Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.23 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Halaman:Addakhiil Bahasa Arab yang Berasal dari Bahasa Indonesia dalam Kitab Mu’jam Ad-Dakhiil Fii Al-Lughah Al-Arabiyyah Al-Hadiitsah wa Lahjaatihaa.pdf/6 104 68817 320355 198863 2026-10-10T02:04:03Z Lufia mauludha 1A 27781 /* Telah diuji baca */ 320355 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lufia mauludha 1A" /></noinclude>Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 14, No. 1, Juni 2022 Internasional (Musthafa & Hermawan, 2018). 3. METODE PENELITIAN Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data yang diambil dari kitab yang berjudul Ad-Dakhiil Fii Al-Lughah Al Arabiyyah AlHadiitsah Wa Lahjaatihaa. Peneliti mengambil data dengan kriteria bahasa Indonesia yang diserap ke dalam bahasa Arab dalam kitab tersebut, memasukkannya ke dalam catatan data, kemudian peneliti melakukan analisis deskriptif terhadap data tersebut. 4. TEMUAN DAN ANALISIS Berdasarkan data yang didapatkan serta melalui kajian pustaka dari berbagai literatur yang relevan, serta analisis terhadap hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan penelitian, didapatkanlah kosakata bahasa Arab yang berasal dari bahasa Indonesia dalam kitab Ad-Dakhiil Fii Al-Lughah Al-Arabiyyah AlHadiitsah Wa Lahjaatihaa karya Syekh (Abdur Rahim, 2011) sebagai berikut: (1) Agar-agar hal. 31; (2) Indonesia hal. 38; (3) bambu hal. 50; (4) tukar hal. 82; (5) dapur hal. 103; (6) rupiah hal. 111; (7) Singapura hal. 125; (8) kecap hal. 173; (9) Kasuari hal. 178; (10) lancar hal. 192; (11) mangga hal. 203. Untuk DOI: https:/doi.org/10.37108/diwan.v14i1.722 Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang memudahkan, peneliti menyediakan catatan data kosakata bahasa Arab yang berasal dari bahasa Indonesia berikut ini: Tabel 1. Catatan Data Kosakata Bahasa Arab Yang Berasal Dari Bahasa Indonesia No. Bahasa Indonesia Transliterasi Bahasa Arab 1 Agar-Agar Aqar ‫أَقَر‬ 2 Indonesia Induuniisiiah ‫إِندُونِي ِسيَّة‬ 3 Bambu Bambuu ‫امبُو‬ ْ َ‫ب ‬ 4 Tukar Tukar ‫تُكَر‬ 5 Dapur Daafuur ‫دَافُور‬ 6 Rupiah Ruubiiyah ‫ُروبِيَّة‬ 7 Singapura Singhaafuurah ‫ورة‬ َ ُ‫سِنغَاف‬ 8 Kecap Ketsyaab ‫كتْشَاب‬ 9 Kasuari Kazwariinaa ‫ك َْز َو ِر ْينَا‬ 10 Lancar Lansy ‫لَ ْنش‬ 11 Mangga Manjah ‫َم ْن َجة‬ Agar-agar diserap ke dalam bahasa Arab menjadi ‫(أَقَر‬aqar) dengan mengfatahkan hamzah dan qaf, sebagian orang Arab mengucapkannya dengan kata ‫(آجرآجر‬ajar-ajar) (Al-Matbakh Adz-Dzahabiy, 2018), sebagian lagi mengucapkannya dengan kata ‫(أقار أقار‬aqar aqar) (Abutalal Kitchen, 2020). Ia adalah manisan instan yang dibuat di Madinah Munawarah beberapa 57<noinclude></noinclude> bo4uli6cfldyo9yxgp9krz8bbs6o8ks Halaman:Addakhiil Bahasa Arab yang Berasal dari Bahasa Indonesia dalam Kitab Mu’jam Ad-Dakhiil Fii Al-Lughah Al-Arabiyyah Al-Hadiitsah wa Lahjaatihaa.pdf/7 104 68818 320364 198864 2026-10-10T03:50:30Z Lufia mauludha 1A 27781 /* Telah diuji baca */ 320364 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Lufia mauludha 1A" /></noinclude>Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol. 14, No. 1, Juni 2022 waktu yang lalu, dan berasal dari Indonesia. Agar-agar berasal dari bahasa Melayu, ia adalah sejenis tanaman rumput laut, hasil olahannya yang juga disebut agar-agar. Indonesia diserap ke dalam bahasa Arab menjadi ‫ِإندُو ِني ِسيَّة‬ (induuniisiiah) dengan mengasrahkannya, ia adalah gugusan pulau di Asia Tenggara, dan juga merupakan negara yang beribu kota Jakarta. Dalam bahasa Inggris ditulis Indonesia. Kata Indonesia sudah menjadi bagian dari bahasa Indonesia, bahkan menjadi nama dari bahasa itu sendiri, namun secara asal, Indonesia itu berasal dari bahasa Yunani yang artinya Kepulauan Hindia. Kata itu tersusun dari kata indo yang berarti Hindi serta nesos yang berarti kepulauan. Bambu diserap ke dalam bahasa Arab menjadi ‫بَا ْمبُو‬ (bambuu) dengan menyukunkan mim, ia adalah sejenis pohon Hindi (tebu, rotan) yang ukurannya besar. Dalam bahasa Inggris ditulis bamboo yang asalnya dari bahasa Melayu yaitu bambu. Tukar diserap ke dalam bahasa Arab menjadi ‫(تُكَر‬tukar) dengan mendamahkan ta dan mengfatahkan kaf, kata tersebut berarti uang yang banyak (digunakan oleh jemaah haji dari Jawa di Makkah dan Madinah). Sehingga kata ini terjadi pergeseran makna dari tukar DOI: https:/doi.org/10.37108/diwan.v14i1.722 Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang menjadi meminta uang yang banyak (untuk ditukarkan). Dalam bahasa Melayu, tukar artinya berganti. Dapur diserap ke dalam bahasa Arab menjadi ‫َدافُور‬ (daafuur), ia adalah kompor yang dinyalakan dengan minyak tanah. Dapur berasal dari bahasa Melayu. Rupiah diserap ke dalam bahasa Arab menjadi ‫ُروبِيَّة‬ (ruubiiyah) dengan mendamahkan ra, mengasrahkan ba, dan mentasydidkan ya. Ia adalah satuan mata uang negara India, Pakistan, Oman, dan Indonesia. Di Indonesia disebut rupiah, sedangkan di India, Mauritius, Nepal, Pakistan, Seychelles, dan Sri Lanka disebut rupe. Hal ini karena negara tersebut mengadopsi kata dari bahasa Sanskerta dan ternyata kata tersebut berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya emas. Singapura diserap ke dalam bahasa Arab menjadi ‫ورة‬ َ ُ‫ِسنغَاف‬ (singhaafuurah) dengan mengasrahkan sin, ia adalah negara merdeka yang terletak di selatan Malaysia. Dalam bahasa Melayu, Singapura artinya adalah kota singa. Kata tersebut tersusun dari kata singa (mamalia karnivor yang bentuknya sama dengan macan; Panthera leo) dan pura yang artinya kota. Secara asal, kata tersebut berasal dari bahasa Sanskerta. 58<noinclude></noinclude> t809scvnycxtfcs7jl0nsnlg01brw07 Halaman:Siauw Ngo Gie 03.pdf/75 104 86677 320328 320303 2026-10-09T13:41:20Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 320328 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" />{{rh||{{--}} 232 {{--}}}}</noinclude>kim ternjata iapoenja toeboe jang tinggi dan besar. Hal mana membikin baginda keizer merasa sangat girang. Dalem saat itoe djoega baginda keizer mendapet pikiran boewat mengangkat Han Thian Kim mendjadi Tjam-tian Tjiang-koen. Kamoedian apabila ada oetoesan dari loewar negeri jang dateng mengadep atawa koetika dibikin pesta di kraton bagi kahormatannja oetoesan negri-negri asing, boleh sekali goenaken Han Thian Kim boewat oendojek kekerenan pada orang-orang asing, biar iaorang liat bagimana keren dan garangnja itoe orang dari Negri Allah (Tiongkok). Sajang sekali tjoema ada satoe, kalo ada lagi satoe djadi sapasang, tentoe akan mendjadi terlebih baek lagi. Sapandjang keizer Song Djin Tjong lagi berpikir, Han Thian Kim soeda pondong itoe Teng mendatangin ka depan Liong-touw-koei. Menoeroet adjarannja Tan Lim, di kadoewa koepinginja itoe kwali-besi di’ikitin tambang jang koewat, kamoedian Han Thian Kim masoekin sabelah tangan dalam itoe tambang dan dengen kadoewa tangan ia pondong itoe Teng dengan memegang pade kadoewa koepingnja itoe Teng. Sasampenja di depan itoe paseban, dengan memandang pada baginda keizer ia memeoeter tiga kali, kamoedian baroe ia taro itoe Teng besi di atas lantaran Baginda keizer djadi tertawa dan berkata: „Han Thian Kim bisa dibandingkan sama Beng Poen di djeman doeloe kala." Tida lama kamoedian kadengeran satoe soewara keras berkata: „Dihatoerken trima kasi pada baginda keizer poenja koernia.” Baginda keizer lantas memberi pangkat pada itoe lima orang. Pek In Seng djadi Soe-pin Tjo-hok-wie, Tji Liang Soe-pin Yoe-hok-wie, Louw Tien dan Ngai Howi mendjadi Gie-tjian Soe-pin-hok-wie, sedeng Han Thian Kim mendjadi Tjam-tian Tjiangkoen. Lantaran mengetahoei bahoewa ia-orang ada bersoedarahan kiatpay dan djoega ada anak-anaknja ponggawa perang, baginda keizer lantas kasiken iaorang gelaran Siauw Ngo Gie.<noinclude></noinclude> lmk5ms3cs4rjcphq4ydwox5t5fgpuzw Halaman:Lima Jagoan vol.21.pdf/4 104 87820 320324 252927 2026-10-09T13:31:38Z Srijembarrahayu 21172 /* Tervalidasi */ 320324 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>{{c|''Kupersembahkan !''}} ''Untuk ayah dan ibu yang kuhormati'' ''Istriku Lilik Kirana Dewi yang kucintai'' ''Puteri pertamaku Cendrayani'' ''Putera keduaku Onny Dahana'' ''dan teman2 Korps Kesenian Genta Budaya'' {{r|''Ulat sutera musim semi tak pernah lelah'' ''tetap memintal harapannya siang dan malam'' ''musnahnya mereka tak menjadi soal apa-apa'' ''karena bukankah cinta tak pernah lenyap?''}}<noinclude></noinclude> 2e1fsoqi6pjlmg9sp63wkwoi2shcmk8 Halaman:Lima Jagoan vol.21.pdf/16 104 88247 320325 253787 2026-10-09T13:33:27Z Srijembarrahayu 21172 /* Tervalidasi */ 320325 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Demi mendengar kata² baginda ini Bang kwie hui yg lihay dan cerdas segera menjatuhkan diri dan berlutut dihadapan baginda. — Terima kasih atas kemurahan bansweya ! Baginda mengusap usap kepala sang selir dan berjanji dengan sungguh². — Harap hiance tidak bersedih, andaikata ko tiang melakukan suatu kesalahan tim pasti akan membebaskannya dari hukuman. Percayalah ! Begitulah setelah mendengar janji baginda barulah Bang kwie hui dapat bersenyum dan menemani baginda dengan bersuka hati. <br>Hampir semalam suntuk baginda & selir Bang kwie hui berplesiran di paseban Ban hoa lauw. {{c|—ooo*ooo—}}<noinclude>{{rh|16}}</noinclude> nociz6ccrw589x46sxjdsh64zqq05h3 Halaman:Lima Jagoan vol.21.pdf/17 104 88248 320327 253788 2026-10-09T13:37:23Z Srijembarrahayu 21172 /* Tervalidasi */ 320327 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Bab. XXI. {{c|BAGINDA MEMBERIKAN AMNESTI<br> KEPADA MENTERINYA<br> YANG BERSALAH.<br><br> NONA HONG KIAUW TILAN<br> MENGGANTUNG DIRI.}} {{rule|width=20em}} {{Dropinitial|D}}ALAM waktu hanya beberapa hari saja-menteri Pauw kong alias Pauw bun cin telah berhasil menyingkap perkara gelap yakni kasus raja muda Peng see ong Tek ceng yang membunuh Hui liong kiongcu. <br>Menteri Yoto dapat ditundukkan bahkan ketahuanlah siapa Dalang dalam lokon usaha membunuh Peng see ong Tek ceng ini. Kedua menteri yang terdahulu yakni Bun gan pok dan rekannya gagal didalam mengurus perkara yg sangat misterius ini. <br>Dan begitu perkara itu diserahkan ketangan Pauw kong maka dlm waktu beberapa hari saja perkara itu sudah dapat dibongkar sampai ke akar2nya.<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude> 13rny5dolf7oey712h6uiw1tk0esz5n Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/22 104 103044 320335 290164 2026-10-09T14:44:56Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 320335 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>lamanya, Tek tay houw lalu menatap kepada baginda dengan tajam dan bertanya tegas. — Anakku, sesungguhnya suara siapakah yg kau turut ? Suara ibumu ataukah suara selirmu Bang kui hui ? Baginda Song jin cong serba salah, ia tak dapat segera memberikan jawaban. ― Ya anakku, kata2 ibumu kau tak mau mendengar, lebih baik kau turut kata selirmu Bang Kui hui saja ! Tek tay houw segera membalikkan tubuhnya dan hendak berlalu. Melihat sikap sang ibu angkat, bercekatlah hati baginda. Sadarlah ia bahwa kata2 ibu angkatnya memang benar maka dengan suara ter sendat2 baginda menahan sang mama angkat. — Ibuuu! Harap ibu tidak terlalu bersusah hati anak akan segera memerintah beberapa hulubalang untuk pergi ketanah lapang dan mencegah dilaksanakannya bukuman mati atas diri Tek ceng ! Tersiraplah darah Bang kui hui .. lagi² usaha ayahnya menemui kegagalan.<noinclude>{{rh|22}}</noinclude> r524mfzfe2242l1t1yn1kqevlpntahn Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/25 104 108142 320338 302420 2026-10-09T15:22:45Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 320338 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>Raja tak boleh diganggu gugat, suara raja seperti-juga suara malaikat. Siapakah yg berani menentang dan tidak menurutnya? Melihat Lengpay itu Durna Bang hong amat sedih kecewa dan gondok. Dengan perasan berat terpaksa ia melepaskan tali2 yg mengikat tubuh Tek ceng Mendengar firman yg baru dari baginda, jenderal berangasan Ciauw teng kwie tiada torkatakan su kacitanya. — Anjing tua Bang ciat (bajingan Banghong) kau lihat bagaimana akhirnya ? Haaaa , . haaa, . orang yg lurus jiwanya dan benar selalu dilindungi oleh Tuhan. Tek twako dibebaskan, kau jangan kekhi ya? Haa Saking gembiranya Ciauw teng kwie berjingkrak -jingkrak dan menari nari dihadaban Bang hong. Tingkah lakunya yg kocak itu mirip ketek ogleng barangan, Mau tidak mau Tek ceng dan menteri Siang tayho menjadi tertawa geli. Sementara itu dengan muka cemberut dan kucel Kok tang Barg hong bersama kesatuan Kim ie wee bergegas meninggalkan tanah lapang dan kembali.<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude> amhvwat2g63pzkgew4rh6uodztawyy9 Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/26 104 108144 320339 302424 2026-10-09T15:25:30Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 320339 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>Setelah diistana Durna Bang hong langsung masuk keistana Kim loan tian dengan maksud meminta penjelasan dari baginda, mengapa hukuman mati atas diri Tek ceng itu dicabut. Siapa sangka begitu tiba didalam ruangan Kim lo an tian ternyata Làm ceng kiong Tek tay houw belum pulang. Melihat Tek tay houw meremanglah bulu kuduk menteri Durna itu. Bagaimanapun juga orang yang bersalah pastilah mempunyai perasaan was was dan takut. Malahan acapkali ada istilah saking takutnya sampai kepada bayangannya sendiripun juga takut. Dalam hati Bang hong berpikir.. hmm.. pantas hukuman mati atas diri Tek ceng di cabut, kiranya perempuan tua inilah yang membelanya. Begitulah Bang hong lalu berlutut dihadapan ban sweya, kemudian memberi hormat kepada Tek tay houw. Sementara itu tatkala Tek tay houw dapat melihat cecongornya Bang hong seketika bergolaklah darahnya. Kemarahannya tak te tahankan lagi. — Hmm kiranya kau Kok tiang Bang hong! Bang hong tersirap darahnya, ia mengkeret dan<noinclude>{{rh|||26}}</noinclude> th2ou1b28k4rqc8khl1hi11ag1gc42e Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/64 104 108607 320341 303982 2026-10-09T15:28:47Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 320341 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>{{c|TOKO „RATNA JAYAA”}} Sedia macam-macam barang keperluan sumbangan untuk Hari ''NATAL ULANG TAHUN PENGANTIN DLL.''<br>Kami bersedia membungkuskan dengan kertas kado menurut pilihan, Anda. Juga sedia Keperluan2 ''KANTOR,'' dan ''SEKOLAH,'' Macam2 ''MAJALAH, KOMIK, CERSIL. BUKU SAKU,'' mainan ''ANAK2 Dll''. Dan masih ada satu macam lagi. Untuk keperluan ''PESTA'' atau persediaan di ''RUMAH.'' Yaitu Syrup merk ''DYARY,'' atau ''SAN SAN'' Special Kwalitet, Terjamin mutunya, Segar nyaman rasanya, ''HARGA'' pantas Enak rasanya. {{c|''Carilah di TOKO RATNA JAYAA.<br>Jl. MT. Haryono No 403-405/9<br>SEMARANG,''}}<noinclude></noinclude> h070zuurjrjmckzz0h8i5z6ft3e32yi Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/24 104 110380 320337 308007 2026-10-09T14:46:32Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 320337 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>bergegas menuju ketanah lapang. Dengan memacu kudanya laksana angin puyuh menteri Siang tayhu itu menuju ketanah lapang, Lengpay yg dibawanya di acungkan tinggi². Tiada antara lama Siang tayhu itupun telah sampai ditempat para persakitan yg bendak menjalani hukuman mati. Dari jauh siang tayhu sudah ber kaok², — Bang kok tiang baginda menarik kembali keputusannya. Lepaskan Tek ongcin, hukuman mati itu telah dicabut ! — Durna Bang hong membelak matanya, dadanya — kembang kempis seperti kodok bangkong yg sekarat. Mulutnya seakan terkancing sehingga ia hanya mengawasi kedatangan siang tayhu itu tanpa dapat berkata kata, Siang tayhu segera melompat turun dari kudanya & memperlibatkan Lengpay itu kepada Bang hong. — Inilah firman dari baginda, Tek ongcin harap segera dibebaskan, bukumun mati untuk Tek ongcin telah dicabut kembali!<noinclude>{{rh|24}}</noinclude> ktfeavja76bmp1we0isol704haei9m4 Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/61 104 111258 320344 309699 2026-10-09T15:31:15Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 320344 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>— Inilah surat-surat dari Pauw tay jin, harap Ong heng memeriksanya dan memberikan cap serta tanda tangan. <br>Yang selembar untuk Ong heng dan yang selembar untuk kami bawa pulang. — Marilah singgah dulu kerumah! Dengan ramah dan hormat Ong Ceng membawa Tek ceng serta kedua opas itu singgah kegedungnya. Seorang pelayan keluar menyuguhkan teh hangat dan kue-kue. <br>Begitulah kedua opas itu lalu bercakap cakap dengan Ong ceng secara bebas. {{c|BERSAMBUNG}}<noinclude>{{rh|||61}}</noinclude> l2vc7pday0j1sln7mas8py1tiyor2xc Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/62 104 111259 320343 309701 2026-10-09T15:29:58Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 320343 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>{{rh|★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★ ★}} <poem> Bersediakah Ong ceng melaksanakan perintah Durna Bang hong? Matikah Tek ceng terkena racun? Bagaimana perjalanan Lauw keng dan Lie gie yg menjemput Pat po kiongcu dinegeri Tan tan kok? Bilakah mereka tiba kembali kenegeri Song? Bagaimana dengan utusan² dari negeri See liauw yang bersembunyi digedung Big hong? Apakah mereka menunggu sampai matinya Tek ceng baru mau kembali kenegerinya ? </poem> {{c|Bacalah jilid yang ke - 25 <br>Segera terbit!!!}}<noinclude>{{rh|62}}</noinclude> ou0cshsy78oik40b5mlxv45akvz04dx Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/320 104 112674 320398 313498 2026-10-10T10:05:24Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320398 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{ordered list|start=59 |Menudju Persatuan Pemuda jang luas. Terbitan Jajasan Generasi Baru th. 1957. |Pemuda Pengawal Kemerdekaan Nasional Indonesia. Terbitan Jajasan Generasi Baru th. 1957. |Taman Siswa 30 Tahun. Terbitan Taman Siswa. Jogjakarta th. 1956 62. Program Kerdja Sama Pemuda-Militer. Terbitan BKSPM th. 1957. |Sumbangan Pemuda Atjeh pada Kongres Pemuda Seluruh Indonesia. Terbitan Penguasa Perang Daerah Atjeh th. 1960. |Pengantar Kongres Pemuda Seluruh Indonesia. Terbitan Seksi Penerangan Panitia Pusat Kongres Pemuda Seluruh Indonesia th. 1960 |Keputusan Kongres Pemuda Seluruh Indonesia di Bandung. Terbitan Sekretariat Panitia Kongres Pemuda Seluruh Daswati I. Djawa Tengah. |Pembebasan Irian Barat. Terbitan Departemen Penerangan Republik Indonesia th. 1962. |5 Tahun Pandu Rakjat Indonesia. Terbitan Badan Penerbit Pandu Rakjat Indonesia Djakarta th. 1950. |Kumpulan Berita „Antara” dari tahun 1951 sampai dengan tahun 1962. |Kumpulan Surat-kabar², Suluh Indonesia, Harian Rakjat, Merdeka, Duta Masjarakat, Warta Bhakti dari tahun-tahun 1951 sampai dengan tahun 1962. |Bahan-bahan dari berbagai surat kabar tahun-tahun 1945—1948 jang terbit di Jogjakarta. |Keterangan dari berbagai tokoh jang bersangkutan}}<noinclude>{{rh|314}}</noinclude> 9g7x6xp9etzz6ud6wsda4abb459eqw1 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/319 104 112675 320399 313499 2026-10-10T10:07:09Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320399 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{Ordered list|start=40 |Kumpulan Madjalah Revolusioner tahun-tahun 1946―1948. | Kumpulan Madjalah „Demokrasi” Surabaja tahun² 1949―1950. |Kumpulan Madjalah „Pemuda” tahun² 1951, 1952, 1953, 1954, 1955, 1956. Terbitan Djawatan Pendidikan Masjarakat Bagian Pemuda dari Kementerian Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan. |Kumpulan Madjalah „Djawa Baru” tahun-tahun 1943, 1944, 1945. Terbitan Djawa Sijnboen Sja Djakarta. |Dokumentasi Perdjuangan Pemuda Indonesia, A.M. Hardjono. Terbitan Toko Buku „Islamijah” Medan th. 1950. |Pergerakan Pemuda Dalam Perdjuangan Rakjat. Terbitan Intelect Baru th. 1950. |Risalah Pemuda. Terbitan Badan Koordinasi Pemuda Indonesia th. 1950. |Pergerakan Pemuda di Indonesia. Terbitan Kementerian Penerangan Republik Indonesia th. 1950. |Lukisan Revolusi. Terbitan Kementerian Penerangan Republik Indonesia th. 1949. |14 April Hari Solidaritet Internasional Pemuda dan Peladjar Anti Fasis Franco Spanjol. Terbitan Generasi Baru Djakarta th. 1954. |Buku Peringatan Persatuan Peladjar Demobilisan. Terbitan Persatuan Peladjar Demobilisan th. 1955. |The Asian African Student' Contference. Terbitan The Indonesian National Preperatory Comittee For Asian-African Student' Conference. th. 1957. |Aktivitet Subversif di Indonesia Jungschlager dan Schmidt. Terbitan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. |Seminar Pemuda Djakarta Raya. Terbitan Panitia Seminar Pemuda Djakarta Raja th. 1957. |Manusia dan Masjarakat Baru Indonesia (Civics). Terbitan Departemen P.P. &. K. th. 1960. |Kembali Kepada Djiwa Proklamasi 1945. Notosutardjo. Terbitan Harian Pemuda Djakarta th. 1959. |Tudjuh Bahan Pokok Indoktrinasi. Terbitan Dewan Pertimbangan Asung Republik Indonesia th. 1961. . |Re So Pim (Pidato Presiden th. 1961). Terbitan Departemen Penerangan Republik Indonesia. |Tahun Kemenangan (Takem) Pidato Presiden pada th. 1962. Terbitan idem.}}<noinclude>{{rh|||313}}</noinclude> ngteevvz7h15hs9rukkeomxtptqfzsy Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/286 104 112676 320451 312100 2026-10-10T10:45:55Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320451 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>dan dinamika perdjuangan jang merupakan suatu manifestasi dari pada gelora dan gegap gempitanja perdjuangan sebagaimana jang dinjatakan olch Presiden Sukarno dalam pidato pembukaan sidang Konstituante. Kegagalan badan ini dalam menunaikan tugasnja ialah disebabkan karena sikap Masjumi jang bersitegang hendak memaksakan Islam sebagai dasar negara. Perdebatan melantur jang tak nampakkan achirnja, membuat badan Konstituante mendjadi badan jang tidak ada gunanja sebagai alat revolusi.. Rakjat termasuk pemuda mendjadi menjesal dan kesal melihat keadaan seperti ini. Berbagai pendapat dan saran disampaikan kepada Presiden agar mengambil sikap dan tindakan tegas jang diperlu-kan untuk mengatasi keadaan seperti ini. Untuk mengatasi keadaan ini Presiden dan pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 22 April 1959 menjampaikan amanat dan andjuran kepada badan Konstituante "marilah kembali kepada Undang-Undang Dasar 1945". Seruan Presiden dan pemerintah untuk kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 ini merupakan suatu pemetjahan djalan buntu jang dihadapi Konstituante. Karena itu seruan ini mendapatkan dukungan luas dari rakjat termasuk pemuda Indonesia. Berbagai organisasi rakjat menjatakan sikapnja dengan berbagai djalan dan bentuk. Hal ini dapat dilihat dari serentetan peristiwa tentang masalah itu sbb.: Pada tgl. 19 Maret 1959 Ikatan Pemuda Peladjar Indonesia (IPPI) menjatakan setudju mendukung sepenuhnja terhadap ide kembali ke Undang-Undang Dasar 1945. Pada tanggal 28 Maret 1959 di Bandung telah berdiri suatu organisasi jang bernama "Aksi Pendukung UUD '45" jang diketuai oleh Kosasih. Pada tanggal 4 April 1959 suatu panitia pusat pendukung kembali ke UUD '45 berdiri dan suatu delegasi dari Surabaja jang diketuai oleh S.D. Prajitno menghadap Presiden Sukarno untuk menjatakan dukungan rakjat terhadap ide kembali ke UUD '45. Pada tanggal 17 April 1959 delegasi Sumatra Selatan Mochtar Prabumangku-negara menjampaikan resolusi jang mendukung ide kembali ke UUD '45. Pada tanggal 19 April 1959 lebih dari 20.000 orarig penduduk Kupang mengadakan pawai dan mengambil resolusi untuk mendukung ide kembali ke UUD '45. Resolusi itu ditandatangani oleh wakil Partai seperti, PNI, Parkindo, PKI, Front Nasional dil. Demontrasi dan rapat jang diselenggarakan dengan maksud jang sama djuga dilangsungkan di Padang (Sumatra Barat) pada tanggal 18 April 1959, di Sumbawa pada tanggal 14 April 1959, di Sumatra Selatan bahkan sudah dilangsungkan pada tanggal 26 Maret 1959, di Bogor pada tanggal 20 April 1959, di Pontianak pada tanggal 20 April 1959, di Jogjakarta pada tanggal 21 April 1959, di Palembang pada tanggal 21 April 1959, di Tjiandjur<noinclude>{{rh|280}}</noinclude> pif64zlbuk4rlfubidmlqephqztpinc Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/288 104 112679 320453 312106 2026-10-10T10:46:25Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320453 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Menterinja dengan programnja: 1). memperlengkapi sandang pangan Rakjat; 2). menjelenggarakan Keamanan Rakjat dan Negara; 3). melandjutkan perdjuangan untuk menentang imperialisme ekonomi dan politik. Keputusan kedua ini diambil sebagai pelaksanaan dari Dekrit kembali ke UUD '45. Ini berarti mengachiri dualistis antara pimpinan Negara dengan Pimpinan Revolusi Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi dan pimpinan Revolusi Dr. Ir. Soekarno. Karena keputusan ini adalah keputusan jang madju jang mentjerminkan sjarat djamannja, maka rakjat termasuk pemudanja dengan melalui berbagai organisasi dan perseorangan menjatakan sikapnja jang menjokong tindakan itu. Di Djakarta dan diberbagai kota besar lainnja pemuda melakukan aksi mentjoret-tjoret tembok, dengan tulisan "dukung dekrit Presiden", "kem-bali ke UUD 1945" dll. Untuk memperkuat sikapnja mendukung ke-putusan Presiden, rapat dan pertemuan-pertemuan antara organisasi pemuda djuga diadakan untuk mendukung dekrit ini. Hanja sementara organisasi pemuda seperti GPII dan GPSI (Gerakan Pemuda Sosialis Indonesia) jang tidak memperlihatkan sikapnja jang aktif menjokong bahkan tampak adanja usaha-usaha untuk merintangi aksi-aksi pemuda jang menjokong dekrit itu Dalam keadaan gerakan masih hangat mendukung dekrit ini, pada tanggal 17 Agustus 1959 dalam pidato memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia jang ke XIV kalinja, Presiden Republik Indone-sia mengutjapkan suatu pidato jang bersifat penjimpulan dari pengalaman perdjuangan selama ini. Pidato Presiden jang berdjudul "Penemuan Kembali Revolusi Kita" jang selandjutnja dinamakan Manifesto Politik Republik Indonesia dengan disingkat Maninol, kemudian oleh Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA) diperintji lebih djelas. Untuk memerintji ini oleh DPA dibentuk suatu komisi jang diketuai oleh DN. AIDIT, dan jang hasilnja disjahkan oleh sidang DPA pada tgl. 25 September 1959. Manifesto Politik Republik Indonesia dan merunakan. pendjelasan resmi dari Dekrit Presiden Panglima Tertinggi tersebut. Manifesto Politik ini memuat dua hal jang sangat dibutuhkan untuk melantjarkan djalannja revolusi Indonesia jaitu: a). Persoalan pokok dari pada Revolusi Indonesia. b). Program umum Revolusi Indonesia. Tentang persoalan-persoalan pokok revolusi Indonesia Manifesto Politik dengan djelas mengemukakan apa jang mendjadi 1). Dasar/tudjuan dan kewadjiban-kewadjiban revolusi Indonesia. 2). Kekuatan sosial Revolusi Indonesia. 3). Sifat revolusi Indonesia. 4). Hari depan revolusi Indonesia dan 5). Musuh-musuh revolusi Indonesia.<noinclude>{{rh|282}}</noinclude> 9h86zq70ul3k68o6zgasivoegztsxms Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/318 104 112680 320401 312111 2026-10-10T10:07:29Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320401 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{Ordered list|start=15 | Nederlands Indie Contra Japan. Terbitan De Krijgsgeschiedkundige Sectie van het Hoofdkwartier van de Generale Staff KNIL. |Japan's Colonialism and Indonesie. M.A. Azis. Terbitan Martinus Nijhoff Den Haag th. 1955.' |A History of South East Asia. D.G.E. Hall. Terbitan Mac Millan & Co Lth" London th. 1955. |Menudju Kemerdekaan. Sedjarah Pergerakan Indonesia sampai th. 1942 D.M.C. Koch. Terbitan Jajasan Pembangunan Djakarta th. 1951. |Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945. Sidik Kertapati. Terbitan Jajasan Pembaruan Djakarta th. 1961. |Peta dan Peristiwa Rengasdengklok. Umar Bachsan. |Perlawanan Bersendjata Terhadap Fasisme Djepang. Soehoed Prawiroatmodjo Kolonel T.N.I., Merdeka Press th. 1953. |Gerakan Anti Fasis. Wikana. |Indonesian Society in Transition. Prof. Wertheim. Terbitan Sumur Bandung th. 1955. |Sedjarah Singkat Berdirinja Negara R.I. Prof. AG. Pringgodigdo |Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Ki Hadjar Dewantoro. |Kedjadian-kedjadian Pada Sebelum dan Hari Proklamasi. B.M Diah. Terbitan Merdeka Press. |Buku „Republik Indonesia” Kotapradja Djakarta Raja. Terbitan Kementerian Penerangan Republik Indonesia. |Buku „Republik Indonesia” Propinsi Djawa Barat. Terbitan idem. |Buku „Republik Indonesia” Propinsi Djawa Tengah. Terbitan idem |Buku „Republik Indonesia” Daerah Istimewa Jogjakarta. Terbitan idem. |Buku „Republik Indonesia” Propinsi Djawa Timur. Terbitan idem |Buku „Republik Indonesia” Propinsi Sumatra Selatan. Terbitan idem. |Buku „Republik Indonesia” Propinsi Sumatra Tengah. Terbitan idem. |Buku „Republik Indonesia” Propinsi Atjeh. Terbitan idem. |Buku „Republik Indonesia” Propinsi Kalimantan. Terbitan idem. |Buku „Republik Indonesia” Propinsi Nusa Tenggara. Terbitan idem |Buku „Republik Indonesia” Propinsi Maluku. Terbitan idem. |Kisah Gerilja Kalimantan Kolonel H. Hasan Basri. Terbitan Jajasan Lektur Lembang Mangkurat Bandjarmasin th. 1961. |Risalah Gerakan Pemuda. Hardjito. Terbitan Pustaka Antara Djakarta 1952 }}<noinclude>{{rh|312}}</noinclude> 3y8c3vqr1uzdf7m6nqqwo85r92v5se5 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/289 104 112682 320454 312109 2026-10-10T10:46:39Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320454 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Tentang Dasar/Tudjuan Dan Kewadjiban Revolusi Indonesia dikatakan dalam Manipol itu antara lain: "Dasar dan tudjuan revolusi Indonesia adalah kongruen dengan Social Concience of Man itu. Keadilan Sosial, Kemerdekaan individu, Kemerdekaan Bangsa, dan lain sebagainja itu adalah pengedjawantahan dari pada, Social Concience of Man itu. Keadilan dan Kemerdekaan adalah tuntutan budi nurani jang universil, karena itu djanganlah ada diantara kita jang mau mengamandir atau memodulir dasar dan tudjuan revolusi kita ini" (Manifesto Politik hal. 14). Kewadjiban-kewadjiban revolusi Indonesia jang terpenting ialah membebaskan Indonesia dari semua imperialis dan menegakkan tiga segi kerangka seperti disebut dalam Manifesto Politik jaitu: "Kesatu: Pembentukan satu negara Republik Indonesia jang berbentuk negara kesatuan dan negara kebangsaan jang demokratis, dengan wilajah ke-kuasaan dari Sabang sampai Merauke". "Kedua Pembentukan satu masjarakat jang adil dan makmur materiil dan Sprituil dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia itu". „Ketiga Pembentukan satu persahabatan jang baik antara Republik Indonesia dan semua negara didunia, terutama sekali dengan negara-negara Asia Afrika, atas dasar hormat merighormati satu sama lain dan atas dasar bekerdja sama mem-bentuk satu dunia jang bersih dari imperialisme dan kolonialisme menudju kepada perdamaian dunia jang sempurna". (Manifesto Politik hal 71). Tentang Kekuatan-kekuatan Sosial Daripada Revolusi Indonesia dikatakan antara lain: Untuk memenangkan revolusi Indonesia kita harus dapat mem-bangkitkan kekuatan revolusioner dalam masjarakat Indonesia. Dalam Manifesto Politik dikatakan, bahwa "modal pokok bagi tiap-tiap revolusi nasional, menentang imperialisme kolonialisme ialah konsentrasi kekuatan nasional, dan bukan perpetjahan kekuatan nasional (halaman 39). Dengan ini djelaslah bahwa kekuatan sosial jang mendukung Revolusi Indonesia adalah kekuatan rakjat seluruh Indonesia, kekuatan seluruh bangsa. jang menentang imperialisme kolonialisme. Orang-orang Indonesia jang tidak mendukung revolusi Indonesia adalah perketjualian, dan djumlah orang-orang jang anch ini tidak banjak. Dengan tidak mengurangi arti dari klas-klas dan golongan-golongan lain, sebagaimana sudah sering ditekan-tekankan oleh Presiden Sukarno, kaum buruh dan kaum tani, baik karena vitalnja maupun sangat banjak djumlahnja, harus mendiadi kekuatan pokok dalam Revolusi dan harus mendiadi soko-guru masiarakat jang adil makmur di Indonesia, Tentang Sifat Revolusi Indonesia dinjatakan antara lain: Pembentukan satu masjarakat jang adil dan makmur materiil dan Sprituil dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia itu” . „ Ketiga : Pembentukan satu persahabatan jang baik antara Republik Indonesia dan semua negara didunia, terutama sekali dengan negara-negara Asia Afrika, atas dasar hormat menghormati satu sama lain dan atas dasar bekerdja sama membentuk satu dunia jang bersih dari imperialisme dan kolonialisme menudju kepada perdamaian dunia jang sempurna". ( Manifesto Politik hal 71 ) . Tentang Kekuatan-kekuatan Sosial Daripada dikatakan antara lain : Untuk memenangkan revolusi Indonesia kita Revolusi harus Indonesia dapat bangkitkan kekuatan revolusioner dalam masjarakat Indonesia. memDalam Manifesto Politik dikatakan , bahwa "modal pokok bagi tiap-tiap revolusi nasional, menentang imperialisme kolonialisme ialah konsentrasi kekuatan nasional, dan bukan perpetjahan kekuatan nasional ( halaman 39 ) . Dengan ini djelaslah bahwa kekuatan sosial jang mendukung Revolusi Indonesia adalah kekuatan rakjat seluruh Indonesia, kekuatan seluruh bangsa jang menentang imperialisme kolonialisme . Orang-orang Indonesia jang tidak mendukung revolusi Indonesia adalah djumlah orang-orang jang aneh ini tidak banjak. perketjualian , dan Dengan tidak mengurangi arti dari klas-klas dan golongan-golongan lain, sebagaimana sudah sering ditekan-tekankan oleh Presiden Sukarno, kaum buruh dan kaum tani, baik karena vitalnja maupun sangat banjak djumlahnja, harus mendjadi kekuatan pokok dalam Revolusi dan harus mendiadi soko-guru masjarakat jang adil makmur di Indonesia. Tentang Sifat Revolusi Indonesia dinjatakan antara lain : 283<noinclude>{{rh|||283}}</noinclude> ovihw3j473gxv9qcnakqzx5j9kxz6yj Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/317 104 112683 320402 313500 2026-10-10T10:07:49Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320402 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{C|{{larger|BUKU JANG DIPAKAI UNTUK<br> MENJUSUN}}}} {{Ordered list |Sedjarah Indonesia. Djilid I, II. Sanusi Pane. Terbitan Perpustakaan Perguruan P.P. &. K. Djakarta th. 1956. |Indonesia. Djilid I. Ir. S. J. Rutgers dan A. Huber. Terbitan „Pegasus” Amsterdam th. 1937. |Indonesia. Djilid II. Ir. S.J. Rutgers. Terbitan „Pegasus” Asmterdam th. 1947. |Imperialisme Tingkat Tertinggi Kapitalisme, W.I. Lenin. Terbitan Jajasan „Pembaruan” Djakarta th. 1958. |De Nationalistische Beweging in Nederlands-Indie, J. Th. Petrus Blumberger. Terbitan „HD. Tjeenk & Willink & Zoon” Haarlem th. 1935. |Sedjarah Pergerakan Nasional Indonesia. Mr. Susanto Tirtoprodjo Terbitan PT. Pembangunan Djakarta th. 1962. |Gedenboek Jong-Java. Terbitan Pedoman Besar Jong-Java Djakarta th. 1930. |Dibawah Bendera Revolusi. Ir. Sukarno. Terbitan Republik Rakjat Tiongkok th. 1961. |Sarinah. Dr Ir. Soekarno. Terbitan „Jajasan Pembangunan” Djakarta th. 1961. |The Communist Uprising of 1926—1927 in Indonesia. Harry J Benda and Ruth T. MC Vey. Terbitan Cornell University Ithaca New York th. 1960. |Overzicht van de Ontwikkeling der Nationalistische Beweging in Indonesia. Dr J.M. Pluvier. Terbitan W. van Hoeve ss Gravenhagen th. 1953. |De Communistische Beweging in Nederlandsch-Indie. J. Th. Petrus Blumberger. Terbitan HD. Tjeenk & Willink & Zoon Haarlem th. 1935. |Nationalism and Revolution in Indonesie. George Mc. Turman Kahin Terbitan Cornell University Press Ithaca New York th. 1950. |The Left Wing in South East Asia. Virginia Thomson — Richard Adloff Den Haag th. 1955}}<noinclude>{{rh|||311}}</noinclude> qm7vopo1k3ffcds7ye645rkbhar70ua Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/315 104 112693 320403 313501 2026-10-10T10:08:03Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320403 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|tera|tertera}} dalam halaman muka buku ini bahwa: „''Hanja bangsa jang dapat memetik peladjaran dari masa silam, dan tjakap mempergunakan pengalaman-pengalamannja dalam menghadapi masa depan, dapatlah bangsa itu mendjadi bangsa jang besar''”. Demikianlah djuga pemuda Indonesia, sebagai warga Bangsa Indonesia harus dapat menggunakan petundjuk Bung Karno jang arif ini, agar perdjuangannja sampai ke-kemenangan. Kemenangan bagi tjita-tjita pemuda Indonesia jang besar itu pasti tertjapai karena pemuda Indonesia jang setia terhadap tradisi revolusionernja terus madju berdjuang, untuk melawan dan melenjapkan segala keterbelakangan zaman {{rule|6em}}<noinclude>{{rh|||309}}</noinclude> 4wvm8e1mnvrwp2ztp7ga1puvm2mc6uf Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/314 104 112698 320404 313508 2026-10-10T10:08:17Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320404 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>bersama. Program bersama seperti Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan R.I., Manipol ternjata telah memainkan peranan jang penting dalam menjatukan pemuda Indonesia, baik dalam organisasi maupun dalam tindakan. Sebaliknja ketiadaan pegangan, atau lepas dari pegangan program bersama jang patriotik dan demokratis ini maka persatuan bisa mendjadi rusak dan kekuatan pemuda tak dapat disatukan dengan baik. Untuk mewudjudkan persatuan ini pemuda harus berdjuang melawan politik pemetjah belahan dari kaum reaksioner dan kaum imperialis. Ketjuali aksi bersama jang berdasarkan program bersama, perlu adanja solidaritas antar organisasi pemuda dalam memperdjuangkan kepentingan chususnja jang adil dan jang sesuai dengan tuntutan sosial. Dengan demikian maka kerdjasama dan persatuan bukan hanja berdiri diatas dasar jang umum tetapi konkrit dan hidup, jang mempererat kerdjasama dan persatuan mendjadi kuat dan kokoh. {{Ordered list|start=5 | Dalam berdjuang untuk mentjapai tjita-tjitanja pemuda Indonesia menghadapi musuh jang bersifat internasional, jaitu imperialisme, neo-kolonialisme. Karenanja untuk mengalahkan musuh bersama ini pemuda Indonesia bukan hanja perlu dan harus menggalang persatuan nasional, tetapi djuga perlu harus menggalang persatuan internasional, persatuan antar bangsa, serta aksi bersama serta solidaritas bersama dalam memperdjuangkan kepentingan bersama. Bagi pemuda Indonesia perlu dan harus memberi perhatian jang besar akan solidaritas terhadap perdjuangan rakjat termasuk pemuda Asia, Afrika dan Amerika Latin dalam menghadapi usaha neo- kolonialisme. Perdjuangan untuk menghalaukan dan mengalahkan adalah sjarat mutlak bagi suksesnja neo-kolonialisme perdjuangan untuk mentjapai kemerdekaan nasional jang penuh dan demokratis. |Dalam perdjuangan untuk kemerdekaan nasional jang penuh dan sosialisme di Indonesia maka bagi pemuda perlu mendjadi seorang patriot jang sedjati dan sekaligus mendjadi seorang internasionalis. Ini berarti bahwa bagi seorang pemuda Indonesia harus mendjadi seorang Manipolis sedjati jang bertjita-tjitakan sosialisme ilmu.}} Inilah pengalaman dan kesimpulan dari perdjuangan pemuda selama Setengah abad, jang melalui djalan berliku-liku, pasang surut serta korban jang besar. Menarik pengalaman serta menggunakan pengalaman ini untuk menuntun kegiatan pemuda selandjutnja adalah suatu tjara untuk mempertjepat datangnja kemenangan bagi perdjuangan pemuda, dengan tidak perlu mengulangi segala kekurangan serta kesalahan dari masa silam sebagaimana jang dinjatakan setjara arif oleh Bung Karno jang {{hws|ter|tertera}}<noinclude>{{rh|308}}</noinclude> 0k1jwq33atsh1fcpabo0r37a1u6xst0 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/313 104 112716 320405 315819 2026-10-10T10:08:33Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320405 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude><ol> <li value="1" style="list-style-type: none;">{{hwe|djuang|berdjuang}} untuk mengedjar tjita-tjitanja jaitu mentjapai dunia baru jang adil dan makmur, dunia jang damai dimana terdapat persahabatan antara rakjat dan pemuda seluruh dunia, dimana pemuda dapat mengenjam masa mudanja dengan penuh kebahagiaan, mengembangkan bakat dan ketjerdasannja. Untuk inilah maka pemuda dengan setia pada sumpahnja berdjuang gigih untuk mentjapai Indonesia jang merdeka penuh, demokratis sebagai langkah untuk mentjiptakan masjarakat Indonesia jang adil dan makmur. </ol> {{ordered list|start=2 |Didalam memperdjuangkan tjita-tjitanja, pemuda sebagai bagian dari rakjat Indonesia bukan hanja dipengaruhi arus perdjuangan nasional umumnja, tetapi djuga sebaliknja mempengaruhi perdjuangan nasional umumnja. Sikap-sikap, tindakan dan langkah-langkah jang bersifat patriotik, heroik jang sesuai dengan tuntutan djamannja dapat mempengaruhi mendorong madju lebih pesat djalannja arus perdjuangan nasional, seperti peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1928, peristiwa kegiatan pemuda sekitar proklamasi kemerdekaan 1945, peristiwa sekitar mobilisasi pemuda untuk melaksanakan TRIKORA, dll. Ini menundjukkan arti penting dan vitalnja gerakan pemuda dan massa pemuda di Indonesia dalam rangka perdjuangan nasional umumnja. |Dalam bidang keorganisasian kita melihat adanja suatu proses konsentrasi jang menudju kepersatuan, dan deferensiasi jang kemudian berkembang lagi mendjadi konsentrasi jang bersifat federatif. Hal ini disebabkan karena kenjataan bahwa pemuda sebagai bagian dari rakjat Indonesia djuga dipengaruhi oleh kedudukan sosial keluarganja, oleh hubungan sosialnja sendiri, oleh pendidikannja, oleh kepertjajaan agama dsb-nja. Dari keadaan ini timbullah berbagai organisasi jang pasti dan diperlukan dari pemuda-pemuda kalangan rakjat pekerdja, dari peladjar, mahasiswa, dan berbagai lapisan dan golongan, dan pemuda jang menganut berbagai kepertjajaan agama dll. Organisasi pemuda seperti ini memang perlu untuk menghimpun massa pemuda dari kalangannja. Tetapi walaupun perlu adanja berbagai organisasi pemuda mereka semua harus dipersatukan oleh semangat perdjuangan untuk mentjapai Indonesia Merdeka jang penuh dan demokratis, dan karenanja dapat bersatu dan kerdjasama dalam bentuk badan kerdjasama atau badan federatif. |Karena berbagai organisasi pemuda mempunjai programnja sendiri jang bisa berbeda satu sama lain, maka dalam melakukan kerdjasama perlu adanja program bersama jang dapat disetudjui bersama dan didjadikan landasan perdjuangan bersama dan jang harus ditaati }}<noinclude>{{rh|||307}}</noinclude> tgxsrt0s7j8bjy0oaz4dkgg48fu2wet Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/312 104 112728 320406 312191 2026-10-10T10:08:47Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320406 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Irian Barat. Int semua adalah sokongan politik, moril jang kuat setjara internasional bagi perdjuangan pembebasan Irian Barat. Djuga perlu ditjatat bahwa dalam perdjuangan pembebasan Irian Barat, Indonesia selalu mendapat sokongan aktif dari negeri Asia-Afrika jang anti imperialisme, dan negeri Sosialis, dari seluruh „The New Emercing Forces”. Bantuan negeri sosialis, terutama bantuan dari Uni Sovjet, baik politik, moril dan materil sangat besar artinja dalam perdjuangan ini. Berkat perdjuangan rakjat, pemuda Indonesia jang gagah berani dan bantuan dari „The new emerging forces” itulah maka kaum kolonialis Belanda terpaksa menandatangani perdjandjian dengan Indonesia untuk menjerahkan Irian Barat dengan melalui PBB. Pada tanggal 1 Mei 1963, PBB sudah dapat menjerahkan kekuasaan kepada Republik Indonesia. Kini Irian Barat sudah masuk kekuasaan Republik Indonesia, jang berarti bahwa wilajah Republik Indonesia sudah bulat dari Sabang sampai Merauke, dan Keadaan Darurat Perang jang terkenal dengan sebutan S.O.B. sudah dihapuskan berkat perdjuangan rakjat dan pemuda Indonesia. Tetapi ini tidak berarti tjita-tjita pemuda telah tertjapai. Tugas berat jang membentang dihadapan pemuda, sebagai bagian rakjat Indonesia ialah menggunakan kemerdekaan sebagai „djembatan emas” untuk mentjapai masjarakat jang adil dan makmur. Hal ini bisa ditjapai bila ada kekuasaan jang sesuai dengan ekonomi jang hendak dibangun, ekonomi nasional jang selandjutnja menudju sosialisme di Indonesia sebagaimana digariskan oleh Presiden Sukarno dalam Manipol dan Deklarasi Ekonomi. Kekuasaan itu sebagai dinjatakan oleh Bung Karno, jalah kekuasaan Gotong Rojong, kekuasaan Front Nasional jang anti imperialis dan feodalisme dan jang berporoskan NASAKOM. Maka mendjadi kewadjiban pemuda jang terus memperdjuangkan tjita-tjitanja jang luhur untuk berdjuang terus agar terwudjudnja kekuasaan jang ditjita-tjitakan Bung Karno jang memang sama sekali sesuai dengan tuntutan revolusi Indonesia. Sudah tentu kemadjuan-kemadjuan jang besar, serta sukses jang besar jang telah ditjapai oleh pemuda Indonesia selama perdjuangan hampir setengah abad ini mengandung banjak peladjaran jang berguna. Kalau dilihat keseluruhannja dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa perdjuangan pemuda Indonesia selama setengah abad ini menundjukkan kepada kita bahwa : {{Ordered list| |Pemuda, sesuai dengan usia dan sifat-sifatnja jang ingin mengedjar kemadjuan, jang berani, djudjur dan militan selalu bergerak, {{hws|ber|berdjuang}} }}<noinclude>{{rh|306}}</noinclude> 684edwrs7d728i4af8cozxnnfxpj7a0 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/311 104 112748 320407 315820 2026-10-10T10:09:04Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320407 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{block right|align=left|Pemimpin Besar Revolusi Indonesia<br> Panglima Besar Komando Tertinggi<br> Pembebasan Irian Barat.