Wikisumber
idwikisource
https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.19
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikisumber
Pembicaraan Wikisumber
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Pengarang
Pembicaraan Pengarang
Indeks
Pembicaraan Indeks
Halaman
Pembicaraan Halaman
Portal
Pembicaraan Portal
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Kategori:Artikel surat kabar
14
3050
317866
298422
2026-09-13T16:58:54Z
M7
5494
Mengembalikan suntingan oleh [[Special:Contributions/Info publik|Info publik]] ([[User talk:Info publik|bicara]]) ke revisi terakhir oleh [[User:Bennylin|Bennylin]]
100748
wikitext
text/x-wiki
[[Kategori:Karya menurut tipe]]
hg4zyl15hug3l3bttnqw7nggibok5o7
Halaman:Sarinah.pdf/23
104
48413
317833
139625
2026-09-13T14:11:10Z
Sekar Jarwo Soekarno
24995
/* Tervalidasi */
317833
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sekar Jarwo Soekarno" /></noinclude>psikhis pula antara laki-laki dan perempuan, yakni perbedaan jiwa. Professor Heymans, itu ahli jiwa yang kesohor, yang mempelajari jiwa perempuan dalam-dalam, mengatakan, bahwa perempuan itu, untuk terlaksananya tujuan kodrat a1am itu, adalah melebihi laki-laki di lapangan “emotionalitas” (rasa terharu), “aktivitas” (kegiatan), dan “kharitas” (kedermawaan). Perempuan lebih lekas tergoyang jiwanya daripada laki-laki, lebih lekas marah tetapi juga lebih lekas cinta lagi daripada laki-laki, lebih lekas kasihan, lebih lekas “termakan” oleh kepercayaan, lebih ikhlas, dan kurang serakah, lebih lekas terharu, lebih lekas meng-idealisirkan
orang lain, lebih boleh dipercaya, lebih gemar kepada anak-anak dan perhiasan, dan lain sebagainya. Semuanya ini mengenai jiwa. Tetapi anggapan orang, bahwa perempuan itu akalnya kalah dengan laki-laki, ketajaman otaknya kalah dengan laki-laki, anggapan orang demikian itu dibantah oleh Prof. Heymans itu dengan tegas dan jitu: “Menurut pendapat saya, kita tidak mempunyai hak sedikitpun, buat mengatakan, bahwa akal perempuan kalah dengan akal laki-laki”{{...}}
Tiap-tiap guru dapat membenarkan perkataan Profesor Heymans ini. Saya sendiri waktu menjadi murid di H.B.S. mengalami, bahwa seringkali murid lelaki “payah” berlomba kepandaian dengan teman-teman perempuan dan malahan pula sering-sering “terpukul” oleh teman-teman perempuan itu. Pada waktu saya menjadi guru di sekolah menengah pun saya mendapat pengalaman, bahwa murid-murid saya yang perempuan umumnya tak kalah dengan murid-murid saya yang laki-laki. Profesor Freundlich, itu tangan kanannya Profesor Einstein di dalam ilmu bintang yang pada tahun 1929 mengunjungi Indonesia, dan kemudian menjadi maha guru di sekolah tinggi Istambul di dalam mata pelajaran itu pula, menerangkan, bahwa studen-studennya yang perempuan tak kalah dengan studen-studen laki-laki “Mereka selamanya boleh diajak memutarkan otaknya di atas soal-soal yang maha sukar”. Profesor O’Conroy yang dulu menjadi maha guru di Universitas Keio di Tokyo, menceritakan di dalam bukunya tentang negeri Nippon, bahwa di Nippon selalu diadakan ujian-ujian perbandingan (vergelijkende examens) antara lelaki dan perempuan oleh kantor-kantor gubernemen atau {{hws|kantor|kantor-kantor}}<noinclude>{{rh|||23}}</noinclude>
eo1wpakz3qh7hlcvbybjqqdbe9o0oef
Halaman:Sarinah.pdf/17
104
52838
317860
317814
2026-09-13T15:51:16Z
Eviandriani55
27623
317860
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Eviandriani55" /></noinclude>samping-nya nafsu makan dan minum, ia adalah motor yang terkuat. Di samping nafsu makan dan minum, ia menentukan perikehidupan manusia.
Malahan ahli fiIsafat Schopenhauer ada berkata: “Syahwat adalah penjelmaan yang paling keras daripada kemauan akan hidup. Keinsyafan kemauan akan hidup ini memusat kepada fi’il membuat turunan,” begitulah ia berkata.
Kalau tali sekse diputuskan buat beberapa tahun saja, maka manusia umumnya menjadi abnormal. Lihatlah keadaan di dalam penjara, baik penjara buat orang laki-laki, maupun penjara buat orang perempuan. Dua kali saya pernah meringkuk agak lama dalam penjara, dan tiap-tiap kali yang paling mendirikan bulu saya ialah keabnormalan manusia-manusia di dalam penjara itu. Percakapan-percakapan menjadi abnormal, tingkah laku menjadi abnormal. Sering saya melihat orang-orang di dalam penjara, yang seperti seperempat gila! Laki-laki mencari kepuasan kepada laki-laki, dan direksi terpaksa memberi hukuman yang berat-berat.
Pembaca barangkali tersenyum akan pemandangan saya yang “mentah” ini, dan barangkali malahan menyesali kementahannya. Pembaca barangkali mengemukakan nama orang-orang besar, nama Nabi Isa, nama Gandhi, nama Mazzini, yang menjadi besar, antara lain-lain karena tidak mempunyai isteri atau tidak mencampuri isteri. Ah, ... beberapa nama! Apakah artinya beberapa nama itu, jika dibandingkan dengan ratusan juta manusia biasa di muka bumi ini, yang semuanya hidup menurut kodrat alam? Kita di sini membicarakan kodrat alam, kita tidak membawa-bawa moral. Alam tidak mengenal moral, -begitulah Luther berkata. Beliau berkata lagi: “Siapa hendak menghalangi perlaki-isterian, dan tidak mau memberikan haknya kepadanya, sebagai yang dikehendaki dan dimustikan oleh alam, -ia sama saja dengan menghendaki yang alam jangan alam, yang api jangan menyala, yang air jangan basah, yang manusia jangan makan, jangan minum, jangan tidur!” Tali sekse itu memang bukan perkara moral. Tali sekse itu tidak moril, ia tidak pula immoril. Tali sekse itu adalah menurut kodrat, sebagai lapar<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude>
g1dj70zgq7ruvc16xivx2dz2gipavv2
Halaman:Sarinah.pdf/24
104
52842
317830
150225
2026-09-13T14:08:57Z
Sekar Jarwo Soekarno
24995
/* Tervalidasi */
317830
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sekar Jarwo Soekarno" /></noinclude> kantor-kantor dagang yang besar-besar, dan bahwa selamanya kaum perempuan nyata lebih unggul daripada kaum laki-laki.
Ada-ada saja alasan yang orang cari buat "membuktikan", bahwa kaum perempuan "tak mungkin" menyamai (jangan lagi melebihi!) kaum laki-laki ditentang ketajaman otak. Orang katakan, bahwa otak perempuan kalah banyaknya dengan otak laki-laki! Orang lantas keluarkan angka-angka hasil penyelidikan ahli-ahli, seperti Bischoff, seperti Boyd, seperti Marchand, seperti Retzius, seperti Grosser. Orang lantas membuat daftar sebagai di bawah ini:
Berat otak rata-rata:
{|class="wikitable"
!Menurut penyelidikannya !! Laki-laki !!Perempuan
|-
|Bischoff || 1362 gram || 1219 gram
|-
|Boyd || 1325 " || 1183 "
|-
|Marchand || 1399 " || 1248 "
|-
|Retzius || 1388 " || 1252 "
|-
|Grosser || 1388 " || 1252 "
|}
Nah, kata mereka, mau apa lagi? Kalau ambil angka-angka Retzius dan Grosser, maka otak laki-laki rata-rata beratnya 1.388 gram, dan otak perempuan rata-rata 1.252 gram! Mau apa lagi? Tidakkah ternyata laki-laki lebih banjak otaknya daripada perempuan?
Ini jago-jago kaum laki-laki lupa, bahwa tubuh laki-laki juga lebih berat dan lebih besar daripada tubuh perempuan! Berhubungan dengan lebih besarnya tubuh laki-laki itu, maka Charles Darwin yang termasyhur itu berkata: "Otak laki-laki memang lebih banyak dari otak perempuan. Tetapi, jika dihitung dalam perbandingan dengan lebih besarnya badan laki-laki, apakah otak laki-laki itu benar lebih besar?" Kalau dihitung di dalam perbandingan dengan beratnya tubuh, maka ternyatalah (demikianlah dihitung) bahwa otak perempuan adalah rata-rata 23,6 gram per kg. tubuh, tetapi otak laki-laki hanya ... 21,6 gram per kg. tubuh! Jadi kalau betul ketajaman akal itu tergantung dari banyak atau sedikitnya otak, kalau betul banyak-sedikitnya otak menjadi ukuran buat tajam atau<noinclude>{{rh|||24}}</noinclude>
taiirijy4e2v3ik2sjmpx1naf1ba78g
Halaman:Sarinah.pdf/25
104
52843
317832
150226
2026-09-13T14:10:25Z
Sekar Jarwo Soekarno
24995
/* Tervalidasi */
317832
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sekar Jarwo Soekarno" /></noinclude>tidak-tajamnya fikiran maka perempuan musti selalu lebih pandai dari kaum laki-laki!
Ya, kalau betul ketajaman akal tergantung dari banyak sedikitnya otak! Tetapi bagaimana kenyataan? Bagaimana hasil penyelidikan otaknya orang-orang yang termasyhur sesudah mereka mati? Ada ahli-ahli fikir yang banyak otaknya, tetapi ada pula harimau-harimau fikir yang tidak begitu banyak otaknya! Cuvier, itu ahli fikir, otaknya 1.830 gram, Byron itu penyair besar, 1.807 gram, Mommsen 1.429,4 gram, tetapi gembong ilmu hitung Gausz hanya 1.492 gram, ahli faIsafah Hermann hanya 1.358 gram, (di bawah "nomor"!), gajah faIsafah dan ilmu hitung Leibniz hanya 1.300 gram (di bawah "nomor"!), jago phisica Bunsen hanya 1.295 gram (di bawah "nomor"!), kampiun politik Perancis Gambetta hanya 1.180 gram (malahan di bawah "nomor-perempuan" sama sekali!).
Sebaliknya, Broca, itu ahli fisiologi Paris yang termasyhur, pernah mengukur isi tengkorak-tengkorak manusia dari Zaman Batu, – dari zaman tatkala manusia masih biadab dan bodoh! – dan ia mendapat hasil rata-rata 1.606 cms, satu angka yang jauh lebih tinggi daripada angka-angka isi tengkorak dari zaman sekarang. Malahan teori "lebih banjak otak lebih pandai" ini ternyata pula menggelikan, sebab Bischoff pernah menimbang otak mayat seorang kuli biasa, – tentu seorang-orang bodoh -, dan dia mendapat record 2.222 gram!, sedang Kohlbrugge berkata, bahwa "otak orang-orang yang gila atau idioot sering sekali sangat berat"! Dari mana orang masih mau tetap menuduh bahwa orang perempuan kurang tajam fikiran, karena orang perempuan kurang banyak otaknya kalau dibandingkan dengan orang laki-laki?
Tidak, "alasan otak" ini adalah alasan kosong. "Alasan otak" ini sudah lama dibantah, dihantam, dibinasakan oleh ilmu pengetahuan! Bebel di dalam bukunya mengumpulkan ucapan-ucapan ahli wetenschap tentang "alasan otak" ini. Raymond Pearl berkata: "Tidak ada satu bukti, bahwa antara ketajaman akal dan beratnya otak ada perhubungan satu dengan yang lain"; Duckworth menetapkan: "Tidak ada bukti, bahwa manusia yang banyak otaknya itu tentu orang yang<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude>
tgw7grhda5xzhizs0vukgedxe2vf1dp
Halaman:Sarinah.pdf/26
104
52844
317839
150227
2026-09-13T14:20:15Z
Juragan Sembako
27027
/* Tervalidasi */
317839
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Juragan Sembako" /></noinclude>tajam akal"; dan Kohlbrugge menulis pula: "Antara ketajaman akal dan beratnya otak tidak ada pertalian apa-apa". Dan tidakkah ada cukup bukti, bahwa perempuan sama tajam fikirannya dengan kaum laki-laki, sebagai dikatakan oleh Profesor Heymans, Prof. Freundlich, Profesor O’Conroy itu tadi, dan boleh ditambah lagi dengan berpuluh-puluh lagi keterangan ahli-ahli lain yang mengakui hal ini, kalau kita mau? Tidakkah kita sering mendengar nama perempuan-perempuan yang menjadi bintang ilmu pengetahuan atau politik, sebagai Madame Curie, Eva Curie, Clara Zetkin, Henriette Roland Holst, Sarojini Naidu, dll?
Tuan barangkali akan membantah, bahwa jumlah perempuan-perempuan kenamaan itu belum banyak, dan bahwa di dalam masyarakat sekarang kebanyakannya kaum laki-lakilah yang memegang obor ilmu pengetahuan dan faIsafah dan politik. Benar sekali, tuan-tuan: Di dalam masyarakat sekarang! Benar sekali: di dalam masyarakat sekarang ini, di mana laki-laki mendapat lebih banyak kesempatan buat menggeladi akal-fikirannya, maka kaum laki-lakilah yang kebanyakan menduduki tempat-tempat kemegahan ilmu dan pengetahuan. Di dalam masyarakat sekarang ini, di mana kaum perempuan banyak yang masih dikurung, banyak yang tidak dikasih kesempatan maju ke muka di lapangan masyarakat, banyak yang baginya diharamkan ini dan diharamkan itu, maka tidak heran kita, bahwa kurang banyak kaum perempuan yang ilmu dan pengetahuannya membubung ke udara. Tapi ini tidak menjadi bukti bahwa dus kwalitas otak perempuan itu kurang dari kwalitas otak kaum lelaki, atau ketajaman otak perempuan kalah dengan ketajaman otak laki-laki. Kwalitasnya sama, ketajamannya sama, kemampuannya sama, hanya kesempatan bekerjanya yang tidak sama, kesempatan berkembangnya yang tidak sama. Maka oleh karena itu, justru dengan alasan kurang dikasihnya kesempatan oleh masyarakat sekarang kepada kaum perempuan, maka kita wajib berikhtiar membongkar ketidak-adilan masyarakat terhadap kepada kaum perempuan itu!
Bahkan terhadap fungsi kodrat dari kaum perempuan yang kita bicarakan tadi itu, yakni fungsi menjadi ibu, menerima benih anak, mengandung anak, melahirkan anak, menyusui<noinclude>{{rh|||26}}</noinclude>
7dfvb8mtgvidqce8y05rl5rpqukeck3
Halaman:Sarinah.pdf/27
104
52845
317840
150229
2026-09-13T14:20:44Z
Juragan Sembako
27027
/* Tervalidasi */
317840
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Juragan Sembako" /></noinclude>anak, memelihara anak, – terhadap fungsi kodrat inipun dunia laki-laki masih kurang menghargakan kaum perempuan! Orang laki-laki membusungkan dadanya, seraya berkata-kita, kaum laki-laki kita maju ke padang peperangan, kita berani menghadapi bahaya- bahaya yang besar. "Apakah yang perempuan perbuat?" Orang laki-laki mengagul-agulkan kelaki-lakiannya menghadapi maut, mengagul-agulkan jumlah jiwa laki-laki yang mati guna keperluan sejarah, seraya berkata: "Bahaya apakah yang perempuan hadapi?" Orang lelaki yang demikian ini tidak mengetahui, bahwa dulu di zaman purbakala, tatkala hukum masyarakat belum seperti sekarang ini, ialah di dalam zaman "hukum per-ibuan" alias matriatchat, – yang di dalam Bab III dan. IV akan saya terangkan panjang lebar -, kaum perempuan-lah yang mengemudi masyarakat, kaum perempuanlah yang kuasa, kaum perempuanlah yang mengepalai peperangan, kaum perempuanlah memanggul senjata, kaum perempuanlah mengorbankan jiwanya guna sejarah. Dan lagi ... apakah benar peperangan lebih berbahaya daripada melahirkan anak? Apakah benar peperangan minta lebih banyak korban daripada melahirkan anak? Tiap-tiap ibu dapat menerangkan, bahwa melahirkan anak itulah yang sangat berbahaya di sepanjang hidup seseorang manusia. Tiap-tiap ibu pernah menghadapi maut sedikitnya satu kali dalam hidupnya, yakni pada waktu melahirkan anak, sudahkah kita pernah berhadap-hadapan muka dengan maut itu, sudahkah kita pernah merasakan nafasnya maut yang dingin itu menyilir di muka kita?
Terutama di negeri-negeri yang belum besar usaha kedokteran, seperti di Eropa di zaman dulu, atau di Asia di zaman sekarang, tidak sedikit jumlah perempuan yang jatuh di atas padang kehormatan melahirkan anak. Dulu di negeri Pruisen saja, (perhatikanlah, belum Jerman seluruhnya) antara tahun 1816 dan 1876, pada waktu ilmu kedokteran sudah mulai subur, jumlah perempuan yang meninggal karena melahirkan anak adalah 321.791 orang, – yakni rata-rata 5.363 setahun-tahunnya! Jumlah ini di negeri Inggeris antara tahun 1.847 dan 1.901 adalah 213.533, yakni, kendati waktu itu ilmu dan ikhtiar kedokteran telah maju pula, tak kurang dari 4.000 setahun tahunnya! "Coba orang laki-laki<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
pv1g66wvjjwsvj6l82r9xagyspuwggh
Halaman:Sarinah.pdf/28
104
52846
317841
150231
2026-09-13T14:21:07Z
Juragan Sembako
27027
/* Tervalidasi */
317841
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Juragan Sembako" /></noinclude>musti menanggung sengsara seperti perempuan ini, maka barangkali segala apa diributkan untuk menolongnya!", begitulah kata Profesor Herff. Di Eropa, jumlah-jumlah itu sekian besarnya! Betapa pula di kampung-kampung dan di dusun-dusun kita, di mana dokter belum dikenal orang! Betapa pula keadaan di kalangan Sarinah! Maka benar sekali konklusi August Hebel, kalau ia mengatakan, bahwa di dalam sejarah manusia ini, kalau dijumlahkan, lebih banyak perempuan melepaskan jiwanya di atas padang kehormatan melahirkan bayi, dari pada laki-laki melepaskan jiwanya di atas padang kehormatan peperangan.
Orang laki-laki! Ia selalu menghina saja kepada kaum perempuan. Ia mentertawakan perempuan yang hamil, ia meremehkan arti melahirkan bayi, ia tak ingat bahwa ia sendiri adalah hasil dari kesengsaraan dan kepedihan ibunya yang bertahun-tahun. "Bagi dia, bagi laki-laki";- begitulah Edward Carpenter, seorang pembela perempuan di negeri Inggeris, berkata – "bagi laki-laki maka persetubuhan itu adalah satu peringanan dan satu kenikmatan. Ia kemudian pergi, dan tidak ingat lagi akan perbuatannya itu. Tetapi buat perempuan fi’il ini adalah satu hal yang paling mulia dan paling berarti di dalam hidupnya, laksana satu perintah yang maha rahasia dan maha penting. Bagi perempuan, fi’il ini adalah satu perbuatan yang banyak akibat-akibatnya, satu perbuatan yang ia tak dapat hapuskan lagi atau lupakan lagi, – satu perbuatan yang ia terpaksa selesaikan dulu dengan segala akibat-akibatnya, sebelum ia bisa merdeka lagi ... Hanya sedikit kaum laki-laki, barangkali tidak ada seorangpun, yang insyaf akan dalamnya dan sucinya rasa-ibu di dalam kalbu seorang perempuan, tidak seorangpun yang ikut merasakan kebahagiaannya dan harapan-harapannya, atau keluh-kesahnya dan ketakutannya yang maha pedih. Bebannya kehamilan, kekhawatirannya pada waktu melihat, bahwa apa yang dikandungnya itu selalu berobah sifat; ketakutannya, kalau-kalau apa yang dikandungnya itu tidak selamat seperti yang diharap-harapkannya, keridlaannya buat kalau perlu menebus dengan jiwanya sendiri, asal saja si bayi itu bisa lahir dengan selamat, semua adalah hal-hal yang orang laki-laki tak dapat mengira-ngirakan atau meraba-rabakan. Kemudian, kemudian daripada itu, pengorbanan<noinclude>{{rh|||28}}</noinclude>
f3mp822hxo77tzeri1ro25jua5hbxkp
Halaman:Sarinah.pdf/30
104
53651
317907
152257
2026-09-14T11:20:46Z
Sevaharvey
27626
/* Tervalidasi */
317907
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sevaharvey" /></noinclude>Oleh karena milieu perempuan kuli adalah lain daripada milieu perempuan kaum atasan. Apa sebab bangsa-bangsa negeri dingin tabiatnya lebih dinamis, lebih giat, lebih ulet daripada bangsa-bangsa di negeri panas? Oleh karena milieu di negeri dingin memaksa kepada manusia supaya sangat giat di dalam struggle for life, sedang di negeri panas seperti misalnya di Indonesia sini manusia bisa hidup dengan setengah menganggur, –dengan tak berbaju, tak berumah, dengan tak usah banyak membanting tulang. H.H.Van Kol di dalam bukunya tentang negeri Nippon menerangkan, bahwa bangsa Nippon di zaman yang akhir-akhir ini adalah kurang cebol daripada dulu (kakinya menjadi lebih panjang dengan rata-rata 2 cm!), sesudah orang Nippon itu banyak meniru milieu Eropah, yakni duduk di atas kursi.
Maka begitu jugalah ada akibat milieu atas kaum perempuan. Dulu kaum perempuan tidak lemah-lemah badan seperti sekarang ini; dulu kaum perempuan sigap-sigap badan perawak-annya, jauh berbeda dengan badan-badan ramping dari misalnya puteri-puteri priyantun zaman sekarang.
Dulu perempuan-perempuan adalah cerdik dan tajam otaknya, lebar dan luas penglihat-annya, ulet dan besar tenaganya, menaklukkan kaum laki-laki, yang seakan-akan "mengambing saja di belakang mereka", sebagai ternyata buktinya dibanyak sejarah-sejarah. Dulu di zaman matriarchat perempuan-perempuan menjadi raja, menjadi panglima perang, menjadi ketua di rapat-rapat, menjadi kepala rumah tangga, menjadi prajurit, menjadi hakim, menjadi kepala agama. Dulu kaum perempuan tidak banyak berbedaan dengan kaum laki-laki, ya malahan ditentang beberapa sifat-sifat melebihi kaum laki-laki, mengalahkan kaum laki-laki.
Dan di zaman sekarangpun, di zaman kita ini, dapatlah kita tunjukkan, bahwa pada bangsa-bangsa, yang perempuannya tidak tertindas dan terkurung, kaum perempuan itu sigap-sigap badan, tangkas-tangkas gerak, perkasa-perkasa tabiat dan perangainya, cerdik dan luas fikirannya. Havelock Ellis memberi tahukan keterangannya Johnstone yang lama bergaul dengan bangsa-bangsa Andombies di Afrika, bahwa<noinclude>{{rh|||30}}</noinclude>
mf74qxkilus3im74wbc9tnzi98ymgrc
Halaman:Sarinah.pdf/33
104
53654
317912
152260
2026-09-14T11:47:18Z
Lubna Al-Lubabah
27624
/* Tervalidasi */
317912
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lubna Al-Lubabah" /></noinclude>kandangnya. Maka senantiasa kaum yang mengurung perempuannya itu mengasih alasan, bahwa mereka menutup isteri—isterinya dan puteri—puterinya itu ialah untuk memelihara mereka, untuk mengenakkan hidup mereka, untuk memuliakan kedudukan mereka. Ya ... “memuliakan” mereka ... tetapi “memuliakan” mereka dengan memperlakukan mereka sebagai blasteran dewi dan si tolol!
Adakah ini berarti, bahwa hidup si kuli perempuan atau si tani perempuan yang tidak sangat terikat kepada rumah tangga, sudah boleh dikatakan enak? Ah, perempuan Marhaen! Ah, Sarinah! Pulang dari berkuli di pabrik atau di kebun, pulang dari berdagang di pekan yang kadang—kadang berpuluh kilo meter jauhnya itu, masih menunggu lagi kepada mereka di rumah pekerjaan buat sang suami dan sang anak. Masih menunggu pada mereka lagi pekerjaan menanak nasi, mencuci pakaian, mencari kayu bakar, memasak gulai. Sang suami habis kerja merebahkan dirinya di balai-balai, ... tunggu dipanggil makan, tetapi Sarinah, — habis kerja di luar rumah masih adalah kerja lagi baginya di dalam dapur atau di dekat sumur. Bagi laki-laki adalah “kerja delapan jam sehari” atau “kerja sepuluh jam sehari”. Tetapi bagi Sarinah zaman sekarang ini, hidup adalah berarti keluh—kesah terus—menerus, gangguan fikiran terus—menerus, dari fajar menyingsing sampai di tengah malam ...
Kapankah matahari akan bersinar lagi bagi Sarinah itu?
Dulu, di dalam kabutnya zaman purbakala, dulu pernah Sarinah itu menduduki takhtatakhta kerajaan, dulu pernah ia bernama Ratu Simha di negeri Kalinga atau Bundo Kandung di negeri Pagar Ruyung. Dulu pernah ia bernama Srikandi yang mengepalai peperangan. Dulu, di Nippon, ia, menurut Van Kol dan Prof. De Visser, pernah berabad—abad lamanya memegang kecakrawartian masyarakat: “Urusan rumah—tangga dan urusan anak-anak mereka serahkan kepada pelayan—pelayan, dan berlomba—lombalah mereka dengan orang-orang lelaki di atas lapangan ilmu dan perpustakaan. Di atas lapangan sya’ir mereka sama tingginya dengan kaum lakila—ki, di atas lapangan prosa mereka memukul sama sekali kaum laki—laki itu. Sehingga sampai di<noinclude>{{rh|||33}}</noinclude>
q3og8nc6hjxphxwotvxv1t75loffjaz
317913
317912
2026-09-14T11:47:45Z
Lubna Al-Lubabah
27624
317913
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Lubna Al-Lubabah" /></noinclude>kandangnya. Maka senantiasa kaum yang mengurung perempuannya itu mengasih alasan, bahwa mereka menutup isteri—isterinya dan puteri—puterinya itu ialah untuk memelihara mereka, untuk mengenakkan hidup mereka, untuk memuliakan kedudukan mereka. Ya ... “memuliakan” mereka ... tetapi “memuliakan” mereka dengan memperlakukan mereka sebagai blasteran dewi dan si tolol!
Adakah ini berarti, bahwa hidup si kuli perempuan atau si tani perempuan yang tidak sangat terikat kepada rumah tangga, sudah boleh dikatakan enak? Ah, perempuan Marhaen! Ah, Sarinah! Pulang dari berkuli di pabrik atau di kebun, pulang dari berdagang di pekan yang kadang—kadang berpuluh kilo meter jauhnya itu, masih menunggu lagi kepada mereka di rumah pekerjaan buat sang suami dan sang anak. Masih menunggu pada mereka lagi pekerjaan menanak nasi, mencuci pakaian, mencari kayu bakar, memasak gulai. Sang suami habis kerja merebahkan dirinya di balai-balai, ... tunggu dipanggil makan, tetapi Sarinah, — habis kerja di luar rumah masih adalah kerja lagi baginya di dalam dapur atau di dekat sumur. Bagi laki-laki adalah “kerja delapan jam sehari” atau “kerja sepuluh jam sehari”. Tetapi bagi Sarinah zaman sekarang ini, hidup adalah berarti keluh—kesah terus—menerus, gangguan fikiran terus—menerus, dari fajar menyingsing sampai di tengah malam ...
Kapankah matahari akan bersinar lagi bagi Sarinah itu?
Dulu, di dalam kabutnya zaman purbakala, dulu pernah Sarinah itu menduduki takhtatakhta kerajaan, dulu pernah ia bernama Ratu Simha di negeri Kalinga atau Bundo Kandung di negeri Pagar Ruyung. Dulu pernah ia bernama Srikandi yang mengepalai peperangan. Dulu, di Nippon, ia, menurut Van Kol dan Prof. De Visser, pernah berabad—abad lamanya memegang kecakrawartian masyarakat: “Urusan rumah—tangga dan urusan anak-anak mereka serahkan kepada pelayan—pelayan, dan berlomba—lombalah mereka dengan orang-orang lelaki di atas lapangan ilmu dan perpustakaan. Di atas lapangan sya’ir mereka sama tingginya dengan kaum laki—laki, di atas lapangan prosa mereka memukul sama sekali kaum laki—laki itu. Sehingga sampai di<noinclude>{{rh|||33}}</noinclude>
6b1olxwdstp6h710zm4ysab5dl95uqm
Halaman:Sarinah.pdf/42
104
69357
317843
200128
2026-09-13T14:38:12Z
Nblprsnt27
27585
/* Tervalidasi */
317843
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Nblprsnt27" /></noinclude>menurut ahli-ahli penyelidikan bangsa-bangsa yang masih biadab, kesengsaraan ini tidak begitu berat dirasanya sebagai kesengsaraan yang musti ditanggung oleh setengah perempuan-perempuan di zaman sekarang, yang bukan saja tertutup sama sekali jasmaninya seperti di dalam penjara, tetapi juga tertutup fikirannya, kesenangan-kesenangannya,
rohaninya, dan diperbudak serta disiksa pula. Menurut
keterangan ahli-ahli ini, maka bagaimapun juga jeleknya nasib perempuan di dalam kelompok itu, belumlah ia menjadi siksaan jiwa yang begitu sangat sebagai perempuan-perempuan tutupan di zaman sekarang ini. Sorot mata perempuan-perempuan kelompok tentu masih sorot mata “merdeka”, menilik gambar-gambar di dalam gua dari puluhan ribu tahun yang lalu, yang menggambarkan perempuan ikut “berpesta” dengan kaum laki-laki. Sebagaimana nasib serigala betina di dalam kelompok serigala bukan nasib yang jelek sama sekali, -anjing serigala betina masih banyak kesenangannya dan kemerdekaannya, maka perempuan kelompok pun masih banyak kesenangannya dan kemerdekaannya.
