an ka laen djoeroesan:
,,'Nko Tiong-sin, apa kau soeda berdjoempah sama'nko Tjhiang-in?”
,,Siapa? saia tida ,kenal.”
,,Ia ada anak dari Sourabaya.”
,,Di mana sekarang?”
,,Ia pergi ka dalem, katemoein kau poenja ajah.”
,,'Nko Tek-lok roepanja bangga poenja itoe kawan,”
menoempang Koe-kway sembari mesem, ,,sebab romannja ada tjakep dan gagah, pendek lebih oenggoel dari kau sendiri, 'nko Tiong-sin.”
Tiong-sin oendjoeken sinar mata koerang seneng, kerna di Menado ia ada terkenal sebagi Don Juan jang tida poenja bandingan dalem segalanja. Ia tida menjaoet hanja seret satoe korsi dan doedoek.
Tida lama kamoedion ia lantas berkata pada Koekway dengen soeara tida begitoe keras: ,,Kenapa sampe begini waktoe ia masih belon dateng? Apa ia tida penoehken djandji??”
,,Saia pertjaja ia ada satoe prempoean jang hormatin perkata'annja,” djawab itoe sobat jang diadjak omong. ,,Orang jang eilok djandjinja ada mahal djoega temponja ada mahal; ia tentoe tida maoe dateng koerang satoe menutes dari djandjinja.........”
Tiong-sin liat horlogenja: ,,Toch soeda djam 8 liwat lima.........”
,,Boeat kau poenja horloge, ia toch mempoenjain horloge sendiri boeat ia liat sendiri. 'Nko Tiong-sin,” Koe-kway meneroesken lebih djaoe sambil ketawa, ,,boleh djadi kau mampoe merkosa segala perkara tapi kau tida mampoe merkosa kamaoeannja satoe prempoean eilok, sebab menoeroet oedjarnja orang toea-toea bahoea gerakannja 'prempoean eilok ada membawa pengaroeh djimat, seperti sekarang kau sendiri soeda kena iapoenja popwee.”
Dari dalem Tjhiang-in mendatengin dan sabelonnja Tek-lok bisa kenalken Pada Tiong-sin, semoea tetamoe dari golongan anak-anak moeda jang doedoek di roewangan paling moeka, pada berdiri dan memanggoet pada satoe tetamoe jang baroe dateng dengen sikep dan tindakannja begitoe angker dan angkoe.
Brapa soeara di sampingnja Tjhiang-in kadengeran ada dioetjapken ampir berbareng: ,,Oh! ini dia!! The Belle of Menado!!”
{{c|'''II'''}}
{{di|T}}JHIANG-IN tida toeroet toeladannja marika, hanja tambah pernahken dirinja di atas satoe korsi sambil soeloet satoe sigaret dengen bibir bersenjoem.
Tiong-sin merasa koerang seneng liat sikepnja itoe tetamoe jang dianggep 'koerang adat, kerna tida ada satoe anak moeda di mana itoe roewangan jang tida<noinclude></noinclude>
jqrhwdb51230nw7i3vpj5nxw6rjtgda
Halaman:Sakit Hati.pdf/9
104
113742
315994
314018
2026-08-27T07:03:32Z
Iripseudocorus
23824
315994
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''12'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{Sp|'''„SAKIT HATI”'''}}|'''13'''}}</noinclude>{{hwe|noesia|manoesia}} aken mendjadi manoesia jang betoel. Djembatan itoe, Lily, ada satoe djembatan jang berbahaja, jang satoe kali orang salah-bertindak, satoe kali terdjeblos, ia tida aken dapet ditoeloengnja. Hati-hati. Lelaki-lelaki moeloetnja manis, djangan pertjaja pada satoe lelaki jang moeloetnja bergoela. Timbanglah dengen mateng sabelon kau mengambil poetoesan, timbanglah beroelang-oelang, pada waktoe kau hendak menjerahken hati kau. Sisanja kau poenja penghidoepan ada sanget pandjang, dan kaloe itoe brapa saat kau alpaken, itoe aken berarti satoe pengorbanan saoemoer-hidoep.”
Lily hatoerken trima kasi dan berdjandji aken perhatiken itoe. Tida oeroeng Hoo-lan hatinja berasa tida enak.
Kawan kawannja tertawaken Hoo-lan, dan anggep Hoo-lan hendak mendjadi goeroe Indjil, toekang mengasih nasehat. Tapi Hoo-lan dengen pendek berkata: „Kau orang mana taoe hal itoe semoea, bahoea sesoeatoe manoesia itoe sedari dilahirken telah membawa satoe tjatetan penghidoepan, dimana ia tida aken kaloear dari garisan itoe {{...|10}}”
„Ach itoe nonsens besar” kata Ping-khoen. „Saja toch bisa laloein itoe garisan. Seandeh saia terdjoen ka djoerang itoe dan saia mati, apa kau nanti bilang bahoea itoe takdir saia aken mati di djoerang {{...|10}}”
„Tentoe” kata Hoo-lan.
„Seandeh saja tida djadi mati kerna tida djadi terdjoen, apa kau bilang?”
„Memang boekan kau poenja takdir aken mati di djoerang {{...|10}}”
Kawan-kawannja tertawaken Hoo-lan.
{{rule|6em}}
Tatkala marika itoe berlaloe, Lily parasnja kliatan koesoet, seperti djoega ada hal apa-apa jang membikin tida enak perasahannja. la separo pertjaja, separo djoega tida, atas itoe ramalan takdir {{...|10}} tapi toch hatinja tinggal koerang seneng.
Waktoe itoe Ping -siang dari loear berdjalan masoek, dengen membawa satoe soerat Expresse, dalem mana ada terisi oewang tiga ratoes roepia.
„Mary, njatalah apa jang tida terdoega itoe sering dateng” katanja. „Tiga ratoes roepiah datengnja setjara gampang sekali, dan kaloe kita bisa memake dengen hati-hati, tentoe itoe oewang aken menoeloeng banjak.”
Tapi kaloe marika taoe apa aken djadi kamoedian, marika tentoe lebih soeka tida menerima oewang itoe, marika tentoe lebih soeka mati kelaparan.
Njatalah pembatja, penghidoepan itoe soelit. Siapa jang hidoep dalem doenia tentoe tida aken lepasken dirinja dari doea hal jang selaloe bertentangan {{...|10}}
Kabroentoengan dan kasoesahan, kagirangan dan kasedihan {{...|10}}
Manoesia aken dapetken keamanan jang aseli kapan ia soeda pergi mengaso dari penghidoepannja{{...|10}}
{{C|'''II.'''}}
{{dropinitial|'''S'''}}IAPA jang pernah liat Nona Lian-nio, atawa lebih terkenal dengen itoe nama Lily, soesah aken petaken iapoenja kaeilokan. Itoe perkataan „Tjantik” rasanja tida soeroep, samentara aken diseboet „Manis” rasanja belon menjoekoepken, ia ada lebih dari itoe semoea - tjantiknja, manisnja, moleknja, tida dapet dipetaken dengen sedikit perkata'an. Ia lebih tjantik dari apa jang dibilang tjantik, lebih manis dari apa<noinclude></noinclude>
kltghrs7u538czo667gn5cubauapy2p
Halaman:Sakit Hati.pdf/10
104
113743
315995
314020
2026-08-27T07:07:34Z
Iripseudocorus
23824
315995
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''14'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{Sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''15'''}}</noinclude>jang diseboet manis. Tiada saorang, lelaki atawa prempoean, orang-toea atawa anak-anak, bisa memandeng ia dengan tida menjinta padanja, menjoekain ia dan kagoemin kaeilokannja.
Natuur — siapa jang menjiptaken dan mendjadiken kaeilokan kapada machloeknja, kliatan sekali berlakoe sanget moerah kapada Lian-nio. Lily itoe didjadiken dengen badan jang tinggi, koeroesnja sedeng dan kliatan gesit. Koelit moekanja jang tida terlaloe poetih mendatengken rasa sedep dimatanja sesoeatoe bangsa Timoer. Selaennja itoe Natuur telah makotaken ia dengen ramboet jang pandjang, berwarna item, jang kapan matahari bersinar, tjahajanja jang gilang goemilang itoe merobahken itoe ramboet jang separo kriting mendjadi poelah satoe apa-apa — jang disini tida bisa dikasi nama, sanget soesah diseboetken.
Sebagi hiasan pada paras moekanja, sepasang mata jang sanget eilok mengoewasain iapoenja paras moeka, dan mendjadiken satoe combinatie dari satoe katjantikan jang tida dapet diloekisken dengen toelisan. Moeloetnja ketjil, dan begitoe manis, hingga kaloe sesoeatoe orang bitjara padanja, dan ia lagi bersenjoem. rasanja langit mendjadi aneh, senjoeman itoe saolah-olah mempetjahken sinar matahari {{...|10}}
Dalem roemah sekolah Lily dianggep mendjadi „Bintangnja iapoenja kawan-kawan, dan dalem Tsing Nien Hui ia dipoedjaken sebagi satoe Ratoe jang tiada bermakota”.
Lelaki dan prempoean menjoekain ia, seperti satoe soedara menjoekain soedaranja; sesoeatoe orang menjintain ia, sebagi orang toea menjintain anaknja {{...|10}}
Boekan heran, maski Lian-nio itoe tjoema satoe, perginja dari Soerabaia membikin banjak orang berasa
kailangan{{...|10}}
Dalem Tiong Hoa Lie Hak Hauw berasa sepi, dalem Tsing Nien Hui berasa seperti kakoerangan seratoes ledennja {{...|10}}
Adatnja Lian-nio itoe manis boedi. Maski ia itoe dididik setjara Modern seperti nona-nona Soerabaia kabanjakan, tapi adatnja masih kliatan pemaloean. Ia banjak bergaoel pada kawan-kawannja lelaki, tapi tida seperti nona nona jang kabanjakan {{...|10}}
Ia banjak soeka tjerita-tjerita Roman, tapi ia sendiri sanget dingin hatinja dalem Romans, padahal samoestinja satoe gadis seperti ia, sedengnja goembira bergoelet dalem itoe lapangan pertjinta'an.
Ia poenja kasoeka'an adalah membatja tjerita-tjerita sedih. Sering sekali ia soeka toeroet merasaken sedih dan merasa kasian pada apa jang diseboet dalem itoe tjerita. Kamoedian pada dirinja ia sering berkata:
„Penghidoepan ini memang lebih banjak kasedihan dari pada kagirangan. Baroe sadja kita terlahir dan menampak doenia, kita telah menangis. Itoelah sebagi satoe tanda bahoea apa jang manoesia aken alamken dalem penghidoepan kabanjakan kasedihan, samentara itoe kagirangan hanja ada satoe Intermezo dan penambah {{...|10}}”
Di itoe tanah pagoenoengan Lian-nio ada poenja satoe kawan-memaen sedari ketjil. Ia itoe Boen-djan. Doeloe ia poen sekolah di Tiong Hoa Hwee Kwan Soerabaia, tapi soeda doea taoen kamari'in ia telah brenti sekolah dan dagang ketjil-ketjil di itoe tanah dingin.
Boen-djan dan Lian-nio itoe bergaoel sedari masih anak-anak, dari roomah sekolah di Bibis, dimana doeloenja moerid lelaki dan prempoean seblah-menjeblah, sahingga marika berpisah laen roemah sekolah. Persobatan itoe semingkin kekel dan semingkin kekel,<noinclude></noinclude>
5s39dns47nqwkfysa2b3ph4lwcpewxb
Halaman:Sakit Hati.pdf/11
104
113744
315996
314022
2026-08-27T07:11:34Z
Iripseudocorus
23824
315996
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''16'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''17'''}}</noinclude>hingga achirja telah menerbitken perobahan besar, dimana perasahan dewasa dateng menjelak. Boen-djan telah djatoe tjinta kapada Lian-nio, seperti belon pernah ada satoe lelaki bisa menjinta sama besarnja seperti itoe perasahan jang Boen-djan hatoerken kapada Lian-nio.
Tapi Lian-nio hatinja sanget dingin, sama sekali ia tida tergerak. Kaloe Boen-djan sewaktoe-waktoe hendak bitjaraken hal itoe, ia tentoe ambil satoe djalan boeat lolosken dirinja.
Boen-djan ada saorang jang lebih girang dari laen-laen orang atas Lian-nio poenja poelang ka itoe tanah dingin, tinggal dengen 'ntjinja.
Pada satoe pagi Boen-djan ingin mengoendjoengin Lian-nio, dan kaloe bisa, ia nigin adjak Lian-nio djalan-djalan di dalem kebon-kembangnja, dimana kabetoelan kembang-kembang mawar lagi megar.
Tatkala sampe di itoe djalanan ketjil jang menemboes ka kebon blakangnja roemah Lian-nio, ia denger soeara njanjian dalam bahasa Tionghoa, dan bila disalin kasar-kasar dalem bahasa Melajoe seperti berikoet:
{{c|{{Smaller|Disana kembang — disini kembang.<br>
Kembang kembang mawar tjantik.<br>
Diantara itoe kembang-kembang.<br>
Satoe gadis tjantik memetik.<br><br>
Tiba-tiba satoe lelaki mentjoeri.<br>
Mentjoeri si mawar mera.<br>
Tangannja si gadis kena doeri.<br>
Hingga tangan itoe berdara.<br>}}}}
„Itoelah soeara Lily”, pikirnja Boen-djan. „Saja heran ia itoe soeka njanjiken hal-hal jang sedih {{...|10}}”
Waktoe ia hendak masoek kadalem kebon ia denger poelah Lian-nio landjoetken iapoenja njanjian lebih djaoe:
{{C|{{smaller|Diantara riboean nona nona.<br>
Sajalah jang ia tjintaken.<br>
Maski ia boleh mati dioedjoeng pana.<br>
Pada saja, ia to'aken loepaken.<br><br>
Tapi njatalah itoe tjinta-palsoe.<br>
Tjinta jang sifatnja memboenoe.<br>
Hati saja roesak pata — <br>
Kerna saja diadi korbannja tjinta.<br>}}}}
„Oh, Lily” katanja Been-djan. Mana boleh kau njanjiken njanjian begitoe. Itoe njanjian sanget sedih, dan kasedihan tida haroes berdeketan dengen kau {{...|10}}?”
Lian-nio lagi memetik kembang menengok, tatkala mendenger soeara itoe. Kamoedian sembari bersenjoem ia berkata:
„Kenapa tida, satoe hal tida bisa ditentoeken. Penghidoepan kita jang bakal dateng masih tinggal seperti lembaran lembaran kosong jang aken terisi, menoeroet katanja orang-orang pande, atas maoenja takdir oleh Toehan{{...|10}}”
„Tapi kau dilahirken begini tjantik, Toehan tida aken kedjem {{...|10}}”
„Boleh djadi{{...|10}} boleh djoega tida.”
„Toch saia pertjaja bahoea kau tida aken dapetken satoe katjinta'an jang palsoe, orang jang berdeketan dengen kau, tentoe aken perhatiken kau lebih dari apa ia perhatiken dirinja sendiri {{...|10}}”
„Saia tida ingin mempoenjai satoe katjinta'an, maski jang bener atawapoen jang palsoe” kata Lily. „Doeloe saia poenja Iboe pernah berkata, bahoea waktoe jang broentoeng itoe, jalah waktoe moeda dan merdika{{...|3}}”<noinclude></noinclude>
d45hlvwprahhmrv8bkwyg2c08f0p5c0
Halaman:Sakit Hati.pdf/12
104
113745
315997
314035
2026-08-27T07:14:20Z
Iripseudocorus
23824
315997
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''18'''|'''TJERITA ROMAN'''|'''SAKIT „HATI”'''|'''19'''}}</noinclude>„Tapi toch kau poenja iboe menikah dengen kau poenja ajah{{...|10}}”
Lian-nio atawa Lily tertawa sembari berkata: „Oh, Iboe saia laen.”
Kamoedian Lian-nio landjoetken pakerdja'annja memetik kembang-kembang jang ditaro dalem krandjangnja.
„Kliatan kau poenja 'Ntji banjak pesenan, hingga kau bekerdja banjak ini pagi ?” katanja Boen-djan.
„Oh pakerdja'an kembang sanget sepinja, 'Nko Boen-djan. Kau taoe 'Nko Boen-djan, bahoea moelai ini hari aken dateng saorang Tionghoa jang bakal menoempang tinggal dalem roemah kita. Orang itoe lagi bersakitan. Maka 'Ntji soeroe saia taroh kembang di dalem vas dikamarnja {{...|10}}”
Boen-djan seperti ingin menjomel. Ia tadinja girang kerna sewaktoe-waktoe ia boleh gadangin itoe hari-hari jang goemilang berdoea'an dengen Lian-nio. Tapi dengen mempoenjai satoe tetamoe di roemahnja, saorang jang In-de-kost, tentoe sadja Lian-nio moesti bagi temponja {{...|10}}
Hatinja Boen-djan tida seneng{{...|10}}
Itoe waktoe kadengeran soeara auto jang mendatengin, jang membikin Lian-nio itoe kliatan kaget.
„Oh, itoe tentoe ada itoe orang jang indekost, sedeng kembang-kembang belon saia koempoelken” katanja. Saja moesti berlakoe tjepet, dan kau moesti berlaloe, 'nko Boen-djan.”
Boen-djan tida pernah membantah jang diminta oleh Lian-nio, ia lantas berlaloe dengen hati tida seneng. Baroe kapan ia merasaken girang, baroe kapan ia telah. impihkan, bagimana broentoeng berdampingan dengen Lian-nio, adalah sekarang ia moesti pergi kerna Lian-nio poenja tetamoe dateng.
Bagimana ia rasanja djadi membentji pada tetamoe itoe, jang dianggep meroesakin kasenengannja.
Lian-nio itoe waktoe tjepet-tjepet koempoelken kembang-kembang jang baek, dan sasoeda iapoenja krandjang terisih penoeh, ia lantas boeroe-boeroe kombali ka iapoenja roemah. Njatalah ia soeda telaat, kerna itoe tetamoe soeda berdiri di rosewangan depan.
Ia dapetken bahoea saorang lelaki djangkoeng di-deket ajondela, dan ia rasaken ― Oh, poor Lily — bahoea itoe ada satoe moeka jang sanget tjakep jang pernah ada pada satoe lelaki, lagi manggoetken kepalanja kapadanja dengen satoe senjoeman — satoe oenjoeman jang saolah-olah membikin itoe pagi djadi gilang goemilang, hingga rasanja seperti matahari pagi belon pernah bersinar seperti itoe pagi.
„Satoe bidadari di tanah pagoenoengan jang soenji”, menggrendeng itoe lelaki.
„Maafken saia 'Nko,” katanja Lian-nio dengen separo maloe-maloe sembari masoek kadalem kamar jang disediaken boeat tetamoenja itoe. „'Ntji saia ingin soepaja saia taroh ini kembang-kembang didalem kamar sabelon kau sampe. Ia kata soepaja kau djadi beta {{...|1}}”
Lelaki moeda itoe bersenjoem.
„Kau poenja 'ntji ada sanget manis boedi, sanget perhatian. Saia taoe bahoea tida ada satoe barang lebih menjenengken seperti kembang dalem kamar{{...|1”
Tapi Lian-nio berkata:
„Katjoeali kembang-kembang didalem kebon,” katanja. Saia soeka marika dalem kebonnja sendiri.”
Itoe lelaki memandeng Lian-nio dengen separo kesima, dan tatkala Lian-nio soeda kaloear kombali dan memandeng padanja, doea pasang mata bertemoe satoe dengen laen. Lian-nio lantas toendoekin kepalanja, tapi itoe pertemoean aken tinggal mendjadi satoe {{hws|pe|peringetan}}<noinclude></noinclude>
i9n5ntdz20wiogel6gjkzp3gp5g1z2i
Halaman:Sakit Hati.pdf/13
104
113746
316010
314036
2026-08-27T08:39:18Z
Iripseudocorus
23824
316010
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''20'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''21'''}}</noinclude>{{hwe|ringetan|peringetan}}
Hong-an, begitoelah namanja itoe lelaki, ada satoe antara orang-orang moeda jang haroes dipertandaken dengen perkata'an „Hati-hati”. Rasanja, seperti tida” ada satoe prempoean jang memandeng iapoenja moeka. dengen tida menjintaken ia. Badannja tinggi, moekanja berwarna terang, matanja tadjem dan Matannja angkoe, tapi toch diantara itoe paras jang kliatan sombong ada terselip satoe apa-apa jang orang lantas hargain. Paras begini, boekan sadja tjakep, hanja poen menarik hati. Dengen sakedjap kliatannja Lian-nio poenja antero perasahan ditarik oleh Hong-an, seperti sinar matahari pagi mengisep satetes emboen.
„Maafken saia, nona. Saia ingin lantas mengaso, kerna saia tjape dan saia berasa kliwat lemah.” katanja Hong-an dengen mendjoera.
„Kamar soeda disiapken oleh 'ntji saia, Nko. Segala apa jang perloe soeda disediaken. Tapi seandeh ada apa-apa jang koerang, toetoerken saia, dan saia boleh lantas tjoekoepken.”
Lagi sekali Hong-an manggoeti kepalanja.
„Banjak trima kasi atas itoe semoea perhatian. Saia tjoema perloe soesoe kaloe kau ada sedia, kerna dokter melarang saia makan barang jang keras. Saminggoe jang doeloe, saia poenja penjakit sanget berat, tapi saia pertjaja disini saia aken lekas mendjadi semboeh.”
„Saia harep hawa disini aken tjotjok boeat semboeh- ken penjakit kau. Itoe soesoe aken lantas disediaken. 'Nko.” Kamoedian Lian-nio lantas berlaloe.
Tatkala itoe gadis berlaloe, Hong-an sembari boeka iapoenja pakean berkata : „Setans itoe berada dimana-mana, penggoda itoe soeka mengoedak. Dimana sadja saia berada, tentoe penggoda dateng. Soeda toelisan saia boleh djadi, bahoea saia ini aken selaloe hidoep terlibet dengen prempoean.”
Kapan Hong-an soeda toekar pakean payama, Lian-nio itoe berdjalan masoek menjediaken soesoe jang diminta. Selagi ia toewang itoe soesoe ka tjangkirnja, sepasang mata memandeng padanja dengen tida bisa soeda, dibrikoetken oleh hati jang seperti hendak toeroet memandeng. ini semoea rasanja menggeterken hatinja Lian-nio, dengen tida taoe apa sebabnja.
„Saia sanget broentoeng terawat begini roepa, kau ada sanget baek, nona.” katanja. „Tapi apakah itoe tida memoikin tjape kau, kaloe saia meminta apa-apa jang saia inginken.”
„Tida{{...|10}}” katanja Lian-nio. „Katjoeali kaloe kau minta soeatoe barang jang moestail, atawa minta apa-apa terlaloe sering.”
Hong-an tertawa atas kasaderhana'annja itoe djawaban ― bener-bener itoe ada satoe djawaban jang djoedjoer, jang kaloear dari moeloetnja satoe gadis jang soetji
„Tempat tempat dingin nona ada mendjadi sorganja kembang-kembang” Berkata Hong-an.
„Kembang tentoe tida bisa toemboeh di Soerabaia, kerna di Soerabaia hawanja kliwat panas. Itoe sebabnja saia tida soeka dengen Soerabaia, maski Soerabaia itoe ada satoe tempat jang rame
„Heran {{...|10}}” kata Hong-an sembari minoem itoe soesoe. Tapi saia taoe bahoea banjak kembang-kembang di Soerabaia {{...|10}} kembang jang paling baek selamanja dikirim kasana.”
