Wikisumber
idwikisource
https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.17
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikisumber
Pembicaraan Wikisumber
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Pengarang
Pembicaraan Pengarang
Indeks
Pembicaraan Indeks
Halaman
Pembicaraan Halaman
Portal
Pembicaraan Portal
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Wikisumber:Warung kopi
4
49
316801
316135
2026-08-31T22:32:38Z
Rachmat04
3937
Mengarsipkan 1 utas tidak aktif.
316801
wikitext
text/x-wiki
{{process header
|title=Warung kopi
|previous=[[Wikisource:Indeks/Komunitas|Halaman komunitas]]
|next=[[Wikisource:Warung kopi/Arsip|Arsip]]/[[Wikisource:Warung kopi/Pesan global|Pesan global]]
}}
{{introkopi}}
== Perlukah menyimpan RUU jika UU-nya sudah jadi? ==
Contoh: [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008]] (masih teks mentah)
* [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Anti Pornografi (2003)]]
* [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Anti Pornografi dan Pornoaksi (2006)]]
* [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Pornografi (2008)]]
dan [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Istimewa:Pencarian&search=rancangan+undang-undang&go=Lanjut&ns0=1&ns100=1&ns102=1&ns104=1 rancangan-rancangan] yang lain. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|✒]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 25 Maret 2026 09.47 (UTC)
:Saya berpendapat untuk tetap mempertahankannya. Tambahan koleksi naskah juga di Wikisumber. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 26 Maret 2026 09.17 (UTC)
:Simpan saja. Boleh jadi perbandingan mana yang diubah andai ada. [[Pengguna:Hadithfajri|Hadithfajri]] ([[Pembicaraan Pengguna:Hadithfajri|bicara]]) 26 Maret 2026 10.48 (UTC)
:Saya rasa bisa disimpan, seperti yang disebutkan di atas. —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 31 Maret 2026 09.55 (UTC)
:Saya berberbeda pendapat dengan teman-teman sebelumnya, saya menilai RUU adalah sebuah naskah yang tidak/belum sah. Ibarat buku, RUU ini masih naskah buku yang tidak diterbitkan dan tidak ada penerbitnya. Sehingga lebih baik dihapus saja.
:Kecuali jika kita mengijinkan naskah buku juga disimpan di WSID. Dan menurut saya ini juga salah, karena naskah buku yang belum terbit sebaiknya disiman di Wikibuku. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 2 April 2026 15.18 (UTC)
::Sependapat dengan Anda. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|✒]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 18 April 2026 14.28 (UTC)
:Melanjutkan diskusi ini. Setelah melihat beberapa pendapat, bagaimana jika halamannya dibiarkan, tetapi berisi semacam pengalihan menuju UU yang sudah jadi? Jika UU nya belum ada, maka RUU nya tetap dapat dimasukkan ke Wikisumber sebagai sejarah atau sebagai referensi. Tetapi jika dirasa terlalu banyak pekerjaan yang perlu dibuat (mengingat penyunting di WSID juga tidak sebanyak itu), maka kita bisa membuat konsensus untuk tidak menerima RUU sama sekali dan menunggu UU-nya selesai dan disahkan. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Mei 2026 08.21 (UTC)
::Saya setuju untuk membuat konsensus. [[Pengguna:Cgjkldn|Cgjkldn]] ([[Pembicaraan Pengguna:Cgjkldn|bicara]]) 21 Juni 2026 07.30 (UTC)
::sepertinya memang perlu diadakan konsensus untuk hal ini. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 22 Juni 2026 05.13 (UTC)
::{{Vote}} sebaiknya dibuatkan konsensus [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 4 Juli 2026 15.51 (UTC)
== Usulan penghapusan ==
Saya melihat [[:Kategori:Usulan penghapusan]] baru ditambah hari ini oleh @[[Pengguna:Ulumarifah|Ulumarifah]] untuk beberapa indeks berikut:
* [[Indeks:Peraturan Menteri keuangan No. 82.pdf]]
* [[Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 8 tahun 2026.pdf]]
* [[Indeks:PMK 83.pdf]]
* [[Indeks:PMK 84.pdf]]
* [[Indeks:PMK 85.pdf]]
* [[Indeks:PMK 86.pdf]]
* [[Indeks:PMK 87.pdf]]
* [[Indeks:PMK 88.pdf]]
* [[Indeks:PMK 89 2025.pdf]]
Melihat dari salah satu [[Pembicaraan Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 8 tahun 2026.pdf|halaman pembicaraan]], alasan usulan tersebut adalah "''doubel indeks''". Saya ingin mengonfirmasi sebelum menghapus indeks-indeks tersebut. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.42 (UTC)
:Saya rasa kita perlu alur usulan penghapusan yang lebih baik. Mungkin menggunakan sistem seperti di idwiki, tetapi perlu ada beberapa penyesuaian, khususnya di halaman indeks dan sebagainya. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.43 (UTC)
::Sebenarnya sudah dicanangkan di [[Wikisumber:Kebijakan penghapusan]], tinggal konsensus untuk pelaksanaan saja. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 17 Juli 2026 02.28 (UTC)
:Halaman indeks tersebut dibuat oleh pengguna baru yang masih belajar. Sebelumnya terdapat kesalahan dalam penamaan indeks, alih-alih memilih untuk dialihkan, pengguna tersebut memilih membuat indeks baru, sehingga terdapat duplikasi indeks untuk file yang sama. Mohon bantuannya untuk penghapusan. Terima kasih. [[Pengguna:Ulumarifah|Ulumarifah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Ulumarifah|bicara]]) 1 Juli 2026 10.48 (UTC)
::Baik, terima kasih banyak konfirmasinya! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.54 (UTC)
:Halo Bang Admin @[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] mau ikut usul penghapusan halaman indeks berkas [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf|ini]] karena duplikat dengan [[Indeks:Lima Poeloe Toedjoe Dongeng dari Binatang.pdf|berkas ini, yang lebih dulu terunggah dan sudah dilengkapi dengan butir wikidata.]] terima kasih. [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 2 Juli 2026 06.22 (UTC)
::Halo, kak @[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]], saya lihat, justru [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf]] yang memiliki butir Wikidata, dan bukan [[Indeks:Lima Poeloe Toedjoe Dongeng dari Binatang.pdf]]. Mungkin boleh dipindah terlebih dahulu butir Wikidata-nya ke indeks yang lebih lama. Selain itu, saya rasa di Commons juga ada duplikat, ya? Mungkin bisa mengusulkan penghapusan juga di sana kalau dokumennya sama persis dan bedanya hanya judul berkas. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 2 Juli 2026 06.27 (UTC)
:::@[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] saya sudah ubah di wikidata [[d:Q140305748|Q140305748]] saya gunakan halaman Indeksnya yang [[Indeks:Lima_Poeloe_Toedjoe_Dongeng_dari_Binatang.pdf]] untuk memudahkan saya gunakan pula, sementara saya gunakan tautan WSID di wikidata dengan halaman indeks.
:::Di halaman [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf]] butir wikidatanya juga sudah saya pindahkan dan saya tambahkan kategori usulan penghapusan.
:::Salam. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 4 Juli 2026 15.48 (UTC)
::::Terima kasih banyak, bung @[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]]! Indeks yang diusulkan sudah saya hapus. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 4 Juli 2026 16.02 (UTC)
:::::Halo, Bang @[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] mau [[Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2026|usul penghapusan lagi, berkas yang ini]], karena [[Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2026.pdf|duplikat dengan halaman indeks yang ini]]. terima kasih.
:::::[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 10 Juli 2026 16.30 (UTC)
::::::Selesai, kak! Maaf atas keterlambatan saya menanggapi. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 12 Juli 2026 15.07 (UTC)
::::Terima kasih banyak sudah dibantu! @[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]]
::::[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 10 Juli 2026 16.28 (UTC)
== Pengubahan istilah ==
Pada templat {{tl|indeks utama}}, istilah yang tertera saat ini adalah "Jurnal". Di Wikisource Inggris, istilah "Terbitan berkala" digunakan dan rasanya tepat penggunaannya di sini juga. Alasannya adalah isinya tidak hanya jurnal, tetapi juga majalah; kecuali memang memisahnya dari indeks atau kategorisasi itu sendiri. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 17 Juli 2026 02.30 (UTC)
== Request for comment (the future of Abstract Wikipedia) ==
<bdi lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr">
Apologies if this has not yet been translated into your wiki's language. {{int:Please-translate}}
You are invited to voice your opinions in a [[:m:Requests for comment/The future of Abstract Wikipedia|request for comment about the future of Abstract Wikipedia]]. {{Int:Feedback-thanks-title}}
[[:m:User:Kowal2701|Kowal2701]] ([[:m:User talk:Kowal2701|talk]]) 24 Juli 2026 12.25 (UTC)
</bdi>
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:DreamRimmer@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30513860 -->
== <span lang="en" dir="ltr">Migration to Parsoid</span> ==
<div lang="en" dir="ltr">
<section begin="announcement-content" />
<em>[[m:Special:MyLanguage/Wikimedia Foundation/Product and Technology/Parsoid Read Views/Read View Announcement|Read this in another language]]</em>
Hello everyone! I am glad to inform you that as the next step in the [[mw:Special:MyLanguage/Parsoid/Parser Unification|Parser Unification]] project, Parsoid will soon be turned on as the default article renderer on your wiki. We are gradually increasing the number of wikis using Parsoid, with the intention of making it the default wikitext parser for MediaWiki's next long-term support release. This will make our wikis more reliable and consistent for editors, readers, and tools to use, as well as making the development of future wikitext features easier.
If this disrupts your workflow, don’t worry! You can still opt out through a user preference or turn Parsoid off on the current page using the Tools submenu, as described in the [[mw:Special:MyLanguage/Help:Extension:ParserMigration|Extension:ParserMigration]] documentation.
There is [[mw:Special:MyLanguage/Parsoid/Parser Unification/Confidence Framework|more information about our roll-out strategy]] available, including the testing done before we turn on Parsoid for a new wiki.
To report bugs and issues, please look at our [[mw:Special:MyLanguage/Parsoid/Parser Unification/Known Issues|known issues]] documentation and if you found a new bug please create a phab ticket and tag the [[phab:project/view/5846|Content Transform Team in Phabricator]].
<section end="announcement-content" />
</div>
[[mw:User:MSantos (WMF)|Content Transform Team]] 3 Agustus 2026 16.31 (UTC)
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:MSantos (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery/Wikisource&oldid=28221043 -->
== Kami mengundang Anda untuk memberikan masukan terkait Daftar Harapan Komunitas 2027 ==
Halo, perkenalkan nama saya [[m:User:SPerry-WMF|Sonja]] dan saya memimpin beberapa [[mw:Contributors|tim]] di Wikimedia Foundation yang akan mengambil alih proses kerja dari Daftar Harapan Komunitas.
Seperti yang mungkin Anda ketahui, [[m:Community_Wishlist|Daftar Harapan Komunitas]] (''Community Wishlist'') bermula sebagai proses tahunan yakni kontributor Wikimedia mengirimkan dan menentukan ide untuk memperbarui pengalaman dalam berkontribusi di situs web Proyek Wikimedia. Setelah melalui proses pemilihan, maka tim dari Wikimedia Foundation akan berusaha untuk mengerjakan dan mengimplementasikan ide (yang telah dipilih) tersebut.
Beberapa tahun terakhir, proses di balik alur kerja daftar harapan telah diubah, serta kami mendengar dari Anda bahwa hal tersebut tidak memenuhi kebutuhan komunitas. Maka dari itu, Wikimedia Foundation bersama dengan kontributor Wikimedia sedang merancang alur kerja daftar harapan yang baru agar lebih transparan.
Saya mengusulkan kepada komunitas terkait tiga tahapan berikut:
* [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Tahap_pertama:_pengelompokan|'''Tahap pengelompokan''']]: yakni bagaimana permohonan dikelompokkan dan disaring sebelum masuk ke tahap pemungutan suara.
** Kami merekomendasikan untuk membentuk kelompok kerja yang beranggotakan anggota komunitas dari berbagai proyek wiki dan staf Wikimedia Foundation.
* [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Tahap_kedua:_pemungutan_suara|'''Tahap pemungutan suara''']]: termasuk siapa saja yang berhak ikut pemungutan suara, serta menyusun bagaimana prosesnya berlangsung.
* [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Tahap_ketiga:_pasca_pemungutan_suara|'''Tahap pasca pemungutan suara''']]: termasuk mengutamakan prinsip keadilan terkait proyek yang diprioritaskan.
** Salah satu hal yang akan kami lakukan untuk mengurutkan permohonan adalah dengan membaginya jadi 3 kategori: Wikipedia dan wiki skala besar, Wikipedia skala kecil dan menengah, dan situs web kerabat.
Pengumuman ini adalah ringkasan dari proposal yang sudah kami terbitkan [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id|'''di Meta-wiki''']]. Kami mengharapkan masukan Anda perihal apakah ini akan berhasil atau ada cara lain yang lebih sesuai. Sesi diskusi akan dibuka selama dua minggu, serta Anda dapat menyampaikannya di Meta atau balas pengumuman ini.
Untuk siklus tahun ini, [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Rencana_linimasa|kami berencana]] untuk mengumumkan masa pengiriman permohonan pada akhir Oktober atau awal November, serta proses pengelompokan akan selesai pada akhir November. Agar tidak mengganggu masa liburan akhir tahun, sesi pemungutan suara akan berlangsung selama awal hingga pertengahan Januari.
Pada tahap ini dimaksudkan untuk langkah awal dalam mencoba proses yang baru, serta akan lebih banyak masukan selama ini berlangsung. Semoga kita sama-sama bisa menentukan dan menemukan proses yang sesuai untuk diterapkan pada tahun mendatang (dan seterusnya).
Salam,
[[meta:User:SPerry-WMF|SPerry-WMF]], 27 Agustus 2026 16.28 (UTC) (<small>''via'' [[Pengguna:BAPerdana-WMF|BAPerdana-WMF]] ([[Pembicaraan Pengguna:BAPerdana-WMF|bicara]]) 27 Agustus 2026 16.28 (UTC)</small>)
jpyqn70689a00ir5lepaxdkdib6k09q
Pengguna:Link PB
2
93665
316802
310059
2026-09-01T03:12:49Z
Link PB
26772
316802
wikitext
text/x-wiki
Tetaplah menjadi Orang Baik karena kita baik bukan karena orang baik kepada kita:
<br><br><br>
5. Tantangan Pandu
{{Peserta Tantangan WikiPandu}}
<br><br><br>
4. Belajar, belajar dan belajar {{Peserta WikiPandu}}
<br><br><br>
3. Yuk Bisa Yuk {{Peserta Kompetisi Wikisource 2026}} Juara 1 Alhamdulillah
<br>
2. Anggota Komunitas Wikimedia Banjarnegara
<br><br>
1. Awal yang baik {{Peserta WikiLatih|tgl= 15 Februari 2026|di=Banjarnegara}}
hassev5fsbirfreg6xg444nuop1i0pm
Wikisumber:Warung kopi/Arsip 2026
4
104659
316800
316134
2026-08-31T22:32:37Z
Rachmat04
3937
Menambahkan 1 utas dari [[Wikisumber:Warung kopi]]
316800
wikitext
text/x-wiki
{{Arsip|Wikisumber:Warung kopi}}
__ARCHIVEDTALK__
__NOINDEX__
== Apa konten seperti ini layak di Wikisource? ==
* [[Manifesto Partai Gerakan Perubahan]]
* [[Manuskrip Partai Gerakan Perubahan]]
* [[11 Pilar Demokrasi - Partai Gerakan Perubahan]]
* [[14 Prinsip Demokrasi - Partai Gerakan Perubahan]]
* [[Manifesto Perjuangan Partai Gerakan Indonesia Raya]]
Mohon untuk memberikan komentar.
