Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.17 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/7 104 111389 316692 315651 2026-08-29T16:32:07Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316692 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|PERKEMBANGAN SITUASI POLITIK DI INDONESIA}} Sdr2 jang terhormat , Bersama ini kami berusaha untuk memberikan pendjelasan kepada Sdr2 jang berkisar kepada persoalan " GESTAPU/PKI " dan perkembangan2 terachir di Indonesia . Pendjelasan ini dapat dikatakan sebagai pendjelasan resmi untuk dipergunakan sebagai landasan daripada kesatuan kesimpulan atas kedjadian2 untuk kemudian didjadikan dasar bagi satunja kata dan perbuatan didalam pelaksanaan tugas kita masing2 . PROLOOG GESTAPU/PKI Apabila kita menindjau kebelakang sebelum terdjadinja peristiwa terkutuk G 30 S , maka terlihat dengan djelas kepada kita kegiatan2 PKI dalam berbagai bidang di Indonesia dalam usahanja untuk mempersiapkan gerakannja jang ment japai kulminasinja dalam kudeta 30 September 1965 jang dapat digagalkan oleh ABRI dengan bantuan massa rakjat jang sangat heroik itu . Kegiatan2 PKI itu sesungguhnja sudah tertjium oleh alat2 negara kita djauh sebelum 30 September 1965 , akan tetapi karena PKI selalu dapat menggunakan legalitas jang ada pada Pemerintah seperti Dr.Subandrio cs dengan BPI-nja , maka alat2 negara jbs . tidak dapat berbuat banjak dan walaupun dilaporkan , segera jang bersangkutan dituduh dihinggapi Komunisto -phobi . Tudjuan utama dalam tahun sebelum tahun 1965 dari PKI ialah untuk menjingkirkan organisasi2 lawan politiknja dengan legalitas jang ada pada antek2nja seperti Subandrio cs . Dalam Bidang Politik Pada suatu saat di Indonesia kita melihat usaha2 untuk meningkatkan demokrasi terpimpin itu dengan meniadakan hak2 demokrasi lainnja serta memonopoli kekuasaan pada tangan beberapa kontjo2 mereka . Tegasnja mereka mentjiptakan suatu kondisi atau keadaan politik dimana menurut perhitungan mereka lawan2 politiknja akan mengadakan reaksi . Dan betul , reaksi itu datang dalam bentuk pembentukan Liga Demokrasi jang dipelopori oleh beberapa partai politik . Alhasil kita melihat orang2 Liga Demokrasi ditangkapi dan dijebloskan dalam pendjara tanpa pemeriksaan dan tidak pernah diadjukan kepengadilan . Dalam rangka inilah antara lain turut tertangkap Sutan Sjahrir almarhum dan Mohammad Rum , Imron Rosjadi dari NU dan tokoh2 lainnja . Achirnja pada tahun 1962 ini meningkat pada<noinclude></noinclude> cox4rkh2vqn0w0hdjyzsqh7fcf4gbmi Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/8 104 111390 316693 309944 2026-08-29T16:32:23Z Cgjkldn 22445 /* Tanpa teks */ 316693 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude>σ<noinclude></noinclude> pbj9flontt3n26b1gw0c068m2c31qf2 Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/10 104 111391 316694 309945 2026-08-29T16:32:35Z Cgjkldn 22445 /* Tanpa teks */ 316694 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude>0 σ<noinclude></noinclude> h02b60fwzqz0w7kkiv1ww6z15z119ps Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/12 104 111392 316695 309946 2026-08-29T16:32:48Z Cgjkldn 22445 /* Tanpa teks */ 316695 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude>στ<noinclude></noinclude> kydn7nxb5wwqvqlnqutap6pc3h9d1ib Halaman:San min chu i.pdf/34 104 111452 316671 313314 2026-08-29T16:19:22Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316671 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||29}}</noinclude>menderita kekurangan penduduk, semuanja disebabkan oleh ratjunnja teori Malthus. Angkatan muda Tionghoa jang modernpun turut mabuk oleh adjaran Malthus dan mengandjurkan pembatasan djumlah penduduk ; mereka tidak mengetahui akan kesedihan jang diderita Perantjis. Haluan politik kita menjerukan dan mengandjur- kan perkembangan penduduk, agar bangsa Tionghoa djangan sampai lenjap dari atas dunia ini dan tetap menduduki tempat disamping bangsa Perantjis dan bangsa-bangsa lain . Berapa besarkah djumlah penduduk Tiongkok pada dewasa ini ? Sungguhpun berkembangnja bangsa kita tak setjepat perkembangan bangsa Inggeris dan Djepang, rakjat kita sekarang harus berdjumlah lima ratus djuta ; kenjataan ini dikemukakan dengan berpegang- an kepada tjatjah djiwa pada zaman Ch'ien Lung. Sebaliknja, bekas menteri Amerika Serikat Rockhill, jang mengadakan penjelidikan diseluruh Tiongkok menarik kesimpulan, bahwa pada waktu sekarang penduduk Tiongkok sebanjak-banjaknja berdjumlah tiga ratus djuta. Kalau dalam zaman pemerintahan Ch'ien Lung kita sudah berpenduduk empat ratus djuta, maka menurut bekas menteri Amerika kita kehilangan seperempat djumlah itu. Anggaplah djumlah kita sekarang empat ratus djuta, maka berdasarkan perhitungan seperti diatas, djumlah kita pada penghabisan abad dimuka akan tetap empat ratus djuta. Negara Djepang sekarang berpenduduk enam puluh djuta orang ; seratus tahun lagi djumlah ini akan naik sampai dua ratus empat puluh djuta. Karena tak sanggup lagi memberi nafkah kepada seluruh penduduknja, Djepang mengeluh bahwa negerinja terlalu penuh sesak dan karena itu bangsanja terpaksa disebarkan kenegeri-negeri lain. Djepang kemudian mengarahkan pandangannja kedjurusan Timur, ke Amerika Serikat, tetapi California tertutup baginja; lalu ia berpaling ke Selatan, ke Australi, tetapi disana pun orang-orang Inggeris ramai membitjarakan Australi buat orang kulit putih" , hingga negeri itu djuga tak mau menerimanja. Karena sikap negara-negara tadi, Djepang berpendapat bahwa pendudukan dan perkembangan Manchuria-Selatan dan Korea adalah haknja. Bangsa-bangsa lain mengetahui hal ini, tetapi tak ada jang mengalang-alanginja, malahan dengan diam-diam mereka setudju. Tetapi kenjataan bahwa Djepang menjerang dan menduduki daerah Tiongkok tak mereka perdulikan sama sekali. Dalam abad jang akan datang, penduduk dunia tentu akan bertambah beberapa kali lipat.<noinclude></noinclude> b81ncl8tvob6t0p4p25w5tsr0tzmyec Halaman:San min chu i.pdf/35 104 111454 316672 313315 2026-08-29T16:19:36Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316672 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||30}}</noinclude>Untuk mengedjar kehilangan djiwa jang diderita dalam peperangan, Djerman dan Perantjis berichtiar sekuat tenaga untuk mempertinggi djumlah kelahiran bangsanja, hingga tentu penduduknja akan bertambah dua atau tiga kali lipat. Akan tetapi kalau kita bandingkan luas muka bumi ini dengan djumlah manusia jang hidup diatasnja, maka ternjata bahwa dunia sudah terlalu banjak penduduknja. Beberapa orang mengatakan bahwa Peperangan Eropah adalah suatu pertarungan memperoleh tempat dibawah matahari. " Negara2 Eropah pada umumnja letaknja didekat daerah dingin ; karena itu dapatlah dikatakan bahwa salah satu sebab peperangan meletus ialah perebutan mendapat daerah jang lebih panas. Djadi disini benar kalau dikatakan bahwa peperangan itu petjah karena pertjektjokan memperoleh lebih banjak matahari. Iklim di Tiongkok sangat baik dan kekajaannja berlimpah-limpah. Negara-negara lain sampai sekarang tak dapat menguasai Tiongkok karena djumlah bangsanja djauh lebih sedikit dari bangsa Tionghoa. Dalam seratus tahun lagi djumlah bangsa mereka akan bertambah terus, sedangkan tak demikian halnja dengan kita ; maka karena sudah lazim bahwa sibanjak menguasai sisedikit, dalam satu abad lagi bangsa Tionghoa tentu akan ditelan bangsa-bangsa lain. Dengan demikian, bangsa Tionghoa tak hanja akan kehilangan kekuasaannja, tetapi malahan akan hantjur dan musnah. Penguasa-penguasa Tiongkok, orang Mongol dan Manchu berhasil menaklukkan djumlah jang besar dengan mempergunakan pasukan-pasukan ketjil ; kemudian mereka berichtiar membuat djumlah jang besar ini djadi hamba sahaja mereka. Kalau Negara-negara pada suatu waktu ingin menduduki Tiongkok tentu djumlah jang besar akan mengalahkan djumlah jang ketjil dan kalau hal ini terdjadi, kita tak akan berguna bagi mereka, malahan buat hamba sahaja sekalipun.'' ''27 Djanuari 1924''<noinclude></noinclude> m3p31fcrld9kactughqd8ji6wj3276i Halaman:San min chu i.pdf/37 104 111456 316673 310045 2026-08-29T16:20:20Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316673 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||32}}</noinclude>bukan bergantung pada kekuatan-kekuatan Alam semata-mata, tetapi bergantung pada paduan antara kekuatan Alam dan kekuatan manusia. Kekuatan manusia mungkin menggantikan kekuatan Alam , naka ,,usaha manusia dapat mengubah kehendak Alam" . Jang paling kuasa diantara kekuatan-kekuatan buatan manusia ini, ialah kekuatan politik dan ekonomi. Pengaruh kedua faktor ini melebihi pengaruh kekuatan Alam dalam timbul tenggelamnja bangsa-bangsa kita, dan tengah mengikuti kemadjuan dunia modern, bangsa kita tidak sadja merasa dihimpit oleh kekuatan kedua faktor itu , tetapi djuga sudah hantjur dalam lembah kehinaan, jang bergantung kepada kekuatan kedua faktor tadi djuga. Dalam masa ribuan tahun ini sudah dua kali Tiongkok diperas oleh kekuasaar. politik sampai tak mempunjai kemerdekaan samasekali, jakni selama penindasan Mongol dan Manchu. Tetapi dalam kedua peristiwa ini, kita menjerah tidak kepada bangsa jang berkita dapat menelan djumlah lebih besar - tetapi sebaliknja bangsa itu. Itulah sebabnja, sungguhpun Tiongkok sudah dua kali mengetjap pahitnja tekanan politik, namun bangsa Tionghoa belum djuga merasa ditindas dengan sesungguh-sungguhnja. Akan tetapi keadaan sekarang, mengenai Negara-negara Besar sangat berlainan sekali dengan keadaan-keadaan dulu. Seperti jang saja bandingkan baru-baru ini : Inggeris dan Rusia mentjapai angka perkembangan 300 sampai 400%; Amerika Serikat 1000%. Dilihat dari perkembangan kita sendiri selama seratus tahun jang achir-achir ini, maka untuk memperoleh kemadjuan sederadjat dengan bangsa lain dalam waktu seratus tahun jang akan datang, kita akan mengalami kesukaran hebat, sekalipun bagaimana besarnja kurnia Allah jang kita peroleh. Sebagai tjontoh : satu abad jang lalu, penduduk di Amerika Serikat kurang dari sembilan djuta ; sekarang sudah seratus djuta lebih dan diabad jang akan datang akan berdjumlah lebih dari seribu djuta. Penduduk Inggeris, Djerman, Rusia dan Djepang akan berkembang dalam beberapa tingkat berlipat ganda. Dalam daftar angka perkembangan ini, pada abad jang akan datang rakjat kita akan tertjatat dengan angka jang ketjil, sedangkan bangsa- bangsa lain dengan angka jang tinggi. Andai kata tidak akan menderita tekanan politik dan ekonomi, tetapi didalam proses kemadjuan Alam sadja bangsa Tionghoa seolah-olah sudah musnah dan seratus tahun lagi kita tidak sadja akan menjerah kepada<noinclude></noinclude> 6050abx4f9625xsjri0tvcwmrrxzrwo Halaman:San min chu i.pdf/39 104 111458 316674 315679 2026-08-29T16:20:34Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316674 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||34}}</noinclude>sudah kehilangan daerah-daerah sangat luas sekali. Semendjak waktu itu kita kehilangan Weihaiwei, Port Arthur, Dairen, Tsingtao, Kowloon, Kwangchow-wan. Sesudah Peperangan Eropah, Negara-negara Besar memulangkan sebagian dari daerah jang dirampas mereka, diantaranja jang dikembalikan ialah Tsingtao dan beberapa lama kemudian Weihaiwei. Akan tetapi semua ini adalah daerah-daerah jang ketjil. Sikap Negara-negara Besar tadinja adalah sebagai berikut : karena Tiongkok terbukti tidak sanggup bangun dan memerintah diri sendiri, mereka berhak menduduki beberapa tempat dipesisir seperti Dairen , Weihaiwei dan Kowloon sebagai langkah pertama membagi-bagi daerah Tiongkok. Baru tatkala api revolusi meletus di Tiongkok, Negara-negara Besar melepaskan tjita-tjita mereka - sungguhpun agak lama kemudian - membagi-bagi negeri Tiongkok. Tatkala nafsu tamak dari Negara-negara Besar ditudjukan kepada Tiongkok, maka beberapa orang anti-revolusioner mengatakan bahwa revolusi jang sedang berkobar itu hanjalah tipu muslihat supaja Tiongkok dengan mudah dapat dipetjah belahkan ; tetapi bukti menjatakan sebaliknja, rantjangan bangsa asing terhadap Tiongkok digagalkan oleh revolusi . Djauh sebelum ini semua terdjadi, kita sudah kehilangan daerah-daerah seperti Korea, Taiwan (Formosa ) dan Kepulauan Pescadores jang diserahkan kepada Djepang sebagai akibat Peperangan Tiongkok-Djepang. Peperangan inilah jang pertama kali menimbulkan pikiran diantara Negara-negara Besar untuk membagi-bagi Tiongkok. Ditindjau lebih djauh lagi dalam sedjarah, kita kehilangan Birma dan Annam. Oposisi Tiongkok tatkala penjelesaian Annam agak keras. Dalam pertempuran Chen-nan-kwan (perbatasan Selatan) pada hakekatnja Tiongkok menang, akan tetapi karena hebatnja hasutan Perantjis, achirnja Tiongkoklah jang meminta perdamaian dan dipaksa menjerahkan Annam kepada Perantjis. Hanja beberapa hari sadja sebelum perdamaian ini ditanda tangani, tentara Tiong- kok memperoleh kemenangan besar di Hiang-shan (Langson ) dekat perbatasan Selatan ( 1885 ) dan seluruh tentara Perantjis dimusnahkan. Biarpun Tiongkok memperoleh kemenangan, ia meminta perdamaian djuga ; orang-orang Perantjis terkedjut dan setengah di- antara mereka mengatakan: „Segala jang dilakukan oleh bangsa Tionghoa sedikitpun tak memakai perhitungan. Sudah galibnja suatu bangsa jang menang perang berkaok-kaok menginginkan {{hws|kem|kembali}}<noinclude></noinclude> qdlfw2bn0vhosr7nrslbg7vz63qjr95 Halaman:San min chu i.pdf/40 104 111460 316675 315680 2026-08-29T16:20:51Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316675 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||35}}</noinclude>{{hwe|bali|kembali}} daerah-daerahnja dan meminta ganti kerugian-kerugian dari bangsa jang dapat dikalahkannja; tetapi dalam kemenangan, Tuantuan menjerahkan daerah-daerah Tuan, tuan meminta perdamaian, menjerahkan Annam kepada Perantjis dan menerima berbagai ma- tjam perdjandjian. Ini adalah suatu peristiwa jang belum pernah terdjadi dalam sedjarah, karena sipemenang biasanja memaksakan sjarat-sjarat kepada sikalah sesudah peperangan berachir! " Sebabsebabnja maka terdjadi bantahan atas kenjataan bangsa jang menang ini, ialah karena kebodohan pemerintah Manchu . Tadinja Annam dan Birma masuk lingkungan daerah Tiongkok; tetapi sekarang Annam didjadjah Perantjis, Birmapun dirampas Inggeris , sedangkan Tiongkok tak berdaja merintanginja. Kehilangan dae- rah ini sebenarnja sudah didahului dengan penjerahan muara sungai Amur dan Ussuri dan sebelum waktu ini djuga daerahdaerah sebelah utara sungai Ili, Khokand dan Amur ialah daerahdaerah jang mendjadikan Republik Timur Djauh jang baru-baru ini didirikan seluruhnja diserahkan Tiongkok kepada bangsa asing dengan berpangku tangan dengan tidak membantah sedikitpun. Ditambahkan lagi dengan beberapa negeri ketjil jang pernah membajar upeti kepada Tiongkok Kepulauan Lochoo, Siam, Borneo, Pulau-pulau Sulu, Djawa, Ceylon, Nepal dan Bhutan. Semasa memuntjaknja kekuasaan pemerintah Tiongkok, daerahnja sangat luas; kedjurusan Utara meliputi Amur-Utara, ke Selatan sampai ke Himalaya-Selatan, ke Timur sampai kelautan Tiongkok dan ke Barat sampai kepegunungan T'sung Lin. Dalam tahun pertama zaman Republik Tiongkok, Nepal masih membajar upeti kepada Szechwan, dan baru dihapuskan sesudah djalan melalui Thibet tak mungkin dilalui lagi. Selama Tiongkok berpergaruh besar, tenaga politiknja mendapat tundjangan dari segenap pendjuru dar bukan dari satu bangsa sadja, tetapi tiap-tiap negara baik dari Selatan maupun dari Barat menganggap dirinja wadjib membajar upeti kepada Tiongkok. Pada saat itu, Asia bebas dari tjengkeraman negara2 imperialis, dan satu-satunja jang boleh disebut negara imperialis di Asia ialah Tiongkok. Negara-negara jang lemah lagi ketjil, waktu itu sangatlah segannja kepada Tiongkok dan takluk dibawah kekuasaan politiknja, karena itu Tiongkok sampai seka- rang merupakan satu negara jang ditjurigai mereka. Konperensi Kuomir.tang di Kanton jang baru-baru ini kita langsungkan {{hws|men|mendapat}}<noinclude></noinclude> rnwfoknpq9jcvdp4gormevtbpv140hv Halaman:San min chu i.pdf/41 104 111462 316676 315681 2026-08-29T16:21:06Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316676 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||36}}</noinclude>{{hwe|dapat|mendapat}} kundjungar beberapa anggota delegasi Mongolia, untuk menjelidiki apakah Pemerintahan Kanton masih mengikuti aliran imperialistis dalam hubungannja terhadap negara-negara lain. Setelah ternjata bahwa prinsip politik jang diterima oleh konperensi tidak berbau imperialisme, malahan sebaliknja menguntungkan negara-negara ketjil dan masjarakat jang lemah, maka merekapun turut memberikan persetudjuannja dan mengusulkan supaja bersatu untuk membentuk satu negara besar di Timur. Bukan hanja Mongolia sadja, akan tetapi seluruh negara-negara ketjil di Timur mendjundjung tinggi politik kita ini. Dengan kekuatan imperialisme dan ekonomi, Negara-negara Barat sekarang sedang menggentjet Tiongkok sehingga sedikit demi sedikit daerah Tiongkok bertambah ketjil, malahan beberapa daerah didalam 18 provinsi harus diserahkannja djuga. Sesudah revolusi Tiongkok selesai, Negara-negara Besar tahu betul bahwa mereka akan menemui kesukaran-kesukaran hebat da- lam usaha mereka memetjah belahkan Tiongkok dengan sendjata politik. Tiongkok jang sudah pernah berpengalaman dalam perlawananja terhadap tindasan Manchu, pada suatu saat tentu akan bangkit pula menentang Negara-negara Besar jang mendjalankan ketjurangan politik itu. Karena keadaan jang mungkin terdjadi ini akan membahajakan kedudukan mereka, maka tindakan politik menindas Tiongkok diperlonggarnja dan untuk menggulingkan Tiongkok mereka pilih sendjata lain, jaitu pengepungan dilapangan ekonomi. Mereka mengira, bahwa kalau rentjana politiknja membagi-bagi Tiongkok disampingkan tentu pertentangan artara Negara-negara Besar akan hilang; sungguhpun rentjana ini membawa hasil di Tiongkok, akan tetapi pergeseran di Eropah terus berdjalan. Soal Balkan sudah menjebabkan meletusr.ja Peperangan Ero- pah ; dan sungguhpun Negara-negara Besar di Eropah mendapat tamparan hebat dan beberapa negara seperti Djerman dan Ustria dapat dikalahkan, namun perubahan tak sedikitpun tampak dalam haluan imperialismer.ja. Diantara negara2 jang masih tetap beraliran imperialisme ini ialah Inggeris, Perantjis dar. Itali, sedangkan Amerika Serikat melemparkan adjaran-adjaran Monru dan turut dengan jang lain berlomba-lomba mengedjar keuntungan. Sungguhpun Negara-negara Besar sudah berpengalaman pahit dalam Peperangan Eropah, hingga untuk seketika waktu politik imperialisme mereka lepaskan di Eropah; akan tetapi sebagaimana dapat dilihat<noinclude></noinclude> icfy9i394tcsvc4habd0b1ev7ct6g4p Halaman:San min chu i.pdf/42 104 111464 316677 315684 2026-08-29T16:21:26Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316677 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||37}}</noinclude>pada demonstrasi armada di Kanton baru-baru ini oleh beberapa lusin kapal meriam berbagai-bagai kebangsaan, faham politik mereka masih tetap imperialistis. Supaja mendapat kemadjuan dilapangan ekonomi, sendjata imperialisme terus mereka pergunakan dan perasaan tekanan ekonomi ini djauh lebih perih dari pada tekanan im- perialisme atau politik. Tekanan politik adalah suatu tindakan jang njata; waktu kapal2 meriam bangsa asing jang dua puluh sekian itu berdemonstrasi disini, pada saat itu djuga penduduk Kanton merasa seolah-olah hulu hatinja disajat-sajat dan seluruh bangsa Tionghoa merasa djidjik dan marah atas perbuatan jang melanggar kehormatan negaranja itu. Umumnja manusia itu lebih lekas sadar dan memberontak karena menderita tekanan politik, sebaliknja mereka tidak sadar sedikitpun kalau ditindas dengan kekuatan ekonomi. Sudah berpuluh-puluh tahun Tiongkok merasakan pahit getirnja pengekangan ekonomi Negara-negara Besar dan tidak seorangpun merasa dirinja digentjet. Kesudahannja, dimana-mana tempat di Tiongkok didapat djadjahan bangsa asing. Bangsa Tionghoa masih sadja mengira bahwa negeri mereka hanjalah negeri setengah-djadjahan" , dan sekalikali tidak merasa terhina mendengar perkataan ini, pada hal sebe- narnja mereka ditindas oleh Negara-negara Besar dengan kekuatan sendjata ekonomi jang lebih membahajakan dari pada mendjadi tanah djadjahan seratus persen. Sebagai tjontoh: Annam dan Korea adalah protektorat negeri Perantjis dan Djepang dan pendu- duknja tak beda dengan budak. Bangsa Korea dan Annam kita beri nama edjekan ,,wang-kuo nu" (bangsa budak jang tak bertanah air) , sedangkan kita sendiri tidak insjaf bahwa kedudukan kita djauh lebih rendah dari kedudukan mereka. Dalam ,,setengah-djadjahan" matjam manakah Tiongkok itu tergolong ? Tiongkok adalah djadjahan tiap2 bangsa jang membuat perdjandjiar. dengannja dan tiap-tiap bangsa jang membuat perdjandjian dengan Tiongkok itulah jang dipertuan. Tiongkok bukanlah djadjahan satu bangsa, akan tetapi djadjahan semua bangsa dan kita bukanlah budak satu negara, melainkan budak semua negara. Manakah jang lebih ringan, mendjadi budak satu bangsa atau mendjali budak semua bangsa? Apabila kita men- djadi budak satu bangsa dan kalau berketjamuk bahaja Alam, umpamanja bardjir atau musim kemarau kering, maka jang dipertuan itu tentu akan mentjoba mendapatkan bermatjam-matjam {{hws|so|sokongan}}<noinclude></noinclude> pg9shyf713l2aeytfuvhppubkfct1h4 Halaman:San min chu i.pdf/44 104 111467 316679 315685 2026-08-29T16:25:04Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316679 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||39}}</noinclude>mentjari djalan untuk berhubungan dagang; tetapi Tiongkok menutup pintunja dan menolak kedatangan bangsa asing itu. Dengan paduan tenaga imperialisme dan ekonomi, Inggeris mendepak pagar dan merompak pintu, lalu masuk ke Tiongkok. Pada saat itu djuga, tentara Inggeris merampas Kanton, akan tetapi mereka mengundurkan diri setelah ternjata bahwa Kanton tak sanggup dipertahankannja. Kemudian mereka menaklukkan pulau Hongkong. Tak pula mereka lupa meminta uang kerugian; akan tetapi setelah ternjata Tiongkok tak mampu membajarnja, maka sebagai penggantinja diserahkan kepada Inggeris hak-hak pemu- ngutan bea dipelabuhan dan diizinkan bulat-bulat menagih dan menerima bea-beanja. Menurut perhitungan pemerintahan Manchu, maka waktu untuk meluraskan kerugian-kerugian itu, tentu akan sangat lama ; akan tetapi setelah pengawas bea-bea dipegang penuh oleh Inggeris, segala uang pemungutan bea dalam beberapa tahun lamanja sudah tjukup sebagai pengganti uang kerugiarnja dahulu. Dari keadaan-keadaan ini barulah pemerintahan Manchu dapat mengetahui bagaimana busuknja pegawai-pegawairja sendiri. Sedjak dahulu keburukan-keburukan besar dari penagihan bea-bea ialah karena sebagian besar dari uang bea itu masuk saku pegawai pegawai. Demikianlah hak-hak pemungutan bea diseluruh pelabuhan Tiongkok diserahkan kebawah pengawasan Inggeris dan sedjak itu, bangsa Inggeris didjadikan komisioner pemungutan bea. Kemudian bangsa-bangsa asing lain jang datang berdagang dengan Tiongkok tak setudju dengan pengawasan bea jang diurus bangsa Inggeris dan karena itu, dengan litjin Inggeris kemudian mengatur dan membagi-bagikan hak pengawasan bea menurut besar-ketjilnja perdagangan bangsa-bangsa asing itu. Akibatnja, seluruh bea-bea pelabuhan Tiongkok djatuh ketangan bangsa asing. Tiap-tiap perdjardjian baru antara Tiongkok dan suatu negara asing membawa kerugian besar bagi Tiongkok, karena perdjandjian-perdjandjiar itu isinja selalu berat sebelah. Besar-ketjilnja tarip bea ditetapkan oleh bangsa-bangsa asing dan Tiongkok sekali-kali tak berhak menagih dan mempergunakan taripnja sendiri; keadaan-keadaan seperti demikianlah jang menjebabkan timbulnja pergolakan karena tak adilnja penagihan bea jang dilakukan oleh bangsa asing. Sekarang bagaimanakah tjaranja negara-negara lain berhadapan dengan tekanan dan penindasan ekonomi bangsa asing jang masuk<noinclude></noinclude> le0n2er3l96xa7aufe47k5m6ywb9zip Halaman:San min chu i.pdf/45 104 111469 316680 315688 2026-08-29T16:25:21Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316680 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||40}}</noinclude>dari luar kedalam negeri itu? Biasanja tarip itu ditudjukan untuk melindungi perekonomian dalam negeri dan mentjegah bahaja jang datang dari luar. Tak ubahnja seperti usaha pertahanan didjalan masuk pelabuhan untuk menghindarkan serangan negeri asing, demikian pula halnja dengan tarip bea jang didjalankan untuk menghambat tedari luar kedalam negeri itu? Biasanja tarip itu ditudjukan untuk melindungi perekonomian dalam negeri dan mentjegah bahaja jang datang dari luar. Tak ubahnja seperti usaha pertahanan didjalan masuk pelabuhan untuk menghindarkan serangan negeri asing, demikian pula halnja dengan tarip bea jang didjalankan untuk menghambat tekanan ekonomi luar, membatasi pemasukan barangbarang asing; inilah salah satu djalan untuk memungkinkan tertjapainja kemadjuan industri-industri dalam negeri. Marilah kita ambil Amerika Serikat sebagai tjontoh : sesudah memusnahkan bangsa kulit merah, mulailah Amerika Serikat berhubungan dagang dengan negara-negara Eropah. Diketika itu Amerika Serikat berupa negeri pertanian, sedangkan negara-negara di Eropah berupa negeri industri. Oleh karena dalam perdagangan internasional, suatu negeri industri lebih menguntungkar. dari pada negeri pertanian, maka Amerika Serikat mengadakan tarip pelindung untuk mendjaga perindustrian dan perdagangannja. Tudjuan tarip pelindung ini ialah, supaja barang-barang impor dapat dialangi dan dibatasi dengan mengenakan bea jang berat atas barang-barang itu, misalnja, kalau sebuah barang impor berharga 100 dolar, maka misalnja bea jang harus dipungut kantor bea 80 atau 100 dolar. Rata-rata tinggi tarip bea itu dibeberapa negara 50 atau 60 persen dari djumlah harga barang. Bea jang tinggi mempertinggi pula harga barang impor, sehingga barang-barang asing itu sukar sekali beredar, sebaliknja barang-barang negeri sendiri dibebaskan dari bea dan dengan sendirinja akan lebih mudah laku dan tersebar luas, karena harganja lebih murah dari pada barang impor. Bagaimanakah suasana sekarang dinegara Tiongkok? Sebelum Tiongkok berhubungan dagang dengan luar negeri, barang-barang jang dipakai penduduknja, ialah hasil keradjinan tangan mereka sendiri. Peribahasa kuno jang berbunji: ,,laki-laki membadjak, perempuan bertenun", membuktikan bahwa pertanian dan pertenunan adalah kedua-duanja perindustrian jang sudah tua di Tiongkok. Dalam pada itu barang-barang dari luarpun mulailah masuk. Bea masuk demikian rendahnja, sehingga harga bahan kain jang diimpor djauh lebih murah dari pada harga kain buatan negeri sendiri. Apalagi semendjak sebagian besar penduduk memandang kain asing itu lebih berharga dari pada kain perindustriannja sendiri. maka perindustrian dalam negeri semakin remuk. Kehantjuran {{hws|per|perindustrian}}.kanan ekonomi luar, membatasi pemasukan barangbarang asing; inilah salah satu djalan untuk memungkinkan tertjapainja kemadjuan industri-industri dalam negeri. Marilah kita ambil Amerika Serikat sebagai tjontoh : sesudah memusnahkan bangsa kulit merah, mulailah Amerika Serikat berhubungan dagang dengan negara-negara Eropah. Diketika itu Amerika Serikat berupa negeri pertanian, sedangkan negara-negara di Eropah berupa negeri industri. Oleh karena dalam perdagangan internasional, suatu negeri industri lebih menguntungkar. dari pada negeri pertanian, maka Amerika Serikat mengadakan tarip pelindung untuk mendjaga perindustrian dan perdagangannja. Tudjuan tarip pelindung ini ialah, supaja barang-barang impor dapat dialangi dan dibatasi dengan mengenakan bea jang berat atas barang-barang itu, misalnja, kalau sebuah barang impor berharga 100 dolar, maka misalnja bea jang harus dipungut kantor bea 80 atau 100 dolar. Rata-rata tinggi tarip bea itu dibeberapa negara 50 atau 60 persen dari djumlah harga barang. Bea jang tinggi mempertinggi pula harga barang impor, sehingga barang-barang asing itu sukar sekali beredar, sebaliknja barang-barang negeri sendiri dibebaskan dari bea dan dengan sendirinja akan lebih mudah laku dan tersebar luas, karena harganja lebih murah dari pada barang impor. Bagaimanakah suasana sekarang dinegara Tiongkok? Sebelum Tiongkok berhubungan dagang dengan luar negeri, barang-barang jang dipakai penduduknja, ialah hasil keradjinan tangan mereka sendiri. Peribahasa kuno jang berbunji: ,,laki-laki membadjak, perempuan bertenun", membuktikan bahwa pertanian dan pertenunan adalah kedua-duanja perindustrian jang sudah tua di Tiongkok. Dalam pada itu barang-barang dari luarpun mulailah masuk. Bea masuk demikian rendahnja, sehingga harga bahan kain jang di- impor djauh lebih murah dari pada harga kain buatan negeri sendiri. Apalagi semendjak sebagian besar penduduk memandang kain asing itu lebih berharga dari pada kain perindustriannja sendiri. maka perindustrian dalam negeri semakin remuk. Kehantjuran {{hws|per|perindustrian}}<noinclude></noinclude> ll23zsfr563e2lz3au3odk03gv1d5j0 Halaman:San min chu i.pdf/47 104 111471 316681 315693 2026-08-29T16:26:17Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316681 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh||42}}</noinclude>Semendjak Tiongkok membuka perdagangan dengan bangsa asing. neratja perdagangan mendjadi membubung, seperti sebuah sungai dikala pasang naik. Menurut penjelidikan 10 tahun jang lalu, neratja tersebut menundjukkan djumlah $ 200.000.000. Menurut laporan kantor bea dalam waktu belakangan ini ternjata bahwa dalam tahun 1921 djumlah impor $ 500.000.000, lebih besar dari ekspor, djadi menundjukkan kenaikan 250% dalam 10 tahun. Menurut perhitungan ini maka neratja perdagangan 10 tahun lagi akan memperlihatkan djumlah $ 1.250.000.000. Dengan perkataan lain, dalam 10 tahun jang akan datang Tiongkok harus membajar kepada bangsa asing sedjumlah 1.250.000.000 dolar. Djumlah ini baru mengenai perdagangan sadja. Bukankah ini satu djumlah besar jang terlepas dari tangan kita ? Selain dari pada itu terdapat lagi tindasan ekonomi asing berkenaan dengan bank-bank. Tjuriga kepada bank sendiri dan pertjaja penuh kepada bank-bank asing, demikianlah suasana masjarakat Tiongkok pada dewasa ini. Misalnja di Kwantung, bank-bank asing dapat beredar luas karena mendapat kepertjajaan, sedangkan bank-bank sendiri tak sedikitpun mendapat perhatian. Tadinja, uang kertas jang laku ialah uang kertas keluaran Kwantung Provincial Bank kita, tetapi sekarang tidak berharga sama sekali dan kita hanja mempergunakan uang perak sadja. Uang kertas jang dikeluarkan bank negara harganja lebih rendah dari pada uang kertas keluaran bank asing, malahan sekarang uang perak negeri kita djauh lebih rendah harganja dari uang kertas asing. Uang kertas asing jang sudah beredar diprovinsi Kwantung sampai sekarang diduga sudah mentjapai djumlah berpuluh-puluh djuta. Dari pada mengumpulkan uang perak keluaran Tiongkok, kebanja-kan orang lebih suka menumpuk uang kertas asing. Di Sjanghai, Tientsin, Hankow dan dibeberapa kota perniagaanpun demikian djuga halnja. Kalau kita selidiki sebabnja, maka ternjata bahwa masjarakat sudah kena ratjun tindasan ekonomi asing sehingga demikian rupa keadaannja. Boleh dikatakan sudah mendjadi tabiat kita menganggap bangsa asing itu mampu semuanja ; dalam pada itu, kita tak insjaf bahwa barang kita pertukarkan dengan kertas. Bangsa-bangsa asing jang disini itu mula-mula memang tak mempunjai banjak modal; pada hakekatnja mereka kebanjakan dapat mendjadi kaum bermodal hanja karena pemberian kita. Mereka hanja mentjetak beberapa djuta uang kertas jang mau diterima {{hws|ma|masjarakat}}<noinclude></noinclude> t3svzpty9832j9h9cqhiuhm3olybuch Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/23 104 111639 316651 313166 2026-08-29T16:02:37Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316651 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Anehnja dalam hal itu ialah ikut besertanja ''semua golongan dan partai² ta' dengan ketjualinja'', dan jang paling penting ialah dapatnja diperoleh ''kata-sepakat jang bulat²'' tentang rentjana „Statement Bersama” {{illegible}} mpama tidak terhalang oleh keadaan² jang mendadak dapatlah kiranja „statement” tersebut menjatukan rakjat didalam suatu „Front Nasional” jang menurut perhitungan dapat dipakainja untuk menghadapi segala bahaja jang mengantjam bangsa dan negara kita : politik. militer. ekonomi dsb. baik jang datang dari luar maupun jang selalu dapat bertumbuh didalam lingkungan sendiri, karena kurang rapatnja hubungan dan kerdja-sama antara golongan² dan partai² kita. Sebenarnja itulah semua jang mendjadi alasan bagi penulis ichtisar sedjarah pergerakan nasional jang sedangnja kita batja sekarang ini, untuk membukukan segala apa jeng berhubungan dengan perajaan hari „20 Mei” pada tahun 1948 itu. Upatjara peringatan dilakukan di Gedung Presidenan di Jogjakarta dengan tjara jang tidak berbeda dengan upatjara peringatan hari 17 Agustus dan lain² hari² nasional. jang tiap² tahun diadakan di Ciedung Negara jang resmi itu. Dalam kartu atjara terdapat antara lain: ''pidato Ketua Panitya'', jang mendjelaskan maksud dan tudjuan upatjara peringatan sebagai „aksi nasional”, ''pidato anggauta jang tertua'' dan ''masih hidup'' dari pada persatuan nasional „Budi-Utomo” di tahun 1908, jantu ''Dr. Radjiman Wedyodiningrat'' sekarang almarhum dan ''sambutan Presiden Soekarno''. Tentang pidato ''Bapak Wedyodiningrat'' baiklah disini kita ketahui. bahwa beliau hanja memberi gambaran tentang segala keadaan, hubungan² antara rakjat dan pemerintah Hindia-Belanda pada djaman itu. dalam mana didjelaskan, betapa buruknja semuanja itu. Kadang² pora hadlirin tertjengang. misalnja bila Dr Wedyodiningrat mentjeriterakan bahwa marhum Dokter Wahidin Sudirohusodo harus ''berdjongkok'' dan ''berduduk „sila”'' serta harus ''memberi sembah'' terhadap seorang assistent-resident. Para hadirin lalu dapat mengerti apa sebabnja marhum Dr. Wahidin memandang perlu mendekati para<noinclude>{{rh|24}}</noinclude> nvl7neo73vnjlyemvozea8rxdgh3obd Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/24 104 111658 316652 310357 2026-08-29T16:02:52Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316652 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>bupati dan menggunakan mereka untuk keperluan gerakan nasional jang direntjanakan beliau dan marhum Dr. Sutomo dizaman itu. Kalau para bupati ikut serta maka itu tidak sadja berarti pemerintah Hindia-Belan ak akan meng-halang²i dan menjukarkan aksi jang dirent{{Illegible}}kan, namun rakjat pula lalu akan berani membantu gerakan baru tadi. Maklumlah dizaman itu pemerintah melakukan kekuasaannja dengan tjara jang sangat menakutkan rakjat. Disamping mendekati, memberi hati dan menjokong terhadap lapisan atas dari pada rakjat, pemerintah kadang² melakukan sikap jang fascistis terhadap rakjat murba. Pidato Bapak Dr. R. Wedyodiningrat kita muat selengkapnja dibagian „Kenang²an para Pengetua” dibelakang. {{rule|6em}}<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude> po2dr9br1v93plv6h7o4p9c4ge7d0yw Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/25 104 111659 316653 313167 2026-08-29T16:03:17Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316653 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{larger|{{C|'''MAKSU{{illegible}}AN TUDJUAN.'''}}}} Jang sangat penting dan disini patut diperingati ialah dapatnya ditetapkan suatu pernjataan bersama, suatu „Statement Bersama” jang telah dimufakati oleh segenap golongan dan partai² politik, seperti tadi sudah kita sebutkan. Statement tersebut patutlah kiranja disimpan sebagai „dokumentasi” penting dalam „archief nasional” kita. agar nanti dimana perlu bolehlah dokumen tadi kita pakai sebagai petundjuk atau tjontoh teladan untuk waktu² jang akan datang. Agar kita dapat mengikuti laku fikiran jang ternjata dapat membawa hasil jang baik disekitar perajaan peringatan „Hari Kebangunan Nasional” tadi maka dibawah ini kita tjantumkan lebih dahulu pidato Ketua Panitya Pusat dalam malam upatjara tg. 20 Mei 1948 jang tersebut. {{block right|P.J.M. Presiden dan Wakil Presiden! J.M<br> Para Menteri dan Panglima Besar! Sekalian<br> Hadlirin jang terhormat!<br>Merdeka!}} Hari ini. hari 20 Mei. adalah hari mulia dan bahagia; baik bagi kita, jang kini dengan segala chidmat sedang melakukan upatjara peringatan dalam bangsal istana kita ini, maupun bagi saudara² di-luar ruangan ini. diseluruh Indonesia, bahkan diseluruh dunia. jang mengikuti upatjara ini dengan perantaraan pesawat-radionja. Hari 20 Mei ialah hari bangunnja bangsa Indonesia. hari bangkitnja semangat kebangsaan. jang dengan penuh keinsjafan ditudjukan kearah runtuhnja pendjadjahan Belanda di Indonesia, hari dimulainja segala persiapan setjara modern untuk menjongsong kemerdekaan bangsa dan negara kita. tepat 40 tahun jang lalu.<noinclude>{{rh|26}}</noinclude> t5d3xvsktr7bkbdj9703rs58jvs56l2 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/26 104 111660 316654 313168 2026-08-29T16:03:34Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316654 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Gerakan nasional sedjak 20 Mei 1908 itu, sudah berachir pada saat diproklamasikannja Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Berachirnja „gerakan nasional” karena telah tertjapainja tudjuan, berarti selesainja perdjoangan bagi rakjat kita. Hari 17 Agustus 45 adalah hari ''berkibarnja Bendera Revolusi Nasional'' kita, hari ''Pernjataan Kemerdekaan'' negara dan bangsa kita. pernjataan mana ''harus diwujudkan''. Dengan sjakur dan rasa bangga kita dapat menjaksikan ketaatan seluruh rakjat pada isi proklamasi 17 Agustus itu. serta kegiatan-nja dan keichlasannja dalam mereka melaksanakan segala konsekwensi dari pada pernjataan kemerdekaan tadi. Dituntun oleh Pemuda² kita, tidak dengan mengdihiraukan segala bahaja maut. seluruh rakjat serentak menjerbu ke{{Illegible}}² dan pangkalan² Djepang, menurunkan bendera² Hi{{Illegible}}. merebut semua sendjata² dari tangan musuh dan mengibarkan Sang Merah-Putih. Be-ribu² dari pada mereka itu kini beristirahat untuk se-lama²nja di Taman² Bahagia. Jang setjara chidmat dipelihara se-baik²nja dan dimuliakan oleh rakjat dengan begitu memperlambangkan rasa terimakasih erta hormat-batinnja terhadap Pahlawan² kita itu. Sesudah rakjat berhasil mematahkan kekuasaan tentara Djepang datanglah waktunja. tentara pendudukan Sekutu, kemudian disusul oleh Belanda. mengoper kekuasaan; pun waktu² itu djuga pemuda². ber-sama² dengan rakjat, madju kedepan untuk mempertahankan kemerdekaan negara kita. Sungguh ta' boleh disangsikan kesanggupan, kegiatan, keichlasan dan ketaatan rakjat, untuk mengatasi segala kesukaran dan penderitaan Dan ini terbukti lagi dengan terang, sesudah rakjat dan Pemerintah diserang dari segala djurusan oleh agressi Belanda semendjak 21 Djuli 1947. Kami pertjaja, ta' ada seorangpun berani menjangkal, bahwa sebenarnja sedjak berdirinja Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Agustus '45 itu, rakjat kita belum terluput dari kesukaran dan penderitaan², karena terus-menerus adanja bahaja² jang mengantjam atau menimpa, sebagai akibat tipu-muslihat serta kekerasan atau agressi Belanda dalam segala lapangan. teristimewa dalam lapangan politik. ekonomi dan ketentaraan.