Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.18 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Templat:Terjemah 10 2865 316882 243806 2026-09-03T07:05:35Z Bennylin 334 316882 wikitext text/x-wiki {{info|logotype=construction |pesan=Halaman ini belum selesai diterjemahkan. Anda dapat melihat terjemahannya dengan menggunakan [https://id-wikisource-org.translate.goog/wiki/{{FULLPAGENAMEE}}?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id <b>mesin penerjemah™</b>].<br />Hanya karya dan terjemahan dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah di Indonesia yang [[Wikisource:Apakah Wikisource itu?#Bahasa dan terjemahan|diperbolehkan]] di Wikisumber. Bantulah untuk [{{SERVER}}{{localurl:{{NAMESPACE}}:{{PAGENAME}}|action=edit}} menerjemahkannya].}}{{#if:{{{kat|}}}||<includeonly>[[Kategori:Halaman yang belum diterjemahkan|{{PAGENAME}}]]</includeonly>}}<noinclude> {{dokumentasi}} [[Kategori:Templat|{{PAGENAME}}]]</noinclude> rndo79zlf9c67ttgmmy4225dy0juswi Aksi Massa 0 17738 316890 110440 2026-09-03T07:51:51Z Bennylin 334 316890 wikitext text/x-wiki {{header | title = Aksi Massa | author = Tan Malaka | translator = | section = | previous = | next = [[/Pengantar Penulis/]] | year = 1926 | notes = Sumber: [https://www.marxists.org/indonesia/archive/malaka/AksiMassa/ marxists.org]. Versi ejaan lama di [[Massa Actie]]. }} [[Berkas:Aksi Massa.pdf|jmpl|Aksi Massa]] {{TOC-tambahan| * [[/Pengantar Penulis|Pengantar Penulis]] # [[/Bab 1|Revolusi]] # [[/Bab 2|Ikhtisar tentang Riwayat Indonesia]] # [[/Bab 3|Beberapa Macam Imperialisme]] # [[/Bab 4|Kapitalisme Indonesia]] # [[/Bab 5|Keadaan Rakyat Indonesia]] # [[/Bab 6|Keadaan Sosial]] # [[/Bab 7|Keadaan Politik]] # [[/Bab 8|Revolusi di Indonesia]] # [[/Bab 9|Perkakas Revolusi Kita]] # [[/Bab 10|Sekilas tentang Gerakan Kemerdekaan di Indonesia]] # [[/Bab 11|Federasi Republik Indonesia]] # [[/Bab 12|Khayalan Seorang Revolusioner]] * [[/Lampiran|Lampiran]]: Rancangan Untuk Program Proletar di Indonesia}} {{DP-ID-lama}} tq8jdh52shm2dwqihto10gdyktis6zj Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight 3 56262 316845 283325 2026-09-03T03:09:02Z Affandy Murad 13887 /* Permohonan hapus halaman Pengguna Pribadi */ bagian baru 316845 wikitext text/x-wiki == Selamat datang == <big>'''[[Wikisource:Selamat datang|Selamat datang]], {{BASEPAGENAME}}, di [[Wikisource bahasa Indonesia|Wikisource Indonesia]]!'''</big> '''[[Wikisource]]''' adalah sumber dokumen bebas multibahasa yang isinya ditulis bersama-sama oleh para penggunanya dan disusun agar dapat dibaca dan disunting oleh siapa pun juga. * Anda bisa mengucapkan selamat datang kepada pengguna Wikisource lain di [[Wikisource:Halaman perkenalan|Halaman perkenalan]]. * Pertanyaan, usulan, dan komentar tentang Wikisource bahasa Indonesia bisa dilakukan di [[Wikisource:Warung Kopi|Warung Kopi]]. Jangan lupa untuk menandatangani pesan Anda, sehingga pengguna lain mengetahui siapa sang penulis pesan. Caranya, ketik &#126;&#126;&#126;&#126; (empat kali tanda gelombang/tilde). * '''Baca dan pelajarilah terlebih dahulu kebijakan dan pedoman yang berlaku di Wikisource bahasa Indonesia.''' * Untuk bereksperimen, mencoba-coba, atau tes, lakukanlah di [[Wikisource:Bak pasir|bak pasir]]. * Walaupun demikian, perhatikan [[Wikisource:Kesalahan umum di Wikisource|hal-hal yang tidak boleh dilakukan di {{SITENAME}}]].{{#ifexist:Pengguna:{{PAGENAME}}|| * Untuk menulis profil atau sekilas informasi tentang Anda, bisa dilakukan di [[Pengguna:{{PAGENAME}}]], sehingga pengguna lain bisa mengenal sedikit tentang Anda.}} [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 16 Maret 2024 13.53 (UTC) :Terima kasih untuk sambutan hangatnya! :[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|bicara]]) 16 Maret 2024 14.01 (UTC) == Join the LDH General Assembly | April 18, 2026 == We are delighted to invite you to the General Assembly of the [[m:Wikimedia Language Diversity Hub|'''Language Diversity Hub''']] (LDH) on Saturday, '''April 18th, 2026''', at '''[https://zonestamp.toolforge.org/1776517200 13:00 UTC]'''. === About the General Assembly === The General Assembly (GA) is a community-wide consultation and engagement space. It is the primary forum through which LDH connects with the broader language and Wikimedia communities. The GA is designed to: * Keep community members informed about LDH activities, decisions, and ongoing work. * Gather feedback and perspectives from across the language and Wikimedia ecosystem. * Create open pathways for participation, collaboration, and community-driven input. === How to participate === Everyone is welcome! If you work on language access, language diversity, or Wikimedia projects in any language community, this is a space for you. * '''[https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfFCqPF3H-Yax0t-AbgRasoDdXLom23n2SsZR5fw74bxMuPCQ/viewform Register here to attend]''' [[File:LDH General Assembly E-flyer.jpg|frameless|center|280px|link=https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfFCqPF3H-Yax0t-AbgRasoDdXLom23n2SsZR5fw74bxMuPCQ/viewform]] Looking forward to your participation, Language Diversity Hub Team, 20 Maret 2026 18.21 (UTC) ''<small>You can opt out of our distribution list by removing your username from [[m:MassMessage/Lists/LDH|this list]]</small>'' (This message was sent to [[:Pengguna:NikolasKHF]] and is being posted here due to a redirect.) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Oscar .@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=MassMessage/Lists/LDH&oldid=30182212 --> == Minta bantuan == Halo, Nikolas. Saya minta bantuanmu untuk melindungi halaman [[WS:Perihal]] dan [[WS:I]] karena beberapa kali divandal. Mungkin bisa dipertimbangkan juga untuk memblokir sementara pengguna a.n. Bajjakuii karena perilaku vandalismenya. Terima kasih! [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 6 April 2026 04.45 (UTC) :Terima kasih banyak, @[[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] sudah memberitahu saya. Saya melindungi halaman [[WS:Perihal]], [[WS:I]], sekaligus [[:Kategori:Pengarang]] untuk pengguna terdaftar otomatis karena vandalisme oleh penggna tersebut. Selain itu, saya juga sudah memblokir sementara (saat ini hanya 1 minggu) untuk pengguna Bajjakuii, tetapi kelihatannya akun pengguna tersebut memang sudah dikunci secara global melalui Meta. Terima kasih banyak! —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 6 April 2026 04.57 (UTC) == You may be an eligible candidate for the U4C election == <div lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr"> Greetings, The [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee|Universal Code of Conduct Coordinating Committee (U4C)]] seeks candidates for the 2026 election. The U4C is the global committee responsible for overseeing enforcement of the [[foundation:Special:MyLanguage/Policy:Universal Code of Conduct|Universal Code of Conduct]]. Elections are held annually, if elected a committee member serves for two years. This year the U4C requires candidates to hold administrator rights on at least one wiki, which is why you are being contacted as you appear to hold this right. There are other requirements, such as candidates must be at least 18 years old and may not be employed by the Wikimedia Foundation or other related chapters and affiliates. You can find more information in the [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee/Election/2026#Call_for_Candidates|call for candidates on Meta-wiki]]. Additionally, the committee's working language is English; some ability to communicate in English is required. The election opens on 18 May, if you are eligible and interested you have until 10 May to submit your candidacy. There will week between for candidates to answer questions from the community. Voting takes place privately in [[m:Special:MyLanguage/SecurePoll|SecurePoll]], successful candidates must receive at least 60% support. More information is available on [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee/Election/2026|the 2026 Elections page]], including timelines and other candidacy information. If you read over the material and consider yourself qualified, please consider submitting your name to run for the committee. If you think someone else in your community might be interested and qualified, please encourage them to run. In partnership with the U4C -- [[m:User:Keegan (WMF)|Keegan (WMF)]] ([[m:User_talk:Keegan (WMF)|talk]]) 28 April 2026 18.33 (UTC) </div> <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Keegan (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=User:Keegan_(WMF)/test&oldid=30471754 --> == Permohonan hapus halaman Pengguna Pribadi == Halo @[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] mohon bantuannya untuk hapus halaman pengguna saya sendiri di WikiSource Indonesia ini, Terima kasih. [[Pengguna:Affandy Murad|Affandy Murad]] ([[Pembicaraan Pengguna:Affandy Murad|bicara]]) 3 September 2026 03.09 (UTC) b6yynevvhmgib1c2pkly303tyj8k43g Indeks:Mimbar penerangan 1951.pdf 102 84678 316854 246502 2026-09-03T06:08:02Z Bennylin 334 316854 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q133311101 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=5 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} hs4zsmntyzws0bvgeaah4sk9mversye Indeks:Dharmasena 1973.pdf 102 85263 316852 247220 2026-09-03T05:50:05Z Bennylin 334 316852 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q133993515 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=3 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 