Wikisumber
idwikisource
https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.20
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikisumber
Pembicaraan Wikisumber
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Pengarang
Pembicaraan Pengarang
Indeks
Pembicaraan Indeks
Halaman
Pembicaraan Halaman
Portal
Pembicaraan Portal
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/26
104
115157
318512
2026-09-18T13:12:03Z
Iripseudocorus
23824
/* Telah diuji baca */
318512
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>Bulinhu (gedung yg dihuni oleh para panglim perang) menjadi kosong.
Memang masih ada keturunan Yo goanswe, namanya YO BUN KONG, akan tetapi masih kecil, umurnya baru 6 tahun.
Ia belum mengerti apa² tentang gisia aw, ketentaraan dan ilmu peperangan.
- Ya sangat disanyangkan {{...|4}}
Raja dan selir itu meneguk arak masing² dan melanjutkan pula percakapan mereka
- Jasa² Yo goanswe sangat besar, meskipun beliau sudah tiada, layak apabila bansweya menaikkan pula pangkatnya.
Baginda berjingkrak kegirangan mendengar usul sang selir.
- Kata² hiance betul, tim sudah lama memikirken skal hal itu.
Baiklah, akan tim pilihkan hari yang baik untuk menaikkan pangkat Yo goanswe secara ANUMERTA.
- Keluarga yang ditinggalkanpun harus ditambah tunjangannya.
- Ya, ya, tim juga sudah lama memikirkannya<noinclude>{{rh|26}}</noinclude>
mekdoprcsvbzywdh6ik7h2lebhn7bvs
Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/27
104
115158
318513
2026-09-18T13:13:34Z
Iripseudocorus
23824
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '— Hiance usul-usulmu dapat tim terima, sungguh engkau seorang perempuan yang luas pengetahuanmu dan bijaksana. Baginda merasa sangat girang sekali mendengar usul-usul selirnya yang denok moblong moblong itu. Beberapa saat kemudian kembali Bang kui hui mengajukan pertanyaan. — Bansweya, setelah Bu lin hu tak terdapat lagi panglima perang yang gagah perkasa, siapakah kini Tay ciang nomor satu ? Dengan spontan baginda Song jin cong menjawab. —...
318513
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>— Hiance usul-usulmu dapat tim terima, sungguh engkau seorang perempuan yang luas pengetahuanmu dan bijaksana.
Baginda merasa sangat girang sekali mendengar usul-usul selirnya yang denok moblong moblong itu.
Beberapa saat kemudian kembali Bang kui hui mengajukan pertanyaan.
— Bansweya, setelah Bu lin hu tak terdapat lagi panglima perang yang gagah perkasa, siapakah kini Tay ciang nomor satu ?
Dengan spontan baginda Song jin cong menjawab.
— Tek ceng! Bersama sama lima saudara angkatnya yang tergabung dalam kesatuan Ngo houw ciang. Tek ceng dapat bekerja dengan kompak sehingga setiap keluar ke mèdan peperangan selalu memperoleh kemenangan yang gemilang.
Tek cenglah panglima nomor satu yang tiada bandingan. Jasa jasanya sangat besar sehingga boleh tim katakan. Tek ceng adalah Tiang soko guru da ri kerajaan Tay Song tiauw dijaman kini.
— Oo jadi raja muda Peng see ong Tek ceng<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
sigqjzoc53kt9ctoy9lnwftj7swjlol
318514
318513
2026-09-18T13:14:01Z
Iripseudocorus
23824
/* Telah diuji baca */
318514
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>— Hiance usul-usulmu dapat tim terima, sungguh engkau seorang perempuan yang luas pengetahuanmu dan bijaksana.
Baginda merasa sangat girang sekali mendengar usul-usul selirnya yang denok moblong moblong itu.
Beberapa saat kemudian kembali Bang kui hui mengajukan pertanyaan.
— Bansweya, setelah Bu lin hu tak terdapat lagi panglima perang yang gagah perkasa, siapakah kini Tay ciang nomor satu ?
Dengan spontan baginda Song jin cong menjawab.
— Tek ceng! Bersama sama lima saudara angkatnya yang tergabung dalam kesatuan Ngo houw ciang. Tek ceng dapat bekerja dengan kompak sehingga setiap keluar ke mèdan peperangan selalu memperoleh kemenangan yang gemilang.
Tek cenglah panglima nomor satu yang tiada bandingan. Jasa jasanya sangat besar sehingga boleh tim katakan. Tek ceng adalah Tiang soko guru da ri kerajaan Tay Song tiauw dijaman kini.
— Oo jadi raja muda Peng see ong Tek ceng<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
d1cqdx906inibkh96r3iuj1baao27sb
Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/28
104
115159
318515
2026-09-18T13:16:38Z
Iripseudocorus
23824
/* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'inilah Tay ciang nomor satu ? ― Tidak salah 1 Bahkan dalam menundukkan negeri Seliauw, Tek ceng berhasil pula membawa pulang pusaka negeri itu yang di sebut CIN CIU LIAT HWEE KIE Di sebut²nya pusaka pelindung negeri See liauw merupakan kesempatan yang sangat bagus bagi―Bang kui hui. Baginya inilah yang disebut: Pucuk dicita, ulam tiba! Dengan berjingkrak Bang kui hui segera bertanya. ― Bansweya, sudah pernahkah Bansweya melihat rupa dari Ci...
318515
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>inilah Tay ciang nomor satu ?
― Tidak salah 1 Bahkan dalam menundukkan negeri Seliauw, Tek ceng berhasil pula membawa pulang pusaka negeri itu yang di sebut CIN CIU LIAT HWEE KIE
Di sebut²nya pusaka pelindung negeri See liauw merupakan kesempatan yang sangat bagus bagi―Bang kui hui.