--[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 4 Januari 2026 16.38 (UTC)
:Menimbang [[Wikisumber:Kebijakan hak cipta|kebijakan hak cipta]] dan [[Wikisumber:Kebijakan inklusi]] yang masih belum lengkap, saya izin berpendapat menggunakan versi Inggris baik untuk [[:en:Wikisource:Copyright policy|kebijakan hak cipta]] maupun [[:en:Wikisource:What Wikisource includes|kebijakan inklusi]] tersebut.
:'''Sudut pandang kebijakan hak cipta'''
:Secara garis besar, Wikisource bahkan tidak menerima penggunaan wajar (fair use). Wikisource menghendaki bebas hak cipta, entah itu dilepas dengan lisensi CC BY-SA maupun sudah berada dalam domain publik. Wikisource sendiri peladennya berada di Amerika Serikat yang mematuhi perundang-undangan di sana, tetapi karena menggunakan bahasa Indonesia, saya merasa undang-undang Indonesia juga berlaku.
:Di Indonesia, undang-undang tentang hak cipta adalah [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014]]. Berikut pandangan saya: Pasal 43 "Perbuatan yang tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta meliputi:" huruf d "pembuatan dan penyebarluasan konten Hak Cipta melalui media teknologi informasi dan komunikasi yang bersifat tidak komersial dan/atau menguntungkan Pencipta atau pihak terkait, atau Pencipta tersebut menyatakan tidak keberatan atas pembuatan dan penyebarluasan tersebut."
:Melalui ini, harus ada pernyataan tertulis dari pihak terkait atas tidak keberatan akan penyebarluasan tersebut. Bagaimana caranya? Untuk ini, saya belum memikirkan.
:'''Sudut pandang kebijakan inklusi'''
:Konten bebas dinyatakan memerlukan "atribusi" dan "memperbolehkan karya turunan". Kalau diterjemahkan ke lisensi Creative Commons, maka akan menjadi CC BY, CC BY-SA, dan CC0.
:Meski secara otomatis segala konten di dalam Wikisource dilepas dalam lisensi CC BY-SA, lagi-lagi, alangkah baiknya ada pernyataan tertulis dari pihak terkait bahwa mereka berkenan atas hal itu.
:Situs web resmi dari pihak terkait <u>tidak menyatakan teks mereka dilepas dalam lisensi tersebut</u>, sehingga alih-alih masuk Pasal 43 huruf d UU 28/2014, saya rasa rawan masuk Pasal 40 Ayat (1) huruf a yang dilindungi Pasal 58 Ayat (1) dan pidananya sudah ditentukan Pasal 113.
:Demikian pendapat saya. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 5 Januari 2026 10.39 (UTC)
::berarti dapat disimpulkan bahwa konten tersebut menyalahi aturan hak cipta kan mas? di sisi lain pembuat juga tidak menyebutkan pencipta dan sumbernya.
::terimakasih atas komentarnya. @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 13 Januari 2026 16.17 (UTC)
:Saya setuju dengan [[Wikisumber:Warung_kopi#c-Mnam23-20260105103900-Empat_Tilda-20260104163800|komentar]] bung @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]]. Sejujurnya, saya belum melihat pernyataan bahwa naskah-naskah di atas adalah naskah yang memiliki lisensi yang sesuai dengan Wikisumber. Kontributornya pun hanya akun sementara. Artinya, sepertinya naskah tidak (atau setidaknya belum) layak masuk Wikisumber. Terima kasih —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 14 Januari 2026 06.36 (UTC)
== Terjemahan Al-Qur'an ==
Berkaca dari [[:en:Qur'an]] dan contoh [[:en:The Holy Qur'an (Maulana Muhammad Ali)/1. The Opening]], saya merasa naskah [[Al-Qur'an]] di Wikisumber perlu penyesuaian. Terjemahan yang sudah ada menurut saya bersumber dari edisi 1971 dan sudah saya unggah indeksnya di Wikisumber. Terjemahan terkini dari edisi 2019 juga saya unggah. Saya pun menyiapkan {{tl|Parallel}} untuk memudahkan nantinya. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 5 Januari 2026 12.58 (UTC)
:Terima kasih bung @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]]. Saya rasa apa yang bung lakukan sangat baik. Untuk judul di Wikisumber, apakah menurut bung lebih baik judul pada halaman transklusi ditambahkan tahun untuk memastikan pembaca tahu perbedaan tahun terbit naskah? Misalnya, [[Al Qur'an dan Terjemahnya|Al Qur'an dan Terjemahnya (edisi 1971)]] dan [[Al-Qur'an dan Terjemahannya|Al Qur'an dan Terjemahannya (edisi 2019)]]. Terima kasih sebelumnya —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 14 Januari 2026 06.29 (UTC)
::Waduh. Kasus pertama beda judul beda edisi nih. Setuju, tapi tanpa kata "edisi". Penamaannya samakan seperti [[Sengsara Membawa Nikmat]] saja. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 14 Januari 2026 06.51 (UTC)
:::Baik, setuju. Untuk yg pertama, apakah ada kemungkinan salah ketik pada naskah? Atau kita biarkan saja judulnya seperti sekarang (tanpa -an pada "terjemahnya" dan tidak tanbahkan tahun)? —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 14 Januari 2026 06.59 (UTC)
::::Nah itu sih, jadi alasan saya. Kenapa tidak dikasih tahun? Ya, karena judulnya sendiri beda. Untuk yang pertama memang dari sumbernya pakai "Terjemahnya". [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 14 Januari 2026 08.24 (UTC)
:::::Baik, paham. Untuk selanjutnya, kalau judulnya sama baru kita tambahkan tahun, ya? —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 14 Januari 2026 08.30 (UTC)
::::::Betul. [[Bantuan:Disambiguasi]] sebenarnya bisa diberi contoh kasus, tapi di Wikisumber Indonesia masih terbatas. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 14 Januari 2026 13.06 (UTC)
== [[KUHP]] dan [[KUHAP]] versi baru ==
To-do list: https://nasional.kompas.com/read/2026/01/02/06344221/kuhap-dan-kuhp-versi-terbaru-berlaku-perdana-hari-ini
* KUHP: [[Indeks:UU 1 2023.pdf]]
* KUHAP: https://jdih.setneg.go.id/downloadFile/Salinan%20UU%20Nomor%2020%20Tahun%202025.pdf (belum diunggah ke Commons)
<small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|✒]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 10 Januari 2026 21.08 (UTC)
:Juga UU 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana, yang bisa dimasukkan di Konsolidasi UU 1/2023. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 11 Januari 2026 00.05 (UTC)
::Sudah saya unggah. [[Indeks:UU 20 2025.pdf]] & [[Indeks:UU 1 2026.pdf]]. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 11 Januari 2026 00.22 (UTC)
== Thank You for Last Year – Join Wiki Loves Ramadan 2026 ==
Dear Wikimedia communities,
We hope you are doing well, and we wish you a happy New Year.
''Last year, we captured light. This year, we’ll capture legacy.''
In 2025, communities around the world shared the glow of Ramadan nights and the warmth of collective iftars. In 2026, ''Wiki Loves Ramadan'' is expanding, bringing more stories, more cultures, and deeper global connections across Wikimedia projects.
We invite you to explore the ''Wiki Loves Ramadan 2026'' [[m:Special:MyLanguage/Wiki Loves Ramadan 2026|Meta page]] to learn how you can participate and [[m:Special:MyLanguage/Wiki Loves Ramadan 2026/Participating communities|sign up]] your community.
📷 ''Photo campaign on '' [[c:Special:MyLanguage/Commons:Wiki Loves Ramadan 2026|Wikimedia Commons]]
If you have questions about the project, please refer to the FAQs:
* [[m:Special:MyLanguage/Wiki Loves Ramadan/FAQ/|Meta-Wiki]]
* [[c:Special:MyLanguage/Commons:Wiki Loves Ramadan/FAQ|Wikimedia Commons]]
''Early registration for updates is now open via the '''[[m:Special:RegisterForEvent/2710|Event page]]'''''
''Stay connected and receive updates:''
* [https://t.me/WikiLovesRamadan Telegram channel]
* [https://lists.wikimedia.org/postorius/lists/wikilovesramadan.lists.wikimedia.org/ Mailing list]
We look forward to collaborating with you and your community.
'''The Wiki Loves Ramadan 2026 Organizing Team''' 16 Januari 2026 19.45 (UTC)
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:ZI Jony@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Non-Technical_Village_Pumps_distribution_list&oldid=29879549 -->
== Pengalihan ==
Jujur, saya senang dengan kontribusi terkini dari OrophinBot. Akan tetapi, andai bisa juga membantu dalam beberapa hal.
Seperti memudahkan suntingan-suntingan [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Wikisumber:Kompetisi_Wikisource_2025/Daftar_buku&oldid=259741 259741], [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Indeks:Menggunakan_Wikipedia_dalam_Pembelajaran-Modul_1.pdf&oldid=257452 257452], [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Indeks:Menggunakan_Wikipedia_dalam_Pembelajaran-Modul_2.pdf&oldid=257455 257455], dan [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Indeks:Menggunakan_Wikipedia_dalam_Pembelajaran-Modul_3.pdf&oldid=257458 257458] yang mengalih indeks tetapi tidak beserta halamannya padahal ada yang sudah diuji-baca. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 17 Januari 2026 11.39 (UTC)
:Mungkin bisa dicoba untuk menghubungi pemilik bot tersebut. Barangkali dia bisa membantu. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 19 Januari 2026 07.07 (UTC)
== Tinjauan tahunan untuk Kode Etik Universal dan Panduan Penegakan ==
<section begin="announcement-content" />
Saya ingin menyampaikan bahwa periode peninjauan tahunan Kode Etik Universal dan Pedoman Penegakannya saat ini telah dibuka. Usulan perubahan dapat diajukan hingga 9 Februari 2026. Tahap ini merupakan langkah awal dari rangkaian proses peninjauan tahunan yang akan dilakukan.[[m:Special:MyLanguage/Universal Code of Conduct/Annual review/2026|Informasi lengkap dan ruang diskusi tersedia di halaman UCoC di Meta]].
[[m:Special:MyLanguage/Universal Code of Conduct/Coordinating Committee|Komite Pengarah Kode Etik Universal]] (U4C) adalah grup global yang didedikasikan untuk memberikan implementasi yang adil dan konsisten dari UCoC. Tinjauan tahunan ini telah direncanakan dan diimplementasikan oleh U4C. Untuk informasi dan tanggung jawab U4C lebih lanjut, [[m:Special:MyLanguage/Universal Code of Conduct/Coordinating Committee/Charter|Anda dapat meninjaunya pada piagam U4C]].
Mohon bagikan informasi ini pada anggota lain di komunitas Anda di mana pun yang mungkin sesuai.
-- Bekerja sama dengan U4C, [[m:User:Keegan (WMF)|Keegan (WMF)]] ([[m:User talk:Keegan (WMF)|bicara]])<section end="announcement-content" />
19 Januari 2026 21.02 (UTC)
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Keegan (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=29905753 -->
== Manifesto Mippedia ==
Saya menemukan dua halaman berikut: [[Manifesto Rumi Haitami mengenai Mippedia]] dan [[Manifesto Proyek Mippedia dan Komunitas Mippedia]] yang saya rasa tidak begitu berhubungan dengan visi Wikisumber bahasa Indonesia. Bagaimana menurut teman-teman? —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 11 Maret 2026 04.25 (UTC)
:{{vote|delete}} Lebih ke arah promosi, mirip dengan konten [[Wikisumber:Warung kopi#Apa konten seperti ini layak di Wikisource?|di sini]]. Dan sepertinya kita sepakat untuk menghapus koten sejenis. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 14 Maret 2026 16.38 (UTC)
::Baik, terima kasih banyak untuk komentarnya. —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 15 Maret 2026 00.47 (UTC)
== Permohonan hak akses ==
Halo, Saya Riiiv. Saya ingin membuat halaman pendaftaran acara di Wikisumber bahasa Indonesia. Mohon bantuannya kepada pengurus ([[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]]) untuk memberikan akses. Terima kasih. [[Pengguna:Riiiv|Riiiv]] ([[Pembicaraan Pengguna:Riiiv|bicara]]) 11 Maret 2026 11.56 (UTC)
:{{done}}. Selamat berkegiatan! Hak akses diberikan karena @[[Pengguna:Riiiv|Riiiv]] merupakan Panitia Kompetisi Wikisource Bahasa Indonesia tahun 2026. Akses diberikan selama 3 bulan dan akan dievaluasi secara berkala. Silakan kabari kembali jika ada hal lain yang dapat dibantu. [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 11 Maret 2026 12.09 (UTC)
== Permohonan Hak Akses ==
Halo, Saya Happywu, ingin membuat halaman pendaftaran acara di Wikisumber bahasa Indonesia. Mohon bantuannya kepada pengurus ([[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]]) untuk memberikan akses. Terima kasih. [[Pengguna:Happywu|Happywu]] ([[Pembicaraan Pengguna:Happywu|bicara]]) 13 Maret 2026 23.29 (UTC)
:{{done}}. Selamat berkegiatan! Hak akses diberikan karena @[[Pengguna:Happywu|Happywu]] merupakan Panitia Kompetisi Wikisource Bahasa Indonesia tahun 2026. Akses diberikan selama 3 bulan dan akan dievaluasi secara berkala. Silakan kabari kembali jika ada hal lain yang dapat dibantu. [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 19 Maret 2026 06.46 (UTC)
== Ide Menambahkan Audio di Laman Wikisumber ==
Halo,
Saya mempunyai ide untuk membuat versi lisan suatu halaman yang sudah ditransklusi di Wikisumber, terutama untuk novel agar bisa jadi semacam audiobook. Contohnya mungkin bisa seperti [https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:WikiGalir WikiGalir]
Apakah ada Wikisource edisi bahasa lain yang sudah melakukan hal semacam itu? Saya juga ingin meminta pendapat dari teman-teman mengenai ide ini
- [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 19 Februari 2026 13.50 (UTC)
:Saya ingin mencari templat yang sesuai untuk ide ini. Sejauh ini baru menemukan templat audio di [https://id.wikipedia.org/wiki/Templat:Wikipedia_Lisan Wikipedia] dan [https://id.wiktionary.org/wiki/Templat:suara Wiktionary]] [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 19 Februari 2026 13.53 (UTC)
::Saya membuat [[Templat:Dengar]] sebagai terjemahkan dari [https://en.wikisource.org/wiki/Template:Listen Template:Listen] dari en.wikisource.org sebagai awalan untuk ide ini [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 19 Februari 2026 23.58 (UTC)
:Ini proyek menarik, kalo mau dijadikan proyek rapid/dana wiki bisa sepertinya wehehehe [[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] ([[Pembicaraan Pengguna:Radramboo|bicara]]) 19 Februari 2026 14.01 (UTC)
:ini [https://id.wikibooks.org/wiki/Gajah_Kecil_Mengunjungi_Peternakan contoh karya terjemahan yang dilengkapi audiobooks (di proyek Wikibuku bahasa Indonesia).]
:Kurang tahu kalau di wikisource bahasa daerah di Indonesia, tapi ini contoh di [https://bn.wikisource.org/wiki/%E0%A6%97%E0%A6%B2%E0%A7%8D%E0%A6%AA%E0%A6%97%E0%A7%81%E0%A6%9A%E0%A7%8D%E0%A6%9B_(%E0%A6%AA%E0%A7%8D%E0%A6%B0%E0%A6%A5%E0%A6%AE_%E0%A6%96%E0%A6%A3%E0%A7%8D%E0%A6%A1)/%E0%A6%8F%E0%A6%95%E0%A6%B0%E0%A6%BE%E0%A6%A4%E0%A7%8D%E0%A6%B0%E0%A6%BF bangla wikisource] dan [https://en.wikisource.org/wiki/Winnie-the-Pooh_(1961)/Chapter_3 English wikisource.]
