Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.20 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Pembicaraan Pengguna:SHB 3 27728 318466 81300 2026-09-18T02:34:03Z Max 23713 Max memindahkan halaman [[Pembicaraan Pengguna:SHB2000]] ke [[Pembicaraan Pengguna:SHB]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/SHB2000|SHB2000]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/SHB|SHB]]" 81300 wikitext text/x-wiki <div style="border: 1rem #dd0000 ridge; padding: 0.5em;">Hello! Please message me on [[m:User talk:SHB2000|meta.wikimedia.org]] instead. I may not notice messages on this page.</div> ojy2vkqs676esjrcfi79dwyt0tjr5xc Halaman:Buku Panduan Wikisource Bahasa Indonesia (2026).pdf/7 104 105654 318484 298377 2026-09-18T08:01:59Z Fatonyrd 27465 /* Tervalidasi */ 318484 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Fatonyrd" /></noinclude>1 Pendahuluan Di era digital saat ini, informasi hadir dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, di tengah limpahan data dan dokumen digital, akses terhadap sumber pengetahuan yang terpercaya, bebas, dan terbuka masih menjadi tantangan besar bagi banyak orang. Salah satu upaya penting dalam menjembatani kesenjangan ini adalah kehadiran perpustakaan digital berbasis komunitas. Wikisource adalah salah satu proyek Wikimedia Foundation yang berfokus pada pembangunan perpustakaan digital berisi naskah sumber dalam lisensi bebas dan terbuka, termasuk terjemahannya dalam berbagai bahasa. Sebelum menetapkan fokusnya pada arsip dokumen bebas, Wikisource difungsikan untuk menyimpan naskah bersejarah yang berguna dan penting. Seiring berjalannya waktu, proyek ini tumbuh menjadi perpustakaan digital gratis yang dibangun secara kolaboratif oleh sukarelawan dari seluruh dunia. Buku Panduan Wikisource Bahasa Indonesia ini disusun untuk memperkenalkan Wikisource lebih dalam mulai dari sejarah Wikisource, perbedaan dengan proyek Wikimedia lainnya dan cara berkontribusi pada Wikisource. Mengapa perlu berkontribusi pada Wikisource? Dengan berkontribusi pada Wikisource kita turut serta dalam melestarikan dokumen sejarah untuk generasi mendatang. Berkontribusi pada Wikisource yang merupakan bagian dari Wikimedia Foundation juga berarti kita telah mendukung komunitas relawan global yang kolaboratif. Selain itu dengan berkontribusi pada Wikisource kita memperoleh keterampilan dalam digitalisasi teks, pemeriksaan akhir, dan penyuntingan yang berharga di banyak bidang. Harapannya, dengan hadirnya Buku Panduan Wikisource Bahasa Indonesia ini pembaca tidak hanya mengenal Wikisource sebagai platform digital, tetapi juga memahami nilai kolaboratif dan semangat berkontribusi dalam rangka membuka akses bagi pertumbuhan, pengembangan dan penyebaran pengetahuan secara gratis dan bebas di Indonesia.<noinclude></noinclude> 3y4dsk5uhtfdda67vi4ebnr5572bltn Halaman:Buku Panduan Wikisource Bahasa Indonesia (2026).pdf/30 104 105677 318483 298049 2026-09-18T08:00:27Z Fatonyrd 27465 /* Telah diuji baca */ 318483 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Fatonyrd" /></noinclude>Dengan bantuan Transkribus, para kontributor bisa menyalin naskah sejarah secara cepat dan akurat, mendukung pelestarian warisan budaya melalui teks digital yang terbuka dan dapat diakses siapa saja. UJI-BACA DAN VALIDASI Uji baca atau proofreading adalah pemeriksaan keakuratan teks yang ditranskripsi terhadap gambar yang dipindai atau karya asli. Dengan proses ini, selalu dimaksudkan untuk menjaga teks, bersama dengan gaya, persis sama dengan halaman yang dipindai, sejauh mungkin. Sedangkan validasi adalah memeriksa pekerjaan orang lain dan memastikan bahwa mereka melakukannya dengan benar. Validasi adalah langkah terakhir dalam pemeriksaan akhir. Setelah halaman diperiksa akhir, halaman tersebut perlu divalidasi oleh pengguna lain. Selain dimaksudkan untuk menjaga keakuratan isi teks, proses uji baca juga mencakup pemeriksaan posisi atau letak bacaan teks. Oleh sebabnya diperlukan template guna mengatur teks hingga sesuai. Tabel dibawah ini merupakan template dasar yang dapat digunakan dalam proses uji baca. Tanda HTML Penjelasan {{tl|Right}} Untuk membuat teks tetap rata kanan {{tl|Left}} Untuk membuat teks tetap rata kiri {{tl|Running Header|left|center|right}} Untuk membuat teks tetap berada kiri, tengah, dan kanan pada baris yang sama {{tl|Center}} Untuk membuat teks tetap rata tengah {{tl|Block Center}} Untuk membuat seluruh blok teks rata tengah {{tl|Block Center/s}}{{tl|Block Center/e}} Untuk membuat seluruh blok teks di tengah saat teks berlanjut ke halaman berikutnya {{tl|Gap}} Untuk memberikan ruang di awal paragraf atau di antara dua kata {{tl|hyphenated word start}} {{tl|hyphenated word end}} Untuk membuat kata muncul dengan tanda hubung di Halaman namespace dan menghapus tanda hubung saat teks ditransklusi. {{tl|hyphenated word startPARUH PERTAMA KATA|SELURUH KATA}} {{tl|hyphenated word end|PARUH AKHIR KATA|SELURUH KATA}} {{tl|smaller}} {{tl|x-smaller}} {{tl|xx-smaller}} Untuk mendapatkan ukurang font yang lebih kecil {{tl|larger}} {{tl|x-larger}} {{tl|xx-larger}} Untuk mendapatkan ukuran font yang lebih besar<noinclude></noinclude> 188h02cbhamsuw9pbunk26xkhxlm1x0 Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/31 104 115111 318455 2026-09-17T13:01:46Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318455 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="5"> tápålålå = when eating<br>tådoelå = when drinking<br> # hoe<u>ndt</u>oewa = cemetery <br> # = (Mal.) mendapat poesaka<br> # loelilapåli = (Mal.) bekas loeka<br> # låloeli = recuperated<br>njàmàni = healthy of body<br> # bangge (of birds)<br> # tēlå (of birds)<br> # = youngest daughter, son<br> # (those of noble rank) b<u>a</u>poe, tinènè, ḍatoe<br> # parents = mongåpa<u>ngg</u>ålà<br> # påoëwàmà a<u>mb</u>àhoe ålīlå = paman seblah mama<br> # usually shortened to: måloehèngå<br> # = stepchild<br> # tijàmá oewàtåå = stepfather<br>tīlà oewàtåå = stepmother<br> # dilè (of high rank)<br> # hihilingà = kenalan (Mal.)<br> # (on the graves)<br> # Some people put a plate with a bit of rice and an egg, and also a small cup of water and melati under a small mosquito net.<br>Inside the net incense is burned regularly to keep the good spirit in a good mood.<br> # Evil spirit in the form of a worm or small animal which causes a bellyache: wàlàǐ Ooe<u>mb</u>oe<br>Evil spirit with a large head and long ears which rules over life and death: lati (Mal. sjétan), also ijåkoe, sèsènggoe; djini kapiloe causes misfortune.<br>Eats the hears of living people: a person who can change into an animal, appears usually as a bird: po<u>ngg</u>å (Mal. hantoe)<br>Female spirit with long fingernails, open and hollow at the back: poe<u>ndt</u>ijalà (Mal. poentianak) this spirit is afraid of women but causes impotence in man.<noinclude></noinclude> cudk3qp44nzi1zflm4p6bejyxu86ptz Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/32 104 115112 318456 2026-09-17T13:46:36Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318456 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="24">the Gorontalo people are muslims, like the Malay people.<br>allah = èja; allah taallah = èja molanggatå<br> # kitabi = the Holy Book<br> # tinilå (short poem)<br>saǐli (pantoen)<br> # kali (for the district and the mosque); village priest: kasisi, hatibi<br> # marsaoleh woelèja lå lipoe<br>walaäpoeloed second <=assistant?> Head of a district<br> # (always a female slave), they dance at official receptions etc.<br> # (of bamboo on a shell)<br> # made of nipa leaves: wàtåpā lipà<br>made of sago leaves: wàtåpā lålàpå<br>made of coconut leaves: wàtåpā doengåbongå<br> # bà<u>ngg</u>a (bench)<br>dèhoe-dèhoe (bale 2)<br> # måpåboe (burned)<br> # bamboo drinking vessel for palm-wine<br> # (ordinary knife)<br> # large basket of woben bamboo: also made of rattan.<br> # sea fish = tålàlådèhètå<br>fish in river = tålàlåboetaǐjå<br>fish from a lake = tålàlåboelalå<br> # bilålålà = thin<br>pàlèpilètà = thick<br> # lipa lipa = men's sarong<br>bidè = women's sarong<br> # pàtèdà (of metal)<br>hoetå (of shell)<br> # boewàtoelå (thick rope)<br>liwidoe (thin rope)<br> # pàlidè = arrow for blow-pipe<br> # bàli = (Mal.) moesoeh<br>satoeloe = (Mal.) setroe<br> # (one uses an ordinary knife for cutting grass)<noinclude></noinclude> 9bs7s6pdd0p0vxlqhbmoucjp3i90j72 Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/33 104 115113 318457 2026-09-17T14:02:24Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318457 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="45">To plant nice seedlings in a wet rice field måhoedoetå<br>(pindah bibit padi)<br>to transplant young saplings = måhoewàlè<br> # (of fruit)<br>ripe (of rice): mailålàlahoe (= can be harvested)<br>unripe (of rice): hoetoewà<br> # mongåtålå (of rice): mongàtàngå (of maize)<br> # målibåtå (of bananas), målipoe (of other fruit)<br> # pīa (white onion)<br>pīa latoela = red onion<br> # (sweet palm-wine)<br> # (K.O. plantain)<br> # wawåhoe (large sp); talilå (large sp) of tåmoelà (not so large)<br> # doe<u>ngg</u>ālà (seeds in a rice field)<br> # calf: sapi moeda<br>foal: wàdálá boebåtå (not yet broken)<br>chick: walàå maloeå<br> # måhèwoe wàngå (when many dogs are barking at the same time)<br> # I. màloepàti : tame pigeon{{gap}}{{gap}}{{gap}}III. poetījà : white wood pigeon<br>II. màloenīti : green wood pigeon {{gap}}IV. boeloehoeå: greenish wild pigeon, larger than II.<br> # kàkàtoewà (white), ålijà (green parrot)<br> # oelålitå (green), ti<u>ndt</u>itå (very small)<br> # dihè: a small kind, dihè taåwà : a large kind (mawas)<br> # tajangå = (Mal.) djala, large cast-net<br>tåtàloeå, scoop-net with a bamboo handle and a rattan hoop.<br> # hoenggoeloewàngà, bibinganga<br> # (dog's flea)<br> # red : doeàtå<br>black : tålåmå<br>large : boehoedoe<br> # wåpoengå (poisonous, green)<br> # small sea-shell<br> # tonggålååå (road)<noinclude></noinclude> dkawr0z6yzdk95qr8rc1g7r3dfkhdwn Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/34 104 115114 318458 2026-09-17T14:13:46Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318458 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="67"> <ol> {{multicol}} 1. Janawali<br> 2. Pèboeloewali<br> 3. Mali<br> 4. Apoelili<br> 5. Mèǐ<br> 6. Joeni {{multicol-break}} 7. Joeli<br> 8. Agoesitoesi<br> 9. Sèpoetèmbèli<br> 10. Akoetåbeli<br> 11. Nopèmbèli<br> 12. Dèsèmbèli {{multicol-end}} </ol> <ol>Moham. :<br> {{multicol}} 1. Måhālàmoe<br> 2. Sàpàli<br> 3. Làbioeloeäwoewàli<br> 4. Làbioeloeähili<br> 5. Dimàdiliäwoewàli<br> 6. Dimàditiöhili {{multicol-break}} 7. Lidjiboe<br> 8. Taäbani<br> 9. Làmàlàni, poewàsà<br> 10. Tawoewali<br> 11. Doeloekaida<br> 12. Hadji {{multicol-end}} </ol> # <li value="68">= boelan dimakan oleh naga<br> # tioedoenoe (comet)<br>tàdātà (large dipper)<br>åtåloeà (Orion)<br>èwèlà (Southern Cross)<br> # hoeloepilå = large and long strait<br>doelangå = short strait<br> # doetoelà (navigable river)<br>boetàijå = shallow<br> # tå<u>mb</u>oeloe (persembahan)<br>wåhijà (pemberian)<br> # tòkò (small and large ones)<br>tendà (warong)<br> # loe<u>mb</u>oe-loe<u>mb</u>oe (small merchandise)<br> # dātingi (Mal. dating Chinese scales)<br> # One calls the weights here: kilo, kati, picol.<br> # The only measures are: tjoepa and gantang%3B the weights are called: kilo, kati, pikoeloe, toepà, handà<br> # kapali lådāhangi{{gap}}gambar{{gap}}sīkånèli (schooner)<br>kapali palangi{{gap}}gambar{{gap}}pàdoemàkà (small schooner)<noinclude></noinclude> haexjvy7emnj8wrrqs94b91us4vrykc 318459 318458 2026-09-17T14:14:09Z Thersetya2021 15831 318459 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="67"> <ol> {{multicol}} 1. Janawali<br> 2. Pèboeloewali<br> 3. Mali<br> 4. Apoelili<br> 5. Mèǐ<br> 6. Joeni {{multicol-break}} 7. Joeli<br> 8. Agoesitoesi<br> 9. Sèpoetèmbèli<br> 10. Akoetåbeli<br> 11. Nopèmbèli<br> 12. Dèsèmbèli {{multicol-end}} </ol> <ol><u>Moham.