Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.18 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Halaman:Public Information Disclosure Act 14 of Indonesia 2008.djvu/1 104 20455 317216 61599 2026-09-05T08:58:11Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317216 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude>{{IDStatChapHead|14|2008 |KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK}} {{PUU-konsideran|ket=Menimbang|n=a | bahwa informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional; | bahwa hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik; | bahwa keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan Badan Publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik; | bahwa pengelolaan informasi publik merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan masyarakat informasi; | bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu membentuk Undang-Undang tentang Keterbukaan Informasi Publik;}} {{PUU-konsideran|ket=Mengingat |Pasal 20, Pasal 21, Pasal 28 F, dan Pasal 28 J [[Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945]];}} {{Persetujuanbersama}} {{PUU-konsideran|ket=Menetapkan|UNDANG-UNDANG TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK.}}<noinclude><references/></noinclude> h133romz2j2xa5z2g1x2sank1ivfdt1 Halaman:Public Information Disclosure Act 14 of Indonesia 2008.djvu/2 104 20456 317217 61600 2026-09-05T08:59:20Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317217 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" />{{c|- 2 -}}</noinclude>{{PUU-bab|I|KETENTUAN UMUM}} {{PUU-pasal|Pasal=1|Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan: {{PUU-nomor|n=1 |Informasi adalah keterangan, pernyataan, gagasan, dan tanda-tanda yang mengandung nilai, makna, dan pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang dapat dilihat, didengar, dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik ataupun nonelektronik. |Informasi Publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan Undang-Undang ini serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik. |Badan Publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, atau organisasi nonpemerintah sepanjang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sumbangan masyarakat, dan/atau luar negeri. |Komisi Informasi adalah lembaga mandiri yang berfungsi menjalankan Undang-Undang ini dan peraturan pelaksanaannya, menetapkan petunjuk teknis standar layanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi dan/atau ajudikasi nonlitigasi. |Sengketa Informasi Publik adalah sengketa yang terjadi antara badan publik dan pengguna informasi publik yang berkaitan dengan hak memperoleh dan menggunakan informasi berdasarkan perundang-undangan.}}}}<noinclude><references/></noinclude> 2ekhb1byk6e6qyraem55c4klpb3x44o Halaman:Public Information Disclosure Act 14 of Indonesia 2008.djvu/34 104 20480 317225 79098 2026-09-05T09:10:40Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317225 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=60|Komisi Informasi provinsi harus sudah dibentuk paling lambat 2 (dua) tahun sejak diundangkannya Undang-Undang ini.}} {{PUU-pasal|pasal=61|Pada saat diberlakukannya Undang-Undang ini Badan Publik harus melaksanakan kewajibannya berdasarkan Undang-Undang.}} {{PUU-pasal|pasal=62|Peraturan Pemerintah sudah harus ditetapkan sejak diberlakukannya Undang-Undang ini.}} {{PUU-bab|14|KETENTUAN PENUTUP}} {{PUU-pasal|pasal=63|Pada saat berlakunya Undang-Undang ini semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perolehan informasi yang telah ada tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti berdasarkan Undang-Undang ini.}} {{PUU-pasal|pasal=64|{{PUU-ayat |Undang-Undang ini mulai berlaku 2 (dua) tahun sejak tanggal diundangkan. |Penyusunan dan penetapan Peraturan Pemerintah, petunjuk teknis, sosialisasi, sarana dan prasarana, serta hal-hal lainnya yang terkait dengan persiapan pelaksanaan Undang-Undang ini harus rampung paling lambat 2 (dua) tahun sejak Undang-Undang ini diundangkan.}}}}<noinclude><references/></noinclude> s18kryuw8p03tetvovvlu1mj3c671ii Halaman:Public Information Disclosure Act 14 of Indonesia 2008.djvu/7 104 20487 317218 79050 2026-09-05T09:01:04Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317218 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude>{{PUU-pasal|{{PUU-ayat|m=4 |Badan Publik wajib membuat pertimbangan secara tertulis setiap kebijakan yang diambil untuk memenuhi hak setiap Orang atas Informasi Publik. |Pertimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) antara lain memuat pertimbangan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan/atau pertahanan dan keamanan negara. |Dalam rangka memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4) Badan Publik dapat memanfaatkan sarana dan/atau media elektronik dan nonelektronik.}}}} {{PUU-pasal|pasal=8|Kewajiban Badan Publik yang berkaitan dengan kearsipan dan pendokumentasian Informasi Publik dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan.}} {{PUU-bab|4|INFORMASI YANG WAJIB DISEDIAKAN DAN DIUMUMKAN}} {{PUU-bagian|1|Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala}} {{PUU-pasal|pasal=9|{{PUU-ayat |Setiap Badan Publik wajib mengumumkan Informasi Publik secara berkala. |Informasi Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:{{PUU-nomor|n=a |informasi yang berkaitan dengan Badan Publik; |informasi mengenai kegiatan dan kinerja Badan Publik terkait; |informasi mengenai laporan keuangan; dan/atau |informasi lain yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.}} |Kewajiban memberikan dan menyampaikan Informasi Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan paling singkat 6 (enam) bulan sekali. |Kewajiban menyebarluaskan Informasi Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1), disampaikan dengan cara yang mudah dijangkau oleh masyarakat dan dalam bahasa yang mudah dipahami.}}}}<noinclude><references/></noinclude> c6ntmdh1k60nm043izjr6zibstqy6ab Halaman:Public Information Disclosure Act 14 of Indonesia 2008.djvu/8 104 20492 317219 79052 2026-09-05T09:02:03Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317219 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude>{{PUU-pasal|{{PUU-ayat|m=5 |Cara-cara sebagaimana dimaksud pada ayat (4) ditentukan lebih lanjut oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi di Badan Publik terkait. |Ketentuan lebih lanjut mengenai kewajiban Badan Publik memberikan dan menyampaikan Informasi Publik secara berkala sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan Petunjuk Teknis Komisi Informasi.}}}} {{PUU-bagian|2|Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta}} {{PUU-pasal|pasal=10|{{PUU-ayat |Badan Publik wajib mengumumkan secara serta-merta suatu informasi yang dapat mengancam hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum. |Kewajiban menyebarluaskan Informasi Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan dengan cara yang mudah dijangkau oleh masyarakat dan dalam bahasa yang mudah dipahami.}}}} {{PUU-bagian|3|Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat}} {{PUU-pasal|pasal=11|{{PUU-ayat |Badan Publik wajib menyediakan Informasi Publik setiap saat yang meliputi:{{PUU-nomor|n=a |daftar seluruh Informasi Publik yang berada di bawah penguasaannya, tidak termasuk informasi yang dikecualikan; |hasil keputusan Badan Publik dan pertimbangannya; |seluruh kebijakan yang ada berikut dokumen pendukungnya; |rencana kerja proyek termasuk di dalamnya perkiraan pengeluaran tahunan Badan Publik; |perjanjian Badan Publik dengan pihak ketiga; |informasi dan kebijakan yang disampaikan Pejabat Publik dalam pertemuan yang terbuka untuk umum; |prosedur kerja pegawai Badan Publik yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat; dan/atau}}}}}}<noinclude><references/></noinclude> gxxkpsdpxteimjr7t6uuammbjh3fj74 Halaman:Public Information Disclosure Act 14 of Indonesia 2008.djvu/9 104 20495 317220 79055 2026-09-05T09:02:56Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317220 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude>{{PUU-pasal|{{hii|1.7|0}}{{PUU-nomor|n=a|m=8 |laporan mengenai pelayanan akses Informasi Publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.}}{{div end}}|{{PUU-ayat|m=2 |Informasi Publik yang telah dinyatakan terbuka bagi masyarakat berdasarkan mekanisme keberatan dan/atau penyelesaian sengketa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48, Pasal 49, dan Pasal 50 dinyatakan sebagai Informasi Publik yang dapat diakses oleh Pengguna Informasi Publik. |Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan kewajiban Badan Publik menyediakan Informasi Publik yang dapat diakses oleh Pengguna Informasi Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Petunjuk Teknis Komisi Informasi.}}}} {{PUU-pasal|pasal=12|Setiap tahun Badan Publik wajib mengumumkan layanan informasi, yang meliputi: {{PUU-nomor|n=a |jumlah permintaan informasi yang diterima; |waktu yang diperlukan Badan Publik dalam memenuhi setiap permintaan informasi; |jumlah pemberian dan penolakan permintaan informasi; dan/atau |alasan penolakan permintaan informasi.}}}} {{PUU-pasal|pasal=13|{{PUU-ayat |Untuk mewujudkan pelayanan cepat, tepat, dan sederhana setiap Badan Publik:{{PUU-nomor|n=a |menunjuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi; dan |membuat dan mengembangkan sistem penyediaan layanan informasi secara cepat, mudah, dan wajar sesuai dengan petunjuk teknis standar layanan Informasi Publik yang berlaku secara nasional.}} |Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dibantu oleh pejabat fungsional.}}}}<noinclude><references/></noinclude> k076iyk0zrxqvdq37ig51rpk87vmnjt Halaman:Public Information Disclosure Act 14 of Indonesia 2008.djvu/10 104 20496 317221 61670 2026-09-05T09:03:54Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317221 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude>{{PUU-pasal|pasal=14|Informasi Publik yang wajib disediakan oleh Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah dan/atau badan usaha lainnya yang dimiliki oleh negara dalam Undang-Undang ini adalah: {{PUU-nomor|n=a|nama dan tempat kedudukan, maksud dan tujuan serta jenis kegiatan usaha, jangka waktu pendirian, dan permodalan, sebagaimana tercantum dalam anggaran dasar; |nama lengkap pemegang saham, anggota direksi, dan anggota dewan komisaris perseroan; |laporan tahunan, laporan keuangan, neraca laporan laba rugi, dan laporan tanggung jawab sosial perusahaan yang telah diaudit; |hasil penilaian oleh auditor eksternal, lembaga pemeringkat kredit dan lembaga pemeringkat lainnya; |sistem dan alokasi dana remunerasi anggota komisaris/dewan pengawas dan direksi; |mekanisme penetapan direksi dan komisaris/dewan pengawas; |kasus hukum yang berdasarkan Undang-Undang terbuka sebagai Informasi Publik; |pedoman pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran; |pengumuman penerbitan efek yang bersifat utang; |penggantian akuntan yang mengaudit perusahaan; |perubahan tahun fiskal perusahaan; |kegiatan penugasan pemerintah dan/atau kewajiban pelayanan umum atau subsidi; |mekanisme pengadaan barang dan jasa; dan/atau |informasi lain yang ditentukan oleh Undang-Undang yang berkaitan dengan Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah.}}}} {{PUU-pasal|pasal=15|Informasi Publik yang wajib disediakan oleh partai politik dalam Undang-Undang ini adalah:{{PUU-nomor|n=a |asas dan tujuan;}}}}<noinclude><references/></noinclude> 72zidgk84wajdzxek2y3sdeooecq931 Halaman:Public Information Disclosure Act 14 of Indonesia 2008.djvu/13 104 20503 317222 61686 2026-09-05T09:04:58Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317222 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" />{{c|- 13 -}}</noinclude>{{PUU-pasal| {{hii|1.7|0}}{{PUU-nomor|n=1|m=5 |data perkiraan kemampuan militer dan pertahanan negara lain terbatas pada segala tindakan dan/atau indikasi negara tersebut yang dapat membahayakan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan/atau data terkait kerjasama militer dengan negara lain yang disepakati dalam perjanjian tersebut sebagai rahasia atau sangat rahasia; |sistem persandian negara; dan/atau |sistem intelijen negara.}}{{div end}} {{PUU-nomor|n=a|m=4 |Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat mengungkapkan kekayaan alam Indonesia; |Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik, dapat merugikan ketahanan ekonomi nasional: {{PUU-nomor|n=1 |rencana awal pembelian dan penjualan mata uang nasional atau asing, saham dan aset vital milik negara; |rencana awal perubahan nilai tukar, suku bunga, dan model operasi institusi keuangan; |rencana awal perubahan suku bunga bank, pinjaman pemerintah, perubahan pajak, tarif, atau pendapatan negara/daerah lainnya; |rencana awal penjualan atau pembelian tanah atau properti; |rencana awal investasi asing; |proses dan hasil pengawasan perbankan, asuransi, atau lembaga keuangan lainnya; dan/atau |hal-hal yang berkaitan dengan proses pencetakan uang.}} |Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik, dapat merugikan kepentingan hubungan luar negeri: {{PUU-nomor|n=1 |posisi, daya tawar dan strategi yang akan dan telah diambil oleh negara dalam hubungannya dengan negosiasi internasional; |korespondensi diplomatik antarnegara; |sistem komunikasi dan persandian yang dipergunakan dalam menjalankan hubungan internasional; dan/atau }}}}}}<noinclude><references/></noinclude> gxjxq2tqc068oepb3euhjrvrjxxs8tg Halaman:Public Information Disclosure Act 14 of Indonesia 2008.djvu/30 104 20544 317223 79091 2026-09-05T09:07:42Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317223 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude>{{PUU-bab|10|GUGATAN KE PENGADILAN DAN KASASI}} {{PUU-bagian|1|Gugatan ke Pengadilan}} {{PUU-pasal|pasal=47|{{PUU-ayat |Pengajuan gugatan dilakukan melalui pengadilan tata usaha negara apabila yang digugat adalah Badan Publik negara. |Pengajuan gugatan dilakukan melalui pengadilan negeri apabila yang digugat adalah Badan Publik selain Badan Publik negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1).}}}} {{PUU-pasal|pasal=48|{{PUU-ayat |Pengajuan gugatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 ayat (1) dan ayat (2) hanya dapat ditempuh apabila salah satu atau para pihak yang bersengketa secara tertulis menyatakan tidak menerima putusan Ajudikasi dari Komisi Informasi paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterimanya putusan tersebut. |Sepanjang menyangkut informasi yang dikecualikan, sidang di Komisi Informasi dan di pengadilan bersifat tertutup.}}}} {{PUU-pasal|pasal=49|{{PUU-ayat |Putusan pengadilan tata usaha negara atau pengadilan negeri dalam penyelesaian Sengketa Informasi Publik tentang pemberian atau penolakan akses terhadap seluruh atau sebagian informasi yang diminta berisi salah satu perintah berikut: {{PUU-nomor|n=a|membatalkan putusan Komisi Informasi dan/atau memerintahkan Badan Publik:{{PUU-nomor |memberikan sebagian atau seluruh informasi yang dimohonkan oleh Pemohon Informasi Publik; atau |menolak memberikan sebagian atau seluruh informasi yang diminta oleh Pemohon Informasi Publik.}}}}}}}}<noinclude><references/></noinclude> b694865nfmhm72su7xrkxu2fuso41y8 Halaman:Public Information Disclosure Act 14 of Indonesia 2008.djvu/31 104 20545 317224 79093 2026-09-05T09:08:50Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317224 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude>{{PUU-pasal|{{hii|1.7|0}}{{PUU-nomor|n=a|m=2 |menguatkan putusan Komisi Informasi dan/atau memerintahkan Badan Publik:{{PUU-nomor |memberikan sebagian atau seluruh informasi yang diminta oleh Pemohon Informasi Publik; atau |menolak memberikan sebagian atau seluruh informasi yang diminta oleh Pemohon Informasi Publik.}}}}{{div end}}|{{PUU-ayat|m=2 |Putusan pengadilan tata usaha negara atau pengadilan negeri dalam penyelesaian Sengketa Informasi Publik tentang pokok keberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1) huruf b sampai dengan huruf g berisi salah satu perintah berikut: {{PUU-nomor|n=a|memerintahkan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi untuk menjalankan kewajibannya sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang ini dan/atau memerintahkan untuk memenuhi jangka waktu pemberian informasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini; |menolak permohonan Pemohon Informasi Publik; atau |memutuskan biaya penggandaan informasi.}} |Pengadilan tata usaha negara atau pengadilan negeri memberikan salinan putusannya kepada para pihak yang bersengketa.}}}} {{PUU-bagian|2|Kasasi}} {{PUU-pasal|pasal=50|Pihak yang tidak menerima putusan pengadilan tata usaha negara atau pengadilan negeri dapat mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung paling lambat dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak diterimanya putusan pengadilan tata usaha negara atau pengadilan negeri.}}<noinclude><references/></noinclude> sa7o2b6qraz7tm0wh5g63215i73l7z7 Halaman:Public Information Disclosure Act 14 of Indonesia 2008.djvu/36 104 20581 317226 62517 2026-09-05T09:12:13Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317226 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude>{{UU/PenjelasanHead|14|2008 |KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK}} {{UU/Penj|I.|UMUM}} Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28 F disebutkan bahwa setiap Orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh Informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, dan menyimpan Informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Untuk memberikan jaminan terhadap semua orang dalam memperoleh Informasi, perlu dibentuk undang-undang yang mengatur tentang keterbukaan Informasi Publik. Fungsi maksimal ini diperlukan, mengingat hak untuk memperoleh Informasi merupakan hak asasi manusia sebagai salah satu wujud dari kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis. Salah satu elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang terbuka adalah hak publik untuk memperoleh Informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Hak atas Informasi menjadi sangat penting karena makin terbuka penyelenggaraan negara untuk diawasi publik, penyelenggaraan negara tersebut makin dapat dipertanggungjawabkan. Hak setiap Orang untuk memperoleh Informasi juga relevan untuk meningkatkan kualitas pelibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan publik. Partisipasi atau pelibatan masyarakat tidak banyak berarti tanpa jaminan keterbukaan Informasi Publik. Keberadaan Undang-undang tentang Keterbukaan Informasi Publik sangat penting sebagai landasan hukum yang berkaitan dengan (1) hak setiap Orang untuk memperoleh Informasi; (2) kewajiban Badan Publik menyediakan dan melayani permintaan Informasi secara cepat, tepat waktu, biaya ringan/proporsional, dan cara sederhana; (3) pengecualian bersifat ketat dan terbatas; (4) kewajiban Badan Publik untuk membenahi sistem dokumentasi dan pelayanan Informasi.<noinclude><references/></noinclude> oopny67y9yq9t0wd4tpvx2yqsybczzo Halaman:Public Information Disclosure Act 14 of Indonesia 2008.djvu/37 104 20582 317227 62518 2026-09-05T09:13:57Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317227 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" />{{c|- 2 -}}</noinclude> Setiap Badan Publik mempunyai kewajiban untuk membuka akses atas Informasi Publik yang berkaitan dengan Badan Publik tersebut untuk masyarakat luas. Lingkup Badan Publik dalam Undang-undang ini meliputi lembaga eksekutif, yudikatif, legislatif, serta penyelenggara negara lainnya yang mendapatkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)/Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan mencakup pula organisasi nonpemerintah, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, seperti lembaga swadaya masyarakat, perkumpulan, serta organisasi lainnya yang mengelola atau menggunakan dana yang sebagian atau seluruhnya bersumber dari APBN/APBD, sumbangan masyarakat, dan/atau luar negeri. Melalui mekanisme dan pelaksanaan prinsip keterbukaan, akan tercipta kepemerintahan yang baik dan peran serta masyarakat yang transparan dan akuntabilitas yang tinggi sebagai salah satu prasyarat untuk mewujudkan demokrasi yang hakiki. Dengan membuka akses publik terhadap Informasi diharapkan Badan Publik termotivasi untuk bertanggung jawab dan berorientasi pada pelayanan rakyat yang sebaik-baiknya. Dengan demikian, hal itu dapat mempercepat perwujudan pemerintahan yang terbuka yang merupakan upaya strategis mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), dan terciptanya kepemerintahan yang baik (''good governance''). {{UU/Penj|II.|PASAL DEMI PASAL}} :Pasal 1 ::Cukup jelas. :Pasal 2 ::Ayat (1) :::Cukup jelas. ::Ayat (2) :::Cukup jelas. ::Ayat (3) :::Yang dimaksud dengan “tepat waktu” adalah pemenuhan atas permintaan Informasi dilakukan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini dan peraturan pelaksanaannya.<noinclude><references/></noinclude> iz732se6sodk9q07f08ukspguygmmhz Halaman:Public Information Disclosure Act 14 of Indonesia 2008.djvu/38 104 20597 317228 61947 2026-09-05T09:15:04Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317228 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" />{{c|- 3 -}}</noinclude>:::“Cara sederhana” adalah Informasi yang diminta dapat diakses secara mudah dalam hal prosedur dan mudah juga untuk dipahami. :::“Biaya ringan” adalah biaya yang dikenakan secara proporsional berdasarkan standar biaya pada umumnya. ::Ayat (4) :::Yang dimaksud dengan “konsekuensi yang timbul” adalah konsekuensi yang membahayakan kepentingan yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang ini apabila suatu Informasi dibuka. Suatu Informasi yang dikategorikan terbuka atau tertutup harus didasarkan pada kepentingan publik. Jika kepentingan publik yang lebih besar dapat dilindungi dengan menutup suatu Informasi, Informasi tersebut harus dirahasiakan atau ditutup dan/atau sebaliknya. :Pasal 3 ::Cukup jelas. :Pasal 4 ::Cukup jelas. :Pasal 5 ::Cukup jelas. :Pasal 6 ::Ayat (1) :::Cukup jelas. ::Ayat (2) :::Cukup jelas. ::Ayat (3) :::Huruf a ::::Yang dimaksud dengan “membahayakan negara” adalah bahaya terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Lebih lanjut mengenai Informasi yang membahayakan negara ditetapkan oleh Komisi Informasi.<noinclude><references/></noinclude> 4x7f1gukjc5scijbsn173kp4rsnefkx Templat:Peserta WikiLatih 10 69048 317170 297523 2026-09-05T01:14:02Z Cgjkldn 22445 317170 wikitext text/x-wiki {{userbox|white|#DCDCDC|[[File:Komunitas Wikisource Indonesia - tanpa text.svg|45px|link=]]|Pengguna ini adalah peserta '''[[:wmid:WikiLatih|#WikiLatih]]''' Wikisource bahasa Indonesia{{#if:{{{acara|}}}|&nbsp;untuk acara {{{acara}}}}}{{#if:{{{tgl|}}}|&nbsp;pada tanggal {{{tgl}}}}}{{#if:{{{di|}}}|&nbsp;di {{{di}}}}}.|border-color=lightgrey}}<includeonly>{{#ifexist: Kategori:Pengguna peserta WikiLatih {{{di}}} tanggal {{{tgl}}} | [[Kategori:Pengguna peserta WikiLatih {{{di}}} tanggal {{{tgl}}}]] | [[Kategori:Pengguna peserta WikiLatih{{#if:{{{tgl|}}}|&nbsp;tanggal {{{tgl}}}}}|{{PAGENAME}}]]}}</includeonly></div> <noinclude>[[Kategori:Templat kotak pengguna]]</noinclude> <noinclude>{{documentation}}</noinclude> iwnbu45xle7j2wnp0jt7hgvs834zfz8 Halaman:Perahu Madura.pdf/28 104 71430 317032 206219 2026-09-04T17:05:30Z Empat Tilda 13539 /* Tervalidasi */ 317032 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude>sehingga timbul rasa tergantung kepada alam, kepada-yang menguasai alam itu sendiri, Maka dilakukanlah usaha-usaha ”berdialog” deagan laut, baik dengan doa-doa mantra-mantra, tumbal-tumbal dan prasarat, menghindari pantangan serta ”membersihkan diri’’ dalam melaksanakan pelayaran. Usaha-usaha inilah yang antara lain menimbulkan kepercayaan dan keyakinan nelayan untuk berani mengarungi badai dan kembali selamat sampai ke tempat. Kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat kemudian berakar, diikuti turun-temurun dan dianggap suatu keharusan yang sudah baik. Oleh karena itu suatu kejadian selalu dilaksanakan dengan cara serupa, sehingga segala sesuatunya menjadi baku. Segala perubahan dianggap melanggar, segalanya menjadi tabu. Setiap benda dianggap ada apa-apanya yang disebut "se atogu” artinya: yang menunggu, yang "menjiwai" benda tersebut. Pembuat-pembuat perahu waktu mengerjakan pembuatan perahu sangat patuh berpegang kepada pakem prasarat-pantangan dan larangan. Pakem-pakem tersebut hanya dimiliki oleh tukang perahu dan pelaut tua saja. Waktu membuat perahu dilaksanakan "selamatan", waktu telah selesai diadakan "rokat". Di bawah ini disertakan doa mantra sebagai contoh: Dalam turun ke laut, di Raas berjalan tradisi sebagai berikut: Setelah kedua kaki masuk ke dalam air laut, sebelum naik ke perahu doa dibaca. Kedua lutut dipegang dengan tangan kanan dan kaki dihentakkan ke bumi tiga kali. Doa mantranya : Se bentar bume. Maka tertutup mulutnya, terkalau kakinya. . . dan seterusnya. (Pembelah bumi. Maka tertutup mulutnya, lunglai kakinya..) Apabila akan berlayar, misalnya akan ke Aceh, maka bila naik ke perahu peganglah ”gul-tonggul’’nya, kemudian perahu diajak : Maju sateya ba’na noro’ sengko’ ka Aceh. Sengko’ no ro’a ba'na.......... (Marilah sekarang engkau ikut saya ke Aceh. Saya akan ikut engkau .........) Rasa cipta diangankan bahwa sebenarnya berhadapan dengan Yang Maha Kuasa, kemudian diucapkan : Banyu geni—banyu ola. Sengko’ mangkada ka Aceh. Mon ba’na salamet sengko’ salamet. Mon ba’na calaka’ sengko’ calaka’, Tape sengko’ menta’a salamet. Maju ba’na jalan ka ada’. (Air api-air masak. Saya akan berangkat ke Aceh. Kalau eng<noinclude>{{rh|||23}}</noinclude> mvlj0dvtphhfedbt98axs3behe4ypx1 Halaman:Perahu Madura.pdf/29 104 71431 317033 206220 2026-09-04T17:06:27Z Empat Tilda 13539 /* Tervalidasi */ 317033 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude> kau selamat saya selamat. Kalau engkau celaka saya celaka. Tetapi saya minta selamat. Marilah engkau berjalan lebih dalu). Untuk memantapkan keadaan perahu, sebelum berangkat diadakan dialog-dialog dengan bagian perahu. Sebagai contoh dialog dengan kemudi dan tiang layar. Apabila menurunkan dayung kemudi: Aku menurunkan cendi, yang pengiket putri alungguh dan putri atingguh. (Saya menurunkan tuan, yang mengikat putri duduk dan putri bersila) Apabila berdialog dengan tiang : Aropa apa e ada', tiyang banne, banne. Pulau komengen, settongga panggiling, banne kaba' tembaga. (Berupa apa didepan, tiang bukan, bukan. Pulau sekeliling, yang satu bambu tepi layar, bukan kawat tembaga) (Kemudian layar dibuka dan "kellad" atau tali layar ditarik) Kattek tello kale - jawaba sang kellad talena angen (Diadu tiga kali jawab sang kellad tali angin) Apabila ombak besar, di Kebondadap ada penolak sebagai berikut (Sebelum ombak besar sampai ke perahu, napas dikeluarkan semua oleh pemegang kemudi. Setelah sampai ke perahu ombak besar tersebut tidak membuat oleng sama sekali, "tak agunjal". Di Giligenting bila berlayar ke lautan luas menghadapi angin dan ombak, mantra yang dibaca adalah: Linu fatala bumi sang antauga. (Akulah penjaga seluruh bumi) Kiranya apabila rahasia mantra ini boleh dibuka dengan rela oleh para pinisepuh, mungkin dapat dijadikan buku tersendiri, sebagai bagian religi sastra lama. Dari beberapa kitab yang berbau kebatinan, yang ilmunya di Madura disebut " ilmu tua", ban yak kita dapati tulisan-tulisan, perlambang yang berbentuk perahu. Biasanya kegunaannya untuk tolak bala, jampi-jampi ataupun "tumbal". Dalam kitab-kitab tersebut, yang judulnya tidak penulis ketahui, hanya ada yang menyebut "Bismillah kama'', "Primbon Pancabara'', terdapat tulisan atau gambar bercorak perahu sebagai berikut:<noinclude>{{rh|24}}</noinclude> geovz4sqo8w8ochztuhhfjxfs6gxw4u 317034 317033 2026-09-04T17:15:50Z Empat Tilda 13539 317034 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude> kau selamat saya selamat. Kalau engkau celaka saya celaka. Tetapi saya minta selamat. Marilah engkau berjalan lebih dalu). Untuk memantapkan keadaan perahu, sebelum berangkat diadakan dialog-dialog dengan bagian perahu. Sebagai contoh dialog dengan kemudi dan tiang layar. Apabila menurunkan dayung kemudi: Aku menurunkan cendi, yang pengiket putri alungguh dan putri atingguh. (Saya menurunkan tuan, yang mengikat putri duduk dan putri bersila) Apabila berdialog dengan tiang : Aropa apa e ada', tiyang banne, banne. Pulau komengen, settongga panggiling, banne kaba' tembaga. (Berupa apa didepan, tiang bukan, bukan. Pulau sekeliling, yang satu bambu tepi layar, bukan kawat tembaga) (Kemudian layar dibuka dan "kellad" atau tali layar ditarik) Kattek tello kale - jawaba sang kellad talena angen (Diadu tiga kali jawab sang kellad tali angin) Apabila ombak besar, di Kebondadap ada penolak sebagai berikut (Sebelum ombak besar sampai ke perahu, napas dikeluarkan semua oleh pemegang kemudi. Setelah sampai ke perahu ombak besar tersebut tidak membuat oleng sama sekali, "tak agunjal". Di Giligenting bila berlayar ke lautan luas menghadapi angin dan ombak, mantra yang dibaca adalah: Linu fatala bumi sang antauga. (Akulah penjaga seluruh bumi) Kiranya apabila rahasia mantra ini boleh dibuka dengan rela oleh para pinisepuh, mungkin dapat dijadikan buku tersendiri, sebagai bagian religi sastra lama. Dari beberapa kitab yang berbau kebatinan, yang ilmunya di Madura disebut " ilmu tua", banyak kita dapati tulisan-tulisan, perlambang yang berbentuk perahu. Biasanya kegunaannya untuk tolak bala, jampi-jampi ataupun "tumbal". Dalam kitab-kitab tersebut, yang judulnya tidak penulis ketahui, hanya ada yang menyebut "Bismillah kama'', "Primbon Pancabara'', terdapat tulisan atau gambar bercorak perahu sebagai berikut:<noinclude>{{rh|24}}</noinclude> 3pdav5f6cq9ewlitt8y2yjsytcnel8f Halaman:Perahu Madura.pdf/30 104 71432 317035 205500 2026-09-04T18:35:30Z Empat Tilda 13539 /* Tervalidasi */ 317035 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude>[[Berkas:Gambar corak perahu dalam mantra madura.jpg|500px]] '''{{c|Gambar4}}''' Dari gambar-gambar tersebut maka terlihatlah "beberapa orang" pendayung, serta beberapa bentuk jukung. Leb1h jelasnya dapat dilihat pada penjelasan pengaruh perahu ini pada kaligrafi Arab uraian khusus di belakang, yang banyak terdapat di Madura. Fungsi magis religis dapat kita pada sejarah awal masuknya agama Islam di Madura, sehingga sampai sekarang ada perahu-pera hu yang berpatungkan seorang haji. Kaligrafi Arab banyak hubungannya dengan " kapal Nabi Nuh" ataupun "bahtera kebahagiaan" ditinjau dari segi kebatinan. '''Perahu sebagai tema kegiatan cipta''' Perahu Madura banyak macamnya. Debur ombak, pantai landai bukit pasir memanjang sampai 22 kilometer, lambaian nyiur, nelayan ramah, merupakan kesatuan alami yang harmonis. Tidak mengheran<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude> s1btjlv7gyrlht7dmmeb0k463ijp45d Halaman:Perahu Madura.pdf/31 104 71433 317036 206623 2026-09-04T18:36:11Z Empat Tilda 13539 /* Tervalidasi */ 317036 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Empat Tilda" /></noinclude>kan bila semuanya bagi seniman dapat memberi rangsangan untuk mencipta dan berkarya. Betapa tidak, lihatlah di Tanjung dengan cuatan-cuatan lenggi Eder, di Salopeng dicekam oleh leng-alengan dengan naga berkepala burungnya, di Pasongsongan terpaku oleh berkele batnya layar yang berwama-warni, di Sapulu sampan Polangan bagai putri tidur di pantai landai, di Batal barat sanggan Kalela'an sating berangguk, sedang di Tamberu jabaran les-ales bagaikan ikan-ikan menganga dengan mennoran sebagai umpan penariknya. Pelukis-pelukis seperti Maria Tjui dan Affandi banyak mengabadikan keadaan ini. Dalam seni musik karawitan telah terkenal gending "pan-sampanan" Madura, selalu dimainkan oleh perkumpulan karawitan di manamana. Not yang semula oleh Pak Seconegoro disesuaikan dengan not sistem Ki Hajar Dewantara, diubah oleh Pak Abd. Sukur sebagai berikut : G <br>Buka: 1 6 1 6 5 3 <br>. . . . P P P PG <br>5 3 6 5 6 5 3 2 <br>P P P PG <br>3 2 1 6 1 6 5 3 ..... Syairnya yang tennashur adalah: <br>Pan-sampanan ja' nga-nengnga <br>Ngarambang talena panceng ... . . . dan seterusnya <br>(Bersampan jangan terlalu ketengah <br>Terapung tali pancing....... ) Lagu-lagu Madura yang telah mashur seperti "Tanduk majang" atau "Olee ,"'lang" dengan syair sebagai berikut: <br>Ngapote wa' lajara etangale <br>Reng majang la tantona pada mole, <br>Mon tanggu dari ambet pajalana, <br>Mase bannya'a onggu le-ollena .... dan seterusnya <br>(Keputih-putihan layarnya kelihatan, <br>Sudah tentu para nelayan bersama pulang, <br>Bila dilihat dari sarat perjalanannya, <br>Seakan banyak hasil perolehannya) .... . .<noinclude> {{rh|26||}}</noinclude> hlbn7vutqj4ril5590o4azk969lv5p1 Halaman:Sengsara Membawa Nikmat (2010).pdf/8 104 90060 317214 258066 2026-09-05T08:23:28Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317214 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude>{{center|{{larger|{{cursive|Daftar Isi}}}}}} {{TOCstyle|model=D.P |Kata Pengantar|v |Bermain Sepak Raga|1 |Senjata Hidup|13 |Dimusuhi|26 |Membalas Dendam|31 |Berkelahi|43 |Pasar Malam|59 |Di Pacuan Kuda|73 |Menjalani Hukuman|81 |Pertolongan dan Kalung Berlian|99 |Lepas dari Hukuman|117 |Meninggalkan Tanah Air|127 |Tertipu|151 |Memperebutkan Pusaka|166 |Bahagia|179 |Pertemuan|195}}<noinclude>{{rh|||vii}}</noinclude> j0tt5oztbf9396dlz4akup1nr70np0m Halaman:Sengsara Membawa Nikmat (2010).pdf/5 104 90062 317215 258389 2026-09-05T08:24:42Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317215 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude>{{c|{{larger|{{cursive|Sengsara Membawa Nikmat}}}}}} {{c|Penulis: '''Tulis Sutan Sati'''<br> Penyunting: '''Tim Editor Balai Pustaka'''<br> Penyelaras Bahasa: '''Denny Prabowo'''<br> Penata Letak: '''Gatot Santoso'''<br> Desain Sampul: '''Tim Puri Margasari'''}} {{c|Cetakan pertama, 1929<br> Cetakan kedua puluh, 2010}} {{c|Diterbitkan oleh<br> PT Balai Pustaka (Persero)<br> Jalan Gunung Sahari Raya<br> No. 4 Jakarta 10710<br> Telp. (021) 3451616 Fax. (021) 3855736}} {{c|813<br> Sat&nbsp;&nbsp;&nbsp;Sati, Tulis Sutan<br> s&nbsp;&nbsp;&nbsp;Sengsara Membawa Nikmat/Tulis Sutan Sati;<br> — Cet. 20. — Jakarta: Balai Pustaka, 2010.<br> viii, 206 hlm.: ilus.; 21 cm. —<br> (Seri BP no. 829)<br> 1. Fiksi.&nbsp;&nbsp;&nbsp;I. Judul.&nbsp;&nbsp;&nbsp;II. Seri<br> ISBN 979-407-360-1}} {{c|Hak cipta dilindungi oleh undang-undang<br> Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian<br> atau seluruh isi buku tanpa izin tertulis dari penerbit}}<noinclude></noinclude> q92xgx83gu95wkjumbvn91e5vf50e7d Halaman:Sengsara Membawa Nikmat (2010).pdf/14 104 90109 317212 315987 2026-09-05T08:21:52Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317212 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude>untuk menonton. Ada pula di antara mereka itu yang bermain-main, misalnya berkucing-kucing, berkuda-kuda, dan lain-lain, menanti permainan dimulai. Segala orang di pasar itu rupanya gelisah, tidak senang diam. Sebentar-sebentar melihat ke jalan besar, sebagai ada yang dinantikannya. Tidak berapa lama antaranya, kelihatan seorang muda datang menuju ke pasar itu. Ia bercelana batik, berbaju Cina yang berkerawang pada saku dan punggungnya. Kopiahnya sutra selalu, berterompah dan bersarung kain Bugis. Sungguh, tampan dan alap benar kelihatannya dari jauh. Ia berjalan dengan gagah dan kocaknya, apalagi diiringkan oleh beberapa orang pengiringnya. "Itu dia Engku Muda Kacak sudah datang," kata Maun kepada kawan-kawannya. Mendengar perkataan Maun, orang yang duduk berkelompok-kelompok itu berdiri. Setelah Kacak sampai ke pasar, semuanya datang bersalam kepadanya. Sungguhpun Kacak masih berumur 21 tahun lebih, tetapi segala orang di pasar itu, baik tua ataupun muda, sangat hormat kepadanya dan dengan sopan bersalam dengan dia. Tetapi mereka bersalam tidak sebagai kepada Midun, melainkan kebalikannya. Mereka itu semuanya seolah-olah terpaksa, sebab ada yang ditakutkannya. Sudah padan benar nama itu dilekatkan kepadanya, karena bersesuaian dengan tingkah lakunya. Ia tinggi hati, sombong, dan congkak. Matanya juling, kemerah-merahan warnanya. Alisnya terjorok ke muka, hidungnya panjang dan bungkuk. Hal itu sudah menyatakan, bahwa ia seorang yang busuk hati. Di kampung itu ia sangat dibenci orang, karena sangat angkuhnya. Perkataannya kasar, selalu menyakitkan hati. Adat sopan santun sedikit pun tak ada pada Kacak. Ke mana-mana berjalan selalu ia pakai pengiring. Bahkan di dalam pemerintahan ia pun campur pula, agaknya lebih dari mamaknya. Sungguhpun demikian, seorang pun tak ada yang berani menegurnya, karena orang takut kepada Tuanku Laras. Kacak pun seolah-olah tahu pula siapa dia: karena itu ia selalu menggagahkan diri di kampung itu. {{nop}}<noinclude></noinclude> ou36oj3vt3e877ukfe7rd1acyzwr7yq Halaman:Sengsara Membawa Nikmat (2010).pdf/17 104 90112 317213 315989 2026-09-05T08:22:44Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317213 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude>tergelincir, lalu Kacak ... bab, jatuh terenyak. Segala yang main, baik pun si penonton semuanya tersenyum sambil membuang muka. Mereka itu seakan-akan menahan tertawanya. Oleh karena itu, tak ada ubahnya sebagai orang sakit gigi tertawa. Sebabnya, ialah karena orang segan dan takut kepada kemenakan Tuanku Laras itu. Waktu Kacak terduduk, dan warna mukanya itu pucat menahan sakit, seorang daripada mereka yang main itu bernama Kadirun berkata, katanya, "Cempedak hutan!" Adapun Kadirun itu ialah teman Midun semasa kecil. Ia amat pandai membuat orang tertawa. Tak ada ubahnya sebagai alan-alan (badut) pada komidi. Jangankan mendengar perkataannya, melihat rupanya saja pun orang sudah hendak tertawa. Kadirun adalah seorang muda yang sabar. Biarpun bagaimana juga diolok-olokkan orang, ia tertawa saja. Meskipun orang marah kepadanya, tetapi manakala berhadapan dengan dia, tak dapat tiada tertawa. Memang sudah menjadi sifat padanya tabiat itu sejak kecil. Hampir semua orang di kampung itu sudah mengetahui perangai Kadirun yang demikian. Kawan-kawan Kadirun waktu masih kanak-kanak dahulu, lebih kurang ada sepuluh orang yang hadir di sana. Mereka itu mengerti apa maksud Kadirun berkata begitu. Semuanya terkenang akan kejadian semasa mereka masih kecil itu, ketika menggembalakan kerbau di hutan. Karena itu tidak tertahan lagi perut mereka itu hendak tertawa. Kesudahannya lepas jua, mereka tertawa gelak-gelak mengenangkan perbuatan masa dahulu. Kacak bertambah pucat mukanya karena malu. Apalagi dalam permainan itu, ia dialahkan Midun. Tubuhnya berasa sakit terjatuh. Pada pikiran Kacak orang tertawa itu mengejekkannya. Sekonyong-konyong merah padam mukanya. Darahnya mendidih, sebab marah. Maka diturutnya Kadirun akan menanyakan, apa maksud perkataan "Cempedak hutan" itu. Kadirun anak muda yang sabar itu menjawab katanya, "Tanyakan kepada Midun apa maksudnya, Engku Muda!" Mendengar perkataan itu, Kacak makin meradang. Hatinya bertambah panas, lebih-lebih mendengar nama orang yang<noinclude></noinclude> 2dk4dxqrytq4utj7snps2sz7huke64j Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/10 104 105509 317206 308525 2026-09-05T08:01:55Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317206 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude><section begin="babx" />{{hwe|njerang|menjerang}} kepada orang she Houyan itu, hingga dia ini lantas mendjadi kewalahan. Terpaksa dia main mundur. Menjaksikan kawannja terantjam bahaja, Pok In Hoel dan Ma Tjoen lantas bergerak, bertindak dibelakang Nona Sim, siap-sedia untuk sembarang waktu turun tangan. Houyan Pioe terus mundur. Ia mulai mendjadi bingung, hingga ia mundur tanpa mentjari tahu lagi dibelakangnja ada djalanan atau tidak. Lagi beberapa tindak, ia telah tiba ditepi empang. Dipihak lain Goat Hoa djuga tidak dapat melihat kedepan, karena selagi ia mendesak, matanja ditudjukan tjuma terhadap lawannja ini, Ia berkeputusan untuk dapat merobohkan musuhnja. Adalah Pok In Hoei dan Ma Tjoen jang tahu dengan baik apa jang ada dibelakang Houyan Pioe, maka djuga si orang she Ma tidak dapat berdiam lebih lama lagi sambil berseru ia lompat kepada Goat Hoa, punggungnja ia serang. Berbareng dengan itu, Tjio Hoa dari atas pohon lompat turun dan terus ia menjerang Nona Sim dengan panahnja, karena dia djuga hendak menolongi kawannja itu. Dengan terpaksa Goat Hoa mesti tolong dirinja sendiri dengan menjingkir dari kedua serangan Ma Tjoen dan Tjio Hoa itu, hingga Houyan Pioe dapat bernapas, malah sebaliknja, dialah jang sekarang mentjoba membalas mendesak lawannja itu dan selang sesaat, Tong San Siang Koay jang muda ini berlompat tinggi melewati musuhnja, hingga ia mendjadi berada dibelakang musuh itu. Sedetik kemudian, keadaan mendjadi terbalik. Sekarang adalah Goat Hoa, jang mendjadi terdesak kearah pinggiran empang. Didepannja, Houyan Pioe mendesak dengan ditundjang Pok In Hoei, Ma Tjoen dan Tjio Hoa. Jang belakangan ini mengambil tempat disamping, disebelah lain dari Soen Eng, karena keduanja siap-sedia dengan panah mereka. Ma Tjoen girang sekali menghadapi musuh jang pasti bakal lantas buntu djalan. Ia memegang sendjata jang pandjang, maka ia dapat dari tempat djauh mendesak lawan ini sekalipun sang lawan tangguh, sebaliknja lawan itu bergegaman pedang, sendjata jang pendek. Demikian, ia segera memulai dengan rangsakannja. Satu kali Goat Hoa ditikam iga kanannja. Ia berkelit sambil mendak, terus ia memutar tubuh kekiri, sambil pedang ditangan kanannja menjontek udjung sendjata lawannja itu. <section end="babx" /><noinclude>{{rh|||193}}</noinclude> 8n9yhr8k6pmv6p0y6fe5hkwvbn1h2ci Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/11 104 105546 317207 297797 2026-09-05T08:02:39Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317207 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude>Ma Tjoen bisa menarik pulang sendjatanja, lalu kembali ia mendesak dengan beberapa tikaman saling-susul. Ia benar2 menang diatas angin. Sepasang alisnja Goat Hoa berbangkit berdiri mengetahui orang rangsak dia setjara demikian. Dia lantas mengempos semangatnja, dengan begitu dapat menggerakkan pedangnja sampai pedang itu bagaikan naga memain diair, sinarnja berkilauan. Baru beberapa gebrak, sudah terdengar satu suara njaring, lalu ternjata, sendjatanja Ma Tjoen kena dipapas kutung pedang Pekhong-kiam. Tetapi orang she Ma ini besar njalinja. Ia tidak mendjadi kaget atau djeri. Setelah lompat mundur, ia putar sendjatanja gagang didepan untuk digunakan sebagai toja. Dengan lantas dada si nona terantjam tikaman. Nona Sim tetap menguasai kelintjahan tubuhnja, Ia berkelit hingga sendjata musuh lewat disamping iganja. Inilah antjaman bahaja hebat, sebab hampir sadja kulit atau dagingnja kena terserempet. Goat Hoa kemudian melakukan pembalasan — Pedangnja mendjurus ketenggorokan Ma Tjoen. Orang she Ma itu liehay dan gesit, tetapi kali ini ia kalah gesit dengan si nona, Siasia sadja ia mentjoba mendjauhkan tenggorokannja, udjung pedang toh menjamber kepipi kirinja. Dengan lantas ia keluarkan djeritan hebat, tangannja melepaskan sendjatanja, tubuhnja turut roboh. Dua saudara Tjio kaget begitu djuga Pok In Hoel. Dengan berbareng mereka berlompat dari tiga djurusan untuk mengurung Goat Hoa, dua batang pedang serta sepasang poankoanpit turun meluruk kepada nona itu. Meskipun ia dikepung bertiga, Goat Hoa tidak mendjadi djeri. Ia melawan dengan tidak kalah hebatnja. Tong San Siang Koȧy tidak puas menjaksikan begitu banjak orang mengepung satu nona tanpa hasil, malah Ma Tjoen mesti roboh sebagai korban oleh karenanja, mereka menduga, sekalipun bertiga, In Hoel, Soen Eng serta Tjio Hoa belum tentu dapat merobohkan musuhnja itu. Maka saking mendongkolnja, Houyan Pa lantas mengulur tangannja jang kanan kebebokongnja sesudah lebih dulu geser pedangnja ketangan kiri. Ia merabah sematjam kempis dibebokongnja itu, dari dalam mana ia tarik keluar sebungkus<noinclude>{{rh|194}}</noinclude> fgn09il2qyawdvp59d8x93khowhygdx Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/12 104 105584 317208 297895 2026-09-05T08:03:44Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317208 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude>terisi duabelas batang hoeipoat atau tjetjer jang terbuat dari perunggu. Itulah sendjata rahasianja jang ia telah jakinkan selama sekira tigapuluh tahun, malah djusteru itulah sendjata jang mengangkat nama mereka berdua saudara. Sudah lama hoeipoat itu, atau tjetjerterbang, tidak pernah digunakan, kalau sekarang ia mengeluarkan, karena sangat penasaran. Besar hoeipoat seperti mulut tjawan, beratnja kira setengah kati sebuahnja, diempat pendjuru ada udjungnja jang lantjip tadjam bagaikan pisau, maka diwaktu ditimpukkan, bagian jang tadjam itu bisa mentjelakai sasarannja, Pula, diwaktu ditimpukkan, hoelpoat bagaikan terbang, dan perihal tjepat atau pelahannja bergantung pada tenaga jang Houyan Pa kerahkan, Biasanja hoeipoat dilepaskan tiga empat buah saling susul, tapi sifat jang hebat adalah bahwa jang sampai paling dulu adalah susulan jang paling belakang. Sinar emasnja pun bisa menjilaukan mata. Dan hebatnja, hoeipoat ini tidak bisa disambuti untuk ditangkap dan sulit djuga untuk ditangkis! Kalau disambut dia dapat melukai tangan, kalau ditangkis pastilah meleset dan bisa menjerempet tangan lawan djuga! Tjuma orang jang liehay sekali dan dapat melihat serangan barulah ada kemungkinan dapat menangkisnja dengan tepat. Sedjak meninggalnja Pek Ho Tootiang, imam dari kelenteng Pek Ho Koan di Inlam, maka didalam dunia kangouw tinggal Houyan Pa seorang jang dapat menggunakan sendjata rahasia jang istimewa itu. Houyan Pa tahu bahwa So In Soe-thay, bhikshumi tua dari gunung Boe Ie San, bukannja orang jang harus didjadikan musuh. Ia sebenarnja tidak niat melajani Sim Goat Hoa dengan sendjata rahasianja itu, tetapi ilmu pedang Pek Wan Kiam-hoat si nona demikian liehay. Djikalau dua saudara Tjio dan Pek In Hoei tidak dibantu olehnja, mereka bisa dapat susah, sedang ia sendiri, sulit untuk mempertahankan muka terangnja. Maka untuk membuat nona itu mundur, terpaksa ia mesti ambil djalan jang terachir ini. „Toako, mau tunggu apa lagi? Lekas hadjar dia!” demikianpun andjuran Houyan Pioe dan Ma Tjoen, jang sangat mendongkol dan penasaran. Dilain pihak, Pek-Ho Siauw Seng Tay, dengan teriakan bahasarahasianja, sudah memberi peringatan kepada dua saudara Tjio {{hws|en|entjie}}<noinclude>{{rh|||195}}</noinclude> 3hc8haqxsadpn3o1w4skhztv5eeosz9 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/13 104 105585 317209 297896 2026-09-05T08:06:49Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317209 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude>{{hwe|tjie|entjie}} dan adik serta Pok In Hoei, agar mereka lekas menjingkir, supaja Houyan Pa merdeka menggunakan sendjatanja. Bahasa rahasia kaum kangouw banjak matjamnja, bergantung kepada masing² golongan, akan tetapi disamping itu, pada pokoknja, adalah sama maksud tudjuannja. Hal ini dimengerti dengan baik oleh Sim Goat Hoa, maka mendengar suara pihak luar itu, ia bisa duga, musuhnja berbitjara terhadap tiga lawannja itu, hingga ia menduga djuga mesti ada niat sesuatu dari mereka itu. Dugaannja ini lantas diperkuat dengan berubahnja serangan Pok In Hoei, jang tiba² mendjadi hebat sekali, begitu djuga kakak-beradik she Tjio itu, jang mentjoba mendesak. „Pastilah mereka berniat mengundurkan diri”, demikian terkaannja terachir. „Mereka berdjumlah banjak, mereka belum roboh semua, kenapa mereka berniat mundur? Disini tentu ada sebabnja .........” Oleh karena menduga demikian matjam, Goat Hoa lantas memikir untuk melibat ketiga lawannja itu, akan tetapi walaupun ia liehay, ia tidak bisa melihat semua. Dua saudara Tjio, jang lintjah sekali, sudah lantas memisahkan diri mereka. Hingga tinggallah Pok In Hoei seorang jang kurang gesit, maka kenalah ia dilibat lawannja. Melajani terus nona itu, Pok In Hoei melakukan penjerangan dengan djurusnja „Memetik bintang ditukar dengan bintang”. Dengan tangan kirinja ia menotok djalan darah tay kin-hiat dipundak kanan lawannja. Sim Goat Hoa menggeser sedikit tubuhnja kesamping ketika totokan tiba, dengan begitu ia luput dari bahaja. Totokan lawannja itu turun kebawah, In Hoei tarik pulang tangannja itu, dilain pihak tangan kanannja dipakai menotok lengan si nona, jang ia papaki. Dengan sebat Goat Hoa tarik pulang tangannja itu, untuk dengan tangan kanannja, jang mentjekal pedang, ia membabat. Serangan ini dilakukan dengan hebat, tetapi In Hoei sempat berlompat mundur. Si nona tidak mau sudah dengan begitu sadja. Ia pun berlompat, untuk menjusul. Dengan merenggangkan diri, tidak dapat ia libat lawan itu. Pok In Hoei djuga menginsafi bahaja jang mengantjam padanja, maka ia hendak menggunakan poankoanpitnja, itu sendjata {{hws|se|sematjam}}<noinclude>{{rh|196}}</noinclude> hvgq1sadfshpvrtqsiyb2xesro2gsg2 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/14 104 105706 317210 298094 2026-09-05T08:07:57Z Zweiazza 27590 /* Tervalidasi */ 317210 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Zweiazza" /></noinclude>{{hwe|matjam|sematjam}} alat-tulis, guna menotok si nona. Begitulah dengan sebat ia putar tubuhnja untuk dapat menempatkan diri dibelakang musuh. Untuk itu lebih dulu ia sampok pedang Pek hong-kiam hingga pedang itu mental. Akan tetapi Goat Hoa tjerdik dan lintjah sekali. Dia berkelit njamping, terus merangsak pula, begitu tjepat hingga dia berada dekat tubuh musuh. Karena pedangnja telah terpental, tak keburu dia menggunakan lagi sendjatanja itu, maka sebagai gantinja, tangan kirinja jang menindju dada lawan. Sekarang Pok In Hoeilah jang tidak keburu memernahkan diri. Tidak ampun lagi ia kena ditindju. Ia sebenarnja kena dihadjar dengan tenaga lima bagian, tetapi ia terhadjar terpelanting keempang ber-sama² sendjatanja! Kaget pihak sana, gempar suara mereka. Saat itu, Houyan Pa tidak dapat berlaku ragu lagi, maka sambil berseru „Awas!” ia menjerang dengan sendjata-rahasianja jang telah disiapkannja sedjak tadi. Goat Hoa terperandjat, apapula ia dengar suara angin jang berbeda daripada biasanja. Tanpa bersangsi sedikit djuga, ia lompat meleset kekiri dengan gerakan „Burung walet menembusi kere”, hingga ia pisahkan diri sedjumlah kira² dua tombak. Tapi tjetjer Houyan Pa telah menjerang dengan saling-susul, bergerak bagaikan dua ekor kupu², menjambernja sangat pesat. Nona Sim tidak berani menangkis atau menjambuti. Untuk melindungi dirinja, ia mengkeratkan tubuh hingga mendjadi tjiut, lalu ia main berlompatan diantara samberan sendjata-rahasia musuh itu. Mau atau tidak, Houyan Pa mendjadi kagum dan mesti memudji kelintjahan lawan, akan tetapi walaupun demikian, ia tidak berhenti dengan penjerangannja. Setelah tjetjer jang ketiga, lalu datang jang keempat, jang menjapu kebawah, ketika baharu sadja si nona menaruh kakinja ditanah, dia sudah disamber lagi. Kali ini Goat Hoa dapat ketika melihat bentuk sendjata rahasia musuh itu. Ia singkirkan kakinja dan dengan tangan kirinja, ia menekan dengan kaget kepada tubuh tjetjer. Ia berhasil membuat sendjata-rahasia itu djatuh ketanah, nantjap seperti membuat liang. Melihat itu, Ia mendjadi gentar hatinja. Begitu liehay sendjata itu. Masih Houyan Pa tidak mau berhenti, bahkan kali ini dua tangannja terajun dengan berbareng, sedang sendjata jang {{hws|ditimpuk|ditimpukkan}}<noinclude>{{rh|||197}}</noinclude> 40xnrc434jyiy75nju0w66i2nn7iod8 Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0010 Tahun 2026 0 110575 317030 308499 2026-09-04T16:03:05Z Yuliarp 24785 317030 wikitext text/x-wiki {{header | title = Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0010 Tahun 2026 | author = | translator = | section = tentang Penetapan Satuan Pendidikan Pelaksana Program Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding dan Kecerdasan Artifisial | previous = | next = | notes = }} <div class="indented-page"> <pages index="Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0010 Tahun 2026.pdf‎‎" from=1 to=3 /> </div> == Lihat pula == * [[/Lampiran/]] {{DP-ID-bebashakcipta}} [[Kategori:Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah tahun 2026| 0010]] [[Kategori:WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026| 0010]] 8jbs5lnvvs2qwnz7ulibv3a8k2qz9ap 317031 317030 2026-09-04T16:03:20Z Yuliarp 24785 317031 wikitext text/x-wiki {{header | title = Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0010 Tahun 2026 | author = | translator = | section = tentang Penetapan Satuan Pendidikan Pelaksana Program Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding dan Kecerdasan Artifisial | previous = | next = | notes = }} <div class="indented-page"> <pages index="Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0010 Tahun 2026.pdf‎‎" from=1 to=3 /> </div> == Lihat pula == * [[/Lampiran/]] {{DP-ID-bebashakcipta}} [[Kategori:Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah tahun 2026| 0010]] fe4vpkuuifmxpksbpup87mjd3wst45j Halaman:CIVICS, Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia.pdf/37 104 112201 317145 316155 2026-09-05T00:52:25Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317145 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>Warga merdeka hanjalah dapat hidup dalam negara jang merdeka, Sebab itu hendaknjalah semua tindak-tanduk warga- negara itu bersifat kesetiaan kepada dan bertudjuan memadju- kan nusa dan bangsa. {{c|BAB 29}} {{c|KEWADJIBAN DAN TANGGUNGDJAWAB WARGA NEGARA PADA UMUMNJA.}} 217. Baiklah kita bandingkan usaha negara itu dengan sepak terdjang suatu kesebelasan sepak bola. Auggota<sup><small>2</small></sup> kesebelesan itu menempuh Latihan<sup><small>2</small></sup> jang beraneka ragam buat memperolch ketjakapan jang memadai. Mereka itu mempeladjari setjara teoritis dan praktis siasat serta peraturan<sup><small>2</small></sup> sepak bola itu. Berbagai kompetisi pertandingan diadakan buat mematangkan permainan tiap peserta. Achirnja sckalipun tugas, pengetahuan dan kejakapannja berbeda-beda, namun mereka itu harus terus-menerus bekerdja sama dan tunduk pada displin, agar supaja dapat mentjetak gol sebanjak-banjaknja. Tiap pemain memperlihatkan kepribadiannja, namun ia tidak boleh memisahkan diri dan memang tidak dapat dipisahkan dari rekan<sup><small>2</small></sup>nja. # Tiap warganegara wadjib meniiapkan diri buat tugasnja. Dalam persiapan itu ia memperoleh bantuan dan berbagai kesempatan dari pemerintah serta badan<sup><small>2</small></sup> lainnja dalam masjarakat. # Setjara teoritis dan praktis harus dipeladjarinja nusa dan bangsanja. Buat apalah mengutjapkan ,,Indonesia nan indah dan permai,” padahal tidak pernah menjaksikan dan menjadarinja? Tidak pada tempatnjalah meneriakkan ,,satu nusa, satu bangsa", padahal dalam praktek hidup kenegaraan penuh prasangka dan tidak mau bekerdja dengan suku<sup><small>2</small></sup> lainnja! Sebab itu haruslah dipeladjari seluas-luasnja dan sedalam-dalamnja keadaan musa dan bangsa. Pasti akan timbul saling pengertian sehingga mungkin terdapat kompetisi dan kooperasi jang sehat. # Dalam masjarakat kita berlaku bermatjam-matjam kepertjajaan dan agama; adat istiadat dan sopan santun, berdjenis-djenis tjorak seni dan kabukajaan daerah, berbagai peraturan tata-tertib dan tatahukum. Sebab itu sangat perlu adanja toleransi,Dan memang, dari pembawaannja bangsa kita bersikap ramah tamah, penuh toleransi. # Tiap warganegara, dilapangan manapun ia sesamanja,mengusahakan kerdja sama jang erat dengan sesamanja, bertindak tegas berani, tulus djudjur dengan berpegang teguhkepada kaidah<sup><small>2</small></sup> hukum dan kesusilaan. Penjelewengan pesertaakan menghambat, malahan boleh djadi merusak permainan.Penjelewengan warganegara akan menghambat kemadjuanmalahan boleh djadi merongrong negara, 218, Dalam masjarakat Indonesia sedjak dulu kala berlaku kerukunan tolong menolong, gotong-rojong, holopis kuntul baris. Umpamanja waktu mendirikan rumah, membuka hutan, mengadakan upadjara<sup><small>2</small></sup>, pendek kata selalu njata, baik pada masa gembira, maupun pada masa kesusahan. Sudah barang tentu, masjarakat sekarang jang modern sudah sangat berbeda dari pada magjarakat lama, Namun alangkah sajangnja, apabila tjiri kepribadian itu lenjap! Terbuka djalan buat menjaturkannja kebadan<sup><small>2</small></sup> koperasi; kepada berbagai usaha kebersihan dan kesehatan; kedalam, pekerdjaan mendirikan sekolah dan pemberantasanbuta huruf; kedalam penertiban dan pemulihan keamanan; dll. Kegelisahan dan kegontjangan didalam masjarakat dapat dikurangi sampai seketjil-ketjilnja, apabila djurang djarak antara warganegara itu dapat dibuat sedangkal-dangkalnja dan sesempit-sempitnja. Djurang djarak itu ada antara si kaja dan si miskin, si terpeladjar dan si buta huruf; si berpangkat tinggi dan si djembel; si pengusaha dan si buruh; si penduduk kota dan si petani penduduk desa; dstnja. Salah satu djalan buat mengurangi djurang djarak itu ialah kerukunan, tolong-menolong, gotong-rojong, holopis kuntul baris. Djalan lain jalah membuka kesempatan jang sama bagi semua warganegara : kesempatan mengedjar pengetahuan dan ketjakapan, mentjari nafkah ; melamar pekerdjaan ; menikmati buah hasil imu pengetahuan dan teknik modern. civies 10 {{rh|144||145}}<noinclude></noinclude> trlwkigtaf2in4vdyfs9poqb9e7mtb8 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/15 104 112677 317199 312101 2026-09-05T02:12:50Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317199 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|{{sp|'''SAMBUTAN.'''