Wikisumber
idwikisource
https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.18
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikisumber
Pembicaraan Wikisumber
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Pengarang
Pembicaraan Pengarang
Indeks
Pembicaraan Indeks
Halaman
Pembicaraan Halaman
Portal
Pembicaraan Portal
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Templat:Terjemah
10
2865
316882
243806
2026-09-03T07:05:35Z
Bennylin
334
316882
wikitext
text/x-wiki
{{info|logotype=construction
|pesan=Halaman ini belum selesai diterjemahkan. Anda dapat melihat terjemahannya dengan menggunakan [https://id-wikisource-org.translate.goog/wiki/{{FULLPAGENAMEE}}?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id <b>mesin penerjemah™</b>].<br />Hanya karya dan terjemahan dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah di Indonesia yang [[Wikisource:Apakah Wikisource itu?#Bahasa dan terjemahan|diperbolehkan]] di Wikisumber. Bantulah untuk [{{SERVER}}{{localurl:{{NAMESPACE}}:{{PAGENAME}}|action=edit}} menerjemahkannya].}}{{#if:{{{kat|}}}||<includeonly>[[Kategori:Halaman yang belum diterjemahkan|{{PAGENAME}}]]</includeonly>}}<noinclude>
{{dokumentasi}}
[[Kategori:Templat|{{PAGENAME}}]]</noinclude>
rndo79zlf9c67ttgmmy4225dy0juswi
Aksi Massa
0
17738
316890
110440
2026-09-03T07:51:51Z
Bennylin
334
316890
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = Aksi Massa
| author = Tan Malaka
| translator =
| section =
| previous =
| next = [[/Pengantar Penulis/]]
| year = 1926
| notes = Sumber: [https://www.marxists.org/indonesia/archive/malaka/AksiMassa/ marxists.org]. Versi ejaan lama di [[Massa Actie]].
}}
[[Berkas:Aksi Massa.pdf|jmpl|Aksi Massa]]
{{TOC-tambahan|
* [[/Pengantar Penulis|Pengantar Penulis]]
# [[/Bab 1|Revolusi]]
# [[/Bab 2|Ikhtisar tentang Riwayat Indonesia]]
# [[/Bab 3|Beberapa Macam Imperialisme]]
# [[/Bab 4|Kapitalisme Indonesia]]
# [[/Bab 5|Keadaan Rakyat Indonesia]]
# [[/Bab 6|Keadaan Sosial]]
# [[/Bab 7|Keadaan Politik]]
# [[/Bab 8|Revolusi di Indonesia]]
# [[/Bab 9|Perkakas Revolusi Kita]]
# [[/Bab 10|Sekilas tentang Gerakan Kemerdekaan di Indonesia]]
# [[/Bab 11|Federasi Republik Indonesia]]
# [[/Bab 12|Khayalan Seorang Revolusioner]]
* [[/Lampiran|Lampiran]]: Rancangan Untuk Program Proletar di Indonesia}}
{{DP-ID-lama}}
tq8jdh52shm2dwqihto10gdyktis6zj
Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight
3
56262
316845
283325
2026-09-03T03:09:02Z
Affandy Murad
13887
/* Permohonan hapus halaman Pengguna Pribadi */ bagian baru
316845
wikitext
text/x-wiki
== Selamat datang ==
<big>'''[[Wikisource:Selamat datang|Selamat datang]], {{BASEPAGENAME}}, di [[Wikisource bahasa Indonesia|Wikisource Indonesia]]!'''</big>
'''[[Wikisource]]''' adalah sumber dokumen bebas multibahasa yang isinya ditulis bersama-sama oleh para penggunanya dan disusun agar dapat dibaca dan disunting oleh siapa pun juga.
* Anda bisa mengucapkan selamat datang kepada pengguna Wikisource lain di [[Wikisource:Halaman perkenalan|Halaman perkenalan]].
* Pertanyaan, usulan, dan komentar tentang Wikisource bahasa Indonesia bisa dilakukan di [[Wikisource:Warung Kopi|Warung Kopi]]. Jangan lupa untuk menandatangani pesan Anda, sehingga pengguna lain mengetahui siapa sang penulis pesan. Caranya, ketik ~~~~ (empat kali tanda gelombang/tilde).
* '''Baca dan pelajarilah terlebih dahulu kebijakan dan pedoman yang berlaku di Wikisource bahasa Indonesia.'''
* Untuk bereksperimen, mencoba-coba, atau tes, lakukanlah di [[Wikisource:Bak pasir|bak pasir]].
* Walaupun demikian, perhatikan [[Wikisource:Kesalahan umum di Wikisource|hal-hal yang tidak boleh dilakukan di {{SITENAME}}]].{{#ifexist:Pengguna:{{PAGENAME}}||
* Untuk menulis profil atau sekilas informasi tentang Anda, bisa dilakukan di [[Pengguna:{{PAGENAME}}]], sehingga pengguna lain bisa mengenal sedikit tentang Anda.}}
[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 16 Maret 2024 13.53 (UTC)
:Terima kasih untuk sambutan hangatnya!
:[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|bicara]]) 16 Maret 2024 14.01 (UTC)
== Join the LDH General Assembly | April 18, 2026 ==
We are delighted to invite you to the General Assembly of the [[m:Wikimedia Language Diversity Hub|'''Language Diversity Hub''']] (LDH) on Saturday, '''April 18th, 2026''', at '''[https://zonestamp.toolforge.org/1776517200 13:00 UTC]'''.
=== About the General Assembly ===
The General Assembly (GA) is a community-wide consultation and engagement space. It is the primary forum through which LDH connects with the broader language and Wikimedia communities. The GA is designed to:
* Keep community members informed about LDH activities, decisions, and ongoing work.
* Gather feedback and perspectives from across the language and Wikimedia ecosystem.
* Create open pathways for participation, collaboration, and community-driven input.
=== How to participate ===
Everyone is welcome! If you work on language access, language diversity, or Wikimedia projects in any language community, this is a space for you.
* '''[https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfFCqPF3H-Yax0t-AbgRasoDdXLom23n2SsZR5fw74bxMuPCQ/viewform Register here to attend]'''
[[File:LDH General Assembly E-flyer.jpg|frameless|center|280px|link=https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfFCqPF3H-Yax0t-AbgRasoDdXLom23n2SsZR5fw74bxMuPCQ/viewform]]
Looking forward to your participation,
Language Diversity Hub Team, 20 Maret 2026 18.21 (UTC)
''<small>You can opt out of our distribution list by removing your username from [[m:MassMessage/Lists/LDH|this list]]</small>''
(This message was sent to [[:Pengguna:NikolasKHF]] and is being posted here due to a redirect.)
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Oscar .@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=MassMessage/Lists/LDH&oldid=30182212 -->
== Minta bantuan ==
Halo, Nikolas. Saya minta bantuanmu untuk melindungi halaman [[WS:Perihal]] dan [[WS:I]] karena beberapa kali divandal. Mungkin bisa dipertimbangkan juga untuk memblokir sementara pengguna a.n. Bajjakuii karena perilaku vandalismenya. Terima kasih! [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 April 2026 04.45 (UTC)
:Terima kasih banyak, @[[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] sudah memberitahu saya. Saya melindungi halaman [[WS:Perihal]], [[WS:I]], sekaligus [[:Kategori:Pengarang]] untuk pengguna terdaftar otomatis karena vandalisme oleh penggna tersebut. Selain itu, saya juga sudah memblokir sementara (saat ini hanya 1 minggu) untuk pengguna Bajjakuii, tetapi kelihatannya akun pengguna tersebut memang sudah dikunci secara global melalui Meta. Terima kasih banyak! —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 6 April 2026 04.57 (UTC)
== You may be an eligible candidate for the U4C election ==
<div lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr">
Greetings,
The [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee|Universal Code of Conduct Coordinating Committee (U4C)]] seeks candidates for the 2026 election. The U4C is the global committee responsible for overseeing enforcement of the [[foundation:Special:MyLanguage/Policy:Universal Code of Conduct|Universal Code of Conduct]]. Elections are held annually, if elected a committee member serves for two years.
This year the U4C requires candidates to hold administrator rights on at least one wiki, which is why you are being contacted as you appear to hold this right. There are other requirements, such as candidates must be at least 18 years old and may not be employed by the Wikimedia Foundation or other related chapters and affiliates. You can find more information in the [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee/Election/2026#Call_for_Candidates|call for candidates on Meta-wiki]]. Additionally, the committee's working language is English; some ability to communicate in English is required.
The election opens on 18 May, if you are eligible and interested you have until 10 May to submit your candidacy. There will week between for candidates to answer questions from the community. Voting takes place privately in [[m:Special:MyLanguage/SecurePoll|SecurePoll]], successful candidates must receive at least 60% support. More information is available on [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee/Election/2026|the 2026 Elections page]], including timelines and other candidacy information. If you read over the material and consider yourself qualified, please consider submitting your name to run for the committee. If you think someone else in your community might be interested and qualified, please encourage them to run.
