Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.23 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Halaman:Tjerita dari keradjaan.pdf/17 104 88705 320118 254900 2026-10-08T08:25:04Z Sikurakurasi 27138 /* Tervalidasi */ 320118 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||9|}}</noinclude>{{gap}}Maka dalem sapoetoer kota dari dalem sampe di loewar, kepala distrik soeda pegi satoe-satoe roema aken minta nama-namanja anak prawan, dan satoe satoe hendak di preksa. Tiada terkira pendoedoek dalem satoe kota setelah dengar itoe kabar semoea pada kaget kebingoengan, siapa-siapa ada poenja anak prampoewan jang soeda bertoenangan lantas di kawinin, dan anak orang jang belon bertoenangan lantas diboeroe boeroe tiada sampe anter pandjer lantas dinika-in, sekalian ada lelaki toea nika dengan nona moeda dan ada lelaki miskin kena bernika dengan none moeda dan ada lelaki miskin kena bernika dengan nona jang mampoe, kaloe maoe di kata dalem satoe kota tjoema maoe di pili 80 nona-nona boeat dalem astana, apanja pendoedoek sampe kebingoengan, kerna semoea jang djadi aja bonda sajang anaknja, djika jang piara anak prempoean sampe 14 atawa 15 tahon oemoernja jang elok parasnja kaloe kena terpili boeat isi astana radja, tentoelah sahoemoer idoep tiada bisa ketemoe-in lagi, se-oepama mati sadja, oleh kerna itoe boekan sadja orang orang particulier riboet, halnja orang orang bangsawan atawa berpangkat jang ada poenja anak prampoean tjakap dan pande, masing masing tiada brani semboeni-in anaknja kerna trima titahan keizer, semoea misti di bri taoe namanja dari masing masing poenja anak prawan. {{gap}}Pada satoe hari semoea nona-nona soeda di bawa dateng berkoempoel di ''„Kim Teng Ek„'' (satoe post<noinclude></noinclude> dpiau15dn7k5xftgbd2v6emndkaaypb Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/20 104 110588 320042 308518 2026-10-07T15:32:13Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320042 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>djahat tukang perkosa kaum wanita ? Kenapa kau pun berani menjebutkannja dia sebagai putera Lie Sioe Seng ? Benar2 kau mempermainkan pembesar negeri, dimatamu tidak ada lagi undang² pemerintah agung!" Tjiang Tek tjelangap bahna heran dan kagetnja. Kemudian ia hendak membantah. Tapi orang jang mendjadi hakim itu tidak mau memberikan kesempatan padanja. Si hakim lantas perintah orang bawa Yan Tjoe Hoei datang menghadap. Lalu, sambil menuding Tjeng Lip palsu itu, dia menegur : „Kau lihat, apakah ini bukannja seorang wanita? Dia sudah diperiksa oleh pemeriksa wanita! Sekarang apa lagi kau hendak bilang ?" Tjiang Tek memandang kepada orang jang ditundjuk itu. Tiba² dia berteriak: „Taydjin, bukannja dia! Orang telah tertukar ! Bukan dia, bukan!" Pembesar itu menggeprak medja pula. „Djangan ngatjo !” bentaknja. „Telah aku tanja semua oppas pengantar persakitan, semua mereka membilang, sedjak dari Toan San sampai dikota Lamkhia ini, inilah dia orangnja jang mereka iringkan! Laginja, di Siangtjioe dia toh tinggal dirumahmu dan di Toan San dia tinggal dirumah iparmu! Djikalau kau tetap menjangkal bahwa kau mempermainkan pembesar negeri, hajo kau serahkan Lie Hong Hoat kepada kami!" Tjiang In Tjioe, jang berada disamping ajahnja, sudah lantas menangis. „Ajah", katanja, „kau mengakulah! Ajah sendiri jang sangat bertjuriga, entjie Gouw kau sangka sebagai orang djahat! Satu kali kita berbuat salah, tidak dapat kita ulangi itu! Ajah, mintalah ampun kepada taydjin, kita mengaku salah{{...|7}}" „Memang nona ini ialah keponakanku", Njonja Tjiang pun turut berkata. „Sedjak masih ketjil, keponakanku ini gemar beladjar silat, dia gemar djuga berdandan sebagai prija. Sering terdjadi ditengah malam buta dia menjerbu rumah kami, untuk bertemu dan memasang omong dengan gadisku ini. Adalah suamiku jang sangat bertjuriga, jang menjangka keponakanku ini adalah sipemuda tunangan gadisku. Maka sekarang telah terbit salah mengarti ini..." Tjiang Tek diam mendjublak. Sekarang mengartilah ia, bahwa ia sudah tertipu oleh puterinja. Sekarang ini pastilah Ouw Tjeng<noinclude>{{rh|||256}}</noinclude> s1y38yfyzoi21b3n35knk38sol8830r Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/12 104 115710 320034 319496 2026-10-07T15:30:02Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320034 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Kata² dua orang itu memberi pengaruh kepada pihak polisi, begitupula kaum Kang-ouw jang membantu keluarga Tjiang. Djadi orang datang melulu untuk mentjari balas kepada Tjiang Tek, mentjari balas untuk Ouw Tjeng Lip. Karena ini pendjagaan mereka lantas dipusatkan diruang kedua, dibahagian luar kamar tulis. Tjiang In Tjioe tinggal diruang ketiga itu, ia djadi seperti tidak ada orang jang memperhatikannja. Kok Ban Tjiong jang waspada dan awas sudah lantas dapat melihat perubahan siasat lawan, ia lantas bergerak. Kebetulan untuknja, musuh sedang menjerang ia, pedangnja hendak didjepit. Ia menggeser kaki kanannja keluar, pedangnja ditarik. Ia bergerak dengan sangat tjepat. Lawan itu menjerang dengan sangat bernapsu, ketika sasarannja lenjap, tubuhnja madju kedepan, kedua sendjatanja turut meluntjur terus, maka tidak ampun lagi sendjatanja jang kanan nantjap ditanah, karena tangan kanannja dipakai menundjang tubuhnja agar dia tidak sampai djatuh terkusruk. Selagi sendjata dan tubuh orang itu meluntjur, Kok Ban Tjiong menggunakan kesempatan untuk menjerang, maka berbahajalah simuka merah itu. Terpaksa dia lompat kedepan. Tapi Ban Tjiong menjusuli dengan lagi satu tikaman. Sekarang lawan itu mendapat kesempatan menaruh kaki, ia lantas menggeser kaki kiri kekiri, sambil menggeser, ia putar tubuhnja kekanan, untuk berbalik, maka itu, ia bisa lantas menangkis serangan. Bagus tjaranja ia membalik tubuh, ialah sambil melompat, dalam gerakannja „Ular-naga djumpalitan“. „Bagus!“ berseru Ban Tjiong, jang tidak sudi menjudahi serangannja sampai disitu. Begitu ia kena ditangkis, begitu pula ia ajun terus pedangnja, untuk mengulangi serangan satu kali lagi dan kali ini ia menikam nadi. Orang itu menarik bangun tubuhnja, tangannja sekalian ditarik pulang. „Kena!“ Ban Tjiong berseru pula, karena lagi² dia menjusuli tikamannja, malah dua kali beruntun setelah tikamannja jang pertama gagal. Sasarannja adalah dada dan lengan lawan. Simuka merah mentjoba berlaku gesit, dia berkelit, tetapi kali ini dia kurang sebat, atau lebih benar dia kalah gesit, maka robeklah badju dipundaknja dan pundak itu pun mengutjurkan darah,<noinclude>{{rh|||257}}</noinclude> qeoui7skx22a9khuq8quysfghj3ck8w Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/13 104 115732 320035 319519 2026-10-07T15:30:17Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320035 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>hingga dia merasakan sangat sakit, sampai dia mendjerit berkaokan. Kali ini baru dia putar tubuh untuk lari kabur...... Yan Tjoe Hoei dari tempat gelap dapat melihat kemenangannja Kok Ban Tjiong itu; ia lantas menarik tangannja Soen Eng. Ia tidak mau menjia-njiakan waktu lagi. Berdua, bagaikan satu bajangan, mereka lompat keatas lauwteng. Njata musuh masih ada jang sembunji diwuwungan rumah; begitu kedua nona bergerak, begitu pula dia menjerang dengan dua batang anakpanah. Soen Eng dapat lihat datangnja serangan gelap itu, kesatu ia mendengar suara anginnja, kedua memang ia waspada. Ia ulur tangannja, untuk menanggapi. Disamping ia, Yan Tjoe Hoei berlagak mendjerit „Tjelaka !“ lalu bersama Soen Eng ia lompat turun kebawah, menaruh kaki ditanah. Dengan siasat ini, mereka nampaknja roboh, akibat serangan anak panah. Hanja begitu lekas keduanja mengindjak tanah, ia lepaskan pelukannja kepada Soen Eng, membiarkan Nona Tjio berlompat pula, untuk lari keluar, ia sendiri menggulingkan tubuh, terus berlompat kebelakang segumpalan pohon bunga, hingga ia lenjap dari pandangan mata. Sipenjerang gelap itu sudah lantas muntjul dari tempatnja sembunji, untuk menjusul, guna menjerang Soen Eng. Dia mengira panahnja mengenai sasarannja, dia tidak dapat melihat panah itu disambut orang; dia tjuma mendengar djeritan Yan Tjoe Hoei. Pula dia tidak tahu, orang sebenarnja berdua, dia melainkan melihat satu bajangan. Soen Eng girang karena musuh telah kena dipedajakan. Ia berpura-pura kaki kirinja kena terpanah, hingga larinja tidak leluasa, dengan tindakan sukar, ia menangkis pelbagai serangan, ia terus main mundur. Dengan begitu ia memantjing musuh itu sampai diluar tembok pekarangan. Yan Tjoe Hoei mendengar suara berisik dari mana-mana, ia tidak gubris itu, sebaliknja, dengan menempel tubuh pada tembok kiri dari lauwteng, ia merajap naik dengan ilmunja „Tjetjak memain ditembok“. Tjepat sekali ia tiba dipajon dari lauwteng kedua. Disini ia menunda, untuk memasang kuping dan matanja. Ia pertjaja dikamar Nona Tjiang masih ada orang, djadi tidak boleh ia berlaku sembrono.<noinclude>{{rh|258||}}</noinclude> a142odw3hzr1hav9kvfcfu4mae5r7fo Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/14 104 115744 320036 319535 2026-10-07T15:30:32Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320036 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Tidak lama dari itu, Tjio Soen Eng telah mengasi dengar tanda rahasianja kepada Lioe Hong Hoa beramai. Itulah tanda bahwa ia sudah lolos dari musuh, maka jang lainnja tak usah ngotot bertempur terus; mereka boleh lantas mengundurkan diri. Pertandaan itu disambut Hong Hoa semua, tjepat sekali mereka meninggalkan lawannja masing², maka djuga pada lain saat, kekatjauan jang membisingkan dan menguatirkan itu, lantas sirap semuanja. Pihak polisi berhati lega. Mereka memangnja sudah letih sekali. Kemudian tjuma tiga orang jang pergi menemui Tjiang Tek, untuk melaporkan bahwa antjaman bahaja sudah lewat dan hartawan itu dihibur. Setelah meronda lagi satu idaran, semua orang kembali kekamar mereka untuk beristirahat ketjuali dua tukang ronda, jang mesti mendjalankan terus tugasnja. Yan Tjoe Hoei terus bersembunji sampai suasana mendjadi reda dan sekitarnja mendjadi sunji-senjap. Sekarang dengan pikiran tenteram ia menghampiri djendela lauwteng, untuk membongkar itu dengan pisaunja. Ia berlaku sangt hati² supaja tidak menerbitkan suara. Habis itu ia berlompat masuk. Tadinja belum pernah Yan Tjoe Hoei memasuki gedung keluarga Tjiang ini, ia tjuma mendengar keterangan dari Tjong Hong, jang sebaliknja dapat keterangan itu dari Tjeng Lip. Disebelah itu, ia mengandelkan pada pengalamannja, sehingga ia dapat menduga-duga keadaan rumah orang. Lagi pula ia mempunjai sepasang mata jang tadjam, jang sudah biasa lihat ditempat gelap. Maka itu, ia berhasil mentjari kamarnja Nona Tjiang. Sudah beberapa hari In Tjioe tidak bernapsu dahar dan tak tenang tidurnja, maka ia kaget bukan main mendengar suara berisik tanda dari pertempuran. Ia tidak dapat menduga aksi dari rombongan Lioe Hong Hoa, akan tetapi ia mau pertjaja penjerangan itu ada hubungannja dengan Ouw Tjeng Lip. Setelah suasana sepi dan kekuatirannja lenjap, ia masih tidak dapat tidur, sebab terus ia berpikir sadja. Ini sebabnja maka ia dapat dengar ketika Yan Tjoe Hoei memasuki kamarnja. Hal ini telah mendjadi biasa baginja, karena Tjeng Lip sering datang dengan tiba². Ia pun tidak kaget dan tidak mendjadi ketakutan karenanja. „Entjie!“ Yan Tjoe Hoei mendahulukan memanggil sedang ia menghampirkan pembaringan jang kelambunja tertutup didalam<noinclude>{{rh|||259}}</noinclude> cdbthzclbthqgb9hiozffd4cyjmq43s Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/15 104 115745 320037 319536 2026-10-07T15:30:47Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320037 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>mana In Tjioe merebahkan diri. Itulah tanda supaja orang mengenali suaranja seorang wanita dan mendjadi tidak terkedjut. In Tjioe menjingkap kelambu, ia heran akan melihat nona jang tidak diundang ini. Yan Tjoe Hoei tidak dapat menjia-njiakan waktu. Ia lantas perkenalkan diri seraja memberitahukan maksud kedatangannja, bahwa ia bersama kawan²nja hendak menolongi Tjeng Lip. Ia membeber rahasia penjerangannja ini, agar ia bisa menjelundup masuk dan menemui si nona. Lega hati In Tjioe, ia bersjukur sekali. Ia pertjaja ini nona jang gagah. Dengan tjepat sekali mereka mendjadi sahabat satu dengan lain, malah bersama-sama mereka merebahkan diri dipembaringannja, untuk terus bitjara mengenai lain² hal. Ia tidak malu lagi untuk menutupkan rahasia hatinja mengenai Tjeng Lip. Saking gembira dan asjik, hampir mereka tidak dapat tidur. Adalah Yan Tjoe Hoei, setelah melongok didjendela dan melihat sang fadjar lagi mendatang, mengadjak sinona mentjoba tidur, supaja mereka dapat beristirahat. Besok paginja, Nona In Tjioe lantas mendjalankan perannja menurut akal muslihat Kok Ban Tjiong. Ia menemui ajahnja; sambil menangis ia beritahukan ajahnja, bahwa semalam ia takut sekali karena penjerbuan orang djahat itu, karena ia jakin bahwa sahabat²nja Ouw Tjeng Lip semua benar² bukan orang jang baik. Karena itu, katanja lebih djauh, ia djadi kuatir untuk menikah dengan Tjeng Lip; hari kemudiannja mungkin terantjam bahaja. Maka itu, katanja, sekarang ia suka turut perkataan ajahnja, ia bersedia memutuskan hubungannja dengan Tjeng Lip. „Hanja, memutuskan hubungan sadja, ada bahajanja“, si nona berkata lebih djauh. „Karena itu kita perlu mengambil tindakan jang sempurna“ In Tjioe kata, bahwa karena Tjeng Lip ditangkap dirumahnja, kawan²nja pasti tidak akan mau sudah sadja. Buktinja ialah penjerbuan semalam. Bukankah ditawannja Tjeng Lip itu di Siangtjioe diketahui umum ? Bukankah itu bisa menjebabkan kedatangan kontjo nja dari tempat² lain, untuk menolongi dia ? Tidakkah itu berbahaja ? Umpama Tjeng Lip dibawa ke Kangleng, ada kemungkinan jang ditengah djalan terbit onar — jaitu perampasan,<noinclude>{{rh|260||}}</noinclude> n18tc21uyk3yw7wlk5znqhe0m43zbb6 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/16 104 115746 320038 319540 2026-10-07T15:31:05Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320038 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>oleh kawan²nja. Asal Tjeng Lip lolos, maka keluarga Tjiang tentulah tidak akan merasa aman lagi. „Habis, apa daja ?“ tanja Tjiang Tek bingung. „Daja pertama ialah menggunakan siasat halus“, In Tjioe mengutarakan usulnja. „Dengan budjukan, Tjeng Lip harus dapat dibawa ke Toan San kerumah paman. Disana mesti lebih dahulu disiapkan orang² polisi, guna menangkap pula padanja. Dari sana dengan diam² baharulah dia diangkut ke Kangleng. Dengan begitu pastilah tidak akan ada bahajanja lagi“. Tjiang Tek suka menerima usul puterinja itu, walaupun ia merasa tjuriga. Ia terpengaruh serbuan tadi malam, jang membikin ia kaget dan takut sekali. Pasti tidak sudi ia mendapat serbuan sematjam itu jang kedua kalinja. Memang, sebelum Tjeng Lip dikirim ke Kangleng, bahaja belum bisa sirap. Tapi ia tidak bisa mengambil putusan seorang diri, maka ia naik djoli mengundjungi tiehoe, untuk berdamai dulu. Tiehoe sendiri telah terima pelbagai laporan, bahwa selama ini didalam kotanja sering tertampak orang2 jang laga-lugunja mentjurigai, sedangkan penjerbuan pada keluarga Tjiang segera diketahui. Ia pun merasa, mestinja sulit untuk mengirim Tjeng Lip ke Kangleng. Ia sedang bersangsi mengenai hal itu, ketika Tjiang Tek datang dengan usulnja. Ia lantas berpikir, Ia merasa akal itu boleh ditjoba. „Sekarang tjoba kau pulang dulu dan berdamai dengan puterimu“, kata tiehoe kemudian, jang masih mempunjai kesangsian. „Setelah aku merdekakan Ouw Tjeng Lip, puterimu mesti bertanggungdjawab terhadapnja, dia tidak boleh diberi pergi kemana-mana, awas apabila dia sampai dapat buron......“ Tjiang Tek pulang akan sampaikan pesan tiehoe kepada puterinja. Tanpa berpikir lagi, In Tjioe memberikan kesanggupannja. „Biarlah aku jang sambut dia pulang dan nanti dari Toan San ke Kangleng, aku jang membawanja“, katanja. „Djikalau sampai terbit sesuatu, akan aku bertanggungdjawab seorang diri“. Meskipun ia merasa berat hati, Tjiang Tek rela membiarkan puterinja ini memikul tanggungdjawab itu. Ia tahu bahwa In Tjioe tidak pernah keluar satu tindak djuga dari rumahnja, dan pasti sekali anak itu tidak ketahui dimana Tjeng Lip ditahan, maka tidak<noinclude>{{rh|||261}}</noinclude> ry3lpgjhfv4fazc31502g7md02mgqvk Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/17 104 115749 320039 319548 2026-10-07T15:31:22Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320039 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>ada alasan untuk mentjurigai dia mempunjai hubungan dengan tjalon menantu jang ia tak sukai. Disebelah itu, tiehoe pun akan mengirim sedjumlah pengantar jang gagah, untuk melindungi mereka setjara diam². Tentang niat tiehoe mengirim pengantar itu, Tjiang Tek beritahukan puterinja dan puterinja itu tidak menjatakan keberatan, malah dia memudji bagus. „Baiklah diatur begini !“ kata Tjiang Tek, achirnja. Ia pergi pula kepada tiehoe, untuk memberi kepastian. Lewat tengah-hari, sesudah tiehoe mengatur rapi, Tjiang Tek dan In Tjioe pergi menjambut Ouw Tjeng Lip dari tempat tahanannja, untuk dibawa pulang kerumah mereka. Dirumah, In Tjioe menugaskan dua orang — seorang wanita dan jang lainnja prija — merawat dan mendjaga kekasihnja itu, jang ditempatkan didalam kamar lauwteng, kamar mana berada dipodjok kamarnja. Mulanja Tjeng Lip heran sekali atas perlakuan kepada dirinja itu, ia tidak tahu In Tjioe bermaksud apa, akan tetapi karena nona itu berulangkali mengedipi mata padanja, ia menurut sadja. Ia tjuma menduga mesti ada sebabnja. Maka itu ia berlaku sabar, malahan ia tidak buka suara sama sekali. Setelah ia dibawa kedalam kamarnja, masih In Tjioe tidak suka bitjara padanja; nona itu tidak sudi menemui ia, sehingga ia mendjadi bertambah heran. Ia sedang berpikir dikamarnja waktu ia dengar orang bitjara dikamar sebelahnja. Itulah suara jang ia rasa kenal baik sekali. Waktu ia ingat suaranja tjongtotjoe dari Sia Yang Ouw, maka memuntjaklah kegirangannja. Jang bitjara dikamar sebelah itu ialah Tjiang In Tjioe bersama seorang budak perempuannja, selagi mereka bitjara, kadang² Yan Tjoe Hoel turut bitjara djuga. Mereka itu berdua bitjara lain djunterungannja, Si Walet Terbang sebaliknja memperdengarkan kata² rahasia untuk Tjeng Lip, membeber rentjana pertolongannja. Maka itu, setelah ia mendengar semua, hampir Tjeng Lip tertawa berkakakan. Segera djuga Tjeng Lip main sandiwara. Sesuai peladjarannja Yan Tjoe Hoei, ia lantas berpura-pura sakit. Ia membiarkan rambutnja terlepas dan riap-riapan, ia sengadja membikin mukanja dekil, sehingga ia djadi tidak keruan matjam dan kutjal. Dalam waktu pendek, ia seperti berubah mendjadi seorang lain.<noinclude>{{rh|262||}}</noinclude> 51csym6a0x228kptxaw7efywzesphwd Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/18 104 115817 320040 319645 2026-10-07T15:31:40Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320040 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Tjiang Tek itu tjerdik dan litjin, ia tjuriga. Maka pada hari pertama, waktu mereka naik perahu, ia mendesak gadisnja supaja Tjeng Lip diborgol. Untuk keheranannja, In Tjioe tidak menentang kehendaknja itu, malah Tjeng Lip pun tidak meronta-ronta, dia membiarkan tangannja dirantai. Ketika itu didarat, disekitarnja, telah ditaruh pendjagaan serdadu untuk membikin aman daerah pelabuhan. Sebab tetap masih ada kekuatiran kalau kawannja Tjeng Lip nanti melakukan perampasan. Setibanja di Toan San, seperti sudah direntjanakan, Tjeng Lip dibawa kerumah engku atau pamannja In Tjioe dan selama tiga hari pertama, In Tjioe sendiri serta dua budaknja jang mendjaga dan merawatnja. Tiehoe dari Siangtjioe telah datang menjusul bersama sedjumlah orang polisi sebawahannja, kedatangannja disusul dengan belasan orang polisi pilihan dari Kangleng, jang datang untuk menjambut, untuk mengantarkan mereka. Rumahnja ipar Tjiang Tek karena itu terdjaga kuat sekali diluar dan dalam. Sekarang orang tinggal menanti hari keberangkatan. Tjiang Tek berlega hati tanpa bertjuriga sedikit, bahwa ketenangan disekitar itu sebenarnja merupakan pendjirat lehernja. Dia merasa bahwa dia telah mengatur sempurna se-gala²nja; dia tidak mau memikirkan bahwa orang lain pun bisa merentjanakan sesuatu seperti dia. Pada malam pertama, waktu Tjeng Lip tiba di Toan San, pekerajaannja Nona In Tjioe sudah selesai. Didalam usahanja itu, In Tjioe memperoleh bantuan dari ibunja, jang berada dipihaknja. Sesuai dengan rentjana, Yan Tjoe Hoei telah menjamar sebagai Tjeng Lip. Si nona dapat leluasa menjalin pakaiannja, karena In Tjioe bisa tjari alasan untuk menjuruh budjang²nja keluar dari kamar. Dalam tempo jang pendek, Yan Tjoe Hoei sudah rebah dipembaringan. Sulit untuk orang dapat mengenali penjamarannja itu. Tubuh Tjeng Lip tinggi tak berbeda djauh dengan tubuh si Walet Terbang. Ia pun riap-riapan rambutnja dan kutjal mukanja, Yan Tjoe Hoei dapat meniru itu dengan baik. Begitulah sampai pada hari keberangkatan mereka, tidak seorangpun jang mentjurigai Tjeng Lip palsu itu. Bagus sekali In Tjioe memainkan perannja. Ia berupa-pura berduka sangat, sambil menangis ia merangkul „Ouw Tjeng Lip“ se-<noinclude>{{rh|||263}} {{rh|Warisan Seorang Pangeran — 2.||}}</noinclude> q5j98b6urxfetigkrx61efdeprrh10q Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/19 104 115818 320041 319646 2026-10-07T15:31:56Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320041 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>perti ia tidak sudi melepaskannja. Tjiang Tek di dalam hatinja mentertawai gadisnja itu. Ia anggap lutju, sigadis sendiri jang memberi akal, sekarang gadisnja sendiri jang berat berpisahan dari orang jang ditjintainja. Ia pertjaja anak ini tentulah menjesal sesudah bertanggungdjawab atas penjerahan pemuda itu. „Bawa dia kedalam !“ bentak Tjiang Tek. Ia memberi perintah kepada budak²nja perempuan untuk paksa memisahkan In Tjioe dari „Tjeng Lip“, dengan menjeret sinona masuk kekamarnja. Dilain pihak, ia perintahkan oppas² pengiring lekas² berangkat. Begitu orang berangkat, begitu djuga lega hatinja Tjiang Tek. Lenjap segala kedukaan dan kekuatirannja, sehingga dia dapat bersantap dengan bernapsu dan tidur dengan njenjak. Bukankah akar bentjana sudah disingkirkan ? Akan tetapi belum lewat lima hari, mendadak datang perintah dari Liang Kang Tjongtok dari kota Lamkhia, jang memerintahkan ia serumah-tangga mesti dibawa menghadap kekantor pembesar negeri. Tjiang Tek kaget dan heran. Kaget atas datangnja perintah itu. Tidak tahu ada terdjadi perkara apa. Heran karena ia dapatkan, sebaliknja daripada ia sendiri, jang mendjadi kebingungan, isteri dan anaknja djusteru tenang2 sadja. Didalam perdjalanan memenuhi panggilan tjongtok itu, ibu dan gadisnja itu seperti orang lagi pergi pesiar sadja...... Lutju adalah Njonja Tjiang. Ditengah perdjalanan ia berbitjara dengan suaminja, tetapi bitjaranja aneh, ialah samar². Ia mengutjapkan kata2 seperti „kalau dapat disudahi, sudahilah !“ atau, „Perbuatan baik mendapat pembalasan baik — perbuatan djahat mendapat pembalasan djahat“. Itulah nasihat tidak langsung. Tentu sekali, mendengar kata2 itu, Tjiang Tek mendjadi heran tanpa dapat berbuat apa², karena ia tidak mengerti maksud isterinja itu...... Selekasnja orang tiba di Lamkhia dan masuk kedalam gedung gubernor-djenderal, baharulah „rahasia“ terbuka. Teka-teki itu membuat hartawan ini mendapat pukulan bathin jang hebat. Pembesar jang ditugaskan memeriksa Tjiang Tek ini, begitu lekas Tjiang Tek dihadapkannja, sudah lantas menggeprak medja, menegur dan mendamprat. „Kurang adjar, kau main gila !“ demikian pembesar itu. „Kenapa urusan besar ini kau buat permainan ? Kenapa keponakanmu perempuan kau suruh menjamar mendjadi laki², mendjadi si pen-<noinclude>{{rh|264||}}</noinclude> 770sf9ybg9kcv84rs3a5go1sv7xqbxm Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/21 104 115896 320043 319747 2026-10-07T15:32:28Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320043 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Lip jang tulen sudah terbang lolos entah kemana. Tentu sekali tidak dapat ia menjangkal terus, atau pembesar ini bakal djadi gusar, hingga ia bisa dapat susah. Dengan terpaksa ia mengangguk-angguk, ia mengaku salah, katanja karena sudah tua, matanja lamur, ia linglung, ia salah mengenal orang“. Perkara sebenarnja ada besar sekali, tidak dapat perkara disudahi dengan orang jang tersangkut mengaku salah sadja. Perkara pun menjangkut pembesar² di Siangtjioe dengan Lie Sioe Seng. Disamping itu orang semua tahu, dialah satu hartawan besar, maka dia pantaslah mendjadi satu korban....... Pembesar itu lantas sadja mengeluarkan aksinja. „Kau mesti ditahan serumah.tangga !“ dia membentak. Tjiang Tek memohon ampun berulang-ulang, ia dibantu isteri dan anaknja, jang pun memohon belas-kasihan sipembesar. Lama kedua pihak berkutat, jang satu hendak menghukum, jang lain memohon ampun, maka kesudahannja diambil djalan sama tengah, ialah Tjiang Tek dihukum denda tigaribu tail perak serta mesti menjetor uang tanggungan sebanjak selaksa tail perak. Perdjandjian lainnja ialah kapan sadja Tjiang Tek dipanggil menghadap, dia mesti lantas datang! Tjiang Tek mendengar putusan itu dengan hatinja perih sekali. Ia mesti mengodol begitu banjak uang, sedang djuga ia sangat mendongkol dan berduka dan malu. Ia pikirkan, dari mana ia bisa menjediakan uang didalam tempo sependek itu? Njonja Tjiang Tek tidak bergelisah atau tjemas hati seperti suaminja itu, lantas ia adjak si Ouw Tjeng Lip-palsu keluar dari ruang pengadilan, dan untuk beberapa saat kemudian ia sudah balik pula dengan uang tigabelasribu tail perak itu, untuk mendjamin kemerdekaan mereka. Kembali Tjiang Tek mendjublak, tak tahu ia sedang sadar atau lagi bermimpi, dan mau menangis atau tertawa, dua-duanja tidak bisa...... {{rh||<b>XIV</b>|}} {{rh||<b>RINTANGAN DIAIR.</b>|}} Yan Tjoe Hoei merasa puas jang rentjananja telah berdjalan dengan litjin, dengan begitu Ouw Tjeng Lip djadi dapat ditolong,<noinclude>{{rh|266||}}</noinclude> qmceap9njsrvl0i7vtkamfrcrvxzbhi Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/22 104 115905 320044 319756 2026-10-07T15:32:41Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320044 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>pertunangan antara Tjeng Lip dan In Tjioe tidak terputus, Tjiang Tek pun dapat peladjaran pahit.getir, hingga tidak berani ia memaksa pula gadisnja. Akan tetapi, belum lama ia girang, atau segera datang dua kabar jang buruk. Kabar itu disampaikan oleh Kak Beng Hweeshio dan Tjio Soen Eng, jang mengikuti setjara diam² ke Lamkhia untuk mengawasi dan melindunginja apabila perlu. Kabar itu diterima dari Lioe Hong Hoa, jang mengirimnja dari Siangtjioe dengan surat kilat, jang menurut kaum mereka dinamakan „surat panah terbang“. Sebenarnja kabar jang pertama diterima dari seorang tauwbak jang diutus Houyan Pa dari Hay-an. Kabar itu membeber akal.muslihat In Soeya dari Hangtjioe dan mengenai uang piauw jang berdjumlah besar itu. Setelah menerima piauw dari Tjian Tjeng Loen, setjara diam² piauw itu dibawa kembali ke Hay-an. Rahasia mengenai itu berpokok pada kuil tua dimana dilakukan penjerahan.penerimaan piauw jang membawa lelakon itu. Kuil sudah sangat tua; kuil ini dipakai In Soeya untuk akalmuslihatnja itu. Ia sangat pintar maka ia djuga dapat memikirkan akal menggunakan kuil itu. Mulanja dikirim sedjumlah kuli kekuil itu, untuk dirombak, guna dibangun rumah sutji jang baru. Baharu orang bekerdja separuh, pekerdjaan sudah lantas ditunda. Disamping itu, rumahnja seorang penduduk situ, jang terletak ditimur kuil, dipindjam sisekertaris merangkap djuru pemikirnja, sedang dibelakang kuil, dimana ada sebuah kali ketjil, telah disiapkan dua buah perahu jang memakai gubuk, perahu mana dipakai sebagai perahu peranti mengangkut tanah dan batu. In Soeya menerima piauw dirumah penduduk itu, dengan begitu ia membikin semua mata orang ditudjukan sadja kepada rumah itu. Didalam rumah itu, dengan diam² ia suruh orang kepertjajaannja membuka kedua peti uang, untuk mengangkat emasnja jang lima ribu tail untuk dipoloskan disatu liang tembok jang telah disediakan lebih dahulu, dari situ uang diangkut kedalam kuil. Disini uang tidak ditunda atau ditahan lagi, terus langsung dibawa keperahu, ditaruh dibawah tumpukan batu, setelah mana segera perahu itu diberangktakan. Dalam pekerdjaan ini In Soeya tjukup tjerdik untuk mengelabui kuli² tukang angkat batu itu. Sesudah berlajar kira² limapuluh lie, kuli² itu didaratkan. Kemudian sebagai pengganti kuli² adalah orang² kepertjajaannja To Tiehoe dari Souwtjioe,<noinclude>{{rh|||267}}</noinclude> 9zgz7wwm65cub4k6gch4klafohpx2e2 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/23 104 115969 320045 319866 2026-10-07T15:32:55Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320045 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Semua uang emas dibongkar dari antara tumpukan batu, di-bagi² dalam duapuluh pikulan, atasnja ditutup dengan buku tua, hingga orang tidak nanti menduga djelek. In Soeya sendiri jang mengiringkan emas itu. Dia menjamar sebagai seorang saudagar pelantjongan pendjual kitab. Bersama dia, dia mengadjak beberapa pengantar diantara siapa Seng Tiat Hoet siorang polisi kesohor dari Kanglam, Siauw Loo-djie dan Lee Tjiauw Kong. Mula²nja mereka menudju ke Kang-tauw, dari situ dengan menukar perahu — sekarang disewa sebuah perahu besar — uang diangkut disungai Oen Hoo ke-Utara. Di Hay-an sendiri, pihak pembesar masih beraksi se-olah² emas itu masih ada dikota Hay-an. Disini pihak pembesar itu memperoleh bantuannja Hay Djiak serta beberapa sahabatnja, untuk mengatjau perhatian rombongannja Yan Tjoe Hoei. Rahasia ini baharu botjor sesudahnja Djit-Yoe.sin Pheng Koen bekerdja mentjari keterangan. Ia mempunjai seorang kawan, jang bekerdja sebagai orang polisi tetapi hanja sebagai pelabi, sebenarnja dia adalah mata². Dia inilah jang membeberkan rahasia itu. Tjepat Pheng Koen pulang kepada dua saudara Houyan, jang ada bersama Tjio Hoa. „Benar litjin!