Wikisumber
idwikisource
https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.18
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikisumber
Pembicaraan Wikisumber
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Pengarang
Pembicaraan Pengarang
Indeks
Pembicaraan Indeks
Halaman
Pembicaraan Halaman
Portal
Pembicaraan Portal
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Halaman:UU 20 2025.pdf/2
104
93949
317230
316793
2026-09-06T00:36:17Z
Mnam23
12152
317230
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Fatonyrd" /></noinclude>{{PUU-konsideran|n=a|m=5|bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu membentuk Undang-Undang tentang
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana;}}
{{PUU-konsideran|ket=Mengingat|Pasal 20, Pasal 21, Pasal 27 ayat (1), dan Pasal 28D ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;}}
{{Persetujuanbersama}}
{{PUU-konsideran|ket=Menetapkan|UNDANG-UNDANG TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM ACARA PIDANA.}}
<section begin="bab1" />{{PUU-bab|1|KETENTUAN UMUM}}
{{PUU-pasal|pasal=1
|Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:{{PUU-nomor
|Penyidik adalah penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia, penyidik pegawai negeri sipil, atau penyidik tertentu yang diberi kewenangan oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan.
|Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Penyidik Polri adalah pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia yang diberi kewenangan oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan.}}}}
<section end="bab1" /><noinclude></noinclude>
ofohlurx4aypy1zdp950mt6poqb3rpo
317231
317230
2026-09-06T00:42:55Z
Mnam23
12152
317231
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Fatonyrd" /></noinclude><section begin="konsideran" />{{PUU-konsideran|n=a|m=5|bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu membentuk Undang-Undang tentang
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana;}}
{{PUU-konsideran|ket=Mengingat|Pasal 20, Pasal 21, Pasal 27 ayat (1), dan Pasal 28D ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;}}
{{Persetujuanbersama}}
{{PUU-konsideran|ket=Menetapkan|UNDANG-UNDANG TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM ACARA PIDANA.}}
<section end="konsideran" />
<section begin="bab1" />{{PUU-bab|1|KETENTUAN UMUM}}
{{PUU-pasal|pasal=1
|Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:{{PUU-nomor
|Penyidik adalah penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia, penyidik pegawai negeri sipil, atau penyidik tertentu yang diberi kewenangan oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan.
|Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Penyidik Polri adalah pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia yang diberi kewenangan oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan.}}}}
<section end="bab1" /><noinclude></noinclude>
9vxvvdee0e8vzuihqk53x10rqnzhegl
Halaman:UU 20 2025.pdf/11
104
107039
317236
300399
2026-09-06T00:53:25Z
Mnam23
12152
/* Telah diuji baca */
317236
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Mnam23" /></noinclude><section begin="bab1" />{{PUU-pasal|pasal=4|Acara pidana yang diatur dalam Undang-Undang ini dilaksanakan dengan perpaduan antara sistem Hakim aktif dengan para pihak berlawanan secara berimbang dalam pemeriksaan di sidang pengadilan.}}
<section end="bab1" />
<section begin="bab2" />{{PUU-bab|2|PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN}}
{{PUU-bagian|1|Penyelidik}}
{{PUU-pasal|Pasal=5|{{PUU-ayat
|Penyelidik karena kewajibannya mempunyai wewenang:{{PUU-nomor|n=a
|menerima Laporan atau Pengaduan dari seseorang mengenai adanya tindak pidana baik secara tertulis maupun melalui media telekomunikasi dan/ atau media elektronik;
|mencari, mengumpulkan, dan mengamankan keterangan dan barang bukti;
|menyuruh berhenti seseorang yang dicurigai dan menanyakan serta memeriksa tanda pengenal diri;
|melakukan asesmen dan mengupayakan fasilitas dan/atau rujukan bagi kebutuhan khusus perempuan dan kelompok rentan; dan
|mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab.}}
|Penyelidik atas perintah Penyidik dapat melakukan tindakan berupa:{{PUU-nomor|n=a
|Penangkapan, larangan meninggalkan tempat, Penggeledahan, dan Penahanan;
|pemeriksaan dan Penyitaan surat;
|mengambil sidik jari, melakukan identifikasi, memotret seseorang, dan mengambil data forensik seseorang; dan
|membawa dan menghadapkan seseorang pada Penyidik.}}}}}}<section end="bab2" /><noinclude></noinclude>
frsp01ww3awxv87rzb5oxb72gj2d4f5
Templat:Peserta WikiLatih/bak pasir
10
114690
317229
2026-09-05T16:25:54Z
Yuliarp
24785
←Membuat halaman berisi '{{Peserta WikiLatih|acara=WikiLatih Wikisource WikiPerempuan|tgl=13 September 2026}}'
317229
wikitext
text/x-wiki
{{Peserta WikiLatih|acara=WikiLatih Wikisource WikiPerempuan|tgl=13 September 2026}}
eyutk1df2g36buzx8wmu9uehllx8cxe
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025
0
114691
317232
2026-09-06T00:43:04Z
Mnam23
12152
←Membuat halaman berisi '{{header | title = Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025 | author = | translator = | section = | previous = | next = | year = | notes = }} <pages index="UU 20 2025.pdf" from=1 to=2 tosection="konsideran" />'
317232
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025
| author =
| translator =
| section =
| previous =
| next =
| year =
| notes =
}}
<pages index="UU 20 2025.pdf" from=1 to=2 tosection="konsideran" />
9hm5u31ih6y1xmc3aqlled9upc5tun0
317233
317232
2026-09-06T00:44:18Z
Mnam23
12152
317233
wikitext
text/x-wiki
{{UU|20|2025|tentang=Kitab Undang-Undang Hukum Pidana|notes=Lihat juga [[KUHP]]}}
<pages index="UU 20 2025.pdf" from=1 to=2 tosection="konsideran" />
sxxruxg3avtup8umaj331vvqi2sonlg
317234
317233
2026-09-06T00:45:17Z
Mnam23
12152
317234
wikitext
text/x-wiki
{{UU|20|2025|tentang=Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana|notes=Lihat juga [[KUHP]]}}
<pages index="UU 20 2025.pdf" from=1 to=2 tosection="konsideran" />
1tmbww40a90qdia7frzyb2hbfcgfx8s
317235
317234
2026-09-06T00:45:31Z
Mnam23
12152
317235
wikitext
text/x-wiki
{{UU|20|2025|tentang=Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana|notes=Lihat juga [[KUHAP]]}}
<pages index="UU 20 2025.pdf" from=1 to=2 tosection="konsideran" />
sgj76o0cqayyiobju6ickt3cytyjbxl
317237
317235
2026-09-06T00:54:50Z
Mnam23
12152
317237
wikitext
text/x-wiki
{{UU|20|2025|tentang=Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana|notes=Lihat juga [[KUHAP]]}}
<pages index="UU 20 2025.pdf" from=1 to=2 tosection="konsideran" />
{{TOC-tambahan|title=Daftar Isi|
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab I|Bab I – Ketentuan Umum]]
}}
r5wny2tt6kpadvig6meufk4nvzn4bzn
317376
317237
2026-09-06T06:10:41Z
Mnam23
12152
317376
wikitext
text/x-wiki
{{UU|20|2025|tentang=Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana|notes=Lihat juga [[KUHAP]]}}
<pages index="UU 20 2025.pdf" from=1 to=2 tosection="konsideran" />
{{TOC-tambahan|title=Daftar Isi|
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab I|Bab I – Ketentuan Umum]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab II|Bab II – Penyelidikan dan Pendidikan]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab III|Bab III – Penuntutan]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab IV|Bab IV – Mekanisme Keadilan Restoratif]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab V|Bab V – Upaya Paksa]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab VI|Bab VI – Hak Tersangka dan Terdakwa]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab VII|Bab VII – Hak Saksi, Korban, Penyandang Disabilitas, Perempuan, dan Orang Lanjut Usia]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab VIII|Bab VIII – Advokat dan Bantuan Hukum]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab IX|Bab IX – Berita Acara]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab X|Bab X - Sumpah atau Janji]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab XI|Bab XI – Wewenang Pengadilan untuk Mengadili]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab XII|Bab XII – Koneksitas]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab XIII|Bab XIII – Ganti Rugi, Rehabilitasi, Restitusi, dan Kompensasi]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab XIV|Bab XIV – Penggabungan Perkara Ganti Rugi]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab XV|Bab XV – Pemeriksaan di Sidang Pengadilan]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab XVI|Bab XVI – Upaya Hukum Biasa]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab XVII|Bab XVII – Upaya Hukum Luar Biasa]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab XVIII|Bab XVIII – Korporasi]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab XIX|Bab XIX – Pelaksanaan Putusan Pengadilan]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab XX|Bab XX – Pengawasan dan Pengamatan Pelaksanaan Putusan Pengadilan]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab XXI|Bab XXI – Sistem Peradilan Pidana Berbasis Teknologi Informasi]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab XXII|Bab XXII – Ketentuan Peralihan]]
* [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab XXIII|Bab XXIII – Ketentuan Penutup]]
}}
8o1ipbtzueq6b6e2uhyjdjvss3zf63o
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025/Bab I
0
114692
317238
2026-09-06T00:58:11Z
Mnam23
12152
←Membuat halaman berisi '{{header | title = [[../]] | author = | translator = | section = Bab I | previous = [[../|Konsideran]] | next = [[../Bab II]] | notes = }} <pages index="UU 20 2025.pdf" from=2 fromsection="bab1" to=11 tosection="bab1" />'
317238
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author =
| translator =
| section = Bab I
| previous = [[../|Konsideran]]
| next = [[../Bab II]]
| notes =
}}
<pages index="UU 20 2025.pdf" from=2 fromsection="bab1" to=11 tosection="bab1" />
82nrsojj9vuds5kez36dxoyml80njpz
317239
317238
2026-09-06T00:59:39Z
Mnam23
12152
317239
wikitext
text/x-wiki
{{header
| title = [[../]]
| author =
| translator =
| section = Bab I
| previous = [[../|Konsideran]]
| next = [[../Bab II|Bab II]]
| notes =
}}
<pages index="UU 20 2025.pdf" from=2 fromsection="bab1" to=11 tosection="bab1" />
46lhon1po5ay0wtkiua5l1d33rio0fv
Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/16
104
114693
317240
2026-09-06T03:19:57Z
Srijembarrahayu
21172
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'tak tidak terawat. Pemerintah pusat kurang memperhatikan dan tak pernah ada tunjangan untuk memperbaiki rumah penjara ini. Oleh karena itu apakah tidak lebih - baik goanswe unggal disini... ? - Hah mana bisa ?! Menjawab Tek ceng de ngan apontan. Aku adalah seorang persakitan cara bagaimana bi sa berdiam dirumah ciangkun ? Bagaimana kata o rang2 nanti? Dan apabila pusat mengadakan peninjauan, bukan kah tidak enak? Ciangkun sendiri akan dipersilah...
317240
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>tak tidak terawat.
Pemerintah pusat kurang memperhatikan dan tak
pernah ada tunjangan untuk memperbaiki rumah
penjara ini. Oleh karena itu apakah tidak lebih -
baik goanswe unggal disini... ?
-
Hah mana bisa ?! Menjawab Tek ceng de
ngan apontan.
Aku adalah seorang persakitan cara bagaimana bi
sa berdiam dirumah ciangkun ? Bagaimana kata o
rang2 nanti?
Dan apabila pusat mengadakan peninjauan, bukan
kah tidak enak? Ciangkun sendiri akan dipersilah
kao
Mendengar bantahan Tek ceng ini kembali Ong
ceng menundukkan kepala dan tak dapat ber kata2
-
Atu sudah makan dan beristirahat cukup
lama. O cians kun kini lekaslab kau bawa aku
kedalam rumah penjara.
Laksanakan tugasmu dengan sungguh2. Aku adalah
seorang hokuman, dus engkau harus memandang
ku sebagai seorang persakstan dan bukan seorang
goanswe
Oug ceng mengangkat mukanya dan menatap ta
jam kepada Tek ceng.
Kem al Tek ceny mendasak Og cing.
16<noinclude></noinclude>
48smcr6lol9iy4fjm3mdg5lbxkmwd3k
317241
317240
2026-09-06T03:26:12Z
Srijembarrahayu
21172
/* Telah diuji baca */
317241
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>tak tidak terawat.
Pemerintah pusat kurang memperhatikan dan tak pernah ada tunjangan untuk memperbaiki rumah penjara ini. Oleh karena itu apakah tidak lebih baik goanswe tinggal disini ... ?
— Hah mana bisa ?! Menjawab Tek ceng dengan spontan.
<br>Aku adalah seorang persakitan cara bagaimana bisa berdiam dirumah ciangkun ? Bagaimana kata orang² nanti?
<br>Dan apabila pusat mengadakan peninjauan, bukankah tidak enak? Ciangkun sendiri akan dipersilahkan.
<br>Mendengar bantahan Tek ceng ini kembali Ong ceng menundukkan kepala dan tak dapat ber kata²
— Aku sudah makan dan beristirahat cukup lama. O ciangkun kini lekaslah kau bawa aku kedalam rumah penjara.
<br>Laksanakan tugasmu dengan sungguh². Aku adalah seorang hukuman, dus engkau harus memandangku sebagai seorang persakitan dan bukan seorang goanswe
<br>Ong ceng mengangkat mukanya dan menatap tajam kepada Tek ceng.
<br>Kem ah Tek ceay mendesak Ong cing.<noinclude>{{rh|16}}</noinclude>
t40sqgl1lflzi3ewkvmhfh3r3envoor
Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/17
104
114694
317242
2026-09-06T03:30:28Z
Srijembarrahayu
21172
/* Telah diuji baca */
317242
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>— Ong ciangkun, kau adalah kepala sipir bui, jalankan tugasmu sebagaimana layaknya. Jangan pandang bulu dan pilih kasih!
Akhirnya Ong ceng menganggukkan kepala dan menurut kata² Tek ceng.
<br>Begitulah Tek ceng lalu dihantarkan kedalam rumah penjara.
Rumah panjara di Yu liong ya itu sesungguhnya cukup besar dan bisa menampung empat sampai lima orang tahanan.
<br>Akan tetapi semenjak dibangun tak ada perhatian dari pemerintah pusat untuk diadakan perbaikan² atau perawatan yg selayaknya.
Pejabat² yg lama kebayakan adalah pejabat² yg korup dan tidak baik etikanya. Kini meskipun Ong ceng cukup jujur dan baik. Akan tetapi karena tak ada beaya dari pusat untuk mengadakan restorasi rumah penjara itu maka ia pun tertawa arus.
Mengikuti pejabat² yg lama dan membiarkan begitu saja rumah penjara yg dibawahinya.
<br>Dindingnya sudah banyak yg bengkah2, ber lobang lobang disana sini dan warnanya butut sekali. Gelap ketor dan hitam masih ditambah lagi berlumutan.<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude>
gg8fpzwv3a6yjfm2r94ez0gh60egfr5
Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/18
104
114695
317243
2026-09-06T03:34:30Z
Srijembarrahayu
21172
/* Telah diuji baca */
317243
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Genteng gentengnya banyak ditumbuhi rumput-rumput liar dan jamur. Debu dan pasir yang menumpuk diatas genteng itu kira-kira 7 sampai 9 senti tebalnya. Dan genteng-genteng yang pecah sudah tak terbilang jumlahnya sehingga kamar-kamar tahanan dibawahnya lembab dan mesum.
<br>Nyamuknya ganas-ganas dan kebanyakan adalah nyamuk Malaria yang berbahaya.
Karena keadaan kamar-kamar tahanan sudah sedemikian parah dan bobroknya sehingga Ong ceng tidak enak hati memasukkan Tek ceng kedalam rumah bui itu.
Akan tetapi justru Tek ceng sendirilah yang mendesaknya. Sebagai seorang persakitan ia tak mau dibeda bedakan.
Begitulah dengan hati berat Ong ceng lalu menghantar Tek ceng kerumah penjara.
Tatkala mendekati rumah bui Tek ceng dapat melihat beberapa persakitan yang bertubuh sangat kurus-kurus sedang bekerja membersihkan halaman
rumuh bui itu.
<br>Pakaiannya kotor dan banyak berlobang. Mukanya pucat-pucat dan tubuhnya kurus-kurus.
Melihat pemandangan itu Tek ceng merasa beriba hati. la lalu berpaling kepada Ong ceng, katanya.
Ong ciangkun sudah berapa lamakah persakitan persakitan yg bekerja dihalaman muka rumah<noinclude>{{rh|18}}</noinclude>
2sni5l598huan7fxqkcsyr3g7maanph
Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/19
104
114696
317244
2026-09-06T03:39:48Z
Srijembarrahayu
21172
/* Telah diuji baca */
317244
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>penjara itu ?
— Mereka datang di Yu liongya ini kira2 setahun yg lalu. Mereka adalah para kaum gelandangan yg di tuduh melakukan tindak perampokan didaerah Hociu. Karena tidak diketahui identitas serta asal usul leluhurnya maka mereka dicap sebagai kaum pembrontak, gerakan rahasia yg membahayakan {{Sic|negereri|negeri}}, lalu ditangkapi dan di buang
di Yu liong ya ini.
— Hmmm - - banyakkah kaum gelandangan yg dijatuhi hukuman buang ?
— Cukup banyak, lebih dari seribu orang.
— Ch - ch - ch - ch - dan penghuni yg lain?
— Mereka terdiri dari perampok ulung, pembunuh, maling besar, begal pegunungan dan penjahat kaliber kakap.
Penghuni dirumah penjara Yu liong ya ini sampai sekarang masih tercatat kurang lebih dua ribu enam ratus orang.
— Wah kalau begitu sangat besar beaya dari pusat untuk memberi makan para kaum tahanan disini?<noinclude>{{rh|||19}}</noinclude>
71tgn6er77yeekkm39kzk6mzea0xt2j
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/13
104
114697
317245
2026-09-06T03:39:57Z
Akhsan Bae
26459
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' 16 Roesoeh dan bekalahi, Itoe toekang terbitkan doeka: Ija bisa menjoesahi, Bisa kedja orang tjilaka. IX PERDAMIAN. od Satoe domba berdjalan di atas satoe djalanan ketjil dari ilir ka oedik; lain domba ada djalan di djalanan itoe djoega dari oedik milirin, hingga ija berdoewa bertemoe satoe sama lain di tengah dja- lanan itoe. Di sabelah kiri dari djalanan itoe ada tanah tinggi seperti benteng; di pinggirannja jang kanan ada solokan dalam dan d...
317245
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Akhsan Bae" />{{rh|16|17}}</noinclude>
16
Roesoeh dan bekalahi,
Itoe toekang terbitkan doeka:
Ija bisa menjoesahi,
Bisa kedja orang tjilaka.
IX
PERDAMIAN.
od
Satoe domba berdjalan di atas satoe djalanan
ketjil dari ilir ka oedik; lain domba ada djalan di
djalanan itoe djoega dari oedik milirin, hingga ija
berdoewa bertemoe satoe sama lain di tengah dja-
lanan itoe. Di sabelah kiri dari djalanan itoe ada
tanah tinggi seperti benteng; di pinggirannja jang
kanan ada solokan dalam dan deras ajernja. Doewa
domba itoe maoe djalan meliwatin satoe sama lain;
tapi tida bisa djadi, sebab djalanan ada sempit dan
ija berdoewa sama-sama maoe djalan di sabelah
dalam, sebab takoet terdjatoh ka dalam solokan.
Jang satoe lantas berkata: „He, soesah betoel,
kita ini! Bagimana sekarang?"
"Tjilaka ini!" kata jang kadoewa:
sekarang? bagimana akal?"
„Bagimana
"Apa kaoe tida bisa moendoer?" jang pertama
itoe menanja.
17
-
"Mana boleh!" sahoet jang kadoewa: „Itoe saja
tra bisa."
,,Habis?
tama itoe.
bagimana kita?" kata lagi jang per-
,,Ha!" sahoet jang kadoewa:,,bagini, sobat! Kaoe
poetar dirimoe dan balik djalan ka sana ,,Oloh!"
kata jang kadoewa: berkata memang gampang.
Tjobalah kaoe poetar dirimoe! Akoe maoe lihat,
kaoe djatoh ka ajer atawa tida!"
Doewa domba itoe lantas diam, tinggal berdiri
adep-adepan. Soedah diam sedikit lama, jang kadoe
wa lantas tertawa dan berkata:,,Ha! sekarang akoe
taoe! Bagini, sobat! Kaoe rebahken dirimoe di tanah,
dan akoe djalan langkahin kaoe. Bagitoe bole!"
Domba jang lain itoe lantas tertawa dan rebah
di tanah; jang satoe itoe lantas langkahin dija, dan
teroes djalan. Jang rebah lantas bangoen dan teroes
djalan dengan slamat.
Perdamian, ijalah itoe
Satoe sindjata nomor satoe,
Aken oesir kasoesahan.
Jang pake dija dalem segala waktoe,
Maski tida orang jang bantoe,
Bisa sadja tolak katjilakaän.<noinclude></noinclude>
dsf8jtyldhtxwof20lyrxinm3dywbre
317249
317245
2026-09-06T03:47:35Z
Akhsan Bae
26459
/* Telah diuji baca */
317249
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan Bae" />{{rh|- 16 -||- 17 -}}</noinclude>{{rh|<center>Roesoeh dan bekalahi,
Itoe toekang terbitkan doeka:
Ija bisa menjoesahi,
Bisa kedja orang tjilaka.</center>
IX
PERDAMIAN.
od
Satoe domba berdjalan di atas satoe djalanan
ketjil dari ilir ka oedik; lain domba ada djalan di
djalanan itoe djoega dari oedik milirin, hingga ija
berdoewa bertemoe satoe sama lain di tengah dja-
lanan itoe. Di sabelah kiri dari djalanan itoe ada
tanah tinggi seperti benteng; di pinggirannja jang
kanan ada solokan dalam dan deras ajernja. Doewa
domba itoe maoe djalan meliwatin satoe sama lain;
tapi tida bisa djadi, sebab djalanan ada sempit dan
ija berdoewa sama-sama maoe djalan di sabelah
dalam, sebab takoet terdjatoh ka dalam solokan.
Jang satoe lantas berkata: „He, soesah betoel,
kita ini! Bagimana sekarang?"
"Tjilaka ini!" kata jang kadoewa:
sekarang? bagimana akal?"
„Bagimana
"Apa kaoe tida bisa moendoer?" jang pertama
itoe menanja. | "Mana boleh!" sahoet jang kadoewa: „Itoe saja
tra bisa."
,,Habis?
tama itoe.
bagimana kita?" kata lagi jang per-
,,Ha!" sahoet jang kadoewa:,,bagini, sobat! Kaoe
poetar dirimoe dan balik djalan ka sana ,,Oloh!"
kata jang kadoewa: berkata memang gampang.
Tjobalah kaoe poetar dirimoe! Akoe maoe lihat,
kaoe djatoh ka ajer atawa tida!"
Doewa domba itoe lantas diam, tinggal berdiri
adep-adepan. Soedah diam sedikit lama, jang kadoe
wa lantas tertawa dan berkata:,,Ha! sekarang akoe
taoe! Bagini, sobat! Kaoe rebahken dirimoe di tanah,
dan akoe djalan langkahin kaoe. Bagitoe bole!"
Domba jang lain itoe lantas tertawa dan rebah
di tanah; jang satoe itoe lantas langkahin dija, dan
teroes djalan. Jang rebah lantas bangoen dan teroes
djalan dengan slamat.
Perdamian, ijalah itoe
Satoe sindjata nomor satoe,
Aken oesir kasoesahan.
Jang pake dija dalem segala waktoe,
Maski tida orang jang bantoe,
Bisa sadja tolak katjilakaän.}}<noinclude></noinclude>
o2c5kayxs4j9hbr63xpjd0estbw9nkb
317252
317249
2026-09-06T03:53:53Z
Akhsan Bae
26459
317252
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan Bae" />{{rh|- 16 -||- 17 -}}</noinclude>{{rh|<center>Roesoeh dan bekalahi,
Itoe toekang terbitkan doeka:
Ija bisa menjoesahi,
Bisa kedja orang tjilaka.</center>
<center>IX<br>
PERDAMIAN.</center>
Satoe domba berdjalan di atas satoe djalanan
ketjil dari ilir ka oedik; lain domba ada djalan di
djalanan itoe djoega dari oedik milirin, hingga ija
berdoewa bertemoe satoe sama lain di tengah dja-
lanan itoe. Di sabelah kiri dari djalanan itoe ada
tanah tinggi seperti benteng; di pinggirannja jang
kanan ada solokan dalam dan deras ajernja. Doewa
domba itoe maoe djalan meliwatin satoe sama lain;
tapi tida bisa djadi, sebab djalanan ada sempit dan
ija berdoewa sama-sama maoe djalan di sabelah
dalam, sebab takoet terdjatoh ka dalam solokan.
Jang satoe lantas berkata: „He, soesah betoel,
kita ini! Bagimana sekarang?"
"Tjilaka ini!" kata jang kadoewa:
sekarang? bagimana akal?"
„Bagimana
"Apa kaoe tida bisa moendoer?" jang pertama
itoe menanja. | "Mana boleh!" sahoet jang kadoewa: „Itoe saja
tra bisa."
,,Habis?
tama itoe.
bagimana kita?" kata lagi jang per-
,,Ha!" sahoet jang kadoewa:,,bagini, sobat! Kaoe
poetar dirimoe dan balik djalan ka sana ,,Oloh!"
kata jang kadoewa: berkata memang gampang.
Tjobalah kaoe poetar dirimoe! Akoe maoe lihat,
kaoe djatoh ka ajer atawa tida!"
Doewa domba itoe lantas diam, tinggal berdiri
adep-adepan. Soedah diam sedikit lama, jang kadoe
wa lantas tertawa dan berkata:,,Ha! sekarang akoe
taoe! Bagini, sobat! Kaoe rebahken dirimoe di tanah,
dan akoe djalan langkahin kaoe. Bagitoe bole!"
Domba jang lain itoe lantas tertawa dan rebah
di tanah; jang satoe itoe lantas langkahin dija, dan
teroes djalan. Jang rebah lantas bangoen dan teroes
djalan dengan slamat.
Perdamian, ijalah itoe
Satoe sindjata nomor satoe,
Aken oesir kasoesahan.
Jang pake dija dalem segala waktoe,
Maski tida orang jang bantoe,
Bisa sadja tolak katjilakaän.}}<noinclude></noinclude>
p3642zj8dvt1296t1epnz9kz8jiugh6
317260
317252
2026-09-06T04:03:13Z
Akhsan Bae
26459
317260
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan Bae" />{{rh|- 16 -||- 17 -}}</noinclude>{{rh|<center><poem>
Roesoeh dan bekalahi,
Itoe toekang terbitkan doeka:
Ija bisa menjoesahi,
Bisa kedja orang tjilaka.
</poem></center>
<center>IX<br>
PERDAMIAN.</center>
Satoe domba berdjalan di atas satoe djalanan
ketjil dari ilir ka oedik; lain domba ada djalan di
djalanan itoe djoega dari oedik milirin, hingga ija
berdoewa bertemoe satoe sama lain di tengah dja-
lanan itoe. Di sabelah kiri dari djalanan itoe ada
tanah tinggi seperti benteng; di pinggirannja jang
kanan ada solokan dalam dan deras ajernja. Doewa
domba itoe maoe djalan meliwatin satoe sama lain;
tapi tida bisa djadi, sebab djalanan ada sempit dan
ija berdoewa sama-sama maoe djalan di sabelah
dalam, sebab takoet terdjatoh ka dalam solokan.
{{gap}}Jang satoe lantas berkata: „He, soesah betoel,
kita ini! Bagimana sekarang?"
{{gap}}"Tjilaka ini!" kata jang kadoewa:
sekarang? bagimana akal?"
{{gap}}"Apa kaoe tida bisa moendoer?" jang pertama
itoe menanja. | "Mana boleh!" sahoet jang kadoewa: „Itoe saja tra bisa."
,,Habis?
tama itoe.
bagimana kita?" kata lagi jang per-
,,Ha!" sahoet jang kadoewa:,,bagini, sobat! Kaoe
poetar dirimoe dan balik djalan ka sana ,,Oloh!"
kata jang kadoewa: berkata memang gampang.
Tjobalah kaoe poetar dirimoe! Akoe maoe lihat,
kaoe djatoh ka ajer atawa tida!"
Doewa domba itoe lantas diam, tinggal berdiri
adep-adepan. Soedah diam sedikit lama, jang kadoe
wa lantas tertawa dan berkata:,,Ha! sekarang akoe
taoe! Bagini, sobat! Kaoe rebahken dirimoe di tanah,
dan akoe djalan langkahin kaoe. Bagitoe bole!"
Domba jang lain itoe lantas tertawa dan rebah
di tanah; jang satoe itoe lantas langkahin dija, dan
teroes djalan. Jang rebah lantas bangoen dan teroes
djalan dengan slamat.
Perdamian, ijalah itoe
Satoe sindjata nomor satoe,
Aken oesir kasoesahan.
Jang pake dija dalem segala waktoe,
Maski tida orang jang bantoe,
Bisa sadja tolak katjilakaän.}}<noinclude></noinclude>
gnegkmuh3tnhtqq4cc61ila9hq3wan3
317266
317260
2026-09-06T04:14:35Z
Akhsan Bae
26459
317266
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan Bae" />{{rh|- 16 -||- 17 -}}</noinclude><poem>
::::Roesoeh dan bekalahi,
:::Itoe toekang terbitkan doeka:
::::Ija bisa menjoesahi,
:::Bisa kedja orang tjilaka.
</poem>
<center>IX<br>
PERDAMIAN.</center>
Satoe domba berdjalan di atas satoe djalanan
ketjil dari ilir ka oedik; lain domba ada djalan di
djalanan itoe djoega dari oedik milirin, hingga ija
berdoewa bertemoe satoe sama lain di tengah dja-
lanan itoe. Di sabelah kiri dari djalanan itoe ada
tanah tinggi seperti benteng; di pinggirannja jang
kanan ada solokan dalam dan deras ajernja. Doewa
domba itoe maoe djalan meliwatin satoe sama lain;
tapi tida bisa djadi, sebab djalanan ada sempit dan
ija berdoewa sama-sama maoe djalan di sabelah
dalam, sebab takoet terdjatoh ka dalam solokan.
{{gap}}Jang satoe lantas berkata: „He, soesah betoel,
kita ini! Bagimana sekarang?"
{{gap}}"Tjilaka ini!" kata jang kadoewa:
sekarang? bagimana akal?"
{{gap}}"Apa kaoe tida bisa moendoer?" jang pertama
itoe menanja.
{{gap}}"Mana boleh!" sahoet jang kadoewa: „Itoe saja tra bisa."
{{gap}}"Habis? bagimana kita?" kata lagi jang pertama itoe.
{{gap}}"Ha!" sahoet jang kadoewa:,,bagini, sobat! Kaoe
poetar dirimoe dan balik djalan ka sana ,,Oloh!"
kata jang kadoewa: berkata memang gampang.
Tjobalah kaoe poetar dirimoe! Akoe maoe lihat,
kaoe djatoh ka ajer atawa tida!"
Doewa domba itoe lantas diam, tinggal berdiri
adep-adepan. Soedah diam sedikit lama, jang kadoe
wa lantas tertawa dan berkata:,,Ha! sekarang akoe
taoe! Bagini, sobat! Kaoe rebahken dirimoe di tanah,
dan akoe djalan langkahin kaoe. Bagitoe bole!"
Domba jang lain itoe lantas tertawa dan rebah
di tanah; jang satoe itoe lantas langkahin dija, dan
teroes djalan. Jang rebah lantas bangoen dan teroes
djalan dengan slamat.
<poem>
:::Perdamian, ijalah itoe
:::Satoe sindjata nomor satoe,
::::Aken oesir kasoesahan.
:::Jang pake dija dalem segala waktoe,
:::Maski tida orang jang bantoe,
::::Bisa sadja tolak katjilakaän.}}
</poem><noinclude></noinclude>
7qlig6elyem9gf4plvsuugv5frbz5lx
317274
317266
2026-09-06T04:19:52Z
Akhsan Bae
26459
317274
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan Bae" />{{rh|- 16 -||- 17 -}}</noinclude><poem>
::::Roesoeh dan bekalahi,
:::Itoe toekang terbitkan doeka:
::::Ija bisa menjoesahi,
:::Bisa kedja orang tjilaka.
</poem>
<center>IX<br>
PERDAMIAN.</center>
Satoe domba berdjalan di atas satoe djalanan
ketjil dari ilir ka oedik; lain domba ada djalan di
djalanan itoe djoega dari oedik milirin, hingga ija
berdoewa bertemoe satoe sama lain di tengah djalanan
itoe. Di sabelah kiri dari djalanan itoe ada
tanah tinggi seperti benteng; di pinggirannja jang
kanan ada solokan dalam dan deras ajernja. Doewa
domba itoe maoe djalan meliwatin satoe sama lain;
tapi tida bisa djadi, sebab djalanan ada sempit dan
ija berdoewa sama-sama maoe djalan di sabelah
dalam, sebab takoet terdjatoh ka dalam solokan.
{{gap}}Jang satoe lantas berkata: „He, soesah betoel,
kita ini! Bagimana sekarang?"
{{gap}}"Tjilaka ini!" kata jang kadoewa:
sekarang? bagimana akal?"
{{gap}}"Apa kaoe tida bisa moendoer?" jang pertama
itoe menanja.
{{gap}}"Mana boleh!" sahoet jang kadoewa: „Itoe saja tra bisa."
{{gap}}"Habis? bagimana kita?" kata lagi jang pertama itoe.
{{gap}}"Ha!" sahoet jang kadoewa:,,bagini, sobat! Kaoe
poetar dirimoe dan balik djalan ka sana ,,Oloh!"
kata jang kadoewa: berkata memang gampang.
Tjobalah kaoe poetar dirimoe! Akoe maoe lihat,
kaoe djatoh ka ajer atawa tida!"
Doewa domba itoe lantas diam, tinggal berdiri
adep-adepan. Soedah diam sedikit lama, jang kadoe
wa lantas tertawa dan berkata:,,Ha! sekarang akoe
taoe! Bagini, sobat! Kaoe rebahken dirimoe di tanah,
dan akoe djalan langkahin kaoe. Bagitoe bole!"
Domba jang lain itoe lantas tertawa dan rebah
di tanah; jang satoe itoe lantas langkahin dija, dan
teroes djalan. Jang rebah lantas bangoen dan teroes
djalan dengan slamat.
<poem>
:::Perdamian, ijalah itoe
:::Satoe sindjata nomor satoe,
::::Aken oesir kasoesahan.
:::Jang pake dija dalem segala waktoe,
:::Maski tida orang jang bantoe,
::::Bisa sadja tolak katjilakaän.
</poem><noinclude></noinclude>
5ir8tazvlbs1asmvc22o33dszcsuoi3
317331
317274
2026-09-06T05:17:08Z
Akhsan Bae
26459
317331
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan Bae" />{{rh|- 16 -||- 17 -}}</noinclude><poem>
::::Roesoeh dan bekalahi,
:::Itoe toekang terbitkan doeka:
::::Ija bisa menjoesahi,
:::Bisa kedja orang tjilaka.
</poem>
<center>'''IX'''<br>
'''PERDAMIAN.'''</center>
Satoe domba berdjalan di atas satoe djalanan
ketjil dari ilir ka oedik; lain domba ada djalan di
djalanan itoe djoega dari oedik milirin, hingga ija
berdoewa bertemoe satoe sama lain di tengah djalanan
itoe. Di sabelah kiri dari djalanan itoe ada
tanah tinggi seperti benteng; di pinggirannja jang
kanan ada solokan dalam dan deras ajernja. Doewa
domba itoe maoe djalan meliwatin satoe sama lain;
tapi tida bisa djadi, sebab djalanan ada sempit dan
ija berdoewa sama-sama maoe djalan di sabelah
dalam, sebab takoet terdjatoh ka dalam solokan.
{{gap}}Jang satoe lantas berkata: „He, soesah betoel,
kita ini! Bagimana sekarang?"
{{gap}}"Tjilaka ini!" kata jang kadoewa:
sekarang? bagimana akal?"
{{gap}}"Apa kaoe tida bisa moendoer?" jang pertama
itoe menanja.
{{gap}}"Mana boleh!" sahoet jang kadoewa: „Itoe saja tra bisa."
{{gap}}"Habis? bagimana kita?" kata lagi jang pertama itoe.
{{gap}}"Ha!" sahoet jang kadoewa:,,bagini, sobat! Kaoe
poetar dirimoe dan balik djalan ka sana ,,Oloh!"
kata jang kadoewa: berkata memang gampang.
Tjobalah kaoe poetar dirimoe! Akoe maoe lihat,
kaoe djatoh ka ajer atawa tida!"
Doewa domba itoe lantas diam, tinggal berdiri
adep-adepan. Soedah diam sedikit lama, jang kadoe
wa lantas tertawa dan berkata:,,Ha! sekarang akoe
taoe! Bagini, sobat! Kaoe rebahken dirimoe di tanah,
dan akoe djalan langkahin kaoe. Bagitoe bole!"
Domba jang lain itoe lantas tertawa dan rebah
di tanah; jang satoe itoe lantas langkahin dija, dan
teroes djalan. Jang rebah lantas bangoen dan teroes
djalan dengan slamat.
<poem>
:::Perdamian, ijalah itoe
:::Satoe sindjata nomor satoe,
::::Aken oesir kasoesahan.
:::Jang pake dija dalem segala waktoe,
:::Maski tida orang jang bantoe,
::::Bisa sadja tolak katjilakaän.
</poem><noinclude></noinclude>
ll3bm25tj0mcx2whwm9m1inirazy3t6
317346
317331
2026-09-06T05:34:56Z
Riatunsk
26460
/* Tervalidasi */
317346
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Riatunsk" />{{rh|- 16 -||- 17 -}}</noinclude><poem>
::::Roesoeh dan bekalahi,
:::Itoe toekang terbitkan doeka:
::::Ija bisa menjoesahi,
:::Bisa kedja orang tjilaka.
</poem>
<center>'''IX'''<br>
'''PERDAMIAN.'''</center>
Satoe domba berdjalan di atas satoe djalanan
ketjil dari ilir ka oedik; lain domba ada djalan di
djalanan itoe djoega dari oedik milirin, hingga ija
berdoewa bertemoe satoe sama lain di tengah djalanan
itoe. Di sabelah kiri dari djalanan itoe ada
tanah tinggi seperti benteng; di pinggirannja jang
kanan ada solokan dalam dan deras ajernja. Doewa
domba itoe maoe djalan meliwatin satoe sama lain;
tapi tida bisa djadi, sebab djalanan ada sempit dan
ija berdoewa sama-sama maoe djalan di sabelah
dalam, sebab takoet terdjatoh ka dalam solokan.
{{gap}}Jang satoe lantas berkata: „He, soesah betoel,
kita ini! Bagimana sekarang?"
{{gap}}"Tjilaka ini!" kata jang kadoewa:
sekarang? bagimana akal?"
{{gap}}"Apa kaoe tida bisa moendoer?" jang pertama
itoe menanja.
{{gap}}"Mana boleh!" sahoet jang kadoewa: „Itoe saja tra bisa."
{{gap}}"Habis? bagimana kita?" kata lagi jang pertama itoe.
{{gap}}"Ha!" sahoet jang kadoewa:,,bagini, sobat! Kaoe
poetar dirimoe dan balik djalan ka sana ,,Oloh!"
kata jang kadoewa: berkata memang gampang.
Tjobalah kaoe poetar dirimoe! Akoe maoe lihat,
kaoe djatoh ka ajer atawa tida!"
Doewa domba itoe lantas diam, tinggal berdiri
adep-adepan. Soedah diam sedikit lama, jang kadoe
wa lantas tertawa dan berkata:,,Ha! sekarang akoe
taoe! Bagini, sobat! Kaoe rebahken dirimoe di tanah,
dan akoe djalan langkahin kaoe. Bagitoe bole!"
Domba jang lain itoe lantas tertawa dan rebah
di tanah; jang satoe itoe lantas langkahin dija, dan
teroes djalan. Jang rebah lantas bangoen dan teroes
djalan dengan slamat.
<poem>
:::Perdamian, ijalah itoe
:::Satoe sindjata nomor satoe,
::::Aken oesir kasoesahan.
:::Jang pake dija dalem segala waktoe,
:::Maski tida orang jang bantoe,
::::Bisa sadja tolak katjilakaän.
</poem><noinclude></noinclude>
43xnjh83hegr0c3jq52hzg2t2lqebkb
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/7
104
114698
317246
2026-09-06T03:44:04Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
317246
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 4 -||- 5 -}}</noinclude><center>II.
„SAJA TRA TAOE SOERAT.”</center>
Anak-anak!... ach, salah: saja boekan maoe kata begitoe: sekarang ini poen kaoe soedah djadi saja poenja ''sobat'', sebab sekarang kaoe soedah bisa membatja.
Sobat-sobatkoe! kaloe orang misti berkata: „saja tra taoe soerat,” tantoe ija misti kata itoe dengan merasa maloe; kerna jang tiada taoe soerat, diseboet si boeta-melek. Tjoba dengar! Saja maoe tjeritaïn satoe anak jang berkata „saja tra taoe soerat”.
Tjamat Sarpin ada tjape hati sekali; sebab anaknja jang lelaki, si Aris namanja, tiada boleh dioeroes orang. Ini si Aris soedah doewabelas tahon oemoernja; tapi ija tida maoe beladjar satoe apa, O! ija nakal dan malas sekali! Saban pagi ija bangoen kasijangan; kaloe dibangoenin pagi-pagi ija tidoer kembali, dan kaloe belon bapanja ambil tjamboek, ija belon djalan ka sekola. — Tjis!
Lain dari nakal dan malas, si Aris itoe ngakal sekali. Sobat-sobatkoe taoe, apa ija sering bikin? Tjoba dengar. Dari roemah ija bawa kitabnja, sabaknja dan pajoengnja; tapi ija tida ka sekola. Perabotnja itoe ija kirim pada temannja; ija sendiri lantas pergi sadja koelilingan: ija main kaletji,<noinclude></noinclude>
t42750lnouiuoj7whvwhspx4vu2niwk
317247
317246
2026-09-06T03:45:09Z
Link PB
26772
317247
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 4 -||- 5 -}}</noinclude><center>II.<p>
„SAJA TRA TAOE SOERAT.”</center>
Anak-anak!... ach, salah: saja boekan maoe kata begitoe: sekarang ini poen kaoe soedah djadi saja poenja ''sobat'', sebab sekarang kaoe soedah bisa membatja.
Sobat-sobatkoe! kaloe orang misti berkata: „saja tra taoe soerat,” tantoe ija misti kata itoe dengan merasa maloe; kerna jang tiada taoe soerat, diseboet si boeta-melek. Tjoba dengar! Saja maoe tjeritaïn satoe anak jang berkata „saja tra taoe soerat”.
Tjamat Sarpin ada tjape hati sekali; sebab anaknja jang lelaki, si Aris namanja, tiada boleh dioeroes orang. Ini si Aris soedah doewabelas tahon oemoernja; tapi ija tida maoe beladjar satoe apa, O! ija nakal dan malas sekali! Saban pagi ija bangoen kasijangan; kaloe dibangoenin pagi-pagi ija tidoer kembali, dan kaloe belon bapanja ambil tjamboek, ija belon djalan ka sekola. — Tjis!
Lain dari nakal dan malas, si Aris itoe ngakal sekali. Sobat-sobatkoe taoe, apa ija sering bikin? Tjoba dengar. Dari roemah ija bawa kitabnja, sabaknja dan pajoengnja; tapi ija tida ka sekola. Perabotnja itoe ija kirim pada temannja; ija sendiri lantas pergi sadja koelilingan: ija main kaletji,<noinclude></noinclude>
9sqqunci1b93opr73cp4xizxfupex4f
317248
317247
2026-09-06T03:45:38Z
Link PB
26772
317248
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 4 -||- 5 -}}</noinclude><center>II.<br>
„SAJA TRA TAOE SOERAT.”</center>
Anak-anak!... ach, salah: saja boekan maoe kata begitoe: sekarang ini poen kaoe soedah djadi saja poenja ''sobat'', sebab sekarang kaoe soedah bisa membatja.
Sobat-sobatkoe! kaloe orang misti berkata: „saja tra taoe soerat,” tantoe ija misti kata itoe dengan merasa maloe; kerna jang tiada taoe soerat, diseboet si boeta-melek. Tjoba dengar! Saja maoe tjeritaïn satoe anak jang berkata „saja tra taoe soerat”.
Tjamat Sarpin ada tjape hati sekali; sebab anaknja jang lelaki, si Aris namanja, tiada boleh dioeroes orang. Ini si Aris soedah doewabelas tahon oemoernja; tapi ija tida maoe beladjar satoe apa, O! ija nakal dan malas sekali! Saban pagi ija bangoen kasijangan; kaloe dibangoenin pagi-pagi ija tidoer kembali, dan kaloe belon bapanja ambil tjamboek, ija belon djalan ka sekola. — Tjis!
Lain dari nakal dan malas, si Aris itoe ngakal sekali. Sobat-sobatkoe taoe, apa ija sering bikin? Tjoba dengar. Dari roemah ija bawa kitabnja, sabaknja dan pajoengnja; tapi ija tida ka sekola. Perabotnja itoe ija kirim pada temannja; ija sendiri lantas pergi sadja koelilingan: ija main kaletji,<noinclude></noinclude>
fv66knc4je0d4oltpgx1cfjojcslakq
317254
317248
2026-09-06T03:54:06Z
Link PB
26772
317254
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 4 -||- 5 -}}</noinclude><center>II.<br>
„SAJA TRA TAOE SOERAT.”</center>
Anak-anak!... ach, salah: saja boekan maoe kata begitoe: sekarang ini poen kaoe soedah djadi saja poenja ''sobat'', sebab sekarang kaoe soedah bisa membatja.
Sobat-sobatkoe! kaloe orang misti berkata: „saja tra taoe soerat,” tantoe ija misti kata itoe dengan merasa maloe; kerna jang tiada taoe soerat, diseboet si boeta-melek. Tjoba dengar! Saja maoe tjeritaïn satoe anak jang berkata „saja tra taoe soerat”.
Tjamat Sarpin ada tjape hati sekali; sebab anaknja jang lelaki, si Aris namanja, tiada boleh dioeroes orang. Ini si Aris soedah doewabelas tahon oemoernja; tapi ija tida maoe beladjar satoe apa, O! ija nakal dan malas sekali! Saban pagi ija bangoen kasijangan; kaloe dibangoenin pagi-pagi ija tidoer kembali, dan kaloe belon bapanja ambil tjamboek, ija belon djalan ka sekola. — Tjis!
Lain dari nakal dan malas, si Aris itoe ngakal sekali. Sobat-sobatkoe taoe, apa ija sering bikin? Tjoba dengar. Dari roemah ija bawa kitabnja, sabaknja dan pajoengnja; tapi ija tida ka sekola. Perabotnja itoe ija kirim pada temannja; ija sendiri lantas pergi sadja koelilingan: ija main kaletji,
main anjoet-anjoetan, main lajangan dan lain-lain. Kaloe tengari, ija sampar perabotnja di djalan dan teroes poelang ka roemahnja, seperti poelang dari sekola. Ngakal betoel! Salamanja ija ingat sadja sama main. Ija soedah sekola lama sekali; tapi belon taoe satoe apa, sebab di sekola djoega ija memain sadja.
Pada satoe pagi si Aris itoe minta doewit sama iboenja dan bawa pergi ija poenja kitab dan sabak. Iboenja kira ija pergi sekola; tapi.... ija pergi ka mana? — Ija pergi main lajangan! O, lajangannja, tinggi sekali! Enak betoel! Tapi djoba dengar apa soedah djadi. Ija poenja lajangan 'rjangkoet di poehoen djeroek dekat roemah Demang Si Aris lantas lari ka sitoe; ija tolak pintee pager pekarangan dan teroes masoek. Ija maoe engget lajangannja. Tapi baroe ija masoek, lantas sadja datang satoe andjing oedak dija dan gigit pahanja. — „Toeloeng! toeloeng!” si Aris itoe triak Satoe boedjang lantas datang, dan.... dapat lihat apa? Si Aris soedah mandi darah! Demang djoega datang.
