Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.17 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Wikisumber:Warung kopi 4 49 316107 309399 2026-08-27T16:29:21Z BAPerdana-WMF 19628 tambah pengumuman 316107 wikitext text/x-wiki {{process header |title=Warung kopi |previous=[[Wikisource:Indeks/Komunitas|Halaman komunitas]] |next=[[Wikisource:Warung kopi/Arsip|Arsip]]/[[Wikisource:Warung kopi/Pesan global|Pesan global]] }} {{introkopi}} == Perlukah menyimpan RUU jika UU-nya sudah jadi? == Contoh: [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008]] (masih teks mentah) * [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Anti Pornografi (2003)]] * [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Anti Pornografi dan Pornoaksi (2006)]] * [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Pornografi (2008)]] dan [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Istimewa:Pencarian&search=rancangan+undang-undang&go=Lanjut&ns0=1&ns100=1&ns102=1&ns104=1 rancangan-rancangan] yang lain. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 25 Maret 2026 09.47 (UTC) :Saya berpendapat untuk tetap mempertahankannya. Tambahan koleksi naskah juga di Wikisumber. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 26 Maret 2026 09.17 (UTC) :Simpan saja. Boleh jadi perbandingan mana yang diubah andai ada. [[Pengguna:Hadithfajri|Hadithfajri]] ([[Pembicaraan Pengguna:Hadithfajri|bicara]]) 26 Maret 2026 10.48 (UTC) :Saya rasa bisa disimpan, seperti yang disebutkan di atas. —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 31 Maret 2026 09.55 (UTC) :Saya berberbeda pendapat dengan teman-teman sebelumnya, saya menilai RUU adalah sebuah naskah yang tidak/belum sah. Ibarat buku, RUU ini masih naskah buku yang tidak diterbitkan dan tidak ada penerbitnya. Sehingga lebih baik dihapus saja. :Kecuali jika kita mengijinkan naskah buku juga disimpan di WSID. Dan menurut saya ini juga salah, karena naskah buku yang belum terbit sebaiknya disiman di Wikibuku. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 2 April 2026 15.18 (UTC) ::Sependapat dengan Anda. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 18 April 2026 14.28 (UTC) :Melanjutkan diskusi ini. Setelah melihat beberapa pendapat, bagaimana jika halamannya dibiarkan, tetapi berisi semacam pengalihan menuju UU yang sudah jadi? Jika UU nya belum ada, maka RUU nya tetap dapat dimasukkan ke Wikisumber sebagai sejarah atau sebagai referensi. Tetapi jika dirasa terlalu banyak pekerjaan yang perlu dibuat (mengingat penyunting di WSID juga tidak sebanyak itu), maka kita bisa membuat konsensus untuk tidak menerima RUU sama sekali dan menunggu UU-nya selesai dan disahkan. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Mei 2026 08.21 (UTC) ::Saya setuju untuk membuat konsensus. [[Pengguna:Cgjkldn|Cgjkldn]] ([[Pembicaraan Pengguna:Cgjkldn|bicara]]) 21 Juni 2026 07.30 (UTC) ::sepertinya memang perlu diadakan konsensus untuk hal ini. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 22 Juni 2026 05.13 (UTC) ::{{Vote}} sebaiknya dibuatkan konsensus [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 4 Juli 2026 15.51 (UTC) == Milestone == Pencapaian terbaru: * 10.000 halaman konten * 100.000 jumlah halaman (akan) * 300.000 total suntingan (1 Juli) <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 5 Juni 2026 18.02 (UTC) :Wow! :Cara tahunya bagaimana, Mas? Apakah hanya pengurus yang bisa mengecek itu? @[[Pengguna:Bennylin|Bennylin]] :[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 22 Juni 2026 07.23 (UTC) ::[[Istimewa:Statistik]] <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 22 Juni 2026 17.56 (UTC) == Undang-Undang Tanpa Sumber == 3 naskah terbaru adalah Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang tidak memiliki sumber. Apakah ini bisa dipertahankan atau harus memasukkan naskah sumbernya? * [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0206/O/1980]] * [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0507/O/1989]] * [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 030/U/1979]] [[Pengguna:Cgjkldn|Cgjkldn]] ([[Pembicaraan Pengguna:Cgjkldn|bicara]]) 21 Juni 2026 01.42 (UTC) :* 0507/O/1989: https://file.data.kemendikdasmen.go.id/sk/935183-579298-515214-113612456-1067390692.pdf :[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 21 Juni 2026 08.57 (UTC) :menurut saya, sebaiknya disediakan sumbernya juga. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 22 Juni 2026 04.42 (UTC) :Sumber dari ketiga surat keputusan (SK) tersebut sudah saya cantumkan di bagian paling bawah halaman tersebut di dalam kode berupa <code><nowiki><!-- Sumber: ... --></nowiki></code> jika dibuka dalam mode penyuntingan (bagian "Lihat pula" atau dengan mengetuk "sunting halaman penuh"). Sebagian besar isi dari sumber tersebut menampilkan batang tubuhnya secara utuh, sedangkan untuk lampirannya masih ada yang halamannya hilang, terpotong, ataupun tidak utuh sehingga perlu dicari lagi dari sumber yang lain. [[Pengguna:Rafka Aditia|Rafka Aditia]] ([[Pembicaraan Pengguna:Rafka Aditia|bicara]]) 23 Juni 2026 04.40 (UTC) ::Terima kasih. Saya rasa perlu diberikan sumber dan coba diujibaca ulang (atau disalin tempel ke ruang nama Halaman:). Untuk bagian lampiran, bisa menggunakan sumber lain jika sudah ditemukan halaman yang utuh. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.34 (UTC) == RFC about AI-generated content in Wikimedia Commons == <bdi lang="en" dir="ltr">Apologies for writing in English, please help translate this message to your language. You are invited to participate in a [[c:Commons:Requests for comment/Policy update for AI content|request for comment on Wikimedia Commons about a policy update for AI content]]. This may affect files that are uploaded to Wikimedia Commons for use on this project. Thank you. [[m:User:Codename Noreste|Codename Noreste]] ([[m:User talk:Codename Noreste|bicara]])</bdi> 23 Juni 2026 17.12 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Codename Noreste@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30513860 --> == Penerapan halaman kontak Legal dan Keamanan di bagian bawah wiki Anda == <section begin="Message"/> '''Kontak Legal dan Keamanan''' Halo, rekan-rekan kontributor! Wikimedia Foundation telah menyediakan [[wmf:Special:MyLanguage/Legal:Wikimedia Foundation Legal and Safety Contact Information|halaman kontak legal dan keamanan]] yang akan ditambahkan di bagian bawah wiki. Halaman tersebut sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, dan sebagainya. Untuk bahasa lainnya akan segera tersedia. Silakan kunjungi [[m:Special:MyLanguage/Wikimedia_Foundation_Legal_and_Safety_Contacts_FAQ|halaman proyek]] untuk informasi selengkapnya, serta kami harapkan kesediaannya untuk meninggalkan komentar di bawah ini atau di [[m:Special:MyLanguage/Talk:Wikimedia Foundation Legal and Safety Contacts FAQ|halaman pembicaraan]]. <section end="Message"/> -- [[User:Sannita (WMF)|User:Sannita (WMF)]] ([[User talk:Sannita (WMF)|talk]]) 25 Juni 2026 13.31 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Sannita (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=User:Sannita_(WMF)/Mass_sending_test&oldid=30731267 --> == Usulan penghapusan == Saya melihat [[:Kategori:Usulan penghapusan]] baru ditambah hari ini oleh @[[Pengguna:Ulumarifah|Ulumarifah]] untuk beberapa indeks berikut: * [[Indeks:Peraturan Menteri keuangan No. 82.pdf]] * [[Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 8 tahun 2026.pdf]] * [[Indeks:PMK 83.pdf]] * [[Indeks:PMK 84.pdf]] * [[Indeks:PMK 85.pdf]] * [[Indeks:PMK 86.pdf]] * [[Indeks:PMK 87.pdf]] * [[Indeks:PMK 88.pdf]] * [[Indeks:PMK 89 2025.pdf]] Melihat dari salah satu [[Pembicaraan Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 8 tahun 2026.pdf|halaman pembicaraan]], alasan usulan tersebut adalah "''doubel indeks''". Saya ingin mengonfirmasi sebelum menghapus indeks-indeks tersebut. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.42 (UTC) :Saya rasa kita perlu alur usulan penghapusan yang lebih baik. Mungkin menggunakan sistem seperti di idwiki, tetapi perlu ada beberapa penyesuaian, khususnya di halaman indeks dan sebagainya. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.43 (UTC) ::Sebenarnya sudah dicanangkan di [[Wikisumber:Kebijakan penghapusan]], tinggal konsensus untuk pelaksanaan saja. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 17 Juli 2026 02.28 (UTC) :Halaman indeks tersebut dibuat oleh pengguna baru yang masih belajar. Sebelumnya terdapat kesalahan dalam penamaan indeks, alih-alih memilih untuk dialihkan, pengguna tersebut memilih membuat indeks baru, sehingga terdapat duplikasi indeks untuk file yang sama. Mohon bantuannya untuk penghapusan. Terima kasih. [[Pengguna:Ulumarifah|Ulumarifah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Ulumarifah|bicara]]) 1 Juli 2026 10.48 (UTC) ::Baik, terima kasih banyak konfirmasinya! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.54 (UTC) :Halo Bang Admin @[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] mau ikut usul penghapusan halaman indeks berkas [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf|ini]] karena duplikat dengan [[Indeks:Lima Poeloe Toedjoe Dongeng dari Binatang.pdf|berkas ini, yang lebih dulu terunggah dan sudah dilengkapi dengan butir wikidata.]] terima kasih. [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 2 Juli 2026 06.22 (UTC) ::Halo, kak @[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]], saya lihat, justru [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf]] yang memiliki butir Wikidata, dan bukan [[Indeks:Lima Poeloe Toedjoe Dongeng dari Binatang.pdf]]. Mungkin boleh dipindah terlebih dahulu butir Wikidata-nya ke indeks yang lebih lama. Selain itu, saya rasa di Commons juga ada duplikat, ya? Mungkin bisa mengusulkan penghapusan juga di sana kalau dokumennya sama persis dan bedanya hanya judul berkas. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 2 Juli 2026 06.27 (UTC) :::@[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] saya sudah ubah di wikidata [[d:Q140305748|Q140305748]] saya gunakan halaman Indeksnya yang [[Indeks:Lima_Poeloe_Toedjoe_Dongeng_dari_Binatang.pdf]] untuk memudahkan saya gunakan pula, sementara saya gunakan tautan WSID di wikidata dengan halaman indeks. :::Di halaman [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf]] butir wikidatanya juga sudah saya pindahkan dan saya tambahkan kategori usulan penghapusan. :::Salam. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 4 Juli 2026 15.48 (UTC) ::::Terima kasih banyak, bung @[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]]! Indeks yang diusulkan sudah saya hapus. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 4 Juli 2026 16.02 (UTC) :::::Halo, Bang @[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] mau [[Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2026|usul penghapusan lagi, berkas yang ini]], karena [[Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2026.pdf|duplikat dengan halaman indeks yang ini]]. terima kasih. :::::[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 10 Juli 2026 16.30 (UTC) ::::::Selesai, kak! Maaf atas keterlambatan saya menanggapi. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 12 Juli 2026 15.07 (UTC) ::::Terima kasih banyak sudah dibantu! @[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ::::[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 10 Juli 2026 16.28 (UTC) == Pengubahan istilah == Pada templat {{tl|indeks utama}}, istilah yang tertera saat ini adalah "Jurnal". Di Wikisource Inggris, istilah "Terbitan berkala" digunakan dan rasanya tepat penggunaannya di sini juga. Alasannya adalah isinya tidak hanya jurnal, tetapi juga majalah; kecuali memang memisahnya dari indeks atau kategorisasi itu sendiri. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 17 Juli 2026 02.30 (UTC) == Request for comment (the future of Abstract Wikipedia) == <bdi lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr"> Apologies if this has not yet been translated into your wiki's language. {{int:Please-translate}} You are invited to voice your opinions in a [[:m:Requests for comment/The future of Abstract Wikipedia|request for comment about the future of Abstract Wikipedia]]. {{Int:Feedback-thanks-title}} [[:m:User:Kowal2701|Kowal2701]] ([[:m:User talk:Kowal2701|talk]]) 24 Juli 2026 12.25 (UTC) </bdi> <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:DreamRimmer@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30513860 --> == <span lang="en" dir="ltr">Migration to Parsoid</span> == <div lang="en" dir="ltr"> <section begin="announcement-content" /> <em>[[m:Special:MyLanguage/Wikimedia Foundation/Product and Technology/Parsoid Read Views/Read View Announcement|Read this in another language]]</em> Hello everyone! I am glad to inform you that as the next step in the [[mw:Special:MyLanguage/Parsoid/Parser Unification|Parser Unification]] project, Parsoid will soon be turned on as the default article renderer on your wiki. We are gradually increasing the number of wikis using Parsoid, with the intention of making it the default wikitext parser for MediaWiki's next long-term support release. This will make our wikis more reliable and consistent for editors, readers, and tools to use, as well as making the development of future wikitext features easier. If this disrupts your workflow, don’t worry! You can still opt out through a user preference or turn Parsoid off on the current page using the Tools submenu, as described in the [[mw:Special:MyLanguage/Help:Extension:ParserMigration|Extension:ParserMigration]] documentation. There is [[mw:Special:MyLanguage/Parsoid/Parser Unification/Confidence Framework|more information about our roll-out strategy]] available, including the testing done before we turn on Parsoid for a new wiki. To report bugs and issues, please look at our [[mw:Special:MyLanguage/Parsoid/Parser Unification/Known Issues|known issues]] documentation and if you found a new bug please create a phab ticket and tag the [[phab:project/view/5846|Content Transform Team in Phabricator]]. <section end="announcement-content" /> </div> [[mw:User:MSantos (WMF)|Content Transform Team]] 3 Agustus 2026 16.31 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:MSantos (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery/Wikisource&oldid=28221043 --> == Kami mengundang Anda untuk memberikan masukan terkait Daftar Harapan Komunitas 2027 == Halo, perkenalkan nama saya [[m:User:SPerry-WMF|Sonja]] dan saya memimpin beberapa [[mw:Contributors|tim]] di Wikimedia Foundation yang akan mengambil alih proses kerja dari Daftar Harapan Komunitas. Seperti yang mungkin Anda ketahui, [[m:Community_Wishlist|Daftar Harapan Komunitas]] (''Community Wishlist'') bermula sebagai proses tahunan yakni kontributor Wikimedia mengirimkan dan menentukan ide untuk memperbarui pengalaman dalam berkontribusi di situs web Proyek Wikimedia. Setelah melalui proses pemilihan, maka tim dari Wikimedia Foundation akan berusaha untuk mengerjakan dan mengimplementasikan ide (yang telah dipilih) tersebut. Beberapa tahun terakhir, proses di balik alur kerja daftar harapan telah diubah, serta kami mendengar dari Anda bahwa hal tersebut tidak memenuhi kebutuhan komunitas. Maka dari itu, Wikimedia Foundation bersama dengan kontributor Wikimedia sedang merancang alur kerja daftar harapan yang baru agar lebih transparan. Saya mengusulkan kepada komunitas terkait tiga tahapan berikut: * [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Tahap_pertama:_pengelompokan|'''Tahap pengelompokan''']]: yakni bagaimana permohonan dikelompokkan dan disaring sebelum masuk ke tahap pemungutan suara. ** Kami merekomendasikan untuk membentuk kelompok kerja yang beranggotakan anggota komunitas dari berbagai proyek wiki dan staf Wikimedia Foundation. * [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Tahap_kedua:_pemungutan_suara|'''Tahap pemungutan suara''']]: termasuk siapa saja yang berhak ikut pemungutan suara, serta menyusun bagaimana prosesnya berlangsung. * [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Tahap_ketiga:_pasca_pemungutan_suara|'''Tahap pasca pemungutan suara''']]: termasuk mengutamakan prinsip keadilan terkait proyek yang diprioritaskan. ** Salah satu hal yang akan kami lakukan untuk mengurutkan permohonan adalah dengan membaginya jadi 3 kategori: Wikipedia dan wiki skala besar, Wikipedia skala kecil dan menengah, dan situs web kerabat. Pengumuman ini adalah ringkasan dari proposal yang sudah kami terbitkan [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id|'''di Meta-wiki''']]. Kami mengharapkan masukan Anda perihal apakah ini akan berhasil atau ada cara lain yang lebih sesuai. Sesi diskusi akan dibuka selama dua minggu, serta Anda dapat menyampaikannya di Meta atau balas pengumuman ini. Untuk siklus tahun ini, [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Rencana_linimasa|kami berencana]] untuk mengumumkan masa pengiriman permohonan pada akhir Oktober atau awal November, serta proses pengelompokan akan selesai pada akhir November. Agar tidak mengganggu masa liburan akhir tahun, sesi pemungutan suara akan berlangsung selama awal hingga pertengahan Januari. Pada tahap ini dimaksudkan untuk langkah awal dalam mencoba proses yang baru, serta akan lebih banyak masukan selama ini berlangsung. Semoga kita sama-sama bisa menentukan dan menemukan proses yang sesuai untuk diterapkan pada tahun mendatang (dan seterusnya). Salam, [[meta:User:SPerry-WMF|SPerry-WMF]], 27 Agustus 2026 16.28 (UTC) (<small>''via'' [[Pengguna:BAPerdana-WMF|BAPerdana-WMF]] ([[Pembicaraan Pengguna:BAPerdana-WMF|bicara]]) 27 Agustus 2026 16.28 (UTC)</small>) 1122s8kaiyfc8kz9tnfuq427k5gyb0m 316135 316107 2026-08-28T01:48:01Z Rachmat04 3937 Mengarsipkan 3 utas tidak aktif. 316135 wikitext text/x-wiki {{process header |title=Warung kopi |previous=[[Wikisource:Indeks/Komunitas|Halaman komunitas]] |next=[[Wikisource:Warung kopi/Arsip|Arsip]]/[[Wikisource:Warung kopi/Pesan global|Pesan global]] }} {{introkopi}} == Perlukah menyimpan RUU jika UU-nya sudah jadi? == Contoh: [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008]] (masih teks mentah) * [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Anti Pornografi (2003)]] * [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Anti Pornografi dan Pornoaksi (2006)]] * [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Pornografi (2008)]] dan [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Istimewa:Pencarian&search=rancangan+undang-undang&go=Lanjut&ns0=1&ns100=1&ns102=1&ns104=1 rancangan-rancangan] yang lain. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 25 Maret 2026 09.47 (UTC) :Saya berpendapat untuk tetap mempertahankannya. Tambahan koleksi naskah juga di Wikisumber. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 26 Maret 2026 09.17 (UTC) :Simpan saja. Boleh jadi perbandingan mana yang diubah andai ada. [[Pengguna:Hadithfajri|Hadithfajri]] ([[Pembicaraan Pengguna:Hadithfajri|bicara]]) 26 Maret 2026 10.48 (UTC) :Saya rasa bisa disimpan, seperti yang disebutkan di atas. —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 31 Maret 2026 09.55 (UTC) :Saya berberbeda pendapat dengan teman-teman sebelumnya, saya menilai RUU adalah sebuah naskah yang tidak/belum sah. Ibarat buku, RUU ini masih naskah buku yang tidak diterbitkan dan tidak ada penerbitnya. Sehingga lebih baik dihapus saja. :Kecuali jika kita mengijinkan naskah buku juga disimpan di WSID. Dan menurut saya ini juga salah, karena naskah buku yang belum terbit sebaiknya disiman di Wikibuku. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 2 April 2026 15.18 (UTC) ::Sependapat dengan Anda. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 18 April 2026 14.28 (UTC) :Melanjutkan diskusi ini. Setelah melihat beberapa pendapat, bagaimana jika halamannya dibiarkan, tetapi berisi semacam pengalihan menuju UU yang sudah jadi? Jika UU nya belum ada, maka RUU nya tetap dapat dimasukkan ke Wikisumber sebagai sejarah atau sebagai referensi. Tetapi jika dirasa terlalu banyak pekerjaan yang perlu dibuat (mengingat penyunting di WSID juga tidak sebanyak itu), maka kita bisa membuat konsensus untuk tidak menerima RUU sama sekali dan menunggu UU-nya selesai dan disahkan. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Mei 2026 08.21 (UTC) ::Saya setuju untuk membuat konsensus. [[Pengguna:Cgjkldn|Cgjkldn]] ([[Pembicaraan Pengguna:Cgjkldn|bicara]]) 21 Juni 2026 07.30 (UTC) ::sepertinya memang perlu diadakan konsensus untuk hal ini. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 22 Juni 2026 05.13 (UTC) ::{{Vote}} sebaiknya dibuatkan konsensus [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 4 Juli 2026 15.51 (UTC) == Undang-Undang Tanpa Sumber == 3 naskah terbaru adalah Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang tidak memiliki sumber. Apakah ini bisa dipertahankan atau harus memasukkan naskah sumbernya? * [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0206/O/1980]] * [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0507/O/1989]] * [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 030/U/1979]] [[Pengguna:Cgjkldn|Cgjkldn]] ([[Pembicaraan Pengguna:Cgjkldn|bicara]]) 21 Juni 2026 01.42 (UTC) :* 0507/O/1989: https://file.data.kemendikdasmen.go.id/sk/935183-579298-515214-113612456-1067390692.pdf :[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 21 Juni 2026 08.57 (UTC) :menurut saya, sebaiknya disediakan sumbernya juga. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 22 Juni 2026 04.42 (UTC) :Sumber dari ketiga surat keputusan (SK) tersebut sudah saya cantumkan di bagian paling bawah halaman tersebut di dalam kode berupa <code><nowiki><!-- Sumber: ... --></nowiki></code> jika dibuka dalam mode penyuntingan (bagian "Lihat pula" atau dengan mengetuk "sunting halaman penuh"). Sebagian besar isi dari sumber tersebut menampilkan batang tubuhnya secara utuh, sedangkan untuk lampirannya masih ada yang halamannya hilang, terpotong, ataupun tidak utuh sehingga perlu dicari lagi dari sumber yang lain. [[Pengguna:Rafka Aditia|Rafka Aditia]] ([[Pembicaraan Pengguna:Rafka Aditia|bicara]]) 23 Juni 2026 04.40 (UTC) ::Terima kasih. Saya rasa perlu diberikan sumber dan coba diujibaca ulang (atau disalin tempel ke ruang nama Halaman:). Untuk bagian lampiran, bisa menggunakan sumber lain jika sudah ditemukan halaman yang utuh. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.34 (UTC) == Usulan penghapusan == Saya melihat [[:Kategori:Usulan penghapusan]] baru ditambah hari ini oleh @[[Pengguna:Ulumarifah|Ulumarifah]] untuk beberapa indeks berikut: * [[Indeks:Peraturan Menteri keuangan No. 82.pdf]] * [[Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 8 tahun 2026.pdf]] * [[Indeks:PMK 83.pdf]] * [[Indeks:PMK 84.pdf]] * [[Indeks:PMK 85.pdf]] * [[Indeks:PMK 86.pdf]] * [[Indeks:PMK 87.pdf]] * [[Indeks:PMK 88.pdf]] * [[Indeks:PMK 89 2025.pdf]] Melihat dari salah satu [[Pembicaraan Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 8 tahun 2026.pdf|halaman pembicaraan]], alasan usulan tersebut adalah "''doubel indeks''". Saya ingin mengonfirmasi sebelum menghapus indeks-indeks tersebut. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.42 (UTC) :Saya rasa kita perlu alur usulan penghapusan yang lebih baik. Mungkin menggunakan sistem seperti di idwiki, tetapi perlu ada beberapa penyesuaian, khususnya di halaman indeks dan sebagainya. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.43 (UTC) ::Sebenarnya sudah dicanangkan di [[Wikisumber:Kebijakan penghapusan]], tinggal konsensus untuk pelaksanaan saja. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 17 Juli 2026 02.28 (UTC) :Halaman indeks tersebut dibuat oleh pengguna baru yang masih belajar. Sebelumnya terdapat kesalahan dalam penamaan indeks, alih-alih memilih untuk dialihkan, pengguna tersebut memilih membuat indeks baru, sehingga terdapat duplikasi indeks untuk file yang sama. Mohon bantuannya untuk penghapusan. Terima kasih. [[Pengguna:Ulumarifah|Ulumarifah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Ulumarifah|bicara]]) 1 Juli 2026 10.48 (UTC) ::Baik, terima kasih banyak konfirmasinya! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.54 (UTC) :Halo Bang Admin @[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] mau ikut usul penghapusan halaman indeks berkas [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf|ini]] karena duplikat dengan [[Indeks:Lima Poeloe Toedjoe Dongeng dari Binatang.pdf|berkas ini, yang lebih dulu terunggah dan sudah dilengkapi dengan butir wikidata.]] terima kasih. [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 2 Juli 2026 06.22 (UTC) ::Halo, kak @[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]], saya lihat, justru [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf]] yang memiliki butir Wikidata, dan bukan [[Indeks:Lima Poeloe Toedjoe Dongeng dari Binatang.pdf]]. Mungkin boleh dipindah terlebih dahulu butir Wikidata-nya ke indeks yang lebih lama. Selain itu, saya rasa di Commons juga ada duplikat, ya? Mungkin bisa mengusulkan penghapusan juga di sana kalau dokumennya sama persis dan bedanya hanya judul berkas. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 2 Juli 2026 06.27 (UTC) :::@[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] saya sudah ubah di wikidata [[d:Q140305748|Q140305748]] saya gunakan halaman Indeksnya yang [[Indeks:Lima_Poeloe_Toedjoe_Dongeng_dari_Binatang.pdf]] untuk memudahkan saya gunakan pula, sementara saya gunakan tautan WSID di wikidata dengan halaman indeks. :::Di halaman [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf]] butir wikidatanya juga sudah saya pindahkan dan saya tambahkan kategori usulan penghapusan. :::Salam. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 4 Juli 2026 15.48 (UTC) ::::Terima kasih banyak, bung @[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]]! Indeks yang diusulkan sudah saya hapus. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 4 Juli 2026 16.02 (UTC) :::::Halo, Bang @[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] mau [[Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2026|usul penghapusan lagi, berkas yang ini]], karena [[Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2026.pdf|duplikat dengan halaman indeks yang ini]]. terima kasih. :::::[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 10 Juli 2026 16.30 (UTC) ::::::Selesai, kak! Maaf atas keterlambatan saya menanggapi. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 12 Juli 2026 15.07 (UTC) ::::Terima kasih banyak sudah dibantu! @[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ::::[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 10 Juli 2026 16.28 (UTC) == Pengubahan istilah == Pada templat {{tl|indeks utama}}, istilah yang tertera saat ini adalah "Jurnal". Di Wikisource Inggris, istilah "Terbitan berkala" digunakan dan rasanya tepat penggunaannya di sini juga. Alasannya adalah isinya tidak hanya jurnal, tetapi juga majalah; kecuali memang memisahnya dari indeks atau kategorisasi itu sendiri. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 17 Juli 2026 02.30 (UTC) == Request for comment (the future of Abstract Wikipedia) == <bdi lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr"> Apologies if this has not yet been translated into your wiki's language. {{int:Please-translate}} You are invited to voice your opinions in a [[:m:Requests for comment/The future of Abstract Wikipedia|request for comment about the future of Abstract Wikipedia]]. {{Int:Feedback-thanks-title}} [[:m:User:Kowal2701|Kowal2701]] ([[:m:User talk:Kowal2701|talk]]) 24 Juli 2026 12.25 (UTC) </bdi> <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:DreamRimmer@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30513860 --> == <span lang="en" dir="ltr">Migration to Parsoid</span> == <div lang="en" dir="ltr"> <section begin="announcement-content" /> <em>[[m:Special:MyLanguage/Wikimedia Foundation/Product and Technology/Parsoid Read Views/Read View Announcement|Read this in another language]]</em> Hello everyone! I am glad to inform you that as the next step in the [[mw:Special:MyLanguage/Parsoid/Parser Unification|Parser Unification]] project, Parsoid will soon be turned on as the default article renderer on your wiki. We are gradually increasing the number of wikis using Parsoid, with the intention of making it the default wikitext parser for MediaWiki's next long-term support release. This will make our wikis more reliable and consistent for editors, readers, and tools to use, as well as making the development of future wikitext features easier. If this disrupts your workflow, don’t worry! You can still opt out through a user preference or turn Parsoid off on the current page using the Tools submenu, as described in the [[mw:Special:MyLanguage/Help:Extension:ParserMigration|Extension:ParserMigration]] documentation. There is [[mw:Special:MyLanguage/Parsoid/Parser Unification/Confidence Framework|more information about our roll-out strategy]] available, including the testing done before we turn on Parsoid for a new wiki. To report bugs and issues, please look at our [[mw:Special:MyLanguage/Parsoid/Parser Unification/Known Issues|known issues]] documentation and if you found a new bug please create a phab ticket and tag the [[phab:project/view/5846|Content Transform Team in Phabricator]]. <section end="announcement-content" /> </div> [[mw:User:MSantos (WMF)|Content Transform Team]] 3 Agustus 2026 16.31 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:MSantos (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery/Wikisource&oldid=28221043 --> == Kami mengundang Anda untuk memberikan masukan terkait Daftar Harapan Komunitas 2027 == Halo, perkenalkan nama saya [[m:User:SPerry-WMF|Sonja]] dan saya memimpin beberapa [[mw:Contributors|tim]] di Wikimedia Foundation yang akan mengambil alih proses kerja dari Daftar Harapan Komunitas. Seperti yang mungkin Anda ketahui, [[m:Community_Wishlist|Daftar Harapan Komunitas]] (''Community Wishlist'') bermula sebagai proses tahunan yakni kontributor Wikimedia mengirimkan dan menentukan ide untuk memperbarui pengalaman dalam berkontribusi di situs web Proyek Wikimedia. Setelah melalui proses pemilihan, maka tim dari Wikimedia Foundation akan berusaha untuk mengerjakan dan mengimplementasikan ide (yang telah dipilih) tersebut. Beberapa tahun terakhir, proses di balik alur kerja daftar harapan telah diubah, serta kami mendengar dari Anda bahwa hal tersebut tidak memenuhi kebutuhan komunitas. Maka dari itu, Wikimedia Foundation bersama dengan kontributor Wikimedia sedang merancang alur kerja daftar harapan yang baru agar lebih transparan. Saya mengusulkan kepada komunitas terkait tiga tahapan berikut: * [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Tahap_pertama:_pengelompokan|'''Tahap pengelompokan''']]: yakni bagaimana permohonan dikelompokkan dan disaring sebelum masuk ke tahap pemungutan suara. ** Kami merekomendasikan untuk membentuk kelompok kerja yang beranggotakan anggota komunitas dari berbagai proyek wiki dan staf Wikimedia Foundation. * [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Tahap_kedua:_pemungutan_suara|'''Tahap pemungutan suara''']]: termasuk siapa saja yang berhak ikut pemungutan suara, serta menyusun bagaimana prosesnya berlangsung. * [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Tahap_ketiga:_pasca_pemungutan_suara|'''Tahap pasca pemungutan suara''']]: termasuk mengutamakan prinsip keadilan terkait proyek yang diprioritaskan. ** Salah satu hal yang akan kami lakukan untuk mengurutkan permohonan adalah dengan membaginya jadi 3 kategori: Wikipedia dan wiki skala besar, Wikipedia skala kecil dan menengah, dan situs web kerabat. Pengumuman ini adalah ringkasan dari proposal yang sudah kami terbitkan [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id|'''di Meta-wiki''']]. Kami mengharapkan masukan Anda perihal apakah ini akan berhasil atau ada cara lain yang lebih sesuai. Sesi diskusi akan dibuka selama dua minggu, serta Anda dapat menyampaikannya di Meta atau balas pengumuman ini. Untuk siklus tahun ini, [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Rencana_linimasa|kami berencana]] untuk mengumumkan masa pengiriman permohonan pada akhir Oktober atau awal November, serta proses pengelompokan akan selesai pada akhir November. Agar tidak mengganggu masa liburan akhir tahun, sesi pemungutan suara akan berlangsung selama awal hingga pertengahan Januari. Pada tahap ini dimaksudkan untuk langkah awal dalam mencoba proses yang baru, serta akan lebih banyak masukan selama ini berlangsung. Semoga kita sama-sama bisa menentukan dan menemukan proses yang sesuai untuk diterapkan pada tahun mendatang (dan seterusnya). Salam, [[meta:User:SPerry-WMF|SPerry-WMF]], 27 Agustus 2026 16.28 (UTC) (<small>''via'' [[Pengguna:BAPerdana-WMF|BAPerdana-WMF]] ([[Pembicaraan Pengguna:BAPerdana-WMF|bicara]]) 27 Agustus 2026 16.28 (UTC)</small>) d18scrfrlckkujzk8tkheut4c3t0vwr Modul:Index template 828 27449 316103 112067 2026-08-27T14:41:35Z JGiannelos (WMF) 24110 Use wikitext for headings, not html tags, so TOC is rendered with parsoid 316103 Scribunto text/plain function withWikidataLink(wikitext, category) if wikitext == nil then return nil end new_wikitext = mw.ustring.gsub(wikitext, '%[%[([^|%]]*)%]%]', function(page) return addWikidataToLink(page, mw.ustring.gsub(page, '%.*/', '') , category) end) if new_wikitext ~= wikitext then return new_wikitext end return mw.ustring.gsub(wikitext, '%[%[([^|]*)|([^|%]]*)%]%]', function(page, link) return addWikidataToLink(page, link, category) end) end function addWikidataToLink(page, label, category) local title = mw.title.new( page ) if title == nil then return '[[' .. page .. '|' .. label .. ']]' end if title.isRedirect then title = title.redirectTarget end local tag = mw.html.create('span') local itemId = mw.wikibase.getEntityIdForTitle(title.fullText) tag:wikitext('[[' .. page .. '|' .. label .. ']]') if itemId ~= nil then tag:wikitext(' [[Image:Wikidata.svg|10px|link=d:' .. itemId .. '|Lihat butir ini di Wikidata]]') if category ~= nil then tag:wikitext('[[Kategori:' .. category .. ']]') end end return tostring(tag) end function addRow(metadataTable, key, value) if value then metadataTable:tag('tr') :tag('th') :attr('score', 'row') :css('vertical-align', 'top') :wikitext(key) :done() :tag('td'):wikitext(value) end end function splitFileNameInFileAndPage(title) local slashPosition = string.find(title.text, "/") if slashPosition == nil then return title.text,nil else return string.sub(title.text, 1, slashPosition - 1), string.sub(title.text, slashPosition + 1) end end function indexTemplate(frame) --create a clean table of parameters with blank parameters removed local data = (require 'Module:Index_data').indexDataWithWikidata(frame) local args = data.args local item = data.item local page = mw.title.getCurrentTitle() local html = mw.html.create() if item then html:wikitext('[[Kategori: Buku dengan butir Wikidata]]<indicator name="wikidata">[[File:Wikidata.svg|20px|Elemen Wikidata|link=d:' .. item.id .. ']]</indicator>') else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa butir Wikidata]]') end --Left part local left = html:tag('div') if args.remarks or args.notes then left:css('width', '80%') end left:css('float', 'left') --Image if args.image then local imageContainer = left:tag('div') :css({ float = 'left', overflow = 'hidden', border = 'thin grey solid' }) local imageTitle = nil if tonumber(args.image) ~= nil then -- this is a page number imageTitle = mw.title.getCurrentTitle():subPageTitle(args.image) else -- this is an other file imageTitle = mw.title.new(args.image, "Media") end if imageTitle == nil then imageContainer:wikitext(args.image) else local imageName, imagePage = splitFileNameInFileAndPage(imageTitle) if imagePage ~= nil then imageContainer:wikitext('[[File:' .. imageName .. '|page=' .. imagePage .. '|250px]]') else imageContainer:wikitext('[[File:' .. imageName .. '|250px]]') end end end --Metadata local metadataContainer = left:tag('div') if args.image then metadataContainer:css('margin-left', '150px') end local metadataTable = metadataContainer:tag('table') if args.title then if item then addRow(metadataTable, 'Judul', withWikidataLink(args.title)) else addRow(metadataTable, 'Judul', '[[' .. args.title .. ']]') end else mw.addWarning('Anda harus mengisi kotak judul') end addRow(metadataTable, 'Subjudul', withWikidataLink(args.subtitle)) if args.volume then addRow(metadataTable, 'Volume', '' .. args.volume .. '' ) html:wikitext('[[Kategori: Buku dengan informasi Volume]]') else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Volume]]') end if args.edition then addRow(metadataTable, 'Edisi', '' .. args.edition .. '') html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Edisi]]') else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Edisi]]') end if args.author then if item then addRow(metadataTable, 'Pengarang', withWikidataLink(args.author)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Pengarang]]') --html:wikitext('[[Category: Books by ' .. mw.text.nowiki(args.author) .. ']]') -- local author = {{#invoke:delink|delink|mw.text.nowiki(args.author)}} --local author = wikitext(args.author) --local author = mw.text.killMarkers(args.author) --local author = {{#invoke:delink|delinkWikilink| mw.text.nowiki(args.author)}} --html:wikitext('[[Category: Books by ' .. {{#invoke:delink|' .. args.author .. '}}]]') local author = item:formatStatements('P253075')['value'] --local author = {{delink|[[args.author]]}} --local author = {{#delink|I visited www.example.com example.com.}} --local author = {{#invoke:delink | args.author}} --local author = mw.text.unstrip( args.author ) --html:wikitext('[[Category: Books by ' .. author .. ']]') else addRow(metadataTable, 'Pengarang', '{{Al|' .. args.author .. '}}') end else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Pengarang]]') end if args.coauthor1 then addRow(metadataTable, 'Pengarang kedua', '{{Al|' .. args.coauthor1 .. '}}') end if args.translator then if item then addRow(metadataTable, 'Penerjemah', withWikidataLink(args.translator)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Penerjemah]]') else addRow(metadataTable, 'Penerjemah', '{{Al|' .. args.translator .. '}}') end else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Penerjemah]]') end if args.editor then if item then addRow(metadataTable, 'Penyunting', withWikidataLink(args.editor)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Penyunting]]') else addRow(metadataTable, 'Penyunting', '{{Al|' .. args.editor .. '}}') end else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Penyunting]]') end if args.illustrator then addRow(metadataTable, 'Ilustrator', withWikidataLink(args.illustrator)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Ilustrator]]') else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Ilustrator]]') end if args.publisher then if item then addRow(metadataTable, 'Penerbit', withWikidataLink(args.publisher)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Penerbit]]') -- {{suppress categories|html:wikitext[[Category:No Publisher]]}} -- {{#invoke:Suppress categories|main|html:wikitext[[Category:No Publisher]]}} else addRow(metadataTable, 'Penerbit', withWikidataLink(args.publisher)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Penerbit]]') end else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Penerbit]]') end if args.address then addRow(metadataTable, 'Alamat penerbit', withWikidataLink(args.address)) html:wikitext('[[Category:Buku dengan informasi Alamat Penerbit]]') else if args.publishedin then addRow(metadataTable, 'Published In', withWikidataLink(args.publishedin)) html:wikitext('[[Category:Buku dengan informasi Alamat Penerbit]]') else html:wikitext('[[Category:Buku tanpa informasi Alamat Penerbit]]') end end if args.year then addRow(metadataTable, 'Tahun', withWikidataLink(args.year)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Tahun]]') else html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Tahun]]') end if args.printer then addRow(metadataTable, 'Pencetak', withWikidataLink(args.printer)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Pencetak]]') else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Pencetak]]') end if args.source == 'djvu' or args.source == 'pdf' then addRow(metadataTable, 'Sumber', '[[:File:' .. mw.title.getCurrentTitle().text .. '|' .. args.source .. ']]') --add an indicator linking to the usages local query = 'SELECT ?item ?itemLabel ?pages ?page WHERE {\n ?item wdt:P996 <http://commons.wikimedia.org/wiki/Special:FilePath/' .. mw.uri.encode(mw.title.getCurrentTitle().text, 'PATH') .. '> .\n OPTIONAL { ?page schema:about ?item ; schema:isPartOf <https://id.wikisource.org/> . }\n OPTIONAL { ?item wdt:P304 ?pages . }\n SERVICE wikibase:label { bd:serviceParam wikibase:language "[AUTO_LANGUAGE],id".\n}}' html:wikitext('<indicator name="index-scan-wikidata">[[File:Wikidata Query Service Favicon.svg|20px|Butir Wikidata |link=https://query.wikidata.org/embed.html#' .. mw.uri.encode(query, 'PATH') .. ']]</indicator>') else addRow(metadataTable, 'Sumber', args.source) end if args.progress == 'T' then addRow(metadataTable, 'Kemajuan', '[[Category:Buku lengkap]] [[:Category:Buku lengkap|Lengkap]]') elseif args.progress == 'V' then addRow(metadataTable, 'Kemajuan', '[[category:Buku untuk divalidasi]] [[:Category:Buku untuk divalidasi | Untuk divalidasi]]') elseif args.progress == 'C' then addRow(metadataTable, 'Kemajuan', '[[category:Buku untuk dibetulkan]] [[:category:Buku untuk dibetulkan | Untuk dibetulkan]]') elseif args.progress == 'OCR' then addRow(metadataTable, 'Kemajuan', '[[category:Buku tanpa lapisan teks]] [[:category:Buku tanpa lapisan teks | Tambahkan lapisan teks OCR]]') elseif args.progress == 'L' then addRow(metadataTable, 'Kemajuan', '[[category:Buku untuk diperbaiki]] <span style = "color: # FF0000;"> [[:category: Buku untuk diperbaiki | Berkas sumber cacat]]</span>') elseif args.progress == 'X' then addRow(metadataTable, 'Progres', '[[category:Ekstrak dan kompilasi]] [[:category:Ekstrak dan kompilasi | Sumber tidak lengkap: ekstrak dan kompilasi]]') else addRow(metadataTable, 'Progres', '[[Category:Buku dengan kemajuan tidak diketahui]] [[:category:Buku dengan kemajuan tidak diketahui | Kemajuan tidak diketahui]]') end addRow(metadataTable, 'Seri', args.volumes) if args.pages then left:tag('div'):css('clear', 'both') left:wikitext('=== Halaman ===') left:tag('div'):attr('id', 'pagelist'):css({ background = '#F0F0F0', ['padding-left'] = '0.5em', ['text-align'] = 'justify' }):newline():wikitext(args.pages):newline() else mw.addWarning('You must enter the pagination of the facsimile (Pages field) ') end if args.remarks or args.notes then local right = html:tag('div'):css({ width = '44%;', ['padding-left'] = '1em', float = 'right' }) if args.remarks then right:tag('div'):attr('id', 'remarks'):wikitext(args.remarks) end if args.notes then right:tag('hr'):css({ ['margin-top'] = '1em', ['margin-bottom'] = '1em' }) right:tag('div'):attr('id', 'notes'):wikitext(args.notes) end end if args.type == 'book' then html:wikitext('[[Category: Indeks - Buku]] ') elseif args.type == 'journal' then html:wikitext('[[Category: Indeks - Terbitan berkala]] ') elseif args.type == 'collection' then html:wikitext('[[Category: Indeks - Koleksi]] ') elseif args.type == 'dictionary' then html:wikitext('[[Category: Indeks - Kamus]] ') elseif args.type == 'phdthesis' then html:wikitext('[[Category: Indeks - Tesis]] ') end html:wikitext('[[Category: Indeks]] ') if args.source ~= 'djvu' then html:wikitext('[[Category: Buku non-DjVu]] ') elseif args.source == 'pdf' then html: wikitext ('[[Category: Buku PDF]]') elseif args.source == 'ogg' then html: wikitext ('[[Category: Berkas OGG]]') elseif args.source == 'webm' then html: wikitext ('[[Category: Berkas WEBM]]') end if not args.remarks then html: wikitext ('[[Category: Halaman berindeks]]') end return tostring(html) end local p = {} function p.indexTemplate( frame ) return indexTemplate( frame ) end return p hv2jv57xn9dbdnt6cmlui3258koupcj 316104 316103 2026-08-27T14:43:25Z JGiannelos (WMF) 24110 Membatalkan revisi [[Special:Diff/316103|316103]] oleh [[Special:Contributions/JGiannelos (WMF)|JGiannelos (WMF)]] ([[User talk:JGiannelos (WMF)|bicara]]) 316104 Scribunto text/plain function withWikidataLink(wikitext, category) if wikitext == nil then return nil end new_wikitext = mw.ustring.gsub(wikitext, '%[%[([^|%]]*)%]%]', function(page) return addWikidataToLink(page, mw.ustring.gsub(page, '%.*/', '') , category) end) if new_wikitext ~= wikitext then return new_wikitext end return mw.ustring.gsub(wikitext, '%[%[([^|]*)|([^|%]]*)%]%]', function(page, link) return addWikidataToLink(page, link, category) end) end function addWikidataToLink(page, label, category) local title = mw.title.new( page ) if title == nil then return '[[' .. page .. '|' .. label .. ']]' end if title.isRedirect then title = title.redirectTarget end local tag = mw.html.create('span') local itemId = mw.wikibase.getEntityIdForTitle(title.fullText) tag:wikitext('[[' .. page .. '|' .. label .. ']]') if itemId ~= nil then tag:wikitext(' [[Image:Wikidata.svg|10px|link=d:' .. itemId .. '|Lihat butir ini di Wikidata]]') if category ~= nil then tag:wikitext('[[Kategori:' .. category .. ']]') end end return tostring(tag) end function addRow(metadataTable, key, value) if value then metadataTable:tag('tr') :tag('th') :attr('score', 'row') :css('vertical-align', 'top') :wikitext(key) :done() :tag('td'):wikitext(value) end end function splitFileNameInFileAndPage(title) local slashPosition = string.find(title.text, "/") if slashPosition == nil then return title.text,nil else return string.sub(title.text, 1, slashPosition - 1), string.sub(title.text, slashPosition + 1) end end function indexTemplate(frame) --create a clean table of parameters with blank parameters removed local data = (require 'Module:Index_data').indexDataWithWikidata(frame) local args = data.args local item = data.item local page = mw.title.getCurrentTitle() local html = mw.html.create() if item then html:wikitext('[[Kategori: Buku dengan butir Wikidata]]<indicator name="wikidata">[[File:Wikidata.svg|20px|Elemen Wikidata|link=d:' .. item.id .. ']]</indicator>') else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa butir Wikidata]]') end --Left part local left = html:tag('div') if args.remarks or args.notes then left:css('width', '80%') end left:css('float', 'left') --Image if args.image then local imageContainer = left:tag('div') :css({ float = 'left', overflow = 'hidden', border = 'thin grey solid' }) local imageTitle = nil if tonumber(args.image) ~= nil then -- this is a page number imageTitle = mw.title.getCurrentTitle():subPageTitle(args.image) else -- this is an other file imageTitle = mw.title.new(args.image, "Media") end if imageTitle == nil then imageContainer:wikitext(args.image) else local imageName, imagePage = splitFileNameInFileAndPage(imageTitle) if imagePage ~= nil then imageContainer:wikitext('[[File:' .. imageName .. '|page=' .. imagePage .. '|250px]]') else imageContainer:wikitext('[[File:' .. imageName .. '|250px]]') end end end --Metadata local metadataContainer = left:tag('div') if args.image then metadataContainer:css('margin-left', '150px') end local metadataTable = metadataContainer:tag('table') if args.title then if item then addRow(metadataTable, 'Judul', withWikidataLink(args.title)) else addRow(metadataTable, 'Judul', '[[' .. args.title .. ']]') end else mw.addWarning('Anda harus mengisi kotak judul') end addRow(metadataTable, 'Subjudul', withWikidataLink(args.subtitle)) if args.volume then addRow(metadataTable, 'Volume', '' .. args.volume .. '' ) html:wikitext('[[Kategori: Buku dengan informasi Volume]]') else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Volume]]') end if args.edition then addRow(metadataTable, 'Edisi', '' .. args.edition .. '') html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Edisi]]') else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Edisi]]') end if args.author then if item then addRow(metadataTable, 'Pengarang', withWikidataLink(args.author)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Pengarang]]') --html:wikitext('[[Category: Books by ' .. mw.text.nowiki(args.author) .. ']]') -- local author = {{#invoke:delink|delink|mw.text.nowiki(args.author)}} --local author = wikitext(args.author) --local author = mw.text.killMarkers(args.author) --local author = {{#invoke:delink|delinkWikilink| mw.text.nowiki(args.author)}} --html:wikitext('[[Category: Books by ' .. {{#invoke:delink|' .. args.author .. '}}]]') local author = item:formatStatements('P253075')['value'] --local author = {{delink|[[args.author]]}} --local author = {{#delink|I visited www.example.com example.com.}} --local author = {{#invoke:delink | args.author}} --local author = mw.text.unstrip( args.author ) --html:wikitext('[[Category: Books by ' .. author .. ']]') else addRow(metadataTable, 'Pengarang', '{{Al|' .. args.author .. '}}') end else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Pengarang]]') end if args.coauthor1 then addRow(metadataTable, 'Pengarang kedua', '{{Al|' .. args.coauthor1 .. '}}') end if args.translator then if item then addRow(metadataTable, 'Penerjemah', withWikidataLink(args.translator)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Penerjemah]]') else addRow(metadataTable, 'Penerjemah', '{{Al|' .. args.translator .. '}}') end else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Penerjemah]]') end if args.editor then if item then addRow(metadataTable, 'Penyunting', withWikidataLink(args.editor)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Penyunting]]') else addRow(metadataTable, 'Penyunting', '{{Al|' .. args.editor .. '}}') end else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Penyunting]]') end if args.illustrator then addRow(metadataTable, 'Ilustrator', withWikidataLink(args.illustrator)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Ilustrator]]') else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Ilustrator]]') end if args.publisher then if item then addRow(metadataTable, 'Penerbit', withWikidataLink(args.publisher)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Penerbit]]') -- {{suppress categories|html:wikitext[[Category:No Publisher]]}} -- {{#invoke:Suppress categories|main|html:wikitext[[Category:No Publisher]]}} else addRow(metadataTable, 'Penerbit', withWikidataLink(args.publisher)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Penerbit]]') end else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Penerbit]]') end if args.address then addRow(metadataTable, 'Alamat penerbit', withWikidataLink(args.address)) html:wikitext('[[Category:Buku dengan informasi Alamat Penerbit]]') else if args.publishedin then addRow(metadataTable, 'Published In', withWikidataLink(args.publishedin)) html:wikitext('[[Category:Buku dengan informasi Alamat Penerbit]]') else html:wikitext('[[Category:Buku tanpa informasi Alamat Penerbit]]') end end if args.year then addRow(metadataTable, 'Tahun', withWikidataLink(args.year)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Tahun]]') else html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Tahun]]') end if args.printer then addRow(metadataTable, 'Pencetak', withWikidataLink(args.printer)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Pencetak]]') else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Pencetak]]') end if args.source == 'djvu' or args.source == 'pdf' then addRow(metadataTable, 'Sumber', '[[:File:' .. mw.title.getCurrentTitle().text .. '|' .. args.source .. ']]') --add an indicator linking to the usages local query = 'SELECT ?item ?itemLabel ?pages ?page WHERE {\n ?item wdt:P996 <http://commons.wikimedia.org/wiki/Special:FilePath/' .. mw.uri.encode(mw.title.getCurrentTitle().text, 'PATH') .. '> .\n OPTIONAL { ?page schema:about ?item ; schema:isPartOf <https://id.wikisource.org/> . }\n OPTIONAL { ?item wdt:P304 ?pages . }\n SERVICE wikibase:label { bd:serviceParam wikibase:language "[AUTO_LANGUAGE],id".\n}}' html:wikitext('<indicator name="index-scan-wikidata">[[File:Wikidata Query Service Favicon.svg|20px|Butir Wikidata |link=https://query.wikidata.org/embed.html#' .. mw.uri.encode(query, 'PATH') .. ']]</indicator>') else addRow(metadataTable, 'Sumber', args.source) end if args.progress == 'T' then addRow(metadataTable, 'Kemajuan', '[[Category:Buku lengkap]] [[:Category:Buku lengkap|Lengkap]]') elseif args.progress == 'V' then addRow(metadataTable, 'Kemajuan', '[[category:Buku untuk divalidasi]] [[:Category:Buku untuk divalidasi | Untuk divalidasi]]') elseif args.progress == 'C' then addRow(metadataTable, 'Kemajuan', '[[category:Buku untuk dibetulkan]] [[:category:Buku untuk dibetulkan | Untuk dibetulkan]]') elseif args.progress == 'OCR' then addRow(metadataTable, 'Kemajuan', '[[category:Buku tanpa lapisan teks]] [[:category:Buku tanpa lapisan teks | Tambahkan lapisan teks OCR]]') elseif args.progress == 'L' then addRow(metadataTable, 'Kemajuan', '[[category:Buku untuk diperbaiki]] <span style = "color: # FF0000;"> [[:category: Buku untuk diperbaiki | Berkas sumber cacat]]</span>') elseif args.progress == 'X' then addRow(metadataTable, 'Progres', '[[category:Ekstrak dan kompilasi]] [[:category:Ekstrak dan kompilasi | Sumber tidak lengkap: ekstrak dan kompilasi]]') else addRow(metadataTable, 'Progres', '[[Category:Buku dengan kemajuan tidak diketahui]] [[:category:Buku dengan kemajuan tidak diketahui | Kemajuan tidak diketahui]]') end addRow(metadataTable, 'Seri', args.volumes) if args.pages then left:tag('div'):css('clear', 'both') left:tag('h3'):wikitext('Halaman') left:tag('div'):attr('id', 'pagelist'):css({ background = '#F0F0F0', ['padding-left'] = '0.5em', ['text-align'] = 'justify' }):newline():wikitext(args.pages):newline() else mw.addWarning('You must enter the pagination of the facsimile (Pages field) ') end if args.remarks or args.notes then local right = html:tag('div'):css({ width = '44%;', ['padding-left'] = '1em', float = 'right' }) if args.remarks then right:tag('div'):attr('id', 'remarks'):wikitext(args.remarks) end if args.notes then right:tag('hr'):css({ ['margin-top'] = '1em', ['margin-bottom'] = '1em' }) right:tag('div'):attr('id', 'notes'):wikitext(args.notes) end end if args.type == 'book' then html:wikitext('[[Category: Indeks - Buku]] ') elseif args.type == 'journal' then html:wikitext('[[Category: Indeks - Terbitan berkala]] ') elseif args.type == 'collection' then html:wikitext('[[Category: Indeks - Koleksi]] ') elseif args.type == 'dictionary' then html:wikitext('[[Category: Indeks - Kamus]] ') elseif args.type == 'phdthesis' then html:wikitext('[[Category: Indeks - Tesis]] ') end html:wikitext('[[Category: Indeks]] ') if args.source ~= 'djvu' then html:wikitext('[[Category: Buku non-DjVu]] ') elseif args.source == 'pdf' then html: wikitext ('[[Category: Buku PDF]]') elseif args.source == 'ogg' then html: wikitext ('[[Category: Berkas OGG]]') elseif args.source == 'webm' then html: wikitext ('[[Category: Berkas WEBM]]') end if not args.remarks then html: wikitext ('[[Category: Halaman berindeks]]') end return tostring(html) end local p = {} function p.indexTemplate( frame ) return indexTemplate( frame ) end return p kvjrar2ya1tudeympgoygn4my6hq5n9 316105 316104 2026-08-27T14:46:11Z JGiannelos (WMF) 24110 Use wikitext for headings, not html tags, so TOC is rendered with parsoid. Ensure newline is used to render the heading. 316105 Scribunto text/plain function withWikidataLink(wikitext, category) if wikitext == nil then return nil end new_wikitext = mw.ustring.gsub(wikitext, '%[%[([^|%]]*)%]%]', function(page) return addWikidataToLink(page, mw.ustring.gsub(page, '%.*/', '') , category) end) if new_wikitext ~= wikitext then return new_wikitext end return mw.ustring.gsub(wikitext, '%[%[([^|]*)|([^|%]]*)%]%]', function(page, link) return addWikidataToLink(page, link, category) end) end function addWikidataToLink(page, label, category) local title = mw.title.new( page ) if title == nil then return '[[' .. page .. '|' .. label .. ']]' end if title.isRedirect then title = title.redirectTarget end local tag = mw.html.create('span') local itemId = mw.wikibase.getEntityIdForTitle(title.fullText) tag:wikitext('[[' .. page .. '|' .. label .. ']]') if itemId ~= nil then tag:wikitext(' [[Image:Wikidata.svg|10px|link=d:' .. itemId .. '|Lihat butir ini di Wikidata]]') if category ~= nil then tag:wikitext('[[Kategori:' .. category .. ']]') end end return tostring(tag) end function addRow(metadataTable, key, value) if value then metadataTable:tag('tr') :tag('th') :attr('score', 'row') :css('vertical-align', 'top') :wikitext(key) :done() :tag('td'):wikitext(value) end end function splitFileNameInFileAndPage(title) local slashPosition = string.find(title.text, "/") if slashPosition == nil then return title.text,nil else return string.sub(title.text, 1, slashPosition - 1), string.sub(title.text, slashPosition + 1) end end function indexTemplate(frame) --create a clean table of parameters with blank parameters removed local data = (require 'Module:Index_data').indexDataWithWikidata(frame) local args = data.args local item = data.item local page = mw.title.getCurrentTitle() local html = mw.html.create() if item then html:wikitext('[[Kategori: Buku dengan butir Wikidata]]<indicator name="wikidata">[[File:Wikidata.svg|20px|Elemen Wikidata|link=d:' .. item.id .. ']]</indicator>') else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa butir Wikidata]]') end --Left part local left = html:tag('div') if args.remarks or args.notes then left:css('width', '80%') end left:css('float', 'left') --Image if args.image then local imageContainer = left:tag('div') :css({ float = 'left', overflow = 'hidden', border = 'thin grey solid' }) local imageTitle = nil if tonumber(args.image) ~= nil then -- this is a page number imageTitle = mw.title.getCurrentTitle():subPageTitle(args.image) else -- this is an other file imageTitle = mw.title.new(args.image, "Media") end if imageTitle == nil then imageContainer:wikitext(args.image) else local imageName, imagePage = splitFileNameInFileAndPage(imageTitle) if imagePage ~= nil then imageContainer:wikitext('[[File:' .. imageName .. '|page=' .. imagePage .. '|250px]]') else imageContainer:wikitext('[[File:' .. imageName .. '|250px]]') end end end --Metadata local metadataContainer = left:tag('div') if args.image then metadataContainer:css('margin-left', '150px') end local metadataTable = metadataContainer:tag('table') if args.title then if item then addRow(metadataTable, 'Judul', withWikidataLink(args.title)) else addRow(metadataTable, 'Judul', '[[' .. args.title .. ']]') end else mw.addWarning('Anda harus mengisi kotak judul') end addRow(metadataTable, 'Subjudul', withWikidataLink(args.subtitle)) if args.volume then addRow(metadataTable, 'Volume', '' .. args.volume .. '' ) html:wikitext('[[Kategori: Buku dengan informasi Volume]]') else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Volume]]') end if args.edition then addRow(metadataTable, 'Edisi', '' .. args.edition .. '') html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Edisi]]') else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Edisi]]') end if args.author then if item then addRow(metadataTable, 'Pengarang', withWikidataLink(args.author)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Pengarang]]') --html:wikitext('[[Category: Books by ' .. mw.text.nowiki(args.author) .. ']]') -- local author = {{#invoke:delink|delink|mw.text.nowiki(args.author)}} --local author = wikitext(args.author) --local author = mw.text.killMarkers(args.author) --local author = {{#invoke:delink|delinkWikilink| mw.text.nowiki(args.author)}} --html:wikitext('[[Category: Books by ' .. {{#invoke:delink|' .. args.author .. '}}]]') local author = item:formatStatements('P253075')['value'] --local author = {{delink|[[args.author]]}} --local author = {{#delink|I visited www.example.com example.com.}} --local author = {{#invoke:delink | args.author}} --local author = mw.text.unstrip( args.author ) --html:wikitext('[[Category: Books by ' .. author .. ']]') else addRow(metadataTable, 'Pengarang', '{{Al|' .. args.author .. '}}') end else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Pengarang]]') end if args.coauthor1 then addRow(metadataTable, 'Pengarang kedua', '{{Al|' .. args.coauthor1 .. '}}') end if args.translator then if item then addRow(metadataTable, 'Penerjemah', withWikidataLink(args.translator)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Penerjemah]]') else addRow(metadataTable, 'Penerjemah', '{{Al|' .. args.translator .. '}}') end else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Penerjemah]]') end if args.editor then if item then addRow(metadataTable, 'Penyunting', withWikidataLink(args.editor)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Penyunting]]') else addRow(metadataTable, 'Penyunting', '{{Al|' .. args.editor .. '}}') end else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Penyunting]]') end if args.illustrator then addRow(metadataTable, 'Ilustrator', withWikidataLink(args.illustrator)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Ilustrator]]') else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Ilustrator]]') end if args.publisher then if item then addRow(metadataTable, 'Penerbit', withWikidataLink(args.publisher)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Penerbit]]') -- {{suppress categories|html:wikitext[[Category:No Publisher]]}} -- {{#invoke:Suppress categories|main|html:wikitext[[Category:No Publisher]]}} else addRow(metadataTable, 'Penerbit', withWikidataLink(args.publisher)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Penerbit]]') end else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Penerbit]]') end if args.address then addRow(metadataTable, 'Alamat penerbit', withWikidataLink(args.address)) html:wikitext('[[Category:Buku dengan informasi Alamat Penerbit]]') else if args.publishedin then addRow(metadataTable, 'Published In', withWikidataLink(args.publishedin)) html:wikitext('[[Category:Buku dengan informasi Alamat Penerbit]]') else html:wikitext('[[Category:Buku tanpa informasi Alamat Penerbit]]') end end if args.year then addRow(metadataTable, 'Tahun', withWikidataLink(args.year)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Tahun]]') else html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Tahun]]') end if args.printer then addRow(metadataTable, 'Pencetak', withWikidataLink(args.printer)) html:wikitext('[[Category: Buku dengan informasi Pencetak]]') else html:wikitext('[[Category: Buku tanpa informasi Pencetak]]') end if args.source == 'djvu' or args.source == 'pdf' then addRow(metadataTable, 'Sumber', '[[:File:' .. mw.title.getCurrentTitle().text .. '|' .. args.source .. ']]') --add an indicator linking to the usages local query = 'SELECT ?item ?itemLabel ?pages ?page WHERE {\n ?item wdt:P996 <http://commons.wikimedia.org/wiki/Special:FilePath/' .. mw.uri.encode(mw.title.getCurrentTitle().text, 'PATH') .. '> .\n OPTIONAL { ?page schema:about ?item ; schema:isPartOf <https://id.wikisource.org/> . }\n OPTIONAL { ?item wdt:P304 ?pages . }\n SERVICE wikibase:label { bd:serviceParam wikibase:language "[AUTO_LANGUAGE],id".\n}}' html:wikitext('<indicator name="index-scan-wikidata">[[File:Wikidata Query Service Favicon.svg|20px|Butir Wikidata |link=https://query.wikidata.org/embed.html#' .. mw.uri.encode(query, 'PATH') .. ']]</indicator>') else addRow(metadataTable, 'Sumber', args.source) end if args.progress == 'T' then addRow(metadataTable, 'Kemajuan', '[[Category:Buku lengkap]] [[:Category:Buku lengkap|Lengkap]]') elseif args.progress == 'V' then addRow(metadataTable, 'Kemajuan', '[[category:Buku untuk divalidasi]] [[:Category:Buku untuk divalidasi | Untuk divalidasi]]') elseif args.progress == 'C' then addRow(metadataTable, 'Kemajuan', '[[category:Buku untuk dibetulkan]] [[:category:Buku untuk dibetulkan | Untuk dibetulkan]]') elseif args.progress == 'OCR' then addRow(metadataTable, 'Kemajuan', '[[category:Buku tanpa lapisan teks]] [[:category:Buku tanpa lapisan teks | Tambahkan lapisan teks OCR]]') elseif args.progress == 'L' then addRow(metadataTable, 'Kemajuan', '[[category:Buku untuk diperbaiki]] <span style = "color: # FF0000;"> [[:category: Buku untuk diperbaiki | Berkas sumber cacat]]</span>') elseif args.progress == 'X' then addRow(metadataTable, 'Progres', '[[category:Ekstrak dan kompilasi]] [[:category:Ekstrak dan kompilasi | Sumber tidak lengkap: ekstrak dan kompilasi]]') else addRow(metadataTable, 'Progres', '[[Category:Buku dengan kemajuan tidak diketahui]] [[:category:Buku dengan kemajuan tidak diketahui | Kemajuan tidak diketahui]]') end addRow(metadataTable, 'Seri', args.volumes) if args.pages then left:tag('div'):css('clear', 'both') left:newline():wikitext('=== Halaman ==='):newline() left:tag('div'):attr('id', 'pagelist'):css({ background = '#F0F0F0', ['padding-left'] = '0.5em', ['text-align'] = 'justify' }):newline():wikitext(args.pages):newline() else mw.addWarning('You must enter the pagination of the facsimile (Pages field) ') end if args.remarks or args.notes then local right = html:tag('div'):css({ width = '44%;', ['padding-left'] = '1em', float = 'right' }) if args.remarks then right:tag('div'):attr('id', 'remarks'):wikitext(args.remarks) end if args.notes then right:tag('hr'):css({ ['margin-top'] = '1em', ['margin-bottom'] = '1em' }) right:tag('div'):attr('id', 'notes'):wikitext(args.notes) end end if args.type == 'book' then html:wikitext('[[Category: Indeks - Buku]] ') elseif args.type == 'journal' then html:wikitext('[[Category: Indeks - Terbitan berkala]] ') elseif args.type == 'collection' then html:wikitext('[[Category: Indeks - Koleksi]] ') elseif args.type == 'dictionary' then html:wikitext('[[Category: Indeks - Kamus]] ') elseif args.type == 'phdthesis' then html:wikitext('[[Category: Indeks - Tesis]] ') end html:wikitext('[[Category: Indeks]] ') if args.source ~= 'djvu' then html:wikitext('[[Category: Buku non-DjVu]] ') elseif args.source == 'pdf' then html: wikitext ('[[Category: Buku PDF]]') elseif args.source == 'ogg' then html: wikitext ('[[Category: Berkas OGG]]') elseif args.source == 'webm' then html: wikitext ('[[Category: Berkas WEBM]]') end if not args.remarks then html: wikitext ('[[Category: Halaman berindeks]]') end return tostring(html) end local p = {} function p.indexTemplate( frame ) return indexTemplate( frame ) end return p tt92fva3olhi174uktrbdk5fqo56qvy Pengguna:Aeia aai 2 55475 316131 309965 2026-08-28T00:51:15Z Aeia aai 24023 316131 wikitext text/x-wiki {{Peserta Kompetisi Wikisource 2024}} {{Peserta Kompetisi Wikisource 2025}} {{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}} {{Peserta WikiPandu}} {{Peserta Tantangan WikiPandu}} ac8bjdryktiwccaa2ulto7fbcyvce76 Wikisumber:Warung kopi/Arsip 2026 4 104659 316134 306866 2026-08-28T01:48:00Z Rachmat04 3937 Menambahkan 3 utas dari [[Wikisumber:Warung kopi]] 316134 wikitext text/x-wiki {{Arsip|Wikisumber:Warung kopi}} __ARCHIVEDTALK__ __NOINDEX__ == Apa konten seperti ini layak di Wikisource? == * [[Manifesto Partai Gerakan Perubahan]] * [[Manuskrip Partai Gerakan Perubahan]] * [[11 Pilar Demokrasi - Partai Gerakan Perubahan]] * [[14 Prinsip Demokrasi - Partai Gerakan Perubahan]] * [[Manifesto Perjuangan Partai Gerakan Indonesia Raya]] Mohon untuk memberikan komentar. --[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 4 Januari 2026 16.38 (UTC) :Menimbang [[Wikisumber:Kebijakan hak cipta|kebijakan hak cipta]] dan [[Wikisumber:Kebijakan inklusi]] yang masih belum lengkap, saya izin berpendapat menggunakan versi Inggris baik untuk [[:en:Wikisource:Copyright policy|kebijakan hak cipta]] maupun [[:en:Wikisource:What Wikisource includes|kebijakan inklusi]] tersebut. :'''Sudut pandang kebijakan hak cipta''' :Secara garis besar, Wikisource bahkan tidak menerima penggunaan wajar (fair use). Wikisource menghendaki bebas hak cipta, entah itu dilepas dengan lisensi CC BY-SA maupun sudah berada dalam domain publik. Wikisource sendiri peladennya berada di Amerika Serikat yang mematuhi perundang-undangan di sana, tetapi karena menggunakan bahasa Indonesia, saya merasa undang-undang Indonesia juga berlaku. :Di Indonesia, undang-undang tentang hak cipta adalah [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014]]. Berikut pandangan saya: Pasal 43 "Perbuatan yang tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta meliputi:" huruf d "pembuatan dan penyebarluasan konten Hak Cipta melalui media teknologi informasi dan komunikasi yang bersifat tidak komersial dan/atau menguntungkan Pencipta atau pihak terkait, atau Pencipta tersebut menyatakan tidak keberatan atas pembuatan dan penyebarluasan tersebut." :Melalui ini, harus ada pernyataan tertulis dari pihak terkait atas tidak keberatan akan penyebarluasan tersebut. Bagaimana caranya? Untuk ini, saya belum memikirkan. :'''Sudut pandang kebijakan inklusi''' :Konten bebas dinyatakan memerlukan "atribusi" dan "memperbolehkan karya turunan". Kalau diterjemahkan ke lisensi Creative Commons, maka akan menjadi CC BY, CC BY-SA, dan CC0. :Meski secara otomatis segala konten di dalam Wikisource dilepas dalam lisensi CC BY-SA, lagi-lagi, alangkah baiknya ada pernyataan tertulis dari pihak terkait bahwa mereka berkenan atas hal itu. :Situs web resmi dari pihak terkait <u>tidak menyatakan teks mereka dilepas dalam lisensi tersebut</u>, sehingga alih-alih masuk Pasal 43 huruf d UU 28/2014, saya rasa rawan masuk Pasal 40 Ayat (1) huruf a yang dilindungi Pasal 58 Ayat (1) dan pidananya sudah ditentukan Pasal 113. :Demikian pendapat saya. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 5 Januari 2026 10.39 (UTC) ::berarti dapat disimpulkan bahwa konten tersebut menyalahi aturan hak cipta kan mas? di sisi lain pembuat juga tidak menyebutkan pencipta dan sumbernya. ::terimakasih atas komentarnya. @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 13 Januari 2026 16.17 (UTC) :Saya setuju dengan [[Wikisumber:Warung_kopi#c-Mnam23-20260105103900-Empat_Tilda-20260104163800|komentar]] bung @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]]. Sejujurnya, saya belum melihat pernyataan bahwa naskah-naskah di atas adalah naskah yang memiliki lisensi yang sesuai dengan Wikisumber. Kontributornya pun hanya akun sementara. Artinya, sepertinya naskah tidak (atau setidaknya belum) layak masuk Wikisumber. Terima kasih —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 14 Januari 2026 06.36 (UTC) == Terjemahan Al-Qur'an == Berkaca dari [[:en:Qur'an]] dan contoh [[:en:The Holy Qur'an (Maulana Muhammad Ali)/1. The Opening]], saya merasa naskah [[Al-Qur'an]] di Wikisumber perlu penyesuaian. Terjemahan yang sudah ada menurut saya bersumber dari edisi 1971 dan sudah saya unggah indeksnya di Wikisumber. Terjemahan terkini dari edisi 2019 juga saya unggah. Saya pun menyiapkan {{tl|Parallel}} untuk memudahkan nantinya. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 5 Januari 2026 12.58 (UTC) :Terima kasih bung @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]]. Saya rasa apa yang bung lakukan sangat baik. Untuk judul di Wikisumber, apakah menurut bung lebih baik judul pada halaman transklusi ditambahkan tahun untuk memastikan pembaca tahu perbedaan tahun terbit naskah? Misalnya, [[Al Qur'an dan Terjemahnya|Al Qur'an dan Terjemahnya (edisi 1971)]] dan [[Al-Qur'an dan Terjemahannya|Al Qur'an dan Terjemahannya (edisi 2019)]]. Terima kasih sebelumnya —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 14 Januari 2026 06.29 (UTC) ::Waduh. Kasus pertama beda judul beda edisi nih. Setuju, tapi tanpa kata "edisi". Penamaannya samakan seperti [[Sengsara Membawa Nikmat]] saja. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 14 Januari 2026 06.51 (UTC) :::Baik, setuju. Untuk yg pertama, apakah ada kemungkinan salah ketik pada naskah? Atau kita biarkan saja judulnya seperti sekarang (tanpa -an pada "terjemahnya" dan tidak tanbahkan tahun)? —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 14 Januari 2026 06.59 (UTC) ::::Nah itu sih, jadi alasan saya. Kenapa tidak dikasih tahun? Ya, karena judulnya sendiri beda. Untuk yang pertama memang dari sumbernya pakai "Terjemahnya". [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 14 Januari 2026 08.24 (UTC) :::::Baik, paham. Untuk selanjutnya, kalau judulnya sama baru kita tambahkan tahun, ya? —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 14 Januari 2026 08.30 (UTC) ::::::Betul. [[Bantuan:Disambiguasi]] sebenarnya bisa diberi contoh kasus, tapi di Wikisumber Indonesia masih terbatas. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 14 Januari 2026 13.06 (UTC) == [[KUHP]] dan [[KUHAP]] versi baru == To-do list: https://nasional.kompas.com/read/2026/01/02/06344221/kuhap-dan-kuhp-versi-terbaru-berlaku-perdana-hari-ini * KUHP: [[Indeks:UU 1 2023.pdf]] * KUHAP: https://jdih.setneg.go.id/downloadFile/Salinan%20UU%20Nomor%2020%20Tahun%202025.pdf (belum diunggah ke Commons) <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 10 Januari 2026 21.08 (UTC) :Juga UU 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana, yang bisa dimasukkan di Konsolidasi UU 1/2023. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 11 Januari 2026 00.05 (UTC) ::Sudah saya unggah. [[Indeks:UU 20 2025.pdf]] & [[Indeks:UU 1 2026.pdf]]. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 11 Januari 2026 00.22 (UTC) == Thank You for Last Year – Join Wiki Loves Ramadan 2026 == Dear Wikimedia communities, We hope you are doing well, and we wish you a happy New Year. ''Last year, we captured light. This year, we’ll capture legacy.'' In 2025, communities around the world shared the glow of Ramadan nights and the warmth of collective iftars. In 2026, ''Wiki Loves Ramadan'' is expanding, bringing more stories, more cultures, and deeper global connections across Wikimedia projects. We invite you to explore the ''Wiki Loves Ramadan 2026'' [[m:Special:MyLanguage/Wiki Loves Ramadan 2026|Meta page]] to learn how you can participate and [[m:Special:MyLanguage/Wiki Loves Ramadan 2026/Participating communities|sign up]] your community. 📷 ''Photo campaign on '' [[c:Special:MyLanguage/Commons:Wiki Loves Ramadan 2026|Wikimedia Commons]] If you have questions about the project, please refer to the FAQs: * [[m:Special:MyLanguage/Wiki Loves Ramadan/FAQ/|Meta-Wiki]] * [[c:Special:MyLanguage/Commons:Wiki Loves Ramadan/FAQ|Wikimedia Commons]] ''Early registration for updates is now open via the '''[[m:Special:RegisterForEvent/2710|Event page]]''''' ''Stay connected and receive updates:'' * [https://t.me/WikiLovesRamadan Telegram channel] * [https://lists.wikimedia.org/postorius/lists/wikilovesramadan.lists.wikimedia.org/ Mailing list] We look forward to collaborating with you and your community. '''The Wiki Loves Ramadan 2026 Organizing Team''' 16 Januari 2026 19.45 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:ZI Jony@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Non-Technical_Village_Pumps_distribution_list&oldid=29879549 --> == Pengalihan == Jujur, saya senang dengan kontribusi terkini dari OrophinBot. Akan tetapi, andai bisa juga membantu dalam beberapa hal. Seperti memudahkan suntingan-suntingan [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Wikisumber:Kompetisi_Wikisource_2025/Daftar_buku&oldid=259741 259741], [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Indeks:Menggunakan_Wikipedia_dalam_Pembelajaran-Modul_1.pdf&oldid=257452 257452], [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Indeks:Menggunakan_Wikipedia_dalam_Pembelajaran-Modul_2.pdf&oldid=257455 257455], dan [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Indeks:Menggunakan_Wikipedia_dalam_Pembelajaran-Modul_3.pdf&oldid=257458 257458] yang mengalih indeks tetapi tidak beserta halamannya padahal ada yang sudah diuji-baca. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 17 Januari 2026 11.39 (UTC) :Mungkin bisa dicoba untuk menghubungi pemilik bot tersebut. Barangkali dia bisa membantu. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 19 Januari 2026 07.07 (UTC) == Tinjauan tahunan untuk Kode Etik Universal dan Panduan Penegakan == <section begin="announcement-content" /> Saya ingin menyampaikan bahwa periode peninjauan tahunan Kode Etik Universal dan Pedoman Penegakannya saat ini telah dibuka. Usulan perubahan dapat diajukan hingga 9 Februari 2026. Tahap ini merupakan langkah awal dari rangkaian proses peninjauan tahunan yang akan dilakukan.[[m:Special:MyLanguage/Universal Code of Conduct/Annual review/2026|Informasi lengkap dan ruang diskusi tersedia di halaman UCoC di Meta]]. [[m:Special:MyLanguage/Universal Code of Conduct/Coordinating Committee|Komite Pengarah Kode Etik Universal]] (U4C) adalah grup global yang didedikasikan untuk memberikan implementasi yang adil dan konsisten dari UCoC. Tinjauan tahunan ini telah direncanakan dan diimplementasikan oleh U4C. Untuk informasi dan tanggung jawab U4C lebih lanjut, [[m:Special:MyLanguage/Universal Code of Conduct/Coordinating Committee/Charter|Anda dapat meninjaunya pada piagam U4C]]. Mohon bagikan informasi ini pada anggota lain di komunitas Anda di mana pun yang mungkin sesuai. -- Bekerja sama dengan U4C, [[m:User:Keegan (WMF)|Keegan (WMF)]] ([[m:User talk:Keegan (WMF)|bicara]])<section end="announcement-content" /> 19 Januari 2026 21.02 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Keegan (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=29905753 --> == Manifesto Mippedia == Saya menemukan dua halaman berikut: [[Manifesto Rumi Haitami mengenai Mippedia]] dan [[Manifesto Proyek Mippedia dan Komunitas Mippedia]] yang saya rasa tidak begitu berhubungan dengan visi Wikisumber bahasa Indonesia. Bagaimana menurut teman-teman? —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 11 Maret 2026 04.25 (UTC) :{{vote|delete}} Lebih ke arah promosi, mirip dengan konten [[Wikisumber:Warung kopi#Apa konten seperti ini layak di Wikisource?|di sini]]. Dan sepertinya kita sepakat untuk menghapus koten sejenis. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 14 Maret 2026 16.38 (UTC) ::Baik, terima kasih banyak untuk komentarnya. —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 15 Maret 2026 00.47 (UTC) == Permohonan hak akses == Halo, Saya Riiiv. Saya ingin membuat halaman pendaftaran acara di Wikisumber bahasa Indonesia. Mohon bantuannya kepada pengurus ([[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]]) untuk memberikan akses. Terima kasih. [[Pengguna:Riiiv|Riiiv]] ([[Pembicaraan Pengguna:Riiiv|bicara]]) 11 Maret 2026 11.56 (UTC) :{{done}}. Selamat berkegiatan! Hak akses diberikan karena @[[Pengguna:Riiiv|Riiiv]] merupakan Panitia Kompetisi Wikisource Bahasa Indonesia tahun 2026. Akses diberikan selama 3 bulan dan akan dievaluasi secara berkala. Silakan kabari kembali jika ada hal lain yang dapat dibantu. [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 11 Maret 2026 12.09 (UTC) == Permohonan Hak Akses == Halo, Saya Happywu, ingin membuat halaman pendaftaran acara di Wikisumber bahasa Indonesia. Mohon bantuannya kepada pengurus ([[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]]) untuk memberikan akses. Terima kasih. [[Pengguna:Happywu|Happywu]] ([[Pembicaraan Pengguna:Happywu|bicara]]) 13 Maret 2026 23.29 (UTC) :{{done}}. Selamat berkegiatan! Hak akses diberikan karena @[[Pengguna:Happywu|Happywu]] merupakan Panitia Kompetisi Wikisource Bahasa Indonesia tahun 2026. Akses diberikan selama 3 bulan dan akan dievaluasi secara berkala. Silakan kabari kembali jika ada hal lain yang dapat dibantu. [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 19 Maret 2026 06.46 (UTC) == Ide Menambahkan Audio di Laman Wikisumber == Halo, Saya mempunyai ide untuk membuat versi lisan suatu halaman yang sudah ditransklusi di Wikisumber, terutama untuk novel agar bisa jadi semacam audiobook. Contohnya mungkin bisa seperti [https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:WikiGalir WikiGalir] Apakah ada Wikisource edisi bahasa lain yang sudah melakukan hal semacam itu? Saya juga ingin meminta pendapat dari teman-teman mengenai ide ini - [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 19 Februari 2026 13.50 (UTC) :Saya ingin mencari templat yang sesuai untuk ide ini. Sejauh ini baru menemukan templat audio di [https://id.wikipedia.org/wiki/Templat:Wikipedia_Lisan Wikipedia] dan [https://id.wiktionary.org/wiki/Templat:suara Wiktionary]] [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 19 Februari 2026 13.53 (UTC) ::Saya membuat [[Templat:Dengar]] sebagai terjemahkan dari [https://en.wikisource.org/wiki/Template:Listen Template:Listen] dari en.wikisource.org sebagai awalan untuk ide ini [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 19 Februari 2026 23.58 (UTC) :Ini proyek menarik, kalo mau dijadikan proyek rapid/dana wiki bisa sepertinya wehehehe [[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] ([[Pembicaraan Pengguna:Radramboo|bicara]]) 19 Februari 2026 14.01 (UTC) :ini [https://id.wikibooks.org/wiki/Gajah_Kecil_Mengunjungi_Peternakan contoh karya terjemahan yang dilengkapi audiobooks (di proyek Wikibuku bahasa Indonesia).] :Kurang tahu kalau di wikisource bahasa daerah di Indonesia, tapi ini contoh di [https://bn.wikisource.org/wiki/%E0%A6%97%E0%A6%B2%E0%A7%8D%E0%A6%AA%E0%A6%97%E0%A7%81%E0%A6%9A%E0%A7%8D%E0%A6%9B_(%E0%A6%AA%E0%A7%8D%E0%A6%B0%E0%A6%A5%E0%A6%AE_%E0%A6%96%E0%A6%A3%E0%A7%8D%E0%A6%A1)/%E0%A6%8F%E0%A6%95%E0%A6%B0%E0%A6%BE%E0%A6%A4%E0%A7%8D%E0%A6%B0%E0%A6%BF bangla wikisource] dan [https://en.wikisource.org/wiki/Winnie-the-Pooh_(1961)/Chapter_3 English wikisource.] :[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 19 Februari 2026 14.08 (UTC) :Sangat menarik sebenarnya. Bisa jadi awal ''audiobook'' di Wikisumber dan meningkatkan inklusifitas. Menarik menjadi proyek selanjutnya setelah Transklusi Film. —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 19 Februari 2026 16.25 (UTC) :menarik mas, kalau jenisnya buku cerita bisa dipakai buat dongengin anakku sebelum tidur. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 6 Maret 2026 17.17 (UTC) == Konsensus untuk pemasangan spanduk == Apakah komunitas Wikisumber bahasa Indonesia memutuskan ingin memasang spanduk terkait pembatasan akses wiki di Indonesia? (Untuk pembahasan isu ini selengkapnya dapat disimak/berpartisipasi secara anonim di https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Permohonan_pendapat/Pembatasan_akses_wiki_di_Indonesia_(Februari_2026)#Konsensus_untuk_isi_spanduk Apabila mencapai konsensus, kita akan membawa hasil ini ke Meta untuk meminta supaya spanduk dipasang di situs-situs wiki bahasa-bahasa di Indonesia, untuk pembaca dari Indonesia, tanggal (tentatif) 23 Maret 2026, selama 31 hari (durasi paling lama), hingga 24 April 2026. Setelah itu, bisa diperpanjang melalui konsensus yang baru. # <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 2 Maret 2026 19.48 (UTC) sebagai inisiator. # {{setuju}} [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 3 Maret 2026 12.26 (UTC) # {{setuju}} [[Pengguna:Alfiyah Rizzy Afdiquni|Alfiyah Rizzy Afdiquni]] ([[Pembicaraan Pengguna:Alfiyah Rizzy Afdiquni|bicara]]) 4 Maret 2026 01.34 (UTC) # {{setuju}} karena pemblokiran auth.wikimedia.org itu tidak hanya berpengaruh pada situs Wikipedia (alasan yang sama yang saya gunakan di Wikikamus). —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 4 Maret 2026 07.29 (UTC) # {{setuju}} Turut mengajak seluruh pengguna aktif di berbagai proyek wiki untuk mengusulkan hal yang sama -- [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 6 Maret 2026 17.03 (UTC) # {{setuju}} jangan membatasi publik untuk berbagi pengetahuan menggunakan akun pribadi dan jangan mengusik data privasi kontributor wiki — [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 9 Maret 2026 13.03 (UTC) == Request for comment (global AI policy) == <bdi lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr"> Apologies for writing in English. {{int:Please-translate}} A [[:m:Requests for comment/Artificial intelligence policy|request for comment]] is currently being held to decide on a global AI policy. {{int:Feedback-thanks-title}} [[Pengguna:MediaWiki message delivery|MediaWiki message delivery]] ([[Pembicaraan Pengguna:MediaWiki message delivery|bicara]]) 26 April 2026 00.58 (UTC) </bdi> <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Codename Noreste@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30424282 --> == Permohonan hak akses [[pengguna:Quraeni]]== Halo, Saya Qure. Saya ingin membuat halaman pendaftaran acara di Wikisumber bahasa Indonesia untuk keperluan WikiLatih Mahir Wikisumber (10 Mei 2026) dan Kompetisi [https://meta.wikimedia.org/wiki/Event:WikiPandu WikiPandu] (Agustus 2026). Mohon bantuannya kepada pengurus. Terima kasih. [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 2 Mei 2026 10.20 (UTC) :Mohon informasinya, apakah permintaan yang dimaksud adalah permintaan hak akses "event-organizer"? '''&middot;&middot;&middot;''' <span title="Bunga sakura">🌸</span> [[User:Rachmat04|'''Rachmat04''']] '''&middot;''' [[User talk:Rachmat04|<span title="Ayo diskusi!">☕️</span>]] 2 Mei 2026 11.11 (UTC) ::iya Mas @[[Pengguna:Rachmat04|Rachmat04]], maksudnya hak akses "event-organizer" 🙏🏼😁 [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 2 Mei 2026 11.58 (UTC) :::{{done}}. Terima kasih untuk penjelasannya. Hak akses sudah diberikan. Semoga sukses! '''&middot;&middot;&middot;''' <span title="Bunga sakura">🌸</span> [[User:Rachmat04|'''Rachmat04''']] '''&middot;''' [[User talk:Rachmat04|<span title="Ayo diskusi!">☕️</span>]] 2 Mei 2026 12.04 (UTC) ::::Siap, terima kasih banyak! [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 5 Mei 2026 11.49 (UTC) == Penafsiran Pasal 58 [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014]] == [[Sengsara Membawa Nikmat]] menjadi contoh. Ada dua cetakan. Berdasarkan ayat 1, karya itu sendiri sudah berada dalam domain publik karena penulisnya meninggal lebih dari 70 tahun yang lalu. Namun, berdasarkan ayat 3, "Pelindungan Hak Cipta atas Ciptaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) yang dimiliki atau dipegang oleh badan hukum berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali dilakukan Pengumuman." Apakah dihitung dari tahun cetakan pertama, atau dihitung dari cetakan terkini? Jika dihitung dari cetakan terkini, jelas [[Sengsara Membawa Nikmat (2010)]] tidak lolos hak cipta. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 25 Januari 2026 03.01 (UTC) :Sejujurnya saya tidak pernah setuju terkait karya tersebut. Saya menyarankan untuk dihapus. Tapi mungkin ada yang berpendapat lain @[[Pengguna:Bennylin|Bennylin]] [[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Agus Damanik|bicara]]) 1 Februari 2026 09.40 (UTC) ::Saya berpendapat dari ayat 1 sih. Toh kan, sudah domain publik. Cetakan versi apapun sepertinya aman-aman saja. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 8 Mei 2026 21.45 (UTC) :Apabila kita punya yang ori, yang baru dihapus tidak apa-apa menurut saya. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 2 Februari 2026 08.35 (UTC) ::Karena sudah ada yang versi 1972. Sepertinya boleh kita hapus. [[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Agus Damanik|bicara]]) 7 Februari 2026 03.21 (UTC) == Puisi-puisi Chairil Anwar == Terdapat beberapa buku yang memuat puisi Chairil Anwar, seperti [[Kerikil_Tadjam_dan_Jang_Terampas_dan_Jang_Putus/Kerikil_Tadjam|Kerikil Tadjam]] dan [[Aku Ini Binatang Jalang]]. Sayangnya, terdapat beberapa puisi yang sama yang dimuat di dua buku tersebut, misalnya [[Nisan]]. Apakah lebih baik untuk membuat halaman untuk masing-masing buku, misalnya [[Kerikil Tajam/Nisan]] dan [[Aku Ini Binatang Jalang/Nisan]] atau dibuat menjadi satu halaman utama, seperti yang ada sekarang? Namun, jika dibuat menjadi satu halaman utama seperti sekarang, agaknya sedikit sulit untuk memastikan sumber atau kualitas uji baca karena halaman tersebut tidak merujuk pada halaman uji bacanya (misalnya menggunakan <code><nowiki><pages /></nowiki></code>). —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 31 Maret 2026 09.54 (UTC) :Saya senang dengan pilihan membuat halaman untuk masing-masing buku, misalnya [[Kerikil Tajam/Nisan]] dan [[Aku Ini Binatang Jalang/Nisan]]. Nanti "[[Nisan]]" dijadikan halaman disambiguasi (yang ketentuannya bisa dicek di [[WS:STYLE]]). [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 2 April 2026 10.58 (UTC) ::Benar juga, saya baru terpikir tentang halaman disambiguasi itu. Terima kasih banyak, bung, idenya!