}} Terhadap „TRIKOMANDO RAKJAT” (TRIKORA) ini pemuda Indonesia dengan bulat mendukung dan segera melakukan aksi mobilisasi umum pemuda untuk siap dikirim ke Irian Barat. Sebagai pernjataan kesiapan pemuda ini, oleh Panitia Nasional Hari Sumpah Pemuda ke-33 menetapkan program untuk menjelenggarakan latihan militer dikalangan pemuda-pemuda jang terdiri dari anggota serta pimpinan berbagai organisasi pemuda. Latihan ini diselenggarakan bersama oleh Front Pemuda Pusat, Pengurus Besar Front Nasional, dan Angkatan Perang Republik Indonesia. Dalam waktu jang tidak lama pemuda Indonesia dapat membentuk Bataljon-bataljon Pemuda jang terlatih dan siap untuk dikirim ke Irian Barat mengusir Belanda. Kemarahan pemuda makin bertambah setelah mendengar peristiwa penjerangan Belanda terhadap kapal-kapal ANGKATAN LAUT REPUBLIK INDONESIA (ALRI) dikepulauan Aru sehingga menewaskan antara lain Komodor Laut Jos Sudarso. Mobilisasi berlangsung dengan pesatnja diseluruh pelosok tanah. air dan dalam waktu jang singkat telah tersedia djutaan Sukarelawan Pembebasan Irian Barat jang terdiri dari Pemuda, peladjar dan mahasiswa. Sementara dari mereka ini telah dikirim atau didrop didaratan Irian Barat. Hal ini semua jang sangat menakutkan Belanda dan kaum imperialis lain jang mendukungnja. Dalam rangka mobilisasi segala kekuatan untuk melaksanakan TRIKORA, atas inisiatif Persatuan Mahasiswa Sedunia (IUS) dan persatuan Peladjar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) pada tanggal 15 Mei 1962 dengan mengambil tempat di Istana Olahraga Bung Karno, di Senajan Djakarta, diselenggarakan pertemuan Setia Kawan Internasional Mahasiswa untuk Pembebasan Irian Barat dan kemudian Sidang Exsekutif PMS. Dalam pembukaan sidang ini Presiden Sukarno djuga berkenan memberi amanatnja jang mendapatkan sambutan penuh dari para peserta. Bambang Kusnohadi, sebagai wakil pemuda Indonesia berkenan mem-memberikan pidato uraian jang mendjelaskan perdjuangan rakjat Indonesia, termasuk pemudanja untuk membebaskan Irian Barat. Atas dasar uraian dan pengertian ini sidang Exsekutif PMS memberikan dukungan sepenuhnja terhadap perdjuangan pembebasan Irian Barat, dan bahkan dinjatakan bahwa PMS bersedia memobilisasikan pemuda diberbagai negeri apabila perlu untuk mendjadi sukarelawan guna membebaskan<noinclude>{{rh|{{smaller|Sedjarah Perdjuangan{{gap}}20}}||305}}</noinclude> t28jv81jkwa9gjonz0gpsp6aw7s78ei Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/310 104 112759 320408 315821 2026-10-10T10:09:23Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320408 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|ngan|dengan}} berbagai demonstrasi seperti demonstrasi ke Kedutaan Belgia dan Amerika Serikat pada tanggal 18 Februari 1961, demonstrasi protes di Medan terhadap konsulat Belgia dan Amerika, rapat umum "Lumumba" di Djakarta pada tanggal 23 Februari 1961. Dalam rapat umum ini antara lain berbitjara Nj. Dr Hurustiati Subandrio, M.H. Lukman, Manai Sophian, Zaifudin Zukri dan Siradjudin Abas jang kesemuanja mengutuk tindakan penibunuhan Lumumba. Rapat jang sama, djuga diadakan di Surabaja, Semarang, Jogja, dll. kota. Rapat-rapat demonstrasi itu jang diadakan oleh berbagai organisasi pemuda, peladjar dan mahasiswa selalu membawa poster-poster, sembojan-sembojan jang antara lain berbunji "Tumpas Banditisme Belgia", "Hukum mati pembunuh Lumumba", "Ritul PBB", "Lumumba Patriot Rakjat Konggo", "Kasavubu dan Tjombe alat imperialisme Amerika & Belgia", dll. Kebulatan dan keserampakan aksi pemuda ini djuga diperlihatkan dalam perdjuangan pembebasan Irian Barat dari kekuasaan kolonialisme Belanda, serta menjambut Tri komando Rakjat. TRIKORA jang diutjapkan oleh Presiden dalam pidato beliau di Jogjakarta berbunji sebagai berikut: {{C|KOMANDO RAKJAT}} „Kami Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia dalam rangka politik konfrontasi dengan pihak Belanda untuk membebaskan Irian Barat, telah memberikan instruksi kepada Angkatan Bersendjata untuk pada setiap waktu bebaskan Irian Barat Tanah Air Indonesia dari belenggu kolonialisme Belanda. Dan kini, oleh karena Belanda masih tetap mau melandjutkan kolonialisme ditanah air kita Irian Barat, dengan memetjah belah Negara dan Tanah Air Indonesia, maka kami memerintahkan untuk melaksanakan Tri Komando sebagai berikut: # Gagalkan pembentukan „Negara Boneka Papua” buatan kolonial. # Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia. # Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdedekaan dan kesatuan Tanah Air dan Bangsa. Semoga Tuhan Jang Maha Esa memberkati perdjuangan kemerdedekaan Indonesia. {{block right|align=center|Jogjakarta, 19 Desember 1961<br> Presiden/Panglima Tertinggi<br> Angkatan Perang Republik Indonesia<br> Soekarno}}<noinclude>{{rh|304}}</noinclude> 06sh43kwlhz2asnvr9a6hbfueje9w9c Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/309 104 112767 320409 312236 2026-10-10T10:09:41Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320409 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{C|{{larger|KATA SUSULAN}}}} Dari uraian didepan dapat diketahui bahwa djangka waktu jang. tertjakup dalam seluruh periode itu ialah dari tahun sedjak berdirinja organisasi pemuda jang pertama, jaitu sedjak tahun 1915 sampai dengan kongres pemuda di Bandung tahun 1960. Dengan demikian maka hingga tulisan itu ditutup masih terdapat suatu masa pendek jang belum tertjakup didalamnja. Dalam kata susulan ini dimaksud agar dapat memuat bagian jang belum tertjakup itu setjara umum dan sekaligus djuga untuk menarik kesimpulan jang diperlukan guna memperoleh peladjaran jang berguna bagi Gerakan Pemuda Indonesia dalam mentjapai tjita-tjitanja. Kongres Pemuda Seluruh Indonesia di Bandung pada tahun 1960, mempunjai arti jang sangat penting bagi perdjuangan pemuda selandjutnja. Karena kongres itu telah menerima program perdjuangan jang pokoknja didjiwai Manipol, serta telah dengan sukses memperbaharui tekad serta persatuan guna melaksanakan programnja. Persatuan dan kerdjasama jang baik, dan sikap serta aksi-aksi bersama makin terasa bertambah baik setelah kongres itu. Hal ini dapat dilihat antara lain dari sikap dan aksi pemuda terhadap peristiwa pembunuhan Patrice Lumumba, Perdana Menteri jang sah dari Pemerintahan Republik Konggo, terhadap perdjuangan pembebasan Irian Barat, chususnja untuk melaksanakan Trikora, dll. Terhadap pembunuhan Lumumba jang dilakukan oleh komplotan kaum imperialis Belgia-Amerika jang disokong oleh imperialis Inggris dengan menggunakan bonekanja Kasavubu–Tjombe, pemuda Indonesia melakukan aksi-aksi memprotes dan memberikan solidaritas jang tinggi terhadap perdjuangan rakjat Konggo. Untuk maksud ini, pada tanggal 21 Februari 1961 telah diadakan rapat umum Mahasiswa di Aula Universitas Indonesia dalam mana Menteri P.D. dan K., Prof. Dr Prijono dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia Prof. Sujono Hadinoto SH berbitjara. Menteri Prijono dalam pidatonja antara lain menjatakan bahwa "mahasiswa Indonesia agar bertindak dalam setiap peristiwa jang berhubungan dengan perdjuangan melawan imperialis dan kolonialis serta memberi solidaritetnja jang sebesar-besarnja". Sedangkan Prof. Hadinoto antara lain menjatakan bahwa "pembunuhan terhadap Lumumba sama dengan tindakan Westerling di Sulawesi Selatan". Protes pemuda Indonesia djuga dilanjutkan {{hws|de|dengan}}<noinclude>{{rh|||303}}</noinclude> q2jqykasx50aq2dp97w6vv3i32xjd0m Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/308 104 112772 320410 312242 2026-10-10T10:10:03Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320410 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>dengan pertumbuhan djiwanja, dan merupakan usaha kelandjutan dari pada pendidikan Taman Kanak-kanak Melati. pekerdja dan mendorong mereka sesuai dengan tjara-tjara mereka sendiri memberikan sumbangan kepada perdjuangan seluruh rakjat. Taman Minggu Melati dimaksudkan untuk mengisi tata-sibuk kanak-kanak sesuai Tumbuhnja organisasi kanak-kanak ini berarti memberikan sumbangan jang besar untuk memperkuat gerakan Pramuka. Oleh sebab itu diperlukan kerdjasama saling bantu antara berbagai organisasi anak-anak di Indonesia.<noinclude>{{rh|302}}</noinclude> l28r33wf2ovzbgqjnsnmlm4vkw65hh1 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/307 104 112782 320412 312258 2026-10-10T10:10:24Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320412 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>untuk merombak setjara total dasar-dasar pendidikan kepanduan di Indonesia. Lewat Menteri PDK. Prof. Dr. Prijono dan Sujono Atmo Anggota Dewan Nasional, Presiden menjampaikan idenja jang pertama-tama untuk memperbarui IPINDO. Tetapi usaha itu tidak berhasil sepenuhnja, karena penjatuan kepanduan sadja belum dapat mengikis pengaruh Baden Powell. Untuk mewudjudkan ide adanja organisasi anak-anak jang mampu mendjadi tempat pendidikan jang Manipolis serta djuga mendjadi pendukung Manipol maka Presiden mentjetuskan ide untuk mendirikan gerakan Pramuka. Ide perubahan ini telah dinjatakan oleh Presiden Sukarno dalam amanatnja didepan pemimpin-pemimpin kepanduan pada tanggal 9 Maret 1960. Untuk merealisasi ide ini pada tanggal 14 April 1961 ditetapkan suatu Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 121, untuk membentuk suatu Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka jang terdiri dari : 1). Sri Sultan Hamengku Buwono sebagai Ketua merangkap anggota. 2). Prof. Dr Prijono sebagai anggota. 3). Brigadir Djenderal A. Saleh sebagai anggota. 4). Kolonel Achmadi sebagai anggota. 5). Muljadi Djojomartono sebagai anggota. Pada tanggal 20 Mei 1961, Pedjabat Presiden Ir. Hadji Djuanda menetapkan keputusan Presiden Republik Indonesia nomor: 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka sebagai pengganti kepanduan. Dengan demikian di Indonesia hanja diperlukan adanja satu organisasi pemuda sebagai pengganti kepanduan, jaitu Pramuka. Tetapi Gerakan Pramuka ini masih perlu disempurnakan baik pimpinannja maupun programnja, agar benar dapat memenuhi harapan Presiden Sukarno sebagai pentjetus ide Pramuka sebagai tempat pendidikan anak-anak dengan djiwa Manipolis. Kaum reaksi dalam negeri tidak berdiri sendiri dalam mempertahankan pandangan-pandangan kolot dalam pendidikan kanak-kanak. Kaum imperialis memberi bantuan besar pada mereka lewat batjaan, film, njanjian ngak-ngik-ngok, cross boy-isme, penjebaran benih rasialisme dll. Usaha mereka ini djuga mendapatkan tantangan jang kuat baik dari orang tua anak, maupun dari pemuda-pemuda sendiri. Karena gerakan Pramuka masih dirasakan kurang memenuhi kebutuhan akan pendidikan terhadap anak-anak, maka timbulah berbagai organisasi anak-anak lainnja untuk mengisi matjam-matjam kekosongan dalam waktu terluang bagi anak-anak, lahirlah Taman Kanak-kanak Melati, Taman Minggu Melati, Pioner Muda Fadjar Harapan dll. Pioner Muda Fadjar Harapan menanamkan kepada anak-anak semangat patriotisme, tjinta perdamaian, dan tjinta serta hormat kepada rakjat<noinclude>{{Rh|||301}}</noinclude> qmoulv20xuif5ybtuui4zy61wd7ah4u Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/306 104 112788 320413 312272 2026-10-10T10:10:42Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320413 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>seluruh Indonesia itu hanja 17 organisasi jang mendjadi anggota IPINDO jaitu 1). Hizbul Wathon, 2). Ansor, 3). Pandu Rakjat Indonesia, 4). Kepanduan Bangsa Indonesia, 5). Pandu Islam Indonesia, 6). Serikat Islam Afdeling Pandu, 7). Al Asjor dari Perti, 8). Pandu Katholik, 9). Pandu Kristen, 10). Perserikatan Pandu-pandu, 11). Pandu Indonesia, 12). Pandu Republik Indonesia, 13). Perketi, 14). Al Irsjad, 15). Kepanduan Angkatan Muda Islam, 16). Al Wasjlijah, dan 17). Surja Wirawan. Suatu langkah jang besar untuk mempererat kerdjasama antara berbagai organisasi kepanduan di Indonesia jalah diadakan Djambore Nasional tepat pada hari peringatan 10 tahunnja Revolusi Nasional Indonesia, jaitu tanggal 17 Agustus 1955. Djambore Nasional ini adalah Djambore jang pertama kalinja dan jang diikuti oleh 4,000 orang pandu dari segenap pendjuru Nusantara kita. Djambore ini diadakan didesa Karang Teruna, Pasar Minggu — Djakarta. Djambore ini berlangsung dengan sukses dan dapat mempererat tali ikatan persaudaraan antara pandu-pandu Indonesia jang datang dari berbagai suku bangsa dan mempunjai berbagai adat istiadat jang berbeda-beda, tetapi semua diikat oleh tali persatuan nasional Indonesia. Walaupun sudah ada suatu badan federasi kepanduan, namun dalam proses peredaran masa badan ini masih dirasa kurang melakukan peranan memimpin kegiatan kepanduan. Karenanja dirasakan perlu untuk menjempurnakan badan ini. Untuk maksud itu pada bulan Mei 1960 diadakan pertemuan jang berhasil untuk mereorganisasi dan mengubah nama badan federasi kepanduan jang telah ada. Badan federasi jang baru ini diberi nama — Persatuan Kepanduan Indonesia, disingkat „PERKINDO” sebagai ganti IPINDO. Anggota PERKINDO, ketjuali bekas anggota IPINDO tambah K.P.I. Makin madjunja perdjuangan rakjat Indonesia untuk mentjapai Indonesia jang Merdeka Penuh dan Demokratis, jang ditandai dengan dibatalkannja perdjandjian KMB, adanja Konsepsi Presiden, ditumpasnja pemberontakan PRRI/Permesta, adanja Manipol dll, mempunjai pengaruhnja djuga dalam gerakan kepanduan. Pengaruh Baden Powelisme dalam kepanduan tak dapat lebih lama mendjadi dasar gerakan kepanduan di Indonesia, dan perlu segera dirubahnja. Dalam mentjari djalan untuk mengubah ini sangat besar arti kundjungan Presiden Sukarno kenegeri-negeri sosialis di Eropah Timur, dimana beliau menjaksikan sendiri keunggulan organisasi Pionir sebagai badan untuk mendidik anak-anak. Berdasarkan itu maka dalam rangka untuk melaksanakan konsepsi beliau, pada Presiden Sukarno timbul ide<noinclude>{{rh|300}}</noinclude> nt0cxsiq8szt6glx2czglzvx4u4s83d Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/305 104 112792 320414 315822 2026-10-10T10:10:57Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320414 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>pemimpin dari Kepanduan Rakjat Indonesia jang ikut ditangkap. Disamping ini djuga oleh Parindra, pada tahun 1936 didirikan organisasi kepanduannja sendiri jang bernama Surja Wirawan. Pada massa pendudukan militer fasis Djepang semua organisasi kepanduan djuga merupakan organisasi jang tidak diperkenankan berdiri dan pemuda-pemuda hanja boleh masuk organisasi buatan Djepang, jang bertudjuan untuk membantu Djepang dalam usaha melantjarkan perang agresinja. Gerakan kepanduan mulai bangun kembali pada tahun 1945, jaitu setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia diumumkan. Tetapi karena kegiatan umum berpusat pada penjusunan kekuatan bersendjata untuk menghadapi agresi imperialis Belanda maka gerakan kepanduan belum dapat berkembang. Kesulitan lain hingga belum memungkinkan kepanduan berkembang meluas lagi jalah, kesulitan politik dan ekonomi jang besar pada masa ini. Namun demikian pada bulan Desember tanggal 28 tahun 1945 mulai didirikan Pandu Rakjat di Solo dan pada tahun 1949 diusulkan dengan berdirinja Kepanduan Putra Indonesia. Gerakan Kepanduan dapat benar-benar mulai berkembang lagi jalah sedjak tahun 1950, Berbagai organisasi kepanduan jang sudah sedjak tahun 1945 tidak aktif mulai diaktifkan kembali, dan bahkan timbul banjak organisasi jang lainnja. Hingga tahun 1954 di Indonesia sudah berdiri 71 organisasi kepanduan dan mempunjai anggota sebanjak 234.682 orang pandu, jang terdiri dari 193.826 pandu putra dan 40.856 pandu putri, sedangkan pemimpinnja ada 15.505 orang. Diantara sekian banjak anggota pandu itu Pandu Hizbul Wathon adalah nomor satu (1) dilihat dari djumlahnja, kemudian menjusul Pandu Ansor nomor dua (2), Pandu Rakjat Indonesia nomor tiga (3), Kepanduan Bangsa Indonesia nomor empat (4), Pandu Islam Indonesia nomor lima (5). Djumlah anggota mereka masing-masing jalah : Hizbul Wathon 47.451 orang pandu, Pandu Ansor 46.320 orang pandu, Pandu Rakjat Indonesia 43.933 orang pandu, Kepanduan Bangsa Indonesia 22.318 orang pandu, Pandu Islam Indonesia 21.898 orang pandu. Dengan banjaknja organisasi kepanduan jang ada maka sangat dirasakan perlunja ada suatu badan jang dapat mengatur kerdjasama dan mengkoordinir kegiatan bersama. Keperluan akan adanja badan seperti ini sangat dirasakan bersama, karena itu pemimpin-pemimpin organisasi kepanduan pada sepakat mendirikan suatu badan jang bersifat federasi kepanduan seluruh Indonesia. Badan seperti ini didirikan pada tanggal 16 September 1951 jang diberi nama Ikatan Pandu Indonesia dengan disingkat IPINDO. Dari sekian banjak organisasi kepanduan jang terbesar<noinclude>{{rh|||299}}</noinclude> msll2ys4fgk2dnwlean6ov6ojpsuahd Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/304 104 112800 320415 315823 2026-10-10T10:11:15Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320415 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|lam|dalam}} konferensi ini telah diambil suatu kesimpulan untuk menjatukan berbagai organisasi kepanduan jang berazaskan kebangsaan, dan dua untuk kepanduan jang berazaskan Islam. Pandu-pandu Kebangsaan dari Jong Java, Indonesische Nasional Padvinder Organisatie dan Pandu Indonesia, Pandu Pemuda Sumatra dari Jong Sumatra mempersatukan diri dengan nama „KEPANDUAN BANGSA INDONESIA”, disingkat K.B.I. Dalam bulan Februari 1930 terbentuklah komisi untuk mempersiapkan fusi. Dasar K.B.I. sebagaimana jang dinjatakan dalam Anggaran dasarnja jalah : 1). Kepanduan bertudjuan untuk menjatukan semua lapisan pemuda, baik laki-laki maupun wanita kedalam suatu barisan besar dan ketjil, untuk melaksanakan permainan kepanduan guna mempeladjari kebaikan dan kesehatan. 2). Dengan permainan ini bermaksud untuk meningkatkan fikiran, ketjerdasan dan watak pandu. 3). Kepanduan adalah suatu sport, jang bebas dari paksaan dan jang dapat menarik anak-anak sehingga mereka dapat memperoleh kesenangan. 4). Kepanduan mengatur permainan menurut waktunja, sehingga pemuda-pemuda dapat dengan mudah dan sehat mengerti dan menerima djiwa itu. 5). Kepanduan berusaha untuk mendidik pemuda-pemuda, baik laki-laki maupun wanita untuk mendjadi manusia jang baik, jang bersiap baik ketjakapan, fikiran, ketjerdasannja dan badannja guna kepentingan rakjat, tanah air dan seluruh masjarakat. Dasar K.B.I. ini pada pokoknja diambil dari dasar organisasi kepanduan sedunia. K.B.I. djuga menggunakan buku-buku tuntutanan jang ditulis oleh „Pandu Agung” Lort Baden Powell of Gillwell. Tetapi dalam prakteknja K.B.I. berbeda dengan dasar umum itu dalam hal bahwa organisasi kepanduan ini djuga merupakan tempat untuk mendidik pemuda dengan djiwa kebangsaan dan bertjita-tjita mentjapai Indonesia Merdeka. Berbeda dengan kepanduan jang berazaskan kebangsaan ini, kepanduan jang berazaskan Islam tidak mempersatukan diri dengan berfusi tetapi dengan federasi. Jang tergabung dalam federasi kepanduan Islam jalah Hisbul Wathon dari Muhamadijah, SIAP dari Serikat Islam, Nati-pij dari Jong Islamieten Bond dan Al Kasjsjaf Wal Fadjri. Ketjuali ini masih ada beberapa kepanduan lainnja. Seperti Siswo Projo dari Taman Siswa jang tetap berdiri sendiri. Ketjuali organisasi kepanduan ini juga pada tahun 1933 berdirilah suatu organisasi kepanduan jang mempunjai dasar progresif jaitu Kepanduan Rakjat Indonesia. Organisasi kepanduan ini setjara terang-terangan mendidik anggota-anggotanja dengan tjita-tjita Indonesia Merdeka. Karena itu dalam penangkapan tahun 1935 banjak<noinclude>{{rh|298}}</noinclude> 8jc4n5rqybxrffzi7b9epuh6l8q5odr Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/303 104 112806 320416 315824 2026-10-10T10:11:32Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320416 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>kesadaran nasional dalam kalangan pemuda maka sangat dirasakan perlu adanja suatu badan jang dapat mengkoordinasi antara berbagai organisasi kepanduan ini. Dengan didorong oleh kesadaran ini pada tahun 1927 terbentuklah suatu badan federasi antara organisasi kepanduan Indonesia jang diberi nama „Persaudaraan Antar Pandu Indonesia” dengan disingkat P.A.P.I. jang dipimpin oleh Mr. Sunario. Organisasi-organisasi kepanduan jang mendjadi anggota PAPI jalah IPO, JJP, NATIPIJ, SIAP, Al Kasjaaf van Wal Fadjrie, Nationale Padvinderij, dan Siswo Projo. Tudjuan PAPI jalah untuk membentuk „uni antara pengurus besar dari perkumpulan Kepanduan Indonesia”, untuk meningkatkan deradjat serta saling memperkuat satu sama lain. Hanja kepanduan dari Muhamadijah, Hizbulwathon, jang tidak masuk dalam PAPI. Seperti diterangkan didepan bahwa gerakan kepanduan mendapat pengaruh jang besar dari gerakan nasional, dari gerakan pemuda umum. nja, maka seiring dengan meningkatnja kesadaran kesatuan dalam gerakan pemuda, djuga mempunjai pengaruhnja terhadap kepanduan. Hal ini dapat dilihat bahwa dalam Kongresnja Jong Java jang diadakan pada bulan Desember 1928, dalam mana Jong Java menerima prinsip fusi, maka djuga diputuskan agar kepanduannja masih berdiri sendiri. Dalam kongres Jong Java Padvinderij (JJP) pada tanggal 16―24 Djuni 1929 telah diadjukan suatu pemetjahan jang prinsipil dalam menghadapi pengaruh persatuan. Putusan itu antara lain jalah: a). usul reorganisasi untuk memisahkan diri dari organisasi Jong Java dan mengubah namanja mendjadi „Pandu Kebangsaan”; b). untuk memperkenalkan apa jang telah dikerdjakan oleh kepanduan ini maka akan dikirimkan utusan seorang pemimpin Pasukan, Mustafa, ke Eropa. Kongres menerima usul jang diadjukan oleh pimpinan JJP, dan dengan demikian maka JJP berubah namanja „Pandu Kebangsaan”, jang akan menerima pemuda dari segala suku bangsa, Djawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dll. Tetapi sifat berdiri sendirinja kepanduan ini tak djuga bertahan lama, karena gerakan Persatuan jang menghendaki adanja fusi diantara kepanduan nasional berdjalan dengan kerasnja. Kesadaran nasional untuk mempersatukan semua organisasi pemuda jang bersifat kedaerahan berlangsung dengan sukses. Keadaan ini mendorong organisasi-organisasi kepanduan jang ada untuk mengambil djalan menjatukan diri kedalam suatu organisasi kepanduan nasional. Untuk mentjapai maksud mempersatukan semua organisasi kepanduan jang masih bersifat kesukuan ini, pada tanggal 15 Desember 1929 di Djakarta dilangsungkan suatu konferensi jang dihadiri wakil-wakil semua pimpinan pusat dari berbagai organisasi kepanduan jang ada. {{hws|Da|Dalam}}<noinclude>{{rh|||297}}</noinclude> dvbx7y7dgav3coc9yqbp9ed0a5usuei Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/302 104 112812 320417 312314 2026-10-10T10:12:19Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320417 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{Hwe|laan|permulaan}} tahun 1916 oleh Pangeran Arjo Adipati Mangkunegoro VII didirikan suatu organisasi kepanduan jang diberi nama „De Javanche Padvinders Organisatie” (Organisasi Kepanduan Djawa) di Solo. Ditilik dari latihan-latihan jang dilakukan jang meliputi permainan adu kekuatan, tarian-tarian biasa dan tarian-tarian perang, peladjaran disiplin maka dapatlah diketahui bahwa organisasi ini didjadikan tempat untuk merekrut pradjurit Mangkunegaran. Karena sempitnja dasar dan tudjuan dari kepanduan ini maka ia tak dapat berkembang luas dan membekas jang dalam. Djuga dalam tahun 1916 lahirlah organisasi pemuda jang mempunjai sifat sama Teruna — Kembang. Setelah berdirinja beberapa organisasi kepanduan Belanda, maka oleh organisasi kepanduan kolonial Belanda itu didirikan suatu organisasi jang menghimpun kepanduan anak Belanda dengan nama "De Nederlandsche Indiesche Padvinders Organisatie. Organisasi kepanduan ini merupakan bagian organisasi kepanduan dinegeri Belanda, jaitu Nederlandsche-Padvindery dan tidak mempunjai hubungan apapun dengan jang didirikan pada bulan Desember 1915 di Den Haag. Organisasi-organisasi kepanduan putra-putra Indonesia, bahkan ia merupakan perintang besar, reaksi besar bagi perkembangan organisasi kepanduan Indonesia. Walaupun ada rintangan dan reaksi dari organisasi kepanduan. Belanda, namun gerakan kepanduan dari putra-putri Indonesia sendiri madju dengan pesat seiring dengan madju dan berkembangnja organisasi pemuda umumnja. Setiap organisasi pemuda jang telah lahir, dan setiap organisasi gerakan nasional mempunjai bagian kepanduannja. Dengan demikian berdirilah organisasi kepanduan Jong Java jang diberi nama Jong Java Padvindery (JJP). Pada tahun 1924 PKI djuga mendirikan suatu organisasi kepanduan jang diberi nama Internatsional Padvinder Organisasi (IPO) jang berkedudukan di Semarang. Kemudian djuga menjusul lahir organisasi kepanduan dari Jong Islamieten Bond dengan nama Nasionale Islamietische Padvindery (NATIPY) dan dari S.I.. dengan nama Serikat Islam Afdeeling Padvindery (SIAP) jang didalam kongresnja dari tanggal 2 — 5 Februari 1928 namanja diubah Serikat Islam Afdeeling Pandu (Serikat Islam Bagian Pandu), dari Algemeene Studi Club jang diberi nama Nasional Padvinders Organisatie (Organisasi Pandu Nasional) jang disingkat mendjadi N.P.O. Kemudian menjusul lahir Al Kasjaaf van Wal Fadirie, dan terus disusul kepanduan dari Budi Utomo jaitu Nasional Padvinderij (Kepanduan Nasional) dan kemudian Taman Siswa djuga mendirikan kepanduannja sendiri jang diberi nama Siswo Projo. Dengan demikian makin banjaklah organisasi kepanduan jang didirikan oleh putra-putra Indonesia sendiri. Makin meningkatnja<noinclude>{{rh|296}}</noinclude> etk0je9x0n7sr72zs2uwoxl6w8f54yl Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/301 104 112815 320418 315825 2026-10-10T10:12:37Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320418 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{C|{{larger|{{sp|KEPANDUAN}}}}}} Kepanduan adalah salah satu bentuk organisasi pemuda, salah satu bentuk gerakan pendidikan jang ketiga, jaitu pendidikan dalam kehidupan masjarakat. Dasar ide jang diletakkan oleh pendirinja, Lord Robert Baden Powell of Gilwell, seorang bekas Djenderal Kolonial Inggris jang bertahun-tahun telah mengabdikan diri sebagai tentara kolonial Inggris, dan jang pernah memimpin perang kolonial Inggris menindas dan merampok rakjat Afrika, jalah bahwa organisasi ini adalah organisasi sport jang bersifat kemiliteran, organisasi pendidikan sosial dengan dasar humanisme jang bertjita-tjita persaudaraan dan perdamaian. Sudah tentu ide ini mempunjai batas jang tak dapat dilampauinja sendiri jaitu humanisme, persaudaraan dan perdamaian jang tidak menjinggung dasar kolonialisme. Karena itu dasar ini tidak dapat memuaskan bagi gerakan kepanduan dinegeri djadjahan seperti Indonesia, jang rakjatnja termasuk pemudanja berdjuang untuk mentjapai kemerdekaan nasionalnja. Gerakan Kepanduan Indonesia tidak sama dengan gerakan kepanduan pada umumnja jang hanja berdasarkan ide Robert Baden Powell of Gilwell tsb., walaupun bentuknja mempunjai persamaan. Di Indonesia gerakan kepanduan mendapatkan pengaruh dari gerakan nasional umumnja dan gerakan pemuda chususnja, ia mendjadi objek pendidikan bagi organisasi perdjuangan kemerdekaan rakjat Indonesia. Organisasi kepanduan jang tidak sesuai dengan tuntutan gerakan nasional pasti tidak dapat berkembang atau tenggelam lenjap tanpa bekas. Kepanduan di Indonesia mulai berdiri sedjak tahun 1912, jaitu 4 tahun sedjak usaha pertama dari Baden Powell pada tahun 1908. Organisasi kepanduan ini adalah merupakan suatu tjabang dari organisasi kepanduan dinegeri Belanda, dan hanja beranggota murid sekolah Belanda di Indonesia. Organisasi ini tidak mempunjai sangkut paut dan kepentingan untuk mengembangkan keanggotaan dari pemuda-pemuda Indonesia. Namun demikian organisasi ini mempunjai pengaruh terhadap dibentuknja kepanduan-kepanduan putra-putra Indonesia sendiri. Pengaruh ini hanjalah merupakan dorongan, sedangkan kelahiran kepanduan jang terdiri dari putra-putra Indonesia adalah hasil dari dalam gerakan pemuda Indonesia sendiri. Tak lama kemudian setelah berdirinja kepanduan itu, pada {{hwe|permu|permulaan}}<noinclude>{{rh|||295}}</noinclude> dtcd7qamy4mjhsrzb5y71w876f02gdo Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/300 104 112823 320420 312329 2026-10-10T10:12:55Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320420 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|kan|mempersatukan}} pemuda seluruh Indonesia. Kongres djuga ditutup dengan rapat raksasa dalam mana djuga diadakan upatjara penjerahan putusan kongres kepada Presiden Sukarno. Kongres Pemuda Seluruh Indonesia dengan putusan-putusannja ini mentjerminkan tugas djamannja, tugas jang telah diletakkan kepada kongres itu sendiri, jaitu kongres untuk melaksanakan Manifesto Politik Republik Indonesia. Ia djuga merupakan kemenangan bagi kekuatan demokratis terhadap kekuatan anti-demokratis jang terwudjud hendak melebur dengan paksa organisasi pemuda kedalam satu organisasi. Dengan demikian maka berhasilnja kongres ini merupakan suatu taraf baru bagi pemuda, dalam mana pemuda telah mengesjahkan program perdjuangan jang pokoknja didjiwai Manifesto Politik Republik Indonesia, taraf dalam mana Pemuda-pemuda Indonesia mempunjai suatu badan Federasinja jang dapat memimpin dan mengkoordinasikan kegiatan perdjuangan pemuda umumnja. Ini berarti bahwa pemuda akan dapat lebih positif dan lebih banjak memberikan sumbangannja sesuai dengan sifat kepemudaannja dalam rangka perdjuangan Nasional Indonesia untuk mentjapai Indonesia jang Merdeka Penuh, Demokratis, Adil dan Makmur, perdjuangan sebagaimana dinjatakan dalam Manifesto Politik, jaitu untuk menentang imperialisme dan sisa-sisa kekuatan gelap lainnja, dan setelah itu mentjiptakan masjarakat sosialis Indonesia, masjarakat jang tidak ada penghisapan atas manusia. Dengan putusan-putusan ini djuga berarti memberikan tugas kepada pemuda untuk dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, dengan gigih terus berdjuang untuk melaksanakan Manifesto Politik R.I. dan barang siapa ragu-ragu atau tidak melaksanakan berarti penjelewengan dalam menunaikan tugas pemuda, tugas revolusi, jang sudah disetudjui bersama. Pemuda Indonesia, sesuai dengan tradisi revolusionernja mempunjai kejakinan penuh, mempunjai optimisme revolusioner jang besar bahwa tugas itu pasti dapat terlaksana.<noinclude>{{rh|294}}</noinclude> pj92f8vjzydz2zbp2n3k5cdl6hc7gc6 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/298 104 112824 320422 315826 2026-10-10T10:13:24Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320422 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>rakjat mendapatkan perumahan jang lajak memenuhi sjarat higienis dan pemuda harus mempelopori aksi-aksi agar pemerintah kotapradja daerah mendjalankan suatu politik perumahan jang progresif. Dalam bidang keamanan dinjatakan bahwa segenap pemuda Indonesia siap sedia membantu bersama-sama dengan Angkatan Perang Republik Indonesia dan aparatur negara lainnja, untuk mempertjepat pelaksanaan keamanan diseluruh wilajah Indonesia termasuk Irian Barat, dengan segala konsekwensinja. Disamping itu djuga diadjukan usul, agar diintensifkan organisasi keamanan rakjat dalam mana organisasi pemuda harus diikut sertakan, dan segera diadakan pembangunan. Dalam melaksanakan perlawanan terhadap gerombolan kontra revolusioner diusulkan untuk menolak djalan kompromi. Dalam lapangan kebudajaan diputuskan agar pemuda ikut aktif mengembangkan dan mempertinggi serta bertanggung djawab atas kebudajaan nasional jang membangun dalam arti kata harus berani dengan kritis mengoreksi unsur-unsur kebudajaan kita sendiri jang tidak sesuai dengan kepribadian kita ; ikut aktif memberantas kebudajaan asing jang bertentangan dengan kepribadian Bangsa Indonesia setjara njata dan konsekwen ; mengikut sertakan pemuda jang dapat dipertanggung djawabkan dalam Panitia Sensor Film, supaja mendesak kepada Pemerintah untuk menindjau kembali Peraturan Padjak Pengarang ; supaja djawatan kebudajaan didaerah-daerah digiatkan daja kerdjanja dan diperluas ; supaja diperbanjak Gedung-gedung Kesenian dan Gedung² Pertemuan ; aktif membantu dan tidak bertentangan dengan kepribadian Nasional Indonesia. Sedangkan chusus untuk perdjuangan membebaskan Irian Barat kongres mengambil keputusan antara lain, membentuk korps penerangan pemuda jang bertugas menggelorakan semangat perdjuangan pembebasan Irian Barat dan menanamkan pengertian sedalam-dalamnja mengenai kedudukan Irian Barat kepada seluruh lapisan masjarakat menjiapkan pemusatan segenap potensi pemuda untuk siap sedia melaksanakan setiap komando Pemerintah guna membebaskan Irian Barat dari tjengkeraman imperialis kolonialis Belanda, mengadakan hubungan dengan organisasi luar negeri guna mendapatkan solidaritas dalam rangka perdjuangan pembebasan Irian Barat. Kongres djuga mengadjukan saran² kepada Pemerintah supaja Pemerintah membuat rentjana perdjuangan pembebasan Irian Barat setjara konkrit, jang dapat dilakukan dalam waktu singkat ; menjempurnakan aparatur Pemerintah di Irian Barat dengan menempatkan tenaga-tenaga jang sanggup melaksanakan setiap langkah dalam rangka perdjuangan pembebasan Irian Barat, menjelenggarakan pembangunan jang merata diseluruh daerah Irian Barat ;<noinclude>{{rh|292}}</noinclude> 9fcmrzg8fvnwruca8uobjx9actye3lj Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/296 104 112828 320424 315827 2026-10-10T10:13:55Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320424 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>hawanja selama seminggu mendjadi hangat oleh semangat pemuda jang datang dari segala pendjuru tanah air. Djumlah delegasi seluruhnja 3000 orang, diantaranja 2900 dari daerah-daerah. Mereka datang dan berkumpul dengan membawakan semangat persatuan serta hasrat untuk membulatkan tekad melaksanakan Manifesto Politik Republik Indonesia. Karena itu, walaupun mereka datang dari tempat jang terpisah satu sama lain, tempat jang dipisahkan oleh rintangan-rintangan alam seperti lautan, sungai-sungai, hutan-hutan, gunung-gunung tanpa djalan manusia, namun djiwa persatuan dan Manipol telah meresapi dirinja dan mendjadi landasan kuat untuk menggalang persatuan jang lebih kuat dikalangan pemuda. Kongres diselenggarakan digedung DEPERNAS Bandung dan dibuka dengan amanat Presiden. Ikut bertindak memberikan prasarannja dalam kongres ini jalah Ruslan Abdulgani, Chaerul Saleh, Prof. Mr. Moh. Yamin (Almarhum) tentang Pembinaan Bangsa Indonesia ; Menteri Muda Agama Kjai Hadji Wahib Wahab, tentang pembangunan Spirituil Rochani ; Menteri Inti Pertahanan Keamanan Djendral Nasution tentang Pemuda Dalam Melaksanakan Manifesto Politik Republik Indonesia di bidang Keamanan dan Pertahanan ; disamping itu oleh Panitia Pusat disampaikan working paper jang masing-masing diadjukan oleh S.M. Taher soal keorganisasian ; Aminuddin Azis soal Pembangunan Semesta ; Urip Hartojo soal Pembangunan Spirituil ; Himawan soal Pendidikan Kebudajaan; Sukatno soal Keamanan ; Sulaeman Dahlan soal Irian Barat. Kongres ini walaupun berlangsung dengan penuh ketegangan pemuda, tetapi jang djuga penuh tolerensi pemuda, berachir dengan sukses sesuai dengan harapan semula. Kongres berhasil mengambil keputusan antara lain sbb. : Mengenai organisasi, pemuda-pemuda sepakat untuk : Mendirikan sebuah federasi organisasi pemuda jang sudah mengalami penjederhanaan dalam djumlah anggota dan wilajah dan menjerahkan penjempurnaan badan-badan tersebut kepada presidium sementara jang memimpin kongres. Mengenai pembangunan spirituil dan kerochanian kongres antara lain mengusulkan kepada pemerintah : Supaja pemerintah memperbesar fonds Kepanduan ; supaja mengadakan film-film pendidikan sebanjak-banjaknja, agar mengadakan panitia sensor jang melarang beredarnja film tontonan, buku²/tulisan² jang tidak susila dan mengandung unsur-unsur anti agama ; supaja mempermurah harga alat-alat untuk kepentingan kemadjuan pembentukan djasmani dan rochani ; meluaskan pendidikan dan pengetahuan serta ketjintaan terhadap kebudajaan bangsa<noinclude>{{rh|290}}</noinclude> ho14z8zzgpz4rhws44nufj8ze3s6fh5 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/293 104 112835 320428 315828 2026-10-10T10:15:26Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320428 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>badan kerdjasama jang telah ada. Badan kerdjasama, seperti Front Pemuda Indonesia jang lahir sebagai hasil kongres Surabaja tak banjak dajanja. Sehari bersama dengan berdirinja Sekretariat Front Pemuda Indonesia, jaitu pada tanggal 9 Djuli 1950, Muda Katholik dan GPII menjatakan keluar dari Front Pemuda Indonesia. Tidak berdajanja Front Pemuda Indonesia ini makin hari makin terasa apalagi dengan lahirnja berbagai federasi organisasi pemuda disamping Front Pemuda Indonesia seperti Perserikatan Perhimpunan-perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI), Front Pemuda Islam Indonesia (FPII) jang kemudian berubah mendjadi Perserikatan Organisasi Pemuda Islam Seluruh Indonesia (PERPISI), Sekretariat Bersama Peladjar Pedjuang Seluruh Indonesia, Front Pemuda Kristen Indonesia, Front Pemuda Katholik Republik Indonesia. Adanja berbagai federasi pemuda ini maka sangat terasa sulitnja untuk mengkoordinasi atau melakukan kerdjasama antara organisasi pemuda dalam melakukan aksi-aksi bersama. Karena itu sangat terasa perlu adanja penjederhanaan organisasi pemuda dan adanja suatu badan k ordinasi atau federasi jang sanggup memimpin kerdjasama diantara berbagai organisasi pemuda jang ada. Dengan demikian maka terasa sangat mendesaknja pula untuk diadakan Kongres Pemuda Seluruh Indonesia jang bertugas untuk membulatkan dan memperbaharui semangat dalam menunaikan tugas pemuda sesuai dengan sjarat-sjarat perkembangan djamannia. Tjetusan² tentang hasrat ini sudah lama dirasakan dan dinjatakan. Berbagai tulisan jang menjatakan hasrat ini telah muntjul diberbagai surat kabar dan madjalah sedjak tahun sebelumnja pemilihan umum. Bahkan pada tahun 1955 beberapa organisasi anggota Front Pemuda Indonesia mengambil inisiatif untuk mengadakan pertemuan di Panti Pemuda Bogor dalam mana tertjetus pikiran untuk mengadakan kongres Pemuda Seluruh Indonesia. Djuga dalam tahun itu Front Pemuda Indonesia Djakarta mengadakan pertemuan dengan Front Pemuda Islam Indonesia dalam mana djuga disinggung masalah untuk mengadakan Kongres Pemuda. Tetapi agaknja sjarat-sjarat untuk itu masih kurang tjukup tersedia atau belum tjukup matang, hingga belum djuga dapat terwudjud. Hanja baru dalam tahun 1959 sjarat ini tersedia. Keperluan dan sifat mendesak diadakannja kongres pemuda ini djuga diketahui dan dirasakan oleh Presiden Sukarno. Hal ini terutama karena Presiden Sukarno djuga mengharapkan agar pemuda harus tetap merupakan salah satu kekuatan jang dapat mendukung dan melaksanakan ide, gagasan beliau, terutama gagasan beliau jang terachir jang telah<noinclude>{{rh|||287}}</noinclude> g04nykc5k5uj9m308zn7wsb6oecfbqz Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/291 104 112839 320426 312356 2026-10-10T10:14:52Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320426 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>mendjadjah Irian Barat. Djelas djuga dinjatakan, bahwa ”pengambilan alih perusahaan-perusahaan Belanda dalam rangka perdjuangan pembebasan Irian Barat adalah satu langkah jang amat penting sekali. Musuh Revolusi Indonesia bukan hanja imperialis Belanda tetapi djuga imperialis lain jang mentjoba-tjoba memperdajakan Republik Indonesia, jang membantu kaum reaksioner dan mendjalankan sabotase. Tentang ini dikatakan dalam Manifesto Politik ”Terhadap modal asing jang bukan Belanda ditegaskan bahwa mereka harus mentaati ketentuan-ketentuan Republik. Djangan mereka mendjalankan peranan jang negatif. Djangan mereka memperdajakan Republik. Djangan mereka membantu gelapan-gelapan kepada kontra Revolusi, djangan mereka mendjalankan sabotase-sabotase ekonomi” (hal. 61), djadi imperialis mana jang tjoba-tjoba memperdajakan Republik, jang membantu kontra Revolusi atau jang mendjalankan sabotase-sabotase ekonomi adalah musuh² Rakjat Indonesia. Dalam Manifesto Politik djuga didjelaskan sebagai musuh-musuh rakjat Indonesia termasuk ”golongan-golongan blandis”, golongan² reformis, golongan konservatif, golongan kontra revolusioner, golongan² bunglon dan tjutjunguk” (hal. 31).<ref>{{rule|align=left|6em}} Singkatan dari Manipol jang dikutib dari buku Tubapi.</ref> Dengan Manipol dan pedoman-pedoman pelaksanaannja maka rakjat dan pemuda Indonesia, revolusi Indonesia mempunjai program bersama, jang dapat didjadikan landasan bersama guna menjelesaikan tugas revolusi Agustus. {{C|{{larger|KONGRES PEMUDA SELURUH<br> INDONESIA}}}} Sepuluh tahun telah lalu sedjak kongres Pemuda Seluruh Indonesia di Surabaja pada tahun 1950. Masa sepuluh tahun itu dilalui dengan penuh terdjadinja peristiwa-peristiwa penting ditanah air, peristiwa-peristiwa jang membawa perubahan sangat penting baik dalam ekonomi, politik, sosial, kebudajaan. Peristiwa-peristiwa seperti berlangsungnja pemilihan umum, pembatalan perdjandjian K.M.B., ambil alih milik kapitalis monopoli Belanda, penumpasan pemberontakan kontra revolusioner, dekrit Presiden dan pidato Presiden pada tanggal 17 Agustus 1959 jang berdjudul ”Manifesto Politik Republik Indonesia” adalah peristiwa-peristiwa penting dan besar jang membawa perubahan penting dan besar pula dalam kehidupan masjarakat Indonesia. Sudah tentu perubahan, perkembangan dan kebudajaan ini semuanja tak dapat dipisahkan dengan {{hws|per|perdjuangan}}<noinclude>{{rh|||285}}</noinclude> rajhhmuqvrb5glyw004fz4whp9pqczm Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/290 104 112850 320425 315843 2026-10-10T10:14:38Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320425 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Revolusi Indonesia sekarang bukanlah revolusi model revolusi Perantjis tahun 1789, jang menghasilkan berdirinja sebuah Republik kapitalis, tetapi djuga bukan model revolusi Rusia tahun 1917, jang telah mendirikan kediktatoran proletariat. Revolusi Indonesia mempunjai sifat jang multi komplek, mengenai segala bidang sesuai dengan keadaan masjarakat Indonesia pada waktu sekarang, jaitu ”Revolusi Nasional menentang imperialisme-kolonialisme” (hal. 32). Djadi, walaupun Republik Indonesia bersifat multi-komplex, tetapi sifat nasional daripada Revolusi Indonesia adalah sangat menondjol. Disamping sifat nasionalnja, Revolusi Indonesia sebagaimana djuga semua revolusi dizaman modern sekarang, adalah revolusi demokratis. Sifat demokratis dari pada Revolusi Indonesia dinjatakan oleh tugasnja menentang keterbelakangan feodal dan menentang otokrasi atau kediktatoran, baik militer maupun perseorangan. Mengingat sifat revolusi Indonesia jang nasional dan demokratis, maka revolusi Indonesia adalah revolusi bersama dari semua klas dan golongan jang menentang imperialisme-kolonialisme. Pendeknja Revolusi Indonesia harus mendirikan kekuasaan Gotong Rojong, kekuasaan demokratis jang dipimpin oleh hikmah kebidjaksanaan, jang mendjamin terkonsentrasinja seluruh kekuatan Nasional seluruh kekuatan Rakjat. Tentang Hari Depan Revolusi Indonesia dinjatakan antara lain: Hari depan revolusi Indonesia bukanlah kekapitalisme, dan sama sekali bukan menudju ke feodalisme. Tentang hal ini Manifesto Politik mendjelaskan bahwa hari depan revolusi Indonesia didahului oleh penemuan tudjuan djangka pendek, dan tudjuan djangka pandjang ; pendjelasan itu berbunji sebagai berikut: (Manifesto Politik hal. 47). „Tudjuan djangka pendek jang saja hadapkan kepada saudara² ialah : program kabinet kerdja jang amat sederhana itu, sandang pangan, keamanan, melandjutkan perdjuangan anti imperialisme ditambah dengan mempertahankan kepribadian kita ditengah-tengah tarikan kekanan dan kekiri, jang sekarang sedang berlaku kepada kita dalam pergolakan dunia menudju kepada satu imbangan baru. Dan tudjuan kita djangka pandjang ialah masjarakat jang adil dan makmur, melenjapkan imperialisme dimana-mana, dan mentjapai dasar-dasar bagi perdamaian dunia jang kekal abadi”. Tentang Musuh-Musuh Revolusi Indonesia dinjatakan antara lain : Bahwa musuh-musuh jang sebenarnja dari revolusi Indonesia adalah imperialisme disemua lapangan. Dalam Manifesto Politik djelas dinjatakan, bahwa kita melawan imperialis Belanda karena imperialis ini<noinclude>{{rh|284}}</noinclude> c7x7c7ael76fsbrwi6eilf2on5x9g1f Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/285 104 112852 320449 315844 2026-10-10T10:45:40Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320449 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Harmoni, di Surabaja ikut aktif ambil alih gedung Sositet Belanda di Simpang, di Djakarta bahkan pemudalah jang mendorong dan mengambil inisiatif ambil alih Gedung Sositet Harmoni. Di Balikpapan pemuda² berhasil mengetahui diselenggarakan rapat gelap Belanda dikomplek B.P.M., dan digropjoknja. Sajang penggropjokan ini sudah agak terlambat sedikit hingga sewaktu pemuda-pemuda itu datang ditempat jang digunakan rapat, orang-orang Belanda itu sudah pada pergi dan tinggal 10 orang jang masih ditangkap dan diserahkan kepada jang berwajib. Aksi untuk mendapatkan solidaritas internasional djuga dilakukan oleh pemuda-pemuda. Dengan melalui Badan Kerdjasama Pemuda Militer Pusat, pemuda mengirimkan telegram minta solidaritas dari WFDY, WAY, IUS, dan lain-lain. Walaupun tindakan-tindakan ini mendapatkan rintangan jang besar dari kaum reaksioner, terutama dari kaum separatis namun rakjat Indonesia, pemuda Indonesia tak djuga gentar, dan bahkan sekali lagi memperlihatkan keberanian serta keteguhannja. Dengan aksi-aksi ini rakjat dan pemuda Indonesia menemukan kembali kepribadian revolusionernja. {{C|{{larger|MENDUKUNG DEKRIT PRESIDEN<br> DAN MANIPOL}}}} Sudah diterangkan didepan bahwa dalam memperdiuangkan tjita-tjitanja pemuda Indonesia mejakini bahwa hal ini tak mungkin dapat ditjapai dengan tidak menghiraukan apa jang terdjadi disekitarnja, terutama mengenai nasib negaranja. Tjita-tjita pemuda untuk mentjapai Indonesia Merdeka penuh, demokrasi, adil dan makmur, dalam mana terdjamin sjarat-sjarat bagi pemuda untuk mengenjam masa muda jang bahagia, dalam mana pemuda-pemuda dapat mengembangkan bakatnja, mengembangkan pengetahuannja dan dapat memilih pekerjaan jang disukai menurut bakat dan ketjakapannja, hanja mungkin apabila ada suatu sistim masjarakat dan sistim negara jang madju jang dapat mendjamin hal itu semua. Untuk mentjapai kemadjuan-kemadjuan inilah pemuda Indonesia ikut ambil bagian aktif dalam pemilihan umum, ikut memperdiuangkan demokrasi, menumpas pemberontakan separatis dewan-dewan partikelir dan ikut serta memperhatikan djalannja badan-badan kenegaraan. Satu badan kenegaraan jang tertinggi, Konstituante, jang anggotanja dipilih dalam pemilihan umum tidak berdialan lantiar dalam menunaikan tugasnja untuk menjusun suatu Konstitusi Res Publica jang memberi arah<noinclude>{{rh|||279}}</noinclude> cz6000m58haqv5xggc4xbm707q9yobm Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/284 104 112863 320441 312390 2026-10-10T10:21:38Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320441 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Dengan kegagalan ini pemerintah Republik Indonesia menjerukan ”tempuh djalan lain{{...|6}}” pada rakjat Indonesia. Pemuda Indonesia bersama dengan golongan lain ikut aktif menjokong sikap pemerintah Indonesia. Rapat massa diadakan diberbagai kota untuk mendukung sikap pemerintah. Pada tanggal 18 November 1957 mulai dilakukan aksi-aksi tjorat-tjaret diperusahaan dan rumah² Belanda jang berbunji ”Djika Belanda Ngotot kita Gendjot”, ”Usir Belanda dari Irian Barat”, ”Sita Perusahaan Belanda” dan lain-lain. Aksi jang sama djuga dilakukan di Djawa Timur, di Semarang, di Djakarta, di Medan dan kota lain. Demonstrasi Raksasa djuga dilakukan diberbagai kota-kota besar seperti di Djakarta, Surabaja, Makasar, Pontianak, Medan dan Ambon dan lain-lain jang mengadjukan tuntutan bahwa bila perdjuangan Republik Indonesia di PBB gagal, maka pemerintah supaja segera memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda dan mensita semua modal Belanda jang ada di Indonesia. Delegasi Pemuda dan Peladjar djuga dikirimkan keberbagai instansi pemerintah seperti di Pontianak ke Gubernur, di Medan ke Gubernur Sumatra Utara, di Ambon ke Gubernur Maluku jang menjatakan tekad pemuda bahwa bila Belanda tetap ngotot dituntut agar pemerintah mengambil tindakan tegas. Sewaktu ternjata sikap Belanda tetap ngotot, menolak mengembalikan Irian Barat ke Republik Indonesia, pemuda dan kalangan jang luas lainnja mengambil langkah jang tegas dan positif. Di Djawa Timur, chusus Surabaja, berbagai organisasi pemuda jang tergabung dalam BKSPM pada tanggal 2 Desember 1957 mengadakan pertemuan dengan pedjabat-pedjabat sivil, militer dan buruh untuk membitjarakan instruksi guna melantjarkan pemogokan disemua perusahaan Belanda. Semua jang hadir menjetudjui aksi itu, dan malam harinja, jaitu pada tanggal 2 Desember 1957 djam 24.00 buruh-buruh perusahaan Belanda jang 50 buah djumlahnja mulai melantjarkan aksi mogok, dan semua perusahaan Belanda tak berdaja menghadapi. Aksi pemogokan ini berlangsung di banjak kota-kota besar diseluruh Indonesia dan betul-betul melumpuhkan semua perusahaan Belanda tidak hanja jang besar tetapi sampai perusahaan jang ketjil. Dukungan rakjat termasuk pemudanja terhadap ”djalan lain{{...|5}}” jang diserukan pemerintah bukan hanja terbatas pada aksi-aksi mogok, tetapi djuga ikut serta aktif dalam aksi ambil alih dan penggropjokan terhadap rapat-rapat gelap jang diselenggarakan Belanda. Tindakan ambil alih terhadap KPM di Djakarta jang dilakukan oleh kaum buruh sepenuhnja didukung oleh pemuda, djuga tindakan ambil alih seperti di Palembang, pemuda aktif bertindak untuk mengambil alih Gedung Sositet<noinclude>{{rh|278}}</noinclude> qj4tl5po9qde35cm1dwik6crbdpzskb Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/283 104 112874 320440 315845 2026-10-10T10:18:33Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320440 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|nja|dibebaskannja}} Padang ini, maka kekuatan pokok kaum pemberontak telah dipatahkan sedangkan sisa-sisanja jang lari kehutan tinggal menanti waktunja untuk ditumpas. Djuga tak lama kemudian kekuatan Permesta dipatahkan oleh angkatan perang Republik Indonesia dan Sulawesipun dibebaskan kembali. Dengan ditumpasnja PRRI/Permesta ini, maka kaum reaksioner di Indonesia kehilangan sandaran jang utama dalam kekuatan bersendjata, suatu kehilangan jang terus menerus bertambah dan jang tak mungkin dapat dipulihkan kembali. Ini mempunjai arti penting jang menentukan dalam perkembangan-perkembangan jang sangat menguntungkan kekuatan demokratis rakjat Indonesia, termasuk pemudanja. {{C|{{larger|PEMUDA DUKUNG ”DJALAN LAIN{{...|5}}”}}}} Konsep ”djalan lain{{...|4}}” adalah suatu konsep jang merupakan komando dari pemerintah Republik Indonesia terhadap rakjat, termasuk pemuda Indonesia untuk melakukan aksi-aksi lebih tegas setelah djalan berunding di PBB untuk menjelesaikan ”sengketa” Irian Barat tidak berhasil. Masalah perdjuangan mengembalikan Irian Barat kepangkuan kekuasaan R. I. adalah perdjuangan jang sudah berlangsung sedjak K.M.B. jang chianat itu ditandatangani. Sedjak itu rakjat, termasuk pemuda Indonesia tak henti-henti, dan tak djemu-djemu terus memperdjuangkan agar Irian Barat segera diserahkan kembali kekuasaan Republik Indonesia. Gerakan ini makin hari makin hangat, terutama setelah ternjata bahwa djandji Belanda akan mengembalikan Irian Barat ke-kekuasaan Republik setahun setelah ”penjerahan kedaulatan” tak ditepati. Berbagai organisasi pemuda, atau perseorangan pemuda dalam berbagai kesempatan telah mengemukakan hal itu sebagai masalah, sebagai suatu tuntutan jang perlu segera dipetjahkan. Masalah ini terasa hangatnja setelah perdjandjian KMB setjara formil dibatalkan oleh Pemerintah R.I. pada tahun 1955. Rakjat termasuk pemuda Indonesia menghendaki agar pembatalan itu bukan hanja formil, tetapi riil dilaksanakan termasuk dalam segala ikatan hubungan kolonial. Tuntutan pengembalian Irian Barat kedalam kekuasaan R.I. makin hangat lagi seiring dengan diadjukan masalah itu kedalam forum PBB oleh wakil Indonesia, apa lagi setelah ternjata bahwa diadjukannja masalah ini di PBB tidak mendapatkan korum suara jang diperlukan untuk didjadikan atjara dalam sidang umum.