:[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 19 Februari 2026 14.08 (UTC)
:Sangat menarik sebenarnya. Bisa jadi awal ''audiobook'' di Wikisumber dan meningkatkan inklusifitas. Menarik menjadi proyek selanjutnya setelah Transklusi Film. —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 19 Februari 2026 16.25 (UTC)
:menarik mas, kalau jenisnya buku cerita bisa dipakai buat dongengin anakku sebelum tidur. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 6 Maret 2026 17.17 (UTC)
== Konsensus untuk pemasangan spanduk ==
Apakah komunitas Wikisumber bahasa Indonesia memutuskan ingin memasang spanduk terkait pembatasan akses wiki di Indonesia? (Untuk pembahasan isu ini selengkapnya dapat disimak/berpartisipasi secara anonim di https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Permohonan_pendapat/Pembatasan_akses_wiki_di_Indonesia_(Februari_2026)#Konsensus_untuk_isi_spanduk
Apabila mencapai konsensus, kita akan membawa hasil ini ke Meta untuk meminta supaya spanduk dipasang di situs-situs wiki bahasa-bahasa di Indonesia, untuk pembaca dari Indonesia, tanggal (tentatif) 23 Maret 2026, selama 31 hari (durasi paling lama), hingga 24 April 2026. Setelah itu, bisa diperpanjang melalui konsensus yang baru.
# <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|✒]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 2 Maret 2026 19.48 (UTC) sebagai inisiator.
# {{setuju}} [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 3 Maret 2026 12.26 (UTC)
# {{setuju}} [[Pengguna:Alfiyah Rizzy Afdiquni|Alfiyah Rizzy Afdiquni]] ([[Pembicaraan Pengguna:Alfiyah Rizzy Afdiquni|bicara]]) 4 Maret 2026 01.34 (UTC)
# {{setuju}} karena pemblokiran auth.wikimedia.org itu tidak hanya berpengaruh pada situs Wikipedia (alasan yang sama yang saya gunakan di Wikikamus). —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 4 Maret 2026 07.29 (UTC)
# {{setuju}} Turut mengajak seluruh pengguna aktif di berbagai proyek wiki untuk mengusulkan hal yang sama -- [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 6 Maret 2026 17.03 (UTC)
# {{setuju}} jangan membatasi publik untuk berbagi pengetahuan menggunakan akun pribadi dan jangan mengusik data privasi kontributor wiki — [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 9 Maret 2026 13.03 (UTC)
== Request for comment (global AI policy) ==
<bdi lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr">
Apologies for writing in English. {{int:Please-translate}}
A [[:m:Requests for comment/Artificial intelligence policy|request for comment]] is currently being held to decide on a global AI policy. {{int:Feedback-thanks-title}}
[[Pengguna:MediaWiki message delivery|MediaWiki message delivery]] ([[Pembicaraan Pengguna:MediaWiki message delivery|bicara]]) 26 April 2026 00.58 (UTC)
</bdi>
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Codename Noreste@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30424282 -->
== Permohonan hak akses [[pengguna:Quraeni]]==
Halo, Saya Qure. Saya ingin membuat halaman pendaftaran acara di Wikisumber bahasa Indonesia untuk keperluan WikiLatih Mahir Wikisumber (10 Mei 2026) dan Kompetisi [https://meta.wikimedia.org/wiki/Event:WikiPandu WikiPandu] (Agustus 2026). Mohon bantuannya kepada pengurus. Terima kasih.
[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 2 Mei 2026 10.20 (UTC)
:Mohon informasinya, apakah permintaan yang dimaksud adalah permintaan hak akses "event-organizer"? '''···''' <span title="Bunga sakura">🌸</span> [[User:Rachmat04|'''Rachmat04''']] '''·''' [[User talk:Rachmat04|<span title="Ayo diskusi!">☕️</span>]] 2 Mei 2026 11.11 (UTC)
::iya Mas @[[Pengguna:Rachmat04|Rachmat04]], maksudnya hak akses "event-organizer" 🙏🏼😁 [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 2 Mei 2026 11.58 (UTC)
:::{{done}}. Terima kasih untuk penjelasannya. Hak akses sudah diberikan. Semoga sukses! '''···''' <span title="Bunga sakura">🌸</span> [[User:Rachmat04|'''Rachmat04''']] '''·''' [[User talk:Rachmat04|<span title="Ayo diskusi!">☕️</span>]] 2 Mei 2026 12.04 (UTC)
::::Siap, terima kasih banyak! [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 5 Mei 2026 11.49 (UTC)
== Penafsiran Pasal 58 [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014]] ==
[[Sengsara Membawa Nikmat]] menjadi contoh. Ada dua cetakan.
Berdasarkan ayat 1, karya itu sendiri sudah berada dalam domain publik karena penulisnya meninggal lebih dari 70 tahun yang lalu. Namun, berdasarkan ayat 3, "Pelindungan Hak Cipta atas Ciptaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) yang dimiliki atau dipegang oleh badan hukum berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali dilakukan Pengumuman."
Apakah dihitung dari tahun cetakan pertama, atau dihitung dari cetakan terkini?
Jika dihitung dari cetakan terkini, jelas [[Sengsara Membawa Nikmat (2010)]] tidak lolos hak cipta. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 25 Januari 2026 03.01 (UTC)
:Sejujurnya saya tidak pernah setuju terkait karya tersebut. Saya menyarankan untuk dihapus. Tapi mungkin ada yang berpendapat lain @[[Pengguna:Bennylin|Bennylin]] [[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Agus Damanik|bicara]]) 1 Februari 2026 09.40 (UTC)
::Saya berpendapat dari ayat 1 sih. Toh kan, sudah domain publik. Cetakan versi apapun sepertinya aman-aman saja. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 8 Mei 2026 21.45 (UTC)
:Apabila kita punya yang ori, yang baru dihapus tidak apa-apa menurut saya. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|✒]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 2 Februari 2026 08.35 (UTC)
::Karena sudah ada yang versi 1972. Sepertinya boleh kita hapus. [[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Agus Damanik|bicara]]) 7 Februari 2026 03.21 (UTC)
== Puisi-puisi Chairil Anwar ==
Terdapat beberapa buku yang memuat puisi Chairil Anwar, seperti [[Kerikil_Tadjam_dan_Jang_Terampas_dan_Jang_Putus/Kerikil_Tadjam|Kerikil Tadjam]] dan [[Aku Ini Binatang Jalang]]. Sayangnya, terdapat beberapa puisi yang sama yang dimuat di dua buku tersebut, misalnya [[Nisan]]. Apakah lebih baik untuk membuat halaman untuk masing-masing buku, misalnya [[Kerikil Tajam/Nisan]] dan [[Aku Ini Binatang Jalang/Nisan]] atau dibuat menjadi satu halaman utama, seperti yang ada sekarang? Namun, jika dibuat menjadi satu halaman utama seperti sekarang, agaknya sedikit sulit untuk memastikan sumber atau kualitas uji baca karena halaman tersebut tidak merujuk pada halaman uji bacanya (misalnya menggunakan <code><nowiki><pages /></nowiki></code>). —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 31 Maret 2026 09.54 (UTC)
:Saya senang dengan pilihan membuat halaman untuk masing-masing buku, misalnya [[Kerikil Tajam/Nisan]] dan [[Aku Ini Binatang Jalang/Nisan]]. Nanti "[[Nisan]]" dijadikan halaman disambiguasi (yang ketentuannya bisa dicek di [[WS:STYLE]]). [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 2 April 2026 10.58 (UTC)
::Benar juga, saya baru terpikir tentang halaman disambiguasi itu. Terima kasih banyak, bung, idenya!—[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 2 April 2026 11.55 (UTC)
:{{setuju}} [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 2 April 2026 15.22 (UTC)
== Action Required: Update templates/modules for electoral maps (Migrating from P1846 to P14226) ==
Hello everyone,
This is a notice regarding an ongoing data migration on Wikidata that may affect your election-related templates and Lua modules (such as <code>Module:Itemgroup/list</code>).
'''The Change:'''<br />
Currently, many templates pull electoral maps from Wikidata using the property [[:d:Property:P1846|P1846]], combined with the qualifier [[:d:Property:P180|P180]]: [[:d:Q19571328|Q19571328]].
We are migrating this data (across roughly 4,000 items) to a newly created, dedicated property: '''[[:d:Property:P14226|P14226]]'''.
'''What You Need To Do:'''<br />
To ensure your templates and infoboxes do not break or lose their maps, please update your local code to fetch data from [[:d:Property:P14226|P14226]] instead of the old [[:d:Property:P1846|P1846]] + [[:d:Property:P180|P180]] structure. A [[m:Wikidata/Property Migration: P1846 to P14226/List|list of pages]] was generated using Wikimedia Global Search.
'''Deadline:'''<br />
We are temporarily retaining the old data on [[:d:Property:P1846|P1846]] to allow for a smooth transition. However, to complete the data cleanup on Wikidata, the old [[:d:Property:P1846|P1846]] statements will be removed after '''May 1, 2026'''. Please update your modules and templates before this date to prevent any disruption to your wiki's election articles.
Let us know if you have any questions or need assistance with the query logic. Thank you for your help! [[User:ZI Jony|ZI Jony]] using [[Pengguna:MediaWiki message delivery|MediaWiki message delivery]] ([[Pembicaraan Pengguna:MediaWiki message delivery|bicara]]) 3 April 2026 17.11 (UTC)
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:ZI Jony@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Non-Technical_Village_Pumps_distribution_list&oldid=29941252 -->
== Templat baru ==
[[Templat:Rak buku]] untuk halaman pengguna Anda (menampilkan buku-buku favorit Anda di Wikisumber, atau buku-buku yang Anda kerjakan/uji-baca). Silakan dicek. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|✒]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 18 April 2026 14.28 (UTC)
:Menarik, mas @[[Pengguna:Bennylin|Bennylin]], terima kasih [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 8 Mei 2026 11.36 (UTC)
== Templat pemformatan undang-undang ==
Singkatnya, ada [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011]] yang menjadi ketentuan teknis penyusunan perundang-undangan. Lampiran II menjelaskan secara detail. Sebagaimana pada [[Halaman:UU-12 TAHUN 2011.pdf/114]], penulisan judul pasal tidak ditebalkan, begitu pula penulisan bab sebagaimana di [[Halaman:UU-12 TAHUN 2011.pdf/116]].
Saya menduga kemungkinan penebalan tersebut berpatokan pada ketentuan teknis penyusunan perundang-undangan yang lama, dan memang bisa dilihat pada undang-undang terdahulu.
Saya sebenarnya ingin mengusul agar tampilan bawaan (''default'') dari bab dan pasal itu tidaklah tebal. Mungkin ada parameter khusus untuk mengaktifkan mode tebal. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 8 Mei 2026 10.28 (UTC)
:Saya lihat ada perubahan UU, tetapi tidak begitu berbeda untuk bagian tata letaknya. Saya setuju untuk membuat tampilan bawaan menjadi tidak tebal. Untuk tebal, mungkin bisa ditambahkan parameter <code>|tebal=ya</code> atau <code>|ket=lama</code> (seperti {{tl|Perpres/Head}}) atau semacamnya. Saya juga lihat bung @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] membuat templat {{tl|PUU-ayat/kepala}}, {{tl|PUU-ayat/badan}}, {{tl|PUU-ayat/kaki}} dan juga untuk Pasal, yang saya rasa dapat digunakan untuk beberapa kasus ayat atau pasal yang terputus. Saya akan coba cek kembali templat-templat tersebut. Terima kasih banyak, bung! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Mei 2026 08.15 (UTC)
::Terima kasih pendapatnya. Bab dan Pasal ini sekadar contoh saja. Mungkin bisa diterapkan pada seluruh tempat pemformatan undang-undang termasuk {{tl|Perpres/Head}}.
::Adapun untuk {{tl|PUU-pasal}}, saya juga ingin mencoba versi terpisah juga, mengingat {{tl|PUU-ayat}} dan {{tl|PUU-nomor}} sendiri harus masuk ke templat {{tl|PUU-pasal}} terlebih dahulu. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 10 Mei 2026 12.07 (UTC)
== Pemungutan suara dalam pemilihan U4C 2026 kini telah dibuka ==
<section begin="announcement-content" />
Para pemilih yang memenuhi syarat diundang untuk berpartisipasi dalam pemilihan [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee|Komite Koordinasi Kode Etik Universal]] (U4C) tahun 2026. Informasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan kelayakan pemilih, tata cara pemungutan suara, informasi kandidat, dan pranala menuju halaman pemungutan suara, tersedia di Meta pada [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee/Election/2026|halaman informasi Pemilihan 2026]]. Pemungutan suara akan ditutup pada 2 Juni 2026 [https://zonestamp.toolforge.org/1780358400 pukul 00.00 UTC].
Silakan memberikan suara apabila akun Anda memenuhi syarat. Hasil pemilihan akan diumumkan paling lambat pada 14 Juni 2026. — Bekerja sama dengan U4C,<section end="announcement-content" />
[[m:User:Keegan (WMF)|Keegan (WMF)]] ([[m:User talk:Keegan (WMF)|talk]]) 27 Mei 2026 17.15 (UTC)
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Keegan (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30513860 -->
== Milestone ==
Pencapaian terbaru:
* 10.000 halaman konten
* 100.000 jumlah halaman (akan)
* 300.000 total suntingan (1 Juli)
<small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|✒]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 5 Juni 2026 18.02 (UTC)
:Wow!
:Cara tahunya bagaimana, Mas? Apakah hanya pengurus yang bisa mengecek itu? @[[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]
:[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 22 Juni 2026 07.23 (UTC)
::[[Istimewa:Statistik]] <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|✒]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 22 Juni 2026 17.56 (UTC)
== RFC about AI-generated content in Wikimedia Commons ==
<bdi lang="en" dir="ltr">Apologies for writing in English, please help translate this message to your language. You are invited to participate in a [[c:Commons:Requests for comment/Policy update for AI content|request for comment on Wikimedia Commons about a policy update for AI content]]. This may affect files that are uploaded to Wikimedia Commons for use on this project. Thank you. [[m:User:Codename Noreste|Codename Noreste]] ([[m:User talk:Codename Noreste|bicara]])</bdi> 23 Juni 2026 17.12 (UTC)
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Codename Noreste@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30513860 -->
== Penerapan halaman kontak Legal dan Keamanan di bagian bawah wiki Anda ==
<section begin="Message"/>
'''Kontak Legal dan Keamanan'''
Halo, rekan-rekan kontributor! Wikimedia Foundation telah menyediakan [[wmf:Special:MyLanguage/Legal:Wikimedia Foundation Legal and Safety Contact Information|halaman kontak legal dan keamanan]] yang akan ditambahkan di bagian bawah wiki. Halaman tersebut sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, dan sebagainya. Untuk bahasa lainnya akan segera tersedia. Silakan kunjungi [[m:Special:MyLanguage/Wikimedia_Foundation_Legal_and_Safety_Contacts_FAQ|halaman proyek]] untuk informasi selengkapnya, serta kami harapkan kesediaannya untuk meninggalkan komentar di bawah ini atau di [[m:Special:MyLanguage/Talk:Wikimedia Foundation Legal and Safety Contacts FAQ|halaman pembicaraan]].
<section end="Message"/>
-- [[User:Sannita (WMF)|User:Sannita (WMF)]] ([[User talk:Sannita (WMF)|talk]]) 25 Juni 2026 13.31 (UTC)
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Sannita (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=User:Sannita_(WMF)/Mass_sending_test&oldid=30731267 -->
== Undang-Undang Tanpa Sumber ==
3 naskah terbaru adalah Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang tidak memiliki sumber. Apakah ini bisa dipertahankan atau harus memasukkan naskah sumbernya?