<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude> bq26ncaczs5t6ycldc5lj44r60tnvwl Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/27 104 111668 316655 313169 2026-08-29T16:03:48Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316655 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Dalam pada itu kita lihat, bahwa hingga saat ini belumlah terdapat kesatuan sikap, program dan tindakan jang sempurna dari pada Partai² Politik kita. Bahwa hal ini dapat dipergunakan oleh musuh. untuk {{illegible}}nahkan kita, ta' usah didjelaskan. Adanja perbedaan faham uan kejakinan, jang mutlak berhubung dengan adanja ideologi dalam masjarakat kita, sebetulnja tidak usah mendjadi sebab ''untuk tidak bersatu dalam mengedjar tjita² jang sama'', serta dalam kita mewujudkan kesatuan sikap program dan tindakan guna menolak segala bahaja bersama, jaitu bahaja jang mengantjam atau menimpa kemerdekaan negara dan atau keselamatan dan kebahagiaan rakjat kita. Dimana bahaja² bersama itu sekarang bertambah besar. sedangkan kesatuan sebagai kami maksudkan tadi. tidak berarti menghentikan tugas kewadjiban Partai, ataupun melalaikan dasar² dan azas² perdjoangan masing², tetapi hanja bermaksud ''menjelenggarakan bersama apa jang dapat dipersatukan'' atau ''jang perlu dipersatukan'' untuk kepentingan negara dan rakjat kita, maka kami pandang sangat perlunja. hari 20 Mei ini kita tetapkan sebagai saat permulaan untuk menggalang kesatuan nasional itu. ''Sidang jang mulia!'' Mungkin apa jang kami uraikan diatas tadi, djuga jang hidup dalam hati sanubari pemimpin-besar, jang kini mendjadi Kepala Negara kita, dan jang untuk beliaupun menjadi alasan² untuk mengandjurkan diadakannja peringatan hari nasional 20 Mei, sebagai ''peringatan 40 tahun kebangunan nasional, {{Illegible}}''. Kita. Rakjat. menerima andjuran Bung Karno itu, denga sangat girang. sebab apa jang oleh beliau kerapkali diandjurkan dan dipertahankan, jaitu: „Kesatuan adalah sjarat mutlak untuk Kemerdekaan kita”, dan „Binneka tunggal ika.” (jaitu „Kesatuan” tidak mengharuskan hapusnja perbedaan² jang chusus", pada saat jang genting ini, perlu kita peringati, agar kita seina tetap kokoh kuat dalam menghadapi segala kemungkinan.<noinclude>{{rh|28}}</noinclude> o3f2k3sf51cy77st1yevi1mubanjf7f Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/28 104 111669 316656 313170 2026-08-29T16:04:20Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316656 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Memperingati timbulnja keinsjafan kebangsaan, memperingati bangunnja djiwa nasional, bangkitnja semangat untuk menentang segala bentuk pendjadja pada hari 20 Mei 1908, ini tepat 40 tahun jang lalu, bermaksud mengenangkan kedjadian itu, serta peristiwa² lain. jang dapat menguatkan djiwa kita serta menggiatkan tenaga kita dalam perdjoangan kita sekarang. Disamping itu patutlah pula kita ingati adanja petuah, jang mengadjarkan bahwa: ''Sedjarah selalu berulang'', dan adanja „hukum biogenese” dari Ernst Haéckel, jang mengadjarkan, bahwa hidupnja sesuatu manusia (ontogenic) itu ulangan singkat dari pada hidupnja djenis-manusia (philogenie). Ini berarti. bahwa dengan mempeladjari kisah perdjoangan rakjat kita dalam zaman² jang lampau, kita dapat membajang²kan atau me-raba², apa jang mungkin terdjadi dalam perdjoangan kita sekarang. Dan ini pasti hanja akan dapat menguntungkan kita. Apakah arti tanggal 20 Mei 1908? Berdirinja „Budi-Utomo” sebagai organisasi jang modern, jang ditjiptakan oleh pemuda² peladjar kita di Stovia jang bersemangat nasionalists dan revolusionér, pada hari itu. jnag kemudian diserahkan kepada. orang² pemimpin golongan tua, jang berpengalaman dan sanggup bekerdja. ''itulah saat bermulainja cerakan nasional''. Karena adanja perbedaan faham dan kejakinan tentang tjaranja melaksanakan perdjoangan nasional itu, maka segera timbul perselisihan², jang dalam hakikatnja merupakan „differensiasi”. Sebagai „ibu-perhimpunan” B.U. terus hidup, sebagai badan dan jang bersifat ''kulturil'', tetapi sesudah 20 Mei 1908 itu timbullah matjam² perhimpunan baru. Jang menarik perhatian ialah timbulnja gerakan „Sjarikat Islam” pada tahun 1911 dan „Indische Partij” pada tahun 1912. Tjorak gerakan S.I. ialah ''keagamaan'' dan ''ke-ekonomian'', ini memperlambangkan, bahwa manusia itu, sesudah sadar dan insjaf akan ''hidup kemanusiaanja'', jang berwudjud kebudajaan. lalu ingat kepada „hidup-rochani”-nja dan „hidup-djasmani-nja”. Lahirnja I.P. sebagai ''organisasi politik'' berarti timbulnja kesanggupan untuk mengadakan „tata-tertib” dalam hidupnja. Dengan begitu maka urut²an B.O., S.I. dan I.P. itu tepat sekali dan sesuai dengan hukum<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude> knxx4tkizehuo5ysw15jyrw6gs95589 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/29 104 111670 316658 310385 2026-08-29T16:05:27Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316658 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>kodrat evolusi. Kemudian menjusul ''gerakan buruh'' dan lain²nja jang memelihara kepentingan² chusus: kemasjarakatan, kebudajaan, keagamaan. vanitaan dll. sebagainja. Meskipun partai² dan organisasi² lainnja masing² mempunjai dasar dan azas serta siasat perdjoangan sendiri², akan tetapi semuanja tiap² waktu mengadakan sikap bersama. bila ada bahaja bersama jung mengantjam. Dan ternjatalah, bahwa sikap jang sedemikian itulah jang seringkali ditakuti oleh kaum pendjadjah, baik si-kapitalis maupun si-imperalis. Kita masih ingat adanja „Nationaal Komité” jang diadakan oleh B.O., adanja „Radikale Concentrasi” dari segala partai politik dan gerakan „buruh”. dan pula jang pada tahun 193? terdjadi, jaitu gerakan menentang „Wilde Scholen-ordonnantie” jang semuanja berhasil baik. Lain² kedjadian dalam kisah perdjoangan rakjat kita sedjak 20 Mei 1908 sampai 17 Agustus 1945 mengandung banjak bahan², jang dapat memberi semangat dan tjontoh² kesatuan tekad, guna mengatasi kesukaran² atau untuk menolak bahaja² jang mengantjam atau menimpa, jang dapat berguna bagi perdjoangan kita sekarang. ''Hadlirin jang mulia.'' Disini dapatlah saja menyatakan dengan tegas, bahwa andjuran Presiden untuk mengadakan peringatan hari 20 Mer itu. disambut dengan amat hangat oleh seluruh rakjat. Semua Partai Politik. Sarikat Buruh dan Tani. Organisasi² Pemuda, Barisan² dan Golongan² lainnja, ikut beserta untuk meramaikan peringatan itu. Kalau rakjat murba pada umumnja mengadakan rupa² usaha untuk memperingati hari 20 Mei itu dengan perajaan. pertundjukan. sajembara, pertandingan dll. sebagainja. maka kaum perdjoangan merasa wadjib. nenetapkan hari 20 Mei ini sebagai ''saat permulaan untuk menjelenggarakan kesatuan tekad'', guna mempertahankan kemerdekaan Negara dan menjelamatkan Rakjat pada umumnja. Djuga agar Pemerintah kita. jang kini sedang berunding, hendaknja merasa dapat sokongan moreel, se-tidak²nja dapat {{hws|menunjuk|menunjukkan}}<noinclude>{{rh|30}}</noinclude> f719me2v7pg9rvbypqvvu8r02imdnem Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/30 104 111673 316659 313171 2026-08-29T16:05:41Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316659 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{hwe|kan|menunjukkan}} kepada Dunia Internasional, bahwa Rakjat Indonesia kini merupakan satu ''Kesatuan Nasional'' jang kokoh, dan sanggup menghadapi kemungkinan apapun {{Illegible}}a. Sekarang akan saja batjakan „STATEMENT BERSAMA”, akan tetapi lebih dahulu saja minta sekalian anggauta Panitya Pusat suka tampil ke-muka untuk ''menanda-tangani'' dokumen tersebut. {{rule|6em}}<noinclude>{{rh|||34}}</noinclude> 56dyumxhgh88d4k7u8l0qxk31q0kcch Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/35 104 111674 316660 313172 2026-08-29T16:06:01Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316660 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>''SETIALAH KEPADA SUMBERMU!'' {{block right|align=left|Pidato Presiden Republik Indonesia<br> pada HARI KEBANGUNAN NASIONAL.<br> 20 Mei 1952.}} Saudara-saudara! {{sp|Merdeka!}} Hari ini 20 Mei 1952. Saja mulai dengan mengutjapkan sjukur Alhamdulillah terhadap Tuhan, bahwa Ia memelihara Kebangunan kita sampai kehari ini. Dengan penuh minat saja mendengarkan „Pernjataan Bersama” dari partai² dan organisasi², serta uraian jang diutjapkan oleh Ki Hadjar Dewantara. Dan saja mengutjapkan terimakasih atas Pernjataan Bersama itu oleh karena apa jang dikemukakan disitu, memang mentjerminkan apa jang perlu untuk mentjapai hasil-baik dalam kelandjutannja perdjoangan kita jang sesulit dan seberat itu. jaitu: {{C|''„Kesatuan sikap, program dan tindakan”''}} antara segenap bangsa Indonesia. Meskipun tidak semua partai menandatangani Pernjataan itu. m ka tetaplah Pernjatan ini menggembirakan. oleh karena didalamnja dengan teges dikemukakan hal Kesatuan. Ja, kesauan sikap, program dan tindakan ! Alangkah lebih kuatnja. dan alangkah lebih berhasilnja perdjoangan kita ite. bilamana sjarat kesatuan itu benar² terpenuhi! Didalam waktu 44 tahun usianja pergerakan nasional kita itu. perkataan „persatuan” dan „kesatuan” sering diutjapkan, sering diandjurkan. sering diusahakan terwudjudnja, tetapi sering djuga mengalami kegagalan, sering djuga ta' terlaksana.<noinclude>{{rh|36}}</noinclude> 0q9c1rw001pafw1ox0nlr0we7inve49 Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/36 104 111746 316661 313173 2026-08-29T16:06:16Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316661 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Sekarang, buat kesekian kalinja, persatuan dan kesatuan itu diandjurkan lagi, bahkan dikemukakan sebagai keputusan daripada sebagian partai² dan organisasi akjat, dan keputusan itu dikemukakan pula pada satu hari jang at penting, jaitu hari 20 Mei, jang djustru pada suatu hari 20 Mei-lah, 20 Mei 1908,— kita bangsa Indonesia buat pertama² kali mulai lamat² menjedari pentingnja persatuan dan kesatuan itu. Disitulah letaknja salah satu faedah memperingati 20 Mei tiap² tahun, memperingati 20 Mei setjara besar²an tiap² 10 tahun. Memperingati, bahwa pada 20 Mei 1908 kita buat per-tama² kali, meski lamat², mulai sedar akan arti persatuan. Sebab, apa jang terdjadi pada hari 20 Mei 1908 itu? Pada hari itu kita mulai memasuki satu tjara baru untuk melaksanakan satu „Idee”. satu naluri-pokok daripada bangsa Indonesia ; naluri-pokok ingin merdeka; naluri-pokok ingin hidup berharkat sebagai manusia dan sebagai bangsa; naluri-pokok ingin tidak miskin. tidak papa, tidak sengsara. Dan apakah ''tjara baru'' itu ? Tjara baru itu ialah tjara mengedjar sesuatu maksud dengan alat ''organisasi politik'', tjara berdjoang dengan perserikatan dan perhimpunan politik. — tjara berdjoang dengan tenaga ''persatuan''. Tjara berdjoang dengan tenaga persatuan dalam organisasi politik itu adalah ''tjara baru'', oleh karena sebelum 20 Mei 1908 itu kita belum pernah memakai tjara itu, melainkan tjara lainlah jang kita pakai: sebelum 20 Mei 1908 itu tjara kita ialah tjara mentaklid kepada seseorang jang kita kira dia seorang Ratu Adil, atau tjara memohon dan merekes kepada Kandjeng Gubernemen dengan surat²-permohonan jang amat merendah. atau tjara „mengeraman” dengan sendjata dibawah pimpinan seseorang jang kita keramatkan. Njata, perobahan tjara ini adalah satu kemadjuan. Karena itulah maka hari 20 Mei adalah satu hari kegembiraan. sata hari untuk memperingati satu kemadjuan. Banjak hari²-peringatan jang diperingati oleh pelbagai bangsa, banjak tjorak dan arti isinja, banjak pula tjara-memperingati ita, tetapi pada umumnja peringatan² itu adalah untuk memperingati saat lahiraja satu kemadjuan.<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude> 8s48mahmiz1sh29vkm3423q4plhd7bh Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/37 104 111755 316662 310598 2026-08-29T16:06:32Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316662 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>17 Agustus 1945 bagi kita, 14 Djuli ― penjerangan Bastille bagi bangsa Perantjis, 7 Nopember bagi Russia, 1 Mei bagi kaum buruh seluruh du{{illegible}} ― semua itu adalah mijlpaal² kemadjuan dalam evolusi sedjarah masing², 17 Agustus '45 adalah satu kemadjuan oleh karena pada saat itu kita pindah dari keadaan terdjadjah kepada keadaan merdeka; 14 Djuli adalah satu kemadjuan, oleh karena pada hari itu kedaulatan rakjat mulai mengatasi absolutisme; 7 Nopember adalah satu kemadjuan, oleh karena pada hari kollektivisme mulai diichtiarkan diatas padangnja pelaksanaan; 1 Mei adalah satu kemajuan, oleh karena pada 1 Mei itu azas keadilan bagi kaum buruh mulai menang dan diakui umum. „En daarom was de 10 urige arbeidsdag niet zoo zeer een groot practisch succes, het was de over-winning van een beginsel”,— demikian Marx mentjakapkan arti 1 Mei itu didalam satu kalimat. Maka bagi kita pun 20 Mei itu tidak per-tama² dan tidak se-mata hanja „een groot practisch succes” sadja, jaitu practisch-succesnja lahirnja satu perkumpulan ketjil dari kum prijaji jang bernama Budi Utomo, — ia adalah berarti lahirnja dan menangnja satu ''„beginsel”'': beginsel hak- dan -adilnja berserikat dan berkumpul meski dibawah antjaman pentung kolonialisme pun, beginsel hak- dan -adilnja manusia ingin berharkat manusia dan bangsa ingin berharkat bangsa. beginsel bahwa dialam kolonialisme tiap² perobahan hanjalah dapat diperoleh dengan desakannja satu kekuatan dan tidak sekadar dengan bermohon sadja, beginsel bahwa kekuatan ini harus disusun menurut tjaranja organisasi perserikatan, beginsel bahwa organisasi perserikatan inilah djalan jang utama untuk memenuhi adjaran „rukun agawé santosa”. „persatuan membuat kekuatan”. Datas persadanja beginsel inilah, — ''beginsel'', sekali lagi ''beginsel'', dan bukan sekadar „practisch succes” lahirnja Budi Utomo — maka pergerakan nasional kita makin lama makin tumbuh, makin lama makin mekar. Diatas persadanja beginsel inilah Sarekat Islam memassal, Nationaal Indische Partij menghikmati dunia keterpeladjaran. Pagujuban Pasundan mendjelma, I.S.D.V. dan P.K.I. menjebarkan idee socialisme dan komunisme. Parindra bergerak. Muhamaddijah dan Nahdatul Ulama {{hws|me|mereformir}}<noinclude>{{rh|38}}</noinclude> 19odgaocqfcwz8gpb8abz84ierjr3vn Halaman:San min chu i.pdf/147 104 111766 316696 313302 2026-08-29T16:36:14Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316696 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||142}}</noinclude>ini kita batja, insjaflah kita bahwa pengalaman-pengalaman peperangan selalu mendahului teori-teorinja. Ilmu militer jang modernpun berdasarkan pengalaman-pengalaman militer dari zaman jang lampau, berbimbingan dengan kemadjuan-kemadjuan jang diperoleh sesudahja. Sesudah mesiu jang tak berasap didapatkan, maka tjara-tjara peperangan mengalami perubahan-perubahan besar. Dahulu kalau peradjurit-peradjurit berhadapan dengan musuh, mereka madju dengan barisan-barisan jang teratur : sekarang kalau musuh tampak, dengan tjepat peradjurit-peradjurit merebahkan diri lalu menembak. Apakah pemakaian bedil-bedil jang tak berasap mendjadi sebab jang sebenarnja, maka mereka berbaring menembak ; kedjadian-kedjadian ini djuga berdasarkan pengalamanpengalaman jang sudah-sudah. Apakah kenjataan dan pengalaman-pengalaman mendahului buku-buku atau sebaliknja ? Tjara berbaring sambil menembak ditiru oleh negeri asing sesudah Peperangan Tani di Afrika Selatan. Dalam peperangan-peperangan ini peradjurit-peradjurit Inggeris menjerang orang-orang Tani dengan barisan jang teratur, sedangkan orang-orang Tani berbaring ditanah : akibatnja orang-orang Inggeris banjak jang gugur. Tjara berperang dengan berbaring ditanah dimulai oleh orang-orang Tani ini. Ketika mereka merantau ke Afrika Selatan dari negeri Belanda, mereka hanja berdjumlah tiga ratus ribu orang, sedangkan mereka harus melawan orang-orang Neger jang diam disana. Mula-mula mereka mendjedjakkan kaki disana, mereka menderita kerugian djiwa jang besar karena dalam peperangan dengan orang-orang Neger, orang Neger ini berperang dengan berbaring. Kemudian orang Tani meniru tjara orang Neger berperang ini. Ketika tentera Inggeris bertempur dengan tentera Tani orang-orang Inggeris banjak mengalami kekalahan, lalu pemimpin-pemimpin tentera Inggeris mulai mempeladjari siasat peperangan orang Tani dan sekembalinja mereka di Inggeris mereka mengadjarkan siasat ini dikalangan tentera. Kemudian seluruh dunia mempeladjari siasat-siasat ini dari orang-orang Inggeris, hingga dalam waktu jang singkat semua negara mempergunakan siasat baru ini dalam ilmu kemiliteran mereka masing-masing. Keadaan ini memperli- hatkan dengan djelas, bahwa kenjataan-kenjataan dan {{hws|penga|pegalaman}}<noinclude></noinclude> g0jplhqakhhxm1fvo2sx67yb1sbrk5v Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/38 104 111824 316663 313174 2026-08-29T16:06:46Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316663 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{hwe|reformir|mereformir}} masjarakat Muslimin. Indonesia Muda dan Jong Islamieten Bond meresapi alam pemuda, Partai Nasional Indonesia dan Pendidikan Nasional Indonesi meng-kobar²kan kesedaran nasional. Diatas persadanja begins{{Illegible}}lah pula pemimpin² kita dizaman Djepang dengan susah-pajah memelihara naluri-pokok nasional dengan mendirikan Putera dan Hookookai, dengan Barisan Pelopor dan Barisan Peta. Dan sebagai hasil pelaksanaan beginsel itulah kita pada 17 Augustus 1945 memproklamirkan kemerdekaan, dan lima tahun lamanja kemudian dari pada itu mempertahankan dan membela kemerdekaan itu mati²an. Apakah ini berarti bahwa dus Budi Utomo tiada berarti, dan Wahidin Sudiro Husodo tiada berdjasa ? Samasekali tidak. Kita berterimakasih kepada Budi Utomo oleh karena Budi Utomo adalah pendobrak daripada pintu jang menudju kepada tjara baru itu, dan kita menghormati Dr. Wahidin Sudiro Husodo oleh karena beliaulah jang memberikan kommando pertama untuk pendobrakan itu. Beliau berdiri diatas mijlpaal antara tjara kuno dan tjara baru, beliau berdiri disitu sebagai penundjuk djalan, dan tangannja menundjuk kedjurusan arah jang benar. Aku pernah berdir ditepi dua sumber, dua mata-air jang amat ketjil : sumbernja sungai Berantas dan sumbernja sungai Seraju. Alangkah ketjilnja dua sumber itu ! Tetapi aku merasa dihikmati oleh satu rasa hormat, dan aku berdiri disitu dengan diem, dengan tiada ber-kata² : sebab sumber ketjil itu adalah Sumber-Ibunja dua sungai jang besar, satu diantaranja malah mendjadi Sungai-Ibunja keradjaan² Kediri, Djagala, Singasari. Madjapahit. Rasa jang demikian itulah pula menghikmati kalbu saja, kalau saja ingat kepada Dr. Wahidin Sudiro Husodo itu. la berdiri ditepinja satu sumber. Sungguh, hidupnja ialah satu hidup jang tidak ter-sia². Sumber ketjil kita pun telah mendjadi Sungai-Besar jang maha dahsjat ! Ia telah mendjadi lebih besar daripada Berantas, lebih besar daripada Seraju, dan lebih besar pula daripada Musi dan Barito dan Kapuas, daripada Gangga dan Brahmaputera dan Hoang Ho dan Amazone dan Wolga ! Sebab ia achirnja telah menjapu dengan gelombangnja jang maha dahsjat itu satu gedung kolonialisme jang luasnja meliputi Nusantara dan tingginja<noinclude>{{rh|||39}}</noinclude> bud7h8xmga2n761iertbltui34kggjg Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/39 104 111827 316664 313175 2026-08-29T16:07:13Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316664 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>menjakar langit dan umurnja tiga abad limapuluh tahun, dan ia dapat berbuat demikian itu oleh karena ia sedari mulanja telah berdiri diatas kekuatan jan{{Illegible}}bul dari ''djumlah jang disatukan'' : individu bersatu mendjadi djumlah ketjil, djumlah² ketjil dipersatukan mendjadi djumlah besar. persatuan² ketjil dipersatukan mendjadi persatuan besar. dan persatuan besar ini achirnja meliputi seluruh djumlah 75.000.000 jang mengisi seluruh tanah-air Indonesia, — mentjapai klimaks tenaganja, menggelombang mendesak. menggelombang menghantam. menggelombang merevolusi pada 17 Augustus 1945 menggugurkan kekuasaan pendjadjahan dengan sama gugur jang maha dahsjat. Disinilah dengan {{illegible}}terlihat. bahwa 20 Mei 1908 dan 17 Agustus 1945 adalah per{{Illegible}}gannja satu sama lain. ''Tidak mungkin ada 17 Agustus kalau tidak ada 20 Mei 1908 lebih dahulu''. Tidak {{Illegible}} Kenerdekaan Nasional kalau tidak ada beginsel menj{{Illegible}} dengan persatuan lebih dahulu. Tidak mungkin mentjapai 1000 mijl kalau tidak langkah pertama lebih dahulu. Tidak mengkin ada sungai mentjapai lautan. kalau tidak ada mata-air lebih dahulu ! Karena itu. djanganlah se-kali² kita berkata: „Buat apa memuliakan Budi Utomo atau tingkatan jang sudah². jang satu-persatunja toch tidak memuaskan lagi hati kita dizaman sekarang! „Utjapan jang demikian itu sama sadja pitjiknja dengan utjapannja se-orang² jang mentjemoohkan manusia, bahwa manusia itu anak ketjil lebih dahulu. Ja memang, kebangunan kita didalam waktu empat puluh empat tahun itu meliwati beberapa tingkatan, jang satu lebih tinggi daripada jang lain. Budi Utomo. Sarekat Islam, Parindra, Partai Nasional Indonesia. dan lain-lain sebagainja, semuanja adalah fase² dalam Kebangunan kita. Tetapi tidakkah Revolusi Perantjis djuga melalui fase² dan tingkatan²,— tingkatan Mirabeau. Robespierre. Maraat, Hebeit. Babocuf? Tidakkah Revolusi Rusia pula melalui tingkatan, sedjak dari Kerensky sampai ke Lenin. sedjak dari Trotsky sampai ke Stalin ? Kita, sebagai orang² jang mengarti adanja hukum „Panta Rei” didalam sedjarah. kita harus dapat menghargai djasa daripada semua. Kita harus menghargai tingkatan² itu sebagai mata didalam satu rantai. jng bersambung {{hws|satusama|satusama lain}}<noinclude>{{rh|40}}</noinclude> b5dv7l2x1wye5idbnk803bq3u6xompn Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/40 104 111842 316665 313176 2026-08-29T16:07:29Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316665 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{hwe|lain|satusama lain}} tiada putusnja. Victor Hugo, penulis Perantjis jang masjhur tu, mengagungkan persambungan tingkatan² dalam Revolusi Perantjis dengan kata² : „Pada satu {{illegible}}at-kalbu jang tidak kita ketahui. Mirabeau merasakan akan {{illegible}}ngnja Robespierre; Robespeierre merasakan Marat; Marat merasakan Hebert; Hebert merasakan Baboeuf”. Marilah kita djuga mengagungkan semua tingkatan dalam Kebangunan kita itu. Marilah kita tidak mengagungkan muara sungai sadja, marilah kita mengagungkan seluruh sungainja ! Disinilah tempatnja aku mengandjurkan kepada pemuda dan pemudi kita untuk lebih mengetahui sedjarahnja dan djasa²nja pemimpin² kita jang sudah mangkat. Banjak pemuda-pemudi kita jang tidak tahu siapa Tjokroaminoto, siapa Tjipto Mangunkusumo. siapa Kjai Dahlan, siapa Setiabudd. siapa Sutatmo Surjokusumo. Keadaan demikian itu harus diperbaiki selekas mungkin ! Panta Rei ! Tetapi, ja, sudah barang tentu, perbedaan azas antara partai² dan golongan² dizaman sebelum kemerdekaan itu tentu ada. Sudah barang tentu sedari mulanja ada diversiteit dialam kebangunan kita. Ada aliran nasionalistis. ada aliran sosialistis, ada aliran keigamaan, seperti sekarang. Dan sudah bareng tentu pula terutama sekali perbedaan taktik-melawan-pendjadjahanlah sering menimbulkan perselisihan dan perpisahan. Politik antitese contra politik assosiasi. non-cooperation versus cooperation. Tetapi Wahju Persatuan selalu menang. P.P.P.K.I. mengatasi perpetjahan. GAPI pun mengatasi perpetjahan, Dan persatuan itu semakin rapat, tiap² kali perdjoangar mendekati sesuatu klimaksnja. Demikian dizaman Belanda, demikian di- zaman Djepang. Demikian pula dizaman sesudah Proklamasi, sebelum kedaulatan kita diakui oleh Belanda dan dunia internasional. Pada tanggal 27 Desember 1949 selesailah separoh daripada tudjuan perdjoangan kita, dan mulailah perdjoangan jang separoh lagi. jang memang baru mungkin peleksanaannia, manakala bagian pertama telah selesai. Kini kemerdekaan tanah-air kita — ketjuali Irian — telah tertjapai; kini perdjoangan menggugurkan kolonialisme ditanah air kita ketjuali — Irian — telah selesai. Tetapi apa jang kita lihat ?<noinclude>{{rh|||41}}</noinclude> guobjs5453q5hfq1mup4kqardbkdhbi Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/41 104 111868 316666 313177 2026-08-29T16:07:45Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316666 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Empatpuluh tahun kita berdjoang untuk kemerdekaan, tetapi hasilnja ialah terasanja ber-bagai² ''paradox'', sebagai jang ternjata pula dari pernjataan-bersa jang ditandatangani oleh saudara sekalian. Kita mengira kemerdekaan berarti enjahnja kolonialisme samasekali dari bumi tanah-air kita, tetapi di Irian Barat masih ada kolonalisme meradjalela. Kita mengira kemerdekaan segera mendatangkan berlakunja demokrasi jang sempurna, tetapi sampai sekarang sistim itu belum dapat berdjalan sempurna karena belum terdjamin keamanan dan belum dapat diadakan pemilihan umum. Kita mengira kemerdekaan segera mendatangkan kesedjahteraan rakjat dan keadilan sosial, tetapi sampai sekarang kita masih harus men-djerit² memanggil kesedjahteraan rakjat dan keadilan sosial. Kita mengira kemerdekaan segera dapat melenjapkan ikatan² dengan negara² jang merugikan rakjat dan Negara, tetapi sampai sekarang Unie Indonesia Belanda masih ada dan fatsal dalam K.M.B. jang merugikan kita pun masih ada. Kita mengira kemerdekaan berarti berhentinja serangan elemen² reaksioner dari dalam dan dari luar. tetapi elemen² reaksioner masih menjerang dengan terang²an dan dengan diam dari dalam dan dari luar. Kita mengira kemerdekaan menambah keamanan dunia se-mata². tetapi bahaja peperangan dunia ke-III malah makin menghintai di tjakrawala. Kita mengira kemerdekaan mendatangkan „freedom from fear”, tetapi gerombolan bersendjata dibeberapa tempat meniadakan tiap² rasa „freedom from fear”. Kita mengira kemerdekaan mendatangkan keberesan disemua lapangan, tetapi didalam banjak hal belum ada samasekali keberesan. Kita mengira kemerdekaan meninggikan kegiatan bekerdja, tetapi dibanjak kalangan njata merosot sekali prestasi pekerdjaan. Kita{{...|7}} kita tadinja berdjoang mati²an untuk mentjapai kemerdekaan, tetapi sekarang kadang² kita mengeluh bahwa {{...|7}} terlalu banjak kemerdekaan ! Apa sebab? Sekali lagi apa sebab ? Sebabnja ialah oleh karena kita kurang insjaf. bahwa kemerdekaan sekedar ''membuka kemungkinan'' untuk mendatangkan keberesan, sekadar ''membuka kemungkinan'' untuk mendatangkan kemakmuran, keamanan. kebahagiaan, —— dan tidak ''mendjamin'' adanja segala keberesan itu. Kita kurang mau mengarti, bahwa ''tidak benar''<noinclude>{{rh|42}}</noinclude> 4dmrc06pc33cjd896gg9rkjkwo9g9uw Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/42 104 111872 316667 313178 2026-08-29T16:07:57Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316667 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>„sekarang merdeka. sekarang beres”. ''„tidak benar:'' sekarang merdeka, sekarang makmur”. Keberesan dan kemakmuran itu adalah hasil usaha mati²an mempe{{illegible}}makan diberi oleh kemerdekaan itu, hasi „uitbuiten” kemungkinan jang diberi beresan dan kemakmuran itu datangnja kemudian daripada kemerdekaan itu, ''sesudah'' berusaha, ''sesudah'' membanting tulang. Kalau usaha-mati²an itu tidak ada. kalau pembantingan tulang itu tidak ada, —— seribu kemerdekaan ta' akan dapat mendatangkan kemakmuran dan keberesan. Karena itulah maka saja amat bergembira dan berterimakasih, bahwa saudara² dalam Pernjataan-Bersama jang dibatjakan tadi itu telah memutuskan (ad 3): „''Menjatakan kesediaan untuk segera melaksanakan pembangunan nasional, dalam arti pembangunan sosial. ekonomi dan kebudajaan untuk kepentingan segenap Rakjat''”. Bahwa pembangunan sosial, ekonomi dan kebudayaan itu adalah untuk kepentingan segenap Rakjat. ja bahwa pembangunan itu harus untuk kepentingan segenap Rakjat, itu adalah satu barang jang semustinja, satu barang jang sesuai dengan tjita² kita. dan malahan adalah satu barang jang didjamin oleh Undang² Dasar Negara kita. Kewadjiban seluruh rakjatlah untuk mendjaga supaja ketentuan² didalam Undang² Dasar itu tidak didurhakai orang. Kewadjiban kita semualah untuk mendjaga supaja ketentuan² itu ditaati dan dihormati, dan dikerdjakan. Tetapi primair adalah kenjataan, bahwa kesedjahteraan itu ta' djatuh dari langit. tetapi harus dibangun Primair adalah pernjataan Tuan² jang saja hargai, bahwa Tuan² bersedia untuk ''segera melaksanakan pembangunan nasional itu''. Djikalau semua kita bekerdja keras untuk melaksanakan pembangunan, bekerdja keras dengan penuh keinsafan dan kesedaran, maka akan berachirlah kekurangan² kita satu demi satu. Sebaliknja, djikalau kita tidak bekerdja keras, maka kekurangan² kita itu akan tetap ada, bahkan akan ber-tambah² makin lama makin ngeri. sebagai misalnja dalam hal urusan beras. Sembojan<noinclude>{{rh|||43}}</noinclude> m3m4p2nouncwj1w93onmgbab7h7qnth Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/43 104 111874 316668 313179 2026-08-29T16:08:15Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316668 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>setengah orang: „perbaikilah nasib kita dulu, baru kita bekerdja keras”, adalah satu sembojan jang salah, satu sembojan jang berdiri diatas kepalanja. Nasib kita tidak bisa mendjadi baik, kalau tidak dibeli dengan usaha. Karena itu sembojan kita harus kebalikannja dari sembojan jang salah itu, dan harus berbunji: „Mari bekerdja keras. agar nasib mendjadi baik”. Demikian pula maka adanja dari keputusan bersama itu saja hargai : menggalang kesatuan sikap, program serta tindakan „untuk melaksanakan demokrasi, untuk kesedjahteraan dan keadilan sosial, untuk menghapuskan perdjadjian² jang merugikan rakjat, untuk kembalinja Irian-Barat”. Memang kita dimana mungkin harus lekas melaksanakan demokrasi disegala lapangan; memang kesedjahteraan Rakjat dan keadilan sosial harus mendjadi kenjataan jang dapat diraba se-lekas²nja; memang segala perdjandjian² jang merugikan Rakjat dan Negara harus segera diichtiarkan hapusnja atau robohnja: memang Irian-Barat harus mutlak masuk kedalam kekuasaan Republik Indonesia. Bahwa sampai sekarang demokrasi itu belum dapat dilaksanakan disegala lapangan. itu adalah oleh karena kita belum dapat mengadakan pemilihan umum dan oleh karena keamanan di banjak tempat belum terdjamin. Oleh karena itulah maka kita harus berusaha ber-sama² agar supaja kondisi² untuk dapat diadakan pemiliha.n umum lekas tertjipta, dan agar supaja keamanan umum di-mana² lekas terselenggara pula. Demikian pula kita semua harus bekerdja keras untuk mentjiptakan segaia kondisi²nja kesedjahteraan dan keadilan sosial. Sebab sungguh, tidak ada sesuatu hal didunia ini jang begitu tergantung kepada kondisi, dari pada kesedjahteraan dan kemakmuran. Kondisi itu harus diselenggarakan. „Ook welvaart moest geschapen worden”,— djuga kemakmuran harus ditjipta. demikianlah Marx berkata. Dan tentang „keadilan”, itupun ditentukan dalam Undang² Dasar kita, dan kewadjiban kita-semualah,— kewadjiban, kewadjiban saudara², kewadjiban rakjat, kewadjiban kita-semua tua-muda — untuk mendjaga supaja ketentuan itu dilaksanakan.<noinclude>{{rh|44}}</noinclude> ai0n4ismoilyv48qy9tolqwld2qx4zq Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/21 104 111913 316682 315746 2026-08-29T16:27:21Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316682 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div style="text-align:center;">— 116 —</div> Perhoeboengan antara Karenine dan istrinja tinggal tetep tiga berobah. Bedanja tjoema Ka- renine tinggal lebi lama dalem kantoorja dari- pada biasanja. Sedari ia menanjakan keterangan sama Anna, sebening poelang dari pestanja prinses Betsy tiada sekali ia tjoba tandjakan ke- terangannja poela apa jang ia doega atawa tiada sekali masoe njatakan atinja jang tjemboroesan. Tapi samaraja tinggal tetep seperti ia pertama kali telah njatakan di hadepunja Anna. Kare- nine jang dalem oetroesa pemerentahan terkenal sebagai orang jang pikiranja tadjem, sama sekali tiada mendoesin jang kalakoeannja terhadap sama istrinja ada amat gelo. Terutama dengan ispoe- nja kalakoean akan bikin papekesan dalam hal jang ditjerigain bikin matsnja jang malek tiada bisa selesai boeta. Atinja jang tadinja tjinta dengan sangeop djiwa sama istri dan anak lelakinja, sekarang djadi amat adang ; Karenine jang selaloe oendjoek dirinja sebagai satou saja jang boesk terhadap sama anak, dan selaloe kandjikan dirinja sebagai satou saja jang ber- boedi sama istrinja, moelai terdjalinja pertjikan antara dirinja dan Anna, soe’a oemoeg dengan ketoes sama ispoenja anak, betsel seperti dielep ia ada bilang djoepa sama japoeja istri. Di loesran Karenine terlahoe sebagai orang jang amat boeng dengan pakerdja’an seperti terdjata djoega dengan ispoenja ketetrapa pada ispoenja soekat sobat. Ia tida masoeng mengakoe itoe paker- dja’an jang banjak lantaran ia sendiri jang tjari dan soeda berikoe begitoe akan oempetken <div style="text-align:center;">— 117 —</div> resia atinja pada orang banjak, soengsja tiada tœe jang inpoenja perhoeboengan dengan ispoenja istri sedia banjak berbeda. Semakin lame atinja djadi semakin gede pada Anna jang doeloenja ia ada begitu tjinta... Tjoema bagoesnja Karenina tiada sekali masoe jepet sama klakœm dan perboestanija Anna. Roesa têtirœnja Karenina ada di Peterhof dan di moesin rasas telah dateng di sito Gravin Lydie dan biasanja selaloe berdam di sito bersama sama Anna. Tapi dalam ini taon Gra- vin Lydie berdjam di deket Peterhof, maki ke- gitoe t'ch djarang sekali menenamoe sama Anna. Itoe djonja naperawan bilang, perboestanija Anna degen prinsip Betsy dan Vronsky ia anggep sebagai satoe hal jang tiada begitoe baik. Karenina kasi kepastija degen lakoe jang soenngoe soenngoe, istrinja tjampoer marika itoe degen pantja dan tiada soeatoe apa jang bisa ditjoerigin. Moelain dari itoe kasi ia tiada perna list lagi Gravin Lydie dateng di roemahnja. Karenina tiada masoe perdjaja sama sekali jang tanjak orang hendak asitnja tjinta dari Anna; sama sekali ia tiada mengerti kenapa Anna begitoe getol tateboeg di Tsarkoe, di mana Betsy ada tinggal dan djega tiada berdjauhan dari roemahnja Vronsky. Ini semoest tiada sekali ia masoe pikirken. Tapi dalam atinja sendiri, zonder rasoe mengakoe itoe dan zander ada poenja boekti, ia bilang dengan segala kapestian jang dirinja ada satoe lelaki jang tiada broe- toeng; ini soenggoe aka amat menjakiti atinja.<noinclude></noinclude> 8b9l8c8m3ch6zf5ctikjkgjspzl1b9s Halaman:San min chu i.pdf/174 104 111918 316683 310771 2026-08-29T16:27:39Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316683 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">169</div></noinclude>bahwa kita berpegang untuk kemerdekaan, keadaan kita akan tetap seperti „pasir berderai” dan tak akan dapat bersatu : kita tak akan pernah sampai pada tudjuan revolusi jang sangat kita ingini itu. Revolusi-revolusi Barat bermula dengan perdjuangan mentjapai ke- merdekaan ; baru sesudah perang dan hasutan selama dua atau tiga abad kemerdekaan mendjadi kenjataan dari mana lahir demo- krasi. Sembodjan revolusi Perantjis adalah „kemerdekaan, persamaan, persaudaraan”, sedangkan sembodjan kita „nasionalisme rakjat, kedaulatan rakjat, kehidupan rakjat”. Apakah hubungannja kedua sembodjan ini ? Seperti jang telah saja terangkan dahulu, nasionalisme kita boleh disamakan dengan „ke- merdekaan” mereka, karena mendjalankan nasionalisme rakjat dengan djelas berarti suatu perdjuangan mentjapai kemerdekaan bangsa. Orang² Eropah berkelahi untuk mentjapai kemerdekaan dirinja, tetapi sekarang kita mempunjai pemaknaan jang lain terha- dap kemerdekaan. Sekarang bagaimana tjaranja kita akan mem- praktekkan „kemerdekaan” itu. Kalau ditudjukan terhadap kemer- dekaan seseorang, kita akan merupakan „lapangan pasir berderai”, sebab itu djanganlah kita memberi kemerdekaan perseorangan jang berlebih ; sebaliknja hendaklah kita memperkokoh kemerdekaan terhadap bangsa. Siapa sadja tak boleh mempunjai kemerdekaan perseorangan jang tak terbatas, hanjalah bangsa harus mempunjai kemerdekaan jang sempurna. Kalau bangsa dapat bertindak bebas, barulah Tiongkok boleh dikatakan kuat. Untuk mentjari kemerde- kaan ini, kita harus mengorbankan kemerdekaan dari masing-ma- sing terlebih dahulu. Mahasiswa-mahasiswa jang telah mengor- bankan dirinja akan dapat bekerdja radjin pada tiap-tiap hari dan menundjukkan minatnja terhadap peladjaran ; kalau peladjaran mereka telah selesai, pengetahuan mereka diperluas dan kekuatan mereka diperlipatgandakan, barulah mereka akan dapat berbuat sesuatu jang berfaedah untuk bangsanja. Peradjurit-peradjurit jang mengorbankan kemerdekaan dirinja dapat menurut perintah pemimpin mereka, mengabdi kepada negara dan membantu bangsa mentjapai kemerdekaan jang diinginkan. Kalau mahasiswa- mahasiswa dan peradjurit-peradjurit hanja mementingkan kemerde- kaan dirinja, tak lama lagi mereka akan mengalami „izin jang tak berkendali” kalau kita hendak memakai pepatah Tiongkok untuk kemerdekaan. Sekolah-sekolah tak akan mempunjai persatuan dan<noinclude></noinclude> 3wr7ai14sol9tbnm593bkp6g92q04ab Halaman:San min chu i.pdf/175 104 111921 316684 315743 2026-08-29T16:28:06Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316684 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||170}}</noinclude>tentera tak akan berdisiplin lagi. Bagaimanakah kita dapat mempunjai sekolah jang tak mempunjai peraturan ? Bentuk tentera apakah jang tak berdisiplin ? Apakah sebabnja kita mengingini bangsa memperoleh kemerdekaannja ? Karena Tiongkok jang berada dibawah pengaruh negara2 besar, telah kehilangan kedudukan nasionalnja. Tiongkok tak hanja sebuah semi-koloni sadja, tetapi telah mendjadi sebuah hypo-koloni jang lebih rendah deradjatnja dari pada Birma, Annam dan Korea. Negara ini masing2 djadjahan suatu bangsa lain, budak seorang madjikan, tetapi Tiongkok adalah djadjahan segala bangsa, disamping itu budak dari segalanja. Kita sekarang mendjadi budak lebih dari sepuluh madjikan ; kemerdekaan nasional kita sangat terbatas. Kalau kita betul2 bertjita2 mengembalikan kedudukan Tiongkok, kita harus bersatu padu dalam satu badan jang kokoh kuat ; kita harus memakai metode2 revolusioner untuk mengerahkan segenap tenaga, supaja negara kita mendjadi sebuah kesatuan jang kokoh kuat. Dengan tak memakai prinsip2 revolusioner, kita tak akan berhasil. Prinsip2 revolusioner kita adalah semennja. Kalau kita dapat mengkonsoli- dasikan 400 djuta djiwa bangsa kita dan bentuklah sebuah kesatuan jang berkuasa dan bebaskan kesatuan ini dari segala pengaruh luar, barulah pada waktu itu negara Tiongkok akan merdeka dan rakjatnja akan bebas menurut arti kata jang sebenarnja. Bandingkanlah sembojan revolusi Perantjis dengan sembojan kita ; ,,kemerdekaan" dalam sembojan revolusi Perantjis dan ,nasionalisme rakjat " dalam sembojan kita ada persamaannja. Nasionalisme rakjat bertudjuan kemerdekaan bangsa. ,,Persamaan" sama dengan ,,prinsip kedaulatan rakjat " jang bermaksud hendak menghantjurkan otokrasi dan mendjamin hak jang sama bagi semua orang. „Persaudaraan " asal mulanja ditudjukan kepada arti „saudara sekeluarga " dan sama artinja dengan perkataan Tiongkok t'ung-pao (saudara setanah air). Maksud „persaudaraan" sama dengar. „prinsip penghidupan rakjat ' kita jang berisi rentjana-rentjana bagi kemakmuran 400 djuta bangsa kita. Saja akan mendjelaskan ini lebih-lebih seluk-beluknja, kalau saja sampai pada pembitjaraan tentang penghidupan rakjat. ''16 Maret 1924.''