—[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 2 April 2026 11.55 (UTC) :{{setuju}} [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 2 April 2026 15.22 (UTC) == Action Required: Update templates/modules for electoral maps (Migrating from P1846 to P14226) == Hello everyone, This is a notice regarding an ongoing data migration on Wikidata that may affect your election-related templates and Lua modules (such as <code>Module:Itemgroup/list</code>). '''The Change:'''<br /> Currently, many templates pull electoral maps from Wikidata using the property [[:d:Property:P1846|P1846]], combined with the qualifier [[:d:Property:P180|P180]]: [[:d:Q19571328|Q19571328]]. We are migrating this data (across roughly 4,000 items) to a newly created, dedicated property: '''[[:d:Property:P14226|P14226]]'''. '''What You Need To Do:'''<br /> To ensure your templates and infoboxes do not break or lose their maps, please update your local code to fetch data from [[:d:Property:P14226|P14226]] instead of the old [[:d:Property:P1846|P1846]] + [[:d:Property:P180|P180]] structure. A [[m:Wikidata/Property Migration: P1846 to P14226/List|list of pages]] was generated using Wikimedia Global Search. '''Deadline:'''<br /> We are temporarily retaining the old data on [[:d:Property:P1846|P1846]] to allow for a smooth transition. However, to complete the data cleanup on Wikidata, the old [[:d:Property:P1846|P1846]] statements will be removed after '''May 1, 2026'''. Please update your modules and templates before this date to prevent any disruption to your wiki's election articles. Let us know if you have any questions or need assistance with the query logic. Thank you for your help! [[User:ZI Jony|ZI Jony]] using [[Pengguna:MediaWiki message delivery|MediaWiki message delivery]] ([[Pembicaraan Pengguna:MediaWiki message delivery|bicara]]) 3 April 2026 17.11 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:ZI Jony@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Non-Technical_Village_Pumps_distribution_list&oldid=29941252 --> == Templat baru == [[Templat:Rak buku]] untuk halaman pengguna Anda (menampilkan buku-buku favorit Anda di Wikisumber, atau buku-buku yang Anda kerjakan/uji-baca). Silakan dicek. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 18 April 2026 14.28 (UTC) :Menarik, mas @[[Pengguna:Bennylin|Bennylin]], terima kasih [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 8 Mei 2026 11.36 (UTC) == Templat pemformatan undang-undang == Singkatnya, ada [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011]] yang menjadi ketentuan teknis penyusunan perundang-undangan. Lampiran II menjelaskan secara detail. Sebagaimana pada [[Halaman:UU-12 TAHUN 2011.pdf/114]], penulisan judul pasal tidak ditebalkan, begitu pula penulisan bab sebagaimana di [[Halaman:UU-12 TAHUN 2011.pdf/116]]. Saya menduga kemungkinan penebalan tersebut berpatokan pada ketentuan teknis penyusunan perundang-undangan yang lama, dan memang bisa dilihat pada undang-undang terdahulu. Saya sebenarnya ingin mengusul agar tampilan bawaan (''default'') dari bab dan pasal itu tidaklah tebal. Mungkin ada parameter khusus untuk mengaktifkan mode tebal. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 8 Mei 2026 10.28 (UTC) :Saya lihat ada perubahan UU, tetapi tidak begitu berbeda untuk bagian tata letaknya. Saya setuju untuk membuat tampilan bawaan menjadi tidak tebal. Untuk tebal, mungkin bisa ditambahkan parameter <code>|tebal=ya</code> atau <code>|ket=lama</code> (seperti {{tl|Perpres/Head}}) atau semacamnya. Saya juga lihat bung @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] membuat templat {{tl|PUU-ayat/kepala}}, {{tl|PUU-ayat/badan}}, {{tl|PUU-ayat/kaki}} dan juga untuk Pasal, yang saya rasa dapat digunakan untuk beberapa kasus ayat atau pasal yang terputus. Saya akan coba cek kembali templat-templat tersebut. Terima kasih banyak, bung! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Mei 2026 08.15 (UTC) ::Terima kasih pendapatnya. Bab dan Pasal ini sekadar contoh saja. Mungkin bisa diterapkan pada seluruh tempat pemformatan undang-undang termasuk {{tl|Perpres/Head}}. ::Adapun untuk {{tl|PUU-pasal}}, saya juga ingin mencoba versi terpisah juga, mengingat {{tl|PUU-ayat}} dan {{tl|PUU-nomor}} sendiri harus masuk ke templat {{tl|PUU-pasal}} terlebih dahulu. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 10 Mei 2026 12.07 (UTC) == Pemungutan suara dalam pemilihan U4C 2026 kini telah dibuka == <section begin="announcement-content" /> Para pemilih yang memenuhi syarat diundang untuk berpartisipasi dalam pemilihan [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee|Komite Koordinasi Kode Etik Universal]] (U4C) tahun 2026. Informasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan kelayakan pemilih, tata cara pemungutan suara, informasi kandidat, dan pranala menuju halaman pemungutan suara, tersedia di Meta pada [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee/Election/2026|halaman informasi Pemilihan 2026]]. Pemungutan suara akan ditutup pada 2 Juni 2026 [https://zonestamp.toolforge.org/1780358400 pukul 00.00 UTC]. Silakan memberikan suara apabila akun Anda memenuhi syarat. Hasil pemilihan akan diumumkan paling lambat pada 14 Juni 2026. — Bekerja sama dengan U4C,<section end="announcement-content" /> [[m:User:Keegan (WMF)|Keegan (WMF)]] ([[m:User talk:Keegan (WMF)|talk]]) 27 Mei 2026 17.15 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Keegan (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30513860 --> == Milestone == Pencapaian terbaru: * 10.000 halaman konten * 100.000 jumlah halaman (akan) * 300.000 total suntingan (1 Juli) <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 5 Juni 2026 18.02 (UTC) :Wow! :Cara tahunya bagaimana, Mas? Apakah hanya pengurus yang bisa mengecek itu? @[[Pengguna:Bennylin|Bennylin]] :[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 22 Juni 2026 07.23 (UTC) ::[[Istimewa:Statistik]] <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 22 Juni 2026 17.56 (UTC) == RFC about AI-generated content in Wikimedia Commons == <bdi lang="en" dir="ltr">Apologies for writing in English, please help translate this message to your language. You are invited to participate in a [[c:Commons:Requests for comment/Policy update for AI content|request for comment on Wikimedia Commons about a policy update for AI content]]. This may affect files that are uploaded to Wikimedia Commons for use on this project. Thank you. [[m:User:Codename Noreste|Codename Noreste]] ([[m:User talk:Codename Noreste|bicara]])</bdi> 23 Juni 2026 17.12 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Codename Noreste@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30513860 --> == Penerapan halaman kontak Legal dan Keamanan di bagian bawah wiki Anda == <section begin="Message"/> '''Kontak Legal dan Keamanan''' Halo, rekan-rekan kontributor! Wikimedia Foundation telah menyediakan [[wmf:Special:MyLanguage/Legal:Wikimedia Foundation Legal and Safety Contact Information|halaman kontak legal dan keamanan]] yang akan ditambahkan di bagian bawah wiki. Halaman tersebut sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, dan sebagainya. Untuk bahasa lainnya akan segera tersedia. Silakan kunjungi [[m:Special:MyLanguage/Wikimedia_Foundation_Legal_and_Safety_Contacts_FAQ|halaman proyek]] untuk informasi selengkapnya, serta kami harapkan kesediaannya untuk meninggalkan komentar di bawah ini atau di [[m:Special:MyLanguage/Talk:Wikimedia Foundation Legal and Safety Contacts FAQ|halaman pembicaraan]]. <section end="Message"/> -- [[User:Sannita (WMF)|User:Sannita (WMF)]] ([[User talk:Sannita (WMF)|talk]]) 25 Juni 2026 13.31 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Sannita (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=User:Sannita_(WMF)/Mass_sending_test&oldid=30731267 --> hsblwj5mr4xf6732ptxgd255z5thi77 Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas 1728 111286 316067 315375 2026-08-27T13:08:22Z Quraeni 22485 /* Berkas untuk Diujibaca */ 316067 wikitext text/x-wiki [[Berkas:Logo WikiPandu.svg|150px|center|frameless]] {| class="wikitable" style="width:100%; text-align:center; background:#006699; font-size:150%; font-weight:bold; color:white;" |- | Tantangan WikiPandu |} {| border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center" |- style="white-space: nowrap; font-size: 150%; font-family:Monospace, sans-serif;" | style="{{#ifeq: {{FULLPAGENAME}} | Acara:Tantangan WikiPandu | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; text-align: center; padding: 1em 0em; }}" | [[Image:Home Icon by Lakas.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu| Beranda]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Checklist Noun project 5166.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Ketentuan|<span style="color: #0645ad;">Ketentuan</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas | | border-bottom: 8px #f2b9df solid; }}" | [[Image:Documents icon - noun project 5020.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Berkas|<span style="color: #0645ad;">Buku</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | | style="{{#ifeq: {{#titleparts: {{FULLPAGENAME}} | 2 }} | Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil| | border-bottom: 8px #f2b9df solid;}}" | [[Image:SVG Trophy Star.svg|none|75px]] [[Acara:Tantangan WikiPandu/Hasil|<span style="color: #0645ad;">Hasil</span>]] | style="width: 1em; border-bottom: 1px transparent;" | |} __NOTOC__ {{ambox | type = notice | image = [[File:Noto Emoji Pie 1f4e2.svg|40px]] | text = Panitia menyediakan buku-buku untuk diuji-baca dan ditransklusi. Selain yang tercantum di bawah, kontribusi Anda tidak akan dicatat sebagai bagian dari kontribusi Tantangan WikiPandu. Panitia akan menambah jumlah buku jika diperlukan. }} == Berkas untuk Diujibaca == Penghitungan kontribusi menggunakan perkakas khusus. Halaman yang telah diujibaca disetorkan melalui [https://fountain.toolforge.org/editathons/wp-ujibaca Fountain di sini.] {| class="wikitable" {{ts|wa}} ! style="text-align: center;" |No ! style="text-align: center;" |Halaman depan ! style="text-align: center;" |Judul buku ! style="text-align: center;" |Halaman indeks ! style="text-align: center;" |Catatan khusus |- |1. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf|100px]] | [[Anna Karenine 1]] | [[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No.1.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |2. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf|100px]] | [[Anna Karenine 2]] | [[Indeks:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |3. | style="text-align: center;" | [[Berkas:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf|100px]] | [[Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia (Civics)]] | [[Indeks:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf]] | |- |4. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf|100px]] | [[Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan]] | [[Indeks:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf]] | |- |5. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf|100px]] | [[Perkembangan Situasi Politik di Indonesia Proloog dan Epiloog Gestapu PKI]] | [[Indeks:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf]] | Sudah selesai dujibaca |- |6. | style="text-align: center;" | [[Berkas:San min chu i.pdf|100px]] | [[San Min Chu I]] | [[Indeks:San min chu i.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |7. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf|100px]] | [[Menudju Republik Indonesia]] | [[Indeks:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |8. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Sair rempah rempah.pdf|100px]] | [[Sair rempah rempah]] | [[Indeks:Sair rempah rempah.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |9. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Dari Puncak Bukit Talang.pdf|100px]] | [[Dari Puncak Bukit Talang]] | [[Indeks:Dari Puncak Bukit Talang.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |10. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf|100px]] | [[Rencana Ekonomi Berjuang]] | [[Indeks:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf]] | |- |11. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Korban Boedi.pdf|100px]] | [[Korban Boedi]] | [[Indeks:Korban Boedi.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |12. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Demokrasi Terpimpin.pdf|100px]] | [[Demokrasi Terpimpin ]] | [[Indeks:Demokrasi Terpimpin.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |13. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf|100px]] | [[Raden Mas Djojo Koesomo]] | [[Indeks:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |14. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Raden-Adjeng Karmiati.pdf|100px]] | [[Raden-Adjeng Karmiati]] | [[Indeks:Raden-Adjeng Karmiati.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |15. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf|100px]] | [[Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia]] | [[Indeks:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf]] | |- |16. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Revoloesi Nasional dan Mei.pdf|100px]] | [[Revoloesi Nasional dan 1 Mei]] | [[Indeks:Revoloesi Nasional dan Mei.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |17. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Kewadjiban dan Hak.pdf|100px]] | [[Kewadjiban dan Hak]] | [[Indeks:Kewadjiban dan Hak.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |18. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Perdjandjian dengan Setan.pdf|100px]] | [[Perdjandjian dengan Setan]] | [[Indeks:Perdjandjian dengan Setan.pdf]] | |- |19. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Gerpolek.pdf|100px]] | [[Gerpolek]] | [[Indeks:Gerpolek.pdf]] | Sudah selesai diujibaca |- |20. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Boenga rampai.djvu|100px]] | [[Boenga rampai]] | [[Indeks:Boenga rampai.djvu]] | Sudah selesai diujibaca |- |21. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Janie.pdf|100px]] | [[Janie]] | [[Indeks:Janie.pdf]] | |- |22. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf|100px]] | [[Pengorbanan]] | [[Indeks:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf]] | |- |23. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Mimbar Indonesia 33.pdf|100px]] | [[Mimbar Indonesia 33]] | [[Indeks:Mimbar Indonesia 33.pdf]] | |- |24. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Sakit Hati.pdf|100px]] | [[Sakit Hati]] | [[Indeks:Sakit Hati.pdf]] | |- |25. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Selina.djvu|100px]] | [[Selina]] | [[Indeks:Selina.pdf]] | |- |26. | style="text-align: center;" | [[Berkas:The Belle of Menado.pdf|100px]] | [[The Belle of Menado]] | [[Indeks:The Belle of Menado.pdf]] | |- |27. | style="text-align: center;" | [[Berkas:Auto setan.pdf|100px]] | [[Auto setan]] | [[Indeks:Auto setan.pdf]] | |} == Halaman untuk Ditransklusi == Penghitungan kontribusi menggunakan perkakas khusus. Halaman yang telah ditransklusi disetorkan melalui [https://fountain.toolforge.org/editathons/wp-transklusi Fountain di sini]. {| class="wikitable" {{ts|wa}} ! style="text-align: center;" |No ! style="text-align: center;" |Halaman Transklusi (Utama) ! style="text-align: center;" |Halaman indeks ! style="text-align: center;" |Catatan khusus |- |1. | [[Revolusi Desember '45 Di Atjeh]] | [[Indeks:Revolusi Desember '45 Di Atjeh.pdf]] | Transklusi per sub-bab/judul |- |2. | [[Amandemen IV UUD 1945]] | [[Indeks:Amandemen IV UUD 1945.djvu]] | |- |3. | [[Aku Ini Binatang Jalang]] | [[Indeks:Aku Ini Binatang Jalang.pdf]] | Transklusikan per sub-bab/judul |- |4. | [[Misteri Rimba Mangkisi]] | [[Indeks:ADH 0005 A. Damhoeri - Misteri Rimba Mangkisi.pdf]] | Transklusikan per sub-bab/judul |- |5. | [[Kaba Si Domba Ameh]] | [[Indeks:ADH 0002 A. Damhoeri - Kaba - Si Domba Ameh.pdf]] | Transklusikan per sub-bab/judul |- |6. | [[Harta jang Terpendem atawa Tjeritanja Njai Marsina]] | [[Indeks:Harta jang Terpendem atawa Tjeritanja Njai Marsina.pdf]] | Transklusikan per sub-bab/judul |- |7. | [[Beberapa fikiran dan pandangan]] | [[Indeks:Beberapa fikiran dan pandangan.pdf]] | Transklusikan per sub-bab/judul |- |8. | [[Bwee Hoa]] | [[Indeks:Bwee Hoa.pdf]] | Transklusikan per sub-bab/judul |- |9. | [[Tjerita Perang dari Kadoea Fihak Negri Japan dan Taijwan]] | [[Indeks:Tjerita Perang dari Kadoea Fihak Negri Japan dan Taijwan.pdf]] | Transklusikan per sub-bab/judul |- |10. | [[40 Tahun PKI]] | [[Indeks:40 Tahun PKI.djvu]] | Transklusikan per periode |- |11. | [[Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan]] | [[Indeks:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf]] | Transklusikan per sub-bab/judul |- |12. | [[Demokrasi Terpimpin]] | [[Indeks:Demokrasi Terpimpin.pdf]] | Transklusikan per sub-bab |- |13. | [[Raden-Adjeng Karmiati]] | [[Indeks:Raden-Adjeng Karmiati.pdf]] | |- |- |14. | [[Revoloesi Nasional dan 1 Mei]] | [[Indeks:Revoloesi Nasional dan Mei.pdf]] | Transklusikan per sub-bab (tingkat pertama & kedoea) |- |15. | [[Korban Boedi]] | [[Indeks:Korban Boedi.pdf]] | Transklusikan per sub-bab |- |- |16. | [[Perdjandjian dengan Setan]] | [[Indeks:Perdjandjian dengan Setan.pdf]] | Transklusikan per sub-judul |- |17. | [[Janie]] | [[Indeks:Janie.pdf]] | Transklusikan per sub-bab |- |18. | [[Pengorbanan]] | [[Indeks:Tjerita Roman Pengorbanan.pdf]] | Transklusikan per sub-bab |- |19. | [[San Min Chu I]] | [[Indeks:San min chu i.pdf]] | Transklusikan per uraian |- |20. | [[Raden Mas Djojo Koesomo]] | [[Indeks:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf]] | Transklusikan per sub-bab |- |21. | [[Bangsawan dan Pengemis]] | [[Indeks:Bangsawan dan Pengemis.pdf]] | Transklusikan per sub-bab |- |22. | [[Pantja-Sila]] | [[Indeks:Pantja-Sila oleh H. Rosin.pdf]] | Transklusikan per sub-bab |- |23. | [[Tjinta dan Pengorbanan]] | [[Indeks:Tjinta dan pengorbanan.pdf]] | Transklusikan per sub-bab |- |} shwqu4e02gvuu1am4q27dbpd8zowyp2 Halaman:San min chu i.pdf/19 104 111422 316070 313320 2026-08-27T13:14:19Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316070 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" />{{rh||14}}</noinclude>{{hwe|lamatan|keselamatan}} ? Oleh karena itu, baiklah Tuan-tuan pertjaja penuh akan asas-asas-pokok San Min dan kepertjajaan ini tentu akan menghasilkan suatu kekuatan jang sanggup menjelamatkan Tiongkok. Sekarang akan saja mulai membitjarakan asas-pokok nasiona-lisme. Ketika Kuomintang baru-baru ini mengubah susunan organisasinja , maka tjita-tjita untuk menjelamatkan bangsa, pertamatama bergantung kepada propaganda. Propaganda jang luas dalam masjarakat memerlukan penerangan jang djelas tentang asas-asaspokok tadi. Selama lebih kurang 10 tahun belakangan ini, mereka jang berpengertian sudah biasa mendengarkan tentang tiga asaspokok rakjat, akan tetapi kebanjakan diantara mereka masih belum dapat memahamkannja dengan sungguh2 . Maka itu pertama kali akan saja bitjarakan asas-pokok nasionalisme berkenaan dengan beberapa soal.'' ''Apakah asas-pokok nasionalisme itu? Djika kita kembali menindjau sedjarah Tiongkok jang berkenaan dengan penghidupan soal dan adat istiadatnja, maka dapat saja katakan dengan singkat bahwa asas-pokok nasionalisme itu dapat disamakan dengan „Ideologi negara" . Rakjat Tiongkok telah menundjukkan keluhuran pekerti terhadap keluarga dan kaum, sehingga di Tiongkok pernah berkembang faham kekeluargaan dan perkauman, tetapi tak ada faham kebangsaan ( nasionalisme) . Para penindjau bangsa asing mengatakan, bahwa bangsa Tiongkok itu laksana seonggok pasir berderai. Mengapakah disebut demikian ? Karena bangsa kita hanja menundjukkan pertaliannja terhadap keluarga dan kaum dan tidak terhadap bangsa seluruhnja, nasionalisme belum pernah dikenal. Keluarga dan suku atau kaum telah pernah merupakan persatuan kekuatan ; tak djarang bangsa Tionghoa mengorbankan diri sendiri, keluarga dan segala-galanja untuk membela suku mereka. Sebagai perumpamaan, dalam permusuhan antara dua suku di Kwantung, kedua belah pihak tak mau mengalah ; anggota-anggota kedua suku berani mengorbankan segala-galanja ; semuanja hanjalah akibat dari tjita2 persukuan jang berurat-berakar dalam perasaan rakjat, sehingga mereka setiap saat bersedia untuk mengorbankan apa sadja guna membela nama sukunja. Akan tetapi untuk kepentingan bangsa tak pernah mereka mau berkorban. Persatuan rakjat Tiongkok hanja sampai kebatas lingkungan keluarga dan suku dan tak pernah meluas menudju kepada persatuan bangsa.<noinclude></noinclude> b3fw71t62scp732l1x3zcwszy26ovhr Halaman:San min chu i.pdf/20 104 111425 316071 313321 2026-08-27T13:14:31Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316071 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" /></noinclude> Keterangan jang saja kemukakan, bahwa asas kebangsaan itu, sama artinja dengan ideologi negara, hanja chusus tjotjok bagi Tiongkok dan bukan bagi negeri Barat. Bangsa asing berpendapat, bahwa antara bangsa dan negara ada perbedaan. Min t'su dalam bahasa Inggeris ialah nation" ; perkataan nation" mempunjai dua arti, bangsa ( ras) dan negara. Meskipun perkataan ini mempunjai dua arti jang hampir bersamaan, tetapi mereka tak boleh ditjampuradukkan satu sama lain. Perkataan Tionghoa kebanjakan mempunjai dua arti : misalnja, She-hui ( masjarakat) berarti segolongan manusia, tetapi djuga dapat digunakan untuk menundjukkan suatu badan jang tersusun. Bangsa dan negara sudah tentu mempunjai pertalian jang rapat dan hampir tak perlu membeda-bedakan kedua perkataan ini terlalu teliti, tetapi diantara kedua pengertian ini ada terdapat garis pemisahan jang njata, dan kita harus membedakan dengan hati-hati pengertian negara dan bangsa. Tetapi kalau saja katakan, bahwa bangsa dan negara menundjukkan pengertian jang sama, mengapakah hal ini hanja benar untuk Tiongkok ? Ialah karena Tiongkok sedjak pemerintahan dinasti-dinasti Ch'in dan Han merupakan satu negara dari satu bangsa, sedangkan negerinegeri asing membentuk berbagai-bagai negara jang terdiri dari satu bangsa dan memasukkan beberapa matjam bangsa kedalam satu negara. Misalnja keradjaan Inggeris jang mendjadi negara terkuat didunia pada dewasa ini dengan bangsa kulit putih sebagai sendi dasarnja memasukkan pula bangsa kulit tjoklat, kulit hitam dan bangsa lain-lain kedalam keradjaannja ; karena itu, bagi Inggeris tidaklah dapat dikatakan bahwa pengertian bangsa sama dengan negara. Djuga Hongkong adalah daerah djadjahan Inggeris, selain mempunjai penduduk jang berbangsa Inggeris, djuga mempunjai berpuluh ribu orang Tionghoa ; alangkah djanggalnja kalau kita katakan negara Inggeris di Hongkong itu menundjukkan pula pengertian bangsa Inggeris. Atau lihatlah ke India, djadjahan Inggeris pada waktu ini ; didalam bagian negara Inggeris ini terhadap tiga ratus lima puluh djuta bangsa India. Sangat keliru kalau kita katakan bahwa negara Inggeris di India ini sama artinja dengan bangsa Inggeris. Kita semua tahu, bahwa bangsa Inggeris jang asli ialah turunan bangsa Anglosaxon, tetapi keturunan mereka tidak terbatas dikepulauan Inggeris sadja ; {{hwe|umum|umumnja}}<noinclude></noinclude> l6xji0oybw8tg37azyuuxkmrph43c56 Halaman:San min chu i.pdf/21 104 111426 316072 313322 2026-08-27T13:14:57Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ paragraf tidak dirapikan 316072 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" />{{rh||16}}</noinclude>{{hwe|nja|umumnja}} penduduk Amerika Serikatpun berasal dari bangsa itu djuga. Demikianlah kalau kita melihat kenegeri-negeri lain, tak dapat kita mengatakan bahwa bangsa dan negara itu mempunjai pengertian jang sama. Dua pengertian itu mempunjai garis pemisah jang njata. Bagaimanakah tjaranja supaja kita dapat membuat perbedaan jang terang antara kedua perkataan itu ? Tjara jang paling tepat ialah dengan djalan mempeladjari kekuatan-kekuatan jang membentuk kedua perkataan tadi. Dengan singkat dapatlah dikatakan bahwa sesuatu bangsa tertjipta karena kekuatan Alam, sedangkan negara terbentuk oleh kekuatan sendjata. Marilah kita melihat beberapa pendjelasan dalam sedjarah politik Tiongkok; bangsa Tionghoa berpendapat bahwa wangtao, djalan jang luhur atau djalan jang benar menurut kemauan Alam ; dengan perkataan lain, kekuatan Alam adalah djalan jang luhur. Golongan masjarakat jang terbentuk oleh kekuatan luhur inilah jang dinamakan bangsa. Kekuatan tentara atau djalan kekerasan ialah pa-tao; kesatuan jang terbentuk dengan djalan kekuatan atau kekerasan dinamakan negara. Misalnja, Hongkong tidak didirikan karena seribu orang penduduk Hongkong ingin supaja Inggeris jang mendirikannja; Hongkong dirampas oleh Inggeris dengan kekuatan tentara. Karena Tiongkok kalah dalam peperangan dengan Inggeris maka Hongkong diserahkannja untuk didjadikan djadjahan Inggeris dan seketika itu djuga didirikan Inggeris Hongkong baru. Setali tiga uang dengan sedjarah Hongkong, ialah sedjarah India. Djadjahan2 Inggeris sekarang bersebar diseluruh dunia. Peribahasa Inggeris mengatakan: „tak pernah matahari terbenam dikeradjaan Inggeris". Dengan perkataan lain, dimana sadja mata-hari menjinari bumi kita, disana tentu terdapat daerah negara Inggeris. Seandainja kita, penduduk Dunia Timur mengikuti djalan matahari, maka kita akan melihat jang tjahajanja mula-mula menjinari Zelandia-Baru, Australi, Hongkong dan Singapura ; kalau matahari menudju ke Barat, maka ia akan menjinari Ceylor dan India; lebih ke Barat lagi Aden dan Malta ; dan makin ke Barat lagi kepulauan Inggeris sendiri; dalam pergerakannja diatas Dunia Barat, matahari akan sampai di Kanada dan achirnja diatas Hongkong dan Singapura lagi. Djadi, dimana sadja mata-hari bersinar dalam waktu dua puluh empat djam itu, disana tentu terdapat daerah negara Inggeris. Satu daerah jang luas seperti keradjaan Inggeris hanja mungkin didirikan berkat kekerasan ; semendjak<noinclude></noinclude> 9hjh92o6ddhlff0d4tsa1atyv9988jz Halaman:San min chu i.pdf/22 104 111428 316073 313323 2026-08-27T13:15:07Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316073 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" />{{rh||17}}</noinclude>zaman purbakala, belum pernah ada sesuatu negara jang dapat didirikan dengan tidak memakai kekerasan. Tetapi berbeda sekali riwajat kemadjuan suatu ras atau bangsa ; suatu bangsa sematamata berkembang karena kemauan Alam dan tidak karena kekuatan atau kekerasan. Misalnja, ribuan orang Tionghoa di Hongkong tergabung mendjadi satu bangsa oleh kekuatan Alam ; kekuatan apapun djuga jang akan dipergunakan .Irggeris, tidak akan dapat mengubah hal ini. Karena itu, sekumpulan manusia jang bersatu dan berkembang menurut tjara jang luhur, djadi oleh kekuatan Alam, dinamakan bangsa ; sekumpulan manusia jang disatukan dan berkembang oleh karena kekuasaan, djadi oleh kekuatan manusia, dinamakan negara. Inilah perbedaan antara ras atau bangsa dan negara. Sekarang akan saja uraikan tentang asal usul suatu bangsa. Sungguhpun manusia itu djauh berbeda dengan burung biasa, tetapi pada asalnja ia sedjenis dengan hewan ; ia adalah ,,sukma segala tjiptaan" . Mula-mula djenis manusia itu terbagi atas lima golongan bangsa jang terpenting : putih, hitam, merah, kuning, tjoklat. Pembagian selandjutnja dalam bangsa-bangsa jang lebih ketjil, seperti bangsa-bangsa jang tinggal dibenua Asia ialah : Mongol, Melaju, Djepang, Manchuria dan Tionghoa. Kekuatan jang mengembangkan atau menjusun bangsa-bangsa ini pada umumnja, ialah kekuatan Alam. Akan tetapi kalau kita mentjoba meng- uraikannja lebih landjut, maka banjak ditemui seluk beluknja. Kekuatan terbesar ialah pertalian darah. Bangsa Tionghoa termasuk golongan bangsa kulit kuning, karena mereka berasal sedarah keturunan dari bangsa kulit kuning. Darah nenek-mojang jang turun temurun mendjadikan ikatan pertalian jang sangat kuat. Kekuatan kedua ialah penghidupan ; karena tjara hidup jang berlainan, perkembangan bangsa djuga menundjukkan perbedaan. Tempat kediaman ialah didekat sungai dan dipadang rumput, mereka hidup mengembara dan berkemah dekat sungai atau dipa- dang rumput dan dari penghidupan dan kebiasaan mengembara ini berkembanglah suatu bangsa, jang achirnja merupakan kekuasaan Mongol. Pada zaman keemasannja, tentara dinasti Yüan ( Mongol ) menaklukkan Asia-Tengah, Arab dan disebelah Barat menduduki sebagian dari Eropah, sedangkan disebelah Timur mempersatukan Tiongkok dan hampir menaklukkan seluruh Djepang ; sehingga mereka dapat menjatukan Eropah dengan Asia. Bandingkanlah {{hwe|de-|dengan}} San Min Chu I<noinclude>{{rh|||2}}</noinclude> dh90wn2p46wxffa4w2w2yxon5rb2u67 Halaman:San min chu i.pdf/23 104 111429 316074 313324 2026-08-27T13:15:20Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316074 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" />{{rh||18}}</noinclude>{{hws|-ngan|dengan}} zaman kebesaran bangsa lain, seperti zaman keradjaan Han dan T'ang, tatkala batas keradjaan disebelah Barat hanja sampai kelaut Kaspia atau dengan zaman keradjaan Roma jang tak dapat meluaskan batas keradjaan meliwati laut Hitam, meskipun tentaranja ada pada puntjak kekuatannja. Tak pernah suatu bangsa berhasil menaklukkan benua Asia dan Eropah kedua-duanja, ketjuali bangsa Mongol dari keradjaan Yüan dalam zaman kebesarannja . Bangsa Mongol dapat mengeluarkan tenaga jang luar biasa ini, terutama karena mereka tak segan-segan berdjalan berdjuta-djuta mil, disebabkan oleh kebiasaan mereka hidup mengembara. Kekuatan ketiga jang membentuk suatu bangsa ialah bahasa. Kalau bangsa asing mempeladjari bahasa kita, dengan gampang mereka dapat dipengaruhi, hingga achirnja mereka sungguh-sungguh merasa sebangsa dengan kita. Sebaliknja, kalau kita mengetahui bahasa-bahasa asing, maka kitapun akan mudah dipengaruhi bangsabangsa asing itu. Kalau dua orang seketurunan dan sebahasa, maka makin gampanglah mereka dapat mempengaruhi satu sama lain . Karena itulah, bahasa termasuk pula kekuatan jang mengembangkan suatu bangsa. Kekuatan keempat ialah agama. Manusia akan merasa sebangsa, bila mereka menjembah dewa-dewa jang sama atau memuliakan nenek-nenek mojang jang sama ; karena itu agamapun adalah satu faktor penting dalam perkembangan suatu bangsa. Perhatikarlah keradjaan Arab dan Jahudi jang sudah sekian lama runtuh, akan tetapi meskipun demikian bangsa Arab dan Jahudi masih tetap ada. Hal jang menjebabkan tetap adanja bangsa-bangsa ini, meskipun negara-negara mereka telah runtuh, ialah agama mereka. Kita semua mengetahui, bahwa orang Jahudi pada dewasa ini bertebaran diseluruh dunia. Beberapa orang tjerdik-pandai seperti Marx dan Einstein adalah orang Jahudi. Di Inggeris, Amerika dan negeri-negeri lain, urusan keuangan sebagian besar dikuasai oleh orang-orang Jahudi. Karena ketadjaman otak bangsa Jahudi jang telah djadi bakat mereka beserta pula keteguhan kepertjajaan akan agama mereka, maka biarpun mereka bertebaran diseluruh dunia, mereka sanggup mempertahankan kesatuan bangsa mereka sampai sekarang ini. Hal jang menjebabkan tetap adanja bangsa Arabpun agama Islam. Ada lagi tjontoh lain, jaitu bangsa India jang {{hwe|sung-|sungguh}}<noinclude></noinclude> iqgxb0ghszjpkdc0z6txgoe7bdlwfqn Halaman:San min chu i.pdf/24 104 111430 316075 313325 2026-08-27T13:15:31Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316075 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" />{{rh||19}}</noinclude>{{hws|guh|sungguh}}sungguh pertjaja akan agama Buddha, meskipun negerinja djadi djadjahan Inggeris, mereka sebagai bangsa tak pernah runtuh. Kekuatan kelima ialah adat dan kebiasaan. Djika manusia djelas mempunjai adat dan kebiasaan jang sama, maka pada suatu waktu mereka akan bersatu dan membentuk satu bangsa. Oleh karena itu, kalau penduduk suatu negeri kelihatan bersatu dan membentuk suatu bangsa, maka tentulah perkembangannja disebabkan oleh lima matjam faktor tadi - pertalian darah, persatuan bahasa, persamaan tjara hidup, persatuan agama dan persamaan adat istiadat - jang semuanja tak dapat ditjiptakan oleh suatu pendudukan tentara, tetapi terlahir berkat kehendak Alam. Perbandingan antara kelima kekuatan Alam ini dengar kekuatan tentara, akan menggampangkan usaha kita dalam mentjari perbedaan antara ras atau bangsa dengan negara.'' ''Kalau kita ingin menjempurnakan negeri Tiongkok dan menjelamatkan bangsa Tionghoa, dengan menindjau hukum bangsa-bangsa kuno jang masih ada pada masa ini dan hukum bangsa-bangsa modern, maka tak dapat tidak haruslah kita memupuk tjita-tjita ke-bangsaan ( nasionalisme ) . Supaja asas ini dapat dipakai dengan sempurna guna menjelamatkan negara Tiongkok, maka pertamatama dasar-dasar atau sjarat-sjaratnja itu harus kita fahami de- ngan sungguh-sungguh. Bangsa Tionghoa berdjumlah empat ratus djuta orang ; bangsa tjampuran hanja terdiri atas beberapa djuta bangsa Mongol, lebih kurang satu djuta bangsa Manchu, beberapa djuta bangsa Tibet dan satu djuta bangsa Turki Islam. Djumlah semua bangsa tjampuran ini tak melebihi sepuluh djuta, sehingga bagian terbesar rakjat Tionghoa, ialah jang berasal dari keradjaan Han atau bangsa Tionghoa jang mempunjai pertalian darah, persasatu bangsa tuan bahasa, persatuan agama dan persamaan adat jang sedjati. Sekarang bagaimanakah kedudukan bangsa kita didunia ini ? Kalau dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain, bangsa kitalah jang terbanjak djiwanja serta berkebudajaan tentu, jakni semendjak empat ribu tahun jang lalu. Kita harus mentjapai kemadjuan sedjadjar dengan bangsa-bangsa di Eropah dan Amerika. Tetapi rakjat Tiongkok terpetjah belah dalam beberapa gerombolan suku atau djiwa kebangsaan tak ada. Akibatnja, biarpun empat ratus djuta orang berkampung dibumi Tiongkok, tetapi sesungguhnjalah kita<noinclude></noinclude> 2upyowh2j7tzhh550wnot8w1a7pxy0y Halaman:San min chu i.pdf/25 104 111431 316076 315675 2026-08-27T13:15:43Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316076 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" />{{rh||20}}</noinclude>dapat dianggap segenggam pasir berderai. Diantara negara-negara didunia, negara kitalah jang paling miskin dan paling lemah, serta menduduki tempat jang paling rendah didunia internasional ; kalau bangsa-bangsa jang lain itu kita misalkan pisau dan tjawan, maka kita ini dapat dimisalkan ikan dan dagingnja. Kedudukan kita dewasa ini sangat berbahaja ; kalau kita tidak berusaha memupuk djiwa kebangsaan kita dengan sungguh-sungguh dan mengerahkan seluruh empat ratus djuta bangsa kita dalam satu negara jang kuat, maka kita akan menghadapi suatu bentjana sedih : lenjapnja tanah air kita dan musnahnja bangsa kita. Supaja kita dapat terhindar dari bentjana ini, kita harus mendjundjung nasionalisme dan mem-pergunakan djiwa kebangsaan untuk menjelamatkan tanah air.'' Kalau hal ini hendak kita laksanakan, maka jang sebetulnja terlebih dahulu harus kita ketahui ialah dari djurusan manakah bentjana itu datang mengantjam bangsa kita. Djalan sebaik-baiknja untuk mengetahui hal ini, ialah dengan membanding-bandingkan bangsa Tionghoa dengan Negara-negara Besar. Sebelum Peperangan Eropah, ada terdapat tudjuh atau delapan Negara Besar : jang terbesar ialah Inggeris ; jang terkuat Djerman, Ustria dan Rusia ; jang terkaja Amerika Serikat ; dan jang termuda Djepang dan Itali. Peperangan Eropah mengakibatkan runtuhnja tiga buah negara Besar hingga negara-negara kelas satu hanja tinggal Inggeris, Amerika Serikat, Perantjis, Djepang dan Itali. Inggeris, Perantjis , Rusia dan Amerika Serikat masing-masing membentuk sebuah negara dari satu rupa bangsa. Bangsa asli jang mendirikan negara Inggeris ialah bangsa Anglo-saxon ; daerah aslinja, Inggeris dan Wales bagian sebelah Barat kepulauan Inggeris jang berpenduduk tidak lebih dari tiga puluh delapan djuta orang ; mereka dapat kita anggap bangsa Anglo-saxon jang sedjati . Meskipun demikian, mereka dapat mendirikan negara terkuat diseluruh dunia. Seratus tahun jang lampau penduduknja hanja berdjumlah duabelas djuta orang ; sekarang telah naik sampai tiga puluh delapan djuta orang, djadi bertambah tiga ratus persen setiap abad. Didunia Timur kita ketemukan satu keradjaan jang dapat kita sebut Keradjaan Inggeris di Timur. Keradjaan ini ialah Djepang . Negara Djepangpun dibentuk dari satu matjam bangsa, jakni bangsa Yamato ( Perdamaian Abadi) . Sedjak permulaan keradjaan sampai sekarang, Djepang belum pernah diduduki oleh kekuasaan asing.<noinclude></noinclude> hn60mthmajmobk7gt69264tvsgkt116 Halaman:San min chu i.pdf/27 104 111434 316077 313328 2026-08-27T13:16:01Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316077 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" /></noinclude>pada mulanja negara Djepang tidak melebihi kekuatan negara Annam dan Birma pada waktu ini; sekarang kedua negeri ini djauh terbelakang. Djepang telah mendapat kesempatan meniru Barat, dan sedjak dimulai pembangunan, dapatlah Eropah disusulnja. Sesudah peperangan Eropah, jakni pada Konperensi Perdamaian di Versailles, Djepang hadir sebagai salah satu diantara Lima Negara Besar. Disana Djepang mengemukakan soal-soal jang berkenaan dengan Asia ; dan selain negara-negara lain tak lupa memperhati- kan usul-usulnja , merekapun menganggapnja sebagai „pelopor " . Karena itulah dapat kita katakan, bahwa apa jang dapat dilakukan bangsa kulit putih terbukti dapat djuga dikerdjakan Djepang ; meskipun bangsa-bangsa berbeda warna, tetapi ternjata tak ada perbe- daan ketjerdasan dan kesanggupan diantaranja. Karena Djepang termasuk Asia, bangsa kulit putih tak berani lagi menghina Djepang atau bangsa Asia lainnja. Demikianlah timbulnja Djepang, tidak sadja memberi nama baik kepadanja, tetapi bangsa Asia seluruhnja merasakan keuntungan pula. Mula-mula kita merasa bahwa kita tak dapat menjamai bangsa Barat, tetapi Djepang sekarang telah membuktikan, bahwa kalau ada kemauan jang teguh sadja, tentu kita dapat pula berdiri sedjadjar dengan bangsa Barat. Waktu peperangan Eropah meletuslah revolusi di Rusia jang berakibat tergulingnja pemerintahan imperialisme kuno. Sedjak itu muntjullah satu pemerintahan sosialis di Rusia jang djauh berbeda dengan pemerintahan jang lalu. Orang Rusia berasal dari bangsa Slavia ; satu abad jang lalu djumlahnja empat puluh djuta, sekarang seratus enam puluh djuta, djadi angka perkembangannja empat ratus persen. Kekuatan pemerintahannjapun bertambah empat kali lipat, dar dalam seratus tahun jang lewat ini sudah terhitung negara terkuat didunia, sehingga serangannja tidak sadja menggentarkan bangsa Asia, seperti Djepang dan Tiongkok, tetapi djuga bangsa Barat, seperti Inggeris dan Djerman. Diwaktu Rusia bertjorak im- perialistis, politik pemerintahannja ditudjukan kepada penjerangan dan pengluasan daerah, sehingga Eropah dapat dipertalikannja dengan Asia karena seperdua dari Barat dapat ditaklukkannja. Waktu peperangan Rusia-Djepang, dunia sangat chawatir bahwa Rusia akan mengadakan serangan pula terhadap Tiongkok, jang dapat dianggap sebagai usaha pertama menudju kekekuasaan seluruh dunia. Kalau Rusia berhasil melangkahkan kakinja jang<noinclude></noinclude> 0wbxkoe07rh0hw381n078r5fstdqqdf Halaman:San min chu i.pdf/28 104 111435 316078 313329 2026-08-27T13:16:17Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ paragraf tidak dirapikan 316078 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" /></noinclude>pertama, tentu langkah jang kedua akan menjusul jaitu pertjobaan menguasai dunia seluruhnja. Sudah selajaknja bangsa-bangsa lain merasa gelisah. Persetudjuan Inggeris-Djepang adalah suatu perlawanan terhadap politik Rusia. Tetapi setelah ternjata bahwa Djepang berhasil mengusir Rusia dari Korea dan MansjuriaSelatan, menghantjur leburkan angan-angan Rusia menguasai seluruh dunia dan memperoleh kekuasan disegenap Asia-Timur, maka peristiwa maha dahsjat ini membawa perkisaran dalam politik dunia internasional. Dan tambahan pula, sesudah peperangan Eropah, Rusia melemparkan pemerintahan imperialisnja dan di- tukarnja dengan satu pemerintahan sosialistis, hingga timbullah lagi satu perubahan besar. Sedjak petjah revolusi ini, hanja dalam tempoh enam tahun sadja. Rusia berhasil mengubah susunan tatanegaranja, merombak politik kunonja, dari politik kekerasan dahulu kepolitik perdamaian sekarang. Politiknja jang baru ini, bukan sadja membuang niatan buruk menguasai seluruh dunia, tetapi malahan berkehendak menghambat jang kuat dan menolong jang lemah ; dengan singkat dapat dikatakan, bahwa politiknja berdasarkan ke- adilan. Akan tetapi karena politik Rusia bukan sadja bertudjuan meruntuhkan imperialisme dinegerinja sendiri, tetapi menggulingkan imperialisme diseluruh dunia, maka hal ini menimbulkan kegelisahan dikalangan bangsa-bangsa lain jang lebih sangat dari pada keadaan jang sudah-sudah : Lebih djauh lagi, ia bertudjuan melenjapkan kapitalisme dari seluruh dunia ini. Tiap-tiap negara nampaknja kekuasaan ada ditangan pemerintahannja, tetapi sesungguhnja kaum kapitalislah jang berkuasa; politik Rusia sekarang hendak melenjapkan kepintjangan ini; sudah tentu kaum kapitalis diseluruh dunia merasa terantjam. Inilah sebab timbulnja suatu perubahan besar dalam politik dunia internasional jang mem- pengaruhi pula aliran-aliran dunia dihari depan. Dalam sedjarah Eropah, peperangan internasional adalah barang biasa : peperangan Eropah jang paling baru, ialah antara negaranegara Sekutu Djerman, Ustria, Turki, Bulgaria dengan negara-negara Entente - Inggeris, Perantjis, Rusia, Djepang, Itali dan Amerika Serikat. Achirnja sesudah empat tahun peperangan kedua belah fihak meletakkan sendjata karena kehabisan tenaga. Beberapa orang pandai mengatakan, bahwa dihari kelak tak akan timbul lagi suatu pergolakan internasional seperti jang baru liwat, tetapi sebaliknja akan meletus suatu peperangan besar antara dua bangsa jang berlainan, misalnja antara bangsa kulit putih dan<noinclude></noinclude> kzu8vpygq73p8r6zfoj4kpyphjte8fb Halaman:San min chu i.pdf/29 104 111437 316079 313330 2026-08-27T13:16:28Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316079 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" />{{rh||24}}</noinclude>bangsa kulit kuning. Kalau saja menjelidiki kekuatan-kekuatan dalam sedjarah dan melajangkan pandangan saja terhadap beberapa wudjud kemungkinan dimasa depan, maka dapatlah saja pastikan bahwa pertarungan internasional akan semakin dahsjat dimasa depan. Akan tetapi pergolakan ini tidak akan timbul diantara dua bangsa jang berlainan, pergolakan akan meletus dikalangan bangsa-bangsa itu sendiri. Bangsa-bangsa kulit putih akan berpetjah belah - bangsa kulit kuning akan berpetjah belah pula dalam suatu pergolakan kaum; antara sipenindas dan jang ditindas dan antara ketjurangan dan keadilan. Sedjak revolusi Rusia, bangsa Slaviapun insjaf bahwa mereka harus menentang sikuat dan membela silemah, memusnahkan sikaja dan menjokong simiskin, menegakkan keadilan dan menghantjurkan ketidak sama-rataan antara umat manusia guna mentjapai keselamatan manusia pada umumnja . Ketika tjita-tjita ini masuk ke Eropah, mereka disambut dengan hangat oleh rakjat negara-negara ketjil dan lemah, terutama oleh rakjat Turki . Sebelum peperangan Eropah, Turki adalah suatu negara jang sangat miskin dan lemah, serta tampaknja tak sanggup memperbaharui susunan tata-negaranja ; negeri-negeri Barat menganggap Turki sebagai ,,sisakit dari Timur ", dan berpendapat bahwa negeri itu sudah dekat sampai adjalnja. Dalam peperangan Eropah, Turki menjebelah pada Djerman sebagai pihak jang kalah ; negeri-negeri lain kemudian hendak menghapuskan negeri ini dan daerahnja hendak mereka bagi-bagikan diantara mereka sendiri. Untunglah Rusia berpihak kepada Turki dan membantunja mengusir keluar orang-orang Junani dari daerahnja serta mengawas-awasi perdjandjian jang berat sebelah. Sungguhpun sekarang tidak tergolong negara kelas satu, tetapi berkat pertolongan Rusia, Turki berhasil mendjadi negara kelas dua atau kelas tiga. Melihat peristiwa ini dapatlah diharap-harapkan, bahwa dimasa depan negara-negara jang terdjadjah akan bersatu padu menentang kepintjangan politik dunia internasional. Negara-negara manakah pada waktu itu jang disebut negara terdjadjah ? Inggeris dan Perantjis, dalam peperangan Eropah menghantjurkan imperialisme Djerman ; dan Rusia, pada permulaan peperangan berpihak kepada mereka, serta mengorbankan manusia maupun kekajaan jang tak terhitung djumlahnja. Akan tetapi pada waktu peperangan Eropah sedang berkobar dengan dahsjatnja, Rusia tiba-tiba menarik tentaranja kembali dari medan perdjuangan karena timbulnja satu revolusi dalam negaranja sendiri.<noinclude></noinclude> 9oxl3cmt68tzujv5uimt9pzy0j91txq Halaman:San min chu i.pdf/30 104 111438 316080 313331 2026-08-27T13:16:40Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316080 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" />{{rh||25}}</noinclude>Apakah sebabnja ? Ialah karena rakjat Rusia diperlakukan sedemikian kedjamnja sehingga ia terpaksa memilih djalan pemberontakan untuk mentjapai maksudnja, ialah satu pemerintahan sosialistis jang sanggup menentang politik kekerasan. Pemerintahan inilah jang kemudian ditentang oleh negara-negara Barat, malahan dikirimkannja pasukan-pasukan tentara gabungan untuk memerangi Rusia. Untunglah berkat djiwa Slavia jang asli, Rusia sanggup menahan serangan ini. Negara-negara itu sekarang tak berani menghadapi Rusia dengan kekerasan, sehingga terpaksa mereka memilih djalan lain, ialah tidak mengakui pemerintahannja. ( Inggeris sekarang setjara formil telah mengakui Sovjet Rusia) . Apakah sebabnja bangsa-bangsa Barat menentang pemerintahan jang baru itu ? Karena mereka mengemukakan politik penjerangan dan kekerasan, sedangkan Rusia berdjuang untuk keadilan dan menentang tjara kekerasan itu. Tidak mengherankan bahwa negara-negara itu mentjoba menghantjurkan aliran politik jang sama sekali bertentangan dengan pendirian mereka itu. Sebelum revolusi, Rusia tergolong negara jang sangat reaksioner, jang lebih suka berfihak kepada negara-negara jang memakai kekuasaan dari pada negaranegara jang mendjundjung tinggi keadilan. Berdasarkan ini saja berpendapat, bahwa kemungkinan besar sekali, meletusnja suatu peperangan dimasa depan antara kekuasaan dan keadilan. Pada dewasa ini Djermanlah negara di Eropah jang menderita penindasan. Negara-negara ketjil dan lemah di Asia (ketjuali Djepang) semuanja merasakan penindasan kedjam dan mengalami berbagai matjam penderitaan. Dengan adanja kesatuan hati antara bangsa-bangsa tertindas, maka pada suatu waktu mereka akan dapat bersatu dan menentang negara-negara jang menindas dalam satu pergolakan jang mendahsjatkan. Bangsa-bangsa berkulit kuning dan putih jarg mempertahankan keadilan diseluruh dunia, akan bersatu padu menentang bangsa-bangsa, putih maupun kuning, jang mendewa-dewakan kekuasaan. Kenjataan-kenjataan ini menambah kejakinan kita, bahwa peperangan dunia jang baru tidak mungkin dapat dielakkan. Seratus tahun jang lalu penduduk Djerman berdjumlah dua puluh empat djuta. Sungguhpun peperangan Eropah mengurangi djumlah penduduk, namun rakjat Djerman sekarang sudah berdjumlah 60 djuta, menundjukkan perkembangan 250 persen dalam seabad.<noinclude></noinclude> ctlswnhv49qu2zs98xa6nkbbhlo2o2f Halaman:San min chu i.pdf/31 104 111445 316081 313332 2026-08-27T13:17:11Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316081 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" />{{rh||26}}</noinclude>Bangsa Djerman tergolong bangsa Teuton jang sangat rapat pertaliannja dengan bangsa Inggeris. Pikiran mereka sangat tadjam dan negara mereka pernah sangat kuat. Setelah peperangan Eropah berachir, dengan kekalahan militer difihak Djerman, sudah tertu mereka lebih tjondong kepada politik jang mengutamakan keadilan dari pada jang mengemukakan kekerasan. Penduduk Amerika Serikat seratus tahun jang lalu belum berdjumlah sembilan djuta ; sekarang sudah melebihi seratus djuta orang. Satu perkembangan jang sangat besar, 1000 persen dalam satu abad. Hal ini terutama disebabkan oleh kaum perantau Eropah jang pindah ke Amerika Serikat setjara besar-besaran dan bukan oleh kembang biaknja rakjat asli. Tiap-tiap negara di Eropah mengandjurkan pemindahan ke Amerika-Serikat guna mentjari penghidupan disana, karena kekurangan daerah, kesesakan penduduk dan kesukaran mata pentjaharian dinegeri asal. Itulah sebabnja dalam waktu jang singkat penduduk Amerika serikat bertambah beribu-ribu kali lipat ; perkembangan bangsa-bangsa lain semuanja disebabkan oleh kelahiran, sedangkan perkembangan penduduk Amerika disebabkan oleh kebandjiran bangsa-bangsa. Penduduk Amerika lebih banjak ragamnja dari pada penduduk negara lain, karena pemasukan bangsa-bangsa dari semua negara. Bangsa jang terwudjud sesudah pentjampuran ini agak berbeda dengan unsur aslinja. Inggeris, Perantjis, Djerman, Itali dan bangsa EropahSelatan lainnja, hingga dapat dikatakan bahwa kita berdjumpa dengan suatu bangsa baru jang dinamakan bangsa Amerika. Amerika Serikat dengan bangsa jang merdeka ini sudah mendjadi satu negara merdeka pula. Orang Perantjis tergolong bangsa Latin. Mereka bertebar keberapa negeri di Eropah - seperti Spanjol, Portugis, Itali, dan karena imigrasi, djuga keseluruh benua Amerika Mexico, Peru, Chili , Columbia Brasilia, Argentina dan beberapa republik ketjil di Amerika-Tengah. Karena bangsa Latin inilah, maka Amerika-Selatan sering disebut Amerika Latin. Perkembangan penduduk Perantjis lambat sekali. Djumlah penduduknja seratus tahun jang lalu tiga puluh djuta, sekarang tiga puluh sembilan djuta, djadi tambahannja hanja dua puluh lima persen dalam seabad. Sekarang marilah kita bandingkan angka perkembangan manusia seluruh dunia dalam abad terkebelakang ini : Amerika Serikat 1000% ; Inggeris 300 % ; Djepang djuga 300% ; Rusia 400 % ;<noinclude></noinclude> te8e85mswrsoo28zyja5v46b4ve9n4e Halaman:San min chu i.pdf/32 104 111448 316082 315673 2026-08-27T13:17:22Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316082 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" />{{rh||27}}</noinclude>Djerman 250% ; Perantjis 25% . Angka perkembangan jang tinggi ini terutama disebabkan oleh kemadjuan ilmu pengetahuan, kemadjuan dalam hal obat-obatan, perbaikan keadaan kesehatan tiap-tiap tahun dan segala usaha jang bertudjuan mengurangkan djumlah kematian dan menambah djumlah kelahiran. Apakah arti ketjepatan perkembangan bangsa-bangsa lain ini bagi Tiongkok ? Gemetar badan saja kalau membandingkan angka perkembangan mereka cdengan angka perkembangan bangsa Tiongkok. Perhatikanlah Amerika Serikat ; seratus tahun jang lalu djumlah penduduknja hanja sembilan djuta, sekarang sudah melebihi seratus djuta ; kalau demikian seterusnja, maka pada achir abad jang akan datang akan mendjadi seribu djuta. Kita bangsa Tionghoa selalu bermegah diri dengan djumlah kita jang banjak itu, jang tak dapat dimusnahkan dengan mudah oleh bangsa lain. Ketika bangsa Mongol dari keradjaan Yüan mengindjak bumi Tiongkok mereka bukan sadja tak berhasil melenjapkan bangsa Tionghoa dari muka bumi ini, tetapi mereka ditelan sendiri oleh bangsa Tionghoa. Bangsa Tionghoa tak sadja hidup terus, bahkan bangsa Mongol itu mereka telan. Tiongkok pernah ditaklukkan oleh bangsa Manchu dan lebih dari dua ratus enam puluh tahun berada dibawah pemerintahannja ; bangsa Manchu tak hanja gagal dalam usaha mereka melenjapkan bangsa Tionghoa, tetapi mereka ditelan oleh bangsa Tiongkok dan lambat laun mendjadi orang Tionghoa sedjati. Banjak bangsa Manchu sekarang memakai nama tambahan Tionghoa. Karena itu banjak mahasiswa dalam ilmu sedjarah menjatakan bah-wa Tiongkok tak perlu mengchawatirkan penjerangan dan pendudukan Djepang atau bangsa kulit putih, karena bangsa Tionghoa untuk sekian kali akan sanggup lagi menelan mereka. Mereka lupa memikirkan, bahwa diabad jang akan datang penduduk Amerika Serikat akan bertambah mendjadi seribu djuta, dua setengah kali lipat djumlah kita. Sebab-sebabnja kegagalan bangsa Manchu melenjapkan bangsa Tiongkok ialah karena mereka hanja berdjumlah sedikit, kira-kira satu djuta. Sudah tentu djumlah jang ketjil ini dapat ditelan oleh bangsa Tionghoa jang banjak djumlahja itu . Tetapi kalau bangsa Amerika seratus tahun jang akan datang ingin menduduki Tiongkok, maka sepuluh orang Amerika akan berhadapan dengan empat orang Tionghoa dan bangsa Tionghoa tentu akan tertelan oleh bangsa Amerika.<noinclude></noinclude> 3sjeenz3asletfv0i2u62zawkxd1cfr Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/11 104 112135 316153 311965 2026-08-28T05:24:22Z Arunika Darsana 27443 316153 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{hwe|pun|Sekalipun}} U.U.D. Kita itu berganti-ganti, tetapi Pantjasila tetap bertahan dan tetap mendjadi alat mempersatuken bangsa Indonesia. Dalam ''Makadimah'' Konstitusi R.I.S. dan U.U.D. Sementara R.I. bentuk Pantjasila lain lagi: # <big>K</big>ETUHANAN <big>J</big>ANG <big>M</big>aha <big>E</big>sa # <big>P</big>ERI <big>K</big>EMANUSIAAN # <big>K</big>EBANGSAAN # <big>K</big>ERAKJATAN # <big>K</big>EADILAN <big>S</big>OSIAL Setelah kita kembali ke U.U.D. 1945 melalui ''Dekrit Presiden'' tanggal 5 Djuli 1959, dengan sendirinja bentuk Pantjasila menurut U.U.D. 1945 itu jang kita pakai sebagai pokok pembahasan. Lima sila dalam Pangasila itu dapat diperas mendjadi ''Trisila'' (3 dasar), jaitu : # <big>N</big>ASIONALISME DAN PERI KEMANUSIAAN MENDJADI SOSIONASIONALISME # <big>D</big>EMOKRASi DAN KEADILAN SOSIAL, MENDJADI SOSIOL-DEMOKRASI, DAN # <big>K</big>ETUHANAN <big>J</big>ANG <big>M</big>AHA <big>E</big>SA Istilah<sup>2</sup> dalam no. 1 dan no. 2 Trisila diatas sudah kita kenal sedjak tahun 1933 dalam buku Bung Karno ,,Mentjapai Indonesia Merdeka." Selandjutnja Trisila itu dapat kita peras lagi mendjadi ''Ekasila'' (satu dasar), jakni ''Gotong Rojong''. Bentuk Pantjasila jang berubah-ubah itu, tidak perlu berakibat bahwa semangat dah djiwanja berubah pula! Pantjasila bukanlah kumpulan 5 sila Jang masing<sup>2</sup> terlepas tanpa ikatan satu terhadap jang lain. Pantjasila adalah satu keseluruhan. Bila tiap sila ditafsirkan bebas dan terlepas sama sekali dari sila<sup>2</sup> jang lain, akan hilanglah arti dan tudjuan Pantjasila itu.<br> {{c|BAB 6}} {{c|PANTJASILA SEBAGAT ALAT PERSATUAN}} 51. Kalau kita tindjau sila<sup>2</sup> Pantjasila satu demi satu, kita akan mengambil kesimpulan bahwa dasar, tudjuan dan tjita<sup>2</sup> berbagai golongan jang ada di Indonesia terhimpun didalamnja. Tiap golongan diberi tempat jang lajak dialam Indonesia jang merdeka ini. Tidak ada satu golonganpun jang ada di Indonesia ditiiggalkan olehnja, Siapa pula tidak senang berlindung dalam negara jang mem punjai Peri Kemanusiaan sebagai salah satu dasarnja ? Sila Peri Kemanusiaan jang menghargai tiap orang sebagai manusia jang lajak. Peri Kemanusiaan jang membatasi rasa kebangsaan supaja djangan mendjadi sovinisme, sehingga peperangan antara bangsa<sup>2</sup> dapat dihindari. Peri Kemanusiaan jang turut mentjapai perda- maian abadi, sehingga ketjerdasan, kemakmuran, kebudajaan dan deradjat bangsa dapat dimadjukan se-sempurna<sup>2</sup>nja Sila Persatuan Indonesia atau sila Kebangsaan menghimpun semua suku jang ada di Indonesia mendjadi bangsa Indonesia. Tidak ada satu sukupun jang didjadikan anak emas atau anak tiri. Persatuaan jang melindungi segenap bangsa Indonesia dan tanah tumpah darah Indonesia, Didalam sedjarah Indonesia terbuktiilah sudah, bahwa hanja bangsa Indonesia jang bersatu dapat membawa tanah air ketaraf kebidupan jang tjemerlang. Ingat misalnja akan Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamast 1945. Sila kerakjatan atau Kedaulatan Rakjat menegaskan djuga, bahwa Negara Republik Indonesia bukanlah negara untuk satu golongan, Republik adalah negara semua untuk semua. Kedautatan Rakjat jang didjalankan melalui permusjawaratan perwakilan itu adalah tempat bagi seluruh bangsa Indonesia memperdjuangkan tuntutan<sup>2</sup>nja. Suara tiap golongan dapat diperdengarkan dalam perwakilan itu untuk memperbaiki apa<sup>2</sup> jang belum sempurna. Sila Keadilan Sosial adalah dasar jang mendjamin, bahwa di Indonesia tidak akon ada kemiskinan lagi, Berdasarkan sila itu dapat dihindarkan penghisapan manusia oleh sesama manusia. Keadilan Sosial itu pula mendjamin pekerdjaan bagi tiap orang sesuai dengan kemampuannja. Tuntutan bangsa Indonesia untuk dapat hidup jang lajak dibenarkan dan akan mendjadi kenjataan di Republik Indonesia jang berkeadilan sosial. Djelaslah, bahwa dengan Pantjasila Republik Indonesia menjadi pelindung segenap golongan bangsa Indonesia. Dengan {{ rh|42||43}}<noinclude></noinclude> 8l6bcuzafhl01jl60gk4swp2mo3ga1l Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/37 104 112201 316155 311226 2026-08-28T05:30:57Z Arunika Darsana 27443 316155 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>Warga merdeka hanjalah dapat hidup dalam negara jang merdeka, Sebab itu hendaknjalah semua tindak-tanduk warga- negara itu bersifat kesetiaan kepada dan bertudjuan memadju- kan nusa dan bangsa. {{c|BAB 29}} {{c|KEWADJIBAN DAN TANGGUNGDJAWAB WARGA NEGARA PADA UMUMNJA.}} 217. Baiklah kita bandingkan usaha negara itu dengan sepak terdjang suatu kesebelasan sepak bola. Auggota<sup><small>2</small></sup> kesebelesan itu menempuh Latihan<sup><small>2</small></sup> jang beraneka ragam buat memperolch ketjakapan jang memadai. Mereka itu mempeladjari setjara teoritis dan praktis siasat serta peraturan<sup><small>2</small></sup> sepak bola itu. Berbagai kompetisi pertandingan diadakan buat mematangkan permainan tiap peserta. Achirnja sckalipun tugas, pengetahuan dan kejakapannja berbeda-beda, namun mereka itu harus terus-menerus bekerdja sama dan tunduk pada displin, agar supaja dapat mentjetak gol sebanjak-banjaknja. Tiap pemain memperlihatkan kepribadiannja, namun ia tidak boleh memisahkan diri dan memang tidak dapat dipisahkan dari rekan<sup><small>2</small></sup>nja. # Tiap warganegara wadjib meniiapkan diri buat tugasnja. Dalam persiapan itu ia memperoleh bantuan dan berbagai kesempatan dari pemerintah serta badan<sup><small>2</small></sup> lainnja dalam masjarakat. # Setjara teoritis dan praktis harus dipeladjarinja nusa dan bangsanja. Buat apalah mengutjapkan ,,Indonesia nan indah dan permai,” padahal tidak pernah menjaksikan dan menjadarinja? Tidak pada tempatnjalah meneriakkan ,,satu nusa, satu bangsa", padahal dalam praktek hidup kenegaraan penuh prasangka dan tidak mau bekerdja dengan suku<sup><small>2</small></sup> lainnja! Sebab itu haruslah dipeladjari seluas-luasnja dan sedalam-dalamnja keadaan musa dan bangsa. Pasti akan timbul saling pengertian sehingga mungkin terdapat kompetisi dan kooperasi jang sehat. # Dalam masjarakat kita berlaku bermatjam-matjam kepertjajaan dan agama; adat istiadat dan sopan santun, berdjenis-djenis tjorak seni dan kabukajaan daerah, berbagai peraturan tata-tertib dan tatahukum. Sebab itu sangat perlu adanja toleransi,Dan memang, dari pembawaannja bangsa kita bersikap ramah tamah, penuh toleransi. # Tiap warganegara, dilapangan manapun ia sesamanja,mengusahakan kerdja sama jang erat dengan sesamanja, bertindak tegas berani, tulus djudjur dengan berpegang teguhkepada kaidah<sup><small>2</small></sup> hukum dan kesusilaan. Penjelewengan pesertaakan menghambat, malahan boleh djadi merusak permainan.Penjelewengan warganegara akan menghambat kemadjuanmalahan boleh djadi merongrong negara, 218, Dalam masjarakat Indonesia sedjak dulu kala berlaku kerukunan tolong menolong, gotong-rojong, holopis kuntul baris. Umpamanja waktu mendirikan rumah, membuka hutan, mengadakan upadjara<sup><small>2</small></sup>, pendek kata selalu njata, baik pada masa gembira, maupun pada masa kesusahan. Sudah barang tentu, masjarakat sekarang jang modern sudah sangat berbeda dari pada magjarakat lama, Namun alangkah sajangnja, apabila tjiri kepribadian itu lenjap! Terbuka djalan buat menjaturkannja kebadan<sup><small>2</small></sup> koperasi; kepada berbagai usaha kebersihan dan kesehatan; kedalam, pekerdjaan mendirikan sekolah dan pemberantasanbuta huruf; kedalam penertiban dan pemulihan keamanan; dll. Kegelisahan dan kegontjangan didalam masjarakat dapat dikurangi sampai seketjil-ketjilnja, apabila djurang djarak antara warganegara itu dapat dibuat sedangkal-dangkalnja dan sesempit-sempitnja. Djurang djarak itu ada antara si kaja dan si miskin, si terpeladjar dan si buta huruf; si berpangkat tinggi dan si djembel; si pengusaha dan si buruh; si penduduk kota dan si petani penduduk desa; dstnja. Salah satu djalan buat mengurangi djurang djarak itu ialah kerukunan, tolong-menolong, gotong-rojong, holopis kuntul baris. Djalan lain jalah membuka kesempatan jang sama bagi semua warganegara : kesempatan mengedjar pengetahuan dan ketjakapan, mentjari nafkah ; melamar pekerdjaan ; menikmati buah hasil imu pengetahuan dan teknik modern. civies 10 {{rh|144||145}}<noinclude></noinclude> 3zfb35r3yd7ay064boa3lvc9hutrqyo Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/36 104 112214 316156 311961 2026-08-28T05:33:14Z Arunika Darsana 27443 316156 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{c|BAGIAN F}} {{c|KEWADJIBAN DAN HAK WARGANEGARA}} {{c|BAB 28}} {{c|WARGANEGARA MERDEKA}} 211. Manusia itu hidup dalam berbagai organisasi. Setjara sadar atau tidak sadar ia peserta dalam usaha<sup><small>2</small></sup> badan<sup><small>2</small></sup> itu. Baik karena kelahirannja, maupun karena sengadja memilihnja, ia wadjib aktif mendukungnja dan memadjukannja. Manusia itu berbuat demikian untuk mendjamin keselamatan dan kesedjahteraan dirinja sendiri dan djenianja. Kemungkinan lain tidak ada. Dengan djalan demikian ia dapat memenuhi panggilan­nja sebagai machluk jang dikurniai oleh Tuhan dengan akal dan budi. Perkembangannja, baik djasmani, maupun rohani, hanjalah dalam ikatan organisasi<sup><small>2</small></sup> itu. Kemadjuan ataupun kemunduran organisasi itu adalah kemadjuan dan kemundurannja sendiri. 212. Manusia itu lahir dalam suatu rumah tangga atau keluarga. Pada mulanja tak banjaklah jang dapat dilaksanakannja. Makan, minum, dan tidur, itulah jang mengisi hari<sup><small>2</small></sup>nja. Makin lama makin besarlah ia. Didalamnja hidup kekeluargaan. Pengurbanan orang tuanja serta usaha mereka buat mentjukupi segala keperluan. Ia disekolahkan, disiapkan buat berdiri sendiri, achirnja dilepaskan buat menjusun rumah tangga sendiri. Hidup kekeluargaan itu adalah sangat penting. Lahir batin ada relasi antara si anak dan orang tuanja. Pendidikan sopan santun, kebersihan, kesusilaan, keagamaan dan tatatertib sengadja dan tak sengadja didjalankan. Tenggang-menenggang dan tjinta kasih adalah sendi<sup><small>2</small></sup> hidup kekeluargaan itu. Tentu kadang<sup><small>2</small></sup> timbul pertentangan atau pertjekjokan dalam rumah tangga itu. Tetapi setiap anggota berusaha djangan sampai timbul pertjekjokan jang merusakkanja. Kegembiraan dan kesedihan seorang anggota adalah kegembiraan dan kesedihan semuanja. Sekalipun rumah tangga itu merupakan organisasi jang sangat ketjil, namun pada anggota<sup><small>2</small></sup>nja ada tjukup kebebasan buat mengembangkan dan menundjukkan tjoraknja jang khas. Ajah dan ibu berusaha <sup><span style="color:red">{Teks tidak terbaca}</span></sup>, didalam mungkin melenjapkan sifat? anaknja jang buruk dan mendorong serta memadjukan bakatnja jang utama. Dalam mendjalankan tugas itu orang tua harus bersikap adil, tulus ichlas dan penuh kasih sajang. Si anak mengalami bahwa semua anggota keluarga itu bekerdjasama dalam pimpinan orang tuanja. Ajah ibu berunding sebelum mendjalankan tindakan<sup><small>2</small></sup> tertentu. Kemudian, kalau anak sudah besar, kadang<sup><small>2</small></sup> ia turut serta dalam permusjawaratan itu. Kesulitan<sup><small>2</small></sup> diatasi, baik sendiri<sup><small>2</small></sup> maupun setjara bersama. 218. Keluar dari rumah tangga dan keluarganja manusia itu tiba dalam organisasi jang lebih besar. <ol type="A"> <li>Golongan berdasarkan turunan darah :</li> <ol type="a"> <li>garis kebapaan (patrilineal)</li> <li>garis keibuan (matrilineal)</li> <li>garis keibu-bapaan (parental).</li> </ol> <li>Golongan berdasarkan hidup sedjahtera (territorial).</li> </ol> Kadang<sup><small>2</small></sup> A + B Berdjalin, Buat A nama jang atjapkali dipakai ialah suku (clan), untuk B desa, kampung atau huta (Batak). Dalam organisasi jang lebih besar ini menondjolilah tradisi, adat istiadat dan kebudajaan. Republik Indonesia mengakui keserbaragaman ini, jang terbukti daripada sembojan negara „bhinneka tunggal ika“. Kesatuan itu djelas berpokok pada musjawarat. Baik kepala suku, maupun kepala desa (kampung) adalah pater interpares, bapak diantara sesamanja. Berkat pengalaman dan pengetahuannja jang luas serta kemauan dan kebidjaksanaannja (dulu djuga karena anggapan akan kesaktiannja), maka dialah jang memimpin musjawarat dan usaha bersama. Pemimpin itu tidak menerima dan tidak menuntut upah. Pada upatjara<sup><small>2</small></sup> tertentu tampillah ia kedepan dan memperoleh tempat duduk jang {{rh|188||189}}<noinclude></noinclude> jtyf87hmorgfnajwxtzwplzzc8wvs0o Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/76 104 112368 316173 315658 2026-08-28T05:55:10Z Sathira15 16353 /* Belum diuji baca */ 316173 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Sathira15" /></noinclude>MR. APAL : Mulanya aku sendiri mau mengusulkan Rencana waktu kita diserang dengan hebat itu. Tetapi di belakangnya aku mengerti bahwa aku terlampau banyak dipengaruhi “buku”. Sesudah kucoba berhubungan dengan keadaan yang sebenarnya, maka barulah aku insyaf bahwa aku terlampau tinggi melayang di awang-awang. SI PACUL : Kalau kuingat perundingan lampau tentang dasar dan tekniknya Rencana itu, sebenarnyalah suatu maksud mengadakan Rencana yang sempurna atau setengah sempurna adalah impian belaka. Kalau ada Rencana dan memang mestinya ada Rencana, maka rencana itu mestinya tak kurang dan tak lebih dari Rencana Ekonomi Berjuang. SI TOKE : Tepat, Cul! Sebutkan lagi sarinya dasar dan teknik Rencana itu! SI PACUL : Dasar Rencana itu ialah mencocokkan produksi dengan konsumsi. Tehniknya ialah meninjau keadaan : l) industri, 2) kemesinan, 3) gaji dan 4) perdagangan luar negeri. Baik dalam hal industri berat mauupun industri ringan kita banyak sekali kekurangan mesin. Barang bahan kita benar pula lebih dari cukup buat dijual di luar negeri. Jualan itu bisa dibelikan ke mesin yang kurang. Tetapi perdagangan dengan luar negeri sama sekali terputus. Lagipula perindustrian Indonesia, sebagai pusaka imperialisme Belanda, amat pincang. Pabrik buat barang-pakai seperti kain dan lain-lain baru pada tingkat permulaan, tetapi tambang, pabrik dan kebun buat menghasilkan barang yang dijual di luar negeri, seperti teh, kopi, gula, minyak, timah, mas dll lebih daripada cukup. Di bawah telapak serdadu Jepang banyak pula mesin yang dirusak atau diangkut ke luar Indonesia. Indonesia dan dunia luar seolah-olah dipisahkan oleh jurang yang dalam dan lebar. Indonesia kekurangan mesin dan kain, tetapi kebanyakan barang bahan. Dunia luar sanggup menjual mesin pada kita dan membutuhkan bahan dari kita, tetapi perniagaan sama sekali terhenti. Jurang tadi tak bisa atau belum bisa dijembatani, selama Inggris-Nica menyerang Indonesia dan menghancurleburkan kota Indonesia.<noinclude>{{rh|76}}</noinclude> 9q9jdkmf64rzqwf3kuxx43z9dtag5oh Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/75 104 112369 316171 315659 2026-08-28T05:54:45Z Sathira15 16353 /* Belum diuji baca */ 316171 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Sathira15" /></noinclude>'''V. RENCANA EKONOMI UNTUK INDONESIA''' SI PACUL : Sekarang kita sudah sampai ke langkah penghabisan. Tibalah waktuaya buat kita memeriksa semua kemungkinan untuk melaksanakan Rencana Ekonomi itu di kepulauan Indonesia ini. Baiklah Mr. Apal saja membentangkan suasana politik, ekonomi dan sosial di Negara ini. SI TOKE : Cul! Tadi aku kau tuduh aku terlampau giat! Memang kuakui bahwa semangatku masih meluap. Semua syarat buat menceraikan suasana itu masih segar-bugar dalam ingatanku. Izinkanlah aku mencoba membentangkannya. SI PACUL : Benarlah pula usulmu itu, Kek. Bukankah kita ini calon guru kaum proletar yang sebagian besar itu belum lagi sadar? SI TOKE : Tentang suasana itu banyak kulihat persamaan Indonesia ini dengan Rusia. Pertama Rusia tak mempusakai sistem parlementer. Indonesia juga tidak. Kedua, Rusia tidak mempunyai kelas-tengah yang kuat buat menghalanghalangi tindakan sosialistis. Pun Indonesia tidak mempunyai. Rusia boleh dikatakan tak mempunyai Mesin-Induk, demikian juga Indonesia. MR. APAL : Memang semua persamaan yang kau sebutkan itu benar. Tetapi ada perbedaan besar yang juga berhubungan dengan suasana itu. Pada tahun 1928 (?) ketika Rusia menjalankan rencana 5 tahun, dia sudah lebih kurang 10 tahun mempunyai Pemerintah Komunis. Semua kekuasaan ada di tangan kaum proletar. Bagaimana Indonesia sekarang (27 November '45)? Surabaya, kota perindustrian terbesar di Indonesia sedang dihancurkan Inggris-Nica dengan pelor dan bom, dari darat, laut dan udara. Kita sedang membela kemerdekaan kita dengan senjata yang belum sampai 1% dari senjata musuh banyaknya dan kualitetnya. Bagaimana bisa kita menyusun dan menjalankan Rencana Ekonomi yang sempurna buat kita?<noinclude>{{rh|||75}}</noinclude> 35ogssc4p4ib0f1b628wjlir7kzfayx Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/74 104 112372 316172 315660 2026-08-28T05:54:57Z Sathira15 16353 /* Belum diuji baca */ 316172 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Sathira15" /></noinclude>perseorangan. Tetapi kalau hasil sudah melambung dan didikan sosialisme sudah lebih mendalam, maka sistem gaji ini bisa dihapuskan sama sekali. Jadi nanti tiap-tiap pekerja akan menerima “bagian sosial”-nya. Bukan begitu, Dam? Tetapi bagaimana rupanya bagian sosial itu? SI GODAM : Apabila tiap-tiap orang sudah menjalankan kewajibannya sebagai anggota masyarakat, maka ibu-bapak mendapat umpamanya 2 x f 4,- (seminggu) = f 8,anaknya 2 orang mendapat 2 x f 4,- (seminggu) = f 8,bapaknya kerja istimewa f 4,- = f 4,JUMLAH(seminggu) = f 20,- Jadi satu bulan 1 keluarga tadi mendapat f 80,- misalnya saja. Bagian setiap keluarga tentunya mesti berhubungan dengan banyaknya penduduk pula, jumlah hasil negara, takaran hidup dsb. Ini garis besarnya saja, sebagai contoh. Ada banyak perkara lain yang bersangkutan. Tetapi bukankah aku menulis brosur lagi kalau kuteruskan? SI TOKE : Jadi sebagai cermin saja! Bagaimanakah keadaannya Rencana Ekonomi Indonesia? SI PACUL : Tunggu dulu, Kek! Engkau ini pada perundingan ini kulihat terlampau giat. Kalah kegiatan Mr. Apal, Denmas, dan aku dikumpul menjadi satu. Rupanya engkau tertarik betul oleh Rencana Ekonomi ini. Tetapi mesin sekalipun membutuhkan bensin. Apalagi Godam, yang tak berhentinya diserang oleh pertanyaan dari kanan kiri.<noinclude>{{rh|74}}</noinclude> ay2pck1hj1ybwperfqnfbltwihbwa4t Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/73 104 112374 316165 315662 2026-08-28T05:53:02Z Sathira15 16353 /* Belum diuji baca */ 316165 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Sathira15" /></noinclude>mungkin dipakai uang, dan gaji dibayar “menurut kecakapan si Pekerja”. Jadi si Pekerja masih menerima gaji. Tetapi mungkin pula pemberian itu sebagian berupa gaji menurut kecakapan, dan sebagian lagi berupa “bagian-sosial”. Yang terakhir ini berarti bahwa pembagian itu rata buat orang dewasa serta rata pula buat kanak-kanak. Bagian ini ialah bagian tiap-tiap anggota masyarakat yang kerja. Ini misalnya saja! Tiap-tiap negara sosialis dalam keadaan istimewa boleh pula mengambil tindakan istimewa. Asal saja kita jangan lupa akan pedoman komunisme di atas. SI TOKE : Kita andaikan saja kita memakai sistem kembar, yakni sebagian dibayar sebagai gaji dan sebagian “bagiansosial”. Barangkali ini cocok dengan tingkat pertengahan (kompromis). Tetapi bagaimana menaksirnya? SI GODAM : Agak susah sedikit menerangkannya dengan pendek. Tetapi perlu juga diberikan garis kasarnya pembagian hartapencaharian Negara berdasarkan sosialisme pada tingkat pertengahan itu. Misalkan satu negara! Andaikan dalam Negara itu ada 25.000.000 keluarga, terdiri dari ibu-bapak dan 2 anak belum baligh. :Andaikan jumlah pencaharian Negara itu setahun 4.500.000.000 :Andaikan “bagian-sosial” jumlahnya seharga 2.000.000.000 :Andaikan buat kelunturan mesin setahun 500.000.000 :Andaikan bunga uang dan sewa dihapuskan jadi 0 :Untung yang dibagikan pada kapitalis sudah dihapuskan pula 0 :JADI SISA BUAT GAJI 2000.000.000 Yang 2000.000.000 itulah yang akan dibagikan kepada pekerja menurut kecakapan, kepada 25.000.000 keluarga tadi. SI TOKE : Jadi gaji itu masih bertinggi berendah menurut kecakapan, bukan? Memang kalau tak begitu yang rajin jadi malas, sebab manusia sekarang masih mempunyai semangat<noinclude>{{rh|||73}}</noinclude> 0il2dpzzuxomgbbzfp9a40mewwzy7q5 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/72 104 112375 316166 315663 2026-08-28T05:53:12Z Sathira15 16353 /* Belum diuji baca */ 316166 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Sathira15" /></noinclude>SI TOKE : Kalau sebaliknya, bukankah ini berarti barangbarang itu, lantaran bermacam-macam sebab, tak mengandung harapan akan bisa kita bikin lebih murah dari barang asing, walaupun pengalaman diperbanyak. Barangkali lantaran bahannya susah didapat, atau lain-lain sebab. Dalam hal ini, aku pikir baiklah barang semacam itu kita datangkan dari luar negeri saja! Toh tak ada salahnya bertindak begitu asal saja cocok dengan undang-undang ekonomi? SI GODAM : Memang begitu, Kek. Manfaatnya juga banyak buat hubungan baik antara satu negara dengan negara lain. Perdagangan itu adalah satu perkara yang merapatkan bangsa dengan bangsa, negara dengan negara. Tak perlu semua barang itu kita sendiri yang membikin. Asal Industri-Induk sempurna di tangan kita, tak ada salahnya kalau hasil barang industri enteng kita datangkan dari luar. Yaitu kalau ongkos membikinnya sendiri akan terlampau tinggi dibanding dengan ongkos luar negeri. Tetapi baiklah jangan kita lanjutkan persoalan ini. Baiklah kita rundingkan sekarang perkara CARA membagikan gaji. Penting bukan? SI PACUL : Tentulah penting sekali! SI GODAM : Awalnya pembagian gaji itu boleh dijalankan atas dua macam. Pertama pada tingkat sosialisme yang sudah sampai ke tingkat komunisme. Kedua pada tingkat sosialisme itu sendiri. Pada tingkat komunisme tiap-tiap orang itu bekerja menurut kecakapannya dan mengambil hasil usahanya. Inilah tingkat tertinggi dan belum tampak kapan akan tercapainya tingkat ini. Tetapi sebagai pedoman hidup, maka ideal atau idaman pembagian secara komunis itu perlu senantiasa dipercermin. SI PACUL : Apakah cara pembagian di tingkat kedua? SI GODAM : Tingkat ini kita capai apabila kita sampai ke tingkat sosialisme, ialah apabila semua alat penghasilan dalam kapitalisme sudah dimiliki oleh masyarakat. Pada tingkat ini<noinclude>{{rh|72}}</noinclude> 76hwtdti6c7wngajex70wrfstudtc9x Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/71 104 112377 316167 315664 2026-08-28T05:53:18Z Sathira15 16353 /* Belum diuji baca */ 316167 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Sathira15" /></noinclude>dipikirkan membeli barang buat setengah kemewahan. Akhirnya barang buat kemewahan semata-mata. SI GODAM : Cuma ada satu lagi peninjauan ialah meninjau apakah barang yang dihasilkan industri awak itu cukup ataukah tidak buat kita? SI TOKE : Kalau tak cukup bagaimana? SI GODAM : Jika perbedaan ongkos suatu barang yang awak bikin dengan harga pasar barang itu tetapi dimasukkan dari luar lebih besar dari perbedaan ongkos awak dengan harga barang itu di pasar awak, maka baiklah barang itu dibikin di negara awak, walaupun ongkos pada permulaan membikinnya sedikit besar. SI PACUL : Tegaskan dengan angka, Dam! Amat tinggi tergantung kalau kau susun begitu! SI GODAM : Kalau ongkos barang awak umpamanya 18 sen dan jualan barang asing semacam itu juga di pasar awak 25 sen, jadi perbedaannya adalah 7 sen. Kalau ongkos barang awak itu 18 sen juga, tetapi jualan di pasar awak cuma 20 sen, jadi bedanya cuma 2 sen, walaupun sudah membikinnya dan ongkos awalnya lebih mahal. SI TOKE : Semua permulaan itu susah sekali. Lambat betul membikin sesuatu pada semua permulaan itu. Lagipula banyak barang bahan dibuang-buang. “Waste”, istilah yang dipakai dalam ekonomi! Sebab itulah ongkosnya tinggi pula. Dengan bertambah lama pengalaman berkuranglah barang terbuangbuang (waste) tadi. Jadi kalau diteruskan membikin barang semacam itu besarlah pengharapan kita lambat laun akan mendapatkan cabang industri nasional, baru, yang baik dan murah hasilnya. Tetapi bagaimana kalau perbedaan harga tadi sebaliknya? SI GODAM : Ya, baik kau jawab sendiri, Kek!<noinclude>{{rh|||71}}</noinclude> 1gskv7wxmjef3lvntd6hqjwb9xypg3y Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/70 104 112379 316168 315665 2026-08-28T05:53:23Z Sathira15 16353 /* Belum diuji baca */ 316168 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Sathira15" /></noinclude>lapuk. Yang saya maksudkan dengan pabrik lapuk itu ialah pabrik yang lebih banyak memakan ongkos kalau dipakai daripada merusakkan pabrik itu sama sekali. Yang lapuk itu baik diruntuhkan saja. Anggaran ongkos pabrik lapuk itu buat mengadakan hasil baik dipakai saja buat mendirikan pabrik baru. DENMAS : Sebutkanlah juga semua industri yang terutama, Dam, supaya kita sedikit mendapat pemandangan. SI GODAM : Aku susun saja begini: Pabrik buat bangunan rumah, gedung, jembatan dll. Pabrik buat perhiasan rumah, tikar, cat dinding dsb, jam, makanan, minuman dsb. Pabrik buat kain, benang, pencelupan dll. Pabrik buat pengangkutan, kereta, oto, kapal air dan udara, baja, besi dll. Tambang arang, minyak, besi, timah, tembaga, bauksit dsb. Pabrik obat-obatan dll. Di Indonesia juga pabrik teh, kina, kopi, gula, karet dll. SI TOKE : Cukuplah rasanya kita meninjau kekuatan industri awak. Jadi pabrik yang kurang ditambah dan pabrik yang menghasilkan lebih dijual hasil lebihnya itu buat pembeli pabrik yang kurang. Sekarang tinjaulah permintaan (demand) berhubung. Dengan keperluan pembeli. SI GODAM : Ingatlah bahwa keperluan itu bertukar kalau takaran hidup itu bertukar pula. SI PACUL : Pastikan Dam! SI GODAM : Kalau seandainya gaji seseorang cuma f 0,50 sehari, bukankah yang dipikirkannya cuma makanan saja? Kalau gajinya menjadi f 2 barulah dipikirkannya membeli kain. Kalau takaran hidupnya bertambah pula barulah dia memikirkan membeli vulpen, sepeda, radio oto dsb. Sepadan dengan naiknya takaran hidup setingkat demi setingkat bertukarlah pula keinginan dan keperluan si pembeli. SI TOKE : Memang, bermula sekali dipikirkan oleh si pembeli ialah barang yang paling dibutuhi. Kemudian baru<noinclude>{{rh|70}}</noinclude> pmhwvjo0tnocv1waqo76nhycx5n085f Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/69 104 112381 316169 315666 2026-08-28T05:53:28Z Sathira15 16353 /* Belum diuji baca */ 316169 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Sathira15" /></noinclude>2. Mesin khususnya. Keduanya mesti dicocokkan dengan: 3. Gaji, dan 4. Perdagangan masuk dan keluar Negara. SI TOKE : Mudah kumengerti kalau kau susun begitu, Dam! Mestinyalah yang l) yaitu industri itu (termasuk juga pertanian), yang tentunya bergantung pada kekuatan 2) mesin itu, diimbangkan, dicocokan dengan 3) yakni gaji. Bukankah jumlah harga hasil mesti sama dengan jumlah gaji? Dalam hal kekurangan mesin maka hendaklah kita periksa hasil atau barang bahan yang bisa dijual di luar negara (ekspor), buat memasukkan barang-mesin yang kurang buat dibeli (impor). Ringkasnya kita cocokan dengan 4). SI PACUL : Sekarang laksanakanlah penaksiran itu, Dam! SI GODAM : Pertama, periksalah industri yang ada, pun periksalah lebih dahulu apakah suatu pabrik bisa ditukar menghasilkan barang yang lain. Bukankah pabrik oto itu kalau sedikit ditukar bisa menjadi pabrik mesin kapal terbang? Periksalah lagi apakah satu cabang industri awak menghasilkan lebih atau kurang buat keperluan Negara. Apakah harga itu yang dijual dalam negeri. Kalau hasil itu memang lebih murah dan melebihi keperluan Negara, maka hasil lebih itu boleh dijual di luar negeri buat membeli barang yang kurang. SI TOKE : Pendeknya ukurlah kekuatan industri awak. Kalau hasilnya bisa lebih dari keperluan dan harganya cukup murah, maka keluarkanlah hasil lebih itu buat pembeli yang kurang, mesin atau barang-pakai. Kalau perlu buat dipakai sendiri atau dijual di luar negeri tukarlah kalau bisa satu pabrik buat barang ini menjadi pabrik buat menghasilkan barang lain. SI GODAM : Sesudah ditinjau kekuatan industri awak ini, cocokkanlah jumlah pekerja dengan jumlah industri yang ada atau akan diadakan. Kemudian periksalah pula apakah ada pabrik<noinclude>{{rh|||69}}</noinclude> 404qgdgs1rsndp3kmozqagv7eck73yx Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/68 104 112383 316170 315667 2026-08-28T05:53:34Z Sathira15 16353 /* Belum diuji baca */ 316170 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Sathira15" /></noinclude>SI TOKE : Gampang dimengerti Dam! Bagaimana negara kecil bisa memakai Mesin Raksasa, mesin modern yang hasilnya melambung cepat dan tinggi, kalau rakyatnya sedikit! Bukankah rakyatnya yang pertama mesti jadi pembeli? Negara asing tak selalu bisa diharapkan. Negara asing berhak dan mungkin menutup pintu pagarnya sewaktu-waktu. Satu Rencana Penghasilan yang pasti mesti didasarkan pula atas pembelian, ialah pemakaian yang pasti. Terlampau kurang pembeli kalutlah Rencana yang semolekmoleknya di atas kertas itu. SI PACUL : Kulihat dalam hal jual beli memang engkau jempol juga, Kek. Tidak percuma rupanya engkau ini bekastoke! SI TOKE : Perkara dulu tinggal dulu, Cul! Bukankah aku bangkrut sebab ikut-ikut Godam pula dalam pergerakan? SI PACUL : Tak apa bangkrut itu, Kek. Nanti kuusulkan engkau jadi Menteri Rencana Ekonomi! SI TOKE : Memangnya aku ini bergerak buat cari pangkat, Cul! Jangan begitu Cul! MR. APAL : Semua petunjuk itu memang perlu. Sekarang cobalah bentangkan teknik MENAKSIR itu, yakni menyusun rencana itu. SI GODAM : Berat rasanya, Pal. Terlampau banyak yang mesti dirundingkan! SI PACUL : Ambil sari perkara saja, atau perkara sari saja. SI TOKE : La! Lihat, si Pacul jadi ahli filsafat pula. SI GODAM : Karena sari Rencana itu ialah menaksir hasil yang cocok dengan pemakaian, maka perlulah direncanakan: l. Industri umumnya;<noinclude>{{rh|68}}</noinclude> n84vo0uh9xd10d3j4rr2u6l7j78q8bk Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/67 104 112385 316089 315668 2026-08-27T13:19:57Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316089 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" /></noinclude>SI GODAM : Lebih gampang pekerjaan taksir-menaksir buat satu negara yang agak kecil tetapi mempunyai bahan lengkap, daripada satu negara besar yang penduduknya rapat dan takaran hidupnya rendah. Gajinya rendah, persaingan antara tenaga dan tenaga amat hebat. SI PACUL : Belum kulihat seluruhnya arti kalimat itu. Tetapi sudah kurasa. Bukankah gaji itu perlu buat membeli hasil? Jumlah harga hasil mesti sama dengan jumlah gaji. Makin tinggi gaji makin bisa ditinggikan hasil, makin rendah gaji makin susah meninggikan hasil, bukan? SI GODAM : Sampai sekian benar, Cul. Simpulan ini boleh kita pakai sebagai pedoman. Simpulan yang kedua: Sebelum cukup banyaknya industri enteng, susahlah kita menimbulkan industri berat, Industri-Induk. SI TOKE : Ini aku bisa tangkap artinya. Sebelum cukup banyak pabrik (pabrik kina, pabrik kain, obat-obatan, minum dsb), sebelum itu, tentu susah buat mengadakan Mesin-Induk yang mesti bikin mesin buat pabrik teh, kina, kain, obatobatan, minuman dan lain-lain itu. Bukankah pula hasil Pabrik-Induk mesti seimbang dengan hasil yang berupa mesin buat industri ringan? SI GODAM : Tepat, Kek! Petunjuk yang ketiga ialah industrialisasi, atau rencana menukar Negara-Pertanian menjadi Negara- Perindustrian. Lambat jalannya pada permulaan, tetapi semakin lama semakin cepat. SI TOKE : Mestinya begitu Dam. Tak bisa dilakukan sekali jalan saja. Apa lagi petunjuk yang perlu diperhatikan? Cobalah sebutkan. SI GODAM : Penting pula artinya buat Indonesia ialah: negara kecil tak bisa mengadakan rencana yang sempurna, terpisah dari negara besar. Jadi buat negara kecil susahlah kalau tak mustahil mengadakan Ekonomi Teratur itu.<noinclude>{{rh|||67}}</noinclude> ecncxxk75qfatp4turn3onmxssb3zfp Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/66 104 112387 316088 315669 2026-08-27T13:19:41Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316088 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" /></noinclude>SI GODAM : Rencana Ekonomi ialah urusan perekonomian yang teratur dengan maksud supaya produksi cocok dengan konsumsi, serta berdasarkan hidup sama-rata dan tolong bertolong. SI PACUL : Betul, ekonomi itu mestinya teratur, bukan lagi anarkis seperti di zaman kapitalisme. Produksi mesti diimbangkan dengan konsumsi. Dengan begitu maka krisis itu terhindar. Dasarnya ialah sama-rata dan tolong bertolong. Memang ini dasar sosialisme. MR. APAL : Kurasa definisi di belakang ini memang lebih praktis, lebih enteng kalau dipakai buat menaksir! Bukankah yang terutama sekali ialah hasil mesti lebih dahulu disamakan dengan pemakaian? SI TOKE : Terang semuanya buat aku. Sekarang CARANYA hitung menghitung dalam pekerjaan mencocokkan hasil dan pemakaian itu. SI GODAM : Cara yang gampang dan pasti tentulah tak ada. Rencana yang berarti juga satu taksiran itu mengandung kesilapan. Sedangkan menaksir banyak telur yang akan menetas saja bukan satu perkara yang selalu bisa dilakukan dengan tepat. Apalagi menaksir banyaknya hasil yang mesti tak lebih dan tak kurang dari pemakaian dalam suatu negara. Menaksir dalam hal ini selalu berarti mencoba menghitung lebih dahulu. SI PACUL : Teruskan Dam! Tetapi hendaknya lebih mengenai bukti yang nyata. SI GODAM : Belum bisa aku berbicara nyata-pasti, Cul. Ada lagi satu perkara yang mesti kukemukakan sebagai petunjuk buat suatu Rencana, Cul. SI PACUL : Petunjuk apapula lagi, Dam?<noinclude>{{rh|66}}</noinclude> hj40u87uf3b4e6rvi1q39fm83532bd5 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/65 104 112388 316087 315670 2026-08-27T13:19:29Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316087 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" /></noinclude>DENMAS : Tentulah para ahli tadi bersama-sama dengan pengurus industri. MR. APAL : Pemerintah dan Dewan Perwakilan bukankah mesti ikut pula merundingkan dan memutuskan benar atau tidaknya Panitia itu? SI GODAM : Para ahli, para pengurus industri, Kementerian beserta Dewan Perwakilan Rakyat memang mesti ikut berunding dan memutuskan. Tetapi juga tak boleh lupa wakil kaum pekerja yang tersusun dalam berbagai Pakbon. Apalagi wakil kaum pemakai (konsumen) yang jutaan itu tak boleh pula ditinggalkan. Kebanyakan mereka yang disebut di belakangan ini sudah tersusun dalam koperasi. Ajaklah pula wakil koperasi itu berunding dan memutus! Ingat bahwa Rencana itu ialah buat masyarakat seluruhnya. Bukanlah buat satu golongan saja, berapapun besarnya golongan itu. MR. APAL : Akhirnya Jabatan Pengawas itu mestilah mempunyai penyelidik yang bepergian ke sana-sini. SI GODAM : Mestinya begitu. DENMAS : Sekarang sudahlah terang bagiku Kekuasaan atas Rencana Ekonomi itu. Nanti akan dirundingkan pula Cara menjalankan rencana itu. Tetapi sebelum itu baik juga kau berikan sekali lagi ketetapan (definisi) Rencana itu. MR. APAL : Dulu sudah ditetapkan bahwa Rencana Ekonomi ialah daya upaya memasyarakatkan Alat-Penghasil, Penghasilan, Pembagian Hasil, Gaji, dan Hidup Sosial. SI GODAM : Benar, definisi ini memang sudah cukup. Tetapi ada definisi yang lebih penuh dan lebih cocok dipakai menaksir. SI PACUL : Cobalah sebutkan!