}}}} Sepandjang pengetahuan saja buku tentang sedjarah perdjuangan Pemuda Indonesia jang berusaha mentjakup seluruh sedjarah itu dari mulai timbulnja pergerakan pemuda, jaitu pada zaman kita masih didjadjah oleh kolonialisme Belanda, sampai kita dapat mengkonsolidasi dan membulatkan kemerdekaan kita jang telah kita rebut kembali, baru pertama kali ini ditulis. Tapi djustru karena baru pertama kali ditulis, lagi pula berusaha mentjakup seluruh sedjarah perdjuangan pemuda kita, mungkin sekali didalam buku ini masih terdapat kekurangan-kekurangan. Karena itu chalajak ramai jang membatja buku ini diminta untuk mengadjukan kritik-kritik jang membangun dan jang berdasarkan kenjataankenjataan objektip. Maksud daripada penerbitan buku ini ialah pertama-tama untuk memberi kesempatan kepada pemuda-pemuda kita untuk memberikan pertanggungan-djawab tentang peranan jang diambilnja dalam perdjuangan Rakjat Indonesia kearah pembebasan Tanah-Air dari belenggu kolonialisme/imperialisme dan dalam usaha pembangunan Bangsa dan Tanah-Air dalam segala bidang. Salah suatu hal jang mungkin dirasakan sebagai kekurangan oleh sesuatu pihak ialah bahwa tiap-tiap penulisan sedjarah itu mempunjai dasar pendirian jang tertentu dan apa jang dimasukkan kedalam tiap-tiap buku sedjarah adalah hal-hal jang oleh penulis dianggap tjukup penting. Bitjara mengenai hal jang terachir ini sadja, karena penilaian atau "evalution" terhadap sesuatu kedjadian adalah tergantung daripada penulis, maka untuk mendjaga supaja penilaian atas kedjadian-kedjadian dalam Sedjarah Perdjuangan Pemuda Indonesia itu diadakan seobjektif mungkin, telah diusahakan susunan Panitia buku sedjarah ini jang seluas-luasnja, jang didalamnja terdapat Pemuda-pemuda dari sebanjak mungkin golongan jang representatif. Apakah "evalution" mereka itu benar, mungkin generasi jang akan datanglah jang pada umumnja akan dapat menentukannja, karena generasi jang sekarang ini mungkin masih mempunjai sikap<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude> 1z7btzswib5d8sogtrb45ykymssc24m Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/16 104 112681 317200 312108 2026-09-05T02:13:06Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317200 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>jang sangat emosional terhadap sedjarahnja sendiri. Maklumlah djika ada sesuatu tjabang ilmu jang tidak dapat dilepaskan dari emosi, maka tjabang ilmu itu adalah sedjarah, sekurang-kurangnja sedjarah jang mengenai bangsa, tanah-air atau golongan orang jang berkepentingan. Djika kita sudah menginsjafi kenjataan ini, maka pembatja akan bersikap lebih objektif terhadap usaha penulisan buku sedjarah ini. Bagaimanapun djuga, pembatja buku ini akan memberi pengetahuan kepada pemuda-pemuda kita akan kekuatan-kekuatan, tetapi djuga akan kelemahan-kelemahan, daripada perdjuangan pemuda kita dihari kemarin. Memang menurut perasaan saja, peladjaran jang dapat kita ambil dari tiap-tiap sedjarah ialah mendapatkan tjontoh-tjontoh dari hal-hal jang harus kita hindari. Harapan kami, pimpinan Departemen Pendidikan Dasar dan Kebudajaan jang didalamnja masuk Biro Urusan Pemuda, ialah agar supaja buku sedjarah ini mendjadi dorongan bagi pemuda-pemuda kita generasi sekarang dan generasi jang akan datang untuk berdjuang lebih baik lagi daripada pemuda-pemuda kita dari zaman jang sudah lampau atau hampir lampau. Dengan perkataan berdjuang lebih baik itu jang saja maksud pertama-tama ialah diperkuatnja persatuan antara organisasi-organisasi pemuda dari semua golongan NASAKOM atas dasar tudjuan jang sama, jaitu ikut serta memperkokoh kedaulatan Republik Indonesia dan ikut serta mendjadikan Ibu Pertiwi mendjadi ibu sedjati bagi seluruh rakjat pekerdja dan rakjat djelata Indonesia dan bukannja mendjadi ibu sedjati daripada kaum kapitalis dan penghisap lain-lainnja, tetapi tetap mendjadi ibu tiri bagi seluruh rakjat pekerdja dan rakjat djelata. Sebagai kenjataan telah kita ketahui bersama, bahwa pemuda itu pada umumnja mempunjai daja pendorong jang besar dan mempunjai intuisi jang lebih murni daripada kaum tua. Karena itu dalam tiap-tiap revolusi sudah wadjarlah bahwa pemuda mengambil peranan sebagai pendorong dan pendobrak. Hanja oleh karena kaum tua biasanja telah banjak mempunjai pengalaman, jaitu pengalaman tentang perdjuangan kerakjatan, maka kombinasi daja pendorong-pendorong dari kaum muda dan pengalaman dari kaum tua biasanja dapat menjelamatkan sesuatu revolusi. Tentu sadja kita bitjara tentang kaum muda dan kaum tua jang progresif-revolusioner dan bukannja tentang orang-orang reaksioner, baik muda maupun tua.<noinclude>{{rh|||10}}</noinclude> 2o4thzc3wxwkzqdegpcn9v6kkvy0eez Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/17 104 112690 317201 312121 2026-09-05T02:13:24Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317201 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Harapan jang bertanda tangan dibawah ini ialah, bahwa seluruh Pemuda Indonesia jang ''sungguh-sungguh setudju dengan sosialisme Indonesia, djadi dengan sendirinja bermoral sosialis,'' dalam persatuan dan kesatuan jang lebih erat lagi akan terus berdjuang bersama-sama dengan rakjat patriotik untuk kebahagiaan seluruh Rakjat dan Bangsa Indonesia pada chususnja, umat manusia pada umumnja. {{border|position=right|compact=true|color=#FFFFFF|max-width=25em| {{c|Djakarta, 31 Desember 1963.<br>Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudajaan,<br><br><br><br>{{sp|Prijono}}}}}}<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude> kfbddzbzj6dthwf02udgdz7kl2ohpmi Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/19 104 112708 317202 312147 2026-09-05T02:13:37Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317202 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|{{sp|'''KATA PENGANTAR'''}}}} Sudah lama mendjadi perentjana dan pemikiran Biro Pemuda Departemen Pendidikan Dasar dan Kebudajaan untuk dapat membukukan Sedjarah Perdjuangan Pemuda Indonesia, dimana dapat ditjantumkan segala dokumentasi mengenai kegiatan dan kehidupan pemuda dan gerakan pemuda Indonesia. Buku Sedjarah Perdjuangan Pemuda seperti ini dirasakan perlunja bukan hanja untuk didjadikan bekal dalam pelaksanaan kerdja sehari-hari dalam melaksanakan program kerdja Biro Pemuda, bukan pula hanja untuk didjadikan bahan dalam ikutsertanja gerakan pemuda Indonesia dalam kegiatan-kegiatan kepemudaan dan masjarakat setjara nasional dan internasional, tetapi lebih dari itu, pengalaman perdjuangan pemuda sepandjang sedjarahnja ini sangat diperlukan dalam mengikuti langkah-langkah perkembangan gerakan pemuda jang dinamis, terutama pada masa achir-achir ini. Dalam menghadapi peristiwa-peristiwa ini, selalu dirasakan kekurangan bahan perbandingan jang telah terkumpul lengkap, jang bisa ditimba sari-patinja untuk dapat didjadikan bahan dalam melandjutkan langkah-langkah kegiatan pemuda jang kian hari kian madju dengan pesatnja, kian hari kian tinggi prestasinja dalam memberikan sumbangannja untuk penjelesaian tugas-tugas revolusi Agustus 1945. Karenanja dalam kesempatan penerbitan pertama dari Buku Sedjarah Perdjuangan Pemuda Indonesia ini, kami merasa mendapat kehormatan untuk dapat menjatakan rasa terima kasih kami jang mendalam kepada J.M. Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudajaan Bapak Prijono, jang telah memberikan perhatian, dorongan dan segala kemudahan hingga selesainja penjusunan buku ini. Kami merasakan dan menginsafi sepenuhnja bahwa penulisan Buku Sedjarah Perdjuangan Pemuda Indonesia bukanlah pekerjaan jang ringan. Penjusunan ini menuntut tanggung djawab. Karena hakekatnja penulisan sesuatu sedjarah adalah pembuatan sedjarah itu sendiri. Berhubung dengan itu tugas berat, tetapi besar artinja dan mulia ini kami serahkan kepada tokoh-tokoh pemuda, jang karena pengertiannja, karena pengalamannja, karena approachnja setjara langsung kami harapkan dapat menuangkan segala sesuatunja setjara lengkap dan menjeluruh. Dengan surat keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan {{hws|Kebu|Kebudajaan}}<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude> e09oh1qlwbcpuggk1yth7g7lq41e813 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/9 104 112739 317203 312193 2026-09-05T02:14:53Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317203 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{border|position=center|compact=true|color=#FFFFFF|max-width=34em|{{c|Motto :}}<br> ''”Hanja bangsa jang dapat memetik peladjaran dari masa jang silam, dan tjakap mempergunakan pengalaman-pengalamannja dalam menghadapi masa depan, dapatlah bangsa itu mendjadi bangsa jang besar”.''<br><br><br>{{c|Ir. SOEKARNO<br>(dikutip dari "Lukisan Revolusi Indonesia" )}}}}<noinclude></noinclude> acdnyaj8byubvdccdrov372i6s09qry Halaman:Demokrasi Terpimpin.pdf/37 104 112749 317056 316035 2026-09-04T22:14:11Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317056 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>3. '''Golongan Fungsionil dalam masjarakat Indonesia.''' a. Batasan Golongan Fungsionil. tjita-tjita Bangsa Indonesia jang tersirat dalam Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Ini berarti bahwa golongan Fungsionil dalam masjarakat Indonesia ditentukan oleh dua hal. Pertama, ditentukan oleh hakekat tjita-tjita Bangsa Indonesia dan Kedua, ditentukan oleh peranan golongan menurut bakat, tugas pekerdjaannja dan kepentingannja dalam pelaksanaan tjita-tjita Bangsa Indonesia tersebut. Hakekat tjita-tjita Bangsa Indonesia telah kita uraikan diatas. Untuk menentukan peranan golongan dalam pelaksanaan tjita-tjita Bangsa harus ditindjau dari babakan perdjuangan Nasional Indonesia. Telah kita kemukakan diatas bahwa sedjak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, perdjuangan Nasional Indonesia memasuki suatu babak dan suasana revolusi, jaitu, Revolusi Nasional Indonesia. Pelaksanaan tjita-tjita Bangsa dalam Revolusi Nasional sedjak Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat kita babak dalam dua babak, ,,Perang Kemerdekaan" dan babak ,,Penjelesaian Revolusi". b. Pelaksanaan Revolusi Babak ,,Perang Kemerdekaan". Dalam babak Revolusi Perang Kemerdekaan (17 Agustus 1945 — 27 Desember 1949), kita kenal mereka itu jang mendjadi pendobrak dan pelaksana bermula dari Revolusi Nasional Indonesia — mereka ini adalah Angkatan Proklamasi 17 Agustus 1945. Kita kenal mereka itu jang bergolong setjara wadjar dalam kesatuan-kesatuan Lasjkar Rakjat, T.K.R., T.N.I., A.L.R.I., A.U.R.I., Polisi, berdjuang bahu-membahu dengan Rakjat dan Pemerintah di front depan Perang Kemerdekaan.<noinclude>{{rh|30}}</noinclude> 5ej53yv499t2uqh2ltu5qcr9wx50mbl Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/131 104 112860 317146 316941 2026-09-05T00:53:34Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317146 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>sedangkan Kompi IV. pasukannja dipimpin oleh Abijat, Sukijat, dan Suwarno. Karena Kabupaten Blitar ditundjuk sebagai daerah serangan musuh, maka Peta didaerah itu ditugaskan untuk membuat perbentengan dan melakukan latihan-latihan jang sangat berat. Untuk menunaikan tugas ini ditugaskan serombongan pelatih-pelatih Djepang jang terdiri dari 4 orang opsir dan 4 orang bintara jang dipimpin oleh seorang kapten jang bernama Obajasi. Latihan-latihan jang harus dilakukan oleh Peta itu sangat berat, tambah lagi pradjurit-pradjurit Peta itu harus ikut membuat perbentengan dipantai selatan jang berbatasan dengan hutan rimba. Untuk melakukan pekerdjaan ini maka tjudan-tjudan Peta itu ditempatkan sesuai dengan tudjuannja, jaitu Tjudan I di Djolosutro, dengan membuat perbentengan di Wonosari, Gunung Tengger dan Wedi Ireng; Tjudan II di Serang dengan perbentengannja di Selo Alit, dan Serit; Tjudan III di Tambak dengan perbentengannja di Sebon Dulit, Pasetran Gondomajit dan kemudian perbentengan jang kedua di Ngantang, dan jang achirnja ke Tuban. Dalam waktu membuat perbentengan ini Peta dapat mengetahui penghidupan dan perlakuan terhadap romusha-romusha, dan kepedihan hidup rakjat luas sehari-hari. Lagi pula perlakuan pelatih Djepang sangat kasar dan menjakitkan hati baik terhadap pradjurit, bintara dan perwira Peta. Mereka suka mentjatji maki, memukul dan mentjampuri urusan pimpinan dengan semena-mena sadja hingga menambah perasaan djengkel diantara opsir-opsir Peta. Keadaan demikian menimbulkan kedjengkelan, kemarahan dan dendam jang dalam dikalangan pradjurit-pradjurit, bintara-bintara dan opsir-opsir Peta. Mereka ingin segera mengachiri keadaan seperti ini. Kesadaran nasional jang makin mendalam dikalangan anggota-anggota Peta telah mengetok hati sanubarinja mereka untuk tidak lagi memperkenankan keadaan seperti ini berlangsung terus menerus. Achirnja meledaklah dendam hati mereka itu dalam bentuk pemberontakan bersendjata jang terkenal dengan pemberontakan Peta Blitar. Pada pertengahan bulan Oktober 1944 beberapa opsir Peta antara lain Sjodantjo Suprijadi, Muradi, Sukadi dan lain-lainnja dan beberapa Budantjo: Sunanto, Sukeni dan Tarmudji, berkumpul dan menjatakan tekad untuk mengangkat sendjata dan memberontak terhadap Djepang. Diantara mereka mengadakan pembagian tugas untuk menghubungi pendjabat-pendjabat bataljon-bataljon lain dan untuk memberi pendjelasan kepada anak buah bataljon Blitar. Selama sebulan mereka telah menghubungi bataljon-bataljon seperti Tulung Agung, Kediri, Lumadjang,<noinclude>{{rh|||125}}</noinclude> eih6f38m096a6482f984hd7wztmfwwk Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/134 104 112869 317147 316942 2026-09-05T00:54:12Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317147 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>berat dan djauh lebih kuat. Sedangkan pasukan-pasukan jang dipimpin oleh sjodantjo Muradi dan Suparjono bertahan di Panataran dan Ngantjar jang dipandang sebagai tempat-tempat jang strategis untuk suatu posisi bertahan karena batu-batu jang besar dan pohon-pohon jang lebat. Didalam pengedjaran tentara Djepang terhadap ketiga kesatuan itu, Djepang mengalami kesulitan-kesulitan karena perlawanan pasukan-pasukan Peta teramat gigih sehingga kemadjuannja sangatlah lambat. Pasukan Peta mempergunakan tjara-tjara jang sangat berani dalam mempertahankan diri, dan tidak gentar menghadapi tekanan-tekanan tentara Djepang jang djauh lebih kuat persendjataannja dan lebih besar djumlahnja. Lebih-lebih perlawanan pasukan jang dipimpin oleh Suprijadi jang dengan semangat bertempur jang amat tinggi terus melakukan perlawanan dari djarak jang amat dekat, sehingga masing-masing pihak telah mempergunakan alat-alat sendjata tadjam dalam pertempuran di Kaliputih. Hampir seluruh pasukan jang dipimpin oleh Suprijadi gugur sisanja mengundurkan diri kegunung Kelud dan tidak bersedia menerima tawaran Djepang untuk berunding, jang telah mereka ketahui sebagai tipu muslihat Djepang. Suprijadi sendiri tidak pernah kembali sampai saat seluruh api pemberontakan dapat dipadamkan oleh Djepang. Dari kedua belah pihak, baik Djepang maupun pihak pasukan-pasukan Peta jang dipimpin oleh Suprijadi sama-sama pengalaman pahit dalam menghadapi djatuh korban jang seimbang. Pengalaman Suprijadi ini nampaknja memberi peladjaran kepada Kolonel Katagiri, bahwa Djepang harus membajar beratus-ratus korban djiwa, bahkan mungkin beribu-ribu djikalau operasi-operasi terhadap pasukan-pasukan Peta jang memberontak itu terus didjalankan dengan mengadu kekuatan. Maka dari itu di Markas pertahanan Djepang diadakan perundingan antara opsir-opsir Djepang dari Ryo dan Sireibu Toba Djawa Bo-Ei dengan opsir-opsir jang datang dari Djakarta guna membitjarakan siasat jang mereka anggap „lebih ekonomis” untuk mengachiri perlawanan pasukan-pasukan Peta itu. Diantara opsir-opsir jang datang dari Djakarta terdapat antara lain H. Shimizu dan shidokan-shidokan (pelatih-pelatih) bangsa Djepang jang pernah melatih perwira-perwira Peta jang memimpin pemberontakan itu, termasuk Pembantu Letnan Juda jang dalam latihan perwira di Bogor pernah melatih Shodantjo Muradi. Pemimpin-pemimpin militer itu memutuskan untuk mentjari djalan menemui Muradi dan Suparjono. Dengan mengadakan tjara-tjara perundingan ini Djepang mengharapkan bahwa pasukan-pasukan Peta dapat dibudjuk untuk menjerah.<noinclude>{{rh|128}}</noinclude> 5gy3j0kpjd2tk1u0auy800d0to9asal Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/40 104 112873 317037 312395 2026-09-04T22:07:28Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317037 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">'''THE BEAUTY'''</div> <div style="text-align:left;">36</div> <hr /> <hr /></noinclude>„Akoe menoeggoe penjaoetan jang pasti." Koesomo berdiam dengen berpikir ; kamoedian ia berkata ; „Baek, istrikoe ! akoe toeroet kaoe poenja maoe ; ini hari djoega akoe lepas goendikkoe. Sekarang djoega akoe maoe pergi oeroes ini perkara." —„Nanti doeleoe ! akoe belon habis bitjara." —..Ada apa lagi ?" „Kaoe moesti kawinken itoe prampoean pada laen orang. Akoe taoe kaoe ada poenja kakwasahan akan berboeat begitoe." —..Och, baek, Raden Ajoe ! baek ! Akoe taoe kaoe poenja maksoed. Akoe poen memang ada niat aken atoer begitoe, maskipoen dengen laen maksoed." —„Dengen maksoed bagimana ?" —„Dengen maksoed, soepaja itoe prampoean tida djadi terlantar." —..Itoelah kaoe poenja perkara. Ini hari kaoe lepasken, dan didalem tempo tida sampe satoe minggoe. teritoeng dari besok, itoe prampoean soeda moes­ ti kawin sama laen orang." Koesomo memanggoet, dan sesoedahnja kloear dari kamar itoe, ia lantes prenta boedjang selahin koeda. Sebentar lagi sehabisnja dahar, ia lantes berkandaran menoedjoe ka roemah Sarnipa, dan tempo ia sampe di roemah itoe, Sarnipa lagi doedoek bersama Mitija, sedeng boedjang-boedjang lagi angkat dan bawa pergi ka dapoer barang-barang makanan jang sisa di makan. Sarnipa dan Mitija sigra berbangkit, sedeng hatinja ada merasa kaget, oleh kerna Koesomo dateng di waktoe loear biasa dan aer moekanja kaliatan goerem sekali. Koesomo silahken iaorang doedoek, dan seabisnja ini lantes doedoek bersama-sama.<noinclude></noinclude> 9ai0zccmdqexrsq9eo4iooqut8jcn41 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/143 104 112875 317148 316944 2026-09-05T00:54:58Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317148 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{rh||'''TARAF BARU BAGI PERDJUANGAN'''}} {{rh||'''KEMERDEKAAN INDONESIA'''}} Proklamasi Kemerdekaan Indonesia membuka suatu periode baru bagi sedjarah pergerakan kemerdekaan nasional Indonesia, bagi perdjuangan pemuda. Ia memberi tugas baru bagi rakjat Indonesia. Tugas itu jalah merealisasi proklamasi kemerdekaan Indonesia, menegakkan negara Republik Indonesia serta mempertahankan proklamasi kemerdekaan Indonesia dan Republik Indonesia dalam menghadapi serangan musuh, baik jang sudah ada didalam negeri maupun jang datang dari luar, dan ikut djuga mengisi kemerdekaan itu. Didalam negeri, rakjat Indonesia menghadapi alat kekuasaan Djepang jang masih bersendjata lengkap dan diberi tugas sebagai „polisi Sekutu”, menghadapi kaum reaksioner serta bekas tawanan serdadu Belanda jang bersikap bermusuhan terhadap Republik Indonesia jang dipersendjatai oleh Djepang atau Sekutu. Dari luar negeri rakjat Indonesia menghadapi tekanan dari Sekutu (batja: Inggris dan Belanda) dan jang ternjata kemudian melakukan serangan terhadap R.I. Karena itu tugas merebut kekuasaan dari tangan fasis Djepang, melutjuti sendjata serdadu Djepang dan menekan kaum reaksioner lainnja serta melawan intervensi Sekutu dan agresi Belanda, mendjadi tugas utama dari rakjat dan pemuda Indonesia. Semangat rakjat dan pemuda Indonesia dalam menunaikan tugas baru ini sangat tinggi, dan mereka dengan tidak mengenal kepentingan diri sendiri telah melakukan tindakan-tindakan jang heroik dan patriotik. Untuk mendjalankan pemerintahan dari negeri jang baru ini, tersusunlah suatu kabinet. Kabinet pertama ini tidak mampu sepenuhnja memberi pimpinan terhadap rakjat jang sedang berevolusi karena kekurangan-kekurangan jang ada pada tubuhnja sendiri. Kabinet-kabinet selandjutnja djuga mendjalankan politik dan tindakan-tindakan jang kurang tjotjok dengan tuntutan revolusi. Dalam melondjaknja semangat dan tindakan revolusioner rakjat Indonesia pemerintah Indonesia menempuh djalan kompromis jang terwudjud dengan diadakannja perundingan-perundingan dan persetudjuan-persetudjuan jang merugikan, bahkan dapat melikwidasi revolusi. Perundingan dan persetudjuan-persetudjuan seperti Linggardjati pada tahun 1946, perundingan dan persetudjuan<noinclude>{{rh|||137}}</noinclude> 2kyzqbfoplnlnnjbszxwihb1jjafbnu Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/144 104 112877 317149 316945 2026-09-05T00:55:11Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317149 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Renville pada tahun 1948 adalah perundingan dan persetudjuan sematjam itu. Rakjat jang luas, termasuk pemudanja, tidak puas terhadap sikap jang kompromis itu. Kaum imperialis, bersama dengan kaum reaksioner dalam negeri, menggunakan keadaan jang mereka rentjanakan dan tjiptakan itu untuk memetjah belah kekuatan, menimbulkan pertentangan-pertentangan dengan tudjuan untuk memperlemah kekuatan revolusi. Untuk mentjapai tudjuan ini, kaum imperialis jang dibantu oleh kaum reaksioner dalam negeri melakukan berbagai tindakan dan provokasi sehingga achirnja menimbulkan „Madiun affair”. Dengan demikian Revolusi dilumpuhkan dan djalan lempang dibuka untuk menghantjurkan Republik Indonesia sebagaimana jang diusahakan kaum imperialis. Perang agresi kolonial dilantjarkan (perang agresi kolonial ke I tahun 1947 dan perang agresi kolonial ke II tahun 1948) dan sementara pemimpin Indonesia ditangkap dan ditawan Belanda. Dalam menghadapi berbagai perang agresi kolonial Belanda ini rakjat dan pemuda Indonesia dengan tekad jang bulat, dan semangat heroik serta patriotik jang tinggi, gigih melakukan perlawanan dengan berbagai bentuknja. Perang gerilja bersama dengan rakjat dilakukan oleh angkatan bersendjata kita. Pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan, bangunan-bangunan, djembatan-djembatan dirusak dan dibumi-hanguskan. Kekuatan kolonial Belanda tidak bisa tjukup mendapatkan orang jang dapat didjadikan alatnja sebagaimana jang diharapkan. Dengan demikian, maka maksud mereka semula tidak dapat tertjapai, dan ditambah lagi bahwa beban ekonomi dan finansiil jang sangat berat tak dapat dipikulnja. Ketjuali itu kekuatan progresif diluar negeri berpihak pada rakjat Indonesia dan memberi ketjaman serta perlawanan jang tidak ketjil terhadap Belanda. Kekuatan kolonial Belanda jang tampaknja berhasil dapat melakukan agresinja, tetapi sebenarnja berada dalam kedudukan jang sangat sulit baik dalam lapangan militer, politik maupun ekonomi. Usaha untuk memulihkan kekuasaan kolonial tak dapat ditjapainja. Dalam keadaan seperti inilah kaum imperialis Belanda dengan dibantu oleh Amerika dan kaum reaksioner dalam negeri jang takut terhadap kemenangan perlawanan rakjat berusaha untuk mengadakan kompromis jang sangat merugikan revolusi Indonesia. Perundingan jang kompromis mereka lakukan dan menelorkan Persetudjuan Roem-Royen, jang kemudian disusul sebagai kelandjutannja dengan perundingan dan persetudjuan jang terkenal buruknja — Konferensi Medja Bundar, atau K.M.B. pada tahun 1949, di Amsterdam, negeri Belanda. Perdjandjian jang kompromis dan jang hakekatnja melikwidasi revolusi ini sangat<noinclude>{{rh|138}}</noinclude> 394ud3husptuhargwfly7obf90n83vb Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/41 104 112878 317038 312400 2026-09-04T22:08:46Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317038 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">'''RADEN MAS DJOJO KOESOMO'''</div> <div style="text-align:right;">'''37'''</div> <hr /> <hr /></noinclude>Sesoedahnja slese boedjang angkatken barang ma­ kanan, Koesomo berj^ata pada itoe doea orano^ prampoean : ,.Kaoe brangkali telah mendoega, jang akoe dateng pada waktoe begini, oleh kernâ ada perkara loear biasa. Ja, ada perkara djelek sekali jang mendoekaken sangat akoe poen ja hati." ,,Akoe harep jang kadoekahan terhilang." kata IVlitiija. itoe nanti sigra Koesomo gojang kapala, laloe berkata: „Kadoeka­ han lantaran perkara besar sekali, jaitoelah perkara jang akoe moesti bitjaraken pada kaoe berdoea." Sesoedahnja berdiam sasa'at dengen mengelah na­ pas. orang bangsawan itoe berkata poelah : „Kaoe berdoea taoe, apa sebabnja maka akoe soedah piara bini moeda ; apa betoel begitoe ? Dan dari sebab akoe taoe, jang istrikoe tida nanti maoe moefakat atas hal itoe, akoe soedah berlakoe dengen semboeni. Akoe telah harep jang djikaloe ia dapet taoe sedeng perkara soedah terdjadi, ia nanti ma'afken akoe dan berpoera-poera tida taoe atavva sekalipoe» djadi goesar padakoe, ia tida nanti menjoesaken sebrapa ba­ njak. Tapi njatalah jang harepankoe itoe ada sia-sia.— Lantaran soerat gelap jang orang boesoek kirimken padanja, baroesan istrikoe telah dapet taoe, dengen terang jang akoe ada piara kaoe. Sarnipa,! Ia goçsar sänget padakoe dan paksa akoe lepasken, kaoe." Sarnipa menangis, Mitijâ poen demikian. „Akoe kasi mengarti padanja," kata po.elah Koeso­ mo jang teroesken bitjaranja : „jang akoe soedah piara kaoe lantaran ingin mendapet anak. Tapi ia berkata padakoe, bahoea sekarang tida ada lagi lan-<noinclude></noinclude> s1bc6xonseciz1163wgenso6z682v92 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/145 104 112879 317150 316946 2026-09-05T00:55:33Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317150 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>merugikan rakjat dan negara Indonesia. Dan karena itu mendapatkan perlawanan jang gigih dari rakjat dan pemuda Indonesia. Pasang surut gelombang revolusi seperti inilah djuga mempunjai pengaruh besar terhadap perdjuangan dan organisasi perdjuangan pemuda Indonesia selama periode ini. Namun demikian, pemuda Indonesia jang setia terhadap tradisi perdjuangannja jang revolusioner, tidak hanja hanjut tenggelam dalam pasang surutnja revolusi, tetapi mempunjai peranan jang besar dalam melempangkan djalannja revolusi sesuai dengan sjarat jang ada dan kemampuannja pada waktu itu. Besar ketjilnja peranan pemuda ini dapat kita lihat sedjak dari permulaan ditjetuskannja proklamasi itu sendiri hingga menghadapi berbagai agresi perang kolonial sebagaimana jang dipaparkan berikut ini. {{rh||SEKITAR PROKLAMASI KEMERDEKAAN}} {{rh||17 AGUSTUS 1945.}} Berita-berita tentang kekalahan Djepang telah membangkitkan semangat para pemuda. Tokoh-tokoh pemuda berbagai golongan berkumpul dan merentjanakan langkah-langkah serta aksi-aksi bersama untuk menghadapi kekalahan Djepang dan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Hari-hari mendjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 ditandai oleh suasana dan udara politik jang penuh dengan kegiatan-kegiatan revolusioner. Berita-berita kekalahan Djepang oleh pemuda-pemuda revolusioner di Djakarta segera disebarkan keseluruh pelosok kota Djakarta, terutama rakjat dipinggiran kota. Demikian djuga pemuda di kota-kota lain jang dapat menangkap berita dari siaran radio berusaha menjiarkan dengan tjepat seluas mungkin. Sedjumlah pemuda-pemuda di Djakarta pada tanggal 15 Agustus 1945, pukul 7 malam menjelenggarakan suatu pertemuan rahasia bertempat diruang belakang dikebun bekas Institut Bakterologi Pegangsaan jang dipimpin oleh tokoh pemuda-mahasiswa Chaerul Saleh dan jang dihadiri a.l. oleh tokoh-tokoh pemuda, Wikana, D.N. Aidit, Arman Sjah, Djohar Nur, Pardjono, Abubakar, Sudewo, Subadio, Suroto Kunto dll. Pertemuan pemuda-pemuda itu mengambil kesimpulan-kesimpulan jang tepat mengenai arti sedjarah dari kekalahan militer fasis Djepang, dan tiba kepada pendirian setjara bulat bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak dan soal rakjat Indonesia, jang harus dinjatakan dengan djalan proklamasi. Sikap para pemuda itu akan disampaikan oleh suatu delegasi kepada Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta dengan tuntutan agar<noinclude>{{rh|||139}}</noinclude> tih1f4rds4z0osjdnxxbyu6jmgfrpzf Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/42 104 112880 317039 312405 2026-09-04T22:09:18Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317039 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">'''THE BEAUTY'''</div> <div style="text-align:left;">38</div> <hr /> <hr /></noinclude>taran aken akoe berbini moeda, kerna sekarang ia sendiri moelai hamil." „Kaloe akoe tida kliroe. Raden Mas !" kata Sarnipa dengen tersedoe-sedoe : ,,akoe djoega sekarang moelai berbadan doea." "0......." kata Koesomo dengen kaget dan tertjengang, laloe menoetoepi moeka dengen tangan kirikanan, dan menangis. Sarnipa dan Mitija berdiam dengen harepan ; tapi djoega dengen merasa amat kwatir. laorang poen me­ rasa, jang kaloe Djojo Koesomo menangis, sesoedahnja dapet taoe Sarnipa ada boenting, itoelah moesti ada soeatoe alamat djelek aken iaorang. Sesoedahnja sekah aer mata dengen sapoetanpn, Koesomo berkata : „Ja, Sarnipa ! maski ada begitoe. tida loepoet akoe moesti lepas kaoe ini dari tangankoe. Traoesa akoe kataken lagi, jang akoe ada merasa berat sekali : kaoe jang soedah kenal padakoe, kaoe tentoe merasa djoega, jang akoe poenja hati tida bisa tega aken bikin kaoe soesa ; terlebih poelah sekarang, sedeng badanmoe ada kandoeng anakkoe. Aken tetapi akoe ada terpaksa dengen keras sekali, ja. dengen paksahan keras sekali ! Aken tetapi sedeng la memaksa begitoe padakoe, istrikoe ada minta djoega soepaja akoe atoer baek-baek djangan sampe kaoe djadi ter­ lantar dan djato ka dalem soesa" „Kaloe akoe diboeang, bagimana boleh tida djadi terlantar?" kata Sarnipa »ambil bertjoetjoeran aer mata. Apatah Raden Mas tida boleh minta pada Ra­ den Ajoe, soepaja ia mengindahi kahendak swarrn sendiri ?" kata Mitija.<noinclude></noinclude> er60d63negpzshl976x6d23as5sy7wu Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/43 104 112882 317040 312406 2026-09-04T22:09:33Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317040 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">'''RADEN MAS DJOJO KOESOMO'''</div> <div style="text-align:right;">39</div> <hr /> <hr /></noinclude>.,Tentoe sekali akoe soedah njataken padanja, njonja !" saoet Koesomo pada Mitija : ,,bahoea satoe istri ada wadjib sekali mengindahi kahendak swaminja. Tapi ia bilang, bitjarakoe itoe melaenken boleh djadi bener, kaloe kahendak jang moesti di-indaken itoe ada lantarannja jang pantes, sedeng akoe ini — toeroet katanja — tida ada poenja itoe lantaran. Kamoedian —tjobalah kaoe inget — ia ambil angkin soetra, dan sambil djiret leher sendiri dengen angkin itoe ia ber­ kata, jang djikaloe akoe tida lepasken istri moedakoe ia nanti memboenoe diri, hingga djadi mati sama-sa­ ma anak jang ada terkandoeng." ..Sekarang," kata Koesomo sambil menengok pada Sarnipa ; ,,akoe minta-kaoe poenja kasian padakoe ini, Sarnipa ! Kaloe kaoe ada kasian padakoe, biarlah kaoe trima akoe atoer begini"; ja, begini ada jang paling baek : Soepaja akoe tida djadi dapet tjilaka dan kaoe tida djadi terlantar, akoe nanti tjari saorang lelaki, bceat djadi kaoe poenja swami, dan kaloe ia soedah djadi swamimoe, akoe nanti toeloeng padanja ; kaloe ia bisa berdagang, akoe nanti kasi poko ; kaloe ia maoe bekerdja di dalem kerdjahankoe, akoe nanti kasi gadji besar. Anak jang sekarang ada terkandoeng olehmoe, maski nanti ia pake nama jang boekan diberiken olehkoe, toch ia nanti djadi anakkoe djoega ; maka segala ongkos aken makan-pake dan pladjarannja, semoea ada akoe poenja tanggoengan. Boekan sadja anakmoe ini, hanja anakmoe jang laen-laen poen, nanti djadi pikoelankoe djoega." ...'Akoe poenja hari toea, bagimana. Raden Mas ?" kata Mitija sambil meringis. ..Itoepoen akoe poenja tanggoengan, njonja !" saoet Koesomo sambil memanggoet : „Dan dari sebab pri-<noinclude></noinclude> pjlhwqalfdqoe92eja593rgm81lqp2p Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/44 104 112883 317041 312412 2026-09-04T22:09:48Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317041 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">'''THE BEAUTY'''</div> <div style="text-align:left;">46</div> <hr /> <hr /></noinclude>bahasa ada bilang : ,.Oemoer orang sahari-samalem," maka soepaja kaoe berdoea boleh senang hati dan tida nanti djadi soesa djikaloe akoe mati doeloe na 1 akoe kasi padamoe sendiri, Sarnipa ! ini limapoeloe ringgit dan padamoe sendiri, njanja ! ini sapoeloe ringgit." Mitija trima itoe oewang dengen membilang trima kasi, sedeng Sarnipa menerima itoe pembrian sambil menangis tersedoe-sedoe. ..Pada orang jang bakal djadi svvamimoe." kata poelah Koesomo pada Sarnipa ; „akoe nanti kasi djoega oewang ^îebrapa jang akoe rasa ia perloe aken beroemah-tangga dengen beres. Perkara roemah-tangga antara kaoe dan kaoe poenja bibi, itoelah boleh dioeroes di blakang kali sadja ; sekarang belon tentoe. apa­ tah kaoe nanti tinggal di roemah swami, atawa si swami itoe nanti tinggal di roemah ini. Itoe semoea akoe poenja perkara. Ja, baek djoega kaloe akoe bri taoe, apa jang sekarang ada di dalem niatkoe. Apa kaoe kenal sama Sorto, jang ada djadi akoe poenja pengawal oetan ? Bagimana kaloe akoe pili ia, apa kaoe senang hati ?" Moekanja Sarnipa djadi merah. Ia toendoek. laloe berkata : „Akoe tida kenal padanja. sebab akoe djarang bertemoe orang-orang lelaki. Raden Mas pili ia atawa pili laen orang, akoe mendjoeng-djoeng 'den poenja. kahendak." Mitija merasa kaget, tapi tida bilang apa-apa. la maoe bitjara, tapi takoet nanti djadi salah ; ma­ ka ia toetoep sadja moeloetnja jang ompong. Sepoelangnja Koesomo dari roemahnja Sarnipa, ia lantes soeroe boedjangnja panggil Sorte; tapi sampe waktoe matahari soedah naek tinggi sekali, baroelah<noinclude></noinclude> t47fe7fqbt50umaamtjqd5wfbv1zw4w Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/45 104 112887 317042 312415 2026-09-04T22:10:03Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317042 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">'''RADEN MAS DJOJO KOESOMO'''</div> <div style="text-align:right;">41</div> <hr /> <hr /></noinclude>ini pengawal oetan dateng mengadep, kerna tempo disoesoel di roemahnja ia soedah brangkat ka oetan. .iSorto," kata Koesomo pada hambanja itoe : „akoe panggil kaoe kerna akoe maoe bitjaraken padamoe satoe perkara penting. Pada achirnja boelan Novem­ ber jang doeloe akoe ada lamar satoe gadis boeat djadi bini moedakoe ; tapi akoe tida bawa ia ka sini, hanja akoe piara sadja padanja diroemah-tangganja sendiri. Apa kaoe taoe djoega ini perkara ?" Sorto memanggoet dan merasa heran, oleh kerna hal itoe dibitjaraken padanja. ,,Sekarang,' kata poelah Koesomo : ',,oleh kerna istrikoe dapet taoe itoe perkara dan tida sena/ng hati, akoe telah djadi terpaksa lepasken bini moeda­ koe itoe. Soedah tentoe akoe merasa kasian padanja, kerna ia moesti dilepas dengen bersalah satoe apa. Dari sebab itoe akoe ada ingetan boeat kasi ia kawin pada laen orang, soepaja ia tida djadi terlantar, la bernama Sarnipa, boleh djadi kaoe djoega ada kenal padanja." ,.Akoe kenal padanja tempo ia masi ketjil," kata Sorto. ..Sebab kaoe telah bekerdja lama padakoe," kata poelah Koesomo : „akoe djadi inget padamoe didalem hal ini. Apa kaoe maoe kawin sama ia itoe ?" Moekanja Sorto djadi merah dengen . terkoenjoengkoenjoeng, sedeng h'atinja djadi berdebar keras, la pandang boeat sasa'at pada moekanja Koesomo, laloe ia toendoek dengen tida berkata soeatoe apa. ,.Sekarang gadjimoe saboelan doea ringgit ; kaloe kaoe kawin sama Sarnipa, akoe nanti kasi naek ga­ djimoe djadi anem ringgit. Boeat kaoe dandanken<noinclude></noinclude> chte0oeyfosd7kbmztxtd5g29wh28yi Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/46 104 112891 317043 312420 2026-09-04T22:10:18Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317043 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">'''THE BEAUTY'''</div> <div style="text-align:left;">42</div> <hr /> <hr /></noinclude>roemah-tangga dan beli apa jang perloe, akoe nanti kasi persen padamoe oewang lagi setjoekoepnja. Kaloe kamoedian hari kaoe dapet anak, maka segala ongkos makan-pakenja dan ongkos pladjarannja anakanak itoe djadi akoe poenja tanggoengan." Sorte merasa jang ini perkara ada baek sekali boeat ia ; tapi toch aken trima itoe. ia merasa sanget tida enak ; ia merasa seperti moesti telen boelet-boelet sapotong barang jang tida bisa antjoer di dalem peroet. Djoega dendeman sakit hatinja pada sang madjikan belon djoega ilang. — Apatah sekarang ia moesti trima djoega satoe perkara begini roepa ? Mentang-mentang miskin ! Ia soeda angkat moekanja dan maoe bilang jang iai tida maoe. Tapi sebelonnja ia boeka moeloet, madjikannja soedah berkata poelah : ,,Tjoba kaoe pikir, apatah kaoe soeka atawa tida. Akoe soedah inget padamoe, sebab — seperti tadi akoe telah bilang — kaoe ini soedah bekerdja lama padakoe. Kaloe kaoe tida maoe. akoe rasa, Krono, djoeroe goedangkoe, nanti soeka toeroet akoe poenja maoe." Sorto djadi kaget dan lantes dapet rasa mengiri da­ lem hati : kerna pada Krono ia ada bermoesoean dan bentji sanget pada orang itoe. „Bagimana ? kaoe maoe ?" kata poelah Koesomo ,,Kaloe tida, pergilah kaoe pangi'1 si Krono dateng dîsini." „Akoe belon bisa bilang maoe atawa tida. Raden Mas !" kata Sorto ; ..kerna akoe ada poenja soedara toea ; patoet akoe koedoe berempoek doeloe padanja."<noinclude></noinclude> tr248txni3rxme0wil77e6pxrvt8y2g Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/47 104 112892 317044 312421 2026-09-04T22:10:34Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317044 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">'''RADEN MAS DJOJO KOESOMO'''</div> <div style="text-align:right;">43</div> <hr /> <hr /></noinclude>„Itoe betoel sekali," kata Koesomo : „Na ! pergilah kaoe bermoefaket ; tapi ini hari djoega kaoe moesti dateng kombali padakoe." Sorto memanggoet dan lantes berlaloe. Di waktoe sore ia dateng nnengadep kombali pada madjikannja dan kasi taoe jang ia maoe kawin sama Sarnipa. Kamoedian ia berdjalan poelang dengen membawa sapoeloe ringgit. Besoknja Lahama dateng kombali pada Mitija, dan pada besoknja lagi Sorto dan Sarnipa soedah djadi swami-istri. Sebelonnja kita kombali pada hari 17 September 1920. aken landjoetken hikajat jang bertoenda, baeklah kita seboet djoega di sini, bahoea doea boelan lamanja sesoedahnpa Sorto beristri, Lahama mening­ gal doenia, dan tiga boelan kamoedian, Mitija djoe­ ga poelang ka tempat b a k a . — Sarnipa tida boleh dikataken ada beroentoeng bagoes, kerna itoe Sorto jang berhati kasar, kaloe doeloe hari ia merasa soeka pada Sarnipa, hingga soedah soeroe soedaranja melamar, sekarang adalah njata, jang soekanja itoe tida tetep, hanja melaenken seliwatan sadja.<noinclude></noinclude> 7vou2j9emsumnlqu0ccmiz8nocnmi1t Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/48 104 112895 317045 312424 2026-09-04T22:10:54Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317045 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{rh||v}} Dengen menoeroet prentanja madjikan sendiri, sepagimana ^ telah ada terseboet pada bagian I diatas ini, moelai dan hari 17 September [920 saban malem Sorto ada mengintip di dalem pekarangan gedong Djojo Koesomo, dengen berdiam dideket pintoe pekara­ngan jang ada pada pager di sebla Wetan, sedeng Koesomo ^ sendiri ada berdoedoek dengen membatja boekoe di dalem kamar toelis. Soedah liga malem Sorto bergadang di tempat ge­lap di bawa satoe poehoen besar, tapi tida dapet liat tetamoe jang dateng dari pintoe jang terseboet. Pada malem jang keampat di waktoe tenga malem, baroeiah ada dateng itoe tetamoe jang tida dioendang, tapi ada ditoenggoeken datengnja. Sorto. intip segala kalakoeannja itoe tetamoe. kamoedian lantes pergi mengadep pada madjikannja. „Ha !" kata Koesomo, setelah dapet liat hambanja kaoe dateng membawa kabar, Sorto ?" —,.Ja, Raden iVIas." —..Kaoe soedah mengintip di itoe pintoe di We­ tan ?" „Ja. Raden Mas ! sebagimana biasa saban malem." „—Dan sekarang kaoe membawa kabar jang akoe soedah lama toenggoe ?" —,,Ja, Raden Mas !" „Aih ! kata Raden Mas itoe dengen merasa kaget sedeng moekanja ada kasi liat njata kadoekahan be­ sar. Tapi sigra djoega ia dapet tetepken hatinja, laloe berkata dengen swara goemeter : „Kaoe dapet liat orang jang dateng?" Sorto memanggoet.<noinclude></noinclude> orkdcpnnibntjhzixq5yt1cou65rqxh Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/148 104 112896 317151 316949 2026-09-05T00:57:12Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317151 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>terutama suatu usaha untuk dapat menghubungi kedua pemimpin nasional di Rengasdengklok, untuk memberi pendjelasan bahwa Djepang benar-benar telah menjerah kepada Sekutu. Di Balai agung (balai kota) sekelompok kaum revolusioner dipimpin oleh Suwirjo tekubetsu sitjo (balaikota-istimewa) dan Dahlan Abdulah wakil ketiga, dengan diam-diam mempersiapkan pemerintah kota bangsa sendiri. Suatu 'rapat rahasia jang diadakan pada malam hari 16 Agustus dirumah Suwirjo untuk mempersiapkan "suatu pesta perajaan tanpa bendera Djepang dan hanja dengan bendera besar Merah Putih" dilapangan Ikada esok harinja, digerebeg oleh Djepang. Segera Suwirjo merobah rentjana dan tempat menjelenggarakan "pesta" mendjadi berpindah ke Pegangsaan Timur 56. Sementara itu di Rengasdengklok perdjuangan antara dua prinsip: Proklamasi Kemerdekaan atas dasar kekuatan dan perdjuangan sendiri atau kemerdekaan sebagai "hadiah" melalui perundingan mentjapai puntjaknja dengan kedatangan Mr. Subardjo, Sudiro dan Jusuf Kunto pada hari sorenja. Pada pukul 4.00 sore tepat perundingan bersedjarah berlangsung antara Bung Karno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Subardjo dan Sukarni dengan disaksikan oleh kedua perwira Peta, jalah Subeno tjudantjo dan Umar Bahsan shodantjo. Perundingan berlangsung dalam suasana dan dengan latar belakang kesiapsiagaan rakjat bersendjata dibawah pimpinan Peta dan tekad bulat pemuda untuk merebut kemerdekaan dengan kekuatan dan perdjuangan bangsanja sendiri - sedang kekalahan Djepang merupakan kenjataan jang tak dapat dibantah. Dalam keadaan demikianlah, maka diambil kesimpulan jang sangat menentukan bagi Revolusi Kemerdekaan bangsa Indonesia, bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan dinjatakan pada malam hari itu djuga di Djakarta. {{rh|||''Proklamasi ditandatangani.''}} Pelaksanaan keputusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, sebagaimana telah ditetapkan didalam rapat pemuda dan peladjar di Tjikini 71 maupun dalam perundingan di Rengasdengklok, sampai saat-saat terachir ternjata masih menghadapi berbagai rintangan. Rintangan terbesar adalah adanja pertimbangan diadjak berunding atau tidaknja pihak Djepang dalam melaksanakan pernjataan Proklamasi. Achirnja, setelah melalui musjawarah jang lama dan berkat rasa tanggung-djawab jang besar jang diperlihatkan tokoh-tokoh pemuda selama perundingan itu, maka peristiwa<noinclude>{{rh|142}}</noinclude> 9h735soeesjltdtwg5wkbvi6f3gph1d Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/49 104 112897 317046 312426 2026-09-04T22:11:17Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317046 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">'''RADEN MAS DJOJO KOESOMO'''</div> <div style="text-align:right;">45</div> <hr /> <hr /></noinclude>—„Dan kaoe ikoetken padanja ?" —„Ja, Raden Mas." —„Sampe dimana ?" —„Sampe di ini gedong." —,,Apa kaoe taoe, sekarang ia ada dimana ?" —„Akoe taoe." —„Dimana ?" —..Didalem Raden Ajoe poenja kamar." Djojo Koesomo kloearken satoe swara treak jang menjataken amarah dan rasa sakit, jaitoe satoe swa­ ra, sebagimana sering dikloearken oleh orang jang kalanggar anak pana di oeloe hati. Moekanja djadi poetjet seperti mait, kaki dan tangan djadi dingin. Ia lendotken badannja pada pinggiran medja dan toendjang djidat sendiri dengen kadoea tangan, sedeng aer mata ada mengoetjoer ka atas medja. Sedeng begitoe, Sorto tersenjoem-senjoem, selakoe ada merasa girang sekali. Sambil mengawasi pada madjikannja itoe, ia berkata didalem hati : ,,Allah membales kadjahatanmoe. Kaoe rampas orang poenja toendangan ; enak sekali, ja ? Sekarang kaoe rasakan, bagimana sakitnja lelaki, kaloe istrinja ditjoeri orang ! Rasaken betoel-betoel, boeaja bang­ sawan !" Di dalem bitjaranja Koesomo sama hambanja itoe adalah kaliatan, jang orang bangsawan itoe ada menanja-nanja dengen merasa amat berat di hati ; ka­ loe boleh ia tida maoe menanja, kerna merasa amat mengeri. Ia ingin dapet taoe dengen terang, apa jang Sorto soeda liat, dengen harepan kaloe-kaloe Sorto soedah salah liat ; tapi toch ia merasa takoet aken denger kabar. Sedeng ada hal demikian pada Djojo Koesomo itoe, pada Sorto ada perkara laen. la ini<noinclude></noinclude> ndj4iedzatcnaoqwaf6nxx5gwzyfnqc Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/50 104 112898 317047 312428 2026-09-04T22:11:32Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317047 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">'''THE BEAUTY'''</div> <div style="text-align:left;">46</div> <hr /> <hr /></noinclude>sengadja saoetken pertanj^hannja dengen satoe-doea pata sadja. iMaka lakoenja Sorto di itoe tempo ada­ lah mirip sebagi lakoenja koetjing jang telah dapet menangkap saekor tikoes. Sesoedahnja bebrapa sa'at berlaloe, Djojo Koesomo angkat bandannja, laloe berkata dengen soeara per­ lahan : „Sorto ! apa kaoe taoe betoel, apa kaoe taoe pasti jang kaoe tida salah liat ?" —..Akoe taoe betoel, jang akoe tida salah liat." —..Tapi toch di dalem tempat gelap ?" Betoel begitoe ; tapi dari sebab biasa berdiam di tempat gelap, akoe poenja mata soedah djadi tadjem djoega aken meliat di dalem gelap goelita." —„Kaloe begitoe. kaoe soedah meliat dengen betoel?" —..Dengen betoel sekali. Raden Mas !" —„Tapi Sorto ! apa kaoe dapet liat djoega moekanja itoe orang jang kaoe bilang telah dateng disini dan sekarang ada di dalem kamar istrikoe ?" —„Akoe dapet liat moekanja seperti meliat pada ' 'den Mas disini." —„Apatah kaoe kenal padanja itoe ?" —..Akoe kenal betoel." —„Siapa namanja ?" —,,Raden Sastrodjo." Djojo Koesomo merasa seperti dapet lagi satoe loe® ka di dalem hati. Sesoedahnja berdiam sebentaran ia berkata dengen swara plahan : „Adoe ! akoe poenja sobat baek, jang ampir boleh diseboet soedarakoe !" —„Ja, Raden Mas poenja sobat jang baek sekali !" kata Sorto. seperti mendjengekin. —..Apatah ia dateng sendiri sadja ?" —..Akoe rasa ada pengikoetnja."<noinclude></noinclude> izijnmf4e6dwizbnhio7evys5yta5pf Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/51 104 112902 317048 312432 2026-09-04T22:11:46Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317048 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>—„Tjeritakenlah apa jang kaoe telah liat. —..Tempo Raden Sastrodjo soedah masoek ka da­ lem ini pekarangan, akoe ada denger swaranja doea koeda di loear pager. Maka akoe rasa, pada ini kali poen pendjahat itoe soedah dateng dengen teriring oleh boedjangnja." —„Tempo Sastrodjo soedah liwatken itoe pintoe, kaoe lantes ikoetken padanja, boekan ?" —.,Ja, betoel, Raden Mas !" —..Tjeritakenlah apa jang -telah terdjadi. —,.Sesoedahnja rapetken pintoe jang telah diboeka olehnja dengen koentji palsoe. Raden Sastrodjo itoe lantes berdjalan dengen tjepet menoedjoe ka ini ge­ dang. Kerna gloedoek ada berboenji geloegoeran. ma­ ka boenji tindaknja orang itoe tfda, kadengeran. Ia ada berpakean serba item dan Ijerdjalan dengen melindoeng-lindoeng dibatang • poehoen-poehoen ; maka tempo-tempo akoe tida taoe, apa ià ada didepan ataw a diblakangkoe." —„Kamoedian ?" —..Kamoedian akoe dapet liat ia djalan disamping ini gedong, sebagi sedeng menoedjoe pada pintoe samping" —...A.patah ia ada poenja djoega koentji boeat boeka pintoe itoe ?" — Tida." —,.Tjara bagimana ia masoek ka roemah ini ?" —,,Ia kloearken svvara kroejoek, jang mirip sekali dengen kroejoeknja ajam djago : hingga akoe sendi­ ri pada pertama kali, telah djädi kliro€ doega. Ia kloearken swara itoe tiga kali. Kamoedian baroelah akoe mengarti bahoea svvara kroejoek itoe ada djadi soeatoe tanda."<noinclude></noinclude> 2zs2jmerqe0btdhe7s01hwyr13m3prg Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/52 104 112903 317049 312434 2026-09-04T22:12:00Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317049 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">'''THE BEAUTY'''</div> <div style="text-align:left;">48</div> <hr /> <hr /></noinclude>—..Lantes ?" —„Lantes satoe djendela djadi terboeka." —..Djendela jang mana ?" —..Djendela jang ditenga, antara itoe tiga djende­ la jang ada disamping gedong ini. Kemoedian akoe liat samar-samar di djendela itoe satoe badannja orang, jang lantes djendorongken dirinja kaloear djendela, soepaja dapet bedaken apa-apa didalem gelap. Raden Sastrodjo poen ada meliat pada badan itoe dan ia lan­ tes berkata dengen swara perlahan : „Ja, akoe sendiri". — Disitoe lantes ada barang jang melansoer toeroen ditembok, dan barang jang melangsoer itoe adalah ba­ dannja Raden Sastrodjo jang masoek ka dalem ka­ mar." —..Orang kasi tangga tali aken ia mandjat, boekantah begitoe, Sorte ? Sebab djendela itoe ada tinggi djoega." —..Ja, betoel. Raden Mas." —,.Apatah kaoe taoe betoel ?" —..Akoe taoe betoel ; kerna tempo akoe dateng di­ bawa djendela itoe, akoe raba itoe tangga jang ter­ bikin oleh tali." —.,Aha ! njatalah kaoe ini ada satoe hamba jang baek dan setia. Na ! bawalah ini doewa badi dan toeroet padakoe ka itoe pintoe di Wetan. — He, mengapatah kaoe berdiam sadja ? apa kaoe tida mengarti akoe poenja maoe ?" —..Mengarti betoel. Raden Mas.' —„Tapi toch kaoe masih berdiri diam sadja ?" —„Raden Mas, akoe moehoen menanja. 'den Mas hendak berboeat apatah dengen itoe sendjata ?" —„Kaoe mcesti tanja perkara itoe, Sorto ?" —„Ja, Raden Mas."<noinclude></noinclude> jiek04zt9mmyspjqnkz1l3k6s3u1kmw Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/53 104 112905 317050 312437 2026-09-04T22:12:15Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317050 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">'''RADEN MAS DJOJO KOESOMO'''</div> <div style="text-align:right;">49</div> <hr /> <hr /></noinclude>—„Akoe rasa, kaoe sendiri bisa doega." —,.Akoe takoet soeda mendoega dengen betoel ; itoelah sebabnja maka akoe menanja." —„Pada sa'at ini, apatah kaoe kira itoe Raden Sastrodjo nanti bisa kloear dari perkarangan ini dengen begitoe gampang seperti ia soedah masoek dengen tida bertemoe akoe di djalanan ?" —„Sekali-kali akoe tida kira begitoe." —.,Tapi toch kaoe tida merasa, apa jang akoe nan­ ti berboeat dengen ini sendjata ?" —..Akoe ada merasa betoel. Raden Mas !" —..Abis ?" —..Lebih baek 'den Mas bawa itoe sendjata api jang ketjil ; itoe pistol bikinannja Orang Koelit Poeti." —..Membawa Pistol ?" -,Ja." —,,Mengapatah bolehnja lebih baek membawa itoe ?" —„Sebab pelor ada lebih gampang kena pada badannja orang dari pada satoe badi. Lebih lagi kaloe di inget,, jang itoe Sastrodjo ada gapa sekali didalem ilmoe silat." „Itoelah akoe sendiri taoe ; tapi tjara bagimanatah orang bisa berklai dengen pistol didalem gelap ?" Sorto djadi tertjenggang, laloe dengen merasa heran ia berkata : „Berklai ?" —.,Soedah tentoe ! apa akoe boleh berdiam sadja ?" —..Kaloe begitoe, 'den Mas hendak berklai dengen itoe Raden Sastrodjo ?" —..Ja, akoe maoe berklai sampe salah-satoe djadi mati." —..'den Mas ! itoe Sastrodjo soedah hinaken betoel pada 'den Mas, boekan ?" —„Itoelah kaoe sendiri taoe dengen terang."<noinclude></noinclude> m2n8x8zmswycrcaezcgrw4oh8heh3kb Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/54 104 112906 317051 312441 2026-09-04T22:12:28Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317051 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">'''THE BEAUTY'''</div> <div style="text-align:left;">'''50'''</div> <hr /> <hr /></noinclude>—..Tidakah ia itoe soedah roesakken' den Mas kaberoentoengan ?" —..Ja. kaoe bitjara betoel sekali, Sorto." ,, —,,Ia loekaken dalem sekali 'den Mas poenja hati." —...Ampir. akoe tida bisa tahan sakitnja, Sorto.' —..Akoe rasa, kaloe ia soedah berboeat begitoe, traoesa orang berklai lagi hanja boenoe sadja padanja seperti saekor andjing." —...Memboenoe dengen hianat !" —.,Tida boleh dikatakan begitoe, 'den Mas ! hanja moesti dikataken jang 'den Mas membales sakit hati. —.,Akoe tida bisa berlakoe dengen hianat ; itoepoen ada satoe perboetan kedji sekali." —..Patoet sekali kaloe orang itoe diboenoe seperti saekor binatang alas. Ia itoe poen saorang doerdjana, satoe bangsat besar ! satoe pengroesak roemah tangga ! dan satoe orang jang berklakoean begitoe matjem boleh diboenoe sadja set j ara binatang." —.,Tida ! tida boleh begitoe, Sorto ! Kitaorang mem­ bales sakit, tapi moesti ada dengen klakoean jang pan•tes ; tida boleh kita meliwatin wates dengen mengikoetin hawa napsoe. Marilah kita brangkat !" Sehabisnja bilang begitoe, lantes sadja Djojo Koeso- | mo djalan kaloear dengen di iring oleh Sorto jang membawa doea badi. Sesampenja marika itoe pada plataran didepan gedong, adalah dateng angin-riboet heibat sekali, hingga gemoeroe boenjinja sekalian poehoen • . jang kapoekoel angin dan katimpa oedjan, ada diba- " rengken dengen boenjinja gloedoek jang geloegoeran. Maski begitoe, tida loepoet Koesomo berdjalan teroes. Sabentar-bentar iaorang diterangken oleh kilat jang berkredep beroelang-oelang di langit.<noinclude></noinclude> 51jghueuq5bh5xnei4zy3wa73mfxika Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/55 104 112909 317052 312442 2026-09-04T22:12:43Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317052 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">'''RADEN MAS DJOJO KOESOMO'''</div> <div style="text-align:right;">51</div> <hr /> <hr /></noinclude>laorang menoedjoe pada pintoe pekarangan jang ada di deket djembatan di fihak Wetan, dan pada vvaktoe iaorang ampir sampe di itoe tempat, adalah gloedoek berboenji keras sekali. Baroe sad j a boen j i gloedoek itoe tida kadengeran, lantas terdenger swara orang jang bertreak keras, dibriken oleh boenjinja barang-barang besar jang tertjeboer kadalem aer. ..Bagoes !' kata Sorto. ..Apatah itoe ?" menanja Djojo Koesomo. „Akoe rasa," saoet Sorto :,.Raden Sastrodjo poenja doea koeda jang dipegang oleh boedjangnja soedah djadi kaget dan kaboer kerna denger itoe gloedoek be­ sar. dan teroes terdjato ka dalem kali didalem gawir. Boleh djadi djoega itoe boedjang jang baroesan ber­ treak. soedah toeroet tertjeboer, jaitoelah djikaloe ia soedah berlari-lari dengen pegangken kendalinja koe­ da. aken tahan larinja heiwan-heiwan itoe di dalem gelap dengen tida inget jruig ditempat tida djaoe ada itoe kali jang dalem." ..Kaloe betoel begitoe," kata Koesomo, „kasian seka­ li itoe boedjang." Sehabisnja bilang begitoe. ia lantes lindoengken diri dibawa satoe poehoen besar, berdiri diam disitoe sam­ bil bersender pada batang poehoen itoe, sedeng Sorto pergi melindoeng dibawa laen poehoen jang berada tida djaoe. Pada terangnja kilat jang berklebat ada kaliatan di moekanja Djojo Koesomo itoe amarah tertjampoer doeka. Bebrapa kali Djojo Koesomo gojang kapala. Kamoedian sedeng ia toendoek sembari merem, ia me­ rasa liat istrinja sendiri jang pada bebrapa hari jang baroe laloe masi disangka olehnja sebagi saorang ber-"<noinclude></noinclude> jmlhnhqdcu5au030ioxexyb0j3589ml Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/56 104 112910 317053 312444 2026-09-04T22:12:56Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317053 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">'''THE BEAUTY'''</div> <div style="text-align:left;">52</div> <hr /> <hr /></noinclude>hati bersi dan setia, tapi sekarang ada tidoer dibahoe tangannja lelaki laen. „Ach ! istrikoe !" kata Koesomo itoe dengen swara amat perlahan : „saoedjoeng ramboet akoe tida njana ! ampir akoe tida bisa pertjaja ! Kaoe saorang berhati tinggi, tapi toch bisa berlakoe amat hina ! Adoe ! sakit rasa hatikoe !" Lebih dari satoe djam Koesomo itoe berdiri diam dengen menanggoeng rasa sakit jang paling berat. Achirachir Sorto menghamperi padanja dan senggol bahoe tangannja. „Ada apa ?" kata Koesomo dengen berbisik. „Denger baek-baek," djawab Sorto. Koesomo pasang koeping dan dapet denger boenji tindakannja saorang jang mendatangi. „Ia dateng !" —„Ja, sasa'at lagi ia bakal sampe disini." Ampir di itoe waktoe djoega ada kilat berkredep dilangit, dan dibawah terangnja kilat itoe ada kaliatan saorang lelaki jang berpakean serba item. Terangnja ki­ lat itoe terhilang, dan segala apa jang ada djadi ter­ benam kombali didalem gelap. Aken tetapi kerna la­ ma berdiam ditempat itoe, Koesomo soedah djadi bisa djoega meliat samar-samar didalem gelap-goelita. Ia ambil iapoenja doea badi dari tangannja Sorto, laloe djalan menghamperi pada itoe orang jang berpakean serba item, dan setelah soedah ampir terbentoer satoe pada laen, ia brenti dan tepok poendaknja orang itoe. Ia ini, oleh kerna ada merasa taoe betoel, jang pada waktoe begitoe tida nanti bertemoe orang, djadi kaget sekali, hingga kloearken djoega swara treak. Tapi sigra djoega ia tetepken hati. Ia meraba pada ping­ gang sendiri, laloe kloearken satoe pistol ketjil, dan sambil toedjoeken sendjata itoe pada Djojo Koesomo,<noinclude></noinclude> t3ax3rfewrgooc99lc40wgnbalzm3d5 Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/57 104 112912 317054 312447 2026-09-04T22:13:09Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317054 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">'''RADEN MAS DJOJO KOESOMO'''</div> <div style="text-align:right;">'''53'''</div> <hr /> <hr /></noinclude>ia berkata ; „Moendoer ! kaloe tida, kaoe binasa !" Djojo Koesomo liat gerakannja orang itoe, lantes moendoer satindak. Tapi karna memang ada berhati tetep. ia bisa tahan napsoe amarahnja, dan lantes ber­ kata dengen swara sabar : — ..Akoe rasa, soedara ! kaoe ini tida mengantjem dengen soenggoe hati. Kaloe akoe kalanggar pelor, akoe poen tida bisa memberi padamoe slamat dateng di ini tempat." Sastrodjo d j adi kaget dan moendoer, oleh kerna ia kenalken swaranja Koesomo. „He ! kaoe ada disini, Raden Mas ?" kata Sastrodjo itoe. —...Apa kaoe moesti heran, kaloe akoe ada disini, se­ dang kaoe poan ada di ini tempat ?" Sastrodjo itoe djadi hilang sama sekali antero kagagahannja. la merasa seperti sebentar djadi basar, se­ bentar djadi katjil, dan djadi bingoeng sekali Da­ ngen merasa poasing dikapala ia berkata dengan swa­ ra tida tatap : „Akoa tida sekali kira !" ..Kaoe tida sakali kira nanti bartamoe akoe disini?" kata Koesomo dengan menjoakoepi omongain moesoanja itoe. ,,Ja. Raden Mas !" saoet Sastrodjo. ...Ach ! itoe poen satoa perkara jang soedah tentoe," kata poelah Koesomo ; ,,bahoea kaoe nanti bertemoe akoe disini. Akoa telah dapet taoa, soedara ! jang kaoe ada didalam tempatkoe. Kaoe soedah rasa, jang kaoe ini. dangen menoeroet atoeran adat, boleh masoek djoega kadalem roemahkoa dangen tida memberi taoe lebih doeioe padakoa. Tapi seperti orang jang sopan, akoe ra­ sa. tida perloe akoe tjari taoa apa lantarannja parboeatanmoe jang aneh itoe ; melaenken sadja akoe tida<noinclude></noinclude> 3rksbozmcidgw89mityk9px7vubaez8 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/157 104 112914 317152 316955 2026-09-05T00:58:16Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317152 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>orang-orang Inggris, jalah Kapten angkatan laut Belanda Huyer, letnan kolonel Roelofsen, letnan-letnan Timmer, Hulsen dan Residen Maassen . Mereka ini mengadakan hubungan dan dilindungi oleh Tentara Djepang jang sedang dipusatkan di Surabaja . Tidak lama sesudah insiden bendera di Hotel Yamamoto, rakjat dan pemuda Surabaja jang sudah terbangkit perasaan marah dan sakit hatinja, mulai melakukan perlutjutan-perlutjutan terhadap Djepang, dan mempersiapkan diri untuk menghantjurkan benteng terachir dari kekuasaan fasisme Djepang dikota Surabaja, jalah markas kempeitei di bekas gedung Raad van Justitie. Pada hari jang bersedjarah itu , pasukan - pasukan kempeitei dengan litjik sekali mengibarkan bendera putih tanda menjerah, dan dengan menjembunjikan diri dibelakang tembok-tembok besar, mereka kemudian menembaki rakjat pemuda, jang atas tanda menjerah itu menjerbu ke gedung itu . Djalan besar didepan gedung kempeitei mendjadi merah karena darah rakjat dan pemuda jang mengalir . Hanja setelah ultimatum rakjat, bahwa markas kempeitei akan habis dihantjurkan , maka menjerah kalahlah pasukan- pasukan Djepang . Dengan demikian pada permulaan Oktober itu seluruh Kota Surabaja sudah sepenuhnja berada ditangan rakjat . Pada tanggal 25 Oktober Brigade Infantri India jang ke 49 dari tentara Inggris mulai berlabuh dipelabuhan Tandjung Perak. Kedatangan tentara Inggris disambut dengan penuh tjuriga oleh rakjat dan pemerintah kota Surabaja. Suatu delegasi pemuka-pemuka Pemerintah dan rakjat Surabaja jang terdiri dari Dr. Sugiri, Bambang Suprapto dan Ruslan Abdulgani pada hari sorenja menemui Komandan Tentara Sekutu dipelabuhan untuk inerundingkan segala sesuatu sekitar kedatangan mereka di Surabaja . Perundingan tidak menghasilkan apa-apa, sebaliknja delegasi mendapat kesan , seakan -akan dibelakang alasan resmi kedatangan Brigade ke 49 itu tersembunji maksud jang sesungguhnja, jalah menduduki kota Surabaja dan melapangkan djalan bagi kembalinja kekuasaan Belanda dibumi Indonesia jang sudah merdeka. Pada esok harinja tanggal 26 Oktober 1945 suatu delegasi dipimpin oleh Dr. Mustopo menghubungi Tentara Sekutu , jang achirnja melahirkan persetudjuan a.l. : 1 ) . Pengakuan terhadap kekuasaan R.I. dan 2 ) . Tentara Sekutu tidak akan membontjengkan tentara Belanda dan NICA. Tetapi pada malam hari itu djuga Tentara Sekutu melanggar persetudjuan , dan satu peleton dari "Field Security Section 611 " ( bagian dinas rahasia ) dipimpin oleh kapten Shaw mendobrak pendjara kota dan melepaskan kapten P.J.G. Huyer dan kaki tangannja . agen NICA Peristiwa ini sangat menjakiti hati rakjat dan pemuda Indonesia, dan pada esoknja hari tanggal 27 Oktober<noinclude>{{rh|||151}}</noinclude> lbe5sxyd0nmgui6mm37u0kxn9c7llq8 Halaman:Raden Mas Djojo Koesomo.pdf/58 104 112916 317055 312451 2026-09-04T22:13:23Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317055 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /><div style="text-align:center;">'''THE BEAUTY'''</div> <div style="text-align:left;">'''54'''</div> <hr /> <hr /></noinclude>maoe kasi kaoe berlaloe, sebelon akoe dateng kahadejjanmoe. Sebagimana kaoe soedah dateng, begitoelah kaoe hendak berlaloe, ja ? Bseklah djoega ada dajaoepaja aken akoe dapet mengadep padamoe. Akoe te­ lah dapet taoe, jang kaoe telah dateng disini dengen berdjalan di itoe pintoe jang ada disitoe. tentoelah djoega kaoe nanti berdjalan poelang dengen liwat disitoe djoega. Sebab itoelah akoe toenggoe kaoe disini, aken memberi slamat dateng di ini bagian dari pekarangankoe." Sastrodjo dapet rasaken betoel asem-manisnja omongannja Djojo Koesomo itoe jang ada berlakoe sa­bar dengen menggemgem amarah amat besar, seperti •lakoenja langit jang gelap dan soenji dan sedang menoenggoe datengnja angin dengen ada mengandoeng kilat dan goentoer. Sastrodjo merasa jang dirinja ada dihinaken dengen itoe omong-omongan sabar, dam dengen sesoenggoenja djoega Djojo Koesomo ada bermaksoed aken hinaken Sastrodjo. Sastrodjo kahilangan boedi bitjara. tapi hatinja ada merasa panas. Memang biasanja orang djahat ada begitoe. Ia merasa panas, kaloe di hinaken oleh swami kendaknja, sedeng perboeatannja sendiri ada sanget menistaken orang. Tapi sedeng merasa panas, ia merasa djoega, jang dirinja djadi satoe sobat jang palsoe, dan dari sebab ia ada djadi terhitoeng djoega pada orang jang berhati haloes, ia ada merasa maloe sekali.