„Ach!” Demang berkata: „mengapa kaoe brani masoek? Mengapa tida memanggil doeloe dan toenggoe sampe orang datang? Apa kaoe tida lihat, itoe di pintoe ada papan ditoelisin soerat, boenjinja: ''di sini ada andjing galak?''”<noinclude></noinclude>
k195cn1vhe20qkcm8g55jm8rkm6tqtz
317255
317254
2026-09-06T03:54:48Z
Link PB
26772
317255
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 4 -||- 5 -}}</noinclude><center>II.<br>
„SAJA TRA TAOE SOERAT.”</center>
Anak-anak!... ach, salah: saja boekan maoe kata begitoe: sekarang ini poen kaoe soedah djadi saja poenja ''sobat'', sebab sekarang kaoe soedah bisa membatja.
Sobat-sobatkoe! kaloe orang misti berkata: „saja tra taoe soerat,” tantoe ija misti kata itoe dengan merasa maloe; kerna jang tiada taoe soerat, diseboet si boeta-melek. Tjoba dengar! Saja maoe tjeritaïn satoe anak jang berkata „saja tra taoe soerat”.
Tjamat Sarpin ada tjape hati sekali; sebab anaknja jang lelaki, si Aris namanja, tiada boleh dioeroes orang. Ini si Aris soedah doewabelas tahon oemoernja; tapi ija tida maoe beladjar satoe apa, O! ija nakal dan malas sekali! Saban pagi ija bangoen kasijangan; kaloe dibangoenin pagi-pagi ija tidoer kembali, dan kaloe belon bapanja ambil tjamboek, ija belon djalan ka sekola. — Tjis!
Lain dari nakal dan malas, si Aris itoe ngakal sekali. Sobat-sobatkoe taoe, apa ija sering bikin? Tjoba dengar. Dari roemah ija bawa kitabnja, sabaknja dan pajoengnja; tapi ija tida ka sekola. Perabotnja itoe ija kirim pada temannja; ija sendiri lantas pergi sadja koelilingan: ija main kaletji, main anjoet-anjoetan, main lajangan dan lain-lain. Kaloe tengari, ija sampar perabotnja di djalan dan teroes poelang ka roemahnja, seperti poelang dari sekola. Ngakal betoel! Salamanja ija ingat sadja sama main. Ija soedah sekola lama sekali; tapi belon taoe satoe apa, sebab di sekola djoega ija memain sadja.
Pada satoe pagi si Aris itoe minta doewit sama iboenja dan bawa pergi ija poenja kitab dan sabak. Iboenja kira ija pergi sekola; tapi.... ija pergi ka mana? — Ija pergi main lajangan! O, lajangannja, tinggi sekali! Enak betoel! Tapi djoba dengar apa soedah djadi. Ija poenja lajangan 'rjangkoet di poehoen djeroek dekat roemah Demang Si Aris lantas lari ka sitoe; ija tolak pintee pager pekarangan dan teroes masoek. Ija maoe engget lajangannja. Tapi baroe ija masoek, lantas sadja datang satoe andjing oedak dija dan gigit pahanja. — „Toeloeng! toeloeng!” si Aris itoe triak Satoe boedjang lantas datang, dan.... dapat lihat apa? Si Aris soedah mandi darah! Demang djoega datang.
„Ach!” Demang berkata: „mengapa kaoe brani masoek? Mengapa tida memanggil doeloe dan toenggoe sampe orang datang? Apa kaoe tida lihat, itoe di pintoe ada papan ditoelisin soerat, boenjinja: ''di sini ada andjing galak?''”<noinclude></noinclude>
1e31bdhfahdemntpx5m27h05e5g8db5
317257
317255
2026-09-06T04:02:41Z
Link PB
26772
317257
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 4 -||- 5 -}}</noinclude><center>II.<br>
„'''SAJA TRA TAOE SOERAT.'''”</center>
Anak-anak!... ach, salah: saja boekan maoe kata begitoe: sekarang ini poen kaoe soedah djadi saja poenja ''sobat'', sebab sekarang kaoe soedah bisa membatja.
Sobat-sobatkoe! kaloe orang misti berkata: „saja tra taoe soerat,” tantoe ija misti kata itoe dengan merasa maloe; kerna jang tiada taoe soerat, diseboet si boeta-melek. Tjoba dengar! Saja maoe tjeritaïn satoe anak jang berkata „saja tra taoe soerat”.
Tjamat Sarpin ada tjape hati sekali; sebab anaknja jang lelaki, si Aris namanja, tiada boleh dioeroes orang. Ini si Aris soedah doewabelas tahon oemoernja; tapi ija tida maoe beladjar satoe apa, O! ija nakal dan malas sekali! Saban pagi ija bangoen kasijangan; kaloe dibangoenin pagi-pagi ija tidoer kembali, dan kaloe belon bapanja ambil tjamboek, ija belon djalan ka sekola. — Tjis!
Lain dari nakal dan malas, si Aris itoe ngakal sekali. Sobat-sobatkoe taoe, apa ija sering bikin? Tjoba dengar. Dari roemah ija bawa kitabnja, sabaknja dan pajoengnja; tapi ija tida ka sekola. Perabotnja itoe ija kirim pada temannja; ija sendiri lantas pergi sadja koelilingan: ija main kaletji, main anjoet-anjoetan, main lajangan dan lain-lain. Kaloe tengari, ija sampar perabotnja di djalan dan teroes poelang ka roemahnja, seperti poelang dari sekola. Ngakal betoel! Salamanja ija ingat sadja sama main. Ija soedah sekola lama sekali; tapi belon taoe satoe apa, sebab di sekola djoega ija memain sadja.
Pada satoe pagi si Aris itoe minta doewit sama iboenja dan bawa pergi ija poenja kitab dan sabak. Iboenja kira ija pergi sekola; tapi.... ija pergi ka mana? — Ija pergi main lajangan! O, lajangannja, tinggi sekali! Enak betoel! Tapi djoba dengar apa soedah djadi. Ija poenja lajangan 'rjangkoet di poehoen djeroek dekat roemah Demang Si Aris lantas lari ka sitoe; ija tolak pintee pager pekarangan dan teroes masoek. Ija maoe engget lajangannja. Tapi baroe ija masoek, lantas sadja datang satoe andjing oedak dija dan gigit pahanja. — „Toeloeng! toeloeng!” si Aris itoe triak Satoe boedjang lantas datang, dan.... dapat lihat apa? Si Aris soedah mandi darah! Demang djoega datang.
„Ach!” Demang berkata: „mengapa kaoe brani masoek? Mengapa tida memanggil doeloe dan toenggoe sampe orang datang? Apa kaoe tida lihat, itoe di pintoe ada papan ditoelisin soerat, boenjinja: ''di sini ada andjing galak?''”<noinclude></noinclude>
6kxe25zex80r2a1ypdihuwwl8pfzne1
317371
317257
2026-09-06T05:59:20Z
Link PB
26772
317371
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 4 -||- 5 -}}</noinclude><center>II.<br>
„'''''SAJA TRA TAOE SOERAT.'''''”</center>
Anak-anak!... ach, salah: saja boekan maoe kata begitoe: sekarang ini poen kaoe soedah djadi saja poenja ''sobat'', sebab sekarang kaoe soedah bisa membatja.
Sobat-sobatkoe! kaloe orang misti berkata: „saja tra taoe soerat,” tantoe ija misti kata itoe dengan merasa maloe; kerna jang tiada taoe soerat, diseboet si boeta-melek. Tjoba dengar! Saja maoe tjeritaïn satoe anak jang berkata „saja tra taoe soerat”.
Tjamat Sarpin ada tjape hati sekali; sebab anaknja jang lelaki, si Aris namanja, tiada boleh dioeroes orang. Ini si Aris soedah doewabelas tahon oemoernja; tapi ija tida maoe beladjar satoe apa, O! ija nakal dan malas sekali! Saban pagi ija bangoen kasijangan; kaloe dibangoenin pagi-pagi ija tidoer kembali, dan kaloe belon bapanja ambil tjamboek, ija belon djalan ka sekola. — Tjis!
Lain dari nakal dan malas, si Aris itoe ngakal sekali. Sobat-sobatkoe taoe, apa ija sering bikin? Tjoba dengar. Dari roemah ija bawa kitabnja, sabaknja dan pajoengnja; tapi ija tida ka sekola. Perabotnja itoe ija kirim pada temannja; ija sendiri lantas pergi sadja koelilingan: ija main kaletji, main anjoet-anjoetan, main lajangan dan lain-lain. Kaloe tengari, ija sampar perabotnja di djalan dan teroes poelang ka roemahnja, seperti poelang dari sekola. Ngakal betoel! Salamanja ija ingat sadja sama main. Ija soedah sekola lama sekali; tapi belon taoe satoe apa, sebab di sekola djoega ija memain sadja.
Pada satoe pagi si Aris itoe minta doewit sama iboenja dan bawa pergi ija poenja kitab dan sabak. Iboenja kira ija pergi sekola; tapi.... ija pergi ka mana? — Ija pergi main lajangan! O, lajangannja, tinggi sekali! Enak betoel! Tapi djoba dengar apa soedah djadi. Ija poenja lajangan 'rjangkoet di poehoen djeroek dekat roemah Demang Si Aris lantas lari ka sitoe; ija tolak pintee pager pekarangan dan teroes masoek. Ija maoe engget lajangannja. Tapi baroe ija masoek, lantas sadja datang satoe andjing oedak dija dan gigit pahanja. — „Toeloeng! toeloeng!” si Aris itoe triak Satoe boedjang lantas datang, dan.... dapat lihat apa? Si Aris soedah mandi darah! Demang djoega datang.
„Ach!” Demang berkata: „mengapa kaoe brani masoek? Mengapa tida memanggil doeloe dan toenggoe sampe orang datang? Apa kaoe tida lihat, itoe di pintoe ada papan ditoelisin soerat, boenjinja: ''di sini ada andjing galak?''”<noinclude></noinclude>
qie0ectvxsfbh2j77iw0quip3z0xe0a
317372
317371
2026-09-06T05:59:31Z
Link PB
26772
317372
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 4 -||- 5 -}}</noinclude><center>II.<br>
„'''SAJA TRA TAOE SOERAT.'''”</center>
Anak-anak!... ach, salah: saja boekan maoe kata begitoe: sekarang ini poen kaoe soedah djadi saja poenja ''sobat'', sebab sekarang kaoe soedah bisa membatja.
Sobat-sobatkoe! kaloe orang misti berkata: „saja tra taoe soerat,” tantoe ija misti kata itoe dengan merasa maloe; kerna jang tiada taoe soerat, diseboet si boeta-melek. Tjoba dengar! Saja maoe tjeritaïn satoe anak jang berkata „saja tra taoe soerat”.
Tjamat Sarpin ada tjape hati sekali; sebab anaknja jang lelaki, si Aris namanja, tiada boleh dioeroes orang. Ini si Aris soedah doewabelas tahon oemoernja; tapi ija tida maoe beladjar satoe apa, O! ija nakal dan malas sekali! Saban pagi ija bangoen kasijangan; kaloe dibangoenin pagi-pagi ija tidoer kembali, dan kaloe belon bapanja ambil tjamboek, ija belon djalan ka sekola. — Tjis!
Lain dari nakal dan malas, si Aris itoe ngakal sekali. Sobat-sobatkoe taoe, apa ija sering bikin? Tjoba dengar. Dari roemah ija bawa kitabnja, sabaknja dan pajoengnja; tapi ija tida ka sekola. Perabotnja itoe ija kirim pada temannja; ija sendiri lantas pergi sadja koelilingan: ija main kaletji, main anjoet-anjoetan, main lajangan dan lain-lain. Kaloe tengari, ija sampar perabotnja di djalan dan teroes poelang ka roemahnja, seperti poelang dari sekola. Ngakal betoel! Salamanja ija ingat sadja sama main. Ija soedah sekola lama sekali; tapi belon taoe satoe apa, sebab di sekola djoega ija memain sadja.
Pada satoe pagi si Aris itoe minta doewit sama iboenja dan bawa pergi ija poenja kitab dan sabak. Iboenja kira ija pergi sekola; tapi.... ija pergi ka mana? — Ija pergi main lajangan! O, lajangannja, tinggi sekali! Enak betoel! Tapi djoba dengar apa soedah djadi. Ija poenja lajangan 'rjangkoet di poehoen djeroek dekat roemah Demang Si Aris lantas lari ka sitoe; ija tolak pintee pager pekarangan dan teroes masoek. Ija maoe engget lajangannja. Tapi baroe ija masoek, lantas sadja datang satoe andjing oedak dija dan gigit pahanja. — „Toeloeng! toeloeng!” si Aris itoe triak Satoe boedjang lantas datang, dan.... dapat lihat apa? Si Aris soedah mandi darah! Demang djoega datang.
„Ach!” Demang berkata: „mengapa kaoe brani masoek? Mengapa tida memanggil doeloe dan toenggoe sampe orang datang? Apa kaoe tida lihat, itoe di pintoe ada papan ditoelisin soerat, boenjinja: ''di sini ada andjing galak?''”<noinclude></noinclude>
6kxe25zex80r2a1ypdihuwwl8pfzne1
317373
317372
2026-09-06T06:00:03Z
Link PB
26772
317373
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 4 -||- 5 -}}</noinclude><center>vII'''.<br>
„'''SAJA TRA TAOE SOERAT.'''”</center>
Anak-anak!... ach, salah: saja boekan maoe kata begitoe: sekarang ini poen kaoe soedah djadi saja poenja ''sobat'', sebab sekarang kaoe soedah bisa membatja.
Sobat-sobatkoe! kaloe orang misti berkata: „saja tra taoe soerat,” tantoe ija misti kata itoe dengan merasa maloe; kerna jang tiada taoe soerat, diseboet si boeta-melek. Tjoba dengar! Saja maoe tjeritaïn satoe anak jang berkata „saja tra taoe soerat”.
Tjamat Sarpin ada tjape hati sekali; sebab anaknja jang lelaki, si Aris namanja, tiada boleh dioeroes orang. Ini si Aris soedah doewabelas tahon oemoernja; tapi ija tida maoe beladjar satoe apa, O! ija nakal dan malas sekali! Saban pagi ija bangoen kasijangan; kaloe dibangoenin pagi-pagi ija tidoer kembali, dan kaloe belon bapanja ambil tjamboek, ija belon djalan ka sekola. — Tjis!
Lain dari nakal dan malas, si Aris itoe ngakal sekali. Sobat-sobatkoe taoe, apa ija sering bikin? Tjoba dengar. Dari roemah ija bawa kitabnja, sabaknja dan pajoengnja; tapi ija tida ka sekola. Perabotnja itoe ija kirim pada temannja; ija sendiri lantas pergi sadja koelilingan: ija main kaletji, main anjoet-anjoetan, main lajangan dan lain-lain. Kaloe tengari, ija sampar perabotnja di djalan dan teroes poelang ka roemahnja, seperti poelang dari sekola. Ngakal betoel! Salamanja ija ingat sadja sama main. Ija soedah sekola lama sekali; tapi belon taoe satoe apa, sebab di sekola djoega ija memain sadja.
Pada satoe pagi si Aris itoe minta doewit sama iboenja dan bawa pergi ija poenja kitab dan sabak. Iboenja kira ija pergi sekola; tapi.... ija pergi ka mana? — Ija pergi main lajangan! O, lajangannja, tinggi sekali! Enak betoel! Tapi djoba dengar apa soedah djadi. Ija poenja lajangan 'rjangkoet di poehoen djeroek dekat roemah Demang Si Aris lantas lari ka sitoe; ija tolak pintee pager pekarangan dan teroes masoek. Ija maoe engget lajangannja. Tapi baroe ija masoek, lantas sadja datang satoe andjing oedak dija dan gigit pahanja. — „Toeloeng! toeloeng!” si Aris itoe triak Satoe boedjang lantas datang, dan.... dapat lihat apa? Si Aris soedah mandi darah! Demang djoega datang.
„Ach!” Demang berkata: „mengapa kaoe brani masoek? Mengapa tida memanggil doeloe dan toenggoe sampe orang datang? Apa kaoe tida lihat, itoe di pintoe ada papan ditoelisin soerat, boenjinja: ''di sini ada andjing galak?''”<noinclude></noinclude>
8dhgaynkkz2wyfhmdzelwyds69dsqdi
317374
317373
2026-09-06T06:00:21Z
Link PB
26772
317374
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 4 -||- 5 -}}</noinclude><center>'''II'''.<br>
„'''SAJA TRA TAOE SOERAT.'''”</center>
Anak-anak!... ach, salah: saja boekan maoe kata begitoe: sekarang ini poen kaoe soedah djadi saja poenja ''sobat'', sebab sekarang kaoe soedah bisa membatja.
Sobat-sobatkoe! kaloe orang misti berkata: „saja tra taoe soerat,” tantoe ija misti kata itoe dengan merasa maloe; kerna jang tiada taoe soerat, diseboet si boeta-melek. Tjoba dengar! Saja maoe tjeritaïn satoe anak jang berkata „saja tra taoe soerat”.
Tjamat Sarpin ada tjape hati sekali; sebab anaknja jang lelaki, si Aris namanja, tiada boleh dioeroes orang. Ini si Aris soedah doewabelas tahon oemoernja; tapi ija tida maoe beladjar satoe apa, O! ija nakal dan malas sekali! Saban pagi ija bangoen kasijangan; kaloe dibangoenin pagi-pagi ija tidoer kembali, dan kaloe belon bapanja ambil tjamboek, ija belon djalan ka sekola. — Tjis!
Lain dari nakal dan malas, si Aris itoe ngakal sekali. Sobat-sobatkoe taoe, apa ija sering bikin? Tjoba dengar. Dari roemah ija bawa kitabnja, sabaknja dan pajoengnja; tapi ija tida ka sekola. Perabotnja itoe ija kirim pada temannja; ija sendiri lantas pergi sadja koelilingan: ija main kaletji, main anjoet-anjoetan, main lajangan dan lain-lain. Kaloe tengari, ija sampar perabotnja di djalan dan teroes poelang ka roemahnja, seperti poelang dari sekola. Ngakal betoel! Salamanja ija ingat sadja sama main. Ija soedah sekola lama sekali; tapi belon taoe satoe apa, sebab di sekola djoega ija memain sadja.
Pada satoe pagi si Aris itoe minta doewit sama iboenja dan bawa pergi ija poenja kitab dan sabak. Iboenja kira ija pergi sekola; tapi.... ija pergi ka mana? — Ija pergi main lajangan! O, lajangannja, tinggi sekali! Enak betoel! Tapi djoba dengar apa soedah djadi. Ija poenja lajangan 'rjangkoet di poehoen djeroek dekat roemah Demang Si Aris lantas lari ka sitoe; ija tolak pintee pager pekarangan dan teroes masoek. Ija maoe engget lajangannja. Tapi baroe ija masoek, lantas sadja datang satoe andjing oedak dija dan gigit pahanja. — „Toeloeng! toeloeng!” si Aris itoe triak Satoe boedjang lantas datang, dan.... dapat lihat apa? Si Aris soedah mandi darah! Demang djoega datang.
„Ach!” Demang berkata: „mengapa kaoe brani masoek? Mengapa tida memanggil doeloe dan toenggoe sampe orang datang? Apa kaoe tida lihat, itoe di pintoe ada papan ditoelisin soerat, boenjinja: ''di sini ada andjing galak?''”<noinclude></noinclude>
a2hohm9oulgqbw4joxpe9k7jcggtl6t
317393
317374
2026-09-06T11:35:23Z
Sabil Khoer Al Munawar
23983
/* Tervalidasi */
317393
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sabil Khoer Al Munawar" />{{rh|- 4 -||- 5 -}}</noinclude><center>'''II'''.<br>
„'''SAJA TRA TAOE SOERAT.'''”</center>
Anak-anak!... ach, salah: saja boekan maoe kata begitoe: sekarang ini poen kaoe soedah djadi saja poenja ''sobat'', sebab sekarang kaoe soedah bisa membatja.
Sobat-sobatkoe! kaloe orang misti berkata: „saja tra taoe soerat,” tantoe ija misti kata itoe dengan merasa maloe; kerna jang tiada taoe soerat, diseboet si boeta-melek. Tjoba dengar! Saja maoe tjeritaïn satoe anak jang berkata „saja tra taoe soerat”.
Tjamat Sarpin ada tjape hati sekali; sebab anaknja jang lelaki, si Aris namanja, tiada boleh dioeroes orang. Ini si Aris soedah doewabelas tahon oemoernja; tapi ija tida maoe beladjar satoe apa, O! ija nakal dan malas sekali! Saban pagi ija bangoen kasijangan; kaloe dibangoenin pagi-pagi ija tidoer kembali, dan kaloe belon bapanja ambil tjamboek, ija belon djalan ka sekola. — Tjis!
Lain dari nakal dan malas, si Aris itoe ngakal sekali. Sobat-sobatkoe taoe, apa ija sering bikin? Tjoba dengar. Dari roemah ija bawa kitabnja, sabaknja dan pajoengnja; tapi ija tida ka sekola. Perabotnja itoe ija kirim pada temannja; ija sendiri lantas pergi sadja koelilingan: ija main kaletji, main anjoet-anjoetan, main lajangan dan lain-lain. Kaloe tengari, ija sampar perabotnja di djalan dan teroes poelang ka roemahnja, seperti poelang dari sekola. Ngakal betoel! Salamanja ija ingat sadja sama main. Ija soedah sekola lama sekali; tapi belon taoe satoe apa, sebab di sekola djoega ija memain sadja.
Pada satoe pagi si Aris itoe minta doewit sama iboenja dan bawa pergi ija poenja kitab dan sabak. Iboenja kira ija pergi sekola; tapi.... ija pergi ka mana? — Ija pergi main lajangan! O, lajangannja, tinggi sekali! Enak betoel! Tapi djoba dengar apa soedah djadi. Ija poenja lajangan 'rjangkoet di poehoen djeroek dekat roemah Demang Si Aris lantas lari ka sitoe; ija tolak pintee pager pekarangan dan teroes masoek. Ija maoe engget lajangannja. Tapi baroe ija masoek, lantas sadja datang satoe andjing oedak dija dan gigit pahanja. — „Toeloeng! toeloeng!” si Aris itoe triak Satoe boedjang lantas datang, dan.... dapat lihat apa? Si Aris soedah mandi darah! Demang djoega datang.
„Ach!” Demang berkata: „mengapa kaoe brani masoek? Mengapa tida memanggil doeloe dan toenggoe sampe orang datang? Apa kaoe tida lihat, itoe di pintoe ada papan ditoelisin soerat, boenjinja: ''di sini ada andjing galak?''”<noinclude></noinclude>
t9ibb550j23u02yi2e4w3zs4xi0llyl
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/6
104
114699
317250
2026-09-06T03:48:03Z
Siti Atuti
26779
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 1 I, GA NGSRIN G. , i Si! gangsring ini salaman ia l renti , Kaloo akoe tiada poetar! Akoe djadi tjape hati, ~Mengoelang sadja sebentar-lx-n.ur Tapi, ach ! anak poen kotall 1 ag-i toe , Misti dirangket. , dirangket gi: Kaloe tiada - soedah tantoo , Ka sekola sering tra pergi. "Akoe djoega sering misti disabut , Sebab sering kapingin brenti Sebentar-bentar misti mengebat. Apu bapakoe tra tjape hati '! Ach , moelai dari ini waktoe , Aku...
317250
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Siti Atuti" /></noinclude>-
1
I,
GA NGSRIN G.
,
i
Si! gangsring ini salaman ia l renti ,
Kaloo akoe tiada poetar!
Akoe djadi tjape hati,
~Mengoelang sadja sebentar-lx-n.ur
Tapi, ach ! anak poen kotall 1 ag-i toe ,
Misti dirangket. , dirangket gi:
Kaloe tiada - soedah tantoo ,
Ka sekola sering tra pergi.
"Akoe djoega sering misti disabut ,
Sebab sering kapingin brenti
Sebentar-bentar misti mengebat.
Apu bapakoe tra tjape hati '!
Ach , moelai dari ini waktoe ,
Aku traoesah dipaksa orang
Kaloe akoe teroes sadja bagitoe' ,
Bapakoe tantoe berharti gi
girang,
J.
Anak jang misti dirangket sering
Dija djengkelin orang-toewanja .
Dija sama dengan gangsring ,
Jang maoe rebah salamanja.<noinclude></noinclude>
nmi00uwdnfl3efqkp57h971x2z59ba0
Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/20
104
114700
317251
2026-09-06T03:49:18Z
Srijembarrahayu
21172
/* Telah diuji baca */
317251
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>— Yah, cukup besar, setiap bulan kami dikirim beratus gerobak beras kasar. Garam, kecap, taoco, asinana dan lima ribu tail perak.
<br>Itulah droping dari pusat untuk memberi makan dan pemeliharaan kaum tahanan disini.
<br>Kami harus mengadakan Swiphoa se cermat²nya sehingga droping dari pusat itu dapat mencukupi untuk jangka waktu satu bulan penuh.
— Hmm - - apakah tidak cangkun usulkan tunjangan² yang lain seperti misalnya untuk pengobatan perbaikan kamar mandi, WC, saluran yang
buntu, perbaikan dinding² yang rengkah, genteng² yang pecah dsb.
— Sudah berulang kali dan hampir setiap bulan kami mengajukan usul, Akan tetapi entah kemana jatuhnya surat kami itu. Sampai kini tak ada juga jawaban.
— Hmm . . pastilah surat2 ciangkun itu jatuh ke tangan menteri2 Kasin. Dengan demikian apa yang cangkun harapkan itu seperti juga sebutir garam yang jatuh ketengah tengah lautan. Hilang tak berbekas . . .
<br>Begitulah diantara pembesar di negeri kita masih juga terdapat örang2 yang berjiwa busuk dan rela melihat rakyatnya sendiri hidup dalam kelaparan dan kesengsaraan
<br>Tek ceng lalu merogoh kedalam saku bajunya dan mengeluarkan dua ratus tail dan, perak diserahkan<noinclude>{{rh|20}}</noinclude>
iefpwasrbjmoth0ai6rkajv0l4lktbm
317295
317251
2026-09-06T04:37:46Z
Srijembarrahayu
21172
317295
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>— Yah, cukup besar, setiap bulan kami dikirim beratus gerobak beras kasar. Garam, kecap, taoco, asinana dan lima ribu tail perak.
<br>Itulah droping dari pusat untuk memberi makan dan pemeliharaan kaum tahanan disini.
<br>Kami harus mengadakan Swiphoa se cermat²nya sehingga droping dari pusat itu dapat mencukupi untuk jangka waktu satu bulan penuh.
— Hmm - - apakah tidak cangkun usulkan tunjangan² yang lain seperti misalnya untuk pengobatan perbaikan kamar mandi, WC, saluran yang
buntu, perbaikan dinding² yang rengkah, genteng² yang pecah dsb.
— Sudah berulang kali dan hampir setiap bulan kami mengajukan usul, Akan tetapi entah kemana jatuhnya surat kami itu. Sampai kini tak ada juga jawaban.
— Hmm . . pastilah surat2 ciangkun itu jatuh ke tangan menteri2 Kansin. Dengan demikian apa yang cangkun harapkan itu seperti juga sebutir garam yang jatuh ketengah tengah lautan. Hilang tak berbekas . . .
<br>Begitulah diantara pembesar di negeri kita masih juga terdapat örang2 yang berjiwa busuk dan rela melihat rakyatnya sendiri hidup dalam kelaparan dan kesengsaraan
<br>Tek ceng lalu merogoh kedalam saku bajunya dan mengeluarkan dua ratus tail dan, perak diserahkan<noinclude>{{rh|20}}</noinclude>
54k6w8cmggdvhod94u7ytf7kz0klqq1
Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/21
104
114701
317253
2026-09-06T03:54:03Z
Srijembarrahayu
21172
/* Telah diuji baca */
317253
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>kepada Ong ceng.
— Ong ciangkun, terimalah uang ini untuk kau pergunakan memperbaiki rumah penjara yang sudah rusak parah ini. Sisanya boleh ciangkun belikan kain kamli dan bagikan kepada seluruh kaum tahanan yang bermukim di Yu liong ya ini. Ong ceng menjadi kemek mek, sekian lamanya ia hanya berdiri menjublak dan tak tahu apa yang harus di lakukannya.
Sepasang matanya menatap tajam kepada Tek ceng akan tetapi tangannya seperti mati dan tak bergerak gerak.
Tek ceng tersenyum melihat kebimbing raguan kepala sipir bui daerah Yu liong ya itu.
— Aku bukannya sedang bercanda Ong ciang kun Aku berbicara dengan sungguh2. Apa yang kuberikan ini anggaplah sebagai suatu amal dan manfaatkan dengan se baik2nya.
Sejak hari ini aku juga akan tinggal di rumah penjara ini, maka aku juga sangat mengharapkan kamarku tidak becek, agak bersih dan mendapatkan Pelayanan yang baik.<noinclude>{{rh|||21}}</noinclude>
3zmhrgl1zin3msyyvekwslt7u4ve0ru
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/8
104
114702
317256
2026-09-06T04:02:29Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
317256
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 6 -||- 7 -}}</noinclude>„Saja tra taoe soerat”, sahoet si Aris sembari 'nangis. — „He!” kata Demang: „kaoe sekola bagitoe lama, masih tra taoe soerat? O! kaoe ini tantoe anak nakal sekali!” Habis bilang bagitoe, Demang lantas soeroeh orang gotong si Aris itoe, bawa ija poelang ka roemahnja.
Tjamat Sarpin djadi kaget sekali, tempo lihat anaknja berdarah.
Boedjangnja Demang lantas kasih taoe, mengapa si Aris itoe berdarah-darah. „He,” kata Tjamat: „apa kaoe tida sekola, Aris?” — „Saja sekola,” sahoet si Aris sembari bedjengit. — „Sekola di mana?” kata Tjamat. — „Tida sekola,” sahoet si Aris sembari djebé. — „Mana kaoe poenja kitab? mana sabak?” Tjamat itoe menanja. — „Ada sama si Siman,” sahoet si Aris.
O! Tjamat lantas dapat taoe akalnja, dan djadi marah sekali. Kaloe si Aris tida lagi kesakitan, tantoe ija dirangket.
Lebih dari saminggoe si Aris tra bisa bangoen. Saban hari ija poenja soedara prampoewan, si Satia namanja, misti obatin dija.
„Tah!” si Satia itoe berkata: „Aris! sekarang kaoe baroe taoe! — Lagi! malas lagi sekola! Sekarang kaoe merasa! Tra taoe soerat, digigit andjing.”
Tempo si Aris soedah baik, si Satie adjarin ija menjanji begini:
<poem>
:Bangoun pagi kasijangan,
:Pergi sekola kabelakangan,
::Tandanja tida ati-ati.
:Saban hari koelilingan,
:Main kaletji, main lajangan,
::Bijang 'njesal satengah mati.
</poem>
<center>'''III. TENOEN KAIN.'''<center>
Anak-prampoean dari Hadji Oesman ada satoe anak jang soeka sekali sama peladjaran, Si Saeni namanja anak itoe. Ibarat-bapanja sajang sekali sama dija; kerna saban hari si Saeni itoe soeka bekerdja, soeka beladjar ini dan itoe. Kaloe iboenja kata apa-apa, salamanja ija menoeroet: tida sekali ija taoe bentahan. Baik sekali si Saeni itoe, ja, sobatkoe? Orang lain djoega sajang sekali sama dija.
Tempo si Saeni soedah besar sedikit, iboenja panggilin dija satoe orang prampoean, jang bisa sekali menoenoen kain. Prampoewan ini misti djadi goeroenja si Saeni. Ija adjarin si Saeni tenoen kain.
Tempo baroe si Saeni itoe moelain beladjar, ada soesah sekali: ija tida bisa ingat bagimana benang<noinclude></noinclude>
3k07neq47fazfqqq1yy0e97sdm140ef
317259
317256
2026-09-06T04:03:13Z
Link PB
26772
317259
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" />{{rh|- 6 -||- 7 -}}</noinclude>„Saja tra taoe soerat”, sahoet si Aris sembari 'nangis. — „He!” kata Demang: „kaoe sekola bagitoe lama, masih tra taoe soerat? O! kaoe ini tantoe anak nakal sekali!” Habis bilang bagitoe, Demang lantas soeroeh orang gotong si Aris itoe, bawa ija poelang ka roemahnja.
Tjamat Sarpin djadi kaget sekali, tempo lihat anaknja berdarah.
Boedjangnja Demang lantas kasih taoe, mengapa si Aris itoe berdarah-darah. „He,” kata Tjamat: „apa kaoe tida sekola, Aris?” — „Saja sekola,” sahoet si Aris sembari bedjengit. — „Sekola di mana?” kata Tjamat. — „Tida sekola,” sahoet si Aris sembari djebé. — „Mana kaoe poenja kitab? mana sabak?” Tjamat itoe menanja. — „Ada sama si Siman,” sahoet si Aris.
O! Tjamat lantas dapat taoe akalnja, dan djadi marah sekali. Kaloe si Aris tida lagi kesakitan, tantoe ija dirangket.
Lebih dari saminggoe si Aris tra bisa bangoen. Saban hari ija poenja soedara prampoewan, si Satia namanja, misti obatin dija.
„Tah!” si Satia itoe berkata: „Aris! sekarang kaoe baroe taoe! — Lagi! malas lagi sekola! Sekarang kaoe merasa! Tra taoe soerat, digigit andjing.”
Tempo si Aris soedah baik, si Satie adjarin ija menjanji begini:
<poem>
:Bangoun pagi kasijangan,
:Pergi sekola kabelakangan,
::Tandanja tida ati-ati.
:Saban hari koelilingan,
:Main kaletji, main lajangan,
::Bijang 'njesal satengah mati.
</poem>
<center>'''III.<br>TENOEN KAIN.'''<center>
Anak-prampoean dari Hadji Oesman ada satoe anak jang soeka sekali sama peladjaran, Si Saeni namanja anak itoe. Ibarat-bapanja sajang sekali sama dija; kerna saban hari si Saeni itoe soeka bekerdja, soeka beladjar ini dan itoe. Kaloe iboenja kata apa-apa, salamanja ija menoeroet: tida sekali ija taoe bentahan. Baik sekali si Saeni itoe, ja, sobatkoe? Orang lain djoega sajang sekali sama dija.
Tempo si Saeni soedah besar sedikit, iboenja panggilin dija satoe orang prampoean, jang bisa sekali menoenoen kain. Prampoewan ini misti djadi goeroenja si Saeni. Ija adjarin si Saeni tenoen kain.
Tempo baroe si Saeni itoe moelain beladjar, ada soesah sekali: ija tida bisa ingat bagimana benang<noinclude></noinclude>
fn11pq55hmt8w47g7in4htw74wlyk0q
317394
317259
2026-09-06T11:38:34Z
Sabil Khoer Al Munawar
23983
/* Tervalidasi */
317394
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sabil Khoer Al Munawar" />{{rh|- 6 -||- 7 -}}</noinclude>„Saja tra taoe soerat”, sahoet si Aris sembari 'nangis. — „He!” kata Demang: „kaoe sekola bagitoe lama, masih tra taoe soerat? O! kaoe ini tantoe anak nakal sekali!” Habis bilang bagitoe, Demang lantas soeroeh orang gotong si Aris itoe, bawa ija poelang ka roemahnja.
Tjamat Sarpin djadi kaget sekali, tempo lihat anaknja berdarah.
Boedjangnja Demang lantas kasih taoe, mengapa si Aris itoe berdarah-darah. „He,” kata Tjamat: „apa kaoe tida sekola, Aris?” — „Saja sekola,” sahoet si Aris sembari bedjengit. — „Sekola di mana?” kata Tjamat. — „Tida sekola,” sahoet si Aris sembari djebé. — „Mana kaoe poenja kitab? mana sabak?” Tjamat itoe menanja. — „Ada sama si Siman,” sahoet si Aris.
O! Tjamat lantas dapat taoe akalnja, dan djadi marah sekali. Kaloe si Aris tida lagi kesakitan, tantoe ija dirangket.
Lebih dari saminggoe si Aris tra bisa bangoen. Saban hari ija poenja soedara prampoewan, si Satia namanja, misti obatin dija.
„Tah!” si Satia itoe berkata: „Aris! sekarang kaoe baroe taoe! — Lagi! malas lagi sekola! Sekarang kaoe merasa! Tra taoe soerat, digigit andjing.”
Tempo si Aris soedah baik, si Satie adjarin ija menjanji begini:
<poem>
:Bangoun pagi kasijangan,
:Pergi sekola kabelakangan,
::Tandanja tida ati-ati.
:Saban hari koelilingan,
:Main kaletji, main lajangan,
::Bijang 'njesal satengah mati.
</poem>
<center>'''III.<br>TENOEN KAIN.'''<center>
Anak-prampoean dari Hadji Oesman ada satoe anak jang soeka sekali sama peladjaran, Si Saeni namanja anak itoe. Ibarat-bapanja sajang sekali sama dija; kerna saban hari si Saeni itoe soeka bekerdja, soeka beladjar ini dan itoe. Kaloe iboenja kata apa-apa, salamanja ija menoeroet: tida sekali ija taoe bentahan. Baik sekali si Saeni itoe, ja, sobatkoe? Orang lain djoega sajang sekali sama dija.
Tempo si Saeni soedah besar sedikit, iboenja panggilin dija satoe orang prampoean, jang bisa sekali menoenoen kain. Prampoewan ini misti djadi goeroenja si Saeni. Ija adjarin si Saeni tenoen kain.
Tempo baroe si Saeni itoe moelain beladjar, ada soesah sekali: ija tida bisa ingat bagimana benang<noinclude></noinclude>
qicoyqtisfpq56bdq5la0wpq4pk5qqb
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/15
104
114703
317258
2026-09-06T04:03:04Z
~2026-48267-73
27597
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '<div style="text-align:center;"> '''— 18 —''' '''X.''' '''SIMIN, ALI dan PA SIMIN.''' ''Simin.'' </div> <div style="text-align:center;"> He, ’man! mengapa kaoe potongin itoe tjabeng,<br> Sampe banjak djatoh ka bawah?<br> Dari padanja nanti kaloewar kembang,<br> Jang boleh djadi banjak boewah. </div> <div style="text-align:center;"> ''Ali.'' Satoe poeh?oen terlaloe banjak beboewah,<br> Sedangnja sarat, lantas mendapat sakit;<br> Boewahnj...
317258
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="114.10.10.86" /></noinclude><div style="text-align:center;">
'''— 18 —'''
'''X.'''
'''SIMIN, ALI dan PA SIMIN.'''
''Simin.''
</div>
<div style="text-align:center;">
He, ’man! mengapa kaoe potongin itoe tjabeng,<br>
Sampe banjak djatoh ka bawah?<br>
Dari padanja nanti kaloewar kembang,<br>
Jang boleh djadi banjak boewah.
</div>
<div style="text-align:center;">
''Ali.''
Satoe poeh?oen terlaloe banjak beboewah,<br>
Sedangnja sarat, lantas mendapat sakit;<br>
Boewahnja djelck, banjak rontok ka bawah,<br>
Jang harap banjak, lantas dapat sedikit.
''Pa Simin.''
</div>
<div style="text-align:center;">
'''Begoes!— betoel sekali omongmoe, Ali!'''<br>
Simin, apa kaoe mengarti?<br>
Jang kapingin sadja dapat banjak sekali,<br>
Tra nanti dapat bagi harapan hati.
</div>
<div style="text-align:center; margin-top:20px;">
'''XI.'''
'''SALAK.'''
</div>
Si Sidan bawain bapanja nasi ka kebon. Bapa
nja lagi mengarit roempoet di kebon itoe Tempo
si Sidan sampe di kebon, ija minta salak sama
bapanja.<br>
</div>
„Pergi petik,” sahoet bapanja: „tapi petik itoe jang di sana; djangan kaoe petik itoe jang dekat gawir.”
Si Sidan koerang senang; ija berkata: „Hil<noinclude></noinclude>
e869h93t4v7hgc1qq5fzibkucy1afsx
317261
317258
2026-09-06T04:07:28Z
~2026-48267-73
27597
317261
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="114.10.10.86" /></noinclude><div style="text-align:center;">
'''— 18 —'''
'''X.'''
'''SIMIN, ALI dan PA SIMIN.'''
''Simin.''
</div>
<div style="text-align:center;">
He, ’man! mengapa kaoe potongin itoe tjabeng,<br>
Sampe banjak djatoh ka bawah?<br>
Dari padanja nanti kaloewar kembang,<br>
Jang boleh djadi banjak boewah.
</div>
<div style="text-align:center;">
''Ali.''
Satoe poeh?oen terlaloe banjak beboewah,<br>
Sedangnja sarat, lantas mendapat sakit;<br>
Boewahnja djelck, banjak rontok ka bawah,<br>
Jang harap banjak, lantas dapat sedikit.
''Pa Simin.''
</div>
<div style="text-align:center;">
'''Begoes!— betoel sekali omongmoe, Ali!'''<br>
Simin, apa kaoe mengarti?<br>
Jang kapingin sadja dapat banjak sekali,<br>
Tra nanti dapat bagi harapan hati.
</div>
<div style="text-align:center; margin-top:20px;">
'''XI.'''
'''SALAK.'''
</div>
Si Sidan bawain bapanja nasi ka kebon. Bapa
nja lagi mengarit roempoet di kebon itoe Tempo
si Sidan sampe di kebon, ija minta salak sama
bapanja.<br>
</div>
„Pergi petik,” sahoet bapanja: „tapi petik itoe jang di sana; djangan kaoe petik itoe jang dekat gawir.”
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px;">
</div>
Si Sidan koerang senang; ija berkata: „Hil
</div>
</div>
<div style="text-align:center; font-family:'Times New Roman',serif; font-size:14px; margin-bottom:10px;">
'''— 19 —'''
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
jang di sana, belon toewa; jang dekat gawir soedah matang.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
„Djangan, Sidan!” sahoet bapanja: „djangan kaoe pergi ka sitoe. Akoe takoet, sebab itoe tanah soedah melekah; nanti goegoer.”
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Si Sidan koerang enak sekali, sebab ija tida dikasih petik itoe salak jang ija maoe; tapi ija menoereet djoega, sebab ija tida biasa bantahan; salamanja ija kasih hormat sama orang-toewanja. Kaoe djoega bagitoe, sobat-sobatkoe?
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Bapanja si Sidan tida galak; ija tra taoe poekoel anaknja. Maski bagitoe, si Sidan itoe tida djahat. Ija baik sekali. Saja sajang sekali si Sidan itoe.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Sebab bapanja tida kasih dekatin gawir, si Sidan lantas pergi sadja petik salak di itoe poehon, jang bapanja oendjoek. Tempo ija lagi petik salak itoe, ija djadi kaget sekali. Kenapa?
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Tanah tergojang keras. Ada lini. Itoe poehon salak jang di pinggir gawir terbalik, dan djatoh ka solokan dalem dan gelap sekali, sebab tanahnja goegoer, lantaran digojang lini — Ai! baik itoe si Sidan tida pergi petik salak di sitoe.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Bapanja lantas berkata: „Tah, Sidan! tjoba lihat apa soedah djadi. O! kaloe kaoe tida toeroet perkataan bapa, tentoe sekarang ini kaoe soedah djatoh ka solokan dan kaleroek tanah jang goegoer itoe.”
</div><noinclude></noinclude>
nvda9qhq8ui1w1zad3qot9a1hdiwb6z
317298
317261
2026-09-06T04:44:00Z
~2026-48267-73
27597
317298
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="114.10.10.86" /></noinclude><center>
'''— 18 —'''
'''X.'''
'''SIMIN, ALI dan PA SIMIN.'''
''Simin.''
</center>
<poem>
He, ’man! mengapa kaoe potongin itoe tjabeng,<br>
Sampe banjak djatoh ka bawah?<br>
Dari padanja nanti kaloewar kembang,<br>
Jang boleh djadi banjak boewah.
</poem>
''Ali.''
<poem>
Satoe poeh?oen terlaloe banjak beboewah,<br>
Sedangnja sarat, lantas mendapat sakit;<br>
Boewahnja djelck, banjak rontok ka bawah,<br>
Jang harap banjak, lantas dapat sedikit.</poem>
''Pa Simin.''
<poem>
'''Begoes!— betoel sekali omongmoe, Ali!'''<br>
Simin, apa kaoe mengarti?<br>
Jang kapingin sadja dapat banjak sekali,<br>
Tra nanti dapat bagi harapan hati.
</poem>
<div style="text-align:center; margin-top:20px;">
'''XI.'''
'''SALAK.'''
</div>
Si Sidan bawain bapanja nasi ka kebon. Bapa
nja lagi mengarit roempoet di kebon itoe Tempo
si Sidan sampe di kebon, ija minta salak sama
bapanja.<br>
</div>
„Pergi petik,” sahoet bapanja: „tapi petik itoe jang di sana; djangan kaoe petik itoe jang dekat gawir.”
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px;">
</div>
Si Sidan koerang senang; ija berkata: „Hil
</div>
</div>
<div style="text-align:center; font-family:'Times New Roman',serif; font-size:14px; margin-bottom:10px;">
'''— 19 —'''
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
jang di sana, belon toewa; jang dekat gawir soedah matang.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
„Djangan, Sidan!” sahoet bapanja: „djangan kaoe pergi ka sitoe. Akoe takoet, sebab itoe tanah soedah melekah; nanti goegoer.”
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Si Sidan koerang enak sekali, sebab ija tida dikasih petik itoe salak jang ija maoe; tapi ija menoereet djoega, sebab ija tida biasa bantahan; salamanja ija kasih hormat sama orang-toewanja. Kaoe djoega bagitoe, sobat-sobatkoe?
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Bapanja si Sidan tida galak; ija tra taoe poekoel anaknja. Maski bagitoe, si Sidan itoe tida djahat. Ija baik sekali. Saja sajang sekali si Sidan itoe.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Sebab bapanja tida kasih dekatin gawir, si Sidan lantas pergi sadja petik salak di itoe poehon, jang bapanja oendjoek. Tempo ija lagi petik salak itoe, ija djadi kaget sekali. Kenapa?
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Tanah tergojang keras. Ada lini. Itoe poehon salak jang di pinggir gawir terbalik, dan djatoh ka solokan dalem dan gelap sekali, sebab tanahnja goegoer, lantaran digojang lini — Ai! baik itoe si Sidan tida pergi petik salak di sitoe.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Bapanja lantas berkata: „Tah, Sidan! tjoba lihat apa soedah djadi. O! kaloe kaoe tida toeroet perkataan bapa, tentoe sekarang ini kaoe soedah djatoh ka solokan dan kaleroek tanah jang goegoer itoe.”
</div><noinclude></noinclude>
gnb7s5ucdepjxvewi9688xh6is59xea
317299
317298
2026-09-06T04:45:37Z
~2026-48267-73
27597
317299
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="114.10.10.86" /></noinclude><center>
'''— 18 —'''
'''X.'''
'''SIMIN, ALI dan PA SIMIN.'''
''Simin.''
</center>
<poem>
He, ’man! mengapa kaoe potongin itoe tjabeng,<br>
Sampe banjak djatoh ka bawah?<br>
Dari padanja nanti kaloewar kembang,<br>
Jang boleh djadi banjak boewah.
</poem>
<center>''Ali.''</center>
<poem>
Satoe poeh?oen terlaloe banjak beboewah,<br>
Sedangnja sarat, lantas mendapat sakit;<br>
Boewahnja djelck, banjak rontok ka bawah,<br>
Jang harap banjak, lantas dapat sedikit.</poem>
<center>''Pa Simin.''</center>
<poem>
'''Begoes!— betoel sekali omongmoe, Ali!'''<br>
Simin, apa kaoe mengarti?<br>
Jang kapingin sadja dapat banjak sekali,<br>
Tra nanti dapat bagi harapan hati.
</poem>
<div style="text-align:center; margin-top:20px;">
'''XI.'''
'''SALAK.'''
</div>
Si Sidan bawain bapanja nasi ka kebon. Bapa
nja lagi mengarit roempoet di kebon itoe Tempo
si Sidan sampe di kebon, ija minta salak sama
bapanja.<br>
</div>
„Pergi petik,” sahoet bapanja: „tapi petik itoe jang di sana; djangan kaoe petik itoe jang dekat gawir.”
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px;">
</div>
Si Sidan koerang senang; ija berkata: „Hil
</div>
</div>
<div style="text-align:center; font-family:'Times New Roman',serif; font-size:14px; margin-bottom:10px;">
'''— 19 —'''
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
jang di sana, belon toewa; jang dekat gawir soedah matang.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
„Djangan, Sidan!” sahoet bapanja: „djangan kaoe pergi ka sitoe. Akoe takoet, sebab itoe tanah soedah melekah; nanti goegoer.”