“ Houyan Pa memudji. „Sekarang kita mesti bertindak tjepat“. Berempat mereka lantas berangkat menjusul dengan mengambil djalan mengikuti aliran sungai Oen Hoo, mereka berpetjah dalam dua rombongan. Pheng Koen pernah menjamar sebagai kuli penarik kereta keledai mengikuti rombongan Tjian Tjeng Loen, dia pernah melihat In Soeya, maka baginja mudah mengenalinja. Tapi mereka mesti bekerdja dengan berhati-hati sekali, sebab mereka mengetahui, bahwa emas itu diantar oleh banjak orang kosen; ketjuali jang mengikuti perahu, djuga ada pula jang mengiring dari darat. Ini pun sebabnja mengapa Houyan Pa dilain pihak mengirim kabar kilat kepada Lioe Hong Hoa agar mereka lekas menjusul ke Utara, buat membantu turun tangan. Kabar jang kedua datang dari Ma Tjoen dipusat ditelaga Tay Tjiong Ouw, jang memberitahukan mengenai hal lenjapnja Ya-Yoe.sin Touw Kong. Pusat djuga menerima kabar dari Pheng Koen. Seterimanja berita itu Touw Kong pergi menjusul dengan hanja mengadjak dua orang tauwbak. Mereka menjewa sebuah perahu ketjil. Mereka menjusul ke sungai Oen Hoo djuga. Hanja, baharu<noinclude>{{rh|268||}}</noinclude> 0m8j569e32vcdt2dx7p4go1hyal182t Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/24 104 115971 320046 319869 2026-10-07T15:33:09Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320046 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>melewati sungai Soe-soei, mereka dapat dikenali oleh pihak pembesar negeri, maka pada malamnja perahu ketjil mereka dibikin tenggelam. Pendjahatnja adalah orang sewaan pihak pemerintah itu. Touw Kong itu tidak bisa berenang, dia lenjap tidak keruan paran. Dari kedua tauwbaknja, jang satu pandai berenang, dialah jang lolos dan lari pulang ke Tay Tjiong Ouw untuk menjampaikan kabar buruk itu. Maka itu, kabar disampaikan terlebih djauh kepada Lioe Hong Hoa, jang menjampaikannja pula pada Yan Tjoe Hoei. Si Walet Terbang tidak tenang hatinja menerima kedua warta hebat itu, maka itu ia minta Kak Beng Hweeshio tetap berdiam di Kanglam, untuk membantu Ouw Tjeng Lip, ia bersama Tjio Soen Eng lantas naik kuda, menjeberang sungai menudju ke Utara. Menurut perhitungan perahunja In Soeya mestinja telah lewat di Sioe-tjian, djadi perlu mereka itu dapat segera ditjandak. Kalau mereka sampai keburu memasuki propinsi Shoatang, pekerdjaan akan djadi sulit. Maka sjukur untuk Yan Tjoe Hoei berdua, didjalan Utara ini ia kenal banjak orang Rimba Hidjau, dari itu dimana perlu mereka dapat menukar kuda jang sudah lelah dengan jang segar, hingga perdjalanan mereka dapat dilakukan lebih tjepat daripada biasanja. Pada hari ketiga magrib, tibalah Yan Tjoe Hoei dan Soen Eng di Tjeng-yang-tin ditepi telaga Ang Tek Ouw. Mereka lantas singgah, untuk bermalam. Dua²nja merasa lebih baik beristirahat satu malam untuk melenjapkan letih, guna mendjaga kesehatan. Mereka pun lihat dikota-dusun itu ada rumah penginapan dan tempatnja bersih. Sioe.tjian sudah dekat, mereka partjaja bahwa mereka tidak nanti terlambat menjusul. Mereka sudah tetapkan, untuk besok pagi-pagi melandjutkan perdjalanan mereka. Soen Eng muda dan kalah tenaga keuletan, semasuknja kedalam kamar ia rebahkan diri, lantas la tidur pulas, maka pada saat djongos menjadjikan barang hidangan, ia mesti dibangunkan oleh Yan Tjoe Hoei. Habis bersantap, mereka naik pula kepembaringan. Kali ini adalah si Nona Tjio ini jang tak gampang² pulas, hingga ia mesti gulak-gulik sadja. Kira² djam dua, Soen Eng mendapat dengar satu suara dipajon rumah. Sebenarnja suara itu pelahan sekali tetapi nona ini tidak dapat dikelabui. Ia lantas menduga kepada seorang ya.heng-djin, jaitu orang jang biasa keluar malam. Kebetulan baginja, kamar mereka<noinclude>{{rh|||269}}</noinclude> eq5jluryv6h4yicfn5iofoycudv09as Halaman:Cheng Ho Bahariawan Muslim Tangguh dari Tionghoa.pdf/2 104 116012 320029 319923 2026-10-07T14:38:02Z Arjuna Wahyu Saputra 27787 /* Telah diuji baca */ 320029 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arjuna Wahyu Saputra" /></noinclude>Ayah, kakek, buyut dan seluruh keluarganya adalah seorang muslim yang telah menunai-kan ibadah haji. Dengan demikian, keislaman Cheng Ho tidak dapat diragukan lagi. Sampai sekarang, keluarga besar Ma atau Cheng me-rupakan penganut agama Islam yang taat. Menurut catatan nisan yang dibuat oleh Li Zhigang, ayah Cheng Ho bernama Ma Haji (1344-1382) dan ibunya bernama Oen berwarga Wen. Ayah Cheng Ho adalah se-orang pelaut. Cheng Ho adalah anak ketiga dari enam bersaudara. Satu lagi saudara laki-laki Cheng Ho bernama Ma Wenming dan sisanya adalah saudara perempuan. Dalam usia 38 tahun atau pada tahun Hong Wu ke-15, ayah Cheng Ho meninggal dunia dan di-makamkan di Kam-pung He Dai, Kabu-paten Kunyang, Pro- vinsi Yunnan. Konon, ayah Cheng Ho adalah se-orang laki-laki yang tegap dan gagah. Si-fatnya jujur dan pe-murah. Ia sering me-nolong orang mis-kin. Karena itu ia sa-ngat disegani oleh penduduk sekam-pungnya. Sedangkan ibu Cheng Ho adalah seorang wanita yang ramah tamah dan berbudi baik. Cheng Ho sendiri berwajah lebar dengan hidung mancung, alis mata tegak, bermata jeli, bergigih putih bagaikan mutiara, bersuara lantang, langkahnya gagah seperti harimau dan bertubuh tinggi. Lingkaran pinggangnya lebih dari 10 jengkal telunjuk. Dahinya me-nonjol dan telinganya besar. Berotak tajam dan pandai berdebat. nya banyak menemui rintangan, seperu nujan badai, iklim yang berbeda-beda dari satu dae-rah ke daerah lainnya dan adat istiadat yang beraneka ragam dari suku-suku bangsa yang pernah dilewatinya. Pengalaman sang ayah inilah menjadi cambuk dan acuan moral yang besar artinya bagi Cheng Ho di kemudian hari. Ketika usia Cheng Ho 12 tahun, Propinsi Yunnan berhasil dikuasai oleh tentara Dinasti Ming Thai Chu dari penguasa Raja Liang, Dinasti Yuan (1206-1368). Pada saat itu Cheng Ho dan sejumlah anak muda lainnya ditawan. Dengan cara kejam dan keji mereka dikebiri oleh tentara Ming. Cheng Ho lalu dibawa ke Nanjing sebagai kasim atau sida-sida intern di ista-na. Tak lama ke-mudian dia dise-rahkan oleh Zhu Yuanzhang, kaisar pertama Dinasti Ming kepada Zhu Di, putranya yang ke-4 sebagai pesu-ruh. Sejak itu, Cheng Ho meman-faatkan segala fasi-litas yang tersedia di rumah majikan-nya untuk banyak membaca dan ikut bertempur hingga teriadinya pepe-rangan antara pihak Zhu Di dengan penguasa pusat Dinasti Ming, Kaisar Zhu Yunwen. Dalam pertempuran antara Zhu Di de-ngan Zhu Yunwen, Cheng Ho berhasil me-nunjukkan kepiawaiannya dalam berperang. Karena jasanya, ia lalu diangkat sebagai kepa-la kasim intern yang bertugas membangun istana, menyediakan alat-alat istana, gudang es dan lain sebagainya Pada awal abad ke-15, Kaisar Zhu Di me-merintah anak buahnya supaya melakukan pelayaran-pelayaran ke Samudra Hindia (Ba-rat) demi memajukan persahabatan dan<noinclude></noinclude> 3783qhtzlq3yq2na056lbxwezsf7gho Halaman:141b Irsam.djvu/3 104 116060 320023 2026-10-07T11:59:59Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320023 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 160. idioje<br> 163. indi<br> 166. iritoe witamenague<br> 167. anoe babibara <bakibara ?><br> 169. imian <imiau ?><br> 170. ahoeijahe<br> 176. iniamiagwoi<br> 183. jamiai<br> 188. jamiai ata<br> 196. nipoewe<br> 200. ihairi<br> 205. ihiadiagme<br> 219. inaha nairy<br> 239. iniahana<br> 241. mana<br> 242. inè<br> 248/<br> 249. magweïne<br> 250. barabaoenia<br> 255. aquarote<br> 256. aii<br> 261. barabe <barake ?><br> 262. magweïne<br> 263. maboba<br> 264. wapowe<br> 268. wamane<br> 269. iroiëine<br> 317. mana<br> 318. ine<br> 331. inahahairy<br> 332. aiherè<br> 343/<br> 344. aigoeradia <3><br> 351. idiaihia<br> 353. imo<br> 407/<br> 408. <4><br> 410. apoeainihimaampibabalè<br> 413. djeroteh kaukararoba <5><br> 437. aja <6><br> 439. ajaraje <7><br> 441/<br> 442. hiroemakanang {{multicol-break}} 449. aroeajanamo<br> 456/<br> 457. ikweï <8><br> 466. attara <9><br> 475. djai<br> 475/<br> 4771<br> 478. kwandjai, amoenoedjai<br> 482. jaoewaoekwoi<br> 483. ipaupète <10><br> 505. njahoenja <11><br> 506. niohië<br> 509. akoewaha, bohani <12><br> 515. padamara<br> 525-<br> 527. amodia<br> 534. peti<br> 541. dijana<br> 579. harahe<br> 580. kandikandia<br> 585. raoe <13><br> 614. siroka<br> 615. pandaipi<br> 613-<br> 616. wihie<br> 620. pandaipi<br> 623. oena pandaipi<br> 625. ijibakwi saramini hiamiake<br> 653. rigia<br> 671/<br> 672. troetoenia<br> 681. babakoe <14><br> 682. èto<br> 688. nota<br> 689. nommo? bètè<br> 691. noejoewe<br> 692. noejoewe<br> 694. seneroba<br> 702. hiera<br> 716-<br> 718. piti<br> 734. aj<br> 739/<br> 740. aikarao {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> bikqpvaqon43jp75jg5dqiw9y0l2r6k Halaman:141b Irsam.djvu/4 104 116061 320024 2026-10-07T12:02:46Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320024 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 746. lanea<br> 752. sawoe<br> 753. neriniaja<br> 773. warikome<br> 794. njadi<br> 823. opia<br> 824. <15><br> 834. mengaboeha<br> 844. <16><br> 871. lararoemah<br> 878. aäure<br> 879. ariana<br> 884. waguemě, anini <17><br> 886. wolai<br> 892. tamoearèdja<br> 906. ora<br> 908. oera <18><br> 912. toeme<br> 919. raka<br> 924. pariai <19><br> 926. kaijana<br> 927. nanobě<br> 928. naa<br> 930. rarema<br> 931. ènia<br> 935. aware<br> 947. èri <20><br> 959. djara <21><br> 965. agoehe<br> 966. akakoebere<br> 993. neärroeware<br> 1067-<br> 1069. ajopora <22><br> 1070. ajoenia <23><br> 1104/<br> 1105. aäti<br> 1106/<br> 1107. nintirite<br> 1202. irawore<br> {{multicol-break}}<br> 1211. agwana<br> 1212. akoeöewoi<br> 1213. ansoewore<br> 1214. akwoinarēgně<br> 1215. idiènè<br> 1220. agwana homana<br> 1221. hiwara<br> 1238. naitenire ihanepe<br> 1293. kèta<br> 1294. roehi<br> 1295. korihe<br> 1296. aka<br> 1297. lima<br> 1298. kanaètih<br> 1299. kanaroehe<br> 1300. kanaorihe<br> 1301. kanaka<br> 1302. bagiroehi<br> 1303. bagiroehi ankanekète<br> 1304. bagiroehi kanaroehe<br> 1305. bagiroehi korihe<br> 1306. bagiroehi kanaka<br> 1307. bagiroehi lima<br> 1308. <24><br> 1312. hangkoekere<br> 1313-<br> 1337. <25><br> 1394. tomoeara <26><br> 1398. omohirě<br> 1402. <27><br> 1403. nettohirě<br> 1419. mojaoto <28><br> 1422. mehara<br> 1423. meharadiamehara<br> 1425. nettohire<br> 1452. madone<br> 1453. kabahoe <kabakoe ?> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> kf4bfn4md4bjgzwt201ooxz4l3hghbt Halaman:Hikmah 19-06-1954.pdf/2 104 116062 320025 2026-10-07T12:37:04Z INDAH BULANDARI A1 27777 /* Telah diuji baca */ 320025 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="INDAH BULANDARI A1" /></noinclude>ooHIKMAH”” Satu’nja mingguan Islam jang terkenal TERSEBAR LUAS DISELURUH INDONESIA OPLAAG:SELALU MENINGKAT TINGGI! TERBIT :Tiap2 hari SABTU, dengan 24 halaman PASANGLAH IKLAN TUAN: Pasti membawa hasil Hanja Rp. 0,70 tiap-tiap m.m. kolom. , Untuk kantor2 adpertensi kami berikan potongan jang memuaskan. | Tata Usaha Mingguan » HIKMAH” Kramat 45, Djakarta. Batjaan Jang Terbaik Dalam Rumah-Tangga Ialah SEBAB 4D) *PEMBERITAANNJA SELALU AKTUIL *URAIANNJA OBJEKTIF DAN ZAKELIK *TINDJAUAN & ANALISANJA TEPAT-DJITU Memasang Adpertensi dalam Harian ,,ABADI” Pasti Sukses Sebab Oplaagnja Besar dan Tersiar Luas Diseluruh Indonesia. Alamat Abadi Dj. Raya Menteng No. 22 - Tel. 2903 Gmbr. DJ AKARTA<noinclude></noinclude> 6nox74gz186ros7mfobumi36gk55tgk Halaman:Hikmah 19-06-1954.pdf/3 104 116063 320026 2026-10-07T13:58:48Z INDAH BULANDARI A1 27777 /* Telah diuji baca */ 320026 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="INDAH BULANDARI A1" /></noinclude>HARGA LANGGANAN Rp. 2.— senomor pembajaran dahulu ISI DALAM NEGERI: -akibat distribusi jang tidak adi³,. — Perbandingan Agama. -Mabuk dan djudi mendjalar ke pelosok -Masalah Sekolah Partikelir Asing. LUAR NEGERI: -penanda Panganan Pact Turco Pakistan. -Kundjungan Marskal Tito ke junani AGAMA: -Dasar² pokok hukum islam. -dll. 16 Sjawal 1373 No. 25 Tahun V11 19 Djuni 1954 DARI HATI KE HATI saudara para pembatja jang budiman! TANDA dan gambar diumumkan sedjak beberapa hati ini. Partay organisasi dan perseorangan sudah mengemukakan. Banjak dan sungguh banjak.Tjorak dan ragamnja sedemikian rupa.Dan untuk satu² daerah sudah di siarkan.Bahkan tak sunji pula sedang dalam persoalan.Tanda jang bertjorak,,menjikat" orang jang tidak berpartai.Mau menangguk mereka setjara begitu sadja.ingin memasukan mereka dalam muslihat sendiri.Tanpa gambaran tjanraja orang bererdja. * Demikian Semuanja baru di permulaan pemilihan umum.Dalam lingkungan tingkat bermula.persoalannja sudah tersiar dan terserah ke tengah² rakjat.jaitu rakjat jang jang di adjak memilih.Disana disini timbul pertanjaan. ada jang sipatnja tak mengerti.kenapa gambar begitu banjak.Djuga kenapa orang berlaku demikian.Apakah dapat di jakinkan adanja nanti,, bebas dan djudjur".Dua kata jang sering berada di dengung²kan kini. * Banjak dan sungguh banjak!semuanja berada didepan kita. Dan bagaimana kita? Djustru di depan semuanja ini kita harus memperhatikan diri.Didepan suara Haghut kita tjari lambang tauhid.Gambar jang mendjiwakan"baldathun taybah wa rabbun ghafur"ada di dalamnja.Tangan jam di sirami sjahada tetap tahu disicami sjahadat tetap tahu bentuknja.Mata jang ber'ainul jakin-tak mau di silaukan lainnja.Hati jang hakul imaan dan tuqatikih- tak berpaling dari sarana asli.jaitu lambang gambar jang menjiarkandan medjelmakan ketinggian ,,kalimat Allah" memfahami ini termasuk djihad babak pertama. REDAKSI.<noinclude></noinclude> rq16uexhk2mpa6sjp5pypsy78s98cif Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 23).pdf/20 104 116064 320027 2026-10-07T14:21:36Z Aizuraa 1A 27794 /* Telah diuji baca */ 320027 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aizuraa 1A" /></noinclude> -1894 - "Kwan Peng dan Lauw Hong, kau berdoea moesti mengapalaken balatentara 500 djiwa dengen bawa oempan api pergi menoenggoe di kadoea tepi djalanan di blakang Pok Bong Phoo sampe kira-kira djam poekoel delapan malem, kaloe balatentara moesoe soeda sampe, baroelah kau njalaken itoe oempan api." Laen dari itoe, Khong Beng titaken tarik poelang Tio In, jang mendjaga kota Hoan.Shia, kerna ini panglima perloe moesti mengapalaken balatentara boeat madjoe di depan, tapi tiada dibri idzin boeat dapetken kamenangan, hanja perloe ia moesti poera-poera kala boeat pantjing pada moesoe, soepaja masoek ka dalem djebakan jang soeda dipasang. Djoega Lauw Pie sendiri diprenta bawa satoe barisan boeat membantoe dari blakang. Kamoedian Khong Beng pesen, masing-masing moesti mendjalanken itoe prenta semoea dengen betoel, soepaja tiada djadi kapiran. Sasoedanja Khong Beng selese atoer prenta, In Tiang lantas menanja : "Kita-orang semoea diprenta kaloear berprang boeat menangkis datengnja moe- soe, tapi blon taoe Koen Soe sendiri nanti oeroes pakerdjaan apa?" "Akoe sendiri melaenken doedoek mendjaga ini kota," djawab Khong Beng. Satelah mendenger Khong Beng bri djawaban begitoe, Thio Hoei lantas tertawa dengen njaring, - 1895 - seraja berkata: Djadi kita rame-rame semoea disoeroe pergi mengadoe dijiwa, tapi kau sendiri tinggal doedoek diam sadja di dalem roema, o, kaloe begitoe soenggoe enak betoel, ja ?" "Pedang dan tjap kabesaran ada disini, siapa jang melanggar prenta, dia nanti dapet hoekoeman tabas!" menjaoet Tjoe-Kat Sian Seng. "Kau berdoea," berkata Lauw Pie : "djanganlah bantah lagi Koen Soe poenja prenta, kerna apatah kau tiada denger, orang jang pande mengatoer daja oepaja, sekalipoen tinggal diam di dalem tenda pasanggrahan, tapi ia bisa tetepken kamenangan di loear beriboe-riboe paal djaoenja ? Dari sebab begitoe, djanganlah kadoea adekoe melanggar apa jang Koen Soe soeda prenta." Dengen senjoem menjindir Thio Hoei lantas ber- laloe dari ltoe roewangan, sedeng Kwan Kong, sembari berdjalan kaloear sambil menggrendang: "Kita-orang tjoba liat doeloe ia poenja tipoe, apa- tah nanti berhasil baek atawa tiada, kerna sampe di itoe waktoe poen, kaloe kita soeda balik kombali, masi ada banjak tempo boeat kasi tegoran lagi padanja." Boekan sadja ini doea soedara jang brangkat tiada pertjaia kapandeannja Khong Beng dalem hal mengatoer tipoe di paprangan, laen-Iaen pong- gawa poen tiada bisa doega sampe dimana kapin- terannja itoe Koen Soe, hingga di itoe waktoe maski djoega iaorang denger segala prentanja, tapi masing-masing masi berpikiran tiada tetep.<noinclude></noinclude> pzq7sxpgs2ha15nckshyfvzkf6lvkw2 Templat:Kakawin Arjunawiwāha/Pupuh 2 10 116065 320028 2026-10-07T14:27:07Z ~2026-54176-78 27813 ←Membuat halaman berisi 'a' 320028 wikitext text/x-wiki a frkhg3ewxov0h1g2eh87fri7z1g12ns Halaman:Cheng Ho Bahariawan Muslim Tangguh dari Tionghoa.pdf/3 104 116066 320030 2026-10-07T14:56:28Z Arjuna Wahyu Saputra 27787 /* Telah diuji baca */ 320030 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arjuna Wahyu Saputra" /></noinclude>memelihara perdamaian antara Tiongkok dengan negara-negara asing. Karena prestasi Cheng Ho sangat baik, ia dipilih sebagai laksamana untuk memimpin pelayaran jauh. Tujuan Zhu Di mengutus Cheng Ho ke Samudera Hindia adalah untuk mempropagandakan kejayaan Dinasti Ming, menyebarluaskan pengaruh politiknya di Asia-Afrika, dan sekaligus mendorong maju perniagaan antara Tiongkok dengan negara-negara itu. Selain itu, ada kemungkinan Kaisar Zhu Di mencari mantan Kaisar Zhu Yunwen, yang konon telah melarikan diri ke luar negeri. Kaisar Zhu Di khawatir bahwa mantan kaisar itu masih hidup dan mengadakan pembalasan di kemudian hari. serangan. Tetapi, menurut Tzeng Zhe Zhiang, ternyata Cheng memanfaatkan Ho pelayarannya itu sebagai misi menyiarkan syiar Islam. Olch karena itu, banyak yang tidak suka kepada Cheng Ho, khususnya kalangan dari pemerintahan, seperti menteri dan para pejabat lainnya. Menurut mereka, pelayaran Cheng Ho itu tidak sesuai dengan misi yang diembannyaSementara itu, sebagian besar penguasa Zhu Di beragama Budha dan Kong Hu Cu. Menurut Zhang Zhin Xi, seorang ahli arkeologi dan sejarah dari Tiongkok, yang tidak menyukai pelayaran Cheng Ho salah satunya adalah menteri keuangan dan ekonomi pada pemerintahan Kaisar Zhu Zanji, Dinasti Ming, yaitu Liu Ta Xia. Dia menganggap pelayaran Cheng Ho telah memakan banyak dana. Menurut catatan sejarah, selama pelayarannya itu, Cheng Ho sangat aktif dalam menyebarkan agama Islam. Usahanya dinilai berhasil karena Cheng Ho menebarkan benih persahabatan dan perdamaian dalam mengajak masyarakat ke dalam agama Islam. Selain itu, beliau juga selalu mengikutsertakan kaum muslim untuk ikut dalam pelayaran, membangun dan memugar masjid. Menurut Buya Hamka dalam Stor Weekly edini at tanggal 18 Maret 1961, bahwa kapal-kapal Cheng Ho diisi dengan prajurit yang kebanyakan terdiri atas orang-orang Islam. Beliau pun menulis bahwa senjata alat pembunuh tidak banyak dalam kapal itu, yang banyak ialah "senjata budi" yang akan dipersembahkan kepada raja-raja yang diziarahinya. Selain misi syiar Islam, kedatangan armada Cheng Ho ke daerah-daerah yang disinggahinya, termasuk ke Indonesia pada enam abad yang lalu, juga telah memberikan kemajuan dalam berbagai bidang, seperti bercocok tanam, alat bajak dari besi, berternak, perdagangan, seni ukir, seni arsitektur, dan seni budaya lainnya. Bahkan, sampai sekarang Bangsa Indonesia tidak lepas dari kehidupan yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dari Tiongkok seperti tahu, mic, bihun, kuetiaw, kecap, bakpau, bakso, capcay dan sebagainya. Kunjungan Cheng Ho ke in tentang Cheng Ho 9 Indonesia salah satunya adalah ke Kerajaan Samudera Pasai, dengan memimpin tidak kurang dari 208 kapal. Peninggalan Cheng Ho disini berupa lonceng raksasa bernama Cakradonya. Sekarang, lonceng tersebut digantung dan diletakkan pada bagian paling depan dari Museum Banda Aceh. Dari sini armada Cheng Ho melanjutkan perjalanannya hingga ke Palembang, yang saat itu masih dikuasai oleh Kerajaan Majapahit. Cheng Ho juga pernah berlabuh di Pulau Bangka dan Tanjung Ketapang. Dari tempat yang terakhir ini, Cheng Ho singgah di Bau Bo Li/Toboali. Toboali merupakan kebun tebu tobo artinya tebu-kepunyaan Ali. Dari Toboali masuk ke dalam + 3 kilometer terdapat Bukit Durian/Liu Lien San dan Cheng Ho singgah disini, saat itu bulan Ramadhan. Perjalanan Cheng Ho kemudian dilanjutkan ke Sunda Kelapa dan berlabuh di Tanjung Mas (Ancol). Pada zaman dahulu, daerah tersebut merupakan daerah hutan berawa. Di dekat Ancol terdapat Pelabuhan Bintang Mas, saat ini bernama Pelabuhan Tanjung Priok. Pada saa Cheng Ho turun ke darat, banyak awak kapalnya yang.<noinclude></noinclude> 9m6if0w5t2imzobcuf8fnl1ksilyruz 320031 320030 2026-10-07T14:58:59Z Arjuna Wahyu Saputra 27787 320031 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arjuna Wahyu Saputra" /></noinclude>memelihara perdamaian antara Tiongkok dengan negara-negara asing. Karena prestasi Cheng Ho sangat baik, ia dipilih sebagai laksamana untuk memimpin pelayaran jauh. Tujuan Zhu Di mengutus Cheng Ho ke Samudera Hindia adalah untuk mempropagandakan kejayaan Dinasti Ming, menyebarluaskan pengaruh politiknya di Asia-Afrika, dan sekaligus mendorong maju perniagaan antara Tiongkok dengan negara-negara itu. Selain itu, ada kemungkinan Kaisar Zhu Di mencari mantan Kaisar Zhu Yunwen, yang konon telah melarikan diri ke luar negeri. Kaisar Zhu Di khawatir bahwa mantan kaisar itu masih hidup dan mengadakan pembalasan di kemudian hari. serangan. Tetapi, menurut Tzeng Zhe Zhiang, ternyata Cheng memanfaatkan Ho pelayarannya itu sebagai misi menyiarkan syiar Islam. Olch karena itu, banyak yang tidak suka kepada Cheng Ho, khususnya kalangan dari pemerintahan, seperti menteri dan para pejabat lainnya. Menurut mereka, pelayaran Cheng Ho itu tidak sesuai dengan misi yang diembannyaSementara itu, sebagian besar penguasa Zhu Di beragama Budha dan Kong Hu Cu. Menurut Zhang Zhin Xi, seorang ahli arkeologi dan sejarah dari Tiongkok, yang tidak menyukai pelayaran Cheng Ho salah satunya adalah menteri keuangan dan ekonomi pada pemerintahan Kaisar Zhu Zanji, Dinasti Ming, yaitu Liu Ta Xia. Dia menganggap pelayaran Cheng Ho telah memakan banyak dana. Menurut catatan sejarah, selama pelayarannya itu, Cheng Ho sangat aktif dalam menyebarkan agama Islam. Usahanya dinilai berhasil karena Cheng Ho menebarkan benih persahabatan dan perdamaian dalam mengajak masyarakat ke dalam agama Islam. Selain itu, beliau juga selalu mengikutsertakan kaum muslim untuk ikut dalam pelayaran, membangun dan memugar masjid. Menurut Buya Hamka dalam Stor Weekly edini at tanggal 18 Maret 1961, bahwa kapal-kapal Cheng Ho diisi dengan prajurit yang kebanyakan terdiri atas orang-orang Islam. Beliau pun menulis bahwa senjata alat pembunuh tidak banyak dalam kapal itu, yang banyak ialah "senjata budi" yang akan dipersembahkan kepada raja-raja yang diziarahinya. Selain misi syiar Islam, kedatangan armada Cheng Ho ke daerah-daerah yang disinggahinya, termasuk ke Indonesia pada enam abad yang lalu, juga telah memberikan kemajuan dalam berbagai bidang, seperti bercocok tanam, alat bajak dari besi, berternak, perdagangan, seni ukir, seni arsitektur, dan seni budaya lainnya. Bahkan, sampai sekarang Bangsa Indonesia tidak lepas dari kehidupan yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dari Tiongkok seperti tahu, mic, bihun, kuetiaw, kecap, bakpau, bakso, capcay dan sebagainya. Kunjungi Cheng HokeIndonesia salah satunya adalah ke Kerajaan Samudera Pasai, dengan memimpin tidak kurang dari 208 kapal. Peninggalan Cheng Ho disini berupa lonceng raksasa bernama Cakradonya. Sekarang, lonceng tersebut digantung dan diletakkan pada bagian paling depan dari Museum Banda Aceh. Dari sini armada Cheng Ho melanjutkan perjalanannya hingga ke Palembang, yang saat itu masih dikuasai oleh Kerajaan Majapahit. Cheng Ho juga pernah berlabuh di Pulau Bangka dan Tanjung Ketapang. Dari tempat yang terakhir ini, Cheng Ho singgah di Bau Bo Li/Toboali. Toboali merupakan kebun tebu tobo artinya tebu-kepunyaan Ali. Dari Toboali masuk ke dalam + 3 kilometer terdapat Bukit Durian/Liu Lien San dan Cheng Ho singgah disini, saat itu bulan Ramadhan. Perjalanan Cheng Ho kemudian dilanjutkan ke Sunda Kelapa dan berlabuh di Tanjung Mas (Ancol). Pada zaman dahulu, daerah tersebut merupakan daerah hutan berawa. Di dekat Ancol terdapat Pelabuhan Bintang Mas, saat ini bernama Pelabuhan Tanjung Priok. Pada saa Cheng Ho turun ke darat, banyak awak kapalnya yang.<noinclude></noinclude> 9l2c6s1d472arozj6ie5adrhpqanbc2 Halaman:Agama Tionghoa.pdf/6 104 116067 320032 2026-10-07T15:01:56Z Asti Aktika Sari 1A 27779 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'lVi g& Jlng Inaslh berlakoe simpe eekartnl Inl, Mllta dengen adanja Ini kalerangan·kalerangan dan boektI· bOlkU, saja mengharep soepaja sasoeatoe Kiauw Seng jang katanja hendak "pegang tegoeh pri kabangsa'an," nanti djadi Insjaf, bahoea saloe bangsa lida bisa linggal kekel kapan soedah lida kenal lagi pada. ag.ma, tra· ditie dan adat·kabiasa'an dari leloehoernja, dan sasolatoe seroenan aken "pegang tegoeh Kationghoa'an" djadi samaljem omong ko... 320032 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Asti Aktika Sari 1A" /></noinclude>lVi g& Jlng Inaslh berlakoe simpe eekartnl Inl, Mllta dengen adanja Ini kalerangan·kalerangan dan boektI· bOlkU, saja mengharep soepaja sasoeatoe Kiauw Seng jang katanja hendak "pegang tegoeh pri kabangsa'an," nanti djadi Insjaf, bahoea saloe bangsa lida bisa linggal kekel kapan soedah lida kenal lagi pada. ag.ma, tra· ditie dan adat·kabiasa'an dari leloehoernja, dan sasolatoe seroenan aken "pegang tegoeh Kationghoa'an" djadi samaljem omong kosong kapan orani terlawain dan tendang persetan pada agama dan kapertjaja'an dari leloehoer sendiri. Tjitjoeroeg, 27 Mei 1937. K. T.H . . .af • lil M '. .:a c: . - --" "... .. ('I')('I')NOIoo -I '. ~ ·~.O ot ~ Q ""NooO tr-N1I')f'-f'-GGI1001 "<noinclude></noinclude> h4fpyd1is1s6ffyt7s5nlpolob0tcir Halaman:Risalah Tauhid dan Sjirik.pdf/16 104 116068 320033 2026-10-07T15:12:27Z Syarifah zaskia 1A 27784 /* Telah diuji baca */ 320033 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Syarifah zaskia 1A" /></noinclude> -ll- Tauchid dan Sjirk. Tauchid itu asal dari perkataan „achad", jang artinja „satu".Orang jang bertauchid itu hanja pertjaja, dan tunduk serta berbakti kepada Tuhan satu, Ialah jg mendjadikan sekalian alam ini, dan Ialah jang berkuasa atas mati dan hidupnja sesuatu, dan diatas kekuasaanNjalah segala kebahagiaan dan kesusahan machalukNja. diatas kekuasaanNjalah segala kebahagiaan dan kesusahan mach- lukNja. » jang artinja ,satu“, Tidaklah sesuatu jang lebih berkuasa daripada Tuhan, dan EepadaNjalah Sepatutnja orang menjandarkan nasib baik dan Seruknja. Sekali-kali tidak Patut orang menjandarkan nasibnja ke- pada sesuatu machluk atau benda lainnja. Setengah orang memahami arti perkataan Tauchid icu ,,me- njatukan’; akan tetapi faham iru njata salah, sebab kalimac ig mempunjai arti menjatukan itu bukan asal dari perkataan ,achad" ekan tetapi dari asal perkataan ,ittachada‘, Djadi kalau ada ©rang jang mengartikan »menjatukan", terang salahnja; karena mengartikan suatu perkataan jang tidak menurut arti perkataan Jeng asal. * 4 Adapun tentang kepertjajaan dan rang jang mereka anggap soleh _atau mulja, atau benda-benda fainnja itu, dapat menjampaikan Permchonannja kepada Tuhan. Golongan ketiga : Mempunjai kepertjajaan, bahwa Tuhan itu tidak Benda-benda atau sesuatu jang mereka anggap mempunjai Kekuasaan dan mempengaruhi dirinja itu, sama disembah dan @ipintainja, serta pula disandarkan nasib untung dan malangnja<noinclude></noinclude> pz2yum4pocdnjkejoxlq5jzwi6andg3 320064 320033 2026-10-08T02:40:03Z Syarifah zaskia 1A 27784 320064 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Syarifah zaskia 1A" /></noinclude> -ll- Tauchid dan Sjirk. Tauchid itu asal dari perkataan „achad", jang artinja „satu".Orang jang bertauchid itu hanja pertjaja, dan tunduk serta berbakti kepada Tuhan satu, Ialah jg mendjadikan sekalian alam ini, dan Ialah jang berkuasa atas mati dan hidupnja sesuatu, dan diatas kekuasaanNjalah segala kebahagiaan dan kesusahan machalukNja. Tidaklah sesuatu jang lebih berkuasa daripada Tuhan , dan kepadaNjalah sepatutnja orang menjandarkan nasib baik dan buruknja. Sekali-kali tidak patut orang menjandarkan nasibnja kepada sesuatu machluk atau benda lainnja. Setengah orang memahami arti perkataan Tauchid itu ,,menjatuhkan''; akan tetapi faham itu njata salah, sebab kalimat jg mempunjai arti menjatuhkan itu bukan asal dari perkataan ,,ittachada''. Djadi kalau ada orang jang mengartikan ,,menjatuhkan'', terang salahnja; karena mengartikan suatu perkataan jang tidak menurut arti perkataan jang asal. Adapun tentang kepertjajaan dan perbuatan orang terhadap sjirik itu, lain pula halnja, dan ber-matjam2 kepertjajaannja atau perbuatanja Golongan pertama: Selain mereka pertjaja tentang adanja dan kekuasaan Tuhan, pun mereka pertjaja pula bahwa lain dari Tuhan itu masih ada pula barang-barang atau benda-benda jang mempunjai kekuatan dan kekuasaan gho ib jang dapat mempengaruhi pada dirinja masing-masing. Golongan kedua: Mereka mempunjai kepertjajaan, bahwa patung atau kubur orang-orang jang mereka anggap soleh atau mulja, atau benda-benda lainnja itu dapat menjampaikan permohonnnja kepada Tuhan. Golongan ketiga: Mempunjai kepertjajaan, bahwa Tuhan itu tidak satu tetapi banjak bilangannja. Benda-benda atau sesuatu jang mereka anggap mempunjai Kekuasaan dan mempengaruhi dirinja itu, sama disembah dan dipintainja, serta pula disandarkan nasib untung dan malangnja.