</u> :<br> {{multicol}} 1. Måhālàmoe<br> 2. Sàpàli<br> 3. Làbioeloeäwoewàli<br> 4. Làbioeloeähili<br> 5. Dimàdiliäwoewàli<br> 6. Dimàditiöhili {{multicol-break}} 7. Lidjiboe<br> 8. Taäbani<br> 9. Làmàlàni, poewàsà<br> 10. Tawoewali<br> 11. Doeloekaida<br> 12. Hadji {{multicol-end}} </ol> # <li value="68">= boelan dimakan oleh naga<br> # tioedoenoe (comet)<br>tàdātà (large dipper)<br>åtåloeà (Orion)<br>èwèlà (Southern Cross)<br> # hoeloepilå = large and long strait<br>doelangå = short strait<br> # doetoelà (navigable river)<br>boetàijå = shallow<br> # tå<u>mb</u>oeloe (persembahan)<br>wåhijà (pemberian)<br> # tòkò (small and large ones)<br>tendà (warong)<br> # loe<u>mb</u>oe-loe<u>mb</u>oe (small merchandise)<br> # dātingi (Mal. dating Chinese scales)<br> # One calls the weights here: kilo, kati, picol.<br> # The only measures are: tjoepa and gantang%3B the weights are called: kilo, kati, pikoeloe, toepà, handà<br> # kapali lådāhangi{{gap}}gambar{{gap}}sīkånèli (schooner)<br>kapali palangi{{gap}}gambar{{gap}}pàdoemàkà (small schooner)<noinclude></noinclude> 6l3ajztaxqb8n6ojq49u7gmisnlhrov Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/35 104 115115 318460 2026-09-17T14:25:11Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318460 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="79">gambar {{gap}}boelåtoe<br> # oekiki, oekikingå, oekàkèǐ<br> # long and thick = kàjಠbàtangà dàä<br> # short and thick = limba limbangå<br> # måhàtà = of people, animals<br>måjåtå = of an inanimate object<br> # là<u>ngg</u>àji = very tall and skinny<br> # båhoelatàwoe = of men, doelàhoe = of woman<br> # oenoe = very poor<br> # kàjà = very rich<br>wåloewå = affront<br> # bàtàå = very dumb<br> # måloewitå = very clever<br> # carry in front of the chest = mådoemoemoe<br> # måmitådoe (to press)<br>måmihitå (to squeeze, pinch)<br> # måhilàwadoe = to ask someone something<br> # lètànèà = of boats<br>lèdoe<u>ngg</u>a = of people, goods<br> # måhoe<u>mb</u>adoe = with a piece of cane<br>måmåbåhoe = with a stick or a piece of wood<br> # wà<u>mb</u>àå ngåpèë = (Mal.) sadja sedikit<br> # (Mal.) kita orang ini<br> # my book = boekoеoе<br> # our book boekoe<u>ndt</u>å<br> # at 5 a.m. = målàlijånoe<br>from 6-8 a.m. = doemå doepå<br>"{{gap}} 8-10 a.m. = åbibiti låäpoelà =(Mal. salapar andjing)<br>noon= måhoelånoe<br>1 p.m. = tilàlà ǐlingå (matahari miring)<br>2-3 p.m. = låoelè (matahari koerang panas)<br>5 p.m. = lålāngå (sore)<noinclude></noinclude> t3ejueb4rs8flkuamr7g1ej57r8wqj2 Halaman:Antologi Puisi dan Quotes Bijak Lukisan Pasir.pdf/99 104 115116 318461 2026-09-18T01:15:59Z Suga Widi 25678 /* Telah diuji baca */ 318461 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Bungkas''' <Poem> Undak pun masih belum separuh perjalanan Bungkas kisah masih belum tentu arah Tak perlu terpuruk dalam biru, Karena mega kelabu belum tentu luruhkan sendu {{Right|Tasikmalaya, 27-06-2019}} </Poem><noinclude>{{rh|||99}}</noinclude> eag72ii0rt5tpiorj35mmz172qng6kn Halaman:Antologi Puisi dan Quotes Bijak Lukisan Pasir.pdf/102 104 115117 318462 2026-09-18T01:18:54Z Suga Widi 25678 /* Telah diuji baca */ 318462 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude><poem> Saatnya angkat kaki dengan senyum terkembang Tegakkan kepala dan persatukan dua telapak tangan memberi salam pada yang telah merendahkan Berharaplah semoga kita dan mereka selalu diberi keberkahan Ingat, jangan tinggi hati... Sejauh apa pun kita pergi, selalu ada masa yang akan membawa kita kembali Dan saat itu terjadi, semoga kita tak lagi terasing di tanah sendiri. {{Right|Quotes Mawas Diri<br>Pangandaran, 02-07-2019}} </Poem><noinclude>{{rh|||102}}</noinclude> 7ecknob3o1205jz1dij45vjbknobvbn Halaman:Antologi Puisi dan Quotes Bijak Lukisan Pasir.pdf/109 104 115118 318463 2026-09-18T01:21:12Z Suga Widi 25678 /* Telah diuji baca */ 318463 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude><poem> Ataupun di masa depan Dia akan memberikan pembalasan {{Right|Pangandaran, 27-07-2019}} </Poem><noinclude>{{rh|||109}}</noinclude> qjcchz8k2zmc814b6gfc5d2eie0vioi Halaman:Antologi Puisi dan Quotes Bijak Lukisan Pasir.pdf/110 104 115119 318464 2026-09-18T01:23:13Z Suga Widi 25678 /* Telah diuji baca */ 318464 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Gurat Luka''' <Poem> Saat pembelaan jadi sia-sia Saat simpati tergerus ambisi Untuk apa berkata-kata Muhasabah diri pun dianggap sebagai alibi Tak perlu lagi ada empati pada mereka yang telah su’udzhan pada diri Gurat luka akan jadi saksi cerita Segala yang tercurah di atas sajadah, Semoga Dia menakdirkan berakhir indah {{Right|Pangandaran, 02-08-2019}} </Poem><noinclude>{rh|||110}</noinclude> dx4zpldg2zbxykrw5bhfxm361nlyhrp 318465 318464 2026-09-18T01:23:35Z Suga Widi 25678 318465 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Gurat Luka''' <Poem> Saat pembelaan jadi sia-sia Saat simpati tergerus ambisi Untuk apa berkata-kata Muhasabah diri pun dianggap sebagai alibi Tak perlu lagi ada empati pada mereka yang telah su’udzhan pada diri Gurat luka akan jadi saksi cerita Segala yang tercurah di atas sajadah, Semoga Dia menakdirkan berakhir indah {{Right|Pangandaran, 02-08-2019}} </Poem><noinclude>{{rh|||110}}</noinclude> kd7ygarbii6sutcvloithqmd3t6wplj Pembicaraan Pengguna:SHB2000 3 115120 318467 2026-09-18T02:34:03Z Max 23713 Max memindahkan halaman [[Pembicaraan Pengguna:SHB2000]] ke [[Pembicaraan Pengguna:SHB]]: Secara otomatis memindahkan halaman ketika mengganti nama pengguna "[[Special:CentralAuth/SHB2000|SHB2000]]" menjadi "[[Special:CentralAuth/SHB|SHB]]" 318467 wikitext text/x-wiki #ALIH [[Pembicaraan Pengguna:SHB]] 21an595vw3fiysc21sokb8rxl4xkyyf Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/36 104 115121 318468 2026-09-18T03:38:01Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318468 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="100">tilàngå= (Mal.) terang<br>tåhè = (Mal.) palita<br> # hèlimalå = 6-8 p.m.<br>làpàtå hèlimålå = 8-11 p.m.<br>mådèhoewålåhoeji = midnight<br>làpàtå mådèhoewålåhoeji = 1-3 a.m.<br>me<u>mb</u>idoe doelàhoe = 3-5 a.m. (hampir sijang)<br> # åmåloewà = in the distance<br>åmå åmaloe = when (in the past)<br> # doedoelå = close together<br> # tà<u>ndt</u>oe = (Mal.) tentoe<br>tiloehàtà = betoel (Mal.)<br> # wålå = dengan barang<br>wali = dengan orang<br> # dè = speaking to someone of lower rank<br> # åå = speaking to someone of lower rank<br>èjàoë = speaking to someone of higher rank<br>joe = speaking to one's equal<br> # èlèhijà = speaking to someone of higher rank<br> # lå = follows the word (Mal. : djoega)<noinclude></noinclude> 6ch3wwlkpjioptmn25w4gkfgktt4y9v Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/37 104 115122 318469 2026-09-18T03:40:19Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318469 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|<big>GORONTALO</big>}} '''1. GENERAL INFORMATION''' '''1.1. ''BASIC DATA''''' {{multicol}} Language/dialect<br> Number of the list<br> Mentioned in<br> Year of investigation {{multicol-break}} {{gap}}: Gorontalo<br> {{gap}}: 124<br> {{gap}}: NBG. 1912<br> {{gap}}: <1911> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> pl5soyqa87o220hwxkzhauqw9ql5hxz Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/39 104 115123 318470 2026-09-18T04:00:34Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318470 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 125. Jijohoe<br> 126. Alaö<br> 127. Mohilawo<br> 128. Monga<br> 129. Polangolo<br> 130. Mongiloe<br> 131. Meloe/Phoewaölo<br> 132. Mototoängo<br> 133. Moboetoehoe/boetoe-boeteohoe<br> 134. Loboetoehoe<br> 137. Mololo<br> 138. Motoeloehoe<br> 139/<br> 140. Tohilopo, Motohilopo<br> 144. Timihoelo<br> 145. Moloaö<br> 146. Motitinggaja<br> 147. Motidambaö<br> 148. Motibalato<br> 149. Motihoeloö<br> 150. Motitambelango<br> 151. Motibalata onggoönggolongo<br> 1502. Motitinggo<br> 153. Mololangi<br> 154. Molihoe<br> 156. Madodo<br> 157. Motejata<br> 158. Soewala<br> 159. Mopojoö<br> 160. Mongoeatiö<br> 161. Moiǐ<br> 163. Hoemojongo<br> 165. Imijomo<br> 166. Mohilawo daä<br> 167. Monoela lojihoe<br> 169. Mobolo<br> 170. Molembedo<br> 172. Todoelo<br> 173. Otopola<br> 174. Phoelijahoe<br> 176. Mohoewabo<br> 177. Mongile {{multicol-break}} 182. Toemoemoelo<br> 183. Mate<br> 184. Pate<br> 188. Milate, bake <3><br> 191. Koeboeloe<br> 192. Momate<br> 193. Moötodoewo poesaka<br> 194. Poesaka<br> 196. Pali<br> 197. Matango<br> 198. Toewoto pali<br> 199. Tohoelòlo<br> 200. Tohoelolo<br> 202. Pijo-pijo<br> 203. Bohe<br> 205. patoe, phoehoelo <4><br> 207. Ngongoto ombongo<br> 209. Loewahoe<br> 210. Ambalo woeta<br> 211. Tohoepatoe<br> 219. Ngongoto loenggongo<br> 220. Petoe<br> 222. Phoewodoelo<br> 224. Boewalodoe<br> 225. Hodoengga lo boeheto<br> 227. Boeboe<br> 228. Boengolo<br> 229. Pitoö<br> 231. Ntilohoe<br> 232. Mohoenemo<br> 234. Isarati/Woenemo<br> 235. Taboelia<br> 236. Manoesia<br> 237. Tawoe<br> 238. Ta<br> 239. Tanggoelo<br> 240. Wadi<br> 241. Tà lolaǐ<br> 242. Tà boewa<br> 243. Laǐ <5><br> 244. Bangge <6><br> 245. Boewa <5> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> el4q1ka6jf172sb4fse1fo4mr0v3t2b Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/42 104 115124 318471 2026-09-18T04:08:12Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 318471 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Begitulah, tak lama kemudian diruang tamu kediaman Ong ceng terlihat jenderal Ngo houw ciang itu duduk makan minum sambil bercakap cakap dengan asyik bersama tuan rumah. Setelah pelayan-pelayan mengundurkan diri mulailah Ong ceng membicarakan kesulitan yang dihadapi itu kepada Tek ceng. ― Tek goanswe, hari ini sengaja siauw ciang mengundang goagswe untuk membicarakan sebuah perkara yg sangat penting - - - Tek ceng agak bercekat hatinya sampai-sampai ia menghentikan cawan yang sudah menempel dibibirnya. Tanyanya dengan gugup. ― Perkara apakah itu Ong ciangkun? Lekasbkau katakan ! ― Siuawciang sendiri tidak menduga kalau Siangya begitu kejam dan keji - - - ― Hah Siangya? Ada hubungan apakah antara Siangya dengan kau ? ― Dahalu siauw ciang sendiri adalah anak buahnya. Dari prakaisa dan daya upayanyalah sehingga siauw ciang bisa menjabat sebagai kepalà<noinclude>{{rh|42}}</noinclude> 3854if8ieegdc8cams0aaf0fnxo7aam 318472 318471 2026-09-18T04:08:38Z Srijembarrahayu 21172 318472 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Begitulah, tak lama kemudian diruang tamu kediaman Ong ceng terlihat jenderal Ngo houw ciang itu duduk makan minum sambil bercakap cakap dengan asyik bersama tuan rumah. Setelah pelayan-pelayan mengundurkan diri mulailah Ong ceng membicarakan kesulitan yang dihadapi itu kepada Tek ceng. ― Tek goanswe, hari ini sengaja siauw ciang mengundang goagswe untuk membicarakan sebuah perkara yg sangat penting - - - Tek ceng agak bercekat hatinya sampai-sampai ia menghentikan cawan yang sudah menempel dibibirnya. Tanyanya dengan gugup. ― Perkara apakah itu Ong ciangkun? Lekasbkau katakan ! ― Siuawciang sendiri tidak menduga kalau Siangya begitu kejam dan keji - - - ― Hah Siangya? Ada hubungan apakah antara Siangya dengan kau ? ― Dahalu siauw ciang sendiri adalah anak buahnya. Dari prakaisa dan daya upayanyalah sehingga siauw ciang bisa menjabat sebagai kepalà<noinclude>{{rh|42}}</noinclude> btjowvx95xnd9gb4gw92bx201akcnkv Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/38 104 115125 318473 2026-09-18T04:31:04Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318473 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. GORONTALO LIST''' {{multicol}} 1. Pohoewawaä/wawaö<br> 2. Loenggango<br> 3. Baja<br> 4. Dehoepo<br> 5. Boeäwoe lo loenggongo<br> 6. Hoewoö<br> 8. Таоё<br> 9. Boelonga<br> 11. Mato<br> 15. Boentoengo-mato<br> 17. Ponoe<br> 18. Woelingo<br> 20. Phoewodoe<br> 21. Poetongi<br> 22. Toenggilo<br> 25. Bihoe<br> 27. Boesoengi<br> 28. Djanggoe<br> 29. Danggoe<br> 30. Sambange<br> 31. Dila<br> 32. Wangodoe<br> 33. Doengito<br> 34. Bohengo<br> 35. Hoewoto<br> 37. Boenggohoe<br> 38. Boeloö<br> 41/<br> 42. Doehelo/Toetoe<br> 45. Loenggongo toetoe<br> 46. Taboe lo toetoe<br> 48. Toemoetoe<br> 50. Datala<br> 52. Poetoe<br> 53. Tonija<br> 54. Ombongo<br> 56. Wantohoe<br> 57. Poloe<br> 61. Woeboeö<br> 62. Wolodoe<br> 63. Woelea {{multicol-break}} 66. lǐ<br> 68. Pojonggi<br> 69. Phoeli<br> 70. Poenggoji<br> 72. Mongili lo bowoentoe<br> 73. Bowoentoe<br> 