Lama sekali periode ini. Tetapi lambat laun datanglah perubahan. Periode mencari hidup dengan berburu dan mencari ikan berganti dengan periode, yang pencaharian hidupnya secara lain. Banyak ahli mengatakan, bahwa periode perburuan dan pencaharian ikan itu, diikuti oleh periode menternakkan binatang, periode penggembalaan. Binatang-binatang yang orang tangkap di waktu perburuan itu, yang tidak mati, orang peliharakan, dan ini menjadi asal-asalnya orang memelihara ternak: memelihara sapi, memelihara kuda, memelihara kambing, memelihara kerbau. Tetapi setengah lagi kaum ahli, -misalnya Dr. Fleure dari University College of Wales-, mengatakan, bahwa periode perburuan dan pencaharian ikan itu bukan diikuti oleh periode peternakan, melainkan oleh periode menanam tumbuh-tumbuhan, yakni periode pertanian. (Morgan, seorang ahli yang lain, ada berpendapat lain lagi. Menurut beliau maka tidak adalah periode yang manusia hanya melulu berburu dan mencari ikan saja. Makanan yang berupa tumbuh-tumbuhan sudah dikenal manusia sejak mulanya).Tetapi bagaimana juga, nyatalah bahwa pertanian adalah satu tingkatan yang lebih<noinclude>{{rh|||42}}</noinclude>
k9f94dh1coj2p0e3uq6vfwdvmo09jw2
317871
317843
2026-09-14T00:36:57Z
Nblprsnt27
27585
317871
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Nblprsnt27" /></noinclude>menurut ahli-ahli penyelidikan bangsa-bangsa yang masih biadab, kesengsaraan ini tidak begitu berat dirasanya sebagai kesengsaraan yang musti ditanggung oleh setengah perempuan-perempuan di zaman sekarang, yang bukan saja tertutup sama sekali jasmaninya seperti di dalam penjara, tetapi juga tertutup fikirannya, kesenangan-kesenangannya, rohaninya, dan diperbudak serta disiksa pula. Menurut keterangan ahli-ahli ini, maka bagaimapun juga jeleknya nasib perempuan di dalam kelompok itu, belumlah ia menjadi siksaan jiwa yang begitu sangat sebagai perempuan-perempuan tutupan di zaman sekarang ini. Sorot mata perempuan-perempuan kelompok tentu masih sorot mata “merdeka”, menilik gambar-gambar di dalam gua dari puluhan ribu tahun yang lalu, yang menggambarkan perempuan ikut “berpesta” dengan kaum laki-laki. Sebagaimana nasib serigala betina di dalam kelompok serigala bukan nasib yang jelek sama sekali, -anjing serigala betina masih banyak kesenangannya dan kemerdekaannya, maka perempuan kelompok pun masih banyak kesenangannya dan kemerdekaannya.
Lama sekali periode ini. Tetapi lambat laun datanglah perubahan. Periode mencari hidup dengan berburu dan mencari ikan berganti dengan periode, yang pencaharian hidupnya secara lain. Banyak ahli mengatakan, bahwa periode perburuan dan pencaharian ikan itu, diikuti oleh periode menternakkan binatang, periode penggembalaan. Binatang-binatang yang orang tangkap di waktu perburuan itu, yang tidak mati, orang peliharakan, dan ini menjadi asal-asalnya orang memelihara ternak: memelihara sapi, memelihara kuda, memelihara kambing, memelihara kerbau. Tetapi setengah lagi kaum ahli, -misalnya Dr. Fleure dari University College of Wales-, mengatakan, bahwa periode perburuan dan pencaharian ikan itu bukan diikuti oleh periode peternakan, melainkan oleh periode menanam tumbuh-tumbuhan, yakni periode pertanian. (Morgan, seorang ahli yang lain, ada berpendapat lain lagi. Menurut beliau maka tidak adalah periode yang manusia hanya melulu berburu dan mencari ikan saja. Makanan yang berupa tumbuh-tumbuhan sudah dikenal manusia sejak mulanya).Tetapi bagaimana juga, nyatalah bahwa pertanian adalah satu tingkatan yang lebih<noinclude>{{rh|||42}}</noinclude>
pyufg347l5y27iweeubf3zmrgfgu3wq
Halaman:Sarinah.pdf/45
104
69358
317874
200106
2026-09-14T03:25:24Z
Hainisyaf
25098
/* Tervalidasi */
317874
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hainisyaf" /></noinclude>Maka makin tambah pentingnya arti pertanian di dalam
kehidupan dan penghidupan manusia itu, makin naiklah
derajat perempuan, makin naiklah kekuasaannya. Makin
naiklah “bintangnya”, - naik, buat pertama kali di dalam sejarah kemanusiaan. Sebab dialah yang kini menjadi produsen yang terpenting di dalam masyarakat, dari padanyalah tergantung selamat atau tidak selamatnya masyarakat. Cara hidup yang berpindah-pindah tempat itu berubah menjadi cara hidup yang tetap pada satu tempat, manusia nomade yang hidup berkeliaran, selalu berpindah pindah, berganti sifat menjadi manusia yang “berdiam”. Dan di tempat kediaman itu perempuanlah yang menjadi pusatnya! Tidak lagi ia kini dianggap seperti “benda yang orang terpaksa bawa juga” seperti di zamannya kelompok, tidak lagi ia kini dianggap seperti “noodzakelijk kwaad”, tetapi menjadilah ia makhluk yang sangat berharga. Ia menjadi tiang masyarakat, pengatur masyarakat, tunggak masyarakat!
Maka perubahan di dalam cara hidup ini membawa pula
perubahan di dalam moral perlaki-isterian. Dulu perlaki isterian itu secara anjing serigala saja, dulu adalah “Zeit-Ehe” ataupun “Promiskuiteit”. Tapi kini perlaki-isterian ini mulai diatur sedikit-dikit, diatur perhubungannya antara laki-laki dan perempuan, dan diatur pula hal-hal yang mengenai keturunan keturunan sebagai hasilnya perhubungan laki-laki dan perempuan itu. Kini buat pertama kali di dalam sejarah kemanusiaan diadakan hukum yang mengatur perlaki-isterian dan keturunan itu. Memang urusan keturunan inilah pokok pangkal semua hukum perlaki-isterian, asal-mula segala hukum perlaki-isterian. Melepaskan syahwat, membuat keturunan, adalah mudah-, tetapi memelihara keturunan itu tidaklah mudah. Memelihara keturunan itu hajat kepada kecakapan, kepada banyak pekerjaan, kepada banyak pusing kepala. Dulu di dalam kelompok perempuan saja yang
mendapat bagian pusing kepala ini. Laki-laki tinggal
bersenang-senang, tak ambil pusing lagi lebih jauh apakah akibat pelepasan syahwat itu nanti. Hanya nanti, nanti kalau si anak itu sudah besar, kalau si anak itu sudah tidak memusingkan kepala lagi dengan pemeliharaannya, tetapi sebaliknya menguntungkan kepada yang mempunyainya, maka laki-laki lantas mau berkuasa atas si anak itu. Dia<noinclude>{{rh|||45}}</noinclude>
mqic8cu9pps822dpccdey42gub9vf8k
Halaman:Sarinah.pdf/47
104
69363
317878
200116
2026-09-14T03:40:03Z
Hainisyaf
25098
/* Tervalidasi */
317878
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hainisyaf" /></noinclude>Menjadi: Perempuan petani yang pertama. Perempuan
pembangun kultur yang pertama. Perempuan pembuat hukum yang pertama. Buat ketiga kalinya saya undang tuan-tuan mendirikan patung terima kasih kepadanya di dalam kalbu!
Maka dengan diadakannya hukum peribuan ini, serta
hilangnya sifat nomade menjadi sifat “perumahan yang tetap”, hilang pula sifat kelompok, dan menjadilah ia bersifat gens,- yakni menjadilah ia “keluarga besar”. Perempuan dengan semua keluarganya tua-muda berdiam menjadi satu di satu tempat, -yang bukan keluarga tidak boleh berkumpul di situ, tapi berdiam menjadi gerombolan lain dengan keluarga-keluarganya sendiri pula. Di dalam gens yang demikian itu cara hidup adalah cara hidup sama-rata. Boleh dikatakan cara hidup mereka itu adalah cara hidup komunistis! Dr. F. MullerLyer, itu ahli masyarakat yang termasyhur, ada menceritakan dari hal gens pada tingkatan ini: “Anggota-anggota pergabungan keluarga itu memiliki tanah sebagai milik bersama, mereka kerjakan tanah itu bersama-sama pula, dan mereka bagikan buah tanamannya itu di antara keluarga keluarganya menurut keperluan masing-masing. Sering sekali mereka berdiam berkumpul di dalam rumah-rumah yang besar. Tiap-tiap anggota mempunyai hak yang sama atas ladang itu, dan menerima segala apa yang ia perlukan dari hasil pertanian-bersama itu. Pada hampir semua rakyat rakyat pertanian yang bertingkat sederhana ini, adalah cara kerja komunistis itu cara-kerja yang asli”.
Keluarga (Jawa: somah) seperti yang kita kenal sekarang ini, satu suami, satu isteri, anak, di dalam satu rumah, pahit-manis dipikul bersama-sama-, keluarga yang demikian itu belum dikenal orang di masa itu. Orang hidup dengan semua sanak-sanak-familinya menjadi satu gerombolan besar, satu persatuan darah yang besar, satu keluarga besar, -rukun dan rapat, mati-hidup bersama-sama, mengerjakan ladang bersama-sama, menentang musuh bersama-sama. Justru persekutuan dan kerukunan gens inilah menghambat terjadinya “somah” itu. Sebab, oleh karena kini perempuan itu menjadi satu makhluk yang sangat berharga, -tidak seperti dulu di zaman kelompok-, maka gens tidak mau melepaskan dia pindah mengikuti suaminya kelain gens. (Suaminya<noinclude>{{rh|||47}}</noinclude>
0ouz3h4t0szosgmpj3ozcxahopl003x
Halaman:Sarinah.pdf/43
104
69366
317847
200118
2026-09-13T14:52:48Z
Nblprsnt27
27585
/* Tervalidasi */
317847
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Nblprsnt27" /></noinclude>tinggi daripada perburuan. Dr. Fleure menyandarkan teorinya
kepada alasan, bahwa sering terdapat bekas-bekas atau
tanda-tanda pertanian purbakala, yang tidak disertai pula
dengan bekas-bekas atau tanda-tanda peternakan. Jadi: ada
pertanian dengan tak ada peternakan; dan ini dianggap-nya
sebagai bukti, bahwa pertanianlah yang lebih dulu. Orang di
kelompok itu, kata Dr. Fleure, tidak hanya makan daging dan
ikan saja, tetapi niscaya makan juga tumbuh-tumbuhan liar.
Manusia bukan pemakan daging saja sebagai harimau dan serigala, manusia bukan carnivor, -manusia adalah perlu juga
kepada tumbun-tumbuhan, kepada daun-daunan, kepada
buah-buahan, kepada akar-akaran. Dia adalah “omnivor”.
Maka oleh karena manusia omnivor, maka orang-orang perempuan di kelompok itu, kalau kaum laki-laki berburu, mencari tumbuh-tumbuhan, dan lambat-laun terbuka ingatannya akan menanam benih-benih tumbuh-tumbuhan itu. Maka dia, perempuan adalah berjasa besar kepada kemanusiaan sebagai makhluk yang pertama-tama mendapatkan ilmu bercocok tanam, yang sampai sekarang menjadi tiang penghidupan manusia di muka bumi. Dan bukan saja yang mendapatkan rahasia pertanian! -ia juga adalah pekerja pertanian yang pertama. Ia juga adalah petani yang pertama, sebagai nanti akan saya uraikan lebih lanjut.
Buat jasa ini saja kemanusiaan pantas mendirikan patung
terima-kasih bagi perempuan itu!
Bagaimanapun juga, -peternakan lebih dulu, atau langsung kepada pertanian, -pada kira-kira 10.000 tahun atau 12.000 tahun yang lalu dunia manusia masuk ke dalam periode pertanian itu. Dan apa yang kita lihat? Perubahan cara pencaharian hidup ini, perubahan proses pencaharian ini, membawa perubahan besar di dalam nasib perempuan itu. Mulai sekarang dia menjadi makhluk yang penting, oleh karena dialah mulai sekarang menjadi pembuat bekal hidup yang penting, yakni ubi, keladi, jagung dan lain sebagainya yang dia perdapat dengan pertaniannya itu, meski pertaniannya itu masih sederhana sekali. Dia mulai sekarang menjadi produsen yang berharga. Malahan dialah yang menjadi induk kemajuan, induknya “kultur”, yang mula-mula. Dialah petani yang pertama, tetapi dia pulalah yang pertama<noinclude>{{rh|||43}}</noinclude>
latg40iwqovivsxqp8nzg5poblcdv5e
317872
317847
2026-09-14T00:40:37Z
Nblprsnt27
27585
317872
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Nblprsnt27" /></noinclude>tinggi daripada perburuan. Dr. Fleure menyandarkan teorinya kepada alasan, bahwa sering terdapat bekas-bekas atau tanda-tanda pertanian purbakala, yang tidak disertai pula dengan bekas-bekas atau tanda-tanda peternakan. Jadi: ada pertanian dengan tak ada peternakan; dan ini dianggap-nya sebagai bukti, bahwa pertanianlah yang lebih dulu. Orang di kelompok itu, kata Dr. Fleure, tidak hanya makan daging dan ikan saja, tetapi niscaya makan juga tumbuh-tumbuhan liar. Manusia bukan pemakan daging saja sebagai harimau dan serigala, manusia bukan carnivor, -manusia adalah perlu juga kepada tumbun-tumbuhan, kepada daun-daunan, kepada buah-buahan, kepada akar-akaran. Dia adalah “omnivor”. Maka oleh karena manusia omnivor, maka orang-orang perempuan di kelompok itu, kalau kaum laki-laki berburu, mencari tumbuh-tumbuhan, dan lambat-laun terbuka ingatannya akan menanam benih-benih tumbuh-tumbuhan itu. Maka dia, perempuan adalah berjasa besar kepada kemanusiaan sebagai makhluk yang pertama-tama mendapatkan ilmu bercocok tanam, yang sampai sekarang menjadi tiang penghidupan manusia di muka bumi. Dan bukan saja yang mendapatkan rahasia pertanian! -ia juga adalah pekerja pertanian yang pertama. Ia juga adalah petani yang pertama, sebagai nanti akan saya uraikan lebih lanjut.
Buat jasa ini saja kemanusiaan pantas mendirikan patung terima-kasih bagi perempuan itu!
Bagaimanapun juga, -peternakan lebih dulu, atau langsung kepada pertanian, -pada kira-kira 10.000 tahun atau 12.000 tahun yang lalu dunia manusia masuk ke dalam periode pertanian itu. Dan apa yang kita lihat? Perubahan cara pencaharian hidup ini, perubahan proses pencaharian ini, membawa perubahan besar di dalam nasib perempuan itu. Mulai sekarang dia menjadi makhluk yang penting, oleh karena dialah mulai sekarang menjadi pembuat bekal hidup yang penting, yakni ubi, keladi, jagung dan lain sebagainya yang dia perdapat dengan pertaniannya itu, meski pertaniannya itu masih sederhana sekali. Dia mulai sekarang menjadi produsen yang berharga. Malahan dialah yang menjadi induk kemajuan, induknya “kultur”, yang mula-mula. Dialah petani yang pertama, tetapi dia pulalah yang pertama<noinclude>{{rh|||43}}</noinclude>
egna8rjzrvq8e0fjks66g58o64o9e62
Halaman:Sarinah.pdf/46
104
69369
317876
200124
2026-09-14T03:33:35Z
Hainisyaf
25098
/* Tervalidasi */
317876
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hainisyaf" /></noinclude>lantas berkata: “Dia anakku”. Tapi, ... orang laki-laki lain berkata pula: “Dia anakku”! Ya, anak siapa dia itu sebenarnya? Ia tak tentu bapanya! Ia banyak sekali “bapanya”! Laki-laki yang satu mengaku menjadi bapanya, lelaki yang lain membantah: tidak, akulah bapanya. Memang begitulah akibat Zeit-Ehe atau Promiskuiteit. Orang selalu berkelahi, kadang kadang sampai pecah tercerai-berai kelompok itu, -nyatalah
perlu sekali kini diadakan hukum.
Maka kaum perempuan, yang kini menduduki derajat yang
penting itu, kaum perempuan itulah yang membuat hukum
itu. Kaum perempuan itu mengadakan hukum keturunan
menurut garis peribuan. Menurut hukum peribuan ini, maka keturunan disebutkan menurut garis ibu, bukan ditangan bapa. Orang tidak menanya “siapakah bapanya”, tetapi orang menanya “siapakah ibunya”. Memang (juga di masyarakat sekarang ini), manusia sebenarnya hanyalah dapat ditetapkan dengan kenyataan-bukti: siapa ibunya, dan tidak dengan yakin siapa bapanya. Juga buat zaman sekarang, dengan
hukum-hukum perkawinan, “siapa bapa” itu sebenarnya
hanyalah satu hal kepercayaan saja. Goethe, itu penyair dan ahli faIsafah Jerman yang termasyhur, mengatakan, bahwa “siapa bapa” itu hanyalah berdasar “nur auf gutem Glauben” belaka. Artinya: hanya berdasar atas kepercayaan, bukan atas kenyataan bukti! Sehingga sampai sekarang adalah satu peribahasa Eropa yang berbunyi: “Anak bijaksana, yang
mengenal bapanya”. Tetapi dengan bapa banyak atau dengan bapa satu, dengan hukum perkawinan atau tidak dengan hukum perkawinan, dapatlah ditentukan dengan pasti dan yakin: inilah ibunya, inilah orang yang mengandungkan dia, inilah orang yang melahirkan dia! Itulah sebabnya, maka perempuan di zaman periode kedua dari evolusi kemanusiaan itu, lantas menetapkan “hukum keturunan menurut garis peribuan” itu menjadi hukum perlaki-isterian dan hukum keturunan. Hukum peribuan ini menjadi hukum yang pertama-tama di dalam
pergaulan manusia. Jadi perempuanlah yang pertama-tama mengaruniai kemanusiaan dengan hukum, perempuanlah pembuat hukum yang pertama.
46<noinclude>{{rh|||46}}</noinclude>
mjwnkr5m5vxlh9qx011nocp1lyxwlrm
317877
317876
2026-09-14T03:34:05Z
Hainisyaf
25098
317877
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Hainisyaf" /></noinclude>lantas berkata: “Dia anakku”. Tapi, ... orang laki-laki lain berkata pula: “Dia anakku”! Ya, anak siapa dia itu sebenarnya? Ia tak tentu bapanya! Ia banyak sekali “bapanya”! Laki-laki yang satu mengaku menjadi bapanya, lelaki yang lain membantah: tidak, akulah bapanya. Memang begitulah akibat Zeit-Ehe atau Promiskuiteit. Orang selalu berkelahi, kadang kadang sampai pecah tercerai-berai kelompok itu, -nyatalah
perlu sekali kini diadakan hukum.
Maka kaum perempuan, yang kini menduduki derajat yang
penting itu, kaum perempuan itulah yang membuat hukum
itu. Kaum perempuan itu mengadakan hukum keturunan
menurut garis peribuan. Menurut hukum peribuan ini, maka keturunan disebutkan menurut garis ibu, bukan ditangan bapa. Orang tidak menanya “siapakah bapanya”, tetapi orang menanya “siapakah ibunya”. Memang (juga di masyarakat sekarang ini), manusia sebenarnya hanyalah dapat ditetapkan dengan kenyataan-bukti: siapa ibunya, dan tidak dengan yakin siapa bapanya. Juga buat zaman sekarang, dengan
hukum-hukum perkawinan, “siapa bapa” itu sebenarnya
hanyalah satu hal kepercayaan saja. Goethe, itu penyair dan ahli faIsafah Jerman yang termasyhur, mengatakan, bahwa “siapa bapa” itu hanyalah berdasar “nur auf gutem Glauben” belaka. Artinya: hanya berdasar atas kepercayaan, bukan atas kenyataan bukti! Sehingga sampai sekarang adalah satu peribahasa Eropa yang berbunyi: “Anak bijaksana, yang
mengenal bapanya”. Tetapi dengan bapa banyak atau dengan bapa satu, dengan hukum perkawinan atau tidak dengan hukum perkawinan, dapatlah ditentukan dengan pasti dan yakin: inilah ibunya, inilah orang yang mengandungkan dia, inilah orang yang melahirkan dia! Itulah sebabnya, maka perempuan di zaman periode kedua dari evolusi kemanusiaan itu, lantas menetapkan “hukum keturunan menurut garis peribuan” itu menjadi hukum perlaki-isterian dan hukum keturunan. Hukum peribuan ini menjadi hukum yang pertama-tama di dalam
pergaulan manusia. Jadi perempuanlah yang pertama-tama mengaruniai kemanusiaan dengan hukum, perempuanlah pembuat hukum yang pertama.<noinclude>{{rh|||46}}</noinclude>
k94dikt3nx7p4y95u831gufluf5krva
Halaman:Sarinah.pdf/44
104
89362
317850
256744
2026-09-13T15:02:14Z
Nblprsnt27
27585
/* Tervalidasi */
317850
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Nblprsnt27" /></noinclude>sekali mulai terbuka ingatannya membuat rumah. Laki-laki masih banyak lari kian-kemari di hutan, di tepi-tepi sungai, di pantai laut, di padang-padang rumput, di rawa-rawa, tetapi dia, perempuan, karena menjaga hamilnya, atau menjaga anak-anaknya yang kecil serta kebunnya yang sederhana, tetapi tak dapat ditinggalkan itu, dia mulai mencoba membuat tempat kediaman yang tetap. Dia mulai mencoba-coba mendirikan “rumah” yang akan melindungi dirinya serta anak-anaknya daripada panasnya matahari dan basahnya air hujan, dinginnya hawa malam dan tajamnya angin. Dialah yang dengan dahan-dahan kayu, ranting-ranting dan daun-daun mula-mula mendirikan gubug yang amat bersahaja. Dan bukan saja “rumah” Dia jugalah yang pertama-tama duduk di samping buaian kesenian. Dia, kaum perempuan itu, dialah yang mula-mula terbuka ingatannya membuat tali guna mengikat bagian-bagian gubugnya, membuat barang-barang keperluan hidup yang sangat perlu, sebagai misalnya melunakkan kulit binatang yang sudah kering, menganyam tikar atau menganyam keranjang, memintal serat kayu menjadi benang, menenun benang itu menjadi kain kasar, membentuk tanah liat menjadi semacam periuk atau semacam pinggan. Dia, kaum perempuan, dialah yang mula-mula induknya kultur. Dialah pembangun kultur yang pertama, dia dan bukan laki-laki. Dialah menurut Kautsky “pembangun peradaban manusia yang pertama”. Juga buat ini ia pantas mendapat patung terimakasih di dalam ingatan kita!
Makin lama makin “laku” pertanian itu. Hasil perburuan dan pencaharian ikan tidak selamanya tetap, -kadang-kadang dapat, kadang-kadang tidak dapat. Tetapi pertanian hasilnya selalu mengalir. Oleh karena itu, maka pertanian itu diperbesar, dan lambat-laun menjadi tiang hidup yang nomor satu. Perburuan dan pencarian ikan itu makin surut, makin diabaikan, makin dikesampingkan. Orang laki-laki yang kini banyak tempo terluang, mulai mengerjakan peternakan. Maka di sini adalah pertanian itu disampingi oleh peternakan. Tapi kecuali di negeri-negeri yang memang negeri rumput, tak mampu peternakan itu mengalahkan pertanian. Pertanian tetap sumber hidup yang paling penting.<noinclude>{{rh|||44}}</noinclude>
tpewyl5brtq3jpwcepr00crmf53df5y
Halaman:Sarinah.pdf/67
104
89373
317831
256758
2026-09-13T14:09:32Z
AmortisasiPremi
27464
/* Tervalidasi */
317831
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="AmortisasiPremi" /></noinclude>Dan bukan di Eropa saja! Industrialisme itupun menjalar ke Timur, ke seluruh Asia, walaupun agak terlambat. Sejak pertengahan abad ke-19 sudahlah industrialisme ini mulai meng-hantam pula tembok beton penutupan perempuan di dunia Timur. Juga di dunia Timur orang pada waktu silamnya abad ke-19 itu mulai melihat perempuan-perempuan dan anak-anak keluar dari tutupan rumah tangga, masuk ke dalam paberik tenun, paberik gula, paberik teh, atau ke dalam kebun-kebun “kontrakan”. Juga di dunia Timur gugurlah lambat-laun segala belenggu-belenggu tradisi, segala faham-faham dan moral-moral yang mau terus menetapkan perempuan itu sebagai makhluk tutupan di rumah. Di negeri-negeri yang tidak terlalu keras ikatan agama, maka kaum buruh perempuan segera menjadi barang yang biasa. Di India, di Tiongkok, dan terutama sekali di Nippon, permasyarakatan ini berjalan dengan cepat. Tetapi di lain-lain tempat masih keras juga ikatan belenggu tradisi. Meredith Towsend, yang dulu membuat perbandingan antara kedudukan perempuan di pelbagai negeri-negeri Asia, mengatakan bahwa, walaupun perempuan-perempuan Nippon masih saja dihina dan ditindas oleh kaum laki-lakinya, mereka toh masih agak bagus kedudukannya kalau dibandingkan dengan kedudukan perempuan di beberapa bagian negeri-negeri Islam. Hukum-hukum Qur’an yang mengasih kedudukan baik kepada mereka itu, diabaikan orang sehingga seperti huruf mati belaka kalau melihat praktek penindasan sehari-hari. Faham-faham yang asal-nya dari zaman kaum kolot, masih ditegakkan orang di banyak bagian negeri-negeri Islam. Tetapi, -bagi siapa yang mempelajari gerak masyarakat dan sejarah, dan cukup lebar-lebar matanya untuk membanding-bandingkan tingkatan-tingkatan masa dan sejarah, bagi dia tampak pula, bahwa kaum kolot itu sebenarnya memperjoangkan satu perjoangan yang kalah. Juga di negeri-negeri Islam, proses masyarakat ini akan menghancurkan anggapan, bahwa penghidupan menurut kodrat perempuan hanyalah “melahirkan anak-anak, serta menjadi penjaga yang setia dari rumah tangga saja”. Juga di negeri negeri Islam proses masyarakat ini menghela, menarik, mendorong perempuan itu ke dalam gelanggang pergolakan masyarakat, menaikkan derajat perempuan itu menurut tinggi bagiannya di dalam proses produksi masyarakat. Sebab di dalam hal ini<noinclude>{{rh|||67}}</noinclude>
dscibnh39xb149bbyxx89w4mtz7ihya
Halaman:Sarinah.pdf/118
104
96527
317886
268883
2026-09-14T03:58:17Z
Senininibiru
25159
/* Tervalidasi */
317886
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Senininibiru" /></noinclude>pernah mendapat. Hidupnya, menurut O’Conroy, adalah satu “tetesan air mata dan satu senyuman, satu keduka-citaan yang dipikul dengan diam-diam, satu hidup mati berdiri yang tiada persamaannya di sudut dunia manapun jua”. Baginya, menurut tulisan van Kol, tidak kawin adalah satu noda yang amat besar, tetapi kawin satu siksaan yang amat pedih.
Betapa hebatnya cinta seorang perempuan Jepang! la mencinta dengan segenap jiwanya, tetapi tak dapat menjelmakan cintanya itu, karena suaminya tak mengizinkan dia duduk terlalu dekat. Ia musti selalu bersikap hormat, selalu bersikap “abdi”. Maka dicurahkannyalah cintanya itu habis-habisan kepada anak. Lafcadio Hearn tidak mengenal
satu hal yang lebih mengharukan hati, daripada seorang perempuan Jepang yang mengusap-usap dan mencium-cium kepada anaknya. Matanya yang memandang kepada anaknya itu seringkali berlinang-linang.
Tetapi, apakah laki-laki Jepang membalasnya dengan cinta pula?
Menurut semua ahli-ahli jiwa orang Jepang, maka laki-laki Jepang itu tak kenal apa cinta itu. Bahasa Jepang tak mengenal kata buat “cinta kasih”, di dalam arti dan makna yang kita kenal kepadanya. Perkataan mereka buat “cinta” adalah satu perkataan yang bermakna persatuan tubuh, dan aksara mereka buat “cinta” adalah aksara yang menggambarkan persatuan tubuh. Perempuan bagi mereka hanya makhluk pelepas syahwat. Cerita-cerita roman Jepang hampir tak pernah berakhir dengan “happy end”, -yaitu kebahagiaan cinta kasih antara laki-laki dan perempuan. Cinta batin, cinta jiwa, tidak ada. Karena itu maka laki-laki Jepang tidak mengarti, bahwa ia menjalankan satu penghinaan kepada isterinya, kalau ia menyundal, menyelir, membawa perempuan lain ke dalam rumah. la merasa boleh mempunyai selir (makake) berapa saja, -di luar dan di dalam rumah. Ia merasa boleh menyundal beberapa kali saja setiap hari, sekuat uang dan kemampuannya. Bergaul dengan geisha-geisha dan perempuan jalang dianggapnya bukan satu keimmorilan. Di seluruh negeri Jepang, di tiap-tiap sudut adalah rumah-rumah joroya dan machiya. Tidak ada satu<noinclude>{{rh|||118}}</noinclude>
78hsybk1pxdjbddxq4y2bc8egp42yyu
Halaman:Sarinah.pdf/119
104
96528
317884
268884
2026-09-14T03:54:14Z
Senininibiru
25159
/* Tervalidasi */
317884
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Senininibiru" /></noinclude>pesta, tidak ada satu perjamuan, yang tidak “disempurnakan” dengan geisha-geisha.
Perzinahan, -persetubuhan di luar nikah-, bukanlah satu dosa. Menurut perhitungan cacah jiwa rakyat yang dikerjakan oleh Departemen Tata Usaha Keraton beberapa tahun yang lalu, maka 60% dari anak-anak bangsawan adalah dilahirkan
oleh isteri-isteri yang tidak dikawin. Tetapi janganlah seorang perempuan yang sudah bersuami syah, berzina dengan laki-laki lain! Hukuman berat, dari wet dan dari etika, akan jatuh
di atas kepalanya! Beberapa puluh tahun yang dahulu, ia malahan dijatuhi hukuman mati karena perzinahan itu. la hanyalah sebuah milik yang tak boleh diraba oleh orang lain; suami adalah yang memiliki milik itu, dan suami itu boleh menambah jumlah milik itu menurut kemampuannya.
Patriarchat bukan patriarchat, kalau perempuan hanya milik '''suami saja'''. Pada asalnya, '''bapalah''' yang memilikinya lebih dahulu. Milik si bapa ini, karena perkawinan, pindah kepada si suami. Bapa tidak menyelidiki lebih jauh, maukah atau tidak maukah anaknya itu kepada laki-laki yang hendak mengawininya. Bapa yang menimbang, bapa yang memutus. Dan anak pun tidak akan banyak bicara, -anak menurut saja. Tidak banyak “ramai-ramai” atau pesta perkawinan diadakan. Sebab perkawinan hanyalah satu “amal kontrak sipil’ saja. Menurut van Kol, maka, segera sesudah menikah, perempuan itu lantas saja dibawa ke rumah suaminya, dan “lantas saja
disuruh bekerja di rumah tangga”. Badannya, tenaganya, jiwanya, menjadi barang milik. Dan anak-anaknya pun kelak menjadi milik: Kalau ia dicerai, -diusir dari rumah suaminya-, maka anak-anaknya seorang pun tidak boleh mengikutinya!
Pada waktu belum menikah, bapanya boleh mengasihkan dia kepada siapa saja yang dikehendaki oleh bapanya itu.