<noinclude></noinclude> p5er46xqusmvqaehnexlxyo1tngir67 Halaman:Cheng Ho Bahariawan Muslim Tangguh dari Tionghoa.pdf/4 104 116069 320047 2026-10-07T15:36:47Z Arjuna Wahyu Saputra 27787 /* Telah diuji baca */ 320047 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arjuna Wahyu Saputra" /></noinclude>juga turut serta, tidak terkecuali si juru masak Sam Po Soci Soe. Ketika menonton pertunjukan ronggeng lokal, Sam Po Soci Soe terkesima dan terpikat oleh gadis Betawi yang sedang menari yang bernama Sitiwati. Cinta Sam Po Soci Soe memperoleh balasan sehingga ketika rombongan armada Cheng Ho berangkat meninggalkan Ancol menuju ke Muara Jati, Cirebon, Sam memutuskan untuk tetap tinggal di Ancol dan menikahi Sitiwati. Cheng Ho melanjutkan perjalanannya ke muka Pantai Utara Sebagian orang menduga inilal Jawa hingga singgah Ho di Pelabuhan Simongan (kemudian bernama Mangkang), daerah Semarang sekarang ini. Konon dia kemudian 'menginap di sebuah gua. Sekarang ini, gua tersebut dinamakan Gua Sam Po Kong (nama lain Cheng Ho). Dari Semarang, armada Cheng Ho menunju ke daerah Tubah. Di daerah Tuban terlihat banyak perantau Tionghoa yang berasal dari Propinsi Guangdong dan Zhang Zhou (Fujian Selatan). Dengan kedatangan banyak perantau Tionghoa, mereka menyebut Tuban dengan Xin Cun yang berarti "Kampung Baru". Setengah hari berlayar dari Tuban menuju ke sebelah timur, rombongan armada Cheng Ho tiba diGresik. Lurah Gresik ketika Cheng Ho singgah disana adalah seorang perantau dari Tiongkok yang berasal dari Propinsi Guangdong. Pelayaran rombongan armada Cheng Ho dilanjutkan ke sebelah selatan kira-kira 10 kilometer, hingga sampailah mereka di Surabaya. Dari Surabaya, Cheng Ho pergi menuju ke Cangkir. Setelah mendarat dan berjalan ke sebelah barat daya dalam waktu setengah hari, sampailah mereka di Mojokerto yang merupakan pusat Kerajaan Majapahit. Demikianlah pelayaran Cheng Ho selama di nusantara yang dilakukannya pada abad ke-15. Pengalamannya itu merupakan suatu lembaran sejarah yang gemilang dalam sejarah dunia. Segala catatan, antara lain berupa peta pelayaran yang dibuat Cheng Ho sampai sekarang masih sangat berharga untuk pelayaran antara negara-negara Asia-Afrika. Peta itu dimuat dalam buku sejarah Wu Bei Zhi yang disunting olch Mo Yuanyi pada masa Dinasti Ming dengan judul "Peta Pelayaran Untuk Menuju Negara-Negara Asing Dari Dok. Kapal Pusaka dan Berangkat Dari Pelabuhan Sungai Naga". Pelayaran Cheng Ho telah mencapai hasil yang sangat menakjubkan dan cukup unik dalam sejarah dunia pelayaran. Pelayaran-pelayaran itu menunjukkan dan telah memperlihatkan "teknik pelayaran" dari Tiongkok yang melebihi operasi pelayaran sebelumnya di tempat manapun di dunia.<noinclude></noinclude> 5rn7ra3wnt8vvsn78qkiv0x1kjii44y Halaman:141a Jabi.djvu/2 104 116070 320048 2026-10-08T01:49:05Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320048 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. JABI LIST''' {{multicol}} 2. mirŏ<br> 4. korahe<br> 6. naraoeroekwoi<br> 8. iso<br> 9. rapa<br> 11. pèka<br> 17. kauroerotětě<br> 18. okajasoema<br> 21. ikaone<br> 22. nepahe<br> 25. peoko<br> 27. konaiïso<br> 29. irèguě<br> 30. konaiïso<br> 31. orèètoen èta<br> 32. mibague<br> 34. ikǎwoere<br> 33/<br> 35. irro<br> 38. mara<br> 41. isoehoeba<br> 42. amma<br> 45. amma<br> 50. mito<br> 52. kipo<br> 54. mado<br> 61. iboebe<br> 63. matoka<br> 66. matoka<br> 69. boeboe<br> 72. batai<br> 75. bapoetai<br> 77. pa<br> 78. toeri<br> 82. rotai<br> 84. badŏ<br> 86. iniëne <1><br> 88. iaboewoi<br> 90. mado<br> 91. iniboegwoi<br> 93. inipè {{multicol-break}} 94. badamito<br> 95. lane<br> 97. baone<br> 100. baboekwoi<br> 101. bahaboegwoi<br> 102. baene<br> 105. barope<br> 106. kipo<br> 107. ibaropepoewoi<br> 108. ibarope abera<br> 109. ibarope abera<br> 110. ibarope abera<br> 111. ibarope abera<br> 112. ibarope oenia<br> 116. akiha<br> 121. ida<br> 122. badooïso<br> 123. badooïso<br> 125. aguièpoerètoemai<br> 128. akinai<br> 129. irapoe<br> 130. ininai<br> 133. modenato teha<br> 134. modenato teha<br> 137. marane<br> 138. nioemi<br> 144. sone<br> 145. inioebi<br> 146. atoenaoemi<br> 147. inoewahoba<br> 148. akioemi<br> 149. agnito<br> 150. agnito<br> 151. pitomai <2><br> 153. ade<br> 160. ahibataje<br> 167. agmèpoerètoewai<br>{{gap}}<aqmèpoerètoewai ?><br> 169. ipari<br> 170. ahoeijahe<br> 183. bokata {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> pwv1jj2k1hkduirr2owk9xjoi3ype22 Halaman:141a Jabi.djvu/4 104 116071 320049 2026-10-08T01:53:20Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320049 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 773. ipira/doedo<br> 794. woda<br> 811. dodi<br> 823. orebedo<br> 824. <16><br> 834. teha<br> 844. mabe <17><br> 871. mako<br> 878. pisai<br> 879. orasina<br> 884. èta, oeki <18><br> 886. orasina<br> 892. pakomahe<br> 906. keno<br> 908. èda <19><br> 912. apaikapo<br> 919. idi<br> 924. tsjili <20><br> 926. maranai<br> 927. makipiri<br> 928. dobi<br> 930. oewǎ<br> 931. maikai<br> 947. kèbo <21><br> 959. naha <22><br> 963. oewå abi<br> 964. pisakobiwitáta<br> 965. momato<br> 966. sawi<br> 993. nemareboha<br> 995. abèrremè<br> 1019. anekata<br> 1033. mowane<br> 1067-<br> 1069. moetora tinai <23><br> 1070. tidèpisa <24><br> 1104/<br> 1105. robi<br> 1106/<br> 1107. o <25><br> 1202. mana {{multicol-break}} 1211. agwari<br> 1213. ranetamikoema<br> 1220. akidaki<br> 1221. isioettawaboegue<br> 1238. aniboeki<br> 1293. ena<br> 1294. wisa<br> 1295. wido<br> 1296. wiï<br> 1297. idipi<br> 1298. mennomi<br> 1299. pitoea<br> 1300. warowo<br> 1301. iseh<br> 1302. rati<br> 1303. ena<br> 1304. <26><br> 1305. <26><br> 1306. <26><br> 1307. <26><br> 1308. <26><br> 1309. <26><br> 1310. <26><br> 1311. <26><br> 1312. hangkoekere<br> 1313-<br> 1337. <27><br> 1394. awena <28><br> 1398. taä<br> 1402. <29><br> 1403. boeneta<br> 1409. todoto<br> 1418. akkioto<br> 1419. retohato <30><br> 1422. awèta<br> 1423. awètahato<br> 1425. boeneta <31><br> 1452. ibadan<br> 1453. otadani<br> 1471. beeuw<br> 1472. eëi {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> gt8ldet25ftw4kvdneat5t65ti00opj Halaman:141a Jabi.djvu/3 104 116072 320050 2026-10-08T01:56:19Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320050 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 188. tona bokata<br> 190. maki kerai<br> 191. makidaboo <makidatao ?>/<br>{{gap}}tidèpisa<br> 196. isanai<br> 200. didi<br> 219. mirŏdidi<br> 239. eka<br> 241. samé<br> 242. saramo<br> 248/<br> 249. appi<br> 250. tidehamatoha<br> 255. sokapai<br> 256. kamainike<br> 261. samasoka<br> 262. appi<br> 263. wabi<br> 264. kamainike<br> 268. weneka<br> 269. weneka<br> 317. same<br> 318. terimo<br> 320. asai<br> 331. potatai<br> 332. pota<br> 343/<br> 344. těnenië rapope <3><br> 351. kasiatai <4><br> 353. hoebi<br> 407/<br> 408. akwaisame boeki něpemane <5><br> 410. eramimina akwaisameboeki<br> 413. bodoibo <6><br> 428. oetè<br> 437. oekwoi <7><br> 441/<br> 442. tsjoekihadiko<br> 449. oewaridoba<br> 456/<br> 457. towöekwoi <8><br> 466. koēroe <9><br> 475. oetoe<br> {{multicol-break}}<br> 475/<br> 477/<br> 478. oetoerobai, oetoemadikai<br> 482. nakari<br> 483. kili <10><br> 505. poetih <ll><br> 506. niokiëmawai<br> 509. ikiwori, tsika <12><br> 515. padamara<br> 525-<br> 527. ahiso<br> 534. hwanibahalĕ<br> 541. issoe<br> 579/<br> 580. kadikadi, kandi-kandia <13><br> 585. daoe <14><br> 600. daniihi<br> 614. one<br> 615. opoene<br> 613-<br> 616. oekoe<br> 620. pada<br> 623. pada akisoelo <pada<br>{{gap}} akisodo ?><br> 625. warikomi<br> 627. bido<br> 653. boeri<br> 671/<br> 672. mos ato<br> 681. <15><br> 682. kauwe<br> 688. amberpome<br> 689. oema?, nommo?<br> 694. tene<br> 702. dara<br> 716-<br> 718. mapi <maju ?>, toewo<br> 734. pisa<br> 739/<br> 740. isjabai, pisakaro<br> 746. pisa isai<br> 752. bèrèoeta<br> 753. isa<br> 754. moniso {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> qqwc7kwzr1ufs4nb3gqhvdhhx0dpr9o Halaman:141a Jabi.djvu/5 104 116073 320051 2026-10-08T02:01:38Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320051 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''3. NOTES''' # instep: inijone<br> # with stretched legs<br> # spirit<br> # kasia = sarong<br>tai = to make<br> # marriage ceremony: akwaisame boeki pato mepimaambe<br>to marry : akwaisameboeki něpemaane<br>unmarried : appi<br>married : wakaboeki<br> # also : birth<br> # large house : tètèoekwoi<br>small house : tidèoekwoi<br>lean-to : tinoekwoi<br> # (raised)<br> # rooms<br> # dust (aboe)<br> # as sold by traders<br> # ikiwori : stone axe<br>tsika : iron axe<br> # kadi-kadi : armband<br>kandi-kandia : ring round the ankle<br> # = beads<br> # tauwanai : to smoke tobacco<br> # goura pigeon : pipio<br>falinggo: sira<br> # bird of paradise : mabe toenih<br>hornbill : omaai<br> # èta: large<br>oeki : small<br> # full moon : ibopoe<br>last quarter: èdanebokata<br>new moon: boentatoekoe<br>first quarter : tidè<noinclude></noinclude> 6oyu5vko23ha4k9nzrq7oxs9vtzqadh Halaman:141a Jabi.djvu/6 104 116074 320052 2026-10-08T02:01:42Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320052 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="11"> thunderstorm = boo<br> # downhill : akimakidi<br>uphill : akiberraoewi<br> # to mislay mawaimaha<br> # thick tree<br> # thin tree<br> # as in cold <?><br> # anew, again<br> # by compounding?<br> # morning : kabata<br>afternoon : arapiope<br> # midnight : epoboeneta<br>latter part of the night : abenabèdowi<br> # two days before yesterday : retohato²<br> # or early part of the night '''4. ADDITIONAL DATA'''<br> # widow : mahihiana<br> # widower : iniara<br> # leggers <?> : pisawai aboewaihe onè<br> # kangaroo : orer<br> # cricket : warabi<br> # to abduct : agoebejaria<br> # roouen <?> : akioma moti<br> # to stream : oewǎdèdè<br> # a misser : waribouw<br> # a hit : wareta<br> # mirror : maikaoewo<br> # to gnaw at : akinahi<br> # to skin: okomai<br> # to go to the beach : maikai sawi<noinclude></noinclude> qz7xjg1mxaixkl4xng84r7ff4fv6t4u 320053 320052 2026-10-08T02:02:09Z Thersetya2021 15831 320053 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="20"> thunderstorm = boo<br> # downhill : akimakidi<br>uphill : akiberraoewi<br> # to mislay mawaimaha<br> # thick tree<br> # thin tree<br> # as in cold <?><br> # anew, again<br> # by compounding?<br> # morning : kabata<br>afternoon : arapiope<br> # midnight : epoboeneta<br>latter part of the night : abenabèdowi<br> # two days before yesterday : retohato²<br> # or early part of the night '''4. ADDITIONAL DATA'''<br> # widow : mahihiana<br> # widower : iniara<br> # leggers <?> : pisawai aboewaihe onè<br> # kangaroo : orer<br> # cricket : warabi<br> # to abduct : agoebejaria<br> # roouen <?> : akioma moti<br> # to stream : oewǎdèdè<br> # a misser : waribouw<br> # a hit : wareta<br> # mirror : maikaoewo<br> # to gnaw at : akinahi<br> # to skin: okomai<br> # to go to the beach : maikai sawi<noinclude></noinclude> 9if5lq0jlaur2nbb1fk3uz9ak4odaw7 Indeks:144 Penihing Dayak.djvu 102 116075 320054 2026-10-08T02:04:09Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 320054 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=144 Penihing Dayak |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1986 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} jz4gjn0iidlppwk35d10y3f6bmjsynm Indeks:147,171 Sula Fagudu.djvu 102 116076 320055 2026-10-08T02:04:36Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 320055 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=147,171 Sula Fagudu |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1980 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 8i8g16y5ypxu7xqxul34kctsqflzl4d Indeks:148,170 Sula Mangoli.djvu 102 116077 320056 2026-10-08T02:05:34Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 320056 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=148,170 Sula Mangoli |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1980 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} rk3upkjhi2z9fb8n5owgyn9j2945y71 Indeks:149,161 Taliabu.djvu 102 116078 320057 2026-10-08T02:06:20Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 320057 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=149,161 Taliabu |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1980 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} lkiyd86nsl5hgxc6i5d0b6885aj1jrr Indeks:150a,166a Sobojo.djvu 102 116079 320058 2026-10-08T02:07:06Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 320058 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=150a,166a Sobojo |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1980 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} cpdmirzx5r74u94sk9x37hspqzyoish Halaman:144 Penihing Dayak.djvu/14 104 116080 320059 2026-10-08T02:11:06Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320059 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol>kata<br>gambar<br>njaroeng<br>gambar</ol> # <li value="2">young pig: okot<br> # arot<br>gambar<br> # in the afternoon: oehoen aoe<br>in the morning: semoeap<br> # this evening: lomī<br>midnight: hoen maam<br>tonight: horoe maam<noinclude></noinclude> oa9nhw5tkrezroq0nc7sy3dceubnosp Halaman:144 Penihing Dayak.djvu/13 104 116081 320060 2026-10-08T02:15:01Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320060 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''NO. 144''' <li value="1522"> hamo noeki beoemo nin?<br> # kam noeki pari beoemo nin?<br> # sangot ba'oe njan a'ĕng bèong kan<br> # a'ěng kan pako' boang ō<br> # omin oeroen noeka njang a'ĕng<br> # do arīnoe noeka njang kai seèmon nèmon<br> # koewi arinoe itjèt la'in soepi koe'?<br> # soengei nin njan halop tja'an aroet<br> # soenoen kohotjoe njangi langon kala<br> # njan poe'oen hakit, kono a'ĕng panoe danoem erini<br> # kolan aoe kai njaha woeah ko toe'an<br> # A'ěng njaha oeroe, okoen koeda<br> # koewi aoe njan oang?<br> # njan tě poeŎen lǎin anja arīnoe njang kai<br> # tjaan botoe and doeo, komo tjaan to?<br> # hī halop njoon petī nin?<br> # Ara toang mohī kělawi a'ĕng<br> # njaki sioe njang anja ngomo anja poeǒen<br> # hi njan halop tawan a'ĕng mongoe beni boǎng<br> # A'ěng pongae doeo laki bèni<br> # ni soepī kowo mělaon<br> # hī ni towon botatjap?<br> # onoe ne koporo arinoe?<br> # hana arīnoe bèong kan oewat kan koe' '''3. NOTES'''<br> # pisa<br>gambar<br>kaban<br>gambar<noinclude></noinclude> ni838ewzmnmwvd1l450t2bdkhr44o9u 320068 320060 2026-10-08T02:51:21Z Thersetya2021 15831 320068 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''NO. 144''' #<li value="1522"> hamo noeki beoemo nin?<br> # kam noeki pari beoemo nin?<br> # sangot ba'oe njan a'ĕng bèong kan<br> # a'ěng kan pako' boang ō<br> # omin oeroen noeka njang a'ĕng<br> # do arīnoe noeka njang kai seèmon nèmon<br> # koewi arinoe itjèt la'in soepi koe'?<br> # soengei nin njan halop tja'an aroet<br> # soenoen kohotjoe njangi langon kala<br> # njan poe'oen hakit, kono a'ĕng panoe danoem erini<br> # kolan aoe kai njaha woeah ko toe'an<br> # A'ěng njaha oeroe, okoen koeda<br> # koewi aoe njan oang?<br> # njan tě poeŎen lǎin anja arīnoe njang kai<br> # tjaan botoe and doeo, komo tjaan to?<br> # hī halop njoon petī nin?<br> # Ara toang mohī kělawi a'ĕng<br> # njaki sioe njang anja ngomo anja poeǒen<br> # hi njan halop tawan a'ĕng mongoe beni boǎng<br> # A'ěng pongae doeo laki bèni<br> # ni soepī kowo mělaon<br> # hī ni towon botatjap?<br> # onoe ne koporo arinoe?<br> # hana arīnoe bèong kan oewat kan koe' '''3. NOTES'''<br> # pisa<br>gambar<br>kaban<br>gambar<noinclude></noinclude> qfi07bgoy6o1vlzc8q36ncyc5spl19c Halaman:144 Penihing Dayak.djvu/2 104 116082 320061 2026-10-08T02:24:44Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320061 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. THE PENIHING DAYAK LIST''' {{multicol}} 1. oewong<br> 2. těkohong<br> 3. īrap<br> 4. likoe<br> 5. boe'om těkohong<br> 6. īwo, ībo<br> 8. lokoepoeroen<br> 9. kawing<br> 11. maton<br> 15. boen bakoeng<br> 17. toangmaton<br> 18. orong<br> 20. isong<br> 21. kēlopong<br> 22. bowa<br> 25. bèwo<br> 27. boen bèwo<br> 28. boen boesong<br> 29. tja'an<br> 30. boen tja'an<br> 31. tjèla<br> 32. tongap<br> 33. toekoe<br> 34. ba'am<br> 33/<br> 35. toekoe<br> 37. ohong songan<br> 38. koran<br> 41/<br> 42. tokaoso<br> 45. toesoen<br> 46. toang hata<br> 48. mosoe<br> 50. torangosa<br> 52. boeah eaha, ati<br> 53. betoekon<br> 54. atop<br> 56. apoek ati<br> 57. poroen<br> 61. botoekon<br> 62. kiling {{multicol-break}} 63. likot<br> 66. tolokikip<br> 68. kopak<br> 69. konjoeng<br> 70. kolong<br> 72. njerèt<br> 73. ta'ī<br> 75. otoet<br> 76. owoen<br> 77. oela<br> 78. oti<br> 82. masing<br> 83. pasing hoang<br> 84. koekoet<br> 86. koekoet<br> 88. boekoentjatoe<br> 90. pa'an<br> 91. bokoep<br> 93. bonèt<br> 94. noenoet<br> 95. longon<br> 97. kotjoe<br> 99. pira bowang<br> 100. sikoen<br> 102. tapa kotjoe<br> 105. boeah kotjoe<br> 107. siloen<br> 108. kěnopoen<br> 109. pěloetjoe<br> 110. penjokon<br> lll. sakantolo<br> 112. peniping<br> 115. tolang<br> 116. daha<br> 117. oesīn<br> 118. oehat<br> 121. oepa<br> 122/<br> 123. boen<br> 124. lasan<br> 125. loetja {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> d76ud844snbgqzirrmg3mva48gumzdn Halaman:144 Penihing Dayak.djvu/3 104 116083 320062 2026-10-08T02:30:08Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320062 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 126. porin<br> 127. ngosongan, kesongan<br> 128. koeman<br> 129. bo'ot<br> 130. noeroe<br> 131. mawo<br> 132. beongnoeroe, pohang<br> 133. bosa<br> 134. bosa<br> 137. tjongo'<br> 138. torè<br> 139/<br> 140. noepin, noepi<br> 144. nokotjop<br> 145. panoe<br> 146. ngirī<br> 147. nangaap<br> 148. howa<br> 149. mongoe<br> 150. mongoe sekai koekoet<br> 151. nekoekoeng<br> 152. nohoenjin<br> 153. lakpak, ngohong<br> 154. moroe<br> 156. ijoe<br> 157. tjèlop<br> 158. la'in<br> 159. parat<br> 160. njo'ī<br> 161. ngoa<br> 163. nangi<br> 165. ngomèng<br> 167. nopoetja<br> 169. hasim<br> 170. nisong<br> 172. korohonan<br> 173. koon<br> 174. hemoehoen<br> 176. noengap<br> 177. notot<br> 182. oerip<br> 183. kowo {{multicol-break}} 184. mokowo<br> 188. kowon<br> 191. tanoem kowo<br> 192. pengowo<br> 193. poe'oen aeroen noeat<br> 194. aeroen noeat<br> 196. toenan<br> 197. ahoeng<br> 198. koelat<br> 199. poro<br> 200. poro<br> 202. tjian<br> 203. atoeng<br> 205. miram<br> 207. potjo howang<br> 209. njerèt tja'at howang<br> 210. batoen<br> 211. beta<br> 214. kohoet<br> 219. potjo tekohong<br> 222. isong<br> 223. njongot<br> 224. mamot<br> 225. pōt<br> 227. ijoe<br> 228. tonèng<br> 229. morap<br> 231. melotok<br> 232. tjian<br> 234. totjop nawa<br> 235. arinoe nosop<br> 236. arinoe<br> 237. arinoe<br> 238. arinoe<br> 239. aran<br> 240. doeri<br> 241. laki<br> 242. dora<br> 243. laki<br> 243/<br> 244. laki<br> 245/<br> 246. dora {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> f7am4na7ktbeowrtqigawrf2kwi9nwq Halaman:144 Penihing Dayak.djvu/4 104 116084 320063 2026-10-08T02:35:18Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320063 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 248/<br> 249. njomora<br> 250. kowi<br> 252. njomora<br> 255. amoen<br> 256. inoen<br> 257/<br> 258. anè<br> 261. ane laki<br> 262. ane dora<br> 263. akè laki<br> 264. akè dora<br> 266. amoenakè<br> 267. akè maè<br> 268. doearīn laki<br> 269. doearin dora<br> 270/<br> 271. doearin haoe'<br> 272/<br> 273. doearīn okī'<br> 274. anè oesoen<br> 275. amoen okan<br> 276. amoen okan<br> 277-<br> 280. amoen okan<br> 281-<br> 286. inoen okan<br> 287-<br> 290. anè oesoen<br> 291-<br> 294. anè oesoen dora<br> 295. anè oesoen<br> 296. anè oesoen dora<br> 297/<br> 298. lèwan<br> 299. anè lewan laki<br> 300. anè lewan dora<br> 302. anè pīrī laki<br> 303. anè pīrī dora<br> 304. amoen pīrī<br> 305. anè těmangoe<br> 306-<br> 309. langoe<br> 310. langoe laki<br> 311-<br> 314. langoe dora {{multicol-break}} 315. poearī<br> 316. njan poearī<br> 317. saan<br> 318. saan<br> 320. awak<br> 324. arinow bari'<br> 329. aroeng okī<br> 330. arinoe aroeng<br> 331. menjangoen<br> 338. powea<br> 339. torī otoe<br> 340. posong, oentoeng<br> 341. otoe<br> 343/<br> 344. otoen<br> 351. ngaroeng<br> 352. ngaroeng<br> 353. kertas<br> 354. soerat<br> 355. boekoe<br> 356. kělīmī<br> 358. līsoen<br> 359. onging<br> 365. arīnoe worong pangè<br> 366. moerip<br> 367. tjian<br> 368. tjaět<br> 369. ai'<br> 370. tohèng<br> 371. menjangoen nosop<br> 372. menjangoen nosop<br> 377. poekoeng<br> 378. soepī<br> 380. pekawa<br> 382. tao tja'at<br> 386. radja<br> 388. poehoesoepī<br> 389. kadja<br> 390. pohotjong<br> 391. posong, oentoeng<br> 392. kosarakoe<br> 393. soemè {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> o2ibf9zcfjwxf2dawrjnni284y72e5l Halaman:144 Penihing Dayak.djvu/5 104 116085 320065 2026-10-08T02:43:20Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320065 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 394. dipon<br> 396. adit<br> 397. arinoe tjaǎt<br> 399. oekoem<br> 400. bajan oekoem<br> 401. saksi<br> 402. betosat<br> 403. moeot<br> 408. saan<br> 407/<br> 410. běka'at<br> 411. oeroen ahoe<br> 412. běkoenoen<br> 413. poesīt ane, nganè<br> 414. ara angoet<br> 415. njao<br> 416. beongnjao<br> 417. dora nengarang<br> 418. oedo'<br> 420. kěronī<br> 421. katong<br> 423. bawang<br> 424. kelawak<br> 426. otong<br> 427. keronī<br> 428. ngarang, ngěnja<br> 430. ponjom<br> 432. onam<br> 433. poweang<br> 437. baang<br> 438. lopoe<br> 440. keroewoengo<br> 441. kopang, singoe<br> 442. kopang boeroe<br> 443/<br> 444. kopang oepa, kopang kou<br> 446. kasoe<br> 449. asa<br> 451. oewong<br> 452. ikoen<br> 453. topè oetjan<br> 454. oetjan<br> 456. tasoe {{multicol-break}} 457. langawoeroe<br> 458. toeoeng<br> 459. toeoeng boeroe<br> 461. tjohi<br> 462. serioeng<br> 465. oenjong torè<br> 468. lahing<br> 469. soon<br> 470. kěrongan<br> 471. lamīsa<br> 472. paroeng<br> 473. paha<br> 474. atang<br> 475. api<br> 476. toetoeng<br> 477. ori api<br> 478. īsop api<br> 482. asoen<br> 483. bawa<br> 484. kou pohang<br> 485. ori<br> 486. matjop<br> 487. penjoelang<br> 488. kelaboe<br> 489. taga<br> 493. koeron poeting<br> 494. koeron serawak<br> 495. koeron tĕwèrèng<br> 496. koeron serawak<br> 497. sěrakī<br> 498. bongong<br> 499. koewang<br> 501. apan<br> 502. apan<br> 503. apan<br> 505. atja<br> 507. doha<br> 508. těpasok<br> 509. otè<br> 510. kè'è, soerī<br> 511. tawī, kè'è<br> 513. ara toang {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> oiik6vdg1dd6zz9keizahgxbkjv24z4 Halaman:144 Penihing Dayak.djvu/6 104 116086 320066 2026-10-08T02:46:39Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320066 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 514. <1><br> 515. njatong<br> 516. njatong<br> 517. arong api<br> 519. kaban<br> 520. pètī<br> 522. loewang<br> 525-<br> 527. mosè, hèa<br> 529. kahang<br> 530. ngini<br> 534. okoen<br> 535. omin okoen<br> 536. itjoe<br> 537. itjoe<br> 539. oesīn<br> 540. oesīn kodjang, lasoe<br> 541. otjèn<br> 543. parī<br> 544. bahan parī<br> 545. okoen<br> 546. parī<br> 547. borang, akak<br> 548. bohan<br> 549. lopoe loit<br> 550/<br> 551. losoeng, soe'an<br> 553. tapan<br> 554. oenjàt<br> 561. taroe<br> 563. sio<br> 565. kotip<br> 567. owī<br> 569/<br> 570. kělawī<br> 571/<br> 572. bokin<br> 573. kinoet<br> 576. kala<br> 577/<br> 578. ohot<br> 579. lasoeng, irop<br> 580. hèman {{multicol-break}} 582. tjěmoha<br> 583. oelang<br> 586. kaloen<br> 588. owi<br> 589. dala, oeroen<br> 590. soetěra<br> 593. manjam<br> 524. danang<br> 594. atjèt<br> 595. ioeng<br> 596. apong<br> 597. okom<br> 600. manjam<br> 601. narī darī<br> 602. tali, darī<br> 603. oesan<br> 604. moemang<br> 605. pisa oeroen<br> 606. pisa darī<br> 608. olok<br> 609. aworolok<br> 611. oesin doha<br> 612. sopoet<br> 615. latjoe<br> 616. soeroeng latjoe<br> 617. torawang<br> 620. pana<br> 621. oewat pana<br> 622. panglo<br> 623. moka, mana<br> 624. oehing<br> 626. botatjap<br> 627. sorong langon<br> 628. beriom<br> 629. moelo', ngao<br> 630. pokotjian<br> 631. lopoe<br> 634. kan menang<br> 635. měnang, towon<br> 636. dipon<br> 640. aeang kepala<br> 644. kawo<br> 645. atang kawo, ton {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> g8zmrcnwcgh1dpsr9orgf4bd4v0qh1k Halaman:144 Penihing Dayak.djvu/7 104 116087 320067 2026-10-08T02:50:00Z Thersetya2021 15831 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{multicol}} 652. tokon<br> 653. oemo<br> 654/<br> 655. oemo parī<br> 659. hotjan<br> 660. oon<br> 662/<br> 663. mo, iting<br> 664. mo<br> 665. noeki, mo<br> 668. mosè<br> 669. mota<br> 671. ngotom, kotom<br> 672. natjap<br> 674. tjarī halo<br> 677. oewit<br> 679. kětemon<br> 681. pako', soegī<br> 682. towoe<br> 683. oewīt<br> 684. bawang<br> 686. oewī<br> 688. halo'<br> 689. oepī<br> 690. pahang<br> 691. oenjah<br> 692. boea' oenjah<br> 695. ba... 320067 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 652. tokon<br> 653. oemo<br> 654/<br> 655. oemo parī<br> 659. hotjan<br> 660. oon<br> 662/<br> 663. mo, iting<br> 664. mo<br> 665. noeki, mo<br> 668. mosè<br> 669. mota<br> 671. ngotom, kotom<br> 672. natjap<br> 674. tjarī halo<br> 677. oewit<br> 679. kětemon<br> 681. pako', soegī<br> 682. towoe<br> 683. oewīt<br> 684. bawang<br> 686. oewī<br> 688. halo'<br> 689. oepī<br> 690. pahang<br> 691. oenjah<br> 692. boea' oenjah<br> 695. baō<br> 701. goela<br> 703. nango<br> 704. owa<br> 705. boera<br> 706. kapoek<br> 707. padan<br> 708. pangēn<br> 709. madoek<br> 710. bělitē<br> 711. tjatoe<br> 712. liboe, djaboe<br> 713. losot<br> 716. poetī<br> 717. bekaran<br> 721. kěrowohoe {{multicol-break}} 723. kopī<br> 726. sori<br> 728. oelak<br> 729. dī'o<br> 731. oewi<br> 732. boeroe<br> 733. borong<br> 734. kau<br> 737. njikot<br> 739/<br> 740. daan<br> 741. tahao<br> 742-<br> 744. darit, akah<br> 746. da'oen<br> 748. oepa<br> 752. pa'an<br> 753. oeroe sipa<br> 754. njatong<br> 755. njatong<br> 757. oetjoho<br> 758. boenga<br> 759. woeah, boeah<br> 761. poengoen, oepa<br> 763. bohan<br> 764. oesin pohang<br> 765. poeko'<br> 766. těsèran, toangoenjah<br> 770. oeroe<br> 772. oeroe poeang<br> 773. hioeng<br> 774. kanon<br> 775. oki <2><br> 778. okè<br> 779. koekoet<br> 780. siloen<br> 781. toekoe<br> 786. èlat<br> 787. boen<br> 789. saa mano'<br> 790. toa<br> 794. bawī, okot<br> 797. ngoehoek {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> oed75j8fuy22qjcj4pc7x7ra0h2n7uw 320069 320067 2026-10-08T02:53:01Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320069 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 652. tokon<br> 653. oemo<br> 654/<br> 655. oemo parī<br> 659. hotjan<br> 660. oon<br> 662/<br> 663. mo, iting<br> 664. mo<br> 665. noeki, mo<br> 668. mosè<br> 669. mota<br> 671. ngotom, kotom<br> 672. natjap<br> 674. tjarī halo<br> 677. oewit<br> 679. kětemon<br> 681. pako', soegī<br> 682. towoe<br> 683. oewīt<br> 684. bawang<br> 686. oewī<br> 688. halo'<br> 689. oepī<br> 690. pahang<br> 691. oenjah<br> 692. boea' oenjah<br> 695. baō<br> 701. goela<br> 703. nango<br> 704. owa<br> 705. boera<br> 706. kapoek<br> 707. padan<br> 708. pangēn<br> 709. madoek<br> 710. bělitē<br> 711. tjatoe<br> 712. liboe, djaboe<br> 713. losot<br> 716. poetī<br> 717. bekaran<br> 721. kěrowohoe {{multicol-break}} 723. kopī<br> 726. sori<br> 728. oelak<br> 729. dī'o<br> 731. oewi<br> 732. boeroe<br> 733. borong<br> 734. kau<br> 737. njikot<br> 739/<br> 740. daan<br> 741. tahao<br> 742-<br> 744. darit, akah<br> 746. da'oen<br> 748. oepa<br> 752. pa'an<br> 753. oeroe sipa<br> 754. njatong<br> 755. njatong<br> 757. oetjoho<br> 758. boenga<br> 759. woeah, boeah<br> 761. poengoen, oepa<br> 763. bohan<br> 764. oesin pohang<br> 765. poeko'<br> 766. těsèran, toangoenjah<br> 770. oeroe<br> 772. oeroe poeang<br> 773. hioeng<br> 774. kanon<br> 775. oki <2><br> 778. okè<br> 779. koekoet<br> 780. siloen<br> 781. toekoe<br> 786. èlat<br> 787. boen<br> 789. saa mano'<br> 790. toa<br> 794. bawī, okot<br> 797. ngoehoek {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> n646gnb5gqcqmryda4eocnvc55vd8d8 Halaman:144 Penihing Dayak.djvu/8 104 116088 320070 2026-10-08T02:55:31Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320070 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 799. kadīng<br> 800-<br> 802. kěrowon<br> 803. sapi<br> 804. loboe<br> 805. ngarīk<br> 806. sakat<br> 809. pao<br> 811. asoe<br> 812. lowoe, mangang<br> 813. itjing<br> 814. la'in<br> 815. sangīroe<br> 816. mohong<br> 817. bohang<br> 818. bawī<br> 822. aham<br> 824. hokom, poenèi<br> 826. sioe<br> 827. anè sioe<br> 828. pok<br> 830. dooeng<br> 831. notoeroet<br> 834. kakaong<br> 835. opīt<br> 836. sěpītoeng<br> 840. toetjoe<br> 843. konjae<br> 844. mano'<br> 845. tingang<br> 846. korèt<br> 847. bongaat<br> 849. těra'oe<br> 850. pělanō<br> 851. moesing<br> 852. torī, karang<br> 853. senjangan<br> 854. moka, kiat<br> 861. djaa<br> 865. so'an<br> 866. koetoe<br> 870. oeang {{multicol-break}} 871. tèla<br> 872. njamo'<br> 877. bertoemo, njamo<br> 878. kělěwowang<br> 879. kosong, oewot<br> 881. kaap<br> 884. njowèrang<br> 886. oewot<br> 888. lokosoring<br> 891. oewot<br> 892. orang<br> 893. okang<br> 894. okongosī<br> 896. ngala<br> 898. lokian, bèlang<br> 899. borongaha, kawo<br> 900. oewadjo<br> 901/<br> 902. kerawang<br> 903. bèran<br> 905. hawoen<br> 906. matonaoe<br> 907. tjokooem<br> 908. boean<br> 910. boean, boeat<br> 911. tjokooem<br> 912. kěnjoehi<br> 917. tanah<br> 919. ang, oang<br> 920. bopoe<br> 921. oeap<br> 923. owi otoe, kěkolit<br> 924. aran<br> 925. batoe kětjiho<br> 927. tanah panoe.