In partnership with the U4C -- [[m:User:Keegan (WMF)|Keegan (WMF)]] ([[m:User_talk:Keegan (WMF)|talk]]) 28 April 2026 18.33 (UTC) </div>
<!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Keegan (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=User:Keegan_(WMF)/test&oldid=30471754 -->
== Permohonan hapus halaman Pengguna Pribadi ==
Halo @[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] mohon bantuannya untuk hapus halaman pengguna saya sendiri di WikiSource Indonesia ini, Terima kasih. [[Pengguna:Affandy Murad|Affandy Murad]] ([[Pembicaraan Pengguna:Affandy Murad|bicara]]) 3 September 2026 03.09 (UTC)
b6yynevvhmgib1c2pkly303tyj8k43g
Indeks:Mimbar penerangan 1951.pdf
102
84678
316854
246502
2026-09-03T06:08:02Z
Bennylin
334
316854
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q133311101
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=5
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
hs4zsmntyzws0bvgeaah4sk9mversye
Indeks:Dharmasena 1973.pdf
102
85263
316852
247220
2026-09-03T05:50:05Z
Bennylin
334
316852
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q133993515
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=3
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
24rngzgi814ddhulr2o1pyyqvq0ahbl
Indeks:Medan Bahasa 1964.pdf
102
87433
316851
252162
2026-09-03T05:49:40Z
Bennylin
334
316851
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q135778852
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=5
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
7awz4qkw68xpucm1krf1qn2t4xsuhni
Halaman:Medan Bahasa 1964.pdf/4
104
87438
316850
252161
2026-09-03T05:49:09Z
Bennylin
334
Bennylin memindahkan halaman [[Halaman:Medan Bahasa 1964.pdf/5]] ke [[Halaman:Medan Bahasa 1964.pdf/4]] tanpa membuat pengalihan
252161
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Agus Damanik" /></noinclude><noinclude></noinclude>
5yowymxfy6hc18qah5shimvydvywr66
Indeks:Lampiran Ketetapan MPRS.pdf
102
87563
316853
252482
2026-09-03T06:01:21Z
Bennylin
334
316853
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q135951709
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
cba61zsqtm25kdaopms562lu6g0onv0
Indeks:Perguruan tinggi di Indonesia.pdf
102
87781
316859
252852
2026-09-03T06:22:49Z
Bennylin
334
316859
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q136028284
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=5
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
qjj1w93xw53kdzeu7pf4gp5v0aq1t1w
Indeks:Madjalah perusahaan negara.pdf
102
88136
316856
253572
2026-09-03T06:15:03Z
Bennylin
334
316856
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q136304400
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=5
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
ggej5p8ukaanhx7v1w9sfcd0xl5wty2
Halaman:Madjalah perusahaan negara.pdf/4
104
88141
316855
253571
2026-09-03T06:14:59Z
Bennylin
334
Bennylin memindahkan halaman [[Halaman:Madjalah perusahaan negara.pdf/5]] ke [[Halaman:Madjalah perusahaan negara.pdf/4]] tanpa membuat pengalihan
253571
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Agus Damanik" /></noinclude><noinclude></noinclude>
5yowymxfy6hc18qah5shimvydvywr66
Indeks:Sekitar mimicry insects.pdf
102
88325
316858
253903
2026-09-03T06:20:08Z
Bennylin
334
316858
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q136373809
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=5
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
446oj7s003tu01k31arhskeqn4j7zmh
Indeks:Arsip dokumentasi no 13 14 Djanuari Pebr.pdf
102
88649
316848
254973
2026-09-03T05:42:31Z
Bennylin
334
316848
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q136648451
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=6
|Progress=X
|Pages=<pagelist
1to4="–"
5="Sampul"
6="–"
7="Daftar Isi"
8="–"
9=2
90to94="–"
/>
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
c4i66qh8ctzfkyipfr51oi6sylt8n6p
316849
316848
2026-09-03T05:42:38Z
Bennylin
334
316849
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q136648451
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=5
|Progress=X
|Pages=<pagelist
1to4="–"
5="Sampul"
6="–"
7="Daftar Isi"
8="–"
9=2
90to94="–"
/>
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
5zed8wu0mkq37t9v2ji0nc1ckjhxjhm
Indeks:Bahoewa ini ilmoe boemi ija-itoe pada menjatakan perihal tanah kepoelauwan hindija di sabelah Timor jang di bawah perentah goewernemen Holanda.pdf
102
89087
316857
255786
2026-09-03T06:19:13Z
Bennylin
334
316857
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q136791134
|Title=
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
8jz6dpi8yuk0nilynad9kmjr8uzfg0i
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/6
104
96990
316880
269857
2026-09-03T07:03:29Z
Bennylin
334
←Mengosongkan halaman
316880
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Mrifqis713" /></noinclude><noinclude></noinclude>
3r2d7uv7hadn5i8ofs8fphg0jjeyrvk
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/7
104
96991
316879
269858
2026-09-03T07:03:25Z
Bennylin
334
←Mengosongkan halaman
316879
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Mrifqis713" /></noinclude><noinclude></noinclude>
3r2d7uv7hadn5i8ofs8fphg0jjeyrvk
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/8
104
96992
316877
269862
2026-09-03T07:03:16Z
Bennylin
334
←Mengosongkan halaman
316877
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Mrifqis713" /></noinclude><noinclude></noinclude>
3r2d7uv7hadn5i8ofs8fphg0jjeyrvk
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/10
104
96994
316878
269866
2026-09-03T07:03:19Z
Bennylin
334
←Mengosongkan halaman
316878
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Mrifqis713" /></noinclude><noinclude></noinclude>
3r2d7uv7hadn5i8ofs8fphg0jjeyrvk
Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.djvu/323
104
97790
316872
271923
2026-09-03T06:43:22Z
Bennylin
334
←Mengosongkan halaman
316872
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="NikolasKHF" /></noinclude><noinclude></noinclude>
juz6wdp7eazcg1qs3lpbpmatqemt8gg
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/3
104
97813
316860
271956
2026-09-03T06:23:11Z
Bennylin
334
←Mengosongkan halaman
316860
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Mrifqis713" /></noinclude><noinclude></noinclude>
3r2d7uv7hadn5i8ofs8fphg0jjeyrvk
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/4
104
97814
316861
271957
2026-09-03T06:23:16Z
Bennylin
334
←Mengosongkan halaman
316861
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Mrifqis713" /></noinclude><noinclude></noinclude>
3r2d7uv7hadn5i8ofs8fphg0jjeyrvk
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/5
104
97815
316865
271958
2026-09-03T06:28:07Z
Bennylin
334
←Mengosongkan halaman
316865
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Mrifqis713" /></noinclude><noinclude></noinclude>
3r2d7uv7hadn5i8ofs8fphg0jjeyrvk
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/734
104
98445
316867
273825
2026-09-03T06:29:06Z
Bennylin
334
halaman rusak
316867
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="2" user="Devi 4340" /></noinclude>taga jang memas
bangan sarja in meimsin
peracija
Leja ei ta
Tag
vaar dat rings in
pink as
Apr. baba anggung-ija várja
aman aman sa
mara Banga i j l =-
kan hal idak berari bahwa ABRI memegang a
ngan jang ABRI st
wap merupakan pendekar kind ru
mengatakan kerasaan jang kel
Ashradhiri segenap harapan Pakjat diarahkan kepada
ABRI pada umma TNI-AD chusnja untuk dapat mem
bazarja menuju kesejahteraan Maka bagi ABPI hanja aia
alternati. alan merealisasikan apa jang telah dipertja-
jakan oleh Pakjat dan mendjadi tuntutan dari pada Hati No
rani Pazjat Oleh karena semuarja ini ABPI berkepentingan
untuk ikut menjuan dan membina suatu Pemerintah jang ber-
wibawa suatu Pemerintah jang kuat dan suatu Pemerintah
jang progresif.
3. Mengenai Orde Baru dan Pembinaannja.
696
Tidak dapat disangkal lagi, bahwa tantangan nasional jang
paling utama dewasa ini adalah menegakkan suatu Orde Baru
dinegeri kita, jang setjara lebih efektif dapat mendekatkan
kita kepada tüta-tjita Revolusi sebagai kristalisasi Ampera.
Orde Lama jang harus kita tinggalkan adalah orde pra-Gesta-
pu, jang sangat didominasi oleh PKI dibiarkan berijalan
Suatu periode jang penuh dengan penjelewengan-penjeleweng-
an terhadap UUD-1945 dan kedaulatan Rakjat, dan jang ber-
puntjak pada tugu pengchianatan Lubang Buaja. Oleh karena
ini PKI beserta musuh-musuh Revolusi lainnja adalah musuh
utama Orde Baru. Zaman Orde Lama ini adalah zaman pen-
deritaan lahir dan bathin dan jang melahirkan urgensi Ampera<noinclude></noinclude>
3p9fjneefg7ngvyvoqfhezr2ft73tnd
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/732
104
98446
316866
273827
2026-09-03T06:28:47Z
Bennylin
334
halaman rusak
316866
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="2" user="Devi 4340" /></noinclude>£
KARYA-DJUANG CORPS.
Sudah jari bahwa berja
ang Corps
TH
ST-LEST
dampa
Car
Time anda adalah bag Corps S
Bazı buang Corps Swṛ zu i-
dapada segala pernapan-pernapas dan peremi
mia Agata Barijana mesin is be
gargas banja
Cha
kapi
pa ber
akang kemba
mtr $
pilas.
ang mga
mi
Mengenal peranan Suwangi dalam rangka parijuangan peng-
OREA-a ingala bang dan lapisan kehidupan masyarakat bangs
I ja da jawa Barat
tipkan ima
Namun demi
inja aia manfaa
menjadi pelanja berbagai persoalan
juga apabla
Lanza il bagi perjuangan TN-AD. sebagaimana termasto
dalam Dorin Perjuangan TNI-AD TH Utaya Çak erag
banket:
LANDASAN IDEL BAGI PERDITANGAN TNT-AD.
1
694
Imam.
TNI-AD merupakan salah satu bagian jang tidak dapat ter-
pisahkan dan dipisahkan dari ABPI seluruhnja. Maka oleh
karena itu segala sesuatu jang diuraikan dibawah ini mengenai
TNI-AD pada umumnja berarti dalam kerangka keselurahan
ABRL<noinclude></noinclude>
fgzpw1clr66eph288ngl7q91zv2cdws
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/930
104
98526
316889
283009
2026-09-03T07:07:28Z
Bennylin
334
/* Belum diuji baca */
316889
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Bennylin" /></noinclude>2.
3.
4.
5,
telah tersedia sesadji (sadjèn =3 bahasa Djawa). Wasi
Djedjanggan itu dapat dikata sebagai Penghulu dalam
perkawinan agama Islam.
Wasi Djedjanggan dikala mengawinkan mempelai dengar
menggenggam kemenjan ditiup-tiup dengan mantera (djapa
seterusnja dibakar dengan dibatjakan do'a jang di-ikuti oleł
kedua mempelai bebarengan dengan para tamu jang sefahan
memeluk agama Buddha-Djawi (Buddha-Wishnu) tersebut.
Selandjutnja Wasi Djedjanggan menerimakan perdjandjian jan
kata demi kata ditirukan oleh kedua mempelai achirmj
mengutjapkan do'a bersama-sama dengan para tamu sefahar
(jang hadir).
Surat nikah diberikan oleh Wasi Djedjanggan bepada kedu
mempelai dengan tidak ber-sanctie disaksikan oleh beberap
orang tamu dan diadakan selamatan lagi dengan mendo'
bermohon agar mempelai tersebut dapat hidup jang bahagi
dilindungi Bathara Wishnu.
Perlu diterangkan sewaktu perkawinan terdjadi, ruma
perkawinan diberi hiasan dan dipasang 2 bendera dimuka rumal
a. Disebelah kiri Bendera Agama Buddha-Djawi (dasar hita
ditengah ada lingkaran 3 merah, kuning dan putih);
b. Disebelah kanan. Bendera Merah-Putih (Sang Dwi-Warna
Agami Buddha-Djawl (Buddha-Wisnu).
Hing tanah Djawl (Indonesia).
Wiwitipun ngadeg agami Buddha-Djawi (Buddha-Wishnu) wont
ing Surabaja, nudju dinten Tumpak Tjemengan (Setu Wage) tangg
kaping 11 Palguna 1856 (Djumadilawal) utawi tanggal 25 Nopember 19
mangsa ka-nem, windu Sengara. Tinengeran Tjandra Sangkala, ojagi
Pandhawa Angesti Buddha 1856.
Tudjuan agam! Buddha-Djawi, anenangi saha angemuti dhumate
agami saha Kabudajan kita ing Indonesia ingkang asli saha murni, ka
déné wontenipun negari Modjopahit sapanginggil, sadèrèngipun wont
agami pendjadjahan. Agami Buddha-Djawi punika mengku pundjeri
Kabudajan Nasional ingkang asli saha murni ing Indonesia. D
pundjering kabudajan wau ingkang ngawontenaken adat tata-tjaran
Bangsa. Adat tata-tjara punika dipun wastani agami. Agami ing
pranatan kasusilaning manungsa. Kabudajan asalipun saking Buda
ateges dajaning kalbu. Dajaning kalbu amudjudaken kabudaj
Kabudajan amudjudaken kagunan saha pranatan. Kagunan pun
marupi-rupi. Pranatan amudjudaken kasusilan. Déné kasusilan ing
punika, manungsa ingkang mangertos dhumateng pranatan ingkang a
Déné wudjudipun pranatan ingkang alus, manungsa ingkang manger
nindakaken panembah utawi bekti dumateng Pandjenenganipun Gi
818<noinclude>{{rvh|818}}</noinclude>
4y4f9pl4ep1e5eh1p26iz6sdrc2zqoh
Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/9
104
98898
316881
274873
2026-09-03T07:04:14Z
Bennylin
334
316881
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{c|{{xxxx-larger|'''Siliwangi'''}}}}
{{Right|{{sp|'''DARI MASA'''}}}}
{{Right|{{sp|'''KE MASA'''}}}}
{{c|{{Smaller|OLEH}}}}
{{c|{{Smaller|'''SEDJARAH MILITER KODAM VI'''}}}}
{{c|{{sp|{{Smaller|'''SILIWANGI'''}}}}}}
{{Custom rule|d|6}}
{{c|{{xx-larger|<sup>'''Penerbit'''</sup> '''''FAKTA MAHJUMA''''' <sup>'''Djakarta'''</sup>}}}}<noinclude></noinclude>
2lzhrovp0u7kxzqzozwxdcq1edve91w
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/982
104
99500
316885
283011
2026-09-03T07:06:14Z
Bennylin
334
316885
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="2" user="Link PB" /></noinclude>870
2.