24rngzgi814ddhulr2o1pyyqvq0ahbl Indeks:Medan Bahasa 1964.pdf 102 87433 316851 252162 2026-09-03T05:49:40Z Bennylin 334 316851 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q135778852 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=5 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 7awz4qkw68xpucm1krf1qn2t4xsuhni Halaman:Medan Bahasa 1964.pdf/4 104 87438 316850 252161 2026-09-03T05:49:09Z Bennylin 334 Bennylin memindahkan halaman [[Halaman:Medan Bahasa 1964.pdf/5]] ke [[Halaman:Medan Bahasa 1964.pdf/4]] tanpa membuat pengalihan 252161 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Agus Damanik" /></noinclude><noinclude></noinclude> 5yowymxfy6hc18qah5shimvydvywr66 Indeks:Lampiran Ketetapan MPRS.pdf 102 87563 316853 252482 2026-09-03T06:01:21Z Bennylin 334 316853 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q135951709 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} cba61zsqtm25kdaopms562lu6g0onv0 Indeks:Perguruan tinggi di Indonesia.pdf 102 87781 316859 252852 2026-09-03T06:22:49Z Bennylin 334 316859 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q136028284 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=5 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} qjj1w93xw53kdzeu7pf4gp5v0aq1t1w Indeks:Madjalah perusahaan negara.pdf 102 88136 316856 253572 2026-09-03T06:15:03Z Bennylin 334 316856 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q136304400 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=5 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} ggej5p8ukaanhx7v1w9sfcd0xl5wty2 Halaman:Madjalah perusahaan negara.pdf/4 104 88141 316855 253571 2026-09-03T06:14:59Z Bennylin 334 Bennylin memindahkan halaman [[Halaman:Madjalah perusahaan negara.pdf/5]] ke [[Halaman:Madjalah perusahaan negara.pdf/4]] tanpa membuat pengalihan 253571 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Agus Damanik" /></noinclude><noinclude></noinclude> 5yowymxfy6hc18qah5shimvydvywr66 Indeks:Sekitar mimicry insects.pdf 102 88325 316858 253903 2026-09-03T06:20:08Z Bennylin 334 316858 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q136373809 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=5 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 446oj7s003tu01k31arhskeqn4j7zmh Indeks:Arsip dokumentasi no 13 14 Djanuari Pebr.pdf 102 88649 316848 254973 2026-09-03T05:42:31Z Bennylin 334 316848 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q136648451 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=6 |Progress=X |Pages=<pagelist 1to4="–" 5="Sampul" 6="–" 7="Daftar Isi" 8="–" 9=2 90to94="–" /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} c4i66qh8ctzfkyipfr51oi6sylt8n6p 316849 316848 2026-09-03T05:42:38Z Bennylin 334 316849 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q136648451 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=5 |Progress=X |Pages=<pagelist 1to4="–" 5="Sampul" 6="–" 7="Daftar Isi" 8="–" 9=2 90to94="–" /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 5zed8wu0mkq37t9v2ji0nc1ckjhxjhm Indeks:Bahoewa ini ilmoe boemi ija-itoe pada menjatakan perihal tanah kepoelauwan hindija di sabelah Timor jang di bawah perentah goewernemen Holanda.pdf 102 89087 316857 255786 2026-09-03T06:19:13Z Bennylin 334 316857 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q136791134 |Title= |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 8jz6dpi8yuk0nilynad9kmjr8uzfg0i Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/6 104 96990 316880 269857 2026-09-03T07:03:29Z Bennylin 334 ←Mengosongkan halaman 316880 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Mrifqis713" /></noinclude><noinclude></noinclude> 3r2d7uv7hadn5i8ofs8fphg0jjeyrvk Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/7 104 96991 316879 269858 2026-09-03T07:03:25Z Bennylin 334 ←Mengosongkan halaman 316879 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Mrifqis713" /></noinclude><noinclude></noinclude> 3r2d7uv7hadn5i8ofs8fphg0jjeyrvk Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/8 104 96992 316877 269862 2026-09-03T07:03:16Z Bennylin 334 ←Mengosongkan halaman 316877 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Mrifqis713" /></noinclude><noinclude></noinclude> 3r2d7uv7hadn5i8ofs8fphg0jjeyrvk Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/10 104 96994 316878 269866 2026-09-03T07:03:19Z Bennylin 334 ←Mengosongkan halaman 316878 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Mrifqis713" /></noinclude><noinclude></noinclude> 3r2d7uv7hadn5i8ofs8fphg0jjeyrvk Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.djvu/323 104 97790 316872 271923 2026-09-03T06:43:22Z Bennylin 334 ←Mengosongkan halaman 316872 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="NikolasKHF" /></noinclude><noinclude></noinclude> juz6wdp7eazcg1qs3lpbpmatqemt8gg Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/3 104 97813 316860 271956 2026-09-03T06:23:11Z Bennylin 334 ←Mengosongkan halaman 316860 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Mrifqis713" /></noinclude><noinclude></noinclude> 3r2d7uv7hadn5i8ofs8fphg0jjeyrvk Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/4 104 97814 316861 271957 2026-09-03T06:23:16Z Bennylin 334 ←Mengosongkan halaman 316861 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Mrifqis713" /></noinclude><noinclude></noinclude> 3r2d7uv7hadn5i8ofs8fphg0jjeyrvk Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/5 104 97815 316865 271958 2026-09-03T06:28:07Z Bennylin 334 ←Mengosongkan halaman 316865 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Mrifqis713" /></noinclude><noinclude></noinclude> 3r2d7uv7hadn5i8ofs8fphg0jjeyrvk Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/734 104 98445 316867 273825 2026-09-03T06:29:06Z Bennylin 334 halaman rusak 316867 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="2" user="Devi 4340" /></noinclude>taga jang memas bangan sarja in meimsin peracija Leja ei ta Tag vaar dat rings in pink as Apr. baba anggung-ija várja aman aman sa mara Banga i j l =- kan hal idak berari bahwa ABRI memegang a ngan jang ABRI st wap merupakan pendekar kind ru mengatakan kerasaan jang kel Ashradhiri segenap harapan Pakjat diarahkan kepada ABRI pada umma TNI-AD chusnja untuk dapat mem bazarja menuju kesejahteraan Maka bagi ABPI hanja aia alternati. alan merealisasikan apa jang telah dipertja- jakan oleh Pakjat dan mendjadi tuntutan dari pada Hati No rani Pazjat Oleh karena semuarja ini ABPI berkepentingan untuk ikut menjuan dan membina suatu Pemerintah jang ber- wibawa suatu Pemerintah jang kuat dan suatu Pemerintah jang progresif. 3. Mengenai Orde Baru dan Pembinaannja. 696 Tidak dapat disangkal lagi, bahwa tantangan nasional jang paling utama dewasa ini adalah menegakkan suatu Orde Baru dinegeri kita, jang setjara lebih efektif dapat mendekatkan kita kepada tüta-tjita Revolusi sebagai kristalisasi Ampera. Orde Lama jang harus kita tinggalkan adalah orde pra-Gesta- pu, jang sangat didominasi oleh PKI dibiarkan berijalan Suatu periode jang penuh dengan penjelewengan-penjeleweng- an terhadap UUD-1945 dan kedaulatan Rakjat, dan jang ber- puntjak pada tugu pengchianatan Lubang Buaja. Oleh karena ini PKI beserta musuh-musuh Revolusi lainnja adalah musuh utama Orde Baru. Zaman Orde Lama ini adalah zaman pen- deritaan lahir dan bathin dan jang melahirkan urgensi Ampera<noinclude></noinclude> 3p9fjneefg7ngvyvoqfhezr2ft73tnd Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/732 104 98446 316866 273827 2026-09-03T06:28:47Z Bennylin 334 halaman rusak 316866 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="2" user="Devi 4340" /></noinclude>£ KARYA-DJUANG CORPS. Sudah jari bahwa berja ang Corps TH ST-LEST dampa Car Time anda adalah bag Corps S Bazı buang Corps Swṛ zu i- dapada segala pernapan-pernapas dan peremi mia Agata Barijana mesin is be gargas banja Cha kapi pa ber akang kemba mtr $ pilas. ang mga mi Mengenal peranan Suwangi dalam rangka parijuangan peng- OREA-a ingala bang dan lapisan kehidupan masyarakat bangs I ja da jawa Barat tipkan ima Namun demi inja aia manfaa menjadi pelanja berbagai persoalan juga apabla Lanza il bagi perjuangan TN-AD. sebagaimana termasto dalam Dorin Perjuangan TNI-AD TH Utaya Çak erag banket: LANDASAN IDEL BAGI PERDITANGAN TNT-AD. 1 694 Imam. TNI-AD merupakan salah satu bagian jang tidak dapat ter- pisahkan dan dipisahkan dari ABPI seluruhnja. Maka oleh karena itu segala sesuatu jang diuraikan dibawah ini mengenai TNI-AD pada umumnja berarti dalam kerangka keselurahan ABRL<noinclude></noinclude> fgzpw1clr66eph288ngl7q91zv2cdws Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/930 104 98526 316889 283009 2026-09-03T07:07:28Z Bennylin 334 /* Belum diuji baca */ 316889 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Bennylin" /></noinclude>2. 3. 4. 