Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.21 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Wikisumber:Warung kopi 4 49 319100 319087 2026-09-25T12:18:36Z MediaWiki message delivery 6352 /* Your feedback wanted: Remove (Language link added:) and similar edits from Special:RecentChanges */ bagian baru 319100 wikitext text/x-wiki {{process header |title=Warung kopi |previous=[[Wikisource:Indeks/Komunitas|Halaman komunitas]] |next=[[Wikisource:Warung kopi/Arsip|Arsip]]/[[Wikisource:Warung kopi/Pesan global|Pesan global]] }} {{introkopi}} == Pengubahan istilah == Pada templat {{tl|indeks utama}}, istilah yang tertera saat ini adalah "Jurnal". Di Wikisource Inggris, istilah "Terbitan berkala" digunakan dan rasanya tepat penggunaannya di sini juga. Alasannya adalah isinya tidak hanya jurnal, tetapi juga majalah; kecuali memang memisahnya dari indeks atau kategorisasi itu sendiri. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 17 Juli 2026 02.30 (UTC) :Halo @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]], menarik juga pranalanya di-''render'' dengan tulisan "Jurnal", sementara kategorinya sendiri adalah "Terbitan berkala". Saya setuju untuk mengubah istilah tersebut. Saya juga lihat ada pembicaraan ini pada [[Pembicaraan_Templat:Indeks_utama|halaman pembicaraan templat]] tersebut. Mari lanjutkan diskusi di sini saja. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 23 September 2026 09.49 (UTC) ::Karena bung @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] sudah [[Pembicaraan_Templat:Indeks_utama#c-Mnam23-20260125032200-Usul_perubahan|mengusulkan sejak Januari]] atau sejak Juli kalau dari Warung kopi ini; dan belum ada penolakan dari pengguna lain; ''dan'' perubahannya tidak akan banyak mempengaruhi pengguna lain selain tampilan minor, maka saya sudah [[Special:Diff/318970|mengubah]] istilahnya. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 23 September 2026 09.55 (UTC) == <span lang="en" dir="ltr">Migration to Parsoid</span> == <div lang="en" dir="ltr"> <section begin="announcement-content" /> <em>[[m:Special:MyLanguage/Wikimedia Foundation/Product and Technology/Parsoid Read Views/Read View Announcement|Read this in another language]]</em> Hello everyone! I am glad to inform you that as the next step in the [[mw:Special:MyLanguage/Parsoid/Parser Unification|Parser Unification]] project, Parsoid will soon be turned on as the default article renderer on your wiki. We are gradually increasing the number of wikis using Parsoid, with the intention of making it the default wikitext parser for MediaWiki's next long-term support release. This will make our wikis more reliable and consistent for editors, readers, and tools to use, as well as making the development of future wikitext features easier. If this disrupts your workflow, don’t worry! You can still opt out through a user preference or turn Parsoid off on the current page using the Tools submenu, as described in the [[mw:Special:MyLanguage/Help:Extension:ParserMigration|Extension:ParserMigration]] documentation. There is [[mw:Special:MyLanguage/Parsoid/Parser Unification/Confidence Framework|more information about our roll-out strategy]] available, including the testing done before we turn on Parsoid for a new wiki. To report bugs and issues, please look at our [[mw:Special:MyLanguage/Parsoid/Parser Unification/Known Issues|known issues]] documentation and if you found a new bug please create a phab ticket and tag the [[phab:project/view/5846|Content Transform Team in Phabricator]]. <section end="announcement-content" /> </div> [[mw:User:MSantos (WMF)|Content Transform Team]] 3 Agustus 2026 16.31 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:MSantos (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery/Wikisource&oldid=28221043 --> == Kami mengundang Anda untuk memberikan masukan terkait Daftar Harapan Komunitas 2027 == Halo, perkenalkan nama saya [[m:User:SPerry-WMF|Sonja]] dan saya memimpin beberapa [[mw:Contributors|tim]] di Wikimedia Foundation yang akan mengambil alih proses kerja dari Daftar Harapan Komunitas. Seperti yang mungkin Anda ketahui, [[m:Community_Wishlist|Daftar Harapan Komunitas]] (''Community Wishlist'') bermula sebagai proses tahunan yakni kontributor Wikimedia mengirimkan dan menentukan ide untuk memperbarui pengalaman dalam berkontribusi di situs web Proyek Wikimedia. Setelah melalui proses pemilihan, maka tim dari Wikimedia Foundation akan berusaha untuk mengerjakan dan mengimplementasikan ide (yang telah dipilih) tersebut. Beberapa tahun terakhir, proses di balik alur kerja daftar harapan telah diubah, serta kami mendengar dari Anda bahwa hal tersebut tidak memenuhi kebutuhan komunitas. Maka dari itu, Wikimedia Foundation bersama dengan kontributor Wikimedia sedang merancang alur kerja daftar harapan yang baru agar lebih transparan. Saya mengusulkan kepada komunitas terkait tiga tahapan berikut: * [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Tahap_pertama:_pengelompokan|'''Tahap pengelompokan''']]: yakni bagaimana permohonan dikelompokkan dan disaring sebelum masuk ke tahap pemungutan suara. ** Kami merekomendasikan untuk membentuk kelompok kerja yang beranggotakan anggota komunitas dari berbagai proyek wiki dan staf Wikimedia Foundation. * [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Tahap_kedua:_pemungutan_suara|'''Tahap pemungutan suara''']]: termasuk siapa saja yang berhak ikut pemungutan suara, serta menyusun bagaimana prosesnya berlangsung. * [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Tahap_ketiga:_pasca_pemungutan_suara|'''Tahap pasca pemungutan suara''']]: termasuk mengutamakan prinsip keadilan terkait proyek yang diprioritaskan. ** Salah satu hal yang akan kami lakukan untuk mengurutkan permohonan adalah dengan membaginya jadi 3 kategori: Wikipedia dan wiki skala besar, Wikipedia skala kecil dan menengah, dan situs web kerabat. Pengumuman ini adalah ringkasan dari proposal yang sudah kami terbitkan [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id|'''di Meta-wiki''']]. Kami mengharapkan masukan Anda perihal apakah ini akan berhasil atau ada cara lain yang lebih sesuai. Sesi diskusi akan dibuka selama dua minggu, serta Anda dapat menyampaikannya di Meta atau balas pengumuman ini. Untuk siklus tahun ini, [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Rencana_linimasa|kami berencana]] untuk mengumumkan masa pengiriman permohonan pada akhir Oktober atau awal November, serta proses pengelompokan akan selesai pada akhir November. Agar tidak mengganggu masa liburan akhir tahun, sesi pemungutan suara akan berlangsung selama awal hingga pertengahan Januari. Pada tahap ini dimaksudkan untuk langkah awal dalam mencoba proses yang baru, serta akan lebih banyak masukan selama ini berlangsung. Semoga kita sama-sama bisa menentukan dan menemukan proses yang sesuai untuk diterapkan pada tahun mendatang (dan seterusnya). Salam, [[meta:User:SPerry-WMF|SPerry-WMF]], 27 Agustus 2026 16.28 (UTC) (<small>''via'' [[Pengguna:BAPerdana-WMF|BAPerdana-WMF]] ([[Pembicaraan Pengguna:BAPerdana-WMF|bicara]]) 27 Agustus 2026 16.28 (UTC)</small>) == Wiki Anda akan segera menjadi mode hanya baca == <section begin="server-switch"/><div class="plainlinks"> [[:m:Special:MyLanguage/Tech/Server switch|Baca pesan ini dalam bahasa lain]] • [https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Special:Translate&group=page-Tech%2FServer+switch&language=&action=page&filter= {{int:please-translate}}] [[foundation:|Wikimedia Foundation]] akan menguji coba mengalihkan pusat data utama dan sekundernya. Hal ini akan memastikan bahwa Wikipedia dan wiki Wikimedia lainnya dapat tetap beroperasi bahkan selepas bencana. Semua lalu lintas akan beralih pada '''{{#time:j xg|2026-09-23|id}}'''. Uji coba akan dimulai pukul '''[https://zonestamp.toolforge.org/{{#time:U|2026-09-23T14:00|en}} {{#time:H:i e|2026-09-23T14:00}}]'''. Akan tetapi, karena adanya keterbatasan dalam perangkat lunak [[mw:Special:MyLanguage/Manual:What is MediaWiki?|MediaWiki]], semua aktivitas penyuntingan harus berhenti sementara ketika proses pengalihan ini kami lakukan. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan kami akan berupaya untuk meminimalkan hal serupa pada waktu yang akan datang. Sebuah papan pengumuman akan ditampilkan di semua wiki 30 menit sebelum pelaksanaan operasi ini. Papan pengumuman tersebut akan selalu terlihat hingga akhir pengerjaan. <span lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr">You can contribute to the [https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Special%3ATranslate&group=Centralnotice-tgroup-read_only_banner&task=view&language=&filter=&action=translate translation or proofreading] of this banner text.</span> '''Anda masih bisa membaca, tetapi tidak bisa menyunting, seluruh wiki dalam waktu terbatas.''' * Anda tidak dapat menyunting hingga satu jam pada hari {{#time:l j xg Y|2026-09-23|id}}. * Jika Anda mencoba menyunting atau menyimpan suntingan Anda pada waktu tersebut, akan muncul pesan galat. Kami berharap tidak ada suntingan yang hilang pada waktu-waktu tersebut, tetapi kami tidak dapat menjamin hal ini. Jika Anda mendapat pesan galat, mohon menunggu hingga semuanya kembali normal. Ketika uji coba telah selesai, Anda dapat menyimpan suntingan Anda. Namun, kami sangat menyarankan untuk membuat salinan suntingan Anda terlebih dahulu untuk berjaga-jaga. ''Pengaruh lainnya'': * Pekerjaan latar belakang akan menjadi lebih lambat dan beberapa pekerjaan mungkin akan diberhentikan. Pranala merah mungkin tidak dapat diperbarui secepat biasanya. Jika Anda membuat artikel yang telah terhubung dengan halaman lainnya, pranalanya akan tetap merah lebih lama daripada biasanya. Beberapa skrip yang berjalan lama terpaksa dihentikan. * Kami berharap penerapan kode akan terjadi seperti minggu-minggu lainnya. Namun, beberapa kasus pembekuan kode dapat terjadi secara cepat jika proses operasi membutuhkannya setelah itu. * [[mw:Special:MyLanguage/GitLab|GitLab]] akan tidak tersedia selama 90 menit. Proyek ini mungkin ditunda jika diperlukan. Anda dapat [[wikitech:Switch_Datacenter|membaca jadwalnya di wikitech.wikimedia.org]] Semua perubahan akan diumumkan dalam jadwal tersebut. '''Mohon sebarkan informasi ini kepada komunitas Anda.'''</div><section end="server-switch"/> [[m:user:Trizek (WMF)|Trizek (WMF)]] 15 September 2026 12.58 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Trizek (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Non-Technical_Village_Pumps_distribution_list&oldid=30513874 --> == Your feedback wanted: Remove ''(Language link added:) and similar'' edits from Special:RecentChanges == ''(Apologies for posting in English. You can help by translating it)'' Hello, I’m Danny from [[:en:w:Wikimedia_Deutschland|Wikimedia Deutschland’s]] [[m:Wikidata_For_Wikimedia_Projects|Wikidata For Wikimedia Projects]] team.<br/> We have been investigating and examining how Wikidata’s use in the [[Special:RecentChanges]] and [[Special:Watchlist]] pages can be made to be more useful, or less ‘noisy’ (fewer edits that have little value to the reader). We are currently exploring to make a change in the volume and the type of Wikidata edits that appear in these pages, and '''we need your feedback''' to help us ensure this is a positive change for the Wikis and won’t disrupt your workflows.<br/> Language links are also known as sitelinks or interlanguage links and describe when a Wikidata item is connected to a Wiki, adding it to the language dropdown tool for other connected Wikis. [[File:Types of Lang Link changes.png|x350px|frame|A variety of "Language Link" edits as seen in the Recent Changes feed]] The request for feedback is whether you support the removal of these language link edits from the Recent Changes and Watchlist feed, or would you oppose such a change and if so, why? Please share you thoughts on the dedicated '''[[m:Talk:Wikidata_For_Wikimedia_Projects/Clearer_Wikidata_Edit_Summaries/Hide_Language_Link_edits|metawiki Talk page]]'''. Further information about this change: [[m:Wikidata_For_Wikimedia_Projects/Clearer_Wikidata_Edit_Summaries/Hide_Language_Link_edits|m:Wikidata_For_Wikimedia_Projects/Hide_Language_Link_edits]] Thank you for any participation or feedback you give, -- [[m:User:Danny_Benjafield_(WMDE)|User:Danny Benjafield (WMDE)]] 25 September 2026 12.18 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Danny Benjafield (WMDE)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=User:Danny_Benjafield_(WMDE)/MassMessage_test_list&oldid=31080967 --> osd28wnah3ybjlwi0wvor5fk5pxdham Konstitusi Republik Indonesia Serikat 0 4141 319102 318987 2026-09-25T12:24:34Z ~2026-51696-74 27697 /* Pasal 2 */ 319102 wikitext text/x-wiki {{header | title = {{PAGENAME}} | author = | section = | previous = | next = | year = 1949 |portal = Konstitusi Republik Indonesia | wikipedia = | commons = | commonscat = | wikiquote = | wikinews = | wiktionary = | wikibooks = | wikiversity= | wikispecies= | meta = | notes = }} <center> '''KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA SERIKAT''' (Keputusan Pres. RIS 31 Djan. 1950 Nr. 48.(c) LN 50–3) (du. 6 Peb. ’50) MUKADDIMAH </center> Kami bangsa Indonesia semendjak berpuluh-puluh tahun lamanja bersatu-padu dalam perdjuangan-kemerdekaan, dengan senantiasa berhati-teguh berniat menduduki hak-hidup sebagai bangsa jang merdeka-berdaulat. Kini dengan berkat dan rahmat Tuhan telah sampai kepada tingkatan sedjarah jang berbahagia dan luhur. Maka demi ini kami menjusun kemerdekaan kami itu dalam suatu Piagam negara jang berbentuk republik-federasi, berdasarkan pengakuan ke-Tuhanan Jang Maha-Esa, peri-kemanusiaan, kebangsaan, kerakjatan dan keadilan sosial. Untuk mewudjudkan kebahagiaan kesedjahteraan perdamaian dan kemerdekaan dalam masjarakat dan negara-hukum Indonesia Merdeka jang berdaulat sempurna. ==BAB I== NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERIKAT ===Bagian 1=== Bentuk Negara dan Kedaulatan. ====Pasal 1==== # Republik Indonesia Serikat yang merdeka dan berdaulat adalah suatu negara-hukum yang demokrasi dan berbentuk federasi. # Kekuasaan berkedaulatan Republik Indonesia Serikat dilakukan oleh Pemerintah bersamasama dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat. ===Bagian 2=== Daerah Negara. ====Pasal 2==== Republik Indonesia Serikat meliputi seluruh daerah Indonesia, yaitu daerah bersama: <poem> a. ''Negara Republik Indonesia'', dengan daerah menurut status quo seperti tersebut dalam persetujuan Renville tanggal 17 Djanuari tahun 1948; ''Negara Indonesia Timur''; ''Negara Pasundan'', termasuk Distrik Federal Jakarta; ''Negara Djawa Timur''; ''Negara Madura''; ''Negara Sumatera Timur'', dengan pengertian, bahwa status quo Asahan Selatan dan Labuhan Batu berhubungan dengan Negara Sumatera Timur tetap berlaku; ''Negara Sumatera Selatan''; b. Satuan² kenegaraan jang tegak sendiri; ''Djawa Tengah''; ''Bangka''; ''Belitung''; ''Riau''; ''Kalimantan Barat (Daerah istimewah)''; ''Dayak Besar''; ''Daerah Bandjar''; ''Kalimantan Tenggara''; dan ''Kalimantan Timur''; </poem> a. dan b. ialah daerah bagian yang dengan kemerdekaan menentukan nasib sendiri bersatu dalam ikatan federasi Republik Indonesia Serikat, berdasarkan jang ditetapkan dalam Konstitusi ini dan lagi c. daerah Indonesia selebihnya yang bukan daerah²-bagian. ===Bagian 3=== Lambang dan Bahasa Negara. ====Pasal 3==== # Bendera kebangsaan Republik Indonesia Serikat jalah bendera Sang Merah Putih. # Lagu kebangsaan jalah lagu "Indonesia Raja". # Pemerintah menetapkan meterai dan lambang negara. ====Pasal 4==== Bahasa resmi Negara Republik Indonesia Serikat jalah Bahasa Indonesia. ===Bagian 4=== Kewarga-Negaraan dan Penduduk Negara ====Pasal 5==== # Kewarga-negaraan Republik Indonesia Serikat diatur oleh undang-undang federal. # Pewarga-negaraan (naturalisasi) dilakukan oleh atau dengan kuasa undang-undang federal.<br>Undang-undang federal mengatur akibat pewarga-negaraan terhadap isteri orang jang telah diwarga-negarakan dan anak²nja jang belum dewasa. ====Pasal 6==== Penduduk Negara jalah mereka jang diam di Indonesia menurut aturan² jang ditetapkan dengan undang-undang federal. ===Bagian 5=== Hak dan Kebebasan Dasar Manusia ====Pasal 7==== # Setiap orang diakui sebagai manusia pribadi terhadap Undang-undang. #Segala orang berhak menuntut perlakuan dan perlindungan jang sama oleh Undang-undang. #Segala orang berhak menuntut perlindungan jang sama terhadap tiap pembelakangan dan terhadap tiap2 penghasutan untuk melakukan pembelakangan demikian. #Setiap orang berhak mendapat bantuan-hukum jang sungguh dari hakim2 jang ditentukan untuk itu, melawan perbuatan2 jang berlawanan dengan hak2 dasar jang diperkenankan kepadanja menurut hukum. ====Pasal 8==== Sekalian orang jang ada didaerah Negara sama berhak menuntut perlindungan untuk diri dan harta-bendanja. ====Pasal 9==== # Setiap orang berhak dengan bebas bergerak dan tinggal dalam perbatasan Negara. #Setiap orang berhak meninggalkan negeri dan–djika ia warga-negara atau penduduk–kembali kesitu. ====Pasal 10==== Tiada seorang pun boleh diperbudak, diperulur atau diperhamba. Perbudakan, perdagangan-budak dan perhambaan dan segala perbuatan berupa apapun jang tudjuannja kepada itu, terlarang. ====Pasal 11==== Tiada seorang djuapun akan disiksa ataupun diperlakukan atau dihukum setjara ganas, tidak mengenal perikemanusiaan atau menghina. ====Pasal 12==== Tiada seorang djuapun boleh ditangkap atau ditahan, selainnja atas perintah untuk itu oleh kekuasaan jang sah menurut aturan² undang-undang dalam hal² dan menurut tjara jang diterangkan dalamnja. ====Pasal 13==== #Setiap orang berhak, dalam persamaan jang sepenuhnja, mendapat perlakuan djudjur dalam perkaranja oleh hakim jang tak memihak, dalam hal menetapkan hak² dan kewadjiban²nja dan dalam hal menetapkan apakah suatu tuntutan hukuman jang dimadjukan terhadapnja beralasan atau tidak. #Bertentangan dengan kemauannja tiada seorang djuapun dapat dipisahkan dari pada hakim, jang diberikan kepadanja oleh aturan hukum jang berlaku. ====Pasal 14==== # Setiap orang jang dituntut karena disangka melakukan sesuatu peristiwa pidana berhak dianggap tak bersalah, sampai dibuktikan kesalahannja dalam suatu sidang pengadilan, menurut aturan2 hukum jang berlaku, dan ia dalam sidang itu diberikan segala djaminan jang telah ditentukan dan jang perlu untuk pembelaan. # Tiada seorang djuapun boleh dituntut untuk dihukum atau didjatuhkan hukuman, ketjuali karena suatu aturan hukum jang sudah ada dan berlaku terhadapnja. # Apabila ada perubahan dalam aturan hukum seperti tersebut dalam ajat diatas, maka dipakailah ketentuan jang lebih baik bagi sitersangka. ====Pasal 15==== # Tiada suatu pelanggaran kedjahatanpun boleh diantjamkan hukuman berupa rampasan semua barang kepunjaan jang bersalah. # Tidak suatu hukumanpun mengakibatkan kematian perdata atau kehilangan segala hak2 kewargaan. ====Pasal 16==== # Tempat kediaman siapapun tidak boleh diganggu-gugat. # Mengindjak suatu pekarangan tempat kediaman atau memasuki suatu rumah bertentangan dengan kehendak orang jang mendiaminja, hanja dibolehkan dalam hal2 jang ditetapkan dalam suatu aturan hukum jang berlaku baginja. ====Pasal 17==== Kemerdekaan dan rahasia dalam perhubungan surat-menjurat tidak boleh diganggu-gugat, selainnja dari pada atas perintah hakim atau kekuasaan lain jang telah disahkan untuk itu menurut peraturan2 undang-undang dalam hal2 jang diterangkan dalam peraturan itu. ====Pasal 18==== Setiap orang berhak atas kebebasan pikiran keinsjafan batin dan agama; hak ini meliputi pula kebebasan bertukar agama atau kejakinan, begitu pula kebebasan menganut agamanja atau kejakinannja, baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain, baik dimuka umum maupun dalam lingkungannja sendiri dengan djalan mengadjarkan, mengamalkan, beribadat, mentaati perintah dan aturan2 agama, serta dengan djalan mendidik anak2 dalam iman dan kejakinan orang tua mereka. ====Pasal 19==== Setiap orang berhak atas kebebasan mempunjai dan mengeluarkan pendapat. ====Pasal 20==== Hak penduduk atas kebebasan berkumpul dan berapat setjara damai diakui dan sekadar perlu didjamin dalam peraturan² undang-undang. ====Pasal 21==== # Setiap orang berhak dengan bebas memadjukan pengaduan kepada penguasa, baik dengan lisan ataupun dengan tertulis. # Setiap orang berhak memadjukan permohonan kepada penguasa jang sah. ====Pasal 22==== (1) Setiap warga-negara berhak turut serta dalam pemerintahan dengan langsung atau dengan perantaraan wakil² jang dipilih dengan bebas menurut tjara jang ditentukan oleh undang-undang. (2) Setiap warga-negara dapat diangkat dalam tiap² djabatan pemerintah. Orang asing boleh diangkat dalam djabatan² pemerintah menurut aturan² jang ditetapkan oleh undang-undang. ====Pasal 23==== Setiap warga-negara berhak dan berkewadjiban turut serta dengan sungguh dalam pertahanan kebangsaan. ====Pasal 24==== (1) Penguasa tidak akan mengikatkan keuntungan atau kerugian kepada termasuknja warganegara dalam sesuatu golongan rakjat. (2) Perbedaan dalam kebutuhan masjarakat dan kebutuhan hukum golongan rakjat akan diperhatikan. ====Pasal 25==== (1) Setiap orang berhak mempunjai milik, baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain. (2) Seorangpun tidak boleh dirampas miliknja dengan semena-mena. ====Pasal 26==== (1) Pentjabutan hak (onteigening) untuk kepentingan umum atas sesuatu benda atau hak tidak dibolehkan, ketjuali dengan mengganti kerugian dan menurut aturan2 undang-undang. (2) Apabila sesuatu benda harus dibinasakan untuk kepentingan umum, ataupun, baik untuk selama-lamanja maupun untuk beberapa lama, harus dirusakkan sampai tak terpakai lagi, oleh kekuasaan umum, maka hal itu dilakukan dengan mengganti kerugian dan menurut aturan2 undang-undang, ketjuali djika ditentukan jang sebaliknja oleh aturan2 itu. ====Pasal 27==== (1) Setiap warga-negara, dengan menurut sjarat2 kesanggupan, berhak atas pekerdjaan jang ada. Setiap orang berhak dengan bebas memilih pekerdjaan dan berhak pula atas sjarat2 perburuhan jang adil. (2) Setiap orang jang melakukan pekerdjaan dalam hal2 jang sama, berhak atas pengupahan adil jang mendjamin kehidupannja bersama dengan keluarganja, sepadan dengan martabat manusia. ====Pasal 28==== Setiap orang berhak mendirikan serikat-sekerdja dan masuk kedalamnja untuk memperlindungi kepentingannja. ====Pasal 29==== (1) Mengadjar adalah bebas, dengan tidak mengurangi pengawasan penguasa jang dilakukan terhadap itu menurut peraturan2 undang-undang. (2) Memilih pengadjaran jang akan diikuti, adalah bebas. ====Pasal 30==== Kebebasan melakukan pekerdjaan sosial dan amal, mendirikan organisasi2 untuk itu, dan djuga untuk pengadjaran partikulir, dan mentjari dan mempunjai harta untuk maksud2 itu, diakui. ====Pasal 31==== Setiap orang jang ada didaerah Negara harus patuh kepada Undang-undang, termasuk aturan2 hukum jang tak tertulis, dan kepada penguasa2 jang sah dan jang bertindak sah. ====Pasal 32==== (1) Peraturan2 undang-undang tentang melakukan hak2 dan kebebasan2 jang diterangkan dalam bagian ini, djika perlu, akan menetapkan batas2 hak2 dan kebebasan2 itu, akan tetapi hanjalah semata-mata untuk mendjamin pengakuan dan pernghormatan jang tak boleh tiada terhadap hak2 serta kebebasan2 orang lain, dan untuk memenuhi sjarat2 jang adil untuk ketenteraman kesusilaan dan kesedjahteraan umum dalam suatu persekutuan jang demokrasi. (2) Djika perlu, undang-undang federal menentukan pedoman dalam hal itu bagi undang-undang daerah2-bagian. ====Pasal 33==== Tiada suatu ketentuanpun dalam bagian ini boleh ditafsirkan dengan pengertian, sehingga sesuatu penguasa, golongan atau orang dapat memetik hak dari padanja untuk mengusahakan sesuatu apa atau melakukan perbuatan berupa apapun jang bermaksud menghapuskan sesuatu hak atau