<br> 928. sorit, soerit<br> 929. sorit hoewon<br> 930. toang<br> 931. kala'<br> 932. lohot<br> 940. noha<br> 942/<br> 943. tanah {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> e1itzrd4c9k9nhr35wv1sz4qygf8p13 Halaman:144 Penihing Dayak.djvu/9 104 116089 320071 2026-10-08T03:00:10Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320071 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 944. lioe<br> 946. odjoet<br> 947. liang, oengam<br> 948. oengam<br> 950. pèlah<br> 951. data<br> 952. mèhang<br> 955. tanah toe'an<br> 957. īwoet<br> 958. liang tjolang, kosibila<br> 959. tjan<br> 960. takoeng<br> 961. tjan koekoet<br> 962. nja'at<br> 963. soengè, danom<br> 964. hakit<br> 965. morè, moerè<br> 966. noehoen, olong<br> 967. bowono<br> 968. lèap<br> 969. batoe<br> 970. tanah<br> 971. bara, noha<br> 973. poeting<br> 974. djangin, kawat<br> 975. djangin, kawat<br> 976. pīrak<br> 977. boean<br> 978. sěmoha<br> 979. sěmoha<br> 981. to'o norat<br> 982. norat<br> 984. baha norat<br> 985. orang<br> 986. těranan<br> 987. katip<br> 988. baha<br> 989. masa<br> 991. taosang<br> 993. pokotjian nokonong<br> 994. kawansongan nokonong<br> 995. halo {{multicol-break}} 996. orī oemo<br> 999. kowī<br> 1000. tjitop songan<br> 1002. pasar<br> 1003. beong tjo'oe<br> 1004. oeroen noeka<br> 1005. tjahom<br> 1007. toeka<br> 1008. oetoeng<br> 1009. kala, tawo<br> 1010. naeka, toeka<br> 1011. naeka haoe', oerip<br> 1012. honī<br> 1013. otang<br> 1014. njaki noeka<br> 1015. majan<br> 1016. noeka<br> 1017/<br> 1018. itjam<br> 1019. sangkalo<br> 1021. běgadè<br> 1022. naon<br> 1025. wopoe<br> 1033. arot <3><br> 1035. tjohi<br> 1041/<br> 1042. tawī<br> 1043. mosī<br> 1058. maho<br> 1060. noeka okī<br> 1061. haoe'<br> 1062. okī'<br> 1063. daroe<br> 1064. hotjoe<br> 1065. līwoe'<br> 1066. njan hotjoe<br> 1067. monje'<br> 1068. kapī<br> 1070. ngīpī<br> 1071. mahī<br> 1072-<br> 1074. monje, boelong<br> 1075. tjotang {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> kp235nxw7o0icxue521lixkooxmgqcf Halaman:Persnan Departemen Agama dalam revolusi.pdf/17 104 116090 320072 2026-10-08T03:05:08Z IndriElya (1A) 27812 /* Telah diuji baca */ 320072 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="IndriElya (1A)" /></noinclude>Oleh karena itu, alangkah baiknja disamping pendjelasan setjara terbatas mengenai soal-soal pokok jang diberikan setjara lisan, disertai pula suatu Buku sebagai penundjuk djalan untuk mengenal Departemen Agama dari dekat (Guide to The Department of Religious Affairs) . Maka untuk memenuhi keperluan itu J.M. Menteri Agama Prof. K.H. Saifuddin Zuhri menugaskan „ Biro Penerbitan & Perpustakaan Agama" untuk menjusun serta menerbitkannja sekali suatu Buku seperti jang dimaksudkan diatas. Selaku pimpinan Biro, tugas itu saja terima dengan segala senang hati, karena saja anggap adalah menunaikan tugas negara dan Agama sekaligus. Demikianlah dengan segala matjam suka dan duka, saja beserta staf pimpinan ,,Biro Penerbitan & Perpustakaan Agama" berusaha untuk dapat menjusun serta menerbitkan Buku tersebut setjara maksimal. Buku jang dimaksudkan sebagai penuntun atau penundjuk djalan untuk mengenal Departemen Agama itu dari dekat, agar supaja djangan terlalu statis, atau terbatas isinja hanja dalam persoalan intern Departemen Agama semata-mata, tetapi supaja dapat menjoroti peranan serta fungsi dan tugas kewadjiban Departemen Agama setjara menjeluruh dan dinamis, dalam hubungannja dengan kehidupan Agama di Indonesia dimasa pembangunan dan Revolusi, maka achirnja oleh J.M. Menteri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, beliau beri djudul buku ini : „ Peranan Departemen Agama dalam Revolusi dan Pembangunan Bangsa" . Dan kebetulan pula terbitnja tepat Departemen Agama berusia 20 tahun. Mengingat sifat dan maksud serta tudjuan Buku „ Peranan Departemen Agama dalam Revolusi dan Pembangunan Bangsa" jang telah terbit dalam edisi bahasa Indonesia ini, maka untuk konsumsi luar negeri, akan diterbitkan lagi edisi- edisi dalam bahasa Inggeris dan bahasa Arab. Sebenarnja pada tahun 1958 telah pernah direntjanakan untuk menerbitkan BUKU PERINGATAN KEMENTERIAN AGAMA. Tetapi berhubung dengan beberapa hal, Buku Peringatan jang mestinja berisi karangan-karangan jang komplit, tentang sedjarah serta pertumbuhan dan usaha-usaha jang telah ditjapai oleh Kementerian Agama, belum dapat diwudjudkan sebagaimana jang diharapkan. Tetapi jang dapat diterbitkan ketika itu hanjalah merupakan Pendahuluan „BUKU PERINGATAN 10 TAHUN BERDIRINJA KEMENTERIAN AGAMA" jang hanja memuat karangan-karangan singkat tentang sedjarah serta pertumbuhan Kementerian Agama selama 10 tahun. Dengan 'inajah, hidajah serta taufiq Allah Jang Maha Kuasa, serta bantuan para rekan Kepala-Kepala Direktorat, Biro dan Lembaga, terutama para Pembantu Menteri Agama serta petundjuk² langsung jang diberikan oleh J.M. Menteri Agama Prof. K.H. Saifuddin Zuhri sendiri, Buku „ Peranan Departemen Agama dalam Revolusi 9<noinclude></noinclude> ce5wbohcgkz0l3xiv9c85t8hwovnch9 320081 320072 2026-10-08T03:38:48Z IndriElya (1A) 27812 320081 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="IndriElya (1A)" /></noinclude> Oleh karena itu, alangkah baiknja disamping pendjelasan setjara terbatas mengenai soal-soal pokok jang diberikan setjara lisan, disertai pula suatu Buku sebagai penundjuk djalan untuk mengenal Departemen Agama dari dekat (Guide to The Department of Religious Affairs) . Maka untuk memenuhi keperluan itu J.M. Menteri Agama Prof. K.H. Saifuddin Zuhri menugaskan „ Biro Penerbitan & Perpustakaan Agama" untuk menjusun serta menerbitkannja sekali suatu Buku seperti jang dimaksudkan diatas. Selaku pimpinan Biro, tugas itu saja terima dengan segala senang hati, karena saja anggap adalah menunaikan tugas negara dan Agama sekaligus. Demikianlah dengan segala matjam suka dan duka, saja beserta staf pimpinan ,,Biro Penerbitan & Perpustakaan Agama" berusaha untuk dapat menjusun serta menerbitkan Buku tersebut setjara maksimal. Buku jang dimaksudkan sebagai penuntun atau penundjuk djalan untuk mengenal Departemen Agama itu dari dekat, agar supaja djangan terlalu statis, atau terbatas isinja hanja dalam persoalan intern Departemen Agama semata-mata, tetapi supaja dapat menjoroti peranan serta fungsi dan tugas kewadjiban Departemen Agama setjara menjeluruh dan dinamis, dalam hubungannja dengan kehidupan Agama di Indonesia dimasa pembangunan dan Revolusi, maka achirnja oleh J.M. Menteri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, beliau beri djudul buku ini : „ Peranan Departemen Agama dalam Revolusi dan Pembangunan Bangsa" . Dan kebetulan pula terbitnja tepat Departemen Agama berusia 20 tahun. Mengingat sifat dan maksud serta tudjuan Buku „ Peranan Departemen Agama dalam Revolusi dan Pembangunan Bangsa" jang telah terbit dalam edisi bahasa Indonesia ini, maka untuk konsumsi luar negeri, akan diterbitkan lagi edisi- edisi dalam bahasa Inggeris dan bahasa Arab. Sebenarnja pada tahun 1958 telah pernah direntjanakan untuk menerbitkan BUKU PERINGATAN KEMENTERIAN AGAMA. Tetapi berhubung dengan beberapa hal, Buku Peringatan jang mestinja berisi karangan-karangan jang komplit, tentang sedjarah serta pertumbuhan dan usaha-usaha jang telah ditjapai oleh Kementerian Agama, belum dapat diwudjudkan sebagaimana jang diharapkan. Tetapi jang dapat diterbitkan ketika itu hanjalah merupakan Pendahuluan „BUKU PERINGATAN 10 TAHUN BERDIRINJA KEMENTERIAN AGAMA" jang hanja memuat karangan-karangan singkat tentang sedjarah serta pertumbuhan Kementerian Agama selama 10 tahun. Dengan 'inajah, hidajah serta taufiq Allah Jang Maha Kuasa, serta bantuan para rekan Kepala-Kepala Direktorat, Biro dan Lembaga, terutama para Pembantu Menteri Agama serta petundjuk² langsung jang diberikan oleh J.M. Menteri Agama Prof. K.H. Saifuddin Zuhri sendiri, Buku „ Peranan Departemen Agama dalam Revolusi<noinclude></noinclude> e23rdwvjb0mxg0tbdhtuo1i5r4343b3 Halaman:144 Penihing Dayak.djvu/10 104 116091 320073 2026-10-08T03:06:09Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320073 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1076. līwoe<br> 1079. bali, mali<br> 1080/<br> 1081. kanon<br> 1082. ngawa<br> 1083/<br> 1084. notop<br> 1085/<br> 1086. no', koti<br> 1087. tjotang<br> 1088. dapīt<br> 1089. toring<br> 1090. tèko', kait<br> 1096. njīoem, okī<br> 1097. mīrī, nekīring<br> 1098. njahil<br> 1101. toe'o<br> 1102. njan toe'o<br> 1104/<br> 1105. lasoe'<br> 1106/<br> 1107. sīngom<br> 1109/<br> 1110. njerioeng<br> 1112. koekoet opat<br> 1113. laweng<br> 1115. masa'<br> 1116. haoe'<br> 1117. takok, takong<br> 1118. njan takong<br> 1119. towon<br> 1121. mělo'o<br> 1125. pohang<br> 1127. bèsa, bopoe<br> 1130. tjian<br> 1132-<br> 1134. tjian<br> 1135. tjian<br> 1136-<br> 1139. tja'at<br> 1142. opēt, hěboang<br> 1143. ponoe, ba'oe<br> 1146/<br> 1147. dohon<br> 1148/<br> 1149. soewoet, lèwah {{multicol-break}} 1150. hotjoe<br> 1152. okī<br> 1153. těngani<br> 1154. morop boang, tja'at<br> 1155. lakīn<br> 1156. tjorong<br> 1159. kanon<br> 1160. njang to'o<br> 1161. momī<br> 1162. mosoem<br> 1163. pa'it<br> 1164. njakit<br> 1166. sio<br> 1167. poti<br> 1168. moetoem<br> 1169. toworī, tebolī<br> 1170. njahang<br> 1171. njěhang<br> 1172. tebā<br> 1173. ota<br> 1174. njaha<br> 1175. posong<br> 1176. kan<br> 1179. ara<br> 1180. ara<br> 1193. to'o<br> 1194. bekanosongan<br> 1195. to'o<br> 1196. běkano<br> 1197. lingoen<br> 1198. porèm njikoe<br> 1199. tè poeǒn<br> 1200. někonong<br> 1201. běkoenoen<br> 1202. mo'o la'in<br> 1203. menjangon<br> 1206. ngèta<br> 1208. takon<br> 1210. kokom<br> 1211. njo'on<br> 1212. njo'on tekohong<br> 1213. ngerahoet {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> bz2t1uigsyevucy7i0p06cz7nsbal8u Halaman:144 Penihing Dayak.djvu/11 104 116092 320074 2026-10-08T03:11:34Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320074 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1214. katip<br> 1215. ngerapèt<br> 1216. njekiom<br> 1220. njeang belikoet<br> 1221. ngapowat<br> 1223. ngokat<br> 1224. djaga<br> 1225. tjīnīng<br> 1227. tjohing<br> 1228. maang<br> 1229. nara<br> 1233. njomot<br> 1234. homan<br> 1236/<br> 1237. marō<br> 1238. sèang, ngapo, lasi'<br> 1239. la'īt<br> 1240. ngowohoe<br> 1243. bèong<br> 1244. bèong<br> 1245. moekap, něbangap<br> 1246. nakop<br> 1251. tarèt, talit<br> 1253-<br> 1255. ngolèk<br> 1259. ngopī, ngetī<br> 1260/<br> 1261. orī<br> 1262/<br> 1263. palop<br> 1264. mowot<br> 1265. tjoho<br> 1266. tjoho<br> 1267. tjo'oe<br> 1268. tjohīng<br> 1269. njaki<br> 1270. njan beong<br> 1271. tja'at la'īn<br> 1272. monang<br> 1276. toetoeng<br> 1277. noetoeng<br> 1278. karī<br> 1284. langon {{multicol-break}} 1286. bi'ī<br> 1291. nohowan/nowan, natè<br> 1292. ngalo<br> 1293. tjī'<br> 1294. doeo<br> 1295. tou<br> 1296. opat<br> 1297. līmo<br> 1298. onom<br> 1299. tètjoe<br> 1300. hèan<br> 1301. tī'an<br> 1302. poeloe<br> 1303. poeloe motjī'<br> 1304. poeloe modoeo<br> 1305. poeloe motou<br> 1310. poeloe mohean<br> 1311. poeloe motī'an<br> 1312. doeo poeloe<br> 1313. doeo poeloe motjī<br> 1315. doeo poeloe morīmo<br> 1316. tou poeloe<br> 1317. opat poeloe<br> 1318. limo poeloe<br> 1319. onom poeloe<br> 1323. tjihatoe<br> 1324. tjilīboe<br> 1325. poeloe līboe<br> 1326. botoeat<br> 1327. mohang<br> 1328. tjilèkot<br> 1329. koroeo lèkot<br> 1330/<br> 1331. mahè<br> 1332/<br> 1333. hoen<br> 1336/<br> 1337. opat<br> 1338. koewī, koebī<br> 1339. ba'oe<br> 1340. okī<br> 1341. kepoeroe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> ddx9hn8x6mrinh59x4ivgwhe97qa2hq Halaman:144 Penihing Dayak.djvu/12 104 116093 320075 2026-10-08T03:14:37Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320075 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1347/<br> 1348. ba'oe<br> 1349. okī, poeong<br> 1350. seèmon<br> 1356. tjitop-tjitop<br> 1357. a'ĕng<br> 1358. a'ěng poeong<br> 1359. koe'<br> 1362. kam<br> 1363. anja<br> 1365. tō<br> 1366. kai<br> 1368. do arīnoe<br> 1369. poe'oen a'ĕng<br> 1370. poe'oen kai<br> 1373. poe'oen koe'<br> 1374. poe'oen kam<br> 1375/<br> 1376. poeoen do arīnoe<br> 1378. poeoen anja<br> 1379. hī<br> 1380. onoe<br> 1382. nèmon, nèmo<br> 1383. nin<br> 1385. nin kere<br> 1386. nan<br> 1388. koni, bèni<br> 1389. bèna, kona<br> 1394. aoe <4><br> 1398. lèha<br> 1402. <5><br> 1406. to'an<br> 1407. hang oring<br> 1408. hanga, koeni<br> 1409. no'on, oepot<br> 1411. maè<br> 1412/<br> 1413. latat, man maè<br> 1416. horoe', semoeap<br> 1418. aoe nomīoe<br> 1419. baronnomīoe<br> 1420. aoenī<br> 1422. nonjap {{multicol-break}} 1423. lèhau, aoetjī'<br> 1426. hana aoe<br> 1427. hamo<br> 1428. horoen, palop<br> 1429. dīn, njianpō<br> 1435. boelī, boerī<br> 1436. ta'oe<br> 1437. poeroe<br> 1439. noka<br> 1440. pīra<br> 1441. njikot<br> 1442/<br> 1443. bo<br> 1445. njang<br> 1446. njang<br> 1447. langon<br> 1448. bè<br> 1449. njang anja, bè<br> 1450. hoang, masa<br> 1451. poesīt<br> 1452. lokīn<br> 1453. motjoe<br> 1454. tjang līoeng<br> 1460. bèmō, komo<br> 1461. konoe, soenoen<br> 1462. kětènan, loni<br> 1465. horonoe<br> 1466. tě poe'oen<br> 1467. ngomo<br> 1469. mo<br> 1470. njang<br> 1471. njan<br> 1472. ha'oe<br> 1474. opīn<br> 1475. ai<br> 1476. ha'oe<br> 1477. boehang<br> 1478. bèong<br> 1479. ho, top<br> 1481. ho<br> 1482. boang<br> 1486. njan {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> tfk2waas39row42b1qp9ko13uns2ssv Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/20 104 116094 320076 2026-10-08T03:15:20Z Thersetya2021 15831 /* Tanpa teks */ 320076 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Thersetya2021" /></noinclude><noinclude></noinclude> 30jx1lygruprj5alacv96idkwiji99b Halaman:Persnan Departemen Agama dalam revolusi.pdf/18 104 116095 320077 2026-10-08T03:20:25Z IndriElya (1A) 27812 /* Telah diuji baca */ 320077 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="IndriElya (1A)" /></noinclude>dan Pembangunan Bangsa” alhamdulillah dapat diselesaikan, meskipun isinja disana-sini masih terdapat kekurangan. Kepada pimpinan Pertjetakan „ KARYA TJOTAS" Bandung, tak lupa pula saja selaku Ketua Penjelenggara Buku ini atas nama Departemen Agama, mengutjapkan beribu terima kasih, atas segala bantuan, kerdja-sama jang penuh semangat gotong rojong dan penuh pengertian. Achirnja, saja beserta staf pimpinan „ Biro Penerbitan & Perpustakaan Agama" memohon kepada Allah, semoga segala tjurahan tenaga dan pikiran jang telah diberikan untuk menjelesaikan Buku ini, diterima-Nja sebagai ibadah dan pengabdian untuk meninggikan kalimahNja. Amin! Wassalam , DEPARTEMEN AGAMA Biro Penerbitan & Perpustakaan Agama Kepala, (Mas'uddin Noor).<noinclude></noinclude> e5v06re9o06nldy1ia73kmjuqjd55aa Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 23).pdf/16 104 116096 320078 2026-10-08T03:23:45Z Aizuraa 1A 27794 /* Telah diuji baca */ 320078 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aizuraa 1A" /></noinclude> - 1886- sigra berpamitan, laloe brangkat poelang ka kota Sin Jah. Sasoedanja Lauw Pie berlaloe, Lauw Piauw lantas titaken anaknja, Lauw Kie, mengapalaken 3000 laskar prang brangkat pergi mendjaga kota Kang He. Itoe waktoe Tjo Tjho, jang ada berdiam di kota Radja telah hapoesken djabatan Sam Kong, sebab djabatan ini ia sendiri jang pegang merangkep dengen djabatan Sin Siang, jang memang sakean lama ia soeda djalanken. Laen dari begitoe ia telah koerniaken djoega pangkat Tong Tjo Jan pada Mo Kaij, pangkat See Tjo Jan pada Tjohei Jam dan pangkat Boen Hak Jan pada Soe-Ma le. Soe-Ma le alias Tiong Tat ada saorang jang berasal dari bilangan Ho Lwe. Ia ada tjoetjoe dari Soe-Ma Tjoen, Thaij Sioe di Eng Tjioe, dan anak dari Keng Tiauw In Soe-Ma Hong. Ia poenja soedara toea, jaitoe Soe-Ma Long, ada mendjabat pangkat Tji Phouw. Sampe di itoe waktoe Tjo Tjho soeda ada mem- poenjai tjoekoep ponggawa-ponggawa, baek jang bekerdja pada bagian civiel, baek jang berkerdja pada bagian militair. Pada soeatoe hari Tjo Tjho oendang sekalian Ponggawa doedoek berempoek boeat membitjara- ken hal memadjoeken balatentara ka fihak Oetara boeat memaloemkan prang. - 1887 - Dalem ini persidangan He-Houw Toen menja- taken pikirannja begini: "Liwat bebrapa hari ka- barnja Lauw Pie, Jang berdiam di kota Sin Jah, sa- ban hari lagi sedeng giat briken roepa-roepa pe- ladjaran dalel ilmoe prang pada balatentaranja. Djikaloe ditilik gerakannja itoe, njatalah di kamoe- dian hari itoe pembesar tentoe nanti djadi satoe bahaja bagi kita-orang, maka haroes lebi siang kita berichtiar boeat binasaken padanja." Tjo Tjho moefakat betoel dengen pikiranja He-Houw Toen, jang lantas diangkat mendjadi Touw Tok, sedeng le kim, Lie Tian, He-Houw Lan dan Han Houw dititaken djadi pembantoenja mengapalaken balatentara 10 laksa djiwa, aken brangkat troes ka Pok Bong boeat menilik gerakan- nja Lauw Pie di kota Sin Jah. Setelah Tjo Tjho keloearken ini tita, Soen Hiok, jang tiada moefakat dalem itoe perkara lantas kasi nasehat begini: "Lauw Pie memang ada saorang jang gaga perkasa, bertamba poela di ini masa ia dapet bantoean dari Tjoe-Kat Liang jang mendja- lanken pekerdjaan Koen Soe, maka djanganlah Sin Siang berlakoe begitoe tjerobo aken memaloemken prang padanja." "Lauw Pie, jang boleh dioempamaken sebangsa dengen tikoes-tikoes, tentoe djoega akoe nanti dapet tawan padanja!" djawab He-Houw Toen dengen sombong.<noinclude></noinclude> arcxdpbifd6vl2ob5ir9oeyum9wvvgy Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/2 104 116097 320079 2026-10-08T03:23:48Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320079 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. SULA FAGUDU LIST''' {{multicol}} 1. īhī fàta<br> 2. nap<br> 3. loeg<br> 4. paītīna<br> 5. nàp fàt hai<br> 6. [ñàp fō<u>a</u>]<br> 8. oena<br> 9. telīna<br> 11. hama<br> 15. boenfōwa<br> 17. hama waj<br> 18. ne<br> 20. mīn<br> 21. pàpa hoi<br> 22. loeba <u>jon</u><br> 25. noebaj</u>on</u> <u>kol</u><br> 27. loebajon fowa<br> 28. djinggo<br> 29. najo hiha<br> 30. djinggo<br> 31. màk<br> 32. naha tīna<br> 34. nīhī fàr<br> 33/<br> 35. nīhĩ màta<br> 37. lawai<br> 38. ik<br> 41/<br> 42. so sa<br> 45. so sa pea<br> 46. so sa waj<br> 48. bosa sosa<br> 50. dasa wana<br> 52. bīhīfor<br> 53. fajao fòt, 147: fojao fàt<br> 54. sina kan<br> 56. kīla<br> 57. peoe<br> 61. poe hī<br> 62. poehī <u>waj</u> {{multicol-break}} 63. gihī fàt<br> 66. sai pon<br> 69. goj foka<br> 70. goj foer<br> 72. siba<br> 73. taj<br> 75. ba<u>koe</u><br> 76. soeba<br> 77. ot<br> 78. pok<br> 82. da'ī<br> 83. tawaj<br> 84. jaj<br> 86. jaj lafa<br> 88. jaj gila hama<br> 90. kīpa<br> 91. paroma, 147: pa rōma<br> 93. jaj tila<br> 94. tania hoi<br> 95. līma kau<br> 97. līma làfa<br> 99. sagig lal, 147: sagig làl<br> 100. sīlfoka<br> 102. lima 'àl, 147: lima àl<br> 105. 1īma koka wana<br> 107. ka ' or<br> 108. līma koka wana aja<br> 109. līma koka wana sahadat<br> 110. līma koka wana tina<br> 111. līma koka wana īstīndja<br> 112. līma koka wana měihī, 147:<br>{{gap}}līma koka wana měīhī<br> 115. hoi<br> 116. poa<br> 117. īhī<br> 118. oea<br> 121. kol<br> 122. fōa<br> 123. fōa<br> 124. mapo, 147: mapa<br> 125. waj baj<u>on</u> làl {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 9c7azs8vkbok7hyoey61w9h0x04too4 Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/3 104 116098 320080 2026-10-08T03:31:07Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320080 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 126. keoe<br> 127. it wama<br> 128. gaja<br> 129. bōja<br> 130. wīṇ<br> 132. lawoj sa'ōta<br> 133. bīs<br> 134. bīs<br> 137. wīḷ<br> 138. nōnạ<br> 139/<br> 140. dagana<br> 144. gihī<br> 145. làka<br> 146. nōna bàl naha<br> 147. nōna bàl pif<br> 148. nōna<br> 149. nīb<br> 150. tara tīb<br> 151. nīb baka kihī jaj<br> 152. nīb paha tīga<br> 153. nàn<br> 154. nàn<br> 156. bīs nōja ba'ata<br> 158. lī<br> 159. lī sĕī<br> 160. ga jaj<br> 161. ba lila, 147: balila<br> 163. mina<br> 165. bīha loebajon<br> 166. wama aja<br> 167. bitfoea keoe<br> 169. dafaj<br> 170. sanihī<br> 172. mari'a dokī<br> 173. gàt<br> 174. mari'a<br> 176. bakàfa aja<br> 182. pīa<br> 183. màta<br> 188. pata {{multicol-break}} 191. koeḅ<br> 192. bau màta<br> 193. be'īna warīs<br> 194. warīs<br> 196. k [h] àn<br> 198. k [h] án liha<br> 199. gika<br> 200. gika<br> 202. pīa<br> 203. fīf<br> 205. da<u>gis</u><br> 207. tina gika<br> 209. sī<u>dàg</u> <1><br> 210. loet foja<br> 211. saràmpa dahī<br> 214. līn<br> 219. nàp gika<br> 220. oewa kadīga<br> 223. bamata<br> 224. bamata<br> 225. marōja<br> 227. mō (w)<br> 228. talīna bin<br> 229. hama [ka ok]<br> 231. hama ba sagīḷ<br> 232. bau makata bīhoe pīa<br> 234. makata<br> 235. màta pīa nau makata<br> 236. màta pīa<br> 237. màta pīa<br> 238. màta pīa<br> 239. na<br> 241. màta pia ma'ana<br> 242. mata pia fīna<br> 243/<br> 244. ma'ana<br> 245/<br> 246. fīna<br> 248/<br> 249. fīna kōa [prawan]<br> 250. ana ma'ana mě'ihī<br> 252. ana fīna mě ihī {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> tah8hk493gekg8yom4dy9logo1w87g1 Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/4 104 116099 320082 2026-10-08T03:39:55Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320082 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 255. bàba <2><br> 256. jaja, 147: ja ja <3><br> 257. ana tiba<br> 258. ana kòha<br> 257/<br> 258. ana<br> 261. ana ma'ana<br> 262. ana fīna<br> 263. pōpa<br> 264. nōpa fīna<br> 267. nōpa nahī<br> 268. sanōhī<br> 269. sanōhī fīna<br> 270/<br> 271. kàk<br> 272/<br> 273. foek<br> 274. àna nōpa<br> 277. bàba tīna<br> 278. bàba kaka<br> 279. màma tība<br> 280. màma kaka<br> 297. tàm<br> 298. tàm ma"ana <br>tam fīna {{gap}} } <4><br> 302/<br> 303. ana mahoea<br> 304. bàba mahoea<br>mama mahoea{{gap}} } <5><br> 305. ana sil<br> 310. saoe<br> 311-<br> 314. miha<br> 315. basa nōhī<br> 317. ak toea <6><br> 318. ak goefata<br> 320. sanōhī<br> 324. mata pia doeki, mata pia haj<br>{{gap}} bosa<br> 326. īa faj<br> 327. ia faj aja<br> 330. bàngsa<br> 331. màta pīa fa pasīa {{multicol-break}} 332. adjī 'màt<br> 333. fa pasīa ban dōa<br> 335. boek<br> 338. nōnakō<br> 339. poet'ana, 147: poet'àna<br> 340. fapa sīa<br> 341. mōkaj<u>at</u>, mikī, 147: mōka<br>{{gap}}j<u>at</u>, mikī<br> 343. njawa<br> 345. djō, ō <7><br> 347. sabija <8><br> 354. soéràt<br> 351. lif <9><br> 352. hoe<u>roef</u><br> 353. kàrtàs<br> 355. kītàb<br> 356. batjarīta, 147: batjarita<br> 358. njanjī<br> 359. lagoe<br> 362. naraka<br> 364. sorga<br> 365. īa faj làl, 147: īafaj làl<br> 366. achiràt<br> 367. fa'apīa<br> 368. dōsa [fa'a běsa]<br> 369. har<u>àm</u><br> 370. bōbos <10><br> 371. <11><br> 374. <12><br> 375. kramàt<br> 378. kōl<u>ān</u> <13>, 147: kōlān<br> 381. kapīta<br> 382. gōha <14><br> 386. <15><br><br> 388. <16><br> 390. baroe²<br> 391. oekoer pīa<br> 392. oekoer bě<u>sa</u><br> 393. bala<br> 394. fa<u>lom</u><br> 396. adar, atōràn {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> g8erxtqom5ufqww9nndeylxd24t65bg 320083 320082 2026-10-08T03:41:56Z Thersetya2021 15831 320083 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 255. bàba <2><br> 256. jaja, 147: ja ja <3><br> 257. ana tiba<br> 258. ana kòha<br> 257/<br> 258. ana<br> 261. ana ma'ana<br> 262. ana fīna<br> 263. pōpa<br> 264. nōpa fīna<br> 267. nōpa nahī<br> 268. sanōhī<br> 269. sanōhī fīna<br> 270/<br> 271. kàk<br> 272/<br> 273. foek<br> 274. àna nōpa<br> 277. bàba tīna<br> 278. bàba kaka<br> 279. màma tība<br> 280. màma kaka<br> 297. tàm<br> 298. tàm ma"ana <br{{gap}} >tam fīna {{gap}} } <4><br> 302/<br> 303. ana mahoea<br> 304. bàba mahoea<br>{{gap}} mama mahoea{{gap}} } <5><br> 305. ana sil<br> 310. saoe<br> 311-<br> 314. miha<br> 315. basa nōhī<br> 317. ak toea <6><br> 318. ak goefata<br> 320. sanōhī<br> 324. mata pia doeki, mata pia haj<br>{{gap}} bosa<br> 326. īa faj<br> 327. ia faj aja<br> 330. bàngsa<br> 331. màta pīa fa pasīa {{multicol-break}} 332. adjī 'màt<br> 333. fa pasīa ban dōa<br> 335. boek<br> 338. nōnakō<br> 339. poet'ana, 147: poet'àna<br> 340. fapa sīa<br> 341. mōkaj<u>at</u>, mikī, 147: mōka<br>{{gap}}j<u>at</u>, mikī<br> 343. njawa<br> 345. djō, ō <7><br> 347. sabija <8><br> 354. soéràt<br> 351. lif <9><br> 352. hoe<u>roef</u><br> 353. kàrtàs<br> 355. kītàb<br> 356. batjarīta, 147: batjarita<br> 358. njanjī<br> 359. lagoe<br> 362. naraka<br> 364. sorga<br> 365. īa faj làl, 147: īafaj làl<br> 366. achiràt<br> 367. fa'apīa<br> 368. dōsa [fa'a běsa]<br> 369. har<u>àm</u><br> 370. bōbos <10><br> 371. <11><br> 374. <12><br> 375. kramàt<br> 378. kōl<u>ān</u> <13>, 147: kōlān<br> 381. kapīta<br> 382. gōha <14><br> 386. <15><br><br> 388. <16><br> 390. baroe²<br> 391. oekoer pīa<br> 392. oekoer bě<u>sa</u><br> 393. bala<br> 394. fa<u>lom</u><br> 396. adar, atōràn {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> l2t7t62kpg8mwzve9ct6tpi20es97pa 320084 320083 2026-10-08T03:42:22Z Thersetya2021 15831 320084 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 255. bàba <2><br> 256. jaja, 147: ja ja <3><br> 257. ana tiba<br> 258. ana kòha<br> 257/<br> 258. ana<br> 261. ana ma'ana<br> 262. ana fīna<br> 263. pōpa<br> 264. nōpa fīna<br> 267. nōpa nahī<br> 268. sanōhī<br> 269. sanōhī fīna<br> 270/<br> 271. kàk<br> 272/<br> 273. foek<br> 274. àna nōpa<br> 277. bàba tīna<br> 278. bàba kaka<br> 279. màma tība<br> 280. màma kaka<br> 297. tàm<br> 298. tàm ma"ana <br>{{gap}} tam fīna {{gap}} } <4><br> 302/<br> 303. ana mahoea<br> 304. bàba mahoea<br>{{gap}} mama mahoea{{gap}} } <5><br> 305. ana sil<br> 310. saoe<br> 311-<br> 314. miha<br> 315. basa nōhī<br> 317. ak toea <6><br> 318. ak goefata<br> 320. sanōhī<br> 324. mata pia doeki, mata pia haj<br>{{gap}} bosa<br> 326. īa faj<br> 327. ia faj aja<br> 330. bàngsa<br> 331. màta pīa fa pasīa {{multicol-break}} 332. adjī 'màt<br> 333. fa pasīa ban dōa<br> 335. boek<br> 338. nōnakō<br> 339. poet'ana, 147: poet'àna<br> 340. fapa sīa<br> 341. mōkaj<u>at</u>, mikī, 147: mōka<br>{{gap}}j<u>at</u>, mikī<br> 343. njawa<br> 345. djō, ō <7><br> 347. sabija <8><br> 354. soéràt<br> 351. lif <9><br> 352. hoe<u>roef</u><br> 353. kàrtàs<br> 355. kītàb<br> 356. batjarīta, 147: batjarita<br> 358. njanjī<br> 359. lagoe<br> 362. naraka<br> 364. sorga<br> 365. īa faj làl, 147: īafaj làl<br> 366. achiràt<br> 367. fa'apīa<br> 368. dōsa [fa'a běsa]<br> 369. har<u>àm</u><br> 370. bōbos <10><br> 371. <11><br> 374. <12><br> 375. kramàt<br> 378. kōl<u>ān</u> <13>, 147: kōlān<br> 381. kapīta<br> 382. gōha <14><br> 386. <15><br><br> 388. <16><br> 390. baroe²<br> 391. oekoer pīa<br> 392. oekoer bě<u>sa</u><br> 393. bala<br> 394. fa<u>lom</u><br> 396. adar, atōràn {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> q9xy4t6snn5y4e07pkr12f0vmn61azv Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/5 104 116100 320085 2026-10-08T03:53:43Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320085 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 397. màta pīa sŏsa<br> 399. hoekoeman<br> 400. dana<br> 401. sàksī<br> 402. hakīm<br> 403. gaja toeloenga<br> 404. pàta bit<br> 407/<br> 408. bakaj<br> 410. manparika<br> 411. kaj <koj?