5, telah tersedia sesadji (sadjèn =3 bahasa Djawa). Wasi Djedjanggan itu dapat dikata sebagai Penghulu dalam perkawinan agama Islam. Wasi Djedjanggan dikala mengawinkan mempelai dengar menggenggam kemenjan ditiup-tiup dengan mantera (djapa seterusnja dibakar dengan dibatjakan do'a jang di-ikuti oleł kedua mempelai bebarengan dengan para tamu jang sefahan memeluk agama Buddha-Djawi (Buddha-Wishnu) tersebut. Selandjutnja Wasi Djedjanggan menerimakan perdjandjian jan kata demi kata ditirukan oleh kedua mempelai achirmj mengutjapkan do'a bersama-sama dengan para tamu sefahar (jang hadir). Surat nikah diberikan oleh Wasi Djedjanggan bepada kedu mempelai dengan tidak ber-sanctie disaksikan oleh beberap orang tamu dan diadakan selamatan lagi dengan mendo' bermohon agar mempelai tersebut dapat hidup jang bahagi dilindungi Bathara Wishnu. Perlu diterangkan sewaktu perkawinan terdjadi, ruma perkawinan diberi hiasan dan dipasang 2 bendera dimuka rumal a. Disebelah kiri Bendera Agama Buddha-Djawi (dasar hita ditengah ada lingkaran 3 merah, kuning dan putih); b. Disebelah kanan. Bendera Merah-Putih (Sang Dwi-Warna Agami Buddha-Djawl (Buddha-Wisnu). Hing tanah Djawl (Indonesia). Wiwitipun ngadeg agami Buddha-Djawi (Buddha-Wishnu) wont ing Surabaja, nudju dinten Tumpak Tjemengan (Setu Wage) tangg kaping 11 Palguna 1856 (Djumadilawal) utawi tanggal 25 Nopember 19 mangsa ka-nem, windu Sengara. Tinengeran Tjandra Sangkala, ojagi Pandhawa Angesti Buddha 1856. Tudjuan agam! Buddha-Djawi, anenangi saha angemuti dhumate agami saha Kabudajan kita ing Indonesia ingkang asli saha murni, ka déné wontenipun negari Modjopahit sapanginggil, sadèrèngipun wont agami pendjadjahan. Agami Buddha-Djawi punika mengku pundjeri Kabudajan Nasional ingkang asli saha murni ing Indonesia. D pundjering kabudajan wau ingkang ngawontenaken adat tata-tjaran Bangsa. Adat tata-tjara punika dipun wastani agami. Agami ing pranatan kasusilaning manungsa. Kabudajan asalipun saking Buda ateges dajaning kalbu. Dajaning kalbu amudjudaken kabudaj Kabudajan amudjudaken kagunan saha pranatan. Kagunan pun marupi-rupi. Pranatan amudjudaken kasusilan. Déné kasusilan ing punika, manungsa ingkang mangertos dhumateng pranatan ingkang a Déné wudjudipun pranatan ingkang alus, manungsa ingkang manger nindakaken panembah utawi bekti dumateng Pandjenenganipun Gi 818<noinclude>{{rvh|818}}</noinclude> 4y4f9pl4ep1e5eh1p26iz6sdrc2zqoh Halaman:Siliwangi dari masa ke masa.djvu/9 104 98898 316881 274873 2026-09-03T07:04:14Z Bennylin 334 316881 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="N.imaema" /></noinclude>{{c|{{xxxx-larger|'''Siliwangi'''}}}} {{Right|{{sp|'''DARI MASA'''}}}} {{Right|{{sp|'''KE MASA'''}}}} {{c|{{Smaller|OLEH}}}} {{c|{{Smaller|'''SEDJARAH MILITER KODAM VI'''}}}} {{c|{{sp|{{Smaller|'''SILIWANGI'''}}}}}} {{Custom rule|d|6}} {{c|{{xx-larger|<sup>'''Penerbit'''</sup> '''''FAKTA MAHJUMA''''' <sup>'''Djakarta'''</sup>}}}}<noinclude></noinclude> 2lzhrovp0u7kxzqzozwxdcq1edve91w Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/982 104 99500 316885 283011 2026-09-03T07:06:14Z Bennylin 334 316885 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="2" user="Link PB" /></noinclude>870 2. 3. Hijang Pukulun, wis teka ing sedjanira pengantèn lanang lan pengantèn wadon miturut laki rabi, tulusa pandjang umuré dèké bapakira djaka, bijungira prawan sira ana endi, ana su' luhuré selametan kontan wis diwenangaké nikah marang si Dadap (nama penganten perempuan) anak èstrinipun pak Dadap (nama ajah penganten perempuan), srikawin limang rupiah arta pérak. utawi utang. Pengantèn laki mendjawab tiga kali: „Trima kula dipun nikahaken dhateng si Dadap anak èstrinipun pak Dadap. Srikawinipun gangsal rupiah arta pérak kontan". Memakai selawat nikah enam rupiah. 4. Tentang sunat di Tengger, didjalankan setjara ilas-ilas (sedikit) sadja. 5. Djika hari kasada (hari Raja), segenap orang Tengger tua- muda, laki-perempuan serta anak-anak, berpakaian baru. Sambil membawa makanan, beramai-ramai ke gunung Bromo untuk selamatan. Sebagian besar ada jang berkorban kambing atau lain-lainnja, dimasukkan dalam kawah gunung Bromo. Tetapi pelemparan korban itu hanja ditengah-tengah kawah. Untuk mengambil barang-barang itu orang-orang sudah sedia ditempat tersebut. 6. Upatjara buat orang jang meninggal dunia, djuga ada perbedaan dengan adat istiadat Islam. Biasanja majat diudjurkan ke utara dan di-iringkan ke-barat, tetapi bagi tjara di Tengger diudjurkan ke-selatan dan dilumahkan (berbaring, muka menghadap keatas). Tjara jang demikian ini adalah tjara jang berdasar tjeritera riwajat murid Adji Saka dan murid Kandjeng Nabi Mohammad s.a.w., Setijo dan Setuhu, seperti jang diterangkan diatas. Nama-nama hari dan pasaran di Tengger. Dité (Minggu) Suma (Senen) Anggara (Selasa) Buddha (Rebo) Respati (Kemis) Sukra (Djum'at) Tumpak (Saptu) Nama-nama bulan. 1. = Kasa. = Karo (Selamatan ageng). 2. 3. = Katiga. 4. = Kapat (Selamatan). 5 = Kalima. Manis Pahing Pon Tjemengan Kasih (Legi) (Pahing) (Pon) (Wagé) (Kliwon)<noinclude>{{rvh|870}}</noinclude> rptz7wtibyb0l7j2vonr01c1qh3myva 316886 316885 2026-09-03T07:06:20Z Bennylin 334 /* Belum diuji baca */ 316886 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Bennylin" /></noinclude>870 2. 3. Hijang Pukulun, wis teka ing sedjanira pengantèn lanang lan pengantèn wadon miturut laki rabi, tulusa pandjang umuré dèké bapakira djaka, bijungira prawan sira ana endi, ana su' luhuré selametan kontan wis diwenangaké nikah marang si Dadap (nama penganten perempuan) anak èstrinipun pak Dadap (nama ajah penganten perempuan), srikawin limang rupiah arta pérak. utawi utang. Pengantèn laki mendjawab tiga kali: „Trima kula dipun nikahaken dhateng si Dadap anak èstrinipun pak Dadap. Srikawinipun gangsal rupiah arta pérak kontan". Memakai selawat nikah enam rupiah. 4. Tentang sunat di Tengger, didjalankan setjara ilas-ilas (sedikit) sadja. 5. Djika hari kasada (hari Raja), segenap orang Tengger tua- muda, laki-perempuan serta anak-anak, berpakaian baru. Sambil membawa makanan, beramai-ramai ke gunung Bromo untuk selamatan. Sebagian besar ada jang berkorban kambing atau lain-lainnja, dimasukkan dalam kawah gunung Bromo. Tetapi pelemparan korban itu hanja ditengah-tengah kawah. Untuk mengambil barang-barang itu orang-orang sudah sedia ditempat tersebut. 6. Upatjara buat orang jang meninggal dunia, djuga ada perbedaan dengan adat istiadat Islam. Biasanja majat diudjurkan ke utara dan di-iringkan ke-barat, tetapi bagi tjara di Tengger diudjurkan ke-selatan dan dilumahkan (berbaring, muka menghadap keatas). Tjara jang demikian ini adalah tjara jang berdasar tjeritera riwajat murid Adji Saka dan murid Kandjeng Nabi Mohammad s.a.w., Setijo dan Setuhu, seperti jang diterangkan diatas. Nama-nama hari dan pasaran di Tengger. Dité (Minggu) Suma (Senen) Anggara (Selasa) Buddha (Rebo) Respati (Kemis) Sukra (Djum'at) Tumpak (Saptu) Nama-nama bulan. 1. = Kasa. = Karo (Selamatan ageng). 2. 3. = Katiga. 4. = Kapat (Selamatan). 5 = Kalima. Manis Pahing Pon Tjemengan Kasih (Legi) (Pahing) (Pon) (Wagé) (Kliwon)<noinclude>{{rvh|870}}</noinclude> lavdix5jbpjz48rdz8m5mu73033rhf9 Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/894 104 99664 316888 283008 2026-09-03T07:07:20Z Bennylin 334 /* Belum diuji baca */ 316888 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Bennylin" /></noinclude>Setelah Raden Santri dan Raden Rachmad dewas, kedua-duar minta idjin kepada Radja Tjempa untuk mengundjungi Keradja Madjapahit untuk menindjau bibinja, permaisuri Radja Madjapal Mereka dikabulkan dan bepergiannja di-ikuti oleh saudara sepul Raden Alim Aburairah. Setibanja di Madjapahit ke-tiga Bangsawan menghadap Prabu Brawidjaja dengan Permaisuri Puteri Dwaraw Ke-tiga Putera tahadi diminta tetap tinggal di Madjapahit. Kemudi I. Raden Santri dikawinkan dengan Njai Gede Maduretna, pute puteri Aria Bribin dari Madura dan oleh Prabu Brawidj ditetapkan mendjadi Imam di Gresik. Rakjat menjebutnja Ra Pandita mempunjai 4 orang anak dan meninggal pada tal 1371; II. Raden Rachmad kawin dengan Njai Gede Manilo, putera-pu Pangeran Ansar dari Tuban. Pangeran Ansar adalah pul Kjahi Wilatikto, Bupati Tuban. Raden Rachmad sesudah ka ditetapkan oleh Prabu Brawidjaja mendjabat Imam di Dae Surabaja bertempat-tinggal di Ampel-Dento. Dari luhurnja 1 dan kesutjian serta mukdjizadnja terhadap Rakjat, maka Ra Rachmad didjundjung bergelar Susuhunan Makdum, dianggap seorang Wall-ullah, wafat pada tahun 1397. Riwajat Susuhunan Giri. Maulana Iskak bertempat-tinggal di Negeri Malaka. Oleh ka la mendengar kabar, bahwa di Pulau Djawa ada seorang Pendeta (Ula Islam, termashur dari kepandaian dan kesutjiannja, dengan mend perhatian besar dari penduduk seluruh Djawa/Madura dan bern Susuhunan Makdum jang bersemajam di dukuh Ampel-Dento Sural maka pada suatu waktu Maulana Iskak mengembara pergi menudj Pulau Djawa. Setelah datang di Ampel Surabaja dan bertempat-tir tidak berapa lania, maka ia lalu berangkat pergi ke Blambangan | hendak memperkembangkan Agama Islam ditempat tersebut penduduknja masih beragama Buddha. Ditjeriterakan, bahwa pada waktu itu Radja di Negeri Blamba ada didalam keadaan susah, sebab seorang putera-puteri jang ditjin itu menderita sakit, dan sudah lama tiada obat jang dapat menjembul Radja Blambangan bersemedi. Kemudian pada suatu malam, w semedi, ia mendengar sabda Dewa: „Hai Radja Blambangan, bila en minta akan sembuhnja anakmu maka bawalah anakmu dari Kota dan istirahatkan diatas gunung Petukangan. Dikemudian hari akar seorang Pendeta dari Seberang jang dapat menjembuhkan sakitnja ia akan mendjadi suaminja", Radja Blambangan mendjalankan : Dewa ini. Tak lama dari kedjadian ini, Maulana Iskak berangkat dari Sur dengan naik perahu menudju ke Blambangan. Karena takdir Allah perahu jang tertiup angin itu, telah masuk dalam muara Petuka 784<noinclude>{{rvh|784}}</noinclude> l7nopsk49425w0dp7wsyv09a973htqu Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1143 104 99669 316862 278007 2026-09-03T06:24:23Z Bennylin 334 316862 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="2" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>kita selesaikan latan, kini pelaksanaannja dikerdjakan oleh Photo: W. Dan Jon Zi Pi T&T-II. Pemandangan pada saat dimulainja upatjara pembukaan hutan di Ceram Barat. Photo: Pendam MIB. Formasi alat besar dari Jon Zi Pi T&T-II tengah mengabdikan tenaganja dalam menunaikan tugas pembangunan Negara. Photo: W. Dan Jon Zi Pi T&T-II Bergotong-rojong untuk memperbaiki djalan2/saluran air didaerah Garnizun Semarang. Photo: Penter Diponegoro.