<noinclude>{{rh|||277}}”</noinclude> p0mof4ya5tu0bf3025fa6watj18a98j Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/282 104 112881 320439 312404 2026-10-10T10:18:18Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320439 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>A.L. Pope, seorang penerbang militer warga negara AS jang melakukan pengeboman didaerah R.I., dan kapal R.I. Semua ini diakui sendiri sewaktu Pope, jang karena pesawat terbangnja ditembak djatuh oleh pemburu AURI, dan diadjukan dimuka pengadilan R.I. Bukan hanja ini tetapi djuga dari bukti jang dapat dikumpulkan menundjukkan bahwa uang R.I. jang dipalsukan PRRI/Permesta djuga ditjetak diluar negeri dengan bantuan AS. Ketjuali itu djuga sikap pemerintah AS tidak pernah mendukung R.I. dalam usahanja untuk menumpas pemberontakan. AS djuga memberikan fasilitas kepada pimpinan pemberontak untuk leluasa bergerak didaerah jang mendjadi pengaruhnja seperti Taiwan, Pilipina, bahkan ke Amerika sendiri. Djuga Singapura, tempat benteng Inggeris mendjadi pangkalan kaum pemberontak. Kapal terbang AS jang mendrop sendjata kedaerah PRRI djuga singgah di Singapura. Singapura, Kuala lumpur djuga mendjadi tempat bersembunji dan pertemuan antara pemimpin pemberontak PRRI/Permesta. Tetapi kekuasaan Inggris di Singapura tak pernah melarangnja. Semua ini menundjukkan bahwa jang ada dibelakang pemberontakan ialah imperialis AS, Inggris dan Belanda. Walaupun pemberotakkan ini didukung oleh negeri imperialis jang kuat, namun rakjat Indonesia tak gentar sedikitpun dalam tekadnja untuk menumpas PRRI/Permesta dan semua Dewan-dewan Partikelir alat kaum pemberontak. Pemerintah R.I. dengan sepenuhnja sesuai dengan tuntutan dan tekad rakjat termasuk pemudanja pada bulan April 1958 mengirimkan pasukan APRI untuk membebaskan Sumatra Barat. Pada tanggal 16 April 1958, pasukan APRI jang diangkut oleh kapal perang ALRI, dan setelah kapal perang ALRI melepaskan tembakan kebukit kosong dipantai kota Padang, mendarat dengan selamat. Operasi dan pendaratan ini dipimpin oleh Kolonel Achmad Jani. Pasukan PRRI baik pradjurit sampai opsirnja seperti A. Husein, Dahlan Djambek dll. lari tunggang-langgang tanpa melakukan perlawanan. Inilah moral ”pahlawan” pengetjut PRRI, jang berteriak setinggi langit seolah-olah dirinja pahlawan, namun setelah lawannja datang lari berantakan. Tak seorang jakin akan ”kepahlawanan”nja. Kota Padang dibebaskan kembali, dan kemudian menjusul beberapa kota lainnja. Rakiat menjambut pembebasan ini, dan jang paling pertama menjambut APRI adalah organisasi wanita revolusioner jang melawan PRRI, jaitu Gerakan Wanita Indonesia (GERWANI). Tidak sedikit pemuda revolusioner ikut serta dalam APRI dalam membebaskan Sumatra Barat ini, dan tidak sedikit pula dari mereka jang gugur dalam penumpasan PRRI ini. Bumi persada ibu pertiwi menuntut kesetiaan dan pengorbanan putra-putranja jang baik. Dengan {{hws|dibebaskan|dibebaskannja}}<noinclude>{{rh|276}}</noinclude> 2eibu30ocyc4jvdvmkd6trifb2e9940 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/281 104 112886 320438 312414 2026-10-10T10:18:03Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320438 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Kapten Djohar Rivai, Letnan Bermawi, Sersan Major Bahar Kirai. Berkat perlawanan inilah maka terdapat beberapa ketjamatan dimana kekuasaan PRRI tidak dapat ditantjapkan, dan kekuasaan R. I. tetap tegak. Bahkan disalah satu ketjamatan Kabupaten Pariaman jang dipertahankan oleh rakjatnja, karena bupatinja telah menjeberang ke PRRI, dan rakjat menghendaki adanja bupati lain maka dipilihnja sendiri bupati, jaitu Abusamah. Sajang setelah PRRI ditumbangkan dan kekuasaan R.I. dapat ditegakkan kembali di Sumatra Barat, pemerintah pusat tidak mengakui bupati pilihan rakjat itu dan mengangkat orang lain untuk menduduki djabatan bupati. Perlawanan jang sama djuga berlangsung di Sumatra Selatan, sehingga Dewan Garuda tidak dapat memproklamirkan kekuasaan jang sama dengan jang terdjadi di Sumatra Barat atau Sulawesi Utara. Singkatnja, perlawanan terhadap kaum pemberontak separatis adalah perlawanan nasional, perlawanan rakjat termasuk pemudanja. Karena adanja perlawanan jang sedemikian inilah maka tudjuan mereka untuk menumbangkan pemerintah R.I. jang dipimpin oleh Presiden Sukarno mengalami kegagalan, dan achirnja mereka sendiri jang dihantjurkan. Sudah diterangkan didepan bahwa dalam pemberontakan ini kaum imperialis terutama imperialis Amerika Serikat, memainkan peranan sebagai dalang utamanja. Mereka bukan hanja mendalangi politiknja, tetapi djuga tindakan pemberontakan. Perlengkapan sendiata diberi dengan mendropkan dan menggunakan danau Singkarak, Toba atau lainnja, sebagai pendaratan kapal terbang djenis Catalina. Imperialis AS djuga mensupply kapal terbang, dan mengizinkan lapangan kapal terbang Pilipina jang dikuasain ja digunakan sebagai tempat untuk pangkalan membomi daerah Indonesia. Sebuah kapal Perang Angkatan Laut R.I. jang mengangkut pradjurit dan bahan untuk membebaskan Menado dibomnja hingga tenggelam di Tarakan. Djuga sewaktu pasukan-pasukan R.I. hendak membebaskan daerah Sumatra Tengah dengan melalui Riau daratan (Pakan Baru), AS menjatakan niatnja hendak menurunkan pasukan armada ke-VII jang djuga menduduki Taiwan, ke Pakan Baru dengan alasan untuk mendjaga keselamatan orang Amerika di Pakan Baru. Ini adalah alasan jang ditjari-tjari untuk tjampur tangan jang kasar terhadap urusan dalam negeri orang lain. Orang Amerika jang bekerdja diperusahaan pengeboran minjak Caltex, jang bertempat tinggal di Rumbai, Pakan Baru, tidak sedikit jang membantu PRRI baik dengan keuangan, bahan-bahan. dan menggunakan berbagai fasilitas untuk mengangkut sendjata. Tjontoh² lain tentang hubungan mereka dengan PRRI ini djuga bisa dilihat dari peristiwa<noinclude>{{rh|||275}}</noinclude> bagp4rdmmpu4xrghzoe5gd5p2mjunqy Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/280 104 112893 320437 315846 2026-10-10T10:17:48Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320437 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>kaum pemberontak, tetapi sajang tak pernah dipanggil. Pemuda diberbagai daerah ramai mendaftarkan diri untuk masuk dinas militer guna menumpas pemberontak. Di daerah „kekuasaan” kaum pemberontak sendiri perlawanan, djuga sudah mulai timbul sedjak hari pertamanja. Di Sulawesi Tengah didaerah kekuasaan Permesta sampai tanggal 8 Februari 1957 sadja sudah terdapat 12.000 orang pemuda jang meninggalkan kota jang merupakan pendjara Permesta itu. Mereka masuk hutan untuk mengadakan perlawanan terhadap kekuasaan lalim dari Permesta. Suasana daerah itu tidak tenteram, pemuda-pemuda putra daerah tidak diperkenankan meninggalkan kota, toko-toko hanja dibolehkan buka sebentar, penangkapan dan penganiajaan meradjalela. Semuanja ini mengingatkan orang kepada kekedjaman fasis Djepang jang lalu. Diuga di Sumatra Barat rakjat dan pemuda melakukan perlawanannja. Djauh sebelum kaum separatis memproklamasikan apa jang mereka namakan PRRI, rakjat dan pemuda-pemuda jang setia terhadap Republik Proklamasi sudah melakukan kegiatannja untuk menggagalkan pembentukan Dewan Banteng. Pada bulan Agustus 1957, demonstrasi protes meledak di Bukittinggi, kota jang dianggapnia mendjadi tiang kaum separatis Achmad Husein dkk-nja. Demonstrasi massa jang menjatakan protes dan perlawanan terhadap Dewan Banteng ini dipimpin oleh wanita-wanita muda, putri Minang, dari keluarga rakjat biasa jaitu Manismar, Nadiar, Nilawati, dll. Dewan Banteng menangkap pimpinan demonstrasi Manismar dan Nadiar, serta menahannja dimarkas mereka, namun kaum demontran tidak bubar, menanti hingga Manismar keluar. Manismar tidak dibebaskan dan bahkan beberapa orang lagi ditangkapnja. Kaum pemberontak djuga melakukan pembunuhan jang kedjam terhadap patriot-patriot jang mereka tawan, seperti di Situdju mereka membakar kurang lebih 135 orang. Di Simun (Suliki) mereka menembak mati 17 orang, di Atar (Tanah Datar) mereka menembak mati kurang lebih 54 orang dan ditempat lain djuga. Namun demikian rakjat tak djuga menghentikan kegiatan perlawanannja, bahkan makin meningkat. Segera setelah proklamasi PRRI, pemuda-pemuda putra Minang membentuk gerilja untuk melawan, dan menumbangkan „kekuasaan” PRRI. Pemuda-pemuda itu meninggalkan kota-kota merampas sendiata dari tangan alat-alat pemerintah PRRI, dan membentuk pasukan perlawanan diberbagai ketjamatan, sampai kemarga-marga. Djuga tidak sedikit pradi rit jang setia terhadap sumpah pradiuritnja memisahkan diri dari rombongan gerombolan pemberontak dan melakukan perlawanan terhadap kaum pemberontak antara lain dibawah pimpinan Major Nurmatias, Kapten Bainal Dt Paduko Malano, Kapten Chotib Hassan, Kapten Machjuddin,<noinclude>{{rh|274}}</noinclude> 3d1ust5vuhl87oe0b1lxvt0zo7nthk2 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/279 104 112900 320436 315847 2026-10-10T10:17:34Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320436 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Indonesia, PP TRIP, IPPI, dll. mendukung pemerintah R.I. Djuga berbagai organisasi rakjat seperti SOBSI, BTI, Gerwani, dll. djuga mendukung sikap pemerintah. Sementara keadaan ini berlangsung, Presiden Sukarno, jang sedjak beberapa lama berkundjung ke Djepang, pada tanggal 16 Februari 1958 tiba di tanah air, setelah mempeladjari keadaan ini lebih teliti, menjatakan bahwa „Penjelewengan Padang, kita kahadapi dengan tegas, dan dengan segala kekuatan jang ada pada kita”. Djuga pada hari itu pemerintah melarang organisasi-organisasi Dewan Banteng, Dewan Garuda, Permesta. Dalam menghadapi situasi genting sebagai akibat pengchianatan Achmad Husein dkk. pemuda Indonesia bukan hanja berhenti dengan memberikan pernjataan tetapi djuga berusaha melakukan mobilisasi umum untuk menumpas pemberontakan. Untuk menjatakan kesetiaannja ini pada tanggal 21 Februari 1958, 300 orang pemuda jang mewakili 14 organisasi pemuda menghadap Presiden dan diterimanja dihalaman tengah Istana Negara. Wakil organisasi Pemuda ini menjampaikan suatu pernjataan bersama, jang berisi kutukan bahwa tindakan Achmad Husein dkk itu sebagai pengchianatan terhadap tjita-tjita Proklamasi 17 Agustus 1945, dan mendesak kepada Presiden Panglima Tertinggi agar segera mengambil tindakan jang tegas dan tjepat untuk membasminja. Djuga dinjatakan bahwa seluruh pemuda jang tergabung dalam 14 organisasi Pemuda bersedia dengan tegas dan konsekwen untuk ikut serta menggulung dan membasmi pengchianat proklamasi 17 Agutsus 1945. Pemuda-pemuda jang menandatangani pernjataan ini ialah, Achmad dari Gerakan Pemuda Bekas Tentara Peladjar ; Widarbo jang mewakili keluarga TRIP Djawa Timur ; Sukiadi jang mewakili keluarga Bekas Tentara Peladjar ; Ismail Kertasasmito jang mewakili PP TRIP Djawa Timur ; S. Wiaka jang mewakili Gerakan Peladjar Pedjuang Nusatenggara ; Soeharto Rebo jang mewakili Persatuan Demobilisan Peladjar ; Sujatno jang mewakili Sekretariat Bersama Kongres Peladjar Pedjuang Seluruh Indonesia ; Agus Suparno jang mewakili tentara Peladjar Banjumas ; Sutarto Adinoto jang mewakili Ikatan Demobilisan Pegawai Kementerian Perdagangan Sunardi jang mewakili Persatuan Peladjar Demobilisan ; Bambang Koesnahadi jang mewakili Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ; E. Sularso jang mewakili Pergerakan Pemuda Demokrat ; Odjohan Maresenar jang mewakili Corps Peladjar Veteran R.I. Ketjuali ini pemuda-pemuda Indonesia djuga melakukan berbagai usaha untuk memobilisasi anggotanja. PP TRIP djuga pernah menghadap KASAD untuk menjampaikan daftar berisi nama 200 orang anggotanja jang bersedia dipanggil aktif kedalam tentara lagi untuk menumpas Bedjarah Perdjuangan<noinclude>{{rh|{{smaller|Sedjarah Perdjuangan{{gap}}18}}||273}}</noinclude> b92vz5txxzeti4lz3g3fx9yicn7k7pi Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/278 104 112907 320435 312446 2026-10-10T10:17:17Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320435 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{Hwe|bentuk|membentuk}} kabinet. 3). Presiden supaja kembali kedudukannja sebagai Presiden Konstitusionil. Bersama dengan saat ”ultimatum” ini, pada tanggal 11 Februari 1958 pasukan-pasukan Husein menjerbu pangkalan udara Padang dengan kekuatan 1 bataljon (500 orang) jang pada waktu itu didjaga oleh satu peleton (50 orang) dari anggota Angkatan Udara. Ini adalah tindakan ''kup'' jang menentang pemerintah Republik Indonesia, menentang seluruh rakjat Indonesia. Terhadap ultimatum dan tindakan ini, rakjat, pemuda dan pemerintah Republik Indonesia memberikan djawabannja jang tegas. Pada tanggal 11 Februari 1958, PNI menjatakan menolak ultimatum, demikian djuga Badan Kontak Organisasi Pedjuang Sumatra. KASAD menjatakan bahwa ultimatum itu melanggar sumpah djabatan dan sumpah pradjurit. Letnan Kolonel Hasan Kasim pendjabat Panglima TT I. menjatakan bahwa tindakan itu berbahaja bagi keselamatan negara dan bisa mengakibatkan perang saudara. Kabinet Republik Indonesia dengan didjiwai semangat patriotik rakjat dan pemuda, dalam sidangnja tanggal 12 Februari 1958 mengambil keputusan : 1). menolak tuntutan Achmad Husein. 2). memetjat Husein, Lubis, Djambek dan Simbolon. Terhadap sikap Amerika jang turut serta mendjadi arsitek dan pendukung pemberontakan itu Dr Subandrio, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, menjatakan bahwa Amerika Serikat turut tjampur tangan dalam negeri Indonesia. Pada tanggal 12 Februari 1958, KASAD memerintahkan untuk menangkap Simbolon, Lubis, Husein dan Djambek. Achirnja dengan kenekadan jang kalap mereka memproklamasikan berdirinja apa jang mereka namakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) pada tanggal 15 Februari 1958 di Padang. Ini adalah suatu tindakan chianat, suatu tantangan terhadap rakjat, pemuda Indonesia, pada seluruh kekuatan patriotik dan demokratis. Dalam menghadapi tindakan separatis jang didalangi dan didukung oleh kaum imperialis, terutama imperialis Amerika Serikat ini rakjat; dan pemuda Indonesia makin membulatkan tekadnja mendukung sikap pemerintah Republik Indonesia untuk menielamatkan Republik Proklamasi. Berbagai organisasi pemuda dan rakjat meniatakan sikapnja, seperti, DPP Gerakan Pemuda Pelaksana Sumpah Pemuda untuk Pembebasan Irian Barat, PP Pemuda Rakjat, Pemuda Demokrat, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, PPMI, Badan Kerdiasama Organisasi Pedjuang Sumatra, DPP Pemuda Nasional, Pemuda Republik Rakiat Indonesia, GP. Ansor, DP Mahasiswa Nasional, pengurus Corpus Studiosorum Djakartaense (CSD), PP GGMI, Badan Kongres Amal, Perbata, Pemuda Muslimin<noinclude>{{rh|272}}</noinclude> chgyrkdsf3bie7m3h9ms4466q2hehnf Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/277 104 112913 320433 315848 2026-10-10T10:16:53Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320433 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>kepala kaum separatis jang dikirim keluar negeri oleh kaum pemberontak separatis, dengan melalui Warrow, menjampaikan „ultimatum” tentang hasil rapat Sungai Dareh kepada Presiden jang pada waktu itu berada di Tokyo. Djuga „tokoh-tokoh” kaum separatis jang dikirim keluar negeri mengadakan kegiatan menentang R.I. berusaha mendapatkan bantuan dari negara lain terutama anggota Seato. Pemuda Indonesia jang mengikuti keadaan jang makin memburuk, dimana kaum separatis makin mengintensifkan persiapannja untuk menentang Republik Indonesia, djuga makin memperlipat gandakannja usaha-usahanja guna menggagalkan usaha kaum separatis itu. Pada tanggal 3 Februari 1958, Badan Kerdjasama Organisasi-organisasi Pedjuang Sumatra mengeluarkan pernjataan jang isinja menentang aksi kaum separatis dan menjerukan agar pemerintah waspada terhadap hal ini. Pada tanggal 15 Februari 1958, konferensi pers Sumual dan Des Alwi tokoh kaum separatis, di Manila — Pilipina, digagalkan oleh usaha-usaha pemuda Ade Hasan dan Bakri Ilijas. Pemuda Indonesia jang sedang beladjar di Djepang djuga menjatakan kesetiaannja berdiri dibelakang Presiden Sukarno dan hanja mengenal satu pemerintah jang berpusat di Djakarta. Desakan-desakan dari berbagai organisasi massa jang demokratis makin santer, agar pemerintah mengambil tindakan jang tegas menindas kaum separatis itu. Pada tanggal 20 Februari 1958 Korps Pemuda Indonesia mendesak kepada pemerintah Republik Indonesia untuk segera menindas gerakan jang merugikan rakjat dan gerakan jang dapat meruntuhkan negara kesatuan Republik Indonesia, agar mengambil tindakan jang tegas dan berani terhadap siapa sadja jang berchianat kepada rakjat dan negara kesatuan Republik Proklamasi. Pernjataan seperti ini djuga dikeluarkan oleh Himpunan Peladjar dan Mahasiswa Indonesia Seberang jang berkedudukan di Surabaja. Pernjataan jang patriotik dan demokratis terus mengalir dari berbagai organisasi pemuda, seperti dari PP Pemuda Rakjat, dari DPP Ex TRIP, dari DP Ex. Tentara Geni Peladjar, dari Pemuda Demokrat, Pemuda Muslimin Indonesia dari SOBSI, dari BTI, Gerwani dll-nja. Achirnja, dengan tekadnja jang kalap, kaum separatis mengambil djalan nekad. Pada tanggal 10 Februari 1958 Achmad Husein dengan melalui radio Padang dan Bukittinggi menjiarkan apa jang mereka namakan „Piagam Perdjuangan untuk menjelamatkan Negara” jang berisi tuntutan dengan sangsi jang antara lain sebagai berikut : 1). Dalam waktu lima kali 24 djam kabinet Djuanda supaja menjerahkan mandat kepada pendjabat Presiden atau Presiden mentjabut mandat kabinet Djuanda. 2). Supaja Hatta dan Hamengkubuwono diberi tugas {{hws|mem|membentuk}}<noinclude>{{rh|||271}}</noinclude> qdd4u71mlquhb1zhtfv1vq4ne4ncxhu Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/276 104 112923 320432 312461 2026-10-10T10:16:37Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320432 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>minggu pertama bulan Djanuari th. 1957. Djuga berbagai organisasi pemuda dari berbagai daerah menjatakan kemarahan terhadap kegiatan kaum extrimis kanan ini.' Walaupun ada berbagai pernjataan ini kaum separatis masih terus melangsungkan kegiatannja bahkan mengambil bentuk jang amat kedjam. Sangat disajangkan bahwa pada permulaannja pemerintah R.I. mengambil sikap jang lunak terhadap mereka bahkan mengambil langkah-langkah jang bersifat memberi hati pada mereka dengan mengundangnja untuk melakukan berbagai musjawarah, dan memberi otorisasi keuangan jang mereka tuntut jang sudah njata akan digunakan untuk membeajai kegiatan mereka menentang pemerintah pusat. Kaum separatis menganggap sikap lunak pemerintah R.I. itu, suatu pertanda bahwa pemerintah pusat akan mudah digulingkan apabila dilakukan tindakan itu. Pada tanggal 9 Djanuari 1958 kaum separatis mengadakan rapat gelap di Sungai Dareh, di perbatasan Sumatra Selatan dan Sumatra Tengah, jang dihadiri oleh Lubis, Simbolon, Dahlan Djambek, Moh. Natsir, Sjafrudin Prawiranegara, Sumitro dll. Dalam rapat ini mereka mempersoalkan langkah jang hendak dilakukan. Dalam dokumen jang diketemukan oleh alat kekuasaan R.I. dari Zulkifli Lubis dalam suatu razia jang dilakukan pada tanggal 6 Djanuari 1958 menjatakan bahwa kaum separatis sudah mengambil keputusan untuk mendirikan pemerintah pusat jang lain, menghantam pemerintah pusat dan memproklamasikan apa jang mereka namakan negara PRRI. Selandjutnja mereka mengambil langkah untuk lebih memperkuat tuntutannja terhadap pemerintah Pusat dengan mengadakan rapat raksasa pada tanggal 6 dan 9 Djanuari 1958, jang menuntut agar kabinet Djuanda bubar dan minta kepada Presiden untuk menundjuk Hatta dan Hamengkubuwono sebagai formatur dan Presiden kembali sebagai presiden konstitusionil. Rapat ini diselenggarakan oleh apa jang dinamakan „Badan Aksi Rakjat Sumatra Barat” dan jang berbitjara ialah Simbolon dan Dahlan Djambek. Mereka sekali lagi menegaskan sifat separatisnja terhadap pemerintah pusat dengan antjaman akan mendirikan pemerintah sendiri jang dikepalai oleh Sjafrudin Prawiranegara dan akan melakukan hubungan dengan luar negeri. Dalam keadaan seperti ini pemimpin-pemimpin GPII sekali lagi memperlihatkan sikap jang menjokong kaum separatis dengan tuntutannja jang diadjukan kepada pendjabat Presiden Djuanda sewaktu Presiden Sukarno sedang ke Djepang (Tokyo), jang minta agar pemimpin-pemimpin daerah diundang dan diadjak berunding. Sudah tentu jang dimaksudkan dengan pemimpin daerah ialah pemimpin-pemimpin kaum separatis. Sementara itu Ventje Sumual, salah seorang<noinclude>{{rh|270}}</noinclude> hevj6of9dqgsacn6ek3ckat0uo9n4u2 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/275 104 112926 320431 315849 2026-10-10T10:16:19Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320431 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>menghasut pemuda-pemuda, karena mereka tahu bahwa tanpa pemuda tak mungkin mendapatkan kekuatan untuk melaksanakan maksudnja. Mereka dapat menipu sebagian ketjil pemuda jang masih belum tjukup tinggi kesadaran politik nasionalnja. Sifat-sifat heroisme pemuda, hasrat untuk mengabdi kepentingan rakjat dan daerahnja digunakan dengan propaganda dan agitasi palsu tentang birokrasi pemerintah pusat, korupsi, Djawa sentris, Djawa mau menguasai suku-suku lain dll. Propaganda ini bisa termakan oleh pemuda-pemuda itu karena memang kenjataannja penjakit itu menghinggapi banjak pendjabat pusat sudah sedjak tahun sebelum pemilihan umum dan bahkan ditjiptakan oleh tokoh-tokoh reaksioner sendiri sewaktu memimpin pemerintahan. Sebagai hasil dari tipu muslihat kaum separatis ini maka sedjumlah pemuda di Makasar, pada tanggal 3 Agustus 1957, hari Minggu pagi mengadakan rapat dengan bertempat dibalai perwira Makasar membentuk apa jang dinamakan „Pemuda Permesta”. Organisasi ini diketuai oleh seorang jang bernama A. Muin dan sekretarisnja A. Aziz, sedangkan organisasi jang mendjadi pendukungnja ialah apa jang dinamakan „Dewan Permesta Indonesia Timur”, Korps Pemuda Pembangunan, Pemuda Ichwanul Muslimin, Konsentrasi Pemuda Revolusioner Lompobatang. Di Sumatra Barat organisasi pemuda jang mendukungnja ialah : Gerakan Mahasiswa Sosialis, GPII, dan lain-lain, sedangkan di Sumatra Selatan mereka djuga mendapat dukungan organisasi pemuda jang sama. Dalam menghadapi kegiatan kaum separatis ini pemuda Indonesia jang setia terhadap sumpah pemuda, tidak bersikap bertumpang dagu menantikan apa jang terdjadi. Latihan politik jang sudah mereka peroleh selama revolusi Agustus 1945 dan tekad mereka untuk mempertahankan, serta mengisi Republik proklamasi membangkitkan mereka untuk bertindak menghalangi, menggagalkan dan menumpas segala kegiatan kaum extrim kanan, jang hendak meneruskan politik pemetjah belahan kaum kolonialis Belanda. Berbagai organisasi pemuda jang demokratis mengutuk segala kegiatan kaum separatis dan menuntut kepada pemerintah untuk segera mengambil tindakan melarang dan menangkapi pemimpin mereka. Pemuda di Sumatra Utara dengan antusias menjokong overste Djamin Ginting dan overste Wahab Makmur dalam melaksanakan tugas pemerintah pusat menggagalkan ''Cup'' Simbolon pada tanggal 22 Desember 1965, dan mengusir kaum separatis jang bersembunji didalam militer jang hendak menggunakan militer untuk menentang pemerintah Pusat. Front Pemuda Sumatra Selatan dalam mobilisasi massa pemuda untuk mempertahankan kesatuan negara R.I. djuga mendukung tindakan Djamin Ginting sebagaimana jang dinjatakan dalam pernjataannja jang diumumkan dalam<noinclude>{{rh|||269}}</noinclude> gmpf7ddirvif7o8lkx4vvyqwa7x04yh Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/261 104 112983 320473 312541 2026-10-10T11:00:48Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320473 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Kesedjahteraan Sosial Indonesia, Perwakilan Pilipina di Djakarta, dan lain-lainnja. Djuga sardjana-sardjana, mahaguru-mahaguru serta mahasiswa dari negeri Asi-Afrika mengirimkan tilgram sambutannja, seperti dari Universitas Kabul, Afganistan, Uni Nasional Mahasiswa Afrika Selatan, Federasi Mahasiswa Tiongkok, dan lain-lainnja. Berbagai organisasi di Indonesia djuga memberikan sambutan jang hangat serta dukungannja Dengan berhasilnja KMAA ini mempunjai arti jang besar dalam sedjarah perdjuangan pemuda di Asia Afrika umumnja dan peladjar serta mahasiswa chususnja, karena konferensi ini telah mendermakan realisasi lebih landjut dari prinsip ''Dasa Sila'' Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955, telah mempersatukan pemuda dan mahasiswa Asia Afrika dalam melakukan perdjuangan bersama untuk melikwidasi sisa-sisa kolonialisme dan untuk memperkuat usaha memelihara perdamaian dunia serta hubungan persahabatan dan saling mengerti antara rakjat, pemuda dan mahasiswa dinegeri Asia Afrika. Bagi pemuda dan mahasiswa Indonesia konferensi ini mempunjai arti penting : ''pertama'', lebih mendorong, mempererat persatuan dan kerdjasama antara mahasiswa dan peladjar chususnja dan pemuda umumnja ; ''kedua'', meningkatkan kejakinan akan kemampuan mengorganisasi; ''ketiga'', meningkatkan kesadaran politik dan daja djuang untuk mentjapai tjita-tjitanja. Ini semua adalah bukti, manifestasi makin bangkit dan bersatunja rakjat Asia Afrika termasuk pemuda dan mahasiswa untuk melikwidasi sisa-sisa terachir kolonialisme guna membangun dunia baru dimana rakjat dapat hidup damai, bersahabat satu-sama lain, berpendidikan madju, dan hidup adil makmur. {{C|{{larger|PEKAN PERTEMUAN NASIONAL<br> PEMUDA}}}} Ide untuk lebih mempererat persatuan dikalangan pemuda adalah ide jang selalu hidup dikalangan pemuda. Hal ini dapat dipahami, karena untuk mentjapai tjita-tjitanja pemuda selalu memperlakukan persatuan jang lebih erat dikalangannja sendiri. Disinilah dasar moral dan ide dari inisiatif untuk mengadakan Pekan Pertemuan Pemuda, atau jang terkenal dengan nama ”Pekan Pemuda Indonesia”. Perlunja diadakan pekan pemuda ini ialah sangat terasa karena masih belum adanja persatuan dikalangan pemuda seperti jang diperlukan sesuai dengan tingkat perdjuangannja. Walaupun kerdjasama, kontak-kontak tidak djarang diadakan terutama dalam menghadapi peristiwa-peristiwa<noinclude>{{rh|||255}}</noinclude> ihrr1psbopdpyac3fiqgu7qsyl8mi4z Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/260 104 112985 320472 312543 2026-10-10T11:00:33Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320472 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Achirnja, setelah melalui berbagai usaha jang gigih dari mahasiswa Indonesia sebagai tuanrumah dari penjelenggaraan konferensi dan didukung oleh pemuda pada umumnja serta lapisan progresif lainnja, konferensi Mahasiswa Asia-Afrika dapat terselenggarakan sesuai dengan rentjananja, jaitu dari tanggal 30 Mei hingga tanggal 7 Djuni 1956 dikota jang terkenal dalam sedjarah, jaitu Bandung, ibukota Djawa Barat jang djuga terkenal sebagai kota Asia-Afrika. Konferensi dihadiri oleh wakil-wakil organisasi dari 26 negeri Asia Afrika, jaitu : Indonesia, Afganistan, Aldjazair, Burma, Sailan, Tiongkok, Mesir, Iran, Djepang, Jordania, Kamerun, Republik Demokrasi Korea, Laos, Libanon, Madagaskar, Malaja, Marokko, Nepal, Pakistan, Sudan, Siria, Togo, Tunisia, Republik Demokrasi Vietnam, Afrika Barat dan Pilipina, tetapi menarik diri pada tanggal 3 Djuni 1956 sebelum komunike terachir dari sidang KMAA diumumkan. Konferensi, berdjalan lantjar, walaupun ada berbagai usaha untuk menggagalkannja dari mesin reaksioner pesuruh imperialis, dan telah berachir dengan sukses. Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika ini telah mengambil keputusan sesuai dengan tudjuan konferensi, dan jang sesuai dengan tuntutan djamannja. Konferensi ini dengan dalam telah membahas dan mengambil keputusan tentang masalah-masalah keadaan sosial mahasiswa, fasilitas fasilitas dalam peladjaran, keadaan kesehatan dan kesedjahteraan mahasiswa. Djuga diputuskan masalah pendidikan dan kerdjasama antara fakultas-fakultas guna memadjukan dan meningkatkan mutu ilmu pengetahuan. Tukar-menukar pengetahuan akademi, tukar-menukar pengalaman tentang kehidupan pendidikan, kehidupan kebudajaan negara Asia-Afrika, kerdjasama olahraga, perdjalanan film, dll., adalah perlu untuk memperkuat kerdjasama perguruan tinggi dinegeri-negeri Asia-Afrika. Perlu ditjatat bahwa malam pembukaan konferensi ini mendapat sambutan jang meriah sekali baik dari Presiden Soekarno sendiri jang hadir dan memberi pidato restunja, maupun anggota kebinet dan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo serta berbagai kalangan jang luas lainnja. Djuga pemerintah-pemerintah dan kalangan luas lainnja dari negeri Asia Afrika berkenan memberi dukungan dan restunja sebagaimana jang dinjatakan dalam sambutan-sambutan dari : PM. Sailan, PM. RRT, PM. India, PM. Iran, PM. Nepal, PM. Republik Demokrasi Korea, PM. Republik Demokrasi Vietnam, Menteri Pendidikan Republik Demokrasi Korea, Menteri Pendidikan Libia, Menteri Pendidikan Jordania, Menteri Pendidikan Afganistan, Menteri Pendidikan Turki, Menteri Luar Negeri India, Menteri Pendidikan Republik Demokrasi Korea, Menteri<noinclude>{{rh|254}}</noinclude> huarkhyzba1v7abcxegblx1dale3ce8 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/258 104 112987 320469 312545 2026-10-10T10:55:05Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320469 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>guna merealisasikannja. Sebagai tempat konferensi dipilihnja Bandung, jang terkenal sebagai kota Asia-Afrika. Untuk melantjarkan persiapan konferensi, Komite Eksekutif PPMI mengadakan sidangnja pada bulan Mei 1954. Sidang memutuskan untuk memberi kekuasaan kepada Dulmanat wakil ketua PPMI untuk membentuk Komite Persiapan Konferensi Mahasiswa Asia. Selandjutnja setelah melalui usaha-usaha jang ulet, pada tanggal 11 Djuli 1954 telah dibentuk Panitia Penerimaan di Bandung. Panitia ini didukung oleh organisasi anggota dan bukan anggota PPMI. Kemudian setelah melalui pertemuan berbagai organisasi mahasiswa, pada tanggal 22 November 1954 terbentuklah Panitia Persiapan Nasional Konferensi Mahasiswa se-Asia / (PPN-KMA), jang kemudian disempurnakan susunannja pada tanggal 10 Mei 1955. Panitia ini mempunjai tugas : 1. mempersiapkan Komite Persiapan Internasional. 2. Membuat persiapan penjelenggaraan Konferensi itu sendiri. 3. Menjusun atjara untuk diadjukan pada Panitia Persiapan Internasional. 4. Memilih dua wakil untuk ikut serta dalam sidang Panitia Persiapan Internasional. Panitia Persiapan Nasional ini mendapat perlindungan dari Presiden Soekarno, sedangkan Gubernur Djawa Barat, walikota Djakarta dan Bandung diangkat mendjadi penasehatnja. Djuga Presiden Universitas Indonesia. Airlangga, Universitas Islam Jogjakarta, Universitas Nasional, Universitas 17 Agustus setudju untuk diangkat mendjadi ketua kehormatan. Dalam proses selandjutnja Panitia Persiapan Nasional mengalami perbaikan dengan ikut sertanja Dewan Mahasiswa Gadjah Mada. Panitia Persiapan Nasional ini dalam usahania untuk membentuk Panitia Persiapan Internasional berhasil mengadakan pertemuan internasional dengan bertempat di Taruna-Giri-Puntiak. pada tanggal 24 s/d 26 September 1955. Pertemuan ini dihadiri oleh wakil-wakil mahasiswa dari Indonesia, India. Pilipina, R.R.T., sedangkan wakil dari Djepang dan Libanon datangnja terlambat. Sidang Panitia Persiapan Internasional ini djuga telah menjetudjui seruan jang isinja antara lain mendjelaskan sekali lagi tudiuan konferensi jaitu : 1. Untuk membitjarakan masalah dan kepentingan bersama guna memadjukan kerdjasama dalam lapangan kebudajaan. sport, beladjar dan kesedjahteraan mahasiswa. 2. Untuk memadjukan saling pengertian dan pengetahuan serta memperkuat hubungan persahabatan antara mahasiswa-mahasiswa. 3. Mendiskusikan kontribusi mahasiswa dalam memadjukan perdamaian dan meredakan ketegangan-ketegangan internasional. Pertemuan ini djuga menjetudjui ide agar konferensi iang akan datang itu diperluas mendjadi konferensi Mahasiswa Asia dan Afrika.<noinclude>{{rh|252}}</noinclude> a029kojtt98et66xy766mwdkktzgv06 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/256 104 112988 320468 312546 2026-10-10T10:54:50Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320468 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{C|{{larger|KONFERENSI MAHASISWA <br>ASIA AFRIKA}}}} Dalam melakukan perdjuangan untuk mentjapaf tjita-tjita Indonesia Merdeka jang demokratis, adil dan makmur, pemuda Indonesia menjadari perlunja kerdja-sama internasional. Kesadaran ini terutama ditimbulkan oleh kenjataan bahwa musuh rakjat dan pemuda Indonesia adalah imperialisme, jang mempunjai watak internasional. Berbagai negeri imperialis berhubungan dan berdjalin satu sama lain dalam melakukan eksploitasi dan penindasan terhadap rakjat dan gerakan rakjat termasuk gerakan pemudanja. Kaum imperialis internasional saling membantu dan saling menukar keterangan dan pengalaman. Didepan sudah diterangkan bahwa perlunja hubungan dan kerdja sama internasional ini sudah mulai diinsjafi oleh pemuda-pemuda Indonesia jang sedang beladjar dinegeri Belanda jang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia, dan sebagaimana djuga telah dirintis oleh PPPI di Indonesia. Tradisi jang baik ini dilandjutkan oleh organisasi pemuda pada umumnja, baik sebelum Proklamasi Kemerdekaan maupun dalam masa perdjuangan mempertahankan Proklamasi 1945. Dalam melanjutkan perdjuangan untuk mentjapai Indonesia Merdeka jang penuh, demokratis, adil dan makmur, perdjuangan untuk menghabiskan sisa-sisa kekuasaan imperialisme, kebutuhan kerdjasama internasional makin dirasakan mendesaknja. Terutama di Asia, baik di negeri-negeri jang politis dan ekonomis sudah merdeka, atau jang politis sadja merdeka, maupun jang belum merdeka sama sekali, rakjat dan pemudanja menghadapi musuh bersama : jalah imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme. Dalam perlawanan menghadapi musuh bersama ini, maka amat terasa perlu adanja kerdjasama dan solidaritas bersama. Hal ini telah disadari dalam-dalam oleh pemuda dan peladjar se Asia sedjak tahun-tahun pertama sesudah Perang Dunia II, jang tersimpul dari peristiwa konferensi Pemuda dan Peladjar Asia Tenggara di Kalkuta. Konferensi Bandung pada tahun 1955 jang melahirkan Dasa Sila, dan adalah suatu manifestasi dari solidaritas rakjat Asia-Afrika dalam perdjuangan untuk mentjapai kemerdekaan nasional jang penuh dan demokratis, untuk melenjapkan sisa-sisa kolonialisme dan neokolonialisme, djuga merupakan dorongan jang kuat kearah kerdjasama pemuda Asia-Afrika. Keadaan inilah jang mendjadi sumber inspirasi bagi peladjar dan mahasiswa Indonesia untuk menjelenggarakan Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika. Ide untuk menjelenggarakan Konferensi Mahasiswa {{hws|Asia-|Asia-Afrika}}<noinclude>{{rh|250}}</noinclude> d3qpk440e5lz3gpr5y5oq932zas1fw2 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/254 104 112989 320466 315855 2026-10-10T10:54:16Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320466 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>menundjukkan bahwa pengaruh dari golongan demokratis merupakan bagian terbesar. Pemilihan D.P.R. ini, kemudian dilandjutkan dengan pemilihan untuk Konstituante. Hasil pemilihan umum untuk Konstituante ini makin memperkuat imbangan pengaruh golongan demokratis. Kedua pemilihan umum ini mempunjai pengaruh jang besar sekali dalam perdjalanan sedjarah perdjuangan rakjat dan pemuda Indonesia dalam mentjapai tjita-tjitanja Indonesia Merdeka jang demokratis, adil dan makmur. Pemuda Indonesia walaupun setjara organisasi tidak ikut serta mentjalonkan wakil dalam pemilihan ini namun umumnja banjak pemimpin organisasi pemuda jang ditjalonkan oleh partai-partai politik ikut terpilih dalam pemilihan baik D.P.R. maupun Konstituante. Pemuda-pemuda atau tokoh-tokoh pemuda jang terpilih antara lain S.M. Taher, Sukatno, Sukardi, Aminuddin Azis, Hardojo. Istanto dll. Dengan demikian pemuda djuga setjara tidak langsung mempunjai wakilnja dalam badan-badan itu, jang memudahkan bagi mereka untuk mengadjukan pikiran-pikirannja, guna diperdjuangkan melalui badan-badan itu. Pemilihan mum jang berlangsung dengan sukses dan dimana pemuda-pemuda ikut ambil bagian aktif dalam pelaksanaannja bukanlah terdjalan dengan lantjar, tanpa perlawanan dari golongan reaksioner dan kaum imperialis. Sabotase, usaha untuk menunda dan meniadakan pemilihan umum sudah berlangsung sedjak hari-hari pertamanja. Dalam proses propaganda djuga terdjadi berbagai provokasi jang mereka lakukan untuk memantjing peristiwa-peristiwa. Djuga dalam saat-saat pemberian suara itu terdjadi provokasi-provokasi dan insiden-insiden. Sebagai akibat dari berbagai insiden dan provokasi, terutama jang dilakukan oleh gerombolan DI/TII dsb-nja, tidak sedikit petugas pemilihan jang antara lain terdiri dari pemuda, jang mendjadi korban. Diantara mereka jang mendjadi korban, terdapat 93 orang gugur, dan 74 ditjulik, disamping terdapat jang luka-luka. Walaupun ada korban-korban jang djatuh. sebagai akibat provokasi, namun berlangsungnja pemilihan umum ini mentjerminkan kemenangan dari kekuatan demokrasi dari rak{{illegible}} termasuk pemuda Indonesia, dan merupakan kekalahan dari kek{{illegible}}an demokrasi, kekuatan imperialis serta musuh rakjat dan pemuda Indonesia Kedjadian-kedjadian sesudah pemilihan umum diuga menundjukkan akan kebenaran hal ini. Usaha-usaha untuk menjatukan kekuatan nasional jang demokratis termasuk kalangan pemudanja. makin mendapatkan perangsang, dan kerdja-sama antara berbagai organisasi pemuda jang demokratis itu bertambah baik. Dengan demikian maka pemilihan umum telah mendorong lebih landjut diperkuatnja barisan melawan imperialisme.<noinclude>{{rh|248}}</noinclude> j5jh8b92vx5ki82tggwilzn3c5akb2g Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/253 104 112990 320465 312551 2026-10-10T10:53:59Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320465 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|soalkan|mempersoalkan}} hubungan pemuda, organisasi pemuda dengan pemilihan umum jang akan datang itu. Tulisan ini umumnja mengandjurkan agar para pemuda ikut bertanggung djawab dan ambil bagian aktif dalam penjelenggaraannja pemilihan umum. Dalam saat pelaksanaannja pemuda ikut aktif memberi penerangan kepada penduduk jang luas serta melakukan berbagai aktivitas dan tugas-tugas. Tanggung djawab pemuda terhadap pelaksanaannja pemilihan umum ini djuga tertjermin dalam kegiatan bersama antara berbagai organisasi pemuda jang ada. Hal ini dapat dilihat pada hari mendjelang dilangsungkannja pemilihan umum sendiri. Pada tanggal 16 September 1955 organisasi pemuda jang ada di Djakarta, jang 189 buah djumlahnja, berkumpul untuk membitjarakan soal pemuda dan pemilihan umum. Organisasi pemuda jang mengadakan pertemuan itu antara lain ialah Pemuda Kristen Indonesia, Pemuda Demokrat, Pemuda Rakjat, Sekretariat Bersama Peladjar Pedjuang Seluruh Indonesia dan lain-lainnja. Djuga dalam proses penjelenggaraan pemilihan umum ini Bagian Pemuda Djawatan P.M. Kementerian P.P. dan K: jang didjuru bitjarai oleh pimpinannja Sujono Atmo, ambil bagian aktif dalam memberikan penerangan, andjuran dan berbagai pendjelasan baik melalui pidato radio jang periodik maupun melalui artikel-artikel jang dimuat dalam madjalah „Pemuda” jang diterbitkan oleh P.P. dan K. Isi dari uraian Sujono Atmo itu pada pokoknja berkisar pada soal-soal : ''pertama'', agar pemuda dengan aktif menggunakan hak pilihnja ; ''kedua'', agar pemuda membantu kelantjaran pemungutan suara dan ; ''ketiga'', agar pemuda memahami technik-techniknja baik untuk dirinja sendiri maupun untuk kepentingan umum. Achirnja pada tanggal 29 September 1955, rakjat termasuk pemuda Indonesia memberikan suaranja dengan mentjoblos tanda gambar jang ada dalam lembaran kertas pemilihan. Pentjoblosan ini tidak hanja mempunjai sekedar arti teknis sadja, tetapi mempunjai arti politik, sosiologis, pisikologis dan sekaligus simbolis. Bukankah si-pentjoblos telah memberi kepertjajaan menurut rasahati dan kesadarannja kepada Partai jang tanda gambarnja ditjoblos, tjita-tjitanja akan diwakili dan diperdjuangkan oleh partai jang bersangkutan itu? Karenanja, hari pemilihan umum ini merupakan hari besar nasional, hari kegembiraan jang besar, sekaligus djuga hari jang chidmat. Pada hari itu dari 80 djuta penduduk, ada 43.104.464 pemilih jang terdaftar memberikan suaranja, dan terdapat 37.785.299 suara jang sah. Ini berarti bahwa pemilihan umum di Indonesia adalah pemilihan jang demokratis dan diikuti oleh bagian besar rakjet jang berhak memberikan suaranja. Hasil pemilihan umum ini mentjerminkan imbangan jang ada dalam masjarakat Indonesia, dan<noinclude>{{rh|||247}}</noinclude> fmdr4jpq7740yzrllrisa62ymu3hkwf Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/252 104 112991 320464 312552 2026-10-10T10:53:43Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320464 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>demokrasi seperti lazimnja berlangsung dinegara-negara barat, demokrasi jang liberal dan didjadikan alat oleh kaum monopoli untuk mendjadjah rakjat Indonesia. Menurut keadaan Indonesia pada masa itu, tuntutan demokrasi ini antara lain agar diadakan pemilihan umum untuk membentuk Parlemen atau Dewan Perwakilan Rakjat dan Konstituante. Terbentuknja badan ini dalam mana duduk wakil rakjat jang dipilih dalam pemilihan umum merupakan perwudjudan demokrasi di Indonesia. Rakjat Indonesia mempunjai harapan besar segera terbentuknja badan seperti ini, karena melalui badan ini rakjat dapat mendjelmakan ide, pikiran dan tjita-tjitanja setjara legal untuk diketahui oleh umum, untuk diperdjuangkannja agar diterima pemerintah dan dilaksanakannja. Pemuda Indonesia jang mempunjai tjita-tjita tinggi dan jang terus menerus memperjuangkannja tjita-tjitanja itu djuga menjadari perlu adanja dan terselenggarakannja pemilihan umum guna membentuk badan-badan jang demokratis itu. Karenanja mereka ikut aktif memperdjuangkan agar segera diadakan pemilihan umum. Dalam menghadapi rentjana pemilihan umum jang akan diadakan oleh pemerintah, pemuda Indonesia bukannja bersikap atjuh tak atjuh atau pasif, tetapi mereka menjambut dengan hangat dan bersedia mengambil bagian aktif dalam melaksanakannja. Sikap pemuda Indonesia ini djuga tertjermin dalam kongres-kongres mereka. Didalam kongres-kongres, dan konferensi-konferensi mereka mulai mempersoalkan masalah ini. Pemuda Demokrat dalam Kongres ke V jang dilangsungkan pada tanggal 3 Desember 1952 di Surabaja djuga telah mengadjukan masalah ini dalam salah satu prasaran jang diadjukan oleh Munadir. Dalam prasaran ini diadjukan pendirian pokok Pemuda Demokrat dalam menghadapi pemilihan umum jang akan diselenggarakan pada tahun 1955 sbb. : 1. Pemuda Demokrat pada pokoknja ikut ambil bagian aktif mendorong terselenggaranja pemilihan umum untuk Konstituante dan Dewan Perwakilan Rakjat baik pusat maupun daerah-daerah. 2. Pemuda Demokrat beranggapan bahwa batas antara organisasi pemuda dengan partai politik ialah hanja terletak pada tidak turutnja duduk anggota Pemuda Demokrat sebagai wakil organisasi dalam dewan-dewan tersebut. Tetapi Pemuda Demokrat beranggapan perlu adanja tenaga muda dalam dewan-dewan itu. Ketjuali dalam kongres atau diskusi, djuga banjak karangan jang ditulis dalam berbagai surat kabar, madjalah atau siaran jang {{hws|memper|mempersoalkan}}<noinclude>{{rh|246}}</noinclude> nc1fzdbn3b8l22lpm8u28edui3d7qzi Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/251 104 112992 320463 315856 2026-10-10T10:52:26Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320463 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Dalam rangka gerakan menentang subversif asing ini dilantjarkan berbagai rapat umum pemuda diberbagai daerah, seperti rapat umum peladjar dan mahasiswa jang dilangsungkan dialun-alun utara Jogjakarta pada tanggal 24 Agustus 1955, di Djakarta, di Surabaja dan lain-lain tempat. Achirnja pikiran sehat jang patriotik dari pemuda dan rakjat Indonesia mendapatkan kemenangan, dan kepala subversif asing Jungschlager dan Smith didjatuhi hukuman mati, sedangkan agen-agen lainnja mendapat hukuman-hukuman berat. Walaupun hukuman-hukuman ini belum sepenuhnja memenuhi harapan pemuda karena dosa-dosa mereka jang berat, namun hal ini adalah tindakan patriotik jang patut dipudji dari pengadilan Indonesia jang dilahirkan didalam Revolusi dan seharusnja mendjadi alat Revolusi Indonesia dalam menghantjurkan dan mengalahkan kontra revolusi. Dari peristiwa ini tampaklah bahwa semangat patriotisme dan heroisme jang telah ditanam oleh Revolusi Agustus 1945 dalam dada pemuda dan rakjat umumnja tak mendjadi pudar karena politik resmi jang kompromis. Pemuda tetap mempunjai kemampuan, kesanggupan dan daja djuang jang tinggi sesuai dengan sifat-sifat alamiahnja. Ini djuga merupakan suatu tantangan djaman terhadap generasi tua jang sudah tenggelami dalam kepuasan, ketakmampuan, dan bahkan sementara ada jang merosot moralnja akibat ketidak teguhan imannja. Sedjarah perdjuangan akan tetap mengudji kesemuanja ini dan masih menuntut kesanggupan jang lebih besar lagi dari pemuda-pemudanja. {{C|{{larger|PEMUDA INDONESIA MENDUKUNG <br>PEMILIHAN UMUM}}}} Salah satu azas kenegaraan jang mendjadi tudjuan perdjuangan pemuda adalah demokrasi, jaitu adanja sistim dan kehidupan demokrasi dalam masjarakat dan negara Republik Indonesia. Demokrasi jang diperdjuangkan pemuda Indonesia bukannja demokrasi formil tetapi demokrasi riil, suatu sistim dan kehidupan demokrasi jang sesuai dengan keadaan masjarakat dan kehidupan rakjat Indonesia jang berdjuang untuk melawan imperialisme, untuk kemerdekaan penuh dan demokratis sebagai djembatan untuk mentjapai masjarakat sosialis Indonesia. Ini berarti bahwa jang diidam-idamkan oleh rakjat Indonesia bukanlah<noinclude>{{rh|||245}}</noinclude> if5twtgvcbcu5b5s0vmyd6iqwk47n49 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/249 104 112993 320461 315857 2026-10-10T10:51:51Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320461 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|pentingannja|kepentingannja}} dan berbagai matjam propaganda dengan melalui perguruan, surat kabar dll. mereka lakukan. Dalam menghadapi keadaan ini pemuda Indonesia jang telah terlatih dalam Revolusi Agustus 1945 tak mengendorkan perlawanannja. Pemuda Indonesia baik jang tergabung dalam tentara, dalam organisasi keamanan, dikampung-kampung dan desa-desa, dikantor-kantor dan diberbagai tempat ikut aktif membasminja. Pemerintah KMB sedjak semula tidak aktif membasmi gerombolan itu, sehingga tindakan pemuda dan rakjat umumnja, dapat dikatakan berdiri sendiri. Namun demikian perdjuangan jang adil ini dapat membangkitkan kemauan baik dan simpati dari kalangan alat pemerintah jang patriotik. Gerombolan pengatjau mulai ditindas oleh alat pemerintah, dan mulai dilakukan penangkapan terhadap anasir pengatjau, terutama Belanda. Tindakan penangkapan ini mulai dilakukan pada permulaan tahun 1954, di Bandung, Djakarta dan beberapa tempat lainnja. Orang Belanda jang ditangkap itu pada umumnja adalah bekas KNIL, IVG dan ada pula jang bekerdja di kementerian-kementerian, kedjaksaan dll. Tindakan ini terutama dilakukan setjara intensif dan meluas sedjak kabinet Ali Sastroamidjojo. Ini adalah tindakan jang tegas jang pertama kali sedjak terbentuknja kabinet KMB. Tindakan penangkapan ini djuga antara lain didorong oleh sikap Belanda di Indonesia jang sombong, sembrono dan provokatif. Hal ini terbukti dengan peristiwa penolakan direksi Hotel Simpang, Surabaja, atas permintaan tempat untuk Menteri Perekonomian jang pada waktu itu sedang berkundjung ke Djawa Timur pada bulan Djanuari 1954. Alasan jang digunakan untuk menolak ialah tidak ada tempat, tetapi setelah diperiksa sebenarnja masih banjak tempat. Sikap sombong dari Belanda penguasa Hotel Simpang ini menimbulkan kemarahan pemuda, dan Hotel Simpang ”diserbu”. Achirnja pemerintah setempatpun mengambil tindakan dan Hotel Simpang diambil-alih serta didjadikan milik Kotapradja. Dalam melakukan tindakan untuk menindas gerombolan pengatjau ini pemuda djuga ambil bagian aktif dalam mentjari keterangan, dan kalau perlu menundjukkan atau ikut menangkap mereka itu. Dengan djalan demikian maka tidak sedikit komplotan agen kolonial itu tertangkap dan diringkus dalam pendjara. Kegiatan ini memuntjak hingga dapat ditangkapnja kepala gerombolan pengatjau Belanda Jungschlager dan Smith. Pemuda mengadakan aksi jang luas menuntut agar Jungschlager segera diadjukan kemuka pengadilan dan dihukum mati. Aksi ini djuga mendapat dukungan luas dari segenap lapisan masjarakat. Rapat {{hws|diada|diadakan}}<noinclude>{{rh|243}}</noinclude> syz03z2vulaiona2be3mwbfbl98onpy Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/250 104 112994 320462 312953 2026-10-10T10:52:10Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320462 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|kan|diadakan}} diberbagai tempat. Pemuda menjokong sikap hakim Maengkom dari Pengadilan Negeri Djakarta jang menolak pembela Jungschlager ― Vax Empel dkk. Mr. Van Empel adalah salah seorang kepala mata² Belanda, jang sewaktu di Indonesia banjak menghukum pemuda pedjuang. Untuk mendukung sikap Maengkom ini pada tanggal 12 Februari 1956 diadakan rapat jang didukung oleh 24 organisasi-organisasi pemuda diibukota jaitu : Pemuda Demokrat Indonesia, Pemuda Ansor, Pemuda Muslimin, Pemuda Peladjar Demobilisan, Ikatan Pemuda Peladjar Indonesia, Corp Demobilisan Indonesia, Angkatan Pemuda Pembangunan Indonesia, IPPI Djakarta Raya, Persatuan Sekolah Guru, Persatuan Peladjar Taman Siswa, Pemuda Rakjat, Pemuda Tanah Air Indonesia, Pemuda Raya, Gerakan Mahasiswa Republik Indonesia, Persatuan Bekas Pedjuang Bersendjata Seluruh Indonesia. Rapat Pemuda Anti-Pembela Van Empel dkk. ini diadakan di Gedung Pemuda Djakarta. Rapat mengambil keputusan : 1. Menjokong sikap Hakim Maengkom jang menolak sikap Van Empel mendjadi pembela Jungschlager dkk. 2. Menuntut kepada pemerintah agar H.C. Belanda, Graaf Van Beyland dinjatakan sebagai persona non grata, karena bertanggung djawab atas pertemuan antars Jungchlager dengan wakil Komisariat Tinggi Belanda di rumah Dr. Mulder sebagaimana jang telah dibenarkan oleh Djaksa Sunarjo. 