<noinclude></noinclude> 73ossvwl7h3oma92l4qholfwvay49yg Halaman:San min chu i.pdf/176 104 111928 316685 313298 2026-08-29T16:28:23Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316685 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><center>'''Uraian III'''</center> Persamaan — Persamaan bukalah satu kurnia azasi — Perbedaan-perbe- daan jang ditjiptakan manusia jang menguatkan perbedaan-perbedaan azasi — Golongan-golongan politik dan sosial dalam abad pertengahan Eropah — Arti jang sebenarnja tentang persamaan — Teori mengenai „persamaan azasi” dipergunakan di Eropah untuk melawan teori „hak- hak ketuhanan” — Tiongkok tak memerlukan „kemerdekaan perseorangan” dan „persamaan” jang sangat dianjurkan di Eropah — Revolusi- revolusi di Inggeris, Amerika, Perantjis, Rusia — Perdjuangan Amerika mentjapai kemerdekaan negara berdasarkan teori persamaan — Pepe- rangan kedua di Amerika diantara bangsanja sendiri untuk melawan perbudakan — Sebab-sebab perang saudara — Kemerdekaan budak-budak bangsa Negro ditundjang oleh bangsa kulit putih — Kebentjian orang- orang Negro terhadap orang-orang Amerika Utara jang memerdekakan mereka — Tiga prinsip akan memberi Tiongkok kemerdekaan dan per- samaan — Kemerdekaan dan persamaan tergantung kepada demokrasi — Perdjuangan jang tak berhenti-henti untuk mentjapai persamaan didunia Barat — Sedjarah organisasi buruh — Pimpinan terpeladjar diperlukan — Salah paham tentang persamaan diantara pekerdja-pekerdja Tionghoa — Susunan pemerintahan jang baik sangat penting untuk kemadjuan buruh — Filsafat-filsafat penghidupan jang mementingkan diri sendiri dan jang tak mementingkan diri sendiri, sangat bertentangan — Kerdja-sama antara orang jang dapat melihat kemuka, orang jang pandai membentuk orga- nisasi dan pelaksana — Bukan tudjuan kita. Min-ch'uan, „kedaulatan rakjat” adalah petikan kedua dari sem- bojan revolusioner kita jang sangat rapat hubungannja dengan petikan kedua dari sembojan Perantjis „persamaan”. Sebab itu marilah kita sekarang mengupas „persamaan” sebagai pokok pembitjaraan kita. Perkataan „persamaan” biasanja dihubung- kan dengan perkataan „kemerdekaan”. Diwaktu revolusi-revolusi jang lalu, diberbagai-bagai negara di- benua Eropah, rakjat mengerahkan tenaga dan mengorbankan njawanja baik untuk mentjapai kemerdekaan maupun untuk per- samaan, akibatnja penghargaan rakjat terhadap „kemerdekaan”. Tambahan pula, banjak orang mengira bahwa mereka tentu akan mentjapai persamaan, asal mereka sanggup memelihara kemerde- kaan, dan berpikir bahwa tak mungkin mereka dapat memper- lihatkan kemerdekaan mereka kalau tak memperoleh hak jang sama; malahan mereka menganggap persamaan lebih berharga dari pada kemerdekaan. Apakah jang dinamakan persamaan, dan dari mana asal mulanja? Filsafat Amerika dan Eropah jang revolusioner membitjarakan kemerdekaan sebagai suatu anugerah alam kepada manusia. Ambillah misalnja „proklamasi kemerdekaan” dari revolusi {{hws|Ame|Amerika}}<noinclude></noinclude> 5fy9ox8fk4hbh5w4cy6r24pxspf42ja Halaman:San min chu i.pdf/177 104 111929 316686 313299 2026-08-29T16:28:39Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316686 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||172}}</noinclude>{{hwe|rika|Amerika}} dan „proklamasi mengenai hak-hak manusia dan hak-hak warga negara" dari revolusi Perantjis ; kedua-duanja mengatakan dengan tegas bahwa kemerdekaan dan persamaan adalah hak manusia jang dianugerahi alam jang tak dapat dipisahkan satu dari jang lain. Betulkah manusia dilahirkan dengan hak persamaan istimewa ini kedunia ? Marilah kita terlebih dulu mempeladjari soal ini dengan berhatihati. Dalam Uraian I kita menjelidiki sedjarah hak-hak rakjat sedjak zaman orang-orang biadab pada berdjuta-djuta tahun jang lalu sampai permulaan zaman demokrasi modern sekarang ini, tetapi kita tak menemui suatu prinsippun jang mengenai persamaan manusia didunia ini. Dalam dunia, tak pernah kita akan menemukan dua buah barang apapun jang datar, ketjuali diatas muka air Ditanah datar tiada satu tempat jang benar-benar datar. Djalan kereta api dari Kan- ton ke Hankow antara setasiun Wongsha (Kanton) dan Yinchanghwan adalah melalui lapangan datar ; kalau kita melihat keluar djendela kereta api dan memperhatikan tanah disekeliling kita dengan saksama, tampak pada kita bahwa tak ada 1 mil rel djugapun jang tak memerlukan tenaga manusia dan mesin untuk mendatarkannja. Djadi jang kita namakan lapangan datar, sebenarnja tak datar sama sekali . Atau ambillah djambangan bunga diatas medja ini. Bunga jang saja pegang ini dinamakan bunga locust. Kalau Tuan-tuan melihat sepintas lalu, Tuan boleh djadi akan mengira bahwa setiap daun dan setiap bunga serupa benar bentuknja ; tetapi kalau Tuan-tuan perhatikan benar-benar terbukti bahwa tak ada dua helai daun dan dua kuntum bunga jang bersamaan bentuknja. Malahan pada seluruh pohon locust, tak akan ada dua helai daun jang serupa. Pikirkanlah perbedaan ini dalam ruangan dan waktu. Daun locust ini tak seperti daun locust jang terdapat dimana-mana ; daun locust tahun ini berbeda dengan daun locust pada tahun jang lalu. Hal ini memperlihatkan bahwa tak ada dua barang jang ditjiptakan diatas dunia ini serupa, dan oleh karena semua barang berlainan, sudah tentu tak dapat disebut sama rupanja. Kalau tak ada persamaan didunia ini, bagaimanakah akan mungkin dikatakan ada sesuatu jang dinamakan persamaan manusia ?<noinclude></noinclude> 6z52w2tio5tm0uk5hp2ez03u7obyhy5 Halaman:San min chu i.pdf/178 104 111930 316687 315744 2026-08-29T16:28:59Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316687 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||173}}</noinclude>Sang Alam pada mulanja tak mentjiptakan manusia jang serupa, tetapi ketika otokrasi berkembang diantara manusia, radja-radja dan putera-putera radja memperbedakan manusia berlebih-lebihan hingga mengakibatkan perbedaan jang lebih tadjam dari pada perbedaan jang ditjiptakan Alam. Perbedaan-perbedaan jang ditjiptakan radja-radja dan putera- putera radja adalah perbedaan buatan. Untuk mendjelaskan ke- adaan pada waktu itu marilah saja gambarkan dipapan tulis ini. {| style="margin-left:0; border-collapse:collapse;" |- | Kaisar atau radja |- | style="padding-left:70px;" | putera radja |- | style="padding-left:140px;" | hertog (duke) |- | style="padding-left:210px;" | markis |- | style="padding-left:280px;" | graaf (earl) |- | style="padding-left:350px;" | viscount |- | style="padding-left:420px;" | baron |- | style="padding-left:490px;" | rakjat |} <div style="text-align:center;">Gambar 1, perbedaan-perbedaan.</div> Peladjarilah gambar ini dengan saksama dan Tuan-tuan akan mengetahui artinja „perbedaan buatan”. Karena perbedaan tingkatan ini, golongan-golongan jang mempunjai hak-hak istime- wa mendjadi sangat kedjam dan tjurang, hingga rakjat jang ter- tindas achirnja tak dapat menahan penderitaan dan memberontak melawan perbedaan buatan ini. Tudjuan sesungguhnja dari revolusi-revolusi adalah penghantju- ran perbedaan jang ditjiptakan manusia; setelah perbedaan-perbe- daan ini dapat dilenjapkan, orang mengira bahwa revolusi mereka telah selesai sampai disitu sadja. Sebaliknja radja, dan kaisar se- muanja mempertahankan kedudukan mereka dengan mengatakan<noinclude></noinclude> q5zq40o5p6g1p6hm123kmjh27i7iu4b Halaman:San min chu i.pdf/179 104 111931 316688 310789 2026-08-29T16:29:14Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316688 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||174}}</noinclude>bahwa Tuhanlah jang menundjuk mereka untuk menduduki tachta keradjaan dan barang siapa jang menentang mereka berarti menentang Tuhan. Rakjat jang bodoh tak mengetahui apakah perbedaan itu benar atau tidak; mereka mengikut kemauan radja asal turut-turut sadja dan sudi berperang untuk menambah hak-hak istimewa radja. Malahan mereka menentang pula golongan rakjat terpeladjar jang membitjarakan kemerdekaan dan perasaan . Sebab itu ahli-ahli pikir jang mengandjurkan revolusi harus mendapatkan suatu teori bahwa kemerdekaan dan persamaan adalah hak-hak azasi supaja radja-radja dapat digulingkan. Tudjuan jang sesungguhnja ialah untuk menghantjurkan perbedaanperbedaan tjiptaan manusia; tetapi mengenai hal-hal apa sadja ,,bertindak itu mudah, mengerti itu susah " . Rakjat Eropah pada waktu itu pertjaja bahwa kaisar-kaisar dan radja-radja memang ditundjuk Tuhan dan mempunjai pula ,,hak-hak ketuhanan" hingga sedjumlah besar dari rakjat jang bodoh itu menundjang mereka. Golongan rakjat terpeladjar jang ketjil pada waktu itu tak dapat meruntuhkan sistim keradjaan, meskipun mereka berusaha sekuat tenaga dan mempergunakan tjara apapun djuga. Achirnja setelah rakjat insjaf, bahwa setiap manusia dilahirkan dengan bebas dan sama mereka mesti harus pula mengetahui, bahwa perdjuangan menuntut kemerdekaan dan persamaan hak adalah kewadjiban mereka semua, djadi kaisar-kaisar dan radjaradja di Eropah dengan sendirinja akan lenjap. Tetapi sesudah kaum feodal ini dapat didjatuhkan barulah rakjat mulai pertjaja dengan sungguh-sungguh kepada teori tentang persamaan azasi, serta terus berusaha untuk menjamakan seluruh umat mausia. Mereka ini tak tahu bahwa hal-hal itu tak mungkin. Belum lama berselang, barulah rakjat mulai insjaf karena pendjelasan-pendjelasan ilmu pengetahuan, bahwa didunia ini tak terdapat sesuatu prinsip persamaan azasi. Kalau kita bertindak menurut kepertjajaan rakjat pada waktu itu dengan tak mengindahkan kebenaran, dan memaksakan sesuatu persamaan dalam masjarakat kita, maka persamaan itu adalah persamaan jang palsu.<noinclude></noinclude> 1xq4n0qoowirzxqz0vp6dc4ph7rtjpi Halaman:San min chu i.pdf/180 104 111932 316689 313296 2026-08-29T16:29:34Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316689 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div style="text-align:center;">175</div> <div style="text-align:center;"> {| style="width:100%; text-align:center; border-collapse:collapse;" |- | '''ahli'''<br>'''filsafat''' | '''orang'''<br>'''utama''' | '''orang'''<br>'''genie''' | '''orang'''<br>'''tjerdik'''<br>'''pandai''' | '''orang'''<br>'''perte-'''<br>'''ngahan''' | '''orang'''<br>'''biasa'''<br>'''(mediocre)''' | '''orang'''<br>'''bodoh''' | '''orang'''<br>'''hina''' |- | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | | style="height:35px;" | |} </div> <div style="text-align:center;"> {| style="width:100%; border-collapse:collapse;" |- | style="width:12%; height:420px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:390px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:330px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:275px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:220px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:165px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:110px; border-right:1px solid;" | | style="width:12%; height:55px; border-right:1px solid;" | |- | colspan="8" | |} </div> <div style="text-align:center;"> '''Gambar II — Persamaan palsu.''' </div> Gambar II ini memperlihatkan bahwa kita harus melenjapkan ke- dudukan istimewa guna memperoleh persamaan hak dibagian puntjaknja, tetapi garis-garis jang menundjukkan tempat berdiri golongan-golongan jang berlainan itu akan tetap tinggal berting- kat dan tak dapat datar. Persamaan jang hendak kita bentuk ini adalah persamaan palsu. Kita harus mulai dari kedudukan jang sama dalam masjarakat kita. Setiap orang harus membangunkan career-nja sendiri berdasar- kan kedudukan jang sama ini, dan barulah kemudian mentjapai tinggi rendahnja menurut kepandaian dan kesanggupan masing- masing. Karena tiap-tiap orang dianugerahi kepandaian dan ke- sanggupan jang berbeda-beda; tentu career jang didapatnja akan berbeda-beda pula. Oleh karena tiap-tiap orang lain lapangan pekerdjaannja, sudah tentu mereka tak dapat bekerdja pada ting- katan jang sama. Hal inilah jang membawa kita kepada prinsip persamaan jang sebenar-benarnja. Kalau kepandaian dan kesang- gupan setiap orang kita perhatikan, sambil menarik mereka {{hws|ke|kebawah}}<noinclude></noinclude> k21tylzqulgajpdb8ndyapp6y4113at Halaman:San min chu i.pdf/181 104 111934 316690 315745 2026-08-29T16:29:59Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316690 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">176</div></noinclude>{{hwe|bawah|kebawah}} sampai kedudukan jang sama tingginja soepaja orang sa- ma, dunia ini tak akan madju dan seluruh umat manusia akan mun- dur karenanja. Kalau kita bertjita-tjita hendak mentjapai demokrasi dan persamaan, disamping itu ingin pula melihat soepaja dunia akan madju, kita harus membitjarakan „persamaan politik”. Ka- rena persamaan adalah barang buatan dan bukan benda azasi ; djadi persamaan jang dapat kita bangunkan ialah dalam keduduk- an politik. <br> {| style="width:100%; text-align:center; border-collapse:collapse;" |- | style="vertical-align:bottom; width:12.5%;" | '''ahli'''<br>'''fil'''<br>'''safat''' | style="vertical-align:bottom; width:10%;" | '''orang'''<br>'''utama''' | style="vertical-align:bottom; width:8.5%;" | '''orang'''<br>'''genie''' | style="vertical-align:bottom; width:7.5%;" | '''orang tjep-'''<br>'''dik pandai''' | style="vertical-align:bottom; width:6.5%;" | '''orang per-'''<br>'''tengahan''' | style="vertical-align:bottom; width:5.5%;" | '''orang'''<br>'''biasa''' | style="vertical-align:bottom; width:4.5%;" | '''orang'''<br>'''bodoh''' | style="vertical-align:bottom; width:3.5%;" | '''orang'''<br>'''hina''' |} {| style="width:100%; border-collapse:collapse; text-align:center;" |- | style="width:12.5%; height:260px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:230px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:200px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:170px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:140px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:110px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:75px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000;" | | style="width:12.5%; height:45px; border-left:1px solid #000; border-bottom:1px solid #000; border-right:1px solid #000;" | |} <div style="text-align:center;"> '''Gambar III — Kebebasan jang benar.''' </div> Sesudah revolusi ini selesai, kita berkehendak soepaja tiap-tiap orang mempunjai kedudukan politik jang sama seperti jang didje- laskan pada gambar III. Inilah persamaan jang benar serta sesuai dengan prinsip alam. Dalam revolusi-revolusi di Eropah, rakjat berusaha pajah serta memberi pengorbanan-pengorbanan jang tak terhitung banjaknja guna mentjapai kemerdekaan dan persamaan. Soepaja kita djuga dapat mengerti, apakah sebabnja mereka mau berselisih begitu hebat dan berkorban sebanjak itu terutama kita harus mengerti<noinclude></noinclude> ddlo8z7hbni8aydlg7b6l47zqczle41 Halaman:San min chu i.pdf/182 104 111935 316691 313295 2026-08-29T16:30:15Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316691 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||177}}</noinclude>tentang perbedaan-perbedaan dalam masjarakat Eropah sebelum revolusi-revolusi. Gambar I memperlihatkan keadaan masjarakat Eropah sebelum revolusi-revolusi dan perbedaan-perbedaan politik jang terdapat. Tingkat-tingkat dalam gambar itu seperti kaisar, radja, putera radja, hertog, markis, graaf, viscount, baron dan rakjat menundjukkan berbagai-bagai golongan dalam pembagian sistim politik Eropah pada waktu itu. Tiongkokpun pernah mengalami perbedaan-perbedaan golongan seperti ini dan baru ketika revolusi meletus 13 tahun jang lalu dan otokrasi didjatuhkan, perbedan-perbedaan ini dapat dihapuskan. Tetapi perbedaanperbedaan golongan dimasjarakat Tiongkok kuno tak setadjam perbedaan-perbedaan golongan di Eropah. Eropah pada dua ratus tahun jang lalu masih berada dalam keadaan sistim feodal seperti Tiongkok pada dua ribu tahun jang lalu. Berkat tjepatnja kemadjuan pemerintah di Tiongkok, sistim feodal ini dapat dilenjapkan pada dua ribu tahun jang lalu, sedangkan di Eropah sistim ini belum hilang sama sekali. Selama dua atau tiga abad jang achirachir ini, barulah orang-orang Eropah mulai insjaf akan keburukan-keburukan jang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan ini, hingga menimbulkan pikiran-pikiran persamaan seperti jang telah terdapat di Tiongkok selama dua ribu tahun j.l. Dalam susunan politik, Tiongkok djauh lebih madju dari bangsabangsa Eropah, tetapi dalam dua abad jang achir ini Tiongkok tak hanja terkedjar sadja melainkan djuga tertinggal sama sekali. ,,Jang penghabisan djadi jang terdahulu" . Rakjat Eropah dibawah penindasan radja-radjanja sebelum revolusi menderita lebih hebat dan lebih sengsara dari pada jang pernah dialami rakjat Tiongkok. Apakah sebabnja demikian ? Karena sistim warisan meradjalela di Eropah. Gelar kaisar, radja, putera radja, hertog, markis dan tingkat lain di Eropah semuanja warisan dari keturunan mereka ; tak ada diantara mereka jang pernah merubah kedudukan jang diwariskan itu. Kedudukan-kedudukan rakjat djelatapun menurut sistim warisan ini; mereka hanja dapat melakukan pekerdjaan jang diwariskan kepada mereka. Kalau seorang pekerdjaannja mengusahakan tanah anak-anaknja serta tjutju-tjutjunja kemudian akan mendjadi petani pula. Anak-anak dan tjutju-tjutju seorang pekerdja berat harus melakukan {{hws|peker|pekerdjaan}} San Min Chu I<noinclude>{{rh|||12}}</noinclude> 5iwfsif6nao85joucncytf19bqa2rey Halaman:Anna Karenine atawa Hatinja satoe prampoean No. 2.pdf/11 104 112147 316697 311131 2026-08-29T16:36:33Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316697 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{c|— 96 —}}</noinclude>nona elok „Anna — Anna !<sup>4</sup> kata ia dengan suara po- meter", Kenapa?..." Semakin keras Vronsky berkeana pertatjak terdek? Kepalnja Anna, „jika boleh sudah kutjoba dipergi dari Vronsky, berta tidak boleh tjadi jang ketjapo itu Anna ajto dari djalan. „Allah Jana Maha Besar! Ampunilah aku ini!" demikianlah Anna, sehingga dapat pertoba [tidak terbaca] dan ampunlah aku perasaan Vronsky akan diketaho di disangja. Ia sanggo diraja tertorak patja hatja'na terus, ia menaljer dirinja so [tidak terbaca] jang paling [tidak terbaca], hingga kita ada lago tjoba ketjil Anna seandja bertemu putja Allah jang Maha Kuasa niu lindungi diri dan djwa. Vronsky pakai Anna dengan tjepatnja tidak sosanja. Tjampo Vronsky djekot dari hati mendjadi Anna, ia hal lanteg sedengja tjep de- ngan ingatnja kepada tempo. Saketo?na [tidak terbaca] itoe dosa orang tidak ber- kata apa aja. Achir achirnja Anna bertjerita dari d'vau dan dengan tenang jang besar kata ia telah Vronsky jang sedang peloknja diting. „Siapa mata itu?" kata ia dengan suara red. „Ingerah, aku poenja diri oena tanda ada poedja [tidak terbaca] lagi sebegitja han, Apa djadi- nja dengan aku ini? Tjoba ia bertjerita makan- dja aki, tjoba hoet dapatkan itoe kewajiban jang serbakta..." Kesanggangan jang begitu ma- {{c|— 97 —}} tjem „kno, ia sereti basjar dengan akoe pedsnja djiran dan? perita pertjatoep..." kata ia dengan suara djejak. Ipoenja perasaan maboe, dimana dia djangan tidak bisa tjonohtkan dengan perka- ta'an... „Dijadja banyak orang lagi<sup>na</sup> kata Anna dengan seterenjboer kaadjekan dan kemudian dengan lebih Mena ia diterangkan Vronsky jang takoes itu? sal bedtah dengan ati poenja lahasa- nja..." {{c|---}} Di ketika alpe ke[?]di di Kranotin Salo Vronsky soeta, entah? lagi pagi di moenja makan dari eflicer altiar. Ia [tidak terbaca] perjanggolnja Anna, jang mengotoria [tidak terbaca] m[?]rotos ako boelya, boe'nak ketjono poenja dengan sangat mati. Tjak bali lamanja-la sepoti tida karo betemoo sama Anna dan kemudian [tidak terbaca] poetoer dari [tidak terbaca] ka o air [tidak terbaca], maka ia djadi merasa sangat aja. Anna mata terek ditengoi di tempat alke [tidak terbaca] ini telah djsdil- kan. „Bagaimana aku bisa [tidak terbaca] begini ia datang atawa tidak?" begitoelah ia tanya dirinja sendiri. Paling tidak Vronsky bertemu Anna di ruanganja [tidak terbaca] bagaimana permojana [tidak terbaca] Betty tempo ia ini sedang tetira di lohor ketj, Sotreso dan Vronsky [tidak terbaca] ketika negtian sering [tidak terbaca] nama Anna tempo Kareloff pergi ka loer pagi. Di tjoa hari ia {{c|Anna Karenine 7}}<noinclude></noinclude> pjy47yd44nxxs2b1m3nk8rp4scwx3o7 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/2 104 112304 316645 311357 2026-08-29T15:59:21Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316645 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude> {{C|{{Xxx-larger|'''Rencana'''<br> '''Ekonomi'''<br> '''Berjuang'''<br>}} {{x-larger|'''''Tan Malaka'''''<br> '''''(1945)'''''}}}}<noinclude></noinclude> sa9vi8q817hlr5tjdq27hwu7frcfr49 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/1 104 112307 316646 311361 2026-08-29T15:59:31Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316646 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>[[Berkas:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka (page 1 crop).jpg|500px|nirbing|pus]] {{C|{{Sp|ROWLAND CLASSICS}}<br> {{x-larger|TAN MALAKA}}<br> {{Xx-larger|'''RENCANA EKONOMI BERJUANG'''}}}}<noinclude></noinclude> nzfpptgbcd84sc7mcdeohaxabsmmixw Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/4 104 112310 316644 311366 2026-08-29T15:58:59Z Cgjkldn 22445 /* Tanpa teks */ 316644 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude>'''DISCLAIMER''' '''Rencana Ekonomi Berjuang Oleh Tan Malaka''' adalah publikasi ECONARCH Institute. E-book pdf ini adalah bebas dan tanpa biaya apapun. Siapapun yang menggunakan file ini, untuk tujuan apapun dan karenanya menjadi pertanggungan jawabnya sendiri. Pihak institusi, editor, atau individu yang terkait dengan ECONARCH Institute tidak dalam kapasitas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas isi dokumen atau file perihal transimisi elektronik dalam hal apapun. '''Rencana Ekonomi Berjuang Oleh Tan Malaka''', ECONARCH Institute, Electronic Classics Series, Editor, Indonesia adalah file PDF yang diproduksi sebagai bagian proyek publikasi belajar untuk memberikan literatur klasik bebas dan mudah diakses bagi mereka yang bermaksud mendayagunakannya. Cover Design: Rowland<noinclude>{{rh|4}}</noinclude> 9hy2920fhxle2vy7sh7virx9t0sa2e8 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/84 104 112312 316657 311368 2026-08-29T16:04:50Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316657 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>pesisir kita belumlah akan kita sarungkan belati kita ke sarungnya. Kembali kita ke alam kita, ke penghidupan yang sederhana. Kita bisa dan kita terpaksa berlaku begitu! Dengan hidup sederhana dan senjata sederhana kita bisa bertahan bertahuntahun. Camkanlah bahwa kekayaan Indonesia yang istimewa itu mengizinkan kita bertarung lama dengan hidup miskin. Semua kekayaan dan kemegahan Indonesia itu kelak akan jatuh kembali ke tangan kita apabila kita sudah menang! Semboyan kita: '''RENCANA EKONOMI BERJUANG!''' '''KEMERDEKAAN 100%!''' '''RENCANA EKONOMI SOSIALISTIS!'''<noinclude>{{rh|84}}</noinclude> 1a209ytki1sbazcnr91stgsntr0opd8 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/5 104 112316 316643 311373 2026-08-29T15:57:51Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316643 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{larger|'''PENGANTAR'''}} SATU DUA PERKARA yang perlu saya sebutkan di sini sebagai kata pengantar. Pertama sekali saya dengan ini terpaksa menyerukan "AWAS" terhadap beberapa orang yang menyamar sebagai Tan Malaka Seorang di antara penyamar itu sudah saya jumpai di Surabaya. Menurut keterangan teman seperjuangan di sana si Penyamar ini mempunyai beribu-ribu pengikut. Menurut pengakuan si Penyamar sendiri, dia sudah lama bekerja buat Pemerintah Belanda almarhum. Berhubung dengan itu dia sudah banyak mempunyai hubungan dengan orang yang mempunyai kedudukan tinggi di bawah Belanda di antara Pangreh Praja dll. Apalagi dengan mereka dari kalangan pergerakan di berbagai tempat yang tertipu mentah-mentah. Tak perlu disebutkan lagi bahwa Tan Malaka palsu banyak menimbulkan kekalutan di kalangan pergerakan revolusioner umumnya. dan pergerakan komunis khususnya. Tiadalah susah menghubungkan aksi Tan Malaka Palsu ini dengan provokasi yang lazim dilakukan terhadap pengikut PARI di zaman Belanda terutama sejak tahun 1935-1936. Provokasi itu amat bermaharajalela dan banyak mengirimkan orang PARI ke Digul. Ini malam orang PARI didatangi oleh seorang provokator, besoknya orang itu diDigulkan. Selain daripada itu Tan Malaka Palsu "made in Batavia" (Vrijmetslaarweg) itu berhasil pula melekatkan sangkaan yang tidak- tidak terhadap Tan Malaka yang sebenarnya, berhubung dengan keributan pada tahun 1926 dan pergerakan rakyat di belakangnya. Semua sangkaan itu satupun tak bisa dikupas dengan tiada mengupas yang berhubungan dengan aksi dan organisasi komunis di mana-mana negara. Persangkaan itu tiada akan saya kupas! Muka saya cukup tebal buat melunturkan persangkaan palsu. Hati saya sebagai revolusioner tak bisa digoncangkan oleh tuduhan palsu.<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude> m616ixcsqo5kq5hg0sew4nz2jd7593v Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/6 104 112318 316642 311585 2026-08-29T15:57:34Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316642 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Sejarah hampir belum pernah mungkir mengakui kebenaran! Dalam hal Tan Malaka Palsu yang sudah dijumpai ini bolehlah dikata saya beruntung juga. Sekiranya Penyamar ini berjalan terus, maka akan teruslah ia membohongi para pemimpin. Di antaranya yang sudah kena dibohongi banyak pula yang terkemuka. Tak mengherankan, karena mereka masih “bayi” ketika saya meninggalkan Indonesia bulan Maret tahun 1922. Untunglah beberapa pemimpin muda bisa saya jumpai di Surabaya dan lain-lain tempat dan dengan mudah saya buktikan kesilapan mereka. Alangkah kalutnya pergerakan Indonesia seandainya saya tak menyaksikan peristiwa ini. Sudahlah tentu susah akan menyaring sejarah saya yang sebenarnya, apalagi kalau lebih mendalam. Sebetulnya sudah amat dalam. Sudah lebih dari cukup buat melemparkan saya ke neraka para pengkhianat. Pembaca tentu tak heran kalau saya terkejut mendengarkan banyak orang bercerita pada saya bahwa Pemimpin Besar ini atau itu ketika Jepang masuk menerima “perintah” dari saya buat “bekerja bersama dengan Jepang”. Siapa yang sangsi akan adanya pemberi perintah itu, yakni saya Tan Malaka, dibawa ke Sukabumi, atau Madiun atau Cirebon atau ke lain tempat buat dijumpakan dengan Tan Malaka Palsu. Jepang piawai dalam politik “double crossing” (menipu kedua pihak) sebagai warisan dari Belanda. Tan Malaka Palsu dipakai oleh Belanda buat memikat dan melenyapkan Tan Malaka tulen. Jepang menjalankan politik semacam itu pula. Dengan lenyapnya pemerintah serdadu Jepang, rupanya pekerjaan pemalsuan politik itu diteruskan pula oleh para murid Jepang, ialah buat mencari pengaruh dan pangkat. Siapakah yang rugi, siapakah yang beruntung sampai sekarang, Tan Malaka atau musuhnya? {{nop}}<noinclude>{{rh|6}}</noinclude> d0azq6jeh2atwxex7ss0pll5inwli2t Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/7 104 112321 316641 311589 2026-08-29T15:57:17Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316641 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Siapakah yang akan rugi dan akan beruntung di hari depan? Kenapakah Tan Malaka yang dipakai buat merusak partainya Tan Malaka? Tetapi tuan-tuan yang arifin tentu juga bisa menjawabnya. Saudara yang masih memihak kepada kebenaran saya persilahkan membaca brosur saya Naar de Republik Indonesia tahun 1924 dan Semangat Muda serta Massa Aksi in Indonesia. Semangat Muda ditulis di Manila dan dicetak di Manila, sebelum keributan permulaan tahun 1926. Massa Aksi ditulis dan dicetak di Singapura sebelum keributan tahun 1926 pula. Maksud buku itu ialah buat menjelaskan cara partai komunis mengadakan organisasi, menyaring pengikutnya, dan menjalankan aksi yang cocok dengan paham massa-aksi, yang bertentangan dengan cara aksi militer sematamata. Saya yang bertanggung jawab atas pergerakan komunis di Indonesia dan bagian lain di Asia di masa itu merasa wajib menjaga supaya Partai Komunis jangan tergelincir disebabkan provokasi, supaya Partai Komunis Indonesia khususnya terus berjalan di atas rel massa-aksi. Tulen palsunya seorang pemimpin tiadalah bisa diukur dengan tuduhan orang lain terhadap dirinya semata-mata. Palsu tulennya itu bisa juga diukur dengan perkataan dirinya itu sendiri dahulu dan sekarang. Palsu tulennya itu juga bisa diukur dengan seberapa cocoknya perkataan si Pemimpin dengan perbuatannya sendiri. Kalau di sini didapat perbedaan atau pertentangan, maka barulah tuduhan itu mendapatkan bukti yang sah. Saya tak akan naik perahu bermingu-minggu lamanya diombang ambingkan gelombang menuju ke Sumatera dan Jawa, satu dua bulan sesudah Jepang masuk, kalau saya takut memimpin pergerakan revolusioner yang<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude> seudmlwhk839rm8zez4kq6z594smme4 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/8 104 112323 316640 311592 2026-08-29T15:57:00Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316640 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>sebenarnya. Tak perlu saya sembunyi bekerja sebagai buruh di Bayah Kozan sampai Jepang lenyap, kalau saya percaya pada lain kemungkinan selain “Massa Aksi” di Indonesia. Saya percaya bahwa saya sekurangnya mesti dapat memasuki Gedung seperti Chuo Sangi In dan mendapat gedung besar di bawah perlindungan Hinomaru, kalau saya mau “sehidup semati” dengan serdadu kempetai Jepang, yakni tak percaya akan timbulnya "Aksi Rakyat" yang sebenarnya. Aksi Murba yang meluap mendidih inilah yang saya tunggu-tunggu. Massa-Aksilah yang saya kehendaki lebih kurang 18 tahun yang lalu. Massa-Aksi pulalah yang saya kehendaki sekarang! Ujian buat perkataan saya itu kalau mau diuji dengan paham, bolehlah dibandingkan dengan isi lima atau enam buku yang terpaksa saya keluarkan di masa ini. Terpaksa, karena Massa-Aksi itu saya rasa belum cukup juga dimengerti, pun sekarang! Memang sekarang sudah ada Aksi Massa, ialah aksinya massa (murba), tetapi belum lagi Massa-Aksi. Kalau perbuatanlah yang mesti dijadikan batu ujian itu pula, maka saya harap sejarah akan memberi penerangan cukup, kalau kelak sejarah itu sudah sampai waktunya bersuara! Tegasnya, bandingkanlah dasar, suara, dan semangat tulisan saya kini dengan dasar, suara, dan semangat tulisan saya 24 tahun yang lalu. Sedikit panjang saya menulis buat membatalkan bermacammacam sangkaan yang berhubung dengan haluan dan aksi saya di luar negeri, sebenarnya terpencil dari teman dan jauh dari negeri bertahun-tahun. Keadaan sekarang membutuhkan kejelasan, seberapa bisa sudah saya berikan. Kalau ada lagi di antara teman seperjuangan yang ingin tahu, kenapa belum juga saya memajukan diri, maka sekali lagi saya ulang apa yang saya sebut dalam brosur Politik: Cukup sebab maka Tan Malaka memilih tempat, tempat, dan teman buat menyaksikan dirinya sendiri ke depan mata rakyat Indonesia. {{nop}}<noinclude>{{rh|8}}</noinclude> 0gxfh5iq0ewbfy7zn5cieqq0cbgxqhz Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/9 104 112325 316625 311658 2026-08-29T15:40:14Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316625 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{gap}}Puluhan tahun lebih dahulu saya majukan “garis” yang saya anggap harus ditempuh oleh Rakyat Indonesia dalam perjuangan sekarang dengan semua brosur ini. Apabila “garis” ini disetujui dan yang menyetujui ikhlas takluk kepada susunan dan disiplin organisasi itu, maka kalau masih “diperlukan” pimpinan dari saya sendiri, tentulah saya akan tampil ke muka dengan tiada menghitunghitung korban yang perlu diberikan. Tetapi tiada akan kekurangan kepuasan hati saya kalau seandainya “garis” itu disetujui oleh mereka yang lebih muda dan sendiri mau melaksanakan “garis” itu dengan jujur, ikhlas, dan tetap tabah. {{gap}}Tiga paham yang sekarang berjuang bahu-membahu: paham keislaman, kebangsaan, dan sosialistis. Semuanya pada tingkat merebut KEMERDEKAAN NASIONAL ini berhak buat diakui. Marilah kita berharap supaya ketiga paham itu bisa mengadakan persatuan yang teguh-tetap. {{gap}}Tetapi tak bisa disingkirkan kemungkinan bahwa kelak sesudah Kemerdekaan Nasional tercapai, boleh jadi ketiga paham itu, yang dalam garis besarnya mewakili kelas tani, borjuis-tangan, dan proletar, bercekcokan satu sama lainnya. Berhubung dengan itu maka perlulah dicari “persamaan” sebagai semen yang mempersatukan batu tembok. Persamaan itu didapat pada persamaan keperluan. Persamaan keperluan itu saya kira didapat dalam satu Rencana Ekonomi yang Sosialistis. {{gap}}Inilah maksud brosur ini, yakni membentangkan paham saya tentang Rencana Ekonomi yang sekarang bisa dan perlu dijalankan oleh semua golongan yang ada di Indonesia. Juga dibentangkan rencana ekonomi yang bisa dan perlu dijalankan sesudah kemerdekaan 100% tercapai. Tiadalah perlu dilupakan kritik atas Kapitalisme, atas Rencana Ekonomi Fasis dan Demokratis.<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude> if8h1mif54zfrmu9hctk7ch4r1x5hk4 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/10 104 112326 316639 311595 2026-08-29T15:56:46Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316639 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Mudah-mudahan brosur ini bisa menambah pengetahuan warga negara Republik Indonesia tentang ekonomi. Surabaya, 28 November 1945 {{larger|{{C|<nowiki>****</nowiki>}}}} Pendakwa modern kita, DENMAS, MR. APAL, TOKE, PACUL, dan GODAM sekarang duduk di beranda sebuah rumah, sedang besarnya, dilindungi oleh pohon jeruk yang rindang. Suasana tenang meliputi lima-seperjuangan ini. Pabrik raksasa yang berdiri di seberang jalan yang tadi siang menderu-deru sekarang berhenti diam, sepert seekor gajah beristirahat sesudah melakukan pekerjaannya. Tak ada pekerja yang lalu lintas, menarik dan mengangkat barang di sekitar pabrik itu. Di keliling pabrik terbentang sawah luas ditabur warna hijau dan kuning oleh pokok padi yang muda dan sudah masak. Di sana-sini tampak kampung yang diselimuti pohon buahbuahan. Terbelintang sepanjang cakrawala barisan gunung kehijau- hijauan, di antaranya ada yang diselimuti oleh awan putih seolah-olah kemalu-maluan. Sang bulan mengintip dari celah daun kelapa yang berdiri tegak di suatu desa. Suasana yang aman tenang ini terganggu oleh suara salah seorang di antara lima-seperjuangan tadi.<noinclude>{{rh|10}}</noinclude> 5roj05r9div2db0qh91iiwf7sjuwowk Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/83 104 112328 316624 311386 2026-08-29T15:39:46Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316624 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>Uang Jepang itu sangat mengalutkan perekonomian rakyat. Sudah sampai temponya sekarang buat Pemerintah Republik mengambil tindakan mencegah merosotnya uang Jepang yang menaikkan harga barang itu dan memutusasakan Rakyat Jelata. Ada beberapa tindakan yang bisa diambil. Pertama Pemerintah Republik bisa mencetak uang baru. Kedua, prajurit pekerja dan perang bisa dikasih karcis sesudah menjalankan kewajibannya. Karcis itu dibolehkan dipakai di pasar dan di toko. Ketiga, pakai sistem rakyat jelata di zaman Jepang. Karena uang Jepang amat merosot, maka banyak rakyat di desa yang tak mau lagi menerima uang. Mereka tukarkan telur, ayam, atau kerbaunya dengan kain. Salah satu, dua, atau ketiganya sistem itu boleh dipakai. Tetapi boleh atau tidaknya dipakai, perkara sepenting itu, karena mengenai seluruh rakyat tak bisa diputuskan begitu saja. Lebih dahulu mesti diadakan perundingan yang masak di antara para wakil rakyat jelata. Di sini cuma bisa dimajukan dasar tindakan itu saja seperti di atas. Tetapi tindakan keuangan itu mesti lekas diambil supaya semua penceroboh itu mati kutu. Perlulah pula selekas mungkin diadakan hubungan dengan luar negeri! Maklumlah saudara artinya tindakan ini, andaikan kita sudah siap dengan rencana ekonomi berjuang. Makanan cukup buat rakyat dan prajurit, pakaian pun sudah mulai ditenun.Wanita sudah ikhlas mengerahkan tenaganya buat mengurus dapur umum dan palang merah. Perkakas tenun dengan tak berhentinya berputar oleh tangan wanita yang ingin menang, ingin merdeka. Pembagian makanan dan pakaian berlaku dengan tetap teratur diselenggarakan oleh laki-laki/perempuan tua dan muda dalam negeri. Di kaki dan pinggang gunung, ratusan malah ribuan pondok siap sedia buat menerima penduduk kota yang terpaksa menyingkirkan diri. Biarlah kaum imperialis membabi buta. Di udara dan laut mereka bisa menang. Semua kota besar mungkin mereka bisa duduki. Tetapi selama lembah, dataran, dan lereng gunung terus ditanami menurut rencana ekonomi yang teratur rapi, selama semangat rakyat seluruhnya masih bulat percaya pada Hak Kemerdekaannya, selama Tentara Rakyat masih pegang semangatnya yang menyala-nyala itu, Saudara sekalian, akhirnya musuh mesti akan bertekuk lutut dengan tiada perjanjian suatu apa. Sebelum imperialis itu meninggalkan<noinclude>{{rh|||83}}</noinclude> r4cuiy8roma41956o6h2fomkq4fvi1m Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/11 104 112330 316638 311389 2026-08-29T15:56:31Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316638 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{C|{{Larger|'''I. Kritik atas Kritik'''}}}} {{larger|'''A. KAPITALISME MERAMPOK'''}} SI PACUL : Kapan juga, Dam, kau mau membentangkan Rencana Ekonomi yang sudah kau janjikan itu? SI TOKE : Politik perjuangan, seperti kita perundingkan tempo hari, rasanya sudah meresap betul dalam pikiranku. Tetapi rasanya belum cukup kalau kita belum mempunyai RENCANA EKONOMI. Karena tindakan ekonomilah kelak yang akan menentukan kemakmuran rakyat dan keamanan republik kita. SI GODAM : Dari penjuru manapun juga kupandang, uraianku akan terlampau panjang. Jadi akan melewati maksudnya satu brosur. Menggampangkan mempopulerkan satu ilmu seperti Ekonomi rasanya di luar kesanggupanku. Kalau terlampau pendek tak akan cukup dimengerti atau salah dimengerti. Kalau terlampau panjang akan membosankan dan susah membulatkannya. Bukankah kita mau memberi sekadar pada Murba yang ingin tahu? MR. APAL : Tak perlu engkau membentangkan menurut sejarah Ilmu Ekonomi. Bentangkan sajalah perkara yang terpenting dalam ilmu ekonomi dan garis besar dalam Rencana Ekonomi buat Indonesia. DENMAS : Rencana Ekonomi yang sempurna saya pikir cuma bisa dijalankan dalam suasana aman-sentosa bagi Rakyat Indonesia. Seperti sudah pernah kau bilang, dalam suasana Merdeka 100%. Cukuplah sudah kalau kau bentangkan Rencana dalam keadaan sekarang dan bayangkan saja Rencana yang sempurna tadi. SI PACUL : Pendeknya bentangkan saja RENCANA EKONOMI BERJUANG.