<noinclude></noinclude> ce8ah4e2nhfmfe7n40hjh924e7vbml8 Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/938 104 99697 316887 278179 2026-09-03T07:07:03Z Bennylin 334 /* Belum diuji baca */ 316887 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Bennylin" /></noinclude><ol type=1 start=4> <ol type=1 start=2> <li>Mara Sepuh Djaler Estri: punika ingkang parin kasenengan wonten nDonja;</li> <li>Sadèrèk Sepuh: punika minangka gentosipun tijang sepu (Bapa-bijung):</li> <li>Ratu: inggih punika kedah miturut ingkang dad paprèntahipun Nagari Republik Indonesia (ingkang parin tedha, ingkang ngasta pangawasa); Guru: punika ingkang paring piwulang kesagetan ingkar leres-leres, mrih padhang manahipun, kanggé gesangip wonten nDonja Awal-Achir. Anglampahana: 1. Sabar: 2. Tewekal; 3. Rlla; 4. Narima; 5. Temen. Asiha dhateng sesamining Gesang. Saksaget-saget anjegaha lampah maksijat (pakareman: 5: bal 1. Madad; 2. Madon; 3. Minum; 4. Maling; 5. Main. Saksaget-saget anjegaha sarta anjingkirana kalakuan, kai ing ngandhap punika: 1. Drengki; 2. Srèi; 3. Irèn; 4. Mèrèn; 5. Dahwèn; 6. Panast 7. Kumingsun; 8. Djail; 9. Muntakil; 10. Basiwit; 11. Fiten: 12. Nganiaja; 13. Tanduk limpat pitenah dhateng sesami. Saksaget-saget anjegaha dhateng lampah utawi kalakuw dhateng pangiwa: Memundi kaju watu sarta miturut dhateng gugon tul sesaminipun, inggih punika njakutu Allah, tegesipun njer dhateng kuwasaning Pangéran. Saksaget-Baget anglampahana kados ing ngandhap punika: I. Tapaning Raga mengku: 7 bab: 1. Netra: tjegah caré: djakatipun: mboten ningali sakwarnining pamrih; 2. Karna: tjegah napsu: djakatipun: mboten mirengaken wiraos awon: 3. Grana: tjegah ngundjuk: djakatipun: mboten angingsep awoning tijang; 4. Tutuk: tjegah dhahar: 5. Asta: tjegah tjlimut: 6. Dakar: tjegah Sahwat: djakatipun: mboten angraosi awoning tijang; djakatipun: mboten anggebag mara asta: djakatipun: mboten bandrèk djina; 7. Suku: tjegah lumampah pandamel awon: djakatipun: remena lumampah pandamel saé. II. Tapaning Djiwa mengku, 7 bab: 1. 2. Badan andhap asor: djakatipun: remena pendamel ingkang saé; Manah: narima: djakatipun: mboten anggadhahi panginten awon:<noinclude>{{rvh|826}}</noinclude> 6w32o4zr1g9hq6vbi6w26x4h9lonjbd Halaman:Republik Indonesia, Propinsi Djawa Timur.pdf/258 104 101029 316884 282515 2026-09-03T07:06:01Z Bennylin 334 /* Belum diuji baca */ 316884 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Bennylin" /></noinclude>DAFTAR ADANJA PINDJAMAN PEMERINTAH PADA KOPERASI- KOPERASI DALAM DAERAH PROPINSI DJAWA-TIMUR PADA ACHIR TAHUN 1952: No. urut Sisa achir NAMA-NAMA KOPERASI tahun 1952 1. Kop. Batik,,BAKTI" 2. Gula Tebu Ngunut 3. Tebu Tani .,Keras" 4. Tani Tebu ..Subur" 5. Tebu Tani " Sisa seharusnja menurut per- djandjian Rp. 150.000,- Rp. 100.000,- 100.000,- 31.156,52 26.497,07 100.000,- 30.000,- " 20.000,- " ,,Sumbergempol" " 6. " Tembakau Tulungredjo 25. ៩ ∞∞ ម៉្លោះÅ ៦ ០១០៩៩ ៩៩៩៩៩៩៩ ៖ ដាំ 7. " Tembakau Sidoredjo " 8. " Tembakau Sidomuljo 9. " Tembakau Bungur 10. " Tembakau Sambungredjo 11. 12. " Tembakau Djatiblimbing " 23.321,- 10.518,30 30.000,- 7.800,- 17.700,- 24.207,93 19.975,46 20.000,-- 10.000,- " 15.000,- " 5.000,- 3 17.500,- " 24.000 20.000,- " " Tembakau Karangdinojo " 10.055,29 " 10.000,- 13. " 14. " Tembakau Djumput Pusat Bank Koperasi ,,Kahoeripan" 10.291,79 " 10.000,- " 100.000,- 100.000,- " 15. " ,,K.O.P.R.I.P." " 10.000,- 5.000,- - " 16. 17. 18. 19. 17 Tani Tanggul " Josowilangun 15.599,96 33.995,40 10.000.- " " Sidoredjo " 9.245,67 " Rodjopolo " 5.463,36 20. " Banjuputih Kidul " 4.202,59 21. " Dawuhan Wetan " 7.564,67 22. 23. " Kedungredjo " 5.043,11 " Kaliboto " 6.303,86 24. " Karangsari " 8.569,66 Sedjatera " 21.165.- 26. 27. 28. Klakah " 4.039,56 Tjandipuro " 10.844,26 Klanting " 1.911,73 29. 30. Kunir 1 9.975,89 31. Djatiroto " Dawuhan Lor " 4.622,61 1.632,45 226<noinclude>{{rvh|226}}</noinclude> epryz7t708ybu1bvdls85if75tx5qt1 Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/647 104 101836 316869 285660 2026-09-03T06:34:18Z Bennylin 334 ←Mengosongkan halaman 316869 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><noinclude></noinclude> b4tl57fmnp2hnavjhpn5obhb8eil8dq Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/649 104 101839 316870 285664 2026-09-03T06:34:24Z Bennylin 334 ←Mengosongkan halaman 316870 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><noinclude></noinclude> b4tl57fmnp2hnavjhpn5obhb8eil8dq Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/74 104 102083 316868 292278 2026-09-03T06:33:56Z Bennylin 334 /* Telah diuji baca */ 316868 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bennylin" /></noinclude>Bentuk tjerpen adalah baru bagi kesusastraan Minang. Tema tjerpen ini tidaklah sebagai lazimnja tema "kaba" jaitu kisah pertjintaan antara manusia dilingkungan golongan berbangsa (bangsawan) seperti radja-radja atau Sutan-sutan (tetapi pada kaba-kaba" jang lebih muda sudah mulai menbawakan golongan lain) jang dibumbui pelukisan-pelukisan tentang keberanian dan kegagahan atau kepahlawanan serta terlalu berlebih-lebihan dalam menggambarkan sesuatu keadaan. Dalam tjerpen kisah pertjintaan antara manusia itu tidak terbatas pada golongan bangsawan sadja, tetapi meliputi oreng banjak dan tidak berlebih-lebihan dalam menggambarkan sesuatu. Jang dikemukakan dapat dikatakan adalah kenjataan-kenjataan jang terdapat dalam kehidupan manusia umumnja. Dengan demikian, Kesusastraan Minangkabau telah memperlihatkan perkembangannja dan tentu para peminatnja menjambut hangat hal ini. Kegiatan dibidang pengadjaran bahasa dan Kesusastraan Minangkabau ditingkat perguruan tinggi seperti di Fakultas Sastra Universitas Indonesia masih terus berdjalan, meskipun perhatian para tamatan sekolah landjutan atas sebagai tjalon mahasiswa sangat minim sekali. Sampai saat ini mahasiswa Seksi Minang Djurusan Nusantara Fakultas Sastra U.I. jg mengambil mata kuliah Minangkabau sebagai mata kuliah pilihan, hanja beberapa orang sadja. Djuga pada Fakultas Sastra dan Kebudajaan Universitas Gadjah Mada Bahasa Ninangkabau dikuliahkan pula. Di I.K.I.P. Padang keadaannja dapat dikatakan agak menggembirakan, karena perhatian terhadap Bahasa dan Kesusastraan Minang tjukup lumajan. Hal ini dapat dimengerti karena didaerahnja sendiri. Tetapi sajang sekali, perpustakaan jang agak memadai sadja tentang Minangkabau belumlah ada di Sumatra Barat. Kalau orang ingin mempeladjari naskah-naskah tulisan tangan Minang seperti naskah kaba, naskah undang-undang adat dan lain-lain, hendaklah pergi ke Museum Pusat Djakarta, atau ke Perpustakaan Universitas Leiden di Nederland. Disamping kegiatan-kegiatan jang disebutkan diatas, maka dapat pula penulis sampaikan disini, bahwa meskipun dalam serba kekurangan, masih ada usaha-usaha dari Direktorat Bahasa dan Kesusastraan Dinas Bahasa dan Kesusastraan Daerah Seksi Minangkabau, Mudah-mudahan dalam nomor-nomor jang akan datang dekat kita bitjarakan bidang penelitian, penterdjemahan, pembahasan dokumentasi dan lain-lain tentang Bahasa dan Kesusastraan Minangkabau ini. Djakarta, 29-12-1967.<noinclude></noinclude> cw8edo3nvsniee3w5t5uyknow7m640t Halaman:Bahasa dan kesusastraan Volume 1-7.djvu/277 104 103491 316871 291289 2026-09-03T06:43:09Z Bennylin 334 /* Telah diuji baca */ 316871 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bennylin" /></noinclude>djuga Dabbatu'l-ardi itu. Turunlah angin keras sehingga segala bukit pun hantjur. (84-93). Malaikat memandjanakan tangannja keatas sampai pada langit jang ketudjuh dan kebawah sampai pada Tahta'l-Sjera lapis bumi jang ketudjuh. Israfil meniup sangkakala lagi maka matilah segala machluk jang berada dilangit dan di bumi, Djin, manusia, malaikat, binatang. den sebagainja ketjuali empat malaikat jaitu Djibrail, Hikail, Israfil, dan Izrail. Setelah itu Izrail mengambil njawa ketiga malaikat itu. Achirnja ia (Izrail) sendiri mengambil njawanja. Direbahkannja badannja, diletakkannja tangannja dibawah kepalanja kemudian dimasukannja tangannja itu kedalam mulutnja serta berseru-seru menahan sakitnja mati, seandainja ia mengetahui begitu sakitnja mati nistjaja ia tiada mau mengambil njawa orang. Setelah menderita beberapa lamanja barulah ia mati. Bumi ini mendjadi datar, semua machluk telah mati. Malaikat Izrail dihidupkan kembali, begitu pula malaikat Djibrail, Mikail, Izrafil. Keempat malaikat itu disuruh mendjemput Nabi Muhammed, Nabi bangkit dari kuburnja lalu dibawa oleh Malaikat tadi ke Ardhatul Kiamah. Israfil kemudian meniup sangkakala lagi maka keluarlah segala machluk dari kuburnja, berkumpul bersaf-saf, pandjangja 4000 tahun perdjalanan. Orang-orang jang beramal saleh achirnja masuk sorga dan segala orang jang kafir, orang durhaka masuk neraka. Terhadap anek kafir jang masih ketjil ada jang masuk sorga ddn ada jang masuk nereka. Pada suatu kali Allah memerintahkannja supaja mereka masuk kedalam api jang bernjala-njala, sebagian dari mereka itu mengikuti perintah Allah s.w.t. masuk kedalem api, sebagian tetap berdiri tiada mengikut. Maka jang masuk kedalam api tadi dimasukkan Allah kedalam sorga dan jang tiada mengikut perintah Allah masuk kedalam neraka, segala harta dunia, kemewahan-kemewahan dan kemuljaan-kemuljaan tiada berguna diachirat. Dikatakan oleh Nabi bahwa segala pertanjaan-pertanjaan jang diadjukan oleh Abdullah Ibn Salam itu dapat didjawabnja karena diberitahu oleh Malaikat Djibrail, Mikail dan Israfil dan djawaban itu dilihatnja di Luh Mahfuz. Ditjeriterakan pula umur segala nabi-nabi itu misalnja Nabi Adam. 999 tahun, Nabi Nuh 1000 tahun dan sebagainja sampei pada umur Nabi Muhammed 63 tahun. Setelah itu maka Abdullah Ibn Salam beserta 700 orang pendeta Jahudi<noinclude></noinclude> pgb9cjwlhcz5dxurtj33nn2o6at4c7c Halaman:Madjalah Angkatan Darat.djvu/1092 104 104610 316863 295737 2026-09-03T06:27:37Z Bennylin 334 316863 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude> {{r|LAMPIRAN:}} {{C|INSTRUKSI PENGUASA PERANG PUSAT No. Instr./Peperpu/077/1959. TENTANG "OPERASI KESADARAN NASIONAL". }} I. DASAR PENGERTIAN: 1. Jang dimaksud dengan "Operasi Kesadaran Nasional" dalam hal ini, bukan suatu gerakan operasi jang menggunakan kekuatan sendjata dan/atau tenaga militer, melainkan adalah suatu gerakan jang dilakukan serentak dan bersama-sama serta terus-terusan dilaksanakan pada waktu-waktu jang bersamaan (jang telah ditentukan), oleh seluruh warga Indonesia, baik dilakukannja atas kesadaran dan keinsjafan dari diri pribadi perorangan masing-masing, maupun setjara bersama-sama setjara dipimpin. 