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Si Sidan koerang enak sekali, sebab ija tida dikasih petik itoe salak jang ija maoe; tapi ija menoereet djoega, sebab ija tida biasa bantahan; salamanja ija kasih hormat sama orang-toewanja. Kaoe djoega bagitoe, sobat-sobatkoe?
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Bapanja si Sidan tida galak; ija tra taoe poekoel anaknja. Maski bagitoe, si Sidan itoe tida djahat. Ija baik sekali. Saja sajang sekali si Sidan itoe.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Sebab bapanja tida kasih dekatin gawir, si Sidan lantas pergi sadja petik salak di itoe poehon, jang bapanja oendjoek. Tempo ija lagi petik salak itoe, ija djadi kaget sekali. Kenapa?
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Tanah tergojang keras. Ada lini. Itoe poehon salak jang di pinggir gawir terbalik, dan djatoh ka solokan dalem dan gelap sekali, sebab tanahnja goegoer, lantaran digojang lini — Ai! baik itoe si Sidan tida pergi petik salak di sitoe.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Bapanja lantas berkata: „Tah, Sidan! tjoba lihat apa soedah djadi. O! kaloe kaoe tida toeroet perkataan bapa, tentoe sekarang ini kaoe soedah djatoh ka solokan dan kaleroek tanah jang goegoer itoe.”
</div><noinclude></noinclude>
e4mrzhf7e31hoxgvajud06htu82p7pa
317303
317299
2026-09-06T04:48:34Z
~2026-48267-73
27597
317303
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="114.10.10.86" /></noinclude><center>
'''— 18 —'''
'''X.'''
'''SIMIN, ALI dan PA SIMIN.'''
''Simin.''
</center>
<poem>
He, ’man! mengapa kaoe potongin itoe tjabeng,
Sampe banjak djatoh ka bawah?
Dari padanja nanti kaloewar kembang,
Jang boleh djadi banjak boewah.
</poem>
<center>''Ali.''</center>
<poem>
Satoe poeh?oen terlaloe banjak beboewah,
Sedangnja sarat, lantas mendapat sakit;
Boewahnja djelck, banjak rontok ka bawah,
Jang harap banjak, lantas dapat sedikit.</poem>
<center>''Pa Simin.''</center>
<poem>
'''Begoes!— betoel sekali omongmoe, Ali!'''
Simin, apa kaoe mengarti?
Jang kapingin sadja dapat banjak sekali,
Tra nanti dapat bagi harapan hati.
</poem>
<div style="text-align:center; margin-top:20px;">
'''XI.'''
'''SALAK.'''
</div>
Si Sidan bawain bapanja nasi ka kebon. Bapa
nja lagi mengarit roempoet di kebon itoe Tempo
si Sidan sampe di kebon, ija minta salak sama
bapanja.<br>
</div>
„Pergi petik,” sahoet bapanja: „tapi petik itoe jang di sana; djangan kaoe petik itoe jang dekat gawir.”
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px;">
</div>
Si Sidan koerang senang; ija berkata: „Hil
</div>
</div>
<div style="text-align:center; font-family:'Times New Roman',serif; font-size:14px; margin-bottom:10px;">
'''— 19 —'''
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
jang di sana, belon toewa; jang dekat gawir soedah matang.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
„Djangan, Sidan!” sahoet bapanja: „djangan kaoe pergi ka sitoe. Akoe takoet, sebab itoe tanah soedah melekah; nanti goegoer.”
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Si Sidan koerang enak sekali, sebab ija tida dikasih petik itoe salak jang ija maoe; tapi ija menoereet djoega, sebab ija tida biasa bantahan; salamanja ija kasih hormat sama orang-toewanja. Kaoe djoega bagitoe, sobat-sobatkoe?
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Bapanja si Sidan tida galak; ija tra taoe poekoel anaknja. Maski bagitoe, si Sidan itoe tida djahat. Ija baik sekali. Saja sajang sekali si Sidan itoe.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Sebab bapanja tida kasih dekatin gawir, si Sidan lantas pergi sadja petik salak di itoe poehon, jang bapanja oendjoek. Tempo ija lagi petik salak itoe, ija djadi kaget sekali. Kenapa?
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Tanah tergojang keras. Ada lini. Itoe poehon salak jang di pinggir gawir terbalik, dan djatoh ka solokan dalem dan gelap sekali, sebab tanahnja goegoer, lantaran digojang lini — Ai! baik itoe si Sidan tida pergi petik salak di sitoe.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Bapanja lantas berkata: „Tah, Sidan! tjoba lihat apa soedah djadi. O! kaloe kaoe tida toeroet perkataan bapa, tentoe sekarang ini kaoe soedah djatoh ka solokan dan kaleroek tanah jang goegoer itoe.”
</div><noinclude></noinclude>
arlvuk7pt38m4b7pqnegs7z5cqzzodp
317312
317303
2026-09-06T04:56:22Z
~2026-48267-73
27597
317312
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="114.10.10.86" /></noinclude><center>
'''— 18 —'''
'''X.'''
'''SIMIN, ALI dan PA SIMIN.'''
''Simin.''
</center>
<poem>
He, ’man! mengapa kaoe potongin itoe tjabeng,
Sampe banjak djatoh ka bawah?
Dari padanja nanti kaloewar kembang,
Jang boleh djadi banjak boewah.
</poem>
<center>''Ali.''</center>
<poem>
Satoe poeh?oen terlaloe banjak beboewah,
Sedangnja sarat, lantas mendapat sakit;
Boewahnja djelck, banjak rontok ka bawah,
Jang harap banjak, lantas dapat sedikit.</poem>
<center>''Pa Simin.''</center>
<poem>
'''Begoes!— betoel sekali omongmoe, Ali!'''
Simin, apa kaoe mengarti?
Jang kapingin sadja dapat banjak sekali,
Tra nanti dapat bagi harapan hati.
</poem>
<center>'''XI.'''</center>
<center>'''SALAK.'''</center>
Si Sidan bawain bapanja nasi ka kebon. Bapa
nja lagi mengarit roempoet di kebon itoe Tempo
si Sidan sampe di kebon, ija minta salak sama
bapanja.<br>
„Pergi petik,” sahoet bapanja: „tapi petik itoe jang di sana; djangan kaoe petik itoe jang dekat gawir.” <br>
Si Sidan koerang senang; ija berkata: „Hil<br>
<center>'''— 19 —'''</center>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
jang di sana, belon toewa; jang dekat gawir soedah matang.
„Djangan, Sidan!” sahoet bapanja: „djangan kaoe pergi ka sitoe. Akoe takoet, sebab itoe tanah soedah melekah; nanti goegoer.”
Si Sidan koerang enak sekali, sebab ija tida dikasih petik itoe salak jang ija maoe; tapi ija menoereet djoega, sebab ija tida biasa bantahan; salamanja ija kasih hormat sama orang-toewanja. Kaoe djoega bagitoe, sobat-sobatkoe?
Bapanja si Sidan tida galak; ija tra taoe poekoel anaknja. Maski bagitoe, si Sidan itoe tida djahat. Ija baik sekali. Saja sajang sekali si Sidan itoe.
Sebab bapanja tida kasih dekatin gawir, si Sidan lantas pergi sadja petik salak di itoe poehon, jang bapanja oendjoek. Tempo ija lagi petik salak itoe, ija djadi kaget sekali. Kenapa?
Tanah tergojang keras. Ada lini. Itoe poehon salak jang di pinggir gawir terbalik, dan djatoh ka solokan dalem dan gelap sekali, sebab tanahnja goegoer, lantaran digojang lini — Ai! baik itoe si Sidan tida pergi petik salak di sitoe.
Bapanja lantas berkata: „Tah, Sidan! tjoba lihat apa soedah djadi. O! kaloe kaoe tida toeroet perkataan bapa, tentoe sekarang ini kaoe soedah djatoh ka solokan dan kaleroek tanah jang goegoer itoe.”<noinclude></noinclude>
045g519rxsvl9ncucslc39m3iluxemu
317326
317312
2026-09-06T05:12:34Z
Patriot gilar gilar
26780
/* Telah diuji baca */
317326
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="114.10.10.86" /></noinclude><center>
'''— 18 —'''
'''X.'''
'''SIMIN, ALI dan PA SIMIN.'''</center>
<poem><center>''Simin.''</poem></center>
<poem>
He, ’man! mengapa kaoe potongin itoe tjabeng,
Sampe banjak djatoh ka bawah?
Dari padanja nanti kaloewar kembang,
Jang boleh djadi banjak boewah.
</poem>
<poem><center>''Ali.''</center></poem>
<poem>
Satoe poeh?oen terlaloe banjak beboewah,
Sedangnja sarat, lantas mendapat sakit;
Boewahnja djelck, banjak rontok ka bawah,
Jang harap banjak, lantas dapat sedikit.</poem>
<poem><center>''Pa Simin.''</center></poem>
<poem>
'''Begoes!— betoel sekali omongmoe, Ali!'''
Simin, apa kaoe mengarti?
Jang kapingin sadja dapat banjak sekali,
Tra nanti dapat bagi harapan hati.
</poem>
<center>'''XI.'''</center>
<center>'''SALAK.'''</center>
Si Sidan bawain bapanja nasi ka kebon. Bapa
nja lagi mengarit roempoet di kebon itoe Tempo
si Sidan sampe di kebon, ija minta salak sama
bapanja.<br>
„Pergi petik,” sahoet bapanja: „tapi petik itoe jang di sana; djangan kaoe petik itoe jang dekat gawir.” <br>
Si Sidan koerang senang; ija berkata: „Hil<br>
<center>'''— 19 —'''</center>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
jang di sana, belon toewa; jang dekat gawir soedah matang.
„Djangan, Sidan!” sahoet bapanja: „djangan kaoe pergi ka sitoe. Akoe takoet, sebab itoe tanah soedah melekah; nanti goegoer.”
Si Sidan koerang enak sekali, sebab ija tida dikasih petik itoe salak jang ija maoe; tapi ija menoereet djoega, sebab ija tida biasa bantahan; salamanja ija kasih hormat sama orang-toewanja. Kaoe djoega bagitoe, sobat-sobatkoe?
Bapanja si Sidan tida galak; ija tra taoe poekoel anaknja. Maski bagitoe, si Sidan itoe tida djahat. Ija baik sekali. Saja sajang sekali si Sidan itoe.
Sebab bapanja tida kasih dekatin gawir, si Sidan lantas pergi sadja petik salak di itoe poehon, jang bapanja oendjoek. Tempo ija lagi petik salak itoe, ija djadi kaget sekali. Kenapa?
Tanah tergojang keras. Ada lini. Itoe poehon salak jang di pinggir gawir terbalik, dan djatoh ka solokan dalem dan gelap sekali, sebab tanahnja goegoer, lantaran digojang lini — Ai! baik itoe si Sidan tida pergi petik salak di sitoe.
Bapanja lantas berkata: „Tah, Sidan! tjoba lihat apa soedah djadi. O! kaloe kaoe tida toeroet perkataan bapa, tentoe sekarang ini kaoe soedah djatoh ka solokan dan kaleroek tanah jang goegoer itoe.”<noinclude></noinclude>
c8nllnnx87jfto967wqy0od33povxh7
317327
317326
2026-09-06T05:13:58Z
Patriot gilar gilar
26780
317327
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="114.10.10.86" /></noinclude><center>
'''— 18 —'''
'''X.'''
'''SIMIN, ALI dan PA SIMIN.'''</center>
<poem><center>''Simin.''</poem></center>
<poem>
He, ’man! mengapa kaoe potongin itoe tjabeng,
Sampe banjak djatoh ka bawah?
Dari padanja nanti kaloewar kembang,
Jang boleh djadi banjak boewah.
</poem>
<poem><center>''Ali.''</center></poem>
<poem>
Satoe poeh?oen terlaloe banjak beboewah,
Sedangnja sarat, lantas mendapat sakit;
Boewahnja djelck, banjak rontok ka bawah,
Jang harap banjak, lantas dapat sedikit.</poem>
<poem><center>''Pa Simin.''</center></poem>
<poem>
'''Begoes!— betoel sekali omongmoe, Ali!'''
Simin, apa kaoe mengarti?
Jang kapingin sadja dapat banjak sekali,
Tra nanti dapat bagi harapan hati.
</poem>
<center>'''XI.'''</center>
<center>'''SALAK.'''</center>
Si Sidan bawain bapanja nasi ka kebon. Bapa
nja lagi mengarit roempoet di kebon itoe Tempo
si Sidan sampe di kebon, ija minta salak sama
bapanja.<br>
„Pergi petik,” sahoet bapanja: „tapi petik itoe jang di sana; djangan kaoe petik itoe jang dekat gawir.” <br>
Si Sidan koerang senang; ija berkata: „Hil<br>
<center>'''— 19 —'''</center>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
jang di sana, belon toewa; jang dekat gawir soedah matang.
„Djangan, Sidan!” sahoet bapanja: „djangan kaoe pergi ka sitoe. Akoe takoet, sebab itoe tanah soedah melekah; nanti goegoer.”
Si Sidan koerang enak sekali, sebab ija tida dikasih petik itoe salak jang ija maoe; tapi ija menoereet djoega, sebab ija tida biasa bantahan; salamanja ija kasih hormat sama orang-toewanja. Kaoe djoega bagitoe, sobat-sobatkoe?
Bapanja si Sidan tida galak; ija tra taoe poekoel anaknja. Maski bagitoe, si Sidan itoe tida djahat. Ija baik sekali. Saja sajang sekali si Sidan itoe.
Sebab bapanja tida kasih dekatin gawir, si Sidan lantas pergi sadja petik salak di itoe poehon, jang bapanja oendjoek. Tempo ija lagi petik salak itoe, ija djadi kaget sekali. Kenapa?
Tanah tergojang keras. Ada lini. Itoe poehon salak jang di pinggir gawir terbalik, dan djatoh ka solokan dalem dan gelap sekali, sebab tanahnja goegoer, lantaran digojang lini — Ai! baik itoe si Sidan tida pergi petik salak di sitoe.
Bapanja lantas berkata: „Tah, Sidan! tjoba lihat apa soedah djadi. O! kaloe kaoe tida toeroet perkataan bapa, tentoe sekarang ini kaoe soedah djatoh ka solokan dan kaleroek tanah jang goegoer itoe.”<noinclude></noinclude>
otdxm1wxcowczeixbpah6ocnw6p8xc6
317333
317327
2026-09-06T05:18:05Z
Patriot gilar gilar
26780
317333
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="114.10.10.86" /></noinclude><center>
'''— 18 —'''
'''X.'''
'''SIMIN, ALI dan PA SIMIN.'''</center>
<center>''Simin.''</center>
<poem>
He, ’man! mengapa kaoe potongin itoe tjabeng,
Sampe banjak djatoh ka bawah?
Dari padanja nanti kaloewar kembang,
Jang boleh djadi banjak boewah.
</poem>
<poem><center>''Ali.''</center></poem>
<poem>
Satoe poeh?oen terlaloe banjak beboewah,
Sedangnja sarat, lantas mendapat sakit;
Boewahnja djelck, banjak rontok ka bawah,
Jang harap banjak, lantas dapat sedikit.</poem>
<poem><center>''Pa Simin.''</center></poem>
<poem>
'''Begoes!— betoel sekali omongmoe, Ali!'''
Simin, apa kaoe mengarti?
Jang kapingin sadja dapat banjak sekali,
Tra nanti dapat bagi harapan hati.
</poem>
<center>'''XI.'''</center>
<center>'''SALAK.'''</center>
Si Sidan bawain bapanja nasi ka kebon. Bapa
nja lagi mengarit roempoet di kebon itoe Tempo
si Sidan sampe di kebon, ija minta salak sama
bapanja.<br>
„Pergi petik,” sahoet bapanja: „tapi petik itoe jang di sana; djangan kaoe petik itoe jang dekat gawir.” <br>
Si Sidan koerang senang; ija berkata: „Hil<br>
<center>'''— 19 —'''</center>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
jang di sana, belon toewa; jang dekat gawir soedah matang.
„Djangan, Sidan!” sahoet bapanja: „djangan kaoe pergi ka sitoe. Akoe takoet, sebab itoe tanah soedah melekah; nanti goegoer.”
Si Sidan koerang enak sekali, sebab ija tida dikasih petik itoe salak jang ija maoe; tapi ija menoereet djoega, sebab ija tida biasa bantahan; salamanja ija kasih hormat sama orang-toewanja. Kaoe djoega bagitoe, sobat-sobatkoe?
Bapanja si Sidan tida galak; ija tra taoe poekoel anaknja. Maski bagitoe, si Sidan itoe tida djahat. Ija baik sekali. Saja sajang sekali si Sidan itoe.
Sebab bapanja tida kasih dekatin gawir, si Sidan lantas pergi sadja petik salak di itoe poehon, jang bapanja oendjoek. Tempo ija lagi petik salak itoe, ija djadi kaget sekali. Kenapa?
Tanah tergojang keras. Ada lini. Itoe poehon salak jang di pinggir gawir terbalik, dan djatoh ka solokan dalem dan gelap sekali, sebab tanahnja goegoer, lantaran digojang lini — Ai! baik itoe si Sidan tida pergi petik salak di sitoe.
Bapanja lantas berkata: „Tah, Sidan! tjoba lihat apa soedah djadi. O! kaloe kaoe tida toeroet perkataan bapa, tentoe sekarang ini kaoe soedah djatoh ka solokan dan kaleroek tanah jang goegoer itoe.”<noinclude></noinclude>
f5k691x6v9rgo06ex22xqb7g4gsbozc
317334
317333
2026-09-06T05:18:38Z
Patriot gilar gilar
26780
317334
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="114.10.10.86" /></noinclude><center>
'''— 18 —'''
'''X.'''
'''SIMIN, ALI dan PA SIMIN.'''</center>
<center>''Simin.''</center>
<poem>
:He, ’man! mengapa kaoe potongin itoe tjabeng,
::Sampe banjak djatoh ka bawah?
:Dari padanja nanti kaloewar kembang,
::Jang boleh djadi banjak boewah.
</poem>
<poem><center>''Ali.''</center></poem>
<poem>
Satoe poeh?oen terlaloe banjak beboewah,
Sedangnja sarat, lantas mendapat sakit;
Boewahnja djelck, banjak rontok ka bawah,
Jang harap banjak, lantas dapat sedikit.</poem>
<poem><center>''Pa Simin.''</center></poem>
<poem>
'''Begoes!— betoel sekali omongmoe, Ali!'''
Simin, apa kaoe mengarti?
Jang kapingin sadja dapat banjak sekali,
Tra nanti dapat bagi harapan hati.
</poem>
<center>'''XI.'''</center>
<center>'''SALAK.'''</center>
Si Sidan bawain bapanja nasi ka kebon. Bapa
nja lagi mengarit roempoet di kebon itoe Tempo
si Sidan sampe di kebon, ija minta salak sama
bapanja.<br>
„Pergi petik,” sahoet bapanja: „tapi petik itoe jang di sana; djangan kaoe petik itoe jang dekat gawir.” <br>
Si Sidan koerang senang; ija berkata: „Hil<br>
<center>'''— 19 —'''</center>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
jang di sana, belon toewa; jang dekat gawir soedah matang.
„Djangan, Sidan!” sahoet bapanja: „djangan kaoe pergi ka sitoe. Akoe takoet, sebab itoe tanah soedah melekah; nanti goegoer.”
Si Sidan koerang enak sekali, sebab ija tida dikasih petik itoe salak jang ija maoe; tapi ija menoereet djoega, sebab ija tida biasa bantahan; salamanja ija kasih hormat sama orang-toewanja. Kaoe djoega bagitoe, sobat-sobatkoe?
Bapanja si Sidan tida galak; ija tra taoe poekoel anaknja. Maski bagitoe, si Sidan itoe tida djahat. Ija baik sekali. Saja sajang sekali si Sidan itoe.
Sebab bapanja tida kasih dekatin gawir, si Sidan lantas pergi sadja petik salak di itoe poehon, jang bapanja oendjoek. Tempo ija lagi petik salak itoe, ija djadi kaget sekali. Kenapa?
Tanah tergojang keras. Ada lini. Itoe poehon salak jang di pinggir gawir terbalik, dan djatoh ka solokan dalem dan gelap sekali, sebab tanahnja goegoer, lantaran digojang lini — Ai! baik itoe si Sidan tida pergi petik salak di sitoe.
Bapanja lantas berkata: „Tah, Sidan! tjoba lihat apa soedah djadi. O! kaloe kaoe tida toeroet perkataan bapa, tentoe sekarang ini kaoe soedah djatoh ka solokan dan kaleroek tanah jang goegoer itoe.”<noinclude></noinclude>
k2ok7kwf959zbww7how73aoknnm0you
317335
317334
2026-09-06T05:20:23Z
Patriot gilar gilar
26780
317335
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="114.10.10.86" />{{rh|- 18 -||- 19 -}}</noinclude><center>
'''X.'''
'''SIMIN, ALI dan PA SIMIN.'''</center>
<center>''Simin.''</center>
<poem>
:He, ’man! mengapa kaoe potongin itoe tjabeng,
::Sampe banjak djatoh ka bawah?
:Dari padanja nanti kaloewar kembang,
::Jang boleh djadi banjak boewah.
</poem>
<poem><center>''Ali.''</center></poem>
<poem>
Satoe poeh?oen terlaloe banjak beboewah,
Sedangnja sarat, lantas mendapat sakit;
Boewahnja djelck, banjak rontok ka bawah,
Jang harap banjak, lantas dapat sedikit.</poem>
<poem><center>''Pa Simin.''</center></poem>
<poem>
'''Begoes!— betoel sekali omongmoe, Ali!'''
Simin, apa kaoe mengarti?
Jang kapingin sadja dapat banjak sekali,
Tra nanti dapat bagi harapan hati.
</poem>
<center>'''XI.'''</center>
<center>'''SALAK.'''</center>
Si Sidan bawain bapanja nasi ka kebon. Bapa
nja lagi mengarit roempoet di kebon itoe Tempo
si Sidan sampe di kebon, ija minta salak sama
bapanja.<br>
„Pergi petik,” sahoet bapanja: „tapi petik itoe jang di sana; djangan kaoe petik itoe jang dekat gawir.” <br>
Si Sidan koerang senang; ija berkata: „Hil<br>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
jang di sana, belon toewa; jang dekat gawir soedah matang.
„Djangan, Sidan!” sahoet bapanja: „djangan kaoe pergi ka sitoe. Akoe takoet, sebab itoe tanah soedah melekah; nanti goegoer.”
Si Sidan koerang enak sekali, sebab ija tida dikasih petik itoe salak jang ija maoe; tapi ija menoereet djoega, sebab ija tida biasa bantahan; salamanja ija kasih hormat sama orang-toewanja. Kaoe djoega bagitoe, sobat-sobatkoe?
Bapanja si Sidan tida galak; ija tra taoe poekoel anaknja. Maski bagitoe, si Sidan itoe tida djahat. Ija baik sekali. Saja sajang sekali si Sidan itoe.
Sebab bapanja tida kasih dekatin gawir, si Sidan lantas pergi sadja petik salak di itoe poehon, jang bapanja oendjoek. Tempo ija lagi petik salak itoe, ija djadi kaget sekali. Kenapa?
Tanah tergojang keras. Ada lini. Itoe poehon salak jang di pinggir gawir terbalik, dan djatoh ka solokan dalem dan gelap sekali, sebab tanahnja goegoer, lantaran digojang lini — Ai! baik itoe si Sidan tida pergi petik salak di sitoe.
Bapanja lantas berkata: „Tah, Sidan! tjoba lihat apa soedah djadi. O! kaloe kaoe tida toeroet perkataan bapa, tentoe sekarang ini kaoe soedah djatoh ka solokan dan kaleroek tanah jang goegoer itoe.”<noinclude></noinclude>
ndkfw2f8syz0esywpp5sey4fybpvnu7
317337
317335
2026-09-06T05:21:58Z
Patriot gilar gilar
26780
317337
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="114.10.10.86" />{{rh|- 18 -||- 19 -}}</noinclude><center>
'''X.'''
'''SIMIN, ALI dan PA SIMIN.'''</center>
<center>''Simin.''</center>
<poem>
:He, ’man! mengapa kaoe potongin itoe tjabeng,
::Sampe banjak djatoh ka bawah?
:Dari padanja nanti kaloewar kembang,
::Jang boleh djadi banjak boewah.
</poem>
<poem><center>''Ali.''</center></poem>
<poem>
:Satoe poeh?oen terlaloe banjak beboewah,
::Sedangnja sarat, lantas mendapat sakit;
:Boewahnja djelck, banjak rontok ka bawah,
::Jang harap banjak, lantas dapat sedikit.</poem>
<poem><center>''Pa Simin.''</center></poem>
<poem>
:'''Begoes!— betoel sekali omongmoe, Ali!'''
::Simin, apa kaoe mengarti?
:Jang kapingin sadja dapat banjak sekali,
::Tra nanti dapat bagi harapan hati.
</poem>
<center>'''XI.'''</center>
<center>'''SALAK.'''</center>
Si Sidan bawain bapanja nasi ka kebon. Bapa
nja lagi mengarit roempoet di kebon itoe Tempo
si Sidan sampe di kebon, ija minta salak sama
bapanja.<br>
„Pergi petik,” sahoet bapanja: „tapi petik itoe jang di sana; djangan kaoe petik itoe jang dekat gawir.” <br>
Si Sidan koerang senang; ija berkata: „Hil<br>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
jang di sana, belon toewa; jang dekat gawir soedah matang.
„Djangan, Sidan!” sahoet bapanja: „djangan kaoe pergi ka sitoe. Akoe takoet, sebab itoe tanah soedah melekah; nanti goegoer.”
Si Sidan koerang enak sekali, sebab ija tida dikasih petik itoe salak jang ija maoe; tapi ija menoereet djoega, sebab ija tida biasa bantahan; salamanja ija kasih hormat sama orang-toewanja. Kaoe djoega bagitoe, sobat-sobatkoe?
Bapanja si Sidan tida galak; ija tra taoe poekoel anaknja. Maski bagitoe, si Sidan itoe tida djahat. Ija baik sekali. Saja sajang sekali si Sidan itoe.
Sebab bapanja tida kasih dekatin gawir, si Sidan lantas pergi sadja petik salak di itoe poehon, jang bapanja oendjoek. Tempo ija lagi petik salak itoe, ija djadi kaget sekali. Kenapa?
Tanah tergojang keras. Ada lini. Itoe poehon salak jang di pinggir gawir terbalik, dan djatoh ka solokan dalem dan gelap sekali, sebab tanahnja goegoer, lantaran digojang lini — Ai! baik itoe si Sidan tida pergi petik salak di sitoe.
Bapanja lantas berkata: „Tah, Sidan! tjoba lihat apa soedah djadi. O! kaloe kaoe tida toeroet perkataan bapa, tentoe sekarang ini kaoe soedah djatoh ka solokan dan kaleroek tanah jang goegoer itoe.”<noinclude></noinclude>
f8jqg63x27rab4fx866wo23ip81xaeu
317338
317337
2026-09-06T05:22:43Z
Patriot gilar gilar
26780
317338
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="114.10.10.86" />{{rh|- 18 -||- 19 -}}</noinclude><center>
'''X.'''
'''SIMIN, ALI dan PA SIMIN.'''</center>
<center>''Simin.''</center>
<poem>
:He, ’man! mengapa kaoe potongin itoe tjabeng,
::Sampe banjak djatoh ka bawah?
:Dari padanja nanti kaloewar kembang,
::Jang boleh djadi banjak boewah.
</poem>
<poem><center>''Ali.''</center></poem>
<poem>
:Satoe poeh?oen terlaloe banjak beboewah,
::Sedangnja sarat, lantas mendapat sakit;
:Boewahnja djelck, banjak rontok ka bawah,
::Jang harap banjak, lantas dapat sedikit.</poem>
<poem><center>''Pa Simin.''</center></poem>
<poem>
:'''Begoes!— betoel sekali omongmoe, Ali!'''
::Simin, apa kaoe mengarti?
:Jang kapingin sadja dapat banjak sekali,
::Tra nanti dapat bagi harapan hati.
</poem>
<center>'''XI.'''</center>
<center>'''SALAK.'''</center>
Si Sidan bawain bapanja nasi ka kebon. Bapa
nja lagi mengarit roempoet di kebon itoe Tempo
si Sidan sampe di kebon, ija minta salak sama
bapanja.<br>
„Pergi petik,” sahoet bapanja: „tapi petik itoe jang di sana; djangan kaoe petik itoe jang dekat gawir.” <br>
Si Sidan koerang senang; ija berkata: „Hil<br>
jang di sana, belon toewa; jang dekat gawir soedah matang.
„Djangan, Sidan!” sahoet bapanja: „djangan kaoe pergi ka sitoe. Akoe takoet, sebab itoe tanah soedah melekah; nanti goegoer.”
Si Sidan koerang enak sekali, sebab ija tida dikasih petik itoe salak jang ija maoe; tapi ija menoereet djoega, sebab ija tida biasa bantahan; salamanja ija kasih hormat sama orang-toewanja. Kaoe djoega bagitoe, sobat-sobatkoe?
Bapanja si Sidan tida galak; ija tra taoe poekoel anaknja. Maski bagitoe, si Sidan itoe tida djahat. Ija baik sekali. Saja sajang sekali si Sidan itoe.
Sebab bapanja tida kasih dekatin gawir, si Sidan lantas pergi sadja petik salak di itoe poehon, jang bapanja oendjoek. Tempo ija lagi petik salak itoe, ija djadi kaget sekali. Kenapa?
Tanah tergojang keras. Ada lini. Itoe poehon salak jang di pinggir gawir terbalik, dan djatoh ka solokan dalem dan gelap sekali, sebab tanahnja goegoer, lantaran digojang lini — Ai! baik itoe si Sidan tida pergi petik salak di sitoe.
Bapanja lantas berkata: „Tah, Sidan! tjoba lihat apa soedah djadi. O! kaloe kaoe tida toeroet perkataan bapa, tentoe sekarang ini kaoe soedah djatoh ka solokan dan kaleroek tanah jang goegoer itoe.”<noinclude></noinclude>
p3rpucks5hek9j8ztrezbehdfbfuydn
317339
317338
2026-09-06T05:23:34Z
Patriot gilar gilar
26780
317339
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="114.10.10.86" />{{rh|- 18 -||- 19 -}}</noinclude><center>
'''X.'''
'''SIMIN, ALI dan PA SIMIN.'''</center>
<center>''Simin.''</center>
<poem>
:He, ’man! mengapa kaoe potongin itoe tjabeng,
::Sampe banjak djatoh ka bawah?
:Dari padanja nanti kaloewar kembang,
::Jang boleh djadi banjak boewah.
</poem>
<poem><center>''Ali.''</center></poem>
<poem>
:Satoe poeh?oen terlaloe banjak beboewah,
::Sedangnja sarat, lantas mendapat sakit;
:Boewahnja djelck, banjak rontok ka bawah,
::Jang harap banjak, lantas dapat sedikit.</poem>
<poem><center>''Pa Simin.''</center></poem>
<poem>
:'''Begoes!— betoel sekali omongmoe, Ali!'''
::Simin, apa kaoe mengarti?
:Jang kapingin sadja dapat banjak sekali,
::Tra nanti dapat bagi harapan hati.
</poem>
<center>'''XI.'''</center>
<center>'''SALAK.'''</center>
Si Sidan bawain bapanja nasi ka kebon. Bapa
nja lagi mengarit roempoet di kebon itoe Tempo
si Sidan sampe di kebon, ija minta salak sama
bapanja.<br>
„Pergi petik,” sahoet bapanja: „tapi petik itoe jang di sana; djangan kaoe petik itoe jang dekat gawir.” <br>
Si Sidan koerang senang; ija berkata: „Hi!<br>
jang di sana, belon toewa; jang dekat gawir soedah matang.
„Djangan, Sidan!” sahoet bapanja: „djangan kaoe pergi ka sitoe. Akoe takoet, sebab itoe tanah soedah melekah; nanti goegoer.”
Si Sidan koerang enak sekali, sebab ija tida dikasih petik itoe salak jang ija maoe; tapi ija menoereet djoega, sebab ija tida biasa bantahan; salamanja ija kasih hormat sama orang-toewanja. Kaoe djoega bagitoe, sobat-sobatkoe?
Bapanja si Sidan tida galak; ija tra taoe poekoel anaknja. Maski bagitoe, si Sidan itoe tida djahat. Ija baik sekali. Saja sajang sekali si Sidan itoe.
Sebab bapanja tida kasih dekatin gawir, si Sidan lantas pergi sadja petik salak di itoe poehon, jang bapanja oendjoek. Tempo ija lagi petik salak itoe, ija djadi kaget sekali. Kenapa?
Tanah tergojang keras. Ada lini. Itoe poehon salak jang di pinggir gawir terbalik, dan djatoh ka solokan dalem dan gelap sekali, sebab tanahnja goegoer, lantaran digojang lini — Ai! baik itoe si Sidan tida pergi petik salak di sitoe.
Bapanja lantas berkata: „Tah, Sidan! tjoba lihat apa soedah djadi. O! kaloe kaoe tida toeroet perkataan bapa, tentoe sekarang ini kaoe soedah djatoh ka solokan dan kaleroek tanah jang goegoer itoe.”<noinclude></noinclude>
bomfwrrm0ors62t6gz5qn853h0hj014
317340
317339
2026-09-06T05:23:52Z
Patriot gilar gilar
26780
/* Telah diuji baca */
317340
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Patriot gilar gilar" />{{rh|- 18 -||- 19 -}}</noinclude><center>
'''X.'''
'''SIMIN, ALI dan PA SIMIN.'''</center>
<center>''Simin.''</center>
<poem>
:He, ’man! mengapa kaoe potongin itoe tjabeng,
::Sampe banjak djatoh ka bawah?
:Dari padanja nanti kaloewar kembang,
::Jang boleh djadi banjak boewah.
</poem>
<poem><center>''Ali.''</center></poem>
<poem>
:Satoe poeh?oen terlaloe banjak beboewah,
::Sedangnja sarat, lantas mendapat sakit;
:Boewahnja djelck, banjak rontok ka bawah,
::Jang harap banjak, lantas dapat sedikit.</poem>
<poem><center>''Pa Simin.''</center></poem>
<poem>
:'''Begoes!— betoel sekali omongmoe, Ali!'''
::Simin, apa kaoe mengarti?
:Jang kapingin sadja dapat banjak sekali,
::Tra nanti dapat bagi harapan hati.
</poem>
<center>'''XI.'''</center>
<center>'''SALAK.'''</center>
Si Sidan bawain bapanja nasi ka kebon. Bapa
nja lagi mengarit roempoet di kebon itoe Tempo
si Sidan sampe di kebon, ija minta salak sama
bapanja.<br>
„Pergi petik,” sahoet bapanja: „tapi petik itoe jang di sana; djangan kaoe petik itoe jang dekat gawir.” <br>
Si Sidan koerang senang; ija berkata: „Hi!<br>
jang di sana, belon toewa; jang dekat gawir soedah matang.
„Djangan, Sidan!” sahoet bapanja: „djangan kaoe pergi ka sitoe. Akoe takoet, sebab itoe tanah soedah melekah; nanti goegoer.”
Si Sidan koerang enak sekali, sebab ija tida dikasih petik itoe salak jang ija maoe; tapi ija menoereet djoega, sebab ija tida biasa bantahan; salamanja ija kasih hormat sama orang-toewanja. Kaoe djoega bagitoe, sobat-sobatkoe?
Bapanja si Sidan tida galak; ija tra taoe poekoel anaknja. Maski bagitoe, si Sidan itoe tida djahat. Ija baik sekali. Saja sajang sekali si Sidan itoe.
Sebab bapanja tida kasih dekatin gawir, si Sidan lantas pergi sadja petik salak di itoe poehon, jang bapanja oendjoek. Tempo ija lagi petik salak itoe, ija djadi kaget sekali. Kenapa?
Tanah tergojang keras. Ada lini. Itoe poehon salak jang di pinggir gawir terbalik, dan djatoh ka solokan dalem dan gelap sekali, sebab tanahnja goegoer, lantaran digojang lini — Ai! baik itoe si Sidan tida pergi petik salak di sitoe.
Bapanja lantas berkata: „Tah, Sidan! tjoba lihat apa soedah djadi. O! kaloe kaoe tida toeroet perkataan bapa, tentoe sekarang ini kaoe soedah djatoh ka solokan dan kaleroek tanah jang goegoer itoe.”<noinclude></noinclude>
06925vfgl48i0fkn30nsn2me8gr01r2
317370
317340
2026-09-06T05:58:00Z
Afifah Salma
26781
/* Tervalidasi */
317370
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Afifah Salma" />{{rh|- 18 -||- 19 -}}</noinclude><center>
'''X.'''
'''SIMIN, ALI dan PA SIMIN.'''</center>
<center>''Simin.''</center>
<poem>
:He, ’man! mengapa kaoe potongin itoe tjabeng,
::Sampe banjak djatoh ka bawah?
:Dari padanja nanti kaloewar kembang,
::Jang boleh djadi banjak boewah.
</poem>
<poem><center>''Ali.''</center></poem>
<poem>
:Satoe poeh?oen terlaloe banjak beboewah,
::Sedangnja sarat, lantas mendapat sakit;
:Boewahnja djelck, banjak rontok ka bawah,
::Jang harap banjak, lantas dapat sedikit.</poem>
<poem><center>''Pa Simin.''</center></poem>
<poem>
:'''Begoes!— betoel sekali omongmoe, Ali!'''
::Simin, apa kaoe mengarti?
:Jang kapingin sadja dapat banjak sekali,
::Tra nanti dapat bagi harapan hati.
</poem>
<center>'''XI.'''</center>
<center>'''SALAK.'''</center>
Si Sidan bawain bapanja nasi ka kebon. Bapa
nja lagi mengarit roempoet di kebon itoe Tempo
si Sidan sampe di kebon, ija minta salak sama
bapanja.<br>
„Pergi petik,” sahoet bapanja: „tapi petik itoe jang di sana; djangan kaoe petik itoe jang dekat gawir.” <br>
Si Sidan koerang senang; ija berkata: „Hi!<br>
jang di sana, belon toewa; jang dekat gawir soedah matang.
„Djangan, Sidan!” sahoet bapanja: „djangan kaoe pergi ka sitoe. Akoe takoet, sebab itoe tanah soedah melekah; nanti goegoer.”
Si Sidan koerang enak sekali, sebab ija tida dikasih petik itoe salak jang ija maoe; tapi ija menoereet djoega, sebab ija tida biasa bantahan; salamanja ija kasih hormat sama orang-toewanja. Kaoe djoega bagitoe, sobat-sobatkoe?
Bapanja si Sidan tida galak; ija tra taoe poekoel anaknja. Maski bagitoe, si Sidan itoe tida djahat. Ija baik sekali. Saja sajang sekali si Sidan itoe.
Sebab bapanja tida kasih dekatin gawir, si Sidan lantas pergi sadja petik salak di itoe poehon, jang bapanja oendjoek. Tempo ija lagi petik salak itoe, ija djadi kaget sekali. Kenapa?
Tanah tergojang keras. Ada lini. Itoe poehon salak jang di pinggir gawir terbalik, dan djatoh ka solokan dalem dan gelap sekali, sebab tanahnja goegoer, lantaran digojang lini — Ai! baik itoe si Sidan tida pergi petik salak di sitoe.
Bapanja lantas berkata: „Tah, Sidan! tjoba lihat apa soedah djadi. O! kaloe kaoe tida toeroet perkataan bapa, tentoe sekarang ini kaoe soedah djatoh ka solokan dan kaleroek tanah jang goegoer itoe.”<noinclude></noinclude>
jwskjpqobdhv8uv6ksq5qyabjeqo1cy
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/11
104
114704
317262
2026-09-06T04:12:11Z
Fardhanzlf
25175
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{rh||- 12 -|}} ija poengoet. Ija maoe djoewal sa'sën, tapi tjoemah dibajar sapeser sadja. Si Koetis tertawaïn bapanja entang sekali, sampe bapanja djoega ikoet tertawa. Tapi bapa itoe tertawa sembari 'manggoet-manggoet, seperti maoe bilang : nanti sebentar kaoe mengarti. Ija trima itoe sapeser dan lantas pake beli boewah doekoe sapoeloeh bidji. Si Koetis kapingin djoega makan doekoe, tapi ija tida brani minta, sebab merasa maloe : doekoe itoe...
317262
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Fardhanzlf" /></noinclude>{{rh||- 12 -|}}
ija poengoet. Ija maoe djoewal sa'sën, tapi tjoemah dibajar sapeser sadja. Si Koetis tertawaïn bapanja entang sekali, sampe bapanja djoega ikoet tertawa. Tapi bapa itoe tertawa sembari 'manggoet-manggoet, seperti maoe bilang : nanti sebentar kaoe mengarti. Ija trima itoe sapeser dan lantas
pake beli boewah doekoe sapoeloeh bidji. Si Koetis
kapingin djoega makan doekoe, tapi ija tida brani
minta, sebab merasa maloe : doekoe itoe poen dibelinja dengan doewit dari besi koekoe koeda, Bapanja simpan itoe doekoe dalam kantong , dan teroes djalan; si Koetis djalan di belakangnja.
Pada waktoe tengari ada panas sekali. "Halah !" kata si Koetis sembari sosot keringet : "saja aoes sekali ; saja poenja lidah sampe kering." Bapanja tertawaïn dija dengan diam dan teroes sadja djalan tjepat-tjepat. Sebentar lagi bapa itoe djatohkan satoe doekoe ka tanah, Si Koetis tjepat
berdongko, poengoet doekoe itoe dan makan dengan
enak. Soedah djalan kira sapoeloeh lengkah, bapanja kedja djatoh lagi satoe doekoe, dan si Koetis berdongko lagi seperti tadi. Bapanja kedja djatoh lagi, kedja djatoh lagi doekoenja di sapandjang djalan. O! si Koetis itoe ripoeh sekali : ija berdongko lagi, berdongko lagi boewat poengoet itoe doekoe.
Sapoeloeh kali si Koeris itoe soedah berdongko.
{{rh||- 13 -|}}
Bapanja lantas adjak ija brenti di bawah poehoen,
,,'Tis!" kata bupanja si Koetis itoe : "tadi bapa
beli doekoe dengan doewit dari mana?"
"Dari djoewal besi koekoe-koeda," sahoet si Tis.
Bapanja lantas tanja lagi padanja, katanja: "Brapa
kali kaoe soedah berdongko boewat poengoet doekoe
harga sabesi koekoe-koeda?"
Si Koetis tida bisa menjahoet : ija melinkan tertawa keras, Mockanja djadi merah, sebab maloe.
Ampir ija menangis sembari tertaw a.
{{rh||VII.|}}
{{rh||EMA-BAPA|}}
<poem>
::'Ma-bapa saja jaug tertjinta,
:Tida ada bandingannja.
::Sering kali ija berkata,
:Saja mah djantoeng hatinja.
::Makan dan pake roepa-reopa
::Saja dapat dari 'ma-bapa.
::Bapa radjin menjari oewang,
:Kapingin mendjadi kaja ;
::Ija tiada boewang-boewang,
:lja simpan bocwat saja.
::O! Jangit ada pinggirannja,
::Tjintanja bapa tra watasnja!<noinclude></noinclude>
0m28x066jxc72vhhkxnq67tdyywsk02
317263
317262
2026-09-06T04:12:50Z
Fardhanzlf
25175
317263
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Fardhanzlf" /></noinclude>{{rh||- 12 -|}}
ija poengoet. Ija maoe djoewal sa'sën, tapi tjoemah dibajar sapeser sadja. Si Koetis tertawaïn bapanja entang sekali, sampe bapanja djoega ikoet tertawa. Tapi bapa itoe tertawa sembari 'manggoet-manggoet, seperti maoe bilang : nanti sebentar kaoe mengarti. Ija trima itoe sapeser dan lantas
pake beli boewah doekoe sapoeloeh bidji. Si Koetis
kapingin djoega makan doekoe, tapi ija tida brani
minta, sebab merasa maloe : doekoe itoe poen dibelinja dengan doewit dari besi koekoe koeda, Bapanja simpan itoe doekoe dalam kantong , dan teroes djalan; si Koetis djalan di belakangnja.
Pada waktoe tengari ada panas sekali. "Halah !" kata si Koetis sembari sosot keringet : "saja aoes sekali ; saja poenja lidah sampe kering." Bapanja tertawaïn dija dengan diam dan teroes sadja djalan tjepat-tjepat. Sebentar lagi bapa itoe djatohkan satoe doekoe ka tanah, Si Koetis tjepat
berdongko, poengoet doekoe itoe dan makan dengan
enak. Soedah djalan kira sapoeloeh lengkah, bapanja kedja djatoh lagi satoe doekoe, dan si Koetis berdongko lagi seperti tadi. Bapanja kedja djatoh lagi, kedja djatoh lagi doekoenja di sapandjang djalan. O! si Koetis itoe ripoeh sekali : ija berdongko lagi, berdongko lagi boewat poengoet itoe doekoe.
Sapoeloeh kali si Koeris itoe soedah berdongko.
{{rh||- 13 -|}}
Bapanja lantas adjak ija brenti di bawah poehoen,
,,'Tis!" kata bupanja si Koetis itoe : "tadi bapa
beli doekoe dengan doewit dari mana?"
"Dari djoewal besi koekoe-koeda," sahoet si Tis.
Bapanja lantas tanja lagi padanja, katanja: "Brapa
kali kaoe soedah berdongko boewat poengoet doekoe
harga sabesi koekoe-koeda?"
Si Koetis tida bisa menjahoet : ija melinkan tertawa keras, Mockanja djadi merah, sebab maloe.
Ampir ija menangis sembari tertaw a.
{{rh||VII.|}}
{{rh||EMA-BAPA|}}
<poem>
::'Ma-bapa saja jaug tertjinta,
:Tida ada bandingannja.
::Sering kali ija berkata,
:Saja mah djantoeng hatinja.
::Makan dan pake roepa-reopa
::Saja dapat dari 'ma-bapa.
::Bapa radjin menjari oewang,
:Kapingin mendjadi kaja ;
::Ija tiada boewang-boewang,
:lja simpan bocwat saja.
::O! Jangit ada pinggirannja,
::Tjintanja bapa tra watasnja!
</poem><noinclude></noinclude>
lqirnntpp9waemm96lkzo1i48yns6xb
317264
317263
2026-09-06T04:13:35Z
Fardhanzlf
25175
317264
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Fardhanzlf" /></noinclude>{{rh||- 12 -|}}
ija poengoet. Ija maoe djoewal sa'sën, tapi tjoemah dibajar sapeser sadja. Si Koetis tertawaïn bapanja entang sekali, sampe bapanja djoega ikoet tertawa. Tapi bapa itoe tertawa sembari 'manggoet-manggoet, seperti maoe bilang : nanti sebentar kaoe mengarti. Ija trima itoe sapeser dan lantas
pake beli boewah doekoe sapoeloeh bidji. Si Koetis
kapingin djoega makan doekoe, tapi ija tida brani
minta, sebab merasa maloe : doekoe itoe poen dibelinja dengan doewit dari besi koekoe koeda, Bapanja simpan itoe doekoe dalam kantong , dan teroes djalan; si Koetis djalan di belakangnja.
Pada waktoe tengari ada panas sekali. "Halah !" kata si Koetis sembari sosot keringet : "saja aoes sekali ; saja poenja lidah sampe kering." Bapanja tertawaïn dija dengan diam dan teroes sadja djalan tjepat-tjepat. Sebentar lagi bapa itoe djatohkan satoe doekoe ka tanah, Si Koetis tjepat
berdongko, poengoet doekoe itoe dan makan dengan
enak. Soedah djalan kira sapoeloeh lengkah, bapanja kedja djatoh lagi satoe doekoe, dan si Koetis berdongko lagi seperti tadi. Bapanja kedja djatoh lagi, kedja djatoh lagi doekoenja di sapandjang djalan. O! si Koetis itoe ripoeh sekali : ija berdongko lagi, berdongko lagi boewat poengoet itoe doekoe.
Sapoeloeh kali si Koeris itoe soedah berdongko.
{{rh||- 13 -|}}
Bapanja lantas adjak ija brenti di bawah poehoen,
,,'Tis!" kata bupanja si Koetis itoe : "tadi bapa
beli doekoe dengan doewit dari mana?"
"Dari djoewal besi koekoe-koeda," sahoet si Tis.
Bapanja lantas tanja lagi padanja, katanja: "Brapa
kali kaoe soedah berdongko boewat poengoet doekoe
harga sabesi koekoe-koeda?"
Si Koetis tida bisa menjahoet : ija melinkan tertawa keras, Mockanja djadi merah, sebab maloe.