3. Menuntut kepada pemerintah agar Mr. Bouman dan Van Empel segera dikeluarkan dari Indonesia karena mereka ini telah banjak mendjatuhkan hukuman kepada pemuda pedjuang dan kini mengatur pembelaan terhadap Jungschlager. 4. Agar njonja Bouman ditangkap dan ditahan sebagai djaminan, karena Mr. Bouman ternjata terlibat dalam aksi subversif di Indonesia. 5. Supaja saksi-saksi jang terlibat dalam aksi-aksi subversif jang dipimpin oleh Djendral Pereire di Indonesia, sebagaimana jang diterangkan dalam laporan resmi dari Komisaris Besar Sukardjo ditangkap dan dituntut didepan pengadilan. 6. Agar penanggung djawab perusahaan asing jang ternjata menjokong gerombolan pengatjau dituntut dimuka pengadilan dan perusahaannja disita. 7. Agar Jungschlager dan Smith dihukum mati. Sebagai landjutan tindakan penumpasan subversif asing. rapat itu djuga menjetudjui dibentuknja panitia penentang pembela Van Empel dkk., jang terdiri dari organisasi IPPI daerah Djakarta Raya sebagai ketua umum, Pemuda Demokrat sebagai Wk. Ketua I dan Persatuan Peladjar Demobilisan Wk. Ketua II, IPPI Perguruan Tinggi sebagai Sekretaris, Pemuda Rakjat sekretaris II, T.N. Endah (mahasiswa) sebagai keuangan dan S.M.A. Kesatuan sebagai bendahara. Panitia ini mempunjai kantornja di Gedung Pemuda, Merdeka Utara 14 Djakarta.<noinclude>{{rh|244}}</noinclude> gjyp7ra7cxijarxye0pvjgvcgvepfv8 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/245 104 113061 320457 316975 2026-10-10T10:50:42Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320457 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>mahasiswa (BKKMI). Badan ini mengkoordinir kegiatan olah raga dikalangan mahasiswa Indonesia. Tahun 1953 adalah tahun dimana pemuda Indonesia mengadakan hubungan jang makin luas dengan pemuda diluar negeri, makin luas ikut serta melakukan kegiatan internasional jang progresif. Ini adalah sama sekali sesuai dengan tudjuan gerakan pemuda Indonesia jang mengidam-idamkan dunia damai, persaudaraan antara bangsa-bangsa, serta kemerdekaan dan kemadjuan sosial. Makin banjak organisasi pemuda Indonesia jang mengambil bagian dan ikut serta dalam berbagai konferensi, pertemuan-pertemuan, festival-festival dan aksi-aksi jang bersifat internasional. Pada bulan Maret 1953 pemuda Indonesia ikut serta dalam konferensi internasional jang menelaah hak-hak pemuda, jang dilangsungkan di Wina, ibukota Austria pada tanggal 22-27 Maret 1953. Konferensi ini diikuti oleh pemuda dari berbagai negeri jang mewakili berbagai lapisan dan menghasilkan a.l. sebuah seruan kepada pemuda diseluruh negeri agar mereka membela hak-haknja untuk hidup jang lajak dan sjarat-sjarat untuk mengembangkan bakat-bakatnja mendjadi manusia masjarakat jang sempurna, serta untuk kehidupan jang damai dan persahabatan antara bangsa. Festival Pemuda dan Peladjar Sedunia jang ke-IV jang diselenggarakan di Bukarest ibukota Rumania pada musim semi tahun 1953, mendapatkan kundjungan jang lebih besar lagi. Rombongan delegasi pemuda Indonesia kefestival ini terdiri dari 104 orang dibawah pimpinan Sujono Atmo. Delegasi meliputi golongan jang lebih luas seperti seniman, buruh, tani, mahasiswa, pemuda-pemuda peladjar. Dalam festival ini delegasi pemuda Indonesia mendapatkan sukses dalam perlombaan-perlombaan olahraga maupun kesenian. Pada achir Festival, Federasi Pemuda Demokratis Sedunia melangsungkan Kongres Pemuda Sedunia di Bukarest. Pemuda Indonesia jang ikut serta dalam Kongres ini, jang diwakili a.l. oleh Sujono Atmo, Margono, dan Soetojo Arcundatha. Kongres ini a.l. menghasilkan sebuah resolusi jang menjokong perdjuangan pemuda dinegeri-negeri kolonial untuk kemerdekaan nasional. Demikian djuga dalam Kongres Peladjar Sedunia jang diselenggarakan Perhimpunan Peladjar Sedunia (I.U.S.) pada tanggal 27 Agustus sampai September 1953 di Warsawa ibukota Republik Rakjat Polandia, pemuda-pemuda peladjar Indonesia ikut serta dan jang diwakili a.l. pemuda Mudojo, C. Warouw, Sujono Atmo, dan Achmadi (Major). Dalam usaha mempererat tali persahabatan dengan pemuda-pemuda sedunia, pemuda Indonesia djuga ikut ambil bagian aktif dalam forum<noinclude> {{rh|||239}}</noinclude> a6cqx65du4khi5gcgmz09qkrzhyeu07 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/246 104 113063 320458 316976 2026-10-10T10:50:58Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320458 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Olahraga jang bersifat internasional. Seperti dalam Asian Student Games di Kalkuta pada bulan Februari 1954. Untuk menjambut Asian Student Games ini, di Indonesia dibentuk panitia chusus jang terdiri dari Sie Swan Po (PPMI), Marilli T.H. Silitonga (IPPI) dan Alex Marentek (G.M.D.). Ketjuali ini masih banjak lagi forum-forum olahraga jang bersifat internasional jang diikuti oleh pemuda-pemuda Indonesia. {{c|MAHASISWA INDONESIA MELAWAN}} {{c|PERS IMPERIALIS}} Peranan pers imperialis, dan di Indonesia chusus pers Belanda sepenuhnja mengabdi kaum kolonialis Belanda. Dalam masa revolusi pers-pers itu, terutama jang berbentuk surat kabar jang terbit didaerah pendudukan Belanda semuanja bersuara mentjatji-maki Republik Indonesia, mentjatji-maki rakjat dan pemuda Indonesia, alat kekuasaan Republik Indonesia. Demikian djuga setelah "penjerahan kedaulatan", peranan jang mengatjau, jang memfitnah itu masih diteruskan. "De Vrye Pers" salah satu dari surat kabar kaum kolonialis pada tahun 1954 memuat sebuah artikel jang bersifat menghina serta mengadu domba mahasiswa Indonesia, chususnja mahasiswa Negeri "Gadja Mada", Jogjakarta. Dalam artikel jang berdjudul: "Boeken eisen kennis van het Nederlands" (bahasa Indonesia: "Buku memerlukan pengetahuan dari Nederland") mengatakan bahwa tidak mungkin, atau sulit bagi para mahasiswa jang tidak dapat berbahasa Belanda untuk mengikuti kuliah difakultas hukum, atau akan sia-sia belaka mengikuti kuliah-kuliah. Djuga dikatakan bahwa mahasiswa jang dapat berbahasa Belanda lebih pandai dari jang tidak dapat berbahasa Belanda. Tulisan jang sangat menghina dan bersifat memetjah-belah ini sangat menjakitkan hati, dan menjinggung perasaan nasional para mahasiswa dan pemuda umumnja. Para mahasiswa fakultas hukum "Gadjah Mada" pada tanggal 16 April 1953 bertindak setjara demonstratip melabrak "Vrije Pers" dan merusak katja kantor, mesin tik, medja dan alat-alat kantor lainnja. Dalam peristiwa ini 42 orang mahasiswa ditahan oleh jang berwadjib. Sebagai pernjataan solidaritas terhadap mahasiswa itu, di Surabaja pada tanggal 23 Agustus 1953, pemuda, peladjar, mahasiswa, wanita, mengadakan demonstrasi. Demonstrasi ini diikuti oleh tidak kurang dari 25.000 orang. Dengan demikian maka setia-kawan jang tadinja hanja dinjatakan dalam pembitjaraan dari mulut kemulut, berkembang hingga<noinclude>{{rh|240}}</noinclude> fy3ggpi6t9s07pfrfn7ophcw55xl8wh Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/247 104 113064 320459 316978 2026-10-10T10:51:17Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320459 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Terbentuknja suatu panitia aksi jang didukung segenap lapisan masjarakat dan sampai terdjadinja demonstrasi. Rapat umum jang diselenggarakan setelah demonstrasi ini mengambil resolusi menuntut: 1. Dibebaskan 42 orang mahasiswa jang ditahan. 2. Menghapuskan bahasa Belanda. 3. Mengadakan Undang-undang Pers jang membatasi gerak pers asing. 4. Mempertjepat pelaksanaannja Undang-undang nasional dengan membentuk dewan perantjang Undang-undang nasional. Demonstrasi mahasiswa dan peladjar untuk pertama kali dilakukan bersama dengan rakjat jang luas. Demonstrasi ini djuga sekaligus memberi didikan politik jang lebih dalam kepada mahasiswa-mahasiswa, lebih meningkatkan kesadaran nasionalnja dan semangat perlawanan terhadap alat sisa-sisa kolonialisme, termasuk semua undang-undang dan peraturan pemerintah sendiri. Memang masalah penggunaan bahasa Belanda itu sudah lama mendjadi suatu masalah, tetapi jang hingga waktu itu masih gelap pemetjahannja. Pemerintah belum bertindak melarang penggunaannja dalam kuliah-kuliah, bahkan pemerintah sendiri mengharuskan dalam tahun 1954 kuliah-kuliah akan diberikan dalam bahasa Inggris. Ini berarti pemindahan dari berorientasi ke Belanda mendjadi berorientasi ke Amerika, ini adalah langkah jang sangat mentjelakakan mahasiswa. Disamping itu, pada waktu itu buku-buku masih didatangkan dari negeri Belanda, jang berarti memberi keuntungan djutaan rupiah kepada toko buku milik Belanda — Kolff dan Van Dorp. Ini merupakan antara lain wudjud sisa-sisa kekuasaan kolonial Belanda dalam perguruan tinggi jang sangat merugikan bagi perkembangan kebudajaan nasional, serta menekan rochani mahasiswa-mahasiswa. Achirnja Pengadilan Negeri Surabaja, atas instruksi Djaksa Agung dan jang sebelumnja mendapatkan desakan dari Komisariat Belanda di Djakarta, melangsungkan pemeriksaan. Pemeriksaan ini mendapat perhatian besar dari chalajak ramai, teristimewa dari penduduk kota Surabaja. Wakil mahasiswa dari Djakarta, Jogjakarta, Malang ikut menjaksikan djalannja pemeriksaan. Djuga seorang guru besar Universitas Negeri "Gadjah Mada" Prof. Mr. Muljatno menghadiri. Dalam pemeriksaan perkara ini, mahasiswa mendapatkan kemenangan berkat perdjuangannja jang gigih jang didukung oleh massa pemuda jang luas. Ini djuga merupakan suatu tjontoh sedjarah, bahwa apabila alat-alat kolonialisme itu dilawan dengan kekuatan persatuan, maka pasti dapat dikalahkan, walaupun mendapat dukungan atau bantuan, dari alat-alat negara tertentu.<noinclude>{{rh|Sedjarah Perdjuangan 16|||241}}</noinclude> ha2oicgo7851ig7lf4u390mq1nnvq1l Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/248 104 113065 320460 316979 2026-10-10T10:51:33Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320460 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{c|MEMBASMI KOMPLOTAN DJAHAT}} {{c|ANTI REPUBLIK}} Mengatjaukan, dan kalau dapat merobohkan Republik Proklamasi, demikian itulah usaha jang dilakukan oleh kaum imperialis, termasuk imperialis Belanda terhadap negara Republik Indonesia. Pengatjauan ini mereka lakukan dalam bidang militer, sipil, keamanan, ekonomi, politik, kebudajaan, didaerah-daerah, dipusat, ja dimana sadja. Mereka meninggalkan orang-orangnja dari berbagai kwalitas dan format baik jang sadar dan jang dibajar maupun jang hanja terbawa-bawa oleh hasutan provokasi, atau karena "kebelandis-kebelandisan". Setelah "penjerahan kedaulatan" kaum imperialis Belanda meninggalkan berbagai bom waktu jang berwudjud gerombolan pengatjau seperti apa jang dinamakan gerombolan "Republik Maluku Selatan", APRA, Jungschlager, gerombolan Smith dan gerombolan D.I. Kartosuwirjo dll.-nja. Mereka djuga meninggalkan banjak orang Belanda kolonial diberbagai departemen, djawatan dan badan kenegaraan serta partikelir. Gerombolan pengatjau ini umumnja berada di Djawa Barat. Mengapa djustru Djawa Barat jang didjadikan tempat pemusatan gerombolan ini? Ini disebabkan karena: ''pertama'', gerakan revolusioner didaerah ini relatif lemah, dengan demikian mereka masih dapat membudjuk atau menggertak rakjat untuk menutupi maksud djahat dirinja jang sebenarnja; ''kedua'', di Djawa Baratlah letak perkebunan-perkebunan milik Belanda jang luas jang dapat didjadikan sandaran untuk persediaan keperluan mereka, tempat bersembunji dan sekaligus digunakan untuk menekan kaum buruh perkebunan tersebut; ''ketiga'', karena di Djawa Baratlah letak ibukota Republik Indonesia jang memungkinkan mereka untuk memberikan tekanan kepada Pemerintah Republik Indonesia dan mengadakan perhubungan dengan kedutaan besar Belanda dan perwakilan asing tertentu di Djakarta. Djuga karena letaknja dekat dengan ibukota jang merupakan kota pelabuhan, maka memudahkan mereka untuk menjelundupkan barang gelap seperti sendjata, mesiu, dan lain-lain sebagainja. Dalam gerombolan inilah bersarang orang bekas tentara Belanda (KNIL), bekas anggota mata-mata dan pengatjau Belanda IVG, Nevis dsb.nja. Mereka ini melakukan segala matjam kebuasan, perampokan, pembunuhan, penggarongan, perkosaan, pentjulikan dsb.-nja. Puluhan ribu penduduk jang tidak berdosa mendjadi korban keganasannja, djutaan uang kekajaan negara jang dikorup melalui berbagai saluran untuk {{hws|ke|pentingannja}}<noinclude>{{rh|242}}</noinclude> 8a81bfzgzkdaka3y3vp04ihgy0xc4zg Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/42 104 113089 320475 312708 2026-10-10T11:01:22Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320475 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Jang belakangan ini tidak boleh mengundjungi rapat-rapat anggota tetapi boleh ikut dalam bagian olah raga, kesenian dan kepanduan. Dengan ini Jong Java akan dapat turut dalam politik. Sementara itu Mr. Singgih menegaskan bahwa dalam negeri-negeri merdeka peladjar-peladjar berlomba-lomba berpolitik, apalagi di negeri-negeri jang lum merdeka, hal demikian lebih diperlukan. Perubahan inipun belum mentjukupi tuntutan djamannja. Hal ini disedari sendiri oleh ketua Jong Java, Kuntjoro Purbopranoto, jang mengakui bahwa ”perubahan inipun belumlah mentjukupi rasa jang terkandung dalam hati sanubari anggota-anggota perkumpulan, karena pintu Jong Java masih belum terbuka sama sekali untuk menerima saudara-saudara kita seluruh Indonesia” <ref>Gedenkboek Jong Java, hl. 28.</ref>. Dalam Kongres Pemuda Indonesia jang pertama, bekas ketua Jong Java, Sumarto mengusulkan untuk mendirikan satu organisasi pemuda di Indonesia. Jong Java mengambil bagian jang aktif dalam usaha melaksanakan usul ini. Namun demikian djalan untuk menjatukan diri dengan fusi atau federasi, hingga kongresnja di Semarang pada tanggal 26 ― 31 Desember 1927, belum djuga terpetjahkan. Jong Java djuga ambil bagian aktif dalam Kongres Pemuda tahun 1928, dan kemudian djuga ikut ambil bagian aktif terselenggaranja fusi antara berbagai organisasi pemuda untuk membentuk satu organisasi pemuda. Perasaan kesadaran satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa jang berkobar dikalangan pemuda mendorong Jong Java untuk segera menetapkan pendirian dengan tegas. Dalam Kongresnja pada tanggal 25 ― 31 Desember 1928 di Jogjakarta diambil keputusan untuk menjetudjui djalan fusi dalam menjatukan organisasi pemuda. Dalam kongresnja jang terachir, Kongres ke XII jaitu pada tanggal 23 ― 29 Desember 1929 di Semarang, Jong Java setelah menunaikan tugas djamannja, pada tanggal 27 Desember 1929 tengah malam, dibubarkan dan menjerahkan seluruh bagian-bagian dan tjabang-tjabangnja kepada Komisi Besar Indonesia Muda, dengan dana beladjar (studie fonds), kepanduan dan 25.000 anggota. {{c|{{sp|JONG SUMATRANEN BOND}}}} {{c|(Himpunan Pemuda Sumatera)}} Dengan didorong oleh berdirinja organisasi Tri Koro Dharmo, pemuda dari suku Sumatera djuga menjadari perlunja ada organisasi bagi pemuda Sumatera tersendiri. {{rule|width=5em|align=left}} <references/><noinclude>{{rh|36}}</noinclude> 0qyy6obltmbcsx2vj4vb34w3p3mufe8 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/41 104 113091 320474 312706 2026-10-10T11:01:07Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320474 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|seorangan|perseorangan}} boleh ikut dalam gerakan politik; dalam hal ini dibantu dan dipimpin oleh „anggota-angota luar biasa” jang akan merupakan golongan ketiga dalam Jong Java <ref>Dari buku: ”Sedjarah Gerakan Rakjat Indonesia” <br>Mr. A.K. Pringgodigdo, hl. 112.</ref>. Usul Raden Sam ini sebenarnja berasal dari Hadji Agus Salim. Hal ini terbukti dari pidato Hadji Agus Salim ”Islam dan Jong Java”, jang membentangkan bahwa dasar Jong Java dianggapnja semata-mata bersifat nasionalis, dan mendjauhkan pemuda peladjar dari agama Islam. Anggota-anggota Jong Java jang tadinja menjokong usul Raden Sam, setelah mendengar pidato Agus Salim, menentang usul itu. Karena usaha mereka gagal, maka sebagian anggota Jong Java jang berhaluan Islam, membentuk organisasinja sendiri ― Jong Islamieten Bond. Walaupun tak diperkenankan ikut dalam politik, namun anggota-anggota Jong Java jang mendjadi siswa Sekolah Guru (Kweekschool) di Gunung Sahari Djakarta ikut mogok beladjar. Pengaruh perdjuangan nasional jang makin meningkat djuga makin terasa dalam tahun 1925 keatas. Sedjak tahun ini Jong Java terpaksa menerima tuntutan djamannja, dan dalam kongresnja di Bandung pada tanggal 26 Desember 1925 ― 2 Djanuari 1926, azas organisasi diubah seperti jang tertjantum dalam fasal 3 Anggaran Dasar jang berbunji:„mengusahakan agar anggota perkumpulan nanti tersedia buat menolong membangunkan Djawa Raja dan menguatkan perasaan diantara bangsa Indonesia supaja kelak sampai ke Indonesia ― Merdeka”<ref>Gedenkboek Jong Java, hl. 27.</ref>. {{gambar hilang}} Djuga oleh ketuanja RT. Djaksodipuro didjelaskan bahwa tudjuan organisasinja tidak pernah hanja membangun Djawa Raja sadja, tetapi kelak kemudian hari sampai Indonesia Merdeka. Kongres djuga memutuskan untuk membagi anggota mendjadi anggota biasa (18 tahun atau lebih) dan tjalon anggota (umur dibawah 18 tahun). {{rule|width=8em|align=left}} <references/><noinclude>{{rh|||35}}</noinclude> qp3c1jmwfd10jgxbhcuflsytszyhuj2 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/44 104 113093 320477 313087 2026-10-10T11:01:54Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320477 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Maka setelah melalui usaha jang ulet, sedjumlah kurang lebih 150 orang pemuda Sumatera jang sedang beladjar disekolah menengah di Djakarta, pada tanggal 9 Desember 1917 mendirikan organisasinja sendiri jang diberi nama ”Jong Sumatranen Bond” (Himpunan Pemuda Sumatera). Organisasi pemuda-pemuda Sumatera ini dalam waktu singkat berkembang dengan tepat dan mempunjai jabang-tjabangnja di Djakarta, Bogor, Serang, Sukabumi, Bandung. Purworedio, Padang dan Bukit Tinggi. Sebagai tjaban tjabang jang utama ialah Djakarta dan Padang. Hingga tahun 1918 Jong Sumatranen Bond telah mempunjai anggota 500 pemuda. {{gambar hilang}} Tudjuan Jong Sumatranen Bond ini sebagaimana dinjatakan dalam Anggaran Dasarnja, adalah sbb. : 1. Mempererat ikatan antara pemuda-pemuda peladjar Sumatera, dan membangkitkan perasaan bahwa mereka dipanggil untuk mendjadi pemimpin dan pendidik dari bangsanja; 2. Membangkitkan perhatian anggota-angotanja dan orang luaran untuk menghargai pakaian, kesenian, bahasa, keradjinan, pertanian dan sedjarah Sumatera. Usaha jang dilakukan untuk mentjapai tudjuan ini antara lain ialah : a. menghilangkan perasaan prasangka ras dikalangan orang Sumatera; b. memperkuat perasaan saling membantu ; c. bersama mengangkat deradjat rakjat Sumatera dengan djalan menggunakan alat propaganda-kursus, tjeramah-tjeramah dan lain-lainnja <ref>Dari buku ”De Nationalistische Beweging in<br>Nederlandsche-Indie” J. Th. Petrus Blumberger, bl. 175.</ref>. Organisasi Jong Sumatrenen Bond djuga memberi perhatian kepada kaum wanita. Sebagai hasil dari kegiatannja di Padang lahir suatu gerakan Wanita jang bertudjuan untuk menanam pengertian dasar bagi kesehatan mendidik anak-anak dan diri sendiri, djuga kewadjiban sebagai ibu dan isteri, djuga membangkitkan kesadaran dan perasaan keindahan dengan djalan tjeramah-tjeramah dan lain-lainnja. Langkah jang praktis untuk menanamkan rasa tjinta akan daerahnja adalah putusan untuk mengadakan Kongres pertamanja di Padang, jang {{rule|width=8em|align=left}} <references/><noinclude>{{rh|38}}</noinclude> eygpfvdpjfeuc1toarvsriy62way294 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/45 104 113321 320478 313084 2026-10-10T11:02:11Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320478 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>dilangsungkan dalam bulan Djuli 1919. Walaupun demikian, pengurus besar organisasi ini tetap di Djakarta, tempat berkumpul sebagian besar peladjar-peladjar Sumatera. Pemimpin Jong Sumatranen Bond jang silih berganti, antara lain terdiri dari pemuda-pemuda Muhamad Hatta, A.K. Gani, Muhamad Yamin, dan lain-lainnja. Seiring dengan pertumbuhan kesedaran nasional, maka organisasi pemuda Sumatera Jong Sumatranen Bond ini berganti nama mendjadi Pemuda Sumatera. Pemuda Sumatera djuga ambil bagian aktif dalam kongres pemuda tahun 1928 dan kemudian meleburkan diri kedalam Indonesia Muda (I.M.). {{c|GERAKAN PEMUDA DI MINANGKABAU}} Kebangkitan nasional dikalangan pemuda bukan hanja tertjermin dengan berdirinja Jong Sumatranen Bond, tetapi djuga terwudjud dengan timbulnja organisasi pemuda di Minangkabau sendiri. Sumatera Barat atau sebagai lazimnja djuga disebut daerah Minangkabau, adalah salah satu daerah jang madju dipulau Sumatera. Didaerah ini, disamping terdapat sekolah-sekolah jang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda jang sedikit djumlahnja, terdapat dua sekolah Islam jang modern, jaitu perguruan ”Sumatra Thawalib” dan ”Dinijjah School”, jang pertama dipimpin oleh Sech Dr. Karim Amarulah dan Sech A. Hamid Hakim, sedangkan jang kedua dipimpin oleh Zainudin Labai El Yunusy. Kedua perguruan ini bertempat di Padang Pandjang, dan dikunjungi oleh pemuda-pemuda dari segala pendjuru tanah air jang berminat beladjar disekolah Islam. Banjak tenaga pengadjar dalam kedua perguruan ini terkenal progresif. Banjak pemimpin-pemimpin progresif pada waktu itu dilahirkan dari kedua perguruan ini, sehingga di kedua perguruan tersebut mendjadi pusat gerakan progresif. Kesadaran nasional jang bangkit dikalangan pemuda, dalam waktu jang singkat merangsang pula dikalangan pemuda peladjar dalam kedua perguruan itu. Pada tahun 1921, peladjar di Dinijjah School mengadakan pertemuan dan berhasil mendirikan suatu organisasi ”Persatuan Murid-murid Dinijjah School”. Organisasi ini bertudjuan : 1. mempersatukan murid-murid dan peladjar-peladjar Islam terutama dari Dinijjah School; 2. memadjukan peladjaran agama Islam; 3. memberi bantuan dan tuntunan bagi anggota-anggotanja untuk lebih madju dalam pendidikannja 4. memperhatikan keadaan sosial dari anggota-anggotanja.<noinclude>{{rh|||39}}</noinclude> g1iq8hwud27ao7jolsi5907d2ttl9y3 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/244 104 113342 320456 313187 2026-10-10T10:50:20Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320456 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{Gambar hilang}} {{c|''Peserta-peserta Kongres Peladjar Pedjuang (Bersendjata) seluruh Indonesia pada bulan Djanuari 1955 di Kaliurang Jogjakarta.''}} berbagai Sekolah Rakjat sampai Menengah jang dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan bagi pemuda. Djuga terhadap kebudajaan pada umumnja pemuda bukannja bersikap atjuh tak atjuh dan membiarkan dirinja diratjuni oleh berbagai matjam kebudajaan dekaden. Mereka mengambil bagian aktif dalam menentang berbagai kebudajaan sematjam itu. Hal ini, ketjuali tertjermin dalam berbagai keputusan kongres-kongres, konferensi-konferensi atau diskusi-diskusi pemuda, djuga terwudjud dalam aksi-aksi perlawanan, seperti terhadap badan hubungan kebudajaan Indonesia-Belanda, ― Sticusa, terhadap diputarnja film Amerika "Desert Fox" jang merupakan pembelaan terhadap fasisme Djerman dan lain sebagainja. Gerakan perlawanan terdjadi antara lain di Jogjakarta pada tahun 1953 jang menuntut dilarangnja pemutaran film fasis itu digedung bioskop Luxor (Permata). Demikian djuga dalam bidang olah raga jang langsung mendjadi kebutuhan pemuda, pemuda Indonesia djuga mempunjai perhatian jang luas dan dalam sekali. Pemuda dan olah raga tak dapat dipisah-pisahkan, demikian djuga para mahasiswa. Pada tanggal 25 sampai dengan 27 Desember 1953 di Bandung diadakan konferensi keolahragaan mahasiswa Indonesia jang menghasilkan suatu badan koordinasi keolah-ragaan<noinclude>{{rh|238}}</noinclude> 8hobmg52b02ww4hvk5hwehv6mnyu3w6 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/299 104 113345 320421 313194 2026-10-10T10:13:09Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320421 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>menjempurnakan alat-alat perhubungan didaerah Irian Barat/Maluku ; meneruskan pengambil-alihan modal-modal Belanda termasuk modal jang ada dalam perusahaan tjampuran jang ada di Indonesia; hendaknja Pemerintah memberikan prioritas terhadap pelaksanaan wadjib latih dan bela umum diwilajah Irian Barat, membentuk brigade Transmigrasi Pembangunan ke Irian Barat jang terdiri dari tenaga-tenaga muda jang militan dan revolusioner untuk segala bidang. {{Gambar hilang}} {{c|''Sukatno''}} Tentang pembinaan Bangsa Indonesia Kongres memutuskan antara lain; bahwa pemuda Indonesia tidak membenarkan adanja pendjadjahan dalam bentuk apapun dan dimanapun djuga, karena kemerdekaan itu hak segala Bangsa. Pemuda Indonesia selalu berusaha setjara aktif membantu setiap gerakan untuk mentjapai kemerdekaan Bangsa dan Tanah air dari setiap Bangsa jang hingga kini masih meringkuk dibawah kekuasaan pendjadjahan, Pemuda Indonesia menjatakan mendukung dan sanggup mendjadi pelopor dalam melaksanakan Manifesto Politik Republik Indonesia sebagai garis besar haluan Negara dll. Dalam masalah umum, kongres antara lain mengambil keputusan jang menjatakan bahwa pemuda Indonesia mendorong segala matjam usaha untuk mewudjudkan Persatuan Nasional dan mengoreksi pimpinan-pimpinan revolusi jang tidak melaksanakan Manifesto Politik R. I. dengan landasan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, azas dan dasar negara proklamasi 17 Agustus 1945; bahwa Pemuda Indonesia menjerukan agar sengketa jang timbul antara anggota Konferensi Asia-Afrika di Bandung diselesaikan dengan dasa sila setjara damai dan perundingan bahwa Pemuda Indonesia memprotes sekeras-kerasnja segala pelaksanaan dan penggunaan bom atom, peluru kendali, pembunuhan masal, dan menuntut penghentian pertjobaannja, menjokong sepenuhnja penggunaan tenaga atom untuk pembangunan dan maksud-maksud damai dll. Ketjuali kegiatan-kegiatan bersidang, delegasi kongres djuga mengadakan kegiatan olahraga dan kesenian, jang makin menambah meriahnja suasana kongres, dan makin memudahkan usaha lebih {{hws|mempersatu|mempersatukan}}<noinclude>{{rh|||293}}</noinclude> negy141f2cu48m80h4sxjpi8tjffymx Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/297 104 113346 320423 313196 2026-10-10T10:13:39Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320423 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>sendiri jang berarti menolak dengan tegas kebudajaan asing jang mau menguasai djalan kehidupan bangsa kita, baik disekolah-sekolah maupun dalam masjarakat umumnja. Mengenai pembangunan semesta, kongres antara lain mengadjukan usul agar pemerintah : Bidang produksi; ''dalam djangka pendek'', adanja keharusan untuk mentjukupi sandang pangan rakjat dengan harga jang sesuai dengan daja beli rakjat. Untuk keperluan produksi harus dinaikkan dimana pemuda dapat memberikan sumbangannja dengan djalan membentuk regu-regu kerdja sukarela berdasarkan rentjana tertentu (seperti operasi gerakan makmur dll.) jang pelaksanaannja diatur menurut ketentuan-ketentuan organisasi; ''dalam djangka pandjang'', kegiatan ekonomi ditudjukan kepada perombakan struktur agraris ke struktur ekonomi jang seimbang antara agraris dan industri. Untuk itu diperlukan tenaga kerdja jang terlatih dengan djalan mengandjurkan kepada Pemerintah agar menjelenggarakan pendidikan kedjuruan, dll. {{Gambar hilang}} {{c|''Aminuddin Azis''}} Dalam bidang distribusi antara lain diputuskan agar; barang²/bahan²/djasa keperluan rakjat harus segera sampai ketangan mereka, pemuda dapat bertindak membantu alat-alat negara dalam mentjegah penimbunan, spekulasi, korupsi, begitu djuga aktif membantu penjaluran dan mengawasi harga. Dalam bidang ekonomi antara lain diputuskan agar diadakan retooling, ordening mengenai organisasi dan personalianja. Dan berhubungan masih adanja kegiatan-kegiatan ekonomi kapitalis jang mempergunakan nama kooperasi maka pemuda harus aktif mensinjalirnja. Dalam bidang keuangan segera ditentukan untuk mengatasi inflasi dengan mengurangi pengeluaran konsumtif negara disegala sektor dengan tidak mengurangi efisiensi kerdja dalam taraf stabilisasi perekonomian dan pembangunan negara. Dalam bidang agraris antara lain diputuskan agar segera diadakan undang-undang agraria jang progresif untuk mendjamin pelaksanaan fasal 33 Undang-undang Dasar 1945; agar pemuda mempelopori kegiatan-kegiatan dan aksi-aksi untuk melaksanakan landreform, haruslah ada djaminan agar rakjat mendapatkan tanah untuk pertanian; agar pemuda dengan aktif menggiatkan pemberantasan idjon sampai keakar-akarnja. Mengenai masalah perumahan rakjat diputuskan antara lain: agar<noinclude>{{rh|||291}}</noinclude> macdfc862l6fg56wr7iu6abxayscm5x Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/294 104 113347 320429 313198 2026-10-10T10:15:42Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320429 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>resmi diterima mendjadi haluan negara, jaitu Manifesto Politik Republik Indonesia. Untuk mendorong pemuda agar segera mengadakan kongresnja Presiden Sukarno dalam tahun 1959 telah memberi dua komando jang penting kepada pemuda jaitu: 1). Pada Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1959 di Surabaja dan 2). Pada Hari Pahlawan pada tanggal 10 Nopember 1959 di Jogjakarta. Komando jang pertama adalah komando untuk membasmi kebudajaan imperialis dan menegakkan kebudajaan nasional, dan jang kedua adalah komando agar pemuda scickas mungkin mengadakan kongres pemuda, dalam rangka pelaksanaan Manifesto Politik Republik Indonesia. {{Gambar hilang}} {{c|''S.M. Taher''}} Sudah tentu komando Presiden ini mendapatkan sambutan hangat dari massa pemuda umumnja dan organisasi-organisasi pemuda chususnja. Dan segera setelah itu berbagai organisasi pemuda dengan sibuk dan hangat mengadakan pertukar pikiran, diskusi untuk mentjari djalan bagaimana kongres itu harus diselenggarakan. Kebulatan pendapat dan tekad tidak terlampau sulit untuk diejapai. Mereka umumnja sepakat untuk segera menjelenggarakan kongres pada permulaan tahun 1960. Untuk ini perlu dibentuk suatu panitia baik dipusat maupun didaerah-daerah. Panitia Pusat dalam waktu jang singkat segera dibentuk jang terdiri antara lain dari ketua dan wakil-wakil ketua masing-masing S.M. Taher (Pemuda Demokrat), Aminuddin Azis (Gerakan Pemuda Ansor) dan Sukatno (Pemuda Rakjat) sekretaris I Oerip Hartojo (PPKI), sekretariat II Himawan (PPKRI), sekretaris III Hasan Rangkuti (PPMI/MMI), bendahara Dharilah (PPI). Sedangkan seksi-seksinja masing-masing dipimpin oleh Suwardi (FPI) ketua seksi penerangan, Margono (Pemuda Rakjat) ketua seksi pengangkutan, Tien Dauly (PPI) ketua seksi konsumsi, Ismail Hasan (GPII) ketua seksi persidangan, Abdul Madiid Tajib (Gerakan Pemuda Ansor) ketua seksi penginapan, Dantje (FPKI) ketua seksi olahraga/kesenian, Amir Husein (PORPISI) ketua seksi keuangan. Ketjuali Panitia Pusat ini djuga dibentuk sub Panitia Pelaksan di Bandung jang dipimpin oleh Tarwia Surendy (Pemuda Demokrat), Abas Usman (Pemuda Rakjat), Usman Hamim (GP. Ansor) dan M.O. Kardina (GPII). Setelah melalui pekerdjaan persiapan jang berat, baik dipusat. maupun didaerah-daerah, kongres Pemuda Seluruh Indonesia dapat dibuka di Bandung pada tanggal 14 Pebruari 1960 dan berachir pada tanggal 21 Pebruari 1960. Kota Bandung jang sedjuk dan njaman<noinclude>{{rh|288}}</noinclude> 12gavuy8df579fnkxmkyzes4kj3wosn Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/292 104 113348 320427 313200 2026-10-10T10:15:07Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320427 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|djuangan|perdjuangan}} rakjat Indonesia termasuk pemudanja jang gigih dan terus menerus. {{Gambar hilang}} {{c|''Bambang Kusnohadi''}} Tugas-tugas baru jang diadjukan oleh perubahan baru ini menuntut adanja organisasi dan tjara kerdja baru jang sesuai dengan perkembangan keadaan itu sendiri. Dengan adanja organisasi pemuda jang banjak djumlahnja, apalagi adanja organisasi pemuda jang selama ini ternjata tidak bekerdja untuk persatuan dikalangan pemuda bahkan ikut serta menjokong pemberontakan kontra revolusioner, sudah tentu tidak sesuai dengan tuntutan keadaan. Dengan adanja liberalisme dan ketiadaan program bersama diantara organisasi pemuda jang dapat didjadikan landasan untuk melakukan kerdjasama membuat tak mungkin tertunaikannja tugas baru itu. Memang sedjak kongres Pemuda Seluruh Indonesia di Surabaja tahun 1950 berbagai organisasi pemuda sudah djuga mengadakan kongresnja untuk mengkonsolidasi diri, seperti Pemuda Demokrat pada tanggal 3 Desember 1953, tanggal 7―11 Agustus 1954, 24―28 Nopember 1956; Kongres Persatuan Pemuda Kristen Indonesia (PPKI) pada tanggal 4―6 Maret 1950, pada tanggal 15-18 Oktober 1951, 25―30 Djuli 1958, Kongres Porpisi pada tanggal 2 Desember 1953; Kongres Pemuda Ansor pada bulan Agustus 1954; Kongres Peladjar Pedjuang seluruh Indonesia pada tanggal 25 ― 31 Djanuari 1955; Kongres-kongres IPPI tanggal 4 ― 6 Maret 1950, tanggal 14-17 Oktober 1951, tanggal 23 ― 27 Pebruari 1954 dan tanggal 25 ― 30 Djuli 1958; disamping itu djuga lahir berbagai organisasi baru seperti Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia pada tanggal 9 Pebruari 1950; Pemuda Katholik pada tgl. 14 Pebruari 1950; Persatuan Peladjar Demobilisasi pada tanggal 24 ― 25 Djuli 1950 Front Pemuda Islam pada tanggal 8 April 1951; Gerakan Mahasiswa Nasional pada tanggal 22 Maret 1954; Gerakan Pemuda Bekas Tentara Peladjar pada tanggal 29 Maret 1956; Front Pemuda Katholik Republik Indonesia pada tanggal 1 Mei 1957; Gerakan Siswa Nasional pada tanggal 2 Djanuari 1959 dan masih banjak lainnja lagi. Ini menundjukkan, bahwa disamping berlangsungnja proses konsolidasi djuga tampak adanja liberalisasi dengan berdirinja berbagai organisasi pemuda jang sebenarnja hauja menambah djumlah. Dengan adanja berbagai organisasi pemuda jang djuga dihinggapi liberalisme ini sudah tentu mempunjai pengaruhnja pada kerdjasama dan<noinclude>{{rh|286}}</noinclude> 4s15s130wlut9li1vh0tssfteavjlj9 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/287 104 113349 320452 313202 2026-10-10T10:46:11Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320452 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Djawa Barat pada tanggal 20 April 1959, di Makasar pada tanggal 21 April 1959, di Bandung pada tanggal 21 April 1959, di Semarang pada tanggal 22 April 1959, di Padangpandjang pada tanggal 24 April 1959, di Bukittinggi pada tanggal 6 Mei 1959, di Ternate pada tanggal 10 Mei 1959. Di Djakarta sendiri suatu rapat buruh 1 Mei 1959 mengambil resolusi mendukung ide kembali ke UUD '45. Pendeknja dukungan terhadap ide ini luas sekali dari daerah-daerah, dari berbagai organisasi massa, partai politik, pradjurit, polisi, veteran, pers dan lain-lainnja. Tetapi andjuran jang mendapat dukungan luas ini tidak mendapat sambutan dan dukungan baik dari golongan Masjumi/PSI dan dengan demikian Konstituante mendjadi badan jang tidak dapat memenuhi harapan ŕakjat. Karenanja maka pada tanggal 5 Djuli 1959 Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang menjatakan Dekritnja jang menetapkan berlakunja kembali UUD '45 sbb.: {{c|KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG}} Menetapkan pembubaran Konstituante; Menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 berlaku bagi segenap bangsa Indonesia dari seluruh tumpah darah Indonesia, terhitung mulai hari tanggal penetapan dekrit ini, dan tidak berlakunja lagi Undang² Dasar Sementara. Pembentukan Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara jang terdiri dari anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakjat ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan, serta pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara, akan diselenggarakan dalam waktu jang sesingkat-singkatnja. {{Block right| Ditetapkan di : Djakarta<br> pada tanggal : 5 Djuli 1959<br> Atas nama Rakjat Indonesia {{c|PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA<br>TERTINGGI ANGKATAN PERANG<br>SOEKARNO}} }} Empat hari kemudian, jaitu pada hari Kemis, tanggal 19 Djuli 1959 Presiden Sukarno menjatakan terbentuknja Kabinet Kerdja jang langsung dibawah pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi, sebagai Perdana<noinclude>{{rh|||281}}</noinclude> lu6i0grpkklqxmynr0dogkwzi32m1mo Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/43 104 113370 320476 313439 2026-10-10T11:01:37Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320476 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| ''Kenang-kenangan dari Kongres Pembaruan Djawa — Djawa'' }}<noinclude></noinclude> l31u6p14r1nfw6px50a3uezv32og7w6 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/255 104 113386 320467 313468 2026-10-10T10:54:31Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320467 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{rh||''Pembukaan Konferenst Mahasiswa Asia-frika di Bandung''}}<noinclude></noinclude> mxlms7a0dx4vqflw8hfbqq5ro8zpdr6 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/259 104 113387 320470 313470 2026-10-10T11:00:17Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320470 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{rh||Sidang Umum K.M A.A di Bandung}}<noinclude></noinclude> plnwlziz2iz4782od0e9tuirwhkxb3x Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/295 104 113389 320430 313473 2026-10-10T10:16:03Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 320430 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{rh||Pembukaan Kongres Pemuda Saeluruh Indenesia di Bandung}}<noinclude></noinclude> d7iu9so41g0l6te0mrdkd067obovy22 Indeks:Keris (2014).pdf 102 116020 320361 319932 2026-10-10T03:32:06Z Thersetya2021 15831 320361 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q141662129 |Title=[[Keris (2014)]] |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=[[Unggul Sudrajat dan Dony Satryo]] |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator=[[Gilang Tri Subekti|Gilang Tri Subekti]] |Publisher=Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan<br>Badan Penelitian dan Pengembangan<br>Kementerian Pendidikan dan KebudayaanPustaka Pelajar |Address=[[Yogyakarta]] |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=pdf |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 9d2by08gcen8n842dvedaocjb6nlzi6 Halaman:Hikmah 19-06-1954.pdf/5 104 116261 320352 320301 2026-10-09T16:15:56Z INDAH BULANDARI A1 27777 320352 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="INDAH BULANDARI A1" /></noinclude>pembandigan Agama oleh:AHKAM UNTUK mewujudkan rasa persaudaraan bangsa Indonesia dengan bangsa Burma, maka diutuslah kami menghadiri perajaan dan peringatan be- sar pemeluk Agama Buddha, jang bernama perajaan Ghattha Sangayana.Tanah air kita tidak mempunjai pemeluk agama Buddha jang berdjumlah besar meskipun kedutaan2 negara lain jg memeluk memeluk Buddha, jang ada di Indonesia ini telah berkali-kali berusaha hendak membangkitkannja disini. Seumpama terbukti baru2 ini, orang mengadakan keramaian besar-besaran di Tjandi Borobudur. Duta Ceylon, Siam dan Burma Sangat meramaikan perajaan itu supaja lebih meriah. Dan pengikut2 Aga- ma Buddha dikalangan bangsa Indonesia Djawa di Malang dan tempat2 lain, demikian djuga orang2 Tionghoa telah bekerdja keras, namun masjaraket kebudhaan di Indonesia belumlah dapat di hitung, sebagai suatu masjarakat jg telah dapat diketengahkan. Sebab itu, diatas nama pemerintah Indonesia, sajalah jang diutus ke Rangoon menghadiri perajaan itu, bersama de- gan sdr. Soekawati, dari Kementerian Luar Negeri, seorang pemeluk agama Hindu Bali. Bagi saja ini adalah kesempatan baik sekali lagi. Sebab dibulan Desember ta- hun jang lalu, saja telah turut mendjadi anggota, Missie Kebudajaan jang dikirim oleh Menieri P.P.K. untuk menjelidiki Kebudajaan di Siam. Burma, Siam, Ceylon, Laos, Camibodja, Viet Nam ateupun dinamai Viet Minh, adalah semuanja Negara2 beragama Buddha. Demikian djuga Keradjaan Nepal. Demikian djuga Keradjaan Djepang. Se- muanja adalah pemeluk Buddha dengan perbedaan sedikit-sedikit dalam tjara mengamalkan,atau perbedaan antara„Perahu Besar"(Mahayana) dan„Perahu Ketjil"(Hinayana). perajaan Gttha Sangayana, atau we- cak,adalah perhitungan kelahiran Buddha jang bertepatan peringatan lahirnja dan permulaan dia mendapat tjahaja Buddhi, menurut perhitungan bulan purnama. Dan hendaklah bertepatan pula dengan hari Senin, jaitu Hari Bulan (Monday). Hal jang seperti ini terdjadi hanja sekali dalam 500 tahun. Sebab itu sedjak Buddha dilahir- kan, perajaan di Burma ini adalah perajaan jang Keenam Kali. Pemerintah Burmalah jang mengambil inititiéf mengadakan perajaan Ke- enam itu, jang baru akan tredjadi pula 500 tahun lagi.Berbulan-bulan terlebih dahulu telah dirantjangkan mendiriKan sebuah „bukit”, jang didalamnja diadakan „Gua”. Muat orang duduk kira2 10.000 orang. Belandja mendirikannja adalah 25 milliun kyat. Satu kyat menurut Kurs rasmi Rp. 2,40. Djadi terpokok- lah Kira2 Rp. 75,000,000 (75 djuta rupi- ah). Disebuah tanah lapang, didirikanlah sebuah bukit. Bukit baru, didalamnja bergua. Diatur menurut erchitek jang modern, tjukup lampu2 nyonnja, Pada hari jang ditentukan, seluruh Negara jg beragama Buddha mengirim utusannja. Negara Oeylon (Sri Lanka) mengirim sa tu delegasi jang diketuai oleh bekas Perdana Menteri Senanayake’ sendiri. Negara2 Islam tentu sadja tidak diun- dang. Jang mengundang tentu sadja tidak merasa perlu. Dan jang hendak di undangpun tentu tidak pula merasa ingin diundang. Ketjuali Negara Republik Indonesia jang berdasar „Pancha Sila", atau masih diharap, untung2 masih ada Buddhaja. Sebab 1000 atau 800 tahun jang lalu, memang Indonesialah (Sriwidjaja) pemimpin dan pembela faham Buddha di Asia Tenggara ini. Ketua Delegasinja pun bukan pula seorang Buddha,melainkan seorang pemuka dengan pengarang islam. jang segala jg di lihatnja, akan di jadikannja untuk dasar pengokohkan kejakinan Tauhid pada dirinja dan ummatnja. Berdujundujun,beribu laksa manusia datang ketempat umpatnja itu.Pada saat jang di tentukan,president,perdana menteri dan menteri2 datang menghandiri upatjara itu,diiringkan oleh diplomat2 negeri asing.President masuk dengan tafakkur,dan sikap jang sederhana.Dan sesampai ditempainja akan duduk bersi- la, lebih dahulu disusunnja djarinja jg sepuluh, dihundjamkan lutut jang dua, ditekurkan kepala, bersudjud tertjetjah kening kebumi, menjembah kepada Ke- pala Pendeta Jang Maha Sutji (His Ho- lines), jang duduk bersila diatas petera. na tertinggi, dikelilingi oleh pendeta2 lain. Masuk kedalam pekerangan upatjara itu hendaklah menenggalkan sepatu. Malcoln Mac Donald , Vijaya Laksmi Pandit dan beberapa utusan dari Kera- djaan Jang besar2, seumpama Amerika ateu Perantjis, Belgi, Belanda dll. se- muanja menanggalkan sepatu dan se. muanja duduk bersila. Tiga hari ber- turut2 perajaan itu. Sekali upatjara,ti- dak Kurang dari lima djam. Dimana2 berdirilah Pagoda, atau Wat. Disetiap Pagoda itu terdapat patung ber hala Buddha, beratus banjaknja, dalam segala matjam sikap dudu. Dan ada ber hala Buddha jang tinggi berpuluh kaki, sehingga kita harus menengadah serupa melihat puntjak mesdjid, untuk melihat putjuk sanggulanja. Bunga2 dan kem- bang disusun dihadapannja, dan lilin di bekar. Sebagaimana disetian negeri di- dunia, perempuan2lah jang lebih thaat dari laki2 datang memudja itu. Ada jg menangis sambil sudjud, entah apa jang dimintanja. Masjarakatnja thaat teguh memegang agamanja MALAM LEBARAN GEMBIRA PARA WARTAWAN Menteri Tobing menjampaikan utjapan selamat.<noinclude></noinclude> 27wnqqv7vecbmypzs1s1ebz7k773jio 320354 320352 2026-10-10T01:40:50Z INDAH BULANDARI A1 27777 320354 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="INDAH BULANDARI A1" /></noinclude>pembandigan Agama oleh:AHKAM UNTUK mewujudkan rasa persaudaraan bangsa Indonesia dengan bangsa Burma, maka diutuslah kami menghadiri perajaan dan peringatan be- sar pemeluk Agama Buddha, jang bernama perajaan Ghattha Sangayana.Tanah air kita tidak mempunjai pemeluk agama Buddha jang berdjumlah besar meskipun kedutaan2 negara lain jg memeluk memeluk Buddha, jang ada di Indonesia ini telah berkali-kali berusaha hendak membangkitkannja disini. Seumpama terbukti baru2 ini, orang mengadakan keramaian besar-besaran di Tjandi Borobudur. Duta Ceylon, Siam dan Burma Sangat meramaikan perajaan itu supaja lebih meriah. Dan pengikut2 Aga- ma Buddha dikalangan bangsa Indonesia Djawa di Malang dan tempat2 lain, demikian djuga orang2 Tionghoa telah bekerdja keras, namun masjaraket kebudhaan di Indonesia belumlah dapat di hitung, sebagai suatu masjarakat jg telah dapat diketengahkan. Sebab itu, diatas nama pemerintah Indonesia, sajalah jang diutus ke Rangoon menghadiri perajaan itu, bersama de- gan sdr. Soekawati, dari Kementerian Luar Negeri, seorang pemeluk agama Hindu Bali. Bagi saja ini adalah kesempatan baik sekali lagi. Sebab dibulan Desember ta- hun jang lalu, saja telah turut mendjadi anggota, Missie Kebudajaan jang dikirim oleh Menieri P.P.K. untuk menjelidiki Kebudajaan di Siam. Burma, Siam, Ceylon, Laos, Camibodja, Viet Nam ateupun dinamai Viet Minh, adalah semuanja Negara2 beragama Buddha. Demikian djuga Keradjaan Nepal. Demikian djuga Keradjaan Djepang. Se- muanja adalah pemeluk Buddha dengan perbedaan sedikit-sedikit dalam tjara mengamalkan,atau perbedaan antara„Perahu Besar"(Mahayana) dan„Perahu Ketjil"(Hinayana). perajaan Gttha Sangayana, atau we- cak,adalah perhitungan kelahiran Buddha jang bertepatan peringatan lahirnja dan permulaan dia mendapat tjahaja Buddhi, menurut perhitungan bulan purnama. Dan hendaklah bertepatan pula dengan hari Senin, jaitu Hari Bulan (Monday). Hal jang seperti ini terdjadi hanja sekali dalam 500 tahun. Sebab itu sedjak Buddha dilahir- kan, perajaan di Burma ini adalah perajaan jang Keenam Kali. Pemerintah Burmalah jang mengambil inititiéf mengadakan perajaan Ke- enam itu, jang baru akan tredjadi pula 500 tahun lagi.Berbulan-bulan terlebih dahulu telah dirantjangkan mendiriKan sebuah „bukit”, jang didalamnja diadakan „Gua”. Muat orang duduk kira2 10.000 orang. Belandja mendirikannja adalah 25 milliun kyat. Satu kyat menurut Kurs rasmi Rp. 2,40. Djadi terpokok- lah Kira2 Rp. 75,000,000 (75 djuta rupi- ah). Disebuah tanah lapang, didirikanlah sebuah bukit. Bukit baru, didalamnja bergua. Diatur menurut erchitek jang modern, tjukup lampu2 nyonnja, Pada hari jang ditentukan, seluruh Negara jg beragama Buddha mengirim utusannja. Negara Oeylon (Sri Lanka) mengirim sa tu delegasi jang diketuai oleh bekas Perdana Menteri Senanayake’ sendiri. Negara2 Islam tentu sadja tidak diundang. Jang mengundang tentu sadja tidak merasa perlu. Dan jang hendak di undangpun tentu tidak pula merasa ingin diundang. Ketjuali Negara Republik Indonesia jang berdasar „PanchaSila", atau masih diharap, untung2 masih ada Buddhaja. Sebab 1000 atau 800 tahun jang lalu, memang Indonesialah (Sriwidjaja) pemimpin dan pembela faham Buddha di Asia Tenggara ini. Ketua Delegasinja pun bukan pula seorang Buddha,melainkan seorang pemuka dengan pengarang islam. jang segala jg di lihatnja, akan di jadikannja untuk dasar pengokohkan kejakinan Tauhid pada dirinja dan ummatnja. Berdujundujun,beribu laksa manusia datang ketempat umpatnja itu.Pada saat jang di tentukan,president,perdana menteri dan menteri2 datang menghandiri upatjara itu,diiringkan oleh diplomat2 negeri asing.President masuk dengan tafakkur,dan sikap jang sederhana.Dan sesampai ditempainja akan duduk bersi- la, lebih dahulu disusunnja djarinja jg sepuluh, dihundjamkan lutut jang dua, ditekurkan kepala, bersudjud tertjetjah kening kebumi, menjembah kepada Ke- pala Pendeta Jang Maha Sutji (His Ho- lines), jang duduk bersila diatas petera. na tertinggi, dikelilingi oleh pendeta2 lain. Masuk kedalam pekerangan upatjara itu hendaklah menenggalkan sepatu. Malcoln Mac Donald , Vijaya Laksmi Pandit dan beberapa utusan dari Kera- djaan Jang besar2, seumpama Amerika ateu Perantjis, Belgi, Belanda dll. se- muanja menanggalkan sepatu dan se. muanja duduk bersila. Tiga hari ber- turut2 perajaan itu. Sekali upatjara,ti- dak Kurang dari lima djam. Dimana2 berdirilah Pagoda, atau Wat. Disetiap Pagoda itu terdapat patung ber hala Buddha, beratus banjaknja, dalam segala matjam sikap dudu. Dan ada ber hala Buddha jang tinggi berpuluh kaki, sehingga kita harus menengadah serupa melihat puntjak mesdjid, untuk melihat putjuk sanggulanja. Bunga2 dan kembang disusun dihadapannja, dan lilin di bekar. Sebagaimana disetian negeri di- dunia, perempuan2lah jang lebih thaat dari laki2 datang memudja itu. Ada jg menangis sambil sudjud, entah apa jang dimintanja. Masjarakatnja thaat teguh memegang agamanja MALAM LEBARAN GEMBIRA PARA WARTAWAN Menteri Tobing menjampaikan utjapan selamat.