> falīhī<br> 412. makdjàd bakaj<br> 413. bahaka<br> 414. màta pīa doedoekoe<br> 415. lōhī<br> 416. man<u>àt</u><br> 419. àrbàb<br> 420. fīloet [oe]<br> 421. soe’īsa<br> 422. rabana<br> 423. tataboeàng <17><br> 424. saràg <18><br> 427. těrompit<br> 428. ronggi<br> 430. soeglik<br> 432. soeglīla<br> 433. tjapalong<br> 437. oema<br> 438. saboea<br> 440. oema bōba nana<br> 441/<br> 442. sana pit<br> 446. kaha<br> 449. eja mata<br> 451. djěngèla<br> 452. sosa<br> 453. ka'ipa<br> 454. ka'ipa<br> 456/<br> 457. sāī<br> 459. kapahaba au <19><br> 461. hī {{multicol-break}} 462. kata nīga<br> 464. djahī²<br> 465. liha nōna<br> 468. sabòta, 147: sabàta<br> 469. nōra<br> 470. dig² <20><br> 472. kaka'àl<br> 473. sàp làl<br> 474. hīt<br> 475. àp<br> 476. mota, 147: mata<br> 477. hoet àp<br> 478. ban mapaj àp, 147: bau<br>{{gap}}mapaj àp<br> 482. àpfe<br> 483. àftoeka<br> 484. kan hoet<br> 485. sara àp dawīka <21><br> 486. bau paj àp, 147: bau poj àp<br> 487. [oema] galīha<br> 488. kělàmboer<br> 489. soep papa<br> 493. taboena moem<br> 494. taboena haj<br> 495. dang²2<br> 496. koekoesan liha<br> 497. pīga<br> 498. kop<br> 499. akafoj<br> 501/<br> 502. pīga lisa<br> 503. talàn<br> 505. kob<br> 506. peda<br> 509. balīoe<br> 510. bob<br> 511. īroe oka <22><br> 513. dak waj<br> 514. rànta aja<br>{{gap}}rànta mě’ihī<br> 515. làmper<br> 516. soeb {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 3foy8t5ef3zqipryyj8w6t4cyjhtho0 Halaman:Persnan Departemen Agama dalam revolusi.pdf/19 104 116101 320086 2026-10-08T04:01:55Z IndriElya (1A) 27812 /* Telah diuji baca */ 320086 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="IndriElya (1A)" /></noinclude> SAMBUTAN J.M. Menko Urusan Agama/Menteri Agama Prof. K. H. SAIFUDDIN ZUHRI. ‫الرحيم‬‫بسم اللهالرحمن‬ Indonesia, diantara jang tak banjak djumlahnja didunia, adalah suatu Bangsa dan Negara dengan seratus lima djuta Rakjat, jang paling banjak menjebut Nama Allah Tuhan Jang Maha Esa dalam berbagai bidang kehidupan bernegara dan bermasjarakat. Didalam bidang politik, pertahanan, ekonomi, sosial, kebudajaan, dan kerdjasama internasional, Nama Tuhan Jang Maha Esa selalu disebut dan diagungkan. Dan, Nama Tuhan Jang Maha Esa lebih bergema dan berkumandang penuh sjahdu dan chidmat diratusan ribu tempattempat ber'ibadat serta dipuluhan djuta rumah-rumah keluarga Indonesia jang sedang ta'at mendjalankan upatjara ibadat. Ini semua, disebabkan karena Bangsa Indonesia berkejakinan bahwa Kemerdekaan dan Kedaulatannja adalah rachmat jang sebesar-besarnja jang dikeruniakan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Bangsa Indonesia sedjak sebelum mentjapai Kemerdekaan, dan rachmat itu mendjadi bertambah-tambah besarnja setelah mentjapai Kemerdekaan. Bagi Bangsa Indonesia, Kemerdekaan, Revolusi dan Negara adalah amanat Tuhan Jang Maha Esa, karena itu wadjib dipelihara, disempurnakan dan dimanfa'atkan untuk dapat diwudjudkan dalam bentuk ke'adilan dan kemakmuran bagi sekalian Rakjat dan sumbangan bagi pembinaan dunia baru jang sedjahtera dan bebas dari segala bentuk penindasan serta pendjadjahan. Bangsa Indonesia tak pernah berhenti berdjoang dengan ketabahannja mengatasi kesulitan, udjian dan bahkan kadang- kadang kegontjangan-kegontjangan jang dahsjat, semua itu disebabkan lantaran satu kesadaran bahwa Revolusinja mengarahkan timbulnja 11<noinclude></noinclude> mk2w0y781iqw2y0zz6sjr9q8comtnmy Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/6 104 116102 320087 2026-10-08T04:04:26Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320087 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 517. pàntjōna<br> 519. dōs<br> 520. bǎroea <23><br> 522. potjī<br> 524. tampajàn<br> 525-<br> 527. bamāp <bamōp?><br> 528. sīnànga <24><br> 529. dōna bō ap ok<br> 530. háka<br> 534. gaja<br> 535. taha<br> 536. oeta <25><br> 537. oeta<br> 539/<br> 540. ī hī<br> 541. kena<br> 543. bira ka kol<br> 544. bira<br> 545. bira<br> 543-<br> 545. bīra <26><br> 546. bīra<br> 547. bīra kan<br> 548. bīra pin<br> 549. oema bīra<br> 550. kapa<u>toet</u><br> 551. kapatoet nana<br> 553. tětapa<br> 554. bīra kol<br> 555. toet<br> 561. goel² <27><br> 562. rītja<br> 563. gàs <28><br> 565. samī<br> 567. tja'ana<br> 569/<br> 570. làḅ<br> 571/<br> 572. lispeoe<br> 573. bī<br> 576. saba (koka)<br> 759. fō'oha {{multicol-break}} 580. fō'àha jaj, 147: fō'oha jaj<br> 582. ngàntīng²<br> 583. karaboe<br> 586. slèndàng<br> 588. kōma<br> 589. sama sehoe<br>{{gap}}sàm irōpa<br> 590. soetěra<br> 593. basēhoe<br> 594-<br> 597. fa moenara sàm<br> 600. līl (sabata = onatje)<br> 601. pana nawoer (gemoetoe), 147:<br>{{gap}}pana nawoe (gemoetoe)<br> 602. mī'oe<br> 603. laj<br> 604. hardja<br> 608. sa<u>bil</u><br> 609. sarong<br> 611. toemba<br> 612. soempī<br> 613-<br> 616. djoeb<br> 617. safàk<br> 619. lila těmbaga<br> 620. sěnapàn<br> 621. ōbàt<br> 622. pàngloe<br> 623. ban<u>àp</u><br> 626. ba<u>na</u><br> 627. makoe lawa<br> 628. dahī aja<br> 629. wa'a nàp<br> 630. bau pīa<br> 631. bèntèng<br> 635. oentoeng<br> 637. oetoesàn<br> 640. beja<br> 645. kan-oem<br> 648. koeda²<br> 652. tjàngkoel<br> 653. awa {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> llooe2f7cce3pma4qhx4yt8zarb0amo Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/7 104 116103 320088 2026-10-08T04:11:36Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320088 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 655. awa bira<br> 659. hīsa <29><br> 660. fa'a siḷ<br> 662/<br> 663. wiwa<br> 664. fīn<br> 665. siḷ<br> 668. matoea<br> 669. tahaj<br> 671/<br> 672. lopa (bira)<br> 674. gàr<br> 677. ta<u>mil</u><br> 679. tīm<br> 681. ta<u>bak</u><br> 682. sīsa<br> 684. bawa<br> 685. kàlěbàsa<br> 688. kastila<br> 690. mahīsa<br> 691-<br> 693. <30><br> 695. nawa noei<br> 697. pei mīnà<br> 698. pei mapaj<br> 700. goewa<br> 701. goewa<br> 702. nīpa<br> 703. sa'apon<br> 704. sa<br> 705. laj<br> 706. kajloepa<br> 707. sabàta<br> 708. weoew<br> 709. naka<br> 711. dahīa<br> 712. gora<br> 713. làsa<br> 716. fīa, 147: fia<br> 717. fīa wàta, 147: fia wàta<br> 720. pohī<br> 721. pohī kaja {{multicol-break}} 722. pohī līmtjoei<br> 723. kofī<br> 724/<br> 725. tom<br> 726. gàmbir<br> 727. bahak<u>oer</u><br> 728. fakeja<br> 729. kon<br> 731. oewa<br> 732. au<br> 733. hōba<br> 734. kan jon, 147: kau jon<br> 737. binabo lida<br> 739/<br> 740. kan sana, 147: kau sana<br> 741. kan nfàt, 147: kau nfàt<br> 742-<br> 744. kan wàka, 147: kau wàka<br> 746. (kan) hōsa, 147: (kau) hosa<br> 748. kan kol, 147: kau kol<br> 750. kan nī'īt, 147: kau nī'īt<br> 752. iḷ<br> 753. gàm<br> 754. sàu<br> 755. sau<br> 757. kan ntoebī, 147: kau ntoebī<br> 758. kan nhàl, 147: kau nhàl<br> 759. foea<br> 761. foeàng kol<br> 763. fàt<br> 764. nīhī<br> 765. pin, 147: pīn<br> 766. wàgī<br> 770. ka'īk<br> 771. ka'īk<br> 772. para<br> 773. tibasbōja, 147: tib'as bōja<br> 774. haj<u>wàn</u><br> 775. <31><br> 778. mbōja, 147: mbōjā<br> 779. jai<br> 780. jai kol {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> f89c5muxil7q35ogax7ajyy7pvdxeux Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/8 104 116104 320089 2026-10-08T04:20:35Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320089 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 781. jai ka<u>hor</u><br> 786. nsōba<br> 787. fōa<br> 789. ẽn’èm<br> 790. (man) <u>til</u><br> 794. fàf<br> 797. sakohī<br> 799. bīb<br> 803. sàpi<br> 804. sap ma'ana<br> 805. bib gameī<br> 806. sàp nlī, 147: sap nlī<br> 807. djara <32><br> 808. djara ban nlī, 147: djara<br>{{gap}}ban nli<br> 809. měndjanga<br> 811. às<br> 812. às loe<br> 813. nan, 147: nau<br> 814. nan nlī, 147: nau nli<br> 815. màtjàn<br> 823. kasawarī<br> 824. <33><br> 825. koetīg<br> 826. mān<br> 827. mān nana tahái, 147: man<br>{{gap}}nana tahaǐ<br> 828. mān fīna<br> 830. mān ma'ana<br> 834. kakatoea<br> 835. karītja, tjīntjī <34><br> 836. mā līa<br> 840. tajōja<br> 843. kar<u>àn</u><br> 844. man<br> 846. panīkī<br> 851. sa'afa<br> 852. sa'afa<br> 853. fīnot<br> 854. mīa² <35><br> 861. dja = soma, 147: dja soma<br> 864. paj {{multicol-break}} 865. ima<br> 866. kōta<br> 869. kōta tiḷ<br> 870. toema<br> 871. lawa<br> 872. fīna moeja<br> 877. ka <u>fīn</u><br> 878. ma'apa<br> 879. oel<br> 881. ata baoe<br> 884. kakoei <36><br> 885. kakoei bina<br> 886. toei <37><br> 888. mana afoja<br> 891. makahor, balahaj <38><br> 892. oeha<br> 893. jōja<br> 894. kīma<br> 896. wàk²<br> 899. wila<br> 900. foeaja<br> 903. alàm<br> 906. leja<br> 907. leja bira pit<br> 908. fasīna<br> 910. fasīna<br> 911. toej gaja fasīna<br> 912. fatoeī <39><br> 917. doenīa<br> 919. oeja<br> 920. tin<br> 921. pangara<br> 923. fàl, 147: fāl<br> 924. tilapàt<br> 925. tilanīhī, 147: tilanīhī<br> 927. nin<br> 928. mōra<br> 929. mahoebo<br> 930. waj<br> 931. wiwa<br> 932. īt {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 8qa4wkkaiu1sjnp6cfbxxxqhndiphc3 Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/9 104 116105 320090 2026-10-08T04:32:46Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320090 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 934. sig<br> 935. mok² <40><br> 936. mok² pisa<br> 937. (bo)làl<br> 938. koemawaj tina<br> 939. sīděng<u>a</u> <41><br> 940. koemawaj mahī okī<br> 941. pàstīna<br> 942. tima<br> 944. pas<br> 947. līda<br> 948. līda ma'ihī<br> 950. jawa bīa līda<br> 951. haj lib<br> 952. waj īta<br> 957. wahī làl<br> 959. ja eja<br> 960. tàb<br> 961. jaj īpa<br> 962. it<br> 963. waj<br> 964. dodōkoe<br> 965. bōwaj nāp<br> 966. bo faj<br> 967. waj hama<br> 968. waj iwa<br> 969. fàt<br> 970. haj<br> 971. koemawaj<br> 973. moem<br> 974. těmbaga<br> 975. sō'asa<br> 976. sa'aka<br> 977. fa<u>maka</u><br> 978. tamoea botī<br> 979. tamoea<br> 980. welīràng<br> 981. kīpoe<br> 982. doea²<br> 984. nong<br> 985. màrtil {{multicol-break}} 986. moempon<br> 987. àt, 147: āt<br> 988. nongmaroer, 147: nongmaroei<br> 989. waha<br> 991. tjatō <42><br> 992. mōfa<u>kàt</u><br> 995. saudagar màta pła bědagàng<br> 996. màta pła ban awa, 147: màta<br>{{gap}}pīa bau awa<br> 999. ba<br> 1000. marījoe<br> 1001. tōkō<br> 1002. boetoe, pasa <43><br> 1003. bědagàng<br> 1004. fa pamaha, 147: fa pamaka<br> 1005. samōha<br> 1007. falīhī<br> 1008. oentoeng<br> 1009. roegī<br> 1010. baha<br> 1011. ma<u>hal</u><br> 1012. moera<br> 1013. lipa<br> 1014. noj lipa<br> 1015. dana<br> 1016. bamaha<br> 1017/<br> 1018. noj<br> 1019. ti jàd <44><br> 1021. dan sohàngī<br> 1027. kati <45><br> 1028. koewa<br>botol {{gap}} } <46><br> 1031. kapàl àp<br> 1032. sěkotjī<br> 1035. soba kan, 147: soba kau<br> 1037. sōba<br> 1038. wol<br> 1040. sai<br>dajoe{{gap}} } <47><br> 1041/<br> 1042. dàkhàn {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 5mqho2ur882d0l051q5mzwne0he9dua Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/10 104 116106 320091 2026-10-08T04:41:58Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320091 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1043. sar, dajoe<br> 1049. tàp <48<br> 1050. gōtjifa <49><br> 1051. lolèoe <50><br> 1052. sa'ōta, maka'īta<br> 1053. màta pīa pĕroempà<br> 1058. mata pia boewa mata pia<br> 1060. atoef akfa<br> 1061. aja<br> 1062. mě, ihī, 147: me īhī<br> 1063. nahoe<br> 1064. manin<br> 1065. jōta<br> 1066. manin mõjada<br> 1067. bakosa<br> 1068. bàg, 147: bàg<br> 1070. manīp<br> 1071. barasa<br> 1072-<br> 1074. bakosa bag, 147: bàg<br> 1075. nkol màtabol nahoe<br> 1076. mata pia matoea nkol, 147:<br>{{gap}}mata pīa màtoe nkol<br> 1079. bamaoe<br> 1081. soeg<br> 1082. mamihī <51><br> 1083/<br> 1084. baleoe<br> 1085/<br> 1086. batīna<br> 1087. lipa jau<br> 1088. jota, neoe<br> 1089. marofa<br> 1090. baboek<br> 1096. maka 'aja, 147: maha'aja<br> 1097. ling<br> 1098. mana<br> 1101. kadīga<br> 1102. ma'ōma<br> 1104/<br> 1105. ba 'aha<br> 1106/<br> 1107. bagōa {{multicol-break}} 1109/<br> 1110. matōpa<br> 1112. pa tjagī gĕriha<br> 1113. dajàs, 147: dajas<br> 1115. dagàt<br> 1116. dě lina <52><br> 1117. kadīga<br> 1118. ma 'oma<br> 1119. bĕràn<br> 1121. baboes fàt<br> 1125. sa'ota<br> 1127. mita<br> 1130. pīa<br> 1132-<br> 1135. pīa<br> 1136-<br> 1139. běsa<br> 1142. ma<u>lil</u><br> 1143. goeb<br> 1146/<br> 1147. ba 'ata<br> 1148/<br> 1149. dahoj<br> 1150. matoea<br> 1152. tahaj<br> 1153. feoe, 147: floe<br> 1154. masoesa<br> 1155. don <u>fa</u><br> 1156. màka bōa<br> 1159. bàta mīla<br> 1160. pandei<br> 1161. mīna<br> 1162. manīl<br> 1163. mapaj<br> 1166. gamahī<br> 1167. boti<br> 1168. mītī<br> 1169. mīa<br> 1170. gingga matoea<br> 1171. kakon<br> 1172. bakīroe, 147: bahioe<br> 1173. īdjoe<br> 1174. bīsloi {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> srj0hytp7kmnj5i21is1z1txrumsrci Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/11 104 116107 320092 2026-10-08T04:49:44Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320092 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1175. dahī <53><br> 1176. dokī<br> 1179. wa<br> 1180. wa<br> 1193. anoen<u>àk</u>, 147: anoen<u>àh</u><br> 1194. wàk<br> 1195. naoe<br> 1196. wàk<br> 1197. màta līn<br> 1198. anaóe mōja, 147: ana oe mōja<br> 1199. hika<br> 1200. og² 54<br> 1201. bīsnōja toka haoe<br> 1202. bīs nōja, 147: bīs nōja<br> 1203. měnja'njI, 147: minjà njē<br> 1206. wiḷ, 147: wil<br> 1208. dahi<br> 1210. afan<br> 1211. bàfa<br> 1212. doer bō nàp<br> 1213. gīgī<br> 1214. sagàt<br> 1215. sagig lal<br> 1216. gim ba<u>riṇ</u><br> 1220. bon gihī fàt<br> 1221. sakàf bon tinakan<br> 1223. mara²<br> 1224. djaga<br> 1225. janakōa <55><br> 1227. apakid<br> 1228. jana<br> 1229. moehi<br> 1233. saoep<br> 1236/<br> 1237. moem<br> 1238. banahī<br> 1239. mahara <56><br> 1240. làl gīka<br> 1242. maoe<br> 1243. soeka<br> 1244. harp {{multicol-break}} 1242-<br> 1244. <57><br> 1245. haj <hoj?> <58><br> 1246. ōbà<br> 1251. dahī<br> 1253-<br> 1255. gabàt<br> 1259. àm<br> 1260/<br> 1261. feoe²<br> 1262/<br> 1263. baoe moea<br> 1264. beoe<br> 1265. dori fon<br> 1266. bajfon, 147: bajfon<br> 1267. nīka<br> 1268. bàsana<br> 1269. noi nīka<br> 1270. dok mõja<br> 1271. tīpoe<br> 1272. hasī <59><br> 1276/<br> 1277. dōna<br> 1278. gika<br> 1284. adoekī<br> 1286. sōba, laka<br> 1291. mōma<br> 1292. bau sīn<br> 1293. hīa<br> 1294. gahoe<br> 1295. gatèl, 147: gatěl<br> 1296. gariha<br> 1297. galīma<br> 1298. gane'ī<br> 1299. gapītoe<br> 1300. gata hoea<br> 1301. gata sīa<br> 1302. pōa<br> 1303. pōadō hīa<br> 1304. pōa gahoe, 147: pōagahoe<br> 1305. pōadō gatil<br> 1310. pōadō gata hoea {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> h7oki71uvisp6c9cl032heqxhcdr7xb Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/12 104 116108 320093 2026-10-08T05:00:01Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320093 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1311. pōadō gatasīa<br> 1312. pōagahoe<br> 1313. pōa gahoe dō hīa<br> 1315. pōa gahoe dō galīma, 147:<br>{{gap}}pōa gahoe dō galīma<br> 1316. pōa gatèl<br> 1317. pōa gariha<br> 1318. pōa galīma<br> 1319. pōa gane'ī<br> 1323. ota<br> 1324. tja<br> 1325. tja pōa<br> 1326. nīs<br> 1327. nīs nīnīs pīhoe, 147: nīs<br>{{gap}}minīs pīhoe<br> 1328. paka hīa<br> 1329. paka hoe<br> 1330/<br> 1331. feoe<br> 1332/<br> 1333. paka hoe<br> 1336/<br> 1337. samahī, 147: samohī<br> 1338. gapīla<br> 1339. ib<br> 1340. loe<br> 1347/<br> 1348. faloj<br> 1349. dapoeja<br> 1350. moeà<br> 1356. hia²<br> 1357. àk<br> 1358. àk gahīa àk<br> 1360. kīm<br> 1362. kīm<br> 1363. īhī<br> 1365. āk, kam <60><br> 1364/<br> 1367/<br> 1368. gī<br> 1369/<br> 1370. akfa, 147: àkfa <61><br> 1373/<br> 1374. kīmfa <62> {{multicol-break}} 1375/<br> 1376. īkīnfa <63><br> 1379. hàn<br> 1380. hàpa<br> 1382. ba'hōwa<br> 1383. īkī<br> 1384-<br> 1386. nika<br> 1388. sīt īkī<br> 1389. samana<br> 1394. běh <64><br> 1398. àp dawīka<br> 1406. taoen<br> 1407. moesoen<br> 1408. īkī<br> 1409. bàta<br> 1411. (bo)mina<br> 1412/<br> 1413. (bo) mina<br> 1416. dahīna<br> 1418. damit<br> 1419. damat tīa nika, 147: damit<br>{{gap}}tīa nika<br> 1420. bit īkī<br> 1422. děwīka<br> 1423. banaj<br> 1426. manin<br> 1427. bit pīla<br> 1428. pil<br> 1429. mōja<br> 1431. bara<br> 1432. tīmoe<br> 1433. tīmoe<br> 1434. bara<br> 1435. īla tapa {{gap}} } <65><br> 1436. īla koel<br> 1437. lipa<br> 1445. bō<br> 1447. doeki, bīhaj <66><br> 1448. bō<br> 1449. bō<br> 1450. bō làl<br> 1452. bakahàn {{multicol-endk}}<noinclude></noinclude> 37j6elmkoa0bra5an7utm59s70lxzpz 320094 320093 2026-10-08T05:00:50Z Thersetya2021 15831 320094 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1311. pōadō gatasīa<br> 1312. pōagahoe<br> 1313. pōa gahoe dō hīa<br> 1315. pōa gahoe dō galīma, 147:<br>{{gap}}{{gap}}pōa gahoe dō galīma<br> 1316. pōa gatèl<br> 1317. pōa gariha<br> 1318. pōa galīma<br> 1319. pōa gane'ī<br> 1323. ota<br> 1324. tja<br> 1325. tja pōa<br> 1326. nīs<br> 1327. nīs nīnīs pīhoe, 147: nīs<br>{{gap}}{{gap}}minīs pīhoe<br> 1328. paka hīa<br> 1329. paka hoe<br> 1330/<br> 1331. feoe<br> 1332/<br> 1333. paka hoe<br> 1336/<br> 1337. samahī, 147: samohī<br> 1338. gapīla<br> 1339. ib<br> 1340. loe<br> 1347/<br> 1348. faloj<br> 1349. dapoeja<br> 1350. moeà<br> 1356. hia²<br> 1357. àk<br> 1358. àk gahīa àk<br> 1360. kīm<br> 1362. kīm<br> 1363. īhī<br> 1365. āk, kam <60><br> 1364/<br> 1367/<br> 1368. gī<br> 1369/<br> 1370. akfa, 147: àkfa <61><br> 1373/<br> 1374. kīmfa <62> {{multicol-break}} 1375/<br> 1376. īkīnfa <63><br> 1379. hàn<br> 1380. hàpa<br> 1382. ba'hōwa<br> 1383. īkī<br> 1384-<br> 1386. nika<br> 1388. sīt īkī<br> 1389. samana<br> 1394. běh <64><br> 1398. àp dawīka<br> 1406. taoen<br> 1407. moesoen<br> 1408. īkī<br> 1409. bàta<br> 1411. (bo)mina<br> 1412/<br> 1413. (bo) mina<br> 1416. dahīna<br> 1418. damit<br> 1419. damat tīa nika, 147: damit<br>{{gap}}{{gap}}tīa nika<br> 1420. bit īkī<br> 1422. děwīka<br> 1423. banaj<br> 1426. manin<br> 1427. bit pīla<br> 1428. pil<br> 1429. mōja<br> 1431. bara<br> 1432. tīmoe<br> 1433. tīmoe<br> 1434. bara<br> 1435. īla tapa {{gap}} } <65><br> 1436. īla koel<br> 1437. lipa<br> 1445. bō<br> 1447. doeki, bīhaj <66><br> 1448. bō<br> 1449. bō<br> 1450. bō làl<br> 1452. bakahàn {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 6qpeejbnxajig3x6k0kpu0sqk9osf15 Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/13 104 116109 320095 2026-10-08T05:08:49Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320095 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1453. jauw<br> 1454. gara līl, 147: gara lil<br> 1460. sa'ōá, 147: sa'ōa<br> 1461. ban go howa, 147: baugo hōwa<br> 1462. ganika, ga'īkī<br> 1465. sebàb apa<br> 1466. těntoe<br> 1467. bàngàl<br> 1469. doe<br> 1470. bō {{multicol-break}} 1471. mōja<br> 1472. ī<br> 1474. mōja<br> 1475. koj<br> 1477. para<br> 1478. hàn<br> 1479. tětapī<br> 1482. mèmàng<br> 1486. hīa mōja {{multicol-end}} '''No. 171'''<br> #<li value="1522"> bit pīla awa īk ba màs<br> # sàkbīra atan mōja<br> # ib ga īkatana moja<br> # àk atok tabák bàl nī patana<br> # bamaha fa anika bō àk<br> # màta pia mana baha sagal fa bō àk<br> # hàn bàl kōlanō gim kī bal toesan<br> # kōlàn pĕrinta màta pīa gapīla<br> # waj īk tawosa dō lōta dàdmōja<br> # manin gahowa asaj doek foj<br> # dodōkoe mōja dé'ī afaw gahoroa àka fōta adoek samana<br> # bittīa bittīa àk àka wasa koa foea bō kā fa'ok lòl<br> # àk aman awa ka īk (oe) atok bō āk djara goja<br> # bit gapīla pil īkoeja mōja<br> # màta pīa īkītjĕrīta bōàk maniha mōja<br> # ja eja īk banàs aka sa'ōa<br> # hàn pōha dol faliha īk<br> # wa waj hīdodoe àk fa'a foj<br> # nai boī mān gahoe atan gatèl ī dok ti mōja<br> # hàn bàl mot àk pòha mōja i nīb sa'īk para<br> # àkapa riha màta gahoe para pīa sa'īk<br> # kōlán màta dād bana'a<br> # Hàn oentoeng bō peràngnlàl<br> # Ganōwa bàl màta pīa īk mahakī<br> # màta pīa hīa dahī bōle bau makata bīa pīa<noinclude></noinclude> on6kctv8t06vp1m6du8y9ilrwvjr3oc Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/14 104 116110 320096 2026-10-08T05:16:25Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320096 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''No. 147'''<br> #<li value="1522"> bit pīla awa īk ba mas<br> # sakbīra atau mōja<br> # ib ga ika tana mōja<br> # àk atok tabàk bàl nī patana<br> # bamaha fa anika bō àk<br> # màta pia mana baha sagal fa bō àk<br> # hàn bàl kōlanō gim kī bàl toesan<br> # kōlàn pĕrinta màta pīa gapīla<br> # waj īk tawosa dō lōta dàd mōja<br> # manin gahowa asaj doek foj<br> # dōkōkoe moja de'ī afan gahoroa àka fōta adoek samana<br> # bittīa bittīa ak àka wasa kaafoea bō kā fa'ok làl<br> # màta pīa īkītjērīta boàk maniha mōja<br> # bit gapīla pil īk oeja mõja<br> # màta pīa īkītjĕrīta bōàk maniha mōja<br> # ja eja īk banàs aka sa'oā<br> # hàn pōha dol faliha īk<br> # wa waj hīha doe àk fa'a foj<br> # noi boī mān gahoe atau gatèl ī dol ti mōja<br> # hàn bàl mot àk pòha mōjaī nīb sa'īk para<br> # àkapa rīha màta gahoe para pīa sa'īk<br> # kōlān màta dād bana'a<br> # Hàn oentoeng bò pěràngnlàl<br> # Ganōwa bàl màta pīa īk mahakī<br> # màta pīa hīa dahī bōk bau makota bīa pīa '''3. NOTES'''<br> # Ternatese : sīdàgī<br> # Ternatese<br> # Ternatese<br> # father-in-law = tàm ma'ana<br>mother-in-law = tam fīna<br> # stepfather = bàba mahoea<br>stepmother = mama mahoea<br> # my husband = ak tala<br> # Ternatese<br> # Ternatese : sabea<noinclude></noinclude> kawsdyqhcvotkdzk31wbtqb84kdtohd Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/15 104 116111 320097 2026-10-08T05:20:04Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320097 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="9"> Ternatese : lefo<br> # Ternatese: bōbosō, 147: bōbasō<br> # as in Malay<br> # as in Malay<br> # (o) (Ternatese kolano, Javanese kēlana)<br> # (Ternatese, Malay)<br> # màta ōga, mēnjīra, hoekoe, 147: měnjīra<br> # One category of the nobility is called "the descendants of the sengadji" = ana sangadjī<br> # Ternatese<br> # Ternatese : saràgi<br> # made of gaba² = kapahaba hoeba<br> # Ternatese : digo²<br> # Ternatese: sara<br> # Ternatese: īroe, 147: iroe<br> # Ternatese<br> # Ternatese<br> # oeta = sajoer, mahī = koewa<br> # Ternatese<br> # Ternatese: goele²<br> # Ternatese: gàsi<br> # Ternatese<br> # lowest part = noei pon<br>stem = noei kan<br> # name of the animal with the addition of "nana"<br> # (Javanese djaran, Ternatese)<br> # dara, poena (koem²), pětī (white koem²)<br> # tjīntjī: small species<br> # Ternatese<br> # red ant : kakoei mtja, 147: kakoei mija<br>white ant : kakoei bina<noinclude></noinclude> esov5mhuy4gxh6bjd4udvcne5amm8au Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/16 104 116112 320098 2026-10-08T05:24:35Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320098 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="37"> snake with several colours : toei patola<br> 38. balahaj (egg of worm <?>)<br> 39. Venus = fatoeī aja<br>pleiades = goj pōja<br> 40. Ternatese: moeko²<br> 41. Ternatese<br> 42. of the Sultan<br> 43. Ternatese<br> 44. Ternatese: tīadī<br> 45. for wax<br> 46. koewa - for rice<br>botol - for oil<br> 47. sai {{gap}} gambar<br>dajoe{{gap}} gambar<br> 48. Ternatese : tàpoe<br> 49. Ternatese<br> 50. Ternatese<br> 51. Ternatese : mohe<br> 52. of a strait : dalina<br> 53. Ternatese : dahe<br> 54. Ternatese : ogo²<br> 55. through a crack<br> 56. Ternatese<br> 57. as in Malay<br> 58. Ternatese<br> 59. Ternatese<br> 60. āk, kam (z.g. aloes)<br> 61. akfa = Malay : barangkoe<br> 62. kīmfa = Malay : barangmoe<br> 63. ikimfa = Malay : barangnja<br> 64. māndōkahoe (when the cocks crow)<br>lija pifa (sunrise)<noinclude></noinclude> agh4qjx35emvmqs1bu7n4cull1yjv59 320099 320098 2026-10-08T05:25:02Z Thersetya2021 15831 320099 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="37"> snake with several colours : toei patola<br> # balahaj (egg of worm <?>)<br> # Venus = fatoeī aja<br>pleiades = goj pōja<br> # Ternatese: moeko²<br> # Ternatese<br> # of the Sultan<br> # Ternatese<br> # Ternatese: tīadī<br> # for wax<br> # koewa - for rice<br>botol - for oil<br> # sai {{gap}} gambar<br>dajoe{{gap}} gambar<br> # Ternatese : tàpoe<br> # Ternatese<br> # Ternatese<br> # Ternatese : mohe<br> # of a strait : dalina<br> # Ternatese : dahe<br> # Ternatese : ogo²<br> # through a crack<br> # Ternatese<br> # as in Malay<br> # Ternatese<br> # Ternatese<br> # āk, kam (z.g. aloes)<br> # akfa = Malay : barangkoe<br> # kīmfa = Malay : barangmoe<br> # ikimfa = Malay : barangnja<br> # māndōkahoe (when the cocks crow)<br>lija pifa (sunrise)<noinclude></noinclude> cuz2jj0jgiwrj7isef0w1e0h1ns14l4 Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/17 104 116113 320100 2026-10-08T05:56:13Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320100 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol>lija gihī (twelve noon), 147: lija gihi<br>lija neeuw (oe) (asar)</ol> # <li value="65"> ila = Malay sà bělá<br> # doeki (distance)<br>bīhaj (time) '''4. ADDITIONAL DATA''' {| |a.||ankerplaats / anchorage|| ||- lōlējo |- |||aanhang / a band of followers|| || - panoejda |- |||aanvallen / to attack|| ||- mělawan |- |b.||bevel / an order|| ||- pĕrinta |- |||bericht / news, message|| ||- habàr |- |||bendehoofd / band-leader|| ||- kapīta |- |||bijeenkomst / a meeting|| ||- malom |- |||begraven / to bury|| ||- koeb |- |c.||commandant / commander|| ||- komdàng |- |d.||drinkwater / drinking water|| ||- waj wīn |- |||dodenfeest / feast for the dead|| ||- toeroetana, patab |- |||diefstal / theft|| ||- bīnàka |- |||dief / thief|| ||- matapīa bīnaka |- |||duisternis / darkness|| ||- birapītoe, 147: berapītoe |- |||doesoen (sagoe) / (sago) stand|| ||- àha |- |e.||eigendom / possession, property|| ||- hàrta |- |f.|| fluiten / to whistle || ||- wajhoep |- |g.||gedeelte / part of something|| ||- īna |- |||gids / guide|| ||- malīng lōs |- |||geheim / secret|| ||- fatanfon |- |||godsdienstig feestmaal / religious feast|| ||- sěděka |- |||goedgezinden / well-meaning, friendly people|| ||- màta pīa pīa |- |||gebruiken/adat / customs|| ||- adà, atōràn, 147: atōran |- |||gevangene / prisoner|| ||- matapia àpa dahà |- |h. ||hoofden / heads, chiefs|| ||- pĕrinta |- |||hinderlaag / ambush|| ||- tapajfon |- |||hindernis / obstacle|| ||- màtbib |}<noinclude></noinclude> ore3mq2gz3tcl3e8zdr74mrkdoi64co Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/18 104 116114 320101 2026-10-08T05:57:19Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320101 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{| |i.||inzamelen / to collect|| ||- lomkoeb |- |||invloed / influence|| ||- kawàsa |- |k.||kust / coast|| ||- koemawajpon |- |||kentering / change of monsoons|| ||- mōra maka īta |- |||kwaadwillige / malignant person|| ||- matapīa běsa |- |||koelie / coolie|| ||- koelī |- |||kompeni / a company|| ||- kompagnīa |- |||kampong / village|| ||- kàmpong |- |||landingsplaats / landing-place|| ||- làl |- |||levensmiddelen / foodstuffs|| ||- tejamaha |- |||legeringsplaats / encampment|| ||- lir |- |||last (vracht) / a load|| ||- gīna |- |||lantaarn / lantern|| ||- làntèra |- |||langzaam / slow(ly)|| ||- bau ō'ō, 147: bau ōō |- |m.||moord / murder|| ||- bau màta |- |||maan, volle / full moon|| ||- fasīna matōpa |- |||maan donkere / new moon|| ||- fasīna hid, 147: fisīna hid |- |n.||nodig / necessary|| ||- fàndoen |- |o.||opgaan zon / to rise (of the sun)|| ||- leja bina |- |||ondergaan / to set (of the sun)|| || - leja neoew |- |||officier / officer|| ||- ofsīr |- |||obor / torch|| ||- pàntjōna |- |||ontmoeten / to meet|| ||- mak dahī |- |||ontruimen / to vacate|| ||- bau malil, 147: bau malīl |- |||omsingelen / to surround|| ||- dau bagalil |- |||ontvluchten / to escape|| ||- liwa |- |p.||plaats, waar een prauw op de wal getrokken wordt / place|| ||- bōbàn |- |||where canoes are pushed up the shore |- |||plunderen / to plunder|| ||- raba |- |s.||soldaat / soldier|| ||- soldadoe |- |||spion / a spy|| ||- màtan mata |- |||schuilplaats / hiding place|| ||- liha paj fon |- |||slijpsteen / whetstone|| ||- fàt waha |}<noinclude></noinclude> gzwxhtkwc6pfs1r01db4gryxlm6dlzg Halaman:147,171 Sula Fagudu.djvu/19 104 116115 320102 2026-10-08T06:04:32Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320102 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{| |t.||teruggaan / to return, go back|| ||- toroe |- |||tegenhouden / to stop, check|| ||- tahàn |- |||teken / a sign|| ||- nōnàk, 147: nōnâk |- |||toestemming / permission|| ||- dok pīa |- |||tijdstip / (point of) time|| ||- wàktoe |- |u.||uitkijkpost / a look-out|| ||- djaga, 147: djoga |- |v.||verdedigen / to defend|| ||- àtada |- |||vluchten / to flee|| ||- liwa |- |||voorraad / stock, supply|| ||- tàha |- |||verbranden / to burn|| ||- dōna |- |||vorst / king|| ||- kōlan |- |||voorwaarts gaan / to go forward, advance|| ||- madjoe |- |||verzet / resistance|| ||- mělawàn |- |||vervolgen / to proceed with|| ||- jōta |- |||vergif / poison|| ||- ràtjoeng |- |||vernielen / to destroy|| ||- bau běsa |- |w.||windstreken / points of the compass|| ||- diatas = lipa; dibawa = neoew |- |||wapen / weapon|| ||- fa mana |- |||woning op palen / house on stilts|| ||- oema lipa |- |||woning op de grond / house on the ground|| ||- oema haj |- |z.