Wikisumber
idwikisource
https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.17
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikisumber
Pembicaraan Wikisumber
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Pengarang
Pembicaraan Pengarang
Indeks
Pembicaraan Indeks
Halaman
Pembicaraan Halaman
Portal
Pembicaraan Portal
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Halaman:UU 20 2025.pdf/184
104
90245
316798
259037
2026-08-30T14:46:53Z
Fatonyrd
27465
/* Tervalidasi */
316798
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Fatonyrd" /></noinclude>{{PUU-pasal|Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-Undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.}}
{{UU/TTD-1
|di=Disahkan|kota=Jakarta
|tanggal=17 Desember 2025
|jabatan=PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
|ttd=ya
|nama=PRABOWO SUBIANTO}}
{{UU/TTD-2
|di=Diundangkan|kota=Jakarta
|tanggal=17 Desember 2025
|jabatan=MENTERI SEKRETARIS NEGARA<br />REPUBLIK INDONESIA
|ttd=ya
|nama=PRASETYO HADI}}
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2025 NOMOR 188
{{UU/TTD-2
|di=salin
|jabatan=KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA<br />REPUBLIK INDONESIA<br />Deputi Bidang Perundang-undangan dan<br />Administrasi Hukum
|ttd=cap
|nama=Lydia Silvanna Djaman
}}<noinclude></noinclude>
i5sq5d8e3ld0zn3ja5t762ya15x673l
Halaman:UU 20 2025.pdf/2
104
93949
316793
264412
2026-08-30T14:29:23Z
Fatonyrd
27465
/* Telah diuji baca */
316793
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Fatonyrd" /></noinclude>{{PUU-konsideran|n=a|m=5|bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu membentuk Undang-Undang tentang
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana;}}
{{PUU-konsideran|ket=Mengingat|Pasal 20, Pasal 21, Pasal 27 ayat (1), dan Pasal 28D
ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;}}
{{Persetujuanbersama}}
{{PUU-konsideran|ket=Menetapkan|UNDANG-UNDANG TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG
HUKUM ACARA PIDANA.}}
{{PUU-bab|1|KETENTUAN UMUM}}
{{PUU-pasal|pasal=1
|Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:{{PUU-nomor
|Penyidik adalah penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia, penyidik pegawai negeri sipil, atau penyidik tertentu yang diberi kewenangan oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan.
|Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Penyidik Polri adalah pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia yang diberi kewenangan oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan.}}}}<noinclude></noinclude>
8pxohfheqvae0gush69cior4b95v5o9
Halaman:UU 20 2025.pdf/3
104
94053
316794
264600
2026-08-30T14:31:20Z
Fatonyrd
27465
/* Telah diuji baca */
316794
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Fatonyrd" /></noinclude>{{PUU-pasal|{{PUU-nomor|m=3
|Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat
PPNS adalah pejabat pegawai negeri sipil yang diberi
kewenangan untuk melakukan penyidikan berdasarkan
Undang-Undang yang menjadi dasar hukumnya.
|Penyidik Tertentu adalah pejabat suatu lembaga selain
Penyidik Polri dan PPNS yang diberi kewenangan untuk
melakukan penyidikan berdasarkan Undang-Undang
yang menjadi dasar hukumnya.
|Penyidikan adalah serangkaian tindakan Penyidik
untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti guna
membuat terang tindak pidana, serta menemukan
tersangka.
|Penyidik Pembantu adalah pejabat Kepolisian Negara
Republik Indonesia yang diberi kewenangan tertentu
untuk melakukan Penyidikan.
|Penyelidik adalah pejabat Kepolisian Negara Republik
Indonesia atau pejabat lain yang berdasarkan Undang-
Undang diberi kewenangan untuk melakukan
penyelidikan.
|Penyelidikan adalah serangkaian tindakan Penyelidik
untuk mencari dan menemukan peristiwa yang diduga
sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau
tidaknya dilakukan Penyidikan menurut cara yang
diatur dalam Undang-Undang ini.
|Jaksa adalah pegawai negeri sipil dengan jabatan
fungsional yang memiliki kekhususan dan
melaksanakan tugas, fungsi, dan kewenangannya
berdasarkan Undang-Undang.
|Penuntut Umum adalah Jaksa yang diberi kewenangan
untuk melakukan penuntutan dan melaksanakan
penetapan hakim.
|Penuntutan adalah tindakan Penuntut Umum untuk
melimpahkan perkara pidana ke pengadilan negeri yang
berwenang untuk diperiksa dan diputus oleh hakim di
sidang pengadilan.
|Hakim adalah pejabat peradilan negara yang diberi
kewenangan untuk menerima, memeriksa, mengadili,
dan memutus perkara pidana.}}}}<noinclude></noinclude>
4irwjvqr70o0nein6rj1wswfrabxxnr
Halaman:UU 20 2025.pdf/4
104
94054
316795
264601
2026-08-30T14:32:24Z
Fatonyrd
27465
/* Telah diuji baca */
316795
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Fatonyrd" /></noinclude>{{PUU-pasal|{{PUU-nomor|m=13
|Mengadili adalah serangkaian tindakan Hakim untuk
menerima, memeriksa, dan memutus perkara pidana
berdasarkan asas bebas, jujur, dan tidak memihak di
sidang pengadilan dalam hal dan menurut cara yang
diatur dalam Undang-Undang ini.
|Upaya Paksa adalah tindakan aparat penegak hukum
berupa penetapan tersangka, penangkapan, penahanan,
penggeledahan, penyitaan, pemeriksaan surat,
penyadapan, pemblokiran, serta larangan bagi
tersangka atau terdakwa untuk keluar wilayah
Indonesia yang dilakukan berdasarkan ketentuan dalam
Undang-Undang ini dalam rangka kepentingan
penegakan hukum.
|Praperadilan adalah kewenangan pengadilan negeri
untuk memeriksa dan memutus keberatan yang
diajukan tersangka atau keluarga tersangka, korban
atau keluarga korban, pelapor, atau advokat atau
pemberi bantuan hukum yang diberi kuasa untuk
mewakili kepentingan hukum tersangka atau korban,
atas tindakan Penyidik dalam melakukan Penyidikan
atau tindakan Penuntut Umum dalam melakukan
Penuntutan menurut cara yang diatur dalam Undang-
Undang ini.
|Pengakuan Bersalah (''Plea Bargain'') adalah mekanisme
hukum bagi terdakwa untuk mengakui kesalahannya
dalam suatu tindak pidana dan kooperatif dalam
pemeriksaan dengan menyampaikan bukti yang
mendukung pengakuannya dengan imbalan keringanan
hukuman.
|Perjanjian Penundaan Penuntutan (''Deferred Prosecution Agreement'') adalah mekanisme hukum bagi Penuntut
Umum untuk menunda Penuntutan terhadap terdakwa
yang pelakunya korporasi.
|Putusan Pengadilan adalah pernyataan Hakim yang
diucapkan dalam sidang pengadilan terbuka, yang dapat
berupa putusan pemidanaan, putusan bebas, putusan
lepas dari segala tuntutan hukum, putusan pemaafan
Hakim, atau putusan berupa tindakan.}}}}<noinclude></noinclude>
9ivehqfzxpit99wrdw1bildkhoo21kw
Halaman:UU 20 2025.pdf/5
104
94055
316796
264602
2026-08-30T14:32:47Z
Fatonyrd
27465
/* Telah diuji baca */
316796
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Fatonyrd" /></noinclude>{{PUU-pasal|{{PUU-nomor|m=19
|Putusan Pemaafan Hakim adalah pernyataan Hakim
yang diucapkan dalam sidang pengadilan terbuka yang
menyatakan terdakwa terbukti bersalah, tetapi karena
ringannya perbuatan, keadaan pribadi pelaku, atau
keadaan pada waktu dilakukan tindak pidana serta yang
terjadi kemudian, Hakim tidak menjatuhkan pidana
atau tindakan dengan mempertimbangkan segi keadilan
dan kemanusiaan.
|Upaya Hukum adalah hak terdakwa atau Penuntut
Umum untuk tidak menerima Putusan Pengadilan yang
berupa perlawanan, banding, dan kasasi, atau hak
terpidana untuk mengajukan permohonan peninjauan
kembali dalam hal serta menurut cara yang diatur
dalam Undang-Undang ini.
|Keadilan Restoratif adalah pendekatan dalam
penanganan perkara tindak pidana yang dilakukan
dengan melibatkan para pihak, baik korban, keluarga
korban, tersangka, keluarga tersangka, terdakwa,
keluarga terdakwa, dan/atau pihak lain yang terkait,
yang bertujuan mengupayakan pemulihan keadaan
semula.
|Advokat adalah orang yang berprofesi memberi jasa
hukum baik di dalam maupun di luar pengadilan yang
memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-
Undang yang mengatur mengenai advokat, dan/atau
orang yang dapat memberikan jasa hukum baik di
dalam maupun di luar pengadilan sebagai bagian dari
pengabdian masyarakat untuk memberikan bantuan
hukum cuma-cuma berdasarkan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
|Pembimbing
Kemasyarakatan adalah
petugas
pemasyarakatan yang melaksanakan penelitian
kemasyarakatan, pendampingan, pembimbingan, dan
pengawasan terhadap klien, baik di dalam maupun di
luar proses peradilan pidana.
|Jasa Hukum adalah jasa yang diberikan Advokat yang
meliputi memberikan konsultasi hukum, menjalankan
kuasa, mewakili, mendampingi, membela, dan
melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan
hukum tersangka atau terdakwa.}}}}<noinclude></noinclude>
eh74qqsuquznh504lzayry6bsbu63w3
Halaman:UU 20 2025.pdf/6
104
94056
316797
264603
2026-08-30T14:34:20Z
Fatonyrd
27465
/* Telah diuji baca */
316797
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Fatonyrd" /></noinclude>{{PUU-pasal|{{PUU-nomor|m=25
|Bantuan Hukum adalah Jasa Hukum yang diberikan
secara cuma-cuma oleh Advokat atau pemberi bantuan
hukum kepada tersangka, terdakwa, pelapor, pengadu,
saksi, atau korban yang tidak mampu.
|Pemberi Bantuan Hukum adalah lembaga bantuan
hukum atau organisasi kemasyarakatan yang memberi
layanan Bantuan Hukum berdasarkan Undang-Undang
mengenai bantuan hukum.
|Pendamping adalah orang yang dipercaya dan memiliki
kompetensi mendampingi korban dalam mengakses hak
atas penanganan, pelindungan, dan pemulihan.
|Tersangka adalah seseorang yang karena perbuatannya
atau keadaannya, patut diduga sebagai pelaku tindak
pidana berdasarkan minimal 2 (dua) alat bukti.
|Terdakwa adalah Tersangka yang dituntut, diperiksa,
dan diadili di sidang pengadilan.
|Terpidana adalah Terdakwa yang dipidana berdasarkan
Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan
hukum tetap.
|Penetapan Tersangka adalah proses penetapan
seseorang menjadi Tersangka setelah Penyidik berhasil
mengumpulkan dan memperoleh kejelasan terjadinya
tindak pidana berdasarkan minimal 2 (dua) alat bukti.
|Penangkapan adalah tindakan Penyidik berupa
pengekangan sementara waktu kebebasan Tersangka,
Terdakwa, atau Terpidana berdasarkan minimal 2 (dua)
alat bukti untuk kepentingan Penyidikan, Penuntutan,
dan/atau pemeriksaan di sidang pengadilan.
|Penahanan adalah penempatan Tersangka atau
Terdakwa di tempat tertentu oleh Penyidik, Penuntut
Umum, atau Hakim dengan penetapannya.
|Penggeledahan adalah tindakan Penyidik untuk
melakukan pemeriksaan atas objek yang dimiliki atau di
bawah penguasaan seseorang terkait tindak pidana
untuk kepentingan pembuktian pada tahap Penyidikan,
Penuntutan, dan/atau pemeriksaan di sidang
pengadilan.}}}}<noinclude></noinclude>
gp7tqqd0rpippjdryz2nbswrwxq75eo
Pengguna:Malamilai
2
101885
316799
285778
2026-08-30T15:18:40Z
Malamilai
26727
316799
wikitext
text/x-wiki
Hai, semuanya. Sebut saja '''iLai''', nama penaku. Aku suka menulis segala hal yang terjadi sekarang. Selain itu, aku suka makan mi ayam yang pentolnya banyak, dan suka kucing yang lucu-lucu.
bmnw9jlmese40suositfhl6pwbmydpq
Halaman:San min chu i.pdf/46
104
111470
316789
315689
2026-08-30T14:06:39Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316789
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh||41}}</noinclude>{{hwe|industrian|perindustrian}} peri bumi ini mengakibatkan banjak pekerdja-pekerdja tangan tak mempunjai pentjaharian lagi dan lalu menganggur. Hal inilah buntut gentjetan ekonomi asing. Sungguhpun sekarang bangsa Tionghoa masih mempergunakan alat-alat tenun tangan, akan tetapi benang katunnja berasal dari luar negeri. Baru dalam tahun jang achir-achir ini bahan-bahan katun Tiongkok dipergunakan untuk pabrik-pabrik luar negeri. Di Sjanghai banjak terdapat pabrik-pabrik kain dan katun jang dapat berangsur-angsur memungkinkan menjaingi barang-barang asing jang diimpor, akan tetapi tjelakanja, bea-bea pelabuhan masih dikuasai bangsa asing. Bukan sadja bahan-bahan kain buatan negeri sendiri kalau diekspor harus membajar bea jang sangat tinggi, akan tetapi dalam perputaran dalam negeri sendiripun kain-kain tersebut diberati dengan bea jang tidak sedikit pula. Oleh karena itu, negara Tiongkok djangankan mempunjai tarip pelindung, malahan barang-barang dalam negeri sendiripun dibekukan dengan bea jang sangat tinggi untuk memesatkan lakunja barang-barang jang di impor. Selama Peperangan Eropah, diwaktu bangsa asing teralang mengimpor barangbarang pabrik ke Tiongkok, selama itulah barang-barang pabrik katun dan kain di Sjanghai mengalami kemadjuan jang pesat. Ketika inilah diperoleh keuntungan besar, dividen 100% tak asing lagi, djumlah orang jang bermodalpun berlipat ganda. Akan tetapi setelah peperangan selesai, Tiongkok dibandjiri oleh barang-barang impor kembali, sedangkan barang-barang dari Sjanghai jang begitu berdjasa kepada negara dan masjarakat kembali tidak laku. Selama persaingan dilakukan antara barang-barang asing dan barang-barang buatan negeri sendiri, djangankan kita mendapat bantuan dari kantor bea dengan djalan mempertinggi bea masuk umpamanja, sebaliknja aturan bea melindungi saudagar bangsa asing! Tak ubahnja seperti orang-orang jang menggali lubang-lubang perlindungan dimedan perang, jang sekali-kali tak dipergunakannja untuk bertahan dan menolak musuh, tetapi sebaliknja musuh jang mempergunakannja untuk menghantjurkan kita. Itulah sebabnja dikatakan. gentjetan politik gampang terasa dengan njata dan terang bagi jang tak insjaf sekalipun, akan tetapi gentjetan ekonomi adalah satu sendjata gaib jang tak mungkin dan mudah digambarkan atau dirasakan.<noinclude></noinclude>
ddc1ydnh2kyz2o6ibvzaegb3lzschr2
Halaman:San min chu i.pdf/102
104
111732
316791
313308
2026-08-30T14:09:42Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316791
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||97}}</noinclude>ini sebagai dasarnja. Kalau kita bersungguh-sungguh hendak
mengembalikan rasa kebangsaan jang telah hilang itu, kita harus
mempunjai kesatuan suku-suku. Suatu djalan jang mudah dan
tampak-tampaknja akan berhasil untuk membangunkan kesatuan
bangsa Tiongkok, jaitu memakai kesatuan-kesatuan suku dan keluarga sebagai dasar.
Djuga perasaan tempat lahir" sangat mendalam di Tiongkok, hingga orang-orang jang datang dari satu provinsi atau keresidenan ataupun desa jang bersamaan mudah sekali dipersatukan.
Seperti saja lihat, kalau kedua perasaan-perasaan halus ini kita
djadikan sebagai sendi, tak akan sukar lagi bagi kita untuk mempersatukan rakjat diseluruh negara.
Tetapi untuk mentjapai hasil jang sangat diingini itu, kita perlu bekerdja bersama-sama ; kalau pekerdjaan bersama ini diperkokoh
di Tiongkok, lebih mudah bagi kita membangunkan rasa kebangsaan
kita, djika dibandingkan dengan negeri-negeri lain.
Karena dinegeri-negeri Barat misalnja, tiap-tiap orang merupakan
kesatuan-kesatuan tersendiri ; undang-undang mengenai hak-hak
orang tua dan anak, kakak dan adik, suami dan isteri, semuanja
bertudjuan melindungi perseorangan ( individual ) ; dimuka hakim
tak ditanjakan soal-soal perhubungan keluarga, semata-mata tingkah-laku orang tersebut jang dipertimbangkan.
Kesatuan-kesatuan tersendiri ini meluas djadi kesatuan negara,
sedangkan didalam negara, diantara masing-masing penduduk tak
terasa kesatuan sosial jang kokoh lagi erat.
Oleh sebab itu sangatlah sukarnja meleburkan kesatuan-kesatuan
tersendiri tadi djadi satu kesatuan dari mereka masing-masing, hingga dalam hal ini bangsa-bangsa asing sangat terbelakang
djika dibandingkan dengan Tiongkok. Sebab negara Tiongkok berdiri langsung diatas kesatuan keluarga dan suku, djuga pada
penduduknja masing-masing. Hal ini dapat dilihat kalau mengambil suatu tindakan ; kita lebih dahulu meminta nasehat-nasehat
kepala-kepala suku atau keluarga. Bukan mengenai hal-hal
jang penting sadja, melainkan djuga dalam hal-hal jarg biasa. Tjara
sematjam ini ada jang menjetudjuinja, ada jang tidak.
Tetapi saja kira diantara warga-warga negara Tiongkok banjak
berpendapat, bahwa terutama harus ada kesetiaan keluarga, diikuti
San Min Chu I<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude>
sv0ez1a6kc3baxjahe94xjb9em1j56c
Halaman:San min chu i.pdf/103
104
111734
316792
315740
2026-08-30T14:09:56Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316792
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||98}}</noinclude>pengabdian terhadap suku dan achirnja pengabdian terhadap
negara.
Tjara sematjam inilah jang sangat kita perlukan ; dari sedikit
kesedikit kita atur kearah kesempurnaan dengan djalan memperkokoh perasaan sosial diantara golongan-golongan jang ketjil
dengan jang besar, supaja mereka ini merasa kenjataan-kenjataannja.
Kalau kita ambil suku-suku sebagai kesatuan-kesatuan sosial lalu
organisasi mereka kita perbaiki dan sesudah itu kita bentuk mendjadi kesatuan organisasi negara, tentu pekerdjaan seperti ini akan
lebih mudah dilakukan dari pada tjara bangsa-bangsa asing jang
membentuk kesatuan dari kesatuan-kesatuan perseorangan.
Dimana persatuan-persatuan tersendiri bersimaharadjalela didalam
suatu negara, sekurang-kurangnja kesatuan ini berdjumlah berdjutadjuta. Di Tiongkok kesatuan ini berdjumlah 400 djuta. Untuk
mengikat kesatuan-kesatuan jang terpisah dan banjak ini tentu tak
mudah.
Kalau kita mengambil kesatuan suku sebagai sendi, maka namanama suku itu dahulu banjaknja seratus, sekarang kira-kira empat
ratus . Sebabnja ialah karena berbagai-bagai nenek mojang jang
sama, dihormati oleh tiap-tiap suku. Djumlah ini kian abad kian
bertambah. Suku-suku ini semuanja mempunjai pertalian keluarga ;
masing-masing keluarga mentjari asal-muasalnja serta nenek mojangnja dari keturunan sedjak beribu-ribu tahun jang lalu. Nama
nenek-nenek mojang jang pertama lambat laun ditukar dengan
nama-nama keturunan jang baru. Sekarang suku-suku jang ada
di Tiongkok mentjoba menjelidiki asal-muasal sukunja sampai kepargkalnja, akan tetapi tak berhasil mendapat nama suku jang asli,
Kebiasaan menjelidiki asal-muasal ini telah dilakukan dizaman
purbakala dan sudah berdjalan beribu-ribu tahun. Hal inilah jang
mengakibatkan sangat kokohnja penghidupan sosial di Tiongkok.
Orang-orang asing menganggap kebiasaan ini tak berguna, tetapi
menurut perdapat kita pemudjaan terhadap nenek mojang dan
perhubungan silaturahim antara suku-suku" sudah meresap benarbenar dalam djiwa bangsa Tionghoa sedjak beribu-ribu tahun jang
achir ini. Dengan beranggapan demikian seorang Tionghoa tak
begitu menghiraukan kepentingan negara, tak memperdulikan siapa
radjanja ; hanja jang harus dilakukannja, ialah membajar padjak<noinclude></noinclude>
eotcen0sahrac0dtk9mmy8m37i8rq4l
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/85
104
111878
316784
313221
2026-08-30T13:07:31Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316784
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{C|{{larger|'''PEMUDA² KITA DI NEDERLAND'''}}}}
Sebelum tahun 1908, jakni tahun kebangsaan nasional, maka di Nederland sudah ada sementara pemuda-pemuda bangsa kita untuk keperluan pengadjaran. Tidak sadja mereka itu menuntut peladjaran di Universiteit — sesudah nenamatkan peladjaran di H.B.S. di Indonesia atau di negeri Belanda — namun ada djuga jang disana mulai ketjil dan bersekolah di sekolah rendah atau menengah. Biasanja mereka itu putera² para bangsawan luhur jang berada, karena di Indonesia hanja anak-anak bangsawan boleh masuk ke-sekolah Belanda, di „Europeesche Lagere School” atau di H.B.S.; dan biaja bersekolah di Nederland sangat besar dan hanja mungkin bagi orang² kaja. Jang pertama kali dikirim ke negeri Belanda itu misalnja sementara anggauta² ''Keluarga Paku-Alam'' (diantaranja ''Drs. Kusumojudo'', bekas Edelcer). Ada djuga jang waktu itu, sebelum tahun 1900, ada di Nederland untuk meneruskan peladjarannja dalam salah satuvak, misalnja ''Dr. Bunjamin'', ''Dr. Abdul Rivai'', (keduanja kemudian mentjapai titel „arts”), ''Ismangun Danuwinoto'' dan ''Soetan Casajangan'', keduanja guru jang kemudian lulus udjian Hoofdakte di Nederland. Patut diperingati bahwa sekalian mereka itu disana sambil bekerdja selaku wartawan. Tidak sadja mereka mengirimkan karangan²-nja kepada madjalah² atau harian² di Indonesia, namun di Nederland mereka membantu madjalah „Bintang Hindia” jang terkenal sebagai madjalah-bergambar jang populer, diterbitkan oleh bekas opsir Hindia Belanda jang terkenal djuga, jaitu ''Clockener Brousson''. Dalam pada itu dapatlab disini saja beritahukan, bahwa Dr. Bunjamin kala itu menerbitkan sendiri sebuah madjalah dalam bahasa Belanda, Indonesia dan Djawa, jang ia beri nama „Oedyana Pengawikan”. Bahwa lama sebelum zaman itu ''Raden Saleh'' pernah ada di Nederland djuga, untuk menerima didikan sebagai pelukis, kita semua mcngetahuinja.<noinclude>{{rh|||87}}</noinclude>
aiq4ffotk86ecyrwvzvbjxk8pb3na85
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/87
104
111881
316785
313222
2026-08-30T13:07:55Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316785
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>sebagai ahli kesusasteraan, lebih² sebagai „dichter”, jang mentjiptakan buah-penanja dalam bahasa Belanda, dengan begitu mahir dan sangat indahnja, sehingga banjak orang pengarang bangsa Belanda sendiri mengaguminja. Buah tjiptaannja a. l. iatah : „Melatiknoppen”, „Moeders Haarwrong’ „Fluisteringen’ d.l.l., jang semuanja diwudjudkan sebagai „gedicht in proza” à la Rabindranath Tagore.
Selain terkenal sebagai pudjangga marhum Noto Soeroto terkenal djuga dalam usahanja untuk mempropagandakan tjita²-nja dalam so'al² kulturil dan politik. Dapat dimengerti, bahwa aliran Noto Soeroto selalu dapat tentangan dari pihak nasionalis jang sevolusioner jang mengingini kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia dengan segera dan lepas dari Nederland. Noto Soeroto dengan djudjur dan konsekwén, mempertahankan alirannja „assosiasi” antara Indonesia dan Nederland, tidak untuk tetap mendjadi negeri djadjahan, namun untuk mentjapai kemerdekaan setjara seksama. Barang siapa ingin mempeladjari haluan Noto Soeroto, jang menurut pendapat kami patut diketahui, hendak aja suka membatja buku karangannja jang terkenal, jaitu: „Van Wingewest tot Zelfbestuur” sebagai djembatan untuk mentjapai indonesia jang Merdeka dan Berdaulat. Selain itu banjak karangan²-nja mengenai berbagai so'al kebudajaan dan kesosilan, jang semuanja pernah termuat dalam madjalah „Udaya”. jang diterbitkan olehnja, sampai zamannja ia sudah kembali di sanah-air dan bekerdja berturut-turut sebagai secretaris marhum Mangkoenagoro ke-VII dan sebagai „panewu-djaksa” di Mangkunegaran Surakarta. Jang penting dan patut diketahui jaitu misalnja haluan Noto Soeroto dalam so'al kebudajaan, dalam mana ia mengandjurkan adanja „''kultuurgebied''” Djawa, mulai Pasundan sampai Bali, kultuurgebied ''Sumatra, Borneo, Sulawesi'' dsb., sekalipun semua daerah tadi merupakan ''satu negara Indosia'' jang merdeka dan berdaulat. Dalam so'al kemasjarakatan Noto Soeroto mendukung tjita² „kawula-gusti” jang dihubungLan dengan ideaalstellingnja „aristo-demokrasi”.