Ia boleh dijualnya kepada germo-germo, boleh digadaikannya sebagai tanggungan hutang. Kadang-kadang, anak-anak perempuan yang masih amat kecilpun, baru berumur lima-enam tahun, telah dilepaskan oleh bapanya kepada agen-agen sundal itu, untuk “dididik” supaya kelak menjadi sundal biasa atau menjadi geisha.<noinclude>{{rh|||119}}</noinclude>
p1zcod1u49253vykjr0hza372soxbvo
Halaman:Sarinah.pdf/120
104
96529
317882
268885
2026-09-14T03:51:44Z
Senininibiru
25159
/* Tervalidasi */
317882
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Senininibiru" /></noinclude>Agen-agen rumah joroya atau rumah machiya keluar masuk kampung, mencari perawan-perawan yang sudah dara, atau anak-anak kecil yang masip bermain-main. Kemiskinan kaum tani Nippon yang amat sangat, itulah bumi subur untuk kejahatan agen-agen ini. “Tidak ada uang di rumah, ... tetapi
masih ada anak gadis”... itu berarti masih ada harapan. Agen-agen itu amat tajam sekali hidungnya. Mereka dengan ketajaman hidung serigala, dengan segera mencium, di manakah letaknya desa-desa yang penduduknya di dalam
kesusahan. Ada daerah-daerah di negeri Nippon, yang di situ hampir tidak ada lagi gadis-gadis atau perempuan-perempuan muda.
Seorang penulis menceritakan satu kejadian yang biasa: “Di dalani satu gubug, duduk seorang orang tani yang sudah tua, dengan isterinya, dan anaknya perempuan yang masih kecil. Ketiga mereka itu duduk dekat kepada api, mencoba-coba mencari hangat. Orang tua itu memakai semacam mantel,
terbuat daripada rumput. Angin dingin masuk dari lobang-lobang cela pintu yang terbuat dari pada kertas, dan pintu itu bergoyang karena angin. Tikar yang mereka duduki, warnanya kuning dan kotor, dan sudah amoh., Ibu dan anak diam, tidak
mengucapkan sepatah kata juapun; orang laki itu sekali-sekali mengeluarkan suara, tetapi tiada artinya. Yang bergerak hanya tubuh perempuan dan anak itu, karena menggigil kedinginan.
Sekonyong-konyong terdengar dari luar pintu suara sopan santun, -minta maaf karena mengganggu. Bapa tani itu pergi ke pintu, dan sebelum ia membukanya, berjongkoklah ia, serta mengatur tangannya menurut aturan kehormatan. la tundukkan kepalanya, sehingga kepalanya itu hampir mengenai tikar yang kotor itu. Demikianlah ia mengucap selamat datang, memper-silahkan tamu supaya masuk. Dengan banyak sekali membungkuk-bungkuk dan memanggut-manggut, pergilah tamu itu ke tempat dekat api. Di situ dikerjakan lagi hormat-menghormat dengan saksama. Keempat-empat orang itu menaruh tangan di atas tikar, -telapak ke bawah, ujung jari ke dalam. Kepala ditundukkan
hingga hampir mengenai tikar. Bapa tani meng-ucapkan<noinclude>{{rh|||120}}</noinclude>
b5afkovgs5bfl9n0w0ga2gkiz7rllxd
317883
317882
2026-09-14T03:52:26Z
Senininibiru
25159
317883
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Senininibiru" /></noinclude>Agen-agen rumah joroya atau rumah machiya keluar masuk kampung, mencari perawan-perawan yang sudah dara, atau anak-anak kecil yang masip bermain-main. Kemiskinan kaum tani Nippon yang amat sangat, itulah bumi subur untuk kejahatan agen-agen ini. “Tidak ada uang di rumah, ... tetapi
masih ada anak gadis”... itu berarti masih ada harapan. Agen-agen itu amat tajam sekali hidungnya. Mereka dengan ketajaman hidung serigala, dengan segera mencium, di manakah letaknya desa-desa yang penduduknya di dalam
kesusahan. Ada daerah-daerah di negeri Nippon, yang di situ hampir tidak ada lagi gadis-gadis atau perempuan-perempuan muda.
Seorang penulis menceritakan satu kejadian yang biasa: “Di dalani satu gubug, duduk seorang orang tani yang sudah tua, dengan isterinya, dan anaknya perempuan yang masih kecil. Ketiga mereka itu duduk dekat kepada api, mencoba-coba mencari hangat. Orang tua itu memakai semacam mantel,
terbuat daripada rumput. Angin dingin masuk dari lobang-lobang cela pintu yang terbuat dari pada kertas, dan pintu itu bergoyang karena angin. Tikar yang mereka duduki, warnanya kuning dan kotor, dan sudah amoh., Ibu dan anak diam, tidak
mengucapkan sepatah kata juapun; orang laki itu sekali-sekali mengeluarkan suara, tetapi tiada artinya. Yang bergerak hanya tubuh perempuan dan anak itu, karena menggigil kedinginan.
Sekonyong-konyong terdengar dari luar pintu suara sopan santun, -minta maaf karena mengganggu. Bapa tani itu pergi ke pintu, dan sebelum ia membukanya, berjongkoklah ia, serta mengatur tangannya menurut aturan kehormatan. la tundukkan kepalanya, sehingga kepalanya itu hampir mengenai tikar yang kotor itu. Demikianlah ia mengucap selamat datang, memper-silahkan tamu supaya masuk. Dengan banyak sekali membungkuk-bungkuk dan memanggut-manggut, pergilah tamu itu ke tempat dekat api. Di situ dikerjakan lagi hormat-menghormat dengan saksama. Keempat-empat orang itu menaruh tangan di atas tikar, -telapak ke bawah, ujung jari ke dalam. Kepala ditundukkan hingga hampir mengenai tikar. Bapa tani meng-ucapkan<noinclude>{{rh|||120}}</noinclude>
kyirkcz5htaj6ahpae4rh0710inmds5
Halaman:Sarinah.pdf/121
104
96530
317863
268886
2026-09-13T16:13:08Z
Nafi'atunnisa'
27589
/* Tervalidasi */
317863
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Nafi'atunnisa'" /></noinclude>salam kehormatan rumahnya, meminta beribu-ribu maaf atas segala kekurangan. Si tamu membalas dengan kalimat-kalimat yang sangat hormat dan sopan menurut kebiasaan. Satu mangkuk kecil dengan teh hijau disuguhkan kepada tamu terhormat itu, yang dengan banyak desakan tuan-rumah akhirnya mau duduk juga di tempat kehormatan dalam bilik itu. Teh itu diminumnya dengan pelahan-pelahan dan menurut aturan semestinya, dan sesudah sejurus waktu yang pantas, mulailah ia membuka pembicaraan. Anak perempuan itu tak boleh berkata apa-apa, -tak perduli umurnya enam tahun, atau enambelas tahun, atau enamlikur tahun! Ia harus tunduk kepada kehendak bapan ... Kalau pembicaraan jual-beli sudah selesai, maka ia menundukkan badannya kepada bapanya itu, dan kemudian juga kepada si tamu itu. Pakaian-pakaiannya yang sedikit itu ia kumpulkan menjadi satu bungkusan. Berangkatlah ia mengikuti tuannya” ...
Ia menjadi gadis joroya, atau seorang “maiko” yang dididik menjadi geisha. Boleh dikatakan, ia tidak akan merdeka lagi, sebelum tubuhnya layu dan keelokannya hilang. Di negeri Nippon sedikitnya 4.000.000 gadis-gadis kecil di bawah umur 15 tahun meninggalkan rumah orang tuanya secara itu. Di dalam kitab O’Conroy saya membaca keterangan orang Jepang Mr. Satoh yang amat pedas, yang berbunyi: “Salah satu sebab, mengapa pencatatan kelahiran anak di negeri Jepang tidak begitu berguna, ialah, oleh karena anak-anak masuk kepada barang “roerende goederen” yang menjadi milik orang yang memilikinya. Sebagai juga halnya dengan babi, ayam, sapi, serta kambing, maka anak-anak itu diternakkan, -buat nanti dijual. Dulu orang membeli anak-anak dengan harga 50 sampai 60 yen, sekarang seorang anak perempuan yang berumur delapan tahun dan cantik paras mukanya hanyalah berharga 10 yen” ...
Ah, Sarinah di negeri Sakura yang indah itu, dan yang kebudayaannya di lain fihak begitu tinggi! Hanya tiga jenis tempat nasibnya: Dinikah orang, atau tidak dinikah orang, atau dibeli orang dan dijadikan “bunga”. Dinikah orang berarti perhambaan yang berat; tidak dinikah orang berarti kehinaan seumur hidup; dibeli orang dan menjadi bunga joroya atau geisha berarti kesengsaraan puluhan tahun.
121<noinclude>{{rh|||121}}</noinclude>
igvcpdqd9mywn09hljypu7mi4vdxmce
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/45
104
114887
317867
317782
2026-09-13T22:55:44Z
Khusna Safira
26423
317867
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Khusna Safira" />{{rh||41|}}</noinclude>djaga baik² Toean djangan ditipoe oleh Radja itoe."— Soedah itoe Toean Koen berlajar.
Adapoen orang isi benteng di Djakarta 400 orang; dalamnja 250 orang laki jang memakai sendjata.
Hatta, maka Radja Djakarta menaroeh chianat; dikirimnja sapoetjoek soerat kapada panglima Van den Broeke, boenjinja: »Radja hendak berdamai, asal Kompani membajar 6000 rial; serta ia soeka sakali bertemoe dengan Toean Van den Broeke."— Maka Toean Van den Broeke tiada terkenang akan nasihat Toean Koen, melainkan pergilah ia ka astana Radja diiringkan lima orang. Pada koetika iapoen masoek kadalam penghadapan, maka tiba² marika-itoo ditawan dan dihantarkan orang ka roemah pendjara. Maka Toean Van den Broeke dipaksa Radja menoelis sapoetjoek soerat kapada anak boeahnja, boenjinja: bahoea marika-itoe disoeroeh menjerahkan dirinja kapada Radja Djakarta.
Moela² panglima moeda dalam benteng tiada maoe melakoekan perentah itoe, tetapi kasoedahannja diboeatnja djoega, sebab pada sangkanja moesochnja tiada terlawan. Maka ditentoekan oleh kadoea belah pihak itoe, bahoea benteng akan didoedoeki orang Inggeris, serta harta benda akan diserahkan kapada Radja Djakarta; orang isi benteng akan dihantarkan kapada lodji Belanda di Hindoestan.
Maka dengan sabenarnja perdjandjian itoe tiada dilakoekan; adapoen sebabnja diterangkan dibawah ini.
Samantara lodji Kompani dikepoeng, maka datanglah ka Djakarta raajat Banten beberapa riboe orang, jang disoeroeh Mangkoe Boemi mendjaga perboeatan Radja Djakarta,<ref>Pada sangka orang, jang faham dalam hikajat, Radja Djakarta boekan Radja jang bebas, melainkan taalock kapada Radja Banten.</ref> sebab Mangkoe Boemi itoe ingin beroleh sabahagian harta benda Kompani.
Hatta, maka tatkala hoeloebalang besar balatantara Banten itoe mendengar chabar, bahoea benteng akan diserahkan, maka sigeralah ia pergi ka astana diiringkan anak boeahnja; satelah masoek, maka dihoenoesnja kerisnja saperti lakoe hendak menikam akan Radja; serta katanja:<noinclude></noinclude>
832a3rkdz4b97ztp6gk6ow4ts2wc45x
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/71
104
114888
317819
317779
2026-09-13T13:19:42Z
AmortisasiPremi
27464
317819
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="AmortisasiPremi" />{{rh||67|}}</noinclude>Mangkoe Boemi jang melakoekan chianat itoe kapada Kapitein Tak; akan Soesoehoenan Amangkoe-Rat pemerentahan negeri Mataram tiada berapa difadoelikannja.
Adapoen Kompani tiada mengendahkan lagi akan Soesoehoenan, orang isi benteng di Kartåsoerå dititahkannja berdjalan ka Samarang, dan lagi beberapa perkara diselesaikannja sendiri
sadja, oepamanja: Soeltan Tjerebon dititahkan Kompani lepas
dari pada hoekoem Mataram dan taaloek kapada Kompani;
demikian djoega Kompani mengangkat saorang Panembahan
di Madoera dengan tiada menanjakan rila Soesoehoenan.
Hatta, maka pada tahoen 1703 mangkatlah Soesoehoenan
Amangkoe-Rat, maka poeteranja naik radja. Adapoen Radja
itoe Amangkoe-Rat-Mas namanja, tetapi dalam hikajat Radja²
Mataram iapoen dinamai Soenan-Mas. Maka Soenan-Mas
tiada dikasehi oleh anak boeahnja, sebab hatinja gadoek dan
bengis saperti lakoe Soesoehoenan Tegal Wangi; atjap kali
diboenoehnja anak boeahnja dengan tiada samena-mena sadja.
Maka ditjeriterakan oleh sahiboe'lhikajat kasoekaannja mengadoe harimau dengan perampoean jang telandjang!
Maka tiada berapa lamanja Soenan-Mas soedah naik Soesoehoenan, maka adalah Pangeran Poeger, bapa bongsoenja, lari ka Samarang berlindoeng kapada Kompani, sebab takoet akan diboenoeh oleh Soenan-Mas; anaknja saorang telah diboenoeh, sebab doerhaka, serta Pangeran Poeger dihoekoem dengan hoekoeman kabetek <ref>Orang jang kena hoekoem itoe dikoeroeng orang dalam saboeah sangkar (betek) di tengah pasar, soepaja maloe dipandang segala orang jang laloe. </ref>.
Adapoen G. G. Van Outhoorn (dari tahoen 1691 sampai tahoen 1740) masgoel hatinja, sebab Soenan-Mas tiada berbaik dengan Kompani, sebab itoe Kompani meradjakan Pangeran Poeger dengan gelar Soesoehoenan Pakoe Boeånå, serta menitahkan Raad van Indië, Toean De Wilde ka Semarang berserta dengan laskar 2000 orang (pada tahoen 1704). Maka SoenanMas terkedjoet mendengar chabar, mengatakan Pangeran Poeger diradjakan oleh Kompani ; maka dengan segera disoeroehnja oetoesan ka Batawi menjampaikan permintaannja, jaitoe moe-<noinclude></noinclude>
fj8rdxn8xdyvrpbkqltvpi2mkr74see
317858
317819
2026-09-13T15:09:40Z
AmortisasiPremi
27464
317858
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="AmortisasiPremi" />{{rh||67|}}</noinclude>Mangkoe Boemi jang melakoekan chianat itoe kapada Kapitein Tak; akan Soesoehoenan Amangkoe-Rat pemerentahan negeri Mataram tiada berapa difadoelikannja.
Adapoen Kompani tiada mengendahkan lagi akan Soesoehoenan, orang isi benteng di Kartåsoerå dititahkannja berdjalan ka Samarang, dan lagi beberapa perkara diselesaikannja sendiri sadja, oepamanja: Soeltan Tjerebon dititahkan Kompani lepas dari pada hoekoem Mataram dan taaloek kapada Kompani; demikian djoega Kompani mengangkat saorang Panembahan di Madoera dengan tiada menanjakan rila Soesoehoenan.
Hatta, maka pada tahoen 1703 mangkatlah Soesoehoenan Amangkoe-Rat, maka poeteranja naik radja. Adapoen Radja itoe Amangkoe-Rat-Mas namanja, tetapi dalam hikajat Radja² Mataram iapoen dinamai Soenan-Mas. Maka Soenan-Mas tiada dikasehi oleh anak boeahnja, sebab hatinja gadoek dan bengis saperti lakoe Soesoehoenan Tegal Wangi; atjap kali diboenoehnja anak boeahnja dengan tiada samena-mena sadja. Maka ditjeriterakan oleh sahiboe'lhikajat kasoekaannja mengadoe harimau dengan perampoean jang telandjang!
Maka tiada berapa lamanja Soenan-Mas soedah naik Soesoehoenan, maka adalah Pangeran Poeger, bapa bongsoenja, lari ka Samarang berlindoeng kapada Kompani, sebab takoet akan diboenoeh oleh Soenan-Mas; anaknja saorang telah diboenoeh, sebab doerhaka, serta Pangeran Poeger dihoekoem dengan hoekoeman kabetek <ref>Orang jang kena hoekoem itoe dikoeroeng orang dalam saboeah sangkar (betek) di tengah pasar, soepaja maloe dipandang segala orang jang laloe. </ref>.
Adapoen G. G. Van Outhoorn (dari tahoen 1691 sampai tahoen 1740) masgoel hatinja, sebab Soenan-Mas tiada berbaik dengan Kompani, sebab itoe Kompani meradjakan Pangeran Poeger dengan gelar Soesoehoenan Pakoe Boeånå, serta menitahkan Raad van Indië, Toean De Wilde ka Semarang berserta dengan laskar 2000 orang (pada tahoen 1704). Maka SoenanMas terkedjoet mendengar chabar, mengatakan Pangeran Poeger diradjakan oleh Kompani ; maka dengan segera disoeroehnja oetoesan ka Batawi menjampaikan permintaannja, jaitoe moe-<noinclude></noinclude>
fqjyo4glqhd6t0m7ozc39ljsqvbklsl
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/72
104
114889
317821
317785
2026-09-13T13:42:35Z
AmortisasiPremi
27464
317821
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="AmortisasiPremi" />{{rh||68|}}</noinclude>dah-moedahan bapa bongsoenja diserahkan kapadanja; djikalau permintaan itoe dikaboelkan, tentoe dilakoekannja barang kahendak Kompani. Akan tetapi sahoet Gouverneur-Generaal,
bahoea Soenan-Mas patoet mengakoe Pangeran Poeger Soesoehoenan; jikalau ia toendoek, maka sabahagian tanah Mataram akan diperolehnja.
Hatta, maka boepati dan manteri makin banjak meninggalkan
Soenan-Mas, sahingga koetika balatantara Belanda masoek
kadalam Kartåsoerå saorang djoeapoen tiada melawan, seraja
Soenan-Mas soedah lari ka Kediri.
Satelah itoe, maka Soesoehoenan Pakoe Boeånå didoedoekkan
oleh Toean De Wilde dalam keraton, laloe iapoen bertegoeh-tegoehan djandji dengan Kompani; perkara jang teroetama sakali perdjandjian iloe, jaani:
Pertama: Perdjandjian pada tahoen 1677 dan 1678 dioelangkan.
Kadoea: Kompani beroleh daerah Mataram, jang disabelah barat baris jang mempertalikan moeara Tji-Losari dengan moeara Tji-Donan (dekat Tjelatjap).
Katiga: Kompani beroleh poelau Madoera sabelah timoer.
Kaempat: Soesoehoenan memeliharakan isi benteng 200 orang di Kartåsoerå.
Kalima: Sakalian oetang Mataram baik jang lama, baik jang baroe tiada akan dibajar lagi.
Sabermoela, maka Soenan-Mas meminta bantoean kapada Soerapati, maka permintaan itoe diterima oleh Soerapati, asal ia diakoenja Radja Pasoeroehan.
Arkian, maka pada tahoen 1706 Majoor Knol berangkat
dari Soerabaja dengan membawa soldadoe Belanda 1000 orang dan boemi poetera kira² 10.000 orang; adapoen orang itoe raajat Boepati Soerabaja dan raajat Tjakra-ning-Rat, Panembahan Madoera.
Maka tiada terkira-kira soesah pajah perdjalanan balatantara
itoe: dilaloeinja tanah jang soenji, diaroengnja rawah jang dalam, diseberanginja batang ajar jang besar dan deras; banjak orang sakit demam, banjak mati karena penjakit dan sangsara<noinclude></noinclude>
8de63btyviu7067b1eytcofmiwed19p
317854
317821
2026-09-13T15:06:22Z
AmortisasiPremi
27464
317854
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="AmortisasiPremi" />{{rh||68|}}</noinclude>dah-moedahan bapa bongsoenja diserahkan kapadanja; djikalau permintaan itoe dikaboelkan, tentoe dilakoekannja barang kahendak Kompani. Akan tetapi sahoet Gouverneur-Generaal, bahoea Soenan-Mas patoet mengakoe Pangeran Poeger Soesoehoenan; jikalau ia toendoek, maka sabahagian tanah Mataram akan diperolehnja.
Hatta, maka boepati dan manteri makin banjak meninggalkan Soenan-Mas, sahingga koetika balatantara Belanda masoek kadalam Kartåsoerå saorang djoeapoen tiada melawan, seraja Soenan-Mas soedah lari ka Kediri.
Satelah itoe, maka Soesoehoenan Pakoe Boeånå didoedoekkan oleh Toean De Wilde dalam keraton, laloe iapoen bertegoeh-tegoehan djandji dengan Kompani; perkara jang teroetama sakali perdjandjian iloe, jaani:
Pertama: Perdjandjian pada tahoen 1677 dan 1678 dioelangkan.
Kadoea: Kompani beroleh daerah Mataram, jang disabelah barat baris jang mempertalikan moeara Tji-Losari dengan moeara Tji-Donan (dekat Tjelatjap).
Katiga: Kompani beroleh poelau Madoera sabelah timoer.
Kaempat: Soesoehoenan memeliharakan isi benteng 200 orang di Kartåsoerå.
Kalima: Sakalian oetang Mataram baik jang lama, baik jang baroe tiada akan dibajar lagi.
Sabermoela, maka Soenan-Mas meminta bantoean kapada Soerapati, maka permintaan itoe diterima oleh Soerapati, asal ia diakoenja Radja Pasoeroehan.
Arkian, maka pada tahoen 1706 Majoor Knol berangkat dari Soerabaja dengan membawa soldadoe Belanda 1000 orang dan boemi poetera kira² 10.000 orang; adapoen orang itoe raajat Boepati Soerabaja dan raajat Tjakra-ning-Rat, Panembahan Madoera.
Maka tiada terkira-kira soesah pajah perdjalanan balatantara itoe: dilaloeinja tanah jang soenji, diaroengnja rawah jang dalam, diseberanginja batang ajar jang besar dan deras; banjak orang sakit demam, banjak mati karena penjakit dan sangsara<noinclude></noinclude>
68ohh6wu92hjqda7tbj7d1o7asz6ruz
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/73
104
114895
317822
317794
2026-09-13T13:59:04Z
AmortisasiPremi
27464
/* Telah diuji baca */
317822
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="AmortisasiPremi" />{{rh||69|}}</noinclude>dan panas, dan lagi bekal-bekalan habis dimakannja; pada sangka Toean Knol Boepati Soerabaja tiada loeroes hati, sebab ialah jang menoendjoekkan djalan jang boeroek itoe.
Kasoedahannja, satelah perang jang amat ramai, maka balatantara masoek kadalam Bangil; tengah perang itoe Soerapati kena pelooroe, laloe mati.
Adapoen balatantara Belanda banjak orang mati; jang lagi
hidoep letih badannja, sebab itoe Majoor Knol poelang ka
Soerabaja.
Pada tahoen 1707 Toean De Wilde menghalaukan SoenanMas dari Kediri, laloe mengalahkan anak Soerapati, sahingga balatantara Kompani masoek kadalam Pasoeroehan. Kemoedian dari pada itoe pemerentahan negeri, jang ditaaloekkan oleh Kompani, diatoerkan oleh Toean De Wilde, diberikannja
kapada Boepati², jang setia kapada Pangeran Poeger. Soedah
itoe, Toean De Wilde poelang ka Batawi, dengan lemah dan sakit badannja karena pajah dan sangsara perang itoe, maka tiada berapa lamanja lagi, Toean De Wilde meninggal.
Sjahdan, maka Majoor Knol dititahkan Kompani menawan Soenan-Mas, jang bersemboeni di hoetan rimba tanah Malang.
Maka tetkala Soenan-Mas amat sangat disesakkan moesoehnja, maka iapoen tawar hatinja serta menjerahkan dirinja, laloe dihantarkan ka Batawi.
Maka bermasjawaratlah Gouverneur-Generaal dengan Raad van Indië, maka poetoes bitjaranja, bahoea Soenan-Mas beranak isteri dengan beberapa orang pengiring diboeang ka poelau Ceijlon, serta diperolehnja gadji 250 ringgit saboelan dan beras saberapa jang bergoena (pada tahoen 1708).
<center>'''FASAL XII.'''</center>
<center>'''HIKAJAT RADJA² MATARAM SAMPAI TAHOEN 1757.'''</center>
Bermoela, maka pada tahoen 1719 Soesoehoenan Pakoe Boeånå meninggal doenia, laloe digantikan oleh poeteranja<noinclude></noinclude>
3jxr5kgq88uuyy1tr5nvi43tj4ac3bf
317857
317822
2026-09-13T15:08:16Z
AmortisasiPremi
27464
317857
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="AmortisasiPremi" />{{rh||69|}}</noinclude>dan panas, dan lagi bekal-bekalan habis dimakannja; pada sangka Toean Knol Boepati Soerabaja tiada loeroes hati, sebab ialah jang menoendjoekkan djalan jang boeroek itoe.
Kasoedahannja, satelah perang jang amat ramai, maka balatantara masoek kadalam Bangil; tengah perang itoe Soerapati kena pelooroe, laloe mati.
Adapoen balatantara Belanda banjak orang mati; jang lagi hidoep letih badannja, sebab itoe Majoor Knol poelang ka Soerabaja.
Pada tahoen 1707 Toean De Wilde menghalaukan SoenanMas dari Kediri, laloe mengalahkan anak Soerapati, sahingga balatantara Kompani masoek kadalam Pasoeroehan. Kemoedian dari pada itoe pemerentahan negeri, jang ditaaloekkan oleh Kompani, diatoerkan oleh Toean De Wilde, diberikannja kapada Boepati², jang setia kapada Pangeran Poeger. Soedah itoe, Toean De Wilde poelang ka Batawi, dengan lemah dan sakit badannja karena pajah dan sangsara perang itoe, maka tiada berapa lamanja lagi, Toean De Wilde meninggal.
Sjahdan, maka Majoor Knol dititahkan Kompani menawan Soenan-Mas, jang bersemboeni di hoetan rimba tanah Malang.
Maka tetkala Soenan-Mas amat sangat disesakkan moesoehnja, maka iapoen tawar hatinja serta menjerahkan dirinja, laloe dihantarkan ka Batawi.
Maka bermasjawaratlah Gouverneur-Generaal dengan Raad van Indië, maka poetoes bitjaranja, bahoea Soenan-Mas beranak isteri dengan beberapa orang pengiring diboeang ka poelau Ceijlon, serta diperolehnja gadji 250 ringgit saboelan dan beras saberapa jang bergoena (pada tahoen 1708).
<center>'''FASAL XII.'''</center>
<center>'''HIKAJAT RADJA² MATARAM SAMPAI TAHOEN 1757.'''</center>
Bermoela, maka pada tahoen 1719 Soesoehoenan Pakoe Boeånå meninggal doenia, laloe digantikan oleh poeteranja<noinclude></noinclude>
asba7m1v4lysw5j9b09fjzb30nedxrh
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/109
104
114897
317846
317797
2026-09-13T14:49:26Z
Nafi'atunnisa'
27589
317846
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Nafi'atunnisa'" />{{rh||105|}}</noinclude>dititahkannja balatantara menaaloekkan orang Tjina, jang
melawan Gonvernement.
Satelah orang Tjina itoe alah serta negeri Pemangkat didalam
tangan orang Belanda, maka orang Tjina minta berdamai.
apa lagi sebab kapal perang mengempang koeala soengai.
djadi orang Tjina kakoerangan bekal-bekalan dan obat bedil.
Akan tetapi tiada berapa lamanja kemoedian dari pada itoe
orang Tjina doerhaka poela.
Arkian, maka pada tahoen 1854 Luitenant-Kolonel Andresen
mengalahkan orang Tjina. laloe soldadoe Belanda masoek
kadalam negeri orang Tjina, jang teroetama sakali, jaitoe
Montrado. Soedah itoe, maka kabanjakan kongsi dioeraikan
oleh Gouverneur-Generaal serta kapalanja dihoekoem.
Sjahdan, maka tiga tahoen kemoedian dari pada itoe Gouverneur-Generaal terpaksa poela menjoeroeh angkatan perang
ka tanah Bone, sebab Radja negeri itoe melanggar perdjandjian di Boengaja, adapoen Radja itoe perampoean, Base
Kadjoeare namanja. Maka Luitenant-Generaal Van Swieten
berlajar ka Badjoroe, laloe mengalahkan Bone, dan Pasempa
dan Pompanoea; soedah iloe Radja Base Kadjoeare diloeroenkati oleh Gouvernement dari pada karadjaannja, serta iparnja
Aroe Palaka naik radja dengan rila radja toedjoeh orang, jang
berkoeasa memilih Radja Bone.
Bermoela, maka dalam tahoen 1859 itoe djoega ada perang di tanah Bandjarmasin. Maka disitoelah ada tjoetjoenda
marhoem Soeltan doea orang, jang soeloeng Tamdjidi'Ilah
namanja, jang boengsoe bernama Hidajatoe'llah. Maskipoen
iboe Tamdjid goendik dan iboe Hidajatoe'llah permaisoeri,
tetapi Tamdjidi'Ilah diradjakan oleh Gouvernement.
Oleh karena itoe orang Bandjarmasin bermoesoeh dengan
Gouvernement, maka satelah Pangeran Hidajatoe'llah ditawan
dalam tahoen 1862, maka baroe perang itoe lama kalamaan
berhenti.
Hatta, maka satoe tahoen dahoeloe Soeltan Bandjarmasin
soedah toeroen dari pada tachta karadjaan dengan rila hati,
laloe tanah Bandjarmasin masoek djadjahan Gouvernement.<noinclude></noinclude>
6l5u4o481ewgbely9itdduzzcoq7q7p
317855
317846
2026-09-13T15:06:27Z
Nafi'atunnisa'
27589
317855
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Nafi'atunnisa'" />{{rh||105|}}</noinclude>dititahkannja balatantara menaaloekkan orang Tjina, jang melawan Gonvernement.
Satelah orang Tjina itoe alah serta negeri Pemangkat didalam tangan orang Belanda, maka orang Tjina minta berdamai.
apa lagi sebab kapal perang mengempang koeala soengai. djadi orang Tjina kakoerangan bekal-bekalan dan obat bedil. Akan tetapi tiada berapa lamanja kemoedian dari pada itoe orang Tjina doerhaka poela.
Arkian, maka pada tahoen 1854 Luitenant-Kolonel Andresen mengalahkan orang Tjina. laloe soldadoe Belanda masoek
kadalam negeri orang Tjina, jang teroetama sakali, jaitoe Montrado. Soedah itoe, maka kabanjakan kongsi dioeraikan oleh Gouverneur-Generaal serta kapalanja dihoekoem.
Sjahdan, maka tiga tahoen kemoedian dari pada itoe Gouverneur-Generaal terpaksa poela menjoeroeh angkatan perang ka tanah Bone, sebab Radja negeri itoe melanggar perdjandjian di Boengaja, adapoen Radja itoe perampoean, Base Kadjoeare namanja. Maka Luitenant-Generaal Van Swieten berlajar ka Badjoroe, laloe mengalahkan Bone, dan Pasempa dan Pompanoea; soedah iloe Radja Base Kadjoeare diloeroenkati oleh Gouvernement dari pada karadjaannja, serta iparnja Aroe Palaka naik radja dengan rila radja toedjoeh orang, jang berkoeasa memilih Radja Bone.