* [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0206/O/1980]]
* [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0507/O/1989]]
* [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 030/U/1979]]
[[Pengguna:Cgjkldn|Cgjkldn]] ([[Pembicaraan Pengguna:Cgjkldn|bicara]]) 21 Juni 2026 01.42 (UTC)
:* 0507/O/1989: https://file.data.kemendikdasmen.go.id/sk/935183-579298-515214-113612456-1067390692.pdf
:[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 21 Juni 2026 08.57 (UTC)
:menurut saya, sebaiknya disediakan sumbernya juga. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 22 Juni 2026 04.42 (UTC)
:Sumber dari ketiga surat keputusan (SK) tersebut sudah saya cantumkan di bagian paling bawah halaman tersebut di dalam kode berupa <code><nowiki><!-- Sumber: ... --></nowiki></code> jika dibuka dalam mode penyuntingan (bagian "Lihat pula" atau dengan mengetuk "sunting halaman penuh"). Sebagian besar isi dari sumber tersebut menampilkan batang tubuhnya secara utuh, sedangkan untuk lampirannya masih ada yang halamannya hilang, terpotong, ataupun tidak utuh sehingga perlu dicari lagi dari sumber yang lain. [[Pengguna:Rafka Aditia|Rafka Aditia]] ([[Pembicaraan Pengguna:Rafka Aditia|bicara]]) 23 Juni 2026 04.40 (UTC)
::Terima kasih. Saya rasa perlu diberikan sumber dan coba diujibaca ulang (atau disalin tempel ke ruang nama Halaman:). Untuk bagian lampiran, bisa menggunakan sumber lain jika sudah ditemukan halaman yang utuh. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.34 (UTC)
48imb52rut4ivm4q52g3d9vdb5h94s0
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/27
104
114624
316803
2026-09-01T04:04:43Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
316803
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>sebagai ciptaan Allah. Mereka berasal dari hakekat ke Tuhanan ; oleh karena itu mereka lebih bersifat pancaran dari hakekat Illahi dari pada ciptaan Allah. Baik Dang Tuanku maupun Bundo Kanduang pernah berkata mengenai penggunaan akal untuk memahami perbedaan antara "Pencipta" dan "Makluk-makluk ciptaan-NYA".<ref>Mengenai Sekolah Raja atau ''Kweekschool'' (Sekolah Pendidikan Guru), lihat : K.A. James, „De opleiding der Inlandsche Hoofden of de Buitenbezittingen", ''Indische Gids'', I (1908), hal. 16 -- 22.</ref> Suatu perbedaan penting terdapat antara keluarga raja yang merupakan pancaran dari hakekat Illahi dan yang lain-lain yang merupakan ciptaan Allah. Keluarga raja bukanlah bagian dari Tuhan, tetapi melalui mereka Allah menyampaikan beberapa dari kenyataan-kenyataanNYA. Mereka lebih merupakan kesatuan yang diamati daripada kesatuan yang benar-benar ada.<ref>Versi Bahasa Indonesia dari ''kaba Sabai Nan Aluih'', Dibuat oleh Tulis St. Sati (Jakarta, Balai Pustaka, 1956). Sandiwara mengenai ceritera Pahlawan ini ditulis oleh A.K. Gani, Pemimpin Nasional tahun 30-an. Lihat juga : Ph.S. van Ronkel, „Het Verhaal van den ondankbare : Kaba Sabaj nan Aloei," (''Tijdschrift Bataviaasch (TBG)''), LVI (1914), halaman 197 -- 232.</ref>)
Di samping watak ''Kaba Tjindua Mato'' yang jelas-jelas mistik itu, ia juga memberikan tekanan kepada pelembagaan daripada sarak (hukum agama) dalam susunan politik Minangkabau. Ada raja dan menteri-menteri yang berkuasa dalam hal agama. Perihal tingkah laku seseorang, yang lebih dipentingkan adalah usaha pemeliharaan keserasian atau harmonis antara kehidupan pribadi seseorang dan peraturan dunia; yang dicita-citakan dalam kehidupan masyarakat adalah keserasian yang wajar antara adat dan sarak. Segala ini kelihatan seolah-olah saling berkaitan.
Apakah ''Kaba Tjindua Mato'' merupakan suatu sejarah intern keluarga raja Minangkabau yang terselubung ataukah hidangan dari kejadian-kejadian yang sebenarnya terjadi bukanlah soal penting. ''Kaba Cindua Mato'' merupakan mitos utama negara Meningkabau. Ia mungkin merupakan perpindahan dari suatu karya "khayal" menjadi mitos, ataupun penjelmaan dari tokoh-tokoh sejarah.<ref group="Catatan">Pada teks asli terdapat angka penanda 42 dan 43 yang tampaknya terpotong atau merujuk pada catatan kaki halaman lain.</ref> ''Kaba Cindua Mato'' tidak saja berusaha "menghilangkan contoh logis yang dapat mengatasi suatu kontradiksi," ) seperti yang terdapat antara adat dan agama Islam, melainkan juga membubuhkan penguatan mistik kepada contoh bersangkutan.
<div style="text-align: right; margin-right: 20%;">
Diterjemahkan oleh :
''Mien Joebhaar''
</div>
== Catatan bawah ==
<references /><noinclude></noinclude>
q7mfn7zlnd1ayujhf15suq2k8k1nyjm
316804
316803
2026-09-01T04:05:14Z
Link PB
26772
316804
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>sebagai ciptaan Allah. Mereka berasal dari hakekat ke Tuhanan ; oleh karena itu mereka lebih bersifat pancaran dari hakekat Illahi dari pada ciptaan Allah. Baik Dang Tuanku maupun Bundo Kanduang pernah berkata mengenai penggunaan akal untuk memahami perbedaan antara "Pencipta" dan "Makluk-makluk ciptaan-NYA".<ref>Mengenai Sekolah Raja atau ''Kweekschool'' (Sekolah Pendidikan Guru), lihat : K.A. James, „De opleiding der Inlandsche Hoofden of de Buitenbezittingen", ''Indische Gids'', I (1908), hal. 16 -- 22.</ref> Suatu perbedaan penting terdapat antara keluarga raja yang merupakan pancaran dari hakekat Illahi dan yang lain-lain yang merupakan ciptaan Allah. Keluarga raja bukanlah bagian dari Tuhan, tetapi melalui mereka Allah menyampaikan beberapa dari kenyataan-kenyataanNYA. Mereka lebih merupakan kesatuan yang diamati daripada kesatuan yang benar-benar ada.<ref>Versi Bahasa Indonesia dari ''kaba Sabai Nan Aluih'', Dibuat oleh Tulis St. Sati (Jakarta, Balai Pustaka, 1956). Sandiwara mengenai ceritera Pahlawan ini ditulis oleh A.K. Gani, Pemimpin Nasional tahun 30-an. Lihat juga : Ph.S. van Ronkel, „Het Verhaal van den ondankbare : Kaba Sabaj nan Aloei," (''Tijdschrift Bataviaasch (TBG)''), LVI (1914), halaman 197 -- 232.</ref>)
Di samping watak ''Kaba Tjindua Mato'' yang jelas-jelas mistik itu, ia juga memberikan tekanan kepada pelembagaan daripada sarak (hukum agama) dalam susunan politik Minangkabau. Ada raja dan menteri-menteri yang berkuasa dalam hal agama. Perihal tingkah laku seseorang, yang lebih dipentingkan adalah usaha pemeliharaan keserasian atau harmonis antara kehidupan pribadi seseorang dan peraturan dunia; yang dicita-citakan dalam kehidupan masyarakat adalah keserasian yang wajar antara adat dan sarak. Segala ini kelihatan seolah-olah saling berkaitan.
Apakah ''Kaba Tjindua Mato'' merupakan suatu sejarah intern keluarga raja Minangkabau yang terselubung ataukah hidangan dari kejadian-kejadian yang sebenarnya terjadi bukanlah soal penting. ''Kaba Cindua Mato'' merupakan mitos utama negara Meningkabau. Ia mungkin merupakan perpindahan dari suatu karya "khayal" menjadi mitos, ataupun penjelmaan dari tokoh-tokoh sejarah.<ref group="Catatan">Pada teks asli terdapat angka penanda 42 dan 43 yang tampaknya terpotong atau merujuk pada catatan kaki halaman lain.</ref> ''Kaba Cindua Mato'' tidak saja berusaha "menghilangkan contoh logis yang dapat mengatasi suatu kontradiksi," ) seperti yang terdapat antara adat dan agama Islam, melainkan juga membubuhkan penguatan mistik kepada contoh bersangkutan.
<div style="text-align: right; margin-right: 20%;">
Diterjemahkan oleh :
''Mien Joebhaar''
</div>
== Catatan bawah ==
<references /><noinclude>{{rh|||23}}</noinclude>
exavsgwqxhn09wb5y8kirc2zsvskm7g
316805
316804
2026-09-01T04:06:47Z
Link PB
26772
316805
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>sebagai ciptaan Allah. Mereka berasal dari hakekat ke Tuhanan ; oleh karena itu mereka lebih bersifat pancaran dari hakekat Illahi dari pada ciptaan Allah. Baik Dang Tuanku maupun Bundo Kanduang pernah berkata mengenai penggunaan akal untuk memahami perbedaan antara "Pencipta" dan "Makluk-makluk ciptaan-NYA".<ref>Mengenai Sekolah Raja atau ''Kweekschool'' (Sekolah Pendidikan Guru), lihat : K.A. James, „De opleiding der Inlandsche Hoofden of de Buitenbezittingen", ''Indische Gids'', I (1908), hal. 16 -- 22.</ref> Suatu perbedaan penting terdapat antara keluarga raja yang merupakan pancaran dari hakekat Illahi dan yang lain-lain yang merupakan ciptaan Allah. Keluarga raja bukanlah bagian dari Tuhan, tetapi melalui mereka Allah menyampaikan beberapa dari kenyataan-kenyataanNYA. Mereka lebih merupakan kesatuan yang diamati daripada kesatuan yang benar-benar ada.<ref>Versi Bahasa Indonesia dari ''kaba Sabai Nan Aluih'', Dibuat oleh Tulis St. Sati (Jakarta, Balai Pustaka, 1956). Sandiwara mengenai ceritera Pahlawan ini ditulis oleh A.K. Gani, Pemimpin Nasional tahun 30-an. Lihat juga : Ph.S. van Ronkel, „Het Verhaal van den ondankbare : Kaba Sabaj nan Aloei," (''Tijdschrift Bataviaasch (TBG)''), LVI (1914), halaman 197 -- 232.</ref>)
Di samping watak ''Kaba Tjindua Mato'' yang jelas-jelas mistik itu, ia juga memberikan tekanan kepada pelembagaan daripada sarak (hukum agama) dalam susunan politik Minangkabau. Ada raja dan menteri-menteri yang berkuasa dalam hal agama. Perihal tingkah laku seseorang, yang lebih dipentingkan adalah usaha pemeliharaan keserasian atau harmonis antara kehidupan pribadi seseorang dan peraturan dunia; yang dicita-citakan dalam kehidupan masyarakat adalah keserasian yang wajar antara adat dan sarak. Segala ini kelihatan seolah-olah saling berkaitan.
Apakah ''Kaba Tjindua Mato'' merupakan suatu sejarah intern keluarga raja Minangkabau yang terselubung ataukah hidangan dari kejadian-kejadian yang sebenarnya terjadi bukanlah soal penting. ''Kaba Cindua Mato'' merupakan mitos utama negara Meningkabau. Ia mungkin merupakan perpindahan dari suatu karya "khayal" menjadi mitos, ataupun penjelmaan dari tokoh-tokoh sejarah.<ref>Pada teks asli terdapat angka penanda 42 dan 43 yang tampaknya terpotong atau merujuk pada catatan kaki halaman lain.</ref> ''Kaba Cindua Mato'' tidak saja berusaha "menghilangkan contoh logis yang dapat mengatasi suatu kontradiksi," ) seperti yang terdapat antara adat dan agama Islam, melainkan juga membubuhkan penguatan mistik kepada contoh bersangkutan.
<div style="text-align: right; margin-right: 20%;">
Diterjemahkan oleh :
''Mien Joebhaar''
</div>
== Catatan bawah ==
<references /><noinclude>{{rh|||23}}</noinclude>
aczqnfz1i26lhldo3joe0oo3m2li2u8
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/28
104
114625
316806
2026-09-01T04:35:07Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
316806
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>3). A. Johns, ''The Kaba Rantjak Dilabuah : A Specimen of Traditional Literature of Central Sumatra'' (Ithaca : Cornell Southeast Asia Program, 1958).
4) Edisi Datuk Garang didasarkan kepada suatu naskah kepunyaan suatu keluarga Tuanku — Laras (Kepala Distrik) di Minangkabau Timur. Pada halaman pertamanya terdapat suatu kembang yang distileer, dengan tulisan "Sultan Biladi, Simaharadja Diradja Ibn Sultan Iskandar DzulkarnainChalifatullah fil Alamsyah." Dua edisi lain adalah : Datuk Sangguno Diradjo (Bukittinggi, 1923), 2 jil. ; Datuk Sango Batuan (Pajakumbuh : Lembago, 1938) — kedua-duanya ditulis dalam bahasa Minangkabau tetapi dalam huruf Arab Latin adalah : St. Radjo Endah, ''Kaba Tjindua Mato'' (Bukittinggi : Pustaka Indah, 1960).
Juga ada dua sandiwara dalam bahasa Indonesia, yaitu : Abdul Muis, ''Cindua Mato'' (Weltevreden : Evolutie, 1924) dan sebuah lagi karya pengarang yang tak dikenal, ''Tjendera Mato'' (Padang; t.p., 1925) yang mencakup suatu ikhtisar dalam bahasa Belanda; dan dua versi prosa : A.Dt. Madjoindo, ''Tjindur Mata'' (Jakarta, Balai Pustaka, 1958) dan Datuk Mangulak Basa (Bukittinggi : Tsamaratulichwan, 1930?). Suatu versi yang lebih ringkas diterbitkan oleh Sutan R. Mas'ud, Panglima Chindur Mato : ''Hikayat Perang Minangkabau Menegakkan Kebenaran Hukum Dari Angkatan Kedzaliman'' (Kuala Lumpur; Pustaka Antara, 1962).
5) Perihal tambo, lihat : ,,Legende van de afkomst der Sumatranen en van tum instellinge, ''Tjidschrift Nederlandsch-Indie'', 21, i (1859); Datuk Sangano Diradjo, ''Kitab Tjuraj Paparan Adat Alam Minangkabau'' (Fort de Kock : Geb. Lie, 1919).
6) Berbagai contoh mengenai kepercayaan bahwa pelaku-pelakunya merupakan tokoh-tokoh sejarah dapat ditemukan. Pada tahun 1933 misalnya seorang tokoh politik terkemuka di Minangkabau mengatakan dalam sebuah pidato bahwa andaikata Indonesia merupakan sebuah negara merdeka, Presidennya haruslah Dang Tuanku, tokoh utama dalam ''Kaba Tjindua Mato''. dalam ''Jakarta Times'' (November 12, 1968) dimuat laporan mengenai seorang janda muda di Pekan Baru yang dikhabarkan kesurupan 12 macam roh, antara lain Umar Ibn Chatab (Khalifah Kedua) dan Bundo Kanduang, tokoh utama ''Kaba Tjindua Mato''.
7) Dengan ini mungkin dimaksud Romawi Timur Lama, Konstantinopel, tetapi umumnya diperkirakan bahwa dimaksud adalah negara "Turki".
8) Gelanggang adu ayam. Menurut tradisi Minangkabau setiap nagari paling tidak mempunyai sebuah balai (Balai Adat), Mesjid, tempat mandi umum, sebuah jalan raya dan sebuah gelanggang. Sewaktu Perang Padri, gelanggang demikian dihapus oleh gerakan fanatik agama Mencari menantu dengan mengadakan gelanggang adalah suatu kebiasaan di dunia Melayu. P.E. de Josselin de Jong, ''Minangkabau and sembilan'' (Den Haag : Nijhoff. 1952) halaman 73 – 9.