<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude> hd72fcrxpor70psqo2hl1acjlx8uk2k Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/81 104 112331 316623 315654 2026-08-29T15:38:42Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316623 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>SI TOKE : Memang begitu, Dam! Indonesia ini bukan Jawa saja. Memang hubungan kita dengan seberang kini amat terganggu. Tetapi kalau maksud dan tujuan itu sama, persatuan dalam mengambil tindakan bisa didapat. Seberang seperti biasa siap setia akan mengikuti Jawa. DENMAS : Kalau kita dari awal Republik didirikan bisa sedikit saja memandang ke depan dan memegang teguh makna dan akibat kemerdekaan itu, maka kita tentu sudah mempunyai Rencana Ekonomi Berjuang itu. Dengan itu kita akan jaya menangkis serangan Inggris-Nica yang mesti datang menyerang kita. Saya bilang mesti, karena mengingat kebutuhan imperialisme Inggris-Belanda sesudah Perang Dunia ini dan mengingat pula sejarah imperialisme Inggris-Belanda dalam 350 tahun di belakang ini, di seluruh pelosok dunia.. {{gap}}SI PACUL : Memang pengharapan kosong itu terlampau banyak terselit dalam hati sanubari para pemimpin kita. Tak perlulah nama si pemimpin itu kita sebut. Kita cukup mengerti artinya persatuan di masa perang ini. Tetapi ingatlah saja perjanjian Inggris dengan para pemimpin kita di Surabaya dan Magelang. Berapa banyak korban mesti diberikan sesudah perjanjian itu, karena kita percaya pada suara merdu dan janji muluk para pejabat yang terdesak itu. MR. APAL : Memang aku setuju penuh dengan perkataanmu. Tetapi engkau sedikit sesat kepada simpang diplomasi. Baiklah kita kembali ke bagian ekonomi Rencana Ekonomi Berjuang itu. Tiadalah akan begitu besar penderitaan mereka yang mesti meninggalkan rumahnya di kota-kota dan lari tergesa-gesa ke desa-desa. Mereka akan bisa disambut dengan persediaan makanan dan pomondokan, walaupun amat sederhana sekali. Rakyat tak akan begitu kacau, kalut, dan prajurit kita tak akan begitu terganggu hatinya melihat rakyat dalam kesusahan itu. Lagipula jika ada persiapan di luar kota, maka rakyat dalam kota tak akan begitu berat hatinya meninggalkan rumah tangganya, tempatnya bernaung berbulan-bulan barangkali sudah bertahun-tahun.<noinclude>{{rh|||82}}</noinclude> 1m1066sctm5i75e167lrnu3dmksgbfg Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/12 104 112332 316637 311606 2026-08-29T15:56:14Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316637 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>SI GODAM : Walaupun Rencana Ekonomi Berjuang yang terutama akan kubentangkan, tetapi tak boleh lupa memberi contoh tentang kapitalisme dan sedikit kritik tentang kapitalisme itu. Bukankah sistem kapitalisme yang menindas kita selama ini dan yang mendorong kita berjuang? SI TOKE : Memang contoh yang tepat itu lekas dimengerti dan dipahamkan. Betul pula keburukan kapitalisme itu mesti dikupas habis-habis. SI GODAM : Kuambil contoh tambang arang di Bayah Banten Selatan, di masa Jepang dan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya. Di sini kita berjumpa kapitalisme yang benarbenar berdasarkan perampokan telanjang bulat. Marilah kita sebutkan lebih dahulu semua syarat produksi. Terutama ialah: # bumi dan iklimnya; ada atau tidaknya sungai danau atau laut buat lalu lintas, # pabrik, bengkel, kereta, kapal, gedung dll, # tenaga yang tukang atau tidak, kuat dan lemah, lakilaki dan perempuan. SI TOKE : Jadi dalam garis besarnya: 1) alam, 2) tenaga, 3) perkakas atau mesin. SI GODAM : Benar, marilah kita periksa bagaimana berjalannya produksi itu sesudah tiga syarat itu ada. Si penghasil sesudah mengadakan hasil pertama menghitung harga hasil yang didapatnya, yakni hasil bulat. Kemudian dia hitung ongkos yang keluar. Harga hasil bulat dikurangi ongkos itulah untungnya. Seperti seorang berdagang, dia juga hitung kelebihan jualan dari pokok. SI TOKE : Cobalah kita hitung dahulu harga hasil sehari.<noinclude>{{rh|12}}</noinclude> 61a5gdf3ggkolbmjvm2lvaq1t929z5h Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/80 104 112333 316622 315655 2026-08-29T15:38:21Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316622 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>tenun dan membagikan hasilnya. 3. Mendirikan pondok di tempat aman sebagai persiapan buat penduduk kota. 4. Mengatur pertukaran barang. 5. Mempersiapkan hubungan dengan luar negeri. SI TOKE : Apakah tindakan yang pertama mesti diambil? SI PACUL : Saya pikir mengadakan l) Panitia menaksir, 2) Jabatan menjalankan taksiran atau Rencana, dan 3) Badan Penyelidik. SI GODAM : Tepat, Cul! Sebenarnya tak perlu saya uraikan lagi apa tindakan sesudah mengadakan Badan itu yang mesti diambil. Semuanya itu sudah terkandung dalam pasal rencana ekonomi sosialis tadi. Cukuplah di sini kalau disebutkan bahwa sesudah Badan Kekuasaan tadi dibentuk, maka hendaklah diadakan penaksiran itu selekas mungkin. SI TOKE : Sebenarnyalah mesti dicocokan semua hasil makanan, pakaian dan perkakas perumahan (di luar kota) serta keperluan buat Jawa seluruhnya dengan keperluan dan permintaan. Kalau ada kekurangan cobalah cari akal buat menambahnya. Barangkali kebun ini mesti ditanami ini dan pabrik ini mesti ditukar dengan pabrik itu. Sesudahnya adakanlah pendaftaran buat semua jenis pekerjaan, seperti pekerja besi, kain, kereta, tambang dll. Tiap-tiap jenis pekerja itu mesti dibagi pula menurut kepandaiannya. Di antara pekerja besi umpamanya berapa banyak tukang lebur, tukang las dsb. Baru kita mendapat pandangan tentang banyak dan kesanggupannya kaum pekerja kita. Apabila kita sudah mempunyai daftar yang sempurna, baru pula kita bisa mengerahkan prajurit pekerja kita yang perlu, kalau kita sudah mempunyai pendaftaran yang sempurna itu. SI GODAM : Kalau tindakan tersebut di atas sudah dijalankan di Jawa, sudah tentu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara akan mengikut. Sebab itu semua tindakan di Jawa itu mestinya tepat cepat.<noinclude>{{rh|80}}</noinclude> ah5jviq2lxmijjxmf1kqza8w2ig4xo6 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/13 104 112334 316636 311607 2026-08-29T15:55:58Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316636 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>SI GODAM : Sehari bisa dihasilkan pukul rata sedikitnya (menurut taksiran kasar) 100 ton arang. Harganya ditaksir murah sekali, ialah f 100,- satu ton (Nilai rupiah di masa itu lebih kurang cuma 1/10 harga rupiah sebelum Jepang). Jadi harga 100 ton arang itu ialah 100 x f 100,- = f 10.000,- SI TOKE : Ongkos keluar berapa? Sewa tanah = f 0.00,- (Tanah-logam di Bayah umumnya tanah gedoran). Kelunturan mesin = f 0.00,- (Semua mesin ialah mesin gedoran). Bahan dipakai = f 0.00,- (Bahan di Bayah sebenamya tak ada. Kain mempunyai bahan berupa benang. Tetapi arang tak ada bahannya). Gaji = f 0.000,- Romusha 10.000 x f 0,40 = f 4.000,- JUMLAH ONGKOS = f 4.000,- Jadi untung bersih saban hari f 10.000 - f 4.000 = f 6.000,- Dipandang begitu untung Jepang satu hari adalah 1,5x dari pokok. Kalau dihitung menurut aturan biasa, yaitu untung satu tahun, maka untung kongsi Jepang di Bayah itu 365 x 150% = 54.750%. Ini bukan lagi untung, melainkan curian! Kongsi Jepang, BAJAH KOZAN SUMITOMO KABUSHIKI KAISHA itu bukan perusahaan lagi, melainkan perampokan. SI GODAM : Tunggu dulu, Kek! Aku cuma memberi gambaran saja. Perhitunganmu masih belum beres. Gaji yang f 4.000,- sehari tadi ialah kertas koran yang digedor oleh Tentara Tenno Heika di KOLF, Jakarta. Jadi harganya uang Jepang itu ialah harga kertas itu saja. Belum f 40,- lagi kalau diukur dengan mas umpamanya. Cuma harga mencapkan saja yang mesti<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude> oljmrwupshy0iq1ywqh9yddzah8xt0d Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/14 104 112337 316635 311396 2026-08-29T15:55:30Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316635 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>dihitung. Yang dinamai dekking (penutup kertas) itu, seperti bank biasa memang tak ada. Tetapi ongkos pencapnya pun dibayar dengan kertas pula. Beras yang dijualkan kepada romusha itupun beras gedoran. SI TOKE : Kalau semuanya itu digedor, bagaimana menghitungnya? Tenaga sendiripun tenaga gedoran. SI GODAM : Ringkasnya yang 100 ton arang itu diperoleh dengan makian “bagero” saja. Tanah digedor, mesin digedor, dan tenaga romusha pun digedor. SI PACUL : Benar katamu, kapitalisme yang dijalankan oleh Tentara Jepang dalam 3 tahun di Indonesia ialah Kapitalisme MERAMPOK melulu! Perhitungan untung 54.750% itu masih rendah sekali! Tak ada ukuran yang sebenarnya boleh dipakai, kalau semua syarat menghasilkan itu barang rampasan. Kalau pokok f 0.00 dan jumlahnya sehari f 10.000,-, dalam ilmu hitung persenannya boleh dikatakan tak berhingga. Boleh 1.000.000% atau lebih karena jualan mesti dibandingkan dengan pokok Jepang yang f 0.00 dan tenaganya si kapitalis Jepang yang keluar cuma tenaga menyemburkan "bagero" saja. SI TOKE : Sering juga dia bertenaga banyak! SI PACUL : Kapan umpamanya? SI TOKE : Umpamanya kalau dia sudah main tampar, atau asyik menyiksa seperti kucing menyiksa tikus. Si Kempetai sibuk mencari api pembakar mangsanya atau membanting dan menendang mangsanya sepuas-puasnya . MR. APAL : Betul sekali anak Dewa Turunan Ameterasu Omikami itu di sini merusak dan memusnahkan tenaga Indonesia. Jepang itu mau lekas kaya dengan tiada mempedulikan sumber kekayaan di Indonesia. Kita ingat pada cerita di sekolah rendah, cerita ayam bertelur emas. Si empunya ayam yang tak mempunyai kesabaran dan bodoh itu potong<noinclude>{{rh|14}}</noinclude> 2lte9epkfq656obnkwwatx1rbfe3g9x Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/15 104 112338 316634 311399 2026-08-29T15:55:05Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316634 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>ayamnya supaya sekali lalu dia dapat semua emasnya. Tentulah akhirnya dia tak mendapatkan apa-apa. DENMAS : Dalam ekonomi yang betul-betul dijalankan buat kemakmuran Rakyat Murba, sudahlah tentu “tenaga” itu mesti dipelihara baik-baik. Sebisa mungkin ditambah nilainya dengan menambah kodrat dan sifat-baiknya. Dipelihara makan minumnya si pekerja, dipelihara rumah dan kesehatannya serta digembleng otak dan tenaganya. Dengan begitu tenaga itu naik banyak (quantiteit) dan sifatnya. Inilah yang memakmurkan Negara. SI TOKE : Tentulah sumber hasil yang lain-lain mestinya dipelihara pula. Bagaimana si Jepang membikin kurus sawah dan merusak mesin kereta dan auto tak perlu pula kita bicarakan di sini. Umur mesin yang sepatutnya sisa 10 tahun di tangan si Jepang tak sampai 5 tahun. SI PACUL : Semua mesin “bagus” yang bisa berumur panjang habis diangkut Jepang ke negerinya. Benarlah, dia menjalankan EKONOMI MERAMPOK. {{Larger|'''B. KRITIK MARX'''}} {{Larger|'''1. Timbulnya "Nilai-Lebih"'''}} SI TOKE : Saya juga sudah pernah baca, bahwa “untung” itu ialah “pencurian”. MR. APAL : Kalau saya tak salah lebih cari satu abad lampau Weitling, pujangga Jerman sudah menyatakan bahwa “untung” itu ialah bagian hasil yang dicuri si kapitalis dari buruhnya. DENMAS : Saya pun punya teman seorang jurnalis Tionghoa yang bilang bahwa pujangga Tionghoa Guru Kung, muridnya Guru Ming, katakan bahwa “untung” itu memang “pencurian”.<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude> nxmggfeq4epk8qrv8yu1tjwtsma7r0o Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/16 104 112341 316633 311609 2026-08-29T15:54:52Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316633 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>MR. APAL : Yang mengupas kapitalisme dan "untung" itu sebagai pencurian ialah seorang pujangga, ahli filsafat Jerman bernama Karl Marx. Orang bilang Marx mempelajari Ekonomi itu dalam tempo lebih kurang 20 tahun, di negara yang semasa hidupnya paling terkemuka dalam perindustrian, yakni Inggris. Marxlah yang mengupas kapitalisme itu secara ilmu selama ia hidup sebagai pelarian politik di Inggris itu. SI TOKE: Kami persilahkan Mr. Apal memberi penerangan tentang kupasan Karl Marx itu secara populer. MR. APAL : Secara populer, terus terang kubilang aku kurang sanggup. Biarlah Godam saja menerangkan. SI PACUL : Memang Godamlah yang sehari-harinya bergaul dengan Pekerja Murba dan guru kursus buat mereka. Lebih pada tempatnyalah kalau Godam yang memberikan kupasan itu. SI GODAM : Tetapi saudara sekalian di sini bukan pekerja murba! SI TOKE : Benar, tetapi kami juga sanggup, dan di masa pekerja murba masih serba kekurangan tenaga seperti sekarang, kami wajib memberi penerangan pula pada pekerja murba. Isi yang patut diterangkan dan caranya menerangkan, tentulah kau lebih paham, Dam! SI GODAM: Karl Marx ialah bapak dari satu teori, satu paham yang masyhur di dunia ekonomi dengan nama “Nilai-Lebih” Dalam bahasa Jermannya ialah Mehrwert; Inggrisnya Surplus-Value. Maafkan saja kalau saya terjemahkan dengan “Nilai-Lebih”, Marx mengupas timbul, ada, dan tumbangnya “Nilai-Lebih” tadi dalam tiga buku tebal yang masyhur di dunia bernama Das Kapital. Benar tidak semuanya Marx yang menulisnya, karena dia meninggal dunia sebelum Das Kapital itu rampung. Teman sepembangunnyalah, bernama Frederich Engels yang meneruskan pekerjaan raksasa itu. Tentulah Engels<noinclude>{{rh|16}}</noinclude> qnhxnsixvnlszl5n8ptdo2jwxkw5lp4 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/17 104 112343 316632 311610 2026-08-29T15:54:28Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316632 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>meneruskannya dalam semangat teman sepembangunnya itu pula. SI PACUL : Jadi kepada dua Bapak Proletar inilah sebenarnya dunia-proletar seharusnya berterima kasih. Marilah kita mengheningkan cipta buat arwah dua Maha Guru itu! SI TOKE : Engkau masih ketinggalan semangatnya Pemuda Tenno pemuja arwah di Cureido Jakarta dan Kuil Ise di Tok dan Kuil Yasukuni Jinja tempat arwah serdadu Tenno Heika bersemayam, bersuka-ria! SI GODAM : Memang Marx Engels tak meminta, malah tak mengizinkan kita sesama manusia memuja mereka. Mereka lebih berbesar hati kalau teori mereka diterjemahkan dengan sebaiknya, ialah menurut tempat dan menurut tempo. Mereka menghendaki supaya teori mereka menjadi pahamnya Pekerja Murba di seluruh dunia! SI PACUL : Sesungguhnyalah rasa menghormati dan cinta itu ada pada saya. Saya pikir juga ada pada kebanyakan orang. Tetapi kalau tak baik caranya menghormat seperti yang saya majukan di atas bagaimana; kita menunjukkan rasa hormat, penghargaan dan cinta kita kepada pemimpin proletar yang mempergunakan semua tempo, tenaga, dan jiwanya buat kelas proletar itu, puluhan tahun lamanya? SI GODAM : Ada jalan, Cul! Pertama sesudah kelak teori Marx diuji dan dipahamkan, laksanakanlah paham itu serajin-rajinnya dan sejujur-jujurnya terutama di antara kelasmu sendiri, kelas proletar tanah. Kedua, buat menerangkan “Nilai- Lebih” tadi akan kuambil contoh yang diberikan oleh Marx sendiri dalam bukunya Das Kapital tadi. Contoh itu masih bisa dimengerti dan dipakai. Dengan begitu kita panggil kembali Karl Marx di depan pikiran kita! SI PACUL : Ya, benar, itulah cara yang sebaik-baiknya buat menghormati guru itu. Mulailah, Dam! Terangkan dari mana<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude> 3v4zq3icvj0ch62iq7l0khs3rjeydae Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/19 104 112346 316631 311406 2026-08-29T15:54:14Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316631 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>benang umpamanya, seperti kaumnya kapitalis benang tadi juga, bahkan seperti dirinya sendiri. Dia sendiri biasa jadi kapitalis kain yang memakai benang sebagai bahan. Kalau dia ambil untung lebih dari dirinya sendiri itu, pada satu pihak, maka ini berarti ia merugikan dirinya sendiri pada lain pihak. Ini mesti dimengerti, Kek! SI TOKE : Aku belum mengerti, Dam! SI GODAM : Umpamanya si Kapitalis Benang kita tadi mempunyai dua kas. Kas yang kesatu berisi 37½ sen saja. Kas kedua 75 sen. Jumlah uangnya 112½ sen. Sekarang kas kesatu bukan berisi uang 37½ sen lagi, melainkan diisi dengan benang senilai 37½ sen. Yang 37½ sen tadi menjelma menjadi benang 1 kg. Jumlah nilainya kedua kas tadi bukanlah tetap 112½ sen? Seandainya benang 1 kg dari kas kesatu tadi dia tukarkan dengan kas kedua ialah 75 sen tadi. Jadi sekarang benang senilai 37½ sen bertukar tempat. Benang itu sekarang berada di kas kedua yang dahulu berisi uang 75 sen. Dan uang 75 sen sekarang pindah ke kas kesatu. Jumlah nilainya benang dan uang bukanlah tetap 112½ sen? SI TOKE : Memang jumlah nilainya tetap 112 sen. Cuma tempatnya benang 1 kg dan uang 75 sen yang bertukar. SI GODAM : Andaikan sekarang kas kedua berisi 75 sen bukan kepunyaan satu orang. Dia kepunyaan kapitalis lain, tetapi kapitalis juga. Jadi jumlah nilai pada dua orang kapitalis itu bukanlah tetap 112½ sen juga? Jadi kalau nilai 37½ sen itu dilipat dua bukankah ini berarti dia merugikan diri sendiri atau kelasnya sendiri? Di sinilah terselipnya peraturan (kesolideran) para kapitalis sebagai kelas. Merugikan seorang kapitalis lain berarti merugikan dirinya sendiri sebagai seseorang dari kelas kapitalis pula. SI TOKE : Terlampau panjang aku mengambil tempo. Tetapi hal ini mesti terang betul buat kami. Sekarang barulah terang betul buat saya, bahwa dengan jalan menukar kapas memakai<noinclude>{{rh|||19}}</noinclude> jwu4km96d2abfpyqwb4kk276pgvhbnm Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/20 104 112347 316630 311407 2026-08-29T15:53:58Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316630 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>tenaga dan mesin begitu saja tak menimbulkan “untung”. Jadi dari mana mestinya timbul untung itu? SI GODAM : Sekarang begini Kek! Si Buruh yang karena tak berpabrik, bermesin, atau berpacul itu, pendeknya Si Proletar, Si Tak Berpunya itu bukankah terpaksa menyerahkan, mempersekotkan, tenaganya kepada si kapitalis yang punya mesin? SI TOKE : Benar, karena dia tak punya perkakas lagi seperti di zaman lampau. Dia sudah di-“merdeka”-kan oleh Pemberontakan Borjuis dari perkakasnya. Yang ada padanya sekarang hanyalah “tenaganya” saja yang dia peroleh dari Alam dari ibu-bapaknya. SI GODAM : Benar, dengan harga 75 sen inilah yang dinamai upah Kek! Sekarang dia akan dibeli buat kerja sehari ialah 24 jam. Tadi kita andaikan dia bekerja cuma 6 jam saja sehari. 18 jam dia bebas! Sekarang si kapitalis merasa keberatan melihat dia bebas selama itu. Si kapitalis kerjakan si buruh, yang sudah mempersekotkan tenaganya, mengkontrakkan tenaganya itu, bukan 6 jam, melainkan umpamanya 12 jam! Apakah hasilnya? SI TOKE : Ingin juga aku mau tahu, hasil 12 jam kerja itu dengan bayaran 75 sen sehari, karena dia dibayar buat satu hari. SI GODAM : Perhatikan sulapan kapitalis, Kek! Tenaga itu sekarang bukan seperti mesin lagi melainkan menjelma menjadi barang yang bisa menyulapkan hasil yang dikehendaki si kapitalis. SI PACUL : Sekarang engkau Dam, yang berlaku seperti tukang sulap yang membikin kami bingung! Cobalah beri perhitungan bagaimana si kapitalis menimbulkan Nilai-Lebih tadi!<noinclude>{{rh|20}}</noinclude> eun0oze2bn8bjk1xhpijuf6f44awt9l Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/22 104 112348 316629 311613 2026-08-29T15:53:40Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316629 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>SI TOKE : Bagaimana mesin? Bukankah mesin mengambil bagian pula dalam Nilai-Lebih tadi. Apakah artinya kelunturan mesin yang masuk perhitungan di atas? SI GODAM : Mesin itu asalnya bermula dari “tenaga” juga bukan? Tenaga yang menukar besi jadi baja dan baja menjadi mesin. pikiran cerdas, pikiran si penemu (inventor), yang mesti dianggap sebagai tenaga istimewa, seperti kata Marx tenaga berlipat, sudah masuk pula ke dalam mesin tadi. Bagaimana juga mesin itu bukannya barang gaib. SI TOKE : Kelunturan mesin itu apa pula? SI GODAM : Seandainya mesin itu bisa dipakai 10 tahun. Pokoknya mesin itu umpamanya f 1.000,00. Jadi umurnya sang mesin itu ialah 10 tahun. Jadi tiap-tiap tahun dipakai umurnya berkurang satu tahun, dan harganya berkurang f 1000,00 : 10 = f 100,00. Yang f 100,00 itulah yang saya namakan kelunturan. Yang f 100,00 itulah yang dihitung oleh kapitalis sebagai ongkos. Di sini hal itu kupopulerkan saja. Biarpun mesin itu bisa hidup terus 10 tahun, tetapi kalau sesudah 5 tahun umpamanya didapati mesin yang lebih kuat, maka mesin yang tadi biasanya dilemparkan saja. Tak dipakai 5 tahun lagi! Tetapi hal ini di sini agak sedikit menyimpang. Yang penting buat diketahui ialah: si kapitalis yang mempunyai mesin dan uang pergi ke pasar tenaga. Di sini dia berjumpakan tenaga yang tak bisa dipakai oleh si empunya, karena tak ada kapital. Tenaga itu amat murah, karena persaingan satu penjual dengan yang lain. Karena yang empunya tenaga mesti makan, membayar sewa rumah buat diri dan keluarganya, tenaga murah itu dibeli murah. Ajaibnya tenaga itu bisa menukar bentuk barang dari kapas ke benang dan dari benang ke kain. Tenaga itu boleh dipakai lebih lama dari nilai upahnya, seandainya upahnya bisa dibayar dengan 6 jam pekerjaannya. Tetapi karena dia berkontrak buat sehari, maka dia bisa dipekerjakan lebih dari 6 jam itu. KERJA LEBIH itulah yang menimbulkan Nilai-Lebih, ialah tenaga yang tak dibayar.<noinclude>{{rh|22}}</noinclude> 47ravfqpw9r94w9xssf7ya2d9spf1uu Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/23 104 112350 316628 311614 2026-08-29T15:53:22Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316628 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>SI PACUL : Kalau begitu masyarakat kita ini berdasarkan kedustaan belaka. Kata si kapitalis, dialah yang memberi kehidupan pada si buruh. Sebenarnya bukankah si buruh yang senantiasa menambah kekayaan si kapitalis? Bukankah pula si buruh yang mempersekoti si kapitalis? Bukan sebaliknya si kapitalis yang mempersekoti si buruh!! SI GODAM : Memang begitu Cul! Si buruh baru menerima upahnya sesudah membanting tulang dan mengeluarkan peluh keringat sekurangnya seminggu. Baru biasanya dia menerima upah. Jadi tenaganyalah yang keluar dahulu. Di belakang baru mendapat upahnya. SI TOKE : Kalau begitu makin lama si buruh dipekerjakan makin besar pula “Nilai-Lebih” si kapitalis. Bukankah tak lebih untung buat si kapitalis, kalau dipekerjakan 24 jam sehari. SI GODAM : Ada batasnya Kek! Nantilah kuterangkan. {{larger|'''2. Mempertinggi “Nilai-Lebih”'''}} SI GODAM : Engkau Kek, tadi sudah bilang, bahwa makin lama si buruh bekerja makin besar untung si kapitalis. Umpamanya upahnya sehari bisa ditebusnya dengan kerja 6 jam hari itu, maka seandainya ia kerja terus sampai 10 jam, maka 4 jam tempo lebih itu ialah buat si kapitalis. Empat jam tempo lebih itu menimbulkan 4 jam “Nilai-Lebih” pula. Kau sangka bahwa si kapitalis akan lebih beruntung kalau buruhnya bisa dipekerjakan 24 jam sehari. SI TOKE : Logisnya memang begitu, bukan? SI GODAM : Si Jepang juga pernah menjalankan begitu, atau serupa itu. Dengan mataku sendiri kusaksikan ribuan romusha dikerjakan di hujan dan panas berhari-hari buat membikin lapangan kapal terbang. Di Inggris di abad yang lampau, di zaman Revolusi Industri, hal itu memang hampir umum terjadi. Tetapi lambat- laun, karena akibat kelamaan kerja<noinclude>{{rh|||23}}</noinclude> n75ibwj909tujkd1jgsl2zcsqxsensg Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/24 104 112351 316627 311411 2026-08-29T15:53:05Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316627 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>itu amat menyedihkan dan terutama disebabkan perlawanan kaum buruh sendiri, maka cara mempertinggi “Nilai-Lebih” dengan jalan memperpanjang lamanya kerja semau-maunya kapitalis itu tiada bisa dilakukan. Bukankah manusia perlu tidur selama 7 atau 8 jam sehari? Bukankah si buruh perlu mengaso, makan, membersihkan diri dan melayani anak istri, walaupun dalam sedikit tempo saja? Bukankah si buruh perlu menambah kebudayaannya buat menambah hasil pekerjaannya pula? SI PACUL : Lagipula hasil kerja 8 jam sehari belum tentu kurang dari hasil 12 jam sehari. Boleh jadi pada permulaan satu atau dua hari bekerja, hasil 8 jam bekerja kurang dari bekerja 12 jam sehari. Tetapi kalau sudah berhari-hari dilakukan, maka semangat bekerja dan tenaganya sendiri pasti akan berkurang. Jadi akhirnya hasil pekerjaannya kurang dari si pekerja 8 jam sehari. Si pekerja 8 jam, kesehatannya, kalau terjaga, tentu lebih kuat dan lebih bersemangat. SI GODAM : Tuntutan kaum buruh dunia yang sudah diorganisir, tuntutan 8 jam kerja sehari, memang cocok dengan ilmu dan kemanusiaan. Jadi lama kerja itu memang ada batasnya. Pertama sebab tenaga manusia memang terbatas. Kedua sebab organisasi proletar di mana-mana memaksa majikan mengurangi lama kerja. SI PACUL : Si kapitalis itu bukankah selalu mencari akal buat memperbesar untungnya? SI GODAM : Memangnya begitu, jalan yang lain buat si kapitalis ialah menambah kuatnya bekerja (lebih intensif). Seandainya ia mesti memukul 100 x 1 jam, maka sekarang dia disuruh memukul 200 x dalam 1 jam. Seandainya dia mesti berjalan 6 km satu jam, sekarang dia disuruh berjalan 8 km dalam satu jam. Ada pula jalan lain! SI PACUL : Jalan apa pula, Dam?<noinclude>{{rh|24}}</noinclude> 65ywm4kc4q2fomqofk7jokl5k8b5ci0 Halaman:Rencana Ekonomi Berjuang-Tan Malaka.pdf/25 104 112352 316626 311615 2026-08-29T15:52:51Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316626 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>SI GODAM : Seandainya ukuran hidupnya yang cocok dengan hidupnya dalam kesosialan adalah hasil pukul rata 8 jam bekerja, maka dia sekarang diupah dengan 6 jam kerja saja, Tetapi marilah kita andaikan muslihat ini tak dijalankan oleh si kapitalis. Ada lagi muslihat lain yang tak begitu kentara di mata kaum buruh. SI PACUL : Ada-ada saja akal si kapitalis ini. Sungguh pintar ia memikirkan jalan yang menguntungkan dirinya sendiri. SI GODAM : Seandainya seorang buruh kerja 10 jam sehari. Buat penebus upahnya umpamanya perlu ia kerja di hari itu 6 jam lamanya. Sekarang ia dan ahli pembantunya si penemu (inventor) memikirkan jalan menurunkan kerja 6 jam itu sampai 5 jam umpamanya. Kalau bisa begitu maka kini buat menebus upahnya sendiri, dia perlu bekerja 5 jam sehari. Sisanya yang 5 jam lagi dipakainya buat majikannya. Jadi dengan tetap jumlah kerja 10 jam sehari si kapitalis sekarang bisa menaikkan “Nilai Lebih” sebanyak kerja satu jam sehari, jadi 25% tambahnya dari hasil 4 jam kerja lebih dahulunya. MR. APAL : Buat ini perlu perubahan kemesinan dan sosial. Buat itulah seorang insinyur atau penemu selalu ada di samping si kapitalis. Mereka ini selalu memutar otak buat mempertinggi kekuatan “efisiensinya” mesin. SI PACUL : Celaka 13 kalau begitu mesin itu! Mesin yang bisa menguntungkan masyarakat seluruhnya sekarang dipakai buat mempertinggi “Nilai-Lebih”-nya si kapitalis saja! MR. APAL : Mesin itu mencoba memurahkan harga kain, makanan dan keperluan sehari-harinya si Buruh. Mesin tenun yang lebih kuat, cepat, banyak dan traktor yang lebih efisien bisa melipatgandakan hasil seperti pakaian dan makanan. Hasil yang berlipat ganda banyaknya itu tentulah turun pula harganya. Karena hasil yang turun harga itu merendahkan takaran hidup (standar hidup) buruh. Maka dia sekarang bisa kurang lama kerja menebus upahnya sehari-hari. Seandainya dulu perlu kerja 6 jam<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude> pvwsn4mejfp5pcdho3gqegvr3j2t3rk Halaman:Korban Boedi.pdf/8 104 112414 316698 315747 2026-08-29T16:37:15Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316698 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 6 —}}</noinclude> Iah penoelis adjak pembatja berkenalan sama keadahannja Tjin Liang, itoe orang jang pegang rol pen­ ting dalem ini tjerita. Tjin Liang poenja peroentoengan dalem penghidoepan boleh dibilang djaoe dari beroentoeng, sadari masi ketjil soeda ditinggal mati oleh ajahnja, soekoer djoega ia poenja 'nkoe, Eng Hoei, jang menjinta soe dara prempoeannja jang toenggal, adjak ia tinggai dalem satoe roemah. Tjin Liang poenja denger kata dan tida bertabeat ban­ tahan dengen lantas menarik keras kasoekahannja itoe paman, hingga ia diperlakoeken seperti itoe paman poenja anak sendiri. Soeal peladjaran djoega Tjin Liang tida dikatjoealiken. Tapi atas permintahannja sendiri ia lebih soeka masoek sekola di T. H. H. K. dari pa­ d a sekola Blanda, maski Liari Nlo, ia poenja misanan, ada toentoet itoe matjem peladjaran. Pergaoelannja sama Lian Nio satoe gadis jang mempoenjai tabeat baek dan berboedi, kaliatan ada sanget akoer, hingga belon perna orang liat ia orang berpisahan memaen kapan sadja djoestroe lagi nganggoer. Satoe waktoe perna djoega terbit setorian, tapi salekasnja marika lantas djadi akoer kombali, hingga masing-masing orang toeanja poen merasa girang. Begitoelah hari liwat hari itoe doea soedara mi­ san selaloe hidoep dengen tjotjok dan akoer, kaloe jang satoe tida kaliatan jang lain pergi mentjari, dan kaloe soeda bertemoe lantas fihak jang mentjari menanjaken jang ditjari dari mana, dan selandjoetnja bermaen sama-sama, djoega waktoenja dapet makanan enak jang satoe tentoe bagiken pada jang lain, soepaja sama-sama bisa merasaken. Pendeknja dalem segala apa itoe doea anak berada dalem keakoeran.<noinclude></noinclude> ljfq082zppb1magif8kym338741yx25 Halaman:Korban Boedi.pdf/9 104 112418 316699 311481 2026-08-29T16:37:35Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316699 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 7 —}}</noinclude>Berapa taon telah berlaloe dengen tjepet, sekarang itoe doea anak-anak sama-sama djadi besar. Ijin Liang berobah satoe djedjaka jang tjakep dan berboedi, Lian Nio poen berobah djadi satoe gadis eilok, berhati moerah dan moelia, tapi sajang Allah tida sekalian compleetken itoe kamoelia'an dengen kategoehan hati jang oetama. lantaran hatinja ada lemah, Lian Nio berlakoe dengen menoeroetin angin atawa pengaroe dari loear jang lebih koeat sedikit sebab sadja tjoe- koep boeat roba segala angen-angennja. Doea taon berselang, koetika itoe gadis moelai mendjadi akil baleg dan pikirannja sebagi anak-anak jang saderhana dan polos moelai sedar dan terboeka pada penghidoepan manoesia, diam-diam itoe gadis merasa katarik sama Tjin Liang jang tjakep dan beradat sopan. Sedeng Tjin Liang sebagimana lajiknja manoesia jang saoemoemnja poen ada anoet itoe matjem pera. sa'an. Demikianlah, sadjek terbitnja itoe perasa'an soeka jang melebihin dari soekanja satoe sobat atawa soedara, masing-masing djadi lebih open dan menjajang, per- gaoelannja poen djadi terlebih rapet, marika berdoea soeka-mengobrol sampe djaoe malem, iaorang mengo- brol ka barat dan ka timoer dengen tida perna merasa bosen. Begitoe memang ada sifatnja pertjintahan jang soe tji, dari pergaoelan anak-anak soeka berobah djadi pertjintahan antara lelaki dan prempoean. Koetika itoe perasa'an baroe moelai dirasaken, Lian Nio sendiri ampir tida mengarti apa adanja itoe pengaroe. Diam-diam ia merasa heran, kenapa kaloe satoe hari sadja ia tida doedoek berkoempoel dan bertjanda sama Tjin Liang-kaloe waktoenja Tjin Liang sedeng repot bikin persediahan examen ia rasaken doenia ada sepi sekali, dan sebaliknja hatinja merasa<noinclude></noinclude> h5ks12s703b2kk92ib93ma17i83ujic Halaman:Korban Boedi.pdf/10 104 112419 316701 311482 2026-08-29T16:38:26Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316701 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 8 —}}</noinclude>senang sekali kapan ia sedeng berkoempoel sama itoe anak moeda. Pada soeatoe hari, lantaran oeroesan familie Tjin Liang disoeroe pergi ka Pekalongan dan di sana ia dipaksa menginep sampe doea malem, Tjin Liang soeda kepaksa menoeroetin kainginannja itoe familie, tapi dalem itoe doea hari doea malem hatinja selaloe djadi kesel, hingga boeat itoe tempo tida lebih dari, bebrapa poeloeh djam lamanja ia rasaken seperti bertaon-taonan. Pada waktoe siang Tjin Liang bisa sedi­ kit terhiboer sarna ramenja orang-orang jang dateng berlandja dalem peroesahannja itoe familie, tapi begitoe lekas sang malem mendatengin pada waktoe mana segala apa terdjatoh dalem lipetannja kasoenjian, pikirannja djadi melajang ka Tegal, la bajangken Lian Nio tentoe sedeng menoenggoein kedatengannja dengen tida sabaran, sebab memang pada waktoenja berang­ kat lantaran keboeroe-boeroe ia tida sempet berpamitan pada itoe soedara misan prempoean. Pada hari jang ketiganja dengen tida bisa ditjega lagi Tjin Liang lantas berpamitan poelang. Djalannja expresstrein jang tjepet Tjin Liang rasaken masi terlaloe pelahan, sebab kaloe menoeroetin kainginannja, kaloe bisa, ia maoe terbang soepaja bisa lekas sampe di Tegal dan katemoeken Lian Nio, jang tentoe sedeng menoenggoein kedatengannja dengen tida sabar, la bajangken, bagimana itoe gadis aken lantas menegor, kemana ia telah pergi sabegitoe lekas itoe gadis dapet liat padanja. Sesampenja di roemah ia lantes toetoerken dengen tjepet pada iboenja apa jang dalem itoe koeadjiban ia soeda lakoeken, sasoedanja beres menoetoer, ia lantas boeroe-boeroe dateng kasamping kebon, di mana betoel sadja Lian Nio sedeng doedoek menoendjang<noinclude></noinclude> jv3jfgemvwpn1zaai67so32i3ya2da0 Halaman:Korban Boedi.pdf/11 104 112420 316702 311484 2026-08-29T16:38:42Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316702 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 9 —}}</noinclude>djaiijjgoet di bawahnja poehoen kemoening satoe tem­ pat jaiig bias'inja marika goenaken boeat doedoek berkoempoel : „Kaoe pergi kemana sampe doea hari iarnanja,'nko Tjin Liang? Kaoe jsng pergi plesir tentoe merasa Sïnang, tapi akoe jang berdiam di roemah merasa kase|)ian. Kaloe akoe mempoenjai sajap seperti boerociig, tentoe akoe soeda pergi menjoesoel dan seret kaoe diadjak poelang menanja Lien Nio dengen roepa sedikit masgoei. „Akoe pergi ka Pekalongan, Liaii " „Kenapa begitoe lama? Djoega mengapa kaoe tida sekalian adjak akoe? memang kaoe nakal, kaoe tida inget waktoenja akoe diadjak pergi pesiar oleh mama, tentoe akoe tida loepa adjak kaoe." Ditjomelin begitoe sebaiiknja merasa koerang senang Tjin Liang djadi ketawa. Diam-diam hatinja merasa girang, dari pengakoeannja ifoe gadis ternjata boekan ïjoema dirinja, tapi itoe gadis poen roepanja tida bisa terpisa dari ia. „Kenapa kaoe diam sadja ? djoega kaoe kaliatan beda dari sari-sarinja. Kenapa kaoe awasin sadja moeka'koe hingga bikin akoe djadi merasa maloe ?„ „Kaoe, merasa maloe dipandang oleh akoe? Kaioe begitoe kaoe boleh pasang kere boeat nienoetoepin moekamoe soepaja tida bisa dipandang lagi !" "Soeda, soeda, akoe tida maoe terik pandjang itoe oeroesan, tapi kaoe moesti terangken kenapa sakombalinja dari Pei<alongan kaoe keli;iian banjak berobah, soeka awasin orang dengen tida bisa soeda apa idoeng stawa matakoe somplak?" "Akoe tida mengarti, Lian." Ach memeng kaoe bandel , " kata itoe gadis sembari kerdjaken tangannja menjoebit orang poenja iengan.<noinclude></noinclude> gs51bclexs2cjujbxs410r7jljs9ty4 Halaman:Korban Boedi.pdf/61 104 112421 316703 315175 2026-08-29T16:38:59Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316703 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 59 —}}</noinclude><section begin="9" /> {{rh||'''IX BERDOEKA. —o—'''}} Satoe boelan berlaloe dengen fjepet sekali. Dalem itoe tiga poeloeh hari Tjin Liang iboek mentjari katerangan, tapi biar begimana radjin djoega ia mengoebek, toch itoe kedjadian tingga! gelap, tida ada saoetoe apa jang bisa ditjoerigahin. Diam-diam Tjin Liang ada menaro katjoerigahan pada Tiang Lok atas dasar ia pceiija ktakoean jang dalem segala hal mace bermoesoe. Tapi ia tida brani m.endoega sembarangan, sebab boekti-boekti ia tida poenja Apa boleh boeat, dalem itoe kaiboekan Tjin Liang tjoema bisa seselken nasib dirinja jang tida beroentoeng. Begitoelah sadjak terdjadinja itoe incident, hari katemoe hari Tjin Liang poenja kagoembirahan djadi semingkin koerang, kamoedian orang tida liat poela, diantara paras moekanja jang beroba sedikit poetjet, itoe perasahan jang bergoembirah, ketjoewali roman koesoet dan berdoeka. !a poenja perobahan djadi semangkin njata dan dirasaken oleh temen temennja, sebab boekan sadja ia selaloe berdoeka, poen sekarang ia djarang oendjoek diri dalem pergaoelan. Soeatoe hari, ia poenja temen jang ada djadi promtor boeat berdiriken vereeniging Shiong Tih Hui, minta bantoeannja, tapi ia tolak „Nko Tjin Liang, ma'afken akoe, kaloe akoe bilang kaoe sekarang banjak berbeda dari doeloe. Kaoe se­ karang tida kaliatan bergoembira lagi, Sebagi sobalmoe apa akoe boleh taoe itoe sebab sebab jang menjebabken itoe perobahan ? „Akoe tida kenapa 'nko Djin Gie, djawab Tjin Liang.