kebebasan jang diterangkan dalamnja. ===Bagian 6=== Asas2 Dasar ====Pasal 34==== Kemauan Rakjat adalah dasar kekuasaan penguasa; kemauan itu dinjatakan dalam pemilihan berkala jang djudjur dan jang dilakukan menurut hak-pilih jang sedapat mungkin bersifat umum dan berkesamaan, serta dengan pemungutan suara jang rahasia ataupun menurut tjara jang djuga mendjamin kebebasan mengeluarkan suara. ====Pasal 35==== Penguasa sesanggupnja memadjukan kepastian dan djaminan sosial, teristimewa pemastian dan keadaan2 perburuhan sjarat2 pendjaminan perburuhan dan jang baik, pentjegahan dan pemberantasan pengangguran serta penjelenggaraan persediaan untuk hari-tua dan pemeliharaan djanda2 dan anak2 jatim-piatu. ====Pasal 36==== (1) Meninggikan kemakmuran rakjat adalah suatu hal jang terus-menerus diselenggarakan oleh penguasa, dengan kewadjibannja senantiasa mendjamin bagi setiap orang deradjat hidup jang sesuai dengan martabat manusia untuk dirinja serta keluarganja. (2) Dengan tidak mengurangi pembatasan jang ditentukan untuk kepentingan umum dengan peraturan2 undang-undang, maka kepada sekalian orang diberikan kesempatan menurut sifat, bakat dan ketjakapan masing2 untuk turut serta dalam perkembangan sumber2 kemakmuran negeri. ====Pasal 37==== Keluarga berhak atas perlindungan oleh masjarakat dan Negara. ====Pasal 38==== Penguasa melindungi kebebasan mengusahakan kebudajaan serta kesenian dan ilmu-pengetahuan. Dengan mendjundjung asas ini maka penguasa memadjukan sekuat tenaganja perkembangan kebangsaan dalam kebudajaan serta kesenian dan ilmu-pengetahuan. ====Pasal 39==== (1) Penguasa wadjib memadjukan sedapat-dapatnja perkembangan rakjat baik rohani maupun djasmani, dan dalam hal ini teristimewa berusaha selekas-lekasnja menghapuskan buta-huruf. (2) Dimana perlu, penguasa memenuhi kebutuhan akan pengadjaran umum jang diberikan atas dasar memperdalam keinsjafan kebangsaan, mempererat persatuan Indonesia, membangun dan memperdalam perasaan peri-kemanusiaan, kesabaran dan penghormatan jang sama terhadap kejakinan agama setiap orang dengan memberikan kesempatan dalam djampeladjaran untuk mengadjarkan peladjaran agama sesuai dengan keinginan orang-tua murid2. (3) Murid2 sekolah partikulir memenuhi sjarat2 kebaikan2 menurut undang-undang bagi pengadjaran umum, haknja sama dengan hak murid2 sekolah umum. (4) Terhadap pengadjaran rendah, maka penguasa berusaha melaksanakan dengan lekas kewadjiban beladjar jang umum. ====Pasal 40==== Penguasa senantiasa berusaha dengan sungguh2 memadjukan kebersihan umum dan kesehatan rakjat. ====Pasal 41==== (1) Penguasa memberi perlindungan jang sama kepada segala perkumpulan dan persekutuan agama jang diakui. (2) Penguasa mengawasi supaja segala persekutuan dan perkumpulan agama patuh-taat kepada Undang-undang, termasuk aturan2 hukum jang tak tertulis. ==BAB II== REPUBLIK INDONESIA SERIKAT DAN DAERAH²-BAGIAN ===Bagian 1=== Daerah²-Bagian <center>Babakan 1 Ketentuan umum</center> ====Pasal 42==== Sambil menunggu penjelesaian susunan Republik Indonesia Serikat sebagai federasi antara negara²-bagian jang saling sama-martabat dan saling sama-hak, maka daerah2 bagian jang tersebut dalam pasal 2 adalah saling sama-hak. ====Pasal 43==== Dalam penjelesaian susunan federasi Republik Indonesia Serikat maka berlakulah asas-pedoman, bahwa kehendak Rakjatlah didaerah-daerah bersangkutan jang dinjatakan dengan merdeka menurut djalan demokrasi, memutuskan status jang kesudahannja akan diduduki oleh daerah² bahwa kehendak merdeka tersebut dalam federasi. ====Pasal 44==== Perubahan daerah sesuatu daerah-bagian, begitu pula masuk kedalam atau menggabungkan diri kepada suatu daerah-bagian jang telah ada, hanja boleh dilakukan oleh sesuatu daerah sungguhpun sendiri bukan daerah-bagian–menurut aturan2 jang ditetapkan dengan undang-undang federal, dengan mendjundjung asas seperti tersebut dalam pasal 43, dan sekadar hal itu mengenai masuk atau menggabungkan diri, dengan persetudjuan daerah-bagian jang bersangkutan. ====Pasal 45==== Tataan dan tjara mendjalankan pemerintahan daerah2-bagian haruslah menurut tjara demokrasi, sesuai dengan asas² jang termaktub dalam Konstitusi ini. <center>Babakan 2 Negara².</center> ====Pasal 46==== (1) Negara² jang baru dibentuk membutuhkan pengakuan undang-undang federal. (2) Undang-undang federal tidak memberikan status negara kepada daerah² jang dipandang tidak akan sanggup melaksanakan dan memenuhi hak², kekuasaan² dan kewadjiban² suatu negara. ====Pasal 47==== Peraturan² ketatanegaraan negara² haruslah mendjamin hak atas kehidupan-rakjat sendiri kepada pelbagai persekutuan-rakjat didalam lingkungan daerah mereka itu dan harus pula mengadakan kemungkinan untuk mewudjudkan hal itu setjara kenegaraan dengan aturan² tentang penjusunan persekutuan itu setjara demokrasi dalam daerah² otonomi. ====Pasal 48==== (1) Peraturan² ketatanegaraan negara² tidak akan memuat ketentuan jang seluruhnja atau sebagian berlawanan dengan Konstitusi ini. (2) Peraturan² ketatanegaraan tersebut atau perubahan² dalamnja baru mulai berlaku sesudah ditimbang oleh Pemerintah federal. Untuk maksud itu maka peraturan² tersebut sesudah selesai dibuat, dengan selekas-lekasnja dikirimkan oleh Pemerintah negara kepada Pemerintah federal. (3) Sekiranja menurut timbangan Pemerintah federal ada sesuatu jang berlawanan sebagai dimaksud dalam ajat (1), maka dalam dua bulan sesudah menerima surat² itu Pemerintah federal menjampaikan hal itu kepada Pemerintah negara dan mengundangnja supaja bertindak membuat perubahan. (4) Apabila Pemerintah negara tetap melalaikan menurut petundjuk² jang dimaksud dalam ajat diatas seluruh atau sebagiannja, ataupun apabila Pemerintah negara berpendapat bahwa pentundjuk² itu tak tepat diberikan, maka baik Pemerintah federal maupun Pemerintah negara boleh meminta keputusan tentang itu kepada Mahkamah Agung Indonesia dan keputusan ini bersifat mengikat. (5) Apabila Pemerintah federal memberitahukan kepada Pemerintah negara dalam waktu jang tersebut dalam ajat (3), bahwa peraturan ketatanegaraan atau perubahan dalamnja jang dipertimbangkan kepadanja mendapat persetudjuannja, ataupun dalam waktu tersebut tidak memaklumkan timbangan apa², maka peraturan ketatanegaraan itu dipandang telah mendapat pengakuan Pemerintah federal sebagai peraturan ketatanegaraan negara itu jang sah, ataupun perubahan tersebut dianggap telah diakuinja sebagai termasuk ketatanegaraan Negara itu jang sah dan dalam hal demikian maka peraturan ketatanegaraan itu lalu didjaminnja; ketentuan ini tidak mengurangi jang ditentukan dalam Bab IV, Bagian III. <center>Babakan 3 Satuan2 kenegaraan jang tegak sendiri jang bukan negara.</center> ====Pasal 49==== Kedudukan dalam federasi bagi satuan² kenegaraan jang tegak sendiri dan jang bukan berstatus negara, diatur dengan undang-undang federal. <center>Babakan 4 Daerah2 jang bukan daerah-bagian dan distrik federal Djakarta.</center> ====Pasal 50==== (1) Pemerintahan atas daerah² jang diluar lingkungan daerah sesuatu daerah-bagian, dan atas distrik federal Djakarta dilakukan oleh alat²-perlengkapan Republik Indonesia Serikat menurut aturan2 jang akan ditetapkan dengan undang-undang federal. (2) Daerah²-bagian jang masuk bilangan untuk itu, boleh disertakan dalam pemerintahan itu dengan persetudjuan pemerintahnja. ===Bagian 2=== Pembagian Penjelenggaraan-Pemerintahan Antara Republik Indonesia Serikat Dengan Daerah2-Bagian. <center>Babakan 1 Pembagian penjelenggaraan-pemerintahan.</center> ====Pasal 51==== (1) Penjelenggaraan-pemerintahan tentang pokok² jang terdaftar dalam lampiran Konstitusi ini dibebankan semata-mata kepada Republik Indonesia Serikat. (2) Daftar lampiran penjelenggaraan-pemerintahan jang tersebut dalam ajat (1) diubah, baik atas permintaan daerah²-bagian bersama-sama ataupun atas inisiatip Pemerintah federal sesudah mendapat persesuaian dengan daerah2-bagian bersama-sama, menurut atjara jang ditetapkan dengan undang-undang federal. (3) Perundang-undangan federal selandjutnja akan mengambil segala tindakan jang perlu untuk mengurus penjelenggaraan-pemerintahan jang dibebankan kepada federasi dengan semestinja. (4) Segala penjelenggaraan-pemerintahan jang tidak masuk dalam penetapan pada ajat² diatas adalah kekuasaan daerah²-bagian semata-mata. ====Pasal 52==== (1) Daerah-bagian berhak mendapat bagian jang sebesar-besarnja dalam melaksanakan penjelenggaraan-pemerintahan federal oleh perlengkapan daerah-bagian itu sendiri. Untuk itu maka Republik Indonesia Serikat sedapat-dapatnja meminta bantuan daerah²-bagian. (2) Apabila Republik Indonesia Serikat menuntut bantuan daerah-bagian untuk melaksanakan peraturan² federal, maka daerah-bagian wadjib memberikan bantuan itu. (3) Daerah2-bagian melaksanakan pemerintahan ikut-serta jang ditetapkan dalam pasal ini sesuai dengan pendapat lebih tinggi alat²-perlengkapan federal jang bersangkutan. ====Pasal 53==== Dalam menjelenggarakan tugas-pemerintahannja daerah2-bagian dapat bekerdja bersama menurut aturan2 umum jang ditetapkan undang-undang federal; aturan² itu menentukan pula tjampurtangan Republik Indonesia Serikat jang boleh djadi dilakukan dalam hal itu. ====Pasal 54==== (1) Penjelenggaraan seluruh atau sebagian tugas-pemerintahan suatu daerah-bagian oleh Republik Indonesia Serikat atau dengan kerdja-sama antara alat²-perlengkapan Republik Indonesia Serikat dan alat²-perlengkapan daerah-bagian jang bersangkutan, hanjalah dapat dilaksanakan atas permintaan daerah-bagian jang bersangkutan itu. Bantuan Republik Indonesia Serikat itu sedapat mungkin terbatas pada tugas pemerintahan jang melampaui tenaga daerah-bagian itu. (2) Untuk memulai dan menjelenggarakan tugas-pemerintahan sesuatu daerah-bagian dengan tiada permintaan jang bermaksud demikian, Republik Indonesia Serikat hanja berkuasa dalam hal² jang akan ditentukan oleh Pemerintah federal dengan persesuaian Senat dan Dewan Perwakilan Rakjat, jakni apabila daerah-bagian itu sangat melalaikan tugasnja, dan menurut aturan² jang ditetapkan dengan undang-undang federal. <center>Babakan 2 Perhubungan keuangan.</center> ====Pasal 55==== (1) Undang-undang federal menentukan pendapatan2 jang, sebagai pendapatan federasi sendiri, masuk perbendaharaan Republik Indonesia Serikat; sekalian pendapatan jang lain, sekadar menurut hukum tidak mendjadi bagian persekutuan-hukum bawahan, masuk semata-mata untuk kegunaan perbendaharaan daerah-bagian, sebagai pendapatan sendiri bagi daerah2 itu. (2) Pada pembagian pendapatan2 jang dimaksud ajat diatas diusahakan mentjapai perimbangan, sehingga baik Republik Indonesia Serikat maupun daerah2-bagian berdaja membajar segala pembajaran jang bersangkutan dengan penjelenggaraan-pemerintahannja, dari pendapatan2 sendiri. (3) Dengan tidak mengurangi dasar seperti tersebut dalam ajat jang lalu maka pembagian pendapatan2 seboleh-bolehnja disesuaikan dengan pembagian penjelenggaraan-pemerintahan seperti ditentukan dalam babakan diatas. (4) Oleh undang-undang federal dapat ditentukan bahwa atas padjak2 daerah2-bagian dipungut ''opcenten'' untuk keperluan federasi. ====Pasal 56==== (1) Menurut aturan² jang ditetapkan dengan undang-undang federal kekurangan uang pada dinas biasa dalam anggaran daerah²-bagian ditutup dengan bantuan-biaja dari kas perbendaharaan Republik Indonesia Serikat. (2) Kekurangan uang pada dinas luar biasa boleh ditutup dengan bantuan-biaja jang sedemikian. ====Pasal 57==== (1) Pindjaman uang diluar negeri dilaksanakan hanja semata-mata oleh Republik Indonesia Serikat. (2) Atas permintaan daerah-bagian, Republik Indonesia Serikat boleh melaksanakan pindjaman uang diluar negeri untuk keperluan daerah-bagian itu. (3) Untuk melaksanakan pindjaman uang dalam negeri, daerah²-bagian membutuhkan pensahan lebih dahulu dari Republik Indonesia Serikat. ====Pasal 58==== (1) Anggaran daerah²-bagian jang kekurangannja ditutup dengan memberatkan kasperbendaharaan federal atau dengan djalan pindjaman, membutuhkan pensahan Pemerintah federal. (2) Dalam hal² jang ditundjuk oleh undang-undang federal dan menurut aturan2 undang-undang itu, pensahan jang dimaksud dalam ajat tadi dapat disangkutkan kepada mengadakan perubahan² dalam anggaran jang bersangkutan itu menurut petundjuk² jang dianggap perlu oleh Pemerintah federal sepakat dengan Senat. ====Pasal 59==== (1) Anggaran faedah²-bagian selain dari pada jang tersebut dalam pasal 58 tidaklah ditjampuri oleh Republik Indonesia Serikat. (2) Akan tetapi djikalau ternjata kekatjauan dalam kebidjaksanaan-keuangan maka Pemerintah federal sepakat dengan Senat boleh menghendaki supaja daerah-bagian jang bersangkutan mengadakan perubahan tertentu dalam anggarannja. (3) Undang-undang federal menetapkan apa jang dimaksud dengan perkataan kekatjauan dalam kebidjaksanaan-keuangan, dan membuat aturan² untuk melaksanakan kekuasaan seperti tersebut dalam ajat diatas, serta mengatur akibatnja berhubungan dengan pertangguhan jang mungkin terdjadi dalam melaksanakan bagian² jang bersangkutan dalam anggaran itu. ====Pasal 60==== (1) Apa jang ditetapkan dalam pasal 56 sampai dengan pasal 59 tidak boleh dilaksanakan setjara apapun, sehingga oleh karena itu terdjadi peristiwa-perubahan dalam pembagian penjelenggaraan-pemerintahan dan dalam perhubungan keuangan antara Republik Indonesia Serikat dan daerah²-bagian seperti diterangkan dalam bagian ini. (2) Teristimewa tidaklah akan dihubungkan sjarat² jang menudju kearah itu kepada pemberian bantuan oleh Republik Indonesia Serikat kepada daerah²-bagian, dan djuga tidak kepada pensahan pindjaman uang atau kepada pensahan anggaran. ====Pasal 61==== Undang-undang federal jang selandjutnja memuat aturan² tentang perhubungan keuangan antara Republik Indonesia Serikat dengan daerah²-bagian, dimana mungkin akan menentukan lagi djaminan² lain, sehingga Republik Indonesia Serikat dan daerah²-bagian saling mendjundjung tinggi sepenuh-penuhnja segala hak dan kekuasaannja. <center>Babakan 3 Hak² dan kewadjiban².</center> ====Pasal 62==== Segala milik harta-benda, piutang dan hak² lain jang diterima dari Indonesia pada pemulihan kedaulatan mendjadilah hak-milik Republik Indonesia Serikat dan daerah²-bagian, jaitu sekadar bergantung kepada penjelenggaraan-pemerintahan jang mendjadi beban Republik Indonesia Serikat ataupun beban daerah²-bagian. ====Pasal 63==== Segala kewadjiban jang diterima dari Indonesia pada pemulihan kedaulatan adalah kewadjiban Republik Indonesia Serikat. ===Bagian 3=== Daerah² Swapradja.</center> ====Pasal 64==== Daerah² Swapradja jang sudah ada, diakui. ====Pasal 65==== Mengatur kedudukan daerah² Swapradja masuk dalam tugas dan kekuasaan daerah²-bagian jang bersangkutan dengan pengertian, bahwa mengatur itu dilakukan dengan kontrak jang diadakan antara daerah-bagian dan daerah² Swapradja bersangkutan dan bahwa dalam kontrak itu kedudukan istimewa Swapradja akan diperhatikan dan bahwa tiada suatupun dari daerah² Swapradja jang sudah ada, dapat dihapuskan atau diperketjil bertentangan dengan kehendaknja, ketjuali untuk kepentingan umum dan sesudah undang-undang federal jang menjatakan, bahwa, kepentingan umum menuntut penghapusan atau pengetjilan itu, memberi kuasa untuk itu kepada pemerintah daerah-bagian bersangkutan. ====Pasal 66==== Sambil menunggu peraturan² sebagai dimaksud dalam pasal jang lalu dibuat, maka peraturan² jang sudah ada tetap berlaku, dengan pengertian, bahwa pendjabat² Indonesia dahulu jang tersebut dalamnja diganti dengan pendjabat² jang demikian pada daerah-bagian bersangkutan. ====Pasal 67==== Perselisihan² antara daerah²-bagian dan daerah² Swapradja bersangkutan tentang peraturan² sebagai dimaksud dalam pasal 65 dan tentang mendjalankannja, diputuskan oleh Mahkamah Agung Indonesia baik pada tingkat jang pertama dan jang tertinggi djuga, ataupun pada tingkat apel. ==BAB III== PERLENGKAPAN REPUBLIK INDONESIA SERIKAT<br><br> Ketentuan Umum<br> Alat²-perlengkapan federal Republik Indonesia Serikat jalah:<br> a. Presiden;<br> b. Menteri²;<br> c. Senat;<br> d. Dewan Perwakilan Rakjat;<br> e. Mahkamah Agung Indonesia;<br> f. Dewan Pengawas Keuangan. ===Bagian 1=== Pemerintah ====Pasal 68==== (1) Presiden dan Menteri2 bersama-sama merupakan Pemerintah. (2) Dimana-mana dalam Konstitusi ini disebut Pemerintah, maka jang dimaksud jalah Presiden dengan seorang atau beberapa atau para menteri, jakni menurut tanggung-djawab chusus atau tanggung-djawab umum mereka itu. (3) Pemerintah berkedudukan diibu-kota Djakarta, ketjuali djika dalam hal darurat Pemerintah menentukan tempat jang lain. ====Pasal 69==== (1) Presiden jalah Kepala Negara. (2) Beliau dipilih oleh orang2 jang dikuasakan oleh pemerintah daerah2-bagian jang tersebut dalam pasal 2. Dalam memilih Presiden, orang2 jang dikuasakan itu berusaha mentjapai kata-sepakat. (3) Presiden harus orang Indonesia jang telah berusia 30 tahun; Beliau tidak boleh orang jang tidak diperkenankan serta dalam atau mendjalankan hak-pilih ataupun orang jang telah ditjabut haknja untuk dipilih. ====Pasal 70==== Presiden berkedudukan ditempat-kedudukan Pemerintah. ====Pasal 71==== Presiden sebelum memangku djabatan, mengangkat sumpah (keterangan dan djandji) menurut tjara agamanja dihadapan orang2 jang dikuasakan oleh daerah2-bagian sebagai tersebut dalam Pasal 69 dan jang untuk itu bersidang dalam rapat umum, sebagai berikut: "Saja bersumpah (menerangkan) bahwa saja, untuk dipilih mendjadi Presiden Republik Indonesia Serikat, langsung ataupun tak langsung, dengan nama atau dengan dalih apapun, tiada memberikan atau mendjandjikan ataupun akan memberikan sesuatu kepada siapapun djuga. Saja bersumpah (berdjandji) bahwa saja, untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu dalam djabatan ini, tiada sekali-kali akan menerima dari siapapun djuga, langsung ataupun tak langsung, sesuatu djandji atau pemberian. Saja bersumpah (berdjandji) bahwa saja sekuat tenaga akan memadjukan kesedjahteraan Republik Indonesia Serikat dan bahwa saja akan melindungi dan mempertahankan kebebasan2 dan hak2 umum dan chusus sekalian penghuni Negara. Saja bersumpah (berdjandji) setia kepada Konstitusi dan lagi bahwa saja akan memelihara dan menjuruh memelihara segala peraturan jang berlaku bagi Republik Indonesia Serikat, bahwa saja akan mengabdi dengan setia kepada Nusa dan Bangsa dan Negara dan bahwa saja dengan setia akan memenuhi segala kewadjiban jang ditanggungkan kepada saja oleh djabatan Presiden Republik Indonesia Serikat, sebagai sepantasnja bagi kepala negara jang baik." ====Pasal 72==== (1) Djika perlu karena Presiden berhalangan, maka Beliau memerintahkan Perdana-Menteri mendjalankan pekerdjaan djabatannja sehari-hari. (2) Undang-undang federal mengatur pemilihan Presiden baru untuk hal, apabila Presiden tetap berhalangan, berpulang atau meletakkan djabatannja. ====Pasal 73==== Jang dapat diangkat mendjadi Menteri jalah orang jang telah berusia 25 tahun dan jang bukan orang jang tidak diperkenankan serta dalam atau mendjalankan hak-pilih ataupun orang jang telah ditjabut haknja untuk dipilih. ====Pasal 74==== (1) Presiden sepakat dengan orang2 jang dikuasakan oleh daerah2-bagian sebagai tersebut dalam Pasal 69, menundjuk tiga pembentuk Kabinet. (2) Sesuai dengan andjuran ketiga pembentuk Kabinet itu, Presiden mengangkat seorang dari padanja mendjadi Perdana-Menteri dan mengangkat Menteri2 jang lain. (3) Sesuai dengan andjuran ketiga pembentuk itu djuga, Presiden menetapkan siapa2 dari Menteri2 itu diwadjibkan memimpin departemen masing2. Boleh pula diangkat Menteri2 jang tidak memangku sesuatu departemen. (4) Keputusan2 Presiden jang memuat pengangkatan jang diterangkan dalam ajat (2) dan (3) pasal ini serta ditanda-tangani oleh ketiga pembentuk Kabinet. (5) Pengangkatan atau penghentian antara-waktu Menteri2 dilakukan dengan keputusan Pemerintah. ====Pasal 75==== (1) Menteri2 jang diwadjibkan memimpin departemen Pertahanan, Urusan Luar-Negeri, Urusan Dalam-Negeri, Keuangan dan Urusan Ekonomi, dan djuga Perdana-Menteri, sungguhpun ia tidak diwadjibkan memimpin salah satu departemen tersebut, berkedudukan chusus seperti diterangkan dibawah ini. (2) Menteri2-pembentuk biasanja masing2 memimpin salah satu dari departemen2 tersebut dalam ajat jang lalu. (3) Dalam hal2 jang memerlukan tindakan dengan segera dan dalam hal2 darurat, maka para menteri jang berkedudukan chusus bersama-sama berkuasa mengambil keputusan2 jang dalam hal itu dengan kekuatan jang sama, menggantikan keputusan2 Dewan Menteri jang lengkap. Dalam mengambil keputusan, Menteri2 itu berusaha mentjapai kata-sepakat. (4) Dalam memusjawaratkan dan memutuskan sesuatu hal jang langsung mengenai sesuatu pokok jang masuk dalam tugas suatu departemen jang lain dari pada jang tersebut dalam ajat (1), Menteri Kepala Departemen itu turut serta. ====Pasal 76==== (1) Untuk merundingkan bersama-sama kepentingan2 umum Republik Indonesia Serikat, Menteri2 bersidang dalam Dewan Menteri jang diketuai oleh Perdana-Menteri atau dalam hal Perdana-Menteri berhalangan, oleh salah seorang Menteri berkedudukan chusus. (2) Dewan Menteri senantiasa memberitahukan segala urusan jang penting kepada Presiden. Masing2 Menteri berkewadjiban sama berhubung dengan urusan2 jang chusus masuk tugasnja. ====Pasal 77==== Sebelum memangku djabatannja, Menteri2 mengangkat sumpah (keterangan dan djandji) dihadapan Presiden menurut tjara agamanja, sebagai berikut: "Saja bersumpah (menerangkan) bahwa saja, untuk diangkat mendjadi Menteri, langsung ataupun tak langsung, dengan nama atau dalih apapun, tiada memberikan atau mendjandjikan ataupun akan memberikan sesuatu kepada siapapun djuga. Saja bersumpah (berdjandji) bahwa saja, untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu dalam djabatan ini, tiada sekali-kali menerima dari siapapun djuga, langsung ataupun tak langsung sesuatu djandji atau pemberian. Saja bersumpah (berdjandji) setia kepada Konstitusi, bahwa saja akan memelihara segala peraturan jang berlaku bagi Republik Indonesia Serikat, bahwa saja akan mengabdi dengan setia kepada Nusa dan Bangsa dan Negara dan bahwa saja akan memenuhi dengan setia segala kewadjiban jang ditanggungkan kepada saja oleh djabatan Menteri." ====Pasal 78==== Gadji Presiden dan gadji Menteri2, begitu pula ganti-rugi untuk biaja perdjalanan dan biaja penginapan dan, djika ada, ganti-rugi jang lain2, diatur dengan undang-undang federal. ====Pasal 79==== (1) Djabatan Presiden dan Menteri tidak boleh dipangku bersama-sama dengan mendjalankan djabatan umum apapun didalam dan diluar Republik Indonesia Serikat. (2) Presiden dan Menteri2 tidak boleh, langsung atau tak langsung, turut serta dalam ataupun mendjadi penanggung untuk sesuatu badan perusahaan jang berdasarkan perdjandjian untuk memperoleh laba atau untung jang diadakan dengan Republik Indonesia Serikat atau dengan sesuatu bagian dari Indonesia. (3) Mereka tidak boleh mempunjai piutang atas tanggungan Republik Indonesia Serikat, ketjuali surat2-utang umum. (4) Jang ditetapkan dalam ajat (2) dan (3) pasal ini tetap berlaku atas mereka selama tiga tahun sesudah mereka meletakkan djabatannja. ===Bagian 2=== Senat ====Pasal 80==== (1) Senat mewakili daerah2-bagian. (2) Setiap daerah-bagian mempunjai dua anggota dalam Senat. (3) Setiap anggota Senat mengeluarkan satu suara dalam Senat. ====Pasal 81==== (1) Anggota2 Senat ditundjuk oleh pemerintah daerah2-bagian, dari daftar jang disampaikan oleh masing2 perwakilan rakjat dan jang memuat tiga tjalon untuk tiap2 kursi. (2) Apabila dibutuhkan tjalon untuk dua kursi, maka pemerintah bersangkutan bebas untuk menggunakan sebagai satu, daftar2 jang disampaikan oleh perwakilan rakjat untuk pilihan kembar itu. (3) Dalam pada itu daerah2-bagian sendiri mengadakan peraturan2 jang perlu untuk menundjuk anggota2 dalam Senat. ====Pasal 82==== Jang boleh mendjadi anggota Senat jalah warga-negara jang telah berusia 30 tahun dan jang bukan orang jang tidak diperkenankan