„Saia merasa sajang dengen itoe kembang-kembang jang dikirim kasana” kata gadis itoe. „Disini ada banjak tetangga saia jang kirim kembang-kembangnja ka Soerabaia, seperti djoega 'ntji saia. Kembang-kembang itoe di pak dalem satoe krandjang, ditoetpep oleh banjak daon. Tapi kaloe seandeh saia mendjadi kembang<noinclude></noinclude>
9n1qn3im85d8jiojhlgqp4n5vkrs7us
Halaman:Sakit Hati.pdf/14
104
113758
316011
314039
2026-08-27T08:47:13Z
Iripseudocorus
23824
316011
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''22'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''23'''}}</noinclude>itoe, saia aken menangis, saia aken merasa sedih. Di Soerabaia hawanja begitoe panas, dengen ditambahken oleh djoemblah jang banjak dari pendoedoek, kembang-kembang aken lantas kering dengen tjepet{{...|10}}
„Begitoe kau soeka dengen kembang.{{...|10}}”
Kembang ada sebagi kawan saia jang paling baek dalem doenia. Kaloe saia liat saorang melemparken kembang kadalem api, seperti kabanjakan bangsa Tionghoa lakoeken waktoe sembajang, hati saja perih sekali. Saia belon pernah maski tjoema melemparken satoe boengah jang kering kadalem api jang menjala dalem saoemoer hidoep saia.”
Hong-an tertawa, tertawa jang menjenengken hati, hingga Lian-nio itoe berasa dirinja dimoefakatin.
„Apa kiranja kau soeka boeat toendjoeken saia itoe kembang kembang besok pagi ?” ia menanjah.
„Tentoe, kaloe itoe menjenengken kau” Lian-nio djawab
„Saia pertjaja itoe aken menjoekain saia” kata Hong-an. „Saia ingin taoe banjak hal kembang, dan kau tentoe bisa tjeritaken banjak hel kembang, poehoen dan boeroeng-boeroeng.”
„Itoelah memang ada hal-hal jang saia soekain.”
Pembitjara'an itoe poetoes, tatkala Mary dateng. Mary hatoerken slamet dateng kapada tetamoenja dan minta soepaja ia itoe soeka bikin roemah itoe sebagi roemahnja sendiri {{...|10}}
Kapan Mary dan adenja berlaloe, matanja Hong-an mengawasin Lian-nio itoe, dan ia berdjandji sendirinja, bahoea salekasnja ia aken bitjara lagi padanja.
{{C|'''III.'''}}
{{dropinitial|'''K'''}}APAN setengah boelan telah liwat, Hong-an di roemah itoe berasa seperti dalem roemahnja sendiri. Ia tida likat-likat lagi. Lian-nio tida kikoek kikoek, sementara Mary poen selamanja seperti biasa dalem pergaoelannja.
Keada'an penjakitnja Hong-an ada banjak baekan. Pergaoelan antara Hong-an dan Lian-nio djadi semingkin rapet. Sering Hong-an itoe gadangi dan awasin Lian-nio tatkala gadis itoe memetik kembang goena 'ntjinja. Kaloe ia soeda memandeng lama, ia lantas goleng kepala, seperti ada apa-apa jang menggandjel pada hatinja.
Lian-nio jang tadinja pendiam kliatan pada Hong-an itoe soeka sekali bitjara, teroetama tjeritaken hal kembang-kembang jang memang ada mendjadi kasoeka'annja.
Hong-an sering memoedji-moedji hal ramboetnja Lian-nio jang bagoes, Hong-an soeka memoedji-moedji hal kebaekannja jang ia bilang, maski ia poenja soedara sendiri tida pernah hatoerken.
Prempoean itoe memang hatinja lemboet, begitoelah Lian-nio kadjebak dalem manis boedinja itoe lelaki, hingga sebagi pertama kali dalem saoemoer hidoepnja ia berasa soeka {{...|10}} dan anggep Hong-an itoe ada satoe sobat jang maski baroe, berasa seperti soeda kenal brapa taoen.
„Kau poenja kawan-kawan dan tetangga-tetangga panggil kau Lily, satoe nama jang sangat bagoes. Boleh saia djoega memanggil kau dengen nama itoe, Lily ?”
Lian-nio bersenjoem{{...|10}}
„Kaloe itoe ada menjoekain kau, saia tida aken kaberatan{{...|10}}”
„Trima kasi. Dengen teroes terang saia moesti akoehin, bahoea maski pada kau saia baroe kenal setengah boelan, tapi saia berasa soeda bersobat lebih dari 10 taoen. Maka dengen bahasain kau „nona”, rasanja<noinclude></noinclude>
gc7ezbubo0obc1lf0nvpocw3g4mst5e
Halaman:Sakit Hati.pdf/15
104
113759
316012
314042
2026-08-27T09:12:37Z
Iripseudocorus
23824
316012
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''24'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''25'''}}</noinclude>aneh dan tida boleh djadi {{...|10}}”
Marika bitjaraken hal kembang, bitjaraken hal boeroeng-boeroeng poenja kasenengan ditempat-tempat dingin. Lian-nio itoe memang soeka sekali tjeritaken hal-hal jang berhoeboeng dengen alam, maka dengen Hong-an jang bisa melajani, mendjadilah ia sanget soekanja.
Tapi kamoedian pembitjara'an itoe lantas menoedjoe ka laen djoeroesan. Hong-an itoe sasoeda berdiam sekean lamanja telah menanjah:
„Lily, soekalah kau toetoerken saia, toedjoean apa jang kau hendak ambil dalem kau poenja penghidoepan jang bakal dateng ? ” katanja dengen bersenjoem.
„Saia belon moelai aken pikirken hal itoe.” djawabnja dengen pendek. „Saia aken menoenggoe sadja bagimana penghidoepan saia itoe aken dimoelai.”
Ini perkata'an seperti djoega telah dibawa angin ka poehoen-poehoen, kapada kembang-kembang dan kapada boeroeng-boeroeng. Kaderhana'annja Lian-nio memang soeda mendjadi iapoenja nasib, kerna penghidoepannja Lian-nio dalem iapoenja kasaderhana'an nanti dengen pelahan menoedjoe pada kagagalan.
„Saia aken menoenggoe bagimana penghidoepan saia aken dimoelainja.” begitoelah memang sering orang soeka berboeat. Brapa banjak orang soeda berlakoe begitoe, berdiri dipinggir pantei menoenggoein itoe ombak-laoet dari penghidoepan? Menoenggoe, dengen tida taoe penghidoepan apa bakal dateng. Menoenggoe, dengen tida taoe apa bakal djadi kapada airinja di hari jang aken aateng. Kapanjakan orang menoenggoein dengen penoeh pengharepan jang gilang goemilang, tapi penghabisan apa jang diharep dan apa jang ditoenggoein itoe hanja kosong belaka.
Begitoelah Lian-nio menoenggoein — tapi alamat jang tida baek berada diatasnja — iapoenja nasib soeda mendoeloein, itoe kembang-kembang telah toemboeh dengen doeri-doerinja boeat ia.
{{asterism}}
{{dropinitial|'''P'''}}ADA paginja Hong-an mentjari Lian-nio kasana kemari. Itoe pagi ia kliatan iseng sekali, kerna keada'an badan dan sakitnja banjak koerang, hawa sedjoek, hingga rasanja ia kapingin kamana-mana, berdiam didalem kamarnja selaloe, ia rasaken sanget iseng.
Tatkala ia pergi ka kebon blakang ia dapet liat Lian-nio itoe lagi sanget repot mengoempoelken boegah-boengah jang pada megar itoe pagi. Keada'an di itoe kebon, maski tida terlaloe loeas, ada sanget menjenengken. Matahari timboelnja memblakangin roemah hingga di saben pagi jang sedjoek itoe, sang kebon selamanja dalem tedoe. Angin pagi jang dingin rasanja meresep ka toelang-toelang.
Angin itoe menioep-nioep pada ramboetnja Lian-nio jang pandjang, samentara roknja jang selaloe berkibar-kibar mengasih koetika aken orang dapet mengawasin itoe sepasang kaki dimana betisnja seperti padi boenting.
Rasanja Hong-an itoe memandeng dengen tida bisa soeda.
Sembari memetik kembang Lian-nio itoe menjanji, seperti biasa ia njanjiken itoe njanjian jang sedih. Soearanja tida merdoeh, tekoekannja tida terlaloe baek, tapi kaloe itoe semoea dinjanjiken oleh satoe nona sebagi Lily, tentoe sadja sesoeatoe lelaki aken trima „All-right” sadja.
Dengen diloear taoenja Lian-nio, Hong-an itoe menjamperin si nona dari blakang, dan tatkala ia itoe lagi memetik satoe kembang Roos mera, kembang jang<noinclude></noinclude>
g8x89tm80chwqpfatawaw3q0v4ny9l9
Halaman:Sakit Hati.pdf/17
104
113761
316013
314046
2026-08-27T09:19:47Z
Iripseudocorus
23824
316013
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''28'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''29'''}}</noinclude>Hong-an, 'Nko Boen-djan, saia poenja tetamoe {{...|10}}”
„Boekan tjoema kau poenja tetamoe” kata Hong-an itoe sembari tertawa. Tapi djoega saia ada itoe kahormatan aken seboetken diri saia sebagi kau poenja sobat-baroe jang paling baek, boekan Lily ?”
Berdoeanja berkenalan menoeroet adat, tapi doea-doeanja kliatan tida begitoe seneng satoe dengen laen.
Kapan Boen-djan ambil slamet berpisah, pada dirinja sendiri ia njataken bahoea apa jang terdjadi itoe ada seperti alamat jang tida baek. Lian-nio soeka njanjiken hal kembang dan doeri, dan apa jang dinjanjikan itoe terdjadi kapada dirinja
Tinggal sekarang itoe njanjian jang kadoea. Bolehkah hal begitoe kedjadian pada Lian-nio ?
Bolehkah Lian-nio mendjadi korbannja tjinta?
{{asterism}}
{{dropinitial|'''L'''}}ILY, saia kapingin kau oelangken itoe njanjian Liang sering saia denger.” kata Hong-an, tatkala Hong-an itoe doedoek melondjor diatas satoe korsi pandjang dengen membawa Guitar, sedeng Lian-nio lagi mengatoer satoe bouquet didalem krandjangnja atas satoe pesenan dari Pasoeroean {{...|10}} „Saia kapingin kau oelangken njanjian itoe, kerna rasanja soeara itoe tida terlepas dari koeping saia. Kaloe saia doedoek menghadepin djendela dan kau menjanji di kebon, saia dengerin dengen tida bisa soeda. Boekan saia mengoempak Lily, itoelah ada satoe-satoenja njanjian jang saia sanget soeka. Toch kaloe saia minta kau njanjiken itoe kau selaloe menampik.”
„Saia tida bisa.” djawabnja dengen saderhana.
„Kenapa? Bolehkah kau toetoerken saia ?” Ia poenja soeara itoe kadengeran begitoe lemboet, penoeh perhatian, hingga didengernja oleh Lian-nio, seperti tida ada soeara lebih dari itoe diatas boemi ini. „Bilanglah, kenapa?”
Paras jang manis itoe kliatan berwarna mera ― tanda-tanda dari meloeapnja hati jang tida dapet ditahan, tapi tida dapet dilampiasken.
„Itoelah oleh kerna kau maloe {{...|10}}” Membade Hong-an dengen bersenjoem. Kerna kau, sebagi satoe bangsa Tionghoa, merasa likat menjanji dihadepan satoe lelaki {{...|10}} boekankah begitoe?”
Lian-nio toendoekin kepalanja, dan itoe berarti satoe djawaban.
„Kau tida perloe maloe, kau tida perloe likat.” berbisik Hong-an sambil mendeketin kapada Lian-nio. „Apa sadja jang kau berboeat menjoekain mata saia. Kau poenja segala perboeatan menggirangken saia lebih dari segala apa jang berada dalem doenia ini{{...|10}}”
Hong-an pegang tangannja Lian-nio dan tjoba aken tjioem itoe, tapi ia agaknja membantah, hingga dalem keada'an jang tida terdoega, Hong-an telah tjioem batok kepalanja Lian-nio.
Itoelah ada tjioeman pertama jang ia pernah trima. Oh, gadis jang soetji, dan sekarang iapoenja segala apa terserah kapada Hong-an itoe.
Hong-an tinggal di roemah itoe soeda lima minggoe, dan dalem selama itoe ia telah djatoe tjinta kapada itoe gadis. Katjantikan, manis boedi, dan kasaderhanannja Lian-nja telah toemboeh dengen tjepet dalem hatinja Hong-an.
Hong-an itoe boekan saorang djahat. Ia belon pernah dalem selama hidoepnja meroesakin hati prempoean, tapi ia itoe oleh ajahnja telah ditoendangken dengen poetrinja saorang hartawan di Soerabaia, dan hari perkawinan telah ditetepken itoe taoen. Tapi {{hws|ker|kerna}}<noinclude></noinclude>
sjui50ni9g121wn8a88tbrumvbpxemn
Halaman:Sakit Hati.pdf/18
104
113762
316015
314048
2026-08-27T09:26:27Z
Iripseudocorus
23824
316015
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''30'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''31'''}}</noinclude>{{hwe|na|kerna}} Hong-an selaloe bersakitan maka hari-nikah itoe dioendoerken sahingga laen taaen.
Gadis jang bakal mendjadi pasangannja Hong-an, boekan ada satoe gadis jang tida mengasi, maski sabetoelnja tida boleh dibilang tjantik. Selaennja mendjadi anaknja saorang hartawan besar, ia soeda beladjar tjoekoep lima taoen dalem roemah sekolah H.B.S. Soerabaia.
Maski Jeanne itoe dididik setjara Modern, maski Hong-an itoe poen ada satoe djedjaka hartawan kloearan dari Handelschool di Batavia, toch pertoenangan itae dilakoeken setjara kolot. Boekan kerna Jeanne soeka dengen Hong-an, atawa oleh kerna Hong-an tjinta kapada Jeanne, hanja oleh kerna kadoea fihak orang toeanja masing-masing ingin anaknja mendjadi djodo satoe dengen laen{{...|10}}”
Sasoedanja pertoenangan itae Hong-an belon djoega mengambil taoe apakah ia aken menjintain toenangannja, tapi ia soeda ambil poetoesan, bahoea ia aken tjoekoepin pengharepan orang toeanja jang tjoema mengharep padanja, kerna Hong-an itoe ada anak satoe-satoenja. Tapi Jeanne ada laen sekali, Jeanne tatkala soeda berdjoempah dengen Hong-an, ia lantas serahken hatinja.
Siapakah jang boleh memandeng Hong-an dengen tida menjintain padanja.
Tapi Hong-an itoe tida banjak bergaoel dengen Jeanne, teroetama pakerdja'annja kabanjakan berada diloear kota, berada di iapoenja onderneming-onderneming.
Dalem penghidoepannja sabetoelnja Hong-an itoe ada satoe anak bangor. Dengen oewangnja ia hidoep dalem kaplesirannja setjara edan. Hatinja Hong-an itoe sabetoelnja lemah, segala waktoe ia djatoe hati kapada prempoean, teroetama pada prempoean jang manis boedi bahasanja.
Brapa kali Hong-an itoe sewaktoe-waktoe tenggelem dalem tjengkremannje prempoean-prempoean „Pasaran” jang tentoe sadja prempoean begitoe, boekan kerna. „Tjinta Jook Hong-an” tapi oleh kerna „Hong-an itoe kantongnja padet”.
Tapi dengen tida njana dalem waktoe jang begitoe pendek Hong-an itoe kadjebak dalem djaring kaeilokannja Lian-nio, Ia sendiri tida mengerti apa jang dinamaken „Tjinta” itoe adalah iapoenja jang sekarang jang ditoedjoeken kapada Lian-nio? Ia sendiri, belon bisa beriken itoe djawaban. Ia tjoema taoe bahoea ia telah bergaoel banjak sekali, setiap hari ia gadangin Lian-nio dan Lian-nio gadangin ia. Achirnja Amor dateng merielak, dan marika moesti mengambil poetoesan, trima atawa aken tolak voorstelnja Amor {{...|10}}
Boekan Lien-nio tida taoe bahoea Boen-djan itoe telah menjinta ia dan ia ditjinta sedari brapa taoen kamari'in. Tapi ia pandeng Boen-djan itoe seperti soedara, dan tatkala ia taoe bahoea Boen-djan itoe serahken hatinja, Lian-nio anggep itoe ada diloear dari kasadernana'an.
Memang sabetoenlja hatinja Lian-nio itoe dingin, dingin sekali seperti dinginnja ijs dimoesim dingin.
Tapi ada waktoe dimana perasahan dewasanja satoe gadis dapet di dobraknja, begitoelah dengen samar Lian-nio telah beladjar boeat rasaken artinja satoe penghidoepan sedjati, penghidoepan dari kasengsarahan.
Hong-an belon perna dibitjaraken hal „Tjinta”, tapi djoestroe inilah jang membikin keadahan djadi lebih djelek. Perbandingan lantas dibikin oleh Lian-nio {{hws|anta|antara}}<noinclude></noinclude>
cmyzhescy879k7smvvkfuhfhnu8maoa
Halaman:Sakit Hati.pdf/19
104
113763
316024
314050
2026-08-27T09:30:57Z
Iripseudocorus
23824
316024
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''32'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''33'''}}</noinclude>{{hwe|ra|antara}} Boen-djan dan Hong-an, Boen-djan itoe soeka impiken Lian-nio dengen kasedepannja boeroeng merpati, {{...|10}} tapi Hong-an dengen sabar adjak bertjanda Lian-nio setjara anak-anak, dongengi Lian-nio hal hal jang tida berhoeboeng dengen tjinta, sahingga achirnja Lian-nio sendiri tjari taoe halnja ”Tjinta”.
Dalam keadahan begitoe Lian-nio telah kaleboe dalem impiannja jang sedep dalem laoetan-pertjinta'an, satoe pantjingan boeat perasahannja satoe gadis, satoe pantjingan jang sanget manis. Achirmja, tida ada satoe apa jang bakal dateng, tida ada peringetan apa jang soeda liwat, tapi adalah itoe hari jang goemilang-milang waktoe sekarang. Hari rasanja tida tjoekoep pandjang boeat iapoenjo kaberoentoengan, dan malem ada sanget pendek rasanja dalem iapoenja impian. Itoelah ada First romantic wild love” dari satoe gadis. dengen satoe napsoe-hati jang loear biasa dari satoe prempoean.
Ia poedja Hong-an, dan ia poenja kasoekahan pada Hong-an ada sanget djerni dan bersi. Rasa tjinta jang begini agoeng beloen perna diberiken pada satoe lelaki. Bagimana ia poenja paras mendjadi poetjet, kamoedian berobah mendjadi mera, kapan ia masoek dalempintoe kamarnja Hong-an. Bagimana ia poenja dada djadi berdebar-debar, kaloe ia lagi berdiri dan Hong-an itoe mengawasin padanja. Waktoe begitoe rasanja koelit jang menoetoepin hati tida tjoekoep koeat boeat menahan ombaknja dada jang bergontjang-gontjang.
Kamoedian tentoe Hong-an dengen tangannja tarik Lian-nio masoek dan kaloe ada soeara jang berkata, soeara itoe kadengeran agoeng sekali.
„Masoeklah Lily, saia tida maoe kau berlakoe maloe-maloe?” Sembari menanjah begitoe Hong-an pandeng parasnja Lian-nio, dan Lian-nio rasaken sorot matanja Hong-an itoe menemboes kadalem hatinja.
Bagimana iapoenja perasahan itoe waktoe, ia tida bisa bilang. Ia tjoema taoe rasanja itoe ada satoe kasenengan dengen selaloe berdeketan padanja, dan kaloe ia lagi berdeketan rasa hatinja itoe seperti dikoeroang alah kagirangan-kagirangan.
Satoe hari Hong-an djoempahken Lian-nio itoe dalem keadaan begitoe locar biasa. la lebih tjantik, dan segala apa jang berdiri dideketnja rasanja poen terikoet menarik hati.
Kaloe waktoe sore, selagi itoe familie ketjil dalam itoe roemah sama-sama doedoek minoam thee, hatinje Hong-an lantas bergontjang-gontjang, kerna ia anggap antara satoe dari itoeronag-orang ada jang menamboes kadalem hatinja.
Saben pagi marika pergi meliat boeroeng-boeroeng, meliat gangsa jang bernang diatas soengi. Satoe waktos Hong-an itoe membantoe Lian-nio memetik kembang. Masing-masing kena kaboedjock oleh kamanisan boedinja satoe dengen laen.
Remboelan dan bintang, angin dan poehoen-poehoen, rasanja segala waktos bisikin itoe njanjian perjintalan kapadanja — sembari bajangken djoega impian-impian dari kabroentoengan. Hong-an tida pernah tjape setiap hari poedjiken Lian-nio, bagimana eilok adanja ia itoe, dari ramboet sampe di kaki, tapi sebegitoe djeoe belan pernah ia oetjapken satoe perkata'an „Tjinta”, tapi toch itoe gadis mengerti itoe semoea. Apatah artinja itoe semoea kaloe boekan tjinta ? Dan tjinta itoe sewaktoe-waktoe lebih manis sabelonnja dateng perkata'an dari pada sasoedanja.
Manis, gilang-goemilang dan sedih adanja satoe pertjinta'an dan ini bisa dibajangken pada keada'annja Lian-nio. Alamat-alamat jang dateng dari bermoela<noinclude></noinclude>
gz4ey63e371tx5x19wrl04rvd334mas
Halaman:Sakit Hati.pdf/20
104
113764
316026
314065
2026-08-27T09:34:57Z
Iripseudocorus
23824
316026
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''34'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''35'''}}</noinclude>sampe paling blakang ― hanja mendoeng-mendoeng jang tebel jang segala waktoe mendatengken oedjan {{...|10}}
Ping-siang dan Mary soeka kapada Hong-an itoe, kerna selama tjampoer dalem satoe roemah, Hong-an betoel-betoel kasi oendjoek dirinja berharga boeat dapet seboetan Gentleman. Maski Hong-an ada saorang kaja, tida pernah mengoendjoek kasombongannja, djoega tida pernah mengoendjoekin karojalannja, seperti sering memberiken apa-apa jang berharga mahal sebagi persenan, atawa sebagi oempan besar boeat mendapetken ikan jang besar.
Hong-an belon pernah beriken barang leen kapada Lian-nio, selaennja kembang mawar mera, sedeng Lian-nio poen tida mengharep apa-apa. Satoe senjoeman dari Hong-an ada melebih'in dari hadia jang paling tinggi.
Kapan marika berada berdoea'an Hong-an itoe sering berkata: „Bagimana saia bisa hidoep dengen zonder kau, Lily?”
„Kau tida aken zonder saia.” djawabannja Lian-nio dengen saderhana. Kamoedian kadoeanja tenggelem didasarnja itoe laoetan jang paling dalem, dimana manoesia satoe kali kaleboe djarang bisa timboel kombali.
Itoe waktoe Hong-an memetik satoe kembang dan serahken kapada Lily boeat ditaroh dibadjoe roknja, tapi heran sekali kombali Lian-nio itoe tangannja berdarah kerna doeri dari mawar itoe kombali meloekain.
„Kombali kau dapet loeka Lily, Oh, bagimana menjesel saia{{...|10}}” katanja Hong-an dengen tjepet sembari boengkoes loeka itoe dengen sapoetangannja.
„Kau tida terlaloe sakit boekan, Lily?” menanjah Hong-an.
„Sedikit, tapi itoe ada rasa sakit jang menjenengken” kata Lian-nio dengen maloe-maloe. Saia soeka aken mendapet doea kali lipet, dengen menerima hadia kembang dari kau.”