75. Mohoetoeto<br> 76. Mophoetodoe <1><br> 77. Woeti<br> 78. Tele<br> 82. Mongili lo lojili<br> 83. Lojili<br> 84. Oäto<br> 86. Oäto<br> 88. Paǐ<br> 90. Boengolopa<br> 91. Hoeoë<br> 93. Boetijoto<br> 94. Doeloedoe<br> 95. Woewahoe<br> 97. Oloeoë<br> 99. Hoewangeë<br> 100. Tioë<br> 102. Paladoe oloeoë<br> 105. Tingongowa lo oloeoë<br> 107. Loeöboe<br> 108. Tiomboe lo oloeoë<br> 109. Toetoenoe<br> 110. Tihongoe<br> 111. Tijalejale<br> 112. Tonoelifta<br> 115. Toelalo<br> 116. Doehoe<br> 117. Тарое<br> 118. Lintidoe<br> 121. Alipo<br> 122. hapato<br> 123. lamboeto <2><br> 122/ <br> 123. Hoewoö<br> 124. Woelato {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> hs453kqz8y5ewpvyowv8cm1yaqu5akh Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/40 104 115126 318474 2026-09-18T04:54:05Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318474 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 246. Tèlo <6><br> 248/<br> 249. Ta doelahoe<br> 250. Ta laǐ kikiö<br> 252. Ta boewa kikiö<br> 255. Tijamo<br> 256. Tilo<br> 257/<br> 258. Walaö <7><br> 261. Walaä laǐ<br> 262. Walaä boewa<br> 263. Tijomboe laǐ <8><br> 264. Tijomboe boewa <9><br> 266. Mongo tijomboe to hoede<br> 267. Mongo tijomboe to auwali<br> 268. Woetata laǐ<br> 269. Woetata boewa<br> 270. Kaka<br> 271. Tata<br> 272/<br> 273. Ade<br> 274. Womboe<br> 275/<br> 276. Pooewama<br> 277-<br> 280. Babawali/bawali<br> 281/<br> 282. Pooela<br> 284/<br> 286. nawali/mawali<br> 287/<br> 289. Poo walaö laǐ<br> 288/<br> 290. Pooëwalaö laǐ<br> 291/<br> 293. Poc walaö boewa<br> 292/<br> 294. Poo walaö boewa<br> 295. Pohoetata laǐ<br> 296. Pohoetata boewa<br> 297/<br> 298. Moloehenga mongooedoelaä<br> 299. Moloehenga walaä laǐ<br> 300. Moloehenga walaä boewa<br> 302. Woewatoä lai<br> 303. Woewatoä boewa {{multicol-break}} 304. Woewatoä mongooëdoelaä<br> 305. Tatilonggalaä<br> 306-<br> 309. Jipahoe lai<br> 310. Jipahe lai<br> 311- <br> 314. jipahe boewa<br> 315. Moiĭlatowa<br> 316. Dila/dia moiǐlàtowa<br> 317. Dile laǐ<br> 318. Dile boewa<br> 320. Tà ngongopolaöwa<br> 324. Botoelo, tadeli<br> 326. Lipoe<br> 327. Lipoe/jilaloehoe, biloeloä looë lipoe<br> 330. Toeango lipoe/Pohalaä<br> 331. Ta öisarati, ta obalikoemata<br> 332. Adjima<br> 333. Loǐa lo isarati<br> 334. Toenggoede otoewa/Toenggoede öisarati<br> 335. Toeladoe Isarati<br> 337. Boeǐ<br> 338. Toewota moelo-moelo<br> 339. Ponggo, lati<br> 340. Djini isilamoe<br> 341. Djini kapiroe<br> 342. Poentiala<br> 343/<br> 344. Njawa<br> 345. <10><br> 347. <11><br> 351. Toeladoe<br> 352. Hoeroepoe<br> 353. Kalatati<br> 354. Toeladoe<br> 355. Toeladoe <12><br> 356. Piloe<br> 358. Toedjaǐ<br> 359. Lahoe<br> 365. Toeangolipoe, ta todelomo lipoe <13> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> cpyts1v7af7dignzqcjsze2ijw8dtlj Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/41 104 115127 318475 2026-09-18T05:05:07Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318475 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 366. Ahelati <14><br> 367. Hoehoetoe mopijo<br> 368. Doesa<br> 369. Haramoe<br> 370. Pamali, ohelijo<br> 371. Lebi <15><br> 374. Tihi<br> 375. Tambati lo ilomata<br> 377. Bantajo poboeboǐde<br> 378. Olongia<br> 379. Djogoegoe phoèphoephoe <16><br> 380. Boebato<br> 381. Apitalaoe<br> 382. Tambati dhelio/poto tode<br> 386. Taoëdaä<br> 388. Mongopoeloe<br> 389. Mongopanggola<br> 390. Tawoe lo pateja<br> 391. Pijohoe/Rahamati<br> 392. Balla/Moeloeka<br> 393. Toeangolipoe<br> 394. Wato<br> 396. Adati<br> 397. Ta ototala<br> 399. Mohoekoemani<br> 400. Totala<br> 401. Sakoesi<br> 402. Ta momomotoä<br> 403. Ta topohoeloö<br> 404. <17><br> 407/<br> 408. mojohoe, heejala <18><br> 410. Boeboeäja<br> 411. Tonelo<br> 412. Dantija lo nika<br> 413. Motoetoe<br> 414. Hoelango<br> 415. Djina <19><br> 416. Toendali <20><br> 417. Tidi<br> 418. Kasajeba<br> 419. Alababoe {{multicol-break}} 420. Toelali<br> 421. Towohoe<br> 424. Hoengo<br> 427. Bamboeä<br> 428. <21><br> 430. Tanggi<br> 432. Mojitohoe<br> 433. Paij<br> 437. Bele<br> 438. Wombohe<br> 440. Hoengo bilinga<br> 441. Watopo<br> 442. Tolotahoe<br> 446. Ato<br> 449. Hoeheboe<br> 451. Toetoelowa<br> 452. Toetoelijo <br> 453. Toeadoe<br> 454. Tonihe<br> 456. Talohe talililo/tolotahoe<br> 457. Talohe doepi<br> 458. Dinginga doepi<br> 459. dinginga tolotahoe <22><br> 461. Potihoelo bele<br> 462. Boelawahoe <23><br> 464. Koelamboe<br> 465. Potoetoeloehe<br> 468. Amongo<br> 469. Alangoeloea<br> 470. Hihibata<br> 471. Pandopo<br> 472. Pahoe<br> 473. Totapowa<br> 474. Potoetoeboewa<br> 475. toeloe<br> 476. Poboe<br> 477. <24><br> 478. momate<br> 482. Poloö<br> 483. Wahoe<br> 484. Ajoe podiö<br> 485. Moloembila tohe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 0nzn6jyhzsvbem7zfacdalr4cgh49m8 Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/42 104 115128 318476 2026-09-18T05:20:32Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318476 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 486. Momate tohe<br> 487. Waloengo bele<br> 488. Koelamboe potoetoeloehe<br> 489. Hoehoeloä tontalohe<br> 493. Boelonggo, boelonggo woewate <25><br> 494. Boelonggo phoeta<br> 495. oelonga tombaha<br> 496. oelonga phoeta<br> 495/<br> 496. Oelongo<br> 497. Pingge498. Manggo<br> 499. <26>501. Tombe<br> 502. Tanoe-tanoe<br> 503. Batili<br> 505. Pito<br> 506. Wamilo<br> 507. Bitoeö<br> 508. Baladoe<br> 509. Boelingo<br> 510. Titidoe<br> 511. Totaloeö<br> 513. Molime<br> 514. Adidi, kalanti<br> 515. Tohe<br> 516. Toeboe<br> 517. Momajango<br> 519. Dosi<br> 520. Boeloewa<br> 522. Poti<br> 524. Bolinggo<br> 525-<br> 527. Motoeboe<br> 528. Molinanga<br> 529. Moloeloe<br> 530. Momanggangi/modengengo<br> 534. Oeälo<br> 535. Tomeoë<br> 537. Doengo ajoe<br> 539. Tapoe <27><br> 540. tapoe jililade/dentengi {{multicol-break}} 541. Tola <28><br> 543. pale tioebongo<br> 544. pale jiloboeö/tapoe lo pale<br> 545. pale biloetalo<br> 546. Pale<br> 547. Batango pale<br> 548. Pangge (a) lo pale<br> 549. Loejoe<br> 550. Didingga<br> 551. walao didingga<br> 553. Wajahe<br> 554. Таро<br> 555. Moloele, mohoeta<br> 561. Pale pileta<br> 562. Malita lo Dawa (Djawa)<br> 563. Watingo<br> 565. Lipa-lipa<br> 567. Talala<br> 569/<br> 570. Boö<br> 571/<br> 572. Pajoengo<br> 573. Hoehejidoe<br> 576. Hoealimo<br> 577. bintolo/talibana <29><br> 578. etango<br> 577/<br> 578. <30><br> 579. <31><br> 580. dalanggaǐ<br> 582. Ololeta, ngante-ngante<br> 583. Wantolo boelonga<br> 586. Salentangi<br> 588. pantete, pedito <32><br> 589. Oe jilawo<br> 590. Dilomango<br> 593. Mohewo<br> 594. hoehejidoe<br> 595. phoehoeloeta<br> 596. tilihoelo<br> 597. poä (lo wawolo)<br> 594-<br> 597. pohoehewola <33><br> 600. <34> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> qio8z2gyx6hmhszzaofn8tjz1m6w4f8 Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/50 104 115129 318477 2026-09-18T05:25:06Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318477 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''No. 124''' # <li value="1522">Omoloewa ile ilengi jala botije pomoelowalijo?<br> # He pomoelowa lijo lo pale ile ilengiala bojito?<br> # Odi datalijo waoë dila momajari<br> # Waoë momajari lo tabaä<br> # Potalija mai olami babarangijala bojito?<br> # Timongolijo hipotalija tili dalala lo barangi to olami<br> # Ta tònoe ta ilohoewata lo olongija lowali toenggoela?<br> # Ngolo data lo lolaï lo olongijanto?<br> # Doetoela botije dila mowali pobite jalo<br> # Wolo hihewo lade bitèlo, wawoe bolo toenggoela mota lo deheto?<br> # Dijaloe phoeloede%3B wololo poboebalangoe maö ode ngotoewali?<br> # Ngohoeji-ngohoeji ami hipololohe hoengo lo ajoe to delomoäjoe<br> # Waoë mololohe hoeöjoto to wadalade<br> # Mangolo hoeji dila dilidija?<br> # Dila atoetoe oe he loľja limongolijo olami<br> # Dalalo tiloemango%3B tonoe oepòlaöwanto?<br> # Tita ta moöwali modelo boeloewa botije?<br> # Pohamaji taloehoe pomoboä pakèjangioë!<br> # Pohile maö olijo maloeä wonoe doeloewo maö potala bolo wohija lijo<br> # Tita ta dila moöwali modoedoede, wadjiboe moti tola tèja<br> # Waoë molola maö ta doelota tewe (teja)<br> # Tita ta loöhama to popateja?<br> # Tomomoli maö lo pate lo olangija lo wali popateja<br> # Wolo oeji loötohoelo to tatije botije?<br> # Woloewo ta moö loeli olanto (botije) '''3. NOTES'''<br> # also smells<br> # also: pubic hair<br> # Milate (of a person), bake (of a killed person or animal)<br> # patoe fever<br>phoehoelo: shivering with fever<br> # (humans and four-legged animals)<br> # (of birds)<br> # hoehoelangijo: eldest child; wali-walilijo: youngest child<br> # people of noble rank: bapoe; of slaves: boepoe<br> # of people of noble rank: nene; of slaves: boepoe<noinclude></noinclude> oenuttooukmxkysp7470ul3quva4pld Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/43 104 115130 318478 2026-09-18T06:42:59Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318478 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 601. Molohoenga pintalo<br> 602. Boewatoelo<br> 603. Apoto/pitolo<br> 604. mangele, molipohe mangele <35><br> 605/<br> 606. Boetoetoe<br> 608. Soemara<br> 609. Таoеро<br> 611. Totoboeö<br> 612. Intoepo<br> 613. boetiö pala<br> 614. lewidoe pala<br> 615. walaö pala<br> 616. beomoenga lowalaö pala<br> 617. Alijawo/popanggoe<br> 619. Lela<br> 620. Sinapangi/polapi<br> 621. Tinawa<br> 622. Botoelijo<br> 623. Momotahoe<br> 626. Topateja<br> 627. Bali<br> 628. Marijamoe<br> 629. Mohinggi loenggongo<br> 630. Pijohe<br> 631. Ota/bintengi<br> 634. Manjoemba<br> 635. Moöhama to popateja<br> 636. Tawalo<br> 637. Ta topo ahoe lo lipoe<br> 639. Tomboeloe, kasoebija<br> 640. Hasili<br> 642. Popadeö<br> 643. Popadeo woewate, tomato woewate<br> 644. Hoehejidoe pangimpa<br> 645. Toetoewa<br> 648. Iǐ/totapi<br> 651. Langgapa<br> 652. Popati<br> 653. Ilengi<br> 654. Toehelo<br> 655. Pangimpa {{multicol-break}} 656. Hoentoe<br> 657. Tanggi (dalalo taloehoe)<br> 659. Bala<br> 660. Pilomoelo (oälo)<br> 662/<br> 663. Momoelajadoe<br> 664. Phoeäjadoe<br> 665. Momoelo<br> 668. Loetoe<br> 669. Menggo<br> 671. Mongotolo<br> 672. Molepoe<br> 674. Binte<br> 677. Woeta<br> 679. Katimoe<br> 681. Tabaä<br> 682. Patodoe<br> 684. Pija<br> 686. Wiwi<br> 688. Atetela<br> 690. Malita<br> 691. Boengo lo bongo<br> 692. Hoengo lo bongo<br> 695. Boengo lo waölo<br> 697. bohito molingo<br> 698. bohito mopaäto (lotingo)<br> 701. Hoela<br> 702. Lipa<br> 703. Toembango<br> 704. Labija<br> 705. Tiöpo<br> 706. Doejoengo<br> 707. Ponta<br> 708. Ojile<br> 709. Langge<br> 710. Ramboeta<br> 711. Doeria<br> 712. Damboe<br> 713. Bohoelo<br> 717. lambi lo dihe<br> 718. <36><br> 720. Limoe lo Sina {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 624532z985rze7nc5mprqohaaubdoqh Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/44 104 115131 318479 2026-09-18T06:53:40Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318479 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 721. Limoe bongo<br> 722. Limoe kapati<br> 723. Kopi<br> 724/<br> 725. Ente<br> 726. Gambele<br> 727. Boenggoedoe<br> 728. Tilo<br> 729. Olawahoe<br> 731. Hoetija<br> 732. <37><br> 733. Lomboe<br> 734. Ajoe<br> 737. Mopijaäto, motaödoe<br> 739/<br> 740. Tango<br> 741. Lolo<br> 742-<br> 744. Woewaäto<br> 746. Doengo (ajoe)7<br> 748. Alipo (ajoe)<br> 750. Tangi lo ajoe<br> 752. Loehoeto<br> 753. Tembe<br> 754. Damahoe<br> 755. Damahoe<br> 757. Tanggalaö lamboe<br> 758. Boenga<br> 759. Hoengo (lo ajoe)<br> 761. Alipo hoengo (lo ajoe)<br> 763. Batoe lo hoengo lo ajoe<br> 764. Tapoe lo hoengo lo ajoe<br> 765. Pangge<br> 766. Jinoelo<br> 770. Hoejoöto<br> 771. Hoejoöto<br> 772. Pandengo<br> 773. Tiboe<br> 774. Binatangi<br> 775. Walaö binatangi <38><br> 778. Patahoe<br> 779. Oäto binatangi<br> 780. Loeöboe {{multicol-break}} 781. Loeöboe boeroengi<br> 786. Polipiö<br> 787. Laji<br> 789. Beleja lo boeroengi<br> 790. Poetito<br> 794. Boji<br> 797. Mohoehoengoto<br> 799. Batade bilango<br> 800-<br> 802. Oloboe<br> 803. sapi bilango<br> 804. sapi laö<br> 803/ <br> 804. Sapi<br> 805. Moi mbèë<br> 806. Mohoenggoloö<br> 807. Wadala<br> 808. Moǐǐ<br> 809. Boeoëloe<br> 811. Apoela<br> 812. Motoebohoe<br> 813. Tete<br> 814. Mongongawoeö<br> 815. Matjangi<br> 816. Mohoenggoloö<br> 