<noinclude></noinclude> be180r090zdp4e72nn1gsdq11on5mu3 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/158 104 112918 317185 316958 2026-09-05T01:33:35Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317185 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>suasana amat tegang, sedangkan keadaan "bersiap" meliputi seluruh kota Surabaja. Ketegangan dan kesiap-siagaan rakjat mentjapai puntjaknja, ketika pada sore hari tanggal 27 Oktober pesawat-pesawat Inggris mendjatuhkan ribuan surat-surat sebaran jang berisi perintah agar rakjat Indonesia menjerahkan semua sendjatanja tanpa sjarat dan mengosongkan pangkalan angkatan laut dan darat jang sudah dikuasai rakjat Indonesia sedjak tanggal 22 Agustus. Siapa jang tidak mematuhi perintah itu akan dihukum mati. Setelah sikap chianat dari Tentara Inggris itu mendjadi kenjataan, maka segera pimpinan organisasi bersendjata Barisan Pemberontakan Rakjat Indonesia ( B.P.R.I. ) jang mempunjai peranan besar didalam bulan-bulan pertama petjahnja Revolusi Kemerdekaan di Surabaja dan pimpinan organisasi Pemuda Republik Indonesia ( P.R.I. ) mengambil keputusan untuk memutuskan segala musjawarah dengan pihak Sekutu dan mempersiapkan diri untuk bertempur ......... Pukul 4.00 sore tanggal 28 Oktober meletuslah pertempuran jang hebat dan dahsjat antara barisan pemuda dan rakjat Indonesia dengan tentara Inggris- India . Kesatuan-kesatuan Angkatan Laut R.I. jang sebagian besar terdiri dari para pemuda jang telah bekerdja dalam kalangan Angkatan Laut Djepang sebagai tukang atau pegawai administrasi dan para pemuda bekas Kaigun-Heiho, dengan semangat menjala-njala menghantam daerah pelabuhan jang diduduki oleh Tentara Inggris dengan peluru -peluru meriam-meriam pantai jang mereka kuasai disekitar Kedung Tjowek ( Surabaja Timur Laut ) . Pasukan-pasukan darat merekapun tersebar disegenap sektor pertempuran jang menudju langsung kedjurusan lautan. Pada sore hari kedua, beberapa pesawat terbang Inggris melajang-lajang diudara untuk mendjatuhkan bahan-bahan jang dibutuhkan oleh pasukan-pasukan mereka . Sebagian besar parasut-parasut jang didjatuhkan itu berisi mitraljur-mitraljur dan peluru- peluru jang masih baru, dapat direbut oleh rakjat dan pemuda Indonesia . Dalam beberapa hari sadja, pasukan-pasukan Indonesia berhasil menguasai sepenuhnja kedudukan dan situasi pertempuran dan mendesak tentara Inggris terus kepantai. Di Djakarta berita-berita tentang situasi pertempuran di Surabaja telah memaksa letnan diendral Sir Philip Christison , panglima besar Tentara Pendudukan Sekutu untuk meminta bantuan perantaraan Presiden Sukarno. Atas dasar itu Bung Karno sendiri, Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta dan Menteri Penerangan Mr. Amir Sjarifudin disertai djendral major D.C. Hawthern, berangkat dengan pesawat terbang ke Surabaja . Dalam perundingan jang kemudian terdjadi antara pihak<noinclude>{{rh|152}}</noinclude> 0fesk9yf1n7yza6o15najv222vkv88t Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/159 104 112920 317186 316959 2026-09-05T01:33:47Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317186 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Indonesia dengan pemimpin-pemimpin Inggris, tertjapailah gentjatan sendjata jang bersifat sementara. Tetapi sesudah keberangkatan rombongan Bung Karno, maka persetudjuan bersama jang sudah tertjapai itu , pada tanggal 30 Oktober dilanggar lagi oleh pihak Inggris Ghurka, dan didalam pertempuran-pertempuran jang berkobar lagi dengan lebih dahsjat maka tewaslah brigadir djendral A.W.S. Malaby oleh peluru "kesasar" dari pihaknja sendiri. Di Bandung, pada tanggal 10 Oktober 1945 terdjadilah bentrokan "kesasar" jang pertama antara rakjat, pemuda dengan Djepang jang djuga mendjadi alat Belanda, di gedung kempeitai di Heetsjaweg (sekarang Djalan Sultan Agung). Setelah bentrokan ini, Djepang jang masih bersendjata lengkap, mengadakan patroli kekampung-kampung dan mengadakan penggeledahan jang menambah marahnja rakjat. Semangat pemuda makin meluap dan bertekad untuk merampas alat kekuasaan serta sendjata dari tangan Djepang. Mereka tak memikirkan akibat dari tekadnja. Siang malam, dalam hudjan lebatpun mereka mengadakan aksi memperkuat barisan. Pertempuran mulai berkobar. Di Semarang, persiapan untuk menjongsong kemerdekaan sudah berlangsung pada hari-hari sebelum Proklamasi diumumkan. Tanggal 15 Agustus 1945 utusan pemuda dari Djakarta datang di Semarang dan pada tanggal 16 Agustus 1945 disalah satu ruangan rumah sakit "Purusara" diselenggarakan pertemuan jang dipimpin antara lain oleh S. Karno. Sebagai hasil pertemuan ini dibentuk Markas Angkatan Muda dengan bertempat dirumah S. Karno di Djalan Gendong 1124. Angkatan Muda inilah jang kemudian mendorong bergerak untuk merebut semua djawatan dan perusahaan Djepang . Pada Oktober 1945 dengan didorong oleh pemuda jang tergabung didalam Angkatan Muda sendjata Djepang dapat dilutjuti dan diserahkan kepada B.K.R. (Badan Keamanan Rakjat). Angkatan Muda djuga menawan Belanda lk. 400 orang. Dalam perlutjutan sendjata ini barisan penempur Djepang Kido Butai, jang belum terlutjuti pada tanggal 14 Oktober 1945 mengadakan serangan terhadap pemuda-pemuda dan jang pertama diserang jalah markas didjalan Mugaan, Pandanaran. Pertempuran ini berlangsung selama lima hari lima malam dan karena itu terkenal dengan sebutan "Pertempuran 5 hari". Dengan hanja bersendjatakan bambu runtjing dan golok dan beberapa putjuk sendjata api jang dapat direbut, rakjat dan pemuda membela diri dengan berani, tetapi tak dapat mentjegah djatuhnja beribu-ribu korban rakjat jang tak bersalah. Beribu-ribu pemuda gugur dalam pertempuran mempertahankan Proklamasi ini, namun demikian tak mengendorkan semangat pemuda bahkan warna merah darah jang membasahi bumi<noinclude>{{rh|||153}}</noinclude> 7aa2swkb2rpwlxohcr15vrjpk9qoj7n Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/161 104 112929 317188 316961 2026-09-05T01:39:36Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317188 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>merealisasi Proklamasi. Maka sedjak achir bulan Oktober 1945 dimulai aksi merebut sendjata dan melutjuti tentara Djepang. Pertempuran berlangsung dimana-mana, di Pendopo, di Sekaju, di Mangundjaja dan djuga di kota Palembang. Sendjata Djepang direbut dan markasnja didjadikan markas pemuda, sedangkan orang-orang Djepang ditawan. Suatu pertempuran jang seru djuga terdjadi dalam melutjuti sendjata Djepang di Palembang pada tanggal 9 Oktober 1945. Pemuda jang makin bertambah berani karena makin tambahnja kejakinan atas kekuatannja, telah menggerebeg tangsi Djepang baik pada siang hari dan malam hari. Karena tekanan kekuatan rakjat dan pemuda inilah , maka banjak barisan tentara Djepang jang dengan "sukarela" menjerahkan sendjatanja. Dengan berhasilnja aksi perlutjutan ini maka makin kuatlah persendjataan di kalangan barisan rakjat dan barisan pemuda. Tetapi, dalam keadaan jang demikian ini, Tentara Sekutu jang lengkap dengan badan pemerintahannja NICA mendarat pada tanggal 12 Oktober 1945 dibawah pimpinan Letnan Kolonel Carmichell . Politik berunding jang kompromis dan jang kurang disertai dengan kewaspadaan, mengakibatkan Belanda dengan membontjeng Sekutu dapat mengkonsolidasi diri dan achirnja dapat mendesak kekuatan Republik di Palembang. Di Sumatra Barat, setelah berita Proklamasi diterima oleh pemuda jang bekerdja dikantor berita "Domei " , maka mereka mengambil bagian aktif menjiarkannja. Pemuda segera membentuk organisasinja dan memulai bertindak mendorong dan dibentuknja pemerintahan . Sewaktu pemuda belum djuga sempat melutjuti tentara Djepang, maka mendaratlah tentara Sekutu jang djuga membontjengkan tentara Belanda di Sumatra Barat. Insiden -insiden mulai terdjadi. Tindakan Sekutu makin meradjalela. Gedung pertjetakan Negara Republik Indonesia di Kampung Tionghoa dihantjurkannja dengan dinamit. Berpuluh pemuda ditangkap, ditawan dan disiksa. Berpuluh rumah rakjat dibakar. Pemuda -pemuda sadar bahwa tindakan ini melanggar kedaulatan Republik Indonesia. melanggar kehormatan bangsa jang telah merdeka. Pemuda mendjadi lebih marah karena tindakan Tentara Sekutu jang makin hari makin kedjam dan biadab. Keadaan makin mendjadi panas. Bentrokan sendjata tak dapat dihindari untuk membela kehormatan negara dan bangsa Indonesia. Pertempuran terdjadi diberbagai tempat, seperti di Simpang Haru, Rimbo Kaluang, Batu Busuk dan lain-lain. Bentrokan-bentrokan dengan tentara Djepang dan Sekutu ini djuga terdjadi di Riau daratan dan Djambi. Pemuda-pemuda dengan heroik mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, mempertahankan milik dan kekajaan negara Indonesia jang telah dapat direbutnja dari fasisme Djepang.<noinclude>{{rh|||155}}</noinclude> 5ro3znu4u50dcy015d92couvrb90n6w Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/162 104 112931 317189 316963 2026-09-05T01:39:57Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317189 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Di Medan, walaupun pada mulanja berita Proklamasi agak samar² diterima, namun pemuda-pemuda mulai mempersiapkan diri menjongsong berita jang lebih djelas lagi . Sewaktu berita jang lebih djelas dibawa oleh Mr. Teuku Mohamad Hassan jang tiba dari Djakarta pada tanggal 27 September 1945 , pemuda dengan penuh antusiasme menjambut dan menjiarkan berita itu seluas mungkin. Dalam usaha untuk menjusun kekuatan , pemuda- pemuda di Medan pada tanggal 23 September 1945 berkumpul di Fusi Dori No. 6 ( sekarang Djalan Djakarta ) untuk menjusun organisasinja Barisan Pemuda Indonesia. Kemudian untuk membulatkan tekad dari semua golongan maka pada tanggal 30 September 1945 diadakan lagi pertemuan antara pemuda dan pimpinan rakjat lainnja. Dalam pertemuan ini dikrarkan bersama untuk menegakkan pernjataan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Setelah pertemuan in semangat makin menggelora, bendera Merah-Putih berkibar dimanamana, dan dimana-mana ditempelkan seruan dan sembojan jang dapa membangkitkan semangat. Sementara itu berita pendaratan Tentara Sekutu dalam waktu jang singkat telah tersiar. Rakjat serta Pemuda djuga sudah mempunjai perasaan tjuriga, djangan- djangan dengan pendaratan itu kemerdekaan jang telah diproklamirkan akan diperkosanja. Untuk membulatkan dan memobilisasi seluruh rakjat dalam menghadap: semua kemungkinan maka pada tanggal 6 Oktober dilangsungkan pawai raksasa jang belum pernah terdjadi sebelumnja Dalam pawai ini dibawa pandji dan sembojan- sembojan jang berisikan pernjataan tekad serta kehendak rakjat Indonesia, seperti "Down with imperislism", "We want peace and order", "We are a free nation and never again the life blood of any nation", dsb-nja. Pada tanggal 10 Oktober 1945 tentara Inggris dibawah pimpinan Brigadir Djenderal T.E.D. Kelly mendarat di Medan dan tentara Belandapun ikut membontjengnja. Dalam waktu singkat sebagai provokasi mulai terdjadi. Pada tanggal 23 Oktober 1945 seorang serdadu Belanda merampas dan meng-indjak² lentjana merah-putih jang melekat dibadju seorang anak Indonesia jang sedang berdjalan di Djalan Bali . Seorang pemuda jang mengetahui hal ini tak membiarkan penghinaan ini berlalu. Pemuda ini menghunus pisau dari pinggangnja dan terdjadilah perkelahian dengan sendjata tadjam. Sewaktu mobil jang dinaiki 2 orang Belanda melepaskan tembakan sehingga mengenai seorang Indonesia hingga tewas, keadaan makin mendjadi panas dan dalam waktu jang singkat rakjat telah mengepung tempat itu. Kedatangan tentara Djepang membikin keadaan makin lebih panas . Sementara seorang pemuda Achmad Tohir dapat menentramkan keadaan . Tetapi tak lama kemudian<noinclude>{{rh|156}}</noinclude> cch5t4fd74y5hg85touhxvgi79j511c Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/163 104 112935 317190 316964 2026-09-05T01:40:18Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317190 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Tangsi serdadu Belanda di Djalan Bali diserbu rakjat, dan pemuda dengan bersendjatakan bambu runtjing dan golok. Djuga Hotel Siantar, sarang serdadu Belanda, diserbu pemuda dan dibakar. Banjak serdadu Belanda jang tewas dan ditawan pemuda-pemuda. Walaupun setelah ini pemuda menghadapi tekanan dari tentara Inggris dengan maklumatnja jang menjatakan bahwa pemuda tak boleh bersendjata, namun djustru sebagai djawabnja latihan-latihan kemiliteran makin diperluas dan diperhebat. Kesatuan-kesatuan perdjuangan pemuda tumbuh dengan tjepatnja. Di Atjeh, jang letaknja diudjung Barat Daja dari Nusantara kita, pemuda-pemudanja walaupun berita tentang Proklamasi tak djuga ketinggalan dengan daerah lainnja, namun terlambat diterimanja, serentak setelah mendengarkan berita itu pemuda bangkit menjusun kekuatannja dengan mendirikan organisasi-Ikatan Pemuda Indonesia dan kemudian diubah mendjadi Barisan Pemuda Indonesia, jang dipimpin oleh pemuda A. Hasjmy dll. Pemuda dengan penuh antusiasme menjebarkan berita Proklamasi dan pada tanggal 18 Oktober 1945 berhasil merebut surat kabar "Semangat Merdeka" dari tangan Djepang. Surat kabar ini selandjutnja terbit dengan memuat artikel-artikel jang dapat membangkitkan semangat pemuda, semangat rakjat Atjeh. Keadaan jang hampir sama terdjadi djuga di Tapanuli. Pemuda Tapanuli setelah dapat menangkap berita Proklamasi segera menjambutnja dengan membentuk organisasinja dan melakukan kegiatan untuk mengibarkan bendera Merah-Putih dimana-mana. Di Kalimantan, berita Proklamasi hanja sajup-sajup terdengar. Baru setibanja pemuda A. Hamidan dan A. Rivai di Bandjarmasin dari Djakarta, berita itu mendjadi pasti. Surat kabar Borneo Simbun jang terbit di Bandjarmasin dan Kandangan segera menjiarkan berita itu. Namun demikian berita ini tak dapat tersiar luas merata, karena kekangan-kekangan Djepang. Tak lama kemudian, jaitu 17 September 1945 Tentara Sekutu (Australia) mendarat di Kalimantan. Diantara mereka terdapat dua orang jang memihak kepada perdjuangan jang adil rakjat Indonesia. Kedua orang Australia tsb. jang bernama Charles Foster dan Victor Litle, berhasil menemui pemimpin rakjat setempat Hadhariah, dan menjampaikan pamflet jang dibuat di Australia jang isinja berbunji: "bahwa Indonesia telah merdeka dan mengadjak segala lapisan dan golongan, pegawai-pegawai, polisi-polisi dan sebagainja bersatu padu dan supaja menolak kedatangan NICA". Pamflet ini setjara luas disebarkan diseluruh Kalimantan oleh pemuda-pemuda Kalimantan. Setelah ini suasana mendjadi hangat.<noinclude>{{rh|||157}}</noinclude> jc78z93hdxoacso5bz4pwhib0q8q17g Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/164 104 112936 317191 316965 2026-09-05T01:59:20Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317191 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Orang-orang terkemuka asjik mendiskusikan pamflet itu. Tapi bersamaan dengan itu NICA mendjadi garang dan menangkap Hadhariah M. dan teman-temannja. Sementara ini organisasi perdjuangan d'uga telah dibangun, sekalipun bergerak dibawah tanah. Suasana makin hari makin panas, terutama karena tindakan kedjam serdadu NICA. Pada tanggal 1 Nopember 1945, dua orang serdadu Belanda dikrojok sampai mati di Pasar Baru. Sedjak saat ini kelompok pemuda dengan bersend'atakan sendjata seadanja mulai bersiap untuk menjerbu tangsi Belanda. Beberapa usaha penjerbuan telah gagal, dan berachir dengan penangkapan pemimpin organisasi perlawanan itu oleh NICA. Sekalipun demikian, kekalahan² itu hanja bersifat sementara, dan tak lama kemudian meletuslah massa perlawanan pemuda dan rakjat Kalimantan jang penuh heroismie. Di Bali, walaupun letaknja pulau ini berdekatan dengan D'awa, namun sebagai akibat masih berkuasanja Djepang maka berita Proklamasi djuga terlambat didengar pemuda-pemuda dan rakjat umumnja. Segera setelah mendengar berita Proklamasi, pemuda mempersiapkan pendirian suatu organisasi perdjuangan. Tak lama kemudian, jaitu dalam bulan Oktober 1945, Tentara Sekutu mendarat di Singaradia. Bendera Merah Putih diturunkan dan dirobek-robek oleh Tentara Sekutu, peristiwa mana menimbulkan kemarahan pemuda. Bendera Belanda jang berkibar dipelabuhan diturunkan oleh pemuda-pemuda, birunja disobek, dan merah-putihnja dikibarkan kembali. Insiden bendera ini membawa korban seorang pemuda Merta jang mati ditembak serdadu Belanda. Di Lombok, Sumbawa, kepulauan Nusa Tenggara Timur dll. berita Proklamasi umumnja sangat terlambat kedengaran rakjat dan tak dapat tersebar luas. Hal ini disebabkan karena dalam keadaan tentara Djepang mash berkuasa penuh, Tentara Sekutu jang tidak lain adalah tentara Belanda, mendarat di pulau-pulau itu. Dengan demikian maka baik penjiaran berita Proklamasi maupun aksi pemuda mendapat tekanan dan rintangan jang berat sekali. Namun semangat patriotik pemuda dapat menerobos segala tekanan dan rintangan pendjadjah. Di Sumba, pada hari-hari permulaan setelah berita Proklamasi didengarnja, seorang bekas Heiho berhasil mengibarkan bendera Merah-Putih dipelosok terpentjil tanah air kita itu. Di Makasar, Sulawesi Selatan, berita resmi Proklamasi dibawa oleh Dr. Ratulangi. Pada tanggal 24 September mendaratlah Tentara Sekutu jang diwakili oleh tentara Australia. Didalam tentara ini duga bersembunji opsir Belanda, lengkap dengan anggota-anggota pemerintahan jang akan ditegakkannja di Indonesia. Mereka dengan mendatangi orang-orang jang dianggap setia" padanja. Mereka mendjalankan siasat memetjah-belah dengan meniup-niupkan berita<noinclude>{{rh|158}}</noinclude> 0dyznk49gc993sojci0hyro8yg3vcsa Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/165 104 112940 317192 316966 2026-09-05T01:59:34Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317192 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>bahwa Republik jang diumumkan itu hanjalah "Republik Sukarno-Hatta" dengan beberapa "orang Djawa" sebagai pembantunja. Proklamasi itu adalah "bikinan Djepang" dan sebagainja. Siasat ini diiringi oleh Belanda dengan penembakan-penembakan pada bulan Oktober terhadap rakjat Indonesia jang berani memakai lentjana Merah-Putih. Dan sesuai dengan politik devide-et-impera maka jang digunakan untuk melakukan penembakan-penembakan itu adalah bangsa Indonesia sendiri, jalah dari suku Ambon. {{c|'''PEMBANGUNAN ORGANISASI'''}} {{c|'''PERDJUANGAN PEMUDA'''}} Untuk menunaikan tugas revolusi diperlukan adanja organisasi rakjat dan organisasi pemuda jang sanggup menghimpun potensi massa pemuda jang luas. Karena itu pemuda-pemuda dari kaum buruh, tani, wanita, peladjar dan lain-lainnja dalam waktu jang singkat mendirikan organisasinja. Organisasi perdjuangan pemuda tumbuh dengan tjepat diberbagai daerah. Di Djakarta, dengan bermarkas di Menteng 31, jang pada hari-hari permulaan Proklamasi memainkan peranan jang sangat penting, organisasi pemuda pertama, jaitu Angkatan Pemuda Indonesia (A.P.I.) dibentuk. Tudjuan A.P.I. sebagaimana tertjantum di peraturan dasar jalah: Memperteguh Negara Kesatuan Republik Indonesia jang berdasarkan Kedaulatan Rakjat, dengan memperdjuangkan masjarakat jang berdasarkan sama-rata sama-rasa. Pemimpin A.P.I. terdiri dari Ketua Wikana; anggota-anggota Chaerul Saleh, D.N. Aidit, Darwis, A.M. Hanafi, Kusnandar, Djohar Nur, Chalid Rasjid. Bersama dengan berdirinja A.P.I. di Djawa Tengah (Semarang) didirikan Angkatan Muda Republik Indonesia (A.M.R.I.) dibawah pimpinan pemuda-pemuda Ibnu Parna, B. Suprapto, S. Karno dll. Di Jogjakarta didirikan Pemuda Pelopor Nasional (P.P.N.) jang tidak lama kemudian namanja diganti GERPRI, jaitu Gerakan Pemuda Republik Indonesia dibawah pimpinan pemuda-pemuda SW. Lagiono, Mantoro Tirtonegoro, Hudojo dll. Di Djawa Timur (Surabaja) didirikan P.R.I. jaitu Pemuda Republik Indonesia dibawah pimpinan pemuda-pemuda Sumarno, B. Kaslan, Ruslan Widjajasastra dan lain-lain. Azas dan tudjuan tidak djauh berbeda dengan azas tudjuan A.P.I. Ketjuali itu, pemuda-pemuda dari berbagai djawatan, kepertjajaan agama dan daerah djuga mendirikan organisasinja masing-masing, seperti Ikatan Peladjar<noinclude>{{rh|||159}}</noinclude> ma8kdao5kuufe66oewypk02z3iyxcfh Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/172 104 112943 317193 316967 2026-09-05T01:59:48Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317193 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Lewat pk. 6.00 tanggal 10 Nopember kota Surabaja diserang oleh tentara Inggris dari laut, udara dan darat. Di Jogjakarta, di Balai Mataram dimana pemuda-pemuda Indonesia sedang bermusjawarah, ultimatum djendral major E.C. Mansergh jang dibawakan oleh kurir-kurir pemuda Kusnandar, Bus Effendi, dll. dari kota Surabaja dibatjakan oleh pemuda Krissubanu, didalam suasana jang penuh ketegangan dan rasa terharu. Bersama itu djuga peserta kongres menjatakan kemarahannja terhadap tindakan Sekutu itu dan memberikan sokongannja penuh kepada sikap heroik pemuda Surabaja. Selama sepuluh hari rakjat dan pemuda Surabaja jang heroik bertempur melawan satu setengah divisi pasukan-pasukan Inggris dan Ghurka jang mendapat bala-bantuan baik dari udara maupun laut. Tiga perempat kota Surabaja mendjadi puing. Beribu-ribu pemuda jang bersendjata dan Rakjat jang tidak bersendjata mendjadi korban dari pemboman jang membabi buta dan sama sekali tidak ditudjukan kepada objek-objek militer. Kota berhasil dikuasai oleh Inggris tetapi bukannja tanpa mengalami kekalahan-kekalahan jang besar pula jang sangat tidak seimbang dengan kekuatan darat, laut dan udara jang telah dikerahkannja untuk menghantjurkan perlawanan rakjat dan pemuda Surabaja. Tiga buah kapal-terbang, tank-tank Inggris dirusakkan dan dilumpuhkan, jang madjupun bisa madju dengan lambat sekali. Tetapi kekalahan jang terbesar, kekalahan mana merupakan kemenangan gilang-gemilang bagi rakjat dan pemuda Indonesia seluruhnja, bahkan bagi seluruh bangsa² jang berdjuang melawan kolonialisme dan imperialisme, jalah bahwa satu setengah divisi pasukan² imperialis jang bersendjata modern dan berpengalaman, dengan bala-bantuan 50 kapal terbang dan 7 buah kapal perang tidak berhasil mematahkan semangat perlawanan rakjat dan pemuda jang sebagian besar hanja bersendjatakan bambu runtjing dan golok dan sebagian ketjil sadja bersendjata api hasil pertempuran melutjuti tentara Djepang. Pertempuran Surabaja mejakinkan kaum imperialis dan dunia internasional bahwa proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia adalah suatu kenjataan jang didukung oleh seluruh rakjat Indonesia dengan positif dan antusiasme jang besar, dengan tekad perdjuangan dan kemauan berkorban jang tak mengenal batas dari pemuda. Inilah wudjud kepribadian pemuda Indonesia sebenarnja. {{r|''Keputusan-keputusan Kongres.''}} Keputusan-keputusan jang diambil Kongres Pemuda I di Jogjakarta di samping sepenuhnja mentjerminkan tekad pemuda untuk bersatu dan untuk memberikan sumbangan sebesar-besarnja kepada perdjuangan<noinclude>{{rh|166}}</noinclude> qytb97eb4wcgqj90u2wx4sh0qhjxlwf Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/175 104 112945 317194 316968 2026-09-05T02:00:03Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317194 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>dan membangkitkan daja djuang. Siapa berani menghalangi menggeloranja djiwa patriot-patriot muda ini pasti disisihkan tanpa mengenal ampun. {{rh||'''MASA ANTARA KONGRES I'''}} {{rh||'''DAN KONGRES II'''}} Tidak hanja di Surabaja pemuda-pemudanja jang mentjatat sedjarah perlawanan anti kolonialisme/imperialisme jang heroik, djuga kota-kota lainnja, seperti Bandung, Padang, Medan, Palembang, Menado di Sulawesi Utara dan Makasar di Sulawesi Selatan mengenal saat-saat jang penuh kepahlawanan didalam perdjuangan membela Kemerdekaan Nasional Indonesia. Di Bandung pemuda-pemuda jang tergabung dalam organisasi pemuda A.P.I. jang dipimpin antara lain oleh Astrawinata, Slamet Sumari, dll.; P.R.I. jang kemudian mendjadi Pesindo jang dipimpin oleh Sutoko, Sudjono, Mashudi dan lain-lain; Pasukan Istimewa Pemuda Indonesia Maluku jang dipimpin oleh Palaupesy dan lain-lain; Barisan Banteng Republik Indonesia jang dipimpin oleh Ido Garnido dan lain2; Pasukan Istimewa dan lain-lainnja, jang tergabung dalam Markas Dewan Perdjuangan Priangan (kemudian berubah mendjadi Madjelis Perdjuangan Priangan). Pemuda-pemuda itu setelah melutjuti sebagian sendjata dari tentara Djepang, tak lama kemudian berhadapan dengan Tentara Sekutu. Dengan tjara jang chianat pada tanggal 29 Nopember 1945 Tentara Sekutu memaksakan kepada Republik untuk menerima pembagian kota Bandung mendjadi dua, jaitu Bandung Selatan, jang diduduki NICA, dan sebelah Utara, perbatasan ril kereta api jang ditentukan sebagai daerah Republik. Persentuhan sendjata antara kekuatan Republik termasuk pemuda dengan tentara NICA terus menerus terdjadi. Suasana makin hari makin tegang. Achirnja pada tanggal 24 Maret 1946 panglima tentara Inggris (batja djuga Belanda) dengan tjara chianat dan biadab memberi ultimatum kepada semua kekuatan bersendjata Republik Indonesia untuk mengosongkan Bandung Utara dan menjingkir dengan garis djari-djari 11 km. Sedjak pagi itu penduduk kota dan pasukan jang bersendjata terpaksa meninggalkan kota. Pemimpin-pemimpin organisasi pemuda dan badan perdjuangan lainnja sepakat untuk membakar kota Bandung. Pada tanggal 29 Maret 1946 malam kota Bandung mendjadi merah karena njala api, pertanda kemarahan rakjat : BANDUNG MENDJADI LAUTAN API.<noinclude>{{rh|||169}}</noinclude> eqvtw8vertk61reg9qxw1tbneni15by Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/177 104 113001 317057 312569 2026-09-04T22:15:21Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317057 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Proklamasi tidak membiarkan hal² ini berlaku terus dan karenanja mereka mengadakan perlawanan jang sengit. Pertempuran berkobar sampai di Ungaran dan Magelang. Inggris, jang mendapat bantuan dari pasukan² Djepang, dengan membabi-buta membomi penduduk jang tidak bersendjata. Tetapi rakjat dan pemuda Magelang tidak gentar. Pada tanggal 21 Nopember 1945, setelah dua hari dua malam bertempur, tentara Inggris-Belanda dapat dihantjurkan dan diusir dari Magelang. Magelang dapat dibebaskan kembali dan tentara Inggris-Belanda lari ke Ambarawa. Tentara Inggris-Belanda jang bernasu untuk mengembalikan kekuasaan koloninja, dengan mata gelap pada tanggal 25 Nopember 1945 dengan menggunakan pesawat R.A.F. membom stasion-radio Solo dan Jogja dengan maksud agar rakjat Indonesia kehilangan alat jang dapat memantjar-kan peristiwa ini. Pemboman diulangi pada tanggal 27 Nopember 1945 terhadap gedung Balai Pertemuan dan Sonobudojo Jogjakarta serta gedung pemantjar radionja. Perbuatan biadab ini tidak sedikitpun menggirikkan bulu roma pemuda Indonesia, bahkan makin menambah kemarahannja dan membulatkan tekadnja. Dengan semangat laksana „Banteng Ketaton”, pemuda, tentara dan rakjat menghantjurkan tentara Inggris-Belanda jang bersarang dibenteng Banju Biru, suatu benteng jang kuat, dan dapat direbutnja. Sepuluh hari kemudian dibawah pimpinan Djendral Major Sudirman (Almarhum Panglima Sudirman), tentara Inggris-Belanda jang bersarang di Ambarawa dihantjurkan, dan kota Ambarawa dibebaskan kembali. Sisa-sisa tentara mereka lari berantakan masuk kota Semarang. Dengan kemenangan-kemenangan ini kedudukan tentara Inggris-Belanda tinggal di Semarang sadja. • Walaupun kota Semarang belum dapat direbut kembali, namun peristiwa ini menunjukkan bahwa rakjat dan pemuda Indonesia mempunjai kekuatan dan kemampuan jang besar jang sanggup menghantjurkan kekuatan tentara kolonial. Sedjak saat ini maka pemuda Indonesia bersama dengan tentara dan lapisan rakjat jang luas ikut serta aktif bertempur digaris depan (front-depan) Semarang, jaitu dari Dirakah — Gunung Pati, Gunung Pati — Ungaran, Mranggen dan Genuk. Di Sumatra Selatan, chususnja di Palembang, pemuda dengan heroisme jang besar tidak hanja melujuti sendjata tentara Djepang, tetapi djuga melawan kebiadaban serta intervensi tentara Inggris-Belanda. Kota Palembang pada permulaan tahun 1946 diduduki oleh 2 Bataljon Tentara Sekutu jang dikepalai oleh Brigadir Djendral Hutchinson. Mereka menimbulkan kekatjauan dan melakukan perampokan, pentjulikan terhadap rakjat dan kedjahatan² lain. Keadaan makin mendjadi panas. Persentuhan sendjata, tembak-menembak makin hari makin kerap terjadi<noinclude>{{rh|||171}}</noinclude> fb01qxh9yppl00aqaj0s7q9bzz200ey Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/178 104 113002 317058 312570 2026-09-04T22:15:51Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317058 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>dan achirnja meletuslah pertempuran di kota Palembang selama 3 hari , sedjak tanggal 29 Maret 1946 hingga 31 Maret 1946. Rakjat, pemuda, tentara, dengan semangat jang tinggi melawan Tentara Sekutu dan mengepungnja. Tanggal 2 April 1946 pertempuran ini disudahi setelah diadakan perundingan antara komandan Tentara Sekutu itu dengan Residen Palembang. Tentara Belanda makin lama makin bertambah banjak dan hingga bulan Oktober 1946 djumlah mereka mentjapai 1366 orang jang tergabung dalam pasukan "Gadjah Merah". Persentuhan sendjata jang praktis tidak pernah berhenti, kemudian memuntjak mendjadi suatu pertempuran 5 hari 5 malam dikota Palembang, jaitu dari Desember 1946 hingga 3 Djanuari 1947. Pertempuran ini merajap hingga 13 Km. dari kota Palembang. Pihak Belanda menggunakan sendjata jang modern , berat serta melakukan pemboman jang hebat untuk menundukkan barisan rakjat dan pemuda jang telah bertekad " Sekali Merdeka tetap Merdeka" . Perlawanan rakjat dan pemuda jang gigih dan berani menjebabkan tidak kurang dari satu bataljon musuh dapat dibinasakan , dan puluhan putjuk sendjata dapat direbut . Inilah keperwiraan pemuda Indonesia dalam menghadapi lawan kemerdekaan . Djuga pemuda di Sumatra Tengah setelah kongres pemuda , mentjatat perlawanan jang gigih, dalam menghadapi Tentara Sekutu . Di Sumatra Barat, chususnja di Padang, pertempuran-pertempuran meletus di Simpang Haru, Rimba Kaluang, Batu Busuk, dan lain-lain tempat. Dalam pada itu pertempuran dahsjat melawan sisa² serdadu Djepang berkobar di Lubuk Sikaping pada tanggal 5 Nopember 1945 dan di Sungai Tanang, di Batu Sangkar ( Lintau ) pada pertengahan bulan Desember 1945. terpaksa menjerahkan sendjatanja kepada tangan pemuda . Djambi, di Riau tidak sedikit perlawanan Djepang Djuga di jang heroik jang telah di lakukan oleh pemuda dalam menghadapi Tentara Sekutu . Di Sumatra Timur dan Sumatra Utara pemuda-pemuda Indonesia bukan hanja melawan dan melutjuti sendjata tentara Djepang, djuga melakukan perlawanan jang gigih terhadap tetapi pengchianatan ule balang-ule balang. Sebagian besar ule balang-ule balang didaerah Atjeh telah melakukan pengchianatan terhadap R.I. Mereka mendjadi tiang utama bagi pengembalian kekuasaan kolonial. Mereka membentuk Markas Ule-balangnja di Lammerlo, jang dikepalai oleh Teuku Daud Tjumbok dan kawan-kawannja. Markas Ule-balang ini membentuk barisan bersendjata liar, jang bertugas mentjulik, membunuh dan merampok. Mereka tidak mengindahkan pemerintah R.I. mereka memerintahkan untuk dan pemuda . Pada tanggal 25 Oktober 1945 menangkap pemimpin-pemimpin rakjat Tidak sedikit pemimpin rakjat, pemerintah dan pemuda<noinclude>{{rh|172}}</noinclude> jmy4mrkxjm3vkwjory0cuajkrqyodbx Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/180 104 113004 317059 312574 2026-09-04T22:16:31Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317059 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>terpaksa berpindah kedesa . Kedjahatan-kedjahatan jang dilakukan Belanda menimbulkan kemarahan rakjat dan pemuda. Dalam bulan April 1946 berbagai badan perdjuangan pemuda dan tentara melakukan serangan umum kedalam kota Den Pasar. Pertempuran sengit meletus, dan berlangsung mulai djam satu malam sampai djam empat pagi. Djuga terhadap tangsi Belanda dilakukan serangan-serangan seluruh kepulauan Bali mendjadi satu medan pertempuran ! . Perlawanan pemuda mentjapai puntjak keberaniannja dalam suatu pertempuran jang berlangsung pada tanggal 20 Nopember 1946 didaerah Marga Rana, jang dipimpin oleh pahlawan Ngurah Rai jang gugur dalam " perang puputan" . Tangsi polisi di kota Tabanan digerebeg pemuda dan angkatan bersendjata R.I. Pertempuran ini banjak korban djiwa muda, tetapi heroisme dan patriotisme mereka jang gugur di Pulau Dewata ini, tetap abadi. Di Lombok, walaupun pemuda- pemuda dipulau ini tidak sempat membentuk organisasinja, tetapi sewaktu Belanda berhadapan dengan perlawanan rakjat dan mendarat, mereka pemuda dalam berbagai bentuk. Organisasi perlawanan dibawah tanah seperti Kambing Hitam, Kutjing Hitam, Banteng Hitam , Basmi dll . sangat ditakuti Belanda. Dalam usaha permulaan jang berani untuk menjerbu tangsi militer di Selong dibawah pimpinan Sajid Saleh , Hadji M. Faisal Abdullah dan lain-lain, tak sedikit jang gugur, termasuk pemimpin² pemuda tersebut diatas. Didaerah-didaerah kepulauan Nusa Tenggara lainnja, tertjatat perlawanan-perlawanan rakjat dan pemuda terhadap kembalinja kekuasaan pendjadjahan, walaupun berbeda-beda dalam bentuk dan tjaranja . Di Makasar, pemuda dan rakjat Indonesia berdjuang bergerilja dihutan-hutan dan digunung-gunung, mengadakan sabotase-sabotase dikota. Pada permulaan tahun 1946 serombongan pemuda Sulawesi di Djawa dengan berani menjeberangi lautan dan melakukan pendaratan³ dipantai disebelah utara kota Makasar . Kedatangan pemuda-pemuda ini menambah besar semangat perlawanan rakjat dan pemuda Sulawesi Selatan, sedangkan perdjuangan bergerilja mendapat pimpinan jang sebaik-baiknja. Pendaratan pertama dipimpin oleh Lts. Andi Aupada dan Lts. Andi Sarifin . Kalau disatu pihak rakjat dan pemuda Indonesia mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dengan mempertaruhkan seluruh djiwa dan masa muda mereka terhadap agresi, intervensi, dan teror putih, dipihak lain pemerintah Indonesia jang sedjak 14 Nopember 1945 dipimpin oleh Sutan Sjahrir, makin terdjerumus dalam politik berunding dan kompromis. Perlawanan bersendjata jang mengamuk diseluruh tanah air memaksa pihak Belanda dan sekutu-sekutunja untuk memperhitung-<noinclude>{{rh|174}}</noinclude> srn9jcaeyy18vrxov7kegopiexiz3sf Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/181 104 113005 317060 316040 2026-09-04T22:16:50Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317060 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>kan kenjataan adanja satu revolusi Kemerdekaan jang meliputi 70 djuta rakjat Indonesia (tafsiran penduduk Indonesia tahun 1945) dan berdirinja satu negara jang baru merdeka, bagaimanapun tidak lengkap peralatannja. Kenjataan-kenjataan itu memaksa mereka untuk berunding dengan pemimpin-pemimpin Pemerintah R.I. Pada tanggal 3 Desember 1945 Menteri Pertahanan Belanda mengumumkan kesediaan Pemerintah Belanda untuk berunding dengan pihak Indonesia asal sadja jang ditundjuk oleh pihak Indonesia sebagai utusannja ialah St. Sjahrir. Kenjataan selandjutnja menundjukkan bahwa diplomasi Sjahrir tidak didasarkan atas kekuatan dan perlawanan sendjata rakjat Indonesia dan pemudanja, tetapi sebaliknja perlawanan sendjata rakjat dan pemuda Indonesia ditundukkan kepada diplomasi St. Sjahrir. Pada achir tahun 1945, hampir semua kota besar dan daerah sekitarnja di Sumatra dan Djawa jang diduduki pasukan-pasukan Belanda dan Inggris, pertempuran berdjalan terus. Diluar Djawa dan Sumatra, ialah di Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara, ketjuali Bali, Minahasa di Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan dimana pertempuran-pertempuran berkobar terus, tentara Belanda-Australia sepenuhnja berkuasa. Suasana politik jang ditimbulkan oleh tindakan-tindakan diplomasi Pemerintahan Sjahrir amat berpengaruh terhadap perkembangan gerakan rakjat pada umumnja dan gerakan pemuda chususnja. Politik berunding jang kompromis itu tidak hanja membingungkan rakjat, tetapi djuga menimbulkan keretakan dikalangan rakjat, antara mereka jang menjetudjui politik Sjahrir dan mereka jang tidak menjetudjuinja. Djuga gerakan pemuda tidak terhindar dari keretakan itu. Salah satu usaha untuk mengatasi penjelewenangan kompromis dan mempersatukan kembali segenap potensi nasional, adalah dibentuknja suatu organisasi massal Persatuan Perdjuangan. Tetapi Persatuan Perdjuangan tidak berhasil dalam usaha, baik untuk memulihkan kembali persatuan di kalangan rakjat maupun untuk mengoreksi politik Pemerintah, bahkan berbagai tindakan-tindakan itu tidak disetudjui oleh sebagian anggota-anggota dan pada hakekatnja telah menjebabkan bertambah dalamnja ketjatjauan politik. Demikianlah, maka Badan Kongres Pemuda dalam konferensi pertama pada tanggal 14 Maret 1946 jang dihadiri oleh segenap organisasi anggota, memutuskan untuk keluar dari Persatuan Perdjuangan. Tak lama kemudian pada tanggal 23 Maret 1946, Chaerul Saleh keluar dari Badan Kongres Pemuda. Badan Kongres Pemuda telah melihat ketjenderungan kompromis jang amat meratjuni udara politik dan sebagai akibatnja, bahaja keretakan<noinclude>{{rh|||175}}</noinclude> 4p8aeslgp9gk2ansjivcxti8bwxm3mj Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/185 104 113008 317078 316045 2026-09-04T22:26:46Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317078 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>Indonesia jang langsung diutus dari tanah air oleh Badan Kongres Pemuda untuk menghadiri Inter Asian Relations Conference di New Delhi pada tanggal 26 Maret 1947 telah mengadakan pertemuan dengan delegasi G.P.D.S. jang terdiri dari Rajko Tomovic (Jugoslavia), Jean Lautissier (Perantjis) dan Olga Tjotjotkina (U.R.S.S.). Delegasi Indonesia terdiri a.l. dari Hurustiati Subandrio (Pemuda Putri Indonesia), Siti Wahjuni (Pemuda Putri Indonesia), Jetty Zain (Pesindo), dan bertugas mewakili pemuda Indonesia didalam "Asiatic Youth Meeting" jang diselenggarakan dalam rangka Inter Asian Relations Conference itu. Persoalan-persoalan jang dibawa oleh delegasi Pemuda Indonesia ke "Asiatic Youth Meeting" menunjukkan bahwa tradisi internasionalisme jang anti imperialisme/kolonialisme dan setia kawan internasional pada waktu-waktu permulaan Revolusi Kemerdekaan Nasional sudah sungguh² disadari dan didjundjung tinggi oleh gerakan pemuda Indonesia. Per- soalan-persoalan tsb. jang tidak masuk atjara konferensi dan merupakan masalah-masalah baru dalam gerakan pemuda Asia pada umumnja, adalah berhubungan erat dengan perdjuangan menentang kolonialisme untuk mempertahankan kemerdekaan nasional dan demokrasi, dan me- liputi djuga masalah-masalah gerakan pemuda dan hubungan dengan pemerintah serta pemuda dan hubungan dengan gerakan pemuda inter- nasional. Kontak pertama dengan delegasi G.P.D.S. itu menghasilkan kemudian kundjungan delegasi pemuda itu ke Indonesia dalam bulan Mei 1947. Mereka datang pada saat-saat, dimana suasana politik didalam negeri makin tegang dan meruntjing karena tindakan-tindakan imperialis Be- landa, jang dengan menggunakan pasal-pasal persetudjuan Linggardjati jang amat kompromis itu, hendak menegakkan kembali kekuasaan kolonial- nja atas Indonesia, rakjat dan pemudanja. Kundjungan delegasi G.P.D.S. jang pertama itu merupakan realisasi jang konkrit dari keputusan kon- ferensi Pemuda Sedunia di London. {{left|''Delegasi pertama Pemuda Indonesia ke''}} {{left|''Festival Pemuda Sedunia I di Praha.''}} Dalam bulan Djuni 1946 ditengah-tengah memuntjaknja persiapan² imperialis Belanda untuk melantjarkan perang agresi ke-I terhadap R.I., maka berangkatlah delegasi pertama pemuda Indonesia ke Perdjaan Pemuda dan Peladjar Sedunia jang pertama di Praha. Delegasi terdiri dari Suripno, dan Sugijoso jang mewakili mahasiswa Indonesia dan Francisca Fangiday, jang mewakili pemuda Indonesia. Delegasi pemuda/<noinclude>{{rh|||179}}</noinclude> 4d0ytnd6vpo8ycst73gr592m94ws4gt Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/187 104 113009 317079 316046 2026-09-04T22:27:31Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317079 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|'''MASA ANTARA KONGRES PEMUDA II DAN'''}} {{c|'''KONGRES PEMUDA III'''}} Keadaan organisasi pemuda dan persatuan pemuda setelah Kongres- nja jang ke-II bukannja makin baik tetapi sebaliknja perpetjahan makin mendjadi-djadi, keadaan saling tidak memperdjajai dan saling menuduh membuat perpetjahan semakin mendalam. Persetudjuan Linggardjati (25 Maret 1947) dan kemudian disusul dengan persetudjuan Renville (17 Djanjuari 1948) jang kompromistis dan jang tidak sesuai dengan tuntutan revolusi serta semangat perlawanan rakjat termasuk pemudanja, mengakibatkan pertentangan jang tadjam dan mendalam dikalangan pemuda chususnja dan rakjat umumnja. Pertentangan ini makin meruntjing karena adanja usaha-usaha kaum imperialis dan kaum reaksioner untuk memperlemah potensi kekuatan revolusioner, agar memudahkan kaum imperialis menghantjurkan R.I. {{rh|||''Republik Indonesia menghadapi komplotan''}} {{rh|||''imperialis internasional''}} Pada awal tahun 1946 Presiden Sukarno dan Pemerintah R.I. pindah ke Jogjakarta. Pada tanggal 19 Djanjuari 1946 tiba di Indonesia Sir Archibald Clark-Kerr jang diutus oleh Pemerintah Inggris untuk mendjadi perantara didalam perundingan Indonesia-Belanda. Perundingan pertama tidak resmi dimulai pada tanggal 10 Pebruari 1946 dimana Belanda diwakili oleh Dr. Hubertus Van Mook, bekas gubernur-djendral Hindia Belanda, dan Indonesia diwakili oleh St. Sjahrir dengan dihadiri oleh dutabesar Inggris Clark-Kerr. Usul Belanda untuk membentuk suatu ”democratic partnership” (”perskutuan demokrasi”) antara Belanda dan Indonesia untuk suatu masa tertentu sampai saat ”bangsa Indonesia sanggup menentukan setjara bebas nasib politiknja sendiri” ditolak mentah-mentah oleh pihak Indonesia atas desakan rakjat Indonesia jang menuntut berunding atas dasar ”pengakuan R.I. 100%”. Pada tanggal 18 Maret 1946 Maj. Dj. D.C. Hawthorn, panglima pasukan-pasukan Inggris di Indonesia menerangkan bahwa tentara Inggris tidak akan ditarik dari Indonesia, sebelum kedudukan mereka diganti oleh tentara Belanda. Pada tanggal 23 Maret 1946 perundingan tak resmi diteruskan, dimana St. Sjahrir mundur dari usul tuntutan semula dan mengemukakan<noinclude>{{rh|||181}}</noinclude> p8ylyerdunq81i8xgn4k8wls914aho7 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/189 104 113011 317080 316047 2026-09-04T22:28:18Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317080 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{right|''Djaman "Persetudjuan Linggardjati"''}} {{right|''sampai Perang Agresi ke-I.''}} Perundingan-perundingan selandjutnja berpindah tempat dan sete- rusnja dilakukan di Linggardjati. Demikianlah, maka kegiatan-kegiatan komplotan imperialis internasi- onal disatu pihak, dan politik kompromis pemimpin-pemimpin Pemerintah R.I. jang dengan politik gentjatan sendjata telah melutjuti dirinja sendiri, dipihak lain, telah menghasilkan suatu naskah persetudjuan jang terkenal sebagai Naskah Persetudjuan Linggardjati, jang ditandatangani pada tanggal 15 Nopember 1946. Pokok-pokok Persetudjuan Linggardjati adalah sebagai berikut : 1. Pemerintah Nederland mengakui kekuasaan de facto R.I. di Djawa dan Sumatra. 2. Pemerintah-pemerintah Nederland dan R.I. bekerdjasama kearah pembentukan suatu negara federal jang demokratis dan berdaulat, Republik Indonesia Serikat (teks bahasa Inggris : United States of Indonesia) jang terdiri dari tiga negara, Republik Indonesia jang meliputi Djawa dan Sumatra, negara Kalimantan dan Negara Indonesia Timur. 3. Pemerintah-pemerintah Nederland dan R.I. bekerdjasama kearah pembentukan Uni Nederland-Indonesia jang akan terdiri dari Nederland — termasuk Nederland, Suriname dan Kurasau dan Republik Indonesia Serikat, Uni mana akan dikepalai oleh ratu Nederland. 4. Uni Nederland Indonesia dan Republik Indonesia Serikat didiri- kan selambat-lambatnja pada tanggal 1 Djanjuari 1949, Uni Nederland Indonesia mempunjai aparat-aparatnja sendiri untuk mengurus soal-soal jang merupakan kepentingan-kepentingan bersama bagi negara-negara anggota, chususnja soal-soal jang menjangkut urusan luar negeri, pertahanan dan kebidjaksanaan- kebidjaksanaan keuangan dan ekonomi jang tertentu. 5. Saling mengurangi kekuatan-kekuatan pasukan masing-masing, pengungsian setjara berangsur-angsur pasukan Belanda dari daerah-daerah Republik selekas mungkin sesuai dengan peme- liharaaan ketertiban umum ; pengakuan oleh Republik atas semua tuntutan-tuntutan warganegara-warganegara asing untuk restitusi dan atas hak-hak serta milik-milik didalam daerah-daerah jang dikuasai oleh Republik.<noinclude>{{rh|||183}}</noinclude> 26xz27d2ynffbr7cq1e72k6wful13q7 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/194 104 113015 317086 316056 2026-09-04T22:34:05Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317086 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>pemuda dan mahasiswa sedunia, maupun kalangan-kalangan negarawan terkemuka, telah mengutuk perang agresi kolonial Belanda I itu. Pada tanggal 29 dan 30 Djuli 1947, India dan Australia mengadjukan masalah Indonesia kepada Dewan Keamanan P.B.B. Didalam perdebatan-perdebatan berikut, djelaslah bahwa imperialis tetap ..... imperialis karena usul resolusi Australia jang moderat sekalipun (tjampur tangan P.B.B.) ditolak oleh Amerika Serikat dkk. Amerika Serikat mengadjukan usul kompromi, jang diterima oleh Dewan Keamanan pada tanggal 1 Agustus 1947. Resolusi-resolusi tersebut, memuat ketentuan² sbb. : 1. Agar Belanda dan R.I. menghentikan permusuhan-permusuhan dan 2. Agar pertikaian-pertikaian diselesaikan dengan djalan arbitrase ataupun dengan tjara-tjara damai lainnja dan melaporkan kepada Dewan Keamanan tentang hasil-hasil usaha-usaha perdamaian itu. Dilain pihak, mendjadi djelas pula, siapakah sebenarnja kawan² R.I. jang sesungguhnja. Apabila disatu pihak imperialisme internasional menjokong kolonialisme Belanda dengan tuntutan penghentian permusuhan djustru pada saat dimana pasukan-pasukan kolonial Belanda sudah dapat merebut kedudukan-kedudukan strategi baik militer maupun ekonomis jang vital di R.I. maka wakil negara-negara sosialis U.R.S.S. dan Republik Rakjat Polandia dengan gigih mempertahankan tuntutannja agar pasukan-pasukan Belanda ditarik mundur sampai tempat-tempat jang didudukinja sebelum dilantjarkan serangan agresinja. Wakil U.R.S.S. Gromyko didalam pidatonja mempertahankan pendiriannja bahwa "perundingan apapun sadja melalui arbitrase atau tjara lain-lain jang dilakukan dalam keadaan dimana pasukan-pasukan dari pihak satu berada diwilajah pihak lain, tidak akan membantu didalam tertjiptanja persamaan diantara kedua belah pihak". Demikianlah, maka pada tanggal 3 — 4 Agustus 1947 perintah penghentian tembak-menembak dikeluarkan. Tetapi pihak Belanda djuga melanggarnja. Betul, bahwa Belanda menghentikan operasi-operasi mereka ke ibu kota R.I. Jogjakarta, tetapi dalam pada itu mereka mengepung kantong-kantong R.I. didalam daerah-daerah luar jang telah mereka kuasai dan kemudian mengadakan aksi-aksi pembersihan terhadap pasukan-pasukan R.I. didaerah kantong-kantong itu. Pada tanggal 14 Agustus, setelah Sjahrir sebagai wakil pemerintah Indonesia tiba di Lake Success Amerika, dan kemudian mengeluarkan seruan agar P.B.B. mengirimkan suatu komisi untuk mengawasi pelaksanaan gentjatan sendjata dan diperbolehkan menjampaikan laporannja tentang situasi gentjatan sendjata di R.I. didepan Dewan Keamanan P.B.B., maka dengan melalui perdebatan-perdebatan jang sengit dan {{hws|me|memakan}}<noinclude>{{rh|198}}</noinclude> rayt2eor8avekglx4kdsg3olbhn9gzj Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/195 104 113016 317087 316055 2026-09-04T22:34:23Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317087 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{hwe|makan|memakan}} waktu lama, terjapailah suatu putusan-putusan berdasarkan reso- lusi Amerika Serikat jang mendapat sokongan dari semua anggota-ang- gota Dewan Keamanan, ketjuali U.R.S.S., Polandia dan Suriah jang abstain. Pada tanggal 12 September sebuah "Komisi djasa-djasa baik" jang terdi- ri dari Belgia (pilihan Belanda), Australia (pilihan Republik), A.S. (di- tundjuk oleh kedua pilihan) dibentuk, tetapi baru tiba di Indonesia achir bulan Oktober. Sudah dari permulaan bekerdjanja "Komisi djasa-djasa baik" suatu situasi militer telah tertjipta, dimana menurut "garis demar- kasi Van Mook" (ditentukan setjara unilateral pada tanggal 29 Agustus) daerah R.I. dibatasi meliputi hanja k.l. sepertiga dari pulau Djawa, setengah dari Madura dan bagian paling tidak subur pulau Sumatra. Keadaan militer jang tak seimbang itu dan sikap pasif jang diambil Dewan Keamanan terhadap pelanggaran-pelanggaran jang terus menerus dan tanpa kenal malu jang dilakukan pihak Belanda, pada hakekatnja telah membuat "Komisi Djasa-djasa Baik" tidak berdaya. Blokade ekono- mi jang dilakukan Belanda terhadap Republik sudah djauh sebelum pe- tjahnja perang agresi kolonial ke-I dan dengan lebih kedjam lagi diterus- kan selama perang agresi, telah menempatkan pihak R.I. dalam keadaan, dimana amat menjulitkan kalau tidak sama sekali menghentikan pemasuk- an bahan makanan, pakaian obat-obatan, begitu djuga sendjata, kedalam daerah R.I. jang sudah dipersempit itu, terutama di Djawa. Demikianlah, maka tiga bulan sesudah tjampur tangan P.B.B. belum djuga tertjapai suatu pertjelesaian, sedangkan pertempuran-pertempuran masih terus berkobar. Baru pada tanggal 8 Desember 1947 pertemuan pertama jang formil antara pihak Indonesia dan Belanda dengan dihadiri oleh "Komisi Djasa-djasa Baik" dapat diselenggarakan dikapal perang Amerika Serikat "Renville". Perundingan-perundingan Renville dilakukan dengan mengambil sebagai dasar pembitjaraan usul "Komisi Djasa-djasa Baik" jang dalam fase pertama dapat diterima oleh pihak R.I. didalam keseluruhannja, tetapi tidak sepenuhnja dapat diterima oleh Belanda. Usul jang kedua lebih mendekati keinginan-keinginan Belanda. Usul mana memuat ketentu- an gentjatan sendjata dengan "garis demarkasi Van Mook" sebagai garis perbatasan militer antara pihak jang bersengketa dengan sjarat a.l. bahwa dalam masa waktu tak kurang dari pada tiga bulan pihak Belanda akan menarik pasukan-pasukannja pada posisi-posisi sebelum tanggal 21 Djuli 1947, dan pemerintah R.I. akan menguasai kembali daerah-daerah jang ditinggalkan itu. Tetapi 12 fasal kontra usul Belanda dengan djelas memperlihatkan bahwa pada hakekatnja tak ada keinginan sama sekali pada pihak Belanda<noinclude>{{right|189}}</noinclude> jgez465lvatrqm4gf6a40cj365nmlsd Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/210 104 113017 317090 316059 2026-09-04T22:37:50Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317090 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>daerah-daerah jang dianggap keruh. Tuntutan mana tak dapat diterima oleh pihak Republik Indonesia. Pada tanggal 11 Desember 1948, Belanda memutuskan perundingan-perundingan dengan Republik Indonesia dan pada tanggal 19 Desem- ber Persetudjuan Renville didjatuhkannja tidak berlaku lagi. Pada tanggal 19 Desember 1948, pk. 5.30 pagi lapangan terbang Maguwo di Jog- jakarta, diserang oleh pesawat-pesawat pembom Belanda dan beberapa djam lagi Ibu kota R.I. Jogjakarta diserang dari udara dan darat. Pada hari itu djuga Bung Karno, Drs. Moh. Hatta, Sjahrir dan hampir semua Menteri-menteri Kabinet ditawan oleh Belanda. Perang agresi kolonial ke-II terhadap Indonesia mulai dilantjarkan oleh kolonialisme Belanda. {{c[[Gambar hilang]]}} {{c|''Ir. Setiadji Ketua''}} {{c|''Perindo''}} {{c|'''KONGRES PEMUDA INDONESIA KE-III'''}} Masa mendjelang Kongres Pemuda Indonesia ke-III sesudah penan- datanganan Persetudjuan Renville ditandai oleh udara politik, kedalam dan keluar jang makin panas, pertentangan-pertentangan jang makin meruntjing, keadaan ekonomi jang makin gawat karena blokade Belanda dan karena djatuhnja daerah „surplus” jang mendjadi urat nadi penghi- dupan rakjat di Djawa, sebagian besar ada dibawah kekuasaan Belanda. Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia dan lain-lain organisasi pemuda chususnja mengalami batu udjian jang seberat-beratnja. Per- satuan pemuda sudah retak sama sekali. Disamping B.K.P.R.I. berdirilah 3 badan federasi baru, jakni K.N.I. Muda (Kongres Nasional Indonesia Muda), Front Nasional Pemuda dan P.P.M.I. (Persatuan Perhimpunan- perhimpunan Mahasiswa Indonesia). Bagaimanapun keruhnja suasana perjetjahan pada waktu itu, pim- pinan Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia senantiasa berusaha agar organisasi-organisasi pemuda jang masih ada diluarnja dapat masuk persatuannja. Karena keinginan persatuan jang sedemikian ini, maka B.K.P.R.I. dengan tidak mempermasalahkan prestise atau lainnja lagi, telah mengulurkan tangannja kepada G.P.I.I. jang telah lama meninggalkan perumahan persatuan B.K.P.R.I. dan Pemuda Demokrat Indonesia jang baru berdiri, untuk melaksanakan putusan rapat Presidiumnja pada 10—11 Februari 1948 jang a.l. berbunji :<noinclude> {{right|204}}</noinclude> 1neo7b5uacseag34mq9y3wirobop4re Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/212 104 113019 317091 312610 2026-09-04T22:38:18Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317091 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>Demikianlah djuga sifat „non-political” dan „non-religious” tidak berarti bahwa organisasi pemuda tidak mempunjai garis perdjuangan politik serta mengasingkan diri dari pekerdjaan-pekerdjaan politik. B.K. P.R.I. berpendapat bahwa perdjuangan menentang imperialisme dan mentjapai tjita-tjita demokrasi, adalah semuanja soal politik jang tidak boleh tidak harus ditjapai dengan garis perdjuangan jang tertentu. Ketidak adanja persamaan pendapat dalam tjara melaksanakan azas-azas persetudjuan tersebut diatas, menimbulkan saling tidak pertjaja- memppertjajai, dan mentegangkan kehendak akan bersatu. Belum lagi kongres memperbintjangkan soal-soal jang penting, baru sampai atjara tata-tertib menentukan hak bersuara dan hak memutuskan, suasana dalam kongres sudah mendjadi amat tegang. Pihak organisasi pemuda bukan anggota B.K.P.R.I. mengusulkan supaja mereka diberi hak jang sama seperti organisasi anggota B.K.P. R.I., dalam soal-soal hak bersuara dan memutuskan. Usul ini bagi B.K. P.R.I. tidak berkeberatan asalkan mereka suka masuk lebih dahulu seba- gai anggota B.K.P.R.I. Tetapi bagi organisasi-organisasi jang tetap belum mendjadi anggota B.K.P.R.I. dalam kongres itu hanja berhak bersuara tetapi tidak berhak turut memutuskannja. Perselisihan pendapat ini menjebabkan gagalnja kehendak bersatu dan organisasi-organisasi pemuda jang tetap diluar B.K.P.R.I. meninggal- kan kongres serta mengeluarkan pernjataan bersama jang isinja tidak mengakui Kongres Pemuda jang ke-III ini sebagai Kongres Pemuda Indonesia, tetapi adalah Kongres B.K.P.R.I. {{r|''Hantjurnja B.K.P.R.I.''}} Sesudah Kongres Pemuda ke-III dan mendjelang bulan September 1948, sebelum Belanda mengadakan aksi militernja ke-II, persatuan dikalangan organisasi-organisasi pemuda terutama dalam B.K.P.R.I. han- tjur sama sekali. B.K.P.R.I. jang sudah mendjadi lemah dan sudah mendekati liang kubur-nja, djika tak boleh dikatakan habis riwajatnja mendjadi tinggal namanja sadja dikalangan dunia pemuda, setelah ia mendjatuhkan schorsing, jang kemudian disusul dengan pemetjatan ter- hadap organisasi pemuda Pesindo, satu-satunja anggota jang aktif dan merupakan tulang-punggung jang kuat selama berdirinja B.K.P.R.I. Persatuan dalam kalangan pemuda Indonesia petjah dan B.K.P.R.I. pengikat-penghimpun persatuan pemuda Indonesia habis riwajatnja dan tenggelam bersama-sama dengan hanjanja revolusi Indonesia.