<noinclude>{{rh|65}}</noinclude> 079t7euxgrf9ap2ifm2ee2r8adsbypt Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/64 104 112390 316085 315671 2026-08-27T13:19:12Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316085 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" /></noinclude>SI GODAM : Dalam partai Komunis itu bukannya ada 1 atau 4 orang saja, Denmas. Di dalam partai itu semua orang tentulah sama-sama berpaham komunis. Tetapi tidak satu saja pikiran, kemauan, dan perasaan ribuan komunis dalam partai sebesar itu! Lagipula kalau saya tak salah maka di Rusia pun dipisahkan jabatan menyusun rencana itu dengan jabatan menjalankan dan mengawasi. SI PACUL : Bagaimana memisahkannya? SI GODAM : Saya kurang mendapat keterangan dan banyak kelupaan. Tetapi saya pikir rencana itu disusun di pusat. Tetapi pengawasan di daerah. Walaupun dipisahkan, bukanlah pemisahan berlaku seperti di negara kapitalis. Baik di pusat ataupun daerah yang berkuasa itu ialah satu kelas ialah kelas proletar. Kepentingan mereka adalah satu, ialah kepentingan kaum proletar. Paham yang dijunjung pun cuma satu saja ialah komunisme atau sosialisme. Jadi kepentingan sama dan tujuan sama. SI TOKE : Sekarang sudah sedikit terang bagiku apa badan kekuasaan dan jabatan (fungsi) masing-masing kekuasaan. Kalau aku tak salah maka jabatan menyusun rencana itu berbentuk satu Panitia atau Komisi. Jabatan menjalankan rencana itu berbentuk satu Kementerian. Akhirnya jabatan mengawasi rencana itu berbentuk satu penyelidikan. SI GODAM : Benarlah begitu! DENMAS : Kalau jabatan menyusun itu berbentuk satu Panitia, maka Panitia semacam ini mesti diberi kekuasaan penuh buat mencari keterangan yang berhubungan, bukan? Terutama pula yang berhubungan dengan Ekonomi. Pekerjaan menyusun atau lebih tegas, pekerjaan menakar ini mestinya pekerjaan ahli. SI PACUL : Tetapi kalau Jabatan atau Panitia Penyusun sudah membikin suatu Rencana, siapakah yang mesti memutuskan betul atau tidaknya taksiran Panitia itu?<noinclude>{{rh|64}}</noinclude> 05pa99pcwiww782xrikq4dl5cgt8gkk Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/63 104 112391 316084 315672 2026-08-27T13:19:02Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316084 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" /></noinclude>sama di seluruh muka bumi ini. Tetapi dalam garis kecilnya ada berlainan. Perhatikan sajalah Jiwa dan Lakunya turunan berlainan bangsa itu bersamaan atau hampir bersamaan hak dan kewajibannya. SI PACUL : Wah, Dam, rupanya engkau ini lari kencang lagi menurun ke lembah filsafat. Aku mesti tangkap lengan bajumu dan bawa kembali engkau ke perbandingan Inggris dan Amerika dalam ekonomi dan politik. Engkau sudah majukan perbedaan dalam hal bentuknya kekuasaan yang akan menjalankan rencana itu di Inggris dan Rusia. Tetapi kekuasaan tetap kekuasaan, bukan? Jadi mesti ada pula persamaan isinya pada ke dua Negara tadi, maka keduanya bisa dinamakan kekuasaan. SI GODAM : Memang ada! Kekuasaan atas Rencana Ekonomi Sosialis di kedua negara tersebut sama-sama mengandung tiga kewajiban atau jabatan. SI PACUL : Apakah jabatan yang tiga itu? SI GODAM : Pertama, jabatan menyusun rencana. Kedua, mengadakan rencana. Ketiga, mengawasi rencana. SI TOKE : Di negara demokratis sudahlah tentu tiga jabatan itu dipisah-pisahkan pula. SI GODAM : Memang begitu. Di negara sosialis seperti Rusia yang diperintahi oleh satu partai saja betul tiga jabatan itu dibedakan, tetapi tiada dipisah-pisah seperti di negara demokratis kapitalis itu. DENMAS : Jadi yang membikin, menjalankan, dan mengawasi orang itu juga. Jadi umpamanya kalau si A, B, C, D yang menyusun maka si A, B. C, D pulalah yang menjalankan dan mengawasinya? Akibatnya tiadakah seperti di zaman yang selalu dicela itu, di mana kekuasaan menangkap, memeriksa perkara, menghukum, dan menjatuhkan hukuman di tangan satu orang itu juga, atau beberapa biji orang “sekonco”?<noinclude>{{rh|||63}}</noinclude> 11okyy9oujqi234zos8nq2uutt4w6h6 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/62 104 112394 316083 315650 2026-08-27T13:18:51Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316083 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" /></noinclude>insaf dan kuat itu mengizinkan rencana sosialistis itu. Rusia (1927) bisa menyusun dan menjalankan rencana itu dengan tersusun, terpusat pada satu kekuasaan, ialah kekuasaan Proletar. MR. APAL : Inggris mesti membagi-bagi kekuasaan itu di antara borjuis-ningrat atau ningrat-borjuis dengan kaum-tengah dan kaum-buruh. Jadi di sana “seandainya” Rencana itu disetujui rakyat, maka Parlemen mesti mempunyai sebagian kekuasaan. Kementerian sebagian pula, Pakbon sebagian lagi. Serikat-tani, para-pembeli (konsumen) dan serikat kapitalis tak pula boleh ketinggalan. Maklumlah di negara demokratis itu semua golongan dan sekalian yang berkepentingan tak boleh dilampaui. Semuanya mesti dirembukkan lebih dahulu dan dimufakati lebih dahulu. Di Soviet Rusia tahun 1927 kaum modal dan ningrat itu sudah lenyap sama sekali. Kaum-tengah, ahli dalam mengomong dan mengkritik itu sudah tak ada pula kekuasaannya. Partai Komunis yang memeluk semua kekuasaan dan kekayaan negara dengan lekas dan secara praktis bisa menyusun rencana sosialistis, menjalankan dengan cepat dan mengawasi serta memperbaiki jalannya itu menurut kepentingan satu kelas saja, ialah kelas pekerja. SI TOKE : Kalau Inggris sudah melakukan revolusisosialnya, apakah kelak KEKUASAAN dan CARA menjalankan Rencana Ekonomi tak akan sama dengan di Rusia tahun 1927? SI GODAM : Juga tidak! Sejarah yang sudah dilalui rakyat dari suatu negara itu terus mempengaruhi jiwa dan tindakannya rakyat itu. Sejarah politik Inggris akan terus mempengaruhinya. Tiadalah orang Inggris akan sama sekali lepas dari pengaruh sejarahnya yang berhubungan dengan iklim negaranya, suasana politik, ekonomi, sosial dan kebudayaannya di zaman lampau. Memang sejarah dan suasana itu mengubah pula jiwa dan lakunya rakyat itu. Tetapi karena suasana pada suatu tempat akan terus berlawanan dari tempat lain, umpamanya karena berlainan iklim saja, maka jiwa dan lakunya manusia di lain-lain tempat itu akan tetap mempunyai corak sendirinya pula. Dalam garis besarnya Jiwa dan Lakunya atau watak manusia itu memang<noinclude>{{rh|62}}</noinclude> butjfreomzhc6eiw3zxdavmopoc7h84 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/61 104 112396 316066 311632 2026-08-27T13:06:58Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316066 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" /></noinclude>'''C. RENCANA EKONOMI SOSIALIS''' {{gap}}DENMAS : Sudah sampai kita sekarang ke Rencana Ekonomi berdasarkan Sosialisme. {{gap}}MR. APAL : Seperti biasa tentulah lebih dahulu kita mesti selidiki dalam suasana bagaimana Rencana Sosialis itu dijalankan. Pada suasana itulah tergantungnya KEKUASAAN dan CARA menjalankan rencana itu. {{gap}}SI PACUL : Suasana itu tentulah berhubungan dengan keadaan ekonomi dan politik, bukan? {{gap}}MR. APAL : Benar keadaan sosial dan lain-lain tentulah terbawa oleh keadaan ekonomi dan politik itu pula. Di Inggris sekarang keadaan politik-ekonomi itu berlainan daripada di Rusia tahun 1927, ketika Pemerintah Soviet hendak menjalankan rencana ekonomi itu. Inggris mempunyai Parlemen yang tertua di dunia. Sedangkan Soviet Rusia tahun 1927 itu belum mengenal pemerintahan secara parlementer itu. Baru saja 10 tahun Rusia lepas dari pemerintah Tsar yang sewenang-wenang itu. Inggris mempunyai kelas-tengah yang sadar dan akan menghalanghalangi suatu tindakan sosialis. Rusia tak mempunyai kelastengah yang kuat seperti di Inggris itu. Inggris mempunyai Industri Berat dan Mesin-Induk, yakni mesin pembikin mesin yang sempurna buat abad ke 20 ini. Rusia tahun 1927 mesti mulai mengadakan Industri Berat dan Mesin-Induk itu. {{gap}}SI PACUL : Ringkasnya Inggris sekarang mempunyai Parlemen, Rusia tahun 1927 tak mengenal Parlemen. Inggris sekarang punya kelas-tengah, ialah kontra-revolusioner tersembunyi. Rusia tidak atau sedikit mempunyai, kalau dibandingkan dengan Inggris. Inggris punya Mesin-Induk yang sempurna, Rusia tahun 1927 sama sekali tidak. {{gap}}SI TOKE : Ya, kalau begitu Inggris tak bisa menyusun Rencana Ekonomi itu secara langsung, terpusat dan menjalankan rencana itu dengan cepat, yakni kalau kaum borjuis Inggris yang<noinclude>{{rh|||61}}</noinclude> fidazlt9bsyjsdiwjt7n3guawvkz6vh Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/53 104 112408 316065 311619 2026-08-27T13:06:45Z Quraeni 22485 /* Belum diuji baca */ 316065 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Quraeni" /></noinclude>restriksi seperti sudah kita kenal juga di Indonesia dan semua negara yang ada monopoli. Jadi banyaknya kaum buruh direstriki, dibatasi pula. Dengan begitu maka jumlah gaji dan daya beli terbatas pula. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI TOKE : Tetapi umumnya roda industri mulai bergerak lagi. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Memang begitu! Tidak saja “start” tetapi terus jalan. Sesudah jalan maka si tukang dorong otoindustri tadi, yakni Roosevelt, berhenti. Bukankah ia cuma mendorong saja. Dorongannya tadi tak perlu diulang lagi karena ketika Perang Dunia Kedua ini pecah di tahun 1939 maka Perang Dunia itulah yang terus mendorong Kapitalisme Amerika itu. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : Nah, Dam! Sekarang engkau yang mendorong aku bertanya: “Dengan apa pula Perang Dunia Kedua itu mendorong industri Amerika?” &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI GODAM : Permintaan Amerika sendiri dan Negara Serikat seperti Inggris, Perancis, Tiongkok dan Rusia atas bahan makanan dan mesin seperti kapal terbang, oto, kapal perang, tank, meriam dsb, sekarang luar biasa besarnya. Permintaan sebesar itu buat perang disertai pula oleh keluarnya rakyat dewasa Amerika buat berperang di sekalian medan perang. Kaum menganggur sekarang semuanya dipakai. Malah mereka tiada lagi mencukupi. Industri Amerika terpaksa membawa perempuan ke dalam pabrik lebih dari yang sudah-sudah, didorong oleh besarnya permintaan dari semua penjuru. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;SI PACUL : Rupanya engkau Dam, terus didorong oleh “Kapitalisme Didorong” atau New Deal itu! Hentikanlah menguraikan “Kapitalisme Didorong” itu! Baiklah engkau berikan pemandangan tentang Rencana Ekonomi fasis.<noinclude>{{rh|||53}}</noinclude> dqx6lab3x5ce3x4to88asq0tfavuiwz Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/129 104 112854 316158 314001 2026-08-28T05:36:26Z Arunika Darsana 27443 316158 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{hwe|katan|Angkatan}} Muda Semarang S. Karno jang menjatakan „Sudah, sudah saudara ...... buat apa banjak bitjara. Soalnja terang benderang. Kita tjuma mau merdeka sekarang djuga titik”. Achirnja konferensi mengambil kesimpulan jang seirama dengan semangat „Merdeka sekarang djuga tanpa menunggu hadiah dari Nippon”, dan mengirimkan serombongan utusan menemui Bung Karno jang pada waktu itu sedang beristirahat di Sukabumi untuk menjampaikan laporannja. Untuk menutupi mukanja jang djahat, dua orang wakil pemerintah militeris fasis jang resmi itu terpaksa menjatakan bahwa diapun akan bisa menerima azas anti fasis asalkan itu djuga berarti anti Amerika. Tetapi pernjataan itu hanja mendjadi olokan belaka oleh pemuda-pemuda itu. Dalam suatu pertundjukan jang diadakan pada malam perpisahan pemuda M. Taher menjindir utjapan mereka itu dengan kata-kata jang tadjam: „Sekalipun Kaneko dan Simizu disini memakai sarung dan petji, tetapi dalam hatinja tetap Djepang djua........”. *) Walaupun konferensi ini diizinkan oleh Djepang dengan maksudnja sendiri namun putusan-putusannja mentjerminkan semangat djamannja dan mempunjai pengaruh jang tidak ketjil. Ia memberi semangat kepada pemuda untuk makin jakin bahwa kemerdekaan hanja dapat ditjapai dengan perdjuangan dan bukan sebagai hadiah. Untuk itu pemuda harus melandjutkan perdjuangannja. Sedjak konferensi „Isola” ini keadaan dalam negeri makin bergolak. Indonesia Raja makin mendesing lagi dimana-mana, dan Merah Putih selalu dikibarkan dalam banjak kesempatan tanpa menghiraukan segala larangan dari militeris fasis Djepang. Dalam dada pemuda makin mendidih darah perdjuangan jang hangat dan makin menggetarkan tubuhnja, saat beraksi tinggal menanti. {{c|'''PEMBERONTAKAN PETA BLITAR'''}} Didepan sudah diterangkan bahwa politik fasis Djepang terhadap Indonesia jalah mendjadikannja sebagai daerah belakang perang jang harus dikeduk semaksimal mungkin semua kekajaan dan tenaga manusianja untuk mendjamin kemenangan perangnja. Berdasarkan politik inilah pemerintah pendudukan militer fasis Djepang bekerdja. Kekajaan rakjat dan bumi Indonesia dirampoknja hingga betul „remuk rusak” sebagai *) Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 -Sidik Kertapati, hl. 61. {{rh|||123}}<noinclude></noinclude> j2ax375azf9rvy6xnxii609va3nju6y Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/146 104 112884 316159 312411 2026-08-28T05:48:12Z Arunika Darsana 27443 316159 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>kedua tokoh nasional ini segera melaksanakan keputusan tersebut dengan menjatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada esok harinja, tgl. 16 Agustus 1945. Pertemuan menundjuk pemuda-pemuda Wikana, D.N. Aidit, Subadio dan Suroto Kunto sebagai delegasi. Pukul 9.00 malam hari itu djuga delegasi menemui Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta, di Pegangsaan Timur 56, dimana sudah berkumpul djuga tokoh lain seperti Mr. Subardjo, Mr. Iwa Kusumasumantri, Djojopranoto, Dr. Samsi, Dr. Buntaran dll. Didalam perundingan jang kemudian terdjadi, Bung Karno meminta pertimbangan-pertimbangan terlebih dahulu dari pemimpin-pemimpin nasional terkemuka lainnja. Drs. Moh. Hatta jang bertindak atas nama tokoh-tokoh jang ditemui pemuda itu, menjampaikan djawaban kepada delegasi pemuda meminta penangguhan saat pernjataan Proklamasi sampai pemberitahuan resmi penaklukkan Djepang dan setelah mendengar pertimbangan pembesar-pembesar Djepang. Untuk membitjarakan djawaban Drs. Moh. Hatta itu pada malam itu para pemuda dan peladjar untuk mengadakan rapat jang diperluas, tepat pada pukul 24.00 bertempat di Tjikini 71. Dalam rapat itu delegasi menjampaikan laporan hasil pertemuan dengan Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta. Sebagai djawaban, para pemuda dan peladjar dengan tegas menolak prinsip „Kemerdekaan sebagai pemberian hadiah Djepang” dan bertekad bulat mentjapai Kemerdekaan „dengan perdjuangan dan pengorbanan sendiri.” Peristiwa-peristiwa jang kemudian timbul susul-menjusul merupakan detik-detik kepahlawanan pemuda jang penuh ketegangan revolusioner. :::::::::::::::::::::''Rengasdengklok : kemerdekaan''' :::::::::::::::::::::''kemerdekaan „hasil perdjuangan rakjat Indonesia”.'' Segera selesainja pertemuan tengah malam di Tjikini 71, berangkatlah utusan-utusan jang terdiri dari pemuda Chaerul Saleh dan Dr. Muwardi, Sukarni dan Jusup Kunto, masing-masing kerumah kediaman Bung Karno di Pegangsaan Timur 56 dan Drs. Moh. Hatta di Miyakodori (sekarang Djalan Diponegoro), untuk melaksanakan keputusan rapat. Dipagi-pagi buta tanggal 16 Agustus dalam suasana kesibukan-kesibukan dan persiapan pemuda-pemuda jang menjebar kepelosok-pelosok kota dan desa-desa dipinggir kota Djakarta, maka berangkatlah rombongan Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta meninggalkan kota Djakarta dengan dikawal sepasukan Peta dibawah pimpinan shodantjo (Kepala pasukan) Singgih, menudju Rengasdengklok untuk diadjak mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. {{rh|140}}<noinclude></noinclude> nu0eryxvap67r9bbnudmhik8djmjrdz 316160 316159 2026-08-28T05:48:59Z Arunika Darsana 27443 316160 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>kedua tokoh nasional ini segera melaksanakan keputusan tersebut dengan menjatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada esok harinja, tgl. 16 Agustus 1945. Pertemuan menundjuk pemuda-pemuda Wikana, D.N. Aidit, Subadio dan Suroto Kunto sebagai delegasi. Pukul 9.00 malam hari itu djuga delegasi menemui Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta, di Pegangsaan Timur 56, dimana sudah berkumpul djuga tokoh lain seperti Mr. Subardjo, Mr. Iwa Kusumasumantri, Djojopranoto, Dr. Samsi, Dr. Buntaran dll. Didalam perundingan jang kemudian terdjadi, Bung Karno meminta pertimbangan-pertimbangan terlebih dahulu dari pemimpin-pemimpin nasional terkemuka lainnja. Drs. Moh. Hatta jang bertindak atas nama tokoh-tokoh jang ditemui pemuda itu, menjampaikan djawaban kepada delegasi pemuda meminta penangguhan saat pernjataan Proklamasi sampai pemberitahuan resmi penaklukkan Djepang dan setelah mendengar pertimbangan pembesar-pembesar Djepang. Untuk membitjarakan djawaban Drs. Moh. Hatta itu pada malam itu para pemuda dan peladjar untuk mengadakan rapat jang diperluas, tepat pada pukul 24.00 bertempat di Tjikini 71. Dalam rapat itu delegasi menjampaikan laporan hasil pertemuan dengan Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta. Sebagai djawaban, para pemuda dan peladjar dengan tegas menolak prinsip „Kemerdekaan sebagai pemberian hadiah Djepang” dan bertekad bulat mentjapai Kemerdekaan „dengan perdjuangan dan pengorbanan sendiri.” Peristiwa-peristiwa jang kemudian timbul susul-menjusul merupakan detik-detik kepahlawanan pemuda jang penuh ketegangan revolusioner. :::::::::::::::::''Rengasdengklok : kemerdekaan''' :::::::::::::::::''kemerdekaan „hasil perdjuangan rakjat Indonesia”.'' Segera selesainja pertemuan tengah malam di Tjikini 71, berangkatlah utusan-utusan jang terdiri dari pemuda Chaerul Saleh dan Dr. Muwardi, Sukarni dan Jusup Kunto, masing-masing kerumah kediaman Bung Karno di Pegangsaan Timur 56 dan Drs. Moh. Hatta di Miyakodori (sekarang Djalan Diponegoro), untuk melaksanakan keputusan rapat. Dipagi-pagi buta tanggal 16 Agustus dalam suasana kesibukan-kesibukan dan persiapan pemuda-pemuda jang menjebar kepelosok-pelosok kota dan desa-desa dipinggir kota Djakarta, maka berangkatlah rombongan Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta meninggalkan kota Djakarta dengan dikawal sepasukan Peta dibawah pimpinan shodantjo (Kepala pasukan) Singgih, menudju Rengasdengklok untuk diadjak mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. {{rh|140}}<noinclude></noinclude> q30o1t07e7e3hzgz86ywwmkn4hf1df3 316161 316160 2026-08-28T05:49:26Z Arunika Darsana 27443 316161 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>kedua tokoh nasional ini segera melaksanakan keputusan tersebut dengan menjatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada esok harinja, tgl. 16 Agustus 1945. Pertemuan menundjuk pemuda-pemuda Wikana, D.N. Aidit, Subadio dan Suroto Kunto sebagai delegasi. Pukul 9.00 malam hari itu djuga delegasi menemui Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta, di Pegangsaan Timur 56, dimana sudah berkumpul djuga tokoh lain seperti Mr. Subardjo, Mr. Iwa Kusumasumantri, Djojopranoto, Dr. Samsi, Dr. Buntaran dll. Didalam perundingan jang kemudian terdjadi, Bung Karno meminta pertimbangan-pertimbangan terlebih dahulu dari pemimpin-pemimpin nasional terkemuka lainnja. Drs. Moh. Hatta jang bertindak atas nama tokoh-tokoh jang ditemui pemuda itu, menjampaikan djawaban kepada delegasi pemuda meminta penangguhan saat pernjataan Proklamasi sampai pemberitahuan resmi penaklukkan Djepang dan setelah mendengar pertimbangan pembesar-pembesar Djepang. Untuk membitjarakan djawaban Drs. Moh. Hatta itu pada malam itu para pemuda dan peladjar untuk mengadakan rapat jang diperluas, tepat pada pukul 24.00 bertempat di Tjikini 71. Dalam rapat itu delegasi menjampaikan laporan hasil pertemuan dengan Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta. Sebagai djawaban, para pemuda dan peladjar dengan tegas menolak prinsip „Kemerdekaan sebagai pemberian hadiah Djepang” dan bertekad bulat mentjapai Kemerdekaan „dengan perdjuangan dan pengorbanan sendiri.” Peristiwa-peristiwa jang kemudian timbul susul-menjusul merupakan detik-detik kepahlawanan pemuda jang penuh ketegangan revolusioner. :::::::::::::''Rengasdengklok : kemerdekaan''' :::::::::::::''kemerdekaan „hasil perdjuangan rakjat Indonesia”.'' Segera selesainja pertemuan tengah malam di Tjikini 71, berangkatlah utusan-utusan jang terdiri dari pemuda Chaerul Saleh dan Dr. Muwardi, Sukarni dan Jusup Kunto, masing-masing kerumah kediaman Bung Karno di Pegangsaan Timur 56 dan Drs. Moh. Hatta di Miyakodori (sekarang Djalan Diponegoro), untuk melaksanakan keputusan rapat. Dipagi-pagi buta tanggal 16 Agustus dalam suasana kesibukan-kesibukan dan persiapan pemuda-pemuda jang menjebar kepelosok-pelosok kota dan desa-desa dipinggir kota Djakarta, maka berangkatlah rombongan Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta meninggalkan kota Djakarta dengan dikawal sepasukan Peta dibawah pimpinan shodantjo (Kepala pasukan) Singgih, menudju Rengasdengklok untuk diadjak mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. {{rh|140}}<noinclude></noinclude> p62yhe8rbrjwam4ae7u6n1sqea53dc8 316162 316161 2026-08-28T05:49:57Z Arunika Darsana 27443 316162 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>kedua tokoh nasional ini segera melaksanakan keputusan tersebut dengan menjatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada esok harinja, tgl. 16 Agustus 1945. Pertemuan menundjuk pemuda-pemuda Wikana, D.N. Aidit, Subadio dan Suroto Kunto sebagai delegasi. Pukul 9.00 malam hari itu djuga delegasi menemui Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta, di Pegangsaan Timur 56, dimana sudah berkumpul djuga tokoh lain seperti Mr. Subardjo, Mr. Iwa Kusumasumantri, Djojopranoto, Dr. Samsi, Dr. Buntaran dll. Didalam perundingan jang kemudian terdjadi, Bung Karno meminta pertimbangan-pertimbangan terlebih dahulu dari pemimpin-pemimpin nasional terkemuka lainnja. Drs. Moh. Hatta jang bertindak atas nama tokoh-tokoh jang ditemui pemuda itu, menjampaikan djawaban kepada delegasi pemuda meminta penangguhan saat pernjataan Proklamasi sampai pemberitahuan resmi penaklukkan Djepang dan setelah mendengar pertimbangan pembesar-pembesar Djepang. Untuk membitjarakan djawaban Drs. Moh. Hatta itu pada malam itu para pemuda dan peladjar untuk mengadakan rapat jang diperluas, tepat pada pukul 24.00 bertempat di Tjikini 71. Dalam rapat itu delegasi menjampaikan laporan hasil pertemuan dengan Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta. Sebagai djawaban, para pemuda dan peladjar dengan tegas menolak prinsip „Kemerdekaan sebagai pemberian hadiah Djepang” dan bertekad bulat mentjapai Kemerdekaan „dengan perdjuangan dan pengorbanan sendiri.” Peristiwa-peristiwa jang kemudian timbul susul-menjusul merupakan detik-detik kepahlawanan pemuda jang penuh ketegangan revolusioner. ::::::::::''Rengasdengklok : kemerdekaan''' ::::::::::''kemerdekaan „hasil perdjuangan rakjat Indonesia”.'' Segera selesainja pertemuan tengah malam di Tjikini 71, berangkatlah utusan-utusan jang terdiri dari pemuda Chaerul Saleh dan Dr. Muwardi, Sukarni dan Jusup Kunto, masing-masing kerumah kediaman Bung Karno di Pegangsaan Timur 56 dan Drs. Moh. Hatta di Miyakodori (sekarang Djalan Diponegoro), untuk melaksanakan keputusan rapat. Dipagi-pagi buta tanggal 16 Agustus dalam suasana kesibukan-kesibukan dan persiapan pemuda-pemuda jang menjebar kepelosok-pelosok kota dan desa-desa dipinggir kota Djakarta, maka berangkatlah rombongan Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta meninggalkan kota Djakarta dengan dikawal sepasukan Peta dibawah pimpinan shodantjo (Kepala pasukan) Singgih, menudju Rengasdengklok untuk diadjak mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. {{rh|140}}<noinclude></noinclude> ggponqapwc5la9ph811q1glxa4ygbrk 316163 316162 2026-08-28T05:50:17Z Arunika Darsana 27443 316163 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>kedua tokoh nasional ini segera melaksanakan keputusan tersebut dengan menjatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada esok harinja, tgl. 16 Agustus 1945. Pertemuan menundjuk pemuda-pemuda Wikana, D.N. Aidit, Subadio dan Suroto Kunto sebagai delegasi. Pukul 9.00 malam hari itu djuga delegasi menemui Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta, di Pegangsaan Timur 56, dimana sudah berkumpul djuga tokoh lain seperti Mr. Subardjo, Mr. Iwa Kusumasumantri, Djojopranoto, Dr. Samsi, Dr. Buntaran dll. Didalam perundingan jang kemudian terdjadi, Bung Karno meminta pertimbangan-pertimbangan terlebih dahulu dari pemimpin-pemimpin nasional terkemuka lainnja. Drs. Moh. Hatta jang bertindak atas nama tokoh-tokoh jang ditemui pemuda itu, menjampaikan djawaban kepada delegasi pemuda meminta penangguhan saat pernjataan Proklamasi sampai pemberitahuan resmi penaklukkan Djepang dan setelah mendengar pertimbangan pembesar-pembesar Djepang. Untuk membitjarakan djawaban Drs. Moh. Hatta itu pada malam itu para pemuda dan peladjar untuk mengadakan rapat jang diperluas, tepat pada pukul 24.00 bertempat di Tjikini 71. Dalam rapat itu delegasi menjampaikan laporan hasil pertemuan dengan Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta. Sebagai djawaban, para pemuda dan peladjar dengan tegas menolak prinsip „Kemerdekaan sebagai pemberian hadiah Djepang” dan bertekad bulat mentjapai Kemerdekaan „dengan perdjuangan dan pengorbanan sendiri.” Peristiwa-peristiwa jang kemudian timbul susul-menjusul merupakan detik-detik kepahlawanan pemuda jang penuh ketegangan revolusioner. ::::::::''Rengasdengklok : kemerdekaan''' ::::::::''kemerdekaan „hasil perdjuangan rakjat Indonesia”.'' Segera selesainja pertemuan tengah malam di Tjikini 71, berangkatlah utusan-utusan jang terdiri dari pemuda Chaerul Saleh dan Dr. Muwardi, Sukarni dan Jusup Kunto, masing-masing kerumah kediaman Bung Karno di Pegangsaan Timur 56 dan Drs. Moh. Hatta di Miyakodori (sekarang Djalan Diponegoro), untuk melaksanakan keputusan rapat. Dipagi-pagi buta tanggal 16 Agustus dalam suasana kesibukan-kesibukan dan persiapan pemuda-pemuda jang menjebar kepelosok-pelosok kota dan desa-desa dipinggir kota Djakarta, maka berangkatlah rombongan Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta meninggalkan kota Djakarta dengan dikawal sepasukan Peta dibawah pimpinan shodantjo (Kepala pasukan) Singgih, menudju Rengasdengklok untuk diadjak mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. {{rh|140}}<noinclude></noinclude> d9335pjf3wi59qlszvll68f6wm6a1av Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/148 104 112896 316164 312425 2026-08-28T05:51:57Z Arunika Darsana 27443 316164 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>terutama suatu usaha untuk dapat menghubungi kedua pemimpin nasional di Rengasdengklok, untuk memberi pendjelasan bahwa Djepang benar-benar telah menjerah kepada Sekutu. Di Balai agung (balai kota) sekelompok kaum revolusioner dipimpin oleh Suwirjo tekubetsu sitjo (balaikota-istimewa) dan Dahlan Abdulah wakil ketiga, dengan diam-diam mempersiapkan pemerintah kota bangsa sendiri. Suatu 'rapat rahasia jang diadakan pada malam hari 16 Agustus dirumah Suwirjo untuk mempersiapkan "suatu pesta perajaan tanpa bendera Djepang dan hanja dengan bendera besar Merah Putih" dilapangan Ikada esok harinja, digerebeg oleh Djepang. Segera Suwirjo merobah rentjana dan tempat menjelenggarakan "pesta" mendjadi berpindah ke Pegangsaan Timur 56. Sementara itu di Rengasdengklok perdjuangan antara dua prinsip: Proklamasi Kemerdekaan atas dasar kekuatan dan perdjuangan sendiri atau kemerdekaan sebagai "hadiah" melalui perundingan mentjapai puntjaknja dengan kedatangan Mr. Subardjo, Sudiro dan Jusuf Kunto pada hari sorenja. Pada pukul 4.00 sore tepat perundingan bersedjarah berlangsung antara Bung Karno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Subardjo dan Sukarni dengan disaksikan oleh kedua perwira Peta, jalah Subeno tjudantjo dan Umar Bahsan shodantjo. Perundingan berlangsung dalam suasana dan dengan latar belakang kesiapsiagaan rakjat bersendjata dibawah pimpinan Peta dan tekad bulat pemuda untuk merebut kemerdekaan dengan kekuatan dan perdjuangan bangsanja sendiri - sedang kekalahan Djepang merupakan kenjataan jang tak dapat dibantah. Dalam keadaan demikianlah, maka diambil kesimpulan jang sangat menentukan bagi Revolusi Kemerdekaan bangsa Indonesia, bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan dinjatakan pada malam hari itu djuga di Djakarta. {{rh|||''Proklamasi ditandatangani.''}} Pelaksanaan keputusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, sebagaimana telah ditetapkan didalam rapat pemuda dan peladjar di Tjikini 71 maupun dalam perundingan di Rengasdengklok, sampai saat-saat terachir ternjata masih menghadapi berbagai rintangan. Rintangan terbesar adalah adanja pertimbangan diadjak berunding atau tidaknja pihak Djepang dalam melaksanakan pernjataan Proklamasi. Achirnja, setelah melalui musjawarah jang lama dan berkat rasa tanggung-djawab jang besar jang diperlihatkan tokoh-tokoh pemuda selama perundingan itu, maka peristiwa {{rh|142}}<noinclude></noinclude> 4dt95kb8opn1c2s6wlv7z2wngkuscim Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/153 104 112908 316174 312440 2026-08-28T05:56:18Z Arunika Darsana 27443 316174 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>sering pula dengan menumpahkan darah jang tak sedikit. Pemuda buruh dengan bekordjasama jang erat dengan elemen-elemen buruh revolusioner dan pekerdja-pekerdja patriotik lainnja berhasil merebut djawatan-djawatan kereta-api dan alat-alat pengangkutan lainnja seperti motor-motor dan trem-trem listrik beserta lapangan terbang, dan mendjadikan "Milik Republik Indonesia". Dihampir semua kota-kota besar di Djawa, Sumatra, Bali dan di Sulawesi bentrokan-bentrokan bersendjata terdjadi antara rakjat serta pemuda-pemuda berbambu-runtjing dengan pasukan-pasukan tentara Djepang ataupun serdadu kempeitai. ::::::::''Pembentukan aparat Pemerintah Negara'' ::::::::''Republik Indonesia.'' Sehari sesudah pengumuman proklamasi berdirinja Negara Republik Indonesia, berbagai tindakan diambil untuk menjusun aparat Pemerintahan. Demikianlah pada tanggal 18–19 Agustus dalam sidang pertama Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia disjahkannja Undang-undang Dasar dan dipilihnja Ir. Sukarno sebagai Presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil-Presiden jang menurut Undang-undang Dasar memegang kekuasaan pemerintahan. Peranan aktif jang diambil tokoh-tokoh pemuda di Djakarta, terutama didalam mengusahakan bentuk-bentuk pertahanan dan organisasi ketentaraan jang efektif, menundjukkan betapa besar kewaspadaan politik dan rasa tanggung-djawab pemuda terhadap penjelamatan dan penjempurnaan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Adalah terutama karena tokoh-tokoh pemuda di Panitia Persiapan Kemerdekaan, jang dalam suatu pertemuan dengan Bung Karno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Subardjo dan Sjahrir pada tanggal 19 Agustus, mendesak keras agar Peta dan Heiho segera dirubah dan direorganisasi mendjadi modal pertama tentara kebangsaan. Ditegaskan djuga oleh tokoh-tokoh pemuda itu, bahwa ketjenderungan „berunding” dapat membahajakan proklamasi, karena dengan membiarkan status Peta dan Heiho tergantung tak tertentu, maka dapatlah kedua bekas aparat penindasan pemerintahan fasis Djepang digunakan untuk menindas Proklamasi. Didorong oleh desakan tokoh-tokoh pemuda, maka Presiden Sukarno menandatangani dekrit pertama, dimana ditetapkan bahwa Peta dan Heiho didjadikan angkatan bersendjata R.I. Namun dapat disajangkan, bahwa pasukan-pasukan Peta dan Heiho jang seharusnja didjadikan modal pertama angkatan bersendjata R.I. sudah terlebih dahulu dilutjuti sendjatanja. Sikap bimbang dari para daidanjo jang dipengaruhi oleh kekuatiran bahwa Peta dan {{rh|||147}}<noinclude></noinclude> jvsqh53wjcb80wf0tste3lw93flvjs1 316175 316174 2026-08-28T05:56:38Z Arunika Darsana 27443 316175 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>sering pula dengan menumpahkan darah jang tak sedikit. Pemuda buruh dengan bekordjasama jang erat dengan elemen-elemen buruh revolusioner dan pekerdja-pekerdja patriotik lainnja berhasil merebut djawatan-djawatan kereta-api dan alat-alat pengangkutan lainnja seperti motor-motor dan trem-trem listrik beserta lapangan terbang, dan mendjadikan "Milik Republik Indonesia". Dihampir semua kota-kota besar di Djawa, Sumatra, Bali dan di Sulawesi bentrokan-bentrokan bersendjata terdjadi antara rakjat serta pemuda-pemuda berbambu-runtjing dengan pasukan-pasukan tentara Djepang ataupun serdadu kempeitai. ::::::::::''Pembentukan aparat Pemerintah Negara'' ::::::::::''Republik Indonesia.'' Sehari sesudah pengumuman proklamasi berdirinja Negara Republik Indonesia, berbagai tindakan diambil untuk menjusun aparat Pemerintahan. Demikianlah pada tanggal 18–19 Agustus dalam sidang pertama Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia disjahkannja Undang-undang Dasar dan dipilihnja Ir. Sukarno sebagai Presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil-Presiden jang menurut Undang-undang Dasar memegang kekuasaan pemerintahan. Peranan aktif jang diambil tokoh-tokoh pemuda di Djakarta, terutama didalam mengusahakan bentuk-bentuk pertahanan dan organisasi ketentaraan jang efektif, menundjukkan betapa besar kewaspadaan politik dan rasa tanggung-djawab pemuda terhadap penjelamatan dan penjempurnaan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Adalah terutama karena tokoh-tokoh pemuda di Panitia Persiapan Kemerdekaan, jang dalam suatu pertemuan dengan Bung Karno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Subardjo dan Sjahrir pada tanggal 19 Agustus, mendesak keras agar Peta dan Heiho segera dirubah dan direorganisasi mendjadi modal pertama tentara kebangsaan. Ditegaskan djuga oleh tokoh-tokoh pemuda itu, bahwa ketjenderungan „berunding” dapat membahajakan proklamasi, karena dengan membiarkan status Peta dan Heiho tergantung tak tertentu, maka dapatlah kedua bekas aparat penindasan pemerintahan fasis Djepang digunakan untuk menindas Proklamasi. Didorong oleh desakan tokoh-tokoh pemuda, maka Presiden Sukarno menandatangani dekrit pertama, dimana ditetapkan bahwa Peta dan Heiho didjadikan angkatan bersendjata R.I. Namun dapat disajangkan, bahwa pasukan-pasukan Peta dan Heiho jang seharusnja didjadikan modal pertama angkatan bersendjata R.I. sudah terlebih dahulu dilutjuti sendjatanja. Sikap bimbang dari para daidanjo jang dipengaruhi oleh kekuatiran bahwa Peta dan {{rh|||147}}<noinclude></noinclude> j366x2n2cw0nvxabv4xq5x92ptbvk4z Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/154 104 112911 316176 314008 2026-08-28T05:57:49Z Arunika Darsana 27443 316176 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>Heiho jang bersendjata jang kemudian didjadikan bibit pertama Angkatan Perang Republik Indonesia dapat dianggap Sekutu sebagai "pasukan liar" mendjadi sebab pokok dari keputusan panitia ketjil Panitia Persiapan Kemerdekaan untuk membubarkan Peta dan Heiho. Panitia ketjil itu beranggotakan Otto Iskandardinata, Mr. Kasman Singodimedjo dan Abdulkadir jang diketuai oleh Abdulkadir. Keputusan tersebut, segera diikuti oleh perlutjutan umum terhadap pasukan-pasukan Peta diseluruh Djawa. Hanja dibeberapa tempat, seperti didaerah Purworedjo jang dipimpin oleh Sudirman (kemudian dipilih mendjadi Panglima Besar), karena sikapnja jang tegas dan kesiap-siagaannja dapat mempertahankan sendjata-sendjata dalam formasi jang lengkap, bebas dari perlutjutan Djepang. Tak mengherankan bahwa Badan Keamanan Rakjat (B.K.R.) jang dibentuk pada tanggal 22 Agustus, belum bersifat tentara akan tetapi baru merupakan organisasi massa jang bersendjatakan bambu runtjing dan golok ketjuali dibeberapa tempat jang dapat mempertahankan sendjata atau segera dapat melutjuti sendjata Djepang. Dengan pengorbanan-pengorbanan jang sangat besar dipihak rakjat dan pemuda, maka barisan-barisan bambu runtjing dan golok inilah jang kemudian tumbuh dan berkembang didalam pertemuan dan berdarah melawan Djepang, Belanda dan Inggris, dan berangsur-angsur menjerupai tentara jang bersendjatakan brengun, stengun, tomygun dan lain-lain sendjata modern. Atas usul tokoh-tokoh pemuda antara lain Sukarni, Wikana pada tanggal 29 Agustus dibentuk suatu Komite Nasional, jang disamping Presiden turut bertanggung-djawab didalam soal-soal pemerintahan. Seminggu sesudah pelantikan Komite Nasional Pusat, jaitu pada tanggal 5 September Kabinet Republik Indonesia pertama pada dibawa!! pimpinan Presiden Sukarno sendiri dibentuk, dan kemudian menjusul pembentukan pemerintahan didaerah-daerah. ::::::::::''Perlawanan Sendjata.'' Ditengah-tengah suatu keadaan, dimana pemerintahan, dan dimana rakjat dan pemuda harus membela negara dan bangsanja tanpa sendjata, maka pada tanggal 8 September 1945 mendaratlah rombongan "Alied Mission" (Perutusan Sekutu) dibawah pimpinan Major A.G. Greenhalgh. Di Tandjung Priok telah tiba kapal perang Inggris "Cumberland" dengan rombongan pertama jang besar dari Sekutu dibawah pimpinan Laksamana Muda W.R. Patterson. Ikut serta berlindung pasukan-pasukan dibawah Inggris adalah Ch. O vander Plas, bekas Gubernur Hindia. {{rh|148}}<noinclude></noinclude> 6zy36gj0u8pd93y2yy5kc76wwxys7y4 316177 316176 2026-08-28T05:58:08Z Arunika Darsana 27443 316177 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>Heiho jang bersendjata jang kemudian didjadikan bibit pertama Angkatan Perang Republik Indonesia dapat dianggap Sekutu sebagai "pasukan liar" mendjadi sebab pokok dari keputusan panitia ketjil Panitia Persiapan Kemerdekaan untuk membubarkan Peta dan Heiho. Panitia ketjil itu beranggotakan Otto Iskandardinata, Mr. Kasman Singodimedjo dan Abdulkadir jang diketuai oleh Abdulkadir. Keputusan tersebut, segera diikuti oleh perlutjutan umum terhadap pasukan-pasukan Peta diseluruh Djawa. Hanja dibeberapa tempat, seperti didaerah Purworedjo jang dipimpin oleh Sudirman (kemudian dipilih mendjadi Panglima Besar), karena sikapnja jang tegas dan kesiap-siagaannja dapat mempertahankan sendjata-sendjata dalam formasi jang lengkap, bebas dari perlutjutan Djepang. Tak mengherankan bahwa Badan Keamanan Rakjat (B.K.R.) jang dibentuk pada tanggal 22 Agustus, belum bersifat tentara akan tetapi baru merupakan organisasi massa jang bersendjatakan bambu runtjing dan golok ketjuali dibeberapa tempat jang dapat mempertahankan sendjata atau segera dapat melutjuti sendjata Djepang. Dengan pengorbanan-pengorbanan jang sangat besar dipihak rakjat dan pemuda, maka barisan-barisan bambu runtjing dan golok inilah jang kemudian tumbuh dan berkembang didalam pertemuan dan berdarah melawan Djepang, Belanda dan Inggris, dan berangsur-angsur menjerupai tentara jang bersendjatakan brengun, stengun, tomygun dan lain-lain sendjata modern. Atas usul tokoh-tokoh pemuda antara lain Sukarni, Wikana pada tanggal 29 Agustus dibentuk suatu Komite Nasional, jang disamping Presiden turut bertanggung-djawab didalam soal-soal pemerintahan. Seminggu sesudah pelantikan Komite Nasional Pusat, jaitu pada tanggal 5 September Kabinet Republik Indonesia pertama pada dibawa!! pimpinan Presiden Sukarno sendiri dibentuk, dan kemudian menjusul pembentukan pemerintahan didaerah-daerah. :::::::::::::::''Perlawanan Sendjata.'' Ditengah-tengah suatu keadaan, dimana pemerintahan, dan dimana rakjat dan pemuda harus membela negara dan bangsanja tanpa sendjata, maka pada tanggal 8 September 1945 mendaratlah rombongan "Alied Mission" (Perutusan Sekutu) dibawah pimpinan Major A.G. Greenhalgh. Di Tandjung Priok telah tiba kapal perang Inggris "Cumberland" dengan rombongan pertama jang besar dari Sekutu dibawah pimpinan Laksamana Muda W.R. Patterson. Ikut serta berlindung pasukan-pasukan dibawah Inggris adalah Ch. O vander Plas, bekas Gubernur Hindia. {{rh|148}}<noinclude></noinclude> 2xkt9uzo1ptpnwbbyhk2usz0bh8r4cs 316178 316177 2026-08-28T05:58:30Z Arunika Darsana 27443 316178 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>Heiho jang bersendjata jang kemudian didjadikan bibit pertama Angkatan Perang Republik Indonesia dapat dianggap Sekutu sebagai "pasukan liar" mendjadi sebab pokok dari keputusan panitia ketjil Panitia Persiapan Kemerdekaan untuk membubarkan Peta dan Heiho. Panitia ketjil itu beranggotakan Otto Iskandardinata, Mr. Kasman Singodimedjo dan Abdulkadir jang diketuai oleh Abdulkadir. Keputusan tersebut, segera diikuti oleh perlutjutan umum terhadap pasukan-pasukan Peta diseluruh Djawa. Hanja dibeberapa tempat, seperti didaerah Purworedjo jang dipimpin oleh Sudirman (kemudian dipilih mendjadi Panglima Besar), karena sikapnja jang tegas dan kesiap-siagaannja dapat mempertahankan sendjata-sendjata dalam formasi jang lengkap, bebas dari perlutjutan Djepang. Tak mengherankan bahwa Badan Keamanan Rakjat (B.K.R.) jang dibentuk pada tanggal 22 Agustus, belum bersifat tentara akan tetapi baru merupakan organisasi massa jang bersendjatakan bambu runtjing dan golok ketjuali dibeberapa tempat jang dapat mempertahankan sendjata atau segera dapat melutjuti sendjata Djepang. Dengan pengorbanan-pengorbanan jang sangat besar dipihak rakjat dan pemuda, maka barisan-barisan bambu runtjing dan golok inilah jang kemudian tumbuh dan berkembang didalam pertemuan dan berdarah melawan Djepang, Belanda dan Inggris, dan berangsur-angsur menjerupai tentara jang bersendjatakan brengun, stengun, tomygun dan lain-lain sendjata modern. Atas usul tokoh-tokoh pemuda antara lain Sukarni, Wikana pada tanggal 29 Agustus dibentuk suatu Komite Nasional, jang disamping Presiden turut bertanggung-djawab didalam soal-soal pemerintahan. Seminggu sesudah pelantikan Komite Nasional Pusat, jaitu pada tanggal 5 September Kabinet Republik Indonesia pertama pada dibawa!! pimpinan Presiden Sukarno sendiri dibentuk, dan kemudian menjusul pembentukan pemerintahan didaerah-daerah. ::::::::::::::::''Perlawanan Sendjata.'' Ditengah-tengah suatu keadaan, dimana pemerintahan, dan dimana rakjat dan pemuda harus membela negara dan bangsanja tanpa sendjata, maka pada tanggal 8 September 1945 mendaratlah rombongan "Alied Mission" (Perutusan Sekutu) dibawah pimpinan Major A.G. Greenhalgh. Di Tandjung Priok telah tiba kapal perang Inggris "Cumberland" dengan rombongan pertama jang besar dari Sekutu dibawah pimpinan Laksamana Muda W.R. Patterson. Ikut serta berlindung pasukan-pasukan dibawah Inggris adalah Ch. O vander Plas, bekas Gubernur Hindia. {{rh|148}}<noinclude></noinclude> 547vrockl13w4x0nx6vhf0lfaok7ly9 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/165 104 112940 316179 314009 2026-08-28T06:05:12Z Arunika Darsana 27443 316179 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>bahwa Republik jang diumumkan itu hanjalah "Republik Sukarno-Hatta" dengan beberapa "orang Djawa" sebagai pembantunja. Proklamasi itu adalah "bikinan Djepang" dan sebagainja. Siasat ini diiringi oleh Belanda dengan penembakan-penembakan pada bulan Oktober terhadap rakjat Indonesia jang berani memakai lentjana Merah-Putih. Dan sesuai dengan politik devide-et-impera maka jang digunakan untuk melakukan penembakan-penembakan itu adalah bangsa Indonesia sendiri, jalah dari suku Ambon. {{c|'''PEMBANGUNAN ORGANISASI'''}} {{c|'''PERDJUANGAN PEMUDA'''}} Untuk menunaikan tugas revolusi diperlukan adanja organisasi rakjat dan organisasi pemuda jang sanggup menghimpun potensi massa pemuda jang luas. Karena itu pemuda-pemuda dari kaum buruh, tani, wanita, peladjar dan lain-lainnja dalam waktu jang singkat mendirikan organisasinja. Organisasi perdjuangan pemuda tumbuh dengan tjepat diberbagai daerah. Di Djakarta, dengan bermarkas di Menteng 31, jang pada hari-hari permulaan Proklamasi memainkan peranan jang sangat penting, organisasi pemuda pertama, jaitu Angkatan Pemuda Indonesia (A.P.I.) dibentuk. Tudjuan A.P.I. sebagaimana tertjantum di peraturan dasar jalah: Memperteguh Negara Kesatuan Republik Indonesia jang berdasarkan Kedaulatan Rakjat, dengan memperdjuangkan masjarakat jang berdasarkan sama-rata sama-rasa. Pemimpin A.P.I. terdiri dari Ketua Wikana; anggota-anggota Chaerul Saleh, D.N. Aidit, Darwis, A.M. Hanafi, Kusnandar, Djohar Nur, Chalid Rasjid. Bersama dengan berdirinja A.P.I. di Djawa Tengah (Semarang) didirikan Angkatan Muda Republik Indonesia (A.M.R.I.) dibawah pimpinan pemuda-pemuda Ibnu Parna, B. Suprapto, S. Karno dll. Di Jogjakarta didirikan Pemuda Pelopor Nasional (P.P.N.) jang tidak lama kemudian namanja diganti GERPRI, jaitu Gerakan Pemuda Republik Indonesia dibawah pimpinan pemuda-pemuda SW. Lagiono, Mantoro Tirtonegoro, Hudojo dll. Di Djawa Timur (Surabaja) didirikan P.R.I. jaitu Pemuda Republik Indonesia dibawah pimpinan pemuda-pemuda Sumarno, B. Kaslan, Ruslan Widjajasastra dan lain-lain. Azas dan tudjuan tidak djauh berbeda dengan azas tudjuan A.P.I. Ketjuali itu, pemuda-pemuda dari berbagai djawatan, kepertjajaan agama dan daerah djuga mendirikan organisasinja masing-masing, seperti Ikatan Peladjar {{rh|||159}}<noinclude></noinclude> 5857z8yk6sj81pjyb70mbtqcp3jw740 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/172 104 112943 316180 314010 2026-08-28T06:06:55Z Arunika Darsana 27443 316180 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>Lewat pk. 6.00 tanggal 10 Nopember kota Surabaja diserang oleh tentara Inggris dari laut, udara dan darat. Di Jogjakarta, di Balai Mataram dimana pemuda-pemuda Indonesia sedang bermusjawarah, ultimatum djendral major E.C. Mansergh jang dibawakan oleh kurir-kurir pemuda Kusnandar, Bus Effendi, dll. dari kota Surabaja dibatjakan oleh pemuda Krissubanu, didalam suasana jang penuh ketegangan dan rasa terharu. Bersama itu djuga peserta kongres menjatakan kemarahannja terhadap tindakan Sekutu itu dan memberikan sokongannja penuh kepada sikap heroik pemuda Surabaja. Selama sepuluh hari rakjat dan pemuda Surabaja jang heroik bertempur melawan satu setengah divisi pasukan-pasukan Inggris dan Ghurka jang mendapat bala-bantuan baik dari udara maupun laut. Tiga perempat kota Surabaja mendjadi puing. Beribu-ribu pemuda jang bersendjata dan Rakjat jang tidak bersendjata mendjadi korban dari pemboman jang membabi buta dan sama sekali tidak ditudjukan kepada objek-objek militer. Kota berhasil dikuasai oleh Inggris tetapi bukannja tanpa mengalami kekalahan-kekalahan jang besar pula jang sangat tidak seimbang dengan kekuatan darat, laut dan udara jang telah dikerahkannja untuk menghantjurkan perlawanan rakjat dan pemuda Surabaja. Tiga buah kapal-terbang, tank-tank Inggris dirusakkan dan dilumpuhkan, jang madjupun bisa madju dengan lambat sekali. Tetapi kekalahan jang terbesar, kekalahan mana merupakan kemenangan gilang-gemilang bagi rakjat dan pemuda Indonesia seluruhnja, bahkan bagi seluruh bangsa² jang berdjuang melawan kolonialisme dan imperialisme, jalah bahwa satu setengah divisi pasukan² imperialis jang bersendjata modern dan berpengalaman, dengan bala-bantuan 50 kapal terbang dan 7 buah kapal perang tidak berhasil mematahkan semangat perlawanan rakjat dan pemuda jang sebagian besar hanja bersendjatakan bambu runtjing dan golok dan sebagian ketjil sadja bersendjata api hasil pertempuran melutjuti tentara Djepang. Pertempuran Surabaja mejakinkan kaum imperialis dan dunia internasional bahwa proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia adalah suatu kenjataan jang didukung oleh seluruh rakjat Indonesia dengan positif dan antusiasme jang besar, dengan tekad perdjuangan dan kemauan berkorban jang tak mengenal batas dari pemuda. Inilah wudjud kepribadian pemuda Indonesia sebenarnja. {{r|''Keputusan-keputusan Kongres.''}} Keputusan-keputusan jang diambil Kongres Pemuda I di Jogjakarta di samping sepenuhnja mentjerminkan tekad pemuda untuk bersatu dan untuk memberikan sumbangan sebesar-besarnja kepada perdjuangan {{rh|166}}<noinclude></noinclude> bpzhqrheldtorxosix13v2hnw2ynfqr Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/245 104 113061 316181 312808 2026-08-28T06:13:05Z Arunika Darsana 27443 316181 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>mahasiswa (BKKMI). Badan ini mengkoordinir kegiatan olah raga dikalangan mahasiswa Indonesia. Tahun 1953 adalah tahun dimana pemuda Indonesia mengadakan hubungan jang makin luas dengan pemuda diluar negeri, makin luas ikut serta melakukan kegiatan internasional jang progresif. Ini adalah sama sekali sesuai dengan tudjuan gerakan pemuda Indonesia jang mengidam-idamkan dunia damai, persaudaraan antara bangsa-bangsa, serta kemerdekaan dan kemadjuan sosial. Makin banjak organisasi pemuda Indonesia jang mengambil bagian dan ikut serta dalam berbagai konferensi, pertemuan-pertemuan, festival-festival dan aksi-aksi jang bersifat internasional. Pada bulan Maret 1953 pemuda Indonesia ikut serta dalam konferensi internasional jang menelaah hak-hak pemuda, jang dilangsungkan di Wina, ibukota Austria pada tanggal 22-27 Maret 1953. Konferensi ini diikuti oleh pemuda dari berbagai negeri jang mewakili berbagai lapisan dan menghasilkan a.l. sebuah seruan kepada pemuda diseluruh negeri agar mereka membela hak-haknja untuk hidup jang lajak dan sjarat-sjarat untuk mengembangkan bakat-bakatnja mendjadi manusia masjarakat jang sempurna, serta untuk kehidupan jang damai dan persahabatan antara bangsa. Festival Pemuda dan Peladjar Sedunia jang ke-IV jang diselenggarakan di Bukarest ibukota Rumania pada musim semi tahun 1953, mendapatkan kundjungan jang lebih besar lagi. Rombongan delegasi pemuda Indonesia kefestival ini terdiri dari 104 orang dibawah pimpinan Sujono Atmo. Delegasi meliputi golongan jang lebih luas seperti seniman, buruh, tani, mahasiswa, pemuda-pemuda peladjar. Dalam festival ini delegasi pemuda Indonesia mendapatkan sukses dalam perlombaan-perlombaan olahraga maupun kesenian. Pada achir Festival, Federasi Pemuda Demokratis Sedunia melangsungkan Kongres Pemuda Sedunia di Bukarest. Pemuda Indonesia jang ikut serta dalam Kongres ini, jang diwakili a.l. oleh Sujono Atmo, Margono, dan Soetojo Arcundatha. Kongres ini a.l. menghasilkan sebuah resolusi jang menjokong perdjuangan pemuda dinegeri-negeri kolonial untuk kemerdekaan nasional. Demikian djuga dalam Kongres Peladjar Sedunia jang diselenggarakan Perhimpunan Peladjar Sedunia (I.U.S.) pada tanggal 27 Agustus sampai September 1953 di Warsawa ibukota Republik Rakjat Polandia, pemuda-pemuda peladjar Indonesia ikut serta dan jang diwakili a.l. pemuda Mudojo, C. Warouw, Sujono Atmo, dan Achmadi (Major). Dalam usaha mempererat tali persahabatan dengan pemuda-pemuda sedunia, pemuda Indonesia djuga ikut ambil bagian aktif dalam forum {{rh|||239}}<noinclude></noinclude> s3kkq1888ezxdfydrcc9sr9v7p2hwms Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/69 104 113068 316183 312850 2026-08-28T06:17:33Z Arunika Darsana 27443 316183 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{hwe|wenang-wenang|sewenang-wenang}} dari alat kekuasaan pemerintah kolonial Belanda maka kaum tani diberbagai tempat mengadakan pemberontakan. Djuga akibat dari politik menekan kehidupan kaum buruh dengan menurunkan upahnja maka terdjadilah demonstrasi-demonstrasi dan pemogokan-pemogokan. Salah satu tindakan aksi jang bersih jalah pemberontakan anak-buah kapal perang Belanda "Zeven Provinsien", atau "Kapal Tudjuh". Dalam pemberontakan ini kelasi Indonesia dan Belanda bersama merebut kekuasaan dan menawan semua opsir Belanda. Pemberontakan ditindas dengan kekerasan dan kelasi itu didjatuhi hukuman berat. Namun demikian pemberontakan ini memberikan semangat perlawanan rakjat Indonesia. Sementara itu, Ir. Sukarno, jang telah selesai mendjalani hukumannja keluar dari pendjara, memilih Partindo sebagai tempatnja, dan melakukan kegiatan mempropagandakan Indonesia Merdeka. Karena ketakutan Belanda terhadap pemimpin rakjat ini maka pada tahun 1934 diadakan lagi penangkapan terhadap pemimpin Partindo dan Pendidikan Nasional Indonesia. Ir. Sukarno ditangkap lagi dan dibuang ke Endeh-Flores. Tak lama setelah terdjadinja peristiwa ini Musso, salah seorang pemimpin P.K.I. jang pernah meninggalkan Indonesia, dengan menjamar kembali ketanah airnja. Musso bersama dengan teman-temannja menjusun organisasi P.K.I. kembali untuk memimpin perdjuangan rakjat Indonesia. Tetapi pemerintah kolonial Belanda jang sangat ketakutan terhadap perlawanan rakjat Indonesia itu, selalu memasang tjetjunguk-tjetjunguk dan P.I.D.-nja untuk mengetahui gerakan rakjat dibawah tanah. Djedjak Musso telah tertjium oleh Belanda, dan karena itu Musso meninggalkan Indonesia lagi. Pemimpin P.K.I. pada tahun 1937 ditangkap dan dibuang ke Digul. Tetapi mereka jang tidak tertangkap meneruskan perdjuangannja. Sebenarnja djauh sebelum ini pemimpin gerakan rakjat Indonesia telah melihat adanja bahaja fasisme sedang mengantjam membakar dunia. Di Asia bahaja fasisme Djepang mengantjam rakjat Asia. Hal ini terbukti dalam suatu polemik antara Ir. Sukarno dengan Drs. Mohamad Hatta, tentang "Barang murah". Ir. Sukarno dalam surat kabar "Fikiran Rakjat" 1933 menulis: '"....., Awaslah, awas bahwa barang-barang itu adalah barangnja stelsel jang sebenarnja musuh kamu, barangnja stelsel sjaitan jang didalam hakekatnja tiada maksud lain melainkan mengeksploitasi tiap-tiap tenaga jang kini masih ada dalam bahumu dan tubuhmu. Awaslah, awas didalam bathin kamu, didalam politik kamu, didalam aksi kamu, imperialisme Twente dan imperialisme Japan harus tetap kamu persjaitankan, tetap kamu kutuk!". {{rh|||63}}<noinclude></noinclude> l92lpexj1dhxjmf0l3tfh1zm0iw69pd Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/78 104 113199 316184 312882 2026-08-28T06:21:28Z Arunika Darsana 27443 316184 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>Indonesia, pada tanggal 20-30 September 1930 mengadakan kongresnja di Djakarta. Kongres P.P.P.I. ini antara lain mengambil keputusan jang menjatakan bahwa: a. tugas untuk mentjapai Indonesia Merdeka adalah tugas jang terhormat bagi putra-putra Indonesia; b. dalam mentjapai tudjuan ini harus dipegang teguh persatuan; c. dengan kesadaran untuk mendjadi tiang masjarakat, diwadjibkan kepada anggota-anggota, masing-masing menurut kejakinannja, untuk mengabdi dan mempertahankan negerinja sebagai kesatria. Dalam tahun ini, jaitu pada tanggal 24 — 28 Desember 1930 Jong Islamieten Bond beserta organisasi kepanduannja, Natipy, melangsungkan kongresnja jang ke-VII di Djakarta. Kongres ini bertudjuan untuk mempeladjari Islam, untuk mendidik dan memperkuat simpati dari golongan Islam dan pengikut-pengikutnja. Kerdja sama antara organisasi pemuda jang ada antara lain dilangsungkan dalam suatu badan-penghubung "Badan Permufakatan" jang bersifat setempat atau sedaerah. {{c|SULUH PEMUDA INDONESIA}} {{c|(S. P. I.)}} Lahirnja Indonesia Muda (I.M.) adalah suatu langkah jang madju, suatu realisasi ide persatuan dalam organisasi pemuda. Tetapi sebagai organisasi baru jang dilahirkan dalam sjarat jang lebih madju, pada permulaannja mempunjai kelemahan-kelemahan seperti telah diterangkan didepan jang menjebabkan kurang memuaskan massa pemuda jang sedang berdjuang untuk mentjapai tjita-tjitanja Indonesia Merdeka. Sebagai tjetusan ketidakpuasan terhadap organisasi pemuda jang telah ada, oleh sedjumlah pemuda di Malang didirikan organisasi Suluh Pemuda Indonesia. Suluh Pemuda Indonesia atau jang disingkat S.P.I. ini didirikan pada tanggal 27 September 1930 di Malang oleh sedjumlah pemuda jang dalam perkembangan selandjutnja berada dibawah pengaruh dan pendidikan politik dari Pendidikan Nasional Indonesia, P.N.I. Promotornja ialah pemuda-pemuda Legimo dan Krisubanu jang kemudian dalam kongres S.P.I. di Malang djuga dipilih sebagai pimpinan Pengurus Besar. S.P.I. berazas "Kerakjatan", dan bertudjuan untuk mentjapai masjarakat jang adil dan makmur. Untuk mentjapai tudjuan ini S.P.I. mengadakan pendidikan dikalangan anggota-anggotanja dengan kesadaran nasional, kebenaran serta kesanggupan berdjuang. Dalam melakukan pendidikan ini S.P.I. berorientasi kepada teori-teori jang diadjarkan oleh. {{rh|72}}<noinclude></noinclude> dx7q9o3j1na9rlcxcnuhs6yndsqkbob 316186 316184 2026-08-28T06:21:49Z Arunika Darsana 27443 316186 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>Indonesia, pada tanggal 20-30 September 1930 mengadakan kongresnja di Djakarta. Kongres P.P.P.I. ini antara lain mengambil keputusan jang menjatakan bahwa: a. tugas untuk mentjapai Indonesia Merdeka adalah tugas jang terhormat bagi putra-putra Indonesia; b. dalam mentjapai tudjuan ini harus dipegang teguh persatuan; c. dengan kesadaran untuk mendjadi tiang masjarakat, diwadjibkan kepada anggota-anggota, masing-masing menurut kejakinannja, untuk mengabdi dan mempertahankan negerinja sebagai kesatria. Dalam tahun ini, jaitu pada tanggal 24 — 28 Desember 1930 Jong Islamieten Bond beserta organisasi kepanduannja, Natipy, melangsungkan kongresnja jang ke-VII di Djakarta. Kongres ini bertudjuan untuk mempeladjari Islam, untuk mendidik dan memperkuat simpati dari golongan Islam dan pengikut-pengikutnja. Kerdja sama antara organisasi pemuda jang ada antara lain dilangsungkan dalam suatu badan-penghubung "Badan Permufakatan" jang bersifat setempat atau sedaerah. {{c|SULUH PEMUDA INDONESIA}} {{c|(S. P. I.)}} Lahirnja Indonesia Muda (I.M.) adalah suatu langkah jang madju, suatu realisasi ide persatuan dalam organisasi pemuda. Tetapi sebagai organisasi baru jang dilahirkan dalam sjarat jang lebih madju, pada permulaannja mempunjai kelemahan-kelemahan seperti telah diterangkan didepan jang menjebabkan kurang memuaskan massa pemuda jang sedang berdjuang untuk mentjapai tjita-tjitanja Indonesia Merdeka. Sebagai tjetusan ketidakpuasan terhadap organisasi pemuda jang telah ada, oleh sedjumlah pemuda di Malang didirikan organisasi Suluh Pemuda Indonesia. Suluh Pemuda Indonesia atau jang disingkat S.P.I. ini didirikan pada tanggal 27 September 1930 di Malang oleh sedjumlah pemuda jang dalam perkembangan selandjutnja berada dibawah pengaruh dan pendidikan politik dari Pendidikan Nasional Indonesia, P.N.I. Promotornja ialah pemuda-pemuda Legimo dan Krisubanu jang kemudian dalam kongres S.P.I. di Malang djuga dipilih sebagai pimpinan Pengurus Besar. S.P.I. berazas "Kerakjatan", dan bertudjuan untuk mentjapai masjarakat jang adil dan makmur. Untuk mentjapai tudjuan ini S.P.I. mengadakan pendidikan dikalangan anggota-anggotanja dengan kesadaran nasional, kebenaran serta kesanggupan berdjuang. Dalam melakukan pendidikan ini S.P.I. berorientasi kepada teori-teori jang diadjarkan oleh {{rh|72}}<noinclude></noinclude> 4w3vadx7abfeyisee1imobd4pbcamy5 316187 316186 2026-08-28T06:23:17Z Arunika Darsana 27443 316187 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{hwe|nesia|Indonesia}}, pada tanggal 20-30 September 1930 mengadakan kongresnja di Djakarta. Kongres P.P.P.I. ini antara lain mengambil keputusan jang menjatakan bahwa: a. tugas untuk mentjapai Indonesia Merdeka adalah tugas jang terhormat bagi putra-putra Indonesia; b. dalam mentjapai tudjuan ini harus dipegang teguh persatuan; c. dengan kesadaran untuk mendjadi tiang masjarakat, diwadjibkan kepada anggota-anggota, masing-masing menurut kejakinannja, untuk mengabdi dan mempertahankan negerinja sebagai kesatria. Dalam tahun ini, jaitu pada tanggal 24 — 28 Desember 1930 Jong Islamieten Bond beserta organisasi kepanduannja, Natipy, melangsungkan kongresnja jang ke-VII di Djakarta. Kongres ini bertudjuan untuk mempeladjari Islam, untuk mendidik dan memperkuat simpati dari golongan Islam dan pengikut-pengikutnja. Kerdja sama antara organisasi pemuda jang ada antara lain dilangsungkan dalam suatu badan-penghubung "Badan Permufakatan" jang bersifat setempat atau sedaerah. {{c|SULUH PEMUDA INDONESIA}} {{c|(S. P. I.)}} Lahirnja Indonesia Muda (I.M.) adalah suatu langkah jang madju, suatu realisasi ide persatuan dalam organisasi pemuda. Tetapi sebagai organisasi baru jang dilahirkan dalam sjarat jang lebih madju, pada permulaannja mempunjai kelemahan-kelemahan seperti telah diterangkan didepan jang menjebabkan kurang memuaskan massa pemuda jang sedang berdjuang untuk mentjapai tjita-tjitanja Indonesia Merdeka. Sebagai tjetusan ketidakpuasan terhadap organisasi pemuda jang telah ada, oleh sedjumlah pemuda di Malang didirikan organisasi Suluh Pemuda Indonesia. Suluh Pemuda Indonesia atau jang disingkat S.P.I. ini didirikan pada tanggal 27 September 1930 di Malang oleh sedjumlah pemuda jang dalam perkembangan selandjutnja berada dibawah pengaruh dan pendidikan politik dari Pendidikan Nasional Indonesia, P.N.I. Promotornja ialah pemuda-pemuda Legimo dan Krisubanu jang kemudian dalam kongres S.P.I. di Malang djuga dipilih sebagai pimpinan Pengurus Besar. S.P.I. berazas "Kerakjatan", dan bertudjuan untuk mentjapai masjarakat jang adil dan makmur. Untuk mentjapai tudjuan ini S.P.I. mengadakan pendidikan dikalangan anggota-anggotanja dengan kesadaran nasional, kebenaran serta kesanggupan berdjuang. Dalam melakukan pendidikan ini S.P.I. berorientasi kepada teori-teori jang diadjarkan oleh {{rh|72}}<noinclude></noinclude> 1wkdexuzzg628zhr559dkoio3efvjxl Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/150 104 113334 316189 313999 2026-08-28T06:29:13Z Arunika Darsana 27443 316189 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>Penandatanganan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dapat dilaksanakan tanpa didahului perundingan dengan ataupun disaksikan oleh pihak Djepang, tepat pada pukul 5.00 pagi 17 Agustus 1945. Penandatanganan dilakukan oleh Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta dalam suasana jang chidmat, hening dan sepi. Diperingati arwah-arwah pahlawan jang telah djatuh dan berkorban selama pendjadjahan Belanda dan penindasan Djepang. ::::::::::::''Proklamasi Kemerdekaan ::::::::::::''Indonesia dinjatakan.'' 17 Agustus 1945 djam 10.00 pagi tepat. "....... Perdjuangan kemerdekaan ada naiknja dan ada turunnja, tetapi djiwa kita tetap menudju arah tjita-tjita. Nampaknja sadja kita menjandarkan diri kita kepada Djepang, tetapi hakekatnja kita menjusun tenaga dan kekuatan sendiri.... Kalau sekarang tiba saatnja mengambil nasib dalam tangan sendiri — maka kita akan berdiri dengan kuat dan santosa.... Sekarang tiba saat itu untuk menjatakan kebulatan tekad kita...."* Demikian pidato singkat Bung Karno mengantarkan pernjataan Proklamasi di Pegangsaan Timur 56. {{r|KAMI BANGSA INDONESIA DENGAN INI}} {{r|MENJATAHKAN KEMERDEKAAN INDONESIA.}} {{r|HAL-HAL MENGENAI PEMINDAHAN KEKUASAAN }} {{r|DAN LAIN-LAIN, DISELENGGARAKAN}} {{r|DENGAN TJARA SAKSAMA DAN DALAM }} {{r|TEMPO JANG SESINGKAT-SINGKATNJA.}} {{r|''Djakarta, 17 Agustus 1945''}} {{r|''Atas nama Bangsa Indonesia.''}} {{r|''Sukarno — Hatta''}} Bendera kebangsaan Sang Merah Putih dinaikkan, berkibar diudara disaksikan oleh beribu pasang mata... ________ * Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 :Sidik Kertapati hl. 93–94. {{rh|144}}<noinclude></noinclude> 0jrj5oy8sew6jsjtanhft5vk2qaqigr 316190 316189 2026-08-28T06:29:40Z Arunika Darsana 27443 316190 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>Penandatanganan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dapat dilaksanakan tanpa didahului perundingan dengan ataupun disaksikan oleh pihak Djepang, tepat pada pukul 5.00 pagi 17 Agustus 1945. Penandatanganan dilakukan oleh Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta dalam suasana jang chidmat, hening dan sepi. Diperingati arwah-arwah pahlawan jang telah djatuh dan berkorban selama pendjadjahan Belanda dan penindasan Djepang. ::::::::::::::''Proklamasi Kemerdekaan ::::::::::::::''Indonesia dinjatakan.'' 17 Agustus 1945 djam 10.00 pagi tepat. "....... Perdjuangan kemerdekaan ada naiknja dan ada turunnja, tetapi djiwa kita tetap menudju arah tjita-tjita. Nampaknja sadja kita menjandarkan diri kita kepada Djepang, tetapi hakekatnja kita menjusun tenaga dan kekuatan sendiri.... Kalau sekarang tiba saatnja mengambil nasib dalam tangan sendiri — maka kita akan berdiri dengan kuat dan santosa.... Sekarang tiba saat itu untuk menjatakan kebulatan tekad kita...."* Demikian pidato singkat Bung Karno mengantarkan pernjataan Proklamasi di Pegangsaan Timur 56. {{r|KAMI BANGSA INDONESIA DENGAN INI}} {{r|MENJATAHKAN KEMERDEKAAN INDONESIA.}} {{r|HAL-HAL MENGENAI PEMINDAHAN KEKUASAAN }} {{r|DAN LAIN-LAIN, DISELENGGARAKAN}} {{r|DENGAN TJARA SAKSAMA DAN DALAM }} {{r|TEMPO JANG SESINGKAT-SINGKATNJA.}} {{r|''Djakarta, 17 Agustus 1945''}} {{r|''Atas nama Bangsa Indonesia.''}} {{r|''Sukarno — Hatta''}} Bendera kebangsaan Sang Merah Putih dinaikkan, berkibar diudara disaksikan oleh beribu pasang mata... ________ * Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 :Sidik Kertapati hl. 93–94. {{rh|144}}<noinclude></noinclude> 2hwwbq7q33hsfs0h4uol9p8xsksuwnu Halaman:Auto setan.pdf/30 104 113954 316099 314843 2026-08-27T13:37:39Z Ammachemist 27288 316099 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|54|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||55}}</noinclude>tida salah jang dipake oleh itoe kawanan pendjahat, ia kenalin betoel”. „Bagoes sekali!” saoet Inspector Dullea dengen goembira. „Sekarang akoe poen soedah beroleh laen katerangan jang penting. Verne Doran, siapa jang pindjem itoe automobiel koetika Djoemahat malem jang laloe, berkontjo dengen saorang nama Albert Tinnin. Marika ternjata kloear berdoea'an pada Djoemahat malem terseboet. Verne Doran poenja nama soeda ada dalem boekoe politie dan ini ada katerangan tentang Albert Tinnin”. Detective McGinn laloe madjoe bebrapa tindak mendeketin pada krosinja Inspector Dullea, di sitoe ia liat salembar poriret. Dalem itoe portret ia saksiken romannja saorang lelaki beroesia kira tiga-poeloeh-lima taon, ramboetnja disisir terbelah sama tengah, berparas galak dan kedjem. , Albert Tinnin, alias Robert Knight,” demikian toelisan di bawahnja itoe foto berboenji. Lebih djaoeh diseboetken bahoea Tinnin perna didakwa tersangkoet dalem pertjoba'an memboenoeh Marjory Cockroff di Corning, California, dalem taon 1918. Menoeroet tjatetan politie ada diterangin sekali bahoea Tinnin telah perna berloendangan aken sigra menikah sama tjoetjoenja njonja djanda Mrs. Cockroff jang hartawan. ltoe tjoetjoe aken dapet warisan kapan itoe njonja djanda mati banjaknja $ 100,000. Tinnin soedah tjoba boeat ratjoenin itoe njonja djanda tapi telah tida berhasil. Ia soedah perna dihoekoem sakean lama dan dalem boelan Februari 1932 ia kloear. „Soenggoeh itoe 2 orang sanget djahat, Doran dan Tinnin!” Inspector Dullea berkata dengen soeara rada mendongkol kerna perboeatan marika jang membikin poesing politie di San Francisco. „Akoe poen soedah menilik tentang ka-ada‘anja njonja Jessie, kanjata’an ia ada mempoenjai sadjoemblah oewang jang besar djoega. Per radio akoe soedah titahken penjiaran ka sa-antero secties politie di berbagi tempat aken bekoek dengen lekas sabisanja pada itoe doea orang, jang pegang rol penting dalem perkara ini. Kita moesti dapetin marika berdoea dalem tempo jang tjepet!" Detective McGinn dan Mr. Francis X. kamoedian berlaloe dari itoe kantoor; Inspector Dullea tinggal sendirian sambil teroes memikirin boeat berdaja bekoek itoe doea pendjahat jang termasoek dalem iapoenja tanggoengan. la pertjaja bahoea jang boenoeh njonja Jessie moesti ada salah satoe dari marika, satoe tjara pemboenoehan jang kedjem jang bisa tergolong perna terdjadi dalem kota San Francisco. Sa'at-sa'at berlaloe dengen tjepet, Inspector Dullea bangoen dari krosinja, djalan moendar-mandir di roeangan itoe kantoor jang lebar. Tiba-tiba ia merandak di depan satoe djendela dan dari mana kliatan pemandengan malem jang indah dari Chinnatown (kota-Tionghoa) di atas Portsmouth Square. Tida lama berselang kadengeran bel telefoon jang sigra ia samperin. „Hallo!” terdenger treakan dalem telefon dengen soeara jang begitoe keras serta goemeter. „Akoe ini ada Frank Egan. Ini orang-orang maoein dirikoe!” „Siapa maoein kaoe?” bales berseroeh Inspector Dullea dengen kaget. „Ini....... ini ........ orang - orang”, {{hws|Ter|Ternjata}}<noinclude></noinclude> ccgtgz575eubyoqqgd0rjt71lredf77 Halaman:Auto setan.pdf/31 104 113955 316100 314844 2026-08-27T13:38:59Z Ammachemist 27288 316100 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|56|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||57}}</noinclude>{{hwe|njata|Ternjata}} itoe ada soearanja Mr. Frank Egan, itoe Advocaat Oemoem jang berboedi, jang soeka djadi pembela kaoem lemah dan miskin, sobat dari njonja Jessie jang paling baek, sebagimana telah ditoetoerken di seblah atas. Kamoedian itoe soeara kadengeran poela dengen terpoetoes-poetoes: „Ia orang-orang paksa soepaja akoe telefoonin apa-apa pada istrikoe dan tapi akoe tida maoe menoeroet hingga telefoonin kaoe sebagi gantinja. Akoe sekarang berada di atas gedong Ferry Building ......... ia orang lagi mendatengin boeat ... akoe........". Mendadak itoe soeara dari Mr. Frank Egan terpoetoes, laen soeara brisik serta treakan seperti ada terdjadi pergoeletan terdenger saolah-olah mendadak Mr. Frank Egan dipoekoel tergoeling dari itoe pekakas bitjara. Lebih djaoeh lantas tida kadengeran satoe titik soeara apa poen. Dengen hati .berdebar - debar Inspector Dullea lontjat dari iapoenja krosi, lari memboeroe ka djoeroesan pintoe . {{di|B}}EGITOE tjepet Inspector Dollea berlari kloear dari iapoenja kantoor menoedjoe ka laen departement, di mana sadjoembla detectives dan laen orang politie berkoempoel aken djalanken marika poenja dienst malem. ltoe Inspector poenja treakan membikin marika pada terkedjoet. „Hajo ........... bersiap kaoe semoea!” ia berseroeh dengen parasnja jang poetjet dan dengen zonder terangin poela doedoeknja perkara ia berlari teroes samperin lift aken toeroen ka bawah. Itoe laen-laen politie poen mengikoetin dari belakang, dan koetika soedah beramé berada di pinggir automobiel ia orang semoea menaek ka dalem itoe kandaran motor. „Pergi ka gedong Ferry Building”, memerentah Inspector Dullea dengen tergoepoe-goepoe pada sopir. Dengen vollegas itoe auto politie dilariken ka djoeroesan Kearny Street, biloek ka kiri di California Street, dari mana itoe lampoe-lampoe electris jang gilang-goemilang dari Ferry Building jang tinggi tertampak indah sekali. Sang chauffeur teroes kandarken itoe auto dengen memoeter bebraa kali di djalanan prapatan jang ramé sahingga kamoedian dibrentiken di pintoe paling moeka dari Ferry Building jang besar. Semoea orang lontjat toeroen dari itoe kandaran aken bersedia menoenggoe orders lebih djaoeh. Tjepet seperti andjing pemboeroe jang oeloeng, laloe Inspector Dullea berdiri di samping iapoenja auto. lantas ia kloearken titah oentoek bagimana iapoenja „orang - orang” koedoe berboeat selandjoetnja: „Berpentjar — samperin pada sasoeatoe kiosk telefoon. Perhatiken ka-ada’annja sasoeatoe kiosk brangkali ada tanda-tanda bekas perklaian seroeh, dan djoega tanjak pada segala orang jang dikatemoeken apa ada dapet liat Mr. Frank Egan baroesan”. Inspector Dullea berseria iapoenja orang-orang sampe di tempat jang tertoedjoe sasoedahnja djam sembilan malem. ltoe Ferry Building adalah sebagi station boeat publiek menjebrang soengei besar dari satoe tepi ka laen tepi jang senantiasa ramé, dengen digoenaken motor-boot-motor-boot jang loeas. Kapan itoe sakean detective jang {{hws|ber|berpakean}}<noinclude></noinclude> 5rs0gxln8du0s6x2jt179e0fas9fwcf Halaman:Auto setan.pdf/32 104 113992 316101 314412 2026-08-27T13:41:33Z Ammachemist 27288 316101 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|58|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||59}}</noinclude>{{hwe|pakean|berpakean}} biasa repot djalanken_masing - masing poenja kawadjiban di matanja publiek jang berada di sakiter itoe gedohg atawa sedeng menoenggoe dalem waiting-room marika tida menjangka apa-apa. Satjara jang amat tertip itoe sekalian detectives masoek kloear dari satoe ka laen kiosk telefoon aken tjari Mr. Frank Egan atawa bekas-bekasnja. Doea-poeloeh minuut berselang marika semoea berkoempoel kombali berdjoempa pada ia orang poenja Chef, Inspector Dullea. Helaas! ia orang satoe per satoe golengken kepala, satoe tanda apa jang di-inginken tida kadapetan; semoea poenja tjerita tentang pendapetannja bersama'an sadja dus tida mendapet soeatoe apa jang diharep. Di segala kiosk telefon tida terliat Mr. Egan atawa bekas-bekas dari iapoenja kadatengan, atawa bekas-bekas di sitoe perna kadjadian pergoeletan enz, Mr. Egan tjoekoep terkenal oleh segala orang di San Francisco, en toch tida satoe penggawe, oppas atawa employé dari Ferry Building ada dapet liat atawa katemoe padanja sedari tadi. Dengen begitoe, iapoenia linjap kombali ada satoe mysterie, satoe resia jang gelap bagi politie! {{di|L}}AEN titah dikaloearken oleh Inspector Dullea aken orang-orangnja berpentjar poela, samperin ka pinggiran aer, mendeketin praoe-praoe motor, tanjak sasoeatoe penggawe jang sedeng bekerdja. Tapi semoea tida mengasi hasil — tida terdapet boekti biar satitik tentang Frank Egan. Sakoetika lama Inspector Dullea sendiri berdiri di pinggir boom sambil memandeng bergaloembangnja aer dan pergi-datengnja praoe - praoe dari laen tepi ka satoe tepi. Apakah Frank Egan disemboeniken dalem salah satoe dari itoe praoe-praoe motor atawa telah dilemparin badannja ka dalem itoe aer jang bergaloembang? Inspector Dullea memikir dengen serba soesah. Kamoedian ia berpaling, panggil berkoempoel iapoenja orang - orang, titahken marika kombali sadja ka hoofdbureau. Di sepandjang perdjalanan poelang dalem kandaran Inspector Dullea banjakan berdiam, dan tatkala sampe di Kearny Street koenjoeng - koenjoeng ia berkata pada McGinn, kepala dari dienst perlindoengan oemoem: „McGinn, akoe minta kaoe bersama Husted pergi ka roemahnja Frank Egan. Ia tinggal di Urbano Drive. Minta katerangan dari iapoenja istri, apa jang ia taoe tentang soeaminja, bagimana iapoenja gerakan selama hari ini dan bebrapa hari jang paling blakang. Brangkali katerangan dari istrinja bisa kasi oendjoek pada kita ka mana kita moesti mengoesoet lebih djaoeh dan apa jang sabetoelnja soedah terdjadi atas dirinja ini malem”. Auto jang membawak Inspector Dullea c.s. sigra sampe di depan itoe Hall of Justice. Inspector Dullea dengen bebrapa detectives toeroen kloear. Detectives McGinn dan Husted landjoetken marika poenja perdjalanan ka Kearny Street — menoedjoe ka tempat tinggalnja Egan di Urbano Drive. Dari bawah Inspector Dullea direct masoek ka kantoornja Chef Politie Mr. Quinn. Pada siapa dengen beres ia tjeritaken apa jang ia taoe prihal linjapnja itoe Advocaat Mr. Frank Egan jang {{hws|sa|sakoenjoeng-koenjoeng}}<noinclude></noinclude> bn17g9wy7dhhjs5j1eqja3691kllas4 Halaman:Auto setan.pdf/33 104 113995 316102 314419 2026-08-27T13:44:01Z Ammachemist 27288 316102 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|60|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||61}}</noinclude>{{hwe|koenjoeng-koenjoeng|sakoenjoeng-koenjoeng}}, dan tentang itoe telefoan jang aneh, hingga Mr. Quinn sepandjang dengerin itoe tjerita ternjata hatinja berdebar keras. „Bagimana kaoe poenja pendapetan dalem ini drama baroe?” menanjak Mr. Quinn. Inspector Dullea angkat poendaknja jang lebar serta matanja kedap - kedip bebrapa kali. „Bagimana_pendapetankoe itoelah soeker ditetepken betoel,” ia menjaoet dengen sikep jang roewet, melaenken orang bisa tjoerigaken bahoea ini malem poenja kadjadian apa boekan moestail ada berhoeboengan dengen pemboenoehan njonja Jessie. Frank Egan ini waktoe boleh djadi soedah djadi korban atawa ia ditahan sebagi orang jang ditjoelik. Tapi apa djoega jang terdjadi padanja, anggepan jang perboeatan itoe moesti ada sangkoetan sama perkara njonja Jessie membikin akoe maoe pertjaja ada beralesan koeat.” „Ja, akoe djoega rasa ada begitoe”, djawab Mr. Quinn. Ia isep beroelang - oelang iapoenja tjeroetoe sambil matanja bengong seperti berpikir. „Oh, kaloe akoe inget penghidoepannja Frank Egan”, kombali itoe Chef Politie berkata dengen pelahan. Inspector Dullea tida saoetin, ia djoega roepanja lagi ngelamoen. Marika, Mr. Quinn dan Dullea, sebagi orang politie jang oeloeng ada kenal sanget baek degen itoe Advocaat Mr. Egan jang sekarang mendadak linjap. Di djaman marika masih_moeda, marika bersekolah bersama-sama, dan sedikit taon Frank Egan djoega masoek dalem dienst politie San Francisco serta perna bakerdja sama itoe 2 sobat. Tapi Egan mempoenjain laen angen-angen, ia ingin djadi Advocaat, waktoe malem ia studie boeat itoe peladjaran hingga kamoedian pas dalem examen, Sadjek itoe sa‘at ia letakken kerdjaan politie, toentoet penghidoepan sebagi Advocaat dan ingin poela terdjoenken diri dalem kalangan politiek. Dan sekarang ...............? „Linjapnja Egan akoe aken siarken pada publiek”, tiba-tiba Inspector Dullea moelain bitjara lagi. „Tadi akoe soedah kirim detectives McGinn dan Husted boeat katemoeken njonja Egan; akoe ingin taoe bagimana katerangannja iapoenja istri. Lagi akoe hendak korek lebih dalem tentang pokok pemboenoehannja njonja Jessie. Laen hal jang penting kita moesti selekasnja dapet tangkep Verne Doran dan kawannja Albert Tinnin; kaloe sadja kita soedah bekoek marika sebagian ini mysterie dapet dibongkar dasarnja „Sampe ini djam akoe merasa pasti marika berdoea tentoe jang kandarken itoe Automobiel-Setan, aiawa sedikitnja marika taoe siapa poenja perboeatan. Doeloe Tinnin telah perna tersangkoet dalem pertjoba'an memboenoeh orang, maka ia mempoenjain nama tida baek dalem kalangan politie. Sabentar akoe titahken boeat broadcast (siarin dengen radio) tentang sifat - sifatnja Doran dan Tannin agar semoea politie corps moelain bergerak ini malem boeat tjari ia orang. Satoe spion kita soedah tarok di sakiter roemahnja Doran” Sa-abis bitjara laloe Inspector Dullea kloear dari itoe kantooran. Dari sitoe ia dateng ka kantoornja sendiri boeat oeroes bebrapa hal jang perloe. Pada iapoenja secretaris ia prentah boeat siarken bulletin di seloeroe San Francisco prihal linjapnja Advocaat terkenal Mr. Frank Egan. Dalem bebrapa belas minuut sadja itoe semoea {{hws|ker|kerdja'an}}<noinclude></noinclude> j8nl1zej81tbo2utnmb4pqr70gjzz09 Halaman:Auto setan.pdf/34 104 114031 316108 314528 2026-08-27T18:01:14Z Ammachemist 27288 316108 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|62|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||63}}</noinclude>{{hwe|dja'an|kerdja'an}} soedah dipenoehken dengen perantara'annja perkakas teletype. Paginja, bulletin jang disiarken oleh politie tentang linjapnia Frank Egan telah ramé dibitjaraken oleh publiek dalem kota, oleh station - station politie serta sekalian spion - spion boeat goeloeng tangan badjoe aken bekerdja ka itoe djoeroesan. ltoe bulletin berboenji seperti berikoet: „Advocaat Oemoem Mr. Frank Egan jang termashoer di kota San Francisco lagi semalem mendadak linjap tida kataoean ka mana ........... Sampe ini djam di mana ia berada tida dikataoein. la soedah beroesia lima-poeloeh taon, tingginja lima kaki sabelas inches, koelitnja berwarna rada gelap, potongan moeka tiroes pandjang, poendaknja toeroen; itoe waktoe ia berpakean djas streep aboe-aboe dan pake topi vilt enteng. Iapoenja soeara paling belakang terdenger di telefoon kira-kira djam sembilan tadi malem. Lebih djaoeh, dengen koenjoeng - koenjoeng semalem ia ketok telefoon pada hoofdbureau politie, mengataken bahoea ia diserang oleh bebrapa orang. Hareplah berdaja sabisnja boeat dapet taoe ka mana Frank Egan soedah pergi dan boleh rapport segala apa pada Mr. William J. Quinn, Chef van Politie” Senen malem. ltoe bulletin belon membawak hasil sebagimana diharep, tida ada soeatoe warta jang disampeken pada politie. Dengen tida mengenal tjape teroes Inspector Dullea berserta pembantoe - pembantoenja bekerdja actief siang malem boeat tjioem baoe dalem perkara linjapnia Frank Egan. Serie kadjadian ka-doea dari pemboenoehan njonja Jessie. Itoe tatkala djaroem lontjeng soedah mengoendjoek ampir djam 12 tengah malem. Inspector Dullea masih kliatan doedoek bakerdja di dalem kantoornja sambil merentjanaken satoe plan tjara bagimana politie haroes berlakoe aken dengen tida terlaloe lambat tjekel batang lehernja itoe kawanan pendjahat jang kedjem. la mengarti itoe tanggoengan di poendaknja dale ini perkara baroe djadi samingkin berat, sabelon oeroesan njonja Jessie dapet dibikin selesih. Di bawah dari itoe loteng koenjoeng - koenjoeng ia denger ramé anak-anak toekang djoeal courant bertreak-treak boeat membri taoe serta tarik perhatian publiek bahoea marika poenja courant besok aken kloear dengen extra-nummers. „ltoe extra-nummers ada moeat hal -hal Mr. Frank Egan”, marika berseroeh, ,,jang soedah ditjoelik pendjahat satjara sanget adjaib. . Awas! Besok antero San Francisco aken gemper bitjaraken itoe kadjadian!” Detective jang disoeroeh awasin roemahnja Verne Doran telah britaoe bahoea itoe orang moeda tida kliatan poelang kombali. Politie poenja katjoeriga’an padanja djadi samingkin keras. Sabentar poela detectives McGinn dan Husted poen dateng boeat membawak rapport pada Inspector Dullea dalem kantoornja. „Kita soedah berdjoempah sama njonja Frank Egan”, McGinn moelain menoetoer. „Ia kliatan zenuwen dan bingoeng sekali. ltoe njonja bilang koetika djam sembilan tiba-tiba ia dapet telefon jang ia tida kenal soeara siapa. Itoe telefoon mewartaken katanja iapoenja soeami, hendak diadjak plesir djalan - djalan di itoe soré. Pada malem tersseboet memang Frank Egan britace pada istrinja<noinclude></noinclude> se4shpze93qip9vaht12ugdx8mfvllh Halaman:Auto setan.pdf/35 104 114038 316109 314545 2026-08-27T18:02:46Z Ammachemist 27288 316109 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|64|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||65}}</noinclude>jang ia aken menginep di loear kota, kerna ia aken koendjoengin satoe dinner oemoem boeat kahormatannja Mr. Coroner Leland. Menoeroet anggepannja njonja Egan ia doega soeaminja tentoe berkoendjoeng pada Dokter Nathan C.Houseman sabelon pergi ka itoe pesta dinner, sebab bersama itoe Dokter Mr. Egan mace koendjoengin pesta terseboet. „Lantas kita pergi katemoeken Dokter Houseman boeat minta iapoenja katerangan. Ia bilang bener ia bertemoe sama Mr. Egan pada lohornja di ia sendiri poenja kantoor Advocaat di Flood. Building. Koetika berdjoempa malah Mr. Egan telah bilang padanja bahoea marika nanti bertemoe poela dalem dinnernja Leland, tapi kapan Dokter Houseman telah berada dalem itoe dinner party ia tida liat ada Mr. Egan. Sedikit djoega Dokter terseboet tida tarok tjoeriga kaloe pada dirinja Mr. Egan telah terdjadi apa-apa jang heibat. „Tapi ada lagi laen katerangan penting jang kita beroleh, Kabetoelan kita bertemoe sama saorang nama Edward Dalton siapa ada kenal sama Mr. Egan. la dapet liat itoe Advocaat kira-kira djam 6.30 soré lagi mengomong sama satoe orang di pinggir Flood Building. Kita belon bisa tetepken, tapi bilah menoeroet peta’annja Edward Dalton, itoe orang jang ce sama Mr. Egan seperti mirip sama romannja Tinnin, Kombali ada laen hal: Kita poen djoempahin Thomas Kraft, itoe penggawe jang bakerdja boeat djaga lift sampe djam sembilan malem di Kearny Street No. 333 di mana Egan poenja kantooran terletak. toe pendjaga lift bilang waktoe lohor kira - kira djam 5,40 doea orang ada dateng ka kantoor boeat minta bitjara sama Mr. Egan. Kamoedian itoe doea orang tida sebrapa lama kloear lagi dan Mr. Egan djoega belakangan berlaloe dari kantoornja dengen sendirian. Tapi pada djam 6.45 Egan balik kombali ka iapoenja kantoor. „Waktoe Egan mace naek di atas lift lantas Kraft, itoe pendjaga menanjak apa-apa. Egan djawab jang ia moesti bakerdja banjak itoe soré seraja balik menanjak apa dari tadi tida ada orang dateng tjari padanja. Kraft djawab tida. Dan kaloe ada tetamoe atawa orang jang mace berdjoempa pada Egan marika koedoe pake itoe tangga electris (lift) hingga Kraft moesti taoe. „Begitoelah kapan soedah djam sembilan malem Kraft poenja kerdja'an soedah selesih, ia tinggalken itoe lift. Sampe Kraft berlaioe Mr. Egan ia tida liat toeroen. Dengen apa djadi njata jang Egan masih berdiam dalem iapoenja kantoor di atas; malah koetika Kraft berdjalan di pinggiran Kearny Street sembari bertindak ia sengadja berpaling ka atas boeat liat djendela kantoorannja Mr, Egan. Tapi ia liat semoea lobang djendela gelap, tida ada menjalah lampoe electris di dalem." Denger itoe verslag tentang Mr. Egan kombali Inspector Dullea oesap-oesap iapoenja djidat; samentara detective McGinn bersender di krosi boeat mengaso. „Djikaloe Egan betoel ditjoelik'’, Inspector Dullea kamoedian berkata, „boleh djadi itoe tetamoe-tetamoe pendjahat kerem dirinja samentara waktoe dalem itoe kantoor dan belakangan bawak toeroen padanja dari atas loteng” Sakoetika lama itoe Inspector doedoek diam,<noinclude></noinclude> 3svhqr1pdvuhnhj2m5ubsruorugpow5 Halaman:Auto setan.pdf/36 104 114041 316110 314557 2026-08-27T18:04:28Z Ammachemist 27288 316110 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|66|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||67}}</noinclude>ia ternjata sedeng berpikir boeat petjahken itoe soeal jang soelit, jang menjoesoen samingkin roewet dalem otaknja. la jang soedah biasa hadepin soeal-soeal kadjahatan tida gampang maoe menjerah pada kaoem ketjoe demikian roepa maka laloe ia berkata boeat mengasi titah lebih djaoeh pada orang-orangnja: „Landjoetken ini penjelidikan’, ia memerentah, „tjari_orang - orang jang paling belakang meliat Mr. Egan ada di mana dan bagimana ka-ada'annja. Dan lagi, saorang spion moesti teroes intip roemahnja Verne Doran; tanjak pada iapoenja iboe atawa soedara prempoeannja brangkali iaorang ada dapet telefoon dari Doran pada kemaren atawa ini hari. Awas, djangan sampe saisi roemahnja Doran dapet taoe jang marika di-intip oleh kita” Besokan paginja kombali moentjoel soeal-soeal baroe jang melibet. ltoe perkara pemboenoehan njonja Jessie jang diboentoetin sama linjapnja Mr. Frank Egan saolah-olah seperti roewetnja riboean lembar ramboet jang koesoet, jang samingkin hendak disisir djadi samingkin kalang - kaboet. Penilikan jang dilakoeken pada roemahnja Doran dan itoe pertanja'an pada familienja telah membawak bebrapa hal baroe jang anch. Njonja Anderson, soedara prempoean dari Verne Doran, menerangin pada detective jang dateng padanja bahoea Mr. Frank Egan waktoe hari Senen soré malahan dateng ka itoe roemah boeat tjari Doran. Doran, kata itoe soedara prempoean, soedah sakean lama bekerdja sebagi chauffeurnja Mr. Egan! Satoe hal jang tida tersangka sama sekali oleh politie. Djoega banjak orang telah saksiken bebrapa hari di moeka sabelon Egan linjap, marika berdoea, itoe Advocaat dan Doran sering berkandaran auto sama-sama. Doran, selaen djadi chauffeur dari Mr. Egan ia kliatannja seperti djadi djoega penggawe boeat mendjaga kaslametannja (bodyguard) Mr. Egan, dan sadjek belakangan seringkali kloear masoek di iapoenja kantoor iloe. Apakah artinja itoe semoea katerangan jang kliwat loear biasa? Apa boleh, didoega bahoea Verne Doran, satelah bekerdja sama Mr. Egan, kamoedian berhianat pada madjikannja? Djoega apa boekan boleh djadi jang Doran dan Tinnin bersekongkol dalem pemboenoehan nionja Jessie aken kamoedian memboenoeh djoega pada Egan? Kaloe bener begitoe, apa lantarannja, kenapa? {{di|S}}EBAGIMANA soedah ditoetoerken di seblah atas bahoea auto jang digoenaken oleh Doran pada itoe malem pemboenoehan njonja Jessie ada kapoenja’an Lieutenant Oscar dari Brandweer, jang ia pindjem. Menoeroet papreksa’an scientist politie Mr. Francis X., telah diboektiken bener bahoea auto itoe ada sama ka-ada’annja dengen bekas-bekas tanda jang didapetken di loear dan seblah dalem garagenja njonja Jessie. Djadi sekarang telah njata Lieutenant Oscar poenja auto adalah jang dipake oentoek ambil serta angkoet maitnja sang korban, njonja Jessie. Soedah tida bisa disangkal lagi itoe Lincoln-phaeton ada dari poenja Lieutnant Oscar! Pertanja’an-pertanja’an selandjoetnja itoe Lieutenant tetepken ia-poenja pengakoean bahoea bener di itoe {{hws|Djoe|Djoemahat}}<noinclude></noinclude> mopiigws0nsd3b3g359w16npqih8gdu Halaman:Auto setan.pdf/37 104 114052 316111 314585 2026-08-27T18:06:14Z Ammachemist 27288 316111 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|68|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||69}}</noinclude>{{hwe|mahat|Djoemahat}} malem iapoenja Lincoln-phaeton dipindjem oleh Verne Doran. Lagi hari Senen, soré, bebrapa sa’at berselang dari linjapnja Frank Egan, satoe katerangan baroe ditoetoerken: oleh Lieutenant Oscar pada Inspector Dullea. la bilang, koenjoeng - koenjoeng ia dapet telefoon jang ia tida kenal dari siapa. „Kaoe poenja auto lekaslah singkirken! Djangan ajal, perloe!"” demikian itoe soeara di telefoon menitahken „Akoe samboetin itoe teleloon dengen heran”, Oscar Postel teroesin bitjaranja, dan akoe menanjak: „Siapa kaoe? Menjesel itoe auto soedah dibeslag oleh politie!’ Lantas itoe soeara tida ka dengeran lagi dan itoe gagang telefoon ditarok di tempainja”. Inspector Dullea ambil sabatang sigaret dengen tida berkata soeatoe apa. Samentara Oscar Postel landjoetken iapoenja penoetoeran „Akoe memang taoe jang Verne Doran soedah bebrapa lamanja bakerdja pada Mr. Frank Egan, maka itoe hari Djoemahat soré akoe kasi ia pindjem autokoe. Akoe inget ia ada bilang itoe auto perloe boeat adjak Egan pergi ka satoe tempat aken djalan-djalan” „Boeat djalan - djalan’, Inspector Dullea mendadak oelangin itoe tiga perkata’an. Berbareng mana ia bajangken memang dalem kalangan pendjahat selaloe sering dipake perkata’an - perkataan jang samar serta bisa mempoenjain banjak arti, Poen ia inget bahoea istrinja Egan pada detective McGinn ada bilang ia djoega dapet telefoon pada maleman linjapnja Egan jang Egan maoe diadjak plesir djalan-djalan dengen auto. Tiba-tiba Inspector Dullea bersenjoem, satoe senjoeman jang adem. „Djalan - djalan bagimana matjem jang Doran hendak maksoedken?” ia menegesin pada Oscar Postel toe Lieutenant toeroet tertawa. Oh, tentoe djalan-djalan biasa boeat maken angin. Doran bilang lebih djaoeh bahoea itoe hari Egan tjektjok sama istrinja dan lantaran apa ia djadi tida maoe poelang boeat ambil autonja sendiri”. Sampe di sitoe pembitjara’an antara Inspector Dullea dan Oscar Postel telah selesih. Koetika Postel permisie berlaloe tinggalken Dullea saorang diri dengen iapoenja kabiasa'an aken memikirin daja-daja boeat bekoek itoe pengroesak-pengroesak ka-amanan negri. Kombali koetika hari Selasa dari boelan Mei tanggal tiga, satoe warta baroe disampeken pada politie. Satoe detective particulier bernama Otts dateng berdjoempah pada Inspector Dullea sambil hatoerken iapoenja tjerita. la bilang, ia ada katemoeken Mr. Egan di Kearny Street kira-kira djam 6 soré dari harian ia linjap itoe, atawa tiga djam sabelon Egan ilang. ltoe waktoe Egan kasi taoe padanja bahoea ia rasa perhoeboengan kawat telefoon dari iapoenja kantoor ka roemahnja telah diroesakin oleh orang jang nakal. Sambil tjara itoe Advocaat tertampak bingoeng dan bertioeriga. Kamoedian ia minta soepaja itoe detective particulier, Mr. Otts, soeka selidikin itoe resia sampe didapetken katerangan jang djelas siapa poenja perboeatan. Sabegitoe djaoeh adanja detective Otts poenja pembrian taoe. Lebih djaoeh bebrapa pembantoenja Inspector Dullea dapetken poela laen informaties tentang<noinclude></noinclude> s8778iw6ikdmglhnu8jzswgs8ivdsaa Halaman:Auto setan.pdf/39 104 114061 316112 314619 2026-08-27T18:08:44Z Ammachemist 27288 316112 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|72|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||73}}</noinclude>dan sebaginja di seloeroe dalem kota. Djoega tida terkatjoeali segala sarang pendjahat digleda, dioebrak - abrik. seperti orang ogok sarang tawon! Beroentoeng pada satoe soré itoe activiteit sadjoemblah detectives mengasi satoe effect jang menggirangken. Inspector Fred Bohr, selagi djalanken iapoenja kwadjiban beat intip berbagi hotel jang letaknja di garisan loear kota tiba-tiba sampe di Blackstone Hotel di O'Farrell Street. Dari katerangannja satoe klerk Inspector Bohr dapet taoe bahoea Tinnin ambil tempat dalem hotel terseboet. Lantas Bohr panggil manager hotel, nama Fred Smith, boeat di-interview. „Apa kaoe kenal Tinnin?” Bohr menanjak dengen soeara pelahan. „Ja, akoe kenal padanja”, sacet itoe manager. „Kenapa?” „Apa kaoe tida batja warta-warta tentang ia dalem soerat - soerat kabar?” „Tida”’. ltoe manager menjaoet sambil golengken iapoenja kepala. „Kita hendak katemoein ia, Apa ini hari kaoe liat ia?” menanjak Bohr. „Tida, boekan ini hari akoe berdjoempa padanja"’, djawab itoe manager hotel sambil boeka matanja. „Apa ia ada berboeat apa-apa? Akoe katemoeken ia lagi kemaren soré kira djam toedjoeh. Akoe kenal ia di sini tjoema sebagi toekang muziek. la kasi taoe akoe jang ia ada niatan boeat diriken satoe groep orchestra dalem ini kota”. Baeklah kita liat iapoenja kamar”, kata Bohr. Marika berdoea laloe naek di atas lift. Marika berdjalan dengen pelahan liwatin satoe djalanan Jang pandjang dari satoe roewangan di samping mana terletak kamar-kamar tetamoe. Sasampenja di kamarnja Tinnin itoe manager boeka dengen iapoenja koentji dan pintoe kamar terpentang. Ka-ada'an dalem kamar itoe boleh dikata kosong, tapi mengoendjoek bekas-bekas ditempatin orang. Satoe topi ditarok di atas satoe medja ketjil, doea stel pakean tergantoeng di atas closet. Satelah preksa kamar jang dietmpatin oleh Tinnin sigra Inspector Bohr bersama itoe manager toeroen poela ka bawah. Penjelidikan dengen diam-diam dilakoeken antara pengawe-pengawe hotel brangkali ia orang dapet liat Tinnin kemaren soré. Tapi tida satoe penggawe jang dapet liat padanja sadjek itoe soré. Menoeroet pembilangan bebrapa penggawe bahoea Tinnin selama tinggal di itoe hotel sering dikoendjoengin oleh bebrapa kawannja. Satoe antaranja_teritoeng djoega Mr. Frank Egan, siapa kaliatan atjapkali bitiara di sisir roemah sama__itoe bekas persakitan. Laen penggawe mempetahken saorang jang tentoe ada Doran, jang djoega katanja soeka dateng. Dan lagi katanja saorang prempoean moeda, berkoelit poetih serta tjantik, ini hari doea kali ada dateng mentjari Tinnin, tapi.dikasi tace jang Tinnin kloear. „All right”, djawab Inspector Bohr pada itoe manager hotel. „Harep kaoe pegang resia jang akoe dateng di sini, tapi kasi akoe taoe dengen sigra kapan sadja Tinnin kliatan poelang. Djoega britaoe akoe kaloe itoe nona moeda dateng lagi. Akoe aken pasang mata di sakiter sini’". Itoe detective lantas berlaloe dari hotel terseboet, samperin medja telefoon boeat bitjara sama Inspector Dullea. Ia kestaoe segala iapoenja {{hws|pen|pendapetan}}<noinclude></noinclude> bb7x8go6p3mik74xtmlwrg1s7qfa8c5 Halaman:Auto setan.pdf/40 104 114081 316113 314669 2026-08-27T18:12:22Z Ammachemist 27288 316113 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|74|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||75}}</noinclude>{{hwe|dapetan|pendapetan}} dan itoe Inspector soeroeh teroes djaga hotel itoe sahingga Tinnin kliatan balik. Begitoelah dengen resia bebrapa detective pasang matanja mengintip ka sakiter itoe hotel, jang achirnja membawak djoega satoe resultaat bagoes. Inspector Bohr awasin itoe hotel sampe laat malem sampe iapoenja dienst digantiken oleh laen detective. lapoenja pengganti poen mendjaga hingga pagi dan Inspector Bohr poenja giliran sampe lagi boeat landjoetken itoe pendjaga’an. Tapi dalem sakean belas djam itoe baek Tinnin atawa itoe nona tjantik tida tertampak moentjoel. Sekalian detectives tida kalah kasabaran, marika tjoekoep sabar aken toengkoelin itoe kawadjiban jang berat. Achirnja koetika hari Rebo lohor djam 3, apa jang diharep-harep laloe terkaboel. Itoe nona tjantik jang tra'terkenal tiba-tiba dateng kombali di hotel dan menanjak pada klerk kaloe Tinnin soedah ada. Satoe tanda resia di sampeken pada detective dan Inspector Bohr jang berada di sebrang straat di moeka hotel, Kapan itoe nona berlaloe dari Blackstone Hotel dengen diam-diam ia dikoentit oleh Bohr serta laen detectives di sepandjang O'Farrell Street. Nona itoe landjoetken perdjalanannja dengen tetep, tida tjoeriga soeatoe apa, hingga ia sampe di Strand Hotel, sedikit djaoeh dari O'Farrell Street. Kamoedian si nona masoek ka dalem hotel terseboet jang teroes di-intjer oleh Inspector Bohr. Lebih djaoeh ja liat nona itoe madep pada klerk hotel, bitjara sedikit dan laloe menoedjoe ka tempat lift. Dengen tjepet poen Inspector Bohr toeroet masoek ka itoe Strand Hotel, samperin itoe klerk seraja perkenalken siapa dirinja ” „Siapa itoe nona Gan apa iapoenja kahendak? Bohr menanjak dengen pelahan. „Ia tanjak boeat Mr. Frank Yellavitch”, itoe klerk briken djawaban. toe toean ambil kamar No. 609; nona itoe soedah naek dengen lift ke sana”. Lantas Bohr angkat gagang telefoon boeat bitjara sama Inspector Dullea, satelah selesih, ia laloe balik ka straat sambil matanja awasin naeknja itoe lift. Sedikit minuut kamoedian satoe auto politie sampe di sitoe. Inspector Dullea kloear dari itoe auto dengen lekas samperin pada Bohr jang menoenggoe di pinggir dialan. Dari mana dengen tjepet marika berdoea masoek lagi ka dalem hotel dan dengen lift marika naek ka atas loteng tingkatan ka-anem. Sesampe di atas marika djalan di safoe djalanan loteng jang rada gelap boeat tiari kamar No. 609 jang dengen gampang telah didapetken. Marika ketok daon pintoe. Lekas sekali daon pintoe itoe kamar No. 609 terpentang. Saorang tinggi besar dengen pake badjoe donkerblauw dengen kantjing koeningan berdiri di hadepannja. Kliatan dalem itoe kamar tida ada terdapet laen orang. „Apa kaoe Frank Yellavitch?” Inspector Dullea menanjak. „Betoel”, menjaoet itoe orang. Koetika itoe doea detectives menorobos masoek ka dalem kamar ia tida menjegah hanja moendoer bebrapa tindak. „Kita dateng dari hoofdbureau van politie”, berkata poela Dullea. „Apa kaoe ada sobatnja Albert Tinnin?”<noinclude></noinclude> 8gq8nfh7tr5p9nnm8ai3zjxr264qiqo Halaman:Auto setan.pdf/41 104 114083 316114 314677 2026-08-27T18:14:58Z Ammachemist 27288 316114 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|76|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||77}}</noinclude>Inspector Dullea menanjak dengen kalm, tida oendjoek kalakoean jang aseran. Itoe orang tida sigra menjaoet, ia awasin itoe detectives sakoetika lama hinaga kamoedian baroe ia berkata: „Betoel, akoe kenal Tinnin." „Di mana ia ada sekarang?” „Akoe kira ia tinggal di National Hotel di Market Street”. Lantas ia diam kombali sambil memandeng ka satoe djoeroesan boeat bebrapa seconde. „Akoe poen hendak katemoein ia sabentar dengen naek autobus.” „Apa kaoe bekerdja dalem autobus?” „Ja, akoe kerdja di sitoe sebagi conductor” „Inspector Dullea dengen matanja jang tadjem awasin gerak-gerakannja itoe orang jang mengakoeh bernama Frank Yellavitch dan kamoedian memandeng ka sakoeliling kamar itoe. Ia liat di atas krosi ditarok satoe doos saxophone jang ia lantas madjoe samperin boeat preksa. Yellavitch poenja mata terboeka besar satelah liat itoe detective bertindak ka itoe doos saxophone. Zonder berkata soeatoe apa Inspector Dulla memboeka itoe doos. Di dalemnja kadapetan itoe perkakas muziek dan satoe Luger revolver. Ia lantas ambil itoe sendjata api bikinan Duitsch, awasin dengen terliti di atas iapoenja tangan. „Siapa poenja revolver ini? ia menanjak. „Tinnin poenja’”, saoet Yellavitch: „Itoe saxophone djoega iapoenja. Ia beli itoe semoea batoe ini hari di sini” Inspector Dullea lantas masoekin itoe revolver dalem kantong iapoenja overcoat. „Oh, begitoe”, ia berkata sambil bersenjoem. „Apa ia ada mempoenjain laen revolver lagi?” „Akoe kira tjoema itoe satoe”. Selagi Inspector Dullea preksa pada Yellavitch, Bohr goenaken itoe tempo boeat tjari itoe nona jang tadi. la preksa di kamar mandi dan bebrapa kamar laen. Ia tida ada. Bisa didoega sabelon itoe detectives sampe di kamar No. 609 kaloe begitoe ia soedah kloear lagi doeloean. Pada itoe conductor Inspector Dullea mendeketin lebih rapet dan bitjara dengen soenggoeh. „Dengerlah sekarang! Akoe minta kaoe kloear aken oendjoekin kita di mana Tinnin berdiam Akoe harep kaoe lakoeken dengen betoel apa jang mendjadi pesenankoe itoe. Kaoe moesti berdjalan doeloean dan kita mengikoetin dari seblah belakang!" Yellavitch manggoetken kepala, dan marika bertiga lantas toeroen dari loteng ka bawah. Yellavitch naek dalem autobus samentara Dullea dan Bohr memboentoetin dengen auto politie terpisa bebrapa poeloeh meter di blakang. Kapan itoe autobus sampe antara Turk dan Fillmore Streets, Inspector Dullea dan Bohr liat Yellavitch lontjat toeroen samperin satoe orang jang sedeng bertindak dengen pelahan di sitoe. Autonja Dullea dan Bohr dibrentiken di pinggir straat, marika berdoea laloe toeroen mengoentit dari belakang aken awasin gerakannja Yellavitch dan itoe orang. Ka-ada’an itoe sa’at ada gelap dengen mendadak kerna angin menioep keras dengen disertain oewap halimoen jang tebel dari lacetan. Kliatan Yellavitch sembari djalan kongkou sama orang itoe jang berpakean badjoe djas aboe-aboe dari<noinclude></noinclude> la4ziz3v5mr15cofqwppypixq6jltum Halaman:Auto setan.pdf/45 104 114107 316115 314720 2026-08-27T18:19:07Z Ammachemist 27288 316115 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|82|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||83}}</noinclude>Teroetama, jang orang merasa aneh ada Frank Egan poenja perhoeboengan dengen itoe doea bekas persakitan, jalah Tinnin dan Doran. Apa artinja toe? Kenapa Mr. Egan soedah belahken begitoe soenggoeh pada marika berdoea di Pengadilan sahingga marika dikloearken dari pendjara? Penjelidikan lebih djaoeh mengasi katerangan koetika dalem taon 1918 Tinnin didakwa tjoba meratjoenin njonja djanda Marjory Cockroff, Mr. Frank Egan djoestroe djadi iapoenja pembelah jang paling madjoe terkamoeka. Malah Frank Egan sampeken menjataken pada hakim bahoea di itoe hari, tanggal dan djam, di mana orang sangka Tinnin kasi ratjoen chloroform pada itoe prempoean djanda, ia Tinnin, sedeng berada padanja dalem ia sendiri poenja kantoor hingga tida beralesan jang Tinnin lakoeken itoe kadjahatan. Marjory Cockroff tinggal di Corning, California. Tapi itoe waktoe Frank Egan poenja kasaksian boeat kasi kaentengan pada Tinnin tida ditrima oleh Jury Pengadilan dan ia dikerem djoega dalem pendjara jang kamoedian baroe dibebasken. Soealnja Frank Egan kliatan sanget gandjil {{di|L}}EBIH djaoeh djoega dikataoein dari politie poenja onderzoek tentang riwajatnja Tinnin jang perna ditoedoe tjampoer tangan dalem satoe perkara rampok. Boeat ini poen Frank Egan madjoeken diri sebagi iapoenja pembelah dan telah dapetken kamenangan jang lengkep. Hal mana kombali kliatan amat gandjil. Laen-laen hal jang berhoeboeng dengen Tinnin dan Frank Egan tida didapetken katerangan lagi. Ambrose Scott, soedara lelaki dari njonja Jessie jang terboenoeh mati, atas pangilan politie soedah dateng di kota San Francisco. Ia oeroes soerat-soerat penting kapoenja‘an njonja Jessie dan administratie dari njonja itoe poenja onderneming. Tapi sabegitoe banjak soerat-soerat jang dipreksa tida kadapetan testament atawa soerat pernjata’an kainginan dari itoe njonja boeat iapoenja milik bagimana kamoedian moesti oeroes. Papreksa'an jang dilakoeken pada ondernemingnja njonja Jessie didapet taoe poela satoe hal jaitoe Mr. Egan soedah bebrapa taon mendjadi kwasa boeat oeroes kapentingannja njonja terseboet. Djoega Egan soedah masoekin njonja Jessie satoe assurantie djiwa besarnja 10.000 dollars dan premienja Egan sendiri jang bajarin lebih doeloe. Poen itoe njonja ada pegang doea polis dari doea kongsie assurantie laen besarnja masing-masing 2500 dollars djadi totaal 5000 dollars boeat bahaja katjilaka’an atawa kamatian mendadak kerna pemboenoehan enz. Lagi menoeroet katerangan dari Mrs. Jane Walsh, chef dari bureau penjelidikan kamatian-kamatian mendadak, samatjem Wees en Boedelkamer, koetika denger njonja Jessie binasa soedah dateng interview Mr. Frank Egan boeat tjari taoe tentang itoe njonja poenja testament enz. kaloe - kaloe ia ada tinggalken. Dari Frank Egan itoe Chef Boedelkamer dapet katerangan bahoea njonja Jessie betoel ada tinggalken satoe pesenan dengen angkat ia (Egan) sebagi iapoenja kwasa aken oeroes segala miliknja atawa Executeur. Samingkin diselidikin ka-ada'an penghidoepan Mr. Frank Egan, itoe Advocaat jang ternama, jang<noinclude></noinclude> lfc8j31dtiwtnd7nv64o9lazgqx5jru Halaman:Sakit Hati.pdf/23 104 114109 316136 314730 2026-08-28T04:12:46Z Iripseudocorus 23824 316136 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''40'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''41'''}}</noinclude>gelap atas tedaehannja si poohoen, mendjadikan satoe pemandengan jang indah kapada Lian-nio, hingga Lian-nio saolah-olah bidadari jang dateng dari laen doenia. „Apatah jang merobahken kau?” Hong-an mengoelangken. Lian-nio angkat matanja dan toedjoeken padanja. Apa jang kedjadian tida satoe antara marika dapat doega : tapi sasoeda itoe njatalah Lian-nio berada dalem peloekannja Hong-an, dan itoe paras moeka jang girang dari Lian-nio tersemboeni dalem dadanja si djedjaka. „Djiwa hati saia”, berbisik Hong-an. „Lily, panerangan dari saia poenja hati {{...|10}}” Hong an itoe waktoe tenggelem didasarnja iapoenja nabsoe, dan ia ampir tida bisa itoeng iapoenja perkata'an. „Saia poenja katjinta'an {{...|10}}” katanja sembari angkat paras moeka jang maloe itoe, Ia tjioem moeka itoe beroelang-oelang, sekali dan sekali lagi. le tjioem itoe mata jang gilang goemilang dan tjioemin itoe bibir jang manis {{...|10}} Itoelah tjoema brapa minuut sadja, sama sekali marika tida doega, bahoea sedari itoe waktoe Hong-an tida akan bisa mamelok poelah. Tapi rasanja boeat Lian-nio, kabroentoengan dari seratoes taoen berkoempoel mendjadi satoe dalem itoe sa'at, tapi kematian aken ada lebih mengampangken dan lebih dirasaken santousa boeat Lily. Hong-an tjintaken Lian-nio. Ia belon pernah menjioem Jeanne, ia belon pernah merasa ingin tjioem itoe toenangan, tapi itoe waktoe, itoe paras tjantik jang berada dalem peloekannja, ia tjioemin dan tjioemin poelah. Inilah jang dinamaken tjinta. Kamoedian ia lepaskan peloekannja dan pegang kepalanja itoe gadis, pada siapa ia berkata: „Apa itoe Lily, kau kliatan maoe bitjara, apa jang kau bakal toetoerken pada saia?” „Saia seperti dapetken apa-apa {{...|10}}” katanja Lian-nio. „Apa itoe, njawa?” katanja. „Bilanglah, apa itoe?” „Biarlah saia semboeniken saia poenja moeka sabelonnja saia toetoerken kau {{...|10}} katanja Lily. Lian-nio semboeniken iapoenja mata pada dadanja Hong-an. „Bilanglah djiwa-hati, toetoerken saia, apa jang kau hendak toetoerken, saia kliwat sekali kapingin denger apa itoe?” katanja Hong-an sembari oesap-oesap ramboetnja itoe gadis jang manis. „Saia tjinta kau {{...|10}}” katanja Lian-nio, sembari pandeng parasnja Hong-an; itoe poedjahan jang soetji dan kapertjaja'an jang agoeng dari iapoenja sanoebari bersinar dari kadoea matanja selagi ia oetjapken itoe perkataan. Hong-an memandeng padanja dengen tida bisa soeda, saolah-olah ia soeda kailangan soemangetnja. „Saia tadinja tida taoe” katanja Lian-nio, dengen tekoekan soeara baroe, soeara dari rasa tjinta, „bahoea ada satoe perkara baroe telah pengaroehin saia poenja penghidoepan, tapi kamoedian saia telah dapetken bahoea itoe ada saia poenja rasa tjinta kapadamoe {{...|10}}” Hong-an tida bisa dapetken perkata'an boeat bitjara pada itoe sa'at. Ia tjoema bisa memelok lebih keras. Hatinja Hong-an sama sekali telah ketarik oleh itoe pengaroeh jang soetji, jang satoe gadis soetji telah hatoerken seanteronja pada iapoenja diri. Ini semoea telah menjebabken hingga aer jang soetji berlinang didalem matanja dan membasahin kadoea pipinja.<noinclude></noinclude> 8z7roajn8u4xgpzstbmcz32jxvckj7q 316137 316136 2026-08-28T04:47:41Z Iripseudocorus 23824 316137 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''40'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''41'''}}</noinclude>gelap atas tedoehannja si poehoen, mendjadikan satoe pemandengan jang indah kapada Lian-nio, hingga Lian-nio saolah-olah bidadari jang dateng dari laen doenia. „Apatah jang merobahken kau?” Hong-an mengoelangken. Lian-nio angkat matanja dan toedjoeken padanja. Apa jang kedjadian tida satoe antara marika dapat doega : tapi sasoeda itoe njatalah Lian-nio berada dalem peloekannja Hong-an, dan itoe paras moeka jang girang dari Lian-nio tersemboeni dalem dadanja si djedjaka. „Djiwa hati saia”, berbisik Hong-an. „Lily, panerangan dari saia poenja hati {{...|10}}” Hong an itoe waktoe tenggelem didasarnja iapoenja nabsoe, dan ia ampir tida bisa itoeng iapoenja perkata'an. „Saia poenja katjinta'an {{...|10}}” katanja sembari angkat paras moeka jang maloe itoe, Ia tjioem moeka itoe beroelang-oelang, sekali dan sekali lagi. le tjioem itoe mata jang gilang goemilang dan tjioemin itoe bibir jang manis {{...|10}} Itoelah tjoema brapa minuut sadja, sama sekali marika tida doega, bahoea sedari itoe waktoe Hong-an tida akan bisa mamelok poelah. Tapi rasanja boeat Lian-nio, kabroentoengan dari seratoes taoen berkoempoel mendjadi satoe dalem itoe sa'at, tapi kematian aken ada lebih mengampangken dan lebih dirasaken santousa boeat Lily. Hong-an tjintaken Lian-nio. Ia belon pernah menjioem Jeanne, ia belon pernah merasa ingin tjioem itoe toenangan, tapi itoe waktoe, itoe paras tjantik jang berada dalem peloekannja, ia tjioemin dan tjioemin poelah. Inilah jang dinamaken tjinta. Kamoedian ia lepaskan peloekannja dan pegang kepalanja itoe gadis, pada siapa ia berkata: „Apa itoe Lily, kau kliatan maoe bitjara, apa jang kau bakal toetoerken pada saia?” „Saia seperti dapetken apa-apa {{...|10}}” katanja Lian-nio. „Apa itoe, njawa?” katanja. „Bilanglah, apa itoe?” „Biarlah saia semboeniken saia poenja moeka sabelonnja saia toetoerken kau {{...|10}} katanja Lily. Lian-nio semboeniken iapoenja mata pada dadanja Hong-an. „Bilanglah djiwa-hati, toetoerken saia, apa jang kau hendak toetoerken, saia kliwat sekali kapingin denger apa itoe?” katanja Hong-an sembari oesap-oesap ramboetnja itoe gadis jang manis. „Saia tjinta kau {{...|10}}” katanja Lian-nio, sembari pandeng parasnja Hong-an; itoe poedjahan jang soetji dan kapertjaja'an jang agoeng dari iapoenja sanoebari bersinar dari kadoea matanja selagi ia oetjapken itoe perkataan. Hong-an memandeng padanja dengen tida bisa soeda, saolah-olah ia soeda kailangan soemangetnja. „Saia tadinja tida taoe” katanja Lian-nio, dengen tekoekan soeara baroe, soeara dari rasa tjinta, „bahoea ada satoe perkara baroe telah pengaroehin saia poenja penghidoepan, tapi kamoedian saia telah dapetken bahoea itoe ada saia poenja rasa tjinta kapadamoe {{...|10}}” Hong-an tida bisa dapetken perkata'an boeat bitjara pada itoe sa'at. Ia tjoema bisa memelok lebih keras. Hatinja Hong-an sama sekali telah ketarik oleh itoe pengaroeh jang soetji, jang satoe gadis soetji telah hatoerken seanteronja pada iapoenja diri. Ini semoea telah menjebabken hingga aer jang soetji berlinang didalem matanja dan membasahin kadoea pipinja.<noinclude></noinclude> a5q8wj29vh11njxgz8rwe5mfj90j92e Halaman:Auto setan.pdf/46 104 114110 316116 314724 2026-08-27T18:20:07Z Ammachemist 27288 316116 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|84|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||85}}</noinclude>terkenal dermawan, samingkin banjak resia djadi terboeka, Ada didapet kanjata'an bahoea selama bebrapa taon ini Egan poenja ka-ada’an financien tida memoeasken atawa dengen laen perkata’an ia alamken kasoekeran cewang. Belon kliwat lama ia ada madjoeken perminta’an pada salah satoe directeur Bank soepaja iapoenja hypotheek roemah jang soedah liwat tempo djangan dibeslag doeloe, besarnja $ 9000. Warta-warta terseboet di atas tentang penghidoepan Mr. Frank Egan soenggoeh sanget mengagetken antero pendoedoek San Francisco koetika itoe semoea disiarken pada oemoem oleh Chef van Politie Mr. Quinn pada tanggal 5 Mei hari Kemis per radio. Satoe seroehan poen dikloearken jang ditoedjoeken pada Frank Egan persoonlijk, boeat minta ia oentjoelken diri, bri katerangan pada politie tentang resia kamatiannja njonja Jessie. Politie poenja '''seroehan''' ada sebagi berikoet jang disiarken satjara officieel: „Sebagi satoe Advocaat jang ternama, jang begitoe dimoeliaken oleh publiek dari San Francisco, maka itoe ada kace poenja kawadjiban aken dateng pada kita boeat membantoe bikin terang segala halnja njonja Jessie serta kaoe poenja treakan dalem telefoon pada Inspector Captain of Police Mr. Dullea, di itoe malem hingga orang repot anggep kaoe ditjoelik atawa dapet katjilaka'an oleh pendjahat”. {{di|D}}ARI boenjinja itoe '''seroehan''' sekarang teranglah jang Chef Politie Mr. Quinn dan Inspector Dullea mempoenjain banjak kasangsian dan katjoeriga'an pada dirinja Egan jang tadinja dikoeatirin tertjoelik enz. Besokannja sadjek itoe soeroehan diperhatiken oleh publiek, satoe kadjadian jang berhoeboeng dengen linjapnja Egan moentjoel. Egan sendiri tida oendjoekin diri, ia tetep ter-ilang dari pemandengan oemoem. Tapi koenjoeng - koenjoeng iapoenja kawan advocaat, Mr. Vincent M. Hallinan, ketok telefoon pada soerat-soerat kabar sambil britaoe apa-apa. la bilang Egan jang ramé djadi boeah toetoer belon lama tertampak djalan di salah satoe straat, tapi ia berobah banjak koeroes, ramboet dan koemisnja pandjang tida tertjoekoer, kalakoeannja seperti orang koerang beres ingetan. Egan dihinggapin samatiem penjakit zenuw jang heibat sekali, begitoe Mr. Hallinan toetoerken. Ia sekarang ada dalem ka-ada'an gila dan tingka-lakoenja sanget mengoeatirken. Sekarang ia sedeng berobat di bawah penilikannja dokter, tapi Hallinan menolak boeat britaoe di mana Egan poenja tempat kadiaman. „Frank Egan selekasnja aken bakerdja. sebagimana biasa kapan sadja ia soedah semboeh”, berkata Mr. Hallinan lebih djaoeh. „Akoe pastiken ia tida tersangkoet sama kadjahatan apa poen dan ia bersedia bilah soedah baek boeat kasi katerangan pada politie segala apa jang di-ingin-ken”. Warta terseboet tentoe sadja dapet perhatian besar dari Chef Politie Mr. Quinn dan Inspector Dullea. Tapi itoe lohor djoega mendadak Mr. Hillinan koendjoengin kantoornja Mr. Quinn boeat tetepken iapoenja katerangan prihal Frank Egan.<noinclude></noinclude> nfrw62x0qxyh9j9ww09b7vksmsp7npb Halaman:Sakit Hati.pdf/24 104 114111 316138 314733 2026-08-28T04:50:40Z Iripseudocorus 23824 316138 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''42'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''43'''}}</noinclude>„Boekan maen saia sanget broentoeng” kata Lian-nio. „Saia tida pastiken bahoea semoeanja aken bener tapi idzinkenlah lagi sekali saia membilang —saia tjinta kau, 'Nko Hong-an, dalem doenia jang lebar ini tjoema kaulah jang saia tjintaken {{...|10}}” „Bilanglah lagi satoe kali, Lily” katanja Hong-an, sembari taroh tangannja dilehernja iapoenja kekasih. „Njawa hati saia, saia tjintaken kau” Lian-nio mengoelangin dengen goemeter, dan soeara dari perkataan itoe rasanja menemooes dalem iapoenja otak. Seanteronja telah pengaroehkan Hong-an poenja soemanget. Bagimana gilang-goemilang adanja ini rasa tjinta dari ini gadis jang soetji. Hong-an tjioem ia, bertrima kasi padanja, dan namaken Lian-nio dengen segala nama jang lebih manis dari manis. What is Life without Love. Satoe djam telah liwat, tapi njatalah Lian-nio masih tenggelem dalem kagirangan. Kaloe dalem selama itoe djam ia telah rasaken lapoenja kabroentoengan fjinta lebih dari laen-laen gadis, siapa bisa koetoeki padanja? Itoelah memang ada satoe koetika jang paling broentoeng dalem penghidoepannja. Tapi kamoedian Lily lepasken dirinja dari peloekannja itoe lelaki, dan itoe waktoe sembari bersenjoem ia berkata : „Saia seperti dapet satoe perasahan aneh” katanja. „Saia rasaken seperti sinar matahari itoe ada barang jang hidoep, berdansa-dansa disakiter saia {{...|10}} tapi sekarang saia moesti pergi, saia moesti kasi makan dan kasi minoem saia poenja ajam-ajam, gangsa-gangsa dan boeroeng-boeroeng {{...|10}}” „Djanganlah idzinken itoe sinar jang girang loemer dalem kau poenja mata,” katanja Hong-an. „Dan saia aken ikoetin kau {{...|10}} ini djam, ini hari, saia rasaken bentji aken djoempahken laen orang {{...|10}} Tapi doea djam kamoedian, Hong-an kapaksa tinggalken Lily, kerna Lian-nio moesti oeroesin roemah-tangganja {{...|10}} Satoe perobahan besar dateng kapada Lily, adalah itoe waktoe ia menjanji, tida lagi ia njanjiken hal itoe doeri dan itoe kembang, ia tida bitjaraken hal itoe katjinta'an jang palsoe {{...|10}} Apa jang ia njanjiken den Hong-an dengerin dari djaoe {{...|10}} {{C|„Saia tjintaken kekasih saia.<br> Kerna kekasih saia tjintaken saia}} Oh, pagi girang. Penghidoepan jang gilang-goemilang. Hatinja Lian-nio teroes berdebar-debar, dadanja berombak-ombak seperti djoega ia tida dapet menahan goembirahnja iapoenja hati. Tiba-tiba ia mendjadi kaget tatkala satoe auto besar brenti didepan roemahnja. Itoe ada satoe auto sedan besar, satoe auto jang berharga mahal. Doea prempoean toeroen dari auto itoe, satoenja seorang prempoean toea dan jang laen masih moeda. „Apakah disini tempat menginep dari 'Nko Hong-an ? menanjah jang moedahan. „Ja {{...|10}} djawab Lian-nio, dengen hati moelai memoekoel. „Apakah ia sekarang ada diroemah ?” menanjah poelah itoe nona moeda. Lian-nio moelai tida mengerti, kenapa hatinja rasanja seperti terpoekoel-poekoel, tapi itoe waktoe ia djawab: „Ja{{...|10}} „Boleh kau toetoerken padanja bahoea, njonja Kiem<noinclude></noinclude> i79ohv6ogbcdwnp1qh061q2bgcxsy0g Halaman:Sakit Hati.pdf/25 104 114114 316139 314739 2026-08-28T04:53:40Z Iripseudocorus 23824 316139 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''44'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''45'''}}</noinclude>Hoat dan Nona Jeanne minta berdjoempah {{...|10}}” „la lagi djalan-djalan di Kebon-blakang {{...|10}}” katanja Lian-nio. „Apa kau soeka boeat toenggoe didalem, dan saia nanti tjari padanja {{...|10}}” Itoe doea njonja laloe mengikoetin padanja sampe di satoe roewangan, jang maski ketjil dan sempit, teratoer rapi dan indah dengen djendela-djendela dikanan-kiri jang bisa meliat kaloear, dimana ada banjak toemboeh kembang-kembang {{...|10}} Jeanne, atawa nona Sian-nio, sabetoelnja ada djarang tinggal di kota Soarabaia. Itoe waktoe ia berada dalem perdjalanan dengenajah dan tantenja ka Sumatra. Kapan ia soeda kombali, ia telah dapet warta bahoea toenangannja telah kamboeh dari sakitnja jang lama dan sekarang pergi tetira di satoe tanah pagoenoengan jang tinggi. Tantenja tawarken ia boeat menjoesoel Hong-an, sebab ini ia anggep ada satoe kapantesan, kaloe satoe toenangan sakit, dan ia moesti dateng menengokin. „Besok baekan kita brangkat katanja tonte itoe. Perdjalanan tida djaoe, kira-kira 90 K.M. dan boeat auto tida lebih dari 2 djam. Dengen keada'an begitoe kau djadi bisa tengok bagimana halnja Hong-an. Akoe nanti temenin kau, kaloe kau soeka ?” „Perdjalanan disana tida begitoe baek straatnja, banjak aboe”. katania Jeanne jang merasa sangsi. Ia sabetoelnja sanget tjinta kapada Hong-an, tapi ia belon pernah pikir boeat bikin satoe pengorbanan. „Djoega hawanja ada sanget panas.” Njonja Kiem-hoat tertawa. Tida seorang nanti bisa maafken kau dengen tjaranja kau berlakoe sebagi satoe gadis jang lagi menjinta. Jeanne. Djalanan djelek, banjak aboe hawa panas, tida berarti satoe apa boeat satoe katjinta'an.” „Oh, saia ingin sekali pergi, tante” kata Jeanne, dan ia heran kenapa ia poenja tante kombali tertawaken padanja. „Itoe bagoes” katanja Njonja Kiem-hoat. „Djadilah sekarang telah ditetepken bahoea kita hendak pergi. Akoe nanti kasi order pada chauffeur boeat sediaken kreta hari besok. Kaloe kita pergi pagian, tentoe kita tida dapet itoe ganggoean dari hawa panas jang kau kwatirin {{...|10}}” Bagitoelah sebagi hasilnja, sabelonnja djam 10, marika soeda sampe ditempat jang ditoedjoe. „Kau tentoe bikin Hong-an djadi terprandjat katanja Njonja Kiem-hoat. Kerna tentoe sama sekali ia tida doega bahoea kau soeda kombali dari kau poenja perdjalanan {{...|10}} „Saia kira tida” katanja Jeanne. „Kerna pada saia poenja soerat paling blakang saia telah toetoerken bahoea saia aken lekas poelang.” „Ia tentoe djadi sanget seneng sekali” katanja sang Tante, boeat mana Jeanne telah bersenjoem, mengoendjoekin bahoea hatinja girang. Djalan ka tanah-tanah pagoenoengan jang tinggi diwaktoe pagi, betoel ada satoe perdjalanan jang sanget menarik hati, kerna dengen tida diganggoe oleh panasnja matahari, telah dapet dihiboerin oleh hawa jang sedjoak, angin goenoeng jang meresep ka toelang-toelang. Begitoelah dalem perdjalanan itoe Jeanne merasa sanget goembira sekali. Tapi tatkala ia sampe katempat jang ditoedjoein, ia djadi kagoem meliat kaeilokannja itoe gadis iang berpakean begitoe saderhana {{...|10}} dan tatkala marika disilahkan masoek ka roemah itoe, marika rasaken bahoes roemah itoe maski ketjil, tapi moengil dan teratoer rapi sekali segala-galanja<noinclude></noinclude> 4phbe5uwn39dtje8udegvsx8rvom69q Halaman:Sakit Hati.pdf/26 104 114116 316140 314742 2026-08-28T04:58:30Z Iripseudocorus 23824 316140 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''46'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''47'''}}</noinclude>Satoe sorga {{...|10}} „Apa kau tida perhatiken bahoea gadis jang menganterin kita masoek tadi ada begitoe eilok” katanja Njonja Kiem-hoai. „Boleh djadi” kata Jeanne. „Boekan boleh djadi, tapi betoel-betoel ia ada satoe nona jang sanget tjantik parasnja” katanja itoe tante. „Apa kau iat tatkala kau menjeboet itoe nama Hong-an, iapoenja paras moeka kliatan bergoemilap?” „Seperti maloe{{...|10}}” kata Jeanne. „Saia harep begitoe” kata sang tante. „Tapi, akoe ini boekan seorang jang tjerewet, tapi dengen perhatiken segala apa jang kita haroes perhatiken, kau telah deteng kamari pada waktoe jang betoel” Jeanne memandeng di sakiternja itoe kamar dengen tida perhatiken apa jang tantenja bilang. „Satoe tempat jang moengil, tapi sanget soenjinja” kata Jeanne. „Saia heran bagimana 'Nko Hong-an boleh beta disini ?” „Tentoe ada apa-apa jang menarik hatinja” katanja itoe tante. Tatkala itoe Lian-nio lagi lari-lari kablakang mentjari iapoenja djiwa-hati. Djiwa-hati, oh, ja, sekarang ia boleh namaken Hong-an begitoe, kerna Hong-an ada saorang jang ditjintain olehnja, dan siapa poen ada tjintaken dirinja. Tatkala ia menandjak di tempat jang tinggi, ia dapet liat Hong-an lagi djalan mendatengin dengen satoe toengket aitangannja. Ia kaokin. Lian-nio lari dan boeroe-boeroe toetoerken padanja bahoea ada doea prempoean Tionghoa, satoe masih moeda dan jang laen kira-kira setengah toea, hendak berdjoempah pada Hong-an, dan marika itoe lagi menoenggoe di roemah. Marika kenalken dirinja, bahoea jang moeda sebagi nona Jeanne, dan jang toea'an jalah Njonja Kiem-hoat. Apabila Hong an dapet denger ini, paras moekanja mendadak mendjadi poetjet, dan bibirnja djadi bergoemeteran, saolah-olah hatinja diserang dengen tjara mendadak. „Saia pertjaja kau tida soeka kapadanja” berkata Lian-nio dengen tida taoe apa sebabnja kenapa ia djadi bitjara begitoe. „Rasanja lebih baek kau djangan katemoeken marika biarlah saia jang nanti bilang {{...|10}} „Tida, tida {{...|10}} saia moesti djoempahken padanja” katanja Hong-an. „Marika ada saia poenja sobat-sobat lama dan masih pernah familie, biarlah saia katemoeken marika.” Tapi rasanja Lian-nio dapet taoe, dengen doega-doega'an dalem hati, bahoea dengen satoe atawa laen sebab, Hong-an ingin lebih baek kaloe marika tida dateng: Lian-nio memandeng kapada Hong-an dengen sorotan mata penoeh dengen rasa tjinta, penoeh dengen sympathie. „Marika ada tetamoe-tetamoe jang pertama jang pernah mengoendjoengin kau selama kau berada disini.” katanja Lian-nio dengen pelahan. „tapi, saia ingin sekali sabetoelnja marika djangan dateng ini hari, kita poenja hari jang broentoeng.” Hong-an tida ajawab, hanja madjoeken tindakannja dengen pelahan, setjara oga-ogahan, menoedjoe ka itoe roemah. Tapi diantara itoe menuut-menuut ia telah tersedar, ia telah merasa bahoea ia itoe soeda bertoenangan, hendak menikah kapada Jeanne, itoe nona jang sama sekali ia tida tjinta, kerna sekarang ia telah mengerti, bahoea seanteronja iapoenja rasa tjinta soeda diserahken kapada Lian-nio, itoe Lily dari tanah pagoenoengan jang dingin. Iapoenja paras poetjet dan goemeteran tatkala ia masoek ka itoe roemah. Nona Jeanne berdiri dan {{hws|ka|katemoeen}}<noinclude></noinclude> 60e3pfyoxwu6vjpdzw832yjhrr8tdxe Halaman:Sakit Hati.pdf/27 104 114117 316148 314745 2026-08-28T05:07:31Z Iripseudocorus 23824 316148 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''48'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''49'''}}</noinclude>{{hwe|temoeken|katemoeken}} ia, tapi tjaranja boekan sebagi orang-orang jang bertoenangan. „Kau kliatan masih sakit, 'Nko Hong-an” katanja Jeanne. „Saia menjesel sekali tida liat kau djadi lebih baek.” Ia berkata apa-apa jang menjataken bahoea ia aken djadi lebih baek selekasnja, samentara mana Njonja Kiem-hoat soeda tjampoer omong. „Kau soeda berada disini, saia denger, soeda doea boelan lebih,” katanja, tapi kau tida djadi lebih baek. Marilah kita kombali poelang ini malem, soepaja kita boleh berdaja boeat bikin semboeh kau poenja penjakit dengen laen djalan {{...|10}}” „Saia tida bisa” djawabnja Hong-an. „Trima kasi banjak, semoea toch seroepa.” „Kau {{sp|moesti}}” menetepken Njonja Kiem-hoat „Kaloe saia mendjadi Jeanne, tentoe saia ingin begitoe.” „Itoe tentoe ada lebih baek” katanja Jeanne jang moefakat sama apa jang. tantenja baroesan bilang „Kliatan jang keada'an hawa disini tida membawa perobahan bagi kau, tentoe sadja itoe ada djalan jang paling baek, kaloe kau kombali bersama-sama kita orang.” „Saia moesti dikasi tempo {{...|10}}” katanja Hong-an jang kliatan ampir tida berdaja. „Itoe tida perloe” katanja Njonja Kiem-hoat. „Kau disini toch tida banjak oeroesan. Itoe prempoean jang poenja roemah, dengen tjepet boleh beresin kau poenja pakean.” Prempooan jang poenje roemah: „Oh Lily, nama apa jang marika soeda hatoerken kapadamoe.” „Baeklah kita bitjaraken itoe kamoedian” kata Hong-an. „Kerna saia masih belon pikirken tentang itoe. Saia pikir saia belon bersedia boeat bekerdja pada waktoe sekarang.” „Kau belon perloe bekerdja” katanja Njonja Kiem-hoat. „Kau perloe dengen satoe pertoekaran hawa dengen tempat jang soenji, tapi kau berada ditempat jang soenji kliwat lama. Djikaloe kau ada saorang pinter, kau haroes robah dan tjari laen tempat jang lebih baek. Disini, saia kwatir kau terlaloe kasoenjian {{...|10}} „Soenji” Hong-an oelangken itoe perkataan dalem hatinja; Oh, ia belon pernah merasaken soenji sedari ia dateng ka tanah pagoenoengan jang sedjoek itoe. „Saia anggep kau perloe kombali dalem kau poenja pergaoelan” katanja Njonja Kiem-hoat. „Kerna itoe aken merobohkan kau poenja keade'an, dan boleh djadi aken membikin kau djadi lebih beek.” Oh, Lily ― Lian-nio, apakah itoe boekan satoe pergaoelan, dengen bertjampoer gaoel padanja. Apakah ia bisa meninggaklen Lian-nio, Kenapatah rasa hatinja Hong-an djadi begitoe berat, ia rasanja beta sekali tinggal di roemah itoe, maski itoe roemah ketjil: iapoenja hati rasanja resep pada segala apa jang berada di itoo roemah djoega dengen ia {{...|10}} Lily {{...|10}} jang mendjadi kembangnja roemah itoe. „Kita boleh bitjara lebih dijaoe atas hal itoe kamoedian” ia kombali berkata. Saia harep sekarang saia boleh girangken dengen oendang kau makan disini, ditempat jang hawanja dingin. Njonja Ping-siang aken nanti berboeat apa jang paling baek boeat senengken kau poenja hati.” „Kita seneng sekali {{...|10}}” katanja Nona Jeanne. „Saia aken tinggal disini sampe sore, soepaja kita boleh poelang sasoeda matahari ampir tenggelem, djadi keada'an hawa di roemah soeda moelai djadi dinginan {{...|10}}”<noinclude></noinclude> f3cu9h2wnwjt08f2k3ev7dddm92gcfy Halaman:Sakit Hati.pdf/28 104 114118 316150 314747 2026-08-28T05:10:02Z Iripseudocorus 23824 316150 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''50'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''51'''}}</noinclude>Hong-an bertaoeken kapada njonja Ping-siang soepaja toeloeng disediaken makanan boeat marika. Njonja roemah memangnja perhatian, sanget girang sekali kali ia bisa berboeat apa-apa aken menjenengken tetamoenja. Begitoealh ia lantas moelai kerdjaken apa jang perloe. Samentara itoe njonja Kiem-hoat dan Jeanne djalan-djalan di kebon blakang dan dimana marika telah djoempahken Lily lagi memetik kembang dengen paras senjap. Diantara kembang-kembang. Lily itoe tertampak lebih tjantik, lebih dari waktoe marika djoempahken di depan roemah. Lily manggoetin kepalanja dengen hormat sembari bersenjoem, selakoe satoe ka pantesan, boeat mana dapat samboetan dari Njonja Kiem-hoat dengen setjara angkoe, tapi laen lagi oleh Jeanne, jang poen manggoetin kepalanja dengen satoe senjoeman soeka. Tatkala marika soeda berada sendirian, Njonja Kiem-hoat berkata padanja: „Jeanne” katanja. „Saia taoe kau tentoe ada saorang prempoean jang mempoenjain rasa-hati, dari itoe moestinja tida perloe saia njataken. Tjoema kerna saia ada saorang jang lebih toea, dan saia merasa bahoea saia ada lebih banjak dapet pengalaman, jang berarati bagi sesoeatoe orang satoe peladjaran. Saia merasa dapet gelagat jang tida baek, maka saia pikir, lebih baek kau paksa soepaja Hong-an aken kombali ini malem djoega. Moekanja Jeanne jang tadinja bersenjoem mendadak djadi poetjet dan merasa heran. „Kenapa?” Tanja Jeanne, tapi dalem iapoenja hati ia merasa bahoea djawaban apa bakal diberiken. „Hong-an roepanja djatoh tjinta kapada gadis tadi” Djawabnja jang memang soeda didoega oleh Jeanne. „Dan itoe gadis poen tjintaken padanja {{...|10}}Saia bisa kasi oendjoek tjera tjaranje Hong-an jang kliatan koerang seneng waktoe kita adjak poelang, sementara difihaknja itoe gadis kliatan ia terprandjat waktoe kita mentjari Hong-an mengoendjoekin bahoea ia itoe ada dalem tjinta jang betoel-betoel pada Hong-an {{...|10}}” „Apa kau tida merasa bahoea kau soeda berlakoe terlaloe tjepet dalem kau poenja sangka'an, tante” kata Jeanne sasoeda samentara waktoe ia berdiri bengong. „Tida” katanja itoe tante jang menentoeken. „Inget, akoe tida bitjara hal Hong-an, kerna Hong-an itoe tentoe sadja setjara orang lelaki jaitoe goenaken temponja jang senggang boeat memaen-maen dengen gadis itoe, tapi kliatannja djadi kateroesan. Tapi kau troesah kwatir tentang Hong-an, kerna hal begini orang lelaki gampang terdapet dan gampang terloepa. Tjoema akoe kwatir difihaknja si gadis kliatannja ada berbahaja.” „Bagimana kau bisa dapet taoe itoe, tante{{...|10}}?” „Gadis-gadis jang matanja lebar paling gampang terdjeroemoes kerna sanget lemah hatinja {{...|10}}” katanja sang tante. „Djoega kau bisa dapet liat pada iapoenja tjara-tjara, kliatan ia itoe bengong dan tida seneng. Jang paling baek boeat kita berboeat, jalah haroes adjak Hong-an poeleng {{...|10}}” „Itoe saia anggep paling baek” memoetoes Jeanne {{...|10}} „Hal itoe gadis, saia nanti dengen gampang boleh petjahken hatinja. Akoe nanti toetoerken padanja bahoea Hong-an aken poelang boeat menikah. Ini berarti achirnja sesoeatoe romance, tentoe sadja berachir dengen kasedihan, tapi itoe boekan kita poenja sala{{...|10}}djoega boekan iapoenja sala, boleh djadi{{...|10}}” Itoe waktoe Lily lagi hiboerin hatinja dengen menjanji sembari memetik kembang, dengen tida dapet taoe<noinclude></noinclude> geslg3wm0qals51q2079lezgyfbq2k0 Halaman:Sakit Hati.pdf/29 104 114119 316151 314749 2026-08-28T05:12:07Z Iripseudocorus 23824 316151 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''52'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''53'''}}</noinclude>bahoea satoe padang jang tadjem, jang tergantoeng diatas kepalanja soeda bersedia boeat djatoe, kaloe dateng waktoe jang telah ditetapken{{...|10}} Kasian {{...|10}} Lily tentoe impiken, bahoea kapan tetamoe itoe soeda poelang, begimana ia seneng, kerna itoe waktoe ia aken merdika poelah. Ia aken bersama-sama dengen Hong-an gadangin itoe hawa jang sedjoek, dengen oetjapken perkataan perkata'an jang sedep dalem pertjinta'an {{...|10}} <poem> Oh, bagimana broentoeng {{...|10}} Tapi, hanja satoe impian{{...|10}} Love's Dreaming Land.{{...|10}} </poem> {{C|'''V.'''}} {{dropinitial|'''W'''}}AKTOE makan lebih-lebih. Njonje Kim-hoat mandapet tjoeriga lebih banjak meliat laga-lagoenja Hong an dan itoe gadis-goenoeng. Achirnja Njonja Kiem-hoat ambil poetoesan lebih baek ia bitjara kapada nona itoe dan toetoerken bahoea Hong-an itoe aken menikah dengen Nona Jeanne, dengen keada'an begitoe ia djadi lebih doeloe bisa memboenoeh safoe perasahan. Begitoelah tatkala abis makan, Njonja Kiam-hoat tinggalken Hong-an dan Jeanne jang lagi doedoek mengomong berdoea'an, ia sendiri pergi ka kebon aken mentjari Lian-nio. Diantara satoe empang ketjil, Lian-nio dengen menjanji pelahan lagi mengasi makan iapoenja gangsa-gangsa. Dengen hati jang djoedjoer Njonja Kiem-hoat akoehin bahoea belon pernah ia meliat satoe gadis begitoe tjantik seperti itoe Lian-nio. Ia samperin Lian-nio dari blakang. Sabetoelnja ia sendiri tida taoe bagimana ia moesti moelai dalem pembitjara'annja. Tapi kamoedian ia laloe berkata: „Kau kliatan seneng dengen binatang-binatang, dan kau ada sanget sabar melajanin kau poenja gangsa-gangsa” katanja. „Kliatannja begitoe djinek, ja?” Lian-nio jang tida mendoega atas kadatengannja njonja itoe mendjadi kaget, tapi kamoedian ia manggoetin kepadanja dan berkata dengan tertawa: „Ntjim, gangsa-gangsa disini soeda kenalin saia sebagi marika poenja kawan.” katanja dengen soeara jang lantjar. „Kau ada mempoenjai satoe roemah jang seneng.” menjamboeng itoe njonja. Kau ada mempoenjai kebon-kebon jang indah, dengen poehoen, dengen kembang, dengen binatang dan dengen ikan-ikan. Kau tentoe tida nanti ingin toekar ini dengen satoe penghidoepan dari kota, boekan?” „Oh, tida, tentoe tida, 'Ntjim,” djawabnja Lian-nio dengen saderhana, boeat mana Njonja Kiem-hoat bersenjoem mengoendjoekin kapoeasan hatinja. „Kita haroes bertrima kasi kapada kau poenja perhatian kapada Hong-an. Kau soeda rawatin ia sanget baek sekali dan hati-hati, seperti djoega kau merawatin kau poenja soedara sendiri.” Trima kasi kapadanja boeat ia poenja rawatan kapada Hong-an, padahal itoe toch ada satoe kasenengan dan kabangga'an satoe-satoenja dari iapoenja penghidoepan, selaennja itoe Hong-an itoe toch ada mendjadi kapoenjahannja. Ada hal apatah laen orang moesti berhoeboeng dengen itoe ? Lian-nio memandeng dengan rasa kwatir pada itoe njonja jang sekarang berdiri dihadapannja. „Itoe ada satoe kasenengan bagi saia,” katanja Lian-nio dengen ringkes sebagi djawabannja.<noinclude></noinclude> awdw7lv9khka4i4anr2gp5s1yc507k0 Halaman:Sakit Hati.pdf/31 104 114120 316152 314752 2026-08-28T05:23:18Z Iripseudocorus 23824 316152 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''56'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''57'''}}</noinclude>{{hwe|nio|Lian-nio}} dapet sempet boeat berasaken dirinja sendiri. Tadinja ia berasa seperti mengimpi, tadinja ia pikir itoe njonja soeda berdjoesta. Tapi kamoedian ia berpikir, kenapatah itoe njonja moesti berdjoesta. „Oh {{...|10}}” katanja dengen hati patah. Apakah itoe kabroentoengan dateng kapada saia, jang berarti boeat saia pertama kali, aken mendjadi boeat saia, kabroentoengan jang penghabisan{{...|10}}” Hong-an, jang selaloe bitjara manis. Hong-an jang kliatannja begitoe manis-boedi, Hong-an jang menjeboet-njeboetken ia Njawa-hati” atawa „Nona jang tertjinta” soeda mempoenjai toenangan dan aken kawin ? Apa artinja ini? Hong-an, Lian-nio taoe, ada tjintaken padanja. Ia taoe bagimana waktoe lahirken itoe perkata'an, waktoe Hong-an niatakan iapoenja rasa tjinta, matanja berguemilap dan dadanja berdebar. Tida boleh djadi kaloe Hong-an tida tjinta padanja. Djoega waktoe Lian-nio dateng kapada Hong-an menoetoerken bahoea ada tetamoe aken djoempahken padanje, doea tetamoe prempoean, mengoendjoekin terang sekali bahoea ia itoe tide soeka atas kadatengan itoe. Bagimana bisa djadi Hong-an aken menikah, bagimana bisa djadi Hong-an aken tinggalken ia ? Tapi saorang sebagi Lian-nio tida tjoekoep tabah aken memikirken itoe hal jang begitoe roewet, begitoelah ia dengan satoe treakan dari poetoes harepan ia telah roeboeh pangsan {{...|10}} {{asterism}} {{dropinitial|'''T'''}}ATKALA Lian-nio tersedar dari pangsannja, ia rasaken matanja seperti boeta. Itoelah kliatan seperti mengoendjoekin bahoea kerdjanja oerat-oerat jang berada di kepaa dan berhoeboeng dengen mata soeda bekerdja terlaloe keras atawa dape kaget terlaloe tjepet. Waktoe pikirannja soeda moelai tersedar, ia lantas dengen djalan mengrepe-grepe ia menoedjoe karanja, siapa telah djadi kaget meliat soedaranja begitoe roemahnja. Tapi di tangga roemah ia djoempahken Mary, soeda poetjet, saolah-olah orang jang kailangan soemangetnja. „Apa jang terdjadi dengen kau Lily? Kenapa kau? Kenapa kau?” Lian-nio tida dapet ingetan boeat djawab, perasahannja kliwat pepet, sanget ia antjoer, sanget ia patah hatinja. „Lian-nio” bertreak 'ntjinja. „Kenapa kau{{...|10}} kenapa kau ?” „Saia dapet sakit kepala begitoe keras” djawabnja. „Dan ini saia rasaken seperti mata saia djadi boeta.” „Oh, itoelah boleh djadi kerna sinar matahari terlaloe panas. Lekas, kau masoek ka kamar dan rebah-rebahan. Hati-hati, kerna itoe njonja diseblah poen doeloe pernah dapet sakit kerna terlaloe banjak bergadang di panas matahari, dan berboelan-boeain baroe baek {{...|10}}” Lian-nio lantas sadja masoek ka kamarnja, dan tatkala ia sampe. ia roeboehken dirinja diatas pembaringan, don ia laloe menangis. {{asterism}} {{dropinitial|'''I'''}}TOE waktoe persediahan telah dibikin boeat marika poenja brangkat kombali ka Soerabaia. Hong-an itoe waktoe berada dalam keada'an jang sanget bingoeng sekali. Apa ia moesti tinggalken itoe tempat dengen begitoe sadja. Bagimana dengen Lily, oh, itoe sinar matahari dari itoe sorga-pagoenoengan.<noinclude></noinclude> 2y43ib51wnb7v10edph43k0h5ba2tvl Halaman:Sakit Hati.pdf/33 104 114122 316182 314756 2026-08-28T06:13:52Z Iripseudocorus 23824 316182 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''60'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''61'''}}</noinclude>tida mengasih sampe ia sekarang merasaken sembilan poeloeh bagian baek. Kenapa selagi Lian-nio sakit ia moesti tinggalken pergi, sedeng Lian-nio itoe ada iapoenja djiwa jang kadoea? „Apa kau soeka 'Nso boeat sampeken saia poenja perkataan kapada Lily?” Menanjah Hong-an. „Tentoe sekali 'Nko Hong-an, dengen segala seneng hati {{...|10}}” „Toetoerken padanja dari saia, bahoea saia sanget beroetang boeai padanja, dan saia tida nanti bisa loepa iapoenja kabaekan kepada saia. Bilanglah kapadaja bahoea saia aken balik kombali delem sedikit hati lagi, boeat tengokin kau orang. Njataken djoega saia poenja rasa menjesel, bahoea tida sampe dapet sempet akan berdjoempah padanja {{...|10}}” Njonja Ping-siang njatakan kapada Hong-an bahoea ia aken sampeken itoe pesenan dengen hati-hati, tapi toch Hong-an masih tinggal berdiri bengong. „'Nso” ia kata dengen mendadak. „Saia belon pernah kasi tanda-mata apa-apa pada kau poenja soedara prempoean, padahal saia berasa seperti beroetang padanja, jang maski bagimana djoega tida aken dapet dibajarnja. Tapi apatah jang saia moesti beriken {{...|10}} ?” „Apa sadja jang kau ada begitoe baek hati boeat pilihken” kata Mary dengen tertawa Koenjoeng-koenjoeng kadengeran treakan dari Njonja Kiem-hoat. „Hong-an, Hong-an” kadengeran soeara itoe. „Apa kau soeda bersedia, dimana kau ada ? Kita nanti djadi teraloe laat. Hajolah kita brangkat. Kau lagi berboeat apa disana?” Dengen ini segala maksoed-maksoednja Hong-an telah dapet dibikin gagal, ia kapaksa moesti lantas bersedia boeat brangkat. „Saia harep kau djangan loepa boeat sampeken saia poenja pesenan itoe 'Nso, saia sanget bertrima kasi padamoe {{...|10}}” „Saia tida nanti loepaken dan alpaken itoe” djawabnja Mary. Kamoedian datenglah waktoenja marika moesti brangkat, segala barang-barang soeda disediaken dan soede dimoeatken di bagagedragger, Chauffeur soeda bersedia boeat hidoepken machinenja dengen self-starter. Mary berdiri dipintoe dengen paras sedih, kerna moesti diakoeh dengen adanja Hong-an dalem roemah-tangganja kliatan djadi rame dan gembirah, tapi kaloe seanach ia taoe bagimana dengen keada'annja Lily, tentoelah, maski dibajar dengen sepoeloeh kali lipet dari apa jang Hong-an soeda bajar tentoelah ia tida nanti maoe trima. „Saia telah tinggalken kau orang dalem keada'an sanget boeroe-boeroe 'Nso Ping-siang,” katanja Hong-an dari auto. „Tapi saia aken kombali padamoe salekasnja aken meliat bagimana dengen kau selama kita berpisah {{...|10}} Njonja kiem-hoat jang menoenger perkataan itoe kliatan menggrendeng sendirian, dengen dalem hati membilang, bahoea hal itoe moesti ditjegah sebrapa bisa soepaja djangan sampe terbit hal-hal jang bakal tida dapet ditoeloengnja. Dengen tjepet roda-roda soeda moelai terpoeter dan Hong-an tinggalken itoe roemah-sorga jang ketjil, dengen tinggalken djoega iapoenja hati. „Kau kliatan bengong, Hong-an,” kata Njonja Kium-hoat. Apa jang kau pikirken ?” „Oh, tida” kata Hong-an dengan tertawa. „Boeat sekean lama, saia merasa disini ada seperti saia poenja roemah sendiri, maka tentoe sekali saia {{hws|meninggal|meninggalken}}<noinclude></noinclude> ko4opsukm9ldumzmx1jdw4eyxbeg2y9 Halaman:Sakit Hati.pdf/34 104 114123 316185 314758 2026-08-28T06:21:33Z Iripseudocorus 23824 316185 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''62'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''63'''}}</noinclude>{{hwe|ken|meninggalken}} roemah itoe dengen hati tida enak, apalagi dalem keada'an jang begini mendadak {{...|10}} Memang moesti diakoeh dalem perdjalanan itoe Hong-an ada sanget soenji, tida banjak perkata'an jang dioetjapken. Ia seperti menang-mengeng, kenang-kenangin apa-apa, jang roepanja ia maoe tjoba sebisa-bisanja soepaja djangan kentara {{...|10}} la poenja hati rasanja antjoer sekali. Itoe waktoe ia seperti tersedar, bahoea ia telah berboeat satoe dosa besar kapada doenia, kapada Allah teroetama kapada Lily. Kaloe itoe sa'at, ia bisa memikir dalem keada'an waras, tida moestinja ia godain Lily sahingga Lily itoe djatoe tjinta padanja. Tapi itoe poen tida boleh terlaloe diseselken bagi Hong-an, kerna, siapa jang bisa meliat kapada Lian-nio dengen tida djatoe hati, samentera sebaliknja siapakah jang djoempahken Hong an dongen tida serahken iapoenja perasanan {{...|10}} Itoe seroepa, kerna masing-masing fihak ada penariknja sendiri-sendiri, dan kaloe seandeh marika tida dapet perdjodo, itoelah, boleh dianggep ooekan kita poenja sala, tapi boleh djadi takdir dan nasib dari marika telah ditentoeken begitoe {{...|10}} Hong-an tida bisa toeloeng kapada nabsoe perasahannja, bahoea dengen pelahan Lian-nio itoe telah meresep lebih dalem dan lebih dalem, Zonder pikir bahoea dirinja soeda teriket, ia telah merdikaken perasahannja, dan achirmja perasahan itoe dapet didjebak oleh Lian-nio {{...|10}} Kaloe maoe dibitjaraken lebih djaoe, tida moestinja kadoea orang itoe berdjoempah, kaloe memang marika tida ada djodo {{...|10}} Tapi penghidoopan doenia ini soelit, barang jang tida terdoega seringkali mendjadi ada, kerna datengnja penggoda {{...|10}} Begitoelah Hong-an pikirannja lagi melajang kamana-mana, tapi dalem hati ia selaloe merasa bahoea tempo-tempo itoe aken lari dengen tjepet, dimana aken dateng waktoenja Hong-an boleh berdjoempah poelah dengen Lian-nio {{...|10}} Tapi Allah lebin berkoeasa dari kau orang {{...|10}} Hong-an tida taoe bahoea itoe berpisahan ada berérti satoe berpisahan boeat selamanja {{...|10}} Oh, kaloe Hong-an dapet taoe itoe dan dapet taoe apa jang bakal terdjadi, tentoelah ia djadi bergidik {{...|10}} {{asterism}} {{dropinitial|'''A'''}}PABILA tetamoe tetamoenja soeda brangkat Mary pergi samperin soedaranjo dalem iapoenja kamar. Ia dapetken Lily itoe lagi tengkoeroep di tempat tidoer dengen semboeniken iapoenja moeka di bantal-goeling, samentara itoe ia kadengeran menarik napas pandjang dan seperti lagi sasenggoekan. „Lily, kenapa kau menangis?” Menanjah Mary. „Apa kau poenja kepada djadi lebih sakit ? ” „Itoelah tida djadi lebih baek” djawabnja. „Oh, Mary, apa marika soeda pergi, itoe njonja-njonja jang sombong?” „Ja, Lily, marika soeda brangkat” katanja sang soedara dengen hati penoeh katjinta'an kapada soedaranja itoe, jang dianggep olehnja mendjadi panerangan dari iapoenja penghidoepan. „Saia memang tida soeka kapada marika. Tapi Lily, saia belon pernah liat kau begini roepa, apa selaennja sakit di kepala ada laen penjakit jang menjerang kapada kau {{...|10}}?” „Saia aken lantas djadi baekan 'Ntji” katanja. „Saia sekarang sanget tjape {{...|10}}” Lily ternjata tida taoe bahoea Hong-an poen ikoet<noinclude></noinclude> 1oljbbrdgg7w89hkyuifgs7wv0glb5w Halaman:Sakit Hati.pdf/35 104 114124 316193 314760 2026-08-28T06:41:05Z Iripseudocorus 23824 316193 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''64'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''65'''}}</noinclude>pergi bersama-sama. Itoe waktoe Lily telah moelain memikir bahoea kapan itoe tetamoe-tetamoe jang menjapein hati soeda pergi, ia aken pergi kepada Hong-an boaat menanjahken apa itoe katerangan jang dibriken oleh Njonja Kiem-hoat, bener atawa sala. Kaloe seandeh bener tentoe Hong-an bisa tjeritaken doedoeknja perkara jang lebih bener lagi, kenapa ia djadi teriket dengen perkawinan itoe, sedang ia kasi oendjoek bahoea kliatannja tida menjetoedjoein itoe perkawinan. Tapi seandahnja itoe katerangan ada djoesta, dan Hong-an tida aken pergi kawin, tentoe Hong-an itoe lantas seret ia dan peloekin ia kamoedian tjioemin ia. Sasoeda marika pergi tentoe Hong-an menoenggoe in di kebon, ia tentoe merasa heran jang lama sekali Lily tida tertampak. Lian-nio sama sekali tida bisa pertjaja bahoea Hong-an tida menjintain padanja, kerna maski sesoeatoe laki bisa berhati palsoe, mata dan gerakan tida bisa ditjoerinja. Marika itoe mendjadi katja dari perasahan manoesia jang tersemboeni dalem sanoebarinja sesoeatoe machlock dari alam. „Saia sanget girang, 'Ntji tetamoe tetamoe itoe soeda pergi {{...|10}}” kata Lian-nio. „Apa kau taoe dimana adanja 'Nko Hong-an, la tentoe toenggoein saia di kebon. Saia kapingin lekas kepala saia djadi baskan, saia kapingin bitjara padanja.” „Kenapa Lily, saia pikir kau taoe bahoea Hong-an soeda pergi dengen iaorang {{...|10}} ” kata Mary dengen perasahan tida enak. „Pergi dengen siapa 'Ntji {{...|10}}?” Menanjah Lian-nio dengen tida mengerti apa jang 'ntjinja toetoerken. „Kenapa, dengen itoe doea njonja. Saia kira kau soeda taoe.” Pergi dengan marika, pergi dengen nona Jeanne Tan, pada siapa Hong-an aken menikah ? Lama sekali keada'an lantas djadi sanget soenjinja. Penghidoepan rasanja soeda berachir bagi Lian-nio, itoelah tida ada apa-apa lagi jang boleh dipikirken, diharepken dan di-inginken. Ia rebahken badannja, dalem keada'an jang menjedihken, satoe prempoean jang baroe kapan impihken iapoenja kabroentoengan, telah tersedar dalem keada'an jang sabenernja, kasedihan. Apa jang ia telah alamken itoe ada seperti satoe toesoekan heibat dalem iapoenja hati, satoe toesoekan dari piso jang paling tadjem. Rasanja ia kapingin boeat menangis, soepaja ia dapet ringanken kasedihan hatinja jang mengoempet dalem iapoenja kalboe, tapi ia tida ada tenaga, ia tida mempoenjai soeara. Dengen tida taoe apa jang dipikirken oleh soedara itoe, Mary itoe berkata padanja: „Saia moesti sampeken pesenannja Nko Hong-an kapadamoe Lily,” kata soedaranja itoe. „Ia telah poedji-poedjiken kau, dan ia merasa sanget bertrima kasi pada kau, bahoea kau soeda berlakoe begitoebaek, begitoe manis-boedi selama ia berada disini. Boeat ia ada sanget menjesel ― sanget sekali ia menjesel bahoea ia soeda pergi dengen tida bisa mengasih slamet tinggal pedamoe.” Oh, itoelah lebih-lebih poelah menoesoek hatinja. Lily tjoba boeat bangoen dengen pertoeloengan soedaranja, tapi ternjata tida bisa, kerna ia soeda tida ada tenaga lagi. Soesah aken ditoetoerken bagimana itoe waktoe segala keada'an berkoetet dalem iapoenja pikiran. Ia sama sekali tida maoe mengerti kenapa keada'an boleh djadi begitoe. la ida taoe bahoea dalem doenia ini antara kasenengan berdamping dengen kasoesahan, iblis jang djahat senantiasa berada diantera kita. Penghidoepan ini penoeh dengen penggoda,<noinclude></noinclude> 1db8fjni0x3iuo5614p7amfqa0iwugg Halaman:Sakit Hati.pdf/36 104 114125 316194 314762 2026-08-28T06:54:46Z Iripseudocorus 23824 316194 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''62'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''63'''}}</noinclude>penggoda jang membawa tjilaka. Sewaktoe-waktoe orang dapetken satoe kabroentoengan, tapi itoe hanja satoe impian, kerna keadaan jang sabenernja, sabetoelnja jalah kasoesahan. Sebagi satoe gadis jang tida pernah alamken kasoesahan, sebagi satoe gadis jang dalem penghidoepannja selaloe penoeh dengen kasenengan-kasenenga, itoe kasoesahan jang sekarang menimpah ada dirasakens anget berat sekali, begitoelah kapan hati dan dadanja tida dapet menahan itoe, satoe kali bertreak, moeloetnja menjemboer darah-darah, dan ia lantas djatoe pangsan. Dengen boeroe-boeroe kadoea soeami-istri itoe, ipar dan soedaranja jang tertjinta djadi sanget iboek. Boeroe-boeroe marika soeda minta pertoeloengan orang boeat oendang dokter jang berdeketan dengen doesoen pagoenoengan itoe. Dokter jang kamoedian dateng dan preksa itoe nona, moekanja kliatan koesoet sekali. „Ia dapet satoe poekoelan keras sekali dalem hatinja {{...|10}} Tapi in belon dimengerti oleh Mary, kerna Lian-nio itoe ia pertjaja, ada satoe gadis jang belon pernah kenal sesoeatoe kasoesahan, dan tida sama sekali perhatiken iapoenja penghidoepan. Ia selaloe bergoembira, ia selaloe bergirang-girang, dan ia ada satoe gadis jang paling pendiam dalem doenia ini. Tapi dokter dengen goleng kepala ia bilang : „la soeda menerima satoe poekoelan jang sanget heibat dalem iapoenja hati, dan ini semoea soeda mengabisin iapoenja tenaga jang berada dalem badannja, dan soeda menggojangken djoega djantoeng dan peparoe, dan merobahken djoega djalannja darah. Kau haroes berlakoe sanget hati-hati boeat rawatin ia, djangan sampe ia dapet lagi kekagetan sematjem itoe. oan tida boleh ia denger apa-apa jang menjedihken atawa jang tida menjoekain hatinja.” Toch itoe soeami-istri sama sekali tida maoe pertjaja, ia anggep itoe dokter soeda berboeat satoe kasalahan. Tapi toch ia rawatin dan djaga hati-hati kapada Lian-nio. Rawatan jang baek, rawatan jang hati-hati itoe ada satoe kabaekan besar boeat Lian-nio, elbih-lebih dari obatnja dokter. Hari jang katiga sedari Lian-nio rebah dipembaringan, Mary dateng ka kamarnja dengen membawa satoe boengkoesan pakket ditangannja, ia dapetken itoe waktoe Lian-nio lagi rebah dengen moeka poetjet dengen menghadepin djendela {{...|10}} „Lily” katanja Njonja Ping-siang atawa Mary. „Waktoe ia brangkat 'Nko Hong-an ada djandjiken kau satoe persenan, dan dengen post ini pagi, ternjata ia ada kirim apa-apa boeat boektiken ia poenja djandji. Djangan bitjara apa-apa anak-manis, djangan kau bergerak, saia nanti boeka dan toendjoeken kau apa itoe.” Brapa sa'at kamoedian Mary serahken kapada Lian-nio satoe kaloeng moentiara jang sanget bagoes, jang telah dipilihken dengen sanget hati-hati oleh Hong-an, dengen satoe soerat, jang berarti satoe obat jang paling baek boeat penjakitnja Lian-nio. Dalam soerat itoe dengen pendek ada ditoetoerken bahoea ia aken dateng salekasnja. Ia njataken djoega tahoea maski sekarang ia berada di kota, tapi hatinja masih katinggalan di itoe tanah pagoenoengan jang soenji, dimana tanah pagoenoengan itoe diberkahin oleh satoe bidadari jang mendjadi njawa dari iapoenja penghidoepan. Tapi adalah Lian-nio tida maoe mengerti, kenapa Hong-an tida toetoerken padanja bahoea<noinclude></noinclude> p74uf81bm6uvyrhqgr6s6ffz1trd58g Halaman:Sakit Hati.pdf/37 104 114126 316197 314764 2026-08-28T10:30:31Z Iripseudocorus 23824 316197 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''68'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''69'''}}</noinclude>katerangannja Njonja Kiem-hoat ada tida bener, bahoea ia aken menikah pada Jeanne ? Inilah mengoendjoeken bahoea pikirannja Lian nio tida begitoe waras, kerna Hong-an toch sama sekali tida taoe doedoeknja itoe perkara semoea. Tapi kamoedian Lian-nio berasa bahoea ada satoe perobahan besar poelah dalem penghidoepannja. Hong-an aken dateng kombali, itoelah soeda berarti laen boeat Lian-nio, kerna datengnja Hong-an tentoe bisa menerangken banjak dari apa jang perloe diketahoei oleh Lian-nio. Hong-an poenja kadatengan semoea menerbitken segala apa berlaenan diantaran kamatian dan penghidoepan, diantara harepan dan kegagalan. Bagimana ia ingin sekali menoelis soerat pada Hong-an itoe, maski tjoema boeat satoe atawa doea baris toelisan, dimana ia aken toetoerken, bagimana ia ampir mati dalem sakitnja jang sanget berat. Tapi ia tida bisa toelis, kerna Hong-an tida memberi adresnja. Lian-nio sekarang telah tjoba sabisa-bisanja boeat toeroet nasehatnja dokter. la tidoer dan rebah dengen hati-hati, minoem obat dengen kalm, makan barang makanan jang boleh dimakan. Dalem hatinja kombali ia impiken hal-hal jang broentoeng. la kapingin djadi baek kombali, dan ia kapingin djadi seperti doeloe lagi. tatkala Hong-an kombali. Padahal dalem keada'annja jang sekarang Lian-nio itoe kliatan lebih manis, lebih soetji dan lebih pendiam, dan kaloe seandeh Hong-an dateng pada waktoe sekarang, tentoelah ia roeboeh dibawah kakinja, tentoelah ia aken tjintain Lian-nio itoe seperti pada doea Lian-nio mendjadi satoe. Lian-nio achir-achirnja soeda moelai tjape berada dikamarnja, kerna ia ingin denger apa-apa jang terdjadi diloear, orang-orang jang liwat, dan soearanja gemoeroe dari pasar jang tida berdjaoean dari sitoe. Ia kapingin djalan-djalan di kebonnja, ia ingin kasi makan iapoenja gangsa, ia ingin petik iapoenja kembang-kembang. Sekarang siapa jang kasi makan pada iapoenja gangsa-gangsa, siapa jang petikin iapoenja kembang-kembang ? Lian-nio njataken itoe kapada soedaranja, bahoea ia ingin sekali berada diloear. Ia ingin soepaja soedaranja itoe soeka taroh bangkoe pandjang dideket djendela, soepaja disana ia boleh rebah-rebahan antero hari. Sang entji tanjah adviesnja dokter, dan dokter telah memberi perkenan. Begitoelah moelai itoe hari Lily rebah-rebahan diroewangan depan, dimana ia bisa memandeng kaloear dari lobang djendela, bisa meliat djalan raja dan menoenggoein Hong-an. Ia moesti dateng ― ia pertjaja ini dengen begitoe saderhana, seperti ia pertjaja berkahnja Sorga. Setiap hari ia pentang matanja lebar-lebar memandeng ka djalanan besar, menoenggoe-noenggoein katjinta'annja, dengen tida sekali merasa poetoes harepan. Ia selaloe menoenggoe dengen goembira, ia selaloe dengen girang pertjaja bahoea Hong-an aken dateng. Oh, Allah, tentoe soeda berlakoe baek, kaloe Ia tida bikin Lian-nio djadi gila lantaran kagirangannja. Boen-djan diwaktoe blakangan selaloe tengokin ini gadis jang doeloenja ia sanget tjintaken. Satoe waktoe Boen-djan tanjahken, kaloe Lily perloe apa-apa. Lian-nio soeka kapada Boen-djan itoe tapi seperti satoe kawan kekel aan seperti satoe soedara. Kadatengannja Boen-djan selaloe membikin girang, tapi tentoe sadja tida begitoe menggirangken seperti kaloe seandeh adalah Hong-an jang dateng. Marika belon pernah bitjaraken hal Hong-an. {{hws|Lian-|Lian-nio}}<noinclude></noinclude> c4ehw8mafiw2tu0ksmk3p9684u3lb4y Halaman:Sakit Hati.pdf/38 104 114127 316198 314766 2026-08-28T10:33:33Z Iripseudocorus 23824 316198 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rh|'''70'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''71'''}}</noinclude>{{hwe|-nio|Lian-nio}} tida maoe, poen Boen-djan tida maoe. Boen-djan telah merasa bahoea sakitnja Lian-nio itoe ada berhoeboeng dengen perginja itoe „Tetamoe” begitoelah Boen-djan sering namaken padanja. Boeat ini soeda tjoekoep bagi Boen-djan, bahoea ia aken pegang soempahnja kaloe sampe ada kedjadian apa-apa bagi Lian-nio. Pada satoe hari tatkala Boen-djan mengoendjoengin Lian-nio, ia dapat liat didadanja itoe kaloeng moentiara. Biasanja dada itoe ditoetoepin oleh shawl jang tebel, tapi itoe hari Lian-nio seperti berasa panas dan boeka itoe, sembari tangannja mengepel-ngepel kaloeng moentiara itoe jang sanget eilok. „Satoe kaloeng moentiara jang sanget bagoes sekali,” katanja Boen-djan. „Saia belon pernah liat sabelonnja {{...|10}}” Lian-nio bersenjoem, tapi ia tida berkata apa-apa. Adalah Mary jang kamoedian djawab: „Satoe persenan jang bagoes, boekan, Nko Boen-djan ?” katanja. „Tapi siapa jang beriken itoe kapadamoe. Nona Lian?” Menanjah Boen-djan. Dan dari sini Boen-djan lantas mengerti bahoea Lian-nio masih tjinta kapada Hong-an, masih mengharep-harep ia, masih inginken apa-apa jang maski rasanja tida aken boleh djadi. Tatkala Lian-nio ajawab iapoenja pertanja'an itoe, ia dapetken satoe perobahan besar pada paras moekanja dan satoe tjahaja bergoemilap pada matanja. „Ia tjinta padanja” Boen-djan bertreak dalem hatinja dengen hati jang pata. „Ia tjinta padanja {{...|10}}” Kamoedian dengen toendoekin kepalanja dideket Lian-nio, ia menanjah. „Kau Tjinta padanja, Nona Lian?” „Ja{{...|10}}” Lian-nio djawab dengen mengelah napas. „Dengen seantero hati kau jang ada” ia menanjah dengen soeara pelahan. „Kau tjinta padanja dengen seanteronja kau poenja hati?” „Ja” ia oelangken djawabannja dengen soeara aloes. Boen-ajan doedoek dalem brapa menuut dengen soenji, kamoedian ia laloe berbangkit dan berdjalan pergi. Itoe kainginan jang paling besar dalem iapoenja penghidoepan sekarang soeda terebah dalem koeboeran — soeda mati. Sekarang keada'annja Lian-nio soeda banjak baek ― dan ampir baek. Saben pagi kaloe matahari bersinar ia berkata pada dirinja sendiri: „Hong-an aken dateng ini hari ― dan setiap malem kapan matahari toeroen ia tentoe membilang: „Hong-an aken dateng besok-pagi {{...|10}}” Tapi apacan Hong-an jang ditoenggoein itoe aken dateng, itoelah ada satoe pertanjahan. Soeda tiga minggoe lamanja ia tinggalken itoe tanah pagoenoengan, tida kliatan tanda-tanda bahoea ia aken dateng {{...|10}} Pada satoe lohor jang tjilaka telah kedjadian, waktoe Lian-nio minta pada Boen-djan soepaja ia boleh bawaken padanja boekoe-boekoe, soerat-soerat kabar minggoean atawa boelanan. Ia ingin membatja dan kaloe boleh ingin dibatjaken apa-apa. Boen-djan selamanja bersedia boeat kaperloeannja Lian-nio. „Saia ada sedikit boekoe-boekoe,” kata Lian-nio. „Tapi saia soeda batja itoe semoea {{...|10}}” „Saia nanti dapetken itoe semoea boeat kau,” kata Boen-djan. „Kenapa kau tida toetoerken saia doeloean. Saia tentoe aken bisa tjari di kota-kota deket sini. Sekarang saia maoe tjoba.” Lian-nio hatoerken iapoenja trima kasi dengen satoe<noinclude></noinclude> egqap0tm0fa95itpoqmptpd7xzjyeao Halaman:Auto setan.pdf/50 104 114133 316117 314875 2026-08-27T18:22:41Z Ammachemist 27288 316117 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|92|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||93}}</noinclude>Tinnin poen dikenalin oleh saksi terseboet, tapi atas adviesnja iapoenja Advocaat ia tolak boeat djawab segala pertanja’an. Idem terdjadi dengen Doran jang selaloe toetoep moeloet. Kamoedian sampe gilirannja Frank Egan aken toetoerken iapoenja pengakoehan — apa ia maoe bitjara? Atas adviesnja iapoenja pembela ia djoega menolak boeat mendjawab ini - itoe. {{di|S}}ELAGI pembesar Pengadilan enz. dengen asik preksa laen pemandengan jang tersangkoet sama kamatian njonja Jessie, Frank Egan dengen diam-diam bangoen dari krosinja dan bertindak kloear. Lantaran ia tida diperlakoeken sebagi pesakitan jang dipreventief maka tida sa‘orang perhatiken iapoenja gerakan, hingga ia terpandeng sebagi saksi jang merdika dalem Pengadilan. Papreksa’an dilandjoetken dan kamoedian Jury kloearken poetoesan bahoea Frank Egan dan Verne Doran '''moesti''' djawab pertanja'an-pertanjaan jang dimadjoeken padanja dalem Persidangan jang kadoea, dalem mana Hakim President jang lengkep nanti pimpin djalannja Raad. Teroetama ia tida boleh toetoep moeloet teroes dalem hal-hal jang dirasa ia taoe terhadep itoe pemboenoehan njonja Jessie. Egan ditiik oleh Mayor Rossi bagi segala pakerdja’annja sebagi Advocaat Oemoem sadjek ia ternjata mempoenjain sangkoetan dalem perkara njonja Jessie. Doran dan Tinnin dibawak balik ka dalem pendjara sahingga Raad preksa poela marika. Egan dengen merdika boleh poelang ka roemahnja seperti ia ditahan di loear sadja. Seperti dibilang, sabetoelnja Egan tida moesti dapet itoe kalonggaran tapi oleh kerna roepanja Justitie imbangin sama iapoenja dradjat, kadoedoekan serta pengaroehnja dalem sociaal di San Francisco, maka ia tida sigra ditahan dalem preventief kendati dalem bebrapa hal politie tjoerigaken ia. Belakangan District Attorney madjoeken voorstel soepaja Egan poen dikerem dalem kamar tahanan. Saben-saben dalem perkara terseboet moentjoel hal-hal baroe jang mengantjem heibat. Politie kamoedian dapet tjioem baoe jang djiwanja Verne Doran terantiem keras. Satoe party jang tegen padanja gerakan satoe komplotaan aken boenoeh padanja kerna ia terang tersangka ambil bagian penting dalem pemboenoehan itoe njonja djanda. Lantaran apa ia dipindahken dalem satoe pendjara speciaal serta terdjaga lebih keras. Bebrapa hari telah liwat. Inspector Dullea bersama detective McGinn lagi berada dalem kantoornja sa-abisnja marika menilik ka-ada’an Verne Doran dan Albert Tinnin. „Pergilah kace ka roemahnja Egan!" mendadak ia berbisik pada McGinn. „Lebih lekas kaoe sampe di sana ada lebih baek!” Sasoedah detective McGinn berlaloe, Inspector Dullea djatohken dirinja dalem korsi. Ia dengen tjepet ambil satoe potlood, toelis bebrapa derek perkata’an sebagi copie bulletin jang ia aken siarken. Itoe copie berboenji seperti berikoet: „Perkara Pemboenoehan! Di minta tangkep dan bawak pada politie Frank J: Egan!” demikian permoela’an dari itoe copie berboenji. Malem poekoel delapan tanggal 4 Juni. Seperti biasa Inspector Dullea berada dalem {{hws|kantoor|kantoornja}}<noinclude></noinclude> ko0hdbkd7bhn2r3x2zz35f4okt57i46 Halaman:Auto setan.pdf/51 104 114139 316118 314781 2026-08-27T18:24:38Z Ammachemist 27288 316118 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|94|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||95}}</noinclude>{{hwe|nja|kantoornja}} boeat oeroes bebrapa kaperloean. Di samping ia berdiri detective McGinn dan Lieutenant John Reed dari Politie Kota. „Egan ternjata soedah minggat”’, tiba-tiba McGinn oetjapken perkata'an dengen soeara sedikit kakoe. la menjamperin lebih deket pada Lieutenanti Reed. Kita baroesan sadja balik dari iapoenja roemah. Di sana kita tarok doea orang boeat djaga di depan dan belakang roemahnja Doea orang tadi baroe pergi ka sana boeat ambil giliran mendjaga. la soedah pergi tida taoe ka mana dan menoeroet pembilangan istrinja. Egan kloear roemah tadi pagi sabelon matahari terbit”. Inspector Dullea dengerin itoe katerangan sambil manggoetken kepala; matanja bengong mengawasin ka satoe djoeroesan. la sedeng berpikir keras. Di mana Egan mengoempet kaloe betoel ia melariken diri berhoeboeng dengen itoe sangka-sangka'an padanja? Apa lantaran maloe brangkali itoe Advocaat memboenoeh diri? Koenjoeng - koenjoeng ia denger di loear ada soeara tindakan sepatoe, kamoedian daon pintoe terdorong. Sergeant William Bennett, jang djalanken dienst malem di kantoornja Mr. Quinn, kliatan masoek. „Kita dapet doea katerangan tentang Egan!” berkata itoe Sergeant. „Satoe spion tadi_brikabar dengen telefoon bahoea ia dapet liat Egan ada berkandaran aulo di sepandjang Montgomery Street kira-kira djam satoe ini lohor. Egan sendiri jang stuur itoe auto sedan tjet biroe, auto kapoenja'annja, dan satoe orang lagi doedoek di seblahnja Katerangan kadoea ada begini: „Kira-kira djam satengah tiga djoega ini lohor autonja Egan kombali dapet diliat oleh satoe spion jang sedeng naek motorfiets dan ia menoedjoe ka seblah selatan di djoeroesan Peninsula Highway „Itoe memang ada djoeroesan jang betoell”” berseroeh Inspector Dullea. „Tida_salah bahoea Egan tentoe moesti ka San Mateo County. Sebabnja? Well, iapoenja kawan Advocaat, Vincent Hallinan, ada mempoenjai satoe pasanggrahan moesim panas di sana di deket tepihnja Emerald Lake. Koetika Egan linjap tempo hari akoe poen mempoenjai doega’an jang ia brangkali mengerem di itoe pasanggrahan dari Mr. Hallinan. Betoel akoe tida bisa pastiken, tapi doega'ankoe ada keras ka sitoe!” Lantas Inspector Dullea angkat handle telefoon. „Telefonnin pada Sheriff J. J. McGrath dari San Mateo County”, ia menitahken. „Kasi taoe padanja_boeat tiari_ Frank Egan di pasanggrahannja Mr. Hallinan di Emerald Lake!” Sasoedah mengasih order per telefoon itoe Inspector laloe berpaling pada Sergeant Bennett. „Siapkenlah sapoeloeh orang palitie dan sigra brangkat sekarang djoega ka Emerald Lake. Sasoeatoe politie haroes lengkep dengen sendjata dan sediaken sekali bebrapa tear-gas bombs (bom pranti bikin mata pedes). Ini kali Egan terdesek di satoe podjokan, boleh djadi ia aken nekat dan melawan’. Sergeant Bennett manggoetken kepalanja jang dengen lekas berlaloe dari itoe kantoor. Sapoeloeh minuut kamoedian tiga automobiel politie {{hws|te|telah}}<noinclude></noinclude> i6hnp554bqbxlo2co45bt0n7p7esdbk Halaman:Auto setan.pdf/52 104 114140 316119 314782 2026-08-27T19:01:30Z Ammachemist 27288 316119 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|96|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||97}}</noinclude>{{hwe|lah|telah}} dilariken keras ka Seletan kloear dari kota menoedjoe ka Peninsula Highway. Dalem sa’at-sa'at mana, Sheriff McGrath poen telah trima itoe titah dari Inspector Dullea boeat tjari Egan. McGrath dan pembantoenja UnderSheriff Lawrence Nieri dengen berkandaran auto dioega dengen spoed mencedjoe ka itoe djalanan pagoenoengan aken dateng di Emerald Lake. {{di|I}}TOE tempat Emerald Lake di mana pasanggrahan Mr. Hallinan terdapet, ada satoe desa jang terkoeroeng banjak dengen oetan-oetan keijil jang sarat, banjak djalanan moedoen serta djoerang-djoerang di sakiternja. Sheriff McGrath kandarken kretanja sambil liwatin plosok-plosok djalanan goenceng jang toeroen naek dan berbahaja, degen satoe kaljepetan jang melaenken boleh dilakoeken oleh orang-orang jang soedah kenal baek selak-seloek djalanan di sitoe jang berbahaja. Itoe waktoe soedah laat malem dan ka-ada‘an gelap sekali serta soenji. Tida selang lama autonja Sheriff McGrath dibrentiken dan marika soedah sampe di tempat tertoedjoe. Marika berdoea toeroen dengen atiati. Tiba-tiba itoe Sheriff berbisik: „Pasanggrahannja Hallinan terletak di samping itoe telaga jang dalem di antara poehoen - poehoen. lapoenja garage terletak deket dengen ini djalanan. Tjoba kita mengintip di itoe garage. Djangan menjalahken lampoe, akoe bisa sampeken itoe garage biar gelap. Ati-ati kaoe ikoetin akoe"’. Dengen McGrath djalan di moeka marika teroesin tindakannja, Sakean belas minuut marika djalan biloek ka satoe djalanan jang toeroen, masoek di antara poehoen-poehoen lebet jang toemboeh di sana sini. Achirnja marika sampe di moekanja itoe garage jang marika dapetkan pintoenja ada terpentang. Dengen pelahan McGrath bertindak madjoe sambil tangannja mengoesoet-ngoeseoet ke dalam garage terseboet. Mendadak tangannja dapet pegang radiator auto jang soedah djadi dingin. Ia sigra kloearken iapoenja lampoe battery dan menjoeloe. Satoe auto sedan biroe ia liat ada dalem garage. la orang berdoea masoek lebih djaoeh, matiken sinarnja lampoe itoe. „Itoe ada autonja Egan,” ia berbisik di koepingnja Nieri, „Ternjata ia belon lama sampe di sini kerna motornja masih anget” Satelah dapet kapastian Egan betoel dateng di itoe pasangrahan, marika laloe kloear kombali dari garage itoe dan menoedjoe ka roemah. Marika djalan dalem gelap sambil djingke aken samperin pintoe depan boeat mengintip. Ka-ada'an di sakiter tempat tida terdenger laen dari boenjinja diangkrik, kodok dan krisiknja daon-daon poehoen. Tida satoe soeara manoesia kadengeran. „Bersedialah dengen kaoe poenja pistol”, itoe Sheriff berbisik. „Marika bilangin kita boleh djadi Egan atawa orang-orangnja aken bikin perlawanan. ltoe roemah tida djaoeh lagi letaknja dari sini." Kagelapan di sitoe ada boekan boeatan, dari djoeroesan itoe pasangrahan tida tertampak sinar terang barang sedikit. Koenjoeng - koenjoeng Sheriff McGrath pegang kentjeng iapoenja pistol. Satoe soeara manoesia ada kadengeran dari {{hws|se|seblah}}<noinclude></noinclude> 84hvxm954me1vrqfwe2oywb2p8rdt52 Halaman:Auto setan.pdf/54 104 114143 316120 314784 2026-08-27T19:04:14Z Ammachemist 27288 316120 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|100|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||101}}</noinclude>{{hwe|moedian|kamoedian}} ia berseroeh: „Apa tida ada orang di sini?” Tida satoe soeara manoesia sacetin. Kasoenjian tinggal sebagimana biasa Kanjata'an tida saorang kasi djawaban, sigra McGrath samperin itoe toestel radio jang masih berboenji kresek - kresek dan ia poeter knopnja hingga itoe radio berdiam. Tiba-tiba matanja dapet liat satoe poeteran contact electris di pinggir tembok dan ia poeter itoe jang lantas satoe lampoe menjalah terang. Boeroe-boeroe ia masoek ka dalem kamar-kamar dan kamar dapoer jang ada dalem pasanggrahan toe kaloe - kaloe ada berdiam satoe atawa lebih manoesia. Tapi njata semoea kosong melongpong, tioema sadja bekas-bekas ada oendjoek belon sebrapa lama moesti ada bebrapa orang dateng di itoe bebrapa kamar. McGrath laloe kombali ka roewangan di mana pertama ia masoek dan samperin poela boeat preksa itoe pintoe blakang jang soedah terpentang sedari tadi. Ia heran tjara bagimana itoe pintoe jang antep bisa terboeka sedengan ia inget sadjek tadi tida ada angin keras menioep. Ia samperin Nieri di roewangan tengah seraja berkata: „Sedari tadi tida ada angin jang tjoekoep keras aken bikin itoe daon pintoe di belakang terpentang, moesti ada orang jang boeka. Kaloe betoel Egan telah melariken diri dengen ambil djalan dari itoe pintoe teroes ka oetan, soenggoeh boekan kerdjaan gampang boeat tjari padanja dalem ka-ada‘an gelap goelita kaja begini.” Sekarang itoe Sheriff preksa dengen terliti kaada'an antero roewangan pertengahan jang lebar. Roewangan mana dirias dengen tjoekoep menjenengken, djoebin sabagian ditoetoep dengen goedri, dan satoe lontjeng tergantoeng di dingding papan. „Tjoba liat ini”, kata Nieri sambil toendjoek satoe asch-bak jang ditarok di atas medja ketjil. Dari itoe aschbak ia djoempoet satoe poetoengan sigaret. Ini satoe sisah sigaret masih anget, tentoe baroesan sadja orang isep dan dimasoekin ka dalem ini tempat aboe roko” Sherif McGrath manggoetken kepala. „Baek kita preksa lebih djaoeh ka-ada'an dalem roemah ini”, ia berkata dan laloe menoedjoe ka dapoer. Di atas djoebin deket itoe dapoer kadapetan bebrapa bidji poentoengan sigaret, dan di atas bak pranti tjoetji prabotan terletak sadjoemblah piting - piring kotor dengen sedikit sisa-sisa makanan masih ada di atasnja. Dalem salah satoe kamar tidoer randjangnja mengoendjoek tanda-tanda bekas ditidoerin orang, satoe magazine (tijdschrift) menggletak di atas djoebin. Kamar tidoer laennja tinggal beres hingga tentoe orang tida masoek ka sitoe. Koenjoeng - koenjoeng satoe pikiran moentjoel dalem hatinja McGrath. „Lekas balik liat garage", ia menitahken. „Boleh djadi Egan nanti lari dengen autonja selagi kita berdiam di sini. Djangan terangin kaoe poenja lampoe, ia bisa tembak kaoe. Akoe poen hendak pergi ka itoe telaga” McGrath sigra pademken itoe lampoe electris di roewangan tengah begitoe ia denger Nieri bertindak kloear. Dengen tjepet ia balik menoedjoe ka pintoe belakang, berada di loear itoe roemah pasanggrahan, ia gerakin kakinja ati- ati boeat mengoesoet atas itoe djalanan jang soeker aken<noinclude></noinclude> qmzwar42b9alqwqptd992o1nu5mv1kx Halaman:Auto setan.pdf/55 104 114144 316121 314785 2026-08-27T19:05:19Z Ammachemist 27288 316121 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|102|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||103}}</noinclude>dateng ka pinggir itoe telaga. Di depan ia kadapetan oetan, satoe tempat jang terbenam dalem kagelapannnja sang malem. Pelahan - pelahan ia langka tindakannja di sepandjang jalan, saben-saben brenti boeat pasang koeping kapan ia dapet denger soeara jang berkrisik di antara daon-daon poehoen. Tapi sbegitoe djaoeh tida terdenger oetjapan manoesia. Ia landjoetken perdjalanan sakean belas tindak lebih djaoeh, tiba-tiba ia denger soeara aer berboenji, ia pasang mata ka djoeroesan itoe Telaga Emerald Lake jang loeas. Ia berdiri sabentaran dengen tida berkoetik di pinggir oedjoeng dari telaga terseboet. Apakah Frank Egan, lantaran soedah tace bahoea iapoenja resia heibat achirnja moesti kataoean oleh politie, dengen nekat telah tjeboerken dirinja ka dalem itoe telaga sabelon wet bisa tjangkrem ia? Sambil berdiri bengong di sitoe Sheriff McGrath maoe pertjaja jang Egan boekan tida boleh diadi lakoeken itoe perboeatan nekat. Doega‘an McGrath djadi samingkin keras moentjoel dalem pikirannja bilah menginget orang sebagi Frank Egan poenja kadoedoekan jang tinggi, dihormat serta diendahken oleh rahajat dari satoe kota besar, abisnja tersangkoet dalem satoe perkara jang begitoe sanget memaloeken — satoe pemboenoehan. Sakoenjoeng - koenjoeng, Sheriff McGrath dibikin terprandjat, ia memandeng koeliling; di tempat sedikit djaoeh jang rada tinggi ia denger satoe soeara jang berseroeh „Hallo!" Beroelang - oelang itoe seroehan terdjadi di sebrang sana dari itoe telaga jang lebar. Dengen tjepet McGrath boeroe-boeroe balik ka pasanggrahan dengen satoe anggepan itoe treakan „Hallo” tentoe dari Nieri, tapi kapan ia soedah sampe di roemah pasanggrahan itoe ia menampak lampoe electris telah menjalah kombali. Ia masoek ka dalem dan bertemoe sama Sergeant Bennett dan sakean orang politie jang baroe sampe dari San Francisco. „Apa jang kaoe soedah katemoeken?” menanjak Bennett. „Akoe rasa kita sampe di sini soedah sedikit telaat”, McGrath menjaoet. „Kaloe Egan masih bernjawa tentoe ia telah semboeni di antara itoe oetan-oetan dan kita soeker sekali boeat bisa lantas bekoek padanja ini malem djoega hingga terpaksa moesti toenggoeh besok. Sekarang baek kita atoer bebrapa orang boeat djaga djalanan-djalanan kloear dan dengen sigra kita boleh tjoba mentjari” „Masih bernjawa?” menanjak Bennett dengen heran sambil oelangin perkata'annja itoe Sheriff. „Ja, bisa didoega ia soedah boeang diri ka dalem telaga," djawab McGrath sambil toetoerken iapoenja sangka'an. Koetika baroe sadja hari moelai terang di waktoe fadjar, pentjarian pada Egan telah dilakoeken kombali di sakiter itoe tempat atas jang penoeh pepoehoenan. Sergeant Bennett dengen bebrapa orang politie kloear masoek di dalem oetan, preksa segala plosok dan bagien atas atawa bawah dari Emerald Lake. Satoe pesawat terbang djoega digoenaken jang terbang rendah aken hantoe tjari ka mana perginja Frank Egan. Toch Egan tida bisa dikatemoeken. Satelah semoea penjelidikan di antero bilangan Emerald Lake tida<noinclude></noinclude> bers7puoarc3mal16kwwcdum13j924a Halaman:Auto setan.pdf/56 104 114145 316122 314786 2026-08-27T19:06:54Z Ammachemist 27288 316122 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|104|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||105}}</noinclude>membawak hasil, Sheriff McGrath poenja sangkaan samingkin tetep bahoea Egan banjakan boeang diri ka dalem aer Telaga. Tapi Sergeant Bennett, jang lebih kenal karakternja Egan tide moelakat dengen pendapetannja McGrath. „Frank Egan lebih bisa djadi aken melawan kita kaloe terdesek", Bennett berkata, „tapi jang ia maoe boenoeh diri itoelah boekan orang sebagi ia aken lakoeken. Pertjajalah pembilangankoe, bahoea ia tentoe masih hidoep; lambat-la‘oen kita aken dapet tangkep ia”. Achirnja ia orang semoea balik ka San Francisco dan Egan tida bisa dikatemoeken di seloeroe Emerald Lake. Satoe kamadjoean jang paling memoeasken telah terdjadi dalem onderzoek perkara pemboenoehan ini serta boentoet - boentoetnja koetika satoe lohor Inspector Dullea kombali masoek ka iapoenja office (kantoor), dari cellnja Verne Doran. Iapoenja paras kliatan bersejoem samentara satoe goeloengan kertas menjelip di kantongnja. Apakah itoe? Sagoeloengan soerat itoe ada moeat '''pengakoehannja''' Doran, dan satoe pengakoehan jang saget mengemperken politie atawa siapa poen! Kota San Francisco betoel sadja saolah-olah dibikin tergerak koetika per radio pengakoehannja Doran disiarken permoela'annja. Antero pendoedoek dari Northern California dengen tida saberan menoenggoe penoetoeran selandjoetnja jang complet jang kamoedian disoegoeken oleh courant '''San Francisco Examiner.''' Doran toetoerken iapoenja pengakoehan dalem iapoenja cell (kamar tahanan) di depan Inspector Dullea hingga itoe resia jang sakean lama terpendem dalem moeloetnja dapet dikorek. Satoe stenographer tjatet satoe per satoe apa jang ia tjeritaken, jang penoeh dengen kaheibatan dan menggontjangken hati. Itoelah ada hikajatnja saorang moeda jang baroe beroesia doea-poeloeh-tiga taon, diandjoerken oleh doea orang jang toea'an aken lakoeken pemboenoehan. Poko lantaran dari terdjadinja itoe drama serta asal - oesoelnja ditoetoerken oleh Verne Doran, dalem pemboeka’an pertama ada seperti berikoet: „Albert Tinnin dan akoe jang telah boenoehnjonja Jessie. Frank Egan boeat banjak minggoe ada galang-goeloeng dengen kita. Egan menjataken bahoea ia tersangkoet sama njonja Jessie dalem oeroesan oewang, dari siapa ia ada memindjem dan itoe njonja selaloe menggrendeng minta dikombaliken jang atjap kali ganggoe ia dateng di kantoornja”’ Selandjoetnja Doran mengakoeh bagimana djalannja iapoenja lelakon dan kontjo - kontjonja, bagimana plan pemboenoehan telah diatoer. „Kira-kira satoe minggoe sabelon kita boenoeh njonja Jessie”, demikian Doran menoetoer, „Egan perkenalken akoe pada Tinnin. '''Malem dari hari Rebo, tanggal 27 April, Egan sendiri jang bikin plan tjara bagimana kita haroes toeroen tangan aken boenoeh itoe njonja.''' Laen malemnja, hari Kemis, kita bertiga bikin pertemoean dalem kamarnja Tinnin di Blackstone Hotel