9) Ini juga merupakan kata-kata kias kesusasteraan klasik Minangkabau, yang juga terdapat dalam ''Hikayat Hang Tuah'', mengenai pahlawan legendaris dari kesultanan Malaka yang dipengaruhi oleh hikayat Islam<noinclude>{{rh|24||}}</noinclude>
gwvsmmyd7t2b15ooyi30xet8e77urqh
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/29
104
114626
316807
2026-09-01T04:36:20Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
316807
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>mengenai Nabi Jusuf. Lihat : R.O. Winsted, "A History of Malay Literature." ''JRASMB'', 17, iii (1939), halaman 44 – 48. Dalam ''Kaba Tjindua Mato'', ,,manusia melupakan Tuhan waktu mendengar lonceng Sigumarang (Kuda Sakti Raja).
10) Edisi Van der Toorn berakhir dengan ini.
11) Keluarga raja Indrapura sesudah itu menyatakan bahwa merekalah merupakan keturunan sah Cindua Mato. Pada permulaan abad ke-10 Sultan Indrapura melontarkan bahwa ialah yang merupakan ,,wakil sebenarnya keluarga utama Minangkabau." Lihat P.H. van der Kemp; ''Sumatra's Westkustnaar aanleiding van Londensch tractat van 13 Agustus 1814'' (Den Haag, A.P., 1894) Halaman 278 – 4.
12) Bagian terbesar dari edisi-edisi tersebut di atas berakhir dengan bagian ini. Sisa ceritera ini didasarkan pada risalah-risalah oleh Datuk Sangguno Diradjo dan Datuk Garang.
13) Das Gupta menyatakan bahwa perebutan wilayah Pesisir Barat terjadi antara tahun 1607 dan 1613. Arun Komar Das Gupta, ,,Acheh in Indonesia Trade and Politics : 1600 – 1641'' (Cornell University, Thesis Ph.D., 1962), halaman 91 – 2 Mungkin kekuasaan politik sesungguhnya orang-orang Acheh di Pesisir ini, khususnya di pelabuhan-pelabuhan lada Tiku dan periaman, hanya sedikit saja hingga tahun 1620. Pada tahun 1617, misalnya, V.O.C. dilaporkan membantu ,,Raja Tiku Dalam perjuangannya melawan Bangsa Acheh, H. Koeskamp, ''De Weskust en Minangkabau'' (Leiden : Disertasi, 1931), halaman 23.
14) A. Cortesao, ed. dan penterjemah. ''The Suma Oriental of Tome Pires 1512 – 1515'' (London The Hakluyt's Society, 1944), hal. 164.
15) ''Ibid.'', halaman 161.
16) Pada tahun 1514, bangsa Portugis yang baru mengalahkan Malaka berusaha memasuki daerah pedalaman Minangkabau dari pantai Timur menemui "raja agung" Minangkabau. F.M. Schnittger, ''Forgotten Kingdoms in Sumatera'' (Leiden : E.J. Brill, 1964), halaman 55.
17) Sebuah tradisi mengenai pengislaman Minangkabau mengisahkan bahwa ini diakibatkan oleh sejenis pertemuan intelektual antara wakil-wakil keluarga raja Minangkabau dengan ulama Islam di Bukit Marapalam, sebuah bukit antara Pagarruyung dan Lintau, Versi dari tradisi ini biasanya dikutip oleh ahli teori adat Minangkabau yang berlawanan dengan tradisi yang diterima oleh pimpinan agama, menyatakan bahwa "ulama-ulama ini merupakan pengikut dari Syech Panjang Janggut" dengan mesjid yang menghadap ke arah Barat," dan yang datang dari Siak, gerbang keluar di sebelah Timur. Lihat karangan-karangan Datoek Soetan Maharajo yang dimuat dalam ''Oetoesan Melayoe'', antara tahun 1912 dan 1921; dan suatu ikhtisar pendek yang ditulis oleh muridnya Datoek M.Alam, "Agama Islam di Minangkabau," ''Panji Islam'', 22 (2 Juni, 1941), halaman 9120 – 1.
18) Hamka, ''Dari Perbendaharaan Lama'' (Medan : Maju, 1963), halaman 154 – 157.<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude>
afjx6y523wbufw77foecu79et764onk
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/30
104
114627
316808
2026-09-01T04:37:11Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
316808
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>19) Pembicaraan mengenai Kaba ini dalam karangan ini didasarkan pada edisi Van der Toorn (1891); bagian terbesar dari kutipan-kutipan diambil dari edisi ini, serta edisi Datuk Garang (1904) dan Datoek Sangguno Diradjo (1923). Edisi-edisi yang lebih baru umumnya telah di-edit agar sesuai dengan Islam ortodoks.
20) Gubernur Belanda di Malaka telah mengirim Dias „untuk mengadakan tawar-menawar dengan ''Manicabers'' dari wilayah dataran tinggi." Sambutan terhadap Dias menimbulkan kesan bahwa dalam hal hubungan dengan dunia luar setiap raja Minangkabau bertindak sendiri-sendiri. F. de Haan, "Naar Midden Sumatra in 1684," ''TBG'', XXXIX (1897), halaman 327-366. Marsden melaporkan bahwa „setiap orang di antara mereka dalam pendahuluan surat mereka menggunakan pangkat-pangkat kerajaan tanpa memperhitungkan kemungkinan adanya tokoh lain pemegang pangkat yang sama." Marsden, ''The History of Sumatra'' (London, 1811) halaman 388.
21) Kroeskamp, ''De Westkust'', passim.
22) Menilik petatah-petitih ataupun peribahasa Minangkabau mengenai hubungan antara agama dan adat, watak proses pengislaman ini dapat diteliti Peri-bahasa tertua mengatakan „adat bersendi (bersandar) pada alur (sopan santun), sarak bersendi pada dalil," dan secara tersirat menyatakan bahwa adat dan sarak hanyalah terdapat berdamping-dampingan. Tahap kedua „adat bersendi pada sarak, sarak bersendi pada adat", menganggap bahwa adat dan agama merupakan satu bagian terpadu yang tak terpisah-pisahkan. Peribahasa terbaru yang sekarang diterima oleh seluruh unsur Minangkabau yaitu bahwa „adat bersendi pada sarak, sarak bersendi pada Kitabullah," berarti bahwa adat hanya merupakan penetapan kewajiban-kewajiban yang dikenakan oleh agama. Lihat karangan saya „Adat and Islam : an examination of conflicts in Minangkabau". ''Indonesia'', 2 (Oktober 1966), halaman 1–24.
23) Ph.S. van Ronkel, "Het Heiligdom te Oelakan," ''TBG'', LVI (1914), khususnya halaman 294; Mahmud Junus, ''Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia'' (Jakarta : Pustaka Mahmudiah, 1960) halaman 15–22.
24) Pada tahun 1917, pendiri partai adat pertama di Minangkabau, Datuk Sutan Maharaja, dalam perjuangan melawan gerakan modernisasi Islam menunjukkan bahwa adat Minangkabau dan Tasauf (mistik) merupakan dua bagian dari satu pandangan hidup yang terhormat: "Theosofie dan S.A.A.M.," ''Oetoesan Melajoe'', Juni 11, 1917.
25) Lihat, misalnya : Josselin de Jong, „The Character of the Malay Annals," dalam John Bastian dan R. Rolvink, eds, ''Malayan and Indonesian Studies'' (Oxford: University Press, 1964), halaman 235-41.
26) Mengenai persoalan pembagian adat ini : Ahmad Datuk Batuah dan A.Dt. Madjoindo, ''Tambo Minangkabau'' (Jakarta: Balai Pustaka, 1956); W.J. Lyeds, "Larasan in Minangkabau," ''Koloniale Studien'', X (1926), halaman 387–416.
27) Lihat: D.M. Datuk Maruhum Batuah dan H.D. Bagindo Tanameh, ''Hukum Adat dan Adat Minangkabau'' (Jakarta: Pustaka Aseli, 1956) Halaman 58–60.<noinclude></noinclude>
t173u3elre8ejcjeoj9mzeq7tbmllis
316809
316808
2026-09-01T04:37:21Z
Link PB
26772
316809
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>19) Pembicaraan mengenai Kaba ini dalam karangan ini didasarkan pada edisi Van der Toorn (1891); bagian terbesar dari kutipan-kutipan diambil dari edisi ini, serta edisi Datuk Garang (1904) dan Datoek Sangguno Diradjo (1923). Edisi-edisi yang lebih baru umumnya telah di-edit agar sesuai dengan Islam ortodoks.
20) Gubernur Belanda di Malaka telah mengirim Dias „untuk mengadakan tawar-menawar dengan ''Manicabers'' dari wilayah dataran tinggi." Sambutan terhadap Dias menimbulkan kesan bahwa dalam hal hubungan dengan dunia luar setiap raja Minangkabau bertindak sendiri-sendiri. F. de Haan, "Naar Midden Sumatra in 1684," ''TBG'', XXXIX (1897), halaman 327-366. Marsden melaporkan bahwa „setiap orang di antara mereka dalam pendahuluan surat mereka menggunakan pangkat-pangkat kerajaan tanpa memperhitungkan kemungkinan adanya tokoh lain pemegang pangkat yang sama." Marsden, ''The History of Sumatra'' (London, 1811) halaman 388.
21) Kroeskamp, ''De Westkust'', passim.
22) Menilik petatah-petitih ataupun peribahasa Minangkabau mengenai hubungan antara agama dan adat, watak proses pengislaman ini dapat diteliti Peri-bahasa tertua mengatakan „adat bersendi (bersandar) pada alur (sopan santun), sarak bersendi pada dalil," dan secara tersirat menyatakan bahwa adat dan sarak hanyalah terdapat berdamping-dampingan. Tahap kedua „adat bersendi pada sarak, sarak bersendi pada adat", menganggap bahwa adat dan agama merupakan satu bagian terpadu yang tak terpisah-pisahkan. Peribahasa terbaru yang sekarang diterima oleh seluruh unsur Minangkabau yaitu bahwa „adat bersendi pada sarak, sarak bersendi pada Kitabullah," berarti bahwa adat hanya merupakan penetapan kewajiban-kewajiban yang dikenakan oleh agama. Lihat karangan saya „Adat and Islam : an examination of conflicts in Minangkabau". ''Indonesia'', 2 (Oktober 1966), halaman 1–24.
23) Ph.S. van Ronkel, "Het Heiligdom te Oelakan," ''TBG'', LVI (1914), khususnya halaman 294; Mahmud Junus, ''Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia'' (Jakarta : Pustaka Mahmudiah, 1960) halaman 15–22.
24) Pada tahun 1917, pendiri partai adat pertama di Minangkabau, Datuk Sutan Maharaja, dalam perjuangan melawan gerakan modernisasi Islam menunjukkan bahwa adat Minangkabau dan Tasauf (mistik) merupakan dua bagian dari satu pandangan hidup yang terhormat: "Theosofie dan S.A.A.M.," ''Oetoesan Melajoe'', Juni 11, 1917.
25) Lihat, misalnya : Josselin de Jong, „The Character of the Malay Annals," dalam John Bastian dan R. Rolvink, eds, ''Malayan and Indonesian Studies'' (Oxford: University Press, 1964), halaman 235-41.
26) Mengenai persoalan pembagian adat ini : Ahmad Datuk Batuah dan A.Dt. Madjoindo, ''Tambo Minangkabau'' (Jakarta: Balai Pustaka, 1956); W.J. Lyeds, "Larasan in Minangkabau," ''Koloniale Studien'', X (1926), halaman 387–416.
27) Lihat: D.M. Datuk Maruhum Batuah dan H.D. Bagindo Tanameh, ''Hukum Adat dan Adat Minangkabau'' (Jakarta: Pustaka Aseli, 1956) Halaman 58–60.<noinclude>{{rh|26||}}</noinclude>
9ot2m6tyr3j11om9vxln0b1s9vklr49
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/31
104
114628
316810
2026-09-01T04:38:16Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
316810
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>28) Contoh-contoh dari pemikiran demikian adalah antara lain :
:Memang mungkin untuk membuat sawah ladang dihalaman orang lain, tapi apakah ini patut
:Memang patut membuat sawah ladang dipuncak gunung, tetapi apakah ini mungkin ?
Beberapa orang ahli teori adat Minangkabau juga menyatakan bahwa akal seharusnya dibimbing oleh kesadaran hukum alam. Sebelum Islam masuk ke daerah ini peraturan masyarakat Minangkabau berdasarkan pada hukum akal dan hukum alam. Lihat misalnya, M. Nasrun, ''Dasar Falsafah Adat Minangkabau'' (Jakarta: Pasaman, 1957).
29) Keyakinan akan kemampuan akal untuk mempergunakan alam dengan bantuan iman yang kuat mungkin mengakibatkan pengabaian hukum alam. Insya Allah, ''alam indak babakeh;'' Sebelum ditakdirkan oleh Tuhan, orang tak akan mati, sekalipun telah ditembak oleh musuh. Ini menjadi dasar bagi ilmu kebal, pengetahuan tentang kekebalan diri. Ph. S. van Ronkel, ''Rapport betreffende de Godsdienstige verschijn selen ter Sumatra's Weskust'' (Verbaal, April 4, 1916, No. 54), Bylage V. Juga Hamka, ''Ayahku'' (Jakarta: Jayamurni, 1962), halaman 84 – 9. Kepercayaan ini terutama terdapat waktu pemberontakan anti pajak pada tahun 1908.
30) Mengenai ini lihat : Datoek Sangguno Diradjo, ''Kitab Tjurai.'' halaman 67; dan juga Datuk Batuah dan Datuk Madjoindo, ''Tambo Minangkabau'', halaman 133 – 135.
31) Ini merupakan dua di antara lima dasar tingkah laku orang sebagai diuraikan dalam: H.A.R. Gibb, ''Moehammedanism'' (London/New York: Oxford : 1953), halaman 100 – 101.
32) Cf. Batuah dan Madjoindo, ''Tambo Minangkabau'', halaman 40 dan juga ,,Artikelen van Datuk Soetan Maharaja in de Oetoesan Melajoe 1911 – 1913, ''"Adatrechtbundels'', 27 (1928) halaman 291 dst.
33) Orang-orang yang suka mengejek kadang-kadang menafsirkan ini sebagai suatu ,,skandal di lingkungan istana,'' yang terjadi waktu ,,masa gemilang Minangkabau''. Akan tetapi tafsiran ini hanya jika ''Kaba Tjindua Mato'' dianggap sebagai sejarah simbolis Minangkabau.
34) Mitos nenek moyang ''Negeri Sembilan'' sebagai yang dilaporkan oleh R.O Winstedt, ''The Malays, a Cultural History'' (London : Hutchinsons, 1960), halaman 56 – 57.
35) ,,Raja sebagai lembaga yang bulat berada di luar anak negeri ,'' C. Westenenk, ,,Opstellen van Minangkabau,'' ''TBG'', 55 (1913), halaman, 239. Suatu pembicaraan yang padat terdapat dalam P.E. de Josselin de Jong, ''Minangkabau and Negeri Sembilan'', Halaman 90 – 173.
36) C.C. Berg, ,,Javaansche Gescheidschrijving,'' dalam F.W. Stapel, ''Geschiedenis, van Nederlandsch – Indies'', (Den Haag : Joost van der Vondel, 1939), II; B. Schrieke ''Indonesian Sociological Studies'', (Bandung/The Hague : W. van Hoeve, 1956), halaman 70 – 74.