<noinclude>{{right|206}}</noinclude> h40u1oww5mfw1sgdr2yr23536wykljs Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/213 104 113020 317092 312611 2026-09-04T22:38:31Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317092 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|'''PERANG AGRESI KOLONIAL KE-II'''}} Untuk kedua kalinja rakjat dan pemuda Indonesia mengalami agresi kolonial Belanda pada tanggal 18 Desember 1948. Sesudah penangkapan Bung Karno dan sebagian besar Menteri² Kabinet, pada tanggal 20 Desember, komandan tentara pendudukan Belanda mendesak kepada Presiden Sukarno, agar memberikan perintah kepada pasukan-pasukan Republik Indonesia untuk menghentikan per- lawanan. Permintaan ini dengan tegas ditolak oleh Presiden, dan sebagai pembalasan maka pada tanggal 22 Desember, Presiden dan sebagian Menteri-menteri dibawa terbang, sebagian kepulau Bangka, dan sebagian ke Prapati di Sumatra Timur. Masa perang agresi ke-II ini diselingi dengan perdebatan-perdebatan berkali-kali didalam P.B.B. mengenai masalah Indonesia. Berbagai usul penghentian tembak-menembak dan penarikan mundur kekuatan-kekuatan kedua pihak ketempat-tempat jang akan ditentukan, diterima, tetapi untuk sekian kali djuga dilanggar, bahkan sama sekali diabaikan oleh Belanda. Tahun 1949 dalam sedjarah perdjuangan kemerdekaan Indonesia dimulai dengan didjalankannja bahtera Negara Republik Indonesia tanpa pengemudi, tanpa pemerintah dan wilajah jang keseluruhannja telah didalam tjengkraman kolonialisme Belanda — tetapi dimana rakjat dan pemuda Indonesia bersatu kembali dipertumpukan-pertempuran gerilya dilereng-lereng gunung, dihutan-hutan dan dikota-kota. Belanda jang jakinkan dapat menghantjurkan Republik Indonesia dalam 1 bulan sadja, ternjata amat salah perhitungannja. Perlawanan jang gigih dan sengit dari rakjat, pemuda dan tentara Indonesia merupakan suatu hal jang tak diduga-duga sama sekali. Pada achir bulan Djanjuari 1949 tentara Belanda jang kekuatannja meliputi 145.000 orang sudah berada dalam posisi defensif. Kota-kota besar jang telah mereka kuasai, mengalami serangan-serangan jang hebat pada malam hari dari pasukan-pasukan tentara Republik Indonesia dan kesatuan-kesatuan gerilja Republik Indonesia. Hanja dengan tenaga dan pengorbanan jang besar, Belanda masih dapat menguasai berbagai pos jang kuat jang menghubungi kota-kota jang diduduki mereka. Sementara itu, di Bukit Tinggi Pemerintah Darurat Republik Indo- nesia jang dipimpin oleh Mr. Sjarifuddin Prawiranegara telah dibentuk. Selama bulan-bulan Pebruari dan April serangan-serangan gerilja diseluruh front menghebat, tidak hanja di Djawa dan Sumatra, tetapi djuga di Kalimantan. Divisi Siliwangi dan djuga Divisi Sungkono, telah<noinclude>{{right|207}}</noinclude> 56497z7irmh9dl0bkam95bn9gjb7e6f Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/214 104 113021 317093 312612 2026-09-04T22:38:42Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317093 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>berhasil menjeberangi garis demarkasi Renville di Djawa Barat dan Djawa Timur. Dari masa perdjuangan jang penuh heroisme ini, mendjadi amat terkenallah peristiwa penjerbuan 2.000 anggota T.N.I. ke Jogjakarta pada hari subuh tanggal 1 Maret. Selama 6 djam Jogja diduduki oleh tentara Republik Indonesia. Pertempuran-pertempuran berlangsung sampai pukul 5 sore. Hanja dengan dikerahkannja bantuan dari Semarang oleh Belanda, maka dibebaskannja Jogjakarta oleh T.N.I. dapat digagalkan. Waktu Jogja ditinggalkan oleh pasukan-pasukan T.N.I., Belanda melakukan pembersihan dan pembakaran terhadap rumah-rumah rakjat. Dari peri- stiwa inilah lahir djejeritera jang mendjadi terkenal "ENAM DJAM DI JOGJA". Peristiwa penjerbuan ini tidak hanja menggetarkan tentara dan pemerintah kolonial Belanda, tetapi djuga dunia internasional dan amat berpengaruh terhadap posisi Republik Indonesia di Perserikatan Bangsa². Sekalipun usaha Belanda jang keras untuk me-nutupi² kenjataan jang sebenarnja sekitar perubahan situasi militer jang makin menguntung- kan bagi pihak kesatuan-kesatuan tentara Republik Indonesia, namun achirnja diketahui djuga oleh dunia luar, tidak hanja di Indonesia sendiri, tetapi djuga diluar negeri. Perang kemerdekaan melawan kolonialisme Belanda jang dilakukan rakjat dan pemuda Indonesia telah menarik perhatian dunia internasional. Dimana-mana terutama dinegeri-negeri Asia-Afrika, seperti Mesir, Pakis- tan, India, Sailon dan Birma, rakjat dan Pemerintah²nja melarang pendaratan-pendaratan pesawat-pesawat terbang Belanda. Begitu djuga kaum buruh dinegeri tersebut menolak untuk melajani kapal² Belanda jang berlabuh dipelabuhan² negeri mereka. Terdesak oleh situasi militer jang makin memburuk bagi tentara Belanda, berkat perlawanan jang heroik dari rakjat dan pemuda Indonesia dan dengan alat-alat solida- ritas internasional dan pendapat umum sedunia jang makin mengutuk keganjasan perang agresi Belanda, maka achirnja Belanda terpaksa djuga menjetudjui perundingan dengan Republik Indonesia, jang diadakan pada tanggal 14 April 1949 di Djakarta dibawah pengawasan U.N.C.I. (United Nations Comitte for Indonesia, adalah nama baru bagi K.T.N. jang lama). Sesudah perundingan-perundingan jang lama dan menegangkan, di- mana terasa lagi tekanan wakil Amerika Serikat didalam U.N.C.I., Merle Cochran, maka pada tanggal 7 Mei penandatanganan dari apa jang di- namakan persetudjuan ROEM-ROJEN tertjapai. Persetudjuan ini menimbulkan ketidjak pengertian dan kebingungan dikalangan rakjat Indonesia, terutama dikalangan angkatan bersen- djata dan para geriljawan, jang merasa seakan-akan segala pertahan-<noinclude>{{rh|208}}</noinclude> q33pgf2mvnhqas7qv1xtgguduby2yed Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/215 104 113022 317094 312614 2026-09-04T22:38:56Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317094 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>an dan penderitaan itu sia-sia belaka. Mereka menolak untuk tunduk kepada keputusan-keputusan gentjatan sendjata dan meneruskan operasi militernja. Adalah terutama karena tekanan-tekanan militer oleh T.N.I. dan para geriljawan-geriljawan kita inilah, jang makin menghebat pada bulan-bulan April dan Mei, bahwa Belanda terpaksa djuga tunduk kepada keputusan jang mengharuskan mengundurkan pa- sukan-pasukannja dari Jogjakarta dan sekitarnja. Demikianlah pada tanggal 30 Djuni seluruh karesidenan Jogjakarta bersih dari serdadu Belanda, untuk kemudian digantikan oleh T.N.I. Pada tanggal 6 Djuli 1949 Bung Karno dan lain-lain Menteri Kabinet jang ditawan Belanda, kembali ke Jogjakarta dan masuknja dibawah sambutan jang hangat dan amat mengharukan dari rakjat Jogja- karta. Pada tanggal 13 Djuli 1949 sidang pertama Kabinet Republik Indonesia sesudah petjahnja perang agresi kolonial ke-II, dibuka. Peme- rintah Darurat jang selama dipimpin oleh Sjarifuddin Prawiranegara menjerahkan kembali mandatnja kepada Pemerintah Pusat. Pada tanggal 1 Agustus 1949 gentjatan sendjata disetudjui antara Republik Indonesia dan Belanda, jang mulai berlaku pada tanggal 11 Agustus di Djawa dan 15 Agustus di Sumatra. Pada tanggal 23 Agustus Konperensi Medja Bundar di Den Haag dimulai antara Nederland, Republik Indonesia dan B.F.O. (Bestuur van Federaal Overleg) dengan dihadiri oleh wakil Pemerintah Amerika, Merle Cochran. {{c|'''PERSETUDJUAN KOMPROMI'''}} Puntjak dari pada segala politik kompromi adalah, ketika pada tanggal 2 Nopember 1949, Konperensi Medja Bundar di Den Haag di- achiri dengan diterimanja Persetudjuan K.M.B. Berdasarkan keputusan-keputusan Konperensi Medja Bundar jang ditetapkan didalam Statut Uni, maka pada tanggal 27 Desember 1949 akan dilakukan apa jang dinamakan "penjerahan kedaulatan Belanda atas Indonesia kepada Indonesia". Menurut fasal-fasal Persetudjuan K.M.B., Republik Indonesia diharuskan menjerahkan kembali segala milik konsesi asing kepada kaum imperialis Belanda. Ini berarti bahwa hak-hak kaum pendjadjah diper- tahankan. Ini berarti, bahwa Indonesia tidak mempunjai hak menentukan atas sumber-sumber bahan mentah negeri. Semua tambang, sumber² minjak, timah, sebagian perkebunan karet dll. adalah milik asing, dan kesemuanja ini mesti dikembalikan kepada kaum imperialis, menurut<noinclude> {{right|209}}</noinclude> d87icw66mryh5to4b4n0i62hevmrivy Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/216 104 113023 317095 312616 2026-09-04T22:39:10Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317095 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>perdjadjian K.M.B. Pemerintah Indonesia tidak berhak untuk meng- adakan perdjadjian-perdjadjian dagang dan persetudjuan-persetudjuan dengan negeri-negeri lain setjara bebas. {{rh|''[Gambar hilang]''}} {{rh|''Subagjo Reksodipuro SH''}} Disamping itu Republik Indonesia diharuskan membajar bunga dan hutang sedjumlah 4 miljard gulden kepada Nederland. Ketjuali Republik Indonesia harus menerima ketentuan pembiajaan Misi Militer Belanda, jang akan membangun Tentara Republik Indonesia menu- rut faham-fahamnja, angkatan laut Belanda djuga tetap berada di Indonesia. Keputusan-keputusan Persetudjuan K.M.B. telah menimbulkan pertentangan² baru, dimana disatu pihak Pemerintah Republik Indonesia jang telah menjetudjui K.M.B. dan jang dipim- pin oleh Drs. Moh. Hatta berhadapan dengan rakjat, kaum buruh dan tani jang merasa amat dirugikan olehnja, Demi- kianlah terdjadi bentrokan-bentrokan antara pemerintah dengan kaum tani, jang berdasarkan K.M.B. harus menjerahkan tanah-tanah garap annja kepada bekas pemilik-pemilik perkebunan-perkebunan asing. Begi- tu djuga timbullah ketegangan-ketegangan baru antara pemerintah dan kaum buruh sekitar sumber-sumber minjak, jang sudah direbut revolusi dan kini berdasarkan K.M.B. dituntut kembali oleh perusahaan-perusa- haan minjak asing, seperti B.P.M. Mengenai suatu bagian wilajah sjah Indonesia, ialah Irian Barat, Persetudjuan K.M.B. menetapkan bahwa bagian sjah Indonesia itu tidak akan termasuk dalam "penjerahan kedaulatan". Kedudukan Irian Barat akan ditentukan setahun kemudian. Kaum imperialis Belanda berniat untuk mengadakan ekspansi kolonial setjara besar-besaran didaerah jang langsung didjadjahnja. Disamping itu didudukinja Irian Barat oleh Belanda merupakan antjaman jang terus menjerus kepada Republik Indonesia. Letak daerah ini jang strategis membikinnja mendjadi pusat intrik-intrik imperialis. {{c|'''MENTJARI DJALAN BARU'''}} {{c|'''BAGI PERDJUANGAN PEMUDA'''}} Kongres Pemuda Indonesia ke-III tjukup menggambarkan sampai dimana perpetjahan jang ada dikalangan organisasi pemuda. Kita sudah<noinclude> {{right|210}}</noinclude> 9cf9uzfer65axi7p1tnbml13qfomah6 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/217 104 113024 317096 312617 2026-09-04T22:39:23Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317096 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>mengikuti bagaimana bahtera keorganisasian pemuda terombang-ambing oleh gelombang-gelombang dahsjat pertentangan-pertentangan politik jang mengamuk dan menghantam kehidupan nasional Republik Proklamasi. Bagaimana pertentangan-pertentangan politik mentjapai puntjaknja ketika rakjat dan pemuda Indonesia berhadapan dengan rakjat dan pe- muda Indonesia dalam suatu tragedi nasional jang terkenal sebagai "peristiwa Madiun". Bagaimana persatuan jang sudah begitu retak karena politik kompromis dan dualistis mendjadi petjah sama sekali, karena tjampur tangan dan tekanan imperialisme Amerika Serikat, telah diguna- kan sebaik-baiknja oleh kolonialisme Belanda, untuk menjerang kedua kalinja Republik Indonesia. Perang agresi kolonial ke-II memberikan peladjaran jang pahit bagi rakjat dan pemuda Indonesia bahwa kita masih menghadapi musuh bersama, ialah imperialisme-kolonialisme jang ingin mendjadjah kembali Republik Indonesia. Selama perang agresi ke-II, pemuda Indonesia bersatu kembali memanggul sendjata untuk membela tanah air dan bangsa terhadap serangan² pendjadjah. Pemuda Indonesia kembali bahu-membahu bertempur mengusir imperialis, sampai kembalinja Republik Indonesia dibukota Jogjakarta. Kita sudah mengetahui, bahwa berdasarkan Roem-Royen Statement daerah Republik "Renville" berangsur-angsur ditinggalkan oleh tentara Belanda. Perundingan dimulai kembali dan pertempuran-pertempuran dihentikan. Mulai saat ini pemuda menjusun kembali organisasi² ma- sing-masing. Pada saat itu di Djawa sadja telah terdapat kl. 100 organi- sasi pemuda lokal, djadi belum termasuk organisasi pemuda jang berpu- sat di Jogjakarta. Untuk mengadakan pendjindjauan dan penjusunan kembali organisasi² pemuda, maka atas inisiatif pemuda Indonesia mengadakan Konperensi Pemuda Seluruh Indonesia pada tanggal 14 — 19 diibukota Jogjakarta. {{r|''Konperensi Pemuda Seluruh''}} {{r|''Indonesia''}} Konperensi Pemuda Seluruh Indonesia diadakan didalam keadaan dimana disatu pihak negara Republik Indonesia belum sepenuhnja sembuh kembali dari luka-luka disebabkan dua perang agresi kolonial, dan pertentangan-pertentangan politik sebelum dan antara dua perang agresi kolonial jang telah mengamuk dalam tubuh Republik Indonesia.<noinclude>{{right|211}}</noinclude> b1rwl557pwdz6q80ysv957noz3vegr2 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/218 104 113025 317097 312619 2026-09-04T22:39:35Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317097 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>Sedangkan dilain pihak, pemerintah Hindia Belanda masih menduduki bagian-bagian wilajah Indonesia, dimana kekangan hak-hak demokrasi telah menimbulkan suasana takut dan tegang. Didalam daerah merdeka Republik Indonesia, sisa-sisa ketegangan dan tjuriga-mentjurigai akibat pertentangan-pertentangan politik dengan puntjaknja "Peristiwa Madiun" — tidak membantu untuk mentjiptakan suasana jang tenang bagi penjelenggaraan suatu konperensi jang tudjuan utama adalah pendjindjauan dan penjusunan kembali organisasi- gerakan pemuda jang meliputi seluruh wilajah Indonesia. Tetapi bagaimana djuga, tradisi persatuan dari perdjuangan anti imperialisme pemuda dan rakjat Indonesia, jang telah mendapat per- njataan didalam "Sumpah Pemuda" pada tanggal 28 Oktober 1928, telah banjak mengilhami didjalannja konperensi Pemuda Seluruh Indonesia kearah menanggulangi pertentangan-pertentangan jang timbul selama konperensi itu. Gagasan-gagasan jang berjiwa Revolusi Agustus 1945 jang ditjetus- kan oleh wakil-wakil pemuda Republik Indonesia, merupakan bahan² jang kelak akan terbukti besar manfaat dan pengaruhnja terhadap per- djuangan rakjat dan pemuda Indonesia dinegara-negara federal untuk kemerdekaan politik jang penuh kearah pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia. Kelak, karena didalam ruangan konperensi pada saat konperensi diadakan, masih berbentrokhlah dan berlawanan satu dengan lain berbagai gagasan dan pandangan-pandangan jang masing-masing dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman dan kondisi-kondisi politik masing-masing. Konperensi terpetjah terbagi dalam dua front, jang satu jang mewakili daerah merdeka dimana hak-hak demokrasi dapat ber- kembang setjara bebas dan jang lainnja, jang mewakili daerah kekuasaan kolonialis Belanda, dimana tekanan banonet dan pendjadjahan, serta rasa takut menguasai kehidupan politik. Disamping itu banjak tokoh-tokoh pemuda jang selama Revolusi Agustus 1945 memegang peranan aktif, baik didalam persiapan Proklamasi Kemerdekaan maupun didalam mempertahankan dan membela hasil-hasil Revolusi Agustus 1945 terhadap serangan-serang- an imperialis dan kolonialis, ataupun didalam usaha menjusun negara dan alat-alatnja, tidak hadir. Antara mereka jang hadir, itu jang hadir termasuk tokoh pemuda B.K.P.R.I., Supardo, dengan ulet dan bijaksana dapat mengatasi per- soalan-persoalan jang timbul selama konperensi dan mentjegah terulangnja kembali pengalaman nasib Kongres ke-III atas konperensi ini. Permasarasan-permasalahan didalam konperensi adalah Tatang Mach- mud dan Sutomo. Konperensi mengambil keputusan antara lain sbb :<noinclude>{{rh|212}}</noinclude> magrji7amks60fkdupyc19kpmqo5sbw Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/219 104 113026 317098 312620 2026-09-04T22:39:51Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317098 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{r|''Manifes Pemuda''}} Suatu sikap politik jang dikeluarkan oleh konperensi dan berbentuk ”Manifes” jang ditandatangani oleh S. Harnopidjati, Supardo dan J.V. Warow, berbunji sbb. : :Konperensi Pemuda Seluruh Indonesia jang diadakan di :Jogjakarta tanggal 14 sampai 18 Agustus 1949. :Sedjalan dengan tingkat perdjuangan jang dihadapi seluruh :rakjat Indonesia pada waktu ini, maka kami jang bertanda :tangan dibawah ini, perutusan dua puluh delapan organisasi :pemuda dari seluruh Indonesia dengan ini mentjusun pem- :baharuan organisasi pemuda diseluruh Indonesia dengan :pedoman sebagai berikut : # Dasar : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. # Tudjuan : Kesempurnaan negara Republik Indonesia jang Satu Merdeka dan berdaulat keluar dan kedalam, jang meliputi seluruh kepulauan Indonesia (termasuk Irian) dan berdasarkan Pantjasila. # Sembojan Perdjuangan : ::Satu Bangsa — Bangsa Indonesia ::Satu Bahasa — Bahasa Indonesia ::Satu Tanah Air — Tanah Air Indonesia ::Satu Negara — Negara Indonesia # Lambang Kebangsaan : ::Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya ::Bendera Negara ialah Sang Merah Putih ''Resolusi - Resolusi'' Resolusi-resolusi jang diambil menuntut penarikan Belanda setjepat- tjetapnja dari seluruh Indonesia dengan ketentuan waktu jang pasti dan selandjutnja dengan tegas mententang setiap usaha untuk mengadakan perang kolonial. Selandjutnja resolusi-resolusi itu menjatakan penghargaan terhadap perdjuangan-perdjuangan Indonesia jang ditawan Belanda dan mendesak kepada seluruh wakil-wakil rakjat Indonesia supaja memper- djuangkan pembebasan mereka selekas mungkin. Sebagai hasil konkrit konperensi, maka suatu Sekretariat Pemuda Indonesia didirikan, jang sifatnja adalah sebagai penghubung. Salah satu program usaha adalah penjelenggaraan suatu Kongres Pemuda<noinclude>{{r|213}}</noinclude> 5hv6elj50fikzdnzf5ljugqcdqn2rqo Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/220 104 113029 317099 312625 2026-09-04T22:40:08Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317099 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|[Gambar hilang]}} {{c|''Kongres Pemuda ke-IV — di Surabaja''}} Seluruh Indonesia jang lebih luas dengan tudjuan pertama-tama me- njusun kembali persatuan dan organisasi pemuda Indonesia. Sebagai pimpinan "Sekretariat Pemuda Indonesia" ditundjuk Subagio Reksodipuro sebagai Sekretaris I, Hersuben sebagai Sekretaris II, Nasrun sebagai Sekretaris III. {{r|''Kongres Pemuda Indonesia ke-IV''}} Kongres Pemuda Indonesia ke-IV diadakan di Surabaja pada tanggal 8 - 15 Djuni 1950. Kongres ini dihadiri oleh 225 orang utusan dan penindjau. 171 utusan mewakili 47 organisasi dan 54 penindjau dari 25 organisasi, diantaranya 14 Badan Federasi atau Badan Koordi- nator. Dari luar Djawa dan Madura hadir djuga wakil-wakil pemuda dari Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Bali, Sumbawa dan djuga wakil dari Perdjuangan Pemuda Irian. Kongres Pemuda Indonesia ke-IV ini membuka suatu lembaran baru dalam sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia, chusus dilihat dari segi pengorganisasiannja. Untuk pertama kali dipersoalkan masalah penjedj- rahan organisasi pemuda — jang gagasannja dituangkan dalam bentuk prasaran Moh. Isnaeni dari Pemuda Demokrat Indonesia. Suatu masalah jang amat mendesak, mengingat adanja ber-puluh² organisasi pemuda lokal dan berpusat dan kurang lebih 15 badan-badan federasi organisasi pemuda. Aspek baru lain lagi, adalah pembahasan suatu program kegiatan pemuda berdasarkan faktor-faktor objektif dan konkrit didalam dan diluar negeri. Masalah tersebut erat sangkut-pautnja dengan dasar perdjuangan<noinclude>{{rh|214}}</noinclude> audx4hwuz1892rk1hd31zl8o9h2o5mf Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/222 104 113031 317100 312630 2026-09-04T22:40:53Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317100 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>kan. Melainkan djustru karena perdjuangan terlalu tiada arah. Bahaja besar harus kita tjegah disini terbawanja pemuda kepada suasana apathie (masa bodoh) tidak mau susah-susah. Semua itu anasir-anasir jang menerdjunkan kita kepada anarsisme jang merusak sekali" . Selandjutnja dibentangkan bagaimana dalam keadaan dan suasana demikian, kebudajaan imperialis memainkan peranannja ".......... suatu kebudajaan jang meratjuni djiwa pedjuang dari rakjat dan pemuda Indonesia, jang membawa fikiran-fikiran dan perhatian mereka itu ke hal-hal melamun, chajal dan moreel ideologi rusak. ,,Adalah suatu kenjataan", demikian Setiadi, ,,bahwa kebudajaan Amerika bagian jang ter- Dahlan Ranuwihardja Ketua umum PPMI djelek, kebudajaan paha dan pantat paling telandjang, meradjalela dan merusak hati fikiran pemuda kita setjara besar2an dewasa ini.” Oleh pemrasaran diandjurkan agar pemuda Indonesia menentang dengan aksi-aksi dan demontrasi setiap usaha pemetjah-belah, termasuk Irian Barat dari wilajah Indonesia, intrikintrik imperialisme melalui "R.M.S." ( Republik "T.I.N." ( Negara Indonesia Timur ) dlsb.-nja. Aksi-aksi solidaritet dengan perdjuangan Maluku kemerdekaan Selatan) , nasional pemuda dan rakjat dinegeri-negeri djadjahan dan setengah djadjahan, begitu djuga aktivitas-aktivitas jang perlu mendapat perhatian jang seksama dari kongres dan pemimpin-pemimpin pemuda. Mentjegah meradjalelanja kebudajaan imperialis di Indonesia, tuntutan segera dibebaskannja pemuda dan rakjat Indonesia dari pendjara/konsentrasi kamp Belanda, kelonggaran-kelonggaran hak-hak demokrasi dan pendemokrasian pengangkatan-pengangkatan pada djabatan² Pemerintah adalah soal-soal jang wadjib diperbintjangkan pemuda Indonesia. Dibawah djudul "Republik kita harus mempunjai arti bagi Rakjat”, Setiadi, selandjutnja mengemukakan pikiran-pikiran dalam rangka program usaha djangka pandjang. Dalam hubungan ini pemrasaran menganggap sebagai jang utama, jalah "Perluasan Peladjaran bagi Rakjat". Menurut Setiadi tidak benarlah baik politis, sosiologis maupun ekonomis, apabila kebutuhan ini harus dikalahkan oleh "kekurangan begroting" . Sebagai kedua, dikemukakan usaha-usaha untuk memadjukan kesehatan rakjat.<noinclude>{{rh|218}}</noinclude> em7u3zv0dr5pdw1oyhmmntr4e5i5qqw Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/223 104 113033 317101 312635 2026-09-04T22:41:08Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317101 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude><div align="right"><i>Dasar Perdjuangan Pemuda</i></div> Pokok-pokok fikiran jang dikemukakan pemrasaran Moch. Dach-lan sekitar masalah ini, adalah sbb. :   1. Dengan menundjukkan kepada Manifes Pemuda jang dilahirkan    oleh Konperensi Pemuda Seluruh Indonesia di Jogjakarta, pem-    rasaran terutama menekankan kepada Proklamasi 17 Agustus    1945 sebagai dasar perdjuangan pemuda.   2. Negara Kesatuan Republik Indonesia (termasuk Irian Barat)    berdasarkan Pantjasila adalah dasar lain jang oleh pemrasaran    dianggap perlu untuk didjadikan dasar perdjuangan pemuda.   3. Sebagai dasar kerdja-sama organisasi pemuda, pemrasaran me-    ngandjurkan untuk memegang teguh prinsip² ”Sumpah Pemuda”. <div align="right"><i>Keputusan-keputusan Kongres</i></div> Persoalan-persoalan jang dibawa peserta-peserta didalam kongres, menggambarkan bahwa semangat anti-imperialis tetap mendjiwai tekad bulat pemuda Indonesia untuk melandjutkan mengisi Kemerdekaan Indo- nesia Proklamasi tahun 1945. Kongres sendiri adalah manifestasi dari pada kebutuhan objektif gerakan pemuda untuk bersatu. Pertentangan² dan bentrokan-bentrokan antara gagasan satu dan lainnja, jang timbul selama kongres, pada umumnja menjangkut tjaratj-tjara perdjuangan, dan tak dapat dihindarkan. Kongres Pemuda Indonesia ke-IV jang diadakan setelah gerakan pemuda mengalami masa tenggelamnja, terbentuk kepada batu-karangs peristiwa-peristiwa nasional jang berat dan tragis, mempunjai arti jang penting karena ia langkah pertama kearah penemuan kembali kepribadiannja sendiri. Kepribadiannja sebagai pemuda jang berdjiwa revolusioner, patriotik, anti-imperialis dan anti-kolonialis, dan sebagai gerakan tak dapat dipisahkan dari gerakan rakjat Indonesia umumnja.   Keputusan-keputusan kongres setjara wadjar mentjerninkan per- soalan-persoalan jang dibawa para anggota didalam kongres. Sebagai mukaddimah kepada keputusan-keputusan kongres mengenai Program, kongres melahirkan pernjataan sbb. : ”Karena hasrat menggalang persatuan Indonesia guna menjusun kebulatan tekad tenaga dan fikiran untuk melandjutkan perdjuangan bangsa, Kongres Pemuda Seluruh Indonesia di Surabaja pada tanggal 8 — 14 Djuni 1950, menjatakan tetap berpegang teguh pada Manifes Pemuda jang diputuskan dalam Konperensi Pemuda Seluruh Indonesia<noinclude>{{rh|||217}}</noinclude> s6jn1d4wgagij8r372njo0bomll0sma Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/226 104 113053 317195 316969 2026-09-05T02:00:21Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317195 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|PERANAN PEMUDA DALAM MEMBUBARKAN}} {{c|NEGARA-NEGARA BONEKA}} Dalam menghadapi kenjataan adanja negara boneka buatan kolonialis Belanda, Pemuda Indonesia dengan setia kepada Sumpah Pemuda tahun 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Agustus 1945, serta sesuai dengan putusan Kongres Pemuda bertekad untuk membubarkannja. Segera setelah terdjadi apa jang dinamakan ”penjerahan kedaulatan”, pemuda Indonesia tak menjia-njiakan waktu untuk melakukan aksinja. Pemuda-pemuda se-Djawa Timur, Surabaja chususnja, di Medan, Sumatra Selatan dll. melakukan berbagai aksi untuk membubarkan negara boneka itu. Di Djawa Timur, Surabaja chususnja aksi massa, termasuk pemudanja, sudah berlangsung sedjak achir tahun 1949. Ini dapat dilihat dari tuntutan berbagai golongan untuk membubarkan "Negara Djawa Timur" buatan van der Plas dengan apa jang disebut "wali negaranja" R.T.P. Achmad Kusumonegoro. Tuntutan dan resolusi-resolusi berturut-turut datang dari: P.N.I. Tjabang Surabaja pada tanggal 1 Desember 1949; Persatuan Kaum Buruh Pasuruan pada tanggal 5 Desember 1949; Front Pemuda Djember, Front Pemuda Situbondo dan Serikat Buruh Kereta Api Tjabang Malang pada tanggal 11 Desember 1949; wakil rakjat Malang pada tanggal 15 Desember 1949; Gerakan Kedaulatan Rakjat Batu pada tanggal 17 Desember 1949; Rukun Wanita Indonesia Pasuruan pada tanggal 18 Desember 1949; Konperensi Kilat Front Nasional Pemuda pada tanggal 19 Desember 1949; Serikat Sekerdja Ketjamatan Seluruh Distrik Gresik pada tanggal 23 Desember 1949; Serikat Buruh Djawatan Pekerdjaan Umum Bondowoso, Djember, Tanggul, Lumadjang, Kraksaan pada tanggal 25 Desember 1949; Rakjat Karang Ploso pada tanggal 28 Desember 1949; Rakjat Modjokerto pada tanggal 29 Desember 1949; Pegawai Kepenghuluan Kabupaten Modjokerto pada tanggal 30 Desember 1949; Rakjat Sidohardjo pada tanggal 3 Djanuari 1950; Rakjat Gunung Kendeng pada tanggal 6 Djanuari 1950; Persatuan Penghulu dan Pegawai Djawa Timur pada tanggal 7 Djanuari 1950; Persatuan Rakjat Djawa Timur pada tanggal 8 Djanuari 1950; Rakjat Pasuruan pada tanggal 9 Djanuari 1950; Rakjat Sidohardjo pada tanggal 13 Djanuari 1950. Sebagai puntjak dari aksi-aksi rakjat dan pemuda Djawa Timur diadakan aksi rapat raksasa dan demonstrasi jang diselenggarakan oleh berbagai pemuda di Surabaja seperti GERPRI, Ikatan Pemuda Bekas Tawanan, Pemuda Maluku dan lain-lain dan jang didukung oleh semua<noinclude>{{rh|220}}</noinclude> rekyyqo7e3i188g53r9zow3dxnd2tma Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/227 104 113054 317196 316970 2026-09-05T02:00:36Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317196 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Organisasi massa revolusioner. Setelah melalui berbagai pertemuan, rapat, dan diskusi, organisasi pemuda mendapatkan kebulatan bahwa tuntutan pembubaran negara boneka "Djawa Timur" harus lebih digelorakan dengan mengadakan rapat-rapat raksasa dan demonstrasi-demonstrasi. Rapat raksasa ini diselenggarakan pada awal bulan Februari 1950 dilapangan Tambaksari dan dihadiri oleh tidak kurang dari 250.000 orang. Pembitjara utama dalam rapat ini ialah pemuda Semaun ketua Ikatan Bekas Tawanan, jang dalam pidatonja menjerukan sembojan "Merdeka dengan Djawaban Bulat!". Dalam pidatonja dituntut supaja negara boneka "Djawa Timur" bubar, dan Djawa Timur masuk langsung mendjadi propinsi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Djuga dituntut agar semua wakil-wakil Djawa Timur dalam Parlemen RIS ditarik, karena mereka adalah pilihan Belanda. Rapat raksasa ini diakhiri dengan demonstrasi menudju kerumah bekas Kediaman "wali negara" "Negara Djawa Timur", untuk menjampaikan resolusi, tetapi penghuninja sudah meninggalkan tempat itu sebelumnja. Rakjat makin marah hingga perabot dalam rumah sebagian dirusak. Aksi jang sama djuga berlangsung di Djember, dalam mana pembitjara utamanja adalah Sadjimo, wakil ketua Ikatan Pemuda Bekas Tawanan, jang kemudian ditahan selama satu bulan. Setelah protes-protes dilantjarkan oleh berbagai organisasi pemuda, Sadjimo dibebaskan. Aksi-aksi ini djuga mendapatkan rintangan pembela federalis dan bahkan dari sementara alat-alat kekuasaan Republik Indonesia sendiri. Walaupun demikian, demi perdjuangan rakjat jang gigih itu negara boneka Djawa Timur pada tanggal 25 Februari 1950 dibubarkan dan mendjadi bagian dari daerah Republik Indonesia. Aksi rakjat dan pemuda jang sama djuga berlangsung di Sumatra Timur untuk menuntut pembubaran negara boneka "Sumatra Timur" jang dikepalai oleh apa jang dinamakan "wali negara"nja Dr. Mansur. Konferensi Pemuda Sumatra Timur jang dilangsungkan di Medan pada tanggal 26, 27 dan 28 Desember 1949 memutuskan untuk menuntut agar negara boneka "Sumatra Timur" dibubarkan dan kekuasaan Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan di Sumatra Timur. Front Nasional Sumatra Timur dalam konferensinja pada tanggal 21 dan 22 Djanuari 1950 menjetudjui resolusi menuntut dibubarkannja "negara Sumatra Timur". Resolusi ini kemudian pada tanggal 11 Maret 1950 didukung oleh partai politik dan organisasi massa jang ada di Sumatra Timur. Dalam kota Medan jaitu di Tanah Karo, Sumatra Tengah, Sumatra Timur Selatan, Langkat dan di Deli didirikan suatu gerakan jang diberi nama "Aksi Tuntutan Rakjat" dalam mana pemuda ikut serta aktif.<noinclude>{{rh|||221}}</noinclude> dj7h3e5sf9xvp3crlzuyv8u8xptmu8g Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/228 104 113055 317197 316971 2026-09-05T02:00:57Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317197 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Didalamnja. Pada tanggal 30 dan 31 Djanuari 1950 Aksi Tuntutan Rakjat di Pantjur Batu mengadakan demonstrasi bersama dengan rakjat Tanah Karo sebanjak 85.000 orang pada tanggal 14, 15, 16, 17 Februari 1950 menudju ke Medan dengan membawa tuntutan jang sama. Penangkapan jang dilakukan oleh alat-alat negara Sumatra Timur tak djuga mengendorkan semangat dan aksi rakjat, bahkan makin meningkatkan keberanian rakjat termasuk pemudanja. Pada tanggal 16 Februari 1950 Aksi Tuntutan Rakjat Asahan Selatan dan Labuhan Ratu menjatakan tidak mengakui "Negara Sumatra Timur" dan hanja mematuhi Republik Indonesia. Achirnja suatu pernjataan jang bulat telah diambil dalam satu Kongres Rakjat se-Sumatra Timur jang menuntut dibubarkan "Negara Sumatra Timur" dan agar kekuasaan Republik Indonesia ditegakkan. Sebagai hasil dari perdjuangan rakjat termasuk pemudanja di Sumatra Timur negara boneka "Sumatra Timur" menjerahkan kekuasaannja kepada pemerintah RIS. dan dengan demikian makin memudahkan melikwidasi negara boneka itu. Aksi jang sama jang menjatakan tekad pemuda untuk melikwidasi negara-negara boneka van Mook terdjadi dimana sadja ada negara boneka itu dengan berbagai bentuk, tjara dan djalan sesuai dengan keadaan organisasi rakjat dan pemuda didaerah itu. Dan berkat perdjuangan rakjat serta pemudanja jang tegas dan ulet pada tanggal 17 Agustus 1950, tepat pada hari peringatan 5 tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, berkumandanglah suara Presiden Sukarno dari dalam gedung Dewan Perwakilan Rakjat, didjalan Dr. Wahidin — Djakarta jang menjatakan pembubaran negara Republik Indonesia Serikat hasil K.M.B., dan menjatakan berdirilah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini adalah kemenangan pertama rakjat Indonesia termasuk pemudanja terhadap politik kompromi jang chianat. Suatu kemenangan jang akan disusul dengan kemenangan lainnja, asalkan pemuda tetap setia pada tjita-tjitanja, tetap teguh ulet dalam melandjutkan perdjuangan untuk mentjapai Negara Kesatuan Republik Indonesia jang Merdeka Penuh, dan Demokratis.<noinclude>{{rh|222}}</noinclude> hokc323bvd2j5cl885cwbp8tgfcewg0 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/229 104 113056 317198 312787 2026-09-05T02:01:21Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317198 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|P E R I O D E — V}} {{c|PEMUDA INDONESIA BERDJUANG}} {{c|U N T U K}} {{c|MENGKONSOLIDASI REPUBLIK INDONESIA}} {{c|DAN DEMOKRASI}} {{c|( 1950 — 1960 )}}<noinclude></noinclude> qni208d5o1idafcewjnbh1i8uuxbbfl Halaman:Kewadjiban dan Hak.pdf/3 104 113133 317119 312772 2026-09-04T23:21:10Z Cgjkldn 22445 /* Tanpa teks */ 317119 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{font-size|300%|Commissie voor de Volkslectuur,}} ja'itoe: {{larger|OESAHA PEMBATJAAN 'OEMOEM,}} menerbitkan dan menolong menerbitkan pelbagai kitab-kitab tjerita dan kitab-kitab pengadjaran, karangan Boemipoetera atau salinan daripada basa asing kepada basa Boemipoetera, jang berpaédah, ja'itoe jang menambah ketjerdasan jang 'am atau pengetahoean jang indah-indah, atau keadaban dan tertib kesopanan. Kebanjakan kitab-kitab jang diterbitkan itoe boléh dipindjam atau diséwa dengan bajaran jang sedikit kepada „Gedoeng pembatjaan 'oemoem” (Volksbibliotheek), jang diadakan hampir dalam tijap-tijap negeri, jang menaroeh sekolah kelas doewa, di Hindia-Belanda ini, dan boléh poela dibeli dengan harga jang amat moerah kepada {{larger|GOEDANG BOEKOE PEMERINTAH}} ('s Lands Dépôt van Leermiddelen) di Weltevreden. {{border|position=center|compact=true|color=#FFFFFF|max-width=50em|SEKALIJAN KITAB-KITAB ITOE DIPERLINDOENGKAN KEPADA OENDANG-OENDANG HAK PENGARANG JANG TERKANDOENG DALAM FIRMAN PEMERINTAHAN TAHOEN 1912 No. 600.}} Itoepoen kitab ini boléh ditjétak poela (nadruk) atau ditjétak sekali lagi (herdruk) dikoetip atau dinoekil, asal sadja dimintakan izin lebih dahoeloe kepada Kantor Volkslectuur, serta dinjatakan kitab jang asal ini. {{rule|5em}}{{rule|5em}}<noinclude></noinclude> 78z7g7sg6egstld8sk5zimn4n9yrbsy Halaman:Revoloesi Nasional dan Mei.pdf/13 104 113141 317184 316243 2026-09-05T01:29:41Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317184 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude><section begin="pertama" />kaoem boeroeh oentoek meringankan beban per-deritaannja itoe soedah menggontjangken kedoedokan kaoem modal. Sesoedah pergerakan kaoem boeroeh dengan koperasi-koperasi, tolong menolong tidak berhasil, maka perdjoangannja bertambah hebat. Toentoetan bersama, pemogokan-pemogokan dan demonstrasi didjalankan, oentoek memaksa kaoem modal memenoehi toentoetannja. kaoem boeroeh jang sederhana itoe, misalnja: naiknja oepah, koerangnja djam bekerdja, dilawan dengan kekoeatan sendjata oleh kaoem modal. Sebab itoe dimana-mana gerakan kaoem boeroeh ditindas dan diboebarkan. Kaoem modal mempergoenakan Negara dan oendang-oendangnja oentoek menentang perdjoangan kaoem boeroeh. Belanda pada pertengahan abad ke 19, diadakan artikel 415, jang berboenji: „Dihoekoem 1 sampai 3 boelan dan pemimpinnja 2 sampai 5 tahoen, barang siapa berkoempoel atau mengadakan pergerakan kaoem boeroeh jang bermaksoed hendak menghentikan pekerdjaan bersama-sama (mogok)”. Belgie diadakan artikel 310, jang mengantjam kepada siapa berani berkehendak mengoebah atoeran gadjih, dan mereka akan dihoekoem berat. Hindia Belanda (Indonesia) sesoedah pemogokan kaoem boeroeh kereta api (1923) dan pemberontakan tahoen 1926, diadakan artikel 161 bis dan ter, dan 153 ter. jang memberangoes kaoem boeroeh dalam perdjoangannja memakai sendjata pemogokan, dan sebagainja. artikel itoe dilawan dengan perdjoangan jang hebat. Lebih-lebih sesoedah kaoem boeroeh mendapat pimpinan theorie jang revoloesioner dari Karl Marx dan Engels. kaoem boeroeh jang beloem mendapat adjaran Marxisme, tidak dapat bergerak dan tidak dapat memboektikan apa jang ditjita-tjitakan, seperti gerakan boeroeh jang dipimpin oleh Robert Owen, François Noel Babeuf, Louis Blanc dan lain-lainnja sebagainja. <div style="border:1px solid black; text-align:center; padding:8px;"> '''K E M E R D E K A A N'''<br /> haroes berisi kemakmoeran kaoem pekerdja </div><section end="pertama" /><noinclude>{{rh|||11}}</noinclude> 8pxew6p12do95nlt9yy9j44i0ruor27 Halaman:Revoloesi Nasional dan Mei.pdf/1 104 113157 317115 312916 2026-09-04T23:18:47Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317115 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude> [[Berkas:Revoloesi_Nasional_dan_Mei.pdf|center|300px]]<noinclude></noinclude> hjfznrvuh9bsb5aqv586nzmmfj3qjp1 Halaman:Revoloesi Nasional dan Mei.pdf/2 104 113159 317116 312817 2026-09-04T23:19:06Z Cgjkldn 22445 /* Tanpa teks */ 317116 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude> [[Berkas:Revoloesi_Nasional_dan_Mei.pdf|page 2|150px]]<noinclude></noinclude> fkz3zzbypaylallnnuy4iiwwdvf4fu6 Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/1 104 113163 317117 312826 2026-09-04T23:19:23Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317117 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>[[Berkas:Perdjandjian dengan Setan.pdf|center|900px]]<noinclude></noinclude> 0bvuvorjuy35v8hbj89k5s4cq0no6mn Halaman:Perdjandjian dengan Setan.pdf/2 104 113164 317118 312832 2026-09-04T23:19:45Z Cgjkldn 22445 /* Tanpa teks */ 317118 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude>[[Berkas:Perdjandjian dengan Setan.pdf|page 2|300px]]<noinclude></noinclude> e4egv9j77wieljzo3o0ny257owmgo1v Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/184 104 113382 317077 313460 2026-09-04T22:26:17Z Cgjkldn 22445 /* Belum diuji baca */ 317077 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{Center| '''HUBUNGAN DENGAN GERAKAN PEMUDA''' '''PROGRESIF SEDUNIA''' }} {{gambar hilang}} {{Center| ''Utusan pemuda ke konferensi Pemuda se' Kalkuta tahun 1945''}} Perdjuangan menentang kolonialisme jang hendak rakjat dan pemuda Indonesia telah me- narik perhatian rakjat dan pemuda sedunia, terutama di Eropa, jang pada waktu sedang bangkit kembali dari puing-puing dan lembah kekedjaman perang patriotik melawan fasisme Hitler selama Perang Dunia ke-II. Kebentjian terhadap fasisme sebagai sumber peperangan dan tekad untuk melandjapkan mendapat perdjandjian didalam permusjawaratan pemuda sedunia jang diadakan di London pada tanggal 10 November 1945. Konferensi London ini dihadiri oleh 437 utusan dari 148 perwakilan dari 63 negara, dan mewakili 30 djuta pemuda. Konferensi ini merupakan pelaksanaan seruan jang dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pemuda Sedunia, jang didirikan oleh wakil-wakil pemuda dari 29 negara dalam tahun 1942 di tengah-tengah dahsjatnja Perang Dunia ke-II. Sebagai hasil konferensi London pada tanggal 10 November 1945 itu, maka ter- bentuklah Gabungan Pemuda Demokratik Sedunia (G.P.D.S.). Dalam konferensi ini pakailah lahir Sumpah Pemuda Sedunia jang berbunji sbb. : "Kita datang kemari untuk menegakkan persatuan pemuda sedunia ; untuk menghormati kawan-kawan kita jang telah gugur, kita bersem- pah agar tangan jang perkasa, otak jang terdjaga dan semangat serta kegembiraan pemuda tak akan lagi disia-siakan didalam peperangan". Disamping itu, salah satu keputusan jang penting menjatakan sbb. : "Permusjawaratan ini menjetudjui, dan mendukung perdjuangan adil dari rakjat-rakjat negeri-negeri didjadjah dan setengah didjadjah untuk mentjapai hak-haknja". Dalam konferensi London ini, pemuda Indonesia sudah pula diwakili oleh pemuda/mahasiswa Indonesia dinegeri Belanda jang tergabung didalam Perhimpunan Indonesia. Tidak sedikit sumbangan jang diberikan oleh delegasi pemuda Indonesia jang dipimpin Sujono, didalam usaha untuk memberikan watak anti kolonialisme/imperialisme kepada kepu- tusan-keputusan konferensi, dan memperkenalkan Revolusi 17 Agustus. Kontak-kontak pertama ini dilandjutkan, ketika delegasi pemuda<noinclude>{{rh|178}}</noinclude> 96bjba8nmvpzloz7yk7ot97c7ud0cdj Halaman:Boenga rampai.djvu/76 104 113533 317105 313673 2026-09-04T22:42:46Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317105 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh||76}}</noinclude>ka pohon itoe, jaitoe pohon ketapang, maka dilihatnja poela adalah dekat sitoe soeatoe mata ajar jang mengalir, dengan terlaloe djernihnja serta poela dengan sedjoeknja. Maka saudagar itoe poen soekatjitalah sangat seraja teeroen dari atas koedanja dengan sigeranja, laloe ditambatnjalah koedanja toe pada soeatoe dahan pohon kajoe itoe. Satelah itoe maka ia poen doedoeklah di pangkal pohon kajoe itoe seraja dikaloearkannjalah roti dan korma dari dalam poendi-poendinja itoe, laloe dimakannja. Maka didalam ia makan itoe, maka ditjampak-tjampakkannjalah bidji korma jang dimakannja itoe berkeliling tempat itoe. Satelah kenjanglah soedah ia makan maka pergilah ia minoem ajar dan membasoeh kaki tangannja dan moekanja, mengambil ajar sembahjang. Satelah soedah maka ia poen sembahjanglah di sitoe, betapa perboeatan orang jang moemin. Satelah hampirlah soedah saudagar itoe sembahjang dan sedang ia berteloet membatja doa, maka sakoenjoeng-koenjoeng dilihatnjalah saorang djin jang toea dan ramboetnja poen poetih saperti kapas diboesoer serta dengan besar pandjangnja datang menghampiri akan dia; dan adalah poela di tangan djin itoe sabilah sjamsir jang telah terhoenoes. Satelah hampirlah soedah djin itoe kapadanja, maka djin itoe poen bertampiklah dengan terlaloe amat hebat lakoenja, laksana halilintar membelah boemi, katanja: ,,Hai insan jang ahmak boedi, hendaklah engkau berdiri dengan sigeranja di hadapankoe ini, soepaja koepertjeraikan kepalamoe dari pada toeboehmoe itoe, karena engkaulah memboenoeh saorang anakkoe dengan tiada samena-mena!”— sambil djin itoe menangis dan meraoeng saperti boenji goeroeh behananja. Maka saudagar itoe poen terkedjoetlah oleh melihat roepa djin itoe serta menengarkan perkatainnja itoe poela. Maka sigeralah disahoet oleh saudagar itoe dengan katakoetannja serta poela dengan gementar sakalian sendi toelangnja, katanja dengan<noinclude></noinclude> g9kr7cwj8y298qgkjdhiec4wn97agrm Halaman:Gerpolek.pdf/37 104 113542 317168 313683 2026-09-05T01:05:51Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317168 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>diperhubungkan dengan tiga anasir tersebut pula. Jika diperhubungkan dengan tiga anasir tersebut di atas itu, maka Sang Tempo itu adalah penting sekali. Tempo menentukan Siasat Perang di waktu pecahnya perang dan menentukan persiapan pertahanan di masa sebelumnya perang. Soal tempo itu dipergunakan dengan baik sekali oleh seorang Jendral Romawi yang bernama Pabius Cunctator, Jendral Maju Mundur. Jendral ini berhadapan dengan Jendral yang sangat ulung dan sangat populer di masa yan lampau, ialah Jendral Hanibal masuk menyerbu ke Italia dengan melintasi pegunungan Alpen. Satu pekerjaan militer yang dianggap mustahil dapat dilakukan di masa itu. Sekonyong-konyong Hannibal sudah tiba di Italia Utara dan akhirnya di pintu gerbang Rome, Ibu Kota, setelah mengalahkan tentara Romawi di Canmae Fabius, Jendral Maju-Mundur tak mau melawan musuh yang ulung itu berhadap-hadapan, tetapi maju kalau Hannibal berhenti dan mundur kalau Hannibal menyerang. Dengan demikian dia mengharapkan tentara Hannibal yang berada jauh dari pangkalannya di Carthago itu lama-kelamaan akan kehilangan orang, seorang demi seorang, kehabisan perlengkapan dan kehilangan kesabaran. Sedangkan tentara Romawi akan tetap bertambah kuat dalam segala-galanya itu. Pengikut Fabius, bernama Scipio Afrikanus Minor dan Scipio Afrikanus Minor ini meneruskan siasat Maju Mundur itu pula. Walaupun akhirnya Hannibal menjadi lemah, lantaran jerih payah, kehilangan prajurit, senjata, perlengkapan serta kesabaran, sedikit demi sedikit, dan akhirnya terpaksa kembali pula, tetapi Scipio masih meneruskan taktik Fabius Conctator itu. Taktik Maju-Mundur itu oleh Scipio diteruskan juga, walaupun Hannibal sudah terpaksa mundur sampai ke pangkalannya sendiri di Afrika. Belum juga lagi Scipio memukul musuhnya dengan<noinclude>{{rh||36}}</noinclude> sst5mxdu85t5cbo0hhirfl1foxki9h7 Halaman:Gerpolek.pdf/36 104 113544 317169 313685 2026-09-05T01:06:09Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317169 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Marilah kita sebentar memperingati front-Barat di eropa di masa perang dunia ke-I. Dengan tentara yang besarnya antara 2 dan 3 juta, maka Inggris, Perancis dapat melindungi seluruhnya front Barat dari laut sampai ke batas Swiss yang netral itu. Barisan Jerman yang berhadapan dengan barisan Inggris/Perancis itu tak bisa melakukan siasat pengepungan (umfassung). Kedua ujung barisan Inggris/Perancis tak dapat dilalui oleh Barisan Jerman. Siasat perang yang harus dilakukan, ialah siasat yang dinamai SIASAT PERANG STELLING (Trench-Warfare). Dalam hal perang stelling itu, maka Barisan Jerman dapat maju kalau stelling Inggris/Prancis dapat diterobos, ditembus dengan “Druchstross” yang bisa diperdalam atau diperluas. Atau kalau seluruhnya front Inggris/Perancis yang dipanjangnya lebih kurang 8002 km dapat dihalaukan terus menerus dengan hujan pelor. Dalam peperangan di zaman Iskandar atau Hannibal, dilakukan di lapangan luas, dengan tentara kaki dan kuda, yang terdiri dari beberapa puluh ribu orang saja, satu tentara bisa melaksanakan penyerangan menurut SIASAT-GERAK CEPAT (mobile-warfare) ialah siasat kepung-mengepung dan tembus menembus barisan musuh. Dengan naiknya jumlah prajurit sampai jutaan orang dengan semakin sempitnya ruang dan berubahnya persenjataan, maka pada perang dunia ke-II ahli-Siasat-Perang menemui soal perang stelling. Siasat GERAK CEPAT tiadalah LANGSUNG lagi dapat dijalankan seperti di zaman dahulu kala, di zaman Iskandar, Hannibal, Caesar dan Napoleon. 4. SOAL TEMPO Anasir keempat, ialah soal tempo ini tampaknya tiada begitu penting, tetapi sebenarnya amat penting pula jika<noinclude>{{rh||35}}</noinclude> 7uy9ais3h13v2cnuqfk7o4g1dqx72eq Halaman:Gerpolek.pdf/46 104 113552 317160 313698 2026-09-05T01:02:58Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317160 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|'''VIII. HUKUM MENYERANG.'''}} Panglima Perang yang ulung di zaman purbakala seperti Iskandar, Caesar, Hannibal, Djengis Khan dan Timurleng sudah menganut paham yang pasti tentang siasat menyerang untuk memperoleh kemenangan. Napoleon, yang sebagian besar dari siasat perangnya dipusatkan kepada penyerangan sudah dapat menetapkan siasat menyerang itu lebih nyata dan lebih sistematis dari pada para ahli sejarah di zaman lampau. Tetapi beru ditengah-tengah bangsa Germanialah terutama timbul dan tumbuh ilmu perang itu (kriegwissenschaft) dalam arti ilmu yang sesungguhnya, yakni sistematis (tersusun) logis (menurut hukum berfikir) dan consistent (tetap memegang dasar). Di sekitar pujangga Germania, seperti Clausewitz, Ludendorft dll nyatalah tampil ke muka pujangga militer di Perancis, Inggris dll. Memanglah juga di Tiongkok, malah ribuan tahun lampau sudah ada pujangga kepahlawanan bernama Luan Yu (?) yang banyak memberikan petunjuk yang berharga kepada keturunannya bangsa Tionghoa bangsa Jepang dan bangsa Mongolia. Tetapi karangannya itu belum lagi merupakan satu ilmu kemiliteran yang tersusun, logis dan consistent. Karangannya itu baru karangan, yang mengandung banyak nasehat serta petuah saja. Kalau kita sekedar mengadakan tinjauan atas ilmu kemiliteran yang tertulis lebih kurang satu abad dibelakangan ini oleh para pujangga Barat, teristimewa pula di antara para pujangga Jerman, maka kita mendapatkan kesan bahwa siasat menyeranglah yang mendapat pusat perhatian para ahli itu. Hal ini adalah cocok dengan sifatnya Imperialisme Barat pada abad yang di belakang ini, terutama di antara bangsa Germania. Ingatlah saja, bahwa pada perang dunia ke I dan ke II, Negara Jermanlah pihak yang menyerang lebih dahulu. Kapitalisme Imerpialisme Germania yang terlambat datangnya di medan penjajahan di Amerika, Afrika, Asia dan Australia itu terpaksa<noinclude>{{rh||45}}</noinclude> 9tt5nlewudn6hbegvbqde8h63bllatr Halaman:Gerpolek.pdf/45 104 113556 317161 313701 2026-09-05T01:03:15Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317161 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>paham pasukannya, serta Rakyat disekitarnya sambil berusaha mendapatkan semua kebutuhan hidup dan pertempuran bagi pasukannya. Pasukan dan Rakyat berjuang buat kemerdekaan itu harus mengerti dan setuju dengan isi kemerdekaan itu! Memang juga SANG GERILYA membedakan dan memisahkan siasat perang dan politik. Berhubungan dengan itu maka di belakang pula organisasi keprajuritan dengan organiasi Politik dan Ekonomi. Tetapi (seperti juga Negara Merdeka tadi), maka organisasi politik dan tentara itu Kerja-sama dimana tentara berada di bawah pengawasan (supervision-nya politik). 7. TEKAD MAU MENANG. Seperti udara bagi rabu (paru-paru) untuk bernafas, demikianlah pula TEKAD MAU MENANG itu adalah syarat bagi seseorang prajurit untuk berperang. Seorang prajurit yang tiada mempunyai tekad semacam itu, tiadalah pula mempunyai banyak harapan akan menang. Dia akan mudah diombang-ambingkan oleh kesulitan atau kekalahan sementara. Satu petuah militer dari bangsa Asing berbunyi: Dia menang, karena dia berpantang kalah. Kata petuah pahlawan Indonesia: “Satu hilang, kedua terbilang; namanya anak laki-laki." Artinya: Sesudah memasuki gelanggang peperangan itu, maka cuma dua kata kemungkinan buat seorang pahlawan. PERTAMA: Dia mungkin hilang atau tewas dalam perjuangannya. KEDUA: Dia mungkin terbilang artinya terhitung sebagai seorang prajurit yang menang, sebagai seorang pahlawan jaya, karena tekad semacam itulah, maka 300 (tiga ratus) pahlawan Sparta memperoleh ujian dan pujaan luar biasa di zaman lampau. Mereka sanggup mempertahankan Negaranya dan mengusir musuhnya yang datang menyerbu meskipun musuhnya terdiri dari tentara yang berlipat ganda besarnya.<noinclude>{{rh||44}}</noinclude> kihn6p12a02n0skzkkv7wwd9sufy92c Halaman:Gerpolek.pdf/44 104 113558 317162 313705 2026-09-05T01:03:31Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317162 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Kedua tafsiran dari Negara Merdeka tersebut di atas mendapat corak lain bagi sesuatu masyarakat yang sedang BEREVOLUSI. Bukankah pula sesuatu Negara merdeka itu SUDAH mempunyai kepastian tentangan soal daerah dan batas, soal kebangsaankewarganegaraan dan jumlah penduduk, serta soal bentuk dan kewajiban pemerintahannya dll itu? Dan bukanlah sebaliknya sesuatu BANGSA atau Kelas yang berrevolusi itu, JUSTRU SEDANG memperjuangkan Masyarakat dan Negara itu yakni memperjuangkan daerah batas warga penduduk serta bentuk dan kewajiban Pemerintah dll itu? Memangnya ada Persamaan, tetapi ada pula perbedaan bagi sesuatu Negara Merdeka dan bagi sesuatu Masyarakat Berjuang berhubung dengan kedua tafsiran di atas tadi. Masyarakat Berjuang dan Negara Perang memangnya keduanya sama-sama membedakan urusan politik dengan kewajiban tentara. Tegasnya ialah, bahwa, kedua itu haruslah sama-sama membedakan urusan menentukan garis-politik dan cara bagaimana mendapatkan makanan, pakaian dan senjata bagi tentara dengan Siasat Membela dan Menyerang. Tetapi berbeda dengan Negara Merdeka, maka bagi bangsa dan kelas berjuang (seperti kita sekarang) memangnya politik dalam arti PAHAM, IDIOLOGI, itulah yang sebenarnya menjadi otak-jantung, atau keyakinan-tekadnya sesuatu tentara Rakyat, Tentara Murba, Tentara Bambu Runcing! Bangsa atau Kelas Berjuang itu, yang bersenjata serba sederhana itu, justru harus mempunyai tentara yang berpaham beridiologi, yang berkeyakinan politik, paham, idiologi dan politik kebangsaan atau politik keproletaran itulah senjata Tentara Kemerdekaan yang Nomor Satu! Begitu di masa revolusi Borjuis di Perancis (1789) dan demikian pula halnya di masa revolusi Borjusi dan Proletar di Rusia (1917). SANG GERILYA yang berpolitik jelastegas itu berkewajiban berusaha sekeras-kerasnya mempengaruhi<noinclude>{{rh||43}}</noinclude> n8of14lvtkr8x1nb4p9el93ws8mt3gv Halaman:Gerpolek.pdf/43 104 113559 317163 313707 2026-09-05T01:03:46Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317163 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>6. MEMPERBEDAKAN SIASAT PERANG DENGAN POLITIK. Perang adalah kelancaran politik. Apabila pertikaian politik antara Negara dan Negara, antara satu bangsa-tertindas dengan bangsa-penjajahan, atau antara satu kelas tertindas dengan klas penindas, tiada dapat lagi diselesaikan dengan jalan damai, maka peranglah yang akan menjadi hakim. Peranglah yang akan menentukan siapa yang benar, siapa yang salah. Dalam hal ini dunia menganggap yang menang peranglah pihak yang benar. ''Tetapi Siasat Perang harus dibedakan dengan Politik.'' Oleh sesuatu Negara Merdeka, maka kalimat di atas ini biasanya ditafsirkan, bahwa janganlah perbedaan paham politik dimasukkan ke dalam tentara. Tegasnya janganlah percekcokan antara Partai Kolot (conservatif), Partai Liberal atau Demokratis, Partai Sosialis atau Komunis dll ditarik-tarik pula dalam ketentaraan. Petuah yang biasa dipakai berbunyi: Tentara itu tiada berpolitik. Oleh Keizer Wilhelm ke II, ketika meletusnya perang dunia ke I, petuah itu dilaksanakan dengan ucapan: “Saya tak mengenal partai, saya cuma mengenal orang Jerman”, Kedua petuah tersebut bermaksud supaya tentara cuma memikirkan soal pertempuran saja. Tak usahlah tentara itu memikirkan garis politik Negaranya. Serahkan sajalah urusan poltiik itu kepada para Ahli-politik. Selain dari pada tafsiran di atas, maka ada pula tafsiran yang lain. Yaitu: bedakanlah urusan yang semata-mata urusan politik (dalam arti bentuk dan kewajiban sesuatu Pemerintahan) dengan urusan Perang semata-mata. Tegasnya pula! Bedakanlah soal garis politik serta CARA BAGAIMANA mendapatkan makanan, pakaian dan senjata untuk Tentara itu dengan CARA BAGAIMANA mengatasi musuh dalam pembelaan serta penyerangan.<noinclude>{{rh||42}}</noinclude> d6428mhgy45bea82ixxeylsrjfqu5vr Halaman:Gerpolek.pdf/42 104 113563 317164 313711 2026-09-05T01:04:05Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317164 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>4. CARA MEMUSATKAN TENTARA. Pemusatan itu dilakukan dengan terpisah dan bergelombangan. Kita masih ingat bagaimana tentara Jepang menyerbu Indonesia pada tahun 1942. Penyerbuan itu dilakukan oleh 3 pasukan yang berpisahan: #Pasukan yang berangkat dari Jepang melalui Malaya, terus ke Sumatera; #Pasukan yang langsung dari Jepang menuju pulau Jawa; #Pasukan yang berangkat dari Jepang melalui Kalimantan dan menuju Sunda kecil dll. Tiap-tiap pasukan itu maju berlapis-lapis dan bergelombangan. Pasukan (2) yang ditujukan ke pulau Jawa itu dipecah pula menjadi beberapa barisan, yang mendarat di empat tempat di pulau Jawa. Tiap-tiap barisan itu dipecah pula menjadi beberapa lapisan yang maju bergelombangan. 5. CARA MENENTUKAN PUSAT YANG BAIK ITU. Pusat yang baik buat dituju, ialah sesuatu GELANG dalam rantai pertahan musuh. GELANG ITU harus dipecahkan. Dengan pecahnya gelang itu, maka terpotonglah rantai pertahanan musuh itu. Ahli siasat Jepang menganggap Bandung-lah salah satu gelang yang penting buat pertahanan pulau Jawa ini. Berhubungan dengan itu, maka dari Bantam (Banjarnegara) dan dari Cirebon (Eretan) ditujukan berlapis-lapis pasukan ke arah Bandung itu. Melihat tentara Jepang yang datang dari pelbagai pihak dan bergelombang, maka Belanda sudah menyerah sebelum bertempur dengan sungguh-sungguh.<noinclude>{{rh||41}}</noinclude> 7w7iwepli8ilcztf6gzppgl3utbm5tv Halaman:Gerpolek.pdf/41 104 113567 317165 313715 2026-09-05T01:04:21Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317165 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Maksud yang penghabisan dari semua peperangan ialah memperoleh kemenangan terakhir. Dalam perang yang bersifat GERAK CEPAT, maka kemenangan terakhir itu bisa langsung diperoleh dengan memecah-belah mengepung menawan atau memusnahkan musuh. Dalam perang yang bersifat maju-mundur-pun musuh belum lagi akan pulang kembali ke negerinya atau menyerah kalah sebelum merasakan pukulan yang hebat dari pihak si-pembela. Seperti sudah disebutkan di atas, maka pembelaan itu harus dilaksanakan dengan penyerangan. Jadi bagaimanapun juga siasat yang dilakukan, maka penyerangan jugalah yang akan memberi putusan terakhir kepada sembarang macam peperangan itu. 3. SELUK BELUK PEMBELAAN DAN PENYERANGAN. #Jika musuh mempertahankan diri dengan kekuatan yang besar, maka haruslah si-penyerang mempersiapkan tentara yang seimbang besarnya. #Apabila musuh mengadakan pertahanan yang barlapis-lapis yang semakin ke belakang semakin kuat barisannya maka haruslah si-penyerang mengadakan serangan dengan tentara berlapis-lapis pula. Dasar bagi beberapa lapisan penyerang itu ialah lapisan yang paling belakang menyerang haruslah yang paling kuat pula. Dengan begitu maka serangan yang menghadapi lapisan pertahanan musuh yang kian dalam kian kuat itu bisa dilakukan dengan beberapa lapisan pasukan yang kuat pula. Penyerang bisa berlaku cepat demi cepat pula sehingga musuh terperajat, kacau-balau dan akhirnya menyerah atau binasa. #Persiapan musuh yang dilaporkan oleh barisan patroli tak bolah dibiarkan begitu saja. Persiapan itu harus dikacau-balaukan dengan penyerangan terus-menerus. Dengan demikian maka persiapan musuh itu tak bisa kuat selesai.<noinclude>{{rh||40}}</noinclude> lz9h6zfqzjnfrc6opt3mjuo45belppt Halaman:Gerpolek.pdf/39 104 113570 317166 313719 2026-09-05T01:05:24Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317166 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|'''VII. SYARAT PERANG YANG TETAP.'''}} Sudah dijelaskan pada Bab VI tadi, bahwa empat anasir, ialah: #kebumian. #teknik persenjataan. #banyaknya prajurit serta. #soal tempo. sangat mempengaruhi dan malah bisa merubah-merombak siasat perang, yakni siasat membela dan siasat menyerang. Demikianlah dengan berubah bertukarnya ke-empat anasir itu dari zaman biadab ke zaman Julius Caesar, dari zaman Julius Caesar itu ke zaman Napoleon dan dari zaman Napoleon ke masa perang dunia ke-I dan ke-II, maka berubah bertukarlah pula siasat membela dan menyerang itu. Seperti sudah diuraikan lebih dahulu, maka perubahan keempat anasir itu pada perang Dunia pertama mengakibatkan perang Gerak-Cepat (Mobile warfare) TERPAKU kepada perang STELLING (Trench Warfare). Tetapi ada yang tinggal tetap ditengah-tengah perubahan besar-kecil selama ribuan tahun itu: yakni TETAP menurut pengertian kita manusia biasa! YANG TETAP itu ialah beberapa syarat untuk memperoleh kemenangan. Syarat Perang YANG TETAP selama ribuan tahun itu, yang terutama sekali diantaranya, ialah: #KETINGGIAN NILAINYA SIASAT-MENYERANG. #PENYERANGAN SEBAGAI PUKULAN BAGI KEMENANGAN TERAKHIR. #SELUK-BELUK PEMBELAAN DAN PENYERANGAN. #CARA MEMUSATKAN TENTARA. #CARA MENENTUKAN PUSAT YANG BAIK ITU. #MEMPERBEDAKAN SIASAT PERANG DENGAN POLITIK. #TEKAD MAU MENANG. Sekedang keterangan bagi satu persatunya 7 syarat tersebut:<noinclude>{{rh||38}}</noinclude> 2vgsptwowrw5ahzn0za7u8rjw2mjrjv Halaman:Gerpolek.pdf/38 104 113575 317167 313725 2026-09-05T01:05:38Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317167 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>berhadapan, tetapi lebih dahulu dia memotong jalan yang harus dilalui oleh bala-bantuan, berupa makanan dan kuda yang dikirimkan kepada Hannibal. Akhirnya setelah menderita kekuarangan dalam segala-galanya lahir dan batin, barulah Scipio memberikan pukulan terakhir dan mencapai kemenangan. Boleh dikatakan, bahwa Jendral Hannibal, salah satu Jendral terulung dikalahkan oleh Jendral Tempo. Sang Tempolah pula disamping keadaan sebagai penduduk sebuah pulau mengizinkan Inggris kurang mengindahkan Tentara Darat di musim damai. Dan Sang Tempo pula yang memberi kesempatan penuh buat mengadakan persiapan setelah perang meletus dan mengadakan siasat membela dalam waktu lama sekali pada permulaan perang. Ditemani terutama oleh Jendral Tempo, karena berada diseberang laut itulah maka Inggris dapat membatalkan penyerbuan Napoleon, Hindenburg dan Hitler berturut-turut. Ringkasnya perubahan empat anasir perang ialah: #keadaan bumi. #persenjataan. #banyak prajurit. #tempo masing-masing. Atau semuanya sangat mempengaruhi merubah-merombak serta menukar Siasat Perang, baik dalam hal pembelaan ataupun dalam hal penyerbuan.