Sekalipun saja bukan penganut aliran Noto Socroto, bahkan dalam beberapa so'al semata-mata mendjadi „antipode”-nja. namun marhum pudjangga Noto Soeroto saja anggap seorang jang berpribadi, seorang „persoonlijkheid” jang djudjur dan {{hws|be|berani}}<noinclude>{{rh|||89}}</noinclude>
qq7tyj5b9zig4b53p4gt0c3n5tht046
Halaman:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf/88
104
111883
316786
313223
2026-08-30T13:08:14Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316786
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{hwe|rani|berani}} serta sanggup dan mampu melahirkan segala angan-angannja serta mewudjudkan tjita²nja itu dalam bentuk kepudjanggaan jang menarik perhatian, djuga dari kalangan luar-negeri. Perlu kiranja bagi perpustakaan² ita untuk menjimpan peninggalan² tersebut sebagai „dokumentasi nasional” jang berharga.
Marilah kita kembali pada berkembangnja tjita² periode kedua dari pada hidupnja para peladjar kita di Nederland, jaitu periode „kulturil-nasional” jang meliputi gerak-gerik hidup batinnja. Pada waktu itu nampak adanja tokoh² didalam masjarakat peladjar dinegeri Belanda, jang menarik perhatian karena keistimewaan jang ada pada sifat mereka masing². Pemuda² Hoesein Djajadiningrat, (jang kita semua kenal), Sosrokartono (terkenal sebagai „dokter adjaib” di Bandung dan banjak djasanja serta sangat ditjintai rakjat di Bandung. Sebelumnja itu Drs. Sosrokartono mengetuai „Middelbare Taman Siswa-school” di Bandung. Belum selang lama ia wafat dalam usia landjut, l.k. 80 tahun, dan dimakamkan di makam keluarganja di Djepara, bersama-sama adiknja. jaitu R.A. Kartini).
Lain-lain pemuda dalam peirode kedua itu ialah: Leatemia, Sarengat, Surjomihardjo, (ketiganja mendjabat ingenieur), Surjoputro (salah satu pemimpin Taman Siswa jang pertama, terkenal sebagai ahli musik dengan „suling-theorie”-nja dan pentjipta „rebab modern” serupa „cello” jang dapat memadjukan nilai konsert Djawa; ia telah wafat dan dimakamkan di makam „Giriganda” didekat Wates Jogjakarta, jaitu makam keluarga Pakualam). Lain-lainnja a. l. pemuda-pemuda Sumitro Kolopaking, jang terkenal, Wreksodiningrat (kini Decaan Faculteit Technik di Universiteit Negeri „Gadjah-Mada”), Soerachman, bekas President Universiteit Indonesia, Notokuworo marhum (dulu dokter dan Röntgenoloog di Semarang), Lockman Djajadiningrat marhum (dulu Directeur Departement van Onderwijs en Eredienst), dan masih ada lain-lainnja. Diwaktu itu mereka semua merupakan anggauta-anggauta „Indische Vereeniging”, jang ikut memberi nilai tinggi kepada hidup kolonie kita di Nederland. Boleh dikata bahwa mereka semuanja monundjukkan dan membuktikan adanja kesanggupan dan kemampuan pada bangsa Indonesia, untuk menuntut peladjaran<noinclude>{{rh|90}}</noinclude>
oxuwx34fhj1n0mphbdek6fr74vr9hzx
Halaman:San min chu i.pdf/197
104
111994
316790
310897
2026-08-30T14:07:25Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316790
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||192}}</noinclude>Kalau korupsi tak berkuasa sedikitpun dan dia dapat dibasmi
sampai keakar-akarnja, tentu kerugian jang kita derita sebanjak
setengah billiun itu dapat kita tabungkan buat keperluan rakjat
Tiongkok. Umpamanja untuk membeli persediaan roti untuk rakjat Tiongkok. Apakah jang harus dilakukan pemerintah jang
kuat untuk mentjegah kerugian ini ? Dengan djalan meninggikan
bea impor. Sudah tentu barang-barang asing mengalami kesukaran untuk memasuki pelabuhan-pelabuhan kita serta dengan
sendirinja rakjat akan membeli buatan negerinja sendiri. Dengan
sendirinja para pekerdja diseluruh negara akan memperoleh pendapatan $ 500.000.000 lebih dari pada jang dahulu. Tetapi menurut sembojan-sembojan dalam surat kabar buruh tadi, pekerdjapekerdja Tionghoa katanja tak akan menghiraukan soal politik ;
sudah tentu mereka tak akan menuntut supaja pemerintah
meninggikan bea impor barang-barang asing, serta menjokong
industri Tiongkok. Kalau tindakan seperti ini tak didjalankan, lama-kelamaan Tiongkok terpaksa menghentikan pembuatan barangbarangnja dan para pekerdja akan kehilangan mata pentjaharian
mereka masing-masing. Sekarang dari manakah si pekerdja akan
mendapat rotinja ? Hal ini memperlihatkan, kalau kaum buruh
tak memakai pemimpin-pemimpin jang tjakap, tentu kaum buruh
akan mendjalankan kechilafan terus-menerus. Organisasi sematjam itu tak akan berkembang dengan suburnja, mungkin sekali
ia akan musnah sama sekali.
Mereka akan terlalu bodoh , kalau
mereka tak tahu bahwa roti mereka adalah soal ekonomi, sedang-
kan ekonomi rapat hubungannja dengan politik. Kalau kaum
buruh tak mau tjampur tangan dalam politik dan pemerintahan,
bagaimanakah mereka dapat memperbaiki soal roti mereka dalam
masalah perekonomian dan memperbaiki penghidupan mereka ?
Sembojan-sembojan kaum buruh Hankow adalah akibat buruk,
karena salah pengertian tentang arti persamaan hak jang sebenarnja. Itulah sebabnja dalam revolusi kita, kita tak boleh tjuma
membitjarakan persamaan hak sadja ; kita harus pula mendjun-
djung tinggi hak-hak rakjat semuanja. Kalau demokrasi tak
berkembang sama sekali, tentu persamaan hak jang kita perdjuangkan itu akan berbentuk sementara sadja dan segera akan
lenjap. Meskipun sembojan kita tak ada memakai perkataan
,,persamaan", tetapi persamaan hak ini telah termasuk kedalam<noinclude></noinclude>
hplubvzarehif2fvv782giycjiumjom
Halaman:Korban Boedi.pdf/1
104
112300
316740
311350
2026-08-30T12:21:11Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316740
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>[[Berkas:Korban Boedi (page 1 crop).jpg|600px|nirbing|pus]]<noinclude></noinclude>
gvv7wg3kccz4xvfpqiw51f5y5uyki7s
Halaman:Korban Boedi.pdf/76
104
112415
316760
315188
2026-08-30T12:28:58Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316760
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh||―74―}}</noinclude>tida ada satoe orang jang taoe kemana perginja mendadak ia melinjap dari kota Tegal.
Boeat penoetoep, penoelis wartaken jang Lian Nio kamoedian tida maoe menika maski ajah iboenja sering memboedjoek. la soeda ambil poetoesan pasti boeat tida menika pada siapa djoega, sekarang itoe gadis soeka liwatken djalannja tempo dengen penoeh kadoekahan dan kenangan-kenangan jang menjedihken. Sadjek terdjadinja itoe tragedy heibat, belon perna satoe kali orang menampak ia bergoembira.
Dalem itoe kadoekahan besar kadang-kadang Soejati dateng menghiboeri. Sebab Soejati poen mengandoeng samatjem angen angen jang sama, ia tida maoe menikah lagi; sedeng itoe anak dari Tiang lok telah mati pada waktoe oemoer tiga taon sadja. Oleh kerna itoe doea orang prampoean ada mengandoeng angen-angen jang sama dan djoega sama-sama tjintaken itoe satoe orang jang soeda tida ada lagi dalem ini doenia, soeda tentoe sadja ia orang merasa sangat rapat dan sijmpathie satoe dengen laen.
{{C|{{sp|TAMAT}}}}
<section end="10" /><noinclude></noinclude>
fwcpikpqekn7vud9s55vyjyfj57gsf0
Halaman:Korban Boedi.pdf/12
104
112416
316747
311490
2026-08-30T12:23:11Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316747
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh||— 10 —|}}</noinclude>“Habis begimana akoe moesti terangken kaloe akoe sendiri tida mengarti,“ djawab itoe anak moeda sembari meringis.
“Masa!“
“Kaoe memaksa, Lian, baeklah, tapi . . . .“
“Kenapa oeroeng lagi?“
“Akoe merasa berat lidah, Lian.“
“Ach, betoel-betoel kaoe, keterlaloean, ’nko. Masa boeat menoetoer sadja kaoe merasa berat lidah? masi merasa tjape?“.
Tjin Liang memanggoet sakenanja.
“Djangan koeatir, akoe djoega tida begitoe telengas boeat diamin orang ketjapean, Tadi mama kasih akoe doea bidji djeroek, sebagi oepah tjapemoe nanti akoe bagi satoe bidji, begimana?“
“Hu, “kata Tjin Liang sembari mojongin moeioetnja, “siapa sih jang kapengenan tjape-tjape tjoema di persen djeroek? kaloe kepengen djeroek akoe djoega bisa minta sama mama tida, perloe djoeal tjerita.“
“Habis kaoe maoe minta apa?“ menanja itoe gadis jang soeda kewalahan.
“Akoe pikir lebih baek berdiam sadja, sebab maski akoe njataken kaoe tentoe tida soeka kasi.“
“Djangan koeatir, kaloe barang jang akoe bisa kasi akoe berdjandji tida nanti moengkir.“
“Kaloe sasoedahnja akoe tjeritaken, tapi kaoe tida maoe kasi, begimana?„
“Akoe toch belon perna berdjoesta hinga kaoe perloe koeatirken.“
“Tapi ini kaloe kaoe banjakan aken moengkir djandji!“
“Kaloe moengkir kaoe boleh tjoebit sadja padakoe.“
„Baeklah, kata Tjin Liang sembari pegang tangannja itoe gadis “Hati-hati kaoe djangan lari; Boeat itoe<noinclude></noinclude>
prqn4i1lrf2wwfir8p6fisu090jkqs1
Halaman:Korban Boedi.pdf/47
104
112438
316718
311505
2026-08-30T12:10:41Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316718
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 45 —}}</noinclude>doek diam, sepata poen tida ada jang mengeloearken
perkataan.
Sekarang soeda siang, 'jati akoe maoe ke sana
sebab dikoeatir nanti marika mentjari kemari."
Soejati tida bisa menjega maski sabetoclnja sang
hati ingin feroes berkoempcel sama itoe orang moeda
jang sympathiek. Begitoelah ia tjoema bisa awasin
Tjin Liang berdjalan pergi dengen mata tida berkesip.
,,Orang jang bakal djadi istrinja itoelah ada satoe
mengeloeh
prempoean jang paling beroentoeng,"
Soejati dengen penoeh kadoekahan. la ampir tida
brani mengharep boeat djadi istrinja Tjin Liang, ia
sampe kenal pada kadoedoekan dirinja.
Helaas, begitoe tjepet tjinta bikin satoe hati jang
masi idjo djadi mateng. Soejati djadi begitoe gampang
roeboe lantaran ketarik sama prilakoenja Tjin Liang
jang lemah-lemboet dan soeka berdoeka. Dari peng-
rasa'an menaro indah dan sympathie, Soejati naek
satoe tingkat djadi menjinta, menjinta dengen seante-
ronja badan dan njawa.
Ampir satoe djam Soejati baroe inget poelang,
tapi soenggoe sial dalem perdjalanannja poelang ia
ada berpapasan pada Tiang Lok jang asik pasiar
sama Lian Nio. Tiang Lok jang bermata krandjang
dengen tjepet merasa ketarik sama kaeilokannja itoe
gadis dessa, hingga ia teroes memandang dengen
tida bisa poeas. Soejati jang sekarang soeda bisa
bedaken artinja satoe sorot mata djadi sanget maloe
koetika taoe dirinja ada diawasin begitoe roepa,
maka ia lantas pandjangken langkanja soepaja bisa
lekas terpisa dari itoe orang tjeriwis. Lian Nio jang
sedeng ketarik sama soeatoe pemandangan tinggal
tida mengetahoei klakoean kekasihnja.<noinclude></noinclude>
g8vh9j1jrmjyikzf5xha2hilsjc128n
Halaman:Korban Boedi.pdf/46
104
112439
316719
311506
2026-08-30T12:11:09Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316719
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 44 —}}</noinclude>„Ach, boeat apa kaoe sengadja poesingken hati,
'jati, paling baik kaoe toentoet sadja penghidoepaiimoe sendiri setjara tentrem dan goembira".
„Mana akoe bisa bersenang kaloe selaloe liaï kaoe
berparas soerem?
„Itoe paras soerem boeat sabentaran sadja, 'jali,
saiel<asnja ia aken berlaloe, kerna itoe tida diierbitken
dari rasa berdoeka".
„Tapi kenapa baroesan kaoe menangis?"
„Menangis toch ada banjak djalannja, kaoe djangan
anggep orang menangis tentoe disebabken kadoekahan
sadja. Kagirangan jang besar atawa rasa terharoe poen
bisa mengoendang aer mata toeroen mengalir. Akoe
bilang teroes terang,'jati, baroesan akoe poenja toempahken aer mata sebab terkenang pada marhoem
ajah'koe".
Sekarang Soejati jang gantiin Tjin Liang menangis,
hingga itoe anak moeda djadi merasa heran.
„Kaoe kenapa, 'jati'"
„Akoe djoega djadi terkenang sama iboe dan
ajah'koe jang telah marhoem. o, kita poenja peroentoengan kaliatannja sama djeleknja,'ba."
Lama sekali Tjin Liang menghiboerin, tapi Soejati
masih teroes linangken aer matanja, ia baroe maoe
brenti menangis koetika Tjin Liang berkarta begini:
„'Jati, tadi kaoe bilang bisa djadi berdoeka kaloe
liat paras soerem, tapi kenapa sekarang kaoe sendiri
maoe ambil itoe toeladan ? Kaoe ingin akoe djoega
djadi bersedi?!"
„O, tidal'ba, akoe tida nanti bikin kaoe bersedi,
akoe lebih soeka trima itoe kasedian sendirian dari
pada moesti rembet-rembet kaoe," sembari berkata
begitoe Soejati lantas soesoei aer matanja hingga djadi
kering. Tapi sekarang itoe doea orang moeda doe-<noinclude></noinclude>
jtj4gftzdee5xueqp6rqel70trjmukp
Halaman:Korban Boedi.pdf/45
104
112440
316720
311507
2026-08-30T12:11:44Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316720
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 43 —}}</noinclude>Pada itoe waktoe dengen sänget tida terdoega
Soejati moentjoel di hadepannja dengen paras moeka
bersenjoem senjoem, tapi begitoe lekas ia dapet liat
djatonja itoe aer mata dari kadoea pipinja itoe anak moeda, moekanja jang berseri-seri djadi berobah goerem.
„Eh, kaoe doedoek menangis sendirian, tapi apatah
jang kaoe tangisin ?" menanja ia.
„Akoe lagi sedihin nasib diri jang tida beroentoeng,
'jati."
„Kaoe tida beroentoeng? Ach itoe tida boleh djadi !
apanja jang kaoe merasa kakoerangan, oeang ada,
familie tjoekoep banjak dan maoe mengopen."
„Kaoe poenja doegahan kliroe djaoe sekali 'jati."
„Kaloe begitoe apa barangkali kaoe baroe dipaksa
menika? tanja Soejati dengen mendadak hingga bikin
Tjin Liang djadi melongo, dan Soejati lantas meneroesken dengen paras berseri : „Nah, liat, 'ba, Soejati
sekarang ada sedikit tjerdik, hingga bisa menebak
hatimoe
"
„Nanti doeloe, 'jati, menjega Tjin Liang sembari
tarik tangannja itoe gadis hingga kepaksa ia berdoedoek
di sampingja Tjin Liang; „Kaoe poenja tjara menebak
ada sakenanja sadja."
„Soejati tida maloe, 'ba, kaloe tebakannja koerang
djitoe, kata lagi itoe gadis dengan soeara lemboet
sembari kepel tangannja Tjin Liang dengen keras
hingga bikin Tjing Liang djadi kaget. Diam-diam ia
mendoesin Soejati sekarang ada laen dari Soejati be
rapa hari jang baroe berselang, pada waktoe mana
segala-galanja masih bersifat anak-anak." Akoe tida
maloe, 'ba, sebab sebagi satoe anak desa, mana bisa
menebak hatimoe. Tapi kaoe moesti kasih akoe taoe,
akoe kepingin bisa berboeat apa-apa goena kebaekanmoe".<noinclude></noinclude>
o8wpf84sbpjgz3ha3gyc87x3zjh2a7e
Halaman:Korban Boedi.pdf/44
104
112441
316721
311508
2026-08-30T12:12:05Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316721
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 42 —}}</noinclude>moendar-mandir, sebab pada itoe hari djoestroe ada
hari raja Tjengbeng hingga banjak sekali orang jang
perloe sama kandaran boeat pergi koendjoengin tempat
koeboeran; tapi djoega tida sedikit djoemblahnja jang
lebih soeka djalan kaki, sebab selaennja bisa lemesken
oerat kaki, poen bisa endoes hawa pagi jang njaman.
Satoe rombongan familie kaliatan asik berdjalan
menoedjoe ka Kraton marika semoea pada berdjalan
dengen diam, sebab marika anggep lebih baek tida
ganggoe kasoenjiannja itoe tanah koeboeran jang
masih dalem tidoer njenjek.
Selang tida lama kamoedian marika soeda sampe
di itoe tempat jang ditoedjoe, sedang 'mbok Mijah
soeda doedoek menoenggoe. Dan itoe rombongan
jang boekan laen ada Eng Hoei bersetoeroe familienja
lantas moelai atoer barang sembajangan boeat lakoeken
oepatjara sembajang sabegimana biasanja. Sehabisnja
seleseken koeadjibannja bersembajang, itoe rombongan
familie kaliata pada berpentjaran, ada jang berdoe-
doekan, ada djoega jang pergi liat-liat keadahannja
itoe kebonan.
Dengen bergandengan Lian Nio pergi djalan-
djalan sama Tiang Lok. Tjin Liang jang merasa me-
ngiri sama kaberoentoengannja itoe sepasang merpati
kaliatan berdjalan ka soeatoe djoeroesan dengen kepala
ditoendoeken, sesampenja di bawah satoe poehoen
djati Tjin Liang lantas berdoedoek bengong. la poenja
tabeat jang pendiam dan soeka ngelamoen pada itoe
sa'at lantas sadja djadi melajang djaoe sekali, segala
apa jang soeda laloe djadi teringet lagi dan segala apa
jang belon kedjadian ia tjoba bikin doegah-doegahan.
Kamoediam koetika kasedihannja mengoeroek dan
bersoesoen tindih, aer matanja lantas djato mengetel
dengen tida merasa lagi. (tjilaka 13.... Corr.)<noinclude></noinclude>
pf8aelix9zfvdczxloew4q7bhdmpb7g
Halaman:Korban Boedi.pdf/43
104
112443
316722
315158
2026-08-30T12:12:35Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316722
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 41 —}}</noinclude>Bok Mijah jang liat Soejati doedoek termenang-menoeng, sedeng biasanja ada bergembira djadi
merasa heran.
"Jati, kaoe kenapa? Kaoe beda dari biasanja; apa
jang kaoe sedeng iboekin?"
"
Akoe ada satoe permintahan, iboe," moelai itoe
gadis.
,,Kaoe minta apa, anak?"
Akoe minta kaoe djangan nikahken akoe ja,
'mbok?"
"Kenapa jati? Orang hidoep toch moesti menika.
Tapi akoe minta dikatjoealiken 'mbok, sebab
akoe takoet boeat menika, kata lagi itoe gadis jang
masi poeles.
"Siapa jang adjarin kaoe boeat mogok menika ?"
,,Tida ada jang adjarin, tapi akoe liat kang Wajem
tida beroentoeng dalem pernikahannja sama Djoeat,
maka akoe ambil poetoesan boeat tida menika."
„Kaoe poenja alesan tida betoel, 'jati, kaoe taoe
masing-masing orang ada poenja redjeki sendiri-sendi-
ri, ada jang beroentoeng tentoe djoega ada jang sialan,
kenapa kaoe begiroe ketakoetan? Sekarang belon
sampe temponja boeat kaoe menika, maka akoe pikir
paling baek kita tida bitjaraken dari sekarang."
Soejati berdiam dan berpikir teroes.
<section end="5" />
<section begin="6" />
{{rh||VI.
HARI RAJA TJENG BENG.
-0}}
Hari masi pagi sekali, matahari belon moelai
djalanken koeadjibannja menerangin ini djagat, hingga
oedara masih keliatan gelap dan dingin, Tapi maski
hari masi begitoe pagi kandara'an soeda banjak<noinclude></noinclude>
fulwib145nycx4hjjnxvtp7zxoomcuo
Halaman:Korban Boedi.pdf/42
104
112444
316723
311511
2026-08-30T12:13:01Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316723
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />v{{rh||— 40 —}}</noinclude>jaiig aloes dan saderhana. Sebagi îjonto, Soejati poenja pikiran dan klakoean sernoea ada berdjaian de
ngen nienoeroetin maoenja aiam jang aseli, sedikit
tida rertjampoer sama pengaroeii dari loear. Tapi
prempoean tinggal prempoean, akoe koeatir ia poen
tida terioepoet 'dari goda'an jang seperti djoega Lian
Nie soeda alami," kata Fjin Liang sembari tekep moekanja dan mengelah napas. Ia menaro sympathie keras
pada Soejati boekan didasarken lantaran kaeliokannja,
tapi menaro sympathie lantaran pikirannja jang masi
poetih beresih.
{{rh***}}
Beda dari sari sarinja pada itoe satoe hari Soejati
rasaken pikirannja berkerdja banjak ; tapi apa jang
la pikirin ia tida taoe pasti. Sabentar ia merasa takoet
sabentar ia kenangken tingka lakoenja Tjin Liang
jang menarik. Tjin Liang poenja klakoean jang lemah
lemboet dengen tida bisa tertjega lagi soeda mendjangkitken ia poenja perasahan sympathie dan mengindahken. la taoe terang Tjin Liang ada beda dari
lelaki-lelaki biasa jang ia ketemoeken, jang biasanja
soeka godain dirinja.
Begitoelah dengen tida merasa lagi Soejati moelaf
boeka perasahan hatinja boeat pikirken tentang pertjintahan. Tjoema ia poenja penghidoepan di desa jang
saderhana bikin ia tida taoe terang apa artinja itoe
kandoengan pikiran, la tjoema taoe jang hatinja
merasa sanget tertarik sama klakoeannja itoe orang
moeda jang menarik, selandjoetnja ia menaro sympat
hie dan mengindahkan pada itoe pamoeda Tionghoa
jang sopan dan lemah lemboet. Begitoe memang ada
per.garoenja tjinta ia selaloe tida memilih toea atawa
moeda, tjinta tetep bisa toemboe masRi itoe orang
belon mengarti apa sabenernja tjinta.<noinclude></noinclude>
dc1hjtss5ydhtyecf65o93d28p2hdil
Halaman:Korban Boedi.pdf/41
104
112446
316724
311515
2026-08-30T12:13:54Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316724
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 39 —}}</noinclude>sekali kadengeranja tapi djika kamoedian sasoeda dapet apa jaiig diingin, baroe oendjoeken tembaganja
jang betoel."
„Orang tcch bisa hidoep dengen zonder meiiika?"
membelah itoe gadis.
„Sekarang kaoe inasih merasa takoet, 'jaii, tapi
nanti satoe waktoe dateng itoe koetika kaoe kepingin
„kawin."
„Tida, 'ba, sebab akoe takoet., orang toch tida
memaksa kapan akoe tida maoe. Tapi, eii, kenapa
kaoe sendiri jang soeda besar tida menika, 'ba ? bales
menanja itoe gaiis dengen lakoe seperti anak-anak.
Tjin Liang jang tida mendoega bakal dapet itoe
matjem pertanjahan djadi kemekmek, hingga bikin
Suejaii djadi menjesel, sebab ia kira Tjin Liang marah.
„Akoe menanja ijoema boeat memaen, 'ba harep
kaoe tida marah," kata lagi ia dengen tjepat.