<noinclude></noinclude> 595k7ubu06c3b19wpdo2ay4sd0pc26x Halaman:152 Katingan Dayak.djvu/9 104 116268 320310 2026-10-09T12:10:52Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320310 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 940. rangan<br> 942/<br> 943. pètak<br> 944. poelau<br> 945. roeak<br> 946. banot<br> 947. boekit<br> 948. kèrèng<br> 950. noehoen, mesoeloeh<br> 951. data<br> 952. roeak<br> 955. himba', lakau<br> 957. taja'<br> 958. kosī'<br> 959. djalan<br> 960. īsak<br> 961. oekès<br> 962. helang<br> 963. soengei<br> 964. těteàn<br> 965. moerik<br> 966. masaoe<br> 967. kèwoen<br> 968. danoem lèlèp<br> 969. batoe'<br> 970. pètak<br> 971. baras<br> 973. oemat<br> 974. tembaga kěningan<br> 975. tembaga kelajoe'<br> 976. pèrak<br> 977. boelau<br> 978. tima, tanggaloeng<br> 979. tima<br> 980. bělirang<br> 981. taoe' nasal<br> 982. nasal<br> 984. boerīng<br> 985. toekoel<br> 986. tangga'<br> 987. katèp<br> 988. bara {{multicol-break}} 989. ngasa'<br> 991. nènga<br> 992. mandèr<br> 993. tèndè'<br> 995. oeloendagang<br> 996. oeloennana'<br> 999. dèhang, djělahang<br> 1000. ngawat<br> 1001. toko<br> 1002. pasar<br> 1003. mandèr<br> 1004. ramoe ragang<br> 1005. pīloes<br> 1007. règa'<br> 1008. oentoeng<br> 1009. roegī'<br> 1010. mèlī'<br> 1011. halau<br> 1012. moerah<br> 1013. oetang<br> 1014. měnagi<br> 1015. nahoi<br> 1016. beragang, djoeal<br> 1017/<br> 1018. ngindjam<br> 1019. těkèrī'<br> 1020. nènga<br> 1021. njanda'<br> 1022. nawar<br> 1025. salang<br> 1026-<br> 1028. datjīng<br> 1029/<br> 1030. kapal<br> 1031. kapal<br> 1033. haloer, rakan <ll><br> 1041/<br> 1042. timba', nimba'<br> 1043. ngawoes<br> 1050. lantīng<br> 1058. oeloennawan<br> 1060. melī īsoet<br> 1061. haè' {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 59r8fofuk5ppjqg5j2bgszoa4uw1aux Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/58 104 116269 320311 2026-10-09T12:48:45Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 320311 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Pelayan² istana Lam ceng kiong menjadi kaget & gugup, mereka berlari lari untuk membukakan pintu. <br>Melihat wajah jenderal berangsan yang seram itu karuan saja para pelayan itu menjadi menjerit tertahan. ― {{sp|Aiiiittt}} ada urusan apakah ciangkun datang keistana Lam ceng kiong ini ? Salah seorang pelayan yang nyalinya agak besar mencoba menegur Cauw teng kwie, ― Dimanakah Tek tay houw atau Louw hoa ong cian swe? Ada urusan yg sangat penting yang ingin kulaporkan Lékaslah sampaikan kepada Tek tay bouw atau Ciansweya! Pada waktu Itu Louw boa ong (raja muda - Louw adalah putra tunggal Tek tay houw) sedang berjalan jalan di paseban bunganya. Sementara Tek tay houw sedang dibelakang memeriksa bunga² tanamannya yg sedang berkembang. Mendengar suara gaduh di depan Tek tay houw amat terkejut, cepat² ia bertindak keluar. Di tengah jalan Tek tay houw berpapasan dengan pelayan pelayan yg menemui Ciauw teng kwie.<noinclude>{{rh|58}}</noinclude> anhxkbiwtanw0q4mtwaxt32tytdewai 320312 320311 2026-10-09T12:55:14Z Srijembarrahayu 21172 320312 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Pelayan² istana Lam ceng kiong menjadi kaget & gugup, mereka berlari lari untuk membukakan pintu. <br>Melihat wajah jenderal berangsan yang seram itu karuan saja para pelayan itu menjadi menjerit tertahan. ― {{sp|Aiiiittt}} ada urusan apakah ciangkun datang keistana Lam ceng kiong ini ? Salah seorang pelayan yang nyalinya agak besar mencoba menegur Cauw teng kwie, ― Dimanakah Tek tay houw atau Louw hoa ong cian swe? Ada urusan yg sangat penting yang ingin kulaporkan Lékaslah sampaikan kepada Tek tay bouw atau Ciansweya! Pada waktu Itu Louw boa ong (raja muda - Louw adalah putra tunggal Tek tay houw) sedang berjalan jalan di paseban bunganya. Sementara Tek tay houw sedang dibelakang memeriksa bunga² tanamannya yg sedang berkembang. Mendengar suara gaduh di depan Tek tay houw amat terkejut, cepat² ia bertindak keluar. Di tengah jalan Tek tay houw berpapasan dengan pelayan pelayan yg menemui Ciauw teng kwie.<noinclude>{{rh|58}}</noinclude> bljq7eep1q5pengo3s2gbksokxwrl2t Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/57 104 116270 320313 2026-10-09T12:58:35Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 320313 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Maka dengan datangnya Ciauw teng kwie batallah hukuman mati atas diri Tek ceng. <br>Durna Bang hong hanya memegangi gagang golok itu dengan mata kedip-kedip. Ia sama sekali tidak berani bertindak, khawatir akan akibatnya yang vatal dan tragis. Kesatuan Kim le wee yang mendampingi menteri Durna itupun tak berani sembarangan bergerak. Mereka berdiri sambil menantikan gelagat lebih lanjut. Setelah berhasil menyetop dilaksanakannya hukuman mati atas diri twako serta menggertak menteri Durna itu sehingga menjadi ketakutan, si Beranggsan Ciauw teng kwie lalu melarikan kudanya menuju ke istana Lam ceng kiong. Begitu tiba di halaman istana Lam ceng kiong, Ciauw teng kwie segera melompat turun dari kudanya dan berlari menuju ke pintu. <br>Daun pintu itu digedornya kuat-kuat. Dooor - - - dooor - - dooor - - ! — Lekaslah bukakan pintu, celaka ! Celaka ! Berseru si Berangasan itu sambil memukulkan tinjunya kedaun pintu.<noinclude>{{rh|||57}}</noinclude> qhexzq46eu7u1dgbn5j9by4mdj53ix7 Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/56 104 116271 320314 2026-10-09T13:03:17Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 320314 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Wajah Bang hong berubah menjadi pucat pasi, tubuhnya menggigil dan bulu kuduknya meremang. — Tek twako legakan hatimu, siauwtee hendak pergi ke gedung Lam ceng kiong untuk mengadukan perkara tni kepada Tek tay houw. Mendengar ancaman dan maksud këpèrgian Ciauw Teng Kwie, semakin kuncuplah nyali Durna Bang hong. Para pembaca yang budiman. Tek tay houw adalah bibi dari Kaisar Song jin cong. <br>Pada waktu Song jin cong lahir, ibu suri meninggal dunia, maka Tek tay houwlah yang merawat dan mengasuhnya. Entah beberapa tahun Kaisar yang sekarang ini menyusu tetek Tek tay houw. Oleh karena itu meskipun bukan ibu kandung sendiri, akan tetapi baginda sangat takut dan menghormatinya. Kini Durna Bang hong mendengar bahwa Ciauw teng kwie hendak mengadukan perkara itu kepada Tek tay houw tentu saja bukan alang kepalang rasa takutnya. - - celaka bajingan itu hendak melaporkan perkara ini kepada Tek tay houw oh runyam - - runyam ! Mengeluh menteri Durna itu dalam hati.<noinclude>{{rh|56}}</noinclude> jcpvc41zr208ltv73lm2kqoqlgbdzr8 Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/55 104 116272 320315 2026-10-09T13:06:53Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 320315 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>mengikat tubuh Tek ceng pada sebatang tonggak Bang hong memberi perintah kepada kesatuan Kim ie wee itu untuk berbaris merupakan lingkaran, _ maksudnya mengurung Tek ceng sehingga bila ada rekan² Tek ceng yg datang hendak menolong dapat di tangkisnya. Siapa tahu sebelum barisan itu tersusun rapi, si berangsan Ciauw teng kwie telah keburu datang, Si berangsan itu tak perduli dengan kesatuan pengawal raja maupun terhadap mertua raja, ia larikan kudanya menerjang kesatuan itu • Dihadapan Dirna Bang hong jenderat Ciauw teng kwie mengangkat golok besarnya dan siap membacok batang leher Durna Bang hong, jeritnya dengan penuh kemaraban, ― Hei Bangsat Bang hong! Di sini jangan kau perlihatkan kegaranganmu sebagai algojo hah? Apabila jiwa Tek twako melayang maka kau dan seluruh keluarga serta sanak familimu akan kukutungi juga kepalanya ! Ciongwe sekalian dengarlah, perkara Tek twako harus diusut terlebih dahulu sampai terang, tidak boleh ter gesa² menjalani hukuman mati! Awas apabila peringatanku ini tak kalian dengar seluruh keluarga Bang hong akan kutumpas habis!<noinclude>{{rh|||55}}</noinclude> peb5g89rscn7ft68we0xxewmpowtirp Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/54 104 116273 320316 2026-10-09T13:09:55Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 320316 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>lepas engselnya dan lepas terpental bergedombrangan ketanah. — Ciauw ciangkun sabar dulu! Sabar dulu! Menahan rekan-rekan serta saudara-saudara Tek ceng. — Segala apa harus dipikirkan masak-masak, jangan sembarangan bertindak, kita harus memikirkan dengan kepala dingin. — Apa kepala dingin ? Apakah kita akan menunggu sampai Tek twako putus kepalanya barubertindak ? Ciauw teng kwie mengibaskan kedua tangannya sehingga rekan-rekan yang memegangi îtu menjadi terpental semuanya. Begitulah si berangasan itu menurutkan adatnya, ia tak mau mendengar kata kata para rekan, terus saja menyambar golok besarnya dan men complak kuda coklatnya dilarikan menuju ketanah lapang. Barangkali saja Tek ceng memang belum saatnya mati. Kedatangan Ciauw teng kwie tepat pada waktunya. Andaikata terlambat sedetik saja, ba rangkali jiwa jenderal Ngo houw ciang yang sangat tersohor itu sudah terbang kelangit sap tujuh. Waktu itu Durna Bang hong baru saja selesai<noinclude>{{rh|54}}</noinclude> obuloy0nlqen4l64kmsrwfppn4qstim Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/53 104 116274 320317 2026-10-09T13:12:49Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 320317 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Durna Bang hong dikawal oleh sepasukan Kim ie we segera meringkus Tek ceng dan menggiringnya ketempat hukuman. Sementara itu para pembesar segera meningalkan ruang Kim loan tian dengan perasaan amat kecewa. Namun mereka tak dapat berbuat apa². Marilah kita mengikuti Durna Bang hong yg menggiring jenderal Tek ceng ketempat penghukuman, Tiada antara lama Bang hong sudah sampai di tanah lapang. Tek ceng lalu diikat dengan sebuah tonggak kayu Jati, kepalanya dimasukkan ke papan kolangan dan siap menjalani hukuman mati. Berita putusan mati atas diri jenderal Tek ceng yg dituduh telah memalsukan pusaka Cin culat hwe kie dalam sekejap telah tersiar sampai di seluruh pelosok ibu kota. Tiada terkatakan betapa kagetnya saudara2 Tek ceng dan rekan2nya. Siberangasan Ciauw teng kwie amat murka, ia menendang pintu gedung Peng see ong sehingga pintu<noinclude>{{rh|||53}}</noinclude> ly7slmu851lrl2hyyxmx0wptsar05iv Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/52 104 116275 320318 2026-10-09T13:16:11Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 320318 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Baginda lalu menyerahkan golok otoritetnya ketangan sang mertua. <br>Dan Durna itu sambil tertawa nyengenges menyambuti golok piranti memenggal kepala dari baginda. Seluruh raja2 muda, menteri2 yg berjiwa Tiongsin pada terkesiap menyaksikan hal itu. Akan tetapi karena The king can do no wrong maka mereka hanya dapat memelototkan mata dan menahan perasaan sehingga dada hampir pecah dan perut mededek. ―Jasa jenderal Tek ceng tiada terbatas, mengapa bansweya begitu ceroboh dan ter gesa2 memberikan hukuman ? Berpikir hampir segenap menteri itu dengan perasaan tak puas. Bagaimana dengan menteri Pauw kong ? Siapa dengan geram menatap tajam kepada si Durna itu sehingga Bang hong menjadi kelincutan dan geragapan setengah mati. <br>Baginda dengan menurutkan emosi dan napsu amarahnya segera mengeluarkan Lengci dan memerintahkan Kok tiang Bang hong untuk membawa Tek ceng ketanah lapang dan melaksanakan hukuman- matinya hari ini juga. Selanjutnya baginda lalu berbangkit dan meninggalkan istana Kim loan tan.<noinclude>{{rh|52}}</noinclude> f0phc22cgp0yzacp6rgadujx3noimyd Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/51 104 116276 320319 2026-10-09T13:19:53Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 320319 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Melihat kemarahan baginda sudah sàmpai kepuncaknya, barulah jenderal Tek ceng menjawab. — Sin telah dapat menebak maksud nio nio yang sengaja mencari cari kesalahan sin, tegasnya nio nio menginginkan jiwa sin. Oleh karena itu tak usahlah bansweya berbelit belit dan bersilat lidah, mau bunuh, bunuhlah Tek ceng ! Baginda sudah sedemikian kalapnya, siapa tidak dapat lagi berpikir secara murni, begitulah menurutkan napsunya baginda balas membentak dengan sengit. — Bagus bênar perbuatanmu, kini tim memutuskan untuk menjatuhi hukuman mati kepadamu ! Baginda lalu berpaling kepada bapak mertuanya, Kok tiang Bang hong. — Kok tiang tim berikan mandat untuk melaksanakan hukuman mati atas diri jenderal Tek ceng. — Siap! Menteri Durna itu berlutut dengan penuh sukacita. <br>Dalam hati ia berjingkrak dan bersorak sorak amat kegirangan - - haaaa - - - Tek ceng, akhirnya kau bakal mampus juga ditanganku !<noinclude>{{rh|51}}</noinclude> ruku55dodk8q8k22g031vq8nwtrdymy 320320 320319 2026-10-09T13:20:11Z Srijembarrahayu 21172 320320 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>Melihat kemarahan baginda sudah sàmpai kepuncaknya, barulah jenderal Tek ceng menjawab. — Sin telah dapat menebak maksud nio nio yang sengaja mencari cari kesalahan sin, tegasnya nio nio menginginkan jiwa sin. Oleh karena itu tak usahlah bansweya berbelit belit dan bersilat lidah, mau bunuh, bunuhlah Tek ceng ! Baginda sudah sedemikian kalapnya, siapa tidak dapat lagi berpikir secara murni, begitulah menurutkan napsunya baginda balas membentak dengan sengit. — Bagus bênar perbuatanmu, kini tim memutuskan untuk menjatuhi hukuman mati kepadamu ! Baginda lalu berpaling kepada bapak mertuanya, Kok tiang Bang hong. — Kok tiang tim berikan mandat untuk melaksanakan hukuman mati atas diri jenderal Tek ceng. — Siap! Menteri Durna itu berlutut dengan penuh sukacita. <br>Dalam hati ia berjingkrak dan bersorak sorak amat kegirangan - - haaaa - - - Tek ceng, akhirnya kau bakal mampus juga ditanganku !<noinclude>{{rh|||51}}</noinclude> 1oi6nf69gwgtt6jba4hrvhzusu9n25n Halaman:Risalah Tauhid dan Sjirik.pdf/17 104 116277 320321 2026-10-09T13:20:58Z Syarifah zaskia 1A 27784 /* Telah diuji baca */ 320321 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Syarifah zaskia 1A" /></noinclude> -12- Kepada persembahanja itu. Sekarang marilah kita membikin sedikit pemamandangan tentang kedua kepertjajaan itu. dan perbuataan jang bersangkutan dengan kedua hal tadi. Pertama, tentang kepertjajaan dalam bathin manusia, memang umumnja mempunjai rasa atau perasaan. Bahwa lain dari keadaan dhohir mereka berhubungan, pun ada pula suatu kekuasaan gho'ib jang menguasai penuh atas dirinja. Kekuasaan gho'ib jang menguasai penuh atas dirinja. Kekuasaan gho'ib itu selalu berdekatan, dan pula itu selalu lebih berpengaruh dan berkuasa daripada keadaan dhohir. Djika kita hendak mengetahui hal ini. dengan mudah kita mengetahuinja. asal sadja kita suka menjelidiki dan memperhatikan keadaan atau kedjadian-kedjadian jang sesalu kita alami dan rasai; misalja; Manusia asal mula di lahikan bertubuh ketjil dan lemah, lama kelamaan bertambah besar dan teguh.Kemudian makin lama makin tua, Kulitnja jang asal mulanja lirjin dan penuh dengan daging didalamnja, lama kelamaan menjadi kendor dan berlipat-lipat (kisut)'; dan achirnja. sedikitpun tak dapat menggerakkan badan atau anggautanja pula; dan keadaan demikian ini dikatakan orang telah mati. Pengalaman dan perdjalanan manusia sedjak dari lahir hingga mati itu, siapakah jang mengobah-ngobah keadaanja . . . . ? Kalau dikatakan asal mulanja ketjil dan kemudain mendjadi besar itu disebabkan tiap hari diberi makanan. Maka apaka sebabnja sesudah manusia itu berumur 30 tahun hingga keatas tidak djuga bertambah-tambah besar badannja. . ? Bukankah waktu berumur 30 tahun hingga 50 atau 60 tahun itupun tiap harinja memakan makanan djua? Bahkan makanan jang dimakanpun lebih banjak berlipat - ganda daripada waktu ketjilnja, bukan? Siapakah jang mengubah manusia mendjadi tua atau mati itu? Tentu ada, bukan? Sebab kalau manusia tidak dipengaruhi oleh suatu kekuasaan gho'ib tadi, tentunja manusia tidak mendjadi tua dan tidak pula suka mati. Karena, siapakah jang suka mendjadi tua? Dan siapakah jang suka berbadan lemah, kulitnja berlipat, rambutnja beruban, bergigi gojah, dan bermata jang hampir tidak berhentinja mengeluarkan air itu???<noinclude></noinclude> 9pfrk8y0dge7vzzitzczbiui19nfob3 320332 320321 2026-10-09T14:07:45Z Syarifah zaskia 1A 27784 320332 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Syarifah zaskia 1A" /></noinclude> -12- Kepada persembahanja itu. Sekarang marilah kita membikin sedikit pemamandangan tentang kedua kepertjajaan itu. dan perbuataan jang bersangkutan dengan kedua hal tadi. Pertama, tentang kepertjajaan dalam bathin manusia, memang umumnja mempunjai rasa atau perasaan. Bahwa lain dari keadaan dhohir mereka berhubungan, pun ada pula suatu kekuasaan gho'ib jang menguasai penuh atas dirinja. Kekuasaan gho'ib jang menguasai penuh atas dirinja. Kekuasaan gho'ib itu selalu berdekatan, dan pula itu selalu lebih berpengaruh dan berkuasa daripada keadaan dhohir. Djika kita hendak mengetahui hal ini. dengan mudah kita mengetahuinja. asal sadja kita suka menjelidiki dan memperhatikan keadaan atau kedjadian-kedjadian jang sesalu kita alami dan rasai; misalja; Manusia asal mula di lahikan bertubuh ketjil dan lemah, lama kelamaan bertambah besar dan teguh.Kemudian makin lama makin tua, Kulitnja jang asal mulanja lirjin dan penuh dengan daging didalamnja, lama kelamaan menjadi kendor dan berlipat-lipat (kisut)'; dan achirnja. sedikitpun tak dapat menggerakkan badan atau anggautanja pula; dan keadaan demikian ini dikatakan orang telah mati. Pengalaman dan perdjalanan manusia sedjak dari lahir hingga mati itu, siapakah jang mengobah-ngobah keadaanja . . . . ? Kalau dikatakan asal mulanja ketjil dan kemudain mendjadi besar itu disebabkan tiap hari diberi makanan. Maka apakah sebabnja sesudah manusia itu berumur 30 tahun hingga keatas tidak djuga bertambah-tambah besar badannja. . ? Bukankah waktu berumur 30 tahun hingga 50 atau 60 tahun itupun tiap harinja memakan makanan djua? Bahkan makanan jang dimakanpun lebih banjak berlipat - ganda daripada waktu ketjilnja, bukan? Siapakah jang mengubah manusia mendjadi tua atau mati itu? Tentu ada, bukan? Sebab kalau manusia tidak dipengaruhi oleh suatu kekuasaan gho'ib tadi, tentunja manusia tidak mendjadi tua dan tidak pula suka mati. Karena, siapakah jang suka mendjadi tua? Dan siapakah jang suka berbadan lemah, kulitnja berlipat, rambutnja beruban, bergigi gojah, dan bermata jang hampir tidak berhentinja mengeluarkan air itu???<noinclude></noinclude> i4lbha1e1z8fptxaz5k16uix67i7dyy 320333 320332 2026-10-09T14:08:37Z Syarifah zaskia 1A 27784 320333 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Syarifah zaskia 1A" /></noinclude> -12- Kepada persembahanja itu. Sekarang marilah kita membikin sedikit pemamandangan tentang kedua kepertjajaan itu. dan perbuataan jang bersangkutan dengan kedua hal tadi. Pertama, tentang kepertjajaan dalam bathin manusia, memang umumnja mempunjai rasa atau perasaan. Bahwa lain dari keadaan dhohir mereka berhubungan, pun ada pula suatu kekuasaan gho'ib jang menguasai penuh atas dirinja. Kekuasaan gho'ib jang menguasai penuh atas dirinja. Kekuasaan gho'ib itu selalu berdekatan, dan pula itu selalu lebih berpengaruh dan berkuasa daripada keadaan dhohir. Djika kita hendak mengetahui hal ini. dengan mudah kita mengetahuinja. asal sadja kita suka menjelidiki dan memperhatikan keadaan atau kedjadian-kedjadian jang sesalu kita alami dan rasai; misalja; Manusia asal mula di lahikan bertubuh ketjil dan lemah, lama kelamaan bertambah besar dan teguh.Kemudian makin lama makin tua, Kulitnja jang asal mulanja lirjin dan penuh dengan daging didalamnja, lama kelamaan menjadi kendor dan berlipat-lipat (kisut)'; dan achirnja. sedikitpun tak dapat menggerakkan badan atau anggautanja pula; dan keadaan demikian ini dikatakan orang telah mati. Pengalaman dan perdjalanan manusia sedjak dari lahir hingga mati itu, siapakah jang mengobah-ngobah keadaanja . . . . ? Kalau dikatakan asal mulanja ketjil dan kemudain mendjadi besar itu disebabkan tiap hari diberi makanan. Maka apakah sebabnja sesudah manusia itu berumur 30 tahun hingga keatas tidak djuga bertambah-tambah besar badannja. . ? Bukankah waktu berumur 30 tahun hingga 50 atau 60 tahun itupun tiap harinja memakan makanan djua? Bahkan makanan jang dimakanpun lebih banjak berlipat - ganda daripada waktu ketjilnja, bukan? Siapakah jang mengubah manusia mendjadi tua atau mati itu? Tentu ada, bukan? Sebab kalau manusia tidak dipengaruhi oleh suatu kekuasaan gho'ib tadi, tentunja manusia tidak mendjadi tua dan tidak pula suka mati. Karena, siapakah jang suka mendjadi tua? Dan siapakah jang suka berbadan lemah, kulitnja berlipat, rambutnja beruban, bergigi gojah, dan bermata jang hampir tidak berhentinja mengeluarkan air itu???<noinclude></noinclude> iy7qak7xasjrwm1gmccp836oi3t75ud 320356 320333 2026-10-10T02:37:34Z Syarifah zaskia 1A 27784 320356 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Syarifah zaskia 1A" /></noinclude> -12- Kepada persembahanja itu. Sekarang marilah kita membikin sedikit pemamandangan tentang kedua kepertjajaan itu. dan perbuataan jang bersangkutan dengan kedua hal tadi. Pertama, tentang kepertjajaan dalam bathin manusia, memang umumnja mempunjai rasa atau perasaan. Bahwa lain dari keadaan dhohir mereka berhubungan, pun ada pula suatu kekuasaan gho'ib jang menguasai penuh atas dirinja. Kekuasaan gho'ib jang menguasai penuh atas dirinja. Kekuasaan gho'ib itu selalu berdekatan, dan pula itu selalu lebih berpengaruh dan berkuasa daripada keadaan dhohir. Djika kita hendak mengetahui hal ini. dengan mudah kita mengetahuinja. asal sadja kita suka menjelidiki dan memperhatikan keadaan atau kedjadian-kedjadian jang sesalu kita alami dan rasai; misalja; Manusia asal mula di lahikan bertubuh ketjil dan lemah, lama kelamaan bertambah besar dan teguh.Kemudian makin lama makin tua, Kulitnja jang asal mulanja lirjin dan penuh dengan daging didalamnja, lama kelamaan menjadi kendor dan berlipat-lipat (kisut)'; dan achirnja. sedikitpun tak dapat menggerakkan badan atau anggautanja pula; dan keadaan demikian ini dikatakan orang telah mati. Pengalaman dan perdjalanan manusia sedjak dari lahir hingga mati itu, siapakah jang mengobah-ngobah keadaanja . . . . ? Kalau dikatakan asal mulanja ketjil dan kemudain mendjadi besar itu disebabkan tiap hari diberi makanan.Maka apakah sebabnja sesudah manusia itu berumur 30 tahun hingga keatas tidak djuga bertambah-tambah besar badannja. . ? Bukankah waktu berumur 30 tahun hingga 50 atau 60 tahun itupun tiap harinja memakan makanan djua? Bahkan makanan jang dimakanpun lebih banjak berlipat - ganda daripada waktu ketjilnja, bukan? Siapakah jang mengubah manusia mendjadi tua atau mati itu? Tentu ada, bukan? Sebab kalau manusia tidak dipengaruhi oleh suatu kekuasaan gho'ib tadi, tentunja manusia tidak mendjadi tua dan tidak pula suka mati. Karena, siapakah jang suka mendjadi tua? Dan siapakah jang suka berbadan lemah, kulitnja berlipat, rambutnja beruban, bergigi gojah, dan bermata jang hampir tidak berhentinja mengeluarkan air itu???<noinclude></noinclude> qoo8xha2xzeitf0izr3l08gljuh7tx8 Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/50 104 116278 320322 2026-10-09T13:24:49Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 320322 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>ceritakan di Kim loantian ini sehingga semuanya bisa mendengar ! Cara bagaimanakah kau menerima pusaka negeri See liauw yg disebut Cincu liat hwee kie itu ? Apakah raja See liauw sengaja memalsukan ki itu ataukah kau yg telah menukarnya ditengah jalan? <br>Saking marahnya dituduh yg bukan2 jenderal Tek ceng menjadi sangat murka. Pertanyaan2 baginda itu tak diacuhkannya, Tek ceng duduk dengan tenang2 saja dan tak sepatahpun ia memberikan jawaban. Melihat sikap jenderal Tek ceng yg dianggap menghina, itu bertambah murkalah baginda. ― Hei goanswe, apakah kau tak punya telinga dan mulut ? Mengapa kau tak mendengar pertanyaan tim dan tak mau memberikan keterangan? Tetap saja Tek ceng duduk dengan tenang. hanya sepasang matanya menatap tajam dan berani kepada baginda. ― Sungguh kurangajar, dihadapan tim berani berlaku kelewat menghina ! Menggeram baginda dengan penuh kemarahan.<noinclude>{{rh|50}}</noinclude> pwr30346h5k7s01qizhxd4u29b8mvi0 Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/49 104 116279 320323 2026-10-09T13:29:01Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 320323 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>ganggu gugat, tegasnya seorang raja tak boleh dipersalahkan, bagaimanapun juga raja tetap menang dan benar! Inilah kepincangan tata pemerintahan di jamannya Monarchi absolut. <br>Merasa tak dapat menjawab dan terdesak sedemi- kian rupa, akhirnya baginda menggunakan kekuasaannya yang mutlak dan menggusah menteri Pauw kong. <br>Tentu saja menteri Pauw kong menjadi tak berdaya dan tutup mulut. <br>Namun dalam hati Pauw kong terus berpikir untuk mencari bukti2 yang kuat guna mengungkap tabir gelap itu. <br>Inilah watak yang keras dan pantang menyerah dari menteri Pauw kong sehingga ia dijuluki HAKIM AKHERAT! <br>Baginda membeliakkan matanya dan menatap tajam kepada jenderal Tek ceng yang pada saat itu juga hadir dalam persidangan. <br>Selama terjadi perdebatan itu jenderal Tek ceng hanya berdiam diri saja, ia merasa amat kecewà atas perkara ini. Bayangkan saja seorang yang membela secara mati matran kepada nusa bangsanya. Bertindak sangat lurus dan jujur justru di tuduh yang bukan2 ? <br>Melihat jenderal Tek ceng baginda segera membentaknya — Hei Peng see ong Tek ceng, cobalah kau<noinclude>{{rh|||49}}</noinclude> re7597aksykh0g7szqnwkeab3bxjkmt Halaman:Pengertian jang tiada dimengerti atau Keterangan bagaimana adanja akal-alam-agama-Allah.pdf/20 104 116280 320326 2026-10-09T13:36:06Z IndriElya (1A) 27812 /* Telah diuji baca */ 320326 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="IndriElya (1A)" /></noinclude> — 14 — ditilik dengan pemandangan pantja-indria, karana ada djoega tjahaja koenig, ada nona jang asam tampang moekanja dan ada poehon jang rendah, tiadalah kita boleh tentoekan sebeloemnja dipriksa. Maskipoen demikian, tiada gampang akan dapat tahoe apakah soeatoe timbangan masok didalam atoeran analyse meloeloe atau synthese meloeloe. Bagitoelah kaloe 3 sama 5 nistjaja djadi 8, boekan analyse meloeloe, biarpoen tiada boleh dibantah delapannja, karana sebeloemnja di-oedji dengan d i- hitoeng lebih dahoeloe, beloemlah kita tahoe djoemlahnja delapan. Dalam pada itoe kita mesti berhati-hati dengan ilmoe analyse dan synthese itoe, karana djanganlah loepa, bahoea jang dipikir oleh akal ialah dzat dan sipat jang beloem didapat oleh pantja-indria, iaitoe jang barangkali ada dan barangkali tiada. Maka kaloe kita menimbang, d ja n g a n t e r l a l o e d i t o e r o e t kelakoeannja setengah dari ahli-ahli f i 1 s a f a h dan oelama-oelama a g a m a, jang terkadang pégang keras, akal pikirannja, dan loepa jang akal manoesia ada watasnja. Karana boekankah tiap-tiap kebenaran mesti ditoendjoek dengan boekti atau dalil ? Dan, andai kata, ada soeatoe kebe­naran jang soedah ditoendjoek dengan boekti atau dalil, boe­ kankah boekti dan dalil itoe melainkan boleh menoendjoekkan sadja keadaan dzat dan sipat jang s o e d a h d i k e n a l ? Inilah sebabnja kita mesti awas, karana atjap-kali oelamaagama dan ahli-filsafah timboelkan banjak boekti jang boekan boekti dan banjak dalil jang boekan dalil.. Sampai disini tjoekoeplah sedikit-sedikit keterangannja atoeran akal, jang dikata djoega hoekoem-akal. Dan joega soedah terang pada kita bahoea segala pengertian bergantoeng kepada ilmoe bitjara dan bahasa, maka tiada héran kaloe ilmoe bitjara djoega berisi tingkat-tingkat jang tjètèk dan jang dalam.— XII Kaloe kita, kata sangka, dimaksoedkan kemaoean akan terima atau toelak adanja atau tiadanja tentang dzat dan sipat jang kita soedah kenal atau beloem kenal, dengan tiada pikir-mempikir. XIII Kaloe kita kata p e r t j a j a, dimaksoedkan ke­ maoean akan menentoekan kebenarannja sangka tadi. Keterangannja XII dan XIII Kita perloe^ membédakan pikir dengan sangka, kamemangnja boekan pikir. Sangka banjak sekali mendatangkan kliroe dan sesat. Bagitoelah héwan atjapkali menggigit batoe, karana disangka makanannja. Adalah manoesia lebih soeka sangka dari pada pikir, karana pekerdjaän pikir memakai banjak tenaga dari otak-kepala,maka tiada heran kaloe kita malas berfikir sampai matang.<noinclude></noinclude> 8ti5hzrkqpa5j8nvqdgv0f31ysgpfej Halaman:Pengadjaran dari pada elmoe boemi.pdf/3 104 116281 320329 2026-10-09T13:46:18Z Srijembarrahayu 21172 /* Tanpa teks */ 320329 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Srijembarrahayu" /></noinclude><noinclude></noinclude> ewbts4sr3ht8fq14rxz7m0u81vez7js Halaman:Pengadjaran dari pada elmoe boemi.pdf/4 104 116282 320330 2026-10-09T13:46:37Z Srijembarrahayu 21172 /* Tanpa teks */ 320330 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Srijembarrahayu" /></noinclude><noinclude></noinclude> ewbts4sr3ht8fq14rxz7m0u81vez7js Halaman:Rabindra Nath Tagore.pdf/11 104 116283 320331 2026-10-09T14:05:07Z Srijembarrahayu 21172 /* Telah diuji baca */ 320331 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>{{C|{{x-larger|'''RABINDRA NATH''' <br>'''TAGORE.'''}}}} {{c|Oleh K. T. H. <br>I.}} {{c|RIWAJAT RINGKES DARI IAPOENJA <br>PENGHIDOEPAN.}} Sir Rabindra Nath Tagore, poetra dari Maharishi Debendra Nath Tagore dan tjoetjoe dari Prins Dwarka Nath Tagore, soedah terlahir di Calcutta dalem taon 1861 dan menika di taon 1885, dari pernikahan mana ia dapet satoe anak lelaki dan doea prampoean. lapoenja familie soedah termashoer sabagi kaoem terpeladjar tinggi dan mempoenjai kapandean loear biasa, dan sadari masih anak-anak ia soedah moelai taro banjak perhatian dalem ilmoe mengarang. Sabelonnja beroesia 23 ia soedah toelis satoe tjerita romans dan doea sjair pertjintaän dalem bahasa Bengali. Lebih doeloe ia tinggal di Calcutta, dimana ia ambil peladjaran particulier. Dalem oesia 24 ia tinggal di desa dalem onderneming ajahnja, di­ mana ia toelis sabagian besar dari karangannja, semoea dalem bahasa Bengali. Ia poen ada ambil bagian besar dalem pergerakan Nationalist di Bengali, boeat mana ia soedah toelis banjak sekalih njanji-njanjian kabangsaän dan artikelartikel jang berhoeboeng d engen politiek, tapi kira-kira di taon 1907 ia oendoerken diri sama sekalih dari itoe matjem pakerdja'an dan koempoelken perhatiannja dalem kalangan ilmoe sastra, kabatinan dan onderwijs, jang diatoer soepaja menjotjokin angen-angennja, goena maksoed mana ia telah berdiriken di taon 1902 di Bolpoer saboeah sekolah oentoek anak-anak lelaki, jang<noinclude>{{rh||1}}</noinclude> 0zejnhqkzt6h8rtku8j3yenshpnntn6 Halaman:Risalah Tauhid dan Sjirik.pdf/18 104 116284 320334 2026-10-09T14:36:56Z Syarifah zaskia 1A 27784 /* Telah diuji baca */ 320334 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Syarifah zaskia 1A" /></noinclude> -13- Bukankah manusia umumnja lebih suka berbadan teguh,berkulit halus dan kentjang, dan berpemandangan tadjam ??? Akan tetapi. walaupun manusia tidak suka bersifat tua tadi,apakah sebabnja ia mendjadi tua djuga? Tentu tidak lain. ialah karena terpaksa oleh suatu kekuasaan jang menguasai dan me- mentukan pada dirinja tiap-tiap orang, Manusia tak dapat menolak atau menghindarkan dirinja, dari kekuasaan tersebut. Setengah orang Mengatakan, bahwa hal - hal jang tersebut diatas itu, ialah karena menurut ketentuan natuur. Disini marilah kita bertanja. apakah natuur ita? Dapatkah natuur itu terdjaga dan teratur, apabila tidak ada jang mendjaga dan mengaturnja? Tak mungkin bukan? Karena tiap-tiap aturan itu dapatnja berjalan tentu ada jang mengatur!!! Dengan adanja keadaan jang sebagai tersebut diatas itu,orang merasa bahwa kekuasaan jang penuh menguasai dirinja itulah jang mendjadikan dirinja. Sekali- kali bukanlah ibu dan ajahnja jang mendjadikannya; akan tetapi ajah bunda itu hanja mendjadi perantaraan belaka. Orang jang hanja pertjaja pada keadaan dhohir sadja, kebanjakan sama mengatakan, bahwa jang membikin orang itu ialah ajah bundanja. Kalau betul kata mereka itu, tentunja didunia ini tak ada orang buruk rupanja; karena seseorang ibu dan ajah kalau dapat membikin anak. tentu dibikinnja jang baik - baik:djika laki-laki dimaukan Jang gagah dan tjakap; dan kalau perem- pean dibikinnja jang tjantik dan molék. Hidungnja dibikin man- Seng. kulitnja putth dan halus, matanja menarik pcmandangan erang, alisnja berbulan sabit d. 1.1. Akan tetapi sajang : Eeinginan itu tidak berhasil. Setelah ibu melahirkan anaknja ter- Bhatlzh oleh kedua ajah bunda itu. bahwa pengharapan jang ditiica-tjitakan beranak lelaki, didaparnja perempuan, hidungnja Bempir rata dengan pipinja, mata sangat ketjilnja seakan - akan ferpedjam, kultnja bicam dan kasar. Sekarang barulah dike- t2hui. bahwa segala angan -angan dan tjita-tjica atau pengha- feean jang senantiasa diharapkan selama anak dalam kandungan %u rernjata sedikitpun tidak berhasil. Dapatkah kita mengakui Sehwa ibu dan ajab itu jang membikin anaknja? Kalau benar<noinclude></noinclude> lokkjs2s7pift0u88qaac3qze7j2uyb 320357 320334 2026-10-10T02:59:32Z Syarifah zaskia 1A 27784 320357 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Syarifah zaskia 1A" /></noinclude> -13- Bukankah manusia umumnja lebih suka berbadan teguh,berkulit halus dan kentjang, dan berpemandangan tadjam ??? Akan tetapi. walaupun manusia tidak suka bersifat tua tadi,apakah sebabnja ia mendjadi tua djuga? Tentu tidak lain.ialah karena terpaksa oleh suatu kekuasaan jang menguasai dan me- mentukan pada dirinja tiap-tiap orang, Manusia tak dapat menolak atau menghindarkan dirinja, dari kekuasaan tersebut. Setengah orang Mengatakan, bahwa hal - hal jang tersebut diatas itu, ialah karena menurut ketentuan natuur. Disini marilah kita bertanja. apakah natuur ita? Dapatkah natuur itu terdjaga dan teratur, apabila tidak ada jang mendjaga dan mengaturnja? Tak mungkin bukan? Karena tiap-tiap aturan itu dapatnja berjalan tentu ada jang mengatur!!! Dengan adanja keadaan jang sebagai tersebut diatas itu,orang merasa bahwa kekuasaan jang penuh menguasai dirinja itulah jang mendjadikan dirinja. Sekali- kali bukanlah ibu dan ajahnja jang mendjadikannja; akan tetapi ajah bunda itu hanja mendjadi perantaraan belaka. Orang jang hanja pertjaja pada keadaan dhohir sadja, kebanjakan sama mengatakan.bahwa jang membikin orang itu ialah ajah bundanja.Kalau betul kata mereka itu, tentunja didunia ini tak ada orang buruk rupanja; karena seseorang ibu dan ajah kalau dapat membikin anak. tentu dibikinnja jang baik - baik:djika laki-laki dimaukan Jang gagah dan tjakap; dan kalau perem- puan dibikinnja jang tjantik dan molék. Hidungnja dibikin mantjung.kulitnja putih dan halus, matanja menarik pamandangan orang, alisnja berbulan sabit d.1.1. Akan tetapi sajang....Keinginan itu tidak berhasil. Setelah ibu melahirkan anaknja terlihatlah oleh kedua ajah bunda itu. bahwa pengharapan jang ditjita-tjitakan beranak lelaki, didaparnja perempuan, hidungnja hampir rata dengan pipinja, mata sangat ketjilnja seakan-akan terpedjam, kultnja hitam dan kasar. Sekarang barulah diketahui. bahwa segala angan -angan dan tjita-tjita atau pengha- rapan jang senantiasa diharapkan selama anak dalam kandungan itu ternjata sedikitpun tidak berhasil. Dapatkah kita mengakui bahwa ibu dan ajab itu jang membikin anaknja? Kalau benar<noinclude></noinclude> ky68qcxrpfyrk9w6eprhlq5znr72kah 320358 320357 2026-10-10T03:03:21Z Syarifah zaskia 1A 27784 320358 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Syarifah zaskia 1A" /></noinclude> -13- Bukankah manusia umumnja lebih suka berbadan teguh,berkulit halus dan kentjang, dan berpemandangan tadjam???Akan tetapi. walaupun manusia tidak suka bersifat tua tadi,apakah sebabnja ia mendjadi tua djuga? Tentu tidak lain.ialah karena terpaksa oleh suatu kekuasaan jang menguasai dan me- mentukan pada dirinja tiap-tiap orang, Manusia tak dapat menolak atau menghindarkan dirinja, dari kekuasaan tersebut. Setengah orang Mengatakan, bahwa hal - hal jang tersebut diatas itu, ialah karena menurut ketentuan natuur. Disini marilah kita bertanja. apakah natuur ita? Dapatkah natuur itu terdjaga dan teratur, apabila tidak ada jang mendjaga dan mengaturnja? Tak mungkin bukan? Karena tiap-tiap aturan itu dapatnja berjalan tentu ada jang mengatur!!! Dengan adanja keadaan jang sebagai tersebut diatas itu,orang merasa bahwa kekuasaan jang penuh menguasai dirinja itulah jang mendjadikan dirinja. Sekali- kali bukanlah ibu dan ajahnja jang mendjadikannja; akan tetapi ajah bunda itu hanja mendjadi perantaraan belaka. Orang jang hanja pertjaja pada keadaan dhohir sadja, kebanjakan sama mengatakan.bahwa jang membikin orang itu ialah ajah bundanja.Kalau betul kata mereka itu, tentunja didunia ini tak ada orang buruk rupanja; karena seseorang ibu dan ajah kalau dapat membikin anak. tentu dibikinnja jang baik - baik:djika laki-laki dimaukan Jang gagah dan tjakap; dan kalau perem- puan dibikinnja jang tjantik dan molék. Hidungnja dibikin mantjung.kulitnja putih dan halus, matanja menarik pamandangan orang, alisnja berbulan sabit d.1.1. Akan tetapi sajang....Keinginan itu tidak berhasil. Setelah ibu melahirkan anaknja terlihatlah oleh kedua ajah bunda itu. bahwa pengharapan jang ditjita-tjitakan beranak lelaki, didaparnja perempuan, hidungnja hampir rata dengan pipinja, mata sangat ketjilnja seakan-akan terpedjam, kultnja hitam dan kasar. Sekarang barulah diketahui. bahwa segala angan -angan dan tjita-tjita atau pengha- rapan jang senantiasa diharapkan selama anak dalam kandungan itu ternjata sedikitpun tidak berhasil. Dapatkah kita mengakui bahwa ibu dan ajab itu jang membikin anaknja? Kalau benar<noinclude></noinclude> efvg9tlybydnjck7ygd4yauf2l4xuw9 320359 320358 2026-10-10T03:06:12Z Syarifah zaskia 1A 27784 320359 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Syarifah zaskia 1A" /></noinclude> -13- Bukankah manusia umumnja lebih suka berbadan teguh,berkulit halus dan kentjang, dan berpemandangan tadjam???Akan tetapi. walaupun manusia tidak suka bersifat tua tadi,apakah sebabnja ia mendjadi tua djuga? Tentu tidak lain.ialah karena terpaksa oleh suatu kekuasaan jang menguasai dan menentukan pada dirinja tiap-tiap orang, Manusia tak dapat menolak atau menghindarkan dirinja, dari kekuasaan tersebut. Setengah orang Mengatakan, bahwa hal - hal jang tersebut diatas itu, ialah karena menurut ketentuan natuur. Disini marilah kita bertanja. apakah natuur ita? Dapatkah natuur itu terdjaga dan teratur, apabila tidak ada jang mendjaga dan mengaturnja? Tak mungkin bukan? Karena tiap-tiap aturan itu dapatnja berjalan tentu ada jang mengatur!!! Dengan adanja keadaan jang sebagai tersebut diatas itu,orang merasa bahwa kekuasaan jang penuh menguasai dirinja itulah jang mendjadikan dirinja. Sekali- kali bukanlah ibu dan ajahnja jang mendjadikannja; akan tetapi ajah bunda itu hanja mendjadi perantaraan belaka. Orang jang hanja pertjaja pada keadaan dhohir sadja, kebanjakan sama mengatakan.bahwa jang membikin orang itu ialah ajah bundanja.Kalau betul kata mereka itu, tentunja didunia ini tak ada orang buruk rupanja; karena seseorang ibu dan ajah kalau dapat membikin anak. tentu dibikinnja jang baik - baik:djika laki-laki dimaukan Jang gagah dan tjakap; dan kalau perempuan dibikinnja jang tjantik dan molék. Hidungnja dibikin mantjung.kulitnja putih dan halus, matanja menarik pamandangan orang, alisnja berbulan sabit d.1.1. Akan tetapi sajang....Keinginan itu tidak berhasil. Setelah ibu melahirkan anaknja terlihatlah oleh kedua ajah bunda itu. bahwa pengharapan jang ditjita-tjitakan beranak lelaki,didaparnja perempuan, hidungnja hampir rata dengan pipinja, mata sangat ketjilnja seakan-akan terpedjam, kultnja hitam dan kasar. Sekarang barulah diketahui. bahwa segala angan-angan dan tjita-tjita atau pengharapan jang senantiasa diharapkan selama anak dalam kandungan itu ternjata sedikitpun tidak berhasil. Dapatkah kita mengakui bahwa ibu dan ajab itu jang membikin anaknja? Kalau benar<noinclude></noinclude> naartdwmca5whr20hyx7mzx4rgrw3t4 Halaman:Pengertian jang tiada dimengerti atau Keterangan bagaimana adanja akal-alam-agama-Allah.pdf/21 104 116285 320336 2026-10-09T14:46:28Z IndriElya (1A) 27812 /* Telah diuji baca */ 320336 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="IndriElya (1A)" /></noinclude> _15_ Demikian poêla terbitnja p e r t j a j a oemoemnja dan sangka meloeloe atau dari koerang pikir. Lain dari bagitoe, adalah manoesia gampang dipengaroehi oleh takoet, berani, tjinta, sajang atau bentji, maka biarpoen akal boleh kerdja, tetapi kaloe soedah kena pengaroehnja napsoe jang demikian itoe, nistjaja pekerdjaän mempikir djadi kesandoeng, tiada béda dengan koeda jang lemas kakinja, atau kapal jang patah kemoedi. Dan djoega perloe kita bitjarakan lebih djaoeh apa moelanja timboel sangka dan pikir. Adapoen „tahoe" boleh didapat sadja pada waktoenja sendiri, tiada lain waktoe, karana apa djoega jang soedah kedjadian, tetap soedahnja. Oepamanja ini hari Selasa apabila soedah liwat, tiada akan timboel lagi, hanjalah jang timboel l a i n Selasa, boekan itoe Selasa jang soedah laloe. Kita poenja ramboet selembar boleh tertjaboet sekali sadja, lain kali boleh ditjaboet jang toemboeh baroe atau lain ramboet. Kalbe tadi pagi kita makan pertama kali, nistjaja ini soré makan kedoea kali, maka sampai mati kita tiada dapat lagi akan makan pertama kali. Oleh karana itoe, apabila pantja-indria tiada dapatkan soeatoe kedjadian pada waktoenja sendiri, nistjaja dinamai t i a d a t a h o e, dan tetap bagitoe sampai mati dan hidoep kombali tiadalah kita tahoe, sekadar mendengar atau membatja c h a b a r n j a, inilah boekan tahoe. Itoelah sebabnja timboel pada kita sangka dan pikir tiap-tiap kita brmaksoed akan me­netapkan apakah chabar itoe benar atau tiada. Kaloe kita terima benarnja,inilah pertjaja atau jakin namanja, b o e k a n tahoe. Dan dari sebab sangka tiada dengan pikir terhitoeng malas dan bodoh, tiadalah héran kaloe sangka lebih berbahaja dari pada kelakoean orang gila, karana sangka lebih gampang dioeloer dari pikir. Njatalah sangka tiada boleh digoenakan mend jadi pekakasnja hakim, karana meroesakkan keadilan, dan mendatang­ kan ketjoerangan. Komdian dari itoe, maka apabila manoesia kepingin tahoe lebih dahoeloe apa jang nanti akan kedjadian, dan kepi­ngin tahoe bagaimana ertinja dia poenja pemandangan sehari-hari, nistjaja djoega timboel sangka dan pikir. Oleh karana itoe, kita djadi terpaksa membédakan jakin dengan jakin. XIV. Kaloe kita kata j a k i n ada doea ertinja. P e r t a m a:jakin jang terbit dari sangka dan pertjaja, inilah daradjat jakin jang rendah. K e d o e a : jakin jang terbit dari pikir jang matang, inilah deradjat jakin j a n g t i n g g i . Karana kaloe, andai kata, manoesia tiada mempoenjai akal, soedah tjoekoep dengan pantja-indria dan ingatan me-<noinclude></noinclude> gh9yxav356gbu792zfu4xo36pbtfuqw Halaman:Pengertian jang tiada dimengerti atau Keterangan bagaimana adanja akal-alam-agama-Allah.pdf/22 104 116286 320340 2026-10-09T15:26:58Z IndriElya (1A) 27812 /* Telah diuji baca */ 320340 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="IndriElya (1A)" /></noinclude> — 16 loeloe,dia boleh jakin tentabg adanja benda dan barang jang memang ada,sama sadja dengan jakinnja koeda tentang adanja roempoet jang masok didalam moeloetnja.akan tetapikaloe kita maoe menentoekan apa-apa jang barang kaliada dan barang kali tiada ada,inilah boekan tanggoenganja ingatan dan pantja-indra meloeloe,tetapi mesti di bantoe oleh akal jang bersih dari segala pengaroeh. maka kaloe di sini kita patjah jakin didalam doea makna,boekan kita maoe bilang di dalamdiri ada bertempat doeap jakin, tetapi hanjalah akan membedakan m a t j a m j a.<noinclude></noinclude> q9fkxdzq78v3hkcflssv5g87mwlrney 320350 320340 2026-10-09T15:58:36Z IndriElya (1A) 27812 320350 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="IndriElya (1A)" /></noinclude> — 16 — loe-loe, dia boleh jakin tentang adanja benda dan barang jang memang ada, sama sadja dengan jakinnja koeda tentang adanja roempoet jang masok didalam moeloetnja. Akan tetapi kaloe kita maoe menentoekan apa-apa jang barangkali ada dan barangkali tiada, inilah boekan tanggoengannja ingatan dan pantja-indra, melainkan, tetapi mesti dibantoe oleh akal jang bersih dari segala pengaroeh. Maka kaloe disini kita petjah jakin didalam doea makna, boekan kita maoe bilang didalam diri ada bertempat doea ja- kin, tetapi hanjalah akan membedakan matjamnja. XV. Kaloe kita kata wadjib, dimaksoedkan akal toelak tiadanja tentang dzat dan sipat jang dipikir, la- itoe terima adanja. XVI. Kaloe kita kata moestahil (mokal) dimak- soedkan akal toelak adanja tentang dzat dan sipat jang dipikir, laitoe terima tiadanja, sehingga djadi lawanan wadjib diatas ini. XVII. Kaloe kita kata haroes, dimaksoedkan akal terima adanja atau tiadanja tentang dzat dan sipat jang di- pikir, laitoe menentoekan boleh ada dan boleh tiada. Maka perkataan haroes djoega lawanannja wadjib, laitoe tiap-tiap haroes boekannja wadjib, dan tiap-tiap wadjib boekannja ha- roes. Bagitoelah oepamanja kaloe toemboeh-toemboehan boleh tinggi dan boleh rendah, inilah haroes namanja, maka boekan wadjib rata tingginja, dan moestahil rata rendahnja, karana kaloe wadjib ratanja, nistjaja boekan haroes rendah-tinggi- nja.