serta dalam atau mendjalankan hak-pilih ataupun jang haknja untuk dipilih telah ditjabut. ====Pasal 83==== Anggota2 Senat sebelum memangku djabatannja, mengangkat sumpah (keterangan dan djandji) dihadapan Presiden atau Ketua Senat jang dikuasakan untuk itu oleh Presiden, menurut tjara agamanja, sebagai berikut: "Saja bersumpah (menerangkan) bahwa saja untuk ditundjuk mendjadi anggota Senat, langsung ataupun tak langsung, dengan nama atau dalih apapun, tiada memberikan atau mendjandjikan ataupun akan memberikan sesuatu kepada siapapun djuga. Saja bersumpah (berdjandji) bahwa saja, untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu dalam djabatan ini tiada sekali-kali menerima, langsung ataupun tak langsung, dari siapapun djuga sesuatu djandji atau pemberian. Saja bersumpah (berdjandji) bahwa saja senantiasa akan membantu memelihara Konstitusi dan segala peraturan jang lain jang berlaku bagi Negara, bahwa saja akan mengabdi sekuat tenaga kepada kesedjahteraan Republik Indonesia Serikat dan bahwa saja akan mengabdi dengan setia kepada Nusa dan Bangsa dan Negara." ====Pasal 84==== Anggota2 Senat senantiasa boleh meletakkan djabatannja. Mereka memberitahukan hal itu dengan surat kepada Ketua. ====Pasal 85==== (1) Presiden mengangkat Ketua Senat dari andjuran jang dimadjukan oleh Senat dan jang memuat sekurang-kurangnja dua orang, baik dari antaranja sendiri maupun tidak. (2) Ketua harus memenuhi sjarat2 jang termaktub dalam pasal 82. (3) Ketua bukan anggota dan mempunjai suara penasehat. Ialah jang memanggil Senat. (4) Apabila salah seorang anggota telah diangkat mendjadi Ketua, maka pemerintah daerahbagian jang bersangkutan menundjuk orang lain mendjadi anggota sebagai penggantinja. (5) Senat menundjuk dari antaranja seorang Wakil-Ketua jang tetap mempunjai keanggotaan dan hak-suara. (6) Dalam hal Ketua dan Wakil-Ketua berhalangan atau tidak ada, maka rapat diketuai untuk sementara oleh anggota jang tertua usianjaª anggota ini tetap mempunjai keanggotaan dan hak-suara. ====Pasal 86==== Sebelum memangku djabatannja, Ketua Senat mengangkat sumpah (keterangan dan djandji) dihadapan Presiden menurut tjara agamanja, sebagai berikut: "Saja bersumpah (menerangkan) bahwa saja, untuk diangkat mendjadi Ketua Senat, langsung ataupun tak langsung, dengan nama atau dalih apapun, tiada memberikan atau mendjandjikan ataupun akan memberikan sesuatu kepada siapapun djuga. Saja bersumpah (berdjandji) bahwa saja, untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu dalam djabatan ini, tiada sekali-kali akan menerima, langsung ataupun tak langsung, dari siapapun djuga sesuatu djandji atau pemberian. Saja bersumpah (berdjandji) bahwa saja senantiasa akan membantu memelihara Konstitusi dan segala peraturan jang lain jang berlaku bagi Negara, bahwa saja akan mengabdi sekuat tenaga kepada kesedjahteraan Republik Indonesia Serikat dan bahwa saja akan mengabdi dengan setia kepada Nusa dan Bangsa dan Negara." ====Pasal 87==== Senat mengadakan rapat2nja di Djakarta ketjuali djika dalam hal2 darurat Pemerintah menentukan tempat jang lain. ====Pasal 88==== (1) Rapat2 jang mengenai pokok2 sebagai dimaksud dalam pasal 127 sub a dan pasal 168 harus terbuka bagi umum, ketjuali djika Ketua menimbang perlu ataupun sekurang-kurangnja lima anggota menuntut, supaja pintu ditutup bagi umum. (2) Sesudah pintu ditutup, rapat memutuskan apakah permusjawaratan dilakukan dengan pintu tertutup. (3) Tentang hal2 jang dibitjarakan dalam rapat tertutup dapat djuga diputuskan dengan pintu tertutup. ====Pasal 89==== Ketua dan anggota2 Senat tidak dapat dituntut dimuka pengadilan karena jang dikatakannja dalam rapat atau jang dikemukakannja dengan surat kepada madjelis itu, ketjuali djika mereka dengan itu mengumumkan apa jang dikatakan atau jang dikemukakan dalam rapat tertutup dengan sjarat supaja dirahasiakan. ====Pasal 90==== (1) Anggota2 Senat mengeluarkan suaranja sebagai orang jang bebas, menurut perasaan kehormatan dan keinsjafan batinnja, tidak atas perintah atau dengan kewadjiban berembuk dahulu dengan mereka jang menundjuknja sebagai anggota. (2) Mereka tidak mengeluarkan suara tentang hal jang mengena dirinja sendiri. ====Pasal 91==== Keanggotaan Senat tidak dapat dirangkap dengan keanggotaan Perwakilan Rakjat, dan djuga tidak dengan djabatan2 federal, jakni djabatan Presiden, Menteri, Djaksa Agung, Ketua, Wakil-Ketua atau Anggota Mahkamah Agung, Ketua, Wakil-Ketua atau Anggota Dewan Pengawas Keuangan, Presiden Bank-Sirkulasi dan dengan djabatan2 Wali Negara, Menteri atau Kepala-departemen daerah-bagian. ====Pasal 92==== Gadji Ketua Senat, tundjangan2 jang akan diberikan kepada anggota2 dan mungkin djuga kepada Ketua, begitu pula biaja perdjalanan dan penginapan jang harus didapatnja, diatur dengan undang-undang federal. ====Pasal 93==== (1) Sekalian orang jang menghadiri rapat Senat jang tertutup, wadjib merahasiakan jang dibitjarakan dalam rapat itu, ketjuali djika madjelis ini memutuskan lain, ataupun djika kewadjiban merahasiakan itu dihapuskan. (2) Hal itu berlaku djuga terhadap anggota2, Menteri2 dan pegawai2 jang mendapat tahu dengan tjara bagaimanapun tentang jang dibitjarakan itu. ====Pasal 94==== (1) Senat tidak boleh bermusjawarat atau mengambil keputusan, djika tidak hadir lebih dari seperdua djumlah anggota-sidang. (2) Sekadar dalam Konstitusi ini tidak ditetapkan lain, maka segala keputusan diambil dengan djumlah terbanjak mutlak suara jang dikeluarkan. (3) Apabila, pada waktu mengambil keputusan, suara2 sama berat, dalam hal rapat itu lengkap anggotanja, usul itu dianggap ditolak atau dalam hal lain, mengambil keputusan ditangguhkan sampai rapat jang berikut. Apabila suara2 sama berat lagi, maka usul itu dianggap ditolak. (4) Pemungutan suara tentang orang dilakukan dengan rahasia dan tertulis. Apabila suara2 sama berat, maka keputusan diambil dengan undian. ====Pasal 95==== Senat selekas mungkin menetapkan peraturan ketertibannja. ====Pasal 96==== Senat dapat mengundang Menteri2 untuk turut serta dalam permusjawaratannja dan memberi penerangan dalamnja. ====Pasal 97==== Pada saat jang tersebut dalam pasal 112, maka Senat jang bersidang dibubarkan dan diganti dengan Senat baru. ===Bagian 3=== Dewan Perwakilan Rakjat. ====Pasal 98==== Dewan Perwakilan Rakjat mewakili seluruh Rakjat Indonesia dan terdiri dari 150 anggota; ketentuan ini tidak mengurangi jang ditetapkan dalam ajat kedua pasal 100. ====Pasal 99==== Djumlah anggota dari Negara Republik Indonesia seperdua dari djumlah semua anggota dari daerah2 Indonesia selebihnja. ====Pasal 100==== (1) Golongan2-ketjil Tionghoa, eropah dan Arab akan berwakil alam Dewan Perwakilan Rakjat dengan berturut-turut 9, 6 dan 3 anggota. (2) Djika djumlah2 itu tidak tertjapai dengan pengutusan atas dasar pasal 109 dan pasal 110, ataupun pasal 111, tidak tertjapai, maka Pemerintah Republik Indonesia Serikat mengangkat wakil2 tambahan bagi golongan2-ketjil itu. Djumlah anggota Dewan Perwakilan Rakjat sebagai tersebut dalam pasal 98 ditambah dalam hal itu djika perlu dengan djumlah pengangkatan2 itu. ====Pasal 101==== Jang boleh mendjadi anggota Dewan Perwakilan Rakjat jalah warganegara jang telah berusia 25 tahun dan bukan orang jang tidak diperkenankan serta dalam atau-mendjalankan hak-pilih ataupun orang jang haknja untuk dipilih telah ditjabut. ====Pasal 102==== Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakjat tidak dapat dirangkap dengan keanggotaan Senat dan djuga tidak dengan djabatan2 jang tersebut dalam pasal 91. ====Pasal 103==== (1) Dewan Perwakilan Rakjat memilih dari antaranja seorang Ketua dan seorang atau beberapa orang Wakil-Ketua. Pemilihan2 ini membutuhkan pensahan Presiden. (2) Selama pemilihan Ketua dan Wakil-Ketua belum disahkan oleh Presiden, rapat diketuai untuk sementara oleh anggota jang tertua umurnja. ====Pasal 104==== Anggota2 Dewan Perwakilan Rakjat sebelum memangku djabatannja, mengangkat sumpah dihadapan Presiden atau Ketua Dewan Perwakilan Rakjat jang dikuasakan untuk itu oleh Presiden, menurut tjara agamanja, sebagai berikut: "Saja bersumpah (menerangkan) bahwa saja, untuk dipilih (diangkat) mendjadi anggota Dewan Perwakilan Rakjat, langsung ataupun tak langsung, dengan nama atau dalih apapun, tiada memberikan atau mendjandjikan ataupun akan memberikan sesuatu kepada siapapun djuga. Saja bersumpah (berdjandji) bahwa saja, untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu dalam djabatan ini, tiada sekali-kali akan menerima, langsung ataupun tak langsung, dari siapapun djuga sesuatu djandji atau pemberian. Saja bersumpah (berdjandji), bahwa saja senantiasa akan membantu memelihara Konstitusi dan segala peraturan jang lain jang berlaku bagi Negara, bahwa saja akan mengabdi sekuat tenaga kepada kesedjahteraan Republik Indonesia Serikat dan bahwa saja akan mengabdi dengan setia kepada Nusa dan Bangsa dan Negara." ====Pasal 105==== Menteri2 duduk dalam Dewan Perwakilan Rakjat dengan suara penasehat. Ketua memberi kesempatan berbitjara kepadanja, apabila dan tiap2 kali mereka mengingininja. ====Pasal 106==== (1) Dewan Perwakilan Rakjat bersidang, apabila Pemerintah menjatakan kehendaknja tentang itu atau apabila Ketua atau sekurang-kurangnja limabelas anggota menganggap hal itu perlu. (2) Ketua memanggil rapat Dewan Perwakilan Rakjat. ====Pasal 107==== Rapat2 Dewan Perwakilan Rakjat terbuka untuk umum, ketjuali djika Ketua menimbang perlu ditutup ataupun sekurang-kurangnja sepuluh anggota menuntut hal itu. ====Pasal 108==== Jang ditetapkan untuk Senat dalam pasal 84, 87, 88 ajat kedua dan ketiga, 89, 90, 92, 93, 94 dan 95 berlaku demikian djuga berhubung dengan Dewan Perwakilan Rakjat. ====Pasal 109==== (1) Untuk Dewan Perwakilan Rakjat jang pertama, mengutus anggota2 dari daerah2 selebihnja jang tersebut dalam pasal 99, diatur dan diselenggarakan dengan perundingan bersama-sama oleh daerah2-bagian jang tersebut dalam pasal 2, ketjuali Negara Republik Indonesia dengan memperhatikan asas2 demokrasi dan seboleh-bolehnja dengan perundingan dengan daerah2 jang tersebut dalam pasal 2, sub c jang bukan daerah-bagian. (2) Untuk pembagian djumlah2 anggota jang akan diutus diantara daerah2 itu, diambil sebagai dasar perbandingan djumlah-djiwa rakjat daerah2-bagian tersebut. ====Pasal 110==== (1) Bagaimana tjaranja anggota diutus ke Dewan Perwakilan Rakjat jang pertama, diatur oleh daerah2-bagian. (2) Dimana pengutusan demikian tidak dapat terdjadi dengan djalan pemilihan jang seumumumumnja, pengutusan itu dapat dilakukan dengan djalan penundjukan anggota2 oleh perwakilan rakjat daerah2 bersangkutan, djika ada disitu perwakilan demikian. Djuga apabila, karena hal2 jang sungguh, perlu diturut tjara jang lain, akan diusahakan untuk mentjapai perwakilan jang sesempurna-sempurnanja, menurut kehendak rakjat. ====Pasal 111==== (1) Dalam tempo satu tahun sesudah Konstitusi mulai berlaku, maka diseluruh Indonesia Pemerintah memerintahkan mengadakan pemilihan jang bebas dan rahasia untuk menjusun Dewan Perwakilan Rakjat jang dipilih setjara umum. (2) Undang-Undang federal mengadakan aturan2 untuk pemilihan Dewan Perwakilan Rakjat baru jang dimaksud dalam ajat (1) dan menentukan pembagian djumlah2 anggota jang akan diutus, antara daerah2 selebihnja jang tersebut dalam pasal 99. ====Pasal 112==== Pada saat jang akan ditetapkan oleh Pemerintah, selekas mungkin sesudah pemilihan jang dimaksud dalam pasal 111 Dewan Perwakilan Rakjat pertama dibubarkan dan diganti dengan Dewan Perwakilan Rakjat jang dipilih itu. ===Bagian 4=== Mahkamah Agung. ====Pasal 113==== Maka adalah suatu Mahkamah Agung Indonesia jang susunan dan kekuasaannja diatur dengan undang-undang federal. ====Pasal 114==== (1) Untuk pertama kali dan selama undang-undang federal belum menetapkan lain, Ketua, Wakil-Ketua dan anggota2 Mahkamah Agung diangkat oleh Presiden setelah mendengarkan Senat. Pengangkatan itu adalah untuk seumur hidup; ketentuan ini tidak mengurangi jang ditetapkan dalam ajat2 jang berikut. (2) Undang-undang federal dapat menetapkan, bahwa Ketua, Wakil-Ketua dan anggota2 Mahkamah Agung diperhentikan, apabila mentjapai usia jang tertentu. (3) Mereka dapat dipetjat atau diperhentikan menurut tjara dan dalam hal jang ditentukan oleh undang-undang federal. (4) Mereka dapat diperhentikan oleh Presiden atas permintaan sendiri. ===Bagian 5=== Dewan Pengawas Keuangan ====Pasal 115==== Maka adalah suatu Dewan Pengawas Keuangan jang susunan dan kekuasaannja diatur dengan undang-undang federal. ====Pasal 116==== (1) Untuk pertama kali dan selama undang-undang federal belum menetapkan lain, Ketua, Wakil-Ketua dan anggota2 Dewan Pengawas Keuangan diangkat oleh Presiden setelah mendengarkan Senat. Pengangkatan itu adalah untuk seumur hidup; ketentuan ini tidak mengurangi jang ditetapkan dalam ajat2 jang berikut. (2) Undang-undang federal dapat menetapkan bahwa Ketua, Wakil-Ketua dan anggota2 diperhentikan, apabila mentjapai usia jang tertentu. (3) Mereka dapat dipetjat atau diperhentikan menurut tjara dan dalam hal jang ditentukan dengan undang-undang federal. (4) Mereka dapat diperhentikan oleh Presiden atas permintaan sendiri. ==BAB IV== PEMERINTAHAN ===Bagian 1=== Ketentuan2 Umum ====Pasal 117==== (1) Pemerintahan federal atas Indonesia–sekadar tidak diwadjibkan kepada alat2-perlengkapan jang lain–didjalankan oleh Pemerintah Republik Indonesia Serikat. (2) Pemerintah menjelenggarakan kesedjahteraan Indonesia dan teristimewa mengurus, supaja Konstitusi, undang-undang federal dan peraturan2 lain jang berlaku untuk Republik Indonesia Serikat, didjalankan. ====Pasal 118==== (1) Presiden tidak dapat diganggu-gugat. (2) Menteri2 bertanggung-djawab atas seluruh kebidjaksanaan Pemerintah, baik bersama-sama untuk seluruhnja, maupun masing2 untuk bagiannja sendiri2 dalam hal itu. ====Pasal 119==== Sekalian keputusan Presiden serta ditanda-tangani oleh Menteri2 jang bersangkutan, ketjuali jang ditetapkan dalam pasal 74, ajat keempat. ====Pasal 120==== (1) Dewan Perwakilan Rakjat mempunjai hak interpelasi dan hak menanjaª anggota2 mempunjai hak menanja. (2) Menteri2 memberikan kepada Dewan Perwakilan Rakjat, baik dengan lisan maupun dengan tertulis, segala penerangan jang dikehendaki menurut ajat jang lalu dan jang pemberiannja dianggap tidak berlawanan dengan kepentingan umum Republik Indonesia Serikat. ====Pasal 121==== Dewan Perwakilan Rakjat mempunjai hak menjelidik (''enquete''), menurut aturan2 yang ditetapkan dengan undang-undang federal. ====Pasal 122==== Dewan Perwakilan Rakjat jang ditundjuk menurut pasal 109 dan 110 tidak dapat memaksa Kabinet atau masing2 Menteri meletakkan djabatannja. ====Pasal 123==== (1) Pemerintah mendengarkan Senat tentang segala hal, apabila dianggapnja perlu untuk itu. (2) Senat dapat memberikan nasehat kepada Pemerintah atas kehendaknja sendiri tentang segala hal apabila dianggapnja perlu untuk itu. (3) Senat didengarkan tentang urusan2 penting jang chusus mengenai satu, beberapa atau semua daerah-bagian atau bagian2nja, ataupun jang chusus mengenai perhubungan antara Republik Indonesia Serikat dan daerah2 jang tersebut dalam pasal 2. Aturan ini mempunjai ketjuali, djika, karena keadaan2 jang mendesak, perlu diambil tindakan jang segera, sedang Senat tidak bersidang. (4) Senat didengarkan, ketjuali dalam hal sebagai diterangkan dalam suku kedua ajat jang lalu, tentang segala rantjangan undang-undang darurat sebagai dimaksud dalam pasal 139. (5) Pemerintah memberitahukan kepada Senat segala keputusan tentang hal2 jang dalamnja Senat telah didengarkan. (6) Djika Senat telah didengarkan, maka hal itu diberitahukan dikepala surat2-keputusan bersangkutan. ====Pasal 124==== (1) Senat dapat, baik dengan lisan maupun dengan tertulis, meminta keterangan kepada Pemerintah. (2) Pemerintah memberikan keterangan itu, ketjuali djika menurut timbangannja hal itu berlawanan dengan kepentingan umum Republik Indonesia Serikat. ====Pasal 125==== Pegawai2 Republik Indonesia Serikat diangkat menurut aturan jang ditetapkan dengan undang-undang federal. ====Pasal 126==== Presiden memberikan tanda2 kehormatan jang diadakan dengan undang-undang federal. ===Bagian 2=== Perundang-undangan ====Pasal 127==== Kekuasaan perundang-undangan federal, sesuai dengan ketentuan2 bagian ini, dilakukan oleh: a. Pemerintah, bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakjat dan Senat, sekadar hal itu mengenai peraturan2 tentang hal2 jang chusus mengenai satu, beberapa atau semua daerahbagian atau bagian2nja, ataupun jang chusus mengenai perhubungan antara Republik Indonesia Serikat dan daerah2 jang tersebut dalam pasal 2; b. Pemerintah bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakjat, dalam seluruh lapangan pengaturan selebihnja. ====Pasal 128==== (1) Usul Pemerintah tentang undang-undang disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakjat dengan amanat Presiden dan dikirimkan serentak kepada Senat untuk diketahui. (2) Senat berhak memadjukan usul undang-undang kepada Dewan Perwakilan Rakjat tentang hal2 sebagai tersebut dalam pasal 127, sub a. Apabila Senat menggunakan hak ini, maka hal itu diberitahukannja serentak kepada Presiden, dengan menjampaikan salinan usul itu. (3) Dewan Perwakilan Rakjat berhak memadjukan usul undang-undang kepada Pemerintah. ====Pasal 129==== Dewan Perwakilan Rakjat berhak mengadakan perubahan2 dalam usul undang-undang jang dimadjukan oleh Pemerintah atau Senat kepadanja, ketjuali jang ditetapkan dalam pasal 132. ====Pasal 130==== (1) Sekalian usul undang-undang jang telah diterima oleh Dewan Perwakilan Rakjat dan, djika usul2 itu mengenai urusan sebagai diterangkan dalam pasal 127, sub a, telah dirundingkan oleh Senat sesuai dengan jang ditetapkan dalam pasal 131 dan pasal2 berikutnja, memperoleh kekuatan undang-undang, apabila sudah disahkan oleh Pemerintah. (2) Undang-undang federal tidak dapat diganggu-gugat. ====Pasal 131==== Usul undang-undang dirundingkan oleh Senat, berdasarkan kekuasaannja turut serta membuat undang-undang, djika baik Pemerintah, maupun Dewan Perwakilan Rakjat ataupun Senat sendiri menimbang, bahwa usul itu mengenai pengaturan urusan jang masuk dalam jang diterangkan dalam pasal 127, sub a. ====Pasal 132==== (1) Apabila Senat menolak usul jang sebelum itu sudah diterima oleh Dewan Perwakilan Rakjat, maka sungguhpun demikian, usul itu dapat djuga disahkan oleh Pemerintah, djika Dewan Perwakilan Rakjat menerimanja dengan tidak mengubahnja lagi dan dengan sekurang kurangnja duapertiga dari djumlah suara anggota2 jang hadir. (2) Keputusan jang tersebut dalam ajat pertama, hanja akan dapat diambil oleh Dewan Perwakilan Rakjat dalam rapat jang dalamnja sekurang-kurangnja hadir duapertiga dari djumlah anggotasidang. ====Pasal 133==== (1) Apabila Dewan Perwakilan Rakjat menerima usul undang-undang Pemerintah dengan mengubahnja ataupun tidak, maka usul itu dikirimkannja dengan memberitahukan hal itu, kepada: a. Senat, djika usul itu mengenai pengaturan suatu urusan sebagai diterangkan dalam pasal 127, sub a, dengan pemberitahuan serentak kepada Presiden; b. Presiden, djika usul itu mengenai pengaturan urusan jang lain. (2) Apabila Dewan Perwakilan Rakjat menerima usul jang dimadjukan kepadanja oleh Senat, maka usul itu dikirimkannja: a. djika diubahnja, kepada Senat untuk dirundingkan lebih djauh; b. djika tidak diubahnja, kepada Pemerintah untuk disahkan. Dalam hal sub a Dewan Perwakilan Rakjat memberitahukan hal itu kepada Presiden, dalam hal sub b kepada Senat. ====Pasal 134==== Apabila Dewan Perwakilan Rakjat menolak usul undang-undang Pemerintah, maka hal itu diberitahukannja kepada Presiden dan djuga kepada Senat, djika usul itu mengenai urusan jang tersebut dalam pasal 127, sub a. ====Pasal 135==== (1) Dewan Perwakilan Rakjat, apabila memutuskan akan mengandjurkan usul undang-undang, mengirimkan usul itu untuk dirundingkan kepada Senat, djika usul itu mengenai pengaturan urusan jang tersebut dalam pasal 127, sub a, dengan pemberitahuan serentak kepada Presiden. (2) Dalam sekalian hal jang lain Dewan Perwakilan Rakjat mengirimkan usulnja tentang undangundang, untuk disahkan oleh Pemerintah, kepada Presiden dan serentak kepada Senat untuk diketahui. ====Pasal 136==== (1) Apabila Senat menerima pula usul jang telah diterima oleh Dewan Perwakilan Rakjat, maka usul itu dikirimkannja dengan memberitahukan hal itu kepada Presiden, untuk disahkan oleh Pemerintah dan keputusannja diberitakannja serentak kepada Dewan Perwakilan Rakjat. (2) Apabila Senat menolak usul jang sebelum itu sudah diterima oleh Dewan Perwakilan Rakjat, maka usul itu dikirimkannja dengan memberitahukan hal itu kepada Presiden, dengan pemberitaan serentak kepada Dewan Perwakilan Rakjat. (3) Pemerintah dapat menjampaikan sekali lagi usul jang telah ditolak oleh Senat, kepada Dewan Perwakilan Rakjat untuk diulang dirundingkan sesuai dengan pasal 132. Apabila Pemerintah memutuskan untuk berbuat demikian, maka jang ditetapkan dalam ajat pertama pasal 128 berlaku demikian djuga. ====Pasal 137==== (1) Apabila Dewan Perwakilan Rakjat pada pengulangan perundingan sesuai dengan pasal 132, menerima usul undang-undang, maka usul itu dikirimkannja kepada Presiden untuk disahkan oleh Pemerintah dan keputusannja diberitahukannja serentak kepada Senat. (2) Apabila Dewan Perwakilan Rakjat pada pengulangan perundingan menolak usul undangundang maka hal itu diberitahukannja kepada Presiden dan kepada Senat. ====Pasal 138==== (1) Selama suatu usul undang-undang belum diterima oleh Dewan Perwakilan Rakjat sesuai dengan ketentuan2 jang lalu dalam bagian ini, dan–djika usul itu mengenai urusan sebagai diterangkan dalam pasal 127, sub a–belum dirundingkan oleh Senat, maka usul itu dapat ditarik kembali oleh alat-perlengkapan jang memadjukannja. (2) Pemerintah harus mensahkan usul undang-undang jang sudah diterima, ketjuali djika ia dalam satu bulan sesudah usul itu disampaikan kepadanja untuk disahkan, menjatakan keberatannja jang tak dapat dihindarkan. (3) Pensahan oleh Pemerintah, ataupun keberatan Pemerintah sebagai dimaksud dalam ajat jang lalu, diberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakjat dan kepada Senat dengan amanat Presiden. ====Pasal 139==== (1) Pemerintah berhak atas kuasa dan tanggung-djawab sendiri menetapkan undang-undang darurat untuk mengatur hal2 penjelenggaraan-pemerintahan federal jang karena keadaan2 jang mendesak perlu diatur dengan segera. (2) Undang-undang darurat mempunjai kekuasaan dan kuasa undang-undang federalª ketentuan ini tidak mengurangi jang ditetapkan dalam pasal jang berikut. ====Pasal 140==== (1) Peraturan2 jang termaktub dalam undang-undang darurat, segera sesudah ditetapkan, disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakjat jang merundingkan peraturan itu menurut jang ditentukan tentang merundingkan usul undang-undang Pemerintah. (2) Djika suatu peraturan jang dimaksud dalam ajat jang lalu, waktu dirundingkan sesuai dengan ketentuan2 bagian ini, ditolak oleh Dewan Perwakilan Rakjat, maka peraturan itu tidak berlaku lagi karena hukum. (3) Djika undang-undang darurat jang menurut ajat jang lalu tidak berlaku lagi, tidak mengatur segala akibat jang timbul dari peraturannja–baik jang dapat dibetulkan maupun jang tidak– maka undang-undang federal mengadakan tindakan2 jang perlu tentang itu. (4) Djika peraturan jang termaktub dalam undang-undang darurat itu diubah dan ditetapkan sebagai undang-undang federal, maka akibat2 perubahannja diatur pula sesuai dengan jang ditetapkan dalam ajat jang lalu. ====Pasal 141==== (1) Peraturan2 pendjalankan undang-undang ditetapkan oleh Pemerintah. Namanja jalah peraturan-Pemerintah. (2) Peraturan-Pemerintah dapat mengantjamkan hukuman2 atas pelanggaran aturan2nja. Batas2 hukuman jang akan ditetapkan diatur dengan undang-undang federal. ====Pasal 142==== (1) Undang-undang federal dan peraturan-Pemerintah dapat memerintahkan kepada