3.
Hijang Pukulun, wis teka ing sedjanira pengantèn lanang lan
pengantèn wadon miturut laki rabi, tulusa pandjang umuré dèké
bapakira djaka, bijungira prawan sira ana endi, ana su' luhuré
selametan kontan wis diwenangaké nikah marang si Dadap
(nama penganten perempuan) anak èstrinipun pak Dadap (nama
ajah penganten perempuan), srikawin limang rupiah arta pérak.
utawi utang.
Pengantèn laki mendjawab tiga kali: „Trima kula dipun
nikahaken dhateng si Dadap anak èstrinipun pak Dadap.
Srikawinipun gangsal rupiah arta pérak kontan".
Memakai selawat nikah enam rupiah.
4. Tentang sunat di Tengger, didjalankan setjara ilas-ilas (sedikit)
sadja.
5. Djika hari kasada (hari Raja), segenap orang Tengger tua-
muda, laki-perempuan serta anak-anak, berpakaian baru. Sambil
membawa makanan, beramai-ramai ke gunung Bromo untuk
selamatan. Sebagian besar ada jang berkorban kambing atau
lain-lainnja, dimasukkan dalam kawah gunung Bromo. Tetapi
pelemparan korban itu hanja ditengah-tengah kawah. Untuk
mengambil barang-barang itu orang-orang sudah sedia ditempat
tersebut.
6. Upatjara buat orang jang meninggal dunia, djuga ada perbedaan
dengan adat istiadat Islam. Biasanja majat diudjurkan ke
utara dan di-iringkan ke-barat, tetapi bagi tjara di Tengger
diudjurkan ke-selatan dan dilumahkan (berbaring, muka
menghadap keatas). Tjara jang demikian ini adalah tjara jang
berdasar tjeritera riwajat murid Adji Saka dan murid Kandjeng
Nabi Mohammad s.a.w., Setijo dan Setuhu, seperti jang
diterangkan diatas.
Nama-nama hari dan pasaran di Tengger.
Dité
(Minggu)
Suma
(Senen)
Anggara (Selasa)
Buddha (Rebo)
Respati (Kemis)
Sukra
(Djum'at)
Tumpak (Saptu)
Nama-nama bulan.
1. = Kasa.
= Karo (Selamatan ageng).
2.
3.
= Katiga.
4.
= Kapat (Selamatan).
5 = Kalima.
Manis
Pahing
Pon
Tjemengan
Kasih
(Legi)
(Pahing)
(Pon)
(Wagé)
(Kliwon)<noinclude>{{rvh|870}}</noinclude>
rptz7wtibyb0l7j2vonr01c1qh3myva
316886
316885
2026-09-03T07:06:20Z
Bennylin
334
/* Belum diuji baca */
316886
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Bennylin" /></noinclude>870
2.
3.
Hijang Pukulun, wis teka ing sedjanira pengantèn lanang lan
pengantèn wadon miturut laki rabi, tulusa pandjang umuré dèké
bapakira djaka, bijungira prawan sira ana endi, ana su' luhuré
selametan kontan wis diwenangaké nikah marang si Dadap
(nama penganten perempuan) anak èstrinipun pak Dadap (nama
ajah penganten perempuan), srikawin limang rupiah arta pérak.
utawi utang.
Pengantèn laki mendjawab tiga kali: „Trima kula dipun
nikahaken dhateng si Dadap anak èstrinipun pak Dadap.
Srikawinipun gangsal rupiah arta pérak kontan".
Memakai selawat nikah enam rupiah.
4. Tentang sunat di Tengger, didjalankan setjara ilas-ilas (sedikit)
sadja.
5. Djika hari kasada (hari Raja), segenap orang Tengger tua-
muda, laki-perempuan serta anak-anak, berpakaian baru. Sambil
membawa makanan, beramai-ramai ke gunung Bromo untuk
selamatan. Sebagian besar ada jang berkorban kambing atau
lain-lainnja, dimasukkan dalam kawah gunung Bromo. Tetapi
pelemparan korban itu hanja ditengah-tengah kawah. Untuk
mengambil barang-barang itu orang-orang sudah sedia ditempat
tersebut.
6. Upatjara buat orang jang meninggal dunia, djuga ada perbedaan
dengan adat istiadat Islam. Biasanja majat diudjurkan ke
utara dan di-iringkan ke-barat, tetapi bagi tjara di Tengger
diudjurkan ke-selatan dan dilumahkan (berbaring, muka
menghadap keatas). Tjara jang demikian ini adalah tjara jang
berdasar tjeritera riwajat murid Adji Saka dan murid Kandjeng
Nabi Mohammad s.a.w., Setijo dan Setuhu, seperti jang
diterangkan diatas.
Nama-nama hari dan pasaran di Tengger.
Dité
(Minggu)
Suma
(Senen)
Anggara (Selasa)
Buddha (Rebo)
Respati (Kemis)
Sukra
(Djum'at)
Tumpak (Saptu)
Nama-nama bulan.
1. = Kasa.
= Karo (Selamatan ageng).
2.
3.
= Katiga.
4.
= Kapat (Selamatan).
5 = Kalima.
Manis
Pahing
Pon
Tjemengan
Kasih
(Legi)
(Pahing)
(Pon)
(Wagé)
(Kliwon)<noinclude>{{rvh|870}}</noinclude>
lavdix5jbpjz48rdz8m5mu73033rhf9
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/894
104
99664
316888
283008
2026-09-03T07:07:20Z
Bennylin
334
/* Belum diuji baca */
316888
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Bennylin" /></noinclude>Setelah Raden Santri dan Raden Rachmad dewas, kedua-duar
minta idjin kepada Radja Tjempa untuk mengundjungi Keradja
Madjapahit untuk menindjau bibinja, permaisuri Radja Madjapal
Mereka dikabulkan dan bepergiannja di-ikuti oleh saudara sepul
Raden Alim Aburairah. Setibanja di Madjapahit ke-tiga Bangsawan
menghadap Prabu Brawidjaja dengan Permaisuri Puteri Dwaraw
Ke-tiga Putera tahadi diminta tetap tinggal di Madjapahit. Kemudi
I. Raden Santri dikawinkan dengan Njai Gede Maduretna, pute
puteri Aria Bribin dari Madura dan oleh Prabu Brawidj
ditetapkan mendjadi Imam di Gresik. Rakjat menjebutnja Ra
Pandita mempunjai 4 orang anak dan meninggal pada tal
1371;
II. Raden Rachmad kawin dengan Njai Gede Manilo, putera-pu
Pangeran Ansar dari Tuban. Pangeran Ansar adalah pul
Kjahi Wilatikto, Bupati Tuban. Raden Rachmad sesudah ka
ditetapkan oleh Prabu Brawidjaja mendjabat Imam di Dae
Surabaja bertempat-tinggal di Ampel-Dento. Dari luhurnja 1
dan kesutjian serta mukdjizadnja terhadap Rakjat, maka Ra
Rachmad didjundjung bergelar Susuhunan Makdum,
dianggap seorang Wall-ullah, wafat pada tahun 1397.
Riwajat Susuhunan Giri.
Maulana Iskak bertempat-tinggal di Negeri Malaka. Oleh ka
la mendengar kabar, bahwa di Pulau Djawa ada seorang Pendeta (Ula
Islam, termashur dari kepandaian dan kesutjiannja, dengan mend
perhatian besar dari penduduk seluruh Djawa/Madura dan bern
Susuhunan Makdum jang bersemajam di dukuh Ampel-Dento Sural
maka pada suatu waktu Maulana Iskak mengembara pergi menudj
Pulau Djawa. Setelah datang di Ampel Surabaja dan bertempat-tir
tidak berapa lania, maka ia lalu berangkat pergi ke Blambangan |
hendak memperkembangkan Agama Islam ditempat tersebut
penduduknja masih beragama Buddha.
Ditjeriterakan, bahwa pada waktu itu Radja di Negeri Blamba
ada didalam keadaan susah, sebab seorang putera-puteri jang ditjin
itu menderita sakit, dan sudah lama tiada obat jang dapat menjembul
Radja Blambangan bersemedi. Kemudian pada suatu malam, w
semedi, ia mendengar sabda Dewa: „Hai Radja Blambangan, bila en
minta akan sembuhnja anakmu maka bawalah anakmu dari Kota
dan istirahatkan diatas gunung Petukangan. Dikemudian hari akar
seorang Pendeta dari Seberang jang dapat menjembuhkan sakitnja
ia akan mendjadi suaminja", Radja Blambangan mendjalankan :
Dewa ini.
Tak lama dari kedjadian ini, Maulana Iskak berangkat dari Sur
dengan naik perahu menudju ke Blambangan. Karena takdir Allah
perahu jang tertiup angin itu, telah masuk dalam muara Petuka
784<noinclude>{{rvh|784}}</noinclude>
l7nopsk49425w0dp7wsyv09a973htqu
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1143
104
99669
316862
278007
2026-09-03T06:24:23Z
Bennylin
334
316862
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="2" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>kita selesaikan
latan, kini pelaksanaannja dikerdjakan oleh
Photo: W. Dan Jon Zi Pi
T&T-II.
Pemandangan pada saat dimulainja upatjara pembukaan hutan di
Ceram Barat.
Photo: Pendam MIB.
Formasi alat besar dari Jon Zi Pi
T&T-II tengah mengabdikan tenaganja dalam menunaikan tugas
pembangunan Negara.
Photo: W. Dan Jon Zi Pi
T&T-II
Bergotong-rojong untuk memperbaiki djalan2/saluran air didaerah Garnizun Semarang.
Photo: Penter Diponegoro.<noinclude></noinclude>
ce8ah4e2nhfmfe7n40hjh924e7vbml8
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/938
104
99697
316887
278179
2026-09-03T07:07:03Z
Bennylin
334
/* Belum diuji baca */
316887
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Bennylin" /></noinclude><ol type=1 start=4>
<ol type=1 start=2>
<li>Mara Sepuh Djaler Estri: punika ingkang parin kasenengan wonten nDonja;</li>
<li>Sadèrèk Sepuh: punika minangka gentosipun tijang sepu (Bapa-bijung):</li>
<li>Ratu: inggih punika kedah miturut ingkang dad
paprèntahipun Nagari Republik Indonesia (ingkang parin
tedha, ingkang ngasta pangawasa);
Guru: punika ingkang paring piwulang kesagetan ingkar
leres-leres, mrih padhang manahipun, kanggé gesangip
wonten nDonja Awal-Achir.
Anglampahana:
1. Sabar: 2. Tewekal; 3. Rlla; 4. Narima; 5. Temen.
Asiha dhateng sesamining Gesang.
Saksaget-saget anjegaha lampah maksijat (pakareman: 5: bal
1. Madad; 2. Madon; 3. Minum; 4. Maling; 5. Main.
Saksaget-saget anjegaha sarta anjingkirana kalakuan, kai
ing ngandhap punika:
1. Drengki; 2. Srèi; 3. Irèn; 4. Mèrèn; 5. Dahwèn; 6. Panast
7. Kumingsun; 8. Djail; 9. Muntakil; 10. Basiwit; 11. Fiten:
12. Nganiaja; 13. Tanduk limpat pitenah dhateng sesami.
Saksaget-saget anjegaha dhateng lampah utawi kalakuw
dhateng pangiwa:
Memundi kaju watu sarta miturut dhateng gugon tul
sesaminipun, inggih punika njakutu Allah, tegesipun njer
dhateng kuwasaning Pangéran.
Saksaget-Baget anglampahana kados ing ngandhap punika:
I. Tapaning Raga mengku: 7 bab:
1.