37) Lihat : Robert Heine-Geldern, ''Conceptions of State and Kingship in Southeast Asia'' (Ithaca: Cornell Southeast Asia Program, 1956).<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
1d2oqv69ftze105y5xc49vb2dxd3ky4
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/32
104
114629
316811
2026-09-01T04:40:31Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
316811
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><noinclude>{{rh|28||}}</noinclude>
h3xkrf8dhqon9xit1zz34x125ilwzbx
316812
316811
2026-09-01T04:40:58Z
Link PB
26772
316812
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>38) Konsepsi tentang langit sebagai tempat yang lebih sakti dan lebih berbahaya dari pada dunia yang fana ini juga terdapat dalam tradisi kesusasteraan Aceh Versi Minangkabau dari karya Aceh, ''Hikayat Malin Deman'', suatu kisah cinta antara seorang pangeran-anak manusia dengan puteri dari kayangan menjadi semakin populer sehingga kaba sanggahan dihasilkan pada masa Perang Padri. Kaba sanggahan ini yaitu ''Hikayat Putri Balukih'', atau Hikayat Puteri Balkis (Permaisuri Raja Sualaiman), menantang ''Hikayat Malin Deman'' ,,karena,, tidak didasarkan pada hadis nabi". Lihat D. Gerth van Wijck, ed. dan pent., "De Geschiedenistvan Prinses Balkis den Meleische verselling," ''Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen'', XLI (1881), halaman I-II Beberapa Kaba Minangkabau yang tidak terkenal juga mengandung konsepsi serupa mengenai langit, seperti ''Kaba Puti Talajang''.
39) mimpi memainkan peranan yang sangat berarti dalam tradisi filsafat dan kesusasteraan Islam, Lihat: Duncan Black Mac Donald, ''The Religious Attitude and Life in Islam'' (Beyrouth: Khyat Oriental Reprinits, 1965) halaman 70 – 94, G.E. von Gruenebaum dan Roger Caillols, eds. ''The Dream and Human Societies'' (Berkeley: University of California, 1966), khususnya halaman 3–21, 351–379. Dalam tradisi setempat Minangkabau mimpi juga memainkan peranan yang penting, seperti misalnya dalam ceritera rakyat seorang yang saleh Tuanku Imam dari Kota Gadang, yang kedatangannya diberitakan oleh salah seorang sekampungnya yang bermimpi bahwa seorang lelaki tua berjenggot putih yang panjang datang padanya untuk menyampaikan berita tentang asal gaib Tuanku Imam yang akan muncul yang seperti juga Dang Tuanku, merupakan putera dari Indo Jati. D. Gerth van Wijck,,, Een Minangkabausche Heilige, "TBG, XXIV(1877) halaman 224 \-- 232. Tak disangsikan lagi mimpi paling termashur dalam tradisi kesusasteraan Melayu adalah mimpi dari Marah Silu dalam ''Hikayat Radja-Radja Pasai''. Dalam mimpi ini ia bertemu dengan Nabi Muhammad dan waktu terbangun keesokan harinya ia dengan mudah sekali mengucapkan ayat-ayat Qur'an. Maka, demikian menurut sahibulhikayat, kerajaan Islam pertama terdapat di Pulau Sumatera.
40) R.A. Nicholson, ''The Mystics of Islam'' (London: G.G. Bell & Sons, 1914) hlm. 148–169.
41) Louis Massignon, "Al–Hallaj" dalam M.M. Sharif, Ed., ''A History of Muslim Philosophy'' (Wiesbaden : O. Harrassowits, 1963), Jil. I, hlm. 347–348.
42) Mireade Eliade, ''Cosmos and History. The Myth of Eternal Return'', New York : Harper, 1959), hlm. 34 – 48.
43) Claude Levi – Strauss, ''Structural Anthropology'' (New York: Basic Book, 1963), halaman 229.<noinclude>{{rh|28||}}</noinclude>
89o5dhazpzvmvmpflj86cttepjh1mt7
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/33
104
114630
316813
2026-09-01T04:42:43Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
316813
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>
'''ISKANDAR ZULKARNAIN SEBAGAI ASAL<br />
KETURUNAN RAJA MINANGKABAU DALAM TAMBO<br />
MINANGKABAU'''<br />
Oleh : Drs. Edwar Djamaris.
</center>
=== A. PENDAHULUAN. ===
{{dropinitial|D}}alam karangan ini saya berusaha membicarakan salah satu episode dalam Tambo Minangkabau yang cukup menarik perhatian dan yang sering disebut-sebut, yaitu episode Iskandar Zulkarnain Dalam Tambo Minangkabau banyak masalah yang perlu dibicarakan secara panjang lebar. Untuk ini diperlukan waktu dan kesungguhan yang banyak pula. Pada kesempatan ini saya ingin membatasi penelitian dalam Tambo ini pada episode tersebut di atas saja. Karangan ini saya anggap sebagai usaha pertama untuk meneliti isi Tambo Minangkabau secara keseluruhan. Pada waktu ini belum ada rasanya kesempatan untuk membahas secara keseluruhan dan mendalam.
Iskandar Zulkarnain merupakan tokoh yang menarik dan terkemuka di dunia, terutama di Asia dan Eropa, dan banyak disebut-sebut dalam naskah-naskah Melayu berisi sejarah, seperti Sejarah Melayu, Hikayat Aceh, Bustanussalatin dan sebagainya. Dalam Tambo Minangkabau ada satu episode mengenai Iskandar Zulkarnain ini. Dalam episode tersebut diceriterakan bahwa Sutan (Sultan) Sri Maharaja Diraja adalah raja Minangkabau yang pertama, anak bungsu dari Iskandar Zulkarnain itu. Diceritakan, bahwa Iskandar Zulkarnain anak Nabi Adam yang bungsu. Untuk isteri Iskandar Zulkarnain itu diambilkan oleh malaikat seorang bidadari dari sorga atas perintah Tuhan. Dari perkawinannya itulah lahir tiga orang putranya yaitu Sultan Sri Maharaja Alif yang jadi raja di Benua Rum, Sultan Sri Maharaja Dipang yang jadi raja di Benua Cina dan Sultan Sri Maharaja Diraja yang jadi raja di pulau Perca ini yang pusat pemerintahannya di Pagarruyung Minangkabau. Demikian garis besar cerita dari episode Iskandar Zulkarnain dalam Tambo Minangkabau, Ml. 439, halaman 27 — 32.
Cerita tersebut di atas tidak saja dapat kita jumpai dalam Tambo Minangkabau, tetapi juga terdapat dalam pengantar undang-undang Minangkabau, <ref>Djamaris (1970), halaman 87.</ref> sering diucapkan dalam pidato-pidato adat atau persembahan-persembahan untuk menunjukkan kebesaran kerajaan Minangkabau zaman dahulu. Ceritera ini amat populer dikalangan rakyat. Episode Iskandar Zulkarnain, tersebut telah menimbulkan suatu kepercayaan dalam masyarakat bahwa raja Minangkabau yang pertama itu berasal dari Iskandar Zulkarnain, raja Macedonia itu. Hal ini dapat kita baca dalam sebuah kertas kerja yang disusun oleh LKAAM
<references /><noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
57g5fophzahgnjjb5wku5svb08n9zro
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/34
104
114631
316814
2026-09-01T04:43:30Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
316814
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>(Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau) yang berjudul "Sejarah Minangkabau" pada seminar Sejarah dan Kebudayaan Minangkabau di Batu Sangkar 1970, halaman 2 dan dalam "Brosur Excursi" pada Seminar Sejarah dan Kebudayaan Minangkabau halaman. 7, seperti tertera di bawah ini :
:"Pendatang yang mula-mula ialah Sri Maharaja Diraja keturunan Iskandar Zulkarnain yang berlayar dari sungai Indus, diperkirakan pada tahun 300 S.M. Pada masa kedatangan yang mula-mula itu sudah ditepatinya penghuni daerah Minangkabau"<ref>Brosur Exursi (1970), halaman 7. lihat juga LKAAM (1970) halaman 2.</ref>
Pendapat ini tentu didasarkan pada episode tersebut di atas. Yang jadi pokok masalah dari kutipan episode tersebut dan yang akan saya bicarakan dalam karangan ini, ialah mengenai tokoh Iskandar Zulkarnain sebagai asal keturunan raja Minangkabau itu dan Sutan Sri Maharaja Diraja, sebagai raja Minangkabau yang pertama.
Baiklah terlebih dahulu kita bicarakan secara singkat tokoh Iskandar Zulkarnain ini.
=== 1. Iskandar Zulkarnain. ===
Iskandar Zulkarnain merupakan tokoh historis dan legendaris yang sudah terkenal di dunia, terutama di Asia dan Eropa.Secara historis ia hidup dari tahun 356 – 323 S.M.<ref>Steinberg (1953) halaman 8.</ref> Ia menjadi raja Macedonia pada tahun 336 – 323 S.M. Kisahnya sebagai raja Macedonia ini telah disusun oleh Harold Lamb dalam sebuah buku yang berjudul Alexander of Macedon.<ref>Lihat : Lam (1959),</ref> Ia adalah ahli peperangan terbesar yang pernah hidup, penyelidik daerah-daerah yang tiada taranya dan memiliki kekaisaran yang mahajaya.
Riwayat hidupnya pada mulanya disusun oleh Callisthenes salah seorang pengiringnya. Kemudian riwayat hidupnya itu banyak dipalsukan orang, ditambah orang dengan ceritera-ceritera lain yang berisi banyak fantasi, sehingga riwayatnya yang sesungguhnya jadi kabur. Riwayatnya yang dipalsukan inilah yang disebut Pseudo Callisthenes. Riwayatnya itu kemudian merupakan berbagai legende yang terdapat dikalangan rakyat diberbagai daerah Asia dan Eropa.
Ceritera mengenai Iskandar ini diduga telah ada sejak tahun 300 S.M. dan ceriteranya secara lengkap kira-kira pada tahun 200 S.M. Di Barat ceritera mengenai Iskandar ini terdapat dalam bahasa Latin, Perancis kuno, Inggeris, Perancis, Belanda, Italia, Skandinavia dan Yunani Modern. Sedang di Timur cerita mengenai Iskandar ini terdapat dalam bahasa Syria, Parsi, Abbysinia, Ibrani, Turki, Urdu, Mesir Lama, Mongolia, Cina, Melayu kuno dan sebagainya.<ref>Hussain (1969), halaman XVIII.</ref>
P.J. van Leuwen pernah menyelidiki perkembangan hikayat Iskandar Zulkarnain ini yang disusunnya dalam bentuk disertasi,
=== Catatan kaki ===
<references /><noinclude>{{rh|30||}}</noinclude>
ppcutbnwx4ckr6rxsdzkpuq6kcigyr5
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/35
104
114632
316815
2026-09-01T04:44:33Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
316815
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>berjudul ; "De Maleische Alexander Roman", Utrecht, Meppel, 1937.
Di Museum Pusat Jakarta dapat kita jumpai 3 buah naskah yang berjudul Hikayat Iskandar Zulkarnain, yang berbahasa Melayu dengan tulisan Arab-Melayu. Masing-masing bernomor v.d.w. 112, v.d.w. 113 dan Ml. 1.<ref>Ronkel (1909), halaman 255 – 260.</ref> Untuk lebih jelasnya baiklah kami kutipkan permulaan dari Hikayat Iskandar Zulkarnain yang bernomor v.d.w. 113 berbunyi:
<blockquote>
"Wabihi nastainu billahi ala. Ini Raja Iskandar anak dari cucu Raja Bahman di negeri Rum yang telah disebutkan Allah Subhanahu wa Taala di dalam Kur'an al-azim ayatnya yang mempunyai dua tanduk diperbuatnya menikam. Maka firman Allah Subhanahu wa Taala "Yas alunaka an Zilkarnain, qala sattlu alaikum min Zilkarnain". Sebermula telah ditanyai segala Yahudi akan dikau ya Muhammad dari pada segala hikayat Zulkarnain perinya ia menjalani segala pihak, bumi dari magrib datang masyrik. Kata olehmu ya Muhammad, bagi akan aku hikayatkan kepada kamu ceriteranya peri menjalani segala bumi, kata alhadis sahaja ada hikayatnya pada kaum Yahudi dan kepada kaum ajam dan kuasa di dalam benua Rum. Maka lalu dihikayatkan oleh Nabi Allah segala hikayat barang tiada didalam hikayat mereka itu".
</blockquote>
Dari kutipan di atas dapat diketahui, bahwa kisah Iskandar Zulkarnain juga terdapat dalam Al Qur'an. Setelah kita selidiki ternyata, bahwa kisah Zulkarnain ini memang terdapat dalam Al Qur'an surat yang ke 18, yaitu surat Al Khafi ayat 83 sampai ayat 101. Agaknya ayat-ayat Al Qur'an inilah salah satu sumber untuk menyusun Hikayat Iskandar Zulkarnain itu seperti ternyata dari kutipan di atas. Iskandar Zulkarnain dianggap oleh orang Islam sebagai pahlawan pra Islam. Perhatikan permulaan kisah Zulkarnain ini dalam ayat 83 dan 84 Al Khafi ini, yang berbunyi :
:# 83. "Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah, "Aku akan bacakan kepadamu tjerita-tjerita tentangnya.
:# 84. Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai segala sesuatu).<ref>Al Qur'an dan Terjemahannya (1970) halaman 456.</ref>
Demikianlah dua ayat dari 19 ayat ada dalam Al Qur'an tentang kisah Zulkarnain.
Naskah lain tentang Hikayat Iskandar Zulkarnain ini juga terdapat di perpustakaan Universitas Leiden, salah satu diantaranya berdasarkan micro-card bernomor Code x Orientalis 1996, telah diterbitkan di Kuala Lumpur atas usaha Khalid Hussain, penerbit Dewan Bahasa dan Pustaka, 1967 dalam hikayat ini diceriterakan bahwa Iskandar Zulkarnain ialah anak raja Darab Rumi, Raja Qilas dan Raja Dawab Persi. Suatu sumber yang lain menyebutkan bahwa ia anak Raja Qilas tuan Putri Safiya Arqiya. Nama Iskandar timbul dari nama daun kayu yang digunakan untuk mengobati penyakit tuan Putri Safiya Arqiya. Dalam menyebarkan agama Islam ia dibantu oleh Nabi Khidir. Ia berhasil mengislamkan seluruh negeri dari masyrik
<references /><noinclude>{{rh|||31}}</noinclude>
p4ktmbu3p55ezv3hganj4l4nien4hl6
316816
316815
2026-09-01T04:44:55Z
Link PB
26772
316816
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>berjudul ; "De Maleische Alexander Roman", Utrecht, Meppel, 1937.
Di Museum Pusat Jakarta dapat kita jumpai 3 buah naskah yang berjudul Hikayat Iskandar Zulkarnain, yang berbahasa Melayu dengan tulisan Arab-Melayu. Masing-masing bernomor v.d.w. 112, v.d.w. 113 dan Ml. 1.<ref>Ronkel (1909), halaman 255 – 260.</ref> Untuk lebih jelasnya baiklah kami kutipkan permulaan dari Hikayat Iskandar Zulkarnain yang bernomor v.d.w. 113 berbunyi:
<blockquote>
"Wabihi nastainu billahi ala. Ini Raja Iskandar anak dari cucu Raja Bahman di negeri Rum yang telah disebutkan Allah Subhanahu wa Taala di dalam Kur'an al-azim ayatnya yang mempunyai dua tanduk diperbuatnya menikam. Maka firman Allah Subhanahu wa Taala "Yas alunaka an Zilkarnain, qala sattlu alaikum min Zilkarnain". Sebermula telah ditanyai segala Yahudi akan dikau ya Muhammad dari pada segala hikayat Zulkarnain perinya ia menjalani segala pihak, bumi dari magrib datang masyrik. Kata olehmu ya Muhammad, bagi akan aku hikayatkan kepada kamu ceriteranya peri menjalani segala bumi, kata alhadis sahaja ada hikayatnya pada kaum Yahudi dan kepada kaum ajam dan kuasa di dalam benua Rum. Maka lalu dihikayatkan oleh Nabi Allah segala hikayat barang tiada didalam hikayat mereka itu".