alat2perlengkapan lain dalam Republik Indonesia Serikat mengatur selandjutnja pokok2 jang tertentu jang diterangkan dalam ketentuan2 undang-undang dan peraturan itu. (2) Undang-undang dan peraturan-Pemerintah jang bersangkutan memberikan aturan2 tentang pengumuman peraturan2 demikian. ====Pasal 143==== (1) Undang-undang federal mengadakan aturan2 tentang mengeluarkan, mengumumkan dan mulai berlakunja undang-undang federal dan peraturan2-Pemerintah. (2) Pengumuman, terdjadi dalam bentuk menurut undang-undang, adalah sjarat tunggal untuk kekuatan mengikat. ===Bagian 3=== Pengadilan ====Pasal 144==== (1) Perkara perdata dan perkara hukuman perdata, semata-mata masuk perkara jang diadili oleh pengadilan2 jang diadakan atau diakui dengan atau atas kuasa undang-undang, termasuk dalamnja hakim daerah Swapradja, hakim adat dan hakim agama. (2) Mengangkat dalam djabatan kehakiman jang diadakan dengan atau atas kuasa undangundang, didasarkan semata-mata pada sjarat kepandaian, ketjakapan, dan kelakuan takbertjela jang ditetapkan dengan undang-undang. Memperhentikan, memetjat untuk sementara dan memetjat dari djabatan jang demikian hanja boleh dalam hal2 jang ditentukan dengan undang-undang. ====Pasal 145==== (1) Segala tjampur-tangan, bagaimanapun djuga, oleh alat2-perlengkapan jang bukan perlengkapan kehakiman, terlarang, ketjuali djika diizinkan oleh undang-undang. (2) Asas ini hanja berlaku terhadap pengadilan Swapradja dan pengadilan adat, sekadar telah diatur tjara meminta pertimbangan kepada hakim jang ditundjuk dengan undang-undang. ====Pasal 146==== (1) Segala keputusan kehakiman harus berisi alasan2nja dan dalam perkara hukuman harus menjebut aturan2 undang-undang dan aturan2 hukum adat jang didjadikan dasar hukuman itu. (2) Lain daripada ketjuali2 jang ditetapkan oleh undang-undang, sidang pengadilan terbuka untuk umum. Untuk ketertiban dan kesusilaan umum, hakim boleh menjimpang dari aturan ini. (3) Keputusan senantiasa dinjatakan dengan pintu terbuka. ====Pasal 147==== (1) Mahkamah Agung Indonesia jalah pengadilan federal tertinggi. (2) Pengadilan2 federal jang lain dapat diadakan dengan undang-undang federal, dengan pengertian, bahwa dalam Distrik Federal Djakarta akan dibentuk sekurang-kurangnja satu pengadilan federal jang mengadili dalam tingkat pertama, dan sekurang-kurangnja satu pengadilan federal jang mengadili dalam tingkat apel. ====Pasal 148==== (1) Presiden, Menteri2, Ketua dan anggota2 Senat, Ketua dan anggota2 Dewan Perwakilan Rakjat, Ketua, Wakil-Ketua dan anggota2 Mahkamah Agung, Djaksa Agung pada Mahkamah ini, Ketua, Wakil-Ketua dan anggota2 Dewan Pengawas Keuangan, Presiden Bank-Sirkulasi serta pegawai2, anggota2 madjelis2 tinggi dan pendjabat2 lain jang ditundjuk dengan undangundang federal, diadili dalam tingkat pertama dan tertinggi djuga dimuka Mahkamah Agung, pun sesudah mereka berhenti, berhubung dengan kedjahatan-dan pelanggaran-djabatan serta kedjahatan dan pelanggaran lain ditentukan dengan undang-undang federal dan jang dilakukannja dalam masa pekerdjaannja, ketjuali djika ditetapkan lain dengan undang-undang federal. (2) Dengan undang-undang federal dapat ditetapkan bahwa perkara perdata dan perkara hukuman perdata terhadap golongan2 orang dan badan jang tertentu hanja boleh diadili oleh pengadilan federal jang ditundjuk dengan undang-undang itu. (3) Dengan undang-undang federal dapat ditetapkan bahwa perkara perdata jang mengenai peraturan2 jang diadakan dengan atau atas kuasa undang-undang federal hanja boleh diadili oleh pengadilan federal. (4) Dalam hal2 jang ditundjuk dengan undang-undang federal, terhadap keputusan2 jang diberikan dalam tingkat tertinggi oleh pengadilan2 lain dari pada Mahkamah Agung, kasasi dapat diminta kepada Mahkamah Agung. ====Pasal 149==== Tataan, kekuasaan dan djalan-pengadilan pengadilan2 federal ditetapkan dengan undang-undang federal. ====Pasal 150==== Mahkamah Agung melakukan pengawasan tertinggi atas perbuatan pengadilan2 federal jang lain, menurut aturan2 ditetapkan dengan undang-undang federal. ====Pasal 151==== Dengan mengetjualikan jang ditetapkan dalam pasal 148 dan dengan tidak mengurangi jang ditetapkan dalam pasal 50, pengadilan dalam perkara perdata dan hukuman perdata dalam daerah2-bagian dilakukan oleh pengadilan jang diadakan atau diakui dengan atau atas kuasa undang-undang daerah-bagian itu. ====Pasal 152==== Tataan, kekuasaan dan djalan-pengadilan pengadilan2 jang diadakan dengan atau atas kuasa undang-undang daerah-bagian, ditetapkan dengan undang-undang itu. ====Pasal 153==== (1) Mahkamah Agung melakukan pengawasan tertinggi atas perbuatan2 pengadilan tertinggi daerah-bagian, menurut aturan2 jang ditetapkan dengan undang-undang federal. (2) Mahkamah itu melakukan pengawasan tertinggi, djuga menurut aturan2 undang-undang federal, atas pengadilan2 lain jang diadakan dengan atau atas kuasa undang-undang daerahbagian, tetapi hanja selama tidak diadakan pengawasan tertinggi lain oleh daerah-bagian itu. ====Pasal 154==== (1) Keputusan kehakiman jang diambil oleh pengadilan2 jang diadakan atau diakui dengan atau atas kuasa undang-undang daerah-bagian sedang keputusan itu dapat didjalankan dalam seluruh daerah-hukum daerah-bagian itu, dengan tjara sedemikian dapat didjalankan djuga dilain-lain tempat di Indonesia. (2) Dengan undang-undang federal dapat ditetapkan akta2 jang dapat didjalankan diseluruh Indonesia, dengan tjara jang seboleh-bolehnja sesuai dengan tjara jang ditentukan dalam hukum-daerah. ====Pasal 155==== Undang-undang daerah-bagian mengatur kekuasaan pengadilan2 jang diakui dengan atau atas kuasa undang-undang itu. ====Pasal 156==== # Djika Mahkamah Agung atau pengadilan2 lain jang mengadili dalam perkara perdata atau dalam perkara hukuman perdata, beranggapan bahwa suatu ketentuan dalam peraturan ketatanegaraan atau undang2 suatu daerah-bagian berlawanan dengan Konstitusi ini, maka dalam keputusan kehakiman itu djuga, ketentuan itu dinjatakan dengan tegas tak-menurut-Konstitusi. # Mahkamah Agung berkuasa djuga menjatakan dengan tegas bahwa suatu ketentuan dalam peraturan ketatanegaraan atau dalam undang-undang daerah-bagian tak-menurut-Konstitusi, djika ada surat permohonan jang beralasan jang dimadjukan, untuk Pemerintah Republik Indonesia Serikat, oleh atau atas nama Djaksa Agung pada Mahkamah Agung, ataupun, untuk suatu pemerintah daerah-bagian jang lain, oleh Kedjaksaan pada pengadilan tertinggi daerah-bagian jang dimaksud kemudian. ====Pasal 157==== # Sebelum pernjataan tak-menurut-Konstitusi tentang suatu ketentuan dalam peraturan ketatanegaraan atau undang-undang suatu daerah-bagian untuk pertama kali diutjapkan atau disahkan, maka Mahkamah Agung memanggil Djaksa Agung pada Madjelis itu, atau kepala Kedjaksaan pada pengadilan tertinggi daerah-bagian bersangkutan, untuk didengarkan dalam madjelis-pertimbangan. # Keputusan Mahkamah Agung jang dalamnja pernjataan tak-menurut-Konstitusi untuk pertama kali diutjapkan atau disahkan, diutjapkan pada sidang pengadilan umum. Pernjataan itu selekas mungkin diumumkan oleh Djaksa Agung pada Mahkamah Agung dalam warta resmi Republik Indonesia Serikat. ====Pasal 158==== # Djika dalam perkara perdata atau dalam perkara hukuman perdata, pengadilan lain dari pada Mahkamah Agung menjatakan suatu ketentuan dalam peraturan ketatanegaraan atau undang-undang daerah-bagian tak-menurut-Konstitusi, dan Mahkamah Agung karena sesuatu sebab memeriksa perkara itu, maka karena djabatannja ia mempertimbangkan dalam keputusannja apakah pernjataan tak-menurut-Konstitusi itu dilakukan pada tempatnja. # Terhadap pernjataan tak-menurut-Konstitusi sebagai dimaksud dalam ajat jang lalu, pihak2 jang dikenai kerugian oleh pernjataan itu dan jang tidak mempunjai alat-hukum terhadapnja, dapat memadjukan tuntutan untuk kasasi karena pelanggaran hukum kepada Mahkamah Agung. # Djaksa Agung pada Mahkamah Agung dan djuga kepala Kedjaksaan pada pengadilan tertinggi daerah-bagian itu, dapat karena djabatannja memadjukan tuntutan kepada Mahkamah Agung untuk kasasi karena pelanggaran hukum terhadap pernjataan tak-menurut-Konstitusi jang tak terubah lagi sebagai dimaksud dalam ajat (1). # Pernjataan tak-menurut-Konstitusi tentang suatu ketentuan dalam peraturan ketatanegaraan suatu daerah-bagian oleh pengadilan lain dari pada Mahkamah Agung, djika tidak dengan tegas berdasarkan pernjataan tak-menurut-Konstitusi jang sudah dilakukan oleh Mahkamah Agung terhadap ketentuan itu dan jang telah diumumkan menurut pasal 157, haruslah disahkan oleh Mahkamah Agung, sebelum keputusan kehakiman jang berdasar atasnja dapat didjalankan. Permohonan untuk pensahan dirundingkan dalam madjelis-pertimbangan. Permohonan itu ditiadakan djika pernjataan tak-menurut-Konstitusi itu dihapuskan sebelum perundingan itu selesai. Djika Mahkamah Agung menolak permohonan pensahan itu, maka Mahkamah menghapuskan keputusan kehakiman jang memuat pernjataan tak-menurut-Konstitusi sekadar itu dan Mahkamah itupun bertindak selandjutnja seakan-akan salah suatu pihak telah memadjukan tuntutan untuk kasasi karena pelanggaran hukum. # Tentang jang ditentukan dalam pasal ini dan kedua pasal jang lalu, dengan undang-undang federal dapat ditetapkan aturan2 lebih landjut, termasuk tenggang2. ====Pasal 159==== Pengadilan perkara hukuman ketenteraan diatur dengan undang-undang federal. ====Pasal 160==== # Presiden mempunjai hak memberi ampun dari hukuman2 jang didjatuhkan oleh keputusan kehakiman. Hak itu dilakukannja sesudah meminta nasehat dari Mahkamah Agung, sekadar dengan undang-undang federal tidak ditundjuk pengadilan jang lain untuk memberi nasehat. # Djika hukuman mati didjatuhkan, maka keputusan kehakiman itu tidak dapat didjalankan, melainkan sesudah Presiden, menurut aturan2 jang ditetapkan dengan undang-undang federal, diberikan kesempatan untuk memberi ampun. # Amnesti hanja dapat diberikan dengan undang-undang federal ataupun, atas kuasa undang-undang federal, oleh Presiden sesudah meminta nasehat dari Mahkamah Agung. ====Pasal 161==== Pemutusan tentang sengketa jang mengenai hukum tata-usaha diserahkan kepada pengadilan jang mengadili perkara perdata ataupun kepada alat2-perlengkapan lain, tetapi djika demikian sebolehbolehnja dengan djaminan jang serupa tentang keadilan dan kebenaran. ====Pasal 162==== Dengan undang-undang federal dapat diatur tjara memutuskan sengketa jang mengenai hukum tata-usaha dan jang bersangkutan dengan peraturan2 jang diadakan dengan atau atas kuasa Konstitusi ini atau jang diadakan dengan undang-undang federal, sedang peraturan2 itu tidak langsung mengenai semata-mata alat2-perlengkapan dan penghuni satu daerah-bagian sadja, termasuk badan2-hukum publik jang dibentuk atau diakui dengan atau atas kuasa suatu undang undang daerah-bagian itu. ====Pasal 163==== # Dimana dalam bagian ini disebut "undang-undang", maka dimaksud dengan itu baik undang-undang federal maupun undang-undang daerah-bagian, ketjuali djika ditetapkan jang sebaliknja. # Dimana dalam bagian ini disebut "undang-undang daerah-bagian" maka dimaksud dengan itu peraturan2 jang ditetapkan oleh alat2 pengundang-undang daerah-bagian jang tertinggi. # Dimana dalam pasal 154, 156 dan 158 bagian ini disebut "keputusan kehakiman", maka dengan itu dimaksud pula penetapan2 kehakiman. ===Bagian 4=== Keuangan <center>Babakan 1 Hak uang</center> ====Pasal 164==== # Diseluruh daerah Republik Indonesia Serikat hanja diakui sah, alat2-pembajar jang aturan2 pengeluarannja ditetapkan dengan undang-undang federal. # Satuan-hitung untuk menjatakan alat2-pembajar sah itu ditetapkan dengan undang-undang federal. # Undang-undang federal mengakui sah alat2-pembajar baik hingga djumlah jang tak terbatas maupun hingga djumlah terbatas jang ditentukan untuk itu. # Pengeluaran alat2-pembajar jang sah dilakukan oleh atau atas nama Pemerintah Republik Indonesia Serikat ataupun oleh bank-sirkulasi. ====Pasal 165==== # Untuk Indonesia ada satu bank-sirkulasi. # Penundjukan sebagai bank-sirkulasi dan pengaturan tataan dan kekuasaannja dilakukan dengan undang-undang federal. <center>Babakan 2 Pengurusan Keuangan Federal Anggaran–Pertanggung-djawaban–Gadji</center> ====Pasal 166==== # Pemerintah memegang pengurusan umum keuangan federal. # Keuangan Republik Indonesia Serikat dipimpin dan ditanggung-djawabkan menurut aturan2 jang ditetapkan dengan undang-undang federal. ====Pasal 167==== Dengan undang-undang federal ditetapkan anggaran semua pengeluaran Republik Indonesia Serikat dan ditundjuk pendapatan2 untuk menutup pengeluaran itu. ====Pasal 168==== # Usul undang-undang penetapkan anggaran umum oleh Pemerintah dimadjukan kepada Dewan Perwakilan Rakjat sebelum permulaan masa jang berkenaan dengan anggaran itu. Masa itu tidak boleh lebih dari dua tahun. # Usul undang-undang pengubah anggaran umum, tiap2 kali djika perlu dimadjukan Pemerintah kepada Dewan Perwakilan Rakjat. # Usul undang-undang dimaksud dalam kedua ajat jang lalu dirundingkan pula oleh Senat atas dasar ketentuan2 Bagian II Bab ini. ====Pasal 169==== # Anggaran terdiri dari bagian2 jang masing2, sekadar perlu, dibagi dalam dua bab, jaitu satu untuk mengatur pengeluaran2 dan satu lagi untuk menundjuk pendapatan2. Bab2 terbagi dalam pos2. # Untuk tiap2 departemen kementerian anggaran sedikit-dikitnja memuat satu bagian. # Undang-undang penetapkan anggaran masing2 memuat tidak lebih dari satu bagian. # Dengan undang-undang dapat diizinkan pemindahan. ====Pasal 170==== Pengeluaran dan penerimaan Republik Indonesia Serikat ditanggung-djawabkan kepada Dewan Perwakilan Rakjat, sambil memadjukan perhitungan jang disahkan oleh Dewan Pengawas Keuangan, menurut aturan2 jang diberikan dengan undang-undang federal. ====Pasal 171==== Tidak diperkenankan memungut padjak untuk kegunaan kas federal, ketjuali dengan kuasa undang-undang federal. ====Pasal 172==== # Pindjaman uang atas tanggungan Republik Indonesia Serikat tidak dapat diadakan, didjamin atau disahkan, ketjuali dengan kuasa undang-undang federal. # Pemerintah berhak, dengan mengindahkan aturan2 jang akan ditetapkan dengan undangundang federal, mengeluarkan biljet2 dan promes2-perbendaharaan. ====Pasal 173==== # Dengan tidak mengurangi jang diatur dengan ketentuan2 chusus, gadji2 dan lain2 pendapatan anggota madjelis2 dan pegawai2 Republik Indonesia Serikat ditentukan oleh Pemerintah, dengan mengindahkan aturan2 jang akan ditetapkan dengan undang-undang federal dan menurut asas, bahwa dari djabatan tidak boleh diperoleh keuntungan lain dari pada jang dengan tegas diperkenankan. # Undang-undang dapat memperkenankan pemindahan kekuasaan jang diterangkan dalam ajat (1) kepada alat2-perlengkapan lain jang berkuasa. # Pemberian pensiun kepada pegawai2 Republik Indonesia Serikat diatur dengan undang-undang federal. ===Bagian 5=== Perhubungan Luar-Negeri ====Pasal 174==== Pemerintah memegang pengurusan perhubungan luar-negeri. ====Pasal 175==== # Presiden mengadakan dan mensahkan segala perdjandjian (traktat) dan persetudjuan lain dengan negara2 lain. Ketjuali djika ditentukan lain dengan undang-undang federal, perdjandjian atau persetudjuan lain tidak disahkan, melainkan djika sudah disetudjui dengan undang-undang. # Masuk dalam dan memutuskan perdjandjian dan persetudjuan lain, hanja dilakukan oleh Presiden dengan kuasa undang-undang federal. ====Pasal 176==== Berdasarkan perdjandjian dan persetudjuan jang tersebut dalam pasal 175, Pemerintah memasukkan Republik Indonesia Serikat kedalam organisasi2 antarnegara. ====Pasal 177==== Pemerintah berusaha memetjahkan perselisihan2 dengan negara2 lain dengan djalan damai dan dalam hal itu memutuskan pula tentang meminta ataupun tentang menerima pengadilan atau pewasitan antarnegara. ====Pasal 178==== Presiden mengangkat wakil2 Republik Indonesia Serikat pada negara2 lain dan menerima wakil negara2 lain pada Republik Indonesia Serikat. ===Bagian 6=== Pertahanan Kebangsaan dan Keamanan Umum ====Pasal 179==== Undang-undang federal menetapkan aturan2 tentang hak dan kewadjiban warga-negara jang sanggup membantu mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia Serikat dan membela daerahnja. Ia mengatur tjara mendjalankan hak dan kewadjiban itu dan menentukan ketjualinja. ====Pasal 180==== (1) Tentera Republik Indonesia Serikat bertugas melindungi kepentingan2 Republik Indonesia Serikat. Tentera itu dibentuk dari mereka jang sukarela masuk tentera dan mereka jang wadjib masuk tentera. (2) Undang-undang federal mengatur masuk tentera jang diwadjibkan. ====Pasal 181==== # Pemerintah memegang pengurusan pertahanan. # Undang-undang federal mengatur pembentukan, susunan dan tataan, tugas dan kekuasaan alat-perlengkapan jang diberi kewadjiban menjelenggarakan kebidjaksanaan pertahanan pada umumnja, mengorganisasi dan membagi tugas tentera dan, dalam waktu perang, memimpin perang. ====Pasal 182==== (1) Presiden jalah Panglima Tertinggi tentera Republik Indonesia Serikat. (2) Pemerintah, djika perlu, menaruh tentera dibawah seorang panglima umum. Menteri Pertahanan dapat ditundjuk merangkap djabatan itu. (3) Opsir2 diangkat, dinaikkan pangkat dan diperhentikan oleh atau atas nama Presiden, menurut aturan2 jang ditetapkan dengan undang-undang federal. ====Pasal 183==== (1) Pemerintah tidak menjatakan perang, melainkan djika hal itu diizinkan lebih dahulu oleh Dewan Perwakilan Rakjat dan Senat. (2) Dewan Perwakilan Rakjat dan Senat memutuskan pengizinan itu dalam rapat bersama, seakan-akan mereka satu badan, diketuai oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakjat. ====Pasal 184==== (1) Dengan tjara dan dalam hal2 jang akan ditentukan dengan undang-undang federal, Pemerintah dapat menjatakan daerah Republik Indonesia Serikat atau bagian2 dari padanja dalam keadaan perang atau dalam keadaan darurat perang, sekadar dan selama ia menganggap hal itu perlu untuk kepentingan keamanan dalam negeri dan keamanan terhadap luar negeri. (2) Undang-undang federal mengatur akibat2 pernjataan demikian itu dan dapat pula menetapkan, bahwa kekuasaan2 alat2-perlengkapan kuasa sipil jang berdasarkan Konstitusi tentang ketertiban umum dan polisi, seluruhnja atau sebagian beralih kepada alat2perlengkapan sipil jang lain ataupun kepada kuasa ketenteraan, dan bahwa penguasa2 sipil takluk kepada penguasa2 ketenteraan. ====Pasal 185==== (1) Daerah2-bagian tidak mempunjai tentera sendiri. (2) Untuk mendjamin ketertiban, ketenteraman dan keamanan umum, maka atas permintaan pemerintah daerah-bagian Pemerintah Republik Indonesia Serikat dapat memberi bantuan ketenteraan kepada daerah-bagian itu. Undang-undang federal menetapkan aturan2 tentang hal itu. ==BAB V== KONSTITUANTE ====Pasal 186==== Konstituante (Sidang Pembuat Konstitusi), bersama-sama dengan Pemerintah selekas-lekasnja menetapkan Konstitusi Republik Indonesia Serikat jang akan menggantikan Konstitusi sementara ini. ====Pasal 187==== (1) Rantjangan Konstitusi dibuat oleh Pemerintah dan dengan amanat Presiden disampaikan kepada Konstituante untuk dimusjawaratkan, demi Sidang itu berapat. (2) Pemerintah mendjaga, supaja rantjangan Konstitusi berdasarkan pembangunan Republik Indonesia Serikat dari negara2 sesuai dengan kehendak rakjat, sebagai jang akan dinjatakan dengan tjara demokrasi menurut jang ditetapkan dalam pasal 43 sampai dengan 46. (3) Berkenaan dengan mendjalankan jang ditetapkan dalam pasal2 jang tersebut dalam ajat jang lalu, undang-undang federal akan mengadakan tindakan2 jang perlu, sehingga pernjataan suara rakjat jang diperlukan, diperoleh dalam satu tahun sesudah Konstitusi ini mulai berlaku. ====Pasal 188==== (1) Konstituante dibentuk dengan djalan memperbesar Dewan Perwakilan Rakjat jang dipilih menurut pasal 111 dan Senat baru jang ditundjuk menurut pasal 97, dengan anggota2 luar biasa sebanjak djumlah anggota biasa madjelis itu masing2. Anggota2 luar biasa itu dipilih ataupun ditundjuk atau diangkat dengan tjara jang sama sebagai anggota biasa. Ketentuan2 jang berlaku bagi anggota2 biasa berlaku pula bagi mereka itu. Pemerintah mengadakan persediaan, sekadar perlu dengan mupakat dengan daerah2-bagian, untuk mendjamin supaja anggota2 luar biasa Dewan Perwakilan Rakjat dan Senat dipilih, diangkat ataupun ditundjuk pada waktunja. (2) Rapat gabungan Dewan Perwakilan Rakjat dan Senat, keduanja dengan djumlah anggota dua kali lipat, itulah Konstituante. (3) Ketua Dewan Perwakilan Rakjat jalah Ketua Konstituante, Ketua Senat jalah Wakil Ketua. (4) Jang ditetapkan dalam pasal 87, 93, 94, ajat (3) dan (4), 95 dan 105, berlaku demikian djuga bagi Konstituante. (5) Rapat2 Konstituante terbuka bagi umum, ketjuali djika dianggap perlu oleh Ketua menutup pintu ataupun djika sekurang-kurangnja dua puluh lima anggota menuntut hal itu. ====Pasal 189==== (1) Konstituante tidak dapat bermupakat atau mengambil keputusan tentang rantjangan Konstituante baru, djika pada rapatnja tidak hadir sekurang-kurangnja dua-pertiga dari djumlah anggota-sidang. (2) Konstituante berhak mengadakan perubahan² dalam rantjangan Konstitusi. Konstitusi baru berlaku, djika rantjangannja telah diterima dengan sekurang-kurangnja duapertiga dari djumlah suara anggota jang hadir dan kemudian disahkan oleh Pemerintah. (3) Apabila Konstituante sudah menerima rantjangan Konstitusi, maka dikirimkannja rantjangan itu kepada Presiden untuk disahkan oleh Pemerintah. Pemerintah harus mensahkan rantjangan itu dengan segera. Pemerintah mengumumkan Konstitusi itu dengan keluhuran. (4) Kepada tiap² negara-bagian akan diberikan kesempatan menerima Konstitusi. Dalam hal suatu negara-bagian tidak menerima Konstitusi itu, maka negara itu berhak bermusjawarat tentang suatu perhubungan chusus dengan Republik Indonesia Serikat dan Keradjaan Nederland. ==BAB VI PERUBAHAN, KETENTUAN² PERALIHAN DAN KETENTUAN² PENUTUP== ===Bagian 1=== Perubahan ====Pasal 190==== (1) Dengan tidak mengurangi jang ditetapkan dalam pasal 51, ajat kedua, maka Konstitusi ini hanja dapat diubah dengan undang-undang federal dan menjimpang dari ketentuan²nja hanja diperkenankan atas kuasa undang-undang federal; baik Dewan Perwakilan Rakjat maupun Senat tidak boleh bermupakat ataupun mengambil keputusan tentang usul untuk itu, djika tidak sekurang-kurangnja dua-pertiga dari djumlah anggota-sidang menghadiri rapat. (2) Undang-undang sebagai dimaksud dalam ajat pertama, dirundingkan pula oleh Senat menurut ketentuan2 Bagian 2 Bab IV. (3) Usul undang-undang untuk mengubah Konstitusi ini atau menjimpang dari ketentuan2nja hanja dapat diterima oleh Dewan Perwakilan Rakjat ataupun oleh Senat dengan sekurangkurangnja dua-pertiga djumlah suara anggota jang hadir. Djika usul itu dirundingkan lagi menurut jang ditetapkan dalam pasal 132, maka Dewan Perwakilan Rakjat hanja dapat menerimanja dengan sekurang-kurangnja tiga-perempat dari djumlah suara anggota jang hadir. ====Pasal 191==== (1) Dengan tidak mengurangi ketentuan² tentang mengeluarkan dan mengumumkan undang-undang federal, maka perubahan² dalam Konstitusi diumumkan oleh Pemerintah dengan keluhuran, menurut tjara jang akan ditentukannja. (2) Naskah Konstitusi jang diubah itu diumumkan sekali lagi oleh Pemerintah setelah, sekadar perlu, bab²nja, bagian² tiap² bab dan pasal²nja diberi nomor berturut dan penundjukan²nja diubah. (3) Alat²-perlengkapan berkuasa jang sudah ada dan peraturan² serta keputusan² jang berlaku pada saat suatu perubahan dalam Konstitusi mulai berlaku, dilandjutkan sampai diganti dengan jang lain menurut Konstitusi, ketjuali djika melandjutkannja itu berlawanan dengan ketentuan² baru dalam Konstitusi jang tidak memerlukan peraturan undang² atau tindakan2 pendjalankan jang lebih lanjut. ===Bagian 2=== Ketentuan2 Peralihan ====Pasal 192==== (1) Peraturan² undang-undang dan ketentuan² tata-usaha jang sudah ada pada saat Konstitusi ini mulai berlaku, tetap berlaku dengan tidak berubah sebagai peraturan² dan ketentuan² Republik Indonesia Serikat sendiri, selama