817. Beroewa<br> 818. Boji tihelo<br> 824. Maroepati <39><br> 825. Paö<br> 826. maloeö<br> 827. walaö maloeö<br> 828. maloea telo<br> 830. Maloeä bangge<br> 831. Maloeö tàdija<br> 834. Olija<br> 835. Oelolito<br> 836. Pejapata diti<br> 840. Doewajo<br> 843. Momoloto<br> 844. Boeroengi<br> 845. Tentelenga<br> 846. Ponië<br> 847. Aboehoe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> td9uxx8tzlh43244vkfxmsz38imqq60 Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/45 104 115132 318480 2026-09-18T07:07:17Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318480 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 851. Bonggoeoëto<br> 852. Oedoe<br> 854. Dihe<br> 861. <40><br> 865. Otili<br> 866. oetoe, toemo <41><br> 869. Lita<br> 870. Oetoe lohoeta<br> 871. Dangga-dangga<br> 872. Lango<br> 877. Lamoeö<br> 878. Alingoewa<br> 879. Woelodoe<br> 881. Boelita<br> 884. Tolomo <42><br> 885. Wale<br> 886. Toelidoe <43><br> 888. Woelipa<br> 891. Loewanti<br> 892. Hele<br> 893. Hoehemo<br> 894. Boeöjo<br> 896. Toembihe<br> 898. Totoö, boelijaäta<br> 899. Bijawaö<br> 900. Hoewajo<br> 903. Alamoe<br> 905. Hoeloengo<br> 906. Matolodoelahoe<br> 907. Doelahe tamaö lo naha<br> 908. Hoelalo<br> 910. Hoelalo <44><br> 911. Hoelala tamaö lo naha<br> 912. Polijama <45><br> 917. Doenia<br> 919. Didi920. Wonoe<br> 921. Hèngo<br> 923. Doehi lo boetoe<br> 924. Boelonggodoe<br> 925. Botoe bolota<br> 927. Liloehoe {{multicol-break}} 928. Doepoto<br> 929. Doetalo<br> 930. Taloehoe<br> 931. Deheto<br> 932. Woti<br> 934. Lalaboe<br> 935. Boeölo<br> 936. Pomaäta<br> 937. Liboeö<br> 938. Pentadoe<br> 939. Doelango<br> 941. Patihoe<br> 942. Toedoelijo<br> 943. Lipoe<br> 944. Lito<br> 945. Boeloölijo<br> 946. Woeloengio<br> 947. Hoeǐdoe<br> 948. Hoeǐde kiki<br> 950. Motoehoeto<br> 951. Datahoe<br> 952. Hijalijo<br> 955. Oäjoewa<br> 957. Loembaja<br> 958. Hoeǐde toeloe<br> 959. Dalalo<br> 966. Motinggilihoe<br> 960. Lataö<br> 961. Lijodoe<br> 962. Sipatana (tihedoe)<br> 963. Doetoela (boetaǐo)<br> 964. Hoeloede<br> 965. Motoloentoengo<br> 967. <46><br> 968. Taloehe modaä<br> 969. Botoe<br> 970. Hoeta<br> 971. Hoengajo<br> 973. Woewate<br> 974. Tombaha<br> 976. Talaä<br> 977. Hoelawaä {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 4gpfgi7wqxnzw9sihmv0fg9nsg2i9wo Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/46 104 115133 318481 2026-09-18T07:16:37Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318481 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 978. Timohe mopoeti<br> 979. Timohe<br> 980. Malelango<br> 981. Pani lo woewate<br> 982. Podoedoepa <47><br> 984. Doeĭto<br> 985. Doedoeö<br> 986. Tonata<br> 987. Toepito<br> 988. Bohoe<br> 989. Modoembato/momolito<br> 991. Sadaka<br> 992. Moheloemo<br> 993. Mopijohe<br> 994. Mophoetoe boehoeta<br> 995. Dahangi daä, Lomboeli<br> 996. Ta momomangimbawa<br>{{gap}}Tamomengila<br> 999. Toenoehoe<br> 1000. Bantoe<br> 1001. <48><br> 1002. Patali<br> 1003. Modahangi<br> 1004. Barangi potàlija<br> 1005. Doedetoe<br> 1007. Boeli<br> 1008. Oentoengi<br> 1009. Loehi<br> 1010. Motali<br> 1011. Mahale<br> 1012. Moera<br> 1013. Biloli<br> 1014. Mohimeloe biloli<br> 1015. Momajari<br> 1016. Mopotàlija<br> 1017/<br> 1018. Moboeloto<br> 1019. Moloeloö<br> 1020. Mongohi<br> 1021. Mopohoeloö<br> 1022. Moloetoetoe<br> 1025. Titimenga<br> 1026. <49> {{multicol-break}} 1028. <50><br> 1029/<br> 1030. oetaëja<br> 1031. Kapali api<br> 1032. <51><br> 1035. Patoö lajahoe<br> 1037. Lajahoe<br> 1038. Kamoedi/tontolilo<br> 1040. Hoehebilo<br> 1041/<br> 1042. Molaloeö<br> 1049. Djangga (sosapoe)<br> 1043. Mohebilo<br> 1050. Heita<br> 1051. Laboewa<br> 1052. <52><br> 1053. Ta mogogorawa<br> 1058. Ta mohoehamawa tawoe<br> 1060. Motoloto<br> 1061. Oedaä<br> 1062. Oekiki<br> 1063. Haja-hajaö<br> 1064. Mohoehewo<br> 1065/<br> 1066. Limboe-limboeö<br> 1067. Molingohoe<br> 1068. Bata ngadaä/mophoelodoe<br> 1070. Molipa<br> 1071. Mohata<br> 1072-<br> 1074. Motabo<br> 1075. Moëjanggango<br> 1076. Anoewa<br> 1079. Moloewamo<br> 1080/<br> 1081. Molinggelo<br> 1082. <53><br> 1083/<br> 1084. Modelomoe<br> 1085/<br> 1086. Mohoetadaä<br> 1087. Molanggato<br> 1088. Мора<br> 1089. Motoelidoe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> n5pr3hda94qs0cn6yuzlw3uaqarn20k Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/47 104 115134 318482 2026-09-18T07:52:35Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318482 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1090. Kewoe-kewoengo<br> 1096. Mohelo<br> 1097. Tala-talato<br> 1098. Molalito<br> 1101. Mototoheto<br> 1102. Moloehihiö<br> 1104/<br> 1105. Mopatoe<br> 1106/<br> 1107. Mohoehoelo<br> 1109-<br> 1111. Pali-palilingo<br> 1112. Toetoelijo wopato<br> 1115. Mototolo<br> 1116. Moloewahoe<br> 1117. Molotolo<br> 1118. Moloeloepoehoe<br> 1119. Boeheli<br> 1121. Lantingalo<br> 1125. Mohengoe<br> 1127. Mobata<br> 1130. Mopijohoe<br> 1133. Lai mopijohoe<br> 1134. Boea mopijohoe<br> 1135. Mopijohoe<br> 1137. Lai moleto<br> 1138. Boewa moleto<br> 1139. Moleto<br> 1142. Dila otoewa<br> 1143. Poloe-poloe<br> 1146/<br> 1147. Pidoe-pidoedoeto<br> 1148/<br> 1149. Woeǎ-woeǎdoe<br> 1150. Panggola, mimi<br> 1152. Moeda, diti<br> 1153. Bohoe<br> 1154. Mosikini, dijaloe<br> 1155. Woloewo<br> 1156. Mongolo<br> 1159. Mohoelodoe<br> 1160. Motota<br> 1161. Molingo {{multicol-break}} 1162. Molililoe<br> 1163. Mopaäto<br> 1164. Mopaäto<br> 1166. Mopanggelo<br> 1167. Mopoetiö<br> 1168. Mojitomo<br> 1169. Meela<br> 1170. Moloelo<br> 1171. Molalahoe<br> 1172. Wahoeënte<br> 1173. Mojidoe<br> 1174. Mololohoe<br> 1113. Motanggalo<br> 1175. Mootapoe<br> 1176. Mongohi<br> 1179. Mohama<br> 1180. Mohamaji<br> 1193. Motota<br> 1194. Motolaëla, momikiri<br> 1195. Motota<br> 1196. Moëla<br> 1197. Moölipato<br> 1198. Momahoe<br> 1199. Mongakoe<br> 1200. Motipoöjo<br> 1201. Mongimoe<br> 1202. Moloíja<br> 1203. Molohidoe<br> 1206. Moibòdoe<br> 1208. Moöwali<br> 1210. Mokaradja<br> 1211. Molanggoengo Momota<br> 1212. Mohoentoe<br> 1213. Momiheto<br> 1214. Molonggil'<br> 1215. Mongipito<br> 1216. Mongonggomo<br> 1220. Momowo<br> 1223. Hoela-hoelahoe<br> 1224. Modaha<br> 1225. Mohephoelo<br> 1227. Modoengohoe<br> 1228. Moönto {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> ke7oyb7218nbwghr8kdemls32u7u68d Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/48 104 115135 318485 2026-09-18T08:04:41Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318485 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1229. Momolo<br> 1233. Mongintopo, mohinoepo<br> 1234. Molongoeto<br> 1236/<br> 1237. Modilo<br> 1238. Moponoe<br> 1239. Mopanggoe<br> 1240. Mopotiliboe <54><br> 1242-<br> 1244. Mohile<br> 1245. Momoeö, momonggalo<br> 1246. <55><br> 1251. Moötoehata<br> 1253. <56><br> 1254. <57><br> 1255. <58>1259. <59><br> 1260/<br> 1261. Moloemoelo<br> 1262/<br> 1263. Mohoemboelito<br> 1264. Molihoeto, momohoeto<br> 1265. Moloèö<br> 1266. Motitoèö<br> 1267. Mohintoe<br> 1268. Molameto<br> 1269. Mohintoe, mohile<br> 1270. Moǐ dila<br> 1271. Mongakali/mongalinaja<br> 1272. Mohimboelo<br> 1276. Mopoboe, molaïto<br> 1277. Momoboe<br> 1278. Momolo<br> 1284. Medoengga<br> 1286. Momonggato<br> 1291. Molaäpo/mohoembadoe <60><br> 1292. Motoeli<br> 1293. Toewawoe<br> 1294. Doeloewo<br> 1295. Totoloe<br> 1296. Wopato<br> 1297. Limo<br> 1298. Wolomo<br> 1299. Pitoe {{multicol-break}} 1300. Waloe<br> 1301. Tijo<br> 1302. Mopoeloe<br> 1303. Mopoeloe wawoe toewawoe<br> 1304. Mopoeloe wawoe doeloewo<br> 1305. Mopoeloe wawoe totoloe<br> 1310. Mopoeloe wawoe Waloe<br> 1311. Mopoeloe wawoe tijo<br> 1312. Doeloepoeloe<br> 1313. Doelopoeloe wawoe toewawoe<br> 1315. Doelopoeloe wawoe doeloewo<br> 1316. Towoe lo poeloe<br> 1317. Wopato poeloe<br> 1318. Limo lo poeloe<br> 1319. Wolomo poeloe<br> 1323. Mohetoeto<br> 1324. Ngolihoe<br> 1325. Mopoeloe lo lihoe<br> 1326. Ngoboetaö, ngowa<br> 1327. Ngotoji<br> 1328. Pe enta<br> 1329. Po oloewo<br> 1330/<br> 1331. Oe bohoelijo<br> 1332/<br> 1333. Oe Oloewolijo<br> 1336/<br> 1337. Oe poelitijo<br> 1338. Ngolo<br> 1339. Dadata<br> 1340. Ngopeë, ngoǐdi<br> 1341. Totoedoe<br> 1347. laba-laba<br> 1348. titidoe oedadata<br> 1349. Ngopeë<br> 1350. Moäami<br> 1356. Woewewo, woewewo<br> 1357. waoë, waoe <61><br> 1358. Waoe lo hihilawo<br> 1362. Timonggoli<br> 1363. Tijo<br> 1365. Ito/ami {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> i9u1scnqynozqj7auw7au2y85w90h44 Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/49 104 115136 318486 2026-09-18T08:22:56Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318486 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1366. Ami<br> 1368. Tijo/timongolijo<br> 1369/<br> 1370. <62><br> 1373/<br> 1374. <63><br> 1375/<br> 1376. <64><br> 1378. <65><br> 1379. Tita<br> 1380. Wolo<br> 1382. Oetonoe<br> 1383. Oetije<br> 1385. Oejito<br> 1386. Oejito mota<br> 1388. Teja<br> 1389. Tetomota<br> 1394. doelahoe <66><br> 1398. Tinelo/tohe<br> 1402. hoeji <67><br> 1406. Tawoenoe<br> 1407. Tanggadoe<br> 1408. Tonggade botia<br> 1409. Ngopeë maö<br> 1411. Tooë omo omoloe<br> 1412. totaloelo<br> 1413. tomoelololo<br> 1416. Ojingontije/ojintije<br> 1418. Olango<br> 1419. Toenoehoe olango<br> 1420. Jintije/jingontije<br> 1422. Lomboe<br> 1423. Ngonoe<br> 1426. Ngopeë-ngopeë/peënta-peënta<br> 1427. Omoloewa<br> 1428. Mailo/malo<br> 1429. Dipo<br> 1431. Oetara<br> 1432. Salatan<br> 1433. Matolodoelahoe<br> 1434. Otolopa<br> 1435. Mantahoe olojihi<br> 1436. Mantahoe olowala {{multicol-break}} 1437. Titato<br> 1439. Monto titato<br> 1440. Tibawa<br> 1441. Monto tibawa<br> 1442/ Monto-ode/<br> 1443. monto-toenggoelo<br> 1445. То<br> 1446. Monto, Lonto <68><br> 1447. Toenggoelo<br> 1448. То<br> 1449. То<br> 1450. Todelomo<br> 1451. Monto delomo,<br>{{gap}}Lento delomo <69><br> 1452. Membidoe<br> 1453. Molamingo<br> 1454. Pali-palito<br> 1460. Tooë tonoe<br> 1461. Wololo<br> 1462. odito, odije <70><br> 1465. Jilongola<br> 1466. Tantoe<br> 1467. Potala<br> 1469. Wawoe<br> 1470. Wolo<br> 1471. Dila<br> 1472. Oö<br> 1474. Dila<br> 1475. Kiki, pelehija<br> 1476. Dělo<br> 1477. Wamba<br> 1478. Ngopeë lo<br> 1479. Bo<br> 1481. Dabo<br> 1482. Bo<br> 1486. Dijaloe maoë {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> mpzjtqnk1odo8gi8welncsdwp20nf2y Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/60 104 115137 318487 2026-09-18T08:37:56Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318487 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 512. boenggo<br> 513. moliwe taloenoe <toloehoe?><br> 514. <17><br> 515. tohe<br> 517. boemajango<br> 518. boeloewa<br> 521. oelongo<br> 523. niomoboe oelongo<br> 524. lojangi<br> 525. moloto'o<br> 526. molahe<br> 525-<br> 527. motoeboe<br> 530. niomanggangi<br> 531. <18><br> 532. moloetoe<br> 533. menggo<br> 534. oe'alo<br> 535. tome'oe<br> 537. sajori/doengo ajoe<br> 538. dagingi<br> 540. dent(d)engi<br> 541. oeponoela<br> 542. pale<br> 543. pale ti'oebongo<br> 544. pale<br> 545. ila<br> 547. tango lo pale<br> 548. panggeja lo pale<br> 549. loejoe<br> 550. didingga<br> 551. wala'o didingga<br> 552. moloboe'a pale<br> 553. titihe<br> 554. tapo pale<br> 555. mohilingo<br> 556. pale pileta<br> 557. lobija<br> 558. bi'o<br> 559. padinggi<br> 563. watingo<br> 564. popàto<br> 565. lipa², batik/bate {{multicol-break}} 566. aloemboe<br> 567. talala<br> 569/<br> 570. boó<br> 571/<br> 572. pajoengo<br> 573. hoehejidoe<br> 574. hoehejidoe oetoe, hoehejidoe lata <loto?><br> 575. hoe'alimo<br> 579. <19><br> 580. dalangga'i<br> 582. ngant(d)e-ngant(d)e<br> 583. want(d)olo boelonga<br> 584. rant(d)e<br> 585. woeloe<br> 587. wo limomo <wolimomo?><br> 588. ombolo<br> 589. kaini<br> 593. mohewo<br> 594-<br> 597. wawolo<br> 598. towajoe<br> 599. moloboe'o towajoe<br> 600. molehilo/momahalamo<br> 601. molohoengo<br> 602. tali, boewatoelo<br> 604. molihoeto<br> 604/<br> 606. tasi/toewanga<br> 607. banggo<br> 609. ta oepo banggo<br> 610. momont(d)odoe<br> 611. tatoboe'o<br> 612. i'int(d)oepo<br> 613. boeti'o<br> 615. wala'o boeti'o<br> 616. boemoenga<br> 617. pomanggoe<br> 620. sinapangi/polapi<br> 621. tinawa<br> 622. botoelijo<br> 623. momotahoe<br> 624. boewahoelo {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> b1leppwxlyjekje16jip49hvs5cv2cy Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/51 104 115138 318488 2026-09-18T08:47:04Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318488 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="10">Eja lopowali looë hitoewa toewawoewa = the Creator of everything. Poeloe lohoeta = the spirit who rules over a whole region, Eja waphoe oedaoedaä: a translation of the Arabic, Allah taäla.