Kamoedian Lily itoe njanjiken satoe njanjian Inggris jang membilang :
{{C|„My fause lover staw my rose.<br>
But, ah, he left the thorn wi' me {{...|10}}”
„Saia harep 'Nko Hong-an” katanja Lian-nio. „Kau poenjaken si kembang roos, dan saia doerinja {{...|10}}”
„Satoe gadis eilok seperti kau, heroes mempoenjai antero kembang roas jang ada pada doenia. Doeri-doeri tida aken berdeketan dengen kau, Lily.”
Dan {{...|10}}
Begitoelah itoe hari-hari jang broentoeng telah liwat. Satoe-satoenja orang jang menjaksiken semoea kedjadian itoe adalah Boen-djan. Ia sekarang mengoendjoengin roemah itoe djarang sekali, seperti ia belon pernah katemoeken Lian-nio sendirian; itoe penoempang, begitoelah ia soeka namaken Hong-an, selaloe ada dioeretnja ―isep roko, membatja, rebah-rebahan, menoeloengin Lian-nio memetik kembang, mengoempoelken boeah. Hatinja ini djedjaka penoeh dengen rasa tjemboeroe.
Kaloe itoe penoempang tida ada, tentoe tempo-tempo jang sanggang itoe ia dapet koetika boeat diliwatken antara ia dan Lian-nio, dimana, dengen sabar ia boleh njanjiken Lian-nio dengen itoe njanjian-njanjian dari pertjinta'an. Tapi njatalah Lian-nio ini sekarang telah dipoenjaken seanteronja oleh itoe lelaki, itoe lelaki telah memoorong seantero waktoe, dimana belon pernah ada Lian-nio dengen zonder Hong-an, hingga itoe ada saolah-olah bajangannja Lian-nio.<noinclude></noinclude>
t52y8obvl7c4gqec8rq63qmk3qwsrhn
Halaman:Sakit Hati.pdf/21
104
113765
316027
314069
2026-08-27T09:40:18Z
Iripseudocorus
23824
316027
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''36'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''37'''}}</noinclude>Pada soeatoe pagi, diantara sinar matahari jang mentjoeri dari selat-selat goenoeng dan menemboes diantara poehoen-poehoen, ia dapet liat dari djaoe bagimana Lian-nio berdjalan berdoea'an dengen Hong-an, dan dibawahnja satoe poehoen kemoening besar ia liat bagimana Hong-an itoe toendoekin kepadanja dan tjioem ramboetnja Lian-nio jang item.
Allah sadja taoe apa jang dirasakan oleh Boen-djan itoe wektoe. Tapi ia bisa control iapoenja rasa tjinta dan rasa tjemboeroe, jang kliatannja memakan iapoenja hati.
„Kaloe ia berboeat tida baek kapada Lian-nio.” katanja Boen-djan saorang diri. „kaloe ia brani ganggoe maski tjoema satoe ramboet diatas kepalanja Lian-nio. saia pastiken seperti sinarnja matahari saia aken boenoeh padanja {{...|10}}”
Sembari berkata begitoe ia angkat tangannja ka'atas saolah-olah minta disaksiken oleh langit, bahoea ia aken lakoeken itoe kapan dateng waktoenja.
{{rule|6em}}
{{C|'''IV'''}}
{{dropinitial|'''S'''}}AJA tjinta padanja {{...|10}} saia tjinta padanja,
Oh, Toehan ” kata Lian-nio saorang diri dengen saben-saben gelangin perkata'annja itoe : „Saia tjintaken Hong an {{...|10}}”
Achirnja ia telah berhadepan moeka dengen moeka pada resianja iapoenja hati sendiri. Ia tjintaken ia, inilah berarti bahoea Penghidoepan dimoelai dan berachir djoega disana ― ia tjintaken padanja, dan itoelah „Nothing else”. Datengnja itoe rasa tjinta ada begitoe roepa, hingga mendobrak seanteronja iapoenja perasahan jang sederhana. Tida moestinja ia alamken hal jang demikian.
Ia kenal sedikit sekali hal tjinta, dan tida kenal dan tida taoe sama sekali hal satoe katjinta'an: tapi ia banjak batja sair-sairan dan tjerita-tjerita romance. Itoe semoea impian broentoeng, kamanisan dari penghidoepan, romance-romence jang goembira, jang mempenoehken kainginannja satoe gadis moeda: itoe kagoembirahan dan kesedepan, kapan satoe gadis berobah mendjadi satoe prempoean dewasa, jang mana ada memberi sinar matahari jang sangat terang-benderang dalem penghidoepan {{...|10}}semoea ini memantjing Lian-nio sahingga ia tenggelem dalem impiannja jang sedep.
Apa-apa jang baroe dan apa-apa jang kliatan sanget eilok ada mengredep dalem penghidoepannja, tapi ia sendiri tida taoe apa ia moesti namaken itoe. Ia sama sekali tida taoe kenapa Hong-an itoe sanget perhatiken padanjo, kenapa ia djadi goemeter kapan denger ia poenja soeara. Tapi pada satoe pagi, kapan ia lagi berdiri dibawah terangnja matahari, satoe pengatahoean telah menjedarken ia. Njatalah ia soeda terlepas dari halimoen jang tebel dan mendoeng-mendoeng jang gelap, dan penghabisan ia tida maloe boeat berloetoet dengen dengkoelnja. Ia rasaken itoe seperti ada sinar-agoeng jang mentjorot dari sorga jang menoetoepin iapoenja soekma.
Apa itoe ada laen waktoe jang begitoe goembira, seperti datengnja rasa tjinta pada penghidoepan ? Ia rasaken doenia ini djadi lebih besar, dan segala-apa djadi lebih gilang goemilang. Boeroeng-boeroeng jang menjanji kadengerannja lebih sedep, koepoe-koepoe jang terbang kliatannja lebih indah, sementara silirannja sang angin terasa lebih sedjoek. Segala apa {{hws|disa|disakitarnja}}<noinclude></noinclude>
c8nqx4mvn0tx1a4ogjhpvn0yrctj91s
Halaman:Sakit Hati.pdf/22
104
114108
316028
314726
2026-08-27T09:44:21Z
Iripseudocorus
23824
316028
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''38'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''39'''}}</noinclude>{{hwe|kiternja|sekiternja}} rasanja mendjadi laen, mendjadi lebih agoeng, laen dengen sari-sarinja {{...|10}}
Apakah ada laen orang lebih broentoeng dari ia? Apakah ada satoe kalboe-manoesia pernah di-isih begitoe penoeh oleh rasa tjinta — apakah ada satoe impihan lebih manis jang dateng kapada laen orang?
Boeat memikirken lebih djaoe, njatalah baroe brapa boelan sadja, Hong-an ada saorang asing jang tida dikenal, tida diketahoei namanja, tida dikenalin parasnja: sekarang ia ada djadi penerangan dari iapoenja penghidoepan, poesatnja dari doenia.
Lian-nio tida pikir laen, hanja kabroentoengan jang terdapet dalem pertjinta'annja. Ia sama sekali tida pikir bahoea iapoenja kasenengan itoe aken loemer sebegitoe lekas dimoelai. Ia tida maoe tanjah pada dirinja sendiri, apakah Hong-an itoe tjintaken padanja. Ia sendiri telah tentoeken atas hal itoe. Ia ada mempoenjai anggepan, kenapatah Hong-an tida aken menjintaken ia? Apa artinja itoe perkata'an manis, itoe tjioeman jang sedep kaloe boekan dari rasa tjinta ?
Ia tida pikirken halperkawinan, sama sekali ja tida bajangken apa jang bakal djadi di hari jang aken dateng. Sama sekali ia tida mengerti, bahoea dalem doenia ini ada terbagi dalem brapa tingkatan dan brapa deradjat. Orang jang berpangkat, orang jang bergelaran, dan orang-orang biasa. Orang-orang jang ada oewang, dan orang-orang jang miskin. Semoea itoe oleh doenia dibagi dalem brapa matjem. Sama sekali Lian-nio tida dapet pikirken hal itoe, padanja hanja tjoema impian-impian jang broentoeng dari satoe gadis jang masih moeda, jang koerang pengalaman, jang taoe sedikit sekali hal pertjinta'an, dan taoe lebih sedikit Iagi hal penghidoepan.
Ia selaloe denger, kapan matahari itoe bersinar, matahari itoe berkata padanja: „Kau tintaken ia”, angin jang bersilir-silir bisikin koepingnja hal tiinta, poehoen-poehoen bergojang kasi denger soeara jang poen sedemikian. Kembang-kembang rasanja seperti bersenjoem kapadanja, dedaonan memanggoet-manggoet seperti mengasi compliment atas kabroentoengannja. Segala apa kadengerannja mengoelangin itoe perkata'an : „Kau tjinta kapadanja ― kau tjintaken ia”.
Doenia-doenia, penoeh dengen impian kosong.
Tjinta, tjinta, kau membikin satoe gadis moeda jang bodo djadi lebih bodo.
Itoe waktoe dengen hati berdebar dan dada berombak-ombak ia kombali poelang, tapi dideket pintoe ia dapet liat Hong-an lagi berdiri dengen isep roko. Tatkala dapet tengok kapada Lian-nio, Hong-an itoe lempar rokoknja dan samperin si gadis dengen moeka jang selaloe bersenjoem.
Penarik iblis dari satoe prempoean.
„Saia telah kailangan kau, Lily Dear {{...|10}} ; dimanakah kau berada ?” ia menanjah. Kau soeda saolah-olah lemparken saia kadalem kasoenjian boeat doea djam lamanja.”
Hong-an dapetken satoe sinar baroe pada paras moekanja Lian-nio, satoe apa-apa jang ia brani pastiken ia belon pernah dapetken sabelonnja. Itoelah ada satoe paras jang mengoendjoekin kegirangan, kekagetan, kaeilokan, dan djoega katakoetan {{...|10}}
„Apatah jang merobahken kau, Lily {{...|10}}?” menanjah, dengen separo dapet tebak dan separo sangsi.
Marika berdiri dibawahnja satoe poehoen kemoening besar, jang itoe waktoe sinar matahari soeda moelai naek tinggi, dengen sinarnja menemboes disela-sela daon poehoen, memoekoel separo terang dan separo<noinclude></noinclude>
3vqsnji13tba0lweitrnmhlkbqxdnx3
Halaman:The Belle of Menado.pdf/13
104
114156
315982
314810
2026-08-27T04:27:51Z
Arunika Darsana
27443
315982
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{rh|16|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||17}}
toeroet berdiri dan memanggoet kapan itoe Ratoe Kembang dari Menado bertindak masoek. Ia lantas hampirin Koe-kway dan menanjah dengen pelahan:
,,Kau taoe, ini tetamoe siapa?”
,,Oh, ia ite ada kawannja Tek-lok jang dibanggaken dateng dari Sourabaya.”
,,Ia tide poenja atoeran, apa memang di Sourabaya orangnja poenja tingka oegal-oegalan ?”
,,Kenapa ?”
,,Ia tida mace taroh perindahan sama laen tetamoe.........”
,,Tetamoe The Belle of Menado?” memoetoes Koe-kway sambil ketawa dengen soempet moeloet sama tangennja. ,,Kau bisa tegor padanja kaloe kau brani.”
,,Kaloe saia brani?” mengoelangin itoe poetra hartawan dengen soeara sedikit keras jang mana roepanja dapet didenger oleh Tjhiang-in, tapi siapa tinggal berlaga tida taoe. ,,Kenapa saia moesti takoet ?” berkata poelah Tiong-sin. ,,Toenggoe sabentar, saia nanti kasi boekti jang atoeran di Menado tida bisa dilenggar maski ia ada anak radja!” Ia berdjalan masoek sembari robah sikepnja djadi goembirah kombali dan hampirin di tempat mana itoe Ratoe Kembang ada berdoedoek.
{{di|S}}epasang mata jang bersorot terang, senjoeman aloes jang selaloe kliatan mengambang di atas itoe bibir jang mereh, dan itoe ramboet jeng gemoek, jeng sebagi makota pendjaga deri itoe roman jeng eilok, telah mengiriken pada semoea tetamoe jang berada dalem itoe perdjamoean. Oh, sampe begitoe banjak Allah ada itoe kabaekan hati telah tjiptaken satoe prempoeen jang tida sala keloe orang soehoeren sebagi Ratoenja Kembang dari Menado. Iapoenja
tindakan, koetika masoek dalem itoe roewangan, ada mengoendjoeken sikep jang sabar, samentara ia poenja tjara lakoe membales laen orang poenja hormat, ada mengoendjoek iapoenja priboedi jang tinggi. Ia dapet tjoekoep didikan barat, tapi sikepnja ada begitoe pendiam dan lemah-lemboet, tida seperti ikan keting tra dapet aer. Sepasang giwang brilliant ada seperti saldjoe menetes di mana iapoenja koeping, samentara leontine ada rebah di mana iapoenja dada jang mengasi sorot siloken mata. Soenggoe itoe semoea bikin japoenja keada'an diadi lebih angker.
Njonja Siem-nio, istrinja Bing-liong, dateng menjamboet di roewangan tengah.
,,Kau dateng begitoe telat,” kata itoe njonja roemah sembari pimpin orang poenja tangan dan diadjak doedoek di mana bagian tempat seblah dalem. ,,Kita menanti kau ampir tida sabar.”
,,Harep ma'afken, 'ntjim, saia ade sedikit halangan,” djawabnja.
,,Tiong-sin baroesan ka loear, tapi sabentar ia nanti masoek kaloe taoe kau ada dateng. Oh, jadi kliatan iboek dan saben-saben liat djaroemnja lontjeng pada waktoe kau belon dateng......... Ach, liat, ia dateng kamari..........!”
Tiong-sin dateng sambil oendjoeken moeka girang : ,,Saia ampir mati berdiri menoenggoe kau, kenapa kau tida menetepken djandji?” ia berkata pada Liang-nio, itoe Ratoe Kembang dari Menado. ,,Tapi kite bersoekoer kau sekarang dateng. Oh, ja, kau moesti soeka maen piano boeat kita ?”
,,Saia tida kaberatan, tapi ini sore saia merasa tjape,” djawabnja dengen saderhana.
,,Saia boekan minta terlaloe banjak, tjoekoep kaloe<noinclude></noinclude>
b4ydsytnet6zfmwqb2j9l069fustflj
Halaman:The Belle of Menado.pdf/14
104
114157
315979
314817
2026-08-27T04:23:00Z
Arunika Darsana
27443
315979
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{rh|18|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||19}}
kau soeke maenken 2 of 3 lagoe, apa kau tida kapingin boeat bikin ini pesta djadi lebih rame ?"
,,Anak, kau tida boleh menampik,” menapoeng njo-nja Bing-liong jang sedari tadi dengerin itoe pemjitjara'an. Pada itoe sa'at djongos bawa brapa glas minoeman dengen brapa piring makanan. Tiong-sin lajanin itoe nona dengen tjara jang amat manis.
Brapa ratoes pasang mata ada memandeng itoe roman jang diladenin sendiri oleh itoe poetra hartawan...........
Kapan merika sedeng begitoe, adalah Koe-kway paranin Tjhiang-in jang tinggal doedoek dengen seroetoeja di moeloet.........
,,TETAMOE jang baroesan dateng ada The Belle of Menado,” berkata Koe-kway pada Tjhiang-in sambil bersenjoem sebagi sa‘orang jang soeda kenal lama. ,,Apa di Sourabaya kau pernah liat ada prempoean jang poenja itoe kaeilokan ?"
Oh, banjak sekali, ampir saben straat," djawabnja dengen mesem, tapi dalem hatinja memang ada kagoemin itoe kaeilokan jang baroesan ia dapet menampak. ,,Kenapa di disini poenja orang lelaki begitoe takoet sama prempoean eilok ? Marika soeda boeroe-boeroe berdiri seperti kadatengan Toehan Allah......." Tjhiang-in lantas ketawa berkakakan jang mana soeda bikin panas hatinja Koe-kway jang biasanja tinggal adem dan djinaka.
,,Kau terlaloe omong besar !" membanta Koe-kway. ,,Apa kau kira saia belon pernah dateng ka Sourabaya? Doekali saia koendjoengin Soerabaja tapi orang prempoean disana kebanjakan tida mempoenjain ping- gang......"
,,Abis, apa iapoenja pinggang tersamboeng sama bamboe ?" memoetoes Tjhiang-in dengen bikin iapoenja ketawa djadi lebih keras dan kombali telah bikin Koe-kway djadi mendongkol. ,,Kaloe begitoe kaupoenja katja natuur belon awas; masa ada manoesia zonder poenja pinggang........"
,,.......Saia tida artiken begitoe!" berseroeh Koe-kway sambil madjoeken korsinja dan lakoe tida sabar. ,,Saia tjoema maoe bilang pinggangnja tida bisa seperti guitar............"
,,Kaloe begitoe kombali kau masih idjo! Kabanjakan prempoean jang kau liat pinggangnja seperti form guitar lantaran pake kain iket sebagi orang mace mati gantoeng, segala prempoean pagoencengan bisa bikin. Kau sendiri kaloe mace poenja pinggeng ketjil bisa djoega pake itoe systeem, laginja itoe nanti bisa bikin kau poenja tempat makan djadi lebih ketjil, makan tida banjak, kloear ongkost ketjil, kliatannja eilok ............"
Hian-ling dan Tek-lok, jang setadian toeroet mendengerin, djadi ketawa berkakakan, hingga bikin Koe-kway moekanja bersemoe merah dan roepanja begitoe penasaran. Koe-kway jang biasanja pande poeter lidah ini kali djadi boengkem dan gemes.
Tida lama Tjhiang-in menjamboeng poelah: ,,Boeken saia tida kenal peradatan seperti tadi saia denger ada dikatain, tapi sengadja saia tida maoe toeroet toeladannja lain-lain orang jang roepanja maoe mengesot di bawah kakinja orang prempoean eilok. Kita sabetoelnja koedoe bladjar berlakoe saderhana pada segala apa, djangan meliwatin wates...........Oooooh !" Tjhiang-in bersenjoem sembari keboelken asepnja seroetoe. ,,tjoema lantaran itoe prempoean ada djadi Ratoe Kembang dari Menado sampe orang moesti tekoet begitoe setengah mati? Itoelah amat loetjoe, seperti<noinclude></noinclude>
itpg98obufx6dd9gom1nnt57ca7q2dn
Halaman:The Belle of Menado.pdf/15
104
114158
315977
314815
2026-08-27T04:19:53Z
Arunika Darsana
27443
315977
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{rh|20|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||21}}
satoe badoet ber-actie dihadepannja Sang Radja!"
Djoestroe Koe-kway dalem kapepet, Tiong-sin soeda sampe disitoe sambil berkata :
,,Sabentar lagi kauorang nanti deenger soearanja piano...... Eh, kenapa 'nko Koe-kway kliatan asem?"
,,Ia abis debat sama 'nko Tjhiang-in," djawab Tek-lok.
Tiong-sin lantas memanggoet pada itoe tetamoe dari Sourabaya selakoeh bladjar kenal, tapi iapoenja tjara memanggoet tida begitoe meresep. ,,Soeal apa jang dibitjaraken?"
,,Soeal boeah-pinggang !" ketawa Tek-lok, dan kamoedian ia tjeritaken bantahannja Koe-kway dan pleedoinja Tjhiang-in. Tapi koetika sampe dibagian The Belle of Menado jang Tjhiang-in tjelah sikepnja orang lelaki terlaloe mengesot, Tiong-sin poenja moeh mendadak djadi merah, dan dengen soeara keras ia lantas berkata :
,,Orang lelaki jang tida taro hormat dihadepannja machloek prempoean, lelaki begitoe tida taoe adat, dan moesti terasing dari pergaoelan sopan !"
Tjhiang-in bersenjoem : ,,Ma'af. Pergaoelan sopan masih tida perloe sama lelaki jang soeka bermoeka dan toendoek dibawah kaeilokan, dari sebab itoe, saia poenja ambekan tida mengidzinken boeat toeroet kasi hormat sampe boekan moestinja."
Tiong-sin poenja tabiat maoe menang sendiri telah bikin darahnja panas, dan ampir djadi setorian besar kaloe brapa kawannja tida dateng memisa, samentara Koe-kway merasa girangan jang difihaknja dapet pembelahan.
,,'Nko Tjhiang-in," kata Koe-kway satelah fihaknja Tiong-sin sabar kombali." Kau orang tida perloe rewelin ini perkara dengen omong kosong, tjoba; kita kepingin taoe, apa kau mampoe deket atawa berkenalan pada
itoe nona jang tadi kau pandeng seblah mata ? Kitaorang Menado kepingin liat sampe diman orang Soerabaja poenja laga dihadepannja kaoem prempoean !"
Tjhiang-in toendoek dan tida mendjawab. Ia memang ketarik pada katjantikannja itoe nona, serta ia taoe roman jang begitoe kebanjakan ada poenja keangkoehan tinggi, dan tida gampang maoe kenal pada sembarang orang, maka ia sangsi boeat trima itoe tantangan.
Tek-lok pandeng sobatnja dengen koeatir.
Sebagi seorang jang berada diatas angin, Koe-kway lantas kloearken selembar kertas poetih dari dalem kantong dengen potloodnja. Ia toelis brapa perkata'an jang kemoedian dengen bersenjoem dioendjoeken pada Tiong-sin.
Dengen sikep angkoeh dan ketawa oeroeng Tiong-sin manggoetken kepalanja.
,,Nou, 'nko Tjhiang-in," berkata Koe-kway sambil angsoerken itoe toelisan, "trimalah ini tawaran."
Tjhiang-in samboetin itoe soerat jang berboenji:
{{rh|||,,Kaloe Oei Tjhiang-in mampoe berkenalan atawa dapetken hatinja Liang-nio, itoe Ratoe Kembang dari Menado, dalem tempo satoe minggoe, saia soeka korbanken oeang f 500 roepiah boeat iapoenja hadia, tapi kaloe ia tida mampoe, ia moesti isih kasnja vereeniging Siauwlian Hwee disini seperti djoembloh diatas."}}
Satelah Tjhiang-in batja abis itoe toelisan, moekanja djadi merah, tapi sikepnja tinggal sabar. "Dengen maksoed apa kau adjak bertaroh matjem begini ?"
,,Boeat kasi kita boekti, apa betoel soeatoe lelaki bisa dapet moeka dihadepannja satoe prempoean zonder jang pertama berlakoe hormat dan rendahken diri !" Koe-kway mendjawab dengen menantang.<noinclude></noinclude>
f0hgsy7fjwabtfh11oe94gaxv6kcc3c
315978
315977
2026-08-27T04:21:46Z
Arunika Darsana
27443
315978
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{rh|20|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||21}}
satoe badoet ber-actie dihadepannja Sang Radja!"
Djoestroe Koe-kway dalem kapepet, Tiong-sin soeda sampe disitoe sambil berkata :
,,Sabentar lagi kauorang nanti deenger soearanja piano...... Eh, kenapa 'nko Koe-kway kliatan asem?"
,,Ia abis debat sama 'nko Tjhiang-in," djawab Tek-lok.
Tiong-sin lantas memanggoet pada itoe tetamoe dari Sourabaya selakoeh bladjar kenal, tapi iapoenja tjara memanggoet tida begitoe meresep. ,,Soeal apa jang dibitjaraken?"
,,Soeal boeah-pinggang !" ketawa Tek-lok, dan kamoedian ia tjeritaken bantahannja Koe-kway dan pleedoinja Tjhiang-in. Tapi koetika sampe dibagian The Belle of Menado jang Tjhiang-in tjelah sikepnja orang lelaki terlaloe mengesot, Tiong-sin poenja moeh mendadak djadi merah, dan dengen soeara keras ia lantas berkata :
,,Orang lelaki jang tida taro hormat dihadepannja machloek prempoean, lelaki begitoe tida taoe adat, dan moesti terasing dari pergaoelan sopan !"