„Tida 'jiti, pada kaoe akoe tida marah; akoe me
rasa kagoem sima kaoe poenja kasader'iana'an."
Soejati tida begitoe mengarti maksoednja itoe perkatahan „Saderhana„. Tapi toch ia merasa girang djoega
sama itoe perkatahan jang ia anggap sebagi satoe
poedjian. Diam-diam ia djadi merasa semingkin soeka
pada Tjin Liang, kaloe tadinja ia memang merasa
senang bergaoelan sama itoe pamoeda Tionghoa,
sekarang itoe kasenangan djadi berlipat ganda.
„Eh. sekarang soeda siang" kata Soejati dengen
roepa sedikit kaget. „Idzinkenlah akoe maoe poelang,
'ba sebab iboe tentoe soeda menoenggoein lama "
Tjin Liang awasin tindakannja itoe gadis dengen
roepa melajang, ia merasa kagoem sama kasaderhana'annja itoe gadis jang masih polos
„Helaas,, itoelah ada Doenia poenja kakedjaman,
hingga orang-orang prempoean bisa berobah sifatnja<noinclude></noinclude>
jbrg02tdlo5q5xd47sst1utnw550jjc
Halaman:Korban Boedi.pdf/40
104
112447
316725
311516
2026-08-30T12:14:21Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316725
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 38 —}}</noinclude>„Akoe sedeiig merasa penasaran sama kedjemnja
penghidoepan jang permainken machloeknja."
„Apa itoe penghidoepan?" meiianja itoe gad^s dengen roepa heran.
„Soejati, kaoe jang masi terlaloe moeda tentoe
tida taoe selak seloeknja penghidoepan jang roewet
dan
banjak goda'annja, siapa jang berlakoe tjerobo
tentoe aken tcrple-et dan berljilaka boeat saoemoer
hidoepnja." (ssocmoer liidoep si tida, 'ba . . . . Corr.)
„Tapi akoe lida perlce sama itoe,'ba," djawab itoe
gadis jang telah merasa heran
„Heiaas ! soejati kaoe poenja penghidoepan di
desa bikin kaoe tida taoe apa artinja itoe perkataiian
„Penghidoepan''. ßegii'ilah: manoesia terlahir beroepa
baji dan kamoedian djadi besar dan sesoedanja besar
ia moesti alamken segala roepa kadjadian, dan itoe
semoea kadjadian jang dinamaken penghidoepan.
„Sesoeatoe machioek jang terlahir dan idoep
moesti melakoni penghidoepan, maka kaoe poen tida
terloepoet diseboet sala satoe anggotanja penggidoepan. Sekarang kaoe masih terlaioe moeda djadi kaoe
tida mengani djalaiinja penghidoepan, sampe nanti
kaloe kaoe soeda terdjiret dalem pernikahan, baroelah
kaoe mendoesin dan taoe betoel apa artinja penghi
doepan
„Tapi akoe tida kepingin menika, 'ba," kata Soejati.
„Tida bisa, Soejati, manoesia hidoep moesti, sebab
itoe soeda di<etepken dalem wet alam. Boeat itoe perdjalanan akoe tjoema pesen biarlah kaoé pilih bakal
soeamimoe dengen hati-hati, djangan kaoe maen toeroetin sadja geterannja hati, sebab banjak sekali djoemblahnja lelaki-lelaki kedjem jang soeka pikat hati prempoean dengen goenaken akal boeloes, tapi manis<noinclude></noinclude>
bcoyxl8axljn66k4lr5ldqogjtmwn0d
Halaman:Korban Boedi.pdf/39
104
112448
316726
311518
2026-08-30T12:14:47Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316726
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 37 —}}</noinclude>dan mengoendjoek kalemboetan, sebagi pelindoeng
di atasnja ada melengkoeng sepasang alis jang kereng.
Bibirnja jang merah delima djadi lebih manis lagi
kaliat'innja, sebab satan saban ia bersenjoem lantas
tertampak doea baris gigi jang laksana moetiara pilihan.
Sebagai timpalan toeboehnia jang kefjil langsing ia
ada mempoenjai sapasang kaki jang berpotongan
haloes dan berimbang, type dari bangsa Djawa jang
terkenal, iegesnja Soejati ada mempoenjai tjoekoep
apa jang prempoean eilok haroes mempoenjai. Malah
seperti djoega itoe pengasih alam jang sampoerna
belon tjoekoep, Soejati ada mempoenjai tabeat jang
goembira, hingga siapa sadfa jang bergaoel padanja
tida aken dihinggapin perasa'an bosen, malah soeda
oentoeng kapan dirinja diam dam tida djadi terdjato
di bawah pengaroe kaeilokannja itoe gadis jang saderhana tapi sangat menarik.
„Soejati, kaoe kaliatan berpikiran saderhana sekalih,
apa kaoe tida perna pikir boeat hidoep besar dan
mentereng ?"
„Akoe tida taoe, 'ba, tapi dengen penghidoepan
jang sekarang akoe merasa tjoekoep senang, sebaliknja
kapan ditoekar sama laen matjem penghidoepan, akoe
koeatir tida monjotjc kin."
Tjin Liang bersenjoem, ia mengarti hatinja itoe gadis
masih sanget sadrrhana, belon terpengaroe sama segala
kabanggahan kosong. Lian Nio doeloe poen ada me
ngoendjoek itoe matjem sipat. Menginget itoe hal de
ngen tida bisa -ertjega lagi paras moekanja djadi
koesoet. Soejati jang kabetoelan dapet liat itoe perobahan lantas menanja;
„Eh, ba, kenapa paras moekamoe berobah djadi
soerem dengen mendadak?<noinclude></noinclude>
jzd6gez82azulou40nmfl61j01f2734
Halaman:Korban Boedi.pdf/38
104
112450
316727
311520
2026-08-30T12:15:03Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316727
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 36 —}}</noinclude>„Takoet 'jati? Ach kenapa akoe rnoesti takoet
boeat hadepin kagoembirahan ? Tapi, eh kapan kaoe
poeiang dari Banjoemas? Baroe ini pagi akoe ketemoeken lagi kaoe, 'jati ?"
„Akoe baroe poelang kemaren doeioe, 'ba," saoet
itoe gadis.
„Berapa lamanja, 'jati kaoe tinggal di sana? Dan
apa kaoe merasa betah berdiam di tempat 'wamoe ?
„Ampir satengah taon akoe bisa diam di sana 'ba.
Penghidoepan di sana sabetoelnja ada lebih menjenangken hatikoe, 'ba. Di sana orangnja ada lebih
djoedjoer aari pada di sini, djoega oewa 'koe ada
sänget tjinta padakoe, tapi akoe tida bisa berdiam di
sana lama-lama tinggalken tempat toempah dara, dan
akoe selaloe terkenang sama ini kebonan, djoega de
ugen berdiam di sana saban hari Djoemahat akoe tida
bisa sebar kembang dan bersiken koeboeran iboe koe."
„ja, begitoe tjepet berlaloenja sang tempo, 'jati,
sabeniar sadja soeda anem boelan sedari kita ketemoe
jang paling belakang, sekarang kaoe kaliatan banjak
segeran dan djadi lebih tjantik, boleh djadi itoe disebabken sama hawa di pegoenoengan jang njaman."
„Ach, kaoe ini bisa sadja mengoempak, 'ba," djawab
Soejati dengen sembari bertoendoek dan salebar moekanja ditebar sama warna merah dadoe.
Memang itoe gadis tida bisa diseboet djelek, selaennja ia mempoenjai tampang moeka jang rame dan
menarik, koelit moekanja bersemoe koening langsep
hingga sänget setimpal sama baiigoennja itoe batok
kepala jang tida terlaloe lebar, sebab memang moe
kanja ada potongan daon sirih, di atas mana selaloe
ada toemboe ramboet jang gompiok dan itam djengat.
Boeat menambaken kapermeiannja itoe paras eilok, ia
ada mempoenjai sepasang mata jang bersinar terang<noinclude></noinclude>
c9l9f77zmwbjukxvjhdicmiu8msxhfk
Halaman:Korban Boedi.pdf/37
104
112451
316728
311521
2026-08-30T12:15:19Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316728
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 35 —}}</noinclude>diberikoetken sama soeara njanjiannja boeroeng boe-
roeng, jang merdoe. Satoe waktoe, kapan sang
Remboelan kabetoelan oendjoek roepanja kita aken
meliat satoe pemandangan jang meriangken hati.
Tempat pedesan jang oleh sabagian orang jang
beranggepan tjoepet disingkirken, itoe masa aken
oendjoeken kaelokan dirinja jang aman dan tentrem,
sebaliknja dari ka'adahan dalem kota jang dirameken
oleh segala soeara bikinan jang brisik, pedesan selaloe
dilipoetin sama kasoenjian dan katenireman jang
soetji, apapoela kapan kita tjoba dengerin itoe soeara
tembangannja anak-anak jang sedeng bergoembira
di waktoenja boelan boelan poernama oendjoek
tjahjanja jang seperti sinar perak, adoeh..... soekma
dan roch rasanja lolos dari raganja." Tjin Liang
brentiken sabenta itoe pengloekisan dan toedjoeken
scrot matanja memandang dengen tadjem pada paras
moekanja itoe gadis Indonesier jang eilok. Soejati
dengen tida mengarti apa sebabnja lantas sadja
toendoeki moekanja dengen warna merah djamboe
menghiasin kadoea pipinja jang boto, koetika sorot
matanja kena kabentrok sama sorot matanja Tjin
Liang jang seperti menggenggem pengaroe loear biasa.
,,Kaoe roepanja merasa heran, jati akoe bisa meng.
gambarken penghidoepan di desa sampe begitoe
tandes. Tapi kaoe tida aken merasa heran kaloe kaoe
taoe akoe boekan djarang soeka gandangin malem
jang soenji di desa kapan pikiraлkoe sedeng pepet."
,,Oh djadi kaoe sering berdoedoek di siri tengah
malem boeta sendirian sadja ?" menanja itoe gadis
Indonesier.
Ja jati; apa kaoe merasa heran ?"
,,Kaoe tida merasa takoet, 'ba? Kata Soejati jarg
berbalik menanja.<noinclude></noinclude>
i4d2jiycsdkjua2sbcr9umbhr3ailba
Halaman:Korban Boedi.pdf/35
104
112454
316729
311526
2026-08-30T12:15:41Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316729
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 33 —}}</noinclude>denger orang tjelah pengidoepan di pedesan dan
sebaliknja poedji-poedji keada'an di kota."
„Tida, 'jati, itoe ada omong kosong, kaoe jang
belon perna berdiam di kota seantero hari dan
maiem, tida taoe betoei ka'adahan dalem kota. Tapi
pertjajalah sama katerangankoe. pengidoepan di kota
seiamanja ada terganggoe sama segala keramean jang
brisik, ijergaoelan jang paisoe, ketamaha'an dan
katjoerangan jang kedjem, hingga tida nanti ada sa'at
jang menjenangken boeat diiiwatin kapan sadja orang
maoe perhatiken itoe dengen teliti. Itoe sebab djoega,
'jati, kenapa akoe sering kandoeng niatan boeat
pindah tinggal di desa, boeat bisa rasaken semoea
kasenangan jang aseli, seperti : bangoen pagi kita
rasaken hawanja jang njaman, rasaken silirannja angin
pagi jang sedjoek dan selaloe bisa endoes hawa
oedara jang seger dan tertjampoer haroemnja boengah-boengah oetan. itoe masih belon semoeanja,
moesti ditambahi ; pada waktoe begitoe kita poenja
pikiran bisa melajang lantaran kaindahannja alam jang
seger, kapermeiannja itoe goenoeng goenoeng jang
djadi bergoemilang lantaran tersorot sama sinar mata
hari jang mengintip intip di sabelah wetan ; sebagi
gantinja music jang soeka terdenger di kota, kita
aken dengerin soeara njanjiannja boeroeng-boeroeng,
poehoen-poehoen padi jang baroe pada toemboe
jang kaliatan bergebiar sebagi sakawanan bidadari
jang lagi asik berdansa dengen pakean serba idjo.
Waktoenja tengah hari panas kentjeng, kita bisa
lindoengan diri dari serangannja hawa panas sembari
berdoedoekan menedoeh di bawahnja bajangannja
poehoen-poehoen besar sembari dengerin berkritjikannja aer soengei jang saolah-oiah sebagi tangisannja
satoe kekasih jang diloekaken hatinja.<noinclude></noinclude>
71bvlnoqluyrr2y4rmv7oinetzr0i31
Halaman:Korban Boedi.pdf/34
104
112455
316730
311527
2026-08-30T12:16:49Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316730
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 32 —}}</noinclude>,,Hasmarandana" jang terkenal. Begitoe merdoe dan
empoek sekali tekoekannja soeara itoe, dan saban-
saban di barengin sama berkerotokannja tjaba ng-tja-
bang poehoen toeri jang dipotong sebagi djoega
oekoerannja lagoe.
Soejati, satoe gadis desa dengen pakeannja jang
saderhana kaliatan lagi asik bekerdja sembari menjanji
menjanji. Penghidoepan di pedesan jang tentrem ke-
tambahan memang hatinja itoe gadis soeka bergoem-
bira, bikin ia soeka sekali liwatken temponja dengen
menjanji-njanji.
Selang tida lama kamoedian, koetika ia soeda
selesiken pakerdjahannja dengen moeloetnja masih
teroes menjanji-njanji, ia berdjalan poelang dengen
tangannja memandang ketjipir jang ia baroe petik.
Koetika ia berdjalan sampe di dekatnja itoe koeboeran
Tionghoa Soejati kaliatan merandek sabentaran, sebab
pemandangan matanja tertarik boeat mengawasin satoe
djedjaka Tionghoa jang roepanja lagi asik lajangken
pikiran di sampingnja Itoe koeboeran.
,,Oh, 'ba Tjin Liang," menegor Soejati dengen
soearanja jang lemboet, sebab ini gadis Indonesier
soeda lama kenal pada Tjin Liang, karna iboe tirinja
ada bekerdja sebagi pendjaga koeboeran pada Eng
Hoei, begini waktoe kaoe soeda dateng ka koeboeran.
Apa kaoe koeatir oedjan angin riboet jang semalem
toeroen membawa anjoet ini koeboeran ?"
"
,Boekan begitoe, jati." djawab Tjin Liang dengen
sedikit mesem, "begini waktoe akoe soeda dateng ka
ini tempat, sebab akoe rasaken di sini ada lebih menje-
nangken dan menentremken pikiran."
Apa betoel kaoe poenja bitjara dengen sasoeng-
goenja, 'ba? Kaloe betoel itoelah heran, akoe sering<noinclude></noinclude>
pzntmyqnbxajes7zvkg019lwewh9nc3
Halaman:Korban Boedi.pdf/33
104
112456
316732
311528
2026-08-30T12:18:18Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316732
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 31 —}}</noinclude>mata, kaadahannja itoe desa masi soenji di sitoe tjoema
kadengaran njanjiannja boeroeng-boeroeng jang merasa
girang deiigen datengnja fadjar, teroetama soearaiija
boeroeiig „Sri Ooenting" jang njaring dan moeioek
kadengeran, berboenji tida brentinja di sapoetemja itoe
tempat pakoeboeran jang saoiah-oiah masih njenjek
dalem kapoelesannja.
Begitoe memang djadi kebiasa'an di waktoe fadjar
dari pedesan, segala apa jang tertampak ada sänget
njamam dan menemtrenken hati, hingga goblok sekali
kaloe orang tjoba boeang pikiran jang roevvet ka tem
pat keramean, sebab disitoe marika tida aken dapet
katentreman pikiran jang sampoerna; kaloe kadjadian
djoega hatinja bisa terhiboer, tentoe marika poenja
berdoeka tida sewadjarnja, alias berdoeka kepingin
„tontonnan". Dari itoe dinasehatken, kaloe orang jang
betoel-betoel maoe menentremken pikiran jang roewet,
lebih baik orang pergi ka pedesa'an, penoelis brani
tanggoeng seratoes procent, maksoednja aken berhasil
dengen sampoerna.
Sekarang kita kombaii sama keadahannja desa Kra
ton jang berbangkit poela dari mengasonja. Pendoedoek lelakinja jaag kebanjakan toentoet penghidoepan
djadi djongos, kaliatan pada moelai berangkat menoedjoe tempat kerdjahannja dengen roepa goembira.
Pendoedoek prampoeannja jang kebanjakan toentoet
penghidoepan dengen
membatik atawa oesahaken
kebonan, ada jang lagi asik bikin api boeat kerdjaken
batikannja, ada djoega jang menenteng arit masoek
ka dalem kebonnja.
Pada itoe sa'at di tengahnja satoe kebon katjang
dan ketjipir jang baroe ditanemin hingga mengoendjoeken satoe pemandangan jang indah ada kadengeran
merdoenja satoe soeara jang sedeng njanjiken lagoe<noinclude></noinclude>
eidhdp2qchw0pd530rfx8tl5n1eb592
Halaman:Korban Boedi.pdf/32
104
112458
316731
315151
2026-08-30T12:17:06Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316731
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 30 —}}</noinclude>matanja. Tapi itoe njonja tida bisa berboeat laeii dar!
pada hiboerin poetranja, agar tida terlaloe menoeroetin hatinja.
Begitoelah sedari terdjadinja itoe gontjangan heibat
dalem hatinja, Tjin Liang poenja tingka iakoe djadi
banjai< berobah, i<aioe doeloe ia bisa diseboet sebagi
satoe djedjaka jang goembira, dalem segala oeroesan
berkerdja dengen p'^noeh soemanget, sekarang djadi
sebaliknja. Sekarang orang tida perna liat lagi itoe
senjoeman manis jang biasa tersoengging di antara
bibirnja jang merah, klakoeannja poen selaloe lesoe
dan soeka doedoek bengong terlongong. Eng Hoei
jang menjinta pada itoe keponakan, diam-diam merasa
heran, tapi ia tida taoe betoel apa jang menjebabken
perobahannja itoe keponakan, sebab kaloe ia, tjoba
tanjaken sebabnja, Tjin Liang selaioe djawab dengen
goleng kepala dan mengclah napas.
Boeat hiboerken sedikit hatinja jang sangat pepat,
Tjin Liang soeka liwatken temponja jang senggang
doedoek termenang-menoeng di samping koeboeran
ajahnja jang terletak di Kraton.
Kraton ada satoe desa jang terletak di sabelah
koelonnja kota Tegai. Dalem itoe desa tanahnja se
bagian digoenaken boeat kebonan atawa tempat koe
boeran oleh familie familie Tionghoa hartawan, sebab
dengen membeli tanah kosong di sitoe, orang djadi
bisa koeboer mait-mait familienja dengan berkoempoel.
<section end="4" />
<section begin="5" />
{{rh||V.
GADIS DESA.
-0-}}
Malaikat pagi jang asik membeber sajapnja bikin
desa Kraton lapat-Iapat tertampak di pemandeiigan<noinclude></noinclude>
2vwhfvwa37ia65ezxccqjhetfck4rpf
Halaman:Korban Boedi.pdf/31
104
112459
316733
311531
2026-08-30T12:18:35Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316733
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 29 —}}</noinclude>gaga sabagi satoe laki-laki sec'jati! tapi akoe sänget
tida moefakat kapan kaoemati memboenoe diri sebab
itoe tjara sering tjoema diambil oleh orang-orang jang
tjoepet dan pengetjoet boeat hadepin segala kasoekeran
jang Toehan sengadja tempatken dirinja sebagi pertjobahan atas Wategoehan hatinja.
„Iboe apatah kedoea diseboet pengetjoet? kata
Tjin Liang sasoedanja tersedar dari kasesatannjó mendengerin perkatahan perkata'an. Sekarang akoe soeda
mendoesin dan akoe berdjandji tida nanti iakoeken
itoe perboeatan pengetjoet Tapi boeat menoeloeng
kadoekahan'koe, akoe pikir lebih baek akoe Iakoeken
poetoesan jang kadoea, jaitoe pergi mengoembara.
Kaloe akoe pergi mengoembara, seiaennja akoe bisa
hiboerken hati jang terloeka djoega akoe bisa dapet
banjak pengalaman dan pengatahoean di loearan."
„Liang, sabetoelnja akoe bisa setoedjoe sama itoe
pikiran, kaloe sadja kita poenja kedoedoekan tida
seperti sekarang, kaoe taoe sendiri kita telah meneri
ma boedi kebaekannja kaoe poenja'ngkoe berat sekali
hingga begimanatah ia nanti anggep tentang brentimoe
dari itoe pekerdjahan di mana sekarang kaoe diwadjibken djadi pengoeroesnja ? la jang tida taoe betoel
doedoeknja perkara, tidakah nanti hisa salah doega
kaoe poenja berlaloe sabetoelnja maoe tjari kadoedoekan jang lebih baek? Ini hal kaoe moesti pikir
dengen tertip."
„Ja, apa boleh boeat iboe, kata poela Tjin
Liang pada s&sotdanja sakean lama doedoek berpikir
kepaksa akoe moesti tetep berdiam, di sini maski
djoega itoe berarti penghidoepaiikoe aken djadi roesak
atawa aken djadi lebih pendek, kata ia dengen soeara
getir hingga bikin itoe iboe ampir sadja djatoken aer<noinclude></noinclude>
isu5isrd869oqcmxlnshvc9hv5mtxbf
Halaman:Korban Boedi.pdf/30
104
112463
316734
311535
2026-08-30T12:19:03Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316734
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 28 —}}</noinclude>boeat kenangan pada waktoe malem akoe boeat
impian ?"
Kombaii itoe iboe kaliatan djadi bingoeng, lama
djoega baroe kedengaran la berkata lagi ;
„Tapi kaoe toch moesti mempoenjai kakerasan
hati, anak, kaoe ada satoe lelaki; satoe lelaki haroes
mempoenjai kakerasan hati, kaloe tida, itoelah boekannja laki-laki lagi."
„Apa maoe dikata, iboe, sebab hatikoe soeda lama
antjoer leboer di bawah pengaroe sorot matanja Lian
Nio; iboe apa kaoe tida ada laen daja ?"
Boeat kasekean kalinja itoe iboe toendoeki moekanja dan tinggal boengkem.
„Sekarang akoe dapet pikir satoe djalan, iboe, kata
Tjin Liang jang pikirannja moelai djadi sedikit terang;
boeat loepaken itoe peringetan akoe moesti brangkat
mati atawa pergi mengoembara, sebab kaloe lebi lama
akoe berdiam di sini, akoe koeatir kesengsara'an aken
menimpa lebih heibat."
„Kaoe gila, Tjin Liang," Kata sang iboe dengen
roepa terharoe. „Kaoe maoe korbanken diri lantaran
gagal dalem pertjintahan ? Helaas, anak, apatah dalem
ini doenia jang fanah tjoema pertjintahan sadja jang
bisa dilakoeken oleh satoe anak laki laki ?"
„Tapi apatah lagi jang akoe moesti kerdjaken. iboe?
Akoe soeda tida poenja pengharepan atawa kagoembirahan, maka akoe ambil poetoesan boeat iakoeken
salah satoe dari itoe doea pikiran."
„Itoelah ada perboeatanja satoe pengetjoet ! Kaoe
tida inget itoe pepata jang membilang : Lebih baik
sepoeloeh kalih mati di medan paperangan dari pada
mati boenoediri. Kaloe kaoe binasa dalem peperangan
akoe tida doekahin anak, malah akoe bergirang dan
dan bangga jang satoe darah dagingkoe bisa berlaloe<noinclude></noinclude>
5f258iovzixr83rk3tzgizamomjph7e
Halaman:Korban Boedi.pdf/29
104
112467
316735
311540
2026-08-30T12:19:20Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316735
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 27 —}}</noinclude>Doeloe djoega akoe perna peringetken kaoe; kaloe
maoe memilih boengah boeat riasin hatimoe, pilihlah
sadja bcengah melati, jang maski kaliatannja ada
sänget saderhana tapi ada menjimpen satoe kamoeliahaii
jang oetama, tapi kaoe tida dengerin itoe,
sebaliknja kaoe tjoba petik boengah mawar, hingga
sekarang sasoedanja kena ketoesoek saira doeri doerinja jang tadjem, baroe kaoe menjesel dan penasaran.
"
lboe............
ach
"
„Kenapa kaoe boeat penasaran, anak ?"
„lboe, ma'afkenlah akoe. Dalem segala oeroesan
maski oeroesan jang begimana besar—barangkali akoe
ada
mempoenjai tjoekoep kategoehan hati ; tapi
dalem ini oeroesan akoe menjera kala,
akoe ra
saken soemanget dan toeboekoe ada sänget lemah,
maka harep kaoe tida terlaloe salahken akoè. Djoega
sebab kaoe tida taoe iboe, begimana itoe perasa'an
soeda mengoerek dalem sekali di antara hati koe,
siang dan malem akoe tida bisa loepaken itoe
akoe lebih soeka, iboe, oepama kasihken sebagian
toeboekoe boeat dipotong dari pada moesti teroes
menanggoeng ini kasengsarahan, maka iboe adoeh,
toeloenginlah akoe
"
N'jonja Bin Liong jang biasanja bisa berlakoe sabar,
pada itoe waktoe tida oeroeng oendjoeken roepa bingoeng dan terharoe,
„Tapi, anak, menjesel akoe tida bisa berboeat apa
apa selaennja minta kaoe tegoehken hati boeat ioepaken itoe oeroesan, sebab akoe taoe tjoema ada itoe
satoe djalan sadja jang bisa hindarken kaoe dari
bahaja !"