Netra: tjegah caré:
djakatipun: mboten ningali sakwarnining pamrih;
2.
Karna: tjegah napsu:
djakatipun: mboten mirengaken wiraos awon:
3.
Grana: tjegah ngundjuk:
djakatipun: mboten angingsep awoning tijang;
4.
Tutuk: tjegah dhahar:
5.
Asta: tjegah tjlimut:
6.
Dakar: tjegah Sahwat:
djakatipun: mboten angraosi awoning tijang;
djakatipun: mboten anggebag mara asta:
djakatipun: mboten bandrèk djina;
7. Suku: tjegah lumampah pandamel awon:
djakatipun: remena lumampah pandamel saé.
II. Tapaning Djiwa mengku, 7 bab:
1.
2.
Badan andhap asor:
djakatipun: remena pendamel ingkang saé;
Manah: narima:
djakatipun: mboten anggadhahi panginten awon:<noinclude>{{rvh|826}}</noinclude>
6w32o4zr1g9hq6vbi6w26x4h9lonjbd
Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/258
104
101029
316884
282515
2026-09-03T07:06:01Z
Bennylin
334
/* Belum diuji baca */
316884
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Bennylin" /></noinclude>DAFTAR ADANJA PINDJAMAN PEMERINTAH PADA KOPERASI-
KOPERASI DALAM DAERAH PROPINSI DJAWA-TIMUR PADA
ACHIR TAHUN 1952:
No.
urut
Sisa achir
NAMA-NAMA KOPERASI
tahun 1952
1.
Kop. Batik,,BAKTI"
2.
Gula Tebu Ngunut
3.
Tebu Tani .,Keras"
4.
Tani Tebu ..Subur"
5.
Tebu Tani
"
Sisa seharusnja
menurut per-
djandjian
Rp. 150.000,-
Rp. 100.000,-
100.000,-
31.156,52
26.497,07
100.000,-
30.000,-
"
20.000,-
"
,,Sumbergempol"
"
6.
"
Tembakau Tulungredjo
25.
៩ ∞∞ ម៉្លោះÅ ៦ ០១០៩៩ ៩៩៩៩៩៩៩ ៖ ដាំ
7.
"
Tembakau Sidoredjo
"
8.
"
Tembakau Sidomuljo
9.
"
Tembakau Bungur
10.
"
Tembakau Sambungredjo
11.
12.
"
Tembakau Djatiblimbing
"
23.321,-
10.518,30
30.000,-
7.800,-
17.700,-
24.207,93
19.975,46
20.000,--
10.000,-
"
15.000,-
"
5.000,-
3
17.500,-
"
24.000
20.000,-
"
"
Tembakau Karangdinojo
"
10.055,29
"
10.000,-
13.
"
14.
"
Tembakau Djumput
Pusat Bank Koperasi
,,Kahoeripan"
10.291,79
"
10.000,-
"
100.000,-
100.000,-
"
15.
"
,,K.O.P.R.I.P."
"
10.000,-
5.000,- -
"
16.
17.
18.
19.
17
Tani Tanggul
"
Josowilangun
15.599,96
33.995,40
10.000.-
"
"
Sidoredjo
"
9.245,67
"
Rodjopolo
"
5.463,36
20.
"
Banjuputih Kidul
"
4.202,59
21.
"
Dawuhan Wetan
"
7.564,67
22.
23.
"
Kedungredjo
"
5.043,11
"
Kaliboto
"
6.303,86
24.
"
Karangsari
"
8.569,66
Sedjatera
"
21.165.-
26.
27.
28.
Klakah
"
4.039,56
Tjandipuro
"
10.844,26
Klanting
"
1.911,73
29.
30.
Kunir
1
9.975,89
31.
Djatiroto
"
Dawuhan Lor
"
4.622,61
1.632,45
226<noinclude>{{rvh|226}}</noinclude>
epryz7t708ybu1bvdls85if75tx5qt1
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/647
104
101836
316869
285660
2026-09-03T06:34:18Z
Bennylin
334
←Mengosongkan halaman
316869
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><noinclude></noinclude>
b4tl57fmnp2hnavjhpn5obhb8eil8dq
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/649
104
101839
316870
285664
2026-09-03T06:34:24Z
Bennylin
334
←Mengosongkan halaman
316870
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><noinclude></noinclude>
b4tl57fmnp2hnavjhpn5obhb8eil8dq
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/74
104
102083
316868
292278
2026-09-03T06:33:56Z
Bennylin
334
/* Telah diuji baca */
316868
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Bennylin" /></noinclude>Bentuk tjerpen adalah baru bagi kesusastraan Minang. Tema tjerpen ini tidaklah sebagai lazimnja tema "kaba" jaitu kisah pertjintaan antara manusia dilingkungan golongan berbangsa (bangsawan) seperti radja-radja atau Sutan-sutan (tetapi pada kaba-kaba" jang lebih muda sudah mulai menbawakan golongan lain) jang dibumbui pelukisan-pelukisan tentang keberanian dan kegagahan atau kepahlawanan serta terlalu berlebih-lebihan dalam menggambarkan sesuatu keadaan. Dalam tjerpen kisah pertjintaan antara manusia itu tidak terbatas pada golongan bangsawan sadja, tetapi
meliputi oreng banjak dan tidak berlebih-lebihan dalam menggambarkan sesuatu. Jang dikemukakan dapat dikatakan adalah kenjataan-kenjataan jang
terdapat dalam kehidupan manusia umumnja. Dengan demikian, Kesusastraan
Minangkabau telah memperlihatkan perkembangannja dan tentu para peminatnja menjambut hangat hal ini.
Kegiatan dibidang pengadjaran bahasa dan Kesusastraan Minangkabau
ditingkat perguruan tinggi seperti di Fakultas Sastra Universitas Indonesia masih terus berdjalan, meskipun perhatian para tamatan sekolah
landjutan atas sebagai tjalon mahasiswa sangat minim sekali. Sampai saat ini mahasiswa Seksi Minang Djurusan Nusantara Fakultas Sastra U.I. jg
mengambil mata kuliah Minangkabau sebagai mata kuliah pilihan, hanja beberapa orang sadja. Djuga pada Fakultas Sastra dan Kebudajaan Universitas Gadjah Mada Bahasa Ninangkabau dikuliahkan pula. Di I.K.I.P. Padang
keadaannja dapat dikatakan agak menggembirakan, karena perhatian terhadap Bahasa dan Kesusastraan Minang tjukup lumajan. Hal ini dapat dimengerti karena didaerahnja sendiri. Tetapi sajang sekali, perpustakaan
jang agak memadai sadja tentang Minangkabau belumlah ada di Sumatra Barat. Kalau orang ingin mempeladjari naskah-naskah tulisan tangan Minang
seperti naskah kaba, naskah undang-undang adat dan lain-lain, hendaklah
pergi ke Museum Pusat Djakarta, atau ke Perpustakaan Universitas Leiden
di Nederland.
Disamping kegiatan-kegiatan jang disebutkan diatas, maka dapat pula penulis sampaikan disini, bahwa meskipun dalam serba kekurangan, masih ada usaha-usaha dari Direktorat Bahasa dan Kesusastraan Dinas Bahasa dan Kesusastraan Daerah Seksi Minangkabau, Mudah-mudahan dalam nomor-nomor jang akan datang dekat kita bitjarakan bidang penelitian, penterdjemahan, pembahasan dokumentasi dan lain-lain tentang Bahasa dan Kesusastraan Minangkabau ini.
Djakarta, 29-12-1967.<noinclude></noinclude>
cw8edo3nvsniee3w5t5uyknow7m640t
Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/277
104
103491
316871
291289
2026-09-03T06:43:09Z
Bennylin
334
/* Telah diuji baca */
316871
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Bennylin" /></noinclude>djuga Dabbatu'l-ardi itu. Turunlah angin keras sehingga segala bukit pun hantjur. (84-93).
Malaikat memandjanakan tangannja keatas sampai pada langit jang
ketudjuh dan kebawah sampai pada Tahta'l-Sjera lapis bumi jang
ketudjuh. Israfil meniup sangkakala lagi maka matilah segala machluk
jang berada dilangit dan di bumi, Djin, manusia, malaikat, binatang.
den sebagainja ketjuali empat malaikat jaitu Djibrail, Hikail, Israfil,
dan Izrail. Setelah itu Izrail mengambil njawa ketiga malaikat itu.
Achirnja ia (Izrail) sendiri mengambil njawanja. Direbahkannja badannja,
diletakkannja tangannja dibawah kepalanja kemudian dimasukannja
tangannja itu kedalam mulutnja serta berseru-seru menahan sakitnja
mati, seandainja ia mengetahui begitu sakitnja mati nistjaja ia tiada
mau mengambil njawa orang. Setelah menderita beberapa lamanja barulah
ia mati. Bumi ini mendjadi datar, semua machluk telah mati. Malaikat
Izrail dihidupkan kembali, begitu pula malaikat Djibrail, Mikail,
Izrafil. Keempat malaikat itu disuruh mendjemput Nabi Muhammed, Nabi
bangkit dari kuburnja lalu dibawa oleh Malaikat tadi ke Ardhatul
Kiamah. Israfil kemudian meniup sangkakala lagi maka keluarlah segala
machluk dari kuburnja, berkumpul bersaf-saf, pandjangja 4000 tahun
perdjalanan. Orang-orang jang beramal saleh achirnja masuk sorga dan
segala orang jang kafir, orang durhaka masuk neraka.
Terhadap anek kafir jang masih ketjil ada jang masuk sorga ddn
ada jang masuk nereka. Pada suatu kali Allah memerintahkannja supaja
mereka masuk kedalam api jang bernjala-njala, sebagian dari mereka
itu mengikuti perintah Allah s.w.t. masuk kedalem api, sebagian tetap
berdiri tiada mengikut. Maka jang masuk kedalam api tadi dimasukkan
Allah kedalam sorga dan jang tiada mengikut perintah Allah masuk
kedalam neraka, segala harta dunia, kemewahan-kemewahan dan kemuljaan-kemuljaan
tiada berguna diachirat. Dikatakan oleh Nabi bahwa segala
pertanjaan-pertanjaan jang diadjukan oleh Abdullah Ibn Salam itu dapat
didjawabnja karena diberitahu oleh Malaikat Djibrail, Mikail dan
Israfil dan djawaban itu dilihatnja di Luh Mahfuz.
Ditjeriterakan pula umur segala nabi-nabi itu misalnja Nabi Adam.
999 tahun, Nabi Nuh 1000 tahun dan sebagainja sampei pada umur Nabi
Muhammed 63 tahun.
Setelah itu maka Abdullah Ibn Salam beserta 700 orang pendeta Jahudi<noinclude></noinclude>
pgb9cjwlhcz5dxurtj33nn2o6at4c7c
Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1092
104
104610
316863
295737
2026-09-03T06:27:37Z
Bennylin
334
316863
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>
{{r|LAMPIRAN:}}
{{C|INSTRUKSI PENGUASA PERANG PUSAT
No. Instr./Peperpu/077/1959.
TENTANG
"OPERASI KESADARAN NASIONAL".
}}
I. DASAR PENGERTIAN:
1. Jang dimaksud dengan "Operasi Kesadaran Nasional" dalam hal ini, bukan suatu gerakan
operasi jang menggunakan kekuatan sendjata dan/atau tenaga militer, melainkan
adalah suatu gerakan jang dilakukan serentak dan bersama-sama serta terus-terusan
dilaksanakan pada waktu-waktu jang bersamaan (jang telah ditentukan), oleh seluruh
warga Indonesia, baik dilakukannja atas kesadaran dan keinsjafan dari diri pribadi
perorangan masing-masing, maupun setjara bersama-sama setjara dipimpin.