Bermoela, maka dalam tahoen 1859 itoe djoega ada perang di tanah Bandjarmasin. Maka disitoelah ada tjoetjoenda marhoem Soeltan doea orang, jang soeloeng Tamdjidi'Ilah namanja, jang boengsoe bernama Hidajatoe'llah. Maskipoen iboe Tamdjid goendik dan iboe Hidajatoe'llah permaisoeri, tetapi Tamdjidi'Ilah diradjakan oleh Gouvernement.
Oleh karena itoe orang Bandjarmasin bermoesoeh dengan Gouvernement, maka satelah Pangeran Hidajatoe'llah ditawan dalam tahoen 1862, maka baroe perang itoe lama kalamaan berhenti.
Hatta, maka satoe tahoen dahoeloe Soeltan Bandjarmasin soedah toeroen dari pada tachta karadjaan dengan rila hati, laloe tanah Bandjarmasin masoek djadjahan Gouvernement.<noinclude></noinclude>
ep92w6hd3b4kcv3i2rvpf34asraqvkh
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/110
104
114900
317849
317805
2026-09-13T14:58:25Z
Nafi'atunnisa'
27589
317849
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Nafi'atunnisa'" />{{rh||106|}}</noinclude>Alkesah, maka terseboetlah perkataan negeri Atjeh. Ada-poen Gouvernement soedah lama tiada berbaik dengan orang
Atjeh, sebab marika-itoe merompak dan mentjoeri orang di
poelau² sabelah barat poelau Pertja. Maka pada tahoen 1872
terdengarlah chabar kapada G. G. Loudon (dari tahoen 1872
sampai tahoen 1875), bahoea oetoesan Soeltan mentjari pertoeloengan kapada radja² jang lain, sebab Soeltan Atjeh
takoet diperangi oleh orang Belanda. Oleh karena itoe Gou-verneur-Generaal minta katerangan, akan tetapi djawab Soeltan
tiada teroes terang.
Kalakian, maka angkatan Belanda berlajar ka tanah Atjeh,
maka wakil Gouverneur-Generaal jang menoempang di kapal
mentjoba sakali lagi berdamai serta bertegoeh-tegoehan djandji
dengan orang Atjeh, tetapi sia² sadja. Maka Soeltan bertanggoeh-tanggoeh akan membalas soerat wakil Gouvernement,
sambil raajatnja memboeat benteng dan koeboe dengan
sakoeat-koeatnja.
Maka apabila dikatahoei oleh wakil itoe, bahoea Soeltan
Atjeh tiada maoe memalingkan hatinja, maka balatantara
Belanda naik darat dibawah perentah Generaal-Majoor Köhler
(pada tahoen 1873).
Maka sedang ramai berperang soldadoe Belanda masoek
kadalam masdjid raja, maka kaesokan harinja koetika Toean
Köhler menindjau moesoeh, maka iapoen kena peloeroe, laloe
mati. Kemoedian dari pada itoe balatantara itoe meninggalkan
tanah Atjeh, istimewa poela sebab moesim penghoedjan tiada
lama akan datang.
Arkian, maka pada kasoedahan tahoen 1873 dilangkapkan
Gouvernement poela angkatan jang besar, satelah moestaid,
maka kapal itoe berlajar ka tanah Atjeh. Soedah sampai,
maka soldadoe itoe naik darat laloe berdjalan berangsoer-angsoer menoedjoe ka keraton, sambil berperang dengan tiada
berkapoetoesan, karena orang Atjeh itoe amat gagah berani.
Moela² masdjid raja dimasoeki poela oleh soldadoe Belanda,
soedah itoe maka panglima besar Luitenant-Generaal Van
Swieten menjoeroeh soldadoenja mengepoeng keraton, akan<noinclude></noinclude>
5x74on66bkgfp5i3ehwn8zk61eui1ud
317853
317849
2026-09-13T15:03:39Z
Nafi'atunnisa'
27589
317853
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Nafi'atunnisa'" />{{rh||106|}}</noinclude>Alkesah, maka terseboetlah perkataan negeri Atjeh. Ada-poen Gouvernement soedah lama tiada berbaik dengan orang Atjeh, sebab marika-itoe merompak dan mentjoeri orang di poelau² sabelah barat poelau Pertja. Maka pada tahoen 1872 terdengarlah chabar kapada G. G. Loudon (dari tahoen 1872 sampai tahoen 1875), bahoea oetoesan Soeltan mentjari pertoeloengan kapada radja² jang lain, sebab Soeltan Atjeh takoet diperangi oleh orang Belanda. Oleh karena itoe Gou-verneur-Generaal minta katerangan, akan tetapi djawab Soeltan tiada teroes terang.
Kalakian, maka angkatan Belanda berlajar ka tanah Atjeh, maka wakil Gouverneur-Generaal jang menoempang di kapal mentjoba sakali lagi berdamai serta bertegoeh-tegoehan djandji dengan orang Atjeh, tetapi sia² sadja. Maka Soeltan bertanggoeh-tanggoeh akan membalas soerat wakil Gouvernement, sambil raajatnja memboeat benteng dan koeboe dengan sakoeat-koeatnja.
Maka apabila dikatahoei oleh wakil itoe, bahoea Soeltan Atjeh tiada maoe memalingkan hatinja, maka balatantara Belanda naik darat dibawah perentah Generaal-Majoor Köhler (pada tahoen 1873).
Maka sedang ramai berperang soldadoe Belanda masoek kadalam masdjid raja, maka kaesokan harinja koetika Toean Köhler menindjau moesoeh, maka iapoen kena peloeroe, laloe mati. Kemoedian dari pada itoe balatantara itoe meninggalkan tanah Atjeh, istimewa poela sebab moesim penghoedjan tiada lama akan datang.
Arkian, maka pada kasoedahan tahoen 1873 dilangkapkan Gouvernement poela angkatan jang besar, satelah moestaid,
maka kapal itoe berlajar ka tanah Atjeh. Soedah sampai, maka soldadoe itoe naik darat laloe berdjalan berangsoer-angsoer menoedjoe ka keraton, sambil berperang dengan tiada berkapoetoesan, karena orang Atjeh itoe amat gagah berani.
Moela² masdjid raja dimasoeki poela oleh soldadoe Belanda, soedah itoe maka panglima besar Luitenant-Generaal Van Swieten menjoeroeh soldadoenja mengepoeng keraton, akan<noinclude></noinclude>
jr2jjvm3e7k39zq2nbfj4rqxjs2vefp
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/111
104
114901
317848
317806
2026-09-13T14:56:16Z
Nafi'atunnisa'
27589
317848
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Nafi'atunnisa'" />{{rh||107|}}</noinclude>tetapi Soeltan dengan hoeloebalangnja dan raajat soedah lari.
Maka beberapa hari kemoedian dari pada itoe Soeltan mangkat,
maka Gouverneur-Generaal menitahkan tanah Atjeh dibawah
perentah Gouvernement.
Adapoen pada sangka Toean Van Swieten tanah Atjeh lama kalamaan akan sentausa, sebab itoe iapoen berlajar poelang ka Batawi dengan membawa soldadoe jang kabanjakan, tetapi dengan sabenarnja tanah Atjeh beloem habis taaloek, maka atjap kali orang Atjeh tiba² mengamoek satoempoek soldadoe. Diantara Gouverneur² Atjeh Kolonel Van der Heijden jang kanamaan; Toean itoe selamat dalam perang, sahingga tanah Atjeh sentausa. Oleh karena itoe Gouverneur-Generaal menjamakan pemerentahan dan oendang² di tanah Atjeh saperti didalam negeri, jang soedah lama dibawah hoekoem Gouvernement, jaitoe oendang² itoe koerang keras dari pada oendang² jang kabiasaan pada masa perang.
Maka pada tahoen 1885 iboe negeri kota Radja dikelelingi beberapa benteng, jang dihoeboengkan dengan djalan kareta
api. Akan kepala² Atjeh ada jang mendjoendjoeng titah Gouvernement, ada jang mengakoe beradjakan Toeankoe Daoed, kamanakan marhoem Soeltan, demikianlah hal tanah Atjeh sampai sakarang.
Bermoela, maka kabanjakan jang terseboet diatas ini dari hal perang, biarlah kita mentjeriterakan djoega oendang² dan perentah jang dititahkan oleh Gouvernement akan memeliharakan orang Hindia. Adapnen oendang² jang teroetama sakali didjalankan oleh Gouvernement pada tahoen 1855; oendang² itoe bernama dalam bahasa Belanda, Regeerings-reglement, perkaranja jang teroetama sakali jaani:
Gouverneur-Generaal memerentah tanah Hindia atas nama
Radja Belanda serta lima Toean Haad van Indie' membitjaara-
kan perobahan dan oendang², jang akan dititahkan oleh
Gouverneur-Generaal.
Gouverneur-Generaal berkoeasa akan memboeang orang, jang mengharoekan orang negeri. Djikalau orang dihoekoein oleh hakim Gouvernement akan<noinclude></noinclude>
gpaqo2ip1bejr8echg5twwli29je2lv
317856
317848
2026-09-13T15:07:44Z
Nafi'atunnisa'
27589
317856
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Nafi'atunnisa'" />{{rh||107|}}</noinclude>tetapi Soeltan dengan hoeloebalangnja dan raajat soedah lari. Maka beberapa hari kemoedian dari pada itoe Soeltan mangkat, maka Gouverneur-Generaal menitahkan tanah Atjeh dibawah perentah Gouvernement.
Adapoen pada sangka Toean Van Swieten tanah Atjeh lama kalamaan akan sentausa, sebab itoe iapoen berlajar poelang ka Batawi dengan membawa soldadoe jang kabanjakan, tetapi dengan sabenarnja tanah Atjeh beloem habis taaloek, maka atjap kali orang Atjeh tiba² mengamoek satoempoek soldadoe. Diantara Gouverneur² Atjeh Kolonel Van der Heijden jang kanamaan; Toean itoe selamat dalam perang, sahingga tanah Atjeh sentausa. Oleh karena itoe Gouverneur-Generaal menjamakan pemerentahan dan oendang² di tanah Atjeh saperti didalam negeri, jang soedah lama dibawah hoekoem Gouvernement, jaitoe oendang² itoe koerang keras dari pada oendang² jang kabiasaan pada masa perang.
Maka pada tahoen 1885 iboe negeri kota Radja dikelelingi beberapa benteng, jang dihoeboengkan dengan djalan kareta api. Akan kepala² Atjeh ada jang mendjoendjoeng titah Gouvernement, ada jang mengakoe beradjakan Toeankoe Daoed, kamanakan marhoem Soeltan, demikianlah hal tanah Atjeh sampai sakarang.
Bermoela, maka kabanjakan jang terseboet diatas ini dari hal perang, biarlah kita mentjeriterakan djoega oendang² dan perentah jang dititahkan oleh Gouvernement akan memeliharakan orang Hindia. Adapnen oendang² jang teroetama sakali didjalankan oleh Gouvernement pada tahoen 1855; oendang² itoe bernama dalam bahasa Belanda, Regeerings-reglement, perkaranja jang teroetama sakali jaani:
Gouverneur-Generaal memerentah tanah Hindia atas nama Radja Belanda serta lima Toean Haad van Indie' membitjaara- kan perobahan dan oendang², jang akan dititahkan oleh Gouverneur-Generaal.
Gouverneur-Generaal berkoeasa akan memboeang orang, jang mengharoekan orang negeri. Djikalau orang dihoekoein oleh hakim Gouvernement akan<noinclude></noinclude>
1la7hgyzobh85j28qhlpyea5zr8o3hw
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/21
104
114902
317861
317811
2026-09-13T16:01:49Z
Eviandriani55
27623
317861
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Eviandriani55" />{{rh||17|}}</noinclude>Di poelau Bali sampai sakarang orang negeri menoeroet beberapa adat dan agama orang Hindoe.
Arkian, maka sapeninggal Soeltan Tranggånå karadjaan Demak dibahagi oleh anaknja dan menantoenja, serta alat karadjaan Demak diperoleh Adipati Padjang <ref>Bahagian sabelah oetara karesidenan Sålå.</ref>, Mas Karebet namanja. Adapoen segala radja itoe berbantah-bantahan: saorang hendak membinasakan saorang, sahingga Mas Karebet dapat mengoempoelkan hampir segala negeri, jang dahoeloe dibawah hoekoem Pangeran Tranggånå, maka Adipati Soerabaja poen menghantar oepeti kapada Mas Karebet, dan Soenan Giri mengelari dia Soeltan. Akan tetapi beberapa moelia dan besar sakalipoen karadjaan Soeltan Mas Karebet itoe, tiada djoega berapa lamanja hilang lenjap djoega.
Alkesah, maka adalah saorang kakasih Soeltan Mas Karebet, Kjahi Ageng Pamanahan namanja. Adapoen orang itoe memboenoeh Adipati Djipang dengan tipoe daja, sebab itoe dikaroeniai negeri Mataram (Djogja) oleh Soeltan. Pada masa itoe hampir
saloeroeh tanah Mataram hoetan rimba sadja; orang jang diam disitoe hanja 300 tjatjah (isi roemah). Maka Kjahi Ageng Pamanahan amat bidjaksana dan pandai; sebab itoe negeri Mataram bertambah-tambah ramai, tambahan lagi beberapa radja, jang sakalelingnja membawa dirinja kabawah hoekoem Radja Mataram.
Satelah Kjahi Ageng Pamanahan mangkat, maka ia digantikan dengan rila Soeltan Padjang oleh anaknja Mas Ngabehi Soetå Widjåjå.
Maka Soeltan Mas Karebet belas akan Soetå Widjåjå, dan mendjadikan dia panglima besar balatantera Padjang; sebab itoe Soetå Widjåjå dinamai djoega dalam hikajat Senåpati; jaitoe Senåpati-ing-ngalågå, ertinja panglima besar dalam perang. Akan tetapi Soetå Widjåjå tiada djoega poeas hatinja, maksoednja hendak membesarkan namanja dan meloeaskan negerinja. Satelah diboeatnja saboeah karaton dekat Pasar Gede <ref>Sebab itoe iapoen dinamai djoega Ngabehi salor-ing-pasar ertinja Ngabehi disabelah oetara pasar.</ref>, maka iapoen bertapa di goenoeng Kidoel serta<noinclude>{{rh|Hikajat tanah Hindia.||2}}</noinclude>
o52u180sm5gcasxit2q759h41eiq8m0
317862
317861
2026-09-13T16:05:09Z
Eviandriani55
27623
317862
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Eviandriani55" />{{rh||17|}}</noinclude>Di poelau Bali sampai sakarang orang negeri menoeroet beberapa adat dan agama orang Hindoe.
Arkian, maka sapeninggal Soeltan Tranggånå karadjaan Demak dibahagi oleh anaknja dan menantoenja, serta alat karadjaan Demak diperoleh Adipati Padjang <ref>Bahagian sabelah oetara karesidenan Sålå.</ref>, Mas Karebet namanja. Adapoen segala radja itoe berbantah-bantahan: saorang hendak membinasakan saorang, sahingga Mas Karebet dapat mengoempoelkan hampir segala negeri, jang dahoeloe dibawah hoekoem Pangeran Tranggånå, maka Adipati Soerabaja poen menghantar oepeti kapada Mas Karebet, dan Soenan Giri mengelari dia Soeltan. Akan tetapi beberapa moelia dan besar sakalipoen karadjaan Soeltan Mas Karebet itoe, tiada djoega berapa lamanja hilang lenjap djoega.
Alkesah, maka adalah saorang kakasih Soeltan Mas Karebet, Kjahi Ageng Pamanahan namanja. Adapoen orang itoe memboenoeh Adipati Djipang dengan tipoe daja, sebab itoe dikaroeniai negeri Mataram (Djogja) oleh Soeltan. Pada masa itoe hampir saloeroeh tanah Mataram hoetan rimba sadja; orang jang diam disitoe hanja 300 tjatjah (isi roemah). Maka Kjahi Ageng Pamanahan amat bidjaksana dan pandai; sebab itoe negeri Mataram bertambah-tambah ramai, tambahan lagi beberapa radja, jang sakalelingnja membawa dirinja kabawah hoekoem Radja Mataram.
Satelah Kjahi Ageng Pamanahan mangkat, maka ia digantikan dengan rila Soeltan Padjang oleh anaknja Mas Ngabehi Soetå Widjåjå.
Maka Soeltan Mas Karebet belas akan Soetå Widjåjå, dan mendjadikan dia panglima besar balatantera Padjang; sebab itoe Soetå Widjåjå dinamai djoega dalam hikajat Senåpati; jaitoe Senåpati-ing-ngalågå, ertinja panglima besar dalam perang. Akan tetapi Soetå Widjåjå tiada djoega poeas hatinja, maksoednja hendak membesarkan namanja dan meloeaskan negerinja. Satelah diboeatnja saboeah karaton dekat Pasar Gede <ref>Sebab itoe iapoen dinamai djoega Ngabehi salor-ing-pasar ertinja Ngabehi disabelah oetara pasar.</ref>, maka iapoen bertapa di goenoeng Kidoel serta<noinclude>{{rh|Hikajat tanah Hindia.||2}}</noinclude>
c98g1rbmc3bbmi23gxy8euqtjd2zj60
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/22
104
114904
317859
317813
2026-09-13T15:45:42Z
Eviandriani55
27623
317859
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Eviandriani55" />{{rh||18|}}</noinclude>mengakoe dirinja soeami Njahi Lårå Kidoel <ref>Pada sangka orang Djawa Njahi Lårå Kidoel jaitoe dewi, jang mengoewasai pantai dan laoet sabelah selatan poelau Djawa.</ref>, kemoedian dari pada itoe dihimpoenkannja raajatnja, laloe ditaaloekkannja beberapa negeri.
Maka titah Soeltan Padjang tiada difadoelikannja dengan tiada mengingatkan kabadjikan toeannja; pada achirnja diperanginja dan dialahkannja Soeltan Mas Karebet, laloe Soeltan itoe ditawannja bersama-sama kaoem kaloearganja. Tiada lama antaranja, maka Baginda meninggal; chabar orang diratjoen, oleh Senåpati.
Sjahdan, maka Senåpati meradjakan Adipati di Demak, serta poetera Mas Karebet didjadikannja Adipati Djipang; akan tetapi tiada berapa lamanja kemoedian dari pada itoe, maka kadoea radja itoe berperangan, laloe Radja Padjang diboeang oleh Senåpati.
Satelah itoe, maka Senåpati mengambil alat karadjaan, sambil ia mengakoe dirinja Panembahan (Radja) Padjang.
Adapoon Radja² Djawa masgoel hatinja, sebab itoe marika itoe bertegoeh-tegoehan djandji hendak mengoesir Senåpati; maka Radja² itoe kalah; sahingga diakoenja dibawah perentah Panembahan.
Satelah itoe, maka Senåpati menaloekkan tanah Djawa sabelah barat sampai ka Tji-Taroem; akan tetapi pemerenta hannja tiada djoega dengan sentausa, sebab atjap kali radja² jang taaloek doerhaka kapada Jang-dipertoean. Maka tengah perang itoe Demak dan Padjang binasalah. Pada achirnja saloeroeh tanah Djawa mendjoendjoeng titah Panembahan Mataram, hanja Radja Banten dan Radja Blambangan jang bebas.
Arkian, maka pada 1601 mangkatlah Panembahan Soetå Widjåjå, laloe poeteranja jang boengsoe naik tachta karadjaan.
Adapoen Radja itoe bernama Mas Djolang, tetapi dalam hikajat tanah Djawa iapoen dinamai Sedå Krapjak, menoeroet nama negeri Krapjak, tempat ia meninggal (sedå).
{{rule|6em|align=center}}<noinclude></noinclude>
lm3icnubll7zcnt5hguggd7mcfiecnq
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/26
104
114906
317817
2026-09-13T12:37:21Z
Nblprsnt27
27585
/* Telah diuji baca */
317817
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Nblprsnt27" />{{rh||22|}}</noinclude>jang bermoela sakali berlajar Keliling boemi dengan melaloei
selat Magelhaes diantara benoea Amerika sabelah selatan
dan Tanah Api; tatkala orang Ispanjol itoe sampai ka tanah
Hindia, maka laksamana Magolhaes telah diboenoeh oleh
orang Filipinas. Maka orang Ispanjol itoe diterima dengan
baik² oleh Soeltan Tidore, maka orang Portoegis marah,
sebab monopoli rempah² dilanggar oleh orang Ispanjol.
Hatta, maka lama kalamaan orang Moloeko dianiaja oleh
orang Portoegis; kabanjakan wakil Radja Portoegis koerang
tjerdik dan lalai, seraja soldadoenja loba dan bengis kalakoeannja.
Dengan hal jang demikian itoo orang Moloeko menaroeh
dendam dalam hatinja kapada orang Portoegis; pada achirnja
lalim orang Portoegis tiada tertahan lagi; sebab itoe radja²
dan orang kaja berkoempoel akan membitjarakan halnja itoe,
maka poetoeslah moeafakatnja hendak memboenoeh sogala
orang asing itoe. Maka pada hari jang tetap segala orang
Portoegis di poelau² Moloeko didatangi orang negeri; hampir
samoeanja diboenoehnja. Roepa-roepanja koeasa orang Portoegis habis lenjap, akan tetapi pada tahoen 1537 ada
saorang wakil Radja Portoegis, Galvano namanja, maka
wakil itoe amat pandai dan pandjang akal, lagi hatinja loeroes, sahingga orang Moloeko dapat didamaikannja poela,
Sajanglah wakil jang kemoedian tiada sabagai Galvano
melainkan kalakoeannja saperti wakil jang dahoeloe.
Maka dengan hal jang demikian itoe orang Belanda, jang
datang ka poelau² Moloeko pada tahoen 1598 diterima oleh
orang Moloeko dengan soekatjita, sebab marika-itoe bermoesoeh dengan orang Portoegis. Pada tahoen 1600 orang Ambon
bertegoeh-tegoehan djandji dengan laksamana Belanda, Van
dor Hagen namanja, serta meminta pertoeloengan akan menghalaukan orang Portoegis. Soenggoehpoen orang Belanda
sia² mengepoeng benteng Portoegis, tetapi orang Ambon
pertjaja djoega akan dia dan menoeloeng memboeat saboeah benteng.
Arkian, maka orang Belanda bertambah-tambah banjak<noinclude></noinclude>
orwhm81orcxxo5wenpy7j199fn2eg2u
317868
317817
2026-09-14T00:28:58Z
Nblprsnt27
27585
317868
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Nblprsnt27" />{{rh||22|}}</noinclude>jang bermoela sakali berlajar Keliling boemi dengan melaloei
selat Magelhaes diantara benoea Amerika sabelah selatan dan Tanah Api; tatkala orang Ispanjol itoe sampai ka tanah Hindia, maka laksamana Magolhaes telah diboenoeh oleh orang Filipinas. Maka orang Ispanjol itoe diterima dengan baik² oleh Soeltan Tidore, maka orang Portoegis marah, sebab monopoli rempah² dilanggar oleh orang Ispanjol.
Hatta, maka lama kalamaan orang Moloeko dianiaja oleh orang Portoegis; kabanjakan wakil Radja Portoegis koerang tjerdik dan lalai, seraja soldadoenja loba dan bengis kalakoeannja.
Dengan hal jang demikian itoo orang Moloeko menaroeh dendam dalam hatinja kapada orang Portoegis; pada achirnja lalim orang Portoegis tiada tertahan lagi; sebab itoe radja² dan orang kaja berkoempoel akan membitjarakan halnja itoe, maka poetoeslah moeafakatnja hendak memboenoeh segala orang asing itoe. Maka pada hari jang tetap segala orang Portoegis di poelau² Moloeko didatangi orang negeri; hampir samoeanja diboenoehnja. Roepa-roepanja koeasa orang Portoegis habis lenjap, akan tetapi pada tahoen 1537 ada saorang wakil Radja Portoegis, Galvano namanja, maka wakil itoe amat pandai dan pandjang akal, lagi hatinja loeroes, sahingga orang Moloeko dapat didamaikannja poela, Sajanglah wakil jang kemoedian tiada sabagai Galvano melainkan kalakoeannja saperti wakil jang dahoeloe.
Maka dengan hal jang demikian itoe orang Belanda, jang datang ka poelau² Moloeko pada tahoen 1598 diterima oleh orang Moloeko dengan soekatjita, sebab marika-itoe bermoesoeh dengan orang Portoegis. Pada tahoen 1600 orang Ambon bertegoeh-tegoehan djandji dengan laksamana Belanda, Van der Hagen namanja, serta meminta pertoeloengan akan menghalaukan orang Portoegis. Soenggoehpoen orang Belanda sia² mengepoeng benteng Portoegis, tetapi orang Ambon pertjaja djoega akan dia dan menoeloeng memboeat saboeah benteng.
Arkian, maka orang Belanda bertambah-tambah banjak<noinclude></noinclude>
c9rty58st0yc5idu9adk7jou5vg9te4
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/47
104
114907
317818
2026-09-13T13:12:24Z
Sevaharvey
27626
/* Telah diuji baca */
317818
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sevaharvey" />{{rh||43|}}</noinclude>Kemoedian dari pada itoe G. G. Koen berbalik, laloe dititahkannja mendirikan saboeah negeri pada tempat bekas Djakarta. Adapoen negeri jang baroe itoe mendjadi iboe negeri saloeroeh tanah Kompani, namanja Batavia djoega.
Satelah itoe, maka Gouverneur-Generaal pergi mendapatkan orang Inggeris; dimana-mana djoega dilanggarnja kapalnja, sahingga orang Inggeris hampir habis dioesir dari pada tanah Hindia. Sajang pada masa itoe djoega sampailah chabar, bahoea Radja Inggeris dan Radja Belanda soedah berdjandjian, maka dilarangnja anak boeahnja berporangan lagi di tanah Hindia, dititahkannja kadoea bangsa itoe bersahabat.
Adapoen Toean Koen masgoel hatinja, sebab orang Inggeris dibiarkan doedoek poela di tanah Hindia, tetapi perentah itoe didjoendjoengnja djoega.
Maka pada perdamaian orang Inggeris dengan orang Belanda ditentoekan oleh kadoea Radja itoe bahoea tiap-tiap bangsa memilih beberapa orang, maka orang itoe haroes berkoempoel dan memperhatikan segala hal ahwal kadoea bangsa
itoe; akan tetapi kadoea belah pihak senantiasa berselisih djoega.
Kalakian, maka pada tahoen 1621 Toean Koen berlajar ka poelau Banda akan menjiksa orang Banda, sebab atjap kali dilanggarnja perdjandjian dengan Kompani. Satelah sampai, maka balatantara Belanda membakar beberapa kampoeng, serta orang Banda banjak diboenoehnja dan banjak poela dihantarkannja ka Batawi.
Maka doea tahoen kemoedian dari pada itoe Toean Koen berangkat ka negeri Belanda, maka gantinja bernama De Carpentier.
Bermoela, maka terseboetlah perkataan karadjaan Mataram. Adapoen Soeltan Ageng berkahendak Kompani mengakoo dibawah hoekoemnja, tetapi soenggoehpoen Kompani soeka sakali bersahabat dengan Baginda, tetapi tiada maoe mendjadi
hambanja. Oleh karena itoe Soeltan Ageng menaroeh dendam dalam hatinja, serta bersoempah akan membalas Kompani, tetapi pada masa itoe tiada sempat, sebab moela-moela<noinclude></noinclude>
qtjhg8s27j2ekfdv6ib5kb3nx4103ua
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/27
104
114908
317820
2026-09-13T13:22:26Z
Nblprsnt27
27585
/* Telah diuji baca */
317820
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Nblprsnt27" />{{rh||23|}}</noinclude>berlajar ka poelau² Hindia, sahingga radja moeda Ispanjol <ref>Sedjak taboen 1580 tanah Portoegis dibawah hoekoem Radja Ispanjol.</ref> di Hindoestan dan di tanah Hindia berniat akan membinasakan segala orang Belanda serta menjiksa radja² jang bertjampoer dengan orang itoe.
Oleh karena itoe dikoempoelkannja kapal perang 30 boeah di pelaboehan Goa; diantara kapal itoe 8 bocah jang besar²; samoeanja dibawah perentah Laksamana Mendoça.
Moela² kapal itoe menoedjoe haloean ka tanah Atjeh; satelah sampai, maka Laksamana Mendoça meminta izin mendirikan saboeah benteng disitoe; tetapi permintaan itoe tiada dikaboelkan oleh Soeltan Atjeh. Maka orang Portoegis dan orang Ispanjol itoe tiada djoega memerangi orang Atjeh; entah karena tiada berani, entah karena kahendaknja tiada soenggoeh².
Kemoedian dari pada itoe orang Portoegis dan orang Ispanjol itoe mengepoeng negeri Banten, sambil diempangnja kapal Banten jang kaloear, sebab orang Banten telah berniaga dengan orang Belanda.
Adapoen pada koetika itoe djoega lima boeah kapal Belanda berlajar di selat Soenda menoedjoe ka Banten; laksamana
kalangkapan itoe bernama Wolfert Harmensz. Maka terdengarlah chabar kapadanja, bahoea kapal Portoegis dan Ispanjol mengepoeng Banten.
Maskipoen kapal Belanda sadikit sadja lagi ketjil, tetapi
Laksamana Wolfert Harmensz berani djoega hendak melepaskan orang Banten dari pada moesoehnja. Satelah bertemoe, maka kalangkapan Portoegis diperangi oleh orang Belanda, maka doea boeah kapal Portoegis dibinasakannja. Tengah perang itoe Laksamana Mendoça menoedjoekan beberapa perahoe, jang dibakar orang, kapada kapal Belanda, tetapi perahoe itoe dielakkannja. Pada kaesoekan harinja kapal Portoegis meninggalkan pelaboehan Banten, laloe berlajar ka poelau Ambon.
Maka tatkala Laksamana Mendoça sampai ka poelau Ambon,
maka disoeroehnja raajatnja naik darat; kemoedian kampoeng²<noinclude></noinclude>
8y8fwwp9fhb4b99utq1lk1ubjxcosqm
317869
317820
2026-09-14T00:32:23Z
Nblprsnt27
27585
317869
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Nblprsnt27" />{{rh||23|}}</noinclude>berlajar ka poelau² Hindia, sahingga radja moeda Ispanjol <ref>Sedjak taboen 1580 tanah Portoegis dibawah hoekoem Radja Ispanjol.</ref> di Hindoestan dan di tanah Hindia berniat akan membinasakan segala orang Belanda serta menjiksa radja² jang bertjampoer dengan orang itoe.
Oleh karena itoe dikoempoelkannja kapal perang 30 boeah di pelaboehan Goa; diantara kapal itoe 8 bocah jang besar²; samoeanja dibawah perentah Laksamana Mendoça.
Moela² kapal itoe menoedjoe haloean ka tanah Atjeh; satelah sampai, maka Laksamana Mendoça meminta izin mendirikan saboeah benteng disitoe; tetapi permintaan itoe tiada dikaboelkan oleh Soeltan Atjeh. Maka orang Portoegis dan orang Ispanjol itoe tiada djoega memerangi orang Atjeh; entah karena tiada berani, entah karena kahendaknja tiada soenggoeh².