dan roendingken poela bagimana jang paling baek aken lakoeken itoe perboeatan”<noinclude></noinclude> po1t1frbr5951256h489w05fbsy6pek Halaman:Auto setan.pdf/57 104 114146 316123 314788 2026-08-27T19:07:49Z Ammachemist 27288 316123 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|106|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||107}}</noinclude>Tapi satelah plan soedah ditetepken, Doran merasa koeatir boeat landjoetken niatan djahat itoe. Egan jang meliat marika bersangsi laloe kloearken antjeman serta kasiken inget lantaran siapa marika dikloearken dari dalem pendjara, maka kaloe sekarang marika tida bisa diharep tenaganja sembarang sa’at Egan bilang, marika bisa terdoreng kombali dalem boei. „Egan titahken kita boeat pindjem autonja Lieutenant Postel kerna itoe auto ada tjoekoep berat”, Doran berkata lebih djaoeh. „Tapi itoe koetika akoe menampik boeat toeroet iapoenja prentah. Lantas Egan bilang, ‘Kaoe toch soedah perna pindjem iapoenja auto doeloean, maka kaoe apa salah pindjem lagi, tapi inget djangan bilang akoe jang soeroe!" „Hari Djoemahat, tanggal 29 April”, ia melandjoetken, „begitoelsh akoe pindjem itoe Lieutenant poenja automobiel. ltoe sa’at akoe dan Tinnen liwatken tempo kita antara djam doea dan tiga satengah lohor, samentara Egan bersantap dalem Joe's Café, di Jones Street. „Kamoedian sasoedah kita tinggalken itoe Café bersama-sama Egan, kita pergi ka satoe tempat di mana Egan prentah kita aken sigra moelain djalanken itoe plan pemboenoehan pada njonja Jessie di roemahnia. Ia saben-saben peringetken jang kita telah mendjadi iapoenja sobat baek maka kita haroes korbanken apa djoega goena toeloeng iapoenja kasoekeran, kerna kapan tida singkirken njonja Jessie ia bakal alamken kasangsara’an besar. Lebih djaoeh Egan berdjandji bahoea ia sebagi Advocaat aken selamanja bersedia boeat belaken kita sebagimana ia soedah berboeat hingga kita kloear dari pendjara. Iapoenja kasoesa'an oewang tjoema bisa ditoeloeng kaloe njonja Jessie soedah meninggal dan dengen kamatiannja itoe njonja ia nanti beroleh banjak oewang. „Kita landjoetken perdjalanan dalem kota dengen auto, Egan doedoek di bangkoe belakang sedeng akoe bersama Tinnin di depan sembari stuur itoe auto. Auto itoe atas titahnja Egan ditoedjoeken ka djoeroesan roemah njonja Jessie. Sedikit djaoeh dari roemah itoe njonja Egan toeroen, sedeng kita madjoe teroes sahingga brenti depan villanja njonja Jessie. Tinnin toeroen dari auto dan masoek ka dalem pekarangan roemah boeat katemoein njonja Jessie sambil bawak satoe envelope terisi oewang $ 5 dari Egan jang moesti ditrimaken pada njonja Jessie. ltoe semoea ada sebagi taktiek oentoek Tinnin dapet taoe bagimana ka-ada’an itoe roemeh seria romannja njonja Jessie. Selagi Tinnin ka dalem akoe toenggoe dalem auto sadja. Dan tida terdoega di sa’at mana dirikoe dapet diliat oleh Mrs. Little, tetangga nionja Jessie. Akoe boeroe-boeroe tarik masoek topi viltkoe dan toetoepin djoega sabagian moekakoe sama tangan hingga akoe pikir orang tra'bisa kenalin akoe, Kamoedian Tinnin kloear poela, kita berlaloe dari depan itoe villa, samperin Egan lagi dan teroes kita pergi. Boeat santap soré akoe poelang doeloe ka roemahkoe, samentara Tinnin sama Egan ambil makan bersama-sama”. Lebih djaoeh Doran fjeritaken bagimana sabelon lakoeken itoe pemboenoehan marika bertiga sama berdjalan dengen auto di sepandjang<noinclude></noinclude> 8h3twl5a0yiwqcqo1hmn1fcdteqg4pv Halaman:Auto setan.pdf/58 104 114147 316124 314789 2026-08-27T19:09:01Z Ammachemist 27288 316124 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|108|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||109}}</noinclude>Kearny Street. Mampir di kantoornja Egan boeat tetepken segala daja-oepaja dan sebaginja. „Komabli Frank Egan peringetken kita bagimana kita poenja perhoeboengan persobatan moesti dengen setia, bagimana ia telah korbanken tenaganja boeat toeloeng kita dari djaringnja wetjang keras. Dan achirnja bilang poela bahoea kaloe tida njonja Jessie moesti ia sendiri jang binasa”, Doran samboeng iapoenia bitjara. „Itoe soré Egan sigra ketok telefoon pada njonja Jessie jang ia sabentar nanti berkoendjoeng sama doea temen, maka ia minta soepaja pintoe garage diboeka — sebagimana memang mendjadi kabiasaan kapan ia dateng ka villanja njonja terseboet. Egan kamoedian pesen tjara apa itoe pemboenoehan koedoe dilakoeken, jaitoe '''Tinnin jang moesti poekoel njonja Jessie dan kamoedian lindesin badannja itoe njonja dengen roda auto, samentara kawadjibannja adalah boeat bawak badannja njonja itoe boeat dilemparken di straat.''' „Memang kita soedah moefakatin lebih doeloe bahoea kita moesti bikin kamatiannja njonja Jessie saolah-olah ia ditoebroek oleh outo jang sedeng lain keras. Djoega Egan soedah atoer kapan kita soedah bertemoe sama njonja Jessie di roemahnja, kita moesti menoenggoe sampe si njonja beres memake topi dan badjoe loear sebagi mana iapoenja dandanan biasa kapan maoe kloewar. „Koetika segala apa beres ditetepken lantas kita naek ka dalem itoe Lincoln-phaeton. Kita kandarken itoe auto pergi pada njonja Jessie, jang kapan kita sampe di depan roemahnja kita liat pintoe garage betoel sadja telah diboeka sedeng njonja foemah menantiken kadatengen kita. Tinnin toeroen dan akoe tinggal doedoek dalem itoe auto. Pada Tinnin njonja itoe berkata „Mana Frank, ia bilang maoe toeroet dateng ini soré?” „Dan Tinnin sigra saoetin sebagimana ia soedah dipesen oleh Egan, Tinnin djawab: ‘Djoestroe selagi Egan bersama kita hendak kemari mendadak ia liat anak lelakinja jang maoe menonton bioscope, dan Egan anter itoe anak lebih doeloe nanti ia tentoe soesoel kita di sini. Apatah dalem tempo sa-per-ampat djam ia belon djoega dateng, baeklah kaoe berdandan, pake topi dan badjoe loear boeat kita samperin sadja padanja?" „Tapi njonja Jessie menjataken itoe soré tida bisa kloear, ia maoe tinggal di roemah sadja. Kita landjoetken bitjara padanja, akoe poen kloear dari atuo. Sakean belas minuut Tinnin sama njonja Jessie dan akoe kongkou, menjeritaken ka-ada’an iapoenja roemah, garage dan sebaginja jang samingkin lama djadi bertambah asik. „Tida terasa kita telah berada sama njonja Jessie ampir sadjam. Kamoedian kapan njonja Jessie rasaken soedah lama dan Egan belon moentjoel djoega, lantas Tinnin briken padakoe satoe tanda resia aken kita boleh sigra toeroen tangan. Itoe tanda mengasi tace aken akoe doedoek kombali di dalem auto boeat toenggoe giliran. '''Selagi akoe naek ka dalem auto dengen tjepet Tinnin poekoel peroetnja njonja Jessie dengen iapoenja kepelan jang koeat, kamoedian djotos matanja, dan kombali oelangin di peroetnja. Zonder pardon lagi ia djatoh menggletak di atas djoebin garage. Samentara akoe, begitoe Tinnin moelai {{hws|poe|poekoel}}<noinclude></noinclude> s4ktqtjvnq3986lrwvnrqriluevy08f Halaman:Auto setan.pdf/59 104 114148 316125 314790 2026-08-27T19:09:58Z Ammachemist 27288 316125 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|110|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||111}}</noinclude>{{hwe|koel|poekeol}} itoe njonja pertama kali telah kasi djalan motor boeat bersedia. „Tinnin seret badannja njonja Jessie diletakin dibetoelan roda depan seblah kanan. Njonja Jessie pake iapoenja badjoe kaos tebel, dan tatkala akoe gerakin itoe auto boeat lindes badannja njonja Jessie soedah mengenahken iapoenja bagian poendak dengen diawasin oleh Tinnin. Sateroesnja Tinin berdiri di samping auto sambil briken akoe prentah boeat madjoe, kamoedian moendoer, madjoe lagi, dan moendoer kombali. Akoe lakoeken menoeroet prentahnja aken lindes njonja Jessie. „Kamoedian satelah selesih, Tinin angkat maitnja_njonja Jessie diletakkin di bangkoe belakang di bawah tempat tarok kaki dan ia boeka pintoe garage. Akoe kloearken auto. Koetika auto soedah berada di loear garage, Tinnin masoek kombali boeat tjoetji tanda-tanda di atas djoebin dengen sedikit aer fide lama ia kloear poela, naek di bagian blakang satelah ia toetoepi pintoenja garage. Tida heran ramboetnja njonja Jessie jang rontok kadapetan di atas tempat tarok kaki kerna maitnja digletakin di sitoe. „Demikianlah kita berlaloe dari pekarangan roemah njonja Jessie ka straat boeat tjari tempat jang kita rasa boleh lemparken mait itoe. Tapi saben-saben kita poenja maksoed terhalang sebab selagi kita hendak boewang sang mait ada sadja jang liwat, kaloe tida auto tentoe laen kandaran. „Achirnja kita sampe di itoe straat di mana toean Louw bersama istrinja sedeng berdjalan. Tida heran kaloe toean Louw tjoema liat saorang sadja jang stuur itoe auto kerna Tinnin doedoek semboeni di blakang zonder bisa terliat oleh orang di straat sambil djaga mait njonja Jessie. „Satelah kita dapetin tempat jang rada gelap, lantas Tinnin lemparken mait itce. Kita kasi menjalah lampoe depan semoea dengen penoeh, indjek gas sakeras-kerasnja boeat linjap dari itoe straat seperti kilap. Kapan kita berada di dalem kota poenja bagian straat jang rame, kita djalan dengen normaal menoedjoe ka garagenja Lieutenant Postel boeat poelangin kombali itoe auto pada eigenaarnja. „Koetika kita soedah kasi kombali itoe Lincolnphaeton dengen tarok dalem garage, kita balik ka Blackstone Hotel dengen goenaken taxi. Kita mengaso di kamarnja Tinnin. Kamoedian Egan dateng. „Akoe katemoe lagi sama Egan tatkala hari Saptoe dan padakoe ia trimaken itoe oewang $ 1.50 boeat gantiken benzine dari autonja Postel jang kita soedah pake. Djoega Egan kasi akoe dan Tinnin sadjoemblah oewang boeat beli topi baroe jang kita soedah beli di satoe toko di Kearny Street waktoe hari Saptoe sore. la bilang kita berdoea moesti toekar topi laen model soepaja tida gampang orang kenalin. „Hari Senen Egan dateng poela padakoe dan bilang akoe moesti menjingkir dengen sigra, kerna politie sedeng bikin pengoesoetan keras dalem pemboenoehan njonja Jessie. '''Satoe hal besar jang kliroe menjelakaken kita dan Egan djoega kaloepa’an, adalah tentang itoe koentji roemah dari njonja Jessie. la telah loepa pesen kita boeat preksa badannja njonja Jessie ada membawak koentji roemah atawa tida, soepaja orang maoe pertjaja'''<noinclude></noinclude> l95xv3hkuq3zg2955zn4m6xtg5h5knn Halaman:Auto setan.pdf/60 104 114149 316126 314792 2026-08-27T19:11:01Z Ammachemist 27288 316126 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|112|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||113}}</noinclude>'''jang ia itoe soré sasoenggoehnja hendak kloear dan alamken katjilaka’an automobiel”. Sampe di site adanja Verne Doran poenja pengakoehan. Achirnja pemboenoehan pada njonja Jessie jang sakean lama membikin iboek berbagi kalangan politie dan kagemperan pada publiek. Persidangan dari County Grand Jury dengen spoed diboeka waktoe tanggal 4 Juni, dan itoe Jury dengerken poela pengakoeannja Doran berserta ampat saksi-saksi laen. Kamoedian Jury kloearken pernjata’an oemoem bahoea terang Frank Egan, Verne Doran dan Albert Tinnin mendjadi persakitan - persakitan jang berdosa dalem pemboenoehan njonja Jessie. Kombali Politie di San Francisco bekerdja repot boeat tjari di mana Egan poenja tempat semboeni, atawa apa sabetoelnja terdjadi dengen ia sadiek itoe malem di pasanggrahan Emerald Lake Sabelon politie berhasil dapet tangkep Egan, di loearan antara publiek tida koerang gempernja satelah taoe djelas perboeatan bagimana matjem telah dilakoeken oleh marika poenja Advocaat Dermawan jang begitoe termoelia di mata oemoem. Dengen terboekanja Frank Egan poenja resia, antero iapoenja deradjat jang sanget terendah sa-olah-olah amblas, dan iapoenja familie, sobat-sobat dan sebaginja telah moesti rasaken satoe indruk jang tida enak sekali. {{di|w}}AKTOE pagi dari tanggal 5 Juni, 1932, orang-orang politie repot bikin penjelidikan poela di sakiternja Emerald Lake; sedeng detectives dan politie biasa di seloeroeh California bekerdja keras boeat kenalin sasoeatoe pelantiong di straat-straat, atawa siapa sadja jang mirip dengen roepanja Frank Egan tentoe dipreksa terliti; di antero wplosok San Francisco dan laen-laen tempat jang ditjoerigaken didatengin spion-spion boeat tjioem baoe ka mana larinja itoe bekas Advocaat jang ternama. Antero hari poenja penjelidikan di Emerald Lake tida mengasi hasil barang sedikit. Kalangan politie merasa tida abis mengarti bagimana Egan mendadak begitoe kabetoelan linjap dari iapoenja villa di Urbano Drive No. 225 kapan Doran bikin iapoenja pengakoehan dalem kamar toetoepannja di hadepan Inspector Dullea; djoega bagimana ia dapet koetika boeat sigra minggat lebih djaoeh dari itoe pasanggrahan Mr. Hallinan di Emerald Lake belon sabrapa lama koetika Sheriff McGrath sampe di sitoe. Tapi alesan jang belakangan bisa diterangin seperti di bawah ini. Bisa didoega bahoea Egan sasoedah sampe di roemah pasanggrahan Emerald Lake dengen lantes ia poeter knop radio toestel. ltoe malem dijoega mendadak ia dapet denger dari radio tentang Doran soedah mengakoe kerna memang pengakoehannja Doran dibroadcast oleh politie. Berhoeboeng dengen warta terseboet, tentoe sadja Egan bersedia, ia pasang mata dan koeping dengen tertip boeat liat gelagat apakah ada dikirim orang boeat tangkep ia tawa tida di Emerald Lake. Iapoenja kakoeatiran ini berboekti dengen kadatengannja Sheriff McGrath sama pembantoenja, jang ja telah dapet taoe doeloean dari djalanan seblah atas dari mana itoe pasanggrahan terletak. Begitoe tace iapoenja diri sedeng ditjari, sigra ia melariken diri dengen ambil djalan dari pintoe {{hws|be|belakang}}<noinclude></noinclude> axc6bkdj1u9jjed5lcfwbz0nmeo723d Halaman:Auto setan.pdf/61 104 114150 316127 314793 2026-08-27T19:12:08Z Ammachemist 27288 316127 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|114|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||115}}</noinclude>{{hwe|lakang|belakang}} sebagimana McGrath kamoedian dapetken terpeniang. Begitoe ada theorie jang paling bisa djadi tentang minggatnja Egan dari pasanggrahan Emerald Lake. Pada itoe tanggal poen Mr. Vincent Hallinan, Egan poenja pembela, machloemken satoe pernjata'an terhadep sikep politie jang keras tjoerigaken iapoenja sobat. „Politie’, ia kata, „dengen tjerdik serta bekerdja keras boeat bebrapa hari telah berhasil memboedjoek Verne Doran boeat mengakoeh. Doran betoel soedah mengakoeh tapi soedah menjimpang dengen seret-seret Egan ka dalem itoe perkara kadjahatan, jang sabetoelnja dilakoeken oleh Doran sendiri. Akoe poengkir sasoeatoe penoetoeran dari tjeritanja Doran jang mempitenah pada Egan, dan Egan nanti berboekti tida toeroet tjampoer dalem oeroesan itoe". Apakah alesannja Hallinan ada tegoeh boeat oendjoek bahoea Frank Egan sama sekali tida berdosa? Apa tjoema Doran saorang sadja, atawa pake satoe pembantoe, boeat lakoeken pemboenoehan pada njonja Jessie, dengen maksoed boeat rampas oewang contantnja dan kamoedian lemparken antero dosanja di poendak Frank Egan dan Albert Tinnin? Dalem iapoenja cell Tinnin tentangin bahoea apa jang Doran bilang sama sekali djoesta. Kamoedian Doran dibawak ka dalem roemahnja njonja Jessie oleh Inspectors McGinn dan Engler boeat oendjoekin lagi bagimana itoe kadjahatan ia telah lakoeken. Ia berdiri kombali dalem itoe garage jang dramatic sambil oendjoek bekas tempat-lempat dimana_itoe pemboenoehan kedjem terdjadi. „Di sana di mana Tinnin perna berdiri”, ia britaoe pada itoe inspectors Politie. „Di sini njonja Jessie berdiri kapan mendadak Tinnin poekoel padanja. Di sitoe di mana Tinnin letakin toeboehnja njonja Jessie boeat dilindesin. Dan ini ada djalanan bagimana akoe kasih djalan roda-auto moendoer-madjoe boeat giling itoe njonja menoeroet Tinnin poenja instructie”. Lebih djaoeh Doran toetoerken betoel ia jang naek ka atas loteng boeat pademken lampoe electris. la sangkal ia jang ambil badjoe kaos njonja Jessie dan kamoedian pakeken itoe sasoedah itoe njonia binasa. Pembatja tentoe masih inget telah ditoetoerken di bagian depan bahoea dimana itoe badjoe kaos tida terdapet tanda-tanda bekas gilingan band auto, dan tanda-tanda mana kadapetan di japonnja itoe njonja jang terpake di '''séblah dalem''' dari badjoe kaos itoe. Lantaran apa Inspector Dullea pertama saksiken itoe kegandjilan lantas merasa tjoeriga jang itoe kamatian boekan tersebab meloeloe katjilaka'an dari toebroekan auto sadja. Soedah bebrapa hari detectives dengen pakean biasa senantiasa djaga roemahnja Egan. Kamoedian Chef Politie Mr. Quinn kloearken titah boeat preksa ka-ada’an dalem roemahnja itoe bekas Advocaat dari di atas gedong sampe di bawah djoebin. Sadjoemblah inspectors di bawah pimpinan Sergeant Bennett diwadjibken djalanken itoe penggledahan. Koetika politie dateng di itoe roemah di Urbano Drive No. 225, Sergeant Bennett sigra pidjit bel electris jang knopnja menempel di<noinclude></noinclude> nj0sh6z6iaytjdwxn8p7fx5s3di4hpe Halaman:Auto setan.pdf/62 104 114152 316128 314796 2026-08-27T19:13:05Z Ammachemist 27288 316128 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|116|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||117}}</noinclude>pinggiran pintoe depan. Mrs. Lorraine Kipp Egan, istrinja Frank Egan, trima marika poenja koendjoengan. „Akoe poenja soeami tida ada di roemah”’, ia sigra berkata. „Bagimana ia bisa poelang kaloe detectives selaloe awasin ini roemah”. Sergeant Bennett terangin maksoed kadatengannja boeat gledah itoe roemah atas titahnja Kepala Politie. Njonja Egan kliatan tida seneng denger itoe warta, tapi Bennett dan orang - orangnja lantas mendesek masoek gledah segala apa jang ditjoerigaken dalem roemahnja Egan. Ia orang masoek kloear dari satoe ka laen kamar. Nionja Egan selaloe memboentoetin. Egan betoel tida dikatemoeken tapi di loear doega’an politie beroentoeng dapetken satoe kamar resia jang letaknja di bawah roemah terhoeboeng dengen kamar tetamoe, ltoe kamar resia tida mempoenjain pintoe biasa hanja bisa disampeken dari kamar tjoetji jang lobangnja tertoetoep oleh satoe papan di satoe podjokan tembok. Di dalem kamar jang tersemboeni itoe didapetken banjak botol - botol anggoer atawa laen minoeman dan satoe peti ka- leng jang dalemnja terisi Egan poenja soerat-soerat penting dan privé. Dengen bawak itoe peti kaleng Sergeant Bennett laloe kombali ka hoofdbureau dan trimaken barang terseboet pada Inspector Dullea. „Apa dalem ini peti disimpen testament dari njonja Jessie?” Inspector Dullea boeroe-boeroe menanjak. Bennett golengken kepalanja. „Tida. Tjoema Soerat-soerat jang berhoeboeng dengen perkara hartanja Busch”. Sambil pegang itoe peti kaleng Inspector Dullea berdjalan ka iapoenja kantoor sendiri. Ia doedoek sebagimana biesa di depan medja kerdja‘anja dengen pikiran bakerdja keras mengade; itoe soeal-soeal jang makan hati. la bajangken segala hal jang berhoeboeng dengen Egan dan njonja Jessie. Apakah soenggoeh Egan telah memboenoeh diri, atawa ia sampe sekarang masih semboeniken diri sadja? Satoe warta disampeken padanja bahoea ada dibilang Egan poenja kawan - kawan aken tembak ia mati kerna perboeatannja jang memaloeken, dan dengen kamatian sadja kawan-kawan itoe anggep baroe Egan bisa terbebas dari segala nodah. Tapi kaloe bener Egan soedah boenoeh diri, berpikir Inspector Dullea, ini resia pemboenoehan tentoe selamanja tida bisa dibikin terang 100 pCt. {{di|H}}ARI - HARI telah liwat dan lebih dari satoe boelan berbagi pengoesoetan teroes dilandjoetken oleh Inspector Dullea serta orang-orangnja dengen tida mengenal bosen atawa tjape. Perkara ini memang melibet - libet, pametjahan memang soedah deket, tapi toch masih moesti sakean banjak soeal diliwatin lebih doeloe. Bagimana haroes dipandeng pengakoeannja Doran itoe? Apakah sasoeatoe pembilangannja dalem itoe soerat pengakoean jang begitoe menggemperken sasoenggoehnja betoel? Dan apa artinja tentang penghidoepannja Frank Egan jang telah liwat berhoeboeng dengen terdjadinja ini kadjahatan jang ia ada toeroet tjampoer — kaloe itoe sasoenggoehnja bener? Inspector Dullea pikirken itoe {{hws|se|semoea}}<noinclude></noinclude> rk3lqaqwcihk1r4tuleibfv8pozaajm Halaman:Auto setan.pdf/63 104 114154 316129 314829 2026-08-27T19:13:56Z Ammachemist 27288 316129 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|118|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||119}}</noinclude>{{hwe|moea|semoea}} sa-aken-aken orang sedeng menebak tjangkriman jang penoeh resia soelit Berhoeboeng dengen mana orang djadi inget poela bebrapa perkara jang telah laloe, jang mempoenjain sangkoetan dengen pemboenoehan njonja Jessie. Pertama prihal itoe kamatian jang aneh dari James P. Scott, njonja Jessie poenja soedara lelaki, dalem taon 1926. Scott telah dateng di San Francisco dalem boelan November dari Taft, California, perloenja boeat bertemoe sama Frank Egan, kerna Egan ada pegang oeroesannja njonja Jessie, dan sekalian mampir aken tengokin itoe soedara prempoean. Pada satoe temennja ia kasi taoe, bahoea ia maka hendak berdjoempa dengen Egan sebab ada ceroesan sadjoemblah oewang dan bebrapa polis assurantie jang mendjadi kapoenja'annja dengen sah. '''Doea-belas djam kamoedian, djam doea malem, tanggal 7 November mendadak orang dapetken Scott soedah mati menggletak di atas dari Southern Pacific spoorweg deket station di antara Third dan Towsend Streets.''' Satoe toekang bendera menjataken bahoea James Scott waktoe itoe hendak menjebrang rail dan ia kena kasamber. Saorang dokter jang preksa maitnja Scott kasi rapport jang itoe ada satoe katjilaka’an spoor, tapi njonja Jessie perna bilang pada salah-satoe sobatnja sedikit tempo sabelon ia terboenoeh bahoea di kepala maitnja iapoenja soedara ada tertampak bekas loeka kerna temboesan lobang pelor. Egan ditarik mendjadi saksi paling teroetama dalem papreksa'an atas James Scott poenja kamatian. Koetika ditanjak kenapa Scott boleh berada di atas rail waktoe poekoel doea malem, Egan kasi djawaban brangkali Scott perloe maoe dapet taoe djam brangkatnja kreta api jang ia hendak menoempang. Laen riwajat tida netjes dari Egan jang dikataoein oleh sedikit orang adalah tentang oeroesannja toean Weber jang mengandoeng banjak resia gelap. Oeroesan Weber diserahken satoe perkara aken minta ia oeroesin. August Weber ada bekerdja dalem satoe departement Gouvernement di San Francisco. _Kapan ia meninggal doenia boelan Maart taon 1930, iapoenja djanda, Katie Weber, mempoenjain oewang simpenan dalem salah satoe bank $ 8.125 banjaknja. Ini njonja djanda sanget pertiaja penoeh pada Egan, dan pada Egan ia kasiken bebrapa lembar cheque kosong jang soedah terteekend boeat bajar ongkos-ongkos perkara dan ongkos pengoeboeran iapoenja soeami jang semoea dioeroes oleh itoe Advocaat. Tapi itoe djoemblah $ 8,125 telah ditarik satjara begitoe aneh dari itoe bank. Satoe soerat jang tertoelis oleh djanda Weber pada iapoenja ‘nso soenggoeh sanget membikin piloe orang poenja hati. {{right|{{smaller|Satoe tempo oboe perloe pake oewang don ingin ambil dari bank bagi apa jang kita simpen. Helaas! dari kassier bank itoe dibritaoe jang ‘oaweng kita (deposito), tjoema tinggal 4 dollars sadja dari djoemblah 8,125 dollars itoo. Kaoo bisa bajangken senditi bagimena doega hatikoe oda. Akoe sampe tida bisa makan dan tida bisa tidoor memikirin itoe tadjadian heibet. Akoe sekerang}}}}<noinclude></noinclude> as0xcsofqqpvbpyap0ij88owv78mbe5 Halaman:The Belle of Menado.pdf/14 104 114157 316191 315979 2026-08-28T06:36:31Z Arunika Darsana 27443 316191 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arunika Darsana" /></noinclude>{{rh|18|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||19}} kau soeke maenken 2 of 3 lagoe, apa kau tida kapingin boeat bikin ini pesta djadi lebih rame ?" ,,Anak, kau tida boleh menampik,” menapoeng njo-nja Bing-liong jang sedari tadi dengerin itoe pemjitjara'an. Pada itoe sa'at djongos bawa brapa glas minoeman dengen brapa piring makanan. Tiong-sin lajanin itoe nona dengen tjara jang amat manis. Brapa ratoes pasang mata ada memandeng itoe roman jang diladenin sendiri oleh itoe poetra hartawan........... Kapan merika sedeng begitoe, adalah Koe-kway paranin Tjhiang-in jang tinggal doedoek dengen seroetoeja di moeloet......... {{di|,,T}}ETAMOE jang baroesan dateng ada The Belle of Menado,” berkata Koe-kway pada Tjhiang-in sambil bersenjoem sebagi sa‘orang jang soeda kenal lama. ,,Apa di Sourabaya kau pernah liat ada prempoean jang poenja itoe kaeilokan ?" Oh, banjak sekali, ampir saben straat," djawabnja dengen mesem, tapi dalem hatinja memang ada kagoemin itoe kaeilokan jang baroesan ia dapet menampak. ,,Kenapa di disini poenja orang lelaki begitoe takoet sama prempoean eilok ? Marika soeda boeroe-boeroe berdiri seperti kadatengan Toehan Allah......." Tjhiang-in lantas ketawa berkakakan jang mana soeda bikin panas hatinja Koe-kway jang biasanja tinggal adem dan djinaka. ,,Kau terlaloe omong besar !" membanta Koe-kway. ,,Apa kau kira saia belon pernah dateng ka Sourabaya? Doekali saia koendjoengin Soerabaja tapi orang prempoean disana kebanjakan tida mempoenjain ping- gang......" ,,Abis, apa iapoenja pinggang tersamboeng sama bamboe ?" memoetoes Tjhiang-in dengen bikin iapoenja ketawa djadi lebih keras dan kombali telah bikin Koe-kway djadi mendongkol. ,,Kaloe begitoe kaupoenja katja natuur belon awas; masa ada manoesia zonder poenja pinggang........" ,,.......Saia tida artiken begitoe!" berseroeh Koe-kway sambil madjoeken korsinja dan lakoe tida sabar. ,,Saia tjoema maoe bilang pinggangnja tida bisa seperti guitar............" ,,Kaloe begitoe kombali kau masih idjo! Kabanjakan prempoean jang kau liat pinggangnja seperti form guitar lantaran pake kain iket sebagi orang mace mati gantoeng, segala prempoean pagoencengan bisa bikin. Kau sendiri kaloe mace poenja pinggeng ketjil bisa djoega pake itoe systeem, laginja itoe nanti bisa bikin kau poenja tempat makan djadi lebih ketjil, makan tida banjak, kloear ongkost ketjil, kliatannja eilok ............" Hian-ling dan Tek-lok, jang setadian toeroet mendengerin, djadi ketawa berkakakan, hingga bikin Koe-kway moekanja bersemoe merah dan roepanja begitoe penasaran. Koe-kway jang biasanja pande poeter lidah ini kali djadi boengkem dan gemes. Tida lama Tjhiang-in menjamboeng poelah: ,,Boeken saia tida kenal peradatan seperti tadi saia denger ada dikatain, tapi sengadja saia tida maoe toeroet toeladannja lain-lain orang jang roepanja maoe mengesot di bawah kakinja orang prempoean eilok. Kita sabetoelnja koedoe bladjar berlakoe saderhana pada segala apa, djangan meliwatin wates...........Oooooh !" Tjhiang-in bersenjoem sembari keboelken asepnja seroetoe. ,,tjoema lantaran itoe prempoean ada djadi Ratoe Kembang dari Menado sampe orang moesti tekoet begitoe setengah mati? Itoelah amat loetjoe, seperti<noinclude></noinclude> tr24xbxzk8nrfd3fmq9i6xq3tn6ag92 Halaman:Auto setan.pdf/64 104 114159 316141 314828 2026-08-28T04:59:50Z Ammachemist 27288 316141 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|120|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||121}}</noinclude>{{right|{{smaller|djadi begitoe koeroes seperti kaoe bisa liat sendiri. Akoe rasa jang akoe aken binasa dengen itoe kailangan jang keterlaloean. Tjoema tinggol 4 dollars atas nomokoe! <br/> Itoe Advocaat jang kaoe ketemoe waktoe Weber dikoeboer katanja — ada iapoenja sobat baek, kita pertjojoken segala apa padanja. Betoel sekolitoe kapertjaja'an mendjadi korban 10 soedah betot darah kita. Ah, akoe tida bisa loekisken itoe satjoekoepnja. Soenggoeh ia satoe andjing jang sanget tida berboedi!}}}} '''Satoe minggoe kamoedian sadjek Katie Weber toelis soerat di atas ia sigra soesoel soeaminja ka tempat baka.''' Doeloe itoe njonja djanda perna djadi kokki. Ia dan iapoenja soeami boleh dibilang bakerdja saoemoer hidoep boeat koempoelin itoe djoemblah oewang $ 8.125; ilangnja itoe oewang jang oepama kata saben dollar berbaoe darahnja berarti iapoenja kamatian. {{di|L}}AEN tragedy jang membikin orang tjoerigaken Egan poenja kadjoedjoeran ada jang berhoeboeng den gen kamatian aneh dari njonja Florence Cook. Egan berdiri sebagi Advocaatnja itoe njonja aken minta bertjere dari soeaminja di Pengadilan. Bebrapa sebab ada mengoeatken, dengen matinja njonja Cook, Egan jang mendjadï sebagi iapoenja kwasa bisa berboeat sasoekanja atas milik itoe njonja. Satoe hari mendadak njonja Cook telah kadapetan tida berdjiwa dalem roemahnja sendiri, dan itoe kamatian dibilang ada dari lantaran kabanjakan minoem alcohol. Jang paling aneh, si njonja poenja soeami menerangin, bahoea itoe istri itoe ia taoe betoel boekannja satoe drinking woman atawa prempoean pemabokan. Dokter poen menjataken dalem maitnja itoe njonja tida terdapet tanda-tanda ratjoen dan betoel mati kerna alcohol. Itoe soeami roepanja 'mkmagwan maski ia soedah bertjere, ia toedoe itoe bekas istri kaloe dojan minoem tentoe sadjek tjampoer gaoel sama Frank Egan! Kamoedian atas perminta'an iapoenja bekas soeami maitnja njonja Cook dipreksa kombali oleh dokter specialist, boeat tjari tanda-tanda ratjoen. Itoe soeami bilang, kaloe boekan Egan jang ratjoenin njonja Cook tentoe ia jang soedah boedjoek itoe njonja boeat minoem sampe liwat takeran dengen maksoed djahat. Itoe mait soedah beres dipreksa dokter, tapi tida terdapet karatjoenan soeatoe apa. Achirnja sekarang terdapet poela satoe lajar jang penoeh resia, jang belon dapet dibeber terang tentang Egan poenja riwajat jang bernodah. Sebagimana biasa segala kadjadian djahat itoe ada tersangkoet sebab oewang. Ini ada perkara Busch affair, jang documentsnja terdapet dalem itoe peti kaleng jang disemboeniken dalem itoe kamar resia dalem roemahnja Egan. Ini perkara ada soeal lama hingga orang moesti moendoer banjak belasan taon berselang dari taon 1930. Di itoe tatkala saorang prempoean nama Marguretha Buseh, satoe prempoean jang saoemoer hidoepnja tida menikah kerna ia ada sakitan dan penganoet setia pada ilmoe Occultisme, tinggal di Cole St reet No. 722 . Ia mendjadi sobat rapet dari Maud Wilson, satoe spititualist medium (orang<noinclude></noinclude> ih1azdi9frwqir5umffelwcntqjxxso Halaman:Auto setan.pdf/65 104 114160 316142 314830 2026-08-28T05:03:01Z Ammachemist 27288 316142 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|122|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||123}}</noinclude>jang bisa bikin perhoeboengan sama roch mamanoesia), dan perna tante (bibi) dari Lorraine Kipp, siapa kamoedian diadi njonja Frank Egan. Dalem taon 1923 Margureth Busch kadapetan pangsan sendirian dalem iapoenja roemah oleh saorang politie dan itoe politie menampak satoe pelita tinggal menjalah dalem iapoenja kamar mandi, Dengen lantas Busch diangkoet ka hospitaal dan mati ampat djam berselang. Kamoedian, satelah Marguretha Busch mati, satoe perkara heibat terdjadi boeat satoe boedel dari $ 240.000. Boekti - boekti oendjoek bahoea dengen berbagi tiara itoe boedel telah liwal ka dalem tangannja Maud Wilson (siapa meninggal satoe taon di moeka dari njonja Busch) dan Lorraine Kipp Egan, siapa telah menikah dengen Frank Egan kira-kira satoe taon sabelon Busch meninggal. Selandjoetnja kaoem familie dari Marguretha Busch tarik pandjang itoe perkara boedel jang telah djatoh ka laen tangan jang tentoe sadja djoemblahnja djadi samingkin koerang. Oleh Pengadilan achitnja dipoetoesken bahoea Lorraine Kipp atawa istrinja Frank Egan moesti bagiken itoe harta warisan doea - per - tiga banjaknja pada bebrapa koelawarga Marguretha Busch jang madjoeken dakwa'an. Dengen begitoe djadi itoe koelawarga dapetken djoega bagian dari warisannja Busch. Begitoelah itoe berbagi riwajat doeloe-doele dari Frank Egen dibajangkan kombali oleh Inspector Dullea selagi ia doedoek dalem kantoornja pada hari Minggoe malem dari tanggal 5 Juni. Dari lobang-lobang djendela kantoor ia dapet denger brisiknja berbagi soeara kandaran jang moendar-mandir di sepandjang Kearny Street, dan denger djoega soeara-soeara tindakan sepatoe jang bertindak di samping itoe gedong Hall of Justice jang besar. Bebrapa soeara orang bitjara poen kadengeran maski tida njata apa katanja. Boleh djadi itoe orang - orang sedeng bitjaraken halnja Egan, boleh djadi merasa heran tentang kalakoeannja itoe Advocaat jang populair atawa apa ia aken dapet ditangkep atawa tida. Inspector Dullea kombali pikirken apa bisa djadi Egan memboenoeh diri serta alesan-alesannja aken mengoewatken itoe doega'an. Achirnja Dullea merasa bisa djadi jang Egan ambil itoe tindakan nekat kaloe sadja pengakoean Verne Doran tida djoesta tentang dirinja itoe Advocaat ada terlibet banjak dalem perkara pemboenoehan njonja Jessie. Pengoesoetan jang diselidikin belakangan tentang gerak-gerakannja Egan sabelon njonja Jessie terboenoeh mace bikin orang pertjaja jang Egan banjakan boenoeh dirinja sendiri boeat loepoetken dosanja dari wet di doenia. Apalagi bilah orang inget penoetoeran penting dari Miss Marion Lambert dan bebrapa employé Jaen jang bekerdja dalem kantoornja Egan. Menoeroet pembilangan itoe nona, jang djadi secretarisnja Egan, bahoea Egan ada mempoenjain banjak sekali oetang di salebar pinggangnija hingga begitoe besar orang liat soesah boeat ia mampoe membajar. Pendeknja iapoenja kaada’an oewang soedah amblas betoel-betoel dalem pasar. Njonja Jessie sering koendjoengin kantoornja Egan boeat menagih oetang. Paling belakang ia dateng di kantoor sapoeloeh hari sabelon ia diboenoeh.<noinclude></noinclude> d91wc28ec7b1wt8gwiqth5o763i13w6 Halaman:Auto setan.pdf/66 104 114161 316143 314831 2026-08-28T05:04:05Z Ammachemist 27288 316143 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|122|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||123}}</noinclude>Egan bebrapa kali perna tolak itoe njonja poenja kadatengan; belakangan Egan saben maoe masoek ka kantoornja tentoe lebih doeloe ia tjari taoe apa ada njonja Jessie atawa tida, Satoe hari perna terdjadi satoe hal jang sanget tida enak. Roepanja njonja Jessie soedah kliwat goesar sebab saben dateng tida katemoe Egan. Ia bertreak dalem itoe kantoor jang didenger oleh semoea employé „Egan ada oetang akoe poenja oewang! Akoe perloe oewang boest hidoep. Kenapa ia banjakan tida ada di sini kapan akoe dateng? Frank Egan tida bisa sateroesnja hendak tipoe akoe! Akoe nanti selaloe dateng di kantoornja sahingga ia kasi kombali doewitkoe!” Saben djam orang mendoega-doega apa jang sabenernja soedah terdjadi pada Frank Egan jang ternjata banjak mempoenjain resia. Tapi kendati mempoenjain alesan tjoekoep bahoea Egan bisa boenoeh diri toch Inspector Dullea masih sangsiken keras Egan ambil itoe tjara. Kenapa? Jaitoe sebagimana jang laen jang kenal karakternja Egan, idem Inspector Dullea, soesah pertjaja Egan poenja orang ichlas matiken diri sendiri. Ia taoe baek-baek tabeatnja itoe bekas Advocaat jang sanget brani, tida gampang poetoes harepan dan oelet, nanti bikin berachir iapoenja perkara dengen pemboenoehan diri. Dari satoe hari ka laen hari Inspector Dullea dengen zonder poetoes asah madjoe teroes boeat mengoesoet dalem ini perkara, teroetama ka mana linjapnja Frank Egan. Besokannja, kombali sadjoemblah spion-spion jang di lepas oleh Dullea dateng membawak rapport padanja. Ini rapport ada penting sekali boeat politie poenja segala tindakan. {{di|D}}ETECTIVE Gus Engler, salah satoe spion jang diwadjibken bikin pengoesoetan berdasar atas pengakoehan Verne Doran, telah djoempahin njonja Elizabeth C. Thompson, siapa tinggal di roemah No. 90 Fairfield Way. Sebab dalem pengakoehannja Doran antara laen ditoetoerken bahoea itoe hari Egan toeroen dari itoe Automobiel Setan deket dengen tempat tinggalnja njonja Thompson. Dan itoe njonja atas pertanja‘annja spion terseboet tjeritaken bagimana di hari itoe ia liat saoreng jang gerakannja terboeroe - boeroe dan zenuwen djalan moendar - mandir sakean lama deket depan pekarangan gedongnja. Belakangan, menoetoer njonja Thompson, ia batja dalem soerat-kabar tentang Egan dengen disertain iapoenja foto. la kenalin itoe foto ada sama dengen itoe orang aneh jang ia liat di depan gedongnja djalan moendar - mandir. Lebih djaoeh katerangan itoe njonja prihal Egan poenja pakean ada percies apa jang itoe hari ada dipake oleh Advocaat itoe. Didapetkennja katerangan di atas ada satoe kamadjoean bagoes bagi politie. Mr. Vincent Hallinan, pembelah dari Egan jang berdjandji bisa sanggoepin mentjari Egan sebagi iapoenja client tapi soedah tida betjoes penoehken itoe perdjandjian. Penoentoetan dikloearken pada itoe Advocaat aken ia moesti mengadep membri katerangan hadepan medja idjo pada Grand Jery tentang iapoenja sikep terhadep Frank Egan. Bebrapa {{hws|de|detectives}}<noinclude></noinclude> 9h7aenf4jalov3sg5tdymatsl9z5axk 316144 316143 2026-08-28T05:04:28Z Ammachemist 27288 316144 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|1242|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||125}}</noinclude>Egan bebrapa kali perna tolak itoe njonja poenja kadatengan; belakangan Egan saben maoe masoek ka kantoornja tentoe lebih doeloe ia tjari taoe apa ada njonja Jessie atawa tida, Satoe hari perna terdjadi satoe hal jang sanget tida enak. Roepanja njonja Jessie soedah kliwat goesar sebab saben dateng tida katemoe Egan. Ia bertreak dalem itoe kantoor jang didenger oleh semoea employé „Egan ada oetang akoe poenja oewang! Akoe perloe oewang boest hidoep. Kenapa ia banjakan tida ada di sini kapan akoe dateng? Frank Egan tida bisa sateroesnja hendak tipoe akoe! Akoe nanti selaloe dateng di kantoornja sahingga ia kasi kombali doewitkoe!” Saben djam orang mendoega-doega apa jang sabenernja soedah terdjadi pada Frank Egan jang ternjata banjak mempoenjain resia. Tapi kendati mempoenjain alesan tjoekoep bahoea Egan bisa boenoeh diri toch Inspector Dullea masih sangsiken keras Egan ambil itoe tjara. Kenapa? Jaitoe sebagimana jang laen jang kenal karakternja Egan, idem Inspector Dullea, soesah pertjaja Egan poenja orang ichlas matiken diri sendiri. Ia taoe baek-baek tabeatnja itoe bekas Advocaat jang sanget brani, tida gampang poetoes harepan dan oelet, nanti bikin berachir iapoenja perkara dengen pemboenoehan diri. Dari satoe hari ka laen hari Inspector Dullea dengen zonder poetoes asah madjoe teroes boeat mengoesoet dalem ini perkara, teroetama ka mana linjapnja Frank Egan. Besokannja, kombali sadjoemblah spion-spion jang di lepas oleh Dullea dateng membawak rapport padanja. Ini rapport ada penting sekali boeat politie poenja segala tindakan. {{di|D}}ETECTIVE Gus Engler, salah satoe spion jang diwadjibken bikin pengoesoetan berdasar atas pengakoehan Verne Doran, telah djoempahin njonja Elizabeth C. Thompson, siapa tinggal di roemah No. 90 Fairfield Way. Sebab dalem pengakoehannja Doran antara laen ditoetoerken bahoea itoe hari Egan toeroen dari itoe Automobiel Setan deket dengen tempat tinggalnja njonja Thompson. Dan itoe njonja atas pertanja‘annja spion terseboet tjeritaken bagimana di hari itoe ia liat saoreng jang gerakannja terboeroe - boeroe dan zenuwen djalan moendar - mandir sakean lama deket depan pekarangan gedongnja. Belakangan, menoetoer njonja Thompson, ia batja dalem soerat-kabar tentang Egan dengen disertain iapoenja foto. la kenalin itoe foto ada sama dengen itoe orang aneh jang ia liat di depan gedongnja djalan moendar - mandir. Lebih djaoeh katerangan itoe njonja prihal Egan poenja pakean ada percies apa jang itoe hari ada dipake oleh Advocaat itoe. Didapetkennja katerangan di atas ada satoe kamadjoean bagoes bagi politie. Mr. Vincent Hallinan, pembelah dari Egan jang berdjandji bisa sanggoepin mentjari Egan sebagi iapoenja client tapi soedah tida betjoes penoehken itoe perdjandjian. Penoentoetan dikloearken pada itoe Advocaat aken ia moesti mengadep membri katerangan hadepan medja idjo pada Grand Jery tentang iapoenja sikep terhadep Frank Egan. Bebrapa {{hws|de|detectives}}<noinclude></noinclude> kgicdd0hkg95rii1pesnkmwex6x072r Halaman:Auto setan.pdf/67 104 114162 316145 314833 2026-08-28T05:05:31Z Ammachemist 27288 316145 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|126|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||127}}</noinclude>{{hwe|tectives|detectives}} ditarok boeat awasin roemahnja Hallinan siang - malem boeat pasang mata kaloe-kaloe Egan dengen menjamer nanti dateng Pagi dari tanggal 7 Juni, Inspector Dullea pagi-pagi soedah berada dalem iapoenja office (kantoor). Koerang bebrapa minuut djam delapan saorang soeroehan boeroe - boeroe dateng pada Dullea atas prentahnja Mr. Quinn, Oleh itoe opas pada Dullea didaoen sapotong soerat jang satelah membatja dengen tjepet ia bertindak ambil iapoenja topi, menoedjoe ka kantoornja itoe Chef Politie. Mr. Quinnn djoestroe sedeng menoenggoe padanja di depan pintoe. „Oky", berkata Quinn dan bersama - sama marika toeroen ka bawah boeat naek auto politie. Dengen spoed auto itoe dilariken menoedjoe ka barat, kloear dari California Street, liwatin Nob Hill, dan teroes ka Van Ness Avenue. Achirnja itoe auto dibrentiken di depannja Golden Gate Park Police Station (Post Politie). Boeroe - boeroe marika berdoea toeroen dari auto dan bertindak masoek ka dalem itoe posthuis politie. agents dengen uniform penoeh berdiri di depan itoe station politie sambil bitjara dengen kasak-koesoek. Captain Michael Riordan, post-commandant, dengen tjepet samperin marika. „Ia sekarang berada dalem akoe poenija office”, berbisik Riordan. „Ia djalan kemari bebrapa minuut berselang. Begitoe kalm ia ada dan berdandan dengen rapih serta sikepnja baek sekali sepantesnja satoe sobat” Itoe tiga pembesar politie menoedjoe ka roewangan dalem di mana tempat bekerdjanja commandant Riordan. Koetika marika boeka daon pintoe Frank Egan sedeng doedoek jang sembari bersenjoem lagi bitjara dengen satoe agent. Lantas ia berbangkit berdiri kapan ia liat Mr. Quinn dan Inspector Dullea masoek. „Akoe ada di sini, sekarang”, ia mengoetjap. Kamoedian oleh itoe pembesar Frank Egan dibawak ka Hoofdbureau dengen tida banjak rewel, ia menoeroet apa jang politie titahken. Boeat menoenggoe papreksa’an Pengadilan samentara waktoe ia disekep dalem kamar tahanan. Waktoe oleh Inspector Dullea dan Mr. Quinn ia di-interview ia kliatan sedikit zenuwachtig, matanja berlinang aer, parasnja poetet, ternjata iapoenja emotie bergerak djoega. Demikianlah Frank Egan dan Albert Tinnin moelain dihadepken Hakim Frank H. Dunne pada boelan Augustus tanggal 8 taon 1932, dalem Peagadilan di San Francisco. Verne Doran, berhoeboeng dengen bebrapa sebab, tida dipreksa berbareng. Papreksa'an atas dirinja Egan dan Tinnin ada lama, menarik perhatian serta penoeh kagandjilan dan sanget melodramatic. Doea-poeloeh saksi madjoe dalem itoe perkara jang masing - masing terangin ia orang poenja tierita tentang apa jang ia orang taoe. Assistant District Attorney Isadore M. Golden tilik djalannja papreksa'an sanget memoeasken pada Pengadilan dan oemoem. Sepandjang Egan dan Tinnin dipreksa ka-adaan dalem kota boleh dikata tergontjang; ratoesan orang berdjedjel dalem roeangan pengadilan boeat bereboet tempat doedoek. Boleh djadi jang paling menarik orang poenja mata adalah njonja Lorraine Kipp Egan, kerna saben hari ia dateng<noinclude></noinclude> t538ngztjsg6n4c3478l5poukaghrnn Halaman:Auto setan.pdf/68 104 114163 316146 314834 2026-08-28T05:06:12Z Ammachemist 27288 316146 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|128|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||129}}</noinclude>di Pengadilan dengen dandanan jang perlente serta roepa jang goembira. Ini njonja ada pande sekali saroehin tergeternja iapoenja pengrasa’an hati, kapan djalannja papreksa’an sampe di bagian bagian penting jang membeber kadjahatan soeaminja Soerat dakwa’an atawa procesverbaal pada Frank Egan dan Albert Tinnin ada didasarken atas Doran poenja pengakoean dan bebrapa kasaksiannja saksi jang mengoewatken itoe. Pembelah persakitan, Mr. Vincent Hallinan dan Nathan Coghlan, sabelonnja tentangin pengakoean Doran dan malah bilang Doran dateng di roemahnja njonja Jessie sabenernja hendak merampok itoe njonja, soedah boenoeh itoe njonja jang ia lakoeken sendirian. Achirnja itoe pembelah oendjoek bahoea sasoenggoehnja Tinnin dan Egan tida berdosa. Hallinan dan Coghlan soedah bekerdja keras depan Pengadilan boeat belahken itoe doea terdakwa, tapi sabegitoe djaoeh marika poenja pembela'an tida mengasi effect apa- apa boeat entengken itoe doea terdakwa poenja kadosa’an. Jury timbang itoe perkara Egan c.s. boeat tiga hari lamanja; achirnja kaloearken vonnis jang tetepken pasti marika „BETOEL BERDOSA” dalem pemboenoehan njonja Jessie! Jurry voorstel '''hoekoeman saoemoer hidoep''' boeat persakitan-persakitan pores dan oleh Hakim Dunne soedah ditrima baek. Dengen begitoe Egan moesti djalanken hoekoeman selama ia hidoep di bawah sinar matahari dalem pendjara San Quentin, jang dengen sigra ia lantas dikirim ka dalem itoe noraka. Tinnin djoega dapet persen hoekoeman jang sama. Ia dikirim lantas di pendjara Folsom Prison, di mana, kapan ia soedah klar djalanken hoekoeman jang doeloe restant delapan taon baroe kamoedian jang belakangan boeat sacemoer hidoepnja. Begitoe lekas vonnis dicemoemken, Egan dan Tinnin teeken appell Dengen diappelnja ini perkara, kombali orang dibikin gemper dengen lebih banjak resia-resianja Egan jang djadi terboeka samentara Pengadilan dan politie poen moesti bikin poela pengoesoetan jang tertip, sadjek itoe. malem njonja Jessie trima nasib jang sial. Kagemperan berhoeboeng dengen apel terseboet moelaen pada tanggal 9 September. Pengoesoetan jang dilakocken berhoeboeng dengen appel terseboet oleh politie corps San Francisco, tentang segala apa jang tersangkoet sama penghidoepan njonja Jessie dan Frank Egan achirnja kombali telah memboeka banjak resia serta didapet taoe plan bagimana matjem jang telah diatoer dalem itoe perboeatan crimineel terhadep sang korban. Satoe taon berselang poen satoe sportman di San Francisco jang terkenal mendadak diserang oleh saorang jang tida kataoean siapa dengen dapetken loeka begitoe heibat. Iapoenja nama Jack Leter. Sahingga ia tarik napas jang pengabisan ia tida terangin. siapa jang mendjadi iapoenja pemboenoeh. Dan djoega iapoenja dokter, Nathan Housman, tida betjoes briken katerangan - katerangan jang penting boeat pengoesoetan politie. Dokter Housman, sebagimana telah diterangken, ada mendjadi salah-satoe kawannja Egan jang rapet<noinclude></noinclude> o5cghon08xv00tdpuy2xn3vyabq7ih4 Halaman:Auto setan.pdf/69 104 114164 316147 314835 2026-08-28T05:07:21Z Ammachemist 27288 316147 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|130|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||131}}</noinclude>{{di|L}}EBIH djaoeh, soepaja pembatja bisa dapet pemandengan jang djelas tentang kwaliteitnja Egan, satoe penoetoeran jang sakean lama disimpen oleh Inspector Dullea ada menarik aken dibeber. „Akoe telah minta pada Ignatius McGarty, satoe penjelidik jang special boeat tarok perkakas dictorgraph (pranti dengerken apa jang orang sedeng bitjara di dalem kamar enz. hingga laen orang di laen tempat dapet taoe apa jang dibitjaraken itoe) dalem kantoornja Housman di gedong Flood Building. Begitoe satoe kawat resia soedah dipasang jang menghoeboengken antara Flood Building dan kantoornja McCarty terpisah bebrapa roemah ka Market Street. Doea detectives akoe titahken boeat djaga dengerin boenjinja itoe dictograph, jalah toean-toean Paddy Wafer dan Pete Kenaly, dari kantoornja Housman. Marika selaloe toeroenken perkata'an jang terdenger dari itoe perkakas pentjoeri soeara ka atas kertas dengen dityp. „Akoe sabetoelnja tjoema sebab terpaksa hingga goenaken dictograph, kerna taoce oemoemnja orang tida seneng dengen dipakenja matjem perkakas boeat tangkep soeara. Apa jang terdenger dari itoe tjorong dictograph ternjata tida kadapetan boekt-boekii apa-apa dalem kamatiannja Jack Leter, tapi itoe pendjaga dictograph dapet tjatet soearanja Frank Egan jang bitjaraken bagimana ia Poenja plan dan maksoed boeat ambil djiwanja njonja Jessie. Boekan tjoema dari bitjaranja Egan kanjata'an maoe boenoeh njonja Jessie, tapi poen ia ada mempoenjain angen-angen moeloek boeat mendjadi Underworld Czar alias Radja Pendjahat dari San Francisco. „Baroe denger ini rapport jang tertjatet dengen perantara'an dictograph akoe djadi_ terprandjat, tapi kamoedian akoe anggep brangkali itoe oetjapan oleh Egan tjoema sebagi maen-maen sadja dan tida lebih sebagi leloetjon. Tapi biar begitoe tida oeroeng akoe diam - diam titahken bebrapa spion boeat intip dan lindoengin njonja Jessie. „Bebrapa kali kita peringetken itoe njonja agar ia berati-ati bahoea iapoenja djiwa ada jang maoein, dan djangan ada bikin perhoeboengan apa-apa dengen Frank Egan. Ia tertawa terhadap kita poenja nasehat itoe, tapi roepanja ia perhatiken djoega dengen terboekti iapoenja pintoe-pintoe roemah dipakein slot-slot besar jang koeat. Djoega kita selaloe tarok bebrapa mata boeat awasin roemahnja njonja Jessie sakoetika lama di loear taoenja si njonja, dan saben-saben kita tjoba boeat briken ia perlindoengan. „Bebrapa minggoe liwat dan soearanja Egan tida terdenger poela dari itoe dictograph tentang itoe maksoed boeat boenoeh njonja Jessie. Lantaran apa kita pertjaja bahoea Egan hanja maen-maen dengen oetjapken itoe perkata'an - perka‘an dan boleh kita anggep sadja itoe sebagi perkara iseng -iseng jang boekan sasoenggoehnja. Antara itoe tempo satoe pemboencehan heibat terdjadi dalem kota. Kita terpaksa tarik semoea 'orang kita' boeat dipake dalem itoe drama jang baroe terbit, dan itoe bebrapa spion poen kita tida titahken lebih djaoeh boeat djaga roemah serta dirinja njonja Jessie. Kamoedian, selagi kita meleng, bener-bener njonja Jessie terboenoeh!"<noinclude></noinclude> 0q3uffrnw9696899602u618vi3t5tzz Halaman:Auto setan.pdf/70 104 114165 316149 314836 2026-08-28T05:08:19Z Ammachemist 27288 316149 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|132|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||133}}</noinclude>Menilik permahloeman Inspector Dullea di atas hingga kita mengarti, bahoea sabenernja sabelon njonja Jessie terboenoeh oleh komplotnja Egan politie soedah denger lebih doeloe itoe maksoed dari Egan dengen pertoeloengan dictograph. Tjoema politie ada rada-rada sangsiken orang sebagi Egan kandoeng angen-angen demikian dengen sasoenggoehnja — sebagimana Dullea toetoerken. Bagian, begitoe moelia namanja Frank Egan, begitoe tinggi orang hormatken padanja, hingga katjoeriga’an atawa sangka'an ampir soesah orang toedjoeken pada iapoenja diri. Baroe belakangan orang brani tjoerigaken ia satelah boekti - boekti bertambah banjak oendjoek jang ia tida bersi seperti tadinja dikira. Kenapa kasaksian jang didapetken oleh itoe dictograph tida toeroet dimadjoeken sebagi boekti dalem Pengadilan koetika perkaranja Egan dipreksa? Sebab, Inspector Dullea menerangin, oemoemnja pembesar - pembesar politie Atasan dan District Attoney tida moefakat trima sah pembilangan dari satoe dictograph. Pembesar - pembesar tinggi dari Politie dan Justitie djoega anggep tida perloe itoe soeal dictograph dimadjoeken sebagi boekti, kerna boekti - boekti dan saksi-sak-si manoesia biasa soedah tjoekoep koewat boeat terangken bahoea tida bisa dipoengkir lagi memang Frank Egan berdosa besar. Itoe saksi dictograph tjoema bisa serta di-idzinken digoenaken kapan kliwat terpaksa sekali oleh ka-ada’an Achirnja, berdasar atas boekti-boekti jang tegoeh dari dosanja Frank Egan dan kontjonja Albert Tinnin, marika poenja appel tida membawak hasil — marika poenja hoekoeman saoemoer hidoep ditetepken oleh Pengadilan jang paling tinggi V Doren poenis hoekoeman dibriken: dengen kaentengan, sebagi pembalesan bertrima kasi bagi iapoenja '''pangakoehan penting.''' Dalem perkara njonja Jessie ia tjoema dapet gandjaran delapan taon, ditambah sama iapoenja hoekoeman doeloe jang belon abis dan ia dikloearken atas perdjandiian, tapi ia soedah berboeat poela laen kadjahatan dengen terboenoehnja njonja Jessie. „Doran bisa dibilang tjoekoep djoedjoer”, berkata Hakim Dunne koetika kloearken iapoenja poetoesan, „dan dari itoe ada akoe poenja kawadjiban boeat kasi kaentengan padanja. Haroes diakoeh, zonder Doran poenja katerangan, Egan dan Tinnin ada banjak kans terlolos dari djaringnja wet. „Marika, Tinnin dan Egan, menoeroet katerangan - katerangan jang sampe di tangankoe, ada mendjadi biangkladi dari banjak kadjahatan, dan kaloe sadja marika tida kaboeroe kataoean tentoe lebih banjak kadjahatan ditjiptaken oleh marika berdoea oentoek ganggoe prikamanan dari ini Staat. Ternjata bahoea marika ada berdiriken samatjem '''bureau of crime''' (bureau dari kadjahatan)". Penoeteop dari Hakim Dunne poenja bitjara, ia kombali hatoerken poedjian boeat Attorney Golden dan Inspector Dullea jang telah berdjasa dalem perkara ini. „Akoe tida bisa toetoep ini perkara’, ia moelain, „zonder oetjapken sedikit perkata’an boeat kaoe orang poenja djasa-djasa, Mr. Golden dan Inspector Dullea serta sekalian anggota politie<noinclude></noinclude> p48iwr9ofzhe8c24a10k26yhal7rw6t Halaman:Auto setan.pdf/20 104 114184 316086 314862 2026-08-27T13:19:15Z Ammachemist 27288 316086 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|34|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||35}}</noinclude>{{hwe|ge|garage}} terboeka semoea dan satoe touring-car sembari moendoer kloear dari garage. Kamoedian sa‘orang lelaki dengen pake badjoe djas warna koening djoega kloear dari itoe garage jang sigra naek ka dalem auto terseboet, Samentara saorang laen kawannja berdiri di atas tangga deket roda. Itoe auto teroes didjalanin moendoer sahingga sampe di straat dan dengen pesat dilariken tida taoe ka mana". „Apa ia kenalin bagimana roman moekanja itoe doea orang?” Inspector Dullea menanjak. „Tida begitoe deket ia liat romannja ia orang’, saoet Wafer, „tapi apabilah ia katemoe kombali sama itoe doea orang ia rasa masih bisa dikenalin". „Bagoes,” sacet Dullea. „Apa jang kaoe dapetken, Husted?” „Bagimana roepanja itoe automobiel jang koendjoengin njonja Jessie”, djawab detective Husted, ada dipetahken oleh laen tetangga jang mengakoe nama njonja Little. Ia bilang kemaren lohor djam ampat ia djalan liwat di depan ini villa dan dapet liat satoe Lincoln touring-car brenti di depan pintoe. Lantaran biasanja njonja Jessie djarang sanget trima koendjoengan tetamoe maka ia ingin perhatiken sambil beroelang - oelang mengawasin ka dalem. Ia liat saorang lelaki di depan stuur, tapi kapan itoe lelaki liat ada orang awasin mendadak ia toetoepin djidatnja lebih dalem sama iapoenja topi vilt. Ia menjataken jang ia masih bisa kenalin kapan berdjoempah poela sama orang itoe” Denger katerangan di atas Inspector Dullea kaliatan girang, ia merasa bahoea itoe resia pemboenoehan sabagian soeda dapet dibikin terang. Dengen begitoe ia pertjaja tida sebrapa lama lagi ia bisa bekoek itoe sekalian pendjahat. „Dengen begini kita soedah dapet banjak pengoendjoekan boekti jang penting’, ia berkata dengen bersenjoem, „djalannja ini perkara moesti koerang-lebih menoeroet akoe poenja doega’an: Njonja Jessie tentoe lagi maoe masak iapoenja makanan soré dalem itoe dapoer kapan tiba-tiba dateng doea orang dengen itoe Lincoln touring-car. Dengen kelakoean jang tjerdik marika soedah membikin njonja roemah tida tjoeriga atas marika poenja kadatengan dan ia idzinken itoe auto ditarok dalem garage seraja marika menenamoe. Dengen akal aloes marika bikin njonja Jessie toeroen ka itoe garage, lantas bri poekoelan keras di kepalanja hingga itoe njonja djatoh pangsan, kamoedian marika sengadja lindes itoe njonja dengen autonja sahingga binasa. Satelah lakoeken pemboenoehan, marika boeroe-boeroe tjoetji djoebinnja itoe garage, ini berboekti dengen bekas-bekas aer jang kadapetan di satoe tempat dalem garage. Sasoedahnja njonja Jessie djadi mait marika laloe pakein satoe badjoe kaos soepaja orang doega bahoea njonja Jessie djalan-djalan kloear itoe soré boeat makan angin. Kerna kaloepa’an saking kasoesoe, itoe pemboenoeh soedah tida pakein njonja Jessie topi serta overcoat menoeroet iapoenja kabiasa’an. Begitoelah agar bisa klaboein politie marika lempar itoe korban di pinggir straat dan marika sendiri mengilang dengen itoe Lincoln-phaeton. „Koetika toean dan njonja Warren Louw dapet liat itoe Lincoln-phaeton, itoe doea pendjahat {{hws|roe|roepanja}}<noinclude></noinclude> gnpg83f3xodkrbtsf4qs4v798ljbw9r Halaman:Auto setan.pdf/21 104 114185 316090 314864 2026-08-27T13:20:19Z Ammachemist 27288 316090 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|36|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||37}}</noinclude>{{hwe|panja|roepanja}} sedeng tjari tempat jang tjotjok boeat boewang maitnja sang korban — satoe tempat jang sepih agar tida dapet diliat oleh siapa djoega. Marika soedah pikir dengen tjerdik boeat bikin soepaja kamatiannja njonja Jessie djadi beroepa '''katjilaka’an auto,''' tjoema sajang marika koerang terliti boeat perhatiken bebrapa soeal laen jang perloe. Pertama, sang korban maitnja soedah dingin dan tida terdapet tanda-tanda heibat sebagimana biasa kaloe orang loeka ditoebroek oleh auto. Kadoea, itoe tanda-tanda gilesan band boekannja terdapet di mana itoe badjoe kaos jang dipake paling loear tapi di atas japonnja jang berwarna merah moeda. Tapi jang teroetama penting itoe pemboenoeh soedah loepaken tentang itoe koentji jang kita dapetin dalem dompet di latji buffet”. {{di|K}}OMBALI Inspector Dullea, pemimpin dari itoe penjelidikan ambil itoe koentii pintoe garage dan pandeng sadjoeroes poela. „Hm! Ini koentji ketjil jang kadapetan di dalem roemah jang semoea pintoe - pintoenja terkoentji soenggoeh kliwat tida masoek di akal”, „ia berkata sambil bersenjoem, dengen begitoe antero taktieknja itoe bangsat dapet dibikin petjah. Haroes diakoeh marika memang kacem badjingan jang tierdik dan oeloeng. Sekarang perloe kita moesti dapetin itoe auto Lincoln-phaeton hingga semoea resia aken terbeber terang, dengen gampang antero pemboenoehnja aken dapet ditangkep. Kita moesti seret lehernja marika ka hadepan pengadilan”. Itoe sa’at soedah lohor, oewap pedoet jang sedari pagi menoetoepin oedara di atas San Franscisco telah koerangan. Inspector Dullea dengen kawannja sigra kloear dari itoe villa, naek itoe auto politie dan berlaloe dari sitoe dengen lekas. Di perdjalanan sesampenja di tengah kota Inspector Dullea dapet liat courant-courant jang baroe terbit dengen letter-letter besar di pagina moeka pasang ini kaliat: „Itoe Korban Katjilaka’an Auto Soedah Dikenalin". Dalem kantoor dari hoofdbureau politie Inspector Dullea paling doeloe berdjoempa sama Chef Politie Kota Mr. Quinn. Pada siapa ia toetoerken semoea kasoedahan dari iapoenja onderzoek tentang itoe pemboenoehan jang menggemperken San Francisco. Mr. Quinn denger antero penoetoeran terseboet dengen soenggoeh hingga achirnja ia berkata: „Terang sekali jang itoe ada satoe '''pemboenoehan sengadja,''' soedah tida bisa disangkal lagi. Tapi, apa kaoe soedah preksa segala apa dengen baek dalem itoe villa, brangkali bisa kadapetan sadjoemblah oewang jang ia tinggalken? Atawa brangkali ada tersimpen soerat - soerat berharga atawa documents hingga oendjoekin laen penerangan prihal itoe kadjahatan?” „Tida, boeat itoe tida didapetken sama sekali”, djawab Inspector Dullea. „Apa jang kita dapetken boekti-boekti dalem papreksa’an tadi dalem itoe roemah hanja terang betoel di sana soedah dilakoeken pemboenoehan atas dirinja njonja Jessie. Apa lantarannja orang boenoeh padanja masih djadi soeal. Njonja Jessie tentoe diboenoeh oleh satoe atawa doea orang jang kandarken itoe Lincoln-phaeton. Satoe antara njonja Jessie poenja tetangga, njonja Jacks, dapet liat doea orang, {{hws|ta|tapi}}<noinclude></noinclude> 5wgtng5v6z9mvx881zr91gag8gizjhw Halaman:Auto setan.pdf/22 104 114186 316091 314865 2026-08-27T13:24:32Z Ammachemist 27288 316091 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|38|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||39}}</noinclude>{{hwe|pi|tapi}} toean serta njonja Warren Louw tjoema liat saorang sadja dalem automobiel terseboet.” „Brangkali akoe bisa doega betoel bagimana djalannja itoe perboeatan”’, kata itoe Chef Politie. Bagoes jang njonja Jessie diboenoeh dalem itoe garage dari roemahnja sendiri, sebagimana kaoe pertjaja pasti, dan djoega djadi menggampangken oeroesan jang marika angkoet maitnja sang korban dalem itoe auto-mobiel hingga kerna apa tentoe mait itoe ditarok di bangkoe belakang. „Dan djika memang marika soedah niat boeat lempar itoe mait dari dalem auto ka straat, bisa di doega pasti bahoea salah satoe dari marika koedoe doedoek sekali di bangkoe belakang boeat djaga mait itoe. Akoe kira tida meleset moesti demikian adanja marika poenja plan dan pantes koetika marika poenja auto berpapasan pada toean serta njonja Warren Louw, itoe soeami - istri hanja meliat saorang sadja si penjetuur automobiel itoe”. Inspecteur Dullea sambil bermesem akoehin pendapetannja itoe Chef Politie. „Boleh djadi sekali, boekan moestail begitoe, Sire!" ia menjataken. „Kaoe soesah mengasi theorie jang percies.” Sa-abis berkata-kata Inspector Dullea sigra berpamitan dari itoe Kepala Politie Mr. Quinn. Selagi ia mace bertindak lebih djaoeh dalem satoe djalan prapatan aken samperin tangga electris boeat kombali ka iapoenja kantoor sendiri tiba-tiba satoe detective samperin padanja boeat britaoe apa-apa. Itoe detective laloe ikoetin padanja teroes naek ka atas di mana iapoenja kantoor berada. „Advocaat Oemoem Mr. Frank Egan sedeng menoenggoeh boeat minta bitjara dengen kaoe Captain,” ia berkata satelah sampe dalem kantoor Inspector Dullea. „Ia telah batja dalem soerat-kabar prihal kamatiannja njonja Jessie, dan ia ada sobat lama dari itoe njonja almarhoem. la menjataken ingin oeroes maitnja itoe njonja sebagimana moesti boeat dibawak ka tempatnja privé dan sebaginja”. „All right”, djawab Inspector Dullea seraja doedoek di krosi depan medja toelisnja. „Boleh ia bawak kerna papreksa’an dokter soedah klaar dilakoeken. Di mana sekarang Mr. Egan ada?” „Di bawah di kamar tetamoe baroesan akoe berdjoempah”, menjacet itoe detective. „Well, kasih taoe ia bahoea akoe aken selekasnja toeroen ka bawah boeat bertemoe. Akoe maoe kerdjaken apa-apa sedikit doeloe di sini”, djawab itoe Inspector sambil preksa soerat-soerat. Dengen tjepet itoe detective bertindak pergi dari kantoornja Inspector Dullea. Satelah membatja bebrapa soerat rapport penting lantas ia doedoek sambil bengong di atas iapoenja krosi rotan. Ia pikir tentang Mr. Frank Egan, Advocaat Oemoem jang termashoer di San Francisco dan daerahnja. Mr. Egan haroes diakoeh ada saorang Advocaat jang sanget populair di kalangan jang loeas antara publiek di itoe kota; ia goenaken iapoenja kapandean sebagi Advocaat boekan meloeloe boeat garoek doewit sadja tapi sebagian besar ia korbanken temponja oentoek membela ratoesan orang-orang miskin, lelaki atawa prempoean, marika jang tida mampoe boeat bajar Advocaat goena belaken dirinja di hadepan Pengadilan. Teroetama boeat perkara-perkara jang ia taoe tida adil menimpah poendaknja orang - orang miskin jang<noinclude></noinclude> 6yxeqgcxnurwumdpcvqnb2v8vtlrmki Halaman:Auto setan.pdf/23 104 114187 316092 314866 2026-08-27T13:26:28Z Ammachemist 27288 316092 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|40|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||41}}</noinclude>lemah, Mr. Frank Egan tentoe sodorken tangannja membri pertoeloengan. la kenal banjak sekali pendoedoek dari berbagi golongan dari kota San Francisco djika dibandingin dengen laen-laen orang ternama, maka tida kliwat heran kapan ia djoega kenal baek sama njonja Jessie. Sasoedah berpikir sakean lama ia lantas teken satoe knop bell electris dan tida lama satoe secretaris dateng padanja. „Sekarang kaoe siarken warta per radio” ia memerentah, „boeat semoea orang-orang politie di seloeroe kota aken bantoe mentjari pada automobiel Lincoln-phaeton jang tersangkoet sama perkaranja njonja Jessie. Dan apa kaoe soedah kirim itoe telegram pada Ambrose Scott, soedara lelaki dari njonja Jessie, di desa Rio Vista, boeat brikabar tentang kamatiannja iapoenja soedara prempoean sambil minta ia dateng ka sini?” „Ja", sacet itoe secretaris. ‘Akoe soedah kirim itoe telegram sebagimana kaoe inginken bebrapa sa'at berselang”. Daon pintoe kadengeran terketok, itoe secretaris sigra memboeroe boeat boeka itoe pintoe. Saorang tingi djangkoeng koeroes dengen djidatnja jang lebar serta sorot mata jang manis-boedi sambil pake overcoat dan topi vilt jang lemes, kliatan masoek ka dalem. Orang itoe poenja aer- moeka roepanja berdoeka. „Good morning, Captain Dullea,” ia mengoetjap dengen soeara lemboet. „Akoe baroesan dateng dari roewangan bawah. Ada terdjadi satoe dan laen hal jang heibat, toean”. Inspector Captain itoe bangkit dari krosinja boeat membri hormat pada iapoenja tetamoe. „Ja, Mr. Egan, betoel sekali katamoe. Akoe djoestroe hendak toeroen ka bawah boeat berdjoempa padamoe aken bitjaraken itoe oeroesan. Satoe antara orangkoe telah britace kaoe poenja kadatengan dan kaoe ada kenal katanja sama njonja Jessie” Mr. Egan doedoek di krosi jang disediaken boeat ia. samentara itoe secretaris berlaloe dari itoe kantoor. „Betoel akoe kenal ia dengen baek”, Mr. Egan moelai bitjara. ,,Njonja Jessie ada salah satoe antara sobat-sobatkoe jang paling baek. Akoe kasi taoe kaoe bahoea sasoenggoehnja ia ada saorang prempoean toea jang bertabeat manis boedi, saderhana serla boediman. Soenggoeh terlaloe kedjem ia moesti alamin itoe matiem kadjadian!” Abis menoetoer begitoe Mr. Egan senderan di krosinja, memandeng ka djoeroesan djendela. „Akoe soedah kenal njonja Jessie sadjek doeapoeloeh anem taon berselang dengen menjenengken”, ia landjoetken tjeritanja. „Baeklah akoe bilangin kaoe satoe riwajat. Pada satoe hari dari itoe kadjadian gempah boemi dari taon 1906, selagi api mengamoek dengen keras, sedengnja antero pendoedoek repot melariken diri ka loear kota. Di sa‘at-sa'at mana akoe lagi kandarken satoe kandaran di sepandjangnja Mission Street dan mendadak akoe menampak saorang prempoean djalan di pinggir straat sambil menoentoen satoe anak lelaki jang masih ketjil dengen satoe tangannja, samentara tangannja jang laen menengteng satoe koffer. „Akoe sigra brentiken kreta-koe itoe dan toeroen boeat membri pertoeloengan padanja. Akoe naekin itoe anak ketjil (lelaki) serta itoe koffer ka<noinclude></noinclude> 4sys7xd7xu82xuj6fmui8dles9ddfdd Halaman:Auto setan.pdf/24 104 114188 316093 314867 2026-08-27T13:27:37Z Ammachemist 27288 316093 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|42|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||43}}</noinclude>dalem kretakoe, dan djoega itoe orang prempoean jang akoe kasi tempat doedoek di seblah depan. Kamoedian akoe bawak marika ka roemahnja akoe poenja soedara prempoean jang terletak sedikit di loear kota. Soedarakoe trima marika serta rawat dengen segala seneng hati sebagi sanak famili sendiri. „Itoe prempoean adalah njonja Jessie berserta iapoenja anak”. Bitjara sampe di sini Mr. Egan kaliatan bersedih. Matanja itoe Advocaat djadi goerem dalem mana mengembeng iapoenja aer-mata dari hati jang terharoe atas binasanja sang sobat. „Taon - taon telah liwat dan itoe anak lelaki samingkin besar”, meneroesin Mr. Egan. „Tapi soenggoeh latjoer, sedikit taon kamoedian apamaoe itoe anak telah binasa kerna katoebroek automobiel. Ia mati lantaran itoe katjilaka’an, Aneh, boekan?” Inspector Dullea dengerken toe tjerita dengen penoeh perhatian dan kamoedian Mr. Egan bangoen berdiri. Ia tida menoetoer lebih djaoeh, ia kasih tangan boeat berpamitan dan berlaloe dari hadepannja Inspector Dullea {{di|P}}ENJELIDIKAN jang soedah dilakoeken oleh sekalian politie dan detectives boeat oesoet itoe Automobiel-Setan jang menggemperken kota San Francisco, sabegitoe djaoeh dalem itoe minggoe tida membawak hasil sebagimana diharep. Samentara soerat-soerat kabar ramé bitjaraken itoe perkara pemboenoehan dengen moeatken kateragan - katerangan jang langkeh tentang njonja Jessie poenja kamatian, dan toetoerken sekali bagimana japoenja tetangga-tetangga poenja pengakoean pada politie. Ratoesan politie serta detectives repot satiap hari, wara-wiri kean kemari oentoek tangkep pendjahatnja serta itoe auto Lincoln phaeton. Orang - orang jang kabetoelan mempoenjain auto's samatjem merk terseboet semoea dipreksa terliti en toch tida membawak hasil soeatoe apa. ltoe antero auto's jang dipreksa tida mengoendjoek bekas-bekas sama sekali jang boleh diboeat boekti. Sepandjang itoe waktoe, politie poenja achli crimineel (kadjahatan), Mr. Francis X. Latulipe soedah bikin pengoesoetan dalem villa dan garagenja njonj...a Jessie, dan ia dapetken laen - laen boekti penting sekali jang membikin terlebih gampang oentoek tjioem baoe dalem ini perkara soelit Pada satoe pagi dari hari Minggoe Inspector Dullea seperti biasa telah dateng di iapoenja kantoor dan pertamah preksa rapport-rapport tentang penjelidikan jang dilakoeken boeat dapetin itoe auto Lincoln-phaeton. Kamoedian ia bersama Chef Politie Mr. Quinn pergi koendjoegin laboratorium Mr. Francis X. jang terletak di bagian atasan dari itoe gedong besar Hall of Justice. Di hari Minggoe ka-ada'an dalem itoe gedong jang loeas ada soenji. ltoe doea orang politie teroesin marika poenja_tindakan menjamperin lift aken naek ka atas di loteng ka-anem. Dengen tjepet marika soedah sampe dan masoek ka dalem satoe kamar besar dan terang sekali segala apa tertampak di dalemnja. Di satoe podjokan dari itoe kamar laboratorium saorang jang berkoelit poetih serta djangkoeng, paké badjoe poetih pandjang sedeng toendoekin kepala di depan glas {{hws|mi|microscoop}}<noinclude></noinclude> e3siye5wdna27quxjj5abi6wpyshrso Halaman:Auto setan.pdf/25 104 114189 316094 314868 2026-08-27T13:28:50Z Ammachemist 27288 316094 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|44|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||45}}</noinclude>{{hwe|croscoop|microscoop}}. Sadjoemblah bebrapa poeloeh portret portret tersebar di atas laen medja pandjang. Banjak antara portret-portret terseboet meloekisken tanda-tanda jang langkah jang pasti tida berarti soeatoe apa bagi orang-orang jang boekan achli dalem oeroesan demikian. „Bagimana kaoe poenja pendapetan, Frank?” menanjak Inspector Dullea koenjoeng - koenjoeng sambil mengawasin pada itoe gambar - gambar foto's di atas medja. Mr. Francis X. angkat iapoenja kepala dari itoe katja miscroscoop. „Sanget memoeasken,” ia mendjawab dengen pendek. Mr. Francis X. terkenal sebagi saorang jang pendiam sebagimana biasanja satoe scientist jang soenggoe. Hari - hari waktoe diam bakerdja ia lakoeken kawadjibannja dengen penoeh goembira boeat bongkor resia-resianja sekalian pendjahat jang kawakan dari San Francisco. Lagi memang soedah termashoer bahoea itoe Laboratorium Politie dari kota San Francisco paling soelit, dan dalem sakean lama boekan sedikit resia-resia pendjahat dapet dibikin terang dalem itoe kamar jang loeas dan terang dari Mr. Francis X. „Akoe soedah preksa dengen baek njonja Jessie poenja pakean”, ia menjataken poela, „dan dari sitoe akoe telah dapetken boekti-boekti jang penting. Di ates poendak kiri dari pakeannja terdapet tanda-tanda jang loear biasa. Di sini ada ia- poenja fotograaf. „Kombali ini ada laen boekt: Akoe soedah preksa itoe tanda-tanda bekas band auto jang kemaren kaoe telah katemoeken di loear dan di dalem itoe garage. Itoe tanda-tanda band jang kadapetan dalem garage mengoendjoek njata paling sedikit itoe auto didjalanken moendoer-madjoe boeat tiga kali beroelang - oelang. Tapi betoel-betoel adjaib itoe band -band jang dipake di itoe automobiel semoea dari berlaenan model, ampat roda semoea memake ampat matjem band berlaenan jang satoe mempoenjain matjem tadjem seperti gosokan brilliant, satoe lagi bandnja soedah litjin saking toeanja, satoenja poela beroepa seperti model besi kaki koeda, dan laennja berstreep² miring. '''Djoestroe ini band jang berstreep² miring jang akoe dapetken tanda-tanda bekasnja di atas japon jang terpake oleh njonja Jessie".''' „Good!” berseroeh Inspector Dullea. „Itoe djadi mengoewatken anggepan kita bahoea njonja Jessie telah betoel terboenoeh mati dalem itoe garage. Laen-laen lagi apa?” Ia, ada lagi”, djawab Mr. Francis X. „barang jang ketjil tapi tida koerang faedahnja — ramboet. Di tengah-tengah dari itoe garage ada terdapet satoe toetoepan got dari besi model pasegi. Kira-kira tiga kaki dari sitoe akoe telah poengoet lima matiem lembaran ramboet. Ampat roepanja poetih dan jang satoe berwarna koening moeda. ltoe bebrapa lembar ramboet ada percies roepanja sebagimana jang akoe goenting dari kepalanja njonja Jessie boeat kapentingannja papreksa’an”’. „Apa kaoe rasa pasti itoe ramboet - ramboet jang kaoe dapetin di dalem itoe garage berasal dari kepalanja njonja Jessie?” Mr. Quinn sigra menanjak. Francis X. bersenjoem. „Terlaloe memastiken itoelah akoe tida bisa”, ia djawab dengen sabar,<noinclude></noinclude> pfyi2s6xesnf3r7hojrcvas9m8yay03 Halaman:Auto setan.pdf/26 104 114190 316095 314870 2026-08-27T13:30:35Z Ammachemist 27288 316095 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|46|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||47}}</noinclude>„tapi menoeroet anggepankoe boleh djadi sekali ada begitoe. Tentang ramboet ada soeker sekali boeat ditetepken siapa-siapa jang poenja kerna barang begitoe soeker dikenalin, tapi melaenken kita bisa akoerin sampe di mana percentagenja ada sama. Ini ada photomicrographs (portret-portret) dari ramboet-ramboet terseboet; tjoba kaoe liat satoe per satoe”’. Laloe Mr. Quinn dan Inspector Dullea preksa lima gambar portret jang soedah dibesarin (vergroot), bebrapa dari itoe portret soedah divergroot boeat lima ratoes kali dengen pekakas microscoop. ltoe lembaran ramboet jang soedah dibikin ratoesan kali besarnja terliat seperti pongkot poehoen atawa tjaling gadja. Mr. Francis X. jang berdiri di belakang marika lantas mengoetjap bebrapa perkata’an aken menerangin sambil menoendjoek sama iapoenja djari di atas gambar terseboet. „Liat itoe satoe. Perhatiken iapoenja oedjoeng sekalian jang njata itoe ramboet seperti terpoetoes dengen terpaksa sebab terpetjah roepanja. Dan ini lagi iapoenja oedjoeng dengen akarnja jang berwarna poetih toeroet tertjaboet sama sekali Semoea rontoknja itoe ramboet - ramboet mengoendjoek jang itoe soedah diperlakoeken satjara amat kasar; tida bisa salah ramboet terseboet semoea soedah didjambak tiopot dari koelit kepala dengen amat koewat.” (Liat portret dari ramboet itoe jang soedah dibesarin). Dengen pertoeloengan_ laboratorium politie di bawah pimpinan Mr. Francis X. segala bagian-bagian boekti jang paling aloes dari pemboenoehan njonja Jessie telah dapet diterangin. Science (ilmoe pengataoean) soedah membantoe boekan sedikit dalem banjak hal boeat bekoek pendjahat - pendjahat Amerikaansch jang terkenal sanget litjin. Satelah memandeng sakean lama lantas Inspector Dullea berkata: „Kasihken akoe bebrapa lembar dari itoe portret-portret bekas tanda-tanda band. Akoe aken titahken boeat afdruk lebih baKoetika segala apa soedah beres, Inspector Dullea bersama Chef Politie Mr. Quinn berlaloe dari itoe laboratorium. Hari Senen pagi satoe kadjadian penting jang menoentoen aken terboekanja itoe resia pemboenoehan mendadak moentjoel. Satoe detective dapetken satoe auto merk Lincoln-phaeton di dalem garage di Turk dan Masonic Street jang roepanja mirip sama itoe portret. Itoe automobiel mendjadi kapoenja‘annja Lieutenant Oscar Postel jang bakerdja dalem dienst brandweer (pompa kabakaran), termasoek dalem companie No. 21. Menoeroet pendjaga itoe garage, itoe Lincoln-phaeton koetika Djoemahat malem, tanggal 29 April, dipake kloear djoestroe terdjadinja itoe pemboenoehan pada malem terseboet. Inspector Dullea jang dibritaoe tentang adanja auto itoe sigra titahken itoe detective djaga itoe, auto aken menoenggoe iapoenja kadatengan. Dengen lekas Inspector Dullea bersama detective McGinn pergi ka itoe tempat jang dioendjoek, di dienst brandweer, companie No. 21. {{hws|Se|Sesampenja}}<noinclude></noinclude> j5a2x7jnnqmyflbgu3837jpqdcvmwzs Halaman:Auto setan.pdf/27 104 114191 316096 314871 2026-08-27T13:32:02Z Ammachemist 27288 316096 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|48|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||49}}</noinclude>{{hwe|sampenja|Sesampenja}} di sana marika masoek ka dalem itoe roemah sambil minta katemoe sama Mr. Postel. Koetika toean roemah kloear laloe Inspector Dullea terangin iapoenja maksoed perkoendjoengan. „Boleh”, saoet Mr. Postel sambil persilahken apa jang diminta, „betoel akoe ada poenja satoe Lincoln-car. Kace boleh pergi ka garage boeat preksa ka-ada'annja auto itoe. Tida salah, lagi Djoemahat malem itoe auto dipake kloear; di sini ada toean Lynch, orang brandweer, siapa jang kloearin itoe auto sebab dipindjem oleh orang". Inspector Dullea perhatiken roepanja Lieutenant Postel dan djoega Charles Lynch, jang bersama pegana kerdja'an dalem itoe dienst pompa kabakaran. „Siapa jang pindjem auto itoe?" ia menanjak kamoedian. ,Apa jang soedah terdjadi?” „Apa jang akoe bisa toetoerken”’, djawab Lynch, „jalah saorang soedah dateng kemari koetika hari Djoemahat siang kira-kira djam sabelas. Ia ada saorang moeda, pantes sopan romannja, minta berdjoempah dengen kita poenja Lieutenant”. „Iapoenja nama ada Verne Doran”, Lieutenant Postel samboeng itoe bitjara. „Akoe kenal padanja. Ia menjataken bahoea ia hendak pindjem akoe poenja_Lincoln-phaeton aken adjak iapoenja temen sedikit djalan-djalan. Akoe sebagi sobat dengen lantas bilang ‘Baek’. Itoe waktoe djoega akoe lantas titahken Lynch boeat anter Verne Doran ka garage aken kasi kloear auto itoe. „Doran bawak itoe kreta sendiri dan kombaliken poela di itoe malem djoega. Akoe sendiri tida taoe djam brapa itoe auto ia kasi kombali, kerna tatkala akoe pergi di garage taoe - taoe itoe auto soedah ada dan akoe liat lontjeng poekoel sabelas koerang saperampat. Hari Saptoe pagi ia dateng poela padakoe sambil kasiken akoe oewang satoe dollar satengah sebagi penggantian karoegian oewang benzine jang ia soedah pake, ia membilang”. „Verne Doran”, Inspector Dullea mengoetjap sembari memikir. Itoe nama seperti ia soedah perna denger diseboet orang. Tapi ia loepa oleh siapa, kapan dan di mana. Tiba-tiba ia berpaling pada detective McGinn sambil mengoetjap sedikit perkata'an: „Mari, baek kita berlaloe doeloe”. Marika berdoea bertindak kloear menoedjoe ka pintoe pekarangan. Kapan marika sampe di pinggiran autonja sendiri Inspector Dullea berkaia lagi: Baek kaoe tjari satoe taxi, akoe maoe kombali ka hoofdbureau dan kaoe toenggoe djaga itoe auto di garage. Akoe hendak kirim Francis X. boeat preksa bandnja auto terseboet”’ Tida lama satoe taxi soedah didapetken oleh McGinn. Inspector Dullea naekin itoe kandaran jang sigra bawak ia menoedjoe ka Hall of Justice. Kapan ia sampe dalem iapoenja kantoor mendadak bel telefoon berboenji. la pegang itoe pekakas bitjara. Kadengeran detective McGinn poenja soeara: „Itoe Lincoln-phaeton akoe telah tioba preksa baroesan. Iapoenja band kliatan mirip sekali dengen itoe tanda-tanda jang kita dapetken di atas djoebinnja njonja Jessie poenja garage. Akoe rasa lebih baek bawak itoe auto ka Richmond Police Station dan biar Mr. Francis X. lakoeken penjelidikannja di sana. Akoe?” „Okay", saoet Inspector Dullea sambil gantoeng<noinclude></noinclude> 1z5cug1w9zyf59x1knwyfa83g8xckvv Halaman:Auto setan.pdf/28 104 114192 316097 314872 2026-08-27T13:33:39Z Ammachemist 27288 316097 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|50|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||51}}</noinclude>gagang telefoon. Lantas ia titahken iapoenja pembantoe boeat britaoe pada Francis X. soepaja koendjoengin ka tempat di mana detective McGinn menoenggoe. Djoega ia minta dari departement statistick pendjahat-pendjahat tentang namanja Verne Doran. Dalem tempo lima minuut katerangan tentang Verna Doran soedah terletak di atas iapoenja medja; doega’annja Inspector itoe semoea tida meleset. Dalem itoe nota dengen pake portret ada terloekis roepanja Verna Doran, perna djadi persakitan nummer 41327, nama penoehnja Verne L. Doran, beroesia 21 taon, dan beroman baek. Di bawah itoe portret lebih djaoeh tertoelis katerangan: Dihoekoem dalem pendjara San Quentin sebab merampok dalem taon 1930 boeat 15 taon. Ini waktoe ia soedah kloear dengen perdjandjian”. Siapa Verna Doran poenja familie poen diterangin sekali di atas itoe nota. iapoenja iboe, njonja Ora Carpenter, dan iapoenja soedara prempoean, njonja Lurline Anderson, tinggal di Frederick Street No. 576. Katerangan-katerangan di atas memang kliwat penting bagi Inspector Dullea poenja onderzoek. Lantas ia pangil detective Paddy Water stof dari perlindoengan politie kota, bersama siapa ia kloear dari iapoenja kantoor. Marika naek ka dalem auto politie dan ditoedjoeken ka itoe Frederick Street No. 576. „Bilah sadja sabentar kita bisa bekoek Verne Doran, banjak pengoendjoekan penting aken kita beroleh lebih compleet”, ia berkata dalem auto itoe. „Kaoe tentoe inget bahoea njonja Jacks, tetangga dari njonja Jessie, perna mengakoe ia dapet liat doea orang dalem toe Lincoln-phaeton. Nanti djika ternjata Doran ada salah satoe orang jang diliat oleh njonja Jacks, tinggal satoe lagi itoe jang laen?” Auto jang bawak Inspector Dullea dan detective sampe di depan roemah di Frederick Street No. 576. Marika toeroen dari itoe kandaran motor masoek ka dalem dan kamoedian pentjet satoe bel di pinggiran tiang pintoe. Saorang prempoean moeda jang berparas loemajan boeka daon pintoe dan Inspector Dullea sigra perkenalken siapa dirinja. „Akoe ada njonja Anderson”, itoe prempoean menjaoet. Ja, akoe ada Verne Doran poenja soedara prempoean. Betoel, Doran ada tinggal bersama kita di ini roemah, tapi sekarang ia tida ada. Akoe sendiri tida taoe ka mana ia soedah pergi”. Inspector Dullea awasin itoe prempoean. „Apa kaoe tida taoe di mana biasanja kaoe poenja soedara liwatken temponja?” ia menanjak. „Ia tentoe ada poenja bebrapa tempat speciaal jang ia soeka koendjoengin, di mana kaoe kira jang kita bisa djoempahin padanja?” Itoe prempoean moeda bersenjoem sambil golengken kepalanja. „Tida, menjesel akoe tida bisa bilangin kaoe. Verne Doran selaloe tida perna kasi taoe iapoenja hal padakoe. Ia boleh djadi berada sama Mr. Tinnin, tapi akoe tida taoe di mana kadiamannja toean itoe. Boleh djadi djoega di hotel-hotel di loear kota, akoe kira”. „Tinnin", mengoelangin Inspector Dullea dan ia tasanja inget sama itoe nama. Tiba-tiba detective Wafer koetik iapoenja tangan. „Ada kaoe taoe bagimana iapoenja nama selengkepnja?” tanjak poenja Dullea.<noinclude></noinclude> 2ygrayepr35t8867kdhmsfwx0veb37t Halaman:Auto setan.pdf/29 104 114193 316098 314873 2026-08-27T13:36:27Z Ammachemist 27288 316098 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|52|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||53}}</noinclude>„Albert, kaloe tida salah". Inspector Dullea manggoetken kepalanja. „Dan apa kaoe poenja soedara Doran sering berkoendjoeng pada Mr. Albert Tinnin itoe?” ia menanjak lagi. Itoe prempoean tida sigra mendjawab, ia kliatan bersangsi. „Ja, boleh dikata sering djoega selama ini. Akoe rasa belon lama ia pergi ka sana pada Mr. Tinnin’’ „Apa kaoe poen taoe jang soedaramoe brangkali koendjoengin Tinnin koetika hari Djoemahat baroesan berselang?” Inspector Dullea madjoeken pertanja’an jang tandes. „Ja, akoe inget ia ka sana di itoe hari”, saoet prempoean moeda itoe atawa njonja Anderson. Di iapoenja mata masih tertampak iapoenja rasa koeatir. „Mr. Tinnin pada itoe hari Djoemahat kita-kira lohor ia ada dateng ka sini dan Verne kamoedian bersama ia berlaloe. Akoe pertjaja ia dengen Mr. Tinnin antero soré dari itoe hari Djoemahat berada bersama-sama.” „Oh, banjak trima kasi!" mengoetjap Inspector Dullea seraja berpamitan pada prempoean itoe. Sakloearnja marika dari roemah soedara prempoeannja Verne Doran, terpisah bebrapa poeloeh meter, marika mampir di satoe toko obat. Inspector Dullea minta pindjem telefoon dan ia bitjara pada kantoor politie minta dikirim spion dengen pakean vrijman boeat intip itoe roemah di Fredetick street No. 576 aken awasin kaloe-kaloe Verne Doran nanti poelang. Dari itoe toko obat marika kombali ka hoofdbureau. Djam delapan dari itoe soré — hari Senen, Penjelidikan tentang pemboenoehan njonja Jessie kaliatan samingkin dapet pengoendjoekan jang memoeasken. Pada djam terseboet detective McGinn dan Mr. Francis X. dengen boeroe - boeroe dateng ka kantoornja Inspector Dullea boeat membawak rapport. Itoe sa’at kabetoelan Inspector Dullea sedeng doedoek mengadepin medja toelisnja dengen ada mengletak 1 portret politie. Papreksa’an kita berdjalan baek!” Mr. Francis X. mendadak berseroeh. „Kita bawak itoe Lincolnphaeton ka satoe tempat sepih di podjokan straat di Golden Gate Park. Akoe soedah portret auto itoe dan sekalian iapoenja band-band. Itoe tanda-tanda band ternjata percies sebagimana jang kita dapetin di atas djoebin dari garagenja njonja Jessie. „Djoega, di bawah tempat tarok kaki dari bangkoe, akoe beroentoeng katemoeken delapan lembar ramboet jang berarakan. Itoe ramboet-ramboet semoea mirip sekali dengen ramboetnja njonja Jessie jang kita telah dapetin dalem iapoenja garage!” Inspector itoe kliatan girang sekali mendenger verslagnja Mr. Francis X. Kamoedian detective McGinn poen tjeritaken iapoenja pengalaman. „Sasoedah kita preksa itoe auto”, ia moelain, „lantas kita pergi dengen auto itoe djoega ka tempat di mana badannja sang korban dikatemoeken. Kita adjak Mr. Warren Louw bersama-sama ka sana. Di depannja kita sengadja bebrapa kali pergi dateng liwatin padanja sambil lampoe-lampoe sabentar dipademken dan dinjalahken, percies kita toeroetin sebagimana Mr. Louw itoe malem poenja kasaksian. ltoe pertjoba’an mengasi katetepan pada Mr. Louw bahoea auto terseboet memang<noinclude></noinclude> 6lf9vcrmmviqbn0eyzs1l49z3pg5k8o Halaman:The Belle of Menado.pdf/35 104 114359 316063 315850 2026-08-27T12:48:10Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 316063 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|60|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||61}}</noinclude>koerang seneng, malah ia bermoeka girang samboet kedatengannja Koe-kway. „Ja, Tjhiang-in lootjo sekarang maoe trimaken itoe berkah," ia berkata sambil bersenjoem, „dan kapan ia soeda kombali di gowanja, ia djoega nanti berkahken kau dengen robah kau poenja pangkat 'Koe-kway toodjin’," marika pada ketawa, tapi ketawanja Koe-kway ada tida begitoe sedep. „Djadi kau soeda maoe menjerah kalah?" achirnja Koe-kway menanjah. „Boeat bermoeka-moeka di hadepannja orang prempoean saia tida menjerah kalah, selamanja saia tida maoe robah saia poenja sikep kendati dengen begitoe saia moesti saia soeda menjoekoepin apa jang saia djandji boeat tida mengambil hatinja prempoean dengen tjara ‘tjari moeka’ ......" „Tapi kau tida ada alesan boeat tida kasi minoem ''f''500.— delem kasnja S.L.H.?" Koe-kway memotong. „Djoestroe itoe saia baroe bitjaraken sama ‘nko Djit-tjing dan Tek-lok boeat serahken siapa ada hak aken trima itoe djoemblah.” „Dengen seneng hati atawa dengen menjesel?" tanjah poelah Kee-kway dengen merasa girang di hati. „Saia tida merasa seneng atawa merasa menjesel, tjoema saia merasa maoe kasi apa jang saia rasa moesti dikasi, goena ates namanja satoe pertarohan.” „Kaloe begitoe kau ada satoe anak laki-laki, djago dari Sourabaya," Koe-kway ketawa. „Dan biarlah ini kakalahan nanti kasi kau peringetan baek di blakang hari, djangan enteng moeloet." „Ja, nanti djadi satoe peringetan baek, tapi boekan peringetan jang bisa bikin hati saia ketjil." „Now, apa kau maoe trimaken itoe oewang ?" Koe-kway memotong. „Sekarang boleh ditrima,” menoempang Tek-lok jang merase koerang seneng ates sikepnja Koe-kway. Tjhiang-in lantas berdiri dan ambil iapoenja dompet oewang, dari mana ia kloearken lima lembar oewang kertas dari ''f'' 100.