<br> # Motoliëa, moloebo, mopooedaä<br> # Arabic book = kitabi; book written in Roman script: boekoe<br> # The "toewangolipoe" are the free people who don't belong to the nobility. Ta todelomo lipoe: all people in the towns or in the country - there is no separate word for population.<br> # (From Arabic achirat.)<br> # Lebi: It seems that before the introduction of the Islam, the people never had any idea of worship, in whatever form. That is why there are no words in this language which refer to the worshipping of a God. Lebi is a Malay word. Tihi is a corrupted form of the common word Masigi which is derived from Arabic masdjid. There exists however a belief in good and evil spirits. There are no Goronalo equivalents of the words given under no. 237 - 242.<br> # Djogoegoe (chancellor)<br> # for persons of royal blood: pantilo; for people of lesser rank: no name, only the verb mophoeoedoe<br> # to marry: mojohoe<br>wedding: heejala<br> # (Arabic: zina); to commit adultery = mopipija; adultererless = pipija<br> # (Mal. Soendal). ta mohoe hamawa pipija<br> # To dance in order to curry favour with a girl = moradaji; dancing of dancing girls = modjongge or motidi; the dancing of the bride at a royal wedding is also called motidi<br> # = made of split bamboo<br>made of woven bamboo: dinginga tehilo<br> # = joists running breadthwise<br>There are two names for such joists:<br>gambar {{gap}}a-d: boelawahoe<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}e,f: boelawahoe polombolo<br>joists which run lengthwise:<br>gambar{{gap}}a, b and c are called boelotaö<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}e and d are called doeloehoe<noinclude></noinclude> sutqg0ulpr3ec2qrk2hvgitqpo323rn Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/52 104 115139 318489 2026-09-18T08:57:25Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318489 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="24">mopolaĭto toeloe, mophoetoe toeloe, modiä toeloe<br> # iron saucepan = boelonggo woewate<br> # Boeäwoe, talimoenga, timadoe<br> # usually followed by a specifier: cow's meat = tapoe lo sapi;<br>goat's meat = tapoe lobatade<br> # meat and fish are also called oeponoela, i.e side-dish with the main dish of rice or maize. When one says: dija o oeponoela, this means: there is no meat or fish to eat with the main dish.<br> # = waistband made of cloth.<br> # belt for trousers = taäto<br> # pateda = metal armlet<br>phoeto = armlet made of shell, ivory etc.<br>woeloe = armlet or bracelet of pearls or corals.<br> # pantete = made of metal: worn as decoration<br>pedito = made of cloth.<br> # = a loom<br> # Moloelapidoe (of fibres)<br>of mats = mohalamo<br>of bamboo strips = molehilo<br> # mangele = knot in a net<br>molipohe mangele = to make a knot<br> # unripe banana: lambi<br>ripe banana: loetoe<br> # talilo, wawohoe, hoelapa<br> # (walaö sapi, walaö wadala, walaö maloeö)<br> # wild pigeon: talakoekoe<br> # cast-net: tajango; drag-net: poeka; drag-net used in the lakes:<br> # boeili<br> # oetoe: head louse<br>toemo: clothes-louse<br> # red ants: toloma mèla; black ants: lolomà mojito<br>large red ants on the leaves of trees: boephoedoe<br> # very large male: toelide doengo bongo<br>reddish snake: toelide atibo<noinclude></noinclude> qceanbe6u8js7vm24uv37xanaaudbqq 318490 318489 2026-09-18T08:57:56Z Thersetya2021 15831 318490 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="24">mopolaĭto toeloe, mophoetoe toeloe, modiä toeloe<br> # iron saucepan = boelonggo woewate<br> # Boeäwoe, talimoenga, timadoe<br> # usually followed by a specifier: cow's meat = tapoe lo sapi;<br>goat's meat = tapoe lobatade<br> # meat and fish are also called oeponoela, i.e side-dish with the main dish of rice or maize. When one says: dija o oeponoela, this means: there is no meat or fish to eat with the main dish.<br> # = waistband made of cloth.<br> # belt for trousers = taäto<br> # pateda = metal armlet<br>phoeto = armlet made of shell, ivory etc.<br>woeloe = armlet or bracelet of pearls or corals.<br> # pantete = made of metal: worn as decoration<br>pedito = made of cloth.<br> # = a loom<br> # Moloelapidoe (of fibres)<br>of mats = mohalamo<br>of bamboo strips = molehilo<br> # mangele = knot in a net<br>molipohe mangele = to make a knot<br> # unripe banana: lambi<br>ripe banana: loetoe<br> # talilo, wawohoe, hoelapa<br> # (walaö sapi, walaö wadala, walaö maloeö)<br> # wild pigeon: talakoekoe<br> # cast-net: tajango; drag-net: poeka; drag-net used in the lakes: boeili<br> # oetoe: head louse<br>toemo: clothes-louse<br> # red ants: toloma mèla; black ants: lolomà mojito<br>large red ants on the leaves of trees: boephoedoe<br> # very large male: toelide doengo bongo<br>reddish snake: toelide atibo<noinclude></noinclude> 36km51ygc1p0x2yjqh6esq6rtnn0b6j Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/43 104 115140 318491 2026-09-18T09:05:25Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 318491 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>sipir bui di Yu liong ya ini. Dengan ringkas Ong ceng lalu menuturkan riwayat hidupnya. Selesai menuturkan riwayat hidupnya Ong ceng lalu menarik napàs dalam-dalam. Matanya memandang keluar ketempat yang jauh. Tek ceng dengan penuh perhatian mengawasi tuan rumah. Akhirnya ia mengulangi pertanyaannya. — Lalu ada hubungan apakah dalam perkara penting yang sedang kau hadapi itu Ong çiang kun ? <br>Apakah perkara itu menyangkut diriku sehingga ciangkun mengundangku ? Ong ceng berpaling dan menatap tajam-tajam kepada Tek ceng, akhirnya ia mengangguk pelan. Hati Tek ceng semakin berdebar-debar melihat anggukan kepala Ong ceng itu. — Katakan lekas, perkara apakah itu Ong ciangkun ? Ong ceng tidak segera menjawab, ia menghelah napas pula panjang ganjang.<noinclude>{{rh|||43}}</noinclude> i7hnt3a0fux04pqprfoxpgs3ynzm5im Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/44 104 115141 318492 2026-09-18T09:17:43Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 318492 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Setelah memperbaiki letak duduknya dan mengatur pernapasannya barulah Ong ceng membuka pula mulutnya. — Goanswe, Siangya menulisi surat secara rahasia kepada siauwciang. Selama sebulan ini sudah 13 pucuk surat yang dikirimkan kemasi. — Hmm . . apakah isi surat itu ? — Beliau memerintahkan siauwciang untuk membunuh goanswe. <br>Dengan jalan mencampur makanan atau minuman dengan racun. Wajah Tek ceng seketika berubah menjadi merah padam. Tiada terkatakan betapa marahnya dia Marah terhadap menteri Durna yang begitu jahat dan keji. — Hmm .. sungguh tak kusangka kok tiang begitu licin, jahat dan keji ? <br>Perkara yang sudah² telah kubikin habis, aku tidak lagi menaruh dendam kepadanya <br>Akan tetapi mengapa ia masih memendam dendam kesumat dan selalu mencari jalan untuk membunuhku ? <br>Aku tidak mempunyai ganjelan dan permusuhan apa apa, akan tetapi mengapa ia selalu mengincar jiwaku ?<noinclude>{{rh|44}}</noinclude> coe2ozv4xyariohn2054liag61bjumi Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/45 104 115142 318493 2026-09-18T09:23:09Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 318493 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Tek ceng mengepal kepalkan tinjunya dan diketuk ketukkan keatas meja. Beberapa saat kemudian ia menatap tajam² kepada Ong ceng dan bertanya. — Ong ciangkun, apakah surat² yang ditulis kok tiang itu masih berada ditempatmu ? <br>Ong ceng dengan cepat menggelengkan kepalanya. — Tidak goanswe! Tidak sepucukpun yang tinggalkan disini. Kok tiang dengan surat² itu merencanakan suatu perbuatan vang jahat, dan ia amat pintar dan licik. Oleh karena itu setiap surat yang dikirimkan selesai kubaca langsung diambil kembali oleh pesuruh setianya itu — Ah, tak sepucukpun surat yang ditinggalkan, Andaikata ada surat²nya yang tertinggal, dapatlah surat itu kujadikan bukti dan kuajukan kedalam sidang pengadilan. Akan tetapi dengan tak ada bukti², cara bagaimana aku bisa mengajukannya kesidang pengadilan ? Ong ciangkun, lalu bagaimana maksudmu mengundangku kesini ini?<noinclude>{{rh|||45}}</noinclude> q6oszn7bfpo8e1cnho08ffutrbf4j09 Halaman:Lima Jagoan vol.25.pdf/46 104 115143 318494 2026-09-18T09:29:27Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 318494 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Ong ceng sedikit geragapan ditatap oleh Tek ceng dengan sorot mata yang begitu tajam dan berpengaruh. <br>Ia belingsatan dan menjadi gugup. — Goanswe, kalau aku berkomplot dengan Kok tiang tidak nanti siauwciang mengundang goanswe kemari ? <br>Dengan menggeleng gelengkan kepala Ong ceng menyambung kata katanya. — Siauw ciang tidak nanti menuruti kehèndaknya yang keji dan busuk. <br>Goanswe adalah tiang negara, panglima perang yang banyak berjasa. Seorang yang berjiwa mulia luhur budi dan baik. Tidak nanti siauw ciang mau melakukan hal hal yang amat tersesat, percayalah ! Ong ceng merasa takut dengan tatapan mata yang begitu tajam dan seakan menembus sampai keulu hati. — Siauw ciang selalu membalasi dengan alasan belum ada kesempatan, bersabarlah siangya, tunggu satu dua hari lagi dsb - - dsb - - <br> Sudah sebulan siauw ciang selalu min ulur waktu dan mengibahnya, karena siauw ciang telah berpikiran bulat untuk menolak perintahnya. Akan tetapi surat yang ketiga belas ini - - ah - -<noinclude>{{rh|46}]</noinclude> alrmldmhy67j5vpjxt0b9jtqnmezy8v Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/45 104 115144 318495 2026-09-18T09:29:28Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 318495 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Maka kata raja Iskandar itu kepada segala saudaranya, "Siapa akan jadi kaki tangan hamba, siapa akan mengiringkan hamba, siapalah akan membawa payung, siapalah melimpahkan kata hamba". Maka segala saudaranyapun menjawab, katanya, "Hai sekalian, kami nan banyak ini akan memerintahkan kerajaan dalam alam ini". Berapa lamanya maka lautpun menyintak surut, maka ditumbuhkan Allah segala bukit akan pasak bumi, antara laut disambung ombak. Maka raja hendak beristeri, maka diturunkanlah malaikat dari pada langit. Maka kedengaranlah di atas A'rasy Allah, demikian bunyinya, "Jikalau raja itu hendak beristeri dipanggilkan ke dalam sorga. Malaikatpun turun ke dunia, lalu ke dalam sorga. Maka tiba di dalam sorga didapati anak bidadari sedang bertenun kain sangsita. Maka berkata malaikat Jibril kepada anak bidadari, "Hai anak bidadari, marilah kita kembali ke dunia, karena titah firman Allah Taala engkau akan jadi istri raja dalam dunia". Maka menangislah anak anakan bidadari semuanya dalam sorga, karena tiada boleh meminta janji. Maka dinikahkan oranglah dalam sorga buni-bunian, gempito bunyinya alam. Maka segala anak-anakan bidadaripun menarilah. Maka digulung tenun serta piso kecil itu, suka pula bergantung ditalinga kanan. Demikianlah kata malaikat kepada anak-anakan bidadari itu, "Bawa olehmu segala pakaian ke dunia, supaya dapat tahu orang isi dunia". Maka bertemulah di tanah Ruhum. Maka diturunkan Allah empat orang akan jadi saksi dan mengawinkan raja itu. Hatta dengan takdir Allah Taala berapa lamanya sesudah berkawin itu maka diturunkan Allah seekor unggas Nuri dari dalam sorga mehukum silang selisih didalam negeri, dari pada unggas itulah beroleh pengajaran segala hamba Allah dalam Ruhum itu. Maka beranak raja itu tiga orang laki-laki, seorang namanya Sultan Maharaja Alif, seorang bernama Sultan Maharaja Diraja, seorang bernama maharaja Dipang. Maka sampailah bilang ketikanya, maka memandanglah ia daulat yang dipertuan ke masyrik, tentang itu semuanya rakyat aku, maka memandang ke magrib maka tentang itu rakyatku, maka memandang ianya ke selatan, tentang itu rakyatku, maka