2. Dilaksanakannja "Operasi Kesadaran Nasional" ini adalah dengan tjara dan sifat militant. keinsjafan dan berpengertian atas dasar-dasar pokok maksud dan tudjuannja, jakni untuk lebih tertanam, dibina, dipupuk dan dipeliharanja djiwa dasar Kesadaran Nasional terhadap dasar-dasar kenasionalan Negara dan Bangsa Indonesia. 3. Operasi Kesadaran Nasional adalah suatu gerakan jang dalam pelaksanaannja ditudjukan dan/atau bersifat segi psychologis, tetapi tidak berarti bahwa dalam gerakannja didasarkan karena factor psychologis, melainkan harus dan/atau wadjib dilakukan demi mendjadi dasar djiwa setiap warga Indonesia untuk tetap dan kekal memiliki Kesadaran Nasional terhadap Negara dan Bangsanja serta dimiliki setjara tradisionil (turun-temurun). 4. Operasi Kesadaran Nasional untuk taraf permulaan, tetapi ini adalah sangat utama dan penting. serta harus dilaksanakannja pada waktu{{2}} sekarang ini djustru mengingat tidak hanja berdasarkan pada urgensinja sadja, melainkan adalah mendjadi utama sekali jang harus dimilikinja demi untuk dapat digalangnja potensi nasional jang besar serta kukuh jang akan dipergunakan untuk menjelesaikan revolusi Nasional dan/atau mentjapai hasil-hasil perdjoangan tjita-tjita dasar perdjoangan Nasional kita jakni ditjapainja setjara penuh dan dirasai merata Kemerdekaan, kedaulatan, persatuan keadilan dan kemakmuran seluruh Negara dan Bangsa kita. Dasar-dasar pokok jang dimaksud dalam operasi Kesadaran Nasional taraf permulaan ini adalah mengenai keharusan atau kewadjiban setiap warga Indonesia untuk memberikan penghormatan serta perlakuan jang semestinja terhadap kehormatan dan kedudukan dari jang telah didjadikan perlambang Nasional dan sila (dasar) Negara Republik Indonesia jakni: :4.1. Bendera Nasional -- MERAH PUTIH. :4.2. Lagu Nasional -- INDONESIA RAYA. :4.3. Harus serta wadjib mengerti serta melaksanakan sila Negara : :-- Ketuhanan Jang Maha Esa. :-- Peri Kemanusiaan. :-- Kebangsaan. :-- Kedaulatan Rakjat. :-- Keadilan Sosial. II. DASAR{{2}} PEGANGAN: 1. Sudah mendjadi dasar, bahwa setiap Bangsa dan Negara didunia ini memiliki : :1.1. Bendera Nasional. :1.2. Lagu Nasional. :1.3. Sila (dasar) Negara. :Demikian pula bagi Bangsa dan Negara Republik Indonesia, memiliki : :-- Bendera Nasional -- Sang Merah Putih. :-- Lagu Nasional -- Indonesia Raya. :-- Sila (Dasar) Negara Pantjasila : ::-- Ketuhanan Jang Maha Esa. ::-- Peri-Kemanusiaan. ::-- Kebangsaan. ::-- Kedaulatan Rakjat. ::-- Keadilan Sosial.<noinclude></noinclude> hgdesqe1rmujruiixyqf917zhsbwcer 316864 316863 2026-09-03T06:27:44Z Bennylin 334 /* Telah diuji baca */ 316864 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bennylin" /></noinclude> {{r|LAMPIRAN:}} {{C|INSTRUKSI PENGUASA PERANG PUSAT No. Instr./Peperpu/077/1959. TENTANG "OPERASI KESADARAN NASIONAL". }} I. DASAR PENGERTIAN: 1. Jang dimaksud dengan "Operasi Kesadaran Nasional" dalam hal ini, bukan suatu gerakan operasi jang menggunakan kekuatan sendjata dan/atau tenaga militer, melainkan adalah suatu gerakan jang dilakukan serentak dan bersama-sama serta terus-terusan dilaksanakan pada waktu-waktu jang bersamaan (jang telah ditentukan), oleh seluruh warga Indonesia, baik dilakukannja atas kesadaran dan keinsjafan dari diri pribadi perorangan masing-masing, maupun setjara bersama-sama setjara dipimpin. 2. Dilaksanakannja "Operasi Kesadaran Nasional" ini adalah dengan tjara dan sifat militant. keinsjafan dan berpengertian atas dasar-dasar pokok maksud dan tudjuannja, jakni untuk lebih tertanam, dibina, dipupuk dan dipeliharanja djiwa dasar Kesadaran Nasional terhadap dasar-dasar kenasionalan Negara dan Bangsa Indonesia. 3. Operasi Kesadaran Nasional adalah suatu gerakan jang dalam pelaksanaannja ditudjukan dan/atau bersifat segi psychologis, tetapi tidak berarti bahwa dalam gerakannja didasarkan karena factor psychologis, melainkan harus dan/atau wadjib dilakukan demi mendjadi dasar djiwa setiap warga Indonesia untuk tetap dan kekal memiliki Kesadaran Nasional terhadap Negara dan Bangsanja serta dimiliki setjara tradisionil (turun-temurun). 4. Operasi Kesadaran Nasional untuk taraf permulaan, tetapi ini adalah sangat utama dan penting. serta harus dilaksanakannja pada waktu{{2}} sekarang ini djustru mengingat tidak hanja berdasarkan pada urgensinja sadja, melainkan adalah mendjadi utama sekali jang harus dimilikinja demi untuk dapat digalangnja potensi nasional jang besar serta kukuh jang akan dipergunakan untuk menjelesaikan revolusi Nasional dan/atau mentjapai hasil-hasil perdjoangan tjita-tjita dasar perdjoangan Nasional kita jakni ditjapainja setjara penuh dan dirasai merata Kemerdekaan, kedaulatan, persatuan keadilan dan kemakmuran seluruh Negara dan Bangsa kita. Dasar-dasar pokok jang dimaksud dalam operasi Kesadaran Nasional taraf permulaan ini adalah mengenai keharusan atau kewadjiban setiap warga Indonesia untuk memberikan penghormatan serta perlakuan jang semestinja terhadap kehormatan dan kedudukan dari jang telah didjadikan perlambang Nasional dan sila (dasar) Negara Republik Indonesia jakni: :4.1. Bendera Nasional -- MERAH PUTIH. :4.2. Lagu Nasional -- INDONESIA RAYA. :4.3. Harus serta wadjib mengerti serta melaksanakan sila Negara : :-- Ketuhanan Jang Maha Esa. :-- Peri Kemanusiaan. :-- Kebangsaan. :-- Kedaulatan Rakjat. :-- Keadilan Sosial. II. DASAR{{2}} PEGANGAN: 1. Sudah mendjadi dasar, bahwa setiap Bangsa dan Negara didunia ini memiliki : :1.1. Bendera Nasional. :1.2. Lagu Nasional. :1.3. Sila (dasar) Negara. :Demikian pula bagi Bangsa dan Negara Republik Indonesia, memiliki : :-- Bendera Nasional -- Sang Merah Putih. :-- Lagu Nasional -- Indonesia Raya. :-- Sila (Dasar) Negara Pantjasila : ::-- Ketuhanan Jang Maha Esa. ::-- Peri-Kemanusiaan. ::-- Kebangsaan. ::-- Kedaulatan Rakjat. ::-- Keadilan Sosial.<noinclude></noinclude> hg88bpdl6ac2q7mdytjfqug1o8p0g54 Halaman:Perkembangan situasi politik di Indonesia proloog dan epiloog Gestapu PKI.pdf/9 104 111522 316883 310151 2026-09-03T07:05:49Z Bennylin 334 316883 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ammachemist" />{{rh||— 2 —}}</noinclude>pembubaran MAS JUMI dan PSI, tentunja bukan hanja ini jang didjadikan alasan untuk pembubaran partai2 itu. Disamping kegiatan2 ini banjak lagi ditumpukkan sebab2 jang ditjari-tjari untuk menangkapi orang2 dan menghant jurkan lawan politikmja. Topeng mereka ini kemudian terbongkar dengan keputusan Presiden untuk mengangkat Sutan Sjahrir almarhum sebagai Pahlawan Nasional. {{Underline|Dalam Bidang Kebudajaan}} Djuga dalam bidang kebuda jaan mereka jang dipelopori oleh LEKRA PKI ment jiptakan keadaan dan kondisi2 jang melulu menguntungkan bagi partai PKI daa kont jo2nja seperti P.RTINDO dll. Sama halnja seperti diatas, kemudian timbul reaksi untuk mempertahankan kebudajaan Indonesia dan menolak pengaruh dari kebudajaan Leninisma atau Mao-isme. Alhasil kemudian dengan manipulasi politik, intrik2 jang litjik serta legalitas jang ada pada Subandrio c.s., maka MANIFESTO KEBUDAJAAN jang dipelopori oleh golongan2 patriot pentjinta kebudajaan Indonesia, MANIKEBU ditjap kontra-revolusi untuk kemudian mereka kubur setjara resmi. {{Underline|Dalam Bidrar Hass-media}} Dalam bidang sangat vitai inipun 2x2 c.s. bekerdja mati2an untuk ment jiptakan keadaan/kondisi sedemikian rupa. sehingga mereka menguasai praktis seluruh mass-media jang ada dengan legalitas kawan2nja jang bertjokol sebagai WAREDAM itu. Reaksi timbul dengan mengadjukan konsep2 untuk memelihara kurnian daripada adjaran2 Bung Karno, bersih daripada pengaruh2 Atheisme, Maoisme dan Leninisme jang merupakan unsur asing dalam kehidupan bangsa Indonesia. Mereka menggabungkan diri dalam apa jang kita kenal dengan BPS (Badan Pendukung Sukarnoisme). Kemudian badan ini dipodjokkan dalam posisi kontra-revolusi dan dengan intrika, manipulasi politik dan legalitas mereka, badan ini kemudian dilarang dan pendukungaja ditangkap dan diasingkan dari penghidupannja sehari-hari sebagai penulis atau wartawan. Sukses mereka, mereka konsolidir dengan bengeluaran seluruh surat2 kabar jang tadinja mendukung BPS ibreidel atau ditutup untuk seterusnja, Untuk kesekian kalinja kaum GESTAPU/PKI berhasil menggondol kemenangan. Mass-media seluruhnja praktis berada dibawah penguasaan mereka.