2. Dilaksanakannja "Operasi Kesadaran Nasional" ini adalah dengan tjara dan sifat militant.
keinsjafan dan berpengertian atas dasar-dasar pokok maksud dan tudjuannja, jakni untuk
lebih tertanam, dibina, dipupuk dan dipeliharanja djiwa dasar Kesadaran Nasional
terhadap dasar-dasar kenasionalan Negara dan Bangsa Indonesia.
3. Operasi Kesadaran Nasional adalah suatu gerakan jang dalam pelaksanaannja ditudjukan
dan/atau bersifat segi psychologis, tetapi tidak berarti bahwa dalam gerakannja didasarkan
karena factor psychologis, melainkan harus dan/atau wadjib dilakukan demi mendjadi
dasar djiwa setiap warga Indonesia untuk tetap dan kekal memiliki Kesadaran Nasional
terhadap Negara dan Bangsanja serta dimiliki setjara tradisionil (turun-temurun).
4. Operasi Kesadaran Nasional untuk taraf permulaan, tetapi ini adalah sangat utama dan
penting. serta harus dilaksanakannja pada waktu{{2}} sekarang ini djustru mengingat tidak
hanja berdasarkan pada urgensinja sadja, melainkan adalah mendjadi utama sekali jang
harus dimilikinja demi untuk dapat digalangnja potensi nasional jang besar serta kukuh
jang akan dipergunakan untuk menjelesaikan revolusi Nasional dan/atau mentjapai hasil-hasil
perdjoangan tjita-tjita dasar perdjoangan Nasional kita jakni ditjapainja setjara
penuh dan dirasai merata Kemerdekaan, kedaulatan, persatuan keadilan dan kemakmuran
seluruh Negara dan Bangsa kita.
Dasar-dasar pokok jang dimaksud dalam operasi Kesadaran Nasional taraf permulaan
ini adalah mengenai keharusan atau kewadjiban setiap warga Indonesia untuk memberikan
penghormatan serta perlakuan jang semestinja terhadap kehormatan dan kedudukan
dari jang telah didjadikan perlambang Nasional dan sila (dasar) Negara Republik
Indonesia jakni:
:4.1. Bendera Nasional -- MERAH PUTIH.
:4.2. Lagu Nasional -- INDONESIA RAYA.
:4.3. Harus serta wadjib mengerti serta melaksanakan sila Negara :
:-- Ketuhanan Jang Maha Esa.
:-- Peri Kemanusiaan.
:-- Kebangsaan.
:-- Kedaulatan Rakjat.
:-- Keadilan Sosial.
II. DASAR{{2}} PEGANGAN:
1. Sudah mendjadi dasar, bahwa setiap Bangsa dan Negara didunia ini memiliki :
:1.1. Bendera Nasional.
:1.2. Lagu Nasional.
:1.3. Sila (dasar) Negara.
:Demikian pula bagi Bangsa dan Negara Republik Indonesia, memiliki :
:-- Bendera Nasional -- Sang Merah Putih.
:-- Lagu Nasional -- Indonesia Raya.
:-- Sila (Dasar) Negara Pantjasila :
::-- Ketuhanan Jang Maha Esa.
::-- Peri-Kemanusiaan.
::-- Kebangsaan.
::-- Kedaulatan Rakjat.
::-- Keadilan Sosial.<noinclude></noinclude>
hgdesqe1rmujruiixyqf917zhsbwcer
316864
316863
2026-09-03T06:27:44Z
Bennylin
334
/* Telah diuji baca */
316864
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Bennylin" /></noinclude>
{{r|LAMPIRAN:}}
{{C|INSTRUKSI PENGUASA PERANG PUSAT
No. Instr./Peperpu/077/1959.
TENTANG
"OPERASI KESADARAN NASIONAL".
}}
I. DASAR PENGERTIAN:
1. Jang dimaksud dengan "Operasi Kesadaran Nasional" dalam hal ini, bukan suatu gerakan
operasi jang menggunakan kekuatan sendjata dan/atau tenaga militer, melainkan
adalah suatu gerakan jang dilakukan serentak dan bersama-sama serta terus-terusan
dilaksanakan pada waktu-waktu jang bersamaan (jang telah ditentukan), oleh seluruh
warga Indonesia, baik dilakukannja atas kesadaran dan keinsjafan dari diri pribadi
perorangan masing-masing, maupun setjara bersama-sama setjara dipimpin.
2. Dilaksanakannja "Operasi Kesadaran Nasional" ini adalah dengan tjara dan sifat militant.
keinsjafan dan berpengertian atas dasar-dasar pokok maksud dan tudjuannja, jakni untuk
lebih tertanam, dibina, dipupuk dan dipeliharanja djiwa dasar Kesadaran Nasional
terhadap dasar-dasar kenasionalan Negara dan Bangsa Indonesia.
3. Operasi Kesadaran Nasional adalah suatu gerakan jang dalam pelaksanaannja ditudjukan
dan/atau bersifat segi psychologis, tetapi tidak berarti bahwa dalam gerakannja didasarkan
karena factor psychologis, melainkan harus dan/atau wadjib dilakukan demi mendjadi
dasar djiwa setiap warga Indonesia untuk tetap dan kekal memiliki Kesadaran Nasional
terhadap Negara dan Bangsanja serta dimiliki setjara tradisionil (turun-temurun).
4. Operasi Kesadaran Nasional untuk taraf permulaan, tetapi ini adalah sangat utama dan
penting. serta harus dilaksanakannja pada waktu{{2}} sekarang ini djustru mengingat tidak
hanja berdasarkan pada urgensinja sadja, melainkan adalah mendjadi utama sekali jang
harus dimilikinja demi untuk dapat digalangnja potensi nasional jang besar serta kukuh
jang akan dipergunakan untuk menjelesaikan revolusi Nasional dan/atau mentjapai hasil-hasil
perdjoangan tjita-tjita dasar perdjoangan Nasional kita jakni ditjapainja setjara
penuh dan dirasai merata Kemerdekaan, kedaulatan, persatuan keadilan dan kemakmuran
seluruh Negara dan Bangsa kita.
Dasar-dasar pokok jang dimaksud dalam operasi Kesadaran Nasional taraf permulaan
ini adalah mengenai keharusan atau kewadjiban setiap warga Indonesia untuk memberikan
penghormatan serta perlakuan jang semestinja terhadap kehormatan dan kedudukan
dari jang telah didjadikan perlambang Nasional dan sila (dasar) Negara Republik
Indonesia jakni:
:4.1. Bendera Nasional -- MERAH PUTIH.
:4.2. Lagu Nasional -- INDONESIA RAYA.
:4.3. Harus serta wadjib mengerti serta melaksanakan sila Negara :
:-- Ketuhanan Jang Maha Esa.
:-- Peri Kemanusiaan.
:-- Kebangsaan.
:-- Kedaulatan Rakjat.
:-- Keadilan Sosial.
II. DASAR{{2}} PEGANGAN:
1. Sudah mendjadi dasar, bahwa setiap Bangsa dan Negara didunia ini memiliki :
:1.1. Bendera Nasional.
:1.2. Lagu Nasional.
:1.3. Sila (dasar) Negara.
:Demikian pula bagi Bangsa dan Negara Republik Indonesia, memiliki :
:-- Bendera Nasional -- Sang Merah Putih.
:-- Lagu Nasional -- Indonesia Raya.
:-- Sila (Dasar) Negara Pantjasila :
::-- Ketuhanan Jang Maha Esa.
::-- Peri-Kemanusiaan.
::-- Kebangsaan.
::-- Kedaulatan Rakjat.
::-- Keadilan Sosial.<noinclude></noinclude>
hg88bpdl6ac2q7mdytjfqug1o8p0g54
Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/9
104
111522
316883
310151
2026-09-03T07:05:49Z
Bennylin
334
316883
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||— 2 —}}</noinclude>pembubaran MAS JUMI dan PSI, tentunja bukan hanja ini jang didjadikan alasan untuk pembubaran partai2 itu. Disamping kegiatan2 ini banjak lagi ditumpukkan sebab2 jang ditjari-tjari untuk menangkapi orang2 dan menghant jurkan lawan politikmja. Topeng mereka ini kemudian terbongkar dengan keputusan Presiden untuk mengangkat Sutan Sjahrir almarhum sebagai Pahlawan Nasional.
{{Underline|Dalam Bidang Kebudajaan}}
Djuga dalam bidang kebuda jaan mereka jang dipelopori oleh LEKRA PKI ment jiptakan keadaan dan kondisi2 jang melulu menguntungkan bagi partai PKI daa kont jo2nja seperti P.RTINDO dll. Sama halnja seperti diatas, kemudian timbul reaksi untuk mempertahankan kebudajaan Indonesia dan menolak pengaruh dari kebudajaan Leninisma atau Mao-isme. Alhasil kemudian dengan manipulasi politik, intrik2 jang litjik serta legalitas jang ada pada Subandrio c.s., maka MANIFESTO KEBUDAJAAN jang dipelopori oleh golongan2 patriot pentjinta kebudajaan Indonesia, MANIKEBU ditjap kontra-revolusi untuk kemudian mereka kubur setjara resmi.
{{Underline|Dalam Bidrar Hass-media}}
Dalam bidang sangat vitai inipun 2x2 c.s. bekerdja mati2an untuk ment jiptakan keadaan/kondisi sedemikian rupa. sehingga mereka menguasai praktis seluruh mass-media jang ada dengan legalitas kawan2nja jang bertjokol sebagai WAREDAM itu. Reaksi timbul dengan mengadjukan konsep2 untuk memelihara kurnian daripada adjaran2 Bung Karno, bersih daripada pengaruh2 Atheisme, Maoisme dan Leninisme jang merupakan unsur asing dalam kehidupan bangsa Indonesia. Mereka menggabungkan diri dalam apa jang kita kenal dengan BPS (Badan Pendukung Sukarnoisme). Kemudian badan ini dipodjokkan dalam posisi kontra-revolusi dan dengan intrika, manipulasi politik dan legalitas mereka, badan ini kemudian dilarang dan pendukungaja ditangkap dan diasingkan dari penghidupannja sehari-hari sebagai penulis atau wartawan. Sukses mereka, mereka konsolidir dengan bengeluaran seluruh surat2 kabar jang tadinja mendukung BPS ibreidel atau ditutup untuk seterusnja, Untuk kesekian kalinja kaum GESTAPU/PKI berhasil menggondol kemenangan. Mass-media seluruhnja praktis berada dibawah penguasaan mereka.<noinclude></noinclude>
kqxfpgvq6b3q6jhdph5h6v43cl5bf2m
Halaman:San min chu i.pdf/238
104
112036
316844
313262
2026-09-02T22:35:37Z
Cgjkldn
22445
/* Belum diuji baca */
316844
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||233}}</noinclude>sesudahnja; golongan terketjuali ialah orang-orang jang pertama-kali mengetahui dan mengerti segala seluk beluk pekerdjaan. Kalau
tak terdapat orang-orang jang utama ini, jang pandai melihat dan
mengetahui sesuatunja, dunia ini tak akan mempunjai pentjiptapentjipta; begitu pula kalau tak ada orang jang pandai melihat dan
mengetahui sesuatunja kemudian, dunia tak akan mempunjai penjo-
kong-penjokong, dan achirnja, kalau tak ada orang-orang jang tak
dapat mengetahui dan tak dapat melihat sesuatunja, dunia tak akan
mempunjai pekerdja-pekerdja jang akan mendjalankan pekerdjaan
sesuatu. Dunia perdagangan sudah tentu lebih dulu menginginkan
pengusaha-pengusaha atau orang jang tjakap mengambil inisiatip;
kemudian baru penjelenggara-penjelenggara dan achirnja sedjumlah besar pekerdja-pekerdja, supaja pekerdjaan dapat diselesaikan
dengan hasil jang memuaskan. Kemadjuan dunia bergantung pada
3 tingkat golongan ini dan tak boleh terdapat kekurangan salah satu
golongan tingkat itu. Negara-negara didunia, kalau hendak mulai
mempraktekkan demokrasi dan merubah pemerintahannja, harus
menjerahkan kewadjiban itu kepada tiap-tiap orang jang achli dalam
lapangan itu masing-masing ; kepada orang-orang golongan tingkat
pertama, sesudah itu kepada orang-orang golongan tingkat kedua
dan achirnja kepada orang-orang golongan tingkat ketiga. Kita
harus insjaf bahwa demokrasi politik tak dianugerahkan alam kepada kita, ia tertjipta oleh perdjuangan umat manusia. Kita harus
mentjiptakan demokrasi dan memberikannja kepada rakjat, tetapi
sekali-kali djangan ditunggu sampai rakjat mengangkat sendjata
untuk mentjapainja.