<noinclude>{{rh||37}}</noinclude> avhap2sfrpvq8u7r3d777d3mjrdeced Halaman:Gerpolek.pdf/52 104 113578 317157 313728 2026-09-05T01:00:41Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317157 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>menghadapi pasuka Perancis yang menyerbu itu dengan memperlemah pasukan Von-Kluek. Dengan demikian maka Von-Kluek tak sanggup memotong “leher” yang diulurkan itu. Baru pada perang Dunia Kedua, di bawah pimpinan Hitler, maka siasat Von Schlieffen dilaksanakan dengan cemerlang dan secepat kilat. Disamping kegagalan siasat Menyerang, yang diselenggarakan di Eropa Barat itu panglima Von Hindenburg dengan jaya melakukan siasat menyerang itu terhadap pasukan tentara Caesar-Rusia. Di Rusia Timur serangan Caesar-Rusia yang kuat dan berbahaya sekali, dipatahkan oleh pasukan Jerman yang lebih kecil. Siasat menyerang dalam Perang-Gerak-Cepat, yang dapat dilakukan pada permulaan perang dunia pertama itu terpaku pada perang stelling, pada penghabisan perang dunia pertama itu. Dua tentara dari kedua pihak, yang terdiri dari jutaan prajurit, yang menduduki PARIT (Stelling) yang ratusan KM, panjangnya, berbulan-bulan lamanya hadap-menghadapi, tembak-menembak dengan tiada mendapatkan banyak kemajuan. Barulah setelah tentara Inggris/Perancis diperkuat dengan prajurit dan senjata dari Amerika barulah Tentara Sekutu dengan hujan pelor dapat menghalaukan tentara Jerman di Eropa Barat. Mulanya menghalauan itu berlaku lambat. Kemudian cepat demi cepat, sebagai akibatnya penglaksanaan petuah Jendral Foch, yang berbunyi: "Frappa toyours” ialah pukul terus menerus, sekarang disini, nanti disana, supaya musuh tak sempat bersiap menyerang, dan akhirnya kacau balau dan menyerah. Ahli Siasat Perancis sebelumnya Perang Dunia Kedua berpendapat bahwa pada Perang Dunia ke II itu, Perang Stelling atau perang paritlah pula yang berlaku seperti pada penghabisan perang dunia pertama. Berhubung dengan mendapat itu maka didirikanlah di batas Timur Perancis satu parit panjang, yang masyhur, bernama Lini Maginot, yang terdiri dari beton-besi yang lengkap dengan gudang makanan dan persenjataan untuk pertahanan yang lama sekali.<noinclude>{{rh||51}}</noinclude> f6zb5s87vnfaea04oy7xxqm4ncj34qt Halaman:Gerpolek.pdf/51 104 113580 317158 313731 2026-09-05T01:00:54Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317158 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Setelah Hannibal mendapatkan kemenangan yang masyhur sekali dalam sejarah kemiliteran, bilamana dia menjalankan Hukum Menyerang itu dengan cemerlang di Cannae, maka dia berbulan-bulan terpaksa berhenti di depan pintu Gerbang Rome. Dia terpaksa melakukan pengepungan, karena tiada merasa cukup kuat buat menyerbu ke dalam kota Rome dan melakukan perang dalam kota, yang berlainan pula sifatnya dengan Perang-Gerak-Cepat. Ketika dia mengepung itu, maka dia terpaksa menyaksikan, bahwa musuhnya kian hari kian kuat, sedangkan tentaranya kian hari kian lemah. Pemimpin politik bangsa Romawi sanggup memperkokoh persatuan bangsa Romawi dan memusatkan pertahanan di dalam kota. Panglima Romawi yang insyaf akan keulungan Hannibal dan Perang-Gerak-Cepat, dengan luas terbuka tiadalah mau mengukur kekuatan dan kepintaran dalam Perang-Gerak-Cepat itu. Tetapi dia melakukan alasan maju-mundur yang lama kelamaan sangat memperlemah tentara Hannibal, sehingga Hannibal terpaksa mengundurkan diri. Julius Caesar dan Napoleon lebih banyak melakukan Hukum Menyerang itu, karena mereka banyak sekali berhadapan dengan musuh diruangan luas terbuka. Pada permulaan Perang dunia Pertama, maka para Panglima Jerman merencanakan perang Gerak-Cepat, yang ditujukan ke Eropa Barat. Seorang Ahli Siasat Jerman, bernama Von Schieffen mengadakan satu rencana Siasat Menyerang untuk merebut Perancis dalam satu bulan, dengan melalui Belgia, yang bersikap netral itu. Siasat yang cermelang itu berwujud memancing pasukan Perancis memasuki Germania Selatan. Apabila pasukan Perancis itu kelak cukup jauh mengeluarkan “lehernya” ke dalam daerah Jermania Selatan itu, maka tentara Jerman di bawah Von-Kluek yang menyerbu ke Perancis Utara berkewajiban memotong “leher” (tentara) Perancis yang diulurkan itu. Cemas terhadap penyerbuan Perancis di Selatan Germania itu, maka Kepala Staf Jerman memperkuat pasukan yang<noinclude>{{rh||50}}</noinclude> jjrozj5x2trvusd2ygpchuklrad53wf Halaman:Gerpolek.pdf/49 104 113590 317159 313740 2026-09-05T01:01:46Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317159 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>masa perang dunia ke I dengan perubahan kalimat yang berbunyi: “Orang harus selalu menyerang dengan mengadakan Pemusatan”. Berapa pula pentingnya anasir CEPAT dan anasir sekonyong-konyong itu, kita pelajari dari siasat dan tindakan Hannibal, yang dengan tentara dan kuda serta gajahnya melintasi gunung Alpen yang tinggi, jurang dan penuh salju. Dengan tiada disangka-sangka oleh Panglima Romawi maka sekonyong-konyong Hannibal sudah berada di Italia. Tentara Rumawi yang terpaksa dikumpulkan dan dikerahkan dengan tergesa-gesa dan sembarangan dengan mudah sekali dapat dihancur leburkan oleh Hannibal. Begitu CEPAT dan begitu SEKONYONG-KONYONG Caesar menjalankan HUKUM MENYERANG seperti termaktub pada permulaan karangan ini tadi, sehingga kemenangan yang diperolehnya di atas Tentara Egypte demikian cepat dan begitu sempurna sehingga dia dapat mencatatkan seluruhnya peristiwa perang di Egypte dengan tiga kata saja, ialah VENI, VIDI, VICI! (Saya lihat, saya gempur dan saya kalahkan!).<noinclude>{{rh||48}}</noinclude> buzyusl0nu85mbdloxtxwqywctuhmtr Halaman:Gerpolek.pdf/29 104 113596 317183 313747 2026-09-05T01:27:00Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317183 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>nyata kelihatan dari jauh dan terutama tempat yang dapat memberikan pukulan yang hebat terhadap Penyerang. Di zaman lampau benteng beserta perisailah alat terutama untuk melindungi diri prajurit. Tetapi perlindungan semacam kuno itu tak berharga lagi di zaman perang modern ini; menghadapi meriam, roket, bom atom, alat bactereologis, biologis, dan klimatologis di masa depan. Di daratan perang modern pun menghendaki benteng, tetapi aturan (teknik) membikin dan benda, zat serta alat pembikinnya jauh berbeda dari pada di zaman kuno. Pembelaan yang penting buat di lautan di zaman modern, ialah kapal selam dan di udara pesawat penggempur (fighter). Si Penyerang mengutamakan alat kendaraan yang cepat buat bergerak, senjata yang dahsyat buat membinasakan musuh dari jarak jauh. Di zaman kuno kuda, panah, bedil dan meriam kolot sudah cukup buat alat penyerang. Tetapi di zaman perang modern alat semacam itu tak dipakai lagi. Buat penyerang di darat didapati tank, meriam dan roket. Buat penyerang di laut dipakai kapal penggempur pesawat bomber Jet yang terbang lari 600 mil kurang lebih 1000 km atau lebih dalam satu jam, yaitu kelak dapat menaburkan wabah penyakit atau zat yang dapat menghancur-leburkan tanah, rumah, tanaman, hewan dan manusia dalam ruang yang besar di atas bumi kita ini. Adapun artinya pembelaan itu tiadalah DIAM MENUNGGU musuh begitu saja dengan senjata di tangan. Tiadalah berarti menghantam musuh kalau musuh menyerang dan berhenti menghantam kalau musuh tiada kelihatan. Pepatah kemiliteran yang manjur tepat bebunyi: “PEMBELAAN YANG SEBAIK-BAIKNYA IALAH DILAKUKAN DENGAN MENYERANG”. Maknanya pembelaan itu bukanlah berarti diam-menunggu saja, melainkan menunggu sambil<noinclude>{{rh||28}}</noinclude> 8eq5131hrh3za7pft4oicm0w06m7fqx Halaman:Gerpolek.pdf/28 104 113598 317182 313751 2026-09-05T01:26:41Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317182 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|'''V. SOAL PERANG'''}} SOAL POKOK dalam peperangan cuma dua ialah pertama SOAL MEMBELA dan kedua SOAL MENYERANG. Dalam perjuangan hewan melawan hewan, di darat, di air dan di udara, dalam perjuangan manusia melawan hewan atau dalam perkelahian manusia seorang melawan seorang, serta tentara melawan tentara, maka SOAL MEMBELA dan MENYERANG itulah yang menjadi DUA POKOK perhatian. Dalam perang besar yang kita kenal seperti perang KURAWA melawan PENDAWA; Panglima WIDJAYA melawan tentara Kublaikan di daerah Kediri; Diponegoro, Tengku Umar dan Tuanku Imam melawan tentara Belanda; Tentara Napoleon melawan Inggris Serikat dan akhirnya tentara Jerman Serikat melawan sekutu dalam Perang dunia kesatu dan kedua, semuanya ahli perang itu menghadapi soal membela dan soal menyerang. Soal MEMBELA itu kalau kita bentangkan lebih panjang, maka kita berhadapan dengan soal bagaimana melindungi diri dari musuh dan bagaimana membinasakan penyerang sampai lumpuh, menyerah atau musnah sama sekali, ketika memperlindungi diri itu. Soal MENYERANG itu kalau kita bentangkan lebih panjang pula, maka kita peroleh soal bagaimana menyerang musuh dengan menimbulkan kebinasaan sebanyak-banyaknya di pihak musuh atau menyebabkan penyerahan atau kemusnahan musuh sama sekali dengan sedikit kerugian di pihak penyerang sendiri. Maka berhubung dengan perbedaan sifat membela dan menyerang itu timbullah pula perbedaan syarat senjata bagi si Pembela dan si Penyerang. Si Pembela mengutamakan tempat yang tersembunyi yang dapat memberi perlindungan dirinya terhadap penyelidik musuh, atau pakaian yang tidak<noinclude>{{rh||27}}</noinclude> lcjuek5qknxxt812nlycyq4r16k8l4i Halaman:Gerpolek.pdf/27 104 113599 317181 313752 2026-09-05T01:26:25Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317181 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Sesungguhnya dengan kecerobohan Belanda dengan tentaranya menyerang Republik Indonesia dengan maksud hendak meruntuhkannya, maka Indonesia Merdeka semenjak 17 Agustus 1945 itu sudah berhak penuh MENYITA hak-milik si penyerang si-Ceroboh. Proklamasi Kemerdekaan Rakyat Indonesia pada tanggal 17 Agustus tidak bertentangan dengan Hukum-International, yang mengakui HAKNYA TIAP-TIAP BANGSA MENENTUKAN NASIBNYA SENDIRI. Sjahdan pada tanggal 17 Agustus Rakyat Indonesia sudah menetapkan hendak merdeka dan memutuskan semua macam belenggu, yang diikatkan oleh bangsa Asing kepadanya. Selainnya dari pada hak tersebut, maka menurut Hukum International pula, sesuatu Negara yang diserang oleh Negara lain berhak membela dirinya dengan senjata dan berhak pula MENYITA Harta-Benda si PENYERANG itu. Jadi penyerang Belanda terhadap Republik Indonesia itu sebenarnya memberi kesempatan bagus kepada bangsa Indonesia untuk MENYITA (artinya: memiliki tanpa mengganti kerugian hak-milik Belanda) yang sesungguhnya adalah hasilnya TANAH dan TENAGA MURBA INDONESIA setelah 350 tahun. Ringkasnya bagi SANG GERILYA membela KEMERDEKAAN 100 %, serta MENYITA HAK MILIK MUSUH, adalah satu kesempatan bagus yang seolah-olah jatuh dari langit yang dihadiahkan kepada Rakyat Indonesia untuk melakukan kewajiban yang luhur serta menjalankan pekerjaan yang suci murni!! Cuma manusia goblog yang tiada mengerti akan kesempatan yang bagus itu dan cuma manusia pengecut atau curang yang tiada ingin melakukan pekerjaan yang berat, tetapi bermanfaat buat masyarakat sekarang dan dihari kemudian itu.<noinclude>{{rh||26}}</noinclude> rzuic67s71eaf7llmnjrteqzlwfvnx4 Halaman:Gerpolek.pdf/26 104 113600 317180 313753 2026-09-05T01:26:11Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317180 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>yang maksudnya cuma membelea atau merebut kursi buat dirinya saja, dan bersiap sedia menyerahkan semua sumber pencaharian yang terpenting kepada SEMUANYA bangsa Asing, baik MUSUH atau sahabat. Revolusi Indonesia, mau tak mau terpaksa mengambil tindakan ekonomi dan sosial serentak dengan tindakan merebut dan membela kemerdekaan 100%. Revolusi kemerdekaan Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan dibungkuski dengan revolusi-nasional saja. Perang kemerdekaan Indonesia harus DI-ISI dengan jaminan sosial dan ekonomi sekaligus. Baru kalau disamping kekuasaan politik 100 % berada lebih kurang 60 % kekuasaan atas ekonomi modern di tangan Murba Indonesia, barulah revolusi-nasional itu ada artinya. Barulah ada jaminan hidup bagi Murba Indonesia. Barulah pula kaum Murba akan giat bertindak menghadapi musuh dan mengorbankan jiwa raganya buat memperoleh masyarakat baru bagi diri dan turunannya. Baru apabila para wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat Indonesia sendiri atas pemilihan yang demokratis (umum langsung dan rahasia); baru apabila para wakil rakyat yang sesungguhnya itu memegang pemerintah Indonesia, disamping lebih kurang 60 % kebun, pabrik, tambang pengangkutan dan Bank Modern berada di tangan rakyat Indonesia, barulah revolusi-nasional ada artinya dan ada jaminannya, bagi Murba–Indonesia. Tetapi jika Pemerintah Indonesia kembali dipegang oleh kaki tangan kapitalis Asing, walaupun bangsa Indonesia sendiri, dan 100 % perusahaan modern berada di tangan kapitalis-asing, seperti di zaman “HINDIA BELANDA”, maka revolusi nasional itu berarti membatalkan Proklamasi dan kemerdekaan Nasional dan mengembalikan Proklamasi dan kemerdekaan Nasional dan mengembalikan kapitalisme dan imperialisme International.<noinclude>{{rh||25}}</noinclude> h9n0o7gco3o6rmp37pj99bzlfze7a0r Halaman:Gerpolek.pdf/25 104 113603 317179 313756 2026-09-05T01:25:47Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317179 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Seandainya kedaulatan dan Kekuasaan politik dikembalikan kepada bangsa Indonesia serta semua cabang Pemerintahan dipegang oleh orang Indonesia seperti Professor Husein Djajadiningrat, Kolonel Abdulkadir dan Sultan Hamid tetapi semua kebun, pabrik, tambang, kereta, Bank dll masih berada di bawah tangan Asing, maka KEMERDEKAAN NASIONAL, semacam itu buat kaum Murba sama artinya dengan keadaan di “Hindia Belanda” dahulu. Ringkasnya KEMERDEKAAN NASIONAL saja, KEMERDEKAAN POLITIK saja, belum lagi berarti apa-apa buat Murba Indonesia, yakni buruh, tani dan Rakyat-Jembel Indonesia. Di Indonesia ini, Belanda tidak bisa memberikan KEMERDEKAAN NASIONAL, yang penuh kepada bangsa Indonesia dengan tiada membahayakan Hak Milik dan pencahariannya sebagai kapitalis besar. Rakyat Indonesia tiadalah bisa memperoleh jaminan bagi hidupnya dengan mendapatkan HAK-POLITIK, ialah Kedaulatan dan Kekuasaan politik semata-mata, bilamana kapitalis Asing masih terus merajalela disini. Urusan politik dan ekonomi tak bisa lagi dipisah-pisahkan di Indonesia! PERANG KEMERDEKAAN Murba Indonesia berarti keduanya kemerdekaan politik dan perjuangan buat jaminan ekonomi. Berarti KEMERDEKAAN NASIONAL, yang serentak menjamin keadaan ekonomi dan sosial. Hasrat perang kemerdekaan Indonesia tiada saja untuk melenyapkan tindasan politik imperialisme, tetapi juga untuk melenyapkan pemerasan dan mendapatkan jaminan hidup dalam masyarakat baru yang diperjuangkan itu. Revolusi Indonesia, bukanlah Revolusi Nasional SEMATA-MATA, seperti diciptakan beberapa gelitir orang Indonesia,<noinclude>{{rh||24}}</noinclude> 7h013mnquco3mvvnk1tkikvgovnyj2y Halaman:Gerpolek.pdf/24 104 113606 317178 313761 2026-09-05T01:25:32Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317178 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Di Amerika pada masa belum ada pabrik-bermesin dan belum ada kereta api, jadi dimana pencarian hidup masih berdasarkan pertanian atau perusahaan tangan belaka, REVOLUSI NASIONAL itu dapat dilakukan dengan tiada banyak menyangkut-nyangkut urusan ekonomi. Mungkin di Amerika masih bersahaja dalam ekonomi itu Inggris dapat bertolak dengan tiada meninggalkan pabrik, kebun, tambang dan kereta ataupun perkapalan di Amerika Utara itu. Rakyat yang ditinggalkan ialah bangsa Inggris pula. Yang mengambil oper kedaulatan dan kekuasaan politik itu, ialah bangsa Inggris (Anglo Saxon) juga. Tetapi bangsa Belanda yang memiliki kebun, tambang, pabrik, kereta, perkapalan dan Bank-Asuransi di Indonesia tiadalah mungkin mau menyerahkan begitu saja semua kedaulatan dan kekuasaaannya kepada bangsa Indonesia. Teristimewa pula karena bangsa Indonesia itu umumnya tiada mempunyai kebun, pabrik, pengangkutan dan Bank yang serba besar itu. Di mata Belanda penyerahan semua kedaulatan dan kekuasaan politik itu kepada Bangsa Indonesia berarti membahayakan harta-benda perusahaan dan bangsanya di Republik Indonesia ini. Belanda takut, kalau-kalau hak miliknya akan dipajaki, dibeyai atau diganggu oleh Pemerintah Bangsa Indonesia, dan takut perusahaannya dimogoki oleh pekerja Indonesia atau sama sekali dirampas oleh bangsa Indonesia. Dengan perkataan lain, Belanda tak akan mau menyerahkan semua kekuasaan dan kedaulatan itu kepada bangsa Indonesia, tanpa Perkelahian. Sebaliknya pula buat Rakyat Murba Indonesia mengembalikan kedaulatan dan kekuasaan politik saja kepada Bangsa Indonesia, belum berarti apa-apa.<noinclude>{{rh||23}}</noinclude> 7vbrsw0ugjgxnohc82xcsg3q5d3o7hh Halaman:Gerpolek.pdf/23 104 113608 317177 313763 2026-09-05T01:25:19Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317177 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|'''IV. PERANG DI INDONESIA'''}} Yang dimaksudkan, ialah perang melawan Jepang, Inggris dan Belanda semenjak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. APAKAH JENIS, GOLONGAN DAN CORAK PERANG INDONESIA ITU? Bagi bangsa Indonesia sendiri, maka perang yang dilakukannya semenjak Proklamasi itu, bukanlah satu peperangan untuk menindas bangsa Asing. Dalam semua pertempuran yang sudah berlalu sampai sekarang Rakyat Indonesia sama sekali tiada mempunyai hasrat hendak merampas Negara Asing, serta memeras dan menindas Rakyatnya Negara Asing itu. Rakyat/Pemuda Indonesia cuma mempunyai satu hasrat, ialah memerdekakan Negaranya dari Kedaulatan dan Kekuasaan bangsa Asing. Untuk melaksanakan hasratnya itulah, maka pada tanggal 17 Agustus 1945 diproklamirkan dan dibentuk Republik Indonesia. Nyatalah sudah bahwa peperangan yang dilakukan oleh Rakyat Indonesia selama ini termasuk ke dalam JENIS PERANG KEMERDEKAAN. APAKAH PERANG KEMERDEKAAN INDONESIA SEMATA-MATA PEPERANGAN YANG DITIMBULKAN OLEH REVOLUSI NASIONAL SEMATA-MATA IALAH SATU REVOLUSI YANG MAKSUDNYA SEMATA-MATA UNTUK MELEPASKAN DIRI DARI KEDAULATAN ATAU KEKUASAAN ASING, JADI CUMA MEREBUT KEMBALI KEKUASAAN POLITIK BELAKA?<noinclude>{{rh||22}}</noinclude> bpm6qip7dup6mtrbw6dpldv37nzfif3 Halaman:Gerpolek.pdf/22 104 113610 317176 313765 2026-09-05T01:25:06Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317176 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>SCHEMA Dua jenis PEPERANGAN Jenis I: Perang Penindasan. Jenis II: Perang Kemerdekaan. Contoh: Kebanyakan peperangan di Asia, Afrika dan Eropa, termasuk Peperangan dunia ke I dan ke II. Golongan ke I terjajah melawan penjajahan (Perang Kemerdekaan Nasional). Contoh: Amerika Serikat melawan Kerajaan Inggris (tahun 1776-1783). Golongan ke 2 Kelas Tertindas melawan Kelas Penindas. Corak I: Borjuis Melawan feodal, seperti di Perancis (tahun 1789 dan 1884). Corak II: Kaum proletar melawan Borjuis dan feodal, seperti di Rusia (tahun 1917).<noinclude>{{rh||21}}</noinclude> 7jnr96nqrya2p56v4uruvmk8qbq57yf Halaman:Gerpolek.pdf/21 104 113611 317175 313767 2026-09-05T01:24:53Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317175 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Kedua: Perang Kemerdekaan oleh satu kelas dalam Negara melawan kelas lain di antara sesama bangsa dan di dalam satu Negara. Perang Kemerdekaan semacam ini disebut juga PERANG SAUDARA atau PEPERANGAN SOSIAL. Perang saudara atau perang sosial ini mempunyai dua corak pula. Yang pertama bercorak BORJUIS dan yang kedua bercorak PROLETARIS. Contoh yang masyhur buat perang kemerdekaan borjuis berlaku di Perancis pada tahun 1789 sampai 1848. Pada perang saudara atau perang sosial ini kaum borjuis melawan kaum feodal dan pendeta. Perang kemerdekaan yang meletus pada tahun 1789 ini terakhir lebih kurang pada tahun 1848 dengan kemenangan kaum borjuis. Contoh yang agak masyhur pula buat perang proletar terdapat di Perancis pula, ialah pada tahun 1871. Dalam perang kemerdekaan proletaris ini, kaum proletar Paris merebut dan memegang kekuasaan di kota Paris selama kurang lebih 72 hari saja. Di Rusia pada tahun 1917 berlakulah berturut-turut revolusi-borjuis dan revolusi (perang) kemerdekaan proletaris. Pada tingkat pertama kaum borjuis menyingkirkan kaum feodal dan pada tingkat kedua kaum proletar dengan kekerasan menghancur-leburkan keduanya kaum feodal, pendeta dan kaum borjuis. Ada pula orang menyebut-nyebut perang ideologis! Tetapi kalau ditinjau lebih dalam, maka perang-ideologispun mengandung dasar yang nyata, ialah hasrat politik dan ekonomi yang mengakibatkan atau mewujudkan dan keuntungan politik dan ekonomi juga.<noinclude>{{rh||20}}</noinclude> d87dtj0iarllo2zfun6vm4yd24899e7 Halaman:Gerpolek.pdf/20 104 113615 317174 313774 2026-09-05T01:24:35Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317174 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude><u>'''Ketiga:'''</u> Untuk menanamkan modal kaum penjajahan dalam kebun tambang, pabrik, pengangkutan, perdagangan serta Bank Asuransinya di jajahan dan dikuasainya itu. Ketiga hasrat itu pada satu pihak menyebabkan bertambah kaya-raya dan kuasanya kaum-kapitalis di Negara Penjajah itu. Di lain pihak menyebabkan bertambah miskin, melarat dan bodohlah Rakyat di jajahan itu. Tetapi sebaliknya pula dengan bermerajalelanya kemelaratan dan tindasan itu, maka timbullah pula gerakan kemerdekaan buat melepaskan diri dari pada pemerasan dan tindasan itu. Gerakan kemerdekaan itu pada satu tempo di satu tempat bisa meletus menjadi perang kemerdekaan. Perang Kemerdekaan itulah yang tadi di atas kita masuklah ke dalam Jenis-Kedua. Baik di zaman feodal ataupun di zaman kapitalisme ini Perang Kemerdekaan itu sering pula terjadi. Perang Kemerdekaaan itupun boleh pula kita bagi atas dua golongan, ialah: Pertama: Perang Kemerdekaan yang dilakukan oleh penduduk Jajahan melawan Negara Penjajahan buat melepaskan belenggu yang dipasangkan oleh Negara Penjajahan itu atas dirinya. Perang Kemerdekaan semacam ini sering disebut juga PERANG KEMERDEKAAN NASIONAL. Perang Kemerdekaan Nasional yang masyur sekali di abad ke-18, ialah perang kemerdekaan yang jaya, antara Amerika Terjajah dan Inggris Penjajah. Lamanya Perang itu adalah lebih kurang tujuh tahun. Tetapi perang kemerdekaan nasional di Amerika tiadalah berlaku antara dua bangsa yang berlainan, melainkan di antara satu bangsa, ialah bangsa Anglo Saxon.<noinclude>{{rh||19}}</noinclude> pdsy4tu3mpckbtw855miau1hotjabua Halaman:Gerpolek.pdf/19 104 113620 317173 313781 2026-09-05T01:24:19Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317173 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|'''III. JENISNYA PERANG.'''}} Cocok dengan hasratnya Negara yang berperang-perangan, baiklah peperangan itu kita bagi atas dua jenis saja. Pembagian yang dimaksudkan itu berdasarkan pertentangan yang nyata. Jadi bagian yang satu sama lainnya, tiadalah tutup-menutupi, melainkan benar-benar berpisah-pisahkan. PERANG JENIS PERTAMA, ialah: Perang yang dilakukan oleh satu Negara Ceroboh terhadap Negara lain dengan maksud memeras dan menindas Negara lain itu. PERANG JENIS KEDUA, ialah: Perang yang disambut oleh satu Negara yang diserang untuk mengelakkan diri dari serangan atau bagi membebaskan diri dari pemeras dan penindas Negara lain yang sudah berlaku. Kita namakan saja Perang jenis-pertama itu PERANG PENINDASAN dan Perang jenis-kedua itu PERANG KEMERDEKAAN. Syahdan maka kebanyakan peperangan dijalankan di zaman feodal itu dikala NEGARA REBUT NEGARA, di benua Asia, Afrika dan Eropa, yang banyak kita kenal dalam cerita dan dongeng adalah Perang Penindasan. Perang Penindasan yang dilakukan di zaman kapitalisme ini kita sebut PERANG IMPERIALISME. Hasratnya peperangan imperialisme itu ialah: <u>'''Pertama:'''</u> untuk merebut bahan-pabrik serta bahan makanan dari Negara yang hendak ditaklukkan itu. <u>'''Kedua:'''</u> untuk merebut pasarannya Negara Takluk dan Negara jajahan itu buat menjualkan barang pabriknya Negara Menang atau Negara Penjajah.<noinclude>{{rh||18}}</noinclude> 8tkutkno8mn4hp1l0ia8s52rgiym4ay Halaman:Gerpolek.pdf/54 104 113622 317156 313794 2026-09-05T01:00:03Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317156 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>Satu mesin perang di darat, laut atau udara belum lagi sempurna kalau cuma bisa lagi cepat saja. Mesin itu harus sanggup berputar cepat memperlindungi bagian yang lemah yang tiba-tiba diserang musuh. Tank, pesawat dan kapal perang yang cepat tetapi tiada lekas bisa berputar menghadapi musuh dari belakang akan kalah, walaupun larinya cepat, seperti kilat. Seterunya pula, walaupun syarat kecepatan dan pemutaran itu ada, tetapi kalau kodrat tembakan itu lemah, maka kedua anasir pertama tak berarti. Kapal penjelajah bisa berputar lebih cepat dari pada kapal penggempur yang lebih besar pula itu. Tetapi karena kapal penggempur itu jauh lebih besar, maka dia bisa mengangkut meriam lebih banyak dan dengan sekaligus dapat memuntahkan lebih banyak pula pelor dari pada penjelajah yang lebih cepat itu. Jadi kodrat tembakan kapal penggempur itu lebih besar dari pada kodrat tembakan kapal penjelajah. Ketiga anasir, ialah kecepatan, perputaran, dan kodrat tembakan itu haruslah diperhitungkan laba-rugi masing-masingnya. Kemudian haruslah pula ketiganya anasir itu digabungkan menjadi satu kekuatan militer, yang setinggi-tinggi dan seefficient-efficientnya. Inilah kewajibannya para ahli teknik militer. Syahdan dalam sejarah kemiliteran tampaklah bagi kita pengaruhnya tehnik dalam ketentaraan itu serta dalam penglaksanaan Hukum Menyerang. Pasukan berkuda yang amat diutamakan untuk melaksanakan siasat menyerang dari zaman Iskandar samapai ke zaman Napoleon, semenjak perang dunia pertama dan sesudah perang dunia Kedua sudah digantikan oleh pasukan tank dan pasukan bermotor serta pasukan udara. Penyelidikan terlebih dahulu dilakukan oleh pasukan berkuda itu sekarang dijalankan oleh pasukan bermotor atau oleh pasukan udara. Kecepatan tank dan motor buat tentara darat itu haruslah diimbangi pula oleh infanteri dan artileri. Pasukan infanteri dan artileri harus dengan cepat dapat mengikuti tank. Demikian artileri (meriam) dan infanteri itu harus<noinclude>{{rh||53}}</noinclude> howor3536dahw8hahw7nrmi2v0y6kr9 Halaman:Gerpolek.pdf/55 104 113623 317155 313795 2026-09-05T00:59:48Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317155 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>dimekanisir, yakni harus diangkat dengan mesin. Artileri diangkut dengan truk. Infanteri diangkut dengan truk, kereta berlapis baja atau dengan pesawat terbang. Berhubungan dengan bertukarnya alat perang itu, disebabkan oleh kemajuan ilmu dan tehnik, maka bertukarlah pula taktik dan latihan untuk mengemudikan alat perang modern itu. Tetapi bagaimanapun juga pertukaran alat perang, serta taktik dan latihan perang itu HUKUM MENYERANG, tetapi berlaku sepeti sediakala, ialah yang berlaku semenjak Iskandar samapai ke Zukov, Rommel dan Dwight D. Eisenhower, yakni seperti yang tercantum pada BAB yang lampau. Dengan tiba-tiba menghancurkan Markas-Besar Tentara Polandia yang gagah berani itu dengan Stuka, maka seolah-olah kena pukullah “otak” tentara Polandia itu. Dengan sekonyong-konyong pula menghancurkan pesawat udara Polandia yang berada di bawah, maka hancurlah pula “mata” dan “tinju” ialah alat penyelidikan dan alat penggempurnya Tentara Polandia. Dengan menghancurkan semua jembatan penting sebagai alat penghubung di Polandia, maka pecah-belahlah tentara Polandia dalam beberapa pasukan yang sukar buat dipusatkan. Dengan dua orang prajurit bermotor, sebagai pelopor dan beberapa Sutka di udara, maka lemahlah urat-syarafnya Rakyat Polandia. Akhirnya dengan “Stoss Truppe”, Tentara pelopor yang tiada begitu besar, kalau dibandingkan dengan masa yang silam, maka dalam satu dua minggu saja tentara Jerman dapat menguasai Polandia. Perang Kilat menurut Hukum Menyerang jugalah, yang menjatuhkan Norwegia, Belanda, Belgia, Perancis, masing-masing dalam beberapa hari saja.<noinclude>{{rh||54}}</noinclude> rs3e8k1f5ae0a17dgkoolazjy2xomwc Halaman:Gerpolek.pdf/56 104 113624 317154 313797 2026-09-05T00:59:32Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317154 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{c|'''X. PERANG RAKYAT'''}} Perang di Indonesia bukanlah Perang yang dilakukan oelh Rakyat Indonesia dengan maksud hendak menindas bangsa Asing. Perang Rakyat Indonesia adalah sebaliknya, yaitu perang yang terpaksa dijalankan untuk menolak penindasarn Asing atas Rakyat Indonesia. Perang di Indonesia adalah Perang Kemerdekaan. Perang Kemerdekaan Indonesia tiada akan berharga sepeserpun bagi kaum Murba kalau hasilnya cuma menukar Pemerintah Asing dengan Pemerintah Putra Bumi. Kalau cuma menukar pemerintahannya orang berkulit putih dengan Pemerintah orang berkulit coklat. Pemerintah orang berkulit coklat akan langsung atau tidak langsung, cepat atau lambat menjadi Pemerintah Boneka, kalau 100 % kebun, pabrik, tambang, pengangkutan, dan Bank berada di tangan Asing, seperti di zaman “Hindia Belanda”. Perang Kemerdekaan Indonesia baru berhasil, kalau sehabisnya Perang juga (bukan kelak dikemudian hari) 100 % para pemimpin Negara langsung dipilih dan bisa diberhentikan oleh Rakyat Indonesia. Dan kalau disamping Pemerintah yang 100 % Indonesia itu SEKURANGNYA 60 % kebun, pabrik, tambang, pengangkutan, Bank, dll DIMILIKI, DIKUASAI, DIURUS dan DIKERJAKAN oleh Negara dan Murba Indonesia. Ringkasnya Kemerdekaan Rakyat Indonesia baru TERJAMIN kalau Kemerdekaan POLITIK ada 100 % berada di tangan Rakyat Indonesia. Dan kalau Hak milik serta Kekuasaan atas EKONOMI modern sekurangnya 60 % berada di tangan Rakyat Indonesia pula. Bukan NANTI, melainkan SEKARANG juga! Ini berarti bahwa tak seorangpun anggota tentara atau polisi Belanda boleh tinggal dibagian mana saja di Indonesia! Ini pula berarti, bahwa semua harta benda MUSUH harus DISITA, di-beslag DIAMBIL-OVER, TANPA DIGANTI KERUGIAN. Penyitaan itu adalah<noinclude>{{rh||55}}</noinclude> 7252y3pckb0wwu11cqnqapn8l9d0mwj Halaman:Gerpolek.pdf/57 104 113625 317153 313801 2026-09-05T00:59:13Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317153 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" /></noinclude>cocok dengan Hukum Perang yang sudah diakui oleh Dunia International. Mempertimbangkan empat anasir Perang (1) kebumian, (2) Persenjataan, (3) banyak orang (4) tempo, maka TEMPO itu adalah perkara yang amat penting bagi kita. Makin lama perang berlaku (yakni kalau Musuh terus menerus diserang!) makin habis orangnya, makin miskin negaranya, makin gelisah rakyatnya dan makin kehilangan kepercayaan dunia kepada musuh itu sebagai bangsa ceroboh (agresor). Bandingkanlah: 1. CACAH JIWA Belanda 7 juta Indonesia 70 juta. 2. PERTANIAN Negara Belanda datar buminya dan sejuk hawanya berhubung dengan itu, maka serdadu totok tak kuat turun naik gunung, apalagi di musim hujan atau panas. Serdadu Belanda (totok) harus didatangkan dari jauh yaitu 10.000 KM jaraknya dari Indonesia. Hal ini banyak memakan tempo dan belanja. Rakyat Indonesia biasa dengan hujan dan panas dan senang naik turun gunung dalam waktu apapun juga Prajurit Indonesia berada di kampung halamannya sendiri. 3. KEUANGAN. Belanda sudah miskin lantaran 5 tahun diperas dan diinjak-injak oleh Fasis Jerman, semakin hari semakin miskin, kalau di Indonesia tiada diberi kesempatan MEMBANGUN saban hari dia terpaksa memakai N.C f 3.000.000 (uang lama). Belanda tak akan dapat pinjaman lagi dari Amerika, kalau di Indonesia dia tak bisa MEMBANGUN yakni<noinclude>{{rh||56}}</noinclude> bfp70afjz3tjpngcrg2v8jhsyz72y9g Halaman:The Belle of Menado.pdf/12 104 113741 317061 316992 2026-09-04T22:17:23Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317061 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|14|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||15}}</noinclude>“Diri dlltengnja itoe RIltoe Kembllng dllri Kemaweg.” ,,Hush! kau djangan melantoer,” memotong Tiongsin sambil mesem. ,,Kau roepanja soeda maboek.” ,,Saia boekan maboek sama whisky, hanja maboek menoenggoe datengnja itoe Ratoe, saia kapingin taoe dengen dandanan bagimana ia nanti bikin kita orang kagoem. Tjoema saia koeatir,” sampe di sini ia ketawa, tekep moeloetnja dengen tangan, ,,saia koeatir 'nko Hian-ling nanti menangis keras kapan lirikannja tida digoebris, sebab seringkali ia mengakoeh kaloe perminta'annja tida ditoeroetin iapoenja tangisan diboeat sendjata.” Hian-ling merengoet, tapi pi sabelonnja ia bisa berkata Tek-Iok poeterken itoe pembitjara'an ka laen djoeroesan: ,,'Nko Tiong-sin, apa kau soeda berdjoempah sama'nko Tjhiang-in?” ,,Siapa? saia tida ,kenal.” ,,Ia ada anak dari Sourabaya.” ,,Di mana sekarang?” ,,Ia pergi ka dalem, katemoein kau poenja ajah.” ,,'Nko Tek-lok roepanja bangga poenja itoe kawan,” menoempang Koe-kway sembari mesem, ,,sebab romannja ada tjakep dan gagah, pendek lebih oenggoel dari kau sendiri, 'nko Tiong-sin.” Tiong-sin oendjoeken sinar mata koerang seneng, kerna di Menado ia ada terkenal sebagi Don Juan jang tida poenja bandingan dalem segalanja. Ia tida menjaoet hanja seret satoe korsi dan doedoek. Tida lama kamoedion ia lantas berkata pada Koekway dengen soeara tida begitoe keras: ,,Kenapa sampe begini waktoe ia masih belon dateng? Apa ia tida penoehken djandji??” ,,Saia pertjaja ia ada satoe prempoean jang hormatin perkata'annja,” djawab itoe sobat jang diadjak omong. ,,Orang jang eilok djandjinja ada mahal djoega temponja ada mahal; ia tentoe tida maoe dateng koerang satoe menutes dari djandjinja.........” Tiong-sin liat horlogenja: ,,Toch soeda djam 8 liwat lima.........” ,,Boeat kau poenja horloge, ia toch mempoenjain horloge sendiri boeat ia liat sendiri. 'Nko Tiong-sin,” Koe-kway meneroesken lebih djaoe sambil ketawa, ,,boleh djadi kau mampoe merkosa segala perkara tapi kau tida mampoe merkosa kamaoeannja satoe prempoean eilok, sebab menoeroet oedjarnja orang toea-toea bahoea gerakannja 'prempoean eilok ada membawa pengaroeh djimat, seperti sekarang kau sendiri soeda kena iapoenja popwee.” Dari dalem Tjhiang-in mendatengin dan sabelonnja Tek-lok bisa kenalken Pada Tiong-sin, semoea tetamoe dari golongan anak-anak moeda jang doedoek di roewangan paling moeka, pada berdiri dan memanggoet pada satoe tetamoe jang baroe dateng dengen sikep dan tindakannja begitoe angker dan angkoe. Brapa soeara di sampingnja Tjhiang-in kadengeran ada dioetjapken ampir berbareng: ,,Oh! ini dia!! The Belle of Menado!!” {{c|'''II'''}} {{di|T}}JHIANG-IN tida toeroet toeladannja marika, hanja tambah pernahken dirinja di atas satoe korsi sambil soeloet satoe sigaret dengen bibir bersenjoem. Tiong-sin merasa koerang seneng liat sikepnja itoe tetamoe jang dianggep 'koerang adat, kerna tida ada satoe anak moeda di mana itoe roewangan jang tida<noinclude></noinclude> 0th83dxjwmayb1s8nn4txtfpfh142yo Halaman:Auto setan.pdf/30 104 113954 317072 316099 2026-09-04T22:22:20Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317072 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|54|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||55}}</noinclude>tida salah jang dipake oleh itoe kawanan pendjahat, ia kenalin betoel”. „Bagoes sekali!” saoet Inspector Dullea dengen goembira. „Sekarang akoe poen soedah beroleh laen katerangan jang penting. Verne Doran, siapa jang pindjem itoe automobiel koetika Djoemahat malem jang laloe, berkontjo dengen saorang nama Albert Tinnin. Marika ternjata kloear berdoea'an pada Djoemahat malem terseboet. Verne Doran poenja nama soeda ada dalem boekoe politie dan ini ada katerangan tentang Albert Tinnin”. Detective McGinn laloe madjoe bebrapa tindak mendeketin pada krosinja Inspector Dullea, di sitoe ia liat salembar poriret. Dalem itoe portret ia saksiken romannja saorang lelaki beroesia kira tiga-poeloeh-lima taon, ramboetnja disisir terbelah sama tengah, berparas galak dan kedjem. , Albert Tinnin, alias Robert Knight,” demikian toelisan di bawahnja itoe foto berboenji. Lebih djaoeh diseboetken bahoea Tinnin perna didakwa tersangkoet dalem pertjoba'an memboenoeh Marjory Cockroff di Corning, California, dalem taon 1918. Menoeroet tjatetan politie ada diterangin sekali bahoea Tinnin telah perna berloendangan aken sigra menikah sama tjoetjoenja njonja djanda Mrs. Cockroff jang hartawan. ltoe tjoetjoe aken dapet warisan kapan itoe njonja djanda mati banjaknja $ 100,000. Tinnin soedah tjoba boeat ratjoenin itoe njonja djanda tapi telah tida berhasil. Ia soedah perna dihoekoem sakean lama dan dalem boelan Februari 1932 ia kloear. „Soenggoeh itoe 2 orang sanget djahat, Doran dan Tinnin!” Inspector Dullea berkata dengen soeara rada mendongkol kerna perboeatan marika jang membikin poesing politie di San Francisco. „Akoe poen soedah menilik tentang ka-ada‘anja njonja Jessie, kanjata’an ia ada mempoenjai sadjoemblah oewang jang besar djoega. Per radio akoe soedah titahken penjiaran ka sa-antero secties politie di berbagi tempat aken bekoek dengen lekas sabisanja pada itoe doea orang, jang pegang rol penting dalem perkara ini. Kita moesti dapetin marika berdoea dalem tempo jang tjepet!" Detective McGinn dan Mr. Francis X. kamoedian berlaloe dari itoe kantoor; Inspector Dullea tinggal sendirian sambil teroes memikirin boeat berdaja bekoek itoe doea pendjahat jang termasoek dalem iapoenja tanggoengan. la pertjaja bahoea jang boenoeh njonja Jessie moesti ada salah satoe dari marika, satoe tjara pemboenoehan jang kedjem jang bisa tergolong perna terdjadi dalem kota San Francisco. Sa'at-sa'at berlaloe dengen tjepet, Inspector Dullea bangoen dari krosinja, djalan moendar-mandir di roeangan itoe kantoor jang lebar. Tiba-tiba ia merandak di depan satoe djendela dan dari mana kliatan pemandengan malem jang indah dari Chinnatown (kota-Tionghoa) di atas Portsmouth Square. Tida lama berselang kadengeran bel telefoon jang sigra ia samperin. „Hallo!” terdenger treakan dalem telefon dengen soeara jang begitoe keras serta goemeter. „Akoe ini ada Frank Egan. Ini orang-orang maoein dirikoe!” „Siapa maoein kaoe?” bales berseroeh Inspector Dullea dengen kaget. „Ini....... ini ........ orang - orang”, {{hws|Ter|Ternjata}}<noinclude></noinclude> optu9r59r44nrj6xeapmngw5d2cxai2 Halaman:Auto setan.pdf/31 104 113955 317073 316100 2026-09-04T22:22:34Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317073 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|56|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||57}}</noinclude>{{hwe|njata|Ternjata}} itoe ada soearanja Mr. Frank Egan, itoe Advocaat Oemoem jang berboedi, jang soeka djadi pembela kaoem lemah dan miskin, sobat dari njonja Jessie jang paling baek, sebagimana telah ditoetoerken di seblah atas. Kamoedian itoe soeara kadengeran poela dengen terpoetoes-poetoes: „Ia orang-orang paksa soepaja akoe telefoonin apa-apa pada istrikoe dan tapi akoe tida maoe menoeroet hingga telefoonin kaoe sebagi gantinja. Akoe sekarang berada di atas gedong Ferry Building ......... ia orang lagi mendatengin boeat ... akoe........". Mendadak itoe soeara dari Mr. Frank Egan terpoetoes, laen soeara brisik serta treakan seperti ada terdjadi pergoeletan terdenger saolah-olah mendadak Mr. Frank Egan dipoekoel tergoeling dari itoe pekakas bitjara. Lebih djaoeh lantas tida kadengeran satoe titik soeara apa poen. Dengen hati .berdebar - debar Inspector Dullea lontjat dari iapoenja krosi, lari memboeroe ka djoeroesan pintoe . {{di|B}}EGITOE tjepet Inspector Dollea berlari kloear dari iapoenja kantoor menoedjoe ka laen departement, di mana sadjoembla detectives dan laen orang politie berkoempoel aken djalanken marika poenja dienst malem. ltoe Inspector poenja treakan membikin marika pada terkedjoet. „Hajo ........... bersiap kaoe semoea!” ia berseroeh dengen parasnja jang poetjet dan dengen zonder terangin poela doedoeknja perkara ia berlari teroes samperin lift aken toeroen ka bawah. Itoe laen-laen politie poen mengikoetin dari belakang, dan koetika soedah beramé berada di pinggir automobiel ia orang semoea menaek ka dalem itoe kandaran motor. „Pergi ka gedong Ferry Building”, memerentah Inspector Dullea dengen tergoepoe-goepoe pada sopir. Dengen vollegas itoe auto politie dilariken ka djoeroesan Kearny Street, biloek ka kiri di California Street, dari mana itoe lampoe-lampoe electris jang gilang-goemilang dari Ferry Building jang tinggi tertampak indah sekali. Sang chauffeur teroes kandarken itoe auto dengen memoeter bebraa kali di djalanan prapatan jang ramé sahingga kamoedian dibrentiken di pintoe paling moeka dari Ferry Building jang besar. Semoea orang lontjat toeroen dari itoe kandaran aken bersedia menoenggoe orders lebih djaoeh. Tjepet seperti andjing pemboeroe jang oeloeng, laloe Inspector Dullea berdiri di samping iapoenja auto. lantas ia kloearken titah oentoek bagimana iapoenja „orang - orang” koedoe berboeat selandjoetnja: „Berpentjar — samperin pada sasoeatoe kiosk telefoon. Perhatiken ka-ada’annja sasoeatoe kiosk brangkali ada tanda-tanda bekas perklaian seroeh, dan djoega tanjak pada segala orang jang dikatemoeken apa ada dapet liat Mr. Frank Egan baroesan”. Inspector Dullea berseria iapoenja orang-orang sampe di tempat jang tertoedjoe sasoedahnja djam sembilan malem. ltoe Ferry Building adalah sebagi station boeat publiek menjebrang soengei besar dari satoe tepi ka laen tepi jang senantiasa ramé, dengen digoenaken motor-boot-motor-boot jang loeas. Kapan itoe sakean detective jang {{hws|ber|berpakean}}<noinclude></noinclude> q7g1revf7z8tr4lbaaupqx0h1q7k6z4 Halaman:Auto setan.pdf/32 104 113992 317074 316101 2026-09-04T22:22:47Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317074 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|58|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||59}}</noinclude>{{hwe|pakean|berpakean}} biasa repot djalanken_masing - masing poenja kawadjiban di matanja publiek jang berada di sakiter itoe gedohg atawa sedeng menoenggoe dalem waiting-room marika tida menjangka apa-apa. Satjara jang amat tertip itoe sekalian detectives masoek kloear dari satoe ka laen kiosk telefoon aken tjari Mr. Frank Egan atawa bekas-bekasnja. Doea-poeloeh minuut berselang marika semoea berkoempoel kombali berdjoempa pada ia orang poenja Chef, Inspector Dullea. Helaas! ia orang satoe per satoe golengken kepala, satoe tanda apa jang di-inginken tida kadapetan; semoea poenja tjerita tentang pendapetannja bersama'an sadja dus tida mendapet soeatoe apa jang diharep. Di segala kiosk telefon tida terliat Mr. Egan atawa bekas-bekas dari iapoenja kadatengan, atawa bekas-bekas di sitoe perna kadjadian pergoeletan enz, Mr. Egan tjoekoep terkenal oleh segala orang di San Francisco, en toch tida satoe penggawe, oppas atawa employé dari Ferry Building ada dapet liat atawa katemoe padanja sedari tadi. Dengen begitoe, iapoenia linjap kombali ada satoe mysterie, satoe resia jang gelap bagi politie! {{di|L}}AEN titah dikaloearken oleh Inspector Dullea aken orang-orangnja berpentjar poela, samperin ka pinggiran aer, mendeketin praoe-praoe motor, tanjak sasoeatoe penggawe jang sedeng bekerdja. Tapi semoea tida mengasi hasil — tida terdapet boekti biar satitik tentang Frank Egan. Sakoetika lama Inspector Dullea sendiri berdiri di pinggir boom sambil memandeng bergaloembangnja aer dan pergi-datengnja praoe - praoe dari laen tepi ka satoe tepi. Apakah Frank Egan disemboeniken dalem salah satoe dari itoe praoe-praoe motor atawa telah dilemparin badannja ka dalem itoe aer jang bergaloembang? Inspector Dullea memikir dengen serba soesah. Kamoedian ia berpaling, panggil berkoempoel iapoenja orang - orang, titahken marika kombali sadja ka hoofdbureau. Di sepandjang perdjalanan poelang dalem kandaran Inspector Dullea banjakan berdiam, dan tatkala sampe di Kearny Street koenjoeng - koenjoeng ia berkata pada McGinn, kepala dari dienst perlindoengan oemoem: „McGinn, akoe minta kaoe bersama Husted pergi ka roemahnja Frank Egan. Ia tinggal di Urbano Drive. Minta katerangan dari iapoenja istri, apa jang ia taoe tentang soeaminja, bagimana iapoenja gerakan selama hari ini dan bebrapa hari jang paling blakang. Brangkali katerangan dari istrinja bisa kasi oendjoek pada kita ka mana kita moesti mengoesoet lebih djaoeh dan apa jang sabetoelnja soedah terdjadi atas dirinja ini malem”. Auto jang membawak Inspector Dullea c.s. sigra sampe di depan itoe Hall of Justice. Inspector Dullea dengen bebrapa detectives toeroen kloear. Detectives McGinn dan Husted landjoetken marika poenja perdjalanan ka Kearny Street — menoedjoe ka tempat tinggalnja Egan di Urbano Drive. Dari bawah Inspector Dullea direct masoek ka kantoornja Chef Politie Mr. Quinn. Pada siapa dengen beres ia tjeritaken apa jang ia taoe prihal linjapnja itoe Advocaat Mr. Frank Egan jang {{hws|sa|sakoenjoeng-koenjoeng}}<noinclude></noinclude> 2bp3ug64jvq5nt4ex490dev6j3ck5s3 Halaman:Auto setan.pdf/33 104 113995 317075 316102 2026-09-04T22:24:07Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317075 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|60|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||61}}</noinclude>{{hwe|koenjoeng-koenjoeng|sakoenjoeng-koenjoeng}}, dan tentang itoe telefoan jang aneh, hingga Mr. Quinn sepandjang dengerin itoe tjerita ternjata hatinja berdebar keras. „Bagimana kaoe poenja pendapetan dalem ini drama baroe?” menanjak Mr. Quinn. Inspector Dullea angkat poendaknja jang lebar serta matanja kedap - kedip bebrapa kali. „Bagimana_pendapetankoe itoelah soeker ditetepken betoel,” ia menjaoet dengen sikep jang roewet, melaenken orang bisa tjoerigaken bahoea ini malem poenja kadjadian apa boekan moestail ada berhoeboengan dengen pemboenoehan njonja Jessie. Frank Egan ini waktoe boleh djadi soedah djadi korban atawa ia ditahan sebagi orang jang ditjoelik. Tapi apa djoega jang terdjadi padanja, anggepan jang perboeatan itoe moesti ada sangkoetan sama perkara njonja Jessie membikin akoe maoe pertjaja ada beralesan koeat.” „Ja, akoe djoega rasa ada begitoe”, djawab Mr. Quinn. Ia isep beroelang - oelang iapoenja tjeroetoe sambil matanja bengong seperti berpikir. „Oh, kaloe akoe inget penghidoepannja Frank Egan”, kombali itoe Chef Politie berkata dengen pelahan. Inspector Dullea tida saoetin, ia djoega roepanja lagi ngelamoen. Marika, Mr. Quinn dan Dullea, sebagi orang politie jang oeloeng ada kenal sanget baek degen itoe Advocaat Mr. Egan jang sekarang mendadak linjap. Di djaman marika masih_moeda, marika bersekolah bersama-sama, dan sedikit taon Frank Egan djoega masoek dalem dienst politie San Francisco serta perna bakerdja sama itoe 2 sobat. Tapi Egan mempoenjain laen angen-angen, ia ingin djadi Advocaat, waktoe malem ia studie boeat itoe peladjaran hingga kamoedian pas dalem examen, Sadjek itoe sa‘at ia letakken kerdjaan politie, toentoet penghidoepan sebagi Advocaat dan ingin poela terdjoenken diri dalem kalangan politiek. Dan sekarang ...............? „Linjapnja Egan akoe aken siarken pada publiek”, tiba-tiba Inspector Dullea moelain bitjara lagi. „Tadi akoe soedah kirim detectives McGinn dan Husted boeat katemoeken njonja Egan; akoe ingin taoe bagimana katerangannja iapoenja istri. Lagi akoe hendak korek lebih dalem tentang pokok pemboenoehannja njonja Jessie. Laen hal jang penting kita moesti selekasnja dapet tangkep Verne Doran dan kawannja Albert Tinnin; kaloe sadja kita soedah bekoek marika sebagian ini mysterie dapet dibongkar dasarnja „Sampe ini djam akoe merasa pasti marika berdoea tentoe jang kandarken itoe Automobiel-Setan, aiawa sedikitnja marika taoe siapa poenja perboeatan. Doeloe Tinnin telah perna tersangkoet dalem pertjoba'an memboenoeh orang, maka ia mempoenjain nama tida baek dalem kalangan politie. Sabentar akoe titahken boeat broadcast (siarin dengen radio) tentang sifat - sifatnja Doran dan Tannin agar semoea politie corps moelain bergerak ini malem boeat tjari ia orang. Satoe spion kita soedah tarok di sakiter roemahnja Doran” Sa-abis bitjara laloe Inspector Dullea kloear dari itoe kantooran. Dari sitoe ia dateng ka kantoornja sendiri boeat oeroes bebrapa hal jang perloe. Pada iapoenja secretaris ia prentah boeat siarken bulletin di seloeroe San Francisco prihal linjapnja Advocaat terkenal Mr. Frank Egan. Dalem bebrapa belas minuut sadja itoe semoea {{hws|ker|kerdja'an}}<noinclude></noinclude> 46csi6f196zdmao5coeg8316i80erk6 Halaman:Auto setan.pdf/34 104 114031 317076 316108 2026-09-04T22:24:18Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317076 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|62|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||63}}</noinclude>{{hwe|dja'an|kerdja'an}} soedah dipenoehken dengen perantara'annja perkakas teletype. Paginja, bulletin jang disiarken oleh politie tentang linjapnia Frank Egan telah ramé dibitjaraken oleh publiek dalem kota, oleh station - station politie serta sekalian spion - spion boeat goeloeng tangan badjoe aken bekerdja ka itoe djoeroesan. ltoe bulletin berboenji seperti berikoet: „Advocaat Oemoem Mr. Frank Egan jang termashoer di kota San Francisco lagi semalem mendadak linjap tida kataoean ka mana ........... Sampe ini djam di mana ia berada tida dikataoein. la soedah beroesia lima-poeloeh taon, tingginja lima kaki sabelas inches, koelitnja berwarna rada gelap, potongan moeka tiroes pandjang, poendaknja toeroen; itoe waktoe ia berpakean djas streep aboe-aboe dan pake topi vilt enteng. Iapoenja soeara paling belakang terdenger di telefoon kira-kira djam sembilan tadi malem. Lebih djaoeh, dengen koenjoeng - koenjoeng semalem ia ketok telefoon pada hoofdbureau politie, mengataken bahoea ia diserang oleh bebrapa orang. Hareplah berdaja sabisnja boeat dapet taoe ka mana Frank Egan soedah pergi dan boleh rapport segala apa pada Mr. William J. Quinn, Chef van Politie” Senen malem. ltoe bulletin belon membawak hasil sebagimana diharep, tida ada soeatoe warta jang disampeken pada politie. Dengen tida mengenal tjape teroes Inspector Dullea berserta pembantoe - pembantoenja bekerdja actief siang malem boeat tjioem baoe dalem perkara linjapnia Frank Egan. Serie kadjadian ka-doea dari pemboenoehan njonja Jessie. Itoe tatkala djaroem lontjeng soedah mengoendjoek ampir djam 12 tengah malem. Inspector Dullea masih kliatan doedoek bakerdja di dalem kantoornja sambil merentjanaken satoe plan tjara bagimana politie haroes berlakoe aken dengen tida terlaloe lambat tjekel batang lehernja itoe kawanan pendjahat jang kedjem. la mengarti itoe tanggoengan di poendaknja dale ini perkara baroe djadi samingkin berat, sabelon oeroesan njonja Jessie dapet dibikin selesih. Di bawah dari itoe loteng koenjoeng - koenjoeng ia denger ramé anak-anak toekang djoeal courant bertreak-treak boeat membri taoe serta tarik perhatian publiek bahoea marika poenja courant besok aken kloear dengen extra-nummers. „ltoe extra-nummers ada moeat hal -hal Mr. Frank Egan”, marika berseroeh, ,,jang soedah ditjoelik pendjahat satjara sanget adjaib. . Awas! Besok antero San Francisco aken gemper bitjaraken itoe kadjadian!” Detective jang disoeroeh awasin roemahnja Verne Doran telah britaoe bahoea itoe orang moeda tida kliatan poelang kombali. Politie poenja katjoeriga’an padanja djadi samingkin keras. Sabentar poela detectives McGinn dan Husted poen dateng boeat membawak rapport pada Inspector Dullea dalem kantoornja. „Kita soedah berdjoempah sama njonja Frank Egan”, McGinn moelain menoetoer. „Ia kliatan zenuwen dan bingoeng sekali. ltoe njonja bilang koetika djam sembilan tiba-tiba ia dapet telefon jang ia tida kenal soeara siapa. Itoe telefoon mewartaken katanja iapoenja soeami, hendak diadjak plesir djalan - djalan di itoe soré. Pada malem tersseboet memang Frank Egan britace pada istrinja<noinclude></noinclude> 8rl0sr4bcvvcklnhy6w1cn7s6vuo7b3 Halaman:Auto setan.pdf/35 104 114038 317102 316109 2026-09-04T22:41:22Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317102 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|64|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||65}}</noinclude>jang ia aken menginep di loear kota, kerna ia aken koendjoengin satoe dinner oemoem boeat kahormatannja Mr. Coroner Leland. Menoeroet anggepannja njonja Egan ia doega soeaminja tentoe berkoendjoeng pada Dokter Nathan C.Houseman sabelon pergi ka itoe pesta dinner, sebab bersama itoe Dokter Mr. Egan mace koendjoengin pesta terseboet. „Lantas kita pergi katemoeken Dokter Houseman boeat minta iapoenja katerangan. Ia bilang bener ia bertemoe sama Mr. Egan pada lohornja di ia sendiri poenja kantoor Advocaat di Flood. Building. Koetika berdjoempa malah Mr. Egan telah bilang padanja bahoea marika nanti bertemoe poela dalem dinnernja Leland, tapi kapan Dokter Houseman telah berada dalem itoe dinner party ia tida liat ada Mr. Egan. Sedikit djoega Dokter terseboet tida tarok tjoeriga kaloe pada dirinja Mr. Egan telah terdjadi apa-apa jang heibat. „Tapi ada lagi laen katerangan penting jang kita beroleh, Kabetoelan kita bertemoe sama saorang nama Edward Dalton siapa ada kenal sama Mr. Egan. la dapet liat itoe Advocaat kira-kira djam 6.30 soré lagi mengomong sama satoe orang di pinggir Flood Building. Kita belon bisa tetepken, tapi bilah menoeroet peta’annja Edward Dalton, itoe orang jang ce sama Mr. Egan seperti mirip sama romannja Tinnin, Kombali ada laen hal: Kita poen djoempahin Thomas Kraft, itoe penggawe jang bakerdja boeat djaga lift sampe djam sembilan malem di Kearny Street No. 333 di mana Egan poenja kantooran terletak. toe pendjaga lift bilang waktoe lohor kira - kira djam 5,40 doea orang ada dateng ka kantoor boeat minta bitjara sama Mr. Egan. Kamoedian itoe doea orang tida sebrapa lama kloear lagi dan Mr. Egan djoega belakangan berlaloe dari kantoornja dengen sendirian. Tapi pada djam 6.45 Egan balik kombali ka iapoenja kantoor. „Waktoe Egan mace naek di atas lift lantas Kraft, itoe pendjaga menanjak apa-apa. Egan djawab jang ia moesti bakerdja banjak itoe soré seraja balik menanjak apa dari tadi tida ada orang dateng tjari padanja. Kraft djawab tida. Dan kaloe ada tetamoe atawa orang jang mace berdjoempa pada Egan marika koedoe pake itoe tangga electris (lift) hingga Kraft moesti taoe. „Begitoelah kapan soedah djam sembilan malem Kraft poenja kerdja'an soedah selesih, ia tinggalken itoe lift. Sampe Kraft berlaioe Mr. Egan ia tida liat toeroen. Dengen apa djadi njata jang Egan masih berdiam dalem iapoenja kantoor di atas; malah koetika Kraft berdjalan di pinggiran Kearny Street sembari bertindak ia sengadja berpaling ka atas boeat liat djendela kantoorannja Mr, Egan. Tapi ia liat semoea lobang djendela gelap, tida ada menjalah lampoe electris di dalem." Denger itoe verslag tentang Mr. Egan kombali Inspector Dullea oesap-oesap iapoenja djidat; samentara detective McGinn bersender di krosi boeat mengaso. „Djikaloe Egan betoel ditjoelik'’, Inspector Dullea kamoedian berkata, „boleh djadi itoe tetamoe-tetamoe pendjahat kerem dirinja samentara waktoe dalem itoe kantoor dan belakangan bawak toeroen padanja dari atas loteng” Sakoetika lama itoe Inspector doedoek diam,<noinclude></noinclude> 46ooid7vm4vat18daa2k9uolsdrt2zg Halaman:Auto setan.pdf/36 104 114041 317103 316110 2026-09-04T22:41:36Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317103 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|66|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||67}}</noinclude>ia ternjata sedeng berpikir boeat petjahken itoe soeal jang soelit, jang menjoesoen samingkin roewet dalem otaknja. la jang soedah biasa hadepin soeal-soeal kadjahatan tida gampang maoe menjerah pada kaoem ketjoe demikian roepa maka laloe ia berkata boeat mengasi titah lebih djaoeh pada orang-orangnja: „Landjoetken ini penjelidikan’, ia memerentah, „tjari_orang - orang jang paling belakang meliat Mr. Egan ada di mana dan bagimana ka-ada'annja. Dan lagi, saorang spion moesti teroes intip roemahnja Verne Doran; tanjak pada iapoenja iboe atawa soedara prempoeannja brangkali iaorang ada dapet telefoon dari Doran pada kemaren atawa ini hari. Awas, djangan sampe saisi roemahnja Doran dapet taoe jang marika di-intip oleh kita” Besokan paginja kombali moentjoel soeal-soeal baroe jang melibet. ltoe perkara pemboenoehan njonja Jessie jang diboentoetin sama linjapnja Mr. Frank Egan saolah-olah seperti roewetnja riboean lembar ramboet jang koesoet, jang samingkin hendak disisir djadi samingkin kalang - kaboet. Penilikan jang dilakoeken pada roemahnja Doran dan itoe pertanja'an pada familienja telah membawak bebrapa hal baroe jang anch. Njonja Anderson, soedara prempoean dari Verne Doran, menerangin pada detective jang dateng padanja bahoea Mr. Frank Egan waktoe hari Senen soré malahan dateng ka itoe roemah boeat tjari Doran. Doran, kata itoe soedara prempoean, soedah sakean lama bekerdja sebagi chauffeurnja Mr. Egan! Satoe hal jang tida tersangka sama sekali oleh politie. Djoega banjak orang telah saksiken bebrapa hari di moeka sabelon Egan linjap, marika berdoea, itoe Advocaat dan Doran sering berkandaran auto sama-sama. Doran, selaen djadi chauffeur dari Mr. Egan ia kliatannja seperti djadi djoega penggawe boeat mendjaga kaslametannja (bodyguard) Mr. Egan, dan sadjek belakangan seringkali kloear masoek di iapoenja kantoor iloe. Apakah artinja itoe semoea katerangan jang kliwat loear biasa? Apa boleh, didoega bahoea Verne Doran, satelah bekerdja sama Mr. Egan, kamoedian berhianat pada madjikannja? Djoega apa boekan boleh djadi jang Doran dan Tinnin bersekongkol dalem pemboenoehan nionja Jessie aken kamoedian memboenoeh djoega pada Egan? Kaloe bener begitoe, apa lantarannja, kenapa? {{di|S}}EBAGIMANA soedah ditoetoerken di seblah atas bahoea auto jang digoenaken oleh Doran pada itoe malem pemboenoehan njonja Jessie ada kapoenja’an Lieutenant Oscar dari Brandweer, jang ia pindjem. Menoeroet papreksa’an scientist politie Mr. Francis X., telah diboektiken bener bahoea auto itoe ada sama ka-ada’annja dengen bekas-bekas tanda jang didapetken di loear dan seblah dalem garagenja njonja Jessie. Djadi sekarang telah njata Lieutenant Oscar poenja auto adalah jang dipake oentoek ambil serta angkoet maitnja sang korban, njonja Jessie. Soedah tida bisa disangkal lagi itoe Lincoln-phaeton ada dari poenja Lieutnant Oscar! Pertanja’an-pertanja’an selandjoetnja itoe Lieutenant tetepken ia-poenja pengakoean bahoea bener di itoe {{hws|Djoe|Djoemahat}}<noinclude></noinclude> grgtn7blz487lf5g38wu6ilbwn2k5te Halaman:Auto setan.pdf/37 104 114052 317104 316111 2026-09-04T22:41:50Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317104 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|68|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||69}}</noinclude>{{hwe|mahat|Djoemahat}} malem iapoenja Lincoln-phaeton dipindjem oleh Verne Doran. Lagi hari Senen, soré, bebrapa sa’at berselang dari linjapnja Frank Egan, satoe katerangan baroe ditoetoerken: oleh Lieutenant Oscar pada Inspector Dullea. la bilang, koenjoeng - koenjoeng ia dapet telefoon jang ia tida kenal dari siapa. „Kaoe poenja auto lekaslah singkirken! Djangan ajal, perloe!"” demikian itoe soeara di telefoon menitahken „Akoe samboetin itoe teleloon dengen heran”, Oscar Postel teroesin bitjaranja, dan akoe menanjak: „Siapa kaoe? Menjesel itoe auto soedah dibeslag oleh politie!’ Lantas itoe soeara tida ka dengeran lagi dan itoe gagang telefoon ditarok di tempainja”. Inspector Dullea ambil sabatang sigaret dengen tida berkata soeatoe apa. Samentara Oscar Postel landjoetken iapoenja penoetoeran „Akoe memang taoe jang Verne Doran soedah bebrapa lamanja bakerdja pada Mr. Frank Egan, maka itoe hari Djoemahat soré akoe kasi ia pindjem autokoe. Akoe inget ia ada bilang itoe auto perloe boeat adjak Egan pergi ka satoe tempat aken djalan-djalan” „Boeat djalan - djalan’, Inspector Dullea mendadak oelangin itoe tiga perkata’an. Berbareng mana ia bajangken memang dalem kalangan pendjahat selaloe sering dipake perkata’an - perkataan jang samar serta bisa mempoenjain banjak arti, Poen ia inget bahoea istrinja Egan pada detective McGinn ada bilang ia djoega dapet telefoon pada maleman linjapnja Egan jang Egan maoe diadjak plesir djalan-djalan dengen auto. Tiba-tiba Inspector Dullea bersenjoem, satoe senjoeman jang adem. „Djalan - djalan bagimana matjem jang Doran hendak maksoedken?” ia menegesin pada Oscar Postel toe Lieutenant toeroet tertawa. Oh, tentoe djalan-djalan biasa boeat maken angin. Doran bilang lebih djaoeh bahoea itoe hari Egan tjektjok sama istrinja dan lantaran apa ia djadi tida maoe poelang boeat ambil autonja sendiri”. Sampe di sitoe pembitjara’an antara Inspector Dullea dan Oscar Postel telah selesih. Koetika Postel permisie berlaloe tinggalken Dullea saorang diri dengen iapoenja kabiasa'an aken memikirin daja-daja boeat bekoek itoe pengroesak-pengroesak ka-amanan negri. Kombali koetika hari Selasa dari boelan Mei tanggal tiga, satoe warta baroe disampeken pada politie. Satoe detective particulier bernama Otts dateng berdjoempah pada Inspector Dullea sambil hatoerken iapoenja tjerita. la bilang, ia ada katemoeken Mr. Egan di Kearny Street kira-kira djam 6 soré dari harian ia linjap itoe, atawa tiga djam sabelon Egan ilang. ltoe waktoe Egan kasi taoe padanja bahoea ia rasa perhoeboengan kawat telefoon dari iapoenja kantoor ka roemahnja telah diroesakin oleh orang jang nakal. Sambil tjara itoe Advocaat tertampak bingoeng dan bertioeriga. Kamoedian ia minta soepaja itoe detective particulier, Mr. Otts, soeka selidikin itoe resia sampe didapetken katerangan jang djelas siapa poenja perboeatan. Sabegitoe djaoeh adanja detective Otts poenja pembrian taoe. Lebih djaoeh bebrapa pembantoenja Inspector Dullea dapetken poela laen informaties tentang<noinclude></noinclude> s9v1usk9v8rj5hnc1ycxelpnrd94w0f Halaman:Auto setan.pdf/39 104 114061 317106 316112 2026-09-04T22:49:11Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317106 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|72|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||73}}</noinclude>dan sebaginja di seloeroe dalem kota. Djoega tida terkatjoeali segala sarang pendjahat digleda, dioebrak - abrik. seperti orang ogok sarang tawon! Beroentoeng pada satoe soré itoe activiteit sadjoemblah detectives mengasi satoe effect jang menggirangken. Inspector Fred Bohr, selagi djalanken iapoenja kwadjiban beat intip berbagi hotel jang letaknja di garisan loear kota tiba-tiba sampe di Blackstone Hotel di O'Farrell Street. Dari katerangannja satoe klerk Inspector Bohr dapet taoe bahoea Tinnin ambil tempat dalem hotel terseboet. Lantas Bohr panggil manager hotel, nama Fred Smith, boeat di-interview. „Apa kaoe kenal Tinnin?” Bohr menanjak dengen soeara pelahan. „Ja, akoe kenal padanja”, sacet itoe manager. „Kenapa?” „Apa kaoe tida batja warta-warta tentang ia dalem soerat - soerat kabar?” „Tida”’. ltoe manager menjaoet sambil golengken iapoenja kepala. „Kita hendak katemoein ia, Apa ini hari kaoe liat ia?” menanjak Bohr. „Tida, boekan ini hari akoe berdjoempa padanja"’, djawab itoe manager hotel sambil boeka matanja. „Apa ia ada berboeat apa-apa? Akoe katemoeken ia lagi kemaren soré kira djam toedjoeh. Akoe kenal ia di sini tjoema sebagi toekang muziek. la kasi taoe akoe jang ia ada niatan boeat diriken satoe groep orchestra dalem ini kota”. Baeklah kita liat iapoenja kamar”, kata Bohr. Marika berdoea laloe naek di atas lift. Marika berdjalan dengen pelahan liwatin satoe djalanan Jang pandjang dari satoe roewangan di samping mana terletak kamar-kamar tetamoe. Sasampenja di kamarnja Tinnin itoe manager boeka dengen iapoenja koentji dan pintoe kamar terpentang. Ka-ada'an dalem kamar itoe boleh dikata kosong, tapi mengoendjoek bekas-bekas ditempatin orang. Satoe topi ditarok di atas satoe medja ketjil, doea stel pakean tergantoeng di atas closet. Satelah preksa kamar jang dietmpatin oleh Tinnin sigra Inspector Bohr bersama itoe manager toeroen poela ka bawah. Penjelidikan dengen diam-diam dilakoeken antara pengawe-pengawe hotel brangkali ia orang dapet liat Tinnin kemaren soré. Tapi tida satoe penggawe jang dapet liat padanja sadjek itoe soré. Menoeroet pembilangan bebrapa penggawe bahoea Tinnin selama tinggal di itoe hotel sering dikoendjoengin oleh bebrapa kawannja. Satoe antaranja_teritoeng djoega Mr. Frank Egan, siapa kaliatan atjapkali bitiara di sisir roemah sama__itoe bekas persakitan. Laen penggawe mempetahken saorang jang tentoe ada Doran, jang djoega katanja soeka dateng. Dan lagi katanja saorang prempoean moeda, berkoelit poetih serta tjantik, ini hari doea kali ada dateng mentjari Tinnin, tapi.dikasi tace jang Tinnin kloear. „All right”, djawab Inspector Bohr pada itoe manager hotel. „Harep kaoe pegang resia jang akoe dateng di sini, tapi kasi akoe taoe dengen sigra kapan sadja Tinnin kliatan poelang. Djoega britaoe akoe kaloe itoe nona moeda dateng lagi. Akoe aken pasang mata di sakiter sini’". Itoe detective lantas berlaloe dari hotel terseboet, samperin medja telefoon boeat bitjara sama Inspector Dullea. Ia kestaoe segala iapoenja {{hws|pen|pendapetan}}<noinclude></noinclude> n0y3cnfbcc14ohz4uusi22te9h9ndyl Halaman:Auto setan.pdf/40 104 114081 317107 316113 2026-09-04T22:49:24Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317107 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|74|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||75}}</noinclude>{{hwe|dapetan|pendapetan}} dan itoe Inspector soeroeh teroes djaga hotel itoe sahingga Tinnin kliatan balik. Begitoelah dengen resia bebrapa detective pasang matanja mengintip ka sakiter itoe hotel, jang achirnja membawak djoega satoe resultaat bagoes. Inspector Bohr awasin itoe hotel sampe laat malem sampe iapoenja dienst digantiken oleh laen detective. lapoenja pengganti poen mendjaga hingga pagi dan Inspector Bohr poenja giliran sampe lagi boeat landjoetken itoe pendjaga’an. Tapi dalem sakean belas djam itoe baek Tinnin atawa itoe nona tjantik tida tertampak moentjoel. Sekalian detectives tida kalah kasabaran, marika tjoekoep sabar aken toengkoelin itoe kawadjiban jang berat. Achirnja koetika hari Rebo lohor djam 3, apa jang diharep-harep laloe terkaboel. Itoe nona tjantik jang tra'terkenal tiba-tiba dateng kombali di hotel dan menanjak pada klerk kaloe Tinnin soedah ada. Satoe tanda resia di sampeken pada detective dan Inspector Bohr jang berada di sebrang straat di moeka hotel, Kapan itoe nona berlaloe dari Blackstone Hotel dengen diam-diam ia dikoentit oleh Bohr serta laen detectives di sepandjang O'Farrell Street. Nona itoe landjoetken perdjalanannja dengen tetep, tida tjoeriga soeatoe apa, hingga ia sampe di Strand Hotel, sedikit djaoeh dari O'Farrell Street. Kamoedian si nona masoek ka dalem hotel terseboet jang teroes di-intjer oleh Inspector Bohr. Lebih djaoeh ja liat nona itoe madep pada klerk hotel, bitjara sedikit dan laloe menoedjoe ka tempat lift. Dengen tjepet poen Inspector Bohr toeroet masoek ka itoe Strand Hotel, samperin itoe klerk seraja perkenalken siapa dirinja ” „Siapa itoe nona Gan apa iapoenja kahendak? Bohr menanjak dengen pelahan. „Ia tanjak boeat Mr. Frank Yellavitch”, itoe klerk briken djawaban. toe toean ambil kamar No. 609; nona itoe soedah naek dengen lift ke sana”. Lantas Bohr angkat gagang telefoon boeat bitjara sama Inspector Dullea, satelah selesih, ia laloe balik ka straat sambil matanja awasin naeknja itoe lift. Sedikit minuut kamoedian satoe auto politie sampe di sitoe. Inspector Dullea kloear dari itoe auto dengen lekas samperin pada Bohr jang menoenggoe di pinggir dialan. Dari mana dengen tjepet marika berdoea masoek lagi ka dalem hotel dan dengen lift marika naek ka atas loteng tingkatan ka-anem. Sesampe di atas marika djalan di safoe djalanan loteng jang rada gelap boeat tiari kamar No. 609 jang dengen gampang telah didapetken. Marika ketok daon pintoe. Lekas sekali daon pintoe itoe kamar No. 609 terpentang. Saorang tinggi besar dengen pake badjoe donkerblauw dengen kantjing koeningan berdiri di hadepannja. Kliatan dalem itoe kamar tida ada terdapet laen orang. „Apa kaoe Frank Yellavitch?” Inspector Dullea menanjak. „Betoel”, menjaoet itoe orang. Koetika itoe doea detectives menorobos masoek ka dalem kamar ia tida menjegah hanja moendoer bebrapa tindak. „Kita dateng dari hoofdbureau van politie”, berkata poela Dullea. „Apa kaoe ada sobatnja Albert Tinnin?”<noinclude></noinclude> itp76wtqma2ttai5synphjygpcyaq2h Halaman:Auto setan.pdf/41 104 114083 317108 316114 2026-09-04T22:49:36Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317108 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|76|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||77}}</noinclude>Inspector Dullea menanjak dengen kalm, tida oendjoek kalakoean jang aseran. Itoe orang tida sigra menjaoet, ia awasin itoe detectives sakoetika lama hinaga kamoedian baroe ia berkata: „Betoel, akoe kenal Tinnin." „Di mana ia ada sekarang?” „Akoe kira ia tinggal di National Hotel di Market Street”. Lantas ia diam kombali sambil memandeng ka satoe djoeroesan boeat bebrapa seconde. „Akoe poen hendak katemoein ia sabentar dengen naek autobus.” „Apa kaoe bekerdja dalem autobus?” „Ja, akoe kerdja di sitoe sebagi conductor” „Inspector Dullea dengen matanja jang tadjem awasin gerak-gerakannja itoe orang jang mengakoeh bernama Frank Yellavitch dan kamoedian memandeng ka sakoeliling kamar itoe. Ia liat di atas krosi ditarok satoe doos saxophone jang ia lantas madjoe samperin boeat preksa. Yellavitch poenja mata terboeka besar satelah liat itoe detective bertindak ka itoe doos saxophone. Zonder berkata soeatoe apa Inspector Dulla memboeka itoe doos. Di dalemnja kadapetan itoe perkakas muziek dan satoe Luger revolver. Ia lantas ambil itoe sendjata api bikinan Duitsch, awasin dengen terliti di atas iapoenja tangan. „Siapa poenja revolver ini? ia menanjak. „Tinnin poenja’”, saoet Yellavitch: „Itoe saxophone djoega iapoenja. Ia beli itoe semoea batoe ini hari di sini” Inspector Dullea lantas masoekin itoe revolver dalem kantong iapoenja overcoat. „Oh, begitoe”, ia berkata sambil bersenjoem. „Apa ia ada mempoenjain laen revolver lagi?” „Akoe kira tjoema itoe satoe”. Selagi Inspector Dullea preksa pada Yellavitch, Bohr goenaken itoe tempo boeat tjari itoe nona jang tadi. la preksa di kamar mandi dan bebrapa kamar laen. Ia tida ada. Bisa didoega sabelon itoe detectives sampe di kamar No. 609 kaloe begitoe ia soedah kloear lagi doeloean. Pada itoe conductor Inspector Dullea mendeketin lebih rapet dan bitjara dengen soenggoeh. „Dengerlah sekarang! Akoe minta kaoe kloear aken oendjoekin kita di mana Tinnin berdiam Akoe harep kaoe lakoeken dengen betoel apa jang mendjadi pesenankoe itoe. Kaoe moesti berdjalan doeloean dan kita mengikoetin dari seblah belakang!" Yellavitch manggoetken kepala, dan marika bertiga lantas toeroen dari loteng ka bawah. Yellavitch naek dalem autobus samentara Dullea dan Bohr memboentoetin dengen auto politie terpisa bebrapa poeloeh meter di blakang. Kapan itoe autobus sampe antara Turk dan Fillmore Streets, Inspector Dullea dan Bohr liat Yellavitch lontjat toeroen samperin satoe orang jang sedeng bertindak dengen pelahan di sitoe. Autonja Dullea dan Bohr dibrentiken di pinggir straat, marika berdoea laloe toeroen mengoentit dari belakang aken awasin gerakannja Yellavitch dan itoe orang. Ka-ada’an itoe sa’at ada gelap dengen mendadak kerna angin menioep keras dengen disertain oewap halimoen jang tebel dari lacetan. Kliatan Yellavitch sembari djalan kongkou sama orang itoe jang berpakean badjoe djas aboe-aboe dari<noinclude></noinclude> s6hr95yzbxfoptmhxpkahte8q9kvcgh Halaman:Auto setan.pdf/42 104 114104 317109 314711 2026-09-04T22:49:50Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317109 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|78|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||79}}</noinclude>tricot wool. Satoe topi vilt jang berdaon lebar menoetoepin iapoenja kepala. Dengen tida sia-siaken tempo lebih djaoeh sigra Inspector Dullea serta Bohr memboeroe ia orang jang satelah berdeketan lantas Bohr pegang tangannja itoe orang sambil tondong dengen iapoenja pistol automatisch. „Boeka kaoe poenja topil” memerentah Inspector Dullea. Itoe orang dengen tida rewel toeroet itoe prenta, ia ada Tinnin. Sakean lama marika saling meagawasin dan Dullea kenalin betoel roepania Tinnin jang percies dengen itoe portret dalem boekoe politie. „Ada apa?” Tinnin menanjak dengen goegoep. „Ikoet kita ka hoofdbureau politie", Inspector Dullea menitahken. Marika semoea lantas samperin auto politie jang brenti di pinggir djalan dan dengen toe kandaran marika pergi. Dalem kantoornja Inspector Dullea, Tinnin doedoek di satoe bangkoe jang disediaken boeat ia di deket medja toelis; samentara Dullea doedoek seperti biasa sambil memandeng moekanja itoe bekas persakitan. Berdiri di sakiter itoe kantoor di samping tembok ada detectives McGinn, Bohr dan laen-laen anggota politie kota, Semoea mata ditoedjoeken pada Tinnin, jang ibarat matjan baroe kena terdjebak dalem kerangkeng. la ada berpotongan baek sebagi satoe sportman jang well trained. Di itoe sa’at ia tinggal kalm, ia isep satoe sigaret sambil saben-saben bersenjoem. Dari sikep-sikepnja ternjata Tinnin_memang soedah biasa beroeroesan sama politie, hingga ia tida perdoeliken apa jang bakal terdjadi pada {{hws|diri|dirinja}} {{hwe|nja|dirinya}}. Ia sekarang dikoeroeng dalem sarang politie jang rapet, jang semoea pandeng ia sebagi satroe jang sanget berbahaja. Semoea orang jang berada di sitoe kliatan kalm tapi masing - masing agaknja bersedia boeat segala kadjadian jang mendadak dan tida terdoega „Tjoba kaoe toetoerken apa jang kaoe tace prihal kamatiannja njonja Jessie atawa Mrs. Hughes?" tiba-tiba Inspector Dullea madjoeken pertanja‘an. „Tida taoe sama sekali”, saoet Tinnin sambil awasin Dullea dengen soenggoeh. « „Apa kaoe kenal Frank Egan, Advocaat?” ia ditanjak lagi. „Ja". „Dan Doran?” „Ja, akoe djoega kenal”. „Di mana marika sekarang berada?” „Akoe tida taoe”. „Kapan kaoe liat atawa katemoe pada marika paling belakang?” „Akoe tida inget betoel”, kombali ia djawab dengen sabar sembari ambil satoe sapoetangan dari kentongnja. „Inspector’’, koenjoeng-koenjoeng ia samboeng perkata’annja, „akoe tida bisa inget poela segala apa begitoe percies. Lagi memang akoe tida taoe soeatoe apa tentang marika”’ Denger saoetannja, Tinnn begitoe roepa, lantas Inspector Dullea roga iapoenja sakoe overcoat dari mana ia kloearken satoe revolver jang tadi didapetin dari itoe doos saxophone dalem kamarnja Yellavitch. Itoe revolver Dullea timbang-timbang dengen tangannja seperti ia hendak rasaken {{hws|bra|brapa}}<noinclude></noinclude> 8hrm63ibnu0x1o7w43zvzechw2h8ya1 Halaman:Auto setan.pdf/45 104 114107 317110 316115 2026-09-04T22:50:29Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317110 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|82|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||83}}</noinclude>Teroetama, jang orang merasa aneh ada Frank Egan poenja perhoeboengan dengen itoe doea bekas persakitan, jalah Tinnin dan Doran. Apa artinja toe? Kenapa Mr. Egan soedah belahken begitoe soenggoeh pada marika berdoea di Pengadilan sahingga marika dikloearken dari pendjara? Penjelidikan lebih djaoeh mengasi katerangan koetika dalem taon 1918 Tinnin didakwa tjoba meratjoenin njonja djanda Marjory Cockroff, Mr. Frank Egan djoestroe djadi iapoenja pembelah jang paling madjoe terkamoeka. Malah Frank Egan sampeken menjataken pada hakim bahoea di itoe hari, tanggal dan djam, di mana orang sangka Tinnin kasi ratjoen chloroform pada itoe prempoean djanda, ia Tinnin, sedeng berada padanja dalem ia sendiri poenja kantoor hingga tida beralesan jang Tinnin lakoeken itoe kadjahatan. Marjory Cockroff tinggal di Corning, California. Tapi itoe waktoe Frank Egan poenja kasaksian boeat kasi kaentengan pada Tinnin tida ditrima oleh Jury Pengadilan dan ia dikerem djoega dalem pendjara jang kamoedian baroe dibebasken. Soealnja Frank Egan kliatan sanget gandjil {{di|L}}EBIH djaoeh djoega dikataoein dari politie poenja onderzoek tentang riwajatnja Tinnin jang perna ditoedoe tjampoer tangan dalem satoe perkara rampok. Boeat ini poen Frank Egan madjoeken diri sebagi iapoenja pembelah dan telah dapetken kamenangan jang lengkep. Hal mana kombali kliatan amat gandjil. Laen-laen hal jang berhoeboeng dengen Tinnin dan Frank Egan tida didapetken katerangan lagi. Ambrose Scott, soedara lelaki dari njonja Jessie jang terboenoeh mati, atas pangilan politie soedah dateng di kota San Francisco. Ia oeroes soerat-soerat penting kapoenja‘an njonja Jessie dan administratie dari njonja itoe poenja onderneming. Tapi sabegitoe banjak soerat-soerat jang dipreksa tida kadapetan testament atawa soerat pernjata’an kainginan dari itoe njonja boeat iapoenja milik bagimana kamoedian moesti oeroes. Papreksa'an jang dilakoeken pada ondernemingnja njonja Jessie didapet taoe poela satoe hal jaitoe Mr. Egan soedah bebrapa taon mendjadi kwasa boeat oeroes kapentingannja njonja terseboet. Djoega Egan soedah masoekin njonja Jessie satoe assurantie djiwa besarnja 10.000 dollars dan premienja Egan sendiri jang bajarin lebih doeloe. Poen itoe njonja ada pegang doea polis dari doea kongsie assurantie laen besarnja masing-masing 2500 dollars djadi totaal 5000 dollars boeat bahaja katjilaka’an atawa kamatian mendadak kerna pemboenoehan enz. Lagi menoeroet katerangan dari Mrs. Jane Walsh, chef dari bureau penjelidikan kamatian-kamatian mendadak, samatjem Wees en Boedelkamer, koetika denger njonja Jessie binasa soedah dateng interview Mr. Frank Egan boeat tjari taoe tentang itoe njonja poenja testament enz. kaloe - kaloe ia ada tinggalken. Dari Frank Egan itoe Chef Boedelkamer dapet katerangan bahoea njonja Jessie betoel ada tinggalken satoe pesenan dengen angkat ia (Egan) sebagi iapoenja kwasa aken oeroes segala miliknja atawa Executeur. Samingkin diselidikin ka-ada'an penghidoepan Mr. Frank Egan, itoe Advocaat jang ternama, jang<noinclude></noinclude> hzq494j3mcjpacp1aqhwupetojhj9p6 Halaman:Auto setan.pdf/46 104 114110 317111 316116 2026-09-04T23:17:19Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317111 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|84|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||85}}</noinclude>terkenal dermawan, samingkin banjak resia djadi terboeka, Ada didapet kanjata'an bahoea selama bebrapa taon ini Egan poenja ka-ada’an financien tida memoeasken atawa dengen laen perkata’an ia alamken kasoekeran cewang. Belon kliwat lama ia ada madjoeken perminta’an pada salah satoe directeur Bank soepaja iapoenja hypotheek roemah jang soedah liwat tempo djangan dibeslag doeloe, besarnja $ 9000. Warta-warta terseboet di atas tentang penghidoepan Mr. Frank Egan soenggoeh sanget mengagetken antero pendoedoek San Francisco koetika itoe semoea disiarken pada oemoem oleh Chef van Politie Mr. Quinn pada tanggal 5 Mei hari Kemis per radio. Satoe seroehan poen dikloearken jang ditoedjoeken pada Frank Egan persoonlijk, boeat minta ia oentjoelken diri, bri katerangan pada politie tentang resia kamatiannja njonja Jessie. Politie poenja '''seroehan''' ada sebagi berikoet jang disiarken satjara officieel: „Sebagi satoe Advocaat jang ternama, jang begitoe dimoeliaken oleh publiek dari San Francisco, maka itoe ada kace poenja kawadjiban aken dateng pada kita boeat membantoe bikin terang segala halnja njonja Jessie serta kaoe poenja treakan dalem telefoon pada Inspector Captain of Police Mr. Dullea, di itoe malem hingga orang repot anggep kaoe ditjoelik atawa dapet katjilaka'an oleh pendjahat”. {{di|D}}ARI boenjinja itoe '''seroehan''' sekarang teranglah jang Chef Politie Mr. Quinn dan Inspector Dullea mempoenjain banjak kasangsian dan katjoeriga'an pada dirinja Egan jang tadinja dikoeatirin tertjoelik enz. Besokannja sadjek itoe soeroehan diperhatiken oleh publiek, satoe kadjadian jang berhoeboeng dengen linjapnja Egan moentjoel. Egan sendiri tida oendjoekin diri, ia tetep ter-ilang dari pemandengan oemoem. Tapi koenjoeng - koenjoeng iapoenja kawan advocaat, Mr. Vincent M. Hallinan, ketok telefoon pada soerat-soerat kabar sambil britaoe apa-apa. la bilang Egan jang ramé djadi boeah toetoer belon lama tertampak djalan di salah satoe straat, tapi ia berobah banjak koeroes, ramboet dan koemisnja pandjang tida tertjoekoer, kalakoeannja seperti orang koerang beres ingetan. Egan dihinggapin samatiem penjakit zenuw jang heibat sekali, begitoe Mr. Hallinan toetoerken. Ia sekarang ada dalem ka-ada'an gila dan tingka-lakoenja sanget mengoeatirken. Sekarang ia sedeng berobat di bawah penilikannja dokter, tapi Hallinan menolak boeat britaoe di mana Egan poenja tempat kadiaman. „Frank Egan selekasnja aken bakerdja. sebagimana biasa kapan sadja ia soedah semboeh”, berkata Mr. Hallinan lebih djaoeh. „Akoe pastiken ia tida tersangkoet sama kadjahatan apa poen dan ia bersedia bilah soedah baek boeat kasi katerangan pada politie segala apa jang di-ingin-ken”. Warta terseboet tentoe sadja dapet perhatian besar dari Chef Politie Mr. Quinn dan Inspector Dullea. Tapi itoe lohor djoega mendadak Mr. Hillinan koendjoengin kantoornja Mr. Quinn boeat tetepken iapoenja katerangan prihal Frank Egan.<noinclude></noinclude> 62oh4o5p651cjtusn0yuxme0myd7rzx Halaman:Auto setan.pdf/47 104 114112 317112 314728 2026-09-04T23:17:31Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317112 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|86|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||87}}</noinclude>Ia tetep tida mao!! bilangin di mana sabetoelnja Egan berdiam. Koetika politie memaksa ia tjoema djawab bahoea Egan sekarang sedeng tetira dalem satoe hospitaal. Detectives disebar kombali boeat oesoet di hospitaal mana Egan tetira jang dalem tempo satoe djam telah berhasil. Ternjata itoe Advocaat ada berobat dalem Park-West Sanotorium. Sanatorium atawa hospitaal itoe ada saboeah gedong jang besar sekali, boleh dikata satoe astana jang doeloe dipoenjain oleh familie hartawan jang belakangan didjoeal dan didjadiken roemah sakit. Jang berobat di itoe sanatorium sabagian besar orang-orang sa kit zenuw atawa batin. Doea dokter specialist sakit batin selaloe control Frank Egan dan kapan politie dateng marika tampik boeat itoe orang-orang politie adjak bitjara pada Egan. Lantaran apa Mr. Ouinn titahken sadja bebrapa detectives djaga itoe sanatorium boeat awasin Frank Egan. Dengen soedah dikatemoeken Frank Egan, dengen pendjaga'an politie di itoe sanatorium dan perlandjoetan politie boeat tjari ka mana mengoempetnja Verne Doran , boleh dibilang publiek poenja hati dibikin demem dengen kagemperan jang loear biasa. Publiek sanget tida sabaran kapingin ta oe apa sabenernja telah terdjadi sadjek Egan linjap dari pemandengan oemoem. Apakah jang Egan nanti oetaraken kapan ia soedah boleh diadjak bitjara? Doea politie resia ditarok lag i dalem saboeah kamar jang tjoema terpisah anem poeloeh kaki dari kamarnja Egan, dengen dapet instructies dari Mr. Ouinn, bahoea marika selaloe haroes {{hws|pa|pasang}} {{hwe|sang|pasang}}mata siapa-siapa jang nanti soeka tengokin Egan. Egan poenja istri dan iapoenja sobat Advocaat Mr. Hallinan saben hari liat padanja. Bebrapa hari kamoedian sadjoemblah reporters soerat kabar dibri idzin boeat liat pada Egan dalem lapoenja kamar tapi dengen perdjandjian" bahoea iaorang tida boleh bitjara sapata perkataan. Sambil berdjingke-djingke itoe reporters masoek ka dalem. Marika liat Frank Egan sedeng berbaring di atas randjang, kepalanja direbahken di atas bantal jang empoek; iapoenja aer-moeka sanget poet jet, badannja koe roes, dan matanja ada begitoe goerem. Egan liatin itoe bebrapa journalisten jang ia soedah kenal bebrapa taon lamanja zonder oendjoek tanda -tanda perkenalan saolah -olah semoea asing bagi dirinja. Kamoedian itoe reporters dipersilahken kloear, politie teroes mendjaga pada Egan Sedikit hari berselang Egan dipindahken berobat ka Saint Mary's Hospital dengen diikoetin oleh detectives. Banjak pembatja brangkali djadi heran kenapa politie tida maoe goenaken kakwasa'annja aken menanjak sadja pada Egan, djangan menoenggoe sakean lama lagi kerna toch perloe sekali politie moesti sigra bergerak tjepet dalem itoe perkara. Ja, tapi politie tida brani lantjang ambil itoe sikep jang sedikit bengis lantaran Frank Egan ada teritoeng salah satoe pemimpin politiek jang terendah di San Francisco; ia mempoenjain pengaroeh pada publiek, mempoenjain banjak sobat-sobat jang selaloe berdiri di belakangnja. Maski begitoe tertip politie bertindak, toch sakean critiek tida oeroeng ditoedjoeken pada Mr. Ouinn serta Inspector Dullea jang dipandeng ktiwat {{hws|mende|mendesek}}<noinclude></noinclude> re0eh5lj7l2i577ofkb4ke30e1rovmy Halaman:Auto setan.pdf/48 104 114113 317113 314776 2026-09-04T23:17:46Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317113 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|88|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||89}}</noinclude>{{hwe|sek|mendesek}} pada dirinja Frank Egan serta tjoerigaken ia begitoe roepa Bagi Inspector Dullea sasoenggoehnja iapoenja kadoedoekan sebagi pemimpin dalem oeroesan pemboenoehan njonja Jessie boekannja enak. Ia harepin banjak soeal jang melibet, jang apabilah tida ati-ati ambil haloean ia bisa kebentrok sama ambekan publiek berhoeboeng moentioelnja itoe kadjadian dengen Frank Egan jang djadi toeroet kasangkoet. Bermoela, dengen ditangkepnia Albert Tinnin ia merasa segala apa dengen lekas dapet dioeroes beres, tapi tida disangka Tinnin begitoe bentahan tida mace mengakoeh soeatoe apa. Maski Tinnin telah diantjem aken dikirim balik ka dalem pendjara Filsom Prison boeat djalanin lagi iapoenja hoekoeman jang doeloe toch ia tetep tida perdoeliken. Kamoedian dengen soedah dikataoein di mana adanja Egan, Inspector Dullea dapet harepan baroe, tapi ternjata masih tinggal soeker sebab Egan belon boleh ditanjaken apa-apa. Ini waktoe Inspector Dullea dan Chef Politie Mr. Quinn merasa pasti sekali bahoea pametjahan perkaranja njonja Jessie ada terletak pada Frank Egan, Albert Tinnin dan Verne Doran. Doea jang terseboet doeloean soedah berada dalem tangan pol tinggal Doran jang belon dibekoek. Belakangan pada tanggal 16 Mei mendadak politie dapet kamadjoean, jaitoe Doran telah katemoe hingga ditjekel oleh politie. Penangkepannja Verne Doran tida soesah sama sekali, satjara loear biasa di loear doega’an. Satoe Advocaat di San Francisco, Walter McGovern, tiba-tiba ketok telefoon pada hoofdbureau politie, membri taoe dengen kalm begini: „Verne Doran ada saja poenja client. la bersedia boeat serahken dirinja pada politie kapan perloe. Akoe sendiri aken bawak ia ka kantoornja Assistant District Attorney Golden di Mills Building”. Soenggoeh itoe hal kliwat gampang terdjadi. Begitoelah kapan Mr. Quinn dan Inspector Dullea sampe di kantoor terseboet, lantas Doran berdjoempah pada itoe doea orang politie bersama iapoenja Advocaat. Sekarang itoe orang jang ka-tiga jang tersangka dalem perkara pemboenoehan njonja Jessie soedah lengkep berada di bawah kakwasa’an_ politie dengen tida rewel lagi. Verne Doran ada saorang moeda jang sopan santoen terliainja, ia pake badjoe donkerblauw, ramboetnja tersisir mengkilap dan rapih, matanja berrot bening aboe-aboe berserta koemis pendek di ates bibirnja. {{di|A}}KOE soedah dimoestiken”, berkata Doran, A boeat tida mendjawab sasoeatoe pertanjaan." Itoe bekas persakitan moeda saben-saben awasin iapoenja Advocaat, District Attoney Golden dan doea politie terseboet — Mr. Quinn dan Inspector Dullea. la poen bersikep seperti Tinnin — tida mace saoetin segala perianja’an jang dimadjoeken. Itoe pertemoean dengen lekas soedzh klaar. Doran sigra dibawak sebagi orang jang terdakawa ka Hoofdbureau van Politie dan dorong ia mendekem dalem kamar toetoepan. Berbagi pertioba'an soedah diambil boeat bikin Doran maoe toetoerken apa-apa, tapi tida berhasil ia bersikep<noinclude></noinclude> 512pefzfir49ksziv2d0anuqczl2mzn Halaman:Sakit Hati.pdf/28 104 114118 317142 316150 2026-09-05T00:50:48Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317142 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|'''50'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''51'''}}</noinclude>Hong-an bertaoeken kapada njonja Ping-siang soepaja toeloeng disediaken makanan boeat marika. Njonja roemah memangnja perhatian, sanget girang sekali kali ia bisa berboeat apa-apa aken menjenengken tetamoenja. Begitoealh ia lantas moelai kerdjaken apa jang perloe. Samentara itoe njonja Kiem-hoat dan Jeanne djalan-djalan di kebon blakang dan dimana marika telah djoempahken Lily lagi memetik kembang dengen paras senjap. Diantara kembang-kembang. Lily itoe tertampak lebih tjantik, lebih dari waktoe marika djoempahken di depan roemah. Lily manggoetin kepalanja dengen hormat sembari bersenjoem, selakoe satoe ka pantesan, boeat mana dapat samboetan dari Njonja Kiem-hoat dengen setjara angkoe, tapi laen lagi oleh Jeanne, jang poen manggoetin kepalanja dengen satoe senjoeman soeka. Tatkala marika soeda berada sendirian, Njonja Kiem-hoat berkata padanja: „Jeanne” katanja. „Saia taoe kau tentoe ada saorang prempoean jang mempoenjain rasa-hati, dari itoe moestinja tida perloe saia njataken. Tjoema kerna saia ada saorang jang lebih toea, dan saia merasa bahoea saia ada lebih banjak dapet pengalaman, jang berarati bagi sesoeatoe orang satoe peladjaran. Saia merasa dapet gelagat jang tida baek, maka saia pikir, lebih baek kau paksa soepaja Hong-an aken kombali ini malem djoega. Moekanja Jeanne jang tadinja bersenjoem mendadak djadi poetjet dan merasa heran. „Kenapa?” Tanja Jeanne, tapi dalem iapoenja hati ia merasa bahoea djawaban apa bakal diberiken. „Hong-an roepanja djatoh tjinta kapada gadis tadi” Djawabnja jang memang soeda didoega oleh Jeanne. „Dan itoe gadis poen tjintaken padanja {{...|10}}Saia bisa kasi oendjoek tjera tjaranje Hong-an jang kliatan koerang seneng waktoe kita adjak poelang, sementara difihaknja itoe gadis kliatan ia terprandjat waktoe kita mentjari Hong-an mengoendjoekin bahoea ia itoe ada dalem tjinta jang betoel-betoel pada Hong-an {{...|10}}” „Apa kau tida merasa bahoea kau soeda berlakoe terlaloe tjepet dalem kau poenja sangka'an, tante” kata Jeanne sasoeda samentara waktoe ia berdiri bengong. „Tida” katanja itoe tante jang menentoeken. „Inget, akoe tida bitjara hal Hong-an, kerna Hong-an itoe tentoe sadja setjara orang lelaki jaitoe goenaken temponja jang senggang boeat memaen-maen dengen gadis itoe, tapi kliatannja djadi kateroesan. Tapi kau troesah kwatir tentang Hong-an, kerna hal begini orang lelaki gampang terdapet dan gampang terloepa. Tjoema akoe kwatir difihaknja si gadis kliatannja ada berbahaja.” „Bagimana kau bisa dapet taoe itoe, tante{{...|10}}?” „Gadis-gadis jang matanja lebar paling gampang terdjeroemoes kerna sanget lemah hatinja {{...|10}}” katanja sang tante. „Djoega kau bisa dapet liat pada iapoenja tjara-tjara, kliatan ia itoe bengong dan tida seneng. Jang paling baek boeat kita berboeat, jalah haroes adjak Hong-an poeleng {{...|10}}” „Itoe saia anggep paling baek” memoetoes Jeanne {{...|10}} „Hal itoe gadis, saia nanti dengen gampang boleh petjahken hatinja. Akoe nanti toetoerken padanja bahoea Hong-an aken poelang boeat menikah. Ini berarti achirnja sesoeatoe romance, tentoe sadja berachir dengen kasedihan, tapi itoe boekan kita poenja sala{{...|10}}djoega boekan iapoenja sala, boleh djadi{{...|10}}” Itoe waktoe Lily lagi hiboerin hatinja dengen menjanji sembari memetik kembang, dengen tida dapet taoe<noinclude></noinclude> 4w4q3ei26n78sayckwr5jc3zry9vlhd Halaman:Sakit Hati.pdf/29 104 114119 317143 316151 2026-09-05T00:51:04Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317143 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|'''52'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''53'''}}</noinclude>bahoea satoe padang jang tadjem, jang tergantoeng diatas kepalanja soeda bersedia boeat djatoe, kaloe dateng waktoe jang telah ditetapken{{...|10}} Kasian {{...|10}} Lily tentoe impiken, bahoea kapan tetamoe itoe soeda poelang, begimana ia seneng, kerna itoe waktoe ia aken merdika poelah. Ia aken bersama-sama dengen Hong-an gadangin itoe hawa jang sedjoek, dengen oetjapken perkataan perkata'an jang sedep dalem pertjinta'an {{...|10}} <poem> Oh, bagimana broentoeng {{...|10}} Tapi, hanja satoe impian{{...|10}} Love's Dreaming Land.{{...|10}} </poem> {{C|'''V.'''}} {{dropinitial|'''W'''}}AKTOE makan lebih-lebih. Njonje Kim-hoat mandapet tjoeriga lebih banjak meliat laga-lagoenja Hong an dan itoe gadis-goenoeng. Achirnja Njonja Kiem-hoat ambil poetoesan lebih baek ia bitjara kapada nona itoe dan toetoerken bahoea Hong-an itoe aken menikah dengen Nona Jeanne, dengen keada'an begitoe ia djadi lebih doeloe bisa memboenoeh safoe perasahan. Begitoelah tatkala abis makan, Njonja Kiam-hoat tinggalken Hong-an dan Jeanne jang lagi doedoek mengomong berdoea'an, ia sendiri pergi ka kebon aken mentjari Lian-nio. Diantara satoe empang ketjil, Lian-nio dengen menjanji pelahan lagi mengasi makan iapoenja gangsa-gangsa. Dengen hati jang djoedjoer Njonja Kiem-hoat akoehin bahoea belon pernah ia meliat satoe gadis begitoe tjantik seperti itoe Lian-nio. Ia samperin Lian-nio dari blakang. Sabetoelnja ia sendiri tida taoe bagimana ia moesti moelai dalem pembitjara'annja. Tapi kamoedian ia laloe berkata: „Kau kliatan seneng dengen binatang-binatang, dan kau ada sanget sabar melajanin kau poenja gangsa-gangsa” katanja. „Kliatannja begitoe djinek, ja?” Lian-nio jang tida mendoega atas kadatengannja njonja itoe mendjadi kaget, tapi kamoedian ia manggoetin kepadanja dan berkata dengan tertawa: „Ntjim, gangsa-gangsa disini soeda kenalin saia sebagi marika poenja kawan.” katanja dengen soeara jang lantjar. „Kau ada mempoenjai satoe roemah jang seneng.” menjamboeng itoe njonja. Kau ada mempoenjai kebon-kebon jang indah, dengen poehoen, dengen kembang, dengen binatang dan dengen ikan-ikan. Kau tentoe tida nanti ingin toekar ini dengen satoe penghidoepan dari kota, boekan?” „Oh, tida, tentoe tida, 'Ntjim,” djawabnja Lian-nio dengen saderhana, boeat mana Njonja Kiem-hoat bersenjoem mengoendjoekin kapoeasan hatinja. „Kita haroes bertrima kasi kapada kau poenja perhatian kapada Hong-an. Kau soeda rawatin ia sanget baek sekali dan hati-hati, seperti djoega kau merawatin kau poenja soedara sendiri.” Trima kasi kapadanja boeat ia poenja rawatan kapada Hong-an, padahal itoe toch ada satoe kasenengan dan kabangga'an satoe-satoenja dari iapoenja penghidoepan, selaennja itoe Hong-an itoe toch ada mendjadi kapoenjahannja. Ada hal apatah laen orang moesti berhoeboeng dengen itoe ? Lian-nio memandeng dengan rasa kwatir pada itoe njonja jang sekarang berdiri dihadapannja. „Itoe ada satoe kasenengan bagi saia,” katanja Lian-nio dengen ringkes sebagi djawabannja.<noinclude></noinclude> tbgoiyuvop8awnmkbvj9iwqkalehan5 Halaman:Sakit Hati.pdf/31 104 114120 317144 316152 2026-09-05T00:51:20Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317144 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|'''56'''|'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''SAKIT „HATI”'''}}|'''57'''}}</noinclude>{{hwe|nio|Lian-nio}} dapet sempet boeat berasaken dirinja sendiri. Tadinja ia berasa seperti mengimpi, tadinja ia pikir itoe njonja soeda berdjoesta. Tapi kamoedian ia berpikir, kenapatah itoe njonja moesti berdjoesta. „Oh {{...|10}}” katanja dengen hati patah. Apakah itoe kabroentoengan dateng kapada saia, jang berarti boeat saia pertama kali, aken mendjadi boeat saia, kabroentoengan jang penghabisan{{...|10}}” Hong-an, jang selaloe bitjara manis. Hong-an jang kliatannja begitoe manis-boedi, Hong-an jang menjeboet-njeboetken ia Njawa-hati” atawa „Nona jang tertjinta” soeda mempoenjai toenangan dan aken kawin ? Apa artinja ini? Hong-an, Lian-nio taoe, ada tjintaken padanja. Ia taoe bagimana waktoe lahirken itoe perkata'an, waktoe Hong-an niatakan iapoenja rasa tjinta, matanja berguemilap dan dadanja berdebar. Tida boleh djadi kaloe Hong-an tida tjinta padanja. Djoega waktoe Lian-nio dateng kapada Hong-an menoetoerken bahoea ada tetamoe aken djoempahken padanje, doea tetamoe prempoean, mengoendjoekin terang sekali bahoea ia itoe tide soeka atas kadatengan itoe. Bagimana bisa djadi Hong-an aken menikah, bagimana bisa djadi Hong-an aken tinggalken ia ? Tapi saorang sebagi Lian-nio tida tjoekoep tabah aken memikirken itoe hal jang begitoe roewet, begitoelah ia dengan satoe treakan dari poetoes harepan ia telah roeboeh pangsan {{...|10}} {{asterism}} {{dropinitial|'''T'''}}ATKALA Lian-nio tersedar dari pangsannja, ia rasaken matanja seperti boeta. Itoelah kliatan seperti mengoendjoekin bahoea kerdjanja oerat-oerat jang berada di kepaa dan berhoeboeng dengen mata soeda bekerdja terlaloe keras atawa dape kaget terlaloe tjepet. Waktoe pikirannja soeda moelai tersedar, ia lantas dengen djalan mengrepe-grepe ia menoedjoe karanja, siapa telah djadi kaget meliat soedaranja begitoe roemahnja. Tapi di tangga roemah ia djoempahken Mary, soeda poetjet, saolah-olah orang jang kailangan soemangetnja. „Apa jang terdjadi dengen kau Lily? Kenapa kau? Kenapa kau?” Lian-nio tida dapet ingetan boeat djawab, perasahannja kliwat pepet, sanget ia antjoer, sanget ia patah hatinja. „Lian-nio” bertreak 'ntjinja. „Kenapa kau{{...|10}} kenapa kau ?” „Saia dapet sakit kepala begitoe keras” djawabnja. „Dan ini saia rasaken seperti mata saia djadi boeta.” „Oh, itoelah boleh djadi kerna sinar matahari terlaloe panas. Lekas, kau masoek ka kamar dan rebah-rebahan. Hati-hati, kerna itoe njonja diseblah poen doeloe pernah dapet sakit kerna terlaloe banjak bergadang di panas matahari, dan berboelan-boeain baroe baek {{...|10}}” Lian-nio lantas sadja masoek ka kamarnja, dan tatkala ia sampe. ia roeboehken dirinja diatas pembaringan, don ia laloe menangis. {{asterism}} {{dropinitial|'''I'''}}TOE waktoe persediahan telah dibikin boeat marika poenja brangkat kombali ka Soerabaia. Hong-an itoe waktoe berada dalam keada'an jang sanget bingoeng sekali. Apa ia moesti tinggalken itoe tempat dengen begitoe sadja. Bagimana dengen Lily, oh, itoe sinar matahari dari itoe sorga-pagoenoengan.<noinclude></noinclude> m1q63qmf0ye3jaadlmzm3nznoj3739w Halaman:Auto setan.pdf/50 104 114133 317121 316117 2026-09-05T00:41:12Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317121 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|92|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||93}}</noinclude>Tinnin poen dikenalin oleh saksi terseboet, tapi atas adviesnja iapoenja Advocaat ia tolak boeat djawab segala pertanja’an. Idem terdjadi dengen Doran jang selaloe toetoep moeloet. Kamoedian sampe gilirannja Frank Egan aken toetoerken iapoenja pengakoehan — apa ia maoe bitjara? Atas adviesnja iapoenja pembela ia djoega menolak boeat mendjawab ini - itoe. {{di|S}}ELAGI pembesar Pengadilan enz. dengen asik preksa laen pemandengan jang tersangkoet sama kamatian njonja Jessie, Frank Egan dengen diam-diam bangoen dari krosinja dan bertindak kloear. Lantaran ia tida diperlakoeken sebagi pesakitan jang dipreventief maka tida sa‘orang perhatiken iapoenja gerakan, hingga ia terpandeng sebagi saksi jang merdika dalem Pengadilan. Papreksa’an dilandjoetken dan kamoedian Jury kloearken poetoesan bahoea Frank Egan dan Verne Doran '''moesti''' djawab pertanja'an-pertanjaan jang dimadjoeken padanja dalem Persidangan jang kadoea, dalem mana Hakim President jang lengkep nanti pimpin djalannja Raad. Teroetama ia tida boleh toetoep moeloet teroes dalem hal-hal jang dirasa ia taoe terhadep itoe pemboenoehan njonja Jessie. Egan ditiik oleh Mayor Rossi bagi segala pakerdja’annja sebagi Advocaat Oemoem sadjek ia ternjata mempoenjain sangkoetan dalem perkara njonja Jessie. Doran dan Tinnin dibawak balik ka dalem pendjara sahingga Raad preksa poela marika. Egan dengen merdika boleh poelang ka roemahnja seperti ia ditahan di loear sadja. Seperti dibilang, sabetoelnja Egan tida moesti dapet itoe kalonggaran tapi oleh kerna roepanja Justitie imbangin sama iapoenja dradjat, kadoedoekan serta pengaroehnja dalem sociaal di San Francisco, maka ia tida sigra ditahan dalem preventief kendati dalem bebrapa hal politie tjoerigaken ia. Belakangan District Attorney madjoeken voorstel soepaja Egan poen dikerem dalem kamar tahanan. Saben-saben dalem perkara terseboet moentjoel hal-hal baroe jang mengantjem heibat. Politie kamoedian dapet tjioem baoe jang djiwanja Verne Doran terantiem keras. Satoe party jang tegen padanja gerakan satoe komplotaan aken boenoeh padanja kerna ia terang tersangka ambil bagian penting dalem pemboenoehan itoe njonja djanda. Lantaran apa ia dipindahken dalem satoe pendjara speciaal serta terdjaga lebih keras. Bebrapa hari telah liwat. Inspector Dullea bersama detective McGinn lagi berada dalem kantoornja sa-abisnja marika menilik ka-ada’an Verne Doran dan Albert Tinnin. „Pergilah kace ka roemahnja Egan!" mendadak ia berbisik pada McGinn. „Lebih lekas kaoe sampe di sana ada lebih baek!” Sasoedah detective McGinn berlaloe, Inspector Dullea djatohken dirinja dalem korsi. Ia dengen tjepet ambil satoe potlood, toelis bebrapa derek perkata’an sebagi copie bulletin jang ia aken siarken. Itoe copie berboenji seperti berikoet: „Perkara Pemboenoehan! Di minta tangkep dan bawak pada politie Frank J: Egan!” demikian permoela’an dari itoe copie berboenji. Malem poekoel delapan tanggal 4 Juni. Seperti biasa Inspector Dullea berada dalem {{hws|kantoor|kantoornja}}<noinclude></noinclude> b2jwtl4ouy5y78dren6qxezpw9l6jza Halaman:Auto setan.pdf/49 104 114134 317120 314874 2026-09-05T00:40:57Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317120 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|90|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||91}}</noinclude>koekoeh seperti kontjonja Albert Tinnin. — Politie kliwat bohwat terhadep ini pemoeda jang nakal. Ia diantjem aken dilever kombali ka dalem pendjara boeat teroesin hoekoemannja jang doeloe dengen perdjandjian bilah ia sampe beroeroesan poela dengen perlanggaran wet negri. Tapi_ia tetep tida maoe loeloesken kamaoean politie. Satoe prentah dikloearken dan Doran dikirim poela sebagi persakitan ka dalem pendjara San Quentin. Dengen pakean persakitan ia dianter kombali ka itoe Koeroengan Besar, samentara iapoenja_ramboet ditjoekoer bersi. Sampe sakean lama ia tetep tida mace bilang soeatoe apa dalem perkara njonja Jessie. Boelan Mei tanggal 20 Frank Egan soedah boleh dikata semboeh dari sakitnja dan di-idzinken oleh dokter boeat orang boleh bikin interview padanja. Sadjoemblah journalist dateng di iapoenja kamar boeat interview Egan di atas iapoenja pembaringan. Egan poenja bitjara ada tjoekoep lantjar dan terang dan pada achirnja ia bilang: „Pengidoepankoe ada dengen boekoe terboeka”. Hal-hal jang berhoeboeng dengen perkara pemboenoehan njonja Jesies itoe koetika tida diseboetken. Satelah Frank Egan soedah semboeh betoel, pembesar Justitie kaloearken soerat offcieel bahoea ia haroes mengadep dalem Pengadilan pada tanggal satoe Juni aken didenger pengakoeannja. Politie staf semoea soedah bikin beres soerat soerat jang berhoeboeng dengen Frank Egan, publiek menoenggoe datengnja itoe hari aken toeroet saksiken itoe papreksa'an jang menggemperken orang soedah mendoega. Satoe machloemat telah disiarken oleh Mayor Rossi dari San Francisco siape menjataken bahoea Egan haroes membantoe politie, boeat bikin terang itoe pemboenoehan jang heibat dan bri penoetoeran jang lengkep hal ia sendiri poenja perboeatan koetika itoe malem ketok telefoon pada Inspector Dullea boeat wartaken satoe kabar berbahaja jang menerkem dirinja. Lantaran perboeatan mana membikin banjak poesing pada politie djadi satoe soeal jang orang ingin sekali taoe bagimana dan apa lantarannja. Kapan hari jang ditentoeken tanggal 1 Juni telah sampe, Pengadilan boeka persidangan pertama aken preksa itoe bebrapa orang: Frank Egan, Verne Doran dan Albert Tinnin serta saksi-saksi. Doran dibawak dari pemboeian San Quentin dengen teranter oleh doea detectives. Egan, tida titahan dalem boei dan dalem itoe roeangan Pengadilan ia doedoek di seblahnja iapoenja pembelah jang masih moeda, Mr. Vincent Hallinan: Vice-voorzitter jang mewakilken Raad Mr. T. B. W. Leland moelain boeka itoe papreksa’an. Dari djalannja papreksa’an ternjata orang-orang jang tersangka tjampoer tangan dalem pemboenoehan njonja Jessie terang dosanja, teroetama Verne Doran telah dikenalken betoel oleh njonja Little, Ini njonja jang mendijadi tetangganja njonja Jessie tetepken iapoenja kasaksian bahoea itoe orang jang ia dapet liat doedoek dalem itoeautomobiel Lincoln-Phaeton koetika hari Djoemahat lohor di depan roemah njonja Jessie betoel mirip seperti Verne Doran, ia masih kenalin roepanja dengen baek<noinclude></noinclude> p42oujsn0eglxze3c4by6rl9866p739 Halaman:Auto setan.pdf/51 104 114139 317122 316118 2026-09-05T00:41:35Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317122 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|94|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||95}}</noinclude>{{hwe|nja|kantoornja}} boeat oeroes bebrapa kaperloean. Di samping ia berdiri detective McGinn dan Lieutenant John Reed dari Politie Kota. „Egan ternjata soedah minggat”’, tiba-tiba McGinn oetjapken perkata'an dengen soeara sedikit kakoe. la menjamperin lebih deket pada Lieutenanti Reed. Kita baroesan sadja balik dari iapoenja roemah. Di sana kita tarok doea orang boeat djaga di depan dan belakang roemahnja Doea orang tadi baroe pergi ka sana boeat ambil giliran mendjaga. la soedah pergi tida taoe ka mana dan menoeroet pembilangan istrinja. Egan kloear roemah tadi pagi sabelon matahari terbit”. Inspector Dullea dengerin itoe katerangan sambil manggoetken kepala; matanja bengong mengawasin ka satoe djoeroesan. la sedeng berpikir keras. Di mana Egan mengoempet kaloe betoel ia melariken diri berhoeboeng dengen itoe sangka-sangka'an padanja? Apa lantaran maloe brangkali itoe Advocaat memboenoeh diri? Koenjoeng - koenjoeng ia denger di loear ada soeara tindakan sepatoe, kamoedian daon pintoe terdorong. Sergeant William Bennett, jang djalanken dienst malem di kantoornja Mr. Quinn, kliatan masoek. „Kita dapet doea katerangan tentang Egan!” berkata itoe Sergeant. „Satoe spion tadi_brikabar dengen telefoon bahoea ia dapet liat Egan ada berkandaran aulo di sepandjang Montgomery Street kira-kira djam satoe ini lohor. Egan sendiri jang stuur itoe auto sedan tjet biroe, auto kapoenja'annja, dan satoe orang lagi doedoek di seblahnja Katerangan kadoea ada begini: „Kira-kira djam satengah tiga djoega ini lohor autonja Egan kombali dapet diliat oleh satoe spion jang sedeng naek motorfiets dan ia menoedjoe ka seblah selatan di djoeroesan Peninsula Highway „Itoe memang ada djoeroesan jang betoell”” berseroeh Inspector Dullea. „Tida_salah bahoea Egan tentoe moesti ka San Mateo County. Sebabnja? Well, iapoenja kawan Advocaat, Vincent Hallinan, ada mempoenjai satoe pasanggrahan moesim panas di sana di deket tepihnja Emerald Lake. Koetika Egan linjap tempo hari akoe poen mempoenjai doega’an jang ia brangkali mengerem di itoe pasanggrahan dari Mr. Hallinan. Betoel akoe tida bisa pastiken, tapi doega'ankoe ada keras ka sitoe!” Lantas Inspector Dullea angkat handle telefoon. „Telefonnin pada Sheriff J. J. McGrath dari San Mateo County”, ia menitahken. „Kasi taoe padanja_boeat tiari_ Frank Egan di pasanggrahannja Mr. Hallinan di Emerald Lake!” Sasoedah mengasih order per telefoon itoe Inspector laloe berpaling pada Sergeant Bennett. „Siapkenlah sapoeloeh orang palitie dan sigra brangkat sekarang djoega ka Emerald Lake. Sasoeatoe politie haroes lengkep dengen sendjata dan sediaken sekali bebrapa tear-gas bombs (bom pranti bikin mata pedes). Ini kali Egan terdesek di satoe podjokan, boleh djadi ia aken nekat dan melawan’. Sergeant Bennett manggoetken kepalanja jang dengen lekas berlaloe dari itoe kantoor. Sapoeloeh minuut kamoedian tiga automobiel politie {{hws|te|telah}}<noinclude></noinclude> k85z9d684698950z994jw1jdpgaf1i6 Halaman:Auto setan.pdf/52 104 114140 317123 316119 2026-09-05T00:41:49Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317123 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|96|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||97}}</noinclude>{{hwe|lah|telah}} dilariken keras ka Seletan kloear dari kota menoedjoe ka Peninsula Highway. Dalem sa’at-sa'at mana, Sheriff McGrath poen telah trima itoe titah dari Inspector Dullea boeat tjari Egan. McGrath dan pembantoenja UnderSheriff Lawrence Nieri dengen berkandaran auto dioega dengen spoed mencedjoe ka itoe djalanan pagoenoengan aken dateng di Emerald Lake. {{di|I}}TOE tempat Emerald Lake di mana pasanggrahan Mr. Hallinan terdapet, ada satoe desa jang terkoeroeng banjak dengen oetan-oetan keijil jang sarat, banjak djalanan moedoen serta djoerang-djoerang di sakiternja. Sheriff McGrath kandarken kretanja sambil liwatin plosok-plosok djalanan goenceng jang toeroen naek dan berbahaja, degen satoe kaljepetan jang melaenken boleh dilakoeken oleh orang-orang jang soedah kenal baek selak-seloek djalanan di sitoe jang berbahaja. Itoe waktoe soedah laat malem dan ka-ada‘an gelap sekali serta soenji. Tida selang lama autonja Sheriff McGrath dibrentiken dan marika soedah sampe di tempat tertoedjoe. Marika berdoea toeroen dengen atiati. Tiba-tiba itoe Sheriff berbisik: „Pasanggrahannja Hallinan terletak di samping itoe telaga jang dalem di antara poehoen - poehoen. lapoenja garage terletak deket dengen ini djalanan. Tjoba kita mengintip di itoe garage. Djangan menjalahken lampoe, akoe bisa sampeken itoe garage biar gelap. Ati-ati kaoe ikoetin akoe"’. Dengen McGrath djalan di moeka marika teroesin tindakannja, Sakean belas minuut marika djalan biloek ka satoe djalanan jang toeroen, masoek di antara poehoen-poehoen lebet jang toemboeh di sana sini. Achirnja marika sampe di moekanja itoe garage jang marika dapetkan pintoenja ada terpentang. Dengen pelahan McGrath bertindak madjoe sambil tangannja mengoesoet-ngoeseoet ke dalam garage terseboet. Mendadak tangannja dapet pegang radiator auto jang soedah djadi dingin. Ia sigra kloearken iapoenja lampoe battery dan menjoeloe. Satoe auto sedan biroe ia liat ada dalem garage. la orang berdoea masoek lebih djaoeh, matiken sinarnja lampoe itoe. „Itoe ada autonja Egan,” ia berbisik di koepingnja Nieri, „Ternjata ia belon lama sampe di sini kerna motornja masih anget” Satelah dapet kapastian Egan betoel dateng di itoe pasangrahan, marika laloe kloear kombali dari garage itoe dan menoedjoe ka roemah. Marika djalan dalem gelap sambil djingke aken samperin pintoe depan boeat mengintip. Ka-ada'an di sakiter tempat tida terdenger laen dari boenjinja diangkrik, kodok dan krisiknja daon-daon poehoen. Tida satoe soeara manoesia kadengeran. „Bersedialah dengen kaoe poenja pistol”, itoe Sheriff berbisik. „Marika bilangin kita boleh djadi Egan atawa orang-orangnja aken bikin perlawanan. ltoe roemah tida djaoeh lagi letaknja dari sini." Kagelapan di sitoe ada boekan boeatan, dari djoeroesan itoe pasangrahan tida tertampak sinar terang barang sedikit. Koenjoeng - koenjoeng Sheriff McGrath pegang kentjeng iapoenja pistol. Satoe soeara manoesia ada kadengeran dari {{hws|se|seblah}}<noinclude></noinclude> 2qw3kjti5bwbn5fip4wk0pfke9uotwc Halaman:Auto setan.pdf/53 104 114141 317124 314876 2026-09-05T00:42:04Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317124 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|98|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||99}}</noinclude>{{hwe|blah|seblah}} kanan koempoelan poehoen - poehen, tapi tida teges apa jang dioetjapken kendati itoe soeara bebrapa kali dioelangken. Koetika marika pasang koeping soeara itoe tida lama lagi ilang dan teroes tida terdenger soeatoe apa poela. Baek waktoe datengnja atawa perginja soeara itoe ada satjara aneh kadengerannja jang membikin timboel katjoeriga’an orang. „Apakah itoe?” menanja Nieri dengen heran. {{di|K}}APAN toe soeara tida terdenger poela, Sheriff McGrath poen kendorken djarinja jang menempel di trekker iapoenja pistol. Lama djoega ia berdiri di tempat terseboet sahingga saking gegetoen dengen soeara tadi membikin ia tida saoetin pertaja’an dari Undersheriff Nieri, iapoenja assistent. Dalem kagelapan itoe ia melaenken merasaken napasnja Nieri mengenahken iapoenja belakang leher. Kamoedian McGrath moelain bertindak lagi, toeroen dengen ati-ati_ di atas tanah jang moedoen dan bebrapa poeloeh meter dari sitoe terletak itoe pasanggrahan termaksoed. Ia bertindak teroes sambil tjekel gagang pistol dengen tangan kanannja, sedeng iapoenja pikiran tetep bekerdja boeat doega-doega dari siapa datengnja soeara jang aneh itoe. la berasa seperti ia taoe kenapa itoe soeara moentjoel, tjoema ia tida bisa: tentoeken terlaloe pasti Kamoedian marika sampe di satoe djalan jang membelok ka kanan dan tida djaoeh dari marika terliat satoe bajangan jang lebih gelap dari itoe malem jang soenji. „Itoe ada pasanggrahannja Hallinan", McGrath berkata seraja madjoe samperin. Marika sekarang telah sampe di pintoenja itoe pasanggrahan jang paling depan, marika berdiam di sitoe sambil berpikir bagimana jang paling betoel marika doeloe berboeat. Mendadak itoe soeara kadengeran kombali dari seblah dalem roemah. Ini kali tioema sebagi orang menggroetoe. Sheriff McGrath berpaling pada pembantoenja, deketin iapoenja poendak sembari berbisik: „Radio” Selang bebrapa minuut marika djalan lebih djaoeh menoedioe ka satoe dijendela jang koetika didorong lanias terpentang kerna tida terkoentji. Marika masoek ka dalem dari itoe lobang djendela. Sheriff McGrath dan Nieri djalan preksa ka-ada’an pasanggrahan itoe jang tida ada kadapetan satoe manoesia, Sekoetika Jama marika berdoea berdiri sambil memandeng koeliling dengen napas tertahan. Apa jang terdenger melaenken ketak-ketik bandoelan lontjeng dan itoe soeara grendeng dari radio, jang dateng dari satoe podjokan dan satoe sinar koening ketjil kliatan di sitoe. Kombali McGrath bisikin kawannja: „Njalahken battery”. Satelah disoeloein ternjata itoe roewangan kosong sama sekali. Di itoe tempat podjokan bener ada kadapetan satoe toestel radio dengen lampoenja berwarna koening. Dengen tjepet dari sitoe McGrath menoedjoe ka pintoe belakang jang ia liat soedah terboeka, seperti baroesan sadja ada jang kloear dengen ambil dialan dari pintoe itoe. Sheriff McGrath berpaling ka sana - sini, {{hws|ka|kamoedian}}<noinclude></noinclude> 2g93ru3547qhc3tiet25b0rbf2cdcas Halaman:Auto setan.pdf/54 104 114143 317125 316120 2026-09-05T00:42:17Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317125 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|100|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||101}}</noinclude>{{hwe|moedian|kamoedian}} ia berseroeh: „Apa tida ada orang di sini?” Tida satoe soeara manoesia sacetin. Kasoenjian tinggal sebagimana biasa Kanjata'an tida saorang kasi djawaban, sigra McGrath samperin itoe toestel radio jang masih berboenji kresek - kresek dan ia poeter knopnja hingga itoe radio berdiam. Tiba-tiba matanja dapet liat satoe poeteran contact electris di pinggir tembok dan ia poeter itoe jang lantas satoe lampoe menjalah terang. Boeroe-boeroe ia masoek ka dalem kamar-kamar dan kamar dapoer jang ada dalem pasanggrahan toe kaloe - kaloe ada berdiam satoe atawa lebih manoesia. Tapi njata semoea kosong melongpong, tioema sadja bekas-bekas ada oendjoek belon sebrapa lama moesti ada bebrapa orang dateng di itoe bebrapa kamar. McGrath laloe kombali ka roewangan di mana pertama ia masoek dan samperin poela boeat preksa itoe pintoe blakang jang soedah terpentang sedari tadi. Ia heran tjara bagimana itoe pintoe jang antep bisa terboeka sedengan ia inget sadjek tadi tida ada angin keras menioep. Ia samperin Nieri di roewangan tengah seraja berkata: „Sedari tadi tida ada angin jang tjoekoep keras aken bikin itoe daon pintoe di belakang terpentang, moesti ada orang jang boeka. Kaloe betoel Egan telah melariken diri dengen ambil djalan dari itoe pintoe teroes ka oetan, soenggoeh boekan kerdjaan gampang boeat tjari padanja dalem ka-ada‘an gelap goelita kaja begini.” Sekarang itoe Sheriff preksa dengen terliti kaada'an antero roewangan pertengahan jang lebar. Roewangan mana dirias dengen tjoekoep menjenengken, djoebin sabagian ditoetoep dengen goedri, dan satoe lontjeng tergantoeng di dingding papan. „Tjoba liat ini”, kata Nieri sambil toendjoek satoe asch-bak jang ditarok di atas medja ketjil. Dari itoe aschbak ia djoempoet satoe poetoengan sigaret. Ini satoe sisah sigaret masih anget, tentoe baroesan sadja orang isep dan dimasoekin ka dalem ini tempat aboe roko” Sherif McGrath manggoetken kepala. „Baek kita preksa lebih djaoeh ka-ada'an dalem roemah ini”, ia berkata dan laloe menoedjoe ka dapoer. Di atas djoebin deket itoe dapoer kadapetan bebrapa bidji poentoengan sigaret, dan di atas bak pranti tjoetji prabotan terletak sadjoemblah piting - piring kotor dengen sedikit sisa-sisa makanan masih ada di atasnja. Dalem salah satoe kamar tidoer randjangnja mengoendjoek tanda-tanda bekas ditidoerin orang, satoe magazine (tijdschrift) menggletak di atas djoebin. Kamar tidoer laennja tinggal beres hingga tentoe orang tida masoek ka sitoe. Koenjoeng - koenjoeng satoe pikiran moentjoel dalem hatinja McGrath. „Lekas balik liat garage", ia menitahken. „Boleh djadi Egan nanti lari dengen autonja selagi kita berdiam di sini. Djangan terangin kaoe poenja lampoe, ia bisa tembak kaoe. Akoe poen hendak pergi ka itoe telaga” McGrath sigra pademken itoe lampoe electris di roewangan tengah begitoe ia denger Nieri bertindak kloear. Dengen tjepet ia balik menoedjoe ka pintoe belakang, berada di loear itoe roemah pasanggrahan, ia gerakin kakinja ati- ati boeat mengoesoet atas itoe djalanan jang soeker aken<noinclude></noinclude> gllyqeto97iqir2krqlzzml2jrwyw2n Halaman:Auto setan.pdf/55 104 114144 317126 316121 2026-09-05T00:42:33Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317126 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|102|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||103}}</noinclude>dateng ka pinggir itoe telaga. Di depan ia kadapetan oetan, satoe tempat jang terbenam dalem kagelapannnja sang malem. Pelahan - pelahan ia langka tindakannja di sepandjang jalan, saben-saben brenti boeat pasang koeping kapan ia dapet denger soeara jang berkrisik di antara daon-daon poehoen. Tapi sbegitoe djaoeh tida terdenger oetjapan manoesia. Ia landjoetken perdjalanan sakean belas tindak lebih djaoeh, tiba-tiba ia denger soeara aer berboenji, ia pasang mata ka djoeroesan itoe Telaga Emerald Lake jang loeas. Ia berdiri sabentaran dengen tida berkoetik di pinggir oedjoeng dari telaga terseboet. Apakah Frank Egan, lantaran soedah tace bahoea iapoenja resia heibat achirnja moesti kataoean oleh politie, dengen nekat telah tjeboerken dirinja ka dalem itoe telaga sabelon wet bisa tjangkrem ia? Sambil berdiri bengong di sitoe Sheriff McGrath maoe pertjaja jang Egan boekan tida boleh diadi lakoeken itoe perboeatan nekat. Doega‘an McGrath djadi samingkin keras moentjoel dalem pikirannja bilah menginget orang sebagi Frank Egan poenja kadoedoekan jang tinggi, dihormat serta diendahken oleh rahajat dari satoe kota besar, abisnja tersangkoet dalem satoe perkara jang begitoe sanget memaloeken — satoe pemboenoehan. Sakoenjoeng - koenjoeng, Sheriff McGrath dibikin terprandjat, ia memandeng koeliling; di tempat sedikit djaoeh jang rada tinggi ia denger satoe soeara jang berseroeh „Hallo!" Beroelang - oelang itoe seroehan terdjadi di sebrang sana dari itoe telaga jang lebar. Dengen tjepet McGrath boeroe-boeroe balik ka pasanggrahan dengen satoe anggepan itoe treakan „Hallo” tentoe dari Nieri, tapi kapan ia soedah sampe di roemah pasanggrahan itoe ia menampak lampoe electris telah menjalah kombali. Ia masoek ka dalem dan bertemoe sama Sergeant Bennett dan sakean orang politie jang baroe sampe dari San Francisco. „Apa jang kaoe soedah katemoeken?” menanjak Bennett. „Akoe rasa kita sampe di sini soedah sedikit telaat”, McGrath menjaoet. „Kaloe Egan masih bernjawa tentoe ia telah semboeni di antara itoe oetan-oetan dan kita soeker sekali boeat bisa lantas bekoek padanja ini malem djoega hingga terpaksa moesti toenggoeh besok. Sekarang baek kita atoer bebrapa orang boeat djaga djalanan-djalanan kloear dan dengen sigra kita boleh tjoba