<noinclude></noinclude> kqxfpgvq6b3q6jhdph5h6v43cl5bf2m Halaman:San min chu i.pdf/238 104 112036 316844 313262 2026-09-02T22:35:37Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 316844 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" />{{rh||233}}</noinclude>sesudahnja; golongan terketjuali ialah orang-orang jang pertama-kali mengetahui dan mengerti segala seluk beluk pekerdjaan. Kalau tak terdapat orang-orang jang utama ini, jang pandai melihat dan mengetahui sesuatunja, dunia ini tak akan mempunjai pentjiptapentjipta; begitu pula kalau tak ada orang jang pandai melihat dan mengetahui sesuatunja kemudian, dunia tak akan mempunjai penjo- kong-penjokong, dan achirnja, kalau tak ada orang-orang jang tak dapat mengetahui dan tak dapat melihat sesuatunja, dunia tak akan mempunjai pekerdja-pekerdja jang akan mendjalankan pekerdjaan sesuatu. Dunia perdagangan sudah tentu lebih dulu menginginkan pengusaha-pengusaha atau orang jang tjakap mengambil inisiatip; kemudian baru penjelenggara-penjelenggara dan achirnja sedjumlah besar pekerdja-pekerdja, supaja pekerdjaan dapat diselesaikan dengan hasil jang memuaskan. Kemadjuan dunia bergantung pada 3 tingkat golongan ini dan tak boleh terdapat kekurangan salah satu golongan tingkat itu. Negara-negara didunia, kalau hendak mulai mempraktekkan demokrasi dan merubah pemerintahannja, harus menjerahkan kewadjiban itu kepada tiap-tiap orang jang achli dalam lapangan itu masing-masing ; kepada orang-orang golongan tingkat pertama, sesudah itu kepada orang-orang golongan tingkat kedua dan achirnja kepada orang-orang golongan tingkat ketiga. Kita harus insjaf bahwa demokrasi politik tak dianugerahkan alam kepada kita, ia tertjipta oleh perdjuangan umat manusia. Kita harus mentjiptakan demokrasi dan memberikannja kepada rakjat, tetapi sekali-kali djangan ditunggu sampai rakjat mengangkat sendjata untuk mentjapainja. Beberapa hari jang lalu saja mengundjungi seorang pembesar Djepang di Korea. Sesudah kami bertjakap-tjakap seketika, saja mempergunakan kesempatan untuk menanjakan peri hal revolusi di Korea dan apakah menurut pikirannja, revolusi itu akan berhasil atau tidak. Karena ia tak mendjawab pertanjaan saja dengan tjepat, saja menanjakan sekali lagi, bagaimana sikap pembesar-pembesar Djepang di Korea terhadap hak-hak politik rakjat Korea. Ia mendjawab : „ Kami hanja dapat menanti dan menjaksikan bentuk demokrasi apa jang diingini rakjat Korea ; kalau mereka sudah tjukup mengetahui, bahwa mereka berdjuang untuk hak-hak mereka, kami tak boleh tidak akan menjerahkan kedaulatan politik kepada mereka kembali. Tetapi pada waktu ini mereka tak banjak {{hwe|menge-|mengetahui}}<noinclude></noinclude> 43x81m8eue19oloy1rwy1vhij9jpyt9 Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/2 104 112687 316846 316025 2026-09-03T05:33:17Z Bennylin 334 /* Tanpa teks */ 316846 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Bennylin" /></noinclude><noinclude></noinclude> k29yoy37uze254jjh7eheztja15chby Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/1 104 113394 316847 313487 2026-09-03T05:33:27Z Bennylin 334 /* Tanpa teks */ 316847 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Bennylin" /></noinclude><noinclude></noinclude> k29yoy37uze254jjh7eheztja15chby Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/7 104 114547 316875 316262 2026-09-03T06:50:51Z Bennylin 334 /* Telah diuji baca */ 316875 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bennylin" /></noinclude>MIMBAR Indonesia {{rh|No. 33|17 AGUSTUS 1948|TAHUN II}} Panggilan ZAMAN Oleh Sukardjo Wirjopranoto THE CALL OF THE TIMES A GUST 17th is a festive day, Indepen- dence Day for the Indonesian people. Every free nation has its holidays to be celebrated according to the customs of the country. The proclamation of Indo- nesian independence had been carried by the call of the times due to transmu- tation of the human spirit coupled with transformation of the world as a result of the great war. It is a pity the Dutch po- litical leaders do not understand directly this call of the times so that they create a chain of blunders in practising their policy towards Indonesia. Every blunder means a loss. On the part of the Dutch there is no evidence of spontaneity" to implement a new policy on a grand scale e.q. the transfer of governmental power ав promised to the Indonesian people occurs very slowly. This tardiness is due to lack of readiness to follow the progress of the times. The activities of the Republic demonstra- te that Sukarno-Hatta understand the trend of the times. TIAP-TIAP bangsa jang merdeka mempunjai hari-hari besarnja, jang dirajakan menurut kebiasaan negerinja. Umpamanja negeri Perantjis meraja- kan hari 14 Djuli-nja (Quatorze Juil- let), ialah hari peringatan penjerbuan pendjara Bastille dalam tahun 1789, jang sekarang dianggap sebagai per- Jambang pembinasaan pemerintahan lama, ialah pemerintah kerajaan ab- solut jang berbuat sesenang-senangnja lagi sewenang-wenang dan bersamaan dengan itu terlahirnja tjita-tjita „Mer- dcka, Sama dan Bersaudara". Demikian djuga negeri Belanda mempunjai hari Kemerdekaannja, misalnja hari 5 Mei, ialah hari pembebasan negeri Belanda dari tjengkeraman Nazi Djerman. Pun pembebasan negeri Belanda dari pen- djadjahan Perantjis di tahun 1813 dirajakan dengan tjara besar-besaran dalam tahun 1913. Indonesiapun menganggap hari 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan. Scbab pada hari itulah, dalam tahun 1945, diumumkan Proklamasi Kemer- dekaan Indonesia atas nama bangsa Indonesia oleh pemimpin2 jang diakui oleh Rakjat: Sukarno-Hatta. Apakah artinja proklamasi itu? Artinja ialah bahwa dengan peranta- raan pemimpin-pemimpin kebangsaan jang tersebut itu, diumumkan kepada seluruh dunia bahwa sedjak hari itu Bangsa dan Tanah Air Indonesia telah merdeka, Apakah konsekwensi peng- umuman kemerdekaan itu? Ialah pene- rimaan suatu pemerintahan kebangsa- an sendiri; penolakan suatu pemerin tahan jang dipaksakan dari luar; lebih tegas lagi, penolakan suatu pemerintah kolonial, tidak perduli pemerintahan asing jang manapun djuga. Proklamasi Kemerdekaan itu diajun- kan oleh panggilan zaman berhubung dengan perobahan djiwa manusia be- serta perobahan dunia pula sebagai akibat perang besar. Sungguh bahagia kita mempunjal putera-putera jang menerima ilham Ilahi dan tjakap pula bertindak dengan tjepat dan tepat. Sangat disajangkan bahwa baik peme- rintah Belanda di Den Haag maupun pemerintah Hindia Belanda di Australia ternjata tak mengerti akan maksud proklamasi itu. Kedua pemerintah tersebut, menganggap perbuatan ke- bangsaan jang sutji-murni itu sebagai perbuatan djahat. Inilah satu kekell- ruan besar pada fihak Belanda! Selan- djutnja timbul rangkaian kekeliruan, sehingga pemimpin-pemimpin negara Belanda mendjalankan politik jang salah terhadap kepada tjita-tjita bangsa Indonesia. Suatu perbuatan kebangsaan jang senjata-njatanja, dipandang sebagai perbuatan bikinan oleh fihak asing, jaitu oleh Djepang. Pandangan jang sedemikian itu sangat dibesar-besarkan dengan mengemukakan banjak alasan- alasan jang dibesar-besarkan pula. Akan tetapi, kenjataan pasti menang dari kekeliruan atau kepalsuan. Sukarno-Hatta jang mula2 dipandang sebagai alat asing (Djepang) dan oleh karenanja dihina oleh fihak Belanda, kemudian toch diakui sebagai pendekar kebangsaan dan karena itulah mereka seharusnja dihormati. Memang lidah tak bertulang, per- kataan-perkataan dapat diputar balik. akan tetapi pemimpin-pemimpin negara Belanda mestinja dalam hal itu harus berhati-hati sekali. Seorang pemimpin negara dapat djatuh, djustru karena salah terka. Sukarno-Hatta dilempar, kemudian diangkat. Pemerintah Be- landa mula-mula menolak regim Sukar- no-Hatta, sekarang diterimanja. Pertanggungan djawab atas Prokla- masi Kemerdekaan adalah sangat berat. Lebih-lebih pertanggungan dja- wab akan akibat-akibatnja. Menurut istilah biasa proklamasi kemerdekaan itu ialah revolusi alias pemberontakan dan menurut hukum biasa kepala pem- berontak harus digantung atau ia mendjadi presiden. Inilah satu-satunja alternatif. Sukarno-Hatta tidak digan- tung, dus mendjadi presiden. Ternjata hal ini dikalangan pemerintah Belanda tidak dibajangkan dalam perhitungan. politiknja padahal semestinja gouver ner c'est prévoir". Perhitungan politik Eelanda meleset, Pada tanggal 24 Oktober 1945 kabinet Sukarno dite- rima oleh Djenderal Sekutu Christison, penerimaan mana berarti, pembebasan pemimpin-pemimpin pemberontak" itu dari tiang gantungan. Pangkal ke- keliruan politik Belanda adalah semata- mata kurang pengertian akan panggi- lan zaman. Seperti sudah berkali-kali dinjatakan dalam madjallah ini, proklamasi rakjat Indonesia itu sifatnja mentjari perda- maian. Tjaranja melaksanakannja pun seharusnja setjara perdamaian. Tapi sajang, perdjalanan sedjarah ternjata lain dari jang dikehendaki. Seperti demikian halnja dengan tiap² revolusi, dalam revolusi Indonesia pun darah mengalir. Pun darah jang tidak bersalah. Dan jang sedihnja ialah, bah- wa tidak seorangpun jang à priori ingin mengalirkan darah, Orang Belanda jang baru lepas dari penindasan Nazi, tidak mengehendaki darah orang Indo- nesia. Sebaliknja pun orang Indonesia jang melawan penindasan Djepang, bu- kan maksudnja hendak mengalirkan darah Belanda. Tapi biarpun kedua belah pihak tidak menjukai penggunaan kekerasan sendjata, kemudian ternjata, bahwa kedua-duanja tidak menurutkan djalan perdamaian dan pembangunan, akan tetapi djalan perang dan pembi- nasaan. Ini djalan keliru! BUKAN maksud kita untuk melukis- kan dalam karangan ini perdjalan- an segala kedjadian2 semendjak 17 Agustus 1945. Biarlah hal itu kita serahkan kepada ahli sedjarah. Didalam karangan ini kita akan menindjau soal-soal dari sudut politik dan itupun hanja akan dikemukakan