Beberapa hari jang lalu saja mengundjungi seorang pembesar
Djepang di Korea. Sesudah kami bertjakap-tjakap seketika, saja
mempergunakan kesempatan untuk menanjakan peri hal revolusi di
Korea dan apakah menurut pikirannja, revolusi itu akan berhasil
atau tidak. Karena ia tak mendjawab pertanjaan saja dengan tjepat,
saja menanjakan sekali lagi, bagaimana sikap pembesar-pembesar
Djepang di Korea terhadap hak-hak politik rakjat Korea. Ia mendjawab : „ Kami hanja dapat menanti dan menjaksikan bentuk
demokrasi apa jang diingini rakjat Korea ; kalau mereka sudah
tjukup mengetahui, bahwa mereka berdjuang untuk hak-hak mereka,
kami tak boleh tidak akan menjerahkan kedaulatan politik kepada
mereka kembali. Tetapi pada waktu ini mereka tak banjak {{hwe|menge-|mengetahui}}<noinclude></noinclude>
43x81m8eue19oloy1rwy1vhij9jpyt9
Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/2
104
112687
316846
316025
2026-09-03T05:33:17Z
Bennylin
334
/* Tanpa teks */
316846
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Bennylin" /></noinclude><noinclude></noinclude>
k29yoy37uze254jjh7eheztja15chby
Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/1
104
113394
316847
313487
2026-09-03T05:33:27Z
Bennylin
334
/* Tanpa teks */
316847
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Bennylin" /></noinclude><noinclude></noinclude>
k29yoy37uze254jjh7eheztja15chby
Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/7
104
114547
316875
316262
2026-09-03T06:50:51Z
Bennylin
334
/* Telah diuji baca */
316875
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Bennylin" /></noinclude>MIMBAR
Indonesia
{{rh|No. 33|17 AGUSTUS 1948|TAHUN II}}
Panggilan ZAMAN
Oleh Sukardjo Wirjopranoto
THE CALL OF THE TIMES
A GUST 17th is a festive day, Indepen-
dence Day for the Indonesian people.
Every free nation has its holidays to be
celebrated according to the customs of
the country. The proclamation of Indo-
nesian independence had been carried
by the call of the times due to transmu-
tation of the human spirit coupled with
transformation of the world as a result of
the great war. It is a pity the Dutch po-
litical leaders do not understand directly
this call of the times so that they create
a chain of blunders in practising their
policy towards Indonesia. Every blunder
means a loss.
On the part of the Dutch there is no
evidence of spontaneity" to implement
a new policy on a grand scale e.q. the
transfer of governmental power ав
promised to the Indonesian people
occurs very slowly. This tardiness is
due to lack of readiness to follow
the progress of the times.
The activities of the Republic demonstra-
te that Sukarno-Hatta understand the
trend of the times.
TIAP-TIAP bangsa jang merdeka
mempunjai hari-hari besarnja, jang
dirajakan menurut kebiasaan negerinja.
Umpamanja negeri Perantjis meraja-
kan hari 14 Djuli-nja (Quatorze Juil-
let), ialah hari peringatan penjerbuan
pendjara Bastille dalam tahun 1789,
jang sekarang dianggap sebagai per-
Jambang pembinasaan pemerintahan
lama, ialah pemerintah kerajaan ab-
solut jang berbuat sesenang-senangnja
lagi sewenang-wenang dan bersamaan
dengan itu terlahirnja tjita-tjita „Mer-
dcka, Sama dan Bersaudara". Demikian
djuga negeri Belanda mempunjai hari
Kemerdekaannja, misalnja hari 5 Mei,
ialah hari pembebasan negeri Belanda
dari tjengkeraman Nazi Djerman. Pun
pembebasan negeri Belanda dari pen-
djadjahan Perantjis di tahun 1813
dirajakan dengan tjara besar-besaran
dalam tahun 1913.
Indonesiapun menganggap hari 17
Agustus sebagai Hari Kemerdekaan.
Scbab pada hari itulah, dalam tahun
1945, diumumkan Proklamasi Kemer-
dekaan Indonesia atas nama bangsa
Indonesia oleh pemimpin2 jang diakui
oleh Rakjat: Sukarno-Hatta.
Apakah artinja proklamasi itu?
Artinja ialah bahwa dengan peranta-
raan pemimpin-pemimpin kebangsaan
jang tersebut itu, diumumkan kepada
seluruh dunia bahwa sedjak hari itu
Bangsa dan Tanah Air Indonesia telah
merdeka, Apakah konsekwensi peng-
umuman kemerdekaan itu? Ialah pene-
rimaan suatu pemerintahan kebangsa-
an sendiri; penolakan suatu pemerin
tahan jang dipaksakan dari luar; lebih
tegas lagi, penolakan suatu pemerintah
kolonial, tidak perduli pemerintahan
asing jang manapun djuga.
Proklamasi Kemerdekaan itu diajun-
kan oleh panggilan zaman berhubung
dengan perobahan djiwa manusia be-
serta perobahan dunia pula sebagai
akibat perang besar. Sungguh bahagia
kita mempunjal putera-putera jang
menerima ilham Ilahi dan tjakap pula
bertindak dengan tjepat dan tepat.
Sangat disajangkan bahwa baik peme-
rintah Belanda di Den Haag maupun
pemerintah Hindia Belanda di Australia
ternjata tak mengerti akan maksud
proklamasi itu. Kedua pemerintah
tersebut, menganggap perbuatan ke-
bangsaan jang sutji-murni itu sebagai
perbuatan djahat. Inilah satu kekell-
ruan besar pada fihak Belanda! Selan-
djutnja timbul rangkaian kekeliruan,
sehingga pemimpin-pemimpin negara
Belanda mendjalankan politik jang
salah terhadap kepada tjita-tjita
bangsa Indonesia.
Suatu
perbuatan kebangsaan jang
senjata-njatanja, dipandang sebagai
perbuatan bikinan oleh fihak asing,
jaitu oleh Djepang. Pandangan jang
sedemikian itu sangat dibesar-besarkan
dengan mengemukakan banjak alasan-
alasan jang dibesar-besarkan pula.
Akan tetapi, kenjataan pasti menang
dari kekeliruan atau kepalsuan.
Sukarno-Hatta jang mula2 dipandang
sebagai alat asing (Djepang) dan oleh
karenanja dihina oleh fihak Belanda,
kemudian toch diakui sebagai pendekar
kebangsaan dan karena itulah mereka
seharusnja dihormati.
Memang lidah tak bertulang, per-
kataan-perkataan dapat diputar balik.
akan tetapi pemimpin-pemimpin negara
Belanda mestinja dalam hal itu harus
berhati-hati sekali. Seorang pemimpin
negara dapat djatuh, djustru karena
salah terka.
Sukarno-Hatta dilempar,
kemudian diangkat. Pemerintah Be-
landa mula-mula menolak regim Sukar-
no-Hatta, sekarang diterimanja.
Pertanggungan djawab atas Prokla-
masi Kemerdekaan adalah sangat
berat. Lebih-lebih pertanggungan dja-
wab akan akibat-akibatnja. Menurut
istilah biasa proklamasi kemerdekaan
itu ialah revolusi alias pemberontakan
dan menurut hukum biasa kepala pem-
berontak harus digantung atau ia
mendjadi presiden. Inilah satu-satunja
alternatif. Sukarno-Hatta tidak digan-
tung, dus mendjadi presiden. Ternjata
hal ini dikalangan pemerintah Belanda
tidak dibajangkan dalam perhitungan.
politiknja padahal semestinja gouver
ner c'est prévoir". Perhitungan politik
Eelanda meleset, Pada tanggal 24
Oktober 1945 kabinet Sukarno dite-
rima oleh Djenderal Sekutu Christison,
penerimaan mana berarti, pembebasan
pemimpin-pemimpin pemberontak" itu
dari tiang gantungan. Pangkal ke-
keliruan politik Belanda adalah semata-
mata kurang pengertian akan panggi-
lan zaman.
Seperti sudah berkali-kali dinjatakan
dalam madjallah ini, proklamasi rakjat
Indonesia itu sifatnja mentjari perda-
maian. Tjaranja melaksanakannja pun
seharusnja setjara perdamaian.
Tapi sajang, perdjalanan sedjarah
ternjata lain dari jang dikehendaki.
Seperti demikian halnja dengan tiap²
revolusi, dalam revolusi Indonesia pun
darah mengalir. Pun darah jang tidak
bersalah. Dan jang sedihnja ialah, bah-
wa tidak seorangpun jang à priori ingin
mengalirkan darah, Orang Belanda
jang baru lepas dari penindasan Nazi,
tidak mengehendaki darah orang Indo-
nesia. Sebaliknja pun orang Indonesia
jang melawan penindasan Djepang, bu-
kan maksudnja hendak mengalirkan
darah Belanda. Tapi biarpun kedua
belah pihak tidak menjukai penggunaan
kekerasan sendjata, kemudian ternjata,
bahwa kedua-duanja tidak menurutkan
djalan perdamaian dan pembangunan,
akan tetapi djalan perang dan pembi-
nasaan. Ini djalan keliru!
BUKAN maksud kita untuk melukis-
kan dalam karangan ini perdjalan-
an segala kedjadian2 semendjak 17
Agustus 1945. Biarlah hal itu kita
serahkan kepada ahli sedjarah. Didalam
karangan ini kita akan menindjau
soal-soal dari sudut politik dan itupun
hanja akan dikemukakan beberapa
bagian sadja
tjemerlang
baik puntjak-puntjak
maupun lembah-lembah
jang muram untuk menarik sesuatu
peladjaran.
Seperti sudah dikatakan diatas, dja-
lan perang dan pembinasaan itu, ialah
djalan keliru. Untunglah segera djuga
diketahui bahwa djalan itu keliru dan
mudah-mudahan tidak akan ditempuh
lagi. Dunia internasional, dengan pe-
rantaraan
Dewan
Keamanan
dari
U.N.O., turut tjampur tangan.
Buat
pertama kali dalam sedjarah
Dewan
Keamanan didjalankan pasal 39 Piagam
Perserikatan Bangsa-bangsa. Aksi
militer Belanda terhadap Republik In-
donesia dianggap sebagai perbuatan
agressi dan merupakan pelanggaran
perdamaian. Kedua belah fihak diminta
menjelesaikan pertikaian politik de-
ngan djalan arbitrage atau lain-lain
djalan damai (resolusi Agustus 1947).
Tapi sesudah setahun berdjalan, seka-
rang ternjata bahwa permintaan itu
belum djuga berhasil. Djasa-djasa baik
Komisi Tiga Negara sia2 belaka.
resolusi Dewan Keamanan jang paling
belakang ini, seperti baru-baru ini di-
usulkan oleh wakil Tiongkok, melihat
gelagatnja, tidak akan menghasilkan
apa-apa, disebabkan karena perkataan-
perkataannja jang tidak tegas.