mentjari” „Masih bernjawa?” menanjak Bennett dengen heran sambil oelangin perkata'annja itoe Sheriff. „Ja, bisa didoega ia soedah boeang diri ka dalem telaga," djawab McGrath sambil toetoerken iapoenja sangka'an. Koetika baroe sadja hari moelai terang di waktoe fadjar, pentjarian pada Egan telah dilakoeken kombali di sakiter itoe tempat atas jang penoeh pepoehoenan. Sergeant Bennett dengen bebrapa orang politie kloear masoek di dalem oetan, preksa segala plosok dan bagien atas atawa bawah dari Emerald Lake. Satoe pesawat terbang djoega digoenaken jang terbang rendah aken hantoe tjari ka mana perginja Frank Egan. Toch Egan tida bisa dikatemoeken. Satelah semoea penjelidikan di antero bilangan Emerald Lake tida<noinclude></noinclude> hzdhrbl46ibh0myak4slaj7uwmkot3m Halaman:Auto setan.pdf/56 104 114145 317127 316122 2026-09-05T00:44:02Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317127 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|104|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||105}}</noinclude>membawak hasil, Sheriff McGrath poenja sangkaan samingkin tetep bahoea Egan banjakan boeang diri ka dalem aer Telaga. Tapi Sergeant Bennett, jang lebih kenal karakternja Egan tide moelakat dengen pendapetannja McGrath. „Frank Egan lebih bisa djadi aken melawan kita kaloe terdesek", Bennett berkata, „tapi jang ia maoe boenoeh diri itoelah boekan orang sebagi ia aken lakoeken. Pertjajalah pembilangankoe, bahoea ia tentoe masih hidoep; lambat-la‘oen kita aken dapet tangkep ia”. Achirnja ia orang semoea balik ka San Francisco dan Egan tida bisa dikatemoeken di seloeroe Emerald Lake. Satoe kamadjoean jang paling memoeasken telah terdjadi dalem onderzoek perkara pemboenoehan ini serta boentoet - boentoetnja koetika satoe lohor Inspector Dullea kombali masoek ka iapoenja office (kantoor), dari cellnja Verne Doran. Iapoenja paras kliatan bersejoem samentara satoe goeloengan kertas menjelip di kantongnja. Apakah itoe? Sagoeloengan soerat itoe ada moeat '''pengakoehannja''' Doran, dan satoe pengakoehan jang saget mengemperken politie atawa siapa poen! Kota San Francisco betoel sadja saolah-olah dibikin tergerak koetika per radio pengakoehannja Doran disiarken permoela'annja. Antero pendoedoek dari Northern California dengen tida saberan menoenggoe penoetoeran selandjoetnja jang complet jang kamoedian disoegoeken oleh courant '''San Francisco Examiner.''' Doran toetoerken iapoenja pengakoehan dalem iapoenja cell (kamar tahanan) di depan Inspector Dullea hingga itoe resia jang sakean lama terpendem dalem moeloetnja dapet dikorek. Satoe stenographer tjatet satoe per satoe apa jang ia tjeritaken, jang penoeh dengen kaheibatan dan menggontjangken hati. Itoelah ada hikajatnja saorang moeda jang baroe beroesia doea-poeloeh-tiga taon, diandjoerken oleh doea orang jang toea'an aken lakoeken pemboenoehan. Poko lantaran dari terdjadinja itoe drama serta asal - oesoelnja ditoetoerken oleh Verne Doran, dalem pemboeka’an pertama ada seperti berikoet: „Albert Tinnin dan akoe jang telah boenoehnjonja Jessie. Frank Egan boeat banjak minggoe ada galang-goeloeng dengen kita. Egan menjataken bahoea ia tersangkoet sama njonja Jessie dalem oeroesan oewang, dari siapa ia ada memindjem dan itoe njonja selaloe menggrendeng minta dikombaliken jang atjap kali ganggoe ia dateng di kantoornja”’ Selandjoetnja Doran mengakoeh bagimana djalannja iapoenja lelakon dan kontjo - kontjonja, bagimana plan pemboenoehan telah diatoer. „Kira-kira satoe minggoe sabelon kita boenoeh njonja Jessie”, demikian Doran menoetoer, „Egan perkenalken akoe pada Tinnin. '''Malem dari hari Rebo, tanggal 27 April, Egan sendiri jang bikin plan tjara bagimana kita haroes toeroen tangan aken boenoeh itoe njonja.''' Laen malemnja, hari Kemis, kita bertiga bikin pertemoean dalem kamarnja Tinnin di Blackstone Hotel dan roendingken poela bagimana jang paling baek aken lakoeken itoe perboeatan”<noinclude></noinclude> 5fb5jr00mkbjxfi887umc1et210evna Halaman:Auto setan.pdf/57 104 114146 317128 316123 2026-09-05T00:44:52Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317128 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|106|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||107}}</noinclude>Tapi satelah plan soedah ditetepken, Doran merasa koeatir boeat landjoetken niatan djahat itoe. Egan jang meliat marika bersangsi laloe kloearken antjeman serta kasiken inget lantaran siapa marika dikloearken dari dalem pendjara, maka kaloe sekarang marika tida bisa diharep tenaganja sembarang sa’at Egan bilang, marika bisa terdoreng kombali dalem boei. „Egan titahken kita boeat pindjem autonja Lieutenant Postel kerna itoe auto ada tjoekoep berat”, Doran berkata lebih djaoeh. „Tapi itoe koetika akoe menampik boeat toeroet iapoenja prentah. Lantas Egan bilang, ‘Kaoe toch soedah perna pindjem iapoenja auto doeloean, maka kaoe apa salah pindjem lagi, tapi inget djangan bilang akoe jang soeroe!" „Hari Djoemahat, tanggal 29 April”, ia melandjoetken, „begitoelsh akoe pindjem itoe Lieutenant poenja automobiel. ltoe sa’at akoe dan Tinnen liwatken tempo kita antara djam doea dan tiga satengah lohor, samentara Egan bersantap dalem Joe's Café, di Jones Street. „Kamoedian sasoedah kita tinggalken itoe Café bersama-sama Egan, kita pergi ka satoe tempat di mana Egan prentah kita aken sigra moelain djalanken itoe plan pemboenoehan pada njonja Jessie di roemahnia. Ia saben-saben peringetken jang kita telah mendjadi iapoenja sobat baek maka kita haroes korbanken apa djoega goena toeloeng iapoenja kasoekeran, kerna kapan tida singkirken njonja Jessie ia bakal alamken kasangsara’an besar. Lebih djaoeh Egan berdjandji bahoea ia sebagi Advocaat aken selamanja bersedia boeat belaken kita sebagimana ia soedah berboeat hingga kita kloear dari pendjara. Iapoenja kasoesa'an oewang tjoema bisa ditoeloeng kaloe njonja Jessie soedah meninggal dan dengen kamatiannja itoe njonja ia nanti beroleh banjak oewang. „Kita landjoetken perdjalanan dalem kota dengen auto, Egan doedoek di bangkoe belakang sedeng akoe bersama Tinnin di depan sembari stuur itoe auto. Auto itoe atas titahnja Egan ditoedjoeken ka djoeroesan roemah njonja Jessie. Sedikit djaoeh dari roemah itoe njonja Egan toeroen, sedeng kita madjoe teroes sahingga brenti depan villanja njonja Jessie. Tinnin toeroen dari auto dan masoek ka dalem pekarangan roemah boeat katemoein njonja Jessie sambil bawak satoe envelope terisi oewang $ 5 dari Egan jang moesti ditrimaken pada njonja Jessie. ltoe semoea ada sebagi taktiek oentoek Tinnin dapet taoe bagimana ka-ada’an itoe roemeh seria romannja njonja Jessie. Selagi Tinnin ka dalem akoe toenggoe dalem auto sadja. Dan tida terdoega di sa’at mana dirikoe dapet diliat oleh Mrs. Little, tetangga nionja Jessie. Akoe boeroe-boeroe tarik masoek topi viltkoe dan toetoepin djoega sabagian moekakoe sama tangan hingga akoe pikir orang tra'bisa kenalin akoe, Kamoedian Tinnin kloear poela, kita berlaloe dari depan itoe villa, samperin Egan lagi dan teroes kita pergi. Boeat santap soré akoe poelang doeloe ka roemahkoe, samentara Tinnin sama Egan ambil makan bersama-sama”. Lebih djaoeh Doran fjeritaken bagimana sabelon lakoeken itoe pemboenoehan marika bertiga sama berdjalan dengen auto di sepandjang<noinclude></noinclude> o12v5vraxf5ytgwwr3sh2wfelo42tl0 Halaman:Auto setan.pdf/58 104 114147 317129 316124 2026-09-05T00:45:23Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317129 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|108|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||109}}</noinclude>Kearny Street. Mampir di kantoornja Egan boeat tetepken segala daja-oepaja dan sebaginja. „Komabli Frank Egan peringetken kita bagimana kita poenja perhoeboengan persobatan moesti dengen setia, bagimana ia telah korbanken tenaganja boeat toeloeng kita dari djaringnja wetjang keras. Dan achirnja bilang poela bahoea kaloe tida njonja Jessie moesti ia sendiri jang binasa”, Doran samboeng iapoenia bitjara. „Itoe soré Egan sigra ketok telefoon pada njonja Jessie jang ia sabentar nanti berkoendjoeng sama doea temen, maka ia minta soepaja pintoe garage diboeka — sebagimana memang mendjadi kabiasaan kapan ia dateng ka villanja njonja terseboet. Egan kamoedian pesen tjara apa itoe pemboenoehan koedoe dilakoeken, jaitoe '''Tinnin jang moesti poekoel njonja Jessie dan kamoedian lindesin badannja itoe njonja dengen roda auto, samentara kawadjibannja adalah boeat bawak badannja njonja itoe boeat dilemparken di straat.''' „Memang kita soedah moefakatin lebih doeloe bahoea kita moesti bikin kamatiannja njonja Jessie saolah-olah ia ditoebroek oleh outo jang sedeng lain keras. Djoega Egan soedah atoer kapan kita soedah bertemoe sama njonja Jessie di roemahnja, kita moesti menoenggoe sampe si njonja beres memake topi dan badjoe loear sebagi mana iapoenja dandanan biasa kapan maoe kloewar. „Koetika segala apa beres ditetepken lantas kita naek ka dalem itoe Lincoln-phaeton. Kita kandarken itoe auto pergi pada njonja Jessie, jang kapan kita sampe di depan roemahnja kita liat pintoe garage betoel sadja telah diboeka sedeng njonja foemah menantiken kadatengen kita. Tinnin toeroen dan akoe tinggal doedoek dalem itoe auto. Pada Tinnin njonja itoe berkata „Mana Frank, ia bilang maoe toeroet dateng ini soré?” „Dan Tinnin sigra saoetin sebagimana ia soedah dipesen oleh Egan, Tinnin djawab: ‘Djoestroe selagi Egan bersama kita hendak kemari mendadak ia liat anak lelakinja jang maoe menonton bioscope, dan Egan anter itoe anak lebih doeloe nanti ia tentoe soesoel kita di sini. Apatah dalem tempo sa-per-ampat djam ia belon djoega dateng, baeklah kaoe berdandan, pake topi dan badjoe loear boeat kita samperin sadja padanja?" „Tapi njonja Jessie menjataken itoe soré tida bisa kloear, ia maoe tinggal di roemah sadja. Kita landjoetken bitjara padanja, akoe poen kloear dari atuo. Sakean belas minuut Tinnin sama njonja Jessie dan akoe kongkou, menjeritaken ka-ada’an iapoenja roemah, garage dan sebaginja jang samingkin lama djadi bertambah asik. „Tida terasa kita telah berada sama njonja Jessie ampir sadjam. Kamoedian kapan njonja Jessie rasaken soedah lama dan Egan belon moentjoel djoega, lantas Tinnin briken padakoe satoe tanda resia aken kita boleh sigra toeroen tangan. Itoe tanda mengasi tace aken akoe doedoek kombali di dalem auto boeat toenggoe giliran. '''Selagi akoe naek ka dalem auto dengen tjepet Tinnin poekoel peroetnja njonja Jessie dengen iapoenja kepelan jang koeat, kamoedian djotos matanja, dan kombali oelangin di peroetnja. Zonder pardon lagi ia djatoh menggletak di atas djoebin garage. Samentara akoe, begitoe Tinnin moelai {{hws|poe|poekoel}}<noinclude></noinclude> qamm9x3859tderlena4oq4x2ippk9dj Halaman:Auto setan.pdf/59 104 114148 317130 316125 2026-09-05T00:45:36Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317130 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|110|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||111}}</noinclude>{{hwe|koel|poekeol}} itoe njonja pertama kali telah kasi djalan motor boeat bersedia. „Tinnin seret badannja njonja Jessie diletakin dibetoelan roda depan seblah kanan. Njonja Jessie pake iapoenja badjoe kaos tebel, dan tatkala akoe gerakin itoe auto boeat lindes badannja njonja Jessie soedah mengenahken iapoenja bagian poendak dengen diawasin oleh Tinnin. Sateroesnja Tinin berdiri di samping auto sambil briken akoe prentah boeat madjoe, kamoedian moendoer, madjoe lagi, dan moendoer kombali. Akoe lakoeken menoeroet prentahnja aken lindes njonja Jessie. „Kamoedian satelah selesih, Tinin angkat maitnja_njonja Jessie diletakkin di bangkoe belakang di bawah tempat tarok kaki dan ia boeka pintoe garage. Akoe kloearken auto. Koetika auto soedah berada di loear garage, Tinnin masoek kombali boeat tjoetji tanda-tanda di atas djoebin dengen sedikit aer fide lama ia kloear poela, naek di bagian blakang satelah ia toetoepi pintoenja garage. Tida heran ramboetnja njonja Jessie jang rontok kadapetan di atas tempat tarok kaki kerna maitnja digletakin di sitoe. „Demikianlah kita berlaloe dari pekarangan roemah njonja Jessie ka straat boeat tjari tempat jang kita rasa boleh lemparken mait itoe. Tapi saben-saben kita poenja maksoed terhalang sebab selagi kita hendak boewang sang mait ada sadja jang liwat, kaloe tida auto tentoe laen kandaran. „Achirnja kita sampe di itoe straat di mana toean Louw bersama istrinja sedeng berdjalan. Tida heran kaloe toean Louw tjoema liat saorang sadja jang stuur itoe auto kerna Tinnin doedoek semboeni di blakang zonder bisa terliat oleh orang di straat sambil djaga mait njonja Jessie. „Satelah kita dapetin tempat jang rada gelap, lantas Tinnin lemparken mait itce. Kita kasi menjalah lampoe depan semoea dengen penoeh, indjek gas sakeras-kerasnja boeat linjap dari itoe straat seperti kilap. Kapan kita berada di dalem kota poenja bagian straat jang rame, kita djalan dengen normaal menoedjoe ka garagenja Lieutenant Postel boeat poelangin kombali itoe auto pada eigenaarnja. „Koetika kita soedah kasi kombali itoe Lincolnphaeton dengen tarok dalem garage, kita balik ka Blackstone Hotel dengen goenaken taxi. Kita mengaso di kamarnja Tinnin. Kamoedian Egan dateng. „Akoe katemoe lagi sama Egan tatkala hari Saptoe dan padakoe ia trimaken itoe oewang $ 1.50 boeat gantiken benzine dari autonja Postel jang kita soedah pake. Djoega Egan kasi akoe dan Tinnin sadjoemblah oewang boeat beli topi baroe jang kita soedah beli di satoe toko di Kearny Street waktoe hari Saptoe sore. la bilang kita berdoea moesti toekar topi laen model soepaja tida gampang orang kenalin. „Hari Senen Egan dateng poela padakoe dan bilang akoe moesti menjingkir dengen sigra, kerna politie sedeng bikin pengoesoetan keras dalem pemboenoehan njonja Jessie. '''Satoe hal besar jang kliroe menjelakaken kita dan Egan djoega kaloepa’an, adalah tentang itoe koentji roemah dari njonja Jessie. la telah loepa pesen kita boeat preksa badannja njonja Jessie ada membawak koentji roemah atawa tida, soepaja orang maoe pertjaja'''<noinclude></noinclude> b1rgo7dslwe5iv6mmgb6ear2z1q72qf Halaman:Auto setan.pdf/60 104 114149 317131 316126 2026-09-05T00:45:55Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317131 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|112|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||113}}</noinclude>'''jang ia itoe soré sasoenggoehnja hendak kloear dan alamken katjilaka’an automobiel”. Sampe di site adanja Verne Doran poenja pengakoehan. Achirnja pemboenoehan pada njonja Jessie jang sakean lama membikin iboek berbagi kalangan politie dan kagemperan pada publiek. Persidangan dari County Grand Jury dengen spoed diboeka waktoe tanggal 4 Juni, dan itoe Jury dengerken poela pengakoeannja Doran berserta ampat saksi-saksi laen. Kamoedian Jury kloearken pernjata’an oemoem bahoea terang Frank Egan, Verne Doran dan Albert Tinnin mendjadi persakitan - persakitan jang berdosa dalem pemboenoehan njonja Jessie. Kombali Politie di San Francisco bekerdja repot boeat tjari di mana Egan poenja tempat semboeni, atawa apa sabetoelnja terdjadi dengen ia sadiek itoe malem di pasanggrahan Emerald Lake Sabelon politie berhasil dapet tangkep Egan, di loearan antara publiek tida koerang gempernja satelah taoe djelas perboeatan bagimana matjem telah dilakoeken oleh marika poenja Advocaat Dermawan jang begitoe termoelia di mata oemoem. Dengen terboekanja Frank Egan poenja resia, antero iapoenja deradjat jang sanget terendah sa-olah-olah amblas, dan iapoenja familie, sobat-sobat dan sebaginja telah moesti rasaken satoe indruk jang tida enak sekali. {{di|w}}AKTOE pagi dari tanggal 5 Juni, 1932, orang-orang politie repot bikin penjelidikan poela di sakiternja Emerald Lake; sedeng detectives dan politie biasa di seloeroeh California bekerdja keras boeat kenalin sasoeatoe pelantiong di straat-straat, atawa siapa sadja jang mirip dengen roepanja Frank Egan tentoe dipreksa terliti; di antero wplosok San Francisco dan laen-laen tempat jang ditjoerigaken didatengin spion-spion boeat tjioem baoe ka mana larinja itoe bekas Advocaat jang ternama. Antero hari poenja penjelidikan di Emerald Lake tida mengasi hasil barang sedikit. Kalangan politie merasa tida abis mengarti bagimana Egan mendadak begitoe kabetoelan linjap dari iapoenja villa di Urbano Drive No. 225 kapan Doran bikin iapoenja pengakoehan dalem kamar toetoepannja di hadepan Inspector Dullea; djoega bagimana ia dapet koetika boeat sigra minggat lebih djaoeh dari itoe pasanggrahan Mr. Hallinan di Emerald Lake belon sabrapa lama koetika Sheriff McGrath sampe di sitoe. Tapi alesan jang belakangan bisa diterangin seperti di bawah ini. Bisa didoega bahoea Egan sasoedah sampe di roemah pasanggrahan Emerald Lake dengen lantes ia poeter knop radio toestel. ltoe malem dijoega mendadak ia dapet denger dari radio tentang Doran soedah mengakoe kerna memang pengakoehannja Doran dibroadcast oleh politie. Berhoeboeng dengen warta terseboet, tentoe sadja Egan bersedia, ia pasang mata dan koeping dengen tertip boeat liat gelagat apakah ada dikirim orang boeat tangkep ia tawa tida di Emerald Lake. Iapoenja kakoeatiran ini berboekti dengen kadatengannja Sheriff McGrath sama pembantoenja, jang ja telah dapet taoe doeloean dari djalanan seblah atas dari mana itoe pasanggrahan terletak. Begitoe tace iapoenja diri sedeng ditjari, sigra ia melariken diri dengen ambil djalan dari pintoe {{hws|be|belakang}}<noinclude></noinclude> lgvr1lhuknvw16qyfnbe6109mnyar34 Halaman:Auto setan.pdf/61 104 114150 317132 316127 2026-09-05T00:46:08Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317132 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|114|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}|||115}}</noinclude>{{hwe|lakang|belakang}} sebagimana McGrath kamoedian dapetken terpeniang. Begitoe ada theorie jang paling bisa djadi tentang minggatnja Egan dari pasanggrahan Emerald Lake. Pada itoe tanggal poen Mr. Vincent Hallinan, Egan poenja pembela, machloemken satoe pernjata'an terhadep sikep politie jang keras tjoerigaken iapoenja sobat. „Politie’, ia kata, „dengen tjerdik serta bekerdja keras boeat bebrapa hari telah berhasil memboedjoek Verne Doran boeat mengakoeh. Doran betoel soedah mengakoeh tapi soedah menjimpang dengen seret-seret Egan ka dalem itoe perkara kadjahatan, jang sabetoelnja dilakoeken oleh Doran sendiri. Akoe poengkir sasoeatoe penoetoeran dari tjeritanja Doran jang mempitenah pada Egan, dan Egan nanti berboekti tida toeroet tjampoer dalem oeroesan itoe". Apakah alesannja Hallinan ada tegoeh boeat oendjoek bahoea Frank Egan sama sekali tida berdosa? Apa tjoema Doran saorang sadja, atawa pake satoe pembantoe, boeat lakoeken pemboenoehan pada njonja Jessie, dengen maksoed boeat rampas oewang contantnja dan kamoedian lemparken antero dosanja di poendak Frank Egan dan Albert Tinnin? Dalem iapoenja cell Tinnin tentangin bahoea apa jang Doran bilang sama sekali djoesta. Kamoedian Doran dibawak ka dalem roemahnja njonja Jessie oleh Inspectors McGinn dan Engler boeat oendjoekin lagi bagimana itoe kadjahatan ia telah lakoeken. Ia berdiri kombali dalem itoe garage jang dramatic sambil oendjoek bekas tempat-lempat dimana_itoe pemboenoehan kedjem terdjadi. „Di sana di mana Tinnin perna berdiri”, ia britaoe pada itoe inspectors Politie. „Di sini njonja Jessie berdiri kapan mendadak Tinnin poekoel padanja. Di sitoe di mana Tinnin letakin toeboehnja njonja Jessie boeat dilindesin. Dan ini ada djalanan bagimana akoe kasih djalan roda-auto moendoer-madjoe boeat giling itoe njonja menoeroet Tinnin poenja instructie”. Lebih djaoeh Doran toetoerken betoel ia jang naek ka atas loteng boeat pademken lampoe electris. la sangkal ia jang ambil badjoe kaos njonja Jessie dan kamoedian pakeken itoe sasoedah itoe njonia binasa. Pembatja tentoe masih inget telah ditoetoerken di bagian depan bahoea dimana itoe badjoe kaos tida terdapet tanda-tanda bekas gilingan band auto, dan tanda-tanda mana kadapetan di japonnja itoe njonja jang terpake di '''séblah dalem''' dari badjoe kaos itoe. Lantaran apa Inspector Dullea pertama saksiken itoe kegandjilan lantas merasa tjoeriga jang itoe kamatian boekan tersebab meloeloe katjilaka'an dari toebroekan auto sadja. Soedah bebrapa hari detectives dengen pakean biasa senantiasa djaga roemahnja Egan. Kamoedian Chef Politie Mr. Quinn kloearken titah boeat preksa ka-ada’an dalem roemahnja itoe bekas Advocaat dari di atas gedong sampe di bawah djoebin. Sadjoemblah inspectors di bawah pimpinan Sergeant Bennett diwadjibken djalanken itoe penggledahan. Koetika politie dateng di itoe roemah di Urbano Drive No. 225, Sergeant Bennett sigra pidjit bel electris jang knopnja menempel di<noinclude></noinclude> g16e1lnlf0emz37n896skil6dpkmlgj Halaman:Auto setan.pdf/62 104 114152 317133 316128 2026-09-05T00:46:27Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317133 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|116|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||117}}</noinclude>pinggiran pintoe depan. Mrs. Lorraine Kipp Egan, istrinja Frank Egan, trima marika poenja koendjoengan. „Akoe poenja soeami tida ada di roemah”’, ia sigra berkata. „Bagimana ia bisa poelang kaloe detectives selaloe awasin ini roemah”. Sergeant Bennett terangin maksoed kadatengannja boeat gledah itoe roemah atas titahnja Kepala Politie. Njonja Egan kliatan tida seneng denger itoe warta, tapi Bennett dan orang - orangnja lantas mendesek masoek gledah segala apa jang ditjoerigaken dalem roemahnja Egan. Ia orang masoek kloear dari satoe ka laen kamar. Nionja Egan selaloe memboentoetin. Egan betoel tida dikatemoeken tapi di loear doega’an politie beroentoeng dapetken satoe kamar resia jang letaknja di bawah roemah terhoeboeng dengen kamar tetamoe, ltoe kamar resia tida mempoenjain pintoe biasa hanja bisa disampeken dari kamar tjoetji jang lobangnja tertoetoep oleh satoe papan di satoe podjokan tembok. Di dalem kamar jang tersemboeni itoe didapetken banjak botol - botol anggoer atawa laen minoeman dan satoe peti ka- leng jang dalemnja terisi Egan poenja soerat-soerat penting dan privé. Dengen bawak itoe peti kaleng Sergeant Bennett laloe kombali ka hoofdbureau dan trimaken barang terseboet pada Inspector Dullea. „Apa dalem ini peti disimpen testament dari njonja Jessie?” Inspector Dullea boeroe-boeroe menanjak. Bennett golengken kepalanja. „Tida. Tjoema Soerat-soerat jang berhoeboeng dengen perkara hartanja Busch”. Sambil pegang itoe peti kaleng Inspector Dullea berdjalan ka iapoenja kantoor sendiri. Ia doedoek sebagimana biesa di depan medja kerdja‘anja dengen pikiran bakerdja keras mengade; itoe soeal-soeal jang makan hati. la bajangken segala hal jang berhoeboeng dengen Egan dan njonja Jessie. Apakah soenggoeh Egan telah memboenoeh diri, atawa ia sampe sekarang masih semboeniken diri sadja? Satoe warta disampeken padanja bahoea ada dibilang Egan poenja kawan - kawan aken tembak ia mati kerna perboeatannja jang memaloeken, dan dengen kamatian sadja kawan-kawan itoe anggep baroe Egan bisa terbebas dari segala nodah. Tapi kaloe bener Egan soedah boenoeh diri, berpikir Inspector Dullea, ini resia pemboenoehan tentoe selamanja tida bisa dibikin terang 100 pCt. {{di|H}}ARI - HARI telah liwat dan lebih dari satoe boelan berbagi pengoesoetan teroes dilandjoetken oleh Inspector Dullea serta orang-orangnja dengen tida mengenal bosen atawa tjape. Perkara ini memang melibet - libet, pametjahan memang soedah deket, tapi toch masih moesti sakean banjak soeal diliwatin lebih doeloe. Bagimana haroes dipandeng pengakoeannja Doran itoe? Apakah sasoeatoe pembilangannja dalem itoe soerat pengakoean jang begitoe menggemperken sasoenggoehnja betoel? Dan apa artinja tentang penghidoepannja Frank Egan jang telah liwat berhoeboeng dengen terdjadinja ini kadjahatan jang ia ada toeroet tjampoer — kaloe itoe sasoenggoehnja bener? Inspector Dullea pikirken itoe {{hws|se|semoea}}<noinclude></noinclude> 05boolurm3bkufq5enq1nqujm2rfth2 Halaman:Auto setan.pdf/63 104 114154 317134 316129 2026-09-05T00:47:43Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317134 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|118|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||119}}</noinclude>{{hwe|moea|semoea}} sa-aken-aken orang sedeng menebak tjangkriman jang penoeh resia soelit Berhoeboeng dengen mana orang djadi inget poela bebrapa perkara jang telah laloe, jang mempoenjain sangkoetan dengen pemboenoehan njonja Jessie. Pertama prihal itoe kamatian jang aneh dari James P. Scott, njonja Jessie poenja soedara lelaki, dalem taon 1926. Scott telah dateng di San Francisco dalem boelan November dari Taft, California, perloenja boeat bertemoe sama Frank Egan, kerna Egan ada pegang oeroesannja njonja Jessie, dan sekalian mampir aken tengokin itoe soedara prempoean. Pada satoe temennja ia kasi taoe, bahoea ia maka hendak berdjoempa dengen Egan sebab ada ceroesan sadjoemblah oewang dan bebrapa polis assurantie jang mendjadi kapoenja'annja dengen sah. '''Doea-belas djam kamoedian, djam doea malem, tanggal 7 November mendadak orang dapetken Scott soedah mati menggletak di atas dari Southern Pacific spoorweg deket station di antara Third dan Towsend Streets.''' Satoe toekang bendera menjataken bahoea James Scott waktoe itoe hendak menjebrang rail dan ia kena kasamber. Saorang dokter jang preksa maitnja Scott kasi rapport jang itoe ada satoe katjilaka’an spoor, tapi njonja Jessie perna bilang pada salah-satoe sobatnja sedikit tempo sabelon ia terboenoeh bahoea di kepala maitnja iapoenja soedara ada tertampak bekas loeka kerna temboesan lobang pelor. Egan ditarik mendjadi saksi paling teroetama dalem papreksa'an atas James Scott poenja kamatian. Koetika ditanjak kenapa Scott boleh berada di atas rail waktoe poekoel doea malem, Egan kasi djawaban brangkali Scott perloe maoe dapet taoe djam brangkatnja kreta api jang ia hendak menoempang. Laen riwajat tida netjes dari Egan jang dikataoein oleh sedikit orang adalah tentang oeroesannja toean Weber jang mengandoeng banjak resia gelap. Oeroesan Weber diserahken satoe perkara aken minta ia oeroesin. August Weber ada bekerdja dalem satoe departement Gouvernement di San Francisco. _Kapan ia meninggal doenia boelan Maart taon 1930, iapoenja djanda, Katie Weber, mempoenjain oewang simpenan dalem salah satoe bank $ 8.125 banjaknja. Ini njonja djanda sanget pertiaja penoeh pada Egan, dan pada Egan ia kasiken bebrapa lembar cheque kosong jang soedah terteekend boeat bajar ongkos-ongkos perkara dan ongkos pengoeboeran iapoenja soeami jang semoea dioeroes oleh itoe Advocaat. Tapi itoe djoemblah $ 8,125 telah ditarik satjara begitoe aneh dari itoe bank. Satoe soerat jang tertoelis oleh djanda Weber pada iapoenja ‘nso soenggoeh sanget membikin piloe orang poenja hati. {{right|{{smaller|Satoe tempo oboe perloe pake oewang don ingin ambil dari bank bagi apa jang kita simpen. Helaas! dari kassier bank itoe dibritaoe jang ‘oaweng kita (deposito), tjoema tinggal 4 dollars sadja dari djoemblah 8,125 dollars itoo. Kaoo bisa bajangken senditi bagimena doega hatikoe oda. Akoe sampe tida bisa makan dan tida bisa tidoor memikirin itoe tadjadian heibet. Akoe sekerang}}}}<noinclude></noinclude> 26gro63mufwnvx75rbbwhx7638glztp Halaman:Auto setan.pdf/64 104 114159 317135 316141 2026-09-05T00:47:58Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317135 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|120|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||121}}</noinclude>{{right|{{smaller|djadi begitoe koeroes seperti kaoe bisa liat sendiri. Akoe rasa jang akoe aken binasa dengen itoe kailangan jang keterlaloean. Tjoema tinggol 4 dollars atas nomokoe! <br/> Itoe Advocaat jang kaoe ketemoe waktoe Weber dikoeboer katanja — ada iapoenja sobat baek, kita pertjojoken segala apa padanja. Betoel sekolitoe kapertjaja'an mendjadi korban 10 soedah betot darah kita. Ah, akoe tida bisa loekisken itoe satjoekoepnja. Soenggoeh ia satoe andjing jang sanget tida berboedi!}}}} '''Satoe minggoe kamoedian sadjek Katie Weber toelis soerat di atas ia sigra soesoel soeaminja ka tempat baka.''' Doeloe itoe njonja djanda perna djadi kokki. Ia dan iapoenja soeami boleh dibilang bakerdja saoemoer hidoep boeat koempoelin itoe djoemblah oewang $ 8.125; ilangnja itoe oewang jang oepama kata saben dollar berbaoe darahnja berarti iapoenja kamatian. {{di|L}}AEN tragedy jang membikin orang tjoerigaken Egan poenja kadjoedjoeran ada jang berhoeboeng den gen kamatian aneh dari njonja Florence Cook. Egan berdiri sebagi Advocaatnja itoe njonja aken minta bertjere dari soeaminja di Pengadilan. Bebrapa sebab ada mengoeatken, dengen matinja njonja Cook, Egan jang mendjadï sebagi iapoenja kwasa bisa berboeat sasoekanja atas milik itoe njonja. Satoe hari mendadak njonja Cook telah kadapetan tida berdjiwa dalem roemahnja sendiri, dan itoe kamatian dibilang ada dari lantaran kabanjakan minoem alcohol. Jang paling aneh, si njonja poenja soeami menerangin, bahoea itoe istri itoe ia taoe betoel boekannja satoe drinking woman atawa prempoean pemabokan. Dokter poen menjataken dalem maitnja itoe njonja tida terdapet tanda-tanda ratjoen dan betoel mati kerna alcohol. Itoe soeami roepanja 'mkmagwan maski ia soedah bertjere, ia toedoe itoe bekas istri kaloe dojan minoem tentoe sadjek tjampoer gaoel sama Frank Egan! Kamoedian atas perminta'an iapoenja bekas soeami maitnja njonja Cook dipreksa kombali oleh dokter specialist, boeat tjari tanda-tanda ratjoen. Itoe soeami bilang, kaloe boekan Egan jang ratjoenin njonja Cook tentoe ia jang soedah boedjoek itoe njonja boeat minoem sampe liwat takeran dengen maksoed djahat. Itoe mait soedah beres dipreksa dokter, tapi tida terdapet karatjoenan soeatoe apa. Achirnja sekarang terdapet poela satoe lajar jang penoeh resia, jang belon dapet dibeber terang tentang Egan poenja riwajat jang bernodah. Sebagimana biasa segala kadjadian djahat itoe ada tersangkoet sebab oewang. Ini ada perkara Busch affair, jang documentsnja terdapet dalem itoe peti kaleng jang disemboeniken dalem itoe kamar resia dalem roemahnja Egan. Ini perkara ada soeal lama hingga orang moesti moendoer banjak belasan taon berselang dari taon 1930. Di itoe tatkala saorang prempoean nama Marguretha Buseh, satoe prempoean jang saoemoer hidoepnja tida menikah kerna ia ada sakitan dan penganoet setia pada ilmoe Occultisme, tinggal di Cole St reet No. 722 . Ia mendjadi sobat rapet dari Maud Wilson, satoe spititualist medium (orang<noinclude></noinclude> p45znbxcmxwbeer8zhsyqr7boaq6gsr Halaman:Auto setan.pdf/65 104 114160 317136 316142 2026-09-05T00:48:13Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317136 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|122|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||123}}</noinclude>jang bisa bikin perhoeboengan sama roch mamanoesia), dan perna tante (bibi) dari Lorraine Kipp, siapa kamoedian diadi njonja Frank Egan. Dalem taon 1923 Margureth Busch kadapetan pangsan sendirian dalem iapoenja roemah oleh saorang politie dan itoe politie menampak satoe pelita tinggal menjalah dalem iapoenja kamar mandi, Dengen lantas Busch diangkoet ka hospitaal dan mati ampat djam berselang. Kamoedian, satelah Marguretha Busch mati, satoe perkara heibat terdjadi boeat satoe boedel dari $ 240.000. Boekti - boekti oendjoek bahoea dengen berbagi tiara itoe boedel telah liwal ka dalem tangannja Maud Wilson (siapa meninggal satoe taon di moeka dari njonja Busch) dan Lorraine Kipp Egan, siapa telah menikah dengen Frank Egan kira-kira satoe taon sabelon Busch meninggal. Selandjoetnja kaoem familie dari Marguretha Busch tarik pandjang itoe perkara boedel jang telah djatoh ka laen tangan jang tentoe sadja djoemblahnja djadi samingkin koerang. Oleh Pengadilan achitnja dipoetoesken bahoea Lorraine Kipp atawa istrinja Frank Egan moesti bagiken itoe harta warisan doea - per - tiga banjaknja pada bebrapa koelawarga Marguretha Busch jang madjoeken dakwa'an. Dengen begitoe djadi itoe koelawarga dapetken djoega bagian dari warisannja Busch. Begitoelah itoe berbagi riwajat doeloe-doele dari Frank Egen dibajangkan kombali oleh Inspector Dullea selagi ia doedoek dalem kantoornja pada hari Minggoe malem dari tanggal 5 Juni. Dari lobang-lobang djendela kantoor ia dapet denger brisiknja berbagi soeara kandaran jang moendar-mandir di sepandjang Kearny Street, dan denger djoega soeara-soeara tindakan sepatoe jang bertindak di samping itoe gedong Hall of Justice jang besar. Bebrapa soeara orang bitjara poen kadengeran maski tida njata apa katanja. Boleh djadi itoe orang - orang sedeng bitjaraken halnja Egan, boleh djadi merasa heran tentang kalakoeannja itoe Advocaat jang populair atawa apa ia aken dapet ditangkep atawa tida. Inspector Dullea kombali pikirken apa bisa djadi Egan memboenoeh diri serta alesan-alesannja aken mengoewatken itoe doega'an. Achirnja Dullea merasa bisa djadi jang Egan ambil itoe tindakan nekat kaloe sadja pengakoean Verne Doran tida djoesta tentang dirinja itoe Advocaat ada terlibet banjak dalem perkara pemboenoehan njonja Jessie. Pengoesoetan jang diselidikin belakangan tentang gerak-gerakannja Egan sabelon njonja Jessie terboenoeh mace bikin orang pertjaja jang Egan banjakan boenoeh dirinja sendiri boeat loepoetken dosanja dari wet di doenia. Apalagi bilah orang inget penoetoeran penting dari Miss Marion Lambert dan bebrapa employé Jaen jang bekerdja dalem kantoornja Egan. Menoeroet pembilangan itoe nona, jang djadi secretarisnja Egan, bahoea Egan ada mempoenjain banjak sekali oetang di salebar pinggangnija hingga begitoe besar orang liat soesah boeat ia mampoe membajar. Pendeknja iapoenja kaada’an oewang soedah amblas betoel-betoel dalem pasar. Njonja Jessie sering koendjoengin kantoornja Egan boeat menagih oetang. Paling belakang ia dateng di kantoor sapoeloeh hari sabelon ia diboenoeh.<noinclude></noinclude> qtam4dly56l4llmz5f6d8fshtn86dzz Halaman:Auto setan.pdf/66 104 114161 317137 316144 2026-09-05T00:48:34Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317137 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|1242|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||125}}</noinclude>Egan bebrapa kali perna tolak itoe njonja poenja kadatengan; belakangan Egan saben maoe masoek ka kantoornja tentoe lebih doeloe ia tjari taoe apa ada njonja Jessie atawa tida, Satoe hari perna terdjadi satoe hal jang sanget tida enak. Roepanja njonja Jessie soedah kliwat goesar sebab saben dateng tida katemoe Egan. Ia bertreak dalem itoe kantoor jang didenger oleh semoea employé „Egan ada oetang akoe poenja oewang! Akoe perloe oewang boest hidoep. Kenapa ia banjakan tida ada di sini kapan akoe dateng? Frank Egan tida bisa sateroesnja hendak tipoe akoe! Akoe nanti selaloe dateng di kantoornja sahingga ia kasi kombali doewitkoe!” Saben djam orang mendoega-doega apa jang sabenernja soedah terdjadi pada Frank Egan jang ternjata banjak mempoenjain resia. Tapi kendati mempoenjain alesan tjoekoep bahoea Egan bisa boenoeh diri toch Inspector Dullea masih sangsiken keras Egan ambil itoe tjara. Kenapa? Jaitoe sebagimana jang laen jang kenal karakternja Egan, idem Inspector Dullea, soesah pertjaja Egan poenja orang ichlas matiken diri sendiri. Ia taoe baek-baek tabeatnja itoe bekas Advocaat jang sanget brani, tida gampang poetoes harepan dan oelet, nanti bikin berachir iapoenja perkara dengen pemboenoehan diri. Dari satoe hari ka laen hari Inspector Dullea dengen zonder poetoes asah madjoe teroes boeat mengoesoet dalem ini perkara, teroetama ka mana linjapnja Frank Egan. Besokannja, kombali sadjoemblah spion-spion jang di lepas oleh Dullea dateng membawak rapport padanja. Ini rapport ada penting sekali boeat politie poenja segala tindakan. {{di|D}}ETECTIVE Gus Engler, salah satoe spion jang diwadjibken bikin pengoesoetan berdasar atas pengakoehan Verne Doran, telah djoempahin njonja Elizabeth C. Thompson, siapa tinggal di roemah No. 90 Fairfield Way. Sebab dalem pengakoehannja Doran antara laen ditoetoerken bahoea itoe hari Egan toeroen dari itoe Automobiel Setan deket dengen tempat tinggalnja njonja Thompson. Dan itoe njonja atas pertanja‘annja spion terseboet tjeritaken bagimana di hari itoe ia liat saoreng jang gerakannja terboeroe - boeroe dan zenuwen djalan moendar - mandir sakean lama deket depan pekarangan gedongnja. Belakangan, menoetoer njonja Thompson, ia batja dalem soerat-kabar tentang Egan dengen disertain iapoenja foto. la kenalin itoe foto ada sama dengen itoe orang aneh jang ia liat di depan gedongnja djalan moendar - mandir. Lebih djaoeh katerangan itoe njonja prihal Egan poenja pakean ada percies apa jang itoe hari ada dipake oleh Advocaat itoe. Didapetkennja katerangan di atas ada satoe kamadjoean bagoes bagi politie. Mr. Vincent Hallinan, pembelah dari Egan jang berdjandji bisa sanggoepin mentjari Egan sebagi iapoenja client tapi soedah tida betjoes penoehken itoe perdjandjian. Penoentoetan dikloearken pada itoe Advocaat aken ia moesti mengadep membri katerangan hadepan medja idjo pada Grand Jery tentang iapoenja sikep terhadep Frank Egan. Bebrapa {{hws|de|detectives}}<noinclude></noinclude> 2aqyspfhxbukc6ipbnmazxb32nuuylo Halaman:Auto setan.pdf/67 104 114162 317138 316145 2026-09-05T00:49:34Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317138 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|126|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||127}}</noinclude>{{hwe|tectives|detectives}} ditarok boeat awasin roemahnja Hallinan siang - malem boeat pasang mata kaloe-kaloe Egan dengen menjamer nanti dateng Pagi dari tanggal 7 Juni, Inspector Dullea pagi-pagi soedah berada dalem iapoenja office (kantoor). Koerang bebrapa minuut djam delapan saorang soeroehan boeroe - boeroe dateng pada Dullea atas prentahnja Mr. Quinn, Oleh itoe opas pada Dullea didaoen sapotong soerat jang satelah membatja dengen tjepet ia bertindak ambil iapoenja topi, menoedjoe ka kantoornja itoe Chef Politie. Mr. Quinnn djoestroe sedeng menoenggoe padanja di depan pintoe. „Oky", berkata Quinn dan bersama - sama marika toeroen ka bawah boeat naek auto politie. Dengen spoed auto itoe dilariken menoedjoe ka barat, kloear dari California Street, liwatin Nob Hill, dan teroes ka Van Ness Avenue. Achirnja itoe auto dibrentiken di depannja Golden Gate Park Police Station (Post Politie). Boeroe - boeroe marika berdoea toeroen dari auto dan bertindak masoek ka dalem itoe posthuis politie. agents dengen uniform penoeh berdiri di depan itoe station politie sambil bitjara dengen kasak-koesoek. Captain Michael Riordan, post-commandant, dengen tjepet samperin marika. „Ia sekarang berada dalem akoe poenija office”, berbisik Riordan. „Ia djalan kemari bebrapa minuut berselang. Begitoe kalm ia ada dan berdandan dengen rapih serta sikepnja baek sekali sepantesnja satoe sobat” Itoe tiga pembesar politie menoedjoe ka roewangan dalem di mana tempat bekerdjanja commandant Riordan. Koetika marika boeka daon pintoe Frank Egan sedeng doedoek jang sembari bersenjoem lagi bitjara dengen satoe agent. Lantas ia berbangkit berdiri kapan ia liat Mr. Quinn dan Inspector Dullea masoek. „Akoe ada di sini, sekarang”, ia mengoetjap. Kamoedian oleh itoe pembesar Frank Egan dibawak ka Hoofdbureau dengen tida banjak rewel, ia menoeroet apa jang politie titahken. Boeat menoenggoe papreksa’an Pengadilan samentara waktoe ia disekep dalem kamar tahanan. Waktoe oleh Inspector Dullea dan Mr. Quinn ia di-interview ia kliatan sedikit zenuwachtig, matanja berlinang aer, parasnja poetet, ternjata iapoenja emotie bergerak djoega. Demikianlah Frank Egan dan Albert Tinnin moelain dihadepken Hakim Frank H. Dunne pada boelan Augustus tanggal 8 taon 1932, dalem Peagadilan di San Francisco. Verne Doran, berhoeboeng dengen bebrapa sebab, tida dipreksa berbareng. Papreksa'an atas dirinja Egan dan Tinnin ada lama, menarik perhatian serta penoeh kagandjilan dan sanget melodramatic. Doea-poeloeh saksi madjoe dalem itoe perkara jang masing - masing terangin ia orang poenja tierita tentang apa jang ia orang taoe. Assistant District Attorney Isadore M. Golden tilik djalannja papreksa'an sanget memoeasken pada Pengadilan dan oemoem. Sepandjang Egan dan Tinnin dipreksa ka-adaan dalem kota boleh dikata tergontjang; ratoesan orang berdjedjel dalem roeangan pengadilan boeat bereboet tempat doedoek. Boleh djadi jang paling menarik orang poenja mata adalah njonja Lorraine Kipp Egan, kerna saben hari ia dateng<noinclude></noinclude> lzti1ojp332yzci31zwfvvvbpgx1pjd Halaman:Auto setan.pdf/68 104 114163 317139 316146 2026-09-05T00:49:50Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317139 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|128|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||129}}</noinclude>di Pengadilan dengen dandanan jang perlente serta roepa jang goembira. Ini njonja ada pande sekali saroehin tergeternja iapoenja pengrasa’an hati, kapan djalannja papreksa’an sampe di bagian bagian penting jang membeber kadjahatan soeaminja Soerat dakwa’an atawa procesverbaal pada Frank Egan dan Albert Tinnin ada didasarken atas Doran poenja pengakoean dan bebrapa kasaksiannja saksi jang mengoewatken itoe. Pembelah persakitan, Mr. Vincent Hallinan dan Nathan Coghlan, sabelonnja tentangin pengakoean Doran dan malah bilang Doran dateng di roemahnja njonja Jessie sabenernja hendak merampok itoe njonja, soedah boenoeh itoe njonja jang ia lakoeken sendirian. Achirnja itoe pembelah oendjoek bahoea sasoenggoehnja Tinnin dan Egan tida berdosa. Hallinan dan Coghlan soedah bekerdja keras depan Pengadilan boeat belahken itoe doea terdakwa, tapi sabegitoe djaoeh marika poenja pembela'an tida mengasi effect apa- apa boeat entengken itoe doea terdakwa poenja kadosa’an. Jury timbang itoe perkara Egan c.s. boeat tiga hari lamanja; achirnja kaloearken vonnis jang tetepken pasti marika „BETOEL BERDOSA” dalem pemboenoehan njonja Jessie! Jurry voorstel '''hoekoeman saoemoer hidoep''' boeat persakitan-persakitan pores dan oleh Hakim Dunne soedah ditrima baek. Dengen begitoe Egan moesti djalanken hoekoeman selama ia hidoep di bawah sinar matahari dalem pendjara San Quentin, jang dengen sigra ia lantas dikirim ka dalem itoe noraka. Tinnin djoega dapet persen hoekoeman jang sama. Ia dikirim lantas di pendjara Folsom Prison, di mana, kapan ia soedah klar djalanken hoekoeman jang doeloe restant delapan taon baroe kamoedian jang belakangan boeat sacemoer hidoepnja. Begitoe lekas vonnis dicemoemken, Egan dan Tinnin teeken appell Dengen diappelnja ini perkara, kombali orang dibikin gemper dengen lebih banjak resia-resianja Egan jang djadi terboeka samentara Pengadilan dan politie poen moesti bikin poela pengoesoetan jang tertip, sadjek itoe. malem njonja Jessie trima nasib jang sial. Kagemperan berhoeboeng dengen apel terseboet moelaen pada tanggal 9 September. Pengoesoetan jang dilakocken berhoeboeng dengen appel terseboet oleh politie corps San Francisco, tentang segala apa jang tersangkoet sama penghidoepan njonja Jessie dan Frank Egan achirnja kombali telah memboeka banjak resia serta didapet taoe plan bagimana matjem jang telah diatoer dalem itoe perboeatan crimineel terhadep sang korban. Satoe taon berselang poen satoe sportman di San Francisco jang terkenal mendadak diserang oleh saorang jang tida kataoean siapa dengen dapetken loeka begitoe heibat. Iapoenja nama Jack Leter. Sahingga ia tarik napas jang pengabisan ia tida terangin. siapa jang mendjadi iapoenja pemboenoeh. Dan djoega iapoenja dokter, Nathan Housman, tida betjoes briken katerangan - katerangan jang penting boeat pengoesoetan politie. Dokter Housman, sebagimana telah diterangken, ada mendjadi salah-satoe kawannja Egan jang rapet<noinclude></noinclude> ny53q9r6rp5pitsaz7xbb8hu175xdx9 Halaman:Auto setan.pdf/69 104 114164 317140 316147 2026-09-05T00:50:01Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317140 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|130|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||131}}</noinclude>{{di|L}}EBIH djaoeh, soepaja pembatja bisa dapet pemandengan jang djelas tentang kwaliteitnja Egan, satoe penoetoeran jang sakean lama disimpen oleh Inspector Dullea ada menarik aken dibeber. „Akoe telah minta pada Ignatius McGarty, satoe penjelidik jang special boeat tarok perkakas dictorgraph (pranti dengerken apa jang orang sedeng bitjara di dalem kamar enz. hingga laen orang di laen tempat dapet taoe apa jang dibitjaraken itoe) dalem kantoornja Housman di gedong Flood Building. Begitoe satoe kawat resia soedah dipasang jang menghoeboengken antara Flood Building dan kantoornja McCarty terpisah bebrapa roemah ka Market Street. Doea detectives akoe titahken boeat djaga dengerin boenjinja itoe dictograph, jalah toean-toean Paddy Wafer dan Pete Kenaly, dari kantoornja Housman. Marika selaloe toeroenken perkata'an jang terdenger dari itoe perkakas pentjoeri soeara ka atas kertas dengen dityp. „Akoe sabetoelnja tjoema sebab terpaksa hingga goenaken dictograph, kerna taoce oemoemnja orang tida seneng dengen dipakenja matjem perkakas boeat tangkep soeara. Apa jang terdenger dari itoe tjorong dictograph ternjata tida kadapetan boekt-boekii apa-apa dalem kamatiannja Jack Leter, tapi itoe pendjaga dictograph dapet tjatet soearanja Frank Egan jang bitjaraken bagimana ia Poenja plan dan maksoed boeat ambil djiwanja njonja Jessie. Boekan tjoema dari bitjaranja Egan kanjata'an maoe boenoeh njonja Jessie, tapi poen ia ada mempoenjain angen-angen moeloek boeat mendjadi Underworld Czar alias Radja Pendjahat dari San Francisco. „Baroe denger ini rapport jang tertjatet dengen perantara'an dictograph akoe djadi_ terprandjat, tapi kamoedian akoe anggep brangkali itoe oetjapan oleh Egan tjoema sebagi maen-maen sadja dan tida lebih sebagi leloetjon. Tapi biar begitoe tida oeroeng akoe diam - diam titahken bebrapa spion boeat intip dan lindoengin njonja Jessie. „Bebrapa kali kita peringetken itoe njonja agar ia berati-ati bahoea iapoenja djiwa ada jang maoein, dan djangan ada bikin perhoeboengan apa-apa dengen Frank Egan. Ia tertawa terhadap kita poenja nasehat itoe, tapi roepanja ia perhatiken djoega dengen terboekti iapoenja pintoe-pintoe roemah dipakein slot-slot besar jang koeat. Djoega kita selaloe tarok bebrapa mata boeat awasin roemahnja njonja Jessie sakoetika lama di loear taoenja si njonja, dan saben-saben kita tjoba boeat briken ia perlindoengan. „Bebrapa minggoe liwat dan soearanja Egan tida terdenger poela dari itoe dictograph tentang itoe maksoed boeat boenoeh njonja Jessie. Lantaran apa kita pertjaja bahoea Egan hanja maen-maen dengen oetjapken itoe perkata'an - perka‘an dan boleh kita anggep sadja itoe sebagi perkara iseng -iseng jang boekan sasoenggoehnja. Antara itoe tempo satoe pemboencehan heibat terdjadi dalem kota. Kita terpaksa tarik semoea 'orang kita' boeat dipake dalem itoe drama jang baroe terbit, dan itoe bebrapa spion poen kita tida titahken lebih djaoeh boeat djaga roemah serta dirinja njonja Jessie. Kamoedian, selagi kita meleng, bener-bener njonja Jessie terboenoeh!"<noinclude></noinclude> ppj0tnmgg0wqpxqzo47nuk6ljigv6e3 Halaman:Auto setan.pdf/70 104 114165 317141 316149 2026-09-05T00:50:12Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317141 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|132|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||133}}</noinclude>Menilik permahloeman Inspector Dullea di atas hingga kita mengarti, bahoea sabenernja sabelon njonja Jessie terboenoeh oleh komplotnja Egan politie soedah denger lebih doeloe itoe maksoed dari Egan dengen pertoeloengan dictograph. Tjoema politie ada rada-rada sangsiken orang sebagi Egan kandoeng angen-angen demikian dengen sasoenggoehnja — sebagimana Dullea toetoerken. Bagian, begitoe moelia namanja Frank Egan, begitoe tinggi orang hormatken padanja, hingga katjoeriga’an atawa sangka'an ampir soesah orang toedjoeken pada iapoenja diri. Baroe belakangan orang brani tjoerigaken ia satelah boekti - boekti bertambah banjak oendjoek jang ia tida bersi seperti tadinja dikira. Kenapa kasaksian jang didapetken oleh itoe dictograph tida toeroet dimadjoeken sebagi boekti dalem Pengadilan koetika perkaranja Egan dipreksa? Sebab, Inspector Dullea menerangin, oemoemnja pembesar - pembesar politie Atasan dan District Attoney tida moefakat trima sah pembilangan dari satoe dictograph. Pembesar - pembesar tinggi dari Politie dan Justitie djoega anggep tida perloe itoe soeal dictograph dimadjoeken sebagi boekti, kerna boekti - boekti dan saksi-sak-si manoesia biasa soedah tjoekoep koewat boeat terangken bahoea tida bisa dipoengkir lagi memang Frank Egan berdosa besar. Itoe saksi dictograph tjoema bisa serta di-idzinken digoenaken kapan kliwat terpaksa sekali oleh ka-ada’an Achirnja, berdasar atas boekti-boekti jang tegoeh dari dosanja Frank Egan dan kontjonja Albert Tinnin, marika poenja appel tida membawak hasil — marika poenja hoekoeman saoemoer hidoep ditetepken oleh Pengadilan jang paling tinggi V Doren poenis hoekoeman dibriken: dengen kaentengan, sebagi pembalesan bertrima kasi bagi iapoenja '''pangakoehan penting.''' Dalem perkara njonja Jessie ia tjoema dapet gandjaran delapan taon, ditambah sama iapoenja hoekoeman doeloe jang belon abis dan ia dikloearken atas perdjandiian, tapi ia soedah berboeat poela laen kadjahatan dengen terboenoehnja njonja Jessie. „Doran bisa dibilang tjoekoep djoedjoer”, berkata Hakim Dunne koetika kloearken iapoenja poetoesan, „dan dari itoe ada akoe poenja kawadjiban boeat kasi kaentengan padanja. Haroes diakoeh, zonder Doran poenja katerangan, Egan dan Tinnin ada banjak kans terlolos dari djaringnja wet. „Marika, Tinnin dan Egan, menoeroet katerangan - katerangan jang sampe di tangankoe, ada mendjadi biangkladi dari banjak kadjahatan, dan kaloe sadja marika tida kaboeroe kataoean tentoe lebih banjak kadjahatan ditjiptaken oleh marika berdoea oentoek ganggoe prikamanan dari ini Staat. Ternjata bahoea marika ada berdiriken samatjem '''bureau of crime''' (bureau dari kadjahatan)". Penoeteop dari Hakim Dunne poenja bitjara, ia kombali hatoerken poedjian boeat Attorney Golden dan Inspector Dullea jang telah berdjasa dalem perkara ini. „Akoe tida bisa toetoep ini perkara’, ia moelain, „zonder oetjapken sedikit perkata’an boeat kaoe orang poenja djasa-djasa, Mr. Golden dan Inspector Dullea serta sekalian anggota politie<noinclude></noinclude> 1zwk9fmdpby2zl5hh6mjlfrce3lsdoi Halaman:Auto setan.pdf/14 104 114178 317081 316050 2026-09-04T22:28:55Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317081 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|22|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||23}}</noinclude>segala apa padakoe apa jang kaoe taoe tentang itoe njonja jang bertjilaka”’ „Well, itoe tempat di mana iapoenja badan terletak tjoema terpisa sedikit djaoeh bebrapa derekan roemah dari iapoenja tempat tinggal. Njonja Jessie ada saorang prempoean jang manis boedi, dan ia ada mempoenjain sadjoemblah oewang simpenan jang loemajan djoega serta itoe villa jang indah ada poenjanja sendiri. Tapi sajang njonja itoe ada poenjaken penjakit zenuw jang terkadang ganggoe iapoenja penghidoepan jang soenji dan sadjek ia djadi djanda ia tinggal sendirian dalem gedongnja jang loeas itoe. Ia ada mempoenjain satoe soedara lelaki nama Ambrose Scott, tinggal di oedikan, kaloe tida salah di Rio Vista”. „Kaoe bilang njonja Jessie tinggal sendirian, Apakah dalem itoe roemah tida dipiara boedjang-boedjang?” menanjak Inspector Dullea dengen gegetoen. „Oh, boedjang - boedjang itoelah ada, masa ia moesti oeroes segala apa sendirian sadja”, djawab Mr. Kane sambil bersenjoem Sampe di sitoe pembitjara'an antara Mr. Kane dan Inspector Dullea telah berachir. Kamoedian ia pangil satoe klerk boeat kirim satoe soerat panggilan per telegram pada Abrose Scott, soedara lelaki dari njonja Jessie. Beres atoer apa jang perloe laloe Inspector Dullea ambil iapoenja topi dan overcoat kerna ia hendak kloear. Pada Mr. Kane ia kasi tangan sembari oetjapken banjak trimakasi boeat iapoenja bantoean mengasi katerangan. „Mr. McGinn dan Linss”, berkata Inspector Dullea sambil pake topinja, „marilah kita pergi kaloear bersama-sama”. Dengen tjepet ia orang bertiga toeroen dari itoe gedong jang tinggi dari Hall of Justice dan sesampenja di bawah ia orang naek ka dalem satoe auto politie. la orang bertiga ambil tempat doedoek di bangkoe belakang, itoe auto distuur oleh satoe chauffeur jang dengen pesat ditoedjoeken ka djoeroesan Selatan teroes ka Kearny Street, biloek ka Barat dan dilariken kloear Market Street. Tjahajanja mata-hari jang goerem_pentjarken sinarnja di sabagian dari poesat kota San Francisco, tapi kapan itoe auto politie sampe di djalanan deket pinggiran laoet goeloengan halimoen tebel menoetoepin oedara. Poentjaknia goenoeng Twin Peaks itoe tatkala tida kliatan laen salaennja megah-megah jang berwarna aboe-aboe gelap melawan sorotan Batara Soeria jang saben-saben hendak tjoba meneboesin. Itoe waktoe baroe kira-kira djam 9 dari hari Saptoe pagi. Achirnja auto jang ditoempangin oleh itoe tiga detectives sampe dalem bilangan district Mount Davidson Manor. Halimoen jang menoetoepin moeka boemi djadi bertambah tebel. Djalenan-djalanan di sepandjang itoe wijk basa anteronja hingga sang sopir koedoe berati-ati boeat stuur iapoenja auto. Kerna tebelnja oewap derekan gedong-gedong ampir tida kliatan sama sekali, hingga seperti setan-setan jang sabentar moentjoel dan linjap di pemandengan mata manoesia. Koetika sang outo sampe di wijk Lakewood Avenue sigra Inspector Dullea tondjolken iapoenja kepala boeat liat ka seblah loear. „Pelahan, tida djaoeh lagi dari sini”, ia berkata, „letaknja di seblah kiri kita”.<noinclude></noinclude> t4u3rie78ks69lwyfbr98epk1ugm8li Halaman:Auto setan.pdf/15 104 114179 317082 314857 2026-09-04T22:29:09Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317082 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|24|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||25}}</noinclude>„Stop!" ia memerentah dan sang atuo sigra brenti di pinggiran trottoir. Itoe tiga detectives laloe toeroen dari dalem marika poenja kandaran, di depan marika berdiri saboeah roemah villa jang indah den gen menarik marika poenja perhatian. Villa terseboet ada model California jang terkapoer poetih serta tertoetoep sama genteng warna merah jang mengkilap; di pakarangan depan terdapet satoe kebon boenga ketjil dengen roempoetnja jang idjo jang ternjata dirawat sanget netjes; di iapoenja ampat djendela dari roewangan depan ada toemboeh merembet poehoen kembang jang sarat boenganja boeat membikin tedoeh sorotan mata-hari waktoe moesim panas. Pintoe pranti masoek ka dalem pakarangan terletak di seblah kanan dan jang seblah kiri ada pintoe boeat kloear - masoeknja kandaran dengen ada satoe garage. Di kepalaken oleh Inspector Dullea marika lantas masoek ka dalem itoe pakarangan roemah . Djalan bebrapa belas tindak marika soedah berdiri di depan pintoe dari villa itoe jang ternjata terkoentji. Djoega djendela 2 depan semoea terkoentji rapet. Sigra marika berlaloe dan djalan mengiterin sampingnja itoe villa boeat bikin papreksa'an' lebih djaoeh pada sasoeatoe djendela saniping, pintoe belakang dan sebaginja. Tapi baek pintoe jang mana sadja, idem semoea djendela, tida satoe jang tida dikoentji. Meliat tida ada djalan boeat masoek ka dalem itoe villa jang antero pintoe dan djendelanja tertoetoep rapet, lantas dete'ctive McGinn pandjat satoe djendela boeat melongok dari raam katja ka sablah dalem. „Baeklah kita petjahin sadja ini satoe raam katja djendela boeat masoek", ia menjataken pikirannja jang disetoedjoein oleh kawan -kawannja. Boeat sampeken itoe maksoed detective linss moesti pasang badannja sebagi tangga jang dinaekin oleh sang kawan. Satelah berada di atas ping giran satoe katja djendela laloe McGinn dobrak itoe raam katja dengen gagang senapan jang ia ada bawak. Itoe katja djendela sigra antjoer berarakan dengen menerbitken soeara brisik kabentoer djoebin. Ia masoekin seblah lengan tangannja dari 10bang djendela boeat boeka engsel di seblah dalem hingga antero itoe daon djendela djadi terpentang lebar. Dengen laloeasa marika bertiga masoek ka dalem itoe villa boeat landjoetken niatannja . {{di|B}}EGITOE marika toeroen dari itoe lobang djendela ternjata marika berada di satoe roewangen kamar makan jang terhias dengen satoe medja oval di tengah-tengah dan saderekan krosi di bagian pinggiran deket tem bok. Pemandengan dalem itoe kamar makan ada goerem sebab di loear oedara katoetoepan oleh pedoet jang tebel sedari tadi, malah banjak oewap masoek dari itoe lobang dj ende la satelah terboeka. Sakean lama bertiga bengong memandeng ka sakoeliling itoe roewangan kamar jang soenji boeat mengamatamati apa jang marika koedoe lakoeken paling pertamba. Kamoedian marika denger soeitannja boeroeng-boeroeng jang rasanja berdeketan dari tempat marika berada. Inspector Dullea lantas bertindak menjamperin kamar depan jang terletaktida sebrapa djaoeh dari itoe kamar makan.