Tjhiang-in bersenjoem : ,,Ma'af. Pergaoelan sopan masih tida perloe sama lelaki jang soeka bermoeka dan toendoek dibawah kaeilokan, dari sebab itoe, saia poenja ambekan tida mengidzinken boeat toeroet kasi hormat sampe boekan moestinja."
Tiong-sin poenja tabiat maoe menang sendiri telah bikin darahnja panas, dan ampir djadi setorian besar kaloe brapa kawannja tida dateng memisa, samentara Koe-kway merasa girangan jang difihaknja dapet pembelahan.
,,'Nko Tjhiang-in," kata Koe-kway satelah fihaknja Tiong-sin sabar kombali." Kau orang tida perloe rewelin ini perkara dengen omong kosong, tjoba; kita kepingin taoe, apa kau mampoe deket atawa berkenalan pada
itoe nona jang tadi kau pandeng seblah mata ? Kitaorang Menado kepingin liat sampe diman orang Soerabaja poenja laga dihadepannja kaoem prempoean !"
Tjhiang-in toendoek dan tida mendjawab. Ia memang ketarik pada katjantikannja itoe nona, serta ia taoe roman jang begitoe kebanjakan ada poenja keangkoehan tinggi, dan tida gampang maoe kenal pada sembarang orang, maka ia sangsi boeat trima itoe tantangan.
Tek-lok pandeng sobatnja dengen koeatir.
Sebagi seorang jang berada diatas angin, Koe-kway lantas kloearken selembar kertas poetih dari dalem kantong dengen potloodnja. Ia toelis brapa perkata'an jang kemoedian dengen bersenjoem dioendjoeken pada Tiong-sin.
Dengen sikep angkoeh dan ketawa oeroeng Tiong-sin manggoetken kepalanja.
,,Nou, 'nko Tjhiang-in," berkata Koe-kway sambil angsoerken itoe toelisan, "trimalah ini tawaran."
Tjhiang-in samboetin itoe soerat jang berboenji:
::::{{smaller|,,Kaloe Oei Tjhiang-in mampoe berkenalan atawa dapetken hatinja Liang-nio, itoe Ratoe Kembang dari Menado, dalem tempo satoe minggoe, saia soeka korbanken oeang f 500 roepiah boeat iapoenja hadia, tapi kaloe ia tida mampoe, ia moesti isih kasnja vereeniging Siauwlian Hwee disini seperti djoembloh diatas."}}
Satelah Tjhiang-in batja abis itoe toelisan, moekanja djadi merah, tapi sikepnja tinggal sabar. "Dengen maksoed apa kau adjak bertaroh matjem begini ?"
,,Boeat kasi kita boekti, apa betoel soeatoe lelaki bisa dapet moeka dihadepannja satoe prempoean zonder jang pertama berlakoe hormat dan rendahken diri !" Koe-kway mendjawab dengen menantang.<noinclude></noinclude>
14p59g8gggr6run6zz9897t6af8kqzz
Halaman:The Belle of Menado.pdf/16
104
114169
315975
314845
2026-08-27T04:17:49Z
Arunika Darsana
27443
/* Telah diuji baca */
315975
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{rh|22|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||23}}
Boeat sakoetika lamanja Tjhiang-in bertoendoek. Pertama ia tida ingin ladeni, sebab itoe ada satoe perkara edan, tapi dasar ia sendiri mengalir darah moeda, dan ia kwatir orang nanti ketawain dirinja, maka sembari bersenjoem oeroeng ia lantas berkata: ,,Saia tida tema dengen itoe hadia jang kau sediaken, dan djoega saia tida sajang kloearken itoe djoemblah tarohan ...”
,,... Tegesnja, kau tida brani!” memotong Koe-kway, jang roepanja tambah dapet hati dari Tiong-sin.
,,Kau ada terlaloe keboeroe napsoe, anak manis!” mendjawab itoe anak moeda dari Sourabaya. “Saia punya pembitjara'an belon abis, kau soeda bikin poetoes. Boekansaia takoet, tjoema lebih doeloe saia maoe tegesken jang, kaloe saia maoe trima baek kau poenja tawaran, boekan saia dasarken boeat itoe djoemblah f 500.—, hanja saia dasarken atas sifatnja satoe lelaki jang tida mandah boeat terpandeng pengetjoet.”
,,Djadi kau maoe trima baek?” mendesak Koe-kway dengen hati penasaran. Ia lantas bikin itoe toelisan djadi doea copies dan lantas sama-sama ditandain tangan dengen disaksiken oleh Tek-lok dan Hian-ling, sementara Tiong-sin tinggal liatin sama mendongkol dan penasaran.
,,Kapan saia boleh moelai?” tanja Tjhiang-in. “Apa saia moesti moelai sekarang?”
Koe-kway tida bisa lantas mendjawab, hanja berparing pada Tiong-sin, siapa lantas memberi tanda dengen manggoetken kepala, jang kamoedian Koe-kway berkata: ,,Kau boleh moelai ini malem, ini djam ...” Berbareng itoe sa'at, soeara piano ada kadengeran dengen pelahan. Semoea mata memandeng kadjoeroesan dalem dan dimana marika dapet liat itoe Ratoe Kembang dari Menado maenken djari-djarinja jang eilok di atas itoe instrument.......Tiong-sin ma soek kadalem.
,,Kau boleh moelai sekarang!” berseroe poela Koe-kway.
,,Itoelah tida atoeran,” membela Tek-lok, “ia toch masih maen piano ...”
,,Maen of tida, itoe ada diloear soerat perdjandjian jang ditekend ...”
Selagi marika bereboet omong, Tjhiang-in sigra berdiri dan berkata: ,,Memang ini menote saia poenja tempo boeat penoehken apa jang saia soeda djandji. Saia tida nanti lari boeat ini, my friends.” Ia bertindak ma soek dengen moeka berseri, tapi tra oeroeng ia merasa likat tatkala sampe di roewangan dalem, dari mana, tida djaoe dari sitoe, ia liat njata bagimana tjantik itoe roman, bagimana eilok itoe djari-djari jang terhias dengen tjintjin brilliant di moeka itoe piano. Ia liat djoega Tiong-sin ada berdiri di sitoe, tapi berlaga tida tengok dirinja.
Tjhiang-in ada satoe anak moeda jang tida bisa menjerah sama hati ta'koet atawa sangsi, tjoema itoe roman jang bikin ia sedikit bingoeng ............ Oh, itoe roman jang djarang terdapet!
Ia sigra angkat tindakannja lebih deket dan lebih deket, hingga tjoema tinggal terpisah 3 meter dari itoe nona jang terpoedja. Dan koetika ia masih belon taoe perkata'an apa jang ia moesti oetjapken, itoe nona lantas berpaling dan itoe soeara piano mendadak lantas terpoetoes ............ Doea pasang sorot mata saling beradoe, saling memandeng ............ tapi satoe sama laen membawa arti jang bertentangan ............
Itoe soeara piano jang brenti dengen mendadak {{hws|te||telah}}<noinclude></noinclude>
scuvnz57ue5rrg7t6rvjqvyguxw7s02
315976
315975
2026-08-27T04:18:22Z
Arunika Darsana
27443
315976
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{rh|22|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||23}}
Boeat sakoetika lamanja Tjhiang-in bertoendoek. Pertama ia tida ingin ladeni, sebab itoe ada satoe perkara edan, tapi dasar ia sendiri mengalir darah moeda, dan ia kwatir orang nanti ketawain dirinja, maka sembari bersenjoem oeroeng ia lantas berkata: ,,Saia tida tema dengen itoe hadia jang kau sediaken, dan djoega saia tida sajang kloearken itoe djoemblah tarohan ...”
,,... Tegesnja, kau tida brani!” memotong Koe-kway, jang roepanja tambah dapet hati dari Tiong-sin.
,,Kau ada terlaloe keboeroe napsoe, anak manis!” mendjawab itoe anak moeda dari Sourabaya. “Saia punya pembitjara'an belon abis, kau soeda bikin poetoes. Boekansaia takoet, tjoema lebih doeloe saia maoe tegesken jang, kaloe saia maoe trima baek kau poenja tawaran, boekan saia dasarken boeat itoe djoemblah f 500.—, hanja saia dasarken atas sifatnja satoe lelaki jang tida mandah boeat terpandeng pengetjoet.”
,,Djadi kau maoe trima baek?” mendesak Koe-kway dengen hati penasaran. Ia lantas bikin itoe toelisan djadi doea copies dan lantas sama-sama ditandain tangan dengen disaksiken oleh Tek-lok dan Hian-ling, sementara Tiong-sin tinggal liatin sama mendongkol dan penasaran.
,,Kapan saia boleh moelai?” tanja Tjhiang-in. “Apa saia moesti moelai sekarang?”
Koe-kway tida bisa lantas mendjawab, hanja berparing pada Tiong-sin, siapa lantas memberi tanda dengen manggoetken kepala, jang kamoedian Koe-kway berkata: ,,Kau boleh moelai ini malem, ini djam ...” Berbareng itoe sa'at, soeara piano ada kadengeran dengen pelahan. Semoea mata memandeng kadjoeroesan dalem dan dimana marika dapet liat itoe Ratoe Kembang dari Menado maenken djari-djarinja jang eilok di atas itoe instrument.......Tiong-sin ma soek kadalem.
,,Kau boleh moelai sekarang!” berseroe poela Koe-kway.
,,Itoelah tida atoeran,” membela Tek-lok, “ia toch masih maen piano ...”
,,Maen of tida, itoe ada diloear soerat perdjandjian jang ditekend ...”
Selagi marika bereboet omong, Tjhiang-in sigra berdiri dan berkata: ,,Memang ini menote saia poenja tempo boeat penoehken apa jang saia soeda djandji. Saia tida nanti lari boeat ini, my friends.” Ia bertindak ma soek dengen moeka berseri, tapi tra oeroeng ia merasa likat tatkala sampe di roewangan dalem, dari mana, tida djaoe dari sitoe, ia liat njata bagimana tjantik itoe roman, bagimana eilok itoe djari-djari jang terhias dengen tjintjin brilliant di moeka itoe piano. Ia liat djoega Tiong-sin ada berdiri di sitoe, tapi berlaga tida tengok dirinja.
Tjhiang-in ada satoe anak moeda jang tida bisa menjerah sama hati ta'koet atawa sangsi, tjoema itoe roman jang bikin ia sedikit bingoeng ............ Oh, itoe roman jang djarang terdapet!
Ia sigra angkat tindakannja lebih deket dan lebih deket, hingga tjoema tinggal terpisah 3 meter dari itoe nona jang terpoedja. Dan koetika ia masih belon taoe perkata'an apa jang ia moesti oetjapken, itoe nona lantas berpaling dan itoe soeara piano mendadak lantas terpoetoes ............ Doea pasang sorot mata saling beradoe, saling memandeng ............ tapi satoe sama laen membawa arti jang bertentangan ............
Itoe soeara piano jang brenti dengen mendadak {{hws|te|telah}}<noinclude></noinclude>
5rlk1g5b5h44o2uce4h7so0o1lziaeg
Halaman:Auto setan.pdf/7
104
114171
315970
314848
2026-08-27T02:31:18Z
Ammachemist
27288
315970
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|8|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||9}}</noinclude>Itoe sepasang soeami - istri moeda tinggal di wijk Kenwood Way dalem bilangan Mount Davindson Manor, satoe bagian dari San Francisco jang tjantik. Wijk tempat kadiaman marika adalah satoe wijk baroe dari kota San Francisco, dengen segala apanja terbikin serba bagoes, modern, baek iapoenja straat-straat, park-park, atawa villa-villa di sitoe jang disertain kebon - kebon indah berikoet bebrapa Lawn Tennis Court sekali. Sasoenggoehnja dalem wijk baroe itoe sanget menarik pikiran, melegahken pemandengan, menghiboerken otak jang jjape sa-abis poelang kerdja.
Oewap halimoen dari lacetan Pacific sering kali menioep dengen santer di atasnja Mount Davidson Manor itoe, tapi djoestroe pada maleman terseboet sang halimoen ada tipis dan melajang di antara mega - mega jang tinggi. Tapi hawanja ada dingin sebagimana biasa saben permoela'an moesim Winter. Tida disangka, tida dinjana, kaada’an oedara jang begitoe djernih achirnja terdjadi apa-apa jang sanget mengagetken — mengedjoetken antero San Francisco !
Dengen enak toean serta njonja Louw berdjalan teroes di mana garisan pinggir sambil dikipasin oleh angin pasisir jang menjegerken. Tiba-tiba satoe automobiel liwatken ia orang. Kamoedian itoe automobiel balik meliwatin poela dan kombali begitoe lagi. Mr. Louw ada saorang jang mengarti baek tentang automobiel, ia ada satoe mechanic, maka dengen lantas ia bisa taoe auto bagimana matjem itoe jang bebrapa kali meliwatin padanja. Ia sigra taoe bahoea automobiel itoe ada satoe Lincoln-phaeton dengen memake satoe spotlight (lentera penjoeloe) di atas iapoenja radiator. Kombali belon selang bebrapa minuut itoe auto liwatin poela Mr. & Mrs. Louw boeat ka-ampat kalinja hingga maoe atawa tida Mr. Louw djadi tjoeriga sambil pasang mata betoel-betoel boeat kenalin. pengandarnja.
„Soenggoeh akoe heran apa maksoednja si pengandar auto beroelang-oelang seperti mengoentit kita, berpoeter-poeter di sini sadja?” menggrendeng ia pada sang istri.
Baroe sadja abis ia mengoetjap laloe koenjoeng-koenjoeng spotlight jang berada di atasnja radiator dikasih menjalah terang, menjoroiken kean-kemari dengen sanget membikin silo orang poenja mata. Berbareng mana itoe Lincoln-phaeton dilatiken dengen full speed, dengen pesat sekali roen ka satoe djalanan moedoen dan sigra linjap seperti setan dari pemandengan Mr. dan Mrs.Louw.
Teroes toean serta njonja Louw landjoetken marika poenja perdjalanan aken poelang ka roemah. Tatkala itoe marika tinggal kira-kira 200 kaki lagi sampe di roemahnia jang terletak di No. 129 Kenwood Way. Belon djalan sapoeloeh langka lebih djaoeh tiba - tiba njonja Louw satjara goegoep pegang tangan soeaminja, iapoenja napas sengal-sengal. Ia bertreak: „Apa itoe jang menggletak di pinggir strat seblah sana?
Mr. Louw samperin boeat meliat lebih terliti. „Toenggoe:sabentar”, ia berkata sambil tinggalken sang istri.
Di pinggir djalan kadapetan menggletak badannja saorang prempoean dengen tengkoerep, samentara iapoenja kadoea tangan melondjor lempeng. Lantas toean Louw ambil iapoenja {{hws|korek|korekapi}}<noinclude></noinclude>
7m2j6qx4je36ar71erh9un0kx2z6un0
Halaman:Auto setan.pdf/8
104
114172
315969
314850
2026-08-27T02:29:55Z
Ammachemist
27288
315969
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|10|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||11}}</noinclude>{{hwe|api|korekapi}}, ia soeloein moekanja itoe badan manoesia satelah ia tjelentangken dengen ati-ati.
Hola! Ia ada satoe prempoean toea, iapoenja aermoeka kliatan sanget sympathiek serta ramboetnja soedah poetih semoea, beramboet pendek, dan ia berpakean japon dari wool warna merah moeda jang tebel. Moekanja soedah djadi kotor sama aboe atawa laen barang dan berlepotan darah. Iapoenja toeboeh dirasaken dingin sekali.
Soedah tentoe Mr. Louw djadi kliwat kaget menampak itoe pemandengan jang ngeri. Ia masoekin poela iapoenja doos korek-api ka dalem sakoe. Ia mengawasin ka sana-sini tapi tida terdape laen manoesia. Dengen moeka poetjet, napas memboeroe ia bertreak:
„Katjilaka’an | Ia soedah lindes mati orang dan lari!!"
{{Asterism}}
Besok paginja koetika Captain Inspector Charles W. Dullea dateng di iapoenja kantoor dalem Hall of Justice di Kearny Street. Dengen lantas iapoenja mata djadi katarik pada salembar soerat-kabar pagi, kerna di hoofdpagina lembaran ka-satoe dengen letter-letter besar ada dipasang kalimat tentang katjilaka'an auto dari saorang prempoean toea jang tida terkenal, jang kadapetan di pinggir straat. Sa-abis membatja pekabaran itoe, tida lama doea orang politie poen masoek serahken padanja satoe rapport pri-hal itoe korban serta penoeloeran dari Mr. Warren Louw, siapa katemoeken sang korban paling pertama lagi samalem dan dari ia djoega politie irima pengadoean.
Menoeroet boenjinja rapport terseboet ada menoetoerken bahoea si porean ada satoe prempoean jang berbadan sedeng, iapoenja gigi atas dan bawah memaké slongsong mas dan di mana salah satoe djari dari tangan kiri apa paké satoe tjintjin kawin model koeno. Bagian dalem dari tjintjin kawin itoe tertoelis bebrapa perkata’an seperti begini: „Dari Joe boeat Jessie’. Lebih djaoeh dalem itoe rapport ditoelis bahoea itoe Automobiel-Setan telah liwatin sampe ampat kali pada toean dan njonja Warren Louw, dan kamoedian dengen tjepet mengilang; kapan badannja korban itoe didapetken semoea soedah djadi dingin dengen tida bernapas poela.
Satelah selesih perhatiken itoe rapport dan laen katerangan jang berhoeboeng dengen itoe korban dari Automobiel-Setan, lantas inggalken kantoor, bertindak tjepet menoedjoe ka satoe djalanan dari itoe gedong jang besar aken pergi ka roewangan dari kantoor hoofdkwartier politie. Boeat sampeken itoe kwartier politie jang terletak di seblah bawah ia moesti goenaken lift (tangga electrisch), jang telah bawak ia dengen tjepet ka sitoe dalem bebrapa seconde sadja.
Iapoenja paras tertampak sanget bersoenggoeh, ja tida perdoeliken bebrapa orang jang berpapasan padanja poenja pertanja‘an - pertanja'an biasa, itoe mengoendjoek bahoea iapoenja antero pikiran katarik sanget keras sama itoe perkara pemboenoehan gelap jang loear biasa ka-ada'annja.
Terdjadinja itoe perkara djiwa sabetoelnja Inspector Dullea telah dikabarken dengen ringkes lagi tadi malem, bebrapa diam berselang sedari Mr. Louw katemoeken mait itoe. Tapi dengen begitoe<noinclude></noinclude>
m4q22p9i17ssfag6p3po5h1pwuea94m
Halaman:Auto setan.pdf/9
104
114173
315971
314851
2026-08-27T02:32:22Z
Ammachemist
27288
315971
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|12|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||13}}</noinclude>mendadak ia tida dapet kasempetan aken memereksa dengen tjoekoep, dan jang paling teroetama itoe malem djoega per telefon dan radio-cars soedah dikloearken titah pada sa-antero corps politie dan detectives aken tjari atawa bekoek kaloe dapet liat satoe Lincoln-phaeton automobiel dengen spotlight di radiator sebagimana diliat oleh Mr. Louw.
Sesampenja Inspector Dullea di itoe Kwartier politie dengen lantas ia moelain lakoeken segala kawadjibannja. Mait dari itoe korban kliatan diletakin dalem kamar speciaal dari itoe politie kwartier, di atas mana ditoetoepin oleh salembar kaen selimoet,
Ia samperin itoe mait jang soedah kakoe. Ia boeka toetoepan moekanja dan bagian - bagian anggota jang ia ingin preksa. Dengen matanja jang tadjem ia menilik betoel-betoel apa-apa jang perloe. Mendadak selagi ia memereksa dengen penoeh perhatian iapoenja tangan ia toeroenken ka bawah sambil golengken kepala jang menandaken ia sedeng hadepin satoe soeal soel jang soeker dipertjajaken. Sakoetika lama ia peloek tangan, mengawasin badannja itoe korban jang soedah djadi mait, saolah-olah ia lagi pasang concentratie keras aken tjara bagimana ia haroes mengoesoet agar pemboencehnja jang ternjata sanget litjin bisa satjepetnja dapet dibekoek.
Kapan ia asik memikirin soeal jang berada di depan matanja, dengen lantas itoe pintoe tertolak dari loear. Saorang tinggi besar sambil menengteng koffer laloe berdiri di hadepannja dan ia ada Dr. Adolphus Berger, dokter specialist politie jang ternama. Dengen lekas Dr. itoe djalanken iapoenja kawadjiban aken preksa ka-ada’an si korban sambil disaksiken oleh kita poenja Inspector.
„Apa jang kaoe dapetken, Dokter?” Inspector Dullea menanjak kamoedian.
„Ia soedah terboenoeh mati”, saoet sang dokter sembari awasin badannja itoe prempoean dengen bidji matanja jang berwarna aboe - aboe. „Kaoe taoe, ini prempoean poenja kamatian menoeroet pendapetankoe lantaran terlindes oleh roda kandaran jang berat jang giles bagian dadahnja serta bagian bawah peroet. Di iapoenja atas poendak kiri terdapet tanda-tanda merah seperti tergosok oleh barang keras atawa satoe pergoeletan sengit dari tangan jang koeat jang menjebabken tanda-tanda itoe. Lebih djaoeh bisa dipastiken tatkala ia tergiles oleh itoe roda kandaran ia sedeng tjelentag dan berada di atas tempat jang rata bagian belakangnja. Samentara itoe loeka-loeka beset di moekanja tida salah lagi lantaran tjangkreman jang keras — dan itoe loeka - loeka di atas toelang djanggoet seblah kanan sampe di atasan mata kanan ada terlebih heibat poela roepanja”.
„Ja, akoe poen accoord dengen kace poenja katerangan”, djawab Inspector Dullea dengen tjepet. „Tapi itoe loeka di bagian mata dari djanggoet kanan ada jang paling heibat. Tjoba kaoe njataken padakoe loeka-loeka demikian dari apakah lantarannja jang paling bisa djadi?”
Sakean lama itoe dokter berdiam dan saben-saben mengawasin pada Inspector Dullea seperti ia ingin akoerken satoe sama laen poenja pendapetan apa tjotjok atawa tida, dan ia orang sama- {{hws|sa|sama}}<noinclude></noinclude>
8ra6100fbnoba0w1avblgz0smbtuf9t
Halaman:Auto setan.pdf/10
104
114174
315972
314852
2026-08-27T02:33:33Z
Ammachemist
27288
315972
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|14|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||15}}</noinclude>{{hwe|ma|sama}} ada teritoeng experts politie dalem perkara-perkara pemboenoehan soelit.
„Tanda - tanda loeka itoe”, saoet Dr. Berger dengen pelahan, „moesti disebabken dari poekoelan dengen kepelan jang keras”.
„Bener sekali!” menetepken Dulles. „Begitoepoen ada doega’ankoe satelah pertama kali akoe meliat sang korban. Djika ia sawadjarnja lagi djalan di straat dan diseroedoek atuomobiel hingga djatoh tjelentang itoe loeka di bagian moeka aken laen sifatnja, tida seperti begini. Betoelkah?”
Dr. Berger manggoetken kepala. „Ja, akoe tetepken kaoe poenja pendapetan”, ia menjaoet kamoedian.
Sasoedah bitjara selesih sama itoe dokter laloe Inspector Dullea toetoepin poela sang mait dengen selimoet tadi. „Biarlah akoe preksa sekarang kaada’annja iapoenja pakean”, ia berkata dan sigra djalan kloear.