Kemoedian dari pada itoe orang Portoegis dan orang Ispanjol itoe mengepoeng negeri Banten, sambil diempangnja kapal Banten jang kaloear, sebab orang Banten telah berniaga dengan orang Belanda.
Adapoen pada koetika itoe djoega lima boeah kapal Belanda berlajar di selat Soenda menoedjoe ka Banten; laksamana kalangkapan itoe bernama Wolfert Harmensz. Maka terdengarlah chabar kapadanja, bahoea kapal Portoegis dan Ispanjol mengepoeng Banten.
Maskipoen kapal Belanda sadikit sadja lagi ketjil, tetapi Laksamana Wolfert Harmensz berani djoega hendak melepaskan orang Banten dari pada moesoehnja. Satelah bertemoe, maka kalangkapan Portoegis diperangi oleh orang Belanda, maka doea boeah kapal Portoegis dibinasakannja. Tengah perang itoe Laksamana Mendoça menoedjoekan beberapa perahoe, jang dibakar orang, kapada kapal Belanda, tetapi perahoe itoe dielakkannja. Pada kaesoekan harinja kapal Portoegis meninggalkan pelaboehan Banten, laloe berlajar ka poelau Ambon.
Maka tatkala Laksamana Mendoça sampai ka poelau Ambon, maka disoeroehnja raajatnja naik darat; kemoedian kampoeng²<noinclude></noinclude>
9a2idrpd2bx6u932lej3boc8t1xhiv1
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/52
104
114909
317823
2026-09-13T13:59:12Z
Sekar Jarwo Soekarno
24995
/* Bermasalah */
317823
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="2" user="Sekar Jarwo Soekarno" />{{rh||48|}}</noinclude>48
pada Kompani tiada akan dibantoenja lagi, serta Radja
Mangkasar tiada bertegoeh-tegoehan djandji dengan Soesoehoenan Mataram; dan lagi benteng Panakoke senantiasa didalam tangan Kompani, (pada tahoen 1660).
Satelah beberapa lamanja, maka Soeltan llasanoe'ddin tiada
menjampaikan djandjinja. Pada soeatoe hari doea boeah
kapal Belanda terkaram di pantai tanah Mangkasar maka kapal itoe dirampas serta anak kapal diboenoeh den-an satahoe Soeltan. Maka wakil Kompani di Mangkasar menghadap Soeltan, maka dipintanja perompak itoe kena hoekoem; akan tetapi Baginda menolak permintaan itoe dengan perkataan jang tiada laik.
Maka sebab hal jang demikian itoe Kompani berlangkap
hendak berperang poela. Adapoen laksamana Kompani, Cornells Speelman, berangkat dari Batawi dengan membawa 13
boeah kapal jang besar.
Masa pada koetika itoepoen Soeltan Boeton tersesak oleh
raajat Mangkasar, sehingga ia lari ka goenoeng. Maka dalam
pada itoepoen Admiraal Speelman sampai kasana, laloe habis
membinasakan balatantara Mangkasar. Soedah itoe, maka kapal Belanda berlajar ka Mangkasar; maka Soeltan Hasanoe'ddin minta ampoen, dibajarnja oeang akan bangoen orang Kompani, jang diboenoeh anak boeahnja, serta orang
Mangkasar dilarangnja merompak lagi.
Adapoen dalam perang itoe Kompani ditoeloeng oleh I angeran Aroe Palaka dengan orang Bone.
Kemoedian, maka terseboetlah perkataan Pangeran Aroe
Palaka, anak radja di Sopeng.
Maka sakali peristiwa karadjaan Bone dialahkan oleh
orang Mangkasar, maka dalam perang itoepoen Radja Sopeng,
jang bertjampoer dengan orang Bone, ditawan, laloe diboenoeh
dengan titah Soeltan Mangkasar, serta anaknja Aroe Palaka
mendjadi hamba dalam astana Radja Mangkasar. Satelah
beberapa lamanja dengan hal jang demikian itoe, maka
Pangeran Aroe Palaka dapat lari ka Batawi akan memperhambakan dirinja kapada Kompani.<noinclude></noinclude>
37f19ftaeq6vclvb0iq1bo1xpzblx5r
317824
317823
2026-09-13T13:59:32Z
Sekar Jarwo Soekarno
24995
/* Belum diuji baca */
317824
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Sekar Jarwo Soekarno" />{{rh||48|}}</noinclude>48
pada Kompani tiada akan dibantoenja lagi, serta Radja
Mangkasar tiada bertegoeh-tegoehan djandji dengan Soesoehoenan Mataram; dan lagi benteng Panakoke senantiasa didalam tangan Kompani, (pada tahoen 1660).
Satelah beberapa lamanja, maka Soeltan llasanoe'ddin tiada
menjampaikan djandjinja. Pada soeatoe hari doea boeah
kapal Belanda terkaram di pantai tanah Mangkasar maka kapal itoe dirampas serta anak kapal diboenoeh den-an satahoe Soeltan. Maka wakil Kompani di Mangkasar menghadap Soeltan, maka dipintanja perompak itoe kena hoekoem; akan tetapi Baginda menolak permintaan itoe dengan perkataan jang tiada laik.
Maka sebab hal jang demikian itoe Kompani berlangkap
hendak berperang poela. Adapoen laksamana Kompani, Cornells Speelman, berangkat dari Batawi dengan membawa 13
boeah kapal jang besar.
Masa pada koetika itoepoen Soeltan Boeton tersesak oleh
raajat Mangkasar, sehingga ia lari ka goenoeng. Maka dalam
pada itoepoen Admiraal Speelman sampai kasana, laloe habis
membinasakan balatantara Mangkasar. Soedah itoe, maka kapal Belanda berlajar ka Mangkasar; maka Soeltan Hasanoe'ddin minta ampoen, dibajarnja oeang akan bangoen orang Kompani, jang diboenoeh anak boeahnja, serta orang
Mangkasar dilarangnja merompak lagi.
Adapoen dalam perang itoe Kompani ditoeloeng oleh I angeran Aroe Palaka dengan orang Bone.
Kemoedian, maka terseboetlah perkataan Pangeran Aroe
Palaka, anak radja di Sopeng.
Maka sakali peristiwa karadjaan Bone dialahkan oleh
orang Mangkasar, maka dalam perang itoepoen Radja Sopeng,
jang bertjampoer dengan orang Bone, ditawan, laloe diboenoeh
dengan titah Soeltan Mangkasar, serta anaknja Aroe Palaka
mendjadi hamba dalam astana Radja Mangkasar. Satelah
beberapa lamanja dengan hal jang demikian itoe, maka
Pangeran Aroe Palaka dapat lari ka Batawi akan memperhambakan dirinja kapada Kompani.<noinclude></noinclude>
dnjaeo2zwjjbl6050o02l4ujgryzodq
317825
317824
2026-09-13T14:01:12Z
Sekar Jarwo Soekarno
24995
/* Telah diuji baca */
317825
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sekar Jarwo Soekarno" />{{rh||48|}}</noinclude>48
pada Kompani tiada akan dibantoenja lagi, serta Radja
Mangkasar tiada bertegoeh-tegoehan djandji dengan Soesoehoenan Mataram; dan lagi benteng Panakoke senantiasa didalam tangan Kompani, (pada tahoen 1660).
Satelah beberapa lamanja, maka Soeltan llasanoe'ddin tiada
menjampaikan djandjinja. Pada soeatoe hari doea boeah
kapal Belanda terkaram di pantai tanah Mangkasar maka kapal itoe dirampas serta anak kapal diboenoeh den-an satahoe Soeltan. Maka wakil Kompani di Mangkasar menghadap Soeltan, maka dipintanja perompak itoe kena hoekoem; akan tetapi Baginda menolak permintaan itoe dengan perkataan jang tiada laik.
Maka sebab hal jang demikian itoe Kompani berlangkap
hendak berperang poela. Adapoen laksamana Kompani, Cornells Speelman, berangkat dari Batawi dengan membawa 13
boeah kapal jang besar.
Masa pada koetika itoepoen Soeltan Boeton tersesak oleh
raajat Mangkasar, sehingga ia lari ka goenoeng. Maka dalam
pada itoepoen Admiraal Speelman sampai kasana, laloe habis
membinasakan balatantara Mangkasar. Soedah itoe, maka kapal Belanda berlajar ka Mangkasar; maka Soeltan Hasanoe'ddin minta ampoen, dibajarnja oeang akan bangoen orang Kompani, jang diboenoeh anak boeahnja, serta orang
Mangkasar dilarangnja merompak lagi.
Adapoen dalam perang itoe Kompani ditoeloeng oleh I angeran Aroe Palaka dengan orang Bone.
Kemoedian, maka terseboetlah perkataan Pangeran Aroe
Palaka, anak radja di Sopeng.
Maka sakali peristiwa karadjaan Bone dialahkan oleh
orang Mangkasar, maka dalam perang itoepoen Radja Sopeng,
jang bertjampoer dengan orang Bone, ditawan, laloe diboenoeh
dengan titah Soeltan Mangkasar, serta anaknja Aroe Palaka
mendjadi hamba dalam astana Radja Mangkasar. Satelah
beberapa lamanja dengan hal jang demikian itoe, maka
Pangeran Aroe Palaka dapat lari ka Batawi akan memperhambakan dirinja kapada Kompani.<noinclude></noinclude>
5loovvaek0tafxz015s95l9mfd181k4
317826
317825
2026-09-13T14:01:31Z
Sekar Jarwo Soekarno
24995
317826
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sekar Jarwo Soekarno" />{{rh||48|}}</noinclude>
pada Kompani tiada akan dibantoenja lagi, serta Radja
Mangkasar tiada bertegoeh-tegoehan djandji dengan Soesoehoenan Mataram; dan lagi benteng Panakoke senantiasa didalam tangan Kompani, (pada tahoen 1660).
Satelah beberapa lamanja, maka Soeltan llasanoe'ddin tiada
menjampaikan djandjinja. Pada soeatoe hari doea boeah
kapal Belanda terkaram di pantai tanah Mangkasar maka kapal itoe dirampas serta anak kapal diboenoeh den-an satahoe Soeltan. Maka wakil Kompani di Mangkasar menghadap Soeltan, maka dipintanja perompak itoe kena hoekoem; akan tetapi Baginda menolak permintaan itoe dengan perkataan jang tiada laik.
Maka sebab hal jang demikian itoe Kompani berlangkap
hendak berperang poela. Adapoen laksamana Kompani, Cornells Speelman, berangkat dari Batawi dengan membawa 13
boeah kapal jang besar.
Masa pada koetika itoepoen Soeltan Boeton tersesak oleh
raajat Mangkasar, sehingga ia lari ka goenoeng. Maka dalam
pada itoepoen Admiraal Speelman sampai kasana, laloe habis
membinasakan balatantara Mangkasar. Soedah itoe, maka kapal Belanda berlajar ka Mangkasar; maka Soeltan Hasanoe'ddin minta ampoen, dibajarnja oeang akan bangoen orang Kompani, jang diboenoeh anak boeahnja, serta orang
Mangkasar dilarangnja merompak lagi.
Adapoen dalam perang itoe Kompani ditoeloeng oleh I angeran Aroe Palaka dengan orang Bone.
Kemoedian, maka terseboetlah perkataan Pangeran Aroe
Palaka, anak radja di Sopeng.
Maka sakali peristiwa karadjaan Bone dialahkan oleh
orang Mangkasar, maka dalam perang itoepoen Radja Sopeng,
jang bertjampoer dengan orang Bone, ditawan, laloe diboenoeh
dengan titah Soeltan Mangkasar, serta anaknja Aroe Palaka
mendjadi hamba dalam astana Radja Mangkasar. Satelah
beberapa lamanja dengan hal jang demikian itoe, maka
Pangeran Aroe Palaka dapat lari ka Batawi akan memperhambakan dirinja kapada Kompani.<noinclude></noinclude>
4i03tcaw0jggosdmmzh8oyt3jyj59gx
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/31
104
114910
317827
2026-09-13T14:02:02Z
Nblprsnt27
27585
/* Telah diuji baca */
317827
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Nblprsnt27" />{{rh||27|}}</noinclude>beli; ada djoega jang menjongsong perampoean jang pergi ka pasar. Maka orang Portoegis teroetama berniaga di pasar rempah² dibalik pasar ikan dan daging. Lebih djaoeh sadikit
dari sitoe ada lapau (warong) berlirit-lirit dan kedai, tempat
di djoeal orang barang² besi dan sendjata dan barang jang endah² terboeat dari kajoe tjendana; orang amat banjak
berdjoeal katjang dan sajoeran dan ajam dan itik dan oenggas
serba djenis, saperti boeroeng noeri dan boeroeng kakatoea.
Lebih djaoeh poela ada kedai orang Tjina penoeh dengan
pelbagai soetera, kimcha, antelas, beloedoe sangkelat dan
piring mangkok jang haloes²; orang Arab berdjoeal permata;
orang Parsi berdjoeal obat.
Akan pasar kain terbahagi doea: sabelah tempat perampoean, sabelah tempat laki²; barang siapa masoek ka tempat larangan itoe kena denda jang amat banjak.
Adapoen orang Banten, baik orang besar², baik orang ketjil
tiada bagoes pakaiannja: saorang poen tiada berbadjoe, tetapi
ikat pinggang orang kaja bertatahkan emas dan permata, dan kerisnja endah² hoeloenja.
Akan perkakas roemah tiada berapa matjamnja; jaani perioek dan tempoeroeng dan bakoel; hanja beberapa orang kaja memakai perkakas roemah boeatan Tjina dan Djepoen.
Adapoen roemah di doesoen amat boeroek dan ketjil;
pakaian laki² sahelai tjawat sadja, orang perampoean berkain
pendek hingga ka loetoetnja. Makanan orang itoe oebi dan boeah-boeahan; perkakas roemah hampir tiada; permainan tiada dikatahoeinja dan oeang poen djarang² dipakai orang.
Maka perampoean sadikit sadja di doesoen, sebab kabanjakan
berpindah ka kota Banten; sapandjang adat pada masa itoe makin orang besar, makin bininja dan hambanja banjak orang. Oepamanja: ada soeatoe soerat orang Airopah, jang pada zaman itoe diam d i Banten, mengatakan, tatkala saorang anak perampoean sjahbandar nikah, maka iapoen diberi oleh bapanja 50 orang boedak laki² dan 50 orang sahaja perampoean dan 40 anak gadis dan oeang 56 roepiah.
Maka orang jang kabanjakan di kota Banten bininja empat<noinclude></noinclude>
lm8s3x1rr40dw0r8wsbra569cjl8jqw
317870
317827
2026-09-14T00:34:32Z
Nblprsnt27
27585
317870
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Nblprsnt27" />{{rh||27|}}</noinclude>beli; ada djoega jang menjongsong perampoean jang pergi ka pasar. Maka orang Portoegis teroetama berniaga di pasar rempah² dibalik pasar ikan dan daging. Lebih djaoeh sadikit dari sitoe ada lapau (warong) berlirit-lirit dan kedai, tempat di djoeal orang barang² besi dan sendjata dan barang jang endah² terboeat dari kajoe tjendana; orang amat banjak berdjoeal katjang dan sajoeran dan ajam dan itik dan oenggas serba djenis, saperti boeroeng noeri dan boeroeng kakatoea. Lebih djaoeh poela ada kedai orang Tjina penoeh dengan pelbagai soetera, kimcha, antelas, beloedoe sangkelat dan piring mangkok jang haloes²; orang Arab berdjoeal permata; orang Parsi berdjoeal obat.
Akan pasar kain terbahagi doea: sabelah tempat perampoean, sabelah tempat laki²; barang siapa masoek ka tempat larangan itoe kena denda jang amat banjak.
Adapoen orang Banten, baik orang besar², baik orang ketjil tiada bagoes pakaiannja: saorang poen tiada berbadjoe, tetapi ikat pinggang orang kaja bertatahkan emas dan permata, dan kerisnja endah² hoeloenja.
Akan perkakas roemah tiada berapa matjamnja; jaani perioek dan tempoeroeng dan bakoel; hanja beberapa orang kaja memakai perkakas roemah boeatan Tjina dan Djepoen.
Adapoen roemah di doesoen amat boeroek dan ketjil; pakaian laki² sahelai tjawat sadja, orang perampoean berkain pendek hingga ka loetoetnja. Makanan orang itoe oebi dan boeah-boeahan; perkakas roemah hampir tiada; permainan tiada dikatahoeinja dan oeang poen djarang² dipakai orang. Maka perampoean sadikit sadja di doesoen, sebab kabanjakan berpindah ka kota Banten; sapandjang adat pada masa itoe makin orang besar, makin bininja dan hambanja banjak orang. Oepamanja: ada soeatoe soerat orang Airopah, jang pada zaman itoe diam d i Banten, mengatakan, tatkala saorang anak perampoean sjahbandar nikah, maka iapoen diberi oleh bapanja 50 orang boedak laki² dan 50 orang sahaja perampoean dan 40 anak gadis dan oeang 56 roepiah.
Maka orang jang kabanjakan di kota Banten bininja empat<noinclude></noinclude>
dhvhygods5szeu43nqkg1anxx54m3ar
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/53
104
114911
317828
2026-09-13T14:02:45Z
Sekar Jarwo Soekarno
24995
/* Telah diuji baca */
317828
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sekar Jarwo Soekarno" />{{rh||49|}}</noinclude>
Sjahdan, maka iapoen menoeroet balatantara Belanda, jarig
memerangi orang Atjeh di poelau Pertja sabelah barat akan
membantoe Radja Menangkabau (dari tahoen 1660 sampai
tahoen 1C64). Maka terlaloe berani kalakoean Pangeran itoe.
Pada masa perang Kompani dengan Mangkasar diadjaknja
orang Bonè melepaskan dirinja dari pada hoekoem Radja
Mangkasar. Adapoen orang Bone mengoesir orang Mangkasar seraja menoeloeng Kompani akan memerangi Soeltan
llasanoe'ddin.
Sabermoela, maka maskipoen Soeltan Hasanoe'ddin telah
merasai koeasa Kompani, tetapi dilangkahinja poela djandjinja, raajatnja melanggar saboeah perahoe Kompani.
Adapoen Toean Speelman pada koetika itoe tinggal di
poelau Ambon, maka baroe didengarnja chabar, bahoea orang
Mangkasar telah merampas perahoe Kompani, maka segeralah
disoeroehnja laskarnja menjerang tanah Mangkasar.
Kalakian, maka balatantara Mangkasar alah di darat dan
di laoet, sahingga Soeltan Hasanoe'ddin tawar hatinja dan
toendoek.
Maka fasal perdamaian itoe amat berat kapada Soeltan
Mangkasar; jang teroetama sakali, jaani:
Pertama: Segala negeri jang dahoeloe ditaaloekkan oleh Radja Mangkasar haroes lepas dari pada hoekopmnja.
Kadoea:
Kapal Mangkasar tiada boleh berlajar kasabelah
timoer tandjoeng Lasoa.
Katiga:
Kompani beroleh monopoli beberapa matjam dagangan di tanah Mangkasar.
Kaempat: Soeltan Mangkasar membaja r belandja perang
25000 ringgit.
Maka perdamaian itoe bernama dalam hikajat perdamaian
di Boengaja sapandjang nama kampoeng Boengaja dekat
Mangkasar, tempat perdjandjian itoe ditetapkan oleh Toean
Speelman dan Soeltan Hasanoe'ddin.
Dan lagi radja negeri* jang dilepaskan oleh Kompani mengakoe Kompani mendjadi Jang-dipertoean (pada tahoen 1667).
Hatta, maka pada tahoen 1672 Badja Bone toeroen, keHiknjut tanah Hindi».
4<noinclude></noinclude>
qp0otsg6hcw2476jw52178esa4hc0w9
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/54
104
114912
317829
2026-09-13T14:07:02Z
Sekar Jarwo Soekarno
24995
/* Telah diuji baca */
317829
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sekar Jarwo Soekarno" />{{rh||50|}}</noinclude>
moedian radja* ketjil di Bone memilih Pangeran Aroe Palaka
akan ganti Radja itoe, menoeroet adat kabanjakan karadjaan
di poelau Selebes, jaitoe Radja haroes dipilih oleh beberapa
orang besar* (radja ketjil).
Adapoen Soeltan Hasanoe'ddin tiada dapat menahan hatinja;
dititahkannja poela merompak saboeah kapal Kompani.
Satelah itoe, maka Radja jang moengkir djandji itoe habis
ditaaloekkan oleh Kompani; koeasanja dikoerangi poela, segala benteng dan alat perang haroes diserahkannja, tambahan
lagi Soeltan sakali-kali tiada boleh meninggalkan keratonnja
di Oedjoeng Pandan.
Demikianlah lenjap kabesaran tanah Mangkasar. Maka
lama kalamaan karadjaan Bone mengganti Mangkasar, sebab
Radja Aroe Palaka dan radja2 jang kemoedian dari padanja
mengembangkan koeasanja, sahingga pada abad jang kadelapanbelas banjak negeri di poelau Selebes taaloek kapada
Badja Bone.
FASAL IX.
HIKAJAT SOESOEHOENAN TEGAL WANGI
DENGAN TR0ENÄ DJAJA.
Alkesah, maka terseboetlah perkataan Soeltan Ageng Hadja
Mataram. Adapoen saoemoer hidoepnja Baginda menaroeh
dendam jang amat sangat kapada Kompani; maka beberapa
ditjoba oleh Kompani hendak berdamai; baik dengan kakerasan, baik dengan lemah lemboet, tiada djoega mendjadi.
Hatta, maka G. G. Van Diemen mentjahari daja oepaja
hendak melepaskan orang Belanda, jang telah ditawan di
Djapara.
Sakali peristiwa beberapa oetoesan Soesoehoenan menoempang di kapal Inggeris akan mempersembahkan bingkisan<noinclude></noinclude>
llc4572v74tw5xobwssngik9awkf2a7
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/56
104
114913
317834
2026-09-13T14:14:29Z
Juragan Sembako
27027
/* Telah diuji baca */
317834
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Juragan Sembako" />{{rh||52|}}</noinclude>
menjatuhkan kalakoeannja. Dengan hal jang demikian itoe
anak boeahnja disangkakannja hamba sahaja, jang hina sakali,
saolah-olah permainan sadja; sebab itoe radja jang kabanjak an
lalim ; atjap kali anak boeahnja diboenoehnja akan memoeaskan moerka atau kasoekaan Baginda.
s
Adapoen dalam Radja* Mataram Soesoehoenan Tegal Wangi
ialah jang terlebih boeroek namanja, karena bengisnja dan
nafsoenja jang djahat.
Maka ditjeriterakan oleh jang empoenja (jeritera ini, bahoea Soesoehoenan inen (ja h ari akal hendak membinasakan
Patihnja Wira Goena; inilah moelanja kabentjian Baginda:
Pada masa ajahenda Baginda lagi hidoep, maka dilarikan
oleh Pangeran Adipati Anom (*)akan saorang goendik AVirâ
Goenâ; adapoen Patih itoe menghadap Soeltan Ageng serta
mengadoekan halnja; akan telapi Raginda moerka kapadanja, sebab goendik itoe tiada dipersembahkannja kapada
Pangeran Adipati Anom. Maka Pangeran itoe kena moerka
ajahenda djoega, iapoen Hititahkannja mengembalikan goendik
itoe kapada soeaminja. Maka titah itoe didjoendjoengnja,
sambil ia bersoempah dalam batinja Patih itoe akan dibinasakannja kelak.
Satelah Pangeran Adipati Anom naik radja, maka Hititahkannja Wirâ Goenâ menaaloekkan karadjaan Belambangan
dan poelau Bali, akan tetapi raajatnja sadikit orang sadja,
sahingga perentah itoe tiada boleh dilakoekannja ; oleh karena itoe Wirâ Goenâ diboenoeh bersama-sama sakalian kaoemnja dengan titah Soesoehoenan.
Adapoen kakanda Baginda Pangeran Alit bersahabat dengan
Patih Wirâ Goenâ, sebab itoe iapoen katakoeian, kalau*
binasa djoega; dan lagi Soesoehoenan diboni jinja, karena
ialah jang diradjakan ajahenda.
Maka Pangeran itoe bermoeafakat dengan beberapa orang
besar* dan orang alim hendak inenoeroenkan Baginda; akan
('J Pangeran Adipati Anom jaitoe gelar poetera radja, jang akan mendjadi
ganti ajahenda, djadi dalam tjeritera ini Pangeran Adipati Anom jaitoe Soesoehoenan Tegal Wangi.<noinclude></noinclude>
qvo8f8ugtysgopll80hq50p8lpp6djd
317892
317834
2026-09-14T07:56:59Z
Juragan Sembako
27027
317892
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Juragan Sembako" />{{rh||52|}}</noinclude>menjalahkan kalakoeannja. Dengan hal jang demikian itoe
anak boeahnja disangkakannja hamba sahaja, jang hina sakali,
saolah-olah permainan sadja; sebab itoe radja jang kabanjak an
lalim ; atjap kali anak boeahnja diboenoehnja akan memoeaskan moerka atau kasoekaan Baginda.
Adapoen dalam Radja* Mataram Soesoehoenan Tegal Wangi
ialah jang terlebih boeroek namanja, karena bengisnja dan
nafsoenja jang djahat.
Maka ditjeriterakan oleh jang empoenja (jeritera ini, bahoea Soesoehoenan inen (ja h ari akal hendak membinasakan Patihnja Wira Goena; inilah moelanja kabentjian Baginda: Pada masa ajahenda Baginda lagi hidoep, maka dilarikan
oleh Pangeran Adipati Anom (*)akan saorang goendik AVirâ Goenâ; adapoen Patih itoe menghadap Soeltan Ageng serta mengadoekan halnja; akan telapi Raginda moerka kapadanja, sebab goendik itoe tiada dipersembahkannja kapada Pangeran Adipati Anom. Maka Pangeran itoe kena moerka ajahenda djoega, iapoen Hititahkannja mengembalikan goendik itoe kapada soeaminja. Maka titah itoe didjoendjoengnja, sambil ia bersoempah dalam batinja Patih itoe akan dibinasakannja kelak.
Satelah Pangeran Adipati Anom naik radja, maka Hititahkannja Wirâ Goenâ menaaloekkan karadjaan Belambangan dan poelau Bali, akan tetapi raajatnja sadikit orang sadja, sahingga perentah itoe tiada boleh dilakoekannja ; oleh karena itoe Wirâ Goenâ diboenoeh bersama-sama sakalian kaoemnja dengan titah Soesoehoenan.
Adapoen kakanda Baginda Pangeran Alit bersahabat dengan Patih Wirâ Goenâ, sebab itoe iapoen katakoeian, kalau* binasa djoega; dan lagi Soesoehoenan diboni jinja, karena ialah jang diradjakan ajahenda.
Maka Pangeran itoe bermoeafakat dengan beberapa orang besar* dan orang alim hendak inenoeroenkan Baginda; akan ('J Pangeran Adipati Anom jaitoe gelar poetera radja, jang akan mendjadi ganti ajahenda, djadi dalam tjeritera ini Pangeran Adipati Anom jaitoe Soesoehoenan Tegal Wangi.<noinclude></noinclude>
lqm376n0puugje99e9ccnotfa47qqoi
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/57
104
114914
317835
2026-09-13T14:14:57Z
Juragan Sembako
27027
/* Telah diuji baca */
317835
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Juragan Sembako" />{{rh||53|}}</noinclude>
tetapi rahasia itoe terboeka akan Soesoehoenan, maka dititahkannja hoeloebalangnja memboenoeh orang besar* jang doerhaka itoe. Soedah itoe, maka Pangeran Alit dipanggil
menghadap Soesoehoenan. Tatkala Pangeran Alit soedah masoek kadalam penghadapan, maka Baginda mencendjoekkan
kapala sahabatnja, sambil Pangeran Alit dititahkannja menikam kapala itoe dengan kerisnja sendiri. Kemoedian Pangeran
Alit dihantarkan orang kapada goeroenja jang lama, soepaja
boedi akalnja bertambah terang. Adapoen Pangeran Alit amat
inaloe, kasoedahannja tiada dapat menahan hatinja lagi, melainkan masoek kadalam astana Soesoehoenan salakoe orang
gila, kerisnja terhoenoes hendak ditikamkannja kapada Baginda. Maka kawal Madoera diisjaratkan oleh Soesoehoenan,
laloe Pangeran Alit diboenoehnja.
Sjahdan, maka Soesoehoenan berniat hendak memboenoeh
orang alim, jang bersakoetoe dengan Pangeran Alit, tiada
dikatahoeinja siapa dalam orang alim itoe doerhaka, siapa
tiada. Maka segala orang alim dipanggil Soesoehoenan;
satelah berkoempoel, maka marika-itoe samoeanja habis diboenoeh oleh raajat Soesoehoenan bersama-sama sanak saudaranja poen; demikianlah dalam satengah djam lamanja
kira* 6000 orang mati.
Sakali peristiwa Soesoehoenan kamatian saorang isterinja,
jang amat sangat dikasehinja; maka tatkala mait permaisoeri
itoe dikoeboerkan, maka dititahkan Baginda mengoeroeng
perampoean saratoes orang, hingga mati kalaparan samoeanja; jaitoe akan alamat tjinta Baginda kapada isterinja,
jang telah berpoelang itoe.
Djikalau segala hal ahwal kalakoean dan tabiat Soesoehoenan
Tegal Wangi ditjeriterakan, nistjaja djemoe orang jang membatja hikajat ini; jang diriwajatkan diatas ini soedah tjoekoep.
Sabermoela; soenggoehpoen orang jang kabanjakan pada
zaman itoe biasa dianiaja oleh radjanja, tetapi lalim dan
bengis Soesoehoenan Tegal Wangi tiada terderita lagi;
saorang djoeapoen tiada senang hati, haik orang besar, baik
orang ketjil: sanak saudaranja poen ketjil hati.<noinclude></noinclude>
2eheov7lojor41nq1b0rhg1w9uo63dy
317893
317835
2026-09-14T08:00:11Z
Juragan Sembako
27027
317893
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Juragan Sembako" />{{rh||53|}}</noinclude>tetapi rahasia itoe terboeka akan Soesoehoenan, maka dititahkannja hoeloebalangnja memboenoeh orang besar* jang doerhaka itoe. Soedah itoe, maka Pangeran Alit dipanggil menghadap Soesoehoenan. Tatkala Pangeran Alit soedah masoek kadalam penghadapan, maka Baginda mencendjoekkan kapala sahabatnja, sambil Pangeran Alit dititahkannja menikam kapala itoe dengan kerisnja sendiri. Kemoedian Pangeran
Alit dihantarkan orang kapada goeroenja jang lama, soepaja boedi akalnja bertambah terang. Adapoen Pangeran Alit amat inaloe, kasoedahannja tiada dapat menahan hatinja lagi, melainkan masoek kadalam astana Soesoehoenan salakoe orang gila, kerisnja terhoenoes hendak ditikamkannja kapada Baginda. Maka kawal Madoera diisjaratkan oleh Soesoehoenan, laloe Pangeran Alit diboenoehnja.