</blockquote>
Dari kutipan di atas dapat diketahui, bahwa kisah Iskandar Zulkarnain juga terdapat dalam Al Qur'an. Setelah kita selidiki ternyata, bahwa kisah Zulkarnain ini memang terdapat dalam Al Qur'an surat yang ke 18, yaitu surat Al Khafi ayat 83 sampai ayat 101. Agaknya ayat-ayat Al Qur'an inilah salah satu sumber untuk menyusun Hikayat Iskandar Zulkarnain itu seperti ternyata dari kutipan di atas. Iskandar Zulkarnain dianggap oleh orang Islam sebagai pahlawan pra Islam. Perhatikan permulaan kisah Zulkarnain ini dalam ayat 83 dan 84 Al Khafi ini, yang berbunyi :
: 83. "Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah, "Aku akan bacakan kepadamu tjerita-tjerita tentangnya.
: 84. Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai segala sesuatu).<ref>Al Qur'an dan Terjemahannya (1970) halaman 456.</ref>
Demikianlah dua ayat dari 19 ayat ada dalam Al Qur'an tentang kisah Zulkarnain.
Naskah lain tentang Hikayat Iskandar Zulkarnain ini juga terdapat di perpustakaan Universitas Leiden, salah satu diantaranya berdasarkan micro-card bernomor Code x Orientalis 1996, telah diterbitkan di Kuala Lumpur atas usaha Khalid Hussain, penerbit Dewan Bahasa dan Pustaka, 1967 dalam hikayat ini diceriterakan bahwa Iskandar Zulkarnain ialah anak raja Darab Rumi, Raja Qilas dan Raja Dawab Persi. Suatu sumber yang lain menyebutkan bahwa ia anak Raja Qilas tuan Putri Safiya Arqiya. Nama Iskandar timbul dari nama daun kayu yang digunakan untuk mengobati penyakit tuan Putri Safiya Arqiya. Dalam menyebarkan agama Islam ia dibantu oleh Nabi Khidir. Ia berhasil mengislamkan seluruh negeri dari masyrik
<references /><noinclude>{{rh|||31}}</noinclude>
sovteu7mizdo9qtuvz042vz9qzte2ed
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/36
104
114633
316817
2026-09-01T04:45:47Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
316817
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>hingga magrib. Pada akhir pengembaraannya ia kawin dengan Putri Noraini.<ref>Husain (1970) halaman 369.</ref>
Seperti halnya dengan Tambo Minangkabau, dalam sejarah Melayu geneologi raja-rajanya juga dihubungkan dengan raja Iskandar Zulkarnain, karena bagi masyarakat Melayu Iskandar Zulkarnain dianggap sebagai raja agung. Perhatikan pula kutipan di bawah ini :
::"Adapun nama kami dan bangsa kami bukannja dari pada bangsa Djin dan peri. Bahwa kami ini, bangsa manusia, asal kami dari pada anak tjatju radja Iskandar Dzulkarnain, nisab kami daripada radja Nusirwan radja Masjrik dan magrib dan namanja ini Bitjitram Sjah dan nama seorang ini Nilam pahlawan dan orang ini Karna Pandita; dan pedang kami ini tjurik Semandang Kini namanja, dan lembing kami ini Lembuara namanja, jang satu tjapkaju Kempa namanja, dan apabila memberi surat pada radja-radja tjap inilah ditjapkan.<ref>Situmorang (1958) halaman 23 - 24</ref>
Begitu pula halnya dengan ''Hikayat Aceh'' juga menyebutkan, bahwa Iskandar Zulkarnainlah asal-usul mereka. Sebagai contoh dapat kita lihat dalam ''Hikayat Aceh'', sebuah naskah di Museum Pusat yang bernomor ML. 196,<ref>Ronkel (1909) halaman 279 - 280.</ref> yang pada halaman permulaan hikayat ini berbunyi :
::"Sifatnya yang tiada terperi kepujian, maka diketahui Raja Iskandar dengan kerabatnya, bahwasanya ialah raja yang turun temurun dan masyhur pada segala alam dan ialah anak cucu Iskandar Zulkarnain. Maka seharusnyalah kuambil titah kepadanya."
Sehubungan dengan ini juga dapat kita baca dalam buku ''Bustanus Salatin'', karangan Nuru'din ar. Raniri halaman 29, seperti tertera di bawah ini :
::"Maka pada masa yang berbahagia dan pada ketika yang mulia, maka paduka Sri. Sultan Iskandar Thani Allaudin Mughayat Shah pun datanglah dari negeri Pahang ke negeri Aceh Darus-salam. Tatkala itu, adalah umur baginda tujuh tahun. Demi ditilik Raja Iskandar Muda akan Sultan Allaudin Mughayat Shah, maka kelihatanlah cahaya segala kebahagiaan pada mukanya dan segala sifat yang tiada terperi kepujiannya. Maka diketahui Raja Iskandar Muda adalah dengan ilmu firasatnya; bahwasanya ialah Raja Ad-Diraja, yang turun temurun dan ialah yang termashur namanya pada segala alam dan ialah anak cucu Raja Iskandar Dzu'l-karnain. Maka seharusnyalah ialah kuambil akan anakku".<ref>Iskandar (1966), halaman 36.</ref>
Dari uraian di atas dapatlah kita menduga apa latar belakang pengarang-pengarang lama memasukkan legende Iskandar Zulkarnain dalam penulisan sejarah lama. Hal ini tidak lain keinginan menghubung-hubungkan kebesaran Raja Iskandar Zulkarnain dengan raja-raja mereka dan menyamakan kedudukannya dengan raja Rum dan negeri Cina, yang sudah terkenal sejak dahulu, seperti yang kita baca dalam Tambo Minangkabau tersebut di atas.
== Catatan Kaki ==
{{reflist}}<noinclude>{{rh|32||}}</noinclude>
g405dpp9pm0x5r4g3i30wdvqvonfm1h
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/37
104
114634
316818
2026-09-01T04:46:49Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
316818
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Salah satu tujuan penulisan yang demikian, ialah untuk meng-agung-agungkan dan memulyakan kedudukan raja. Bahwa rajanya berasal dari keturunan raja besar di dunia, bahkan ada pula yang menghubungkan dengan dewa-dewa dari kayangan. Bagi masyarakat dulu geneologi memegang peranan penting. Keturunannya inilah yang menentukan posisinya dalam masyarakat. Dengan menceritakan garis keturunan raja yang istimewa ini raja dalam pandangan masyarakat dianggap sebagai orang yang istimewa dan luar biasa, karena memiliki garis keturunan yang tinggi, sehingga tidak ada orang lain yang menyamainya. Raja digambarkan sebagai tokoh yang mempunyai magic power suatu kekuatan yang luar biasa, karena segala kekuasaan pada zaman dahulu terpusat pada diri raja. Raja harus didewa-dewakan, supaya ia memiliki wibawa dan moril yang tinggi di mata masyarakat, sehingga ia benar-benar dihormati oleh rakyatnya. Inilah salah satu tujuan penulis sejarah dalam naskah-naskah berisi sejarah.
Pembaca yang teliti ataupun penyelidik-penyelidik barat banyak yang kecewa meneliti naskah-naskah berisi sejarah ini. Salah satu di antaranya, karena geneologi raja-rajanya itu tidak cocok, peristiwa-peristiwa yang sungguh terjadi bercampur dengan legende. Akan tetapi hal itu sangat berharga, karena kita dapat mengetahui sikap mental, pandangan hidup, kepercayaan, cara berfikir, juga gambaran umum tentang perasaan dan angan-angan masyarakat pada waktu itu. Bahwa masyarakat pada waktu itu terlalu berpedoman pada garis keturunan yang nantinya melahirkan pula kasta-kasta atau golongan-golongan dalam masyarakat berdasarkan garis keturunan ini. Penulisan sejarah dalam naskah-naskah berisi sejarah ini disesuaikan dengan pandangan hidup masyarakat pada waktu itu.
=== 2. Sri Maharaja Diraja. ===
Setelah kita mengetahui, bahwa tujuan penulis Tambo Minangkabau, menggunakan nama Iskandar Zulkarnain untuk memulyakan dan meninggikan derajat Raja Sri Maharaja Diraja sebagai raja Minangkabau yang pertama, baiklah kita selidiki pula siapa yang dimaksud dengan tokoh Sri Maharaja Diraja itu. Untuk itu perlu kita hubungkan dengan naskah-naskah lain dan dari sumber-sumber sejarah yang lain.
Salah satu naskah yang jelas menyebutkan tokoh Sri Maharaja Diraja ini ialah sebuah naskah yang berjudul : Asal-usul Bangkahulu.<ref>Asal-usul Bangkahulu Ml. 143 dan Ml. 148. Tercatat dalam Katalogus Ronkel (1909), halaman 280–281.</ref> Dalam naskah ini tokoh Sri Maharaja Diraja sudah dikenal. Hal ini dapat kita baca pada kutipan di bawah ini :
{{blockquote|"Inilah yang dipertuan daulat Sultan Sri Maharaja Diraja bin Sultan Iskandar Zulkarnain saflil ya lillah fi alam sadarai mashur di dalam pulau Mas melimpahkan adat lembaga serta keadilannya kepada segala raja-raja di bawah tiap-tiap negeri ke atas angin ke barat dan ke timur, (sehingga) keturunan raja-raja yang dari Pagarruyung."<ref>Asal-usul Bengkahulu Ml. 143, halaman 4.</ref>}}
== Catatan Kaki ==
<references /><noinclude>{{rh|||33}}</noinclude>
64simrlxxofsubfje2y4jnun2akfwij
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/38
104
114635
316819
2026-09-01T04:47:53Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
316819
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Selanjutnya disebutkan beberapa raja yang berada di bawah pemerintahan daulat Sultan Sri Maharaja Diraja dari kerajaan Pagarruyung ini yaitu; raja-raja di negeri Indragiri, Muko-Muko, Bintan, Palembang, Jambi, Indrapura dan sebagainya. Semuanya itu menunjukkan kekuasaan Sultan Sri Maharaja Diraja. Begitu juga halnya dengan asal-usul raja di Bangkahulu, ini diceritakan berasal dari seorang menteri dari kerajaan Pagarruyung pada waktu itu pemerintahan Sultan Sri Maharaja Diraja ini, yaitu yang bernama Maharaja Sakti. Asal-usul Maharaja Sakti ini dapat pula kita baca pada kutipan di bawah ini:
<blockquote>
"Adapun nama hamba Maharaja Sakti, nama negeri bamba Sungai Tarab Alam Minangkabau dan kami berjalan ini semuanya 15 orang, 4 hamba punya menteri, 9 anak buah yang membawa angkatan, 1 anak-anakan atau pahlawan. Adapun peraturan alam Minangkabau daulat di Pagarruyung, Bendahara di Sungai Tarab masuk kunci kampung alam. Selama terdiri daulat di Pagarruyung, selama terdiri Bendahara Sungai Tarab, Pagarruyung berpangkat Sultan, Sungai Tarab berpangkat wazir, (di) bawah itu ialah Ba(ng)sa Empat Balai; Kahdi di Padang Ganting, Makhudum di Sumanik, Andamo di di Saruaso, Tuan Gadang di Batipuh. Maka sungai Tarab bernama titah, karena apa-apa titah dari pada sultan turun kepada Bendahara, dari bendahara makanya limpah kepada menteri yang empat balai. Demikianlah adanya peraturan kerajaan Alam Minangkabau. Sultan-nya yang bernama Sri Maharaja Diraja."<ref>Asal-usul Bengkulu Ml. 148, halaman 21 - 22</ref>
</blockquote>
Maharaja Sakti inilah yang kemudian diangkat menjadi raja Bengkahulu yang pertama turun temurun karena besar jasanya menyelesaikan perselisihan antara pesirah-pesirah di negeri itu.
Dari sumber-sumber sejarah mengenai Minangkabau, dapat kita ketahui bahwa raja Minangkabau yang pertama ialah Adityawarman. Sebuah patung besar dekat pintu gerbang Museum Pusat Jakarta dikatakan, bahwa patung itu adalah patung Adityawarman. Di bawah patung itu tertulis; "Adityawarman raja pertama dari Minangkabau berupa Bhairawa Dharmapala, Padang Reco, Batang Hari 1350." Pada umumnya para ahli sejarah yang meneliti sejarah Minangkabau sependapat, bahwa Adityawarmanlah yang menjadi raja pertama di Minangkabau, Hal ini dapat kita ikuti pendapat Slametmuljono dalam bukunya Sriwijaya, Sanusi Pane dalam bukunya Sejarah Indonesia dan M.D. Mansoer Cs. dalam bukunya Sejarah Minangkabau. Begitu pula peneliti-peneliti asing seperti C.C. Berg dalam sebuah karangannya, "de Sadeng oorlog an de Mythe van Groot Majapahit", D.G.E. Hall dalam bukunya : ''A History of South-East Asia'', dan sebagainya. Hanya saja terdapat perbedaan mengenai waktu pemerintahan dan asal-usulnya.
Slametmulyana dalam bukunya Sriwijaya itu menulis sebagai berikut :
<blockquote>
"Nama lengkap Adityawarman seperti yang tercantum pada piagam Amoghapaca ialah Udayadityawarman Prtapaparskramajendra Mauliwarmadewa. Ia mengambil nama Mauliwarmadewa, karena ia keturunan raja Dharmacaraya Tribuwarnaraja Mauliwarmadewa. Adi-
</blockquote>
== Catatan Kaki ==
<references /><noinclude>{{rh|34||}}</noinclude>
majn1s1dda5spm3z78ujuwej8u6zo00
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/39
104
114636
316820
2026-09-01T04:48:56Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
316820
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>tyawarman adalah tjutjunja. Pada tahun 1339, kira-kira pada waktu itu Adityawarman berumur ± 50 tahun, ketika kembali ke Sumatera dan mendirikan kerajaan Minangkabau."<ref>Slametmulyana (tt) halaman 234.</ref>
Slametmulyana dalam kutipan di atas mengatakan, bahwa Adityawarman mendirikan kerajaan Minangkabau tahun 1339, sedang Sanusi Pane<ref>Pane (1965) halaman 108</ref> cenderung menyebut tahun 1347 berdasarkan angka tahun yang terdapat pada punggung arca Amogapaca itu juga. Demikian juga dalam buku Sejarah Minangkabau<ref>Mansoer (1970), halaman 55.</ref> menyebut 1347 juga sebagai tahun permulaan Adityawarman, jadi raja di Minangkabau. Agaknya angka tahun inilah yang dipakai pada patung Adityawarman yang terdapat di Museum Pusat yang telah disebut di atas. Mengenai masa pemerintahan Adityawarman ini diperlukan penelitian lebih lanjut.