dan sekadar peraturan2 dan ketentuan2 itu tidak ditjabut, ditambah atau diubah oleh undang² dan ketentuan² tata-usaha atas kuasa Konstitusi ini. (2) Pelandjutan peraturan² undang-undang dan ketentuan² tata-usaha jang sudah ada sebagai diterangkan dalam ajat (1) hanja berlaku, sekadar peraturan² dan ketentuan² itu tidak bertentangan dengan ketentuan² Piagam Pemulihan Kedaulatan, Statut Uni, Persetudjuan Peralihan ataupun persetudjuan² jang lain jang berhubungan dengan pemulihan kedaulatan dan sekadar peraturan² dan ketentuan² itu tidak berlawanan dengan ketentuan² Konstitusi ini jang tidak memerlukan peraturan undang-undang atau tindakan² pendjalankan. ====Pasal 193==== (1) Sekadar hal itu belum ternjata dari ketentuan² Konstitusi ini, maka undang-undang federal menentukan alat²-perlengkapan Republik Indonesia Serikat jang mana akan mendjalankan tugas dan kekuasaan alat-perlengkapan jang mendjalankan tugas dan kekuasaan itu sebelum pemulihan kedaulatan, jakni atas dasar perundang-undangan jang masih tetap berlaku karena Pasal 1. (2) Pemerintah dengan segera menundjuk seorang wakil di Negeri Belanda jang–sambil menunggu peraturan² jang akan diadakan nanti–mendjalankan atas namanja segala kekuasaan-pengurus jang, sebelum pemulihan kedaulatan, didjalankan untuk Pemerintah Indonesia dulu oleh alat²-perlengkapan Belanda di Negeri Belanda. ====Pasal 194==== Sambil menunggu pengaturan kewarganegaraan dengan undang-undang jang tersebut dalam ajat (±) pasal 5, maka jang sudah warga-negara Republik Indonesia Serikat, jalah mereka jang mempunjai kewarganegaraan itu menurut persetudjuan jang mengenai penentuan kewarganegaraan jang dilampirkan pada Piagam Pemulihan Kedaulatan. ====Pasal 195==== Apabila sesuatu pokok jang pada saat Konstitusi ini mulai berlaku, masuk dalam jang diterangkan dalam lampiran Konstitusi ini, diselenggarakan oleh suatu daerah-bagian, maka daerah-bagian itu berkuasa melandjutkan menjelenggarakan pokok itu hingga Republik Indonesia Serikat mengambil tugas penjelenggaraan itu. Djika demikian, maka daerah-bagian dalam melandjutkan penjelenggaraan itu untuk sementara, akan bertindak sesuai dengan pendapat lebih tinggi alat²-perlengkapan federal jang bersangkutan. ===Bagian 3=== Ketentuan² Penutup ====Pasal 196==== Segera sesudah Konstitusi ini mulai berlaku, Pemerintah mewadjibkan satu atau beberapa panitia jang diangkatnja, untuk mendjalankan tugas, sesuai dengan petundjuk²nja, bekerdja mengichtiarkan, supaja aturan² jang diperlukan oleh Konstitusi ini diadakan, serta supaja pada umumnja sekalian perundang-undangan jang sudah ada pada saat tersebut disesuaikan kepada Konstitusi. ====Pasal 197==== (1) Konstitusi ini mulai berlaku pada saat pemulihan kedaulatan. Naskahnja diumumkan pada hari itu dengan keluhuran menurut tjara jang akan ditentukan oleh Pemerintah. (2) Djikalau dan sekadar sebelum saat jang tersebut dalam ajat (1), sudah dilakukan tindakan² untuk membentuk alat²-perlengkapan Republik Indonesia Serikat dan untuk menjiapkan penerimaan kedaulatan, sekaliannja atas dasar ketentuan² Konstitusi ini, maka ketentuan² itu berlaku surut sampai pada hari tindakan² bersangkutan dilakukan. Lampiran. Pokok² Penjelenggaraan-Pemerintahan jang dibebankan kepada Republik Indonesia Serikat menurut Pasal 51 Konstitusi. a. Pengaturan kewarganegaraan dan kependudukan Republik Indonesia Serikat; b. Imigrasi dan emigrasi, dengan pengertian, bahwa undang-undang federal akan memuat, bahwa tentang banjaknja imigrasi jang diizinkan terhadap suatu daerah-bagian harus ada persesuaian dengan daerah bersangkutan; c. Pengaturan umum urusan kolonisasi dan transmigrasi, ketjuali djika kolonisasi dan transmigrasi itu terjadi didalam daerah suatu daerah-bagian dan dengan pengertian, bahwa dalam hal transmigrasi dari suatu daerah-bagian kedaerah-bagian lain, tentu harus ada persesuaian antara daerah-bagian bersangkutan tentang banjaknja transmigrasi jang akan dilakukan; d. Hak memberi ampun (grasi), amnesti dan abolisi; e. Pengaturan hak pengarang, milik industri, dan hak pembiak (kwekersrecht); f. Pengaturan asas²-pokok hukum sipil antarnegara dan hukum antargolongan; g. Pengaturan hukum sipil dan hukum dagang, sekadar hal itu masuk bilangan untuk diatur dari pusat, baik karena kepentingan sosial umum atau karena alasan² ekonomi, maupun karena artinja jang chusus untuk bagian² penduduk jang penting jang sebagai demikian tidak masuk kewargaan sesuatu daerah-bagian; h. Pengaturan asas²-pokok hukum-pidana; i. Pengaturan asas²-pokok hukum atjara perdata–termasuk dalamnja hukum bukti–dan hukum atjara pidana; j. Pengaturan susunan kehakiman federal; k. Pugas dan kekuasaan pendaftaran tanah; l. Pengembalian perhubungan-hukum ekonomi; m. Ganti-rugi kerugian perang; n. Mengatur dan mendjalankan tugas polisi bersangkutan dengan pokok² penjelenggaraanpemerintahan federal; Pendidikan pegawai atasan polisi; Mengadakan persediaan² untuk memadjukan ketjakapan teknik dan daja-guna kepolisian Republik Indonesia Serikat; Mengadakan tindakan² untuk memadjukan kerdjasama jang tepat, dimana perlu, dalam pekerdjaan pelbagai alat-perlengkapan polisi; o. Hal mata-uang, hal uang dan hal bank, dan djuga pengaturan devisen; p. Pengaturan padjak perseroan; q. Pengaturan padjak kekajaan; r. Pengaturan padjak pendapatan untuk hal² istimewa jang ditentukan undang-undang federal; s. Pengaturan impor dari dan ekspor keluar negeri, termasuk bea-masuk dan bea-keluar dan djuga penentuan daerah-bea; t. Pengaturan bea meterai; u. Pengaturan tjukai, sekadar penting bagi Republik Indonesia Serikat seluruhnja; v. Monopoli² pemerintah; w. Hubungan² luar negeri, hak² dan kewadjiban² terhadap pemerintah2 luar-negeri, dan djuga pada umumnja segala pokok jang mempunjai hubungan rapat dengan perhubungan dengan luar-negeri, (sedang dalam perhubungan itu Republik Indonesia Serikat harus seluruhnja bertindak); x. Pertahanan negeri, termasuk hal mengatur hukum pidana dan hukum patuh-taat ketentaraan, madi dan zahiri, dan susunan kehakiman jang bersangkutan dengan itu, dan djuga mengatur dan mengumumkan keadaan perang dan keadaan darurat perang; y. Institut dan organisasi ilmu-pengetahuan jang penting bagi Republik Indonesia Serikat seluruhnja; z. Pemeliharaan monumen dan perlindungan alam jang penting bagi Republik Indonesia Serikat seluruhnja; A. Pengumpulan bahan2 statistik dan dokumen jang penting bagi Republik Indonesia seluruhnja; B. Pengaturan dan tindakan² sosial jang penting bagi Republik Indonesia Serikat seluruhnja; C. Memberikan pedoman² tentang kedudukan-hukum kepegawaian pemerintah, supaja sedapat-dapatnja didjamin kesesuaian dalam peraturan² jang bersangkutan; D. Pengaturan pengadjaran tinggi dan djalan pengadjaran akademi jang berhubungan dengan itu, termasuk pedoman² tentang pendidikan² jang memberi hak untuk masuk udjian² akademi, dan akibat sipil idjazah pengadjaran tinggi; E. Pedoman² tentang penerangan dan penjiaran radio, sekadar penting bagi Republik Indonesia Serikat seluruhnja; F. Aturan² umum tentang pengawasan atas impor dan djuga tentang pengudjian pilem²; G. Pedoman² umum tentang politik agraria, sekadar penting bagi Republik Indonesia Serikat seluruhnja; H. Menolak penjakit menular; I. Perniagaan, keradjinan, pertanian, penternakan perikanan dan urusan² ekonomi jang lain diantaranja termasuk penjediaan makanan, sekadar penting bagi Republik Indonesia Serikat seluruhnja; J. Perhubungan lalu-lintas, sekadar lebih penting dari pada bagi satu daerah-bagian sadja, dan djuga pemanduan dan penerangan pantai; K. Penerbangan dan metereologi; L. Topografi dan hidrografi; M. Pengawasan dilaut; N. Pemeliharaan pelabuhan² dan sungai², sekadar penting bagi peladjaran antarnegara; O. Urusan pos, telgram dan telpon, sekadar Republik Indonesia Serikat jang menjediakan kebutuhan²nja; P. Pengaturan pertambangan; Q. Perundang-undangan umum tentang tenaga air dan listrik, dan djuga pembangunan dan eksplotasi perusahaan² tenaga air jang ditentukan oleh federasi; R. Hal tera. ==PIAGAM-PERSETUDJUAN== antara Delegasi Republik Indonesia dan Delegasi Pertemuan Untuk Permusjawaratan Federal (Bijeenkomst Federaal Overleg) tentang rentjana Kontitusi Republik Indonesia Serikat. Pada hari Sabtu tanggal dua-puluh sembilan bulan Oktober tahun seribu sembilan-ratus empatpuluh sembilan kami Delegasi Republik Indonesia dan Delegasi Pertemuan Untuk Permusjawaratan Federal (''Bijeenkomst Federaal Overleg'') jang melangsungkan persidangan kami di Scheveningen. Setelah mempertimbangkan dan menjetudjui pikiran2 ketatanegaraan jang disusun oleh kedua Panitia Ketatanegaraan kami dalam beberapa persidangan bersama di Scheveningen dan ‘s Gravenhage semendjak bulan Agustus sampai achir bulan Oktober tahun 1949; Dengan mendjundjung tinggi segala putusan kebulatan jang diambil dalam Konperensi Inter- Indonesia dalam sidangnja dikota Jogjakarta dan Djakarta dalam bulan Djuli dan Agustus 1949; Setelah mempeladjari dan mempertimbangkan rentjana Konstitusi Republik Indonesia Serikat itu, maka kami Menjatakan bahwa kami menjetudjui naskah Undang-Undang Dasar Peralihan bernama Konstitusi Republik Indonesia Serikat jang dilampirkan pada Piagam-Persetudjuan ini. Kemudian dari pada itu maka untuk membuktikan itu kami kedua Delegasi dengan bersaksikan Tuhan Jang Maha-Esa terhadap sikap-sutji dan kesungguhan-keinginan Bangsa dan Tanah Air Indonesia Serikat membubuhkan tanda-tangan parap kami pada Piagam-Persetudjuan ini: <poem> a. Untuk Republik Indonesia, ''Pemimpin Delegasi Republik Indonesia'' (Drs. Moh. Hatta) b Untuk Daerah²-Bagian jang bekerdja-sama dalam perhubungan B.F.O. ''Utusan Kalimantan Barat'' (Sultan Hamid II) Ketua B.F.O. ''Utusan Indonesia Timur'' (Ide Anak Agoeng Gde Agoeng) Wakil Ketua B.F.O. pertama ''Utusan Madura'' (Dr. Soeparmo) Wakil Ketua B.F.O. kedua ''Utusan Bandjar'' (A.A. Rivai) ''Utusan Bangka'' (Saleh Achmad) ''Utusan Belitung'' (K.A. Moh. Joesoef) ''Utusan Dajak Besar'' (Mochran Bin Hadji Moh. Ali) ''Utusan Djawa Tengah'' (Dr. r. Sudjito) ''Utusan Djawa Timur'' (R. Tg. Djuwito) ''Utusan Kalimantan Tenggara'' (M. Jamani) ''Utusan Kalimantan Timur'' (Adji Pangeran Sosronegoro) ''Utusan Pasundan'' (Mr. R. Tg. Djumhana Wiriaatmadja) ''Utusan Riau'' (Radja Mohammad) ''Utusan Sumatera Selatan'' (Abdul Malik) ''Utusan Sumatera Timur'' (Radja Kaliamsjah Sinaga) </poem> [[Kategori:Undang-Undang Dasar Republik Indonesia| {{PAGENAME}}]] 2zwbx90dj90wvg4i6hzwprupt1talrk Pembicaraan Pengguna:Umar Faruqi, S.H.I 3 12795 319109 318993 2026-09-26T02:15:13Z Umar Faruqi, S.H.I 5669 319109 wikitext text/x-wiki Umar Faruqi nama aslinya. Putra dari pasangan Bapak Nurrochman dan ibu Tasniyah ini lahir 20 Juni 1986 di desa Sidabowa Patikraja Banyumas. Memiliki 6 saudara kandung, yakni Muslihah, Mu'tiyah, 'Asykariyah, Munawaroh, Jamaludin, dan Achmad Maemun. Umar kecil sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif NU Sidabowa, kemudian melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah NU 1 Patikraja, setelah itu Umar menginjak remaja melanjutkan sekolah di Madrasah Aliyah Negeri 2 Purwokerto. Tidak sampai disitu saja petualangan umar menimba ilmunya. Ia diberi anugerah oleh Alloh SWT dapat merasakan atmosfer kajian keilmuan di bangku perkuliahan, yakni di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Purwokerto Jurusan Syari'ah program study Ahwal Al-Syakhshiyah. == umar faruqi == setahu saya, beliau kerja menjadi petugas pemulasara jenazah di Rs Margono Soekarjo Purwokerto JAwa Tengah [[Istimewa:Kontribusi pengguna/~2026-51366-33|~2026-51366-33]] ([[Pembicaraan Pengguna:~2026-51366-33|Pembicaraan]]) 23 September 2026 04.21 (UTC) iya betul, sekarang beliau mempunyai tiga anak dari istri yang bernama Fitri Nurriyah Sari, serta tinggal di perum Shamara Sumbang Blok G.7 Desa Ciberem Rt 08 Rw 01 Sumbang Banyumas Jawa Tengah er3b3yrr2clsxqpkdqgq89m1df67j8c Halaman:104 Kotabumi.djvu/10 104 115472 319096 2026-09-25T12:01:53Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319096 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 912. bintang<br> 917. doenijah<br> 919. oedjan<br> 920. imboen<br> 921. asak<br> 923. toenggoel<br> 924. goeloe, djarhoe manah<br> 925. kědis njaroeh<br> 927. linoei<br> 928. angin<br> 929. riboet geli getå<br> 930. wai<br> 931. lawoet<br> 932. wai loenik<br> 934. wai balak<br> 935. oembak<br> 936. pasang<br> 937. tandjoengan<br> 938. pěsisir<br> 940. poelaw<br> 942. tanah<br> 943. mĕrgå<br> 944. poelaw<br> 947. goenoeng<br> 948. poendjoeng<br> 950. toeroen<br> 951. basal<br> 952. goehå<br> 955. bas<br> 957. indoeh<br> 958. goengeng<br> 959. rhang lajå<br> 960. latak<br> 961. kas<br> 962. lěla-an, roewang<br> 963. batang ari<br> 964. djambat<br> 965. rhabå<br> 966. libå<br> 967. soempoek<br> 968. wai balak<br> 969. batoe {{multicol-break}} 970. tanah<br> 971. pesig<br> 973. běsi<br> 974. těmbagå<br> 975. gangså<br> 976. sělakå<br> 977. ĕmas<br> 978. těmiah andak<br> 979. temiah/těmiah arhĕng<br> 980. wělirang<br> 981. toekang těpå<br> 982. tratak<br> 984. salěng<br> 985. paloe<br> 986. tahan<br> 987. tjapit<br> 988. běbajå<br> 989. ngasah<br> 991. ngěni<br> 992. moepakat<br> 993. pěrhadoeman pĕrang<br> 994. damai<br> 995. soedagar<br> 996. toekoen<br> 999. panakawan<br> 1000. sěkoesi<br> 1001. goedang, kědai <53><br> 1002. pasar<br> 1003. djoewal djoewalan<br> 1004. djoewal djoewalan<br> 1005. sěrhak<br> 1007. igonå (igånå), igå<br> 1008. oentoeng<br> 1009. ketjiwå<br> 1010. běli<br> 1011. mahal<br> 1012. moerah<br> 1013. oetang<br> 1014. nagih<br> 1015. bajar<br> 1016. djoewal<br> 1017/<br> 1018. ngindjam {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> d0frixjy6d5dnkapo9dud0e2hygbgv9 Halaman:104 Kotabumi.djvu/18 104 115473 319097 2026-09-25T12:08:11Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319097 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol>1 foot (hand-length): rekang<br>1 palm: takep<br>2 inches: oewa tangan<br>1 inch = setangan; sětangan kadipoe<br>(length of one) upper knuckle-bone: să ngawan tjoeloek<br>1 length of one little finger = sǎ tangan ketjik</ol> # <li value="55"> gantang = koelak, the rest <is measured> in katies<br> # weights<br> # soengkais dialect: djahat<br> # rich: rhajå<br> # bepilih almost dropped out of use<br> # in a sling<br> # to squeeze: pijěh, pěkěn<br>to pinch: ngoebih<br> # with a piece of wood: betoe<br>with a stick: moekoel: mětjoet<br>with the hand: ngegel<br> # soengkai dialect: těloe<br> # soengkai dialect: těloebělas<br> # polite term: sikam<br> # polite term: poeskam<br> # měti sěgala or měti oenjar² nå<br> # polite term: iå<br> # oenjen-oenjan means "alone"; sĕgala nå is colloquial<br> # polite term: djak sikam<br> # polite term: djak poeskam<br> # apå nikoe (strictly sp.) who you?<br> # morning: toekoek; midday: debi<br> # midnight: něngah bingi<br>dawn: kakoesĕn<br> # formerly: hå hå<br> # below, at the bottom: di dah<br> # temen (certainly, sure!)<br>iå (yes, yes indeed)<br> # also means: "there is" or "there are"<br> # when will you, ... etc.<br>kapan nadjoekken parhi oema sidjå is not correct '''4. ADDITIONAL DATA'''<br> peacock: koewaw<noinclude></noinclude> 2vhok27h9zpo9ayk5t7hk1hh8e4bnex 319098 319097 2026-09-25T12:08:59Z Thersetya2021 15831 319098 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol>1 foot (hand-length): rekang<br>1 palm: takep<br>2 inches: oewa tangan<br>1 inch = setangan; sětangan kadipoe<br>(length of one) upper knuckle-bone: să ngawan tjoeloek<br>1 length of one little finger = sǎ tangan ketjik</ol> # <li value="55"> gantang = koelak, the rest <is measured> in katies<br> # weights<br> # soengkais dialect: djahat<br> # rich: rhajå<br> # bepilih almost dropped out of use<br> # in a sling<br> # to squeeze: pijěh, pěkěn<br>to pinch: ngoebih<br> # with a piece of wood: betoe<br>with a stick: moekoel: mětjoet<br>with the hand: ngegel<br> # <li value="64"> soengkai dialect: těloe<br> # soengkai dialect: těloebělas<br> # polite term: sikam<br> # polite term: poeskam<br> # měti sěgala or měti oenjar² nå<br> # polite term: iå<br> # oenjen-oenjan means "alone"; sĕgala nå is colloquial<br> # polite term: djak sikam<br> # polite term: djak poeskam<br> # apå nikoe (strictly sp.) who you?<br> # morning: toekoek; midday: debi<br> # midnight: něngah bingi<br>dawn: kakoesĕn<br> # formerly: hå hå<br> # below, at the bottom: di dah<br> # temen (certainly, sure!)<br>iå (yes, yes indeed)<br> # also means: "there is" or "there are"<br> # when will you, ... etc.<br>kapan nadjoekken parhi oema sidjå is not correct '''4. ADDITIONAL DATA'''<br> peacock: koewaw<noinclude></noinclude> fg74izu70l0r09wyl82pnrrphgyavpk Halaman:104 Kotabumi.djvu/11 104 115474 319099 2026-09-25T12:15:35Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319099 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1019. toekĕrh<br> 1020. nawar<br> 1021. gadai<br> 1022. nawar<br> 1025. datjin<br> 1026. <54><br> 1028. <55><br> 1027/<br> 1028. batoe datjin <56><br> 1033. pěrahoe<br> 1060. těboes<br> 1061. balak<br> 1062. loenik<br> 1063. tidjang<br> 1064. tidjang<br> 1065/<br> 1066. ibah<br> 1067. gěmoek<br> 1068. aměl<br> 1067/<br> 1068. balak<br> 1070. ipis<br> 1071. rhajang<br> 1072-<br> 1074. taběh<br> 1075. sěděng sěděng<br> 1076. tjětjěl<br> 1079. rhinak<br> 1080. rhabai<br> 1081. djalang<br> 1082. laim (?), maloe<br> 1083/<br> 1084. rhělěm<br> 1085/<br> 1086. djědjak<br> 1087. ratjak<br> 1088. ibah<br> 1089. těběng<br> 1090. boekoek<br> 1096. těrang<br> 1097. miring<br> 1098. tadjěm<br> 1101. kěras, pěgĕng<br> 1102. lěměh {{multicol-break}} 1104/<br> 1105. panas<br> 1106/<br> 1107. ngisĕn<br> 1109/<br> 1110. poekěm<br> 1112. pěsagi<br> 1113. běrhak<br> 1115. loenik<br> 1116. běrhak<br> 1117. koewat, gagah<br> 1118. mak koewat<br> 1119. bani<br> 1121. malěs<br> 1125. kěring<br> 1127. basěh<br> 1130. wawai<br> 1132-<br> 1135. sikap, wawai<br> 1136-<br> 1139. djahal <57><br> 1142. bakang<br> 1143. latap<br> 1146/<br> 1147. paděk<br> 1148/<br> 1149. kěndoer<br> 1150. toehå<br> 1152. sanak<br> 1153. ngoerå<br> 1154. soekĕr<br> 1155. sěděng <58><br> 1156. pajah, lĕsoe<br> 1159. boegam, bingoeng<br> 1160. pandai<br> 1161. mětěr<br> 1162. misěm, kětjoet<br> 1163. pahik<br> 1164. kěměrhoek<br> 1166. masin<br> 1167. andak<br> 1168. arhěng<br> 1169. soeloeh<br> 1170. oengoe<br> 1171. koenjirh {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> n1maqm5wqpj7nbvjr0ujppc1mget8er Halaman:104 Kotabumi.djvu/12 104 115475 319101 2026-09-25T12:19:19Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319101 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1172. bělaw<br> 1173. oedjaw<br> 1174. ĕngkai<br> 1175. dapěk<br> 1176. ngěni<br> 1179. ngakoek<br> 1180. ngakoek<br> 1193. pandai<br> 1194. bepilih, pikir <59><br> 1195. pandai<br> 1196. ingět<br> 1197. mak ingět, loepå<br> 1198. mak něrima, mak ngakoe<br> 1199. něrima, ngakoe<br> 1200. měněng<br> 1201. dělěm ati na, rharhibå<br> 1202. tjawå<br> 1203. ringgět<br> 1206. njoewak<br> 1208. pandai<br> 1210. goewai<br> 1212. njoetjoen<br> 1213. ngating<br> 1214. njělindoeng<br> 1215. njoepik<br> 1216, ngătjing<br> 1220. njoehoen<br> 1221. naban<br> 1220/<br> 1221. mabai <60><br> 1222-<br> 1224. djagå, noenggoe<br> 1227. něngi<br> 1228. ngĕnah<br> 1229. ngambaw, sěki<br> 1233. ngiroes<br> 1234. ngamboes<br> 1236/<br> 1237. něki<br> 1238. ingak<br> 1239. bědji, njoewěh<br> 1240. pěmarhěk<br> 1243. ågå {{multicol-break}} 1244. ågå<br> 1245. boekå<br> 1246. tangěp<br> 1259. <61><br> 1260/<br> 1261. moelai<br> 1262/<br> 1263. geli<br> 1264. kapet<br> 1265. djamoek<br> 1266. mendjamoek<br> 1267, ngěloelih<br> 1268. nimbal<br> 1269. kiloei<br> 1270. mak koedjå, mak kenih<br> 1271. tipoe, boedi<br> 1272. boehoeng<br> 1276/<br> 1277. poepoel<br> 1278. kali<br> 1284. toendoek<br> 1286. mindjak, berangkat<br> 1291. <63><br> 1292. běbales<br> 1293. sai<br> 1294. oewå<br> 1295. tigå <64><br> 1296. pak<br> 1297. limå<br> 1298. něm<br> 1299. pitoe<br> 1300. waloe<br> 1301. siwå<br> 1302. sěpoeloeh<br> 1303. sěbělas<br> 1304. oewå bělas<br> 1305. tigå bělas <65><br> 1310. waloebělas<br> 1311. siwåbělas<br> 1312. oewå ngapoeloe<br> 1313. sělikoer<br> 1315. limå likoer<br> 1316. tigå poeloeh {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> fgk7053hy8vpwlt106zfp5dzwwz0qa4 Halaman:104 Kotabumi.djvu/13 104 115476 319103 2026-09-25T12:57:43Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319103 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1317. pak poeloeh<br> 1318. limå poeloeh<br> 1319. něm poeloeh<br> 1323. sĕrhatoes<br> 1324. sĕrhiboe<br> 1325. sěpoeloeh rhiboe<br> 1326. sětěngah<br> 1327. bagi pak<br> 1328. sěkali<br> 1329. oewå kali<br> 1330/<br> 1331. bĕrmoelå<br> 1332/<br> 1333. kadoewå<br> 1336/<br> 1337. kěradoewanå<br> 1338. pirhå<br> 1339. běsai<br> 1340. tjoenik, tjoetik<br> 1341. doenggak<br> 1347. lioe<br> 1348. talioe<br> 1349. koerang<br> 1350. segalå<br> 1356. oewå tigå<br> 1357. njå <66><br> 1358. njak sajan<br> 1359. nikoe <67><br> 1362. nikoe na <68><br> 1363. rham <69><br> 1365. oenjĕn-oenjěn, sěgala nå <70><br> 1364/<br> 1367/<br> 1368. měti segala nå<br> 1369. djak koe <71><br> 1370. djak sikam nå<br> 1372. djak sikam nå<br> 1373. djak moe <72><br> 1374. djak měti nå<br> 1375/<br> 1376. djak měti<br> 1378. djak měti 1379. apå, apå nikoe <73> {{multicol-break}} 1380. njå<br> 1382. kedå<br> 1383. sidjå<br> 1385/<br> 1386. sinå<br> 1388. didjå<br> 1389. di sanå, di ni<br> 1394. panas <74><br> 1398. sawar<br> 1402. dabingi <75><br> 1406. tahoen<br> 1407. moesim<br> 1408. tanå<br> 1409. sěbĕrai<br> 1411. hå <76><br> 1412. di děpan<br> 1413. di hadep<br> 1416. djinå<br> 1418. běrbi<br> 1419. karoewå<br> 1420. tanå, kabijan sinå<br> 1422. djimah<br> 1423. sawai<br> 1426. nak-an-nak-an, waktoe-waktoe<br> 1427. akoen kĕdå<br> 1428. rhadoe<br> 1429. lakwat<br> 1431. měndahap kanan<br> 1432. měndahap kiri<br> 1433. matå panas mindjak<br> 1434. matå panas mati<br> 1435. kiri<br> 1436. kanan<br> 1437. doenggak<br> 1439. djak oenggak<br> 1440. di bahan <77><br> 1441. djak bahan<br> 1442/<br> 1443. andjå(hå)-sampai (tigah)<br> 1445. měgě, milang (?)<br> 1446. andjak<br> 1447. tigah dini<br> 1448. di {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> mzg43evf7e83hjfnq9osknjjt4csxb3 319104 319103 2026-09-25T12:58:14Z Thersetya2021 15831 319104 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1317. pak poeloeh<br> 1318. limå poeloeh<br> 1319. něm poeloeh<br> 1323. sĕrhatoes<br> 1324. sĕrhiboe<br> 1325. sěpoeloeh rhiboe<br> 1326. sětěngah<br> 1327. bagi pak<br> 1328. sěkali<br> 1329. oewå kali<br> 1330/<br> 1331. bĕrmoelå<br> 1332/<br> 1333. kadoewå<br> 1336/<br> 1337. kěradoewanå<br> 1338. pirhå<br> 1339. běsai<br> 1340. tjoenik, tjoetik<br> 1341. doenggak<br> 1347. lioe<br> 1348. talioe<br> 1349. koerang<br> 1350. segalå<br> 1356. oewå tigå<br> 1357. njå <66><br> 1358. njak sajan<br> 1359. nikoe <67><br> 1362. nikoe na <68><br> 1363. rham <69><br> 1365. oenjĕn-oenjěn, sěgala nå <70><br> 1364/<br> 1367/<br> 1368. měti segala nå<br> 1369. djak koe <71><br> 1370. djak sikam nå<br> 1372. djak sikam nå<br> 1373. djak moe <72><br> 1374. djak měti nå<br> 1375/<br> 1376. djak měti<br> 1378. djak měti<br> 1379. apå, apå nikoe <73> {{multicol-break}} 1380. njå<br> 1382. kedå<br> 1383. sidjå<br> 1385/<br> 1386. sinå<br> 1388. didjå<br> 1389. di sanå, di ni<br> 1394. panas <74><br> 1398. sawar<br> 1402. dabingi <75><br> 1406. tahoen<br> 1407. moesim<br> 1408. tanå<br> 1409. sěbĕrai<br> 1411. hå <76><br> 1412. di děpan<br> 1413. di hadep<br> 1416. djinå<br> 1418. běrbi<br> 1419. karoewå<br> 1420. tanå, kabijan sinå<br> 1422. djimah<br> 1423. sawai<br> 1426. nak-an-nak-an, waktoe-waktoe<br> 1427. akoen kĕdå<br> 1428. rhadoe<br> 1429. lakwat<br> 1431. měndahap kanan<br> 1432. měndahap kiri<br> 1433. matå panas mindjak<br> 1434. matå panas mati<br> 1435. kiri<br> 1436. kanan<br> 1437. doenggak<br> 1439. djak oenggak<br> 1440. di bahan <77><br> 1441. djak bahan<br> 1442/<br> 1443. andjå(hå)-sampai (tigah)<br> 1445. měgě, milang (?)