<noinclude></noinclude> jx2cvol3wp71ls4vy0l83qgiyshl8ma Halaman:Korban Boedi.pdf/60 104 112422 316704 315173 2026-08-29T16:39:14Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316704 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 58 —}}</noinclude> „Tjin Liang, kenapa kaoe begitoe kepala batoe ? kata poêla njonja Eng Hoei. Kaoe tetep tida maoe akoehi itoe kantjoerangan, tapi djoega tida bisa oendjoeken boekti jang bisa lepasken kaoe dari toedoehan." „'Nkim, akoe tida taoe begimana moesti beiaken diri, maka akoe pasrah sadja apa jang kaoe pada anggep tentang dirikoe, akoe trim;i'nkim, akoe tjoema merasa penasaran pada itoe pengetjoet jang roepanja maoe mempitena," kata Tjin Liang dengen soeara seret dan kamoedian banting dirinja di soeatoe korsi dan toetoepi moekanja. „Kaoe anggep ini ada satoe pitenahan? Baik, kita poen bisa anggep begitoe, tapi kaoe haroes bisa terangken siapa jang memitenah. Sebegitoe lama kaoe belon terang­ ken siapa sabetoelnja jang iakoeken itoe katjoerangaii kaoe tida perloe banjak moeloet. Satoe lelaki kaloe berkerdja tida perloe banjak tjiiigtjong, berkerdjalah dengen sabar dan kamoedian oendjoeken itoe boekti di depan orang banjak," kata njonja Bing Liong jang pada sakoetika itoe mendadak mendoesin barangkali di loear taoenja itoe anak moeda, diam-diam ia ada mempoenjai moesoe jang rnempitenah, kamoedian ia meiandjoetken bitjaranja sembari berpaling pada Eng Hoei : „Soedara, baeklah serahken ini oeroesan pada akoe, dengen sapenoehnja tenaga akoe nanti boedjoek Tjin Liang atawa soeroeh ia tjari katerangan." Dengen lantas 'ntjek dan 'ntjim Eng Hoei trima perbaek itoe voorstel, sebab boekan sadja itoe tjara ada jang paling baek, ia poen tida terlaloe pertjaja Tjin Liang jang ia soeda kenal baek klakoeannja bisa Iakoeken itoe perboeatan renda. <section end="8" /><noinclude></noinclude> mu40wrn5oawbse178y83fl23rymshmq Halaman:Korban Boedi.pdf/59 104 112423 316705 311488 2026-08-29T16:39:27Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316705 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 57 —}}</noinclude>Nio lantas büeang moekanja kelaen djoeroesan sabegitoe lekas sorot matanja beradoe sama itoe anak moeda. Ini perlakoean bikin Tjin Liang djadi sänget penasaran. „'Nkoe, kaloe kaoe masih penasaran memang pa­ ling baik kaoe minta bantoeaniija orang politie, kata ia. „Boeat akoe sendiri tida penasaran maski tangankoe bisa diborggol asal sadja soeka berboekti." „Djangan, djangan ! membanta njonja Eng Hoei sembari pandang moekanja njonja Bing Liong. Akoe tida setoedjoe ini oeroesan diserahken sama politie, sebab itoe nanti djadi semingkin koesoet. Kita poenja dateng kemari poen tjoema ingin dapet kepastian jang terang, kita tida maoe bikin perkara, maka Tjin Liang, kaloe betoel kaoe soeda kena pake iioe oeang, bilang sadja teroes terang, kita toch bisa ma'afken." „'Nkim, akoe tida merasa iakoeken itoe katjoerangan, begimana akoe moesti akoehi ? / koe lebih soeka dipendjara lantaran ditoedoe mentjoeri dari pada akoehi sakenanja kadosahan jang akoe tida perna iakoeken, tjoema boeat loepoetken diri dari toentoetannja pe­ ngadilan." „Wah ! begitoe poenja garang, menjindir Tiang Lok. „Apa? treak Tjin Liang sembari berlompat bangoen hamperin Tiang Lok. „Tjoba oelangin lagi itoe perkata'an kaloe kaoe ingin rasaken ini," mengantjem Tjin Liang dengen goesar sembari atjoengken kepelannja. Tiang Lok jang memang djeri sama tenaganja itoe sportman lantas djadi koentjoep dan menjingkir kasoeatoe podjok. Lian Nio jang meliat itoe klakoean pengetjoet djadi penasaran ; tapi ia tida sempet memikir terialoe djaoe, sebab oeroesan jang di depan mata ada lebih besar.<noinclude></noinclude> i4t32i8shrdbzs5j2s4td0spkmynlu2 Halaman:Korban Boedi.pdf/58 104 112424 316706 311489 2026-08-29T16:39:41Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316706 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 56 —}}</noinclude> „Kaloe akoe boleh menoetoer sadjoedjoernja, iboe; tapi, ach, kaoe tentoe tida maoe pertjaja, sebab kedjadiannja ada begitoe gandjil." "Akoe soeka pertjaja katerangan moe, Tjin Liang, tapi moesti dibrikoetin sama boekti-boekti jang tegoeh. dengen zonder itoe siapa djoega tentoe tida bisa pertjaja." Tjin Liang maoe lantas berkata koetika dari djoeroesan loear mendatengin Eng Hoei dengen istrinja, diikoeti djoega oleh Lian Nio dan Tiang Lok. Tjin Liang tida perdoeliken marika poenja kedatengan, ia teroes berloetoet sembari menangis tersedoe-sedoe. ,,Tjin Liang," moelai njonja Eng Hoei dengen roepa terharoe, "akoe tida mengarti begimana kaoe bisa lakoeken itoe katjoerangan?" Tjin Liang teroes menangis tida saoetin orang poenja pertanjahan. ,,Akoe poen tida doega ia jang kaliatannja begitoe baek, djoedjoer dan boleh dipertjaja bisa lakoeken itoe perboeatan," menambahi Eng Hoei. ,,Kaoe denger sendiri, anak," kata njonja Bing Liong, ,,memang orang tentoe aken mendoega begi- toe." Tjin Liang masi teroes mendjoera di hadepan iboenja sembari pandang itoe orang orang dengen sorot mata penasaran. ,,lethio," menjeletoek Tiang Lok sembari pelem- boengken dadanja, "ini perkara tentoe soesa diterang- ken kaloe kita tida minta toeloengannja politie." Tjin Liang masih tinggal membisoe. Boeat samen- tara kaliatan sinar matanja djadi mentjorot koetika ia denger itoe pernjatahan jang menghina. Kamoedian ia toedjoeken pemandangannja pada Lian Nio, saolah- olah maoe tjari taoe pikirannja itoe gadis, tapi Lian<noinclude></noinclude> bzjenpps215l6zfiyxgj8uw3eu4zgyz Halaman:Korban Boedi.pdf/57 104 112427 316707 311493 2026-08-29T16:41:34Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316707 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 55 —}}</noinclude>Tiang Lok sabaliknja dengen penoeh kagirangan se- ngadja siarken itoe perkara pada segala orang. {{rh||---}} Sorenja orang liat Tjin Liang doedoek terpekoer di depan medja toelisnja. Selang tjida lama kamoedian pintoe kamar tersoeroeng dan iboenja dateng menjam- peri. ,,Liang, akoe liat parasmoe ada begitoe goerem. moelai itoe iboe sembari doedoek di hadepannja sang poetra, tapi sebaliknja mendjawab iboenja poenja per- tanjahan Ijin Liang toendjoeki moekanja lebih tandes. ,,Dengen itoe matjem klakoean akoe koeatir itoe war- ta ada bener, kata sang iboe. ,,Siapa jang kasih kaoe taoe itoe kedjadian, iboe? menanja Tjin Liang dengen hati mentjelos, sabetoel- nja ia tida ingin bikin itoe iboe djadi djengkel dan maloe lantaran iapoenja oeroesan.bi ,,Tadi Tiang Lok dateng ka sini, kasih taoe kas toko tekort sereboe roebia tapi apa itoe kabar ada betoel? Oh, akoe harep sadja Tiang Lok memain." ,,Iboe, kaoe pertjaja anakmoe bisa lakoeken itoe matjem perboeatan? menanja Tjin Liang sembari awasin moeka iboenja dengen sorot mata gelap. ,,Sabetoelnja akoe tida bisa mempertjaja, tapi begi- mana tentang itoe warta, djoega begimana bisa moen- -toel itoe warta kaloe tida kedjadiannja? Iboe! treak Tjin Liang sembari berloetoet dan menangis tersedoe-sedoe. sli boe, kaoe djoega pertjaja akoe berdosa? Oh, Allah, pada siapa akoe bisa minta kaadilan ? Kaoe djadinja maoe poengkir jang kaoe tida lakoeken itoe perboewatan tjoerang ?" meneges sang iboe dengen paras moeka bengis. Sown dalo<noinclude></noinclude> os3ph72lfu8lc4qfk4fh4qlmoniuyk9 Halaman:Korban Boedi.pdf/56 104 112428 316708 311494 2026-08-29T16:41:48Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316708 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 54 —}}</noinclude> koerang seriboe. Sakoetika itoe Tjin Liang poenja paras moeka djadi berobah poetjet. „Habis kemana iarinja itoe djoembiah, Liang? Akoe pikir tida bisa djadi kaloe kaoe kesalahan bajar, sebab djoemblahnja ada begitoe besar." „akoe djoega ada memikir begitoe, 'nkoe, tapi ach, kemanalah Iarinja itoe oeang?" „Ja, kemanatsh Iarinja?" memoetoes Eng Hoei dengen paras mcekanja jang lantas berobah djadi bengis, sebab ia taro doegahan djelek atas dirinja itoe keponakan. „Apatah kaoe tida main gila, Tjin Liang ?" Akoe maen gila,'nkoe? ach, demi kahormatankoe, akoe tida merasa lakoeken itoe katjoerangan !" ,,Habis, kemanatah Iarinja itoe oeang, kaloe boekannja jang pegang maen gila? Akoe menjesel, Tjin Liang, sebaliknja mempenoehken akoe poenja kapertjajahan jang besar kaoe soeda maen gila " ,,'Nkoe, akoe bersalah dan alpa dalem koeadjiban itoelah betoel, tapi katerlaloean sekali kaloe orang anggep akoe maen gila." ,,Kaoe boleh bilang begitoe, Tjin Liang, kaloe oeang tida tekort, tapi sekarang keadahan perkara m engoendjoek laen. Akoe tida bisa anggep laen, kaloe kaoe tida bisa tjari katerangan jang memboektiken kaoe tida berdosa." Sahabisnja berkata begitoe dengen paras moeka mengandoeng kamoerkahan Eng Hoei tinggalken itoe orang moeda doedoek dalem kabingoengan dan kadjengkelan. Berbeda dengen laen-laen temen kerdjanja Tjin Liang jang tida beroentoeng, sebab marika semoea tida mempertjaja Tjin Liang bisa lakoeken itoe katjoerangan<noinclude></noinclude> loxifpn5r5s12ff5tdldjhg6f4plm6q Halaman:Korban Boedi.pdf/55 104 112429 316709 311495 2026-08-29T16:42:02Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316709 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 53 —}}</noinclude>biasanja tida moentjoel di toko sadjek pengoeroesan peroesahannja diserahken pada Tjiii Liang, katjoeali kaioe hcbis boelan boeat control semoea oeroesan, teritoeng djoega kas. Pada itoe hari adaiah hari jang soeda tentoeken boeat ia bikin penilikan. Sedari pagi ia iboek bikin papriksahan ini dan itoe, tapi ia poenja paras moeka menoendjoek roepa goembira, sebab dapetken semoea ada beres. Kamoedian sampe gilirannja ia memriksa kas, Tjin Liang jang repot sama laen kerdjahan tida toeroet mamriksa. Satoe waktoe Tjin Liang dipanggil dan ditanjaken kenapa oeang kas tida tjotjok sama peritoengan boekoenja. Tjin Liang djadi kemekmek, sebab dalem itoe boelan lantaran kerdjahan ada sanget repot ia tida sempet boeat bikin papriksahan. „'Nkoe, apa kaoe soeda preksa dengen betoel ? Akoe menjesel, lantaran ini boelan kerdjahan ada loear biasa banjaknja bikin akoe belon sempet control kas." Eng Hoei jang anggep itoe perkatahan ada bener anggap ia tida mengitoeng dengen betoel, lantas moelai lagi sama peritoengannja dari permoelahan dengen tjara sanget hati-hati. Tapi dasarnja kas koerang, biar direken berpoeloeh kali achirnja mengoendjoek djoega itoe kakoerangan. „Tida bisa salah lagi, Liang, memang betoel kas tekort sariboe roepia; apa tida boleh djadi kaoe ke­ salahan masoeken boekoe? Mari tjoba kaoe akoerken lagi jang taliti. Maski merasa tida berdosa Tjin Liang merasa kaget djoega denger djoemblahnja itoe katekoran ada begitoe besar, maka dengen hati-hati ia priksa satoe persatoe kaloear masoeknja oeang, tapi ternjata semoeanja ada tjotjok, tjoema oeang contant jang memang<noinclude></noinclude> 2fwwiz4y50uz8oo1qb2vo40lhyp0e1u Halaman:Korban Boedi.pdf/54 104 112430 316710 315170 2026-08-29T16:42:16Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316710 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 52 —}}</noinclude>Soejati kaliatan manda, tapi salekasnja ia dapatken pikirannja jang sedar ia brontak dan lari poelang. <section end="7" /> <section begin="8" /> {{rh||VIII O, PENOIDOEPAN ! - O—}} Soeatoe pagi Tiang Lok kaliatan doedoek terpekoer di depan medja toelisnja. Ia sedeng merasa djengkel sebab itoe daja jang soeda diatoer boeat singkirin djiwanja Tjin Liang ternjata tida berhasil, sebab mendadak sontak Tjin Liang djadi tida soeka kaioear malem Merasa gemes ia sekarang sedeng asik atoer laen daja jang lebih kedji. Tiang Lok jang berhati djoedes tida merasa poeas tjoema dapet rampas Lian Nio jang eilok, ia rasaken kaloe sabegitoe lama Tjin Liang masih berada daiem itoe kalangan familie, kadoedoekannja masih belon tetep betoel. Sebab saban sa'at ia poenja katjintahan paisoe bisa ioentoer sepoehannja, dan kapan soeda terdjadi begitoe Tjin Liang aken berarti besar bagi Lian Nio, maka sebrapa bisa ia ingin djaoeken dirinja itoe orang moeda, tapi dengen djalan mengadoe adoe ia merasa tida oengkoelan sebab Eng Hoei poenja kapertjajahan atas dirinja Tjin Liang ada sangat besar dan tegoe. Tjin Liang jang djoedjoer tinggal tida mengatahoei isi peroetnja itoe temen jang bisa bangoenken orang poenja boeloe badan. Ketambahan sebab Tjin Liang sekarang tida maoe perhatiken apa-apa, sebab ia poenja hati soeda pata. Berapa hari kombali soeda berlaloe dengen tida kedjadian apa-apa jang penting dalem hoeboengannja ini tjerita, Sampe pada soeatoe hari. Eng Hoei jang<noinclude></noinclude> qnt1vsq6pv46ry9ofj5ljv0dkl436hk Halaman:Korban Boedi.pdf/53 104 112431 316711 311497 2026-08-29T16:42:29Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316711 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 51 —}}</noinclude>„ 'Ba Tjin Liang, kace moesti lekas poelang dan boeat berapa malem lamanja paling baek kaoe djangan kaloear roemah, sebab ada orang-orang jang maoein dirimoe. Akoe sendiri ampir tida pertjaja, kaloe tida koepingkoe denger sendiri, orang jang begiloe baek seperti kaoe bisa mempoenjai moesoemoesoe jang tersemboeni." „Kaoe dapet denger itce wsrta dari mana, 'jati? Siapalah itoe orang-orang jang maoein dirikoe ?" menarja iloe anak moeda dengen heran. „Akoe pikir lebih baek kaoe tida dapet taoe siapa adanja itoe orang pengetjoet dan berhati binatang, paling perloe kaoe bisa djaga diri. Itoe resia boesoek akoe dapet tjoeri denger dengen tida disengadja, sebab koetika akoe sedeng enak doedoek didalem kamarkoe mendadak akoe dapet denger itoe persakoetoean jang sedeng diatoer, akoe lantas kemari boeat kasih kaoe kabar. Paling baik kaoe lekas poelang, ba, djoega boeat kebaekan dirimoe, akoe harep kaoe soeka dengerin nasehatkoe djangan sering kaloear maiem." „Kaoe tida memaen, 'jati ?" „Astaga 'ba Tjin Liang, apa akoe gila moesti memaen dengen ini tjara ?" „Baeklah, 'jati, akoe bisa pe rtjaja kaoe poenja katerangan dan lebih djaoe akoe poenja Irima kasi boeat kaoe poenja kebaekan." „Itoe perkara gampang, 'ba, tapi kaoe moesti berdjandji padakoe, jang kaoe nanti perhatiken nase­ hatkoe boeat tida kaloear malem ?" Meneges Soejati dengen roepa ketakoetan hingga bikin Tjin Liang merasa terharoe sama kebaekannja itoe gadis. Menginget itoe, dengen tida bersoeara Tjin Liang pelok dan tjioem Soejati dengen tjepet, boeat samentara<noinclude></noinclude> 9n91ldjpl1t9kff5grb2jpa22ajk48j Halaman:Korban Boedi.pdf/52 104 112432 316712 311498 2026-08-29T16:43:38Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316712 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 50 —}}</noinclude> Itoelah djam toedjoe sore koetika Soejati sedeng doedoek di dalem kamarnja, ia berdoedoek begitoe anteng saolah-olah soekmanja soeda meninggalken dirinja, hingga kaloe itoe dada tida saban-saban ber- gerak lantaran djalanja napas, orang aken mendoega ia ada satoe patoeng jang tida bernjawa. Satoe waktoe ia poenja pendengeran ada ketarik sama soeara bisik-bisik jang mendatengin dari djoe- roesan pertengahan roemah Rasa kepingin taoe lantas mengandjoeri ia boeat mengintip. Soejati liat di pertengahan roemah ada berdoedoek Tiang Lok berhadepan pada satoe orang Boemipoetra jang kaliatan mempoenjai paras bengis. Tapi Soejati tida sempet memperhatiken lebih djaoe, sebab tiba- tiba ia dapet denger satoe persakoetoean boesoek jang sedeng diatoer boeat menjilakaken dirinja Tjin Liang itoe orang jang tertjinta dalem batinnja. Sa kean lamanja ia berdiri kesima sampe koetika itoe tetamoe soeda berlakoe dengen dilkoet oleh Tiang Lok, jang roepanja tjoema maoe goenaken itoe pondok boeat atoer persakoetoeannja, hingga zonder berpamitan lagi ngelojor pergi. Soejati lantas lari kaloear menoe- djoe ka Patjinan boeat kasih taoe pada Tjin Liang. Sepandjang djalan Soejati teroes berlari-lari hingga napasnja djadi empas-empis. Soejati tida kapergok sama Tiang Lok dan kontjonja, sebab ia ambil laen djalanan jang meneroes ka Patjinan. Di soeatoe ti- koengan Soejati kena toebroek pada satoe orang jang berdjalan dengen toendoek. ,,Siapa? menegor itoe orang jang kena ditoe- broek dengen soeara rendongkol. Sebaliknja menga- sih djawabannja Soejati jang kenal soearanja itoe orang lantas sadja pegang tangannja dan seret menghampiri satoe tempat jang sedikit gelap.<noinclude></noinclude> hg5pmvtk4et020vdu9lgp7tt2ioaugw Halaman:Korban Boedi.pdf/51 104 112433 316713 311499 2026-08-29T16:43:52Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316713 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 49 —}}</noinclude>sekali masa kita tida bertemoe boeat berapa hari sadja perobahan datengnja begitoe tjepet ?, Kaoe sekarang kaliatannja banjak lebih gemoek, djoega kaoe poenja paras djadi beitambah lebih eilok," Tjin Liang lantas brentiken pembitjarahannja, sebab ia dapet liat paras moekanja Soejati berobah semingkin merah dan achirnja berohah djadi poetjet. „Soejati, Soejati, ach, kaoe kenapa? Kaoe bikin akoe djadi bingoeng dan heran!" „Akoe , akoe tida kenapa iiapa 'ba, djawab Soejati dengen serat. Kaoe bitjara tida sadjoedjoernja Soejati, kaoe kelia­ tan katakoetan dan bergoemeteran, akoe taoe kaoe tentoe simpen apa-apa jang meiigharoeken hatimoe." „Kaoe ada satoe malaikat, 'ba. Kaoe bisa tebak pikiran jang tjoba disemboeniken. Tapi harep kaoe tida mendesek teroes, menjesel akoe tida bisa kasih taoe itoe hal," kata itoe prempoean moeda dengen soeara sember dan achirnja menangis. „Ma'afken akoe,' jati. memang tida pantes akoe tjoba tjari taoe laen orang poenja oeroesan, ma'afken sadja, dan marilah kita bitjaraken laen oeroesan sadja." „Akoe permisi berlaloe,' ba, sebab akoe rasaken badan tida enak," meminta Soejati dan kamoedian dengen tindakan tida tetep ia berdjalan poelang. Tjin Liang awasin orang poenja tindakan dengen melongo, la tida mengarti apa jang bikin Soejati djadi begitoe berobah dan ketakoetan. Tapi sebagi saorang jang terpladjar dan sopan, ia tida ingin tjari taoe oeroesan jang orang sengadja tida maoe kasih ia taoe.<noinclude></noinclude> iyx0x83c2r5xoqk8r31w05z23x7yazj Halaman:Korban Boedi.pdf/50 104 112435 316714 311501 2026-08-29T16:44:05Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316714 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 48 —}}</noinclude>hatinja nanti bisa merasa poeas maski tida dikawin dengan sah atawa tida dioeroeki sama barang jDerrnata, asa! sadja jang ambil itoe kedoedoekan ada Tjin Liang jang ia tjintaken. {{rh||***}} Berapa boelan soeda berlaloe dengen tjepet, piahanplahan Soejati djadi biasa sama itoe matjem penghidoepan. la poenja pengiiidoepan jang sekarang ada banjak berobah, sebab kaloe ia maoe apa sadja Liang Lok selaloe toeroetin boeat menjenangken hatinja itoe nona manis. Soejati poenja siksahan jang paling berat, adalah sekarang ia merasa tida ada moeka boeat ketemoein Tjing Uang, hingga kapan ia liat Tjin Tiang sedeng berdoedoek di kebonan tentoe ia tida brani dateng menjamperi atawa poen oendjoek roepanja pada itoe pamoeda. Tapi Tjin Liang jang hatinja selaloe berdoeka tida perhatiken itoe. Pada soeatoe koetika Soejati sedeng doedoek mengangin di bawahnja poehoen sawo tiba-tiba Tjin Liang moentjoel di hadepannja hingga ia tida poenja kesepetan boeat menjingkir. „'Jati, berapa hari ini kaoe selaloe tida kaliatan kaoe kemana sadja sih?" „Akoe tida kemana-mana," djawab itoe prampoean moeda sembari toendoek, hingga Tjin Liang jang dapet liat itoe sinar mata jang merasa maloe mendjadi heran. „Kaoe kaliatan banjak beroba, 'jati, kaoe kaliatan maloe bitjara sama akoe, apatah sebabnja? Djoega kaoe poenja toeboe baiiatan membawa banjak perobahan," meneroesken Tjin Liang sembari memperhatiken pada itoe gadis hingga bikin Soejati semingkin tan des toendoekin moekanja. „Soenggoe 'jati, itoelah aneh<noinclude></noinclude> b7t0sn5bldkjuick4d5m4p0fiianvck Halaman:Korban Boedi.pdf/49 104 112436 316715 311503 2026-08-29T16:44:19Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316715 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 47 —}}</noinclude>Mbok Mijah rasaken dadanja maoe meladak itoe perkata'an pedes, tapi sebrapa bisa ia tahan sabar, sebab ia mengarti kaloe Soejati djadi kenapa napa ia jang bakal kailangan soember oeang. "Kenapa akoe moesti bikin perbedahan, jati, mas- ki kaoe ada anak jang terlahir dari kandoengankoe tentoe akoe aken andjoeri boeat sampeken itoe ka- beroentoengan jang diangsoeken. Sabarken sadja, 'jati, kaloe kaoe sɔeda sedikit biasa kaoe nanti mera- sa beroentoeng dan tida bakal koetoeki akoe lagi, ,,sahabisnja berkata begitoe 'mbok Mijah lantas ber- djalan kaloear, tinggalken Soejati jang masih doedoek menangis.alnega ganidan yant nis Soejati merasa djengkel sekali sama ketemahannja itoe iboe tiri, hingga menjebabken teroesaknja ia poenja kahormatan. la poenja rasa penasaran dan sakit hati djadi bertamba besar, kapan inget jang dengen terdjadinja itoe kakedjeman boekan sadja meroesaki nasib penghidoepannja, poen ia poenja impian boeat bisa hidoep sebagi istrinja Tjin Liang toeroet loedes. Semingkin dipikir ia poenja rasa mendongkol djadi semingkin heibat, tapi ia tida ada kebranian boeat ambil pembalesan sakit hati. Sadjek kahormatan dirinja teroesak sering ia timboel niatan boeat boenoe diri sadja tapi hatinja jang lemah selaloe djadi rin- tangan boeat ia bisa sampeken itoe niatan nekat. Achir-achir Soejati bisa djoega sedikit terhiboer, sebab Tiang Lok jang sedeng sajang-sajangnja selaloe berlakoe manis dan oeroek ia dengen banjak pakean dan periasan mas inten. Apa boleh boeat, ia maoe toentoet djoega itoe matjem penghidoepan jang sabetoelnja ada sanget berlawanan sama hatinja. Tjoema itoe tjinta pertama jang telah dikorbanken oleh Tjin Liang, saban-saban soeka bikin ia menjesel. la taoe<noinclude></noinclude> 9pz538izzshhvqs3f1g6mt58hrf7r7x Halaman:Korban Boedi.pdf/48 104 112437 316716 315167 2026-08-29T17:13:25Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316716 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 46 —}}</noinclude>Sesampenja di roemah Soejati lantas sadja kerem dirinja di kamar tidoer, sebab ia soengkan kapergok lagi sama itoe lelaki tjeriwis. Hingga bikin Tiang Lok jang sedeng tersensem merasa djengkel boeat menoenggoein, kerna maski lama sekali ia intip-intip, toch itoe gadis tida oendjoekin lagi moekanja jang manis, dan jang bisa sekali mengiroet hatinja. <section end="6" /> <section begin="7" /> {{rh||VII. SETAN ALAS. —o—}} Berapa minggoe soeda berlaloe dengen tjepet. Satoe malem Soejati kaliatan lagi menangis sedi, di sampingnja ada berdoedoek Mijah itoe iboe tiri sembari menghiboeri. „Soeda, jati, boeat apa kaoe menangis sadja, terlandjoer ibarat nasi soeda djadi boeboer paling perloe kaoe moesti bisa berlakoe tjerdik soepaja bisa lakoeken itoe kerdjahan dengen sampoerna, akoe tanggoeng kaoe bisa djadi istrinja jang sah sebab memang 'ba Tiang Lok belon beristri. Dengen soeami sematjem ia, kaoe toch boleh merasa bangga kerna ia berparas tjakep, lain dari itoe ia ada mempoenjai banjak oeang." „Mbok, kaoe maoe anggep akoe sebagi soendel ? berlaga menjinta lantaran banjak doeitnja ? menanja. Soejati dengen sengit sembari soesoet aer matanja. „Habis, kaoe maoe begimana ? Prempoean jang dihargaken „prawannja," dan kaoe soeda tertjemar.... Ja, itoe tersebab dari tjintamoe jang besar ! Kaloe begitoe, sabetoelnja tida terlaloe salah orang soeka koetoeki kakedjemannja satoe iboe tiri. Djoega apa kaoe nanti berlakoe begini djoega kaloe akoe ada anak jang terlahir dari kandoenganmoe ?"<noinclude></noinclude> 7m0swbsmk1376s3t2qaim6wld9opux7 Halaman:Korban Boedi.pdf/3 104 112498 316568 315752 2026-08-29T13:02:19Z Alicya- 21994 316568 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ibrohim tijani" /></noinclude>{{c|'''KORBAN BOEDI.'''}} {{c|'''OLEH'''}} {{c|'''Monsieur Hsu.'''}} <section begin="1" /> {{c|I.}} {{c|'''SATOE PEROENDING'''}} {{c|—O—}} Hari Minggoe lohor. Angin ling­sir jang anget sabentar-bentar menmoep dengen haloes dan riangken hati. Dalem satoe tegalan senjep salaen hari soe­ara berkresek­nja daon- daon poeh­oen jang tertioep angin, hingga menjo­tjokin sekali boeat satoe idealist bajang­ken pikirannja sembari diriken astananja diatas oedara. Dalem satoe paviljoen jang letaknja disabelah kirinja satoe roemah besar jang indah dan mentereng, Tjin Liang kaliatan sedeng doedoek terpekoer sendirian, dari roepanja jang poetoes harepan orang bisa mendoega bagaimana roewet pikirannja jang sedeng mengganggoe. Tapi bagi orang jang soeda kenal baik tabeatnja itoe orang moeda jang aloes dan gampang berdoeka, tida terlaloe berkoewatir djika meliat ia oendjoek roman jang berdoeka. Tjoema sadja pada ini kali roepa-roepanja Tjin Liang sedeng dipengaro­ehin betoel sama gontjangan pikirannja, saban-saban kaliatan ia mengelah napas berat dan toedjoeken matanja mengawasin itoe mega jang djaoe, djaoe sekali. Satoe waktoe dengen elahan napas berat keliatan ia toetoepin moekanja di atas {{hws|soe|soesoenan}}<noinclude></noinclude> avn60xqxp2y4yy537golyt3wp4871zu Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/29 104 112499 316700 315754 2026-08-29T16:37:58Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316700 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||48}}</noinclude>tahanan lawen jang terlemah dengan tjepat,men- dadak dan dengan pasukan jang terbesar, dengan maksud mematahkan hubungan2 organisatoris-nja dan achirnja menghant jurkannja buat selama-la- manja Organisasi2 perdjoangan kita jang terutama Sarekat Sekerdja dan Politik djika telah pa- da waktunja, harus dengan tjepat dibimbing ke- tempat dimana kita dapat membikin musuh mende- rita kerugian jang terbesar, jaitu dimana me- nempatkan induk pasukannja. Djika kita menganggap Indonesia sebagai langgan perd joangan, maka kita mengetahui bah- wa kekuatan imperialis Belanda (militer, poli- tik dan ekonomi) tidak terpusat pada satu tem- pat. Kekuatan militor dipusatkan di Priangan.. Kekuasaan politik jang sekarang berpusat di Ba- tavia, kemudian mungkin dipindahkan ke Priang- an. Akan tetapi baik Batavia, maupun Priangan sesungguhnja tidak mempun jai pusat ekonomi.Ki- ta mendapatkan itu terutama di lembah bengawan Solo (Djokja, Solo, Madiun, Kediri dan Surabaja) dimana terletak bertimbuntimbun industri2,per- usahaan2,Badan2 angkutan lalu-lintas dan Bank2. Bimana suatu offensif revolusioner jang te- lah disiapsiagakan akan mendapat sukses seba njak-banjak-nja. Djika kekuatan militer, politik dan ekonomi dipusatkan pada suatu kota sebagaimana terd jadi dinegeri 2 Eropah, maka mondjadi ke- wadjiban kita memasukkan kota2 itu lebih dulu dan rontjana organisasi revolusioner kita, untuk nanti serangan revolusioner jang pertama tama dilantjarkan. Djika kita disana mendapat- kan sukses, maka sukses dibagian2 negara lain- nja sedikit atau banjak akan terdjadi dengan sondirinja. {{rh||49}} Akan tetapi karena kekuasaan, imperialis Be - landa terbagi dalam pelbagai pusat, sesuai de- ngan itu kita harus à juga membagi kekuatan,re- volusioner kita, untuk nanti kita kerahkan pa aukan induk kita kesana, dimana sukses soba- njak banjakaja dapat tertjapai. Djika kita pelad jari tempat mana jang sangat. menguntungkan bagi kita untuk digempur, maka pilihan kita akan djatuh pada lembah bengawan- Solo. Memang disini kita mempunjai harapan le- bih besar dapat merampas kekuasaan ekonomi dan politik dan bertahan daripada di Batavia dan di Priangan. Dilembah bengawan-Solo bertimbun2 buruh industri dan petani melarat, jang akan mowud judkan tenaga2, bukan sadja untuk peram- pasan, aken tetapi juga sebagai sjarat2 teh- nis dan ekonomi mempertahankan perampasan itu. Di Batavia atau Priangan kemenangan politik atau nilitor akon sukar didapat dan dipertahan- kan daripada di lembah bengawan Solo, karena nedikit adanja sjarat2 tehnis dan ekonomis un- tuk mempertahankan perampasan itu. Kemenangan politik atau militer di Batavia atau Priangan labih sukar bisa didapat dan dipertahankan da- ipada di lembah bengawan-Solo, karena faktor2 toria dan ekonomis sädikit adanja disana, Ke- renangan politik dan militer jang modern hanja dapat dipertahankan, djilta lita memiliki sja- rat2 kekuasaan ekonomi (pabrik2, Perusahaan2, Badan2 angkutan lalu-lintes, Bank2 dsb). Dari apa jang torsobut diatas, kita bisa me- aarik kesimpulan, bahwa kita nanti harus mengo- rahkan induk pasukan kita ke lembah bengawan- Solo, agar offonsif revolusioner kita dapat me- nentukan strategi seluruhnja. Djika kita nanti<noinclude></noinclude> f3l049eeqyewdcsvqxkd953shy4fr3f Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/106 104 112672 316648 312123 2026-08-29T16:00:50Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316648 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Dengan menggunakan kesempatan kemadjuan agresi sekutunja, fasis Djerman di Eropa, jang didalam waktu singkat dapat menduduki negeri-negeri Eropa jang djuga mempunjai djadjahan di Asia. Djepang pada tanggal 1 Desember 1941 menjatakan perang terhadap Inggris dan Amerika. Dalam menggerakkan agresi militernja ke selatan pada bulan² permulaan tahun 1942 , jaitu pada tanggal 1 Maret 1942 Djepang mulai menjerang Indonesia, dan pada tanggal 9 Maret Belanda menjerah tanpa sjarat. Sebagai negeri fasis jang sedang melakukan perang agresinja, Djepang sangat memerlukan bahan² mentah, bahan² strategis. Pendudukannja terhadap terhadap Indonesia sudah tentu didasarkan atas politik untuk memperoleh bahan materiil dan tenaga manusia untuk „memenangkan" perangnja. Untuk memudahkan mentjapai maksud itu, Djepang setelah mengambil oper kekuasaan dari pemerintah kolonial Belanda, membagi Indonesia dalam 3 kekuasaan pendudukan militernja jaitu : 1. Djawa dan Madura diduduki dan dikuasai oleh Tentara ke XVI, dengan bermarkas besar di Djakarta, sebagai ibukota. 2. Sumatra dan Malaja jang diduduki oleh Tentara ke XXV dan bermarkas besar di Singapura, tetapi untuk pemerintahannja Sumatra ada sendiri, jaitu pemerintah pendudukan militer jang berpusat di Bukit Tinggi. 3. Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Irian Barat diduduki oleh Angkatan Laut jang berpusat di Makasar. Untuk mengkordinasikan pemerintah pendudukan antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut ini, dibentuklah suatu „Badan Penghubung” jang dipimpin oleh seorang opsir tinggi Angkatan Laut fasis Djepang, Laksamana Muda Maeda. Kantor Badan Penghubung ini berada di Djakarta. Dengan alat kekuasaan ini, Djepang melakukan perampokan dan perampasan terhadap kekajaan rakjat Indonesia . Persediaan bahan jang sewaktu Belanda menjerah, masih tersimpan dipabrik-pabrik dan gudang diangkutnja ke Djepang dan medan perang. Milik dan penghasilan kaum tani seperti padi, ternak, hewan piaraan, perhiasan, dirampas atau dipaksa untuk disetorkan dengan tjara paksaan kepada pemerintah pendudukan fasis Djepang. Rakjat dipaksa untuk mendjadi romusha — kerdja paksa tanpa dibajar. Kaum tani dipaksa menanami tanah garapannja dengan tanam-tanaman jang diperlukan untuk perang. Rel-rel kereta api diangkut untuk membuat djalan kereta api Siam-Birma guna kepentingan militernja. Banjak wanita-wanita dan gadis-gadis diperkosa dan ditipu untuk disekolahkan ke Djepang jang pada kenjataannja diangkut keme-<noinclude>{{rh|100}}</noinclude> d6puwuqlvbjenggf3ikfv9or0td7mx8 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/107 104 112673 316649 312110 2026-08-29T16:01:08Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316649 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>dan perang sebagai umpan nafsu kebinatangan serdadu -serdadunja. Rakjat diharuskan bersekerai (memberi hormat dengan membongkokkan badan) ketempat istana radja Djepang---Tokio. Waktu djampun harus disesuaikan dengan waktu Tokio. Djuga pemuda-pemuda peladjar digundul dan diharuskan meninggalkan bangku sekolah selama beberapa hari tiap-tiap minggu guna melakukan kerdja jang dinamakan Kinrohosi. Akibat dari perampokan, perampasan dan penindasan jang sangat kedjam ini maka kemelaratan, kelaparan menimpa rakjat dengan luar biasa. Rakjat tak dapat lagi membeli pakaian, dan dalam keadaan setengah telandjang. Penjakit busung lapar mendjalar dimana-mana, dan penjakit kudis, frambosia menghinggapi hampir setiap orang. Banjak orang jang mati kelaparan dipinggir djalan disamping jang mati dibunuh oleh pedang samurai Djepang. Untuk mengambil hati rakjat Indonesia, djauh sebelum melakukan agresinja, Djepang sudah melakukan propagandanja jang luas terhadap Indonesia. Radio Tokio terus menerus mempropagandakan apa jang dinamakan tjita-tjita „Kemakmuran Bersama Asia Timur Raja", dan siaran itu selalu dimulai dan ditutup dengan lagu Indonesia Raja. Selama agresinja dimulai, siaran-siaran itu diintensifkan dan bahkan sebelum pendaratannja di Indonesia terlebih dahulu disebarkan dari udara bendera Djepang dan Indonesia jaitu: Hinomaru dan Merah Putih, dan jang dibelakangnja dibubuhi kalimat „Satu Warna Satu Bangsa". Tetapi tindakan pemerintah fasis Djepang sendiri telah membuka segala kebohongannja. Pada tanggal 10 Maret 1942 pemerintah pendudukan fasis Djepang mengeluarkan maklumat jang melarang kegiatan politik dan mengadakan pembitjaraan tentang pemerintahan. Kemudian untuk menegakkan kepertjajaan terhadap rakjat Indonesia, bahwa serangan agresi Djepang itu bukan untuk mendjadjah, dan sekaligus untuk menjalurkan, menggunakan dan mengontrol kegiatan rakjat Indonesia, maka pada tanggal 19 Maret diadakan kampanje gerakan „Tiga A” jaitu : Pimpinan Asia — Nippon. Pelindung Asia — Nippon. Tjahaja Asia — Nippon. Gerakan „Tiga A" ini pimpinannja dipegang oleh H. Sjimitzu seorang ahli propaganda militeris fasis Djepang, dan Mr. Sjamsudin, salah seorang bekas pemimpin pemuda Parindra (Surja Wirawan). Siaran radio dan suratkabar-suratkabar menjerukan agar rakjat membantu dan menjambut gerakan itu. Walaupun demikian, gerakan ini tak djuga dapat meluas sebagaimana jang diharapkan. Karena ternjata tak dapat memenuhi harapannja, maka achirnja pada tanggal 20 Nopember 1942 gerakan ini dibubarkan<noinclude>{{rh|||101}}</noinclude> e1oe1qwpnu21gz5hhv3364ay4xy5zqi Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/108 104 112703 316650 312139 2026-08-29T16:01:27Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316650 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>dan didirikan gerakan baru jaitu ''Pusat Tenaga Rakjat'' atau disingkat Putera. Putera ini didirikan pada tanggal 9 Maret 1943, dan dipimpin oleh Ir. Sukarno, Drs . Moh. Hatta, Ki Hadjar Dewantoro dan Kjai Hadji Mansur, jang djuga terkenal dengan „Empat Serangkai”. Usaha Putera adalah memusatkan segala tenaga untuk menjiapkan Kemerdekaan Indonesia sebagai anggota Kemakmuran Asia Timur Raja. Putera jang oleh Djepang dimaksudkan untuk mentjapai maksudnja sendiri jaitu memobilisasi kekuatan rakjat Indonesia untuk mendukung aksi-aksi militer agresinja, digunakan oleh pemimpin-pemimpin Indonesia jang progresif untuk menggembleng semangat mentjapai Indonesia Merdeka. Karena itu Djepang merasa bahwa adanja Putera tidak sepenuhnja menguntungkan baginja . Pada achirnja Putera dibubarkan, dan pada tanggal 1 Maret 1944 didirikan organisasi baru „Djawa Hooko Kai" atau Himpunan Kebaktian Rakjat. Organisasi ini dipimpin sendiri oleh Gunseikan-Gubernur Djepang dan wakilnja Somubutjo (kepala bagian umum). Ir. Sukarno ditempatkan sebagai pemimpin Kantor Besar sedangkan Drs. Moh. Hatta sebagai penanggung djawab pimpinan harian di kantor pusat. Walaupun gerakan model Djepang selalu berganti rupa dan bentuknja, namun semua usaha fasis ini tak pernah mendapat sambutan jang antusias dan meresap dihati rakjat. Bahkan kerapnja pergantian gerakan ini makin membuka kedok sebenarnja dari maksud djahat fasisme Djepang. Rakjat Indonesia adalah rakjat jang heroik. Ia tidak pernah tinggal diam dalam menghadapi tekanan,perampokan, perampasan dan penindasan, tetapi senantiasa berlawan. Demikian djuga dalam menghadapi perampokan dan penindasan fasis Djepang ini. Perlawanan jang diamdiam dan terbuka berlangsung silih berganti. Kaum tani di Pantjur Batu, Kabupaten Deli Serdang, untuk membela tanahnja jang dirampas Djepang melakukan pemberontakan jang terkenal dengan „Pemberontakan Aron". Setahun kemudian, kaum tani didesa Kandang Haur, Indramaju, karena dipaksa menjetorkan padinja pada tanggal 3 Oktober 1943 ''memberontak dan dapat memenggal leher beberapa serdadu fasis Djepang.'' Dengan sebab jang sama, pada tanggal 14 Februari 1944 kaum tani di desa Sukamanah, Singaparna djuga melakukan pemberontakan. Suatu pemberontakan jang sangat menjulitkan Djepang jalah pemberontakan Peta, Pradjurit Pembela Tanah Air, pada tanggal 14 Februari 1945 di Blitar. Pemberontakan-pemberontakan ini walaupun berachir dengan dapat ditindas oleh fasis Djepang namun ia selalu memberikan inspirasi jang<noinclude>{{rh|102}}</noinclude> tjlunmh3u96bo75xfsx6ngp8hqhnsk5 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/236 104 112790 316669 312281 2026-08-29T16:08:52Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316669 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{ol|start=19 |Badan Penghubung Organisasi Pemuda Bandung, Bandung. |Badan Kontak Pemuda Djawa Barat, Bandung. |Badan Kontak Pemuda Tjiandjur, Tjiandjur. |Badan Penghubung Pemuda Indonesia Tjirebon, Tjirebon.}} Disamping Badan Kontak Organisasi pemuda ini, masih ada banjak lagi organisasi-organisasi pemuda dan badan kontaknja jang bersifat lokal lainnja. Adanja organisasi-organisasi pemuda dan badan-badan kerdja sama pemuda jang banjak djumlahnja, menghadapkan gerakan pemuda kepada masalah-masalah jang amat mendesak, jaitu soal penjederhanaan organisasi dan soal bentuk persatuan dan kerdja sama pemuda jang paling bermanfaat. Pengalaman-pengalaman revolusi Agustus telah memberikan peladjaran jang pahit tetapi berharga kepada pemuda, bahwa hanja dengan semangat persatuan jang tinggi, segala rintangan kearah pembentukan persatuan dan kerdja sama dikalangan pemuda, dapat dikalahkan. Djuga makin dalamnja kesadaran, bahwa tugas-tugas revolusi Agustus belum selesai, mengharuskan pemuda untuk menindjau kembali tubuh gerakan dan organisasinja serta menjesuaikannja dengan tuntutan penjelesaian revolusi itu. Sesuai dengan dinamika djiwa pemuda, djiwa jang selalu mentjari pembaruan untuk menghadapi djamannja, maka tuntutan itupun djuga dihadapi dengan kesegaran djiwa mudanja. Walaupun penjesuaian ini tidak berdjalan dengan garis jang lempang, namun proses ini berlangsung dengan ukuran keticpatan jang tidak sama bagi setiap organisasi pemuda, sesuai dengan kesadaran politik serta sjarat-sjarat jang ada pada masing-masing organisasi pemuda. Dalam keadaan demikian, pada pertengahan tahun 1951 dilangsungkan Festival Pemuda dan Peladjar Sedunia jang ke-III di Berlin, ibukota Republik Demokrasi Djerman. Persiapan pengiriman delegasi pemuda dan peladjar Indonesia ke festival ini mendorong berbagai organisasi pemuda bertemu dan bekerdjasama. Panitia Nasional jang dibentuk meliputi berbagai organisasi peminda. Seruan Panitia Nasional kepada pemuda dan peladjar serta mahasiswa umumnja disambut dengan hangat. Dengan melalui banjak kesulitan, Indonesia berhasil menjusun suatu delegasi jang terdiri dari 63 orang jang dipimpin oleh Baharudin dan Iskandar Subekti. Komposisi delegasi ini luas, meliputi seniman muda, peladjar/mahasiswa, pemuda berbagai organisasi agama, pemuda buruh, pemuda tani dan lain-lain. Diantara mereka terdapat pelukis terkenal<noinclude>{{rh|230}}</noinclude> 49lopqoa51ep7avauj339jmrhm30q9t Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/237 104 112794 316670 312291 2026-08-29T16:09:06Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316670 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Henk Ngantung, Hendra dan Sudjono, pianis muda Sudharnoto, penjair muda Hadi dan pengarang Ashar. Demikian djuga mahasiswa Ashar Munandar, Sutamiah dll. Dengan melalui laut, dan darat, dengan naik kapal dan kereta api, dengan mengelilingi dua benua ― achirnja, rombongan pemuda Indonesia jang dibagi tiga dan masing-masing dibawah pimpinan Iskandar Subekti, Semaun dan Kusnadi tiba di Berlin. Tak ada gunung, betapa tinggi, tak ada djurang, betapa dalam, tak ada lautan, betapa luas, tak ada tudjuan, betapa djauhpun, jang tak dapat diatasi dengan tekad dan persatuan pemuda untuk menjatakan tjita-tjita akan dunia jang merdeka dan berbahagia, bersih dari imperialisme dan kolonialisme, serta persahabatan antara bangsa-bangsa. Delegasi ini diperkuat dengan pemuda-pemuda dan mahasiswa-mahasiswa jang sedang beladjar dinegeri Belanda dan Tjekoslowakia, antara lain Sunito, Go Gien Tjuan, Slamet Sukotjo, J.B. Ave, Gde Winaja, Bintang Suradi dll.