„Iboe, adoeh," meratap itoe anak moeda dengen
roepa poetoes harepan. „Begimana akoe bisa loepaken
itoe kedjadian jang pada waktoe siang akoe biasa<noinclude></noinclude>
oy0quxdp22wamfkn3jbd5gyrjmbchm3
Halaman:Korban Boedi.pdf/28
104
112468
316736
311541
2026-08-30T12:19:45Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316736
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 26 —}}</noinclude>poenja batin tida bisa imbangin kameiiteraiigan 'moe
jaiig di laliir."
Lian Nio toendoeki moekanja, ia tida brani djawab
atawa pandang paras moekanja itoe orang moeda.
Tjin Liang poen tida maoe berdiam lebih lama di itoe
tempat jang bisa kiamatken hatinja, dengen tindakan
sedikit iimboeng ia berdjalan pergi menoedjoe ka
paviljoen.
Sesampenja dalem kamar tidoer Tjin Liang lantas
bantingken dirinja di atas pembaringan, menangis
tersedoe-sedoe, itoe soeara sasenggoekan jang santer
dengen lantes bikin kaget iboenja jang lagi asik bi
kin koewe diroemah samping hingga dengen tersipoe-sipoe ia dateng menjamperin.
„Kaoe kenapa Tjin Liang ? Tida oedjan tida angin
menangis begitoe roepa?' menanja sang iboe.
„Iboe, iboe, akoe merasa sangat penasaran dihinakén orang," kata Tjin Liang dengen seroe.
„Siapa jang menghinaken, anak? loetoerkenlah,
siapa dan kenapa kaoe djadi dihinaken?"
„Lian Nio itoe gadis jang kaiiatannja lemah-lemboet bisa hinaken akoe, iboe. Akoe ampir tida bisa
pertjaja, tapi toch soeda kedjadian, iboe.
„Dan selandjoetnja Tjin Liang lantas tjeritaken satoe per satoe
perhoeboengannja sama itoe gadis, sahingga baroesan ia dihinaken.
„Oh, anak," kata itoe iboe dengen sabar, pada
sasoedanja denger habis penoetoeran poetranja, „kaoe
merasa penasaran kaloe maksoed hatimoe ditolak ?
Tapi itoelah ada salahmoe sendiri, sabelonnja bertin
dak boeat tjoba tjaplok itoe remboelan kaoe moest!
inget doeloe kadoedoekan dirimoe tapi kaoe memboeta, hingga hasilnja poen tjoema kegagalan sadja.<noinclude></noinclude>
0z3pacsnd2zjfpmyh285yjbhuvtd6zn
Halaman:Korban Boedi.pdf/27
104
112471
316737
311546
2026-08-30T12:20:05Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316737
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 25 —}}</noinclude>jaiig sedeng kasepian kaliatan lagi berdoedoek di
soeatoe batoe sendirian.
„Lian, moeiai ia dengen peiahan dan doedoek di
sampingnja, hingga bikin itoe gadis djadi sänget kaget,
„apa kaoe banjak baek dalem ini berapa hari ? '
„Trima kasi, akoe ada waras, „djawab itoe gadis
dengén pendek, hingga soeda bikin Tjin Liang poenja
rasa mendongkol djadi semingkin besar, maka ampir
pada itoe waktoe djoega ia berkata lagi .
„Lian, akoe tida mengarti, kenapa dalem berapa
boe'ian in kaoe kaliatan banjak berobah, kaoe seka
rang roepanja soengkan berdekatan sama akoe. Kaoe
membeiitji akoe? Tajji apatah sebabnja maka kaoe
perlakoeken akoe begitoe matjem ?"
„Kaloe akoe tida salah inget, doeloe kaoe sering
beroending : satoe orang jang berotak moesti bisa
lekas robah pikirannja dengen moenoeroetin aliran
keada'an. Kaloe tida, marika poenja kepala ada kepala
kalde. Tapi toch kaoe bisa merasa heran jang seka
rang akoe robah pikiran jang doeloe."
Mendenger itoe perkata'an seperti mendadak kena
digoejoer oleh satimba aer dingin Tjin Liang djadi
melengek, lama djoega baroe ia bisa berkata lagi :
„Baeklah, Lian.-Tapi kaoe moesti kasi alesannja,
baroe akoe bisa merasa poeas."
„Akoe pikir tida perloe kasi itoe alesan, tjoekoep
kapan kaoe diingeti, jang kaoe tida ada hak boeat
paksa akoe pegang tetep itoe perdjandjian anak-anak."
„Lian, kaoe taoe akoe poen tida ada begitoe renda
boeat memperkosa hatinja satoe prempoean. Sekarang
akoe tjoema menjesel kenapa doeloe akoe kena dibodoken sama anggepan sendiri, anggep kaoe ada
sanget moelia dan berboedi, dengen sabetoelnja kaoe<noinclude></noinclude>
bw2qge0wk3xoxejgrclquf1dpehqu4a
Halaman:Korban Boedi.pdf/26
104
112473
316738
311548
2026-08-30T12:20:20Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316738
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 24 —}}</noinclude>renggang, sebab biar poen Tiang Lok tida brani me-
larang itoe gadis bergaoel pada Tjin Liang, tapi dengen
samar ia oendjoek itoe rasa tida senang.
Soeatoe hari koetika Tiang Lox dateng mengoen-
djoengin dan dapet liat Lian Nio sedeng doedoek
beromong sama Tjin Liang, ia lantas oeroengin itoe
koendjoengan malah sampe berapa hari sebagi protest,
ia tida oendjoek moekanja Lian Nio jang hatinja soeda
kena terdjebak djadi kabingoengan, dar koetika ia
menegor kenapa berapa hari itoe ia selaloe tida maoe
dateng Tiang Lok lantas menjindir.
,,Di sini toch soeda ada Tjin Liang jang menemeni,
perioe apa akoe dateng menggretjok!"
Sadjek itoe waktoe Lian No djadi mengarii jang
Tiang Lok tida senang liat ia bergaoel pada Tin Liang,
maka boeat menjenangken hatinja itoe kekasih baroe
sebrapa bisa ia djaoeliken diri dari Tjin Liang.
Tiang Lok jang anggep Tjin Liang sebagi satoe
saingan sengadja goenaken koetika baek bɔeat pisah-
ken itoe doea orang moeda, maski djoega Tjin Liang
tida pernah njataken pada siapa djoega jang ia ada
menjinta pada itoe gadis.
rjin Liang jang boekannja patoeng atawa batoe
jang tida merasa, pelahan-pelahan poen rasaken djoega
itoe perobahan dari Lian Nio, tapi ia tida bisa ber-
boeat laen dari merasa heran dan mengelah napas.
Berapa kali ia kandoeng niatan boeat tanjaken piki-
rannja itoe gadis, tapi saban kali ia moesti foenda itoe
maksoed, sebab Lian Nio sekarang soesa sekali di
ketemoekennja.
Pada soeatoe sore koetika ia soeda merasa tida
tahan boeat simpen lebih lama itoe gandjelan hati,
ia lantas pergi tjari Lian Nio di kebon belakang. Ini
kali Tjin Liang poenja maksoed berhasil, Lian Nio<noinclude></noinclude>
4finw0m9n3ghu90nz3tpyvnad2gpsk9
Halaman:Korban Boedi.pdf/25
104
112474
316739
311549
2026-08-30T12:20:34Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316739
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 23 —}}</noinclude>pande djoeal laga seperti Tiang Lok, laginja Tiang
Lok ada pladjaran sekoia Blanda hingga sanget menjotjokin kainginannja.
Djoega t'jata Tjin Liang jang pendiatyi sebetoelnja
lida soeroep boeat bisa menjotjokin dirinja jang gemar
sama plesiran, maka djoega Tiang Lok gampang sekali
ambil over kadoedoekannja, sebab saban diadjak pergi
pasiar atawa menonton, tida seperti Tjin Liang jang
soeka gojang kepala, Tiang Lok selaloe bisa mengiringken, malah kaloe itoe gadis tida niat Tiang Lok
sendiri jang timboelken itoe soeal, hingga tida heran
lagi ia poenja perhatian pada Tjin Liang djadi dipindahken pada itoe orang moeda jang ternjata bisa sekali
mengambil hatinja.
Demikianlah pelahan dengen pelahan mengandel
sama ketadjeman lidanja Tiang Lok bikin revolutie
dalem hatinja Lian Nio jang tadinja ada saderhana
lantaran pengaroenja Tjin Liang. Sekarang orang liat
ia tida betah berdiam di roemah, saban ada waktoe
senggang tentoe pergi pasiar berdoeahan sama Tiang
Lok. Ajah dan iboenja jang terlaioe kasi hati pada
itoe poetri toenggal, diam diam tjoema bisa rnengeloeh.
Itoe gadis poenja perlakoean pada Tjin Liang poen
banjak berobah, doeloe kaloe satoe hari sadja ia tida
bertemoe pada itoe orang moeda, ia soeka merasa
kasepian. Tapi sekarang, maski antero minggoe Tjin
Liang tida oendjoek moeka, ia tida ambil perdoeli
sama sekali, malah kaloe satoe sebab bikin ia kepaksa
beroeroesan sama Tjin Liang, ia lakoeken itoe dengen
roepa ogah-ogahan. Lian Nio poenja sikap jang ba
njak berobah sebetoelnja ada sebabnja, ia merasa
koeatir doedoek beromong sama Tjin Liang kerna
takoet dapet diliat oleh Tiang Lok, hingga bisa mem
bikin ia poenja perhoeboengan sama Tiang Lok djadi<noinclude></noinclude>
8cutgozq1tdbw0h1jfhqqhdm4sm1w9f
Halaman:Korban Boedi.pdf/24
104
112475
316751
311550
2026-08-30T12:24:10Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316751
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 22 —}}</noinclude>sekola di Handelschool Soerabaja, Tiang Lok ampir
dioesir dari roemah pergoeroean, sebab ia telah djadi
lantaran jang lelah membikin moerid moerid prempoean bersetorian.
Lian Nio jang tjantik dan ada djadi poetrinja satoe
hartawan, dengen lantas menarik keras perhatiannja
Tiongkok dan berdaja boeat goenaken keijakepan dan
ketadjeman lidanja mendjebak hatinja iloe nona moeda.
Begitoelah saban kali ia bertemoe pada Lian Nio, selamanja ia berlakoe loear biasa hormat dan sebrapa
bisa kaloearken antero kepandeannja boeat menarik
perhatiannja itoe gîdis itoe daja djadi begitoe gam
pang berhasilnja, sebab seperti soeda dikata, Lian Nio
ada berhati lemah, ia gampang berlakoe menoeroetin
pengaroe d^ri laen orang jang lebih koeat. Sekarang
saban sore atawa pada hari vry Tiang Lok soeka
djoeal obrolannja pada itoe gadis dengen berlakoe
setjara familiar. Tjin Liang jang berhati djoedjoer ting
gal tida mengopeni, sedeng Eng Hoei lantaran menginget sama itoe perhoeboengan familie soeka antepin
sadja itoe kadjadian, maski pada bermoelanja ia merasa
sedikit kaberataii kaloe Lian Nio berialoe bergaoel
sama Tiang Lok jang ia tida begitoe soeka.
Lantaran pandenja Tiang Lok djoeal laga di hadepannja itoe gadis, dengen lantas perhatiannja pada
Tjin Liang dipindahken pada Tiang Lok, seperti doeloe
ia ada rasaken terhadep pengaroenja Tjing Liang,
sekarang kaloe Tiang Lok satoe hari sadja tida bisa
dateng mengoendjoengin, tentoe Lian Nio djadi sanget
kasepian dan soeka berlakoe oering-oeringan. Pada
waktoe sendirian Lian Nio soeka tjoba bikin perban
dingan antara dirinja itoe doea orang moeda, dan
poetoesannja, Tjin Liang ada lebih bawah dari Tiang
Lok, sebab Tjin Liang jang djoedjoer tentoe sadja tida<noinclude></noinclude>
cyyy2d0ll994ozwumfe77r9mzhufn6p
Halaman:Korban Boedi.pdf/23
104
112476
316750
311551
2026-08-30T12:24:02Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316750
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 21 —}}</noinclude>'nkoenja, dalem itoe peroesahan kamoedian ia' diwadjibken djadi peiijioeroesnja, sebab Eng Hoei diam diam me'
rasa keiarik sama kapintaran dan kedjoedjoerannja itoe
keponakan. Dan soeda oemoemnja dalem peroeSaliannja oiang Tionghoa pakerdjahan selaloe ditjampoer
adoek seperti tjapijay, orang jang mendapet kapertjajahan selaloe dikasi koeadjiban jang pjling berat, ia
moesti meratigkep segala kerdjahan jang penting de
ngen berbareng. Directeur tevens toekang pak eet (Corr.
Kassier bisa dianggep penting dalem soeatoe pe
roesahan, dan pada satoe kali itoe kasier telah bikin
tekorr, Eng Hoei ian:as sadja wadjibken Tjin Liang
merangkep djoega itoe kerdjahan. Orang bisa bajangken sendiri bagimana repomja itoe pamoeda poenja
pakerdjahan jang sänget banjak, tapi iapoenja paman
sama sekali tida maoe ambil poesing.
Sebagi temen kerdjanja Ijin Liang dapet kawan
Tiang Lok, salah satoe keponakannja njonja Eng Hoei
sebagi Boekhouder. Tapi soenggoe sial, pada itoe te
men kerdja Tjin Liang tida bisa dapet keakoeran. Tiang
Lok jang bertabeat dengki dan soeka mengadoe jang
boekan-boekan boeat tjari moeka, menerbitken, boekan
sadja Tjin Liang poenja rasa tida soeka, tapi seantero
tei^ien kerdjanja djoega merasa bentji pada itoe orang
moeda. Tiang Lok jang mengiri sama kedoedoekannja
Tjin Liang diam diam mentjari segala alesan boeat
memboesoeki adresnja itoe orang moeda dihadepannja
Eng Hoei, tapi Eng Hoei jang tjoekoep berpikir tida
garni pane-gampang kena di^lomotin
Tiang Lok bisa diakoeh ada satoe anak moeda
jang menarik, selaennja ia mempoenjai paras jang
tjakep djoega ia mempoenjai tabeat jang djinaka, hing
ga gadis gadis jang masi idjo dengen gampang bisa
terdjebak oleh laga lagoenja. Doeloe waktoe ia masi<noinclude></noinclude>
djllk0jhqsrcpvw2gg5q1obymz3q3te
Halaman:Korban Boedi.pdf/22
104
112478
316749
315143
2026-08-30T12:23:50Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316749
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 20 —}}</noinclude>keadahan ada separo sedar separo mengimpi, ia baroe
inget poela keadahan dirinja koetika dengen mendadak
Tjin Liang tarik tangannja hingga ia djato roeboe di
dadanja itoe anak moeda, dan dengen jepet Tjin Liang
kasi ia berapa tjioeman jang sedep.
Ja, ja sekarang akoe taoe, berbisik Lian Nio sem-
bari teroes rebahken kepalanja di atas dadanja," kaoe
poenja mendongeng tadi sabetoelnja ada maksoednja."
,,Tentoe, Lian, orang tjape toch ada oepahnja; akoe
merasa girang jang kaoe sekarang bisa berlakoe royal,
doeloe maski boeat penoehken djandji kaoe soeda
lanias lari terbirit-birit koetika akoe minta persen satoe
tjioeman. Dan kaoe taoe apa sebabnja?"
,,Sebab sekarang akoe menjinta kaoe, 'nko, ber-
bisik Lian Nio sembari sesepken moekanja, jang be-
robah djadi semingkin merah, di antara lengennja itoe
orang moeda jang mengoendjoek oerat oerat jang
koewat. Tjin Liang dongaken kepalanja memandang
langit jng tinggi dan loewas lakoenja seperti orang
jang hatoerken trima kasi pada Toean jang maha moelia.
Pada itoe sa'at marika berdoea tjoema rasaken
kaberoentoengan meloeloe. Dalem ini doenia jang
fanah, marika rasaken tjoema ada marika berdoea-
han sadja!
<section end="3" />
<section begin="4" />
{{rh||IV.
TABEAT MANOESIA.
-0-}}
Doea taon kamoedian.
Doenia teroes terpoeter boeat memenoehken koea-
djibannja dengen membawa djoega banjak perobahan
jang tida terdoega. Tjin Liang sekarang soeda brenti
sekola, sekarang ia bekerdja membantoein peroesahan<noinclude></noinclude>
6s9zgarw6oghumdnz3ivq11mq0wk8o2
Halaman:Korban Boedi.pdf/21
104
112480
316748
311557
2026-08-30T12:23:38Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316748
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 19 —}}</noinclude>tida halal toch sama sekali tida orang boeat kaberataii,
dengen sengadja orang toelikeii koeping dan boetaken
mata. Tapi sebaliknja, seorang jang berboedi dan ber
harga mendapat perindahan, oleh karena tida mem
poenjai harta jang bisa membikin silo orang poenja
mata, tida ada satoe koetjing atawa andjing jang maoe
ambil perdoeii padanja."
„Tapi kaloe akoe tentoe tida bikin itoe matjem
perbedahan."
„Kaloe begitoe kaoe aken memilih siapa, Lian ?"
„Ach, kenapa kaoe tanja begitoe?" Berbalik menanja itoe gadis dengen paras moekanja berobah merah.
„Sebab akoe kepingin tsoe."
„Tapi akoe tida taoe. djawab itoe gadis sembari
bertoendoek. Tjin Liang awasin itoe paras moeka jang
ditoendjoeken dengen tida bisa merasa poeas.
„Apa kaoe aken memilih jang miskin atawa jang
hartawan ?"
„Kenapa kaoe begitoe melit, 'nko. Ach, lebih baek
kita bitjaraken laennja meminta itoe gadis sembari
teroes bertoendoek; ia rasaken tida ada tenaga boeat
bentrok sorot matanja itoe orang moeda jang berpengaroe, diam diam ia merasa heran, kenapa sekarang
ia merasa maloe kaloe diawasken oleh Tjin Liang.
„Lian, akoe rasa lebih baek akoe bitjara teroes
terang, sebab akoe soeda tida sanggoep boeat simpen
lebih lama itoe perasa'an jang bertambah hari djadi
bertamba besar. Ma'af. Lian, kaloe ini djam akoe njataken jang Akoe tjinta pada kaoe , tjintaken
kaoe dengen satceloesnja hati dan sagenap djiwa."
Sakoetika itoe, saperti mendadak kategoehan hatinja
meninggalken dirinja dengen tida merasa Tjin Liang
pegang tanggannja itoe gadis jang sedikit bergoemeter
dan tjioem itoe. Lian Nio kaliatan manda, ia poenja<noinclude></noinclude>
7u13f5pefp520nh4bpmisoqjg5tfywb
Halaman:Korban Boedi.pdf/67
104
112481
316752
311558
2026-08-30T12:25:46Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316752
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh||― 65 ―|}}</noinclude>Lian Nio tida tahan boeat teroes dengerin itoe ratapan jang sepata-sepatanja ada ibarat piso raoet menoesoek hatinja. Lian Nio tentoe aken djato kadjengkang lantaran kakoeatan hatinja tinggalken dirinja, kaloe tida begitoe kabetoelan Tiang Lok jang bersama ajah dan iboenja dateng ka sitoe, sanggap ia dari belakang. Tiang Lok maoe menanja, tapi lebih siang Lian Nio soeda taro djeridji di bibirnja hingga bikin itoe orang moeda djadi boengkem. Kamoedian dengen tindakan lemah Lian Nio lantas samperin ajahnja.
„'Pa kaoe tjoba dengerin 'nko Tjin Liang jang meratap lantaran penasaran dan mengadoe sama lethio.
„Apatah itoe memang soeda djadi nasib peroentoengankoe jang tjilaka, pa? „Kadengeran lagi ratapannja Tjin Liang” maka sang nasib roepanja begitoe kedjem menindes padakoe? akoe tjoba melawan itoe gentjetan, tapi akoe tida bedaja. Akoe soeda merasa poetoes harepan boeat dapet taoe itoe orang jang mimpitenah, akoe denger orang jang soeda mati
soeka mempoenjai aloes jang sakti, kaloe bener, 'pa, toeloenglah oendjoekin akoe itoe binatang jang begitoe kedjem. Tapi ach, meladjoetken Tjin Liang sembari dongaken kapalanja, „Kenapa kaoe diam sadja, 'pa? Kaoe soengkan tjapeken diri? Kaloe betoel, baeklah kaoe tarik sadja njawakoe soepaja ini lelakon lantas tamat. O, sakit rasanja hatikoe.....”
Sakoetika itoe, seperti mendadak pemandangan matanja dapet liat apa apa. Tjin Liang lantas dongaken kepalanja dan oeloer tangannja seperti maoe mendjambret kamoedian dengen roepa lemes ia mendjoera hingga kepalanja menempel di platarannja itoe koeboeran. Eng Hoei jang tida tahan meliat itoe pemandangan lantas dateng menjamperi sembari {{hws|memang|memanggil}}<noinclude></noinclude>
aodo1j4ml94cxpxn5av23r3qu6sr388
Halaman:Korban Boedi.pdf/62
104
112482
316742
311559
2026-08-30T12:22:02Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316742
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 60 —}}</noinclude>,,Lebih betoel kapan dibilang kaoe tida maoe bi-
tjara teroes terang.
Tjin Liang berdiam.
,,Soenggoe, 'nko Tjin Liang, segala orang aken
anggep begitoe, kace tida pertjaja? Kaloe kaoe ada
poenja katja, kaoe boleh liat itoe roepa koesoet dan
poetjet jang penoeh meroeboengin paras moekamoe.
Akoe sering denger penjakit berdoeka jang paling
seroe mnnjerang orang moeda tjoema ada sato, ja-
itoe: LOVE alias tjinta. Apa hatimoe kena terpanah
oleh panahnja Amor jang djail?
moekanja itoe sobat dengen heran, sebab sebagian
doegahannja ada bener.
,,Akoe taoe, 'nko Tjin Liang, Kata lagi Djin Gie
jang liat itoe sobat berdiam, dengen ini pertanjahan
jang berarti membongkar resia hatimoe, tentoe aken
mendjangkitken poela itoe rasa tjilaka. Dan kaloe
akoe boleh menasehatin kaoe, 'nko, lebih baik kaoe
djangan terlaloe teroetin kalemahanja sang hati kaloe
kaoe kena diloekaken oleh satoe nona; lekaslah kaoe
tjari penggantinja, agar itoe loeka djadi tida dirasaken
perihnja lantaran disirem sama laen kagoembirahan.
,,Nko Djin Gie, kane poenja nasehat ada bagoes
sekali, tapi akoe sangsi, kaloe kaoe ambil tempatkoe
apatah kaoe bisa goenaken itoe theorie jang baroe-
san kaoe seboetken ?
Djin Gie jang bertabeat keboeroe napsoe paras
moekanja lantas berobah merah, sebab terkena djitoe-
nja Tjin Liang poenja tegoran. Ia menjesel, kenapa
dengen zonder sebab ia tjari penjakit.
Tjin Liang jang berpikiran loeas sabegitoe lekas
liat itoe perobahan lantas mengarti apa jang sedeng
dipikir dalem hatinja itoe sobat."<noinclude></noinclude>
h0x2b7buvonk6g6e82c90pvppznnam2
Halaman:Korban Boedi.pdf/63
104
112483
316743
311560
2026-08-30T12:22:15Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316743
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 61 —}}</noinclude>,,'Nko Djin Gie, kaoe poenja doegahan jang
baroesan tida betoel seanteronja; kaloe tjoema oeroesan
pertjintahan sadja barangkali tida aken bikin akoe
djadi begini roesak. Kaoe tentoe denger itoe schandaal
kas jang dipertjajaken padakoe?"
„Ja, akoe denger djoega, tapi akoe sengadja tida
bitjaraken itoe oeroesan, sebab akoe tida pertjaja sama
itoe toedoehan."
,,Boeat kaoe, 'nko Djin Gie' barangkali bisa pertjaja
akoe tida berdosa, tapi di fihak laen, teroetama itoe
orang jang diroegiken, apatah bisa soeda sadja? Se-
dikitnja ia toch menaro sangkahan djelek atas kadjoe-
djoerankoe. Betoel ia ada kena familie sama akoe,
tapi kaoe taoe sendiri kebiasahan doenia, membitjara-
ken orang baroe ada familie, tapi dalem oeroesan
oeang tida ada familie atawa sobat. Nah, djoestroe
itoelah jang bikin badankoe djadi begini koeroes, akoe
penasaran, akoe djengkel dan achirnja berdoeka, tapi
pertjoema, sebab akoe tida bisa terangken pokonja
itoe
katekoran. Jang paling mengheranken hatikoe,
koentji ada akoe jang pegang, kenapa oeang bisa
tekort?"
,,Tapi, 'nko Tjin Liang, orang toch bisa goenaken
koentji palsoe!"