<br> 1446. andjak<br> 1447. tigah dini<br> 1448. di {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> lclr6str8ozwba5dlzkj133t2gols4j Halaman:104 Kotabumi.djvu/14 104 115477 319105 2026-09-25T13:03:13Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319105 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1449. djamå<br> 1450. dilěm<br> 1451. di loewah<br> 1452. parěk<br> 1453. djawěh<br> 1454. kiděran<br> 1460. di kědå<br> 1461. njå agoenå<br> 1462. pěnadjå, dak-å<br> 1465. oelah njå<br> 1466. těměn, iå <78><br> 1467. tědoeh-tědoeh<br> 1469. djamå {{multicol-break}} 1470. bareng-bareng, djama-djama<br> 1471. mak wat<br> 1472. iå<br> 1475. dang<br> 1473-<br> 1475. mak wat<br> 1476. wat <79><br> 1477. tjoemå<br> 1478. parhek<br> 1479. anjing<br> 1481. tětapi<br> 1482. pagoen djoega<br> 1486. mak (wat) {{multicol-end}} '''No. 104'''<br> #<li value="1522"> oema sidjå kapan tadjoek?<br> # njå nikoe kah tadjoek parhi oemå sinå? <80><br> # lamoen penadjå běsai njak magå bajarh<br> # njak agå ngabajarkěn tamakå<br> # djoewalkěn di njak djoegå barang-barang sidjå<br> # oelěn sinå ngěběli pěkakas djamo njak<br> # sapå sai di kirimkěn djamå radjå?<br> # perha djimå sai di pĕrintah radjå djamå nikoe?<br> # sidjå wai mak dapak (dapet) di lijoewi pĕrhahoe<br> # prihå moeni djak djå tigah laoet?<br> # mak makå djambatan; njå lěgoe koe agå njěběrang di wai sinå?<br> # idang panas ĕngkai boewah kajoe dilěm las<br> # njak agå ĕngkai djoekoek oelaměn koedå<br> # kak rhadå pirhå panas mak oedjan tanå?<br> # tjawå nå mak těměn djamå njak<br> # sai kedå rhang lajå; sai koe lapahi?<br> # sapå sai dapak ngebǎ pěk sidjå?<br> # ngakoek wai agå pakai moepah pěkakas koe<br> # kiloei manoek djamå iå pidang maså<br> # sapa sai mak dapak noetoek tinggal di djå<br> # njak ninggalkěn djimå oewå di djå<br> # radjå mati, kak rhadoe pĕrang<br> # apå sai katjak rhadoe pĕrang<br> # oelah njå djimå sidjå běhaban<br> # njak sai ngawarasi nikoe<noinclude></noinclude> 2fqze8j4gwv77b48hdfllubh5g8vwym Halaman:104 Kotabumi.djvu/15 104 115478 319106 2026-09-25T13:08:42Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319106 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''3. NOTES'''<br> # ngagajarh in fact means "to lean with the back" (and can therefore be used for leaning in a standing or sitting position)<br> # toelěm, oebå, wibel<br> # to sigh deeply: higå balak<br> # oeloen ( {{gap}} ) more accurately: "somebody, stranger"<br> # gelarh corresponds to <our> "alias"<br> # ěndai: dialect toelang bawang<br> # těloedan, nènèk (ninik), tjangah wasing<br> # masangaken (also by itself) ngakěn<br> # now changed; the common term is now: ilmoe<br> # tetenger is the original term, but is no longer commonly used.<br> # The various kinds asked for in the <master> list do not have separate names as far as I know%3B the people themselves probably do not know exactly the difference between good and evil spirits. For 'good spirit' I was offered the name djin Islam (!), and when I asked how they would call an evil spirit, one couldn't give the answer.<br> # (the other names: iblis, djin, etc. are from Malay)<br> # archaic: ngědjoengi<br> # goewaijan, wawai, patoet běněr<br> # old: lĕbai<br> # wali: aoelijak<br> # soempoek, poendjoeng<br> # (old) nambak. Formerly the young people of both sexes came to present offerings (begawi) when a small mound was made on the grave.<br> # old minĕng<br> # not known in the sense of annulment of a marriage (divorce); after the death of the husband the wife remains the property of his family, e.g. she is not free to act as she likes. The property (including the wife) is transferred to the brother of the deceased; if there is no brother, it goes to the <next> rightful relative.<br> # the Ngidjen is the assistant; she massages (?) the back and loins of the woman in labour: the Ngajau is the proper midwife<br> # měmoenjahkan (of adults or youths)<br>lalagå (of children)<br> # gasing (toys)<br>tambangan (duty, levy)<br> # dialect toelang bawang: boeboengan<br> # pakoel sirap (atap)<br>pakoel genting (roof-tile)<noinclude></noinclude> evxsal4261siqs8j57fg8nqerkssda9 Halaman:104 Kotabumi.djvu/16 104 115479 319107 2026-09-25T13:17:27Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319107 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>#<li value="26 ">a tikar is also called apai<br> # mattress = kasoer<br> # lampoe<br> # old: tjawan<br> # gĕndi: kiboek<br> # djawan balak (large); djawan loenik (small)<br>langkai = more or less □ made of bamboo or rattan<br>bisik = large basket for storing cloths<br>tjeligik, basket used to keep boiled rice<br>kindarh: large basket <br>djawan mi = for boiled rice; it has a lid shaped like a tower<br>toedoeng = tĕrindak<br> # bĕroek = small kind of fish<br>djělabat = large white fish<br>kamal = rather large fish with yellow and black spots<br>kětiboeng = large fish, blackish or spotted, is said to reach a length of 1½ (?) metres.<br>lapam = small white fish<br>pěpah = whiteish fish<br>sĕbajaw = large fish with black rings<br>sěloewang = small kind of fish<br>těri = small fry<br>toewis = large yellow fish<br>lidah = sole (fish)<br>pěloes = eel<br> # (strictly speaking: sarong interwoven with gold thread and decorated with tinsel or beads). Sindjang, is worn only by the men (also a kind of sarong); all other woven materials have been imported.<br> # bělida, tasikan, tegijan<br> # white yarn (for sewing): loetan, panjiroek<br> # ngikah (making of nets)<br>to tie a knot: karoeng<br> # koewil, koerit, goebik<br> # (old) oemå<br> # lěpang, timoen, karmoedjå<br> # djakoeh (old)<br> # taboe kajoe is used for the storage of water<br> # guinea-fowl: toegang<br> # perkoetoet, koetiran (?), batĕtoe<br> # pelican: rěpipi<br> # greyish, with a short tail; a bit bigger than a dog, rather vicious and causes much damage to gardens<noinclude></noinclude> nk4ronnpsf5i6wckcopkdqedi82viu5 Halaman:104 Kotabumi.djvu/17 104 115480 319108 2026-09-25T13:27:50Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319108 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="46"> black spider: lawah samang<br> # dragonfly: tětoewir tjitjin<br> # silkworm: oewĕrh<br> # sěrhěm gatel: small red ant<br>sĕrhěm arhang-arhang: red ant, rather small<br>sěrhěm oelai: large black ant with white spots; rather vicious, lives in trees<br>sĕrhěm djoekik: yellowish, rather small<br>kětanem: same size as sĕrhěm oelai, but lives in holes in the ground; colour: black<br>anai-anai: termites<br>kěkoejoe: ant-lion<br> # oelěr sawa: large with black and yellow spots, not poisonous (python)<br>oelĕr bělidå: very poisonous, approx. 1 metre long; black with white spots<br>oelěr tědoeng: black, very poisonous, grows approx. 1½ metres long.<br>oelěr tědoeng ranggas = viper; very poisonous<br>oelěr matå panas: viper, very poisonous<br>oelěr měmoejaw: black, white nose; not poisonous, but the people say that this snake spits out a dangerous slime which causes suppurating wounds. Grows to a length of 1 metres<br> oelěr wai = water snake, not poisonous; colour: greyish; grows to a length of approx. 1 metre<br>oelěr pihi: also a water snake; not poisonous<br>oelĕr medawik = the well-known green tree snake (does not bite)<br>oelĕr oeloe oewå: the so-called double-headed snake<br>oelěr bělang: the well-known poisonous snake<br>oelěr jějoeh: viper, very poisonous, brownish<br>oelěr gělěng: viper, same size as an earthworm, greyish and very poisonous<br>oelěr wiki: almost white<br> # flying dragon (dracovolens) nenijoe<br>cameleon: lěloenggoek<br>gecko: gegak<br> # crocodile, so-called sea <?> crocodile: bocha djedjoeloeng<br>alligator: bocha bekatak<br> # goedang (large); kedai (small)<br> # old measures of length:<br>1 el = poengoesai<br> ½ el = ita<noinclude></noinclude> ngri79hbhaioi6e10ggmkl4rkxp5nuc Halaman:109 Sawu.djvu/2 104 115481 319110 2026-09-26T03:01:51Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319110 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. SAWU LIST''' {{multicol}} 1. ngi'oe<br> 2. kětoe<br> 3. tangamada<br> 4. tanga re'ie<br> 5. kaba wōkōlō<br> 6. raoe kētoe<br> 8. kèhèroe<br> 9. wōdiloe<br> 11. namada<br> 15. kèwoekoe<br> 17. einamada<br> 18. hewĕnga<br> 20. wěrie<br> 21. kaba ranga<br> 22. oeba<br> 25. koerinjōrō<br> 27. ra'oeoeba<br> 28. ra'oewie <ra'oe wie ?><br> 29. pagawie<br> 30. ra'oe ranga<br> 31. wè-ō<br> 32. ngara<br> 34. ri-è<br> 33/<br> 35. ngoetoe<br> 37. kōkō<br> 38. lakōkō<br> 41/<br> 42. hoehoe<br> 45. woeri hoehoe<br> 46. ei hoehoe<br> 48. hèmoehi<br> 50. roei loea<br> 52. oehoe<br> 53. kèbakè<br> 54. dě loe <děloe>?<br> 56. aḍè<br> 57. ědoe<br> 61. ehoe<br> 62. dari ēhoe<br> 63. kedjoenga {{multicol-break}} 66. kebila koō <kao ?><br> 68. worè<br> 69. wōrè<br> 70. kēpŏdjō<br> 72. foō'é<br> 73. foō'é<br> 75. pehoe<br> 76. wō-oe<br> 77. woeta<br> 78. oe'ie<br> 82. pènōrō<br> 83. pènōrō<br> 84. bébō<br> 86. kaba djēla<br> 88. wōhieoe<br> 90. kèmèmè<br> 91. roetoe<br> 93. děloe manoe bèbō<br> 94. djela kiie<br> 95. kèmēkoe<br> 97. roeai<br> 99. dara bōrō<br> 100. wōhioe<br> 102. wōlaěba <wōla ĕba ?><br> 105. kōlō koe'oe<br> 107. koe'oe<br> 108. ai aé<br> 109. ai djoedjoe<br> 110. ai terōra<br> 111. af néta<br> 112. ai iki<br> 115. roei bèbō<br> 116. ra<br> 117. ihi<br> 118. Kēloe è wōdētō<br> 121. koeri<br> 122. raoe ihi daoe<br> 123. raoe ihi bada <boda ?><br> 124. kèbehoe<br> 125. iloe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> cnhe6kmvdpve46z5p7ft9zl1lxjsxtt Halaman:109 Sawu.djvu/3 104 115482 319111 2026-09-26T03:16:59Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319111 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 126. wěri <1><br> 127. hè'nga<br> 128. nga'a<br> 129. menganga<br> 130. nginoe<br> 131. mawo <2><br> 132. ha'e kōkō<br> 133. bahoe<br> 134. kedi'i, ketēki <3><br> 137. dēlō<br> 138. bēdji<br> 139/<br> 140. ni<br> 144. titoe<br> 145. kakō<br> 146. pèkèbela-ēni<br> 147. pehegaerae ēni<br> 148. pèkèlōli-ēni<br> 149. medjeḍi<br> 150. medjèdi<br> 151. medjeḍi<br> 152. lekoe roetoe<br> 153. nangi<br> 154. dji-oe<br> 156. gạgạ<br> 157. li pedai<br> 158. li<br> 159. megērré<br> 160. pē-ká<br> 161. mari<br> 163. tangi<br> 165. mari kēdeki<br> 166. kenga hedoei<br> 167. penjiao, penjioe iloe<br> 169. benji<br> 170. mè'a<br> 172. mēti'a<br> 173. hēki<br> 174. mērēga<br> 176. mègaoe<br> 177. pēngētoe<br> 182. moeri {{multicol-break}} 183. madé<br> 184. madé<br> 188. hiloe<br> 191. rai daré<br> 192. pènaḍé<br> 193. ōha<br> 194. oenoe<br> 196. nōè<br> 197. heba<br> 198. bèlō<br> 199. pēḍa<br> 200. pēḍa<br> 202. kēḍi<br> 203. wihoe woedoe<br> 205. èmō<br> 207. pèda dēloe<br> 209. lai dèi<br> 210. lakati<br> 211. heraba <4><br> 214. bĕtoe<br> 219. kēbō-ō ketoe<br> 220. nōhō ihi<br> 222. lēkarimeringi<br> 224. leka rimeringi<br> 225. moeha<br> 227. bēnga<br> 228. hō-è<br> 229. bēdoe<br> 231. wokèrè<br> 232. tōna<br> 234. mēlarè<br> 235. mōné mēlarè<br> 236. daoe<br> 237. daoe<br> 238. daoe<br> 239. ngara<br> 240. ngara boewoe<br> 241. momōné<br> 242. móbēni<br> 243. mone<br> 244. mōla'i {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> qa3f6pnfteoozvxhadbbyob8cff7nob Halaman:109 Sawu.djvu/4 104 115483 319112 2026-09-26T03:28:01Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319112 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 243/<br> 244. mo'mōné<br> 245. dōpaěmoe<br> 246. rèno <rèna ?><br> 245/<br> 246. mōběni<br> 248/<br> 249. wōkōbō<br> 250. ana mōmōné <aana ?><br> 252. ana mōběni<br> 255. ama<br> 256. ina<br> 257/<br> 258. na a'a na ari<br> 261. ana mōmōné<br> 262. ana mōbeni<br> 263. ēpoe mōné<br> 264. ēpoe běni<br> 266. epoe noehi<br> 267. KēdjaKoe <Kēdjakoe ?><br> 268. namōné<br> 269. nawěni<br> 270/<br> 271. a'a<br> 272/<br> 273. ari<br> 274. ēpoe<br> 275. maé<br> 276. makè mōné<br> 277. maé maiki<br> 278. maé maiki<br> 279. makèmōné<br> 280. makèmōné<br> 281. naé<br> 282. nakoe é<br> 283. naē nakoe-é<br> 284. naē nakoe-é<br> 285. naē nakoe-é<br> 286. naē nakoe-é<br> 295. ana, nakaběni<br> 296. nakeběni<br> 297/<br> 298. ina ama<br> 299. ana {{multicol-break}} 300. ana<br> 302/<br> 303. ana<br> 304. ama<br> 305. ana pēloedja<br> 306-<br> 309. a'a<br> 310/<br> 314. namōné<br> 315. péoedja<br> 316. peoedja do<br> 317. lải<br> 320. ihi anga pēnaoe<br> 324. bara<br> 326. rai<br> 327. rae a'e<br> 329. ra'e paḍa<br> 330. doüw rai <doriro rai ?><br> 331. mōné mēlarè<br> 332. adjima <5><br> 333. lipana<br> 334. kědji koewaha<br> 335. boekoe koewaha<br> 337. wōwadoe<br> 338. telia oeroe djara<br> 339. wangō hèmanga domēnidoe,<br>{{gap}}gera-o <6><br> 340. wangō dōije<br> 341. wangō panadara<br> 343/<br> 344. hèmanga<br> 345. Dé-o<br> 347. hapé<br> 351. hoeri<br> 352. dētta<br> 353. karata <4><br> 354. hoeai <hoeri ?><br> 355. boekoe <4><br> 356. li pediri<br> 358. li lōdō<br> 359. li aloe<br> 362. menata<br> 364. rai d<u>i</u>d<u>a</u> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 5lruratuhh9yiu7xycj7x264okqwp2b Halaman:109 Sawu.djvu/5 104 115484 319113 2026-09-26T03:32:28Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319113 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 365. dou rai<br> 367. penge woije<br> 368. ta-ō woapa <wo apa ?><br> 369. loeri<br> 370. loeri<br> 371. mōnéama<br> 372. běni rima<br> 374. ēmoe kewehoe <7><br> 375. ēra dōpana<br> 377. ēmoe a'e<br> 378. doe a'e<br> 379. weto<br> 380. dokepai<br> 381. mone djoeroe Ketoe<br> 382. ēra dōpona<br> 386. temoegoe<br> 388. doü a'e<br> 389. moneama<br> 390. mone moehoe<br> 391. mēngi<br> 392. apa<br> 393. mone aha<br> 394. na ē noe<br> 396. kewehoe rai<br> 397. dou dowōlō<br> 399. wōlō<br> 400. wōlō<br> 401. mone titoe<br> 402. mone pe ēta<br> 403. na ēnoe<br> 404. lèōdēpi<br> 407/<br> 408. peloko nga-a<br> 410. pēhègi<br> 411. keboe-é well<br> 412. pētēka kēwēhoe<br> 413. mètana<br> 414. beni dẻo<br> 415. kēnjō<br> 417. beni lědě<br> 419. biōla <4><br> 420. kehidō {{multicol-break}} 421. dĕrē<br> 422. dĕrē<br> 424. namengoe<br> 426. dĕrē oeba<br> 428. li do<br> 430. li pèlè<br> 432. keriwoe<br> 433. wŏ piŏ<br> 437. ĕmoe<br> 438. leo<br> 440. bĕngoe<br> 441. roe ĕmoe<br> 446. Wārèna <Wōrèna ?><br> 449. kélaé<br> 451. djanela <4><br> 452. kěbihoe<br> 453. langa<br> 454. kelaga<br> 456/<br> 457. kelaga rai<br> 458/<br> 459. laboe<br> 461. teroe<br> 462. kebe'e<br> 464. laoe era<br> 465. era bedji<br> 468. depi bēdji<br> 469. nēloe kētoe<br> 470. èra mēdjedi<br> 471. hedapa<br> 472/<br> 473. dēmae <dēmoe ?><br> 474. era hago ngaa<br> 475. a'i<br> 476. kēpoe<br> 477. tao a'i<br> 478. pemade ai<br> 482. hēboe<br> 483. lawō heloegi<br> 484. adjoe a'i<br> 485. pēwèō<br> 486. pètiō<br> 487. ro'a mengeroe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> one23kzrtta7b908zut1d42k2w1kddm Halaman:109 Sawu.djvu/6 104 115485 319114 2026-09-26T03:38:32Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319114 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>8 {{multicol}} 488. laae èra<br> 489. èra mēdjedí<br> 493. ēroe behi<br> 494. ēroe raī<br> 495/<br> 496. ēroe hōgō nga'a<br> 497. pirie <8><br> 498. namagō <g><br> 499. mědja nginoe<br> 501/<br> 502. kabarai<br> 503. kabamara<br> 501-<br> 503. kaba<br> 505. toedi<br> 506. wèla<br> 507. djōbei<br> 508. djōbei<br> 509. kětaka<br> 510. roehoeroe<br> 511. kabahoeroe<br> 513. oke e'i<br> 514. hǒpei, kēdjědja <10><br> 515. padoe<br> 516. weō<br> 517. hoerōe<br> 519. baraka<br> 520. peti bara<br> 522. ēroe<br> 524. ĕroe kěri<br> 525-<br> 527. hŏgŏ<br> 528. toenoe<br> 529. he'i<br> 530. he'i<br> 534. nga'a<br> 535. nga'a<br> 536. ihi nga'a<br> 537. roeadjoe<br> 539. hidai dōmada<br> 540. hidai dŏkèmangoe<br> 541. nadoe-oe <12><br> 544. lailoedoe {{multicol-break}} 545. arě-dŏmami<br> 546. are medà<br> 547. lia<br> 548. woeri are<br> 549. leo getoe are<br> 550/<br> 551. ngehoe aroe<br> 554. ěto<br> 555. fegili <foegili ?><br> 561. ei kawo<br> 562. wōkélailinga<br> 563. mōngëhi<br> 565. ei higi<br> 567. hǒlǒ ka-e <hǒlō ?><br> 569/<br> 570. hōlō ngioe<br> 571/<br> 572. léhoe ketoe<br> 573. ngoetoe hemoe<br> 576. teroe-oe<br> 577/<br> 578. koeri waké<br> 579. lalé a-i<br> 580. lalé djèla<br> 582. keraboe <4><br> 583. giwa <13><br> 586. héléda<br> 588. tjidako<br> 589. waiwaké<br> 590. hoetera<br> 593. mēnēnoe<br> 594. ngetoe hemoe<br> 597. pĕhedoe <pèhedoe ?><br> 594-<br> 597. dari mēnēnoe<br> 600. ēnjoe<br> 601. ēppi dari<br> 602. dari<br> 603. loeawengoe<br> 604. kēwēhoe<br> 605/<br> 606. kerògò<br> 608. hèmala<br> 609. hōpé {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> myip7sbrsv0ty4m6eck1ynp6qzsbusg 319115 319114 2026-09-26T03:38:46Z Thersetya2021 15831 319115 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 488. laae èra<br> 489. èra mēdjedí<br> 493. ēroe behi<br> 494. ēroe raī<br> 495/<br> 496. ēroe hōgō nga'a<br> 497. pirie <8><br> 498. namagō <g><br> 499. mědja nginoe<br> 501/<br> 502. kabarai<br> 503. kabamara<br> 501-<br> 503. kaba<br> 505. toedi<br> 506. wèla<br> 507. djōbei<br> 508. djōbei<br> 509. kětaka<br> 510. roehoeroe<br> 511. kabahoeroe<br> 513. oke e'i<br> 514. hǒpei, kēdjědja <10><br> 515. padoe<br> 516. weō<br> 517. hoerōe<br> 519. baraka<br> 520. peti bara<br> 522. ēroe<br> 524. ĕroe kěri<br> 525-<br> 527. hŏgŏ<br> 528. toenoe<br> 529. he'i<br> 530. he'i<br> 534. nga'a<br> 535. nga'a<br> 536. ihi nga'a<br> 537. roeadjoe<br> 539. hidai dōmada<br> 540. hidai dŏkèmangoe<br> 541. nadoe-oe <12><br> 544. lailoedoe {{multicol-break}} 545. arě-dŏmami<br> 546. are medà<br> 547. lia<br> 548. woeri are<br> 549. leo getoe are<br> 550/<br> 551. ngehoe aroe<br> 554. ěto<br> 555. fegili <foegili ?><br> 561. ei kawo<br> 562. wōkélailinga<br> 563. mōngëhi<br> 565. ei higi<br> 567. hǒlǒ ka-e <hǒlō ?><br> 569/<br> 570. hōlō ngioe<br> 571/<br> 572. léhoe ketoe<br> 573. ngoetoe hemoe<br> 576. teroe-oe<br> 577/<br> 578. koeri waké<br> 579. lalé a-i<br> 580. lalé djèla<br> 582. keraboe <4><br> 583. giwa <13><br> 586. héléda<br> 588. tjidako<br> 589. waiwaké<br> 590. hoetera<br> 593. mēnēnoe<br> 594. ngetoe hemoe<br> 597. pĕhedoe <pèhedoe ?><br> 594-<br> 597. dari mēnēnoe<br> 600. ēnjoe<br> 601. ēppi dari<br> 602. dari<br> 603. loeawengoe<br> 604. kēwēhoe<br> 605/<br> 606. kerògò<br> 608. hèmala<br> 609. hōpé {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> dwchf80mctcop7hyyfhwlrca6u4ghu5 Halaman:109 Sawu.djvu/7 104 115486 319116 2026-09-26T03:44:12Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319116 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 611. kèрōкè<br> 612. ana poepoe<br> 613-<br> 616. <14><br> 617. Lami<br> 619. worena<br> 620. ke pō<br> 621. awoe ke pō<br> 622. woana<br> 623. woba<br> 624. kēlēkoe<br> 626. moehoe<br> 627. dou moehoe<br> 628. worena<br> 629. ēta ketoe<br> 630. pe ije<br> 631. daoe boewoe <loewoe ?><br> 634. mēmē<br> 635. nara<br> 636. dou kepa pa ramoehoe<br> 637. dou pe pōe, pā <pē ?> djoē<br> 639. pēngēdi woije<br> 640. ma'i hoehoe<br> 642. tanaga<br> 643. behi tanaga <15><br> 644. para rai<br> 645. woka rai<br> 649. toedi djoeoe<br> 651. toedi getoearé<br> 652. para rai<br> 653. dōka<br> 654. lōbō ma-aré<br> 655. ma-aré<br> 656. titi<br> 657. roedjara ei<br> 659. laoe poedi<br> 660. na-adjoe<br> 662/<br> 663. koedja<br> 664. wini rai<br> 665. hělla mēlari<br> 668. ihi<br> 669. womengeroe {{multicol-break}} 671. getoe aré<br> 672. poe wo-é<br> 674. teradjawa<br> 677. keboei<br> 679. wodimoe<br> 681. roenai<br> 682. dēbboe<br> 683. womenila<br> 684. wolahoena<br> 686. hiwoe djawa<br> 688. wei kepaka<br> 690. wohili kelia<br> 691. njioe<br> 692. wo-e njioe<br> 696. kepoe-é doe-é<br> 697/<br> 698. doe-é<br> 700. donahoe<br> 701. domegeroe<br> 702. nipa<br> 703. kepoe-é haqoe<br> 704. haqoe<br> 705. wengoe<br> 706. wokeweroe<br> 707. lata<br> 708. wopaoe<br> 709. wohoha<br> 712. woloeba<br> 713. lasa <16><br> 716-<br> 718. kepoe-e moe-oe<br> 720. wodjeroe meni koeri<br> 721. wodjeroe kebao<br> 722. wodjeroe ki-i<br> 723. kowie<br> 724/<br> 725. da-o<br> 726. gabe<br> 728. a-o<br> 729. kewoenji<br> 731. goei <17><br> 732. kelaiwoe<br> 733. ana kelai woe <kelaiwoe ?> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> fohk2y5vjlb3es4fdwi1gblnz6m8a26 Halaman:109 Sawu.djvu/8 104 115487 319117 2026-09-26T03:50:25Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319117 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 734. kepoeé adjoe<br> 737. hae<br> 739/<br> 740. kelai adjoe<br> 742-<br> 744. amō<br> 746. rēoe<br> 748. koeri<br> 750. hoeta<br> 752. ke ēla<br> 753. kenana<br> 755. wōlōlō<br> 757. nadoeboe<br> 758. boenga<br> 759. woe-e<br> 761. koeri<br> 763. lamoehi<br> 764. ihi<br> 765. pagō<br> 766. eimenji<br> 770. djoe-oe<br> 771. djoe-oe<br> 772. widoe<br> 773. těwò<br> 774. băda<br> 775. ana <18><br> 778. roelai<br> 779. ai bada<br> 780. koe-oe bada<br> 781. koe-oe<br> 786. roe-ěla<br> 787. rěoe-ěla<br> 789. njěboe<br> 790. děloe<br> 794. wawi<br> 797. pěgoe<br> 799. ki'i hawoe<br> 800-<br> 802. kebao<br> 803. djawi<br> 804. djawi mōné <19><br> 805. kèbè<br> 806. kėbō hapi {{multicol-break}} 807. djara<br> 808. pē kè<br> 809. roeha<br> 811. ngaka<br> 812. li badoe<br> 813. mèō<br> 814. kemēō<br> 815. maha <20><br> 816. peqo<br> 817. broea <21><br> 818. wawi lada <22><br> 824. kŏrŏ djawa<br> 825. gaga<br> 827. ana <23><br> 828. rèna<br> 830. lai aè <laiae ?><br> 831. manoe ēki<br> 826-<br> 831. manoe<br> 834. ka ka toea <kakatoea ?><4><br> 835. kōrō iki<br> 836. molewa<br> 840. loedjiaé<br> 843. heroe<br> 844. dolila<br> 845. dōmēda<br> 846. ni-i<br> 847. bawa heroe<br> 849. roeha<br> 851. kedjo'e<br> 852. kedjo'e<br> 853. kedjo'e wouw<br> 854. kōdē<br> 861. <24><br> 865. dēnoe <dānoe ?><br> 866. oedoe<br> 869. dēloe oedoe<br> 870. temēla<br> 871. moraké<br> 872. lara<br> 877. lēgoe<br> 878. kēléba {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> b5i116be582i4b6wdfivv7bd4otj9ye Halaman:109 Sawu.djvu/9 104 115488 319118 2026-09-26T04:07:14Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319118 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 879. kēwato<br> 881. mōkébara<br> 884. koeroedoel<br> 886. dōbōhō<br> 888. terieral<br> 891. ētoe<br> 892. Keroe<br> 893. keraka<br> 894. kaba wopiqa<br> 896. kedekke<br> 898. hapa<br> 899. lagoera <lagaera ?><br> 900. wa-e<br> 901/<br> 902. enjoe<br> 905. liroe<br> 906. lōdō<br> 907. lōdō dōnga'e rigerao<br> 908. wēroe<br> 910. wēroe <25><br> 911. weroe donga'e rigerao<br> 912. mōtō moeroe pidoe <26><br> 917. rai wawa<br> 919. ēdji<br> 920. eiperingi<br> 921. meramoe<br> 923. he roō<br> 924. dōrō<br> 925. woana latia<br> 927. dei ije<br> 928. ngēloe<br> 929. raga<br> 930. eilōkō<br> 931. ei dahi<br> 932. mara dahi<br> 934. djōrō dahi<br> 935. nawa<br> 936. kōlōdahi<br> 937. kēlēkō<br> 938. tēbi dahi<br> 939. hanga<br> 940. rai wolahalaé {{multicol-break}} 941. ngēta 942. da'é 943. raé 944. rai 945. hanga<br> 946. weo rai 947. lēdē<br> 948. bō<u>d</u>jo<br> 950. poeroe<br> 951. kēbēla ae<br> 952. kēpoeé lèdè<br> 955. djami<br> 957. djami<br> 958. lede a'i<br> 959. raedjara <raodjara ?><br> 960. loeboe<br> 961. mela kabadjēla<br> 962. wata rai<br> 963. lōkō<br> 964. ēra pēga<br> 965. <u>d</u>ida loko<br> 966. wawa loko<br> 967. ei mada rai<br> 968. ei wa<br> 969. wowadoe<br> 970. worai<br> 971. wolahalae<br> 973. bēhi<br> 974. mara<br> 975. haraha<br> 976. me lā poedi<br> 977. me lā lara<br> 978. temērae<br> 979. temērae taga<br> 980. hedawa<br> 981. toeka behi<br> 984. ladoe a'i<br> 985. napēhi<br> 987. nangapi<br> 988. la wa a'i<br> 989. d<u>a</u>ri<br> 991. bara roeba dara {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> bvnzxf27jk98miurcsgyoqxh4k31axa 319119 319118 2026-09-26T04:07:42Z Thersetya2021 15831 319119 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 879. kēwato<br> 881. mōkébara<br> 884. koeroedoel<br> 886. dōbōhō<br> 888. terieral<br> 891. ētoe<br> 892. Keroe<br> 893. keraka<br> 894. kaba wopiqa<br> 896. kedekke<br> 898. hapa<br> 899. lagoera <lagaera ?