-nja. Delegasi Indonesia ini adalah delegasi besar jang pertama jang dapat dikirimkan oleh Indonesia sedjak adanja festival-festival dan dengan demikian djuga lebih memperkenalkan nama dan rakjat Indonesia jang selama ini seolah-olah terputus dengan dunia luar sebagai akibat dari berbagai blokade dan propaganda politik anti Indonesia jang dilakukan kolonialis Belanda. Berbagai pertundjukan kesenian jang disadjikan oleh delegasi pemuda Indonesia mendapat perhatian jang besar dari segenap delegasi pemuda lainnja jang ikut serta dalam festival. Terutama tari-tarian jang dipertundjukkan oleh Sunardi, pameran lukisan, terutama jang berdjudul "merpati 20" jang dilukis oleh dua puluh pelukis muda terkenal menimbulkan rasa kagum dan hormat. Sebagai pernjataan solidaritas anti imperialis, diadakan pertemuan-pertemuan persahabatan antara delegasi pemuda Indonesia dan delegasi pemuda Belanda. Setelah selesai mengundjungi festival delegasi Indonesia berkundjung ke Republik Demokratik Djerman dan ke Uni Sovjet. Sebagian delegasi menghadiri perajaan ulang tahun berdirinja R.R.T. pada tanggal 1 Oktober 1951. Kundjungan ini semuanja makin memperdalam persahabatan dan setia kawan antara pemuda Indonesia dengan pemuda-pemuda berbagai negeri itu. Dalam saat pemuda Indonesia didalam negeri sedang berusaha untuk menggalang kekuatannja kembali, dan diluar negeri mereka sedang hangat mengikuti festival untuk memperkuat persahabatan pemuda seluruh dunia dalam rangka perdjuangan melawan kolonialisme dan untuk perdamaian, kaum reaksi dalam negeri jang selalu dihinggapi ketakutan terhadap gerakan rakjat, melakukan tindakan jang nekad dengan apa jang dinamakan "Razia Agustus Sukiman". Alasan jang provokatif<noinclude>{{rh|||231}}</noinclude> p7eb2dridufcnjpdt0640nwovv5j560 Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/62 104 112934 316647 313072 2026-08-29T16:00:05Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 316647 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|58|THE BEAUTY}}</noinclude> —„Kaloe begitoe, djadi kace sendiri sadja jang ada bersalah?" —„Ja, akoe sendiri sadja." —„Dan akoe poenja istri tida tace satoe apa dari katjintahanmoe?" —„Ia tida taoe, sedikit poen tida." —„Ia tida taoe, jang kace ada masoek dalem kamarnja ?" —„Bagimana ia bisa taoe, sedeng ia ada poeles!?" —„Dan antara ia dan kace ini tida ada perkara apa-apa jang boleh robaken katjintahankoe padanja mendjadi kabentjian ?" —„Raden Ajoe ada saorang prampoean soetji. Raden Mas! tiada ada katjintahan jang tjoekoep besarnja boeat disembaken padanja. Tida ada lantaran aken kaoe poetoesken tjinta hatimoe." —„Apa segala perkara jang baroesan kaoe bilang padakoe. ada dengen sebenernja, soedara?" —„Ja. semoea ada dengen sebenernja." —„Apatah kace brani tetepken itoe dengen soempa? —„Akoe brani betoel." —„Demi kahormatanmoe, seperti orang bangsawan" —„a, demi kahormatankoe seperti orang bangsawan" —„Demi perkatahanmoe, seperti orang jang mendjoengdjoeng Nabi Mohamad?" —„Ja. —„Demi kahormatannja iboemoe?" Disitoe Sastrodjo itoe berdiam sasa'at, seperti ada merasa berat aken bersoempa begitoe. Tapi sigralah djoega ia berkata: Ja, Raden Mas! akoe bersoempa<noinclude></noinclude> pycusi70cgd4r7s2jjv37kncpt2czej Beberapa fikiran dan pandangan/Pidato Kampanje Pemilihan 0 113782 316553 314114 2026-08-29T12:23:29Z Alicya- 21994 316553 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Kementerian Komunikasi dan Digital | translator = | section = Pidato Kampanje Pemilihan | previous = [[../Penjelasan soal-soal internasional|Penjelasan soal-soal internasional]] | next = [[../Pantja Sila dan Piagam P.B.B.|Pantja Sila dan Piagam P.B.B.]] | notes = }} <pages index="Beberapa fikiran dan pandangan.pdf" from=32 fromsection="3" to=46 tosection="3" /> tei5apjb32wthry8i5cgw6qxgndsr96 Pembicaraan Pengguna:Ibrohim tijani 3 114006 316678 314467 2026-08-29T16:23:16Z Cgjkldn 22445 /* Ujibaca Sesuai Ketentuan */ bagian baru 316678 wikitext text/x-wiki == Peringatan kedua == Halo Kak @[[Pengguna:Ibrohim tijani|Ibrohim tijani]], Catatan kontribusi pembuatan halaman transklusi yang kakak buat masih banyak yang keliru (contoh [[Kata Pembukaan|1,]] [[Kata Sambutan|2]] [[Istimewa:Kontribusi pengguna/Ibrohim tijani|dst]]). Mohon jangan melakukan pembuatan halaman transklusi baru sebelum merapikan halaman transklusi tsb dan jangan melakukan transklusi asal cepat, perhatikan kesesuaian dan kerapiannya. Terima kasih. CC @[[Pengguna:OwlyKnight|juri]], @[[Pengguna:Mbee-wiki|juri]] Salam, Panitia WikiPandu [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 18 Agustus 2026 10.26 (UTC) :mohon maaf kak, tadi saya ada kesalahan yakni buku Demokrasi terpimpin tetapi saya transklusi ke buku Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan. jadi saya memperbaiki kembali transklusi tersebut dengan buku yang sebenanrya [[Pengguna:Ibrohim tijani|Ibrohim tijani]] ([[Pembicaraan Pengguna:Ibrohim tijani|bicara]]) 18 Agustus 2026 10.34 (UTC) == Ujibaca Sesuai Ketentuan == Halo kak @[[Pengguna:Ibrohim tijani|Ibrohim tijani]], Terima kasih atas kontribusinya di Wikisource Bahasa Indonesia. Saya melihat antusiasme kakak dalam melakukan ujibaca, tapi mohon perhatikan ketika melakukan ujibaca, jangan menguningkan halaman kalau masih belum rapi, saya melihat ada banyak halaman yang kakak ujibaca namun ternyata belum rapi dan saya kembalikan lagi ke merah agar bisa diujibaca dengan benar oleh kontributor lain. Terima kasih. [[Pengguna:Cgjkldn|Cgjkldn]] ([[Pembicaraan Pengguna:Cgjkldn|bicara]]) 29 Agustus 2026 16.23 (UTC) 1hp9jpfkuofgla8j8ga7x5prp0yeh02 Bangsawan dan Pengemis/Bab 1 0 114219 316577 314920 2026-08-29T13:50:02Z Alicya- 21994 316577 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 1 | previous = [[../|Halaman depan]] | next = [[../Bab 2|Bab 2]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=3 to=11 /> f58f5ttcsh8g6jf04g2plb12nbmp8yc Bangsawan dan Pengemis/Bab 2 0 114220 316578 314922 2026-08-29T13:51:04Z Alicya- 21994 316578 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 2 | previous = [[../Bab 1|Bab 1]] | next = [[../Bab 3|Bab 3]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=12 to=20 /> l9clx9qjsfzgyzpnu418ijgntefn0xv Bangsawan dan Pengemis/Bab 3 0 114221 316579 314923 2026-08-29T13:51:21Z Alicya- 21994 316579 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 3 | previous = [[../Bab 2|Bab 2]] | next = [[../Bab 4|Bab 4]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=21 to=26 /> c30a6yh0g2qgmz1sbo2aqomtoec9sza Bangsawan dan Pengemis/Bab 4 0 114222 316580 314924 2026-08-29T13:51:36Z Alicya- 21994 316580 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 4 | previous = [[../Bab 3|Bab 3]] | next = [[../Bab 5|Bab 5]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=27 to=33 /> pdspqc4y0e5xw10eqa1s2gfvybkf3e7 Bangsawan dan Pengemis/Bab 5 0 114223 316581 314926 2026-08-29T13:51:47Z Alicya- 21994 316581 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 5 | previous = [[../Bab 4|Bab 4]] | next = [[../Bab 6|Bab 6]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=34 to=42 /> 4hpx8xwj9r8t0qn0qrubfyuoe6s41jy Bangsawan dan Pengemis/Bab 6 0 114224 316582 314927 2026-08-29T13:52:04Z Alicya- 21994 316582 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 6 | previous = [[../Bab 5|Bab 5]] | next = [[../Bab 7|Bab 7]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=43 to=48 /> 512joz3kemnfqgs62qs52346ls72zth Bangsawan dan Pengemis/Bab 7 0 114225 316583 314928 2026-08-29T13:52:19Z Alicya- 21994 316583 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 7 | previous = [[../Bab 6|Bab 6]] | next = [[../Bab 8|Bab 8]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=49 to=58 /> ccqmnk0edelzr6jv98cg2wknndb70an Bangsawan dan Pengemis/Bab 8 0 114226 316584 314930 2026-08-29T13:52:51Z Alicya- 21994 316584 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 8 | previous = [[../Bab 7|Bab 7]] | next = [[../Bab 9|Bab 9]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=59 to=66 /> qeyqhefv2ct91dhw8i8qohqy6gi99qz Bangsawan dan Pengemis/Bab 9 0 114227 316585 314931 2026-08-29T13:53:05Z Alicya- 21994 316585 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 9 | previous = [[../Bab 8|Bab 8]] | next = [[../Bab 10|Bab 10]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=67 to=75 /> ekruyx46ukgr2zs9qorcyrc2ns3pwro Bangsawan dan Pengemis/Bab 10 0 114228 316586 314932 2026-08-29T13:53:28Z Alicya- 21994 316586 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 10 | previous = [[../Bab 9|Bab 9]] | next = [[../Bab 11|Bab 11]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=76 to=81 /> dxva54rn1dfnhwyvugmy6wyga4b4332 Bangsawan dan Pengemis/Bab 11 0 114229 316587 314933 2026-08-29T13:53:46Z Alicya- 21994 316587 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 11 | previous = [[../Bab 10|Bab 10]] | next = [[../Bab 12|Bab 12]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=82 to=91 /> kee1jn33sz9td4w8wtmsqx9r40qe51t Bangsawan dan Pengemis/Bab 12 0 114230 316588 314934 2026-08-29T13:54:06Z Alicya- 21994 316588 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 12 | previous = [[../Bab 11|Bab 11]] | next = [[../Bab 13|Bab 13]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=92 to=102 /> a0ctpxo00fgzpbe3yafzgq6qrndl5o4 Bangsawan dan Pengemis/Bab 13 0 114231 316589 314935 2026-08-29T13:54:40Z Alicya- 21994 316589 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 13 | previous = [[../Bab 12|Bab 12]] | next = [[../Bab 14|Bab 14]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=103 to=108 /> j7gtufnhd3kn4afg4wlx459ptjn5chr Bangsawan dan Pengemis/Bab 14 0 114232 316590 314936 2026-08-29T13:54:53Z Alicya- 21994 316590 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 14 | previous = [[../Bab 13|Bab 13]] | next = [[../Bab 15|Bab 15]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=109 to=114 /> san2p3oelhg0ta68j7z0qjukdp9yuhc Bangsawan dan Pengemis/Bab 15 0 114233 316591 314937 2026-08-29T13:55:05Z Alicya- 21994 316591 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 15 | previous = [[../Bab 14|Bab 14]] | next = [[../Bab 16|Bab 16]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=115 to=124 /> 3m801w8lbilivixbaa3pnv9hw7wb0mt Bangsawan dan Pengemis/Bab 16 0 114234 316592 314938 2026-08-29T13:55:32Z Alicya- 21994 316592 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 16 | previous = [[../Bab 15|Bab 15]] | next = [[../Bab 17|Bab 17]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=125 to=141 /> 7nwckfuqseqpedyi4ch32wzw7clo1ml Bangsawan dan Pengemis/Bab 17 0 114235 316593 314939 2026-08-29T13:55:43Z Alicya- 21994 316593 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 17 | previous = [[../Bab 16|Bab 16]] | next = [[../Bab 18|Bab 18]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=142 to=149 /> d74mqiqs6cnlulfih1a4px9ecwpipzb Bangsawan dan Pengemis/Bab 18 0 114236 316594 314940 2026-08-29T13:56:26Z Alicya- 21994 316594 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 18 | previous = [[../Bab 17|Bab 17]] | next = [[../Bab 19|Bab 19]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=150 to=156 /> jfyfvnc6bf05m36ilwsqsl5z226u250 Bangsawan dan Pengemis/Bab 19 0 114237 316595 314941 2026-08-29T13:56:55Z Alicya- 21994 316595 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 19 | previous = [[../Bab 18|Bab 18]] | next = [[../Bab 20|Bab 20]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=157 to=166 /> cv5i5keu9nhgkwtmi81rq0rbhr71kvv Bangsawan dan Pengemis/Bab 20 0 114238 316597 314942 2026-08-29T13:58:52Z Alicya- 21994 316597 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 20 | previous = [[../Bab 19|Bab 19]] | next = [[../Bab 21|Bab 21]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=167 to=173 /> 2dhq7dyhkfuqx5mukcgiy0330j5qpr9 Bangsawan dan Pengemis/Bab 21 0 114239 316598 314943 2026-08-29T13:59:03Z Alicya- 21994 316598 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 21 | previous = [[../Bab 20|Bab 20]] | next = [[../Bab 22|Bab 22]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=174 to=180 /> 8iu1gtyzn1ka6lkavcpdc93mepsqtac Bangsawan dan Pengemis/Bab 22 0 114240 316599 314944 2026-08-29T13:59:13Z Alicya- 21994 316599 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 22 | previous = [[../Bab 21|Bab 21]] | next = [[../Bab 23|Bab 23]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=181 to=187 /> j6s4t1x0t2bidpxpd9f12anp7xx1afw Bangsawan dan Pengemis/Bab 23 0 114241 316600 314945 2026-08-29T13:59:25Z Alicya- 21994 316600 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 23 | previous = [[../Bab 22|Bab 22]] | next = [[../Bab 24|Bab 24]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=188 to=197 /> rtr1rq5213lhtg33dq0oh24ke5p57a6 Bangsawan dan Pengemis/Bab 24 0 114242 316601 314946 2026-08-29T13:59:38Z Alicya- 21994 316601 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 24 | previous = [[../Bab 23|Bab 23]] | next = [[../Bab 25|Bab 25]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=197 to=204 /> 0zz5wehel34865zw6r0jqf0sjsxsd6s Bangsawan dan Pengemis/Bab 25 0 114243 316603 314947 2026-08-29T14:00:38Z Alicya- 21994 316603 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 25 | previous = [[../Bab 24|Bab 24]] | next = [[../Bab 26|Bab 26]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=205 to=212 /> q6r39r65otrebc47hgq7vg1xew2u71w Bangsawan dan Pengemis/Bab 26 0 114244 316604 314948 2026-08-29T14:00:49Z Alicya- 21994 316604 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 26 | previous = [[../Bab 25|Bab 25]] | next = [[../Bab 27|Bab 27]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=213 to=223 /> a04gvvonf2056ana0glldwq0wl8gguq Bangsawan dan Pengemis/Bab 27 0 114245 316605 314949 2026-08-29T14:01:00Z Alicya- 21994 316605 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 27 | previous = [[../Bab 26|Bab 26]] | next = [[../Bab 28|Bab 28]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=224 to=233 /> ocz5fzyfd5dojwooxcgnqosryglu8xl Bangsawan dan Pengemis/Bab 28 0 114246 316606 314950 2026-08-29T14:01:11Z Alicya- 21994 316606 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 28 | previous = [[../Bab 27|Bab 27]] | next = [[../Bab 29|Bab 29]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=234 to=243 /> ljhrvkshzgjnkudxwzz8snssjwelv0b Bangsawan dan Pengemis/Bab 29 0 114247 316608 314951 2026-08-29T14:01:57Z Alicya- 21994 316608 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 29 | previous = [[../Bab 28|Bab 28]] | next = [[../Bab 30|Bab 30]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=244 to=254 /> rmlsq7fi4tgeatyaytoeaotcorqri0w Bangsawan dan Pengemis/Bab 30 0 114248 316609 314952 2026-08-29T14:02:16Z Alicya- 21994 316609 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 30 | previous = [[../Bab 29|Bab 29]] | next = [[../Bab 31|Bab 31]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=255 to=264 /> s3ldkwoijnpikulfwpcqtzyevxx89ea Bangsawan dan Pengemis/Bab 31 0 114249 316610 314953 2026-08-29T14:04:41Z Alicya- 21994 316610 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 31 | previous = [[../Bab 30|Bab 30]] | next = [[../Bab 32|Bab 32]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=265 to=271 /> 0xzja93zkjin945d4olyw8j1ahcekbk Bangsawan dan Pengemis/Bab 32 0 114250 316611 314954 2026-08-29T14:05:08Z Alicya- 21994 316611 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 32 | previous = [[../Bab 31|Bab 31]] | next = [[../Bab 33|Bab 33]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=272 to=282 /> jimm864djli3jybvp8ryecvt9p1yn3i Bangsawan dan Pengemis/Bab 33 0 114251 316612 314955 2026-08-29T14:05:29Z Alicya- 21994 316612 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 33 | previous = [[../Bab 32|Bab 32]] | next = [[../Bab 34|Bab 34]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=283 to=294 /> eotbprjrrjup08arpm3o5yc2ayhx9fl Bangsawan dan Pengemis/Bab 34 0 114252 316613 314956 2026-08-29T14:05:56Z Alicya- 21994 316613 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 34 | previous = [[../Bab 33|Bab 33]] | next = [[../Bab 35|Bab 35]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=295 to=301 /> 853g0twhh30d11c1xr7hrd9kyytf7ag Bangsawan dan Pengemis/Bab 35 0 114253 316614 314957 2026-08-29T14:06:08Z Alicya- 21994 316614 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 35 | previous = [[../Bab 34|Bab 34]] | next = [[../Bab 36|Bab 36]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=302 to=309 /> ml5gkrxb0ehwnsbidlx0ve33s0w0859 Bangsawan dan Pengemis/Bab 36 0 114254 316615 314958 2026-08-29T14:06:21Z Alicya- 21994 316615 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 36 | previous = [[../Bab 35|Bab 35]] | next = [[../Bab 37|Bab 37]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=310 to=325 /> 7ijw4lmwh0lo4i6ay8hsillx5e3c4xn Bangsawan dan Pengemis/Bab 37 0 114255 316616 314959 2026-08-29T14:06:33Z Alicya- 21994 316616 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 37 | previous = [[../Bab 36|Bab 36]] | next = [[../Bab 38|Bab 38]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=326 to=336 /> rqqkduv0om7oiolwp97d5w64cdk9oe2 Bangsawan dan Pengemis/Bab 38 0 114256 316617 314960 2026-08-29T14:06:48Z Alicya- 21994 316617 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 38 | previous = [[../Bab 37|Bab 37]] | next = [[../Bab 39|Bab 39]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=337 to=342 /> 5kjapup99shkc18vl2hzw7gswic1ni1 Bangsawan dan Pengemis/Bab 39 0 114257 316618 314961 2026-08-29T14:07:03Z Alicya- 21994 316618 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 39 | previous = [[../Bab 38|Bab 38]] | next = [[../Bab 40|Bab 40]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=343 to=352 /> kow1o7d82l2mc72zpbq20gkeyrtzh7p Bangsawan dan Pengemis/Bab 40 0 114258 316619 314962 2026-08-29T14:07:26Z Alicya- 21994 316619 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 40 | previous = [[../Bab 39|Bab 39]] | next = [[../Bab 41|Bab 41]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=353 to=364 /> jrqq7tyvrs5t8n3kl8b9x52y4prlk6n Bangsawan dan Pengemis/Bab 41 0 114259 316620 314963 2026-08-29T14:07:48Z Alicya- 21994 316620 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 41 | previous = [[../Bab 40|Bab 40]] | next = [[../Bab 42|Bab 42]] | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=365 to=372 /> 9q52v9um0l0pm6mfk7agadcne80m0ng Bangsawan dan Pengemis/Bab 42 0 114260 316621 314964 2026-08-29T14:08:03Z Alicya- 21994 316621 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = Grisee | translator = | section = Bab 42 | previous = [[../Bab 41|Bab 41]] | next = | notes = }} <pages index="Bangsawan dan Pengemis.pdf" from=373 to=384 /> kjnd024uu8ojimb1sc3jk6kt2esvw1m Citra Perempuan dalam Novel Putri karya Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis/Bab 5 0 114584 316596 316438 2026-08-29T13:58:12Z Alicya- 21994 316596 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = |override_author=[[Pengarang:Arriyanti|Ariyanti]] dan [[Pengarang:Andriana Yohan|Andriana Yohan]] | translator = | section = BAB V PENUTUP | previous = [[../Bab 4|BAB IV PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF PENGARANG]] | next = [[../Daftar Pustaka|DAFTAR PUSTAKA]] | notes = }} <pages index="Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf" from=107 to=109 /> 04zuegfz1nzw08tj47xer6jotk6c33u Citra Perempuan dalam Novel Putri karya Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis/Daftar Pustaka 0 114585 316602 316441 2026-08-29T13:59:47Z Alicya- 21994 316602 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = |override_author=[[Pengarang:Arriyanti|Ariyanti]] dan [[Pengarang:Andriana Yohan|Andriana Yohan]] | translator = | section = DAFTAR PUSTAKA | previous = [[../Bab 5|BAB V PENUTUP]] | next = [[../Lampiran|LAMPIRAN]] | notes = }} <pages index="Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf" from=111 to=113 /> naen3t2hmfctogzwez562dg2jnt6809 Citra Perempuan dalam Novel Putri karya Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis/Lampiran 0 114586 316607 316443 2026-08-29T14:01:16Z Alicya- 21994 316607 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = |override_author=[[Pengarang:Arriyanti|Ariyanti]] dan [[Pengarang:Andriana Yohan|Andriana Yohan]] | translator = | section = LAMPIRAN | previous = [[../Daftar Pustaka|DAFTAR PUSTAKA]] | next = | notes = }} <pages index="Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf" from=114 to=118 /> 27yt6tujv4373plaqgny8ibpc1e2nvu Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/49 104 114612 316552 2026-08-29T12:11:23Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Serokaa jang belum selesai sama sekali (Djombang) pal. Sedang dikerdjakan gedung Sta- sion dan akan menjusul lain-lain ge- dung-gedung jang dibutuhkan oleh satu lapangan terbang modern. Diseluruh Sumatera terdapat 13 lapangan terbang jang hanja terdiri dari lapang rumput diwals! Pada schir tahun j.. hanja dapat dipakai lapa- ngan terbang Pakan Baru, Bukittinggi, Pajakumbuh dan Siborong-borong. Dengan datangnja P.J.M. Presiden Sukarno ke Sumatera... 316552 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Serokaa jang belum selesai sama sekali (Djombang) pal. Sedang dikerdjakan gedung Sta- sion dan akan menjusul lain-lain ge- dung-gedung jang dibutuhkan oleh satu lapangan terbang modern. Diseluruh Sumatera terdapat 13 lapangan terbang jang hanja terdiri dari lapang rumput diwals! Pada schir tahun j.. hanja dapat dipakai lapa- ngan terbang Pakan Baru, Bukittinggi, Pajakumbuh dan Siborong-borong. Dengan datangnja P.J.M. Presiden Sukarno ke Sumatera, hampir semua lapangan terbang lainnja telah dapat dipakai dan ternjata memudahkan dan mempertjepatkan perdjalanan beliau dari tengah ke udjung Utara. udjung Selatan pulau itu. wo R dan Perbaikan lapangan terbang Magu- Djawa berbiaja sedjumlah di 4.700.000 dan untuk R 21.189.000. B Sumatera Bagaimanakah hal pelabuhan dan pelajaran? UKAN satu keheranan, djika pela- buhan-pelabuhan Republik men- djadi sasaran pada waktu agressi Be- landa. Tidak sadja daerah plus didudu- ki, djuga simpangan djalan raja dan kreta api jang menudju kepelabuhan dikuasai (Probolinggo, Tjirebon, Tjila- tjap dan Lubuk Alung, Pematang Si- antar serta Lahat d.l.l.). Untuk mengatasi penutupan (isola- tie) daerah Republik oleh Belanda dl. tempo 3 sampai 5 tahun, Kementerian Pekerdjaan Umum merentjanakan pe- labuhan-pelabuhan darurat jang capa citeitnja dapat melajani kapal-kapal, sekalipun kapal ketjil dari luar negeri. Didaerah Republik masih ada lebih kurang 76 pelabuhan jang dapat diper- gunakan untuk keperluan perdagangan luar negeri. Menurut rentjana 3 - 5 tahun berdasarkan atas masuk-ke- luarnja barang-barang ada sebesar 873.000 ton tiap-tiap tahun. Sepintas lalu dapat diterangkan disini bahwa tiada perlu semua pelabuhan itu dipa- kai. Sekiranja dipakai, walaupun de. ngan alat-alat serba sederhana ber- capaciteit 30.000.000 ton. Sekalipun penerobosan blokkade Be. landa dapat berhasil, baiklah, djika ada ketentuan dengan djalan barter, sehingga soal ini mendjadi soal Peme- rintah. Pokok dasarnja tidak sadja mentjari dan memperhebat banjaknja alat pe- ngangkutan, akan tetapi, memperbai ki seluruh pelabuhan, terutama pela- buhan-pelabuhan jang mempunjai sja- rat-sjarat alam baik (natuurhavens) dengan daerah sekelilingnja jang mak- mur. Perusahaan veem jang penting pertaliannja dengan pelabuhan dise- lenggarakan dengan saksama. Untuk dapat gambaran betapa ich- tier mengatagi blokkade, dapatlah di- lihat dari angka-angka ditabel D. Bagaimana hal Gas dan Listrik ? DALAM soal listrik dan gas ditin- djau guna dan faedahnja: 1. meninggikan deradjat dupan Rakjat. penghi- 2. memperbesar produksi perin- dustrian jang mempergunakan tenaga listrik. 3. memperluas penerangan untuk umum dengan mempergunakan tenaga listrik (pembatjaan-radio dsbnja). Pada waktu pendjadjahan Belanda, perusahaan Listrik dan Gas tertudju. kan kepada rendabiliteit (keuntungan perusahaan) belaka, tidak untuk ke- pentingan rakjat di Negeri init. Bukti njata jalah di Djawa dan Madura sadja kekuatan mesin paling Linggi 70.000 K.W. jang berarti pukul rata 1% Watt per djiwa, atau jang mendapat tenaga listrik hanja 3,5% (tahun 1941, dengan penduduk 41,7 djuta). Dimasa mendatang tentu akan lain tjorak penjelenggaraan kelistrikan. Kebutuhan kita andaikata kita ha- rus mengadakan listrik sampai kepo- losok-polosok dan keonderan-onde- гап terutama jang dekat kota besar ketjil kemana kawat-kawat listrik da- pat ditarik, dapat kita perhitungkan, bahwa untuk keperluan ini, dengan mengikat misalnja 20% penduduk terpaksa belum dapat mengenjamnja, (umpamanja mereka jang tinggal di- gunung-gunung) dan disandarkan ke- pada hanja 10 watt per djiwa atau 60 watt per rumah tangga akan dibutuh- kan di Djawa dan Madura sadja, suatu kekuatan dari 320.000 KW, sehingga dengan menghitung 10% kehilangan tenaga pada kawat-kawat seluruhnja, harus dibangkitkan 352.000 KW. Ini berarti dibutuhkan kekuatan 320.000 x 1.36 kuda. Untuk ini dipakai sungai besar de- ngan damnja. Pun waduk dapat mem. bangkitan tenaga listrik: misalnja: Waduk A (sedang dikerdjakan) Luas Tinggi Pandjang Isi Tenaga air 4.300 Ha. 150 m. 350 m. 2.300.000.000 M³ 150.000 kuda Perlu diterangkan, bah.va tidak de- ngan waduk-waduk pembagian tenaga air jang ada di Djawa dan Madura adalah kira-kira 75% di Djawa Barat, 50% di Djawa Tengah dan 20% di Djawa Timur, sedangkan persediaan tenaga air di Sumatera adalah paling sedikit sama dengan kekuatan 2 djuta kuda. Air keluar ke kanal Apa dan bagaimana baglannja dlm. soal transmigrasi? SOAL transmigrasi dalam kenjata- annja harus didahului dengan mempeladjarl dan mempersiapkan tempat dan daerah, dimana transmigra. sl akan diselenggarakan. Hal ini sa- ngatlah perlu, djika diingat, bahwa transmigrasi jang akan dilakukan oleh Republik Indonesia, tertudjukan kepa. da kemakmuran dan kesedjahteraan Rakjat. Transmigrasi tidak boleh se- kali-sekali merupakan kolonisasi perti berlaku dimasa pendjadjahan jang telah lampau itu. Tegas bahwa untuk itu persiapan setjara teknis perlu diselenggarakan. Dalam hal ini pun telah dilakukan se. bagai tertera ditabel E dihalaman 48 (hanja sebagian sadja jang dipasang). SOAL GEDUNG-GEDUNG dan pe- rumahanpun penting bagi maaja. rakat, hal ini sangat dibutuhkan oleh Pemerintah dan umum. Pembangunan- nja terutama mengingat sjarat-sjarat kesehatan dan architektur. Sjarat-sja- rat ekonomi tiada dilupakan. Sebagai pedoman memenuhi sjarat- sjarat kesehatan perumahan jang ter- ketjil: 1. tempat kediaman untuk tiap- tiap anggauta keluarga harus mempunjai ruangan hawa sedikit- kitnja 20 M³., 46 Skets perumahan rakjat. 2. dari sebab itu luas pekarangan PROCEMARAN RAJAT untuk sebuah rumah seketjil-ke- tjilnja 100 M². 3. kamar mandi dan kamar ketjil harus tersendiri, 4. dapur harus tersendiri pula, Digitized by Google<noinclude></noinclude> 542nlg3eijsuzkfd00qww1ixwvtvkmi 316554 316552 2026-08-29T12:26:42Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 316554 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Gambar hilang}} {{c|Serokan jang belum selesai sama sekali (Djombang)}} {{hwe|pal.|kepal.}} Sedang dikerdjakan gedung Stasion dan akan menjusul lain-lain gedung-gedung jang dibutuhkan oleh satu lapangan terbang modern. Diseluruh Sumatera terdapat 13 lapangan terbang jang hanja terdiri dari lapang rumput diwals! Pada achir tahun j.l. hanja dapat dipakai lapangan terbang Pakan Baru, Bukittinggi, Pajakumbuh dan Siborong-borong. Dengan datangnja P.J.M. Presiden Sukarno ke Sumatera, hampir semua lapangan terbang lainnja telah dapat dipakai dan ternjata memudahkan dan mempertjepatkan perdjalanan beliau dari tengah ke udjung Utara dan udjung Selatan pulau itu. Perbaikan lapangan terbang Maguwo di Djawa berbiaja sedjumlah R 4.700.000 dan untuk Sumatera R 21.189.000. '''Bagaimanakah hal pelabuhan dan pelajaran?''' {{Dropinitial|B}}UKAN satu keheranan, djika pelabuhan-pelabuhan Republik mendjadi sasaran pada waktu agressi Belanda. Tidak sadja daerah plus diduduki, djuga simpangan djalan raja dan kreta api jang menudju kepelabuhan dikuasai (Probolinggo, Tjirebon, Tjilatjap dan Lubuk Alung, Pematang Siantar serta Lahat d.l.l.). Untuk mengatasi penutupan (isolatie) daerah Republik oleh Belanda dl. tempo 3 sampai 5 tahun, Kementerian Pekerdjaan Umum merentjanakan pelabuhan-pelabuhan darurat jang capaciteitnja dapat melajani kapal-kapal, sekalipun kapal ketjil dari luar negeri. Didaerah Republik masih ada lebih kurang 76 pelabuhan jang dapat dipergunakan untuk keperluan perdagangan luar negeri. Menurut rentjana 3 - 5 tahun berdasarkan atas masuk-keluarnja barang-barang ada sebesar 873.000 ton tiap-tiap tahun. Sepintas lalu dapat diterangkan disini bahwa tiada perlu semua pelabuhan itu dipakai. Sekiranja dipakai, walaupun dengan alat-alat serba sederhana bercapaciteit 30.000.000 ton. Sekalipun penerobosan blokkade Belanda dapat berhasil, baiklah, djika ada ketentuan dengan djalan barter, sehingga soal ini mendjadi soal Pemerintah. Pokok dasarnja tidak sadja mentjari dan memperhebat banjaknja alat pengangkutan, akan tetapi, memperbaiki seluruh pelabuhan, terutama pelabuhan-pelabuhan jang mempunjai sjarat-sjarat alam baik (natuurhavens) dengan daerah sekelilingnja jang makmur. Perusahaan veem jang penting pertaliannja dengan pelabuhan diselenggarakan dengan saksama. Untuk dapat gambaran betapa ichtier mengatagi blokkade, dapatlah dilihat dari angka-angka ditabel D. '''Bagaimana hal Gas dan Listrik ?''' {{Dropinitial|D}}ALAM soal listrik dan gas ditindjau guna dan faedahnja: {{ol |meninggikan deradjat penghidupan Rakjat. |memperbesar produksi perindustrian jang mempergunakan tenaga listrik. |memperluas penerangan untuk umum dengan mempergunakan tenaga listrik (pembatjaan-radio dsbnja).}} Pada waktu pendjadjahan Belanda, perusahaan Listrik dan Gas tertudjukan kepada rendabiliteit (keuntungan perusahaan) belaka, tidak untuk kepentingan rakjat di Negeri ini. Bukti njata jalah di Djawa dan Madura sadja kekuatan mesin paling tinggi ± 70.000 K.W. jang berarti pukul rata 1% Watt per djiwa, atau jang mendapat tenaga listrik hanja 3,5% (tahun 1941, dengan penduduk 41,7 djuta). Dimasa mendatang tentu akan lain tjorak penjelenggaraan kelistrikan. Kebutuhan kita andaikata kita harus mengadakan listrik sampai kepolosok-polosok dan keonderan-ondeгап terutama jang dekat kota besar ketjil kemana kawat-kawat listrik dapat ditarik, dapat kita perhitungkan, bahwa untuk keperluan ini, dengan mengikat misalnja 20% penduduk terpaksa belum dapat mengenjamnja, (umpamanja mereka jang tinggal digunung-gunung) dan disandarkan kepada hanja 10 watt per djiwa atau 60 watt per rumah tangga akan dibutuhkan di Djawa dan Madura sadja, suatu kekuatan dari 320.000 KW, sehingga dengan menghitung 10% kehilangan tenaga pada kawat-kawat seluruhnja, harus dibangkitkan 352.000 KW. Ini berarti dibutuhkan kekuatan 320.000 x 1.36 kuda. Untuk ini dipakai sungai besar dengan damnja. Pun waduk dapat membangkitan tenaga listrik: misalnja: Waduk A (sedang dikerdjakan) Luas Tinggi Pandjang Isi Tenaga air 4.300 Ha. 150 m. 350 m. 2.300.000.000 M³ 150.000 kuda Perlu diterangkan, bah.va tidak dengan waduk-waduk pembagian tenaga air jang ada di Djawa dan Madura adalah kira-kira 75% di Djawa Barat, 50% di Djawa Tengah dan 20% di Djawa Timur, sedangkan persediaan tenaga air di Sumatera adalah paling sedikit sama dengan kekuatan 2 djuta kuda. {{Gambar hilang}} {{c|Air keluar ke kanal }} '''Apa dan bagaimana bagiannja dlm. soal transmigrasi?''' {{Dropinitial|S}}OAL transmigrasi dalam kenjataannja harus didahului dengan mempeladjarl dan mempersiapkan tempat dan daerah, dimana transmigrasl akan diselenggarakan. Hal ini sangatlah perlu, djika diingat, bahwa transmigrasi jang akan dilakukan oleh Republik Indonesia, tertudjukan kepada kemakmuran dan kesedjahteraan Rakjat. Transmigrasi tidak boleh sekali-sekali merupakan kolonisasi seperti berlaku dimasa pendjadjahan jang telah lampau itu. Tegas bahwa untuk itu persiapan setjara teknis perlu diselenggarakan. Dalam hal ini pun telah dilakukan sebagai tertera ditabel E dihalaman 48 (hanja sebagian sadja jang dipasang). {{Dropinitial|S}}OAL GEDUNG-GEDUNG dan perumahanpun penting bagi masjarakat, hal ini sangat dibutuhkan oleh Pemerintah dan umum. Pembangunannja terutama mengingat sjarat-sjarat kesehatan dan architektur. Sjarat-sjarat ekonomi tiada dilupakan. Sebagai pedoman memenuhi sjarat-sjarat kesehatan perumahan jang terketjil: {{ol |tempat kediaman untuk tiap-tiap anggauta keluarga harus mempunjai ruangan hawa sedikit-kitnja 20 M³., |dari sebab itu luas pekarangan untuk sebuah rumah seketjil-ketjilnja 100 M². |kamar mandi dan kamar ketjil harus tersendiri, |dapur harus tersendiri pula,}} {{Gambar hilang}} {{c|Skets perumahan rakjat}}<noinclude>{{rh|46}}</noinclude> 43nt7p205iygho3lsb134ekm34m3vgs 316555 316554 2026-08-29T12:28:49Z Menyusurisudutnegeri 25205 316555 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Gambar hilang}} {{c|Serokan jang belum selesai sama sekali (Djombang)}} {{hwe|pal.|kepal.}} Sedang dikerdjakan gedung Stasion dan akan menjusul lain-lain gedung-gedung jang dibutuhkan oleh satu lapangan terbang modern. Diseluruh Sumatera terdapat 13 lapangan terbang jang hanja terdiri dari lapang rumput diwals! Pada achir tahun j.l. hanja dapat dipakai lapangan terbang Pakan Baru, Bukittinggi, Pajakumbuh dan Siborong-borong. Dengan datangnja P.J.M. Presiden Sukarno ke Sumatera, hampir semua lapangan terbang lainnja telah dapat dipakai dan ternjata memudahkan dan mempertjepatkan perdjalanan beliau dari tengah ke udjung Utara dan udjung Selatan pulau itu. Perbaikan lapangan terbang Maguwo di Djawa berbiaja sedjumlah R 4.700.000 dan untuk Sumatera R 21.189.000. '''Bagaimanakah hal pelabuhan dan pelajaran?''' {{Dropinitial|B}}UKAN satu keheranan, djika pelabuhan-pelabuhan Republik mendjadi sasaran pada waktu agressi Belanda. Tidak sadja daerah plus diduduki, djuga simpangan djalan raja dan kreta api jang menudju kepelabuhan dikuasai (Probolinggo, Tjirebon, Tjilatjap dan Lubuk Alung, Pematang Siantar serta Lahat d.l.l.). Untuk mengatasi penutupan (isolatie) daerah Republik oleh Belanda dl. tempo 3 sampai 5 tahun, Kementerian Pekerdjaan Umum merentjanakan pelabuhan-pelabuhan darurat jang capaciteitnja dapat melajani kapal-kapal, sekalipun kapal ketjil dari luar negeri. Didaerah Republik masih ada lebih kurang 76 pelabuhan jang dapat dipergunakan untuk keperluan perdagangan luar negeri. Menurut rentjana 3 - 5 tahun berdasarkan atas masuk-keluarnja barang-barang ada sebesar 873.000 ton tiap-tiap tahun. Sepintas lalu dapat diterangkan disini bahwa tiada perlu semua pelabuhan itu dipakai. Sekiranja dipakai, walaupun dengan alat-alat serba sederhana bercapaciteit 30.000.000 ton. Sekalipun penerobosan blokkade Belanda dapat berhasil, baiklah, djika ada ketentuan dengan djalan barter, sehingga soal ini mendjadi soal Pemerintah. Pokok dasarnja tidak sadja mentjari dan memperhebat banjaknja alat pengangkutan, akan tetapi, memperbaiki seluruh pelabuhan, terutama pelabuhan-pelabuhan jang mempunjai sjarat-sjarat alam baik (natuurhavens) dengan daerah sekelilingnja jang makmur. Perusahaan veem jang penting pertaliannja dengan pelabuhan diselenggarakan dengan saksama. Untuk dapat gambaran betapa ichtier mengatagi blokkade, dapatlah dilihat dari angka-angka ditabel D. '''Bagaimana hal Gas dan Listrik ?''' {{Dropinitial|D}}ALAM soal listrik dan gas ditindjau guna dan faedahnja: {{ol |meninggikan deradjat penghidupan Rakjat. |memperbesar produksi perindustrian jang mempergunakan tenaga listrik. |memperluas penerangan untuk umum dengan mempergunakan tenaga listrik (pembatjaan-radio dsbnja).}} Pada waktu pendjadjahan Belanda, perusahaan Listrik dan Gas tertudjukan kepada rendabiliteit (keuntungan perusahaan) belaka, tidak untuk kepentingan rakjat di Negeri ini. Bukti njata jalah di Djawa dan Madura sadja kekuatan mesin paling tinggi ± 70.000 K.W. jang berarti pukul rata 1% Watt per djiwa, atau jang mendapat tenaga listrik hanja 3,5% (tahun 1941, dengan penduduk 41,7 djuta). Dimasa mendatang tentu akan lain tjorak penjelenggaraan kelistrikan. Kebutuhan kita andaikata kita harus mengadakan listrik sampai kepolosok-polosok dan keonderan-ondeгап terutama jang dekat kota besar ketjil kemana kawat-kawat listrik dapat ditarik, dapat kita perhitungkan, bahwa untuk keperluan ini, dengan mengikat misalnja 20% penduduk terpaksa belum dapat mengenjamnja, (umpamanja mereka jang tinggal digunung-gunung) dan disandarkan kepada hanja 10 watt per djiwa atau 60 watt per rumah tangga akan dibutuhkan di Djawa dan Madura sadja, suatu kekuatan dari 320.000 KW, sehingga dengan menghitung 10% kehilangan tenaga pada kawat-kawat seluruhnja, harus dibangkitkan 352.000 KW. Ini berarti dibutuhkan kekuatan 320.000 x 1.36 kuda. Untuk ini dipakai sungai besar dengan damnja. Pun waduk dapat membangkitan tenaga listrik: misalnja: Waduk A (sedang dikerdjakan) {| |- || Luas || 4.300 || Ha. |- || Tinggi || 150 || m. |- || Pandjang || 350 || m. |- || Isi || 2.300.000.000 || M³ |- || Tenaga air || 150.000 ||kuda |} Perlu diterangkan, bah.va tidak dengan waduk-waduk pembagian tenaga air jang ada di Djawa dan Madura adalah kira-kira 75% di Djawa Barat, 50% di Djawa Tengah dan 20% di Djawa Timur, sedangkan persediaan tenaga air di Sumatera adalah paling sedikit sama dengan kekuatan 2 djuta kuda. {{Gambar hilang}} {{c|Air keluar ke kanal }} '''Apa dan bagaimana bagiannja dlm. soal transmigrasi?''' {{Dropinitial|S}}OAL transmigrasi dalam kenjataannja harus didahului dengan mempeladjarl dan mempersiapkan tempat dan daerah, dimana transmigrasl akan diselenggarakan. Hal ini sangatlah perlu, djika diingat, bahwa transmigrasi jang akan dilakukan oleh Republik Indonesia, tertudjukan kepada kemakmuran dan kesedjahteraan Rakjat. Transmigrasi tidak boleh sekali-sekali merupakan kolonisasi seperti berlaku dimasa pendjadjahan jang telah lampau itu. Tegas bahwa untuk itu persiapan setjara teknis perlu diselenggarakan. Dalam hal ini pun telah dilakukan sebagai tertera ditabel E dihalaman 48 (hanja sebagian sadja jang dipasang). {{Dropinitial|S}}OAL GEDUNG-GEDUNG dan perumahanpun penting bagi masjarakat, hal ini sangat dibutuhkan oleh Pemerintah dan umum. Pembangunannja terutama mengingat sjarat-sjarat kesehatan dan architektur. Sjarat-sjarat ekonomi tiada dilupakan. Sebagai pedoman memenuhi sjarat-sjarat kesehatan perumahan jang terketjil: {{ol |tempat kediaman untuk tiap-tiap anggauta keluarga harus mempunjai ruangan hawa sedikit-kitnja 20 M³., |dari sebab itu luas pekarangan untuk sebuah rumah seketjil-ketjilnja 100 M². |kamar mandi dan kamar ketjil harus tersendiri, |dapur harus tersendiri pula,}} {{Gambar hilang}} {{c|Skets perumahan rakjat}}<noinclude>{{rh|46}}</noinclude> ecgh3tzpcnqh7ft002d45bc60ahohlw 316557 316555 2026-08-29T12:29:39Z Menyusurisudutnegeri 25205 316557 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Gambar hilang}} {{c|Serokan jang belum selesai sama sekali (Djombang)}} {{hwe|pal.