Ampir ija menangis sembari tertawa.
{{rh||VII.|}}
{{rh||EMA-BAPA|}}
<poem>
::'Ma-bapa saja jaug tertjinta,
:Tida ada bandingannja.
::Sering kali ija berkata,
:Saja mah djantoeng hatinja.
::Makan dan pake roepa-reopa
::Saja dapat dari 'ma-bapa.
::Bapa radjin menjari oewang,
:Kapingin mendjadi kaja ;
::Ija tiada boewang-boewang,
:lja simpan boewat saja.
::O! langit ada pinggirannja,
::Tjintanja bapa tra watasnja!
</poem><noinclude></noinclude>
dfsjt9mktkjt9gy4pds5vcfoje77lqo
317267
317264
2026-09-06T04:14:43Z
Fardhanzlf
25175
/* Telah diuji baca */
317267
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Fardhanzlf" /></noinclude>{{rh||- 12 -|- 13 -}}
ija poengoet. Ija maoe djoewal sa'sën, tapi tjoemah dibajar sapeser sadja. Si Koetis tertawaïn bapanja entang sekali, sampe bapanja djoega ikoet tertawa. Tapi bapa itoe tertawa sembari 'manggoet-manggoet, seperti maoe bilang : nanti sebentar kaoe mengarti. Ija trima itoe sapeser dan lantas
pake beli boewah doekoe sapoeloeh bidji. Si Koetis
kapingin djoega makan doekoe, tapi ija tida brani
minta, sebab merasa maloe : doekoe itoe poen dibelinja dengan doewit dari besi koekoe koeda, Bapanja simpan itoe doekoe dalam kantong , dan teroes djalan; si Koetis djalan di belakangnja.
Pada waktoe tengari ada panas sekali. "Halah !" kata si Koetis sembari sosot keringet : "saja aoes sekali ; saja poenja lidah sampe kering." Bapanja tertawaïn dija dengan diam dan teroes sadja djalan tjepat-tjepat. Sebentar lagi bapa itoe djatohkan satoe doekoe ka tanah, Si Koetis tjepat
berdongko, poengoet doekoe itoe dan makan dengan
enak. Soedah djalan kira sapoeloeh lengkah, bapanja kedja djatoh lagi satoe doekoe, dan si Koetis berdongko lagi seperti tadi. Bapanja kedja djatoh lagi, kedja djatoh lagi doekoenja di sapandjang djalan. O! si Koetis itoe ripoeh sekali : ija berdongko lagi, berdongko lagi boewat poengoet itoe doekoe.
Sapoeloeh kali si Koeris itoe soedah berdongko.
Bapanja lantas adjak ija brenti di bawah poehoen,
,,'Tis!" kata bupanja si Koetis itoe : "tadi bapa
beli doekoe dengan doewit dari mana?"
"Dari djoewal besi koekoe-koeda," sahoet si Tis.
Bapanja lantas tanja lagi padanja, katanja: "Brapa
kali kaoe soedah berdongko boewat poengoet doekoe
harga sabesi koekoe-koeda?"
Si Koetis tida bisa menjahoet : ija melinkan tertawa keras, Mockanja djadi merah, sebab maloe.
Ampir ija menangis sembari tertawa.
{{rh||VII.|}}
{{rh||EMA-BAPA|}}
<poem>
::'Ma-bapa saja jaug tertjinta,
:Tida ada bandingannja.
::Sering kali ija berkata,
:Saja mah djantoeng hatinja.
::Makan dan pake roepa-reopa
::Saja dapat dari 'ma-bapa.
::Bapa radjin menjari oewang,
:Kapingin mendjadi kaja ;
::Ija tiada boewang-boewang,
:lja simpan boewat saja.
::O! langit ada pinggirannja,
::Tjintanja bapa tra watasnja!
</poem><noinclude></noinclude>
lyi0nof1le4gokwqadtns77qe8zgead
317268
317267
2026-09-06T04:15:06Z
Fardhanzlf
25175
317268
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Fardhanzlf" /></noinclude>{{rh|- 12 -||- 13 -}}
ija poengoet. Ija maoe djoewal sa'sën, tapi tjoemah dibajar sapeser sadja. Si Koetis tertawaïn bapanja entang sekali, sampe bapanja djoega ikoet tertawa. Tapi bapa itoe tertawa sembari 'manggoet-manggoet, seperti maoe bilang : nanti sebentar kaoe mengarti. Ija trima itoe sapeser dan lantas
pake beli boewah doekoe sapoeloeh bidji. Si Koetis
kapingin djoega makan doekoe, tapi ija tida brani
minta, sebab merasa maloe : doekoe itoe poen dibelinja dengan doewit dari besi koekoe koeda, Bapanja simpan itoe doekoe dalam kantong , dan teroes djalan; si Koetis djalan di belakangnja.
Pada waktoe tengari ada panas sekali. "Halah !" kata si Koetis sembari sosot keringet : "saja aoes sekali ; saja poenja lidah sampe kering." Bapanja tertawaïn dija dengan diam dan teroes sadja djalan tjepat-tjepat. Sebentar lagi bapa itoe djatohkan satoe doekoe ka tanah, Si Koetis tjepat
berdongko, poengoet doekoe itoe dan makan dengan
enak. Soedah djalan kira sapoeloeh lengkah, bapanja kedja djatoh lagi satoe doekoe, dan si Koetis berdongko lagi seperti tadi. Bapanja kedja djatoh lagi, kedja djatoh lagi doekoenja di sapandjang djalan. O! si Koetis itoe ripoeh sekali : ija berdongko lagi, berdongko lagi boewat poengoet itoe doekoe.
Sapoeloeh kali si Koeris itoe soedah berdongko.
Bapanja lantas adjak ija brenti di bawah poehoen,
,,'Tis!" kata bupanja si Koetis itoe : "tadi bapa
beli doekoe dengan doewit dari mana?"
"Dari djoewal besi koekoe-koeda," sahoet si Tis.
Bapanja lantas tanja lagi padanja, katanja: "Brapa
kali kaoe soedah berdongko boewat poengoet doekoe
harga sabesi koekoe-koeda?"
Si Koetis tida bisa menjahoet : ija melinkan tertawa keras, Mockanja djadi merah, sebab maloe.
Ampir ija menangis sembari tertawa.
{{rh||VII.|}}
{{rh||EMA-BAPA|}}
<poem>
::'Ma-bapa saja jaug tertjinta,
:Tida ada bandingannja.
::Sering kali ija berkata,
:Saja mah djantoeng hatinja.
::Makan dan pake roepa-reopa
::Saja dapat dari 'ma-bapa.
::Bapa radjin menjari oewang,
:Kapingin mendjadi kaja ;
::Ija tiada boewang-boewang,
:lja simpan boewat saja.
::O! langit ada pinggirannja,
::Tjintanja bapa tra watasnja!
</poem><noinclude></noinclude>
sncr0buhgu1miwa7fnuflgtowqsapo8
317271
317268
2026-09-06T04:17:24Z
Fardhanzlf
25175
317271
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Fardhanzlf" />{{rh|- 12 -||- 13 -}}</noinclude>ija poengoet. Ija maoe djoewal sa'sën, tapi tjoemah dibajar sapeser sadja. Si Koetis tertawaïn bapanja entang sekali, sampe bapanja djoega ikoet tertawa. Tapi bapa itoe tertawa sembari 'manggoet-manggoet, seperti maoe bilang : nanti sebentar kaoe mengarti. Ija trima itoe sapeser dan lantas
pake beli boewah doekoe sapoeloeh bidji. Si Koetis
kapingin djoega makan doekoe, tapi ija tida brani
minta, sebab merasa maloe : doekoe itoe poen dibelinja dengan doewit dari besi koekoe koeda, Bapanja simpan itoe doekoe dalam kantong , dan teroes djalan; si Koetis djalan di belakangnja.
Pada waktoe tengari ada panas sekali. "Halah !" kata si Koetis sembari sosot keringet : "saja aoes sekali ; saja poenja lidah sampe kering." Bapanja tertawaïn dija dengan diam dan teroes sadja djalan tjepat-tjepat. Sebentar lagi bapa itoe djatohkan satoe doekoe ka tanah, Si Koetis tjepat
berdongko, poengoet doekoe itoe dan makan dengan
enak. Soedah djalan kira sapoeloeh lengkah, bapanja kedja djatoh lagi satoe doekoe, dan si Koetis berdongko lagi seperti tadi. Bapanja kedja djatoh lagi, kedja djatoh lagi doekoenja di sapandjang djalan. O! si Koetis itoe ripoeh sekali : ija berdongko lagi, berdongko lagi boewat poengoet itoe doekoe.
Sapoeloeh kali si Koeris itoe soedah berdongko.
Bapanja lantas adjak ija brenti di bawah poehoen,
,,'Tis!" kata bupanja si Koetis itoe : "tadi bapa
beli doekoe dengan doewit dari mana?"
"Dari djoewal besi koekoe-koeda," sahoet si Tis.
Bapanja lantas tanja lagi padanja, katanja: "Brapa
kali kaoe soedah berdongko boewat poengoet doekoe
harga sabesi koekoe-koeda?"
Si Koetis tida bisa menjahoet : ija melinkan tertawa keras, Mockanja djadi merah, sebab maloe.
Ampir ija menangis sembari tertawa.
{{rh||VII.|}}
{{rh||EMA-BAPA|}}
<poem>
::'Ma-bapa saja jaug tertjinta,
:Tida ada bandingannja.
::Sering kali ija berkata,
:Saja mah djantoeng hatinja.
::Makan dan pake roepa-reopa
::Saja dapat dari 'ma-bapa.
::Bapa radjin menjari oewang,
:Kapingin mendjadi kaja ;
::Ija tiada boewang-boewang,
:lja simpan boewat saja.
::O! langit ada pinggirannja,
::Tjintanja bapa tra watasnja!
</poem><noinclude></noinclude>
7i7kqieyvwio9a2c4ubahhwrceisqhn
317367
317271
2026-09-06T05:52:25Z
TyoAriSetiadi
26775
/* Tervalidasi */
317367
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="TyoAriSetiadi" />{{rh|- 12 -||- 13 -}}</noinclude>ija poengoet. Ija maoe djoewal sa'sën, tapi tjoemah dibajar sapeser sadja. Si Koetis tertawaïn bapanja entang sekali, sampe bapanja djoega ikoet tertawa. Tapi bapa itoe tertawa sembari 'manggoet-manggoet, seperti maoe bilang : nanti sebentar kaoe mengarti. Ija trima itoe sapeser dan lantas
pake beli boewah doekoe sapoeloeh bidji. Si Koetis
kapingin djoega makan doekoe, tapi ija tida brani
minta, sebab merasa maloe : doekoe itoe poen dibelinja dengan doewit dari besi koekoe koeda, Bapanja simpan itoe doekoe dalam kantong , dan teroes djalan; si Koetis djalan di belakangnja.
Pada waktoe tengari ada panas sekali. "Halah !" kata si Koetis sembari sosot keringet : "saja aoes sekali ; saja poenja lidah sampe kering." Bapanja tertawaïn dija dengan diam dan teroes sadja djalan tjepat-tjepat. Sebentar lagi bapa itoe djatohkan satoe doekoe ka tanah, Si Koetis tjepat
berdongko, poengoet doekoe itoe dan makan dengan
enak. Soedah djalan kira sapoeloeh lengkah, bapanja kedja djatoh lagi satoe doekoe, dan si Koetis berdongko lagi seperti tadi. Bapanja kedja djatoh lagi, kedja djatoh lagi doekoenja di sapandjang djalan. O! si Koetis itoe ripoeh sekali : ija berdongko lagi, berdongko lagi boewat poengoet itoe doekoe.
Sapoeloeh kali si Koeris itoe soedah berdongko.
Bapanja lantas adjak ija brenti di bawah poehoen,
,,'Tis!" kata bupanja si Koetis itoe : "tadi bapa
beli doekoe dengan doewit dari mana?"
"Dari djoewal besi koekoe-koeda," sahoet si Tis.
Bapanja lantas tanja lagi padanja, katanja: "Brapa
kali kaoe soedah berdongko boewat poengoet doekoe
harga sabesi koekoe-koeda?"
Si Koetis tida bisa menjahoet : ija melinkan tertawa keras, Mockanja djadi merah, sebab maloe.
Ampir ija menangis sembari tertawa.
{{rh||VII.|}}
{{rh||EMA-BAPA|}}
<poem>
::'Ma-bapa saja jaug tertjinta,
:Tida ada bandingannja.
::Sering kali ija berkata,
:Saja mah djantoeng hatinja.
::Makan dan pake roepa-reopa
::Saja dapat dari 'ma-bapa.
::Bapa radjin menjari oewang,
:Kapingin mendjadi kaja ;
::Ija tiada boewang-boewang,
:lja simpan boewat saja.
::O! langit ada pinggirannja,
::Tjintanja bapa tra watasnja!
</poem><noinclude></noinclude>
q7x5354q7nvm9yrxb08ge7r77u3bgxp
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/25
104
114705
317265
2026-09-06T04:14:29Z
Riatunsk
26460
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '- 38- tahkan dija. Tempo ija berpisah masing-masing, saorang sadja bisa patahkan dija samoewa dengan gampang sekali. Dengan kaoe ada bagitoe djoega, anak-anakkoe! Kaloe angkaoe rempoek sama soedara-soedara, seperti itoe bamboe-bamboe berangkap djlldi satoe - angkaoe djadi koewat, orang tiada bisa bikin kaoe tjilaka. Kaloe angkaoe tiada berangkap, tida rempoek satoo sama lain - angkaoe djadi seperti itoe bamboe-bamboe, tempo berpisah satoe dari...
317265
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riatunsk" /></noinclude>-
38-
tahkan dija. Tempo ija berpisah masing-masing,
saorang sadja bisa patahkan dija samoewa dengan
gampang sekali. Dengan kaoe ada bagitoe djoega,
anak-anakkoe! Kaloe angkaoe rempoek sama soedara-soedara, seperti itoe bamboe-bamboe berangkap
djlldi satoe - angkaoe djadi koewat, orang tiada
bisa bikin kaoe tjilaka. Kaloe angkaoe tiada berangkap, tida rempoek satoo sama lain - angkaoe
djadi seperti itoe bamboe-bamboe, tempo berpisah
satoe dari lain: dengan gumpang djoega orang boleh
bikin kaoe samoewa dapat tjilaka."
.Taug besoedara dengan hargain kurempoekan,
Dengan besi ija boleh dioepamakan.
Kaloe tra rempook, seperti bamboe belarakan,
Dengan gampang ija boleh ditjilakakan.
XXIII.
MANGGIS.
Doewa soedara, si Doel dU '1 si Dil namanja, dapat tiga boewah manggis di kebon. Si Doel maoe
ambil doewa, sebab ija jang dapat lihat manggis
itoe lebih doeloe. Si Dil tid i m.iie, tjocmah dapn t
satoe, sebab ija jang poengoot manggis-manggis
itoe.- Si Doel maoe doewa, si Dil lIHOC doewa;
tapi manggis uda tigu sadja. Soesah sekali.Sebab
itoe lantas sadja ija berdoewa djadi roesoeh.
- '39 - -
Sednng ija berdoewa lagi mereboet, datanglah
si Karim. "A pa ini riboet-riboet, hae ?" kata si
Karim itoe: ~ apa -perkara ini? Kasih taoe, sobat!
akoe nanti kasih poetocsan adil." Sembari bilang
bagitoe, ija bordiri dengan manoelak pinggang. Si
Doel dan si Dil lautas tjeritakan ija-orang poenja
perkara.
Ada orang-periksa-orang sekarang ini.
"Ach," kata si Karim sasoedalmja dengar tjerita:
"itoe gsmpang sekali. Mari akoe beresin perkara
ini. Mana itoe manggis?" Si Doel dan si Dillantas
kasih padanja ija-orang poenja manggis. Si Karim
trima itoe dan Iautas kepe samoewa; isinja ijataro
di daon. "Nah," kata si Karim: "ini tiga potong
koelit boewat kaoe, Doell sebab kaoc jang lihat
lebih doeloc itoe manggis; ini tiga poteng koellt
boewat kaoe, Dil! sebab kaoejang poengoet mango
gis. Ini isioja boewat akoe; kerna akoe jang bikin
beres ini perkara" Baroe habis bilaug bagitoe, ija
lantas sadja makan habis isi manggis itoe dengan
tjepat, .dan sembari tertawa ija berkata ba ginf:
Bagimana, Dllel d~n Dil,
Apa poetoesan ini tra adil?
Si Doel dan si Dil tinggal mengangah, tra bisa
bilang s~toe spa
-
"
I1
I
I<noinclude></noinclude>
3bwhuqhnsghd7s8fy6k8qmajief0yik
317272
317265
2026-09-06T04:18:04Z
Riatunsk
26460
317272
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riatunsk" /></noinclude>
-38-
tahkan dija. Tempo ija berpisah masing-masing,
saorang sadja bisa patahkan dija samoewa dengan
gampang sekali. Dengan kaoe ada bagitoe djoega,
anak-anakkoe! Kaloe angkaoe rempoek sama soedara-soedara, seperti itoe bamboe-bamboe berangkap
djadi satoe - angkaoe djadi koewat; orang tiada
bisa bikin kaoe tjilaka. Kaloe angkaoe tiada berangkap, tida rempoek satoe sama lain - angkaoe
djadi seperti itoe bamboe-bamboe, tempo berpisah
satoe dari lain: dengan gampang djoega orang boleh
bikin kaoe samoewa dapat tjilaka."
.Taug besoedara dengan hargain kurempoekan,
Dengan besi ija boleh dioepamakan.
Kaloe tra rempook, seperti bamboe belarakan,
Dengan gampang ija boleh ditjilakakan.
XXIII.
MANGGIS.
Doewa soedara, si Doel dU '1 si Dil namanja, dapat tiga boewah manggis di kebon. Si Doel maoe
ambil doewa, sebab ija jang dapat lihat manggis
itoe lebih doeloe. Si Dil tid i m.iie, tjocmah dapn t
satoe, sebab ija jang poengoot manggis-manggis
itoe.- Si Doel maoe doewa, si Dil lIHOC doewa;
tapi manggis uda tigu sadja. Soesah sekali.Sebab
itoe lantas sadja ija berdoewa djadi roesoeh.
- '39 - -
Sednng ija berdoewa lagi mereboet, datanglah
si Karim. "A pa ini riboet-riboet, hae ?" kata si
Karim itoe: ~ apa -perkara ini? Kasih taoe, sobat!
akoe nanti kasih poetocsan adil." Sembari bilang
bagitoe, ija bordiri dengan manoelak pinggang. Si
Doel dan si Dil lautas tjeritakan ija-orang poenja
perkara.
Ada orang-periksa-orang sekarang ini.
"Ach," kata si Karim sasoedalmja dengar tjerita:
"itoe gsmpang sekali. Mari akoe beresin perkara
ini. Mana itoe manggis?" Si Doel dan si Dillantas
kasih padanja ija-orang poenja manggis. Si Karim
trima itoe dan Iautas kepe samoewa; isinja ijataro
di daon. "Nah," kata si Karim: "ini tiga potong
koelit boewat kaoe, Doell sebab kaoc jang lihat
lebih doeloc itoe manggis; ini tiga poteng koellt
boewat kaoe, Dil! sebab kaoejang poengoet mango
gis. Ini isioja boewat akoe; kerna akoe jang bikin
beres ini perkara" Baroe habis bilaug bagitoe, ija
lantas sadja makan habis isi manggis itoe dengan
tjepat, .dan sembari tertawa ija berkata ba ginf:
Bagimana, Dllel d~n Dil,
Apa poetoesan ini tra adil?
Si Doel dan si Dil tinggal mengangah, tra bisa
bilang s~toe spa
-
"
I1
I
I<noinclude></noinclude>
hsl64z6vav9vtorbdgnwxvb2prp6ouo
317276
317272
2026-09-06T04:22:50Z
Riatunsk
26460
317276
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riatunsk" /></noinclude>
-38-
tahkan dija. Tempo ija berpisah masing-masing,
saorang sadja bisa patahkan dija samoewa dengan
gampang sekali. Dengan kaoe ada bagitoe djoega,
anak-anakkoe! Kaloe angkaoe rempoek sama soedara-soedara, seperti itoe bamboe-bamboe berangkap
djadi satoe - angkaoe djadi koewat; orang tiada
bisa bikin kaoe tjilaka. Kaloe angkaoe tiada berangkap, tida rempoek satoe sama lain - angkaoe
djadi seperti itoe bamboe-bamboe, tempo berpisah
satoe dari lain: dengan gampang djoega orang boleh
bikin kaoe samoewa dapat tjilaka."
:Jaug besoedara dengan hargain karempoekan,
:Dengan besi ija boleh dioepamakan.
:Kaloe tra rempoek, seperti bamboe belarakan,
:Dengan gampang ija boleh ditjilakakan.
XXIII.
MANGGIS.
Doewa soedara, si Doel dU '1 si Dil namanja, dapat tiga boewah manggis di kebon. Si Doel maoe
ambil doewa, sebab ija jang dapat lihat manggis
itoe lebih doeloe. Si Dil tid i m.iie, tjocmah dapn t
satoe, sebab ija jang poengoot manggis-manggis
itoe.- Si Doel maoe doewa, si Dil lIHOC doewa;
tapi manggis uda tigu sadja. Soesah sekali.Sebab
itoe lantas sadja ija berdoewa djadi roesoeh.
- '39 - -
Sednng ija berdoewa lagi mereboet, datanglah
si Karim. "A pa ini riboet-riboet, hae ?" kata si
Karim itoe: ~ apa -perkara ini? Kasih taoe, sobat!
akoe nanti kasih poetocsan adil." Sembari bilang
bagitoe, ija bordiri dengan manoelak pinggang. Si
Doel dan si Dil lautas tjeritakan ija-orang poenja
perkara.
Ada orang-periksa-orang sekarang ini.
"Ach," kata si Karim sasoedalmja dengar tjerita:
"itoe gsmpang sekali. Mari akoe beresin perkara
ini. Mana itoe manggis?" Si Doel dan si Dillantas
kasih padanja ija-orang poenja manggis. Si Karim
trima itoe dan Iautas kepe samoewa; isinja ijataro
di daon. "Nah," kata si Karim: "ini tiga potong
koelit boewat kaoe, Doell sebab kaoc jang lihat
lebih doeloc itoe manggis; ini tiga poteng koellt
boewat kaoe, Dil! sebab kaoejang poengoet mango
gis. Ini isioja boewat akoe; kerna akoe jang bikin
beres ini perkara" Baroe habis bilaug bagitoe, ija
lantas sadja makan habis isi manggis itoe dengan
tjepat, .dan sembari tertawa ija berkata ba ginf:
Bagimana, Dllel d~n Dil,
Apa poetoesan ini tra adil?
Si Doel dan si Dil tinggal mengangah, tra bisa
bilang s~toe spa
-
"
I1
I
I<noinclude></noinclude>
linfi22u7qp4gxx2hps4lhtpa4ze8jd
317284
317276
2026-09-06T04:29:22Z
Riatunsk
26460
317284
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riatunsk" /></noinclude>
-38-
tahkan dija. Tempo ija berpisah masing-masing,
saorang sadja bisa patahkan dija samoewa dengan
gampang sekali. Dengan kaoe ada bagitoe djoega,
anak-anakkoe! Kaloe angkaoe rempoek sama soedara-soedara, seperti itoe bamboe-bamboe berangkap
djadi satoe - angkaoe djadi koewat; orang tiada
bisa bikin kaoe tjilaka. Kaloe angkaoe tiada berangkap, tida rempoek satoe sama lain - angkaoe
djadi seperti itoe bamboe-bamboe, tempo berpisah
satoe dari lain: dengan gampang djoega orang boleh
bikin kaoe samoewa dapat tjilaka."
:Jaug besoedara dengan hargain karempoekan,
:Dengan besi ija boleh dioepamakan.
:Kaloe tra rempoek, seperti bamboe belarakan,
:Dengan gampang ija boleh ditjilakakan.
<center>XXIII.<br>"MANGGIS."<center>
::Doewa soedara, si Doel dan si Dil namanja, dapat tiga boewah manggis di kebon. Si Doel maoe
ambil doewa, sebab ija jang dapat lihat manggis
itoe lebih doeloe. Si Dil tid i m.iie, tjocmah dapn t
satoe, sebab ija jang poengoot manggis-manggis
itoe.- Si Doel maoe doewa, si Dil lIHOC doewa;
tapi manggis uda tigu sadja. Soesah sekali.Sebab
itoe lantas sadja ija berdoewa djadi roesoeh.
- '39 - -
Sednng ija berdoewa lagi mereboet, datanglah
si Karim. "A pa ini riboet-riboet, hae ?" kata si
Karim itoe: ~ apa -perkara ini? Kasih taoe, sobat!
akoe nanti kasih poetocsan adil." Sembari bilang
bagitoe, ija bordiri dengan manoelak pinggang. Si
Doel dan si Dil lautas tjeritakan ija-orang poenja
perkara.
Ada orang-periksa-orang sekarang ini.
"Ach," kata si Karim sasoedalmja dengar tjerita:
"itoe gsmpang sekali. Mari akoe beresin perkara
ini. Mana itoe manggis?" Si Doel dan si Dillantas
kasih padanja ija-orang poenja manggis. Si Karim
trima itoe dan Iautas kepe samoewa; isinja ijataro
di daon. "Nah," kata si Karim: "ini tiga potong
koelit boewat kaoe, Doell sebab kaoc jang lihat
lebih doeloc itoe manggis; ini tiga poteng koellt
boewat kaoe, Dil! sebab kaoejang poengoet mango
gis. Ini isioja boewat akoe; kerna akoe jang bikin
beres ini perkara" Baroe habis bilaug bagitoe, ija
lantas sadja makan habis isi manggis itoe dengan
tjepat, .dan sembari tertawa ija berkata ba ginf:
Bagimana, Dllel d~n Dil,
Apa poetoesan ini tra adil?
Si Doel dan si Dil tinggal mengangah, tra bisa
bilang s~toe spa
-
"
I1
I
I<noinclude></noinclude>
sezi5hofewhyevsutshmjekpfvz30ok
317286
317284
2026-09-06T04:31:35Z
Riatunsk
26460
317286
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riatunsk" /></noinclude>
-38-
tahkan dija. Tempo ija berpisah masing-masing,
saorang sadja bisa patahkan dija samoewa dengan
gampang sekali. Dengan kaoe ada bagitoe djoega,
anak-anakkoe! Kaloe angkaoe rempoek sama soedara-soedara, seperti itoe bamboe-bamboe berangkap
djadi satoe - angkaoe djadi koewat; orang tiada
bisa bikin kaoe tjilaka. Kaloe angkaoe tiada berangkap, tida rempoek satoe sama lain - angkaoe
djadi seperti itoe bamboe-bamboe, tempo berpisah
satoe dari lain: dengan gampang djoega orang boleh
bikin kaoe samoewa dapat tjilaka."
:Jaug besoedara dengan hargain karempoekan,
:Dengan besi ija boleh dioepamakan.
:Kaloe tra rempoek, seperti bamboe belarakan,
:Dengan gampang ija boleh ditjilakakan.
<center>'''XXIII'''.<br>'''MANGGIS.'''</center>
Doewa soedara, si Doel dan si Dil namanja, dapat tiga boewah manggis di kebon. Si Doel maoe
ambil doewa, sebab ija jang dapat lihat manggis
itoe lebih doeloe. Si Dil tid i m.iie, tjocmah dapn t
satoe, sebab ija jang poengoot manggis-manggis
itoe.- Si Doel maoe doewa, si Dil lIHOC doewa;
tapi manggis uda tigu sadja. Soesah sekali.Sebab
itoe lantas sadja ija berdoewa djadi roesoeh.
- '39 - -
Sednng ija berdoewa lagi mereboet, datanglah
si Karim. "A pa ini riboet-riboet, hae ?" kata si
Karim itoe: ~ apa -perkara ini? Kasih taoe, sobat!
akoe nanti kasih poetocsan adil." Sembari bilang
bagitoe, ija bordiri dengan manoelak pinggang. Si
Doel dan si Dil lautas tjeritakan ija-orang poenja
perkara.
Ada orang-periksa-orang sekarang ini.
"Ach," kata si Karim sasoedalmja dengar tjerita:
"itoe gsmpang sekali. Mari akoe beresin perkara
ini. Mana itoe manggis?" Si Doel dan si Dillantas
kasih padanja ija-orang poenja manggis. Si Karim
trima itoe dan Iautas kepe samoewa; isinja ijataro
di daon. "Nah," kata si Karim: "ini tiga potong
koelit boewat kaoe, Doell sebab kaoc jang lihat
lebih doeloc itoe manggis; ini tiga poteng koellt
boewat kaoe, Dil! sebab kaoejang poengoet mango
gis. Ini isioja boewat akoe; kerna akoe jang bikin
beres ini perkara" Baroe habis bilaug bagitoe, ija
lantas sadja makan habis isi manggis itoe dengan
tjepat, .dan sembari tertawa ija berkata ba ginf:
Bagimana, Dllel d~n Dil,
Apa poetoesan ini tra adil?
Si Doel dan si Dil tinggal mengangah, tra bisa
bilang s~toe spa
-
"
I1
I
I<noinclude></noinclude>
p797ubiwyx9vxhs4qn1ido9w7v9i9pq
317288
317286
2026-09-06T04:32:29Z
Riatunsk
26460
317288
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riatunsk" /></noinclude>
{{rh|-38-}}
tahkan dija. Tempo ija berpisah masing-masing,
saorang sadja bisa patahkan dija samoewa dengan
gampang sekali. Dengan kaoe ada bagitoe djoega,
anak-anakkoe! Kaloe angkaoe rempoek sama soedara-soedara, seperti itoe bamboe-bamboe berangkap
djadi satoe - angkaoe djadi koewat; orang tiada
bisa bikin kaoe tjilaka. Kaloe angkaoe tiada berangkap, tida rempoek satoe sama lain - angkaoe
djadi seperti itoe bamboe-bamboe, tempo berpisah
satoe dari lain: dengan gampang djoega orang boleh
bikin kaoe samoewa dapat tjilaka."
:Jaug besoedara dengan hargain karempoekan,
:Dengan besi ija boleh dioepamakan.
:Kaloe tra rempoek, seperti bamboe belarakan,
:Dengan gampang ija boleh ditjilakakan.
<center>'''XXIII'''.<br>'''MANGGIS.'''</center>
Doewa soedara, si Doel dan si Dil namanja, dapat tiga boewah manggis di kebon. Si Doel maoe
ambil doewa, sebab ija jang dapat lihat manggis
itoe lebih doeloe. Si Dil tid i m.iie, tjocmah dapn t
satoe, sebab ija jang poengoot manggis-manggis
itoe.- Si Doel maoe doewa, si Dil lIHOC doewa;
tapi manggis uda tigu sadja. Soesah sekali.Sebab
itoe lantas sadja ija berdoewa djadi roesoeh.
- '39 - -
Sednng ija berdoewa lagi mereboet, datanglah
si Karim. "A pa ini riboet-riboet, hae ?" kata si
Karim itoe: ~ apa -perkara ini? Kasih taoe, sobat!
akoe nanti kasih poetocsan adil." Sembari bilang
bagitoe, ija bordiri dengan manoelak pinggang. Si
Doel dan si Dil lautas tjeritakan ija-orang poenja
perkara.
Ada orang-periksa-orang sekarang ini.
"Ach," kata si Karim sasoedalmja dengar tjerita:
"itoe gsmpang sekali. Mari akoe beresin perkara
ini. Mana itoe manggis?" Si Doel dan si Dillantas
kasih padanja ija-orang poenja manggis. Si Karim
trima itoe dan Iautas kepe samoewa; isinja ijataro
di daon. "Nah," kata si Karim: "ini tiga potong
koelit boewat kaoe, Doell sebab kaoc jang lihat
lebih doeloc itoe manggis; ini tiga poteng koellt
boewat kaoe, Dil! sebab kaoejang poengoet mango
gis. Ini isioja boewat akoe; kerna akoe jang bikin
beres ini perkara" Baroe habis bilaug bagitoe, ija
lantas sadja makan habis isi manggis itoe dengan
tjepat, .dan sembari tertawa ija berkata ba ginf:
Bagimana, Dllel d~n Dil,
Apa poetoesan ini tra adil?
Si Doel dan si Dil tinggal mengangah, tra bisa
bilang s~toe spa
-
"
I1
I
I<noinclude></noinclude>
dlfhoup6mn8tzkbmzl9dkdgu4xfxnfx
317291
317288
2026-09-06T04:33:51Z
Riatunsk
26460
317291
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riatunsk" /></noinclude>
{{rh|- 36 -||- 5 -}}
tahkan dija. Tempo ija berpisah masing-masing,
saorang sadja bisa patahkan dija samoewa dengan
gampang sekali. Dengan kaoe ada bagitoe djoega,
anak-anakkoe! Kaloe angkaoe rempoek sama soedara-soedara, seperti itoe bamboe-bamboe berangkap
djadi satoe - angkaoe djadi koewat; orang tiada
bisa bikin kaoe tjilaka. Kaloe angkaoe tiada berangkap, tida rempoek satoe sama lain - angkaoe
djadi seperti itoe bamboe-bamboe, tempo berpisah
satoe dari lain: dengan gampang djoega orang boleh
bikin kaoe samoewa dapat tjilaka."
:Jaug besoedara dengan hargain karempoekan,
:Dengan besi ija boleh dioepamakan.
:Kaloe tra rempoek, seperti bamboe belarakan,
:Dengan gampang ija boleh ditjilakakan.
<center>'''XXIII'''.<br>'''MANGGIS.'''</center>
Doewa soedara, si Doel dan si Dil namanja, dapat tiga boewah manggis di kebon. Si Doel maoe
ambil doewa, sebab ija jang dapat lihat manggis
itoe lebih doeloe. Si Dil tid i m.iie, tjocmah dapn t
satoe, sebab ija jang poengoot manggis-manggis
itoe.- Si Doel maoe doewa, si Dil lIHOC doewa;
tapi manggis uda tigu sadja. Soesah sekali.Sebab
itoe lantas sadja ija berdoewa djadi roesoeh.
- '39 - -
Sednng ija berdoewa lagi mereboet, datanglah
si Karim. "A pa ini riboet-riboet, hae ?" kata si
Karim itoe: ~ apa -perkara ini? Kasih taoe, sobat!
akoe nanti kasih poetocsan adil." Sembari bilang
bagitoe, ija bordiri dengan manoelak pinggang. Si
Doel dan si Dil lautas tjeritakan ija-orang poenja
perkara.
Ada orang-periksa-orang sekarang ini.
"Ach," kata si Karim sasoedalmja dengar tjerita:
"itoe gsmpang sekali. Mari akoe beresin perkara
ini. Mana itoe manggis?" Si Doel dan si Dillantas
kasih padanja ija-orang poenja manggis. Si Karim
trima itoe dan Iautas kepe samoewa; isinja ijataro
di daon. "Nah," kata si Karim: "ini tiga potong
koelit boewat kaoe, Doell sebab kaoc jang lihat
lebih doeloc itoe manggis; ini tiga poteng koellt
boewat kaoe, Dil! sebab kaoejang poengoet mango
gis. Ini isioja boewat akoe; kerna akoe jang bikin
beres ini perkara" Baroe habis bilaug bagitoe, ija
lantas sadja makan habis isi manggis itoe dengan
tjepat, .dan sembari tertawa ija berkata ba ginf:
Bagimana, Dllel d~n Dil,
Apa poetoesan ini tra adil?
Si Doel dan si Dil tinggal mengangah, tra bisa
bilang s~toe spa
-
"
I1
I
I<noinclude></noinclude>
8574zqg6aml9jz5kdqfinujthwa3eha
317292
317291
2026-09-06T04:34:58Z
Riatunsk
26460
317292
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riatunsk" />{{rh|- 36 -||- 37 -}}</noinclude>
tahkan dija. Tempo ija berpisah masing-masing,
saorang sadja bisa patahkan dija samoewa dengan
gampang sekali. Dengan kaoe ada bagitoe djoega,
anak-anakkoe! Kaloe angkaoe rempoek sama soedara-soedara, seperti itoe bamboe-bamboe berangkap
djadi satoe - angkaoe djadi koewat; orang tiada
bisa bikin kaoe tjilaka. Kaloe angkaoe tiada berangkap, tida rempoek satoe sama lain - angkaoe
djadi seperti itoe bamboe-bamboe, tempo berpisah
satoe dari lain: dengan gampang djoega orang boleh
bikin kaoe samoewa dapat tjilaka."
:Jaug besoedara dengan hargain karempoekan,
:Dengan besi ija boleh dioepamakan.
:Kaloe tra rempoek, seperti bamboe belarakan,
:Dengan gampang ija boleh ditjilakakan.
<center>'''XXIII'''.<br>'''MANGGIS.'''</center>
Doewa soedara, si Doel dan si Dil namanja, dapat tiga boewah manggis di kebon. Si Doel maoe
ambil doewa, sebab ija jang dapat lihat manggis
itoe lebih doeloe. Si Dil tid i m.iie, tjocmah dapn t
satoe, sebab ija jang poengoot manggis-manggis
itoe.- Si Doel maoe doewa, si Dil lIHOC doewa;
tapi manggis uda tigu sadja. Soesah sekali.Sebab
itoe lantas sadja ija berdoewa djadi roesoeh.
- '39 - -
Sednng ija berdoewa lagi mereboet, datanglah
si Karim. "A pa ini riboet-riboet, hae ?" kata si
Karim itoe: ~ apa -perkara ini? Kasih taoe, sobat!
akoe nanti kasih poetocsan adil." Sembari bilang
bagitoe, ija bordiri dengan manoelak pinggang. Si
Doel dan si Dil lautas tjeritakan ija-orang poenja
perkara.
Ada orang-periksa-orang sekarang ini.
"Ach," kata si Karim sasoedalmja dengar tjerita:
"itoe gsmpang sekali. Mari akoe beresin perkara
ini. Mana itoe manggis?" Si Doel dan si Dillantas
kasih padanja ija-orang poenja manggis. Si Karim
trima itoe dan Iautas kepe samoewa; isinja ijataro
di daon. "Nah," kata si Karim: "ini tiga potong
koelit boewat kaoe, Doell sebab kaoc jang lihat
lebih doeloc itoe manggis; ini tiga poteng koellt
boewat kaoe, Dil! sebab kaoejang poengoet mango
gis. Ini isioja boewat akoe; kerna akoe jang bikin
beres ini perkara" Baroe habis bilaug bagitoe, ija
lantas sadja makan habis isi manggis itoe dengan
tjepat, .dan sembari tertawa ija berkata ba ginf:
Bagimana, Dllel d~n Dil,
Apa poetoesan ini tra adil?
Si Doel dan si Dil tinggal mengangah, tra bisa
bilang s~toe spa
-
"
I1
I
I<noinclude></noinclude>
4zhynub39jvx3lpv33vdosgq6d08p24
317293
317292
2026-09-06T04:35:36Z
Riatunsk
26460
317293
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riatunsk" />{{rh|- 38 -||- 39 -}}</noinclude>
tahkan dija. Tempo ija berpisah masing-masing,
saorang sadja bisa patahkan dija samoewa dengan
gampang sekali. Dengan kaoe ada bagitoe djoega,
anak-anakkoe! Kaloe angkaoe rempoek sama soedara-soedara, seperti itoe bamboe-bamboe berangkap
djadi satoe - angkaoe djadi koewat; orang tiada
bisa bikin kaoe tjilaka. Kaloe angkaoe tiada berangkap, tida rempoek satoe sama lain - angkaoe
djadi seperti itoe bamboe-bamboe, tempo berpisah
satoe dari lain: dengan gampang djoega orang boleh
bikin kaoe samoewa dapat tjilaka."
:Jaug besoedara dengan hargain karempoekan,
:Dengan besi ija boleh dioepamakan.
:Kaloe tra rempoek, seperti bamboe belarakan,
:Dengan gampang ija boleh ditjilakakan.
<center>'''XXIII'''.<br>'''MANGGIS.'''</center>
Doewa soedara, si Doel dan si Dil namanja, dapat tiga boewah manggis di kebon. Si Doel maoe
ambil doewa, sebab ija jang dapat lihat manggis
itoe lebih doeloe. Si Dil tid i m.iie, tjocmah dapn t
satoe, sebab ija jang poengoot manggis-manggis
itoe.- Si Doel maoe doewa, si Dil lIHOC doewa;
tapi manggis uda tigu sadja. Soesah sekali.Sebab
itoe lantas sadja ija berdoewa djadi roesoeh.
- '39 - -
Sednng ija berdoewa lagi mereboet, datanglah
si Karim. "A pa ini riboet-riboet, hae ?" kata si
Karim itoe: ~ apa -perkara ini? Kasih taoe, sobat!
akoe nanti kasih poetocsan adil." Sembari bilang
bagitoe, ija bordiri dengan manoelak pinggang. Si
Doel dan si Dil lautas tjeritakan ija-orang poenja
perkara.
Ada orang-periksa-orang sekarang ini.
"Ach," kata si Karim sasoedalmja dengar tjerita:
"itoe gsmpang sekali. Mari akoe beresin perkara
ini. Mana itoe manggis?" Si Doel dan si Dillantas
kasih padanja ija-orang poenja manggis. Si Karim
trima itoe dan Iautas kepe samoewa; isinja ijataro
di daon. "Nah," kata si Karim: "ini tiga potong
koelit boewat kaoe, Doell sebab kaoc jang lihat
lebih doeloc itoe manggis; ini tiga poteng koellt
boewat kaoe, Dil! sebab kaoejang poengoet mango
gis. Ini isioja boewat akoe; kerna akoe jang bikin
beres ini perkara" Baroe habis bilaug bagitoe, ija
lantas sadja makan habis isi manggis itoe dengan
tjepat, .dan sembari tertawa ija berkata ba ginf:
Bagimana, Dllel d~n Dil,
Apa poetoesan ini tra adil?
Si Doel dan si Dil tinggal mengangah, tra bisa
bilang s~toe spa
-
"
I1
I
I<noinclude></noinclude>
t6jy5ihi0voq9amzx48vc7m1y75odts
317296
317293
2026-09-06T04:39:49Z
Riatunsk
26460
317296
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riatunsk" />{{rh|- 38 -||- 39 -}}</noinclude>
tahkan dija. Tempo ija berpisah masing-masing, saorang sadja bisa patahkan dija samoewa dengan gampang sekali. Dengan kaoe ada bagitoe djoega, anak-anakkoe! Kaloe angkaoe rempoek sama soedara-soedara, seperti itoe bamboe-bamboe berangkap
djadi satoe - angkaoe djadi koewat; orang tiada bisa bikin kaoe tjilaka. Kaloe angkaoe tiada berangkap, tida rempoek satoe sama lain - angkaoe djadi seperti itoe bamboe-bamboe, tempo berpisah satoe dari lain: dengan gampang djoega orang boleh
bikin kaoe samoewa dapat tjilaka."
:Jaug besoedara dengan hargain karempoekan,
:Dengan besi ija boleh dioepamakan.
:Kaloe tra rempoek, seperti bamboe belarakan,
:Dengan gampang ija boleh ditjilakakan.
<center>'''XXIII'''.<br>'''MANGGIS.'''</center>
Doewa soedara, si Doel dan si Dil namanja, dapat tiga boewah manggis di kebon. Si Doel maoe ambil doewa, sebab ija jang dapat lihat manggis itoe lebih doeloe. Si Dil tida maoe, tjoemah dapat satoe, sebab ija jang poengoot manggis-manggis itoe.- Si Doel maoe doewa, si Dil lIHOC doewa; tapi manggis uda tigu sadja. Soesah sekali. Sebab itoe lantas sadja ija berdoewa djadi roesoeh.
Sednng ija berdoewa lagi mereboet, datanglah
si Karim. "A pa ini riboet-riboet, hae ?" kata si
Karim itoe: ~ apa -perkara ini? Kasih taoe, sobat!
akoe nanti kasih poetocsan adil." Sembari bilang
bagitoe, ija bordiri dengan manoelak pinggang. Si
Doel dan si Dil lautas tjeritakan ija-orang poenja
perkara.
Ada orang-periksa-orang sekarang ini.
"Ach," kata si Karim sasoedalmja dengar tjerita:
"itoe gsmpang sekali. Mari akoe beresin perkara
ini. Mana itoe manggis?" Si Doel dan si Dillantas
kasih padanja ija-orang poenja manggis. Si Karim
trima itoe dan Iautas kepe samoewa; isinja ijataro
di daon. "Nah," kata si Karim: "ini tiga potong
koelit boewat kaoe, Doell sebab kaoc jang lihat
lebih doeloc itoe manggis; ini tiga poteng koellt
boewat kaoe, Dil! sebab kaoejang poengoet mango
gis. Ini isioja boewat akoe; kerna akoe jang bikin
beres ini perkara" Baroe habis bilaug bagitoe, ija
lantas sadja makan habis isi manggis itoe dengan
tjepat, .dan sembari tertawa ija berkata ba ginf:
Bagimana, Dllel d~n Dil,
Apa poetoesan ini tra adil?
Si Doel dan si Dil tinggal mengangah, tra bisa
bilang s~toe spa
-
"
I1
I
I<noinclude></noinclude>
kankp67as2srabwqtiqegbwqnkf7mbs
317300
317296
2026-09-06T04:47:36Z
Riatunsk
26460
317300
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riatunsk" />{{rh|- 38 -||- 39 -}}</noinclude>
tahkan dija. Tempo ija berpisah masing-masing, saorang sadja bisa patahkan dija samoewa dengan gampang sekali. Dengan kaoe ada bagitoe djoega, anak-anakkoe! Kaloe angkaoe rempoek sama soedara-soedara, seperti itoe bamboe-bamboe berangkap
djadi satoe - angkaoe djadi koewat; orang tiada bisa bikin kaoe tjilaka. Kaloe angkaoe tiada berangkap, tida rempoek satoe sama lain - angkaoe djadi seperti itoe bamboe-bamboe, tempo berpisah satoe dari lain: dengan gampang djoega orang boleh
bikin kaoe samoewa dapat tjilaka."
:Jaug besoedara dengan hargain karempoekan,
:Dengan besi ija boleh dioepamakan.
:Kaloe tra rempoek, seperti bamboe belarakan,
:Dengan gampang ija boleh ditjilakakan.
<center>'''XXIII'''.<br>'''MANGGIS.'''</center>
Doewa soedara, si Doel dan si Dil namanja, dapat tiga boewah manggis di kebon. Si Doel maoe ambil doewa, sebab ija jang dapat lihat manggis itoe lebih doeloe. Si Dil tida maoe, tjoemah dapat satoe, sebab ija jang poengoet manggis-manggis itoe.- Si Doel maoe doewa, si Dil maoe doewa; tapi manggis ada tiga sadja. Soesah sekali. Sebab itoe lantas sadja ija berdoewa djadi roesoeh.
Sednng ija berdoewa lagi mereboet, datanglah
si Karim. "A pa ini riboet-riboet, hae ?" kata si
Karim itoe: ~ apa -perkara ini? Kasih taoe, sobat!
akoe nanti kasih poetocsan adil." Sembari bilang
bagitoe, ija bordiri dengan manoelak pinggang. Si
Doel dan si Dil lautas tjeritakan ija-orang poenja
perkara.
Ada orang-periksa-orang sekarang ini.
"Ach," kata si Karim sasoedalmja dengar tjerita:
"itoe gsmpang sekali. Mari akoe beresin perkara
ini. Mana itoe manggis?" Si Doel dan si Dillantas
kasih padanja ija-orang poenja manggis. Si Karim
trima itoe dan Iautas kepe samoewa; isinja ijataro
di daon. "Nah," kata si Karim: "ini tiga potong
koelit boewat kaoe, Doell sebab kaoc jang lihat
lebih doeloc itoe manggis; ini tiga poteng koellt
boewat kaoe, Dil! sebab kaoejang poengoet mango
gis. Ini isioja boewat akoe; kerna akoe jang bikin
beres ini perkara" Baroe habis bilaug bagitoe, ija
lantas sadja makan habis isi manggis itoe dengan
tjepat, .dan sembari tertawa ija berkata ba ginf:
Bagimana, Dllel d~n Dil,
Apa poetoesan ini tra adil?