— roepiah. Ia gelarken itoe di atas medja. „Nah, siapa moestinja trima ini oewang?" ia menanjah sambil bersenjoem. Sabelonnja orang bisa mendjawab, pintoe kamar terketok, dan berbareng itoe ada masoek satoe prempoean boemipoetra. „Apa betoel, toean, di sini ada kamamja tetamoe dari Sourabaya?" ia menanjah. Tjhiang-in dateng hampirin: „Betoel, ada oeroesan apa?" „Saia disoeroeh sama saia poenja nona boeat trimaken ini soerat," baboe Alima berkata poelah sembari angsoerken satoe envelope tertoetoep, di atas mana ada ditoelis namanja Tjhiang-in. „Dari siapa ini soerat?" Tjhiang-in meneges sembari amatin itoe soerat jang ia masih sangsi boeat boeka. „Dari nona Liang-nio di Kemaweg,” sembari berkata begitoe itoe prempoean berpamit pergi. Tjhiang-in djadi terkedjoet, tapi ia lantas bisa mendoegah bahoea isihnia itoe soerat tentoe ada terisih makian atawa tjatjian. Koe-kway dan begitoe djoega jang laen, merasa sangsi dan haran, kenapa Tjhiang-in ada trima soeratnja itoe Ratoe Kembang dari Menado jang terkenal tida maoe gampang menoelis maski pada sobatnja jang paling kekel. Tjhiang-in djoega hatinja ada bergojang keras. Ia sigra boeka dan batja boenjinja. Iapoenja roman jang tadinja asem dan goerem {{hws|men|mendadak}}<noinclude></noinclude> 3eystmmi83m9x2ymk0p41g1llxrg2xa Halaman:The Belle of Menado.pdf/36 104 114360 316064 315266 2026-08-27T13:00:15Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 316064 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|62|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||63}}</noinclude>{{hwe|dadak|mendadak}} djadi bertjahaja, ia amatin dan batja itoe soerat beroelang-oelang seperti tida maoe pertjaja sama kwarasannja iapoenja mata sendiri. Tek-lok dapet liat itoe perobahan jang roepanja membawa kagirangan, samentara Djit-tjing dan Koe-kway memandeng dengen kesima. „Kabar girang, 'nko Tjhiang-in?" Tek-lok menegor sembari mendeketin. „Lebih dari girang," djawabnja dengen seperti orang tida taoe bahoea di sampingnja ada laen kawan. „Saia dapet ini soerat, soerat dari goeroe dewa, goeroe dewanja 'Koe-kway toodjin'." Tek-lok boeroe-boeroe batja itoe soerat jang dioendjoeken padanja, dan ia djoega mendadak djadi toeroet bergirang. Koe-kway djadi lebih bingoeng, tapi sabelonnja ia menanjah, Tek-lok gelarken itoe soerat di atasnja itoe oewang kertas jang ada di atas medja. „Now, 'nko Koe-kway," ia kata, „djangan ambil doeloe ini oewang ''f'' 500.—! di sana masih ada tempo dan banjak harepan! Liat ini soerat!" Dengen sebet Koe-kway ambil dan batja itoe soerat: mendadak iapoenja moeka poetjet, dan sikepnja seperti anak jang kailangan badjoe. Djit-tjing djoega tida katinggalan batja itoe soerat jang berboenji: {{right|{{smaller|„'Nko Tjhiang-in: Saia ma'afken apa jang kau ada <br/> pernah berboeat. Saia kirim slamet djalan boeat kau poenja brangkat poelang.}}}} {{right|'''„Liang-nio."'''}} Tjhiang-in poenja kagirangan mendatengken djoega kasangsian, kerna ia merasa koeatir apa itoe boekan ada laen orang jang hendak permaenin dirinja, tapi bagimana djoega itoe toelisan ada dari tangan prempoean. „Kaloe begitoe kau orang poonja pertarohan masih tergantoeng, belon taoe siapa moesti jang kalah," achirnja Djit-tjing berkata sembari kasi kombali itoe soerat. „Lagi 2 hari kita nanti dapet kapastian." Koe-kway poenja roman ada mengoendjoeken satoe kakoeatiran. Ia kenalin itoelah betoel ada Liang-nio poenja toelisan tangan. Ach, kenapa djadi begitoe, apa artinja itoe semoea! Iapoenja kepala rasanja poesing seperti trima djatohnja satoe poekoelan. Ia sigra pamitan poelang dan boeroe-boeroe menoedjoe ka roemahnja Tiong-sin dengen tindakan kaki begitoe roepa saolah-olah satoe pradjoerit hendak panggil bala bantoean! {{di|K}}OETIKA Tek-lok dan Djit-tjing berlaloe dari itoe kamar, Tjhiang-in sigra mandi dan toekar pakean, dan baroe sadja ia hendak kloear pintoe, Koe-kway kliatan balik kombali dengen menanjah padanja: „Saia loepa tanjah padamoe," ia kata sebagi kaadaannja orang maboek. „Tanjah oeroesan apa?" Tjhiang-in mendjawab. „Liang-nio dalem iapoenja soerat ada ma'afken kau — ma'afken perkara apa, dan kau pernah berboeat apa?" „Saia pernah menjioem ia dengen djalan tida tjari moeka atawa mendjilat. Tadinja ia marah keras, tapi blakangan, seperti kau taoe, ia ma'afken saia. Apa lagi kau maoe tanjah?" Koe-kway romannja berobah merah bahna marah, tapi dengen zonder oetjapken sepatah perkata'an ia sigra berdjalan pergi.<noinclude></noinclude> 0tcmdngbjpcc2bpbvc9rkxvf6r5r519 Halaman:Janie.pdf/1 104 114505 316130 315676 2026-08-28T00:31:54Z Aeia aai 24023 /* Telah diuji baca */ 316130 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aeia aai" /></noinclude>{{xx-larger|'''SIGNATUUR'''<br>'''MICROVORM:'''}} {{xx-larger|'''''SHELF NUMBER'''<br>'''MICROFORM:'''''}} {| class="wikitable" |- ||'''M SINO 0827 dl 107''' |} {{larger|'''BIBLIOGRAFISCH VERSLAG:'''}} {{larger|'''''BIBLIOGRAPHIC RECORD:'''''}} '''MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER:''' '''''MASTER NEGATIVE STORAGE NUMBER:''''' {| class="wikitable" |- ||{{larger|'''MM69C-10'''0236}} |} {{Rule}} '''KITLV/Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies''' <br><br> '''Janie/oleh Roro Paloepi. -[Malang]:[Paragon Press],1937.-P.[7]-89.;''' '''17 cm.-(Tjerita roman:[taoen ka-9], no.107 (November 1937))''' '''Sino-Maleise literatuur.- Novelle.- Bevat extra pagina: Mira Gagaklodra/''' '''Njoo Cheong Seng.- P.91-113.- Misdaadverhaal''' <br><br><br><br> '''AUTEUR(S)''' '''Roro Paleopie is een äuteursaanduiding''' '''Njoo Cheong Seng (1902-1962)''' <br><br> '''Exemplaargegevens:''' '''Tjerita roman; taoen ka-9, no. 103 t/m 108 (1937) in 1 bd.''' <br><br> {| |- || '''Sign. van origineel:'''<br>'''Shelfnr. of original copy:'''<br>'''M hh 6955 N\e''' ||'''Sign. van microvorm:'''<br>'''Shelfnr, of microform:'''<br>'''M SINO 0827 dl 107''' |} {{Rule}} {| |- || '''Filmformaat'''/'''''Size of film:''''' || {{Right|'''HDP/ 16/mm'''}} |- || '''Beeld plaatsing'''/'''''Image placement:''''' || {{Right|'''COMIC/IIB'''}} |- || '''Reductie moederfilm'''/'''''Reduction Master film:''''' || {{Right|'''15:1'''}} |- || '''Jaar van verfilming''' / '''''Filmed in:''''' || {{Right|'''2005'''}} |- || '''Verfilmd door bedrijf''' / '''''Filmed by:''''' || {{Right|'''Karmac Microfilm Systems'''}} |}<noinclude></noinclude> 2fbzptr84jmcjh1uxqq9y3toa9w1j7d Halaman:The Belle of Menado.pdf/58 104 114510 316068 315852 2026-08-27T13:11:11Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 316068 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|106|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|THE BELLE of MENADO}}||107}}</noinclude>Satoe waktoe ia bisa goembirah dan ketawa kapan sobat-sobatnja kabetoelan adjak ia pasiar, tapi ia sigra djadi termenoeng kapan ia doedoek sendirian. Ia selaloe terkenang romannja itoe nona jang terpisah sama lebarnja laoetan, tapi olehnja dirasaken tjoema terpisah di antara djantoeng dan koelit. Seperti Tiong-sin, begitoe djoega bagi Tjhiang-in, hiboeran satoe-satoenja jang menoeloeng adalah selaloe membantoe sang ajah poenja pakerdja'an. Ia soeda diadi korban atas iapoenja permaenan jang gegaba, dan sekarang ia moesti bajar itoe semoea — Batara Kama, Cupido, tida maoe dibikin permaenan zonder mendapet hasil dari iapoenja panah! {{di|S}}EBAGI penoetoep di sini saia tambahin sedikit sair dari Alfred Tennyson : {{C|{{sp|'''„LOVE and DEATH"}}}} {{smaller|What time the mighty moon was gathering light, <br/> Love paced the thymy plots of Paradise, <br/> And all about him roll'd his lustrous eyes; <br/> When, turning round a cassia, full in view <br/> Death, walking all alone beneath a yew, <br/> And talking to himself, first met his sight: <br/> „You must be gone," said Death, „these walks are mine." <br/> Love wept and spread his sheeny vans for flight; <br/> Yet ere he parted said: This hour is thine: <br/> Thou art the shadow of life, and as the tree <br/> Stands in the sun and shadows all beneath, <br/> So in the light of great eternity <br/> Life eminent creates the shade of death; <br/> The shadow passeth when the tree shall fall, <br/> But I shall reign for ever over all."}}}} {{larger|TJINTA}} ada mempoenjain kakwasa'an lebih besar dari Kamatian. Kamatian ada tjoema mendjadi satoe bajangan dalem penghidoepannja manoesia atawa seperti itoe bajangan poehoen di bawah sorot matahari: jalah, itoe bajangan ilang kapan sang poehoen roeboeh. Tapi kakwasa'an Tjinta tida begitoe: ia berkwasa teroes-meneroes zonder ada laen pengaroeh jang mampoe menghalangin. {{rule|width=5em}} {{X-larger|'''„OETOESAN ALLAH"'''}} Bakal dimoeat dalem Tjerita Roman Februari-Editie. „Oetoesan Allah" ada poenja perhoeboengan rapet sama The Belle of Menado". Liwatnja sang taoen telah bawa Tjhiang-in kombali lagi ka Menado dan kombali berdjoempah pada.....Liang-nio! Itoe pertemoean ada tida diharep, tapi brangkali soeda maoenja Toehan. Lelakon apa jang bakal dialamken oleh marika lebih djaoe nanti ditoetoerken teges dalem itoe tjerita.<noinclude>{{rh|||Preksalah Pagina 6}}</noinclude> ridsio987mla8cd6k18uh6a57vejgoq 316069 316068 2026-08-27T13:13:45Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 316069 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|106|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|THE BELLE of MENADO}}||107}}</noinclude>Satoe waktoe ia bisa goembirah dan ketawa kapan sobat-sobatnja kabetoelan adjak ia pasiar, tapi ia sigra djadi termenoeng kapan ia doedoek sendirian. Ia selaloe terkenang romannja itoe nona jang terpisah sama lebarnja laoetan, tapi olehnja dirasaken tjoema terpisah di antara djantoeng dan koelit. Seperti Tiong-sin, begitoe djoega bagi Tjhiang-in, hiboeran satoe-satoenja jang menoeloeng adalah selaloe membantoe sang ajah poenja pakerdja'an. Ia soeda diadi korban atas iapoenja permaenan jang gegaba, dan sekarang ia moesti bajar itoe semoea — Batara Kama, Cupido, tida maoe dibikin permaenan zonder mendapet hasil dari iapoenja panah! {{di|S}}EBAGI penoetoep di sini saia tambahin sedikit sair dari Alfred Tennyson : {{C|{{sp|'''„LOVE and DEATH"}}}} {{smaller|What time the mighty moon was gathering light, <br/> Love paced the thymy plots of Paradise, <br/> And all about him roll'd his lustrous eyes; <br/> When, turning round a cassia, full in view <br/> Death, walking all alone beneath a yew, <br/> And talking to himself, first met his sight: <br/> „You must be gone," said Death, „these walks are mine." <br/> Love wept and spread his sheeny vans for flight; <br/> Yet ere he parted said: This hour is thine: <br/> Thou art the shadow of life, and as the tree <br/> Stands in the sun and shadows all beneath, <br/> So in the light of great eternity <br/> Life eminent creates the shade of death; <br/> The shadow passeth when the tree shall fall, <br/> But I shall reign for ever over all."}} {{larger|TJINTA}} ada mempoenjain kakwasa'an lebih besar dari Kamatian. Kamatian ada tjoema mendjadi satoe bajangan dalem penghidoepannja manoesia atawa seperti itoe bajangan poehoen di bawah sorot matahari: jalah, itoe bajangan ilang kapan sang poehoen roeboeh. Tapi kakwasa'an Tjinta tida begitoe: ia berkwasa teroes-meneroes zonder ada laen pengaroeh jang mampoe menghalangin. {{rule|width=5em}} {{X-larger|'''„OETOESAN ALLAH"'''}} Bakal dimoeat dalem Tjerita Roman Februari-Editie. „Oetoesan Allah" ada poenja perhoeboengan rapet sama The Belle of Menado". Liwatnja sang taoen telah bawa Tjhiang-in kombali lagi ka Menado dan kombali berdjoempah pada.....Liang-nio! Itoe pertemoean ada tida diharep, tapi brangkali soeda maoenja Toehan. Lelakon apa jang bakal dialamken oleh marika lebih djaoe nanti ditoetoerken teges dalem itoe tjerita.<noinclude>{{rh|||Preksalah Pagina 6}}</noinclude> pg45m4nueww6w0881y0g0xsenmqynbo Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/8 104 114524 316133 316042 2026-08-28T01:42:20Z Iripseudocorus 23824 316133 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rule|align=left|30em}}{{xx-smaller|Mimbar}} ''<u>Indonesia</u>''</noinclude>{{xx-larger|'''''Politik Hukum dalam N.I.S.'''''}} {{R|{{larger|Oleh: Prof. Mr. Dr. Supomo}}}} {{C|LAW POLICY IN THE U.S.I.}} {{dropinitial|T}}HE law policy of the government of the U.S.I. has to be directed towards the gradual establishment of one National Law for the whole of Indonesia as a national state. This does not signify centralisation of law formation, on the contrary decentralisation of law formation shall be the necessary result of the federal principle. The social reality in contemporary Indonesian society compels us to take into account for the present and for the near future as yet the existence of minorities having claims of special safeguards, further the diversity of requirements of law of the various population groupe, especially in the field of the law governing family relationships. The federal principle is aimed at the equilibrium of constitutional autonomy of the component states and the authority of the federal state, whilst it is essential for the cooperation of the federation that the federal government is vested with ample powers making it powerful inside as well as outside. The new law policy shall also be directed towards the creation of a democratic legal set-up in the sence that there should be established a total democracy (in the political, economic and social fields); further the new legal set-up shall be founded on the restoration of the balance between the individual and the commnuity, on principles of humanity and on the belief in God. {{C|*}} {{Dropinitial|'''P'''}}OLITIK HUKUM (rechtspolitiek) adalah haluan jang dipakai oleh jang berkuasa dalam suatu negara untuk menentukan, bagaimana isi dan wudjudnja Hukum jang berlaku pada waktu sekarang didalam negara tersebut. Dalam pembinaan gara Indonesia Serikat, satu soal pokok jang akan minta perhatian sepenuhnja ialah politik hukum jang akan didjalankan dihari jang akan datang guna menentukan Hukum jang akan berlaku di Negara baru itu. Hukum ialah semua peraturan² jang dipertahankan oleh Negara dengan kekuasaan paksaannja, jang suprim. Berhubung dengan itu, Pemerintah dari sesuatu Negara tentu akan mempertahankan segala peraturan-peraturan jang dianggap perlu didjamin guna kepentingan² Negara. Dalam menentukannja kepentingan-kepentingan manakah jang dianggap perlu untuk didjamin dengan peraturan² hukum atau dengan lain perkataan, dalam menentukannja politik hukum jang akan didjalankan, Pemerintah atau lebih tegas golongan-golongan jang akan berkuasa di Negara Indonesia dikemudian hari akan mengikuti kemauan politiknja, dan kemauan politik ini adalah tergantung dari pada aliran pikiran atau ideologi² jang diidam-idamkan oleh golongan-golongan tersebut. Dalam tiga tahun sedjak proklamasi Indonesia Merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 telah timbul dan bergerak beberapa aliran politik diantara matjam² golongan masjarakat Indonesia. Pada umumnja diantara golongan-golongan jang berbangsa Indonesia adalah persatuan paham, atau paling sedikit tidak ada perbedaan paham jang besar tentang tjita-tjita pokok terhadap Negara Indonesia seluruhnja, baik dikalangan Republikein, maupun dikalangan non-republikein. Tjita² pokok tersebut ialah: {{Ordered list |list_style_type=upper-roman |Terbentuknja Negara Indonesia jang merdeka dan berdaulat sebagai Negara nasional, artinja suatu Negara, jang oleh seluruh bangsa Indonesia dapat dirasakan sebagai Negaranja sendiri. „Nationale staat” adalah suatu tjita-tjita politik, kata Prof. Logemann, „de vereenigde trits van volk, natie, nationale staat” (Logemann, Over de theorie van een stellig staatrecht 1948.). Dalam Negaranja sendiri itu, segala golongan bangsa (volksgroepen), segala golongan warga-negara dari rumpun bangsa (ras) apapun, hendaknja selekas mungkin merupakan satu bangsa negara (natie) jang ''homogeen''.<br> Tjita² persatuan bangsa ini menghendaki terbentuknja sistim hukum, jang menjatakan ''persamaan'' tiap² warga-negara dari golongan apapun, terhadap Hukum. Dengan lain perkataan, kita harus menudju kepada lahirnja ''satu sistim hukum nasional'' untuk seluruh warga-negara Indonesia. Dalam pada itu kita insjaf benar, bahwa satu sistim hukum nasional tidak akan dapat dibentuk dengan seketika, oleh karena kita harus senantiasa memperhatikan ''realiteit sosial'', dan menurut kenjataan sosial di Indonesia pada waktu sekarang golongan-golongan rumpun bangsa jang ada disini dalam beberapa hal masih mempunjai kebutuhan-kebutuhan hukum sendiri², sehingga baik dilapangan hukum negara, maupun dilapangan hukum sipil masih akan berlaku perbanjakan (veelheid) peraturan² jang sesuai dengan adanja perbanjakan kebutuhan-kebutuhan hukum tersebut. Misalnja dalam hukum konstitusionil, untuk sementara waktu akan berlaku adanja hak-hak minoriteit, jang harus didjamin oleh Negara, sedang dilapangan hukum sipil struktur dan sifat-sifatnja keluarga ditiap-tiap golongan bangsa masih membutuhkan adanja pluralisme dalam hukum keluarga di Indonesia. <br> Lahirnja satu sistim hukum nasional disegala lapangan masjarakat akan meminta waktu jang lama, akan tetapi waktu itu dapat dipertjepatkan oleh politik jang tegas dan tertentu dari Pemerintah Indonesia dikemudian hari jang sadar akan mewudjudkan tumbuhnja satu Natie Indonesia. |Tjita-tjita satu sistim hukum nasional sama sekali ''tidak'' berarti sentralisasi dari segala pembentukan hukum. Sebagai tjita-tjita pokok jang kedua, jang sedjak persetudjuan Linggardjati, setidak-tidaknja sedjak persetudjuan Renville telah diterima oleh semua golongan ialah bentuk federasi dari Negara Indonesia merdeka jang akan datang. Federasi ini berarti desentralisasi pentjiptaan hukum dalam segala hal jang tidak masuk kompetensi exklusif dari Badan Pembentuk Hukum federal. Pada waktu sekarang tidak ada seorangpun jang akan minta supaja segala peraturan hukum timbul dari satu sumber pusat, bahkan para ahli negara adalah umumnja sepaham, bahwa desentralisasi adalah sari (essence) dari administrasi jang berguna, oleh karena dengan desentralisasi itu segala sesuatu dapat berdjalan dengan lantjar (soepel). Kesatuan sistim hukum nasional berarti tidak lain ialah tidak akan ada perbedaan peraturan hukum dalam hal apapun jang disandarkan atas perbedaan rumpun bangsa (ras), baik hukum federal maupun hukum negara bagian atau hukum daerah. <br> Tjita² persatuan bangsa (natie) dan persatuan (eenheid) Negara ― bukan kesatuan (unitaristis) Negara ― ''tidak'' menghalangi bentuk ''serikat''. Misalnja Negara Amerika Serikat atau Negara Swis merupakan benar suatu Negara, dimana rakjatnja merasa satu bangsa (natie) dari satu negara nasional. Perlu kiranja diperingatkan, bahwa federasi hanja dapat berkembang, djika dari {{hws|golong|golongan}}}} {{Smaller|{{R|(Landjutan dihalaman 28)}}}}<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude> iuq8dn52hwv4n82lba7rmxfxhe9ndb1 Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/64 104 114525 316202 316060 2026-08-28T10:45:32Z Alicya- 21994 316202 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" /></noinclude>{{c|{{X-larger|PANGGILAN ZAMAN}}<br>''(Landjutan halaman 4)''}} {{hwe|tikaian-pertikaian|pertikaian-pertikaian}} antara bangsa dengan bangsa, pada azasnja tidak menjukai paksaan, tapi mengehendaki sifat sukarela, bebas dari paksaan. Paksaan selalu menimbulkan rasa permusuhan. Keinginan sukarela, bebas dari paksaan, menimbulkan rasa persaudaraan. Semua itu selaras dengan panggilan zaman, bahwa masarakat baru sesudah perang dunia kedua, mengehendaki suatu susunan dunia berdasarkan persaudaraan. Sebenarnja sifat sukarela dalam soal pemerintahan dan ketata-negaraan sudah lebih dulu dinjatakan oleh Seri Ratu Wilhelmina dalam pidatonja tanggal 7 Desember 1942. „Saja tahu, bahwa tidak ada satuan politik atau ikatan kebangsaan jang bisa tetap berlangsung, djikalau tidak dengan kehendak sukarela dan dibantu oleh kepertjajaan dari bagian terbesar warga-warga”. Sajang sekali utjapan jang demikian penting itu tidak tjukup dimasukkan kedalam hati, apalagi didjalankan oleh pihak Belanda jang bersangkutan. Apakah jang telah terdjadi? Terhadap hasrat merdeka bangsa Indonesia itu, politik Belanda, dan lebih tjelaka lagi, kebidjaksanaan politik Hindia Belanda, masih sadja memperlihatkan perbuatan-perbuatan paksaan dari satu pihak sadja (eenzijdige wilsoplegging), sedikit-dikitnja dilakukan pertjobaan jang demikian. Bukankah perubahan perubahan susunan negara dan daerah, mulai dengan dibentuknja negara Idonesia Timur, diikuti oleh Pasundan dan Madura, Sumatera Timur, Sumatera Selatan dan Bandjar, demikian pula pembentukan Dewan Federal Sementara jang sekarang ini, pada azasnja disodorkan dari atas sadja, bukan atas dasar kepertjajaan bagian terbesar dari Rakjat? Penglihatan objektif dalam daerah-daerah jang diduduki oleh tentara Belanda membuktikan, bahwa Rakjat tidak setudju dengan djalan jang ditempuh. Pendeknja boleh disangsikan, apakah Rakjat menerima dan membantu segalanja itu dengan sukarela seperti disabdakan oleh Seri Ratu tadi. Keadaan jang di-bikin² ini dan jang bertentangan dengan panggilan zaman, dimasa depan tentu akan djelek akibatnja. Dan jang demikian itu hanja akan mendatangkan kerugian waktu dan menimbulkan penderitaan jang besar. Pun Republik Indonesia tidak luput dari paksaan kehendak dari satu pihak itu. Alasan-alasan untuk memulai aksi militer tanggal 21 Djuli 1947 tjukup mendjadi bukti. Kedjadian ini merupakan suatu halaman hitam dalam sedjarah negeri Belanda dalam perhubungannja dengan Indonesia. Tapi sebaliknja barangkali menguntungkan pula keinsafan jang timbul, bahwa dengan bajonet orang bisa berbuat apa sadja, ketjuali duduk diatasnja. Itulah sebabnja didaerah pendudukan tiasa ada kekatjauan. Ketjuali di Minahasa, dimana-mana masih berlaku „staat van oorlog”. Belanda dan Indonesia, Indonesia dan Indonesia sendiri masih saling bunuh membunuh. Keadaan diluar kota masih belum aman. Keamanan masarakat hanja dapat terdjamin oleh penduduknja sendiri jang hidup dengan keinginan sukarela, bebas dari paksaan. Bagaimanakah harus dibentuk perhubungan sukarela antara Belanda dan Indonesia? Dengan djalan kompromi? Dengan konsessi? Dengan modus vivendi? Atau diserahkan sadja kepada waktu? Bukankah waktu selalu memherikan penjelesaian bagi segala matjam soal jang kelihatannja tidak bisa diselesaikan? Apakah sebenarnja faktor² jang menjukarkan lekasnja tertjapai penjelesaian politik jang segera? Ketakutan, tjuriga, egoisme, nafsu mempertahankan diri dan kedudukan? Atau penjakit-takut pada banjak orang-orang Belanda (Belanda-Indo), jang merasa tidak akan lama lagi tinggal di Indonesia? Pertanjaan-pertanjaan ini ialah pertanjaan-pertanjaan jang tegas. Kita tidak bisa memandangnja seolah-olah tidak ada; pun kita tidak bisa meng- hilangkannja dengan mengalirkannja ketempat lain! Djika dianalisir dengan saksama sebab-sebab mengapa orang Belanda masih djuga begitu konservatif dalam politiknja terhadap Indonesia, maka ternjata bahwa segala sebab itu berakar kepada suatu keadaan djiwa, jakni ketiadaan kesanggupan batin untuk memahamkan panggilan zaman dan ... untuk mewudjudkan panggilan zaman. Selama bangsa Belanda, termasuk djuga tropenkolder, tidak mengerti panggilan zaman, dan djuga tidak sedia untuk mendjalankannja, atau tidak sedia menjesuaikan dirinja, selama itu pula dari pihak Belanda tidak akan ada keichlasan hati (spontaniteit) untuk melaksanakan politik baru setjara besar-besaran, misalnja sadja penjerahan kekuasaan pemerintahan jang sudah didjandjikan kepada bangsa Indonesia berdjalan sangat lambat. Dan selama spontaniteit itu tidak ada, selama itu pula kesukarelaan dari pihak Indonesia tidak akan ada. Keadaan di Republik Indonesia agak menjenangkan. Program nasional jang disusun oleh partai besar telah diterima oleh Kabinet-Hatta. Selandjutnja akan segera diselenggarakan sebuah program darurat. Berhubung dengan itu, perlu kiranja diulangi lagi kata-kata peringatan presiden Sukarno pada perajaan 17 Agustus 1946. Kurang lebih beliau berkata, bahwa pemerintah itu bukannja pengurus sesuatu partai, melainkan faktor kekuasaan negara jang harus berani bertindak dan berbuat. Kata-kata itu bermaksud membikin pemerintah „efektif” dan „stabil”. Silahkan bertindak dan berbuat dengan mempergunakan kekuasaan negara menurut azas-azas Pantjasila seperti ditegaskan dalam kata sambutan nomor Kemerdekaan madjallah ini oleh Wakil Presiden Hatta. Pada umumnja orang ketjewa akan Republik, djustru karena pemerintahnja kurang effektif dan kurang stabil. Kini dengan adji-adji Pantjasila mudah-mudahan Republik dapat mengatasi segala kesulitan. Fihak Belanda hendaknja memberhentikan sifat permusuhan. Baik Belanda maupun Indonesia bersama-sama berkewadjiban memberantas kemiskinan; kemiskinan dinegeri Belanda, dinegeri Indonesia, bahkan diseluruh Dunia. Baik Belanda maupun Indonesia masing² turut menanggung djawab atas keamanan di Eropah Barat dan di Asia Tenggara, bahkan di Dunia. Marilah kita bersama, dari Sabang sampai Merauke, merajakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, dengan tekad sanggup membangun susunan baru, jaitu suatu masarakat bersandar atas dasar gotong-rojong. {{rule|10em|align=left}} NOOT : Susunan Kabinet Belanda dibawah pimpinan Drees — Van Schaik baru kami terima, setelah karangan ini naik pers. Oleh karena itu, pendapat kami tentang kabinet itu akan dimuat dalam nomor j.a.d. {{right|S.W.}} {{rule|height=2px}} {{X-larger|'''PENGUMUMAN TENTANG PERLOMBAAN MENGARANG'''}} {{border|color=#FFFFFF|max-width=50em| {{Italic|{{Dropinitial|S}}ETELAH komisi redaksi mengadakan pertimbangan, untuk menentukan siapa menang, maka hasilnja adalah sebagai berikut:<br> Untuk karangan jang paling bagus diberikan hadiah kepada:<br> Sdr. Mr. Sunario dan<br> Sdr. Dr. Abu Hanifah.<br> Untuk gambar jang paling bagus: tidak ada jang mendapat hadiah, tetapi diberikan tanda penghormatan kepada:<br> Sdr. Zaini, Kebon Sirih Kulon VI no. 6, Djakarta dan<br> Sdr. Iswadi, Tjilatjap.<br> Gambar kulit adalah lahir dari pikiran redaksi sendiri dikerdjakan oleh Sdr. Zaini.<br> Harus ditjatat disini bahwa beberapa pengarang Nomor Kemerdekaan ini berhubung dengan kedudukannja dalam masjarakat diketjualikan dari perlombaan.<br> Berhubung dengan kekurangan tempat, maka beberapa karangan baru dapat dimuatkan dalam nomor-nomor sesudahnja nomor Kemerdekaan.<br> Kami mengutjapkan terima kasih pada penjumbang-penjumbang.}} {{Right|''Redaksi MIMBAR INDONESIA''}}}}<noinclude>{{rh|||61}}</noinclude> kc41bt4en5qb0btskvuhwz6bwkigs8u Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/20 104 114526 316061 2026-08-27T12:29:52Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 316061 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{right|'''Kebudajaan Indonesia'''}} {{di|A}}DAKAH dan apakah kebudajaan Indonesia itu? Inilah so'al jang sangat penting bagi kita semua dan memang sebenarnja terkandung dalam karangan ini sebagai pokok isinja. Bila hanja mengingati berdirinja negara kita itu baru pada 17 Agustus 1945, maka mungkinlah orang beranggapan, bahwa Indonesia belum mempunjai kebudajaan; jang kini ada hanja kebudajaan Djawa, Bali, Atjeh, Minangkabau dan kebudajaan daerah lain-lainnja. Inilah jang dalam zaman kolonial selalu dikemukakan oleh Belanda, untuk menjatakan tidak adanja kesatuan kebangsaan Indonesia, pula untuk memisah-misahkan daerah-daerah diseluruh Indonesia. Pandangan jang sedemikian itu sungguh salah belaka. Pada zaman itu tidak sadja seluruh rakjat membuktikan dengan njata keinginannja untuk berbangsa, bernegara dan dengan berbahasa satu, nama Indonesia, tetapi sebenarnja di seluruh Indonesia sungguh-sungguh ada kesatuan kebudajaan dalam sifat- sifatnja jang pokok, hal mana telah pernah dinjatakan oleh seorang ahli pengetahuan jang kesohor, jaitu marhum professor Van Vollenhoven, sebagai diketahui „ajah" dari ilmu pengetahuan „„hukum-adat". Pelbagai adat-istiadat, baik jang bertali dengan hidup kebatinan maupun jang mengenal hidup lahir, hidup kemasjarakatan dan kenegaraan, hidup keekonomian d.l.l. sebagainía. menundjukkan ada dasar-dasar kebudajaan jang sama diseluruh kepulauan Indonesia. Sungguhpun sebagai negara-kesatuan, jang merdeka dan berdaulat, tanah-air kita sesudah keruntuhan Madjapait tak pernah dapat kesempatan untuk timbul kembali, namun rasa bersatu-bangsa, bersatu djenis, bersatu sedjarah, bersatu tanah-air tetap masih ada. Berhubung dengan semua itu maka sudah sedjak lama kami mengandjur-andjurkan, (dan mempraktekkan) supaja „Kebudajaan Indonesia" diartikan sebagai: semua sari-sari dan puntjak, puntjak kebudajaan daerah diseluruh kepulauan Indonesia, baik Jang asli maupun jang baru, jang berdjiwa nasional. Boleh djadi perkataan „berdjiwa nasional" dianggap sukar untuk ditafsirkan, akan tetapi maksudnja hanja untuk sekedar membatasi; djangan sampai bangsa kita semata-mata „meng-copy" sadja dengan leluasa, Memasukkan kebudajaan asing kedalam kebudajaan kita, boleh; malah kadang-kadang perlu; tetapi hendaknjalah selalu disesuaikan dengan kepentingan kebangsaan kita sendiri (dinasionalisir). Ambillah dari „pasar kebudajaan" sedunia segala apa, jang perlu bagi hidup kebangsaan kita pada umumnja, asai dengan pembatasan jang tegas, jaitu: '''jang perlu untuk memperkembangkan atau memperkaja kebudjaan kita sendiri.''' „Memperkembangkan" berarti memperbaiki atau menjempurnakan, sedangkan „memperkaja" bermaksud menambah kebudajaan kita dengan bahan-bahan kebudajaan baru, jang tadinja kita belum mempunjainja. {{right|'''Daerah-daerah Sumber Kebudajaan'''}} {{di|P}}EMBATASAN terhadap masuknja kebudajaan-kebudajaan asing kami anggap perlu, karena masih banjak diantara rakjat kita, jang dihinggapi penjakit „meniru" orang-orang asing pada umumnja, chususnja meniru orang-orang Eropah. Ada pula tendens nampak pada setengah orang bangsa kita, jang selalu menolak sesuatu kebudajaan, melulu karena berasal dari sesuatu daerah dari tanah air kita pada umumnja, chususnja kalau berasal dari suatu daerah, jang oleh chalajak dianggap sebagai daerah, jang berkebudajaan tinggi. Perkataan „provincialistis" lalu mudah keluar dari mulutnja selaku èdjèkan. Biasanja mereka itu, jang sangat „ketakutan" terhadap kebudajaan daerah asli, sebaliknja sangat „berani" terhadap masuknja kebudajaan-kebudajaan jang berasal dari Eropah, walaupun jang tidak atau kurang berfaedah bagi bangsa kita, bahkan kadang-kadang sangat merugikan „kemerdekaan kebudajaan" kita. Apakah ini akibat dari pendjadjahan jang tiga-setengah abad lamanja itu? Terserah! Menolak kebudajaan daerah berarti pengakuan, bahwa tidak mempunjai kebudajaan. Padahal, negara Indonesia itu bersatunja semua daerah-daerah diseluruh kepulauan dan bangsa Indonesia ialah bersatunja rakjat diseluruh kepulauan kita. Jang paling penting dalam pada itu, ialah bahwa daerah-daerah kita itu sebenarnja merupakan sumber-sumber jang kaja bahan-bahan kebudajaan, jang berharga, baik dalam zaman- {{Missing image}} Tari Bali. zaman jang lampau, maupun untuk pembangunan hidup dan penghidupan kita sekarang, sesudah kita merdeka. Disini teringatlah kami pada suatu pandangan seorang paedagoog (J. Veen dalam „Paedagogische Studfen") tentang hidup tumbuhnja kebudajaan Nederland, dalam mana ia menjatakan, bahwa kebudajaan nasional di Nederland itu timbul dari kebudajaan-kebudajaan daerah (provincie), sedangkan kebudajaan provinsi itu tiap hari dapat makan dari kebudajaan-kebudajan kita. („Onze nationale Nederlandsche Kultuur zou nooit zijn ont.staan zonder de provinciale kulturen, terwijl elko provinciale kultuur dagelijks wordt gevoed door de stedelijke culturen"). Terbuktilah disini, bahwa tidak hanja kebudajaan „daerah" sadja jang dianggap penting, tetapi djuga kebudajaan-kebudajaan dan desa-desa, jang semuanja harus dianggap kekajaan bangsa. {{right|'''Memelihara Kebudajaan Bangsa'''}} {{di|S}}ESUDAH insjaf akan adanja „kebudajaan nasional", pada saat ini pun djuga, jang terdiri dari berbagai-bagai bagian kebudajaan daerah asli, dari seluruh tanah-air kita, jang agak berharga, pula kebudajaan-kebudajaan baru, jang kebanjakan tertjipta dengan menggunakan bahan-bahan kebudajaan asing, maka hendaknjalah kita merasai sebagai kewadjiban kita, untuk memelihara semuanja itu dengan sebaik-baiknja. „Memelihara" berarti memperbaiki atau menjempurnakan apa jang masih patut terus dipelihara, pun berarti djuga terus berusaha mentjahari bahan-bahan kebudajaan baru, dari mana pun asalnja, asalkan dapat memperkembangkan atau memperkaja kebudajaan kita sendiri. Untuk itu maka perlu sekali adanja suatu Lembaga Kebudajaan, seperti jang kini sjukurlah sedang dipersiapkan oleh segerombolan-segerombolan dan orang-orang pemelihara dan pengusaha kebudajaan dibawah pimpinan Mr. Wongsonagoro, jang sebentar hari lagi akan mengadakan kongres-kebudajaan di Magelang, dengan bantuan penuh dari Kementerian Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan. Selain itu perlulah pula pendidikan dan pengadjaran kebudajaan dapat tempat jang pasti disemua perguruan, baik kepunjaan negeri maupun partikelir, sesuai dengan ketetapan dalam U.U.D. Republik kita. (bab XIII, fs.31, aj.2) jang mengharuskan: '''Pemerintah mengusahakan dan menjelenggarakan satu sistim pengadjaran nasional,''' pula sesuai dengan fs.32, jang mewadjibkan: '''Pemerintah memadjukan kebudajaan nasional Indonesia.''' {{right|'''Pendidikan berdasarkan Kebudajaan'''}} {{di|A}}LANGKAH baiknja, bila semua perguruan dalam segala tingkatan²nja (sekolah rendah, menengah dan tinggi) memasukkan peladjar, jang dapat memberi semangat dan pengetahuan tentang kebudajaan pada umumja, cuhususnja kebudajaan kebangsaannja; misalnja sebagal jang berikut: # '''permainan kanak-kanak,''' beserta '''njanjian-njanjian''' dan '''tjeritera-tjeritera,''' djuga pekerdjaan latihan pantjaindra, jang dapat menjatukan kanak-kanak dari „taman-taman-indria" (Kindergarten) dengan alam-kebangsaannja; # '''pengadjaran budipekerti,''' bersandar atas kesusilaan bangsa serta adab kemanusiaan untuk semua tingkatan perguruan; pantja-sila dll.; # '''pengadjaran sedjarah kebudajaan,''' mulai jang nasional sampai jang universil: termasuk kisah-kisah perdjoangan rakjat kearah kemerdekaan; # '''pengadjaran bahasa,''' Daerah dan Indonesia, kemudian bahasa-bahasa asing jang perlu untuk perkembangan djiwa dan kebudajaan, harus dipentingkan dan diberikan setjara literair; # '''pengadjaran kesenian,''' jang mudah dan mungkin dipeladjarkan di perguruan (seni gambar, lukis, suara, tari, sandiwara dll.); semua kesenian daerah jang berderadjat agak tinggi; disekolah menengah anak-anak mulai didekatkan dengan kesenian-kesenlan asing jang bernilai; # '''pemeliharaan hidup pemuda;''' olahraga, kepanduan, gerakan pemuda, latihan kesosialan dsb.; itu semua untuk menjampingi pendidikan „intellect" dengan pendidikan „budipekerti"; # '''rasionalisasi pendidikan pikiran:'''untuk dapat memberi waktu kepada pendidikan budipekerti dan kebudajaan, hendaknja diadakan tjara pengadjaran jang praktis, penting-ringkas, misalnja dengan membuang segala „intellectueel ballast", mengutamakan „beladjar sendiri" dll. sebagainja.<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude> 2nspl8sbhdiatwyr4gw9ayjagxgi8q6 316062 316061 2026-08-27T12:30:45Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 316062 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>{{right|'''Kebudajaan Indonesia'''}} {{di|A}}DAKAH dan apakah kebudajaan Indonesia itu? Inilah so'al jang sangat penting bagi kita semua dan memang sebenarnja terkandung dalam karangan ini sebagai pokok isinja. Bila hanja mengingati berdirinja negara kita itu baru pada 17 Agustus 1945, maka mungkinlah orang beranggapan, bahwa Indonesia belum mempunjai kebudajaan; jang kini ada hanja kebudajaan Djawa, Bali, Atjeh, Minangkabau dan kebudajaan daerah lain-lainnja. Inilah jang dalam zaman kolonial selalu dikemukakan oleh Belanda, untuk menjatakan tidak adanja kesatuan kebangsaan Indonesia, pula untuk memisah-misahkan daerah-daerah diseluruh Indonesia. Pandangan jang sedemikian itu sungguh salah belaka. Pada zaman itu tidak sadja seluruh rakjat membuktikan dengan njata keinginannja untuk berbangsa, bernegara dan dengan berbahasa satu, nama Indonesia, tetapi sebenarnja di seluruh Indonesia sungguh-sungguh ada kesatuan kebudajaan dalam sifat- sifatnja jang pokok, hal mana telah pernah dinjatakan oleh seorang ahli pengetahuan jang kesohor, jaitu marhum professor Van Vollenhoven, sebagai diketahui „ajah" dari ilmu pengetahuan „„hukum-adat". Pelbagai adat-istiadat, baik jang bertali dengan hidup kebatinan maupun jang mengenal hidup lahir, hidup kemasjarakatan dan kenegaraan, hidup keekonomian d.l.l. sebagainía. menundjukkan ada dasar-dasar kebudajaan jang sama diseluruh kepulauan Indonesia. Sungguhpun sebagai negara-kesatuan, jang merdeka dan berdaulat, tanah-air kita sesudah keruntuhan Madjapait tak pernah dapat kesempatan untuk timbul kembali, namun rasa bersatu-bangsa, bersatu djenis, bersatu sedjarah, bersatu tanah-air tetap masih ada. Berhubung dengan semua itu maka sudah sedjak lama kami mengandjur-andjurkan, (dan mempraktekkan) supaja „Kebudajaan Indonesia" diartikan sebagai: semua sari-sari dan puntjak, puntjak kebudajaan daerah diseluruh kepulauan Indonesia, baik Jang asli maupun jang baru, jang berdjiwa nasional. Boleh djadi perkataan „berdjiwa nasional" dianggap sukar untuk ditafsirkan, akan tetapi maksudnja hanja untuk sekedar membatasi; djangan sampai bangsa kita semata-mata „meng-copy" sadja dengan leluasa, Memasukkan kebudajaan asing kedalam kebudajaan kita, boleh; malah kadang-kadang perlu; tetapi hendaknjalah selalu disesuaikan dengan kepentingan kebangsaan kita sendiri (dinasionalisir). Ambillah dari „pasar kebudajaan" sedunia segala apa, jang perlu bagi hidup kebangsaan kita pada umumnja, asai dengan pembatasan jang tegas, jaitu: '''jang perlu untuk memperkembangkan atau memperkaja kebudjaan kita sendiri.''' „Memperkembangkan" berarti memperbaiki atau menjempurnakan, sedangkan „memperkaja" bermaksud menambah kebudajaan kita dengan bahan-bahan kebudajaan baru, jang tadinja kita belum mempunjainja. {{right|'''Daerah-daerah Sumber Kebudajaan'''}} {{di|P}}EMBATASAN terhadap masuknja kebudajaan-kebudajaan asing kami anggap perlu, karena masih banjak diantara rakjat kita, jang dihinggapi penjakit „meniru" orang-orang asing pada umumnja, chususnja meniru orang-orang Eropah. Ada pula tendens nampak pada setengah orang bangsa kita, jang selalu menolak sesuatu kebudajaan, melulu karena berasal dari sesuatu daerah dari tanah air kita pada umumnja, chususnja kalau berasal dari suatu daerah, jang oleh chalajak dianggap sebagai daerah, jang berkebudajaan tinggi. Perkataan „provincialistis" lalu mudah keluar dari mulutnja selaku èdjèkan. Biasanja mereka itu, jang sangat „ketakutan" terhadap kebudajaan daerah asli, sebaliknja sangat „berani" terhadap masuknja kebudajaan-kebudajaan jang berasal dari Eropah, walaupun jang tidak atau kurang berfaedah bagi bangsa kita, bahkan kadang-kadang sangat merugikan „kemerdekaan kebudajaan" kita. Apakah ini akibat dari pendjadjahan jang tiga-setengah abad lamanja itu? Terserah! Menolak kebudajaan daerah berarti pengakuan, bahwa tidak mempunjai kebudajaan. Padahal, negara Indonesia itu bersatunja semua daerah-daerah diseluruh kepulauan dan bangsa Indonesia ialah bersatunja rakjat diseluruh kepulauan kita. Jang paling penting dalam pada itu, ialah bahwa daerah-daerah kita itu sebenarnja merupakan sumber-sumber jang kaja bahan-bahan kebudajaan, jang berharga, baik dalam zaman- {{Missing image}} Tari Bali. zaman jang lampau, maupun untuk pembangunan hidup dan penghidupan kita sekarang, sesudah kita merdeka. Disini teringatlah kami pada suatu pandangan seorang paedagoog (J. Veen dalam „Paedagogische Studfen") tentang hidup tumbuhnja kebudajaan Nederland, dalam mana ia menjatakan, bahwa kebudajaan nasional di Nederland itu timbul dari kebudajaan-kebudajaan daerah (provincie), sedangkan kebudajaan provinsi itu tiap hari dapat makan dari kebudajaan-kebudajan kita. („Onze nationale Nederlandsche Kultuur zou nooit zijn ont.staan zonder de provinciale kulturen, terwijl elko provinciale kultuur dagelijks wordt gevoed door de stedelijke culturen"). Terbuktilah disini, bahwa tidak hanja kebudajaan „daerah" sadja jang dianggap penting, tetapi djuga kebudajaan-kebudajaan dan desa-desa, jang semuanja harus dianggap kekajaan bangsa. {{right|'''Memelihara Kebudajaan Bangsa'''}} {{di|S}}ESUDAH insjaf akan adanja „kebudajaan nasional", pada saat ini pun djuga, jang terdiri dari berbagai-bagai bagian kebudajaan daerah asli, dari seluruh tanah-air kita, jang agak berharga, pula kebudajaan-kebudajaan baru, jang kebanjakan tertjipta dengan menggunakan bahan-bahan kebudajaan asing, maka hendaknjalah kita merasai sebagai kewadjiban kita, untuk memelihara semuanja itu dengan sebaik-baiknja. „Memelihara" berarti memperbaiki atau menjempurnakan apa jang masih patut terus dipelihara, pun berarti djuga terus berusaha mentjahari bahan-bahan kebudajaan baru, dari mana pun asalnja, asalkan dapat memperkembangkan atau memperkaja kebudajaan kita sendiri. Untuk itu maka perlu sekali adanja suatu Lembaga Kebudajaan, seperti jang kini sjukurlah sedang dipersiapkan oleh segerombolan-segerombolan dan orang-orang pemelihara dan pengusaha kebudajaan dibawah pimpinan Mr. Wongsonagoro, jang sebentar hari lagi akan mengadakan kongres-kebudajaan di Magelang, dengan bantuan penuh dari Kementerian Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan. Selain itu perlulah pula pendidikan dan pengadjaran kebudajaan dapat tempat jang pasti disemua perguruan, baik kepunjaan negeri maupun partikelir, sesuai dengan ketetapan dalam U.U.D. Republik kita. (bab XIII, fs.31, aj.2) jang mengharuskan: '''Pemerintah mengusahakan dan menjelenggarakan satu sistim pengadjaran nasional,''' pula sesuai dengan fs.32, jang mewadjibkan: '''Pemerintah memadjukan kebudajaan nasional Indonesia.''' {{right|'''Pendidikan berdasarkan Kebudajaan'''}} {{di|A}}LANGKAH baiknja, bila semua perguruan dalam segala tingkatan²nja (sekolah rendah, menengah dan tinggi) memasukkan peladjar, jang dapat memberi semangat dan pengetahuan tentang kebudajaan pada umumja, cuhususnja kebudajaan kebangsaannja; misalnja sebagal jang berikut: # '''permainan kanak-kanak,''' beserta '''njanjian-njanjian''' dan '''tjeritera-tjeritera,''' djuga pekerdjaan latihan pantjaindra, jang dapat menjatukan kanak-kanak dari „taman-taman-indria" (Kindergarten) dengan alam-kebangsaannja; # '''pengadjaran budipekerti,''' bersandar atas kesusilaan bangsa serta adab kemanusiaan untuk semua tingkatan perguruan; pantja-sila dll.; # '''pengadjaran sedjarah kebudajaan,''' mulai jang nasional sampai jang universil: termasuk kisah-kisah perdjoangan rakjat kearah kemerdekaan; # '''pengadjaran bahasa,''' Daerah dan Indonesia, kemudian bahasa-bahasa asing jang perlu untuk perkembangan djiwa dan kebudajaan, harus dipentingkan dan diberikan setjara literair; # '''pengadjaran kesenian,''' jang mudah dan mungkin dipeladjarkan di perguruan (seni gambar, lukis, suara, tari, sandiwara dll.); semua kesenian daerah jang berderadjat agak tinggi; disekolah menengah anak-anak mulai didekatkan dengan kesenian-kesenlan asing jang bernilai; # '''pemeliharaan hidup pemuda;''' olahraga, kepanduan, gerakan pemuda, latihan kesosialan dsb.; itu semua untuk menjampingi pendidikan „intellect" dengan pendidikan „budipekerti"; # '''rasionalisasi pendidikan pikiran:'''untuk dapat memberi waktu kepada pendidikan budipekerti dan kebudajaan, hendaknja diadakan tjara pengadjaran jang praktis, penting-ringkas, misalnja dengan membuang segala „intellectueel ballast", mengutamakan „beladjar sendiri" dll. sebagainja.<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude> ggquj1p9efnmwun6vxbhc7drvgrvwqh Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/63 104 114527 316106 2026-08-27T16:19:34Z Alicya- 21994 /* Telah diuji baca */ 316106 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" /></noinclude>Tentu sadja perhitungan ini berbeda-beda menurut apa jang hendak diusahakan, suatu rumah makan lain perhitungannja dengan suatu paberik kemedja. Kemudian ia membuat analise pasar. Berapa harga barang itu sekarang dipasar? Siapa jang membeli barang itu? Apakah permintaan akan lebih banjak dengan tambahnja penduduk atau dengan naiknja tingkatan hidup? Apakah permintaan akan lebih banjak, djika harga diturunkan dan berapa kira-kira turunnja harga itu? Berapa banjak produksi orang-orang lain diluar dan didalam negeri jang membuat barang, berapa harga bahan pembakar, harus diperhatikan. Kalau segala ini sudah dikerdjakannja, dipersamakannjalah harga modal dengan harga pasar. Djika perbandingan kurang menjenangkan, maka dilihatnja lagi apakah kiranja jang dapat dikurangkan untuk menentukan harga-modal sonder mengurangi kwaliteit atau kwantiteit. Kalau ia memakai bahan atau mesin lain bagaimana. Dan sebagainja, ruwet pendeknja kalau hendak diterangkan dalam satu karangan sadja. Begitulah ia bekerdja terus, sampai ia dapat melihat perbandingan jang menguntungkan antara harga-modal sonder mengurangi kwaliini kemudian disusunnja baik-baik, ditik, didjilid, disimpannja baik-baik dulu satu malam supaja ia bermimpi tentang hal-hal lain dari pada tentang rupiah, pitjis dan sen. Kemudian ia pergi ke seorang bankier — dengan membawa rentjananja tentu. Business is business. Şi bankier jang hendak dikundjunginja itu seumur hidupnja hanja menghitung sadja; kalau tidak begitu ia bukan bankier. Bankier ini memeriksa rentjana itu, angka-angkanja diperiksa satu persatu, penasehat-penasehatnja dipanggil. Untuk suatu rentjana besar, mungkin tidak tjukup uangnja dan karena itu dihitungnja bunga uang djika ia djuga harus memindjam dulu. Baru djika ia jakin, jang perusahaan itu dapat diselenggarakan menurut rentjana tersebut dan bahwa pasti uangnja kembali sesudah beberapa waktu, ia memberikan kredit berupa uang. Demikianlah kira-kira djalannja dengan singkat suatu pindjaman uang. Suatu negeri jang mau hutang tjaranja begitu djuga, tetapi lebih besar dalam se-gala²nja. Ia harus mengemukakan rentjananja: rentjana pertanian, perindustrian dsb., semua ini sampai bagian-bagian jang seketjil-ketjilnja harus disebutkan dan diterangkan. Terlalu ruwet dan terlatu pandjang untuk diterangkan disini. Indonesia djuga harus berbuat begitu, tidak ada lain djalan dari pada memadjukan rentjana kita hitam diatas putih kepada orang (atau negeri) jang hendak kita hutangi. Indonesia perlu uang ?Baik! Apakah djaminannja ? Berapa hasil negeri itu ? Berapa harganja ? Bagaimana rentjana pengairannja, keparitannja ? Berapakah hasil padjak dari segala itu dan bagaimana tjaranja memberikan bagian kepada jang menghutangi ? Pertanjaan² begini tentu sadja tidak bisa didjawab terus sambil menghirup kopi. Djika rentjana sudah selesai, harus dipertimbangkan pula matangmatang kepada siapa akan berhutang, sebab memilih ini sama sulitnja dengan memilih sahabat, tak ada tjukup-tjukupnja untuk berhati-hati. '''Dari siapa berhutang''' {{Dropinitial|D}}IDALAM keadaan-keadaan sekarang ini dan berhubung dengan besarnja bilangan jang hendak dipindjam, tidak luas lapangan pemilihan itu. Diantara negara-negara besar, Rusia dengan sendirinja tidak bisa kita pilih sebab banjak sekali jang harus dibangunkannja sendiri dan ia mempunjai rentjana penghematan, sehingga untuk orang lain tak ada sisanja. Tjadangan-tjadangan Inggeris sudah habis didalam perang penghabisan ini dan melihat pula kesusahan-kesusahan ia hanja dapat memberi sedikit sadja dan ini pula harus dibajar kembali selekas mungkin (handelscredieten). Perantjis, Djerman dan Djepang, tidak usah kita tjoba-tjoba. Tinggal sadja Amerika Serikat. Bukan sadja ia kembali dari medan perang segarbugar, malahan lebih kuat lagi dari bermula; 3/4 dari produksi dunia didalam tangannja dan separuh dari tenaga-tenaga dunia dia jang menguasai. Paman Sam ini memang kelihatannja enak djuga, besar, sehat ... tetapi berbahaja. Sering orang ragu- ragu apakah negara-negara jang menghasilkan barang-barang konsumsi pada prinsipnja bersedia untuk mendjual kepada negeri-negeri lain barang-barang konsumsi jang sama seperti barangnja sendiri. Bukankah dengan begitu ia menjusahkan diri sendiri dengan mengadakan sendiri persaingan-persaingan. Lebih tepat tentunja bagi mereka untuk memegang sendiri segala alat-alat produksi dan dengan begitu mempunjai kedudukan monopoli dengan kekuasaan atas semua konsumen (pemakai hasil) . Tetapi djanganlah kita lupa bahwa lapangan industri sudah begitu lebar, sudah dipisah-pisahkan dan dispesialisirkan, sehingga sekarang terdapat banjak sekali firma-firma jang membuat barang-barang kapital. Beratus-ratus perusahaan membuat kikir, draaibank, pers hydraulis, motor turbine, lokomotif dan mereka djuga masing-masing mentjari pasar dan bergiat melebarkan perusahaannja. Pun harus ada pengalaman bertahuntahun untuk membuat barang-barang jang ruwet sekali susunannja seperti motor disel, mikroskop atau kapal terbang dan suatu negara jang hendak mulai dengan industrialisasinja lebih lekas akan memulai dengan belatju daripada dengan mikroskop umpamanja. Kalau suatu negeri mengeksport mesin-mesin tekstil, memang dengan sendiri ia memperbesar persaingan kain-kainan dipasar, tetapi buruh pabrik tektsil jang mungkin lantas harus dihentikan karenanja, bisa dipakai didalam paberik-paberik mesin tekstil. Bahwa hal-hal begini untuk suatu negeri jang industrinja sudah dipisahpisahkan bukan soal lagi dapat dibuktikan oleh suatu pertjakapan antara sekretaris Negara Amerika Djawatan Perdagangan dan Stalin. Sekretaris itu menawarkan Rusia sepatu (barang konsumsi) dan mesin-mesin untuk membuat sepatu (barang kapital). (Pertjakapan ini diadakan ketika perang baru sadja berhenti. Pada waktu itu mereka masih sobat-kental). '''Sudut politiknja''' {{Dropinitial|B}}ERACHIRLAH sudah sekarang sudut ekonomi dari tjerita ini. Tetapi belum berachir sudut politiknja. Sampai dimana kita berhasil menahan kekuasaan politik suatu negara jang hendak dimasukkannja dibungkus rapi dan netjis dengan deviezen? Kemerdekaan politik tak banjak artinja bagi suatu negara djika ia tak mempunjai kemerdekaan ekonomi dan pertanjaan diatas itu harus kita timbang-timbing baik-baik, sebab tjontoh-tjontoh seperti Cuba dan Filipina hendaknja tjukuplah bagi kita sebagai momok. Karena itu pemilihan kita hendaknja begini. Sedjumlah jang ketjil atau sedang kita pindjam dari suatu negeri jang berbahaja dan sedjumlah besar harus kita pindjam terbagi-bagi antara negeri-negeri ketjil. Negeri-negeri seperti Sweden, Swis, New Sealand, Argentinia atau Australia sampai sekarang belum pernah memperlihatkan kuman-kuman imperialisme dan rupa-rupanja belum sampai bahwa salah satu dari negeri-negeri itu untuk pindjaman 10 atau 20 djuta dalam uang mereka sendiri, menuntut djaminan mengadakan basis kapal terbang. Achirnja penting sekali, melihat pula pengalaman bangsa kita jang getir: rentjana mempergunakan pindjaman dan politik pemerintah harus disesuaikan satu dengan jang lain sehingga tak diberikan Kesempatan sedikitpun bagi kapital asing untuk mendjadi saluran kemakmuran kita sendiri jang dipompa keluar. Faham drainage sudah terlalu kita kenal. Suatu tjara pemungutan padjak jang adil, baik dasarnja dan bidjaksana diselenggarakannja, disamping undang-undang sosial jang mendjamin buruh suatu penghidupan jang lajak bagi manusia, adalah sjarat-sjarat mutlak bagi kapital asing jang hendak bekerdja disini. Kedua itu harus tjukup mendjamin jang kapital asing. itu tjukup mendapat rente, tetapi djuga sebagian dari untung² harus tinggal dinegeri ini, lebih besar dari sediakala. Djika segala sjarat-sjarat diatas itu dapat ditepati — dan tidak sedikit djumlah sjarat² itu — djika kita bisa mendjemput dengan rentjana lengkap seorang jang mau menghutangkan kita, djika kita sendiri tjukup djaminan untuk memperkerdjakan kapital asing itu disini dengan membawa hasil-hasil bagi negeri kita sendiri, barulah kita bisa mengundang kapital asing itu untuk mengembangkan diri didalam kepentingan suatu rumah tangga jang ekonomis, pantas bagi suatu Negara Merdeka dan berdaulat. {{border|max-width=25em| <center> SUDAH TERBIT!<br><br> Berita Perekonomian No. 3, (Keluaran Kementerian Kemakmuran Republik Indonesia).<br> ●<br> Harga ƒ 0.75 per ex.<br> ▼<br> Porto ditanggung pemesan. Bisa pesan pada<br> </center> {{right|JAJASAN DHARMA}}}}<noinclude>{{rh|60}}</noinclude> 0iy743g0i6q8nn1rwupxm8m1uyhkkwj Halaman:Auto setan.pdf/3 104 114528 316132 2026-08-28T01:20:45Z Aeia aai 24023 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{xx-larger|{{c|GOOD COUNCIL IS ABOVE ALL PRICE}}}} {{c|(Nasehat jang baek lebi beharga dari Mas)}} {{xx-larger|{{c|{{sp|SIAPA}}}}}} {{c|jang begitoe sampoerna dan tida perloe<br>dengen nasehat-nasehat baek.}} {{xx-larger|{{c|{{sp|???}}}}}} Keradja'an paling besar di doenia, bahasa paling banjak di goenaken, ― ada Inggris. Apa pembatja tida ingin taoe nasehat² apa iaorang poenja poedjonggo² sedari poerbakala ada beriken pada bangsanja ? {{s... 316132 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Aeia aai" /></noinclude>{{xx-larger|{{c|GOOD COUNCIL IS ABOVE ALL PRICE}}}} {{c|(Nasehat jang baek lebi beharga dari Mas)}} {{xx-larger|{{c|{{sp|SIAPA}}}}}} {{c|jang begitoe sampoerna dan tida perloe<br>dengen nasehat-nasehat baek.}} {{xx-larger|{{c|{{sp|???}}}}}} Keradja'an paling besar di doenia, bahasa paling banjak di goenaken, ― ada Inggris. Apa pembatja tida ingin taoe nasehat² apa iaorang poenja poedjonggo² sedari poerbakala ada beriken pada bangsanja ? {{sp|BAROE SEKARANG}} bisa di dapet koempoelan dari ini nasehat² dalem satoe boekoe : {{larger|{{c|„KATJERDIKAN BANGSA INGGRIS”}}}} {{right|'''Harga f 3.50'''}} {{Right|'''onkost kirim tambah „ 0.08'''}} {{right|'''aangeteekend „ „ 0.28'''}} minta pada: {{Right|Drukkerij HAHN & Co.}} {{Right|Kp. Doro 3 ― Soerabaia}} TJERITA. ROMAN NUMMERS lANG SOEDA TERBIT No. No. No. No. No. No. 78 25 37 49 t/m t/m t/m t/m t/m 24 36 48 60 61 "JEHOL" oleh Madonna 62 "Kembang menoeroe dari Mina· (°l 63 "KEMBANG POEKOEL AMPAT" (°l (°l b4 65 66 (°l 67 68 69 70 71 72 hasa" " Monsieur d'Amour " K. N. K. "BERDJOANG" " Uem Khing Hoo "Bidadari dari Telaga Toba" "Soe Ue Piet "Raden Adjeng MOERHIA" "Nio e Cheong Seng "Pembalesannja saorang miskin" " Soe Ue Piet "TIENTSIN EXPRESS" " Cyrus "YIN LAN" " Chen Wen Zwan "BIDADARI 7" " Anak Pedeesoenan "Djadi Pendita " Soe Ue Piet "BRANGTI" "ROMANO (°l (°l (°l (°l (°l 1935 73 ,,0 E WAN G" 74 "SITI DJENAR" 75 76 77 78 atawa Dra· ma Prampok Madioen "Penghidóepan dalem Peng· hidoepan "LEJ A K" "TJINGGALABI AOEAH" "AUTO SETAN" oleh Chen Wen Zwan Pouw Kioe An Gan San Hok " Soe Ue Piet " "Monsieur d'Amour" ADO NIS Sr. (°l (°l (°l (°l (' I (°l JANG PAKE TANDA (°l MASIH ADA. HARGA KETENGAN PER COPY F 0.50 ct. PESENAN HAREP DISERTAKEN HARGANJA.<noinclude></noinclude> 4aaoi1vqkkpqa8bkjhzpwt5z2brelzr Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/22 104 114529 316154 2026-08-28T05:27:39Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 316154 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>djalan dan tradisi jang kuat dan tepat untuk dapat melantjarkan djalannja mesin pembentukan undang- undang ini setjara jang sesuai dengan kebutuhan negara dan bangsa kita. Sudah barang tentu dalam usaha membentuk trad si parlementer baru itu, bahan-bahan dari parlemen-parlemen negara-negara jang lebih tua, baik negara-negara Barat (termasuk Amerika, Australia dan Rusia) maupun dan terutama negara- negara Asia, mendjadi pedoman jang sebaik-baiknja. Perlu dikatakan disini bahwa tentang sistim Pemerintahan dinegara sendiri — sistim Kabinet Presidentil atau sistim Kabinet Parlementer — mempunjai pengaruh djuga pada sistim pembentukan undang-undang pada Badan Perwakilan kita. Akan tetapi dalam praktek selama ini hal perubahan sistim menurut keadaan darurat ternjata tidak mengganggu dialannja kerdja legislatif negara kita. Seperti dikatakan diatas kerdja legislatif itu diartikan jang luas, termasuk djuga kekuasaan untuk mengontrol djalannja pemerintahan (Executief), jaitu mengamat-amati dengan djalan parlementer (dengan mempergunakan hak interpellasi atau/dan enquête) apakah Pemerintah mendjalankan segala undang-undang negara itu dengan sebaik-baiknja, apakah dan sampai dimanakah Pemerintah sudah mendjalankan segala penetapan dalam undang-undang itu. Sanksi atas penilikan itu adalah termasuk dalam tanggung-djawab Pemerintah terhadap Badan Perwakilan, suatu keharusan (conditio sine qua non) jang melekat kepada suatu sistim pemerintahan jang berdasarkan demokrasi. Adapun tjara memberikan pertanggungan djawab menurut sistim Kabinet Presidentil ataupun Parlementer menurut hukum tata-negara kita dalam masa peralihan ini, pembatja dapat melihat dalam brosur Ketua Parlemen sementara Sdr. Mr. Assaat Datu Mado „Hukum Tata-negara Republik Indonesia dalam masa peralihan" (Jogja 1948 katja 12-18). Untuk dapat melajani kebutuhan negara kita pada masa awal pembangunan ini, jang masih penuh dengan awan pergolakan sebagai akibat revolusi nasional jang masih berdjalan terus, ternjata Komite Nasional Pusat dan Badan Pekerdjanja harus memeras tenaga jang luar biasa untuk menghasilkan undang-undang jang dibutuhkan negara. Sebagai batu lontjatan dalam Aturan Peralihan Undang-undang Dasar telah ditetapkan, bahwa segala badan Negara dan peraturan jang ada masih langsung berlaku, selama belum diadakan jang baru menurut undang-undang ini. Berdasarkan peraturan-peralihan ini oleh Presiden telah ditetapkan dalam Peraturan no. 2 (tanggal 10-10-'45), bahwa untuk ketertiban masjarakat „segala badan-badan negara dan peraturan-peraturan jang ada sampai berdirinja Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Augustus 1945, selama belum diadakan jang baru menurut Undang-undang Dasar, masih berlaku asal sadja tidak bertentangan dengan Undang-undang Dasar tersebut. Kedua-dua peraturan ini bagi Badan Perwakilan adalah pedoman untuk memulaikan kerdja legislatif setjara gerak-tjepat agar dapat mengikuti djarum dan djarak revolusi kita seterusnja. Peraturan jang lama jang bertentangan dengan sifat dan haluan Negara kita harus lekas dilenjapkan dan diganti dengan jang baru, dan peraturan lama jang ternjata masih „bruikbaar" harus lekas disalin dan disesuaikan dengan kebutuhan masjarakat sekarang. Kalimat ini mudah diutjapkan (ditulis), tetapi untuk Badan Perwakilan sementara suatu tugas jang amat sulit dikerdjakannja. Apalagi kalau diingat bahwa apparatuur Parlemen dan Negara semua masih serba kurang, alat-alat jang dibutuhkan serba tidak mentjukupi, ditambah pula dengan keadaan jang serba keruh, semangat kerdja jang serba tertekan oleh keadaan ekonomi jang kian hari kian bertambah merosot karena matjam-matjam gangguan dari pihak luar. Tetapi tugas mesti dipenuhi, kewadjiban mesti ditunaikan. Begitulah keadaan Komite Nasional Pusat dan Badan Pekerdjanja, jang didalam keadaan dan suasana jang serba darurat itu harus mentjurahkan tenaganja, mula-mula di Djakarta, lalu terpaksa pindah ke Purworedjo bersama dengan kepindahannja Pemerintah Pusat dari Djakarta, dan semendjak bulan Maret 1947 di Jogjakarta. '''III. Hasil mesin undang-undang selama ± 3 tahun''' {{di|M}}ESKIPUN, bila ditindjau dari sudut parlementer menurut patokan {{Missing image}} {{C|{{smaller|PERANGKO jang dikeluarkan oleh pemerintah India untuk memperingati hidup perdjuangan almarhum M. Gandhi.}}}} jang lazim, hasil pekerdjaan legislatif Komite Nasional Pusat dan Badan Pekerdjanja itu dalam pelbagai lapangan masih menundjukkan kekurangan-kekurangan, akan tetapi tidak dapat diungkiri bahwa mengingat segala sesuatu jang diterangkan dalam bab II tadi, hasil sementara dari kerdja legislatif dan Badan Perwakilan sementara kita itu dapat dibanggakan, djuga dimata dunia luar sekalipun. a) Mengenai usaha Badan Perwakilan sebagai badan jang ikut menetapkan garis-garis besar daripada haluan Negara, boleh ditjatat disini beberapa peraturan/keputusan jang penting-penting: # Badan Pekerdja telah turut berusaha untuk mengandjurkan berdirinja partai-partai politik agar memupuk tumbuhnja djiwa kerakjatan dan demokrasi jang sempurna bagi negara dan pemerintahan (Pengumuman Badan Pekerdja. No.3). # Sesuai dengan kepentingan negara dewasa itu Badan Pekerdja menetapkan bersama-sama dengan Pemerintah politik negara keluar dan kedalam (Maklumat politik Pemerintah tanggal 1-11-1945). # Merubah sistim pemerintahan Negara dengan mengadakan Kabinet jang langsung bertanggung-djawab kepada Badan Perwakilan (menurut sistim dalam Undang-undang Dasar Menteri hanja bertanggung-djawab kepada Presiden). Ketjuali jang sudah terwudjud dalam suatu undang-undang atau peraturan lain, maka masih banjaklah andjuran-andjuran, desakan-desakan dan tuntutan-tuntutan (Badan Pekerdja) Komite Nasional Pusat jang mengenai haluan negara, jang sampai sekarang sedang diperhatikan, dikerdjakan atau disiapkan oleh Pemerintah, antaranja untuk menindjau kembali Undang-undang Dasar kita; mengadakan peraturan-peraturan pokok mengenai pendidikan dan pengadjaran (rantjangan Undang-undang Pokok Pengadjaran sekarang sudah disampaikan kepada Kabinet dan Badan Pekerdja); pula dalam lapangan ekonomi, keuangan, politik perburuhan dll. b). Dalam lapangan kerdja legislatif jang chusus mengenai pembentukan undang2 maka boleh dikata, banwa kerdja-sama antara Pemerintah dan Badan perwakilan sampai sekarang kebanjakan menghasilkan peraturan jang d.kehendaki, sehingga tiadanja suatu „conflicten-regeling" seperti lazim berlaku dalam lapang kerdja legislatif, untuk negara kita dalam masa lampau ini tidak amat terasa kebutuhannja. Satu usul peraturan dari Pemerintah mengenai penambahan susunan Komite Nasional Pusat (Peraturan Presiden no. 6 tahun 1946) jang ditolak oleh Badan<noinclude>{{rh|||19}}</noinclude> pzd0sx0ay02sfit30oyesmo856wxx82 Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/23 104 114530 316157 2026-08-28T05:33:30Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Pekerdja (Purworedjo) dalam sidang K.N.I. pleno di Malang diterima baik oleh Komite Nasional Pusat, setelah keputusan penolakan itu ditarik kembali oleh Badan Pekerdja. Satu daftar mengenai undang-undang jang telah dapat diselesaikan oleh Badan Pekerdja Komite Nasional Pusat bersama-sama dengan Pemerintah, baik jang timbul atas usul Pemerintah ataupun jang diadjukan atas inisiatif (anggauta) Badan Pekerdia, kami sadjikan dalam lampiran karangan... 316157 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>Pekerdja (Purworedjo) dalam sidang K.N.I. pleno di Malang diterima baik oleh Komite Nasional Pusat, setelah keputusan penolakan itu ditarik kembali oleh Badan Pekerdja. Satu daftar mengenai undang-undang jang telah dapat diselesaikan oleh Badan Pekerdja Komite Nasional Pusat bersama-sama dengan Pemerintah, baik jang timbul atas usul Pemerintah ataupun jang diadjukan atas inisiatif (anggauta) Badan Pekerdia, kami sadjikan dalam lampiran karangan ini. (lih. pag. 21-22). Dalam tanggal 16-10-1945 (hari lahirnja badan legislatif harian sementara jaitu (Badan Pekerdja) Komite Nasional Pusat) sampai tg. 17-7-1948 oleh Badan Pekerdja diterima: 121 rantjangan undang-undang, di antaranja dari Pemerintah 102 dan atas inisiatif Anggauta 19. Dari djumlah 121 rantjangan tersebut: a) diterima dan mendjadi undang-undang 98 (diantaranja 83 dari Pemerintahan dan 15 dari Badan Pekerdja) b) ditolak 15 (diantaranja 14 rantjangan Pemerintah 1 dari Badan Pekerdja) dan belum selesai 8 rantjangan (belum termasuk rantjangan undang-undang untuk sidang bulan Djuli 1948). Dalam djumlah rantjangan undang-undang tersebut diatas ada 4 jang dinamakan Peraturan Pemerintah sebagai pengganti Undang-undang atas dasar pasal 22 ajat 1 Undang² Dasar, jang menetapkan bahwa dalam hal-ichwal kegentingan jang memaksa" Presiden berhak menetapkan peraturan pemerintah sebagai pengganti Undang-undang. Djika tidak dapat persetudjuan/ pengesahan Dewan Perwakilan Rakjat peraturan pemerintah dapat (dibatja: harus) dit jabut. Karena akibatnja pentjabutan itu mungkin luas dan harus diatur sebaik-baiknja maka pentjabutan itu seharusnja dilakukan dengan undang-undang (tjontoh: Peraturan Pemer.ntah No. 22 tahun 1947, ditjabut dengan Undang-undang No. 7 tahun 1948). Berhubung dengan itu wadjiblah Pemerintah berhati-hati dalam mendjalankan hak seperti tsb. dalam pasal 22 ajat 1 Undang-undang Dasar itu dan sejogianja Pemerintah lebih dahulu bersepakat dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakjat sebelum mendjalankan hak tersebut. Dalam sidangnja bulan Djuni 1948 Badan Pekerdja dapat menjelesaikan dua rantjangan undang-undang jang penting, jaitu 1) Undang-undang tentang Dewan Perwakilan Rakjat dan pemilihan anggauta-anggautanja, jang kedua-duanja sudah lama dinanti-nantikan oleh umum. Rantjangan jang tersebut terachir mempunjai riwajat jang stimewa pula. Rantjangan jang pertama (dari Menteri Kehakiman Mr. Suwandi) pada bulan Mei 1946 telah diumumkan dalam Berita Republik Indonesia, tetapi achirnja d tarik kembali oleh Pemerintah sebelum dibitjarakan dalam diadjukan dalam bulan Desember 1947 oleh Menteri Mr. Susanto. Pembitjaraan dalam sidang pleno Badan Pekerdja (dua sidang berturut-turut) menimbulkan banjak amendemen- amendemen jang mengenai prinsip, seh ngga Pemerintah memadjukan suatu rantjangan baru (rantjangan jang ke-3) dengan memperhatikan amendemen-amendemen Badan Pe- kerdja tersebut, rantjangan mana achirnja dalam sidang bulan Djuli diterima baik oleh Badan Pekerdja. Mengenai peraturan oleh Dewan Pertahanan Negara jang sederadjat dengan undang-undang ada perbeda- an paham antara Badan Pekerdja de- ngan Pemerintah. Pemerintah ber- pendapat, bahwa D.P.N. dalam segala hal dapat menetapkan peraturan-per- aturan jang sederadjat dengan un- dang-undang jang dipandangnja per- lu (dalam keadaan bahaja). Dalam waktu jang ditetapkan dalam Un- dang-undang Keadaan Bahaja (pasal 7 ajat 310 har) peraturan-per- aturan D.P.N. itu harus dimintakan pengerahan dari B.P. (Pengesahan d n memperpandjang berlakunja peratu- ran-peraturan D.P.N. dilakukan de- ngan undang-undang). Sebagai tjatatan diterangkan dist- ni, bahwa pekerdjaan legislatif jang mengenai undang-undang adalah se- luruhnja hasil pekerdjaan Badan Pordja (bersama dengan Pemerin- tah), belum ada satu rantjangan un- dang-undang sampai sekarang jang dibitjarakan oleh K.N.I. pleno. Satu peraturan jang sederadjat dengan undang-undang jang ditetapkan oleh Komite Nasional Pusat pleno, ada- lah Maklumat Wakil Presiden no. X tanggal 16 Oktober 1945, jalah jang menetapkan lahirnja Badan Peker- dia, sehingga boleh dinjatakan bahwa dalam masa 3 tahun Republik ini Badan Pekerdja telah mengerdiakan tugasnja sebagai badan-legislatif sehari-hari" (gewone dagelijkse wet- gever) itu dengan sebaik-baiknja. " c) Seperti dikatakan datas, pe- kerdjaan legislatif mengenai djuga hak kontrole dari Badan Perwak'lan atas Kekuasaan Exekutif (Pemerin- tah), jalah hak untuk mengamat- amati sampai dimana dan apakah su- dah benar Pemerintah mendjalankan Badan Pekerdja. Rantjangan kedua Lambang persahabatan: Indonesia 20 20 India semua undang-undang jang ditetap- kannja bersama-sama dengan Badan Perwakilan. Hak kontrole ini oleh Badan Perwakilan dilakukan menurut kelaz'man parlementer dengan mem- pergunakan tiga matjam sendjata, ja- itu 1) hak bertanja (vragenrecht) para anggauta Parlemen; 2) hak in- terpellasi dari Parlemen dan 3) hak enquête Badan Perwakilan. Ketiga- tiga hak parlementer ini ada pula pada (Badan Pekerdja) Komite Na- sional Pusat, dan telah didjalankan- nja. Hak bertanja dan hak interpel- lasi dalam 3 tahun ini sudah atjap kali dilakukan baik oleh Badan Pe- kerdja seluruhnja maupun (mengenat vragenrecht) oleh anggauta Badan Pekerdja masing-masing. Malahan dalam sidang-sidang jang terachir dalam tahun 1948 (tiap-t'ap bu- lan menurut kebiasaan diadakan sidang biasa dari tanggal 10 sampai tanggal 26) sudah mendjadi kebiasaan diadakan harl-pertanjaan (vragendag) jang dapat dihadiri oleh umum. Hak interpellasi Badan Per- wakilan pada hakekatnja mempunjai kekuatan jang lebih besar daripada hak bertanja para anggauta Parle- men, karena interpellatierecht itu dapat menghasilkan suatu keputusan (votum) Parlemen jang berbentuk mosi atau resclusi, jang mungkin djuga mendiatuhkan seorang Mente- ri dari kedudukannja. - de- Lebih luas lagi jalah hak enquête dari Parlemen untuk mengadakan penjelidikan langsung terhadap se- suatu peristiwa pemerintahan oleh sebuah Komisi (enquête) jang di- bentuk oleh Badan Perwakilan, ngan kemungkinan mempergunakan semua alat-alat negara jang diperlu- kan (seperti polisi, kehakiman dan sebagainja). Dalam riwajat legislatif selama ini Badan Pekerdja Komite Nasional Pusat baru satu kali men- djalankan hak enquête itu, ja tu oleh Panitya Enquête Sartono cs. untuk mengadakan penjelidikan mengenai perselisihan perburuhan di Delanggu antara Pemerintah (B.T.N.) dan bu- ruh (Badan Lembaga Tani dan Bu- ruh). IV. Penutup RIWAJAT (Badan Pekerdja) Ko- mite Nasional Pusat sebagai parlemen sementara akan disudahl apabila pemilihan umum atas dasar- dasar,,Undang-undang tentang De- wan Perwakilan Rakjat dan pemilihan anggauta-anggautanja" dapat dise lenggarakan dan Dewan Perwakilan Rakjat itu dapat dibentuk atas hasil pemilihan tersebut, dan selama sta- tus Republik kita tidak berubah. Se- lama belum terwudjud Dewan Per- wakilan tersebut, maka Komite Na- sional Pusat dan Badan Pekerdjanja masih bekerdja terus, meregistrir hasil-hasil revolusi bangsa kita dalam segala pasang dan surutnja. Mesin pembentuk undang-undang berputar terus...... Digitized by Google •<noinclude>{{rh|20}}</noinclude> jzg8d9xrmu3bugaxgrjk1ng7he4zuqr Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/24 104 114531 316188 2026-08-28T06:28:13Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 316188 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" /></noinclude>'''LAMPIRAN:''' A. RANTJANGAN² UNDANG-UNDANG JANG DISAHKAN MENDJADI UNDANG² ''1. Kementerian Kehakiman'' 1945: Undang² No. 1/48 tentang Komite Nasional Daerah. 1946: #Undang² No. 3/46 tentang Warga Negara. #Undang² No. 7/46 tentang Pengadilan Tentara. #Undang² No. 8/46 tentang Hukum Atjara Pidana Pengadilan Tentara. #Undang² No. 12/46 tentang Pembaharuan Komite Nasional Pusat 1). #Undang² No. 20/46 tentang Penambahan djenis hukuman pokok dengan ''hukuman tutupan.'' 2). 1947: #Undang² No. 6/47 tentang perubahan Undang² Warga Negara #Undang² No. 7/47 tentang susunan dan kekuasaan Mahkamah Agung dan Kedjaksaan Agung. #Undang² No. 4/47 tentang Naturalisasi Johan Jordan. #Undang² No. 5/47 tentang Naturalisasi JSalim Basjir. #Undang² No. 8/47 tentang Memperpandjang waktu untuk mengadjukan pernjataan berhubung dengan kewargaan negara Indonesia. #Undang² No. 9/47 tentang Naturalisasi Frans Matheus Mosse. #Undang² No. 20/47 tentang Peradilan Ulangan di Djawa dan Madura. #Undang² No. 21/47 tentang Pemeriksaan perkara pidana diluar hadir terdakwa pada pengadilan Negeri. #Undang² No. 23/47 tentang Pemindahan tempat kedudukan Pengadilan dan Kedjaksaan. #Undang² No. 23/47 tentang Penghapusan „Zelfbestuursrechtspraak" di Djawa dan Sumatera. #Undang² No. 24-25-26-27/47 tentang Naturalisasi beberapa orang Djerman. #Undang² No. 36/47 tentang Susunan dan Atjara Pengadilan Tentara. 2). 1948: #Undang² No. 4/48 tentang Naturalisasi De Quinze. #Undang² No. 5/48 tentang Peraturan istimewa mengenai pentjatatan djiwa. #Undang² No. 9/48 tentang Kedudukan hukum Anggauta (Badan Pekerdja) Komite Nasional Pusat. #Undang² No. 11/48 tentang Memperpandjang waktu pernjataan kewargaan Indonesia. #Undang² No. 19/48 tentang Susunan badan-badan kehakiman dan kedjaksaan. #Undang² No. .... tentang Dewan Perwakilan Rakjat dan susunan anggauta-anggautanja. 3). 'II. ''Kementerian Dalam Negeri'' 1945: Nihil 1946: #Undang² No. 13/46 tentang Menghapuskan desa-desa perdikan. 1). #Undang² No. 14/46 tentang Perubahan sjarat² memilih Kepala desa. 1947: #Undang² No. 16/47 tentang Pembentukan Haminte Kota Surakarta. #Undang2 No. 17/47 tentang Pembentukan Haminte Kota Jogjakarta. 1948: #Undang² No. 10/48 tentang Pemerintahan Sumatera. #Undang² No. 13/48 tentang Perubahan Vorstenlandsch Grondhuurreglement. #Undang² No. 22/48 tentang (Pokok) Pemerintahan Daerah. III. ''Kementerian Pertahanan'' 1945: Nihil 1946: #Undang² No. 6/46 tentang ''Keadaan Bahaja''. 1) #Undang² No. 16/46 tentang Pengesahan Keadaan Bahaja. 1) #Undang² No. 23/46 tentang Peraturan Pemerintah/pengganti Undang² No. 9 (mengenai pasal 3 Undang² Keadaan Bahaja). 1947: #Undang² No. 39/47 tentang Perubahan Kitab Undang² Hukum Pidana Tentara. #Undang² No. 40/47 tentang Perubahan Kitab Undang² Hukum Disiplin Tentara. #Undang² No. 41/47 tentang Kependjaraan Tentara. 1948: #Undang² No. 1/48 tentang Perubahan Undang² Keadaan Bahaja. #Undang² No. 3/48 tentang Organisasi Kementerian Pertahanan dan angkatan perang Djawa dan Sumatera. #Undang² No. 6/48 tentang Memperpandjang berlakunja peraturan² D.P.N. 6). #Undang² No. 7/48 tentang Pentjabutan Pemerintah pengganti Undang² No. 22/47 (tentang Mahkamah tentara sementara). #Undang² No. 8/48 tentang Pendaftaran dan pemberian izin pemakaian sendjata api. #Undang² No. 18/48 tentang Memperpandjang berlakunja peraturan² D.P.N. 6). #Undang² No....... tentang Perubahan Undang² No. 3/48. 3). IV. ''Kementerian Keuangan.'' 1945: Nihil. 1946: #Undang² No. 2/46 tentang Batas waktu hutang padjak berkohir. #Undang² No. 4/46 tentang Pindjaman Nasional 1946. #Undang² No. 5/46 tentang Penetapan tarip Padjak-pendapatan tahun 1946/ 1947 dsb. #Undang² No. 10/46 tentang Pembawaan uang. #Undang² No. 15/46 tentang Penambahan pokok Padjak-bumi. #Undang² No. 17/46 tentang Pengeluaran Uang Republik Indonesia 1). #Undang² No. 18/46 tentang Kewadjiban menjimpan uang dalam Bank. #Undang² No. 19/46 tentang Pengeluaran Uang Republik (II). #Undang² No. 21/46 tentang Menurunkan tjukai tembakau. #Undang² No. 24/46 tentang Pengesahan Peraturan Pemerintah/pengganti Undang-Undang No. 10 (mengenai Pembawwaan uang). 1947: #Undang² No. 3/47 tentang Bea masuk dan keluar. #Undang² No. 10/47 tentang Penambahan Aturan Bea-Materai 1921. #Undang² No. 11/47 tentang Perubahan tarip Padjak-potong. #Undang² No. 12/47 tentang Padjak-radio. #Undang² No. 13/47 tentang Penetapan tarip Padjak-Pendapatan dsb. tahun 1947/1948. #Undang² No. 14/47 tentang Padjak Pembangunan I. #Undang² No. 18/47 tentang Peraturan istimewa Padjak-pendapatan terhadap upah. #Undang² No. 19/47 tentang Pembawaan uang (mengganti Undang2 No. 18/47 dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang² No. 10/46). #Undang² No. 28/47 tentang Tjukai Tembakau II 1). {{left|{{rule|width=5em}}}} '''Keterangan:''' # Usul inisiatif Badan Pekerdja. # Diadjukan bersama-sama dengan Kementerian Pertahanan. # Belum diumumkan. # Diadjukan bersama-sama dengan Kementrian Kemakmuran. # Belum selesai dibitjarakan. # Pada tahun 1947 diumumkan oleh Perdana Menteri.<noinclude>{{rh|||21}}</noinclude> 52j9wxs9gwhdu92n1vsuh1y7ga2q015 Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/26 104 114532 316192 2026-08-28T06:40:11Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{Xx-larger|'''Arti hutan belukar <br/> bagi kemakmuran Negara'''}} {{C|THE JUNGLE AND THE PROSPERITY OF THE COUNTRY}} {{smaller|{{di|T}}HE importance of the jungle for the prosperity of the community is little known to the public since the Forestry Service is performing its task quietly and the job is situated far from towns ams cities. Experience) gathered in several countries has clearly demonstrated that sand-plains, deserts and wastes hav... 316192 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh|||MIMBAR Indonesia}}</noinclude>{{Xx-larger|'''Arti hutan belukar <br/> bagi kemakmuran Negara'''}} {{C|THE JUNGLE AND THE PROSPERITY OF THE COUNTRY}} {{smaller|{{di|T}}HE importance of the jungle for the prosperity of the community is little known to the public since the Forestry Service is performing its task quietly and the job is situated far from towns ams cities. Experience) gathered in several countries has clearly demonstrated that sand-plains, deserts and wastes have been caused by careless deforestations discornable in various regions of Indonesia that those regions may become bald surfaces, meager and dry, unfit for human habitation unless the appropriate steps be taken without delay. The danger of erosion is always working to umpair the supply of our foodstuffs.}} {{Asterism}} {{di|D}}ALAM PASAL Perekonomian, pasal dari Program Nasional, jang terdiri dari 12 pasal itu, oleh Panitya Penjelenggara Perintjian telah dimuat 12 ajat jang penting-penting jang — djika dapat dilaksanakan selaras dengan semangat Program tersebut — tidak boleh tidak akan membawa bangsa Indonesia, jang sudah berabad-abad tidak mengenal kemakmuran jang seharusnja dirasakannja sebagai bangun jang hidup diatas tanah tumpah darahnja jang kaja-raja itu, dari tingkat penghidupan jang rata-rata amat rendah ke tingkatan jang Betinggi-tinginja, jang patut dimiliki oleh sesuatu bangsa jang merdeka. Dalam pada itu kita tak dapat mengabaikan faktor-faktor jang menentu, kan atau jang berpengaruh besar atas kemungkinan-kemungkinan berkem- bangnja kemakmuran sesuatu negeri jang pada dasarnja berpusat pada 3 fakter, ialah pertama: kesuburan tanahnja, kedua: status negeri dikala- agan dunia internasional dan ketiga: perangai, kepandaian (Retangkasan) dan tjita-tjita nasional. Untuk Indo- nesia pada 3 faktor ini harus ditam- bah satu faktor lagi, ialah: sedjarahnja sebagai tanah djadjahan. Maka dari stu tepat sekali fal ajat pertama dari Pasal Perekonomian tersebut atas jang berbunji sebagai berikut: Mewudjud. kan susunan ekonomi nasional jang bebas dari kekuasaan modal asing, dan melenjapkan sisa-sisa susunan ekonomi djadjahan." Tentang faktor kedua dan ketiga audah kerap kali diadakan pembitjara an atau uraian. Jang akan kami ke- mukakan disini ialah suatu hal penting jang dapat melenjapkan faktor per- tama: kesuburan tanah, suatu soal jang tidak mendapat perhatian sepan- tanja karena kurang pengertian semata-mata. Indonesia telah kesohor tentang kesuburan tanahnja, akan tetapi hen- daknja beuntungan jang diberikan oleh Oleh Sutjipto Surjoatmodjo alam pada kita tidak mendjadikan sebab untuk membiarkan perbuatan- perbuatan manusia jang membaha- jakan kesuburan tanar air kita dike- mudian hari. Sedikit sekali diantara kita jang mengerti dan memperhatikan akan adanja bahaja ini, jakni: bahaja jang mungkin datang dari gunung- gunung sebagai pembalasan gunung? itu terhadap penebangan hutan-hutan dan onderneming-onderneming, jang dilakukan setjara besarzan dizaman Djepang. Menurut kalangan para ahli butan-hutan jang ditebang itu tak akan dapat diperbaiki kembali dalam 20-30 tahun jang akan datang. Memang dikalangan kita tidak ba- njak jang faham aunguh-sungguh akan pentingnja hutan belukar bagi penghi- dupan manusia. Sebabnja ialah karena Djawatan Kehutanan bekerdja tidak dengan reklame, sedang lapangan pe- kerajaannja terletak djauh dari dunia ramal, sehingga tidak salah kalau orang tidak mentjintainja, karena tidak dikenal, seperti dikatakan oleh pepatah. Hanja mereka jang hidup dan bekerdja didalam dan disekitar hutan, jang setiap hari melihat. tum- buh-tumbuhan dan binatang didalam- nja, hanja mereka itulah jang dapat menjelami apa arti hutan sedalam- dalamnja bagi masjarakat. Selain menghasilkan kaju bakar, arang dan hasil hutan lain-lain besar sekali arti hutan dalam soal hydrologie (keadaan air) dan besar djuga pengaruhnja ter- hadap iklim sesuatu daerah. Dengan keterangan jang pendek ini mudah- mudahan makin djelaslah bahwa orang tidak akan bisa hidup kalau tidak ada hutan. Hutan mendjadi vitaal bagi manusia, pun mendjadi vitaal bagi negara. Hutan mendjadi sjarat jang terpenting bagi kehidupan negara dan masjarakat umumnja, Rakjat jang me- nebang hutan, pada suatu saat dapat pembalasan dari hutan pula. Sahara, gurun-gurun di Asia Tengah, beberapa bagian didaerah Palestina, Mesopota mia, Gobi, Tiongkok-Utara, Afrika- Utara, Afrika-Selatan, beberapa dae- rah dinegeri-negeri Perantjis, Juhani, Spanjol, Italla, Madagaskar, Australia dan Amerika-Serikat dulu merupakan daerah-daerah jang subur-makmur dan dapat menghidupi berdjuta-djuta ma- nusia; sekarang hanja merupakan daerah-daerah jang gundul dan tandus atau merupakan gurun pasir jang sama sekall tak dapat memberi peng- hidupan pada manusia atau hewan. Apakah atau siapakah jang memus nahkan kesuburan tanah-tanah itu? Tidak lain ialah manusia sendiri jang menebangi hutan-hutan dengan tidak memakai perhitungan beberapa abad jang lalu. Pembinasaan (pene- bangan, pembakaran) butan-hutan se- tjara besar-besaran itu menjebabkan hilangnja tanah-lapisan atas jang au- bur. Lapisan ini biasanja terdiri dari bunga tanah (humus) jang mempunja sifat-sifat jang baik, antara lain: me- me- zat nambah makan tanaman, merapatkan tanah jang berderal-deral atau renggangkan tanah liat sehingga asam (02) gampang masuknja dan air gampang berdjalannja dan last but not least: mempunjai kekuatan besar menahan air. Mengingat alfat- sifat ini maka sangat pentinglah bunga tanah itu bagi penghidupan tanaman. Oleh karena itu perlu didjaga djangan sampai bunga tanah itu berkurang. bahkan harus bertambah. Didaerah pegunungan, terutama diléréng-léréng lapisan tanah jang subur itu jang disusun oleh alam dalam beberapa ribu tahun dapat hilang-lenjap begitu sadja dalam tempo-tempo jang sesing- kat-singkatnja. dihanjutkan air atau ditiup angin (kadang-kadang mendjadi topan pasir sebagai jang terdjadi di Amerika pada tahun 1934 dan 1985). Dengan lenjapnja tanah-atas jang mengandung bunga tanah itu maka muntjullah dua matjam bahaja, jang langsung (direct) dan jang tidak langsung (indirect). '''Bahaja langsung''' {{di|H}}UTAN digunung-gunung merupakan gudang persediaan air jang mengatur mengalirnja air kesungai-sungai dan sumber-sumber baik dimusim hudjan maupun dimusim kemarau. Pembagian air jang diberikan oleh hutan-hutan itu baik sekali. Djalannja air ke sumber-sumber, sungai-sungai dan saluran-saluran irigasi amat teratur dan perlahan-lahan, sehingga hudjan jang lebat sekalipun tak dapat menimbulkan bandjir, karena air hudjan itu tertahan oleh bunga tanah. Apabila lapisan bunga tanah ini sudah tidak ada maka terdjadilah bandjir besar jang menghanjutkan segala sesuatu jang didjumpainja. Puluhan, ja ratusan m³ tanah, batu besar-ketjil hanjut dan semuanja ini membawa akibat jang sangat merugikan ditanah datar: padi jang baru ditanam musnah, rumah-rumah, manusia, hewan hanjut, pintu-pintu air dari Djawatan Pengairan rusak, pendek kata tiada sesuatu jang dapat menahan bandjir lumpur jang datang dari gunung itu. Bandjir besar jang sering terdjadi di Tiongkok (sungai Jang-Tae-Klang, Hoang-Ho,) disebabkan karena hal-hal tersebut atas. Suatu peristiwa jang patut mendjadi peringatan bagi kita di Djawa ialah gunturan tanah (aardverschuiving) jang terdjadi didaerah Tengger disekitar Tosari (daerah keresidenan Malang) pada permulaan tahun 1939 di- musim hudjan, jang membawa korban manusia, hewan dan rumah dan kedjadian-kedjadian serupa itu masih terulang beberapa kali. '''Bahaja jang tidak langsung''' {{di|U}}NTUK MENDJELASKAN ini baiklah kami menggambarkan keadaan didaerah pegunungan Tengger tersebut. Sedjak lahirnja Cultuurstelsel 1830<noinclude>{{rh|||28}}</noinclude> 86vg9dp1eodtpi10j5j1zbpbwd9g2wz Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/60 104 114533 316195 2026-08-28T07:22:54Z Alicya- 21994 /* Telah diuji baca */ 316195 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" /></noinclude>{{rule}} {{larger|DR. IR. S. UDIN}} {{xx-larger|'''Kapital Luar Negeri, sekarang dan besok'''}} '''Alam, kerdja dan kapital''' {{Dropinitial|M}}ENURUT buku-buku sekolah jang kita masih ingat dari dulu-dulu, produksi itu tergantung dari 3 faktor : alam, kerdja dan kapital; tjara jang enak dan gampang untuk mempeladjari anasir-anasir ilmu ekonomi. Tetapi sebetulnja tak mudah kita dengan tangan me-misah²kan ketiga faktor itu dan dinding-dinding pemisah itu baru sadja kita dorong sedikit sudah sama runtuh. Demikianlah sama sebetulnja sudah tjukup djika kita memakai paham-paham alam dan kerdja sadja. Kerdjaantara kedua ini sadja sudah tjukup untuk mengadakan hasil. Kalau hasil ini mempunjai hasil lagi, maka muntjullah faham kapital. Tetapi pemisahan antara alam dan kerdjapun tidak mudah kita pertahankan, sebab mudah sekali dapat kita buktikan bahwa alam dan kerdja itu sebenarnja hanja satu paham belaka. Orang jang teguh beragama mengatakan bahwa kedua-duanja itu tjiptaan suatu machluk maha luhur; orang jang mempunjai pandangan agak luas tentang agama menjatakan bahwa kerdja itu ja alam djuga. Namun pemisahan kedua paham itu mengenakkan kita menggelindingkan pikiran dan karena itu baiklah kita pegang sadja pemisahan kedua faham itu. Faham/kapital kita pakai terus, karena didalam masjarakat modern, ini suatu pemegang rol jang terlalu penting untuk dibuang begitu sadja. Apa faham kapital itu? Ah, sebenarnja tiap-tiap ahli ekonomi mempunjai keterangan sendiri-sendiri tentang ini, jang semua itu tjoba-tjoba mendekati makna faham kapital. Kita tidak bermaksud untuk turut-turut ribut mentjari makna itu dan hanja memadjukan satu pengertian tentang kapital jang agak umum, jaitu semua hasil-hasil manusia, jang tidak dipergunakan langsung akan tetapi untuk menghasilkan pula barang-barang lain. Dengan ringkas dapat djuga kita katakan: „Alat-alat jang dibuat oleh manusia untuk mengadakan produksi”. Djadi disini termasuk perkakas kantor sipokrol, pena siwartawan, palu seorang pande, djarum sipendjahit, senapan seorang pemburu dan kadang-kadang tjat bibir dari kaum wanita. Maka djika kerdja itu memalihkan alam atau suatu hasil alam mendjadi benda jang perlu untuk menambal kebutuhan, ini belum kapital namanja. Suatu bagian besar dari produksi dipakai langsung untuk menutup kebutuhan dan lenjaplah ia sesudahnja itu. Beras dihasilkan untuk menggandjel perut lapar (sesudahnja dimasak tentu), tetapi siberas (nasi)-pun lenjap, tegasnja ia tak dapat dipakai ulang untuk maksud itu pula. Demikian djuga tembakau, tinta, tenaga listrik, arang dan lain-lain. Lain halnja dengan barang-barang kapital. Satu pisau dapat dipergunakan beratus-ratus kali untuk menjembelih ajam, satu mesin berapa kali sadja dapat membuat sekerup. Tetapi djustru karena harus dipakai berkali-kali, harus ditentukan sjarat-sjarat jang lain untuk membuat barang-barang kapital. Seorang tani umpamanja jang hendak membuat patjul harus sudah mereken-reken lebih dulu, bahwa selamanja ia membuatnja ia tidak bisa berbuat apa-apa jang lain. Ia harus sedia-sedia bahwa ia dapat menghilangkan laparnja jang timbul sementara ia mengerdjakan patjul itu dengan beras jang dihasilkannja sebelum pekerdjaan itu dimulainja. Kalau tidak begitu ia tidak bisa bekerdja. Sama djuga halnja dengan orang jang membuat kampak, gergadji dan mesin. Apakah arti segala ini? Ini berarti, bahwa orang jang menghasilkan beras, tidak boleh memakan habis semua panennja; pemburu rusa tidak boleh menghabiskan semua dagingnja. Ia harus menjimpan sebagian. Ini berarti, apa jang dimakan harus kurang dari apa jang ditanam atau diburu. Ini berarti bahwa ia harus mendjaga supaja konsumsinja kurang dari produksinja. Djadi barang-barang kapital itu harus „dibajar” dengan kerdja ekstra atau lapar. Kita akan mengikuti baik-baik gerak-gerik kedua itu. {{Dropinitial|S}}ELALU ada anasir „paksaan” pada penghasilan barang-barang kapital. Dengan mempergunakan uang, jang melintjirkan djuga djalannja rupa-rupa hal diatas lapangan ekonomi, soal membentuk kapital djuga dipermudah. Ini sudah begitu dikenal, sehingga kita lalui sadja dengan berlenggang. Sipemburu mendjual hasil perburuannja. Kalau perutnja kerontjongan ia membeli beras. Bukan daging disimpannja, sebab ini lekas rusak, tetapi ia menjimpan uang logam atau uang kertas. Barang-barang ini tidak susah disimpan dan tidak bisa busuk. Dengan setjara mudah kita katakan, bahwa uang ini mewakili harga kapital. Untuk rumah tangga ekonomi kita, kita tidak bisa meloloskan diri dari paksaan menabung. Sudah semestinja kita harus lebih banjak menghasilkan dari menghabiskan atau mengurangi apa jang kita habiskan dibandingkan dengan jang kita hasilkan, sebab kalau tidak perut terus main kerontjong dan kita akan lenjap ... entah keneraka atau kesorga. Inilah apa jang dikatakan tadi „paksaan”. Paksaan ini akan kita djumpai di-mana² tempat dan ditiap-tiap waktu. Paksaan ini mungkin datangnja dari atas, umpamanja kalau pemerintah menjuruh membuat djembatan —suatu barang kapital — dengan memakai tjara herendienst. Dengan begitu pemerintah memaksa orang-orang jang kena herendienst menjimpan sebagian dari barang konsumsinja (beras) untuk waktu dia membuat djembatan. Dengan tjara begitu ia dipaksa untuk memalihkan sebagian dari barang konsumsinja mendjadi barang kapital. Demikianlah disana-sini kita dapat mengemukakan tjontoh-tjontoh dari djaman kuno. Lain tjontoh adalah padjak. Disini djuga suatu pemerintah memaksa penduduk untuk memberikan sebagian dari barang konsumsinja kepada negeri dan negeri ini membuat dari pada itu djalan kereta-api, kawat-kawat telegram, bangunan² pemerintah dsb. Kita sekarang sudah insjaf untuk meludahi tjara herendienst; padjak² rasanja tidak menjehatkan badan, tetapi sudah beladjar membiasakannja; pada hal-hal itu terang kita lihat anasir paksaan. Tetapi seorang jang dengan sendirinja membawa uangnja ke bank, djadi pemakaiannja kurang dari penghasilannja, terdorong kesitu oleh paksaan djuga, jaitu karena takut-takut djuga bahwa ia pada hari tuanja harus menderita lapar atau takut ia tidak dapat membajar dokter kalau ia sakit atau takut jang ia tidak mungkin memberikan pendidikan kepada anak-anaknja jang dianggapnja perlu untuk mereka. Uang tabungan ini biasanja melalui rupa-rupa djalan untuk mendjadi barang kapital atau barang-barang jang dipakai untuk membuat barang kapital. Bank tersebut membawa uang tadi kepada seorang jang mempunjai pabrik, jang mempergunakannja untuk membuat mesin-mesin atau seorang tuan besar kebun jang mempergunakan uang tadi untuk perkebunan teh atau karet. Pemerintahpun menjerahkan uang dari bank tabungan dengan melalui ruparupa djalan kepada djawatan pekerdjaan umum, kereta-api, pelabuhan dan lain-lain ... pendeknja pandjanglah. Seorang jang menjimpan uang-uang mas didalam bambu tiang rumahnja, atau jang mempunjai rekening bank, atau jang mempunjai andil-andil dan obligasi-obligasi didalam lemari besinja, sebetulnja telah mentjubit-tjubitnja ini dari barang konsumsinja, takut jang ia mungkin tertimpa oleh suatu malapetaka. Tetapi sekarang soalnja adalah, bisakah ia main tjubit-tjubitan itu. Sebab mungkin produksi demikian ketiilnja sehingga ia mustahil main tjubit. tjubitan — maklumlah — atau djika ia toh bermain begitu ia pasti akan rusak badannja. Barulah bisa kita dapat memperkatakan kemungkinan menabung — membentuk kapital — djika sjarat-sjarat jang pertama untuk hidup, makanan, pakaian, pondokan, dapat dipenuhi. Kalau orang umpamanja mendapat hasil 5 suapan nasi, apakah dia kita-paksa supaja 4 sadja dimakannja dan 1 disimpannja. Menabung adalah konsumsi jang diundurkan; menabung adalah menarik ikat pinggang lebih erat, tetapi orang jang hasilnja tjuma 5 suap, masa dipaksa djuga memakan sadja 4 suap? Dan inilah apa jang oleh tukang propaganda postspaarbank dan volkscredietbank tidak bisa difahamkan didjaman Hindia Belanda, insjaf atau tidak insjaf. Kita tidak bisa menabung, kalau kita ditahun 1937, djadi sesudahnja waktu krisis, rata-rata mempunjai hasil ƒ 1,12 tiap-tiap orang dalam<noinclude>{{rh|||57}}</noinclude> 9svaxqjfl1c7dylppr1a2g1mc5y1u6w Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/27 104 114534 316196 2026-08-28T08:01:26Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'daerah ini jang pada masa itu masih diliputi hutan-hutan lebat dalam sekedjap mata dirobah mendjadi kebun kopi. Sesudah Pemerintah Belanda memberikan hak pemungutan buah kopi kepada penduduk (± tahun 1920), maka sebagian besar dari kebun-kebun kopi itu didjadikan tegalan djagung, ketela dsb. Waktu itu ditetapkan, apabila ada perluasan kebun setjara tidak sjah, maka oleh fihak Pamong-Pradja tanah-tanah itu akan diserahkan kepada Djawatan Kehutana... 