||zee, kalme / smooth sea|| ||- og-og |- |||wzee, ruwe / choppy sea|| ||- mok-mok |}<noinclude></noinclude> afeffehorypue09h6am42q2lr8wbuo3 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 23).pdf/17 104 116116 320103 2026-10-08T06:26:20Z Aizuraa 1A 27794 /* Telah diuji baca */ 320103 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aizuraa 1A" /></noinclude> -1888- Bener baek Tjiang Koen djangan pandang renda pada Hian Tek," berkata Tjhie Sie pada He-Houw Toen: "Lebi lagi sekarang ini Hian Tek soeda da- petken Tjoe-Kat Liang sebagi pembantoe, adalah ia saoepama matjan jang toemboe sajap." "Saorang begimanatah Tjoe-Kat Liang itoe?" menanja Tho Tjho. "Tjoe-Kat Liang alias Khong Beng, jang sebagi goeroe diseboet Go Liong Sian Seng." djawab Tjhie Sie: "ada mempoenjai kapandean tinggi sekali, ja begitoe tinggi, sebagi djoega ia bisa roba per- djalanannja langit atawa poeter haloeannja boemi. ia poenja tipoe dan daja-oepaja ada begitoe gaib, kaloear masoek sebagi melaekat atawa setan, jang soesa sekali bisa didoega. Maka dialah djoega jang boleh dibilang ada mempoenjai kapandean loear biasa di ini djeman, maka djangan sekali orang pandang renda ia poenja kapinteran." "Tapi begimanatah kaloe ia dibandingken sama Sian Seng sendiri?" menanja Tjo Beng Tek. "Saorang seperti Tjhie Sie, begimana boleh di- bandingken sama Tjoe-Kat Liang," menjaoet lagi Tjie Goan Tit: "kerna Tjhie Sie poen melaenken ada saoepama trangja koenang-koenang, sedeng Tjoe-Kat Liang ada laksana sinarnja boelan poer- nama jang gilang-goemilang." "Ach, njatalah bitjaranja Goan Tit sama sekalu tiada bener," djawab He-Houw Toen, jang roepa- - 1889 - roepanja tiada bisa tahan sabar lagi: "Menoeroet pengliatankoe, Tjoe-Kat Liang melaenken ada se- bagi roempoet-roempoet jang tiada tjoekoep boeat bikin kita djadi merasa djeri! Pendeknja, apabila dalem sakali berprang akoe tiada bisa dapet tang- kep idoep pada Lauw Pie dan Tjoe-Kat Liang, dengen segala senang hati akoe nanti lantas sera- ken kapalakoe pada Sin Siang !" Kaloe begitoe, akoe harep sadja nanti lekas bisa dapet trima kau poenja kabar baek boeat membikin girang akoe poenja hati," demikianlah achirnja Tjo Tjho berkata pada itoe panglima prang. Dengen goembira He-Houw Toen lantas berpa- mitan pada Tjo Tjho dan sigra madjoeken balaten- tara menoedjoe ka kota Sin Jah. Lantaran meliat sadari dapetken Khong Beng Hian Tek senantiasa hormatken itoe Koen Soe se- bagi ia poenja goeroe, maka pada soeatoe hari Kwang Kong dan Thio Hoei, jang merasa koerang senang di dalem hati, satoe antaranja berkata pada Twakonja: "Khong Beng, jang oesianja masi begi- toe moeda, ada apatah kapandannja? maka nja- talah kerhormatan jang Heng Tiang oendjoek pada- nja ada meliwatken wates. lagipoen kita-orang blon dapet boektinja, apa betoel ia ada saorang pande." "Akoe dapetken Khong Beng, adalah soepama<noinclude></noinclude> 7f0yov2dogim7xqe1hh0aq8jw53ehyq Halaman:Madjalah Kebudajaan Indonesia Okt Nov Des 1955.pdf/4 104 116117 320104 2026-10-08T06:34:45Z Andika Wira P 1A 27768 /* Telah diuji baca */ 320104 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Andika Wira P 1A" /></noinclude>L.L.Schiicking = KESUSASTERAAN DAN PUBLIK KERETAKAN jang makin mendalam antara publik dan seni melalui masa naturalisme. Gerakan estetis di Djerman tidaklah begitu penting artinja. Jang lebih penting lagi ialah gerakan Naturalisme Djerman. Di Djerman naturalisme (atau realisme) terlambat tiba. Di Perantjis wakilnja jang terkemuka, Emile Zola, telah menulis novel²nja jang paling terkenal didalam tahun² ’70; ia mendapatkan pengaruhnja pada Académie pada tahun 1888, Kira² pada waktu itu djuga (1888) dengan marahnja Tennyson, jang pada waktu itu telah tua, melemparkan kutukannja jang timpang itu (jang sekarang amat penting artinja dalam sedjarah) kepada gerakan baru itu didalam karangannja „Locksley Hall, sixty years after”, sedang gerakan itu sendiri pada tahun-tahun ’70 telah mempunjai wakilnja jang typis jakni Henry James. „Anna Karenina” Tolstoi dimulai pada tahun 1874; sedang „League of Youth” Ibsen tahun 1869. Di Djerman pada masa itu parapendukung seni adalah kelas pertengahan jang berbudaja, jang sebagian besar terdiri atas pedjabat-pedjabat tinggi, jang karena disebabkan oleh halangan politik jang menjusul peperangan-peperangan jang memberikan kemenangan, rata-rata membatasi diri ditiap lapangan dengan mendjaga tradisi dengan hati-hatinja. Pimpinan kebudajaan terletak ditangan kelas ini, dan karenanja dapat dibuktikan pada karja-karja Heyse, Storm, Baroness von Ebner-Eschenbach, dan lain², jakni pengarang-pengarang jang baik karena asalnja, maupun karena pandangannja termasuk pada kelas ini; tetapi ini hanja sedikit sadja artinja dalam dunia seni bagi golongan mereka jang kian lama kian berkembang setjara universal jang karena tuntut-an-tuntutan djamannja menjebabkan mereka terbawa-bawa kearah penentangan terhadap perkembangan jang telah lalu. Keinsafan akan kekosongan konsepsi-konsepsi religi jang terus djua menentukan aliran dan kehidupan negara; perdjuangan terhadap inti-inti kemuliaan daripada kelas-kelas jang berkuasa; kesulitan-kesulitan hidup jang makin bertambah, disebabkan karena kian meningkatnja persaingan-persaingan kemasarakatan seperti timbul dan berkembangnja permasalahan wanita; bertambah suburnja sebab-sebab pertentangan didalam kehidupan kemasarakatan dan kepolitikan, penerimaan baik metode-metode keilmuan ditiap lingkungan, pengaruh sehari-hari daripada kota-kota besar — semua ini bergumul mendjadi satu dan menjebabkan golongan-golongan masyarakat tertentu terbawa kedalam perdjuangan jang bersemangat diberbagai lapangan ditiap harinja terhadap segala jang mereka rasakan sebagai kata-kata jang kosong belaka itu. Naturalisme adalah pendjedjakan kebenaran demi segala-galanja,<noinclude></noinclude> 1j4qi8i2nwdc8vjyjdp9yr9c093b0n2 320105 320104 2026-10-08T06:39:55Z Andika Wira P 1A 27768 320105 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Andika Wira P 1A" /></noinclude>L.L.Schiicking = KESUSASTERAAN DAN PUBLIK KERETAKAN jang makin mendalam antara publik dan seni melalui masa naturalisme. Gerakan estetis di Djerman tidaklah begitu penting artinja. Jang lebih penting lagi ialah gerakan Naturalisme Djerman. Di Djerman naturalisme (atau realisme) terlambat tiba. Di Perantjis wakilnja jang terkemuka, Emile Zola, telah menulis novel²nja jang paling terkenal didalam tahun² ’70; ia mendapatkan pengaruhnja pada Académie pada tahun 1888, Kira² pada waktu itu djuga (1888) dengan marahnja Tennyson, jang pada waktu itu telah tua, melemparkan kutukannja jang timpang itu (jang sekarang amat penting artinja dalam sedjarah) kepada gerakan baru itu didalam karangannja „Locksley Hall, sixty years after”, sedang gerakan itu sendiri pada tahun-tahun ’70 telah mempunjai wakilnja jang typis jakni Henry James. „Anna Karenina” Tolstoi dimulai pada tahun 1874; sedang „League of Youth” Ibsen tahun 1869. Di Djerman pada masa itu parapendukung seni adalah kelas pertengahan jang berbudaja, jang sebagian besar terdiri atas pedjabat-pedjabat tinggi, jang karena disebabkan oleh halangan politik jang menjusul peperangan-peperangan jang memberikan kemenangan, rata-rata membatasi diri ditiap lapangan dengan mendjaga tradisi dengan hati-hatinja. Pimpinan kebudajaan terletak ditangan kelas ini, dan karenanja dapat dibuktikan pada karja-karja Heyse, Storm, Baroness von Ebner-Eschenbach, dan lain², jakni pengarang-pengarang jang baik karena asalnja, maupun karena pandangannja termasuk pada kelas ini; tetapi ini hanja sedikit sadja artinja dalam dunia seni bagi golongan mereka jang kian lama kian berkembang setjara universal jang karena tuntut-an-tuntutan djamannja menjebabkan mereka terbawa-bawa kearah penentangan terhadap perkembangan jang telah lalu. Keinsafan akan kekosongan konsepsi-konsepsi religi jang terus djua menentukan aliran dan kehidupan negara; perdjuangan terhadap inti-inti kemuliaan daripada kelas-kelas jang berkuasa; kesulitan-kesulitan hidup jang makin bertambah, disebabkan karena kian meningkatnja persaingan-persaingan kemasarakatan seperti timbul dan berkembangnjapermasalahan wanita; bertambah suburnja sebab-sebab pertentangan didalam kehidupan kemasarakatan dan kepolitikan, penerimaan baik metode-metode keilmuan ditiap lingkungan, pengaruh sehari-hari daripada kota-kota besar — semua ini bergumul mendjadi satu dan menjebabkan golongan-golongan masyarakat tertentu terbawa kedalam perdjuangan jang bersemangat diberbagai lapangan ditiap harinja terhadap segala jang mereka rasakan sebagai kata-kata jang kosong belaka itu. Naturalisme adalah pendjedjakan kebenaran demi segala-galanja,<noinclude></noinclude> sg6g94p7zhr11vlre888pfp06gnt9a5 Halaman:Madjalah Kebudajaan Indonesia Okt Nov Des 1955.pdf/5 104 116118 320106 2026-10-08T06:40:56Z Andika Wira P 1A 27768 /* Telah diuji baca */ 320106 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Andika Wira P 1A" /></noinclude>Dahkan, bila perlu, dengan tiada bertédéng aling-aling lagi. "Tabir hajal’ terobek-robek ‘oleh tangan pee oomre Aetabahen: hija untuk menatap hidup ini bermukasmuka dan ‘memandang hat-bal sebagaimana adanjo, dimanapun, dan oleh arena it ber arti pula dilapangan sent dan lapangan-lapangan lainnja, Per- in seni bukanlah pelantjongan dibari minggu bersama, Ke- Tompok oran ‘melalui temasa-temasa jang menjenangkan, melainkan sbatu perdjalanan djemaah jang dilakukan tap hart dan ng menghindaripenjlidikan atas tiap daerab. yandangan demikian adalah sulit untuk memperoleh ditiap tempat, terlebih-lebih lagi sulitnja di Djerman pada masa itt, Karena orang-orang berbudaja dinegert itu sebagian {erbesar berakar pada konsepsi sosial dan politk Jang reaksioner. Kebutuhan-Kebutuhan artisuk pada mereka selalu terbatas pada Tingkungan Kerumabtanggaan ; idé-idé mereka tentang kesusilaan, ddan Kehormatan bersesuatan dengan tatatertib perekonomian jang, Sedang dalam proses perpetjahon, jangmenjebabkan kewadjiban oral bagi mereka lebih sederhana lagi dan menutup mata bagi Schagian terbesar kelidupan lainnja. Djadi hanja golongan ketjil parawartawan dikota-kota besarlal Jang mengangkat penggada bagi Kepentingan gaja baru dalam seni ini. Banjak diantara mereka i herpemandangan politi madju dan mempunjai berbagat idé jang tidak Konvensionalbaik dilapangan Keagamaan, ekeluargoan, Inaupon Kemasarakatan, dan bukan sedikit diantaranja jang.se- thagal perscorangan menaruh dendam-kesumat dalam hatinja ter- » 'Kelae-kelas jang memegang.kekuasaan Tht terdjadi kira-kira pada achir tabun-tahun °80. Dimasa inilah kita’ berhadapan dengan perubahan besar-besaran.dilapangan. se- lera abad jang Talu, dan dalam beberapa hal sebenarnja perubahan selera daripada banjak abad; dan diwaktu itulah kita temukan pangkal daripada perkembangan-perkembangan kemudian. Karena it untuk. memperhitungkan perkembangan-perkembangan itu Sepenuhpenuhnja- akan bergunalah kiranjamemahami_gerakan int bukan hanja melalui Karja-karja jang dibesilkan atau. dari ke- hidupan perseorangan semata-mata, melainkon djuga memahami- inja sebagai aliran Kemasarakatan dilapangan selera. Akan berguna- Jah Kiranja mengetalui harian? dan madjalah-madjolah apa jang mengambil haluan barw ini, baik mengenai skap politik, ateupun Sikap Kepertiajaan jang ikut_ mengambil bagian dalam hal ini, bagaimana perbedaan antara ihukota dan kota-kota Ketjl,ditimur dan barat, diutara dan selatan, dan apa kata wartawan-wartawan, i sas Rta membuthan pilin ats pedanee pandangan golongan-golongan. mesarakat jong utama serta_go- Kongan-glongen Rejsrant dan terutama skal, mereka seperti paragaira dan pemoka agama, jang dalam kewadjibann} hari harus mengambil stkap berhubung dengan mas Xebudajaan. Kita membutuhkan penelitian dalam hal_pendjvalan buku, djumlah penerbitan hasil sastera lama dan Kemadjuan- 5 Fae pons<noinclude></noinclude> fsvw4ugki4h1uat7dig7f2grxzt1hpw 320108 320106 2026-10-08T06:49:56Z Andika Wira P 1A 27768 /* Telah diuji baca */ 320108 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Andika Wira P 1A" /></noinclude>bahkan, bila perlu, dengan tiada bertédéng aling-aling lagi. Tabir tjahaja terobek-robek 'oleh tangan kebenaran', dalam ketabahan- nja untuk menatap hidup ini bermuka-muka dan memandang hal-hal sebagaimana adanja, dimanapun, dan oleh karena itu ber- arti pula dilapangan seni dan lapangan-lapangan lainnja. Per- djalanan seni bukanlah pelantjongan dihari minggu bersama ke- lompok orang² muda melalui temasa-temasa jang menjenangkan, melainkan suatu perdjalanan djemaah jang dilakukan tiap hari dan pantang menghindari penjelidikan atas tiap daerah. Dengan pandangan demikian adalah sulit untuk memperoleh kemenangan ditiap tempat, terlebih-lebih lagi sulitnja di Djerman pada masa itu. Karena orang-orang berbudaja dinegeri itu sebagian terbesar berakar pada konsepsi sosial dan politik jang reaksioner. Kebutuhan-kebutuhan artistik pada mereka selalu terbatas pada lingkungan kerumahtanggaan ; idé-idé mereka tentang kesusilaan dan kehormatan bersesuaian dengan tatatertib perekonomian jang sedang dalam proses perpetjahan, jang menjebabkan kewadjiban moral bagi mereka lebih sederhana lagi dan menutup mata bagi sebagian terbesar kehidupan lainnja. Djadi hanja golongan ketjil parawartawan dikota-kota besarlah jang mengangkat penggada bagi kepentingan gaja baru dalam seni ini. Banjak diantara mereka ini berpemandangan politik madju dan mempunjai berbagai idé jang tidak konvensional, baik dilapangan keagamaan, kekeluargaan, maupun kemasarakatan, dan bukan sedikit diantaranja jang se- bagai perseorangan menaruh dendam-kesumat dalam hatinja ter- hadap kelas-kelas jang memegang kekuasaan. Ini terdjadi kira-kira pada achir tahun-tahun ’80. Dimasa inilah kita berhadapan dengan perubahan besar-besaran dilapangan se- lera abad jang lalu, dan dalam beberapa hal sebenarnja perubahan selera daripada banjak abad ; dan diwaktu itulah kita temukan pangkal daripada perkembangan-perkembangan kemudian. Karena itu untuk memperhitungkan perkembangan-perkembangan itu sepenuh-penuhnja akan bergunalah kiranja memahami gerakan ini bukan hanja melalui karja-karja jang dihasilkan atau dari ke- hidupan perseorangansemata-mata, melainkan djuga memahami- nja sebagai aliran kemasarakatan dilapangan selera. Akan berguna- lah kiranja mengetahui harian² dan madjalah-madjalah apa jang mengambil haluan baru ini, baik mengenai sikap politik, ataupun sikap kepertjajaan jang ikut mengambil bagian dalam hal ini, bagaimana perbedaan antara ibukota dan kota-kota ketjil, ditimur dan barat, diutara dan selatan, dan apa kata wartawan-wartawan jang satiris itu. Kita membutuhkan penjelidikan atas pandangan- pandangan golongan-golongan masarakat jang utama serta go- longan-golongan kedjuruan, dan terutama sekali mereka seperti paraguru dan pemuka agama, jang dalam kewadjibannja sehari- hari harus mengambil sikap berhubung dengan masalah-masalah kebudajaan. Kita membutuhkan penelitian dalam hal pendjualan buku, djumlah penerbitan hasil sastera lama dan kemadjuan-<noinclude></noinclude> 0kcpqsxpkvvoahu0hu77en0hdly029f 320109 320108 2026-10-08T06:53:09Z Andika Wira P 1A 27768 320109 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Andika Wira P 1A" /></noinclude>bahkan, bila perlu, dengan tiada bertédéng aling-aling lagi. Tabir chajal' terobek-robek 'oleh tangan kebenaran', dalam ketabahannja untuk menatap hidup ini bermuka-muka dan memandang hal-hal sebagaimana adanja, dimanapun, dan oleh karena itu ber- arti pula dilapangan seni dan lapangan-lapangan lainnja. Per djalanan seni bukanlah pelantjongan dihari minggu bersama kelompok orang² muda melalui temasa-temasa jang menjenangkan, melainkan suatu perdjalanan djemaah jang dilakukan tiap hari dan pantang menghindari penjelidikan atas tiap daerah. Dengan pandangan demikian adalah sulit untuk memperoleh kemenangan ditiap tempat, terlebih-lebih lagi sulitnja di Djerman pada masa itu. Karena orang-orang berbudaja dinegeri itu sebagian terbesar berakar pada konsepsi sosial dan politik jang reaksioner. Kebutuhan-kebutuhan artistik pada mereka selalu terbatas pada lingkungan kerumahtanggaan ; idé-idé mereka tentang kesusilaan dan kehormatan bersesuaian dengan tatatertib perekonomian jang sedang dalam proses perpetjahan, jang menjebabkan kewadjiban moral bagi mereka lebih sederhana lagi dan menutup mata bagi sebagian terbesar kehidupan lainnja. Djadi hanja golongan ketjil parawartawan dikota-kota besarlah jang mengangkat penggada bagi kepentingan gaja baru dalam seni ini. Banjak diantara mereka ini berpemandangan politik madju dan mempunjai berbagai idé jang tidak konvensional, baik dilapangan keagamaan, kekeluargaan, maupun kemasarakatan, dan bukan sedikit diantaranja jang se- bagai perseorangan menaruh dendam-kesumat dalam hatinja ter- hadap kelas-kelas jang memegang kekuasaan. Ini terdjadi kira-kira pada achir tahun-tahun ’80. Dimasa inilah kita berhadapan dengan perubahan besar-besaran dilapangan se- lera abad jang lalu, dan dalam beberapa hal sebenarnja perubahan selera daripada banjak abad ; dan diwaktu itulah kita temukan pangkal daripada perkembangan-perkembangan kemudian. Karena itu untuk memperhitungkan perkembangan-perkembangan itu sepenuh-penuhnja akan bergunalah kiranja memahami gerakan ini bukan hanja melalui karja-karja jang dihasilkan atau dari ke- hidupan perseorangansemata-mata, melainkan djuga memahaminja sebagai aliran kemasarakatan dilapangan selera. Akan berguna- lah kiranja mengetahui harian² dan madjalah-madjalah apa jang mengambil haluan baru ini, baik mengenai sikap politik, ataupun sikap kepertjajaan jang ikut mengambil bagian dalam hal ini, bagaimana perbedaan antara ibukota dan kota-kota ketjil, ditimur dan barat, diutara dan selatan, dan apa kata wartawan-wartawan jang satiris itu. Kita membutuhkan penjelidikan atas pandangan- pandangan golongan-golongan masarakat jang utama serta go- longan-golongan kedjuruan, dan terutama sekali mereka seperti paraguru dan pemuka agama, jang dalam kewadjibannja sehari- hari harus mengambil sikap berhubung dengan masalah-masalah kebudajaan. Kita membutuhkan penelitian dalam hal pendjualan buku, djumlah penerbitan hasil sastera lama dan kemadjuan-<noinclude></noinclude> ab375pv9u53fmurms9o9lb801gouw34 Halaman:148,170 Sula Mangoli.djvu/10 104 116119 320107 2026-10-08T06:48:10Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320107 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="6"> = my property, goods<br> # = their property, goods '''4. ADDITIONAL DATA''' {| |a.||aanhang a band of followers|| ||- sanasī |- |d.|| drinkwater / drinking water|| ||- wajō wīnoe |- |||dodenfeest / feast for the dead|| ||- padīga, djawada |- |||duisternis / darkness|| ||- bakàmpo |- |f.|| fluiten to whistle|| ||- bawaj sōw |- |g.||gevangene / prisoner|| ||- màtapīa sàldahī |- |h.||hinderlaag / ambush|| ||- tapalīfongī |- |i||inzamelen / to collect|| ||- lomīkoebī |- |k.||kust / coast|| ||- kamījapon |- |||kentering / change of monsoons|| ||- àng takaroe'ang, 148: àng takaroeàng |- |l.||levensmiddelen / foodstuffs|| ||- tělama |- |m.||maan, volle / full moon|| ||- fasīna matompō |- |||maan, donkere / new moon|| ||- fasīna lidi |- |o.||ontmoeten / to meet|| ||- makī dahī |- |||omsingelen / to surround|| ||- dan dagalīlī |- |s.||schuilplaats / hiding place|| ||- līja balī fongī |- |||slijpsteen / whetstone|| ||- fàt wa |- |t.||toestemming / permission|| ||- dokī pīa |- |v.||voorraad / stock, supply|| ||- doefōma |- |||verbranden / to burn|| ||- beroewī |- |w.||wapen / weapon|| ||- fa mànga |- |z.||zee, kalme smooth sea|| ||- ogī-ogī |- |||zee, ruwe / rouch, choppy sea|| ||- mokī-mokī |}<noinclude></noinclude> 99ehu3y4jpop60f38c2arueflmwkzjr Halaman:Madjalah Kebudajaan Indonesia Okt Nov Des 1955.pdf/6 104 116120 320110 2026-10-08T06:55:31Z Andika Wira P 1A 27768 /* Belum diuji baca */ 320110 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Andika Wira P 1A" /></noinclude>erpusta fa aa Fare mening dan Relunsonnia menje uk diantara kelas-kelas ber m oleh kesusasteraan bart dan lingkungan-lingkungan lam. an jang ber da pengaruh n-kegiatan sangat instruktif, Pada awalnja pekerdjaan ini akan m an betapa luarbiasa kekasaran daripada tentangan jang diberikan tethadap perembesan idé-idé baru itu, dan wakil-wakilnja ini ham Piehamir sella berbentonglan Rebentian pereorangan, (Got fried Keller, misalnja mentjatji Zola sebagai ‘orang kampungan sadja’), Hal ini menundjukkan bagaimana pada awal tahun-tah 700 merupakansuat kuru jang tiap masarakat, tap club, ip Kelularga menggemakan dengan bersemangat pernjataan-per taan jang disemburkon oleh wakil-wakil daripada idé-ide lama, jang akibatnja ialah, bahwa selama ribuan tahun kaum artis ter ppaksa menjatakan hal-hal jg. bukannja benar, melainkon jg. me jenangkan dan jang memulia-muliakan sadja, Bukankah bahasa itt sendiri dipengaruhi oleh ini, sedjak orang menjebut-njebut tentang 'parapablawan’ atau tjerita ataupun drama? Bukankal selma manusia telah memberikan pengutjapan kepada buah pikiran-buahpikirannja, maka kaum artis ini mewakili impian impian manusia? Bukankah anak-anak dinamai dengan nama parapablawan jang terdapat didalam sadjak-sadjak — kanak-kanak Jang orangtua mereka jang lembuthati it dengan relanja ingin melihat mereka tumbuh dalam persamaan dengan tokoh- tokoh gilanggemilang itu? Dan kini apakah seni hendak diserbu oleh pengamatan-pengamatan teliti jang keras itu sebagai peng- ganti danipada penerangan-penerangan jang berkasihsajang ? Bu. Kankah seni disepandjang abad-abad berarti pemilihan ? Bukankah fantasi adalah prestasinja jang tertinggi ? Dan kini harus ditjukup- Kan pula didalamnja suatu ‘pengeratan kenjataan’ ? Tetapi sexala pengamatan sematjam ini jang didalam pertjakapan hampir se Jalu mentjari-tjari bentuk ‘tetapi seni harus ...’, 'tetapi seni mes- ti..2, dialahkan oleh pernjataan kemenangan aliran baru, bahwa ‘seni bukanlah di’mesti’ dan di’harus'-kan, melainkan hanja thendak’. Ini menundjukkan betapa gaja baru ini banjak beru- Gea Nip guinness Lepentogen son ‘Argumen-argumen jang paling memaksa dalam permasalahan “seni alah Karjekarja sent itu sendin, Tetapi mula-mula memang tidak ada karja-karja seni besar dengan gaja baru itu lahir di Djer- man. Lama sekali pahlawan-pahlawan jang dikagumi adalah orang- ‘orang asing, terutama Ibsen, Zola, dan Tolstoi. Kebalikan daripada Sine<noinclude></noinclude> 64ewzsdu2iq2gonk27q70ik3uvqqqyk 320111 320110 2026-10-08T07:15:38Z Andika Wira P 1A 27768 /* Telah diuji baca */ 320111 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Andika Wira P 1A" /></noinclude>kemadjuan kesusasteraan baru. Kita harus meneliti alat-alat propaganda. Selandjutnja harus kita pastikan sikap, bahwa perpustakaan-perpustakaan sewaan meningkat, dan keluasannja menjebabkan terpengaruhinja club-club buku diantara kelas-kelas berpendidikan, lingkungan-lingkungan baru apakah jang telah dialahkan oleh kesusasteraan baru dan lingkungan-lingkungan lama apakah jang ditoloknja. Kemudian keterangan-keterangan jang berhubungan dengan kesusasteraan dan jang berkisar pada pengaruh tersebut atas golongan-golongan pembatja dan kegiatan-kegiatan kemasarakatakan akan terkumpul. Penjelidikan sematjam itu akan memberikan hasil-hasil jang sangat instruktif. Pada awalnja pekerdjaan ini akan menundjukkan betapa luar biasa kekasaran daripada tentangan jang diberikan terhadap perembesan ide-ide baru itu, dan wakil-wakilnja ini hampir-hampir selalu berbentengkan kebentjian perseorangan. (Gottfried Keller, misalnja mentjatji Zola sebagai ’orang kampungan sadja’). Hal ini menundjukkan bagaimana pada awal tahun-tahun ’90 merupakan suatu kurun jang tiap masarakat, tiap club, tiap keluarga menggemakan dengan bersemangat pernjataan-pernjataan jang disemburkan oleh wakil-wakil daripada idé-idé lama, jang akibatnja ialah, bahwa selama ribuan tahun kaum artis terpaksa menjatakan hal-hal jg. bukannja benar, melainkan jg. menjenangkan dan jang memulia-muliakan sadja. Bukankah bahasa itu sendiri dipengaruhi oleh ini, sedjak orang menjebut-njebut tentang ’parapahlawan’ atau tjerita ataupun drama? Bukankah selama manusia telah memberikan pengutjapan kepada buah-pikiran-buahpikirannja, maka kaum artis ini mewakili impian-impian manusia? Bukankah anak-anak dinamai dengan nama parapahlawan jang terdapat didalam sadjak-sadjak — kanak-kanak jang orangtua mereka jang lembuthati itu dengan rela ingin melihat mereka tumbuh dalam persamaan dengan tokoh-tokoh gilanggermilang itu? Dan kini apakah seni hendak diserbu oleh pengamatan-pengamatan teliti jang keras itu sebagai pengganti daripada penerangan-penerangan jang berkasihsajang? Bukankah seni disepandjang abad-abad berarti pemilihan? Bukankah fantasi adalah prestasinja jang tertinggi? Dan kini harus ditjukupkan pula didalamnja suatu ’pengeratan kenjataan’? Tetapi segala pengamatan sematjam ini jang didalam pertjakapan hampir selalu mentjari-tjari bentuk ’tetapi seni harus ...’, ’tetapi seni mesti ...’, dialahkan oleh pernjataan kemenangan aliran baru, bahwa ’seni bukanlah di’mesti’ dan di’harus’-kan, melainkan hanja ’hendak’. Ini menundjukkan betapa gaja baru ini banjak berutangbudi kepada gerakan ’seni untuk kepentingan seni’. Argumen-argumen jang paling memaksa dalam permasalahan seni ialah karya-karya seni itu sendiri. Tetapi mula-mula memang tidak ada karya-karya seni besar dengan gaja baru itu lahir di Djerman. Lama sekali pahlawan-pahlawan jang dikagumi adalah orang-orang asing, terutama Ibsen, Zola, dan Tolstoi. Kebalikan daripada<noinclude></noinclude> blaf3pj209k0frchpnyx3p5df1s3mu8 Halaman:148,170 Sula Mangoli.djvu/9 104 116121 320112 2026-10-08T07:27:44Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320112 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''No. 148'''<br> # <li value="1522"> Bit pīla awa īka bětanī<br> # Danī pamasī atau majoe<br> # Iboe ingka atana majoe<br> # Àk atok tabak bàl nē patana<br> # Bamaha fa īkī na bō àkoe<br> # Màta pīa īnana baha sogaj faj bōàk<br> # An bili kōlanō īgimoe ka bīloetoesàn<br> # Kalàn pīrinta màta pīa gapīla<br> # Waj īkī tawasa di lotoe dadī majoe<br> # Manau ganō saj doek faj<br> # Dōdōkoe majoe afau gano alàka doekī īsona<br> # Bitoe ga'īja, bitoe ga'īja alàka bok hafī aki toeka awa alomi<br> # Ak mau alàka awa ka'īkoe atak boakoe djara igījo<br> # Manau bit gapīla īka oeja majoe<br> # Màta pīa īka tjěrīta bō akoe banarī majoe<br> # Nafakau īka bontjànga talaka sebōro<br> # An pōhadal fa'a ījo īka<br> # Wa waj dapa dī akoe fa'o faj<br> # Noj ma'an boī, ga'oe atau gatil, ī dokī ti majoe<br> # An bīl motī akoe paha majoe nīboe isoe kapa<br> # Ak padila màta pīa īsoe ka ga'oepa<br> # Kōlàn matī dào pana'a<br> # An oentoeng bopana'a nīntoeka<br> # Sěbab apa màta pīa īka dahi maka dīdī<br> # Mata dīlī bili dakī makata '''3. NOTES'''<br> # akoe foekī nana (my cousin)<br> # bamboe petoeng<br> # full moon = fasīna matompō<br>new moon = fasīna lidi<br> # Venus = fentoei nini<br>Pleiades = ngaj pojoe<br> # lotoe tīna, 148: lotoe tina<br>sima<br>kalīja<br>pāgoe<noinclude></noinclude> pdfjn8y14ntwf2y2ob78ex4xi7vwxor Halaman:148,170 Sula Mangoli.djvu/8 104 116122 320113 2026-10-08T07:35:05Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320113 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1420. bitoe īka<br> 1422. nafa īja<br> 1426. manau<br> 1427. bitoe pēla, 148: bitoe pīla<br> 1429. moj<br> 1439. meoe bolila<br> 1450. batoeka<br> 1454. dagalīl<br> 1460. soebo<br> 1461. bagano {{multicol-break}} 1462. ing kīna, genlī<br> 1465. sěbàb apa<br> 1469. damoe<br> 1471. majoe<br> 1473-<br> 1475. mojoe, 148: majoe<br> 1477. pa<br> 1478. lanī<br> 1486. gáījo mojoe {{multicol-end}} '''No. 170'''<br> #<li value="1522"> Bit pīla awa īka bětanī<br> # Danī pamasi atau mojoe<br> # Iboe īngka atana mojoe<br> # Ak atok tabak bàl nē patana<br> # Bamaha fa īkīna bō akoe<br> # Mata pīa īnana baha sogaj faj bōàk<br> # An bili kōlanō īgimoe ka bīloetoesàn<br> # Kalàn pīrinta màta pīa gapīla<br> # Waj īkī tawasa di lotoe dadī mojoe<br> # Manau ganō saj doek faj<br> # Dōdōkoe mojoe afau gano alàka doekī īsona<br> # Bitoe ga'īja, bitoe ga'īja alàka bok kafī akī toeka awa alomi<br> # Akmau alàka awa ka'ikoe atak boakoe djara īgījo<br> # Manau bit gapīla īka oeja mojoe<br> # Māta pīa īka tjĕrita bō akoe banarī mojoe<br> # Nafakau īka bontjànga talaka sebāro<br> # An pōhadàl fa'a lījo īka<br> # Wa waj dapa dī akoe fa'o faj<br> # Noj ma'an bo'ē ga'oe atau gatil īdokī ti mojoe<br> # An bīl motī akoe paha mojoe nīboe īsoe kapa <kopa?><br> # Ak padila màta pīa īsoe ka ga'oep a<br> # Kōlàu mati dào pána'a<br> # An oentoeng bopana'a nīntoeka<br> # Sebab apa màta pīa īka dahi maka dīdī<br> # Màta pīa dīli bili dakī makata<noinclude></noinclude> r2iyvkid0k78wirveaphdjyq4xyvhoz Halaman:148,170 Sula Mangoli.djvu/2 104 116123 320114 2026-10-08T07:51:01Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320114 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. SULA MANGOLI LIST''' {{multicol}} 1. nīsī fàta<br> 2. ngapoe<br> 3. lamatoeka<br> 4. lama tīna<br> 5. ngapoe fatoe loj<br> 6. ngapoefōro<br> 8. oenī<br> 9. talīnga<br> 11. lama<br> 15. nboengī fōro<br> 18. ntjoemī<br> 20. mīngoe<br> 21. papa ' oi<br> 22. mbonī<br> 25. mbonī kolī, 148: kolī<br> 27. mbonī fōro<br> 29. lamida lila<br> 30. djangkoe<br> 31. makī<br> 32. ngatīna<br> 34. nī'ī farī, 148: <nii?