- XVIII. Kaloe kita kata subject, dimaksoedkan soa- toe pihak jang menoentoet lain pihak. XIX. Kaloe kita kata object, dimaksoedkan pihak jang ditentoet oleh subject. K e t e r a n g a n j a X V I I I d a n X I X. Oepama remboelan dikata subject tiap-tiap dia menerang- kan boemi, jang disini dikata object, akan tetapi tiap-tiap dikata matahari memberi terang pada remboelan dan boemi, maka matahari dinamai subject, dan remboelan sama boemi dinamai object. Bagitoelah kaloe kita melihat kelain pihak, maka apa djoega jang kita lihat dinamai object, adapoen kita atau kita poenja mata dinamai subject. Dari sebab itoe, ka- loe dikata subject, nistjaja itoelah pihak jang menoentoet, dan kaloe dikata object itoelah pihak jang ditentoet oleh subject. Demikian oepamanja kaloe kita pikirkan kita poenja kambing kebiri jang soedah ditjoeri orang, maka adalah kita atao pik- iran dinamai subject lagi memandang object jang berupa kam- bing dan orang pemboeli, maka ketika kambing diambil oleh pemboeli, djadilah kambing itoe object dari pemboeli jang pada waktoe itoe mendjadi subject dari kambing._<noinclude></noinclude> kbk4wz5p8m0f0rctxrihgogop7wvkiq Halaman:Cheng Ho Bahariawan Muslim Tangguh dari Tionghoa.pdf/5 104 116287 320342 2026-10-09T15:29:51Z Arjuna Wahyu Saputra 27787 /* Telah diuji baca */ 320342 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arjuna Wahyu Saputra" /></noinclude>reka masing-masing. Manajemen ini dibagi atas dua jenis, yaitu SDM intelek dan SDM fisik. SDM intelek memiliki tugas yang sifatnya lebih spesifik dan rumit, seperti mengatur gizi, mengatur kapal secara teknis, dan sebagainya. Sementara SDM fisik bertugas menjaga ke-bersihan, mengurusi logistik, dan sebagainya. Selesai itu, Cheng Ho juga menerapkan ajaran Nabi Muhammad Saw. kepada para awak kapalnya, yaitu makanlah yang baik-baik dan bersih-bersih, sehingga mereka selalu sehat selama dalam pelayaran. MEMPERDEBATKAN MAKAM CHENG HO Sebagai seorang ba-hariwan besar, Cheng Ho patut diberikan penghargaan yang sebe-sar-besarnya. Hanya sa-ja, kenapa makamnya baru ditemukan bebera-pa abad kemudian, itu pun masih dalam perde-batan? Dalam hal ini ada dua pendapat. Pendapat pertama mengatakan bahwa makam Cheng Ho berada di Semarang. Pendapat lainnya me-ngatakan kalau makam Cheng Ho ada di Nanjing (Nanking), Tiong-kok. Sejauh ini, kedua pendapat tersebut me-miliki dața dan akurasi yang sama-sama kuat. Mengenai Cheng Ho dimakamkan di Se-marang dikemukakan oleh Zheng Yijun, sar-jana Tiongkok. Pendapat ini diperkuat oleh Ma Zhouru, salah seorang keturunan Cheng Ho, yang bekerja di Pasar Pusat Nanjing ta-hun 1959. Menurutnya, makam yang ada di Bukit Kepala Sapi Nanjing hanyalah sepo-tong taucang dari jenazah Cheng Ho. Sementara pendapat yang mengatakan bahwa makam Cheng Ho berada di Nanjing dikemukakan oleh Luo Jingchong dalam Narı Yang Lu Xing (Catatan Perjalanan ke Asia Tenggara). Dalam catatan ini disebutkan bahwamanajemen Nabi Mu-hammad Saw., manaje-men Tao Zhugong, ma-najemen Confusiusme, dan manajemen Lautze yang luar biasa sempur-nanya. Setiap pelayar-annya, Cheng Ho meng-habiskan waktu sekitar 2 tahun. Dalam tujuh kali pelayarannya selama 28 tahun, Cheng Ho selalu membawa sekitar 208 kapal dengan armada berjumlah 28.000. Dengan menerap-kan empat manajemen tersebut, Cheng Ho dapat mengatur dengan apik sistem kerja dari awak kapalnya sesuai dengan tugas masing-masing. Sistem kerja awak kapalnya terbagi dalam beberapa bagian, yaitu bagian koman-do, bagian teknik, bagian navigasi, bagian kemiliteran, bagian sipil, bagian kesehatan, bagian kebersihan, bagian logistik, bagian konsumsi, dan sebagainya. Menurut Hem-bing, bagian konsumsi merupakan bagian yang sangat penting, karena bagian ini me-ngatur makanan yang bergizi untuk awak ka-pal selama 2 tahun berlayar. Cheng Ho juga menerapkan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) kepada para awak kapalnya sesuai dengan kemampuan me-<noinclude></noinclude> lpkhrbcbe6cmf3me52o679f9ijbeih7 Halaman:152 Katingan Dayak.djvu/10 104 116288 320345 2026-10-09T15:33:07Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320345 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1062. koik<br> 1063/<br> 1064. pandjang<br> 1065/<br> <12><br> 1066. pandak, bětèkang<br> 1067/<br> 1068. běsèpot, bekapal<br> 1070. mipīs<br> 1071. běrīkang<br> 1072-<br> 1074. mènjak<br> 1075. amboe'<br> 1076. pandak<br> 1079. malai<br> 1080/<br> 1081. mèlès<br> 1082. mahawèn<br> 1083/<br> 1084. handalèm<br> 1085/<br> 1086. tèah<br> 1087. gantong<br> 1088. īwa'<br> 1089. boetjoer<br> 1090. bělantik<br> 1096. mahian<br> 1097. lèndai<br> 1098. menihi', tatjīm<br> 1101. bětèkang<br> 1102. bělèmoe<br> 1104/<br> 1105. belasoet<br> 1106/<br> 1107. bědarèn, singau<br> 1109/<br> 1110. boelat<br> 1112. lapak èpat<br> 1113. loembah<br> 1115. tioes<br> 1116. haè'<br> 1117. bětèkang, gantjang<br> 1118. heamoelīh<br> 1119. bahanjī'<br> 1121. bekoelas<br> 1125. tèah {{multicol-break}} 1127. bīsa'<br> 1130. bahalap, lamoes boeah<br> 1132-<br> 1134. amat, sipan<br> 1135. lamoes, sipan bahalap<br> 1136-<br> 1139. djahat<br> 1142. boeang<br> 1143. pènoe'<br> 1146/<br> 1147. běrèhèn<br> 1148/<br> 1149. běkawoet<br> 1150. bakas<br> 1152. tabèla'<br> 1153. sèta'<br> 1154. màra'<br> 1155. tataoe, sipan<br> 1156. hèka'<br> 1159. boerèng<br> 1160. pintar<br> 1161. manis<br> 1162. masem<br> 1163. pait<br> 1164. djipo-djipot<br> 1166. kahing<br> 1167. poetī'<br> 1168. babilèm<br> 1169. bahandang<br> 1170. kokora<br> 1171. bahènda'<br> 1172. bahidjau<br> 1173. bahidjau<br> 1174. měnggaoe;<br> 1175. soendau<br> 1176. nènga'<br> 1179. ngaja'<br> 1180. ngaja', ngindoe<br> 1193. kěsènan<br> 1194. ītoeng<br> 1195. taoe, kětaoean<br> 1196. mitoeng pěsawè'<br> 1197. tělingau {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 9ksxxmac000xlpd3fnc8pq1720bl2dt 320346 320345 2026-10-09T15:33:38Z Thersetya2021 15831 320346 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1062. koik<br> 1063/<br> 1064. pandjang <12><br> 1065/<br> 1066. pandak, bětèkang<br> 1067/<br> 1068. běsèpot, bekapal<br> 1070. mipīs<br> 1071. běrīkang<br> 1072-<br> 1074. mènjak<br> 1075. amboe'<br> 1076. pandak<br> 1079. malai<br> 1080/<br> 1081. mèlès<br> 1082. mahawèn<br> 1083/<br> 1084. handalèm<br> 1085/<br> 1086. tèah<br> 1087. gantong<br> 1088. īwa'<br> 1089. boetjoer<br> 1090. bělantik<br> 1096. mahian<br> 1097. lèndai<br> 1098. menihi', tatjīm<br> 1101. bětèkang<br> 1102. bělèmoe<br> 1104/<br> 1105. belasoet<br> 1106/<br> 1107. bědarèn, singau<br> 1109/<br> 1110. boelat<br> 1112. lapak èpat<br> 1113. loembah<br> 1115. tioes<br> 1116. haè'<br> 1117. bětèkang, gantjang<br> 1118. heamoelīh<br> 1119. bahanjī'<br> 1121. bekoelas<br> 1125. tèah {{multicol-break}} 1127. bīsa'<br> 1130. bahalap, lamoes boeah<br> 1132-<br> 1134. amat, sipan<br> 1135. lamoes, sipan bahalap<br> 1136-<br> 1139. djahat<br> 1142. boeang<br> 1143. pènoe'<br> 1146/<br> 1147. běrèhèn<br> 1148/<br> 1149. běkawoet<br> 1150. bakas<br> 1152. tabèla'<br> 1153. sèta'<br> 1154. màra'<br> 1155. tataoe, sipan<br> 1156. hèka'<br> 1159. boerèng<br> 1160. pintar<br> 1161. manis<br> 1162. masem<br> 1163. pait<br> 1164. djipo-djipot<br> 1166. kahing<br> 1167. poetī'<br> 1168. babilèm<br> 1169. bahandang<br> 1170. kokora<br> 1171. bahènda'<br> 1172. bahidjau<br> 1173. bahidjau<br> 1174. měnggaoe;<br> 1175. soendau<br> 1176. nènga'<br> 1179. ngaja'<br> 1180. ngaja', ngindoe<br> 1193. kěsènan<br> 1194. ītoeng<br> 1195. taoe, kětaoean<br> 1196. mitoeng pěsawè'<br> 1197. tělingau {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> jx31ifchpimf6hyvkizvxrs5ukvgpwd Halaman:152 Katingan Dayak.djvu/11 104 116289 320347 2026-10-09T15:37:23Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320347 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1198. njoehoek ?<br> 1199. menoemoen, toetoe'<br> 1200. tonis<br> 1201. djoemit<br> 1202. ngisèk<br> 1203. ngondoi<br> 1206. nahau<br> 1208. tawai<br> 1210. běgawī'<br> 1211. nanggoeng<br> 1212. noetjoeng<br> 1213. ngembiring<br> 1214. makoet<br> 1215. ngěkèpīt<br> 1216. ngetang<br> 1220. ngambin<br> 1221. ngetang<br> 1222-<br> 1224. misīk, djaga<br> 1225. ngilīk<br> 1227. mènèh<br> 1228. napaja<br> 1229. běsīmak<br> 1233. ngiip<br> 1234. noesoewoerèk<br> 1236/<br> 1237. njimak<br> 1238. sajang<br> 1239. bèlèk<br> 1240. pěngěbèhoe'<br> 1242-<br> 1244. hoang<br> 1245. ngoeap<br> 1246. noetoep<br> 1251. boeah<br> 1253-<br> 1255. pèlèk<br> 1259. ngoelés, ngahames<br> 1260/<br> 1261. haroei<br> 1262/<br> 1263. lépah, téndé'<br> 1264. masoek {{multicol-break}} 1265/<br> 1266. soehoek, ngĕrīpès<br> 1267. èndau<br> 1268. nimai<br> 1269. lakoe'<br> 1270. kahanai<br> 1271. mangandjoeh<br> 1272. mengandjoeh<br> 1276. baseha' bakehoe<br> 1277. kèhoe'<br> 1278. ngalī<br> 1284. doema<br> 1286. toelak<br> 1291. maroek<br> 1292. malèh<br> 1293. ītje'<br> 1294. doeè'<br> 1295. tèloe'<br> 1296. épat<br> 1297. limè'<br> 1298. djahawen<br> 1299. oetjoe'<br> 1300. hanja'<br> 1301. djèlatièn<br> 1302. sapoeloeh<br> 1303. sawalas<br> 1304. doeè walas<br> 1305. tèloe' walas<br> 1310. hanja' walas<br> 1311. djelatien walas<br> 1312. doeè' poeloeh<br> 1313. doeè' poeloeh ītjè<br> 1315. doeè' poeloeh limè<br> 1316. tèloe' poeloeh<br> 1317. èpat poeloeh<br> 1318. limè poeloeh<br> 1319. djahawen poeloeh<br> 1323. saratoes<br> 1324. sakoejan<br> 1325. sapoeloeh koejan<br> 1326. bèlah doeè'<br> 1327. bèlah èpat {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> nfnhxpe7bo7o84rm9rmiex9oxxnafib Halaman:Cheng Ho Bahariawan Muslim Tangguh dari Tionghoa.pdf/6 104 116290 320348 2026-10-09T15:39:40Z Arjuna Wahyu Saputra 27787 /* Telah diuji baca */ 320348 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arjuna Wahyu Saputra" /></noinclude>makam yang berada di Semarang itu sebenar-nya adalah makam Wang Jinghong (Ong King Hong), juru mudi Cheng Hong. Wang tidak dapat ikut dalam pelayaran berikutnya bersama Cheng Ho dikarenakan sakit parah dan kemudian meninggal dunia di Semarang. Dua sarjana Dinasti Ming, Mo Xiangzhi dan Wang Shiduo dalam Catatan Kabu-paten Shang Yuan dan Kabupaten Jiang Ning menunjukkan bahwa "Makam Cheng Ho terletak di bukit Niushou (kepala sapi) Nanjing." Pendapat ini dibenarkan oleh Paul Pelliot, sarjana Perancis dalam karyanya Les Grands Voyages Maritimes Chinois Au De-but Du 15E Siecle. Zheng Mianzhi, keturunan ke-19 dari Cheng Ho dalam tulisannya "Tentang Makam Cheng Ho, Kakek Buyut Saya" menulis demi-kian, "Bahariwan besar Cheng Ho adalah ka-kek buyut saya. Makam almarhum terletak di lereng sebelah selatan bukit Niushou di puar pintu Gerbang Zheong Hua (Nanjing)... Terlepas dari perdebatan di atas, atas, yang yang je-las bagi kita, ikita, bahwa perlu ada studi lebih lan-jut untuk menemukan kebenaran tempat ma-kam Cheng Ho. Tetapi, jika kita cermati dari ulasan di atas, nampak bahwa perjalanan Cheng Ho tidak berhenti sampai di Semarang, tetapi terus menuju daerah-daerah lainnya di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa tidak mungkin Cheng Ho dimakamkan di Sema-rang. Hanya saja, jikalau benar makam Cheng Ho berada di Semarang, berarti bukan pada satu kesempatan saja Cheng Ho pergi ke Se-marang, tetapi tetapi mungkin lebih dari sekali. Dalam perjalanan berikutnya ke Semarang itulah, mungkin Cheng Ho meninggal dunia. KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW. Sama halnya memperdebatkan seputar makam Cheng Ho, masalah keturunan Cheng Ho sendiri yang diduga berujung pada Nabi Muhammad Saw. juga terdapat pertentangan. Menurut Li Shihou dari Tiongkok yang terungkap dalam tulisan Usman Effendy dari Indonesia berjudul "Keturunan ke-37 NabiMuhammad Saw." menulis bahwa moyang yang ke-11 dari Cheng Ho adalah duta besar negeri Arab Saudi yang bernama Sayidina Syafi'l yang merupakan keturunan Rasulullah. Dalam tulisannya "Bukti-bukti Baru dari Mukadimah Silsilah Marga Cheng dan Silsi-lah Sayid Ajall", Li Shihou berpendapat bah-wa Cheng Ho adalah keturunan Nabi Mu-hammad Saw. Bila Nabi Muhammad Saw. adalah angkatan pertama, maka Cheng Ho adalah angkatan ke-37. Di Masjid Pintu Selatan kota Kunming, Propinsi Yunnan terdapat suatu catatan berukir, yaitu Han Yang Wang Fu Dian Gong Ji (Jasa Raja Han Yang dalam Menjaga Pro-pinsi Yunnan) dan Mukadimah yang ditulis oleh sarjana-sarjana Liu Faxiang dan Sun Renlong 1684. Dalam catatan ini dise-butkan bahwa Sayidina Syafi'i sebagai Raja Han Yang adalah keturunan ke-25 Nabi Muhammad Saw. Tetapi, pendapat di atas dibantah Prof. Kong Yuanzhi sebagaimana tertulis dalam "Muslim Tiong Hoa Cheng Ho; Misteri Per-jalanan Muhibah di Nusantara." Menurutnya, sekiranya keturunan Husain terputus pada Muhammad Muntazar, Imam ke-12, berarti keturunan cucu Rasulullah tersebut sampai di abad ke-9 sudah habis. Mana mungkin mungkin Cheng Ho yang hidup antara abad ke-14 dan 15 menjadi salah satu keturunan Husain? Kong Yuanzhi juga mempertanyakan, jika saja Cheng Ho adalah keturunan Muhammad, lantas kenapa hal yang demikian penting ini tidak diulas oleh Haji Bai Shouyi dalam Ikhtisar Sejarah Islam lam Tiongkok. Begitu juga Jin Jitang dan Ma Yiyu dalam karya-karya mereka?? Manakah yang paling benar dari kedua pendapat di atas? Tentu kita punya jawaban-nya masing-masing. Tetapi, yang jelas, bahwa hal ini juga perlu mendapatkan studi lebih lanjut, karena persoalan tidak berhenti sampai pada Li Shihou, Haji Bai Shouyi, Jin Jitang, Ma Yiyu atau Kong Yuanzhis Kong Yuanzhi saja. Semuanya tetap dibutuhkan bukti-bukti baru agar ke-benaran itu bisa terungkap. (Eef Khunaefi).<noinclude></noinclude> 2oxyjxyh910blfg5e2mel5lfi82olo7 Halaman:152 Katingan Dayak.djvu/12 104 116291 320349 2026-10-09T15:44:17Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320349 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1328. sintè'<br> 1329. handoeè'<br> 1330/<br> 1331. hèloe'<br> 1332/<br> 1333. bètèng<br> 1336/<br> 1337. harian<br> 1338. pirè'<br> 1339. arè'<br> 1340. kisoet<br> 1341. ngamboe'<br> 1347/<br> 1348. arè<br> 1349. kisoet<br> 1350. sama-samai<br> 1356. aijai<br> 1357. akoe'<br> 1358. akoe' kèpak<br> 1359. īkau<br> 1362. kamè<br> 1363. ījè'<br> 1365. īkèi<br> 1366. īkèi<br> 1367/<br> 1368. īje' oeloen<br> 1369/<br> 1370. tèpoel koe', tepoel īkèi<br> 1373. tepoel ikau<br> 1374. tepoel kamè<br> 1375/<br> 1376. tepoel īje' oeloen<br> 1378. tepoel īje<br> 1379. èwèi<br> 1380. en<br> 1382. djoewèi<br> 1383. ītoen<br> 1385/<br> 1386. ītoen, Isin<br> 1388. ngati', ngitoen<br> 1389. nganī', ngisin<br> 1394. andau<br> 1398. parang<br> 1402. hamalèm <13><br> 1406. njeloe' {{multicol-break}} 1407. bètèng<br> 1408. sekarang<br> 1409. handjoeloe'<br> 1411. hèloe'<br> 1412/<br> 1413. harian, baoei<br> 1416. èndau<br> 1418. malèm<br> 1419. andau ni malèm<br> 1420. andau toen<br> 1422. djèwoe'<br> 1423. nimbas djewoe'<br> 1426. doema-doema<br> 1427. hamirè', hamanèn<br> 1437. ngamboe'<br> 1428. djarī'<br> 1429. djèham<br> 1435. sambin<br> 1436. kataoe'<br> 1439. bara' ngamboe'<br> 1440. ngīwa<br> 1441. bara' iwa<br> 1445. jang<br> 1446. bara'<br> 1447. hétjék<br> 1448. jang<br> 1449. akam, akai<br> 1450. soewang<br> 1451. běloea'<br> 1452. danī'<br> 1453. ketjoe'<br> 1454. koesè-koesè<br> 1460. goewèi<br> 1461. ènarak<br> 1462. arak giè'<br> 1465. embat<br> 1466. toetoe', boeah<br> 1467. sasala'<br> 1469. totang<br> 1470. dèhang<br> 1471. hèam<br> 1472. ījau<br> 1474. bèkèn, hèam {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 6mf7c66hqab1t5yw8nqnu7olispnc9x Halaman:Pengertian jang tiada dimengerti atau Keterangan bagaimana adanja akal-alam-agama-Allah.pdf/23 104 116292 320351 2026-10-09T16:02:15Z IndriElya (1A) 27812 /* Telah diuji baca */ 320351 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="IndriElya (1A)" /></noinclude>Segala pekerdjaän akal, jang telah terseboet dengan ring­ kas diatas ini, tjoekoeplah kiranja akan menoendjoekkan bédanja derad jat manoesia dengan héwan jang sama-sama bernjawa. Oleh karana itoe jang tiada béda, hanjalah hakékatnja sadjaî Marilah sekarang kita moelai tjoba oedji kita poenja akal, soepaja sedar dan insaf sampai dimana w a t a s kekoeatannja. Lebih dahoeloe kita maoe pikir tentang adanja alam-djagat jang didapat oleh pemandangan pantja-indria, karana kaloe kita moelai priksa apa djoega jang mémang kita beloem kenal, nistjaja lebih soesah dipikirnja. Lagi sekali hendaklah pembatja pahamkan benar-benar keterangannja segala defenitie jang terseboet diatas tadi, soepaja pembatja jang kira-kira soedah mempoenjai kepertjajaän keras pada oelama-oelama filsafah dan oelama-oelama agama, atau soedah mempoenjai timbangan vooroordeel sendiri, boleh goenakan pikirannja dengan adil iaitoe dengan akal jang bersih dari segala pengaroeh. Lebih tegas lagi, djanganlah pembatja mengambil poetoesan sebeloemnja kitab ini dibatja sampai pada achirnja.—<noinclude></noinclude> nfyppb2h1777gpsk3nn13mobsxpudbe Halaman:PDIKM 700-06 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juni 1931.pdf/21 104 116293 320353 2026-10-09T16:26:06Z Asti Aktika Sari 1A 27779 /* Telah diuji baca */ 320353 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Asti Aktika Sari 1A" /></noinclude>A. G. G. 125 HaI ini tidak menghérankan ahli 'ilmoe bahasa, sebab pada galibnja pengaroeh atau kesibaran itoe hasilnja tidak meroeboehkan, melainkan membangoenkan dan mengindahkan djoea adanja. Tentang perkara ini, telah moelaï poela dibitjarakan oléh Pengarang2 Indonesia, teroetama dalam Pandji Poestaka dan madjalah A. G. G. ini. Diatas telah saja katakan, bahwa pada hakékatnja, bahasa Melajoepoen •telah banjak dan lama ditjampoeri dan dipengaroehi oléh bahasa asing. Teroetama dalam zaman sekarang, bahasa Melajoe itoe, telah banjak dipengaroehi oléh bahasa Belanda, keadaan niana, beloem berapa lama Pandji Poestaka telah menoelis satoe artikel tentangan perkara ini, kalau saja tidak salah ber'alamat : „Bahasa Melajoe memasoeki gerbang zaman baroe". Kita tidak dapat menjangkal, bahasa Melajoe sedjak dahoeloe - dahoeloe memang telah ditjampoeri oléh bahasa asing ; lihatlah di Logat Melajoe, berapa banjak kata-kata itoe jaïtoe kata - kata jang telah diakoeï bahasa Melajoe, oléh p. t. Prof. Ch. A. van Ophuijsen, jang berasal dari pada kata-kata Menangkabau, 'Arab, Djawa atau Soenda, Tiong Hoa, Belanda, dan Sanskreta. Oentoek oempama, biarlah saja toelis sepatah-doea kata dibawah ini: Dari bahasa Belanda, oempamanja : kontan — pas — polisi — major — pasmén d. 1. s. Dari bahasa 'Arab, banjak sekali, oemp : isbat — jakin — iradat — hikmat — héwan — fa'al, d. I. s. ' — • Dari bahasa Sanskreta : djogi — jogia — jodjana — indera — goeroe — goenawan — peristiwa, d. 1. s. Dari bahasa Tiong Hoa : d. I. s. koa — kepsiau — tauge — hoek Dari bahasa Djawa atau Soenda : .oto — daoek — djainoer — nonton — ronggéng, d. I. s. Dari kata-kata Menangkabau : — beliau — daham — djakoen — merih — kadoet, d. 1. s. Ada djoega dari bahasa Parsi, oemp — daftar — dermawan — derwis, d. 1. s. Saja tidak dapat membantah, djikalau ada orang mengatakan bahasa :„bahasa Melajoe itoe amat miskin, sebab itoe tak dapat dipakai oentoek menambah pengetahoean." Persangkaan ini benar djoega, tetapi menoeroet timbangan saja persangkaan „kekoerangan" itoe datangnja,. ialah karena tjepatnja aliran pengetahoean Barat ketanah Indonésia kita ini. Moengkinkah ada sadja perkataan auto — radio — microscoop — granaat — gramofoon, dalam bahasa Melajoe sedang barang2 itoe tidak ada ditanah Melajoe ? Demikian djoega dengan perkataan : politiek — ekonomie sociaal — medium —<noinclude></noinclude> ll6550szcj544aem331iswlrijbk6uk Halaman:Hikmah 19-06-1954.pdf/6 104 116294 320360 2026-10-10T03:20:33Z INDAH BULANDARI A1 27777 /* Telah diuji baca */ 320360 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="INDAH BULANDARI A1" /></noinclude>Tanah Air Melihat semuanja itu bertambah djelas lah oleh saja, apa perbedaan Islam dengan agama2 penjembah berhala ini. Di buat patung besar2, serba indah oleh tangan manusia sendiri. Kadang2 dibu- atnja berhala besar, sampai berpuluh kaki timgginja, berpuluh2 orang menger djakan, Setelah selesai buatan tangannja itu, lalu dia pergi bersimpuh kehadapan- nja, dan disembahnja. Kalaw Nabi Ibrahim ‘masih hidup, tentu diambiinja kampak, ditjentjangnja berhala jang ketjil2 itu, ditinggalkannja sadja jang besar. Kalau orang pertanja, siapa mentjentjang ini, tentu akan ditun djukannja:„Jang besar inilah jang men tjentjang berhala jang ketjil”. TAUHID, Meng-Esakan Tuhan, Tiada Tuhan melainkan Allah. Inilah dasar pendirian slam.Malahan Muhammad ditegaskan hanja Pesuruh Tuhan:„Dan tidaklah Muhammad itu, hanja Rasul, Jang terdabulu pula daripadanja Rasul2 Jang lain ! Segala jang terbajang dipe- rasaan, segala perupaan dan pendjelmaan, bukanlah Tuhan. Dia tidak dikan- dung masa. Berdiri sendirinja. Segala jg ‘erdjadi, adalah atas Kehendaknja. Selain Dia, adalah Alam belaka, Ka'bah bukanlah , ma‘bad,tempat jg disembah. Dia hanja sebagai lambang dari Kesatuan tudjuan dan hadap dari seluruh Ummat Islam, Malahan seketika Mekkah dita'lukkan oleh Nabi Muham- Mad, dibersihkannja segala berhala jang ada diluar atau didalamnja. Dan Umar sendiri seketika mentjium Batu Hitam berkata; „Kalau Nabi tak mentjiummu, aku tak akan mentjiummu. Engkau ha- nja batt, tak memberi manfa’at dan tak memiberi madharrat”. Kalau sekiranja orang Barat menje- but adanje tiori didikkan „Positivisme”, jaitu perkembangan djiwa, adalah agama Tauhid didikan positivisme jang tidak ada taranja. Djiwanja seorang Muslima lepas bebas dari segala ikatan, se- gala dinding, jang akan menghambat ja berhubungan langsung dengan Zat Jang Maha Kuasa. Kalau masih terse- tut Alam, tidaklah ada jang akan mengikainja, Tidak menjembah sudjud ke- pada patung, atau"kepada" sesama ma- nusia. Tidak dikelilingi oleh bermatjam berhala, kaju, batu, bunga, burung, bi- natang dan lain2 sebagainja, Sebab itu, sesampai di Rangoon, seketika masuk ke „Strand Hotel”, demi melihat pela- Jan2 Hotel itu, saja sudah dapat mener- ka „Ini tentu orang Islam!” „Mengapa?” Tanja kawanku. „Tjoba perhatikan itu muka, itu mata,itu jenggot. Meskipun dia hanja pelajan Hotel, te- tapi disana Kelihaten djiwa bebas jang tidak dibuat-buat”. Dan kebetulan, seketika seorang dian- taranja mendekati kami Kawanku berta- nja: „Apakah engkau orang Islam” „Yes!", djawabnja. Lalu kawanku mengatakan pula, bah- Wa, diantara kami, sajalah scorang Is- lam. Dia kelihatan gembira. „Mengapa tak puasa!” Tanja pelajan itu pula Kepadaku. „Musafir”, djawabku, „I am sorry!” djawabnia. Pandjanglah ingatanku, teringat Kepa da zaman jang lama. Kadang2 kepertja. Jaan kepada Tuhan berobah mendjadi njala api jang tidak dapat dipadamkan. Timbul bentji kepada berhala. Sehingga Mahmoud Ghaznawi mena'lukkan India, lalu mentjentjang segala berhala itu. Berhala emas ditempanja dibagi-baginja, Sehingga Gutbuddin Aibak meratakan rumah berhala dengan tanah, dan di- atas runtuhan itu didirikannja Menara tempat menjerukan Azan, (Qutub Minar), jang sekarang masih berdiri de- ngan teguhnja di India. Inilah pula rupanja sebab jang paling asasi (prinsipil), jang menjebabkan In- dia petjah dengan Pakistan. Dan semua nja inilah jang menimbulkan ilham sjair jang amat panas bagi Mohammad Ik- bal. Baik seketika saja di Siam, atau seketika di Burma sekarang, atau seketika bergaul dengan utusan2 Negara Buddha dalam Hotel, saja rasai bagaimana pula mendalamnja perasaan kurang senang mereka, bila sala mengatakan terus te- rang bahwa saja seorang Islam. Saja berdjalan bersama mereka, dibawanja ziarah ke Wat dan Pagoda, melihat ber- Mereka tidak akan berpetjah belah ketjuali sesudah adanja pengetahu- an, senuata2 hanjalah karena perbu- atan buruk sesamanja. (Qur'an). hala Buddha, namun kepala saja, usah. kan menjembah, tertekun sadjapun ti- dak! Dan itu tidak sala buat2, Saja da- pat menghormati orang lain dalam ke- pertjajaannja, tetapi selangkahpun kaki saja tak dapat disurutkan dari kalimat ‚Tiada Tuhan melainkan Allah”. Mengapa mereka kurang senang? Me. veka bukan kurang senang kepada saja, tetapi kurang senang kepada nama Is- lam itu sendiri, Islam artinja hapuskan ‘berhala! Islam artinja hapuskan berhala! islam artinja runtuhkan segala persembahan selain Allah! Islam artinja Kepala Jang terangkat Keatas, kalau ter- hadap sesama machluk, tetapi sudjud tafakkur tertjetjah kelantai, kalau kepa da Tuhan Jang Maha Esa ! Inilah pengaruh besar adjaran Tauhid dalam djiwa seorang Muslim. Ini jang menjebabkan dia tidak takut mengha dapi alam dengan segala matjam kesu- karannja. Ini pula sebabnja maka ka- dang2 orang Ummat Tauhid jang se- djati itu dituduh orang sombong. Pada hal bukan sombong. Ketika perasaan ini mengalagak da- lam djiwa Ummat Islam, dia telah men djadi jang dipertuan dalam djagat ini. Setelah Tauhidnja kendor, dan penga- ruh lain masuk kedalam dirinja, mulal- lah dia lemah. Itu, didekat kota Weenen didirikan orang sebuah tugu peringatan, untuk memperingati bahwa sampai disi. nilah terhenti perdialanan kaum Miusli- min, dan tidak dapat diteruskannja, lagi pengembaraannja Ke Eropa Parat ! Setelah itu datengiah gilian orang Barat mendjadjah negeri2 Islam, Maka dimulailah “propaganda dimana-mana,kemana-mana, kepada seluruh bangsa, terutama jang tidak memeluk Islam, se- bagai pemeluk agama Hindu dan Bud- dha, bahwasanja Islam itu disiarkan de- ngan Kekerasan. Islam disiarkan dengan pedang djenawi ! Pada zaman ini teresa, ketjemasan orang, kalau2 dengan kemerdekaannja Negara2 Islam ini, akan bangkit Kembali Seperti dahulu, menjiatkan aga- manja dengan pedang ! Kalau tidaklah takut akan behaja jang njata, jaitu ba- haja kominis, besar sekali kemungkin- an bahWa seluruh bangsa jang bukan Islam, akan lebih menakuti Kita, daripa- da menakuti Jang lain. Dia tidak mempunjai Kependetaan. Se gala orang Islam bisa hidup setjara Is- lam. Dia tidak hendak menjisihkan diri dari dunia, tetapi turut menjelesaikan soal dunia. Kepandaian jang ada pada orang lain, telah diambilnja pula, dan Kitab pedomannja, jaitu Kur'an, belum pernah mati. Dan sesudah adjaran Ru kun Imannja jang enam, dan rukun Is- lamnja jang lima, dia mempunjai satu adjaran lagi, jaitu djihaad! Ada seorang, Jang mengakui dirinja Nabi sesudah Mu hammad, jaita. Mirza Ghulam Ahmad, mengadjarkan adjaran „baru”, jaitu se- sudah dia mendjadi Nabi, maka djihad itu telah habis sendirinja, Tetapi adjar- an ini tidaklah laku, ketjuali pada orang2 jang kekurangan semangat. Dinegeri2 Islam sendiripun pukan bukan se- dikit, pengaruh jang telah ditinggalkan oleh Barat, Bukan sedikit „keturunan” Islam jang takut kalau Islam itu bang- kit Kembali, Diapun telah mendapat adjaran Barat, bahwa Tslam itu adalah kekerasan. Islam adalah disiarkan de- ngan pedang. Sebab itu, merekalah jang lebih takut akan bangunnja agama Islam. Pandjang angan2 saja disini. Fikiran saja djauh menerawang langit, Setelah saja memperhatikan Agama Buddha, sa lah satu agama menjembah berhala jg terbesar didunia ini, djelas oleh saja kembali dimana letaknja Tauhid. Kepa- la saja mendjadi terangkat: ,,Saja ini se orang Islam ! Dengan itu saja hidup, dan dengan itu saja akan mati”. Tetapi Kepala saja tertekur kembali. Sebab ha- kikat Islam telah djauh daripada seba- agian besar ummatnja. Tidak dapat la gi diperbedakan, apakah mereka menjem bah Tuhan Jang Esa, atau menjembah berhala. Memang, berhala tak ada lagi, Tetapi mereka ganti dengan kuburan. Tafakkurnja orang dimuka patung Bud- dha, sama sadja dengan tafakkur dimu- ka Kramat Luar Batang. Lilin jang di. pasarg didalam Pagoda, sama sadja de ngan lili jg dipasang dikuburan Sjech Jusuf Tadjul Chalwati di Makassar. Per- (Bersambung hal. 22)<noinclude></noinclude> bxxsq5ujtnwweouegdb4uqn3ir5qqaq Halaman:Risalah Tauhid dan Sjirik.pdf/19 104 116295 320362 2026-10-10T03:45:31Z Syarifah zaskia 1A 27784 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' -14- terbikin oleh ibu dan ajahnja,mengapa tidak menurut kehendak pembikinnja?? Bukankah seseorang jang dapat membikin atau berkuasa membikin itu dapat pula mewudjudkan bikinannja menurat kemauan atau kehendaknja ? Sekarang zaman kemadjuan dan zaman orang membikin rupa-rupa model baru.Kalau betul manusia pandai membikin manusia,tentu nanti ada manusia model baru, atau model tahun '35 ‘36 dan seterusnja. E... 320362 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Syarifah zaskia 1A" /></noinclude> -14- terbikin oleh ibu dan ajahnja,mengapa tidak menurut kehendak pembikinnja?? Bukankah seseorang jang dapat membikin atau berkuasa membikin itu dapat pula mewudjudkan bikinannja menurat kemauan atau kehendaknja ? Sekarang zaman kemadjuan dan zaman orang membikin rupa-rupa model baru.Kalau betul manusia pandai membikin manusia,tentu nanti ada manusia model baru, atau model tahun '35 ‘36 dan seterusnja. Entah bagaimana rupa bentuknja manusia model baru itu, kami serahkan pada tuan2 pembatja. Dari keterangan diatas, serta pula keadaan jang njata itu,teranglah bagi kita, bahwa faham jang merasa dirinja dibikin dan dikuasai oleh suatu kekuasaan gho'ib itu, sedikitpun tak dapat disalahkan.Pagi orang jang berfikiran, tentu lalu ingin berbakti dan menghamba. serta menjerahkan untung malangnja kepada kekuasaan jang menguasai dan mendjadikan itu, sebagai pembalasan terima kasihnja atas segala keni'matan jang telah di berikan kepadanja. Zat-jang mendjadikan maha besar kekuasaannja, itulah, jang disebut orang Tuhan. Orang jang Muwachid (bertauchid) hanja kepada Tuhan itulah ia menghamba dan berbakti, dan kepada Dia-lah ia menjerah dan mohon pertolonganNja Akan tetapi bagi orang orang Musjrik lain pula kepertjajaannja dan perbuatannja. Setengah orang Musjrik ada jang. i‘tikadnja tentang ke-Tuhanan sama dengan Muwachid: akan tetapi dalam amal atau perbuatannja djauh berbeda. Orang- orang Muwachid itu berhubungan langsung kepada Tuhan; baik dalam tjara menjembah, maupun dalam segala permohonan dan Permintaannja. Akan tetapi bagi orang-orang Musirik, mereka tidak metasa tjukup dengan demiKian sadja, bahkan ada jang menjembah dan meminta kepada selain Tuhan; dan ada pula jang permohonannya kepada Tuhan itu dengan memakai perantaraan benda-benda, kuburan. arwach orang-orang mati dan lain? sabagainja. Dalam kedua djalan itulah njata sekali bahwa djalan jang diambil oleh orang Muwacbid itu,ialah djalan jang luras dan dekat; akan tetapi orang’- orang<noinclude></noinclude> oyt1jo7jn1daeng4vhdum0r32a1isea 320363 320362 2026-10-10T03:48:35Z Syarifah zaskia 1A 27784 /* Telah diuji baca */ 320363 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Syarifah zaskia 1A" /></noinclude> -14- terbikin oleh ibu dan ajahnja,mengapa tidak menurut kehendak pembikinnja?? Bukankah seseorang jang dapat membikin atau berkuasa membikin itu dapat pula mewudjudkan bikinannja menurat kemauan atau kehendaknja ? Sekarang zaman kemadjuan dan zaman orang membikin rupa-rupa model baru.Kalau betul manusia pandai membikin manusia,tentu nanti ada manusia model baru, atau model tahun '35 ‘36 dan seterusnja. Entah bagaimana rupa bentuknja manusia model baru itu, kami serahkan pada tuan2 pembatja. Dari keterangan diatas, serta pula keadaan jang njata itu,teranglah bagi kita, bahwa faham jang merasa dirinja dibikin dan dikuasai oleh suatu kekuasaan gho'ib itu, sedikitpun tak dapat disalahkan.Pagi orang jang berfikiran, tentu lalu ingin berbakti dan menghamba. serta menjerahkan untung malangnja kepada kekuasaan jang menguasai dan mendjadikan itu, sebagai pembalasan terima kasihnja atas segala keni'matan jang telah di berikan kepadanja. Zat-jang mendjadikan maha besar kekuasaannja, itulah, jang disebut orang Tuhan. Orang jang Muwachid (bertauchid) hanja kepada Tuhan itulah ia menghamba dan berbakti, dan kepada Dia-lah ia menjerah dan mohon pertolonganNja Akan tetapi bagi orang orang Musjrik lain pula kepertjajaannja dan perbuatannja. Setengah orang Musjrik ada jang. i‘tikadnja tentang ke-Tuhanan sama dengan Muwachid: akan tetapi dalam amal atau perbuatannja djauh berbeda. Orang- orang Muwachid itu berhubungan langsung kepada Tuhan; baik dalam tjara menjembah, maupun dalam segala permohonan dan Permintaannja. Akan tetapi bagi orang-orang Musirik, mereka tidak metasa tjukup dengan demiKian sadja, bahkan ada jang menjembah dan meminta kepada selain Tuhan; dan ada pula jang permohonannya kepada Tuhan itu dengan memakai perantaraan benda-benda, kuburan. arwach orang-orang mati dan lain? sabagainja. Dalam kedua djalan itulah njata sekali bahwa djalan jang diambil oleh orang Muwacbid itu,ialah djalan jang luras dan dekat; akan tetapi orang’- orang<noinclude></noinclude> 2trunozxtejbx2xmih4sdob4mjze16k 320365 320363 2026-10-10T03:50:43Z Syarifah zaskia 1A 27784 320365 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Syarifah zaskia 1A" /></noinclude> -14- terbikin oleh ibu dan ajahnja,mengapa tidak menurut kehendak pembikinnja?? Bukankah seseorang jang dapat membikin atau berkuasa membikin itu dapat pula mewudjudkan bikinannja menurat kemauan atau kehendaknja ? Sekarang zaman kemadjuan dan zaman orang membikin rupa-rupa model baru.Kalau betul manusia pandai membikin manusia,tentu nanti ada manusia model baru, atau model tahun '35 ‘36 dan seterusnja. Entah bagaimana rupa bentuknja manusia model baru itu, kami serahkan pada tuan2 pembatja. Dari keterangan diatas, serta pula keadaan jang njata itu,teranglah bagi kita, bahwa faham jang merasa dirinja dibikin dan dikuasai oleh suatu kekuasaan gho'ib itu, sedikitpun tak dapat disalahkan.Pagi orang jang berfikiran, tentu lalu ingin berbakti dan menghamba. serta menjerahkan untung malangnja kepada kekuasaan jang menguasai dan mendjadikan itu, sebagai pembalasan terima kasihnja atas segala keni'matan jang telah di berikan kepadanja. Zat-jang mendjadikan maha besar kekuasaannja, itulah, jang disebut orang Tuhan. Orang jang Muwachid (bertauchid) hanja kepada Tuhan itulah ia menghamba dan berbakti, dan kepada Dia-lah ia menjerah dan mohon pertolonganNja Akan tetapi bagi orang orang Musjrik lain pula kepertjajaannja dan perbuatannja. Setengah orang Musjrik ada jang. i‘tikadnja tentang ke-Tuhanan sama dengan Muwachid: akan tetapi dalam amal atau perbuatannja djauh berbeda. Orang- orang Muwachid itu berhubungan langsung kepada Tuhan; baik dalam tjara menjembah, maupun dalam segala permohonan dan Permintaannja. Akan tetapi bagi orang-orang Musirik, mereka tidak metasa tjukup dengan demiKian sadja, bahkan ada jang menjembah dan meminta kepada selain Tuhan; dan ada pula jang permohonannya kepada Tuhan itu dengan memakai perantaraan benda-benda, kuburan. arwach orang-orang mati dan lain? sabagainja. Dalam kedua djalan itulah njata sekali bahwa djalan jang diambil oleh orang Muwacbid itu,ialah djalan jang luras dan dekat; akan tetapi orang’- orang<noinclude></noinclude> lex18bwa1ocmq0uo6xw0kczlifvuuc6 Halaman:154 Sapolewa, Seram.djvu/14 104 116296 320366 2026-10-10T04:16:23Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320366 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="18"> Looks like a human being, can be seen but not touched and makes noises like a bird or another animal. There are very many of them; they cause death and sickness.<br> # The Lanite is omnipresent, and is without form. He is the father of all people, like the earth is their mother. All a human possesses is given by Him, life and death are in his power. In prayers, people invoke Lanite, the earth, the koeasa, the roemah poesaka (the dwelling place of the nitoe).<br> # All Alfurese who have died, whether they were good or bad, go to the mountains Sakaghoea and Oelatindi, from where they go on to Noesahitoe, a place it is said to be very nice to stay.<br> # In each village there are two: the 'mauwing tangan kanan' and the 'mauwing tangan kiri' who is subordinate to the former.<br> # By paying the man<br> # The Nitoe play the flutes, so these are also taboo.<br> # gambar<br> # All musical instruments are called: olose<br> # wall (made of gaba-gaba): lise poenale<br> # There are no native names for these since all food is prepared in bamboo tubes.<br> # oba inai (made of a coconut shell)<br>oba toekoene (made of a gourd)<br> # (to stir sago porridge)<br>Ladle shaped like a fork and used to dish up pepeda: Atane<br> # kerikě<br>rana{{gap}} } kwèle<br> # kwèni, teloelě, latě<br> # every side dish has its own name<br> # dried fish = měsekile<br> # No special names for padi, beras and nasi. If one wants to specify one of these, then one says: hala mamatane <544><br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}hala mamasana <545><br> # blow-pipe (or its arrow) = boeboelětě (isině)<br> # Does not exist; one ties the arrows together<noinclude></noinclude> mq4jeg3pj0aqdiauu1knh9vbecrdjo6 Halaman:154 Sapolewa, Seram.djvu/15 104 116297 320367 2026-10-10T04:26:28Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320367 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="37"> No special knife: usually done with the hands, sometimes with an ordinary knife.<br> # kwape (of fruit)<br>pilisi (of crops)<br> # tobacco plant: pakoe a'in<br> # 1. tenēně, 2. kwewakwe, 3. òle, 4. tapile, 5. tinaně <br>{{gap}}1. large species; 2. a bit smaller; 3. used for the preparation (cooking of food; 4. with widely spaced joints (long internodes) and used for the storage of rice, segeroe etc.; 5. tinaně, used to make spears; 6. kwalakwe, used to make bamboo string.<br> # 'Child' preceded by the name of the animal, e.g.: maralane anai.<br> # aboene (white pigeon)<br>oemoela (blue pigeon)<br> # fieldmouse: poeène<br> # large ant, colour irrelevant<br>small black ant: kwamemakwě<br>small red ant: kwamelalakwě<br> # a yellow snake: niakwe aine pĕrole<br>a black snake: niakwe aine mètèně<br> # tōkō elakě: large shop<br>tōkō toně: small shop<br> # one span: senasa<br>one fathom: lea<br>half a lea: bale<br> # light red: lala mamata<br>dark red: lala mělopo<br> # also means: take it! hold it!<br> # innumerable: tahite<br> # boboka (counting objects)<br>bokàle (counting people)<br> # early in the morning: soesoekwa motale<br>afternoon: akwata<br>{{gap}}{{gap}}lematal tetoe<br>evening: akamaoe '''4. ADDITIONAL DATA'''<br> lower arm balai kwasēlī<br> lower leg lelalai<noinclude></noinclude> 0doh0gog86rr29o2y8w72qmq21ajybc Halaman:154 Sapolewa, Seram.djvu/13 104 116298 320368 2026-10-10T04:43:43Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320368 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="1522"><br> Petoe ila pemině imi milinoea meirè im otananeloe '''3. NOTES'''<br> # canine tooth = nelitě<br> {{gap}}1a. Anus = moeri matai<br> # <li value="2"> boeloei (on the chest, in the armpits, etc.)<br>boeah maoe: on the arms and legs<br> # Circumscription; the people are afraid to give a name to this illness.<br> # in the fingers = loetokīrī<br> # Children in the middle = ana tělale<br> # Youngest sibling = bētai anamolline<br>Usually, brothers and sisters address each other by kwalikoe (brother) and bītai (sister); kakanda and adinda are not distinguished.<br> # youngest uncle = amakoe moemolīně<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}inakoe moemolīně<br> # (FZ, MZ)<br> # (note: the same term for brother and cousin, in accordance with their strong sense of belonging to the same family.)<br> # taoeli (parents of the man)<br>malamaite (parents of the wife)<br> # matri-lateral = kwalītōi be'īna<br>patri-lateral = kwalītōi kaiama<br> # good wife = bina kītīlīně<br> # The salate prevents an 'ordinary' bullet from entering the body; it does not work that way for bullets of our modern rifles, in that case the salate can only make that the bullet misses its target.<br> # alamai, tepa, koeasa<br> # One uses mostly a stone (batoe koeasa) for this purpose.<br> # There are good ones and bad ones, appearing as people, cats, dogs, pigs. They appear at night, in dreams. Also the Pontianak is found here.<br> # The spirits of the ancestors are called nitoe. They are conjured up during the kakihan feast, but one can also establish contact with them at spiritistic sessions.<noinclude></noinclude> ah8r1gxegcxlf4pbm6oncrud8owvcwq 320369 320368 2026-10-10T04:44:03Z Thersetya2021 15831 320369 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="1522"> Petoe ila pemině imi milinoea meirè im otananeloe '''3. NOTES'''<br> # canine tooth = nelitě<br> {{gap}}1a. Anus = moeri matai<br> # <li value="2"> boeloei (on the chest, in the armpits, etc.)<br>boeah maoe: on the arms and legs<br> # Circumscription; the people are afraid to give a name to this illness.<br> # in the fingers = loetokīrī<br> # Children in the middle = ana tělale<br> # Youngest sibling = bētai anamolline<br>Usually, brothers and sisters address each other by kwalikoe (brother) and bītai (sister); kakanda and adinda are not distinguished.<br> # youngest uncle = amakoe moemolīně<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}inakoe moemolīně<br> # (FZ, MZ)<br> # (note: the same term for brother and cousin, in accordance with their strong sense of belonging to the same family.)<br> # taoeli (parents of the man)<br>malamaite (parents of the wife)<br> # matri-lateral = kwalītōi be'īna<br>patri-lateral = kwalītōi kaiama<br> # good wife = bina kītīlīně<br> # The salate prevents an 'ordinary' bullet from entering the body; it does not work that way for bullets of our modern rifles, in that case the salate can only make that the bullet misses its target.<br> # alamai, tepa, koeasa<br> # One uses mostly a stone (batoe koeasa) for this purpose.<br> # There are good ones and bad ones, appearing as people, cats, dogs, pigs. They appear at night, in dreams. Also the Pontianak is found here.<br> # The spirits of the ancestors are called nitoe. They are conjured up during the kakihan feast, but one can also establish contact with them at spiritistic sessions.<noinclude></noinclude> 4ygjqlmle9hhgk7u05yji9urrrfsd3h Halaman:Risalah Tauhid dan Sjirik.pdf/20 104 116299 320370 2026-10-10T04:45:34Z Syarifah zaskia 1A 27784 /* Telah diuji baca */ 320370 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Syarifah zaskia 1A" /></noinclude> -15- Musjrik mengambil djalan jang djauh dan salah. Sungguhpun demikian,kerap kali djaga kedjadian,orang tergelintjir masuk kedjalan sjirk itu,dengan tidak merasa bahwa dirinja telah masuk kedalam djalan jang salah itu: mitsalnja:Dua orang ibu dan ajah, mempunjai seorang anak jang sedang sakit,dimintanja pertolongan dokter untuk mengobati anaknja; akan tetapi walaupun telah minta pertolongan pada beberapa dokter,ternjata penjakit anaknja itu belum djuga sembuh,bahkan makin lama makin keras sakitnja. Bertambah hari tambah pula kechawatiran hati kedua orang tua itu, hingga makanpun tak teringat, tidur tak terpedjam rasanja, lesu dan letih badannja, katjau-balau fikiran keduanja.Dalam keadaan demkian itu mudahlah kedua orang itu tertarik hatinja kepada benda atau se- Sesuatu jang agak sedikit aneh dikira dan disangkanja, bahwa benda itu mempunjai kekuasaan ghoib jang dapat mempengaruhi Keadaan anaknja.Dimintainja benda itu supaja kekuasaan gho'ibnja benda tadi menjembuhkan sakit anaknja. Adapula jang kerap kali djuga terdjadi, ialah waktu kedua orang tua dalam keadaan katjau dan bingung, didatangi oleh kawan atau saudaranja, kemudian disuruhnja minta kekubur anu atau kepada dukun fulan,Sehingga oleh karena Sangat inginanja lekas sembuh penjakit anaknja itu, dituratnjalah perintah teman atau saudaranja tadi. Oleh sebab perbuatan sjirk itu mudah mempengaruhi manusia.terlebih pula terhadap orang jang sedang katjau_ fikirannja, maka kaum Muslimin hendaklah awas mendjaga_ diri,djangan sampai terpengaruh oleh perbuatan sjirik jang mudah mempengaruhi manusia itu,ada 3 fatsal; jaitu Pertama: Sjitk kepada kuburan dan arwach orang2 mati. Kedua : '' '' benda atau barang2 angker. Ketiga : '' '' Dukun2. Dibawah inilah kami tjantumkan satu Persatu tentang ketiga djenis perbuatan sjirk itu, serta pula keterangan dan tjonto2nja.<noinclude></noinclude> nw05nmr6qizdj6qixhe94ae8ch4u7xp 320371 320370 2026-10-10T04:50:22Z Syarifah zaskia 1A 27784 320371 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Syarifah zaskia 1A" /></noinclude> -15- Musjrik mengambil djalan jang djauh dan salah. Sungguhpun demikian,kerap kali djaga kedjadian,orang tergelintjir masuk kedjalan sjirk itu,dengan tidak merasa bahwa dirinja telah masuk kedalam djalan jang salah itu: mitsalnja:Dua orang ibu dan ajah, mempunjai seorang anak jang sedang sakit,dimintanja pertolongan dokter untuk mengobati anaknja; akan tetapi walaupun telah minta pertolongan pada beberapa dokter,ternjata penjakit anaknja itu belum djuga sembuh,bahkan makin lama makin keras sakitnja. Bertambah hari tambah pula kechawatiran hati kedua orang tua itu, hingga makanpun tak teringat, tidur tak terpedjam rasanja, lesu dan letih badannja, katjau-balau fikiran keduanja.Dalam keadaan demkian itu mudahlah kedua orang itu tertarik hatinja kepada benda atau se- Sesuatu jang agak sedikit aneh dikira dan disangkanja, bahwa benda itu mempunjai kekuasaan ghoib jang dapat mempengaruhi Keadaan anaknja.Dimintainja benda itu supaja kekuasaan gho'ibnja benda tadi menjembuhkan sakit anaknja. Adapula jang kerap kali djuga terdjadi, ialah waktu kedua orang tua dalam keadaan katjau dan bingung, didatangi oleh kawan atau saudaranja, kemudian disuruhnja minta kekubur anu atau kepada dukun fulan,Sehingga oleh karena Sangat inginanja lekas sembuh penjakit anaknja itu, dituratnjalah perintah teman atau saudaranja tadi. Oleh sebab perbuatan sjirk itu mudah mempengaruhi manusia.terlebih pula terhadap orang jang sedang katjau fikirannja, maka kaum Muslimin hendaklah awas mendjaga_ diri,djangan sampai terpengaruh oleh perbuatan sjirik jang mudah mempengaruhi manusia itu,ada 3 fatsal; jaitu Pertama: Sjitk kepada kuburan dan arwach orang2 mati. Kedua : '' '' benda atau barang2 angker. Ketiga : '' '' Dukun2. Dibawah inilah kami tjantumkan satu Persatu tentang ketiga djenis perbuatan sjirk itu, serta pula keterangan dan tjonto2nja.<noinclude></noinclude> gc3qduunwazrdnhr1rw3pk9dsmqs1r6 320373 320371 2026-10-10T04:53:11Z Syarifah zaskia 1A 27784 320373 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Syarifah zaskia 1A" /></noinclude> -15- Musjrik mengambil djalan jang djauh dan salah. Sungguhpun demikian,kerap kali djaga kedjadian,orang tergelintjir masuk kedjalan sjirk itu,dengan tidak merasa bahwa dirinja telah masuk kedalam djalan jang salah itu: mitsalnja:Dua orang ibu dan ajah, mempunjai seorang anak jang sedang sakit,dimintanja pertolongan dokter untuk mengobati anaknja; akan tetapi walaupun telah minta pertolongan pada beberapa dokter,ternjata penjakit anaknja itu belum djuga sembuh,bahkan makin lama makin keras sakitnja. Bertambah hari tambah pula kechawatiran hati kedua orang tua itu, hingga makanpun tak teringat, tidur tak terpedjam rasanja, lesu dan letih badannja, katjau-balau fikiran keduanja.Dalam keadaan demkian itu mudahlah kedua orang itu tertarik hatinja kepada benda atau se- Sesuatu jang agak sedikit aneh dikira dan disangkanja, bahwa benda itu mempunjai kekuasaan ghoib jang dapat mempengaruhi Keadaan anaknja.Dimintainja benda itu supaja kekuasaan gho'ibnja benda tadi menjembuhkan sakit anaknja. Adapula jang kerap kali djuga terdjadi, ialah waktu kedua orang tua dalam keadaan katjau dan bingung, didatangi oleh kawan atau saudaranja, kemudian disuruhnja minta kekubur anu atau kepada dukun fulan,Sehingga oleh karena Sangat inginanja lekas sembuh penjakit anaknja itu, dituratnjalah perintah teman atau saudaranja tadi. Oleh sebab perbuatan sjirk itu mudah mempengaruhi manusia.terlebih pula terhadap orang jang sedang katjau fikirannja, maka kaum Muslimin hendaklah awas mendjaga_ diri,djangan sampai terpengaruh oleh perbuatan sjirik jang mudah mempengaruhi manusia itu,ada 3 fatsal; jaitu Pertama: Sjitk kepada kuburan dan arwach orang2 mati.Kedua : '' '' benda atau barang2 angker.Ketiga : '' '' Dukun2. Dibawah inilah kami tjantumkan satu Persatu tentang ketiga djenis perbuatan sjirk itu, serta pula keterangan dan tjonto2nja.<noinclude></noinclude> nv2u8yijj4x89nbmo2aa6bb8t9tykyh 320374 320373 2026-10-10T04:54:44Z Syarifah zaskia 1A 27784 320374 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Syarifah zaskia 1A" /></noinclude> -15- Musjrik mengambil djalan jang djauh dan salah. Sungguhpun demikian,kerap kali djaga kedjadian,orang tergelintjir masuk kedjalan sjirk itu,dengan tidak merasa bahwa dirinja telah masuk kedalam djalan jang salah itu: mitsalnja:Dua orang ibu dan ajah, mempunjai seorang anak jang sedang sakit,dimintanja pertolongan dokter untuk mengobati anaknja; akan tetapi walaupun telah minta pertolongan pada beberapa dokter,ternjata penjakit anaknja itu belum djuga sembuh,bahkan makin lama makin keras sakitnja. Bertambah hari tambah pula kechawatiran hati kedua orang tua itu, hingga makanpun tak teringat, tidur tak terpedjam rasanja, lesu dan letih badannja, katjau-balau fikiran keduanja.Dalam keadaan demkian itu mudahlah kedua orang itu tertarik hatinja kepada benda atau Sesuatu jang agak sedikit aneh dikira dan disangkanja, bahwa benda itu mempunjai kekuasaan ghoib jang dapat mempengaruhi Keadaan anaknja.Dimintainja benda itu supaja kekuasaan gho'ibnja benda tadi menjembuhkan sakit anaknja. Adapula jang kerap kali djuga terdjadi, ialah waktu kedua orang tua dalam keadaan katjau dan bingung, didatangi oleh kawan atau saudaranja, kemudian disuruhnja minta kekubur anu atau kepada dukun fulan,Sehingga oleh karena Sangat inginanja lekas sembuh penjakit anaknja itu, dituratnjalah perintah teman atau saudaranja tadi. Oleh sebab perbuatan sjirk itu mudah mempengaruhi manusia.terlebih pula terhadap orang jang sedang katjau fikirannja, maka kaum Muslimin hendaklah awas mendjaga_ diri,djangan sampai terpengaruh oleh perbuatan sjirik jang mudah mempengaruhi manusia itu,ada 3 fatsal; jaitu Pertama: Sjitk kepada kuburan dan arwach orang2 mati.Kedua : '' '' benda atau barang2 angker.Ketiga : '' '' Dukun2. Dibawah inilah kami tjantumkan satu Persatu tentang ketiga djenis perbuatan sjirk itu, serta pula keterangan dan tjonto2nja.<noinclude></noinclude> obruufx8fl7tkfa5qg4dgbosnlerkkv Halaman:154 Sapolewa, Seram.djvu/2 104 116300 320372 2026-10-10T04:52:36Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320372 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. SAPOLEWA: SERAM LIST''' {{multicol}} 1. nanam kwalai<br> 2. oeloei<br> 3. oeai<br> 4. oeai<br> 5. oeloei batoel<br>oeloei boeai<br> 6. boeah<br> 8. oeloei boeboei<br> 9. tělinai<br> 11. mata<br> 15. mata boeloei<br> 17. mata kwèlīnī<br> 18. īnoei<br> 20. īnoei ta'īnī<br> 21. asoei<br> 22. biroei<br> 25. biroei oesai<br> 27. biroe boeloei<br> 28. biroe boeloei<br> 29. tompèsi<br> 30. tompèsi<br> 31. me'ini<br> 32. Kakai<br> 34. nīsei oeel <1><br> 33/<br> 35. nīsei, niei (totolalei)<br> 37. tohola<br> 38. mokana<br> 41/<br> 42. soesoe<br> 45. soesoe matai<br> 46. soesoe<br> 48. { kinoe soesoeh<br>mole soesoeh<br> 50. loesoeĕ<br> 52. einboeah, boeah<br> 53. apoei<br> 54. tiaiboe 'īnī<br> 56. ta'īnī<br> 61. oesei<br> 62. oesei kwèlitě<br> {{multicol-break}}<br> 63. moelīnī<br> 66. sole boeboei<br> 68. akwène<br> 69. moeri <la><br> 70. moerialōi<br> 71. moeri matai<br> 72. kato<br> 73. tai (katoe)<br> 75. kētoe<br> 76. bo'īn tīa<br> 77. taboel batai<br> 78. tilale<br> 82. katoti<br> 83. katotile<br> 84. lelalē, a'īnī<br> 86. lēla lo'īnī<br> 87. àwàlàsèlě<br> 88. manteloei<br> 90. lēla loeei<br> 91. tiboeboei<br> 93. kasi<br> 94. lēla tēlai, ain tēlai<br> 95. limai, balai<br> 97. balai lo'īnī<br> 99. kèkai, kèkèlě<br> 100. balai sīoe'ī<br> 102. balai lalei<br> 105. balai oeboei<br> 107. tělīkīnī<br> 108. balai oeboei ēla<br> 109. balai oeboel tiloei<br> 110. balai oeboei talalē<br> 111. balai oeboei sělēoelē<br> 112. balai oeboei toně<br> 115. lolīnī<br> 116. lalakwè<br> 117. īsīnī <īsinē ?