Si Doel dan si Dil tinggal mengangah, tra bisa
bilang s~toe spa
-
"
I1
I
I<noinclude></noinclude>
czeempp356eqcmmwo2imnoltgh1pipb
317307
317300
2026-09-06T04:51:55Z
Riatunsk
26460
317307
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riatunsk" />{{rh|- 38 -||- 39 -}}</noinclude>
tahkan dija. Tempo ija berpisah masing-masing, saorang sadja bisa patahkan dija samoewa dengan gampang sekali. Dengan kaoe ada bagitoe djoega, anak-anakkoe! Kaloe angkaoe rempoek sama soedara-soedara, seperti itoe bamboe-bamboe berangkap
djadi satoe - angkaoe djadi koewat; orang tiada bisa bikin kaoe tjilaka. Kaloe angkaoe tiada berangkap, tida rempoek satoe sama lain - angkaoe djadi seperti itoe bamboe-bamboe, tempo berpisah satoe dari lain: dengan gampang djoega orang boleh
bikin kaoe samoewa dapat tjilaka."
:Jaug besoedara dengan hargain karempoekan,
:Dengan besi ija boleh dioepamakan.
:Kaloe tra rempoek, seperti bamboe belarakan,
:Dengan gampang ija boleh ditjilakakan.
<center>'''XXIII'''.<br>'''MANGGIS.'''</center>
Doewa soedara, si Doel dan si Dil namanja, dapat tiga boewah manggis di kebon. Si Doel maoe ambil doewa, sebab ija jang dapat lihat manggis itoe lebih doeloe. Si Dil tida maoe, tjoemah dapat satoe, sebab ija jang poengoet manggis-manggis itoe.- Si Doel maoe doewa, si Dil maoe doewa; tapi manggis ada tiga sadja. Soesah sekali. Sebab itoe lantas sadja ija berdoewa djadi roesoeh.
Sedang ija berdoewa lagi mereboet, datanglah si Karim. "Apa ini riboet-riboet, hae ?" kata siKarim itoe: "apa -perkara ini? Kasih taoe, sobat! akoe nanti kasih poetoesan adil." Sembari bilang bagitoe, ija berdiri dengan manoelak pinggang. Si
Doel dan si Dil lantas tjeritakan ija-orang poenja perkara.
Ada orang-periksa-orang sekarang ini.
"Ach," kata si Karim sasoedalmja dengar tjerita:
"itoe gsmpang sekali. Mari akoe beresin perkara
ini. Mana itoe manggis?" Si Doel dan si Dillantas
kasih padanja ija-orang poenja manggis. Si Karim
trima itoe dan Iautas kepe samoewa; isinja ijataro
di daon. "Nah," kata si Karim: "ini tiga potong
koelit boewat kaoe, Doell sebab kaoc jang lihat
lebih doeloc itoe manggis; ini tiga poteng koellt
boewat kaoe, Dil! sebab kaoejang poengoet mango
gis. Ini isioja boewat akoe; kerna akoe jang bikin
beres ini perkara" Baroe habis bilaug bagitoe, ija
lantas sadja makan habis isi manggis itoe dengan
tjepat, .dan sembari tertawa ija berkata ba ginf:
Bagimana, Dllel d~n Dil,
Apa poetoesan ini tra adil?
Si Doel dan si Dil tinggal mengangah, tra bisa
bilang s~toe spa
-
"
I1
I
I<noinclude></noinclude>
qnfckbt0v4y5qx9z3fi81fy96tai6d8
317318
317307
2026-09-06T05:02:59Z
Riatunsk
26460
317318
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riatunsk" />{{rh|- 38 -||- 39 -}}</noinclude>
tahkan dija. Tempo ija berpisah masing-masing, saorang sadja bisa patahkan dija samoewa dengan gampang sekali. Dengan kaoe ada bagitoe djoega, anak-anakkoe! Kaloe angkaoe rempoek sama soedara-soedara, seperti itoe bamboe-bamboe berangkap
djadi satoe - angkaoe djadi koewat; orang tiada bisa bikin kaoe tjilaka. Kaloe angkaoe tiada berangkap, tida rempoek satoe sama lain - angkaoe djadi seperti itoe bamboe-bamboe, tempo berpisah satoe dari lain: dengan gampang djoega orang boleh
bikin kaoe samoewa dapat tjilaka."
:Jaug besoedara dengan hargain karempoekan,
:Dengan besi ija boleh dioepamakan.
:Kaloe tra rempoek, seperti bamboe belarakan,
:Dengan gampang ija boleh ditjilakakan.
<center>'''XXIII'''.<br>'''MANGGIS.'''</center>
Doewa soedara, si Doel dan si Dil namanja, dapat tiga boewah manggis di kebon. Si Doel maoe ambil doewa, sebab ija jang dapat lihat manggis itoe lebih doeloe. Si Dil tida maoe, tjoemah dapat satoe, sebab ija jang poengoet manggis-manggis itoe.- Si Doel maoe doewa, si Dil maoe doewa; tapi manggis ada tiga sadja. Soesah sekali. Sebab itoe lantas sadja ija berdoewa djadi roesoeh.
Sedang ija berdoewa lagi mereboet, datanglah si Karim. "Apa ini riboet-riboet, hae ?" kata siKarim itoe: "apa -perkara ini? Kasih taoe, sobat! akoe nanti kasih poetoesan adil." Sembari bilang bagitoe, ija berdiri dengan manoelak pinggang. Si
Doel dan si Dil lantas tjeritakan ija-orang poenja perkara.
::Ada orang-periksa-orang sekarang ini.
"Ach," kata si Karim sasoedahnja dengar tjerita: "itoe gampang sekali. Mari akoe beresin perkara ini. Mana itoe manggis?" Si Doel dan si Dil lantas kasih padanja ija-orang poenja manggis. Si Karim trima itoe dan Iautas kepe samoewa; isinja ija taro di daon. "Nah," kata si Karim: "ini tiga potong koelit boewat kaoe, Doel! sebab kaoe jang lihat lebih doeloe itoe manggis; ini tiga potong koelit boewat kaoe, Dil! sebab kaoejang poengoet manggis. Ini isioja boewat akoe; kerna akoe jang bikin beres ini perkara" Baroe habis bilang bagitoe, ija lantas sadja makan habis isi manggis itoe dengan tjepat, dan sembari tertawa ija berkata bagini:
Bagimana, Dllel d~n Dil,
Apa poetoesan ini tra adil?
Si Doel dan si Dil tinggal mengangah, tra bisa
bilang satoe apa
-
"
I1
I
I<noinclude></noinclude>
okxp3l17gcdyxfd22sptem7el8k6c0r
317322
317318
2026-09-06T05:04:28Z
Riatunsk
26460
317322
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riatunsk" />{{rh|- 38 -||- 39 -}}</noinclude>
tahkan dija. Tempo ija berpisah masing-masing, saorang sadja bisa patahkan dija samoewa dengan gampang sekali. Dengan kaoe ada bagitoe djoega, anak-anakkoe! Kaloe angkaoe rempoek sama soedara-soedara, seperti itoe bamboe-bamboe berangkap
djadi satoe - angkaoe djadi koewat; orang tiada bisa bikin kaoe tjilaka. Kaloe angkaoe tiada berangkap, tida rempoek satoe sama lain - angkaoe djadi seperti itoe bamboe-bamboe, tempo berpisah satoe dari lain: dengan gampang djoega orang boleh
bikin kaoe samoewa dapat tjilaka."
:Jaug besoedara dengan hargain karempoekan,
:Dengan besi ija boleh dioepamakan.
:Kaloe tra rempoek, seperti bamboe belarakan,
:Dengan gampang ija boleh ditjilakakan.
<center>'''XXIII'''.<br>'''MANGGIS.'''</center>
Doewa soedara, si Doel dan si Dil namanja, dapat tiga boewah manggis di kebon. Si Doel maoe ambil doewa, sebab ija jang dapat lihat manggis itoe lebih doeloe. Si Dil tida maoe, tjoemah dapat satoe, sebab ija jang poengoet manggis-manggis itoe.- Si Doel maoe doewa, si Dil maoe doewa; tapi manggis ada tiga sadja. Soesah sekali. Sebab itoe lantas sadja ija berdoewa djadi roesoeh.
Sedang ija berdoewa lagi mereboet, datanglah si Karim. "Apa ini riboet-riboet, hae ?" kata siKarim itoe: "apa -perkara ini? Kasih taoe, sobat! akoe nanti kasih poetoesan adil." Sembari bilang bagitoe, ija berdiri dengan manoelak pinggang. Si
Doel dan si Dil lantas tjeritakan ija-orang poenja perkara.
::Ada orang-periksa-orang sekarang ini.
"Ach," kata si Karim sasoedahnja dengar tjerita: "itoe gampang sekali. Mari akoe beresin perkara ini. Mana itoe manggis?" Si Doel dan si Dil lantas kasih padanja ija-orang poenja manggis. Si Karim trima itoe dan Iautas kepe samoewa; isinja ija taro di daon. "Nah," kata si Karim: "ini tiga potong koelit boewat kaoe, Doel! sebab kaoe jang lihat lebih doeloe itoe manggis; ini tiga potong koelit boewat kaoe, Dil! sebab kaoejang poengoet manggis. Ini isioja boewat akoe; kerna akoe jang bikin beres ini perkara" Baroe habis bilang bagitoe, ija lantas sadja makan habis isi manggis itoe dengan tjepat, dan sembari tertawa ija berkata bagini:
Bagimana, Doel dan Dil,
Apa poetoesan ini tra adil?
Si Doel dan si Dil tinggal mengangah, tra bisa
bilang satoe apa.<noinclude></noinclude>
1m4sf5y5m2xeu2jugu4uu2xxrh3igwo
317323
317322
2026-09-06T05:04:53Z
Riatunsk
26460
/* Telah diuji baca */
317323
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Riatunsk" />{{rh|- 38 -||- 39 -}}</noinclude>
tahkan dija. Tempo ija berpisah masing-masing, saorang sadja bisa patahkan dija samoewa dengan gampang sekali. Dengan kaoe ada bagitoe djoega, anak-anakkoe! Kaloe angkaoe rempoek sama soedara-soedara, seperti itoe bamboe-bamboe berangkap
djadi satoe - angkaoe djadi koewat; orang tiada bisa bikin kaoe tjilaka. Kaloe angkaoe tiada berangkap, tida rempoek satoe sama lain - angkaoe djadi seperti itoe bamboe-bamboe, tempo berpisah satoe dari lain: dengan gampang djoega orang boleh
bikin kaoe samoewa dapat tjilaka."
:Jaug besoedara dengan hargain karempoekan,
:Dengan besi ija boleh dioepamakan.
:Kaloe tra rempoek, seperti bamboe belarakan,
:Dengan gampang ija boleh ditjilakakan.
<center>'''XXIII'''.<br>'''MANGGIS.'''</center>
Doewa soedara, si Doel dan si Dil namanja, dapat tiga boewah manggis di kebon. Si Doel maoe ambil doewa, sebab ija jang dapat lihat manggis itoe lebih doeloe. Si Dil tida maoe, tjoemah dapat satoe, sebab ija jang poengoet manggis-manggis itoe.- Si Doel maoe doewa, si Dil maoe doewa; tapi manggis ada tiga sadja. Soesah sekali. Sebab itoe lantas sadja ija berdoewa djadi roesoeh.
Sedang ija berdoewa lagi mereboet, datanglah si Karim. "Apa ini riboet-riboet, hae ?" kata siKarim itoe: "apa -perkara ini? Kasih taoe, sobat! akoe nanti kasih poetoesan adil." Sembari bilang bagitoe, ija berdiri dengan manoelak pinggang. Si
Doel dan si Dil lantas tjeritakan ija-orang poenja perkara.
::Ada orang-periksa-orang sekarang ini.
"Ach," kata si Karim sasoedahnja dengar tjerita: "itoe gampang sekali. Mari akoe beresin perkara ini. Mana itoe manggis?" Si Doel dan si Dil lantas kasih padanja ija-orang poenja manggis. Si Karim trima itoe dan Iautas kepe samoewa; isinja ija taro di daon. "Nah," kata si Karim: "ini tiga potong koelit boewat kaoe, Doel! sebab kaoe jang lihat lebih doeloe itoe manggis; ini tiga potong koelit boewat kaoe, Dil! sebab kaoejang poengoet manggis. Ini isioja boewat akoe; kerna akoe jang bikin beres ini perkara" Baroe habis bilang bagitoe, ija lantas sadja makan habis isi manggis itoe dengan tjepat, dan sembari tertawa ija berkata bagini:
Bagimana, Doel dan Dil,
Apa poetoesan ini tra adil?
Si Doel dan si Dil tinggal mengangah, tra bisa
bilang satoe apa.<noinclude></noinclude>
b8cvy42pxyooxgjv12rxa0vrzmxo7st
317336
317323
2026-09-06T05:21:08Z
Akhsan Bae
26459
/* Tervalidasi */
317336
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Akhsan Bae" />{{rh|- 38 -||- 39 -}}</noinclude>
tahkan dija. Tempo ija berpisah masing-masing, saorang sadja bisa patahkan dija samoewa dengan gampang sekali. Dengan kaoe ada bagitoe djoega, anak-anakkoe! Kaloe angkaoe rempoek sama soedara-soedara, seperti itoe bamboe-bamboe berangkap
djadi satoe - angkaoe djadi koewat; orang tiada bisa bikin kaoe tjilaka. Kaloe angkaoe tiada berangkap, tida rempoek satoe sama lain - angkaoe djadi seperti itoe bamboe-bamboe, tempo berpisah satoe dari lain: dengan gampang djoega orang boleh
bikin kaoe samoewa dapat tjilaka."
::Jaug besoedara dengan hargain karempoekan,
::Dengan besi ija boleh dioepamakan.
::Kaloe tra rempoek, seperti bamboe belarakan,
::Dengan gampang ija boleh ditjilakakan.
<center>'''XXIII'''.<br>'''MANGGIS.'''</center>
Doewa soedara, si Doel dan si Dil namanja, dapat tiga boewah manggis di kebon. Si Doel maoe ambil doewa, sebab ija jang dapat lihat manggis itoe lebih doeloe. Si Dil tida maoe, tjoemah dapat satoe, sebab ija jang poengoet manggis-manggis itoe.- Si Doel maoe doewa, si Dil maoe doewa; tapi manggis ada tiga sadja. Soesah sekali. Sebab itoe lantas sadja ija berdoewa djadi roesoeh.
Sedang ija berdoewa lagi mereboet, datanglah si Karim. "Apa ini riboet-riboet, hae ?" kata siKarim itoe: "apa -perkara ini? Kasih taoe, sobat! akoe nanti kasih poetoesan adil." Sembari bilang bagitoe, ija berdiri dengan manoelak pinggang. Si
Doel dan si Dil lantas tjeritakan ija-orang poenja perkara.
::Ada orang-periksa-orang sekarang ini.
"Ach," kata si Karim sasoedahnja dengar tjerita: "itoe gampang sekali. Mari akoe beresin perkara ini. Mana itoe manggis?" Si Doel dan si Dil lantas kasih padanja ija-orang poenja manggis. Si Karim trima itoe dan Iautas kepe samoewa; isinja ija taro di daon. "Nah," kata si Karim: "ini tiga potong koelit boewat kaoe, Doel! sebab kaoe jang lihat lebih doeloe itoe manggis; ini tiga potong koelit boewat kaoe, Dil! sebab kaoejang poengoet manggis. Ini isioja boewat akoe; kerna akoe jang bikin beres ini perkara" Baroe habis bilang bagitoe, ija lantas sadja makan habis isi manggis itoe dengan tjepat, dan sembari tertawa ija berkata bagini:
::::::Bagimana, Doel dan Dil,
::::::Apa poetoesan ini tra adil?
Si Doel dan si Dil tinggal mengangah, tra bisa
bilang satoe apa.<noinclude></noinclude>
1or1leil3fqzxpibth5oivch5zg05z7
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/16
104
114706
317269
2026-09-06T04:15:09Z
~2026-48267-73
27597
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '<div style="text-align:center; font-family:'Times New Roman',serif; font-size:14px; margin-bottom:12px;"> '''— 20 —''' </div> <div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;"> Si Sidan djadi goemeteran dari kaget; bapanja lantas kasih ija minoen ajer samangkok. </div> <div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;"> Anak jang dengar ’ma-bapa poenja perkataan, sering kali ija terlupas dari ketjilaka...
317269
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="~2026-48267-73" /></noinclude><div style="text-align:center; font-family:'Times New Roman',serif; font-size:14px; margin-bottom:12px;">
'''— 20 —'''
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Si Sidan djadi goemeteran dari kaget; bapanja lantas kasih ija minoen ajer samangkok.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Anak jang dengar ’ma-bapa poenja perkataan, sering kali ija terlupas dari ketjilakaan. Di waktoe mistinja ada dalam kabinasaan, hatinja djadi pendoeh dengan kasoekaan.
</div>
<div style="text-align:center; line-height:1.35; margin-top:8px;">
'''XII'''
'''SORE-PAGI.'''
Soedah gelap, ’dah sepi;<br>
Boeroeng soedah ’njarang.<br>
Kita mah pasang api,<br>
Soepaja djadi trang.
He! lihat itoe boelan<br>
Moelain bersinar!<br>
Marilah djalan-djalan!<br>
O, enak di loewar!
’Bis makan, kita doedoek,<br>
Djalan-djalan lagi;<br>
Tidler, kaloe ’dah ’ngantoek,<br>
Bangoen pagi-pagi.<br>
* * *
O! soedah trang kembali,<br>
Boeroeng soedah ’moenji.<br>
He-he! rame sekali.<br>
Semoeua menjanyi!
</div><noinclude></noinclude>
lp5oeb5gfalmnjab2thvnrr2oyyjf37
317273
317269
2026-09-06T04:19:03Z
~2026-48267-73
27597
317273
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="~2026-48267-73" /></noinclude><div style="text-align:center; font-family:'Times New Roman',serif; font-size:14px; margin-bottom:12px;">
'''— 20 —'''
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Si Sidan djadi goemeteran dari kaget; bapanja lantas kasih ija minoen ajer samangkok.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Anak jang dengar ’ma-bapa poenja perkataan, sering kali ija terlupas dari ketjilakaan. Di waktoe mistinja ada dalam kabinasaan, hatinja djadi pendoeh dengan kasoekaan.
</div>
<div style="text-align:center; line-height:1.35; margin-top:8px;">
'''XII'''
'''SORE-PAGI.'''
Soedah gelap, ’dah sepi;<br>
Boeroeng soedah ’njarang.<br>
Kita mah pasang api,<br>
Soepaja djadi trang.
He! lihat itoe boelan<br>
Moelain bersinar!<br>
Marilah djalan-djalan!<br>
O, enak di loewar!
’Bis makan, kita doedoek,<br>
Djalan-djalan lagi;<br>
Tidler, kaloe ’dah ’ngantoek,<br>
Bangoen pagi-pagi.<br>
* * *
O! soedah trang kembali,<br>
Boeroeng soedah ’moenji.<br>
He-he! rame sekali.<br>
Semoeua menjanyi!
</div>
<div style="text-align:center; font-family:'Times New Roman',serif; font-size:14px; margin-bottom:12px;">
'''— 21 —'''
</div>
<div style="text-align:center; line-height:1.35;">
Boeroeng djoega bergirang,<br>
Penoeh kasoekaan;<br>
Terbang tinggalkan sarang,<br>
Menjari makanan.<br>
Kita mah misti tjepat,<br>
Meraboh kerdjaan:<br>
Dari ramdjang melompat,<br>
Tjari kabisaan.<br>
*
Mandi dan toekar badjoe,<br>
Makan boeroe-boeroe;<br>
Ambil kitab, troes ladjoe,<br>
Pergi pada goeroe!
</div>
<div style="text-align:center; line-height:1.25; margin-top:10px;">
'''XIII.'''
'''PAGI.'''
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Malam soedah linjap, bintang ’dah ilang; Mata-hari terbit, timboelkan sijang. Di moeka boemi soedah ada terang, Jang membikin hati senang dan girang.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Ajam berkeroejoek, boeroeng menoenji; Pada Toehan Allah ija memoedji. Kita djoega misti menjanyi, Bersoekoeor kepada Jang Maha Soetji.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
O, Allah Toehankoe jang maha moedji! Toehan jang piara isi doenia! Roewat binatang, boewat manoesia, Segala jang perloe ada sedia.
</div><noinclude></noinclude>
eedykyr0lbj3jcxuqor79upol6wd3un
317283
317273
2026-09-06T04:29:03Z
~2026-48267-73
27597
317283
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="~2026-48267-73" /></noinclude><div style="text-align:center; font-family:'Times New Roman',serif; font-size:14px; margin-bottom:12px;">
'''— 20 —'''
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Si Sidan djadi goemeteran dari kaget; bapanja lantas kasih ija minoen ajer samangkok.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Anak jang dengar ’ma-bapa poenja perkataan, sering kali ija terlupas dari ketjilakaan. Di waktoe mistinja ada dalam kabinasaan, hatinja djadi pendoeh dengan kasoekaiin.
</div>
<div style="text-align:center; line-height:1.35; margin-top:8px;">
'''XII'''
'''SORE-PAGI.'''
Soedah gelap, ’dah sepi;<br>
Boeroeng soedah ’njarang.<br>
Kita mah pasang api,<br>
Soepaja djadi trang.
He! lihat itoe boelan<br>
Moelain bersinar!<br>
Marilah djalan-djalan!<br>
O, enak di loewar!
’Bis makan, kita doedoek,<br>
Djalan-djalan lagi;<br>
Tidler, kaloe ’dah ’ngantoek,<br>
Bangoen pagi-pagi.<br>
* * *
O! soedah trang kembali,<br>
Boeroeng soedah ’moenji.<br>
He-he! rame sekali.<br>
Semoeua menjanyi!
</div>
<div style="text-align:center; font-family:'Times New Roman',serif; font-size:14px; margin-bottom:12px;">
'''— 21 —'''
</div>
<div style="text-align:center; line-height:1.35;">
Boeroeng djoega bergirang,<br>
Penoeh kasoekaan;<br>
Terbang tinggalkan sarang,<br>
Menjari makanan.<br>
Kita mah misti tjepat,<br>
Meraboh kerdjaan:<br>
Dari ramdjang melompat,<br>
Tjari kabisaan.<br>
*
Mandi dan toekar badjoe,<br>
Makan boeroe-boeroe;<br>
Ambil kitab, troes ladjoe,<br>
Pergi pada goeroe!
</div>
<div style="text-align:center; line-height:1.25; margin-top:10px;">
'''XIII.'''
'''PAGI.'''
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Malam soedah linjap, bintang ’dah ilang; Mata-hari terbit, timboelkan sijang. Di moeka boemi soedah ada terang, Jang membikin hati senang dan girang.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Ajam berkeroejoek, boeroeng menoenji; Pada Toehan Allah ija memoedji. Kita djoega misti menjanyi, Bersoekoeor kepada Jang Maha Soetji.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
O, Allah Toehankoe jang maha moedji! Toehan jang piara isi doenia! Roewat binatang, boewat manoesia, Segala jang perloe ada sedia.
</div><noinclude></noinclude>
dx2sezy2cq3k25i9h9s6rr70uzke508
317342
317283
2026-09-06T05:27:44Z
Patriot gilar gilar
26780
317342
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="~2026-48267-73" />{{rh|- 20 -||- 21 -}}</noinclude>Si Sidan djadi goemeteran dari kaget; bapanja lantas kasih ija minoen ajer samangkok.
Anak jang dengar ’ma-bapa poenja perkataan, sering kali ija terlupas dari ketjilakaan. Di waktoe mistinja ada dalam kabinasaan, hatinja djadi pendoeh dengan kasoekaiin.<br>
<center>'''XII'''
'''SORE-PAGI.'''</center>
Soedah gelap, ’dah sepi;<br>
Boeroeng soedah ’njarang.<br>
Kita mah pasang api,<br>
Soepaja djadi trang.
He! lihat itoe boelan<br>
Moelain bersinar!<br>
Marilah djalan-djalan!<br>
O, enak di loewar!
’Bis makan, kita doedoek,<br>
Djalan-djalan lagi;<br>
Tidler, kaloe ’dah ’ngantoek,<br>
Bangoen pagi-pagi.<br>
* * *
O! soedah trang kembali,<br>
Boeroeng soedah ’moenji.<br>
He-he! rame sekali.<br>
Semoeua menjanyi!
</div>
<div style="text-align:center; font-family:'Times New Roman',serif; font-size:14px; margin-bottom:12px;">
'''— 21 —'''
</div>
<div style="text-align:center; line-height:1.35;">
Boeroeng djoega bergirang,<br>
Penoeh kasoekaan;<br>
Terbang tinggalkan sarang,<br>
Menjari makanan.<br>
Kita mah misti tjepat,<br>
Meraboh kerdjaan:<br>
Dari ramdjang melompat,<br>
Tjari kabisaan.<br>
*
Mandi dan toekar badjoe,<br>
Makan boeroe-boeroe;<br>
Ambil kitab, troes ladjoe,<br>
Pergi pada goeroe!
</div>
<div style="text-align:center; line-height:1.25; margin-top:10px;">
'''XIII.'''
'''PAGI.'''
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Malam soedah linjap, bintang ’dah ilang; Mata-hari terbit, timboelkan sijang. Di moeka boemi soedah ada terang, Jang membikin hati senang dan girang.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Ajam berkeroejoek, boeroeng menoenji; Pada Toehan Allah ija memoedji. Kita djoega misti menjanyi, Bersoekoeor kepada Jang Maha Soetji.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
O, Allah Toehankoe jang maha moedji! Toehan jang piara isi doenia! Roewat binatang, boewat manoesia, Segala jang perloe ada sedia.
</div><noinclude></noinclude>
5a0ljlkh5cqlk84av6cyjb3nhwwy6ch
317349
317342
2026-09-06T05:35:48Z
Patriot gilar gilar
26780
317349
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="~2026-48267-73" />{{rh|- 20 -||- 21 -}}</noinclude>Si Sidan djadi goemeteran dari kaget; bapanja lantas kasih ija minoen ajer samangkok.<br>
Anak jang dengar ’ma-bapa poenja perkataan, sering kali ija terlupas dari ketjilakaan. Di waktoe mistinja ada dalam kabinasaan, hatinja djadi pendoeh dengan kasoekaiin.<br>
<center>'''XII'''
'''SORE-PAGI.'''</center>
<poem>
:Soedah gelap, ’dah sepi;
::Boeroeng soedah ’njarang.
:Kita mah pasang api,
::Soepaja djadi trang.</poem>
<poem>
:He! lihat itoe boelan<br>
::Moelain bersinar!<br>
:Marilah djalan-djalan!<br>
::O, enak di loewar!</poem>
<poem>
’Bis makan, kita doedoek,
Djalan-djalan lagi;
Tidler, kaloe ’dah ’ngantoek,
Bangoen pagi-pagi.</poem><br>
* * *
<poem>
:O! soedah trang kembali,
::Boeroeng soedah ’moenji.
:He-he! rame sekali.
::Semoeua menjanyi!</poem>
<poem>
:Boeroeng djoega bergirang,
::Penoeh kasoekaan;
:Terbang tinggalkan sarang
::Menjari makanan.</poem>
<poem>
:Kita mah misti tjepat,
::Meraboh kerdjaan:
:Dari ramdjang melompat,
::Tjari kabisaan.<poem>
<center>*</center>
<poem>
:Mandi dan toekar badjoe,
::Makan boeroe-boeroe;
:Ambil kitab, troes ladjoe,
::Pergi pada goeroe!</poem>
<center>'''XIII.'''</center>
<center>'''PAGI.'''</center>
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Malam soedah linjap, bintang ’dah ilang; Mata-hari terbit, timboelkan sijang. Di moeka boemi soedah ada terang, Jang membikin hati senang dan girang.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Ajam berkeroejoek, boeroeng menoenji; Pada Toehan Allah ija memoedji. Kita djoega misti menjanyi, Bersoekoeor kepada Jang Maha Soetji.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
O, Allah Toehankoe jang maha moedji! Toehan jang piara isi doenia! Roewat binatang, boewat manoesia, Segala jang perloe ada sedia.
</div><noinclude></noinclude>
ev75wp9gwry0b3ozz9sitwmwkdvypd8
317352
317349
2026-09-06T05:38:06Z
Patriot gilar gilar
26780
317352
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="~2026-48267-73" />{{rh|- 20 -||- 21 -}}</noinclude>Si Sidan djadi goemeteran dari kaget; bapanja lantas kasih ija minoen ajer samangkok.<br>
Anak jang dengar ’ma-bapa poenja perkataan, sering kali ija terlupas dari ketjilakaan. Di waktoe mistinja ada dalam kabinasaan, hatinja djadi pendoeh dengan kasoekaiin.<br>
<center>'''XII'''</center>
<center>'''SORE-PAGI.'''</center>
<poem>
:Soedah gelap, ’dah sepi;
::Boeroeng soedah ’njarang.
:Kita mah pasang api,
::Soepaja djadi trang.</poem>
<poem>
:He! lihat itoe boelan<br>
::Moelain bersinar!<br>
:Marilah djalan-djalan!<br>
::O, enak di loewar!</poem>
<poem>
’Bis makan, kita doedoek,
Djalan-djalan lagi;
Tidler, kaloe ’dah ’ngantoek,
Bangoen pagi-pagi.</poem><br>
<center>* * *</center>
<poem>
:O! soedah trang kembali,
::Boeroeng soedah ’moenji.
:He-he! rame sekali.
::Semoeua menjanyi!</poem>
<poem>
:Boeroeng djoega bergirang,
::Penoeh kasoekaan;
:Terbang tinggalkan sarang
::Menjari makanan.</poem>
<poem>
:Kita mah misti tjepat,
::Meraboh kerdjaan:
:Dari ramdjang melompat,
::Tjari kabisaan.<poem>
<center>*</center>
<poem>
:Mandi dan toekar badjoe,
::Makan boeroe-boeroe;
:Ambil kitab, troes ladjoe,
::Pergi pada goeroe!</poem>
<center>'''XIII.'''</center>
<center>'''PAGI.'''</center>
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Malam soedah linjap, bintang ’dah ilang; Mata-hari terbit, timboelkan sijang. Di moeka boemi soedah ada terang, Jang membikin hati senang dan girang.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Ajam berkeroejoek, boeroeng menoenji; Pada Toehan Allah ija memoedji. Kita djoega misti menjanyi, Bersoekoeor kepada Jang Maha Soetji.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
O, Allah Toehankoe jang maha moedji! Toehan jang piara isi doenia! Roewat binatang, boewat manoesia, Segala jang perloe ada sedia.
</div><noinclude></noinclude>
8190rnvvmz7ym7dqdab7yhvklto4svw
317353
317352
2026-09-06T05:38:58Z
Patriot gilar gilar
26780
317353
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="~2026-48267-73" />{{rh|- 20 -||- 21 -}}</noinclude>Si Sidan djadi goemeteran dari kaget; bapanja lantas kasih ija minoen ajer samangkok.<br>
Anak jang dengar ’ma-bapa poenja perkataan, sering kali ija terlupas dari ketjilakaan. Di waktoe mistinja ada dalam kabinasaan, hatinja djadi pendoeh dengan kasoekaiin.<br>
<center>'''XII'''</center>
<center>'''SORE-PAGI.'''</center>
<poem>
:Soedah gelap, ’dah sepi;
::Boeroeng soedah ’njarang.
:Kita mah pasang api,
::Soepaja djadi trang.</poem>
<poem>
:He! lihat itoe boelan<br>
::Moelain bersinar!<br>
:Marilah djalan-djalan!<br>
::O, enak di loewar!</poem>
<poem>
’Bis makan, kita doedoek,
Djalan-djalan lagi;
Tidler, kaloe ’dah ’ngantoek,
Bangoen pagi-pagi.</poem><br>
<center>* * *</center>
<poem>
:O! soedah trang kembali,
::Boeroeng soedah ’moenji.
:He-he! rame sekali.
::Semoeua menjanyi!</poem>
<poem>
:Boeroeng djoega bergirang,
::Penoeh kasoekaan;
:Terbang tinggalkan sarang
::Menjari makanan.</poem>
<poem>
:Kita mah misti tjepat,
::Meraboh kerdjaan:
:Dari ramdjang melompat,
::Tjari kabisaan.</poem>
<center>*</center>
<poem>
:Mandi dan toekar badjoe,
::Makan boeroe-boeroe;
:Ambil kitab, troes ladjoe,
::Pergi pada goeroe!</poem>
<center>'''XIII.'''</center>
<center>'''PAGI.'''</center>
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Malam soedah linjap, bintang ’dah ilang; Mata-hari terbit, timboelkan sijang. Di moeka boemi soedah ada terang, Jang membikin hati senang dan girang.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Ajam berkeroejoek, boeroeng menoenji; Pada Toehan Allah ija memoedji. Kita djoega misti menjanyi, Bersoekoeor kepada Jang Maha Soetji.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
O, Allah Toehankoe jang maha moedji! Toehan jang piara isi doenia! Roewat binatang, boewat manoesia, Segala jang perloe ada sedia.
</div><noinclude></noinclude>
7bh0zehoj7xneu0aiorwb0qivft9pef
317355
317353
2026-09-06T05:39:28Z
Patriot gilar gilar
26780
/* Telah diuji baca */
317355
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Patriot gilar gilar" />{{rh|- 20 -||- 21 -}}</noinclude>Si Sidan djadi goemeteran dari kaget; bapanja lantas kasih ija minoen ajer samangkok.<br>
Anak jang dengar ’ma-bapa poenja perkataan, sering kali ija terlupas dari ketjilakaan. Di waktoe mistinja ada dalam kabinasaan, hatinja djadi pendoeh dengan kasoekaiin.<br>
<center>'''XII'''</center>
<center>'''SORE-PAGI.'''</center>
<poem>
:Soedah gelap, ’dah sepi;
::Boeroeng soedah ’njarang.
:Kita mah pasang api,
::Soepaja djadi trang.</poem>
<poem>
:He! lihat itoe boelan<br>
::Moelain bersinar!<br>
:Marilah djalan-djalan!<br>
::O, enak di loewar!</poem>
<poem>
’Bis makan, kita doedoek,
Djalan-djalan lagi;
Tidler, kaloe ’dah ’ngantoek,
Bangoen pagi-pagi.</poem><br>
<center>* * *</center>
<poem>
:O! soedah trang kembali,
::Boeroeng soedah ’moenji.
:He-he! rame sekali.
::Semoeua menjanyi!</poem>
<poem>
:Boeroeng djoega bergirang,
::Penoeh kasoekaan;
:Terbang tinggalkan sarang
::Menjari makanan.</poem>
<poem>
:Kita mah misti tjepat,
::Meraboh kerdjaan:
:Dari ramdjang melompat,
::Tjari kabisaan.</poem>
<center>*</center>
<poem>
:Mandi dan toekar badjoe,
::Makan boeroe-boeroe;
:Ambil kitab, troes ladjoe,
::Pergi pada goeroe!</poem>
<center>'''XIII.'''</center>
<center>'''PAGI.'''</center>
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Malam soedah linjap, bintang ’dah ilang; Mata-hari terbit, timboelkan sijang. Di moeka boemi soedah ada terang, Jang membikin hati senang dan girang.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
Ajam berkeroejoek, boeroeng menoenji; Pada Toehan Allah ija memoedji. Kita djoega misti menjanyi, Bersoekoeor kepada Jang Maha Soetji.
</div>
<div style="text-align:justify; text-indent:30px; line-height:1.35;">
O, Allah Toehankoe jang maha moedji! Toehan jang piara isi doenia! Roewat binatang, boewat manoesia, Segala jang perloe ada sedia.
</div><noinclude></noinclude>
9qr946c4pz2kexz4g55gyg5caaquizm
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/22
104
114707
317270
2026-09-06T04:16:18Z
Ifah36
26118
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '„Adoeh! akoe kadjeblos," sahoet si Goëng: „Tjoepi toeloeng !" Sembari bilang bagitoe, ija tarik-tarik kakinja jang tida maoe kaloewar. Si Tjoepi lantas ban, toeïn ija tarik kaki. „Kaoe kapater, Eng!" si Tjoepi menanja sembari 'noeluengin. Tempo kakinja si Geëng itoe soedah kaloewar, ada doeri salak di telapakannja, Njatalah si Goëng itoe soedah kadjeblos di lobang jang ija sendiri gali. „Adoeh! sakit botoel," kata si djail itoe sembari bedjengit...
317270
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ifah36" />{{rh|— 32 —||— 33 —}}</noinclude>„Adoeh! akoe kadjeblos," sahoet si Goëng: „Tjoepi toeloeng !"
Sembari bilang bagitoe, ija tarik-tarik kakinja jang tida maoe kaloewar. Si Tjoepi lantas ban, toeïn ija tarik kaki.
„Kaoe kapater, Eng!" si Tjoepi menanja sembari 'noeluengin.
Tempo kakinja si Geëng itoe soedah kaloewar, ada doeri salak di telapakannja, Njatalah si Goëng itoe soedah kadjeblos di lobang jang ija sendiri gali.
„Adoeh! sakit botoel," kata si djail itoe sembari bedjengit dan tjaboetin doeri jang 'nantjap di kakinja.
„Siapa jaug bikin ini lobang, 'Eng ?"
„Taoe e! " sahoet si Goëng Habis berkata bagitoe, ija lantas djalan poelang. 'Tjingkoet, tjingkoet djalannja.-- „Hai ! tjilaka betoellah !"' katanja sendiri-diri: "golok makan toewan! Akoe taoe, akoe tra maoe."
<poem>Sobatkoe ! ingatlah dari sekarang
Pada saban pagi hari :
Jang gali tjoebloek per lain orang,
Kedjeblos kaki sendiri.
Si Goëng memasang borang,
Kakinja jang kena doeri.</poem>
{{c|–––}}
<center>XIX.<br>
„SI PI-IN DAN SI PRADJA.”</center>
<poem>Piin.
Salamanja beladjar sadja,
Salamanja doedoek bekerdja,
Apa bagitoe mistinja orang?
Djangan bodo kaoe, Pradja!
Tinggal' itoe boekoe di modja:
Kita main sekarang.
Pradja.
Salamanja sadja memain,
Salamanja tra kerdja lain,
Apa patoot orang bagitoe ?
Djangan bodo angkaoe, 'In !
Kerdjaän kita misti kerdjain,
Simpan kaletji Itoe.
Piin.
Sebentar kerdja,. sebentar brenti,
Adjar dan main ganti-ganti . . . .
Bagitoe betoel, ja, sobatkoe?
O ! kaoe kira akoe tra 'ngarti,
Bagimana atoeran misti ! --
Toendalah, 'Dja, itoe beokoe.</poem><noinclude></noinclude>
i4odcog3mvdmfgcy1yam6vt921hhd54
317275
317270
2026-09-06T04:21:49Z
Ifah36
26118
317275
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ifah36" />{{rh|— 32 —||— 33 —}}</noinclude>„Adoeh! akoe kadjeblos," sahoet si Goëng: „Tjoepi toeloeng !"
Sembari bilang bagitoe, ija tarik-tarik kakinja jang tida maoe kaloewar. Si Tjoepi lantas ban, toeïn ija tarik kaki.
„Kaoe kapater, Eng!" si Tjoepi menanja sembari 'noeluengin.
Tempo kakinja si Geëng itoe soedah kaloewar, ada doeri salak di telapakannja, Njatalah si Goëng itoe soedah kadjeblos di lobang jang ija sendiri gali.
„Adoeh! sakit botoel," kata si djail itoe sembari bedjengit dan tjaboetin doeri jang 'nantjap di kakinja.
„Siapa jaug bikin ini lobang, 'Eng ?"
„Taoe e! " sahoet si Goëng Habis berkata bagitoe, ija lantas djalan poelang. 'Tjingkoet, tjingkoet djalannja.-- „Hai ! tjilaka betoellah !"' katanja sendiri-diri: "golok makan toewan! Akoe taoe, akoe tra maoe."
<poem>::Sobatkoe ! ingatlah dari sekarang
::Pada saban pagi hari :
::Jang gali tjoebloek per lain orang,
::Kedjeblos kaki sendiri.
::Si Goëng memasang borang,
::Kakinja jang kena doeri.</poem>
{{c|–––}}
<center>XIX.<br>
„SI PI-IN DAN SI PRADJA.”</center>
<poem>::Piin.
::Salamanja beladjar sadja,
::Salamanja doedoek bekerdja,
::Apa bagitoe mistinja orang?
::Djangan bodo kaoe, Pradja!
::Tinggal' itoe boekoe di modja:
::Kita main sekarang.</poem>
<poem>::Pradja.
::Salamanja sadja memain,
::Salamanja tra kerdja lain,
::Apa patoot orang bagitoe ?
::Djangan bodo angkaoe, 'In !
::Kerdjaän kita misti kerdjain,
::Simpan kaletji Itoe.</poem>
<poem>::Piin.
::Sebentar kerdja,. sebentar brenti,
::Adjar dan main ganti-ganti . . . .
::Bagitoe betoel, ja, sobatkoe?
::O ! kaoe kira akoe tra 'ngarti,
::Bagimana atoeran misti ! --
::Toendalah, 'Dja, itoe beokoe.</poem><noinclude></noinclude>
060ep8t74v1wlb4it1qp1na9rkzzhxi
317278
317275
2026-09-06T04:24:37Z
Ifah36
26118
317278
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ifah36" />{{rh|— 32 —||— 33 —}}</noinclude>„Adoeh! akoe kadjeblos," sahoet si Goëng: „Tjoepi toeloeng !"
Sembari bilang bagitoe, ija tarik-tarik kakinja jang tida maoe kaloewar. Si Tjoepi lantas ban, toeïn ija tarik kaki.
„Kaoe kapater, Eng!" si Tjoepi menanja sembari 'noeluengin.
Tempo kakinja si Geëng itoe soedah kaloewar, ada doeri salak di telapakannja, Njatalah si Goëng itoe soedah kadjeblos di lobang jang ija sendiri gali.
„Adoeh! sakit botoel," kata si djail itoe sembari bedjengit dan tjaboetin doeri jang 'nantjap di kakinja.
„Siapa jaug bikin ini lobang, 'Eng ?"
„Taoe e! " sahoet si Goëng Habis berkata bagitoe, ija lantas djalan poelang. 'Tjingkoet, tjingkoet djalannja.-- „Hai ! tjilaka betoellah !"' katanja sendiri-diri: "golok makan toewan! Akoe taoe, akoe tra maoe."
<center><poem>::Sobatkoe ! ingatlah dari sekarang
::Pada saban pagi hari :
::Jang gali tjoebloek per lain orang,
::Kedjeblos kaki sendiri.
::Si Goëng memasang borang,
::Kakinja jang kena doeri.</poem></center>
{{c|–––}}
<center>XIX.<br>
„SI PI-IN DAN SI PRADJA.”</center>
<poem>::Piin.
::Salamanja beladjar sadja,
::Salamanja doedoek bekerdja,
::Apa bagitoe mistinja orang?
::Djangan bodo kaoe, Pradja!
::Tinggal' itoe boekoe di modja:
::Kita main sekarang.</poem>
<poem>::Pradja.
::Salamanja sadja memain,
::Salamanja tra kerdja lain,
::Apa patoot orang bagitoe ?
::Djangan bodo angkaoe, 'In !
::Kerdjaän kita misti kerdjain,
::Simpan kaletji Itoe.</poem>
<poem>::Piin.
::Sebentar kerdja,. sebentar brenti,
::Adjar dan main ganti-ganti . . . .
::Bagitoe betoel, ja, sobatkoe?
::O ! kaoe kira akoe tra 'ngarti,
::Bagimana atoeran misti ! --
::Toendalah, 'Dja, itoe beokoe.</poem><noinclude></noinclude>
67vw0spzif0mn4v8v9wocioufi8c98j
317279
317278
2026-09-06T04:26:03Z
Ifah36
26118
317279
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ifah36" />{{rh|— 32 —||— 33 —}}</noinclude>„Adoeh! akoe kadjeblos," sahoet si Goëng: „Tjoepi toeloeng !"
Sembari bilang bagitoe, ija tarik-tarik kakinja jang tida maoe kaloewar. Si Tjoepi lantas ban, toeïn ija tarik kaki.
„Kaoe kapater, Eng!" si Tjoepi menanja sembari 'noeluengin.
Tempo kakinja si Geëng itoe soedah kaloewar, ada doeri salak di telapakannja, Njatalah si Goëng itoe soedah kadjeblos di lobang jang ija sendiri gali.
„Adoeh! sakit botoel," kata si djail itoe sembari bedjengit dan tjaboetin doeri jang 'nantjap di kakinja.
„Siapa jaug bikin ini lobang, 'Eng ?"
„Taoe e! " sahoet si Goëng Habis berkata bagitoe, ija lantas djalan poelang. 'Tjingkoet, tjingkoet djalannja.-- „Hai ! tjilaka betoellah !"' katanja sendiri-diri: "golok makan toewan! Akoe taoe, akoe tra maoe."
<center><poem>::Sobatkoe ! ingatlah dari sekarang
::Pada saban pagi hari :
::Jang gali tjoebloek per lain orang,
::Kedjeblos kaki sendiri.
::Si Goëng memasang borang,
::Kakinja jang kena doeri.</poem></center>
{{c|–––}}
<center>XIX.<br>
„SI PI-IN DAN SI PRADJA.”</center>
<center><poem>::Piin.
::Salamanja beladjar sadja,
::Salamanja doedoek bekerdja,
::Apa bagitoe mistinja orang?
::Djangan bodo kaoe, Pradja!
::Tinggal' itoe boekoe di modja:
::Kita main sekarang.</poem></center>
<br>
<center><poem>::Pradja.
::Salamanja sadja memain,
::Salamanja tra kerdja lain,
::Apa patoot orang bagitoe ?
::Djangan bodo angkaoe, 'In !
::Kerdjaän kita misti kerdjain,
::Simpan kaletji Itoe.</poem></center>
<br>
<center><poem>::Piin.
::Sebentar kerdja,. sebentar brenti,
::Adjar dan main ganti-ganti . . . .
::Bagitoe betoel, ja, sobatkoe?
::O ! kaoe kira akoe tra 'ngarti,
::Bagimana atoeran misti ! --
::Toendalah, 'Dja, itoe beokoe.</poem></center><noinclude></noinclude>
ll0sgvgls0gyrxke1e7cpndxon8nilu
317304
317279
2026-09-06T04:50:06Z
Ifah36
26118
317304
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ifah36" />{{rh|— 32 —||— 33 —}}</noinclude>„Adoeh! akoe kadjeblos," sahoet si Goëng: „Tjoepi toeloeng !"
Sembari bilang bagitoe, ija tarik-tarik kakinja jang tida maoe kaloewar. Si Tjoepi lantas ban, toeïn ija tarik kaki.
„Kaoe kapater, Eng!" si Tjoepi menanja sembari 'noeluengin.
Tempo kakinja si Geëng itoe soedah kaloewar, ada doeri salak di telapakannja, Njatalah si Goëng itoe soedah kadjeblos di lobang jang ija sendiri gali.
„Adoeh! sakit botoel," kata si djail itoe sembari bedjengit dan tjaboetin doeri jang 'nantjap di kakinja.
„Siapa jaug bikin ini lobang, 'Eng ?"
„Taoe e! " sahoet si Goëng Habis berkata bagitoe, ija lantas djalan poelang. 'Tjingkoet, tjingkoet djalannja.-- „Hai ! tjilaka betoellah !"' katanja sendiri-diri: "golok makan toewan! Akoe taoe, akoe tra maoe."
<center><poem>::Sobatkoe ! ingatlah dari sekarang
::Pada saban pagi hari :
::Jang gali tjoebloek per lain orang,
::Kedjeblos kaki sendiri.
::Si Goëng memasang borang,
::Kakinja jang kena doeri.</poem></center>
{{c|–––}}
<center>XIX.<br>
„SI PI-IN DAN SI PRADJA.”</center>
<br>
<center><poem>::Piin.
::Salamanja beladjar sadja,
::Salamanja doedoek bekerdja,
::Apa bagitoe mistinja orang?
::Djangan bodo kaoe, Pradja!
::Tinggal' itoe boekoe di modja:
::Kita main sekarang.</poem></center>
<br>
<center><poem>::Pradja.
::Salamanja sadja memain,
::Salamanja tra kerdja lain,
::Apa patoot orang bagitoe ?
::Djangan bodo angkaoe, 'In !
::Kerdjaän kita misti kerdjain,
::Simpan kaletji Itoe.</poem></center>
<br>
<center><poem>::Piin.
::Sebentar kerdja,. sebentar brenti,
::Adjar dan main ganti-ganti . . . .
::Bagitoe betoel, ja, sobatkoe?