Mengenai asal-usulnya, juga terdapat beberapa pendapat, Stutterheim dan C.C. Berg masing-masing mempunyai pendapat yang amat berbeda mengenai asal-usul Adityawarman ini. Kedua pendapat Sarjana ini telah diikuti dan dibahas pula lebih lanjut oleh D.G.E. Hall dan Slametmulyana. Baiklah terlebih dahulu kita kutipkan pendapat Hall dalam bukunya A History of South-East Asia ini terlebih dahulu:
<blockquote>
"King Mauliwarmadewa, who was on the throne at this time, sent two princesses to Majapahit with the returning Pamalayu fleet. One of them, Dara Petak as we have already seen, married Kertarajasa and become the mother of Jayanagara. The other, whose name was Dara Jingga, was according to Stutterheim married to a member of the Javanese royal house and bare a son who succeeded Mauliwarmadewa as King of Malayu. Berg, however, suggest that she went through a Bhairava-ritual 'marriage with Kertarajasa, after which she was sent back to Malayu to be married to Visvarupakumara. the son and succesor of Maulivarmadewa. If one may accept his version of the story, their son was the Adityawarman, who later ruled over much of Sumatera, and by virtue of his mother's double marriage was regardaed as at the same time the eldest son of his Sumatran father and the youngest son of Kertarajasa."<ref>Hall (1968), halaman 87 — 88.</ref>
</blockquote>
Berbeda dengan apa yang telah dikemukakan oleh Hall tersebut, di atas, Slametmulyana<ref>Slametmulyana (tt), halaman 232 — 233.</ref> mengemukakan juga terlebih dahulu pendapat Stutterheim dalam T.B.G. 76 yang mengatakan, bahwa Adityawarman itu ialah putra dari Wismarupakumara yang kawin dengan Putri Melayu, sedang C.C. Berg dalam karangannya "De Sadeng Oorlog en de mythe van Groot Majapahit" itu mengatakan, bahwa Adityawarman adalah putra dari Dara Jingga (putri Kartanegara) dengan raja Melayu Maulivarmadewa. Kedua pendapat ini tidak disetujui oleh Slametmulyana, karena berbeda dengan keterangan dalam pararaton dan Panji Wijayakusuma. Dalam kedua buku itu diceritakan, bahwa Dara Petak dan Dara Jingga adalah putri Melayu yang dibawa oleh tentara Singosari di bawah pimpinan Kebo Anabrang ke Majapahit untuk dipersembahkan kepada Sang Prabu. Se-
<references /><noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
frwfimqibr2ifkpvd5n3bvm0feq9fmd
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/40
104
114637
316821
2026-09-01T04:49:41Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
316821
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>lanjutnya dijelaskan oleh Slametmulyana, bahwa Dara Petak dan Dara Jingga adalah putri Tribuwana raja Mauliwarmadewa. Kedua putri itu diterima oleh Raden Wijaya. Dara Petak kawin dengan Kartanegara. Dari perkawinannya itu lahir Jayanegara. Dara Jingga pada mulanya tidak begitu jelas dengan siapa ia kawin, karena dikatakan, "Siraalaki dewa". Akan tetapi Adityawarman kemudian menyebut dirinya putra Adwaya. Maka dapat dipastikan, bahwa Dara Jingga kawin dengan Mahamenteri Adwaya. Dari perkawinannya inilah lahir Adityawarman. Adityawarman dan Jayanegara diasuh di istana Majapahit.
Dari uraian di atas agaknya pendapat Slamet Mulyana itu lebih dapat dipercaya, bahwa Adityawarman yang jadi raja pertama di Minangkabau itu putra dari Dara Jingga (putri Mauliwarmadewa) yang kawin dengan seorang menteri dari kerajaan Majapahit yang masih mempunyai hubungan kekeluargaan yang dekat dengan raja Majapahit, sehingganya Adityawarman dan Jayanegara tidak saja dari pihak ibu bersaudara juga dari pihak bapaknya masih mempunyai hubungan yang dekat. Itulah sebabnya sejak kecil mereka diasuh bersama-sama di istana Majapahit.
Setelah kita dapat mengetahui dari sumber sejarah, bahwa Adityawarman adalah raja Minangkabau yang pertama, maka dapatlah pula kita mengambil kesimpulan, bahwa Sri Maharaja Diraja yang disebut-sebut dalam Tambo Minangkabau sebagai raja Minangkabau yang pertama itu tidak lain adalah Adityawarman itu sendiri. Maharaja Diraja itu sebenarnya adalah gelar dari Adityawarman. Dalam prasasti Pagarruyung ia menyebut dirinya Maharaja Diraja.<ref>Mansoer (1970), halaman 61; Slametmulyana (tt), halaman 122</ref> Begitu juga pada punggung area Amogapaca Adityawarman memakai gelar Maharaja Diraja sebagaimana yang dikutip oleh Sanusi Pane.<ref>Pane (1965), halaman 108.</ref> Dengan gelar itu menurut Sanusi Pane, ia rupanya hendak mengatakan, bahwa tidak ada raja di atasnya, bahwa ia lepas dari Majapahit. Kemudian pusat kerajaan dipindahkan ke Pagarruyung di Minangkabau, karena di situlah selanjutnya kedapatan maklumat-maklumat Adityawarman, bukan di daerah Sungai Langsat lagi.
Sekarang timbul pertanyaan, mengapa dalam Tambo Minangkabau itu tidak disebut-sebut nama Adityawarman dan mengapa asal-usulnya diselubungi atau dikaburkan. Pertama-tama, sebabnya dalam Tambo Minangkabau tidak disebut-sebut lagi nama aslinya atau nama kecilnya ialah, karena Adityawarman sendiri telah memaklumkan, bahwa gelarnya adalah Maharaja Diraja. Sudah barang tentu dan sudah menjadi tradisi di Minangkabau, apabila seseorang sudah mempunyai gelar, orang lain tidak berani lagi menyebut namanya yang asli atau masa kecilnya. Misalnya saja, seorang yang telah diangkat jadi Datuk (Kepala Suku) tidak boleh lagi disebut nama aslinya atau nama kecilnya. Apabila orang lain melanggarnya, maka orang itu didenda seekor
<references /><noinclude>{{rh|36||}}</noinclude>
siwezb9ndgp9ozyj72mm3tur9ckbet1
Halaman:Horison 12 1986.pdf/5
104
114638
316822
2026-09-01T05:01:18Z
Hadithfajri
15274
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Wawancara Menutup Pusat Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa: Apa Salahnya? Jum'at 17 Oktober 1986, setelah hari pertama TEMU BUDAYA '86 di Taman Ismail Marzuki, hampir se nua surat kabar di Jakarta memberitakan, bahwa S. Takdir Alisjahbana menuntut agar Pusat Pembina- an dan Pengembangan Bahasa ditutup. Malahan ada yang mengatakan dibubarkan saja. Berita yang sama tentu juga dimuat dalam surat kabar di kota-kota dan daerah-daerah lain di Indonesia...
316822
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Hadithfajri" /></noinclude>Wawancara
Menutup
Pusat Pembinaan Dan
Pengembangan
Bahasa:
Apa Salahnya?
Jum'at 17 Oktober 1986, setelah hari pertama TEMU BUDAYA '86 di Taman Ismail Marzuki, hampir
se nua surat kabar di Jakarta memberitakan, bahwa S. Takdir Alisjahbana menuntut agar Pusat Pembina-
an dan Pengembangan Bahasa ditutup. Malahan ada yang mengatakan dibubarkan saja. Berita yang sama
tentu juga dimuat dalam surat kabar di kota-kota dan daerah-daerah lain di Indonesia. Sehubungan
dengan itu, majalah HORISON menugaskan M. Nasruddin Anshory Ch untuk menemui Prof. Sutan Tak-
dir Alisjahbana dan mewawancarainya secara langsung. Wawancara ini dititik beratkan perihal bulan
bahasa. Berikut ini hasil wawancaranya:
T: Dalam mengucapkan pemikirannya di Ta-
man Ismail Marzuki (TIM) pada tanggal 16 Okto-
ber 1986, pak Takdir menyatakan kekesalan dan
kegemasan akan lambatnya perkembangan bahasa
Indonesia menjadi bahasa modern yang dewasa se-
perti bahasa Inggris dan teristimewa seperti bahasa
Jepang. Lalu gagasan apa yang akan pak Takdir
tawarkan untuk mempercepat perkembangan dan
memperbaiki mutu bahasa Indonesia?
J Sebelum menjawab pertanyaan saudara,
saya akan bertanya lebih dulu. Kalian di HORISON
itu membaca karangan saya apa nggak? Yang saya
tulis di harian PRIORITAS dan SUARA KARYA?
Di sana sudah saya jelaskan beberapa permasala
hannya. Nah, pertama kali kalian mesti baca itu
dulu dong. Itu, terutama sekali berdasarkan pencip-
taan kata-kata yang terus menerus yang dilakukan
oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Itu semua sebenarnya mengacau bahasa Indonesia.
Perkataan seperti monitor misalnya, buat apa
musti diganti dengan pantau. Buat apa? Malahan
mereka mau mengganti perkataan efisien menjadi
mangkus. Mereka juga membuat suatu perkataan
anjang karya, yang berarti berkunjung sambil
menjalankan tugas. Discolor menjadi awawarna.
Kemudian itu, disarm menjadi awasenjata. Padahal
itu kan sudah ada artinya semua. Nah, yang begini-
begini ini banyak betul. Dan kalau kalian masih
mau tahu, silahkan baca yang diterbitkan di lembar
KOMUNIKASI oleh Pusat Pembinaan dan Pengem-
bangan Bahasa. Mereka itu terus menerus menelor-
kan kata-kata. Terutama bagian-bagian itu, bahasa
Indonesia sekarang sudah janggal.
Apa kalian di HORISON tidak mengalami kesu-
litan? Itu di universitas-universitas nggak ada. Jadi,
pekerjaan membuat kata-kata yang begini ini hanya
mengacaukan. Sekarang ini, sudah tiba waktunya
kaum arsitek kita juga sekolah atau belajar bahasa
Indonesia. Sebab arsitektur di Bandung diajarkan
dalam bahasa Indonesia. Kalau seandainya mereka
menemukan kata-kata baru, serahkan saja pada
mereka sendiri. Jangan di sini lalu Pusat Pembinaan
dan Pengembangan Bahasa membuat kata-kata
baru yang nggak karu-karuan. Kalau kaum kedok-
HORISON/XXI/401-<noinclude></noinclude>
fbablwi43ac2rpi4t6iqela51sdpywu
Halaman:Horison 12 1986.pdf/6
104
114639
316823
2026-09-01T05:01:42Z
Hadithfajri
15274
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'teran juga menemukan kata-kata baru misalnya, atau para ahli hukum, mereka itu akan bingung sendiri nantinya. Lain halnya dulu, waktu Jepang masuk ke In- donesia, bahasa Indonesia belum dipakai di sekolah menengah. Sedang bahasa Belanda dilarang. Sebe. lum itu memang bahasa Belanda yang dipakai di sekolah menengah. Sedangkan bahasa Jepang sendiri belum bisa dipakai, oleh karena orang Indo- nesia belum ada yang pandai bahasa Jepang. Saat itulah t...
316823
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Hadithfajri" /></noinclude>teran juga menemukan kata-kata baru misalnya,
atau para ahli hukum, mereka itu akan bingung
sendiri nantinya.
Lain halnya dulu, waktu Jepang masuk ke In-
donesia, bahasa Indonesia belum dipakai di sekolah
menengah. Sedang bahasa Belanda dilarang. Sebe.
lum itu memang bahasa Belanda yang dipakai di
sekolah menengah. Sedangkan bahasa Jepang
sendiri belum bisa dipakai, oleh karena orang Indo-
nesia belum ada yang pandai bahasa Jepang. Saat
itulah tak ada lain kemungkinan daripada bahasa
Indonesia.
Di sekolah menengah atas waktu itu, seorang
guru musti mengajarkan ilmu kimia. Dan belum
seorang guru pun di Indonesia yang mengajarkan
nya dalam bahasa Indonesia. Coba pikirkan. Belum
ada seorang guru pun di Indonesia yang mengajar
kan ilmu tumbuh-tumbuhan memakai bahasa Indo-
nesia. Nah, pada saat Jepang masuk itulah guru-gu-
ru ini mencoba memakai bahasa Indonesia. Waktu
itu, kebetulan saya sebagai kepala tata bahasa. Lalu
saya minta kepada semua SMA agar memilih kata-
kata yang musti dipakai, untuk selanjutnya kita
buat card system dan kita pilih mana di antara ka-
ta-kata itu yang baik yang akan dipakai. Jadi misal-
nya sejarah untuk kata vessels, ada yang menyebut
daging. Ada yang menyebut otot. Ada juga yang
menyebut urat. Lalu kita putuskan otot dipakai
untuk menyebut vessels. Urat untuk apa ? Urat
saraf. Urat darah kita namakan pembuluh. Urat
akar kita namakan akar.
Nah, ketika kita sudah buat istilah-istilah itu,
kita panggil guru-guru SMA untuk mencatat. Se-
sudahnya kita buat suatu daftar untuk masa yang
akan datang di SMA, agar kata ini dipakai. Dan kita
perbanyak itu, sebarkan ke seluruh Indonesia. Da-
lam waktu yang cepat semua sekolah di Indonesia
memakai kata-kata yang sama. Lain dengan seka-
rang. Anak-anak sekarang sudah tahu apa kata
kata yang dipakai di SMA, dan mereka tidak ragu-
ragu lagi memakainya. Jadi, pada dasarnya, istilah
istilah kita sudah ada. Tidak perlu ada yang baru.
Toh seperti monitor itu, apa salahnya dikatakan
monitor? Ha? Kenapa musti pantau ? Siapa yang
menjamin bahwa pantau itu dulu artinya betul-
betul sama dengan monitor dalam dunia modern
seperti sekarang. Dan sekarang perkataan efisien
mau diganti. Memang, nenek moyang kita dulu
tidak menggunakan perkataan efisien. Jadi, maksud
saya berkata begini, kita nggak perlu harus mene-
lorkan kata-kata baru. Lebih perlu menerjemahkan
semua buku. Supaya orang kita lebih dapat mem-
baca. Seperti anak-anak SMA sekarang, juga maha-
siswa-mahasiswanya, tidak banyak yang bisa bahasa
Inggris. Lalu berapa banyak buku yang mereka
orang
yang
baca? Buku apa? Coba anak-anak SMA dan maha-
siswa-mahasiswa itu suruh datang ke perpustakaan
saya. Mereka tidak bisa membaca apa-apa. Semua
bukunya berbahasa asing. Saya katakan
Indonesia yang hanya pandai bahasa Indonesia,
dibandingkan dengan orang Indonesia
menguasai bahasa Inggris, itu orang bodoh. Sebab
dalam bahasa Indonesia sekarang ini, tidak ada 2
buku-buku yang penting dan bermutu tentang
ilmu dan kemajuan dunia moderen, maupun per-
kembangan sejarah umat manusia. Lain dengan
bahasa Inggris. Semua buku dari bangsa-bangsa
di dunia ada. Ilmu yang paling maju ada. Juga pe-
mikiran-pemikiran yang bagaimanapun bentuknya
ada.
Sekarang ini bangsa Indonesia lebih penting
menerjemahkan buku-buku. Dan kalau datang
istilah nanti, bisa lebih jelas sesamanya. Dan satu
lagi, membuat kata-kata begini, seperti yang dila-
kukan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Baha-
sa, dengan tidak berunding dengan Malaysia,
Brunai dan Singapura, akan menjauhkan bahasa
kita dari bahasa Melayu. Untuk itu saya usulkan,
adanya reorganisasi Pusat-Pusat Pembinaan dan
Pengembangan Bahasa menjadi beberapa lembaga,
yaitu :
I. Sebagian daripadanya dipusatkan pada De-
partemen Pendidikan dan Kebudayaan, ditambah
dengan ahli-ahli pendidikan bahasa, untuk mem-
bantu DEPDIKBUD merancang pelajaran bahasa
Indonesia yang lebih baik. Juga untuk mendapat-
kan buku-buku pelajaran yang mampu memper-:
baiki pelajaran bahasa Indonesia dari Sekolah Dasar
hingga Sekolah Menengah Atas.
II. Sebagian lagi, yang tidak kalah pentingnya,
disatukan dengan Balai Pustaka yang mengatur
penerjemahan yang sistematis dan seluas-luasnya
dengan bantuan penerbit, Departemen-Departemen
Pemerintah, serta Instansi-Instansi lain supaya se-
bagian pekerjaan yang terbesar itu selesai pada
akhir abad ke XX ini. Sehingga, bahasa Indonesia *
dapat mencapai kedudukan yang boleh dikatakan
sama dengan bahasa Perancis, Jerman dan Jepang.:
dalam memasuki abad ke XXI. Seperti di ketahui,
kalau setiap satu tahun Indonesia dapat menerje-
mahkan seribu judul buku, maka akhir abad ke
XX ini kita telah dapat menerjemahkan lima belas
ribu judul buku. Ini memerlukan biaya 'sekitar!
15 x 3 milyar = 52% milyar.
III. Sebagian dari ahli-ahli bahasa yang berga-
bung dalam Pusat Pembinaan dan Pengembangan
Bahasa, dimasukkan dalam satu lembaga baru yang j
-HORISON/XX1/402-<noinclude></noinclude>
tboqiqazimrr7bszl4lae8up7sxh1ko