Bersama-sama marika masoek ka laen kamar, di mana pakean si korban telah dibeber di atas satoe medja poetih. Paling doeloe Inspector Dullea ambil doea bidji kaos kaki dari soetra; ia tilik itoe di tempat terang, liat sasoeatoe bagiannja satjara tertip. Itoe kaos kaki soetra ternjata soedah djadi letjek dan di bebrapa tempat kadapetan’ petjah-petjah seperti bekas kenah tergosok-gosok. Djoega iapoenja sapasang sepatoe di bagian oedjoengnja terdapet tanda-tanda jang njata bekas kabentoer apa-apa, seperti bekas bentrokan-bentrokan jang terdjadi sebab tendangan beroelang - oelang. Kamoedian Inspector Dullea preksa badjoe kaos soetra warna koening toea dan japon dari si korban dengen kleur merah moeda.
Badjoe kaos itoe tinggal bersi ka-ada’annja, tida mengoendjoek tanda-tanda dari bekas gilesan band auto. Tapi tanda-tanda item kentara sekali bisa diliat terdapet di mana itoe japon merah moeda. Itoe tanda-tanda bekas band mobiel kaliatan tjoekoep teges jang meliwatin dari bagian dadah sampe di bagian bawah peroet dari japon. Itoe, hingga orang bisa bajangken tjara bagimana itoe korban kagiling dengen roda auto.
Sepandjang bikin papreksa’an pada sang korban poenja potongan-potongan pakean, Inspector Dullea poenja sinar mata saben-saben berobah, sabentar iapoenja roman ada kalm dan sabentar ia kliatan serious memahamken itoe tragedy jang kedjem. Koetika Dr. Berger poenja kawadjiban soedah klaar dan aken tinggalken itoe kamar, Inspector Dullea laloe hatoerken trima kasi.
„Bagimana kaoe poenja pikiran dalem ini perkara, sir?” tiba-tiba itoe dokter menanjak sabelon ia bertindak kloear pintoe.
„Akoe belon bisa bilang apa-apa sekarang, jang ini perkara ada soelit itoelah haroes diakoeh”, ia kasi penjacetan dan laloe masing - masing berpisahan.
Dengen tjepet Inspector Dullea balik kombali ka iapoenja kantoor. Ia sigra angkat handle telefoon boeat bitjara Francis X. Latulipe, Jr., satoe criminologist, achli dalem hal kadjahatan, dari kota San Francisco jang terkenal katjakepannja.
„Frank’’, Inspector Dullea bitjara, „akoe telah titahken boeat sampeken padamoe bebrapa potong pakean kapoenja'an itoe korban saorang prempoean toea jang kadapetan terboenoeh mati di Kenwood Way tadi malem. Di atas itoe japon<noinclude></noinclude>
av97dhk91romqzkhq077qucec3cl96t
Halaman:Auto setan.pdf/11
104
114175
315973
314853
2026-08-27T02:34:31Z
Ammachemist
27288
315973
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|16|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||17}}</noinclude>warna merah moeda terdapet tanda-tanda jang njata seperti bekes gilingan band mobiel jang meneken keras. Nanti toeloenglah kaoe bikinken foto jang soedah dibesarin dari itoe tanda-tanda, kita perloe sekali boeat oesoet ini perkara gelap. Dan lebih djaoeh harep kaoe preksa ka-adaan segala bagian dari itoe pakean — kaloe-kaloe ada kadapetan laen-laen tanda jang penting".
{{di|I}}NSPECTOR DULLEA lantas tjangelken poela di tempatnja itoe handle telefoon, tangannja merogo ka dalem sakoe badjoe dari mana ia ambil satoe sigaret jang ia sigra soeloet. Ia sedot itoe batang sigaret beroelang - oelang sambil mengeboelken asep jang poetih moeloek naek ka atas iapoenja kepala. la tinggal bengong sakoetika lama dengen awasin itoe goeloengan asep, sedeng bebrapa orang jang bekerdja di depannja sa-aken aken ia tida liat kerna iapoenja antero pikiran sedeng ditoedjoeken sama. perkara jang ia oeroes. Sampe bebrapa minuut ia tida bergerak, ia tinggal tetep laksana patoeng serta matanja poen zonder berkesip: ia sedeng ngelamoen pada itoe pemandengan dalem kamar papreksa’an di hoofdkwartier politie tadi dengen banjak pertanja’an dalem iapoenja otak: „Siapakah jang soedah memboenoeh mati pada itoe njonja toea jang berparas sabar — dan apakah sebabnja?”
Sakoenjoeng - koenjoeng ia dibikin terkedjoet satoe ketokan pintoe terdenger dari loear. Koetika ia boekain laloe masoek saoreng lelaki degen ramboet kriting, tinggi diangkoeng, berparas keren dan berpakean djas kleur aboe-aboe berdjoempah padanja. Ia boekan len orang hanja ada Inspector Allen McGinn, pemimpin kepala dari dienst penjelidikan boeat perkara pemboenoehan. Di belakang ia mengikoetin Louis Linss, satoe detective sebagi pembantoe jang terseboet doedoean.
„Soedahkah kaoe preksa maitnja itoe korban?” McGinn tiba-tiba madjoeken pertaja‘an.
„Soedah, Akoe soedah preksa dengen terliti dan djoega itoe bebrapa potong pakean. Dan akoe telah mempoenjain kapastian tentang itoe Korban. Ia boekannja dapet katjilaka’an auto se‘bagimana roepanja itoe pemboenoeh hendak klaboein politie dengen sengadja giles badannja itoe njonja toea”.
„Djadi boekan katjilaka’an biasa?”
„Ja, itoe ada pemboenoehan jang dipikir mateng lebih doeloe”
Lebih djaoeh Inspector itoe toetoerken apa-apa dengen soeara pelahan jang didengerin oleh McGinn dan Linns dengen perhatian. Perkata’an-perkata'an demikian soedah sering terdenger di sakiter itoe tembokan kamar dan boekan perkara baroe lagi. Satelah Inspector Dullea abis bitjara keliatan McGinn mangoetken kepala sambil berkata:
„Akoe berdoea Linss poen berpendapetan ampir saroepa dengen kaoe, tatkala kita saksiken pemandengan di mana itoe kadjahatan terdjadi. Samalem dengen lantas kita pergi tengok tempat terseboet, katemoeken toean Warren Louw, dan laen-laen tetangga jang tinggal di itoe wijk boeat diminta ia orang satoe per satoe poenja katerangan apa jang ia orang taoe. Tapi tida satoe orang jang tinggal berdampingan deket sitoe ada<noinclude></noinclude>
jqsoxlzb26lllksmtg0j2dilwe88ay1
Halaman:Auto setan.pdf/13
104
114177
315974
314855
2026-08-27T02:35:43Z
Ammachemist
27288
315974
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|20|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||21}}</noinclude>itoe. Kamoedian itoe pintoe terboeka, satoe detective masoek ka dalem.
„Di loear ada dateng satoe orang boeat katemoein kaoe, Captain. lapoenja nama Kane. Ia rasa jang ia bisa kenalin siapa adanja itoe orang prempoean jang binasa kagiling auto tadi malem”, menerangin itoe detective pada iapoenja chef.
„Titaken ia masoek", saoet Dullea sambil berdiri.
Dengen tjepet itoe tetamoe masoek ka dalem kantoornja Inspector Dullea sambil membawak lembaran courant pagi. Ia soedah beroesia satengah toea dan berpakean djas biroe moeda.
„Apa kaoe Captain Inspector Dullea?” ia menanjak dengen lantas. „Akoe baroesan membatja di ini courant pri-hal terdjadinja itoe katjilaka‘an auto samalem. Menoeroet ini courant ada dibilang tanda jang bisa diterangin tentang itoe korban antara laen terdapet satoe tjintjin kawin mas dengen dalemnja tertoelis: ‘Dari Joe boeat Jessie'.”
Inspector Dullea memanggoet. „Betoel, itoe warta ada bener”.
„Well" Mr. Kane meneroesin, „akoe bisa doega pasti bilah begitoe nama terseboet moesti ada Mrs. (njonja) Jessie Scott Hughes. Soeaminja poenja nama memang adalah Joe. Akoe kenal lama sama njonja toea itoe dengen baek sekali. Iapoenja soeami, Mr. Joe, soedah meninggal doenia. Doeloe, njonja Jessie pernah kasih oendjoek itoe tjintjin kawin pada istrikoe dan akoe sendiri jang dalemnja akoe masih inget tertoelis itoe bebrapa perkata'an”.
Mendenger katerangan Mr. Kane lantas Inspector Dullea titahken pada Inspector McGinn sambil memesen: „Adjak Mr. Kane toeroen ka bawah boeat kenalin maitnja itoe njonja, kamoedian anter kombali ka sini boeat ditanjak lebih djaoeh”.
Koetika itoe tetamoe bertindak kloear Dullea awasin padanja.
„Hughes”, ia berkata sendirian dan ia seperti perna denger itoe nama diseboet orang ia loepa oleh siapa dan kapan. Ia berbangkit dan djalan menoedjoe ka lobang djendela, di mana ia pandeng ka-ada'an di Portsmouth Square dengen pikiran melajang djaoeh. Tiba-tiba ia kombali doedoek di iapoenja krosi tempat kerdja dan ambil boekoe telefoon. Ia boeka boekoe itoe di bagian hoeroef. H. aken tjari nama terseboet. Tida lama ia toetoep poela
Mr. Kane dan itoe doea detectives soedah balik kombali satelah saksiken maitnja itoe njonja toea jang terbinasa satjara memiloeken hati.
„Betoel, tida salah ia ada njonja Jessie Scott Hughes”, berkata Kane pada Inspector Dullea. Itoe tetamoe poenja paras moeka tertampak berdoeka.
„Tida kliroe, toean?” menegesin Inspector Dullea
„Tida, akoe brani pastiken betoel!’” saoet Mr. Kane sambil boeka iapoenja topi vilt dan goeloeng itoe. „Iapoenja roemah ada di Lakewood Avenue nummer — tjoba akoe permisie liat ......"
„Nummer ampatpoeloeh satoe”, saoet Dullea koenjoeng - koenjoeng.
„Bagimana kaoe taoe itoe?” Mr. Kane menanjak dengen heran.
Dullea bersenjoem. „Akoe soedah preksa boekoe telefoon selagi kaoe toeroen ka bawah”, ia menerangken. „Toean, sekarang baeklah tjeritaken<noinclude></noinclude>
2tghbx7omnmfkeiaqe8w22lde9kg8f0
Halaman:Auto setan.pdf/14
104
114178
316050
314856
2026-08-27T10:59:45Z
Ammachemist
27288
316050
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|22|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||23}}</noinclude>segala apa padakoe apa jang kaoe taoe tentang itoe njonja jang bertjilaka”’
„Well, itoe tempat di mana iapoenja badan terletak tjoema terpisa sedikit djaoeh bebrapa derekan roemah dari iapoenja tempat tinggal. Njonja Jessie ada saorang prempoean jang manis boedi, dan ia ada mempoenjain sadjoemblah oewang simpenan jang loemajan djoega serta itoe villa jang indah ada poenjanja sendiri. Tapi sajang njonja itoe ada poenjaken penjakit zenuw jang terkadang ganggoe iapoenja penghidoepan jang soenji dan sadjek ia djadi djanda ia tinggal sendirian dalem gedongnja jang loeas itoe. Ia ada mempoenjain satoe soedara lelaki nama Ambrose Scott, tinggal di oedikan, kaloe tida salah di Rio Vista”.
„Kaoe bilang njonja Jessie tinggal sendirian, Apakah dalem itoe roemah tida dipiara boedjang-boedjang?” menanjak Inspector Dullea dengen gegetoen.
„Oh, boedjang - boedjang itoelah ada, masa ia moesti oeroes segala apa sendirian sadja”, djawab Mr. Kane sambil bersenjoem
Sampe di sitoe pembitjara'an antara Mr. Kane dan Inspector Dullea telah berachir. Kamoedian ia pangil satoe klerk boeat kirim satoe soerat panggilan per telegram pada Abrose Scott, soedara lelaki dari njonja Jessie. Beres atoer apa jang perloe laloe Inspector Dullea ambil iapoenja topi dan overcoat kerna ia hendak kloear. Pada Mr. Kane ia kasi tangan sembari oetjapken banjak trimakasi boeat iapoenja bantoean mengasi katerangan.
„Mr. McGinn dan Linss”, berkata Inspector Dullea sambil pake topinja, „marilah kita pergi kaloear bersama-sama”.
Dengen tjepet ia orang bertiga toeroen dari itoe gedong jang tinggi dari Hall of Justice dan sesampenja di bawah ia orang naek ka dalem satoe auto politie. la orang bertiga ambil tempat doedoek di bangkoe belakang, itoe auto distuur oleh satoe chauffeur jang dengen pesat ditoedjoeken ka djoeroesan Selatan teroes ka Kearny Street, biloek ka Barat dan dilariken kloear Market Street.
Tjahajanja mata-hari jang goerem_pentjarken sinarnja di sabagian dari poesat kota San Francisco, tapi kapan itoe auto politie sampe di djalanan deket pinggiran laoet goeloengan halimoen tebel menoetoepin oedara. Poentjaknia goenoeng Twin Peaks itoe tatkala tida kliatan laen salaennja megah-megah jang berwarna aboe-aboe gelap melawan sorotan Batara Soeria jang saben-saben hendak tjoba meneboesin. Itoe waktoe baroe kira-kira djam 9 dari hari Saptoe pagi.
Achirnja auto jang ditoempangin oleh itoe tiga detectives sampe dalem bilangan district Mount Davidson Manor. Halimoen jang menoetoepin moeka boemi djadi bertambah tebel. Djalenan-djalanan di sepandjang itoe wijk basa anteronja hingga sang sopir koedoe berati-ati boeat stuur iapoenja auto. Kerna tebelnja oewap derekan gedong-gedong ampir tida kliatan sama sekali, hingga seperti setan-setan jang sabentar moentjoel dan linjap di pemandengan mata manoesia.
Koetika sang outo sampe di wijk Lakewood Avenue sigra Inspector Dullea tondjolken iapoenja kepala boeat liat ka seblah loear. „Pelahan, tida djaoeh lagi dari sini”, ia berkata, „letaknja di seblah kiri kita”.<noinclude></noinclude>
i6z6isuupctpfprla7ui8b2c3gk2hiz
Halaman:Auto setan.pdf/16
104
114180
316051
314858
2026-08-27T11:02:12Z
Ammachemist
27288
316051
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|26|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||27}}</noinclude>Di sana ia dapetken sadjoemblah koeroengan boeroeng jang tergantoeng dan terletak di atas bebrapa medja ketjil. Itoe ada boeroeng-boeroeng kenari jang eilok dengen boeloeh warna koening poetih, dan sang boeroeng roepanja kaget dengen itoe koendjoengan mendadak. Satelah liat itoe bebrapa boeroeng Inspector Dullea poenja mata djadi katarik sama laen pemandengan jaitoe tjaranja pintoe paling depan dari itoe villa dikoentji. Ternjata itoe daon pintoe dikoentji sanget koeat dan loear biasa dengen goenaken rante serta doea slot besar jang tegoeh.
„Soenggoeh loear biasa”, berkata Dullea dengen tjepet. „Mengapa itoe pintoe dislot sampe begitoe koeat saolah-olah njonja Jessie telah dapet taoe bakal ada bahaja jang aken menjoesahken padanja.
Bersama iapoenja kawan ia preksa itoe pintoe berserta slot-slotnja. Kamoedian marika berlaloe dari sitoe boeat preksa satoe per satoe ka-ada'an pintoe dari villa terseboet jang soedah djadi kosong. Pintoe belakang poen terkoentji tapi koentjinja tinggal menjantel di lobang tempat koentji. Samentara pintoe boeat toeroen ka bawah dari tangga loteng tertoetoep tapi dikoentji tioema dirapetin sadja. Tida sebrapa djaoeh toeroen di tangga loteng terdapet poela satoe pintoe jang mendjoeroes ka perkarangan belakang. Ini pintoe tertoetoep rapet dan terkoentji dengen anak koentjinjatertinggal di sitoe.
Sampe di sini Inspector Dullea jang pimpin ini penjelidikan merandek.
„Sekarang baek kita balik ka atas boeat preksa lebih djaoeh antero kamar-kamar jang terdapet di bagian atas loteng”, ia berkata. „Menilik kaada'an pintoe-pintoe kita bisa pastiken jang ia tentoe boekan kloear dari itoe bebrapa pintoe jang kita soedah saksiken. Kerna itoe bebrapa pintoe semoea terkoentji atawa dislot dari seblah dalem. Ia tentoenja kloear dengen ambil djalan dari salah satoe ini tangga loteng, toeroen sampe ka bawah sekali dan laloe kloear dari itoe garege (kamar auto). Itoe melaenken ada djalan jang satoe-satoe boeat ia kloear’’.
Sigra marika bersama balik ka atas kombali dari mana baroesan marika masoek dari lobang djendela. Di roewangan loteng jang loewas itoe terdapet doea kamar tidoer, dapoer, kamar makan dan satoe kamar depan. Dalem salah satoe dari itoe kamar tidoer di atas randjang marika dapetken satoe dompet oewang boeat prempoean, jang di dalemnja terisi doeit sembilanbelas cents dan satoe rentjengan bidji tasbe jang biasa dipake oleh pendita boeat mengitoeng waktoe sembajang. Dalem kamar dapoer kadapetan doea bakoel terisi sajoeran dan satoe karoeng jang tersisi gandoem. Itoe karoeng gandoem soedah terboeka petjah, sedeng sedikit dari gandoem itoe soedah ditarok dalem satoe pantji jang terisi aer.
„Boleh djadi ia mendadak terganggoe selagi ia sedeng masak aken goena makan soré”, berkata detective McGinn.
„Boleh djadi sekali”, Inspecteur Dullea bales menjaoet. „Itoe kadjadian moesti antara djam lima dan anem soré”.
Sakoetika lama Inspector Dullea berdiam sambil itoeng - itoeng djari tangannja. „Tatkala itoe njonja poenja badan didapetken soedah djadi mait<noinclude></noinclude>
1hhtgv6qvbvq65crubzgfadryd6plr9
Halaman:Auto setan.pdf/17
104
114181
316052
314859
2026-08-27T11:04:13Z
Ammachemist
27288
316052
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|28|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||29}}</noinclude>jang kakoe dan ding in", kombali ia berkata. „Meliat begitoe boleh djadi itoe pemboenoehan dilakoeken antara poekoel lima dan delapan malem".
Dari sitoe marika sigra balik poela ka itoe kamar makan, tarik-tarik satoe per satoe latji buffet jang ditarok di pinggir tembok. Dalem satoe latji marika dapetken lagi satoe dompet prempoean jang terisi oewang $ 5.75 serta satoe koentji. Inspector Dullea pegang dan letakkin itoe koentji di atas telapakan tangannja sambil memandeng terliti.
„Ini koentji tentoe moesti boeat pintoenja itoe gagage", ia berkata sambil berpikir. „Hm, ini ada boekti jang penting". Lantas ia masoekin koentji itoe ka dalem iapoenja sakoe seraja mengoetjap poela : „Oh, akoe dapetken satoe pinkiran laén".
Dengen tjepet Inspecteur Dullea hampirin pada, toestel telefoon jang ternjata masih bekerdja baek, jang terletak di atas medja knaap tida djaoeh dari itoe buffet. Ia angkat handle telefoon terseboet boeat minta disamboeng pada hoofdbureau van politie aken mengasih instructies apa-apa. Kamoedian bersama jang laen ia toeroen ka bagian bawah dari villa njonja Jessie itoe boeat bikin pengoesoetan terlebih djaoeh.
Marika sampe di dalem satoe kamar jang besar dan gelap kerna antero djendela tertoetoep rapet. Itoe kamar roepanja sedeng direparatie atawa baroe dibikin betoei belon klaar. Batoe-batoe djoebinnja masih baroe sekali dan dari kwaliteit mahal. Itoe roewangan bawah ternjata ada roewangan jang loeas dari itoe villa kerna di satoe samping dibikin boeat auto garage, jang laen boeat kamar pranti tjoetji pakean enz., dan satoe lagi oentoek goedang. Bebrapa djendela ketjil jang kadapetan di sitoe katjanja dialingin dengen toetoepan dan kaen réndah poetih.
Inspector Dullea madjoe aken teroesin iapoenja papreksa'an, tapi mendadak ia brenti bertindak kerna kadengeran soeara treakan dalem itoe roewangan bawah jang penoeh resia. Satoe soeara treakan jang keras memenoehin itoe kamar.
„Apakah itoe 7" menanjak detective McGinn dengen kaget.
Inspector Dollea tjelingoekan ka sana sini ka seoeroe itoe roewangan jang gelap boeat tjari dari mana datengnja soeara tadi.
„Itoe, di sana - di podjokan!"
{{di|S}}AMBIL berkata ia madjoe samperin. Ada apa-apa jang brontak-brontak dalem satoe koeroengan kajoe. Ia melongok lebih deket apakah isinja itoe koeroengan jang baroesan membikin orang terkedjoet.
„Hola, tjoema satoe boeroeng gowak — jang tentoe djadi salah satoe dari sakean banjak binaiang - binatang piara'annja njonja Jessie", tiba-tiba ia berkata . „Baek boeka itoe pintoe-pintoe garage soepaja kita bisa dapetken tjahaja terang di sini.
Detective McGinn' bertindak boeat boeka itoe pintoe garage pertama dari itoe roewangan dan satoe lagi jang teroes ka loear pekarangan" Satelah berdiri deket pintoe ia liat pintoe itoe dislot tapi tida betoel hingga dengen gampang dapet, diboeka. Tinggal jang satoe, jang tida kliatan di slot dan tedoetoep rapet sekali.
Boeroe-boeroe Inspector Dullea menghamperin,<noinclude></noinclude>
at1rv529g3l3bil3re9jjzgtlimpout
Halaman:Auto setan.pdf/18
104
114182
316053
314860
2026-08-27T11:05:29Z
Ammachemist
27288
316053
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|30|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||31}}</noinclude>ambil dari sakoenja itoe kontji jang tadi ia dapetken dalem latji buffet di atas loteng. Ia masoekin itoe koentji ka dalem lobang koentji dari pintoe garage auto terseboet dan betoel sadja tjotjok!
„Ini tentoe ada berarti apa-apa!” ia berseroeh dengen girang. „Sasoeatoe pintoe dalem ini villa jang kita soedah preksa semoea terslot dan terkoentji dari seblah dalem, tapi ini satoe jang terkatjoeali, Dan lagi anehnja kenapa djoestroe ini anak koeniji dari pintoe ini garage berada dalem dompetnja njonja Jessie sendiri!”
Inspector Bullea berpaling pada detective McGinn sambil berkata: „Tjoba kaoe liat bagimana adjaib adanja ini kadjadian? Njonja Jessie saolah-olah soedah ditoetoepin pintoe dengen terkoentji di loear; dalem ka-ada‘an demikian tentoelah ia (njonja Jessie) tida merdika boeat gampang kloear dari sembarangan pintoe katjoeali dari itoe pintoe garage auto. Tapi djoestroe koentjinja itoe garage kenapa ditinggal di dalem dompet di atas buffet di loteng, dari mana moestinja baroe ia bisa masoek ka dalem villanja. Hal hal itoe pemboenoeh bikin satoe kakliroean jang besar sekali dan ......"”