beberapa bagian sadja tjemerlang baik puntjak-puntjak maupun lembah-lembah jang muram untuk menarik sesuatu peladjaran. Seperti sudah dikatakan diatas, dja- lan perang dan pembinasaan itu, ialah djalan keliru. Untunglah segera djuga diketahui bahwa djalan itu keliru dan mudah-mudahan tidak akan ditempuh lagi. Dunia internasional, dengan pe- rantaraan Dewan Keamanan dari U.N.O., turut tjampur tangan. Buat pertama kali dalam sedjarah Dewan Keamanan didjalankan pasal 39 Piagam Perserikatan Bangsa-bangsa. Aksi militer Belanda terhadap Republik In- donesia dianggap sebagai perbuatan agressi dan merupakan pelanggaran perdamaian. Kedua belah fihak diminta menjelesaikan pertikaian politik de- ngan djalan arbitrage atau lain-lain djalan damai (resolusi Agustus 1947). Tapi sesudah setahun berdjalan, seka- rang ternjata bahwa permintaan itu belum djuga berhasil. Djasa-djasa baik Komisi Tiga Negara sia2 belaka. resolusi Dewan Keamanan jang paling belakang ini, seperti baru-baru ini di- usulkan oleh wakil Tiongkok, melihat gelagatnja, tidak akan menghasilkan apa-apa, disebabkan karena perkataan- perkataannja jang tidak tegas. Pun Dewan Keamanan dalam memilih tjara-tjara untuk menjelesaikan per- (Landjutan dihalaman 61)<noinclude></noinclude> b1uy1f9kwqn0b4b4fxll33dm5p1mj1z 316876 316875 2026-09-03T06:54:53Z Bennylin 334 316876 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bennylin" /></noinclude>MIMBAR Indonesia {{rh|No. 33|17 AGUSTUS 1948|TAHUN II}} Panggilan ZAMAN Oleh Sukardjo Wirjopranoto THE CALL OF THE TIMES A GUST 17th is a festive day, Independence Day for the Indonesian people. Every free nation has its holidays to be celebrated according to the customs of the country. The proclamation of Indonesian independence had been carried by the call of the times due to transmutation of the human spirit coupled with transformation of the world as a result of the great war. It is a pity the Dutch political leaders do not understand directly this call of the times so that they create a chain of blunders in practising their policy towards Indonesia. Every blunder means a loss. On the part of the Dutch there is no evidence of spontaneity" to implement a new policy on a grand scale e.q. the transfer of governmental power ав promised to the Indonesian people occurs very slowly. This tardiness is due to lack of readiness to follow the progress of the times. The activities of the Republic demonstrate that Sukarno-Hatta understand the trend of the times. TIAP-TIAP bangsa jang merdeka mempunjai hari-hari besarnja, jang dirajakan menurut kebiasaan negerinja. Umpamanja negeri Perantjis merajakan hari 14 Djuli-nja (Quatorze Juillet), ialah hari peringatan penjerbuan pendjara Bastille dalam tahun 1789, jang sekarang dianggap sebagai perlambang pembinasaan pemerintahan lama, ialah pemerintah kerajaan absolut jang berbuat sesenang-senangnja lagi sewenang-wenang dan bersamaan dengan itu terlahirnja tjita-tjita „Merdeka, Sama dan Bersaudara". Demikian djuga negeri Belanda mempunjai hari Kemerdekaannja, misalnja hari 5 Mei, ialah hari pembebasan negeri Belanda dari tjengkeraman Nazi Djerman. Pun pembebasan negeri Belanda dari pendjadjahan Perantjis di tahun 1813 dirajakan dengan tjara besar-besaran dalam tahun 1913. Indonesiapun menganggap hari 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan. Scbab pada hari itulah, dalam tahun 1945, diumumkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia atas nama bangsa Indonesia oleh pemimpin2 jang diakui oleh Rakjat: Sukarno-Hatta. Apakah artinja proklamasi itu? Artinja ialah bahwa dengan perantaraan pemimpin-pemimpin kebangsaan jang tersebut itu, diumumkan kepada seluruh dunia bahwa sedjak hari itu Bangsa dan Tanah Air Indonesia telah merdeka, Apakah konsekwensi pengumuman kemerdekaan itu? Ialah pene- rimaan suatu pemerintahan kebangsaan sendiri; penolakan suatu pemerintahan jang dipaksakan dari luar; lebih tegas lagi, penolakan suatu pemerintah kolonial, tidak perduli pemerintahan asing jang manapun djuga. Proklamasi Kemerdekaan itu diajunkan oleh panggilan zaman berhubung dengan perobahan djiwa manusia beserta perobahan dunia pula sebagai akibat perang besar. Sungguh bahagia kita mempunjal putera-putera jang menerima ilham Ilahi dan tjakap pula bertindak dengan tjepat dan tepat. Sangat disajangkan bahwa baik pemerintah Belanda di Den Haag maupun pemerintah Hindia Belanda di Australia ternjata tak mengerti akan maksud proklamasi itu. Kedua pemerintah tersebut, menganggap perbuatan kebangsaan jang sutji-murni itu sebagai perbuatan djahat. Inilah satu kekellruan besar pada fihak Belanda! Selandjutnja timbul rangkaian kekeliruan, sehingga pemimpin-pemimpin negara Belanda mendjalankan politik jang salah terhadap kepada tjita-tjita bangsa Indonesia. Suatu perbuatan kebangsaan jang senjata-njatanja, dipandang sebagai perbuatan bikinan oleh fihak asing, jaitu oleh Djepang. Pandangan jang sedemikian itu sangat dibesar-besarkan dengan mengemukakan banjak alasan-alasan jang dibesar-besarkan pula. Akan tetapi, kenjataan pasti menang dari kekeliruan atau kepalsuan. Sukarno-Hatta jang mula2 dipandang sebagai alat asing (Djepang) dan oleh karenanja dihina oleh fihak Belanda, kemudian toch diakui sebagai pendekar kebangsaan dan karena itulah mereka seharusnja dihormati. Memang lidah tak bertulang, perkataan-perkataan dapat diputar balik. akan tetapi pemimpin-pemimpin negara Belanda mestinja dalam hal itu harus berhati-hati sekali. Seorang pemimpin negara dapat djatuh, djustru karena salah terka. Sukarno-Hatta dilempar, kemudian diangkat. Pemerintah Belanda mula-mula menolak regim Sukarno-Hatta, sekarang diterimanja. Pertanggungan djawab atas Proklamasi Kemerdekaan adalah sangat berat. Lebih-lebih pertanggungan djawab akan akibat-akibatnja. Menurut istilah biasa proklamasi kemerdekaan itu ialah revolusi alias pemberontakan dan menurut hukum biasa kepala pemberontak harus digantung atau ia mendjadi presiden. Inilah satu-satunja alternatif. Sukarno-Hatta tidak digantung, dus mendjadi presiden. Ternjata hal ini dikalangan pemerintah Belanda tidak dibajangkan dalam perhitungan. politiknja padahal semestinja gouver ner c'est prévoir". Perhitungan politik Eelanda meleset, Pada tanggal 24 Oktober 1945 kabinet Sukarno diterima oleh Djenderal Sekutu Christison, penerimaan mana berarti, pembebasan pemimpin-pemimpin pemberontak" itu dari tiang gantungan. Pangkal kekeliruan politik Belanda adalah semata- mata kurang pengertian akan panggilan zaman. Seperti sudah berkali-kali dinjatakan dalam madjallah ini, proklamasi rakjat Indonesia itu sifatnja mentjari perdamaian. Tjaranja melaksanakannja pun seharusnja setjara perdamaian. Tapi sajang, perdjalanan sedjarah ternjata lain dari jang dikehendaki. Seperti demikian halnja dengan tiap² revolusi, dalam revolusi Indonesia pun darah mengalir. Pun darah jang tidak bersalah. Dan jang sedihnja ialah, bahwa tidak seorangpun jang à priori ingin mengalirkan darah, Orang Belanda jang baru lepas dari penindasan Nazi, tidak mengehendaki darah orang Indonesia. Sebaliknja pun orang Indonesia jang melawan penindasan Djepang, bukan maksudnja hendak mengalirkan darah Belanda. Tapi biarpun kedua belah pihak tidak menjukai penggunaan kekerasan sendjata, kemudian ternjata, bahwa kedua-duanja tidak menurutkan djalan perdamaian dan pembangunan, akan tetapi djalan perang dan pembinasaan. Ini djalan keliru! BUKAN maksud kita untuk melukiskan dalam karangan ini perdjalanan segala kedjadian2 semendjak 17 Agustus 1945. Biarlah hal itu kita serahkan kepada ahli sedjarah. Didalam karangan ini kita akan menindjau soal-soal dari sudut politik dan itupun hanja akan dikemukakan beberapa bagian sadja tjemerlang baik puntjak-puntjak maupun lembah-lembah jang muram untuk menarik sesuatu peladjaran. Seperti sudah dikatakan diatas, djalan perang dan pembinasaan itu, ialah djalan keliru. Untunglah segera djuga diketahui bahwa djalan itu keliru dan mudah-mudahan tidak akan ditempuh lagi. Dunia internasional, dengan perantaraan Dewan Keamanan dari U.N.O., turut tjampur tangan. Buat pertama kali dalam sedjarah Dewan Keamanan didjalankan pasal 39 Piagam Perserikatan Bangsa-bangsa. Aksi militer Belanda terhadap Republik Indonesia dianggap sebagai perbuatan agressi dan merupakan pelanggaran perdamaian. Kedua belah fihak diminta menjelesaikan pertikaian politik dengan djalan arbitrage atau lain-lain djalan damai (resolusi Agustus 1947). Tapi sesudah setahun berdjalan, sekarang ternjata bahwa permintaan itu belum djuga berhasil. Djasa-djasa baik Komisi Tiga Negara sia2 belaka. resolusi Dewan Keamanan jang paling belakang ini, seperti baru-baru ini diusulkan oleh wakil Tiongkok, melihat gelagatnja, tidak akan menghasilkan apa-apa, disebabkan karena perkataan- perkataannja jang tidak tegas. Pun Dewan Keamanan dalam memilih tjara-tjara untuk menjelesaikan per- (Landjutan dihalaman 61)<noinclude></noinclude> sq5h0mu92ssrevm6cf1st6rg3tqhku0 Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/25 104 114553 316874 316280 2026-09-03T06:45:24Z Bennylin 334 316874 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>{| |10. Undang No. 29/47 ten- tang Tjukai minuman ke- ras. Pe- 11. Undang No. 30/47 ten- tang Promes Negara (pe- ngesahan Peraturan merintah No. 20/47). 12. Undang2 No. 38/47 ten- tang Undian Uang negara. 1948: 1. Undang2 No..../48 tentang Perdjandjian antara Pe- merintah Republik Indo- nesia dengan Matthew Fox 3). 2. Undang2 No. 14/48 ten- tang Tambahan opcenten Bea masuk. 3. Undang2 No. 15/48 ten- tang Menetapkan barang2 jang dikenakan Bea-ma- Buk. 4. Undang2 No. 16/48 ten- tang Penambahan Aturan Bea-materai 1921. 