Sjahdan, maka Soesoehoenan berniat hendak memboenoeh orang alim, jang bersakoetoe dengan Pangeran Alit, tiada dikatahoeinja siapa dalam orang alim itoe doerhaka, siapa tiada. Maka segala orang alim dipanggil Soesoehoenan; satelah berkoempoel, maka marika-itoe samoeanja habis diboenoeh oleh raajat Soesoehoenan bersama-sama sanak saudaranja poen; demikianlah dalam satengah djam lamanja kira* 6000 orang mati.
Sakali peristiwa Soesoehoenan kamatian saorang isterinja, jang amat sangat dikasehinja; maka tatkala mait permaisoeri itoe dikoeboerkan, maka dititahkan Baginda mengoeroeng perampoean saratoes orang, hingga mati kalaparan samoeanja; jaitoe akan alamat tjinta Baginda kapada isterinja, jang telah berpoelang itoe.
Djikalau segala hal ahwal kalakoean dan tabiat Soesoehoenan Tegal Wangi ditjeriterakan, nistjaja djemoe orang jang membatja hikajat ini; jang diriwajatkan diatas ini soedah tjoekoep.
Sabermoela; soenggoehpoen orang jang kabanjakan pada zaman itoe biasa dianiaja oleh radjanja, tetapi lalim dan bengis Soesoehoenan Tegal Wangi tiada terderita lagi; saorang djoeapoen tiada senang hati, haik orang besar, baik
orang ketjil: sanak saudaranja poen ketjil hati.<noinclude></noinclude>
78v6hmyy2ipmid6hn0xv208lbu0oqr8
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/58
104
114915
317836
2026-09-13T14:15:54Z
Juragan Sembako
27027
/* Telah diuji baca */
317836
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Juragan Sembako" />{{rh||54|}}</noinclude>54
m
Maka dengan hal jang demikian itoe, tatkala saorang
Pangeran hendak melepaskan dirinja dari pada hoekoem Soesoehoenan, maka sadikit orang sadja, jang setia kapada
Baginda. Adapoen Pangeran, jang doerhaka kapada Soesoehoenan saorang Pangeran Madoera, Troenâ Djâjâ namanja.
Alkesah, maka Pangeran Troenâ Djâjâ anak saudara Panembahan di Sampang, Tjakra-ning-Rat II namanja. Adapoen
akàn Troenâ Djâjâ timboellah niat dalam hatinja hendak
naik radja; maka maksoednja itoe moedah disampaikannja,
sebab orang Madoera tiada senang hati, seraja Panembahan
Tjakra-ning-Rat senantiasa doedoek di Plered. (»)
Hatta, maka pada tahoen 1675 Pangeran Troenâ Djâjâ
bertegoeh-tegoehan djandji dengan doea orang Mangkasar,
Kraeng Galesoeng dan Bonto Boerane namanja. Adapoen
tatkala Soeltan Hasanoe'ddin dialahkan oleh Admiraal Speelman, maka kadoea orang itoe meninggalkan negerinja dengan
anak boeahnja, laloe merompak dan meroesakkan negeri 1
di pantai laoet.
Satelah soedah berkoempoel dengan Troenâ Djâjâ, maka
orang Mangkasar doedoek di Pasoeroehan dan di Besoeki
serta didirikannja koeboe dan benteng disitoe. Maka beberapa
lamanja dengan hal jang demikian itoe, maka datanglah
raajat Mataram akan mengoesir orang Mangkasar, akan tetapi
balatantara itoe habis dibinasakan oleh orang Mangkasar dan
orang Madoera.
Kemoedian dari pada itoe Soesoehoenan minta pertoeloengan
kapada Kompani sapandjang perdjandjian pada tahoen 1646.
Moela* G. G. Maetsuijker tiada maoe mentjampoeri hal ahwal
karadjaan Mataram, tetapi pada achirnja diboeatnja djoega,
sebab orang Mangkasar merompak perahoe orang Djawa,
jang hendak berlajur ka Batawi.
Adapoen soldadoe Belanda mengalahkan orang Mangkasar,
serta Bonto Boerane mati tengah perang itoe; kemoedian
balatantara itoe poelang ka Batawi. Pada sangka panglima
(') Plered jaitoe tempat kadoedoekan Soeltan Tegel Wangi dekat negeri
Djogjakarta jang sakarang.<noinclude></noinclude>
m102asd0ivdffhxau5wadzy3r8csqfl
317837
317836
2026-09-13T14:16:21Z
Juragan Sembako
27027
317837
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Juragan Sembako" />{{rh||54|}}</noinclude>
Maka dengan hal jang demikian itoe, tatkala saorang
Pangeran hendak melepaskan dirinja dari pada hoekoem Soesoehoenan, maka sadikit orang sadja, jang setia kapada
Baginda. Adapoen Pangeran, jang doerhaka kapada Soesoehoenan saorang Pangeran Madoera, Troenâ Djâjâ namanja.
Alkesah, maka Pangeran Troenâ Djâjâ anak saudara Panembahan di Sampang, Tjakra-ning-Rat II namanja. Adapoen
akàn Troenâ Djâjâ timboellah niat dalam hatinja hendak
naik radja; maka maksoednja itoe moedah disampaikannja,
sebab orang Madoera tiada senang hati, seraja Panembahan
Tjakra-ning-Rat senantiasa doedoek di Plered. (»)
Hatta, maka pada tahoen 1675 Pangeran Troenâ Djâjâ
bertegoeh-tegoehan djandji dengan doea orang Mangkasar,
Kraeng Galesoeng dan Bonto Boerane namanja. Adapoen
tatkala Soeltan Hasanoe'ddin dialahkan oleh Admiraal Speelman, maka kadoea orang itoe meninggalkan negerinja dengan
anak boeahnja, laloe merompak dan meroesakkan negeri 1
di pantai laoet.
Satelah soedah berkoempoel dengan Troenâ Djâjâ, maka
orang Mangkasar doedoek di Pasoeroehan dan di Besoeki
serta didirikannja koeboe dan benteng disitoe. Maka beberapa
lamanja dengan hal jang demikian itoe, maka datanglah
raajat Mataram akan mengoesir orang Mangkasar, akan tetapi
balatantara itoe habis dibinasakan oleh orang Mangkasar dan
orang Madoera.
Kemoedian dari pada itoe Soesoehoenan minta pertoeloengan
kapada Kompani sapandjang perdjandjian pada tahoen 1646.
Moela* G. G. Maetsuijker tiada maoe mentjampoeri hal ahwal
karadjaan Mataram, tetapi pada achirnja diboeatnja djoega,
sebab orang Mangkasar merompak perahoe orang Djawa,
jang hendak berlajur ka Batawi.
Adapoen soldadoe Belanda mengalahkan orang Mangkasar,
serta Bonto Boerane mati tengah perang itoe; kemoedian
balatantara itoe poelang ka Batawi. Pada sangka panglima
(') Plered jaitoe tempat kadoedoekan Soeltan Tegel Wangi dekat negeri
Djogjakarta jang sakarang.<noinclude></noinclude>
axmz0dt480mge0jf61lswfzgernijik
317894
317837
2026-09-14T08:09:42Z
Juragan Sembako
27027
317894
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Juragan Sembako" />{{rh||54|}}</noinclude>Maka dengan hal jang demikian itoe, tatkala saorang Pangeran hendak melepaskan dirinja dari pada hoekoem Soesoehoenan, maka sadikit orang sadja, jang setia kapada Baginda. Adapoen Pangeran, jang doerhaka kapada Soesoehoenan saorang Pangeran Madoera, Troenâ Djâjâ namanja.
Alkesah, maka Pangeran Troenâ Djâjâ anak saudara Panembahan di Sampang, Tjakra-ning-Rat II namanja. Adapoen akàn Troenâ Djâjâ timboellah niat dalam hatinja hendak naik radja; maka maksoednja itoe moedah disampaikannja, sebab orang Madoera tiada senang hati, seraja Panembahan Tjakra-ning-Rat senantiasa doedoek di Plered. (») Hatta, maka pada tahoen 1675 Pangeran Troenâ Djâjâ bertegoeh-tegoehan djandji dengan doea orang Mangkasar, Kraeng Galesoeng dan Bonto Boerane namanja. Adapoen tatkala Soeltan Hasanoe'ddin dialahkan oleh Admiraal Speelman, maka kadoea orang itoe meninggalkan negerinja dengan anak boeahnja, laloe merompak dan meroesakkan negeri 1 di pantai laoet.
Satelah soedah berkoempoel dengan Troenâ Djâjâ, maka orang Mangkasar doedoek di Pasoeroehan dan di Besoeki serta didirikannja koeboe dan benteng disitoe. Maka beberapa lamanja dengan hal jang demikian itoe, maka datanglah
raajat Mataram akan mengoesir orang Mangkasar, akan tetapi balatantara itoe habis dibinasakan oleh orang Mangkasar dan orang Madoera.
Kemoedian dari pada itoe Soesoehoenan minta pertoeloengan kapada Kompani sapandjang perdjandjian pada tahoen 1646. Moela* G. G. Maetsuijker tiada maoe mentjampoeri hal ahwal karadjaan Mataram, tetapi pada achirnja diboeatnja djoega,
sebab orang Mangkasar merompak perahoe orang Djawa, jang hendak berlajur ka Batawi. Adapoen soldadoe Belanda mengalahkan orang Mangkasar, serta Bonto Boerane mati tengah perang itoe; kemoedian balatantara itoe poelang ka Batawi. Pada sangka panglima (') Plered jaitoe tempat kadoedoekan Soeltan Tegel Wangi dekat negeri Djogjakarta jang sakarang.<noinclude></noinclude>
4eg3t12uzaacj10hgi0nhqid40x3oby
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/55
104
114916
317838
2026-09-13T14:17:59Z
Juragan Sembako
27027
/* Telah diuji baca */
317838
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Juragan Sembako" />{{rh||51|}}</noinclude>
kabawah Sjarif (penghoeloe agama) di Mekah, sebab Soesoehoenan telah beroleh gelar Soeltan dari pada Sjaril itoe.
Maka kapal itoe dilanggar oleh kapal Kompani; serta soeroehan itoe ditawan, anak kapal dihantarkannja ka Batawi.
Akan tetapi Soeltan Ageng tiada djoega maoe mempertoekarkan tawanan itoe dengan orang Belanda di Mataram.
Arkian, maka pada tahoen 1646 Soeltan Ageng mangkat;
jang menggantikan karadjaannja jaitoe poeteranja jang boengsoe, Soesoehoenan Amangkoe Rat namanja; sateleh Radja itoe
berpoelang, maka namanja Soesoehoenan Tegal Wangi djoega.
Demi Soesoehoenan itoe naik tachta karadjaan, maka
tawanan Belanda dilepaskannja samoeanja, serta dititahkannja oetoesan ka Batawi hendak berdamai.
Maka pemerentah Kompani bermasjawarat dengan soeroehan itoe; satelah poetoes bitjaranja, maka ditentoekannja
perkara jang di bawah ini, jaani:
Pertama: Sakali satahoen Kompani menjoeroeh oetoesan
kapada Soesoehoenan akan memberi tahoe harta
benda apakah jang endah* telah dibawa dari negeri
Belanda ka Batawi.
Kadoea: Kompani berdjandji hendak memerangi radja jang
doerhaka kapada Soesoehoenan, asal radja itoe
bermoesoeh dengan Kompani; demikian poela Soesoehoenan berdjandji akan memerangi moesoeh
Kompani.
Katiga:
Anak boeah Soesoehoenan tiada boleh berniaga
di poelau* Moloeko, dan lagi nachoda kapal Mataram jang melaloei negeri Malaka haroes minta
izin kapada Kompani.
Sabermoela, maka kemoedian ditjeriterakan hikajat Soesoehoenan Tegal Wangi.
Bahoea senja radja* di tanah Hindia pada zaman itoe
memerentah dengan sakahendaknja sadja; iapoen dihormati
dan disembah oleh anak boeahnja saperti dewa; oleh karena
itoe sedjak ketjilnja radja itoe berboeat sasoeka hatinja serta
memoeaskan hawa nafsoenja: saorang djoeapocn tiada boleh<noinclude></noinclude>
jarzb5ri45ahzseft41oabosaphag5v
317891
317838
2026-09-14T07:53:36Z
Juragan Sembako
27027
317891
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Juragan Sembako" />{{rh||51|}}</noinclude>kabawah Sjarif (penghoeloe agama) di Mekah, sebab Soesoehoenan telah beroleh gelar Soeltan dari pada Sjaril itoe. Maka kapal itoe dilanggar oleh kapal Kompani; serta soeroehan itoe ditawan, anak kapal dihantarkannja ka Batawi.
Akan tetapi Soeltan Ageng tiada djoega maoe mempertoekarkan tawanan itoe dengan orang Belanda di Mataram.
Arkian, maka pada tahoen 1646 Soeltan Ageng mangkat; jang menggantikan karadjaannja jaitoe poeteranja jang boengsoe, Soesoehoenan Amangkoe Rat namanja; sateleh Radja itoe berpoelang, maka namanja Soesoehoenan Tegal Wangi djoega.
Demi Soesoehoenan itoe naik tachta karadjaan, maka tawanan Belanda dilepaskannja samoeanja, serta dititahkannja oetoesan ka Batawi hendak berdamai.
Maka pemerentah Kompani bermasjawarat dengan soeroehan itoe; satelah poetoes bitjaranja, maka ditentoekannja
perkara jang di bawah ini, jaani:
Pertama: Sakali satahoen Kompani menjoeroeh oetoesan kapada Soesoehoenan akan memberi tahoe harta benda apakah jang endah* telah dibawa dari negeri Belanda ka Batawi.
Kadoea: Kompani berdjandji hendak memerangi radja jang doerhaka kapada Soesoehoenan, asal radja itoe bermoesoeh dengan Kompani; demikian poela Soesoehoenan berdjandji akan memerangi moesoeh Kompani.
Katiga: Anak boeah Soesoehoenan tiada boleh berniaga di poelau* Moloeko, dan lagi nachoda kapal Mataram jang melaloei negeri Malaka haroes minta izin kapada Kompani.
Sabermoela, maka kemoedian ditjeriterakan hikajat Soesoehoenan Tegal Wangi.
Bahoea senja radja* di tanah Hindia pada zaman itoe memerentah dengan sakahendaknja sadja; iapoen dihormati dan disembah oleh anak boeahnja saperti dewa; oleh karena itoe sedjak ketjilnja radja itoe berboeat sasoeka hatinja serta
memoeaskan hawa nafsoenja: saorang djoeapocn tiada boleh<noinclude></noinclude>
0olayyfmtv49b3x6b6e8pe1t4o5ojv5
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/107
104
114917
317842
2026-09-13T14:29:47Z
Hainisyaf
25098
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '103 son sahari, di Kediri hanja 3 sen sahari. Maka sebab beberapa matjam tanam-tanaman mendatangkan roegi, oleh karena itoe Gouvernement menitahkan berhenti dari pada bertanam tanam-tanaman itoe ; demikianlah pada zaman sakarang ditanam orang Kopi sadja dengan perentah Gouvernement dalam beberapa karesidenan di poelau Djawa, di Padang Darat dan di Topanoeli. Satelah perang di tanah Djawa poetoes, maka poelau² Hin- dia sentausa beberapa tahoe...
317842
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Hainisyaf" />{{rh||103|}}</noinclude>103
son sahari, di Kediri hanja 3 sen sahari. Maka sebab beberapa
matjam tanam-tanaman mendatangkan roegi, oleh karena
itoe Gouvernement menitahkan berhenti dari pada bertanam
tanam-tanaman itoe ; demikianlah pada zaman sakarang ditanam
orang Kopi sadja dengan perentah Gouvernement dalam beberapa
karesidenan di poelau Djawa, di Padang Darat dan di
Topanoeli.
Satelah perang di tanah Djawa poetoes, maka poelau² Hin-
dia sentausa beberapa tahoen lamanja, maka pada masa itoe
Gouvernement menjoenggoeh-njoenggoehi akan membinasakan
orang perompak; adapoen orang itoe hampir pada saloeroeh
tanah Hindia, lebih² di poelau² Riau dan poelau² Soeloe.
Bertahoen-tahoen lamanja orang itoe diperangi oleh kapal
Gouvernement, dimana-mana perahoenja dan kampoengnja di
bakar orang Belanda. Boekannja orang risau sadja jang me-
rompak, melainkan radja poen menjoeroeh raajatnja meram-
pas Kapal jang terkaram
Adapoen domikianlah, moelanja, maka pada tahoen 1846
G. G. Rochussen (dari tahoen 1845 sampai tahoen 1851)
menitahkan laskar memerangi Radja Beleling dan Radja Ka-
rang Asam dan Radja Klongkong di poelau Bali. Satelah
sampai ka poelau Bali, maka balatantara Belanda mengalahkan
keraton Radja Beleling di Singaradja, sahingga Radja itoe
minta maaf sambil bersoempah akan melakoekan kahendak
Gouvernement; tetapi haroe Kkapal perang soedah berlajar
dari poelan Bali, make Radja itoe moongkir djandji.
‘Arkiao, maka dengan segora kalangkapan Gouvernement
berlajar poela ka poelan Bali; akan tetapi balatantara Belanda
fiada dapat masork kadalam kota Djagaraga, jang amat tegooh?,
sebsb itoe angkatan itoe poolang.
Maka pada tahoen 1849 berangkat poola kapal $4 boeal,
sotengahnja kapal porang, satengabnja kapal jang bermoeat
lat. sendjata dan. bekal-bekalan, maka soldadve 5000 orang
menoempang di kapal dibawah porentah Generaal-Majoor
Michiels.
Soenggoehpoen orang Bali 15000 orang menantikan moe:<noinclude></noinclude>
eblzsbyzufb8avrqwhhcof9m5fj2k3l
317844
317842
2026-09-13T14:43:39Z
Hainisyaf
25098
/* Telah diuji baca */
317844
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hainisyaf" />{{rh||103|}}</noinclude>103
son sahari, di Kediri hanja 3 sen sahari. Maka sebab beberapa matjam tanam-tanaman mendatangkan roegi, oleh karena itoe Gouvernement menitahkan berhenti dari pada bertanam tanam-tanaman itoe ; demikianlah pada zaman sakarang ditanam orang Kopi sadja dengan perentah Gouvernement dalam beberapa karesidenan di poelau Djawa, di Padang Darat dan di Topanoeli.
Satelah perang di tanah Djawa poetoes, maka poelau² Hindia sentausa beberapa tahoen lamanja, maka pada masa itoe Gouvernement menjoenggoeh-njoenggoehi akan membinasakan orang perompak; adapoen orang itoe hampir pada saloeroeh tanah Hindia, lebih² di poelau² Riau dan poelau² Soeloe. Bertahoen-tahoen lamanja orang itoe diperangi oleh kapal Gouvernement, dimana-mana perahoenja dan kampoengnja di bakar orang Belanda. Boekannja orang risau sadja jang merompak, melainkan radja poen menjoeroeh raajatnja merampas Kapal jang terkaram.
Adapoen demikianlah moelanja, maka pada tahoen 1846
G. G. Rochussen (dari tahoen 1845 sampai tahoen 1851)
menitahkan laskar memerangi Radja Beleling dan Radja Karang Asam dan Radja Klongkong di poelau Bali. Satelah sampai ka poelau Bali, maka balatantara Belanda mengalahkan keraton Radja Beleling di Singaradja, sahingga Radja itoe minta maaf sambil bersoempah akan melakoekan kahendak Gouvernement; tetapi baroe kapal perang soedah berlajar dari poelau Bali, make Radja itoe moengkir djandji.
Arkian, maka dengan segera kalangkapan Gouvernement
berlajar poela ka poelau Bali; akan tetapi balatantara Belanda tiada dapat masoek kadalam kota Djagaraga, jang amat tegoeh², sebab itoe angkatan itoe poelang.
Maka pada tahoen 1849 berangkat poela kapal 80 boeah,
satengahnja kapal perang, satengahnja kapal jang bermoeat alat sendjata dan bekal-bekalan, maka soldadoe 5000 orang menoempang di kapal dibawah perentah Generaal-Majoor Michiels.
Soenggoehpoen orang Bali 15000 orang menantikan moe.<noinclude></noinclude>
eczap700mfeyq45c1rtk1cd8bjz2o4m
317845
317844
2026-09-13T14:44:01Z
Hainisyaf
25098
317845
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hainisyaf" />{{rh||103|}}</noinclude>
son sahari, di Kediri hanja 3 sen sahari. Maka sebab beberapa matjam tanam-tanaman mendatangkan roegi, oleh karena itoe Gouvernement menitahkan berhenti dari pada bertanam tanam-tanaman itoe ; demikianlah pada zaman sakarang ditanam orang Kopi sadja dengan perentah Gouvernement dalam beberapa karesidenan di poelau Djawa, di Padang Darat dan di Topanoeli.
Satelah perang di tanah Djawa poetoes, maka poelau² Hindia sentausa beberapa tahoen lamanja, maka pada masa itoe Gouvernement menjoenggoeh-njoenggoehi akan membinasakan orang perompak; adapoen orang itoe hampir pada saloeroeh tanah Hindia, lebih² di poelau² Riau dan poelau² Soeloe. Bertahoen-tahoen lamanja orang itoe diperangi oleh kapal Gouvernement, dimana-mana perahoenja dan kampoengnja di bakar orang Belanda. Boekannja orang risau sadja jang merompak, melainkan radja poen menjoeroeh raajatnja merampas Kapal jang terkaram.
Adapoen demikianlah moelanja, maka pada tahoen 1846
G. G. Rochussen (dari tahoen 1845 sampai tahoen 1851)
menitahkan laskar memerangi Radja Beleling dan Radja Karang Asam dan Radja Klongkong di poelau Bali. Satelah sampai ka poelau Bali, maka balatantara Belanda mengalahkan keraton Radja Beleling di Singaradja, sahingga Radja itoe minta maaf sambil bersoempah akan melakoekan kahendak Gouvernement; tetapi baroe kapal perang soedah berlajar dari poelau Bali, make Radja itoe moengkir djandji.
Arkian, maka dengan segera kalangkapan Gouvernement
berlajar poela ka poelau Bali; akan tetapi balatantara Belanda tiada dapat masoek kadalam kota Djagaraga, jang amat tegoeh², sebab itoe angkatan itoe poelang.
Maka pada tahoen 1849 berangkat poela kapal 80 boeah,
satengahnja kapal perang, satengahnja kapal jang bermoeat alat sendjata dan bekal-bekalan, maka soldadoe 5000 orang menoempang di kapal dibawah perentah Generaal-Majoor Michiels.
Soenggoehpoen orang Bali 15000 orang menantikan moe.<noinclude></noinclude>
csqpd5fufohjixdwymk7spwlubwihko
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/108
104
114918
317851
2026-09-13T15:02:42Z
Hainisyaf
25098
/* Telah diuji baca */
317851
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hainisyaf" />{{rh||104|}}</noinclude>104
soehnja di kota Djagaraga, tetapi tempat jang tegoeh² itoe dialahkan djoega oleh soldadoe Belanda. Soedah itoe Generaal-Majoor Michiels berlajar ka Klongkong; dalam pada itoepoen Radja Mataram di poelau Lombok mengalahkan Radja Karang Asam. Maka beberapa kali djadilah perang jang amat ramai; maka pada soeatoe malam Toean Michiels loeka tengah perang, laloe mati. Pada achirnja Luitenant-Kolonel van Swieten menaaloekkan segala Radja Bali, jang melawan Gouvernement.
Adapoen Radja Beleling dan Radja Karang Asam di boenoeh oleh anak boeahnja sendiri; sebab itoe tanah Beleling diberikan oleh Gouvernement kapada Radja Mataram, tetapi orang Beleling minta dibawah hoekoem orang Belanda, maka permintaan itoe dikaboelkan oleh Gouverneur-Generaal.
Sabermoela, maka ditjeriterakan hal ahwal poelau Beroenai. Adapoen pada awal abad ini poelau itoe tiada berapa difadoelikan oleh Gouvernement, sebab poelau Djawa dan poelau Pertja teroetama dipeliharakan oleh pemerentah Belanda.
Maka di poelau Beroenai sabelah barat banjaklah orang
Tjina. jang berserikat akan menggali emas. Maka orang jang masoek soeatoe persarikatan (kongsi) bersoempah-soempahan hendak toeloeng menoeloeng dan hendak mendjoendjoeng perentah kapalanja, djikalau perentah itoe djahat sakalipoen. Maka segala hal ahwal kongsi itoe amat batin; kalau saorangorang kongsi berani melawan perentah kapalanja atau kalau
diboekanja rahasia kongsi itoe, nistjaja iapoen dihoenoeh orang, maka orang jang memboenoeh dia tiada pernah terdapat, sebab ia disemboenikan oleh orang jang sakongsi dengan dia. Atjap kali di poelau Beroenai sabelah barat kapala kongsi salakoe radja dengan tiada mengendahkan Gouvernement, dan lagi barang² jang gelap dan larangan banjak dimasoekkannja, serta orang Dajak dianiajanja.
Maka sakali peristiwa kongsi Tai-kong memerangi dan
menghalaukan kongsi Sam-ti-kioe, jang berbaik dengan Gouvernement.
Demi terdengar chabar itoe kapada G. G. Rochussen, maka<noinclude></noinclude>
nd1h0woruk99sqiwwe2mgo54kjrciqc
317852
317851
2026-09-13T15:03:01Z
Hainisyaf
25098
317852
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hainisyaf" />{{rh||104|}}</noinclude>
soehnja di kota Djagaraga, tetapi tempat jang tegoeh² itoe dialahkan djoega oleh soldadoe Belanda. Soedah itoe Generaal-Majoor Michiels berlajar ka Klongkong; dalam pada itoepoen Radja Mataram di poelau Lombok mengalahkan Radja Karang Asam. Maka beberapa kali djadilah perang jang amat ramai; maka pada soeatoe malam Toean Michiels loeka tengah perang, laloe mati. Pada achirnja Luitenant-Kolonel van Swieten menaaloekkan segala Radja Bali, jang melawan Gouvernement.
Adapoen Radja Beleling dan Radja Karang Asam di boenoeh oleh anak boeahnja sendiri; sebab itoe tanah Beleling diberikan oleh Gouvernement kapada Radja Mataram, tetapi orang Beleling minta dibawah hoekoem orang Belanda, maka permintaan itoe dikaboelkan oleh Gouverneur-Generaal.
Sabermoela, maka ditjeriterakan hal ahwal poelau Beroenai. Adapoen pada awal abad ini poelau itoe tiada berapa difadoelikan oleh Gouvernement, sebab poelau Djawa dan poelau Pertja teroetama dipeliharakan oleh pemerentah Belanda.
Maka di poelau Beroenai sabelah barat banjaklah orang
Tjina. jang berserikat akan menggali emas. Maka orang jang masoek soeatoe persarikatan (kongsi) bersoempah-soempahan hendak toeloeng menoeloeng dan hendak mendjoendjoeng perentah kapalanja, djikalau perentah itoe djahat sakalipoen. Maka segala hal ahwal kongsi itoe amat batin; kalau saorangorang kongsi berani melawan perentah kapalanja atau kalau
diboekanja rahasia kongsi itoe, nistjaja iapoen dihoenoeh orang, maka orang jang memboenoeh dia tiada pernah terdapat, sebab ia disemboenikan oleh orang jang sakongsi dengan dia. Atjap kali di poelau Beroenai sabelah barat kapala kongsi salakoe radja dengan tiada mengendahkan Gouvernement, dan lagi barang² jang gelap dan larangan banjak dimasoekkannja, serta orang Dajak dianiajanja.
Maka sakali peristiwa kongsi Tai-kong memerangi dan
menghalaukan kongsi Sam-ti-kioe, jang berbaik dengan Gouvernement.
Demi terdengar chabar itoe kapada G. G. Rochussen, maka<noinclude></noinclude>
9aee899i7dzhkmcjagvp1fcjr9cd768
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/16
104
114919
317864
2026-09-13T16:21:59Z
Ulumarifah
16349
/* Telah diuji baca */
317864
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ulumarifah" />{{rh||12|}}</noinclude>lamanja, maka ditentoekan oleh orang Melajoe dan orang Djawa, bahoea diadoenja kerbau doea ekoer, maka bangsa orang itoelah menang, jang kerbaunja mengalahkan kerbau jang lain. Kasoedahannja kerbau Melajoe menang, laloe orang Djawa poelang ka negerinja; chabar orang karadjaan Melajoe itoepoen sedjak masa itoe dinamai karadjaan Menangkabau atau Minangkabau.
{{rule|6em|align=center}}
{{c|'''FASAL III.'''}}
{{c|'''HIKAJAT KARADJAAN2 ISLAM.'''}}
Alkesah, maka sapeninggal Nabi Mohamad pada tahoen 632 orang Arab pergi menaaloekkan dan mengislamkan bangsa² orang jang sakeliling negerinja, sahingga karadjaan Arab teramat besar dan moelia. Maka dengan hal jang demikian itoe perniagaan orang Arab makin kembang, sahingga saudagar Arab dan Parsi sampai djoega ka poelau² Hindia; soenggoehpoen maksoed orang itoe hendak berniaga, tetapi dengan saradjin-radjinnja marika-itoe mengadjarkan djoega agamanja kapada orang, jang menjembah berhala dalam negeri asing. Maka atjap kali disampaikannja niaksoednja, karena orang Arab biasanja toeloeng menoêloeng, serta marika-itoe bidjaksana dan pandjang akal; tambahan lagi diperisterinja anak orang negeri itoe. Lama kalamaan orang Arab bertjampoer dengan pamerentahan negeri, sahingga ada djoega radja di tanah Hindia, jang asalnja dari pada orang Arab, misalnja Soeltan Pontianak.
Adapoen orang Arab moela2 doedoek di bandar poelau Pertja. Maka pada tahoen 1354 soedah ada saorang radja Islam di Samoedera<ref>Di tanah Atjeh.</ref>, Malikoe'saleh namanja.
Arkian, maka pada permoelaan abad jang kaenambelas<noinclude></noinclude>
7wpy0nt0kdeqpi01jq2avspf5n8dm2f
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/17
104
114920
317865
2026-09-13T16:28:37Z
Ulumarifah
16349
/* Telah diuji baca */
317865
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ulumarifah" />{{rh||13|}}</noinclude>Radja Pedir, jang teroetama sakali dalam radja Islam² di poelau Pertja sabelah oetara, Radja Atjeh poen taaloek kapadanja, akan tetapi pada masa itoe ada saorang Radja Atjeh, Soeltan Ibrahim namanja, maka iapoen dapat melepaskan dirinja, tambahan lagi Pedir dan Pasir dialahkannja pada tahoen 1524. Sedjak koetika itoe karadjaan Atjeh makin lama bertambah besar, sahingga pada masa pamerentahan Soeltan Iskandar Moeda (dari tahoen 1606 sampai tahoen 1636) poelau Soematera sabelah barat sampai ka Inderapoera, Deli, Siak dan Djohor dibawah hoekoem Radja Atjeh. Kemoedian dari pada itoe pada abad jang katoedjoehbelas tanah Atjeh diperentahkan oleh radja perampoean empat orang bertoeroet-toeroet, maka kabanjakan negeri jang terseboet itoe lepas poela.