Koenjoeng - koenjoeng Inspector Dullea dapet, denger toeter auto di straat. la melongok ka loear dari itoe pintoe garege dan dapet liat detectives Harry Husted dan Paddy Wafer masoek ka dalem pekarangan. Kadatengan marika memang ada atas panggilan Inspector Dullea baroesan pertefoon dari itoe hoofdbureau van politie.
„Akoe minta kace berdoea dateng kemari”, berkata Inspector Dullea, „perloenja oentoek menanjak pada semoea tetangga njonja Jessie jang terboenoeh, jaitoe apakah ia orang bisa kasi katerangan apa njonja Jessie mempoenjain auto prive ia kasi idzin dalem garagenja disimpen automobiel laen orang. Djoega tjoba tjari katerangan apakah ia orang dapet saksiken bebrapa hati paling belakang waktoe soré ada dateng tetamoe atawa tida padanja. Djoega tjari taoe brangkali ada jang bisa membri katerangan tentang kaada’an njonja Jessie lagi semalem dari waktoe menggerip sampe djam sapoeloeh bagimana”.
Dengen trima itoe prentah itoe doea detective sigra manggoetken kepalanja sambil bertindak djalan ka loear boeat bikin onderzoek. Mendadak detective McGinn pegang tangannja Inspector Dullea. „Tengok, Captain”, ia berkata altoe terdapet tanda-tanda bekas band auto di sini sampe di loear ini garage. Dan malah di sana deket pipa soeloeran aer dalem garage tertampak tanda jang lebih njata sebab djoebinnja basah serta banjak loempoer”.
Lantas Inspector Dulles bersama kawannja samperin itoe tempat jang dioendjoek sambil djongkok boeat liat teges tanda-tanda band itoe.
Itoe tanda bekas band ada kira-kira delapan kaki pasegi lebarnja, jang njata sekali roda band auto bekas meliwatin di atasnja. Tapi itoe tanda-tanda bekas band tida semoea sama roepanja, satoe dan laen ada berbeda’an. Djoega di seblah loear itoe garage kadapetan itoe matjem tanda-tanda bekas band jang sama seperti di seblah dalem.
Dengen sanget tertip Inspector Dullea preksa itoe semoea boekti.
„Ini pendapetan kombali seperti: membilangin djalannja_perkara, jang semingkin toentoen kita djadi lebih deket aken boeka ini resia {{hws|pemboenoe|pemboenoehan}}<noinclude></noinclude>
1qk7hn3x62u4anigcblppaz7po2hxzo
Pantja-Sila/PENUTUP.
0
114336
315922
315203
2026-08-26T12:47:50Z
Iripseudocorus
23824
Iripseudocorus memindahkan halaman [[Pantja-Sila/PENUTUP]] ke [[Pantja-Sila/PENUTUP.]]: Judul salah eja
315203
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = Pantja-Sila
| author = H. Rosin
| translator =
| section = PENUTUP
| previous = [[../TUDJUAN PANTJASILA|TUDJUAN PANTJASILA]]
| next =
| year = 1950
| notes =
}}
<pages index="Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf" from=57 to=59 onlysection="penutup" />
354emqot4krlqpx65a8r0gcdu3q2i6b
Pembicaraan:Pantja-Sila/PENUTUP.
1
114507
315924
315816
2026-08-26T12:47:50Z
Iripseudocorus
23824
Iripseudocorus memindahkan halaman [[Pembicaraan:Pantja-Sila/PENUTUP]] ke [[Pembicaraan:Pantja-Sila/PENUTUP.]]: Judul salah eja
315816
wikitext
text/x-wiki
== Konflik penyuntingan ==
Salam para juri,
@[[Pengguna:Quraeni|Quraeni]] @[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]]@[[Pengguna:Mbee-wiki|Mbee-wiki]]
Izin menginformasikan terkait adanya halaman transklusi yang dobel dengan
[[Pantja-Sila/Penutup]]
Terima kasih [[Pengguna:Iripseudocorus|Iripseudocorus]] ([[Pembicaraan Pengguna:Iripseudocorus|bicara]]) 25 Agustus 2026 10.55 (UTC)
h8bco399cinh2pd86znhu89ijfghcn7
Pantja-Sila/PENUTUP
0
114518
315923
2026-08-26T12:47:50Z
Iripseudocorus
23824
Iripseudocorus memindahkan halaman [[Pantja-Sila/PENUTUP]] ke [[Pantja-Sila/PENUTUP.]]: Judul salah eja
315923
wikitext
text/x-wiki
#ALIH [[Pantja-Sila/PENUTUP.]]
2srequx8zh9xo7gkwarg80s5hp47k6s
Pembicaraan:Pantja-Sila/PENUTUP
1
114519
315925
2026-08-26T12:47:50Z
Iripseudocorus
23824
Iripseudocorus memindahkan halaman [[Pembicaraan:Pantja-Sila/PENUTUP]] ke [[Pembicaraan:Pantja-Sila/PENUTUP.]]: Judul salah eja
315925
wikitext
text/x-wiki
#ALIH [[Pembicaraan:Pantja-Sila/PENUTUP.]]
9sagkg4n0atxnzadc60et5yccx8iiz0
Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/17
104
114520
315965
2026-08-26T15:40:24Z
Ammachemist
27288
/* Telah diuji baca */
315965
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>itu, jang melukiskan keadaan didaerah-daerah industri Inggeris dan lain-lain negeri jang amat menjedihkan hati, terutama sekali jang mengenai kaum pekerdja kanak² dan wanita. Malahan dalam negeri-negeri industri itu kaum pekerdja oleh undang-undang''dilarang berserikat'' untuk memperbaiki ekonominja. Memang dalam „Pernjataan hak manusia dan warga negara" ''(Déclaration des droits de l'homme et du citoyen)'' dari 1789 hak berserikat dan berkumpul, salah satu hak dasar jang terpenting ini, belum dimuat, jakni sesuai dengan kebutuhan masjarakat pada waktu itu jang ada dibawah pimpinan golongan „burdjuis". Karena itu maka kaum pekerdja mulai memakai sendjata illegal jang bersifat revolusioner dan anarchistis sehingga seringkali pemerintah harus bertindak dengan kekerasan untuk mengembalikan ketertiban dalam negeri.
Maka pada th. 1824 negeri Inggeris mulai mengakui hak berserikat dan berkumpul, diperluas kemudian pada 1871 dengan „Trade Unions Act" sehingga dinegeri ini dapat mulai timbul djuga suatu pergerakan kaum pekerdja setjara sah.
Perlu diketahui, bahwa dalam banjak negeri pergerakan sekerdja itu mendapat sifat politik anarchistis sosialistis. Baru kemudian timbullah djuga pergerakan sekerdja jang bersifat Kristen, terutama diantara kaum pekerdja Rooms-Katholik. Ini berhubung dengan Encycliek Rerum Novarum dari Paus Leo XIII dari 15 Mei 1891, dimana diandjurkan bahwa Geredja dan Negara, kaum madjikan dan kaum pekerdja, harus bekerdja bersama-sama untuk memberi kehidupan setjara manusia kepada tiap-tiap orang manusia, supaja memperhentikan penghisapan dan penindasan dan membikin sehat lagi masjarakat.
''Terutama'' sekali jang diichtiarkan ialah upah dan waktu bekerdja jang pantas dan tidak mengganggu kesehatan kaum pekerdja. Kaum pekerdja mulai berserikat dalam "Trade Unions" (Serikat Şekerdja).
Setelah makin madju hidup serikat-serikat sekerdja itu, maka njatalah bagaimana besar faedahnja. Djalan mereka untuk mentjapai perbaikan nasib adalah bermatjam-matjam: pertama diichtiarkan supaja dapat ditentukan suatu ukuran (dasar) upah jang umum dengan djalan perundingan dengan kaum madjikan dalam sedjenis perusahaan. Dengan demikianlah timbul ''„perdjandjian kerdja kollektif (bersama)"'' — P.K.K. — jang hendak kami bitjarakan nanti. Bilamana ichtiar untuk mendapat persetudjuan dengan kaum madjikan itu gagal karena dalam hal „memberi dan mengambil" kedua belah fihak tidak dapat bersatu, maka tinggallah pemogokan ''(staking).''
Dibawah pengaruh aliran politik terutama sosialisme, kommunisme, maka dalam waktu permulaan dalam hidup serikat² sekerdja seringkali dilakukan pemogokan jang berupa-rupa matjam untuk mentjapai maksud bersama dari kaum pekerdja, sampai bersifat politik atau untuk memadjukan persetudjuan (solidariteit) semata-mata dan dilakukan setjara „teratur" (georganiseerd) sekali (sebaliknja dari „liar"). Ini jang dinamakan ''„aksi direkt"'' itu.
Berhubung dengan ini maka dibawah pengaruh aliran kapitalis diadakanlah aturan larangan pemogokan (ingatlah pasal 161 bis dari Strafwetboek Hindia Belanda!) dengan alasan bahwa pemogokan itu membahajakan kehidupan ekonomi dalam negeri.
Lama kelamaan Serikat Sekerdja dari banjak negeri didunia ini menggabungkan diri dalam ''„International Federation of Trade Unions"'' (I.F.T.U.) jang amat besar sekali pengaruhnja. Untuk menghindarkan timbulnja kesukaran² dalam dunia kerdja antara kaum pekerdja dan kaum madjikan maka diadakan oleh negara undang-undang kerdja (arbeidswetgeving) jang bersifat hukum publik dan hukum sipil (mula-mula dinegeri Inggeris) jang mengenai:
(a) larangan untuk bekerdja bagi kanak-kanak, kaum wanita pada umumnja dan pada perusahaan jang membahajakan kesehatannja (djiwanja). Diadakan pula batas umur bagi kanak-kanak; (b) larangan bagi sekalian orang untuk bekerdja pada sedjenis perusahaan jang berbahaja bagi kesehatan; (c) pembatasan waktu bekerdja, djam beristirahat, larangan kerdja malam, hari beristirahat; (d) aturan² tentang kebersihan, kesehatan hawa, keadaan tempat pekerdjaan, dll; (e) pendjagaan keamanan ditempat dan diluar tempat pekerdjaan; (f) larangan untuk mengadakan aturan² dalam perdjandjian-perdjandjian kerdja jang merugikan sangat kaum buruh; (g) aturan tentang pertanggungan kaum pekerdja (arbeidsverzekering), dll.
''Kedua,'' seringkali diadakan aturan jang memaksa kaum pekerdja dan kaum madjikan supaja tunduk pada ichtiar pemerintah untuk ''menjelesaikan perselisihan kerdja.'' Jang mulai bertindak demikian ialah Kanada dan Australia.
Tetapi biasanja tidak ada paksaan seperti dalam Cociliation act 7 Agustus 1896 dan arbeidsgeschillenwei Belanda 1923, jang masih memberi kelonggaran kepada kedua belah pihak untuk membereskan sendiri perselisihannja, tetapi diadakan suatu instansi pemerintah untuk menjelidiki perselisihan² kerdja dan melakukan ichtiar untuk menjelesaikannja. Kalau didalamnja djuga diadakan aturan tentang ''arbitrage'' maka kedua belah pihak tinggal merdeka untuk memakainja atau tidak dan keputusan hanja mengikat bilamana mereka sebelumnja sanggup akan tunduk kepadanja.
Maka menurut aturan itu dapat diadakan seorang penjelesai dari negara (rijksbemiddelaar) jang dapat menasehati kedua belah fihak (kaum pekerdja dan kaum madjikan) untuk minta perantaraan suatu dewan penjelesaian (pendamai) jang akan dibentuk olehnja atau seorang pendamai istimewa jang ditundjuk olehnja (bisa djuga ia sendiri), atau dapat djuga mengandjurkan supaja dipakai sadja hakim pemisah (arbitrage). Tjara² penjelesaian „tripartite" ini sangat berarti dalam perdjandjian kollektif antara kaum pekerdja dan kaum madjikan.
'''„P.K.K." (Perdjandjian Kerdja Kollektif).'''
{{di|S}}ALAH SATU HASIL jang baik
Sdalam usaha serikat sekerdja ialah kemungkinan bagi kaum pekerdja untuk membuat perdjandjian kerdja kollektif (bersama) — P.K.K., dengan kaum madjikan. Ini adalah suatu perdjandjian dimana satu atau lebih dari satu serikat sekerdja dengan satu atau lebih dari satu madjikan atau perserikatan kaum madjikan. berdjandji, upah berapa dan bagaimana serta sjarat-sjarat kerdja mana lagi akan berlaku bagi kaum pekerdja jang bekerdja pada kaum madjikan atau anggota-anggota perserikatan-perserikatan kaum madjikan tadi.
Djadi P.K.K. itu mendjadi azas (dasar) sjarat-sjarat kerdja (tentang upah, liburan dsb) dimana masing-masing kaum pekerdja dapat menggabungkan dirinja (dengan perdjandjian) dan berlaku baginja sebagai pendjamin hidupnja selain dari kewadjiban-kewadjibannja disamping undang-undang (tentang lama waktu bekerdja dll). Ia djadi tidak perlu lagi membuat suatu perdjandjian sendiri dengan kaum madjikan setjara „merdeka", tetapi jang sesungguhnja mengandung segala matjam bahaja dan kerugian baginja karena tak berdiri sendiri dalam keadaan terpaksa dan umumnja tidak dapat mengerti segala akibat dari aturan-aturan dalam perdjandjian itu.
Djangan kita mengira, bahwa timbulnja P.K.K. itu mudah sadja. Sungguh amat sukar sekali (dan kaum pekerdja perlu berdjuang mati-matian untuk itu), untuk menginsjafkan kaum madjikan bahwa Serikat Sekerdja bertindak sebagai wakil kaum pekerdja dan karena itu ''berhak'' turut menetapkan sjarat-sjarat perdjandjian kerdja.
Begitu pula sukar sekali untuk mentjapai suatu penetapan dalam undang-undang negeri jang mensahkan. P.K.K. itu.
Dinegeri Belanda kemungkinan mengadakan P. K. K. itu diakui semendjak berlakunja „“wet op de Arbeidsovereenkomst" dari 1 Februari 1909, jakni jang menambah Burgerlijk Wetboek dengan banjak pasal-pasal tentang kerdja (lihat pas. 1639 n B. W. Belanda). Kemudian P.K.K. diatur istimewa dalam Undang-undang Desember 1927 (Stb. No. 415). Ini semua adalah hasil perdjuangan {{hws|perge|pergerakan}}<noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
4366317n1oh5xp3aclq3l8xyz31rh3q
Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/18
104
114521
315966
2026-08-26T16:01:06Z
Ammachemist
27288
/* Telah diuji baca */
315966
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{hwe|rakan|pergerakan}} kaum pekerdja seperti N. V. V. (Nederlandsch Verbond van Vakverenigingen, mulai bekerdja 1 Djan. 1906), N.A.S., (Nationaal Arbeidssecretariaat, semendjak Agustus 1893) dll.
Lambat laun maka dilepaskan, sedikit-dikitnja dapat dikurangi „“aksi direkt" dari kaum pekerdja jang berupa pemogokan itu. Ditinggalkanlah sedikit demi sedikit pendapat, bahwa ichtiar setjara damai untuk mentjapai perbaikan-perbaikan dalam masjarakat jang berwudjud sekarang ini harus ditjela keras, karena melemahkan semangat revolusioner, sehingga — katanja — pemogokan itulah satu-satunja sendjata jang patut terus dipakai untuk mentjapai suatu masjarakat sosialistis.
Angka-angka Statistik menundjukkan, bagaimana populer P.K.K. Sedang dinegeri Belanda umpamanja djumlah P.K.K. pada th. 1904 baru 1 sadja dan di th. 1910 ada 42, maka pada 1 Djanuari 1911 djumlah itu adalah 87 dimana terikat 23.002 kaum pekerdja dari 1.126 perusahaan, selandjutnja terus naik sehingga pada 1 Djuni 1940 mendjadi 1.544 P.K.K. jang mengikat 351.500 kaum pekerdja dalam 69.700 perusahaan. P.K.K. itu dibuat menurut djenis atau tjabang perusahaan seperti perusahaan annemer, serutu, tukang batu dsb.
Hanja kadang-kadang kaum madjikan jang masih bersemangat kolot, mentjoba-tjoba membereskan segala-galanja dengan kaum pekerdja diluar Serikat Sekerdja, jakni mentjari untung sebanjak-banjaknja untuk diri sendiri seperti terdjadi di negeri Belanda pada th. 1946 diperusahaan Bank, sehingga perlu suatu peringatan diberikan dari pihak „College van Rijksbemiddelaars" dan „Stichting van de Arbeid" karena kaum pekerdja (pekerdja-pekerdja kantor) dengan Serikat Sekerdjanja sudah mau mogok.
'''Balai Kerdja'''
{{di|P}}ENTING SEKALI dalam soal kerdja ialah adanja suatu '''Balai Kerdja''' (arbeidsbureau) jang didirikan baik oleh pihak partikulir (oleh Serikat Sekerdja dan lain-lain perserikatan jang memperhatikan kepentingan-kepentingan kaum pekerdja) ataupun oleh pemerintah sendiri untuk mengumpulkan segala bahan dan memberi penerangan tentang soal-soal sosial (kerdja), perlindungan kaum pekerdja dan undang-undang kerdja, demikian djuga untuk mengawasi berlakunja undang-undang dan aturan-aturan lain tentang hal ini atau untuk mempersiapkan aturan-aturan baru tentang kerdja.
'''Organisasi kerdja internasional'''
{{di|D}}ALAM LAPANGAN KERDJA-SAMA internasional harus dikemukakan nama '''Organisasi Kerdja Internasional''' jang didirikan menurut Perdjandjian Versailles (1919) dan Jain-lain Perdjandjian jang mengachiri Perang Dunia I (bagian XIII), dan terdiri dari (1) Konperensi besar dari wakil-wakil anggauta-anggauta dan (2) suatu Balai Internasional jang dipimpin oleh suatu Badan Pengurus dan seorang Direktur. Jang mendjadi anggauta ialah negara-negara dan Dominion-dominion jang telah berpemerintahan sendiri (termasuk India). Biasanja anggauta Organisasi Kerdja Internasional itu djuga mendjadi anggauta Volkenbond (djuga Sovjet). Meskipun U.S.A. bukan anggauta Volkenbond, tetapi mendjadi djuga anggauta Organisasi tsb.
Piagam Volkenbond sendiri menentukan, bahwa anggauta-anggautanja hendak „berichtiar akan mendjamin dan mempertahankan keadaan-keadaan jang adil dan mengandung perikemanusiaan dalam soal kerdja bagi laki-laki, perempuan dan anak-anak .... dan untuk itu akan mendirikan dan memelihara organisasi-organisasi internasional jang perlu."
Tiap-tiap pemerintah negara-negara anggauta tsb. mengangkat empat wakil, diantaranja seorang wakil dari kaum madjikan dan seorang wakil kaum pekerdja. Dalam konperensi besar dan Badan Pengurus tadi kaum madjikan dan kaum pekerdja itu, dianggap memberi suaranja bebas sama sekali dari pemerintah negaranja. Dari tiga puluh dua anggauta Badan Pengurus itu enam belas orang dipilih oleh wakil-wakil kaum madjikan dan pekerdja, ialah delapan dari tiap-tiap golongan; jang enam belas jang lain itu adalah wakil-wakil pemerintah-pemerintah.
Aturan ini adalah menundjukkan sifat demokratis dalam dasar-dasar Organisasi Kerdja dari seluruh dunia ini dan berarti suatu kemadjuan dalam hukum internasional jang hingga waktu itu hanja mengenal perwakilan pemerintahan negara semata-mata.
Pekerdjaan organisasi tadi jang penting ialah membuat rentjana perdjandjian (konvensi) negara jang, bilamana diterima dalam konperensi dengan 2/3 djumlah suara, mewadjibkan negara-negara akan memadjukannja kepada badan-badannja sendiri untuk mendapat ratifikasi (pengesahan). Perdjandjian kerdja itu mengenai pekerjaan penjelidikan, penerangan, nasihat, propaganda untuk memperbaiki nasib kaum pekerdja, dll. sebagainja.
Sampai September 1946 sudah ada 76 conventions jang telah diterima baik olehnja.
Meskipun berdirinja Organisasi Internasional ini ada berhubungan dengan berdirinja Volkenbond, tetapi ia makin lama makin bebas hidupnja dari Volkenbond, sehingga pembubaran Volkenbond pada tahun 1946 tidak mempengaruhi hidupnja langsung dari organisasi kerja tersebut, bahkan lalu dihubungkan dengan United Nations, sesuai dengan pasal 57 Piagamnja. Besar sekali pengaruh Organisasi Kerdja Internasional itu terhadap kemadjuan pergerakan kaum pekerdja pada umumnja.
Dalam pembukaan kata (preamble) Piagamnja (bunji menurut amendemen 1946) maka diakui ''azas kemerdekaan berserikat'' sebagai alat untuk memperbaiki keadaan soal kerdja dan untuk mengadakan perdamaian.
Maka pada sidangnja ke 33 di Geneve ditahun 1947 diadakanlah Resolusi tentang ''kemerdekaan berserikat tadi dan perlindungan hak untuk menjusun diri,'' dan djuga untuk berunding bersama untuk mentjapai perdjandjian kollektif seperti jang tersebut daitas tadi.
Tetapi djuga tentang ''penjelesaian pertikaian dalam soal kerdja,'' Organisasi Kerdja Internasional menaruh perhatian jang sebesar-besarnja, seperti terbukti dalam Resolusi dari anggauta-anggauta negara Amerika dari Organisasi itu pada 15 April 1946 tentang penjelesaian ''setjara damai (sukarela) dan begitu pula arbitrage.''
Penjelesaian setjara damai tadi dalam negeri-negeri dimana telah ada suatu badan resmi untuk usaha itu akan bersifat „tripartite", djadi dengan adanja pemerintah sebagai pihak ketiga selain daripada pihak madjikan dan pihak kaum pekerdja.
Arbitrage (penjelesaian dengan hakim perantara) dapat diadakan belum atau sesudah ada usaha penjelesaian setjara damai. Dalam hal ini pihak-pihak jang berkepentingan harus bersetudju lebih dahulu akan menerima keputusan Arbiter. Arbiter (mungkin djuga Dewan Arbiter) ini dapat djuga diadakan oleh pemerintah (misalnja di Venezuela).
Dari uraian diatas, maka kiranja njatalah sudah bagaimana besar perhatian negara-negara diseluruh dunia sekarang ini terhadap nasib kaum pekerdja dan apa sadja jang berhubungan dengan soal kerdja.
Djuga dalam Republik Indonesia undang-undang kerdja sudah banjak jang sudah berlaku atau jang sedang dirantjang, segala-galanja untuk memberi keadilan sosial kepada kaum pekerdja kita. Mudah-mudahan Republik dalam hal inipun akan lekas mendjadi tjontoh bagi negeri-negeri didunia Timur seluruhnja.
{{right|{{rule|width=5em}}}}
{{smaller|'''Literatur'''}}
{{smaller|Diantara lain-lain:}}
# Encyclopaedie Winkler Prins.
# Encyclopaedia Britannica.
# Mr. S. Mok, De Vakbeweging, 1947.
# Mr. Dr. A. .A. van Rhijn, Sociale zekerheid, 1947.
# Mr. Dr. L. P. van der Does, Sociale zekerheid I, 1946.
#.G. D. H. Cole, The intelligent manguide to the post-war world, 1947.