><br> 900. wa-e<br> 901/<br> 902. enjoe<br> 905. liroe<br> 906. lōdō<br> 907. lōdō dōnga'e rigerao<br> 908. wēroe<br> 910. wēroe <25><br> 911. weroe donga'e rigerao<br> 912. mōtō moeroe pidoe <26><br> 917. rai wawa<br> 919. ēdji<br> 920. eiperingi<br> 921. meramoe<br> 923. he roō<br> 924. dōrō<br> 925. woana latia<br> 927. dei ije<br> 928. ngēloe<br> 929. raga<br> 930. eilōkō<br> 931. ei dahi<br> 932. mara dahi<br> 934. djōrō dahi<br> 935. nawa<br> 936. kōlōdahi<br> 937. kēlēkō<br> 938. tēbi dahi<br> 939. hanga<br> 940. rai wolahalaé {{multicol-break}} 941. ngēta<br> 942. da'é<br> 943. raé<br> 944. rai<br> 945. hanga<br> 946. weo rai 947. lēdē<br> 948. bō<u>d</u>jo<br> 950. poeroe<br> 951. kēbēla ae<br> 952. kēpoeé lèdè<br> 955. djami<br> 957. djami<br> 958. lede a'i<br> 959. raedjara <raodjara ?><br> 960. loeboe<br> 961. mela kabadjēla<br> 962. wata rai<br> 963. lōkō<br> 964. ēra pēga<br> 965. <u>d</u>ida loko<br> 966. wawa loko<br> 967. ei mada rai<br> 968. ei wa<br> 969. wowadoe<br> 970. worai<br> 971. wolahalae<br> 973. bēhi<br> 974. mara<br> 975. haraha<br> 976. me lā poedi<br> 977. me lā lara<br> 978. temērae<br> 979. temērae taga<br> 980. hedawa<br> 981. toeka behi<br> 984. ladoe a'i<br> 985. napēhi<br> 987. nangapi<br> 988. la wa a'i<br> 989. d<u>a</u>ri<br> 991. bara roeba dara {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 5fben1t37vxvdm7vd3qwb6wdh75b411 Halaman:109 Sawu.djvu/15 104 115489 319120 2026-09-26T04:23:29Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319120 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="9"> Mal. from mangkoh<br> # hopei = small basket<br>kēdjědja = large basket<br> # Mal. from peti barang<br> # flesh of people, animals, fish, is called ihi<br> # Mal. from giwang<br> # kèlēti ana, kèlēti èra, lēka ana<br> # behi = iron<br> # from <Mal.> langsep<br> # the g pronounced as the French g<br> # same as with people<br> # mōné means man<br> # derived from maoejan <madjan ?><br> # derived from broean<br> # derived from babi landah<br> # same as with people<br> # kereboe = fish net<br>kereboe gegeoe = drag net<br>djala = casting net<br>There are no other kinds of nets.<br> # <ol> {{multicol}} January <br> February <br> March<br> April <br> May<br> June {{multicol-break}} {{gap}}: Bagaraé<br> {{gap}}: Kō-ō-ma<br> {{gap}}: Naiki Keboei<br> {{gap}}: Wila Kōlō<br> {{gap}}: Hanga Dimoe<br> {{gap}}: Daba ēki {{multicol-break}} July <br> August <br> September <br> October <br> November <br> December {{multicol-break}} {{gap}}: Daba aè<br> {{gap}}: Hōlè<br> {{gap}}: A-a<br> {{gap}}: Ari<br> {{gap}}: Toenoe Manoe<br> {{gap}}: Kēlila Wadoe {{multicol-end}} </ol> # <li value="26"> = Pleiades<br>pidoe = 7, star = mōtō<br> # d<u>i</u>da = e.g. high, of the sky<br> # of a horse (stallion) : mōné poedi<br>zw<?> : moné la<u>k</u>a<br>brown horse : mōné mea adoe<br>light brown horse (with reddish hair) : mōné méa<br>mōné means stallion<br>Mare = rena<noinclude></noinclude> 31xwrhhcly619sfp3k0tuiexyxxi86d 319121 319120 2026-09-26T04:28:53Z Thersetya2021 15831 319121 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="9"> Mal. from mangkoh<br> # hopei = small basket<br>kēdjědja = large basket<br> # Mal. from peti barang<br> # flesh of people, animals, fish, is called ihi<br> # Mal. from giwang<br> # kèlēti ana, kèlēti èra, lēka ana<br> # behi = iron<br> # from <Mal.> langsep<br> # the g pronounced as the French g<br> # same as with people<br> # mōné means man<br> # derived from maoejan <madjan ?><br> # derived from broean<br> # derived from babi landah<br> # same as with people<br> # kereboe = fish net<br>kereboe gegeoe = drag net<br>djala = casting net<br>There are no other kinds of nets.<br> # <ol> {| |January ||:|| Bagaraé|| || || || July ||:||Daba aè |- |February||:|| Kō-ō-ma <br>|| || || ||August ||:||Hōlè |- |March||:|| Naiki Keboei|| || || ||September ||:||A-a |- |April ||:|| Wila Kōlō|| || || ||October||:||Ari |- |May||:||Hanga Dimoe|| || || ||November ||:||Toenoe Manoe |- |June ||:|| Daba ēki|| || || ||December ||:||Kēlila Wadoe |} </ol> # <li value="26"> = Pleiades<br>pidoe = 7, star = mōtō<br> # d<u>i</u>da = e.g. high, of the sky<br> # of a horse (stallion) : mōné poedi<br>zw<?> : moné la<u>k</u>a<br>brown horse : mōné mea adoe<br>light brown horse (with reddish hair) : mōné méa<br>mōné means stallion<br>Mare = rena<noinclude></noinclude> pln8te6peho6b04qq3cybnl52aofzco Halaman:109 Sawu.djvu/16 104 115490 319122 2026-09-26T04:31:15Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319122 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="29"> to look after an ill person<br> # woene, pewoeni, pewoeni ēni<br> # beginning: petari<br> # second time : pedoe-é<br> # French g<br> # also for the times of the day<br> # midnight = terōra mēda<br>latter part of the night = pērēmō<br> # weroe, weroe wadoe = East monsoon<br>wēroe djilai = West monsoon<br> # early evening = djena lodō '''4. ADDITIONAL DATA'''<br> # New Year : tamo damo wīoe<noinclude></noinclude> 4b5635zsuu612wt4fnea8b2s6d21310 Halaman:109 Sawu.djvu/14 104 115491 319123 2026-09-26T04:39:38Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319123 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''No. 109'''<br> #<li value="1522"> pēri kènèmèlari maaré nahe<br> # tamélari arè pa ma nahè<br> # mo'i do ja mina hè nèaè<br> # wi-é roenai rie ja ta ihi maie<br> # newi-é kō bara nahe<br> # hari hari hara<br>(w) wěli foa djie lē rō<br> # Nadoe kě dō dèdè ri ? doeaènè ta daoe pépoe?<br> # dóhènga ně daoe pērèda doeaé bowoe <oenoe?> aoe?<br> # iòdō ta lakè ri kowa lōko manè<br> # minami nè djaoe hapé la dahi?<br> # boelé dō érapēoa ménami kè ja ně i-a pěga loko nanè?<br> # lōli la kalè wō adjoe dji lara djamō hèlōdō hè lōdō<br> # lo kalé djoeoe ja wieé djara ja<br> # beri lōdō kè nèdō ngēdi ta ědjie?<br> # tapōkénō nàliepé diri nō padji<br> # roedjara dōpéhěgi; djara mi kè dji?<br> # Nadoe dō mēka tahapé pēti nanē?<br> # ōkè kō eie taboha bara dja<br> # amo kōnamanoe panō éra mēra panō<br> # nadoe dōdō pedoe té ja pè pa nè<br> # djani <?> do doeé ria pèlèto<br> # tamadè doeoenè te moehoe kèrai<br> # nadoe dōnara para moehoe?<br> # tanga kēkoe pē da daoe nahè?<br> # nè'ie daoe dō ia foéie aoe '''3. NOTES'''<br> # Same as No.20 in list.<br> # (Mal. maboh)<br> # ketēki = replete<br> # (Mal.)<br> # (Mal.) from djimat<br> # satan-gera-o (pronounce a short o, as in tot)<br> # ēmoe kewehoe Heathen<br?there are no mosques<br> # Mal. from piring<noinclude></noinclude> h8xv5cqgojaoddmk5ybejza0v527dyy Halaman:109 Sawu.djvu/10 104 115492 319124 2026-09-26T04:46:56Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319124 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 992. pēmané<br> 993. peijé<br> 994. pe ihi anga<br> 995. dou daga<br> 996. mene djéga worai<br> 999. dou pedoetoe<br> 1000. ihi anga<br> 1001. ēmoe pēwie bara<br> 1002. paha<br> 1003. pē wie<br> 1004. bara pe wië<br> 1005. dje djaoe<br> 1007. keboee <u>b</u>ara<br> 1008. nara<br> 1009. ila, ha'i<br> 1010. wēli<br> 1011. <u>d</u>ida keboe'e<br> 1012. wawa kebo'e<br> 1013. kēlloe<br> 1014. pekebědi<br> 1015. ma'i<br> 1016. pewië<br> 1017/<br> 1918. wie oeroe<br> 1019. pehoeroe<br> 1020. doeki<br> 1021. wie pe tēka<br> 1022. doeki pe wawa<br> 1025. era loedji<br> 1026. roehēkoe<br> 1027. loedji<br> 1028. loedji<br> 1026-<br> 1028. kaba loedji<br> 1029. kapa d<u>a</u>ga<br> 1030. kapa moehoē <maha ?><br> 1031. kapa heboe<br> 1032. woana<br> 1033. kōwa <kowa ?><br> 1035. gēlā<br> 1037. lai<br> 1038. oeli<br> 1040. bawa {{multicol-break}} 1041/<br> 1042. ēra tēda<br> 1043. toekoe wohe<br> 1049. tenaga<br> 1050. rahi era pewo'e djara<br> 1051. oeba dara era penawoe<br> 1052. hēra<br> 1053. dobaḍja<br> 1058. dorema dou<br> 1060. mehoe<br> 1061. mone á'e<br> 1062. na iki<br> 1063. merai<br> 1064. toei<br> 1065. baba<br> 1066. he'ēta<br> 1067. kèbēboe<br> 1068. me'ā<br> 1070. me'ni<br> 1071. melaka<br> 1072-<br> 1074. mēnji<br> 1075. herona<br> 1076. wokoeka<br> 1079. mabo<br> 1080. melēi<br> 1081. kehioe<br> 1082. me kae d<u>a</u>ra<br> 1083/<br> 1084. ei a'e<br> 1085/<br> 1086. ei i'ki<br> 1087. médéra, d<u>i</u>da <27><br> 1088. b<u>a</u>ba<br> 1089. mola<br> 1090. kelegi<br> 1096. téleo, telaé<br> 1097. horo<br> 1098. nà'a<br> 1101. adoe hekōtō<br> 1102. loemoe, ma<u>d</u>jō<br> 1104/<br> 1105. pana {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 64khxttficdnqken4mc25n18z4oqjxj Halaman:109 Sawu.djvu/11 104 115493 319125 2026-09-26T04:55:48Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319125 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1106/<br> 1107. meringi<br> 1109/<br> 1110. kēworé<br> 1112. <u>b</u>araka<br> 1113. bēlla<br> 1115. ko<u>b</u>a<br> 1116. dotēla'e<br> 1117. roei<br> 1118. rongo<br> 1119. <u>b</u>ani<br> 1121. meiḍa<br> 1125. kemangoe<br> 1127. bo<u>b</u>o<br> 1130. ije<br> 1133. mone ije<br> 1134. beni ije<br> 1135. wolje<br> 1137. mone apa<br> 1138. beni apa<br> 1139. dowo apa<br> 1136-<br> 1139. woapa<br> 1142. gèrō ēllé<br> 1143. tōbō<br> 1146/<br> 1147. běrra<br> 1148/<br> 1149. terōkō, telaé<br> 1150. wèka<br> 1152. ngēroe<br> 1153. wioe<br> 1154. gehara<br> 1155. moné era<br> 1156. kelo'é, mara<br> 1159. ngali<br> 1160. meoe <u>d</u>ara<br> 1161. nētta<br> 1162. menjiloe<br> 1163. pēdoe<br> 1164. tala<br> 1166. pēdoe<br> 1167. poedi<br> 1168. mēdi {{multicol-break}} 1169. mea<br> 1170. mea adoe <28><br> 1171. kelara<br> 1172. mengeroe<br> 1173. mengeroe<br> 1174. kalé<br> 1175. ngedi<br> 1176. wië<br> 1179. ēgo<br> 1180. la'ēgō<br> 1193. tō'i <Lō'i ?><br> 1194. hèngè<br> 1195. Lōi<br> 1196. pēkébēdi<br> 1197. bèlō<br> 1198. pēké beli-eni<br> 1199. pika<br> 1200. pēhèngo-èni 1201. kewoegoe<br> 1202. pedai li<br> 1203. djoka lōdō<br> 1206. pēdōá<br> 1208. i'a<br> 1210. djēga<br> 1211. hape<br> 1212. tedae<br> 1213. tēbe<br> 1214. hebaké<br> 1215. hěngèpé<br> 1216. ēmi<br> 1220. hēgēgē<br> 1223. merei<br> 1224. meniga<br> 1222-<br> 1224. bēkē <29><br> 1225. pēlodo<br> 1227. dēnnō<br> 1228. ngedi<br> 1229. hengelō<br> 1233. pē gō kōkō<br> 1234. penji wēri<br> 1236/<br> 1237. hengēdō {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 84u3wyit32xcxhlw5jt70cdjslijrjl Halaman:109 Sawu.djvu/12 104 115494 319126 2026-09-26T04:59:52Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319126 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1238. pedaij<br> 1239. kēna dēloe<br> 1240. pana<br> 1243. dije<br> 1244. dije<br> 1245. pētēlēgē<br> 1246. hēnēbè<br> 1251. lēkka<br> 1259. pěnjé<br> 1260/<br> 1261. <u>d</u>jari<br> 1262/<br> 1263. toe<br> 1264. ēddi<br> 1265. woeni<br> 1266. pewoeni<br> 1265/<br> 1266. <30><br> 1267. ami<br> 1268. pēbalé li<br> 1269. ami<br> 1270. ō'ō dō<br> 1271. pōté pēpoté<br> 1272. oekoe<br> 1276. toenoe<br> 1277. kepoe<br> 1278. kē'ji<br> 1284. toe<br> 1286. dēdē<br> 1291. woba, wōba<br> 1292. pēbalé<br> 1293. ēhi<br> 1294. doe é<br> 1295. teloe<br> 1296. ĕpa<br> 1297. lēmi<br> 1298. ēna<br> 1299. pidoe<br> 1300. aroe<br> 1301. hē'jo<br> 1302. hengoeroe<br> 1303. hengoeroe ēhi<br> 1304. hengoeroedoe'e {{multicol-break}} 1305. hengoeroeteloe<br> 1310. hengoeroearoe<br> 1311. hengoeroehē'jo<br> 1312. doe'e ngoeroe<br> 1313. doe 'e ngoeroe ēhi<br> 1315. doe 'e ngoeroe lēmi<br> 1316. tēloe ngoeroe<br> 1317. ēpa ngoeroe<br> 1318. lemi ngoeroe<br> 1319. ēna ngoeroe<br> 1323. hengahoe<br> 1324. hetēba<br> 1325. hengeroe tē<u>b</u>a <tě<u>b</u>a ?><br> 1326. hēběka<br> 1327. bēka ēpa<br> 1328. hewari<br> 1329. doe'e wari<br> 1330/<br> 1331. tari rai <31><br> 1332/<br> 1333. pe do'e wari <32><br> 1336/<br> 1337. pèdéka rai<br> 1338. hèngā<br> 1339. a'e<br> 1340. hoedi<br> 1341. pa <u>d</u>ida<br> 1347/<br> 1348. rihi<br> 1349. gēhara <33><br> 1350. hari-hari<br> 1356. pēpili<br> 1357. ja<br> 1358. ja miha<br> 1359. moe<br> 1362. moe<br> 1363. nō<br> 1365. di<br> 1366. dji<br> 1367/<br> 1368. rō<br> 1369. ōha ja<br> 1370. oha dji<br> 1373. ōha au {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> c3741zn17lnu0frm5xft8g4ztvcm69a Halaman:109 Sawu.djvu/13 104 115495 319127 2026-09-26T05:07:37Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319127 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1374. ōha moe<br> 1375/<br> 1376. rō<br> 1378. nō<br> 1379. nå <ná ?> dōe<br> 1380. nē nḡai<br> 1382. nami<br> 1383. na'ñè<br> 1385. na'ñi<br> 1386. na'nè<br> 1388. pa'nē<br> 1389. la ni<br> 1394. lo<u>d</u>o <34><br> 1398. tēlèo<br> 1402. mēda <35><br> 1406. tauw<br> 1407. <36><br> 1408. nanè dēngè<br> 1409. nēbō<br> 1411. dō oeroe hè<br> 1412. dō oeroe djara<br> 1413. dō oeroe djara<br> 1416. nginé<br> 1418. mi<u>d</u>a<br> 1419. hari nō'ō<br> 1420. lōdō nè<br> 1422. bēli rai, mōerai<br> 1423. nēli<br> 1425. <37><br> 1426. hewari-hewari<br> 1427. pērri<br> 1428. mōkō<br> 1431. <u>b</u>o<u>d</u>a'é<br> 1432. Boloüw<br> 1433. dimoe<br> 1434. wā {{multicol-break}} 1435. kerioe<br> 1436. ke<u>g</u>ana<br> 1437. pa <u>d</u>ida<br> 1439. ti <u>d</u>ida<br> 1440. pa da'i<br> 1441. ti da'i<br> 1442/<br> 1443. rai'ti hapé la<br> 1445. pā<br> 1446. ti<br> 1447. da'i<br> 1448. pā<br> 1449. pā<br> 1450. noehoe<br> 1451. mehoe<br> 1452. hēdērra<br> 1453. dō'djeoe<br> 1454. pēhero<br> 1460. pēami<br> 1461. mina mi <mī ?><br> 1462. hēkēdiki nane<br> 1465. ta'nḡa<br> 1466. tērra<br> 1467. mērra<br> 1469. nga<br> 1470. hari nga<br> 1471. a'do<br> 1472. tēra<br> 1474. a<u>d</u>o<br> 1475. <u>b</u>ōlé<br> 1475. ije<br> 1477. woapa<br> 1429. adō daé<br> 1478. da'e<br> 1479. kēri<br> 1481. petērra<br> 1482. djē<br> 1486. baele'dō {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> q6ara07a73h7uttz0d9pfiukr209bro Halaman:110 Kambang.djvu/24 104 115496 319128 2026-09-26T05:41:03Z Thersetya2021 15831 /* Tanpa teks */ 319128 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Thersetya2021" /></noinclude><noinclude></noinclude> 30jx1lygruprj5alacv96idkwiji99b Halaman:110 Kambang.djvu/2 104 115497 319129 2026-09-26T05:44:04Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319129 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. KAMBANG LIST''' {{multicol}} 1. badan<br> 2. tikolok<br> 3. roewa <1><br> 4. lindo<br> 5. talaga<br> 6. boeloe tikolok<br> 8. poepoesaran<br> 9. talinga<br> 11. mata<br> 15. boeloe kěnòh<br> 17. boewik mata<br> 18. oeroh<br> 20. sěpoen<br> 21. papa<br> 22. bowak<br> 25. koelèbèr<br> 27. tjoemi<br> 28. djanggoet <2><br> 29. djongor<br> 30. tjambah<br> 31. délah<br> 32. lělangit boewak<br> 33. gigi<br> 34. baga-a<br> 35. isik gigi<br> 37. kěloh<br> 38. keloh<br> 40. boekoe kěloh <3><br> 41/<br> 42. soesoe <4><br> 45. torrok soesoe<br> 46. boewih soesoe<br> 48. ngisat <5><br> 49. noesoe<br> 50. bakas iga<br> 52. doké<br> 53. ataī<br> 54. bětah<br> 56. těbok<br> 57. balahoenji<br> 58. koeral {{multicol-break}} 61. ponsot<br> 62. ingkat ponsot<br> 63. boekoet<br> 65. baha<br> 66. boeboesaī<br> 68. papa boeli<br> 69. kéhé<br> 70. kéhé<br> 72. djamban<br> 73. taǐ<br> 75. ĕntoet<br> 76. boentoe<br> 77. boto<br> 78. poeki<br> 79. <6><br> 82. koemi<br> 83. boewih koemi<br> 84. <7><br> 86. naik<br> 88. boekoe lali <8><br> 90. pampaha<br> 91. toehoet<br> 93. boewah naik<br> 94. bakas naik<br> 95. lĕngan<br> 97. tangan<br> 98. pohon lĕngan<br> 99. kapé<br> 100. sikoe<br> 102. palapak tangan <9><br> 105. djadjari<br> 107. koekoe<br> 108. oendoek tangan<br> 109. djadjari panoeroek<br> 110. djadjari tengah tangan<br> 111. djadjari manis<br> 112. kalèngkèh tangan<br> 115. bakas<br> 116. laha<br> 117. isi<br> 118. torohna oewat <10> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> cdccl4ky1a000xl83zc7brseevshuvq Halaman:110 Kambang.djvu/3 104 115498 319130 2026-09-26T05:54:55Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319130 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 121. koelit<br> 122. boeloe<br> 123. boeloe<br> 124. songot<br> 125. roedja<br> 126. kaha<br> 127. tarik napas<br> 128. njinta<br> 129. nilantoe<br> 130. nginoem<br> 131. langaoe<br> 132. toho kěloh <ll><br> 133. ěsoek<br> 134. ěsoeh<br> 137. nělam/něgok<br> 138. tidoer<br> 139/<br> 140. ngoepi<br> 144. něnggih<br> 145. noemalang<br> 146. palejak patalanga<br> 147. palejak pakan <12><br> 148. palejak<br> 149. ningkoeloek<br> 150. seba <13><br> 151. ningkoeloek pasiri <14><br> 152. ningkoeloek tjěnggih<br> 153. roemangi <15><br> 154. mandi<br> 156. taga-agoe<br> 157. tolir<br> 158. ěléh<br> 159. pokok<br> 160. ngojak<br> 161. titowah<br> 163. nangis<br> 165. pakinoem <16><br> 166. napas soesah<br> 167. měloewar roedjah<br> 169. bahan<br> 170. kóhòl<br> 172. sěsakowan <17> {{multicol-break}} 173. kabangkělanan<br> 174. sělah<br> 176. ngowak<br> 177. pa-anggoet <18><br> 182. ěloen<br> 183. madah <19><br> 184. mataï<br> 188. baká/majat<br> 191. koeboeran<br> 192. nganoe<br> 193. waris<br> 196. bakat<br> 197. děnak<br> 198. balaï bakat<br> 199. pědi<br> 200. pědi<br> 202. gagah<br> 203. kaliboeboet<br> 205. djěrni<br> 207. pědi bětah<br> 209. djedjamban<br> 210. koeries<br> 211. éder-édir<br> 214. boewah songot<br> 219. pědi sikolok<br> 220. njiloe<br> 222. pědi païs<br> 223. běnat<br> 224. rakat (?) <20><br> 227. pépé<br> 228. bisoeh<br> 229. boeta<br> 231. biroe<br> 232. gagah (?)<br> 234. tambar<br> 235. sanroe<br> 236. manoesija<br> 237. aha<br> 238. bagai <21><br> 239. aran<br> 240. aran<br> 241. lělah {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> o6vrk9ar3kc7z5mbv8t7szf5srpos36 Halaman:110 Kambang.djvu/4 104 115499 319131 2026-09-26T05:59:50Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319131 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 242. děndah/ĕndah<br> 243. lelah<br> 244. lelah<br> 243/<br> 244. lelah<br> 245. dĕndah<br> 246. dĕndah<br> 245/<br> 246. dĕndah<br> 248/<br> 249. něngkendah<br> 250. ĕntoeng<br> 252. tjitji<br> 255. oewa<br> 256. ěmak<br> 257. anak toewahan<br> 258. anak moedahan<br> 257/<br> 258. anak<br> 261. anak lĕlah<br> 262. anak děndah<br> 263. ěmboek lělah<br> 264. ěmboek děndah<br> 266. ěmboek toehoe<br> 267. ěmboek toeroenan<br> 268. danakan lělah<br> 269. danakan dendah<br> 270. danakan kak lělah<br> 271. danakan kak děndah<br> 272. danakan adik lelah<br> 273. danakan adik děndah<br> 274. ĕmpoe<br> 275/<br> 276. oewa<br> 277/<br> 279. oewa toewa<br> 278/<br> 280. oewa moeda<br> 283/<br> 285. ěmak toewa<br> 284/<br> 286. emak moeda<br> 287-<br> 290. kěmanakan <22><br> 291-<br> 294. kěmanakan <22> {{multicol-break}} 297/<br> 298. mertoewa<br> 299. ajoewan lělah<br> 300. ajoewan děndah<br> 302/<br> 303. anak tiri <23><br> 304. oewa tiri<br> 305. anak di kěmit<br> 306-<br> 309. ipar<br> 310/<br> 314. ipar <24><br> 315. danakan <25><br> 316. aha <26><br> 317. lělah<br> 318. dĕndah/ĕndah<br> 320. séhé, sikatonnan <27><br> 324. towanah, hasadiri <28><br> 325. kampoh<br> 326. lahat<br> 327. kotta<br> 329. pěkampoengan<br> 330. bangsa<br> 331. sanroe<br> 332. djimat<br> 333. <29><br> 334. kajoe sanroe<br> 335. boekoe pangasèhah<br> 337. boentat <30><br> 338. pantangan, <br>{{gap}}lalan melasoe <31><br> 339. <32><br> 340. malahékat<br> 341. rampa <33><br> 342. pópókah<br> 343/<br> 344. njawa<br> 345. Allah ta-ällah <34><br> 347. <35><br> 351. kitab <36><br> 352. hoeroeb<br> 353. kertas<br> 354. soerat<br> 355. boekoe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> orsn5yaw7e4lkwz2s10pstmpcvt20bs Halaman:110 Kambang.djvu/5 104 115500 319132 2026-09-26T06:04:57Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319132 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 356. soesoeran<br> 358. totokénan<br> 359. roewa oejah <37><br> 362. aherat<br> 364. saroega<br> 365. aha/isi lahat<br> 367. alat <38><br> 368. dosa<br> 369. haram<br> 370. pamali<br> 371. pěngoeloe <39><br> 374. moesigit <40><br> 375. kramat<br> 377. pěmanan papakahan<br> 378. datoe<br> 379. pěngoeloe bitjara<br> 380. mantri<br> 381. palémah<br> 382. pamakitala<br> 386. lóló<br> 388. assal <41><br> 389. soeroe bitjara/trima<br>{{gap}}bitjara<br> 390. bonoek<br> 391. sawal<br> 392. roegi/tjilaka <42><br> 393. aha mididirina<br> 394. ata<br> 396. adat/atoeran<br> 397. aha sala <43><br> 399. tǎroengkoe<br> 400. pasala<br> 401. saksi<br> 402. hakim<br> 403. séné<br> 404. matja<br> 407/<br> 408. boentih<br> 410. sarah<br> 411. pěnangat<br> 412. djandjina boentih<br> 413. na-anak {{multicol-break}} 414. sanroe na-anak<br> 415. dampih<br> 416. pandaja<br> 417. négal/djogèt <44><br> 418. topèng<br> 419. bijola<br> 420. pipijoe<br> 421. gandah<br> 422. rabana <45><br> 424. agoh<br> 427. <46><br> 428. négal/djogèt<br> 430. palsanakan<br> 432. koekoeri <47><br> 433. sima<br> 437. roema<br> 438. běbaroh<br> 440. boeboengan<br> 441. sapaoe<br> 442. santik boeloe<br> 441/<br> 442. toembak lajar<br> 446. kadaoe<br> 449. boewa lawa<br> 451. tintonga katja <48><br> 452. sědi<br> 453. tangga<br> 454. tangga<br> 456. dasar boeloe<br> 457. dasar papan<br> 456/<br> 457. dasar<br> 458. dindèh papan<br> 459. dindèh boeloe<br> 458/<br> 459. dindèh <49><br> 461. bebatih <50><br> 462. naïk toembak lajar <51><br> 464. pabalé <52><br> 465. botjoek<br> 468. tépoeh<br> 469. kalah<br> 470. ambir-ambir {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> gb3mzd3k8adhpntugjzcv0zs5y5gcw5 Halaman:110 Kambang.djvu/6 104 115501 319133 2026-09-26T06:14:04Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319133 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 471. měndopo<br> 472. pekaranganan<br> 473. pěpara api<br> 474. dapoer <53><br> 475. api<br> 476. ahatoenoe<br> 477. makeia api<br> 478. měmatai api,<br>{{gap}}měndahan api<br> 482. oemboe<br> 483. aboe<br> 484. kajoe api/kajoe ditoenoe<br> 485. toenoenoe padjanowan<br> 486. pědahanoe padjanowan<br> 487. diamowah<br> 488. botjoek<br> 489. papandjak<br> 493. koewali<br> 494. koewali batoe<br> 495. priok<br> 496. priok<br> 497. pinggang <54><br> 498. mangkok<br> 499. panginoeman<br> 505. pisau, ladèh <55><br> 506. badi<br> 507. kris <56><br> 508. gogolok<br> 509. bandoh, kapak <57><br> 510. sèndok<br> 511. koewah, soedoek <58><br> 513. ngalak boewih<br> 514. <59><br> 515. lampo <60><br> 516. soemboe<br> 517. soeloe<br> 519. ròròmboh<br> 520. pěti <61><br> 522. <62><br> 524. barneh <63><br> 525-<br> 527. madataï/měla {{multicol-break}} 528. njanggar<br> 529. noenoe<br> 530. napah<br> 534. intahan<br> 535. bokkoh<br> 536. laòk<br> 537. gangah<br> 539. isi matah<br> 540. isi tóhó<br> 539/<br> 540. isi <64><br> 541. dajah<br> 544. boeas<br> 545. sinahan<br> 546. paraï<br> 547. batah<br> 548. boea<br> 549. lěloemboeng<br> 550. aloe<br> 551. lěsoh<br> 553. tampéjan<br> 554. abah<br> 555. giling<br> 561. loho<br> 562. sa-ah<br> 563. garem<br> 565. bidah<br> 567. saloewar<br> 569/<br> 570. badoe<br> 571/<br> 572. sigar<br> 573. soedaï<br> 576. sinsin<br> 578. salépé<br> 577/<br> 578. salépé <65><br> 579. gělah tangan <66><br> 580. djidjimat naïk<br> 579/<br> 580. gělah<br> 582. soembah<br> 583. soeban, tótógé <67> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> fdjcjko5gzn6ie6r9xm0a8ssjoaqfdt Halaman:110 Kambang.djvu/7 104 115502 319134 2026-09-26T06:28:28Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319134 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 586. lèmpot<br> 589. tenoenan, tjita2 <68><br> 590. sabih<br> 593. těnoen<br> 594. pasahan <69><br> 595. boeboekoe <70><br> 596. balida <71><br> 597. <72><br> 594-<br> 597. ingkat těnoenan<br> 600. miliet<br> 601. mintal<br> 602. ingkat<br> 603. běnah<br> 604. <73><br> 605. gagadoek<br> 608. klèbah <74><br> 609. banowa<br> 611. boedjak<br> 612. sěpoetan<br> 613. papana<br> 614. ingkat<br> 615. anak pana<br> 616. pangěnahan<br> 617. tamin/dindeh<br> 619. lila<br> 620. talakoeroek<br> 621. oebat panimbak<br> 622. piloeroe<br> 623. nimbak<br> 624. ingkat batoe pangandah<br> 626. bonoek<br> 627. bali<br> 