5. Undang2 No. 17/48 ten- tang Penambahan Un- dang2 Padjak-pendapatan 1932. 6. Undang2 No. 20/48 ten- tang Tambahan Padjak Pembangunan I. 7. Undang2 No. 21/48 ten- tang Tambahan Padjak radio. 8. Undang2 No....... tentang Alat Pembajaran (devie- zen) luar negeri 3) 4). 9. Undang2 No....... tentang Tarip padiak-pendapatan dsb. tahun 1948/1949 3). 10. Undang2 No....... tentang Penambahan Undang2 Pa- djak pendapatan 1932 3), V. Kementerian Agama 1945: Nihil. 1946. 1. Undang2 No. 22/46 ten- tang Pentjatatan talak dan rudjuk. 1947: Nihil. 1948: Nihil nikah, VI. Kementerian Pendidikan, Pe ngadjaran dan Kebudajaan 1945: Nihil 1. 1946: Nihi 1. (sebuah rantjangan undang2 jang dladjukan oleh Kementerian ini tidak dise- tudjui oleh Badan Peker- dja). 1947: Undang2 No. 32/47 tentang Sekolah landjutan. 1948: Nihil (Rantjangan Un- dang2 Pokok pengadjaran jang diadjukan pada bulan 5 tahun ini oleh Kementerian tab. hingga kini belum dapat persetudjuan dari Kabinet). VII Kementerian Kemakmuran 1945: Nihil. 1946: Nihil. (dua buah rantja- ngan undang2 jang diadju- kan pada tahun ini hingga kini belum dapat diselesai- kan). 1947: Nibil : 22 | VIII. Kementerian Perburuhan dan Sosial. 1945: Nihil 1946: Nihil. 1947: 1. Undang2 no. 33/47 tentang Undang2 ketjelakaan ta- hun 1947. 2. Undang2 no. 34/47 tang Undang2 ketjelakaan Perang. | 3. Rantjangan Undang Penghapusan desa2 tentang perdikan dalam Keresidenan Banjumas. 4. Rantjangan Undang2 tentang Su- Komite Nasional Daerah matera (ditunda). Keadaan perang dan perang. ten- III. Kementerian Pertahanan. 1. Rantjangan Undang2 tentang bahaja tentang tentang Keadaan 1948: 1. Undang2 no. 12/48 tentang Kerdja tahun Undang2 1948. 2. Undang2 no ten- tang Pengawasan Perbu- ruhan 3). IX. Kementerian Luar Negeri 1945: Nihil 1946: 1947: " 1948: Undang2 No. 2/48 tentang Perdjandjian persahabatan antara Republik Indonesia dengan Keradjaan Mesir. X. Kabinet (Perdana-Menteri). 1945: Nihil 1946: 1947: 1. Undang2 No. 1/47 tentang Memperpandjang waktu berlakunja peraturan2 D. P.N. 2. Undang2 No. 2/47 tentang Pengesahan beberapa Per- aturan D.P.N. 3. Undang-Undang No. 15/47 tentang Memperpandjang waktu berlakunja peratu ran-peraturan D.P.N. 4. Undang-Undang No.31/47 tentang Memperpandjang waktu berlakunja peratu ran-peraturan D.P.N. 5. Undang2 No. 35/47 ten- tang Pengesahan Peratu ran Pemerintah No. 21/47 tentang Komisaris Ne- gara. 6. Undang2 No. 87/47 ten- Memperpanjang tang waktu berlakunja peratu ran-peraturan D.P.N. 1948: Nihil! B. RANTJANGAN JANG TIDAK BELUM DISAHKAN MENDJADI UNDANG-UNDANG L Kementerian Kehakiman. 1. Rantjangan Undang2 tentang Pengawasan Badan Kehaki- man. 2. Rantjangan Undang2 tentang Peraturan2 Negara (Pemerin- tah Pusat). 3. Rantjangan Undang2 tentang Perubahan Undang2 No. 12/46 (usul inisiatif). Rantjangan Undang tentang Penarikan kembali Peraturan Presiden No. 6/46 (ditarik kembali oleh B.P. di Sidang pleno Malang). II. Kementerian Dalam Negeri. 1. Rantjangan Undang2 tentang Penggantian Pemerintah Desa. 2. Rantjangan Undang2 tentang Mentjabut Undang2 tentang Penggantian Pemerintah Desa. 2. Rantjangan Undang2 Keadaan Bahaja. 3. Rantjangan Undang2 Perburuhan Undang Bahaja.. 4. Rantjangan Undang tentang Hukum Pidana Tentara. 5. Rantjangan Undang2 tentang Perubahan pasal 7 Undang Keadaan Bahaja (usul inisiatif B.P.). 6. Rantjangan Undang2 tentang Kekuasaan lebih luas. 7. Rantjangan Undang2 tentang Mahkamah Tentara sementara (Peraturan Pemerintah peng- ganti Undang No. 22/47). IV. Kementerian Keuangan. 1. Rantjangan Undang2 tentang Menaikkan Padjak potong dan Bea Meterai. 2. Rantjangan Undang2 Bank Negara 5). 3. Rantjangan Undang2 tentang tentang (Pengesahan Peraturan Peme- rintah pengganti Undang2 No. 3/46) mengenal menjimpan uang. 4. Rantjangan Undang Kewadjiban tentang Pembajaran kembali sebagian dari Pindfaman Nasional 5). V. Kementerian Agama: 1. Rantjangan Undang tentang Perubahan Aturan nikah dan talak. VI. Kementerian Pendidikan, Pe- ngadjaran dan Kebudajaan: 1. Rantjangan Undang2 tentang Pemberian kelonggaran kepa- da Menteri Pengadjaran. VII. Kementerian Kemakmuranı 1. Rantjangan Undang tentang Persediaan tanah untuk tana- man penting bagi Negara. 2. Rantjangan Undang2 tentang Pengawasan Negara atas per- usahaan Perkebunan. VIII. Kementerian Perburuhan dan Sosial: 1. Rantjangan Undang tentang Statement Perburuhan. IX. Kementerian Persediaan Maka-' nan Rakjat. 1. Rantjangan Undang2 tentang Penimbunan Barang penting. .Tjatatan: Kementerians jang be lum pernah memadjukan rantjangan undang-undang kepada B.P. ialah: Kementerian Pekerdjaan Umum, Perhubungan, Kesehatan Pembangu- nan, Penerangan dan Negara. Keterangan: Lihat keterangan di- muka 21. |}<noinclude></noinclude> 4jv6b2yfty9mqiv1q0ow7bl2fak6vo1 Halaman:Mimbar Indonesia 33.pdf/47 104 114615 316873 316566 2026-09-03T06:43:46Z Bennylin 334 316873 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh|Indonesia}}{{Rule}}</noinclude>{{Block center| {{Xx-larger|Republik membangun}}<br> Oleh: Supardo}} {{Block right| ''„Kita membangun bukan hendak membanggakan, bahwa kita dapat membangun, tetapi karena tjita-tjita hendak melaksanakan kemakmuran Rakjat.“''}} {{Dropinitial|T}}ELAH hampir 3 tahun usia Republik Indonesia. Pertikaian antara Belanda dan Republik Indonesia belum lagi dapat diselesaikan. Akibatnja tentu banjak kesulitan dan masalah jang mesti dipetjahkan. Betapapun besar kesulitan, bagaimanapun banjak kesusahan mesti dihadapi dan dipetjahkan pihak Indonesia, namun tjita-tjita hendak melaksanakan kemakmuran Rakjat tetap mendjadi objek. Objek jang tidak dichajalkan belaka, tetapi segera diselenggarakan. Bukti kenjataannja: Rentjana 5 tahun dan 3 tahun jang terhalang dikerdjakan dengan saksama, karena memerlukan faktor normal dan aman, diatasi oleh rentjana urgent 6 bulan. Urgensi-program 6 bulan dimulai ± bulan VII tahun j.l. kini telah berhasil sebagai berikut: '''PENGAIRAN:''' Perbaikan bangunan, bendungan dan saluran jang selama peperangan dunia II dan perang kolonial tidak mendapat perhatian, kini diperbaiki dengan hasil: {| |- || Di || daerah || Kedu || 95% |- || " || " || Istimewa Jogja || 95% |- || " || " || Surakarta || 77% |- || " || " || Semarang || 96% |- || " || " || Pati || 72% |- || " || " || Bodjonegoro || 70% |- || " || " || Madiun || 87% |- || " || " || Kediri (Brantas)|| 100% |} Djikalau pembangunan waduk Djom- bor itu akan dapat selesai menurut rentjana, maka kapasiteit waduk dapat ditambah mendjadi 4.100.000 m³ serta dapat dipakai untuk: penanaman dimusim hudjan tebu sawah2 dimusim kemarau bibit polowidjo penanaman dimusim hudjan (Kedjawan Bajat) 1.657 ha 601 " 500 150" 1.800" " 47 " Djumlah 4.755 ha sedangkan penanaman tebu, sawah dimusim kemarau serta polowidjo dimu. sim kemarau tentu dapat pertolongan air. Pekerdjaan ini telah selesai 40%. Tinggi maximum lebarnja diatas pandjang lereng kapasiteit penuh penimbunan tanah m 3 3 m ± 6 km 1: 1 4.100.000 m³ 35.000 m3 tan materi berdjalan terus, 4 buah djembatan besi dari 28 m, 12 dan 23 m telah selesai diperbaiki. m, 16 Hal ini djika dilihat sepintas kilat memang tidak memberikan kesan jang serba besar. Tetapi bila diheningkan, betapa besar kesukaran materi dan lain-lain, pekerdjaaan itu seimbang de- ngan kesanggupan dan keadaan. Perumahan rakjat Perumahan Rakjat diselenggarakan sesuai dengan memenuhi sjarat (kese- hatan, sosial dan ukuran keadaban, serta sjarat bimbingan, sudah mulai dikerdjakan 12 rumah tertentu bagi para pegawai malahan sudah selesai. Perumahan model rumah Rakjat sudah dimulai di Djokja dan Solo. Jang sekarang bagi penghidupan bangsa Indonesia mempunjai arti luas, selain dari pada untuk penerangan belaka. Disamping rentjana urgensi itu dilaksanakan hal perluasan pengairan. Perluasan ini baik baru, maupun landjutan dari pekerdjaan jang sudah dimulai pada masa jang lalu. Perluasan ini mengenai bangunan waduk. Jang telah dimulai, jaitu: Waduk-waduk Djombor, Ketra, Klega, Lalung, Krisak Gebjar dan Dungbendo. '''Waduk Djombor''' Maksud bangunan ini ialah: {{ol|type=a |untuk menambah penanaman dimusim panas (kemarau). |untuk mengeringkan daerah didekat waduk itu dimusim hudjan dengan mengadakan saluran-saluran pengering. |untuk mentjegah air bandjir memasuki K. Udjung, dengan mendirikan serta mengokohkan tanggul sungai.}} Waduk Djombor sekarang dapat memuat 2.500.000 m³ dan mengairi sawah-sawah seluas berturut-turut penanaman musim hudjan 1.657 ha tebu bibit polowidjo (ump. ketela, djagung, kedele dsb) 800 Djumlah 3,218 ha Djalan-djalan Rumah baru klas 6 perhubungan Dalam pada itu soal dan pengangkutan langsung ada perta- liannja dengan djalan-djalan jang memperhubungkan satu tempat (dae- rah) dan lainnja. Telah selesai perbaikan dan pembiki- nan djalan semuanja kira-kira sepan- djang 254 km djumlahnja. Tiada sedikit pandjangnja djalan jang rusak dan dirusak sedjak masa Djepang. Listrik Listrik jang sangat diperlukan bagi penerangan, untuk perdjalanan mesin- mesin dan alat-alat lainnja. Sekalipun dalam kesulitan materi, dibangun pula listrik oleh Kementerian Pekerdjaan Umum disesuaikan, dengan kebutuhan umum dan memang apa jang diselenggarakan bersifat memba- ngun dalam pokoknja. Membangun tidak untuk membang- gakan akan tetapi untuk kemakmuran rakjat. Pada Djawatan Djalan-jalan Repu- KEMENTERIAN Pekerjaan Umum blik kini terletak kewadjiban sebeŕat- beratnja untuk memperbaiki kembali dan memeliharanja. Sekalipun kesuli- mempunjal lapang dan tugas ter- tentu, jang bertalian dengan kemak- muran Rakjat serta meninggikan de-<noinclude></noinclude> 8vuvpyog6wb70ycwh630wb1c4tap0w0