Ja, itoe betoel djoega, tapi itoe anggepan toch
pertjoema sadja, kaloe tjoema dibajangken dan diboeat
doega-doegahan. Akoe soeda merasa poetoes harepan,
sebab maski akoe berdaja sebrapa jang akoe bisa,
selaloe itoe ichtiar tida berhasil. Akoe tida taoe pada
siapa akoe moesti seselken; akoe tjoema taoe jang
doenia sabetoelnja tida mempoenjai keadilan......."
",,Kaoe djangan keboeroe poetoes harepan 'nko, di
atasnja segala apa masih ada Toehan jang berkoeasa
dan selaloe soeka melindoengin pada machloeknja jang<noinclude></noinclude>
ie9nu8lb32r2ir9xag4064ewklo7g6m
Halaman:Korban Boedi.pdf/64
104
112485
316744
311562
2026-08-30T12:22:23Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316744
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 62 —}}</noinclude>baek, tapi tida berdaja. Pertjsjalah satoe vvaktoe fentoe
daieiig itoe koetika orang jang berdosa trima hoekoemannja dan kaoe terbebas dari segala toedoehan
djelek."
Tjin Liang tida membanta lagi Djin Oie poen diarn.
Tida iama kamoedian ia permisi poeiang.
Demikianlah Tjin Liang telah liwatkeii penghidoepannja, hari ketemoe hari, dengen kadoekahan dan
penasaran selaloe meroeboengin dirinja. Satoe waktoe
kapan pikirannja sda sedikit gelap lantaran terlaloe
djengkel, ijin Liang pikir lebih baek ia minta brenti
kerdja, tapi itoe pikiran djadi bcejar sendiri, kapan
ia inget tida pantes sekali selagi dalem itoe kedoedoekan ia lantas minta brenti, sebab nanti sebaliknja
itoe toedoehan djadi semingkin tegoe, dan dengen
tida merasa ia seperti mengakoehi kedosahannja dengen
samar. Sebab perloe apa ia moesti menjingkir kaloe
memangnja diri tida berdosa ?
Lantaran adnnja itoe pikiran bikin ia dengen ber
lawanan sama kemaoean hatinja masih teroes berkerdja
seperti . biasa. Kamoedian atas maoenja sendiri jang
sauget, salarisnja saban boelan dipotong f 100.— boeat
toetoep itoe ketekoran. Sebab ia pikir, maski boekan
ia jang gasak itoe doeit, toch ada sepaniesnja ia
jang dipertjajaken dalem pakerdjalian itoe jang meng
ganti, kapan terdapet kekoerangan. Eng Hoei jang
katjoerigahannja pelahan-pelahan djadi boejar, sebab
meliat Tjin Liang saban-saban oendjoek tersiksa sama
terdjadinja itoe incident, djadi memikir jang tentoe
Tjin Liang boekan itoe orang jang lakoeken itoe
penljoerian, maka ia tjoba menolak Tjin Liang poenja
penggantian ; tapi itoe anak moeda memaksa.
Lantaran hatinja solaloe tersiksa Tjin Liang poenja
toeboe poen lantas berobah koeroes dan lajoe dengan<noinclude></noinclude>
f3hutovscoh71mxrrsu7bmebtkzuyl5
Halaman:Korban Boedi.pdf/65
104
112486
316745
315180
2026-08-30T12:22:32Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316745
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 63 —}}</noinclude>tjepet. Njonja Bing Liong jang merasa kasian sama
keadalian poetranja, tida bisa berboeat iaën dari pada
menangis didalem kaiboe, ia sering menghiboeri, tapi
itoe kedoekahan tetep tida maoe menjingkir dari
hatinja Tjin Liang. Itoe iboe jang baek djadi tida
berdaja, apa boleh boeat lantaran ia sendiri tida berdaja boeat terangken pentjoeri jang sabetoeinja dari
iîoe katekoran, njonja Bing Liong tjoema bisa minta
pada keadilannja Toehan dengen djalan saban maiem
bersembajang, meminta soepaja itoe orang jang sabetoelnja haroes menerima hoekoernan dioendjoekan.
<section end="9" />
<section begin="10" />
{{rh||X.
DOENIA ADA KEADILAN?
—o—}}
Hari minggoe pagi.
Langit di sabelah wetan remang-remang koetika
Eng Hoei bersama anak istrinja dan Tiang Lok soeda
berada di kraton. Sebab itoe hari djoestroe penang
galan Imlek mengoendjoek tanggai 15, pendoedoek
Tegal sebagian besar soeka pada koendjoengin koeboeran
boeat bersoedjoet pada familienja jang telah
marhoem. Eng Hoei poen tida terkatjoeali dari itoe
kabiasa'an.
Satoe waktoe Lian Nio jang ketarik sama satoe
boeroeng poejoeh moeda lantas berlari lari mengedjer
ka sana kenari. Lian Nio poenja kepingin menangken
djadi lebih besar, sebab rasanja berapa kalih ia ampir
kena tangkep boeroeng itoe. Begitoelah dengen tida
di rasaken lagi ia djadi terpisah mentjil sendirian
sembari oeber-oeber itoe bosroeng jang lari tjari
perlindoengan mengoepet di soeatoe gombolan roempoet alang-alang. Lian Nio tercas mengoebek, tapi<noinclude></noinclude>
669j8jdiqfigavk8kn6gjyq95x69nxz
Halaman:Korban Boedi.pdf/66
104
112487
316746
311565
2026-08-30T12:22:40Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316746
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 64 —}}</noinclude>maski keringet sarnjje moelai meiigoetjoer itoe boeroeng
jang ditjari tida bisa diketemoeken djoega. Kamoedian
sebab mengira itoe boeroeng soeda lari ke laen
djoeroesan dengen ia tida dapet liat, Lian Nio lantas
maoe kombali, tapi tiba-tiba koepingnja seperti denger
soeara ratapan peiahan tapi metnpiloeken, maka ia
poenja niatan balik kombaii djadi boejar dan terdesek
sama rasa kepingin taoe, begitoelah ia lantas menjelingkir di blakangnja satoe koeboeran boeat mengintip
Tapi ampir sadja Lian Nio bertreak lantaran kaget,
koetika ia dapet kenalin jang menangis ada
Tjin
Liang jang lagi berloetoet di depan koeboeran marhoem ajahnja.
„O, papa . . . . papa, di manatah akoe bisa
ketemoeken kaoeî Akoe merasa djempe, papa, boeat
teroes tinggal di ini doenia jang penoeh kekedjeman
dan kepalsoean. Kaoe tida taoe, papa, jang anakmoe
kena dipitena orang dengen senioea orang roepanja
pertjaja akoe ada begitoe renda. O,
O, di manatah
adanja keadilan? Lian Nio, itoe gadis jang akoe poenja
siang malem dengen seanteronja badan dan njawa
poen bisa pertjaja anakmoe lakoeken, itoe perboeatan.
„Akoe tida betah,'pa, kaloe teroes tinggal hidoep
tapi tersiksa begini roepa, akoe lebih senang berangkat
mati sadja, tapi jang meiidjengkelin hati, adalah maskt
akoe meratap siang malem soepaja dikoerniaken kekematian, toch malaikat maut tida maoe perdoeliken.
Akoe taoe doeloe kaoe ada menjinta akoe, papa, maka
akoe pertjaja kaoe soeka toeloeng kasih akoe kematian. O , papa, kapan, ja, kapan kaoe nanti kasiken
itoe? dan dimana, papa, di mana, akoe bisa ketemoe
ken kaoe? Di sorga atawa di acherat?"^<noinclude></noinclude>
62c2k5so6cs99tpt84w483zccnd18sh
Halaman:Korban Boedi.pdf/70
104
112489
316753
311568
2026-08-30T12:26:29Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316753
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 70 —}}</noinclude>Satoe boelan berlaioe dengen tjepet sekali.
Dalem itoe liga poeloeh hari sebaiiknja djadi semangkin baek Tjin Liang poenja keadahaii djadi lebih
mengoeatirken. Badannja dengen tjepet berobah djadi
sanget koeroes, sedeng moekanja djoega kaliatan sauget
perok; familienja kaliatan soeJa tida menaro pengharepan sama sekali. Sang iboe jang tida berdaja menghiboerin pandang itoe perobahan dengen hati antjoer.
Kaloe membitjaraken orang-orang jang doekahin
keadahan penjakitnja Tjin Liang, Lian Nio teritoeng
djoega. Betoel sekarang ia tida menaro tjinta lagi pada
Tjin Liang, tapi itoe peringetan jang doeloe-doeloe
djadi teringet lagi koetika ia meliat keadahannja Tjin
Liang, apapoela kapan ia bajangken itoe kedjadian di
depan koeboeran. Di dalem poetoes harepannja Tjin
Liang ada seboet-seboet djoega dirinja, hingga ia jang
terdiri dari manoesia djoega, sedikitnia merasa terharoe.
sama ketjintahannja itoe orang moeda, kerna maski ia
soeda persakiti toch masi tetep tjintaken dan hargaken
dirinja, dengen ia sendiri tida mengetahoei. Dengen
terdjangkitnja
itoe rasa terharoe bikin Lian Nio
poenja perlakoean pada Tjin Liang sedikit berobah,
sekarang ia maoe perhatiken djoega boeat dateng
meneiigokin. Tapi, helaas, in! perlakoean boekannja
bikin Tjin
Liang djadi terhiboer, sabaliknja bikin
kadoekahannja djadi lebih besar sadja.
Pada soeatoe sore koetika hawa oedara menoendjoeken gelagat maoe oedjan, dalem roemahnja Eng
Hoei kaliatan sedikit riboet, banjak orang moendar
mandir, teroetama itoe paviljioen di mana Tjin Liang
ada tinggal kaliatan mengoelek hawa kadoekahan
besar sekali. Orang jang kaloear dari itoe paviljioen
semoeanja menoedjoeken roepa poetoes harepan,
sedeng jang maoe masoek mencendjoek roepa koeatir.<noinclude></noinclude>
px04amhrvat6j5ih0uyrkllrv0wau64
Halaman:Korban Boedi.pdf/71
104
112490
316754
311571
2026-08-30T12:26:38Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316754
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 69 —}}</noinclude>Di atas pembaringan kaliatan reba Tjin Liang jang
soeda tida bertenaga, sorot matanja poen kaiiatan
goerem sekali. Njonja Bing Liong jang seperti dapet
firasat tida enak lantas panggil soedaranja dateng
menemeni.
„Liang, Liang," memanggil njonja Bing Liong
pada satoe waktoe, sebab meliat Tjin Liang poenja
ka'adahan jang mengoeatirken, „Liang, ach, djangan
finggalken akoe
"
Kamoedian itoe ratapan ilang di antara tenggorokannja, sebab terhalang sama perasahan jang sauget
sedih.
„Iboe," kata Tjin Liang dengen soeara lemah
sembari tekep dadanja, „kenapa kaoe menangis?"
„Liang, kaoe tega linggalken iboemoe sendirian ?"
meratap sang iboe.
„Perkara mati dan hidoep toch soeda ditoelis
dalem takdir, iboe, maski kita boeat berdoeka atawa
penasaran, tetep tida aken membawa perobahan
apa-apa, maka akoe harep kaoe teroesa begitoe bersedi kaloe adjalkoe sampe."
Tjin Liang berdiam sadjoeroes koetika dapet liat
Lian Nio jang sedeng toendoek soesoeti aer matanja.
„Kaoe bisa toeloeng akoe, Lian, akoe kepingin bitjara
sama 'nko Tiang Lok pada sabelonnja berangkat
meninggalken ini doenia."
Dengen tida
berkata satoe apa Lian Nio lantas
berdjalan kaloear, tida lama kamoedian ia soeda
kombali lagi dengen di ikoet oleh Tiang Lok jang
kaliatan menoendjoek roepa takoet.
„ Nko Tiang Lok." moeial Tjin Liang sembari
pegang tangannja Tiang Lok jang kaliatan sedikit
goemeter, „kaoe ada lebih beroentoeng dari akoe, ja,
itoe barangkali soeda djadi peroentoengankoe jang<noinclude></noinclude>
k55aoi6gseywe9xsg3t8rh2ollh30pk
Halaman:Korban Boedi.pdf/73
104
112491
316756
311583
2026-08-30T12:27:08Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316756
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh||― 71 ―|}}</noinclude>Tatkala meliat pada Tiang Lok dengen tida bisa ditjega lagi Soejati poenja moeka djadi berobah bengis, sedeng iapoenja mata ada mentjorotken sinar jang seperti kilat.
„Eh, menoesia binatang! kenapa kaoe berdiam di sini?“ menegor ia dengan gergeten hingga bikin semoea orang jang berada di sitoe djadi kesima. „Kaoe tida maloe sama kedosahanmoe boeat hadlirin berangkatnja itoe roch jang kaoe soeda pitenah dan keniaja?“
Dapet itoe dompratan sebaliknja oendjoek njalinja jang tida berdosa, Tiang Lok djadi koentjoep. toendoeken kepalanja dengen badan bergoemeteran. Lian Nio jang berdiri tida djaoe kaliatan penasaran, kenapa toendangannja di kataken menoesia binatang, lebih mengheranken lagi kenapa Tiang Lok berdiam sadja seperti lakoenja orang jang berdosa'
„He, kaoe djangan bertingka di sini! kata Lian Nio dengen soeara koerang senang „Kaoe taoe di sini siapa poenja roema?“
„Akoe taoe, nona; tapi lebih doeloe akoe harep kaoe soeka bersabar. Kaoe toch ada djadi toendangannja ini binatang? kata lagi Soejati dengen tida terdoega sembari menoeding pada Tiang Lok, hingga bikin
Lian Nio djadi kemekmak.
„Kaoe teroesa maloe boeat akoehi, nona. Kaloe itoe perhoeboengan belon terlaloe djaoe, akoe nasehatin kaoe poetoesin sadja. Kaoe taoe, di loear taoemoe dan familienja, diam diam ia soeda piara akoe sahingha menoendjoeken hasilnja ini, meneranken Soejati sembari menoendjoek peroetnja. Selandjoetnja ia lantas tjeritaken begimana asal permoelanja ia diperkosa dan lantaran tida berdaja soeda membikin ia manda sadja dirinja diboeat permaenan. Tadinja ia<noinclude></noinclude>
nm8kkjboy51fho0yjt2p8fzblnjwvek
Halaman:Korban Boedi.pdf/72
104
112492
316755
311572
2026-08-30T12:26:49Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316755
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 70 —}}</noinclude>sial, tapi soedalah lebih baek kita tida bitjarakeii itoe
oeroesan. Akoe aken lantas berangkat mati, 'iiko, dan
pada sabelonnja berangkat akoe kepingin memesen
apa-apa pada kaoe boeat dirinja Lian Nio jang doeloe seperti kaoe, akoe poen perna tjintaken padanja,
Akoe harep kaoe nanti bisa bikin Lian Nio djadi
beroentoeng, sedeng akoe, akoe berdjandji nant! dari
iaen doenia aken doaken kaoe berdoea poenja kabeioentoengan
"
Tiang Lok toendoeki nioekanja dengen tida satoe
perkatahan kaloewar dari bibirnja jang goemeteran.
!a merasa lerbaroe sama priboedinja itoe orang jang
sakeari lamanja ia pandang sebagi moesoe atawa
saingan. Lian Nio tjega soeara sasegoekannja dengen
tekep dadanja sakerasnja, hingga itoe toeboe jang
lemes djadi bergojang-gojang. Sampe di sitoe 'ntjek
dan 'ntjin Eng Hoei baroe mendoesin sama perhoeboengannja itoe anak-anak moeda.
Pada sabelonnja orang ilang dari rasa terharoenja
satoe djongos dateng masoek kasih taoe Soejati min.ta
di idzinni tengokin pada Tjin Liang jang ia bilang ada
kenai. Semoea orang berdiam, tapi Tjin Liang lantas
soeroeh itoe djongos silahken Soejati masoek.
Tjin Liarg lebarken matanja jang sedikit goerem
soepaja bisa mengav/asi lebih terang, sebab sekarang
ia liat Soejati ada
hamil
„Soejati apatah akoe tida kliroe meliat, kaoe roepanja soeda bersoeami ? mamanja Tjin Liang dengen
roepa heran.
Boeat samentara Soejati piengosken moekanja, tapi
dengen tida terdoega djadi berhadepan sama moekanja
Tiang Lok jang kaliatan ada sanget poetjat d a n
badannja bergoemeteran.<noinclude></noinclude>
hdv4115va9h2kum1r2tmgdl3kvzrej9
Halaman:Korban Boedi.pdf/74
104
112493
316761
311575
2026-08-30T12:29:20Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316761
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||— 72 —}}</noinclude>tida begitoe, sebab Tiang Lok djandjiken maoe kawin
padanja dengen sah, tapi begitoe lekas merasa bosen
maski ia meratap sembari oendjoeken hasil dari itoe
perhoeboengan, boekanja ia djadi sedar sebaliknja
ia djadi lantas ia toedoeh akoe berdjina hingga dapet
itoe hasil kandoengan.
,,Tjoba nona, kaoe timbang sendiri begimana renda
tabeat dan boedi perketinja ini binatang jang tjoema
tjetjongornja mengoendjoek satoe roepa manoesia."
Seperti mendadak sepoeloeh gledek dateng me-
njamber dengen berbareng Lian Nio djadi kesima dan
awasin Tiang Lok dengen sorot mata mendelong, tapi
itoe djahanam tida brani menjamboetin sorot matanja
itoe gadis.
,,Ini masi belon sebrapa, nona. Toenggoe akoe
nanti bongkar
,,Toetoep kaoe poenja batjot, soendel, treak Tiang
Lok dengen roepa kalap, tapi ia djadi mengkeret
koetika Soejati kaloearken blati dari dalem badjoenja
sembari mengantjem dan berkata :
,,Djangan bergerak atawa akoe nanti lakoeken satoe
pemboenoehan, kaoe djangan anggep semoea prem-
poean ada lemah, gampang dipedajaken dan diper-
mainken."
Tiang Lok djadi koentjoep dan selandjoetnja ber-
diri sebagi patoeng.
,,Kaoe tida taoe keboeasannja itoe manoesia, nona.
Hm! ia lebih boesoek dari satoe boeaja. Setaoe apa
sebabnja pada soeatoe malem ia telah koempoelken
doea pendjahat di dalem roemahkoe boeat lakoeken
pembokongan pada 'ba Tjin Liang jang tida berdosa,
tapi akoe tida bisa diamin ia lakoeken itoe kakedjeman
pada soeatoe orang jang tida berdosa, akoe lantas
kasih taoe pada 'ba Tjin Liang, hingga ia poenja<noinclude></noinclude>
8qdb47127pp5ag0p1k0ghdpgle0b957
Halaman:Korban Boedi.pdf/75
104
112494
316762
311582
2026-08-30T12:29:33Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316762
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh||— 73 —}}</noinclude>ichtiar gagal. Merasa gemes akalnja jang pertama tida berhasil, ia lantas goenaken laen akal, dengen pake koentji palsoe ia soeda tjoeri kas toko jang dipertjajaken pada 'ba Tjin Liang. {{...|6}}“
„Oh, djadi kaoe ada itoe manoesia jang lakoeken itoe pitenahan ?“ treak njoja Bing Liong dengen klap sembari mengoendjoek gelagat maoe menjerang, tapi ia tida bisa landjoetken niatannja sebab ampir pada itoe sa'at djoega Tjin Liang bertreak dan pada sasoedanja mengglisa sabentar lantas berdiam boeat tida bergerak lagi.
Semoea orang djadi riboet boeat menoeloeng, tapi Tjin Liang poenja roch lebih siang soeda melajang.
Di antara itoe semoea orang jang menangis Soejati poen toeroet menangis dengen sedih sembari berloetoet di pinggirnja pembaringan.
„'Ba Tjin Liang boeat saoemoer hidoepkoe akoe bakal tida loepaken kaoe,“ meratap Soejati dalem tangisannja.
Berapa hari kamoedian djinasatnja Tjin Liang dikoeboer dengen tjara saderhana. Antara orang-orang jang menganter ada kaliatan Soejati dan Lian Nio. Itoe doea orang prampoean moeda kaliatan berdjalan dengen berendeng, tapi sepandjang djalan tida ada satoe pata perkata'an jang di tjeritaken. Soejati merasa terharoe sama meninggalnja Tjin Liang jang baek dengen tjara begitoe penasaran. Sedeng Lian Nio poenja diam lantaran menjesel. Ia menjesel soeda tida perhatiken ketjinta'annja Tjin Liang jang besar dan djoedjoer, sebaliknja menjinta pada Tiang Lok jang njata ada satoe djalanan besar.
Terpetjanja itoe resia boesoek bikin Tiang Lok tida ada itoe moeda boeat teroes tjampoerken dirinja dalem pergaoelannja itoe familie. Begitoelah dengen<noinclude></noinclude>
n8zyeqelq4gaq6d3hwp441dhiokquo2
Halaman:Korban Boedi.pdf/77
104
112495
316758
315753
2026-08-30T12:28:18Z
Cgjkldn
22445
/* Tanpa teks */
316758
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|'''KABAR ADMINISTRATIE'''}}
{{c|Pembatja jang terhormat}}
Dengan ini djalan kita hatoerkan maaf jang GOEDANG-TJERITA penerbitan boelan Januari ada laat lantaran GOEDANG TJERITA tadinja diganti omslagnja. Seladjoetnja kita tentoe aken djaga betoel tanggalpenerbitannja.
{{c|
Hoermat kita<br/>
Adm G. TJERITA<br/>
Bandoeng.
}}
Maoe di ganti omslagñja<br/>
tapi dari lantaran ada laat<br/>
jang bikin cliche mangka-<br/>
nja G. Tjerita boelan Ja-<br/>
nuari pake omslag jang<br/>
seperti sekarang boeat boe-<br/>
lan Februari tentoe pake<br/>
omslag baroe.<noinclude></noinclude>
4paq1j5lv1itiyzqvsai2w5a4agazr2
Halaman:Korban Boedi.pdf/78
104
112496
316757
311584
2026-08-30T12:27:46Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316757
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|'''Toean-Toean Abonne,'''}}
Saja hoendjoek bertjaoe, ini boelan<br/>
Januari 1932, saja ada bikin penagian de-<br/>
ngen Postkwitantie boeat 1e kwartaal Ja-<br/>
nuari Februari Maart 1932, saja banjak<br/>
harep toean-toean nanti soeka pembajar.<br/>
Djoega boeat meringkanken kerdjahan<br/>
Administratie.
Dan toean-toean jang soeda kirim di-<br/>
rect`dengen post wessel, dengan ini djalan<br/>
saja hatoerken banjak trima kasi.
{{c|
Hormat saja.<br/><br/>
'''Adm. Goedang-Tjerita.'''
}}<noinclude></noinclude>
nsyizx666g7sxl96a45wy423tub8wzr
316759
316757
2026-08-30T12:28:33Z
Cgjkldn
22445
/* Tanpa teks */
316759
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|'''Toean-Toean Abonne,'''}}
Saja hoendjoek bertjaoe, ini boelan<br/>
Januari 1932, saja ada bikin penagian de-<br/>
ngen Postkwitantie boeat 1e kwartaal Ja-<br/>
nuari Februari Maart 1932, saja banjak<br/>
harep toean-toean nanti soeka pembajar.<br/>
Djoega boeat meringkanken kerdjahan<br/>
Administratie.
Dan toean-toean jang soeda kirim di-<br/>
rect`dengen post wessel, dengan ini djalan<br/>
saja hatoerken banjak trima kasi.
{{c|
Hormat saja.<br/><br/>
'''Adm. Goedang-Tjerita.'''
}}<noinclude></noinclude>
9qs17d4wfk9ty143f0xxkcata2jyjm9
Halaman:Korban Boedi.pdf/2
104
112497
316741
311590
2026-08-30T12:21:27Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316741
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|<small>THE MONTHLY STORIES</small>}}
{{c|<big>'''„GOEDANG TJERITA”'''</big>}}
{{c|<big>Redacteur :</big>}}
{{c|<big><big>Kwo Lay Yen</big></big>}}
{{c|Terbit tetap saban tanggal 15 dari<br/>
boelan Mesehi.}}
{{c|—O—}}
{{c|<big>'''Harga Abonnement :'''</big>}}
{{c|Satoe kwartaal (3 boelan) f 1.50.}}
{{c|Pembajaran lebih doeloe.}}
{{c|<big>Administratie :</big>}}
{{c|'''Groote postweg 321 — Telef. No. 2534'''}}
{{c|<big>'''BANDOENG.'''}}<noinclude></noinclude>
3j2uvujiwufvmx9p6qhjgo6wd6vmk8e
Halaman:Korban Boedi.pdf/3
104
112498
316763
316568
2026-08-30T12:31:41Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316763
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|'''KORBAN BOEDI.'''}}
{{c|'''OLEH'''}}
{{c|'''Monsieur Hsu.'''}}
<section begin="1" />
{{c|I.}}
{{c|'''SATOE PEROENDING'''}}
{{c|—O—}}
Hari Minggoe lohor.