::O ! kaoe kira akoe tra 'ngarti,
::Bagimana atoeran misti ! --
::Toendalah, 'Dja, itoe beokoe.</poem></center><noinclude></noinclude>
p26eijm4ycuj7jr3tzooxr32lwam7g2
317317
317304
2026-09-06T05:02:53Z
Ifah36
26118
/* Telah diuji baca */
317317
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ifah36" />{{rh|— 32 —||— 33 —}}</noinclude>„Adoeh! akoe kadjeblos," sahoet si Goëng: „Tjoepi toeloeng !"
Sembari bilang bagitoe, ija tarik-tarik kakinja jang tida maoe kaloewar. Si Tjoepi lantas ban, toeïn ija tarik kaki.
„Kaoe kapater, Eng!" si Tjoepi menanja sembari 'noeluengin.
Tempo kakinja si Geëng itoe soedah kaloewar, ada doeri salak di telapakannja, Njatalah si Goëng itoe soedah kadjeblos di lobang jang ija sendiri gali.
„Adoeh! sakit botoel," kata si djail itoe sembari bedjengit dan tjaboetin doeri jang 'nantjap di kakinja.
„Siapa jaug bikin ini lobang, 'Eng ?"
„Taoe e! " sahoet si Goëng Habis berkata bagitoe, ija lantas djalan poelang. 'Tjingkoet, tjingkoet djalannja.-- „Hai ! tjilaka betoellah !"' katanja sendiri-diri: "golok makan toewan! Akoe taoe, akoe tra maoe."
<center><poem>::Sobatkoe ! ingatlah dari sekarang
::Pada saban pagi hari :
::Jang gali tjoebloek per lain orang,
::Kedjeblos kaki sendiri.
::Si Goëng memasang borang,
::Kakinja jang kena doeri.</poem></center>
{{c|–––}}
<center>XIX.<br>
„SI PI-IN DAN SI PRADJA.”</center>
<br>
<center><poem>::Piin.
::Salamanja beladjar sadja,
::Salamanja doedoek bekerdja,
::Apa bagitoe mistinja orang?
::Djangan bodo kaoe, Pradja!
::Tinggal' itoe boekoe di modja:
::Kita main sekarang.</poem></center>
<br>
<center><poem>::Pradja.
::Salamanja sadja memain,
::Salamanja tra kerdja lain,
::Apa patoot orang bagitoe ?
::Djangan bodo angkaoe, 'In !
::Kerdjaän kita misti kerdjain,
::Simpan kaletji Itoe.</poem></center>
<br>
<center><poem>::Piin.
::Sebentar kerdja,. sebentar brenti,
::Adjar dan main ganti-ganti . . . .
::Bagitoe betoel, ja, sobatkoe?
::O ! kaoe kira akoe tra 'ngarti,
::Bagimana atoeran misti ! --
::Toendalah, 'Dja, itoe beokoe.</poem></center><noinclude></noinclude>
7yb7rck9065k04o4yhpls197cev3fiv
Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/22
104
114708
317277
2026-09-06T04:24:28Z
Srijembarrahayu
21172
/* Telah diuji baca */
317277
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Ong ceng masih ragu2 dan tak tahu apa yg harus diperbuatnya.
<br>Betapa tidak?! Seorang hukuman malahan menyokong dengan uang sejumlah 200 tail untuk perbaikan rumah penjara yg bakal mengeramnya. Apakah tidak mengherankan ? Ong ceng tidak mengetahui apa yang terkandung dalam pikiran Tek ceng.
Dan bagaimanakah sesungguhnya pikiran Tek ceng Ia tidak sampai hati melihat kesengsaraan orang2 hukuman itu. Rumah penjara itu bukan merupakan Lembaga pemasyarakatan lagi akan tetapi mirip dengan neraka. Betapa tidak ? Segala2nya tidak terjamin sehingga sering kali terjadi orang2 hukuman itu mati secara ber turut².
Apabila ada seorang yg terserang penyakit Malaria, Desentri, TBC, Kolera dsb cepat sekali menjalarnya. Sehingga kadang terjadi selama sebulan selalu ada yg mati secara berbarengan.
<br>Pemerintah pusat tidak pernah memperhatikan hal iru Mereka sudah cukup dengan mengirimkan makanan, garam, kecap, taoco), asinan dan tidak mau memikirkan tempat tinggal, pengobatan, kebersihan dsb.
Ong ceng sudah berulang kali mengajukan {{hws|permo|permohonan}}<noinclude>{{rh|22}}</noinclude>
deu8gae6iyp7rk1xpa8go5ecsgh6ebo
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/14
104
114709
317280
2026-09-06T04:26:09Z
Akhsan Bae
26459
/* Telah diuji baca */
317280
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan Bae" />{{rh|- 16 -|- 17 -}}</noinclude><poem>
::::Roesoeh dan bekalahi,
:::Itoe toekang terbitkan doeka:
::::Ija bisa menjoesahi,
:::Bisa kedja orang tjilaka.
</poem>
<center>IX<br>
PERDAMIAN.</center>
Satoe domba berdjalan di atas satoe djalanan
ketjil dari ilir ka oedik; lain domba ada djalan di
djalanan itoe djoega dari oedik milirin, hingga ija
berdoewa bertemoe satoe sama lain di tengah djalanan
itoe. Di sabelah kiri dari djalanan itoe ada
tanah tinggi seperti benteng; di pinggirannja jang
kanan ada solokan dalam dan deras ajernja. Doewa
domba itoe maoe djalan meliwatin satoe sama lain;
tapi tida bisa djadi, sebab djalanan ada sempit dan
ija berdoewa sama-sama maoe djalan di sabelah
dalam, sebab takoet terdjatoh ka dalam solokan.
{{gap}}Jang satoe lantas berkata: „He, soesah betoel,
kita ini! Bagimana sekarang?"
{{gap}}"Tjilaka ini!" kata jang kadoewa:
sekarang? bagimana akal?"
{{gap}}"Apa kaoe tida bisa moendoer?" jang pertama
itoe menanja.
{{gap}}"Mana boleh!" sahoet jang kadoewa: „Itoe saja tra bisa."
{{gap}}"Habis? bagimana kita?" kata lagi jang pertama itoe.
{{gap}}"Ha!" sahoet jang kadoewa:,,bagini, sobat! Kaoe
poetar dirimoe dan balik djalan ka sana ,,Oloh!"
kata jang kadoewa: berkata memang gampang.
Tjobalah kaoe poetar dirimoe! Akoe maoe lihat,
kaoe djatoh ka ajer atawa tida!"
Doewa domba itoe lantas diam, tinggal berdiri
adep-adepan. Soedah diam sedikit lama, jang kadoe
wa lantas tertawa dan berkata:,,Ha! sekarang akoe
taoe! Bagini, sobat! Kaoe rebahken dirimoe di tanah,
dan akoe djalan langkahin kaoe. Bagitoe bole!"
Domba jang lain itoe lantas tertawa dan rebah
di tanah; jang satoe itoe lantas langkahin dija, dan
teroes djalan. Jang rebah lantas bangoen dan teroes
djalan dengan slamat.
<poem>
:::Perdamian, ijalah itoe
:::Satoe sindjata nomor satoe,
::::Aken oesir kasoesahan.
:::Jang pake dija dalem segala waktoe,
:::Maski tida orang jang bantoe,
::::Bisa sadja tolak katjilakaän.
</poem><noinclude></noinclude>
tg24essswuuxomwegik120yeyjyduu2
317281
317280
2026-09-06T04:27:12Z
Akhsan Bae
26459
317281
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan Bae" />{{rh|- 16 -||- 17 -}}</noinclude><poem>
::::Roesoeh dan bekalahi,
:::Itoe toekang terbitkan doeka:
::::Ija bisa menjoesahi,
:::Bisa kedja orang tjilaka.
</poem>
<center>IX<br>
PERDAMIAN.</center>
Satoe domba berdjalan di atas satoe djalanan
ketjil dari ilir ka oedik; lain domba ada djalan di
djalanan itoe djoega dari oedik milirin, hingga ija
berdoewa bertemoe satoe sama lain di tengah djalanan
itoe. Di sabelah kiri dari djalanan itoe ada
tanah tinggi seperti benteng; di pinggirannja jang
kanan ada solokan dalam dan deras ajernja. Doewa
domba itoe maoe djalan meliwatin satoe sama lain;
tapi tida bisa djadi, sebab djalanan ada sempit dan
ija berdoewa sama-sama maoe djalan di sabelah
dalam, sebab takoet terdjatoh ka dalam solokan.
{{gap}}Jang satoe lantas berkata: „He, soesah betoel,
kita ini! Bagimana sekarang?"
{{gap}}"Tjilaka ini!" kata jang kadoewa:
sekarang? bagimana akal?"
{{gap}}"Apa kaoe tida bisa moendoer?" jang pertama
itoe menanja.
{{gap}}"Mana boleh!" sahoet jang kadoewa: „Itoe saja tra bisa."
{{gap}}"Habis? bagimana kita?" kata lagi jang pertama itoe.
{{gap}}"Ha!" sahoet jang kadoewa:,,bagini, sobat! Kaoe
poetar dirimoe dan balik djalan ka sana ,,Oloh!"
kata jang kadoewa: berkata memang gampang.
Tjobalah kaoe poetar dirimoe! Akoe maoe lihat,
kaoe djatoh ka ajer atawa tida!"
Doewa domba itoe lantas diam, tinggal berdiri
adep-adepan. Soedah diam sedikit lama, jang kadoe
wa lantas tertawa dan berkata:,,Ha! sekarang akoe
taoe! Bagini, sobat! Kaoe rebahken dirimoe di tanah,
dan akoe djalan langkahin kaoe. Bagitoe bole!"
Domba jang lain itoe lantas tertawa dan rebah
di tanah; jang satoe itoe lantas langkahin dija, dan
teroes djalan. Jang rebah lantas bangoen dan teroes
djalan dengan slamat.
<poem>
:::Perdamian, ijalah itoe
:::Satoe sindjata nomor satoe,
::::Aken oesir kasoesahan.
:::Jang pake dija dalem segala waktoe,
:::Maski tida orang jang bantoe,
::::Bisa sadja tolak katjilakaän.
</poem><noinclude></noinclude>
5ir8tazvlbs1asmvc22o33dszcsuoi3
317332
317281
2026-09-06T05:17:51Z
Akhsan Bae
26459
317332
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan Bae" />{{rh|- 16 -||- 17 -}}</noinclude><poem>
::::Roesoeh dan bekalahi,
:::Itoe toekang terbitkan doeka:
::::Ija bisa menjoesahi,
:::Bisa kedja orang tjilaka.
</poem>
<center>'''IX'''<br>
'''PERDAMIAN.'''</center>
Satoe domba berdjalan di atas satoe djalanan
ketjil dari ilir ka oedik; lain domba ada djalan di
djalanan itoe djoega dari oedik milirin, hingga ija
berdoewa bertemoe satoe sama lain di tengah djalanan
itoe. Di sabelah kiri dari djalanan itoe ada
tanah tinggi seperti benteng; di pinggirannja jang
kanan ada solokan dalam dan deras ajernja. Doewa
domba itoe maoe djalan meliwatin satoe sama lain;
tapi tida bisa djadi, sebab djalanan ada sempit dan
ija berdoewa sama-sama maoe djalan di sabelah
dalam, sebab takoet terdjatoh ka dalam solokan.
{{gap}}Jang satoe lantas berkata: „He, soesah betoel,
kita ini! Bagimana sekarang?"
{{gap}}"Tjilaka ini!" kata jang kadoewa:
sekarang? bagimana akal?"
{{gap}}"Apa kaoe tida bisa moendoer?" jang pertama
itoe menanja.
{{gap}}"Mana boleh!" sahoet jang kadoewa: „Itoe saja tra bisa."
{{gap}}"Habis? bagimana kita?" kata lagi jang pertama itoe.
{{gap}}"Ha!" sahoet jang kadoewa:,,bagini, sobat! Kaoe
poetar dirimoe dan balik djalan ka sana ,,Oloh!"
kata jang kadoewa: berkata memang gampang.
Tjobalah kaoe poetar dirimoe! Akoe maoe lihat,
kaoe djatoh ka ajer atawa tida!"
Doewa domba itoe lantas diam, tinggal berdiri
adep-adepan. Soedah diam sedikit lama, jang kadoe
wa lantas tertawa dan berkata:,,Ha! sekarang akoe
taoe! Bagini, sobat! Kaoe rebahken dirimoe di tanah,
dan akoe djalan langkahin kaoe. Bagitoe bole!"
Domba jang lain itoe lantas tertawa dan rebah
di tanah; jang satoe itoe lantas langkahin dija, dan
teroes djalan. Jang rebah lantas bangoen dan teroes
djalan dengan slamat.
<poem>
:::Perdamian, ijalah itoe
:::Satoe sindjata nomor satoe,
::::Aken oesir kasoesahan.
:::Jang pake dija dalem segala waktoe,
:::Maski tida orang jang bantoe,
::::Bisa sadja tolak katjilakaän.
</poem><noinclude></noinclude>
ll3bm25tj0mcx2whwm9m1inirazy3t6
317348
317332
2026-09-06T05:35:25Z
Riatunsk
26460
/* Tervalidasi */
317348
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Riatunsk" />{{rh|- 16 -||- 17 -}}</noinclude><poem>
::::Roesoeh dan bekalahi,
:::Itoe toekang terbitkan doeka:
::::Ija bisa menjoesahi,
:::Bisa kedja orang tjilaka.
</poem>
<center>'''IX'''<br>
'''PERDAMIAN.'''</center>
Satoe domba berdjalan di atas satoe djalanan
ketjil dari ilir ka oedik; lain domba ada djalan di
djalanan itoe djoega dari oedik milirin, hingga ija
berdoewa bertemoe satoe sama lain di tengah djalanan
itoe. Di sabelah kiri dari djalanan itoe ada
tanah tinggi seperti benteng; di pinggirannja jang
kanan ada solokan dalam dan deras ajernja. Doewa
domba itoe maoe djalan meliwatin satoe sama lain;
tapi tida bisa djadi, sebab djalanan ada sempit dan
ija berdoewa sama-sama maoe djalan di sabelah
dalam, sebab takoet terdjatoh ka dalam solokan.
{{gap}}Jang satoe lantas berkata: „He, soesah betoel,
kita ini! Bagimana sekarang?"
{{gap}}"Tjilaka ini!" kata jang kadoewa:
sekarang? bagimana akal?"
{{gap}}"Apa kaoe tida bisa moendoer?" jang pertama
itoe menanja.
{{gap}}"Mana boleh!" sahoet jang kadoewa: „Itoe saja tra bisa."
{{gap}}"Habis? bagimana kita?" kata lagi jang pertama itoe.
{{gap}}"Ha!" sahoet jang kadoewa:,,bagini, sobat! Kaoe
poetar dirimoe dan balik djalan ka sana ,,Oloh!"
kata jang kadoewa: berkata memang gampang.
Tjobalah kaoe poetar dirimoe! Akoe maoe lihat,
kaoe djatoh ka ajer atawa tida!"
Doewa domba itoe lantas diam, tinggal berdiri
adep-adepan. Soedah diam sedikit lama, jang kadoe
wa lantas tertawa dan berkata:,,Ha! sekarang akoe
taoe! Bagini, sobat! Kaoe rebahken dirimoe di tanah,
dan akoe djalan langkahin kaoe. Bagitoe bole!"
Domba jang lain itoe lantas tertawa dan rebah
di tanah; jang satoe itoe lantas langkahin dija, dan
teroes djalan. Jang rebah lantas bangoen dan teroes
djalan dengan slamat.
<poem>
:::Perdamian, ijalah itoe
:::Satoe sindjata nomor satoe,
::::Aken oesir kasoesahan.
:::Jang pake dija dalem segala waktoe,
:::Maski tida orang jang bantoe,
::::Bisa sadja tolak katjilakaän.
</poem><noinclude></noinclude>
43xnjh83hegr0c3jq52hzg2t2lqebkb
Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/23
104
114710
317282
2026-09-06T04:27:57Z
Srijembarrahayu
21172
/* Telah diuji baca */
317282
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>{{hwe|honan|permohonan}}, akan tetapi tidak digubris. Surat2 nya jatuh
ketangan menteri-menteri Kansin sehingga tak ada balasnya.
<br>Kini ada seorang hukuman kok malahan berderma horok opo tumon ? Bukankah sangat mengherankan ? ? ?
— Terimalah uang ini Ong ciangkun, belanjakan obat-obatan, kain kamli dan ongkos untuk memperbaiki rumah penjara ini. Selama menjadi Raja muda Peng seng ong gajihku cukup banyak, daripada uang ini tak terpakai maka kupergunakan untuk mengadakan sedikit perbaikan rumah penjara ini.
— Goanswe - - goanswe - -
<br>Ong ceng tak dapat melanjutkan kata-katanya. Ia benar benar merasa takjub dan heran.
— Jangan ragu-ragu, terimalah, Sekedar aku menyokong untuk sedikit mengadakan perbaikan di Yu long ya ini.
<br>Dengan diadakannya pembersihan maka rumah penjara ini akan nampak bersih dan mengurangi nyamuk-nyamuk, lalat dan sebagainya.
<br>Dengan berkurangnya binatang binatang janat itu akan berkurang pula berjangkitnya penyakit².
Setelah mendengar penjelasan² dari Tek ceng<noinclude>{{rh|||23}}</noinclude>
39vl8n4m06pyatoo6wt7s8hpr4vk27v
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/18
104
114711
317285
2026-09-06T04:29:56Z
Yunyun02
26445
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{rh|-24-|}} <center>xv.<br> <center>DOEWA TIKOES.<br> ''Tikoes ketjil''. <poem> :He! apatah namanja ini barang ::Dari pada kajoe dan kawat ? :Akoe baroe taoe lihat sekarang. ::Tjoba lihat, he, sobat ! </poem> ''Tikoes besar''. :Oehoe! itoe tjoebloek kita-orang. ::Ati-ati angkaoe, sobat ! Djangan kaoe sembarang-barang, Dekatin itoe kajoe dan kawat. ''Tikoes ketji''. He! lihatlah! - ada ikan, Ada dengdeng di dalamnja! Mari, sobat, k...
317285
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Yunyun02" /></noinclude>{{rh|-24-|}}
<center>xv.<br>
<center>DOEWA TIKOES.<br>
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:He! apatah namanja ini barang
::Dari pada kajoe dan kawat ?
:Akoe baroe taoe lihat sekarang.
::Tjoba lihat, he, sobat !
</poem>
''Tikoes besar''.
:Oehoe! itoe tjoebloek kita-orang.
::Ati-ati angkaoe, sobat !
Djangan kaoe sembarang-barang,
Dekatin itoe kajoe dan kawat.
''Tikoes ketji''.
He! lihatlah! - ada ikan,
Ada dengdeng di dalamnja!
Mari, sobat, kita makan . . .
O ! enak betoel baoenja !
''Tikoes besar''.
Djangan, sobat, he, djangan !
Kaoe misti ati-ati,
Kaloe tra dengar perbilangan,
Kaoe masoek, tantoe mati.
{{rh|-25-|}}
''Tikoes ketjil''.
Ach! salamanja kaoe takoet,
Salamanja kaoe mengeri !
Kaloe kaoe tra maoe ikoet,
Akoe pergi makan sendiri.
''Tikoes besar''.
Ai, djangan, sobatkoe, djangan !
Djangan dekat ikan itoe !
Kaoe tra boleh katoeloengan,
Kaloe kaoe masoek ka sitoe,
Maski sobatnja bilang bagitoe,
Tikoes ketjil teroes djoega.
Soenggoeh ditjegat oleh sobatnja itoe,
Tra boleh ija didjaga.
Dengan amat brani hati
Ija masoek dalam pikatan.
Sobatnja di loewar tinggal menanti
Dengan hati katakoetan.
Belon sampe si bentahan tetap berdiri,
Pret! lidah pikatan lompat.
Ija terkedjoet dan maoe lari,
Tapi pintoe soedah rapat.
~<noinclude></noinclude>
nlphonvbslsdmi9x555mmpj55kt69mr
317287
317285
2026-09-06T04:32:20Z
Yunyun02
26445
317287
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Yunyun02" /></noinclude>{{rh|-24-|}}
<center>xv.<br>
DOEWA TIKOES.</center>
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:He! apatah namanja ini barang
::Dari pada kajoe dan kawat ?
:Akoe baroe taoe lihat sekarang.
::Tjoba lihat, he, sobat !
</poem>
''Tikoes besar''.
:Oehoe! itoe tjoebloek kita-orang.
::Ati-ati angkaoe, sobat !
Djangan kaoe sembarang-barang,
Dekatin itoe kajoe dan kawat.
''Tikoes ketji''.
He! lihatlah! - ada ikan,
Ada dengdeng di dalamnja!
Mari, sobat, kita makan . . .
O ! enak betoel baoenja !
''Tikoes besar''.
Djangan, sobat, he, djangan !
Kaoe misti ati-ati,
Kaloe tra dengar perbilangan,
Kaoe masoek, tantoe mati.
{{rh|-25-|}}
''Tikoes ketjil''.
Ach! salamanja kaoe takoet,
Salamanja kaoe mengeri !
Kaloe kaoe tra maoe ikoet,
Akoe pergi makan sendiri.
''Tikoes besar''.
Ai, djangan, sobatkoe, djangan !
Djangan dekat ikan itoe !
Kaoe tra boleh katoeloengan,
Kaloe kaoe masoek ka sitoe,
Maski sobatnja bilang bagitoe,
Tikoes ketjil teroes djoega.
Soenggoeh ditjegat oleh sobatnja itoe,
Tra boleh ija didjaga.
Dengan amat brani hati
Ija masoek dalam pikatan.
Sobatnja di loewar tinggal menanti
Dengan hati katakoetan.
Belon sampe si bentahan tetap berdiri,
Pret! lidah pikatan lompat.
Ija terkedjoet dan maoe lari,
Tapi pintoe soedah rapat.
~<noinclude></noinclude>
2cg6wdizqr2fppgpt0jru7sd2v90uh4
317289
317287
2026-09-06T04:32:51Z
Yunyun02
26445
317289
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Yunyun02" /></noinclude>{{rh|-24-|}}
<center>xv.<br>
DOEWA TIKOES.
''Tikoes ketjil''.</center>
<poem>
:He! apatah namanja ini barang
::Dari pada kajoe dan kawat ?
:Akoe baroe taoe lihat sekarang.
::Tjoba lihat, he, sobat !
</poem>
''Tikoes besar''.
:Oehoe! itoe tjoebloek kita-orang.
::Ati-ati angkaoe, sobat !
Djangan kaoe sembarang-barang,
Dekatin itoe kajoe dan kawat.
''Tikoes ketji''.
He! lihatlah! - ada ikan,
Ada dengdeng di dalamnja!
Mari, sobat, kita makan . . .
O ! enak betoel baoenja !
''Tikoes besar''.
Djangan, sobat, he, djangan !
Kaoe misti ati-ati,
Kaloe tra dengar perbilangan,
Kaoe masoek, tantoe mati.
{{rh|-25-|}}
''Tikoes ketjil''.
Ach! salamanja kaoe takoet,
Salamanja kaoe mengeri !
Kaloe kaoe tra maoe ikoet,
Akoe pergi makan sendiri.
''Tikoes besar''.
Ai, djangan, sobatkoe, djangan !
Djangan dekat ikan itoe !
Kaoe tra boleh katoeloengan,
Kaloe kaoe masoek ka sitoe,
Maski sobatnja bilang bagitoe,
Tikoes ketjil teroes djoega.
Soenggoeh ditjegat oleh sobatnja itoe,
Tra boleh ija didjaga.
Dengan amat brani hati
Ija masoek dalam pikatan.
Sobatnja di loewar tinggal menanti
Dengan hati katakoetan.
Belon sampe si bentahan tetap berdiri,
Pret! lidah pikatan lompat.
Ija terkedjoet dan maoe lari,
Tapi pintoe soedah rapat.
~<noinclude></noinclude>
fi8h52b69csldeqs6ihd6ocs55g9uj9
317302
317289
2026-09-06T04:48:19Z
Yunyun02
26445
317302
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Yunyun02" />{{rh|-24-||-25-}}</noinclude>
<center>xv.<br>
DOEWA TIKOES.
''Tikoes ketjil''.</center>
<poem>
:He! apatah namanja ini barang
::Dari pada kajoe dan kawat ?
:Akoe baroe taoe lihat sekarang.
::Tjoba lihat, he, sobat !
</poem>
<center>''Tikoes besar''.</center>
<poem>
:Oehoe! itoe tjoebloek kita-orang.
::Ati-ati angkaoe, sobat !
:Djangan kaoe sembarang-barang,
::Dekatin itoe kajoe dan kawat.
</poem>
<center>''Tikoes ketjil''.</center>
<poem>
:He! lihatlah! - ada ikan,
::Ada dengdeng di dalamnja!
:Mari, sobat, kita makan . . .
::O ! enak betoel baoenja !
</poem>
<center>''Tikoes besar''.</center>
<poem>
:Djangan, sobat, he, djangan !
::Kaoe misti ati-ati,
:Kaloe tra dengar perbilangan,
::Kaoe masoek, tantoe mati.
</poem>
<center>''Tikoes ketjil''.</center>
<poem>
:Ach! salamanja kaoe takoet,
::Salamanja kaoe mengeri !
:Kaloe kaoe tra maoe ikoet,
::Akoe pergi makan sendiri.
</poem>
<center>''Tikoes besar''.</center>
<poem>
:Ai, djangan, sobatkoe, djangan !
::Djangan dekat ikan itoe !
:Kaoe tra boleh katoeloengan,
::Kaloe kaoe masoek ka sitoe,
:Maski sobatnja bilang bagitoe,
::Tikoes ketjil teroes djoega.
:Soenggoeh ditjegat oleh sobatnja itoe,
::Tra boleh ija didjaga.
:Dengan amat brani hati
::Ija masoek dalam pikatan.
:Sobatnja di loewar tinggal menanti
::Dengan hati katakoetan.
:Belon sampe si bentahan tetap berdiri,
::Pret! lidah pikatan lompat.
:Ija terkedjoet dan maoe lari,
::Tapi pintoe soedah rapat.
</poem><noinclude></noinclude>
7i1v9oyyrfyvuttnykt3q3ulm3bjime
317305
317302
2026-09-06T04:50:22Z
Yunyun02
26445
317305
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Yunyun02" />{{rh|-24-||-25-}}</noinclude>
<center>xv.<br>
DOEWA TIKOES.
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:He! apatah namanja ini barang
::Dari pada kajoe dan kawat ?
:Akoe baroe taoe lihat sekarang.
::Tjoba lihat, he, sobat !
</poem>
''Tikoes besar''
<poem>
:Oehoe! itoe tjoebloek kita-orang.
::Ati-ati angkaoe, sobat !
:Djangan kaoe sembarang-barang,
::Dekatin itoe kajoe dan kawat.
</poem>
</center>
<center>''Tikoes ketjil''.</center>
<poem>
:He! lihatlah! - ada ikan,
::Ada dengdeng di dalamnja!
:Mari, sobat, kita makan . . .
::O ! enak betoel baoenja !
</poem>
<center>''Tikoes besar''.</center>
<poem>
:Djangan, sobat, he, djangan !
::Kaoe misti ati-ati,
:Kaloe tra dengar perbilangan,
::Kaoe masoek, tantoe mati.
</poem>
<center>''Tikoes ketjil''.</center>
<poem>
:Ach! salamanja kaoe takoet,
::Salamanja kaoe mengeri !
:Kaloe kaoe tra maoe ikoet,
::Akoe pergi makan sendiri.
</poem>
<center>''Tikoes besar''.</center>
<poem>
:Ai, djangan, sobatkoe, djangan !
::Djangan dekat ikan itoe !
:Kaoe tra boleh katoeloengan,
::Kaloe kaoe masoek ka sitoe,
:Maski sobatnja bilang bagitoe,
::Tikoes ketjil teroes djoega.
:Soenggoeh ditjegat oleh sobatnja itoe,
::Tra boleh ija didjaga.
:Dengan amat brani hati
::Ija masoek dalam pikatan.
:Sobatnja di loewar tinggal menanti
::Dengan hati katakoetan.
:Belon sampe si bentahan tetap berdiri,
::Pret! lidah pikatan lompat.
:Ija terkedjoet dan maoe lari,
::Tapi pintoe soedah rapat.
</poem><noinclude></noinclude>
7hcnnprref07ya1ym2ruthrlp2p3yvo
317306
317305
2026-09-06T04:51:32Z
Yunyun02
26445
317306
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Yunyun02" />{{rh|-24-||-25-}}</noinclude>
<center>xv.<br>
DOEWA TIKOES.
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:He! apatah namanja ini barang
::Dari pada kajoe dan kawat ?
:Akoe baroe taoe lihat sekarang.
::Tjoba lihat, he, sobat !
</poem>
''Tikoes besar''
<poem>
:Oehoe! itoe tjoebloek kita-orang.
::Ati-ati angkaoe, sobat !
:Djangan kaoe sembarang-barang,
::Dekatin itoe kajoe dan kawat.
</poem>
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:He! lihatlah! - ada ikan,
::Ada dengdeng di dalamnja!
:Mari, sobat, kita makan . . .
::O ! enak betoel baoenja !
</poem>
''Tikoes besar''.
<poem>
:Djangan, sobat, he, djangan !
::Kaoe misti ati-ati,
:Kaloe tra dengar perbilangan,
::Kaoe masoek, tantoe mati.
</poem>
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:Ach! salamanja kaoe takoet,
::Salamanja kaoe mengeri !
:Kaloe kaoe tra maoe ikoet,
::Akoe pergi makan sendiri.
</poem>
''Tikoes besar''.
<poem>
:Ai, djangan, sobatkoe, djangan !
::Djangan dekat ikan itoe !
:Kaoe tra boleh katoeloengan,
::Kaloe kaoe masoek ka sitoe,
:Maski sobatnja bilang bagitoe,
::Tikoes ketjil teroes djoega.
:Soenggoeh ditjegat oleh sobatnja itoe,
::Tra boleh ija didjaga.
:Dengan amat brani hati
::Ija masoek dalam pikatan.
:Sobatnja di loewar tinggal menanti
::Dengan hati katakoetan.
:Belon sampe si bentahan tetap berdiri,
::Pret! lidah pikatan lompat.
:Ija terkedjoet dan maoe lari,
::Tapi pintoe soedah rapat.
</poem><noinclude></noinclude>
a1ab2z54i9pzwnpq85id2ysxo3a2gd6
317309
317306
2026-09-06T04:53:18Z
Yunyun02
26445
317309
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Yunyun02" />{{rh|-24-||-25-}}</noinclude>
<center>xv.<br>
DOEWA TIKOES.
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:He! apatah namanja ini barang
::Dari pada kajoe dan kawat ?
:Akoe baroe taoe lihat sekarang.
::Tjoba lihat, he, sobat !
</poem>
''Tikoes besar''
<poem>
:Oehoe! itoe tjoebloek kita-orang.
::Ati-ati angkaoe, sobat !
:Djangan kaoe sembarang-barang,
::Dekatin itoe kajoe dan kawat.
</poem>
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:He! lihatlah! - ada ikan,
::Ada dengdeng di dalamnja!
:Mari, sobat, kita makan . . .
::O ! enak betoel baoenja !
</poem>
''Tikoes besar''.
<poem>
:Djangan, sobat, he, djangan !
::Kaoe misti ati-ati,
:Kaloe tra dengar perbilangan,
::Kaoe masoek, tantoe mati.
</poem>
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:Ach! salamanja kaoe takoet,
::Salamanja kaoe mengeri !
:Kaloe kaoe tra maoe ikoet,
::Akoe pergi makan sendiri.
</poem>
''Tikoes besar''.
<poem>
:Ai, djangan, sobatkoe, djangan !
::Djangan dekat ikan itoe !
:Kaoe tra boleh katoeloengan,
::Kaloe kaoe masoek ka sitoe,
:Maski sobatnja bilang bagitoe,
::Tikoes ketjil teroes djoega.
:Soenggoeh ditjegat oleh sobatnja itoe,
::Tra boleh ija didjaga.
:Dengan amat brani hati
::Ija masoek dalam pikatan.
:Sobatnja di loewar tinggal menanti
::Dengan hati katakoetan.
:Belon sampe si bentahan tetap berdiri,
::Pret! lidah pikatan lompat.
:Ija terkedjoet dan maoe lari,
::Tapi pintoe soedah rapat.
</poem><noinclude></noinclude>
ekp8ulle05oq2fwzr3bsp6opi26e7rs
317310
317309
2026-09-06T04:55:28Z
Yunyun02
26445
317310
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Yunyun02" />{{rh|-24-||-25-}}</noinclude>
<center>xv.<br>
DOEWA TIKOES.
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:He! apatah namanja ini barang
::Dari pada kajoe dan kawat ?
:Akoe baroe taoe lihat sekarang.
::Tjoba lihat, he, sobat !
</poem>
''Tikoes besar''
<poem>
:Oehoe! itoe tjoebloek kita-orang.
::Ati-ati angkaoe, sobat !
:Djangan kaoe sembarang-barang,
::Dekatin itoe kajoe dan kawat.
</poem>
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:He! lihatlah! - ada ikan,
::Ada dengdeng di dalamnja!
:Mari, sobat, kita makan . . .
::O ! enak betoel baoenja !
</poem>
''Tikoes besar''.
<poem>
:Djangan, sobat, he, djangan !
::Kaoe misti ati-ati,
:Kaloe tra dengar perbilangan,
::Kaoe masoek, tantoe mati.
</poem>
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:Ach! salamanja kaoe takoet,
::Salamanja kaoe mengeri !
:Kaloe kaoe tra maoe ikoet,
::Akoe pergi makan sendiri.
</poem>
''Tikoes besar''.
<poem>
:Ai, djangan, sobatkoe, djangan !
::Djangan dekat ikan itoe !
:Kaoe tra boleh katoeloengan,
::Kaloe kaoe masoek ka sitoe,
<center>*.<br>
:Maski sobatnja bilang bagitoe,
::Tikoes ketjil teroes djoega.
:Soenggoeh ditjegat oleh sobatnja itoe,
::Tra boleh ija didjaga.
:Dengan amat brani hati
::Ija masoek dalam pikatan.
:Sobatnja di loewar tinggal menanti
::Dengan hati katakoetan.
:Belon sampe si bentahan tetap berdiri,
::Pret! lidah pikatan lompat.
:Ija terkedjoet dan maoe lari,
::Tapi pintoe soedah rapat.
</poem><noinclude></noinclude>
p9oep3nrrg3v3bhas502e5yq5zj2mx1
317311
317310
2026-09-06T04:56:10Z
Yunyun02
26445
317311
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Yunyun02" />{{rh|-24-||-25-}}</noinclude>
<center>xv.<br>
DOEWA TIKOES.
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:He! apatah namanja ini barang
::Dari pada kajoe dan kawat ?
:Akoe baroe taoe lihat sekarang.
::Tjoba lihat, he, sobat !
</poem>
''Tikoes besar''
<poem>
:Oehoe! itoe tjoebloek kita-orang.
::Ati-ati angkaoe, sobat !
:Djangan kaoe sembarang-barang,
::Dekatin itoe kajoe dan kawat.
</poem>
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:He! lihatlah! - ada ikan,
::Ada dengdeng di dalamnja!
:Mari, sobat, kita makan . . .
::O ! enak betoel baoenja !
</poem>
''Tikoes besar''.
<poem>
:Djangan, sobat, he, djangan !
::Kaoe misti ati-ati,
:Kaloe tra dengar perbilangan,
::Kaoe masoek, tantoe mati.
</poem>
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:Ach! salamanja kaoe takoet,
::Salamanja kaoe mengeri !
:Kaloe kaoe tra maoe ikoet,
::Akoe pergi makan sendiri.
</poem>
''Tikoes besar''.
<poem>
:Ai, djangan, sobatkoe, djangan !
::Djangan dekat ikan itoe !
:Kaoe tra boleh katoeloengan,
::Kaloe kaoe masoek ka sitoe,
<center>*.<br>
:Maski sobatnja bilang bagitoe,
::Tikoes ketjil teroes djoega.
:Soenggoeh ditjegat oleh sobatnja itoe,
::Tra boleh ija didjaga.
:Dengan amat brani hati
::Ija masoek dalam pikatan.
:Sobatnja di loewar tinggal menanti
::Dengan hati katakoetan.
:Belon sampe si bentahan tetap berdiri,
::Pret! lidah pikatan lompat.
:Ija terkedjoet dan maoe lari,
::Tapi pintoe soedah rapat.
</poem><noinclude></noinclude>
oavyyzx86szspcmd8xlxotey6ihq9zz
317314
317311
2026-09-06T04:58:15Z
Yunyun02
26445
/* Telah diuji baca */
317314
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Yunyun02" />{{rh|-24-||-25-}}</noinclude>
<center>xv.<br>
DOEWA TIKOES.
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:He! apatah namanja ini barang
::Dari pada kajoe dan kawat ?
:Akoe baroe taoe lihat sekarang.
::Tjoba lihat, he, sobat !
</poem>
''Tikoes besar''
<poem>
:Oehoe! itoe tjoebloek kita-orang.
::Ati-ati angkaoe, sobat !
:Djangan kaoe sembarang-barang,
::Dekatin itoe kajoe dan kawat.
</poem>
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:He! lihatlah! - ada ikan,
::Ada dengdeng di dalamnja!
:Mari, sobat, kita makan . . .
::O ! enak betoel baoenja !
</poem>
''Tikoes besar''.
<poem>
:Djangan, sobat, he, djangan !
::Kaoe misti ati-ati,
:Kaloe tra dengar perbilangan,
::Kaoe masoek, tantoe mati.
</poem>
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:Ach! salamanja kaoe takoet,
::Salamanja kaoe mengeri !
:Kaloe kaoe tra maoe ikoet,
::Akoe pergi makan sendiri.
</poem>
''Tikoes besar''.
<poem>
:Ai, djangan, sobatkoe, djangan !
::Djangan dekat ikan itoe !
:Kaoe tra boleh katoeloengan,
::Kaloe kaoe masoek ka sitoe,
<center>*.<br>
:Maski sobatnja bilang bagitoe,
::Tikoes ketjil teroes djoega.
:Soenggoeh ditjegat oleh sobatnja itoe,
::Tra boleh ija didjaga.
:Dengan amat brani hati
::Ija masoek dalam pikatan.
:Sobatnja di loewar tinggal menanti
::Dengan hati katakoetan.
:Belon sampe si bentahan tetap berdiri,
::Pret! lidah pikatan lompat.
:Ija terkedjoet dan maoe lari,
::Tapi pintoe soedah rapat.
</poem><noinclude></noinclude>
2sm48qd7y7wr5cz3blbd3sehybnggyq
317315
317314
2026-09-06T04:58:39Z
Yunyun02
26445
317315
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Yunyun02" />{{rh|-24-||-25-}}</noinclude>
<center>xv.<br>
DOEWA TIKOES.
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:He! apatah namanja ini barang
::Dari pada kajoe dan kawat ?
:Akoe baroe taoe lihat sekarang.
::Tjoba lihat, he, sobat !
</poem>
''Tikoes besar''.
<poem>
:Oehoe! itoe tjoebloek kita-orang.
::Ati-ati angkaoe, sobat !
:Djangan kaoe sembarang-barang,
::Dekatin itoe kajoe dan kawat.
</poem>
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:He! lihatlah! - ada ikan,
::Ada dengdeng di dalamnja!
:Mari, sobat, kita makan . . .
::O ! enak betoel baoenja !
</poem>
''Tikoes besar''.
<poem>
:Djangan, sobat, he, djangan !
::Kaoe misti ati-ati,
:Kaloe tra dengar perbilangan,
::Kaoe masoek, tantoe mati.
</poem>
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:Ach! salamanja kaoe takoet,
::Salamanja kaoe mengeri !
:Kaloe kaoe tra maoe ikoet,
::Akoe pergi makan sendiri.
</poem>
''Tikoes besar''.
<poem>
:Ai, djangan, sobatkoe, djangan !
::Djangan dekat ikan itoe !
:Kaoe tra boleh katoeloengan,
::Kaloe kaoe masoek ka sitoe,
<center>*.<br>
:Maski sobatnja bilang bagitoe,
::Tikoes ketjil teroes djoega.
:Soenggoeh ditjegat oleh sobatnja itoe,
::Tra boleh ija didjaga.
:Dengan amat brani hati
::Ija masoek dalam pikatan.
:Sobatnja di loewar tinggal menanti
::Dengan hati katakoetan.
:Belon sampe si bentahan tetap berdiri,
::Pret! lidah pikatan lompat.
:Ija terkedjoet dan maoe lari,
::Tapi pintoe soedah rapat.
</poem><noinclude></noinclude>
q1a0sfdastvkvkfo15v6qb7ogq6nnru
317366
317315
2026-09-06T05:52:16Z
Pangesti Dewi Letari
26777
/* Tervalidasi */
317366
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Pangesti Dewi Letari" />{{rh|-24-||-25-}}</noinclude>
<center>xv.<br>
DOEWA TIKOES.
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:He! apatah namanja ini barang
::Dari pada kajoe dan kawat ?
:Akoe baroe taoe lihat sekarang.
::Tjoba lihat, he, sobat !
</poem>
''Tikoes besar''.
<poem>
:Oehoe! itoe tjoebloek kita-orang.
::Ati-ati angkaoe, sobat !
:Djangan kaoe sembarang-barang,
::Dekatin itoe kajoe dan kawat.
</poem>
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:He! lihatlah! - ada ikan,
::Ada dengdeng di dalamnja!
:Mari, sobat, kita makan . . .
::O ! enak betoel baoenja !
</poem>
''Tikoes besar''.
<poem>
:Djangan, sobat, he, djangan !
::Kaoe misti ati-ati,
:Kaloe tra dengar perbilangan,
::Kaoe masoek, tantoe mati.
</poem>
''Tikoes ketjil''.
<poem>
:Ach! salamanja kaoe takoet,
::Salamanja kaoe mengeri !
:Kaloe kaoe tra maoe ikoet,
::Akoe pergi makan sendiri.
</poem>
''Tikoes besar''.
<poem>
:Ai, djangan, sobatkoe, djangan !
::Djangan dekat ikan itoe !
:Kaoe tra boleh katoeloengan,
::Kaloe kaoe masoek ka sitoe,
<center>*.<br>
:Maski sobatnja bilang bagitoe,
::Tikoes ketjil teroes djoega.
:Soenggoeh ditjegat oleh sobatnja itoe,
::Tra boleh ija didjaga.
:Dengan amat brani hati
::Ija masoek dalam pikatan.
:Sobatnja di loewar tinggal menanti
::Dengan hati katakoetan.
:Belon sampe si bentahan tetap berdiri,
::Pret! lidah pikatan lompat.
:Ija terkedjoet dan maoe lari,
::Tapi pintoe soedah rapat.
</poem><noinclude></noinclude>
63mzydmtlwv187dxw89nf91230xm61n
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/27
104
114712
317290
2026-09-06T04:33:46Z
Afifah Salma
26781
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{rh|-42-||-43-}} xxvr-' . MALING KETJIL. Si Liman melantjong ka roemah si Tjakra dan tjerita pada sobatnja itoe, ada maling kena di tangkap. Habis tjerita, si liman itoe lantas berkata bagini: Bapakoe bilang, bodo sekali, kaloe orang brani mentjoeri; kerna segala perkara boleh djadi terang. "Ach, bapamoe berdjoesta," kata si Tjakra. "Bagaimana kaoe boleh bilang bapakoe djoesta?" sahoet si Liman. "Memang djoega djoesta." "'Tida," kata si Liman:...
317290
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Afifah Salma" /></noinclude>{{rh|-42-||-43-}}
xxvr-' .
MALING KETJIL.
Si Liman melantjong ka roemah si Tjakra dan
tjerita pada sobatnja itoe, ada maling kena di tangkap. Habis tjerita, si liman itoe lantas berkata
bagini: Bapakoe bilang, bodo sekali, kaloe orang
brani mentjoeri; kerna segala perkara boleh djadi terang.
"Ach, bapamoe berdjoesta," kata si Tjakra.
"Bagaimana kaoe boleh bilang bapakoe djoesta?"
sahoet si Liman.
"Memang djoega djoesta."
"'Tida," kata si Liman: "itoe tida djoesta. Kaoe
boleh lihat sendiri: segala maling kena sadja di-
tangkap."
"Djoestalah! djoestalah! segala maling katangkap; djoestalah, segala perkara misti djadi terang,"
kata si Liman dcngan sengit.
"Bagaimana, maka kaoe bilang djoesta? tjoba
terangkan!"
"Memang dioesta," sahoet si Tjakra: "sebab kaloe betoel-· mengapa akoe tida kataoeän? Akoe
sering tjolong doewit bapakoe dari dompetnja.
Mengapa sampe sekarang tinggal gelap? mengapa
tida djadi terang ?"
Baroe ija habis bilang bagitoe, si Tjakra itoe
djadi kaget sekali. -Mengapa?- Bapanja ada
berdiri di belakangnja.
"Sekarang! -sekarang itoe perkara gelap djadi terang! Sekarang orang 'njolong itoe katangkap!"
kata bapanja itoe sembari pegang tangan si Tjakra itoe.
"Ai lampoen bapa, ampocn I" kata si "Ijakrn
.
"Nanti doeloe," saboet bapanja: "djangan ampoen doeloe I Patoet doewitkoe sering hilang!,'-Sembari bHang bagitoe.,ija toentoen si .Tj3kra ka
dalam roemah dan rangket dengun tjamboék, sampo si Tjakra itoe melingkar-Iingkar.
•: Ha I sokarang ija bároe rasa I Bodo sokall si
TjaKTa itoe I Jja klrakaloe 'njolong tida orang lihat,
lantas tida jang taoo. Itoe salah I Kcndati tlda satoe
orang jang lihat, ada ~ioo~a jang dapat taoe. So;batkoe taoe, siapa? Tjoba boltjli itoe tjerlta j,lDg
ada di bawah ini.
.dengan . meringis.
XXVII:
. MA'rA.
Si Peang adaberdocwa sa1jli di roennh sama
soedaranja jang pramcocwen Si Salna namanja
soelara itoe. Bap.mla dan ibocnja lag! ka pasar,
lagi porgl bolandja. .
"
,<noinclude></noinclude>
tlympihh5ht61nlezv34j797goh73nn
317319
317290
2026-09-06T05:03:28Z
Afifah Salma
26781
/* Telah diuji baca */
317319
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Afifah Salma" />{{rh|-42-||-43-}}</noinclude>xxvr-' .
MALING KETJIL.
Si Liman melantjong ka roemah si Tjakra dan
tjerita pada sobatnja itoe, ada maling kena di tangkap. Habis tjerita, si liman itoe lantas berkata
bagini: Bapakoe bilang, bodo sekali, kaloe orang
brani mentjoeri; kerna segala perkara boleh djadi terang.
"Ach, bapamoe berdjoesta," kata si Tjakra.
"Bagaimana kaoe boleh bilang bapakoe djoesta?"
sahoet si Liman.
"Memang djoega djoesta."
"'Tida," kata si Liman: "itoe tida djoesta. Kaoe
boleh lihat sendiri: segala maling kena sadja di-
tangkap."
"Djoestalah! djoestalah! segala maling katangkap; djoestalah, segala perkara misti djadi terang,"
kata si Liman dcngan sengit.
"Bagaimana, maka kaoe bilang djoesta? tjoba
terangkan!"
"Memang dioesta," sahoet si Tjakra: "sebab kaloe betoel-· mengapa akoe tida kataoeän? Akoe
sering tjolong doewit bapakoe dari dompetnja.
Mengapa sampe sekarang tinggal gelap? mengapa
tida djadi terang ?"
Baroe ija habis bilang bagitoe, si Tjakra itoe
djadi kaget sekali. -Mengapa?- Bapanja ada
berdiri di belakangnja.
"Sekarang! -sekarang itoe perkara gelap djadi terang! Sekarang orang 'njolong itoe katangkap!"
kata bapanja itoe sembari pegang tangan si Tjakra itoe.
"Ai! ampoen bapa, ampoen!" kata si "Tjakra dengan meringis.
"Nanti doeloe," sahoet bapanja: "djangan ampoen doeloe! Patoet doewitkoe sering hilang!" -Sembari bilang bagitoe,.ija toentoen si Tjakra ka
dalam roemah dan rangket dengan tjamboék, sampe si Tjakra itoe melingkar-lingkar.
Ha! sekarang ija bároe rasa! Bodo sokali si
Tjakra itoe! Ija kira kaloe 'njolong tida orang lihat,
lantas tida jang taoe. Itoe salah! Kendati tida satoe
orang jang lihat, ada djoeza jang dapat taoe. Sobatkoe taoe, siapa? Tjoba batja itoe tjerita jang
ada di bawah ini.