> fàfī<br> 33/<br> 35. nī'ī màta, 148: <nii?> màta<br> 37. takalīja waj<br> 38. ikī waj<br> 41/<br> 42. soso<br> 45. soso ngoea<br> 46. soso waj<br> 48. baso soso<br> 50. ndàsa wonga<br> 52. mbasō<br> 54. takau<br> 57. npĕoe<br> 61. moesa<br> 62. moesa waj<br> 63. taka'oe fatoe<br> 69. ngoj fokoe<br> 70. solbī<br> 72. boe {{multicol-break}} 73. poe<br> 75. ba'ītoe<br> 76. patī fōro<br> 82. dajoe<br> 83. taj waj<br> 88. fokoe<br> 91. padomoe<br> 93. Jaj tīja<br> 94. jaj tīja loi<br> 99. sagīgītoeka<br> 100. sīlīfokoe<br> 102. līma toeka<br> 105. līma kakoe wànga, 148: līma <br>{{gap}}kakoewànga<br> 107. ka 'odī<br> 108. līma kakoe wàngo nīnī<br> 109. līma kakoe wàngo sahadàt<br> 110. līma kakoe wàngo tènga<br> 112. līma kakoe wàngo nana<br> 115. loj<br> 116. pōro<br> 117. nīsī<br> 122/<br> 123. nfōro<br> 124. sīlīboj<br> 125. waj nbonī toeka<br> 128. gīja<br> 129. bajae, 148: bajoe<br> 131. ma'angoe<br> 132. ntakalī so'ofoe<br> 138. nonoe<br> 144. gilī<br> 146. nonoe palīnga<br> 147. nonoe pàl toetoe<br> 151. bàka kilī jaj<br> 152. nīb poekoe tīga<br> 153. nàngoe<br> 154. nàngoe<br> 156. bàkatoewa bajata, 148:<br>{{gap}}bàkatoea bajata<br> 163. mīnga {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> mbivje8zesm3z9t4idkzwrvt2ucgnay Halaman:148,170 Sula Mangoli.djvu/3 104 116124 320115 2026-10-08T07:56:52Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320115 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 165. ba'īpī mb'onī<br> 166. wama sīja<br> 167. sape'ī keoe<br> 170. sàngihī<br> 172. màndīa dokī<br> 173. gatī<br> 176. lakàfa<br> 177. joe 'oe lama<br> 198. kanī līja<br> 205. maka dīdī<br> 207. takau gīka<br> 210. loetī foja<br> 219. ngapoe gīka<br> 220. laj toeka gīka<br> 222. ngapoe toeka gīka<br> 224. mamànto<br> 225. ma 'oeta<br> 227. ba bonboe<br> 228. talīnga bombingī<br> 229. lama ka'okī<br> 231. lama pasàng gilī<br> 232. ban makata sīgadoe pīa<br> 239. nga<br> 241. màta pīa mana<br> 248/<br> 249. fīna kō<br> 250. ana mana nana<br> 252. ana fīna nana<br> 256. ja<br> 262. ana fīnī<br> 263. napa nana<br> 264. napa fīnī<br> 267. napa nohī<br> 268. sanasī<br> 269. sanasī finī<br> 270/<br> 271. kàkī<br> 272/<br> 273. foekī<br> 274. ana opoe<br> 275/<br> 276. baba tīnga, baba kōkō {{multicol-break}} 281-<br> 286. djōdjoe nana<br> 295. <1><br> 297/<br> 298. goentamī mama<br> 299. goenana màta mīhī<br> 300. goemamōro<br> 302/<br> 303. ana ma'oewa<br> 304. baba ma'oewa<br> 305. ana pīara<br> 306-<br> 309. saoe<br> 310. sa'oe<br> 311-<br> 314. goéīfa<br> 315. basanasī<br> 317. goentoea<br> 318. gōfàta<br> 320. sanàsī<br> 324. màta pīa bàsa<br> 365. īja faj toeka<br> 370. bobosoe<br> 378. kōlano<br> 393. bala<br> 410. màngapadīla<br> 411. kaj fa'ojī<br> 413. la'óka<br> 416. mángatī<br> 418. fa'àngapoe<br> 421. tīfa<br> 430. soegoe likoe<br> 440. oema baboe nana<br> 441/<br> 442. sàngapitoe<br> 449. līja ngada<br> 452. sosoe<br> 453. lījakan, 148: lījakau<br> 458/<br> 459. paka'aba<br> 461. talī<br> 462. tanoemba<br> 465. līja nonoe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> e89gyft3fcdedyt7ll7v6u4gjbhlzi6 Halaman:148,170 Sula Mangoli.djvu/4 104 116125 320116 2026-10-08T08:08:03Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320116 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 468. ponda<br> 470. dīgoe²<br> 472. padjànga<br> 473. sapitoeka<br> 474. hītoe<br> 475. 'ap<br> 476. ba'oeba<br> 477. bali'ap<br> 478. bau màta àpī, 148: baumata àpī<br> 483. àfmaj<br> 484. kau tonoe<br> 485. sara'àp sanana<br> 486. bau màtā àp<br> 487. oema foelonī<br> 489. sīkoe papa<br> 493. taboena mam<br> 494. taboena laj<br> 499. ong kō foj<br> 507. toboe<br> 509. tabōj<br> 511. iroe ongkoe<br> 514. rànta nīnī, rànta male'ī<br> 520. bĕroea<br> 529. danoe boe àpī oekī<br> 530. lofī<br> 534. gījo<br> 535. dafōma<br> 536. māj<br> 539/<br> 540. nīsī<br> 543. pamasī kakolbi<br> 543-<br> 545. pamasī<br> 546. pamàsī<br> 547. kau<br> 548. mping, 148: mpīng<br> 549. oema pamàsī<br> 550/<br> 551. pàkatoto<br> 554. sīndoe pamàsī<br> 555. dotoe<br> 561. goelī {{multicol-break}} 569/<br> 570. badoe<br> 571/<br> 572. samsī beoe<br> 573. sanīsī<br> 576. sabakok<br> 577. talī kidi<br> 578. pīndīng<br> 579. fōro<br> 580. talànga jaj, 148: lalanga jaj<br> 588. kamoe kau<br> 589. sami ladoe, sami eropa<br> 593. ladoe<br> 600. līlī sījo<br> 602. meoe<br> 605/<br> 606. bana kanowfō<br> 617. pànge<br> 628. dohī nana<br> 629. wa ngapoe<br> 645. kau oemī<br> 652. patoe<br> 654/<br> 655. awa pamàsī<br> 659. hīsa<br> 660. fa'a tanī<br> 662/<br> 663. loda<br> 665. ndanī<br> 668. ma'oentoe<br> 669. memànta<br> 671/<br> 672. lopoe<br> 674. gàndoe<br> 677. tamiloe<br> 679. kětīmoe<br> 681. tabàkoe<br> 682. sīsa<br> 684. bawa<br> 685. kàlības, 148: kàlībàs<br> 686. ofī<br> 690. rītja<br> 695. kanou {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> q347qjoxeq4bwd3jwm02wy2jw1p5bet Halaman:148,170 Sula Mangoli.djvu/5 104 116126 320117 2026-10-08T08:22:47Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320117 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 703. sa, napī<br> 705. lawi<br> 707. ponda<br> 708. roewī<br> 709. ndilī<br> 711. ndalīja<br> 712. moedī<br> 713. baboenoe<br> 716. fīja<br> 717. fīja manafoe<br> 721. līmoe kīja<br> 722. limoe tjoei<br> 727. kau bakoenoe<br> 728. fakīja<br> 729. koenī<br> 732. au ponta <2><br> 733. kàsa<br> 741. kau ladoe<br> 742-<br> 744. wàko<br> 746. kau lósa<br> 750. kaj ītī<br> 752. èloe<br> 753. montja<br> 755. sau, ma'īdī<br> 757. kau toebī<br> 758. kau soemba<br> 759. ntjili<br> 761. ntjili ngkolī<br> 764. nīsī<br> 770. ka'īkoe<br> 771. ka'īkoe<br> 772. pada<br> 773. ia joe, 148: īa joe<br> 778. nbo joe<br> 781. jaj ka'odī<br> 786. npanī<br> 787. nfō<br> 797. gamoeda<br> 811. fakō<br> 812. fakō sīpa {{multicol-break}} 813. ngau<br> 825. katīnggoe<br> 826-<br> 831. manoe<br> 836. mān soembolīja<br> 840. màn tjamo<br> 843. solī<br> 851. fa'àfa<br> 852. sa<u>ma</u><br> 864. mane'ī, 148: man'eī<br> 865. oewadoe<br> 872. finga moeja<br> 878. la'apa<br> 881. tàmba'oe<br> 888. tana, 148: tan<u>a</u><br> 891. oel laj ngaj<br> 892. oewa<br> 893. ojoe<br> 896. taka'idoe<br> 898. tongkī jata<br> 899. wila<br> 900. foja<br> 901. babinoe<br> 901/<br> 902. fonoe, pin sanīsī<br> 905. làng<br> 906. līja<br> 907. 1īja bakàmpoe<br> 908. <3><br> 912. fěntoei <4><br> 917. doenla<br> 920. tīmoe<br> 923. těndau<br> 924. tilopaté, 148: tēlopatī<br> 925. sagēlàngī, 148: sagélàngē<br> 928. angī<br> 929. bafe<br> 932. gasoe<br> 935. makoe²<br> 937. batoeka<br> 938. kamīj tīna, 148: kamīja tīna<br> 940. kamīja majokī {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> q3wx1i5mhvxmg6cyooec6zxy6kj4fg7 Halaman:148,170 Sula Mangoli.djvu/6 104 116127 320119 2026-10-08T08:29:08Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320119 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 941. pàstīna, noekī<br> 947. fokoe<br> 948. foka nana<br> 950. nejoe bīa fokoe, 148: nejoe<br>{{gap}}bēa foboe<br> 957. aboe toeka<br> 958. līda doekoe<br> 959. nāfakau<br> 960. tàbī<br> 961. jaj foena<br> 962. itī<br> 963. waj<br> 965. laka tima bo waj ngapoe<br> 967. waj ngapoe<br> 970. loj<br> 971. kamija mītī<br> 973. mamoe<br> 987. gata<br> 988. ndong doei<br> 989. wa<br> 1004. fa bam<u>a</u><br> 1005. samō<br> 1007. fa'oj<br> 1010. ba<br> 1013. limpa<br> 1014. noj limpa<br> 1016. bam<u>a</u><br> 1019. tījadi<br> 1020. bakaneoe<br> 1033. <5><br> 1041/<br> 1042. dàkoe lanoe<br> 1052. sa'otoe<br> 1061. nīnī<br> 1062. nale'ī, mana'oe<br> 1063/<br> 1064. na'oe<br> 1065/<br> 1066. tagī<br> 1067. babikoe<br> 1068. bagoe<br> 1071. badàsa {{multicol-break}} 1081. bagoe līja<br> 1082. mamejī<br> 1089. badafoe<br> 1096. màngkajo<br> 1098. mànga, 148: mōnga<br> 1102. ma'oeta<br> 1104/<br> 1105. ba'oeba<br> 1106/<br> 1107. bamoda<br> 1109/<br> 1110. matoepa<br> 1113. da'ofa, 148: da'afa<br> 1115. dagatī<br> 1118. ma'oeta<br> 1121. boesoefatoe, 148: boesoe<br>{{gap}}fatoe<br> 1125. sa'otoe<br> 1142. batoeka<br> 1146/<br> 1147. bajata<br> 1148/<br> 1149. dasoj<br> 1152. mamfoewa, 148: mampoewa<br> 1155. dīnī fa<br> 1156. makaba, 148: makabo<br> 1159. bakago<br> 1162. mangīloe<br> 1163. mòmpaj, 148: màmpaj<br> 1166. bagamaj<br> 1171. màngkoeni<br> 1194. wàkē, 148: wàkī<br> 1196. basa ' oengē, 148: basa '<br>{{gap}}oengī<br> 1197. manta manoe<br> 1198. měngakoe mōja<br> 1199. nikī<br> 1200. ogoe²<br> 1201. bakatoea pakasī<br> 1202. bàkatoewa, 148: bàkatoea<br> 1212. doendoe bōngapoe<br> 1213. gīnggī<br> 1214. sànggatē, 148: sanggatī {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 7rcsa4tioe2qmsuscb4gzf83vnmmg3g Halaman:148,170 Sula Mangoli.djvu/7 104 116128 320120 2026-10-08T08:34:58Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320120 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1215. sagīgī toeka<br> 1216. gin ba dinī<br> 1220. boen taka'oe fàta<br> 1221. sakafī boen takau<br> 1223. mada²<br> 1225. jànga kau, tanoe<br> 1227. gina<br> 1228. jànga, 148: Janga<br> 1229. soem<br> 1233. sa'iloe<br> 1234. soema<br> 1236/<br> 1237. soem<br> 1238. basa 'oengī<br> 1240. ntoeka gikī<br> 1245. soj<br> 1246. saboe<br> 1253-<br> 1255. batē<br> 1259. gamī<br> 1265/<br> 1266. fongī<br> 1268. nlī<br> 1270. dàkī majoe<br> 1276. beroewī<br> 1276/<br> 1277. donoe<br> 1284. adoek<br> 1287. màkī dahī<br> 1293. ga' īja<br> 1294. ga ' oe<br> 1295. gatiloe<br> 1296. gadīja, 148: gadījo<br> 1297. galīmo<br> 1298. ganī<br> 1299. gapītoe<br> 1300. gata'oewa<br> 1301. gala sīa<br> 1302. pō<br> 1303. pō dī ga'īja<br> 1304. pō ī goe'oe<br> 1305. po i gatiloe, 148: pō ī<br>{{gap}}gatīloe {{multicol-break}} 1310. pō dī gata'oewa<br> 1311. pō dī gala sīa<br> 1312. pō ga'oe<br> 1313. pō dī ga'īja<br> 1315. pō dī galīma<br> 1316. pō gatiloe, 148: pō gatīloe<br> 1317. pō gadīga<br> 1318. pō galīma<br> 1319. pō gani<br> 1323. saka<br> 1324. tja ga'īja<br> 1325. tja pō<br> 1326. ěntji, 148: ĕntje<br> 1327. ēntji'pīoe, 148: ēntjē pīoe<br> 1328. pakáēja, 148: paka'īja<br> 1329. paka'oe<br> 1336/<br> 1337. an samoli, 148: an samali<br> 1339. iboe<br> 1356. ga ījo<br> 1358. akoe noengga akoe<br> 1363. īlī<br> 1367/<br> 1368. īlī<br> 1369/<br> 1370. àkfa <6><br> 1375/<br> 1376. īlīnīfa <7><br> 1379. anī<br> 1380. opa<br> 1382. tība, 148: sībo<br> 1383. īka<br> 1384-<br> 1386. ikīna<br> 1388. īsoeka<br> 1389. banga<u>na</u>, īsoena<br> 1394. bitoe<br> 1398. àpī sanana, 148: àpi sanana<br> 1408. īka, 148: ika<br> 1412. liàngoda, 148: hàngada<br> 1413. mina<br> 1416. dīnga<br> 1419. damītoe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> kzckxc6ev03lx4cabmrwr8s68fw3h0a Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 23).pdf/18 104 116129 320121 2026-10-08T08:42:06Z Aizuraa 1A 27794 /* Telah diuji baca */ 320121 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aizuraa 1A" /></noinclude> -1890 - ikan jang dapet aer, maka kadoea adekoe djangan banjak bitjara lagi tentang Itoe perkara,"demikianlah Lauw Pie bri djawaban atas perkataannja Itoe doea soedara. Kwan Konng dan Thio Hoei mendenger Hian Tek bri djawaban begitoe, lantas berlaloe dengen tiada bitjara apa-apa lagi. Di laen hari, sebab baroe trima orang poenja anteran boentoet dari saroepa sampi jang boeloenja pandjang, Iseng-Iseng Hian Tek anjam itoe boen- toet binatang, jang ia hendak bikin djadi satoe kopia. Tapi salagi ia kerdjaken itoe, Khong Beng masoek berdjoempa. "Tjoe Kong, apatah sekarang ini kau tiada ada niatan lagi boeat berichtiar lebi djaoe dan tjoema gerakan sabegini sadja jang kau harep?" menanja Khong Beng dengen Paras bersri, koetika meliat Hian Tek lagi kerdjaken Itoe barang jang tiada berharga. Hian Tek lantas lepas kopia itoe di tana dan sambil minta maat la menjaoet: "Akoe kerdjaken Ini melaenken boeat loepaken segala kadjengkelan jang mengganggoe-akoe poenja pikiran." "Begimana Tjoe Kong rasa, kaloe kau dibandingken Sama Tjo Tjho?" menanja poela Khong Beng, -"Tiada bisa berbanding." -"Memang betoel Tjoe Kong poenja balatentara tiada ada lebi dari bebrapa riboe orang, maka kaloe -1891 - seandenja di satoe tempo angkatan-prangnja Tjo Tjho dateng menjerang, tjara begimanatah kita nanti menangkis?" -"Djoestroe itoe hal jang akoe lagi kwatir- ken dan blon dapet daja oepaja jang sampoerna" -"Kaloe begitoe, baek lekas kau oendang rahajat negri jang soeka masoek djadi soldadoe dan Liang sendiri jang nanti adjarken marika itoe, soepaja bisa menangkis apabila pada satoe waktoe moesoe dateng menjerang." Nasehatnja Khong Beng lantas ditoeroet oleh Lauw Pie, jang sigra moelai mengoendang rahajat negri di kota Sin jah boeat masoek djadi soldadoe. Dalem sedikit waktoe ini orang bangsawan soeda dapet koempoel 3000 orang jang soeka djadi orang milltair. Marika itoe diseraken pada Khong Beng, jang dengen giat pagi dan sore bri pengadjaran dalem berbagi-bagi i1moe prang, soepaja iaorang djadi orang-orang paprangan jang pande. Tiada antara lama sakoenjoeng-koenjoeng dateng kabar: Tjo Tjho telah titaken He-Houw Toen me- ngapalaken balatentara 10 laksa djiwa, jang lagi brangkat hendak dateng menjerang di kota Sin Jah. Satelah menerima ini kabar, Thio Hoei lantas berkata pada Kwan Kong: "Sekarang, biarlah pren- ta Khong Beng sadja pergi madjoe menangkis datengnja moesoe, abis perkara!" Sedeng laorang lagi bitjaraken itoe hal, tiba-tiba<noinclude></noinclude> 5hh928zvwxrdao66hc70dsjpa48og51 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 23).pdf/19 104 116130 320122 2026-10-08T09:05:12Z Aizuraa 1A 27794 /* Telah diuji baca */ 320122 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aizuraa 1A" /></noinclude> -1892 - Hian Tek silaken marika itoe dateng berdjoempa. Koetika itoe doea soedara mengadep, Hian Tek lantas berkata: "Kabarnja, He-Houw Toen dengen mengapalaken balalentara ampir sampe di ini tem- pat. Sekarang, tjara begimanatah kita moesti sam- boet datengnja moesoe itoe?" Kerna apa Koko tiada maoe soeroe itoe "aer sadja jang pergi?" menjaoet Thio Hoei dengen menjindir. Boeat goenaken segala akal dan kapinteran, itoelah mernang moesti mengandel pada Khong Beng, sedeng boeat oendjoek kagagahan di medan Orang, wadjiblah moesti dilakoeken oleh kadoea adekoe, maka mengapatah djoega ini perkara moesti di bantah!" berkata poela Lauw Pie. Kwan Kong dan Thio Hoei lantas berdjalan ka- loear dari itoe roewangan, sedeng Hian Tek laloe oendang Khong Beng boeat diadjak berempoek. Sasoedanja doedoek bermoefakatan sakoetika lamanja, Khong Beng berkata: "Dalem hal ini tjoe- ma jang dikwatirken, In Tiang dan Ek Tek nanti tiada maoe denger akoe poenja prenta, maka apa- bila Tjoe Kong hendak soeroe akoe atoer bala- tentara, akoe moehoen kau kasi pindjem kau poe- nja pedang dan tjap kabesaran." Hian Tek lantas seraken tjap dan pedangnja pada Khong Beng, jang sigra koempoelken sekalian pong- gawa prang boeat denger ia poenja prenta. - 1893- Tatkala Khong Beng panggil marika mengadep, kombali Thio Hoei berkata pada Kwan Kong: "Tjoba kita pergi dengerin doeloe ia poenja prenta, boeat Iiat, begimana ia nanti atoer balatentara." "Di sebla kiri kota Pok Bong," berkata Khong Beng jang moelai atoer prenta: "ada goenoeng jang dinamaken leh San dan di sebla kanannja ada rimba jang diseboet An Lim, di itoe doea tempat boleh disemboeniken balatentara. In Tiang, kau boleh mengapalaken sariboe soldadoe pergi semboeni di goenoeng leh San, aken menoenggoe datengnja moesoe, jang kau djangan lantas serang, hanja biarken sadja iaorang Iiwat doeloe, kerna moesoe poenja ramsoem dan laen-laen barang tentoe ada di blakang barisan. Maski begitoe, toeh kau moesti liat, manakala di sebla Oetara soeda ada api menjala, di itoe waktoe djoega kau moesti lantas titaken semoea laskar prang jang semboeni kaloear menjerang pada moesoe, jang kau moesti bakar djoega ramsoemnja. "Kau, Ek Tek, moesti mengapalaken sariboe soldadoe aken pergi ka blakang rimba An Lim dan semboeni di selat-selat boekit, me1aenken kau moesti Iiat, apabila di djoeroesan Oetara soeda ada api berkobar, di itoe saat djoega kau moesti kaloear dari tempat semboeni dan lantas madjoe ka Pok Bong Shia pada tempat lama, dimana moesoe ada simpen ramsoemnja, jang kau moesti bakar.<noinclude></noinclude> 6vh3kej2d4lxd1awop4j4surqg3vbam Halaman:149,161 Taliabu.djvu/19 104 116131 320123 2026-10-08T09:11:24Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320123 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{| |||voorraad / stock|| ||- těnása |- |||vorst king|| ||- kōlanō |- |||voorwaarts gaan / to go forward|| ||- madjoe |- |||verzet resistance|| ||- mělawàn |- |||vergif / poison|| ||- ràtjī |- |||vernielen / to destroy|| ||- be'ī bīnasa |- |||vertrek departure|| ||- lau |- |w.||windstreken / points of the compass|| ||- (di atas = hiti)<br>(di bawah = hafoe) |- |||wapen weapon|| ||- sĕndjata |- |||woning op palen / house on stilts|| ||- nang nīsīng hiti |- |||woning op de grond / house on the ground|| ||- nàmpita |- |z.||zee, kalme / smooth sea|| ||- ogo |- |||zee, ruwe / rough sea|| ||- koro |}<noinclude></noinclude> gdpel92dvg86djcqalvp38qxnxq2kwx 320124 320123 2026-10-08T09:11:48Z Thersetya2021 15831 320124 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{| |||voorraad / stock|| ||- těnàsa |- |||vorst king|| ||- kōlanō |- |||voorwaarts gaan / to go forward|| ||- madjoe |- |||verzet resistance|| ||- mělawàn |- |||vergif / poison|| ||- ràtjī |- |||vernielen / to destroy|| ||- be'ī bīnasa |- |||vertrek departure|| ||- lau |- |w.||windstreken / points of the compass|| ||- (di atas = hiti)<br>(di bawah = hafoe) |- |||wapen weapon|| ||- sĕndjata |- |||woning op palen / house on stilts|| ||- nang nīsīng hiti |- |||woning op de grond / house on the ground|| ||- nàmpita |- |z.||zee, kalme / smooth sea|| ||- ogo |- |||zee, ruwe / rough sea|| ||- koro |}<noinclude></noinclude> bo1u2ewtq0yj1spywd02j0zlcycqu94 Halaman:149,161 Taliabu.djvu/2 104 116132 320125 2026-10-08T09:25:13Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320125 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. TABIABU LIST''' {{multicol}} 1. <1><br> 2. oeloe<br> 3. bèlèn ndīàng<br> 4. distalàng<br> 5. oeloeng talàng <oeloengtalàng?><br> 6. foe<br> 8. soeli<br> 9. telīnga, 149: tělīnga<br> 11. bêlèn, 149: bélén<br> 15. fogo<br> 17. bèlènwajo, 149: bélénwajo<br> 18. ngo<br> 20. ngihoe<br> 21. popa<br> 22. soeng<br> 25. kariboe<br> 27. soenfoeloen<br> 28. djànggo<br> 29. pěkalī<br> 30. djànggo<br> 31. man<br> 32. ngaha<br> 34. ba<u>gàn</u><br> 33/<br> 35. ngīom<br> 37. ba<u>hoe</u><br> 38. tǎlolong<br> 41/<br> 42. titi<br> 45. titin talàng, 149: talang<br> 46. titinwajo<br> 48. diti, boesoe<br> 50. saroe²<br> 52. koes²<br> 53. pakodīn<br> 54. toeka<br> 56. měnati<br> 57. manojong<br> 61. poesi<br> 62. poesi nīhàn/poesi waho {{multicol-break}} 63. takolo<br> 66. fontalàng<br> 68. sěsīka ntoendoeng<br> 69. sěsīka<br> 70. boehintoendoeng, 149: boehin<br>{{gap}}toendoeng<br> 72. tětaj<br> 73. taj<br> 75. sī<br> 76. fōn<br> 77. oetī<br> 78. oetjī<br> 82. tīfa<br> 83. tīfa<br> 84. loj/lojndoeka<br> 86. loj<br> 88. foekoe lalī<br> 90. para<u>bàn</u>, 149: para<u>bán</u><br> 91. toen<br> 93. foting kotīang, 161:<br>{{gap}}fotingkatīang<br> 94. těrkajoeng<br> 95. poeli<br> 97. līma<br> 99. giging, 149: gīgīng<br> 100. sīkoe<br> 102. lĭma ndīàng<br> 105. līma kīkīng<br> 107. takalīgoe<br> 108. līma kīkīng nina<br> 109. līma kīkīng sahada<br> 110. līma kīkīng nahoeng<br> 111. līma kīkīng īstīndja<br> 112. lĭma kīkīng nana/līma kīkīng īpoe<br> 115. talàng<br> 116. polo<br> 117. īsīn<br> 118. oeha<br> 121. koelī {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> pdu2dg0m5vecz5e68qeowwfosymrref Halaman:149,161 Taliabu.djvu/3 104 116133 320126 2026-10-08T09:30:29Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320126 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 122/<br> 123. foeloeng<br> 124. sosong/song<br> 125. tekīloeng wajo, 149: těkīloeng wajo<br> 126. tekīloeng, 149: těkīloeng<br> 127. darīng hama<br> 128. kamaj<br> 129. baloehàn<br> 130. inoeng<br> 131. bělàngoe<br> 132. tětolo mamojong<br> 133. měngfoetong<br> 134. měngfoeto<br> 137. tolo<br> 138. loekoe<br> 139/<br> 140. dědopon<br> 144. koho<br> 145. laoe<br> 146. loekoe mantalingang<br> 147. loekoe mantahodoe<br> 148. loekoe<br> 149. toewo, 149: loekoe toewo<br> 150. toewo tĕrtībi, 161: loekoe tĕrtibī<br> 151. toewo īpo, 149: loekoe īpo<br> 152. toewo bĕrtīngkàn<br> 153. nàngoe<br> 154. oesoe<br> 156. takajo<br> 157. batakima<br> 158. lio, 149: līo<br> 159. tētolo misi, 149, tětolo misi<br> 160. aloe<br> 161. dĕngéī<br> 163. dàngī<br> 165. tjoegapohī, 149: tjoegopohī<br> 166. bahama ganahoeng<br> 167. děkīloe<br> 169. kosī<br> 170. běloeha {{multicol-break}} 172. tanīka<br> 173. gěkoto<br> 174. kasohoe<br> 176. balamōwa<br> 177. bogo, gīgoe <2><br> 182. dadī, bīa<br> 183. nati, 149: natī<br> 188. majitī<br> 190. koeboe<br> 191. koeboe<br> 192. dībī, kamatī, 149: kamati<br> 193. dapà doewo warīs<br> 194. warīs<br> 196. měngkanī<br> 197. kanī wajo<br> 198. bělapàng<br> 199. sakī, nanahoe<br> 200. hoe<br> 202. siho<br> 203. fīsoe<br> 205. gěgado<br> 207. toeka gàkī, 149: toeka gakī<br> 209. sidagī, roempī<br> 210. loetī<br> 219. oeloe hoe<br> 223. bakoeba, 149: bakoeha<br> 224. <3><br> 225. līma nati, loj nati<br> 227. bobo<br> 228. pa<u>ntjon</u>, 149: pà<u>ntjon</u><br> 229. bèlèng soembàng<br> 231. sīlo<br> 232. hoe lapa bia, 149: hoe lopa bia<br> 234. gajako<br> 235. màtětoe gělnō gajaka<br> 236. màtētoe, 149: màtětoe<br> 237. matētoe, 149: màtětoe<br> 238. màtĕtoe, 149: màtětoe<br> 239. ngan<br> 241. mini {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> d8yif9r76l8krrjnio396q7ifi9ae99 Halaman:149,161 Taliabu.djvu/4 104 116134 320127 2026-10-08T09:36:09Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320127 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 242. fīni, 149: fini<br> 243/<br> 244. mini<br> 245/<br> 246. fīni<br> 248/<br> 249. djōdjarō<br> 250. hana mini<br> 252. hana fīni, 149: hana fini<br> 255. nama<br> 256. <4><br> 257. ana kaka<br> 258. ana īpoe<br> 257/<br> 258. ana<br> 261. ana mini<br> 262. ana fīni, 149: ana fini<br> 263. papa hini<br> 264. papa fīni, 149: papa fini<br> 266. titi mōjàng<br> 268. oelī, kaka<br> 269. foto<br> 270/<br> 271. kàka<br> 272/<br> 273. oelī<br> 274. oehoe<br> 275/<br> 276. <5><br> 281-<br> 286. kolo<br> 287-<br> 290. <6><br> 291-<br> 294. <7><br> 297/<br> 298. tamon<br> 299. mihi<br> 300. manoehoe<br> 302/<br> 303. <8><br> 305. ana oena<br> 306-<br> 309. dao<br> 310. dao {{multicol-break}} 311-<br> 314. walī<br> 315. ntjen<br> 316. ntjen nda<br> 317. tjěhini, 149: tjēhini<br> 318. tjěfīni<br> 320. fěrtoeha<br> 326. līpoe<br> 327. līpoe haja<br> 330. bansa<br> 331. màtětoe pakaj wongī<br> 332. adjīmà<br> 333. dō<u>a</u><br> 335. lifō dō<u>a</u><br> 337. bàrhala<br> 338. tànda, nōnakō<br> 339. hàntoe <9><br> 340. djin bīa<br> 341. djīnètàn <10>, 149: djinètàn<br> 342. poentīanà<br> 343/<br> 344. njawa<br> 345. Djō 'Ala ta àla<br> 347. soeba<br> 351. fal<u>oes</u><br> 352. hōr<u>of</u><br> 353. kěrt<u>às</u><br> 354. soeràt<br> 355. boekoe<br> 356. tjĕrīta<br> 358. sa'ir<br> 359. lagoe<br> 362. naraka<br> 364. soerga<br> 365. matětoe waha<br> 366. ahèràt, 149: ahēràt<br> 367. pahala<br> 368. běrdōsa<br> 369. har<u>àm</u><br> 370. foso<br> 371. <11><br> 374. <12> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> q1pwte09oi117r3wdexl6ixeqwvr5kc Halaman:149,161 Taliabu.djvu/5 104 116135 320128 2026-10-08T09:45:23Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320128 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 375. kramat, djere<br> 377. kantor<br> 378. kōlanō<br> 379. djīgōgoe<br> 382. mai něnàn<br> 386. <13><br> 389. matĕtoe màntīkā<br> 390. soeroedadoe<br> 391. bahagīà, 149: bagagīa<br> 392. tjīlaka, binasa, 149: bīnasa<br> 394. tamàngàn<br> 396. atoeràn<br> 397. màtětoe sala, 149: matĕtoe sala<br> 399. hoekoemàn<br> 400. dindàng<br> 401. saksī<br> 402. hakīm<br> 404. tanotong<br> 407/<br> 408. kawīn<br> 410. màngkadele<br> 411. kawīn ntjàng<br> 412. kasong <14><br> 413. dabe<br> 414. bata moeà, napong<br> 416. pàka kadi<br> 417. ronggi, 149: ranggi<br> 419. rěbàb<br> 420. hīngoe<br> 421. toeba<br> 422. rēbana, 140: rěbana<br> 424. sĕradjī<br> 427. těfoehī <15><br> 428. ronggi<br> 430. sěgoeloe<br> 432. fojan, 149: fōjàn<br> 433. soeli<br> 437. nan<br> 438. dego²<br> 440. boeboe nīna<br> 441. atoe <16> {{multicol-break}} 442. boeboelakoe <16><br> 446. kasō<br> 449. laloàng<br> 451. djěngila<br> 452. měntjoesoeng<br> 453. pihin<br> 456/<br> 457. falahon<br> 458/<br> 459. pangahobong<br> 461. gěgohong<br> 462. galgoetī<br> 464. lělàntji<br> 465. nana loekoe<br> 468. haboe<br> 469. nōra<br> 470. kantīl<br> 472. popodjànga<br> 473. popong<br> 474. afoeng kalàng<br> 475. oetong<br> 476. měmoetoeng, 149: memoetoeng<br> 477. taboe oetong<br> 478. kěmati oetong<br> 482. těfoloe<br> 483. sīhàng, 149: sīhang<br> 484. kojoe daboeng<br> 485. kěpà oeto<br> 486. kěmati oeto<br> 487. otoe ndiàng<br> 488. klàmboer<br> 489. bàngko<br> 493. taboenàn asi<br> 494. simpe pita<br> 495. <17><br> 496. taboenàn pità<br> 497. lejàn<br> 498. sàfo<br> 499. loro<br> 501. lejàn<br> 502. lejàn<br> 503. talàng {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> k4hw3jy4xmuz3ympdteexsma99m2o5f Halaman:149,161 Taliabu.djvu/6 104 116136 320129 2026-10-08T09:56:16Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320129 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 505. pīso<br> 506. pida<br> 507. tjīrīs<br> 509. taboj<br> 510. djèbobo, 149: djěbobo<br> 511. sīboe², sia² <18><br> 513. takoe wajō<br> 514. <19><br> 515. làmpoer<br> 516. soeboer lampoe<br> 517. pàntjona<br> 519. kàmboko<br> 520. bĕroea, batoetoe seràn<br> 524. těmpajàng<br> 525-<br> 527. màngkamèsi<br> 528. sīnànga<br> 529. toenoe<br> 530. rahoe<br> 534. kěnga<br> 535. těnàsa<br> 537. nèngko<br> 539. īsī<br> 540. adjī<br> 541. īkàn, īkan wajo <20><br> 545. bīra misi<br> 543-<br> 545. bira mĕmita <1><br> 546. bīràng koelī<br> 547. foeloeng<br> 548. ma'okī, 149: ma'akī<br> 550/<br> 551. dědiso, 149: dě<u>di</u>so<br> 553. tàtapa<br> 554. taho<br> 555. bakoe²<br> 561. goeli²<br> 562. rītja<br> 563. gasi<br> 565. sīna<br> 567. tjalana<br> 569/<br> 570. kalambī, 149: kalambī {{multicol-break}} 571/<br> 572. sinànkīn<br> 573. sīsī<br> 576. sěsoloe<br> 577/<br> 578. boedoe<br> 579. boeso<br> 582. ngàntī², 149: ngantī²<br> 583. tjoeàng<br> 586. slènda<br> 588. pakaj<br> 589. dīno<br> 590. soetěra<br> 593. tīno<br> 594-<br> 597. moenara tīno<br> 600. tība haboe <22><br> 601. bīhong<br> 602. <23><br> 603. lawi<br> 604. sarīta<br> 608. samarang, tōlělàkī<br> 609. mànggoema, 149: màngoema<br> 611. toembà<br> 612. soempī <24><br> 613-<br> 616. djoebī <25><br> 617. kabàng<br> 619. dahi<br> 620. sěnapan <26>, 149: sĕnapàn<br> 621. oeba<br> 622. pengoeloe, 149: pěngoeloe<br> 623. taboe<br> 626. bětoto<br> 627. moesoe<br> 628. marījam<br> 629. popo oeloe<br> 630. mangkabīa<br> 631. bĕnting, kota, 149: bènting<br> 635. oentoeng<br> 637. oetoesàn<br> 640. <27><br> 645. kahasoe<br> 648. měngako {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 03frbtikkncrk6cj4ik049rg364ei1c Halaman:149,161 Taliabu.djvu/7 104 116137 320130 2026-10-08T10:07:47Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320130 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 653. gīnàng, 149: ginàng<br> 654/<br> 655. gīnang bīra<br> 659. hīsa<br> 660. tanamo<br> 662/<br> 663. tanamoe gīna<br> 664. fīnī<br> 665. tano<br> 668. màmbo<br> 669. mamita<br> 674. katèla<br> 677. tamilo, 149: tamīlo<br> 679. tīmoen<br> 681. tabako<br> 682. tofoe<br> 683. bontjī, 149: bantjī<br> 684. bawa<br> 685. jobo, 149: joba<br> 686. ofi<br> 688. katèla pita<br> 690. rītja<br> 691. noewonoeng, 149: noewo noeng<br> 692. noewo<br> 695. kanau<br> 697/<br> 698. manoefoe, soeka<br> 700. goela tofoe<br> 701. goela pasīr<br> 702. nīpa<br> 703. sanoen (g)<br> 704. sa <28><br> 705. kàpa<br> 706. kaj loepa<br> 707. pàndàng, kōkōja <29><br> 708. bawàn<br> 709. nàngga<br> 711. dahīng<br> 713. làntja<br> 716. fīja<br> 717. fijaloe<br> 721. līmoe tapaja {{multicol-break}} 722. līmoe<br> 723. kofī<br> 726. gambir<br> 727. pakoendoe<br> 728. waoe<br> 729. koenī<br> 731. wahō wahō bapèng = tohītī,<br>{{gap}}{{gap}}149 waho waho bapeng = tohītī<br> 732. foei wahō bahoe <30><br> 733. sīmba<br> 734. kajoenfatàng<br> 737. hana<br> 739/<br> 740. kajoen npàngàn<br> 741. manoesong<br> 742-<br> 744. noeha<br> 746. měn<u>dong</u>, 149: měnītong<br> 748. kajoen koelī<br> 750. menītong<br> 752. èloe<br> 753. hoka<br> 754. obī<br> 755. obī <31><br> 757. mentjoembo, 149: měntjoembo<br> 758. kajoe nàsa<br> 759. měngfoewàng<br> 761. měngkoelī, 149: men koelī<br> 763. měntalàng<br> 764. měnīsīng<br> 765. měmpongo<br> 766. mīna<br> 770. kělěsiwàng<br> 771. foeloeng<br> 772. padang<br> 773. toejoe<br> 774. binatang, hei<u>wàn</u><br> 775. heiwàn nana<br> 778. měnīkoe<br> 779. binatang ndoj<br> 780. ndoj koelī {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> kfh7z6s9lpcij09q5lc920o84vnie23 320131 320130 2026-10-08T10:08:22Z Thersetya2021 15831 320131 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 653. gīnàng, 149: ginàng<br> 654/<br> 655. gīnang bīra<br> 659. hīsa<br> 660. tanamo<br> 662/<br> 663. tanamoe gīna<br> 664. fīnī<br> 665. tano<br> 668. màmbo<br> 669. mamita<br> 674. katèla<br> 677. tamilo, 149: tamīlo<br> 679. tīmoen<br> 681. tabako<br> 682. tofoe<br> 683. bontjī, 149: bantjī<br> 684. bawa<br> 685. jobo, 149: joba<br> 686. ofi<br> 688. katèla pita<br> 690. rītja<br> 691. noewonoeng, 149: noewo noeng<br> 692. noewo<br> 695. kanau<br> 697/<br> 698. manoefoe, soeka<br> 700. goela tofoe<br> 701. goela pasīr<br> 702. nīpa<br> 703. sanoen (g)<br> 704. sa <28><br> 705. kàpa<br> 706. kaj loepa<br> 707. pàndàng, kōkōja <29><br> 708. bawàn<br> 709. nàngga<br> 711. dahīng<br> 713. làntja<br> 716. fīja<br> 717. fijaloe<br> 721. līmoe tapaja {{multicol-break}} 722. līmoe<br> 723. kofī<br> 726. gambir<br> 727. pakoendoe<br> 728. waoe<br> 729. koenī<br> 731. wahō wahō bapèng = tohītī,<br>{{gap}}{{gap}}149 waho waho bapeng = <br>{{gap}}{{gap}}tohītī<br> 732. foei wahō bahoe <30><br> 733. sīmba<br> 734. kajoenfatàng<br> 737. hana<br> 739/<br> 740. kajoen npàngàn<br> 741. manoesong<br> 742-<br> 744. noeha<br> 746. měn<u>dong</u>, 149: měnītong<br> 748. kajoen koelī<br> 750. menītong<br> 752. èloe<br> 753. hoka<br> 754. obī<br> 755. obī <31><br> 757. mentjoembo, 149: měntjoembo<br> 758. kajoe nàsa<br> 759. měngfoewàng<br> 761. měngkoelī, 149: men koelī<br> 763. měntalàng<br> 764. měnīsīng<br> 765. měmpongo<br> 766. mīna<br> 770. kělěsiwàng<br> 771. foeloeng<br> 772. padang<br> 773. toejoe<br> 774. binatang, hei<u>wàn</u><br> 775. heiwàn nana<br> 778. měnīkoe<br> 779. binatang ndoj<br> 780. ndoj koelī {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 14z21zxyhkj1zul1xb46vp8ldkhqcov Halaman:149,161 Taliabu.djvu/8 104 116138 320132 2026-10-08T10:15:01Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320132 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 781. ndoj takalīgoe<br> 786. mpanī<br> 787. nfoeloen<br> 789. měnfan<br> 790. měntoloe<br> 794. měndadī<br> 797. doefa<br> 799. kabī<br> 803. sàpī fīni, 149: sapi fini<br> 804. sàpī mini<br> 805. mè<br> 806. sàpī ndīo<br> 807. djaràng, 140: djarang<br> 808. djaràng ndīo<br> 809. měndjànga, 149: mendjanga<br> 811. àsoe<br> 812. doefoeng <32>, 149: daefoeng <32><br> 813. oengàn<br> 814. (oengan) dīo<br> 824. pombo<br> 825. krè<br> 826. manoë<br> 828. manoë fīni, manoë toàng<br> 830. manoë mini<br> 835. làng kē hàng, tageJa<br> 836. kàlěpèdè, 149: kàlěpědě<br> 840. soewiko, karoàng <33><br> 843. kajàng, 149: kojàng<br> 844. manoe<br> 846. kakībī<br> 847. kakībī àsoe<br> 851. kamīndi<br> 852. kamīndi sēma <sīma?