Angin lingsir jang anget sabentar-bentar menmoep
dengen haloes dan riangken hati. Dalem satoe tegalan
senjep salaen hari soeara berkreseknja daon-
daon poehoen jang tertioep angin, hingga menjotjokin
sekali boeat satoe idealist bajangken pikirannja sembari
diriken astananja diatas oedara.
Dalem satoe paviljoen jang letaknja disabelah
kirinja satoe roemah besar jang indah dan mentereng,
Tjin Liang kaliatan sedeng doedoek terpekoer
sendirian, dari roepanja jang poetoes harepan orang
bisa mendoega bagaimana roewet pikirannja jang
sedeng mengganggoe. Tapi bagi orang jang soeda
kenal baik tabeatnja itoe orang moeda jang aloes
dan gampang berdoeka, tida terlaloe berkoewatir
djika meliat ia oendjoek roman jang berdoeka.
Tjoema sadja pada ini kali roepa-roepanja Tjin
Liang sedeng dipengaroehin betoel sama gontjangan
pikirannja, saban-saban kaliatan ia mengelah napas berat
dan toedjoeken matanja mengawasin itoe mega jang
djaoe, djaoe sekali. Satoe waktoe dengen elahan
napas berat keliatan ia toetoepin moekanja di atas {{hws|soe|soesoenan}}<noinclude></noinclude>
spzbyc1e6jnb3kdfczoolaojvc7f908
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/30
104
112500
316764
315755
2026-08-30T12:32:05Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316764
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||50}}</noinclude>dapat bertahan di lembah begawan Solo, sedang
dipusat ekonomi lainnja (Sumatera Timur, Palem-
bang, Kalimantan Timur) dan pusat ekonomi
militer Batavia, Bandung, Magelang, Malang, A-
tjeh) dapat kita sorang atau berhasil kita per-
tahankan, maka lombah bongawan-Solo seland jut-
nja dapat kita pergunakan sebagai basis bagi
Republik Indonesia. Terlebih-lebih djika suara
dan pengaruh kita dapat menerobos.djuga keda
lam Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Maka ba-
gi imperialisme Belanda tak akan begitu mudah
tempergunakan kekuasaan militernja. Suara2 bu-
ruh jang bergelora dari lembah bengawan-Solo,
akan pasti didengar djuga oleh buruh2 di Asia,
Eropah dan Amerika. Imperialis2 luar negeri a-
kan tak begitu mudah menjerahkan buruhnja un-
tuk membunuh habis-habisan buruh2 Indonesia.
Ketjuali dari pada itu adalah internasionale
III jang akan berusaha menjerukan pemberhenti-
an pekerd jaan pembunuhan imperialis2 itu.
Sekali-pun lebah bengawan-Solo bagi kemena-
ngan kita adalah satu hal jang menentukan akan
tetapi bagi offensif2penjesatan, tempat2 seper-
ti Priangen, terutama Atjeh dan Ternate adalah
sangat penting. Djika kita disana dapat menje-
rang dengan berhasil, maka musuh akan terpaksa
membagi-bagi kekuatan jang terpusat di Djawa.
dan mengirimkan sebagian dari padanja kedaerah,
daerah jang djauh. Bagi pergerakan revolusio-
per hal sedemikian itu setidak-tidaknja masih
sangat penting. Ketjuali itu bagi imperialisme
Belanda, djika itu diteruskan penindasan porla
wanan revolusioner dengan kekerasan akan sang-
at besar beajanja. Akibatnja ia akan
padjak lebih besar dari rakjat jang menderita.
Hal ini akan meningkatkan lagi rasa tak puas
menarik
{{rh||51}}
dan oleh karenanja meningkat pula hasrat rovo-
lusionernja.
Satu kemenangan di Priangan, Atjeh dan Ter
nate ditilik dari sudut taktik adalah sangat
ponting dan dapat merintis djalan bagi kemena-
ngan strategis.Pukulan strategis jang akan ki-
ta lantjarkan kemudian dilombah bongawan-Solo,
akan merupakan satu pedang Damoclas diatas ke-
pala imperialis Belanda.
Berhubung dengan besarnja arti jang ada di-
loubah bengawan-Solo bagi kemerdekaan Indonesia
kita
sekarang adalah kewadjiban revolusioner
lebih banjak memberikan perhatian pada pusat
ekonomi itu daripada jang sudah2. Adalah kewa-
djiban rovolusioner kita,mengorganisir dan me-
koordinir massa buruh2 industri dan pertanian
dan pada achiraja melatih mereka untuk massa
kekuasaan
aksi jang langsung buat perampasan
ekonomi dan politik.
{{rh||-00-}}
{{rh||'''<u>NILAI KESADARAN,HASRaT DAN DISIPLIN</u>'''}}
Dalam tiap2 pergerakan kesadaran memegang
peranan jan sangat penting. Kesadaran revolu-
sioner kita, kita ambil dari materialisme dia-
loktika Merx. Mengikuti Marx,kita dapat memu-
tuskan, bahwa sekarang hampir seluruh rakjat In-
donosia berseriangat revolusioner.Tetapi
porbedaan besar antara kerevolusioneran buruh2
industri dan kerevolusioneran pemilik2
(petani 2,pedegang2 dan pengusaha2 ket jil).Jang
tersebut duluan subjektif adalah revolusioner,
jaitu mereka tidak hanja berkehendak menghapus
kan kekuasaan politik sadja, tapi djuga kekua-
tanah
saan ekonomi, jalah dengan penghapusan
milik perseorangan dan sistim produksi jang ka-
ketjil<noinclude></noinclude>
5lc5fs7zyb6pxurayah9uh1ci40iia9
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/31
104
112501
316772
316023
2026-08-30T12:34:03Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316772
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||41}}</noinclude>pitalistis. Tapi pemilik ketjil subjektif ti
dak revolusioner sebab mereka tidak berkehendak menghapuskan hak milik perseorangan dan
sistim produksi jang kapitalistis. Sebaliknja
mereka menginginkan milik jang lebih besar. Akan tetapi terhadap imperialisme mereka bersikap revolusioner.Mereka mengharapkan adanja Pemerintah Nasional dan Kemerdekaan Nasional.
Djustru karena itu mereka objektif adalah revo
lusioner.
Dalam usaha kita bertalian dengan organisasi,
taktik dan strategi, kita tak dapat mentjempur
adukkan satu dengan lainnja unsur2 buruh industri dan bukan proletar. Mentjempur adukkan itu
tidak akan membawa kekuatan, ken tetepi honja
membawa kelemahan belaka. Sekalipun unsur2 tersebut diatas kedundunnja berdjoang melawan imperialiar 3, an den tudjuan perdjoangan mereka adalah berbedaan. Akan tetapi perbedaan
itu orang tak boleh melupakan kemestian kerdja
sema, sebab baik tudjuan bukan proletar, maupun
tudjuan terachir buruh industri hanja terlaksa
na sesudah hentjurnje imperialisme. Taktik PKI
terhadap orang2 bulan proletar dengan mengi
ngat kepentingan2 materiilnja supaja sangat
plastis (sangat membimbing). Ia harus
membangkitkan tenage2 potensi revolusioner,
ada pada orang2 bukan proletar. Ia harus татри
djuga mongkoodinir tenaga2 ini dengan tenaga2
proletar. Djika ini berhasil, maka komerdekaan
Indonosia boleh dikata telah dapat ditontukan.
Kesadaran revolusioner harus dilengkapi
dengan hasrat revolusioner. Kesadaran sadja tidak tjukup. Sudah sewadjarnja, bahwa rakjat
Indonesia jang telah diperbudak selama 300 tahun dan harus berdjoang melawan imperialisme mampu
{{rh||53}}
Jaag mungkin dibantu oleh imperialisme 2 lain
nja tak akan dapat menang dalam satu hari. Di
beberapa tempat P.K.I.mungkin mengalami puku
laa .Ada kemungkinan, bahwa ia dihari kemudian
akan terpak meland jutkan eksislebih banjak
dibaweh tenan. Akan tetapi, dalam semua kemung
kian2 ini ia tak akan dan tak boleh kebilang
an keborenian dan pikiran. Sebaliknja kita jakin
bahwa ia akan lobah giet, lebih berpengalaman
dan lebih berani. Sebab kepertjajaen P.K.I. a
kan djetuhnja imperialisme Belanda dan tenaga
revolusioner rakjat Indonesia bukan disandar
ken pada DjojoBojo ateu pedagang djamu lain
nja, alan tetapi kepertjajaan itu disandarkan
atas analisa okonomisosial masjarakat Indone
anta
sia. Pertentangan jang pantang damai.
r jg berkuasa den jg dikuasai di Indoensia semakin memperkuat jg tersebut belokangan ini de1um perdjoangaanja.
Kesadaran dan nasrat dapat dilakukan pada
tempatnje, djika F.K.1. memiliki disiplin ba
dje. Semua anggauta, seksi2 dan organisasi2
P.K.I. harus melaksanakan putusan? puset dng.
à judjur danglat. Suatu soksi harus membantu
seksi lainn ja, jer menderita pukulan. Ia ha
rus melangkan nelju, djika pimpinan momendang
perlu, aan melangkah mundur djike perdjoangan
monjuruhnja. Suatu strategi hanja bisa menda
patkan suksee, djika Staf Unun dapat pertjaja
sepenuhnja atas seluruh tentaranja.
{{rh||-0-}}
{{rh||<u>'''PUKULAN STRATEGI'''</u>}}
Pukulan strategi jang penghabisan akan ber
hasil djika memenuhi ajerat2 berikut:
1. Partai memiliki disiplin badja..<noinclude></noinclude>
ij83ln8tn0evcp46k5z8owgzrdm5uwd
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/32
104
112502
316765
316022
2026-08-30T12:32:29Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316765
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||54}}</noinclude>2. Rakjat Indonesia berada dibawah pimpinan
P.K:I.
3. Mush, baik didalam maupun diluar negeri
terpetjah-belch.
Djika sjarat pertama belum terpenuhi, kita
tak perlu dan tak boleh menjembunjikan. Sering
terdjadi, bahwa seorang enggauta jang bertang-
gung jawab mengikuti polepatnja sendiri, tan-
pa menunggu putusan2 pusat. Atau ia melaksana-
kan pendapatnja, sedang ia mengetahui, bahwa i-
tu bertentangan dengan pendapat pusat. Bikep
atau watak jong tak disipliner semat jam itu da-
lam perdjoangan revolusioner jeng secungguhnja,
bukan hanja akan memba hajakan diripimpinan Jg.
bersangkutan dan seksinja, akan tetapi juga
pergerakan seluruhnja.
Disiplin revolusioner mrpunjai personaen de-
rg disiplin militer pada titik ini: bahwa ru-
tusan harus dilaksanakan. Akan tetapi semua
berbeda satu sama lain dalam hal ini: bahwa di-
Siplin revolusioner bukarnia hasjrat menjere
sad je (seun danh). Sedangkan Staf Taum
liter tidak mongaerapkan dari serdadu2nja bah-
wa mereka harus mengerti perintah jang diberi-
kan, bagi Star Uaun Revolusioner sjarat jang
pertama-tara jalah: bahwa anggauta2 harus me-
ngerti benar2 putusan jang harus dilaksanakan.
Bukan hanja arti putusan sadja, akan tetapi
setiap anggauta harus djuga mengerti kemutlak-
an ketaatan pelaksanaen putusan, se lipun dji-
ka putusan itu bertentangan dengan pendapatnja
sendiri. Suatu putusan revolusioner djustru di
dapat sesudah suatu atjara dirundingkan masak-
masak. Dalam perundingan tiap2 anggauta mempu-
njai hak penuh mengemukakan dan mempertahankan
pendapatnja dan menentang atau menjokong {{hws|pen|pendapat}}
{{rh||55}}
{{hwe|dapat|pendapat}} orang lain. Pada pemungutan suara Jang
terachir is mempur jai hak mempertahankan penda-
patnja sekuat mungkin, sehingga ia dapat mela-
kukan seluruh pengaruh rochaninja atas putusan.
partai. Tetapi djika suara jang terbanjak meng-
ambil suatu keputusan djuga jang bertentangan
dengan pendapatnje, sekalipun ia tak menjetud jui
nja, naka ia harus tunduk pada putusan itu dan
nebagai anggauta atau pemimpin ia harus melak-
annakann ja dengan taat dan giat.Djika tidak se-
demikian halaja, tidak mungkin daja kekuatan re-
volusioner partai dapat bertindak keluar setja-
ra massal dan bersatu-padu. Suatu partai jang
tiap2 anggautanja berpegang teguh pada pendapat
nja masing2 dan menjabotir putusan partai akan
tak berdajaadanja.
Demikianpun sjarat kedua masih belum terpenu-
hi. Sungat pasti P.K.I. pada masa sekarang ini
adalah partai satu2nja jang dapat dikatakan par-
tai rakjat Indonesia. B.U., Pasundan, Perserekat-
(un Minahasa dan partai2 ketjil lainnja dengan
Jukar dapat mempertahankan diri, dalam batas2-
nja jang sempit, ketjuali djika partai2 itu de-
ngan penuh tenaga dapat melampaui batas2 jang
nempit itu untuk mondjadi satu partai rakjat na-
sional.
Hanja P.K.I.pada masa ini mampu membentuk af-
dooling2 dimana-mana dipelbagai pulau. Akan te
tapi masih belum dapat dikatakan, bahwa ia te
lah dapat mengorganisir semua lapisan rakjat
dan mombawanja dibawah pimpinannja. Masih belum
tjukup, djika semua orang Indonesia jang tertin-
das menaruh sympati pada P.K.I., akan tetapi dji-
ka waktunja telah datang rekjat jang tertindas
jang berdjuta-juta orang djumlahn ja itu setiap
wektu akan mengikuti djuga seruan P.K.I. Bukan<noinclude></noinclude>
6dtqbnbrfecokunys0ff7wr2fi6s0ax
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/33
104
112503
316766
316019
2026-08-30T12:32:36Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316766
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||56}}</noinclude>hanja dalam kemenangan, tapi djuga dalam kekalah
an keportjajaan dan ketaatan pada P.K.I. seba-
gei partai rakjat revolusioner harus tetap dan
tak berobah.
Kita harus akui, bahwa propaganda dan agitasi
kita di daerah2 luar Djewa djuga di Djawa sendi
ri masih belum konkrit dan tjukup kuat dan ka
renanja masih belum tjukup dalam meresapnja.Ke-
kurangan tenaga dan alat, kekurangan pengetahu-
an dan pengalaman tentang keadaan daerah2 dilu-
ar Djawa adalah sebab jang terutama mengapa te-
naga2 revolusioner kite sementara masih tertim
bun di Djawc. dan aksi2 kita tetap terbatas di-
Djawn. Sekalipun disana-sini tenaga2 komunistis
telah berkembang (Ternate,Atjeh dll sebagainja)
sebagian besar dari daerah2 luar Djawa bagi ki-
ta masih merupakan hutan remadja: Orang2 Djambi
dan Palembang jeng memang tak dapat digolongkan
pada orang2 Indonesia jeng berperasaan puas dan
berdjiwa budak bagi kita masih gelap adanja.
Tambang2 besar seperti tambang emas, timah, minjak, karangbatu dan industri2 pertanian seperti
toh dan karet masih belum mengalani perobahan.
Bandjarmasin dan Atjeh, dimana peperangan2 fanatik dilakukan orang dibawah bendera Islam, bagi kita masih asing adanja. Di daerah2 tersebut
diatas kita masih belum mompunjai pengeruh diantara petani 2. Bukan hanja disana pakerd jaan
bagi kita diper sukar oleh reaksi, akan tetapi
djuga karena kita masih sangat kurang dapat me-
nerobos kedalam kesukaran2 hidup nasional-nja
dan tjara berfikirnja..
Djika kita di daorah2 luar Djawadjuga di-
Djawa hendak meningkatkan tenaga2 potensi ke-
pada tenaga2 penggerak revolusioner,maka propa-
ganda dan agitasi harus kita sesuailean dng. ke-
{{rh||57}}
adapun lokal jang berbeda-beda adanja di Indonesia, lebih daripada apa jang sebegitu djauh telah kita lalaikan. Kita harus dapat mempengaruhi
orang2 Djambi, Bandjar dan Atjeh jeng sedikit
atau banjak tekun pade agamanja. Djika kita ma-
sih belum dapat menggabungkan diri dengan mere-
ka, maka kita sudah barang tontu tak dapat bor-
bitjara tentang pimpinan revolusioner.Kita se-
land jutnja harus dapat menund julkan, bahwa pro-
gran kita bertudjuan meningkatkan hidup materi-
ilnja. Kita harus mampu mendjelaskan, bahwa se-
mua rintangan, jang dialami pedagang2 ketjil,
petani2 dan penguanha2 ketjil di daerah
Djawc, pede masa ini monti akan lenjap
hapusnje imperialisme.Ketjuli jika orang2 bu-
kan proletar jeng sebagian besar terdiri
penduduk de er n2 luer Djowa menginajafi, bahwa
dalam kemerdekaan nasional, bukan hanja buruh2
industri sadja, akan tetapi djuga mereka
turut meuse hakan hasil keuntungan materiil, me-
reke, akan monggabungkan diri disana-sini bersa-
ma-sama proletar dalam perdjoengan melawan im-
perialisme. Djika kota Roma tidak dapat dibang-
un dalam satu hari, demikian-pun mendidik dan
mengorganisir rakjat jung 50 djuta orang djum-
labrja, dan jang telah tertindas ratusan tahun
lamanja, ajuga membutuhkan waktu. Akan tetapi
djustru penindasan fan reaksi jang meningkat
ninglet adalah pembantu2 P.K.I. jang baik.
dari
akan
Djika nanti partai telah dapat di-disiplin dan
sebagian besar dari penduduk telah dapat dibawah
pimpinan kita, kita terlebih dahulu harus meng-
tahui keadaan di kubu lawan, baik jang ada dide-
lam, maupun jang ada diluar negeri, sebelum kita melantjarkan pukulan jang menentukan. Lebih
terpetjah-petjah keadaan lawan, lebih {{hws|mengun|mengutungkan}}<noinclude></noinclude>
ko8mjmvt1wjs97ee6z4p0f7mhlukz86
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/34
104
112504
316767
316020
2026-08-30T12:32:42Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316767
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||58}}</noinclude>{{hwe|tungkan|menguntungkan}} bagi kita. Kita boleh mengatakan, bahwa
lawan dalam negeri jaitu imperialisme Belanda
bersatu menghadapi rakjat Indonesia. Tidak de
mikian halnja di Eropah. Kaum bord juis jang bertubuh dalam partai2 Konservatif, Leberal dan partai2 radikal lainnja,dalam menghadapi buruh2
revolusioner umpamanja nampak solider, akan tetapi diantara mereka sering djuga nampak adanja perpetjahan jang mendalam. Orang2 Sosial Demokrat mundarmandir kian kemari antara bord juasi dan buruh2. Perpotjahan antara bord juasi Eropah di Indonesia, djustru karena mereka tergolong
pada bangsa lain daripada buruh2, tak sedemikian
besarnja, sehingga penduduk Indonesia akan bisa
mendapatkan keuntungan jang agak berarti dalam
perpetjahan itu. Totapi sekalipun bord juasi Be
landa sementara solider menghadapi penduduk In
donesia, kesolideran 100.000 orang akan tak ada
artinja djika dihandingkan dengen
50.000.000. orang.
kesolideran
Akan tetapi musuh2 luar negeri (imperialisme)
Inggeris, Ameriks dan Djepang) menghadapi Indo
nesia sangat terpetjah belah. Antara imperialis
me Amerika dan Djepang tak terdapat unsur perse
tuan dan kesolideran. Besok atau lusa kedua im
perialisme itu harus menentuka kekuasaannja a
tas lauten Pasifik dengan pedang..
bila waktunje perang Djepang
Akan tetapi
Amerika tek
orang dapat meramalkan.
Pertentangan2 ekonomi dan politik antara Dje
pang dan Amerika jang pantang damai
mur Djauh telah berulangulang kita tundjukkan,
di Ti
den disini tak perlu kita uraikan lagi. Memang
dapat dipastikan, bahwa Inggeris akan
dipihak Amerika, sehingga armada Djepang dihan
berdiri
ding dengan armeda Amerika akan merupakan im
{{rh||59}}
bangan sebagai 3:10. Satu pertanjaan jang sa
na penting ja, jalah apakah ketiga imperialis
mo tersebut menilik situabi internasional seka
rung ini rkan mendatangkan perang dunia baru?
Memang adalah satu konjataan, bahwa Amerika
dalam melaksanakan politiknja "Penetration Pa
offic" (penercbosen pasifik) dimanamana menda
pat kemenangan dalan persaingan ekonomi. Satu
orang dunia baru bukan hanja satu keharusan bo
porluasen daerah pengaruh Amerika, alan tota
pi coal itu akan dapat membawa bahaja, bahwa bu
ruh internasional nanti dibawah pimpinan Moskow
akan merobeh perang dunia itu mondjadi perang
Baudara.
untuk
Dalam keradjarn Djepang sendiri terdapat ana
air2 jang menentang perang Djopang Amerika
dongan segera.Bentjena alen jang disebabkan karena gontjangan bumi pada tahun 1923 mengakibat
kan kerusakan hebat pada kehidupan ekonomi Djepeng daripada ape jang dapat kita lihat dari luar. Bentjana itu bagi Djepang membutuhkan tona.
ga besar dar waktu padjang sebelum ia dapat
memperbaiki kembali kehidupan ekonominja atas
tingket jarg suna sebagaimana adanja sebelum
terdjali berijana alan itu. Pergerakan
nondemokrasikan" Djepang dari pemerintahan
"autokrasi" jang dipimpin oleh kasta pertengah
an dan disokong oleh seluruh kaum buruh masih
berdjalan langsung. Pergerakan ini diperkuat
karena dalar negeri sekarang timbul penganggur
an jang luas (menurut berita jang terachir le
bih dari 3.000.000 orang), diantara mana terdapat djuga benjak korban2 dari kasta pertengahan,
semakin
Pergerakan untuk "mendemokrasikan" ini
mowudjudkan satu bentuk jg berbahaja sedimikian rupa, sehingga kaum militeris jang di Djepang<noinclude></noinclude>
1dg7vodrz0bpa79rszb56r9xg9oxmz7
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/35
104
112505
316768
316017
2026-08-30T12:32:55Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316768
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||60}}</noinclude>memegang kekuasaan atas alat2 politik dan militer seluruhnja, terpaksa memberikan konsessi po-
litik banjak. Menurut berite awal tahun
sistim parlementer di Djepang dimodernisir dan
dilaksanakan hak pilih umum, sehingge sekarang
djumleh pemilih meningkat dari tiga sampai dua-
belas djuta orang. Untuk mewud judkan, bahwa ka-
um militeris tidak menginginkan adanja perang
baru (dalam hal ini kaum militeris dapat memper
tehankan kedudukan autokrasinja terhadap kaste
pertengahan liberal). Djepang pada achir tahun
jang lalu telah mengadakan perdjendjian dengan
Sovjet Uni. Sekalipun perdjandjian ini ditud ju-
kan djuga terhadap persekutuan Anglo-Amerika,se-
kali ketika dipergunakan djuga untuk menina be-
bakken kaum buruh dan kasta pertengahan jang
membent ji dan ketakutan adanja suatu perang ba
ru,dengan alasan, bahwa Djepung"ingin damai de-
ngen siapa-pun". Pakte2 ekonomis dan politis
tersebut diatas menund jukkan, bahwa Djepang ke-
dalam masih belum memiliki tenaga dan pesatuan
jang diinginkan untuk memberanikan diri melawan
kekuasaan dunia seperti Amerika dan Inggeris pa
da pasa sekarang ini.
Adalah senantiasa tak mudah memperoleh kemerdekaan pada waktu ada sekarang. Pada perang dunia jang lalu kita mengetahui bahwa tak ada satu dari negeri2 djed jahan (Indo-China-Prantjis,"
India-Inggeris dan Mesir) berkehendak mengobar-
kan perdjoangan kemerdekaan. Bagi Indonesia dju-
ga masih belum depat dikatakan dengan segera,
bahwa dalam suatu perang pasifik orang mendapat
kan kesempatan jang baik untuk menuntut kemerde-
kaan. Djustru hal ini tergantung djuga pada per-
soalan, siapa jang akan menang dan berapa lama
perang akan berlangsung. Tapi teranglah, djika
{{rh||61}}
nanti dilautan sekeliling Indonesia armada2Ing-
goris, Amerika dan Belanda telah bersiap-siaga.
Bagi Indonesia bukan lagi satu persoalan jg mu-
ара-
dah untuk berbitjara tentang kemerdekaan,
Amerika
lagi untuk merebut kemerdekaan. Anglo
jang sudah tentu akan mengharapkan ketenangan
dan keamanan jang mutlak di Indonesia akan de-
ngan segera menget jap tiap2 gangguan ketenangan
itu sebagai satu permusuhan terang-terangan.
Terlebih-lebih karena Inggeris hendak memperta
hankan hubungan antara Singapura dan Australia-
Inggeris dan akan mendapatkan kesempatan jang
baik menduduki Indonesia djika imperialisme Be-
landa terlempar djauh.