# L. Oppenheim, International Labour Law I, 1947.
# First Report of the International Labour Organisation to the United Nations II, 1947.
# Industrial relations, International Labour Conference 31st. session, San Francisco, 1946-1947.
#A. Nussbaun, A concise history of the law of nations 1947.<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
9f3vt17k6vdrb7y42qb8smk5rodcj9t
315967
315966
2026-08-26T16:02:37Z
Ammachemist
27288
/* Telah diuji baca */
315967
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{hwe|rakan|pergerakan}} kaum pekerdja seperti N. V. V. (Nederlandsch Verbond van Vakverenigingen, mulai bekerdja 1 Djan. 1906), N.A.S., (Nationaal Arbeidssecretariaat, semendjak Agustus 1893) dll.
Lambat laun maka dilepaskan, sedikit-dikitnja dapat dikurangi „“aksi direkt" dari kaum pekerdja jang berupa pemogokan itu. Ditinggalkanlah sedikit demi sedikit pendapat, bahwa ichtiar setjara damai untuk mentjapai perbaikan-perbaikan dalam masjarakat jang berwudjud sekarang ini harus ditjela keras, karena melemahkan semangat revolusioner, sehingga — katanja — pemogokan itulah satu-satunja sendjata jang patut terus dipakai untuk mentjapai suatu masjarakat sosialistis.
Angka-angka Statistik menundjukkan, bagaimana populer P.K.K. Sedang dinegeri Belanda umpamanja djumlah P.K.K. pada th. 1904 baru 1 sadja dan di th. 1910 ada 42, maka pada 1 Djanuari 1911 djumlah itu adalah 87 dimana terikat 23.002 kaum pekerdja dari 1.126 perusahaan, selandjutnja terus naik sehingga pada 1 Djuni 1940 mendjadi 1.544 P.K.K. jang mengikat 351.500 kaum pekerdja dalam 69.700 perusahaan. P.K.K. itu dibuat menurut djenis atau tjabang perusahaan seperti perusahaan annemer, serutu, tukang batu dsb.
Hanja kadang-kadang kaum madjikan jang masih bersemangat kolot, mentjoba-tjoba membereskan segala-galanja dengan kaum pekerdja diluar Serikat Sekerdja, jakni mentjari untung sebanjak-banjaknja untuk diri sendiri seperti terdjadi di negeri Belanda pada th. 1946 diperusahaan Bank, sehingga perlu suatu peringatan diberikan dari pihak „College van Rijksbemiddelaars" dan „Stichting van de Arbeid" karena kaum pekerdja (pekerdja-pekerdja kantor) dengan Serikat Sekerdjanja sudah mau mogok.
'''Balai Kerdja'''
{{di|P}}ENTING SEKALI dalam soal kerdja ialah adanja suatu '''Balai Kerdja''' (arbeidsbureau) jang didirikan baik oleh pihak partikulir (oleh Serikat Sekerdja dan lain-lain perserikatan jang memperhatikan kepentingan-kepentingan kaum pekerdja) ataupun oleh pemerintah sendiri untuk mengumpulkan segala bahan dan memberi penerangan tentang soal-soal sosial (kerdja), perlindungan kaum pekerdja dan undang-undang kerdja, demikian djuga untuk mengawasi berlakunja undang-undang dan aturan-aturan lain tentang hal ini atau untuk mempersiapkan aturan-aturan baru tentang kerdja.
'''Organisasi kerdja internasional'''
{{di|D}}ALAM LAPANGAN KERDJA-SAMA internasional harus dikemukakan nama '''Organisasi Kerdja Internasional''' jang didirikan menurut Perdjandjian Versailles (1919) dan Jain-lain Perdjandjian jang mengachiri Perang Dunia I (bagian XIII), dan terdiri dari (1) Konperensi besar dari wakil-wakil anggauta-anggauta dan (2) suatu Balai Internasional jang dipimpin oleh suatu Badan Pengurus dan seorang Direktur. Jang mendjadi anggauta ialah negara-negara dan Dominion-dominion jang telah berpemerintahan sendiri (termasuk India). Biasanja anggauta Organisasi Kerdja Internasional itu djuga mendjadi anggauta Volkenbond (djuga Sovjet). Meskipun U.S.A. bukan anggauta Volkenbond, tetapi mendjadi djuga anggauta Organisasi tsb.
Piagam Volkenbond sendiri menentukan, bahwa anggauta-anggautanja hendak „berichtiar akan mendjamin dan mempertahankan keadaan-keadaan jang adil dan mengandung perikemanusiaan dalam soal kerdja bagi laki-laki, perempuan dan anak-anak .... dan untuk itu akan mendirikan dan memelihara organisasi-organisasi internasional jang perlu."
Tiap-tiap pemerintah negara-negara anggauta tsb. mengangkat empat wakil, diantaranja seorang wakil dari kaum madjikan dan seorang wakil kaum pekerdja. Dalam konperensi besar dan Badan Pengurus tadi kaum madjikan dan kaum pekerdja itu, dianggap memberi suaranja bebas sama sekali dari pemerintah negaranja. Dari tiga puluh dua anggauta Badan Pengurus itu enam belas orang dipilih oleh wakil-wakil kaum madjikan dan pekerdja, ialah delapan dari tiap-tiap golongan; jang enam belas jang lain itu adalah wakil-wakil pemerintah-pemerintah.
Aturan ini adalah menundjukkan sifat demokratis dalam dasar-dasar Organisasi Kerdja dari seluruh dunia ini dan berarti suatu kemadjuan dalam hukum internasional jang hingga waktu itu hanja mengenal perwakilan pemerintahan negara semata-mata.
Pekerdjaan organisasi tadi jang penting ialah membuat rentjana perdjandjian (konvensi) negara jang, bilamana diterima dalam konperensi dengan 2/3 djumlah suara, mewadjibkan negara-negara akan memadjukannja kepada badan-badannja sendiri untuk mendapat ratifikasi (pengesahan). Perdjandjian kerdja itu mengenai pekerjaan penjelidikan, penerangan, nasihat, propaganda untuk memperbaiki nasib kaum pekerdja, dll. sebagainja.
Sampai September 1946 sudah ada 76 conventions jang telah diterima baik olehnja.
Meskipun berdirinja Organisasi Internasional ini ada berhubungan dengan berdirinja Volkenbond, tetapi ia makin lama makin bebas hidupnja dari Volkenbond, sehingga pembubaran Volkenbond pada tahun 1946 tidak mempengaruhi hidupnja langsung dari organisasi kerja tersebut, bahkan lalu dihubungkan dengan United Nations, sesuai dengan pasal 57 Piagamnja. Besar sekali pengaruh Organisasi Kerdja Internasional itu terhadap kemadjuan pergerakan kaum pekerdja pada umumnja.
Dalam pembukaan kata (preamble) Piagamnja (bunji menurut amendemen 1946) maka diakui ''azas kemerdekaan berserikat'' sebagai alat untuk memperbaiki keadaan soal kerdja dan untuk mengadakan perdamaian.
Maka pada sidangnja ke 33 di Geneve ditahun 1947 diadakanlah Resolusi tentang ''kemerdekaan berserikat tadi dan perlindungan hak untuk menjusun diri,'' dan djuga untuk berunding bersama untuk mentjapai perdjandjian kollektif seperti jang tersebut daitas tadi.
Tetapi djuga tentang ''penjelesaian pertikaian dalam soal kerdja,'' Organisasi Kerdja Internasional menaruh perhatian jang sebesar-besarnja, seperti terbukti dalam Resolusi dari anggauta-anggauta negara Amerika dari Organisasi itu pada 15 April 1946 tentang penjelesaian ''setjara damai (sukarela) dan begitu pula arbitrage.''
Penjelesaian setjara damai tadi dalam negeri-negeri dimana telah ada suatu badan resmi untuk usaha itu akan bersifat „tripartite", djadi dengan adanja pemerintah sebagai pihak ketiga selain daripada pihak madjikan dan pihak kaum pekerdja.
Arbitrage (penjelesaian dengan hakim perantara) dapat diadakan belum atau sesudah ada usaha penjelesaian setjara damai. Dalam hal ini pihak-pihak jang berkepentingan harus bersetudju lebih dahulu akan menerima keputusan Arbiter. Arbiter (mungkin djuga Dewan Arbiter) ini dapat djuga diadakan oleh pemerintah (misalnja di Venezuela).
Dari uraian diatas, maka kiranja njatalah sudah bagaimana besar perhatian negara-negara diseluruh dunia sekarang ini terhadap nasib kaum pekerdja dan apa sadja jang berhubungan dengan soal kerdja.
Djuga dalam Republik Indonesia undang-undang kerdja sudah banjak jang sudah berlaku atau jang sedang dirantjang, segala-galanja untuk memberi keadilan sosial kepada kaum pekerdja kita. Mudah-mudahan Republik dalam hal inipun akan lekas mendjadi tjontoh bagi negeri-negeri didunia Timur seluruhnja.
{{right|{{rule|width=5em}}}}
{{smaller|'''Literatur'''}}
{{smaller|Diantara lain-lain:
# Encyclopaedie Winkler Prins.
# Encyclopaedia Britannica.
# Mr. S. Mok, De Vakbeweging, 1947.
# Mr. Dr. A. .A. van Rhijn, Sociale zekerheid, 1947.
# Mr. Dr. L. P. van der Does, Sociale zekerheid I, 1946.
#.G. D. H. Cole, The intelligent manguide to the post-war world, 1947.
# L. Oppenheim, International Labour Law I, 1947.
# First Report of the International Labour Organisation to the United Nations II, 1947.
# Industrial relations, International Labour Conference 31st. session, San Francisco, 1946-1947.
#A. Nussbaun, A concise history of the law of nations 1947.}}<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
bhuazcpzklgtu9mh7l17eygp0vu7fz0
Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/19
104
114522
315968
2026-08-27T00:36:18Z
Ammachemist
27288
/* Telah diuji baca */
315968
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|MIMBAR Indonesia}}</noinclude>{{Xx-larger|Pembangunan Kebudajaan Nasional}} <br/> {{larger|Sekedar petundjuk}}
{{right|{{larger|'''Oleh: Ki Hadjar Dewantoro'''}}}}
{{right|'''Keharusan membangun'''}}
{{di|S}}EBAGAI landjutan atau penjelesaian revolusi nasional, jang kita mulaikan pada tanggal 17 Agustus 1945, maka pembangunan kebudajaan nasional, dalam arti jang seluas-luasnja, adalah keharusan bagi rakjat kita. Revolusi jang tak diikuti dengan pembangunan, sungguh hanja berarti „keruntuhan" belaka, jang sama sekali tak bermanfaat, bahkan sangat merugikan hidup dan penghidupan. Membangun bermaksud memberi wudjud dan isi terhadap tjita-tjita, jang telah kita proklamirkan pada hari tanggal jang bersedjarah itu. Usaha pembangunan tadi tak berbeda dengan kewadjiban seseorang, jang dapat menduduki kembali rumah dengan pekarangannja, jang sudah sangat lama terlepas dari tangannja. Ia harus membangun segala apa jang rusak karena peristiwa keruntuhan tadi, harus ia mengisi rumahnja dengan pelbagai alat jang perlu untuk hidup serta penghidupannja sehari-hari, harus pula ia mengusahakan penghasilan tanah-pekarangannja, agar dapat mentjukupi segala keperluan makan, minum serta pakaiannja. Barang tentu ia harus tetap bersiap-sedia, untuk mempertahankan ketertiban dan keamanan dalam lingkungannja, jang belum terluput dari bermatjam-matjam marabahaja, baik jang mengantjam dari luar maupun dari dalam. Keharusan semua itu kita harus sanggup dan mampu melaksanakannja, karena kita sebagai manusia memiliki tiga djenis kesaktian, jang terkenal sebagai „tri-murti": '''mentjipta''' segala apa jang perlu bagi hidup kita, '''memelihara''' apa jang telah kita tjiptakan, dan '''menggempur''' apa jang telah rusak dan merugikan hidup kita. Ketiga-tiganja harus kita lakukan tiap-tiap saat bila perlu, tak usah dengan pembatasan waktu, kadang-kadang setjara berturut-turut, ataupun berbarengan.
{{right|'''Arti pokok Kebudajaan'''}}
{{di|P}}EMBANGUNAN bagi sesuatu negara dan bangsa ialah pembangunan kebudajaannja, sebab kebudajaan tidak lain dari pada '''sifat wutuhnja''' atau „global"'-nja '''hidup dan penghidupan rakjat''' dalam arti jang seluas-luasnja. Tjaranja rakjat hidup sehari-hari, jang mengenai makan, minum dan pakaiannja, tjaranja rakjat berkawin dan berumah-tangga, menghasilkan tanahnja, mengatur tertib-damai masjarakatnja baik dengan „adat- istiadat" maupun dengan „hukum" jang tertentu, tjaranja rakjat mengadakan alat-alat dan bangunan-bangunan jang memudahkan dan menjenangkan, memadjukan serta memperbesar hasil hidup dan penghidupannja, tjaranja rakjat mewudjudkan tjita-tjita kemanusiaannja jang serba luhur dan halus dengan memelihara ilmu pengetahuan, kesenian, adab-kesusilaan dan keagamaan ... demikian seterusnja. Itulah semua bentuk-bentuk kebudajaan jang pokok dan jang nampak dengan mudah dan terang dari sifat wutuhnja hidup dan penghidupan rakjat. Luhur rendahnja tjara-tjara hidup dan penghidupan semua itu, menundjukkan luhur rendahnja kebudajaan, pula luhur rendahnja tingkatan hidup kemanusiaan.
Tepat sekali bunji definisi „kebudajaan" — menurut perkataannja — sebagai „buah budi manusia", jang selalu mengandung tjorak '''keluhuran''' dan '''kehalusan,''' sesuai dengan sifat „ethis" dan „aesthetis" jang nampak dalam budi manusia; luhur sifat hidup batinnja, dan halus sifat hidup lahirnja.
{{right|'''Kedjajaan hidup manusia'''}}
{{di|B}}ILA mengingat terjadinja, timbulnja atau lahirnja kebudajaan, maka bolehlah kebudajaan itu kita anggap sebagai „hasil perdjoangan", lebih tegas „kemenangan" umat manusia di dalam hidupnja ditengah-tengah '''alam''' dan '''zamannja.''' „Alam dan zaman" — sebagai istilah filsafat biasa disebut „tempat dan waktu" — boleh pula kita djelaskan sebagai „kodrat dan masjarakat", karena kodrat ialah segala kekuatan alam, sedangkan masjarakat itulah wudjudnja zaman, jang nampak setjara kasat-mata (concreet). Alam dan zaman, kedua-duanja mengandung pengertian jang tegas, namun dalam wudjudnja nampak sebagai keadaan jang,ta berbatas", jang oleh manusia tak dapat diperhitungkan atau dikira-kirakan mulai dan achirnja. Dan „tak berbatas" itulah salah suatu sifat keTuhanan jang abadi. Alam dan zaman, itulah dua kekuatan jang terus-menerus mempengaruhi hidup manusia tak dengan berputus-putus. Kerap kali dua kekuatan itu menjukarkan atau membatalkan keinginan manusia, sebaliknja kerap kali pula manusia menang dalam perdjoangannja melawan alam dan zaman tadi. Karena perdjoangan itu manusia makin lama makin tambah kuat, tambah tjerdik dan terus madju, hingga sekarang dalam berbagai-bagai lapangan, manusia njata-njata dapat mengalahkan dan menguasai berbagai kodrat-alam, jang pada mulanja merintangi atau menjukarkan hidup manusia, tetapi kelaknja dapat dipergunakan untuk keselamatan dan kebahagiaannja. Begitulah timbulnja kebudajaan, sebagai hasil perdjoangan manusia — jang menurut kodratnja — berbud luhur melawan segala kekuatan alam dan zaman. Dengan kebudajaannja maka manusia membuktikan '''kedjajaannja sebagal machluk jang istimewa;''' menundjukkan kemampuannja untuk mengatasi segala rintangan didalam hidupnja, untuk terus madju dan meningkat, melalui tingkatan kemanusiaan blasa, menudju ke arah deradjat perikeadaban manusia jang absolut.
{{right|'''Hidup tumbuhnja Kebudajaan'''}}
{{di|D}}IDALAM HIDUP dan tumbuhnja, kebudajaan itu menundjukkan berapa peristiwa, jang sama dengan apa jang dapat kita lihat dalam hidupnja manusia, si-pentjipta; setidak-tidaknja sama dengan apa jang nampak dalam hidup tumbuhnja machluk héwan (animal) atau tumbuh²-an (vegetatif).
Pendek kata, hidup tumbuhnja ke.
budajaan itu tidak terluput dari pengaruh-pengaruh „hukum-hajat" pada umumnja. Ada waktunja kebudajaan itu lahir, tumbuh, madju, berkembang, berbuah mendjadi tua, mundur, bersakitan dan „mati Kebudajaan — bila bertemu dengan kebudajaan lain — dapat berkawan atau berlawan; djika berkawan untunglah, karena ada assosiasi manasuka; sebaliknja bila berlawan lalu kadang-kadang ada pengaruh paksaan, jang disebut „kultuur-imperialisme", jang dapat menjebabkan kemunduran, bahkan kematian kebudajaan jang asli. Baik berkawan maupun berlawan, kebudajaan jang lemah dan bersakitan, biasanja mudah terdesak oleh kebudajaan lain, jang sehat dan kuat.
Kebudajaan dapat berkawin, jakni ngan sengadja, dan oleh karenanja dapat berputera dan berketurunan untuk selandjutnja. Perkawinan kebudajaan tadi dapat bersifat „assosiasi", jaitu bertjampur tetapi tidak bersatu, dalam keadaan mana atjap kali turunannja bersifat „bastaard" (blaster), tiruan, tidak murni, atau kadang-kadang berakibat kemunduran (dekadensi). Perkawinan tadi dapat djuga berlaku setjara „assimilasi", jaitu sungguh bersatu, karena kebudajaan jang asing diolah sempurna oleh kebudajaan jang asli, hingga turunannja tidak berupa „copy", tetapi mewujudkan „turunan baru", jang kadang-kadang lebih kuat dan sehat dari pada ajah atau ibunja.
Hukum „seleksi" terdapat pula dalam hidup tumbuhnja kebudajaan; apa jang séhat dan kuat, gampang terus hidup; apa jang lemah dan sakit, mudah mati dengan sendiri. Dalam pada itu harus diingat kadang-kadang adanja „tekanan" atau „kekangan" atau „onnatuurlijke factoren" lainnja (sebab-sebab ang bertentangan dengan kodratnja keadaan). Tak sekali-kali boleh dilupakan, bahwa perkembangan kebudajaan hanja mungkin, bila kebudajaan itu dapat hidup menurut kodrat-iradatnja sendiri, bebas dan merdeka. Djuga harus diingati harus adanja kesesuaian dengan alam dan djamannja, agar tak mendjadi „verstard" atau beku.<noinclude>{{rh|16}}</noinclude>
6ldtzk55oeou4dhkafpdr70c4d74l46
Halaman:Auto setan.pdf/4
104
114523
316029
2026-08-27T09:50:19Z
Iripseudocorus
23824
/* Telah diuji baca */
316029
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{dropinitial|'''AUTO SETAN'''}}{{larger|'''JANG MENGGEMPERKEN'''<br>
<u>'''SELOEROE SAN FRANCISCO'''</u>}}
{{larger|'''Oleh : H. Moreland'''}}
{{C|'''Terkoetib oleh: Adonis Sr.'''}}
{{larger|{{sp|AUTEURSRECHT<br>
VOOR BEHOUDEN}}
{{C|{{Sp|TJERITA ROMAN}}}}
di terbitken tetep saben tanggal 20 boelan Masehi ABONNEMENT ƒ 1 ― PER KWARTAAL.
KANTOOR
Administratie: Suikerstraat 3, Postbox 45,
Tel. 1929 N. SOERABAIA.
Redactie: TOSARI (Pasoeroean)<noinclude></noinclude>
jjmjd8zn4syy4rzhz1ow1mno8x7xbar
316031
316029
2026-08-27T09:54:45Z
Iripseudocorus
23824
316031
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{dropinitial|'''AUTO SETAN'''}}{{larger|'''JANG MENGGEMPERKEN'''<br>
<u>'''SELOEROE SAN FRANCISCO'''</u>}}
{{larger|'''Oleh : H. Moreland'''}}
{{C|'''Terkoetib oleh: Adonis Sr.'''}}
{{larger|{{sp|AUTEURSRECHT<br>
VOOR BEHOUDEN}}}}
{{C|{{Sp|TJERITA ROMAN}}}}
di terbitken tetep saben tanggal 20 boelan Masehi ABONNEMENT ƒ 1 ― PER KWARTAAL.
KANTOOR
{|
|Administratie:
|{{gap}}{{gap}} Suikerstraat 3, Postbox 45,
|-
|{{gap}}
|{{gap}}{{gap}}Tel. 1929 N. SOERABAIA.
|-
|Redactie:
|{{gap}}{{gap}} TOSARI (Pasoeroean)
|}<noinclude></noinclude>
4705anc9k2pek62p4denchu8njog5fn
316032
316031
2026-08-27T09:55:11Z
Iripseudocorus
23824
316032
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{dropinitial|'''AUTO SETAN'''}}{{larger|'''JANG MENGGEMPERKEN'''<br>
<u>'''SELOEROE SAN FRANCISCO'''</u>}}
{{larger|'''Oleh : H. Moreland'''}}
{{C|'''Terkoetib oleh: Adonis Sr.'''}}
{{larger|{{sp|AUTEURSRECHT<br>
VOOR BEHOUDEN}}}}
{{C|{{Sp|'''TJERITA ROMAN}'''}}}
di terbitken tetep saben tanggal 20 boelan Masehi ABONNEMENT ƒ 1 ― PER KWARTAAL.
KANTOOR
{|
|Administratie:
|{{gap}}{{gap}} Suikerstraat 3, Postbox 45,
|-
|{{gap}}
|{{gap}}{{gap}}Tel. 1929 N. SOERABAIA.
|-
|Redactie:
|{{gap}}{{gap}} TOSARI (Pasoeroean)
|}<noinclude></noinclude>
0cjz2rmryjgubpieryh7rvqtfe269l4
316033
316032
2026-08-27T09:55:26Z
Iripseudocorus
23824
316033
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{{dropinitial|'''AUTO SETAN'''}}{{larger|'''JANG MENGGEMPERKEN'''<br>
<u>'''SELOEROE SAN FRANCISCO'''</u>}}
{{larger|'''Oleh : H. Moreland'''}}
{{C|'''Terkoetib oleh: Adonis Sr.'''}}
{{larger|{{sp|AUTEURSRECHT<br>
VOOR BEHOUDEN}}}}
{{C|{{Sp|'''TJERITA ROMAN'''}}}}
di terbitken tetep saben tanggal 20 boelan Masehi ABONNEMENT ƒ 1 ― PER KWARTAAL.
KANTOOR
{|
|Administratie:
|{{gap}}{{gap}} Suikerstraat 3, Postbox 45,
|-
|{{gap}}
|{{gap}}{{gap}}Tel. 1929 N. SOERABAIA.
|-
|Redactie:
|{{gap}}{{gap}} TOSARI (Pasoeroean)
|}<noinclude></noinclude>
7bptaq4qg7qbfroygrirjassjqyvaat
Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/8
104
114524
316041
2026-08-27T10:15:45Z
Iripseudocorus
23824
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{xx-larger|'''''Politik Hukum dalam N.I.S.'''''}} {{R|{{larger|Oleh: Prof. Mr. Dr. Supomo}}}} {{C|LAW POLICY IN THE U.S.I.}} {{dropinitial|T}}HE law policy of the government of the U.S.I. has to be directed towards the gradual establishment of one National Law for the whole of Indonesia as a national state. This does not signify centralisation of law formation, on the contrary decentralisation of law formation shall be the necessary result of...