><br> 853. kamīndi moehī<br> 854. mīa<br> 860. djala, poeka, soma<br> 864. ahī, 149: ahi<br> 865. moekoe<br> 866. toema<br> 869. tèhèn {{multicol-break}} 870. koetoe<br> 871. takalōwa<br> 872. làli<br> 877. takīno<br> 878. kalalibang<br> 881. fàko, 149: fòko<br> 884. kaka'oehon <34><br> 886. habaj<br> 888. kalépàng, 149: kalipàng<br> 891. taboehī<br> 892. bahīm, 149: bahino<br> 893. kamàngoe <35><br> 894. kīma<br> 896. toempo<br> 898. kaboesoe<br> 899. toentoe<br> 900. foja<br> 901. lombonoe<br> 901/<br> 902. <36><br> 903. alàng<br> 905. lāngī<br> 906. dīna<br> 907. dǐna bàsa kodo, 149: dīna<br>{{gap}}{{gap}}bàsa kodo<br> 908. bombong<br> 910. bombong<br> 911. maj-gàm bombong<br> 912. fatīong <37><br> 917. doenīa<br> 919. oejàng<br> 920. komoe<br> 921. wana èta, pěngaràn<br> 923. tàndaho<br> 924. baroenggoe<br> 925. baroenggoe noetī<br> 927. mahoejoe<br> 928. wohi<br> 929. rato<br> 930. wajō<br> 931. lowo {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 6opzmh0t34nqwkr3jilg6qcnz8daefn Halaman:149,161 Taliabu.djvu/9 104 116139 320133 2026-10-08T10:19:54Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320133 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 932. mojong<br> 934. sigi<br> 935. koro<br> 936. sosi<br> 937. tikong<br> 938. tatoewong<br> 939. sīdĕng<u>a</u><br> 940. pàsi <38><br> 941. pàsi <39><br> 942. hojo<br> 944. noesa<br> 946. ntadō<br> 947. bapèng <40><br> 948. bapèng<br> 950. nōro<br> 951. pita rata<br> 952. gawaj<br> 955. kalīàng<br> 959. līlīn, 149: lilīn<br> 960. bakahīta<br> 961. lojnda<br> 962. bihàng<br> 963. wajō<br> 964. djembata<br> 965. līfoe wajō ndīàng<br> 966. dopoe wajō ndīàng<br> 968. wajō iwa<br> 969. ndoloe<br> 970. pita<br> 971. oena<br> 973. àsi<br> 974. těmbaga<br> 976. sělàka<br> 977. pīra<br> 979. nggaloeng<br> 981. kīpoe<br> 982. dadoewa<br> 984. ajong<br> 985. martiloe<br> 986. asi noeng<br> 987. kasīpī {{multicol-break}} 988. ajong kaka faràng<br> 989. hasa, 149: hosa<br> 991. pěrsèng<br> 992. màfakàt<br> 995. <41><br> 999. bala<br> 1001. toko<br> 1003. bědagàng<br> 1004. maj²<br> 1005. palaoe<br> 1007. měntjàng<br> 1008. oentoeng<br> 1009. roegi, 149: roegī<br> 1010. toeka<br> 1011. mah<u>à</u>l<br> 1012. moera<br> 1013. fako<br> 1014. laoe mīnī fako<br> 1015. fàngoe<br> 1016. mása<br> 1017/<br> 1018. hàdjī<br> 1019. tajàdī<br> 1020. kanau<br> 1021. hohànjī toefoe <42><br> 1022. kanau<br> 1026-<br> 1028. <43><br> 1030. kapàl pràng <44><br> 1029/<br> 1030. kapàl<br> 1031. kapal oetong<br> 1032. skoetjī<br> 1033. lagi <45><br> 1035. palījahan, 149: palijahan<br> 1037. laja, sōba<br> 1038. sala oehīn, 149: salaoehīn<br> 1040. bosī (penggajoeng) dagoeng<br> 1041/<br> 1042. bosi<br> 1043. dajoeng<br> 1049. tapoe, badjī<br> 1050. kahàntjī {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> rpg0t2yd4yyzhvid4ufdthikod5jmjf Halaman:Seroehan dan peringetan oentoek marika jang masih tetep menghargain Sam Kauw atawa agama Tionghoa.pdf/30 104 116140 320134 2026-10-08T10:26:32Z M.Fajri007 27776 /* Telah diuji baca */ 320134 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="M.Fajri007" /></noinclude> SAM KAUW . saberapa perloe.sekolà Tionghoa koene ada seperti pesantren. jaitae anak-anak dimoestiken peladjarin kitab -kitab klassiek Khong Tjoe. Tapi sekarang, biarpoen dalem sekola jang mengadjar hoeroef dan bahasa Tionghoa. tida atawa tJoemah sedikit sekalih di beri peladjaran tentang Agama Tionghoa, traoesah dibilang lagi di sekola Olanda; malah sekola-sekola Zending moerid-moerid samoea didjedjelin djoega peladjaran Kristen. Maka Itoe kita orang ''perloe''moesti ''peladjarin sendiri'' kita orang poenja agama, dan apa jang soedah diketaoei moesti disiarken lagi pada sobat-sobat dan tetangga jang beIon kenal itoe peladjaran. Dan boeat dJalanken ini pakerdja'an penting dan moelia aken pelihara dan 48 PENJIARAN DI LOEAR. , pertahanken itoe Poesaka Soetji dari kita·orang por nja leloehoer, dari kita poenja Tanah Aer jang Besar, haroeslah orang djangan sajang boeat kaloear sedikit oewang aken simpen boekoe-boekoe tentang Sam Kauw dan Agama Tionghoa di dalem roemah . atawa bantoe menoloendjang pendiriannja satoe bibliotheek Sam Kauw oentoek orang banjak, sebab inilah ada tindakan satoe-saloenja jang ''paling gampang''goena perkoeatken Sam Kauw dari desekan dan gentoesannja laen·laen agama. Djadinja boeat kasih bangoen dan bikin madjoe pada Sam Kauw ada perloe sekalian penganoetnja oen- djoek soemanget jang giat. radjin dan goembirah oen- toek melakoeken penjiaran. Djikaloe boekoe boekoe 49<noinclude></noinclude> azv41g03hgljpe329i0z7jd8ubowird 320136 320134 2026-10-08T10:28:19Z M.Fajri007 27776 320136 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="M.Fajri007" /></noinclude> SAM KAUW . saberapa perloe.sekolà Tionghoa koene ada seperti pesantren. jaitae anak-anak dimoestiken peladjarin kitab -kitab klassiek Khong Tjoe. Tapi sekarang, biarpoen dalem sekola jang mengadjar hoeroef dan bahasa Tionghoa. tida atawa tJoemah sedikit sekalih di beri peladjaran tentang Agama Tionghoa, traoesah dibilang lagi di sekola Olanda; malah sekola-sekola Zending moerid-moerid samoea didjedjelin djoega peladjaran Kristen. Maka Itoe kita orang ''perloe''moesti ''peladjarin sendiri'' kita orang poenja agama, dan apa jang soedah diketaoei moesti disiarken lagi pada sobat-sobat dan tetangga jang beIon kenal itoe peladjaran. Dan boeat dJalanken ini pakerdja'an penting dan moelia aken pelihara dan 48 PENJIARAN DI LOEAR. , pertahanken itoe Poesaka Soetji dari kita·orang por nja leloehoer, dari kita poenja Tanah Aer jang Besar, haroeslah orang djangan sajang boeat kaloear sedikit oewang aken simpen boekoe-boekoe tentang Sam Kauw dan Agama Tionghoa di dalem roemah . atawa bantoe menoloendjang pendiriannja satoe bibliotheek Sam Kauw oentoek orang banjak, sebab inilah ada tindakan satoe-saloenja jang ''paling gampang''goena perkoeatken Sam Kauw dari desekan dan gentoesannja laen·laen agama. Djadinja boeat kasih bangoen dan bikin madjoe pada Sam Kauw ada perloe sekalian penganoetnja oen- djoek soemanget jang giat. radjin dan goembirah oen- toek melakoeken penjiaran. Djikaloe boekoe boekoe 49<noinclude></noinclude> r8c9i0pjd6vlm1x26lmucn3ufq0ppsk 320137 320136 2026-10-08T10:29:37Z M.Fajri007 27776 320137 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="M.Fajri007" /></noinclude> SAM KAUW . saberapa perloe.sekolà Tionghoa koene ada seperti pesantren. jaitae anak-anak dimoestiken peladjarin kitab -kitab klassiek Khong Tjoe. Tapi sekarang, biarpoen dalem sekola jang mengadjar hoeroef dan bahasa Tionghoa. tida atawa tJoemah sedikit sekalih di beri peladjaran tentang Agama Tionghoa, traoesah dibilang lagi di sekola Olanda; malah sekola-sekola Zending moerid-moerid samoea didjedjelin djoega peladjaran Kristen. Maka Itoe kita orang ''perloe''moesti ''peladjarin sendiri'' kita orang poenja agama, dan apa jang soedah diketaoei moesti disiarken lagi pada sobat-sobat dan tetangga jang beIon kenal itoe peladjaran. Dan boeat dJalanken ini pakerdja'an penting dan moelia aken pelihara dan 48 PENJIARAN DI LOEAR. , pertahanken itoe Poesaka Soetji dari kita·orang por nja leloehoer, dari kita poenja Tanah Aer jang Besar, haroeslah orang djangan sajang boeat kaloear sedikit oewang aken simpen boekoe-boekoe tentang Sam Kauw dan Agama Tionghoa di dalem roemah . atawa bantoe menoloendjang pendiriannja satoe bibliotheek Sam Kauw oentoek orang banjak, sebab inilah ada tindakan satoe-saloenja jang ''paling gampang''goena perkoeatken Sam Kauw dari desekan dan gentoesannja laen·laen agama. Djadinja boeat kasih bangoen dan bikin madjoe pada Sam Kauw ada perloe sekalian penganoetnja oen- djoek soemanget jang giat. radjin dan goembirah oen- toek melakoeken penjiaran. Djikaloe boekoe boekoe 49<noinclude></noinclude> j48otactt3kbkucjzbgj1koacueorxt Halaman:149,161 Taliabu.djvu/10 104 116141 320135 2026-10-08T10:28:02Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320135 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1051. lōleoe<br> 1052. kapīdī, roeba<br> 1053. měndjīna na'oe<br> 1058. dàfa<br> 1060. toefoe<br> 1061. haja<br> 1062. me'ī<br> 1065/<br> 1063/<br> 1064. nahoen<br> 1066. nito<br> 1067. modoe<br> 1068. mangong<br> 1070. mènīpī, 149: mēnīpī<br> 1071. batjīntjīng<br> 1075. djěmàn<br> 1079. pàkamahoe<br> 1081. berīntoeng<br> 1082. mahī<br> 1083/<br> 1084. bonoe<br> 1085/<br> 1086. bōwàng<br> 1087. nahoen<br> 1088. nito<br> 1089. doefoe<br> 1090. pěngko<br> 1096. mamīli<br> 1097. lingi<br> 1098. měnggàng<br> 1101. měngkojong<br> 1102. balomo<br> 1104/<br> 1105. màntarara<br> 1106/<br> 1107. manggomo<br> 1109/<br> 1110. lolī<br> 1112. pěsagī<br> 1113. ndaha<br> 1115. děroto<br> 1116. balěloewa<br> 1117. koewàt {{multicol-break}} 1118. lěmahan<br> 1119. gaga, bĕranī<br> 1121. pěmalàs<br> 1125. bapīdī<br> 1127. mamiti<br> 1130. bīa<br> 1132-<br> 1135. bīa, prong<br> 1136-<br> 1139. ètàng<br> 1142. <46><br> 1143. bonoe<br> 1146/<br> 1147. ràmpa<br> 1148/<br> 1149. ràmpanda, galoea <47><br> 1150. mentīka haj <48><br> 1152. màng foela<br> 1153. fohoe<br> 1154. masoesa<br> 1155. baling bīa<br> 1156. mamoehoen<br> 1159. bōdō<br> 1160. pàndai, 149: pandai<br> 1161. mamī<br> 1162. mangīloe<br> 1163. baraj<br> 1166. měngasīn, 149: mengasīn<br> 1167. měnīa<br> 1168. běridi<br> 1169. běgasa<br> 1171. koenī<br> 1172. bīroe<br> 1173. īdjo<br> 1174. toelo<br> 1175. dàpadoewo<br> 1176. àti<br> 1179. àla<br> 1180. jala<br> 1193. kělno<br> 1194. fīkīr<br> 1195. kēlnō, 149: kělnō {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> i8fgng6n3pzj4alofmvu412muur5qxe Halaman:149,161 Taliabu.djvu/11 104 116142 320138 2026-10-08T10:34:05Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320138 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1196. ndaliàng<br> 1197. màntalīngoeng<br> 1198. moengkīr, ingkàr<br> 1199. mēngakoe<br> 1200. ogo<br> 1201. kōroeboe<br> 1202. bītjara<br> 1203. pàntoen<br> 1206. oewàn<br> 1208. talo<br> 1210. féī<br> 1211. liba<br> 1212. doen<br> 1213. odī<br> 1214. gīpī<br> 1215. gīpī<br> 1220. hongo<br> 1221. gaboe<br> 1223. mada<br> 1224. djaga<br> 1225. tano<br> 1227. mīni<br> 1228. tō<br> 1229. hajo<br> 1233. děrījoe<br> 1234. bīdoe<br> 1236/<br> 1237. fōro<br> 1238. doeka<br> 1239. bīntjī<br> 1242-<br> 1244. <49><br> 1245. hoj<br> 1246. toetoe<br> 1251. dalī<br> 1253-<br> 1255. bato<br> 1259. pīsīng, hogong<br> 1260/<br> 1261. mōlain<br> 1262/<br> 1263. sōw<br> 1264. kofō {{multicol-break}} 1265. gělikoeng<br> 1266. bakasapī<br> 1267. nīka<br> 1268. sàngo<br> 1269. nīka <50><br> 1270. nosojatī<br> 1271. tīpoe padaja<br> 1272. hàsī, 149: hàsi<br> 1276. ladoe<br> 1277. toenoe<br> 1278. gajo<br> 1284. ha<br> 1286. laoe<br> 1291. baki = hàfoe; bakī<br> 1292. bàlàs<br> 1293. sīja<br> 1294. howo<br> 1295. toloe<br> 1296. nga<br> 1297. līma, 149: lima<br> 1298. nong<br> 1299. hītoe<br> 1300. waloe<br> 1301. tasīja<br> 1302. hoeloe<br> 1303. hoeloe tèng tjēa, 149: tjīa<br> 1304. hoeloe tèng howo<br> 1305. hoeloe tèng toloe<br> 1310. hoeloe tèng hītoe<br> 1311. hoeloe tèng tasīja<br> 1312. laka howo<br> 1313. laka howo tèng tjīa<br> 1315. laka howo tèng lima<br> 1316. laka toloe<br> 1323. ratoe sīja<br> 1324. tjala sīja, 149: tjolo sīja<br> 1325. tjaloe hoeloe<br> 1326. ĕntjīng<br> 1327. pràpa sīja<br> 1328. moho kasīja<br> 1329. moho kahowo {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> sywq9qk7m413iqqj4ercnqjoalwh9ri Halaman:149,161 Taliabu.djvu/12 104 116143 320139 2026-10-08T10:40:30Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320139 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1330/<br> 1331. kasīja<br> 1332/<br> 1333. kahowa, 149: kahowo<br> 1336/<br> 1337. togoenoka<br> 1338. hēla<br> 1339. waha<br> 1340. mpoemōw, 149: mpoemōn<br> 1341. hīno midja nfafong <51><br> 1347/<br> 1348. falaj<br> 1349. koeràng<br> 1350. sōw²<br> 1356. běsīa, 149: běsīā<br> 1357. akoe<br> 1358. akoe piti<br> 1359. kōro<br> 1362. kimoe<br> 1363. ījo<br> 1365. kīto, tjīto<br> 1366. kamī (z. galoes)<br> 1367/<br> 1368. sīō<br> 1369/<br> 1370. akoe no<br> 1373. kōrono<br> 1374. kimoeno<br> 1375/<br> 1376. sījōno<br> 1378. ījōno, 149: ijōno<br> 1379. woj<br> 1380. majsa<br> 1382. maj hīnombī<br> 1383. maj<br> 1384/<br> 1386. mo<br> 1388. hīno mbaj<br> 1389. hīno mboko<br> 1394. dīna <52><br> 1398. làmpoer, pàntjona <53><br> 1406. taoen<br> 1407. moesoen<br> 1408. mohomaj {{multicol-break}} 1409. nakī<br> 1411. mina<br> 1412/<br> 1413. <54><br> 1416. mohomaj <55>, 149: mokomoj <55><br> 1418. dīnotoe, 149: dīnota<br> 1419. dīna dīnatoe<br> 1420. dīna maj<br> 1422. bailàng<br> 1423. boet howoe<br> 1425. modong<br> 1426. tempo², kadàng², 149: tempo²<br> 1427. <56><br> 1428. noka<br> 1429. damosong<br> 1431. oetara, bara<br> 1432. selatàn, tīmoe<br> 1435. worī<br> 1436. wana<br> 1437. hiti<br> 1440. hofoe<br> 1442/ hīna dīna maj balī baīlàng<br> 1443. <57><br> 1445. himoe<br> 1446. hīno<br> 1447. ha<br> 1448. hīno<br> 1449. hīno<br> 1450. hīno ndiàng<br> 1452. dosoe<br> 1453. jamo, 149: jauw<br> 1454. lotī<br> 1460. hīnoembī<br> 1461. bě<u>sa</u><br> 1462. gaj, goko<br> 1465. běsa, 149: bīsa<br> 1466. těntoe<br> 1467. bràngkali<br> 1470. himoe<br> 1471. dàng<br> 1472. īhī {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> b0ioa3p19fa70plw5rxu2d87juwgfyt Halaman:Seroehan dan peringetan oentoek marika jang masih tetep menghargain Sam Kauw atawa agama Tionghoa.pdf/31 104 116144 320140 2026-10-08T10:55:11Z M.Fajri007 27776 /* Telah diuji baca */ 320140 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="M.Fajri007" /></noinclude> SAM KAUW. jang berisi peladjaran Loo Tjoe, Buddha dan Khong Tjoe bisa dapet tjoekoep perhatian, boleh dipastiken tambah lama semingkin banjak jang aken diterbitken hingga djadi lebih lengkep dari-pada apa jang tersedia sekarang, Djikaloe sakean lama tjoemah tersiar sedikit sadja pembatja'an jang berhoeboeng dengen Agama Tionghoa, itoelah ada dari lantaran penjamboetan dari kita poenja kaoem ada amat éntjér dan dingin — sedikit sekalih jang menaro harga dan perhatian, hingga orang jang terbitken boekoe-boekoe tentang Agama Tionghoa kabanjakan menanggoeng roegi, tida bisa lakoe terdjoeal. Tapi ka'ada’an nanti berobah kapan ternjata kaoem Sam Kauw sedia aken memberi penjamboetan jang anget ka itoe djoe- 50 PENJIARAN DI LOEAR. toesan. Masing-masing boekhandel nanti berlomba boeat terbitken kitab kitab kabatinan dan phliosofie tionghoa, sedeng harganja poen nanti djadi lebih moereh kapan ternjata bisa didjoeal dalem doemblah ''jang besar'' Djadinja sasoeatoe orang jang ingin liat bangsa Tionghoa pegang tegoeh agama leloehoernja, djangan harep-harep dan toenggoein datengnja satoe Pemimpin Khong Kauw, achli Too Kauw atawa pamoeka Hoed Kauw jang aken atoer dan pimpin pada marika boeat memadjoeken Sam Kauw, hanja haroeslah masing-masing '''berichtiar dan bekerdja sendiri sed pet- '''dapetnja, menoeroet kamampoeandja, dan saban- '''ding sama adanja tenega dan tempo jang tersedia 51<noinclude></noinclude> tnguj8frs5fd5atpqpa0ctombh8drcw 320145 320140 2026-10-08T11:32:47Z M.Fajri007 27776 320145 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="M.Fajri007" /></noinclude> SAM KAUW. jang berisi peladjaran Loo Tjoe, Buddha dan Khong Tjoe bisa dapet tjoekoep perhatian, boleh dipastiken tambah lama semingkin banjak jang aken diterbitken hingga djadi lebih lengkep dari-pada apa jang tersedia sekarang, Djikaloe sakean lama tjoemah tersiar sedikit sadja pembatja'an jang berhoeboeng dengen Agama Tionghoa, itoelah ada dari lantaran penjamboetan dari kita poenja kaoem ada amat éntjér dan dingin — sedikit sekalih jang menaro harga dan perhatian, hingga orang jang terbitken boekoe-boekoe tentang Agama Tionghoa kabanjakan menanggoeng roegi, tida bisa lakoe terdjoeal. Tapi ka'ada’an nanti berobah kapan ternjata kaoem Sam Kauw sedia aken memberi penjamboetan jang anget ka itoe djoe- 50 PENJIARAN DI LOEAR. roesan. Masing-masing boekhandel nanti berlomba boeat terbitken kitab kitab kabatinan dan phliosofie tionghoa, sedeng harganja poen nanti djadi lebih moereh kapan ternjata bisa didjoeal dalem doemblah ''jang besar.'' Djadinja sasoeatoe orang jang ingin liat bangsa Tionghoa pegang tegoeh agama leloehoernja, djangan harep-harep dan toenggoein datengnja satoe Pemimpin Khong Kauw, achli Too Kauw atawa pamoeka Hoed Kauw jang aken atoer dan pimpin pada marika boeat memadjoeken Sam Kauw, hanja haroeslah masing-masing '''berichtiar dan bekerdja sendiri sadapet- '''dapetnja, menoeroet kamampoeandja, dan saban- '''ding sama adanja tenega dan tempo jang tersedia 51<noinclude></noinclude> jdwimi63pn1jo2ujqe06p212jhmgy21 Halaman:149,161 Taliabu.djvu/13 104 116145 320141 2026-10-08T10:58:26Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320141 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1474. dang<br> 1475. dili<br> 1477. mělainkěn<br> 1478. dosoen {{multicol-break}} 1479. tětapī<br> 1482. lisi<br> 1486. sīa majda {{multicol-end}} '''No. 161'''<br> # <li value="1522">Gīnang mo boetoe hīlo danong?<br> # Danong bīrapa² hino gīnang ndīáng<br> # Měntjáng haja go akoe toeka nding<br> # Akoe maoe měngě bīja dī tabako<br> # Masa dafa maj mo hīno kamī<br> # sījo doeko maj roepa² hīno kamī<br> # soj jàng gahàko djoo kōlonō dadī oetoesàn<br> # Màta hīla kōw n kō lanō pěrinta<br> # Wajō maj kasila dilagi talo ndan<br> # Mam bēsa bosi dīlagi ha lowo<br> # Djěmbàtàn hīno ndan féī běsa akoe hadi ntjīng<br> # Dīna sījà dèng tjija tjito laoe toelo boea² hīno kalīàng<br> # Akoe maoe toelo foeloeng makàn di djaràn<br> # Boetoe hīla² oejàng maj ndang<br> # Tjĕrītěra maj mo hīno kamī bĕranī ndang<br> # Lilīn bàpa pànga howo, kamī laoe mati sīja bīa<br> # woj jàng talo liba dodej<br> # Takoe wajo tàpa di akoe pakijàn<br> # Nīka manoe hīno ījo barangkali ījō jātī<br> # Màta waj <woj?> moti akoe ndàng gi ījo doewo hīno mbaj<br> # Akoe kadili hīno mbaj mini mata howo<br> # Kōlanō nati gi betolo<br> # Mata woj jàng oetoeng hīno bětoto<br> # Sěbab maj sa matētoe dapa doewo oedoeroe<br> # Matětoe mangkajaka maj gi bīa '''No. 149'''<br> # <li value="1522"> Gīnàng mo boetoe hīlo danong?<br> # Danong bira sa² hino gīnang ndīang<br> # Měntjáng haja go akoe toeka ndàng<br> # Akoe maoe měngě bīja dī tabako<br> # Màsa dafa maj mo hīno kami<br> # sījo doeko maj roepa² hīno kami<br> # woj jàng gahàko djoo kōlanō dadī oetoesàn<noinclude></noinclude> 5gso0isqy58bx482gcw28duzd2tpocn Halaman:149,161 Taliabu.djvu/14 104 116146 320142 2026-10-08T11:04:35Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320142 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="1529"> Mata hīla kōno'n kōlanō pěrīnta<br> # Wajō maj kasila dilagi<br> # Mam běsa bosi dilagi ha lowo<br> # Djěmbàtàn hino ndanféī běsa akoe hadi ntjing<br> # Dīna sījà dèng tjīja tjīto laoe toelo boea² hīno kaliàng<br> # Akoe maoe toelo foeloeng màkan di djaràn<br> # Boetoe hila² oejang maj ndang<br> # Tjĕrītěra maj mo hīno kamī běnarī ndang<br> # Lělīn bàpa pànga howo, kamī laoe mati sīja bīa<br> # Woj jang talo lība dōdoj<br> # Takoe wajo tàpa dī akoe pakījàn<br> # Nīka manoe hīno ījo barangkalī ījo jàtī<br> # Màta woj moti akoe ndang gi ījo doewo hīno mbaj<br> # Akoe kadili hīno mbaj mini mata howo<br> # Kōlanō nàti gi betolo<br> # Mata woj jàng oetoeng hīno bětoto<br> # Sěbab maj sa màtētoe dapa doewo oedoeroe<br> # Matětoe mangkalaka maj gi bīa '''3. NOTES'''<br> # toeboe, dīrī, kěnàngī<br> # yes, no = bogo, gīgoe<br> # in the legs = měmoehoe<br>in the belly = toeka gětobo<br> # mīna, nīna/īna<br> # soesoemama/ntjoesoe/kauntjoesoe<br> # kaka nana, oelī nana, foto nana<br> # kaka nana fīni <fini?>, oeli nana fīni <fini?>, foto nana fīni <fini?><br> # ana kaka mina<br>ana īpoe mina<br>mina = earlier<br> # at sea : hàntoer laut<br> # forest spirit: moemalī<br> # as Malay<br> # as Malay<br> # bōbatō soàng (menjīra, mahīmo, kīmělaha, mārīnjō kapīta)<noinclude></noinclude> iszuvpv6kd80hn8ix6gv4i1xuf26b2u Halaman:149,161 Taliabu.djvu/15 104 116147 320143 2026-10-08T11:15:21Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320143 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="14"> engagement<br> # (shell)<br> # now not used any more<br> # as Malay<br> # bamboo : sīboe²<br>daun woka : sia²<br> # large, small = rànta (made of rattan)<br>for sirih, etc. = kàmboko<br>basket carried on the back = totī<br> # sea fish = ikàn, freshwater fish = ikàn wajo<br> # uncooked = bīra měmita<br> # (haboe, tikar)<br> # kaloho, baba (gemoetoe)<br>lonī (of the ganemoe)<br> # is a toy<br> # is a toy<br> # breech-loading rifle = sěnapàn bato <boto?><br> # beja, hasīl, bakěmoen<br> # (also the cooked food) the preparation of sīnoli involves frying it with coconut.<br> # pàndàng (coastal variety), kōkōja (freshwater swamp variety)<br> # used as binding material<br> # obī obī doejoeng = fossil damar<br>obī obī soegang = other kinds of resin<br> # (àsoe) doefoeng, 149: (àsoe) daefoeng<br> # soewiko (white)<br>karoàng (black)<br> # kaka'oehon lolo (very small ones)<br>kaka'oehon běgasa (big red ones)<br>kaka'oehon oki (white ants)<br> # kasīso = ketan kenarī<br> # hàkī (the precious kind), pelangoe (the ordinary kind)<br> # pleiades = měntjōba bara<br>Venus = měntjōba timoe<noinclude></noinclude> k7u257s4jycgf2xq8dwtkl2sfn4k3od Halaman:149,161 Taliabu.djvu/17 104 116148 320144 2026-10-08T11:28:02Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320144 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="57">= from today till tomorrow<br> hina P lan ha S = from P to S '''4. ADDITIONAL DATA''' {| |a.||ankerplaats / anchorage|| ||- lōlejõe |- |||aanhang / a band of followers|| ||- moti |- |||aanvallen / to attack|| ||- mamoesoe |- |b||bevel / an order|| ||- parinta |- |||bericht / news, message|| ||- hàbàr |- |||bendehoofd / band leader|| ||- kapīta |- |||bijeenkomst / meeting|| ||- mělomoe |- |c.|| commandant / commander|| ||- komdàng |- |d.||drinkwater / drinking water|| ||- wajō īnoem |- |||diefstal / theft|| ||- pakanakō |- |||dief / thief|| ||- màtětoe pakanakō |- |||duisternis / darkness|| ||- běsěkodo |- |||doesoen (sagoe) / (sago) patch|| ||- àha |- |||dodenfeest / feast for the dead|| ||- tanotong |- |e.||eigendom / possession, property|| ||- hàrta |- |f.||fluiten / to whistle|| ||- kěwo |- |g.||gedeelte / part of something|| ||- tanīla |- |||gids / guide|| ||- malīng |- |||geheim / secret|| ||- rasīa |- |||godsdienstig feestmaal / meal eaten>br>during religious feasts|| ||- sěděkaha |- |||goedgezinden / well disposed, well-meaning person|| ||- màtĕtoe bīa |- |||gevangene / prisoner|| ||- màtětoe madoeng |- |h.||hoofden / heads, chiefs|| ||- parinta |- |||hinderlaag / ambush|| ||- tanō |- |||hindernis / obstacle|| ||- hibi |- |i.||inzamelen / to collect (money)|| ||- lomoe |- |||invloed / influence|| ||- kawàsa |- |k.||kust / coast|| ||- tětoewong |- |||kentering / change of monsoons|| ||- pàntjarōba |}<noinclude></noinclude> qquyjy4dhbrhibpdqm7b80tbcdy7tij Halaman:149,161 Taliabu.djvu/16 104 116149 320146 2026-10-08T11:36:18Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320146 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="38"> low island = pas toerī<br> # low island = pasī toerī<br> # to cross the mountains = bopo bapèng<br> # saudagàr, màtětoe, dagàng<br> # (repay the debt incurred by pawning goods)<br> # koela = gantang<br>dakīng = katti, 149: daking<br>pleskoe = square bottle<br>ha = depa (fathom)<br>botol = ordinary bottle<br> # kapal měnīa (law)<br> # outrigger canoe = lagi ntīno<br>outriggers = farotàng<br>dugout canoe = lipa²<br>the bamboos which touch the water = somàng<br>small schooner = skoenjer, finis<br>curved piece of wood, connecting the two = tětoeda<br>djoewànga = korra²<br> # kabĕrīsīng, ndīàng, nda<br> # lepas (M)<br> # = boeka (M) <?><br> # ndīàng, màksoed, hàrěp<br> # minta (Malay) = sanī<br> # on the table<br> # daybreak = manoe dàki²<br>(in the) morning = bailàng tjala<br>(at) noon dīnagoho, 149: dīna goho<br>(in the) afternoon = pělàmauw<br>(at) midnight = bakatànga haja<br>(in the) evening = modong, 149: mondong<br> # lamp = làmpoer<br>torch = pàntjona<br> # in front of the house = hīno boloàng haja, 149: hoja<br> # go ahead of me = lau mina<br> # tīmpōsa, koetīkasa, timpōbī<noinclude></noinclude> jx0dee0m0l35o3ckqsw5s5o74tukm7m Halaman:149,161 Taliabu.djvu/18 104 116150 320147 2026-10-08T11:49:39Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320147 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{| |||kwaadwillige / rebel, malignants|| ||- màtětoe ètàng |- |||koeli / coolie|| ||- màtětoe koeli |- |||kompeni / company|| ||- kompanīa |- |||kampong / village|| ||- kampong, 149: kàmpong |- |l.||landingsplaats / landing-place|| ||- tětoewong bīa |- |||levensmiddelen / foodstuffs|| ||- měngang kěngang |- |||legeringsplaats / encampment|| ||- nanang loekoeng kaīja |- |||last (vracht) / a load|| ||- djīna |- |||lantaarn / lantern|| ||- làntèra |- |||langzaam / slow(ly)|| ||- mběla |- |m.||moord / murder|| ||- dībī |- |n.||nodig / necessary|| ||- fàndoeng |- |o.||overvallen / to attack by surprise|| ||- hàko |- |||officier / officer, lieutenant|| ||- alfīrīs |- |||obor / torch|| ||- pàntjona |- |||ontruimen / to vacate|| ||- fei kabarisī |- |||omsingelen / to surround|| ||- lolī |- |||ontvluchten / to escape|| ||- bělahī |- |p.||plaats, waar een prauw op de wal <br>{{gap}}getrokken wordt / place where canoes<br>{{gap}}are drawn up the shore|| ||- làgi hoeda nanàng |- |||plunderen / to plunder|| ||- hàlbīroe |- |s.||soldaat / soldier|| ||- soldadoe |- |||spion / a spy|| ||- màta-màta |- |||schuilplaats / hiding place|| ||- nanang doewo galīkoeng bobirī |- |||slijpsteen / whetstone|| ||- ndoloe pangahàsa |- |||stroom / current|| ||- àngīn |- |t.||teruggaan / to go back|| ||- soro |- |||tegenhouden / to stop, check|| ||- tahan |- |||teken / a sign|| ||- nōnak |- |||toestemming / permission|| ||- těrīma bia |- |||tijdstip / point of time|| ||- wàktoe |- |u.||uitkijk post / a lookout|| ||- djaga |- |v.||verdedigen / to defend|| ||- dīgoeng |- |||vluchten / to flee|| ||- bělahī |}<noinclude></noinclude> 915rwzo5mrl3eg5fhloptrsfwgc1vho