><br> 118. tamoe<br> 121. oesai {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> jvf4gcuzdg5f201wapbo75fhkutrzea Halaman:154 Sapolewa, Seram.djvu/3 104 116301 320375 2026-10-10T04:58:16Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320375 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 122. boeloei<br>{{gap}}boeah mau{{gap}} }<2><br> 123. boeloei<br> 124. kenatīle<br> 125. tò'èlě<br> 126. īwai līhī<br> 127. līhī nakwai<br> 128. kanē<br> 129. tiaī sèně<br> 130. kinoe<br> 131. měseli<br> 132. kamalakě<br> 133. pila<br> 134. pila<br> 137. lēloe<br> 138. moetoela tèlèwai<br> 139/<br> 140. kamani<br> 144. kèlèkě<br> 145. kēoe<br> 146. moetoeloe atakwama<br> 147. moetoeloe atakōboe<br> 148. moetoeloe<br> 149. roe'e<br> 150. roe'ě pīpī lelale<br> 151. roe'ě někwě lelale<br> 152. tatoe<br> 153. nasa<br> 154. soekoe<br> 156. sěmèrèkề<br> 157. moeroelī<br> 158. na'ai<br> 159. onaī sasa<br> 160. talai<br> 161. malī<br> 163. ranī<br> 165. makalīë<br> 166. līhī<br> 167. tôi<br> 169. màkwa<br> 170. koeboese<br> 172. hèkake {{multicol-break}} 173. kòlòbò<br> 174. mòtòla<br> 176. waba<br> 177. kwasoekoeloei<br> 182. mahai<br> 183. mata<br> 184. mata<br> 188. matalē<br> 191. koepoelě<br> 192. boenoei<br> 194. balakwatale<br> 196. oeane<br> 197. oeane taine, pòrò<br> 198. oeane boetai<br> 199. kera<br> 200. kērakei<br> 202. kētili <kětili ?><br> 203. oesīë (pòrò)<br> 205. moesoe<br> 207. tīaboeīnī <tīa boeīnī?> kēra<br> 209. lalei koeloesoe<br> 210. kwatē titanoesa <3><br> 214. boesale<br> 219. oeloe boeah kēra<br> 220. moekoera<br> 222. měnoba<br> 223. mahoemoei<br> 224. lelalě koese <4><br> 225. moekoera<br> 227. mòmò'oeně<br> 228. pòpòle, totoe 'īle<br> 229. mata polale<br> 231. mata hēlě<br> 232. misē<br> 234. aikwatai (makamaoe)<br> 235. toekane<br> 236. sia sia<br> 237. tamata<br> 238. tamata<br> 239. nalaně<br> 240. nasèlènǎ<br> 241. manoekwai {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 75d34ifbmnoxcx86slk3vb3epx0k09v Halaman:154 Sapolewa, Seram.djvu/4 104 116302 320376 2026-10-10T05:01:37Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320376 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 242. bina<br> 243. manoekwai<br> 244. toelale, neli<br> 243/<br> 244. toelale<br> 245. bīna<br> 246. īnalī<br> 248/<br> 249. beloekě<br> 250. kwětě manoekwai<br> 252. kwětě bina<br> 255. amátě<br> 256. inatě<br> 257. ana menai<br> 258. ana moelini<br> 257/<br> 258. kwètèle <5><br> 261. akwanai manoekwai<br> 262. akwanai bina<br> 263. oepoekoe manoekwai<br> 264. oepoekoe bina<br> 266. ōsīnī<br> 267. pīōpaoe<br> 268. bētai manoekwai<br> 269. bētai bina<br> 270/<br> 271. bētai mēna<br> 272/<br> 273. bētai tělale <6><br> 274. oepoel tòně<br> 275. amatě<br> 276. mèmè<br> 277. amakoe memena<br> 278. amakoe tělale<br> 281/<br> 279. inakoe memena<br> 280. inakoe tělale<br> 277-<br> 280. <7><br> 282. inatě <8><br> 295. kwali <9><br> 296. bētai<br> 297. taoeli<br>{{gap}}malamaite }<10> {{multicol-break}} 299. ana mamaitě<br> 300. bina bēloe<br> 302/<br> 303. ana lalaně<br> 304. ama maka'òta<br> 305. ana maka'òta<br> 306-<br> 309. sau<br> 310/<br> 314. sau<br> 315. kwalītōi <11><br> 316. kwalītoi mò<br> 317. amanoekwai<br> 318. bīna <12><br> 320. sopate, loema tōini<br> 324. loake oeka lomai<br>{{gap}}roeë kai lomai<br> 326. hena<br> 327. hena inai<br> 329. hena<br> 330. noesa to'ině<br> 331. toekane<br> 332. salate <13><br> 333. <14><br> 334. kajoe koeasa <15><br> 338. tana<br> 339. barana <16><br> 340. koeasa misē <17><br> 341. koeasa makaboenoe <18><br> 343/<br> 344. liba<br> 345. Lanite lahatalla <19><br> 347. sopa, kotië<br> 353. soelate<br> 356. loeloe<br> 358. mareoene<br> 359. maroe<br> 362.<br> 363. <20><br> 364.<br> 365. hēna toīně<br> 366. noesa hitoe<br> 367. misē {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> trs789luvpe11o4it445r2ai76bdkyz Halaman:154 Sapolewa, Seram.djvu/5 104 116303 320377 2026-10-10T05:18:56Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320377 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 368. tosa<br> 370. pamali<br> 371. mauwing <21><br> 377. baeleo<br> 378. latoe<br> 379. pati<br> 380. tamaela, orang toea<br> 381. kapitan<br> 382. momoli lalei<br> 386. hena oepoei<br> 389. elak elak<br> 390. alahita <alah ita ?><br> 391. moetoene<br> 392. silaka, sò'oe<br> 396. atatě, naoenaně <naoenanë ?><br> 397. hoholoeně, nenoeně<br> 399. soepoe so'o<br> 400. rera<br> 401. saksi<br> 402. so'o, hoekkoemě<br> 407/<br> 408. roeë kiloema<br> 410. kèsè, hela<br> 411. harta <22><br> 412. taloe so oeka roeë kiloema<br> 414. bītīana<br> 415. měkekoe<br> 416. bina lalane<br> 420. ole latoei <23><br> 421. tibale <24><br> 424. loehoe<br> 426. kokane<br> 427. <25><br> 428. mala<br> 430. alaha alaha<br> 432. kělema<br> 433. kasi<br> 437. loema<br> 438. toepoe 440. boelène batai 441. ati<br> 442. loema ole<br> {{multicol-break}}<br> 446. asakwe<br> 449. metoe<br> 453. elane boeai<br> 454. elane<br> 456/<br> 457. sosale<br> 458. lèse <lise ?> ai sīnītī<br> 459. lèsè <lisè ?> sosale<br> 458/<br> 459. lèsète <lisète ?> <26><br> 461. līlī<br> 465. hihiti<br>{{gap}}niamoe toeloela<br> 468. paile<br> 469. kanoeloe<br> 470. nianě lalei<br> 472. labatita<br> 473. labakane, kalatane<br>{{gap}}<kalotane ?><br> 474. sīlīèně<br> 475. aoeë<br> 476. kotoeë<br> 477. boetoek aoeë<br> 478. boenoe aoeë<br> 482. kwè'īnī<br> 483. aoeë tonoei<br> 484. ai<br> 485. sosoe kalane<br> 486. boenoe<br> 487. loema lalei<br> 489. bakoe senītī<br> 493. kawalé <kawalē ?> <27><br> 494. kawalé <kawalē ?> <27><br> 495. kawalé <kawalē ?> <27><br> 496. kawalè <kawalē ?> <27><br> 497. pikaně<br> 498. pika oba<br> 499. Oba inai<br>{{gap}}Oba toekoene}{{gap}} <28><br> 501-<br> 503. pikaně<br> 505. sari anai<br> 506. sari oeloei<br> 507. kīlīsě {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 4kf3ugxv4mzg7607uta5l6evnu31kr0 320378 320377 2026-10-10T05:19:12Z Thersetya2021 15831 320378 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 368. tosa<br> 370. pamali<br> 371. mauwing <21><br> 377. baeleo<br> 378. latoe<br> 379. pati<br> 380. tamaela, orang toea<br> 381. kapitan<br> 382. momoli lalei<br> 386. hena oepoei<br> 389. elak elak<br> 390. alahita <alah ita ?><br> 391. moetoene<br> 392. silaka, sò'oe<br> 396. atatě, naoenaně <naoenanë ?><br> 397. hoholoeně, nenoeně<br> 399. soepoe so'o<br> 400. rera<br> 401. saksi<br> 402. so'o, hoekkoemě<br> 407/<br> 408. roeë kiloema<br> 410. kèsè, hela<br> 411. harta <22><br> 412. taloe so oeka roeë kiloema<br> 414. bītīana<br> 415. měkekoe<br> 416. bina lalane<br> 420. ole latoei <23><br> 421. tibale <24><br> 424. loehoe<br> 426. kokane<br> 427. <25><br> 428. mala<br> 430. alaha alaha<br> 432. kělema<br> 433. kasi<br> 437. loema<br> 438. toepoe 440. boelène batai 441. ati<br> 442. loema ole {{multicol-break}} 446. asakwe<br> 449. metoe<br> 453. elane boeai<br> 454. elane<br> 456/<br> 457. sosale<br> 458. lèse <lise ?> ai sīnītī<br> 459. lèsè <lisè ?> sosale<br> 458/<br> 459. lèsète <lisète ?> <26><br> 461. līlī<br> 465. hihiti<br>{{gap}}niamoe toeloela<br> 468. paile<br> 469. kanoeloe<br> 470. nianě lalei<br> 472. labatita<br> 473. labakane, kalatane<br>{{gap}}<kalotane ?><br> 474. sīlīèně<br> 475. aoeë<br> 476. kotoeë<br> 477. boetoek aoeë<br> 478. boenoe aoeë<br> 482. kwè'īnī<br> 483. aoeë tonoei<br> 484. ai<br> 485. sosoe kalane<br> 486. boenoe<br> 487. loema lalei<br> 489. bakoe senītī<br> 493. kawalé <kawalē ?> <27><br> 494. kawalé <kawalē ?> <27><br> 495. kawalé <kawalē ?> <27><br> 496. kawalè <kawalē ?> <27><br> 497. pikaně<br> 498. pika oba<br> 499. Oba inai<br>{{gap}}Oba toekoene}{{gap}} <28><br> 501-<br> 503. pikaně<br> 505. sari anai<br> 506. sari oeloei<br> 507. kīlīsě {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> sjiwgf5j0jlxr7mftheuv280rdfsiuc Halaman:154 Sapolewa, Seram.djvu/6 104 116304 320379 2026-10-10T05:26:07Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320379 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 508. sari ōlě<br> 509. soa oeloei<br> 510. lima tinai<br> 511. sisitě <29><br> 513. <30><br> 514. <31><br> 517. isī, petane<br> 519. losi, pakoe niai<br> 520. pēti<br> 522. oelèně<br> 524. sělau<br> 525-<br> 527. moa<br> 528. moa<br> 529. soeba èle<br> 530. pala, asake<br> 534. manane<br> 535. bera lalane<br> 536. <32><br> 537. oetaně lo'ině<br> 539. oetaně, akalaline<br> 540. měsekile<br> 541. ianě <33><br> 544. hala mamatane<br> 545. hala mamasane<br> 543-<br> 545. hala <34><br> 546. hala<br> 547. hala a'ine<br> 548. oemoeli, boelini<br> 549. loema halā<br> 550. lèsoeně<br> 551. aloe boeal<br> 553. kililině<br> 554. oetoeli, lawoeli<br> 555. lèlè<br> 561. boeboele<br> 563. tasië<br> 565. saliwa, obitě<br> 567. lapai, kata<br> 569/<br> 570. lapoeně<br> 571/<br> 572. jalobane {{multicol-break}} 573. soeloete<br> 576. sapoekoe<br> 577/<br> 578. kolopo eta eta<br> 579. bobale, liti<br> 580. liti lelale, sintala<br> 582. poeane<br> 583. poeane<br> 586. tèntiante noeroei<br> 588. kwani<br> 593. bita kanoeně<br> 594-<br> 597. lopoe<br> 600. nana<br> 601. boelimekoetě<br> 602. mekoete<br> 603. aba batoel<br> 605. kakèlě<br> 606. kakè tetoele<br> 608. sari oeloei<br> 609. sari si loema<br> 611. 01<br> 612. boeboelètě <35><br> 613. boesoele<br> 614. kwèliti, lènètě<br> 615. lamē isině<br> 616. <36><br> 617. akwène<br> 620. bola<br> 621. meoeně<br> 622. pindoloe<br> 623. roenoe<br> 626. alahita<br> 627. omině<br> 628. pesoa<br> 629. tètèoeloe<br> 630. amisèke loemai<br> 631. kota<br> 634. sòlò oeloei<br> 635. moetoeně, lesi<br> 636. kerikě, nohokě<br> 639. tolekaseaně, holomate<br> 637. matitale {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 6boz9m5e8qvsnh3mfp05rn7bo113upz Halaman:154 Sapolewa, Seram.djvu/7 104 116305 320380 2026-10-10T05:31:16Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320380 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 640. bea<br> 645. soane, makarawa<br> 650. <37><br> 651. <37><br> 652. tankole siniti<br> 653. melinoe<br> 655. melinoe hala<br> 657. soelèně<br> 659. palisě, hele<br> 660. tananele<br> 662/<br> 663. rawa<br> 664. moela<br> 665. atanane<br> 668. kwape<br>{{gap}}pilisi }<38><br> 669. opole, mamata<br> 671. loepoekě bini<br> 672. loikě<br> 674. kilatě, sèsèlě<br> 677. koeboeě, kabebi<br> 679. pipinoe<br> 681. pakoe <39><br> 682. teboe<br> 683. koeboeĕ<br> 684. bawane<br> 685. toekoene<br> 686. inane<br> 688. kasabi<br> 690. malisa<br> 691. nikwèle a'ine<br> 692. nikwèle boeai<br> 695. makwa<br> 696. poelèně<br> 697. toea<br> 698. nakwa<br> 701. nasoe<br> 702. ikane<br> 703. pia a'ine<br> 704. pia<br> 706. kapoesě<br> 707. sesěmoni {{multicol-break}} 708. pota pota<br> 709. naka kōta<br> 711. toelèně<br> 712. oemoekèlě, loetoeně<br> 713. lasètě<br> 716. tema, oeri<br> 717. tema pai, oeri pai<br> 720. moesi kakane<br> 721. moesi kakane<br> 722. moesi meite<br> 728. lòpònë, asai<br> 731. poetilě<br> 732. <40><br> 733. tenině toeboei<br>{{gap}}tenině bokotě<br> 734. a'ine<br> 737. lea saleně<br> 739/<br> 740. sanali<br> 741. oeteti<br> 742. oeseli<br> 743. lamoeti<br> 746. lo'ini<br> 748. oesale<br> 750. kwèlině<br> 752. soi, boea<br> 753. kamoe<br> 754. litei, moeloetě<br> 755. kalaně<br> 757. toeboei<br> 758. boena, oerei<br> 759. boeal<br> 761. oesai<br> 763. inali<br> 764. isini<br> 765. oenoeli, boelini<br> 766. le'itě, kwakilě<br> 770/<br> 771. toepoeaně<br> 772. poetoeně, palatě<br> 773. lakale<br> 774. pinatane<br> 775. <41> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> bmt5h6gtowr60rbanzi8vuy75r83fwv Halaman:154 Sapolewa, Seram.djvu/8 104 116306 320381 2026-10-10T05:51:50Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320381 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 778. aloei<br> 779. lelale <lolale ?><br> 780. tělikini<br> 781. tělikini<br> 786. balai kiwiti<br> 787. boeloei<br> 789. loema, benai<br> 790. teloe'i<br> 794. baboe<br> 796. apale<br> 797. raoe<br> 809. maralane<br> 811. asoe<br> 812. loelèkě, èlě<br> 813. maoe, latoe<br> 814. raoe<br> 823. kasawali<br> 824. aboene<br>{{gap}}oemoela }<42><br> 827. manoeë anai<br> 828. manoeë bata<br> 830. manoee toelale<br> 831. toetoe lomai, tehe lomai<br> 826-<br> 831. manoeë<br> 834. kwe'oewe<br> 835. sisi<br> 843. měnikilě<br> 844. manoeē <manoeë ?><br> 846. boemètě<br> 847. saloene, ahaneli<br> 851. malabakwě<br> 852. kokokwe<br> 853. <43><br> 861. jalině<br> 864. iahali<br> 865. moeloe<br> 866. toemakwe<br> 869. oetoe teloei<br> 870. oetoe<br> 871. lawa<br> 872. lalei {{multicol-break}} 877. mōmoelě<br> 878. palaène<br> 879. palaène inai<br> 881. kwaoewě<br> 884. kwatèně <44><br> 886. niakwe <45><br> 887. niakwe tola <45><br> 888. lianě<br> 891. biale<br> 892. mitale<br> 893. kilikoe<br> 894. patoe oesai<br> 896. lole<br> 898. mělawa kèkèlě<br> 899. saoekwala<br> 900. boekwala<br> 901. poponě<br> 902. henoe<br> 903. toeniai<br> 905. lanitě<br> 906. leamatai<br> 907. lematai hali<br> 908. boelane<br> 910. boelane<br> 911. boelane hali<br> 912. kamale<br> 917. isaboe<br> 919. oelane<br> 920. kěmale tilině<br> 921. meka<br> 923. tabalakwě<br> 924. těla, moeroelě<br> 927. isoe<br> 928. sanoetě<br> 929. sanoetě ela<br> 930. kwèlě<br> 931. me'tiĕ<br> 932. mōti<br> 934. penoe<br> 935. kohoeě<br> 936. kohoeě loeloe<br> 937. nama, sòkati {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 17q5i863r3rlncvlfbq50fd9yk6dp53 Halaman:154 Sapolewa, Seram.djvu/9 104 116307 320382 2026-10-10T05:54:06Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320382 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 938. lajoeloei<br> 942. kamalaně<br> 943. hena<br> 944. noesa<br> 946. tetoei<br> 947. oelatě nanoe<br> 948. oelatě<br> 950. moesoe saleně<br> 951. latalĕ<br> 952. kweoeně<br> 955. ajoewe, ajela lalei<br> 957. měnoendoele<br> 959. lalane<br> 960. o'oele, tona taini<br> 961. lela <br>{{gap}}aine } lakwai<br> 962. ote, lelenǎ<br> 963. kwèle<br> 964. titaně<br> 965. sela kwèlě<br>{{gap}}loeloe sakě<br> 966. loeloe lolau<br> 967. bolai, oeloei<br> 968. bèlèně<br> 969. batoe<br> 970. tapèlě<br> 971. oeme<br> 973. pesi<br> 976. salakě<br> 977. boelakwane<br> 979. soepoekai<br> 989. kasai<br> 991. onolale lomai<br>{{gap}}ranalale lomai<br> 992. oekai amisèke lomai<br> 993. amisèke lomai<br> 994. kinoe kwate<br> 995. lakana<br> 999. loe'iě, aranaike<br> 1000. atabali lomai<br> 1001. tōkō elakě <46><br>{{gap}}tōkō toně<br> 1002. asale {{multicol-break}} 1003. bělakane<br> 1004. těnei lakana<br> 1005. laloeně<br> 1007. belini<br> 1008. moetoeně<br> 1009. loeki<br> 1010. sabe<br> 1011. mahalě<br> 1012. moeta, maoe<br> 1013. beli tetoei<br> 1014. koti beli tetoei<br> 1015. seli<br> 1016. abeli<br> 1017/<br> 1018. ambiti<br> 1019. toekale, ahaneli<br> 1020. pola bēlině<br> 1021. bètèkě bělině<br> 1022. tati belině<br> 1025. beoelě<br> 1026. <47><br> 1029/<br> 1030. kapal<br>{{gap}}kapal alahita<br> 1031. kapal aoewě<br> 1032. isikoeri<br> 1033. soa<br> 1035. laile aini<br> 1037. sopa<br> 1038. lehitě<br> 1040. sali siniti<br> 1041/<br> 1042. těnipatě, sai<br> 1043. sai<br> 1050. roeane<br> 1051. nama<br> 1052. letai<br> 1060. roeboe<br> 1061. ela<br> 1062. eto'ë<br> 1063. nanoe<br> 1064. takwali<br> 1065. roko {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 7yqhdy3omcnss9qmkefy9wlmkzciaz9 Halaman:154 Sapolewa, Seram.djvu/10 104 116308 320383 2026-10-10T05:58:41Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320383 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1066. takwali mo<br> 1067. mōkōpa<br> 1068. pěteloe<br> 1070. emini<br> 1071. mōkoekoe<br> 1072-<br> 1074. minate<br> 1075. nana kwalai moetoli<br> 1076. morokone<br> 1079. maoe<br> 1080/<br> 1081. kělala<br> 1082. asōmi, mōkō<br> 1083/<br> 1084. nanoe<br> 1085/<br> 1086. nanoe mo<br> 1087. nanoe<br> 1088. roko<br> 1089. moetoli<br> 1090. bosoe, kōkōle<br> 1096. pitakě<br> 1097. atalèlě<br> 1098. metine<br> 1101. kěbere<br> 1102. moeta<br> 1104/<br> 1105. moesoe<br> 1106/<br> 1107. miliri<br> 1109/<br> 1110. meloli<br> 1112. pěsaki<br> 1113. tibati<br> 1115. kètèkě <kètèkǎ ?><br> 1116. lolora<br> 1117. kitili<br> 1118. pehake<br> 1119. toelale<br> 1121. mĕnoso<br> 1125. měseki, měmala<br> 1127. pōpōta, ĕmbosi<br> 1130. mise<br> {{multicol-break}}<br> 1132-<br> 1135. mōlōpi, měnea<br> 1136-<br> 1139. tiai<br> 1142. boe'ini<br> 1143. penoe<br> 1150. moetoea<br> 1152. beloeke<br> 1153. beloeke<br> 1154. piatoe, malōkōne<br> 1156. moeta<br> 1159. papai<br> 1160. metekwa<br> 1161. moesoemo<br> 1162. makalinoe<br> 1163. makati<br> 1164. mela<br> 1166. mokoto<br> 1167. poeti<br> 1168. metě<br> 1169. lala <48><br> 1170. lala<br> 1171. poro<br> 1172. malai<br> 1173. malai<br> 1174. nikwa<br> 1175. soepoe<br> 1176. tolai<br> 1179. ranai<br> 1180. ranai<br> 1193. rekwa<br> 1194. nèhèkě, alaha<br> 1195. tēkwa<br> 1196. nětě<br> 1197. sīlīkě lalai<br> 1198. boenīkě lalai<br> 1199. měnakoe<br> 1200. mělèně<br> 1201. lēpa beilalei<br> 1202. lēpa<br> 1203. kapata<br> 1206. kòti {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 6djl1tnstlahylcy4e3dwklx8miadv2 320384 320383 2026-10-10T05:59:09Z Thersetya2021 15831 320384 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1066. takwali mo<br> 1067. mōkōpa<br> 1068. pěteloe<br> 1070. emini<br> 1071. mōkoekoe<br> 1072-<br> 1074. minate<br> 1075. nana kwalai moetoli<br> 1076. morokone<br> 1079. maoe<br> 1080/<br> 1081. kělala<br> 1082. asōmi, mōkō<br> 1083/<br> 1084. nanoe<br> 1085/<br> 1086. nanoe mo<br> 1087. nanoe<br> 1088. roko<br> 1089. moetoli<br> 1090. bosoe, kōkōle<br> 1096. pitakě<br> 1097. atalèlě<br> 1098. metine<br> 1101. kěbere<br> 1102. moeta<br> 1104/<br> 1105. moesoe<br> 1106/<br> 1107. miliri<br> 1109/<br> 1110. meloli<br> 1112. pěsaki<br> 1113. tibati<br> 1115. kètèkě <kètèkǎ ?><br> 1116. lolora<br> 1117. kitili<br> 1118. pehake<br> 1119. toelale<br> 1121. mĕnoso<br> 1125. měseki, měmala<br> 1127. pōpōta, ĕmbosi<br> 1130. mise {{multicol-break}} 1132-<br> 1135. mōlōpi, měnea<br> 1136-<br> 1139. tiai<br> 1142. boe'ini<br> 1143. penoe<br> 1150. moetoea<br> 1152. beloeke<br> 1153. beloeke<br> 1154. piatoe, malōkōne<br> 1156. moeta<br> 1159. papai<br> 1160. metekwa<br> 1161. moesoemo<br> 1162. makalinoe<br> 1163. makati<br> 1164. mela<br> 1166. mokoto<br> 1167. poeti<br> 1168. metě<br> 1169. lala <48><br> 1170. lala<br> 1171. poro<br> 1172. malai<br> 1173. malai<br> 1174. nikwa<br> 1175. soepoe<br> 1176. tolai<br> 1179. ranai<br> 1180. ranai<br> 1193. rekwa<br> 1194. nèhèkě, alaha<br> 1195. tēkwa<br> 1196. nětě<br> 1197. sīlīkě lalai<br> 1198. boenīkě lalai<br> 1199. měnakoe<br> 1200. mělèně<br> 1201. lēpa beilalei<br> 1202. lēpa<br> 1203. kapata<br> 1206. kòti {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> m20inra6rbofhohit7ekwv3h6y38egl Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/37 104 116309 320385 2026-10-10T07:50:51Z Tegar Adi Pranata 27732 /* Telah diuji baca */ 320385 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tegar Adi Pranata" /></noinclude> ,,Itoe pengharapan saja; Wat-son, itoe pengharapan saja," ka-ta Holmes dengan soenggoeh-soenggoeh. Salah soeatoe tipoe telah diréka orang bagi perem-poean itoe, dan wadjib kita mendjaga, soepaja ia djangan terganggoe didalam perdjalanan-nja jang achir ini. Saja pikir, Watson, kita haroes pergi ber-sama-sama kesana pada pagi hari Sabtoe itoe, akan mendjaga, soepaja berhasil pekerdjaan kita." Saja mengakoe, bahwa perka-ra itoe saja pandang soelit sekali. Roepanja kepadakoe, perkara itoe lebih gandjil dari pada ber-bahaja. Tentang perkara seorang laki-laki menantikan seorang pe-rempoean jang amat élok dan mengedjar dia, itoe tiada pelik benar; tetapi kini boekan sadja ia tiada berani akan mendekati perempoean.itoe, tetapi lari djoe-ga, djika didekati oléh anak gadis itoe; djadi tentoe ia boe-kan seorang penjerang jang ber-bahaja. Bangsat Woodley itoe lain sekali halnja. Akan tetapi tiada poela mengganggoe perem-poean itoe. Dan sekarang ia datang keroemah Carruthers de-ngan tiada memperhatikan, bah.. wa anak perawan itoe ada disi-toe. Tentoe sadja orang laki-laki jang berkeréta angin itoe seorang anggota perkoempoelan, jang da-tang berhimpoen keroemah itoe sekali sepekan, sebagaimana di-katakan oleh orang kedai mi-noem-minoeman itoe. Akan tetapi siapa dia dan apa kehendaknja, itoc tiada ketahoean. Itoelah jang sangat dipikirkan oléh Holmes. Dan ia memasoekkan pistol ke-dalam kotjéknja sebeloem kami berangkat itoe. Oléh karena itoe terasa oléh saja, bahwa dalam segala kedjadian jang gandjil itoe, nistjaja ada djoega tersem-boenji soeatoe perkara jang akan menjedihkan hati. Hal itoe akan njata djoega achir kelaknja. Malam hari hoedjan, tetapi pagi-pagi keesokan harinja élok dan tjerah sekali. Boenga-boenga-an semerbak baoenja dihidoeng kami. Dan semak beloekar itoe--poen teramat indah pada peman-dangan kami. Ja, amat senang hati kami melihatnja. Holmes dan saja berdjalan sepandjang djalan jang berpasir dan lébar itoe. Hawa pagi jang sedjoek itoe melapangkan dada kami. Dan sekeliling kami berboenji dan bersioellah boeroeng-boe-roeng dengan riang dan soekanja. Pada soeatoe bagian djalan itoe, jang tinggi, kelihatanlah oléh kami roemah lama (toea) itoe terletak ditengah-tengah pohon-pohon djati, jang sesoenggoehnja telah toea, tetapi lebih moeda roepanja dari pada roemah jang dikelilinginja itoe. Holmes me-noendjoek kedjalan itoe, jang berkélok-kélok dan berbelit-belit sebagai soeatoe baris jang koe-ning moeda dipadang roempoet itoe. Djaoeh dari sitoe tampaklah titik hitam, jaïtoe seboeah kahar, jang datang menoedjoe kepada kami. Roepanja Holmes ta' dapat lagi menahan hatinja jang koe-rang sabar itoe. ,,Menoeroet perhitoengan saja, kita akan terdahoeloe setengah djam dari pada mestinja," kata-nja. Akan tetapi sekarang Kalau itoe keréta anak gadis itoe, nistjaja ia telah berangkat dengan keréta jang lebih pagi lagi. Saja koeatir, Watson, ka-lau-kalau ia telah melaloei Char-lington, sebeloem kita sampai kedekatnja." Sesoedah itoe kami ta' dapat lagi melihat kahar itoe. Akan tetapi kami bersegera benar-be-nar, sehingga saja jang tiada pernah bekerdja, berasa lelah dan letih soedah. Achirnja sa-ja terpaksa tinggal dibelakang. Akan tetapi Holmes ta' berasa lelah roepanja. Langkahnja se-laloe tetap, koeat dan tjepat, se-hingga ia terdahoeloe dari pada saja kira-kira seratoes meter. Akan tetapi tiba-tiba ia berhenti dan tampak oléh saja, betapa ia mengangkatkan tangannja keatas dengan poetoes asa. Sebentar itoe djoega kelihatanlah seboeahkahar jang kosong, dilarikan oléh seékor koeda jang terke-djoet, pada kélok djalan itoe dan menoedjoe kepada kami dengan kentjang. Tali lésnja tersérét di-tanah. ,,Terlambat, Watson, terlam-bat," seroe Holmes, sedang saja terengah-engah datang kepada-nja. Pandir saja ini, tiada ber-angkat dengan keréta jang lebih pagi itoe. Ini perkara penting, melarikan orang, atau pemboe-noehan, barangkali lebih ngeri lagi! Peganglah koeda itoe! Ba-goes. Dan sekarang naiklah kea-tas kahar itoe dan tjobalah be-toeli kesalahan saja itoe." Kami melompat kedalam kahar itoe, Holmes berpoetar mentjar:-boek koeda itoe maka koeda itoepoen berlari dengan ken-tjangnja. Ketika kami mengélok disoedoet djalan itoe, saja pe-ganglah tangan Holmes serta berseroe: ,,Itoelah orang itoe." Maka orang jang berkeréta angin itoepoen datang kepada kami. Kepalanja ditoendoekkan-nja dan pada sikapnja njata kepada kami, bahwa ia beroesaha hendak madjoe. Ia terbang se-perti anak patjoean. Dengan sekonjong-konjong diangkatnja kepalanja dan njata, bahwa ka-mi telah dekat kepadanja. la berhenti dan melompat dari ke-réta anginnja. Tjambangnja jang hitam itoe tiada berbandingan sekali-kali dengan moekanja jang poetjat itoe. Matanja berkilat-kilat, seolah-olah ia kena demam. Ia memandang kepada kami dan kepada kahar. Kemoedian terbit-lah kehéranan pada matanja. ,,Hai, kawan! Berhentilah!" seroenja, seraja membelintangkan keréta anginnja didjalan. „Dari mana toean-toean ambil kahar ini? Berhentilah, kawan!" kata-nja dengan geram, serta menge-loearkan pistolnja. Tahan koe-da itoe, kalau tidak koetémbak kepalanja." 107<noinclude></noinclude> pzxuh32g9dx9ekqm79zn4a3rohv9dct 320386 320385 2026-10-10T07:52:18Z Tegar Adi Pranata 27732 /* Telah diuji baca */ 320386 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tegar Adi Pranata" /></noinclude> ,,Itoe pengharapan saja; Wat-son, itoe pengharapan saja," ka-ta Holmes dengan soenggoeh-soenggoeh. Salah soeatoe tipoe telah diréka orang bagi perem-poean itoe, dan wadjib kita mendjaga, soepaja ia djangan terganggoe didalam perdjalanan-nja jang achir ini. Saja pikir, Watson, kita haroes pergi ber-sama-sama kesana pada pagi hari Sabtoe itoe, akan mendjaga, soepaja berhasil pekerdjaan kita." Saja mengakoe, bahwa perka-ra itoe saja pandang soelit sekali. Roepanja kepadakoe, perkara itoe lebih gandjil dari pada ber-bahaja. Tentang perkara seorang laki-laki menantikan seorang pe-rempoean jang amat élok dan mengedjar dia, itoe tiada pelik benar; tetapi kini boekan sadja ia tiada berani akan mendekati perempoean.itoe, tetapi lari djoe-ga, djika didekati oléh anak gadis itoe; djadi tentoe ia boe-kan seorang penjerang jang ber-bahaja. Bangsat Woodley itoe lain sekali halnja. Akan tetapi tiada poela mengganggoe perem-poean itoe. Dan sekarang ia datang keroemah Carruthers de-ngan tiada memperhatikan, bah.. wa anak perawan itoe ada disi-toe. Tentoe sadja orang laki-laki jang berkeréta angin itoe seorang anggota perkoempoelan, jang da-tang berhimpoen keroemah itoe sekali sepekan, sebagaimana di-katakan oleh orang kedai mi-noem-minoeman itoe. Akan tetapi siapa dia dan apa kehendaknja, itoc tiada ketahoean. Itoelah jang sangat dipikirkan oléh Holmes. Dan ia memasoekkan pistol ke-dalam kotjéknja sebeloem kami berangkat itoe. Oléh karena itoe terasa oléh saja, bahwa dalam segala kedjadian jang gandjil itoe, nistjaja ada djoega tersem-boenji soeatoe perkara jang akan menjedihkan hati. Hal itoe akan njata djoega achir kelaknja. Malam hari hoedjan, tetapi pagi-pagi keesokan harinja élok dan tjerah sekali. Boenga-boenga-an semerbak baoenja dihidoeng kami. Dan semak beloekar itoe--poen teramat indah pada peman-dangan kami. Ja, amat senang hati kami melihatnja. Holmes dan saja berdjalan sepandjang djalan jang berpasir dan lébar itoe. Hawa pagi jang sedjoek itoe melapangkan dada kami. Dan sekeliling kami berboenji dan bersioellah boeroeng-boe-roeng dengan riang dan soekanja. Pada soeatoe bagian djalan itoe, jang tinggi, kelihatanlah oléh kami roemah lama (toea) itoe terletak ditengah-tengah pohon-pohon djati, jang sesoenggoehnja telah toea, tetapi lebih moeda roepanja dari pada roemah jang dikelilinginja itoe. Holmes me-noendjoek kedjalan itoe, jang berkélok-kélok dan berbelit-belit sebagai soeatoe baris jang koe-ning moeda dipadang roempoet itoe. Djaoeh dari sitoe tampaklah titik hitam, jaïtoe seboeah kahar, jang datang menoedjoe kepada kami. Roepanja Holmes ta' dapat lagi menahan hatinja jang koe-rang sabar itoe. ,,Menoeroet perhitoengan saja, kita akan terdahoeloe setengah djam dari pada mestinja," kata-nja. Akan tetapi sekarang Kalau itoe keréta anak gadis itoe, nistjaja ia telah berangkat dengan keréta jang lebih pagi lagi. Saja koeatir, Watson, ka-lau-kalau ia telah melaloei Char-lington, sebeloem kita sampai kedekatnja." Sesoedah itoe kami ta' dapat lagi melihat kahar itoe. Akan tetapi kami bersegera benar-be-nar, sehingga saja jang tiada pernah bekerdja, berasa lelah dan letih soedah. Achirnja sa-ja terpaksa tinggal dibelakang. Akan tetapi Holmes ta' berasa lelah roepanja. Langkahnja se-laloe tetap, koeat dan tjepat, se-hingga ia terdahoeloe dari pada saja kira-kira seratoes meter. Akan tetapi tiba-tiba ia berhenti dan tampak oléh saja, betapa ia mengangkatkan tangannja keatas dengan poetoes asa. Sebentar itoe djoega kelihatanlah seboeahkahar jang kosong, dilarikan oléh seékor koeda jang terke-djoet, pada kélok djalan itoe dan menoedjoe kepada kami dengan kentjang. Tali lésnja tersérét di-tanah. ,,Terlambat, Watson, terlam-bat," seroe Holmes, sedang saja terengah-engah datang kepada-nja. Pandir saja ini, tiada ber-angkat dengan keréta jang lebih pagi itoe. Ini perkara penting, melarikan orang, atau pemboe-noehan, barangkali lebih ngeri lagi! Peganglah koeda itoe! Ba-goes. Dan sekarang naiklah kea-tas kahar itoe dan tjobalah be-toeli kesalahan saja itoe." Kami melompat kedalam kahar itoe, Holmes berpoetar mentjar:-boek koeda itoe maka koeda itoepoen berlari dengan ken-tjangnja. Ketika kami mengélok disoedoet djalan itoe, saja pe-ganglah tangan Holmes serta berseroe: ,,Itoelah orang itoe." Maka orang jang berkeréta angin itoepoen datang kepada kami. Kepalanja ditoendoekkan-nja dan pada sikapnja njata kepada kami, bahwa ia beroesaha hendak madjoe. Ia terbang se-perti anak patjoean. Dengan sekonjong-konjong diangkatnja kepalanja dan njata, bahwa ka-mi telah dekat kepadanja. la berhenti dan melompat dari ke-réta anginnja. Tjambangnja jang hitam itoe tiada berbandingan sekali-kali dengan moekanja jang poetjat itoe. Matanja berkilat-kilat, seolah-olah ia kena demam. Ia memandang kepada kami dan kepada kahar. Kemoedian terbit-lah kehéranan pada matanja. ,,Hai, kawan! Berhentilah!" seroenja, seraja membelintangkan keréta anginnja didjalan. „Dari mana toean-toean ambil kahar ini? Berhentilah, kawan!" kata-nja dengan geram, serta menge-loearkan pistolnja. Tahan koe-da itoe, kalau tidak koetémbak kepalanja." 107<noinclude></noinclude> piyr2a76y7jsbnlx7bn5ctl7plhp682 Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/40 104 116310 320387 2026-10-10T08:17:02Z Tegar Adi Pranata 27732 /* Telah diuji baca */ 320387 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tegar Adi Pranata" /></noinclude> OENTOEK DIINGAT Koerang pikir koerang siasat, Tentoe kita akan tersesat. Dengki kianat kalau dipakai, Nama boesoek dari pada bangkai. Djika soeka berboeat kianat, Toehan akan mendatangkan la'nat. Perboeatan djahat, penipoe, pentjoeri, Diri 'kan hina sepandjang ang hari. Tetapi djika berhati loeroes, Hidoep selamat teroes-meneroes. ADIK-ADIK DARI MANA? Berbaris beriring-iring, berbadjoe kimono berkembang, membawa tangloeng sebocah seorang. Lagak-lagaknja bagai adik dari Nip-pon, gaja-gajanja bagai adik dari djaoeh. Benarkah begitoe? Boekan. adik-adik kita ini, ialah adik-adik dari seboeah sekolah di Betawi berdandan tjara adik-adik di Nippon. TA' INGAT HARI KEMOEDIAN Saudagar Hasan seorang kaja dikampoeng kami. Roèmahnja besar dan bagoes. Oeangnja banjak dan hartanja banjak. Semoeanja itoe didapatnja dari keoentoengannja. Biarpoen begitoe hidoepnja sederhana sadja. Ia ta' boros dan ta' tjongkak. Karena itoe kekajaannja makin bertambah sadja. Malang akan toemboeh, soeatoe hari saudagar Hasan djatoeh sakit. Penjakitnja makin hari makin bertambah. Achirnja sampailah adjalnja. Kekajaannja jang banjak itoe djatoeh kepada anaknja Hoesin. Hoesin masih moeda remadja. Sifatnja agak lain dari bapanja. Lebih soeka ia bersenang-senang dari bersoesah-pajah. Biarpoen begitoe perniagaan bapaknja diteroeskannja djoe-ga. Hanja boekan dia jang mendjalankan, melain-kan diserahkannja kepada orang lain. Pada pikir-nja, apa goenanja dia bersoesah-pajah, diapoen akan dapat keoentoengan djoega tiap² boelan. Beberapa boelan telah berdjalan. Si Hoesin teroes menerima keoentoengan dengan setjoekoep-nja. Semoea oeang itoe dibelandjakannja habis-habis. Boekankah boelan dimoeka ia akan mene-rima lagi? Pada soeatoe hari dioendangnja beberapa orang kawannja oentoek makan minoem. Makanan jang énak dan minoeman jang lazat diédarkanlah. Seorang diantara djamoe itoe berkata: Ah, roepanja sahabat kita ini banjak benar mendapat keoentoengan tiap-tiap boelan. Boektinja soedah terang tampak kepada kita. Tentoelah oeangnja telah penoeh didalam peti." Mendengar itoe Hoesin tertawa, laloe berkata: ,,Salah benar sangka saudara itoe. Keoen-toengan jang koedapat, hanja tjoekoep oentoek be-landjakoe tiap2 boelan. Sesénpoen tiada berlebih. ,,Hai, keoentoengan jang sebanjak itoe habis semoeanja? Tidakkah ada saudara sisakan? Saja koerang pertjaja," kata kawannja. ,,Benar, sekalian keoentoengan itoe tidak ber-sisa. Semoeanja habis oentoek belandja kami sehari-hari. Moedah-moedahan hidoep kami ada-lah senang dan sempoerna oléhnja. Kata kawannja poela Pada pikiran saja, baik djoega saudara sisakan sedikit-sedikit. Goenanja oentoek mendjaga diri dihari nanti. Siapa tahoe perniagaan saudara djatoeh roegi, siapa jang akan memberi makan saudara ?" ,,Siapa lagi, tentoe anak-anakkoe. Sekarang akoe memelihara dia, nanti dia memelihara akoe. ,,Benar djoega itoe," kata kawannja. Tetapi boekankah lebih baik kalau kita tidak bergan-toeng benar kepada anak-anak kita? Djika ada kita beroeang simpanan, tidaklah kita akan soe-sah dihari nanti, sekiranja terdjadi keadaan-kea-daan jang boeroek.' ,,Ah, rasanja perniagaan saja ta'kan djatoeh sama sekali. Orang jang mendjalankan orang jang pandai berniaga, lagi saja pertjajaï benar. ,,Seoempamanja dia dapat alangan, seperti sa-kit atau mati, siapakah jang akan mendjalankan ? Saja rasa baik saudara sendiri toeroet poela mengoeroes perniagaan itoe, soepaja dapat meng-gantikannja kelak." Hoesin hanja tertawa sadja. Pada pikirannja orang jang seséhat dan sesegar itoe beloemlah akan apa-apa. Lain dari itoe diapoen merasa malas toeroet mengoeroes perniagaannja, sebab keoentoengan jang diterimanja selaloe tjoekoep dan perniagaannja makin bertambah besar. Tetapi takdir Toehan ta' dapat dimoengkiri. Pada soeatoe hari sakitlah orang jang mengoeroes perniagaan Hoesin. Hoesin sangat soesah hatinja. Bertambah soesah dan masjgoel hatinja, karena ta' lama kemoedian orang itoe meninggal doenia. Hoesin terpaksa mendjalankan perniagaannja sendiri. Tetapi apakah jang akan dikerdjakannja? Dia tidak tahoe, karena tidak biasa dan tiada ber'ilmoe. Karena itoe perniagaannja selaloe roegi. Achirnja habis sama sekali. Hoesin jang kaja dan senang dahoeloe, soedah djatoeh miskin dan sengsara. Dari roemah jang besar dia terpaksa pindah keroemah jang ketjil. Roemahnja jang besar itoe soedah didjoeal oen-toek hidoepnja. ,,Pa'!" kata anaknja pada soeatoe hari. ..dja-nganlah bapak sangat soesah. Nanti bila saja telah besar, sajalah akan menghidoepi bapak." Tetapi sebeloem anaknja besar. Hoesin telah meninggal doenia, sebab ta' tertanggoeng oléhnja menderita sengsara setiap hari. Sebeloem ia mati, ta' poetoes-poetoes ia me-njesali diri, mengapa nasihat kawannja jang baik itoe tidak ditoeroetnja. Ani.<noinclude></noinclude> 9a234jy3hyew398ljklfbm7d6z5bn0b Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/41 104 116311 320388 2026-10-10T08:34:40Z Tegar Adi Pranata 27732 /* Telah diuji baca */ 320388 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tegar Adi Pranata" /></noinclude> PENGGELI HATI Kakak : Dik, lihatlah kepalakoe litjin matjam kelapa moeda. Baroe sadja digoendoel ajah. Adik : O, benar matjam kepala Pa' Botak. Tentoe ramboet kakak ta'kan toemboeh lagi. Kakak : Mana boléh djadi, sepekan lagi ia akan toemboeh bagai biasa. Tjobalah lihat oleh-moe, ini ada pangkal ramboetnja. Adik : Tjoba saja periksa ............tok.......... tok........Tok! Kakak : Adoeh-adoeh! Mengapa kepalakoe kaupoekoel? Adik : Soepaja ramboetnja keloear Adik : Mengapa abang menangis kemarin ber- tindjoe dengan si Djakoeb? Kakak Sebab dia besar Adik : Hai, mana boléh, abang lebih besar dari dia. Kakak : Tindjoenja lebih besar Kaspoeljoebat. SOERAT-MENJOERAT Adik-adik! Karena perhoeboengan pos di Beta-wi beloem begitoe baik, maka soerat-menjoerat dengan Taman tentoe beloem tjepat. Sampai di Bogor pos soedah ada. Djadi soerat-soerat dan karangan jang adik kirim akan diambil kesana dengan auto. Sebab itoe karangan adik 'alamat-kanlah begini: Taman Kanak-kanak Pandji Poes-taka, Balai Poestaka. Bogor. Tetapi ta'kan berapa lama lagi, tentoe perdjalanan pos akan kembali bagai biasa. Taman jang lepas dari Pandji akan kita siar-kan poela. Djadi nanti dapatlah adik-adik ber-langganan dengan Taman sadja. Sekarang biar-lah begini doeloe. Adik-adik akan dapat djoega membatja Taman didalam Pandji. Mintalah bapa berlangganan Pandji. Sekali lagi kakak seroekan, selamat bertemoe dengan adik-adik. Moedah-moedahan adik-adik makin gembira dari dahoeloe, makin giat dan makin bersemangat. Keadaan sekarang soedah djaoeh sekali bédanja dari dahoeloe. Perasaan dan semangat kita tidak terikat dan terkoeng-koeng lagi sebagai dahoeloe. Sekarang kita soe-dah boleh mengeloearkan perasaan hati. Soedah tentoe jang baik-baik, jang menoedjoe kehendak saudara toea kita. Karena itoe besar harapan kakak Taman kita ini akan lebih bersemangat dari dahoeloe. Itoe-poen dengan bantoean adik-adik semoea. TEKA-TEKI DJAM Isilah pétak-pétak jang dibawah ini dengan hoeroef! Baris datar. 1. Nama permata. 2. Oentoek mencelis. 3. Artinja satoe. 4. Lawan tidak. 5. Logam jang moelia. 6. Salah satoe poelau besar di Indonésia. 7. Boekan itoe. 8. Tempat mempeladjari berbagai 'ilmoe. 9. Pohon kajoe besar. 10. Nama oekoeran. Baris kebawah. 11. Poelau jang banjak timahnja. 12. Tempat boekoe kesekolah. 13. Manis rasanja. 14. Boekan saja. 15. Biasa dipakai dipangkal nama. 16. Orang jang ta' pandai bertjakap. 17. Artinja bermatjam-matjam beras. 12 Arbain.<noinclude></noinclude> 9867mfpmqnyo98mmso9dib8pfsb3b9s Halaman:PDIKM 700-06 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juni 1931.pdf/22 104 116312 320389 2026-10-10T08:55:02Z Asti Aktika Sari 1A 27779 /* Telah diuji baca */ 320389 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Asti Aktika Sari 1A" /></noinclude>196 A. G. G. Dengan hal jang demikian, tentoe sadja terasalah kemiskinan bahasa Melajoe, sebab amat banjak kata-kata dalam `ilmoe pengetalmean Barat, jang tidak ada dalam basa Meiajoe. Dan djika ada sekalipoen, koerang dalam pengertiannja. Oléh mengingat ini, bangoenlah hati pengarang' dan pengandjoer2 ditanah Melajoe, teroetama kantor Balai Poestaka, ( dahoeloe termasoek djoega s. k. Naratja) dengan berangsoer-angsoer, memasoekkan kata-kata asing jang pelik-pelik itoe kedalam roemah tangga bahasa Melajoe, dengan menoeroet édjaan basa Melajoe, oempamanja : economie djadi ekoconomie ; bagage = bahase ; bestuur = bestir ; communist = kominis ; touristen = toeristen ; d. I. s. Dengan djalan ini, pastilah bahasa Melajoe, semakin lama semakin ramai dan indah, penaka djamoe jang telah mendjadi dan dipandang seperti pendoedoek roemah tangga. Boekan bangsa kita sadja, jang telah bergerak dikalangan kemadjoean bahasa Melajoe, tetapi bangsa asing, toean N. Heertjes, sebagai t. t. kenal, beliau seorang toean jang soeka meniperloeas Icitab-kitab peladjaran bahasa Melajoe, telah menjisipkan poeia kata-kata asing kedalam kitab Arti Logat Melajoe ( karangan t. D. Iken dan E. Harahap ), pada tjétakan jang . kelima, keloearan t. 1929. Saja boekan hendak menghilangkan soesah pajah t. N. H. , jang .telah memasoekkan beratoes-ratoes kata-kata asing kedalam roemah tangga bahasa Melajoe, dimana sedang beliau sendiri lebih dahoeloe telah berkata, ' tasdirnja kitab itoe, bahwa :„ : ... Kepada toean jang ahli bahasa, saja minta ampoen, karena menoeroet `ilmoe bahasa tak patoet Melajoe toelen, kesisipan dan ketjampoeran kata asing benar ! Tetapi saja oelang : harap bergoena djoega !” tetapi kita merasa sajang, sebab sisipan kata-kata itoe, tidak tertoelis menoeroet édjaan bahasa Melajoe, sebagaimana Sistim (sijsteem) Balai Poestaka dan boedjangga - boedjangga Indonésia zaman sekarang itoe. Selain dari pada sisipan itoe telah mengatjau bahasa Melajoe toelen, (sebagai toean N. H. sendiri soedah akoei) „sekoedoeng beloet, sekoedoeng oelar" . . . . , malah bagi seorang Melajoe totok, jang tidak sedikit djoega mempeladjari saraf basa Belanda, adalah mendatangkan keragoeani sekali boeat membatjanja, sebab dibelakang atau dimoeka kata-kata asing itoe tidak ditoeliskan boenji batjaannja menoeroet édjaan bahasa Melajoe. Teristimewa dalam hal ini haroeslah poela diingat kata-kata jang disisipkan itoe, hendaklah kata-kata jang sebenar-benarnja lazim dipakai dalam pergaoelan oemoem, ja'ni sebagai tamoe jang bakal atau soedah patoet dipandang kaoem keloearga, sanak saudara, sebagai kata Menangkabau : „Hinggap telah mentjekam, terbang telah bersetoempoe!" Penoetoep toelisan ini, besarlah harapan kita moga-moga pada tjé-<noinclude></noinclude> et12vt5rozxwhcwgsdqbft7fw9x0bgw Halaman:PDIKM 700-06 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juni 1931.pdf/23 104 116313 320390 2026-10-10T09:07:36Z Asti Aktika Sari 1A 27779 /* Telah diuji baca */ 320390 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Asti Aktika Sari 1A" /></noinclude>A. G. G. 127 takan jang keenam dari kitab itoe kelak, akan heroebah menoeroet édjaan bahasa Melajoe, atau lebih membaikkan. kalau kiranja ditoeliskan dalam doea édjaan, oempamauja : museum (moesioem) = roemah persimpanan monogamie (monochami) = berbini seorang D. I. s. Moedah - moedahan pengharapan kita ini bakal djadi pertimbangan hendaknja kepada t. t. pengarang kitab Arti Logat Melajoe, seperti toean E. Harahap di Depok dan teroetama toean N. Heertjes, jang memboeat sisipan isi kitab itoe. Atas djasa toean-toean jang terseboet, jang telah mengarangkan Kamoes Melajoe, kitab mana sangat bergoena bagi oemoem teroetama bagi goeroe-goeroe, kita hargakan tinggi sekali adanja ! ! --Y 0 G I. • .1,4>AFt/1 . DARI KANTOOR A. G. G. •!?..' ii .,,.. • Il -- i ik Ii f, V2 42' YD/ A i, 4.--".2. --» t.i --. 1V7 ,.4 2E- 4 LOEMBOENG KETJIL. # 44/ misktk " Oendang-oendang Loemboeng Ketjil jang diwartakan dalam soerat. berkala kita No. 4 tahoen ini soedah siap, dan soedah dikirimkan kepada e. e. Commissaris Agent oentoek dibitjarakan dengan leden A. G. G. dalam ressort beliau itoe. HONORARIUM. Berhoeboeng dengan kabar dalam orgaan kita No. 4 tahoen ini djoega,tentangan honorarium, banjak kami menerima soerat dari e. e. pengarang, bertanjakan pabila dan bagaimana tjaranja menerima honorarium itoe. Soepaja sama-sama kita ketahoei, disinilah kami beri djawabannja : a.Jang diberi honorarinm seperti jang terseboet dalam orgaan No. 4 itoe, jaïtoe pengarang, jang memasoekkan karangan moelaï orgaan No. 5 tahoen ini. b.Bestuur mengirimkan honorarium itoe kepada pengarang sesoedah menerima rapport dari e. Redacteur, tiap - tiap boelan atau sekali setahoen, menoeroet kemaoean pengarang. BALASAN SOERAT. E. Com. Agent F. v/d C. Segala ongkos-ongkos dalam pemindjaman seperti : Zegel, oeang komisi, oeang djaian, franco-franco d. 1. 1. , mendjadi tanggoengan sipemindjam. (Ketetapan alg. verg. 19/2 — '30).