316196 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude>daerah ini jang pada masa itu masih diliputi hutan-hutan lebat dalam sekedjap mata dirobah mendjadi kebun kopi. Sesudah Pemerintah Belanda memberikan hak pemungutan buah kopi kepada penduduk (± tahun 1920), maka sebagian besar dari kebun-kebun kopi itu didjadikan tegalan djagung, ketela dsb. Waktu itu ditetapkan, apabila ada perluasan kebun setjara tidak sjah, maka oleh fihak Pamong-Pradja tanah-tanah itu akan diserahkan kepada Djawatan Kehutanan untuk dimasukkan kedalam hutan tjadangan (bosreserve), tetapi peraturan ini tidak dapat berdjalan dengan lantjar, sehingga Djawatan Kehutanan terpaksa membeli tanah-tanah itu dari penduduk atau djika penduduk keberatan mendjualnja, padahal tanah itu dianggap penting untuk didjadikan hutan berhubung tanah dengan soal hydrologie, maka tersebut ditukar oleh Djawatan Kehutanan dengan tanah-tanah jang kurang pentingnja, ditilik dari sudut teknik kehutanan. Dimusim hudjan sungai-sungai jang ketjil dipegunungan mengalir dengan derasnja, sedang dimusim kemarau air sungai-sungai itu belum sampai 10 centimeter tingginja, bahkan kadang- kadang kering sama sekali. Tetapi di musim hudjan bisa meluap sampai 5 à 6 meter diatas dasarnja dan mengalir begitu derasnja sehingga ара Badja jang didjumpainja hanjut sama sekali. Akibat bandjir Ini ialah sebagai jang diuraikan diatas. Didaerah Tengger, terutama disekitar Tosari dan Nongkodjadjar terdapat tegalan-tegalan jang sangat miring jang letaknja 2000 meter diatas permukaan laut dan setiap tahun senantiasa bertambah djumlah m³ tanah dari „bouwkruin" (tanah pertanian lapisan atas) jang hanjut, sehingga merugikan penduduk digunung dan ditanah datar. Dan proses sematjam ini — jang disebut erosie proces — berdjalan terus dan meskipun lambat, tentu akan merobah tanah-tanah jang makmur mendjadi padang pasir kurus-kering. Apabila kita naik ke Tosari jang tingginja 1770 meter dan kita perhatikan tanaman-tanaman penduduk menjaksikan orang-orang laki-laki perempuan jang sambil mendukung anaknja mentjangkul léréng-léréng gunung jang miringnja sampai 35% — 40% maka tidak boleh tidak tentu timbul {{Missing image}} {{C|{{smaller|MISS MRINALINI, puteri India, sedang <br/> menari tarian Djawa di Pendopo Taman <br/> Siswa Matraman, Jogja.}}}} rasa kagum didalam hati kita. Dan nanti djika hari sudah sendja dan Sang Matahari sudah terbenam dikaki langit sebelah Barat, sedang kabut tebal datang meliputi seluruh pegunungan, mereka kembali kerumahnja masing-masing melalui djalan-djalan jang sempit dan sunji, membawa hasil tegalnja. Tetapi sedikitpun tidak terlintas didalam fikirannja, bahwa nanti 50 tahun lagi, tanah-tanah jang sekarang subur-makmur itu hanja tinggal batu dan padas belaka. Dipegunungan, disebelah Tenggara Tosari mulai dari puntjak sampai kepinggir-pinggir kali 300 meter kebawah puntjak didjadikan tegal seperti terlukis diatas tadi. Tidak ada pekerdjaan jang lebih mulia dari pada menolong dan memperbaiki tanah² jang sudah rusak itu jang dikemudian hari dapat memberi makanan kepada anak tjutju kita. Suasana jang meliputi seluruh Tanah Air kita dimasa ini hendaknja tidak mendjadi alasan untuk mengurangi perhatian terhadap soal ini, jang mengenal seluruh sumber penghidupan rakjat kita. Tjontoh dari Pegunungan Tengger ini hendaknja mendjadi peringatan bagi tiap-tiap putera-puteri Indonesia terutama jang berdiam ditanah Djawa jang padat penduduknja itu, untuk senantiasa mempertahankan — kalau dapat menambah — kesuburan tiap-tiap djengkal tanah dimana mereka berdiam, supaja faktor pertama: kesuburan tanah tetap terpegang dengan seteguh-teguhnja. Dalam pada itu kami berendapat bahwa untuk mentjapai maksud diatas tindakan-tindakan dibawah ini patut didahulukan: # mentjegah bahaja kebakaran hutan. # mentjegah pembukaan jang tidak terang dan pentjurian hutan # penetapan batas-batas hutan Negari untuk keperluan pengairan dan penetapan tanah-tanah jang kurus, dan djuga jang amat miring bagi penduduk jang hanja menghasilkan sedikit polowidjo, supaja oleh Pemerintah ditetapkan mendjadi tanah-tjadangan hutan. # penanaman hutan kembali (reboisatie) pada tanah-tanah jang gundul; terutama ditempat-tempat mata air, ditepi-tepi sungai dan lembah-lembah jang dilalui oleh sungai- sungai. # pengembalian sementara kepada penduduk tanah-tanah datar jang tjotjok untuk pertanian, dan penutupan tanah-tanah miring jang tjotjok untuk tjadangan hutan. # penanaman kopi untuk mentjukupi keperluan kaju penduduk. {{di|A}}CHIRNJA, selama politik Pemerintah terhadap hutan-hutan tjadangan belum berobah dan undang² hutan masih berlaku, selama itu kami pertjaja bahwa Djawatan Kehutanan tak akan mengabaikan kewadjibannja sebagai abdi masjarakat, tetapi djuga tidak ragu-ragu untuk bertindak ter- hadap siapapun djuga jang melang- gar dan merusak batas-bata hutan. Dengan djalan demikian kita ikut membantu menjelamatkan masjarakat sekarang dan kemudian! Mudah-mu- dahanlah! TOKO DJAKARTA" SILAU STRAAT 22, TEL. 128 TAND JUNGBALAI Berniaga Rupa barang seperti: Kain Pandjang/Sarung, halus dan kasar Polikat, Tenunan, Benangsering. segala rupa Tjita' dan Poplin. Berhubunganlah memuaskan. pasti Karena sistem kita: SEDIKIT UNTUNG TERDJUAL BANJAK Menunggu dengan hormat ZAINUDDIN. TOKO BUKU ,,TJEKMAN" POSTBOX 141 TEL. 640 PALEMBANG. Agen: MIMBAR INDONESIA Selamat Hari Raja Idil-fitri, Kehadapan handai Dunia achirat dan famili, harap maafi, Umur pandjang bertemu lagi. 24 Digitized by Google.<noinclude>{{rh|24}}</noinclude> ke34kb3ne7vjrzm71fp8rquyl7ly3d0 Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/29 104 114535 316199 2026-08-28T10:35:07Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- bahaja erosi" atau hanjutnja (Dja- wa: longsor") lapisan tanah paling atas jang baik bagi tumbuhnja tana- man akan bertambah besar; dalam mu- sim kemarau air jang mengalir disu- ngai-sungai akan terus berkurang- kurang kalau dibanding dengan waktu sebelum hutan dikurangi, hingga ke- adaan pengairan bagi keperluan per. tanian akan mundur djuga; kesimpu- lannja: hasil pertanian akan merosot. Memang menurut pendapat para ahli luasnja hutan di Dja... 316199 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>- bahaja erosi" atau hanjutnja (Dja- wa: longsor") lapisan tanah paling atas jang baik bagi tumbuhnja tana- man akan bertambah besar; dalam mu- sim kemarau air jang mengalir disu- ngai-sungai akan terus berkurang- kurang kalau dibanding dengan waktu sebelum hutan dikurangi, hingga ke- adaan pengairan bagi keperluan per. tanian akan mundur djuga; kesimpu- lannja: hasil pertanian akan merosot. Memang menurut pendapat para ahli luasnja hutan di Djawa/Madura in! sudah sampai pada batas minimum, hingga tidak boleh dikurangi. Memperluas tanah pertanian rakjat dengan mengurangi tanah pertanian onderneming akan berakibat: mundur- nja produksi bahan-bahan jang laku benar dipasar dunia, djadi akan me- ngurangi pendapatan deviezen diluar negeri bagi tanah kita, sedang devie- zen itu amat kita butuhkan dalam usaha pembangunan dinegeri kita (membeli alat-alat dan bahan-bahan perlengkapan seperti mesin-mesin, ra- buk dsb.) dan barang-barang keper- luan hidup jang tidak dapat atau sa- ngat kurangnja dihasilkan ditanah ini sendiri seperti bahan pakaian. Mendjadi djelaslah, bahwa tambah- nja produksi bahan makanan pokok/ penting akan sangat sukar dapatnja tertjapai dengan memperluas tanah pertanian rakjat. Adakah djalan lain? Berhubung dengan pertanjaan ini baiklah kita menengok kebelakang sebentar. Dan pada kita akan tampak, bahwa menurut statistiek antara ta- hun 1921 dan 1940 ada kenaikan pro- duksi bahan makanan sebagai tersebut didaftar A. Dalam waktu antara tahun 1921 hingga 1940 itu tanah pertanian rakjat masih dapat diperluas, meskipun ma- kin lama tambahnja makin ketjil se- perti kentara dari daftar B. Apabila dibandingkan angka-angka tentang naiknja produksi dan tentang tambah luasnja tanah pertanian, maka teranglah, bahwa naiknja produksi itu hanja sebagian ketjil sadja bersandar- kan tambah luasnja tanah pertanian, tetapi sebagian besar berdasar pada faktor lain; faktor lain ini ialah anak. nja hasil rata-rata saban 1 ha tanah pertanian. Disinilah letaknja kuntji untuk menambah djumlah produksi di kemudian hari. kan dan Naiknja hasil rata-rata saban 1 ha itu dalam waktu termaksud dapat tertjapai dengan rupa-rupa usaha, mi- salnja: pengairan (irigasi), penjelidi- penerangan jang berakibat pemakaian djenis.djenis jang bagus (hoogwaardige varieteiten), perbaikan dalam tjara mengerdjakan tanah dan memelihara tanaman, kemadjuan ten- tang pemakaian pupuk dsb. Djuga dalam waktu jang akan da- tang usaha-usaha itu tentu masih akan sanggup menambah hasil rata saban 1 ha dari tanah pertanian umumnja. Oleh karena itu, mengingat penting- nja djumlah produksi bahan makanan dinaikkan, usaha dan daja upaja pada lapangan irigasi, penjelidikan misalnja di proefstation dan penerangan perlu diperhebat. Begitupun perlu diusaha- kan tambah luasnja kesempatan bagi rakjat tani untuk mendapat kredit de- ngan lantjar (supel). Suatu djalan lain untuk menambah djumlah produksi bahan makanan de- ngan tidak memperluas tanah perta- nian rakjat ialah: dimana mungkin merubah sawah tadahan (van regen 26 afhankelijke sawahs) untuk didjadikan tanah kering (tegalan). Dengan demi- klan akan terbuka djalan untuk mem. perhebat pemakaian tanah, artinja mengusahakan tambah luasnja pena. naman dan panenan dengan tidak usah memperluas tanah pertanian rak- jat; djalannja ialah: mengusahakan lebih kerap adanja panenan bagi tiap- tiap ha tanah pertanian. Bahwa jang demikian ini mungkin sekali, akan mu. dah dapat dibuktikan dengan mem. bandingkan keadaan di Djawa Barat, Djawa Tengah dan Djawa Timur seba- gai terlukis dalam daftar C. Daftar C tsb., chususnja angka- angka dalam kolom (kl) 5 dan 8 memberi petundjuk, bahwa dimana bagian jang berupa tanah kering, ter. hitung dari semua tanah pertanian, ada lebih besar, maka disitu pemakai. an bumi lebih hebat hingga berakibat lebih kerap adanja panenan pada tiap- tiap ha tanah pertanian. Hubungan atau correlatie jang positief antara besarnja bagian jang, berupa tanah ke- ring dengan lebih kerap adanja pane. nan bagi tiap-tiap ha tanah pertanian tampak terang dari daftar itu. Bahwa lebih kerap adanja panenan bagi tiap- tiap ha tanah pertanian, berakibat tambah besarnja djumlah produksi, dapat diketahui dari perhitungan jang dibuat berdasarkan angka-angka sta- tistiek tentang hasil rata-rata saban 1 ha tanah pertanian rakjat, baik berupa sawah maupun tanah kering di Djawa Barat, Djawa Tengah dan Djawa Ti- mur sebagai tertera didaftar D. Djelaslah agaknja dari daftar D tab., bahwa di Djawa Timur, dimana,,per- sentase" tanah kering paling tinggi, djumlah produksi bahan makanan djuga paling besar, sedang di Djawa Barat terdapat keadaan jang sebalik- nja. Perlu diperingati disini, bahwa daftar D tsb. memberi petundjuk lain lagi, jakni: merubah sawah tadahan untuk didjadikan tanah ke- ring itu ketjuali berakibat tambah besarnja djumlah produkal jang dise- babkan oleh naiknja produksi polo- widjo, djuga membawa mundurnja produksi beras. Oleh karena itu peru- bahan demikian ini hanja akan dapat madju benar, apabila rakjat umumnja suka mengadakan sementara peruba- dalam menu atau susunan makanan- nja sehari-hari, ialah agak mengura ngi pemakaian beras dan menambah pemakaian polowidjo dalam makanan- nja dengan mendjaga supaja djumlah calorie jang terdapat dalam makanan ini djanganlah sampai mundur. Peme- tjahan soal ini membutuhkan bantuan dari fihak para ahll, diantaranja djuga para dokter. ter. Sudah barang tentu merubah ke- biasaan dalam soal makanan itu tidak mudah. Tetapi di Eropah bagi orang Barat jang demikian itu sudah bukti dapat terlaksana, ialah ketika pemakaian gandum (roti) dikurangi untuk diganti dengan pemakaian ken- tang. Djuga disini perubahan sedjenis. itu kiranja akan mungkin, lebih-lebih apabila fihak wanita memberi bantuan dengan mengusahakan terdapatnja tjara-tjara pemasukan baru, hingga dari djagung. pohung dan ketela-ram- bat didapatnja makanan jang lezat rasanja dan rakjat umumnja lebih suka memakannja dari pada jang sudah-sudah. Perubahan menu sebagai diandjur. kan diatas ini sebenarnja untuk ke- perluan perdjuangan kita adalah sudah ' merupakan suatu keharusan bagi rak. jat didaerah-daerah jang dikuasa! 100% oleh Pemerintah Republik. Satu dari akibat.akibatnja „aksi polisionil lalah didudukinja daerah- daerah jang menghasilkan banjak be- ras di Djawa ini seperti misalnja daerah Krawang dan Besuki oleh fi- hak Belanda. Akibat lain ialah tam- bahnja penduduk dengan banjak pe- ngungsi dalam daerah aman, artinja daerah-daerah jang sekarang tetap spenuhnja dibawah kekuasaan Peme- rintah Republik. Sudah barang tentu jang demikian ini mempengaruhi keadaan makanan atau voedselsituatie" didaerah aman (dan djuga didaerah pendudukan). Berdasarkan perhitungan jang agak kasar perubahan itu dapat digambar- kan dengan angka-angka sebagai ter- muat dalam daftar E. Apabila usaha untuk memadjukan produks! bahan makanan, baik jang asal dari pertanian rakjat maupun ma- tjam bahan makanan lainnja, dilaku- kan dengan giat, hasilnja tentu akan tjukup besarnja untuk memperkuat ke. dudukan Djawa/Madura tentang soal makanan. Tetapi kedudukan kuat itu tentu djuga tidak akan berlangsung se-lamanja. Madjunja produksi bahan makanan berdasarkan usaha-usaha itu ada batasnja, sedang penduduk Djawa/ Madura terus menerus tambahnja. Djadi terang usaha-usaha itu tidak akan memberi pemetjahan atau oplos- sing jang tetap (definitief). Disamping usaha-usaha itu perlu diadakan djalan pemetjahan lain jang kemudian akan memberi hasil lebih besar. Djalan pe- metjahan lain-lainnja itu misalnja: atau a) transmigrasi pemindahan penduduk luar Djawa setjara be- sar-besaran, hingga tekanan jang asal dari padatnja penduduk di Djawa akan berkurang, sedang produksi bahan makanan diluar Djawa akan naik; b) industrialisasi atau memadjukan keradjinan ketjil, tengah dan be- sar, diantaranja ialah industri textil atau keradjinan pembuatan bahan pakalan; TENTANG hal pakaian kedudukan Indonesia sangat djauh lebih le- mah dari pada tentang soal makanan. Hampir semua bahan jang dibutuhkan di Indonesia ini harus didatangkan dari luar negeri. Dulu sebelum petjah pe. rang dunia II djumlah bahan pakaian jang dimasukkan (berupa benang, ba- han tenun dan sebagian ketill djuga sebagai pakalan jang sudah djadiy, apabila semuanja dihitung sebagai ba- han tenun, dalam setahunnja ada 500 & 700 djuta m; djadi rata.rata bagi 1 djiwa didatangkan 9 m bahan pakaian. Ditanah ini sendiri produksi bahan jang pokok untuk pembuatan pakaian boleh dikatakan tidak berarti. Betapa gandjilnja keadaan demikian terasa benar sedjak terseretnja Indo- nesia dalam perang dunia II. Segera perhubungan dengan luar negeri ter- putus maka pemasukan bahan pakaian berhenti sama sekali. Akibatnja tim. bullah kesukaran-kesukaran tentang soal pakaian, jang makin lama makin meningkat hingga achirnja sebagian dari penduduk terpaksa memperguna- ,,pakaian" jang mustinja tidak boleh disebut pakaian bagi manusia. Istimewa bagi daerah-daerah jang di- kuasal 100% oleh Republik kesuka- ran-kesukaran ini sekarang, 3 tahun kan Digitized by Google<noinclude></noinclude> g8vvxx1avfd144ca3t24k84d904kdcm 316203 316199 2026-08-28T10:53:47Z Iripseudocorus 23824 316203 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Bahaja „erosi” atau hanjutnja (Djawa: „longsor”) lapisan tanah paling atas jang baik bagi tumbuhnja tanaman akan bertambah besar; dalam musim kemarau air jang mengalir disungai-sungai akan terus berkurang-kurang kalau dibanding dengan waktu sebelum hutan dikurangi, hingga keadaan pengairan bagi keperluan pertanian akan mundur djuga; kesimpulannja: hasil pertanian akan merosot. Memang menurut pendapat para ahli luasnja hutan di Djawa/Madura ini sudah sampai pada batas minimum, hingga tidak boleh dikurangi. Memperluas tanah pertanian rakjat dengan mengurangi tanah pertanian onderneming akan berakibat: mundurnja produksi bahan-bahan jang laku benar dipasar dunia, djadi akan mengurangi pendapatan deviezen diluar negeri bagi tanah kita, sedang deviezen itu amat kita butuhkan dalam usaha pembangunan dinegeri kita (membeli alat-alat dan bahan-bahan perlengkapan seperti mesin-mesin, rabuk dsb.) dan barang-barang keperluan hidup jang tidak dapat atau sangat kurangnja dihasilkan ditanah ini sendiri seperti bahan pakaian. Mendjadi djelaslah, bahwa tambahnja produksi bahan makanan pokok/penting akan sangat sukar dapatnja tertjapai dengan memperluas tanah pertanian rakjat. Adakah djalan lain? Berhubung dengan pertanjaan ini baiklah kita menengok kebelakang sebentar. Dan pada kita akan tampak, bahwa menurut statistiek antara tahun 1921 dan 1940 ada kenaikan produksi bahan makanan sebagai tersebut didaftar A. Dalam waktu antara tahun 1921 hingga 1940 itu tanah pertanian rakjat masih dapat diperluas, meskipun makin lama tambahnja makin ketjil seperti kentara dari daftar B. Apabila dibandingkan angka-angka tentang naiknja produksi dan tentang tambah luasnja tanah pertanian, maka teranglah, bahwa naiknja produksi itu hanja sebagian ketjil sadja bersandarkan tambah luasnja tanah pertanian, tetapi sebagian besar berdasar pada faktor lain; faktor lain ini ialah anaknja hasil rata-rata saban 1 ha tanah pertanian. Disinilah letaknja kuntji untuk menambah djumlah produksi di kemudian hari. Naiknja hasil rata-rata saban 1 ha itu dalam waktu termaksud dapat tertjapai dengan rupa-rupa usaha, misalnja: pengairan (irigasi), penjelidikan, penerangan jang berakibat pemakaian djenis-djenis jang bagus (hoogwaardige varieteiten), perbaikan dalam tjara mengerdjakan tanah dan memelihara tanaman, kemadjuan tentang pemakaian pupuk dsb. Djuga dalam waktu jang akan datang usaha-usaha itu tentu masih akan sanggup menambah hasil rata saban 1 ha dari tanah pertanian umumnja. Oleh karena itu, mengingat pentingnja djumlah produksi bahan makanan dinaikkan, usaha dan daja upaja pada lapangan irigasi, penjelidikan misalnja di proefstation dan penerangan perlu diperhebat. Begitupun perlu diusahakan tambah luasnja kesempatan bagi rakjat tani untuk mendapat kredit dengan lantjar (supel). Suatu djalan lain untuk menambah djumlah produksi bahan makanan dengan tidak memperluas tanah pertanian rakjat ialah: dimana mungkin merubah sawah tadahan (van regen afhankelijke sawahs) untuk didjadikan tanah kering (tegalan). Dengan demikian akan terbuka djalan untuk memperhebat pemakaian tanah, artinja mengusahakan tambah luasnja penanaman dan panenan dengan tidak usah memperluas tanah pertanian rakjat; djalannja ialah: mengusahakan lebih kerap adanja panenan bagi tiap-tiap ha tanah pertanian. Bahwa jang demikian ini mungkin sekali, akan mudah dapat dibuktikan dengan membandingkan keadaan di Djawa Barat, Djawa Tengah dan Djawa Timur sebagai terlukis dalam daftar C. Daftar C tsb., chususnja angka-angka dalam kolom (kl) 5 dan 8 memberi petundjuk, bahwa dimana bagian jang berupa tanah kering, terhitung dari semua tanah pertanian, ada lebih besar, maka disitu pemakaian bumi lebih hebat hingga berakibat lebih kerap adanja panenan pada tiap-tiap ha tanah pertanian. Hubungan atau correlatie jang positief antara besarnja bagian jang berupa tanah kering dengan lebih kerap adanja panenan bagi tiap-tiap ha tanah pertanian tampak terang dari daftar itu. Bahwa lebih kerap adanja panenan bagi tiap-tiap ha tanah pertanian berakibat tambah besarnja djumlah produksi, dapat diketahui dari perhitungan jang dibuat berdasarkan angka-angka statistiek tentang hasil rata-rata saban 1 ha tanah pertanian rakjat, baik berupa sawah maupun tanah kering di Djawa Barat, Djawa Tengah dan Djawa Timur sebagai tertera didaftar D. Djelaslah agaknja dari daftar D tsb., bahwa di Djawa Timur, dimana „persentase” tanah kering paling tinggi, djumlah produksi bahan makanan djuga paling besar, sedang di Djawa Barat terdapat keadaan jang sebaliknja. Perlu diperingati disini, bahwa daftar D tsb. memberi petundjuk lain lagi, jakni: merubah sawah tadahan untuk didjadikan tanah kering itu ketjuali berakibat tambah besarnja djumlah produkal jang disebabkan oleh naiknja produksi polowidjo, djuga membawa mundurnja produksi beras. Oleh karena itu perubahan demikian ini hanja akan dapat madju benar, apabila rakjat umumnja suka mengadakan sementara perubahan dalam menu atau susunan makanannja sehari-hari, ialah agak mengurangi pemakaian beras dan menambah pemakaian polowidjo dalam makanannja dengan mendjaga supaja djumlah calorie jang terdapat dalam makanan ini djanganlah sampai mundur. Pemetjahan soal ini membutuhkan bantuan dari fihak para ahli, diantaranja djuga para dokter. Sudah barang tentu merubah kebiasaan dalam soal makanan itu tidak mudah. Tetapi di Eropah bagi orang Barat jang demikian itu sudah bukti dapat terlaksana, ialah ketika pemakaian gandum (roti) dikurangi untuk diganti dengan pemakaian kentang. Djuga disini perubahan sedjenis itu kiranja akan mungkin, lebih-lebih apabila fihak wanita memberi bantuan dengan mengusahakan terdapatnja tjara-tjara pemasukan baru, hingga dari djagung, pohung dan ketela-rambat didapatnja makanan jang lezat rasanja dan rakjat umumnja lebih suka memakannja dari pada jang sudah-sudah. Perubahan menu sebagai diandjurkan diatas ini sebenarnja untuk keperluan perdjuangan kita adalah sudah merupakan suatu keharusan bagi rakjat didaerah-daerah jang dikuasai 100% oleh Pemerintah Republik. Satu dari akibat-akibatnja „aksi polisionil” ialah didudukinja daerah-daerah jang menghasilkan banjak beras di Djawa ini seperti misalnja daerah Krawang dan Besuki oleh fihak Belanda. Akibat lain ialah tambahnja penduduk dengan banjak pengungsi dalam daerah aman, artinja daerah-daerah jang sekarang tetap spenuhnja dibawah kekuasaan Pemerintah Republik. Sudah barang tentu jang demikian ini mempengaruhi keadaan makanan atau „voedselsituatie” didaerah aman (dan djuga didaerah pendudukan). Berdasarkan perhitungan jang agak kasar perubahan itu dapat digambarkan dengan angka-angka sebagai termuat dalam daftar E. Apabila usaha² untuk memadjukan produksi bahan makanan, baik jang asal dari pertanian rakjat maupun matjam bahan makanan lainnja, dilakukan dengan giat, hasilnja tentu akan tjukup besarnja untuk memperkuat kedudukan Djawa/Madura tentang soal makanan. Tetapi kedudukan kuat itu tentu djuga tidak akan berlangsung se-lama²nja. Madjunja produksi bahan makanan berdasarkan usaha-usaha itu ada batasnja, sedang penduduk Djawa/Madura terus menerus tambahnja. Djadi terang usaha-usaha itu tidak akan memberi pemetjahan atau oplossing jang tetap (definitief). Disamping usaha-usaha itu perlu diadakan djalan pemetjahan lain jang kemudian akan memberi hasil lebih besar. Djalan pemetjahan lain-lainnja itu misalnja: {{Ordered list |list_style_type=lower-alpha |transmigrasi atau pemindahan penduduk luar Djawa setjara besar-besaran, hingga tekanan jang asal dari padatnja penduduk di Djawa akan berkurang, sedang produksi bahan makanan diluar Djawa akan naik; |Industrialisasi atau memadjukan keradjinan ketjil, tengah dan besar, diantaranja ialah industri textil atau keradjinan pembuatan bahan pakaian;}} {{dropinitial|'''T'''}}entang hal pakaian kedudukan Indonesia sangat djauh lebih lemah dari pada tentang soal makanan. Hampir semua bahan jang dibutuhkan di Indonesia ini harus didatangkan dari luar negeri. Dulu sebelum petjah perang dunia II djumlah bahan pakaian jang dimasukkan (berupa benang, bahan tenun dan sebagian ketjil djuga sebagai pakalan jang sudah djadi), apabila semuanja dihitung sebagai bahan tenun, dalam setahunnja ada 500 & 700 djuta m; djadi rata-rata bagi 1 djiwa didatangkan 9 m bahan pakaian. Di tanah ini sendiri produksi bahan jang pokok untuk pembuatan pakaian boleh dikatakan tidak berarti. Betapa gandjilnya keadaan demikian terasa benar sedjak terseretnja Indonesia dalam perang dunia II. Segera perhubungan dengan luar negeri terputus maka pemasukan bahan pakaian berhenti sama sekali. Akibatnja timbullah kesukaran-kesukaran tentang soal pakaian, jang makin lama makin meningkat hingga achirnja sebagian dari penduduk terpaksa mempergunakan „pakaian” jang mustinja tidak boleh disebut pakaian bagi manusia. Istimewa bagi daerah-daerah jang dikuasai 100% oleh Republik kesukaran-kesukaran ini sekarang, 3 tahun<noinclude>{{rh|26}}</noinclude> s39qbnrmli1dgvzmufh7p146rymehp5 316204 316203 2026-08-28T10:54:02Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 316204 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Bahaja „erosi” atau hanjutnja (Djawa: „longsor”) lapisan tanah paling atas jang baik bagi tumbuhnja tanaman akan bertambah besar; dalam musim kemarau air jang mengalir disungai-sungai akan terus berkurang-kurang kalau dibanding dengan waktu sebelum hutan dikurangi, hingga keadaan pengairan bagi keperluan pertanian akan mundur djuga; kesimpulannja: hasil pertanian akan merosot. Memang menurut pendapat para ahli luasnja hutan di Djawa/Madura ini sudah sampai pada batas minimum, hingga tidak boleh dikurangi. Memperluas tanah pertanian rakjat dengan mengurangi tanah pertanian onderneming akan berakibat: mundurnja produksi bahan-bahan jang laku benar dipasar dunia, djadi akan mengurangi pendapatan deviezen diluar negeri bagi tanah kita, sedang deviezen itu amat kita butuhkan dalam usaha pembangunan dinegeri kita (membeli alat-alat dan bahan-bahan perlengkapan seperti mesin-mesin, rabuk dsb.) dan barang-barang keperluan hidup jang tidak dapat atau sangat kurangnja dihasilkan ditanah ini sendiri seperti bahan pakaian. Mendjadi djelaslah, bahwa tambahnja produksi bahan makanan pokok/penting akan sangat sukar dapatnja tertjapai dengan memperluas tanah pertanian rakjat. Adakah djalan lain? Berhubung dengan pertanjaan ini baiklah kita menengok kebelakang sebentar. Dan pada kita akan tampak, bahwa menurut statistiek antara tahun 1921 dan 1940 ada kenaikan produksi bahan makanan sebagai tersebut didaftar A. Dalam waktu antara tahun 1921 hingga 1940 itu tanah pertanian rakjat masih dapat diperluas, meskipun makin lama tambahnja makin ketjil seperti kentara dari daftar B. Apabila dibandingkan angka-angka tentang naiknja produksi dan tentang tambah luasnja tanah pertanian, maka teranglah, bahwa naiknja produksi itu hanja sebagian ketjil sadja bersandarkan tambah luasnja tanah pertanian, tetapi sebagian besar berdasar pada faktor lain; faktor lain ini ialah anaknja hasil rata-rata saban 1 ha tanah pertanian. Disinilah letaknja kuntji untuk menambah djumlah produksi di kemudian hari. Naiknja hasil rata-rata saban 1 ha itu dalam waktu termaksud dapat tertjapai dengan rupa-rupa usaha, misalnja: pengairan (irigasi), penjelidikan, penerangan jang berakibat pemakaian djenis-djenis jang bagus (hoogwaardige varieteiten), perbaikan dalam tjara mengerdjakan tanah dan memelihara tanaman, kemadjuan tentang pemakaian pupuk dsb. Djuga dalam waktu jang akan datang usaha-usaha itu tentu masih akan sanggup menambah hasil rata saban 1 ha dari tanah pertanian umumnja. Oleh karena itu, mengingat pentingnja djumlah produksi bahan makanan dinaikkan, usaha dan daja upaja pada lapangan irigasi, penjelidikan misalnja di proefstation dan penerangan perlu diperhebat. Begitupun perlu diusahakan tambah luasnja kesempatan bagi rakjat tani untuk mendapat kredit dengan lantjar (supel). Suatu djalan lain untuk menambah djumlah produksi bahan makanan dengan tidak memperluas tanah pertanian rakjat ialah: dimana mungkin merubah sawah tadahan (van regen afhankelijke sawahs) untuk didjadikan tanah kering (tegalan). Dengan demikian akan terbuka djalan untuk memperhebat pemakaian tanah, artinja mengusahakan tambah luasnja penanaman dan panenan dengan tidak usah memperluas tanah pertanian rakjat; djalannja ialah: mengusahakan lebih kerap adanja panenan bagi tiap-tiap ha tanah pertanian. Bahwa jang demikian ini mungkin sekali, akan mudah dapat dibuktikan dengan membandingkan keadaan di Djawa Barat, Djawa Tengah dan Djawa Timur sebagai terlukis dalam daftar C. Daftar C tsb., chususnja angka-angka dalam kolom (kl) 5 dan 8 memberi petundjuk, bahwa dimana bagian jang berupa tanah kering, terhitung dari semua tanah pertanian, ada lebih besar, maka disitu pemakaian bumi lebih hebat hingga berakibat lebih kerap adanja panenan pada tiap-tiap ha tanah pertanian. Hubungan atau correlatie jang positief antara besarnja bagian jang berupa tanah kering dengan lebih kerap adanja panenan bagi tiap-tiap ha tanah pertanian tampak terang dari daftar itu. Bahwa lebih kerap adanja panenan bagi tiap-tiap ha tanah pertanian berakibat tambah besarnja djumlah produksi, dapat diketahui dari perhitungan jang dibuat berdasarkan angka-angka statistiek tentang hasil rata-rata saban 1 ha tanah pertanian rakjat, baik berupa sawah maupun tanah kering di Djawa Barat, Djawa Tengah dan Djawa Timur sebagai tertera didaftar D. Djelaslah agaknja dari daftar D tsb., bahwa di Djawa Timur, dimana „persentase” tanah kering paling tinggi, djumlah produksi bahan makanan djuga paling besar, sedang di Djawa Barat terdapat keadaan jang sebaliknja. Perlu diperingati disini, bahwa daftar D tsb. memberi petundjuk lain lagi, jakni: merubah sawah tadahan untuk didjadikan tanah kering itu ketjuali berakibat tambah besarnja djumlah produkal jang disebabkan oleh naiknja produksi polowidjo, djuga membawa mundurnja produksi beras. Oleh karena itu perubahan demikian ini hanja akan dapat madju benar, apabila rakjat umumnja suka mengadakan sementara perubahan dalam menu atau susunan makanannja sehari-hari, ialah agak mengurangi pemakaian beras dan menambah pemakaian polowidjo dalam makanannja dengan mendjaga supaja djumlah calorie jang terdapat dalam makanan ini djanganlah sampai mundur. Pemetjahan soal ini membutuhkan bantuan dari fihak para ahli, diantaranja djuga para dokter. Sudah barang tentu merubah kebiasaan dalam soal makanan itu tidak mudah. Tetapi di Eropah bagi orang Barat jang demikian itu sudah bukti dapat terlaksana, ialah ketika pemakaian gandum (roti) dikurangi untuk diganti dengan pemakaian kentang. Djuga disini perubahan sedjenis itu kiranja akan mungkin, lebih-lebih apabila fihak wanita memberi bantuan dengan mengusahakan terdapatnja tjara-tjara pemasukan baru, hingga dari djagung, pohung dan ketela-rambat didapatnja makanan jang lezat rasanja dan rakjat umumnja lebih suka memakannja dari pada jang sudah-sudah. Perubahan menu sebagai diandjurkan diatas ini sebenarnja untuk keperluan perdjuangan kita adalah sudah merupakan suatu keharusan bagi rakjat didaerah-daerah jang dikuasai 100% oleh Pemerintah Republik. Satu dari akibat-akibatnja „aksi polisionil” ialah didudukinja daerah-daerah jang menghasilkan banjak beras di Djawa ini seperti misalnja daerah Krawang dan Besuki oleh fihak Belanda. Akibat lain ialah tambahnja penduduk dengan banjak pengungsi dalam daerah aman, artinja daerah-daerah jang sekarang tetap spenuhnja dibawah kekuasaan Pemerintah Republik. Sudah barang tentu jang demikian ini mempengaruhi keadaan makanan atau „voedselsituatie” didaerah aman (dan djuga didaerah pendudukan). Berdasarkan perhitungan jang agak kasar perubahan itu dapat digambarkan dengan angka-angka sebagai termuat dalam daftar E. Apabila usaha² untuk memadjukan produksi bahan makanan, baik jang asal dari pertanian rakjat maupun matjam bahan makanan lainnja, dilakukan dengan giat, hasilnja tentu akan tjukup besarnja untuk memperkuat kedudukan Djawa/Madura tentang soal makanan. Tetapi kedudukan kuat itu tentu djuga tidak akan berlangsung se-lama²nja. Madjunja produksi bahan makanan berdasarkan usaha-usaha itu ada batasnja, sedang penduduk Djawa/Madura terus menerus tambahnja. Djadi terang usaha-usaha itu tidak akan memberi pemetjahan atau oplossing jang tetap (definitief). Disamping usaha-usaha itu perlu diadakan djalan pemetjahan lain jang kemudian akan memberi hasil lebih besar. Djalan pemetjahan lain-lainnja itu misalnja: {{Ordered list |list_style_type=lower-alpha |transmigrasi atau pemindahan penduduk luar Djawa setjara besar-besaran, hingga tekanan jang asal dari padatnja penduduk di Djawa akan berkurang, sedang produksi bahan makanan diluar Djawa akan naik; |Industrialisasi atau memadjukan keradjinan ketjil, tengah dan besar, diantaranja ialah industri textil atau keradjinan pembuatan bahan pakaian;}} {{dropinitial|'''T'''}}entang hal pakaian kedudukan Indonesia sangat djauh lebih lemah dari pada tentang soal makanan. Hampir semua bahan jang dibutuhkan di Indonesia ini harus didatangkan dari luar negeri. Dulu sebelum petjah perang dunia II djumlah bahan pakaian jang dimasukkan (berupa benang, bahan tenun dan sebagian ketjil djuga sebagai pakalan jang sudah djadi), apabila semuanja dihitung sebagai bahan tenun, dalam setahunnja ada 500 & 700 djuta m; djadi rata-rata bagi 1 djiwa didatangkan 9 m bahan pakaian. Di tanah ini sendiri produksi bahan jang pokok untuk pembuatan pakaian boleh dikatakan tidak berarti. Betapa gandjilnya keadaan demikian terasa benar sedjak terseretnja Indonesia dalam perang dunia II. Segera perhubungan dengan luar negeri terputus maka pemasukan bahan pakaian berhenti sama sekali. Akibatnja timbullah kesukaran-kesukaran tentang soal pakaian, jang makin lama makin meningkat hingga achirnja sebagian dari penduduk terpaksa mempergunakan „pakaian” jang mustinja tidak boleh disebut pakaian bagi manusia. Istimewa bagi daerah-daerah jang dikuasai 100% oleh Republik kesukaran-kesukaran ini sekarang, 3 tahun<noinclude>{{rh|26}}</noinclude> rhiy0y8njsb4efb9ggu15xz7g7piz6a 316210 316204 2026-08-28T11:08:06Z Iripseudocorus 23824 316210 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Bahaja „erosi” atau hanjutnja (Djawa: „longsor”) lapisan tanah paling atas jang baik bagi tumbuhnja tanaman akan bertambah besar; dalam musim kemarau air jang mengalir disungai-sungai akan terus berkurang-kurang kalau dibanding dengan waktu sebelum hutan dikurangi, hingga keadaan pengairan bagi keperluan pertanian akan mundur djuga; kesimpulannja: hasil pertanian akan merosot. Memang menurut pendapat para ahli luasnja hutan di Djawa/Madura ini sudah sampai pada batas minimum, hingga tidak boleh dikurangi. Memperluas tanah pertanian rakjat dengan mengurangi tanah pertanian onderneming akan berakibat: mundurnja produksi bahan-bahan jang laku benar dipasar dunia, djadi akan mengurangi pendapatan deviezen diluar negeri bagi tanah kita, sedang deviezen itu amat kita butuhkan dalam usaha pembangunan dinegeri kita (membeli alat-alat dan bahan-bahan perlengkapan seperti mesin-mesin, rabuk dsb.) dan barang-barang keperluan hidup jang tidak dapat atau sangat kurangnja dihasilkan ditanah ini sendiri seperti bahan pakaian. Mendjadi djelaslah, bahwa tambahnja produksi bahan makanan pokok/penting akan sangat sukar dapatnja tertjapai dengan memperluas tanah pertanian rakjat. Adakah djalan lain? Berhubung dengan pertanjaan ini baiklah kita menengok kebelakang sebentar. Dan pada kita akan tampak, bahwa menurut statistiek antara tahun 1921 dan 1940 ada kenaikan produksi bahan makanan sebagai tersebut didaftar A. Dalam waktu antara tahun 1921 hingga 1940 itu tanah pertanian rakjat masih dapat diperluas, meskipun makin lama tambahnja makin ketjil seperti kentara dari daftar B. Apabila dibandingkan angka-angka tentang naiknja produksi dan tentang tambah luasnja tanah pertanian, maka teranglah, bahwa naiknja produksi itu hanja sebagian ketjil sadja bersandarkan tambah luasnja tanah pertanian, tetapi sebagian besar berdasar pada faktor lain; faktor lain ini ialah anaknja hasil rata-rata saban 1 ha tanah pertanian. Disinilah letaknja kuntji untuk menambah djumlah produksi di kemudian hari. Naiknja hasil rata-rata saban 1 ha itu dalam waktu termaksud dapat tertjapai dengan rupa-rupa usaha, misalnja: pengairan (irigasi), penjelidikan, penerangan jang berakibat pemakaian djenis-djenis jang bagus (hoogwaardige varieteiten), perbaikan dalam tjara mengerdjakan tanah dan memelihara tanaman, kemadjuan tentang pemakaian pupuk dsb. Djuga dalam waktu jang akan datang usaha-usaha itu tentu masih akan sanggup menambah hasil rata saban 1 ha dari tanah pertanian umumnja. Oleh karena itu, mengingat pentingnja djumlah produksi bahan makanan dinaikkan, usaha dan daja upaja pada lapangan irigasi, penjelidikan misalnja di proefstation dan penerangan perlu diperhebat. Begitupun perlu diusahakan tambah luasnja kesempatan bagi rakjat tani untuk mendapat kredit dengan lantjar (supel). Suatu djalan lain untuk menambah djumlah produksi bahan makanan dengan tidak memperluas tanah pertanian rakjat ialah: dimana mungkin merubah sawah tadahan (van regen afhankelijke sawahs) untuk didjadikan tanah kering (tegalan). Dengan demikian akan terbuka djalan untuk memperhebat pemakaian tanah, artinja mengusahakan tambah luasnja penanaman dan panenan dengan tidak usah memperluas tanah pertanian rakjat; djalannja ialah: mengusahakan lebih kerap adanja panenan bagi tiap-tiap ha tanah pertanian. Bahwa jang demikian ini mungkin sekali, akan mudah dapat dibuktikan dengan membandingkan keadaan di Djawa Barat, Djawa Tengah dan Djawa Timur sebagai terlukis dalam daftar C. Daftar C tsb., chususnja angka-angka dalam kolom (kl) 5 dan 8 memberi petundjuk, bahwa dimana bagian jang berupa tanah kering, terhitung dari semua tanah pertanian, ada lebih besar, maka disitu pemakaian bumi lebih hebat hingga berakibat lebih kerap adanja panenan pada tiap-tiap ha tanah pertanian. Hubungan atau correlatie jang positief antara besarnja bagian jang berupa tanah kering dengan lebih kerap adanja panenan bagi tiap-tiap ha tanah pertanian tampak terang dari daftar itu. Bahwa lebih kerap adanja panenan bagi tiap-tiap ha tanah pertanian berakibat tambah besarnja djumlah produksi, dapat diketahui dari perhitungan jang dibuat berdasarkan angka-angka statistiek tentang hasil rata-rata saban 1 ha tanah pertanian rakjat, baik berupa sawah maupun tanah kering di Djawa Barat, Djawa Tengah dan Djawa Timur sebagai tertera didaftar D. Djelaslah agaknja dari daftar D tsb., bahwa di Djawa Timur, dimana „persentase” tanah kering paling tinggi, djumlah produksi bahan makanan djuga paling besar, sedang di Djawa Barat terdapat keadaan jang sebaliknja. Perlu diperingati disini, bahwa daftar D tsb. memberi petundjuk lain lagi, jakni: merubah sawah tadahan untuk didjadikan tanah kering itu ketjuali berakibat tambah besarnja djumlah produkal jang disebabkan oleh naiknja produksi polowidjo, djuga membawa mundurnja produksi beras. Oleh karena itu perubahan demikian ini hanja akan dapat madju benar, apabila rakjat umumnja suka mengadakan sementara perubahan dalam menu atau susunan makanannja sehari-hari, ialah agak mengurangi pemakaian beras dan menambah pemakaian polowidjo dalam makanannja dengan mendjaga supaja djumlah calorie jang terdapat dalam makanan ini djanganlah sampai mundur. Pemetjahan soal ini membutuhkan bantuan dari fihak para ahli, diantaranja djuga para dokter. Sudah barang tentu merubah kebiasaan dalam soal makanan itu tidak mudah. Tetapi di Eropah bagi orang Barat jang demikian itu sudah bukti dapat terlaksana, ialah ketika pemakaian gandum (roti) dikurangi untuk diganti dengan pemakaian kentang. Djuga disini perubahan sedjenis itu kiranja akan mungkin, lebih-lebih apabila fihak wanita memberi bantuan dengan mengusahakan terdapatnja tjara-tjara pemasukan baru, hingga dari djagung, pohung dan ketela-rambat didapatnja makanan jang lezat rasanja dan rakjat umumnja lebih suka memakannja dari pada jang sudah-sudah. Perubahan menu sebagai diandjurkan diatas ini sebenarnja untuk keperluan perdjuangan kita adalah sudah merupakan suatu keharusan bagi rakjat didaerah-daerah jang dikuasai 100% oleh Pemerintah Republik. Satu dari akibat-akibatnja „aksi polisionil” ialah didudukinja daerah-daerah jang menghasilkan banjak beras di Djawa ini seperti misalnja daerah Krawang dan Besuki oleh fihak Belanda. Akibat lain ialah tambahnja penduduk dengan banjak pengungsi dalam daerah aman, artinja daerah-daerah jang sekarang tetap spenuhnja dibawah kekuasaan Pemerintah Republik. Sudah barang tentu jang demikian ini mempengaruhi keadaan makanan atau „voedselsituatie” didaerah aman (dan djuga didaerah pendudukan). Berdasarkan perhitungan jang agak kasar perubahan itu dapat digambarkan dengan angka-angka sebagai termuat dalam daftar E. Apabila usaha² untuk memadjukan produksi bahan makanan, baik jang asal dari pertanian rakjat maupun matjam bahan makanan lainnja, dilakukan dengan giat, hasilnja tentu akan tjukup besarnja untuk memperkuat kedudukan Djawa/Madura tentang soal makanan. Tetapi kedudukan kuat itu tentu djuga tidak akan berlangsung se-lama²nja. Madjunja produksi bahan makanan berdasarkan usaha-usaha itu ada batasnja, sedang penduduk Djawa/Madura terus menerus tambahnja. Djadi terang usaha-usaha itu tidak akan memberi pemetjahan atau oplossing jang tetap (definitief). Disamping usaha-usaha itu perlu diadakan djalan pemetjahan lain jang kemudian akan memberi hasil lebih besar. Djalan pemetjahan lain-lainnja itu misalnja: {{Ordered list |list_style_type=lower-alpha |transmigrasi atau pemindahan penduduk luar Djawa setjara besar-besaran, hingga tekanan jang asal dari padatnja penduduk di Djawa akan berkurang, sedang produksi bahan makanan diluar Djawa akan naik; |Industrialisasi atau memadjukan keradjinan ketjil, tengah dan besar, diantaranja ialah industri textil atau keradjinan pembuatan bahan pakaian;}} {{dropinitial|'''T'''}}ENTANG hal pakaian kedudukan Indonesia sangat djauh lebih lemah dari pada tentang soal makanan. Hampir semua bahan jang dibutuhkan di Indonesia ini harus didatangkan dari luar negeri. Dulu sebelum petjah perang dunia II djumlah bahan pakaian jang dimasukkan (berupa benang, bahan tenun dan sebagian ketjil djuga sebagai pakalan jang sudah djadi), apabila semuanja dihitung sebagai bahan tenun, dalam setahunnja ada 500 & 700 djuta m; djadi rata-rata bagi 1 djiwa didatangkan 9 m bahan pakaian. Di tanah ini sendiri produksi bahan jang pokok untuk pembuatan pakaian boleh dikatakan tidak berarti. Betapa gandjilnya keadaan demikian terasa benar sedjak terseretnja Indonesia dalam perang dunia II. Segera perhubungan dengan luar negeri terputus maka pemasukan bahan pakaian berhenti sama sekali. Akibatnja timbullah kesukaran-kesukaran tentang soal pakaian, jang makin lama makin meningkat hingga achirnja sebagian dari penduduk terpaksa mempergunakan „pakaian” jang mustinja tidak boleh disebut pakaian bagi manusia. Istimewa bagi daerah-daerah jang dikuasai 100% oleh Republik kesukaran-kesukaran ini sekarang, 3 tahun<noinclude>{{rh|26}}</noinclude> eozrscj1xz1h4ojuxnzx72y7mvpujx4 Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/40 104 114536 316200 2026-08-28T10:36:03Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '% Perguruan Nasional di Indonesia Oleh: S. Mangunsarkoro NATIONAL EDUCATION IN INDONESIA HISTORY has proved that national education which has been carried out uniformly is capable of changing social conditions radically within the life-span of one generation. That had been the case with Germany at the beginning of the 19th century, Japan during the reign of imperor Meizi in the last part of the 19th century and Russia at the beginning of the Len... 316200 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>% Perguruan Nasional di Indonesia Oleh: S. Mangunsarkoro NATIONAL EDUCATION IN INDONESIA HISTORY has proved that national education which has been carried out uniformly is capable of changing social conditions radically within the life-span of one generation. That had been the case with Germany at the beginning of the 19th century, Japan during the reign of imperor Meizi in the last part of the 19th century and Russia at the beginning of the Lenin-Stalin government in the earlier part of the 20th century. As far as history can reach there are evidences that the Indonesians had an institution for higher learning in Mata- ram in the 8th century, in Srivijaja in the 10th century and finally in the Majapahit periods as well in the 14th century, attracting students from all over south East Asia. In the Majapahit period the spread of education throughout the empire had really begun, especially to places mentioned in ancient literature as,,mandala." The cultivation of education by and for the people themselves proceeded in the Islam period and even during Dutch and Japanese colonial rule, in the beginning giving birth to religious schools, following afterwards by national schools carrying social ideals since the foundation of the Taman-Siawa movement in 1922. Since the institution of the independent Republic of Indonesia a start has been made to effectuate cooperation between the people and the government with a "view to implementing national education with the result that education has become entirely national in the Republic. In keeping with the note of the Working Committee of the Central Indonesian National Committee and the resolution of the Educational Congress in April 1947, national education in the Republic shall be founded on the principles of Pancha Shila" the social philosophy acting as basis for our state inferred in our constitution. This Pancha Shila comprises five principles i.e.: Indonesian Nationality, Democracy, Humanity, So- . cial Justice and Belief in the Almighty. Those five principles are at once contents and directives for our national education throughout the Republic that is at present making preparations for bills regulating education and instruction. Pengantar SETELAH hantjurnja Djerman pada tahun 1806 karena perang dengan Perantjis Napoleon maka rusak dan buruklah keadaan Djerman. Maka tampaklah bahwa waktu itu seorang ahli filsafat, Gottlieb Fichte, jang ber- keliling diseluruh Djerman untuk member wedjangannja jang terkenal Bebagai ,,Reden an die deutsche Nation". Dalam wedjangan itu ia mengandjurkan harus adanja pendi- dikan nasional jang baru, jang akan bisa memperbaiki keadaan bangsa Djerman jang buruk itu dan mengem- balikan kemerdekaannja. Dan 7 tahun kemudian dari itu, tahun 1813, Djer- man betul merdeka kembali, lebih dari itu, Djerman terus berkembang hingga seabad lamanja Djerman mendjadi negara jang amat penting di Eropah, sampai meletusnja perang dunia per- tama, tahun 1914. Dalam tempoh satu generasi sadja masjarakat Djerman berobah seratus persen. Keadaan jang demikian itu terdjadi djuga pada achir abad XIX di Djepang pada zaman Meidji dan pada permu- laan abad XX di Rusia setelah terben- tuknja negara sosialis dengan pimpl- nan Lenin-Stalin. Semuanja satu tanda bahwa pendi- ⚫ dikan nasional jang merata dan men- dalam dikalangan seluruh bangsa membikin bangsa itu mendjadi bangaa jang baru sama sekali. Pendidikan nasional, pendidikan oleh bangsa dan untuk bangsa seluruhnja, berdasarkan tjita-tjita seluruh bangsa pula! Perguruan nasional di Indonesia DALAM sejarah bangsa kita dapat- lah kita kemukakan disini, bahwa Boal perguruan selalu diperhatikan oleh bangsa kita, malahan boleh kita katakan bahwa bangsa kita masuk golongan bangsa-bangsa jang paling dulu mempunjai sekolah tinggi didunia ini. Dalam zaman Mataram Lama, abad VIII, ibu kota Mataram. mendjadi pusat peladjaran tinggi dalam hal fil- safat dan pengetahuan agama Buddha serta bahasa Sanskerta. Diantara peladjar-peladjarnja adalah djuga jang berasal dari India Belakang. Mahaguru jang tertjatat namanja ada- lah Njanabadra, amat mahir dalam mempergunakan kekuatan gaib dengan tjara-tjara jang tertentu. Indonesia bupati dan para pendeta. Tempat- tempat itulah jang dalam sedjarah ke- susasteraan terkenal sebagai „man- dala". Datangnja beberapa pendeta dari luar negeri dijbu-kota Madjapahit pada zaman Gadjah Mada itu membi- kin tambah intensifnja dan luasnja ilmu pengetahuan dan dengan sendiri- nja djuga luasnja usaha perguruan, jang dipimpin oleh para penuntun agama dimana-mana. Pada zaman Islam keadaan per- guruan-perguruan itu sebagai sistim berlaku terus dengan nama „pesantren" atau surau" sebagai jang kita kenali hingga kini dan ternjata tetap dapat mempertahankan adanja disamping sekolah-sekolah model baru jang diada- kan oleh pemerintah pendjadjahan Be- landa (dan Djepang). Achirnja dapatlah kita sebut berdiri- nja perguruan nasional Tamansiswa pada tahun 1922 jang pada tahun 1941 hingga dapat bertjabang diseluruh nusantara. Dengan berdirinja pergu ruan Tamansiswa itu mulailah pergu- ruan nasional di Indonesia mendapat bentuk dan sipat jang semestinja, ialah: oleh dan untuk rakjat dan berdasar- kan tjita2 rakjat pula. Maka mulailah tjita-tjita kemasjarakatan dan kene- garaan dengan njata masuk dalam per- guruan nasional. Perguruan nasional kita mendjadi satu anasir jang pen- ting dalam perdjuangan kemerdekaan! Pada tahun 1928 berdirilah di Dja- karta perguruan nasional baru, jang berlainan tjoraknja, ialah Perguruan Rakjat". Djuga perguruan ini kemu- dian mempunjai satu-dua tjabang lain- nja, baik di Djawa maupun diluar Djawa. Kedua Perguruan nasional itu terus berdiri hingga kini sebagai pelopor pendidikan nasional dalam zaman baru, zaman Indonesia-Merdeka. Zaman baru untuk pendidikan nasional Pada zaman Sriwidjaja, abad X, kita DENGAN berdirinja negara Republik mempunjai pula sekolah tinggi jang merupakan satu medara ilmu pengeta- huan agama Buddha diseluruh Asia Tenggara. Peladjar-peladjar dari selu ruh daerah tersebut sama datang diibu kota Sriwidjaja untuk beladjar bahasa dan kesusasteraan Sanskerta serta fil- safat dan agama Buddha. Patut ditjatat disini, bahwa seorang dari peladjar- peladjar itu kemudian terkenal sebagai pembuka aliran baru dalam adjaran Buddha di Tibet, ialah Atisja. Diantara guru besar jang terkemuka diwaktu itu ialah Dharmakirti, jang merangkap mendjadi kepala agama Buddha dalam seluruh keradjaan. Pada zaman Madjapahit, abad XIV terdapatlah beberapa kuil diibu-kota, jang mendjadi pusat pemeliharaan ilmu pengetahuan dan pula pusat pe- meliharaan missi kebudajaan jang di- kirimkan keseluruh nusantara, ja, ma- lahan sampai ke Siam. Pada zaman itulah berkembangnja perguruan², hingga tersebar diseluruh nusantara, terutama ditempat kedudukan para tanggal 17 Agustus 1945 mulailah perguruan nasional kita me- ngindjak zaman baru Djika pada waktu jang telah lampau perguruan nasional itu hanja diusahakan oleh rakjat, sedjak itu mulailah ia diusaha- kan oleh pemerintah dan rakjat hingga seluruh sekolah kita mendjadi per- guruan nasional. Maka dapatlah kita mengerti, mengapa Badan Pekerdja Komite Nasional Pusat pada permulaan pekerdjaannja lekas memikirkan soal itu dan pada tanggal 29 Desember 1945 menjampaikan kepada Pemerin- tah satu rentjana pendidikan dan pe- ngadjaran baru. Adapun rentjana itu antara lain mengemukakan pokok- pokok jang tersebut dibawah ini: a. Untuk menjusun baru perlu adanja pembaharuan pedoman pendidi- kan dan pengadjaran. Paham perseo- rangan jang hingga kini berlaku haruslah diganti dengan faham keso- sialan dan rasa peri kemanusiaan jang tinggi. Pendidikan dan pengadjaran harus membimbing murid mendjad! Digitized by Google 37<noinclude></noinclude> rf5upgotn82tpik60is99bgbvmu97eu 316206 316200 2026-08-28T11:06:25Z Iripseudocorus 23824 316206 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" />{{rule|align=left|30em}}{{xx-smaller|Mimbar}} ''<u>Indonesia</u>''</noinclude>{{xx-larger|'''Perguruan Nasional di Indonesia'''}} {{larger|'''Oleh: S. Mangunsarkoro''' }} {{C|NATIONAL EDUCATION IN INDONESIA}} {{Dropinitial|'''H'''}}ISTORY has proved that national education which has been carried out uniformly is capable of changing social conditions radically within the life-span of one generation. That had been the case with Germany at the beginning of the 19th century, Japan during the reign of imperor Meizi in the last part of the 19th century and Russia at the beginning of the Lenin-Stalin government in the earlier part of the 20th century. As far as history can reach there are evidences that the Indonesians had an institution for higher learning in Mataram in the 8th century, in Srivijaja in the 10th century and finally in the Majapahit periods as well in the 14th century, attracting students from all over south East Asia. In the Majapahit period the spread of education throughout the empire had really begun, especially to places mentioned in ancient literature as ,,mandala." The cultivation of education by and for the people themselves proceeded in the Islam period and even during Dutch and Japanese colonial rule, in the beginning giving birth to religious schools, following afterwards by national schools carrying social ideals since the foundation of the Taman-Siawa movement in 1922. Since the institution of the independent Republic of Indonesia a start has been made to effectuate cooperation between the people and the government with a view to implementing national education with the result that education has become entirely national in the Republic. In keeping with the note of the Working Committee of the Central Indonesian National Committee and the resolution of the Educational Congress in April 1947, national education in the Republic shall be founded on the principles of Pancha Shila, the social philosophy acting as basis for our state inferred in our constitution. This Pancha Shila comprises five principles i.e.: Indonesian Nationality, Democracy, Humanity, Social Justice and Belief in the Almighty. Those five principles are at once contents and directives for our national education throughout the Republic that is at present making preparations for bills regulating education and instruction. {{C|'''*'''}} '''Pengantar''' {{Dropinitial|'''S'''}}ETELAH hantjurnja Djerman pada tahun 1806 karena perang dengan Perantjis Napoleon maka rusak dan buruklah keadaan Djerman. Maka tampaklah bahwa waktu itu seorang ahli filsafat, Gottlieb Fichte, jang berkeliling diseluruh Djerman untuk member wedjangannja jang terkenal Bebagai ,,Reden an die deutsche Nation". Dalam wedjangan itu ia mengandjurkan harus adanja pendidikan nasional jang baru, jang akan bisa memperbaiki keadaan bangsa Djerman jang buruk itu dan mengembalikan kemerdekaannja. Dan 7 tahun kemudian dari itu, tahun 1813, Djerman betul merdeka kembali, lebih dari itu, Djerman terus berkembang hingga seabad lamanja Djerman mendjadi negara jang amat penting di Eropah, sampai meletusnja perang dunia pertama, tahun 1914. Dalam tempoh satu generasi sadja masjarakat Djerman berobah seratus persen. Keadaan jang demikian itu terdjadi djuga pada achir abad XIX di Djepang pada zaman Meidji dan pada permulaan abad XX di Rusia setelah terbentuknja negara sosialis dengan pimpInan Lenin-Stalin. Semuanja satu tanda bahwa pendidikan nasional jang merata dan mendalam dikalangan seluruh bangsa membikin bangsa itu mendjadi bangsa jang baru sama sekali. Pendidikan nasional, pendidikan oleh bangsa dan untuk bangsa seluruhnja, berdasarkan tjita-tjita seluruh bangsa pula! '''Perguruan nasional di Indonesia''' {{DROPINITIAL|'''D'''}}ALAM sejarah bangsa kita dapatlah kita kemukakan disini, bahwa soal perguruan selalu diperhatikan oleh bangsa kita, malahan boleh kita katakan bahwa bangsa kita masuk golongan bangsa-bangsa jang paling dulu mempunjai sekolah tinggi didunia ini. Dalam zaman Mataram Lama, abad VIII, ibu kota Mataram mendjadi pusat peladjaran tinggi dalam hal filsafat dan pengetahuan agama Buddha serta bahasa Sanskerta. Diantara peladjar-peladjarnja adalah djuga jang berasal dari India Belakang. Mahaguru jang tertjatat namanja adalah Njanabadra, amat mahir dalam mempergunakan kekuatan gaib dengan tjara-tjara jang tertentu. Pada zaman Sriwidjaja, abad X, kita mempunjai pula sekolah tinggi jang merupakan satu medara ilmu pengetahuan agama Buddha diseluruh Asia Tenggara. Peladjar-peladjar dari seluruh daerah tersebut sama datang diibu kota Sriwidjaja untuk beladjar bahasa dan kesusasteraan Sanskerta serta filsafat dan agama Buddha. Patut ditjatat disini, bahwa seorang dari peladjar-peladjar itu kemudian terkenal sebagai pembuka aliran baru dalam adjaran Buddha di Tibet, ialah Atisja. Diantara guru besar jang terkemuka diwaktu itu ialah Dharmakirti, jang merangkap mendjadi kepala agama Buddha dalam seluruh keradjaan. Pada zaman Madjapahit, abad XIV terdapatlah beberapa kuil diibu-kota, jang mendjadi pusat pemeliharaan ilmu pengetahuan dan pula pusat pemeliharaan missi kebudajaan jang dikirimkan keseluruh nusantara, malahan sampai ke Siam. Pada zaman itulah berkembangnja perguruan², hingga tersebar diseluruh nusantara, terutama ditempat kedudukan para bupati dan para pendeta. Tempat-tempat itulah jang dalam sedjarah kesusasteraan terkenal sebagai „mandala". Datangnja beberapa pendeta dari luar negeri di ibu-kota Madjapahit pada zaman Gadjah Mada itu membikin tambah intensifnja dan luasnja ilmu pengetahuan dan dengan sendirinja djuga luasnja usaha perguruan, jang dipimpin oleh para penuntun agama dimana-mana. Pada zaman Islam keadaan perguruan-perguruan itu berlaku terus dengan nama „pesantren" atau „surau" sebagai jang kita kenali hingga kini dan ternjata tetap dapat mempertahankan adanja disamping sekolah-sekolah model baru jang diadakan oleh pemerintah pendjadjahan Belanda (dan Djepang). Achirnja dapatlah kita sebut berdirinJa perguruan nasional Tamansiswa pada tahun 1922 jang pada tahun 1941 hingga dapat bertjabang diseluruh nusantara. Dengan berdirinja perguruan Tamansiswa itu mulailah perguruan nasional di Indonesia mendapat bentuk dan sipat jang semestinja, ialah: oleh dan untuk rakjat dan berdasarkan tjita2 rakjat pula. Maka mulailah tjita-tjita kemasjarakatan dan kenegaraan dengan njata masuk dalam perguruan nasional. Perguruan nasional kita mendjadi satu anasir jang penting dalam perdjuangan kemerdekaan! Pada tahun 1928 berdirilah di Djakarta perguruan nasional baru, jang berlainan tjoraknja, ialah „Perguruan Rakjat". Djuga perguruan ini kemudian mempunjai satu-dua tjabang lainnja, baik di Djawa maupun diluar Djawa. Kedua Perguruan nasional itu terus berdiri hingga kini sebagai pelopor pendidikan nasional dalam zaman baru, zaman Indonesia-Merdeka. '''Zaman baru untuk pendidikan nasional''' {{DROPINITIAL|'''D'''}}ENGAN berdirinja negara Republik tanggal 17 Agustus 1945 mulailah perguruan nasional kita mengindjak zaman baru. Djika pada waktu jang telah lampau perguruan nasional itu hanja diusahakan oleh rakjat, sedjak itu mulailah ia diusahakan oleh pemerintah dan rakjat hingga seluruh sekolah kita mendjadi perguruan nasional. Maka dapatlah kita mengerti, mengapa Badan Pekerdja Komite Nasional Pusat pada permulaan pekerdjaannja lekas memikirkan soal itu dan pada tanggal 29 Desember 1945 menjampaikan kepada Pemerintah satu rentjana pendidikan dan pengadjaran baru. Adapun rentjana itu antara lain mengemukakan pokok-pokok jang tersebut dibawah ini: {{Ordered list|list_style_type=lower-alpha |Untuk menjusun baru perlu adanja pembaharuan pedoman pendidikan dan pengadjaran. Paham perseorangan jang hingga kini berlaku haruslah diganti dengan faham kesosialan dan rasa peri kemanusiaan jang tinggi. Pendidikan dan pengadjaran harus membimbing murid mendjadi}}<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude> 2vevoyomtnldq48fdbvb2x5jne58t15 316207 316206 2026-08-28T11:06:39Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 316207 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rule|align=left|30em}}{{xx-smaller|Mimbar}} ''<u>Indonesia</u>''</noinclude>{{xx-larger|'''Perguruan Nasional di Indonesia'''}} {{larger|'''Oleh: S. Mangunsarkoro''' }} {{C|NATIONAL EDUCATION IN INDONESIA}} {{Dropinitial|'''H'''}}ISTORY has proved that national education which has been carried out uniformly is capable of changing social conditions radically within the life-span of one generation. That had been the case with Germany at the beginning of the 19th century, Japan during the reign of imperor Meizi in the last part of the 19th century and Russia at the beginning of the Lenin-Stalin government in the earlier part of the 20th century. As far as history can reach there are evidences that the Indonesians had an institution for higher learning in Mataram in the 8th century, in Srivijaja in the 10th century and finally in the Majapahit periods as well in the 14th century, attracting students from all over south East Asia. In the Majapahit period the spread of education throughout the empire had really begun, especially to places mentioned in ancient literature as ,,mandala." The cultivation of education by and for the people themselves proceeded in the Islam period and even during Dutch and Japanese colonial rule, in the beginning giving birth to religious schools, following afterwards by national schools carrying social ideals since the foundation of the Taman-Siawa movement in 1922. Since the institution of the independent Republic of Indonesia a start has been made to effectuate cooperation between the people and the government with a view to implementing national education with the result that education has become entirely national in the Republic. In keeping with the note of the Working Committee of the Central Indonesian National Committee and the resolution of the Educational Congress in April 1947, national education in the Republic shall be founded on the principles of Pancha Shila, the social philosophy acting as basis for our state inferred in our constitution. This Pancha Shila comprises five principles i.e.: Indonesian Nationality, Democracy, Humanity, Social Justice and Belief in the Almighty. Those five principles are at once contents and directives for our national education throughout the Republic that is at present making preparations for bills regulating education and instruction. {{C|'''*'''}} '''Pengantar''' {{Dropinitial|'''S'''}}ETELAH hantjurnja Djerman pada tahun 1806 karena perang dengan Perantjis Napoleon maka rusak dan buruklah keadaan Djerman. Maka tampaklah bahwa waktu itu seorang ahli filsafat, Gottlieb Fichte, jang berkeliling diseluruh Djerman untuk member wedjangannja jang terkenal Bebagai ,,Reden an die deutsche Nation". Dalam wedjangan itu ia mengandjurkan harus adanja pendidikan nasional jang baru, jang akan bisa memperbaiki keadaan bangsa Djerman jang buruk itu dan mengembalikan kemerdekaannja. Dan 7 tahun kemudian dari itu, tahun 1813, Djerman betul merdeka kembali, lebih dari itu, Djerman terus berkembang hingga seabad lamanja Djerman mendjadi negara jang amat penting di Eropah, sampai meletusnja perang dunia pertama, tahun 1914. Dalam tempoh satu generasi sadja masjarakat Djerman berobah seratus persen. Keadaan jang demikian itu terdjadi djuga pada achir abad XIX di Djepang pada zaman Meidji dan pada permulaan abad XX di Rusia setelah terbentuknja negara sosialis dengan pimpInan Lenin-Stalin. Semuanja satu tanda bahwa pendidikan nasional jang merata dan mendalam dikalangan seluruh bangsa membikin bangsa itu mendjadi bangsa jang baru sama sekali. Pendidikan nasional, pendidikan oleh bangsa dan untuk bangsa seluruhnja, berdasarkan tjita-tjita seluruh bangsa pula! '''Perguruan nasional di Indonesia''' {{DROPINITIAL|'''D'''}}ALAM sejarah bangsa kita dapatlah kita kemukakan disini, bahwa soal perguruan selalu diperhatikan oleh bangsa kita, malahan boleh kita katakan bahwa bangsa kita masuk golongan bangsa-bangsa jang paling dulu mempunjai sekolah tinggi didunia ini. Dalam zaman Mataram Lama, abad VIII, ibu kota Mataram mendjadi pusat peladjaran tinggi dalam hal filsafat dan pengetahuan agama Buddha serta bahasa Sanskerta. Diantara peladjar-peladjarnja adalah djuga jang berasal dari India Belakang. Mahaguru jang tertjatat namanja adalah Njanabadra, amat mahir dalam mempergunakan kekuatan gaib dengan tjara-tjara jang tertentu. Pada zaman Sriwidjaja, abad X, kita mempunjai pula sekolah tinggi jang merupakan satu medara ilmu pengetahuan agama Buddha diseluruh Asia Tenggara. Peladjar-peladjar dari seluruh daerah tersebut sama datang diibu kota Sriwidjaja untuk beladjar bahasa dan kesusasteraan Sanskerta serta filsafat dan agama Buddha. Patut ditjatat disini, bahwa seorang dari peladjar-peladjar itu kemudian terkenal sebagai pembuka aliran baru dalam adjaran Buddha di Tibet, ialah Atisja. Diantara guru besar jang terkemuka diwaktu itu ialah Dharmakirti, jang merangkap mendjadi kepala agama Buddha dalam seluruh keradjaan. Pada zaman Madjapahit, abad XIV terdapatlah beberapa kuil diibu-kota, jang mendjadi pusat pemeliharaan ilmu pengetahuan dan pula pusat pemeliharaan missi kebudajaan jang dikirimkan keseluruh nusantara, malahan sampai ke Siam. Pada zaman itulah berkembangnja perguruan², hingga tersebar diseluruh nusantara, terutama ditempat kedudukan para bupati dan para pendeta. Tempat-tempat itulah jang dalam sedjarah kesusasteraan terkenal sebagai „mandala". Datangnja beberapa pendeta dari luar negeri di ibu-kota Madjapahit pada zaman Gadjah Mada itu membikin tambah intensifnja dan luasnja ilmu pengetahuan dan dengan sendirinja djuga luasnja usaha perguruan, jang dipimpin oleh para penuntun agama dimana-mana. Pada zaman Islam keadaan perguruan-perguruan itu berlaku terus dengan nama „pesantren" atau „surau" sebagai jang kita kenali hingga kini dan ternjata tetap dapat mempertahankan adanja disamping sekolah-sekolah model baru jang diadakan oleh pemerintah pendjadjahan Belanda (dan Djepang). Achirnja dapatlah kita sebut berdirinJa perguruan nasional Tamansiswa pada tahun 1922 jang pada tahun 1941 hingga dapat bertjabang diseluruh nusantara. Dengan berdirinja perguruan Tamansiswa itu mulailah perguruan nasional di Indonesia mendapat bentuk dan sipat jang semestinja, ialah: oleh dan untuk rakjat dan berdasarkan tjita2 rakjat pula. Maka mulailah tjita-tjita kemasjarakatan dan kenegaraan dengan njata masuk dalam perguruan nasional. Perguruan nasional kita mendjadi satu anasir jang penting dalam perdjuangan kemerdekaan! Pada tahun 1928 berdirilah di Djakarta perguruan nasional baru, jang berlainan tjoraknja, ialah „Perguruan Rakjat". Djuga perguruan ini kemudian mempunjai satu-dua tjabang lainnja, baik di Djawa maupun diluar Djawa. Kedua Perguruan nasional itu terus berdiri hingga kini sebagai pelopor pendidikan nasional dalam zaman baru, zaman Indonesia-Merdeka. '''Zaman baru untuk pendidikan nasional''' {{DROPINITIAL|'''D'''}}ENGAN berdirinja negara Republik tanggal 17 Agustus 1945 mulailah perguruan nasional kita mengindjak zaman baru. Djika pada waktu jang telah lampau perguruan nasional itu hanja diusahakan oleh rakjat, sedjak itu mulailah ia diusahakan oleh pemerintah dan rakjat hingga seluruh sekolah kita mendjadi perguruan nasional. Maka dapatlah kita mengerti, mengapa Badan Pekerdja Komite Nasional Pusat pada permulaan pekerdjaannja lekas memikirkan soal itu dan pada tanggal 29 Desember 1945 menjampaikan kepada Pemerintah satu rentjana pendidikan dan pengadjaran baru. Adapun rentjana itu antara lain mengemukakan pokok-pokok jang tersebut dibawah ini: {{Ordered list|list_style_type=lower-alpha |Untuk menjusun baru perlu adanja pembaharuan pedoman pendidikan dan pengadjaran. Paham perseorangan jang hingga kini berlaku haruslah diganti dengan faham kesosialan dan rasa peri kemanusiaan jang tinggi. Pendidikan dan pengadjaran harus membimbing murid mendjadi}}<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude> cu2oi0owoixbn4dxpxm7l5rkyq2dzmj 316208 316207 2026-08-28T11:07:08Z Iripseudocorus 23824 316208 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rule|align=left|30em}}{{xx-smaller|Mimbar}} ''<u>Indonesia</u>''</noinclude>{{xx-larger|'''Perguruan Nasional di Indonesia'''}} {{larger|'''Oleh: S. Mangunsarkoro''' }} {{C|NATIONAL EDUCATION IN INDONESIA}} {{Dropinitial|'''H'''}}ISTORY has proved that national education which has been carried out uniformly is capable of changing social conditions radically within the life-span of one generation. That had been the case with Germany at the beginning of the 19th century, Japan during the reign of imperor Meizi in the last part of the 19th century and Russia at the beginning of the Lenin-Stalin government in the earlier part of the 20th century. As far as history can reach there are evidences that the Indonesians had an institution for higher learning in Mataram in the 8th century, in Srivijaja in the 10th century and finally in the Majapahit periods as well in the 14th century, attracting students from all over south East Asia. In the Majapahit period the spread of education throughout the empire had really begun, especially to places mentioned in ancient literature as ,,mandala." The cultivation of education by and for the people themselves proceeded in the Islam period and even during Dutch and Japanese colonial rule, in the beginning giving birth to religious schools, following afterwards by national schools carrying social ideals since the foundation of the Taman-Siawa movement in 1922. Since the institution of the independent Republic of Indonesia a start has been made to effectuate cooperation between the people and the government with a view to implementing national education with the result that education has become entirely national in the Republic. In keeping with the note of the Working Committee of the Central Indonesian National Committee and the resolution of the Educational Congress in April 1947, national education in the Republic shall be founded on the principles of Pancha Shila, the social philosophy acting as basis for our state inferred in our constitution. This Pancha Shila comprises five principles i.e.: Indonesian Nationality, Democracy, Humanity, Social Justice and Belief in the Almighty. Those five principles are at once contents and directives for our national education throughout the Republic that is at present making preparations for bills regulating education and instruction. {{C|'''*'''}} '''Pengantar''' {{Dropinitial|'''S'''}}ETELAH hantjurnja Djerman pada tahun 1806 karena perang dengan Perantjis Napoleon maka rusak dan buruklah keadaan Djerman. Maka tampaklah bahwa waktu itu seorang ahli filsafat, Gottlieb Fichte, jang berkeliling diseluruh Djerman untuk member wedjangannja jang terkenal Bebagai ,,Reden an die deutsche Nation". Dalam wedjangan itu ia mengandjurkan harus adanja pendidikan nasional jang baru, jang akan bisa memperbaiki keadaan bangsa Djerman jang buruk itu dan mengembalikan kemerdekaannja. Dan 7 tahun kemudian dari itu, tahun 1813, Djerman betul merdeka kembali, lebih dari itu, Djerman terus berkembang hingga seabad lamanja Djerman mendjadi negara jang amat penting di Eropah, sampai meletusnja perang dunia pertama, tahun 1914. Dalam tempoh satu generasi sadja masjarakat Djerman berobah seratus persen. Keadaan jang demikian itu terdjadi djuga pada achir abad XIX di Djepang pada zaman Meidji dan pada permulaan abad XX di Rusia setelah terbentuknja negara sosialis dengan pimpInan Lenin-Stalin. Semuanja satu tanda bahwa pendidikan nasional jang merata dan mendalam dikalangan seluruh bangsa membikin bangsa itu mendjadi bangsa jang baru sama sekali. Pendidikan nasional, pendidikan oleh bangsa dan untuk bangsa seluruhnja, berdasarkan tjita-tjita seluruh bangsa pula! '''Perguruan nasional di Indonesia''' {{Dropinitial|'''D'''}}ALAM sejarah bangsa kita dapatlah kita kemukakan disini, bahwa soal perguruan selalu diperhatikan oleh bangsa kita, malahan boleh kita katakan bahwa bangsa kita masuk golongan bangsa-bangsa jang paling dulu mempunjai sekolah tinggi didunia ini. Dalam zaman Mataram Lama, abad VIII, ibu kota Mataram mendjadi pusat peladjaran tinggi dalam hal filsafat dan pengetahuan agama Buddha serta bahasa Sanskerta. Diantara peladjar-peladjarnja adalah djuga jang berasal dari India Belakang. Mahaguru jang tertjatat namanja adalah Njanabadra, amat mahir dalam mempergunakan kekuatan gaib dengan tjara-tjara jang tertentu. Pada zaman Sriwidjaja, abad X, kita mempunjai pula sekolah tinggi jang merupakan satu medara ilmu pengetahuan agama Buddha diseluruh Asia Tenggara. Peladjar-peladjar dari seluruh daerah tersebut sama datang diibu kota Sriwidjaja untuk beladjar bahasa dan kesusasteraan Sanskerta serta filsafat dan agama Buddha. Patut ditjatat disini, bahwa seorang dari peladjar-peladjar itu kemudian terkenal sebagai pembuka aliran baru dalam adjaran Buddha di Tibet, ialah Atisja. Diantara guru besar jang terkemuka diwaktu itu ialah Dharmakirti, jang merangkap mendjadi kepala agama Buddha dalam seluruh keradjaan. Pada zaman Madjapahit, abad XIV terdapatlah beberapa kuil diibu-kota, jang mendjadi pusat pemeliharaan ilmu pengetahuan dan pula pusat pemeliharaan missi kebudajaan jang dikirimkan keseluruh nusantara, malahan sampai ke Siam. Pada zaman itulah berkembangnja perguruan², hingga tersebar diseluruh nusantara, terutama ditempat kedudukan para bupati dan para pendeta. Tempat-tempat itulah jang dalam sedjarah kesusasteraan terkenal sebagai „mandala". Datangnja beberapa pendeta dari luar negeri di ibu-kota Madjapahit pada zaman Gadjah Mada itu membikin tambah intensifnja dan luasnja ilmu pengetahuan dan dengan sendirinja djuga luasnja usaha perguruan, jang dipimpin oleh para penuntun agama dimana-mana. Pada zaman Islam keadaan perguruan-perguruan itu berlaku terus dengan nama „pesantren" atau „surau" sebagai jang kita kenali hingga kini dan ternjata tetap dapat mempertahankan adanja disamping sekolah-sekolah model baru jang diadakan oleh pemerintah pendjadjahan Belanda (dan Djepang). Achirnja dapatlah kita sebut berdirinJa perguruan nasional Tamansiswa pada tahun 1922 jang pada tahun 1941 hingga dapat bertjabang diseluruh nusantara. Dengan berdirinja perguruan Tamansiswa itu mulailah perguruan nasional di Indonesia mendapat bentuk dan sipat jang semestinja, ialah: oleh dan untuk rakjat dan berdasarkan tjita2 rakjat pula. Maka mulailah tjita-tjita kemasjarakatan dan kenegaraan dengan njata masuk dalam perguruan nasional. Perguruan nasional kita mendjadi satu anasir jang penting dalam perdjuangan kemerdekaan! Pada tahun 1928 berdirilah di Djakarta perguruan nasional baru, jang berlainan tjoraknja, ialah „Perguruan Rakjat". Djuga perguruan ini kemudian mempunjai satu-dua tjabang lainnja, baik di Djawa maupun diluar Djawa. Kedua Perguruan nasional itu terus berdiri hingga kini sebagai pelopor pendidikan nasional dalam zaman baru, zaman Indonesia-Merdeka. '''Zaman baru untuk pendidikan nasional''' {{Dropinitial|'''D'''}}ENGAN berdirinja negara Republik tanggal 17 Agustus 1945 mulailah perguruan nasional kita mengindjak zaman baru. Djika pada waktu jang telah lampau perguruan nasional itu hanja diusahakan oleh rakjat, sedjak itu mulailah ia diusahakan oleh pemerintah dan rakjat hingga seluruh sekolah kita mendjadi perguruan nasional. Maka dapatlah kita mengerti, mengapa Badan Pekerdja Komite Nasional Pusat pada permulaan pekerdjaannja lekas memikirkan soal itu dan pada tanggal 29 Desember 1945 menjampaikan kepada Pemerintah satu rentjana pendidikan dan pengadjaran baru. Adapun rentjana itu antara lain mengemukakan pokok-pokok jang tersebut dibawah ini: {{Ordered list|list_style_type=lower-alpha |Untuk menjusun baru perlu adanja pembaharuan pedoman pendidikan dan pengadjaran. Paham perseorangan jang hingga kini berlaku haruslah diganti dengan faham kesosialan dan rasa peri kemanusiaan jang tinggi. Pendidikan dan pengadjaran harus membimbing murid mendjadi}}<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude> odcxj50fcz167uo4nl9ixfxcrhjr5lp 316209 316208 2026-08-28T11:07:31Z Iripseudocorus 23824 316209 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rule|align=left|30em}}{{xx-smaller|Mimbar}} ''<u>Indonesia</u>''</noinclude>{{xx-larger|'''Perguruan Nasional di Indonesia'''}} {{larger|'''Oleh: S. Mangunsarkoro''' }} {{C|NATIONAL EDUCATION IN INDONESIA}} {{Dropinitial|'''H'''}}ISTORY has proved that national education which has been carried out uniformly is capable of changing social conditions radically within the life-span of one generation. That had been the case with Germany at the beginning of the 19th century, Japan during the reign of imperor Meizi in the last part of the 19th century and Russia at the beginning of the Lenin-Stalin government in the earlier part of the 20th century. As far as history can reach there are evidences that the Indonesians had an institution for higher learning in Mataram in the 8th century, in Srivijaja in the 10th century and finally in the Majapahit periods as well in the 14th century, attracting students from all over south East Asia. In the Majapahit period the spread of education throughout the empire had really begun, especially to places mentioned in ancient literature as ,,mandala." The cultivation of education by and for the people themselves proceeded in the Islam period and even during Dutch and Japanese colonial rule, in the beginning giving birth to religious schools, following afterwards by national schools carrying social ideals since the foundation of the Taman-Siawa movement in 1922. Since the institution of the independent Republic of Indonesia a start has been made to effectuate cooperation between the people and the government with a view to implementing national education with the result that education has become entirely national in the Republic. In keeping with the note of the Working Committee of the Central Indonesian National Committee and the resolution of the Educational Congress in April 1947, national education in the Republic shall be founded on the principles of Pancha Shila, the social philosophy acting as basis for our state inferred in our constitution. This Pancha Shila comprises five principles i.e.: Indonesian Nationality, Democracy, Humanity, Social Justice and Belief in the Almighty. Those five principles are at once contents and directives for our national education throughout the Republic that is at present making preparations for bills regulating education and instruction. {{C|'''*'''}} '''Pengantar''' {{Dropinitial|'''S'''}}ETELAH hantjurnja Djerman pada tahun 1806 karena perang dengan Perantjis Napoleon maka rusak dan buruklah keadaan Djerman. Maka tampaklah bahwa waktu itu seorang ahli filsafat, Gottlieb Fichte, jang berkeliling diseluruh Djerman untuk member wedjangannja jang terkenal Bebagai ,,Reden an die deutsche Nation". Dalam wedjangan itu ia mengandjurkan harus adanja pendidikan nasional jang baru, jang akan bisa memperbaiki keadaan bangsa Djerman jang buruk itu dan mengembalikan kemerdekaannja. Dan 7 tahun kemudian dari itu, tahun 1813, Djerman betul merdeka kembali, lebih dari itu, Djerman terus berkembang hingga seabad lamanja Djerman mendjadi negara jang amat penting di Eropah, sampai meletusnja perang dunia pertama, tahun 1914. Dalam tempoh satu generasi sadja masjarakat Djerman berobah seratus persen. Keadaan jang demikian itu terdjadi djuga pada achir abad XIX di Djepang pada zaman Meidji dan pada permulaan abad XX di Rusia setelah terbentuknja negara sosialis dengan pimpInan Lenin-Stalin. Semuanja satu tanda bahwa pendidikan nasional jang merata dan mendalam dikalangan seluruh bangsa membikin bangsa itu mendjadi bangsa jang baru sama sekali. Pendidikan nasional, pendidikan oleh bangsa dan untuk bangsa seluruhnja, berdasarkan tjita-tjita seluruh bangsa pula! '''Perguruan nasional di Indonesia''' {{Dropinitial|'''D'''}}ALAM sejarah bangsa kita dapatlah kita kemukakan disini, bahwa soal perguruan selalu diperhatikan oleh bangsa kita, malahan boleh kita katakan bahwa bangsa kita masuk golongan bangsa-bangsa jang paling dulu mempunjai sekolah tinggi didunia ini. Dalam zaman Mataram Lama, abad VIII, ibu kota Mataram mendjadi pusat peladjaran tinggi dalam hal filsafat dan pengetahuan agama Buddha serta bahasa Sanskerta. Diantara peladjar-peladjarnja adalah djuga jang berasal dari India Belakang. Mahaguru jang tertjatat namanja adalah Njanabadra, amat mahir dalam mempergunakan kekuatan gaib dengan tjara-tjara jang tertentu. Pada zaman Sriwidjaja, abad X, kita mempunjai pula sekolah tinggi jang merupakan satu medara ilmu pengetahuan agama Buddha diseluruh Asia Tenggara. Peladjar-peladjar dari seluruh daerah tersebut sama datang diibu kota Sriwidjaja untuk beladjar bahasa dan kesusasteraan Sanskerta serta filsafat dan agama Buddha. Patut ditjatat disini, bahwa seorang dari peladjar-peladjar itu kemudian terkenal sebagai pembuka aliran baru dalam adjaran Buddha di Tibet, ialah Atisja. Diantara guru besar jang terkemuka diwaktu itu ialah Dharmakirti, jang merangkap mendjadi kepala agama Buddha dalam seluruh keradjaan. Pada zaman Madjapahit, abad XIV terdapatlah beberapa kuil diibu-kota, jang mendjadi pusat pemeliharaan ilmu pengetahuan dan pula pusat pemeliharaan missi kebudajaan jang dikirimkan keseluruh nusantara, malahan sampai ke Siam. Pada zaman itulah berkembangnja perguruan², hingga tersebar diseluruh nusantara, terutama ditempat kedudukan para bupati dan para pendeta. Tempat-tempat itulah jang dalam sedjarah kesusasteraan terkenal sebagai „mandala". Datangnja beberapa pendeta dari luar negeri di ibu-kota Madjapahit pada zaman Gadjah Mada itu membikin tambah intensifnja dan luasnja ilmu pengetahuan dan dengan sendirinja djuga luasnja usaha perguruan, jang dipimpin oleh para penuntun agama dimana-mana. Pada zaman Islam keadaan perguruan-perguruan itu berlaku terus dengan nama „pesantren" atau „surau" sebagai jang kita kenali hingga kini dan ternjata tetap dapat mempertahankan adanja disamping sekolah-sekolah model baru jang diadakan oleh pemerintah pendjadjahan Belanda (dan Djepang). Achirnja dapatlah kita sebut berdirinJa perguruan nasional Tamansiswa pada tahun 1922 jang pada tahun 1941 hingga dapat bertjabang diseluruh nusantara. Dengan berdirinja perguruan Tamansiswa itu mulailah perguruan nasional di Indonesia mendapat bentuk dan sipat jang semestinja, ialah: oleh dan untuk rakjat dan berdasarkan tjita2 rakjat pula. Maka mulailah tjita-tjita kemasjarakatan dan kenegaraan dengan njata masuk dalam perguruan nasional. Perguruan nasional kita mendjadi satu anasir jang penting dalam perdjuangan kemerdekaan! Pada tahun 1928 berdirilah di Djakarta perguruan nasional baru, jang berlainan tjoraknja, ialah „Perguruan Rakjat". Djuga perguruan ini kemudian mempunjai satu-dua tjabang lainnja, baik di Djawa maupun diluar Djawa. Kedua Perguruan nasional itu terus berdiri hingga kini sebagai pelopor pendidikan nasional dalam zaman baru, zaman Indonesia-Merdeka. '''Zaman baru untuk pendidikan nasional''' {{Dropinitial|'''D'''}}ENGAN berdirinja negara Republik tanggal 17 Agustus 1945 mulailah perguruan nasional kita mengindjak zaman baru. Djika pada waktu jang telah lampau perguruan nasional itu hanja diusahakan oleh rakjat, sedjak itu mulailah ia diusahakan oleh pemerintah dan rakjat hingga seluruh sekolah kita mendjadi perguruan nasional. Maka dapatlah kita mengerti, mengapa Badan Pekerdja Komite Nasional Pusat pada permulaan pekerdjaannja lekas memikirkan soal itu dan pada tanggal 29 Desember 1945 menjampaikan kepada Pemerintah satu rentjana pendidikan dan pengadjaran baru. Adapun rentjana itu antara lain mengemukakan pokok-pokok jang tersebut dibawah ini: {{Ordered list|list_style_type=lower-alpha |Untuk menjusun baru perlu adanja pembaharuan pedoman pendidikan dan pengadjaran. Paham perseorangan jang hingga kini berlaku haruslah diganti dengan faham kesosialan dan rasa peri kemanusiaan jang tinggi. Pendidikan dan pengadjaran harus membimbing murid mendjadi}}<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude> 4i1u7n5qgycolud23kcpk1cecci8grr 316211 316209 2026-08-28T11:09:01Z Iripseudocorus 23824 316211 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rule|align=left|30em}}{{xx-smaller|Mimbar}} ''<u>Indonesia</u>''</noinclude>{{xx-larger|'''Perguruan Nasional di Indonesia'''}} {{larger|'''Oleh: S. Mangunsarkoro''' }} {{c|'''*'''}} {{C|NATIONAL EDUCATION IN INDONESIA}} {{Dropinitial|'''H'''}}ISTORY has proved that national education which has been carried out uniformly is capable of changing social conditions radically within the life-span of one generation. That had been the case with Germany at the beginning of the 19th century, Japan during the reign of imperor Meizi in the last part of the 19th century and Russia at the beginning of the Lenin-Stalin government in the earlier part of the 20th century. As far as history can reach there are evidences that the Indonesians had an institution for higher learning in Mataram in the 8th century, in Srivijaja in the 10th century and finally in the Majapahit periods as well in the 14th century, attracting students from all over south East Asia. In the Majapahit period the spread of education throughout the empire had really begun, especially to places mentioned in ancient literature as „mandala.” The cultivation of education by and for the people themselves proceeded in the Islam period and even during Dutch and Japanese colonial rule, in the beginning giving birth to religious schools, following afterwards by national schools carrying social ideals since the foundation of the Taman-Siawa movement in 1922. Since the institution of the independent Republic of Indonesia a start has been made to effectuate cooperation between the people and the government with a view to implementing national education with the result that education has become entirely national in the Republic. In keeping with the note of the Working Committee of the Central Indonesian National Committee and the resolution of the Educational Congress in April 1947, national education in the Republic shall be founded on the principles of Pancha Shila, the social philosophy acting as basis for our state inferred in our constitution. This Pancha Shila comprises five principles i.e.: Indonesian Nationality, Democracy, Humanity, Social Justice and Belief in the Almighty. Those five principles are at once contents and directives for our national education throughout the Republic that is at present making preparations for bills regulating education and instruction. {{C|'''*'''}} '''Pengantar''' {{Dropinitial|'''S'''}}ETELAH hantjurnja Djerman pada tahun 1806 karena perang dengan Perantjis Napoleon maka rusak dan buruklah keadaan Djerman. Maka tampaklah bahwa waktu itu seorang ahli filsafat, Gottlieb Fichte, jang berkeliling diseluruh Djerman untuk member wedjangannja jang terkenal Bebagai „Reden an die deutsche Nation”. Dalam wedjangan itu ia mengandjurkan harus adanja pendidikan nasional jang baru, jang akan bisa memperbaiki keadaan bangsa Djerman jang buruk itu dan mengembalikan kemerdekaannja. Dan 