<center>XXVII.<br>
,,MATA."</center>
Si Peang ada berdoewa sadja di roemah sama
soedaranja jang prampoewan Si Saina namanja
soelara itoe. Bapanja dan iboenja lagi ka pasar,
lagi pergi belandja.<noinclude></noinclude>
7kntwsyxa82higsb96hkkgnggvx3xsw
317328
317319
2026-09-06T05:14:07Z
Afifah Salma
26781
317328
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Afifah Salma" />{{rh|-42-||-43-}}</noinclude><center>xxvr.<br>
MALING KETJIL."</center>
Si Liman melantjong ka roemah si Tjakra dan
tjerita pada sobatnja itoe, ada maling kena di tangkap. Habis tjerita, si liman itoe lantas berkata
bagini: Bapakoe bilang, bodo sekali, kaloe orang
brani mentjoeri; kerna segala perkara boleh djadi terang.
"Ach, bapamoe berdjoesta," kata si Tjakra.
"Bagaimana kaoe boleh bilang bapakoe djoesta?"
sahoet si Liman.
"Memang djoega djoesta."
"'Tida," kata si Liman: "itoe tida djoesta. Kaoe
boleh lihat sendiri: segala maling kena sadja di-
tangkap."
"Djoestalah! djoestalah! segala maling katangkap; djoestalah, segala perkara misti djadi terang,"
kata si Liman dcngan sengit.
"Bagaimana, maka kaoe bilang djoesta? tjoba
terangkan!"
"Memang dioesta," sahoet si Tjakra: "sebab kaloe betoel-· mengapa akoe tida kataoeän? Akoe
sering tjolong doewit bapakoe dari dompetnja.
Mengapa sampe sekarang tinggal gelap? mengapa
tida djadi terang ?"
Baroe ija habis bilang bagitoe, si Tjakra itoe
djadi kaget sekali. -Mengapa?- Bapanja ada
berdiri di belakangnja.
"Sekarang! -sekarang itoe perkara gelap djadi terang! Sekarang orang 'njolong itoe katangkap!"
kata bapanja itoe sembari pegang tangan si Tjakra itoe.
"Ai! ampoen bapa, ampoen!" kata si "Tjakra dengan meringis.
"Nanti doeloe," sahoet bapanja: "djangan ampoen doeloe! Patoet doewitkoe sering hilang!" -Sembari bilang bagitoe,.ija toentoen si Tjakra ka
dalam roemah dan rangket dengan tjamboék, sampe si Tjakra itoe melingkar-lingkar.
Ha! sekarang ija bároe rasa! Bodo sokali si
Tjakra itoe! Ija kira kaloe 'njolong tida orang lihat,
lantas tida jang taoe. Itoe salah! Kendati tida satoe
orang jang lihat, ada djoeza jang dapat taoe. Sobatkoe taoe, siapa? Tjoba batja itoe tjerita jang
ada di bawah ini.
<center>XXVII.<br>
MATA."</center>
Si Peang ada berdoewa sadja di roemah sama
soedaranja jang prampoewan Si Saina namanja
soelara itoe. Bapanja dan iboenja lagi ka pasar,
lagi pergi belandja.<noinclude></noinclude>
t7nq9kt7b0simpm4xiex4zmozu2fr0u
317329
317328
2026-09-06T05:14:54Z
Afifah Salma
26781
317329
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Afifah Salma" />{{rh|-42-||-43-}}</noinclude><center>xxvr<br>
MALING KETJIL</center>
Si Liman melantjong ka roemah si Tjakra dan
tjerita pada sobatnja itoe, ada maling kena di tangkap. Habis tjerita, si liman itoe lantas berkata
bagini: Bapakoe bilang, bodo sekali, kaloe orang
brani mentjoeri; kerna segala perkara boleh djadi terang.
"Ach, bapamoe berdjoesta," kata si Tjakra.
"Bagaimana kaoe boleh bilang bapakoe djoesta?"
sahoet si Liman.
"Memang djoega djoesta."
"'Tida," kata si Liman: "itoe tida djoesta. Kaoe
boleh lihat sendiri: segala maling kena sadja di-
tangkap."
"Djoestalah! djoestalah! segala maling katangkap; djoestalah, segala perkara misti djadi terang,"
kata si Liman dcngan sengit.
"Bagaimana, maka kaoe bilang djoesta? tjoba
terangkan!"
"Memang dioesta," sahoet si Tjakra: "sebab kaloe betoel-· mengapa akoe tida kataoeän? Akoe
sering tjolong doewit bapakoe dari dompetnja.
Mengapa sampe sekarang tinggal gelap? mengapa
tida djadi terang ?"
Baroe ija habis bilang bagitoe, si Tjakra itoe
djadi kaget sekali. -Mengapa?- Bapanja ada
berdiri di belakangnja.
"Sekarang! -sekarang itoe perkara gelap djadi terang! Sekarang orang 'njolong itoe katangkap!"
kata bapanja itoe sembari pegang tangan si Tjakra itoe.
"Ai! ampoen bapa, ampoen!" kata si "Tjakra dengan meringis.
"Nanti doeloe," sahoet bapanja: "djangan ampoen doeloe! Patoet doewitkoe sering hilang!" -Sembari bilang bagitoe,.ija toentoen si Tjakra ka
dalam roemah dan rangket dengan tjamboék, sampe si Tjakra itoe melingkar-lingkar.
Ha! sekarang ija bároe rasa! Bodo sokali si
Tjakra itoe! Ija kira kaloe 'njolong tida orang lihat,
lantas tida jang taoe. Itoe salah! Kendati tida satoe
orang jang lihat, ada djoeza jang dapat taoe. Sobatkoe taoe, siapa? Tjoba batja itoe tjerita jang
ada di bawah ini.
<center>XXVII.<br>
MATA."</center>
Si Peang ada berdoewa sadja di roemah sama
soedaranja jang prampoewan Si Saina namanja
soelara itoe. Bapanja dan iboenja lagi ka pasar,
lagi pergi belandja.<noinclude></noinclude>
02kfypt7u56z1hzohogrp26y8nezb2n
317330
317329
2026-09-06T05:16:25Z
Afifah Salma
26781
317330
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Afifah Salma" />{{rh|-42-||-43-}}</noinclude><center>XXVI<br>
MALING KETJIL</center>
Si Liman melantjong ka roemah si Tjakra dan
tjerita pada sobatnja itoe, ada maling kena di tangkap. Habis tjerita, si liman itoe lantas berkata
bagini: Bapakoe bilang, bodo sekali, kaloe orang
brani mentjoeri; kerna segala perkara boleh djadi terang.
"Ach, bapamoe berdjoesta," kata si Tjakra.
"Bagaimana kaoe boleh bilang bapakoe djoesta?"
sahoet si Liman.
"Memang djoega djoesta."
"'Tida," kata si Liman: "itoe tida djoesta. Kaoe
boleh lihat sendiri: segala maling kena sadja di-
tangkap."
"Djoestalah! djoestalah! segala maling katangkap; djoestalah, segala perkara misti djadi terang,"
kata si Liman dcngan sengit.
"Bagaimana, maka kaoe bilang djoesta? tjoba
terangkan!"
"Memang dioesta," sahoet si Tjakra: "sebab kaloe betoel-· mengapa akoe tida kataoeän? Akoe
sering tjolong doewit bapakoe dari dompetnja.
Mengapa sampe sekarang tinggal gelap? mengapa
tida djadi terang ?"
Baroe ija habis bilang bagitoe, si Tjakra itoe
djadi kaget sekali. -Mengapa?- Bapanja ada
berdiri di belakangnja.
"Sekarang! -sekarang itoe perkara gelap djadi terang! Sekarang orang 'njolong itoe katangkap!"
kata bapanja itoe sembari pegang tangan si Tjakra itoe.
"Ai! ampoen bapa, ampoen!" kata si "Tjakra dengan meringis.
"Nanti doeloe," sahoet bapanja: "djangan ampoen doeloe! Patoet doewitkoe sering hilang!" -Sembari bilang bagitoe,.ija toentoen si Tjakra ka
dalam roemah dan rangket dengan tjamboék, sampe si Tjakra itoe melingkar-lingkar.
Ha! sekarang ija bároe rasa! Bodo sokali si
Tjakra itoe! Ija kira kaloe 'njolong tida orang lihat,
lantas tida jang taoe. Itoe salah! Kendati tida satoe
orang jang lihat, ada djoeza jang dapat taoe. Sobatkoe taoe, siapa? Tjoba batja itoe tjerita jang
ada di bawah ini.
<center>XXVII.<br>
MATA.</center>
Si Peang ada berdoewa sadja di roemah sama
soedaranja jang prampoewan Si Saina namanja
soelara itoe. Bapanja dan iboenja lagi ka pasar,
lagi pergi belandja.<noinclude></noinclude>
69rb3udf2h9xhi9ig3ht2ojtl4ebmkv
317368
317330
2026-09-06T05:53:07Z
Patriot gilar gilar
26780
/* Tervalidasi */
317368
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Patriot gilar gilar" />{{rh|-42-||-43-}}</noinclude><center>XXVI<br>
MALING KETJIL</center>
Si Liman melantjong ka roemah si Tjakra dan
tjerita pada sobatnja itoe, ada maling kena di tangkap. Habis tjerita, si liman itoe lantas berkata
bagini: Bapakoe bilang, bodo sekali, kaloe orang
brani mentjoeri; kerna segala perkara boleh djadi terang.
"Ach, bapamoe berdjoesta," kata si Tjakra.
"Bagaimana kaoe boleh bilang bapakoe djoesta?"
sahoet si Liman.
"Memang djoega djoesta."
"'Tida," kata si Liman: "itoe tida djoesta. Kaoe
boleh lihat sendiri: segala maling kena sadja di-
tangkap."
"Djoestalah! djoestalah! segala maling katangkap; djoestalah, segala perkara misti djadi terang,"
kata si Liman dcngan sengit.
"Bagaimana, maka kaoe bilang djoesta? tjoba
terangkan!"
"Memang dioesta," sahoet si Tjakra: "sebab kaloe betoel-· mengapa akoe tida kataoeän? Akoe
sering tjolong doewit bapakoe dari dompetnja.
Mengapa sampe sekarang tinggal gelap? mengapa
tida djadi terang ?"
Baroe ija habis bilang bagitoe, si Tjakra itoe
djadi kaget sekali. -Mengapa?- Bapanja ada
berdiri di belakangnja.
"Sekarang! -sekarang itoe perkara gelap djadi terang! Sekarang orang 'njolong itoe katangkap!"
kata bapanja itoe sembari pegang tangan si Tjakra itoe.
"Ai! ampoen bapa, ampoen!" kata si "Tjakra dengan meringis.
"Nanti doeloe," sahoet bapanja: "djangan ampoen doeloe! Patoet doewitkoe sering hilang!" -Sembari bilang bagitoe,.ija toentoen si Tjakra ka
dalam roemah dan rangket dengan tjamboék, sampe si Tjakra itoe melingkar-lingkar.
Ha! sekarang ija bároe rasa! Bodo sokali si
Tjakra itoe! Ija kira kaloe 'njolong tida orang lihat,
lantas tida jang taoe. Itoe salah! Kendati tida satoe
orang jang lihat, ada djoeza jang dapat taoe. Sobatkoe taoe, siapa? Tjoba batja itoe tjerita jang
ada di bawah ini.
<center>XXVII.<br>
MATA.</center>
Si Peang ada berdoewa sadja di roemah sama
soedaranja jang prampoewan Si Saina namanja
soelara itoe. Bapanja dan iboenja lagi ka pasar,
lagi pergi belandja.<noinclude></noinclude>
s7hfne7ec5u546kbfbk0m2irq9691g0
Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/24
104
114713
317294
2026-09-06T04:36:21Z
Srijembarrahayu
21172
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'g panjang lebar, akhirnya Ong ceng dapatlah - menyleami keluhuran budi serta kemuliaan jiwa Teb ceng yang besar. la sambuti uang pemberian Tek ceng itu dengan berlutut, - - Tek goanswe, sungguh mulia dan luhur bu dimu. Terima kasih atas dermaanmu ini. Akan siauwciang pergunakan uang ini untuk mengadakan perbaikan rumah penjara yg sudah terlantar pulu han tahun ... Terima kasih... terima kasih... Tek ceng cepat2 membangunkan kepala sipir bui itu....
317294
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>g panjang lebar, akhirnya Ong ceng dapatlah -
menyleami keluhuran budi serta kemuliaan jiwa Teb
ceng yang besar.
la sambuti uang pemberian Tek ceng itu dengan
berlutut,
-
-
Tek goanswe, sungguh mulia dan luhur bu
dimu. Terima kasih atas dermaanmu ini. Akan
siauwciang pergunakan uang ini untuk mengadakan
perbaikan rumah penjara yg sudah terlantar pulu
han tahun ...
Terima kasih... terima kasih...
Tek ceng cepat2 membangunkan kepala sipir
bui itu.
Bangunlah Ong ciangkun, mari kau hantarkan
aku memasuki rumah penjara ini. Dimanakah selku?
Oag ceng lalu berbangkit dan mengiringkan Tek ceng
memasuki rumah penjara Yu long ya,
Para persakitan pada menghentikan pekerjaan
nya dan mengawasi Tek cang dengan penub perha
tian.
Dalam hati mereka ber tanya tanya..
-
Siapa kah, persakitan yg baru ini ? Wajah
nya tampan, kulitnya bersih, pakaiannya parlente.
Kenapa ia dimasukkan kedalam rumah penjara ?
Apakah kedosaannya ?
24<noinclude></noinclude>
j66kwob8vt9ottr289g3kux8cz2xfle
317297
317294
2026-09-06T04:42:15Z
Srijembarrahayu
21172
/* Telah diuji baca */
317297
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>ong panjang lebar, akhirnya Ong ceng dapatlah {{sic|menyleami|menyelami}} keluhuran budi serta kemuliaan jiwa Tek ceng yang besar.
Ia sambuti uang pemberian Tek ceng itu dengan berlutut,
— Tek goanswe, sungguh mulia dan luhur budimu. Terima kasih atas dermaanmu ini. Akan siauwciang pergunakan uang ini untuk mengadakan
perbaikan rumah penjara yg sudah terlantar puluhan tahun . . . .
<br>Terima kasih . . . terima kasih . . .
Tek ceng cepat² membangunkan kepala sipir bui itu.
Bangunlah Ong ciangkun, mari kau hantarkan aku memasuki rumah penjara ini. Dimanakah selku? Oag ceng lalu berbangkit dan mengiringkan Tek ceng memasuki rumah penjara Yu long ya ,
Para persakitan pada menghentikan pekerjaannya dan mengawasi Tek ceng dengan penuh perhatian.
<br>Dalam hati mereka ber tanya tanya . . .
— Siapa kah, persakitan yg baru ini ? Wajahnya tampan, kulitnya bersih, pakaiannya parlente. Kenapa ia dimasukkan kedalam rumah penjara ?
Apakah kedosaannya ?<noinclude>{{rh|24}}</noinclude>
7jddlamwi7mdnf3evjz35nfqhnvyxtp
Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/25
104
114714
317301
2026-09-06T04:47:56Z
Srijembarrahayu
21172
/* Telah diuji baca */
317301
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Orang sehalus dan sebagus itu masakan {{sic|melaknkan|melakukan}} kejahatan yg melanggar hukum negara... ?
Begitulah apa yg terpikir oleh kaum tahanan itu, perubahan Semenjak Tek ceng berada dalam rumah penjara Yu liong ya telah terjadi cukup banyak.
Dan ketika para kaum tahanan itu mengetahui bahwa perbaikan perbaikan yg diadakan itu adalah atas jasa² Tek cêng, mereka sangat berterima kasih dan sangat menghormati persakitan yg baru itu.
Tidak salahlah wejangan Nabi Khongcu yg mengatakan bahwa :
Cinta kasih itulah jalan {{sic|selamantnya|selamatnya}} dunia &
rumah setosanya dunia !
Para residivis (bekas² penjahat ) itu sangat menghormati dan menyegani kepada Tek ceng,
Sehingga Tek ceng dapat merasakan penghidupan yang tenang dan tenteram meskipun didalam pembuangan.
{{c|oooo<big>'''Ó'''</big>oooo}}<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude>
9mk34kyjvzjreyvb2nh7f6h0mt31gsn
Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/26
104
114715
317308
2026-09-06T04:52:56Z
Srijembarrahayu
21172
/* Telah diuji baca */
317308
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Marilah kita tinggalkan sejenak keadaan Tek ceng ditempat pembuangannya Yu liong ya dan mengikuti keadaan menteri Durna Bang hong dikota raja !
Semenjak Tek ceng dihukum buang Ke yu liong ya, Bang hong sudah mengutus seorang kepercayaannya yang bernama Bang hok untuk menyâmpaikan sepucuk surat rahasia kepada kepala sipir bui disana.
<br>Ong ceng dapat menjabat kepada sipir bui adalah atas jasa baik Durna Bang hong. Oleh karena itu ketika Tek ceng dibuang ke Yu liong ya Bang hong mengingatkan jasa jasa baiknya dan mendesak Ong ceng untuk bekerja sama dalam usahanya yg busuk untuk melenyapkan jiwa Tek ceng.
Ong ceng adalah seorang yang polos, jujur dan baik hati. Oleh karena itu betapa berduka hatinya tatkala menerima rahasia dari Bang hong itu.
Tek goanswe adalah seorang yang luhur budi dan orang kuat yang menjadi tiang negara. Cara bagaimana aku bisa meluluskan kehendak Bang kok tiang yang keji ini ?
begitulah apa yg terkandung dalam pikiran Ong ceng. Akan tetapi teringat bahwa ia bisa menjabat pekerjaan kepala sipir bui serta dapat mencukupi<noinclude>{{rh|26}}</noinclude>
b1n9cilxn8yfv86pjjj0ahjneuwsfs1
Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/27
104
114716
317313
2026-09-06T04:57:29Z
Srijembarrahayu
21172
/* Telah diuji baca */
317313
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>rumah tangganya adalah dari jasa2 Kok tiang Bang hong maka hatinya menjadi kalut dan pikirannya bingung.
<br>Kedudukannya amat sulit dan runyam persis cerita Legende yg mengisahkan tentang seorang anak yg disuruh memakan buah Simalakamang. Dimakan ayah mati, tidak dimakan ibu mati, jadi serba sulit dan membingungkan. Menurutkan kehendak Bang hong berarti ia melakukan suatu kejahatan yg amat bsar. Menghilangkan jiwi seorang mulia
dan luhur budinya. Menghilangkan tiang kokoh negara yg amat diandalkan.
Akan tetapi kalau menolak kehendak Bang hong, ia dikatakan sebagai seorang yg boceng, tak kenal budi dan buta mata batinnya.
<br>Ah benar2 runyam dan sulit kedudukanku - - begitulah apa yang selalu dirisaukan oleh Ong ceng. Kedudukannya mirip sebutir telur diujung tunduk, goyang sedikit saja akan jatuh dan remuk berkeping keping.
<br>Untuk menghibur hati Bang hong, Ong ceng telah membalasi surat itu.
— Sabarlah Kok tiang, tunggulah dua tiga hari pasii hamba akan
melaksanakan perintah Kok tiang. Tek ceng akan kuracuni - -
Begitulah bunyi surat balasan yang di tulis Ong ceng<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
4973je4do8tz2n0gk35ato6ahimf839
Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/28
104
114717
317316
2026-09-06T05:00:50Z
Srijembarrahayu
21172
/* Telah diuji baca */
317316
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Kini tiga hari telah berlalu semenjak. Tek ceng tiba di tempat pembuangannya Yu long ya. Akan tetapi kabar kematian Tek ceng itu kenapa tak kunjung tiba ?
<br>Durna Bang hong sangat kesal dan gelisah.
— Tiga hari sudah berlalu, mengapa belum ada berita yang datang yang mengabarkan tentang kematian anjing Tek ceng ? Hmm . .
Selagi manteri Durna itu duduk berselisah, muncullah jenderal Tut bong gie Utusan rahasia dari maha raja negeri See liauw.
Kedatangan Tut liong gie cs adalah menghasut kepada Durna Bang hong dengan mengungkapkan kepalsuan pusaka Cincu liat hwee kie, niscaya Tek
ceng akan di jatuhi hukuman mati.
<br>Akan tetapi bagaimana kesudahannya? Tek ceng tak jadi menjalani hukuman mati. Hanya di hukum buang selama tiga tahun di daerah Yu liong ya.
Kini perutusan rahasia dari See lauw itu mendapatkan Dura Bang hong untuk mencari keterangan.
<br>Bang hog amat terperanjat melihat kemunculan Jenderal Tut long gie itu. Cepat² ia berbangkit dan menjura dengan tertawa yang dipaksakan.<noinclude>{{rh|28}}</noinclude>
d4uzxpm0j1nmdxf4s2eh0mvdddcbnfh
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/29
104
114718
317320
2026-09-06T05:03:32Z
Pangesti Dewi Letari
26777
/* Telah diuji baca */
317320
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Pangesti Dewi Letari" />{{rh|- 46 -||- 47 -}}</noinclude><poem>
::Jang ingat salamanja,
:Dirinja njata terlihat,
::Tida setan di doenja
:Bisa kedja djadi djahat
</poem>
<center><br>XXIX.</center>
<center><br>LANGIT</center>
<poem>
::Langit loewas adanja,
:Besar tida terlawan:
::Mengoewarkan dalam doenja
:Kabesaran Maha Toehan,
::Jang hidoep salamanja,
:Tida berkamatian.
</poem>
<poem>
::Mata-hari trang njalah,
:Tjahjanja bergoemilang:
::Njatakan moeljanja Allah,
:Tiada dapat dibilang:
::Adanja dari permocla,
:Tetap tra boleh hilang.
</poem>
<poem>
::Panasnja kras borboran, .
:Garingkan barang basah:
::membri taoe kaäagkaran
:Dari Toehan jang koewasa,
::Jang kodja gocmetaran,
:Hati orang berdosa.
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra terlajan,
:Bening terbitkan sijang:
::Menjatakan kasoetjian,
:Jang tra poenja bajang-bajang,
::Tra poenja kadengkian, .
:Melinkan tjinta dan sajang.
</poem>
<poem>
::Boelan dan bintang-bintang
:Tjemerlang atas awan:
::Mengeberkan waktoe petang
:Kakajaän Maha Toehan.
:Manoesia dan binatang
::Terbagi kasoekaän.
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra borboran,
:Ranja berseri-seri:
::Mengoewarkan kasabaran,
:Soepaja orang tra ngeri;
::Ilangkan goemetaran,
:Balikkan jang berlari,
</poem>
<poem>
::Boemui timboelkan barang,
:Bergoena boewat kita:
::Tanda Allah kita-orang .
:Moerahnja tida terkata;
::Bikin kita taoe trang;
:Allah amat bertjinta.
</poem><noinclude></noinclude>
e9qo6vji16f7qz2lmkyaxoek5szudy5
317341
317320
2026-09-06T05:27:23Z
Yunyun02
26445
317341
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Pangesti Dewi Letari" />{{rh|- 46 -||- 47 -}}</noinclude>
<center>
<poem>
::Jang ingat salamanja,
:Dirinja njata terlihat,
::Tida setan di doenja
:Bisa kedja djadi djahat
</poem></center>
<center>XXIX.
LANGIT
<poem>
::Langit loewas adanja,
:Besar tida terlawan:
::Mengoewarkan dalam doenja
:Kabesaran Maha Toehan,
::Jang hidoep salamanja,
:Tida berkamatian.
::Mata-hari trang njalah,
:Tjahjanja bergoemilang:
::Njatakan moeljanja Allah,
:Tiada dapat dibilang:
::Adanja dari permocla,
:Tetap tra boleh hilang.
::Panasnja kras borboran, .
:Garingkan barang basah:
::membri taoe kaäagkaran
:Dari Toehan jang koewasa,
::Jang kodja gocmetaran,
:Hati orang berdosa.
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra terlajan,
:Bening terbitkan sijang:
::Menjatakan kasoetjian,
:Jang tra poenja bajang-bajang,
::Tra poenja kadengkian, .
:Melinkan tjinta dan sajang.
</poem>
<poem>
::Boelan dan bintang-bintang
:Tjemerlang atas awan:
::Mengeberkan waktoe petang
:Kakajaän Maha Toehan.
:Manoesia dan binatang
::Terbagi kasoekaän.
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra borboran,
:Ranja berseri-seri:
::Mengoewarkan kasabaran,
:Soepaja orang tra ngeri;
::Ilangkan goemetaran,
:Balikkan jang berlari,
</poem>
<poem>
::Boemui timboelkan barang,
:Bergoena boewat kita:
::Tanda Allah kita-orang .
:Moerahnja tida terkata;
::Bikin kita taoe trang;
:Allah amat bertjinta.
</poem></center><noinclude></noinclude>
hiej1qtehn6dbr5al484nj2vhzyemmo
317343
317341
2026-09-06T05:30:13Z
Yunyun02
26445
317343
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Pangesti Dewi Letari" />{{rh|- 46 -||- 47 -}}</noinclude><poem><center>
::Jang ingat salamanja,
:Dirinja njata terlihat,
::Tida setan di doenja
:Bisa kedja djadi djahat
</poem></center>
<center>XXIX.<br>
LANGIT
<poem>
::Langit loewas adanja,
:Besar tida terlawan:
::Mengoewarkan dalam doenja
:Kabesaran Maha Toehan,
::Jang hidoep salamanja,
:Tida berkamatian.
::Mata-hari trang njalah,
:Tjahjanja bergoemilang:
::Njatakan moeljanja Allah,
:Tiada dapat dibilang:
::Adanja dari permocla,
:Tetap tra boleh hilang.
::Panasnja kras borboran, .
:Garingkan barang basah:
::membri taoe kaäagkaran
:Dari Toehan jang koewasa,
::Jang kodja gocmetaran,
:Hati orang berdosa.
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra terlajan,
:Bening terbitkan sijang:
::Menjatakan kasoetjian,
:Jang tra poenja bajang-bajang,
::Tra poenja kadengkian, .
:Melinkan tjinta dan sajang.
</poem>
<poem>
::Boelan dan bintang-bintang
:Tjemerlang atas awan:
::Mengeberkan waktoe petang
:Kakajaän Maha Toehan.
:Manoesia dan binatang
::Terbagi kasoekaän.
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra borboran,
:Ranja berseri-seri:
::Mengoewarkan kasabaran,
:Soepaja orang tra ngeri;
::Ilangkan goemetaran,
:Balikkan jang berlari,
</poem>
<poem>
::Boemui timboelkan barang,
:Bergoena boewat kita:
::Tanda Allah kita-orang .
:Moerahnja tida terkata;
::Bikin kita taoe trang;
:Allah amat bertjinta.
</poem></center><noinclude></noinclude>
h2qdiwrpts3zonxqudkim082winutau
317344
317343
2026-09-06T05:32:03Z
Yunyun02
26445
317344
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Pangesti Dewi Letari" />{{rh|- 46 -||- 47 -}}</noinclude><poem><center>
::Jang ingat salamanja,
:Dirinja njata terlihat,
::Tida setan di doenja
:Bisa kedja djadi djahat
</poem></center>
<center>XXIX.<br>
LANGIT
<poem>
::Langit loewas adanja,
:Besar tida terlawan:
::Mengoewarkan dalam doenja
:Kabesaran Maha Toehan,
::Jang hidoep salamanja,
:Tida berkamatian.
</poem>
::Mata-hari trang njalah,
:Tjahjanja bergoemilang:
::Njatakan moeljanja Allah,
:Tiada dapat dibilang:
::Adanja dari permocla,
:Tetap tra boleh hilang.
</poem>
::Panasnja kras borboran, .
:Garingkan barang basah:
::membri taoe kaäagkaran
:Dari Toehan jang koewasa,
::Jang kodja gocmetaran,
:Hati orang berdosa.
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra terlajan,
:Bening terbitkan sijang:
::Menjatakan kasoetjian,
:Jang tra poenja bajang-bajang,
::Tra poenja kadengkian, .
:Melinkan tjinta dan sajang.
</poem>
<poem>
::Boelan dan bintang-bintang
:Tjemerlang atas awan:
::Mengeberkan waktoe petang
:Kakajaän Maha Toehan.
:Manoesia dan binatang
::Terbagi kasoekaän.
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra borboran,
:Ranja berseri-seri:
::Mengoewarkan kasabaran,
:Soepaja orang tra ngeri;
::Ilangkan goemetaran,
:Balikkan jang berlari,
</poem>
<poem>
::Boemui timboelkan barang,
:Bergoena boewat kita:
::Tanda Allah kita-orang .
:Moerahnja tida terkata;
::Bikin kita taoe trang;
:Allah amat bertjinta.
</poem></center><noinclude></noinclude>
78g5e732jf6foyh6nhmldguftoq9jha
317345
317344
2026-09-06T05:33:10Z
Yunyun02
26445
317345
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Pangesti Dewi Letari" />{{rh|- 46 -||- 47 -}}</noinclude><poem><center>
::Jang ingat salamanja,
:Dirinja njata terlihat,
::Tida setan di doenja
:Bisa kedja djadi djahat
</poem></center>
<center>XXIX.<br>
LANGIT
<poem>
::Langit loewas adanja,
:Besar tida terlawan:
::Mengoewarkan dalam doenja
:Kabesaran Maha Toehan,
::Jang hidoep salamanja,
:Tida berkamatian.
</poem>
<poem>
::Mata-hari trang njalah,
:Tjahjanja bergoemilang:
::Njatakan moeljanja Allah,
:Tiada dapat dibilang:
::Adanja dari permocla,
:Tetap tra boleh hilang.
</poem>
::Panasnja kras borboran, .
:Garingkan barang basah:
::membri taoe kaäagkaran
:Dari Toehan jang koewasa,
::Jang kodja gocmetaran,
:Hati orang berdosa.
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra terlajan,
:Bening terbitkan sijang:
::Menjatakan kasoetjian,
:Jang tra poenja bajang-bajang,
::Tra poenja kadengkian, .
:Melinkan tjinta dan sajang.
</poem>
<poem>
::Boelan dan bintang-bintang
:Tjemerlang atas awan:
::Mengeberkan waktoe petang
:Kakajaän Maha Toehan.
:Manoesia dan binatang
::Terbagi kasoekaän.
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra borboran,
:Ranja berseri-seri:
::Mengoewarkan kasabaran,
:Soepaja orang tra ngeri;
::Ilangkan goemetaran,
:Balikkan jang berlari,
</poem>
<poem>
::Boemui timboelkan barang,
:Bergoena boewat kita:
::Tanda Allah kita-orang .
:Moerahnja tida terkata;
::Bikin kita taoe trang;
:Allah amat bertjinta.
</poem></center><noinclude></noinclude>
jh8cqkfpc2jyryszmsjfj6p2nppjvdg
317347
317345
2026-09-06T05:35:04Z
Yunyun02
26445
317347
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Pangesti Dewi Letari" />{{rh|- 46 -||- 47 -}}</noinclude><center>
<poem>
::Jang ingat salamanja,
:Dirinja njata terlihat,
::Tida setan di doenja
:Bisa kedja djadi djahat
</poem></center>
<center>XXIX.<br>
LANGIT
<poem>
::Langit loewas adanja,
:Besar tida terlawan:
::Mengoewarkan dalam doenja
:Kabesaran Maha Toehan,
::Jang hidoep salamanja,
:Tida berkamatian.
</poem>
<poem>
::Mata-hari trang njalah,
:Tjahjanja bergoemilang:
::Njatakan moeljanja Allah,
:Tiada dapat dibilang:
::Adanja dari permocla,
:Tetap tra boleh hilang.
</poem>
::Panasnja kras borboran, .
:Garingkan barang basah:
::membri taoe kaäagkaran
:Dari Toehan jang koewasa,
::Jang kodja gocmetaran,
:Hati orang berdosa.
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra terlajan,
:Bening terbitkan sijang:
::Menjatakan kasoetjian,
:Jang tra poenja bajang-bajang,
::Tra poenja kadengkian, .
:Melinkan tjinta dan sajang.
</poem>
<poem>
::Boelan dan bintang-bintang
:Tjemerlang atas awan:
::Mengeberkan waktoe petang
:Kakajaän Maha Toehan.
:Manoesia dan binatang
::Terbagi kasoekaän.
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra borboran,
:Ranja berseri-seri:
::Mengoewarkan kasabaran,
:Soepaja orang tra ngeri;
::Ilangkan goemetaran,
:Balikkan jang berlari,
</poem>
<poem>
::Boemui timboelkan barang,
:Bergoena boewat kita:
::Tanda Allah kita-orang .
:Moerahnja tida terkata;
::Bikin kita taoe trang;
:Allah amat bertjinta.
</poem></center><noinclude></noinclude>
gg19g1k6kusyvi8qpynomu8wn1g3yhf
317350
317347
2026-09-06T05:36:30Z
Yunyun02
26445
317350
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Pangesti Dewi Letari" />{{rh|- 46 -||- 47 -}}</noinclude>
<poem>
::Jang ingat salamanja,
:Dirinja njata terlihat,
::Tida setan di doenja
:Bisa kedja djadi djahat
</poem></center>
<center>XXIX.<br>
LANGIT</center>
<poem>
::Langit loewas adanja,
:Besar tida terlawan:
::Mengoewarkan dalam doenja
:Kabesaran Maha Toehan,
::Jang hidoep salamanja,
:Tida berkamatian.
</poem>
<poem>
::Mata-hari trang njalah,
:Tjahjanja bergoemilang:
::Njatakan moeljanja Allah,
:Tiada dapat dibilang:
::Adanja dari permocla,
:Tetap tra boleh hilang.
</poem>
::Panasnja kras borboran, .
:Garingkan barang basah:
::membri taoe kaäagkaran
:Dari Toehan jang koewasa,
::Jang kodja gocmetaran,
:Hati orang berdosa.
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra terlajan,
:Bening terbitkan sijang:
::Menjatakan kasoetjian,
:Jang tra poenja bajang-bajang,
::Tra poenja kadengkian, .
:Melinkan tjinta dan sajang.
</poem>
<poem>
::Boelan dan bintang-bintang
:Tjemerlang atas awan:
::Mengeberkan waktoe petang
:Kakajaän Maha Toehan.
:Manoesia dan binatang
::Terbagi kasoekaän.
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra borboran,
:Ranja berseri-seri:
::Mengoewarkan kasabaran,
:Soepaja orang tra ngeri;
::Ilangkan goemetaran,
:Balikkan jang berlari,
</poem>
<poem>
::Boemui timboelkan barang,
:Bergoena boewat kita:
::Tanda Allah kita-orang .
:Moerahnja tida terkata;
::Bikin kita taoe trang;
:Allah amat bertjinta.
</poem><noinclude></noinclude>
gumzwu4hnvksdhqjbp3efwmzgiohmi6
317351
317350
2026-09-06T05:37:57Z
Yunyun02
26445
317351
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Pangesti Dewi Letari" />{{rh|- 46 -||- 47 -}}</noinclude>
<poem>
::Jang ingat salamanja,
:Dirinja njata terlihat,
::Tida setan di doenja
:Bisa kedja djadi djahat
</poem></center>
<center>XXIX.<br>
LANGIT</center>
<poem>
::Langit loewas adanja,
:Besar tida terlawan:
::Mengoewarkan dalam doenja
:Kabesaran Maha Toehan,
::Jang hidoep salamanja,
:Tida berkamatian.
</poem>
<poem>
::Mata-hari trang njalah,
:Tjahjanja bergoemilang:
::Njatakan moeljanja Allah,
:Tiada dapat dibilang:
::Adanja dari permocla,
:Tetap tra boleh hilang.
</poem>
<poem>
::Panasnja kras borboran, .
:Garingkan barang basah:
::membri taoe kaäagkaran
:Dari Toehan jang koewasa,
::Jang kodja gocmetaran,
:Hati orang berdosa.
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra terlajan,
:Bening terbitkan sijang:
::Menjatakan kasoetjian,
:Jang tra poenja bajang-bajang,
::Tra poenja kadengkian, .
:Melinkan tjinta dan sajang.
</poem>
<poem>
::Boelan dan bintang-bintang
:Tjemerlang atas awan:
::Mengeberkan waktoe petang
:Kakajaän Maha Toehan.
:Manoesia dan binatang
::Terbagi kasoekaän.
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra borboran,
:Ranja berseri-seri:
::Mengoewarkan kasabaran,
:Soepaja orang tra ngeri;
::Ilangkan goemetaran,
:Balikkan jang berlari,
</poem>
<poem>
::Boemui timboelkan barang,
:Bergoena boewat kita:
::Tanda Allah kita-orang .
:Moerahnja tida terkata;
::Bikin kita taoe trang;
:Allah amat bertjinta.
</poem><noinclude></noinclude>
ioo1g50sskwahaffs8dtp7i1e6kq0ud
317354
317351
2026-09-06T05:39:19Z
Yunyun02
26445
317354
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Pangesti Dewi Letari" />{{rh|- 46 -||- 47 -}}</noinclude>
<poem>
::Jang ingat salamanja,
:Dirinja njata terlihat,
::Tida setan di doenja
:Bisa kedja djadi djahat
</poem></center>
<center>XXIX.<br>
LANGIT</center>
<poem>
::Langit loewas adanja,
:Besar tida terlawan:
::Mengoewarkan dalam doenja
:Kabesaran Maha Toehan,
::Jang hidoep salamanja,
:Tida berkamatian.<br>
</poem>
<poem>
::Mata-hari trang njalah,
:Tjahjanja bergoemilang:
::Njatakan moeljanja Allah,
:Tiada dapat dibilang:
::Adanja dari permocla,
:Tetap tra boleh hilang.<br>
</poem>
<poem>
::Panasnja kras borboran, .
:Garingkan barang basah:
::membri taoe kaäagkaran
:Dari Toehan jang koewasa,
::Jang kodja gocmetaran,
:Hati orang berdosa.<br>
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra terlajan,
:Bening terbitkan sijang:
::Menjatakan kasoetjian,
:Jang tra poenja bajang-bajang,
::Tra poenja kadengkian, .
:Melinkan tjinta dan sajang.<br>
</poem>
<poem>
::Boelan dan bintang-bintang
:Tjemerlang atas awan:
::Mengeberkan waktoe petang
:Kakajaän Maha Toehan.
:Manoesia dan binatang
::Terbagi kasoekaän.<br>
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra borboran,
:Ranja berseri-seri:
::Mengoewarkan kasabaran,
:Soepaja orang tra ngeri;
::Ilangkan goemetaran,
:Balikkan jang berlari,<br>
</poem>
<poem>
::Boemui timboelkan barang,
:Bergoena boewat kita:
::Tanda Allah kita-orang .
:Moerahnja tida terkata;
::Bikin kita taoe trang;
:Allah amat bertjinta.<br>
</poem><noinclude></noinclude>
rf192yafrect3eopd6tgrqdfqk6mx6z
317356
317354
2026-09-06T05:40:57Z
Yunyun02
26445
317356
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Pangesti Dewi Letari" />{{rh|- 46 -||- 47 -}}</noinclude>
<poem>
::Jang ingat salamanja,
:Dirinja njata terlihat,
::Tida setan di doenja
:Bisa kedja djadi djahat
</poem></center>
<center>XXIX.<br>
LANGIT</center>
<poem>
::Langit loewas adanja,
:Besar tida terlawan:
::Mengoewarkan dalam doenja
:Kabesaran Maha Toehan,
::Jang hidoep salamanja,
:Tida berkamatian.
</poem>
<br>
<poem>
::Mata-hari trang njalah,
:Tjahjanja bergoemilang:
::Njatakan moeljanja Allah,
:Tiada dapat dibilang:
::Adanja dari permocla,
:Tetap tra boleh hilang.<br>
</poem>
<poem>
::Panasnja kras borboran, .
:Garingkan barang basah:
::membri taoe kaäagkaran
:Dari Toehan jang koewasa,
::Jang kodja gocmetaran,
:Hati orang berdosa.<br>
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra terlajan,
:Bening terbitkan sijang:
::Menjatakan kasoetjian,
:Jang tra poenja bajang-bajang,
::Tra poenja kadengkian, .
:Melinkan tjinta dan sajang.<br>
</poem>
<poem>
::Boelan dan bintang-bintang
:Tjemerlang atas awan:
::Mengeberkan waktoe petang
:Kakajaän Maha Toehan.
:Manoesia dan binatang
::Terbagi kasoekaän.<br>
</poem>
<poem>
::Sinarnja tra borboran,
:Ranja berseri-seri:
::Mengoewarkan kasabaran,
:Soepaja orang tra ngeri;
::Ilangkan goemetaran,
:Balikkan jang berlari,<br>
</poem>
<poem>
::Boemui timboelkan barang,
:Bergoena boewat kita:
::Tanda Allah kita-orang .
:Moerahnja tida terkata;
::Bikin kita taoe trang;
:Allah amat bertjinta.<br>
</poem><noinclude></noinclude>
pjmrnzxykz8uz7hwdytzk7iqkoe8q81
317357
317356
2026-09-06T05:42:51Z
Yunyun02
26445
317357
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Pangesti Dewi Letari" />{{rh|- 46 -||- 47 -}}</noinclude>
<poem>
::Jang ingat salamanja,
:Dirinja njata terlihat,
::Tida setan di doenja
:Bisa kedja djadi djahat
</poem></center>
<center>-----<br>
<center>XXIX.<br>
LANGIT</center>
<poem>
::Langit loewas adanja,
:Besar tida terlawan:
::Mengoewarkan dalam doenja
:Kabesaran Maha Toehan,
::Jang hidoep salamanja,
:Tida berkamatian.
</poem>
<br>
<poem>
::Mata-hari trang njalah,
:Tjahjanja bergoemilang:
::Njatakan moeljanja Allah,
:Tiada dapat dibilang:
::Adanja dari permocla,
:Tetap tra boleh hilang.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Panasnja kras borboran, .
:Garingkan barang basah:
::membri taoe kaäagkaran
:Dari Toehan jang koewasa,
::Jang kodja gocmetaran,
:Hati orang berdosa.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Sinarnja tra terlajan,
:Bening terbitkan sijang:
::Menjatakan kasoetjian,
:Jang tra poenja bajang-bajang,
::Tra poenja kadengkian, .
:Melinkan tjinta dan sajang.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Boelan dan bintang-bintang
:Tjemerlang atas awan:
::Mengeberkan waktoe petang
:Kakajaän Maha Toehan.
:Manoesia dan binatang
::Terbagi kasoekaän.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Sinarnja tra borboran,
:Ranja berseri-seri:
::Mengoewarkan kasabaran,
:Soepaja orang tra ngeri;
::Ilangkan goemetaran,
:Balikkan jang berlari,<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Boemui timboelkan barang,
:Bergoena boewat kita:
::Tanda Allah kita-orang .
:Moerahnja tida terkata;
::Bikin kita taoe trang;
:Allah amat bertjinta.<br>
</poem><noinclude></noinclude>
9rvmsgtzcitnj9eevjjs9izk1hts1h5
317359
317357
2026-09-06T05:44:02Z
Yunyun02
26445
317359
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Pangesti Dewi Letari" />{{rh|- 46 -||- 47 -}}</noinclude>
<poem>
::Jang ingat salamanja,
:Dirinja njata terlihat,
::Tida setan di doenja
:Bisa kedja djadi djahat
</poem></center>
<center>-----<br></center>
<center>XXIX.<br>
LANGIT</center>
<poem>
::Langit loewas adanja,
:Besar tida terlawan:
::Mengoewarkan dalam doenja
:Kabesaran Maha Toehan,
::Jang hidoep salamanja,
:Tida berkamatian.
</poem>
<br>
<poem>
::Mata-hari trang njalah,
:Tjahjanja bergoemilang:
::Njatakan moeljanja Allah,
:Tiada dapat dibilang:
::Adanja dari permocla,
:Tetap tra boleh hilang.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Panasnja kras borboran, .
:Garingkan barang basah:
::membri taoe kaäagkaran
:Dari Toehan jang koewasa,
::Jang kodja gocmetaran,
:Hati orang berdosa.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Sinarnja tra terlajan,
:Bening terbitkan sijang:
::Menjatakan kasoetjian,
:Jang tra poenja bajang-bajang,
::Tra poenja kadengkian, .
:Melinkan tjinta dan sajang.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Boelan dan bintang-bintang
:Tjemerlang atas awan:
::Mengeberkan waktoe petang
:Kakajaän Maha Toehan.
:Manoesia dan binatang
::Terbagi kasoekaän.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Sinarnja tra borboran,
:Ranja berseri-seri:
::Mengoewarkan kasabaran,
:Soepaja orang tra ngeri;
::Ilangkan goemetaran,
:Balikkan jang berlari,<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Boemui timboelkan barang,
:Bergoena boewat kita:
::Tanda Allah kita-orang .
:Moerahnja tida terkata;
::Bikin kita taoe trang;
:Allah amat bertjinta.<br>
</poem><noinclude></noinclude>
5tz1rx2r2v195t8wnk7u12h1x2p5zxh
317362
317359
2026-09-06T05:46:30Z
Yunyun02
26445
/* Tervalidasi */
317362
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Yunyun02" />{{rh|- 46 -||- 47 -}}</noinclude>
<poem>
::Jang ingat salamanja,
:Dirinja njata terlihat,
::Tida setan di doenja
:Bisa kedja djadi djahat
</poem></center>
<center>-----<br></center>
<center>XXIX.<br>
LANGIT</center>
<poem>
::Langit loewas adanja,
:Besar tida terlawan:
::Mengoewarkan dalam doenja
:Kabesaran Maha Toehan,
::Jang hidoep salamanja,
:Tida berkamatian.
</poem>
<br>
<poem>
::Mata-hari trang njalah,
:Tjahjanja bergoemilang:
::Njatakan moeljanja Allah,
:Tiada dapat dibilang:
::Adanja dari permocla,
:Tetap tra boleh hilang.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Panasnja kras borboran, .
:Garingkan barang basah:
::membri taoe kaäagkaran
:Dari Toehan jang koewasa,
::Jang kodja gocmetaran,
:Hati orang berdosa.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Sinarnja tra terlajan,
:Bening terbitkan sijang:
::Menjatakan kasoetjian,
:Jang tra poenja bajang-bajang,
::Tra poenja kadengkian, .
:Melinkan tjinta dan sajang.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Boelan dan bintang-bintang
:Tjemerlang atas awan:
::Mengeberkan waktoe petang
:Kakajaän Maha Toehan.
:Manoesia dan binatang
::Terbagi kasoekaän.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Sinarnja tra borboran,
:Ranja berseri-seri:
::Mengoewarkan kasabaran,
:Soepaja orang tra ngeri;
::Ilangkan goemetaran,
:Balikkan jang berlari,<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Boemui timboelkan barang,
:Bergoena boewat kita:
::Tanda Allah kita-orang .
:Moerahnja tida terkata;
::Bikin kita taoe trang;
:Allah amat bertjinta.<br>
</poem><noinclude></noinclude>
oeakn9irygv5z6bexrqojbgqfbw3568
317364
317362
2026-09-06T05:49:56Z
Afifah Salma
26781
/* Telah diuji baca */
317364
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Afifah Salma" />{{rh|- 46 -||- 47 -}}</noinclude>
<poem>
::Jang ingat salamanja,
:Dirinja njata terlihat,
::Tida setan di doenja
:Bisa kedja djadi djahat
</poem></center>
<center>-----<br></center>
<center>XXIX.<br>
LANGIT</center>
<poem>
::Langit loewas adanja,
:Besar tida terlawan:
::Mengoewarkan dalam doenja
:Kabesaran Maha Toehan,
::Jang hidoep salamanja,
:Tida berkamatian.
</poem>
<br>
<poem>
::Mata-hari trang njalah,
:Tjahjanja bergoemilang:
::Njatakan moeljanja Allah,
:Tiada dapat dibilang:
::Adanja dari permocla,
:Tetap tra boleh hilang.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Panasnja kras borboran, .
:Garingkan barang basah:
::membri taoe kaäagkaran
:Dari Toehan jang koewasa,
::Jang kodja gocmetaran,
:Hati orang berdosa.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Sinarnja tra terlajan,
:Bening terbitkan sijang:
::Menjatakan kasoetjian,
:Jang tra poenja bajang-bajang,
::Tra poenja kadengkian, .
:Melinkan tjinta dan sajang.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Boelan dan bintang-bintang
:Tjemerlang atas awan:
::Mengeberkan waktoe petang
:Kakajaän Maha Toehan.