Di poelau Soematera tengah karadjaan Menangkabau jang mashoer; satelah karadjaan Mådjåpahit binasa, maka djadjahan di pantai sabelah timoer poelau Pertja mendjadi karadjaan, jaitoe Palembang, Djambi dan Indragiri.
Maka kata sahiboe'lhikajat di tanah Djawa sabelah timoer Wali'oellah<ref>Orang jang moela² mengadjarkan agama Islam di tanah Djawa dinamai orang Wali'oellah.</ref> jang pertama saorang orang Arab, Maulana Malik Ibrahim namanja; djiratnja ada djoega di Gersik, dan terboeat dari pada batoe poealam (kima); maka soerat pada djirat itoe, lain dari pada kalimat Arab, boenjinja, bahoea
Malik Ibrahim wafat pada 12 hari boelan Rabioe'lawal tarich hedjrah 822 tahoen, jaitoe 8 hari boelan April tarich mesihi 1419 tahoen. Chabar itoelah boekan agak² melainkan benar soenggoeh.
Maka beberapa lamanja Malik Ibrahim diam di Leren dekat Gersik, maka datanglah mamaknja, jaitoe Radja Tjermen<ref>Tjermen tiada tentoe tempatnja, dalam babad Djawa Tjermen diseboet negeri jang saberang.</ref> hendak mengoendjoengi Radja Brå Widjaja di Madjapahit akan mengislamkan Radja itoe. Moela Radja Mådjåpahit mendengarkan pengadjaran Radja Tjermen; akan tetapi sakali<noinclude></noinclude>
iu0iga8se4gzgyjjg33x1v0b42ql0xd
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/106
104
114921
317873
2026-09-14T03:14:28Z
Hainisyaf
25098
/* Telah diuji baca */
317873
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Hainisyaf" />{{rh||102|}}</noinclude>
Maka chawatirlah Gouverneur-Generaal, maka Soesoehoenan dititahkannja boeang ka poelau Ambon; laloe poetera Baginda naik tachta karadjaan dengan gelar Soesoehoenan Pakoe Boeânâ VII.
Bermoela, maka karena perang itoe oetang tanah Hindia
bertambah-tambah banjak, sahingga negeri Belanda membajai oeang jang koerang itoe. Oleh sebab itoe G. G. Van den Bosch mentjari daja oepaja, soepaja belandja koerang serta kahasilan dan beja bertambah. Maka didjalankan oleh Toean Van den Bosch oendang1 dari hal tanam-tanaman, jang haroes ditanam oleh orang Djawa.
Adapoen perkara atoeran jang teroetama sakali, jaani:
Sawah tiap² desa saperlimanja wadjib ditanami dengan tanam tanaman jang dikahendaki oleh Gouvernement, maka kahasilan itoe haroes didjoeal orang kapada Gouvernement. Djikalau harga pekan kahasilan itoe lebih dari pada beja, jang dibajar sediakala, maka orang desa beroleh kalebihan itoe. Djikalau harga kahasilan koerang dari pada beja, maka jang koerang
itoe ditanggoeng oleh Gouvernement, asal roegi itoe tiada disebabkan oleh lalai dan malas orang desa itoe.
Maka tanaman, jang teroetama sakali, jaitoe kopi, goela, tembakau, taroem, lada, kajoe manis dan teh. Maka dalam tanam-tanaman itoe ada jang haroes disediakan dahoeloe, sabeloem boleh didjoeal orang, oepamanja: tembakau, taroem,
góela dan lain².
Oleh karena itoe Gouvernement berdjandji dengan orang
Belanda, jang hendak mendirikan fabriek, bahoea teboe dan nila, jang ditanam orang desa, disediakan dalam fabriek itoe, laloe dibeli oleh Gouvernement dengan harga jang tetap.
Adapoen atoeran itoe mendatangkan laba jang banjak,
sebab harga kahasilan lebih banjak dari pada oepah orang desa; tetapi pekerdjaan orang itoe tiada sama rata kapada segala orang desa, sebab sawah ladang ada jang elok, ada jang boeroek. Oepamanja: di Pråbålinggå orang, jang disoeroeh bertanam teboe, makan oepah 21 sahari, tetapi di Tegal oepahnja 11, 5 sen; orang jang bertanam kopi di Pasoeroehan 48<noinclude></noinclude>
sysm2gfycj7udytmi34qaytpygvo3og
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/112
104
114922
317875
2026-09-14T03:27:53Z
Senininibiru
25159
/* Telah diuji baca */
317875
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Senininibiru" />{{rh||108|}}</noinclude>diboenoeh, maka Gouverneur-Generaal boleh meringankan hoekoeman itoe.
Gouverneur-Generaal menitahkan berperang dan berdamai dan bertegoeh-tegoehan djandji dengan radja<sup>2</sup> di tanah Hindia.
Adapoen pemerentahan terbahagi atas lima bahagian, Departement namanja; tiap<sup>2</sup> Departement dikoeasai oleh saorang Toean Directeur, maka Departement itoe namanja:
Departement van Binnenlandsch Bestuur (dari hal pemerentahan negeri).
Departement van Onderwijs, Eeredienst dan Nijverheid dari hal pengadjaran, agama dan lagi (dari hal tambang, fabriek dan sab.).
Departement van Financiën (dari hal oetang pioetang Gouvernement).
Departement van Justitie (dari hal hakim hoekoem).
Departement van Burgerlijke Openbare Werken (dari hal roemah<sup>2</sup> Gouvernement, djambatan, kareta api dan sab.).
Lain dari pada itoe ada lagi Departement van Oorlog (dari hal perang) jang dikoeasai oleh Legercommandant (kapala panglima), dan Departement van Marine (dari hal kapal perang) jang dikoeasai oleh Commandant der Zeemacht (laksamana).
Orang boemi poetera saboleh-bolehnja diperentahkan oleh kapalanja sendiri.
Orang, jang telah memboeat kasalahan dihoekoem sapandjang oendang<sup>2</sup> jang tetap oleh hakim, jang diangkat oleh Gouvernement.
Madjelis hakim jang mahatinggi (Hooggerechtshof) doedoek di Batawi; adapoen Toean itoe menghoekoem orang jang tinggi pangkatnja, dan lagi memeriksa hoekoeman, jang dipoetoeskan oleh hakim jang lain, maka hoekoeman itoe boleh dibenarkannja atau disalahkannja.
Orang asing, jang hendak diam di tanah Hindia haroes minta izin kapada Gouverneur-Generaal.
Berdjoeal beli orang dilarang Gouvernement.
Anak boeah Gouvernement boleh menoeroet agama, jang dikahendakinja, asal oendang<sup>2</sup> negeri djangan dilanggarnja.<noinclude></noinclude>
qul4tnkw528je6hs3d77uro5ooxldn6
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/41
104
114923
317879
2026-09-14T03:42:35Z
Lubna Al-Lubabah
27624
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '37 lagi Soeltan Djohor diberinja alat send jat a dan obat bedil akan memerangi orang Portoegis. Lain dari pada Admiraal Van Warwijk ada poela banjak nachoda dan laksamana Belanda, jang berdjandji dengan radja 1 di Hindoestan, di poelau Ceilon, dan di poelau* Moloeko; dalam beberapa negeri dibangoenkannja lodji dan benteng, serta dihalaukannja orang Portoegis. Adapoen oentoeng baik itoe tiada kekal adanja. Kompani ditimpa tjelaka di poelau* Molo...
317879
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lubna Al-Lubabah" />{{rh||37|}}</noinclude>37
lagi Soeltan Djohor diberinja alat send jat a dan obat bedil akan memerangi orang Portoegis.
Lain dari pada Admiraal Van Warwijk ada poela banjak
nachoda dan laksamana Belanda, jang berdjandji dengan radja 1 di Hindoestan, di poelau Ceilon, dan di poelau* Moloeko; dalam beberapa negeri dibangoenkannja lodji dan benteng, serta dihalaukannja orang Portoegis.
Adapoen oentoeng baik itoe tiada kekal adanja. Kompani ditimpa tjelaka di poelau* Moloeko, jaitoe poelau Ternate dilanggar oleh orang Ispanjol serta Soeltan poelau itoe di-tawannja, karena iapoen bersahabat dengan Kompani; Ad-miraal Verhoeff di boenoeh dengan chianat oleh orang Banda; beberapa bangsa di poelau2 Moloeko menaroeh dendam dalam
hatinja, sebab Kompani bersoenggoeh-soenggoeh mentjoba beroleh monopoli rempah2. Tambahan lagi orang Ispanjol dan Portoegis membinasakan beberapa kapal Belanda.
Maka oentoeng malang Kompani itoe moelanja, sebab
nachoda dan kapala lodji masing* menoeroet kahendaknja sendiri; karena di tanah Hindia tiada saorang kapala, jang memerentah segala orang Kompani.
Oleh sebab itoe Toean2 Bewindhebbers mengangkat saorang Toean akan wakil Kompani di tanah Hindia ; nama pangkatnja Gouverneur-Generaal; segala lodji dan benteng dan kapal dan soldadoe Kompani dibawah perentahnja.
Adapoen Gouverneur-Generaal jang pertama Pieter Both
namanja, lama pemerentahannja dari tahoen 1610 sampai
tahoen 1614.
Maka Gouverneur-Generaal diangkat oleh Toean Bewind-hebbers dengan rila pemerentah negeri Belanda; Gouverneur-Generaal itoe ditoeloeng oleh beberapa manteri besar, pangkat Toean itoelah bernama Raad van Indië, (') serta memberi nasihat kapada Toean Besar.
Sjahdan, maka Gouverneur-Generaal bersama-sama dengan
Raad van Indië mengangkat dan melepaskan manteri dan
(') Orang Djawa menjeboet Rad pan Hindia, atau Edeler, jaitoe kata
Belanda Edele Heer ertinja Toean bangsawan.<noinclude></noinclude>
ofxp0pvg8wi9unkjm1co8xv03rjraek
317908
317879
2026-09-14T11:25:17Z
Lubna Al-Lubabah
27624
317908
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lubna Al-Lubabah" />{{rh||37|}}</noinclude>lagi Soeltan Djohor diberinja alat sendjata dan obat bedil akan memerangi orang Portoegis.
Lain dari pada Admiral Van Warwijk ada poela banjak nachoda dan laksamana Belanda, jang berdjandji dengan radja² di Hindoestan, di poelau Ceilon, dan di poelau² Maloeko; dalam beberapa negeri dibangoenkannja lodji dan benteng, serta dihalaukannja orang Portoegis.
Adapoen oentoeng baik itoe tiada kekal adanja. Kompani ditimpa tjelaka di poelau² Maloeko, jaitoe poelau Ternate dilanggar oleh orang Ispanjol serta Soeltan poelau itoe di—tawannja, karena iapoen bersahabat dengan Kompani; Ad—miral Verhoeff di boenoeh dengan chianat oleh orang Banda; beberapa bangsa di poelau² Maloeko menaroeh dendam dalam hatinja, sebab Kompani bersoenggoeh—soenggoeh mentjoba beroeleh monopoli rempah². Tambahan lagi orang Ispanjol dan Portoegis membinasakan beberapa kapal Belanda.
Maka oentoeng malang Kompani itoe moelanja, sebab nachoda dan kapala lodji masing² menoeroet kahendaknja sendiri; karena di tanah Hindia tiada saorang kapala, jang memerentah segala orang Kompani.
Oleh sebab itoe Toean² Bewindhebbers mengangkat saorang Toean akan wakil Kompani di tanah Hindia; nama pangkatnja Gouverneur—Generaal; segala lodji dan benteng dan kapal dan soldadoe Kompani dibawah perentahnja.
Adapoen Gouverneur—Generaal jang pertama Pieter Both namanja, lama pemerentahannja dari tahoen 1610 sampai tahoen 1614.
Maka Gouverneur—Generaal diangkat oleh Toean Bewindhebbers dengan rila pemerentah negeri Belanda; Gouverneur—Generaal itoe ditoeloeng oleh beberapa manteri besar, pangkat Toean itoelah bernama Raad van Indië, (¹) serta memberi nasihat kapada Toean Besar.
Sjahdan; maka Gouverneur-Generaal bersamasama dengan Raad van Indië mengangkat dan melepaskan manteri dan
————————
(¹) Orang Djawa menjeboet Rad pan Hindia, atau Edeler, jaitoe kata Belanda Edele Heer ertinja Toean bangsawan.<noinclude></noinclude>
1c4hkt4kn8s6pixcjvr5w5yonwg1va5
317909
317908
2026-09-14T11:26:30Z
Lubna Al-Lubabah
27624
317909
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lubna Al-Lubabah" />{{rh||37|}}</noinclude>lagi Soeltan Djohor diberinja alat sendjata dan obat bedil akan memerangi orang Portoegis.
Lain dari pada Admiral Van Warwijk ada poela banjak nachoda dan laksamana Belanda, jang berdjandji dengan radja² di Hindoestan, di poelau Ceilon, dan di poelau² Maloeko; dalam beberapa negeri dibangoenkannja lodji dan benteng, serta dihalaukannja orang Portoegis.
Adapoen oentoeng baik itoe tiada kekal adanja. Kompani ditimpa tjelaka di poelau² Maloeko, jaitoe poelau Ternate dilanggar oleh orang Ispanjol serta Soeltan poelau itoe di—tawannja, karena iapoen bersahabat dengan Kompani; Ad—miral Verhoeff di boenoeh dengan chianat oleh orang Banda; beberapa bangsa di poelau² Maloeko menaroeh dendam dalam hatinja, sebab Kompani bersoenggoeh—soenggoeh mentjoba beroeleh monopoli rempah². Tambahan lagi orang Ispanjol dan Portoegis membinasakan beberapa kapal Belanda.
Maka oentoeng malang Kompani itoe moelanja, sebab nachoda dan kapala lodji masing² menoeroet kahendaknja sendiri; karena di tanah Hindia tiada saorang kapala, jang memerentah segala orang Kompani.
Oleh sebab itoe Toean² Bewindhebbers mengangkat saorang Toean akan wakil Kompani di tanah Hindia; nama pangkatnja Gouverneur—Generaal; segala lodji dan benteng dan kapal dan soldadoe Kompani dibawah perentahnja.
Adapoen Gouverneur—Generaal jang pertama Pieter Both namanja, lama pemerentahannja dari tahoen 1610 sampai tahoen 1614.
Maka Gouverneur—Generaal diangkat oleh Toean Bewindhebbers dengan rila pemerentah negeri Belanda; Gouverneur—Generaal itoe ditoeloeng oleh beberapa manteri besar, pangkat Toean itoelah bernama Raad van Indië, (¹) serta memberi nasihat kapada Toean Besar.
Sjahdan; maka Gouverneur—Generaal bersamasama dengan Raad van Indië mengangkat dan melepaskan manteri dan
————————
(¹) Orang Djawa menjeboet Rad pan Hindia, atau Edeler, jaitoe kata Belanda Edele Heer ertinja Toean bangsawan.<noinclude></noinclude>
ruhvt9w4nz3z1srxcfdgadtzw63te9h
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/113
104
114924
317880
2026-09-14T03:43:08Z
Senininibiru
25159
/* Telah diuji baca */
317880
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Senininibiru" />{{rh||109|}}</noinclude>Gouverneur-Generaal memperhatikan pengadjaran kapada kanak<sup>2</sup>, baik anak Belanda, maka anak boemi poetera.
Adapoen sapandjang perkara jang terseboet kemoedian sakali soedah didirikan oleh Gouvernement lebih dari pada 500 boeah sekola, tempat anak orang negeri beladjar membatja, menoelis, menghitoeng dan beberapa ilmoe jang lain; maka goeroe di sekola itoe kabanjakan telah tjoekoep beladjar dalam saboeah sekola goeroe (kweekschool); maka kweekschool itoe sakarang lima boeah; jang pertama-tama dibangoenkan Gouvernement di Sala pada tahoen 1852. Lain dari pada sekola anak boemi poetera ada lagi empat boeah sekola, tempat anak orang besar<sup>2</sup> dan kaja beladjar lebih dari pada di sekola jang kabanjakan.
Maka pada tahoen 1875 didirikan oleh Gouvernement
saboeah sekola Dokter Djawa; apabila anak sekola itoe soedah tammat beladjar, maka ia disoeroeh oleh Gouvernement kapada soeatoe negeri akan mengobati orang jang sakit dan akan menanam katoemboehan; lain dari pada Dokter Djawa itoe
ada djoega Manteri tjatjar. Pada zaman dahoeloe amat banjak orang mati sakit katoemboehan, tetapi sakarang djarang<sup>2</sup> orang jang ditjatjar kena penjakit itoe. Lagi poela orang miskin boleh mendapat obat atau dipeliharakan dalam roemah
sakit dengan tiada membajar soeatoe apa<sup>2</sup>.
Sjahdan, maka Gouvernement saboleh-bolehnja beroesaha akan meramaikan perniagaan; sebab perniagaan mendatangkan laba kapada amat banjak orang; sebab itoe djalan raja dan djalan kareta api dan kawat dan post dipeliharakan atau diboeat dengan titab Gouvernement; dan lagi pelaboehan
dibaiki, oepamanja pelaboehan di Tandjoeng Priok dan di teloek Bajoer (Emmahaven) disabelah selatan negeri Padang.
Soenggoehpoen djalan kareta api dan kawat (telegraaf) soedah banjak di tanah Hindia, tetapi beloem lama dipergoenakan orang; djalan kareta api jang bermoela sakali diboeat dari Samarang ka Sala pada tahoen 1864, maka kawat jang pertama dikerdjakan orang pada tahoen 1856 dari Batawi
ka Bogor.<noinclude></noinclude>
a58jokvwqgtp0kc1dtmkut875y15mi9
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/114
104
114925
317881
2026-09-14T03:49:08Z
Senininibiru
25159
/* Telah diuji baca */
317881
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Senininibiru" />{{rh||110|}}</noinclude>Adapoen pekerdjaan sawah ladang diperhatikan djoega oleh Gouvernement; dalam beberapa negeri di tanah Djawa (Demak, Prâbâlinggâ) digali orang parit dan diboeat orang pintoe ajar, soepaja ladang jang tiada berapa harganja, akan mendjadi sawah jang elok, dan soepaja ajar besar djangan membinasakan kampoeng dan sawah.
Maka pada tahoen 1870 didjalankan oleh Gouverneur Generaal oendang<sup>2</sup> mengatakan, bahoea hoetan rimba boleh disewa kapada Gouvernement 75 tahoen lamanja dengan harga jang moerah; demikianlah tanah jang soenji, sakarang banjak
ditanami tembakau, goela dan II., sahingga banjak orang mentjari kahidoepannja disana.
Adapoen Radja<sup>2</sup> di tanah Hindia ada jang taaloek kapada Gouvernement, ada jang bertegoeh-tegoehan djandji sadja, Radja itoelah boleh memerentahkan negerinja dengan kahendaknja sendiri, asal ditoeroetnja beberapa perkara jang didjandjikannja dengan Gouvernement, jaani:
Anak boeahnja tiada boleh merompak, melainkan patoet menoeloeng anak kapal jang terkaram. Radja itoe tiada boleh bertegoeh-tegoehan djandji dengan Radja jang lain; anak boeahnja tiada boleh memperniagakan hamba sahaja.
Djikalau kita bandingkan hal orang ketjil pada zaman dahoeloe dengan zaman jang sakarang njatalah, bahoea halnja sakarang terlebih senang dan selamat dari pada koetika koeasa Radja<sup>2</sup> tiada berhingga; Radja itoe atjap kali menganiaja anak boeahnja, karena tiada oendang<sup>2</sup> lain, melainkan kahendak dan kasoekaan Radja sadja.<noinclude></noinclude>
fv1oprwl61n39ok506mrv8un248cnvb
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/43
104
114926
317885
2026-09-14T03:57:53Z
Lubna Al-Lubabah
27624
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '39 Arkian, maka Gouverneur-Generaal menjoeroeh oetoesan kapada Panembahan Mataram; maka Panembahan itoe dinamai dalam hikajat Soeltan Ageng, lama pemerentahannja dari tahoen 1613 sampai tahoen 1616. Maka oetoesan itoepoen disamboetnja dengan baik; Kompani diberinja izin membangoenkan saboeah lodji di Djapara. Demi terdengar chabar oleh Mangkoe Boemi Banten dan oleh Radja Djakarta, bahwa Kompani telah mengoetoes kapada Panembahan Mataram, maka ka...
317885
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lubna Al-Lubabah" />{{rh||39|}}</noinclude>39
Arkian, maka Gouverneur-Generaal menjoeroeh oetoesan kapada Panembahan Mataram; maka Panembahan itoe dinamai dalam hikajat Soeltan Ageng, lama pemerentahannja dari tahoen 1613 sampai tahoen 1616. Maka oetoesan itoepoen disamboetnja dengan baik; Kompani diberinja izin membangoenkan saboeah lodji di Djapara.
Demi terdengar chabar oleh Mangkoe Boemi Banten dan oleh Radja Djakarta, bahwa Kompani telah mengoetoes kapada Panembahan Mataram, maka kadoea-doeanja masgoel dan sakit hatinja; pada sangkanja Kompani bertegoeh-tegoeh djandji dengan Soeltan Ageng akan menjerang Banten dan Djakarta; sebab itoe Mangkoe Boemi dan Radja Djakarta berkoempoel hendak melawan orang Belanda.
Adapoen niat itoe dikatahoei oleh Toean Koen, maka dengan sigera disoeroehnja anak boeahnja mendirikan saboeah benteng dengan tiada minta karilaan Radja Djakarta.
Maka perdjandjian dengan Soeltan Ageng tiada berfaidah kapada Kompani. Pada soeatoe hari tahoen 1618 lodji di Djapara didatangi ra'jat Mataram, harta benda Kompani dirampasnja, dan orang isi lodji itoe saparohnja diboenoehnja, saparohnja dihantarkannja ka Mataram.
Maka tiada dikatahoei orang, apa moelanja kalakoen Soeltan Ageng jang demikian itoe; barangkali Panembahan marah, sebab Gouverneur-Generaal segan memerangi Banten bersama-sama balatantara Mataram.
Pada masa itoe djoega beberapa orang Djawa mentjoba masoek kadalam benteng di Djakarta, tetapi marika-itoe dihalaukan oleh soldadoe Belanda. Demikianlah Kompani kadatangan marabahaja, roepa-roepanja akan binasa, tetapi Toean Koen tiada takoet, melainkan menjapkan ra'jatnja akan menantikan moesoehnja. Maka disoeroehnja saorang laksamana ka Djapara, soepaja tawanan disitoe lepas akan tetapi permintaan itoe tiada diterima oleh Boepati Djapara; sebab itoe laksamana itoe merampas berahoe Djawa di pelaboehan, seraja membakar sabahagian negeri Djapara, laloe poelang.<noinclude></noinclude>
h658e9sc03v16dn0hh7sxfdmpgivhtf
317887
317885
2026-09-14T04:07:57Z
Lubna Al-Lubabah
27624
317887
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lubna Al-Lubabah" />{{rh||39|}}</noinclude>Arkian, maka Gouverneur-Generaal menjoeroeh oetoesan kapada Panembahan Mataram; maka Panembahan itoe dinamai dalam hikajat Soeltan Ageng, lama pemerentahannja dari tahoen 1613 sampai tahoen 1616. Maka oetoesan itoepoen disamboetnja dengan baik; Kompani diberinja izin membangoenkan saboeah lodji di Djapara.
Demi terdengar chabar oleh Mangkoe Boemi Banten dan oleh Radja Djakarta, bahwa Kompani telah mengoetoes kapada Panembahan Mataram, maka kadoea-doeanja masgoel dan sakit hatinja; pada sangkanja Kompani bertegoeh-tegoeh djandji dengan Soeltan Ageng akan menjerang Banten dan Djakarta; sebab itoe Mangkoe Boemi dan Radja Djakarta berkoempoel hendak melawan orang Belanda.
Adapoen niat itoe dikatahoei oleh Toean Koen, maka dengan sigera disoeroehnja anak boeahnja mendirikan saboeah benteng dengan tiada minta karilaan Radja Djakarta.
Maka perdjandjian dengan Soeltan Ageng tiada berfaidah kapada Kompani. Pada soeatoe hari tahoen 1618 lodji di Djapara didatangi ra'jat Mataram, harta benda Kompani dirampasnja, dan orang isi lodji itoe saparohnja diboenoehnja, saparohnja dihantarkannja ka Mataram.
Maka tiada dikatahoei orang, apa moelanja kalakoen Soeltan Ageng jang demikian itoe; barangkali Panembahan marah, sebab Gouverneur-Generaal segan memerangi Banten bersama-sama balatantara Mataram.
Pada masa itoe djoega beberapa orang Djawa mentjoba masoek kadalam benteng di Djakarta, tetapi marika-itoe dihalaukan oleh soldadoe Belanda. Demikianlah Kompani kadatangan marabahaja, roepa-roepanja akan binasa, tetapi Toean Koen tiada takoet, melainkan menjapkan ra'jatnja akan menantikan moesoehnja. Maka disoeroehnja saorang laksamana ka Djapara, soepaja tawanan disitoe lepas akan tetapi permintaan itoe tiada diterima oleh Boepati Djapara; sebab itoe laksamana itoe merampas berahoe Djawa di pelaboehan, seraja membakar sabahagian negeri Djapara, laloe poelang.<noinclude></noinclude>
g5i6g3x55yw7m8s6btyi27evq7778jy
317910
317887
2026-09-14T11:32:33Z
Lubna Al-Lubabah
27624
317910
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lubna Al-Lubabah" />{{rh||39|}}</noinclude>Arkian, maka Gouverneur—Generaal menjoeroeh oetoesan kapada Panembahan Mataram; maka Panembahan itoe dinamai dalam hikajat Soeltan Ageng, lama pemerentahannja dari tahoen 1613 sampai tahoen 1616. Maka oetoesan itoepoen disamboetnja dengan baik; Kompani diberinja izin membangoenkan saboeah lodji di Djapara.
Demi terdengar chabar oleh Mangkoe Boemi Banten dan oleh Radja Djakarta, bahwa Kompani telah mengoetoes kapa—da Panembahan Mataram, maka kadoea-doeanja masgoel dan sakit hatinja; pada sangkanja Kompani bertegoeh—tegoeh djandji dengan Soeltan Ageng akan menjerang Banten dan Djakarta; sebab itoe Mangkoe Boemi dan Radja Djakarta berkoempoel hendak melawan orang Belanda.
Adapoen niat itoe dikatahoei oleh Toean Koen, maka dengan sigera disoeroehnja anak boeahnja mendirikan saboeah benteng dengan tiada minta karilaan Radja Djakarta.
Maka perdjandjian dengan Soeltan Ageng tiada berfaidah kapada Kompani. Pada soeatoe hari tahoen 1618 lodji di Djapara didatangi ra'jat Mataram, harta benda Kompani di—rampasnja, dan orang isi lodji itoe saparohnja diboenoehnja, saparohnja dihantarkannja ka Mataram.
Maka tiada dikatahoei orang, apa moelanja kalakoen Soeltan Ageng jang demikian itoe; barangkali Panembahan marah, sebab Gouverneur—Generaal segan memerangi Banten bersama-sama balatantara Mataram.
Pada masa itoe djoega beberapa orang Djawa mentjoba masoek kadalam benteng di Djakarta, tetapi marika-itoe dihalaukan oleh soldadoe Belanda. Demikianlah Kompani kadatangan marabahaja, roepa—roepanja akan binasa, tetapi Toean Koen tiada takoet, melainkan menjapkan ra'jatnja akan menantikan moesoehnja. Maka disoeroehnja saorang laksamana ka Djapara, soepaja tawanan disitoe lepas akan tetapi permintaan itoe tiada diterima oleh Boepati Djapara; sebab itoe laksamana itoe merampas berahoe Djawa di—pelaboehan, seraja membakar sabahagian negeri Djapara, laloe poelang.<noinclude></noinclude>
5fx18kjb3r98b6vtiaioyesnb7gt5g8
317911
317910
2026-09-14T11:33:38Z
Lubna Al-Lubabah
27624
317911
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lubna Al-Lubabah" />{{rh||39|}}</noinclude>Arkian, maka Gouverneur—Generaal menjoeroeh oetoesan kapada Panembahan Mataram; maka Panembahan itoe dinamai dalam hikajat Soeltan Ageng, lama pemerentahannja dari tahoen 1613 sampai tahoen 1616. Maka oetoesan itoepoen disamboetnja dengan baik; Kompani diberinja izin memba—ngoenkan saboeah lodji di Djapara.
Demi terdengar chabar oleh Mangkoe Boemi Banten dan oleh Radja Djakarta, bahwa Kompani telah mengoetoes kapa—da Panembahan Mataram, maka kadoea-doeanja masgoel dan sakit hatinja; pada sangkanja Kompani bertegoeh—tegoeh djandji dengan Soeltan Ageng akan menjerang Banten dan Djakarta; sebab itoe Mangkoe Boemi dan Radja Djakarta berkoempoel hendak melawan orang Belanda.
Adapoen niat itoe dikatahoei oleh Toean Koen, maka dengan sigera disoeroehnja anak boeahnja mendirikan saboeah benteng dengan tiada minta karilaan Radja Djakarta.
Maka perdjandjian dengan Soeltan Ageng tiada berfaidah kapada Kompani. Pada soeatoe hari tahoen 1618 lodji di Djapara didatangi ra'jat Mataram, harta benda Kompani di—rampasnja, dan orang isi lodji itoe saparohnja diboenoehnja, saparohnja dihantarkannja ka Mataram.
Maka tiada dikatahoei orang, apa moelanja kalakoen Soeltan Ageng jang demikian itoe; barangkali Panembahan marah, sebab Gouverneur—Generaal segan memerangi Banten bersama-sama balatantara Mataram.
Pada masa itoe djoega beberapa orang Djawa mentjoba masoek kadalam benteng di Djakarta, tetapi marika-itoe dihalaukan oleh soldadoe Belanda. Demikianlah Kompani kadatangan marabahaja, roepa—roepanja akan binasa, tetapi Toean Koen tiada takoet, melainkan menjapkan ra'jatnja akan menantikan moesoehnja. Maka disoeroehnja saorang laksamana ka Djapara, soepaja tawanan disitoe lepas akan tetapi permintaan itoe tiada diterima oleh Boepati Djapara; sebab itoe laksamana itoe merampas berahoe Djawa di—pelaboehan, seraja membakar sabahagian negeri Djapara, laloe poelang.<noinclude></noinclude>
0a0u5cdbsjfh70d97h5tj4a1dgwpm1o
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/42
104
114927
317888
2026-09-14T04:09:26Z
Lubna Al-Lubabah
27624
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'panglima Kompani, dan meMoetoeskan perkara jang teroetama sakali; oepamanja berperang dan berdambai dan bertegoehan djandji dengan radja². Dan lagi Raad van Indië itoe masing² memeliharakan sasoeatoe bahagian tanah Hindia; dalam Toean² itoe ada saorang, jang memegang hoetang pihoetang tiap² lodji dan jang memeliharakan harta benda dalam goedang Kompani, pangkat itoe bernama Directeur-Generaal. FASAL VII. HIKAJAT GOUVERNEUR-GENERAAL JAN PIETERSZ...