Baginya inilah yang disebut: Pucuk dicita, ulam tiba!
Dengan berjingkrak Bang kui hui segera bertanya.
― Bansweya, sudah pernahkah Bansweya melihat rupa dari Cinciu liat hwee kie itu ?
― Ya, hampir semua pembesar Bun bu kho awan yang hadir diistana pada waktu Tek ceng ― memperlihatkan pusaka itu turut menyaksikan
Bagaimanakah bentuk dan rupanya bansweya ?
― Tak dapat disangkal lagi, Cincu liat hwee kie yang merupakan pus ka pelindung negeri See lauw itu benar² sangat indah, mempesonakan dan jarang bandingannya diatas dunia ini.
― Ah, sungguh sangat sayang, hanya hamba seorang sajalah yang belum pernah menyaksikan pusaka yang sangat termasyur {{...|3}}<noinclude></noinclude>
bx2dpj8gxf604k5ytmhkcwcfagi84tx
318516
318515
2026-09-18T13:16:49Z
Iripseudocorus
23824
/* Telah diuji baca */
318516
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Iripseudocorus" /></noinclude>inilah Tay ciang nomor satu ?
― Tidak salah 1 Bahkan dalam menundukkan negeri Seliauw, Tek ceng berhasil pula membawa pulang pusaka negeri itu yang di sebut CIN CIU LIAT HWEE KIE
Di sebut²nya pusaka pelindung negeri See liauw merupakan kesempatan yang sangat bagus bagi―Bang kui hui.
Baginya inilah yang disebut: Pucuk dicita, ulam tiba!
Dengan berjingkrak Bang kui hui segera bertanya.
― Bansweya, sudah pernahkah Bansweya melihat rupa dari Cinciu liat hwee kie itu ?
― Ya, hampir semua pembesar Bun bu kho awan yang hadir diistana pada waktu Tek ceng ― memperlihatkan pusaka itu turut menyaksikan
Bagaimanakah bentuk dan rupanya bansweya ?
― Tak dapat disangkal lagi, Cincu liat hwee kie yang merupakan pus ka pelindung negeri See lauw itu benar² sangat indah, mempesonakan dan jarang bandingannya diatas dunia ini.
― Ah, sungguh sangat sayang, hanya hamba seorang sajalah yang belum pernah menyaksikan pusaka yang sangat termasyur {{...|3}}<noinclude></noinclude>
datqv3sgfm68ftf93mfkf2j54bg080i
Halaman:Antologi Puisi dan Quotes Bijak Lukisan Pasir.pdf/112
104
115160
318517
2026-09-18T14:00:00Z
Suga Widi
25678
/* Telah diuji baca */
318517
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude><poem>
Yakinlah kita punya Yang Mahakuasa
Lihat kesempatan yang terbentang di depan mata
Segala ketimpangan itu biar Dia yang memberi jawaban
Memaafkan adalah kunci meringankan beban kesakitan
Mengikhlaskan adalah pintu menuju keteguhan pada jalan di
masa depan
Akan tiba waktu bagi mereka yang menyepelekan untuk meminta
kita memberikan pertolongan
Saat itu terjadi, tersenyumlah...
Nikmat-Nya yang mana yang bisa didustakan?
Quotes Mawas Diri
Tasikmalaya, 03-08-2019
</Poem><noinclude>{{rh|||112}}</noinclude>
bx4znros6pmms8wgck8cburrp5i9as2
Halaman:Antologi Puisi dan Quotes Bijak Lukisan Pasir.pdf/118
104
115161
318518
2026-09-18T14:02:30Z
Suga Widi
25678
/* Telah diuji baca */
318518
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude><poem>
Tak ada yang bisa menduga karena kisah ini disesaki rupa-rupa
bermuka dua
Gunung-gunung tlah ditancapkan
Tapi hikayat belum berujung penyelesaian.
Dalang tlah berbenah, tersisalah wayang-wayang patah
Pahamilah...
Siapa yang diuntungkan dari tidak sempurnanya kisah?
Resah
</Poem>
{{Right|Tasikmalaya, 12-10-2019}}<noinclude>{{rh|||118}}</noinclude>
3s9nl8vx107nbcs8fga2j4u7noue2av
Halaman:Antologi Puisi dan Quotes Bijak Lukisan Pasir.pdf/119
104
115162
318519
2026-09-18T14:03:58Z
Suga Widi
25678
/* Telah diuji baca */
318519
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>'''Mencinta'''
<Poem>
Bukan hanya dalam benderang
Bukan hanya dalam temaram
Bukan pula sekadar dalam kelam
Berpasrah segenap jiwa
Merindu sepenuh kalbu
Berserah raga dengan mendamba
Merayu dalam keluh
Memuja dalam simpuh
Hanya pada-Nya
Pada pemilik hakiki cinta
Mencinta Sang Mahacinta
</Poem>
{{Right|Pangandaran, 17-10-2019}}<noinclude>{{rh|||119}}</noinclude>
noim7wrvm6tgbgteu8prc45rtj8aghg
Halaman:Antologi Puisi dan Quotes Bijak Lukisan Pasir.pdf/123
104
115163
318520
2026-09-18T14:05:31Z
Suga Widi
25678
/* Telah diuji baca */
318520
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude><poem>
Klentrung...
Klentrung...
Menanti saat bisa tersenyum menyaksikan durjana yang terdiam
seribu basa
</Poem>
{{Right|Tasikmalaya, 20-09-2019}}<noinclude>{{rh|||123}}</noinclude>
iumu5c3g0ivgg2nwurhdls1o577rmmv