:Manoesia dan binatang
::Terbagi kasoekaän.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Sinarnja tra borboran,
:Ranja berseri-seri:
::Mengoewarkan kasabaran,
:Soepaja orang tra ngeri;
::Ilangkan goemetaran,
:Balikkan jang berlari,<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Boemui timboelkan barang,
:Bergoena boewat kita:
::Tanda Allah kita-orang .
:Moerahnja tida terkata;
::Bikin kita taoe trang;
:Allah amat bertjinta.<br>
</poem><noinclude></noinclude>
rdxbfth9e2h56a6eke9p6sty2wfxl1i
317377
317364
2026-09-06T06:12:08Z
Yunyun02
26445
/* Tervalidasi */
317377
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Yunyun02" />{{rh|- 46 -||- 47 -}}</noinclude>
<poem>
::Jang ingat salamanja,
:Dirinja njata terlihat,
::Tida setan di doenja
:Bisa kedja djadi djahat
</poem></center>
<center>-----<br></center>
<center>XXIX.<br>
LANGIT</center>
<poem>
::Langit loewas adanja,
:Besar tida terlawan:
::Mengoewarkan dalam doenja
:Kabesaran Maha Toehan,
::Jang hidoep salamanja,
:Tida berkamatian.
</poem>
<br>
<poem>
::Mata-hari trang njalah,
:Tjahjanja bergoemilang:
::Njatakan moeljanja Allah,
:Tiada dapat dibilang:
::Adanja dari permocla,
:Tetap tra boleh hilang.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Panasnja kras borboran, .
:Garingkan barang basah:
::membri taoe kaäagkaran
:Dari Toehan jang koewasa,
::Jang kodja gocmetaran,
:Hati orang berdosa.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Sinarnja tra terlajan,
:Bening terbitkan sijang:
::Menjatakan kasoetjian,
:Jang tra poenja bajang-bajang,
::Tra poenja kadengkian, .
:Melinkan tjinta dan sajang.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Boelan dan bintang-bintang
:Tjemerlang atas awan:
::Mengeberkan waktoe petang
:Kakajaän Maha Toehan.
:Manoesia dan binatang
::Terbagi kasoekaän.<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Sinarnja tra borboran,
:Ranja berseri-seri:
::Mengoewarkan kasabaran,
:Soepaja orang tra ngeri;
::Ilangkan goemetaran,
:Balikkan jang berlari,<br>
</poem>
<br>
<poem>
::Boemui timboelkan barang,
:Bergoena boewat kita:
::Tanda Allah kita-orang .
:Moerahnja tida terkata;
::Bikin kita taoe trang;
:Allah amat bertjinta.<br>
</poem><noinclude></noinclude>
oeakn9irygv5z6bexrqojbgqfbw3568
317392
317377
2026-09-06T11:01:22Z
Cgjkldn
22445
317392
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Yunyun02" />{{rh|- 46 -||- 47 -}}</noinclude><poem>
Jang ingat salamanja,
Dirinja njata terlihat,
Tida setan di doenja
Bisa kedja djadi djahat
-----
XXIX.
LANGIT
Langit loewas adanja,
Besar tida terlawan:
Mengoewarkan dalam doenja
Kabesaran Maha Toehan,
Jang hidoep salamanja,
Tida berkamatian.
Mata-hari trang njalah,
Tjahjanja bergoemilang:
Njatakan moeljanja Allah,
Tiada dapat dibilang:
Adanja dari permocla,
Tetap tra boleh hilang.
Panasnja kras borboran, .
Garingkan barang basah:
membri taoe kaäagkaran
Dari Toehan jang koewasa,
Jang kodja gocmetaran,
Hati orang berdosa.
Sinarnja tra terlajan,
Bening terbitkan sijang:
Menjatakan kasoetjian,
Jang tra poenja bajang-bajang,
Tra poenja kadengkian, .
Melinkan tjinta dan sajang.
Boelan dan bintang-bintang
Tjemerlang atas awan:
Mengeberkan waktoe petang
Kakajaän Maha Toehan.
Manoesia dan binatang
Terbagi kasoekaän.
Sinarnja tra borboran,
Ranja berseri-seri:
Mengoewarkan kasabaran,
Soepaja orang tra ngeri;
Ilangkan goemetaran,
Balikkan jang berlari,
Boemui timboelkan barang,
Bergoena boewat kita:
Tanda Allah kita-orang .
Moerahnja tida terkata;
Bikin kita taoe trang;
Allah amat bertjinta.
</poem><noinclude></noinclude>
svvomaxayuh9bd76idvqdsg71vcyr3c
Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/29
104
114719
317321
2026-09-06T05:04:13Z
Srijembarrahayu
21172
/* Telah diuji baca */
317321
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>― Aha Tut ciangkun, selamat pagi ! Apakah tidurmu enak?
Selama Tut liong gie belum mendapatkan bukti tentang matinya Tek ceng, ia belum mau pulang kenegerinya. Inilah yang membuat menteri Durna itu gelisah dan amat jengkel perasaannya.
<br>Jenderal Tut liong gie membalas hormat Durna Bang hong.
Ia langsung menarik sebuah kursi dan duduk dihadapan Bang hong.
― Bagaimana Kok tiang tentang Tek ceng ? Dengan diungkapkannya pusaka palsu itu apakah baginda menjatuhi hukuman mati atas dirinya.
Bang bong tertawa kecut, ia menggelengkan gelengkan kepalanya.
― Hah? Lalu apakah hukumannya? Mendesak jenderal Tut long gie dengan gugup.
Pada waktu baginda memeriksa perkaranya, disamping menteri Sam boat sie dari mahkamah agung, hadir pula menteri kehakiman Pauw bun cin.
Pauw bun cinlah vg membela anjing Tek ceng itu secara ngotot sehingga mau mengubah keputusan<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
96iyfz5m60jz49fl4af02yx15bufdr0
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/23
104
114720
317324
2026-09-06T05:05:50Z
TyoAriSetiadi
26775
/* Telah diuji baca */
317324
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="TyoAriSetiadi" />{{rh|- 34 - | |- 35 -}}</noinclude>I
- :34 -
-
Pradja. '
Nanti doeloe, sobat! - itoe nanti.
O! kaoe njata salah mengarti.
Djangan main sekarang, 'In !
Kaloe main doeloean, socdah pasti,
Kaoe teroes malas brenti. Kerdja doeloe, baroe main.
*
Si, Piïn lantas simpan kaletjinja
Ka dalam sakoe badjoenja,
Sembari tertawa;
Ija lantas ambil boekoenja,
Teroes doedoek deket sobatnja,
. Membátja bockoe bordoewa.
xx
ANDJING
KOEROES~.
Si Maika, satoe anak prampoewan, tjoetji beras
di pinggir kali. Ija dapat lihat anak-anak nakal
seret-scrot andjing koerces dan maoe lempar ka
kali. -,, "Keing! Keinq!" bagito itoe andjing triak
sapandjang -djalan, Si Maika merasa kasihan pada
andjing itoe; ija ' lantas, beli sapitjis, soepaja tida
-35-
djadi diboewang. Ija toentoon 'andjing itoe, bawa
poelang ka roemah dan kasih makan nasi. Itoe
andjing djadi girang sekali : ija tjioem-tjioem sadja
kakinja si Maika dan lompat-lompat sembari gojang boentoet Kaloe si Maika djalan, andjing itoe
ikoetin sadja sama dija
Waktoe malam si Maika tidoer; ija poenja andjing
tidoer di kolong bale tampat-tidoernja. Tiada lama,
andjing itoe lantas tra maoe diam: ija 'gonggong-gonggong sadja ka kolong bale. Si Maika tiada
taoe, mcngapa itoe andjing tra maoo diám; ija lantas melihat ka kolong bale.
Baroe sadja ija menempo, ija lantas lari pergi
panggil bapanja Mengapa ija panggil bapanja?
- Ada orang. Ada maling pake golok pontang
, semboeni di kolong bale, Itoe maling maoe matiïn
si Maika ija maoe tjolong pendingnja. - Ach !
baik djoega kataoeän: kaloe tida, tautoe si Maika
kena dipotong maling!. - "Bapa ada maling! ada
maling di kolong!" bagitoe si Maika bilang dengan
lekas pada bapanja. Bapanja lantas lompat ambil
toembak dan rodjok maling .itoe, sampe ija satengah mati.
,, Hai, Maika!" kata emanja si Mika itoe: ,,baik
djoega kaoe ada poenja hati kasihan sama itoe
andjing, jang orang maoe boewang idoep-idoep ka<noinclude></noinclude>
doji36cnme9ez14f448j264t1i7z7j4
317365
317324
2026-09-06T05:51:50Z
Akhsan Bae
26459
/* Tervalidasi */
317365
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Akhsan Bae" />{{rh|- 34 - | |- 35 -}}</noinclude>I
- :34 -
-
Pradja. '
Nanti doeloe, sobat! - itoe nanti.
O! kaoe njata salah mengarti.
Djangan main sekarang, 'In !
Kaloe main doeloean, socdah pasti,
Kaoe teroes malas brenti. Kerdja doeloe, baroe main.
*
Si, Piïn lantas simpan kaletjinja
Ka dalam sakoe badjoenja,
Sembari tertawa;
Ija lantas ambil boekoenja,
Teroes doedoek deket sobatnja,
. Membátja bockoe bordoewa.
xx
ANDJING
KOEROES~.
Si Maika, satoe anak prampoewan, tjoetji beras
di pinggir kali. Ija dapat lihat anak-anak nakal
seret-scrot andjing koerces dan maoe lempar ka
kali. -,, "Keing! Keinq!" bagito itoe andjing triak
sapandjang -djalan, Si Maika merasa kasihan pada
andjing itoe; ija ' lantas, beli sapitjis, soepaja tida
-35-
djadi diboewang. Ija toentoon 'andjing itoe, bawa
poelang ka roemah dan kasih makan nasi. Itoe
andjing djadi girang sekali : ija tjioem-tjioem sadja
kakinja si Maika dan lompat-lompat sembari gojang boentoet Kaloe si Maika djalan, andjing itoe
ikoetin sadja sama dija
Waktoe malam si Maika tidoer; ija poenja andjing
tidoer di kolong bale tampat-tidoernja. Tiada lama,
andjing itoe lantas tra maoe diam: ija 'gonggong-gonggong sadja ka kolong bale. Si Maika tiada
taoe, mcngapa itoe andjing tra maoo diám; ija lantas melihat ka kolong bale.
Baroe sadja ija menempo, ija lantas lari pergi
panggil bapanja Mengapa ija panggil bapanja?
- Ada orang. Ada maling pake golok pontang
, semboeni di kolong bale, Itoe maling maoe matiïn
si Maika ija maoe tjolong pendingnja. - Ach !
baik djoega kataoeän: kaloe tida, tautoe si Maika
kena dipotong maling!. - "Bapa ada maling! ada
maling di kolong!" bagitoe si Maika bilang dengan
lekas pada bapanja. Bapanja lantas lompat ambil
toembak dan rodjok maling .itoe, sampe ija satengah mati.
,, Hai, Maika!" kata emanja si Mika itoe: ,,baik
djoega kaoe ada poenja hati kasihan sama itoe
andjing, jang orang maoe boewang idoep-idoep ka<noinclude></noinclude>
1k1545lfln7llffyt1l353tos6bmzcd
317369
317365
2026-09-06T05:56:20Z
Akhsan Bae
26459
317369
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Akhsan Bae" />{{rh|- 34 - | |- 35 -}}</noinclude>
Pradja. '
Nanti doeloe, sobat! - itoe nanti.
O! kaoe njata salah mengarti.
Djangan main sekarang, 'In !
Kaloe main doeloean, socdah pasti,
Kaoe teroes malas brenti. Kerdja doeloe, baroe main.
*
Si, Piïn lantas simpan kaletjinja
Ka dalam sakoe badjoenja,
Sembari tertawa;
Ija lantas ambil boekoenja,
Teroes doedoek deket sobatnja,
. Membátja bockoe bordoewa.
xx
<center>'''ANDJING KOEROES.'''</center>
Si Maika, satoe anak prampoewan, tjoetji beras
di pinggir kali. Ija dapat lihat anak-anak nakal
seret-scrot andjing koerces dan maoe lempar ka
kali. -,, "Keing! Keinq!" bagito itoe andjing triak
sapandjang -djalan, Si Maika merasa kasihan pada
andjing itoe; ija ' lantas, beli sapitjis, soepaja tida
djadi diboewang. Ija toentoon 'andjing itoe, bawa
poelang ka roemah dan kasih makan nasi. Itoe
andjing djadi girang sekali : ija tjioem-tjioem sadja
kakinja si Maika dan lompat-lompat sembari gojang boentoet Kaloe si Maika djalan, andjing itoe
ikoetin sadja sama dija
Waktoe malam si Maika tidoer; ija poenja andjing
tidoer di kolong bale tampat-tidoernja. Tiada lama,
andjing itoe lantas tra maoe diam: ija 'gonggong-gonggong sadja ka kolong bale. Si Maika tiada
taoe, mcngapa itoe andjing tra maoo diám; ija lantas melihat ka kolong bale.
Baroe sadja ija menempo, ija lantas lari pergi
panggil bapanja Mengapa ija panggil bapanja?
- Ada orang. Ada maling pake golok pontang
, semboeni di kolong bale, Itoe maling maoe matiïn
si Maika ija maoe tjolong pendingnja. - Ach !
baik djoega kataoeän: kaloe tida, tautoe si Maika
kena dipotong maling!. - "Bapa ada maling! ada
maling di kolong!" bagitoe si Maika bilang dengan
lekas pada bapanja. Bapanja lantas lompat ambil
toembak dan rodjok maling .itoe, sampe ija satengah mati.
,, Hai, Maika!" kata emanja si Mika itoe: ,,baik
djoega kaoe ada poenja hati kasihan sama itoe
andjing, jang orang maoe boewang idoep-idoep ka<noinclude></noinclude>
h415wtzfng0d1mue9o2klubff2e16xm
317375
317369
2026-09-06T06:03:50Z
Akhsan Bae
26459
317375
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Akhsan Bae" />{{rh|- 34 - | |- 35 -}}</noinclude><poem>
<center>'''''Pradja.'''''</center>
::Nanti doeloe, sobat! - itoe nanti.
::O! kaoe njata salah mengarti.
:::Djangan main sekarang, 'In !
::Kaloe main doeloean, socdah pasti,
::Kaoe teroes malas brenti. Kerdja doeloe, baroe main.
<center>*</center>
::Si, Piïn lantas simpan kaletjinja
::Ka dalam sakoe badjoenja,
:::Sembari tertawa;
::Ija lantas ambil boekoenja,
::Teroes doedoek deket sobatnja,
:::.Membátja bockoe bordoewa.
</poem>
<center>'''xx'''</center>
<center>'''ANDJING KOEROES.'''</center>
Si Maika, satoe anak prampoewan, tjoetji beras
di pinggir kali. Ija dapat lihat anak-anak nakal
seret-scrot andjing koerces dan maoe lempar ka
kali. -,, "Keing! Keinq!" bagito itoe andjing triak
sapandjang -djalan, Si Maika merasa kasihan pada
andjing itoe; ija ' lantas, beli sapitjis, soepaja tida
djadi diboewang. Ija toentoon 'andjing itoe, bawa
poelang ka roemah dan kasih makan nasi. Itoe
andjing djadi girang sekali : ija tjioem-tjioem sadja
kakinja si Maika dan lompat-lompat sembari gojang boentoet Kaloe si Maika djalan, andjing itoe
ikoetin sadja sama dija.
Waktoe malam si Maika tidoer; ija poenja andjing
tidoer di kolong bale tampat-tidoernja. Tiada lama,
andjing itoe lantas tra maoe diam: ija 'gonggong-gonggong sadja ka kolong bale. Si Maika tiada
taoe, mcngapa itoe andjing tra maoo diám; ija lantas melihat ka kolong bale.
Baroe sadja ija menempo, ija lantas lari pergi
panggil bapanja Mengapa ija panggil bapanja?
- Ada orang. Ada maling pake golok pontang
, semboeni di kolong bale, Itoe maling maoe matiïn
si Maika ija maoe tjolong pendingnja. - Ach !
baik djoega kataoeän: kaloe tida, tautoe si Maika
kena dipotong maling!. - "Bapa ada maling! ada
maling di kolong!" bagitoe si Maika bilang dengan
lekas pada bapanja. Bapanja lantas lompat ambil
toembak dan rodjok maling .itoe, sampe ija satengah mati.
"Hai, Maika!" kata emanja si Mika itoe: ,,baik
djoega kaoe ada poenja hati kasihan sama itoe
andjing, jang orang maoe boewang idoep-idoep ka<noinclude></noinclude>
0b540031rx5uzayyjdrh235m6jpsncs
Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/30
104
114721
317325
2026-09-06T05:08:45Z
Srijembarrahayu
21172
/* Telah diuji baca */
317325
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>yg telah dijatuhkan atas diri anjing keparat itu. Ia tidak jadi dihukum mati - - hanya dihukum buang kedaerah Yu liongya selama tiga tahun.
Jenderal Tut liong gie amat geram dan marah, wajahnya berubah menjadi merah padam dan dengan tinjunya ia memukul mukul pahanya sendiri.
― Sayang - sayang - sampai kapankah aku baru bisa pulang kenegeriku? Selama Tek ceng belum mampus cara bagaimana aku bisa ke bali ? Rajaku ingin suatu bukti yg kuat. Tanpa itu aku tak berani pulang - - - Durna Bang hong sendiri amat kecut dan sedih. Dalam ia berpikir.
Celaka kalau anjing Tek ceng itu tak mampus keadaanku akan berbahaya.
<br>Kalau sampai ada mata² Pauw bun cin yg melihat orang2 asing² itu, kembali rahasiaku bakal terbongkar - Aih - benar2 koojoor — kojor ping pitu likur !
Aku harus berdaya upaya sehingga ia secepatnya mau meninggalkan gedungku ini.
Bang hong kembali membuat senyuman dengan pasti<noinclude>{{rh|30}}</noinclude>
l363fzn0zgexyzb8hnf95tddaxyddg6
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/26
104
114722
317358
2026-09-06T05:43:10Z
Riatunsk
26460
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' Satoe andjing itam bekalahi sama andjing belang, Sebab ija berdoewa mereboet sapotong toelang. Si belang kalah, lantas berlari poelang; Si itam maoe moelai makan, tapi toelang 'dah ilang: Satoe andjing poetih soedah bawa lari tjongklang. XXIV. KEMBANG ROS. "Si! mengapatah kembang ros ini Sebentar sadja soedah djadi bagini! Ija ada wangi, segar dan montok, Pada waktoe hari baroe trang. Sekarang ija lajoe dan rontok. . . Mana dija bagocsnja soka...
317358
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Riatunsk" /></noinclude>
Satoe andjing itam bekalahi sama andjing belang,
Sebab ija berdoewa mereboet sapotong toelang.
Si belang kalah, lantas berlari poelang;
Si itam maoe moelai makan, tapi toelang 'dah ilang:
Satoe andjing poetih soedah bawa lari tjongklang.
XXIV.
KEMBANG ROS.
"Si! mengapatah kembang ros ini
Sebentar sadja soedah djadi bagini!
Ija ada wangi, segar dan montok,
Pada waktoe hari baroe trang.
Sekarang ija lajoe dan rontok. . .
Mana dija bagocsnja sokarang illt
Bagitoe si Mina berkata-kata,
Dengan berlinang ajer di mata,
Ibocnja lantas kata padanja: .
Kaoe tra ingat, upa bapamoc bilaug iI
Segala kamoeljaän di qoenja,
Samoewa gampang linjap terhilang.
Rasa sakit serta rasa karoeglan,
ltoe poen djadi manoesia poenja bugian.
Atsalnja hal itoe terbit dari pada dosa,
Jang bertimbaug dengan hockoeman berat,
Lantaran itoe, Toeban Maha Koewasa
Membildn kita ingat achirat,
-
41 "----...
xxv,:
KENDOR.
Kendor atuwa soeka ajal-ajalan,
Itoo tjatjatnja si Sahari:
Kaloe ada sedikit kerdjaän,
Ditoende sampe lain hari.
Ija soedah boli kajoe bakar sagetek,
Akan djoewal koteng di pasar.
'.
Ija tarik itoe ka pinggir, tampat tjetek,
Ikat di satoe poehoen besar.
Hubis ikat getok itoe koewat-koewat,
Jja lautas berdjalan poelang.
Bapanja bilang, buik lantas diangkat:
Kaloe tiada, nanti terhilang.
'I'api Sahari itoe berkata,
Besok djocga ada harl;
Dekat pada roeniah kita,
Masa ada orang tjoer! !
Waktoe malam ada toeroen hoedjan besar,
Sampe Iebel' segala kali.
Si 8ahari poonja kajoo bakar
k~sap~o bandjir, -mlllng saml:.~Bka!i . . .<noinclude></noinclude>
igewpn5og54lhtep8q7cj2fu4encxme
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/30
104
114723
317360
2026-09-06T05:44:52Z
Pangesti Dewi Letari
26777
/* Belum diuji baca */
317360
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Pangesti Dewi Letari" />{{rh|- 48 -||- 49 -}}</noinclude><poem>
::Manoesia dan heiwan,
:Barang amat adjaib:
::Kanjataän boedi Toehan,
:Jang ada teramat gaib;
::Boektinja pakerdjaän,
:Terboewat dengen tertib.
</poem>
<center><br>XXX.</center>
<center><br>KE~IBANG-KEMBANG.</center>
<poem>
::Djaksa Boedin panggil doktor, kerna anaknja
jang prampoewan, Ericng Otji namanja, ada sakit.
::Kamarin sore Eneng OtJi tida koerang apa-apa;
tapi di ini pagi ada lain sekali. Ija tida maoe
toeroen dari tampat tidoer, sebab antero badannja
merasa lesoe, kapalanja .sakit dan berat.
</poem>
<poem>
::Doktor datang, dan.dapat lihat di pembaringannja
Eneng Otji, satoe piring besar berisi roepa-roepa
kembang wangi: ada kernbang ros, ada kembang
melati dan lain-lain.
</poem>
<poem>
Sahabis lihat kaädaännja Eneng Otji, Toewan
doktor itoe menanja: Apa inî sapîring kembang
ada di sini dari kamarin?"
"Ja," sahoet Djaksa: nini anak soeka sekali
sama kembang, kamarin sore ijasoedah beli kembang-kambang ~to~ dan tare . di dalam ini pembaringannja senti;'ri."
</poem>
<poem>
Doktor lantas berkata: ~ Ha I itoelah tida baik.
Ini kembang-kembang [ang soedah bikin anak ini
dapat saklt, Lakaslah bawa pergi itoe dari sini."
</poem>
<poem>
::Itoe kembang lautas dibawa pergi ka loewar
kamar, dan Toewan doktor toelis soerat obat.
::Sahabis toelis soerat itoe, Toewan doktor berkata : " Djangan sekali orang tidoer dengan membawa kambang-kernbang ka dalam pembariogan,
sobab wanginja kembang-kembang ada bikin roesak oedara Kita-oreng ada hidoep di dalam oedara, sama djoega ikan hidoep di dalam ajer. Kaloc ajer ditaroïn toeba, sobentar djoega ikan-ikan
jang ada di sitoe, djadi satengah mati.Kaloe eedara
dibikin roesak dengan wanginja kembang, itoelah
ada seperti ditaroïn ratjoen: dan orang jang menapas
di sitoe, boleh dapat sakit seperti ini Eneng Otjij
lebih lagi kaloe kembang ada banjak. Daritoe djangan sekali orang taro kembang di dalain katnar
jang rapat, lebih lagi di dalam pembaringan. 0,
itoe salah sekali I"
</poem>
<poem>
::Enong Oiji djadi bengong : ija tida sekali kira
ada perkara vbagitoe. Ija lantas bilaug pada iboebapanja, jang ija tida maoe lagl-lagi bawa kernbang ka tampat tidoer.
</poem><noinclude></noinclude>
q7zgx0zwqpafdb4z11ho6anmdnrn3ut
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/28
104
114724
317361
2026-09-06T05:44:57Z
Afifah Salma
26781
/* Belum diuji baca */
317361
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Afifah Salma" /></noinclude>· ~-:'
'44- --
.: - '"Saina I" kata si Peang: '" sekaràng"tida orang;
'joe kita ratak apa-apa jang enak?"
"Ratak apa?" si Saina menanja sembari mesam.
,,'Toe di tenong iboe taro wadji t," sahoet si Peang. Si Saina tida maoe, ija berkstar IJ Kaoe tida
lihat di sitoe negla ka belakang P Hoe Pa Iko lagi
belah kajoej ija nanti lihat dan kasih taoe pada
lboe ."
"Kita ka pangkeng I kita ka pangkeng I" kata si
Poang: "di kolong bale ada djeroek. Di sitoe ge,lap; tida jang lihat sama kita."
"Masa l" sahoet si Saina: "kendati di tampat gelap, ada djoega jang lih&.t kita,"
"Silipa lihat kita?"
"Tjoba ingat-ingat," sahoet Saina: "iboe kata siapa, jang melihat sadja, kendati di tampat gelap ?"
,,0, betoei!" sahoet si Peang: IJ baikkaoe ingatin.
-Toehan Allah lihat kita, kendati kita ada di tam' pat gelap I Bagimana iboe adjarin kita menjanji,
Saina ?"
"Bagini," sahoet Ei Saina:
"Maski di gowa gelap-boeta. :
Tida ada scdikit terang,
Di, s'toe djocga ada mata,
Jang mclihat kita-orang. . . _
}láski kita di atas 'awan,
Atawa dalam dasar laoetan,
Kita poenja kalakoeän
Oleh Allah kalihatan,
Janz baik mendapat slamat.
Jang djahat dapat siksaän:
Nanti pada hari kiamat,
Samoewa dapat bngian.
-Tida ada tampat lari,
'l'iada tampat mengoompat.
Allah tida bsleh katjoeri':
'l'ida kenal tampat rapat.
Daritoe djangan bordjahat,
Soepaju t ida nanti tersiksa.
Djangan kasih Allah lihat
Kalako éän jang bordosa "
XXVIII.
-NATSEHAT.
Anak! ini natsehat
Kaoe ingat dari sekarang:
,'Allah tegas melihat
Sasoewatoe orang.
,;•
I
I<noinclude></noinclude>
9q27psjga8uexkmmltzxxtk5fjysvjl
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/24
104
114725
317363
2026-09-06T05:48:24Z
TyoAriSetiadi
26775
/* Telah diuji baca */
317363
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="TyoAriSetiadi" />{{rh|- 36-||- 37 -}}</noinclude>- '.'
-
36-
-
dalam kali. Kaloe tida, tantoe tiada kataoeän ada
maling somboeni:'
Itoe maling lantas ditangkap dan dirante taugunnja koewat-koewat, teroes dibawa ka boewi.
XXI.
KASIHAN.
Kaloe saja melihat orang bersoesah,
Saja tra poenja kagirangan:
Doewa-doewa matakoo djadi basah,
Hatikoe kapingin kasih toeloengan.
Toeloeugin orang jang di dalam kasoesahan,
Itoelah kcrdjaän jang tadah berkat,
Jang soeka hati, lihat orang katjilakaän,
Itoelah orang berhati djahat.
.Apa saja nanti merasa girang,
Kaloe lihat tjilakanja sasamakoe?
Tida! -- hati jang bisa kasihan orang,
Jang ada dalam dirikoe!
Jang ada poenja hati kasihan,
Soeka toeloengin jaog bertjilaka,
Nanti mendapat berkatnja Toehan,
Bergoena pada hari di moeka
37 ~
XXII.
REMPOEK .
Saorang toewa ada poenja tocdjoch anak lelaki.
Ini anak-anak sering kali roesoeh satoe sama lain:
tra bisa hirloep rockoen sama soedara.
Pada satoe hari bapanja itoe anak-anak ambil
toedjoeh pijtong bamboe ketjil danikat itoe samoewa djadi satoe. Kentjang sekali ija ikat. Habis itoe,
ija panggil anak-anaknja samoewa, dan bilang: mari
kita-orang tjoba, siapa jang koewat patahkan ini
bamboe saikat. Anaknja jang satoe lantas ambil
dan tjoba patahkan saikat bamboe itoe dengan sakoewat-koewatnja. Moekanja anak itoe djadi merah
dan keringatan; tapi hamboe tiada patah Satoe
poen tiada parah Anak jang lain, samoewa, satoo
per satoe lantas tjoba patahkan bamboe itoe; tida satoe jang bisa.
Bapanja lantas ambil dan boeka ikatannja bamboe-bamboe itoe. Komoedian ija lantas patah-patahkan barnboe itoe satoe per satoe. Tek ! tek ! tek !
boenjinja; samoewa lantas patah, ,,A ! kaloe bagitoe,
saja djoega bisa; saja djoega bisa; saja djoega,"
kata anaknja rame-rame.
,,Tah !" sahoet bapanja: "kaoe lihat itoe. Tempo
ini bamboe-bamboe masih terikat djadi satoe, ija
ada koewat sekaIi: toedjoeh orang tida bisa pa-
I
,!<noinclude></noinclude>
778c3100uzcklv2gpfl2qsjby8ylbx2
Halaman:Sobat anak-anak.pdf/9
104
114726
317378
2026-09-06T07:25:06Z
Siti Atuti
26779
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'T - 8 - -- 9 - warna-warna misti diatoer, soepaja djadi kain po~ leng , dan doewa had ija menenocn, ampir tida dapat tiga djari lebarnja kaiu, Kaoe soedah taoe lihat orang teiloen kain ? ~laskj soesah, si Saeni itoc tida djadi malas; ija teroes sadia beladjar dengan radjin dan sabar, dan tida djadi bosan. Di belakang kali ija djadi bisa menenoen dengan tjepat dan bisa atoer benang boewat djadi kain soedji roopa-roepa. Dan dari kabisaännja it...
317378
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Siti Atuti" /></noinclude>T
-
8 -
-- 9 -
warna-warna misti diatoer, soepaja djadi kain po~
leng , dan doewa had ija menenocn, ampir tida
dapat tiga djari lebarnja kaiu, Kaoe soedah taoe
lihat orang teiloen kain ?
~laskj soesah, si Saeni itoc tida djadi malas; ija
teroes sadia beladjar dengan radjin dan sabar, dan
tida djadi bosan. Di belakang kali ija djadi bisa
menenoen dengan tjepat dan bisa atoer benang
boewat djadi kain soedji roopa-roepa. Dan dari
kabisaännja itoc ija dapat banjak oentoeng.
Pad a orang jang radjin dan sabar hati,
Kabisaän nanti dataug tiada brenti.
Koempoelken kabisaän, itoc ada seperti
Loemboengkan padi akan di hari nanti.
I V.
. SI 'l'.JB lIN DAN
sr
Simo».
Hah, 'Ij imin l tjerita upa itoe!
Tjoba panggil: - mana dija setan ?
Jang pertj aju sama tjerita bagitoe,
Koerang terang ija poenja ingatan.
V.
DOEWA ANAK BEKALA HI.
Koeditl.
Soedah! - saiua-sama tra maoe salah!
Apa gO~lJa banjak bitjara?
Saura-sama tra muoe kalah,
Saling toemboek, habis perka ra.
Mari kita pergi ka sitoe,
Kita bekalahi satoe sama satoe.
SBIAN.
KoelIliJ'.
Tjimin.
Ai, Simun l kaoe brani tidocr iendiri ?
Ati-ati ! kaoe nanti dipindahin setan.!
Si Koetis tjerita, lagi kupau hari
Ada orang dipindahiu kil hoetun,
Tida! itoc akoe tra nanti maoe:
.Akoe tra 'socka poekoel orang.
Akoe tra takoot sama kaoe;
Tapi Bapa soedah larang.
}Iari pergi pada Bapn:
Nantl teraug salah siapu.
I<noinclude></noinclude>
n5dmnfig6rmor26ubnnokdj4k91pj44
317379
317378
2026-09-06T08:03:05Z
Siti Atuti
26779
317379
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Siti Atuti" /></noinclude>T
-
8 -
-- 9 -
warna-warna misti diatoer, soepaja djadi kain poleng, dan doewa hari ija menenoen, ampir tida dapat tiga djari lebarnja kain. Kaoe soedah taoe lihat orang tenoen kain?
Meski soesah, si Saeni itoe tida djadi malas; ija teroes sadja beladjar dengan radjin dan sabar, dan tida djadi bosan. Di belakang kali ija djadi bisa menenoen dengan tjepat dan bisa atoer benang boewat djadi kain soedji roepa-roepa. Dan dari kabisaannja itoe ija dapat banjak oentoeng.
Pada orang jang radjin dan sabar hati,
Kabisaän nanti dataug tiada brenti.
Koempoelken kabisaän, itoe ada seperti
Loemboengkan padi akan di hari nanti.
I V.
. SI 'l'.JB lIN DAN
Ai, Siman! kaoe brani tidoer sendiri?
Ati-ati! kaoe nanti dipindahin setan!
Si Koetis tjerita, lagi kapan hari
Ada orang dipindahin ka hoetan.
Siman».
Hah, 'Tjimin! tjerita upa itoe!
Tjoba panggil: - mana dija setan ?
Jang pertjaja sama tjerita bagitoe,
Koerang terang ija poenja ingatan.
V.
DOEWA ANAK BEKALAHI.
Koedin.
Soedah! - sama-sama tra maoe salah!
Apa goena banjak bitjara?
Sama-sama tra maoe kalah,
Saling toemboek, habis perkara.
Mari kita pergi ka sitoe,
Kita bekalahi satoe sama satoe.
Koemir.
Tida! itoe akoe tra nanti maoe:
Akoe tra 'socka poekoel orang.
Akoe tra takoet sama kaoe;
Tapi Bapa soedah larang.
Mari pergi pada Bapa:
Nanti terang salah siapa.
I<noinclude></noinclude>
il3xagcw1xckgf8w5onj0vao0yvul5g
317380
317379
2026-09-06T10:08:54Z
Siti Atuti
26779
/* Telah diuji baca */
317380
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Siti Atuti" /></noinclude>T
-
8 -
-- 9 -
warna-warna misti diatoer, soepaja djadi kain poleng, dan doewa hari ija menenoen, ampir tida dapat tiga djari lebarnja kain. Kaoe soedah taoe lihat orang tenoen kain?
Meski soesah, si Saeni itoe tida djadi malas; ija teroes sadja beladjar dengan radjin dan sabar, dan tida djadi bosan. Di belakang kali ija djadi bisa menenoen dengan tjepat dan bisa atoer benang boewat djadi kain soedji roepa-roepa. Dan dari kabisaannja itoe ija dapat banjak oentoeng.
Pada orang jang radjin dan sabar hati,
Kabisaän nanti dataug tiada brenti.
Koempoelken kabisaän, itoe ada seperti
Loemboengkan padi akan di hari nanti.
I V.
. SI 'l'.JB lIN DAN
Ai, Siman! kaoe brani tidoer sendiri?
Ati-ati! kaoe nanti dipindahin setan!
Si Koetis tjerita, lagi kapan hari
Ada orang dipindahin ka hoetan.
Siman».
Hah, 'Tjimin! tjerita upa itoe!
Tjoba panggil: - mana dija setan ?
Jang pertjaja sama tjerita bagitoe,
Koerang terang ija poenja ingatan.
V.
DOEWA ANAK BEKALAHI.
Koedin.
Soedah! - sama-sama tra maoe salah!
Apa goena banjak bitjara?
Sama-sama tra maoe kalah,
Saling toemboek, habis perkara.
Mari kita pergi ka sitoe,
Kita bekalahi satoe sama satoe.
Koemir.
Tida! itoe akoe tra nanti maoe:
Akoe tra 'socka poekoel orang.
Akoe tra takoet sama kaoe;
Tapi Bapa soedah larang.
Mari pergi pada Bapa:
Nanti terang salah siapa.
I<noinclude></noinclude>
6k0orftpx2i422zlleit2hw52npho36
317385
317380
2026-09-06T10:15:43Z
Siti Atuti
26779
317385
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Siti Atuti" /></noinclude>T
-
8 -
-- 9 -
warna-warna misti diatoer, soepaja djadi kain poleng, dan doewa hari ija menenoen, ampir tida dapat tiga djari lebarnja kain. Kaoe soedah taoe lihat orang tenoen kain?
Meski soesah, si Saeni itoe tida djadi malas; ija teroes sadja beladjar dengan radjin dan sabar, dan tida djadi bosan. Di belakang kali ija djadi bisa menenoen dengan tjepat dan bisa atoer benang boewat djadi kain soedji roepa-roepa. Dan dari kabisaannja itoe ija dapat banjak oentoeng.
Pada orang jang radjin dan sabar hati,
Kabisaän nanti dataug tiada brenti.
Koempoelken kabisaän, itoe ada seperti
Loemboengkan padi akan di hari nanti.
I V.
. 'l'
Ai, Siman! kaoe brani tidoer sendiri?
Ati-ati! kaoe nanti dipindahin setan!
Si Koetis tjerita, lagi kapan hari
Ada orang dipindahin ka hoetan.
Siman».
Hah, 'Tjimin! tjerita upa itoe!
Tjoba panggil: - mana dija setan ?
Jang pertjaja sama tjerita bagitoe,
Koerang terang ija poenja ingatan.
V.
DOEWA ANAK BEKALAHI.
Koedin.
Soedah! - sama-sama tra maoe salah!
Apa goena banjak bitjara?
Sama-sama tra maoe kalah,
Saling toemboek, habis perkara.
Mari kita pergi ka sitoe,
Kita bekalahi satoe sama satoe.
Koemir.
Tida! itoe akoe tra nanti maoe:
Akoe tra 'socka poekoel orang.
Akoe tra takoet sama kaoe;
Tapi Bapa soedah larang.
Mari pergi pada Bapa:
Nanti terang salah siapa.
I<noinclude></noinclude>
qk13vooew8gn4yteltfr34y7fmryb8h
317387
317385
2026-09-06T10:19:02Z
Siti Atuti
26779
317387
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Siti Atuti" /></noinclude>T
-
8 -
-- 9 -
warna-warna misti diatoer, soepaja djadi kain poleng, dan doewa hari ija menenoen, ampir tida dapat tiga djari lebarnja kain. Kaoe soedah taoe lihat orang tenoen kain?
Meski soesah, si Saeni itoe tida djadi malas; ija teroes sadja beladjar dengan radjin dan sabar, dan tida djadi bosan. Di belakang kali ija djadi bisa menenoen dengan tjepat dan bisa atoer benang boewat djadi kain soedji roepa-roepa. Dan dari kabisaannja itoe ija dapat banjak oentoeng.
Pada orang jang radjin dan sabar hati,
Kabisaän nanti dataug tiada brenti.
Koempoelken kabisaän, itoe ada seperti
Loemboengkan padi akan di hari nanti.
I V.
. 'Si Tjimin dan Si Siman'
Ai, Siman! kaoe brani tidoer sendiri?
Ati-ati! kaoe nanti dipindahin setan!
Si Koetis tjerita, lagi kapan hari
Ada orang dipindahin ka hoetan.
Siman».
Hah, 'Tjimin! tjerita upa itoe!
Tjoba panggil: - mana dija setan ?
Jang pertjaja sama tjerita bagitoe,
Koerang terang ija poenja ingatan.
V.
DOEWA ANAK BEKALAHI.
Koedin.
Soedah! - sama-sama tra maoe salah!
Apa goena banjak bitjara?
Sama-sama tra maoe kalah,
Saling toemboek, habis perkara.
Mari kita pergi ka sitoe,
Kita bekalahi satoe sama satoe.
Koemir.
Tida! itoe akoe tra nanti maoe:
Akoe tra 'socka poekoel orang.
Akoe tra takoet sama kaoe;
Tapi Bapa soedah larang.
Mari pergi pada Bapa:
Nanti terang salah siapa.
I<noinclude></noinclude>
0wuqab8kuc4itxsjd6sk3dvu5e7d0sd
317388
317387
2026-09-06T10:19:56Z
Siti Atuti
26779
317388
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Siti Atuti" /></noinclude>T
-
8 -
-- 9 -
warna-warna misti diatoer, soepaja djadi kain poleng, dan doewa hari ija menenoen, ampir tida dapat tiga djari lebarnja kain. Kaoe soedah taoe lihat orang tenoen kain?
Meski soesah, si Saeni itoe tida djadi malas; ija teroes sadja beladjar dengan radjin dan sabar, dan tida djadi bosan. Di belakang kali ija djadi bisa menenoen dengan tjepat dan bisa atoer benang boewat djadi kain soedji roepa-roepa. Dan dari kabisaannja itoe ija dapat banjak oentoeng.
Pada orang jang radjin dan sabar hati,
Kabisaän nanti dataug tiada brenti.
Koempoelken kabisaän, itoe ada seperti
Loemboengkan padi akan di hari nanti.
I V.
'Si Tjimin dan Si Siman'
Ai, Siman! kaoe brani tidoer sendiri?
Ati-ati! kaoe nanti dipindahin setan!
Si Koetis tjerita, lagi kapan hari
Ada orang dipindahin ka hoetan.
Siman».
Hah, 'Tjimin! tjerita upa itoe!
Tjoba panggil: - mana dija setan ?
Jang pertjaja sama tjerita bagitoe,
Koerang terang ija poenja ingatan.
V.
DOEWA ANAK BEKALAHI.
Koedin.
Soedah! - sama-sama tra maoe salah!
Apa goena banjak bitjara?
Sama-sama tra maoe kalah,
Saling toemboek, habis perkara.
Mari kita pergi ka sitoe,
Kita bekalahi satoe sama satoe.
Koemir.
Tida! itoe akoe tra nanti maoe:
Akoe tra 'socka poekoel orang.
Akoe tra takoet sama kaoe;
Tapi Bapa soedah larang.
Mari pergi pada Bapa:
Nanti terang salah siapa.
I<noinclude></noinclude>
feb0xcw6wymneahb3vgrmmve8d2cbh3
Halaman:Lima Jagoan vol.22.pdf/63
104
114727
317381
2026-09-06T10:09:28Z
Thersetya2021
15831
/* Tanpa teks */
317381
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Thersetya2021" /></noinclude><noinclude></noinclude>
30jx1lygruprj5alacv96idkwiji99b
Halaman:Lima Jagoan vol.22.pdf/64
104
114728
317382
2026-09-06T10:12:50Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
317382
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|'''TOKO : „RATNA JAYAA”'''}}
''Sedia macam-macam barang keperluan sumbangan untuk Hari NATAL, ULANG TAHUN, PENGANTIN DLL.<br>Kami bersedia membungkuskan dengan kertas kado
menurut pilihan Anda.''
''Juga sedia, Keperluan2 KANTOR, dan SEKOLAH, Macam2 MAJALAH, KOMIK, CERSIL, BUKU SAKU, Mainan ANAK2 Dll.''<br>Dan masih ada satu macam lagi. Untuk keperluan PESTA atau persediaan di RUMAH.
''Yaitu Syrup, merk DYARY, atau SAN - SAN Special Kwalitet, Terjamin mutunya, Segar nyaman rasanya, HARGA pantas Enak rasanya.''
{{c|''Carilah di TOKO : RATNA JAYAA.<br>Jl. MT. Haryono No 403-405/9
SEMARANG,''}}<noinclude></noinclude>
jgsnb27gwjfxfvgrn73crn0xiewkjwa
Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/2
104
114729
317383
2026-09-06T10:14:15Z
Thersetya2021
15831
/* Tanpa teks */
317383
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Thersetya2021" /></noinclude><noinclude></noinclude>
30jx1lygruprj5alacv96idkwiji99b
Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/3
104
114730
317384
2026-09-06T10:15:03Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
317384
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|<big>'''LIMA JAGOAN'''</big>}}
{{c|'''Tek Ceng Ngo Hauw Deng See'''<br>Di terjemahkan oleh: DYANA<br> {{sp|JILID KE 23}}}}
{{c|[[File:Lima Jagoan vol.24 (page 3 crop).jpg|200px|Lima Jagoan vol.24 (page 3 crop)]]}}
{{c|NOVEL SILAT<br>Ijin terbit No. Po: 1/12 260 Intel 54 / 0 74.<br>Tahun Akhir 1976}}<noinclude></noinclude>
h3k64iaxysiicz0sd4oup1w8dcb564m
Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/4
104
114731
317386
2026-09-06T10:17:16Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
317386
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>Harta benda menghias rumah; laku bajik menghias diri; hati yang lapang membawa tubuh sehat.
{{r|(Thai Hak VI : 4}}
Mati hidup adalah firman, kaya mulia adalah pada Tuhan. Seorang Kuncu selalu bersikap sungguh sungguh, maka tiada kilaf.
{{r|(LUN GI XII : 4)}}
{{c|***************************}}<noinclude></noinclude>
8y7fvpfhtjiguaij14a36raat3ls7gp
Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/7
104
114732
317389
2026-09-06T10:20:54Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
317389
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>Bang hui houw menyambung pula kata-katanya.
— Perutusan dari negeri See liauw ini masuknya kenegeri Tay song tiauw tidak boleh tidak pastilah melalui Hong koan.<br>Penduduk Hong koan akan selalu memperbincangkannya. Sekali berita itu terdengar oleh menteri
Pauw kong maka jiwa ayah tidak akan dapat tertolong lagi.<br>Pengungkapan kembali soal yang sudah itu bukan akan membawa keuntungan bagi ayah, sebaliknya akan lebih menghancurkan penghidupan kita.
Istri Durna Bang hongpun turut membujuk. <br>— Apa yang hayjı katakan beralasan sekali, Siangkong dengar dan turutlah kata-kata hayji. Janganlah mencari penyakit, Penghidupan kita sudah aman dan tenteram, apalagi yang hendak siangkong cari ?
Akan tetapi Durna itu seperti juga sudah kerasukan setan. Nasehat dan kata-kata yang baik bukannya diterimanya dengan baik sebaliknya ia
malahan marah marah dan mencak-mencak.
— Kalian ibu dan anak entah sejak kapan telah mengadakan persekutuan untuk memusuhiku hah?<noinclude>{{rh|||7}}</noinclude>
tti481ksxh7p3sfmlh4koggdo8wxwea
Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/8
104
114733
317390
2026-09-06T10:22:42Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
317390
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>Entah dari siapa kalian belajar politik? Belajar debat, main prokol dan berbantahan ?<br> Tak usah kalian turut campur urusanku! Urusan
ku biarlah aku yang menanggungnya sendiri huh!
Dengan marah Durna Bang hong berbangkit dari kursinya dan bertindak keluar.
Pada waktu melewati kamar yang dihuni para tetamu, kebetulan jenderal Tut liong ge belum tidur.<br>Tut liong ge melihat Bang hong berjalan dengan tindakan lebar merasa agak heran. Karena tidak tahan mengekang perasaan ingin tahunya, Tut liong ge segera menegurnya.
— Sinsiang, tengah malam belum juga tidur, entah kerumitan apakah yang sinsiang pikirkan ?
Bang hong agak terperanjat, namun cepat-cepat ia dapat menguasai dirinya. Dengan senyum yang dipaksakan ia menjawab.
— Hawa udara panas benar sehingga susah tidur. Aku hendak pergi ke kebun untuk mencari angin!
Tut liong ge tidak menanya lebih jauh, ia segera merapatkan pintu kamarnya dan menyusul<noinclude>{{rh|8}}</noinclude>
nlhawl4o2lgxudnr5fn3s03isu4jbu0
Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/9
104
114734
317391
2026-09-06T10:25:20Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
317391
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>kedua pengawalnya untuk tidur.
Bang hongpun tak begitu menghiraukan teguran tetamunya. Ia nyelonong terus kedalam kebun bunganya dan duduk termenung seorang diri. <br>Sebentar-sebentar terdengar tarikan napasnya yang berat dan dalam - - -
— Aiiihh - - memang perkara ini aku tak boleh bertindak secara grusa grusu, salah-salah jiwa seluruh keluargaku akan celaka.<br> Lebih baik esok hari kutemui Ongji (Yang dimaksud adalah putrinya Bang kui hui yang diperselir oleh baginda Song jin cong ).<br> Akan kuceritakan selengkap lengkapnya kepada Ongji. Barangkali saja Ongji bisa mendapat jalan yang sempurna untuk mewujudkan angan-anganku yakni memusnahkan jiwa anjing Tek ceng itu - -
Sampai jauh malam Durna itu bermenung menung seorang diri dalam kebun bunga.<br>Tatkala bunyi kentongan dikejauhan terdengar di pukul dua kali, barulah ia tersentak bangun.
— Aih tidak terasa sudah jam dua larut malam, aku harus pergi mengaso! Bang hong lalu berbangkit dan menuju kekamar tidurnya.<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude>
ryoa07xqzyy66ozacono71vpe7eai8u