317888
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lubna Al-Lubabah" />{{rh||38|}}</noinclude>panglima Kompani, dan meMoetoeskan perkara jang teroetama sakali; oepamanja berperang dan berdambai dan bertegoehan djandji dengan radja². Dan lagi Raad van Indië itoe masing² memeliharakan sasoeatoe bahagian tanah Hindia; dalam Toean² itoe ada saorang, jang memegang hoetang pihoetang tiap² lodji dan jang memeliharakan harta benda dalam goedang Kompani, pangkat itoe bernama Directeur-Generaal.
FASAL VII.
HIKAJAT GOUVERNEUR-GENERAAL JAN PIETERSZOON KOEN.
Alkesah, maka tatkala G. G. Both meMeriksa lodji di Banten dan di Djakarta, maka didapatinja kalakoean kepala lodji itoe koerang patoet, sebab itoe Toean Both meLepaskan orang itoe serta mengangkat akan kepala kadoea lodji itoe Gouverneur di poelau² Ambon, Jan Pieterszoon Koen namanja.
Adapoen Toean Koen faham dalam segala hal ahwal perniagaan, lagi radjin dan bidjaksana; kabadjikan Kompani diperhatikannja dengan soenggoeh², djikalau dengan kakerasan sakalipoen. Toean Koen tiada soeka memboedjoek orang besar²; kalau titah Toean² Bewindhebbers tiada satoedjoe dengan fikirannja sendiri, maka Toean Koen berani menjalahkan perentah itoe.
Hatta, maka Mangkoe Boemi di Banten tiada berbaik dengan Kompani, akan tetapi tiada djoega dikahendakinja orang Belanda meNinggalkan Banten, karena perniagaan meNdatangkan laba amat banjak kapada orang Banten Maka sedjak tahoen 1602 orang Inggeris doedoek di Banten, maka beberapa Toean Koen meNtjoba meNgoesir orang itoe, tiada djoega dapat; tambahan lagi orang Inggeris meNdirikan saboeah lodji di Djakarta dekat lodji Kompani.<noinclude></noinclude>
e3j6ul1kfmxf2ums0yldtivva2pkxmo
317889
317888
2026-09-14T04:17:43Z
Lubna Al-Lubabah
27624
317889
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Lubna Al-Lubabah" />{{rh||38|}}</noinclude>panglima Kompani, dan meMoetoeskan perkara jang teroetama sakali; oepamanja berperang dan berdambai dan bertegoehan djandji dengan radja². Dan lagi Raad van Indië itoe masing² memeliharakan sasoeatoe bahagian tanah Hindia; dalam Toean² itoe ada saorang, jang memegang hoetang pihoetang tiap² lodji dan jang memeliharakan harta benda dalam goedang Kompani, pangkat itoe bernama Directeur-Generaal.
FASAL VII.
HIKAJAT GOUVERNEUR-GENERAAL JAN PIETERSZOON KOEN.
Alkesah, maka tatkala G. G. Both meMeriksa lodji di Banten dan di Djakarta, maka didapatinja kalakoean kepala lodji itoe koerang patoet, sebab itoe Toean Both meLepaskan orang itoe serta mengangkat akan kepala kadoea lodji itoe Gouverneur di poelau² Ambon, Jan Pieterszoon Koen namanja.
Adapoen Toean Koen faham dalam segala hal ahwal perniagaan, lagi radjin dan bidjaksana; kabadjikan Kompani diperhatikannja dengan soenggoeh², djikalau dengan kakerasan sakalipoen. Toean Koen tiada soeka memboedjoek orang besar²; kalau titah Toean² Bewindhebbers tiada satoedjoe dengan fikirannja sendiri, maka Toean Koen berani menjalahkan perentah itoe.
Hatta, maka Mangkoe Boemi di Banten tiada berbaik dengan Kompani, akan tetapi tiada djoega dikahendakinja orang Belanda meNinggalkan Banten, karena perniagaan meNdatangkan laba amat banjak kapada orang Banten Maka sedjak tahoen 1602 orang Inggeris doedoek di Banten, maka beberapa Toean Koen mentjoba meNgoesir orang itoe, tiada djoega dapat; tambahan lagi orang Inggeris meNdirikan saboeah lodji di Djakarta dekat lodji Kompani.<noinclude></noinclude>
dew5psp70tqw855sntx77tjfuch0jrf
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/59
104
114928
317890
2026-09-14T06:38:30Z
Dimas dheemash
27594
/* Telah diuji baca */
317890
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Dimas dheemash" /></noinclude>55
besar Belenda orang Mangkasar, jang tjerai berai itoe dapat habis dibinasakan oleh balatantara Mataram, jang akan datang dibawah perentah anak soeloeng Soesoehoenan. Maka Pangeran itoe poen lalai dan lambat dan koerang berani; oleh karena itoe orang Mangkasar sempat berhimpoen, laloe dialahkannja balatantara Mataram jang amat banjak itoe.
Maka sebab hal jang demikian itoe orang Djawa bertambahtambah banjak menjembah Pangeran Troenâ Djåjå; djangankan orang di pantai laoet, ditengah-tengah tanah Djawa poen orang tiada mendjoendjoeng lagi titah Soesoehoenan, maka kapala orang jang doerhaka itoe jaitoe Raden Kadjoran, maratoea Troenå Djåjå.
Adapoen akan Soesoehoenan jang soedah beroemoer lagi dengan lemah badannja itoe saolah-olah hilang akalnja; kasoekaannja menggombala kambing dan main lajang². Maka dalam pada itoepoen raajat Raden Kadjoran berdjalan ka Plered. Demi terdengar chabar itoe kapada Soesoehoenan, maka ia lari diiringkan beberapa orang, jang lagi setia kapadanja. Moela² Baginda berlindoeng ka koeboeran nenek mojangnja di Imågiri, laloe ia bertemoe dengan poeteranja doea orang, akan tetapi Pangeran itoe segan menoeloeng ajahenda Baginda. Maka empat hari lamanja Soesoehoenan berdjalan, maka di Bagelen bersoealah ia dengan Pangeran Adipati Anom.
Sjahdan, maka Baginda berdoea poeteranja berdjalan poela
kasabelah oetara hendak mendapatkan orang Belanda. Akan
tetapi di Adjibarang Soesoehoenan djatoeh sakit, serta merasa adjalnja soedah sampai. Maka beberapa alat karadjaan, jang dibawanja, diamanatkannja kapada Pangeran Adipati Anom, serta memberi nasihat kapada poeteranja hendak memoehoenkan pertoeloengan kapada Kompani. Maka doea hari lamanja lagi Baginda berdjalan beroesoeng, laloe ia meninggal doenia, sapandjang babad Djawa mait Soesoehoenan dikoeboerkan orang pada sabidang tanah jang haroem baoenja; sebab itoe Soesoehoenan dinamai Soesoehoenan Tegal ( = ladang)
Wangin(=: haroem). Soenggoehpoen Soesoehoenan amat bengis dan<noinclude></noinclude>
pvsklum4ainrlfkpd1sb4fpjgojenfu
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/48
104
114929
317895
2026-09-14T09:02:34Z
Sevaharvey
27626
/* Telah diuji baca */
317895
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sevaharvey" />{{rh||44|}}</noinclude>saloeroeh tanah Djawa tengah dan timoer hendak difaaloekkannja.
Maka dialahkannja bcrtoeroet-toeroet. Bembaug dan Pasoeroehan dan Gersik, sambil kampoeng dan negeri dibakar orang Mataram, dan beriboe-riboe orang diboenoehnja dan beriboe-riboe orang didjadikannja sahaja.
Kemoedian dari pada itoe poelau Madoera dilanggar oleh raajat Mataram, jang tiada tepermanai banjaknja, saolaholah menoetoepi padang goenoeng. Maka poelau Madoera habis dibinasakannja, dan Panembahan tiga orang diboenoehnja dengan titah Soeltan Ageng, hanja Panembahan Sampang jang dipeliharakan njawanja, sebab dahoeloe ia soedah memperhambakan dirinja kabawah Soeltan Ageng. Diantara orang Madoera jang tinggal 10.000 orang disoeroehnja beralih ka tanah Djawa akan mendiami negeri jang soenji karena perang.
Adapoen negeri jang besar dan ramai sakali jaitoe Soerabaja, maka negeri itoe dikepoeng djoega oleh raajat Mataram. Maka dititahkan oleh Soeltan Ageng anak boeahnja mengobahkan hiliran Kali Mas; satelah soedah, maka bangkai
orang dan binatang diboeangkan kadalam soengai jang hampir kering ajarnja itoe, soepaja terbitlah penjakit dalam kota itoe. Pada achirnja Adipati Sooiabaja tiada berdaja lagi,
maka anak isterinja dengan tangannja terkebat disoeroehnja menghadap Soeltan Ageng akan memoehoen maaf. Maka Adipati diampoeni dosanja oleh Soeltan Ageng, asal ia mengakoe taaloek kapada Panembahan Mataram (pada tahoen 1625).
Maka satelah Soesoehoenan Giri dialahkan oleh Soeltan Ageng, maka radja-radja jang taaloek memberikan gelar Soesoehoenan kapada Panembahan Mataram.
Kasoedahannja Soeltan Ageng berniat hendak mengalahkan Kompani; maka samantara balatantara dilangkapkannja Toean Koen datang ka Batawi poela dengan berpangkat GouverneurGeneraal (pada tahoen 1627).
Moela-moela Soeltan Ageng mentjoba mengalahkan Batawi dengan tipoe daja. Pada soeatoe hari tahoen 1628 sampailah ka Batawi<noinclude></noinclude>
tdegqqkzz8wqktvck010wzuiw8ptsyq
Halaman:049,073,205 Siau.djvu/26
104
114930
317896
2026-09-14T10:08:13Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
317896
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
995. tau ragang<br>
996. tahapangĕntana<br>
997. měkakoa<br>
998. tumatahu<br>
999. murite<br>
1000. nakauh'u pědariandi<br>
1001. toko<br>
1002. pasare<br>
1003. mědagang<br>
1004. hagi²ngu ragang<br>
1007. arĕga<br>
1008. untu<br>
1009. rugi<br>
1010. měluang<br>
1011. malěgade<br>
1012. mamura<br>
1015. mamaehe<br>
1016. měbaļu<br>
1017/<br>
1018. mangědang<br>
1019. mamaliu<br>
1021. měnggade<br>
1022. nanaware<br>
1024. timbangeng<br>
1026. <145><br>
1027. kati <146><br>
1028. <147><br>
1029. kapaḷe senggo u ragang<br>
1030. kapaḷe senggo peseketan<br>
1031. kapale putung<br>
1032. schuitje, skotji<br>
1033. <148><br>
1035. paḷiahe <149><br>
1036. senggo <150><br>
1037. měsenggo<br>
1038. uling<br>
1040. balang<br>
1041. pundaḷe<br>
1042. měmundaḷe<br>
1043. měbalang
{{multicol-break}}
1049. baḷango<br>
1050. haki<br>
1051. bawalangon<br>
1052. měsilade<br>
1053. tahapĕhampase<br>
1058. tahahampase taumata<br>
1059. mapakasusa<br>
1060. manĕbuse<br>
1061. laba <151><br>
1062. kadio<br>
1063. manandu<br>
1064. marĕngu<br>
1065. manimbu<br>
1066. manimbu<br>
1065/<br>
1066. <152><br>
1067. matawa<br>
1013. utang<br>
1014. mebatu utang<br>
1070. manipi<br>
1071. mahusu<br>
1072-<br>
1074. matawa<br>
1075. maginggaḷoahi<br>
1076. panda; mapanda<br>
1083/<br>
1084. maralung<br>
1085/<br>
1086. mawawo <mawamo?><br>
1087. marange<br>
1088. masana<br>
1089. matuḷide<br>
1090. bengko<br>
1092. maḷempe<br>
1096. mahang<br>
1097. maḷengkade<br>
1098. mahorọ<br>
1101. makěti; makětihe<br>
1102. maḷowo<br>
1104/<br>
1105. matěti<br>
1106/<br>
1107. matěno <153><br>
1109/<br>
1110. maḷimbolong<br>
1112. měbuku
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
9m1jw4qy0mnau9i20isrd6x8a22fuv9
Halaman:049,073,205 Siau.djvu/27
104
114931
317897
2026-09-14T10:12:39Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
317897
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
1113. mawĕnahe<br>
1114. maninta<br>
1115. mahepo<br>
1116. malôahe<br>
1117. maiha<br>
1118. lome<br>
1125. mahěgu<br>
1127. maholo<br>
1130. mapia<br>
1131. daḷai<br>
1132. mahole<br>
1133. mahole<br>
1134. mahole<br>
1135. mahole<br>
1136. daḷai<br>
1137. daḷai<br>
1138. daḷai<br>
1139. daḷai<br>
1142. tailohane<br>
1143. mapene<br>
1146/<br>
1147. niiki<br>
1148/<br>
1149. niwuka<br>
1150. maghurang<br>
1152. manguda<br>
1153. buku<br>
1154. kasian<br>
1155. marotong<br>
1159. maḷongong<br>
1160. mapentèse<br>
1161. matĕhi<br>
1162. mahaese<br>
1163. mapěgu<br>
1164. mahěgang<br>
1166. mapěhade<br>
1167. mawira<br>
1168. maitung<br>
1169. mahamu<br>
1170. mahamu masedung<br>
1171. maridihe<br>
1172. balau
{{multicol-break}}
1173. ido<br>
1174. mědēa<br>
1175. makarēa<br>
1176. mangonggo<br>
1179. mangaḷa<br>
1180. mangaḷa<br>
1193. makakirala, masingka<br>
1194. manipire <154><br>
1195. masingka <155><br>
1196. mětahêndung batangenge<br>
1197. maiwule <156><br>
1198. měsuniaḷe <157><br>
1199. mangaku<br>
1200. maremase <158><br>
1201. kumaḷimburu<br>
1202. měbēra <159><br>
1203. měgantâre <160><br>
1206. měkuǐ <161><br>
1208. makakoa <162><br>
1210. měkoa<br>
1211. mamasang <163><br>
1212. manung<br>
1213. mabawebe<br>
1220. melenkang su paļuka<br>
1221. manapua<br>
1222-<br>
1224. mělukade; mělahapa<br>
1225. manarang<br>
1238. kumendage <164><br>
1239. měmbinsi<br>
1240. masinking <165><br>
1242-<br>
1244. mapuhi<br>
1245. mamuka<br>
1246. měhěping<br>
1251. měhino<br>
1253-<br>
1255. měhěpung; měpedi<br>
1260/<br>
1261. maněta<br>
1262/<br>
1263. mangĕnsuë<br>
1264. mangiki; měnghapuse
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
fwyou25kxovrit06tx8lq4uit9s0m1h
Halaman:049,073,205 Siau.djvu/28
104
114932
317898
2026-09-14T10:17:36Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
317898
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
1265. mamuni<br>
1266. mětingkumbuni<br>
1267. makiwâļo <166><br>
1268. sumîmbahe <167><br>
1269. makiwaļo<br>
1270. madidi<br>
1271. mangakaļe<br>
1276. matutung<br>
1277. duměli <168><br>
1278. mangaļi<br>
1284. mawuna <169><br>
1286. měbuạ<br>
1291. měmaļo<br>
1292. mamaļise daļai <170><br>
1293. sěmbau<br>
1294. darua<br>
1295. těllu<br>
1296. ěpa<br>
1297. lima<br>
1298. ĕnung<br>
1299. pitu<br>
1300. uaļu<br>
1301. sio<br>
1302. mapuļo<br>
1303. mapuļo-ĕsa<br>
1304. mapuḷo-dua<br>
1305. mapuḷo-těllu<br>
1306. mapuḷo-ěpa<br>
1307. mapuḷo-lima<br>
1308. mapuḷo-ĕnung<br>
1309. mapuḷo-pitu<br>
1310. mapuḷo-uaḷu<br>
1311. mapuḷo-sio<br>
1312. duan puḷo<br>
1313. duanpuḷo-ěsa<br>
1315. duanpuḷo-lima<br>
1316. těllunpuḷo<br>
1317. ěpa u puḷo<br>
1318. limanpuļo<br>
1319. ĕnungpuļo<br>
1323. mahasụ
1324. sehiwu
{{multicol-break}}
1325. mapuļo-hiwu<br>
1326. sěmpoto, sěmběka<br>
1328. sĕnsuļe<br>
1329. dua suļe<br>
1330/<br>
1331. himotong, kakěsae<br>
1332/<br>
1333. karuane<br>
1336/<br>
1337. kasamuriange<br>
1338. pira, piranbau<br>
1339. mauļi<br>
1340. mahaļi<br>
1341. su wowon<br>
1347/<br>
1348. nangilembo <171><br>
1349. nakurang, naghaing<br>
1350. kěbi; patiku<br>
1356. piạ u<br>
1357. ia<br>
1359. i kau<br>
1360. i kěmu<br>
1362. i kěmu<br>
1363. i sie<br>
1365. i kite<br>
1366. i kami<br>
1364/<br>
1367/<br>
1368. i sire<br>
1369. -ku<br>
1370. -ku<br>
1373. -u <172><br>
1374. -u <173><br>
1375/<br>
1376. i sire<br>
1378. -e <174><br>
1379. i sai <175><br>
1380. apa <176><br>
1382. sude<br>
1383. ini<br>
1385. ĕndaung<br>
1386. ene<br>
1388. sini, ii<br>
1389. <177>
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
4zmbxtpfpwu5jk6qq73pof08xvw09jd
Halaman:049,073,205 Siau.djvu/29
104
114933
317899
2026-09-14T10:23:31Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
317899
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
1392. mělukade<br>
1393. marěngu<br>
1394. ěllo <178><br>
1395. misa<br>
1396. <179><br>
1398. tualage<br>
1399. orase<br>
1400. ěllo-hěbi<br>
1402. hèbi <180><br>
1406. taun<br>
1407. musung<br>
1408. ii<br>
1409. měntěhang<br>
1410. inie<br>
1411. horọ<br>
1412. su těngo<br>
1413. horo<br>
1414. ěna u kangêre<br>
1416. kanini<br>
1418. <181><br>
1419. ndaungke-raruaM<br>
1420. ěllo iniM<br>
1422. di ĕlloM<br>
1423. karumahengM<br>
1426. pěsensuleM<br>
1427. kangere; angere <182><br>
1428. sěng<br>
1429. bodang tala<br>
1431. sawěnahe<br>
1432. timuhe<br>
1433. daki<br>
1434. bahe<br>
1435. kaihi<br>
1426. kuaneng<br>
1437. su wowo
{{multicol-break}}
1439. bou wowo<br>
1440. aḷung<br>
1441. bou aḷung<br>
1442/<br>
1443. bou-sarang<br>
1444. suaḷung<br>
1445. sukoạ<br>
1446. bou<br>
1447. soḷong, su koạ<br>
1448. su<br>
1449. su koạ<br>
1450. su raḷung<br>
1451. bou ralung<br>
1452. marani<br>
1453. marau<br>
1454. měliku<br>
1459. hope <hape?><br>
1460. suapa<br>
1461. kereapa<br>
1462. kèrene<br>
1465. waug'u apa<br>
1466. těngade<br>
1467. aramanung<br>
1469. dingangu<br>
1470. dingangu<br>
1471. tala<br>
1472. ore; o!<br>
1473-<br>
1475. ta, tawe<br>
1476. wue, bue<br>
1477. kěta, samatan<br>
1478. masandige<br>
1479. kaiso <183><br>
1481. arawe<br>
1482. kaihô<br>
1486. takoae
{{multicol-end}}
'''3. NOTES'''
# of a person of high rank : tabea<br>
# of a person of high rank pahese<br>(eye) sight petatěhung
# sasahara (taboo language used at sea) panutube<noinclude></noinclude>
jvnodoixze69n0cbiayjjjrm08h8lki
Halaman:049,073,205 Siau.djvu/30
104
114934
317900
2026-09-14T10:28:22Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
317900
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>#<li value="4"> eyelashes kohabe<br>
# of a person of high rank hengetang<br>
# shoulder = běmbang<br>back of the neck = poḷohe<br>
# (everything which gives a bang, pop = laětụ)<br>to give a bang, to pop = mangětụ<br>
# (word root = seang)<br>
# (= foot) no special names for foot and leg<br>
# kneecap = tûẹ<br>
# lower leg = wisi<br>
# (root tebo = to point at)<br>
# (awa body)<br>
# sěmuhe (= ajer lioer)<br>
# from sinda<br>
# to eat meat = kumina, from kina (meat)<br>
# past tense = nanginung<br>
# past participle: niělu<br>imperative ěluẹ<br>
# past tense = netiki<br>imperative pětikiẹ<br>
# past tense = dimarisi<br>present tense = dumarisi<br>to stand together (many people) = mahantararisi<br>
# present tense = dumaḷeng<br>past tense = dimaḷeng<br>optative aparaḷeng<br>
# to squat down in front of a person of high rank = měpapěngěpise palang<br>
# from kalang<br>past tense = kimalang<br>to swim (said of fish) = měděla<br>
# siram = manâmbu<br>to submerge = murung<br>bathing place = pendarēnong<noinclude></noinclude>
q9ekeclxlufj3dfkqrrslq3to4z8zc4
Halaman:049,073,205 Siau.djvu/31
104
114935
317901
2026-09-14T10:32:28Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
317901
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>#<li value="25"> stutterer = taumata waḷengahe<br>
# from kaka<br>to shout (many people shouting at the same time, in confusion) = kapěgah asange<br>
# past tense = liměge<br>past participle = nilĕge<br>
# from sangi<br>crying = sasangi<br>
# (root: kahioro)<br>preterite = kimahioro<br>
# (root: sěkole)<br>cough also = hungku<br>
# (root: himpauang)<br>
# lifepetatumbiahe/pebawiahe<br>
# preterite = nate<br>
# lebing, peralĕbingan, kubuḷe<br>
# preterite = namate<br>imperative = pakë<br>murderer = tahapate<br>
# (root: pusaka)<br>
# heir= pusakâteng<br>
# to be seriously ill = masaki merasâǐ<br>
# (pain = tědu)<br>
# malaria = lahabe dondong<br>the ague = sahindarûman<br>
# German measles = lontohe<br>
# pains in the stomach = tiang tuměka<br>
# multilated = pêho<br>
# (taumata hape seng nipate)<br>
# ahuse: formal term<br>
# or: inang iamang, or: inang u inang<br>
# to read a magical formula = mědaroa<noinclude></noinclude>
4glm97o97kjcec8vx6lmq7eotel7iu9
Halaman:049,073,205 Siau.djvu/32
104
114936
317902
2026-09-14T10:36:53Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
317902
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="48"> raksasa = ansŭang (= giant)<br>soeanggi = sôngkọ<br>djin = sètan<br>person possessed by a devil pulu/niwalîuang u setan<br>
# God = Mawu ruata<br>the Lord = Mawu kasellāhenge (= the supreme Lord)<br>
# to kneel = měsuba<br>
# war song = tahimoko<br>rowing song = sasambo<br>
# sky = langi<br>
# (idolater)<br>
# (idolatress)<br>
# = Pagan. There are no Muslims on Siauw.<br>
# (of the pagans)<br>
# (= kapitan-laut)<br>
# made of a certain kind of shell (war horn)<br>
# native dances = měsaļai<br>tjakalele = sumalo<br>bertandak = mangaleke<br>
# temporary shelter made of branches = daseng<br>
# (made of bamboo)<br>
# made of koffo cloth = darendung note<br>
# tiang = dihi<br>diagonal posts = sasori<br>
# bětạ = floor beams<br><br>
# net made of cane = sapië<br>mat made of leaves = těpihe<br>
# multicoloured = ralanse kambohêkan<br>
# (root: tiki = to sleep)<br>
# <couch?><br>
# (of a canoe)<br>
# the hearth stones which support the pots over the fire = sunggile<noinclude></noinclude>
6feev2t45m1ivma6k8jcoc8u2jh4vtm
Halaman:049,073,205 Siau.djvu/33
104
114937
317903
2026-09-14T10:43:47Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
317903
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="71"> dust = ĕbung<br>volcanic ashes = rampēlose<br>grey = māwuḷe<br>
# small firewood = balang<br>
# deep = pinggang papurukan<br>shallow = pinggang maḷempe<br>made of banana leaf = hepe<br>
# kuwan = large bowl; tiweh = small bowl. Both are made of coconut shell.<br>
# wooden saucer = duḷang<br>
# bush knife which is also used to weed grass = galele<br>
# winunukan = large basket<br>laimakeng = small basket<br>
# torch of coconut leaves = utụ kaheke<br>made of the spathe of the coconut (pawa) = lĕlubang<br>
# small chest = epo<br>
# to boil rice = managasa<br>to boil sweet potatoes = metung u batata (also: to boil rice)<br>to boil vegetables = melagha ruku<br>
# various kinds of vegetables = duku dudukutang<br>sajoer bamboe = ponsoḷe<br>sajoer pakoe = laminding<br>sajoer gědi = hameng<br>
# salted fish = kina niasingan<br>
# ketoepat = pihise<br>nasi goreng = tagasa sinanga<br>
# gambar = lisung duang pulangen<br>
# lada = hisang prangen, ritja = hisa<br>
# taste (of salt) = pěhade (asing)<br>
# the stocks = mantung<br>
# baḷi hote = locally made<br>baḷi heka = imported<noinclude></noinclude>
4kd692uaahx1plla2128kjf5hnhud04
Halaman:049,073,205 Siau.djvu/34
104
114938
317904
2026-09-14T10:48:18Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
317904
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="89"> koffo = hote<br> to twine rope of bark fibres = taḷi sakede<br>
#gemoetoe rope = uḷang<br>
#damak něnakeng<br>poisonous damak = něnakeng putěpa<br>
#wooden shield used in mock battles = kělung<br>
#= small flag, decoration of canoes<br>
#(root ĕhe)<br>
#There are no wet rice fields in Siauw.<br>
#bine, wine, baki<br>
#to plant tubers, peanuts = manui<br>to plant rice = mangasi<br>
#atjar - kenen timu<br>damangka = bialu<br>
#kitageng: gambar<br>labu: gambar<br>
# very hot small chillies = hisa bure<br>
# dry coconut frond = kaheke<br>stem of the fruit = kehampe<br>young coconut frond = luhane<br>
# stem of the fruit = langkaji<br>gemoetoe = kempugang<br>
# to pound sago = manakule<br>basket with sago = kumbuahe<br>
# flower of jamboo tree = puhinge<br>
# to pound koffo <bark cloth?> = mekâhude<br>to make koffo = manaḷa<br>wooden back support of a koffo maker = puhaneng<br>tool used to pound koffo = balira<br>to paint koffo = pilene<br>
# limoen nipis = limu sui<br>limoen bebasoh = liwase<noinclude></noinclude>
12ayv2odfgpkmbak3nppvxdwp0pv8rp
Halaman:049,073,205 Siau.djvu/35
104
114939
317905
2026-09-14T11:01:07Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
317905
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="107"> liana = waha<br>
# patung = the most common kind of bamboo<br>thick kind of bamboo = kiaeng<br>thin kind of bamboo = timbelang<br>yellow bamboo = kiaeng maridihe <maridike?><br>
# to chew betel = měmama<br>
# poho = e.g. bunch of ramboetan<br>bulihe = bunch of bananas<br>sikat = sěpě<br>
# coconut oil = lanan bango<br>kerosene = lanan tana<br>
# grass which has a bitter taste = pěpa<br>
# (ana u sapi, ana u kawalo, ana u manu)<br>
# (root: těla = to fly)<br>
# tusk = uaḷan bawi<br>
# when its young are taken away: manahawan<br>
# preterite himĕbu<br>
# pigeon = paluma<br>woodpigeon = taḷakuku<br>green pigeon = lěndu<br>
# manu by itself means: chicken<br>
# uba = monjet<br>
# djala = daḷombo<br>poekat = soma<br>djirat = sede<br>
# kaluangka = spider which does not make a web<br>
# horse-fly = sahombo<br>
# a very small kind of fly = hanuse<br>
# attracted by sugar = kiaso<br>red ant with painful sting = kikiduhi<br>black ant = kahanise<br>tree ant = kahumenteng<br>
# very large kind of python = katoang biting<br>python which often enters the houses = tuna<br>
# hoelat = ulide<noinclude></noinclude>
otlw89r8t1kzmjajeccwfaov474o7rj
Halaman:Hikajat Tanah Hindia.pdf/49
104
114940
317906
2026-09-14T11:10:54Z
Sevaharvey
27626
/* Telah diuji baca */
317906
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Sevaharvey" />{{rh||45|}}</noinclude>beberapa perahoe berisi beras padi dan lemboe, jaitoe bingkisan Soesoehoenan bngi Kompani. Adapoen GouverneurGeneraal sjak hatinja, dititahkannja perahoe diberi masoek kadalam kota berdoea sakali sadja. Dengan sabenarnja banjak raajat Mataram bersemboenji dalam perahoe itoe; pada soeatoe malam jang kaboet orang itoe kaloear, laloe menjerang tetapi
dihalaukan oleh soldadoe Belanda.
Pada kaesookan harinja balatantara Mataram datang mengepoeng Batawi, hoeloebalangnja besar bernama Toemenggoeng Bahoe Beksa.
Maka beberapa lamanja orang Mataram mengelelingi Batawi, maka tiba-tiba marika-itoe didatangi orang Kompani. Adapoen orang Djawa alah, serta petjah belah; dalam bangkai orang
di peperangan ada djoega mait Toemenggoeng Bahoe Beksâ berdoea dongan anaknja.
Maka tiada berapa lamanja kemoedian dari pada itoe raajat Mataram 10.000 orang sampai ka Batawi; dibawah perentah panglima Soerâ-ing-ngalâgâ, tetapi balatantara itoe tiada djoega
dapat masoek. Tiap-tiap hari orang Djawa ada jang mati karena kasangsaraan dan karena penjakit, sahingga balatantara itoe poelang sadja. Pada koetika raajat Mataram hendak meninggalkan daerah Batawi, Soerâ-ing-ngalâgâ menjoeroeb bocnoeh lebih dari pada 700 anak boeahnja beserta hoeloebalangnja, sebab orang itoe sia 2 menjerang. Chabarnja Soerâ-ing-ngalâgâ
diboenoeh djoega oleh Soeltan Ageng.
Adapoen akan Soesoehoenan amat pedih hatinja, lagi dengan maloenja kapada radja2 di tanah Hindia. Maka dititahkannja, bahoea raajat 80.000 orang dan alat sendjata dikoempoelkan;
dan lagi di Tegal diboeat orang goedang jang besar berisi beras akan bekal balatantara itoe.
Maka Toean Koen tahoe akan maksoed Soesoehoenan, maka disoeroehnja saorang laksamana membinasakan goedang itoe. Satelah sampai ka Tegal, maka orang Kompani membakar goedang itoe bersama beras 4000 pikoel dan 200 boeah perahoe jang bermoeat.
Hatta, maka balatantara Mataram berdjalan empat boelan<noinclude></noinclude>
ltk6s93xvcd7sl6osmndfd64pspwhsw