316041
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" />{{rule}} {{xx-smaller|Mimbar}} ''<u>Indonesia</u>''</noinclude>{{xx-larger|'''''Politik Hukum dalam N.I.S.'''''}}
{{R|{{larger|Oleh: Prof. Mr. Dr. Supomo}}}}
{{C|LAW POLICY IN THE U.S.I.}}
{{dropinitial|T}}HE law policy of the government of the U.S.I. has to be directed towards the gradual establishment of one National Law for the whole of Indonesia as a national state. This does not signify centralisation of law formation, on the contrary decentralisation of law formation shall be the necessary result of the federal principle.
The social reality in contemporary Indonesian society compels us to take into account for the present and for the near future as yet the existence of minorities having claims of special safeguards, further the diversity of requirements of law of the various population groupe, especially in the field of the law governing family relationships.
The federal principle is aimed at the equilibrium of constitutional autonomy of the component states and the authority of the federal state, whilst it is essential for the cooperation of the federation that the federal government is vested with ample powers making it powerful inside as well as outside.
The new law policy shall also be directed towards the creation of a democratic legal set-up in the sence that there should be established a total democracy (in the political, economic and social fields); further the new legal set-up shall be founded on the restoration of the balance between the individual and the commnuity, on principles of humanity and on the belief in God.
{{C|*}}
{{Dropinitial|'''P'''}}OLITIK HUKUM (rechtspolitiek) adalah haluan jang dipakai oleh jang berkuasa dalam suatu negara untuk menentukan, bagaimana isi dan wudjudnja Hukum jang berlaku pada waktu sekarang didalam negara tersebut. Dalam pembinaan gara Indonesia Serikat, satu soal pokok jang akan minta perhatian sepenuhnja ialah politik hukum jang akan didjalankan dihari jang akan datang guna menentukan Hukum jang akan berlaku di Negara baru itu. Hukum ialah semua peraturan² jang dipertahankan oleh Negara dengan kekuasaan paksaannja, jang suprim. Berhubung dengan itu, Pemerintah dari sesuatu Negara tentu akan mempertahankan segala peraturan-peraturan jang dianggap perlu didjamin guna kepentingan² Negara. Dalam menentukannja kepentingan-kepentingan manakah jang dianggap perlu untuk didjamin dengan peraturan hukum atau dengan lain perkataan, dalam menentukannja politik hukum jang akan didjalankan, Pemerintah atau lebih tegas golongan-golongan jang akan berkuasa di Negara Indonesia dikemudian hari akan mengikuti kemauan politiknja, dan kemauan politik ini adalah tergantung dari pada aliran pikiran atau ideologi² jang diidam-idamkan oleh golongan-golongan tersebut.
Dalam tiga tahun sedjak proklamasi Indonesia Merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 telah timbul dan bergerak beberapa aliran politik diantara matjam² golongan masjarakat Indonesia. Pada umumnja diantara golongan-golongan jang berbangsa Indonesia adalah persatuan paham, atau paling sedikit tidak ada perbedaan paham jang besar tentang tjita-tjita pokok terhadap Negara Indonesia seluruhnja, baik dikalangan Republikein, maupun dikalangan non-republikein. Tjita pokok tersebut ialah:
I. Terbentuknja Negara Indonesia jang merdeka dan berdaulat sebagai Negara nasional, artinja suatu Negara, jang oleh seluruh bangsa Indonesia dapat dirasakan sebagai Negaranja sendiri. „Nationale staat” adalah suatu tjita-tjita politik, kata Prof. Logemann, „de vereenigde trits van volk, natie, nationale staat” (Logemann, Over de theorie van een stellig staatrecht 1948.). Dalam Negaranja sendiri itu, segala golongan bangsa (volksgroepen), segala golongan warga-negara dari rumpun bangsa (ras) apapun, hendaknja selekas mungkin merupakan satu bangsa negara (natie) jang ''homogeen''.
Tjita² persatuan bangsa ini menghendaki terbentuknja sistim hukum, jang menjatakan persamaan tiap² warga-negara dari golongan apapun, terhadap Hukum. Dengan lain perkataan, kita harus menudju kepada lahirnja satu sistim hukum nasional untuk seluruh warga-negara Indonesia. Dalam pada itu kita insjaf benar, bahwa satu sistim hukum nasional tidak akan dapat dibentuk dengan seketika, oleh karena kita harus senantiasa memperhatikan realiteit sosial, dan menurut kenjataan sosial di Indonesia pada waktu sekarang golongan-golongan rumpun bangsa jang ada disini dalam beberapa hal masih mempunjai kebutuhan-kebutuhan hukum sendiri², sehingga baik dilapangan hukum negara, maupun dilapangan hukum sipil masih akan berlaku perbanjakan (veelheid) peraturan² jang sesuai dengan adanja perbanjakan kebutuhan-kebutuhan hukum tersebut. Misalnja dalam hukum konstitusionil, untuk sementara waktu akan berlaku adanja hak-hak minoriteit, jang harus didjamin oleh Negara, sedang dilapangan hukum sipil struktur dan sifat-sifatnja keluarga ditiap-tiap golongan bangsa masih membutuhkan adanja pluralisme dalam hukum keluarga di Indonesia.
Lahirnja satu sistim hukum nasional disegala lapangan masjarakat akan meminta waktu jang lama, akan tetapi waktu itu dapat dipertjepatkan oleh politik jang tegas dan tertentu dari Pemerintah Indonesia dikemudian hari jang sadar akan mewudjudkan tumbuhnja satu Natie Indonesia.
II. Tjita-tjita satu sistim hukum nasional sama sekali ''tidak'' berarti sentralisasi dari segala pembentukan hukum. Sebagai tjita-tjita pokok jang kedua, jang sedjak persetudjuan Linggardjati, setidak-tidaknja sedjak persetudjuan Renville telah diterima oleh semua golongan ialah bentuk federasi dari Negara Indonesia merdeka jang akan datang. Federasi ini berarti desentralisasi pentjiptaan hukum dalam segala hal jang tidak masuk kompetensi exklusif dari Badan Pembentuk Hukum federal.
Pada waktu sekarang tidak ada seorangpun jang akan minta supaja segala peraturan hukum timbul dari satu sumber pusat, bahkan para ahli negara adalah umumnja sepaham, bahwa desentralisasi adalah sari (essence) dari administrasi jang berguna, oleh karena dengan desentralisasi itu segala sesuatu dapat berdjalan dengan lantjar (soepel). Kesatuan sistim hukum nasional berarti tidak lain ialah tidak akan ada perbedaan peraturan hukum dalam hal apapun jang disandarkan atas perbedaan rumpun bangsa (ras), baik hukum federal maupun hukum negara bagian atau hukum daerah.
Tjita² persatuan bangsa (natie) dan persatuan (eenheid) Negara ― bukan kesatuan (unitaristis) Negara ― ''tidak'' menghalangi bentuk ''serikat''.
Misalnja Negara Amerika Serikat atau Negara Swis merupakan benar suatu Negara, dimana rakjatnja merasa satu bangsa (natie) dari satu negara nasional. Perlu kiranja diperingatkan, bahwa federasi hanja dapat berkembang, djika dari {{hws|golong|golongan}}
{{Smaller|{{R|(Landjutan dihalaman 28)}}}}<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
kw92fb7thxhmkesbgk7qsupdxs2p6si
316042
316041
2026-08-27T10:16:01Z
Iripseudocorus
23824
/* Telah diuji baca */
316042
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rule}} {{xx-smaller|Mimbar}} ''<u>Indonesia</u>''</noinclude>{{xx-larger|'''''Politik Hukum dalam N.I.S.'''''}}
{{R|{{larger|Oleh: Prof. Mr. Dr. Supomo}}}}
{{C|LAW POLICY IN THE U.S.I.}}
{{dropinitial|T}}HE law policy of the government of the U.S.I. has to be directed towards the gradual establishment of one National Law for the whole of Indonesia as a national state. This does not signify centralisation of law formation, on the contrary decentralisation of law formation shall be the necessary result of the federal principle.
The social reality in contemporary Indonesian society compels us to take into account for the present and for the near future as yet the existence of minorities having claims of special safeguards, further the diversity of requirements of law of the various population groupe, especially in the field of the law governing family relationships.
The federal principle is aimed at the equilibrium of constitutional autonomy of the component states and the authority of the federal state, whilst it is essential for the cooperation of the federation that the federal government is vested with ample powers making it powerful inside as well as outside.
The new law policy shall also be directed towards the creation of a democratic legal set-up in the sence that there should be established a total democracy (in the political, economic and social fields); further the new legal set-up shall be founded on the restoration of the balance between the individual and the commnuity, on principles of humanity and on the belief in God.
{{C|*}}
{{Dropinitial|'''P'''}}OLITIK HUKUM (rechtspolitiek) adalah haluan jang dipakai oleh jang berkuasa dalam suatu negara untuk menentukan, bagaimana isi dan wudjudnja Hukum jang berlaku pada waktu sekarang didalam negara tersebut. Dalam pembinaan gara Indonesia Serikat, satu soal pokok jang akan minta perhatian sepenuhnja ialah politik hukum jang akan didjalankan dihari jang akan datang guna menentukan Hukum jang akan berlaku di Negara baru itu. Hukum ialah semua peraturan² jang dipertahankan oleh Negara dengan kekuasaan paksaannja, jang suprim. Berhubung dengan itu, Pemerintah dari sesuatu Negara tentu akan mempertahankan segala peraturan-peraturan jang dianggap perlu didjamin guna kepentingan² Negara. Dalam menentukannja kepentingan-kepentingan manakah jang dianggap perlu untuk didjamin dengan peraturan hukum atau dengan lain perkataan, dalam menentukannja politik hukum jang akan didjalankan, Pemerintah atau lebih tegas golongan-golongan jang akan berkuasa di Negara Indonesia dikemudian hari akan mengikuti kemauan politiknja, dan kemauan politik ini adalah tergantung dari pada aliran pikiran atau ideologi² jang diidam-idamkan oleh golongan-golongan tersebut.
Dalam tiga tahun sedjak proklamasi Indonesia Merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 telah timbul dan bergerak beberapa aliran politik diantara matjam² golongan masjarakat Indonesia. Pada umumnja diantara golongan-golongan jang berbangsa Indonesia adalah persatuan paham, atau paling sedikit tidak ada perbedaan paham jang besar tentang tjita-tjita pokok terhadap Negara Indonesia seluruhnja, baik dikalangan Republikein, maupun dikalangan non-republikein. Tjita pokok tersebut ialah:
I. Terbentuknja Negara Indonesia jang merdeka dan berdaulat sebagai Negara nasional, artinja suatu Negara, jang oleh seluruh bangsa Indonesia dapat dirasakan sebagai Negaranja sendiri. „Nationale staat” adalah suatu tjita-tjita politik, kata Prof. Logemann, „de vereenigde trits van volk, natie, nationale staat” (Logemann, Over de theorie van een stellig staatrecht 1948.). Dalam Negaranja sendiri itu, segala golongan bangsa (volksgroepen), segala golongan warga-negara dari rumpun bangsa (ras) apapun, hendaknja selekas mungkin merupakan satu bangsa negara (natie) jang ''homogeen''.
Tjita² persatuan bangsa ini menghendaki terbentuknja sistim hukum, jang menjatakan persamaan tiap² warga-negara dari golongan apapun, terhadap Hukum. Dengan lain perkataan, kita harus menudju kepada lahirnja satu sistim hukum nasional untuk seluruh warga-negara Indonesia. Dalam pada itu kita insjaf benar, bahwa satu sistim hukum nasional tidak akan dapat dibentuk dengan seketika, oleh karena kita harus senantiasa memperhatikan realiteit sosial, dan menurut kenjataan sosial di Indonesia pada waktu sekarang golongan-golongan rumpun bangsa jang ada disini dalam beberapa hal masih mempunjai kebutuhan-kebutuhan hukum sendiri², sehingga baik dilapangan hukum negara, maupun dilapangan hukum sipil masih akan berlaku perbanjakan (veelheid) peraturan² jang sesuai dengan adanja perbanjakan kebutuhan-kebutuhan hukum tersebut. Misalnja dalam hukum konstitusionil, untuk sementara waktu akan berlaku adanja hak-hak minoriteit, jang harus didjamin oleh Negara, sedang dilapangan hukum sipil struktur dan sifat-sifatnja keluarga ditiap-tiap golongan bangsa masih membutuhkan adanja pluralisme dalam hukum keluarga di Indonesia.
Lahirnja satu sistim hukum nasional disegala lapangan masjarakat akan meminta waktu jang lama, akan tetapi waktu itu dapat dipertjepatkan oleh politik jang tegas dan tertentu dari Pemerintah Indonesia dikemudian hari jang sadar akan mewudjudkan tumbuhnja satu Natie Indonesia.
II. Tjita-tjita satu sistim hukum nasional sama sekali ''tidak'' berarti sentralisasi dari segala pembentukan hukum. Sebagai tjita-tjita pokok jang kedua, jang sedjak persetudjuan Linggardjati, setidak-tidaknja sedjak persetudjuan Renville telah diterima oleh semua golongan ialah bentuk federasi dari Negara Indonesia merdeka jang akan datang. Federasi ini berarti desentralisasi pentjiptaan hukum dalam segala hal jang tidak masuk kompetensi exklusif dari Badan Pembentuk Hukum federal.
Pada waktu sekarang tidak ada seorangpun jang akan minta supaja segala peraturan hukum timbul dari satu sumber pusat, bahkan para ahli negara adalah umumnja sepaham, bahwa desentralisasi adalah sari (essence) dari administrasi jang berguna, oleh karena dengan desentralisasi itu segala sesuatu dapat berdjalan dengan lantjar (soepel). Kesatuan sistim hukum nasional berarti tidak lain ialah tidak akan ada perbedaan peraturan hukum dalam hal apapun jang disandarkan atas perbedaan rumpun bangsa (ras), baik hukum federal maupun hukum negara bagian atau hukum daerah.
Tjita² persatuan bangsa (natie) dan persatuan (eenheid) Negara ― bukan kesatuan (unitaristis) Negara ― ''tidak'' menghalangi bentuk ''serikat''.
Misalnja Negara Amerika Serikat atau Negara Swis merupakan benar suatu Negara, dimana rakjatnja merasa satu bangsa (natie) dari satu negara nasional. Perlu kiranja diperingatkan, bahwa federasi hanja dapat berkembang, djika dari {{hws|golong|golongan}}
{{Smaller|{{R|(Landjutan dihalaman 28)}}}}<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
83ldtmlppx0rmxioxf6t7mzp3pk3kmf
Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/64
104
114525
316060
2026-08-27T11:55:37Z
Alicya-
21994
/* Telah diuji baca */
316060
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" /></noinclude>{{c|{{X-larger|PANGGILAN ZAMAN}}<br>''(Landjutan halaman 4)''}}
{{hwe|tikaian-pertikaian|pertikaian-pertikaian}} antara bangsa dengan bangsa, pada azasnja tidak menjukai paksaan, tapi mengehendaki sifat sukarela, bebas dari paksaan. Paksaan selalu menimbulkan rasa permusuhan. Keinginan sukarela, bebas dari paksaan, menimbulkan rasa persaudaraan. Semua itu selaras dengan panggilan zaman, bahwa masarakat baru sesudah perang dunia kedua, mengehendaki suatu susunan dunia berdasarkan persaudaraan.
Sebenarnja sifat sukarela dalam soal pemerintahan dan ketata-negaraan sudah lebih dulu dinjatakan oleh Seri Ratu Wilhelmina dalam pidatonja tanggal 7 Desember 1942. „Saja tahu, bahwa tidak ada satuan politik atau ikatan kebangsaan jang bisa tetap berlangsung, djikalau tidak dengan kehendak sukarela dan dibantu oleh kepertjajaan dari bagian terbesar warga-warga”. Sajang sekali utjapan jang demikian penting itu tidak tjukup dimasukkan kedalam hati, apalagi didjalankan oleh pihak Belanda jang bersangkutan.
Apakah jang telah terdjadi? Terhadap hasrat merdeka bangsa Indonesia itu, politik Belanda, dan lebih tjelaka lagi, kebidjaksanaan politik Hindia Belanda, masih sadja memperlihatkan perbuatan-perbuatan paksaan dari satu pihak sadja (eenzijdige wilsoplegging), sedikit-dikitnja dilakukan pertjobaan jang demikian. Bukankah perubahan perubahan susunan negara dan daerah, mulai dengan dibentuknja negara Idonesia Timur, diikuti oleh Pasundan dan Madura, Sumatera Timur, Sumatera Selatan dan Bandjar, demikian pula pembentukan Dewan Federal Sementara jang sekarang ini, pada azasnja disodorkan dari atas sadja, bukan atas dasar kepertjajaan bagian terbesar dari Rakjat? Penglihatan objektif dalam daerah-daerah jang diduduki oleh tentara Belanda membuktikan, bahwa Rakjat tidak setudju dengan djalan jang ditempuh. Pendeknja boleh disangsikan, apakah Rakjat menerima dan membantu segalanja itu dengan sukarela seperti disabdakan oleh Seri Ratu tadi. Keadaan jang di-bikin² ini dan jang bertentangan dengan panggilan zaman, dimasa depan tentu akan djelek akibatnja. Dan jang demikian itu hanja akan mendatangkan kerugian waktu dan menimbulkan penderitaan jang besar.
Pun Republik Indonesia tidak luput dari paksaan kehendak dari satu pihak itu. Alasan-alasan untuk memulai aksi militer tanggal 21 Djuli 1947 tjukup mendjadi bukti. Kedjadian ini merupakan suatu halaman hitam dalam sedjarah negeri Belanda dalam perhubungannja dengan Indonesia. Tapi sebaliknja barangkali menguntungkan pula keinsafan jang timbul, bahwa dengan bajonet orang bisa berbuat apa sadja, ketjuali duduk diatasnja. Itulah sebabnja didaerah pendudukan tiasa ada kekatjauan. Ketjuali di Minahasa, dimana-mana masih berlaku „staat van oorlog”. Belanda dan Indonesia, Indonesia dan Indonesia sendiri masih saling bunuh membunuh. Keadaan diluar kota masih belum aman. Keamanan masarakat hanja dapat terdjamin oleh penduduknja sendiri jang hidup dengan keinginan sukarela, bebas dari paksaan.
Bagaimanakah harus dibentuk perhubungan sukarela antara Belanda dan Indonesia? Dengan djalan kompromi? Dengan konsessi? Dengan modus vivendi? Atau diserahkan sadja kepada waktu? Bukankah waktu selalu memherikan penjelesaian bagi segala matjam soal jang kelihatannja tidak bisa diselesaikan? Apakah sebenarnja faktor² jang menjukarkan lekasnja tertjapai penjelesaian politik jang segera? Ketakutan, tjuriga, egoisme, nafsu mempertahankan diri dan kedudukan? Atau penjakit-takut pada banjak orang-orang Belanda (Belanda-Indo), jang merasa tidak akan lama lagi tinggal di Indonesia?
Pertanjaan-pertanjaan ini ialah pertanjaan-pertanjaan jang tegas. Kita tidak bisa memandangnja seolah-olah tidak ada; pun kita tidak bisa meng- hilangkannja dengan mengalirkannja ketempat lain!
Djika dianalisir dengan saksama sebab-sebab mengapa orang Belanda masih djuga begitu konservatif dalam politiknja terhadap Indonesia, maka ternjata bahwa segala sebab itu berakar kepada suatu keadaan djiwa, jakni ketiadaan kesanggupan batin untuk memahamkan panggilan zaman dan ... untuk mewudjudkan panggilan zaman.
Selama bangsa Belanda, termasuk djuga tropenkolder, tidak mengerti panggilan zaman, dan djuga tidak sedia untuk mendjalankannja, atau tidak sedia menjesuaikan dirinja, selama itu pula dari pihak Belanda tidak akan ada keichlasan hati (spontaniteit) untuk melaksanakan politik baru setjara besar-besaran, misalnja sadja penjerahan kekuasaan pemerintahan jang sudah didjandjikan kepada bangsa Indonesia berdjalan sangat lambat. Dan selama spontaniteit itu tidak ada, selama itu pula kesukarelaan dari pihak Indonesia tidak akan ada.
Keadaan di Republik Indonesia agak menjenangkan. Program nasional jang disusun oleh partai besar telah diterima oleh Kabinet-Hatta. Selandjutnja akan segera diselenggarakan sebuah program darurat. Berhubung dengan itu, perlu kiranja diulangi lagi kata-kata peringatan presiden Sukarno pada perajaan 17 Agustus 1946. Kurang lebih beliau berkata, bahwa pemerintah itu bukannja pengurus sesuatu partai, melainkan faktor kekuasaan negara jang harus berani bertindak dan berbuat. Kata-kata itu bermaksud membikin pemerintah „efektif” dan „stabil”. Silahkan bertindak dan berbuat dengan mempergunakan kekuasaan negara menurut azas-azas Pantjasila seperti ditegaskan dalam kata sambutan nomor Kemerdekaan madjallah ini oleh Wakil Presiden Hatta.
Pada umumnja orang ketjewa akan Republik, djustru karena pemerintahnja kurang effektif dan kurang stabil. Kini dengan adji-adji Pantjasila mudah-mudahan Republik dapat mengatasi segala kesulitan. Fihak Belanda hendaknja memberhentikan sifat permusuhan. Baik Belanda maupun Indonesia bersama-sama berkewadjiban memberantas kemiskinan; kemiskinan dinegeri Belanda, dinegeri Indonesia, bahkan diseluruh Dunia. Baik Belanda maupun Indonesia masing² turut menanggung djawab atas keamanan di Eropah Barat dan di Asia Tenggara, bahkan di Dunia.
Marilah kita bersama, dari Sabang sampai Merauke, merajakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, dengan tekad sanggup membangun susunan baru, jaitu suatu masarakat bersandar atas dasar gotong-rojong.
{{rule|10em|align=left}}
NOOT : Susunan Kabinet Belanda dibawah pimpinan Drees — Van Schaik baru kami terima, setelah karangan ini naik pers. Oleh karena itu, pendapat kami tentang kabinet itu
akan dimuat dalam nomor j.a.d.
{{right|S.W.}}
{{rule|height=2px}}
{{X-larger|'''PENGUMUMAN TENTANG PERLOMBAAN MENGARANG'''}}
{{border|color=#FFFFFF|max-width=50em|
{{Italic|{{Dropinitial|S}}ETELAH komisi redaksi mengadakan pertimbangan, untuk menentukan siapa menang, maka hasilnja adalah sebagai berikut:<br>
Untuk karangan jang paling bagus diberikan hadiah kepada:<br>
Sdr. Mr. Sunario dan<br>
Sdr. Dr. Abu Hanifah.<br>
Untuk gambar jang paling bagus: tidak ada jang mendapat hadiah, tetapi diberikan tanda penghormatan kepada:<br>
Sdr. Zaini, Kebon Sirih Kulon VI no. 6, Djakarta dan<br>
Sdr. Iswadi, Tjilatjap.<br>
Gambar kulit adalah lahir dari pikiran redaksi sendiri dikerdjakan oleh Sdr. Zaini.<br>
Harus ditjatat disini bahwa beberapa pengarang Nomor Kemerdekaan ini berhubung dengan kedudukannja dalam masjarakat diketjualikan dari perlombaan.<br>
Berhubung dengan kekurangan tempat, maka beberapa karangan baru dapat dimuatkan dalam nomor-nomor sesudahnja nomor Kemerdekaan.<br>
Kami mengutjapkan terima kasih pada penjumbang-penjumbang.}}
{{Right|''Redaksi MIMBAR INDONESIA''}}}}<noinclude></noinclude>
2ni9d13rnihmq3rckmtsv6g52adcwyl