memandang ke utara tentang itu rakyatku. Maka mufakat ketiganya kemana akan berjalan. Maka ia lalu ke magrib maka terbitlah api antara laut disambung ombak. Maka hendaklah daulat yang dipertuan akan berlayar. Maka bermufakatlah ketiga-tiganya di pulau Langkapuri antara bukit Siguntang, berlayarlah dalam laut Sailan. Maka seorang hendak mengkuta itu kedalam laut. Maka diperbuat satu cumbul kaca dan disuruh Jati Bilang Pandai. Maka dilihatnya mengkuto itu sudah dipalut ular bidai. Maka daulat yang dipertuan tidur ketiganya. Jati Bilang Pandai daulat yang dipertuan bangun seorang ialah yang bernama Seri Maharaja Diraja. Maka berfikirlah Jati Bilang Pandai, maka dilihatnya emas sijata jati. Maka diperkuat mangkuto, rumah sudah tukang dibunuh,<noinclude>{{rh|||41}}</noinclude> 4plhkm0i5nnadt80r7ne9ac4jiu7ahf Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/46 104 115145 318496 2026-09-18T09:31:11Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 318496 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>tidak boleh dihuni lagi. Maka heranlah raja yang berdua itu maka memerintahkan berlayar ialah nan bernama Seri Maharaja Dipang ialah ke benua Cina, kuda emas akar jati melompat-lompat lalu ke Utara, Nan seorang kembali pulang ke tanah Ruhum ialah Sultan Maharaja Alif yang mempunyai cukai Perancis dan Ulanda ialah orang nan diperintahkan Ruhum enam puluh ribu negeri yang besar yang memberi belanja alat pakaian didalam negeri itu semuanya, yakni Sultan Ruhum yang memberi upeti kepada Mekah dan Medinah. Maka berlayarlah Sultan Maharaja Diraja kepada pulau Jawi serta orang pengiringnya, anjing yang mualim seekor, kucing siam seekor, kambing hutan seekor. Maka diperbuat perahu kayu jati. Maka berlayarlah dari sana maka tiba dipuncak pulau Emas maka pecahlah perahu itu terkarang, maka mupakat angkat-angkatan semuanya, karena takut pada titah raja. Maka berfikir Jati Bilang Pandai memperbuati perahu itu, maka bertitah daulat yang dipertuan kepada segala isi perahu itu, "Apabila baik perahu isi kembali pada tempatnya maka aku ambil engkau akan jadi menantuku". Maka bekerjalah segala yang berakal membuat perahu itu kembali seperti bagaimana rupa dengan yang dahulu itu. Maka heranlah raja itu. Maka Allah Subhanahu wa Taala amat kasih kepada raja itu. Maka dijadikanlah Allah anak empat orang manusia, lima dengan anak raja itu. Maka berlayarlah raja ke pulau Jawi. Hatta dengan takdir Allah Taala maka berbalik dari negeri Jawi itu kembali kepada Gunung Berapi sendirinya maka sampai baliknya maka dinikahkannya anak itu dengan lima orang laki-laki yang memperbaiki perahu tadi. {{center|************}}<noinclude>{{rh|42||}}</noinclude> hi1e6572vyxz66w0lu3937f3skr6e3u Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/47 104 115146 318497 2026-09-18T09:33:54Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 318497 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>'''A D I T Y A W A R M A N'''<br><br> '''(Tokoh Nasional Terbesar Sepanjang Zaman)'''<br><br> Oleh: Zuber 'Usman<br><br> ''Karena kelahiran bangsawan usul sejati,''<br> ''karena perjuangan dihormati dan ditakuti.''</center> {{dropinitial|B}}ertalian dengan penyelamatan dan pemindahan makam Sutan Alam Bagagar Syah, Yang Dipertuan Raja Alam Minangkabau terakhir dari pemakaman Mangga Besar ke Taman Pahlawan Kalibata, izinkanlah saya memaparkan sejarah perjuangan moyang Yang Dipertuan, Maharaja Adityawarman, seorang tokoh nasional terbesar dalam abad ke-XIV, di samping Gajah Mada dan Kartanegara. Kira-kira 50 tahun sebelum Adityawarman atau sebelum terjadi permufakatan tegasnya persekutuan Majapahit - Melayu untuk menyerang Palembang (antara 1377 - dan 1397). Kartanegara mengarahkan pandangan ke pulau Sumatera yang jaya dan kaya itu, dengan niat hendak mengadakan persatuan, untuk menciptakan suatu kekuatan yang baru di Asia Tenggara. Sebelumnya ia telah bekerja keras mengadakan konsolidasi politik di pulau Jawa. Sriwijaya yang telah tua sejarahnya mungkin juga karena sebab yang lain yang tidak memberi harapan, Melayulah yang dapat diharapkan. Tetapi sebelum cita-citanya terwujud ajal telah mendahuluinya, kemudian diteruskan oleh Gajah Mada, yang disebutkan dalam sejarah, tidak jelas dari mana asal usulnya, tegasnya seorang pendatang dari luar pulau Jawa seperti tersebut dalam Pararaton; Sanangka akedik kari wong Tumapel, akeh kang katuduh maring Melayu. Kutipan ini memperlihatkan eratnya hubungan Melayu - Tumapel. Pada mulanya antara Gajah Mada dan Adityawarman selalu terdapat kerja sama yang akrab, boleh dikatakan seperti kuku dengan daging. Pernah keduanya sama-sama dikirim ke pulau Bali menjalankan tugas pemerintahan. ''Asal usul Adityawarman.'' Adityawarman tidak disangsikan lagi, dari pihak ibu ia keturunan raja-raja Melayu, ibunya Dara Jingga seorang putri Melayu, adik Dara Peta, yang kawin dengan salah seorang besar (Pangeran) istana Majapahit, pada masa pemerintahan Raden Wijaya. Adityawarman, berbeda dengan tokoh Zainuddin dalam roman Hamka - Tenggelamnya Kapal van der Wijck, di Minangkabau ia diakui sebagai putra Minangkabau (Melayu) dan di Jawa ia diakui keturunan raja-raja Majapahit. Sebab itu dari sejak kecil baginda diakui dan dibesarkan di kalangan istana Majapahit. Karena kecakapannya dalam pemerintahan Adityawarman mencapai kedudukan jadi "mantri Praudhara"<noinclude>{{rh|||43}}</noinclude> qtuhq2wmb9lpunjxgfuqhki99w80oxd Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/53 104 115147 318498 2026-09-18T09:35:30Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318498 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="44"> <ol> # Mohalamoe<br> # sapali<br> # Rabioelauwali<br> # Rabioelachiri<br> # Djimadil auwali<br> # Djimadil achiri<br> # Ridjiboe<br> # Saäbani<br> # Lamalani<br> # Sauwali<br> # Doelkaĭda<br> # Hadji</ol> # <li value="45">morning star = tioëdoenoe<br> # water-well = matolotaloehoe<br>source of a river = taoewalio, woeloe walio<br> # To forge = modoepa<br> # toko, tenta, waro<br> # one span = ngolango; one fathom = ngolopo; half a fathom = to boetaö doehelo (literally: to the middle of the chest)<br> # Ngotoepa = about 1 litre; ngohanta = one gantang = 8 toepa<br> # a boelotoe is a dug-out canoe; "sope" is a boat consisting of several parts.<br> # to run aground (ship) = mèphoeatö; to sink = loemodoeö; to capsize = moä hoemo or medambaö<br> # molito, mamengo, momilo<br> # (when a woman is involved)<br> # moheoëto, modepoehoe, molaoeboe<br> # I break the slate-pencil = waoë momoli geroepoe; the slate-pencil broke gerepoe moboli<br> # I break the rope: waoë momonto boewatoelo; the rope is breaking = boewatoelo moboento<br> # I break the plate: waoë momoö pingge; the plate broke = pingge mopoö<br> # momitilo, moloebingo, mophoepeto<br> # to whip mohoembadoe on momoladoe; to beat with a hard object such as a piece of wood = momobohoe; to hit with a sword or machete = momontodoe<noinclude></noinclude> trkyxl7p4dqbw78nkclbsl7xr3uy1og Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/48 104 115148 318499 2026-09-18T09:35:34Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 318499 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>kedudukan yang tinggi dalam pemerintahan. Yang menjadi raja Majapahit ketika itu ialah Tribhuana Tunggadewi Jayawisnuwardhani. Yang jadi Mapatih (=Perdana Menteri) ialah Gajah Mada sendiri. Karena itu antara kedua ahli negara itu terdapat kerjasama yang akrab dan sama-sama berhaluan menuju kesatuan dan persatuan nasional di Asia Tenggara, lebih dahulu hendak mempersatukan Jawa dan Sumatera. ''Pertempuran Palembang melawan Sriwijaya.'' Tidak dapat disangkal pada akhir kemegahan Sriwijaya, Palembang merupakan pangkalannya yang terbesar, menurut uraian O.W. Wolters - The Fall of Sriwijaya in Malay History, 20 tahun lamanya pelabuhan itu mendapat tekanan yang berat oleh Majapahit dengan bantuan penuh kerajaan Melayu, yang pernah dilanggar kedaulatannya oleh Sriwijaya sebelum berhasil memasukinya dalam abad ke-VIII. Mulai penggempuran sejak 1377 M dan akhirnya 1397 Palembang tidak berdaya sama sekali dan sejak waktu itu pula kegiatan pelayaran dan perdagangan lalu pindah ke pelabuhan Melayu, yaitu Jambi. Lama Palembang merupakan pelabuhan yang tidak berarti dan dalam istilah pelaut diingat dengan pelabuhan lama, karena kegiatan perdagangan dan pelayaran di Sumatera Selatan telah pindah ke muara aliran Batang Hari, sampai kemudian ketika Adityawarman memindahkan ibu kotanya ke pedalaman, ke Siguntur, tidak jauh dari sungai Dareh dengan nama Darmacraya dan dari sini lalu naik ke daratan tinggi Minangkabau, ke Pagar Ruyung yang sekarang. ''Persaingan Gajah Mada dengan Adityawarman.'' Persahabatan yang akrab selama ini, karena cara yang sudah berbeda dan keinginan yang telah berlainan serta suasana dunia yang telah berubah pula kendatipun tujuan masih tetap sama, ketika orang orang tokoh sejarah itu sama-sama memegang tampuk pemerintahan, mulai retaklah. Gajah Mada menghendaki kesatuan Nusantara yang dicita-citakan itu seharusnyalah di bawah kekuasaannya, sebaliknya Adityawarman yang merasa bangga akan daerah Singasari Tumapel - Melayulah menghendaki sebaliknya. Baginda juga bercita-cita hendak meluaskan kerajaan Melayu. Pada masa Adityawarman termasuk di bawah kekuasaannya selain lembah Batang Hari, daerah Jambi (Melayu) seluruhnya, Minangkabau dan Riau - daratan. ''Keperatihan dan ketemeggungan di Minangkabau.'' Pepatah Minangkabau mengatakan : nagari bapanghulu, rantau barajo. Menurut hukum adat Minangkabau, negeri mereka dikuasai oleh penghulu-penghulu (datuk-datuk), kecuali di daerah rantau diperintah oleh raja. Raja-raja Jambi (Melayu) dan Bangkahulu dalam sejarahnya mereka berasal dari Minangkabau. Menurut adat keperatihan segala sesuatu berdasarkan musyawarah dan keputusan diambil dengan mufakat, berbeda dengan adat ketemeggungan berlaku pula pepatah : bertangga naik berjenjang<noinclude>{{rh|44||}}</noinclude> oumsw0zg6f8wbgnl4n5fg5e2wfq75q8 Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/49 104 115149 318500 2026-09-18T09:37:15Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 318500 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>turun. Kehadiran Adityawarman di Minangkabau dalam abad ke-XIV dapat dipastikan sebelum penyerbuan Majapahit menggempur Palembang 1377 – 1397 M Adityawarman sendiri yang telah mengatur bantuan tentara Melayu. Dalam hikayat raja-raja Pasai nyata-nyata disebutkan dalam perundingan yang berhadapan Datuk Perpatih nan Sebatang dengan Gajah Mada bukan Adityawarman. Ini dapat ditafsirkan, sampai saat ini kekuasaan yang tertinggi masih dalam tangan Datuk Perpatih nan Sebatang. Jadi Adat ketemenggungan di Alam Minangkabau datang kemudian, yang lebih tua Adat Keperpatihan. {{center|************}}<noinclude>{{rh|||45}}</noinclude> oocs8fksaamdsozv3pdb8flzzlimn3x Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/50 104 115150 318501 2026-09-18T09:39:58Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 318501 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> '''MINANGKABAU DAN NEGERI SEMBILAN'''<br><br> '''Pertalian Sejarah dan Kaitan Kebudayaannya'''<br><br> '''O l e h'''<br><br> '''DRS. MOHD. DAHLAN MANSOER'''<br> '''UNIVERSITI MALAYA.''' </center> ''Pendahuluan :'' Pada tahun 1970 YB Datuk Abdul Samad Idris telah menerbitkan sebuah buku kecil bertajuk "Hubungan Minangkabau Dengan Negeri Sembilan Dari Segi Sejarah Dan Kebudayaan", dikeluarkan oleh Pustaka Asas Negeri, Seremban. Pada masa menulis risalah singkat itu YB Datuk Abdul Samad Idris masih lagi menjabat Menteri Muda Pembangunan Negara dan Luar bandar. Risalah yang tersebut dimaksudkan untuk dibaca dimuka Seminar Adat Minangkabau, yang dilangsungkan di Batu Sangkar, Sumatera Barat, antara 1hb. hingga 8hb. Ogos, 1970 Pada muka 11 – 12, beliau menuliskan sebagai berikut : <blockquote>Negeri Sembilan mempunyai seorang raja, yang disebutkan secara lengkap Duli Yang Maha Mulia yang dipertuan Besar Negeri Sembilan . . . . . dan empat orang Datuk-datuk Undang serta Tunku Besar Tampin. . . . . Sejak dahulu dan sampai sekarang, Negeri Sembilan mempunyai satu badan yang disebut Dewan Keadilan dan Undang, yang anggotanya terdiri dari Duli Yang Maha Mulia Raja Negeri Sembilan Ketua, empat orang Datuk Undang sebagai anggota, Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong, Tunku Besar Sri Menanti dan beberapa orang anggota yang tidak resmi ditunjuk dan diangkat oleh raja dalam badan ini. Adapun tugas dari pada Dewan Keadilan Undang ini khusus untuk membincangkan Adat dan soal-soal yang bersangkutan dengan Agama Islam sahaja.