Kesukaran jang sama akan dihadapi oleh Indone-
sepuluh
ain, djikn sesudah kurang lebih
tahun pangkel an armada Singapura dan armada Be-
landa telah selesai dibangun.Perhubungan antara
Singapura dan Australia akan mendjadi kenjataan
dan pertahanan tate-tertib di Indonesia bagi im-
porialisme Anglo-Amerika akan dipertjajakan ke-
pada armada Belanda.
Sudah tentu, perpetjahan antara imperialisme 2
satu keuntungan.
luar negeri bagi ita adalah
Akan tetapi persoalannja jalah: Apakah kita ha
rus menunggu dulu adanja perang, ataukah seka-
rang menuntut kemerdekaan Nasional dan memper
gunakan semua alat untuk mendapatkannje.
ar-
Karena kita telah mengetahui, bahwa perang Pe-
sifik jang mungkin datang bagi kita masih belum
berarti setu komerdokaan dan kita tak dapat me-
nunggu sampai armada Belanda dan pangkelen
mada Singapura, selesai digalang, maka bagi In-
donesia sangat mungkin sekarang ini adalah ke-
sompatan jang baik untuk menuntut kemordekaan
Nasional. Pendapat ini djuga diperkuat dengan<noinclude></noinclude>
3qzn7ugqhe7zvsbywpjcfevh3uy9otk
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/36
104
112506
316769
316016
2026-08-30T12:33:06Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316769
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||62}}</noinclude>alasan2 sebagai berikut:
1. Kita tak dapat menggantungkan taktik revolu sioner kita seluruhnja pada perang Djepang- Amerika. Taktik semat jam itu djuga bersifat opportunistis dan berbahaja. Tak ada suatu rakjat jang dapat bertahan lama dalam kete- gangan dengan ant jaman jeng tak dirasakan dengan langsung. Terlebih-lebih djika ant jaman itu dalem 2 atau 3 tahun masih belum mondjadi kenjataan, maka ketegangan psycho-logis dengan sendirinja akan mendjadi bujar Ketegangan revolusioner akan mempunjai daja hidup, djika ia didasarkan atas sjarat2 materiil jang langsung dapat dirasakan oleh rakjat.Hanja djika agitasi revolusioner ki- ta didasarkan atas penderitaan2 jang njata jang dirasakan oleh rakjat dibawah kekuasa- an imperialisme Bolanda dewasa ini dan ketjuali daripada itu kita dengan serentak mampu me jakinkan rakjat akan propaganda kita, maka tak kepuasan massa akan berobah mendjadi suatu kemauan massa dan perbuatan massa.Se- land jutnja kita sekarang harus djuga beker-dja untuk tudjuan jang langsung dan meneri- ma akibat agitasi revolusioner kita.
2. Ada kemungkinan, bahwa perang Djepang rika lama tak kund jung dateng dan bahwa pe-riode pasifistis (masa tenang) harus lebih dahulu mendahului revolusi sosial diseluruh dunia. Djike. kita menggantungkan aksi2 kita seluruhnja pada perang dunia dan revolusi- dunia, maka ada kemungkinan bahwa kita akan kehilangan peranan pimpinan kita atas rakjat Indonesia. Karonanja partai kita akan bera-da di alam dogma sedang massa akan mentjari djalan sendiri sendiri. Djalan itu
{{rh||63}}
akan dapat mengakibatkan pemberontakan2 lokal
atau perbuatan2 individuil (anarsistis). Memang
rakjat Indonesia jang merasa tak puas akan
ngikuti pimpinan revolusioner kita sekian lama,"
nelama pimpinan ini sungguh2 merupakan pertumbu-
han daripada tudjuan revolusioner-nja.
3. Belum pernah kita pikirkan, bahwa kemerdeka-an Indonesia pada masa ini djustru akan ea membahajakan perdamaian di Pasifik. mordekaan ini akan dapat memetjahkan perang Pasifik. Akan totapi tak dikatakan, kekuasɛan2 dunia (karena takut akan adanja revolusi sosial) monunda porang itu sebegi- tu lama. Djustru inilah bukannja merugikan, tetapi menguntungkan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun jang lalu kita telah lihat di Ti- ongkok, bahwa tak satu dari negara2 imperia
lis besar jang memberanikan diri membagi-bagi Tiongkok dan mendudukinja, sekalipun mereka mempunjai kesempatan untuk itu.Djus- tru pada waktu itu di Tiongkok berkobar pe- rang saudara, sehingga perusahaan2 luar ne
geri di Tiongkok menderita kerugian. Keta-kutan akan adanja porang antara imperialis2 satu sama lain adalah sebab mengapa mereka semua melihatnja dengan terang. Tiap2 orang tentu berkohendak menduduki bagian Tiongkok jang baik, dan djustru itu ia akan dimusuhi olah jang lain dalam pilihanňja. Karena ti- ap imperialis ingin mempunjai Tiongkok jang
baik, karena itu tak seorang mendapatkan sesuatu. Ditilik dari sudut perdagangan dan strategi kedudukan Indonesia di Pasifik sebegitu pen- ting, sehingga tak ada seorang imperialis membiarkan diambilnja oleh sesuatu negara<noinclude></noinclude>
rf8h6a0avdwg06yinftme2o8ayuwn29
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/37
104
112508
316770
316014
2026-08-30T12:33:18Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316770
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||64}}</noinclude>jang kuat. Tiap2 usaha untuk membaginja akan
mudah menjebabkan pertikaian dan perang.Ter-
lebih-lebih ijika Indonesia sendiri tak ber-
diam diri akan tetapi menggunakan perpetjah-
an musuh2.
Djika Indonesia nanti mendjadi djadjahan
Anglo Amerika, maka harapan Djepang untuk
molebarkan pengaruhnja ke Asia Selatan
Barat akan gagal buat selama-lamanja.Tjita2
Djepang "Asia untuk orang2 Asia", jaitu -
sia dibawah telapak kaki. Djepang, akan
Djepang jang telah dilarang memasuki Amerika
sia2.
dan Australia, kemudian akan terasing
at selama-lamanja di Timur Djauh..
Dibalik itu Anglo-Amerika tak akan mengizin-
kan Djepang menduduki sesuatu titik di Indo-
nesia. Tuseboru Takekoshi, torompet kaum mi-
literis Djepang, selama berlangsungnja pe-
rang besar telah membikin gontjang dunia im-
perialis, ketika ia menundjukkan betapa pen-
tingnja Solat Sunda dan Malaka lagi
baran pengaruh Djepang. Akan tetapi
selat itu, salah satu dalam titik strategi
di Indonesia, djika diduduki oleh Djepang,
berarti djuga satu pistol didada Kerajaan
Inggeris.
perle-
ke lua
ci-
me ta
Djika keadaan2 dalam kubu musuh kita
pulkan, baik jarg ada di luar negeri,
kita dapat berkata: "Kubu Belanda jaitu
dalam arti kata krisis ekonomi dan politik"
Ia berada dalam permusuhan terangan dengan
rokjat rovolusionor. Djika jang tersebut be-
lakangan ini sekarang tak menang, maka ia
besok akan dipukul. Imperialis2 luar negeri
berada dalam keadaan tjerai-berai jang sa-
ngat mengohawatirkan dan dalam tahun2 jang
{{rh||65}}
datang tak mungkin dapat tjampur dalam
ruoalan Indonesia tanpa menimbulkan bahaja
lotusnja perang dunia.
ertanjaar bila waktu jang baik bagi aksi ke-
ordokaan politik jang tak terbatas dan leng-
p kita kira harus and jawab: "Sekarang dan
akan da-
kan nanti". Djika tidak demikian
dimana kita harus
ang masanja bagi kita,
orkata: Kita dulu telah membiarkan kesempat-
itu berlalu".
Bokarang adalah waktunja bagi P.K.I. dalam dan
dongan perdjoangan untuk ment jiptakan organisasi2
sendiri jang memiliki keberanian dan kekuatan un-
Jul monerina pertanggungan djawab merebut dan
Hoportahankan kemerdekaan Nasional. Djika nanti
Botolah banjak perkelahian ketjil dan besar di-
Bena-sini, sekarang dengan menggunakan organisasi
organisi
politik kemudian dengan menggunakan
Bani Sarokat? Sekordja, kita telah dapat menun-
Jukkan kesedaran, hasrat,kebidjaksanaan dan ke-
gnirahan,maka kita pada achirnja akan mendjatuh-
kan godan revolusioner kita sedemikian rupa 10-
hingga pukulan itu akan terdengar oleh negara2
Inklukan lainnja di Asia dan oleh buruh2 jang
torbelenggu di Eropa.
{{rh||-0-}}
{{rh||'''MADJELIS PERMUSJAwARATAN NASIONAL INDONESIA'''.}}
Bortentangan dengan pessimisme jang beralasan
dan peringatan2 jang sungguh oleh penulis2 Pran
Jis seperti Voltaire, D'Alembort Roxssoau dan
lain2nja. Bangsawan2 Prantjis,didahului oleh Ra-
djanja jang boros dan Permaisuri jang lobih bo-
ros,melangsungkan tjara hidupnja jang sangat me-
wah. Nampak ja tak ada pandangan hidup lainnja
Jg dianut daripada "Sesudah kari bahaja bandjir".<noinclude></noinclude>
199rrhh8yd51t3kzk8vk5esiu4aoabn
Halaman:Menudju Republik Indonesia (Edisi 1962).pdf/38
104
112520
316771
311752
2026-08-30T12:33:29Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316771
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh||66}}</noinclude>Tjara hidup bangsawan dan radja jang mahal belanja jang ditumpahkan kepada rakjat jang melarat jang ditjiptakan didunia seolah-olah bukan untuk sesuatu lainnja, akan tetapi hanja untuk mebbajar "padjak". Kemelaratan, penjakit dan kelaparan terdapat dimana-mana. Oleh karenanja meningkatlah tak kepuasan massa.
Petani, Buruh dan bordjuis, dibawah pimpinan tersebut belakangan, kemudian menggabungkan diri mendjadi satu dan menuntut perobahan2 politik2 jang radikal. "Madjelis Permusjawaratan Nasional" dan mewakili seluruh rakjat jang harus berbitjara tentang keadaan nasional dan jang dapat dipandang sebagai hasil dari perdjoangan politik jang ulet, kemudian dipanggil berkumpul. Akan tetapi bangsawan2 dan pendeta2, jang merasa kekuasaan dan hak2 istimewanja terantjam, menghasut radja agar membubarkan wakil2 jang datang berkumpul. Perkataan Mirabeau jang bersedjarah jang bertindak tepat pada waktunja "djangan bujar, ketjuali dengan kekuatan bajonet", benar2 membawa titik balik dalam sedjarah Perantjis dan sedjarah dunia. Dari Madjelis Permusjawaratan Nasional lahirlah kemerdekaan Perantjis dan tjita2 Republik.
Kita tidak mau pastikan, bahwa ada satu persamaan jang njata antara Perantjis sebelum revolusi besar dan Indonesia dewasa ini. Sungguh benar keduanja mempunjai perpaduan banjak jang bersifat ekonomi dan politik jang prinsipiil.
Tetapi di Indonesia bukannja bangsawan2 Indonesia jang menghisap, hidup mewah dan tak membajar padjak, akan tetapi lintah2 darat Belanda. Karenanja disini keadaannja melebihii, sebab uang JANG DIHAMBUR-hamburkan di Versaille sekali-sekali disana-sini masih ada jang djatuh pada rakjat Prantjis dalam wadjud tjetjeran, sedangkan uang
jang dihambur-hamburkan di Zandvoort dan Scheveningen tak sesen-pun tertjetjer ke-saku Kromo.
Ketika Gubernur Djendral Dirk Fock ini, oleh kapitalis2 Belanda ditempatkan di Bogor, ketika ibu Indonesia menghadapi bankroot finansiil. Uang negara dalam tahun 1923 meningkat sampai djauh diatas F. 1.000.000.000. Anggaran Belandja tahun 1921 menundjukkan defisit sedjumlah F. 285.500.000. Dalam arti kata, pengeluaran uang dalam tahun 1921 terdapat F. 285.500.000. lebih tinggi daripada pemasukan uang. Sebagaimana Necker dipanggil oleh Lodewijk ke XVI untuk memperbaiki finansiil Negara, demikianlah Dirk Fock muntjul di Indonesia untuk menolong Negara daripada bankroot finansiil. Necker tak mampu berbuat sesuatu apa, karena bangsawan2 Prantjis dan Pendota2 sampai pada detik jang terachir tetap berkepala batu berpegang pada hak2nja luar biasa atas ekonomi dan politik. Dalam kata2 Belanda Kampungan, mereka memporosotkan pembajaran padjak dan membiarkan rakjat mampus kelaperan.
Apakah Dirk Fock akan bisa mendapatkan satu "kasta lintah-darat" jang luhur budi dan bidjaksana terhadap manusia2 berkulit sawo mateng di Indonesia.
Rentjananja dahulu untuk mewadjibkan pengusaha2 gula mendjamin sjarat2 hidup dan kerdja jang lebih baik atas benja kapital gula ia batalkan tak lama sesudah ia datang di Indonesia. Ketika ia hendak membebankan padjak atas minjak, datanglah antjaman jang terkenal dari Celijn: "Lepas tangan dalam urusan itu, djika tidak kita tutup lumbung2 minjak".
Dokter Fock jang harus menjehatkan finansiil Negara jang sedang sakit, kemudian beralih menggunakan alat lain, jang sedang Necker tak berani<noinclude></noinclude>
1y8kcsxblx608rguiryxd3iroxatlia
Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/46
104
112779
316783
312259
2026-08-30T13:02:11Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316783
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>tugasnja dalam penjelenggaraan dan pelaksanaan tjita-tjita Bangsa, maka harus ada jang integreren, ataukah satu golongan jang ber-kuasa, ataukah seorang radja absolut dan ataukah seorang diktatur. Karena tanpa faktor integrasi ini, maka tidak ada jang akan menjelaraskan kepentingan masing-masing golongan fungsionil ini dengan kepentingan umum, masjarakat dan Negara. Tanpa faktor integrasi, maka golongan fungsionil jang terbanjak suaranja atau penggabungan golongan fungsionil dengan tak wadjar dalam per-wakilan itu, jang selalu menang suara dan tampil kemuka menen-tukan kepentingan umum, masjarakat dan Negara. Kalau demikian ini halnja, maka tidak ada perbedaannja dengan bilamana per-wakilan itu terdiri seluruhnja dari wakil-wakil partai politik. Per-bedaannja hanja terletak pada nama dan sjarat keanggotaan, jaitu satu namanja „Partai" jang satu bernama „Golongan Fungsionil" dan sjarat keanggotaan jang satu „se-tjita-tjita" dan jang satu se fungsi", sedang tjara-tjaranja bermusjawarah sama-sama libe-ralistis! Semua ini, baik dengan satu golongan jang berkuasa, atau dengan seorang Radja absolute, atau dengan seorang diktatur, ter-lebih dengan tjara-tjara jang liberal, terang bertentangan dengan atau setidak-tidaknja bukan tjita-tjita Bangsa Indonesia jang ter-sirat dalam Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
'''2. Madjelis Permusjawaratan Rakjat.'''
a. Susunan M.P.R.
Sesuai dengan sistim perwakilan dalam demokrasi terpimpin sebagai jang kita uraikan diatas, maka Madjelis Permusjawaratan Rakjat (pasal 1 (2) U.U.D. 1945) seharusnja mendjadi perwakilan seluruh Rakjat Indonesia jang bulat ber-satu-padu sebagai pemegang kedaulatan dalam Negara. Madjelis Permusjawaratan Rakjat akan mentjerminkan tjita-tjita politik dan tjita-tjita sosial dwi-eka-murti sebagai tjita-tjita Bangsa Indo-nesia dan mewudjudkan dua prinsip, jaitu keadilan politik" dan „keadilan sosial" (Demokrasi politik dan demokrasi sosial).
Didalam Madjelis Permusjawaratan Rakjat itu duduk wakil Rakjat menurut paham dan tjita-tjitanja (Partai) dan wakil Rak-jat menurut bakat dan tugasnja dalam masjarakat (Golongan Fung-sionil Front Nasional) (pasal 2 U.U.D. 1945) bersatu-padu, se-imbang dalam hubungan dan susunan dwi-eka-murti dengan<noinclude></noinclude>
6qq1yb1m3xr3devujvii6a7lc1mdwl8
Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/48
104
112783
316781
312270
2026-08-30T13:01:04Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316781
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{sp|Pertama:}} Mengudji segala undang-undang jang dibuat oleh Pemerintah, apakah undang-undang ini benar-benar berdasarkan pada dan tidak bertentangan dengan Undang-undang Dasar jang telah ditetapkan oleh Madjelis Permusjawaratan Rakjat.
{{sp|Kedua:}} Merantjang lalu memadjukan kepada Pemerintah usul rantjangan Undang-undang jang dirasanja perlu untuk menje lenggarakan pokok-pokok dan dasar-dasar tjita-tjita Bangsa jang telah dirumuskan oleh Madjelis Permusjawaratan Rakjat dalam
Undang-undang Dasar. Djadi tugas pokok Dewan Perwakilan Rakjat adalah chusus dibi-dang legislatif dan tidak mentjampuri soal-soal jang menjangkut executief.
'''4. Dewan Pertimbangan Agung.'''
Djikalau Dewan Perwakilan Rakjat adalah perwakilan chusus jang ber-anggotakan wakil-wakil Rakjat menu-rut paham dan tjita-tjita (Partai)-nja, maka Dewan Pertimbangan Agung adalah perwakilan chusus jang beranggotakan wakil-wakil Rakjat menurut bakat dan tugasnja dalam masjarakat (Golongan Fungsionil Front Nasional) jang mentjerminkan potensi Nasio-nal dalam penjelenggaraan dan pelaksanaan tjita-tjita sosial Bangsa Indonesia untuk memberi kebahagiaan jang merata pada seluruh Rakjat Indonesia, badani jang makmur dan rochani jang sedjah-tera dalam satu masjarakat Indonesia jang adil dan makmur, se-bagai jang tersirat dalam Proklamasi 17 Agustus 1945.
Dewan Pertimbangan Agung sebagai pelaku kedaulatan dibi-dang chusus mempunjai pula dua tugas pokok:
{{sp|Pertama:}} Memberikan nasehat mengenai tjara-tjara penje. lenggaraan dan pelaksanaan tjita-tjita Bangsa sesuai dengan garis-garis besar dari pada haluan Negara jang telah ditetapkan oleh Madjelis Permusjawaratan Rakjat, kepada Pemerintah, baik atas permintaan Pemerintah, maupun usul naselıat atas inisiatif sendiri (pasal 16 (2) U.U.D. 1945).
{{sp|Kedua:}} Mendjadi djembatan antara masjarakat jang hidup dinamis dengan Pemerintah dalam menjelenggarakan dan melak-sanakan tjita-tjita Bangsa Indonesia jang tersirat dalam Proklamasi 17 Agustus 1945.<noinclude></noinclude>
fraq0q8o8t88dic1xwezi9issag1x8e
Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/49
104
112784
316782
312264
2026-08-30T13:01:36Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316782
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Djadi tugas pokok Dewan Pertimbangan Agung adalah chusus pula dibidang executief dan tidak mentjampuri soal-soal jang menjang kut urusan législatief.
'''5. Kebulatan Perwakilan.'''
Sesuai dengan kedudukan, susunan dan tugas Dewan Pertimbangan Agung
jang diuraikan diatas ini, menurut pendapat kami seharus-nja anggota-anggota Madjelis Permusjawaratan Rakjat jang mewakili Rakjat menurut bakat dan tugasnja dalam masjarakat (Golongan Fungsionil Front Nasional) (pasal 2 (1) U.U.D. 1945) adalah terdiri dari anggota-anggota Dewan Pertimbangan Agung. Sehingga dengan demikian Dewan Perwakilan Rakjat jang anggota-anggotanja terdiri dari wakil-wakil Rakjat menurut paham dan tjita-tjitanja (Partai) bersama dengan Dewan Pertim bangan Agung jang anggota-anggotanja terdiri dari wakil-wakil Rakjat menurut bakat dan tugasnja dalam masjarakat (Golongan Fungsionil Front Nasional) bulat bersatu-padu, seimbang da-lam hubungan dan susunan dwi-eka-murti dalam Madjelis Per-musjawaratan Rakjat sebagai pelaku sepenuhnja Rakjat, dengan semangat gotong-rojong, dibawah lindungan dan pimpinan Tuhan Jang Maha Esa, bermusjawarah mentjari kata-sepakat bulat suara untuk menjelenggarakan dan melaksanakan tjita-tjita Bangsa Indonesia jang tersirat dalam Proklamasi Ke merdekaan 17 Agustus 1945. Kedaulatan
Sistim perwakilan jang demikian ini adalah satu sistim perwa-kilan jang bulat didalam sistim demokrasi terpimpin jang bulat pula. Dengan sistim perwakilan jang demikian ini kita menerus-kan Revolusi Nasional kita dalam babak Penjelesaian Revolusi Nasional ini, menurut keperibadian Bangsa kita sendiri dimana penjelenggaraan dan pelaksanaan tjita-tjita Bangsa Indonesia akan terdjamin dan akan tertjegahlah kemungkinan penjelewengan jang mengarah-arah pada ketjenderungan sistim demokrasi jang tidak sesuai dengan keperibadian Bangsa kita sendiri.<noinclude></noinclude>
j8lhthn9osnbwrwsbxc7amxtoo0lxrm
Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/21
104
112787
316780
312278
2026-08-30T13:00:44Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316780
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{sp|Pertama:}} hendaknja dinilai dan diudji apakah Pantjasila bertentang dengan Agama?.
{{sp|Kedua:}} hendaknja dinilai dan diudji apakah Agama dapat dikembangkan dalam negara jang berdasar Pantjasila?
Bahwasanja Pantjasila tidak sesempurna Agama ditindjau dari segi kejakinan agama masing-masing, itu dapat dipahami. Pantjasila memang bukan Agama! Tetapi Pantjasila tidak bertentangan dengan Agama manapun djuga, tidak bertentangan dengan semua Agama jang ber-Ke-Tuhanan Jang Maha Esa! Dan Agama dapat dikem-bangkan dalam negara jang berdasar Pantjasila! Agama dapat ber-kembang, bahkan semua Agama bukan hanja satu Agama, semua Agama jang ber-Ke-Tuhanan Jang Malıa Esa sebagaimana Sila per tama dari Pantjasila. Oleh karena itu baiklah Pantjasila diterima se bagai satu dasar Negara tempat seluruh Rakjat Indonesia jang berbeda-beda Agamanja, berbeda-beda golongannja, berbeda-beda lapisannja, berbeda-beda suku-Bangsanja, berbeda-beda darah asal turunannja bersatu-padu Bhineka Tunggal Ika" suasana kekeluargaan, rukun dan tenggang-menenggang satu dengan jang lain, untuk melaksanakan dan mentjapai tjita-tjita politik dan tjita-tjita kemasjarakatan diatas dasar kepertjajaan kepada Maha Tuhan Jang Esa!. dalam
'''3. Demokrasi Terpimpin adalah Pantjasila dalam keadaannja jang dinamis.'''
Sebagaimana telah kita kemukakan diatas tadi, Pantjasila adalah dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia jang kita sama tjintai. Tetapi Pantjasila itu bukan hanja dasar Negara jang statis dan bernilai teoritis belaka.
Bila Pantjasila didinamiseer dibidang masjarakat atau ekonomi dan atau politik, maka Pantjasila itu mendjadi suatu sistim jang tidak hanja bernilai teoritis belaka, tetapi djuga bernilai praktis. Demokrasi terpimpin jang dilahirkan oleh Bung Karno bapak Pantjasila sebagai sistim politik di Indonesia, menurut pendapat kami adalah dimaksudkan untuk menundjukkan isi pengertian „Demokrasi Pantjasila" jaitu sila demokrasi atau kedaulatan Rakjat dari Pantjasila dalam keadaannja jang dinamis. Pendapat ini didasarkan pada kenjataan-kenjataan jang berikut:<noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
c0zcuri0gfo9q2j1qvxakb964zyesln
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/238
104
112799
316773
312297
2026-08-30T12:40:46Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316773
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{Gambar hilang}}
''Kenangan dari sebagian Delegasi jang akan berangkat ke Festival Pemuda dan Peladjar di Berlin (RDD) tahun 1951''
"penjerbuan terhadap pos polisi di Tandjung Periok" jang ditjiptakannja sendiri, mendjadi dalih kaum reaksioner jang bersarang pada kabinet Sukiman, bahwa peristiwa itu adalah suatu pertanda "kup" atau "pemberontakan komunis". Banjak pemimpin rakjat, termasuk pemuda ditangkap dan didjebloskan dalam pendjara. Djuga banjak diantara anggota delegasi kè festival jang sudah kembali ketanah air, ditangkap dan dimasukkan kedalam pendjara.