628. mariam<br> 629. nigat<br> 630. mělasoeh<br> 631. bèntèh<br> 633. méta<br> 634. tabáta<br> 635. méta<br> 636. dakatan<br> 637. panjohowan {{multicol-break}} 639. moa adat<br> 640. padjak<br> 642. njangkala<br> 643. litjien<br> 644. pangoïs sěgik<br> 645. soembak<br> 649. arik<br> 650. arik<br> 652. landoek<br> 653. koho<br> 654. galoh<br> 655. galoh<br> 654/<br> 655. <75><br> 656. sědi<br> 657. limban2/talóló<br> 659. sampak<br> 660. tanaman<br> 662/<br> 663. amboeran<br> 664. tanaman<br> 665. nanam<br> 668. galajan<br> 669. ngoera<br> 671. nabas<br> 672. sěpik<br> 674. djagoh<br> 677. siboah<br> 679. bojoek<br> 681. tambako<br> 682. teboe<br> 683. katjang<br> 684. baneah<br> 685. kokoloe<br> 686. oebi<br> 688. katéla <76><br> 689. patjo<br> 690. tjabi<br> 691. pohon saloka<br> 692. boea saloka<br> 691/<br> 692. saloka<br> 695. pohon anaoe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 923a1at4nytqnp9re7ja4oyovmbj553 Halaman:110 Kambang.djvu/8 104 115503 319135 2026-09-26T06:35:16Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319135 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 696. pohon daoentala<br> 697. boewih anaoe<br> 698. toewak<br> 700. sětroop<br> 701. goela<br> 702. nipa<br> 704. <77><br> 705. kapas<br> 706. kapok <78><br> 707. pandan<br> 708. kandorra<br> 709. nangka<br> 710. boea boeloean<br> 711. doerian<br> 712. djamboe<br> 713. lansěk<br> 716. pisah<br> 717. pisah<br> 720. limaoe<br> 721. limaoe basar<br> 722. limaoe barangan <79><br> 723. koppi<br> 724. taroen<br> 725. taroen<br> 726. gambir<br> 727. bingkoedoe<br> 728. apo<br> 729. koenjit<br> 731. boewaï<br> 732. boeloe<br> 733. boeloe ngoera<br> 734. pohon<br> 737. doetaï<br> 739/<br> 740. tangké<br> 741. těbok kajoe<br> 742. toroh oeragat<br> 743. oeragat<br> 742-<br> 744. wortel<br> 746. daoen<br> 748. koelit pohon<br> 750. boewih {{multicol-break}} 752. boewak<br> 753. lékoe<br> 754. gětak<br> 755. damar<br> 757. anak pohon<br> 758. boenga<br> 759. boewa<br> 761. koelit boewa<br> 763. bidji/batoe <80><br> 764. isina boewa<br> 765. toendoen<br> 766. ansělan <81><br> 770. sěgèk<br> 771. pěpadah<br> 772. réja<br> 774. olo-olo<br> 775. anak olo2<br> 778. ingkoenah<br> 779. naik<br> 780. koekoe<br> 781. tangan, koekoe <82><br> 786. kapénah<br> 787. boeloe<br> 789. sarah<br> 790. antěloeh<br> 794. ěgok<br> 797. ělèh, ělèhna ěgok <83><br> 799. bimbih <84><br> 800-<br> 802. kerbau<br> 803. tjapi dandah<br> 804. tjapi lělah<br> 805. ělèhna bimbih<br> 806. ělèhna tjapi<br> 807. djaran<br> 808. ělèhna djaran<br> 809. pajaoe<br> 811. asoe<br> 812. ělèhna asoe<br> 813. méjoh <85><br> 814. ělèhna méjoh<br> 815. matjan {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> j78ov7houow1rhgwk53zxh2ka0zc0ld Halaman:110 Kambang.djvu/9 104 115504 319136 2026-09-26T06:40:08Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319136 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 816. ělèhna matjan<br> 818. kongkèh<br> 822. tikoes djawa<br> 823. bangan<br> 824. boeloh dara <86><br> 825. gagak<br> 826. manoek<br> 827. anak manoek<br> 828. manoek děndah<br> 830. manoek lělah<br> 831. manoek di paboelahan<br> 834. kakatoea<br> 835. kǎrǎkétji <87><br> 836. manoek kalébah<br> 840. manoek tjòtjòk<br> 843. bélé<br> 844. měmanoek<br> 846. kakalawar<br> 847. paniki<br> 849. kidjah<br> 851. tikoes<br> 852. tikoes<br> 853. tikoes<br> 854. mondoek<br> 861. <88><br> 864. pógèh<br> 865. beloek<br> 866. koerias<br> 869. antěloh koetoe<br> 870. koetoe<br> 871. ròwèh<br> 872. langaoe<br> 877. lamĕngat<br> 878. pépédó<br> 879. oelah boeloe<br> 881. balah<br> 884. semoet <89><br> 886. sowa <90><br> 888. lelipan <91><br> 891. tjatjing<br> 892. dowah<br> 893. karama <92> {{multicol-break}} 894. běbatoe<br> 896. patingkah<br> 899. palá-àh<br> 900. boeaja<br> 901. bókó<br> 902. koelitan<br> 903. doenia<br> 905. langit, soeroega <93><br> 906. matalaoet<br> 907. imboet<br> 908. boelan<br> 910. boelan<br> 911. intaraoe<br> 912. popotéjan <94><br> 917. doenia<br> 919. oerang<br> 920. amboen<br> 921. taïsangai <95><br> 923. koeboh<br> 924. goentoer<br> 926. lalak<br> 927. linroh<br> 928. sangaï<br> 929. sangaï imboet <96><br> 930. boewih<br> 931. dilaoet<br> 932. ngĕri<br> 934. solon/boewih basar<br> 935. gojak<br> 936. galoeroeh<br> 937. lěkok<br> 938. sědigoesoek<br> 939. taroesan <97><br> 940. sapa<br> 941. sapa<br> 942. darat<br> 943. lahat<br> 944. poelau <98><br> 945. kětjoet <99><br> 946. toroh<br> 947. boeloet<br> 948. běboeloet {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> bn4zeze3jw9y0prrdrk9r5im207f5x6 Halaman:110 Kambang.djvu/10 104 115505 319137 2026-09-26T06:46:24Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319137 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 950. kadia<br> 951. tanah rata<br> 952. lěbak<br> 955. romah<br> 957. romah diki<br> 958. boeloet api/ boeloet<br>{{gap}}bědik<br> 959. lalan<br> 960. tjabor<br> 961. balaï naik <100><br> 962. ala<br> 963. lěbangan<br> 964. djambatah<br> 965. noensoh asal <101><br> 966. tabéja ka abal/<br>{{gap}}méjanan abal <102><br> 967. boewih iloen <103><br> 968. bandjir<br> 969. <104><br> 970. tanah<br> 971. goesoh<br> 973. běsi <105><br> 974. tambaga<br> 975. běsi djampoer <106><br> 976. sǎlaka<br> 977. ĕmas<br> 978. timboewa poetih<br> 979. timboewa lòhòn<br> 980. balira<br> 981. toekah běsi<br> 982. padédéjan<br> 984. arah<br> 985. pamaloe/pamèpèk<br> 986. ansala běsi/papalah<br> 987. sipi<br> 988. barak api<br> 989. ngasok<br> 991. makirin<br> 992. pěpakakan<br> 993. pěpakakan mělasoeh/<br>{{gap}}pěpakakan alat<br> 994. djandji noeloh {{multicol-break}} 995. dagah<br> 996. koko<br> 999. aha tabéja<br> 1000. kolesehe<br> 1001. gadik<br> 1002. pasar<br> 1003. dagah<br> 1004. běbarat dagangan<br> 1005. djaroem<br> 1007. koelé tamba <107><br> 1008. sawal<br> 1009. roegi<br> 1010. měli<br> 1011. těko<br> 1012. moedah<br> 1013. oetah<br> 1014. nagi<br> 1015. mèja<br> 1016. măbělijan<br> 1017/<br> 1018. ngindjam <108><br> 1019. séloeh<br> 1020. nowa<br> 1021. matěgal<br> 1022. nowa<br> 1025. timbangan < 109><br> 1026. <110><br> 1027. <1ll><br> 1029. kapal dagah<br> 1030. kapal prang<br> 1029/<br> 1030. kapal<br> 1031. kapal api <112><br> 1032. sekotji<br> 1033. bidok <113><br> 1035. tikala<br> 1036. lanak<br> 1037. lanak<br> 1038. kěmoedi<br> 1040. dajoh<br> 1041. binga<br> 1042. njaït<br> 1043. gandajoengan <114> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> rfi52r8zs85bho00wn2n6k4zoa2ewyh Halaman:110 Kambang.djvu/11 104 115506 319138 2026-09-26T06:53:25Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319138 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1049. <115><br> 1050. ngalanting<br> 1051. laboean<br> 1052. salanggar ka sapak, <br>{{gap}}tjilaka <116><br> 1053. djohor<br> 1058. pagorak<br> 1060. paloewahan<br> 1061. basar<br> 1062. kiki<br> 1063. taha<br> 1064. bětak<br> 1065. pěpěndak<br> 1066. sikarah<br> 1067. basar<br> 1068. basar<br> 1070. diki, nipis <117><br> 1071. ěsok<br> 1072. lěmak<br> 1073. lěmak<br> 1075. langkaoe<br> 1076. goegoendak<br> 1079. iman<br> 1080/<br> 1081. lijar<br> 1083/<br> 1084. lalan<br> 1085/<br> 1086. ngĕri<br> 1087. langa<br> 1088. tětěna<br> 1089. kěntjah<br> 1090. pelemboet, bengkok <118><br> 1095. berat<br> 1096. ringan<br> 1097. pasirih<br> 1098. taran<br> 1101. kěras<br> 1102. maloemoe<br> 1104/<br> 1105. panas<br> 1106/<br> 1107. djěrni {{multicol-break}} 1109/<br> 1110. boentěr<br> 1112. soelapak<br> 1113. loewěk<br> 1115. kipoet<br> 1116. loewěk <119><br> 1117. gagah<br> 1118. miloentoe<br> 1119. bani<br> 1121. katira-ah<br> 1125. toho<br> 1127. basik<br> 1130. alat<br> 1131. rahat<br> 1132-<br> 1134. mělasoeh<br> 1135. mělasoeh<br> 1136-<br> 1138. rahat<br> 1139. rahat<br> 1142. kosoh<br> 1143. pěnok<br> 1146/<br> 1147. djǎrik<br> 1148/<br> 1149. lěka<br> 1150. towa<br> 1152. ngoera<br> 1153. baoe<br> 1154. mǎkasihhasih<br> 1155. běbasik <120><br> 1156. ngěngal<br> 1159. tjongoh<br> 1160. pintǎr<br> 1161. manis<br> 1162. lěsang<br> 1163. paït<br> 1164. pěkak<br> 1166. masín<br> 1167. poetik<br> 1168. lohon<br> 1169. <121><br> 1170. lělohon <122> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 6q40brzi2rekebsu6pvyysyi93y8vlp Halaman:110 Kambang.djvu/12 104 115507 319139 2026-09-26T07:00:28Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319139 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1171. koenih<br> 1172. gaboe<br> 1173. koedarak<br> 1174. nòrak<br> 1175. němoe<br> 1176. noenan<br> 1179. ngalah<br> 1180. ngalah<br> 1193. sitaroewah <123><br> 1194. pikir<br> 1195. taoe<br> 1196. ingět<br> 1197. kaloepan<br> 1198. ĕnggaï natonnan<br> 1199. ngakoe<br> 1200. dian<br> 1201. pělaláoen<br> 1202. baoen/bisara<br> 1203. oejah<br> 1206. malaoe<br> 1208. <124><br> 1210. moegaj<br> 1211. njoempoeh <125><br> 1212. njò-òh<br> 1213. mintèh<br> 1214. babak<br> 1215. ngěpit<br> 1216. mintèn<br> 1220. maïboekoe<br> 1221. gèndòn<br> 1223. pědělak<br> 1224. djaga<br> 1225. <126><br> 1227. mǎkalih<br> 1228. ngita<br> 1229. ngoerok<br> 1233. ngisat<br> 1234. sěpoen<br> 1236/<br> 1237. ngoerok<br> 1238. adak<br> 1239. ringit {{multicol-break}} 1240. ngimboeroeh<br> 1243. adak<br> 1244. dampak<br> 1245. moeka <127><br> 1246. ngapoet <128><br> 1251. naroewa <129><br> 1253-<br> 1255. ngapo <130><br> 1259. pěrak<br> 1260/<br> 1261. měmoela<br> 1262/<br> 1263. djěnakak<br> 1264. ngingkat<br> 1265. napok <131><br> 1266. napok <131><br> 1267. tilaoe<br> 1268. njanggoet<br> 1269. <132><br> 1270. gaj moenan <133><br> 1271. ngakal <134><br> 1272. lěpongan<br> 1276. toenoe<br> 1277. noenoe<br> 1276/<br> 1277. <135><br> 1278. ngali<br> 1284. těka<br> 1286. pa-angkǎh<br> 1291. maloer<br> 1292. maloes<br> 1293. dakau<br> 1294. doea<br> 1295. těloe<br> 1296. ĕmpat<br> 1297. lima<br> 1298. ěnam<br> 1299. pitoe<br> 1300. baloe<br> 1301. sanga<br> 1302. sěpoeloeh<br> 1303. sepoeloeh dakau<br> 1304. sěpoeloeh doea {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> h0m6yn6ozkd9f2pmbb1cs9lir79t4iv 319140 319139 2026-09-26T07:00:53Z Thersetya2021 15831 319140 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1171. koenih<br> 1172. gaboe<br> 1173. koedarak<br> 1174. nòrak<br> 1175. němoe<br> 1176. noenan<br> 1179. ngalah<br> 1180. ngalah<br> 1193. sitaroewah <123><br> 1194. pikir<br> 1195. taoe<br> 1196. ingět<br> 1197. kaloepan<br> 1198. ĕnggaï natonnan<br> 1199. ngakoe<br> 1200. dian<br> 1201. pělaláoen<br> 1202. baoen/bisara<br> 1203. oejah<br> 1206. malaoe<br> 1208. <124><br> 1210. moegaj<br> 1211. njoempoeh <125><br> 1212. njò-òh<br> 1213. mintèh<br> 1214. babak<br> 1215. ngěpit<br> 1216. mintèn<br> 1220. maïboekoe<br> 1221. gèndòn<br> 1223. pědělak<br> 1224. djaga<br> 1225. <126><br> 1227. mǎkalih<br> 1228. ngita<br> 1229. ngoerok<br> 1233. ngisat<br> 1234. sěpoen<br> 1236/<br> 1237. ngoerok<br> 1238. adak<br> 1239. ringit {{multicol-break}} 1240. ngimboeroeh<br> 1243. adak<br> 1244. dampak<br> 1245. moeka <127><br> 1246. ngapoet <128><br> 1251. naroewa <129><br> 1253-<br> 1255. ngapo <130><br> 1259. pěrak<br> 1260/<br> 1261. měmoela<br> 1262/<br> 1263. djěnakak<br> 1264. ngingkat<br> 1265. napok <131><br> 1266. napok <131><br> 1267. tilaoe<br> 1268. njanggoet<br> 1269. <132><br> 1270. gaj moenan <133><br> 1271. ngakal <134><br> 1272. lěpongan<br> 1276. toenoe<br> 1277. noenoe<br> 1276/<br> 1277. <135><br> 1278. ngali<br> 1284. těka<br> 1286. pa-angkǎh<br> 1291. maloer<br> 1292. maloes<br> 1293. dakau<br> 1294. doea<br> 1295. těloe<br> 1296. ĕmpat<br> 1297. lima<br> 1298. ěnam<br> 1299. pitoe<br> 1300. baloe<br> 1301. sanga<br> 1302. sěpoeloeh<br> 1303. sěpoeloeh dakau<br> 1304. sěpoeloeh doea {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> nvy0z2t1k7kertaustj3g1uxzop1w6t Halaman:110 Kambang.djvu/13 104 115508 319141 2026-09-26T07:08:24Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319141 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1305. sěpoeloeh teloe<br> 1310. sěpoeloeh waloe<br> 1311. sepoeloeh sanga<br> 1312. doean poeloeh <136><br> 1313. doean poeloeh dakau<br> 1315. doean poeloeh lima<br> 1316. teloen poeloeh <136><br> 1317. ěmpat poeloeh<br> 1318. liman poeloeh <136><br> 1319. ěnan poeloeh<br> 1323. dà(k)-atoes <137><br> 1324. dà(k) saboe <138><br> 1325. da(k) là(k)sa <139><br> 1326. da(k) tengah<br> 1327. da(k) parapak<br> 1328. mintědak<br> 1329. mindoea <140><br> 1330/<br> 1331. moemoelana<br> 1332/<br> 1333. kamindoeana<br> 1336/<br> 1337. kaminahdamboeri<br> 1338. dàngàj<br> 1339. pàràh<br> 1340. dàkisi<br> 1341. madiata<br> 1347. lěbih<br> 1348. păpăràhan<br> 1349. koeràh<br> 1350. mèmoen<br> 1356. dakan doewa <141><br> 1357. akoe, kita <142><br> 1358. dirikoe <143><br> 1359. kau <144><br> 1362. kau<br> 1363. iòkna<br> 1365. kita<br> 1366. kami<br> 1364/<br> 1367/<br> 1368. <145><br> 1369. koe <146><br> 1370. kami, kita <146> {{multicol-break}} 1373. noe <146><br> 1374. noe <146><br> 1375/<br> 1376. na <146><br> 1378. na <146><br> 1379. saï<br> 1380. aï<br> 1382. mánindjikan<br> 1383. itoe<br> 1385. iroe<br> 1386. oerik<br> 1388. manditoe<br> 1389. mandiroe,<br>{{gap}}mandoerik <147><br> 1394. <148><br> 1398. <149><br> 1402. bangi <150><br> 1406. táoen<br> 1407. boeboek <151><br> 1408. itoe/ (sini?)<br> 1409. naga kasikárá<br> 1411. dáhoeloe<br> 1412. mainboenda<br> 1413. dahoeloe<br> 1416. boeboekna itoe<br> 1418. diláoe<br> 1419. dilaoe oerìkná<br> 1420. laoe itoe<br> 1422. sálòn<br> 1423. sálòh pǎloeli<br> 1426. kasèh2<br> 1427. siméran<br> 1428. soedah<br> 1429. gaj mina<br> 1431. oetara<br> 1432. salabòh<br> 1433. sǎlàtàn<br> 1434. báràt<br> 1435. kidal<br> 1436. kanan<br> 1437. madi atas<br> 1439. teká madi atas {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> e53wxttaoy7n1km312czlzmsnrjjd25 Halaman:110 Kambang.djvu/14 104 115509 319142 2026-09-26T09:44:32Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319142 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1440. madia<br> 1441. těká madia<br> 1442/<br> 1443. moela-sampé<br> 1445. mandiroe<br> 1446. těká <152><br> 1447. sampé, karapak <153><br> 1448. ma<br> 1449. baka<br> 1450. madiálá<br> 1451. páloewá<br> 1452. toekoe<br> 1453. tijoe<br> 1454. pǎpoetǎr<br> 1460. manindji<br> 1461. batindji 1462. bǎtiroe {{multicol-break}} 1465. sábáh aj<br> 1466. tàntoe<br> 1467. báràh<br> 1469. bàh<br> 1470. baha <154><br> 1471. ĕnggaj<br> 1472. <155><br> 1474. ĕnggaj<br> 1475. daha<br> 1476. ahoe<br> 1477. sànggá<br> 1478. toekoe<br> 1479. tapi<br> 1481. tapi<br> 1482. <156><br> 1486. misa<br> {{multicol-end}} '''NO. 110'''<br> # <li value="1522">Siméran tanah iroe di tanan?<br> # Aï ditanan paraï di tanah iroe?<br> # Batiroe parah akoe ĕnggai dampak méja<br> # Akoe moenan tĕmbako baka paméjana<br> # Kami di pabelian barah iroe<br> # Ia(k)na měli těka kami parah roepa2na barah<br> # Sai di tanah lih datoe dadi soeroeh? <157><br> # Dangaï aha parentana lih datoenoe<br> # Lěbangan iroe ĕnggai koli(k) di lalani bidok <158><br> # Dangaï bětana laï bidok boekna karapakna du laoet<br> # Misa djoembatan batindji koe kolik palimba lèbangan?<br> # Lálan kami norak boeá ka romah<br> # Akoe ádàk norrak sěgèk intahan djaran <159><br> # Dangaï ělaoe ĕnggaï oeran?<br> # Enggaï tǎroewa iokna bisara těka kami<br> # Lalanna bila; pendje kami pesti loemalan? <160><br> # Saï ngólik njoempoeh pěti iroe?<br> # Ngalak boewih di poeggai tjoetji pakeiankoe <161><br> # Melakoe baka io(k) na mamanoek doea; barah di boenan<br> # Saï ĕnggai ngatonnan sabéjah ka akoe, pisti tamban manditoe<br> # Akoe matamban aha doewa manditoe<br> # soedah mataï datoe paloewak bonoeh<noinclude></noinclude> 1pkulood5pabdfp290ddchcqciyf2x9 Halaman:110 Kambang.djvu/15 104 115510 319143 2026-09-26T09:51:22Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319143 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="1544"> Sai métá mapabonoehan<br> # Sabab aï aha iroe dadi pědi?<br> # Niak aha ngatonnan magăgăk kita '''3. NOTES'''<br> # snout of an animal, front of an object, e.g. prow of canoe: boendak<br> # goatee<br> # boekoe = behind<br> # (for both kunran) <?><br> # to suck at the breast (baby): noesoe<br> # scrotum: boejoh<br>testicles: bigi boejoh<br> # There seems to be no special word for "leg". Sometimes one uses <u>kaki</u> or the word <u>naik</u> which means "foot".<br> # Probably: boekoet lali<br>instep: boekoet naik<br> # back of the hand: boekoet tangan<br> # muscle: oewat<br> # = dry, of the throat<br> # to lie on one's side: palejak pasiri<br> # in kneeling position, the feet touching the buttocks: mingkoeloek patingkoehoe<br> # pasiri = sideways, aslant, as women in the presence of superiors<br> # swims on the back: tjélih-tjélin<br> # to laugh softly: pakisi<br> # sick (after a meal): salibanan<br> # to nod (being sleepy): ta andòk<br> # e.g. to be dying<br>to be dead: mataï<br> # There are no specific names for spirits. They are only distinguished by the names of the diseases they can cause, e.g. rampa rakat, = the spirit which causes cramps; rampa koléra, = the spirit which causes cholera. In this context it may be that the same <word is used (?)> for cramp and paralysis.<br> # also: people<br> # nephews Jav. naksanak: kalaki minsědah<br> # (lělah or děndah)<br> # second cousins: kalaki mindoea<br>great-grandchildren of siblings call one another kalaki mintiloe (just as in Javanese: naksanak doewa, tika kali)<noinclude></noinclude> q4dh3sca3qfrqswsiubk2jorg1m5rte Halaman:110 Kambang.djvu/16 104 115511 319144 2026-09-26T09:55:56Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319144 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="25">(= bersoedara)<br> # (= person)<br> # companion: séhé<br>friend: sikatonnan<br> # guest towanah<br>stranger: hasadiri<br> # dowa (to cure someone)<br>panggagar (to harm someone)<br> # i.e. a stone which resembles a human figure. A carved idol is unknown to the Kambang people<br> # pantangan (evil), lalan melasoe (good)<br> # malékan (not to be confused with malahekat, see no. 340. One does not distinguish between different kinds of spirits. Alternatively one can say: malekáh majat (ghost of a deceased person)<br> # See no. 21<br> # the supreme Being in the Islamic religion<br> # Toelabala: to ask favours from the Supreme Being<br>sembajang: the honouring of the Supreme Being according to the Islam religion<br> # = Holy Books<br>(written words): toelisan<br> # Mal. roepanja menjanji<br> # vice: rahat<br> # as in the Islam<br> # Moh.<br> # The concepts of 'first minister', 'mantri', and hobleman' are, it seems to me not original to Kambang. The first presumably comes from the Buginese, the two others from Madura. According to tradition these people <the Kambang> have roamed the seas for a long time, without having a homeland, and therefore they did not have highly placed officials.<br> # roegi bad luck in material matters<br>tjilaka affects human life<br> # the accused: pesakitan (Madoerese)<br> # According to the Kambang people, the girls or women who dance are not professional dancers, but respectable girls who perform their art on request.<br> # However, this is a large kind of tamborine which is beaten with the hands.<br> # Is unknown here. There is a large kind of shell which is blown to give distress and other signals when one is at sea in the prahus. This shell is called saboeri<noinclude></noinclude> 5yjtj9yno6t2hk68wvy39nt1q4h84o4 Halaman:110 Kambang.djvu/17 104 115512 319145 2026-09-26T10:01:09Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319145 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="47">to gamble for money: botòr<br> # window: tintonga<br> # wooden poles on which the houses are built: bèntèh<br> # cross-beams: rasoek mandiata<br> # roof-beams<br> # bed-curtains, as well as bed: botjoek<br> # the hearth stones which support the cooking pots in the kitchen: toengkoe dapoeran<br> # = dishes from which one eats; used to serve the fish, etc.: pèpèrèh<br> # pisau: rattan scraper<br>gambar<br>ladèh for use in the home (same shape as our table knives)<br> # dagger (with only one sharp edge): sěkien<br> # bandoh (a large one)<br>kapak (with a short handle)<br> # koewah: wooden ladle for rice<br>soedoek: sauce-ladle<br> # I. small basket in which boiled rice is served = panombangan<br>gambar<br>II. small basket, carried on the head by the women when they go to the market. All other kinds of basket = romboh<br>III. krandjang = krandjah<br> # = European lamp <br>glass with oil and a wick = padjanowan<br> # A large oblong chest is called: pěti saroeh <sarah?><br> # shallow, earthenware, with handles, more like a pan: kikiti deep earthenware pot: priok<br>a small but deep clay pot used for food for two people: lělěpo<br>copper pot used to fetch water = boengki<br> # a small one, used to fetch water: goeti<br> # dèngdèng: topah<br> # made of leather<br> # gělah tangan on the upperarm: djidjimat. It consists of a (square) gold plate which is tied with two <...?...> to the upper arm above the elbow. It is worn only by women.<br> # soeban: straight<br>tótógé: bent at the rear<br> # těnoenan: native<noinclude></noinclude> 6scnf0evjkqyls7jzvaidpkuqc2jkh0 Halaman:110 Kambang.djvu/18 104 115513 319146 2026-09-26T11:51:40Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319146 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol>tjita2: European</ol> # <li value="69">the wooden beam in front <of the weaver> = pasahan<br> # the wooden beam at the back <of the weaver> = boeboekoe<br> # the piece of wood used to knock the weft into place = balida<br> # the beam which stretches the warp at the other end = papan těnoenan. The shuttle = taropah<br>gambar<br>The spindle in the centre of the shuttle = poelateh<br>the slay = djangkah. A wooden stand on which one places the <u>balida</u> (see note 71) when the shuttle is passed through the warp = sòllòran<br> # as a verb: moeboel<br>a knot of a net: boekoe djarèh<br> # (like a machete)<br>a smaller one: soentri<br> # coconut plantations, orchards, and dry fields are called kěbon<br> # creeping katéla (katela rambat) = katéla rambaï<br> # the starch of tubers of the arenga palm: amboelah<br> # randoe tree: pòhòn kapok<br> # because one rubs its juice, mixed with narangan = rat poison on krisses<br> # the latter word only if it is a very large hard stone<br> # coconut oil = ansělau saloka<br>kerosine: anselau gas<br> # tangan (e.g. of a bird)<br>koekoe (of a tiger and similar animals)<br> # ělèh (= sound)<br> # probably bi-'mbih = reduplication of ěmbih<br> # is an onamatopoeic word<br> # běrkoetoet = karakoetoetě<br>těrkoekoer = takoekoer<br>The Kambang people distinguish the pigeons they keep as pets by their colour<br> # loeri = noeri<br> # without sinkers at the bottom = djarèh<br>a large net, which goes about 6 feet deep, and is made of strong rope, to catch turtles = ringgi ògah<br>a smaller kind of net, with large mesh, used for large fish = ringgi roembak<br>small net which does not go deeper than one fathom: ringgi<noinclude></noinclude> 5vyatv5e1hnl3wnboo7nqpljqaoqlev Halaman:110 Kambang.djvu/23 104 115514 319147 2026-09-26T11:54:14Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 319147 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude><li value="160"> as in Jav. lakoe-loemakoe, the infix: "oem"<br> # poeggai: to use (?) '''4. ADDITIONAL DATA'''<br> # ink = dawat<br> # pen = kalah<br> # to write = noelis<br> # money = wah<br> # language = baoen<noinclude></noinclude> 1a7n6szek186fcuthy1wr9xb8nzhvlm 319148 319147 2026-09-26T11:54:42Z Thersetya2021 15831 319148 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>#<li value="160"> as in Jav. lakoe-loemakoe, the infix: "oem"<br> # poeggai: to use (?) '''4. ADDITIONAL DATA'''<br> # ink = dawat<br> # pen = kalah<br> # to write = noelis<br> # money = wah<br> # language = baoen<noinclude></noinclude> 5c906f67aup9f9fhgo76k4psgtlso3g