</blockquote> Diantara perkara yang sangat menarik hati dari pada tulisan YB Datuk Abdul Samad Idris yang dikutip di atas ialah : <ol type="1" start="1"> <li>Raja Negeri Sembilan disebut dengan nama "Duli Yang Maha Mulia yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan" dan "Duli Yang Maha Mulia Raja Negeri Sembilan". Digunakan dua istilah disini, yaitu "Yang Dipertuan Besar" dan "Raja" buat di DYMM Raja Negeri Sembilan.</li> <li>Empat orang Datuk-Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin dan empat datuk Undang (yaitu) Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong, Tunku Besar Sri Menanti . . . . . . .</li> </ol> Yang amat menjadi pertanyaan buat kami ialah : <ol type="1" start="1"> <li>Apakah gelaran yang sebenarnya kepada DYMM Raja Negeri Sembilan : Yang Dipertuan Besar kah atau Raja ?</li> <li>Bermula dituliskan bahwa ada empat orang Datuk-Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin sebagai ahli dari pada Dewan Keadilan dan Undang. Hal ini bermakna bahwa Dewan Keadilan mempunyai lima orang ahli. Kemudian dijelaskan bahwa Dewan</li> </ol><noinclude>{{rh|46||}}</noinclude> lmddtvuglywgvoauoohmfc22kslov1t 318502 318501 2026-09-18T09:40:38Z Link PB 26772 318502 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> '''MINANGKABAU DAN NEGERI SEMBILAN'''<br><br> '''Pertalian Sejarah dan Kaitan Kebudayaannya'''<br><br> '''O l e h'''<br><br> '''DRS. MOHD. DAHLAN MANSOER'''<br> '''UNIVERSITI MALAYA.''' </center> ''Pendahuluan :'' Pada tahun 1970 YB Datuk Abdul Samad Idris telah menerbitkan sebuah buku kecil bertajuk "Hubungan Minangkabau Dengan Negeri Sembilan Dari Segi Sejarah Dan Kebudayaan", dikeluarkan oleh Pustaka Asas Negeri, Seremban. Pada masa menulis risalah singkat itu YB Datuk Abdul Samad Idris masih lagi menjabat Menteri Muda Pembangunan Negara dan Luar bandar. Risalah yang tersebut dimaksudkan untuk dibaca dimuka Seminar Adat Minangkabau, yang dilangsungkan di Batu Sangkar, Sumatera Barat, antara 1hb. hingga 8hb. Ogos, 1970 Pada muka 11 – 12, beliau menuliskan sebagai berikut : ::<small>Negeri Sembilan mempunyai seorang raja, yang disebutkan secara lengkap Duli Yang Maha Mulia yang dipertuan Besar Negeri Sembilan . . . . . dan empat orang Datuk-datuk Undang serta Tunku Besar Tampin. . . . . Sejak dahulu dan sampai sekarang, Negeri Sembilan mempunyai satu badan yang disebut Dewan Keadilan dan Undang, yang anggotanya terdiri dari Duli Yang Maha Mulia Raja Negeri Sembilan Ketua, empat orang Datuk Undang sebagai anggota, Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong, Tunku Besar Sri Menanti dan beberapa orang anggota yang tidak resmi ditunjuk dan diangkat oleh raja dalam badan ini. Adapun tugas dari pada Dewan Keadilan Undang ini khusus untuk membincangkan Adat dan soal-soal yang bersangkutan dengan Agama Islam sahaja.</small> Diantara perkara yang sangat menarik hati dari pada tulisan YB Datuk Abdul Samad Idris yang dikutip di atas ialah : <ol type="1" start="1"> <li>Raja Negeri Sembilan disebut dengan nama "Duli Yang Maha Mulia yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan" dan "Duli Yang Maha Mulia Raja Negeri Sembilan". Digunakan dua istilah disini, yaitu "Yang Dipertuan Besar" dan "Raja" buat di DYMM Raja Negeri Sembilan.</li> <li>Empat orang Datuk-Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin dan empat datuk Undang (yaitu) Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong, Tunku Besar Sri Menanti . . . . . . .</li> </ol> Yang amat menjadi pertanyaan buat kami ialah : <ol type="1" start="1"> <li>Apakah gelaran yang sebenarnya kepada DYMM Raja Negeri Sembilan : Yang Dipertuan Besar kah atau Raja ?</li> <li>Bermula dituliskan bahwa ada empat orang Datuk-Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin sebagai ahli dari pada Dewan Keadilan dan Undang. Hal ini bermakna bahwa Dewan Keadilan mempunyai lima orang ahli. Kemudian dijelaskan bahwa Dewan</li> </ol><noinclude>{{rh|46||}}</noinclude> c48l9onhf4t23s5t945dhmsylde86zz Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/54 104 115151 318503 2026-09-18T09:40:40Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318503 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="61"> waoë: children amongst themselves<br>waoë: adults addressing children or a person of lower rank.<br> # my horse: wadalaoë<br>"{{gap}}"{{gap}} : wadala lo watija<br>mine: oewo laoë<br> # your horse: wadalamoe - children amongst themselves; adults addressing children, or chiefs addressing commoners, or the lowest-ranked heads, via the less important members of the village council.<br>yours: oewelemoe (when addressing children or people of lower rank) <br>your horse: wadalanto (children addressing adults, adults amongst themselves, or addressing someone of higher rank)<br>yours: oe wolanto (addressing people of equal or higher rank)<br> # their horse: wadala li mongolijo; theirs: oewolimengolijo<br> # his horse: wadala lijo<br>(it's) his: oewolijo<br>oewo is not used by itself.<br> # in the morning: doemodoepo: 10 a.m.: tangandji or obibiti lo apoela (literally: "the time when the dog's are hungry"); the afternoon = mohoelonoe%3B after 5 p.m. till 6 p.m.= lolango<br> # from about 10 p.m. till 12 p.m. is hoeidaä; midnight = mototomoetaä mototomoetaä hoellio <hoeilio?><br> # Monto (present or future tense)<br>Lonto (past tense)<br> # Monto delomo (present or future tense)<br>Lonto delomo (past tense)<br> # odito = in the sense of bagitoe<br>odije in the sense of bagini<noinclude></noinclude> pljfk3biefaerdhdmxkkh820uf5iqsj Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/51 104 115152 318504 2026-09-18T09:43:05Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 318504 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Keadilan dan Undang Negeri Sembilan itu anggotanya terdiri dari DYMM Raja Negeri Sembilan sendiri sebagai Ketua dan dan empat orang Datuk-Datuk Undang sebagai anggota. Yang beliau sebut hanya tiga orang Datuk Undang saja, yaitu Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong dan Tunku Besar Sri Menanti. Jadinya : i) Apakah Dewan Keadilan dan Undang ini terdiri atas: DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai anggota dan Ketua dengan empat orang Datuk Undang sebagai anggota, dan oleh karena itu punya lima orang ahli, termasuk DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, ataukah ii) Beranggotakan enam orang, dengan DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, empat orang Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin (dengan tidak mengikut sertakan beberapa orang anggota yang tidak resmi yang ditunjuk dan diangkat oleh DYMM Raja Negeri Sembilan)? 3)– Perkara terakhir yang sangat menarik hati kami ialah tugas dari pada Dewan Keadilan dan Undang, yang terhadap kepada "khusus membincangkan adat istiadat dan soal-soal yang bersangkutan dengan Agama Islam sahaja". ''{{sp|GelaranRaja:}}'' Adapun ada kaitan kekeluargaan antara keluarga diraja Negeri Sembilan masa kini dengan keluarga diraja Minangkabau di Pagarruyang dijelaskan di dalam risalah yang tersebut di dalam bab "Asal Usul Dan Kedatangan Raja-Raja Negeri Sembilan" (muka 22–30). Perkara ini cukup diketahui di Negeri Sembilan dan tidak payahkan kami membentangkannya semula di sini. YB Datuk Abdul Samad Idris telah menuliskan bahwa "Raja Pagarruyang telah berkenan mengirimkan seorang putranya ke Negeri Sembilan bernama Raja Mahmud, yang kemudian dipanggilkan dengan Raja Melewar, Raja Melewar ditabalkan atau dinobatkan menjadi Raja yang pertama (di Negeri Sembilan) dalam tahun 1773 dan 23 tahun kemudian yakni pada tahun 1795 Raja Melewar mangkat." Mengikut hemat kami, ada sesuatu kekeliruan dalam ayat tersebut di atas. Yang disebut raja Pagarruyang sejak akhir abad ke 17 tidak mempunyai kuasa politik apa-apa di Minangkabau. Raja Pagarruyang bukanlah tokoh politik sebagaimana halnya dengan raja-raja di Eropah ataupun raja-raja di Jawa umpamanya dalam kurun yang sama. Raja Minangkabau sejak akhir kurun ke 17 atau awal kurun ke 18 hanya merupakan lambang sahaja dan tidak memainkan peranan politik apapun juga lagi. Jawatan raja dipecah tiga, yaitu: ::''Raja Alam di Pagarruyang'' ::''Raja Adat di Buo, dan'' ::''Raja Ibadat di Kumanih.'' Inilah yang dinamai "Raja Nan Tigo Selo". Pembagi jawatan diraja atas tiga orang itu adalah sebagai akibat dari perang Saudara yang rupanya telah melanda Minangkabau pada akhir kurun ke 17.<noinclude>{{rh|||47}}</noinclude> atmbrtgegc7bc0v3mhgw1m3poje4z3m 318505 318504 2026-09-18T09:44:35Z Link PB 26772 318505 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Keadilan dan Undang Negeri Sembilan itu anggotanya terdiri dari DYMM Raja Negeri Sembilan sendiri sebagai Ketua dan dan empat orang Datuk-Datuk Undang sebagai anggota. Yang beliau sebut hanya tiga orang Datuk Undang saja, yaitu Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong dan Tunku Besar Sri Menanti. Jadinya : <ol type="1" start="i)"> <li>Apakah Dewan Keadilan dan Undang ini terdiri atas: DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai anggota dan Ketua dengan empat orang Datuk Undang sebagai anggota, dan oleh karena itu punya lima orang ahli, termasuk DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, ataukah</li> <li>Beranggotakan enam orang, dengan DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, empat orang Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin (dengan tidak mengikut sertakan beberapa orang anggota yang tidak resmi yang ditunjuk dan diangkat oleh DYMM Raja Negeri Sembilan)?</li> </ol> <ol type="1" start="3"> <li>Perkara terakhir yang sangat menarik hati kami ialah tugas dari pada Dewan Keadilan dan Undang, yang terhadap kepada "khusus membincangkan adat istiadat dan soal-soal yang bersangkutan dengan Agama Islam sahaja".</li> </ol> ''{{sp|GelaranRaja:}}'' Adapun ada kaitan kekeluargaan antara keluarga diraja Negeri Sembilan masa kini dengan keluarga diraja Minangkabau di Pagarruyang dijelaskan di dalam risalah yang tersebut di dalam bab "Asal Usul Dan Kedatangan Raja-Raja Negeri Sembilan" (muka 22–30). Perkara ini cukup diketahui di Negeri Sembilan dan tidak payahkan kami membentangkannya semula di sini. YB Datuk Abdul Samad Idris telah menuliskan bahwa "Raja Pagarruyang telah berkenan mengirimkan seorang putranya ke Negeri Sembilan bernama Raja Mahmud, yang kemudian dipanggilkan dengan Raja Melewar, Raja Melewar ditabalkan atau dinobatkan menjadi Raja yang pertama (di Negeri Sembilan) dalam tahun 1773 dan 23 tahun kemudian yakni pada tahun 1795 Raja Melewar mangkat." Mengikut hemat kami, ada sesuatu kekeliruan dalam ayat tersebut di atas. Yang disebut raja Pagarruyang sejak akhir abad ke 17 tidak mempunyai kuasa politik apa-apa di Minangkabau. Raja Pagarruyang bukanlah tokoh politik sebagaimana halnya dengan raja-raja di Eropah ataupun raja-raja di Jawa umpamanya dalam kurun yang sama. Raja Minangkabau sejak akhir kurun ke 17 atau awal kurun ke 18 hanya merupakan lambang sahaja dan tidak memainkan peranan politik apapun juga lagi. Jawatan raja dipecah tiga, yaitu: ::''Raja Alam di Pagarruyang'' ::''Raja Adat di Buo, dan'' ::''Raja Ibadat di Kumanih.'' Inilah yang dinamai "Raja Nan Tigo Selo". Pembagi jawatan diraja atas tiga orang itu adalah sebagai akibat dari perang Saudara yang rupanya telah melanda Minangkabau pada akhir kurun ke 17.