<noinclude></noinclude> r2zpous68pq094lyvuntlhgv1bzzgca Halaman:Keadilan Sosial dalam Islam.pdf/7 104 116314 320391 2026-10-10T09:08:58Z Tata juwita puspita sari A1 27789 /* Telah diuji baca */ 320391 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita puspita sari A1" /></noinclude> ISLAM DAN KE'ADILAN SOSIAL. Sesudah perang dunia kedua, timbullah dua blok, jaitu blok Sosialisme dan blok Kapitalisme. Karena kelemahannja dimasa jang lalu, kedua blok itu sama tarik menarik dan regang meregang supaja kaum Muslimin berpihak kepada mereka. Tetapi penjakit² jang menimpa masjarakat Islam dalam segala lapangan, sebenarnja adalah udjian sedjarah jang kelaknja akan menimbulkan usaha mentjari perbaikan. Sipat kemanusiaan ialah mentjari jang lebi sempurna ( thalabul kamaal). Agama Islam ditimbulkan dipadang pasir Arabia, tetapi dia bukan buat tanah Arab sadja. Dari sana dimulai adjaran itu, tetapi kesempurnaan kupasan isinja akan ditjari bersama~sama oleh para~ insani. Mungkin karena usaha mentjari kebenaran orang akan bertemu dengan adjaran jang praktis itu. Sebelum mendirikan suatu pemerintahan, 13 tahun lebih dahulu Nabi Muhammad mempermatang ideologi di Mekah. Ini mendjadi kesan, bahwasanja pendirian masjarakat atau Negara dimulai dari dalam, dari djiwa, dari dhamir jang bersih. Sehingga keinsafan bernegara bukan hanja ditjatkan dan disemirkan dari luar. Tetapi masjarakat dan Negara timbul dari dalam. Sipat² dan kelemahan diri manusia, hawa nafsu dan sjahwatnja jang senantiasa bergelora dalam dirinja, dialirkan, dikanalisasi didalam adjaran² jang sutji untuk menimbulkan masjarakat jang adil. Hawa nafsu manusia menjebabkan dia ingin mempunjai banjak:,,Kalau adalah pada anak Adam suatu lembah penuh emas, dia ingin sebuah lembah lagi", ( demikian djiwa manusia menurut perkataan Nabi Muhammad), tetapi diudjungnja dikatakannja pula : ,,Dan tidaklah ada jang akan memenuhi perut anak Adam, selain tanah !". Dengan dasar penjelidikan seksama atas djiwa manusia itu, maka dengan tuntutan wahju sutji, Nabi Muhammad membawa sjari'at, bagaimana hendaknja supaja kelobaan dan kerakusan hendak mempunjai · banjak itu, dari setiap orang, dapat diatur - 5 -<noinclude></noinclude> evfw1yfdmstztn86z5dzjhxwnzmcez4 320393 320391 2026-10-10T09:31:22Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 /* Telah diuji baca */ 320393 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita puspita sari A1" /></noinclude> ISLAM DAN KE'ADILAN SOSIAL. Sesudah perang dunia kedua, timbullah dua blok, jaitu blok Sosialisme dan blok Kapitalisme. Karena kelemahannja dimasa jang lalu, kedua blok itu sama tarik menarik dan regang meregang supaja kaum Muslimin berpihak kepada mereka. Tetapi penjakit² jang menimpa masjarakat Islam dalam segala lapangan, sebenarnja adalah udjian sedjarah jang kelaknja akan menimbulkan usaha mentjari perbaikan. Sipat kemanusiaan ialah mentjari jang lebi sempurna ( thalabul kamaal). Agama Islam ditimbulkan dipadang pasir Arabia, tetapi dia bukan buat tanah Arab sadja. Dari sana dimulai adjaran itu, tetapi kesempurnaan kupasan isinja akan ditjari bersama-sama oleh para - insani. Mungkin karena usaha mentjari kebenaran orang akan bertemu dengan adjaran jang praktis itu. Sebelum mendirikan suatu pemerintahan, 13 tahun lebih dahulu Nabi Muhammad mempermatang ideologi di Mekah. Ini mendjadi kesan, bahwasanja pendirian masjarakat atau Negara dimulai dari dalam, dari djiwa, dari dhamir jang bersih. Sehingga keinsafan bernegara bukan hanja ditjatkan dan disemirkan dari luar. Tetapi masjarakat dan Negara timbul dari dalam. Sipat² dan kelemahan diri manusia, hawa nafsu dan sjahwatnja jang senantiasa bergelora dalam dirinja, dialirkan, dikanalisasi didalam adjaran² jang sutji untuk menimbulkan masjarakat jang adil. Hawa nafsu manusia menjebabkan dia ingin mempunjai banjak:,,Kalau adalah pada anak Adam suatu lembah penuh emas, dia ingin sebuah lembah lagi", ( demikian djiwa manusia menurut perkataan Nabi Muhammad), tetapi diudjungnja dikatakannja pula : ,,Dan tidaklah ada jang akan memenuhi perut anak Adam, selain tanah !". Dengan dasar penjelidikan seksama atas djiwa manusia itu, maka dengan tuntutan wahju sutji, Nabi Muhammad membawa sjari'at, bagaimana hendaknja supaja kelobaan dan kerakusan hendak mempunjai · banjak itu, dari setiap orang, dapat diatur - 5 -<noinclude></noinclude> 3erv7r0zmpppb3ytq9kla55wwdleu2f 320394 320393 2026-10-10T09:36:26Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 320394 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita puspita sari A1" /></noinclude> ISLAM DAN KE'ADILAN SOSIAL. Sesudah perang dunia kedua, timbullah dua blok, jaitu blokSosialisme dan bloKapitalisme. Karena kelemahannja dimasa jang lalu, kedua blok itu sama tarik menarik dan regang meregang supaja kaum Muslimin berpihak kepada mereka. Tetapi penjakit² jang menimp masjarakat Islam dalam segala lapangan, sebenarnja adalah udjian sedjarah jang kelaknja akan menimbulkan usaha mentjari perbaikan. Sipat kemanusiaan ialah mentjari jang lebisempurna ( thalabul kamaal). Agama Islam ditimbulkan dipadang pasir Arabia, tetapi dia bukan buat tanah Arab sadja. Dari sana dimulai adjaran itu, tetapi kesempurnaan kupasan isinja akan ditjari bersama-sama oleh para - insani. Mungkin karena usaha mentjari kebenaran orang akan bertemu dengan adjaran jang praktis itu. Sebelum mendirikan suatu pemerintahan, 13 tahun lebih dahulu Nabi Muhammad mempermatang ideologi di Mekah. Ini mendjadi kesan, bahwasanja pendirian masjarakat atau Negara dimulai dari dalam, dari djiwa, dari dhamir jang bersih. Sehingga keinsafan bernegara bukan hanja ditjatkan dan disemirkan dari luar. Tetapi masjarakat dan Negara timbul dari dalam. Sipat² dan kelemahan diri manusia, hawa nafsu dan sjahwatnja jang senantiasa bergelora dalam dirinja, dialirkan, dikanalisasi didalam adjaran² jang sutji untuk menimbulkan masjarakat jang adil. Hawa nafsu manusia menjebabkan dia ingin mempunjai banjak:,,Kalau adalah pada anak Adam suatu lembah penuh emas, dia ingin sebuah lembah lagi", ( demikian djiwa manusia menurut perkataan Nabi Muhammad), tetapi diudjungnja dikatakannja pula : ,,Dan tidaklah ada jang akan memenuhi perut anak Adam, selain tanah !". Dengan dasar penjelidikan seksama atas djiwa manusia itu, maka dengan tuntutan wahju sutji, Nabi Muhammad membawa sjari'at, bagaimana hendaknja supaja kelobaan dan kerakusan hendak mempunjai · banjak itu, dari setiap orang, dapat diatur - 5 -<noinclude></noinclude> 52t6clsglfyb8ouamul10gf6oery5a0 320395 320394 2026-10-10T09:37:54Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 320395 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita puspita sari A1" /></noinclude> ISLAM DAN KE'ADILAN SOSIAL. Sesudah perang dunia kedua, timbullah dua blok, jaitu blokSosialisme dan bloKapitalisme. Karena kelemahannja dimasa jang lalu, kedua blok itu sama tarik menarik dan regang meregang supaja kaum Muslimin berpihak kepada mereka. Tetapi penjakit² jang menimp masjarakat Islam dalam segala lapangan, sebenarnja adalah udjian sedjarah jang kelaknja akan menimbulkan usaha mentjari perbaikan. Sipat kemanusiaan ialah mentjari jang lebisempurna ( thalabul kamaal). Agama Islam ditimbulkan dipadang pasir Arabia, tetapi dia bukan buat tanah Arab sadja. Dari sana dimulai adjaran itu, tetapi kesempurnaan kupasan isinja akan ditjari bersama-sama oleh para - insani. Mungkin karena usaha mentjari kebenaran orang akan bertemu dengan adjaran jang praktis itu. Sebelum mendirikan suatu pemerintahan, 13 tahun lebih dahulu Nabi Muhammad mempermatang ideologi di Mekah. Ini mendjadi kesan, bahwasanja pendirian masjarakat atau Negara dimulai dari dalam, dari djiwa, dari dhamir jang bersih. Sehingga keinsafan bernegara bukan hanja ditjatkan dan disemirkan dari luar. Tetapi masjarakat dan Negara timbul dari dalam. Sipat² dan kelemahan diri manusia, hawa nafsu dan sjahwatnja jang senantiasa bergelora dalam dirinja, dialirkan, dikanalisasi didalam adjaran² jang sutji untuk menimbulkan masjarakat jang adil. Hawa nafsu manusia menjebabkan dia ingin mempunjai banjak:,,Kalau adalah pada anak Adam suatu lembah penuh emas, dia ingin sebuah lembah lagi", ( demikian djiwa manusia menurut perkataan Nabi Muhammad), tetapi diudjungnja dikatakannja pula : ,,Dan tidaklah ada jang akan memenuhi perut anak Adam, selain tanah !". Dengan dasar penjelidikan seksama atas djiwa manusia itu, maka dengan tuntutan wahju sutji, Nabi Muhammad membawa sjari'at, bagaimana hendaknja supaja kelobaan dan kerakusan hendak mempunjai · banjak itu, dari setiap orang, dapat diatur - 5 -<noinclude></noinclude> 8oi1ffe9ugi0fh6ffl9ss9opfqyd02n 320442 320395 2026-10-10T10:23:10Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 /* Telah diuji baca */ 320442 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita puspita sari A1" /></noinclude> ISLAM DAN KE'ADILAN SOSIAL. Sesudah perang dunia kedua, timbullah dua blok, jaitu blokSosialisme dan bloKapitalisme. Karena kelemahannja dimasa jang lalu, kedua blok itu sama tarik menarik dan regang meregang supaja kaum Muslimin berpihak kepada mereka. Tetapi penjakit² jang menimp masjarakat Islam dalam segala lapangan, sebenarnja adalah udjian sedjarah jang kelaknja akan menimbulkan usaha mentjari perbaikan. Sipat kemanusiaan ialah mentjari jang lebisempurna ( thalabul kamaal). Agama Islam ditimbulkan dipadang pasir Arabia, tetapi dia bukan buat tanah Arab sadja. Dari sana dimulai adjaran itu, tetapi kesempurnaan kupasan isinja akan ditjari bersama-sama oleh para -insani. Mungkin karena usaha mentjari kebenaran orang akan bertemu dengan adjaran jang praktis itu. Sebelum mendirikan suatu pemerintahan, 13 tahun lebih dahulu Nabi Muhammad mempermatang ideologi di Mekah. Ini mendjadi kesan, bahwasanja pendirian masjarakat atau Negara dimulai dari dalam, dari djiwa, dari dhamir jang bersih. Sehingga keinsafan bernegara bukan hanja ditjatkan dan disemirkan dari luar. Tetapi masjarakat dan Negara timbul dari dalam. Sipat² dan kelemahan diri manusia, hawa nafsu dan sjahwatnja jang senantiasa bergelora dalam dirinja, dialirkan, dikanalisasi didalam adjaran² jang sutji untuk menimbulkan masjarakat jang adil. Hawa nafsu manusia menjebabkan dia ingin mempunjai banjak:,,Kalau adalah pada anak Adam suatu lembah penuh emas,dia ingin sebuah lembah lagi", ( demikian djiwa manusia menurut perkataan Nabi Muhammad), tetapi diudjungnja dikatakannja pula : ,,Dan tidaklah ada jang akan memenuhi perut anak Adam, selain tanah !". Dengan dasar penjelidikan seksama atas djiwa manusia itu, maka dengan tuntutan wahju sutji, Nabi Muhammad membawa sjari'at, bagaimana hendaknja supaja kelobaan dan kerakusan hendak mempunjai · banjak itu, dari setiap orang, dapat diatur - 5 -<noinclude></noinclude> 805t3pz20jluj7leuba6qd5sty039qy 320443 320442 2026-10-10T10:24:48Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 320443 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita puspita sari A1" /></noinclude> ISLAM DAN KE'ADILAN SOSIAL. Sesudah perang dunia kedua, timbullah dua blok, jaitu blok Sosialisme dan blok Kapitalisme. Karena kelemahannja dimasa jang lalu, kedua blok itu sama tarik menarik dan regang meregang supaja kaum Muslimin berpihak kepada mereka. Tetapi penjakit² jang menimp masjarakat Islam dalam segala lapangan, sebenarnja adalah udjian sedjarah jang kelaknja akan menimbulkan usaha mentjari perbaikan. Sipat kemanusiaan ialah mentjari jang lebisempurna ( thalabul kamaal). Agama Islam ditimbulkan dipadang pasir Arabia, tetapi dia bukan buat tanah Arab sadja. Dari sana dimulai adjaran itu, tetapi kesempurnaan kupasan isinja akan ditjari bersama-sama oleh para -insani. Mungkin karena usaha mentjari kebenaran orang akan bertemu dengan adjaran jang praktis itu. Sebelum mendirikan suatu pemerintahan, 13 tahun lebih dahulu Nabi Muhammad mempermatang ideologi di Mekah. Ini mendjadi kesan, bahwasanja pendirian masjarakat atau Negara dimulai dari dalam, dari djiwa, dari dhamir jang bersih. Sehingga keinsafan bernegara bukan hanja ditjatkan dan disemirkan dari luar. Tetapi masjarakat dan Negara timbul dari dalam. Sipat² dan kelemahan diri manusia, hawa nafsu dan sjahwatnja jang senantiasa bergelora dalam dirinja, dialirkan, dikanalisasi didalam adjaran² jang sutji untuk menimbulkan masjarakat jang adil. Hawa nafsu manusia menjebabkan dia ingin mempunjai banjak:,,Kalau adalah pada anak Adam suatu lembah penuh emas,dia ingin sebuah lembah lagi", ( demikian djiwa manusia menurut perkataan Nabi Muhammad), tetapi diudjungnja dikatakannja pula : ,,Dan tidaklah ada jang akan memenuhi perut anak Adam, selain tanah !". Dengan dasar penjelidikan seksama atas djiwa manusia itu, maka dengan tuntutan wahju sutji, Nabi Muhammad membawa sjari'at, bagaimana hendaknja supaja kelobaan dan kerakusan hendak mempunjai · banjak itu, dari setiap orang, dapat diatur - 5 -<noinclude></noinclude> 8vzs0fnaf7yauxrsmr0ei1t1zq048tl 320444 320443 2026-10-10T10:27:43Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 320444 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita puspita sari A1" /></noinclude> ISLAM DAN KE'ADILAN SOSIAL. Sesudah perang dunia kedua, timbullah dua blok, jaitu blok Sosialisme dan blok Kapitalisme. Karena kelemahannja dimasa jang lalu, kedua blok itu sama tarik menarik dan regang meregang supaja kaum Muslimin berpihak kepada mereka. Tetapi penjakit² jang menimp masjarakat Islam dalam segala lapangan, sebenarnja adalah udjian sedjarah jang kelaknja akan menimbulkan usaha mentjari perbaikan. Sipat kemanusiaan ialah mentjari jang lebisempurna ( thalabul kamaal). Agama Islam ditimbulkan dipadang pasir Arabia, tetapi dia bukan buat tanah Arab sadja. Dari sana dimulai adjaran itu, tetapi kesempurnaan kupasan isinja akan ditjari bersama-sama oleh para - insani. Mungkin karena usaha mentjari kebenaran orang akan bertemu dengan adjaran jang praktis itu. Sebelum mendirikan suatu pemerintahan, 13 tahun lebih dahulu Nabi Muhammad mempermatang ideologi di Mekah. Ini mendjadi kesan, bahwasanja pendirian masjarakat atau Negara dimulai dari dalam, dari djiwa, dari dhamir jang bersih. Sehingga keinsafan bernegara bukan hanja ditjatkan dan disemirkan dari luar. Tetapi masjarakat dan Negara timbul dari dalam. Sipat² dan kelemahan diri manusia, hawa nafsu dan sjahwatnja jang senantiasa bergelora dalam dirinja, dialirkan, dikanalisasi didalam adjaran² jang sutji untuk menimbulkan masjarakat jang adil. Hawa nafsu manusia menjebabkan dia ingin mempunjai banjak:,,Kalau adalah pada anak Adam suatu lembah penuh emas,dia ingin sebuah lembah lagi", ( demikian djiwa manusia menurut perkataan Nabi Muhammad), tetapi diudjungnja dikatakannja pula : ,,Dan tidaklah ada jang akan memenuhi perut anak Adam, selain tanah !". Dengan dasar penjelidikan seksama atas djiwa manusia itu, maka dengan tuntutan wahju sutji, Nabi Muhammad membawa sjari'at, bagaimana hendaknja supaja kelobaan dan kerakusan hendak mempunjai · banjak itu, dari setiap orang, dapat diatur - 5 -<noinclude></noinclude> 7beooa5e3d86kaxxmj6jxb7an5e4u3c 320471 320444 2026-10-10T11:00:21Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 /* Telah diuji baca */ 320471 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita puspita sari A1" /></noinclude> ISLAM DAN KE'ADILAN SOSIAL. Sesudah perang dunia kedua, timbullah dua blok, jaitu blok Sosialisme dan blok Kapitalisme. Karena kelemahannja dimasa jang lalu, kedua blok itu sama tarik menarik dan regang meregang supaja kaum Muslimin berpihak kepada mereka. Tetapi penjakit² jang menimp masjarakat Islam dalam segala lapangan, sebenarnja adalah udjian sedjarah jang kelaknja akan menimbulkan usaha mentjari perbaikan. Sipat kemanusiaan ialah mentjari jang lebisempurna ( thalabul kamaal). Agama Islam ditimbulkan dipadang pasir Arabia, tetapi dia bukan buat tanah Arab sadja. Dari sana dimulai adjaran itu, tetapi kesempurnaan kupasan isinja akan ditjari bersama-sama oleh para - insani. Mungkin karena usaha mentjari kebenaran orang akan bertemu dengan adjaran jang praktis itu. Sebelum mendirikan suatu pemerintahan, 13 tahun lebih dahulu Nabi Muhammad mempermatang ideologi di Mekah. Ini mendjadi kesan, bahwasanja pendirian masjarakat atau Negara dimulai dari dalam, dari djiwa, dari dhamir jang bersih. Sehingga keinsafan bernegara bukan hanja ditjatkan dan disemirkan dari luar. Tetapi masjarakat dan Negara timbul dari dalam. Sipat² dan kelemahan diri manusia, hawa nafsu dan sjahwatnja jang senantiasa bergelora dalam dirinja, dialirkan, dikanalisasi didalam adjaran² jang sutji untuk menimbulkan masjarakat jang adil. Hawa nafsu manusia menjebabkan dia ingin mempunjai banjak:,,Kalau adalah pada anak Adam suatu lembah penuh emas,dia ingin sebuah lembah lagi", ( demikian djiwa manusia menurut perkataan Nabi Muhammad), tetapi diudjungnja dikatakannja pula : ,,Dan tidaklah ada jang akan memenuhi perut anak Adam, selain tanah !". Dengan dasar penjelidikan seksama atas djiwa manusia itu, maka dengan tuntutan wahju sutji, Nabi Muhammad membawa sjari'at, bagaimana hendaknja supaja kelobaan dan kerakusan hendak mempunjai · banjak itu, dari setiap orang, dapat diatur - 5 -<noinclude></noinclude> 6bzlklfveulmji09o2srlezsii3ia9k Halaman:PDIKM 700-06 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juni 1931.pdf/24 104 116315 320392 2026-10-10T09:16:34Z Asti Aktika Sari 1A 27779 /* Telah diuji baca */ 320392 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Asti Aktika Sari 1A" /></noinclude>1 28 A. G. C1 • PERKABARAN. Soesoenan Volksraad baroe adalah sebagai berikoet : Kanan. Econ. groep 4: N. Van Zalinge, Directeur K. P. M. , Mr. Sandkuyl (B. P. M.), Ir. Staargaard (Ondernemersbond), dan Ir. Menschaar. Vaderl. Club 5: Mr. Fruin, Mr. Hamer, Kapitein Failleauteau de. Bruye, S. I. Kahn dan Dr. Wolff. I. K. P. 4: Monod, Nessel van Lissa, Pastoor, dan Kasimo (Jav. Katholiek). C. S. P. (doeloe C. E. P.) 2 : Mr. van Helsdingen dan Notosoetarso (Inh. C. S. P.) P. E. B. 5: Mandagie, Engelenberg, Soekawati, Tjakraningrat, dan Sosrohadikoesoemo. I. E. V. 5: De Hoog, N. Beets, Mr. Blaauw, F. H. Zeijdel dan Ir. Fuhri. Middenstand l : Van Baalen. Federatie 1: G. J. van Lonkhuijzen. B. B. 1 : Dr. Burger. Moluksch Politiek Verbond 1 : Dr. Apituiy. Vorstenlanden 1 : Pangeran Hadiwidjojo. Ambon 1 : De Queljoe. Tionghoa 4: H. H. Kan, Yo Heng Kam, Tjia Tjeng Siang dan • Loa Sek Hie. `Arab 1 : Ir. Said Mohamad Alatas. Djoemlahnja pihak kanan semoea 36 orang, ditambah ...., Voorzitter djadi 37.— Partij Kiri toelen. Boedi Oetomo 3 : Koesoemo Oetoyo, Soekardjo dan Dwidjosewojo. P. P. P. B. 5: Wiranatakoesoema, Gondosoebroto R. D. Wiriadiatmadja, Soetardjo dan Prowotokoesoemo. Nationalisten 12 : Thamrin, Soeroso, Moechtar, Tengkoe Machmoed, Soangkoepon, Wiwoho, Dr. A. Rasjid, Ir. Noer, Dr. Arifin, Oto Iskandar- dinata, Dr. Ratu Langie, dan Joebahar dari Menangkabau. N. I. V. B. 2 : Ir. Fournier dan Soejono. — I. S. D. P. 1: De Dreu. De Stuw groep 1: Van Mooh. Djoemlah jang k i r i tjoema 24 orang! Djadi terang, ini Volksraad terlaloe k e k a n a n roepanja ... hingga itoe Indon.meerderheid poen tidak ada artinja seperti diharap. (B. T.)<noinclude></noinclude> d169vorktn16eof0cgioybs8pnil5qq Halaman:154 Sapolewa, Seram.djvu/11 104 116316 320396 2026-10-10T10:02:23Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320396 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1208. i'jèlě<br> 1210. kerikě <49><br> 1211. likoe<br> 1212. rēroe<br> 1213. tītīkoite<br> 1214. sèkèkě<br> 1215. sèkèkě<br> 1216. lalake<br> 1220. īlē<br> 1221. baba<br> 1223. betoe<br> 1224. saka<br> 1225. manakwai<br> 1227. lèně<br> 1228. seloe<br> 1229. ata<br> 1233. sěmoso <sēmoso ?>, kane<br> 1234. ninoetě<br> 1236/<br> 1237. ata lomai, oesoemoe<br> 1238. soekah<br> 1239. soekah mò<br> 1240. lalei kēra<br> 1243. soeka<br> 1244. soeka<br> 1245. boeka, likwaie<br> 1246. ōbië<br> 1251. kena<br> 1253-<br> 1255. soboi<br> 1259. tīliki, riliki<br> 1260/<br> 1261. menai<br> 1262/<br> 1263. nase<br> 1264. eta, loi<br> 1265. boenikě<br> 1266. koeboeni<br> 1267. kīnīa<br> 1268. bètèkě<br> 1269. kotië<br> 1270. lakei<br> 1271. loloi, lemakě {{multicol-break}} 1272. loloi, lemakě<br> 1276/<br> 1277. kotoe boesa,<br>kotoe soesoe<br> 1278. kaki, kalasi <kalesi ?><br> 1284. loake<br> 1286. keoe<br> 1291. loso lomai<br>loso<br> 1292. palasě<br> 1293. esa<br> 1294. loea<br> 1295. teloe<br> 1296. ata<br> 1297. lima<br> 1298. nè<br> 1299. itoe<br> 1300. kwaloe<br> 1301. sikwa<br> 1302. (p) boetoesa<br> 1303. (p) boetoesa lesin esa<br> 1304. (p) boetoesa lesi loea<br> 1305. (p) boetoesa lesi teloe<br> 1310. (p) boetoesa lesi kwaloe<br> 1311. (p) boetoesa lesi sikwa<br> 1312. (p) boetoe loea<br> 1313. boetoe loea lesin esa<br> 1315. boetoe loea lesin lima<br> 1316. (p) boetoe teloe<br> 1323. oetoeně<br> 1324. oesatě<br> 1325. lihoeně <50><br> 1326. kibiti<br> 1328. lekwai esa<br> 1329. lekwai loea<br> 1330/<br> 1331. aka mena<br> 1332/<br> 1333. et lalě<br> 1336/<br> 1337. moeli solikě<br> 1338. ila<br> 1339. boka <51><br> 1340. boka mo {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> mazhtie7lyrgcoo1ywdtwct2lzmy1cu 320397 320396 2026-10-10T10:03:01Z Thersetya2021 15831 320397 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1208. i'jèlě<br> 1210. kerikě <49><br> 1211. likoe<br> 1212. rēroe<br> 1213. tītīkoite<br> 1214. sèkèkě<br> 1215. sèkèkě<br> 1216. lalake<br> 1220. īlē<br> 1221. baba<br> 1223. betoe<br> 1224. saka<br> 1225. manakwai<br> 1227. lèně<br> 1228. seloe<br> 1229. ata<br> 1233. sěmoso <sēmoso ?>, kane<br> 1234. ninoetě<br> 1236/<br> 1237. ata lomai, oesoemoe<br> 1238. soekah<br> 1239. soekah mò<br> 1240. lalei kēra<br> 1243. soeka<br> 1244. soeka<br> 1245. boeka, likwaie<br> 1246. ōbië<br> 1251. kena<br> 1253-<br> 1255. soboi<br> 1259. tīliki, riliki<br> 1260/<br> 1261. menai<br> 1262/<br> 1263. nase<br> 1264. eta, loi<br> 1265. boenikě<br> 1266. koeboeni<br> 1267. kīnīa<br> 1268. bètèkě<br> 1269. kotië<br> 1270. lakei<br> 1271. loloi, lemakě {{multicol-break}} 1272. loloi, lemakě<br> 1276/<br> 1277. kotoe boesa,<br>{{gap}}kotoe soesoe<br> 1278. kaki, kalasi <kalesi ?><br> 1284. loake<br> 1286. keoe<br> 1291. loso lomai<br>{{gap}}loso<br> 1292. palasě<br> 1293. esa<br> 1294. loea<br> 1295. teloe<br> 1296. ata<br> 1297. lima<br> 1298. nè<br> 1299. itoe<br> 1300. kwaloe<br> 1301. sikwa<br> 1302. (p) boetoesa<br> 1303. (p) boetoesa lesin esa<br> 1304. (p) boetoesa lesi loea<br> 1305. (p) boetoesa lesi teloe<br> 1310. (p) boetoesa lesi kwaloe<br> 1311. (p) boetoesa lesi sikwa<br> 1312. (p) boetoe loea<br> 1313. boetoe loea lesin esa<br> 1315. boetoe loea lesin lima<br> 1316. (p) boetoe teloe<br> 1323. oetoeně<br> 1324. oesatě<br> 1325. lihoeně <50><br> 1326. kibiti<br> 1328. lekwai esa<br> 1329. lekwai loea<br> 1330/<br> 1331. aka mena<br> 1332/<br> 1333. et lalě<br> 1336/<br> 1337. moeli solikě<br> 1338. ila<br> 1339. boka <51><br> 1340. boka mo {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> ldhcbku0yyr41hl6qvkmji2oc8g3ot9 Halaman:154 Sapolewa, Seram.djvu/12 104 116317 320400 2026-10-10T10:07:09Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320400 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1341. mělē babali<br> 1347/<br> 1348. lesi, esiboka koeate<br> 1349. esiboka mo<br> 1350. koesoesi<br> 1356. soeloepoe<br> 1357. aoe<br> 1358. aoe esakoe<br>{{gap}}aoe roeakoe<br> 1359. ale<br> 1362. imi<br> 1363. ile<br> 1365. itě<br> 1366. itě<br> 1367/<br> 1368. si'ě repi<br> 1369. aoe kwě<br> 1370. imi mi'ē<br> 1371. ami mi'ě<br> 1373. ale moe'e<br> 1375/<br> 1376. si si'ě<br> 1378. ile mi'ě<br> 1379. siarè, sia<br> 1380. saisa<br> 1382. isiarè<br> 1383. imei rè<br> 1385/<br> 1386. imè rè<br> 1388. i'ètè, irè<br> 1394. petoe <52><br> 1398. sinale<br> 1402. mèlèně, àkàpetoe <àkàpotoe ?><br> 1404. lea, kawalane<br> 1405. ekwate<br> 1406. moesoene<br> 1408. kena meire<br> 1409. sakare<br> 1411. bebeë, akamina<br> 1412/<br> 1413. bei imi oewami<br> 1416. meminai<br>{{gap}}noeroeërě<br> 1418. memaně {{multicol-break}} 1419. mepetoemloea<br> 1420. kena meire<br> 1422. babanoe<br> 1423. petoe loea<br> 1426. petoe petoea, reba rebai<br> 1427. petoe'ila<br> 1428. pěneka<br> 1429. moesa<br> 1432. moralě<br> 1433. timoslě<br> 1434. balatě<br> 1435. mapalě<br> 1436. makwanalě<br> 1437. mělé těbaba<br> 1439. mělé těbaba<br> 1440. peleboe, peoe'a<br> 1441. peleboe, peoe'a<br> 1445. lapi<br> 1446. bei<br> 1447. roma<br> 1448. mè<br> 1449. mè<br> 1450. impai lale, èmpè lale<br> 1451. pai mōli<br> 1452. teaikě, tea<br> 1453. laoe, nanoe<br> 1454. leloea<br> 1460. eteka<br> 1461. eleka<br> 1462. èlèpi<br> 1465. lemoela, lesaisě<br> 1466. soekwa (tinai)<br> 1467. aka jèlě<br> 1469. kai<br> 1470. kaini, kaisi<br> 1471. mo<br> 1472. i'jō, hè'è<br> 1473-<br> 1475. mo<br> 1477. batoekě, batoeloekē<br> 1478. oekai mělèně poesoeě<br> 1479. epo {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 4cstzui16wo5mjb5d7d2orie6qcnll1 Halaman:155,242 Tolelaki, Kendari.djvu/16 104 116318 320411 2026-10-10T10:10:14Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320411 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="23"> midnight = mororo og menggaoe wengi or mondonga wengi<br>morning = timbi wingi<br>very early ± 4 a.m. = kokomo hima '''4. ADDITIONAL DATA'''<br> # pineapple = nanasi<noinclude></noinclude> l9b79l65hz9y2vr1yeov9x1aoxaym2v Halaman:155,242 Tolelaki, Kendari.djvu/15 104 116319 320419 2026-10-10T10:12:45Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320419 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="6"> from o'go aso = 1st degree<br> # = be good<br> # pagan<br> # omoeare = tjakalele<br>moloeloe = dance in a circle<br> # door opening = wawe<br> # tree bark<br> # a small piece of wood<br> # (lamp)<br> # gambar<br> # gambar<br> # gambar<br> # plough, for rice <?> = potasoe<br>for maize = osoena<br> # stress of the last a<br>with stress on the first a = padischuur<br> # (when shooting)<br> # e.g. in their house = laikaro<br> # e.g. laikano = his house<br> # in the morning = mooroe-oroe / mengga<br>in the afternoon = mondoro oleo<br>in the late afternoon = tekihorioleo<br>in the evening = kinoewia<noinclude></noinclude> r8mmof2ljio221hbnynm3okxvuaqe9q Halaman:155,242 Tolelaki, Kendari.djvu/14 104 116320 320434 2026-10-10T10:17:08Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320434 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="1528"> Inai pinorehoe tinena manasano anakia?<br> # Ke la teepio toöno pinarentano anakija mijoe?<br> # Nino ala ta tewalii sinombari<br> # Hopio menggaoe no tosoemombarii ato doengko i tahi<br>155: Hopio menggaoeno tasoembarii ato doenggoe itahi?<br> # Tetambe natewali mepoleako, ta nio tete?<br> # tepopooleoleo aoe lako igami mepolaha woea kaso i andola<br>tepopo edeo oleo aoelako inggami mepolaha woea kasoi andolo<br> # Koe la lako mepolaha koera kina dara koe<br>155: Inakoe ehe mepolaha koera kina darakoe<br> # Hopio to leo ta toedoe oesah?<br>155: Hopioto oleo ta toedoe oesah?<br> # Hapo² tinoeloerano girotono kara² mami kijoki no mena<br>155: Hapo tinoeloerano ingiro tono kara² mami kijoki nomen<br> # Nino salah no pesamba; m beto manasa ongkoroekoea mami<br>155: Nino salah nopesamba, imbeito manasa ongko roekoea mami?<br> # Inai tewalii pohai nino boeroea?<br> # Lako poalo iwoi aoe tatapii pinokonongkoe<br>155: Lako poalo iwoi do tatapii pinoko nongkoe<br> # Pongonike to giro tono ho roea manoenokeno koki ehe weike ito<br>155: Pongonike to inggiro tono hoeroea manoeno keno kokiehe weikeito<br> # Inai ta tewali watoekona i nakoe keto moija i keni<br>155: Inai ta tewali watoekono inakoe kato moija inkeni<br> # Koenai mohija keni ho roea tono<br>155: koe nai mohaija keni hoeroeatono<br> # Sa arino mateno anakija teboeaito mesehe tono<br> # Inai meponangi i la mesene?<br> # Hapo pomboeno aoe peohaki giro tono?<br>155: Hapo pomboeno aoe peehaki giro tono?<br> # La aso angko wowai waraka inggo<br>155: La asondo ongko wowai waraka inggo '''3. NOTES'''<br> # to speak = a hauloe<br> # on a knee = medangga dangga aloetoe<br> # ±10-17 years old<br>younger than 10 years old = anadalo<br> # under marriageable age<br> # the one in the middle, 155: atonga<br>two children who have one <and the same> father and mother = medoeloe ama<noinclude></noinclude> rqa9uxy4ujdjmyjjlpa2rgkx5ymcem5 Halaman:155,242 Tolelaki, Kendari.djvu/13 104 116321 320445 2026-10-10T10:29:45Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320445 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1408. ngoni<br> 1409. jamolesoe<br> 1411. belesoe<br> 1412/<br> 1413. raino, tondarimo<br>{{gap}}155: tondario<br> 1416. ngoni/ wohoeoe<br>{{gap}}155: wohoesoe<br> 1418. ihawi<br> 1419. inipoea, 155: indipoea<br> 1420. ngonio leo<br> 1422. mohina<br> 1423. teoepoea, 155: teipoea<br> 1426. temonggoaso<br> 1427. teipia<br> 1428. lapasi<br> 1429. poöpo<br> 1431. angi laoe<br> 1432. kapoeaka<br> 1433. timoe<br> 1434. bara<br> 1435. moëri, 155: moeri<br> 1436. ihana<br> 1437. ikita / kitoembone<br> 1439. ari kita<br> 1440. iloloeno / ikoea<br>{{gap}}155: iloeno / ikoen<br> 1441. arikoea<br> 1442/<br> 1443. petaramboeano-ariano {{multicol-break}} 1445. merambi, 155: lerambij<br> 1446. ari, 155: aria<br> 1447. doengkoe<br> 1448. i<br> 1449. i<br> 1450. oeneno<br> 1452. merambi, 155: merambij<br> 1453. mondoë, 155: modoe<br> 1454. tomoe<br> 1460. beto, 155: imbeto<br> 1461. tetembe<br> 1462. hendegiro / hendenino<br>{{gap}}155: hendeinggiro<br> 1465. bako, 155: bake<br> 1466. mahi-mahioe<br> 1467. hijaä<br> 1469. ronga<br> 1470. ronga<br> 1471. kijoki<br> 1472. hoö<br> 1474. kijoki<br> 1475. jamato<br> 1476. hoö miambo<br> 1477. kahaë<br> 1478. merambiï, 155: merambij<br> 1479. maoe<br> 1481. maoe<br> 1486. tamboki {{multicol-end}} '''No. 242, 155'''<br> # <li value="1528"> Teèpia pombahoke niino inimo?<br>155: Teepia pombahoke niio inimo?<br> # Keno pombahoke to paë niino nimo?<br>155: Keno pombahoke topoe niio nimo?<br> # hende gitoe dadijono kioki ehe wadai<br>155: Hendeinggitoe dadijono kioki ehen-nakoe wadai<br> # Koepoweï inoso hende² olino<br>155: Koepowei inoso bende² olino<br> # I weëkonaingami mooli gitoe hapo?<br>155: Iweekona inggami moolii inggitoe hapo?<br> # Tono dadio moolii kami harta mami koa rai raino<br>155: Tono dadio mooliie kami harta mami koarai raino<br><noinclude></noinclude> rva23t2ooihkzozlkhqw1fq0fci4hr8 Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/18 104 116322 320446 2026-10-10T10:35:02Z ~2026-54476-42 27835 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Ir ACCOORD 18 DEC. 1660 SA' 320446 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="2400:9800:671:7EF:1:0:61C4:5678" /></noinclude>Ir ACCOORD 18 DEC. 1660 SA<noinclude></noinclude> o5meouxx4lqhpfxblps3cha4kgj58sj Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/52 104 116323 320447 2026-10-10T10:38:17Z ~2026-54476-42 27835 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'merupakan segidelapan dan didalamnja terbatja dalam huruf Arab dari atas kebawah : Allah Tamdjid Sultan . ) Gurnadur Djenderal Gustap Wilem Baron pan Imhof dan segala Rad pan India telah memandang dan melihat serta membatja waad perdjandjian perniagaan sahabat bersahabat jang karib daripada kedua pihak jaitu Sultan Tamdjidullah dan Pangeran Ratu Anom bersama2 dengan orang besar2 dinegeri Bandjarmasin maka jaitu Kompeni telah menjuruh membaharu... 320447 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="~2026-54476-42" /></noinclude>merupakan segidelapan dan didalamnja terbatja dalam huruf Arab dari atas kebawah : Allah Tamdjid Sultan . ) Gurnadur Djenderal Gustap Wilem Baron pan Imhof dan segala Rad pan India telah memandang dan melihat serta membatja waad perdjandjian perniagaan sahabat bersahabat jang karib daripada kedua pihak jaitu Sultan Tamdjidullah dan Pangeran Ratu Anom bersama2 dengan orang besar2 dinegeri Bandjarmasin maka jaitu Kompeni telah menjuruh membaharui pula seperti mana operkupman Stepan Markus pan der Hiden serta dua kupman jaitu Djan pan Suchtelen dan Danil pan der Boruh ialah jang telah disuruh membawa titah perintah pada waad perdjandjian jg mutlak damai maka adalah kami dengan surat ini akan mengkabulkan dan mengastadjabatkan bunji surat waad perdjandjian itu pada hal berkekalan dengan tiada berkeputusan daripada pihak Kompeni mengikut dan memeliharakan tambahan pula barang siapa²nja jang ada tinggal dibawah chadamat Kompeni itupun mengikut dan menurut serta mengusahakan dan memeliharakan perihal ichwal jang demikian itu maka perdjandjian itu akan sekarang ini adalah sesungguhnja kami mentakadkan dan meneguhkan serta meredakan akan perihal ichwal itu sebab itulah maka kami sekalian masing - masing menaruh tanda tapak tangan dalam warkah ini serta dimeteraikan dengan tjap Kompeni atasnja jaitu tanda berteguh2an djua adanja . Terbuat dan tersurat dalam bilik musawarah kami dalam kota intan Batawiah pada anambelas hari bulan Djuni tahun seribu tudjuh ratus empat puluh tudjuh. Tjap lak Kompeni (tak terbatja ) Ter ordonnantie van haar Eds den Gouverneur Generaal en de 38<noinclude></noinclude> epfxzy0ycmnhj10aewh4yb6j6mkymco Halaman:155,242 Tolelaki, Kendari.djvu/2 104 116324 320448 2026-10-10T10:40:01Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320448 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. TOLELAKI, KENDARI LIST''' {{multicol}} 1. doewondo<br> 2. oeloe<br> 3. raïndo<br> 4. tapoerai<br> 5. ahaoeloe <1><br> 6. owoe<br> 8. tambohoele<br> 9. obiri<br> 11. mata<br> 15. boeloe kirè<br> 17. oemiïjag, 155: oeniijag<br> 18. o'inge, 155: oige<br> 20. o'woro<br> 21. 'gambi<br> 22. ambondoe<br> 25. o'bibi, 155: obili<br> 27. boeloe toemi, 155: boeloesoemi<br> 28. dango, 155: danggo<br> 29. o'ase<br> 30. o'danggo<br> 31. o'elo<br> 32. ongara<br> 33. 'nisi<br> 34. 'baka<br> 35. kopoeroeh<br> 37. woroko, wonggo<br> 38. ' gambi<br> 41/<br> 42. o'oehoe, 155: s'oehoe<br> 45. tapoe oekoenoe,<br>{{gap}}155 tapoe wekoenoe<br> 46. 'iwoi oehoe<br> 48. oemoehoe<br> 50. boekoe ehe<br> 52. woengoearo<br> 53. kombo<br> 54. tia<br> 56. ate<br> 61. poehe<br> 62. towoeni, lolaine,<br>{{gap}}155: toroeni {{multicol-break}} 63. boengoendo<br> 66. woekoebose<br> 68. lilibio<br> 69. kasipoeri<br> 70. pondosaikoe<br> 72. te woeta, 155: tweoeta<br> 73. tai<br> 75. te opo<br> 76. te woeho<br> 77. owoeto<br> 78. tile<br> 82. te ëme, 155: peëme<br> 83. i woi ëme, 155: iwooi ime<br> 84. karè<br> 86. tawakare<br> 88. boekoelaleh<br> 90. o'pa<br> 91. o'loetoe<br> 93. wamoende<br> 94. tangelari<br> 95. o'kai<br> 97. tawakai, 155: tanakai<br> 99. totopa<br> 100. o'hikoe, 155: ihikoe<br> 102. poeripele<br> 105. woenangai<br> 107. koekoebatoe<br> 108. inanggai<br> 109. kondido, 155: kondiso<br> 110. kondido dowai, 155: dowai<br> 111. kondido, 155: tinda ananggae<br> 112. ananggai<br> 115. owoekoe<br> 116. membeli<br> 117. ramo<br> 118. o'oeha<br> 121. o'ani<br> 123. woeloe<br> 124. ko a'ko, 155: koako<br> 125. o ëni {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 46ivbubp0nw0uwtttjd4k9hs5rtruvp Halaman:155,242 Tolelaki, Kendari.djvu/3 104 116325 320450 2026-10-10T10:45:45Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320450 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 126. o ëni<br> 127. mingilasi<br> 128. mongga<br> 129. mearoh<br> 130. moïne<br> 131. molangoe<br> 132. mokooeho<br> 133. mowohoe<br> 134. mowoehoe<br> 137. podo<br> 138. moise<br> 139/<br> 140. mo ëpi<br> 145. lako<br> 144. menggokoro<br> 146. tindingara<br> 147. meranggarangga<br> 148. moetoe toeroe<br> 149. parerehe<br> 150. matimba<br> 151. melepa <2><br> 152. mendatana<br> 153. boeboelili<br> 154. mebaho<br> 156. te wowi woedi<br> 157. panga ëlo<br> 158. meia<br> 159. mopeho<br> 160. morosi, 155: moresi<br> 161. molotao, 155: mototao<br> 163. miïa<br> 165. temomo<br> 166. mekohe, 155: mekehe<br> 167. meiïni<br> 169. te atiko, 155: teatiho<br> 170. hoemonggo<br> 172. hoemoedo<br> 173. hoedo<br> 174. peoewa<br> 176. momoma<br> 177. mehoena hoena,<br>{{gap}}155:moehoena-hoena {{multicol-break}} 182. lapatoio, 155: lapaitaio<br> 183. te walito mate<br> 184. wata mate<br> 188. wata mateno<br> 191. koboeroe, 155: koboero<br> 192. pepate<br> 193. male aretana<br> 194. arata<br> 196. owaka<br> 197. pereke<br> 198. otore, 155: otoro<br> 199. meohaki / moroenggoe<br> 200. mohaki<br> 202. waraka<br> 203. ana noekoe<br> 205. moreo<br> 207. mohaki tia,<br>{{gap}}155 mohaki india<br> 209. mohaki te woewoeta<br> 210. peomboe<br> 219. mohaki oeloe<br> 220. 155: rasoboekoe<br> 222. 155: mohida<br> 223. 155: momheoloia<br> 224. 155: tidikoro<br> 225. 155: longgosipi<br> 227. pewowi<br> 228. mobongo, 155: mobongo<br> 229. pedole<br> 231. jirere, 155: sirere<br> 232. powai pokoeli,<br>{{gap}}155: toewai pakoeli<br> 234. pakoeli<br> 235. bisa<br> 236. manoesia<br> 237. tono<br> 238. tono<br> 239. tamo<br> 240. tamo<br> 241. langgai<br> 242. 'o'tina / o'moreh<br> 243. langgai {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> hap7e6e551d74ecq6nk8pvjm1tldae0 Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/54 104 116326 320455 2026-10-10T10:49:28Z ~2026-54476-42 27835 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Artl. 2. En bijaldien eenige vijand dit Land van Bandjer mogt komen aan te tasten, het zij te water of te Land , belooft de Compe : dat haar Schip, Schepen of volckeren zig alhier bevindende, die van Bandjer na vermogen zullen bijstaan ten eijnde zodanig eenen vijand te helpen afweeren, en te verdrijven, zonder eenige onkosten voor Kruijt of Loot te rekenen . Artl. 3 . Maar wanneer onder de Koninklijke Banjaresche Familie t'zij tusschen twee Br... 320455 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="~2026-54476-42" /></noinclude>Artl. 2. En bijaldien eenige vijand dit Land van Bandjer mogt komen aan te tasten, het zij te water of te Land , belooft de Compe : dat haar Schip, Schepen of volckeren zig alhier bevindende, die van Bandjer na vermogen zullen bijstaan ten eijnde zodanig eenen vijand te helpen afweeren, en te verdrijven, zonder eenige onkosten voor Kruijt of Loot te rekenen . Artl. 3 . Maar wanneer onder de Koninklijke Banjaresche Familie t'zij tusschen twee Broeders of twee Zoonen Tweedragt of Oorlog mogt ontstaan, zal de Compe : niet behoeven of vermogen een der parthijen te helpen: maar bij t'sneuvelen van een dier bijden, zal den overwinnaar of die t'Rijk behoud , aan de Articulen van dit Contract moeten voldoen. Artl. 4 . Daar en tegen belooft den Sulthan, het Opperhooft, Dienaren en Onderdanen van de Compe : die zig alhier zullen bevinden, te neemen in zijne Bescherming en te besorgen , dat deselve geenig Leed of Overlast komen te lijden, t'zij van de volkeren van Banjar, t'zij van anderen , en bij aldien zulks mogte geschieden , dat de Compagnie daarin behoorlijke Satisfactie gegeven en de Schuldige op het strengste Gestraft werden; zullende de Compe: van hare kant bezorgen , dat haar Volk den Banjaresen mede geen geweld of Overlast aandoen , of die daar aan schuldig mogte bevonden werden, naar Billijkheijt straffe doen Erlangen. Artl. 5. Voorts belooft den Sulthan en Ratoe Anum alle de peper die haar Land voortbrengt, geene uijtgesondert, aan de Compe: te leeveren en te verkopen, zonder aan eenige anderen , wie het ook zij , daar van iets te mogen verkopen of permiteren uijt te voeren , ook te sullen beletten. dat door hare onderdanen of Inwoonders aan ijmand anders dan aan . de Compe : alleen eenige Peper verkogt of gelevert werd , ook niet uijt het Land vervoert . Art . 6 . In gevolge van dien beloven den Sulthan en Ratoe Anum, ook alle Europesche Natien die alhier ten handel mogte willen komen ofte die 40<noinclude></noinclude> 96a7xtu8j0elphbsov575hvxbioisw3 Halaman:155,242 Tolelaki, Kendari.djvu/4 104 116327 320479 2026-10-10T11:20:01Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320479 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 244. mbos jo <?><br> 245. more<br> 246. loendara<br> 248/<br> 249. waipode / loeale<br> 250. anadonia <3><br> 252. anadalo <4><br> 255. amano<br> 256. ina<br> 257. ana' iliwoea<br> 258. ana'oehoe, 155: ahoehoe<br> 257/<br> 258. ana' tonga <5><br> 261. anai langgai<br> 262. anai more<br> 263. paeëne<br> 264. baisa<br> 266. baisa<br> 267. poeëtoeko<br> 268. hai<br> 269. tiè<br> 270/<br> 271. kaka, 155: medoeloe ama<br> 272/<br> 273. a'di<br> 274. poeengoe, 155: poeënggoe<br> 275. laki-ana, 155: kali ana<br> 276. kakankgo<br> 277-<br> 280. mamangoe, 155: mamanggoe<br> 281-<br> 286. inai i̇nagoe,<br>{{gap}}155: inai manggoe<br> 287/<br> 289. potehamogo aso<br>{{gap}}155: patehamonggo<br> 228/<br> 290. potehamogo aso<br>{{gap}}155: patehamonggo<br> 287-<br> 290. poteha<br> 295/<br> 296. potehamogo aso <6><br>{{gap}}155: patehamonggo aso<br> 297/<br> 298. baida {{multicol-break}} 299. baida<br> 300. walingo<br> 302. awonggo<br> 303. awonggo<br> 304. awonggo<br> 305. awonggo<br> 306-<br> 309. mosoelainea<br> 310/<br> 314. hinene<br> 315. peohai<br> 316. kioki peohai<br> 317. rapoengoe<br> 318. rapoengoe<br> 320. wali sabea,<br>{{gap}}155: wali, sabea<br> 324. masindawa mesoeere² wongea<br>{{gap}}155: masinaäwa mesooere² wonoea<br> 326. wonoea<br> 327. wonoea wose<br> 329. kampong mohiwoe<br> 330. ana wonoea.<br> 331. 155: balimata<br> 332. odima<br> 338. tandai<br> 339. onitoe<br> 340. onitoe wali, 155: sanggoleo<br> 341. onitoe mosaa<br> 342. pondianoe<br> 343/<br> 344. penao<br> 345. ombo<br> 347. mengoni ngoni<br> 351. meboeri<br> 352. 155: horopoe<br> 353. 155: karatasi<br> 354. boeri<br> 355. 155: bo<br> 356. nango<br> 362. onewoeta, 155: narakaa<br> 364. lahoeëne {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> l7ef3w98ejrymvhm4febiuk5ml30mfj Halaman:155,242 Tolelaki, Kendari.djvu/5 104 116328 320480 2026-10-10T11:22:44Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320480 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 367. wowai me ambo <7><br>{{gap}}155: amala<br> 368. hala, 155: dosa<br> 370. pado, 155: pampadoa<br> 374. rahampe bahoa <8><br> 377. laika sara<br> 378. anakija / mokole / owo-owose<br> 381. tamalaki anakija<br> 382. sangia, 155: mabau<br> 386. anakija doboe<br> 388. anakija boetoboe<br>{{gap}}155: anakija poeto boe<br> 389. tono motoeo<br> 390. tamalaki<br> 391. laba<br> 392. mosa toewarano, 155: tilaka<br> 393. maradeka<br> 394. ata<br> 396. sara<br> 397. boeramali<br> 399. pinehala<br> 400. powadano hala<br> 401. sabi<br> 402. tono mehala<br> 403. morerehoeki hala<br> 404. tekonggo, 155: tekeunggo<br> 407/<br> 408. nika, 155: medoeloe<br> 410. meseke, 155: tepobinda<br> 411. popolo, 155: poholo<br> 412. 155: makandi<br> 413. peana<br> 414. sando, 155: boakoi<br> 415. omo api, 155: oemoapi<br> 417. 155: padage<br> 419. rabana<br> 420. soeli / wowohoe<br>{{gap}}155: woewoehoe<br> 421. dimba, 155: odimba<br> 424. tawatawa<br> 427. 155: kapoepoe<br> 428. 'omoeare, moloeloe <9><br> 430. singqoeroe, 155: singgoeroe {{multicol-break}} 432. boto, 155: mepae-pae<br> 433. 155: o hoele<br> 437. laika<br> 438. laika woeta<br> 440. waha<br>{{gap}}155: pomboemboe / boemboenga<br> 441. ato, 155: inatopi ako ato<br> 446. laho<br> 449. tambo <10>, 155: otambo<br> 451. pambana, 155: balo²<br> 452. hoe<br> 453. kadada, 155: londono<br> 454. laoesa<br> 456. horo kowoena<br> 457. horo dopi, 155: kataba<br> 458. ringingoeli <11><br>{{gap}}155: ringoeli<br> 459. ringi sambi<br> 461. toesa wose, 155: toesawoso<br> 462. nambeanoe<br> 464. polotino<br> 465. poisoando<br> 468. ambahi<br> 469. kasso tinoenoe <12><br> 470. laikanoho<br> 471. laikanoho<br> 472. waha<br> 473. tambea waha<br>{{gap}}155: tambea wahkoero<br> 474. koero, 155: oehoemboleè<br> 475. api<br> 476. mohai<br> 477. pomboeri api<br> 478. solomio api<br> 482. ahoe api<br> 483. awoe<br> 484. kassopombondo<br> 485. toenoe padamara <13><br> 486. pepata hoeloe<br> 487. loloe laika<br> 488. wotoetoe<br> 493. kawali<br> 494. boeloesa {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> pi4ryjw7sssne2ybujjbt6c2bj2svie Halaman:155,242 Tolelaki, Kendari.djvu/6 104 116329 320481 2026-10-10T11:31:26Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320481 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 495. koero kalaro<br> 496. koero woeta<br> 497. pingga<br> 498. sangkiri<br> 501. pingga woeta ho wose<br> 502. pingga woeta mohiwoe<br> 503. tawa doelang<br> 505. ladi-ladi <14><br> 506. pade <15><br> 507. tobo, 155: gologolo<br> 508. gologolo, 155: tobo<br> 509. pali<br> 510. 155: osiroe<br> 511. tamboeng i woi<br> 513. moalo i woi<br> 514. baki, 155: o' baki<br> 515. hoelo<br> 516. soemboe<br> 517. hoelo<br> 519. boengke²<br> 520. boeroea<br> 522. 155: koero<br> 524. benggi<br> 525-<br> 527. monahoe<br> 528. toenoe<br> 529. 155: niwerei<br> 530. tapoi<br> 534. tainahoe<br> 535. 155: lamboe<br> 536. 155: iwoi dainahoe<br> 537. poeroendawa<br> 539. ramong<br> 540. kambatoe<br> 543. paë<br> 544. boha, 155: woha<br> 545. kina<br> 546. paë<br> 547. wata paë<br> 548. tangke<br> 549. o'ala {{multicol-break}} 550/<br> 551. noehoe wo aloe<br> 553. doekoe<br> 554. ota<br> 561. sinele<br> 563. pianihi<br> 565. saboe<br> 567. saloeara<br> 569/<br> 570. baboe<br> 571/<br> 572. oesoe-oesoe<br> 573. odaka<br> 576. sising<br> 577/<br> 578. pombaroe<br> 579/<br> 580. kalapasi langke<br> 582. tole²<br> 583. gagiwang<br> 586. pabasa<br> 588. tembi<br> 589. kapa<br> 590. sabe<br> 593. moehoroe<br> 600. moana<br> 601. mewolili koloro<br> 602. koloro<br> 603. wanà<br> 604. mata poeko koemai<br> 608. taawoe <16><br> 609. tambila<br> 611. karada<br> 612. soempi<br> 613-<br> 616. opidi, 155: opipi<br> 617. kinia<br> 619. lèlah/panapi<br> 620. sinapa<br> 621. sadawa<br> 622. watoe tamara<br> 623. mepanapi {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> ky354oqdk1fyhzgsa5s5r89imt5z1yz Halaman:155,242 Tolelaki, Kendari.djvu/7 104 116330 320482 2026-10-10T11:35:36Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320482 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 626. medaloe / mamoesoe<br>{{gap}}155: mamoese<br> 627. moesoeh<br> 628. 155: maria<br> 629. soemala oeloe<br> 630. tepokono<br> 631. bende<br> 634. mesawo / mepetoedoe<br> 635. tebawo<br> 636. tonangi<br> 637. pabitara<br> 639. meomboe<br> 640. pompowehi<br> 642. 155: rakala<br> 643. 155: rakala<br> 644. 155: o'daka<br> 645. 155: <17><br> 651. 155: osawi<br> 652. bingkoe<br> 653. nimo<br> 654. tonganimo, 155: tongpainimo<br> 655. 155: galoe<br> 656. tinengi<br> 657. pariki<br> 659. bala<br> 660. pambahoa, 155: pombahoan<br> 662/<br> 663. tawingge, 155: tawinge<br> 664. wine<br> 665. paho<br> 668. motaha<br> 669. momata<br> 671. mosowi<br> 674. gandoe<br> 677. lawoea<br> 679. soeai<br> 681. inoso<br> 682. towoe<br> 684. lasoena<br> 685. kela<br> 686. oewi {{multicol-break}} 688. oewi geoe<br>{{gap}}155: wangphao, gola kaoe<br> 690. saha<br> 691-<br> 693. kaloekoe<br> 695. 155: rema<br> 696. 155: geresa<br> 701. gola<br> 702. nipa, 155: panggo<br> 703. tawaro, 155: poenatawaro<br> 704. tawaro<br> 705. kapa<br> 706. kawoe²<br> 707. 155: nanasi<br> 708. taipa<br> 709. nangka<br> 711. doeria<br> 712. dampoe, 155: damboe<br> 713. pinisi<br> 716. pamali<br> 717. pandi hada<br>{{gap}}155: pondi, kada<br> 721. moende kina<br>{{gap}}155: moede gola<br> 722. moende inahoe<br>{{gap}}155: moede inahoe<br> 723. kopi<br> 726. gambir, 155: gambere<br> 727. wangkoedoe<br> 728. woele / ineri<br> 729. koeni<br> 731. oeë<br> 732. kowoena<br> 733. kowoena donia<br>{{gap}}155: rowoe<br> 734. poeoe, 155: poesoe<br> 737. toemoeka, 155: tamoeka<br> 739/<br> 740. tangge samba<br> 741. larano<br> 742-<br> 744. haka<br> 746. tawa {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> cztf4epjlhlx13ljekzg7viqqgaa4dc Halaman:155,242 Tolelaki, Kendari.djvu/8 104 116331 320483 2026-10-10T11:41:16Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320483 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 748. koeli<br> 750. poeloe<br> 752. inea<br> 753. bite<br> 754. hoeloe<br> 755. hoelo<br> 757. toenam<br> 758. woelele<br> 759. woea<br> 761. koeli<br> 763. watoeno<br> 764. ihi<br> 765. 155: aso moemoe<br> 766. loewi<br> 770. koera<br> 771. koera<br> 774. kolele<br> 775. ana kolele<br> 778. ikoe<br> 779. kare<br> 780. palakare<br> 781. 155: koekoe<br> 786. pani, 155: tani<br> 787. boeloe<br> 789. sara<br> 790. tioloe<br> 794. beke<br> 797. 155: manotoei<br> 799. bembe, 155: wembe<br> 800-<br> 802. koe ni koe<br>{{gap}}155: kinoekoe<br> 807. o dara<br> 808. 155: mogiriri<br> 809. donga<br> 811. dahoe<br> 812. mehopa<br> 813. beka<br> 814. menjao², 155: momeo<br> 824. tongkoerokoero / poenei²<br>{{gap}}155: tongkoerkoero {{multicol-break}} 825. kao²<br> 826. manoe, 155: mahoe<br> 827. ana manoe<br> 828. tinangkowe<br> 830. manoe tama<br> 831. manoe soemanre<br> 834. kea²<br> 835. 155: koeloeri<br> 840. koé, 155: kowe<br> 843. kongka, 155: kongga<br> 844. manoe²<br> 845. 155: okado<br> 846. 155: poniki<br> 847. paniti<br> 850. 155: opodi<br> 851. tehoe<br> 852. doheke<br> 853. 155: tehoetori<br> 854. hada<br> 861. poeko<br> 864. 155: opaki<br> 865. bikoe, 155: wikoe<br> 866. koetoe<br> 870. koetoe kolele<br> 871. karangkang<br> 872. lale<br> 877. lamoe<br> 878. laleba<br> 879. 155: ole²<br> 881. 155: hoelo²<br> 884. koheo<br> 886. sao<br> 806. meohe<br> 888. lipa<br> 891. oele<br> 892. oera<br> 893. 155: boengga<br> 894. 155: koelipeoti<br> 896. boesi<br> 898. kita<br> 900. bokeo, 155: bekeo {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> lkyoiw98ao76364zb05tosh63gd2w2a Halaman:155,242 Tolelaki, Kendari.djvu/9 104 116332 320484 2026-10-10T11:46:28Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320484 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 901/<br> 902. koloepoea, ponoe<br>{{gap}}155: penoe<br> 903. 155 alamoe<br> 905. oseroe<br> 906. mata oleo, 155: mataöleo<br> 908. owoela<br> 910. woela<br> 912. ana woela (wotiti)<br>{{gap}}155: (wotiti)<br> 917. doenia<br> 919. oesa, 155: oesea<br> 920. ngoloe<br> 921. o'poe<br> 923. toroeoewe, 155: torööewe<br> 924. boendoe<br> 925. beresè<br> 927. leloe<br> 928. poea.<br> 929. poea mokora<br> 930. iwoi<br> 931. tahi<br> 932. moöti<br> 934. boesa<br> 935. rasoe<br> 936. rasoe watoe<br> 937. molino<br> 938. pamba tahi<br> 939. polawa toho, 155: polawatoko<br> 940. awo boengi<br> 941. sasa<br> 942/<br> 943. woeta<br> 944. toko<br> 945. anatoko<br> 946. tapoemo<br> 947. osoe<br> 948. osoe<br> 950. toemoehangoko<br> 951. tonganapo<br> 952. anggalo<br> 955. andolo<br> 957. 155: ahoma {{multicol-break}} 959. sala<br> 960. awoeta<br> 961. toekangare<br> 962. tira<br> 963. alâ <18><br> 964. tete<br> 965. toemaka<br> 966. mili<br> 968. 155: ahoma<br> 969. watoe<br> 970. woeta doenia<br> 971. one<br> 973. lawoe<br> 974. tambaga, 155: kalaroe<br> 976. salaka<br> 977. woela<br> 978. timara mowila<br> 979. timara meëto<br> 980. walira<br> 981. pandelawoe / boesopoe<br> 982. mata kolowo<br> 984. o ai<br> 985. toembai<br> 986. tonaha, 155: tanak<br> 987. sipi lawoe<br> 988. waho api<br> 989. moramba, 155: meramba<br> 991. mondikiro<br> 993. mesampepe tapokono<br>{{gap}}155: mesambepe, tepokono<br> 995. tono modaga<br> 996. tono montaoe<br>{{gap}}155: tonomondaoe<br> 999. banggona<br> 1000. mesa bea<br> 1002. dawa<br> 1003. meoli-oli<br> 1004. arta<br> 1005. seoe<br> 1007. olino<br> 1008. laba<br> 1009. roegi {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 74h69hojz5rjxztfar4nsnbvxuxjdh5 Halaman:155,242 Tolelaki, Kendari.djvu/10 104 116333 320485 2026-10-10T11:51:44Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320485 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1010. mooli, 155: moöli<br> 1011. motoenggo<br> 1012. boena<br> 1013. hala<br> 1014. mehalai<br> 1015. mowada<br> 1016. mobeliako<br> 1017/<br> 1018. mosaroe<br> 1019. meëoesa, 155: klooesa<br> 1020. metawari<br> 1021. mepoindi / morerehoeki<br> 1022. metawari<br> 1025. doela / randa<br> 1033. bangga<br> 1035. lolosoe<br> 1037. pangawa<br> 1038. o oeli<br> 1040. dao<br> 1041/<br> 1042. bokoe, meloembeh<br> 1043. modao, 155: medao<br> 1049. pekai<br> 1050. o nia<br> 1051. kalono<br> 1052. tesore, sepihi banggi<br>{{gap}}155: bangga<br> 1053. moboenggo<br> 1058. mopoponini tono<br>{{gap}}155: moponini tono<br> 1060. loemoearaoke<br>{{gap}}155: loemoearake<br> 1061. wore, 155: wose<br> 1062. mohewoe<br> 1063. menda<br> 1064. menggaoe<br> 1065/<br> 1066. poetoe, 155: opoetoe<br> 1067. mowalo / morome<br> 1068. wose<br> 1070. monipi<br> 1071. moroesoe<br> 1072-<br> 1074. morome {{multicol-break}} 1079. oneja<br> 1080/<br> 1081. molamboe<br> 1082. mokokohanoe<br> 1083/<br> 1084. molano<br> 1085/<br> 1086. delle<br> 1087. meita<br> 1088. poetoe<br> 1089. moendoelo, 155: mondoeloe<br> 1090. monggeloe<br> 1096. molitoh<br> 1097. monggeh<br> 1098. monggasoh<br> 1101. motoha<br> 1102. mowoeë<br> 1104/<br> 1105. mokoela<br> 1106/<br> 1107. morini<br> 1109/<br> 1110. pandere<br> 1112. patongkopa / tepatokopa<br> 1113. molewe<br> 1115. mooeko, 155: mooesko<br> 1116. moloea<br> 1117. mokora, 155: mokara<br> 1118. moroenggoe<br> 1119. moseka<br> 1121. tengare-ngare<br> 1125. mowatoe<br> 1127. bondo moseleh<br> 1130. miambo<br> 1132-<br> 1135. miambo / momale<br> 1136-<br> 1139. mosaä<br> 1142. moapo, 155: moapa<br> 1143. ponoh<br> 1146/<br> 1147. boke<br> 1148/<br> 1149. tekale<br> 1150. motoeo {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> rxv3spa5be3x4fae2xr67tztlf9kzxn Halaman:155,242 Tolelaki, Kendari.djvu/11 104 116334 320486 2026-10-10T11:56:58Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 320486 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1152. tonija<br> 1153. woöhoe<br> 1154. tario-rio<br> 1155. kawasa<br> 1156. mokongango<br> 1159. motoere / pewowi<br> 1160. mandara / pande<br>{{gap}}155: kandara / pande<br> 1161. momami<br> 1162. mosiloe, 155: moesiloe<br> 1163. mopaï<br> 1164. mopakà<br> 1166. peanihi, moahi<br> 1167. mowila<br> 1168. meëto<br> 1169. momeja<br> 1170. momeja<br> 1171. mokoeni<br> 1172. motai<br> 1173. megawoe<br> 1174. lolahai<br> 1175. soeai<br> 1176. poweï<br> 1179. aleï<br> 1180. aleï<br> 1193. torike / motaoe<br>{{gap}}155: toorike / mataoe<br> 1194. mehawai<br> 1195. ke torike<br> 1196. koepehawai<br> 1197. koloepe<br> 1198. kioki kadoi<br> 1199. kadoi<br> 1200. temomo<br> 1201. kowoeroe woeroe<br> 1202. mondoeloera<br> 1203. moso soewa<br> 1206. peörike<br> 1208. tewali<br> 1210. mowai<br> 1211. memboaka<br> 1212. mosoö, 155: masoö {{multicol-break}} 1213. moto ëndoe<br> 1214. tememai, 155: asingako<br> 1215. asingake<br> 1216. kemoenggoeï<br> 1220. kemoloi<br> 1221. kemopoei, 155: kempoei<br> 1223. mobekahako / pewanggoe<br>{{gap}}155: mobekahaka / pewangoe<br> 1224. daga<br> 1225. meponono, 155: mepohono<br> 1227. podeaï, 155: pedoaï<br> 1228. kikii, kondoï<br> 1229. koeaijo / woehoï<br> 1233. mosirobo<br> 1234. mengoesoe<br> 1236/<br> 1237. meoma<br> 1238. tepokonoiroto<br>{{gap}}155: tepokonotatrato<br> 1239. kioki kwehe<br> 1240. mesaoene<br> 1243. koeeheï<br> 1244. hoemokeangga<br> 1245. hoenggai<br> 1246. oelomiï, 155: oelonni<br> 1251. koemonoi <19><br> 1253-<br> 1255. tepiha<br> 1259. pijoï,<br>{{gap}}pilohoei / mekoekoeti<br>{{gap}}155: pijo<br> 1260/<br> 1261. metaramboeöe<br> 1262/<br> 1263. arito, 155: artito<br> 1264. bokeï / oesoeï<br>{{gap}}155: boekei<br> 1265. hoemike<br> 1266. mehiako<br> 1267. mongoni<br> 1268. temataha<br> 1269. mesoeko<br> 1270. nopoporaï<br> 1271. mehapoe<br> 1272. mehapoe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> qrum7dnkhwvj5pv9tatcks5jmfkrv1o