Pun
Dewan Keamanan dalam memilih
tjara-tjara untuk menjelesaikan per-
(Landjutan dihalaman 61)<noinclude></noinclude>
b1uy1f9kwqn0b4b4fxll33dm5p1mj1z
316876
316875
2026-09-03T06:54:53Z
Bennylin
334
316876
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Bennylin" /></noinclude>MIMBAR
Indonesia
{{rh|No. 33|17 AGUSTUS 1948|TAHUN II}}
Panggilan ZAMAN
Oleh Sukardjo Wirjopranoto
THE CALL OF THE TIMES
A GUST 17th is a festive day, Independence
Day for the Indonesian people.
Every free nation has its holidays to be
celebrated according to the customs of
the country. The proclamation of Indonesian
independence had been carried
by the call of the times due to transmutation
of the human spirit coupled with
transformation of the world as a result of
the great war. It is a pity the Dutch political
leaders do not understand directly
this call of the times so that they create
a chain of blunders in practising their
policy towards Indonesia. Every blunder
means a loss.
On the part of the Dutch there is no
evidence of spontaneity" to implement
a new policy on a grand scale e.q. the
transfer of governmental power ав
promised to the Indonesian people
occurs very slowly. This tardiness is
due to lack of readiness to follow
the progress of the times.
The activities of the Republic demonstrate
that Sukarno-Hatta understand the
trend of the times.
TIAP-TIAP bangsa jang merdeka
mempunjai hari-hari besarnja, jang
dirajakan menurut kebiasaan negerinja.
Umpamanja negeri Perantjis merajakan
hari 14 Djuli-nja (Quatorze Juillet),
ialah hari peringatan penjerbuan
pendjara Bastille dalam tahun 1789,
jang sekarang dianggap sebagai perlambang
pembinasaan pemerintahan
lama, ialah pemerintah kerajaan absolut
jang berbuat sesenang-senangnja
lagi sewenang-wenang dan bersamaan
dengan itu terlahirnja tjita-tjita
„Merdeka, Sama dan Bersaudara". Demikian
djuga negeri Belanda mempunjai hari
Kemerdekaannja, misalnja hari 5 Mei,
ialah hari pembebasan negeri Belanda
dari tjengkeraman Nazi Djerman. Pun
pembebasan negeri Belanda dari
pendjadjahan Perantjis di tahun 1813
dirajakan dengan tjara besar-besaran
dalam tahun 1913.
Indonesiapun menganggap hari 17
Agustus sebagai Hari Kemerdekaan.
Scbab pada hari itulah, dalam tahun
1945, diumumkan Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia atas nama bangsa
Indonesia oleh pemimpin2 jang diakui
oleh Rakjat: Sukarno-Hatta.
Apakah artinja proklamasi itu?
Artinja ialah bahwa dengan perantaraan
pemimpin-pemimpin kebangsaan
jang tersebut itu, diumumkan kepada
seluruh dunia bahwa sedjak hari itu
Bangsa dan Tanah Air Indonesia telah
merdeka, Apakah konsekwensi pengumuman
kemerdekaan itu? Ialah pene-
rimaan suatu pemerintahan kebangsaan
sendiri; penolakan suatu pemerintahan
jang dipaksakan dari luar; lebih
tegas lagi, penolakan suatu pemerintah
kolonial, tidak perduli pemerintahan
asing jang manapun djuga.
Proklamasi Kemerdekaan itu diajunkan
oleh panggilan zaman berhubung
dengan perobahan djiwa manusia beserta
perobahan dunia pula sebagai
akibat perang besar. Sungguh bahagia
kita mempunjal putera-putera jang
menerima ilham Ilahi dan tjakap pula
bertindak dengan tjepat dan tepat.
Sangat disajangkan bahwa baik pemerintah
Belanda di Den Haag maupun
pemerintah Hindia Belanda di Australia
ternjata tak mengerti akan maksud
proklamasi itu. Kedua pemerintah
tersebut, menganggap perbuatan kebangsaan
jang sutji-murni itu sebagai
perbuatan djahat. Inilah satu kekellruan
besar pada fihak Belanda! Selandjutnja
timbul rangkaian kekeliruan,
sehingga pemimpin-pemimpin negara
Belanda mendjalankan politik jang
salah terhadap kepada tjita-tjita
bangsa Indonesia.
Suatu
perbuatan kebangsaan jang
senjata-njatanja, dipandang sebagai
perbuatan bikinan oleh fihak asing,
jaitu oleh Djepang. Pandangan jang
sedemikian itu sangat dibesar-besarkan
dengan mengemukakan banjak alasan-alasan
jang dibesar-besarkan pula.
Akan tetapi, kenjataan pasti menang
dari kekeliruan atau kepalsuan.
Sukarno-Hatta jang mula2 dipandang
sebagai alat asing (Djepang) dan oleh
karenanja dihina oleh fihak Belanda,
kemudian toch diakui sebagai pendekar
kebangsaan dan karena itulah mereka
seharusnja dihormati.
Memang lidah tak bertulang,
perkataan-perkataan dapat diputar balik.
akan tetapi pemimpin-pemimpin negara
Belanda mestinja dalam hal itu harus
berhati-hati sekali. Seorang pemimpin
negara dapat djatuh, djustru karena
salah terka.
Sukarno-Hatta dilempar,
kemudian diangkat. Pemerintah Belanda
mula-mula menolak regim Sukarno-Hatta,
sekarang diterimanja.
Pertanggungan djawab atas Proklamasi
Kemerdekaan adalah sangat
berat. Lebih-lebih pertanggungan djawab
akan akibat-akibatnja. Menurut
istilah biasa proklamasi kemerdekaan
itu ialah revolusi alias pemberontakan
dan menurut hukum biasa kepala
pemberontak harus digantung atau ia
mendjadi presiden. Inilah satu-satunja
alternatif. Sukarno-Hatta tidak digantung,
dus mendjadi presiden. Ternjata
hal ini dikalangan pemerintah Belanda
tidak dibajangkan dalam perhitungan.
politiknja padahal semestinja gouver
ner c'est prévoir". Perhitungan politik
Eelanda meleset, Pada tanggal 24
Oktober 1945 kabinet Sukarno diterima
oleh Djenderal Sekutu Christison,
penerimaan mana berarti, pembebasan
pemimpin-pemimpin pemberontak" itu
dari tiang gantungan. Pangkal
kekeliruan politik Belanda adalah semata-
mata kurang pengertian akan panggilan
zaman.
Seperti sudah berkali-kali dinjatakan
dalam madjallah ini, proklamasi rakjat
Indonesia itu sifatnja mentjari perdamaian.
Tjaranja melaksanakannja pun
seharusnja setjara perdamaian.
Tapi sajang, perdjalanan sedjarah
ternjata lain dari jang dikehendaki.
Seperti demikian halnja dengan tiap²
revolusi, dalam revolusi Indonesia pun
darah mengalir. Pun darah jang tidak
bersalah. Dan jang sedihnja ialah, bahwa
tidak seorangpun jang à priori ingin
mengalirkan darah, Orang Belanda
jang baru lepas dari penindasan Nazi,
tidak mengehendaki darah orang Indonesia.
Sebaliknja pun orang Indonesia
jang melawan penindasan Djepang, bukan
maksudnja hendak mengalirkan
darah Belanda. Tapi biarpun kedua
belah pihak tidak menjukai penggunaan
kekerasan sendjata, kemudian ternjata,
bahwa kedua-duanja tidak menurutkan
djalan perdamaian dan pembangunan,
akan tetapi djalan perang dan pembinasaan.
Ini djalan keliru!
BUKAN maksud kita untuk melukiskan
dalam karangan ini perdjalanan
segala kedjadian2 semendjak 17
Agustus 1945. Biarlah hal itu kita
serahkan kepada ahli sedjarah. Didalam
karangan ini kita akan menindjau
soal-soal dari sudut politik dan itupun
hanja akan dikemukakan beberapa
bagian sadja
tjemerlang
baik puntjak-puntjak
maupun lembah-lembah
jang muram untuk menarik sesuatu
peladjaran.
Seperti sudah dikatakan diatas, djalan
perang dan pembinasaan itu, ialah
djalan keliru. Untunglah segera djuga
diketahui bahwa djalan itu keliru dan
mudah-mudahan tidak akan ditempuh
lagi. Dunia internasional, dengan
perantaraan
Dewan
Keamanan
dari
U.N.O., turut tjampur tangan.
Buat
pertama kali dalam sedjarah
Dewan
Keamanan didjalankan pasal 39 Piagam
Perserikatan Bangsa-bangsa. Aksi
militer Belanda terhadap Republik
Indonesia dianggap sebagai perbuatan
agressi dan merupakan pelanggaran
perdamaian. Kedua belah fihak diminta
menjelesaikan pertikaian politik
dengan djalan arbitrage atau lain-lain
djalan damai (resolusi Agustus 1947).
Tapi sesudah setahun berdjalan, sekarang
ternjata bahwa permintaan itu
belum djuga berhasil. Djasa-djasa baik
Komisi Tiga Negara sia2 belaka.
resolusi Dewan Keamanan jang paling
belakang ini, seperti baru-baru ini
diusulkan oleh wakil Tiongkok, melihat
gelagatnja, tidak akan menghasilkan
apa-apa, disebabkan karena perkataan-
perkataannja jang tidak tegas.
Pun
Dewan Keamanan dalam memilih
tjara-tjara untuk menjelesaikan per-
(Landjutan dihalaman 61)<noinclude></noinclude>
sq5h0mu92ssrevm6cf1st6rg3tqhku0
Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/25
104
114553
316874
316280
2026-09-03T06:45:24Z
Bennylin
334
316874
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{|
|10. Undang No. 29/47 ten-
tang Tjukai minuman ke-
ras.
Pe-
11. Undang No. 30/47 ten-
tang Promes Negara (pe-
ngesahan Peraturan
merintah No. 20/47).
12. Undang2 No. 38/47 ten-
tang Undian Uang negara.
1948: 1. Undang2 No..../48 tentang
Perdjandjian antara
Pe-
merintah Republik Indo-
nesia dengan Matthew
Fox 3).
2. Undang2 No. 14/48 ten-
tang Tambahan opcenten
Bea masuk.
3. Undang2 No. 15/48 ten-
tang Menetapkan barang2
jang dikenakan Bea-ma-
Buk.
4. Undang2 No. 16/48 ten-
tang Penambahan Aturan
Bea-materai 1921.
5. Undang2 No. 17/48 ten-
tang Penambahan Un-
dang2 Padjak-pendapatan
1932.
6. Undang2 No. 20/48 ten-
tang Tambahan Padjak
Pembangunan I.
7. Undang2 No. 21/48 ten-
tang Tambahan Padjak
radio.
8. Undang2 No....... tentang
Alat Pembajaran (devie-
zen) luar negeri 3) 4).
9. Undang2 No....... tentang
Tarip padiak-pendapatan
dsb. tahun 1948/1949 3).
10. Undang2 No....... tentang
Penambahan Undang2 Pa-
djak pendapatan 1932 3),
V. Kementerian Agama
1945:
Nihil.
1946. 1. Undang2 No. 22/46 ten-
tang Pentjatatan
talak dan rudjuk.
1947: Nihil.
1948: Nihil
nikah,
VI. Kementerian Pendidikan, Pe
ngadjaran dan Kebudajaan
1945: Nihil
1.
1946: Nihi 1. (sebuah rantjangan
undang2 jang dladjukan oleh
Kementerian ini tidak dise-
tudjui oleh Badan Peker-
dja).
1947: Undang2 No. 32/47 tentang
Sekolah landjutan.
1948: Nihil (Rantjangan Un-
dang2 Pokok pengadjaran
jang diadjukan pada bulan 5
tahun ini oleh Kementerian
tab. hingga kini belum dapat
persetudjuan dari Kabinet).