7 tahun kemudian dari itu, tahun 1813, Djerman betul merdeka kembali, lebih dari itu, Djerman terus berkembang hingga seabad lamanja Djerman mendjadi negara jang amat penting di Eropah, sampai meletusnja perang dunia pertama, tahun 1914. Dalam tempoh satu generasi sadja masjarakat Djerman berobah seratus persen. Keadaan jang demikian itu terdjadi djuga pada achir abad XIX di Djepang pada zaman Meidji dan pada permulaan abad XX di Rusia setelah terbentuknja negara sosialis dengan pimpInan Lenin-Stalin. Semuanja satu tanda bahwa pendidikan nasional jang merata dan mendalam dikalangan seluruh bangsa membikin bangsa itu mendjadi bangsa jang baru sama sekali. Pendidikan nasional, pendidikan oleh bangsa dan untuk bangsa seluruhnja, berdasarkan tjita-tjita seluruh bangsa pula! '''Perguruan nasional di Indonesia''' {{Dropinitial|'''D'''}}ALAM sejarah bangsa kita dapatlah kita kemukakan disini, bahwa soal perguruan selalu diperhatikan oleh bangsa kita, malahan boleh kita katakan bahwa bangsa kita masuk golongan bangsa-bangsa jang paling dulu mempunjai sekolah tinggi didunia ini. Dalam zaman Mataram Lama, abad VIII, ibu kota Mataram mendjadi pusat peladjaran tinggi dalam hal filsafat dan pengetahuan agama Buddha serta bahasa Sanskerta. Diantara peladjar-peladjarnja adalah djuga jang berasal dari India Belakang. Mahaguru jang tertjatat namanja adalah Njanabadra, amat mahir dalam mempergunakan kekuatan gaib dengan tjara-tjara jang tertentu. Pada zaman Sriwidjaja, abad X, kita mempunjai pula sekolah tinggi jang merupakan satu medara ilmu pengetahuan agama Buddha diseluruh Asia Tenggara. Peladjar-peladjar dari seluruh daerah tersebut sama datang diibu kota Sriwidjaja untuk beladjar bahasa dan kesusasteraan Sanskerta serta filsafat dan agama Buddha. Patut ditjatat disini, bahwa seorang dari peladjar-peladjar itu kemudian terkenal sebagai pembuka aliran baru dalam adjaran Buddha di Tibet, ialah Atisja. Diantara guru besar jang terkemuka diwaktu itu ialah Dharmakirti, jang merangkap mendjadi kepala agama Buddha dalam seluruh keradjaan. Pada zaman Madjapahit, abad XIV terdapatlah beberapa kuil diibu-kota, jang mendjadi pusat pemeliharaan ilmu pengetahuan dan pula pusat pemeliharaan missi kebudajaan jang dikirimkan keseluruh nusantara, malahan sampai ke Siam. Pada zaman itulah berkembangnja perguruan², hingga tersebar diseluruh nusantara, terutama ditempat kedudukan para bupati dan para pendeta. Tempat-tempat itulah jang dalam sedjarah kesusasteraan terkenal sebagai „mandala”. Datangnja beberapa pendeta dari luar negeri di ibu-kota Madjapahit pada zaman Gadjah Mada itu membikin tambah intensifnja dan luasnja ilmu pengetahuan dan dengan sendirinja djuga luasnja usaha perguruan, jang dipimpin oleh para penuntun agama dimana-mana. Pada zaman Islam keadaan perguruan-perguruan itu berlaku terus dengan nama „pesantren” atau „surau” sebagai jang kita kenali hingga kini dan ternjata tetap dapat mempertahankan adanja disamping sekolah-sekolah model baru jang diadakan oleh pemerintah pendjadjahan Belanda (dan Djepang). Achirnja dapatlah kita sebut berdirinJa perguruan nasional Tamansiswa pada tahun 1922 jang pada tahun 1941 hingga dapat bertjabang diseluruh nusantara. Dengan berdirinja perguruan Tamansiswa itu mulailah perguruan nasional di Indonesia mendapat bentuk dan sipat jang semestinja, ialah: oleh dan untuk rakjat dan berdasarkan tjita2 rakjat pula. Maka mulailah tjita-tjita kemasjarakatan dan kenegaraan dengan njata masuk dalam perguruan nasional. Perguruan nasional kita mendjadi satu anasir jang penting dalam perdjuangan kemerdekaan! Pada tahun 1928 berdirilah di Djakarta perguruan nasional baru, jang berlainan tjoraknja, ialah „Perguruan Rakjat”. Djuga perguruan ini kemudian mempunjai satu-dua tjabang lainnja, baik di Djawa maupun diluar Djawa. Kedua Perguruan nasional itu terus berdiri hingga kini sebagai pelopor pendidikan nasional dalam zaman baru, zaman Indonesia-Merdeka. '''Zaman baru untuk pendidikan nasional''' {{Dropinitial|'''D'''}}ENGAN berdirinja negara Republik tanggal 17 Agustus 1945 mulailah perguruan nasional kita mengindjak zaman baru. Djika pada waktu jang telah lampau perguruan nasional itu hanja diusahakan oleh rakjat, sedjak itu mulailah ia diusahakan oleh pemerintah dan rakjat hingga seluruh sekolah kita mendjadi perguruan nasional. Maka dapatlah kita mengerti, mengapa Badan Pekerdja Komite Nasional Pusat pada permulaan pekerdjaannja lekas memikirkan soal itu dan pada tanggal 29 Desember 1945 menjampaikan kepada Pemerintah satu rentjana pendidikan dan pengadjaran baru. Adapun rentjana itu antara lain mengemukakan pokok-pokok jang tersebut dibawah ini: {{Ordered list|list_style_type=lower-alpha |Untuk menjusun baru perlu adanja pembaharuan pedoman pendidikan dan pengadjaran. Paham perseorangan jang hingga kini berlaku haruslah diganti dengan faham kesosialan dan rasa peri kemanusiaan jang tinggi. Pendidikan dan pengadjaran harus membimbing murid mendjadi}}<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude> jm8otqhcyhiv9rdfnh5ebpnwx03syoh Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/61 104 114537 316201 2026-08-28T10:43:20Z Alicya- 21994 /* Telah diuji baca */ 316201 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" /></noinclude>setahun, meskipun kita katanja tiap² hari hanja menggeragoti benggol sadja. {{Dropinitial|J}}ANG MENABUNG adalah orang² lain. Seorang kruidenier (pendjual rempah-rempah) Belanda, seorang pemegang buku di Belgia, seorang guru di Perantjis, seorang penguasa industri di Amerika, orang-orang di-negeri² lain dimana gadjih-gadjih 10 x lipat dari disini bisa menabung sebagian dari gadjihnja sonder takut-takut kena oedeem dan uang ini mereka masukkan dikebun-kebun teh, karet, tembakau, pabrik minjak, perusahaan kereta api atau kapal dan lain-lain. Mereka membeli „Indische waarden”, andilandil dari N.V., ini atau itu jang bekerdja dibawah matahari Indonesia. Akibatnja terang barang-barang kapital dan alat-alat produksi jang dipakai oleh N.V. itu adalah kepunjaan mereka dan mereka tentunja harus mengetjap hasil-hasilnja. Pendeknja tidak usah kita terus-teruskan menjelam dalam drainage-politik ini. Drainage-politik dalam bahasa kita sendiri — jang rupa-rupanja terlalu susah untuk beberapa intellektuil kita sehingga mereka lebih suka mengarang dan berbitjara dalam suatu bahasa asing — berarti: disini dikeruk, disana ditumpuk. Tetapi herannja kolonisator² jang sudah kapalan menjangkal adanja politik ini. Sudahlah. Selainnja harus ada sisa gadjih, harus ada pula beberapa sjarat-sjarat lain untuk menabung. Gadjih-gadjih didalam suatu negeri tidak boleh menundjukkan suatu perbedaan antara satu sama lain jang besar. Kalau umpamanja sebagian besar dari hasil nasional masuk kekantong suatu golongan ketjil, kemungkinan menabung lebih ketjil daripada djikalau hasil itu dibagi rata-rata antara pemakan-pemakan gadjih. Untuk membuktikan ini kita harus menjelam betul-betul dalam keteori ekonomi modern dan dari itu lebih baik kita kemukakan sadja suatu tjontoh jang mudah. Kalau perbedaan gadjih tidak terlalu besar, maka telah tertjapailah suatu tingkatan demokrasi-ekonomi jang mengakibatkan lebih besar ada- nja kebutuhan akan barang-barang konsumsi, akan pengadjaran dsb., djadi djuga akan barang-barang kapital. Untuk bisa menutup kebutuhan² ini, kita lebih terdorong untuk menjimpan sebagian dari hasil kita. Selain dari pada itu berlaku djuga disini, 100 х sedikit = 1 x banjak. Suatu sjarat lain adalah „liquiditeits-preferentie”. Nah, apa ini? Ini adalah besar-ketjilnja kemauan manusia, apakah djumlah tabungan itu tetap tinggal tjair (liquide) atau dibekukan sebagai andil atau obligasi. Liquiditeits-preferentie ini — sebetulnja suatu peristiwa jang separuh mengenai ekonomi dan separuh mengenai djiwa manusia — besar di Indonesia ini didalam pelbagai-bagai keadaan. Pikir sadja kesukaan kita, terutama wanita-wanita kita, untuk memalihkan uang tabungan mendjadi barang-barang perhiasan emas, perak atau intan jang gampang didjual atau digadaikan djika kita menghadapi sautu kesusahan. Dan ada pula satu faktor penting jang menahan atau mendorong pembentukan kapital, jaitu iklim. Tidak tersangkalkan bahwa iklim tropika tidak begitu memaksa orang menabung seperti iklim dingin, jang betul-betul memaksa orang untuk menjimpan sebagian hasilnja. Kalau tidak, bagaimana orang bisa menjambung njawanja didalam musim saldju, pada waktu mana alam boleh dikatakan tidur njenjak. Tetapi djanganlah terlalu kita anggap besar faktor ini. Kombinasi faktor-faktor itu, jaitu hasil terlalu rendah, pembagian hasil jang terlalu berbeda, liquiditeits-preferentie jang besar, drainage (lihat diatas apa artinja) dan pengaruh iklim, mengakibatkan adanja Indonesia ini sebagai negeri jang miskin kapital. Memang, lebih dari ƒ 4 miljard ditanam dibumi kita, tetapi pertama ini adalah kepunjaan orang lain dan kedua tidak mentjukupi untuk memberikan bangsa kita suatu tingkatan hidup jang sesuai dengan tingkatan industri jang tinggi didunia ini dan dengan kekajaan tanah air kita. Untuk tingkatan hidup jang lebih tinggi kita membutuhkan lebih banjak kapital. Diatas itu sudah kita bentangkan bagaimana umumnja kapital terbentuk. Teranglah sekarang bahwa satu²nja djalan untuk membentuknja bagi tiap-tiap orang, djadi djuga bagi kita adalah: Konsumsi harus lebih ketjil dari produksi. Untuk siapa sadja jang hidup dalam keadaan sama, terbukalah dua djalan. Pertama, meskipun tingkatan hidup rendah toh menabung djuga; meskipun lapar toh main tjubit-tjubitan djuga. Inilah djalan jang dilalui Rusia. Karena beberapa pertimbangan, orang mengambil kewadjiban untuk hidup sekarang setjara miskin dan melarat, dengan mengetahui bahwa sesudah liwat suatu masa, tjukuplah sudah alat-alat produksi, sehingga orang bisa menarik napas jang lega. Dengan kata-kata lain, angkatan sekarang harus membajar dan berkurban untuk angkatan datang. Tjara demikian, jang dasar-dasarnja diikuti sesudah 1933 oleh Djerman, Italia dan Djepang, menuntut dari rakjat terlalu banjak korban dan mengehendaki suatu pemerintahan jang mempunjai sifat betul-betul istimewa sekali, sehingga politik ini tidak mungkin ditiru begitu sadja oleh tiap-tiap negeri sonder akibatakibat buruk. Djalan kedua adalah untuk membagi-bagikan dan me-njebar²kan pengurbanan dan kekurangan itu demikian rupa, sehingga bukan hanja angka tan sekarang jang harus memikul beban, tetapi angkatan jang akan datang djuga ikut-ikut membantu. Begini tjaranja, kita sekarang hutang. Hutang ini kita tebus dalam 100 tahun umpamanja, dan dengan begitu, semua orang jang hidup didalam 100 tahun itu turut membantu melunaskan hutang itu + bunganja. Perhutangan adalah suatu tjara jang paling tidak menjusahkan kepada rakjat untuk mendapat kapital dan boleh djadi sekali tjara jang paling demokratis. Namun begitu, apakah segala kesusahan itu kita tuntut dari angkatan sekarang ataupun dari angkatan jang datang, djumlah segala kesusahan itu sama sadja besarnja '''Kapital asing dimuka perang''' {{Dropinitial|U}}NTUK mempunjai penglihatan hal jang lebih dalam tentang marilah kita berhenti sebentar pada penanaman kapital asing di Indonesia dimuka perang. Sebetulnja umumnja orang Belanda tidak begitu suka menanam uangnja di Indonesia; gandjil kedengarannja, bukan? Beberapa kali dalam riwajat orang Belanda membuktikan, bahwa mereka tidak berani mengambil risiko² keuangan dialam Timur ini, walaupun ada kans bahwa mereka akan mendapat maha-laba. Dan saat-saat itu betul² bukannja saat-saat sembarangan sadja didalam riwajat perekonomian Belanda. Kali pertama, orang Belanda umum- nja tidak sudi menarik dompetnja untuk mengambil andil VOC. Sesudah berlajar pulang pergi beberapa tahun, badan ini rupanja akan mati dengan begitu sadja karena kekurangan modal. Baru ketika Wali Negara (stadhouder) berani memasukkan sebagian besar dari harta-bendanja ke VOC, badan ini terluputlah dari bahaja maut. Kali kedua, jang kapital Belanda sama sekali tidak mempunjai perhatian adalah ketika didirikan Nederlandse Handelsmy. Ketika andil-andil ditawarkan, djarang sekali orang jang berani membelinja. Baru ketika Willem III banjak sekali mengambil andil² dan mendjamin dengan harta bendanja, bahwa tiap-tiap pemegang andil akan diberikan suatu keuntungan tetap, barulah My itu mendapat kapital. Achirnja, orang jang menemukan sumber² minjak Kalimantan dan hendak mengusahakannja tidak bisa mendapat modal dari Belanda. Kali ini tidak ada seorang wali negara atau radja kaja jang berdarah pedagang dan akibatnja adalah pembentukan Shell-Corporation, suatu My berkapital Inggeris jang mengadakan suatu per- djandjian dengan Koninklijke Petroleum My. Pada saat-saat penting, dimana dari negeri Belanda diharap-harapkan suatu keberanian, ini tidak ada. Mereka tetap tinggal penanam kapital ketjil- ketjilan jang berhati-hati sekali dan tidak berani mengambil risiko. Mereka lebih suka memasukkan uangnja didalam fonds-fonds negara dimana tidak ada kans rugi dan dengan begitu uang mereka kita lihat berada pada djawatan-djawatan pekerdjaan umum jang berdirt dengan perhutangan pemerintah dan pindjaman-pindjaman obligasi. Kenjataan bahwa banjak kapital Belanda ada dalam djawatan-djawatan pekerdjaan umum, susah dipergunakan sebagai bukti bagi utjapan jang menjatakan, bahwa mereka mempergunakan uang mereka pertama-tama untuk mentjapai kemadjuan penduduk. Kapital Belanda ada disitu, karena ini tidak membawa risiko besar. Lain halnja dengan kapital bangsa asing lain. Bisa kita katakan, bahwa perusahaan² jang mengandung risiko memang „tersedia” chusus bagi mereka. Lutju sekali djalannja kapital Inggeris disini, Umumnja sedjak cultuurstelsel-lah banjak tertarik kapital asing ke Indonesia. Pada waktu itu Ned. Handelsmy mempunjai monopoli dagang dan ia selalu menentang adanja persaingan dari firma-firma Belanda lain dan mereka sudah berhasil menjingkirkan jang lain-lain itu dari lapangan mereka. Bangsa asing lain tidak bisa mereka tahan dan dengan begitu bukannja firma-firma Belanda kita dapati, tetapi Inggeris punja, jang karena mereka gang dalam hasil bumi, dapat membuka agen-agen. Ketika perdagangan bebas lagi karena monopoli NHM dilepaskan, firma-firma Inggeris itu sudah teguh berdirinja dan sudah<noinclude>{{rh|58}}</noinclude> fyvi3p604w8eh7q0hlfz6xflnneiujn Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/41 104 114538 316205 2026-08-28T10:54:36Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'warga negara jang mempunjai tanggung djawab. rasa masjarakat baru jang kita bangunkan. Bagaimanakah tjorak perguruan nasio- nal itu? b. Untuk memperkuat rasa kesa- tuan rakjat kita hendaklah diadakan satu matjam sekolah untuk segala la- pisan masjarakat. Perlu diingati pula, bahwa sesuai dengan dasar keadilan Bosial, semua sekolah harus untuk tiap-tiap warga negara, laki-laki maupun perempuan. terbuka baik c. Lain daripada perguruan biasa hendak... 316205 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>warga negara jang mempunjai tanggung djawab. rasa masjarakat baru jang kita bangunkan. Bagaimanakah tjorak perguruan nasio- nal itu? b. Untuk memperkuat rasa kesa- tuan rakjat kita hendaklah diadakan satu matjam sekolah untuk segala la- pisan masjarakat. Perlu diingati pula, bahwa sesuai dengan dasar keadilan Bosial, semua sekolah harus untuk tiap-tiap warga negara, laki-laki maupun perempuan. terbuka baik c. Lain daripada perguruan biasa hendaklah diadakan perguruan orang dewasa jang memberi pengadjaran pemberantasan buta-huruf dan seterus- nja hingga jang bersifat taman ilmu rakjat. Disamping itu harus ada pula perguruan-perguruan pemimpin masja- rakat untuk tiap-tiap lapangan usaha jang penting untuk negara dan rakjat. d. Pengadjaran agama hendaklah mendapat tempat jang teratur saksa- ma hingga tjukup mendapat perhatian jang semestinja dengan tidak mengu- rangi kemerdekaan tiap-tiap golongan untuk mengikuti dan memeluk keper- tjajaannja sendiri-sendiri. Maka setelah rentjana itu dikemu- kakan kepada Pemerintah, mulailah Pemerintah membentuk Panitya Pe- njelidik Pendidikan jang diketuai oleh Ki Hadjar Dewantoro. Hanja amat Bajang rasanja, karena hasil penjelidi- kan panitya itu tidak bisa sebagai jang diharapkan Pemerintah, mungkin karena perobahan pimpinan Pemerin- tah, tetapi mungkin karena hasil itu belum memuaskan, karena hasil penje- Hidikan jang berupa buku tebal itu belum dapat merupakan perobahan jang radikal sebagal jang dikehendaki Pemerintah, sesuai dengan nota. Badan Pekerdja Komite Nasional Pusat itu. Kemudian atas usaha para peminat pendidikan nasional diadakanlah dl Solo 1947 pada tanggal 4-7 April kongres pendidikan jang membuka pembitjaraan-pembitjaraan setjara luas untuk dapat menentukan dasar-dasar pendidikan setjara teoritis. Kongres itu menetapkan sebagai putusan, bah- wa Pantja-Sila" jang mendjadi dasar negara kita djuga didjadikan dasar pendidikan kita. Peme- Kemudian dibentuklah oleh rintah beberapa panitya untuk keper- luan nasionalisasi dari seluruh pendidi- kan kita itu. di- itu Dalam pada itu karena tempoh pe- njelidikan dan persiapan sudah anggap tjukup oleh Badan Pekerdja untuk mewudjudkan apa jang diminta- nja dalam notanja 29 Desember 1945 itu, sekali lagi soal pengadjaran dibitjarakan dalam Badan Pekerdja. Pembitjaraan itu menghasilkan mosi Mangunsarkoro cs (26 November 1947) jang bermaksud mendesak Pemerintah. mendjalankan apa jang tersebut dalam. nota tersebut diatas. Lain daripada itu dituntut pula diadakannja djawatan dalam kementerian pendidikan jang melulu akan mengurus dan memimpin berdjalannja pendidikan orang dewasa setjara besar-besaran. kini Sebagai akibat itu semuanja sudah sampai pada Badan Pekerdja rentjana Undang-undang pokok penga- djaran jang memuat dasar-dasar se- suai dengan nota Badan Pekerdja dan putusan Kongres Pendidikan di Solo itu. Dengan diterimanja Undang- undang itu maka terletaklah nanti fondament perguruan nasional jang di- kehendaki oleh negara dan rakjat repu- blik kita. Perguruan nasional jang akan memberi kekuatan dan tjorak 38 Pantja Sila sebagai dasar pendidikan TELAH kita ketahui diatas, bahwa menurut keputusan kongres pendi- dikan Solo,,Pantja-Sila" harus didjadi- kan dasar pendidikan kita. Memang sudah sebenarnja! Sebagai dasar. susunan negara kita sepantasnjalah Pantja-Sila" itu mendjadi dasar pendi- dikan nasional kita. Adapun pantja-sila itu memuat 5 hal dibawah ini: 1. Kebangsaan Indonesia (U.U.D. bab I, pasal 1) 2. Kerakjatan (Bab I, pasal 1) 3. Perikemanusiaan (Bab X, pasal 27). 4. Keadilan Sosial (Bab XIV, pasal 33). 5. Ketuhanan (Bab XI, pasal 29). Djika lima hal itu kita tindjau dalam bentuk kebulatannja, maka tampaklah disitu dua anasir kejakinan hidup ma- nusia (perikemanusiaan dan ketuha- nan) dan tiga anasir susunan hidup kemasjarakatan (kebangsaan Indone- sia, kerakjatan dan keadilan sosial). Dengan mengingati itu maka bolehlah kita katakan, bahwa pantja-sila" se- bagal filsafat pendidikan mengehendaki tetap terpeliharanja dengan baik hidup keagamaan dan tjita-tjita perikemanu-, siaan bangsa kita, hingga keduanja itu bisa berwudjud dalam masjarakat, baik dalam sipat pergaulan hidup orang sehari-hari, maupun dalam sipat susunannja. Atas dasar itu maka ha- ruslah dalam masjarakat jang akan datang ada persamaan kesedjahteraan bagi tiap-tiap orang dan pula ada per- samaan. kesempatan bagi tiap-tiap orang untuk mentjapai kemadjuan djasmani dan rochani setinggi-tinggi- nja. Maka akan tertjapailah persama- an sosial, ialah perwudjudan keadilan sosial jang setinggi-tingginja. Seting- gi-tingginja, karena dengan berlakunja persamaan sosial itu tiap-tiap orang akan mengalami dan merasa hidup ba- hagia djasmani dan rochani, dan disam- itupun ping bebas dari tiap-tiap tindasan lahir atau batin, politis atau ekonomis, baik dari mana dan siapa- pun djuga. Dan agar supaja itu se- muanja terdjamin, maka haruslah tiap- tiap orang dapat ikut menetapkan susunan dan haluan serta sipat pim- pinan masjarakat itu. Itulah satu hal jang harus, didjamin oleh dasar kerak- jatan jang harus hidup sesehat-sehat. nja dalam masjarakat. Masjarakat jang dapat mewudjudkan segala sesua- tu jang tersebut diatas itu adalah ma- sjarakat jang sosialistis. dan Djadi masjarakat kita sekarang ini harus kita bawa mendjadi masjarakat sosialistis, ialah masjarakat jang tidak berklas-klas dan tidak mengenal hak milik pribadi atas alat-alat produksi jang mengandung kemungkinan tin- das-menindas antara orang satu jang lain. Sekarang rakjat kita boleh dikatakan hanja merupakan satu klas sadja, ialah klas kerdjawan belaka. Karena itu mudah masjarakat itu dise- darkan untuk mendjadi masjarakat ba- hagia jang tidak ber-klas2! Kesedaran itu harus tertjapai dengan pendidikan. Pimpinan kearah kesedaran sosialistis itu harus disertai dengan merintangi timbulnja kapitalisme dikalangan bangsa kita, umumnja: dalam masja- rakat kita. Dalam kandungan tudjuan masjarakat bahagia itu haruslah kita ingati, bahwa didalam menudju tertja- painja perikemanusiaan jang setinggi- tingginja itu, kita meskipun menomor satukan keluhuran batin bangsa kita tidak boleh sekali-kali melupakan rea- lisasinja dalam perbuatan kelahiran atau keduniawian, jang bisa mendja- min kemakmuran dalam hidup djas- mani kita. Tentang berlakunja faham kerak- jatan (demokrasi) jang sebenar-be- narnja agar bisa mendjadi pendjamin akan berlakunja perikemanusiaan dengan bebas dan merata, harus- lah ia berlaku djuga dalam hubungan hidup keluarga kita. Hal ini minta pendirian baru dalam hubungan per- kawinan, hubungan keluarga dan hu. bungan pendidikan. Hubungan pendidi- kan terutama! Sudah barang tentu harus berobahlah pula hubungan pen- didikan dalam sekolah. Dan dalam hal ini perlulah pertama-tama kita bah tudjuan pendidikan anak2 Djanganlah ia seperti dalam zaman. pendjadjahan: untuk mendjadi amte- nar! Kemudian perlu kita kemukakan disini bahwa dasar kebangsaan kita mengharuskan berlakunja bahasa In- donesia sebagai bahasa persatuan, se- bagal bahasa perantaraan diseluruh perguruan kita, dari jang rendah sam- pai jang tinggi. Demikianlah mero- kita. gambar keharusan-ke- djalankan pendidikan jang berdasar- harusan jang pokok dalam kita men- kan Dengan djalan demikian dapatlah kita pantja-sila" dengan konsekwen. mewudjudkan kebudajaan nasional jang baru, satu kebudajaan jang berdjadjar dan dapat saling-pengaruh dengan ke- budajaan bangsa-bangsa lain jang tinggi didunia ini, sesuai dengan kema- djuan zaman. Ialah kebudajaan jang bukan sadja bertjorak tinggi religieus- aesthetis, melainkan djuga teknis-eko- nomis. Pendidikan jang kita djalankan hingga kini sebagai warisan pengadja- ran pendjadjahan Belanda masih ber- sipat intellektualistis dan verbalistis. Untuk mendjadikan pendidikan itu se- sual dengan maksud kita diatas ha- ruslah kita: A. Menambah: 1. Pengadjaran2 aesthetis (lukis, ge- rak badan, tari. njanji dan mu- sik). 2. Pengadjaran2 ethis dan religious. 3. Pengadjaran ilmu djiwa dan ilmu watak ditiap-tiap sekolah menengah. 4. Pengadjaran filsafat dan sosio- logi dalam tiap-tiap sekolah tinggi. 5. Djumlah dan matjam sekolah teknik. B. Mengurangi: 1. Peladjaran jang tidak perlu berhubung dengan differensiasi disekolah menengah. 2. Peladjaran bahasa asing dise- kolah menengah keatas, hingga tinggal satu sadja, misalnja ba- hasa Inggeris. Sekianlah lukisan pokok pikiran jang berlaku dan hidup dalam masja. rakat kita pada waktu ini. Mudah an dalam lukisan jang pendek itu pemba- tja dapat menilai sampai berapa djauh bangsa kita telah memperhatikan pen- didikan anak-anaknja. Digitized by Google<noinclude></noinclude> 23wod75uwalfp1xgr2mtj6xpjvtvfc9 316214 316205 2026-08-28T11:22:31Z Iripseudocorus 23824 316214 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Warga negara jang mempunjai tanggung djawab, rasa masjarakat baru jang kita bangunkan. Bagaimanakah tjorak perguruan nasional itu? {{Ordered list |list_style_type=lower-alpha|start=2 |Untuk memperkuat rasa kesatuan rakjat kita hendaklah diadakan satu matjam sekolah untuk segala lapisan masjarakat. Perlu diingati pula, bahwa sesuai dengan dasar keadilan sosial, semua sekolah harus terbuka untuk tiap-tiap warga negara, baik laki-laki maupun perempuan. |Lain daripada perguruan² biasa hendaklah diadakan perguruan orang dewasa jang memberi pengadjaran pemberantasan buta-huruf dan seterusnja hingga jang bersifat taman ilmu rakjat. Disamping² itu harus ada pula perguruan-perguruan pemimpin masjarakat untuk tiap-tiap lapangan usaha jang penting untuk negara dan rakjat. |Pengadjaran agama hendaklah mendapat tempat jang teratur saksama hingga tjukup mendapat perhatian jang semestinja dengan tidak mengurangi kemerdekaan tiap-tiap golongan untuk mengikuti dan memeluk kepertjajaannja sendiri-sendiri.}} Maka setelah rentjana itu dikemukakan kepada Pemerintah, mulailah Pemerintah membentuk Panitya Penjelidik Pendidikan jang diketuai oleh Ki Hadjar Dewantoro. Hanja amat bajang rasanja, karena hasil penjelidikan panitya itu tidak bisa sebagai jang diharapkan Pemerintah, mungkin karena perobahan pimpinan Pemerintah, tetapi mungkin karena hasil itu belum memuaskan, karena hasil penjelidikan jang berupa buku tebal itu belum dapat merupakan perobahan jang radikal sebagal jang dikehendaki Pemerintah, sesuai dengan nota Badan Pekerdja Komite Nasional Pusat itu. Kemudian atas usaha para peminat pendidikan nasional diadakanlah di Solo pada tanggal 4–7 April 1947 kongres pendidikan jang membuka pembitjaraan-pembitjaraan setjara luas untuk dapat menentukan dasar-dasar pendidikan setjara teoritis. Kongres itu menetapkan sebagai putusan, bahwa „Pantja-Sila" jang mendjadi dasar negara kita djuga didjadikan dasar pendidikan kita. Kemudian dibentuklah oleh Pemerintah beberapa panitya untuk keperluan nasionalisasi dari seluruh pendidikan kita itu. Dalam pada itu karena tempoh penjelidikan dan persiapan sudah dianggap tjukup oleh Badan Pekerdja untuk mewudjudkan apa jang dimintanja dalam notanja 29 Desember 1945 itu, sekali lagi soal pengadjaran dibitjarakan dalam Badan Pekerdja. Pembitjaraan itu menghasilkan mosi Mangunsarkoro cs (26 November 1947) jang bermaksud mendesak Pemerintah mendjalankan apa jang tersebut dalam nota tersebut diatas. Lain daripada itu dituntut pula diadakannja djawatan dalam kementerian pendidikan jang melulu akan mengurus dan memimpin berdjalannja pendidikan orang dewasa setjara besar-besaran. Sebagai akibat itu semuanja kini sudah sampai pada Badan Pekerdja rentjana Undang-undang pokok pengadjaran jang memuat dasar-dasar sesuai dengan nota Badan Pekerdja dan putusan Kongres Pendidikan di Solo itu. Dengan diterimanja Undang-undang itu maka terletaklah nanti fondament perguruan nasional jang dikehendaki oleh negara dan rakjat republik kita. Perguruan nasional jang akan memberi kekuatan dan tjorak. '''Pantja Sila sebagai dasar pendidikan''' {{Dropinitial|'''T'''}}ELAH kita ketahui diatas, bahwa menurut keputusan kongres pendidikan Solo „Pantja-Sila" harus didjadikan dasar pendidikan kita. Memang sudah sebenarnja! Sebagai dasar susunan negara kita sepantasnjalah „Pantja-Sila" itu mendjadi dasar pendidikan nasional kita. Adapun pantja-sila itu memuat 5 hal dibawah ini: # Kebangsaan Indonesia (U.U.D. bab I, pasal 1) # Kerakjatan (Bab I, pasal 1) # Perikemanusiaan (Bab X, pasal 27) # Keadilan Sosial (Bab XIV, pasal 33) # Ketuhanan (Bab XI, pasal 29) Djika lima hal itu kita tindjau dalam bentuk kebulatannja, maka tampaklah disitu dua anasir kejakinan hidup manusia (perikemanusiaan dan ketuhanan) dan tiga anasir susunan hidup kemasjarakatan (kebangsaan Indonesia, kerakjatan dan keadilan sosial). Dengan mengingati itu maka bolehlah kita katakan, bahwa „pantja-sila" sebagai filsafat pendidikan mengehendaki tetap terpeliharanja dengan baik hidup keagamaan dan tjita-tjita perikemanusiaan bangsa kita, hingga keduanja itu bisa berwudjud dalam masjarakat, baik dalam sipat pergaulan hidup orang sehari-hari, maupun dalam sipat susunannja. Atas dasar itu maka haruslah dalam masjarakat jang akan datang ada persamaan kesedjahteraan bagi tiap-tiap orang dan pula ada persamaan kesempatan bagi tiap-tiap orang untuk mentjapai kemadjuan djasmani dan rochani setinggi-tingginja. Maka akan tertjapailah persamaan sosial, ialah perwudjudan keadilan sosial jang setinggi-tingginja. Setinggi-tingginja, karena dengan berlakunja persamaan sosial itu tiap-tiap orang akan mengalami dan merasa hidup bahagia djasmani dan rochani, dan disamping itu pun bebas dari tiap-tiap tindasan lahir atau batin, politis atau ekonomis, baik dari mana dan siapapun djuga. Dan agar supaja itu semuanja terdjamin, maka haruslah tiap-tiap orang dapat ikut menetapkan susunan dan haluan serta sipat pimpinan masjarakat itu. Itulah satu hal jang harus didjamin oleh dasar kerakjatan jang harus hidup sesehat-sehatnja dalam masjarakat. Masjarakat jang dapat mewudjudkan segala sesuatu jang tersebut diatas itu adalah masjarakat jang sosialistis. Djadi masjarakat kita sekarang ini harus kita bawa mendjadi masjarakat sosialistis, ialah masjarakat jang tidak berklas-klas dan tidak mengenal hak milik pribadi atas alat-alat produksi jang mengandung kemungkinan tindas-menindas antara orang satu jang lain. Sekarang rakjat kita boleh dikatakan hanja merupakan satu klas sadja, ialah klas kerdjawan belaka. Karena itu mudah masjarakat itu disedarkan untuk mendjadi masjarakat bahagia jang tidak ber-klas²! Kesedaran itu harus tertjapai dengan pendidikan. Pimpinan kearah kesedaran sosialistis itu harus disertai dengan merintangi timbulnja kapitalisme dikalangan bangsa kita, umumnja dalam masjarakat kita. Dalam kandungan tudjuan masjarakat bahagia itu haruslah kita ingati, bahwa didalam menudju tertjapainja perikemanusiaan jang setinggi-tingginja itu, kita meskipun menomor satukan keluhuran batin bangsa kita tidak boleh sekali-kali melupakan realisasinja dalam perbuatan kelahiran atau keduniawian, jang bisa mendjamin kemakmuran dalam hidup djasmani kita. Tentang berlakunja faham kerakjatan (demokrasi) jang sebenar-benarnja agar bisa mendjadi pendjamin akan berlakunja perikemanusiaan dengan bebas dan merata, haruslah ia berlaku djuga dalam hubungan hidup keluarga kita. Hal ini minta pendirian baru dalam hubungan perkawinan, hubungan keluarga dan hubungan pendidikan. Hubungan pendidikan terutama! Sudah barang tentu harus berobahlah pula hubungan pendidikan dalam sekolah. Dan dalam hal ini perlulah pertama-tama kita bah tudjuan pendidikan anak². Djanganlah ia seperti dalam zaman pendjadjahan: untuk mendjadi amtenar! Kemudian perlu kita kemukakan disini bahwa dasar kebangsaan kita mengharuskan berlakunja bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, sebagai bahasa perantaraan diseluruh perguruan kita, dari jang rendah sampai jang tinggi. Demikianlah kita menggambarkan keharusan-keharusan jang pokok dalam kita mendjalankan pendidikan jang berdasar ,,pantja-sila" dengan konsekwen. Dengan djalan demikian dapatlah kita mewudjudkan kebudajaan nasional jang baru, satu kebudajaan jang berdjadjar dan dapat saling-pengaruh dengan kebudajaan bangsa-bangsa lain jang tinggi didunia ini, sesuai dengan kemadjuan zaman. Ialah kebudajaan jang bukan sadja bertjorak tinggi religieus-aesthetis, melainkan djuga teknis-ekonomis. Pendidikan jang kita djalankan hingga kini sebagai warisan pengadjaran pendjadjahan Belanda masih bersipat intellektualistis dan verbalistis. Untuk mendjadikan pendidikan itu sesuai dengan maksud kita diatas haruslah kita: {{Ordered list |list_style_type=upper-alpha| | Menambah:}} # Pengadjaran aesthetis (lukis, gerak badan, tari, njanji dan musik). # Pengadjaran² ethis dan religious. # Pengadjaran ilmu djiwa dan ilmu watak ditiap-tiap sekolah menengah. # Pengadjaran filsafat dan sosiologi dalam tiap # Djumlah dan matjam sekolah teknik. {{Ordered list |list_style_type=upper-alpha|start=2 |Mengurangi:}} # Peladjaran² jang tidak perlu berhubung dengan differensiasi disekolah menengah. # Peladjaran bahasa asing disekolah menengah keatas, hingga tinggal satu sadja, misalnja bahasa Inggeris. Sekianlah lukisan pokok² pikiran jang berlaku dan hidup dalam masjarakat kita pada waktu ini. Mudah²an dalam lukisan jang pendek itu pembatja dapat menilai sampai berapa djauh bangsa kita telah memperhatikan pendidikan anak-anaknja.<noinclude></noinclude> qwkv0uotjfwsjs6oxzu4o9omu2jqc9c 316215 316214 2026-08-28T11:23:00Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 316215 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Warga negara jang mempunjai tanggung djawab, rasa masjarakat baru jang kita bangunkan. Bagaimanakah tjorak perguruan nasional itu? {{Ordered list |list_style_type=lower-alpha|start=2 |Untuk memperkuat rasa kesatuan rakjat kita hendaklah diadakan satu matjam sekolah untuk segala lapisan masjarakat. Perlu diingati pula, bahwa sesuai dengan dasar keadilan sosial, semua sekolah harus terbuka untuk tiap-tiap warga negara, baik laki-laki maupun perempuan. |Lain daripada perguruan² biasa hendaklah diadakan perguruan orang dewasa jang memberi pengadjaran pemberantasan buta-huruf dan seterusnja hingga jang bersifat taman ilmu rakjat. Disamping² itu harus ada pula perguruan-perguruan pemimpin masjarakat untuk tiap-tiap lapangan usaha jang penting untuk negara dan rakjat. |Pengadjaran agama hendaklah mendapat tempat jang teratur saksama hingga tjukup mendapat perhatian jang semestinja dengan tidak mengurangi kemerdekaan tiap-tiap golongan untuk mengikuti dan memeluk kepertjajaannja sendiri-sendiri.}} Maka setelah rentjana itu dikemukakan kepada Pemerintah, mulailah Pemerintah membentuk Panitya Penjelidik Pendidikan jang diketuai oleh Ki Hadjar Dewantoro. Hanja amat bajang rasanja, karena hasil penjelidikan panitya itu tidak bisa sebagai jang diharapkan Pemerintah, mungkin karena perobahan pimpinan Pemerintah, tetapi mungkin karena hasil itu belum memuaskan, karena hasil penjelidikan jang berupa buku tebal itu belum dapat merupakan perobahan jang radikal sebagal jang dikehendaki Pemerintah, sesuai dengan nota Badan Pekerdja Komite Nasional Pusat itu. Kemudian atas usaha para peminat pendidikan nasional diadakanlah di Solo pada tanggal 4–7 April 1947 kongres pendidikan jang membuka pembitjaraan-pembitjaraan setjara luas untuk dapat menentukan dasar-dasar pendidikan setjara teoritis. Kongres itu menetapkan sebagai putusan, bahwa „Pantja-Sila" jang mendjadi dasar negara kita djuga didjadikan dasar pendidikan kita. Kemudian dibentuklah oleh Pemerintah beberapa panitya untuk keperluan nasionalisasi dari seluruh pendidikan kita itu. Dalam pada itu karena tempoh penjelidikan dan persiapan sudah dianggap tjukup oleh Badan Pekerdja untuk mewudjudkan apa jang dimintanja dalam notanja 29 Desember 1945 itu, sekali lagi soal pengadjaran dibitjarakan dalam Badan Pekerdja. Pembitjaraan itu menghasilkan mosi Mangunsarkoro cs (26 November 1947) jang bermaksud mendesak Pemerintah mendjalankan apa jang tersebut dalam nota tersebut diatas. Lain daripada itu dituntut pula diadakannja djawatan dalam kementerian pendidikan jang melulu akan mengurus dan memimpin berdjalannja pendidikan orang dewasa setjara besar-besaran. Sebagai akibat itu semuanja kini sudah sampai pada Badan Pekerdja rentjana Undang-undang pokok pengadjaran jang memuat dasar-dasar sesuai dengan nota Badan Pekerdja dan putusan Kongres Pendidikan di Solo itu. Dengan diterimanja Undang-undang itu maka terletaklah nanti fondament perguruan nasional jang dikehendaki oleh negara dan rakjat republik kita. Perguruan nasional jang akan memberi kekuatan dan tjorak. '''Pantja Sila sebagai dasar pendidikan''' {{Dropinitial|'''T'''}}ELAH kita ketahui diatas, bahwa menurut keputusan kongres pendidikan Solo „Pantja-Sila" harus didjadikan dasar pendidikan kita. Memang sudah sebenarnja! Sebagai dasar susunan negara kita sepantasnjalah „Pantja-Sila" itu mendjadi dasar pendidikan nasional kita. Adapun pantja-sila itu memuat 5 hal dibawah ini: # Kebangsaan Indonesia (U.U.D. bab I, pasal 1) # Kerakjatan (Bab I, pasal 1) # Perikemanusiaan (Bab X, pasal 27) # Keadilan Sosial (Bab XIV, pasal 33) # Ketuhanan (Bab XI, pasal 29) Djika lima hal itu kita tindjau dalam bentuk kebulatannja, maka tampaklah disitu dua anasir kejakinan hidup manusia (perikemanusiaan dan ketuhanan) dan tiga anasir susunan hidup kemasjarakatan (kebangsaan Indonesia, kerakjatan dan keadilan sosial). Dengan mengingati itu maka bolehlah kita katakan, bahwa „pantja-sila" sebagai filsafat pendidikan mengehendaki tetap terpeliharanja dengan baik hidup keagamaan dan tjita-tjita perikemanusiaan bangsa kita, hingga keduanja itu bisa berwudjud dalam masjarakat, baik dalam sipat pergaulan hidup orang sehari-hari, maupun dalam sipat susunannja. Atas dasar itu maka haruslah dalam masjarakat jang akan datang ada persamaan kesedjahteraan bagi tiap-tiap orang dan pula ada persamaan kesempatan bagi tiap-tiap orang untuk mentjapai kemadjuan djasmani dan rochani setinggi-tingginja. Maka akan tertjapailah persamaan sosial, ialah perwudjudan keadilan sosial jang setinggi-tingginja. Setinggi-tingginja, karena dengan berlakunja persamaan sosial itu tiap-tiap orang akan mengalami dan merasa hidup bahagia djasmani dan rochani, dan disamping itu pun bebas dari tiap-tiap tindasan lahir atau batin, politis atau ekonomis, baik dari mana dan siapapun djuga. Dan agar supaja itu semuanja terdjamin, maka haruslah tiap-tiap orang dapat ikut menetapkan susunan dan haluan serta sipat pimpinan masjarakat itu. Itulah satu hal jang harus didjamin oleh dasar kerakjatan jang harus hidup sesehat-sehatnja dalam masjarakat. Masjarakat jang dapat mewudjudkan segala sesuatu jang tersebut diatas itu adalah masjarakat jang sosialistis. Djadi masjarakat kita sekarang ini harus kita bawa mendjadi masjarakat sosialistis, ialah masjarakat jang tidak berklas-klas dan tidak mengenal hak milik pribadi atas alat-alat produksi jang mengandung kemungkinan tindas-menindas antara orang satu jang lain. Sekarang rakjat kita boleh dikatakan hanja merupakan satu klas sadja, ialah klas kerdjawan belaka. Karena itu mudah masjarakat itu disedarkan untuk mendjadi masjarakat bahagia jang tidak ber-klas²! Kesedaran itu harus tertjapai dengan pendidikan. Pimpinan kearah kesedaran sosialistis itu harus disertai dengan merintangi timbulnja kapitalisme dikalangan bangsa kita, umumnja dalam masjarakat kita. Dalam kandungan tudjuan masjarakat bahagia itu haruslah kita ingati, bahwa didalam menudju tertjapainja perikemanusiaan jang setinggi-tingginja itu, kita meskipun menomor satukan keluhuran batin bangsa kita tidak boleh sekali-kali melupakan realisasinja dalam perbuatan kelahiran atau keduniawian, jang bisa mendjamin kemakmuran dalam hidup djasmani kita. Tentang berlakunja faham kerakjatan (demokrasi) jang sebenar-benarnja agar bisa mendjadi pendjamin akan berlakunja perikemanusiaan dengan bebas dan merata, haruslah ia berlaku djuga dalam hubungan hidup keluarga kita. Hal ini minta pendirian baru dalam hubungan perkawinan, hubungan keluarga dan hubungan pendidikan. Hubungan pendidikan terutama! Sudah barang tentu harus berobahlah pula hubungan pendidikan dalam sekolah. Dan dalam hal ini perlulah pertama-tama kita bah tudjuan pendidikan anak². Djanganlah ia seperti dalam zaman pendjadjahan: untuk mendjadi amtenar! Kemudian perlu kita kemukakan disini bahwa dasar kebangsaan kita mengharuskan berlakunja bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, sebagai bahasa perantaraan diseluruh perguruan kita, dari jang rendah sampai jang tinggi. Demikianlah kita menggambarkan keharusan-keharusan jang pokok dalam kita mendjalankan pendidikan jang berdasar ,,pantja-sila" dengan konsekwen. Dengan djalan demikian dapatlah kita mewudjudkan kebudajaan nasional jang baru, satu kebudajaan jang berdjadjar dan dapat saling-pengaruh dengan kebudajaan bangsa-bangsa lain jang tinggi didunia ini, sesuai dengan kemadjuan zaman. Ialah kebudajaan jang bukan sadja bertjorak tinggi religieus-aesthetis, melainkan djuga teknis-ekonomis. Pendidikan jang kita djalankan hingga kini sebagai warisan pengadjaran pendjadjahan Belanda masih bersipat intellektualistis dan verbalistis. Untuk mendjadikan pendidikan itu sesuai dengan maksud kita diatas haruslah kita: {{Ordered list |list_style_type=upper-alpha| | Menambah:}} # Pengadjaran aesthetis (lukis, gerak badan, tari, njanji dan musik). # Pengadjaran² ethis dan religious. # Pengadjaran ilmu djiwa dan ilmu watak ditiap-tiap sekolah menengah. # Pengadjaran filsafat dan sosiologi dalam tiap # Djumlah dan matjam sekolah teknik. {{Ordered list |list_style_type=upper-alpha|start=2 |Mengurangi:}} # Peladjaran² jang tidak perlu berhubung dengan differensiasi disekolah menengah. # Peladjaran bahasa asing disekolah menengah keatas, hingga tinggal satu sadja, misalnja bahasa Inggeris. Sekianlah lukisan pokok² pikiran jang berlaku dan hidup dalam masjarakat kita pada waktu ini. Mudah²an dalam lukisan jang pendek itu pembatja dapat menilai sampai berapa djauh bangsa kita telah memperhatikan pendidikan anak-anaknja.<noinclude></noinclude> 78q0hpzocyl79nuwgiwknqec07e43s7 316217 316215 2026-08-28T11:25:00Z Iripseudocorus 23824 316217 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Warga negara jang mempunjai tanggung djawab, rasa masjarakat baru jang kita bangunkan. Bagaimanakah tjorak perguruan nasional itu? {{Ordered list |list_style_type=lower-alpha|start=2 |Untuk memperkuat rasa kesatuan rakjat kita hendaklah diadakan satu matjam sekolah untuk segala lapisan masjarakat. Perlu diingati pula, bahwa sesuai dengan dasar keadilan sosial, semua sekolah harus terbuka untuk tiap-tiap warga negara, baik laki-laki maupun perempuan. |Lain daripada perguruan² biasa hendaklah diadakan perguruan orang dewasa jang memberi pengadjaran pemberantasan buta-huruf dan seterusnja hingga jang bersifat taman ilmu rakjat. Disamping² itu harus ada pula perguruan-perguruan pemimpin masjarakat untuk tiap-tiap lapangan usaha jang penting untuk negara dan rakjat. |Pengadjaran agama hendaklah mendapat tempat jang teratur saksama hingga tjukup mendapat perhatian jang semestinja dengan tidak mengurangi kemerdekaan tiap-tiap golongan untuk mengikuti dan memeluk kepertjajaannja sendiri-sendiri.}} Maka setelah rentjana itu dikemukakan kepada Pemerintah, mulailah Pemerintah membentuk Panitya Penjelidik Pendidikan jang diketuai oleh Ki Hadjar Dewantoro. Hanja amat bajang rasanja, karena hasil penjelidikan panitya itu tidak bisa sebagai jang diharapkan Pemerintah, mungkin karena perobahan pimpinan Pemerintah, tetapi mungkin karena hasil itu belum memuaskan, karena hasil penjelidikan jang berupa buku tebal itu belum dapat merupakan perobahan jang radikal sebagal jang dikehendaki Pemerintah, sesuai dengan nota Badan Pekerdja Komite Nasional Pusat itu. Kemudian atas usaha para peminat pendidikan nasional diadakanlah di Solo pada tanggal 4–7 April 1947 kongres pendidikan jang membuka pembitjaraan-pembitjaraan setjara luas untuk dapat menentukan dasar-dasar pendidikan setjara teoritis. Kongres itu menetapkan sebagai putusan, bahwa „Pantja-Sila" jang mendjadi dasar negara kita djuga didjadikan dasar pendidikan kita. Kemudian dibentuklah oleh Pemerintah beberapa panitya untuk keperluan nasionalisasi dari seluruh pendidikan kita itu. Dalam pada itu karena tempoh penjelidikan dan persiapan sudah dianggap tjukup oleh Badan Pekerdja untuk mewudjudkan apa jang dimintanja dalam notanja 29 Desember 1945 itu, sekali lagi soal pengadjaran dibitjarakan dalam Badan Pekerdja. Pembitjaraan itu menghasilkan mosi Mangunsarkoro cs (26 November 1947) jang bermaksud mendesak Pemerintah mendjalankan apa jang tersebut dalam nota tersebut diatas. Lain daripada itu dituntut pula diadakannja djawatan dalam kementerian pendidikan jang melulu akan mengurus dan memimpin berdjalannja pendidikan orang dewasa setjara besar-besaran. Sebagai akibat itu semuanja kini sudah sampai pada Badan Pekerdja rentjana Undang-undang pokok pengadjaran jang memuat dasar-dasar sesuai dengan nota Badan Pekerdja dan putusan Kongres Pendidikan di Solo itu. Dengan diterimanja Undang-undang itu maka terletaklah nanti fondament perguruan nasional jang dikehendaki oleh negara dan rakjat republik kita. Perguruan nasional jang akan memberi kekuatan dan tjorak. '''Pantja Sila sebagai dasar pendidikan''' {{Dropinitial|'''T'''}}ELAH kita ketahui diatas, bahwa menurut keputusan kongres pendidikan Solo „Pantja-Sila" harus didjadikan dasar pendidikan kita. Memang sudah sebenarnja! Sebagai dasar susunan negara kita sepantasnjalah „Pantja-Sila" itu mendjadi dasar pendidikan nasional kita. Adapun pantja-sila itu memuat 5 hal dibawah ini: # Kebangsaan Indonesia (U.U.D. bab I, pasal 1) # Kerakjatan (Bab I, pasal 1) # Perikemanusiaan (Bab X, pasal 27) # Keadilan Sosial (Bab XIV, pasal 33) # Ketuhanan (Bab XI, pasal 29) Djika lima hal itu kita tindjau dalam bentuk kebulatannja, maka tampaklah disitu dua anasir kejakinan hidup manusia (perikemanusiaan dan ketuhanan) dan tiga anasir susunan hidup kemasjarakatan (kebangsaan Indonesia, kerakjatan dan keadilan sosial). Dengan mengingati itu maka bolehlah kita katakan, bahwa „pantja-sila" sebagai filsafat pendidikan mengehendaki tetap terpeliharanja dengan baik hidup keagamaan dan tjita-tjita perikemanusiaan bangsa kita, hingga keduanja itu bisa berwudjud dalam masjarakat, baik dalam sipat pergaulan hidup orang sehari-hari, maupun dalam sipat susunannja. Atas dasar itu maka haruslah dalam masjarakat jang akan datang ada persamaan kesedjahteraan bagi tiap-tiap orang dan pula ada persamaan kesempatan bagi tiap-tiap orang untuk mentjapai kemadjuan djasmani dan rochani setinggi-tingginja. Maka akan tertjapailah persamaan sosial, ialah perwudjudan keadilan sosial jang setinggi-tingginja. Setinggi-tingginja, karena dengan berlakunja persamaan sosial itu tiap-tiap orang akan mengalami dan merasa hidup bahagia djasmani dan rochani, dan disamping itu pun bebas dari tiap-tiap tindasan lahir atau batin, politis atau ekonomis, baik dari mana dan siapapun djuga. Dan agar supaja itu semuanja terdjamin, maka haruslah tiap-tiap orang dapat ikut menetapkan susunan dan haluan serta sipat pimpinan masjarakat itu. Itulah satu hal jang harus didjamin oleh dasar kerakjatan jang harus hidup sesehat-sehatnja dalam masjarakat. Masjarakat jang dapat mewudjudkan segala sesuatu jang tersebut diatas itu adalah masjarakat jang sosialistis. Djadi masjarakat kita sekarang ini harus kita bawa mendjadi masjarakat sosialistis, ialah masjarakat jang tidak berklas-klas dan tidak mengenal hak milik pribadi atas alat-alat produksi jang mengandung kemungkinan tindas-menindas antara orang satu jang lain. Sekarang rakjat kita boleh dikatakan hanja merupakan satu klas sadja, ialah klas kerdjawan belaka. Karena itu mudah masjarakat itu disedarkan untuk mendjadi masjarakat bahagia jang tidak ber-klas²! Kesedaran itu harus tertjapai dengan pendidikan. Pimpinan kearah kesedaran sosialistis itu harus disertai dengan merintangi timbulnja kapitalisme dikalangan bangsa kita, umumnja dalam masjarakat kita. Dalam kandungan tudjuan masjarakat bahagia itu haruslah kita ingati, bahwa didalam menudju tertjapainja perikemanusiaan jang setinggi-tingginja itu, kita meskipun menomor satukan keluhuran batin bangsa kita tidak boleh sekali-kali melupakan realisasinja dalam perbuatan kelahiran atau keduniawian, jang bisa mendjamin kemakmuran dalam hidup djasmani kita. Tentang berlakunja faham kerakjatan (demokrasi) jang sebenar-benarnja agar bisa mendjadi pendjamin akan berlakunja perikemanusiaan dengan bebas dan merata, haruslah ia berlaku djuga dalam hubungan hidup keluarga kita. Hal ini minta pendirian baru dalam hubungan perkawinan, hubungan keluarga dan hubungan pendidikan. Hubungan pendidikan terutama! Sudah barang tentu harus berobahlah pula hubungan pendidikan dalam sekolah. Dan dalam hal ini perlulah pertama-tama kita bah tudjuan pendidikan anak². Djanganlah ia seperti dalam zaman pendjadjahan: untuk mendjadi amtenar! Kemudian perlu kita kemukakan disini bahwa dasar kebangsaan kita mengharuskan berlakunja bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, sebagai bahasa perantaraan diseluruh perguruan kita, dari jang rendah sampai jang tinggi. Demikianlah kita menggambarkan keharusan-keharusan jang pokok dalam kita mendjalankan pendidikan jang berdasar ,,pantja-sila" dengan konsekwen. Dengan djalan demikian dapatlah kita mewudjudkan kebudajaan nasional jang baru, satu kebudajaan jang berdjadjar dan dapat saling-pengaruh dengan kebudajaan bangsa-bangsa lain jang tinggi didunia ini, sesuai dengan kemadjuan zaman. Ialah kebudajaan jang bukan sadja bertjorak tinggi religieus-aesthetis, melainkan djuga teknis-ekonomis. Pendidikan jang kita djalankan hingga kini sebagai warisan pengadjaran pendjadjahan Belanda masih bersipat intellektualistis dan verbalistis. Untuk mendjadikan pendidikan itu sesuai dengan maksud kita diatas haruslah kita: {{Ordered list |list_style_type=upper-alpha| | Menambah:}} # Pengadjaran aesthetis (lukis, gerak badan, tari, njanji dan musik). # Pengadjaran² ethis dan religious. # Pengadjaran ilmu djiwa dan ilmu watak ditiap-tiap sekolah menengah. # Pengadjaran filsafat dan sosiologi dalam tiap # Djumlah dan matjam sekolah teknik. {{Ordered list |list_style_type=upper-alpha|start=2 |Mengurangi:}} # Peladjaran² jang tidak perlu berhubung dengan differensiasi disekolah menengah. # Peladjaran bahasa asing disekolah menengah keatas, hingga tinggal satu sadja, misalnja bahasa Inggeris. Sekianlah lukisan pokok² pikiran jang berlaku dan hidup dalam masjarakat kita pada waktu ini. Mudah²an dalam lukisan jang pendek itu pembatja dapat menilai sampai berapa djauh bangsa kita telah memperhatikan pendidikan anak-anaknja.<noinclude>{{rh|38}}</noinclude> ayszbpjcpjn58x0b70e6xlquw9g2ngn Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/52 104 114539 316212 2026-08-28T11:11:15Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' SUMATRA Oleh: Mr. Hadi Susunan dan kedudukan Propins! benar untuk menjelami arti peruba- DARI Sumatra (Bagian I.) ARI SEBAB SUKARNJA perhu- bungan lalu-lintas dan surat- menjurat antara Djawa dan Suma- tra, maka pengetahuan dan penger- tian penduduk di Djawa tentang kea- daan di Sumatra, jang merupakan bagian jang sangat penting dari Negara kita, kurang sekali. Oleh karena itu ada faedahnja kiranja me- nulis beberapa karangan dimadjallah ini te... 316212 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude> SUMATRA Oleh: Mr. Hadi Susunan dan kedudukan Propins! benar untuk menjelami arti peruba- DARI Sumatra (Bagian I.) ARI SEBAB SUKARNJA perhu- bungan lalu-lintas dan surat- menjurat antara Djawa dan Suma- tra, maka pengetahuan dan penger- tian penduduk di Djawa tentang kea- daan di Sumatra, jang merupakan bagian jang sangat penting dari Negara kita, kurang sekali. Oleh karena itu ada faedahnja kiranja me- nulis beberapa karangan dimadjallah ini tentang Sumatra, dengan maksud menambah pengetahuan itu. Sebagai pembukaan baiklah kira- nja memberi tindjauan setjara sing- kat tentang organisasi pokok dari Propinsi Sumatra dan tentang kedu- dukan daerah itu. Pendjelasan dalam selajang-pan- dang ini mengenai keadaan di Suma- tra, sebelum tanggal 15-4-1948. Pada tanggal itu ditetapkan Undang2 no 10, tentang Pemerintahan Sumatra, jang mulai berlaku pada hari di- umumkannja, jaitu pada tanggal ter- sebut. Menurut fasal 1 dari Undang2 itu, maka Sumatra dibagi mendjadi tiga propinsi, jang mengatur dan mengu rus rumah-tangganja sendiri (beroto- nomi). Walaupun Undang-undang tadi telah berlaku, maka tiga propinsi jang dimaksudkan hanja berangsur- angsur akan mendjelma tegas, sebab antaranja bentuk, susunan, kekuasa- an dan kewadjiban pemerintahan propinsi-propinsi itu menurut fasal 3 ajat 1, akan ditetapkan dalam un- dang-undang tentang Pemerintahan Daerah, jang rantjangannja seka- rang belum mendjadi undang-undang. Pun undang-udang ini akan memer- lukan peraturan lain untuk mendja lankanja sesuai degan tudjuannja. Fasal 4 sendiri menentukan, bahwa untuk mempersiapkan pembentukan pemerintahan propinsi dan pembentu- kan daerah-daerah jang berhak me. ngatur dan mengurus rumah tang- ganja sendiri (berotonomi) dalam lingkungan propinsi; diadakan suatu Kommissariat Pemerintah Pusat, ter- diri dari Kommissaris2 Negara jang susunan dan tugas kewadjibannja di- tetapkan lebih landjut dengan peratu- ran lain. Sepandjang pengetahuan penulis ini, peraturan itu belum ditetapkan, sedang Kommissaris Negarapun be- lum djuga diangkat. Djuga 3 Guber- nur baru belum diangkat. Pengetahuan tentang keadaan se- belum perubahan, jang diadakan de- ngan Undang2 no. 10/1948 itu perlu han itu dan akibat-akibatnja dalam masjarakat. Seperti telah dimaklumi, maka se- sudah Negara Republik Indonesia di- proklamirkan, pulau Sumatra selu- ruhnja didjadikan satu propinsi, jang dipimpin oleh seorang Gubernur, jaitu Mr. Teuku Mohammad Hasan, satu- satunja Gubernur kepala propinsi jang sampai skearang belum diganti. Kemudian menjusul Dewan Perwaki- lan Rakjat untuk seluruh Sumatra, beserta Badan Exekutifnja. Mengenai urusan Pamong-Pradja, daerah Propinsi Sumatra berangsur- angsur dibagi mendjadi 2 sub-propin- si, 10 keresidenan (diantaranja Bang- ka-Belitung), 48 kabupaten, serta banjak kewedanaan dan ketjamatan. (Bangka-Belitung belum dibagi men- djadi kabupaten/kewedanaan, atau ketjamatan, oleh karena masih didu- duki Belanda). Keadaan pada bulan Pebruari 1948 adalah sebagai berikut: Sumatra terdiri dari: I. Sub-Propinsi Sumatra-Utara, jang meliputi keresidenan Atjeh, Su- matra-Timur dan Tapanuli. Gubernur- Mudanja ialah Mr. Mohammad Amin, bertempat kedudukan di Kotaradja. II. Sub-Propinsi Sumatra-Tengah, jang meliputi keresidenan Sumatra Barat, Riau dan Djambi. Gubernur- Mudanja ialah Mr. Mohammad Nas- run (merangkap anggota Delegasi In- donesia) bertempat kedudukan di Bu- kittinggi. III. Sub-Propinsi Sumatra-Selatan, jang meliputi keresidenan Palembang, Lampung, Bengkulu dan Bangka. Gu- bernur-Mudanja ialah Dr. Mohammad Isa, sekarang sementara bertempat- kedudukan di Tjurub. Dari 48 kapupaten tersebut diatas, maka 7 terletak dikeresidenan Atjeh, 6 dikeresidenan Sumatra-Timur, 9 dikeresidenan Tapanuli, 7 dikereside- nan Sumatra-Barat, 3 dikeresidenan Riau, 3 dikeresidenan Djambi, 4 dike- residenan Bengkulu, 3 dikeresidenan Palembang. Boleh dikatakan, bahwa dari per- mulaan propinsi, keresidenan, kabu- paten dan beberapa kota (Gemeen- ten) bertindak sebagai daerah jang berotonomi, walaupun sampai tang- gal 15 April 1948 belum ada undang2 jang memberikan hak itu. Pemerinta- han dilakukan collegiaal oleh Guber- nur (Residen, Bupati atau Walikota) bersama-sama dengan Dewan Per- wakilan Rakjat Propinsi (kereside- nan, kabupaten, atau kota) serta Ba- dan Exekutifnja. Sebutan Bupati, Kabupaten, patih, wedana, kewedanaan, tjamat dan ke- tjamatan telah meresap sampai dipe- losok-pelosok, tetapi sebagai badan pemerintahan pegawai-pegawai dan daerah-daerah tersebut belum semua berakar dalam. Jang,,hidup" kuat ia- lah propinsi, keresidenan, dan seba- hagian dari pemerintahan kota. Di Sumatra Barat kedudukan negari (desa) umumnja djuga kuat. Kepala- nja disebut Wali Negeri (!). Kedudu- kan pemerintahan kabupaten masih lemah. Maklumlah uslanja kabupaten belum tjukup 3 tahun! Jang besar sekali pengaruhnja ia- lah pemerintahan propinsi Sumatra. Kedudukan pemerintahan propinsi ini sama sekali tidak dapat dibanding- kan dengan kedudukan propinsi di Djawa jang sekarang belum beroto- Romi itu. Pengaruh itu lebih besar djuga daripada pengaruh propinsi di Djawa pada zaman Belanda. Hal ini tidak hanja disebabkan oleh karena daerahnja sangat luas dan kaja-raja, tetapi djuga oleh karena: pertama: Pemerintah Propinsi itu (Gubernur dan Badan Exekutif) menguasai ke- uangan guna semua djawatan di Su- matra, (ketjuall kommandemen per- tahanan), dan mempunjai pertjeta- kan uang kertas sendiri; kedua: oleh karena pemerintahan propinsi itu me- nurut Peraturan Pemerintah no. 8/1947 mendjadi wakil buat Sumatra dari semua kementerian (ketjuali Pertahanan dan Kehakiman), dilapa- ngan exekutif (uitvoerende taak) dan ketiga: oleh karena Pemerintah Propinsi sampai sekarang, karena ke- adaan, terpaksa melakukan djuga se- bagian dari kewadjiban legislatif dari Pemerintah Pusat. ARI SEBAB SUKARNJA perhu- Sumatra itu, maka banjak hal-hal jang penting bagi Sumatra, dan jang semestinja harus diurus oleh Peme- rintah Pusat, djuga dilapangan le- gislatif, terpaksa sementara ditunda, atau diserahkan kepada Pemerintah Daerah Sumatra. Djika ada hal-hal jang mendesak, jang penjelesaiannja tidak dapat ditunda sampai diadakan peraturan oleh Pemerintah Pusat, maka hal-hal itu biasanja diatur sen- diri oleh Pemerintah Propinsi Suma- tra (Gubernur dan Badan Exekutif), sambil menunggu ditetapkannja per- aturan oleh Pemerintah Pusat. Peme- rintah Propinsi, jang dynamis itu, berpendirian, bahwa kepentingan Ne- gara tidak boleh terlantar, dari sebab Pemerintah Pusat belum dapat meng- adakan peraturan, sebagai akibat su- Digitized by Google 49<noinclude></noinclude> 1f7lhtvh0r4zx2f34rchwlsg37xrriq 316218 316212 2026-08-28T11:38:34Z Iripseudocorus 23824 316218 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" />{{rule|align=left|30em}}{{xx-smaller|Mimbar}} ''<u>Indonesia</u>''</noinclude>{{C|{{xx-larger|{{sp|'''SUMATRA'''}}}}<br> {{larger|'''Oleh: Mr. Hadi'''}}}} {{C|'''Susunan dan kedudukan Propinsi Sumatra''' <br> (Bagian I.)}} {{dropinitial|'''D'''}}ARI SEBAB SUKARNJA perhubungan lalu-lintas dan surat-menyurat antara Djawa dan Sumatra, maka pengetahuan dan pengertian penduduk di Djawa tentang keadaan di Sumatra, jang merupakan bagian jang sangat penting dari Negara kita, kurang sekali. Oleh karena itu ada faedahnja kiranja menulis beberapa karangan dimadjallah ini tentang Sumatra, dengan maksud menambah pengetahuan itu. Sebagai pembukaan baiklah kiranja memberi tindjauan setjara singkat tentang organisasi pokok dari Propinsi Sumatra dan tentang kedudukan daerah itu. Pendjelasan dalam selajang-pandang ini mengenai keadaan di Sumatra, sebelum tanggal 15-4-1948. Pada tanggal itu ditetapkan Undang² no. 10, tentang Pemerintahan Sumatra, jang mulai berlaku pada hari diumumkannja, jaitu pada tanggal tersebut. Menurut fasal 1 dari Undang² itu, maka Sumatra dibagi mendjadi tiga propinsi, jang mengatur dan mengurus rumah-tangganja sendiri (berotonomi). Walaupun Undang-undang tadi telah berlaku, maka tiga propinsi jang dimaksudkan hanja berangsur-angsur akan mendjelma tegas, sebab antaranja bentuk, susunan, kekuasaan dan kewadjiban pemerintahan propinsi-propinsi itu menurut fasal 3 ajat 1, akan ditetapkan dalam undang-undang tentang Pemerintahan Daerah, jang rantjangannja sekarang belum mendjadi undang-undang. Pun undang-undang ini akan memerlukan peraturan lain untuk mendjalankanja sesuai dengan tudjuannja. Fasal 4 sendiri menentukan, bahwa untuk mempersiapkan pembentukan pemerintahan propinsi dan pembentukan daerah-daerah jang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganja sendiri (berotonomi) dalam lingkungan propinsi; diadakan suatu Kommissariat Pemerintah Pusat, terdiri dari Kommissaris² Negara jang susunan dan tugas kewadjibannja ditetapkan lebih landjut dengan peraturan lain. Sepandjang pengetahuan penulis ini, peraturan itu belum ditetapkan, sedang Kommissaris² Negarapun belum djuga diangkat. Djuga 3 Gubernur baru belum diangkat. Pengetahuan tentang keadaan sebelum perubahan, jang diadakan dengan Undang² no. 10/1948 itu perlu benar untuk menjelami arti perubahan itu dan akibat-akibatnja dalam masjarakat. Seperti telah dimaklumi, maka sesudah Negara Republik Indonesia diproklamirkan, pulau Sumatra seluruhnja didjadikan satu propinsi, jang dipimpin oleh seorang Gubernur, jaitu Mr. Teuku Mohammad Hasan, satu-satunja Gubernur kepala propinsi jang sampai sekarang belum diganti. Kemudian menjusul Dewan Perwakilan Rakjat untuk seluruh Sumatra, beserta Badan Exekutifnja. Mengenai urusan Pamong-Pradja, daerah Propinsi Sumatra berangsur-angsur dibagi mendjadi 2 sub-propinsi, 10 keresidenan (diantaranja Bangka-Belitung), 48 kabupaten, serta banjak kewedanaan dan ketjamatan. (Bangka-Belitung belum dibagi mendjadi kabupaten/kewedanaan, atau ketjamatan, oleh karena masih diduduki Belanda). Keadaan pada bulan Pebruari 1948 adalah sebagai berikut: Sumatra terdiri dari: {{Ordered list |list_style_type=upper-roman |Sub-Propinsi Sumatra-Utara, meliputi keresidenan Atjeh, Sumatra-Timur dan Tapanuli. Gubernur-Mudanja ialah Mr. Mohammad Amin, berkedudukan di Kotaradja. |Sub-Propinsi Sumatra-Tengah, meliputi keresidenan Sumatra Barat, Riau dan Djambi. Gubernur-Mudanja ialah Mr. Mohammad Nasrun (merangkap anggota Delegasi Indonesia), berkedudukan di Bukittinggi. |Sub-Propinsi Sumatra-Selatan, meliputi keresidenan Palembang, Lampung, Bengkulu dan Bangka. Gubernur-Mudanja ialah Dr. Mohammad Isa, sementara berkedudukan di Tjurub. }} Dari 48 kabupaten tersebut, 7 di Atjeh, 6 di Sumatra-Timur, 9 di Tapanuli, 7 di Sumatra-Barat, 3 di Riau, 3 di Djambi, 4 di Bengkulu, 3 di Palembang. Boleh dikatakan, bahwa dari permulaan propinsi, keresidenan, kabupaten dan beberapa kota (Gemeenten) bertindak sebagai daerah jang berotonomi, walaupun sampai tanggal 15 April 1948 belum ada undang2 jang memberikan hak itu. Pemerintahan dilakukan collegiaal oleh Gubernur (Residen, Bupati atau Walikota) bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakjat Propinsi (keresidenan, kabupaten, atau kota) serta Badan Exekutifnja. Sebutan Bupati, Kabupaten, patih, wedana, kewedanaan, tjamat dan ketjamatan telah meresap sampai dipelosok-pelosok, tetapi sebagai badan pemerintahan pegawai-pegawai dan daerah-daerah tersebut belum semua berakar dalam. Jang ,,hidup" kuat ialah propinsi, keresidenan, dan sebahagian dari pemerintahan kota. Di Sumatra Barat kedudukan negari (desa) umumnja djuga kuat. Kepala-nja disebut Wali Negeri (!). Kedudukan pemerintahan kabupaten masih lemah. Maklumlah usianja kabupaten belum tjukup 3 tahun! Jang besar sekali pengaruhnja ialah pemerintahan propinsi Sumatra. Kedudukan pemerintahan propinsi ini sama sekali tidak dapat dibandingkan dengan kedudukan propinsi di Djawa jang sekarang belum berotonomi itu. Pengaruh itu lebih besar djuga daripada pengaruh propinsi di Djawa pada zaman Belanda. Hal ini tidak hanja disebabkan oleh karena daerahnja sangat luas dan kaja-raja, tetapi djuga oleh karena: pertama, Pemerintah Propinsi itu (Gubernur dan Badan Exekutif) menguasai keuangan guna semua djawatan di Sumatra (ketjuali kommandemen pertahanan), dan mempunjai pertjetakan uang kertas sendiri; kedua, oleh karena pemerintahan propinsi itu menurut Peraturan Pemerintah no. 8/1947 mendjadi wakil buat Sumatra dari semua kementerian (ketjuali Pertahanan dan Kehakiman), dilapangan exekutif (uitvoerende taak); dan ketiga, oleh karena Pemerintah Propinsi sampai sekarang, karena keadaan, terpaksa melakukan djuga sebagian dari kewadjiban legislatif dari Pemerintah Pusat. {{dropinitial|'''D'''}}ARI SEBAB SUKARNJA perhubungan antara pulau Djawa dan Sumatra itu, maka banjak hal-hal jang penting bagi Sumatra, dan jang semestinja harus diurus oleh Pemerintah Pusat, djuga dilapangan legislatif, terpaksa sementara ditunda, atau diserahkan kepada Pemerintah Daerah Sumatra. Djika ada hal-hal jang mendesak, jang penjelesaiannja tidak dapat ditunda sampai diadakan peraturan oleh Pemerintah Pusat, maka hal-hal itu biasanja diatur sendiri oleh Pemerintah Propinsi Sumatra (Gubernur dan Badan Exekutif), sambil menunggu ditetapkannja peraturan oleh Pemerintah Pusat. Pemerintah Propinsi jang dynamis itu berpendirian, bahwa kepentingan Negara tidak boleh terlantar, dari sebab Pemerintah Pusat belum dapat mengadakan peraturan sebagai akibat {{hws|su|<noinclude>{{rh|||49}}</noinclude> cxpmu3jbs7fnrok0y0yei6yckdd82qb 316219 316218 2026-08-28T11:39:15Z Iripseudocorus 23824 316219 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" />{{rule|align=left|30em}}{{xx-smaller|Mimbar}} ''<u>Indonesia</u>''</noinclude>{{C|{{xx-larger|{{sp|'''SUMATRA'''}}}}<br> {{larger|'''Oleh: Mr. Hadi'''}}}} {{C|'''Susunan dan kedudukan Propinsi Sumatra''' <br> (Bagian I.)}} {{dropinitial|'''D'''}}ARI SEBAB SUKARNJA perhubungan lalu-lintas dan surat-menyurat antara Djawa dan Sumatra, maka pengetahuan dan pengertian penduduk di Djawa tentang keadaan di Sumatra, jang merupakan bagian jang sangat penting dari Negara kita, kurang sekali. Oleh karena itu ada faedahnja kiranja menulis beberapa karangan dimadjallah ini tentang Sumatra, dengan maksud menambah pengetahuan itu. Sebagai pembukaan baiklah kiranja memberi tindjauan setjara singkat tentang organisasi pokok dari Propinsi Sumatra dan tentang kedudukan daerah itu. Pendjelasan dalam selajang-pandang ini mengenai keadaan di Sumatra, sebelum tanggal 15-4-1948. Pada tanggal itu ditetapkan Undang² no. 10, tentang Pemerintahan Sumatra, jang mulai berlaku pada hari diumumkannja, jaitu pada tanggal tersebut. Menurut fasal 1 dari Undang² itu, maka Sumatra dibagi mendjadi tiga propinsi, jang mengatur dan mengurus rumah-tangganja sendiri (berotonomi). Walaupun Undang-undang tadi telah berlaku, maka tiga propinsi jang dimaksudkan hanja berangsur-angsur akan mendjelma tegas, sebab antaranja bentuk, susunan, kekuasaan dan kewadjiban pemerintahan propinsi-propinsi itu menurut fasal 3 ajat 1, akan ditetapkan dalam undang-undang tentang Pemerintahan Daerah, jang rantjangannja sekarang belum mendjadi undang-undang. Pun undang-undang ini akan memerlukan peraturan lain untuk mendjalankanja sesuai dengan tudjuannja. Fasal 4 sendiri menentukan, bahwa untuk mempersiapkan pembentukan pemerintahan propinsi dan pembentukan daerah-daerah jang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganja sendiri (berotonomi) dalam lingkungan propinsi; diadakan suatu Kommissariat Pemerintah Pusat, terdiri dari Kommissaris² Negara jang susunan dan tugas kewadjibannja ditetapkan lebih landjut dengan peraturan lain. Sepandjang pengetahuan penulis ini, peraturan itu belum ditetapkan, sedang Kommissaris² Negarapun belum djuga diangkat. Djuga 3 Gubernur baru belum diangkat. Pengetahuan tentang keadaan sebelum perubahan, jang diadakan dengan Undang² no. 10/1948 itu perlu benar untuk menjelami arti perubahan itu dan akibat-akibatnja dalam masjarakat. Seperti telah dimaklumi, maka sesudah Negara Republik Indonesia diproklamirkan, pulau Sumatra seluruhnja didjadikan satu propinsi, jang dipimpin oleh seorang Gubernur, jaitu Mr. Teuku Mohammad Hasan, satu-satunja Gubernur kepala propinsi jang sampai sekarang belum diganti. Kemudian menjusul Dewan Perwakilan Rakjat untuk seluruh Sumatra, beserta Badan Exekutifnja. Mengenai urusan Pamong-Pradja, daerah Propinsi Sumatra berangsur-angsur dibagi mendjadi 2 sub-propinsi, 10 keresidenan (diantaranja Bangka-Belitung), 48 kabupaten, serta banjak kewedanaan dan ketjamatan. (Bangka-Belitung belum dibagi mendjadi kabupaten/kewedanaan, atau ketjamatan, oleh karena masih diduduki Belanda). Keadaan pada bulan Pebruari 1948 adalah sebagai berikut: Sumatra terdiri dari: {{Ordered list |list_style_type=upper-roman |Sub-Propinsi Sumatra-Utara, meliputi keresidenan Atjeh, Sumatra-Timur dan Tapanuli. Gubernur-Mudanja ialah Mr. Mohammad Amin, berkedudukan di Kotaradja. |Sub-Propinsi Sumatra-Tengah, meliputi keresidenan Sumatra Barat, Riau dan Djambi. Gubernur-Mudanja ialah Mr. Mohammad Nasrun (merangkap anggota Delegasi Indonesia), berkedudukan di Bukittinggi. |Sub-Propinsi Sumatra-Selatan, meliputi keresidenan Palembang, Lampung, Bengkulu dan Bangka. Gubernur-Mudanja ialah Dr. Mohammad Isa, sementara berkedudukan di Tjurub. }} Dari 48 kabupaten tersebut, 7 di Atjeh, 6 di Sumatra-Timur, 9 di Tapanuli, 7 di Sumatra-Barat, 3 di Riau, 3 di Djambi, 4 di Bengkulu, 3 di Palembang. Boleh dikatakan, bahwa dari permulaan propinsi, keresidenan, kabupaten dan beberapa kota (Gemeenten) bertindak sebagai daerah jang berotonomi, walaupun sampai tanggal 15 April 1948 belum ada undang2 jang memberikan hak itu. Pemerintahan dilakukan collegiaal oleh Gubernur (Residen, Bupati atau Walikota) bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakjat Propinsi (keresidenan, kabupaten, atau kota) serta Badan Exekutifnja. Sebutan Bupati, Kabupaten, patih, wedana, kewedanaan, tjamat dan ketjamatan telah meresap sampai dipelosok-pelosok, tetapi sebagai badan pemerintahan pegawai-pegawai dan daerah-daerah tersebut belum semua berakar dalam. Jang „hidup” kuat ialah propinsi, keresidenan, dan sebahagian dari pemerintahan kota. Di Sumatra Barat kedudukan negari (desa) umumnja djuga kuat. Kepala-nja disebut Wali Negeri (!). Kedudukan pemerintahan kabupaten masih lemah. Maklumlah usianja kabupaten belum tjukup 3 tahun! Jang besar sekali pengaruhnja ialah pemerintahan propinsi Sumatra. Kedudukan pemerintahan propinsi ini sama sekali tidak dapat dibandingkan dengan kedudukan propinsi di Djawa jang sekarang belum berotonomi itu. Pengaruh itu lebih besar djuga daripada pengaruh propinsi di Djawa pada zaman Belanda. Hal ini tidak hanja disebabkan oleh karena daerahnja sangat luas dan kaja-raja, tetapi djuga oleh karena: pertama, Pemerintah Propinsi itu (Gubernur dan Badan Exekutif) menguasai keuangan guna semua djawatan di Sumatra (ketjuali kommandemen pertahanan), dan mempunjai pertjetakan uang kertas sendiri; kedua, oleh karena pemerintahan propinsi itu menurut Peraturan Pemerintah no. 8/1947 mendjadi wakil buat Sumatra dari semua kementerian (ketjuali Pertahanan dan Kehakiman), dilapangan exekutif (uitvoerende taak); dan ketiga, oleh karena Pemerintah Propinsi sampai sekarang, karena keadaan, terpaksa melakukan djuga sebagian dari kewadjiban legislatif dari Pemerintah Pusat. {{dropinitial|'''D'''}}ARI SEBAB SUKARNJA perhubungan antara pulau Djawa dan Sumatra itu, maka banjak hal-hal jang penting bagi Sumatra, dan jang semestinja harus diurus oleh Pemerintah Pusat, djuga dilapangan legislatif, terpaksa sementara ditunda, atau diserahkan kepada Pemerintah Daerah Sumatra. Djika ada hal-hal jang mendesak, jang penjelesaiannja tidak dapat ditunda sampai diadakan peraturan oleh Pemerintah Pusat, maka hal-hal itu biasanja diatur sendiri oleh Pemerintah Propinsi Sumatra (Gubernur dan Badan Exekutif), sambil menunggu ditetapkannja peraturan oleh Pemerintah Pusat. Pemerintah Propinsi jang dynamis itu berpendirian, bahwa kepentingan Negara tidak boleh terlantar, dari sebab Pemerintah Pusat belum dapat mengadakan peraturan sebagai akibat {{hws|su|sukarnja}}<noinclude>{{rh|||49}}</noinclude> 5ahd1ra1fib8g8tdhby7pznhbrv92mw 316220 316219 2026-08-28T11:39:31Z Iripseudocorus 23824 /* Telah diuji baca */ 316220 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" />{{rule|align=left|30em}}{{xx-smaller|Mimbar}} ''<u>Indonesia</u>''</noinclude>{{C|{{xx-larger|{{sp|'''SUMATRA'''}}}}<br> {{larger|'''Oleh: Mr. Hadi'''}}}} {{C|'''Susunan dan kedudukan Propinsi Sumatra''' <br> (Bagian I.)}} {{dropinitial|'''D'''}}ARI SEBAB SUKARNJA perhubungan lalu-lintas dan surat-menyurat antara Djawa dan Sumatra, maka pengetahuan dan pengertian penduduk di Djawa tentang keadaan di Sumatra, jang merupakan bagian jang sangat penting dari Negara kita, kurang sekali. Oleh karena itu ada faedahnja kiranja menulis beberapa karangan dimadjallah ini tentang Sumatra, dengan maksud menambah pengetahuan itu. Sebagai pembukaan baiklah kiranja memberi tindjauan setjara singkat tentang organisasi pokok dari Propinsi Sumatra dan tentang kedudukan daerah itu. Pendjelasan dalam selajang-pandang ini mengenai keadaan di Sumatra, sebelum tanggal 15-4-1948. Pada tanggal itu ditetapkan Undang² no. 10, tentang Pemerintahan Sumatra, jang mulai berlaku pada hari diumumkannja, jaitu pada tanggal tersebut. Menurut fasal 1 dari Undang² itu, maka Sumatra dibagi mendjadi tiga propinsi, jang mengatur dan mengurus rumah-tangganja sendiri (berotonomi). Walaupun Undang-undang tadi telah berlaku, maka tiga propinsi jang dimaksudkan hanja berangsur-angsur akan mendjelma tegas, sebab antaranja bentuk, susunan, kekuasaan dan kewadjiban pemerintahan propinsi-propinsi itu menurut fasal 3 ajat 1, akan ditetapkan dalam undang-undang tentang Pemerintahan Daerah, jang rantjangannja sekarang belum mendjadi undang-undang. Pun undang-undang ini akan memerlukan peraturan lain untuk mendjalankanja sesuai dengan tudjuannja. Fasal 4 sendiri menentukan, bahwa untuk mempersiapkan pembentukan pemerintahan propinsi dan pembentukan daerah-daerah jang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganja sendiri (berotonomi) dalam lingkungan propinsi; diadakan suatu Kommissariat Pemerintah Pusat, terdiri dari Kommissaris² Negara jang susunan dan tugas kewadjibannja ditetapkan lebih landjut dengan peraturan lain. Sepandjang pengetahuan penulis ini, peraturan itu belum ditetapkan, sedang Kommissaris² Negarapun belum djuga diangkat. Djuga 3 Gubernur baru belum diangkat. Pengetahuan tentang keadaan sebelum perubahan, jang diadakan dengan Undang² no. 10/1948 itu perlu benar untuk menjelami arti perubahan itu dan akibat-akibatnja dalam masjarakat. Seperti telah dimaklumi, maka sesudah Negara Republik Indonesia diproklamirkan, pulau Sumatra seluruhnja didjadikan satu propinsi, jang dipimpin oleh seorang Gubernur, jaitu Mr. Teuku Mohammad Hasan, satu-satunja Gubernur kepala propinsi jang sampai sekarang belum diganti. Kemudian menjusul Dewan Perwakilan Rakjat untuk seluruh Sumatra, beserta Badan Exekutifnja. Mengenai urusan Pamong-Pradja, daerah Propinsi Sumatra berangsur-angsur dibagi mendjadi 2 sub-propinsi, 10 keresidenan (diantaranja Bangka-Belitung), 48 kabupaten, serta banjak kewedanaan dan ketjamatan. (Bangka-Belitung belum dibagi mendjadi kabupaten/kewedanaan, atau ketjamatan, oleh karena masih diduduki Belanda). Keadaan pada bulan Pebruari 1948 adalah sebagai berikut: Sumatra terdiri dari: {{Ordered list |list_style_type=upper-roman |Sub-Propinsi Sumatra-Utara, meliputi keresidenan Atjeh, Sumatra-Timur dan Tapanuli. Gubernur-Mudanja ialah Mr. Mohammad Amin, berkedudukan di Kotaradja. |Sub-Propinsi Sumatra-Tengah, meliputi keresidenan Sumatra Barat, Riau dan Djambi. Gubernur-Mudanja ialah Mr. Mohammad Nasrun (merangkap anggota Delegasi Indonesia), berkedudukan di Bukittinggi. |Sub-Propinsi Sumatra-Selatan, meliputi keresidenan Palembang, Lampung, Bengkulu dan Bangka. Gubernur-Mudanja ialah Dr. Mohammad Isa, sementara berkedudukan di Tjurub. }} Dari 48 kabupaten tersebut, 7 di Atjeh, 6 di Sumatra-Timur, 9 di Tapanuli, 7 di Sumatra-Barat, 3 di Riau, 3 di Djambi, 4 di Bengkulu, 3 di Palembang. Boleh dikatakan, bahwa dari permulaan propinsi, keresidenan, kabupaten dan beberapa kota (Gemeenten) bertindak sebagai daerah jang berotonomi, walaupun sampai tanggal 15 April 1948 belum ada undang2 jang memberikan hak itu. Pemerintahan dilakukan collegiaal oleh Gubernur (Residen, Bupati atau Walikota) bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakjat Propinsi (keresidenan, kabupaten, atau kota) serta Badan Exekutifnja. Sebutan Bupati, Kabupaten, patih, wedana, kewedanaan, tjamat dan ketjamatan telah meresap sampai dipelosok-pelosok, tetapi sebagai badan pemerintahan pegawai-pegawai dan daerah-daerah tersebut belum semua berakar dalam. Jang „hidup” kuat ialah propinsi, keresidenan, dan sebahagian dari pemerintahan kota. Di Sumatra Barat kedudukan negari (desa) umumnja djuga kuat. Kepala-nja disebut Wali Negeri (!). Kedudukan pemerintahan kabupaten masih lemah. Maklumlah usianja kabupaten belum tjukup 3 tahun! Jang besar sekali pengaruhnja ialah pemerintahan propinsi Sumatra. Kedudukan pemerintahan propinsi ini sama sekali tidak dapat dibandingkan dengan kedudukan propinsi di Djawa jang sekarang belum berotonomi itu. Pengaruh itu lebih besar djuga daripada pengaruh propinsi di Djawa pada zaman Belanda. Hal ini tidak hanja disebabkan oleh karena daerahnja sangat luas dan kaja-raja, tetapi djuga oleh karena: pertama, Pemerintah Propinsi itu (Gubernur dan Badan Exekutif) menguasai keuangan guna semua djawatan di Sumatra (ketjuali kommandemen pertahanan), dan mempunjai pertjetakan uang kertas sendiri; kedua, oleh karena pemerintahan propinsi itu menurut Peraturan Pemerintah no. 8/1947 mendjadi wakil buat Sumatra dari semua kementerian (ketjuali Pertahanan dan Kehakiman), dilapangan exekutif (uitvoerende taak); dan ketiga, oleh karena Pemerintah Propinsi sampai sekarang, karena keadaan, terpaksa melakukan djuga sebagian dari kewadjiban legislatif dari Pemerintah Pusat. {{dropinitial|'''D'''}}ARI SEBAB SUKARNJA perhubungan antara pulau Djawa dan Sumatra itu, maka banjak hal-hal jang penting bagi Sumatra, dan jang semestinja harus diurus oleh Pemerintah Pusat, djuga dilapangan legislatif, terpaksa sementara ditunda, atau diserahkan kepada Pemerintah Daerah Sumatra. Djika ada hal-hal jang mendesak, jang penjelesaiannja tidak dapat ditunda sampai diadakan peraturan oleh Pemerintah Pusat, maka hal-hal itu biasanja diatur sendiri oleh Pemerintah Propinsi Sumatra (Gubernur dan Badan Exekutif), sambil menunggu ditetapkannja peraturan oleh Pemerintah Pusat. Pemerintah Propinsi jang dynamis itu berpendirian, bahwa kepentingan Negara tidak boleh terlantar, dari sebab Pemerintah Pusat belum dapat mengadakan peraturan sebagai akibat {{hws|su|sukarnja}}<noinclude>{{rh|||49}}</noinclude> rfh1xmug7aakrq56pg2gipaem2crbzq Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/54 104 114540 316213 2026-08-28T11:13:51Z Alicya- 21994 /* Telah diuji baca */ 316213 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alicya-" /></noinclude>menderita kerugian dan kedua, supaja tundjangan itu merupakan alat penarik bagi pegawai di Djawa, supaja mereka suka pindah ke Sumatra, jang sekarang sangat kekurangan pegawai jang tjakap dan tjukup pendidikannja. Gadji semua pegawai , baik pegawai propinsi Sumatra, maupun pegawai Pemerintah Pusat (misalnja pegawai dilingkungan Kementerian Kehakiman dan Kementerian Pertahanan), begitu djuga semua beaja untuk keperluan semua dinas di Sumatra, berhubung dengan keadaan, dibelandjai oleh Sumatra. {{Dropinitial|P}}ERATURAN SUMATRA lain jang berbeda daripada peraturan jang berlaku di Djawa, ialah peraturan tentang alat pembajaran (uang). Waktu di Djawa (dengan undangundang tanggal 25-10-1946, no. 19/1946) uang Djepang ditarik dari peredaran dan diganti dengan ORI (Uang Republik Indonesia), makaPemerintah bermaksud djuga menggantikan uang Djepang di Sumatra dengan ORI pula, sehingga diseluruh daerah Republik hanja ORI sadjalah jang akan beredar sebagai uang kesatuan. Bahkan dalam pasal 2, ajat 2 dari undang-undang tersebut telah ditetapkan bahwa dalam daerah² diluar Djawa dan Madura nilai (koers) penukaran uang Djepang dengan ORI, jaitu rupiah ORI disamakan dengan 100 rupiah Djepang. Dengan penggantian uang Djepang dengan ORI tidak sadja penduduk pulau Djawa, tetapi penduduk pulau Sumatrapun gembira sekali, sebab umum ingin memakai uang negaranja sendiri Lagi pula harga uang Djepang telah ngat merosot. Mudah dapat diraba betapa besar keketjewaan orang di Sumatra, waktu ternjata bahwa ORI karena beberapa sebab belum mungkin diedarkan dipulau tersebut, lebihlebih karena uang Djepang terus merosot koersnja. Untuk menghindarkan kesulitan penduduk, maka oleh Pemerintah Propinsi Sumatra dengan persetudjuan Pemerintah Pusat dalam bulan April atau Mei 1947 diedarkan uang kertas baru sebagai alat pembajaran jang sjah buat sementara waktu, jang hanja berlaku didaerah Propinsi Sumatra disamping uang Djepang jang masih tetap berlaku didaerah tersebut. Adapun uang kertas baru itu umumnja disebut U(ang) R(epublik) I(ndonesia) P(ropinsi) S(umatra) (URIPS). ORI sampai sekarang belum berlaku di Sumatra. Adapun nilai URIPS tersebut terhadap uang Djepang ialah R 1 URIPS = ƒ 100 Djepang. Menilik bunji fasal 2 ajat 2 dari undang-undang no. 19/tahun 1946, maka R 1 URIPS seharusnja = R 1 ORI, tetapi oleh Pemerintah Propinsi Sumatra dengan persetudjuan Pemerintah Pusat dalam perhitungan, R 1 URPS disamakan dengan R 2 ORI. Hal ini tentu bergandengan dengan telah merosotnja harga ORI, waktu URIPS mulai dikeluarkan. Memang djasa (koopkracht) URIPS di Sumatra lebih tinggi daripada djasa R 2 ORI di Djawa. Sekarang misalnja harga 1 gram emas 23 karat di Bukittinggi kira-kira R 100 URIPS, sedang harga itu di Jogja/Solo kira-kira R 400 à R 450 ORI. Dengan menggunakan harga bahan pakaian di Sumatra dan di Djawa dalam perhitungan umumnja terdapat djuga nilai R 1 URIPS paling sedikti sama dengan R 4 ORI.<noinclude>{{rh|||51}}</noinclude> s5mbpp2ik5hqko1no08m6mgo2b8h1um Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/53 104 114541 316216 2026-08-28T11:24:07Z Iripseudocorus 23824 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'karnja perhubungan antara Djawa Kementerian Kehakiman buat se- Gubernur di Djawa ( + tundjangan dan Sumatra . mentara waktu dirangkap oleh Ke- djabatan terbatas ) 650 - 700; di Su- tua Pengadilan Tinggi di Bukittinggi, Mr. Harun Alrasjid. matra ( + tundjangan djabatan tidak Djika Pemerintah Pusat dikemudi- an hari menetapkan peraturan jang mengenai hal, jang telah diatur da- Pegawai dilingkungan Kemente- terbatas ) 1200. Ketua Penga... 316216 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>karnja perhubungan antara Djawa Kementerian Kehakiman buat se- Gubernur di Djawa ( + tundjangan dan Sumatra . mentara waktu dirangkap oleh Ke- djabatan terbatas ) 650 - 700; di Su- tua Pengadilan Tinggi di Bukittinggi, Mr. Harun Alrasjid. matra ( + tundjangan djabatan tidak Djika Pemerintah Pusat dikemudi- an hari menetapkan peraturan jang mengenai hal, jang telah diatur da- Pegawai dilingkungan Kemente- terbatas ) 1200. Ketua Pengadilan Tinggi di Djawa lam Peraturan Propinsi itu, maka peraturan jang dimaksudkan dibelakang rian Kehakiman (Djawatan Pengadilan, Kedjaksaan, Kependjaraan, Pen- ini ditjabut, atau dianggap tidak ber- daftaran Tanah, Baitulmal ( Weeska- Gadji itu dibajar sebagian dengan laku lagi. mer) , berstatus pegawai Negeri (Pu- Urips dan sebagian dengan uang Peraturan-peraturan Propinsi jang sat), sekalipun mereka sekarang di- Djepang . Bagian jang mengenai urusan, jang sebetulnja ha- gadji menurut Peraturan Gadji Propinsi Sumatra. Djuga semua peradjurit (Angkatan Darat, Angkatan Laut, ngan URIPS dan uang Djepang ke- rus diatur oleh Pemerintah Pusat, ti- dak sedikit djumlahnja. Sebagian dari 500- 650; di Sumatra sampai 800, dsb. dibajar de- rap kali berubah. Angkatan Udara) dan lain pegawai pe- Bagian-bagian itupun tidak sama bagi pegawai tinggi, pegawai mene- nurut pendapat Pemerintah Propinsi gai Propinsi (bukan „Negara" ) tidak ngah dan pegawai rendah. Bagian jang dibajar dengan URIPS itu buat pegawai rendah adalah lebih besar tidak dapat dipakai di Sumatra, berhubung dengan keadaan disana atau karena alasan lain, misalnja peratu- mempunjai Kehakiman dan Angka- dari pada buat pegawai menengah, ran gadji pegawai negeri, peraturan perdjalanan dinas, dsb. Sampai sekarang sepandjang pe- (Bagian II) peraturan itu merupakan equivalent dari peraturan Pemerintah Pusat, jang berlaku dipulau Djawa, jang me- Kementerian Pertahanan adalah gawai Negeri (Pusat) . Sumatra seba- tan Perang sendiri. dan bagian itupun buat pegawai menengah adalah lebih besar daripada BAGIAN bagian, jang dimaksudkan buat pegake I telah DALAM ngetahuan penulis ini, belum pernah diterangkan, bahwa di Sumatra berlaku beberapa peraturan jang me- dipersoalkan setjara resmi tentang njimpang dari peraturan di Djawa, wai tinggi. Disamping gadji jang dibajar setjara diterangkan diatas, pegawai sipil (bukan militer) menerima tjatu sjah atau tidak sjahnja peraturan- dan sebagai misal disebut ,,Peraturan dengan tjuma-tjuma. Tjatu itu mulaperaturan, propinsi darurat tersebut, atau sebagian dari peraturan2 itu. Di- gadji propinsi Sumatra 1946" , (PGS mula berupa beras, jaitu tiap- tiap bu- oleh Peme- lan buat sipegawai 12 kilo, buat iste- dalam praktek peraturan-peraturan rintah Propinsi Sumatra (Gubernur rinja 9 kilo dan buat tiap-tiap anak- + Badan exekutif), dan jang mulai berlaku pada bulan Mei 1946. Perbe- nja 6 kilo. Oleh karena pembelian be- tu berlaku dan hakim ternjata bersedia mendjatuhkan hukuman jang ter- 1946) , jang ditetapkan ras dan mengirmkannja ketempat muat dalam sebagian dari peraturan- daan antara „PGS 1946" ini dan per- kedudukan pegawai-pegawai itu superaturan itu, sebagai sanctie atas aturan gadji jang sampai sekarang kar, maka beras itu lalu diganti de- pelanggaran ketentuan-ketentuan dalam peraturan tersebut. Oleh karena Pemerintahan Propin- masih berlaku di Djawa besar sekali dan mengenai: pertama: dasar (sis- si, seperti diakui dalam Peraturan Pemerintah no. 8/1947, mendjadi wa- kat-pangkat, dan ketiga: djumlah dan karena sebab lain, maka lambat- gadji. kil buat Sumatra baik dari Kabinet, Peraturan gadji jang masih berlaku di Djawa adalah warisan Pemerintahan Djepang, jang sedapat-dapat di- laun uang pengganti tjatu itu tidak tjukup untuk membeli beras menurut takaran peraturan. maupun dari Kementerian masing2 (ketjuali Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kehakiman) , maka Pemerintah Propinsi itu memerlukan ngan harganja. Oleh karena harga beras itu selalu naik dan administrasi tim) peraturan; kedua: nama pang- tidak dapat mengikuti naiknja itu, perbaiki, sedang „PGS 1946" disusun atas dasar BBL 1938. Djadi sistimnja Tjatu itu merupakan bagian besar dari hasil pegawai-pegawai, lebih-le- bih buat pegawai rendah, sebab ba- tenaga-tenaga untuk mendjalankan kewadjibannja sebagai wakil terse- berbeda sama sekali. Pun nama-nama njaknja tjatu itu buat pangkat banjak jang berbeda. Me- but. Memang pada Kantor Gubernur terdapat Kepala Pedjabatan Pendidi- nurut „PGS 1946" misalnja ada pangkat djuru usaha (= djurutulis atau wai sama, djika susunan keluarganja sama. Tjara membajar gadji di Sumatra djadi sudah semua pega- sosialistis " . Te- kan, Pengadjaran dan Kebudajaan, klerk), pengatur usaha ( = komis) , tapi Pemerintah mengandung maksud Kepala Pedjabatan Kemakmuran, Ke- penjantun usaha (komis-redaktur), menghilangkan tjatu itu, djika djumpala Pedjabatan Sosial, Kepala Pedjabatan Agama, dsb. Djuga pada Kantor Keresidenan dan Kantor Kabupaten terdapat Kepala-Kepala Pedjabatan-Pedjabatan seperti tersebut diatas. Umumnja kedudukan (pangkat) kepala pedjabatan untuk seluruh Sumatra itu, sama dengan kedudukan bupati (ada jang lebih tinggi) , dan kedudukan kepala pedjabatan keresidenan itu, umumnja sama dengan pang- kat patih. Kepala pedjabatan untuk seluruh Sumatra umumnja mempu- njai status pegawai propinsi, dan berada dibawah perintah Gubernur. Kepala pedjabatan keresidenan adalah pegawai keresidenan dan dibawah perintah Residen. Kementerian Pertahanan dan Ke- panitera usaha (referendaris atau administratur), pemimpin rumah pen- didikan djiwa ( = kepala pendjara ) , dsb. Di „PGS 1946" djuga terdapat lah gadji para pegawai telah 100 % dibajar dengan URIPS. Bagi para militer berlaku peraturan gadji chusus. beberapa pangkat (betrekking ) , jang di Djawa tidak ada bandingannja, mi- : salnja ( sampa mulai berlakunja undang-undang no. 10/1948 ) pangkat Gubernur-Muda (jang dengan un- DJAWA sekarang telah diseleDIsaikan atau hampir diselesaikan dang-undang tersebut dihapuskan), negeri baru, tetapi rentjana itu, jang pemusik negara, dsb. Propinsi Sumatra mempunjai „musik negara" (musik Barat) dan pemusiknja mempunjai kedudukan sebagai pegawai. Pertemuan resmi atau setengah resmi , jang bersifat gembira kerap kali berdasarkan „BBL" belum disjahkan. Waktu kami pada tanggal 23-31948 meninggalkan Sumatra, para panitya perantjang peraturan gadji baru untuk Sumatrapun selesai dengan rentjana peraturan gadji itu, diramaikan dengan musik negara ini jang djuga berdasarkan sistim BBL. serta penjanjinja (wanita) . Djuga djumlah gadji di Sumatra Jang menarik perhatian ialah bahwa 2 rentjana itu (buat Sumarta dan Djawa) masih tetap akan berbeda ! umumnja lebih tinggi daripada di rentjana peraturan gadji pegawai Hal demikian tentu sadja tidak dapat menterian Kehakiman masing-masing mempunjai wakil sendiri, jang tidak dibawah perintah Gubernur, melainkan langsung dibawah perintah Menterinja masing-masing. Wakil Kementerian Pertahanan dirangkap oleh Djawa, misalnja gadji : Bupati di Djawa ( + tundjangan Panglima T.N.I. di Sumatra, Djende- djabatan terbatas) 600 ral Major Suhardjo Hardjowardojo, berkedudukan di Bukittinggi. Wakil matra ( + tundjangan djabatan ter- sama. Djika dianggap perlu untuk masa peralihan boleh diadakan „tundjangan-Sumatra", supaja pertama batas) 800. pegawai Sumatra sekarang djangan 50 djabatan terbatas ) 380-600 ; di Su- matra ( + tundjangan djabatan terbatas) 500 - 650. Residen di Djawa ( + tundjangan 650; di Su- dipudji. Sebaliknja selekas mungkin diadakan peraturan gadji baru, jang berlaku baik di Djawa, maupun di Sumatra. Nama pangkat-pangkatnja serta djumlah gadji-gadjinja harus<noinclude>{{rh|50}}</noinclude> oj0u3n4k1t8f44r5l7t0ne6tf4l8xc0