|diaspal.}} Sedang dikerdjakan gedung Stasion dan akan menjusul lain-lain gedung-gedung jang dibutuhkan oleh satu lapangan terbang modern. Diseluruh Sumatera terdapat 13 lapangan terbang jang hanja terdiri dari lapang rumput diwals! Pada achir tahun j.l. hanja dapat dipakai lapangan terbang Pakan Baru, Bukittinggi, Pajakumbuh dan Siborong-borong. Dengan datangnja P.J.M. Presiden Sukarno ke Sumatera, hampir semua lapangan terbang lainnja telah dapat dipakai dan ternjata memudahkan dan mempertjepatkan perdjalanan beliau dari tengah ke udjung Utara dan udjung Selatan pulau itu. Perbaikan lapangan terbang Maguwo di Djawa berbiaja sedjumlah R 4.700.000 dan untuk Sumatera R 21.189.000. '''Bagaimanakah hal pelabuhan dan pelajaran?''' {{Dropinitial|B}}UKAN satu keheranan, djika pelabuhan-pelabuhan Republik mendjadi sasaran pada waktu agressi Belanda. Tidak sadja daerah plus diduduki, djuga simpangan djalan raja dan kreta api jang menudju kepelabuhan dikuasai (Probolinggo, Tjirebon, Tjilatjap dan Lubuk Alung, Pematang Siantar serta Lahat d.l.l.). Untuk mengatasi penutupan (isolatie) daerah Republik oleh Belanda dl. tempo 3 sampai 5 tahun, Kementerian Pekerdjaan Umum merentjanakan pelabuhan-pelabuhan darurat jang capaciteitnja dapat melajani kapal-kapal, sekalipun kapal ketjil dari luar negeri. Didaerah Republik masih ada lebih kurang 76 pelabuhan jang dapat dipergunakan untuk keperluan perdagangan luar negeri. Menurut rentjana 3 - 5 tahun berdasarkan atas masuk-keluarnja barang-barang ada sebesar 873.000 ton tiap-tiap tahun. Sepintas lalu dapat diterangkan disini bahwa tiada perlu semua pelabuhan itu dipakai. Sekiranja dipakai, walaupun dengan alat-alat serba sederhana bercapaciteit 30.000.000 ton. Sekalipun penerobosan blokkade Belanda dapat berhasil, baiklah, djika ada ketentuan dengan djalan barter, sehingga soal ini mendjadi soal Pemerintah. Pokok dasarnja tidak sadja mentjari dan memperhebat banjaknja alat pengangkutan, akan tetapi, memperbaiki seluruh pelabuhan, terutama pelabuhan-pelabuhan jang mempunjai sjarat-sjarat alam baik (natuurhavens) dengan daerah sekelilingnja jang makmur. Perusahaan veem jang penting pertaliannja dengan pelabuhan diselenggarakan dengan saksama. Untuk dapat gambaran betapa ichtier mengatagi blokkade, dapatlah dilihat dari angka-angka ditabel D. '''Bagaimana hal Gas dan Listrik ?''' {{Dropinitial|D}}ALAM soal listrik dan gas ditindjau guna dan faedahnja: {{ol |meninggikan deradjat penghidupan Rakjat. |memperbesar produksi perindustrian jang mempergunakan tenaga listrik. |memperluas penerangan untuk umum dengan mempergunakan tenaga listrik (pembatjaan-radio dsbnja).}} Pada waktu pendjadjahan Belanda, perusahaan Listrik dan Gas tertudjukan kepada rendabiliteit (keuntungan perusahaan) belaka, tidak untuk kepentingan rakjat di Negeri ini. Bukti njata jalah di Djawa dan Madura sadja kekuatan mesin paling tinggi ± 70.000 K.W. jang berarti pukul rata 1% Watt per djiwa, atau jang mendapat tenaga listrik hanja 3,5% (tahun 1941, dengan penduduk 41,7 djuta). Dimasa mendatang tentu akan lain tjorak penjelenggaraan kelistrikan. Kebutuhan kita andaikata kita harus mengadakan listrik sampai kepolosok-polosok dan keonderan-ondeгап terutama jang dekat kota besar ketjil kemana kawat-kawat listrik dapat ditarik, dapat kita perhitungkan, bahwa untuk keperluan ini, dengan mengikat misalnja 20% penduduk terpaksa belum dapat mengenjamnja, (umpamanja mereka jang tinggal digunung-gunung) dan disandarkan kepada hanja 10 watt per djiwa atau 60 watt per rumah tangga akan dibutuhkan di Djawa dan Madura sadja, suatu kekuatan dari 320.000 KW, sehingga dengan menghitung 10% kehilangan tenaga pada kawat-kawat seluruhnja, harus dibangkitkan 352.000 KW. Ini berarti dibutuhkan kekuatan 320.000 x 1.36 kuda. Untuk ini dipakai sungai besar dengan damnja. Pun waduk dapat membangkitan tenaga listrik: misalnja: Waduk A (sedang dikerdjakan) {| |- || Luas || 4.300 || Ha. |- || Tinggi || 150 || m. |- || Pandjang || 350 || m. |- || Isi || 2.300.000.000 || M³ |- || Tenaga air || 150.000 ||kuda |} Perlu diterangkan, bah.va tidak dengan waduk-waduk pembagian tenaga air jang ada di Djawa dan Madura adalah kira-kira 75% di Djawa Barat, 50% di Djawa Tengah dan 20% di Djawa Timur, sedangkan persediaan tenaga air di Sumatera adalah paling sedikit sama dengan kekuatan 2 djuta kuda. {{Gambar hilang}} {{c|Air keluar ke kanal }} '''Apa dan bagaimana bagiannja dlm. soal transmigrasi?''' {{Dropinitial|S}}OAL transmigrasi dalam kenjataannja harus didahului dengan mempeladjarl dan mempersiapkan tempat dan daerah, dimana transmigrasl akan diselenggarakan. Hal ini sangatlah perlu, djika diingat, bahwa transmigrasi jang akan dilakukan oleh Republik Indonesia, tertudjukan kepada kemakmuran dan kesedjahteraan Rakjat. Transmigrasi tidak boleh sekali-sekali merupakan kolonisasi seperti berlaku dimasa pendjadjahan jang telah lampau itu. Tegas bahwa untuk itu persiapan setjara teknis perlu diselenggarakan. Dalam hal ini pun telah dilakukan sebagai tertera ditabel E dihalaman 48 (hanja sebagian sadja jang dipasang). {{Dropinitial|S}}OAL GEDUNG-GEDUNG dan perumahanpun penting bagi masjarakat, hal ini sangat dibutuhkan oleh Pemerintah dan umum. Pembangunannja terutama mengingat sjarat-sjarat kesehatan dan architektur. Sjarat-sjarat ekonomi tiada dilupakan. Sebagai pedoman memenuhi sjarat-sjarat kesehatan perumahan jang terketjil: {{ol |tempat kediaman untuk tiap-tiap anggauta keluarga harus mempunjai ruangan hawa sedikit-kitnja 20 M³., |dari sebab itu luas pekarangan untuk sebuah rumah seketjil-ketjilnja 100 M². |kamar mandi dan kamar ketjil harus tersendiri, |dapur harus tersendiri pula,}} {{Gambar hilang}} {{c|Skets perumahan rakjat}}<noinclude>{{rh|46}}</noinclude> hqq6y9an6evd4pk7tb9gnyadvf840yz Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/48 104 114613 316556 2026-08-29T12:29:21Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'radjat dan nilai kehidupan dan peng- 1. hidupan seluruh bangsa Indonesia. Penduduk Djawa Madura dan Suma- tera, kini berdjumlah 60 djuta selalu bertambah dengan 2%. Jang demikian itu pasti akan menimbulkan kepintja- ngan dalam masjarakat. Guna mengé. lakkannja perlu diatasi atau dengan Transmigrasi atau dengan Industriali- sasi, atau dengan kedua-duanja. Karena sulit dan lama soal trans- migrasi dapat diatasi atau dipetjah- kan, langsung mesti d... 316556 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>radjat dan nilai kehidupan dan peng- 1. hidupan seluruh bangsa Indonesia. Penduduk Djawa Madura dan Suma- tera, kini berdjumlah 60 djuta selalu bertambah dengan 2%. Jang demikian itu pasti akan menimbulkan kepintja- ngan dalam masjarakat. Guna mengé. lakkannja perlu diatasi atau dengan Transmigrasi atau dengan Industriali- sasi, atau dengan kedua-duanja. Karena sulit dan lama soal trans- migrasi dapat diatasi atau dipetjah- kan, langsung mesti dihadapi soal In. dustrialisasi. Hal ini memerlukan te- naga listrik bagi penggerak mesin- mesin. Itu sebabnja telah dimulai de- ngan pembikinan dam-dam besar pada sungai-sungai, baik di Djawa maupun di Sumatera, jang djuga langsung ber- faedah untuk perluasan pengairan, terlebih-lebih dimusim kemarau, pun untuk pelajaran disungai. Baik industrialisasi, maupun hasil bumi dan hutan serta lain-lainnja per- lu diexport, dan memerlukan djalan- djalan jang tjukup besar dan baiknja guna mengangkutnja dari dan kepela- buhan. Bentuk Djawa dan Sumatera jang memandjang itu, memerlukan djalan-djalan jang bangun dan pan- djangnja sesuai dengan bentuk itu, sehingga perhubungan dan pengangku- tan dari dan kepelabuhan dapat ber- djalan dengan tjepat dan praktis. Pembikinan rumah Umum berpendapat, pengangkutan lewat laut adalah lebih murah dari pada lewat lain djalan. Karenanja di- masa mendatang akan dibangun pela- buhan-pelabuhan sebanjak-banjaknja jang letak alamnja baik (natuurha- vens) dan makmur daerah sekeliling- nja. Selain itu, perumahan sangatlah pentingnja. Hal ini djuga diselengga- rakan dengan tiada melupakan sjarat² sosial-ekonomi, hygiene dan tata susila. Guna dapat gambaran dari pada penjelenggaraan pekerdjaan tertu- djukan kepada kemakmuran Rakjat serta meninggikan nilai dan deradjat hidup dan penghidupan rakjat, baiklah dipaparkan disini dengan sekedar ang. ka-angka dari pada Djawatan-djawa- tan jang bersangkutan, lepas dari pada kedjadian aksi militair Belanda 21 Djuli 1947, karena hal ini ternjata da- pat diatasi dengan Urgentie werkpro- gram 6 bulan jang pada umumnja te- lah selesai antara 80 sampai 100%. Indonesia sebagal tanah agraria (80% petani) sangatlah perlu akan pemeliharaan, perluasan dan disana- sini dengan perbalkan pengairan. Fai ini sebagian telah dikerdjakan selesai sesuai dengan rentjana 3 atau 5 tahun pengairan. Tegasnja di Djawa dan maupun di Su- matera adalah sebagai tertera ditabel A dan B dimuka 47. Penjelenggaraan waduk itu menje. babkan beberapa hal jang mengun. tungkan, misalnja: 2. is o memperluas daerah pengairan memungkinkan pengairan dan pe- nanaman dimusim kemarau 3. dapat membangkitkan tenaga lis- trik dsb.nja. Apa jang digambarkan diatas itu, ialah pekerd jaan-pekerdjaan didaerah jang masih penuh tetap dikuasai oleh Republik. Ini berarti bahwa sebelum aksi militair, sebenarnja di Djawa Barat maupun Timur pun telah diren. tjanakan pekerdjaan besar, jang seba- glan djuga sudah dikerdjakan. Hal ini dapat dilihat dari gambaran dan angka-angka sebagai tertera di tabel C. Bagaimanakah halnja dengan djalan-jalan DJALAN-DJALAN merupakan alat penghubung jang amat besar arti- nja bagi kesedjahteraan suatu Negara, ibaratkan urat nadinja. Banjak tidak- nja, baik buruknja djalan-djalan itu mempengaruhi perekonomian negara dan tingkat penghidupan masjarakat- nja. Pengangkutan hasil bumi dan ba- rang-barang import dari pelabuhan ke pedalaman hanja dapat dilakukan de. ngan murah dengan memakai djalan. Pekerdjaan pembangunan dapat baik, djika ada djalan ketempat pem- bangunan itu atau keadaannja me- muaskan. Untuk melantjarkan peker- djaan itu dan meringankan perongko- sannja perlu diadakan pembikinan dan perbaikan djalan. Rentjana mengadakan djalan-djalan buat kendaraan modern harus didasar- kan atas dasar-dasar jang tertentu: tentang ekonomi Negara; 1. 2. 3. 4. pertahanan Negara; tjorak dan banjaknja lalu lintas; keteknikan pembikinan. Agar djangan terkebelakang oleh kemadjuan zaman, hendaklah dalam banjak hal disesuaikan dan seberapa boleh diambil pemandangan dan uku- ran-ukuran jang dipakai dalam hal ini oleh Dunia Internasional. Di Amerika dimana soal lalu-lintas pada umumnja telah sedemikian tinggi tingkatnja, ditahun-tahun belakangan ini masih terus menerus dipeladjari dan diselidi- ki soal ini. Djalan-djalan raja jang dibikin un. tuk kendaraan bermotor di Djawa dan Sumatera adalah warisan dari Peme- rintah Belanda dahulu. Dizaman Dje- pang boleh dikatakan pembikinan dja. lan tidak berarti, malahan selama pen- dudukannja, pemeliharaan djalan-dja- lan tidak dilakukan menurut semest. nja sehingga 75% dari djalan-dja- lan menderita kerusakan-kerusakan. Pandjangnja djalan di Djawa dan Madura ada 25.000 Km. 8593 Km. diawasi oleh Kementerian Pekerdjaan Umum. Berhubung dengan kemadjuan ken. daraan bermotor sedjak tahun 1915. djalan raja tidak dapat memenuhi sja- rat-sjarat teknik lagi, kenaikan ba- njaknja lalu lintas bermotor dalam 25. tahun sedjak tahun tsb. tadi ada 100%. djuga kendaraan sepeda naik dengan 100%, sedangkan kendaraan tidak ber- motor tetap. Panitia djalan dari Pemerintah Be. landa dahulu menjatakan bahwa ten- tang djalan.djalan raja di Djawa pada achir tahun 1941 itu tidak lagi meme- nuhi kebutuhan kendaraan bermotor, Banjak djalan-djalan jang kurang le- bar perkerasannja, banjak bagian. bagian jang tjuram, pun tidak me- muaskan keadaan dari horizontale dan verticale alignementennja. Tidak ter- pisahnja djalan grobak dari djalan kendaraan bermotor pada djalan-dja. lan jang penting menambah kesulitan. Kekurangan-kekurangan itu tidak sedikit menjebabkan lekasnja kerusa- kan pada kendaraan bermotor pun oleh karenanja menjebabkan pemakaian minjak lebih dari semestinja. Dalam Negara jang merdeka tentu sadja pada umumnja maksud dan tu. djuan memperbaiki djalan-djalan raja berlainan dengan Negeri jang didja- djah jang harus dilaksanakan dengan mengingat kenjataan-kenjataan dan dengan dasar-dasar jang diuraikan diatas. Untuk menambah dan atau memper- baiki djalan-djalan di Djawa diseleng- garakan rentjana 5 tahun dan 6 bulan: Memperbaiki djalan raja jang sa. ngat dibutuhkan; 1. 2. 3. Memperluas djalan raja; Memperbaiki lain-lain djalan raja. Apabila bagian 1, 2 dan 3 selesai, djalan raja di Djawa terdiri dari: a. Djalan raja ditengah b. C. di Selatan melintang Rentjana 6 bulan bersifat perbaikan djalan-djalan jang rusak, dikerdjakan dalam tempo selekas-lekasnja, dan usaha ini sebagian besar telah selesai. Rentjana ini ditaksir R 10.000.000.- Perluasan djalan belum dapat diker. djakan. Rumah sudah djadi Untuk Sumatera djuga direntjana- kan pekerdjaan perbaikan dan perlua san djalan, jang djuga memenuhi aja- rat-sjarat kendaraan bermotor tjepat. Menurut plan 3 tahun, pandjangnja djalan-djalan jang diperbaiki 4234 Km. dan perluasan djalan 695 Km. ditaksir R 492.000.000.- Plan 6 bulan, perbai- kan djalan 1020 Km. dan pembikinan djalan-djalan raja 398 Km., terutama untuk mengganti bagian-bagian djalan raja terus-menerus (intergewestelijke- weg) jang berada didaerah musuh di Keresidenan Palembang dan Sumatera Timur ditaksir R. 95.000.000.- Dari kedua rentjana ini djuga hanja dapat dikerdjakan perbaikan djalan- djalan, pun sebagian telah selesai. Ke- kurangan tenaga pekerdja amat terasa disana. Bertalian dengan soal djalan. djalan, perbaikan dan perluasan djem- batan-djembatan semestinja harus rentuk dikerdjakan, tetapi keadaan belum dapat mengizinkannja. se- Sesuai dengan kemadjuan zaman, pada dewasa ini lalu-lintas diudara pun diselenggarakan. Lapangan ter- bang di Djawa dan di Sumatera akan dipersiapkan untuk pendaratan kapal terbang jang besar besar guna pe- ngangkutan orang dan barang-barang. DI DJAWA telah diselesaikan pem- besaran startbaan lapangan ter- bang Maguwo dekat Jogjakarta, me- nurut ukuran Internasional. Startbaan dibikin dari pekeran batu dan dias- Digitized by Google 45<noinclude></noinclude> nz55wktw9olh9a19r9ndyexti5jrkip 316560 316556 2026-08-29T12:45:32Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 316560 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{hwe|radjat|deradjat}} dan nilai kehidupan dan penghidupan seluruh bangsa Indonesia. Penduduk Djawa Madura dan Sumatera, kini berdjumlah 60 djuta selalu bertambah dengan 2%. Jang demikian itu pasti akan menimbulkan kepintjangan dalam masjarakat. Guna mengélakkannja perlu diatasi atau dengan Transmigrasi atau dengan Industrialisasi, atau dengan kedua-duanja. Karena sulit dan lama soal transmigrasi dapat diatasi atau dipetjahkan, langsung mesti dihadapi soal Industrialisasi. Hal ini memerlukan tenaga listrik bagi penggerak mesin-mesin. Itu sebabnja telah dimulai dengan pembikinan dam-dam besar pada sungai-sungai, baik di Djawa maupun di Sumatera, jang djuga langsung berfaedah untuk perluasan pengairan, terlebih-lebih dimusim kemarau, pun untuk pelajaran disungai. Baik industrialisasi, maupun hasil bumi dan hutan serta lain-lainnja perlu diexport, dan memerlukan djalan-djalan jang tjukup besar dan baiknja guna mengangkutnja dari dan kepelabuhan. Bentuk Djawa dan Sumatera jang memandjang itu, memerlukan djalan-djalan jang bangun dan pandjangnja sesuai dengan bentuk itu, sehingga perhubungan dan pengangkutan dari dan kepelabuhan dapat berdjalan dengan tjepat dan praktis. {{Gambar hilang}} {{c|Pembikinan rumah}} Umum berpendapat, pengangkutan lewat laut adalah lebih murah dari pada lewat lain djalan. Karenanja dimasa mendatang akan dibangun pelabuhan-pelabuhan sebanjak-banjaknja jang letak alamnja baik (natuurhavens) dan makmur daerah sekelilingnja. Selain itu, perumahan sangatlah pentingnja. Hal ini djuga diselenggarakan dengan tiada melupakan sjarat² sosial-ekonomi, hygiene dan tata susila. Guna dapat gambaran dari pada penjelenggaraan pekerdjaan tertudjukan kepada kemakmuran Rakjat serta meninggikan nilai dan deradjat hidup dan penghidupan rakjat, baiklah dipaparkan disini dengan sekedar angka-angka dari pada Djawatan-djawatan jang bersangkutan, lepas dari pada kedjadian aksi militair Belanda 21 Djuli 1947, karena hal ini ternjata dapat diatasi dengan Urgentie werkprogram 6 bulan jang pada umumnja telah selesai antara 80 sampai 100%. Indonesia sebagal tanah agraria (80% petani) sangatlah perlu akan pemeliharaan, perluasan dan disana-sini dengan perbalkan pengairan. Hal ini sebagian telah dikerdjakan selesai sesuai dengan rentjana 3 atau 5 tahun pengairan. Tegasnja di Djawa maupun di Sumatera adalah sebagai tertera ditabel A dan B dimuka 47. Penjelenggaraan waduk itu menjebabkan beberapa hal jang menguntungkan, misalnja: {{ol |memperluas daerah pengairan |memungkinkan pengairan dan penanaman dimusim kemarau |dapat membangkitkan tenaga listrik dsb.nja.}} Apa jang digambarkan diatas itu, ialah pekerd jaan-pekerdjaan didaerah jang masih penuh tetap dikuasai oleh Republik. Ini berarti bahwa sebelum aksi militair, sebenarnja di Djawa Barat maupun Timur pun telah direntjanakan pekerdjaan besar, jang sebagian djuga sudah dikerdjakan. Hal ini dapat dilihat dari gambaran dan angka-angka sebagai tertera di tabel C. '''Bagaimanakah halnja dengan djalan-jalan''' {{Dropinitial|D}}JALAN-DJALAN merupakan alat penghubung jang amat besar artinja bagi kesedjahteraan suatu Negara, ibaratkan urat nadinja. Banjak tidaknja, baik buruknja djalan-djalan itu mempengaruhi perekonomian negara dan tingkat penghidupan masjarakatnja. Pengangkutan hasil bumi dan barang-barang import dari pelabuhan kepedalaman hanja dapat dilakukan dengan murah dengan memakai djalan. Pekerdjaan pembangunan dapat baik, djika ada djalan ketempat pembangunan itu atau keadaannja memuaskan. Untuk melantjarkan pekerdjaan itu dan meringankan perongkosannja perlu diadakan pembikinan dan perbaikan djalan. Rentjana mengadakan djalan-djalan buat kendaraan modern harus didasarkan atas dasar-dasar jang tertentu: {{ol |tentang ekonomi Negara; |pertahanan Negara; |tjorak dan banjaknja lalu lintas; |keteknikan pembikinan.}} Agar djangan terkebelakang oleh kemadjuan zaman, hendaklah dalam banjak hal disesuaikan dan seberapa boleh diambil pemandangan dan ukuran-ukuran jang dipakai dalam hal ini oleh Dunia Internasional. Di Amerika dimana soal lalu-lintas pada umumnja telah sedemikian tinggi tingkatnja, ditahun-tahun belakangan ini masih terus menerus dipeladjari dan diselidiki soal ini. Djalan-djalan raja jang dibikin untuk kendaraan bermotor di Djawa dan Sumatera adalah warisan dari Pemerintah Belanda dahulu. Dizaman Djepang boleh dikatakan pembikinan djalan tidak berarti, malahan selama pendudukannja, pemeliharaan djalan-djalan tidak dilakukan menurut semestinja sehingga 75% dari djalan-djalan menderita kerusakan-kerusakan. Pandjangnja djalan di Djawa dan Madura ada ±25.000 Km. 8593 Km. diawasi oleh Kementerian Pekerdjaan Umum. Berhubung dengan kemadjuan kendaraan bermotor sedjak tahun 1915. djalan raja tidak dapat memenuhi sjarat-sjarat teknik lagi, kenaikan banjaknja lalu lintas bermotor dalam 25 tahun sedjak tahun tsb. tadi ada 100%. djuga kendaraan sepeda naik dengan 100%, sedangkan kendaraan tidak bermotor tetap. Panitia djalan dari Pemerintah Belanda dahulu menjatakan bahwa tentang djalan.djalan raja di Djawa pada achir tahun 1941 itu tidak lagi memenuhi kebutuhan kendaraan bermotor, Banjak djalan-djalan jang kurang lebar perkerasannja, banjak bagian-bagian jang tjuram, pun tidak memuaskan keadaan dari horizontale dan verticale alignementennja. Tidak terpisahnja djalan grobak dari djalan kendaraan bermotor pada djalan-djalan jang penting menambah kesulitan. Kekurangan-kekurangan itu tidak sedikit menjebabkan lekasnja kerusakan pada kendaraan bermotor pun oleh karenanja menjebabkan pemakaian minjak lebih dari semestinja. Dalam Negara jang merdeka tentu sadja pada umumnja maksud dan tudjuan memperbaiki djalan-djalan raja berlainan dengan Negeri jang didjadjah jang harus dilaksanakan dengan mengingat kenjataan-kenjataan dan dengan dasar-dasar jang diuraikan diatas. Untuk menambah dan atau memperbaiki djalan-djalan di Djawa diselenggarakan rentjana 5 tahun dan 6 bulan: {{Ol |Memperbaiki djalan raja jang sangat dibutuhkan; |Memperluas djalan raja; |Memperbaiki lain-lain djalan raja.}} Apabila bagian 1, 2 dan 3 selesai, djalan raja di Djawa terdiri dari: {| |- ||a. ||Djalan ||raja ||ditengah |- ||b. || " || " || di Selatan |- ||c. || " || " ||melintang |} Rentjana 6 bulan bersifat perbaikan djalan-djalan jang rusak, dikerdjakan dalam tempo selekas-lekasnja, dan usaha ini sebagian besar telah selesai. Rentjana ini ditaksir R 10.000.000.- Perluasan djalan belum dapat dikerdjakan. {{Gambar hilang}} {{c|Rumah sudah djadi}} Untuk Sumatera djuga direntjanakan pekerdjaan perbaikan dan perluasan djalan, jang djuga memenuhi sjarat-sjarat kendaraan bermotor tjepat. Menurut plan 3 tahun, pandjangnja djalan-djalan jang diperbaiki 4234 Km. dan perluasan djalan 695 Km. ditaksir R 492.000.000.- Plan 6 bulan, perbaikan djalan 1020 Km. dan pembikinan djalan-djalan raja 398 Km., terutama untuk mengganti bagian-bagian djalan raja terus-menerus (intergewestelijkeweg) jang berada didaerah musuh di Keresidenan Palembang dan Sumatera Timur ditaksir R. 95.000.000.- Dari kedua rentjana ini djuga hanja dapat dikerdjakan perbaikan djalan-djalan, pun sebagian telah selesai. Kekurangan tenaga pekerdja amat terasa disana. Bertalian dengan soal djalan-djalan, perbaikan dan perluasan djembatan-djembatan semestinja harus rentuk dikerdjakan, tetapi keadaan belum dapat mengizinkannja. Sesuai dengan kemadjuan zaman, pada dewasa ini lalu-lintas diudara pun diselenggarakan. Lapangan terbang di Djawa dan di Sumatera akan dipersiapkan untuk pendaratan kapal terbang jang besar besar guna pengangkutan orang dan barang-barang. {{Dropinitial|D}}I DJAWA telah diselesaikan pembesaran startbaan lapangan terbang Maguwo dekat Jogjakarta, menurut ukuran Internasional. Startbaan dibikin dari pekeran batu dan {{hws|dias|iaspal.}}<noinclude>{{rh|||45}}</noinclude> aztg9q49pvjyzbsh5hdfpi2ted3oebm Awas!/Bijlage 1 0 114614 316558 2026-08-29T12:43:30Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = B. Th. Brondgeest | translator = | section = Hoofdstuk 5 | previous = [[../Bab 4|Bab 4]] | next = [[../Bab 5|Bab 5]] | year = | notes = }} <pages index="Awas!.pdf" from=156 to=158 />' 316558 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = B. Th. Brondgeest | translator = | section = Hoofdstuk 5 | previous = [[../Bab 4|Bab 4]] | next = [[../Bab 5|Bab 5]] | year = | notes = }} <pages index="Awas!.pdf" from=156 to=158 /> t7hywd0s492suif09x04h4me6k92i8l 316559 316558 2026-08-29T12:45:09Z Lemonwithices 26124 316559 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = B. Th. Brondgeest | translator = | section = Bijlage 1 | previous = [[../Slotwoord|Slotwoord]] | next = [[../Bijlage 2|Bijlage 2]] | year = | notes = }} <pages index="Awas!.pdf" from=156 to=158 /> 8aodrrrzidr6v7mb2fv2xvv4mb9gxr0 316565 316559 2026-08-29T12:53:33Z Lemonwithices 26124 316565 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = B. Th. Brondgeest | translator = | section = Bijlage 1 | previous = [[../Slotwoord|Slotwoord]] | next = [[../Bijlage 2|Bijlage 2]] | year = | notes = }} <pages index="Awas!.pdf" from=130 to=139 /> fareepk4nafxzu7idcpdxjz8yaq9p9o Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/47 104 114615 316561 2026-08-29T12:46:30Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Indonesia Republik membangun Oleh: Supardo TE ELAH hampir 3 tahun usia Repu- blik Indonesia. Pertikaian antara Belanda dan Republik Indonesia belum lagi dapat diselesaikan. Akibatnja tentu banjak kesulitan dan masalah jang mesti dipetjahkan. jang oleh Betapapun besar kesulitan, bagai- manapun banjak kesusahan mesti dihadapi dan dipetjahkan pihak Indonesia, namun tjita-tjita hendak melaksanakan kemakmuran Rakjat tetap mendjadi objek. Objek jang t... 316561 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Indonesia Republik membangun Oleh: Supardo TE ELAH hampir 3 tahun usia Repu- blik Indonesia. Pertikaian antara Belanda dan Republik Indonesia belum lagi dapat diselesaikan. Akibatnja tentu banjak kesulitan dan masalah jang mesti dipetjahkan. jang oleh Betapapun besar kesulitan, bagai- manapun banjak kesusahan mesti dihadapi dan dipetjahkan pihak Indonesia, namun tjita-tjita hendak melaksanakan kemakmuran Rakjat tetap mendjadi objek. Objek jang tidak dichajalkan belaka, tetapi segera diselenggarakan. Bukti kenja- taannja: Rentjana 5 tahun dan 3 tahun jang terhalang dikerdjakan dengan saksama, karena memerlukan faktor normal dan aman, diatasi oleh rentjana urgent 6 bulan. Urgensi-program 6 bulan dimulai bulan VII tahun j.l. kini telah ber- hasil sebagai berikut: PENGAIRAN: Perbaikan bangunan, bendungan dan saluran jang selama peperangan dunia II dan perang kolonial tidak mendapat perhatian, kini diperbaiki ,,Kita membangun bukan hendak membanggakan, bahwa kita dapat membangun, tetapi karena tjita-tjita hendak melaksanakan kemakmuran Rakjat." Djikalau pembangunan waduk Djom- bor itu akan dapat selesai menurut rentjana, maka kapasiteit waduk dapat ditambah mendjadi 4.100.000 m³ serta dapat dipakai untuk: penanaman dimusim hudjan tebu sawah2 dimusim kemarau bibit polowidjo penanaman dimusim hudjan (Kedjawan Bajat) 1.657 ha 601 " 500 150" 1.800" " 47 " Djumlah 4.755 ha sedangkan penanaman tebu, sawah dimusim kemarau serta polowidjo dimu. sim kemarau tentu dapat pertolongan air. Pekerdjaan ini telah selesai 40%. Tinggi maximum lebarnja diatas pandjang lereng kapasiteit penuh penimbunan tanah m 3 3 m ± 6 km 1: 1 4.100.000 m³ 35.000 m3 tan materi berdjalan terus, 4 buah djembatan besi dari 28 m, 12 dan 23 m telah selesai diperbaiki. m, 16 Hal ini djika dilihat sepintas kilat memang tidak memberikan kesan jang serba besar. Tetapi bila diheningkan, betapa besar kesukaran materi dan lain-lain, pekerdjaaan itu seimbang de- ngan kesanggupan dan keadaan. Perumahan rakjat Perumahan Rakjat diselenggarakan sesuai dengan memenuhi sjarat (kese- hatan, sosial dan ukuran keadaban, serta sjarat bimbingan, sudah mulai dikerdjakan 12 rumah tertentu bagi para pegawai malahan sudah selesai. Perumahan model rumah Rakjat sudah dimulai di Djokja dan Solo. Jang sekarang bagi penghidupan bangsa Indonesia mempunjai arti luas, selain dari pada untuk penerangan belaka. dengan hasil: Di daerah Kedu 95% " Istimewa Jogja 95% Surakarta 77% " " 14 Semarang 96% 72% " " " " " 70% 87% 100% Pati Bodjonegoro Madiun Kediri (Brantas) Disamping rentjana urgensi itu di- laksanakan hal perluasan pengairan. Perluasan ini baik baru, maupun lan- djutan dari pekerdjaan jang sudah di- mulai pada masa jang lalu. Perluasan ini mengenai bangunan. waduk. Jang telah dimulai, jaitu: Waduk-waduk Djombor, Ketra, Klega, Lalung, Krisak Gebjar dan Dungbendo. Waduk Djombor Maksud bangunan ini ialah: a. untuk menambah penanaman di- musim panas (kemarau). b. untuk mengeringkan daerah didekat waduk itu dimusim hudjan dengan mengadakan saluran-saluran penge- ring. c. untuk mentjegah air bandjir mema. suki K. Udjung, dengan mendirikan serta mengokohkan tanggul sungal. Waduk Djombor sekarang dapat me- muat 2.500.000 m³ dan mengairi sawah- sawah seluas berturut-turut penana- man musim hudjan 1.657 ha 601 150 44 tebu bibit polowidjo (ump. ketela, djagung, kedele dsb) 800 " " Djumlah 3,218 ha Djalan-djalan Rumah baru klas 6 perhubungan Dalam pada itu soal dan pengangkutan langsung ada perta- liannja dengan djalan-djalan jang memperhubungkan satu tempat (dae- rah) dan lainnja. Telah selesai perbaikan dan pembiki- nan djalan semuanja kira-kira sepan- djang 254 km djumlahnja. Tiada sedikit pandjangnja djalan jang rusak dan dirusak sedjak masa Djepang. Listrik Listrik jang sangat diperlukan bagi penerangan, untuk perdjalanan mesin- mesin dan alat-alat lainnja. Sekalipun dalam kesulitan materi, dibangun pula listrik oleh Kementerian Pekerdjaan Umum disesuaikan, dengan kebutuhan umum dan memang apa jang diselenggarakan bersifat memba- ngun dalam pokoknja. Membangun tidak untuk membang- gakan akan tetapi untuk kemakmuran rakjat. Pada Djawatan Djalan-jalan Repu- KEMENTERIAN Pekerjaan Umum blik kini terletak kewadjiban sebeŕat- beratnja untuk memperbaiki kembali dan memeliharanja. Sekalipun kesuli- mempunjal lapang dan tugas ter- tentu, jang bertalian dengan kemak- muran Rakjat serta meninggikan de- Digitized by Google<noinclude></noinclude> 2kj7kuuc430jdukolxrgjcq3tjjk69q 316566 316561 2026-08-29T12:56:42Z Menyusurisudutnegeri 25205 316566 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh|Indonesia}}{{Rule}}</noinclude>{{Block center| {{Xx-larger|Republik membangun}}<br> Oleh: Supardo}} {{Block right| ''„Kita membangun bukan hendak membanggakan, bahwa kita dapat membangun, tetapi karena tjita-tjita hendak melaksanakan kemakmuran Rakjat.“''}} {{Dropinitial|T}}ELAH hampir 3 tahun usia Republik Indonesia. Pertikaian antara Belanda dan Republik Indonesia belum lagi dapat diselesaikan. Akibatnja tentu banjak kesulitan dan masalah jang mesti dipetjahkan. Betapapun besar kesulitan, bagaimanapun banjak kesusahan mesti dihadapi dan dipetjahkan pihak Indonesia, namun tjita-tjita hendak melaksanakan kemakmuran Rakjat tetap mendjadi objek. Objek jang tidak dichajalkan belaka, tetapi segera diselenggarakan. Bukti kenjataannja: Rentjana 5 tahun dan 3 tahun jang terhalang dikerdjakan dengan saksama, karena memerlukan faktor normal dan aman, diatasi oleh rentjana urgent 6 bulan. Urgensi-program 6 bulan dimulai ± bulan VII tahun j.l. kini telah berhasil sebagai berikut: '''PENGAIRAN:''' Perbaikan bangunan, bendungan dan saluran jang selama peperangan dunia II dan perang kolonial tidak mendapat perhatian, kini diperbaiki dengan hasil: {| |- || Di || daerah || Kedu || 95% |- || " || " || Istimewa Jogja || 95% |- || " || " || Surakarta || 77% |- || " || " || Semarang || 96% |- || " || " || Pati || 72% |- || " || " || Bodjonegoro || 70% |- || " || " || Madiun || 87% |- || " || " || Kediri (Brantas)|| 100% |} Djikalau pembangunan waduk Djom- bor itu akan dapat selesai menurut rentjana, maka kapasiteit waduk dapat ditambah mendjadi 4.100.000 m³ serta dapat dipakai untuk: penanaman dimusim hudjan tebu sawah2 dimusim kemarau bibit polowidjo penanaman dimusim hudjan (Kedjawan Bajat) 1.657 ha 601 " 500 150" 1.800" " 47 " Djumlah 4.755 ha sedangkan penanaman tebu, sawah dimusim kemarau serta polowidjo dimu. sim kemarau tentu dapat pertolongan air. Pekerdjaan ini telah selesai 40%. Tinggi maximum lebarnja diatas pandjang lereng kapasiteit penuh penimbunan tanah m 3 3 m ± 6 km 1: 1 4.100.000 m³ 35.000 m3 tan materi berdjalan terus, 4 buah djembatan besi dari 28 m, 12 dan 23 m telah selesai diperbaiki. m, 16 Hal ini djika dilihat sepintas kilat memang tidak memberikan kesan jang serba besar. Tetapi bila diheningkan, betapa besar kesukaran materi dan lain-lain, pekerdjaaan itu seimbang de- ngan kesanggupan dan keadaan. Perumahan rakjat Perumahan Rakjat diselenggarakan sesuai dengan memenuhi sjarat (kese- hatan, sosial dan ukuran keadaban, serta sjarat bimbingan, sudah mulai dikerdjakan 12 rumah tertentu bagi para pegawai malahan sudah selesai. Perumahan model rumah Rakjat sudah dimulai di Djokja dan Solo. Jang sekarang bagi penghidupan bangsa Indonesia mempunjai arti luas, selain dari pada untuk penerangan belaka. Disamping rentjana urgensi itu dilaksanakan hal perluasan pengairan. Perluasan ini baik baru, maupun landjutan dari pekerdjaan jang sudah dimulai pada masa jang lalu. Perluasan ini mengenai bangunan waduk. Jang telah dimulai, jaitu: Waduk-waduk Djombor, Ketra, Klega, Lalung, Krisak Gebjar dan Dungbendo. '''Waduk Djombor''' Maksud bangunan ini ialah: {{ol|type=a |untuk menambah penanaman dimusim panas (kemarau). |untuk mengeringkan daerah didekat waduk itu dimusim hudjan dengan mengadakan saluran-saluran pengering. |untuk mentjegah air bandjir memasuki K. Udjung, dengan mendirikan serta mengokohkan tanggul sungai.}} Waduk Djombor sekarang dapat memuat 2.500.000 m³ dan mengairi sawah-sawah seluas berturut-turut penanaman musim hudjan 1.657 ha tebu bibit polowidjo (ump. ketela, djagung, kedele dsb) 800 Djumlah 3,218 ha Djalan-djalan Rumah baru klas 6 perhubungan Dalam pada itu soal dan pengangkutan langsung ada perta- liannja dengan djalan-djalan jang memperhubungkan satu tempat (dae- rah) dan lainnja. Telah selesai perbaikan dan pembiki- nan djalan semuanja kira-kira sepan- djang 254 km djumlahnja. Tiada sedikit pandjangnja djalan jang rusak dan dirusak sedjak masa Djepang. Listrik Listrik jang sangat diperlukan bagi penerangan, untuk perdjalanan mesin- mesin dan alat-alat lainnja. Sekalipun dalam kesulitan materi, dibangun pula listrik oleh Kementerian Pekerdjaan Umum disesuaikan, dengan kebutuhan umum dan memang apa jang diselenggarakan bersifat memba- ngun dalam pokoknja. Membangun tidak untuk membang- gakan akan tetapi untuk kemakmuran rakjat. Pada Djawatan Djalan-jalan Repu- KEMENTERIAN Pekerjaan Umum blik kini terletak kewadjiban sebeŕat- beratnja untuk memperbaiki kembali dan memeliharanja. Sekalipun kesuli- mempunjal lapang dan tugas ter- tentu, jang bertalian dengan kemak- muran Rakjat serta meninggikan de- Digitized by Google<noinclude></noinclude> iex4l86ylque7accff0qqzp2iysmf2s Awas!/Bijlage 4 0 114616 316562 2026-08-29T12:47:15Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = B. Th. Brondgeest | translator = | section = Bijlage 4 | previous = [[../Bijlage 3|Bijlage 3]] | next = [[../Pendahoeloean|Pendahoeloean]] | year = | notes = }} <pages index="Awas!.pdf" from=156 to=158 />' 316562 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = B. Th. Brondgeest | translator = | section = Bijlage 4 | previous = [[../Bijlage 3|Bijlage 3]] | next = [[../Pendahoeloean|Pendahoeloean]] | year = | notes = }} <pages index="Awas!.pdf" from=156 to=158 /> jut5w4p62fpol5pyl44sr80dqlvaejg Awas!/Bijlage 3 0 114617 316563 2026-08-29T12:50:27Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = B. Th. Brondgeest | translator = | section = Bijlage 3 | previous = [[../Bijlage 2|Bijlage 2]] | next = [[../Bijlage 4|Bijlage 4]] | year = | notes = }} <pages index="Awas!.pdf" include=146 />' 316563 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = B. Th. Brondgeest | translator = | section = Bijlage 3 | previous = [[../Bijlage 2|Bijlage 2]] | next = [[../Bijlage 4|Bijlage 4]] | year = | notes = }} <pages index="Awas!.pdf" include=146 /> 6vehoqfaob4o66n5dkm59k4mn0sfx29 Awas!