VII Kementerian Kemakmuran
1945: Nihil.
1946: Nihil. (dua buah rantja-
ngan undang2 jang diadju-
kan pada tahun ini hingga
kini belum dapat diselesai-
kan).
1947: Nibil
:
22
|
VIII. Kementerian Perburuhan dan
Sosial.
1945: Nihil
1946: Nihil.
1947: 1. Undang2 no. 33/47 tentang
Undang2 ketjelakaan ta-
hun 1947.
2. Undang2 no. 34/47
tang Undang2 ketjelakaan
Perang.
|
3. Rantjangan Undang
Penghapusan desa2
tentang
perdikan
dalam Keresidenan Banjumas.
4. Rantjangan Undang2
tentang
Su-
Komite Nasional Daerah
matera (ditunda).
Keadaan perang dan
perang.
ten-
III. Kementerian Pertahanan.
1. Rantjangan Undang2
tentang
bahaja
tentang
tentang
Keadaan
1948: 1. Undang2 no. 12/48 tentang
Kerdja tahun
Undang2
1948.
2. Undang2 no ten-
tang Pengawasan Perbu-
ruhan 3).
IX. Kementerian Luar Negeri
1945: Nihil
1946:
1947:
"
1948: Undang2 No. 2/48 tentang
Perdjandjian persahabatan
antara Republik Indonesia
dengan Keradjaan Mesir.
X. Kabinet (Perdana-Menteri).
1945: Nihil
1946:
1947: 1. Undang2 No. 1/47 tentang
Memperpandjang waktu
berlakunja peraturan2 D.
P.N.
2. Undang2 No. 2/47 tentang
Pengesahan beberapa Per-
aturan D.P.N.
3. Undang-Undang No. 15/47
tentang Memperpandjang
waktu berlakunja peratu
ran-peraturan D.P.N.
4. Undang-Undang No.31/47
tentang Memperpandjang
waktu berlakunja peratu
ran-peraturan D.P.N.
5. Undang2 No. 35/47 ten-
tang Pengesahan Peratu
ran Pemerintah No. 21/47
tentang Komisaris Ne-
gara.
6. Undang2 No. 87/47 ten-
Memperpanjang
tang
waktu berlakunja peratu
ran-peraturan D.P.N.
1948: Nihil!
B. RANTJANGAN JANG TIDAK
BELUM DISAHKAN MENDJADI
UNDANG-UNDANG
L
Kementerian Kehakiman.
1. Rantjangan Undang2 tentang
Pengawasan Badan Kehaki-
man.
2. Rantjangan Undang2 tentang
Peraturan2 Negara (Pemerin-
tah Pusat).
3. Rantjangan Undang2 tentang
Perubahan Undang2 No. 12/46
(usul inisiatif).
Rantjangan Undang tentang
Penarikan kembali Peraturan
Presiden No. 6/46 (ditarik
kembali oleh B.P. di Sidang
pleno Malang).
II. Kementerian Dalam Negeri.
1. Rantjangan Undang2 tentang
Penggantian Pemerintah Desa.
2. Rantjangan Undang2 tentang
Mentjabut Undang2 tentang
Penggantian Pemerintah Desa.
2. Rantjangan Undang2
Keadaan Bahaja.
3. Rantjangan Undang2
Perburuhan Undang
Bahaja..
4. Rantjangan Undang tentang
Hukum Pidana Tentara.
5. Rantjangan Undang2 tentang
Perubahan pasal 7 Undang
Keadaan Bahaja (usul inisiatif
B.P.).
6. Rantjangan Undang2 tentang
Kekuasaan lebih luas.
7. Rantjangan Undang2 tentang
Mahkamah Tentara sementara
(Peraturan Pemerintah peng-
ganti Undang No. 22/47).
IV. Kementerian Keuangan.
1. Rantjangan Undang2 tentang
Menaikkan Padjak potong dan
Bea Meterai.
2. Rantjangan Undang2
Bank Negara 5).
3. Rantjangan Undang2
tentang
tentang
(Pengesahan Peraturan Peme-
rintah pengganti Undang2 No.
3/46) mengenal
menjimpan uang.
4. Rantjangan Undang
Kewadjiban
tentang
Pembajaran kembali sebagian
dari Pindfaman Nasional 5).
V. Kementerian Agama:
1. Rantjangan Undang tentang
Perubahan Aturan nikah dan
talak.
VI. Kementerian Pendidikan, Pe-
ngadjaran dan Kebudajaan:
1. Rantjangan Undang2 tentang
Pemberian kelonggaran kepa-
da Menteri Pengadjaran.
VII. Kementerian Kemakmuranı
1. Rantjangan Undang tentang
Persediaan tanah untuk tana-
man penting bagi Negara.
2. Rantjangan Undang2 tentang
Pengawasan Negara atas per-
usahaan Perkebunan.
VIII. Kementerian Perburuhan dan
Sosial:
1. Rantjangan Undang tentang
Statement Perburuhan.
IX. Kementerian Persediaan Maka-'
nan Rakjat.
1. Rantjangan Undang2 tentang
Penimbunan Barang penting.
.Tjatatan: Kementerians jang be
lum pernah memadjukan rantjangan
undang-undang kepada B.P. ialah:
Kementerian Pekerdjaan Umum,
Perhubungan, Kesehatan Pembangu-
nan, Penerangan dan Negara.
Keterangan: Lihat keterangan di-
muka 21.
|}<noinclude></noinclude>
4jv6b2yfty9mqiv1q0ow7bl2fak6vo1
Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/47
104
114615
316873
316566
2026-09-03T06:43:46Z
Bennylin
334
316873
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh|Indonesia}}{{Rule}}</noinclude>{{Block center|
{{Xx-larger|Republik membangun}}<br>
Oleh: Supardo}}
{{Block right|
''„Kita membangun bukan hendak membanggakan, bahwa kita dapat membangun, tetapi karena tjita-tjita hendak melaksanakan kemakmuran Rakjat.“''}}
{{Dropinitial|T}}ELAH hampir 3 tahun usia Republik Indonesia. Pertikaian antara Belanda dan Republik Indonesia belum lagi dapat diselesaikan. Akibatnja tentu banjak kesulitan dan masalah jang mesti dipetjahkan.
Betapapun besar kesulitan, bagaimanapun banjak kesusahan mesti dihadapi dan dipetjahkan pihak Indonesia, namun tjita-tjita hendak melaksanakan kemakmuran Rakjat tetap mendjadi objek. Objek jang tidak dichajalkan belaka, tetapi segera diselenggarakan. Bukti kenjataannja:
Rentjana 5 tahun dan 3 tahun jang terhalang dikerdjakan dengan saksama, karena memerlukan faktor normal dan aman, diatasi oleh rentjana urgent 6 bulan.
Urgensi-program 6 bulan dimulai ± bulan VII tahun j.l. kini telah berhasil sebagai berikut:
'''PENGAIRAN:'''
Perbaikan bangunan, bendungan dan saluran jang selama peperangan dunia II dan perang kolonial tidak mendapat perhatian, kini diperbaiki dengan hasil:
{|
|-
|| Di || daerah || Kedu || 95%
|-
|| " || " || Istimewa Jogja || 95%
|-
|| " || " || Surakarta || 77%
|-
|| " || " || Semarang || 96%
|-
|| " || " || Pati || 72%
|-
|| " || " || Bodjonegoro || 70%
|-
|| " || " || Madiun || 87%
|-
|| " || " || Kediri (Brantas)|| 100%
|}
Djikalau pembangunan waduk Djom-
bor itu akan dapat selesai menurut
rentjana, maka kapasiteit waduk dapat
ditambah mendjadi 4.100.000 m³ serta
dapat dipakai untuk:
penanaman dimusim hudjan
tebu
sawah2 dimusim kemarau
bibit
polowidjo
penanaman dimusim hudjan
(Kedjawan Bajat)
1.657 ha
601 "
500
150"
1.800"
"
47 "
Djumlah 4.755 ha
sedangkan penanaman tebu, sawah
dimusim kemarau serta polowidjo dimu.
sim kemarau tentu dapat pertolongan
air. Pekerdjaan ini telah selesai 40%.
Tinggi maximum
lebarnja diatas
pandjang
lereng
kapasiteit penuh
penimbunan tanah
m
3
3
m
± 6 km
1: 1
4.100.000 m³
35.000 m3
tan materi berdjalan terus, 4 buah
djembatan besi dari 28 m, 12
dan 23 m telah selesai diperbaiki.
m, 16
Hal ini djika dilihat sepintas kilat
memang tidak memberikan kesan jang
serba besar. Tetapi bila diheningkan,
betapa besar kesukaran materi dan
lain-lain, pekerdjaaan itu seimbang de-
ngan kesanggupan dan keadaan.
Perumahan rakjat
Perumahan Rakjat diselenggarakan
sesuai dengan memenuhi sjarat (kese-
hatan, sosial dan ukuran keadaban,
serta sjarat bimbingan, sudah mulai
dikerdjakan 12 rumah tertentu bagi
para pegawai malahan sudah selesai.
Perumahan model rumah Rakjat
sudah dimulai di Djokja dan Solo. Jang
sekarang bagi penghidupan bangsa
Indonesia mempunjai arti luas, selain
dari pada untuk penerangan belaka.
Disamping rentjana urgensi itu dilaksanakan hal perluasan pengairan. Perluasan ini baik baru, maupun landjutan dari pekerdjaan jang sudah dimulai pada masa jang lalu.
Perluasan ini mengenai bangunan waduk. Jang telah dimulai, jaitu:
Waduk-waduk Djombor, Ketra, Klega, Lalung, Krisak Gebjar dan Dungbendo.
'''Waduk Djombor'''
Maksud bangunan ini ialah:
{{ol|type=a
|untuk menambah penanaman dimusim panas (kemarau).
|untuk mengeringkan daerah didekat waduk itu dimusim hudjan dengan mengadakan saluran-saluran pengering.
|untuk mentjegah air bandjir memasuki K. Udjung, dengan mendirikan serta mengokohkan tanggul sungai.}}
Waduk Djombor sekarang dapat memuat 2.500.000 m³ dan mengairi sawah-sawah seluas berturut-turut penanaman musim hudjan 1.657 ha
tebu
bibit
polowidjo (ump. ketela, djagung, kedele dsb) 800
Djumlah 3,218 ha
Djalan-djalan
Rumah baru klas 6
perhubungan
Dalam pada itu soal
dan pengangkutan langsung ada perta-
liannja dengan djalan-djalan jang
memperhubungkan satu tempat (dae-
rah) dan lainnja.
Telah selesai perbaikan dan pembiki-
nan djalan semuanja kira-kira sepan-
djang 254 km djumlahnja.
Tiada sedikit pandjangnja djalan
jang rusak dan dirusak sedjak masa
Djepang.
Listrik
Listrik jang sangat diperlukan bagi
penerangan, untuk perdjalanan mesin-
mesin dan alat-alat lainnja.
Sekalipun dalam kesulitan materi,
dibangun pula listrik oleh Kementerian
Pekerdjaan Umum disesuaikan, dengan
kebutuhan umum dan memang apa
jang diselenggarakan bersifat memba-
ngun dalam pokoknja.
Membangun tidak untuk membang-
gakan akan tetapi untuk kemakmuran
rakjat.
Pada Djawatan Djalan-jalan Repu- KEMENTERIAN Pekerjaan Umum
blik kini terletak kewadjiban sebeŕat-
beratnja untuk memperbaiki kembali
dan memeliharanja. Sekalipun kesuli-
mempunjal lapang dan tugas ter-
tentu, jang bertalian dengan kemak-
muran Rakjat serta meninggikan de-<noinclude></noinclude>
8vuvpyog6wb70ycwh630wb1c4tap0w0