<noinclude></noinclude> cz5sz4ua5bqo177y50ckcy4uprqmgsj Halaman:Auto setan.pdf/16 104 114180 317083 316051 2026-09-04T22:30:33Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317083 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|26|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||27}}</noinclude>Di sana ia dapetken sadjoemblah koeroengan boeroeng jang tergantoeng dan terletak di atas bebrapa medja ketjil. Itoe ada boeroeng-boeroeng kenari jang eilok dengen boeloeh warna koening poetih, dan sang boeroeng roepanja kaget dengen itoe koendjoengan mendadak. Satelah liat itoe bebrapa boeroeng Inspector Dullea poenja mata djadi katarik sama laen pemandengan jaitoe tjaranja pintoe paling depan dari itoe villa dikoentji. Ternjata itoe daon pintoe dikoentji sanget koeat dan loear biasa dengen goenaken rante serta doea slot besar jang tegoeh. „Soenggoeh loear biasa”, berkata Dullea dengen tjepet. „Mengapa itoe pintoe dislot sampe begitoe koeat saolah-olah njonja Jessie telah dapet taoe bakal ada bahaja jang aken menjoesahken padanja. Bersama iapoenja kawan ia preksa itoe pintoe berserta slot-slotnja. Kamoedian marika berlaloe dari sitoe boeat preksa satoe per satoe ka-ada'an pintoe dari villa terseboet jang soedah djadi kosong. Pintoe belakang poen terkoentji tapi koentjinja tinggal menjantel di lobang tempat koentji. Samentara pintoe boeat toeroen ka bawah dari tangga loteng tertoetoep tapi dikoentji tioema dirapetin sadja. Tida sebrapa djaoeh toeroen di tangga loteng terdapet poela satoe pintoe jang mendjoeroes ka perkarangan belakang. Ini pintoe tertoetoep rapet dan terkoentji dengen anak koentjinjatertinggal di sitoe. Sampe di sini Inspector Dullea jang pimpin ini penjelidikan merandek. „Sekarang baek kita balik ka atas boeat preksa lebih djaoeh antero kamar-kamar jang terdapet di bagian atas loteng”, ia berkata. „Menilik kaada'an pintoe-pintoe kita bisa pastiken jang ia tentoe boekan kloear dari itoe bebrapa pintoe jang kita soedah saksiken. Kerna itoe bebrapa pintoe semoea terkoentji atawa dislot dari seblah dalem. Ia tentoenja kloear dengen ambil djalan dari salah satoe ini tangga loteng, toeroen sampe ka bawah sekali dan laloe kloear dari itoe garege (kamar auto). Itoe melaenken ada djalan jang satoe-satoe boeat ia kloear’’. Sigra marika bersama balik ka atas kombali dari mana baroesan marika masoek dari lobang djendela. Di roewangan loteng jang loewas itoe terdapet doea kamar tidoer, dapoer, kamar makan dan satoe kamar depan. Dalem salah satoe dari itoe kamar tidoer di atas randjang marika dapetken satoe dompet oewang boeat prempoean, jang di dalemnja terisi doeit sembilanbelas cents dan satoe rentjengan bidji tasbe jang biasa dipake oleh pendita boeat mengitoeng waktoe sembajang. Dalem kamar dapoer kadapetan doea bakoel terisi sajoeran dan satoe karoeng jang tersisi gandoem. Itoe karoeng gandoem soedah terboeka petjah, sedeng sedikit dari gandoem itoe soedah ditarok dalem satoe pantji jang terisi aer. „Boleh djadi ia mendadak terganggoe selagi ia sedeng masak aken goena makan soré”, berkata detective McGinn. „Boleh djadi sekali”, Inspecteur Dullea bales menjaoet. „Itoe kadjadian moesti antara djam lima dan anem soré”. Sakoetika lama Inspector Dullea berdiam sambil itoeng - itoeng djari tangannja. „Tatkala itoe njonja poenja badan didapetken soedah djadi mait<noinclude></noinclude> 86j2whi0a5gatryash0uqf78ya9y703 Halaman:Auto setan.pdf/17 104 114181 317084 316052 2026-09-04T22:31:07Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317084 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|28|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||29}}</noinclude>jang kakoe dan ding in", kombali ia berkata. „Meliat begitoe boleh djadi itoe pemboenoehan dilakoeken antara poekoel lima dan delapan malem". Dari sitoe marika sigra balik poela ka itoe kamar makan, tarik-tarik satoe per satoe latji buffet jang ditarok di pinggir tembok. Dalem satoe latji marika dapetken lagi satoe dompet prempoean jang terisi oewang $ 5.75 serta satoe koentji. Inspector Dullea pegang dan letakkin itoe koentji di atas telapakan tangannja sambil memandeng terliti. „Ini koentji tentoe moesti boeat pintoenja itoe gagage", ia berkata sambil berpikir. „Hm, ini ada boekti jang penting". Lantas ia masoekin koentji itoe ka dalem iapoenja sakoe seraja mengoetjap poela : „Oh, akoe dapetken satoe pinkiran laén". Dengen tjepet Inspecteur Dullea hampirin pada, toestel telefoon jang ternjata masih bekerdja baek, jang terletak di atas medja knaap tida djaoeh dari itoe buffet. Ia angkat handle telefoon terseboet boeat minta disamboeng pada hoofdbureau van politie aken mengasih instructies apa-apa. Kamoedian bersama jang laen ia toeroen ka bagian bawah dari villa njonja Jessie itoe boeat bikin pengoesoetan terlebih djaoeh. Marika sampe di dalem satoe kamar jang besar dan gelap kerna antero djendela tertoetoep rapet. Itoe kamar roepanja sedeng direparatie atawa baroe dibikin betoei belon klaar. Batoe-batoe djoebinnja masih baroe sekali dan dari kwaliteit mahal. Itoe roewangan bawah ternjata ada roewangan jang loeas dari itoe villa kerna di satoe samping dibikin boeat auto garage, jang laen boeat kamar pranti tjoetji pakean enz., dan satoe lagi oentoek goedang. Bebrapa djendela ketjil jang kadapetan di sitoe katjanja dialingin dengen toetoepan dan kaen réndah poetih. Inspector Dullea madjoe aken teroesin iapoenja papreksa'an, tapi mendadak ia brenti bertindak kerna kadengeran soeara treakan dalem itoe roewangan bawah jang penoeh resia. Satoe soeara treakan jang keras memenoehin itoe kamar. „Apakah itoe 7" menanjak detective McGinn dengen kaget. Inspector Dollea tjelingoekan ka sana sini ka seoeroe itoe roewangan jang gelap boeat tjari dari mana datengnja soeara tadi. „Itoe, di sana - di podjokan!" {{di|S}}AMBIL berkata ia madjoe samperin. Ada apa-apa jang brontak-brontak dalem satoe koeroengan kajoe. Ia melongok lebih deket apakah isinja itoe koeroengan jang baroesan membikin orang terkedjoet. „Hola, tjoema satoe boeroeng gowak — jang tentoe djadi salah satoe dari sakean banjak binaiang - binatang piara'annja njonja Jessie", tiba-tiba ia berkata . „Baek boeka itoe pintoe-pintoe garage soepaja kita bisa dapetken tjahaja terang di sini. Detective McGinn' bertindak boeat boeka itoe pintoe garage pertama dari itoe roewangan dan satoe lagi jang teroes ka loear pekarangan" Satelah berdiri deket pintoe ia liat pintoe itoe dislot tapi tida betoel hingga dengen gampang dapet, diboeka. Tinggal jang satoe, jang tida kliatan di slot dan tedoetoep rapet sekali. Boeroe-boeroe Inspector Dullea menghamperin,<noinclude></noinclude> dpk5vsvhe74lg4k115lnrsad7z12eiu Halaman:Auto setan.pdf/18 104 114182 317085 316053 2026-09-04T22:31:19Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317085 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|30|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||31}}</noinclude>ambil dari sakoenja itoe kontji jang tadi ia dapetken dalem latji buffet di atas loteng. Ia masoekin itoe koentji ka dalem lobang koentji dari pintoe garage auto terseboet dan betoel sadja tjotjok! „Ini tentoe ada berarti apa-apa!” ia berseroeh dengen girang. „Sasoeatoe pintoe dalem ini villa jang kita soedah preksa semoea terslot dan terkoentji dari seblah dalem, tapi ini satoe jang terkatjoeali, Dan lagi anehnja kenapa djoestroe ini anak koeniji dari pintoe ini garage berada dalem dompetnja njonja Jessie sendiri!” Inspector Bullea berpaling pada detective McGinn sambil berkata: „Tjoba kaoe liat bagimana adjaib adanja ini kadjadian? Njonja Jessie saolah-olah soedah ditoetoepin pintoe dengen terkoentji di loear; dalem ka-ada‘an demikian tentoelah ia (njonja Jessie) tida merdika boeat gampang kloear dari sembarangan pintoe katjoeali dari itoe pintoe garage auto. Tapi djoestroe koentjinja itoe garage kenapa ditinggal di dalem dompet di atas buffet di loteng, dari mana moestinja baroe ia bisa masoek ka dalem villanja. Hal hal itoe pemboenoeh bikin satoe kakliroean jang besar sekali dan ......"” Koenjoeng - koenjoeng Inspector Dullea dapet, denger toeter auto di straat. la melongok ka loear dari itoe pintoe garege dan dapet liat detectives Harry Husted dan Paddy Wafer masoek ka dalem pekarangan. Kadatengan marika memang ada atas panggilan Inspector Dullea baroesan pertefoon dari itoe hoofdbureau van politie. „Akoe minta kace berdoea dateng kemari”, berkata Inspector Dullea, „perloenja oentoek menanjak pada semoea tetangga njonja Jessie jang terboenoeh, jaitoe apakah ia orang bisa kasi katerangan apa njonja Jessie mempoenjain auto prive ia kasi idzin dalem garagenja disimpen automobiel laen orang. Djoega tjoba tjari katerangan apakah ia orang dapet saksiken bebrapa hati paling belakang waktoe soré ada dateng tetamoe atawa tida padanja. Djoega tjari taoe brangkali ada jang bisa membri katerangan tentang kaada’an njonja Jessie lagi semalem dari waktoe menggerip sampe djam sapoeloeh bagimana”. Dengen trima itoe prentah itoe doea detective sigra manggoetken kepalanja sambil bertindak djalan ka loear boeat bikin onderzoek. Mendadak detective McGinn pegang tangannja Inspector Dullea. „Tengok, Captain”, ia berkata altoe terdapet tanda-tanda bekas band auto di sini sampe di loear ini garage. Dan malah di sana deket pipa soeloeran aer dalem garage tertampak tanda jang lebih njata sebab djoebinnja basah serta banjak loempoer”. Lantas Inspector Dulles bersama kawannja samperin itoe tempat jang dioendjoek sambil djongkok boeat liat teges tanda-tanda band itoe. Itoe tanda bekas band ada kira-kira delapan kaki pasegi lebarnja, jang njata sekali roda band auto bekas meliwatin di atasnja. Tapi itoe tanda-tanda bekas band tida semoea sama roepanja, satoe dan laen ada berbeda’an. Djoega di seblah loear itoe garage kadapetan itoe matjem tanda-tanda bekas band jang sama seperti di seblah dalem. Dengen sanget tertip Inspector Dullea preksa itoe semoea boekti. „Ini pendapetan kombali seperti: membilangin djalannja_perkara, jang semingkin toentoen kita djadi lebih deket aken boeka ini resia {{hws|pemboenoe|pemboenoehan}}<noinclude></noinclude> j5z8feisqwq5u5udmmuoz8nn7bui3b0 Halaman:Auto setan.pdf/20 104 114184 317062 316086 2026-09-04T22:19:45Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317062 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|34|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||35}}</noinclude>{{hwe|ge|garage}} terboeka semoea dan satoe touring-car sembari moendoer kloear dari garage. Kamoedian sa‘orang lelaki dengen pake badjoe djas warna koening djoega kloear dari itoe garage jang sigra naek ka dalem auto terseboet, Samentara saorang laen kawannja berdiri di atas tangga deket roda. Itoe auto teroes didjalanin moendoer sahingga sampe di straat dan dengen pesat dilariken tida taoe ka mana". „Apa ia kenalin bagimana roman moekanja itoe doea orang?” Inspector Dullea menanjak. „Tida begitoe deket ia liat romannja ia orang’, saoet Wafer, „tapi apabilah ia katemoe kombali sama itoe doea orang ia rasa masih bisa dikenalin". „Bagoes,” sacet Dullea. „Apa jang kaoe dapetken, Husted?” „Bagimana roepanja itoe automobiel jang koendjoengin njonja Jessie”, djawab detective Husted, ada dipetahken oleh laen tetangga jang mengakoe nama njonja Little. Ia bilang kemaren lohor djam ampat ia djalan liwat di depan ini villa dan dapet liat satoe Lincoln touring-car brenti di depan pintoe. Lantaran biasanja njonja Jessie djarang sanget trima koendjoengan tetamoe maka ia ingin perhatiken sambil beroelang - oelang mengawasin ka dalem. Ia liat saorang lelaki di depan stuur, tapi kapan itoe lelaki liat ada orang awasin mendadak ia toetoepin djidatnja lebih dalem sama iapoenja topi vilt. Ia menjataken jang ia masih bisa kenalin kapan berdjoempah poela sama orang itoe” Denger katerangan di atas Inspector Dullea kaliatan girang, ia merasa bahoea itoe resia pemboenoehan sabagian soeda dapet dibikin terang. Dengen begitoe ia pertjaja tida sebrapa lama lagi ia bisa bekoek itoe sekalian pendjahat. „Dengen begini kita soedah dapet banjak pengoendjoekan boekti jang penting’, ia berkata dengen bersenjoem, „djalannja ini perkara moesti koerang-lebih menoeroet akoe poenja doega’an: Njonja Jessie tentoe lagi maoe masak iapoenja makanan soré dalem itoe dapoer kapan tiba-tiba dateng doea orang dengen itoe Lincoln touring-car. Dengen kelakoean jang tjerdik marika soedah membikin njonja roemah tida tjoeriga atas marika poenja kadatengan dan ia idzinken itoe auto ditarok dalem garage seraja marika menenamoe. Dengen akal aloes marika bikin njonja Jessie toeroen ka itoe garage, lantas bri poekoelan keras di kepalanja hingga itoe njonja djatoh pangsan, kamoedian marika sengadja lindes itoe njonja dengen autonja sahingga binasa. Satelah lakoeken pemboenoehan, marika boeroe-boeroe tjoetji djoebinnja itoe garage, ini berboekti dengen bekas-bekas aer jang kadapetan di satoe tempat dalem garage. Sasoedahnja njonja Jessie djadi mait marika laloe pakein satoe badjoe kaos soepaja orang doega bahoea njonja Jessie djalan-djalan kloear itoe soré boeat makan angin. Kerna kaloepa’an saking kasoesoe, itoe pemboenoeh soedah tida pakein njonja Jessie topi serta overcoat menoeroet iapoenja kabiasa’an. Begitoelah agar bisa klaboein politie marika lempar itoe korban di pinggir straat dan marika sendiri mengilang dengen itoe Lincoln-phaeton. „Koetika toean dan njonja Warren Louw dapet liat itoe Lincoln-phaeton, itoe doea pendjahat {{hws|roe|roepanja}}<noinclude></noinclude> s40yqudu2t8xnuxbdmyyc9nfp8ou7k5 Halaman:Auto setan.pdf/21 104 114185 317063 316090 2026-09-04T22:20:01Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317063 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|36|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||37}}</noinclude>{{hwe|panja|roepanja}} sedeng tjari tempat jang tjotjok boeat boewang maitnja sang korban — satoe tempat jang sepih agar tida dapet diliat oleh siapa djoega. Marika soedah pikir dengen tjerdik boeat bikin soepaja kamatiannja njonja Jessie djadi beroepa '''katjilaka’an auto,''' tjoema sajang marika koerang terliti boeat perhatiken bebrapa soeal laen jang perloe. Pertama, sang korban maitnja soedah dingin dan tida terdapet tanda-tanda heibat sebagimana biasa kaloe orang loeka ditoebroek oleh auto. Kadoea, itoe tanda-tanda gilesan band boekannja terdapet di mana itoe badjoe kaos jang dipake paling loear tapi di atas japonnja jang berwarna merah moeda. Tapi jang teroetama penting itoe pemboenoeh soedah loepaken tentang itoe koentji jang kita dapetin dalem dompet di latji buffet”. {{di|K}}OMBALI Inspector Dullea, pemimpin dari itoe penjelidikan ambil itoe koentii pintoe garage dan pandeng sadjoeroes poela. „Hm! Ini koentji ketjil jang kadapetan di dalem roemah jang semoea pintoe - pintoenja terkoentji soenggoeh kliwat tida masoek di akal”, „ia berkata sambil bersenjoem, dengen begitoe antero taktieknja itoe bangsat dapet dibikin petjah. Haroes diakoeh marika memang kacem badjingan jang tierdik dan oeloeng. Sekarang perloe kita moesti dapetin itoe auto Lincoln-phaeton hingga semoea resia aken terbeber terang, dengen gampang antero pemboenoehnja aken dapet ditangkep. Kita moesti seret lehernja marika ka hadepan pengadilan”. Itoe sa’at soedah lohor, oewap pedoet jang sedari pagi menoetoepin oedara di atas San Franscisco telah koerangan. Inspector Dullea dengen kawannja sigra kloear dari itoe villa, naek itoe auto politie dan berlaloe dari sitoe dengen lekas. Di perdjalanan sesampenja di tengah kota Inspector Dullea dapet liat courant-courant jang baroe terbit dengen letter-letter besar di pagina moeka pasang ini kaliat: „Itoe Korban Katjilaka’an Auto Soedah Dikenalin". Dalem kantoor dari hoofdbureau politie Inspector Dullea paling doeloe berdjoempa sama Chef Politie Kota Mr. Quinn. Pada siapa ia toetoerken semoea kasoedahan dari iapoenja onderzoek tentang itoe pemboenoehan jang menggemperken San Francisco. Mr. Quinn denger antero penoetoeran terseboet dengen soenggoeh hingga achirnja ia berkata: „Terang sekali jang itoe ada satoe '''pemboenoehan sengadja,''' soedah tida bisa disangkal lagi. Tapi, apa kaoe soedah preksa segala apa dengen baek dalem itoe villa, brangkali bisa kadapetan sadjoemblah oewang jang ia tinggalken? Atawa brangkali ada tersimpen soerat - soerat berharga atawa documents hingga oendjoekin laen penerangan prihal itoe kadjahatan?” „Tida, boeat itoe tida didapetken sama sekali”, djawab Inspector Dullea. „Apa jang kita dapetken boekti-boekti dalem papreksa’an tadi dalem itoe roemah hanja terang betoel di sana soedah dilakoeken pemboenoehan atas dirinja njonja Jessie. Apa lantarannja orang boenoeh padanja masih djadi soeal. Njonja Jessie tentoe diboenoeh oleh satoe atawa doea orang jang kandarken itoe Lincoln-phaeton. Satoe antara njonja Jessie poenja tetangga, njonja Jacks, dapet liat doea orang, {{hws|ta|tapi}}<noinclude></noinclude> fmbkfpl7tra28s4949oonkqc4ywk71z Halaman:Auto setan.pdf/22 104 114186 317064 316091 2026-09-04T22:20:18Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317064 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|38|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||39}}</noinclude>{{hwe|pi|tapi}} toean serta njonja Warren Louw tjoema liat saorang sadja dalem automobiel terseboet.” „Brangkali akoe bisa doega betoel bagimana djalannja itoe perboeatan”’, kata itoe Chef Politie. Bagoes jang njonja Jessie diboenoeh dalem itoe garage dari roemahnja sendiri, sebagimana kaoe pertjaja pasti, dan djoega djadi menggampangken oeroesan jang marika angkoet maitnja sang korban dalem itoe auto-mobiel hingga kerna apa tentoe mait itoe ditarok di bangkoe belakang. „Dan djika memang marika soedah niat boeat lempar itoe mait dari dalem auto ka straat, bisa di doega pasti bahoea salah satoe dari marika koedoe doedoek sekali di bangkoe belakang boeat djaga mait itoe. Akoe kira tida meleset moesti demikian adanja marika poenja plan dan pantes koetika marika poenja auto berpapasan pada toean serta njonja Warren Louw, itoe soeami - istri hanja meliat saorang sadja si penjetuur automobiel itoe”. Inspecteur Dullea sambil bermesem akoehin pendapetannja itoe Chef Politie. „Boleh djadi sekali, boekan moestail begitoe, Sire!" ia menjataken. „Kaoe soesah mengasi theorie jang percies.” Sa-abis berkata-kata Inspector Dullea sigra berpamitan dari itoe Kepala Politie Mr. Quinn. Selagi ia mace bertindak lebih djaoeh dalem satoe djalan prapatan aken samperin tangga electris boeat kombali ka iapoenja kantoor sendiri tiba-tiba satoe detective samperin padanja boeat britaoe apa-apa. Itoe detective laloe ikoetin padanja teroes naek ka atas di mana iapoenja kantoor berada. „Advocaat Oemoem Mr. Frank Egan sedeng menoenggoeh boeat minta bitjara dengen kaoe Captain,” ia berkata satelah sampe dalem kantoor Inspector Dullea. „Ia telah batja dalem soerat-kabar prihal kamatiannja njonja Jessie, dan ia ada sobat lama dari itoe njonja almarhoem. la menjataken ingin oeroes maitnja itoe njonja sebagimana moesti boeat dibawak ka tempatnja privé dan sebaginja”. „All right”, djawab Inspector Dullea seraja doedoek di krosi depan medja toelisnja. „Boleh ia bawak kerna papreksa’an dokter soedah klaar dilakoeken. Di mana sekarang Mr. Egan ada?” „Di bawah di kamar tetamoe baroesan akoe berdjoempah”, menjacet itoe detective. „Well, kasih taoe ia bahoea akoe aken selekasnja toeroen ka bawah boeat bertemoe. Akoe maoe kerdjaken apa-apa sedikit doeloe di sini”, djawab itoe Inspector sambil preksa soerat-soerat. Dengen tjepet itoe detective bertindak pergi dari kantoornja Inspector Dullea. Satelah membatja bebrapa soerat rapport penting lantas ia doedoek sambil bengong di atas iapoenja krosi rotan. Ia pikir tentang Mr. Frank Egan, Advocaat Oemoem jang termashoer di San Francisco dan daerahnja. Mr. Egan haroes diakoeh ada saorang Advocaat jang sanget populair di kalangan jang loeas antara publiek di itoe kota; ia goenaken iapoenja kapandean sebagi Advocaat boekan meloeloe boeat garoek doewit sadja tapi sebagian besar ia korbanken temponja oentoek membela ratoesan orang-orang miskin, lelaki atawa prempoean, marika jang tida mampoe boeat bajar Advocaat goena belaken dirinja di hadepan Pengadilan. Teroetama boeat perkara-perkara jang ia taoe tida adil menimpah poendaknja orang - orang miskin jang<noinclude></noinclude> rbvtxr6jy7fne1j6qhxbwotfl3crr8w Halaman:Auto setan.pdf/23 104 114187 317065 316092 2026-09-04T22:20:33Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317065 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|40|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||41}}</noinclude>lemah, Mr. Frank Egan tentoe sodorken tangannja membri pertoeloengan. la kenal banjak sekali pendoedoek dari berbagi golongan dari kota San Francisco djika dibandingin dengen laen-laen orang ternama, maka tida kliwat heran kapan ia djoega kenal baek sama njonja Jessie. Sasoedah berpikir sakean lama ia lantas teken satoe knop bell electris dan tida lama satoe secretaris dateng padanja. „Sekarang kaoe siarken warta per radio” ia memerentah, „boeat semoea orang-orang politie di seloeroe kota aken bantoe mentjari pada automobiel Lincoln-phaeton jang tersangkoet sama perkaranja njonja Jessie. Dan apa kaoe soedah kirim itoe telegram pada Ambrose Scott, soedara lelaki dari njonja Jessie, di desa Rio Vista, boeat brikabar tentang kamatiannja iapoenja soedara prempoean sambil minta ia dateng ka sini?” „Ja", sacet itoe secretaris. ‘Akoe soedah kirim itoe telegram sebagimana kaoe inginken bebrapa sa'at berselang”. Daon pintoe kadengeran terketok, itoe secretaris sigra memboeroe boeat boeka itoe pintoe. Saorang tingi djangkoeng koeroes dengen djidatnja jang lebar serta sorot mata jang manis-boedi sambil pake overcoat dan topi vilt jang lemes, kliatan masoek ka dalem. Orang itoe poenja aer- moeka roepanja berdoeka. „Good morning, Captain Dullea,” ia mengoetjap dengen soeara lemboet. „Akoe baroesan dateng dari roewangan bawah. Ada terdjadi satoe dan laen hal jang heibat, toean”. Inspector Captain itoe bangkit dari krosinja boeat membri hormat pada iapoenja tetamoe. „Ja, Mr. Egan, betoel sekali katamoe. Akoe djoestroe hendak toeroen ka bawah boeat berdjoempa padamoe aken bitjaraken itoe oeroesan. Satoe antara orangkoe telah britace kaoe poenja kadatengan dan kaoe ada kenal katanja sama njonja Jessie” Mr. Egan doedoek di krosi jang disediaken boeat ia. samentara itoe secretaris berlaloe dari itoe kantoor. „Betoel akoe kenal ia dengen baek”, Mr. Egan moelai bitjara. ,,Njonja Jessie ada salah satoe antara sobat-sobatkoe jang paling baek. Akoe kasi taoe kaoe bahoea sasoenggoehnja ia ada saorang prempoean toea jang bertabeat manis boedi, saderhana serla boediman. Soenggoeh terlaloe kedjem ia moesti alamin itoe matiem kadjadian!” Abis menoetoer begitoe Mr. Egan senderan di krosinja, memandeng ka djoeroesan djendela. „Akoe soedah kenal njonja Jessie sadjek doeapoeloeh anem taon berselang dengen menjenengken”, ia landjoetken tjeritanja. „Baeklah akoe bilangin kaoe satoe riwajat. Pada satoe hari dari itoe kadjadian gempah boemi dari taon 1906, selagi api mengamoek dengen keras, sedengnja antero pendoedoek repot melariken diri ka loear kota. Di sa‘at-sa'at mana akoe lagi kandarken satoe kandaran di sepandjangnja Mission Street dan mendadak akoe menampak saorang prempoean djalan di pinggir straat sambil menoentoen satoe anak lelaki jang masih ketjil dengen satoe tangannja, samentara tangannja jang laen menengteng satoe koffer. „Akoe sigra brentiken kreta-koe itoe dan toeroen boeat membri pertoeloengan padanja. Akoe naekin itoe anak ketjil (lelaki) serta itoe koffer ka<noinclude></noinclude> dnppzs856gqheq5x3tlsmpfhvmi2i3k Halaman:Auto setan.pdf/24 104 114188 317066 316093 2026-09-04T22:20:46Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317066 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|42|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||43}}</noinclude>dalem kretakoe, dan djoega itoe orang prempoean jang akoe kasi tempat doedoek di seblah depan. Kamoedian akoe bawak marika ka roemahnja akoe poenja soedara prempoean jang terletak sedikit di loear kota. Soedarakoe trima marika serta rawat dengen segala seneng hati sebagi sanak famili sendiri. „Itoe prempoean adalah njonja Jessie berserta iapoenja anak”. Bitjara sampe di sini Mr. Egan kaliatan bersedih. Matanja itoe Advocaat djadi goerem dalem mana mengembeng iapoenja aer-mata dari hati jang terharoe atas binasanja sang sobat. „Taon - taon telah liwat dan itoe anak lelaki samingkin besar”, meneroesin Mr. Egan. „Tapi soenggoeh latjoer, sedikit taon kamoedian apamaoe itoe anak telah binasa kerna katoebroek automobiel. Ia mati lantaran itoe katjilaka’an, Aneh, boekan?” Inspector Dullea dengerken toe tjerita dengen penoeh perhatian dan kamoedian Mr. Egan bangoen berdiri. Ia tida menoetoer lebih djaoeh, ia kasih tangan boeat berpamitan dan berlaloe dari hadepannja Inspector Dullea {{di|P}}ENJELIDIKAN jang soedah dilakoeken oleh sekalian politie dan detectives boeat oesoet itoe Automobiel-Setan jang menggemperken kota San Francisco, sabegitoe djaoeh dalem itoe minggoe tida membawak hasil sebagimana diharep. Samentara soerat-soerat kabar ramé bitjaraken itoe perkara pemboenoehan dengen moeatken kateragan - katerangan jang langkeh tentang njonja Jessie poenja kamatian, dan toetoerken sekali bagimana japoenja tetangga-tetangga poenja pengakoean pada politie. Ratoesan politie serta detectives repot satiap hari, wara-wiri kean kemari oentoek tangkep pendjahatnja serta itoe auto Lincoln phaeton. Orang - orang jang kabetoelan mempoenjain auto's samatjem merk terseboet semoea dipreksa terliti en toch tida membawak hasil soeatoe apa. ltoe antero auto's jang dipreksa tida mengoendjoek bekas-bekas sama sekali jang boleh diboeat boekti. Sepandjang itoe waktoe, politie poenja achli crimineel (kadjahatan), Mr. Francis X. Latulipe soedah bikin pengoesoetan dalem villa dan garagenja njonj...a Jessie, dan ia dapetken laen - laen boekti penting sekali jang membikin terlebih gampang oentoek tjioem baoe dalem ini perkara soelit Pada satoe pagi dari hari Minggoe Inspector Dullea seperti biasa telah dateng di iapoenja kantoor dan pertamah preksa rapport-rapport tentang penjelidikan jang dilakoeken boeat dapetin itoe auto Lincoln-phaeton. Kamoedian ia bersama Chef Politie Mr. Quinn pergi koendjoegin laboratorium Mr. Francis X. jang terletak di bagian atasan dari itoe gedong besar Hall of Justice. Di hari Minggoe ka-ada'an dalem itoe gedong jang loeas ada soenji. ltoe doea orang politie teroesin marika poenja_tindakan menjamperin lift aken naek ka atas di loteng ka-anem. Dengen tjepet marika soedah sampe dan masoek ka dalem satoe kamar besar dan terang sekali segala apa tertampak di dalemnja. Di satoe podjokan dari itoe kamar laboratorium saorang jang berkoelit poetih serta djangkoeng, paké badjoe poetih pandjang sedeng toendoekin kepala di depan glas {{hws|mi|microscoop}}<noinclude></noinclude> i7owrid0280abyue3lxljk8z2uxlhfp Halaman:Auto setan.pdf/25 104 114189 317067 316094 2026-09-04T22:21:07Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317067 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|44|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||45}}</noinclude>{{hwe|croscoop|microscoop}}. Sadjoemblah bebrapa poeloeh portret portret tersebar di atas laen medja pandjang. Banjak antara portret-portret terseboet meloekisken tanda-tanda jang langkah jang pasti tida berarti soeatoe apa bagi orang-orang jang boekan achli dalem oeroesan demikian. „Bagimana kaoe poenja pendapetan, Frank?” menanjak Inspector Dullea koenjoeng - koenjoeng sambil mengawasin pada itoe gambar - gambar foto's di atas medja. Mr. Francis X. angkat iapoenja kepala dari itoe katja miscroscoop. „Sanget memoeasken,” ia mendjawab dengen pendek. Mr. Francis X. terkenal sebagi saorang jang pendiam sebagimana biasanja satoe scientist jang soenggoe. Hari - hari waktoe diam bakerdja ia lakoeken kawadjibannja dengen penoeh goembira boeat bongkor resia-resianja sekalian pendjahat jang kawakan dari San Francisco. Lagi memang soedah termashoer bahoea itoe Laboratorium Politie dari kota San Francisco paling soelit, dan dalem sakean lama boekan sedikit resia-resia pendjahat dapet dibikin terang dalem itoe kamar jang loeas dan terang dari Mr. Francis X. „Akoe soedah preksa dengen baek njonja Jessie poenja pakean”, ia menjataken poela, „dan dari sitoe akoe telah dapetken boekti-boekti jang penting. Di ates poendak kiri dari pakeannja terdapet tanda-tanda jang loear biasa. Di sini ada ia- poenja fotograaf. „Kombali ini ada laen boekt: Akoe soedah preksa itoe tanda-tanda bekas band auto jang kemaren kaoe telah katemoeken di loear dan di dalem itoe garage. Itoe tanda-tanda band jang kadapetan dalem garage mengoendjoek njata paling sedikit itoe auto didjalanken moendoer-madjoe boeat tiga kali beroelang - oelang. Tapi betoel-betoel adjaib itoe band -band jang dipake di itoe automobiel semoea dari berlaenan model, ampat roda semoea memake ampat matjem band berlaenan jang satoe mempoenjain matjem tadjem seperti gosokan brilliant, satoe lagi bandnja soedah litjin saking toeanja, satoenja poela beroepa seperti model besi kaki koeda, dan laennja berstreep² miring. '''Djoestroe ini band jang berstreep² miring jang akoe dapetken tanda-tanda bekasnja di atas japon jang terpake oleh njonja Jessie".''' „Good!” berseroeh Inspector Dullea. „Itoe djadi mengoewatken anggepan kita bahoea njonja Jessie telah betoel terboenoeh mati dalem itoe garage. Laen-laen lagi apa?” Ia, ada lagi”, djawab Mr. Francis X. „barang jang ketjil tapi tida koerang faedahnja — ramboet. Di tengah-tengah dari itoe garage ada terdapet satoe toetoepan got dari besi model pasegi. Kira-kira tiga kaki dari sitoe akoe telah poengoet lima matiem lembaran ramboet. Ampat roepanja poetih dan jang satoe berwarna koening moeda. ltoe bebrapa lembar ramboet ada percies roepanja sebagimana jang akoe goenting dari kepalanja njonja Jessie boeat kapentingannja papreksa’an”’. „Apa kaoe rasa pasti itoe ramboet - ramboet jang kaoe dapetin di dalem itoe garage berasal dari kepalanja njonja Jessie?” Mr. Quinn sigra menanjak. Francis X. bersenjoem. „Terlaloe memastiken itoelah akoe tida bisa”, ia djawab dengen sabar,<noinclude></noinclude> eotzgs72f7h7p2mpool9qbfn6vzsudc Halaman:Auto setan.pdf/26 104 114190 317068 316095 2026-09-04T22:21:22Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317068 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|46|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||47}}</noinclude>„tapi menoeroet anggepankoe boleh djadi sekali ada begitoe. Tentang ramboet ada soeker sekali boeat ditetepken siapa-siapa jang poenja kerna barang begitoe soeker dikenalin, tapi melaenken kita bisa akoerin sampe di mana percentagenja ada sama. Ini ada photomicrographs (portret-portret) dari ramboet-ramboet terseboet; tjoba kaoe liat satoe per satoe”’. Laloe Mr. Quinn dan Inspector Dullea preksa lima gambar portret jang soedah dibesarin (vergroot), bebrapa dari itoe portret soedah divergroot boeat lima ratoes kali dengen pekakas microscoop. ltoe lembaran ramboet jang soedah dibikin ratoesan kali besarnja terliat seperti pongkot poehoen atawa tjaling gadja. Mr. Francis X. jang berdiri di belakang marika lantas mengoetjap bebrapa perkata’an aken menerangin sambil menoendjoek sama iapoenja djari di atas gambar terseboet. „Liat itoe satoe. Perhatiken iapoenja oedjoeng sekalian jang njata itoe ramboet seperti terpoetoes dengen terpaksa sebab terpetjah roepanja. Dan ini lagi iapoenja oedjoeng dengen akarnja jang berwarna poetih toeroet tertjaboet sama sekali Semoea rontoknja itoe ramboet - ramboet mengoendjoek jang itoe soedah diperlakoeken satjara amat kasar; tida bisa salah ramboet terseboet semoea soedah didjambak tiopot dari koelit kepala dengen amat koewat.” (Liat portret dari ramboet itoe jang soedah dibesarin). Dengen pertoeloengan_ laboratorium politie di bawah pimpinan Mr. Francis X. segala bagian-bagian boekti jang paling aloes dari pemboenoehan njonja Jessie telah dapet diterangin. Science (ilmoe pengataoean) soedah membantoe boekan sedikit dalem banjak hal boeat bekoek pendjahat - pendjahat Amerikaansch jang terkenal sanget litjin. Satelah memandeng sakean lama lantas Inspector Dullea berkata: „Kasihken akoe bebrapa lembar dari itoe portret-portret bekas tanda-tanda band. Akoe aken titahken boeat afdruk lebih baKoetika segala apa soedah beres, Inspector Dullea bersama Chef Politie Mr. Quinn berlaloe dari itoe laboratorium. Hari Senen pagi satoe kadjadian penting jang menoentoen aken terboekanja itoe resia pemboenoehan mendadak moentjoel. Satoe detective dapetken satoe auto merk Lincoln-phaeton di dalem garage di Turk dan Masonic Street jang roepanja mirip sama itoe portret. Itoe automobiel mendjadi kapoenja‘annja Lieutenant Oscar Postel jang bakerdja dalem dienst brandweer (pompa kabakaran), termasoek dalem companie No. 21. Menoeroet pendjaga itoe garage, itoe Lincoln-phaeton koetika Djoemahat malem, tanggal 29 April, dipake kloear djoestroe terdjadinja itoe pemboenoehan pada malem terseboet. Inspector Dullea jang dibritaoe tentang adanja auto itoe sigra titahken itoe detective djaga itoe, auto aken menoenggoe iapoenja kadatengan. Dengen lekas Inspector Dullea bersama detective McGinn pergi ka itoe tempat jang dioendjoek, di dienst brandweer, companie No. 21. {{hws|Se|Sesampenja}}<noinclude></noinclude> rbptio7xxe3hcc2j5l5jp1bq2c6x4zo Halaman:Auto setan.pdf/27 104 114191 317069 316096 2026-09-04T22:21:38Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317069 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|48|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||49}}</noinclude>{{hwe|sampenja|Sesampenja}} di sana marika masoek ka dalem itoe roemah sambil minta katemoe sama Mr. Postel. Koetika toean roemah kloear laloe Inspector Dullea terangin iapoenja maksoed perkoendjoengan. „Boleh”, saoet Mr. Postel sambil persilahken apa jang diminta, „betoel akoe ada poenja satoe Lincoln-car. Kace boleh pergi ka garage boeat preksa ka-ada'annja auto itoe. Tida salah, lagi Djoemahat malem itoe auto dipake kloear; di sini ada toean Lynch, orang brandweer, siapa jang kloearin itoe auto sebab dipindjem oleh orang". Inspector Dullea perhatiken roepanja Lieutenant Postel dan djoega Charles Lynch, jang bersama pegana kerdja'an dalem itoe dienst pompa kabakaran. „Siapa jang pindjem auto itoe?" ia menanjak kamoedian. ,Apa jang soedah terdjadi?” „Apa jang akoe bisa toetoerken”’, djawab Lynch, „jalah saorang soedah dateng kemari koetika hari Djoemahat siang kira-kira djam sabelas. Ia ada saorang moeda, pantes sopan romannja, minta berdjoempah dengen kita poenja Lieutenant”. „Iapoenja nama ada Verne Doran”, Lieutenant Postel samboeng itoe bitjara. „Akoe kenal padanja. Ia menjataken bahoea ia hendak pindjem akoe poenja_Lincoln-phaeton aken adjak iapoenja temen sedikit djalan-djalan. Akoe sebagi sobat dengen lantas bilang ‘Baek’. Itoe waktoe djoega akoe lantas titahken Lynch boeat anter Verne Doran ka garage aken kasi kloear auto itoe. „Doran bawak itoe kreta sendiri dan kombaliken poela di itoe malem djoega. Akoe sendiri tida taoe djam brapa itoe auto ia kasi kombali, kerna tatkala akoe pergi di garage taoe - taoe itoe auto soedah ada dan akoe liat lontjeng poekoel sabelas koerang saperampat. Hari Saptoe pagi ia dateng poela padakoe sambil kasiken akoe oewang satoe dollar satengah sebagi penggantian karoegian oewang benzine jang ia soedah pake, ia membilang”. „Verne Doran”, Inspector Dullea mengoetjap sembari memikir. Itoe nama seperti ia soedah perna denger diseboet orang. Tapi ia loepa oleh siapa, kapan dan di mana. Tiba-tiba ia berpaling pada detective McGinn sambil mengoetjap sedikit perkata'an: „Mari, baek kita berlaloe doeloe”. Marika berdoea bertindak kloear menoedjoe ka pintoe pekarangan. Kapan marika sampe di pinggiran autonja sendiri Inspector Dullea berkaia lagi: Baek kaoe tjari satoe taxi, akoe maoe kombali ka hoofdbureau dan kaoe toenggoe djaga itoe auto di garage. Akoe hendak kirim Francis X. boeat preksa bandnja auto terseboet”’ Tida lama satoe taxi soedah didapetken oleh McGinn. Inspector Dullea naekin itoe kandaran jang sigra bawak ia menoedjoe ka Hall of Justice. Kapan ia sampe dalem iapoenja kantoor mendadak bel telefoon berboenji. la pegang itoe pekakas bitjara. Kadengeran detective McGinn poenja soeara: „Itoe Lincoln-phaeton akoe telah tioba preksa baroesan. Iapoenja band kliatan mirip sekali dengen itoe tanda-tanda jang kita dapetken di atas djoebinnja njonja Jessie poenja garage. Akoe rasa lebih baek bawak itoe auto ka Richmond Police Station dan biar Mr. Francis X. lakoeken penjelidikannja di sana. Akoe?” „Okay", saoet Inspector Dullea sambil gantoeng<noinclude></noinclude> pw1uiece3awg3oelccjqbcjrcb5j01t Halaman:Auto setan.pdf/28 104 114192 317070 316097 2026-09-04T22:21:51Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317070 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|50|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||51}}</noinclude>gagang telefoon. Lantas ia titahken iapoenja pembantoe boeat britaoe pada Francis X. soepaja koendjoengin ka tempat di mana detective McGinn menoenggoe. Djoega ia minta dari departement statistick pendjahat-pendjahat tentang namanja Verne Doran. Dalem tempo lima minuut katerangan tentang Verna Doran soedah terletak di atas iapoenja medja; doega’annja Inspector itoe semoea tida meleset. Dalem itoe nota dengen pake portret ada terloekis roepanja Verna Doran, perna djadi persakitan nummer 41327, nama penoehnja Verne L. Doran, beroesia 21 taon, dan beroman baek. Di bawah itoe portret lebih djaoeh tertoelis katerangan: Dihoekoem dalem pendjara San Quentin sebab merampok dalem taon 1930 boeat 15 taon. Ini waktoe ia soedah kloear dengen perdjandjian”. Siapa Verna Doran poenja familie poen diterangin sekali di atas itoe nota. iapoenja iboe, njonja Ora Carpenter, dan iapoenja soedara prempoean, njonja Lurline Anderson, tinggal di Frederick Street No. 576. Katerangan-katerangan di atas memang kliwat penting bagi Inspector Dullea poenja onderzoek. Lantas ia pangil detective Paddy Water stof dari perlindoengan politie kota, bersama siapa ia kloear dari iapoenja kantoor. Marika naek ka dalem auto politie dan ditoedjoeken ka itoe Frederick Street No. 576. „Bilah sadja sabentar kita bisa bekoek Verne Doran, banjak pengoendjoekan penting aken kita beroleh lebih compleet”, ia berkata dalem auto itoe. „Kaoe tentoe inget bahoea njonja Jacks, tetangga dari njonja Jessie, perna mengakoe ia dapet liat doea orang dalem toe Lincoln-phaeton. Nanti djika ternjata Doran ada salah satoe orang jang diliat oleh njonja Jacks, tinggal satoe lagi itoe jang laen?” Auto jang bawak Inspector Dullea dan detective sampe di depan roemah di Frederick Street No. 576. Marika toeroen dari itoe kandaran motor masoek ka dalem dan kamoedian pentjet satoe bel di pinggiran tiang pintoe. Saorang prempoean moeda jang berparas loemajan boeka daon pintoe dan Inspector Dullea sigra perkenalken siapa dirinja. „Akoe ada njonja Anderson”, itoe prempoean menjaoet. Ja, akoe ada Verne Doran poenja soedara prempoean. Betoel, Doran ada tinggal bersama kita di ini roemah, tapi sekarang ia tida ada. Akoe sendiri tida taoe ka mana ia soedah pergi”. Inspector Dullea awasin itoe prempoean. „Apa kaoe tida taoe di mana biasanja kaoe poenja soedara liwatken temponja?” ia menanjak. „Ia tentoe ada poenja bebrapa tempat speciaal jang ia soeka koendjoengin, di mana kaoe kira jang kita bisa djoempahin padanja?” Itoe prempoean moeda bersenjoem sambil golengken kepalanja. „Tida, menjesel akoe tida bisa bilangin kaoe. Verne Doran selaloe tida perna kasi taoe iapoenja hal padakoe. Ia boleh djadi berada sama Mr. Tinnin, tapi akoe tida taoe di mana kadiamannja toean itoe. Boleh djadi djoega di hotel-hotel di loear kota, akoe kira”. „Tinnin", mengoelangin Inspector Dullea dan ia tasanja inget sama itoe nama. Tiba-tiba detective Wafer koetik iapoenja tangan. „Ada kaoe taoe bagimana iapoenja nama selengkepnja?” tanjak poenja Dullea.<noinclude></noinclude> f1iftq7g8g7h8pdvura7pktm5neua78 Halaman:Auto setan.pdf/29 104 114193 317071 316098 2026-09-04T22:22:05Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317071 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|52|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''„AUTO SETAN"'''}}||53}}</noinclude>„Albert, kaloe tida salah". Inspector Dullea manggoetken kepalanja. „Dan apa kaoe poenja soedara Doran sering berkoendjoeng pada Mr. Albert Tinnin itoe?” ia menanjak lagi. Itoe prempoean tida sigra mendjawab, ia kliatan bersangsi. „Ja, boleh dikata sering djoega selama ini. Akoe rasa belon lama ia pergi ka sana pada Mr. Tinnin’’ „Apa kaoe poen taoe jang soedaramoe brangkali koendjoengin Tinnin koetika hari Djoemahat baroesan berselang?” Inspector Dullea madjoeken pertanja’an jang tandes. „Ja, akoe inget ia ka sana di itoe hari”, saoet prempoean moeda itoe atawa njonja Anderson. Di iapoenja mata masih tertampak iapoenja rasa koeatir. „Mr. Tinnin pada itoe hari Djoemahat kita-kira lohor ia ada dateng ka sini dan Verne kamoedian bersama ia berlaloe. Akoe pertjaja ia dengen Mr. Tinnin antero soré dari itoe hari Djoemahat berada bersama-sama.” „Oh, banjak trima kasi!" mengoetjap Inspector Dullea seraja berpamitan pada prempoean itoe. Sakloearnja marika dari roemah soedara prempoeannja Verne Doran, terpisah bebrapa poeloeh meter, marika mampir di satoe toko obat. Inspector Dullea minta pindjem telefoon dan ia bitjara pada kantoor politie minta dikirim spion dengen pakean vrijman boeat intip itoe roemah di Fredetick street No. 576 aken awasin kaloe-kaloe Verne Doran nanti poelang. Dari itoe toko obat marika kombali ka hoofdbureau. Djam delapan dari itoe soré — hari Senen, Penjelidikan tentang pemboenoehan njonja Jessie kaliatan samingkin dapet pengoendjoekan jang memoeasken. Pada djam terseboet detective McGinn dan Mr. Francis X. dengen boeroe - boeroe dateng ka kantoornja Inspector Dullea boeat membawak rapport. Itoe sa’at kabetoelan Inspector Dullea sedeng doedoek mengadepin medja toelisnja dengen ada mengletak 1 portret politie. Papreksa’an kita berdjalan baek!” Mr. Francis X. mendadak berseroeh. „Kita bawak itoe Lincolnphaeton ka satoe tempat sepih di podjokan straat di Golden Gate Park. Akoe soedah portret auto itoe dan sekalian iapoenja band-band. Itoe tanda-tanda band ternjata percies sebagimana jang kita dapetin di atas djoebin dari garagenja njonja Jessie. „Djoega, di bawah tempat tarok kaki dari bangkoe, akoe beroentoeng katemoeken delapan lembar ramboet jang berarakan. Itoe ramboet-ramboet semoea mirip sekali dengen ramboetnja njonja Jessie jang kita telah dapetin dalem iapoenja garage!” Inspector itoe kliatan girang sekali mendenger verslagnja Mr. Francis X. Kamoedian detective McGinn poen tjeritaken iapoenja pengalaman. „Sasoedah kita preksa itoe auto”, ia moelain, „lantas kita pergi dengen auto itoe djoega ka tempat di mana badannja sang korban dikatemoeken. Kita adjak Mr. Warren Louw bersama-sama ka sana. Di depannja kita sengadja bebrapa kali pergi dateng liwatin padanja sambil lampoe-lampoe sabentar dipademken dan dinjalahken, percies kita toeroetin sebagimana Mr. Louw itoe malem poenja kasaksian. ltoe pertjoba’an mengasi katetepan pada Mr. Louw bahoea auto terseboet memang<noinclude></noinclude> 0206b1mmr53ilex0z3qpa43q55rlewt Halaman:The Belle of Menado.pdf/35 104 114359 317088 316063 2026-09-04T22:35:49Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317088 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|60|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||61}}</noinclude>koerang seneng, malah ia bermoeka girang samboet kedatengannja Koe-kway. „Ja, Tjhiang-in lootjo sekarang maoe trimaken itoe berkah," ia berkata sambil bersenjoem, „dan kapan ia soeda kombali di gowanja, ia djoega nanti berkahken kau dengen robah kau poenja pangkat 'Koe-kway toodjin’," marika pada ketawa, tapi ketawanja Koe-kway ada tida begitoe sedep. „Djadi kau soeda maoe menjerah kalah?" achirnja Koe-kway menanjah. „Boeat bermoeka-moeka di hadepannja orang prempoean saia tida menjerah kalah, selamanja saia tida maoe robah saia poenja sikep kendati dengen begitoe saia moesti saia soeda menjoekoepin apa jang saia djandji boeat tida mengambil hatinja prempoean dengen tjara ‘tjari moeka’ ......" „Tapi kau tida ada alesan boeat tida kasi minoem ''f''500.— delem kasnja S.L.H.?" Koe-kway memotong. „Djoestroe itoe saia baroe bitjaraken sama ‘nko Djit-tjing dan Tek-lok boeat serahken siapa ada hak aken trima itoe djoemblah.” „Dengen seneng hati atawa dengen menjesel?" tanjah poelah Kee-kway dengen merasa girang di hati. „Saia tida merasa seneng atawa merasa menjesel, tjoema saia merasa maoe kasi apa jang saia rasa moesti dikasi, goena ates namanja satoe pertarohan.” „Kaloe begitoe kau ada satoe anak laki-laki, djago dari Sourabaya," Koe-kway ketawa. „Dan biarlah ini kakalahan nanti kasi kau peringetan baek di blakang hari, djangan enteng moeloet." „Ja, nanti djadi satoe peringetan baek, tapi boekan peringetan jang bisa bikin hati saia ketjil." „Now, apa kau maoe trimaken itoe oewang ?" Koe-kway memotong. „Sekarang boleh ditrima,” menoempang Tek-lok jang merase koerang seneng ates sikepnja Koe-kway. Tjhiang-in lantas berdiri dan ambil iapoenja dompet oewang, dari mana ia kloearken lima lembar oewang kertas dari ''f'' 100.— roepiah. Ia gelarken itoe di atas medja. „Nah, siapa moestinja trima ini oewang?" ia menanjah sambil bersenjoem. Sabelonnja orang bisa mendjawab, pintoe kamar terketok, dan berbareng itoe ada masoek satoe prempoean boemipoetra. „Apa betoel, toean, di sini ada kamamja tetamoe dari Sourabaya?" ia menanjah. Tjhiang-in dateng hampirin: „Betoel, ada oeroesan apa?" „Saia disoeroeh sama saia poenja nona boeat trimaken ini soerat," baboe Alima berkata poelah sembari angsoerken satoe envelope tertoetoep, di atas mana ada ditoelis namanja Tjhiang-in. „Dari siapa ini soerat?" Tjhiang-in meneges sembari amatin itoe soerat jang ia masih sangsi boeat boeka. „Dari nona Liang-nio di Kemaweg,” sembari berkata begitoe itoe prempoean berpamit pergi. Tjhiang-in djadi terkedjoet, tapi ia lantas bisa mendoegah bahoea isihnia itoe soerat tentoe ada terisih makian atawa tjatjian. Koe-kway dan begitoe djoega jang laen, merasa sangsi dan haran, kenapa Tjhiang-in ada trima soeratnja itoe Ratoe Kembang dari Menado jang terkenal tida maoe gampang menoelis maski pada sobatnja jang paling kekel. Tjhiang-in djoega hatinja ada bergojang keras. Ia sigra boeka dan batja boenjinja. Iapoenja roman jang tadinja asem dan goerem {{hws|men|mendadak}}<noinclude></noinclude> alrlc8z9sksege6myb0g7kz42eitqwu Halaman:The Belle of Menado.pdf/36 104 114360 317089 316064 2026-09-04T22:36:03Z Cgjkldn 22445 /* Tervalidasi */ 317089 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Cgjkldn" />{{rh|62|||'''TJERITA ROMAN'''|{{sp|'''THE BELLE of MENADO'''}}||63}}</noinclude>{{hwe|dadak|mendadak}} djadi bertjahaja, ia amatin dan batja itoe soerat beroelang-oelang seperti tida maoe pertjaja sama kwarasannja iapoenja mata sendiri. Tek-lok dapet liat itoe perobahan jang roepanja membawa kagirangan, samentara Djit-tjing dan Koe-kway memandeng dengen kesima. „Kabar girang, 'nko Tjhiang-in?" Tek-lok menegor sembari mendeketin. „Lebih dari girang," djawabnja dengen seperti orang tida taoe bahoea di sampingnja ada laen kawan. „Saia dapet ini soerat, soerat dari goeroe dewa, goeroe dewanja 'Koe-kway toodjin'." Tek-lok boeroe-boeroe batja itoe soerat jang dioendjoeken padanja, dan ia djoega mendadak djadi toeroet bergirang. Koe-kway djadi lebih bingoeng, tapi sabelonnja ia menanjah, Tek-lok gelarken itoe soerat di atasnja itoe oewang kertas jang ada di atas medja. „Now, 'nko Koe-kway," ia kata, „djangan ambil doeloe ini oewang ''f'' 500.—! di sana masih ada tempo dan banjak harepan! Liat ini soerat!" Dengen sebet Koe-kway ambil dan batja itoe soerat: mendadak iapoenja moeka poetjet, dan sikepnja seperti anak jang kailangan badjoe. Djit-tjing djoega tida katinggalan batja itoe soerat jang berboenji: {{right|{{smaller|„'Nko Tjhiang-in: Saia ma'afken apa jang kau ada <br/> pernah berboeat. Saia kirim slamet djalan boeat kau poenja brangkat poelang.}}}} {{right|'''„Liang-nio."'''}} Tjhiang-in poenja kagirangan mendatengken djoega kasangsian, kerna ia merasa koeatir apa itoe boekan ada laen orang jang hendak permaenin dirinja, tapi bagimana djoega itoe toelisan ada dari tangan prempoean. „Kaloe begitoe kau orang poonja pertarohan masih tergantoeng, belon taoe siapa moesti jang kalah," achirnja Djit-tjing berkata sembari kasi kombali itoe soerat. „Lagi 2 hari kita nanti dapet kapastian." Koe-kway poenja roman ada mengoendjoeken satoe kakoeatiran. Ia kenalin itoelah betoel ada Liang-nio poenja toelisan tangan. Ach, kenapa djadi begitoe, apa artinja itoe semoea! Iapoenja kepala rasanja poesing seperti trima djatohnja satoe poekoelan. Ia sigra pamitan poelang dan boeroe-boeroe menoedjoe ka roemahnja Tiong-sin dengen tindakan kaki begitoe roepa saolah-olah satoe pradjoerit hendak panggil bala bantoean! {{di|K}}OETIKA Tek-lok dan Djit-tjing berlaloe dari itoe kamar, Tjhiang-in sigra mandi dan toekar pakean, dan baroe sadja ia hendak kloear pintoe, Koe-kway kliatan balik kombali dengen menanjah padanja: „Saia loepa tanjah padamoe," ia kata sebagi kaadaannja orang maboek. „Tanjah oeroesan apa?" Tjhiang-in mendjawab. „Liang-nio dalem iapoenja soerat ada ma'afken kau — ma'afken perkara apa, dan kau pernah berboeat apa?" „Saia pernah menjioem ia dengen djalan tida tjari moeka atawa mendjilat. Tadinja ia marah keras, tapi blakangan, seperti kau taoe, ia ma'afken saia. Apa lagi kau maoe tanjah?" Koe-kway romannja berobah merah bahna marah, tapi dengen zonder oetjapken sepatah perkata'an ia sigra berdjalan pergi.<noinclude></noinclude> bk0gwg7cgm9ks6etrzszxhujmyrquuu Halaman:Janie.pdf/1 104 114505 317114 316130 2026-09-04T23:18:16Z Cgjkldn 22445 /* Tanpa teks */ 317114 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Cgjkldn" /></noinclude>{{xx-larger|'''SIGNATUUR'''<br>'''MICROVORM:'''}} {{xx-larger|'''''SHELF NUMBER'''<br>'''MICROFORM:'''''}} {| class="wikitable" |- ||'''M SINO 0827 dl 107''' |} {{larger|'''BIBLIOGRAFISCH VERSLAG:'''}} {{larger|'''''BIBLIOGRAPHIC RECORD:'''''}} '''MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER:''' '''''MASTER NEGATIVE STORAGE NUMBER:''''' {| class="wikitable" |- ||{{larger|'''MM69C-10'''0236}} |} {{Rule}} '''KITLV/Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies''' <br><br> '''Janie/oleh Roro Paloepi. -[Malang]:[Paragon Press],1937.-P.[7]-89.;''' '''17 cm.-(Tjerita roman:[taoen ka-9], no.107 (November 1937))''' '''Sino-Maleise literatuur.- Novelle.- Bevat extra pagina: Mira Gagaklodra/''' '''Njoo Cheong Seng.- P.91-113.- Misdaadverhaal''' <br><br><br><br> '''AUTEUR(S)''' '''Roro Paleopie is een äuteursaanduiding''' '''Njoo Cheong Seng (1902-1962)''' <br><br> '''Exemplaargegevens:''' '''Tjerita roman; taoen ka-9, no. 103 t/m 108 (1937) in 1 bd.''' <br><br> {| |- || '''Sign. van origineel:'''<br>'''Shelfnr. of original copy:'''<br>'''M hh 6955 N\e''' ||'''Sign. van microvorm:'''<br>'''Shelfnr, of microform:'''<br>'''M SINO 0827 dl 107''' |} {{Rule}} {| |- || '''Filmformaat'''/'''''Size of film:''''' || {{Right|'''HDP/ 16/mm'''}} |- || '''Beeld plaatsing'''/'''''Image placement:''''' || {{Right|'''COMIC/IIB'''}} |- || '''Reductie moederfilm'''/'''''Reduction Master film:''''' || {{Right|'''15:1'''}} |- || '''Jaar van verfilming''' / '''''Filmed in:''''' || {{Right|'''2005'''}} |- || '''Verfilmd door bedrijf''' / '''''Filmed by:''''' || {{Right|'''Karmac Microfilm Systems'''}} |}<noinclude></noinclude> agvbjxwty2gdh945zs4n7p40e7vnbk8 Berkas:Merupa Hidup dalam Rupa-Nya 2.pdf 6 114684 317017 2026-09-04T14:06:51Z Bennylin 334 317017 wikitext text/x-wiki == Lisensi == {{CC-BY-SA-4.0}} 9vlgzqj0i8xgzv1r7cxn3t7vviiu87q 317018 317017 2026-09-04T14:07:19Z Bennylin 334 317018 wikitext text/x-wiki == Ringkasan == Koleksi pribadi. Telah mendapat izin dari pengarang untuk dimuat di situs Wikimedia dengan lisensi Creative Commons == Lisensi == {{CC-BY-SA-4.0}} dsro3jr914j60qb20w754unapgviyki Templat:Peserta WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026 10 114685 317019 2026-09-04T15:44:56Z Yuliarp 24785 ←Membuat halaman berisi '{{userbox | float = right | border-s = 2 | border-c = #576675 | info-c = | id-c = | id-fc = | id-s = | id-w = 50 | id = [[File:Komunitas Wikisource Indonesia - tanpa text.svg|35px]] | info-fc = | info-s = 9 | info-lh = 1.5em | info = Pengguna ini merupakan peserta '''WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026'''. }}<includeonly>[[Category:Peserta WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026|{{PAGENAME}}]]</includeonly><noinclude> {...' 317019 wikitext text/x-wiki {{userbox | float = right | border-s = 2 | border-c = #576675 | info-c = | id-c = | id-fc = | id-s = | id-w = 50 | id = [[File:Komunitas Wikisource Indonesia - tanpa text.svg|35px]] | info-fc = | info-s = 9 | info-lh = 1.5em | info = Pengguna ini merupakan peserta '''WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026'''. }}<includeonly>[[Category:Peserta WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026|{{PAGENAME}}]]</includeonly><noinclude> {{Documentation|content=Peserta ini berpartisipasi dalam WikiLatih Wikisource WikiPerempuan pada tanggal 13 September 2026.}} [[Category:Wikimedia Indonesia]]</noinclude> a3dii1o9i0ytfz27xjgh8pa7wt1bq7a 317022 317019 2026-09-04T15:47:07Z Yuliarp 24785 317022 wikitext text/x-wiki {{userbox | float = right | border-s = 2 | border-c = #576675 | info-c = | id-c = | id-fc = | id-s = | id-w = 50 | id = [[[[File:Wikisource-logo.png|Wikisource-logo]]|35px]] | info-fc = | info-s = 9 | info-lh = 1.5em | info = Pengguna ini merupakan peserta '''WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026'''. }}<includeonly>[[Category:Peserta WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026|{{PAGENAME}}]]</includeonly><noinclude> fv19oid9o1yuidv1x7augosixrxv8nk 317023 317022 2026-09-04T15:47:22Z Yuliarp 24785 317023 wikitext text/x-wiki {{userbox | float = right | border-s = 2 | border-c = #576675 | info-c = | id-c = | id-fc = | id-s = | id-w = 50 | id = [[[[File:Wikisource-logo.png|Wikisource-logo|35px]] | info-fc = | info-s = 9 | info-lh = 1.5em | info = Pengguna ini merupakan peserta '''WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026'''. }}<includeonly>[[Category:Peserta WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026|{{PAGENAME}}]]</includeonly><noinclude> 6y4gqv7hxyepjv1b1t69hbbl8u0mo8u 317024 317023 2026-09-04T15:47:37Z Yuliarp 24785 317024 wikitext text/x-wiki {{userbox | float = right | border-s = 2 | border-c = #576675 | info-c = | id-c = | id-fc = | id-s = | id-w = 50 | id = | info-fc = | info-s = 9 | info-lh = 1.5em | info = Pengguna ini merupakan peserta '''WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026'''. }}<includeonly>[[Category:Peserta WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026|{{PAGENAME}}]]</includeonly><noinclude> nrbjbk8f9mxize61ceznojwc34owi28 317025 317024 2026-09-04T15:49:28Z Yuliarp 24785 317025 wikitext text/x-wiki {{userbox | float = right | border-s = 2 | border-c = #576675 | info-c = | id-c = | id-fc = | id-s = | id-w = 50 | id = [[File:Komunitas Wikisource Indonesia - tanpa text.svg|35px]] | info-fc = | info-s = 9 | info-lh = 1.5em | info = Pengguna ini merupakan peserta '''WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026'''. }}<includeonly>[[Category:Peserta WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026|{{PAGENAME}}]]</includeonly><noinclude> qwxvuadhggfvssntlfecd5fkrhilx6c 317028 317025 2026-09-04T15:52:13Z Yuliarp 24785 317028 wikitext text/x-wiki {{userbox | float = right | border-s = 2 | border-c = #576675 | info-c = | id-c = | id-fc = | id-s = | id-w = 50 | id = [[File:Ikon Komunitas WikiPerempuan.png|Ikon Komunitas WikiPerempuan|35px]] | info-fc = | info-s = 9 | info-lh = 1.5em | info = Pengguna ini merupakan peserta '''WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026'''. }}<includeonly>[[Category:Peserta WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026|{{PAGENAME}}]]</includeonly><noinclude> 2psxkspmih695gjyavkuk35g5cmfhct 317172 317028 2026-09-05T01:20:26Z Cgjkldn 22445 317172 wikitext text/x-wiki {{hapusc|penyeragaman templat WikiLatih}} {{userbox | float = right | border-s = 2 | border-c = #576675 | info-c = | id-c = | id-fc = | id-s = | id-w = 50 | id = [[File:Ikon Komunitas WikiPerempuan.png|Ikon Komunitas WikiPerempuan|35px]] | info-fc = | info-s = 9 | info-lh = 1.5em | info = Pengguna ini merupakan peserta '''WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026'''. }}<includeonly>[[Category:Peserta WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026|{{PAGENAME}}]]</includeonly><noinclude> 2l6koa7dzrsyyie6k0q2d3jlydif8fe Kategori:WikiLatih Wikisource WikiPerempuan 2026 14 114686 317029 2026-09-04T16:01:22Z Yuliarp 24785 ←Membuat halaman berisi 'berisi hasil suntingan dari kegiatan WikiLatih Wikisource Komunitas WikiPerempuan pada 13 September 2026. [[Category:Uncategorized categories related to Wikimedia events]]' 317029 wikitext text/x-wiki berisi hasil suntingan dari kegiatan WikiLatih Wikisource Komunitas WikiPerempuan pada 13 September 2026. [[Category:Uncategorized categories related to Wikimedia events]] 6o5oiq1p363rpgnmflevswipo764y4t 317187 317029 2026-09-05T01:35:13Z Cgjkldn 22445 317187 wikitext text/x-wiki {{hapusc|penyeragaman templat WikiLatih}} berisi hasil suntingan dari kegiatan WikiLatih Wikisource Komunitas WikiPerempuan pada 13 September 2026. [[Category:Uncategorized categories related to Wikimedia events]] jr1yi8uhrflb2vn2y6ge7f68mfmf21x Pembicaraan Pengguna:Yuliarp 3 114687 317171 2026-09-05T01:19:33Z Cgjkldn 22445 /* Penyeragaman Templat WikiLatih */ bagian baru 317171 wikitext text/x-wiki == Penyeragaman Templat WikiLatih == Halo kak @[[Pengguna:Yuliarp|Yuliarp]], Terima kasih atas kontribusinya di Wikisource terutama dalam mengadakan kegiatan WikiLatih. Untuk keseragaman templat mohon untuk tidak membuat templat baru bagi kegiatan WikiLatih karena Wikisource Indonesia sudah memiliki templat umum untuk peserta WikiLatih yang bisa diakses dokumentasinya melalui pranala berikut: [[Templat:Peserta_WikiLatih]] [[Pengguna:Cgjkldn|Cgjkldn]] ([[Pembicaraan Pengguna:Cgjkldn|bicara]]) 5 September 2026 01.19 (UTC) 229k6w95k1bxo8g8rlu9btkn2ig102w 317204 317171 2026-09-05T04:13:01Z Yuliarp 24785 /* Penyeragaman Templat WikiLatih */ Balas 317204 wikitext text/x-wiki == Penyeragaman Templat WikiLatih == Halo kak @[[Pengguna:Yuliarp|Yuliarp]], Terima kasih atas kontribusinya di Wikisource terutama dalam mengadakan kegiatan WikiLatih. Untuk keseragaman templat mohon untuk tidak membuat templat baru bagi kegiatan WikiLatih karena Wikisource Indonesia sudah memiliki templat umum untuk peserta WikiLatih yang bisa diakses dokumentasinya melalui pranala berikut: [[Templat:Peserta_WikiLatih]] [[Pengguna:Cgjkldn|Cgjkldn]] ([[Pembicaraan Pengguna:Cgjkldn|bicara]]) 5 September 2026 01.19 (UTC) :Baik, Kak. Terima kasih atas arahannya. :Terkait penghapusan template yang terlanjur dibuat karena kesalahan templat, bagaimana prosedurnya? [[Pengguna:Yuliarp|Yuliarp]] ([[Pembicaraan Pengguna:Yuliarp|bicara]]) 5 September 2026 04.13 (UTC) pvoz311otl49v9g0dzwesdd2jo94c1t Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/7 104 114688 317205 2026-09-05T07:53:11Z Zweiazza 27590 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Tjio Hoa berkelit, lalu dengan gesit ia lompat turun, Ia bernjali besar hingga ia ingin menemui orang itu, Ia sudah lantas menghunus pedangnja — pedang Tjeng-kong-kiam dan menuding. ..Disini tuan Ketjilmu Tjio Hoa!” bentaknja. ,,Kau madjulah !” Orang itu tertawa dingin, Dengan tenang ia turunkan sendjata nja, Ia, pun memandang sambil miringkan mukanja, suatu tanda ia tidak memandang mata kepada orang dihadapannja itu. Tjio Hoa mendongkol hingg... 317205 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Zweiazza" /></noinclude>Tjio Hoa berkelit, lalu dengan gesit ia lompat turun, Ia bernjali besar hingga ia ingin menemui orang itu, Ia sudah lantas menghunus pedangnja — pedang Tjeng-kong-kiam dan menuding. ..Disini tuan Ketjilmu Tjio Hoa!” bentaknja. ,,Kau madjulah !” Orang itu tertawa dingin, Dengan tenang ia turunkan sendjata nja, Ia, pun memandang sambil miringkan mukanja, suatu tanda ia tidak memandang mata kepada orang dihadapannja itu. Tjio Hoa mendongkol hingga parasnja mendjadi merah, Ia mu-da, ia kalah sabar. Tanpa bilang suatu apa lagi, ia madju dengan serangannja dengan tipusilat ,,Ular putih memuntahkan bisa”, Sa-sarannja adalah tenggorokan musuhnja. Siorang bertopeng bersikap sangat tenang, Ia baru berkelit ke- tika udjung pedang hampir tiba, berbareng dengan itu, tameng di tangan kirinja menjambar pedang, sedang tameng ditangan kanan dipakai menjerang, untuk membalas. Tjio Hoa berkelit seraja memutar tubuhnja, membikin tubuhnja berada disebelah kanan lawan, lalu dengan sedikit mendak, pedang-nja diajun kearah paha Kanan lawannja itu. Musuh itu sebal sekali, Dengan mengangkat kakinja, ia meloloskan sabetan pedang itu, Seperti tadi, ia membalas dengan segera, Kali ini sepasang tamengnja turun dengan berbareng ke batok Kepala Tjio Hoa. Tjio Hoa tahu tameng itu hebat, ia tidak berani menangkis. Ie berlompat kesamping. ,,Kena!" berseru seorang bertopeng sambil lompat menjusul se- raja tameng kanannja diteruskan dipakai menjerang pula. Tjio Hoa terantjam bahaja, lawannja sangat gesit dan telengas. ,,Awas! Lihat sendjata rahasia!'' demitian tiba-tiba setelah ia dari pintu kota timur menudju kepintu kota utara ini dan melihat kawannja terantjam. Terpaksa ia mengeluarkan antjaman itu. Itulah antjaman belaka, Karena sebenamja ia tidak dapat ke-sempatan mengeluarkan sendjata rahasianja, Tap! gertakar itu mempan. Siorang bertopeng kaget, hingga ia batalkan serangannja, terus berpaling. Dengan kedua matanja jang tadjam, ia mengawasi orang jang mengantjam padanja itu. 252<noinclude></noinclude> jqo3vr3xscyakhvxrwjvjddbn5wmtgt Halaman:Sengsara Membawa Nikmat (2010).pdf/18 104 114689 317211 2026-09-05T08:16:28Z Zweiazza 27590 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Kakinya yang sebelah kiri tergelincir' 317211 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Zweiazza" /></noinclude>Kakinya yang sebelah kiri tergelincir<noinclude></noinclude> so9cd61s9fx42djyfjchsh8ax3sfscq