/Bijlage 2 0 114618 316564 2026-08-29T12:51:21Z Lemonwithices 26124 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = B. Th. Brondgeest | translator = | section = Bijlage 2 | previous = [[../Bijlage 1|Bijlage 1]] | next = [[../Bijlage 3|Bijlage 3]] | year = | notes = }} <pages index="Awas!.pdf" include=140 />' 316564 wikitext text/x-wiki {{header | title = [[../]] | author = B. Th. Brondgeest | translator = | section = Bijlage 2 | previous = [[../Bijlage 1|Bijlage 1]] | next = [[../Bijlage 3|Bijlage 3]] | year = | notes = }} <pages index="Awas!.pdf" include=140 /> 9vd4k92rm61p276d9e6pslvubx01lpf Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/46 104 114619 316567 2026-08-29T12:57:26Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'perlu mendapat perhatian. Pertama dari luar masuknja barang-barang negeri jang lebih baik dan lebih murah dari pada barang jang kita hasilkan dalam perusahaan-perusahaan tadi dan kedua kemungkinan datangnja mesin² modern jang dapat menghasilkan ba- rang-braang dengan lebih menguntung- kan dari pada mesin-mesin atau tjara- tjara jang dipergunakan dalam perusa- haan kita sendiri. Kedua-dua bahaja dapat mudah diperket jil atau dihindarkan apabila p... 316567 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>perlu mendapat perhatian. Pertama dari luar masuknja barang-barang negeri jang lebih baik dan lebih murah dari pada barang jang kita hasilkan dalam perusahaan-perusahaan tadi dan kedua kemungkinan datangnja mesin² modern jang dapat menghasilkan ba- rang-braang dengan lebih menguntung- kan dari pada mesin-mesin atau tjara- tjara jang dipergunakan dalam perusa- haan kita sendiri. Kedua-dua bahaja dapat mudah diperket jil atau dihindarkan apabila pada permulaannja bentuk maupun tudjuan dari pada perusahaan-perusa- haan kita. diselenggarakan dengan mengingat timbulnja bahaja-bahaja tadi. Ini Tudjuan perusahaan terutama me- ngenai matjam barang jang dihasilkan. Inilah ada dua matjam jaitu barang- barang jang segera diperlukan untuk dipakai (barang-barang konsumpsi), misalnja garam, kertas, gelas, barang- barang keramik, obat-obat, barang- barang dari karet, pakaian, dsb. dan barang-barang jang menolong perusa- haan-perusahaan jang menghasilkan barang-barang konsumpsi tadi. dapat terdiri atas alat-alat (seperti alat-alat pertanian, perikanan, kapal, tjikar, mesin-mesin sederhana bagian-bagian mesin), maupun bahan- bahan penolong (misalnja alkohol, CO2, SO2, NH3, dsb.). Apabila dua matjam barang ini (jaitu barang-barang kon- sumpsi dan barang-barang penolong). dihasilkan dengan bahan-bahan jang terdapat tjukup didaerah kita, dapat- lah diharapkan bahwa perusahaan- perusahaan tadi dapat berdjalan terus dengan sehat, meskipun blokkade Be- landa kelak dihapuskan. atau Dari bentuk perusahaan jang perlu mendapat perhatian adalah dua hal, jaitu mengenal investasi (penanaman) modal tetap dan organisasi perusahaan (termasuk pimpinan). Seperti diatas telah diterangkan salah satu bahaja apabila blokkade tidak berlaku lagi, ialah masuknja alat-alat dan mesin- mesin jang dapat menghasilkan ba- PABRIK KERTAS Mengeringkan kertas diatas oven-asap. rang-barang dengan lebih menguntung- kan dari pada perusahaan-perusahaan kita. Untuk memperketjil atau meng- hindarkan bahaja ini, perlu investasi modal tetap dalam perusahaan-perusa- haan kita diatur demikian rupa sehingga masuknja mesin2 dari luar negeri tidak merugikan perusahaan² tadi. Ini dapat dengan mudah didja- lankan, malahan kita mau tidak mau harus bekerdja demikian, jaitu seperti jang telah dibuktikan oleh B.I.N.: mendirikan perusahaan-perusahaan de- ngan alat-alat dan mesin-mesin seder- hana jang ada pada kita, pertama karena kita memang terpaksa bertin- dak demikian, kedua karena produksi- dahulu. lah jang dipentingkan lebih Sambil memprodusir perbaikan dan modernisering dapat didjalankan, be- PABRIK ALKOHOL di Madiun. gitu djuga mesin-mesin jang lebih modern dapat dipergunakan untuk mengganti alat-alat kita, kalau peng- gantian ini memang membawa peroba- han jang menguntungkan, sebab belum tentu modernisering membawa per- baikan, karena hal ini tergantung pada faktor-faktor sosial-ekonomis jang ada dinegeri kita. Mengenal organisasi jang paling penting ialah pimpinan, jang tidak, sadja teknis harus tjakap, melainkan djuga perlu mempunjai pandangan. mempu- bedrijfs-ekonomis tjukup dan soal njal djiwa jang betul-betul mau mem- perdjoangkan produksi, sehingga tidak gentar akan kesulitan-kesulitan, mala- han senantiasa mentjari djalan untuk mengatasi semua rintangan-rintangan dan kesukaran-kesukaran. Hal jang masuk organisasi jang pada permulaan djuga perlu diperhatikan ialah buruh. Meskipun perusahaan baru mempunjal arti jang penting untuk memberi pekerdjaan kepada para pe- adalah suatu kesalahan nganggur, apabila pada permulaan perusahaan- perusahaan ini dipandang semata-mata sebagai usaha pembanterasan kaum pengganggur. Perusahaan dalam opzet dan selandjutnja harus dianggap bagai suatu bedrijf, jang mempunjal sjarat-sjarat optimum terhadap djuga. banjaknja pekerdja jang bekerdją didalamnja. Lain halnja djika memang penambahan pekerdja tadi sedjadjar dengan perluasan perusahaan. se- Dengan dasar-dasar demikian dapat- lah kiranja didirikan perusahaan- perusahaan jang dapat turut memba- ngun negara kita jang masih muda ini, pembangunan mana perlu diselengga- rakan setjepat mungkin untuk memper- kuat perekonomian masjarakat seka- rang dan untuk mendjadi dasar dari pada pembangunan dilapangan perindus- trian atas pedoman jang sangat ber- lainan dari pada didjaman pendja- .djahan. Jogja, Mel 1948. Digitized by Google 43<noinclude></noinclude> hhpuc0yjxqq4r94yn2bfn5vmrubjinx 316569 316567 2026-08-29T13:07:25Z Menyusurisudutnegeri 25205 316569 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>perlu mendapat perhatian. Pertama masuknja barang-barang dari luar negeri jang lebih baik dan lebih murah dari pada barang jang kita hasilkan dalam perusahaan-perusahaan tadi dan kedua kemungkinan datangnja mesin² modern jang dapat menghasilkan barang-braang dengan lebih menguntungkan dari pada mesin-mesin atau tjara-tjara jang dipergunakan dalam perusahaan kita sendiri. Kedua-dua bahaja dapat mudah diperket jil atau dihindarkan apabila pada permulaannja bentuk maupun tudjuan dari pada perusahaan-perusahaan kita. diselenggarakan dengan mengingat timbulnja bahaja-bahaja tadi. Tudjuan perusahaan terutama mengenai matjam barang jang dihasilkan. Inilah ada dua matjam jaitu barang-barang jang segera diperlukan untuk dipakai (barang-barang konsumpsi), misalnja garam, kertas, gelas, barang-barang keramik, obat-obat, barang-barang dari karet, pakaian, dsb. dan barang-barang jang menolong perusahaan-perusahaan jang menghasilkan barang-barang konsumpsi tadi. dapat terdiri atas alat-alat (seperti alat-alat pertanian, perikanan, kapal, tjikar, mesin-mesin sederhana bagian-bagian mesin), maupun bahan-bahan penolong (misalnja alkohol, CO2, SO2, NH3, dsb.). Apabila dua matjam barang ini (jaitu barang-barang konsumpsi dan barang-barang penolong) dihasilkan dengan bahan-bahan jang terdapat tjukup didaerah kita, dapatlah diharapkan bahwa perusahaan-perusahaan tadi dapat berdjalan terus dengan sehat, meskipun blokkade Belanda kelak dihapuskan. {{Gambar hilang}} {{c|PABRIK ALKOHOL di Madiun}} Dari bentuk perusahaan jang perlu mendapat perhatian adalah dua hal, jaitu mengenal investasi (penanaman) modal tetap dan organisasi perusahaan (termasuk pimpinan). Seperti diatas telah diterangkan salah satu bahaja apabila blokkade tidak berlaku lagi, ialah masuknja alat-alat dan mesin-mesin jang dapat menghasilkan barang-barang dengan lebih menguntungkan dari pada perusahaan-perusahaan kita. Untuk memperketjil atau menghindarkan bahaja ini, perlu investasi modal tetap dalam perusahaan-perusahaan kita diatur demikian rupa sehingga masuknja mesin2 dari luar negeri tidak merugikan perusahaan² tadi. Ini dapat dengan mudah didjalankan, malahan kita mau tidak mau harus bekerdja demikian, jaitu seperti jang telah dibuktikan oleh B.I.N.: mendirikan perusahaan-perusahaan dengan alat-alat dan mesin-mesin sederhana jang ada pada kita, pertama karena kita memang terpaksa bertindak demikian, kedua karena produksilah jang dipentingkan lebih dahulu. Sambil memprodusir perbaikan dan modernisering dapat didjalankan, begitu djuga mesin-mesin jang lebih modern dapat dipergunakan untuk mengganti alat-alat kita, kalau penggantian ini memang membawa perobahan jang menguntungkan, sebab belum tentu modernisering membawa perbaikan, karena hal ini tergantung pada faktor-faktor sosial-ekonomis jang ada dinegeri kita. {{Gambar hilang}} {{c|PBRIK KERTAS<BR>Mengeringkan kertas diatas oven-asep.}} Mengenal organisasi jang paling penting ialah pimpinan, jang tidak, sadja teknis harus tjakap, melainkan djuga perlu mempunjai pandangan. bedrijfs-ekonomis tjukup dan mempunjal djiwa jang betul-betul mau memperdjoangkan produksi, sehingga tidak gentar akan kesulitan-kesulitan, malahan senantiasa mentjari djalan untuk mengatasi semua rintangan-rintangan dan kesukaran-kesukaran. Hal jang masuk organisasi jang pada permulaan djuga perlu diperhatikan ialah soal buruh. Meskipun perusahaan baru mempunjal arti jang penting untuk memberi pekerdjaan kepada para penganggur, adalah suatu kesalahan apabila pada permulaan perusahaan-perusahaan ini dipandang semata-mata sebagai usaha pembanterasan kaum pengganggur. Perusahaan dalam opzet dan selandjutnja harus dianggap bagai suatu bedrijf, jang mempunjal sjarat-sjarat optimum terhadap djuga. banjaknja pekerdja jang bekerdją didalamnja. Lain halnja djika memang penambahan pekerdja tadi sedjadjar dengan perluasan perusahaan. Dengan dasar-dasar demikian dapatlah kiranja didirikan perusahaan-perusahaan jang dapat turut membangun negara kita jang masih muda ini, pembangunan mana perlu diselenggarakan setjepat mungkin untuk memperkuat perekonomian masjarakat sekarang dan untuk mendjadi dasar dari pada pembangunan dilapangan perindustrian atas pedoman jang sangat berlainan dari pada didjaman pendjadjahan. '''Jogja, Mel 1948.'''<noinclude>{{rh|||43}}</noinclude> d2wfadjw4t83lk4a4serngxtjw4ebw3 316570 316569 2026-08-29T13:07:41Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 316570 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>perlu mendapat perhatian. Pertama masuknja barang-barang dari luar negeri jang lebih baik dan lebih murah dari pada barang jang kita hasilkan dalam perusahaan-perusahaan tadi dan kedua kemungkinan datangnja mesin² modern jang dapat menghasilkan barang-braang dengan lebih menguntungkan dari pada mesin-mesin atau tjara-tjara jang dipergunakan dalam perusahaan kita sendiri. Kedua-dua bahaja dapat mudah diperket jil atau dihindarkan apabila pada permulaannja bentuk maupun tudjuan dari pada perusahaan-perusahaan kita. diselenggarakan dengan mengingat timbulnja bahaja-bahaja tadi. Tudjuan perusahaan terutama mengenai matjam barang jang dihasilkan. Inilah ada dua matjam jaitu barang-barang jang segera diperlukan untuk dipakai (barang-barang konsumpsi), misalnja garam, kertas, gelas, barang-barang keramik, obat-obat, barang-barang dari karet, pakaian, dsb. dan barang-barang jang menolong perusahaan-perusahaan jang menghasilkan barang-barang konsumpsi tadi. dapat terdiri atas alat-alat (seperti alat-alat pertanian, perikanan, kapal, tjikar, mesin-mesin sederhana bagian-bagian mesin), maupun bahan-bahan penolong (misalnja alkohol, CO2, SO2, NH3, dsb.). Apabila dua matjam barang ini (jaitu barang-barang konsumpsi dan barang-barang penolong) dihasilkan dengan bahan-bahan jang terdapat tjukup didaerah kita, dapatlah diharapkan bahwa perusahaan-perusahaan tadi dapat berdjalan terus dengan sehat, meskipun blokkade Belanda kelak dihapuskan. {{Gambar hilang}} {{c|PABRIK ALKOHOL di Madiun}} Dari bentuk perusahaan jang perlu mendapat perhatian adalah dua hal, jaitu mengenal investasi (penanaman) modal tetap dan organisasi perusahaan (termasuk pimpinan). Seperti diatas telah diterangkan salah satu bahaja apabila blokkade tidak berlaku lagi, ialah masuknja alat-alat dan mesin-mesin jang dapat menghasilkan barang-barang dengan lebih menguntungkan dari pada perusahaan-perusahaan kita. Untuk memperketjil atau menghindarkan bahaja ini, perlu investasi modal tetap dalam perusahaan-perusahaan kita diatur demikian rupa sehingga masuknja mesin2 dari luar negeri tidak merugikan perusahaan² tadi. Ini dapat dengan mudah didjalankan, malahan kita mau tidak mau harus bekerdja demikian, jaitu seperti jang telah dibuktikan oleh B.I.N.: mendirikan perusahaan-perusahaan dengan alat-alat dan mesin-mesin sederhana jang ada pada kita, pertama karena kita memang terpaksa bertindak demikian, kedua karena produksilah jang dipentingkan lebih dahulu. Sambil memprodusir perbaikan dan modernisering dapat didjalankan, begitu djuga mesin-mesin jang lebih modern dapat dipergunakan untuk mengganti alat-alat kita, kalau penggantian ini memang membawa perobahan jang menguntungkan, sebab belum tentu modernisering membawa perbaikan, karena hal ini tergantung pada faktor-faktor sosial-ekonomis jang ada dinegeri kita. {{Gambar hilang}} {{c|PBRIK KERTAS<BR>Mengeringkan kertas diatas oven-asep.}} Mengenal organisasi jang paling penting ialah pimpinan, jang tidak, sadja teknis harus tjakap, melainkan djuga perlu mempunjai pandangan. bedrijfs-ekonomis tjukup dan mempunjal djiwa jang betul-betul mau memperdjoangkan produksi, sehingga tidak gentar akan kesulitan-kesulitan, malahan senantiasa mentjari djalan untuk mengatasi semua rintangan-rintangan dan kesukaran-kesukaran. Hal jang masuk organisasi jang pada permulaan djuga perlu diperhatikan ialah soal buruh. Meskipun perusahaan baru mempunjal arti jang penting untuk memberi pekerdjaan kepada para penganggur, adalah suatu kesalahan apabila pada permulaan perusahaan-perusahaan ini dipandang semata-mata sebagai usaha pembanterasan kaum pengganggur. Perusahaan dalam opzet dan selandjutnja harus dianggap bagai suatu bedrijf, jang mempunjal sjarat-sjarat optimum terhadap djuga. banjaknja pekerdja jang bekerdją didalamnja. Lain halnja djika memang penambahan pekerdja tadi sedjadjar dengan perluasan perusahaan. Dengan dasar-dasar demikian dapatlah kiranja didirikan perusahaan-perusahaan jang dapat turut membangun negara kita jang masih muda ini, pembangunan mana perlu diselenggarakan setjepat mungkin untuk memperkuat perekonomian masjarakat sekarang dan untuk mendjadi dasar dari pada pembangunan dilapangan perindustrian atas pedoman jang sangat berlainan dari pada didjaman pendjadjahan. '''Jogja, Mel 1948.'''<noinclude>{{rh|||43}}</noinclude> kysaqs5nukauvhxa8w0z2yz62axundb Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/45 104 114620 316571 2026-08-29T13:08:15Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '• Me- menjelenggarakan industri tadi. mang dalam perundingan dengan Be- landa setiap saat dikemukakan penting- nja selekas mungkin hapusnja blokkade Belands; hal ini mudah dimengerti. Akan tetapi kita tidak perlu menggan- tungkan nasib kita pada langsung atau ,,Met of hapusnja blokkade tersebut. zonder blokkade kita harus memba- begitu ngun perindustrian terus, dan rupa hingga achirnja jang mengadakan blokkade itu sendiri mendapat kerugian sebes... 316571 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>• Me- menjelenggarakan industri tadi. mang dalam perundingan dengan Be- landa setiap saat dikemukakan penting- nja selekas mungkin hapusnja blokkade Belands; hal ini mudah dimengerti. Akan tetapi kita tidak perlu menggan- tungkan nasib kita pada langsung atau ,,Met of hapusnja blokkade tersebut. zonder blokkade kita harus memba- begitu ngun perindustrian terus, dan rupa hingga achirnja jang mengadakan blokkade itu sendiri mendapat kerugian sebesar-besarnja karena blokkade tadi. Djustru karena blokkade ini kita se- karang dapat menjelenggarakan pro- duks! bermatjam-matjam barang jang sangat kita butuhkan, tetapi sekarang amat sukar didapatnja. Dalam usaha- nja kearah itu B.IN. telah mendjumpai pelbagai rintangan dan kesukaran. Akan tetapi berkat keuletan dan keberanian usaha dari pada beberapa orang bangsa kita banjak rintangan-rintangan dan kesukaran-kesukaran telah diatasi dan lebih banjak lagi dapat dilenjapkan apabila tjontoh dari pada beberapa pelopor tadi dilkuti oleh orang-orang lain. Djuga turut sertanja orang-orang jang mempunjal sekedar uang amat perlu. Sekarang banjak didirikan ber- matjam-matjam N.V. dan firma jang semuanja ditudjukan pada perdaga- ngan, perdagangan jang membeli dan mendjual barang, bahkan ada djuga jang hanja mendjalankan pekerdjaan komisioner sadja. Dengan tidak me- ngurangi djasa dari pada perdagangan jang baik, harus diakui bahwa dengan perdagangan sadja tidak didapat tam- bahnja barang, melainkan pemindahan dari pada barang. Perdagangan jang baik menolong distribusi barang, men- djadi suatu mata rantal antara produ- sen dan konsumen. Akan tetapi apabila kebanjakan orang mengerdjakan perda- gangan, lebih-lebih kalau mereka mem- pergunakan kebanjakan uang, timbullah keadaan perekonomian jang tidak sehat, jang berakibat membumbung tingginja harga-harga barang, djika djalannja produksi tidak sedjadjar dengan tam- bahnja perdagangan. 42 PABRIK KERTAS DI MADIUN Djerami setelah dimasak satuk ditumbuk balus. EMANG dilihat sepintas lalu da- M lam keadaan sekarang dapat diperoleh bunga (keuntungan) dari uang jang dipergunakan untuk berda- gang djauh lebih besar dari pada kalau dipergunakan untuk usaha produksi. Akan tetapi apabila dilihat dengan ukuran waktu jang agak pandjang. uang jang dipergunakan dalam pro- duksi jang sehat lebih menguntungkan, apalagi kalau dilihat dari sudut pere- para konomian seluruh masjarakat. Alang- kah faedahnja apabila dari hartawan ada tjukup jang mempunjai perasaan nasional dalam arti sanggup turut dalam pembangunan perindus- trian dengan mendirikan bersama-sama (misalnja dengan bentuk N.V., karena dengan bentuk ini lebih mudah dikum- pulkan banjak uang oleh orang banjak) PABRIK KERTAS Batu pendjemuran kertas. suatu Bank Industri, jang dapat mem- beri kredit kepada pelbagai matjam perusahaan-perusahaan produksi jang produksi betul-betul mengerdjakan jang sehat. dalam Guna memperket jil risiko pemberian kredit ini perlu oleh Bank diketahui perusahaan Industri tadi mana jang sehat mana jang spekulatif, perusahaan mana jang pimpinanaja baik dan mana jang tidak. Bungguh ajarat-sjarat jang mungkin dalam prakteknja tidak mudah ditetapkan de- ngan objektif, atau memerlukan penje- lidikan dengan saksama terhadap tiap- tiap perusahaan jang memadjukan permintaan kredit, sebab perusahaan- perusahaan ini kebanjakan merupakan Jang belum perusahaan-perusahaan gevestigd", jang belum terkenal betul. Jang masih perusahaan-perusahaan harus membuktikan credietwaardig heid"nja. Akan tetapi dengan mudah kesulitan- kesulitan ini dapat diatasi dengan mempergunakan Badan Industri Ne- gara, suatu badan hukum resmi jang diwadjibkan mengawasi perusahaan- perusahaan negara, dan jang kewadji- bannja menurut hemat saja dapat di- perluas dengan memberi pertimbangan pada tiap-tiap permintaan kredit jang diadjukan perusahaan perindustrian. Apalagi apabila Pemerintah djuga mengambil bagian dalam pembentukan Bank Industri dengan mengambil seba- gian dari djumlah saham jang dike- luarkan. Kembali lagi kepada pangkalan tull- san, jaitu bahwa sekarang waktunja untuk mendjalankan pembangunan per- industrian seluas-luasnja, djustru ka- rena blokkade Belanda masih didjalan- kan sekeras-kerasnja. Bergandengan dengan ini dalam usaha kita perlu senantiasa diperhatikan djangan sam- pai usaha-usahá tadi mendapat kera- apabila sewaktu-wakts gian besar blokkade tadi dihapuskan. Oleh karena itu perlu diketahui bahaja apakah jang mungkin merugikan usaha-usaha tadi apabila blokkade tidak berlaku lagi Menurut hemat saja ada dua hal jang Dighined by Google<noinclude></noinclude> tp46vv121prhhzmvo544uqk3dgt8x3c 316575 316571 2026-08-29T13:22:09Z Menyusurisudutnegeri 25205 /* Telah diuji baca */ 316575 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>menjelenggarakan industri tadi. Memang dalam perundingan dengan Belanda setiap saat dikemukakan pentingnja selekas mungkin hapusnja blokkade Belanda; hal ini mudah dimengerti. Akan tetapi kita tidak perlu menggantungkan nasib kita pada langsung atau hapusnja blokkade tersebut. „Met of zonder“ blokkade kita harus membangun perindustrian terus, dan begitu rupa hingga achirnja jang mengadakan blokkade itu sendiri mendapat kerugian sebesar-besarnja karena blokkade tadi. Djustru karena blokkade ini kita sekarang dapat menjelenggarakan produksi bermatjam-matjam barang jang sangat kita butuhkan, tetapi sekarang amat sukar didapatnja. Dalam usahanja kearah itu B.IN. telah mendjumpai pelbagai rintangan dan kesukaran. Akan tetapi berkat keuletan dan keberanian usaha dari pada beberapa orang bangsa kita banjak rintangan-rintangan dan kesukaran-kesukaran telah diatasi dan lebih banjak lagi dapat dilenjapkan apabila tjontoh dari pada beberapa pelopor tadi dilkuti oleh orang-orang lain. Djuga turut sertanja orang-orang jang mempunjal sekedar uang amat perlu. Sekarang banjak didirikan bermatjam-matjam N.V. dan firma jang semuanja ditudjukan pada perdagangan, perdagangan jang membeli dan mendjual barang, bahkan ada djuga jang hanja mendjalankan pekerdjaan komisioner sadja. Dengan tidak mengurangi djasa dari pada perdagangan jang baik, harus diakui bahwa dengan perdagangan sadja tidak didapat tambahnja barang, melainkan pemindahan dari pada barang. Perdagangan jang baik menolong distribusi barang, mendjadi suatu mata rantal antara produsen dan konsumen. Akan tetapi apabila kebanjakan orang mengerdjakan perdagangan, lebih-lebih kalau mereka mempergunakan kebanjakan uang, timbullah keadaan perekonomian jang tidak sehat, jang berakibat membumbung tingginja harga-harga barang, djika djalannja produksi tidak sedjadjar dengan tambahnja perdagangan. {{Gambar hilang}} {{c|PABRIK KERTAS<br>Batu pendjemuran kertas.}} {{Gambar hilang}} {{c|PABRIK KERTAS DI MADIUN<br>Djerami setelah dimasak satuk ditumbuk balus.}} {{Dropinitial|M}}EMANG dilihat sepintas lalu dalam keadaan sekarang dapat diperoleh bunga (keuntungan) dari uang jang dipergunakan untuk berdagang djauh lebih besar dari pada kalau dipergunakan untuk usaha produksi. Akan tetapi apabila dilihat dengan ukuran waktu jang agak pandjang uang jang dipergunakan dalam produksi jang sehat lebih menguntungkan, apalagi kalau dilihat dari sudut perekonomian seluruh masjarakat. Alangkah faedahnja apabila dari para hartawan ada tjukup jang mempunjai perasaan nasional dalam arti sanggup turut dalam pembangunan perindustrian dengan mendirikan bersama-sama (misalnja dengan bentuk N.V., karena dengan bentuk ini lebih mudah dikumpulkan banjak uang oleh orang banjak) suatu Bank Industri, jang dapat memberi kredit kepada pelbagai matjam perusahaan-perusahaan produksi jang betul-betul mengerdjakan produksi jang sehat. Guna memperket jil risiko dalam pemberian kredit ini perlu oleh Bank Industri tadi diketahui perusahaan mana jang sehat mana jang spekulatif, perusahaan mana jang pimpinanaja baik dan mana jang tidak. Sungguh ajarat-sjarat jang mungkin dalam prakteknja tidak mudah ditetapkan dengan objektif, atau memerlukan penjelidikan dengan saksama terhadap tiap-tiap perusahaan jang memadjukan permintaan kredit, sebab perusahaan-perusahaan ini kebanjakan merupakan perusahaan-perusahaanJang belum „gevestigd“, jang belum terkenal betul. perusahaan-perusahaan Jang masih harus membuktikan „credietwaardig heid“nja. Akan tetapi dengan mudah kesulitan-kesulitan ini dapat diatasi dengan mempergunakan Badan Industri Negara, suatu badan hukum resmi jang diwadjibkan mengawasi perusahaan-perusahaan negara, dan jang kewadjibannja menurut hemat saja dapat diperluas dengan memberi pertimbangan pada tiap-tiap permintaan kredit jang diadjukan perusahaan perindustrian. Apalagi apabila Pemerintah djuga mengambil bagian dalam pembentukan Bank Industri dengan mengambil sebagian dari djumlah saham jang dikeluarkan. Kembali lagi kepada pangkalan tullsan, jaitu bahwa sekarang waktunja untuk mendjalankan pembangunan perindustrian seluas-luasnja, djustru ka- rena blokkade Belanda masih didjalan- kan sekeras-kerasnja. Bergandengan dengan ini dalam usaha kita perlu senantiasa diperhatikan djangan sam- pai usaha-usahá tadi mendapat kera- apabila sewaktu-wakts gian besar blokkade tadi dihapuskan. Oleh karena itu perlu diketahui bahaja apakah jang mungkin merugikan usaha-usaha tadi apabila blokkade tidak berlaku lagi Menurut hemat saja ada dua hal jang<noinclude></noinclude> p096jgdshe9pvs3ey762c4umx7r3it4 316576 316575 2026-08-29T13:24:07Z Menyusurisudutnegeri 25205 316576 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>menjelenggarakan industri tadi. Memang dalam perundingan dengan Belanda setiap saat dikemukakan pentingnja selekas mungkin hapusnja blokkade Belanda; hal ini mudah dimengerti. Akan tetapi kita tidak perlu menggantungkan nasib kita pada langsung atau hapusnja blokkade tersebut. „Met of zonder“ blokkade kita harus membangun perindustrian terus, dan begitu rupa hingga achirnja jang mengadakan blokkade itu sendiri mendapat kerugian sebesar-besarnja karena blokkade tadi. Djustru karena blokkade ini kita sekarang dapat menjelenggarakan produksi bermatjam-matjam barang jang sangat kita butuhkan, tetapi sekarang amat sukar didapatnja. Dalam usahanja kearah itu B.IN. telah mendjumpai pelbagai rintangan dan kesukaran. Akan tetapi berkat keuletan dan keberanian usaha dari pada beberapa orang bangsa kita banjak rintangan-rintangan dan kesukaran-kesukaran telah diatasi dan lebih banjak lagi dapat dilenjapkan apabila tjontoh dari pada beberapa pelopor tadi dilkuti oleh orang-orang lain. Djuga turut sertanja orang-orang jang mempunjal sekedar uang amat perlu. Sekarang banjak didirikan bermatjam-matjam N.V. dan firma jang semuanja ditudjukan pada perdagangan, perdagangan jang membeli dan mendjual barang, bahkan ada djuga jang hanja mendjalankan pekerdjaan komisioner sadja. Dengan tidak mengurangi djasa dari pada perdagangan jang baik, harus diakui bahwa dengan perdagangan sadja tidak didapat tambahnja barang, melainkan pemindahan dari pada barang. Perdagangan jang baik menolong distribusi barang, mendjadi suatu mata rantal antara produsen dan konsumen. Akan tetapi apabila kebanjakan orang mengerdjakan perdagangan, lebih-lebih kalau mereka mempergunakan kebanjakan uang, timbullah keadaan perekonomian jang tidak sehat, jang berakibat membumbung tingginja harga-harga barang, djika djalannja produksi tidak sedjadjar dengan tambahnja perdagangan. {{Gambar hilang}} {{c|PABRIK KERTAS<br>Batu pendjemuran kertas.}} {{Gambar hilang}} {{c|PABRIK KERTAS DI MADIUN<br>Djerami setelah dimasak satuk ditumbuk balus.}} {{Dropinitial|M}}EMANG dilihat sepintas lalu dalam keadaan sekarang dapat diperoleh bunga (keuntungan) dari uang jang dipergunakan untuk berdagang djauh lebih besar dari pada kalau dipergunakan untuk usaha produksi. Akan tetapi apabila dilihat dengan ukuran waktu jang agak pandjang uang jang dipergunakan dalam produksi jang sehat lebih menguntungkan, apalagi kalau dilihat dari sudut perekonomian seluruh masjarakat. Alangkah faedahnja apabila dari para hartawan ada tjukup jang mempunjai perasaan nasional dalam arti sanggup turut dalam pembangunan perindustrian dengan mendirikan bersama-sama (misalnja dengan bentuk N.V., karena dengan bentuk ini lebih mudah dikumpulkan banjak uang oleh orang banjak) suatu Bank Industri, jang dapat memberi kredit kepada pelbagai matjam perusahaan-perusahaan produksi jang betul-betul mengerdjakan produksi jang sehat. Guna memperket jil risiko dalam pemberian kredit ini perlu oleh Bank Industri tadi diketahui perusahaan mana jang sehat mana jang spekulatif, perusahaan mana jang pimpinanaja baik dan mana jang tidak. Sungguh ajarat-sjarat jang mungkin dalam prakteknja tidak mudah ditetapkan dengan objektif, atau memerlukan penjelidikan dengan saksama terhadap tiap-tiap perusahaan jang memadjukan permintaan kredit, sebab perusahaan-perusahaan ini kebanjakan merupakan perusahaan-perusahaanJang belum „gevestigd“, jang belum terkenal betul. perusahaan-perusahaan Jang masih harus membuktikan „credietwaardig heid“nja. Akan tetapi dengan mudah kesulitan-kesulitan ini dapat diatasi dengan mempergunakan Badan Industri Negara, suatu badan hukum resmi jang diwadjibkan mengawasi perusahaan-perusahaan negara, dan jang kewadjibannja menurut hemat saja dapat diperluas dengan memberi pertimbangan pada tiap-tiap permintaan kredit jang diadjukan perusahaan perindustrian. Apalagi apabila Pemerintah djuga mengambil bagian dalam pembentukan Bank Industri dengan mengambil sebagian dari djumlah saham jang dikeluarkan. Kembali lagi kepada pangkalan tullsan, jaitu bahwa sekarang waktunja untuk mendjalankan pembangunan perindustrian seluas-luasnja, djustru karena blokkade Belanda masih didjalankan sekeras-kerasnja. Bergandengan dengan ini dalam usaha kita perlu senantiasa diperhatikan djangan sampai usaha-usahá tadi mendapat kerugian besar apabila sewaktu-waktu blokkade tadi dihapuskan. Oleh karena itu perlu diketahui bahaja apakah jang mungkin merugikan usaha-usaha tadi apabila blokkade tidak berlaku lagi Menurut hemat saja ada dua hal jang<noinclude>{{rh|42}}</noinclude> 7qwui9mj7k4eeddviqjyuddus79c0ef Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/44 104 114621 316572 2026-08-29T13:13:54Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '''Ir. Harjono Danusastro'' {{Xx-larger|Sekitar pembangunan dilapangan <br/> perindustrian didaerah „Pedalaman"}} INDUSTRIAL CONSTRUCTION IN <br/> THE REPUBLIC OF INDONESIA {{smaller|{{di|B}}EFORE the second world-war the factories in Indonesia produced for export with all its drawback. If the Republic will take another way the industrial construction must be immediately begun without waiting for taking off the blockade. There is already much... 316572 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" />{{rh|||MIMBAR Indonesia}}</noinclude>''Ir. Harjono Danusastro'' {{Xx-larger|Sekitar pembangunan dilapangan <br/> perindustrian didaerah „Pedalaman"}} INDUSTRIAL CONSTRUCTION IN <br/> THE REPUBLIC OF INDONESIA {{smaller|{{di|B}}EFORE the second world-war the factories in Indonesia produced for export with all its drawback. If the Republic will take another way the industrial construction must be immediately begun without waiting for taking off the blockade. There is already much accomplished by disposable means and much more will be brought about by establishing a Bank of Industry, which will be able to collect money out of the circulation and to make it productive. <br/> In this manner not only the social income will increase but a solid foundation to the industrial construction will be also made without fearing a dielocation when the Dutch blockade will be taken off at any time.}} {{Asterism}} {{di|A}}PABILA ANGKA-ANGKA STATISTIK mengenai keadaan makanan didaerah jang '''sekarang masih bebas di Djawa''' dipeladjari dari waktu sebelum perang dunia II dan dalam pada itu diingat pula bahwa sedjak agressi Belanda bulan Djuli 1947 ribuan penduduk telah mengalir dari daerah tidak aman, tentu akan diketemukan hal-hal jang sangat menguatirkan, lebih-lebih diwaktu patjeklik" 1947/1948. Akan tetapi apa jang terdjadi sebetulnja? Entah apa karena angka-angka jang dikumpulkan dahulu kurang betul, entah karena memang penghasiIan bahan makanan diwaktu belakangan ini djauh lebih banjak dari pada taksiran-taksiran jang diadakan, bagaimana djuga kita telah melampaui musim patjeklik 1947/1948 dengan selamat dan sekarang telah banjak lagi dimulai pemungutan-pemungutan padi dari sawah. Sedjadjar dengan keadaan makanan berdjalan djuga produksi bermatjam-matjam barang, bahkan beberapa matjam barang produksinja boleh dikatakan mengagumkan. Ambil sadja sebagai tjontoh produksi garam. Sesudah pusat-pusat produksi garam di Madura dan di Gresik djatuh ditangan Belanda teoretis daerah „pedalaman" sama sekali tidak mendapat garam lagi. Memang begitu halnja untuk beberapa waktu. Pemerintah dan rakjat jang mengerti akan situasi ini segera bertindak dan sekarang dimana sadja keadaan mengidjinkan pembikinan garam meskipun setjara sederhana dikerdjakan. Akibatnja harga garam jang telah membumbung tinggi itu, turun dan akan lebih turun lagi kalau usaha garaman tadi sudah berdjalan dengan kapasiteit jang direntjanakan. Tjontoh lain: produksi kertas. Setelah pabrik-pabrik kertas tidak kita. kuasai lagi, daerah „pedalaman" menderita kekurangan kertas, hingga beberapa bulan jang lalu beberapa surat kabar dan madjallah tidak dapat melangsungkan penerbitannja, sedang lain-lainnja tidak djarang hanja mempunjai persediaan kertas untuk beberapa hari sadja. Akan tetapi berkat kegiatan produksi kertas sekarang persuratkabaran sudah tjukup mempunjai persediaan kertas, sedang untuk produksi kertas jang lebih halus telah disiapkan pabriknja jang tidak lagi akan mulai menghasilkan. Masih banjak tjontoh-tjontoh jang menundjukkan kegiatan bangsa kita untuk mengambil inisiatif dalam memprodusir barang-barang jang kekura- ngan. Bagaimanakah gambaran pembangu- nan dilapangan perindustrian dewasa ini dan dikemudian hari adalah suatu pertanjaan jang patut dikemukakan dan mendapat perhatian. Akan tetapi pertanjaan ini lebih mudah diutjapkan dari pada didjawabnja. Bagaimanapun djuga apabila negara kita tidak mau- lagi menempuh djalan jang sudah- sudah, jaltu mempunjal perindustrian primer jang terutama ditudjukan pada export, sedang perindustrian lainnja adalah sekedar untuk melajani industri primer tadi, kita terpaksa menjusun perindustrian negara kita setjara lain. Dan sekaranglah waktu setepat-tepat- nja untuk meletakkan batu-batu dasar- nja Dalam pada itu kita tidak perlu menunggu-nunggu alat-alat dan mesin- mesin, maupun tenaga-tenaga dari luar negeri. Memang tepat sekali apa jang telah diselenggarakan oleh B.IN. (Badan Industri Negara) dengan men- dirikan perusahaan-perusahaan jang menghasilkan barang-barang jang se- karang sangat dibutuhkan oleh rakjat, seperti pabrik kertas, pabrik alkohol, pabrik koolzuur, pabrik karet, pabrik alat-alat pertanian, pabrik gelas, pabrik keramik, pabrik kulit, pabrik kinine, dan lain-lain. Dalam pada itu jang di- pentingkan bukanlah bentuk pabrik jang modern, melainkan produksinja harus setjepat mungkin ditjapal. Ba- rang harus dihasilkan, barang jang sangat dibutuhkan rakjat, barang sebanjak mungkin jang dapat menga- dakan imbangan terhadap uang jang beredar, barang jang dapat menjehat- kan perekonomian rakjat. Telah dikatakan bahwa sekarang adalah waktu setepat-tepatnja untuk Menteri Kemakmuran menindjau pabrik kinine di Madiun. Digitized by Google. 41<noinclude></noinclude> eabziab8a2j5ea31656lmvpq2qdnzcl 316573 316572 2026-08-29T13:18:11Z Ammachemist 27288 /* Telah diuji baca */ 316573 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh|||MIMBAR Indonesia}}</noinclude>''Ir. Harjono Danusastro'' {{Xx-larger|Sekitar pembangunan dilapangan <br/> perindustrian didaerah „Pedalaman"}} INDUSTRIAL CONSTRUCTION IN <br/> THE REPUBLIC OF INDONESIA {{smaller|{{di|B}}EFORE the second world-war the factories in Indonesia produced for export with all its drawback. If the Republic will take another way the industrial construction must be immediately begun without waiting for taking off the blockade. There is already much accomplished by disposable means and much more will be brought about by establishing a Bank of Industry, which will be able to collect money out of the circulation and to make it productive. <br/> In this manner not only the social income will increase but a solid foundation to the industrial construction will be also made without fearing a dielocation when the Dutch blockade will be taken off at any time.}} {{Asterism}} {{di|A}}PABILA ANGKA-ANGKA STATISTIK mengenai keadaan makanan didaerah jang '''sekarang masih bebas di Djawa''' dipeladjari dari waktu sebelum perang dunia II dan dalam pada itu diingat pula bahwa sedjak agressi Belanda bulan Djuli 1947 ribuan penduduk telah mengalir dari daerah tidak aman, tentu akan diketemukan hal-hal jang sangat menguatirkan, lebih-lebih diwaktu patjeklik" 1947/1948. Akan tetapi apa jang terdjadi sebetulnja? Entah apa karena angka-angka jang dikumpulkan dahulu kurang betul, entah karena memang penghasiIan bahan makanan diwaktu belakangan ini djauh lebih banjak dari pada taksiran-taksiran jang diadakan, bagaimana djuga kita telah melampaui musim patjeklik 1947/1948 dengan selamat dan sekarang telah banjak lagi dimulai pemungutan-pemungutan padi dari sawah. Sedjadjar dengan keadaan makanan berdjalan djuga produksi bermatjam-matjam barang, bahkan beberapa matjam barang produksinja boleh dikatakan mengagumkan. Ambil sadja sebagai tjontoh produksi garam. Sesudah pusat-pusat produksi garam di Madura dan di Gresik djatuh ditangan Belanda teoretis daerah „pedalaman" sama sekali tidak mendapat garam lagi. Memang begitu halnja untuk beberapa waktu. Pemerintah dan rakjat jang mengerti akan situasi ini segera bertindak dan sekarang dimana sadja keadaan mengidjinkan pembikinan garam meskipun setjara sederhana dikerdjakan. Akibatnja harga garam jang telah membumbung tinggi itu, turun dan akan lebih turun lagi kalau usaha garaman tadi sudah berdjalan dengan kapasiteit jang direntjanakan. Tjontoh lain: produksi kertas. Setelah pabrik-pabrik kertas tidak kita. kuasai lagi, daerah „pedalaman" menderita kekurangan kertas, hingga beberapa bulan jang lalu beberapa surat kabar dan madjallah tidak dapat melangsungkan penerbitannja, sedang lain-lainnja tidak djarang hanja mempunjai persediaan kertas untuk beberapa hari sadja. Akan tetapi berkat kegiatan produksi kertas sekarang persuratkabaran sudah tjukup mempunjai persediaan kertas, sedang untuk produksi kertas jang lebih halus telah disiapkan pabriknja jang tidak lagi akan mulai menghasilkan. Masih banjak tjontoh-tjontoh jang menundjukkan kegiatan bangsa kita untuk mengambil inisiatif dalam memprodusir barang-barang jang kekurangan. Bagaimanakah gambaran pembangunan dilapangan perindustrian dewasaini dan dikemudian hari adalah suatupertanjaan jang patut dikemukakandan mendapat perhatian. Akan tetapi pertanjaan ini lebih mudah diutjapkan dari pada didjawabnja. Bagaimanapun djuga apabila negara kita tidak mau lagi menempuh djalan jang suda-sudah, jaitu mempunjal perindustrian primer jang terutama ditudjukan pada export, sedang perindustrian lainnja adalah sekedar untuk melajani industri primer tadi, kita terpaksa menjusun perindustrian negara kita setjara lain. Dan sekaranglah waktu setepat-tepatnja untuk meletakkan batu-batu dasarnja Dalam pada itu kita tidak perlu menunggu-nunggu alat-alat dan mesin-mesin, maupun tenaga-tenaga dari luar negeri. Memang tepat sekali apa jang telah diselenggarakan oleh B.I.N. (Badan Industri Negara) dengan mendirikan perusahaan-perusahaan jang menghasilkan barang-barang jang sekarang sangat dibutuhkan oleh rakjat, seperti pabrik kertas, pabrik alkohol, pabrik koolzuur, pabrik karet, pabrik alat-alat pertanian, pabrik gelas, pabrik keramik, pabrik kulit, pabrik kinine, dan lain-lain. Dalam pada itu jang dipentingkan bukanlah bentuk pabrik jang modern, melainkan produksinja harus setjepat mungkin ditjapal. Barang harus dihasilkan, barang jang sangat dibutuhkan rakjat, barang sebanjak mungkin jang dapat mengadakan imbangan terhadap uang jang beredar, barang jang dapat menjehatkan perekonomian rakjat. Telah dikatakan bahwa sekarang adalah waktu setepat-tepatnja untuk {{Missing image}} {{smaller|Menteri Kemakmuran menindjau pabrik kinine di Madiun}}<noinclude>{{rh|||41}}</noinclude> tqve4keud5ib0qweqg9egps8oovr652 Halaman:Citra Perempuan dalam Novel Putu Wijaya Kritik Sastra Feminis.pdf/95 104 114622 316574 2026-08-29T13:20:11Z Ammachemist 27288 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '<center> {{Xx-larger|'''BAB IV'''}} <br/> {{Larger|PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF PENGARANG}} Dalam kajian kritik sastra feminis, pengamatan terhadap sikap dan pikiran pengarang terhadap persoalan perempuan yang diteliti sahsah saja dilakukan. Pertanyaan dan prasangka peneliti mungkin akan terjawab dengan cara ini. Kecurigaan terhadap pengarang, baik laki- laki maupun perempuan yang melahirkan karya, yang bercerita tentang perempuan akan terjawab d... 316574 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Ammachemist" /></noinclude><center> {{Xx-larger|'''BAB IV'''}} <br/> {{Larger|PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF PENGARANG}} Dalam kajian kritik sastra feminis, pengamatan terhadap sikap dan pikiran pengarang terhadap persoalan perempuan yang diteliti sahsah saja dilakukan. Pertanyaan dan prasangka peneliti mungkin akan terjawab dengan cara ini. Kecurigaan terhadap pengarang, baik laki- laki maupun perempuan yang melahirkan karya, yang bercerita tentang perempuan akan terjawab dengan mengamati sikap dan pikiran pengarang. Mungkin saja tidak akan selamanya seorang pengarang perempuan akan memihak dan membela kaum perempuan, dengan memunculkan tokoh perempuan yang tidak tegar, tidak mandiri, ataupun tidak percaya diri dalam karyanya. Begitu juga sebaliknya, seorang pengarang laki-laki tidak melulu menampilkan tokoh perempuan yang tradisional, yang dengan atau tanpa sadar menjalani kehidupannya yang penuh dengan ketergantungan terhadap laki-laki. Dengan alasan seperti yang telah diuraikan, peneliti mencoba mengungkapkan sikap dan pikiran pengarang, dalam hal ini Putu Wijaya, terutama sikap dan pikirannya yang terungkap dalam karya. Persoalan perempuan yang diangkat oleh Wijaya bisa jadi adalah refleksi kondisi perempuan, khususnya perempuan Bali, dengan tokoh Putri sebagai wakilnya. Hasil pengamatan dan penghayatannya tentang perempuan Bali, pada khususnya dan kondisi perempuan secara umum mungkin saja menjadi alasan Wijaya menuangkan hal itu dalam karyanya. Hal itulah yang akan diungkapkan pada bagian ini. 83<noinclude></noinclude> en65bcj47pc6gzk1u7qdts9406v88qi UU PDP 0 114623 316717 2026-08-30T06:01:14Z David Wadie Fisher-Freberg 4195 ←Mengalihkan ke [[Ndang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 20222]] 316717 wikitext text/x-wiki #REDIRECT [[ndang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 20222]] qdmez2amfzp9s0k43gx7nc4l9b9oe80