Tetapi dalam menghadapi mengamuknja reaksi Sukiman pemuda² sudah lebih mempunjai pengalaman dari pada masa jang lalu. Kekuatan progresif dalam kalangan pemuda menjadari bahwa razia ini tidak lain dari pada usaha kaum imperialis AS dan kaum reaksioner dalam negeri untuk memenangkan perdjandjian "Persetudjuan Saling Bantu Keamanan" atau "Mutual Security Agreement" jang hendak ditanda tangani oleh pemerintah Sukiman dengan Amerika Serikat di San Francisco. Perdjandjian ini berarti usaha untuk menantjapkan kekuasaan imperialis AS di Indonesia. Lapisan progresif dari rakjat dan pemuda Indonesia sadar akan bahaja perdjandjian ini, dan sekaligus sadar akan djahatnja razia Agustus itu. Karenanja mereka bangkit melakukan perlawanan. Aksi-aksi menentang razia berlangsung dimana-mana. Pemuda menuntut supaja mereka jang ditangkap segera dibebaskan, demikian djuga wanita² muda jang terdiri dari anak-anak, istri-istri, saudara-saudara dan kekasih mereka jang ditangkap, melakukan aksi dengan berbagai bentuknja, menuntut agar mereka jang ditangkap segera dibebaskan.
Achirnja kekuatan progresif mendapat kemenangan, para tahanan<noinclude>{{rh|232}}</noinclude>
qbr485a6hretw0w96u34elfgddvrehw
316776
316773
2026-08-30T12:42:20Z
Cgjkldn
22445
/* Telah diuji baca */
316776
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{Gambar hilang}}
''Kenangan dari sebagian Delegasi jang akan berangkat ke Festival Pemuda dan Peladjar di Berlin (RDD) tahun 1951''
"penjerbuan terhadap pos polisi di Tandjung Periok" jang ditjiptakannja sendiri, mendjadi dalih kaum reaksioner jang bersarang pada kabinet Sukiman, bahwa peristiwa itu adalah suatu pertanda "kup" atau "pemberontakan komunis". Banjak pemimpin rakjat, termasuk pemuda ditangkap dan didjebloskan dalam pendjara. Djuga banjak diantara anggota delegasi kè festival jang sudah kembali ketanah air, ditangkap dan dimasukkan kedalam pendjara.
Tetapi dalam menghadapi mengamuknja reaksi Sukiman pemuda² sudah lebih mempunjai pengalaman dari pada masa jang lalu. Kekuatan progresif dalam kalangan pemuda menjadari bahwa razia ini tidak lain dari pada usaha kaum imperialis AS dan kaum reaksioner dalam negeri untuk memenangkan perdjandjian "Persetudjuan Saling Bantu Keamanan" atau "Mutual Security Agreement" jang hendak ditanda tangani oleh pemerintah Sukiman dengan Amerika Serikat di San Francisco. Perdjandjian ini berarti usaha untuk menantjapkan kekuasaan imperialis AS di Indonesia. Lapisan progresif dari rakjat dan pemuda Indonesia sadar akan bahaja perdjandjian ini, dan sekaligus sadar akan djahatnja razia Agustus itu. Karenanja mereka bangkit melakukan perlawanan. Aksi-aksi menentang razia berlangsung dimana-mana. Pemuda menuntut supaja mereka jang ditangkap segera dibebaskan, demikian djuga wanita² muda jang terdiri dari anak-anak, istri-istri, saudara-saudara dan kekasih mereka jang ditangkap, melakukan aksi dengan berbagai bentuknja, menuntut agar mereka jang ditangkap segera dibebaskan.
Achirnja kekuatan progresif mendapat kemenangan, para tahanan<noinclude>{{rh|232}}</noinclude>
llp03o6tgsmkf29bbpx3yb3cp28ez78
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/239
104
112803
316774
312303
2026-08-30T12:41:14Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316774
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>dilepaskan dan kabinet Sukiman terdjungkir karena tindakannja jang reaksioner itu. Kabinet baru terbentuk jang dipimpin oleh Mr Wilopo, suatu kabinet jang agak madju, jang mentjerminkan imbangan-imbangan kekuatan jang ada dalam masjarakat waktu itu. Dengan terbentuknja kabinet baru ini maka lapisan progresif dari rakjat dan pemuda Indonesia agak merasa lega, karena kemungkinan gerak untuk menjusun kekuatan agak terbuka. Kemungkinan gerak jang walaupun tidak besar digunakan oleh pemuda dengan sebaik-baiknja. Usaha untuk menjatukan dan mengkonsolidasi organisasi berlangsung, demikian djuga usaha untuk melandjutkan perdjuangan menentang segala akibat fatal dari K.M.B. jang menempatkan Indonesia mendjadi suatu negeri jang belum merdeka penuh.
Usaha untuk mengkonsolidasi, menjatakan dan menjederhanakan organisasi pada tanggal 26 Desember 1952 di Djakarta diadakan konferensi-konferensi, diskusi gabungan dsb.-nja. Untuk mengkonsolidasi organisasi pada tanggal 26 Desember 1952 di Djakarta diadakan Kongres ke-I Pemuda Rakjat. Dalam kongres ini djuga diselenggarakan perlombaan olahraga dan kesenian jang diikuti oleh rombongan dari berbagai daerah kepulauan Indonesia. Kongres djuga dihadiri oleh utusan² pemuda dari luar negeri. Dari pihak pemerintah Perdana Menteri Wilopo memberikan harapannja agar kongres dapat menimbulkan inisiatif dan aktivitas dikalangan pemuda untuk masalah jang dihadapi, terutama dalam lapangan sosial ekonomi. Dari Menteri Perhubungan diperoleh bantuan reduksi kepada para peserta jang naik pongangkutan darat, laut dan udara. Kementerian Perburuhan memberikan bantuan dispensasi kepada buruh-buruh muda jang mendjadi utusan ke kongres. Sedangkan dari Kementerian Pendidikan Pengadjaran dan Kebudajaan kongres mendapatkan dukungan moril.
Dalam tahun ini djuga pemuda-pemuda Kristen dengan maksud menggalang persatuan Pemuda Kristen Seluruh Indonesia dalam satu organisasi mengadakan rapat gabungan jang dihadiri oleh wakil-wakil Pengurus Harian Madjelis Pemuda Kristen dan Dewan Pimpinan Persatuan Kristen Indonesia. Pertemuan telah berhasil membentuk suatu panitia, jaitu "Panitia Persiapan Kesatuan Pemuda Kristen Seluruh Indonesia", jang pada bulan Djuli 1952 telah dapat melangsungkan kongres fusi Pemuda Kristen Seluruh Indonesia. Resepsi pembukaan Kongres Kesatuan Pemuda Kristen Seluruh Indonesia mendapat kundjungan, antara lain dari Menteri Kesehatan Dr. Leimena, Wk. Ketua I Parlemen Mr Tambunan dll. Presiden Sukarno mengandjurkan agar dalam perdjuangan untuk mentjapai tjita-tjitanja pemuda mengutamakan<noinclude>{{rh|||233}}</noinclude>
6au46edhqwy3oveybfrstnza0ec8g8k
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/240
104
112805
316775
313180
2026-08-30T12:41:33Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316775
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>keichlasan, kedjudjuran, tjita-tjita, dan kesutjian batin, Kongres berhasil melahirkan suatu organisasi pemuda Kristen seluruh Indonesia, jang bernama Persatuan Pemuda Kristen Indonesia.
Djuga dalam tahun ini GPII mengadakan kongresnja jang ke-VI digedung Pertemuan Umum. Kongres mengesjahkan berbagai resolusi dalam dan luar negeri jang antara lain menuntut diperbaikinja masalah djemaah hadji. Demikian djuga kalangan mahasiswa tak ketinggalan dalam mentjari djalan mempersatukan berbagai organisasi pemuda mahasiswa. Dalam tahun ini djuga diadakan pertemuan jang diselenggarakan oleh Komite Mahasiswa Progresif dengan wakil mahasiswa dari berbagai fakultas. Dalam pertemuan ini diadakan diskusi, untuk menindjau keadaan organisasi mahasiswa jang ada serta mempeladjari kemungkinan-kemungkinan untuk mendirikan "organisasi mahasiswa jang progresif". Alasan untuk membentuk organisasi pemuda ini jalah bahwa dengan organisasi jang sudah ada hingga saat ini masih dirasakan kurangnja hubungan antara mahasiswa dengan rakjat. Pertemuan ini walaupun belum menghasilkan bentuk organisasi jang konkrit namun telah memainkan peranan untuk mendorong menjatukan, atau untuk mendorong madjunja usaha berbagai organisasi mahasiswa dalam kerdja samanja.
Dengan didjiwai oleh putusan Kongres Pemuda di Surabaja dan atas usaha pemuda untuk menjatukan, menjederhanakan dan mentjari kerdjasama antara berbagai organisasi pemuda, maka lambat laun terwudjud apa jang dikehendaki, walaupun itu berdjalan sangat lambat pada permulaannja.
Sementara pemuda berusaha untuk menggalang kekuatan kembali, pemerintah c.q. Kementerian P.P. & K. Djawatan Pendidikan Masjarakat memberikan perhatiannja jang besar terhadap masalah pemuda dengan mendirikan Panti Pemuda. Rentjana mendirikan Panti Pemuda ini sudah dimulai sedjak tahun 1949, tetapi djalannja tidak selantjar jang diharapkan, karena berbagai kesulitan baik technis maupun politis terutama karena keadaan organisasi pemuda sendiri pada tahun-tahun itu. Untuk lebih mengintensifkan Panti Pemuda ini, pada tanggal 11 Maret 1952 oleh Djawatan Pendidikan Masjarakat dilangsungkan pertemuan jang dipimpin oleh Soejono Atmo sekku kepala Bagian Pemudanja dengan organisasi-organisasi pemuda jang ada di Djakarta untuk meluaskan Panti Pemuda. Tudjuan jang utama bagi Pemuda ialah mendjadikannja tempat mempertahankan semangat perdjuangan pemuda agar tidak melupakan tjita-tjita gerakánnja dalam masjarakat. Panti Pemuda ini kemudian dapat meluas terutama dikota-kota Nusantara kita. Usaha-usahanja antara lain adalah mengadakan sekolah-sekolah, pertemuan-pertemuan,<noinclude>{{rh|234}}</noinclude>
rcemuu1l34y8nsh74tk6pfl8qgnvm9h
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/168
104
112831
316787
312340
2026-08-30T13:49:16Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316787
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Indonesia (A.M.I.) tetapi jang kemudian diubah mendjadi Pemuda Republik Indonesia (P.R.I.) jang dipimpin antara lain oleh : Matiwidjaja Kesuma, Tjokordo Agung, Ida Bagus Tantra, Made Sughita dll. Di Lombok pemuda-pemuda belum sempat membentuk organisasi pemudanja, tetapi sebagian besar pemuda tergabung kedalam Badan Keamanan Rakjat (B.K.R.); sedangkan di Sumbawa pada mula-mulanja pemuda masih sempat membentuk organisasinja sendiri Angkatan Muda Indonesia jang dipimpin antara lain oleh: M. Tajeb. Tetapi keadaan didaerah diluar pulau Djawa dan Sumatra sangat berlainan sekali. Organisasi² pemuda lebih banjak merupakan satuan-satuan perdjuangan jang semuanja hampir tudjuannja sama, jalah merugikan tentara Belanda dengan djalan sabotase, menggempur iringan-iringan musuh, menjergap dengan tiba-tiba, tegasnja perlawanan gerilja. Diantara organisasi-organisasi pemuda ini terdapat Kris Muda dibawah pimpinan Andi Kalangan dari Mandar, Gapis (Gabungan Pemuda Indonesia Sulawesi) dibawah pimpinan Idris dari Sopeng, Kris Sulawesi dipimpin oleh Andi Bommeng dan Azis, Ganggawa dibawah pimpinan A. Rachman dari Pare-pare dan banjak lainnja lagi.
Karena Revolusi Agustus 1945 ini adalah revolusi bersendjata, melawan kontra revolusi dan agresi bersendjata, maka pada umumnja
organisasi pemuda itu bersendjata atau mempunjai barisan bersendjatanja sendiri. Organisasi pemuda seperti Pesindo, Hisbullah dan lain-lain mempunjai barisan bersendjatanja jang berbentuk laskar. Lahir djuga pada waktu itu organisasi pemuda jang bersifat militer jang anggota-anggotanja terdiri dari peladjar-peladjar jang kemudian mendjadi Tentara Peladjar (T.P.), Tentara Republik Indonesia Peladjar (T.R.I.P.), Tentara Geni Peladjar (T.G.P.) Mobilisasi Peladjar (MOBPEL) dan lain-lain. Perkembangan kesatuan- kesatuan peladjar bersendjata ini pada kemudian harinja melalui Kongres Peladjar Pedjuang (Bersendjata) Seluruh Indonesia di Kaliurang pada tahun 1955 terbentuk mendjadi Seketariat Bersama Kongres Peladjar Pedjuang Seluruh Indonesia. Organisasi perlawanan rakjat jang bersendjata seperti B.K.R., Laskar Rakjat, Laskar
Minjak, Laskar Merah, Laskar Buruh dan lain-lain, anggota-anggotanja djuga sebagian terbesar terdiri dari pemuda-pemuda.
{{right|''Kongres Pemuda Indonesia ke-I.''<br>''Di Jogjakarta.''}}
Pengalaman perdjuangan rakjat dan pemuda Indonesia sedjak semula telah memberikan peladjaran bahwa kesatuan tekad adalah sjarat mutlak untuk mentjapai kemenangan. Kini setelah rakjat dan pemuda Indonesia<noinclude>{{rh|62}}</noinclude>
d3s0j2f4gg1gc3udkojk2pdcgcrwmr2
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/243
104
113060
316778
312806
2026-08-30T12:43:04Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316778
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Jang dapat dikutak-katik menurut apa kata atau kehendak dari pendidik, tetapi berkat pengalaman Revolusi 1945 mereka aktif dan kreatif. Mereka dapat memilih mana jang baik dan mana jang buruk, mana jang berguna dan mana jang tidak, mana jang harus diganti dan diubah, mana jang dapat diwarisi, mana jang harus disimpan dan mana jang harus dibuang.
Pemuda, terutama pemuda peladjar jang langsung merasakan akibat jang buruk itu, aktif mentjari djalan keluar serta menjumbangkan pikiran serta usul dan pendapat-pendapat guna perbaikannja. Diskusi, tukar pikiran, dalam pembitjaraan sehari-hari, sampai ke forum konferensi diselenggarakan untuk itu. Suatu usaha dan sumbangan besar untuk itu ialah dilangsungkannja diskusi besar tentang pendidikan oleh Ikatan Pemuda Peladjar Indonesia pada tanggal 30 Djanuari s/d 1 Februari 1953 di Jogjakarta.
Diskusi besar dengan mendalam menindjau keadaan sekolah-sekolah rendah — negeri dan swasta, sekolah-sekolah menengah dan perguruan tinggi serta universitas-universitas. Komposisi murid berbagai lapisan masjarakat dan tjara-tjara penerimaannja, alat-alat dan bahan peladjaran, pengikutsertaan para peladjar dan mahasiswa didalam tanggung djawab kelangsungan kehidupan sekolah, kebebasan berorganisasi dan kebebasan dalam menerima suatu kepertjajaan atau idiologi; masalah keseragaman dalam sistim peladjaran, mutu sekolah-sekolah swasta; masalah sekolah-sekolah vak, pengerahan tenaga mahasiswa dan peladjar untuk mengadjar — terutama diluar Djawa, kesedjahteraan peladjar, semua ini telah mendapatkan sorotan para peladjar dalam diskusi besar I.P.P.I.
Sebelum diskusi besar ini dilangsungkan sudah diadakan pertemuan antara Menteri P.P. dan K. dengan wakil-wakil organisasi pemuda di Djakarta pada tanggal 28 Djanuari 1953. Pertemuan jang mengambil sebagai atjara "Masalah Pemuda dalam menghadapi masa depan" mempersoalkan beberapa segi kehidupan pemuda, pendidikan, dan kebudajaan jang sedang berlaku waktu itu. Pertemuan dipimpin sendiri oleh Menteri P.P. dan K. dan dihadiri oleh organisasi-organisasi pemuda PPI, FPII, Pemuda Rakjat, PRRI, Gerakan Mahasiswa Progresif, Pemuda Demokrat, PPI, Persatuan Peladjar Dimobilisan Pusat, GPII, PPRI, dan dari Kementerian P.P. dan K., hadlir wakil-wakil Bagian Pemuda Djawatan Pendidikan Masjarakat Singgih dan Geno Soesanto dan dari Madjalah Pemuda Sukarno.
Perhatian pemuda terhadap pendidikan bukannja terbatas hanja kepada kritik, pendapat atau usul-usul, tetapi djuga sampai kepada mengambil langkah konkrit jang mungkin dilakukan dengan mendirikan
{{rh|||237}}<noinclude></noinclude>
ett6n1y54meyno3mvmsf3sgy8llmqtj
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/242
104
113341
316777
313185
2026-08-30T12:42:47Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316777
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Panitia hari solidaritas internasional ini djuga telah mengirimkan utusan jang terdiri dari 3 orang pemuda ke Kedutaan Perantjis, Amerika dan Inggris di Djakarta untuk menjampaikan pernjataan solidaritas pemuda Indonesia dengan perdjuangan pemuda Mesir, Irak, Maroko, Vietnam dan Korea jang mengalami tekanan jang kedjam dan ganas dari Inggris, Perantjis dan Amerika. Di Kedutaan Inggris dan Perantjis mereka diterima oleh pedjabat-pedjabat dari kedutaan itu, tetapi dikedutaan Amerika mereka ditolak, dan karenanja utusan pemuda itu mengadjukan protes.
Tahun 1952 ini ditutup dengan usaha pemuda untuk lebih mempererat tali perhubungan dan kerdjasama antara organisasi-organisasi pemuda. Pemuda-pemuda di Jogjakarta mengusahakan Pekan Pemuda di Jogjakarta. Usaha ini djuga mendapat dukungan dari pemerintah c.q. Bagian Pemuda Departemen P.P. dan K., dan dilangsungkan bertepatan dengan hari Pahlawan 10 Nopember 1952. Walaupun penjelenggaraannja mendapatkan beberapa kekurangan, terutama kekurangan-kekurangan materiil dan waktu persiapan serta tenaga jang harus dimobilisasi, namun pekan ini mendapatkan hasil jang baik terutama dalam bidang olah raga. Dengan demikian pekan ini djuga mempunjai peranannja tertentu dalam mendorong kerdjasama antara berbagai organisasi pemuda. Pada penutupan tahun ini Pemuda Demokrat melangsungkan kongresnja di Surabaja, kongres untuk lebih mengkonsolidasi organisasinja. Kongres ini dilangsungkan dari tanggal 30 Nopember sampai 3 Desember 1952.
{{c|MELAWAN SISA-SISA PENDIDIKAN DAN KEBUDAJAAN IMPERIALIS}}
Dalam menghadapi akibat fatal K.M.B. jang merestorasikan sistim kolonial dalam lapangan pendidikan dan kebudajaan, pemuda Indonesia selalu bertindak aktif menentangnja serta mengadjukan saran-saran jang konstruktif. Sistim pendidikan di Indonesia, dengan adanja K.M.B. belum berubah atau belum banjak berubah dibanding dengan masa lampau. Hal ini ditandai oleh kenjataan bahwa pendidikan belum demokratis, mata peladjarannja belum sesuai dengan keperluan revolusi Indonesia, djumlah sekolah jang amat terbatas, disamping berbagai pengaruh kebudajaan imperialis jang merusak, berketjamuk dan berkuasa di Indonesia. Dalam lapangan pendidikan dan kebudajaan, walaupun pemuda Indonesia ditindjau dari usianja merupakan objek pendidikan, adalah anak didik, namun mereka bukan suatu objek jang mati, jang pasif.<noinclude>{{rh|236}}</noinclude>
l8rjmdscjke8vrwx2mqhs17eu4029a5
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/257
104
113343
316779
313189
2026-08-30T12:45:42Z
Cgjkldn
22445
/* Tervalidasi */
316779
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Afrika kemudian diterima oleh suatu sidang pengurus PPMI dalam bulan Mei 1952. Putusan ini kemudian diperkuat oleh Kongres PPMI jang dilangsungkan pada bulan April 1953 di Tugu, Bogor. Untuk mengkongkritkan ide ini oleh Radjab Nasution, sebagai wakil ketua PPMI jang menghadiri sidang IUS di Warsawa ibukota Republik Rakjat Polandia, telah diadakan pembitjaraan dengan wakil-wakil mahasiswa dari India, Iran, Libanon dan Irak, jang melahirkan pernjataan bersama jang ditandatangani pada tanggal 14 Oktober 1953. Pernjataan bersama ini a.l. berbunji sbb.:
"1. Kami pertjaja bahwa mahasiswa dapat memainkan peranan penting dalam meningkatkan semangat harga-diri dan patriotisme, dalam memperdjuangkan kemerdekaan nasional jang penuh, berdaulat dan meningkatkan kebudajaan nasional rakjat Asia, serta meningkatkan saling pengertian antara negeri-negeri Asia jang menghendaki hidup damai satu sama lain.
"2. Kita telah memperhatikan dengan sungguh-sungguh sjarat-sjarat kehidupan jang buruk, kekurangan kebebasan pendidikan dibanjak negeri Asia dan adanja sisa-sisa dari kekuasaan kolonial jang masih tetap menekan kebebasan perkembangan sistim pendidikan jang patriotik dan demokratis dan usaha-usaha untuk memperbaiki keadaan ini"<ref>Dari buku "The Asian-African Students Conference", hl. 16.</ref>
Dalam pernjataan itu djuga diutarakan pentingnja segera membentuk komite persiapan jang mempunjai tugas untuk menjiapkan konferensi dalam mana mahasiswa-mahasiswa Asia dapat sepenuhnja ikut serta dan mengen jam keuntungan dari padanja tanpa memandang perbedaan politik, kepertjajaan agama dan lain-lainnja. Pernjataan itu djuga mengusulkan agar komite persiapan itu terdiri dari wakil: Indonesia 2 orang (jang akan ditentukan oleh Komite Persiapan Nasional), India 1 orang dari Federasi Mahasiswa India, Burma 1 orang dari Uni Federasi Mahasiswa Burma, Djepang 1 orang dari Federasi Mahasiswa Djepang Otomi, Pilipina 1 orang dari Dewan Mahasiswa Pilipina, Tiongkok 1 orang dari Federasi Mahasiswa Tiongkok, Iran 1 orang dari Uni Universitas Teheran, Libanon 1 orang dari Uni Nasional Mahasiswa Libanon.
Kongres PPMI jang dilangsungkan pada bulan Mei 1954 menganggap bahwa pernjataan itu adalah tjukup untuk didjadikan tuntutan guna menjelenggarakan ide konferensi jang pernah diputuskan, dan menugaskan pada Badan Pekerdja untuk mengambil langkah-langkah
{{rule|width=8em|align=left}}
<references/><noinclude>{{rh|||251}}</noinclude>
tdrqhhglnzv13j2akwozn53qpadgq3a
Halaman:Auto setan.pdf/1
104
114471
316788
315480
2026-08-30T13:52:31Z
Cgjkldn
22445
/* Tanpa teks */
316788
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{xx-larger|'''SIGNATUUR'''<br>'''MICROVORM:'''}}
{{xx-larger|'''SHELF NUMBER'''<br>'''MICROFORM:'''}}
{| class="wikitable"
|-
||M SINO 0728 dl 78
|}
{{larger|'''BIBLIOGRAFISCH VERSLAG:'''}}
{{larger|'''BIBLIOGRAPHIC RECORD:'''}}
'''MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER:'''
'''MASTER NEGATIVE STORAGE NUMBER:'''
{| class="wikitable"
|-
||{{larger|'''MM69C-10'''0233}}
|}
{{Rule}}
'''KITLV/Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies'''
<br><br>
'''Auto setan: jang menggemperken seloeroe San Francisco / oleh H. Moreland;'''
'''terkoetib oleh Adonis Sr.. - Soerabaia: [Hahn & Co.], 1935.-134 p.; 16 cm.'''
'''-(Tjerita roman; [taoen ka-71, no. 78 (20 Juni 1935))'''
'''Sino-Maleise literatuur.- Detective'''
<br><br><br><br>
'''AUTEUR(S)'''
'''H. Moreland'''
'''Monsieur Adonis pseud. van Soe Lie Piet'''
<br><br>
'''Exemplaargegevens:'''
'''Tjerita roman. no. 73 t/m 78 (1935) in 1 bd.'''
<br><br>
{|
|-
|| '''Sign. van origineel:'''<br>'''Shelfnr. of original copy:'''<br>'''M hh 6950 N\e''' ||'''Sign. van microvorm:'''<br>'''Shelfnr, of microform:'''<br>'''M SINO 0728 dl 78'''
|}
{{Rule}}
{|
|-
|| '''Filmformaat/Size of film:''' || {{Right|'''HDP/ 16/mm'''}}
|-
|| '''Beeld plaatsing/Image placement:''' || {{Right|'''COMIC/IIB'''}}
|-
|| '''Reductie moederfilm / Reduction Master film:''' || {{Right|'''15:1'''}}
|-
|| '''Jaar van verfilming / Filmed in:''' || {{Right|'''2005'''}}
|-
|| '''Verfilmd door bedrijf / Filmed by:''' || {{Right|'''Karmac Microfilm Systems'''}}
|}<noinclude></noinclude>
22ndwggvcryvir499zdckcg5wei348v