<noinclude>{{rh|||47}}</noinclude> is47zy0v78ufsfii6nq8papla2fu4wn 318506 318505 2026-09-18T09:45:08Z Link PB 26772 318506 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Keadilan dan Undang Negeri Sembilan itu anggotanya terdiri dari DYMM Raja Negeri Sembilan sendiri sebagai Ketua dan dan empat orang Datuk-Datuk Undang sebagai anggota. Yang beliau sebut hanya tiga orang Datuk Undang saja, yaitu Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong dan Tunku Besar Sri Menanti. Jadinya : i) Apakah Dewan Keadilan dan Undang ini terdiri atas: DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai anggota dan Ketua dengan empat orang Datuk Undang sebagai anggota, dan oleh karena itu punya lima orang ahli, termasuk DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, ataukah ii) Beranggotakan enam orang, dengan DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, empat orang Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin (dengan tidak mengikut sertakan beberapa orang anggota yang tidak resmi yang ditunjuk dan diangkat oleh DYMM Raja Negeri Sembilan)? <ol type="1" start="3"> <li>Perkara terakhir yang sangat menarik hati kami ialah tugas dari pada Dewan Keadilan dan Undang, yang terhadap kepada "khusus membincangkan adat istiadat dan soal-soal yang bersangkutan dengan Agama Islam sahaja".</li> </ol> ''{{sp|GelaranRaja:}}'' Adapun ada kaitan kekeluargaan antara keluarga diraja Negeri Sembilan masa kini dengan keluarga diraja Minangkabau di Pagarruyang dijelaskan di dalam risalah yang tersebut di dalam bab "Asal Usul Dan Kedatangan Raja-Raja Negeri Sembilan" (muka 22–30). Perkara ini cukup diketahui di Negeri Sembilan dan tidak payahkan kami membentangkannya semula di sini. YB Datuk Abdul Samad Idris telah menuliskan bahwa "Raja Pagarruyang telah berkenan mengirimkan seorang putranya ke Negeri Sembilan bernama Raja Mahmud, yang kemudian dipanggilkan dengan Raja Melewar, Raja Melewar ditabalkan atau dinobatkan menjadi Raja yang pertama (di Negeri Sembilan) dalam tahun 1773 dan 23 tahun kemudian yakni pada tahun 1795 Raja Melewar mangkat." Mengikut hemat kami, ada sesuatu kekeliruan dalam ayat tersebut di atas. Yang disebut raja Pagarruyang sejak akhir abad ke 17 tidak mempunyai kuasa politik apa-apa di Minangkabau. Raja Pagarruyang bukanlah tokoh politik sebagaimana halnya dengan raja-raja di Eropah ataupun raja-raja di Jawa umpamanya dalam kurun yang sama. Raja Minangkabau sejak akhir kurun ke 17 atau awal kurun ke 18 hanya merupakan lambang sahaja dan tidak memainkan peranan politik apapun juga lagi. Jawatan raja dipecah tiga, yaitu: ::''Raja Alam di Pagarruyang'' ::''Raja Adat di Buo, dan'' ::''Raja Ibadat di Kumanih.'' Inilah yang dinamai "Raja Nan Tigo Selo". Pembagi jawatan diraja atas tiga orang itu adalah sebagai akibat dari perang Saudara yang rupanya telah melanda Minangkabau pada akhir kurun ke 17.<noinclude>{{rh|||47}}</noinclude> h6xrbmdo3lx803vuvz8l29y3gops7s9 Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/56 104 115153 318507 2026-09-18T10:28:10Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318507 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. GORONTALO LIST''' {{multicol}} 1. wawa'o<br> 2. loenggongo<br> 3. baja<br> 4. baja<br> 5. boe'awoe lo loenggongo<br> 6. hoewo'o<br> 7. dajato<br> 8. lilingo<br> 9. boelonga<br> 10. toelingo<br> 11. mato <1><br> 12. depoehoe mato<br> 13. i'ilapo<br> 14. boent(d)oengo mato<br> 16. ponoe<br> 18. woelingo<br> 19. hoewango woelingo<br> 20. hoewodoe<br> 21. poetongi<br> 23. toenggilo<br> 24. ngango<br> 26. bíhoe<br> 27. boesoengi<br> 29. danggoe<br> 30. sambange<br> 31. dila<br> 32. wangodoe<br> 33. doengito<br> 34. bohengo<br> 35. hoewoto<br> 36. woeto'o<br> 37. boenggohoe<br> 38. boelo'o<br> 39. tihoehoe<br> 40. longoengoe<br> 43. doehelo<br> 44. toetoe<br> 45. loenggongo toetoe<br> 46. taboe lo toetoe<br> 48. moloetoe<br> 49. mopotoetoe {{multicol-break}} 50. datala<br> 51. polant(d)apo<br> 52. poetoe<br> 54. ombongo<br> 55. tonija<br> 56. want(d)ohoe<br> 57. poloe<br> 60. wohoeta<br> 61. jiboe'o<br> 62. wolodoe<br> 63. woeleja<br> 64. toelala da'a<br> 65. binggoengo<br> 67. toetoeboe<br> 70. poenggoji<br> 71. hoewango toetoeboe<br> 72. mongili<br> 73. bowoent(d)oe<br> 74. wotoeto<br> 75. mohoetoeto<br> 76. obólijo<br> 77. woeti<br> 78. tèle<br> 79. hoetoe<br> 80. mohoelè<br> 81. mohengoboe<br> 82. mongili lo lojili<br> 83. lojili<br> 85. o'ato<br> 87. paladoe o'ato<br> 88. polilinggita lo o'ato<br> 89. tinggodoe<br> 90. boengolopa<br> 91. hoe'oe<br> 92. awadoe<br> 93. boetijoto<br> 94. doeloedoe<br> 96. oloe'oe<br> 98. wahoe<br> 99. hoewange'e<br> 100. ti'oe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> q8cm5zwog6f7wd23wijo042bwejs9yc Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/57 104 115154 318508 2026-09-18T10:37:15Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318508 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 101. polilinggita lo oloe'oe<br> 102. oloe'oe<br> 104. tingongowa lo oloe'oe<br> 106. tingongowa lo o'ato<br> 107. loe'oboe<br> 108. tijomboe lo o'ato<br> 109. toetoenoe<br> 110. ti hoengo<br> 111. tijalejaleja<br> 112. tonoe lo'ita<br> 113. tijomboe lo o'ato<br> 114. tonoe lo ita, lo oloe'oe<br> 115. toelalo<br> 116. doehoe<br> 117. tapoe<br> 120. lint(d)idoe<br> 121. alipo<br> 122. hapato<br> 124. woelato<br> 125. jijohoe<br> 126. ala'o<br> 127. mohilawo<br> 128. monga<br> 129. bitijolo<br> 130. mongiloe<br> 131. hiloweo'a<br> 132. mototo'ango<br> 133. moboetoehoe<br> 135. modengeto<br> 136. tolololo<br> 138. motoeloehoe<br> 139. motohilopo<br> 140. oe otohilopo <otohilapa?><br> 141. modiwoedoeto<br> 142. mopoe'o<br> 143. mobongoe<br> 144. tiniihoelo<br> 145. la'o la'o<br> 146. tingga tinggaja<br> 147. damba damba'o 148. motibalato, balabalato <2> {{multicol-break}}<br> 149. hoelo hoelo'o<br> 150. tambe tambe lango<br> 151. loepi-loepi<br> 152. tonggo-tonggo<br> 153. mololangi<br> 154. molihoe<br> 155. molihoe<br> 156. madodo<br> 158. lahoe<br> 159. mopojo'o<br> 161. moi'i<br> 162. i'ijalo<br> 163. hoemojongo<br> 164. hilimoetalo<br> 165. imijomo<br> 166. mohilawo da'a<br> 167. monoela lo jijohoe<br> 168. motoe'o<br> 169. mobólo<br> 170. molembedoe<br> 171. motodoelo<br> 173. topololo<br> 174. toe'ijaboe<br> 175. motoe'ijaboe<br> 176. mohoewaboe<br> 178. omboda'a <3><br> 179. piloloetoelijo<br> 180. jilijala<br> 181. ta pilo toetoelijo doeloewo<br> 182. toemoetoemoelo<br> 183/<br> 185. jilate<br> 186. milate<br> 187. taboe lo milate<br> 189. boeloewa lo milate<br> 190. moloboengo<br> 191. koeboeloe<br> 192. momate<br> 195. molomboli<br> 196. pali<br> 198. palilijo<br> 199. mongongoto {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 3pqwzx8ngfs0vna93yt5cmsl3w4x1tb 318509 318508 2026-09-18T10:38:25Z Thersetya2021 15831 318509 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 101. polilinggita lo oloe'oe<br> 102. oloe'oe<br> 104. tingongowa lo oloe'oe<br> 106. tingongowa lo o'ato<br> 107. loe'oboe<br> 108. tijomboe lo o'ato<br> 109. toetoenoe<br> 110. ti hoengo<br> 111. tijalejaleja<br> 112. tonoe lo'ita<br> 113. tijomboe lo o'ato<br> 114. tonoe lo ita, lo oloe'oe<br> 115. toelalo<br> 116. doehoe<br> 117. tapoe<br> 120. lint(d)idoe<br> 121. alipo<br> 122. hapato<br> 124. woelato<br> 125. jijohoe<br> 126. ala'o<br> 127. mohilawo<br> 128. monga<br> 129. bitijolo<br> 130. mongiloe<br> 131. hiloweo'a<br> 132. mototo'ango<br> 133. moboetoehoe<br> 135. modengeto<br> 136. tolololo<br> 138. motoeloehoe<br> 139. motohilopo<br> 140. oe otohilopo <otohilapa?><br> 141. modiwoedoeto<br> 142. mopoe'o<br> 143. mobongoe<br> 144. tiniihoelo<br> 145. la'o la'o<br> 146. tingga tinggaja<br> 147. damba damba'o<br> 148. motibalato, balabalato <2> {{multicol-break}} 149. hoelo hoelo'o<br> 150. tambe tambe lango<br> 151. loepi-loepi<br> 152. tonggo-tonggo<br> 153. mololangi<br> 154. molihoe<br> 155. molihoe<br> 156. madodo<br> 158. lahoe<br> 159. mopojo'o<br> 161. moi'i<br> 162. i'ijalo<br> 163. hoemojongo<br> 164. hilimoetalo<br> 165. imijomo<br> 166. mohilawo da'a<br> 167. monoela lo jijohoe<br> 168. motoe'o<br> 169. mobólo<br> 170. molembedoe<br> 171. motodoelo<br> 173. topololo<br> 174. toe'ijaboe<br> 175. motoe'ijaboe<br> 176. mohoewaboe<br> 178. omboda'a <3><br> 179. piloloetoelijo<br> 180. jilijala<br> 181. ta pilo toetoelijo doeloewo<br> 182. toemoetoemoelo<br> 183/<br> 185. jilate<br> 186. milate<br> 187. taboe lo milate<br> 189. boeloewa lo milate<br> 190. moloboengo<br> 191. koeboeloe<br> 192. momate<br> 195. molomboli<br> 196. pali<br> 198. palilijo<br> 199. mongongoto {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> gzteyh3muqjxrrr2gkbicmmdokvbuvy Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/58 104 115155 318510 2026-09-18T10:50:02Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318510 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 201. mo'onemo mongongoto<br> 202. njamani<br> 203. bohe<br> 204. mopatoe<br> 206. ongongota lo ombongo<br> 208. moloewagoe<br> 210. ambalo woeta<br> 212. matango<br> 213. hoetolo<br> 215. abongo<br> 216. ambalo boe'alo<br> 217. oe'oedoe<br> 218. hoetoengo<br> 220. imi'ito<br> 221. hoewodoelo<br> 223. moboewalodoe<br> 225. petoewolo<br> 226. penggo<br> 227. boeboe<br> 228. boengolo<br> 229. pito'o<br> 230. moti pito'o<br> 231. nt(d)ilohoe<br> 232. jiloloeli<br> 233/<br> 234. woenemo<br> 236-<br> 238. tawoe<br> 239. tanggoelo<br> 241. ta lola'i<br> 242. ta boewa<br> 243. oela'i<br> 244. oela'i <4><br> 245. oeboewa<br> 246. oebilango <5><br> 247. ta bohoelotawoe<br> 251. ta doelahoe<br> 253. ta lola'i panggola<br> 254. ta boewa panggola<br> 255. tijamo <6><br> 256. tílo <6><br> 257. ta mohoehoela<br> 258. ta jali jali<br>{{gap}}<mongoboewa?> {{multicol-break}} 259/<br> 260. womboe <7><br> 263. tijomboe, tibapoe <8><br> 264. nene <8><br> 270. kaka<br> 271. tata<br> 272/ <br> 273. ade<br> 274. womboe<br> 275/ <br> 276. po'oewama<br> 281/<br> 282. po'oela<br> 287-<br> 294. po'oewala'o<br> 295/<br> 296. pohoetata<br> 297. moloehengo<br> 301. moloehengo<br> 306-<br> 309. jipahoe<br> 311-<br> 314. jipahoe<br> 315. iláto<br> 317. hijalo<br> 318. dile<br> 319. pijohe (sahabati)<br> 321. panggala<br> 322. pijohe (sahabati)<br> 323. ta lobotoelaji<br> 325. kamboengoe<br> 330. ngojilant(d)ola<br>{{gap}}<ngojelant(d)ola?><br> 342. ponggo<br> 343. himoe 'oedoe<br> 344. lati<br> 349. éja<br> 356. woenggoeli<br> 368. doesa<br> 370. dini-dini<br> 374. tihi <9><br> 383. jalihe<br> 384. bele lo mongolola'i<br> 385. bele lo mongoboewo {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 0w6bvy0roe58vk6h5exzdup4f98e2q9 Halaman:048,074,108,124,209 Gorontalo.djvu/59 104 115156 318511 2026-09-18T11:06:59Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 318511 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 386. ta oeda'a<br> 387. olongija<br> 388. mongopoeloe<br> 389. mongopanggola<br> 394. wato<br> 395. looe'oedoe/adati<br> 397. ta molito <moléto?><br> 399. mopotala<br> 400. totala<br> 403. tapilopohoelo'o<br> 404. hilejija<br> 405. moloéna <10><br> 406. mole'adoe<br> 407/ <br> 408. monika<br> 409. moponika<br> 410. moboeboe'aja<br> 411. tonelo<br> 413. motoetoe<br> 414. hoelango<br> 415. mopipija<br> 418. depoehoe baja<br> 420. toelali, hihipa<br> 421. hant(d)alo<br> 428. modangita<br> 429. lohidoe<br> 430. tanggi<br> 431. motanggi<br> 432. mojitohoe <11><br> 433. pa'i<br> 434. mojitohoe pa'i<br> 435. motengge-tengge<br> 436. mobint(d)ijo<br> 437. bele<br> 438. wombohe<br> 440. bilinga<br> 441/<br> 441. lolapa'<br> 445. watopo<br> 446. ato<br> 447. dimoeka<br> 448. pint(d)oe,<br>{{gap}} ngango lo hoeheboe {{multicol-break}} 450. djanela/toetoelowa<br> 452. toetoelijo<br> 453/<br> 454. toe'adoe<br> 455. mobotoelo bele<br> 456/<br> 457. talohoe<br> 458/<br> 459. dingingo<br> 460. towahoe<br> 461. wolihi<br> 462. boelawahoe<br> 466. hoewali<br> 468. amongo<br> 469. alangoeloewa<br> 470. hihibata<br> 472. pahoe<br> 473. dehoe-dehoe<br> 474. depoela <12><br> 475. toeloe<br> 477. mohoetoe toeloe<br> 479. momati toeloe<br> 480. mohípa toeloe<br> 481. majilate<br> 482. polo'o<br> 483. wahoe<br> 484. ajoe podi'o<br> 487. waloengo bele<br> 490. momongoe<br> 491. molonggalo<br> 492. boe'awoe<br> 493. boelanggo <13><br> 494. belenga <14><br> 497. pingge<br> 499. halati pongengaloewalo <15><br> 501/<br> 502. lanija<br> 504. baki<br> 505. pito<br> 506. wamilo<br> 509. boelingo<br> 510. tílídoe<br> 511. totaloe'o <16> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> f46mmx4z56a48tqjz8y88kedx8u414r